LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR PERKEMBANGAN HEWAN I

“AMPHIBI”

Oleh:

Oleh: Nama NIM Asisten Kelompok : Dian Octarina : 08081004023 : Meika Puspita Sari : I (Satu)

LABORATORIUM ZOOLOGI JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2009

ABSTRAK Praktikum yang berjudul “Amphibi” bertujuan untuk mengenal, mengidentifikasi serta mempelajari beberapa sistem tubuh dari beberapa anggota kelas Amphibi. Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa, 17 November 2009, pukul 08.30-10.30 WIB. Bertempat di Laboratorium Zoologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Inderalaya. Alat yang digunakan adalah baki bedah, gunting bedah, jarum penusuk, pinset dan tissue. Dan bahan yang digunakan adalah Bufo sp dan Rana sp. Adapun hasil yang didapat yaitu gambar anatomi dan morfologi tubuh Bufo sp dan Rana sp. Kesimpulan yang didapat pada praktikum ini yaitu tubuh Bufo sp dan Rana sp terbagi atas tiga bagian, yaitu caput, truncus, dan extreminitas baik posterior maupun anterior.

BAB I

Saat ini kelas tersebut diwakili oleh kurang lebih 4000 spesies katak. atau di tempat-tempat basah lainnya. Latar Belakang Vertebrata pertama di darat adalah anggota kelas Amphibia. Sekali bertelur katak bisa menghasilkan 5000-20000 telur. tetapi yang lain hidup di darat sebagai hewan dewasa atau bahkan sepanjang masa kehidupan. Sebagian besar salamander yang hidup di darat berjalan dengan pembengkokan badan dari sisi ke sisi yang mirip dengan cara berjalan tetrapoda awal (Campbell 2003). Kodok dan katak mengawali hidupnya sebagai telur yang diletakkan induknya di air.1. yang akan selalu menjaga dan membawanya hingga menetas bahkan hingga menjadi kodok kecil. Terdapat tiga ordo Kelas Amphibia yang masih hidup saat ini. tergantung dari kualitas induk dan berlangsung sebanyak tiga kali dalam setahun. yang mereka warisi dari moyang krosopterigia. dan caecilian (makhluk tak bertungkai yang membuat lubang untuk sarang di hutan tropis dan danau air tawar. bernafas dengan insang dan selama beberapa lama hidup . Beberapa jenis kodok pegunungan menyimpan telurnya di antara lumut-lumut yang basah di pepohonan. Beberapa di antaranya hanya hidup di air. Sementara jenis kodok hutan yang lain menitipkan telurnya di punggung kodok jantan yang lembab. jantung yang beruang tiga itu agaknya memberikan peningkatan yang berarti dalam efisiensi peredaran dan dengan demikian meningkatkan kemampuan untuk mengatasi lingkungan daratan yang keras dan lebih banyak berubah-ubah (Kimball 1983). Atrium kedua dalam jantung memungkinkan darah yang mengandung oksigen dengan darah yang kurang mengandung oksigen terjadi dalam vertikel tunggal. salamander. Paru-paru dan tulang anggota tubuh.PENDAHULUAN 1. dan Apoda (tak berkaki – caecilian). Hanya ada sekitar 400 spesies dari ordo Urodela. Anura (tidak berekor – katak. memberikan sarana untuk lokomosi dan bernafas di udara. Telur-telur kodok dan katak menetas menjadi berudu atau kecebong yang bertubuh mirip ikan gendut. yaitu Urodela (berekor – salamander). termasuk bangkong). di sarang busa.

tetapi banyak spesies mengeluarkan suara-suara untuk memanggil pasangan kawin selama musim kawin. Jantan bisa bersuara keras untuk mempertahankan daerah kawin atau untuk menarik betina. menghilangnya ekor. dan bergantinya insang dengan paru-paru (Anonima 2009: 1).di air. navigasi angkasa. 1. yang kemudian diikuti dengan tumbuhnya kaki depan. Banyak amphibia mempertihatkan perilaku sosial yang kompleks dan beraneka ragam. . katak umumnya merupakan makhluk yang diam. khususnya selama musim kawin. migrasi ke tempat kawin yang spesifik bisa melibatkan komunikasi suara. atau sinyal kimia (Campbell 2003). mengidentifikasi serta mempelajari beberapa sistem tubuh dari beberapa anggota kelas Amphibia.2. Pada beberapa spesies darat. Perlahan-lahan akan tumbuh kaki belakang. Tujuan Praktikum Praktikum kali ini bertujuan untuk mengenal.

dan bios yang artinya kehidupan. dan sistem pencernaan yang diadaptasikan untuk mengkonsumsi makanan sebagai hewan karnivora. dan sistem gurat sisi menghilang. Amphibia berarti dua kehidupan yang mengacu kepada metamorfosis banyak jenis katak. (3) amphibi mempunyai jantung yang terdiri dari tiga ruangan. (4) mempunyai dua pasang kaki dan pada setiap kakinya terdapat selaput renang yang terdapat di antara jari-jari kakinya dan kakinya berfungsi untuk melompat dan berenang di air. sistem gurat sisi yang mirip dengan ikan. banyak jenis katak tidak memalui tahapan kecebong akuatik. sedang kulitnya lembut dan tidak berambut. meskipun menyandang nama amphibia. Kecebong tidak memiliki kaki dan berenang dengan cara menggeliat seperti leluhurnya yang mirip ikan. insang. kaki berkembang. (6) pernafasan pada saat masih kecebong berupa insang. (2) merupakan hewan berdarah dingin atau poikiloterm. Hewan dewasa memiliki columna vertebralis dan biasa extremitates dengan digiti atau jari-jari yang berbeda-beda. yaitu dua serambi dan satu bilik. yakni sebagai berikut: (1) tubuhnya diselubungi kulit yang berlendir. dan ekor panjang bersirip. Tetrapoda muda dengan paru-paru untuk bernafas.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Amphibia berasal dari kata Amphi yang artinya rangkap. Selama metamorfosa yang berakhir dengan kehidupan kedua. Namun demikian. umumnya adalah herbivore akuatik dengan insang. dan terrestrial (Campbell 2003). mula-mula dalam air tawar kemudian dilanjutkan di darat. setelah dewasa alat pernafasannya berupa paru-paru dan kulit. Amphibi mempunyai ciri-ciri. merangkak ketepian dan memulai kehidupan di darat. . keadaan ini merupakan fase larva atau biasa disebut berudu. Fase kehidupan di dalam air berlangsung sebelum alat reproduksinya masak. sepasang gendang telinga eksternal. tidak bersisik atau tidak berbulu (Radiopoetro 1996). Dan amphibia adalah hewan yang hidup dengan dua bentuk kehidupan. (5) matanya mempunyai selaput tambahan yang disebut membrana niktitans yang sangat berfungsi saat menyelam di dalam air. Kecebong yang merupakan tahapan larva dari seekor katak.

Pembuahan terjadi dilur tubuh induknya. pada beberapa amphibi. Ada beberapa jenis amphibi lain yang sebagian hidupnya berada di daratan. Tapi ada juga beberapa jenis hanya hidup di darat selama hidupnya.(7) hidungnya mempunyai katup yang berfungsi untuk mencegah air masuk ke dalam rongga mulut ketika menyelam. Otak depan menjadi lebih besar dan hemisphaerium cerebri terbagi sempurna. atau paling tidak di lingkungan lembab. benafas dengan insang dan berkembang biak secara neotoni. Telur tersebut kemudian dibuahi oleh sperma katak jantan. Pembuahan demikian disebut dengan pembuahan eksternal (pembuahan luar). Telur amphibi tidak mempunyai cangkang dan akan kehilangan air dengan cepat di udara kering. Bentuk berudu menyerupai ikan karena mempunyai ekor seperti sirip. Selama hidup tetap dalam fase berudu. (8) berkembang biak dengan cara melepaskan telurnya dan dibuahi oleh jantang di luar tubuh induknya. tetapi pada waktu tertentu kembali ke air untuk berkembang biak. Pada berudu. Berudu hidup di air dan bernafas dengan insang. yang disebut dengan pembuahan eksternal (Anonimb 2009: 1) Sistem saraf amphibi mengalami modifikasi seiring dengan perubahan fase hidup. Tahap akhir daur hidup katak adalah berupa katak dewasa. tidak semua amphibi melalui siklus hidup dari kehidupan perairan ke daratan. . Selanjutnya mulutnya melebar dan mulai memakan makanan yang berbeda. tumbuh tungai dan ekornya menyusut. Pada fase dewasa mulai terbentuk kelenjar ludah yang menghasilkan bahan pelembab atau perekat. tetap tinggal dalam perairan dan tidak menjadi dewasa. Pada cerebellum konvulasi hampir tidak berkembang. Pada kelompok ini tidak terdapat stadium larva dalam air (Anonimc 2009: 1) Katak betina bertelur di dalam air. Struktur yang sesuai untuk hidup di air digantikan oleh struktur yang sesuai untuk hidup di darat. Amphibi pada umumnya bertelur di kolam. Fungsi insang digantikan oleh paru-paru. Telur yang telah dibuahi menetas menjadi berudu. misalnya anggota Plethodontidae. berudu pun mengalami perubahan bentuk. fertilisasi terjadi secara eksternal pada sebagian besar spesies dengan jantan mendekap betina dan menumpahkan spermanya di atas telur-telur yang dikeluarkan betina. Sejalan dengan perkembangannya. Walaupun demikian. Katak dewasa bernafas dengan paru-paru dan mempunyai tungkai (Anonimd 2009: 1). rawa. yaitu di air.

Kuliatnya berwarna kuning dengan bercak-bercak hitam. Ovarium digantungkan oleh mesovarium. Saluran reproduksinya adalah oviduk yang merupakan saluran berkelok-kelok dimulai dengan bangunan yang mirip corong (infundibulum) dengan lubangnya yang disebut dengan oskum abdominal. lembut. masing-masing gonalis. Darah dari paru-paru dan kulit mengandung banyak . duktus mesonefrus pada beberapa spesies akan membesar membentuk vasikula seminalis (penyimpan sperma sementara). berjalan ke medial menuju ke bagian cranial ginjal. Sebelah caudal dijumpai korpus adiposum. Pada bagian kulit ventral luar rongga mulut katak jantan terdapat bercak atau tanda hitam abu-abu tempat kantung suara. Oviduk terletak disebelah caudal mengadakan pelebaran yang disebut duktus mesonefrus dan bermuara di kloaka (Anonime 2009: 1). terletak di bagian posterior rongga abdomen. Baik ovarium maupun korpus adiposum berasal dari plica gametalis. Secara morfologi dapat dibedakan menjadi katak jantan dan katak betina.Beberapa jenis bertelur sangat banyak di dalam kolam sementara dan angka kematiannya sangat tinggi. Atrium kiri menerima darah dari paru-paru dan kulit. Kloaka kadang-kadang masih jelas dijumpai. yaitu dua atrium dan satu ventrikel. sedangkan atrium kanan menerima darah dari jaringan tubuh melalui sinus venosus. Sebaliknya beberapa jenis memperlihatkan berbagai macam pemeliharaan anak dan menelurkan telur dalam jumlah yang rekatif sedikit bergantung kepada spesies baik jantan atau betina bisa mengeram di punggungnya dalam mulut atau bahkan dalam perutnya. Di dekat kloaka. yakni ovariumnya berjumlah sepasang. Vesikula seminalis akan membesar hanya saat musim kawin saja. Bentuk luar dari katak adalah mempunyai leher ataupun ekor. Pada badan terdapat dua pasang anggota badan yaitu depan dan belakang. berwarna putih kekuningann yang digantungkan oleh mesorsium. Saluran reproduksi. sednagkan pada katak betina tidak memiliki bercak atau tanda hitam tersebut (Radiopoetro 1996). ia berjalan di sebelah lateral ginjal. Vasa aferen merupakan saluran-saluran halus yang meninggalkan testis. Sistem genitalia betina. Duktus wolf keluar dari dorsolateral ginjal. dan pars progonalis. Sistem genitalia jantan testi berjumlah sepasang. pada sebelah kranialnya dijumpai jaringan lemak berwarna kuning (korpus adiposum). dan berlendir. Katak mempunyai tiga ruang jantung. tubulus ginjal akan menjadi duktus aferen dan membawa spermatozoa dari testis menuju duktus mesonefrus.

Di dalam rantai makanan. Darah yang miskin oksigen dipompa kembali ke paru-paru dan kulit untuk mendapatkan oksigen. misalnya katak hijau untuk memperoleh asupan protein (Anonimd 2009: 2). misalnya ular atau burung. . Sebagian orang menjadikan amphibi sebagai makanan. peranan amphibi cukup penting untuk mengatur populasi serangga.oksigen. Dari ventrikel. Amphibi juga merupakan makanan bagi berbagai vertebrata lainnya. Dalam jantung katak masih terjadi sedikit pencampuran darah kaya oksigen dengan darah miskin oksigen. Darah dari kedua atrium dipompa masuk ke dalam ventrikel. sedangkan darah dari jaringan tubuh mengandung sedikit oksigen. darah yang mengandung banyak oksigen dipompa ke seluruh tubuh.

diberi keterangan dan dituliskan klasifikasi beserta deskripsi. 3. Kemudian dibedah amphibi tersebut. diperhatikan dan diamati anatomi dari dalam tubuhnya. Inderalaya. Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa. gunting bedah.30 WIB. Bertempat di Laboratorium Zoologi. Diperhatikan morfologi amphibi tersebut. Alat dan Bahan Alat yang digunakan adalah baki bedah. Universitas Sriwijaya. jarum penusuk. .2.3. Dan bahan yang digunakan adalah Bufo sp dan Rana sp. digambar dan diberi keterangan pada kertas kerja. 17 November 2009. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. pukul 08.30-10. Cara Kerja Diletakkan amphibi yang akan diamati di atas baki bedah. Digambar di buku gambar.BAB III METODE PENELITIAN 3. 3.1. pinset dan tissue. Jurusan Biologi.

Rana sp (Dorsal) Klasifikasi Kingdom Phylum Classis Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Amphibia : Anura : Raniidae : Rana : Rana cancrivora Nama Umum : Katak Keterangan 1.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Dari praktikum yang telah dilaksanakan. Digiti 2. Caput 13. Truncus Nares anteriores Rima oris Organon visus . Web 3. 4. 5. Cervix 14. 6. didapat hasil sebagai berikut: a.

Mampu melompat dengan jarak yang jauh karena memiliki kaki kelakang yang panjang. badannya lebih langsing dari Bufo sp dan pada kakinya terdapat selaput renang yang berfungsi untuk berenang di air. Katak cenderung memiliki permukaan kulit yang lebih licin. yaitu berbagai jenis serangga. Pada punggungnya terdapat tonjolan. Tungkai depan lebih pendek serta tidak terdapat pigmen melanofor. Lidahnya bercabang yang digunakan untuk menangkap mangsa/makanannya. Hal ini sesuai dengan pendapat Brontowijoyo (1996) bahwa Rana sp memiliki badan yang licin karena berlendir. . 8. 10. 11. bentuk kepalanya segitiga sama kaki.7. Ukuran tubbuhnya lebih kecil dibandingkan Bufo sp. yakni di air dan di darat. 12. 9. Deskripsi : Membran tympani Dorsal Manus Branchium Kloaka Femur Rana sp hidup merupakan Amphibia yang mampu hidup di dua jenis habitat.

2. Rana sp (Ventral) Klasifikasi Kingdom Phylum Classis Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Amphibia : Anura : Raniidae : Rana : Rana cancrivora Nama Umum : Katak Keterangan 1.b. 3. Septum mandibularis Septum pectoralis Septum biancialis .

Sepasang runcingan kulit yang lain. 5. . Memiliki garis yang simetris pada dagu. septum submandibularis. Rana sp tidak memiliki bintik-bintik atau tonjolan-tonjolan pada permukaan kulit. dengan kulit yang licin (halus). Septum abdominalis Septum lateralis Septum femoralis Septum cruralis Septum Sumandibularis Septum pectoralis Septum abduminale b. yang lebih kecil terdapat di ujung-ujung rahang. Terdapat bagian leher. septum abdominalis. a. septum lateralis. 7. Rana sp berbeda dengan Bufo sp meskipun sama-sama termasuk dalam satu kelas amphibia. Deskripsi : Bagian ventral pada Rana sp terdiri dari septum mandibularis. tangan dan kaki serta memiliki selaput renang kaki yang lebih jelas dan panjang untuk berenang saat berada di air. septum pectoralis. dan septum abduminale. c. septum femoralis. septum biancialis. septum pectoralis. berbeda dengan Bufo sp.4. Hal ini sesuai dengan pendapat Radiopoetro (1996) bahwa bagian ventral (sisi bawah tubuh). 6. berwarna putih-abu-abu. septum cruralis.

2. Cor Hepar Vesika felea . 3.c. Anatomi Rana sp Klasifikasi Kingdom Phylum Classis Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Amphibia : Anura : Raniidae : Rana : Rana cancrivora Nama Umum : Katak Keterangan 1.

9. 12. 6. 8. Vesikula seminalis akan membesar hanya saat musim kawin saja. 10. 14. berwarna putih kekuningan yang digantungkan oleh mesorsium. Di dekat kloaka. testisnya berjumlah sepasang. Deskripsi : Ventriculus Lien Intestium Pankreas Kloaka Pulmo Ovarium Mesonephrus Oviduct Ureter Uterus Vesika urinaria Rana sp memiliki sistem Genitalia yakni pada Rana sp jantan dan betina yang berperan dalam sistem reproduksinya. 11. Sebelah kaudal dijumpai korpus adiposum. 15. 5. 7. tubulus ginjal akan menjadi duktus aferen dan membawa spermatozoa dari testis menuju duktus mesonefrus. Hal ini sesuai dengan pendapat Anonimf (2009 : 1) bahwa Rana sp memiliki sistem Genitalia Jantan. duktus mesonefrus pada beberapa spesies akan membesar membentuk vasikula seminalis (penyimpan sperma sementara). Vasa aferen merupakan saluran-saluran halus yang meninggalkan testis.4. Pada saluran reproduksi. terletak di bagian posterior rongga abdomen. 13. berjalan ke medial menuju ke bagian kranial ginjal. .

di mana ovarium berjumlah sepasang. pada sebelah kranialnya dijumpai jaringan lemak berwarna kuning (korpus adiposum). Oviduk dimulai dengan bangunan yang mirip corong (infundibulum) dengan lubangnya yang disebut oskum abdominal. Saluran reproduksi berupa oviduk. Sistem Genitalia betina Rana sp. Bufo sp (Dorsal) Klasifikasi Kingdom Phylum Classis Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Amphibia : Anura : Bufoniidae : Bufo : Bufo sp Nama Umum : Kodok Keterangan . oviduk merupakan saluran yang berkelok-kelok. Kloaka kadang-kadang masih jelas dijumpai. Ovarium digantungkan oleh mesovarium. Baik ovarium maupum korpus adiposum berasal dari plica gametalis. masing-masing gonalis. Oviduk di sebelah kaudal mengadakan pelebaran yang disebut dutus mesonefrus dan akhirnya bermuara di kloaka.Duktus wolf keluar dari dorsolateral ginjal. ia berjalan di sebelah lateral ginjal. dan pars progonalis. d.

5. Bufo sp pada umumnya mampu bertahan pada habitat yang lebih kering yakni di daratan. 3. Punggungnya rata dan . 9. mempunyai permukaan kulit yang tidak rata atau terdapat tonjolantonjolan keras dan kasar serta suara yang keras dan nyaring. Hal ini sesuai dengan pendapat Brontowijoyo (1996) bahwa umumnya Bufo sp dapat beradaptasi lebih baik kondisi lingkungan (habitat) yang lebih kering.1. 13. 7. tympani 8. 11. 4. Bufo sp kurang pandai melompat jauh. 2. 6. Memiliki kulit yang kasar dan tubuhnya cenderung lebih gempal atau bulat dibandingkan dengan amphibi dari famili Raniidae. Oleh karena kondisi kakinya yang pendek. cervix yang tidak nampak jelas dan truncus. 12. 10. 14. Caput Cervix Truncus Nares anteriores Rima oris Organon visus Membran Dorsal Manus Branchium Kloaka Femur Crus Digiti Deskripsi : Bufo sp mempunyai tubuh yang terbagi menjadi 3 bagian yaitu caput.

lebih besar daripada Rana sp. Septum mandibularis 2. sekret tersebut mampu menimbulkan rasa gatal-gatal bila terkena kulit manusia. Septum pectoralis 3. ulat. Septum brancialis . e. Bentuk lidah Bufo sp runcing biasanya digunakan untuk menangkap mangsa. siput dan masih banyak yang lain. dan mempunyai mempunyai pigmen melanofor. mampu menghasilkan sekret yang cukup berbahaya bila terkena mulut atau mata manusia. Bufo sp memakan semua serangga dengan ukuran sesuai. Bufo sp (ventral) Keterangan 1. laba-laba.

7. c.4. Septum abdominalis 5. Hal ini sesuai dengan pendapat Rediopoetro (1996) bahwa bagian tubuh ventral Bufo sp berwarna abu-abu sampai keputihan. yang membutuhkan panas pada lingkungan untuk menjaga metabolisme dalam tubuhnya dalam mempertahankan hidupnya. a. Septum lateralis Septum Septum cruralis Septum Septum Septum femoralis Subandibularis pectoralis abduminale Deskripsi : Bufo sp hidup menyebar luas pada daerah tropis yang memiliki hawa yang panas. dengan bintil-bintil hitam yang kurang lebih simetris di dagu. dengan tidak adanya lendir pada kulit dan kulit yang berwarna tidak mencolok yakni abu-abu hingga kecoklatan. namun sangat pendek hingga tak terlihat. leher. Bufo sp termasuk hewan berdarah dingin atau poikiloterm. BAB V . b. tangan dan kaki. Bufo sp memiliki kulit yang kasar. 6. Memiliki selaput renang.

Rana sp memiliki selaput renang yang lebih panjang yang berfungsi untuk berenang saat berada di perairan. 7. ovarium berjumlah sepasang. dan kulit berwarna tidak mencolok yakni abu-abu hingga kecoklatan. 2. testisnya berjumlah sepasang. pada sebelah kranial dijumpai jaringan lemak berwarna kuning (korpus adiposum).KESIMPULAN Dari praktikum yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. DAFTAR PUSTAKA . 3. Rana sp memiliki permukaan kulit yang licin mengandung lender. 5. Sistem Genitalia betina Amphibi. Sistem Genitalia Amphibi jantan. Rana sp dan Bufo sp mengalami metamorfosa dalam siklus perkembangbiakannya. 4. Amphibi merupakan hewan berdarah dingin atau poikiloterm yang hidup di dua habitat yakni darat dan air. dan cenderung berwarna lebih terang. 6. berwarna putih kekuningan yang digantungkan oleh mesorsium. Bufo sp memiliki permukaan kulit yang kasar dengan bintil-bintil.

wordpress. Vertebrata. 2009. 1983. Anatomi Katak.ultranet/Biologypages/.com/jkimball. Biologi Jilid 3 Edisi Kelima. Diakses tanggal 14 November 2009 jam 21:20 WIB Anonimb.org/wiki/Amfibia. N A. Ksh. Amphibi. Http://users.wikipedia. Erlangga .biologi. Erlangga Radiopoetro.Anonima.rcn. Diakses tanggal 14 November 2009 jam 21:08 WIB Anonime. Biologi Edisi kelima Jilid II.scribd.php. Diakses tanggal 14 November 2009 jam 22:38 WIB Anonimd. Http://id. J W. Zoologi. Http://www. 2009. Amphibia. Diakses tanggal 14 November 2009 jam 22:47 WIB Anonimf. Diakses tanggal 14 November 2009 jam 22:33 WIB Anonimc. Jakarta Kimball. Erlangga.com/2007/04/29/sistem-reproduksi/. Diakses tanggal 18 November 2009 jam 20:46 WIB Campbell.com. 1996. 2009. Sistem Reproduksi Amphibi. 2009.ac. Http://sains. 2003. Jakarta. Jakarta.ma. 2009. 2009.id/index.com/.ugm. Amphibia. Http://iqbalali.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful