LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR PERKEMBANGAN HEWAN I

“AMPHIBI”

Oleh:

Oleh: Nama NIM Asisten Kelompok : Dian Octarina : 08081004023 : Meika Puspita Sari : I (Satu)

LABORATORIUM ZOOLOGI JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2009

ABSTRAK Praktikum yang berjudul “Amphibi” bertujuan untuk mengenal, mengidentifikasi serta mempelajari beberapa sistem tubuh dari beberapa anggota kelas Amphibi. Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa, 17 November 2009, pukul 08.30-10.30 WIB. Bertempat di Laboratorium Zoologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Inderalaya. Alat yang digunakan adalah baki bedah, gunting bedah, jarum penusuk, pinset dan tissue. Dan bahan yang digunakan adalah Bufo sp dan Rana sp. Adapun hasil yang didapat yaitu gambar anatomi dan morfologi tubuh Bufo sp dan Rana sp. Kesimpulan yang didapat pada praktikum ini yaitu tubuh Bufo sp dan Rana sp terbagi atas tiga bagian, yaitu caput, truncus, dan extreminitas baik posterior maupun anterior.

BAB I

jantung yang beruang tiga itu agaknya memberikan peningkatan yang berarti dalam efisiensi peredaran dan dengan demikian meningkatkan kemampuan untuk mengatasi lingkungan daratan yang keras dan lebih banyak berubah-ubah (Kimball 1983). Atrium kedua dalam jantung memungkinkan darah yang mengandung oksigen dengan darah yang kurang mengandung oksigen terjadi dalam vertikel tunggal. yang mereka warisi dari moyang krosopterigia. Hanya ada sekitar 400 spesies dari ordo Urodela.1. salamander. Terdapat tiga ordo Kelas Amphibia yang masih hidup saat ini. di sarang busa. tergantung dari kualitas induk dan berlangsung sebanyak tiga kali dalam setahun. memberikan sarana untuk lokomosi dan bernafas di udara. dan Apoda (tak berkaki – caecilian). Anura (tidak berekor – katak. Beberapa jenis kodok pegunungan menyimpan telurnya di antara lumut-lumut yang basah di pepohonan. Sekali bertelur katak bisa menghasilkan 5000-20000 telur. Beberapa di antaranya hanya hidup di air. Sementara jenis kodok hutan yang lain menitipkan telurnya di punggung kodok jantan yang lembab. termasuk bangkong). Paru-paru dan tulang anggota tubuh. Telur-telur kodok dan katak menetas menjadi berudu atau kecebong yang bertubuh mirip ikan gendut. tetapi yang lain hidup di darat sebagai hewan dewasa atau bahkan sepanjang masa kehidupan. yang akan selalu menjaga dan membawanya hingga menetas bahkan hingga menjadi kodok kecil. Latar Belakang Vertebrata pertama di darat adalah anggota kelas Amphibia. Saat ini kelas tersebut diwakili oleh kurang lebih 4000 spesies katak. dan caecilian (makhluk tak bertungkai yang membuat lubang untuk sarang di hutan tropis dan danau air tawar. bernafas dengan insang dan selama beberapa lama hidup .PENDAHULUAN 1. Sebagian besar salamander yang hidup di darat berjalan dengan pembengkokan badan dari sisi ke sisi yang mirip dengan cara berjalan tetrapoda awal (Campbell 2003). yaitu Urodela (berekor – salamander). atau di tempat-tempat basah lainnya. Kodok dan katak mengawali hidupnya sebagai telur yang diletakkan induknya di air.

Tujuan Praktikum Praktikum kali ini bertujuan untuk mengenal. Perlahan-lahan akan tumbuh kaki belakang. khususnya selama musim kawin. migrasi ke tempat kawin yang spesifik bisa melibatkan komunikasi suara. .di air. navigasi angkasa. 1. Jantan bisa bersuara keras untuk mempertahankan daerah kawin atau untuk menarik betina. yang kemudian diikuti dengan tumbuhnya kaki depan. atau sinyal kimia (Campbell 2003). tetapi banyak spesies mengeluarkan suara-suara untuk memanggil pasangan kawin selama musim kawin. dan bergantinya insang dengan paru-paru (Anonima 2009: 1). mengidentifikasi serta mempelajari beberapa sistem tubuh dari beberapa anggota kelas Amphibia. Pada beberapa spesies darat. menghilangnya ekor.2. katak umumnya merupakan makhluk yang diam. Banyak amphibia mempertihatkan perilaku sosial yang kompleks dan beraneka ragam.

dan bios yang artinya kehidupan. setelah dewasa alat pernafasannya berupa paru-paru dan kulit. sepasang gendang telinga eksternal. Kecebong tidak memiliki kaki dan berenang dengan cara menggeliat seperti leluhurnya yang mirip ikan. banyak jenis katak tidak memalui tahapan kecebong akuatik. umumnya adalah herbivore akuatik dengan insang. dan terrestrial (Campbell 2003). Dan amphibia adalah hewan yang hidup dengan dua bentuk kehidupan. Fase kehidupan di dalam air berlangsung sebelum alat reproduksinya masak. dan ekor panjang bersirip. (4) mempunyai dua pasang kaki dan pada setiap kakinya terdapat selaput renang yang terdapat di antara jari-jari kakinya dan kakinya berfungsi untuk melompat dan berenang di air. keadaan ini merupakan fase larva atau biasa disebut berudu. Kecebong yang merupakan tahapan larva dari seekor katak. (2) merupakan hewan berdarah dingin atau poikiloterm. sedang kulitnya lembut dan tidak berambut. tidak bersisik atau tidak berbulu (Radiopoetro 1996). insang. dan sistem gurat sisi menghilang. dan sistem pencernaan yang diadaptasikan untuk mengkonsumsi makanan sebagai hewan karnivora. Hewan dewasa memiliki columna vertebralis dan biasa extremitates dengan digiti atau jari-jari yang berbeda-beda.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Amphibia berasal dari kata Amphi yang artinya rangkap. (6) pernafasan pada saat masih kecebong berupa insang. kaki berkembang. (5) matanya mempunyai selaput tambahan yang disebut membrana niktitans yang sangat berfungsi saat menyelam di dalam air. merangkak ketepian dan memulai kehidupan di darat. Tetrapoda muda dengan paru-paru untuk bernafas. (3) amphibi mempunyai jantung yang terdiri dari tiga ruangan. . yakni sebagai berikut: (1) tubuhnya diselubungi kulit yang berlendir. Namun demikian. Selama metamorfosa yang berakhir dengan kehidupan kedua. yaitu dua serambi dan satu bilik. sistem gurat sisi yang mirip dengan ikan. Amphibia berarti dua kehidupan yang mengacu kepada metamorfosis banyak jenis katak. mula-mula dalam air tawar kemudian dilanjutkan di darat. meskipun menyandang nama amphibia. Amphibi mempunyai ciri-ciri.

tetapi pada waktu tertentu kembali ke air untuk berkembang biak. tidak semua amphibi melalui siklus hidup dari kehidupan perairan ke daratan. Sejalan dengan perkembangannya. Pembuahan demikian disebut dengan pembuahan eksternal (pembuahan luar). Katak dewasa bernafas dengan paru-paru dan mempunyai tungkai (Anonimd 2009: 1). Berudu hidup di air dan bernafas dengan insang. Pada fase dewasa mulai terbentuk kelenjar ludah yang menghasilkan bahan pelembab atau perekat. berudu pun mengalami perubahan bentuk. yaitu di air. rawa. Tapi ada juga beberapa jenis hanya hidup di darat selama hidupnya. Amphibi pada umumnya bertelur di kolam. Fungsi insang digantikan oleh paru-paru. Pada berudu. Telur tersebut kemudian dibuahi oleh sperma katak jantan. Selanjutnya mulutnya melebar dan mulai memakan makanan yang berbeda. Telur yang telah dibuahi menetas menjadi berudu. yang disebut dengan pembuahan eksternal (Anonimb 2009: 1) Sistem saraf amphibi mengalami modifikasi seiring dengan perubahan fase hidup. tetap tinggal dalam perairan dan tidak menjadi dewasa. Tahap akhir daur hidup katak adalah berupa katak dewasa. fertilisasi terjadi secara eksternal pada sebagian besar spesies dengan jantan mendekap betina dan menumpahkan spermanya di atas telur-telur yang dikeluarkan betina. (8) berkembang biak dengan cara melepaskan telurnya dan dibuahi oleh jantang di luar tubuh induknya. Pada cerebellum konvulasi hampir tidak berkembang. Pada kelompok ini tidak terdapat stadium larva dalam air (Anonimc 2009: 1) Katak betina bertelur di dalam air. Bentuk berudu menyerupai ikan karena mempunyai ekor seperti sirip. Pembuahan terjadi dilur tubuh induknya. Ada beberapa jenis amphibi lain yang sebagian hidupnya berada di daratan. Otak depan menjadi lebih besar dan hemisphaerium cerebri terbagi sempurna.(7) hidungnya mempunyai katup yang berfungsi untuk mencegah air masuk ke dalam rongga mulut ketika menyelam. Selama hidup tetap dalam fase berudu. Telur amphibi tidak mempunyai cangkang dan akan kehilangan air dengan cepat di udara kering. benafas dengan insang dan berkembang biak secara neotoni. pada beberapa amphibi. . Struktur yang sesuai untuk hidup di air digantikan oleh struktur yang sesuai untuk hidup di darat. tumbuh tungai dan ekornya menyusut. atau paling tidak di lingkungan lembab. misalnya anggota Plethodontidae. Walaupun demikian.

ia berjalan di sebelah lateral ginjal. Duktus wolf keluar dari dorsolateral ginjal. sedangkan atrium kanan menerima darah dari jaringan tubuh melalui sinus venosus. Saluran reproduksinya adalah oviduk yang merupakan saluran berkelok-kelok dimulai dengan bangunan yang mirip corong (infundibulum) dengan lubangnya yang disebut dengan oskum abdominal. yakni ovariumnya berjumlah sepasang. Di dekat kloaka. tubulus ginjal akan menjadi duktus aferen dan membawa spermatozoa dari testis menuju duktus mesonefrus. masing-masing gonalis. dan pars progonalis. Katak mempunyai tiga ruang jantung. Kloaka kadang-kadang masih jelas dijumpai. Atrium kiri menerima darah dari paru-paru dan kulit. terletak di bagian posterior rongga abdomen. berjalan ke medial menuju ke bagian cranial ginjal.Beberapa jenis bertelur sangat banyak di dalam kolam sementara dan angka kematiannya sangat tinggi. pada sebelah kranialnya dijumpai jaringan lemak berwarna kuning (korpus adiposum). Pada bagian kulit ventral luar rongga mulut katak jantan terdapat bercak atau tanda hitam abu-abu tempat kantung suara. Oviduk terletak disebelah caudal mengadakan pelebaran yang disebut duktus mesonefrus dan bermuara di kloaka (Anonime 2009: 1). duktus mesonefrus pada beberapa spesies akan membesar membentuk vasikula seminalis (penyimpan sperma sementara). Pada badan terdapat dua pasang anggota badan yaitu depan dan belakang. Darah dari paru-paru dan kulit mengandung banyak . Ovarium digantungkan oleh mesovarium. Sistem genitalia betina. Vesikula seminalis akan membesar hanya saat musim kawin saja. Secara morfologi dapat dibedakan menjadi katak jantan dan katak betina. berwarna putih kekuningann yang digantungkan oleh mesorsium. sednagkan pada katak betina tidak memiliki bercak atau tanda hitam tersebut (Radiopoetro 1996). Kuliatnya berwarna kuning dengan bercak-bercak hitam. Baik ovarium maupun korpus adiposum berasal dari plica gametalis. Sebelah caudal dijumpai korpus adiposum. Sebaliknya beberapa jenis memperlihatkan berbagai macam pemeliharaan anak dan menelurkan telur dalam jumlah yang rekatif sedikit bergantung kepada spesies baik jantan atau betina bisa mengeram di punggungnya dalam mulut atau bahkan dalam perutnya. Bentuk luar dari katak adalah mempunyai leher ataupun ekor. lembut. Vasa aferen merupakan saluran-saluran halus yang meninggalkan testis. dan berlendir. Saluran reproduksi. yaitu dua atrium dan satu ventrikel. Sistem genitalia jantan testi berjumlah sepasang.

Sebagian orang menjadikan amphibi sebagai makanan. sedangkan darah dari jaringan tubuh mengandung sedikit oksigen.oksigen. Dalam jantung katak masih terjadi sedikit pencampuran darah kaya oksigen dengan darah miskin oksigen. misalnya katak hijau untuk memperoleh asupan protein (Anonimd 2009: 2). peranan amphibi cukup penting untuk mengatur populasi serangga. darah yang mengandung banyak oksigen dipompa ke seluruh tubuh. Di dalam rantai makanan. Darah dari kedua atrium dipompa masuk ke dalam ventrikel. misalnya ular atau burung. . Darah yang miskin oksigen dipompa kembali ke paru-paru dan kulit untuk mendapatkan oksigen. Amphibi juga merupakan makanan bagi berbagai vertebrata lainnya. Dari ventrikel.

3. jarum penusuk. diberi keterangan dan dituliskan klasifikasi beserta deskripsi. Digambar di buku gambar. 17 November 2009. Inderalaya. diperhatikan dan diamati anatomi dari dalam tubuhnya. digambar dan diberi keterangan pada kertas kerja. . Dan bahan yang digunakan adalah Bufo sp dan Rana sp. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.3. Alat dan Bahan Alat yang digunakan adalah baki bedah. Jurusan Biologi. Kemudian dibedah amphibi tersebut. Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa.1.30-10. Diperhatikan morfologi amphibi tersebut. Bertempat di Laboratorium Zoologi.2.30 WIB.BAB III METODE PENELITIAN 3. pukul 08. gunting bedah. pinset dan tissue. 3. Cara Kerja Diletakkan amphibi yang akan diamati di atas baki bedah. Universitas Sriwijaya.

Web 3. 4. Rana sp (Dorsal) Klasifikasi Kingdom Phylum Classis Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Amphibia : Anura : Raniidae : Rana : Rana cancrivora Nama Umum : Katak Keterangan 1. Cervix 14. Truncus Nares anteriores Rima oris Organon visus .BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Dari praktikum yang telah dilaksanakan. 5. Digiti 2. 6. Caput 13. didapat hasil sebagai berikut: a.

. yakni di air dan di darat. Hal ini sesuai dengan pendapat Brontowijoyo (1996) bahwa Rana sp memiliki badan yang licin karena berlendir. Ukuran tubbuhnya lebih kecil dibandingkan Bufo sp. Lidahnya bercabang yang digunakan untuk menangkap mangsa/makanannya. yaitu berbagai jenis serangga. badannya lebih langsing dari Bufo sp dan pada kakinya terdapat selaput renang yang berfungsi untuk berenang di air. 9. Mampu melompat dengan jarak yang jauh karena memiliki kaki kelakang yang panjang. bentuk kepalanya segitiga sama kaki. 10.7. Pada punggungnya terdapat tonjolan. 12. Tungkai depan lebih pendek serta tidak terdapat pigmen melanofor. 11. Katak cenderung memiliki permukaan kulit yang lebih licin. Deskripsi : Membran tympani Dorsal Manus Branchium Kloaka Femur Rana sp hidup merupakan Amphibia yang mampu hidup di dua jenis habitat. 8.

b. 3. 2. Rana sp (Ventral) Klasifikasi Kingdom Phylum Classis Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Amphibia : Anura : Raniidae : Rana : Rana cancrivora Nama Umum : Katak Keterangan 1. Septum mandibularis Septum pectoralis Septum biancialis .

Memiliki garis yang simetris pada dagu. Hal ini sesuai dengan pendapat Radiopoetro (1996) bahwa bagian ventral (sisi bawah tubuh). Deskripsi : Bagian ventral pada Rana sp terdiri dari septum mandibularis. septum abdominalis. Rana sp tidak memiliki bintik-bintik atau tonjolan-tonjolan pada permukaan kulit. septum femoralis. septum pectoralis. c.4. Septum abdominalis Septum lateralis Septum femoralis Septum cruralis Septum Sumandibularis Septum pectoralis Septum abduminale b. dengan kulit yang licin (halus). Rana sp berbeda dengan Bufo sp meskipun sama-sama termasuk dalam satu kelas amphibia. berbeda dengan Bufo sp. a. septum lateralis. yang lebih kecil terdapat di ujung-ujung rahang. 5. septum cruralis. septum biancialis. Sepasang runcingan kulit yang lain. septum submandibularis. dan septum abduminale. 7. . Terdapat bagian leher. septum pectoralis. tangan dan kaki serta memiliki selaput renang kaki yang lebih jelas dan panjang untuk berenang saat berada di air. 6. berwarna putih-abu-abu.

Cor Hepar Vesika felea . 2. Anatomi Rana sp Klasifikasi Kingdom Phylum Classis Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Amphibia : Anura : Raniidae : Rana : Rana cancrivora Nama Umum : Katak Keterangan 1. 3.c.

11. 14. Vasa aferen merupakan saluran-saluran halus yang meninggalkan testis. 10. 9. Pada saluran reproduksi. Di dekat kloaka. Hal ini sesuai dengan pendapat Anonimf (2009 : 1) bahwa Rana sp memiliki sistem Genitalia Jantan. 7. tubulus ginjal akan menjadi duktus aferen dan membawa spermatozoa dari testis menuju duktus mesonefrus. duktus mesonefrus pada beberapa spesies akan membesar membentuk vasikula seminalis (penyimpan sperma sementara). testisnya berjumlah sepasang.4. berwarna putih kekuningan yang digantungkan oleh mesorsium. Deskripsi : Ventriculus Lien Intestium Pankreas Kloaka Pulmo Ovarium Mesonephrus Oviduct Ureter Uterus Vesika urinaria Rana sp memiliki sistem Genitalia yakni pada Rana sp jantan dan betina yang berperan dalam sistem reproduksinya. terletak di bagian posterior rongga abdomen. 5. 15. . Vesikula seminalis akan membesar hanya saat musim kawin saja. Sebelah kaudal dijumpai korpus adiposum. 13. 8. berjalan ke medial menuju ke bagian kranial ginjal. 6. 12.

Oviduk di sebelah kaudal mengadakan pelebaran yang disebut dutus mesonefrus dan akhirnya bermuara di kloaka. pada sebelah kranialnya dijumpai jaringan lemak berwarna kuning (korpus adiposum). Ovarium digantungkan oleh mesovarium. Bufo sp (Dorsal) Klasifikasi Kingdom Phylum Classis Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Amphibia : Anura : Bufoniidae : Bufo : Bufo sp Nama Umum : Kodok Keterangan . ia berjalan di sebelah lateral ginjal. Oviduk dimulai dengan bangunan yang mirip corong (infundibulum) dengan lubangnya yang disebut oskum abdominal. Sistem Genitalia betina Rana sp. Saluran reproduksi berupa oviduk. Baik ovarium maupum korpus adiposum berasal dari plica gametalis.Duktus wolf keluar dari dorsolateral ginjal. Kloaka kadang-kadang masih jelas dijumpai. dan pars progonalis. masing-masing gonalis. di mana ovarium berjumlah sepasang. oviduk merupakan saluran yang berkelok-kelok. d.

10. 13.1. 5. 6. 3. 2. Hal ini sesuai dengan pendapat Brontowijoyo (1996) bahwa umumnya Bufo sp dapat beradaptasi lebih baik kondisi lingkungan (habitat) yang lebih kering. tympani 8. mempunyai permukaan kulit yang tidak rata atau terdapat tonjolantonjolan keras dan kasar serta suara yang keras dan nyaring. 9. 7. 14. 11. 12. Bufo sp kurang pandai melompat jauh. Punggungnya rata dan . Caput Cervix Truncus Nares anteriores Rima oris Organon visus Membran Dorsal Manus Branchium Kloaka Femur Crus Digiti Deskripsi : Bufo sp mempunyai tubuh yang terbagi menjadi 3 bagian yaitu caput. Oleh karena kondisi kakinya yang pendek. 4. cervix yang tidak nampak jelas dan truncus. Bufo sp pada umumnya mampu bertahan pada habitat yang lebih kering yakni di daratan. Memiliki kulit yang kasar dan tubuhnya cenderung lebih gempal atau bulat dibandingkan dengan amphibi dari famili Raniidae.

Septum mandibularis 2. e. Bufo sp (ventral) Keterangan 1.lebih besar daripada Rana sp. dan mempunyai mempunyai pigmen melanofor. mampu menghasilkan sekret yang cukup berbahaya bila terkena mulut atau mata manusia. Bufo sp memakan semua serangga dengan ukuran sesuai. laba-laba. Septum pectoralis 3. sekret tersebut mampu menimbulkan rasa gatal-gatal bila terkena kulit manusia. Bentuk lidah Bufo sp runcing biasanya digunakan untuk menangkap mangsa. ulat. siput dan masih banyak yang lain. Septum brancialis .

4. Memiliki selaput renang. namun sangat pendek hingga tak terlihat. Hal ini sesuai dengan pendapat Rediopoetro (1996) bahwa bagian tubuh ventral Bufo sp berwarna abu-abu sampai keputihan. c. 6. Bufo sp memiliki kulit yang kasar. BAB V . leher. tangan dan kaki. Septum abdominalis 5. a. yang membutuhkan panas pada lingkungan untuk menjaga metabolisme dalam tubuhnya dalam mempertahankan hidupnya. Septum lateralis Septum Septum cruralis Septum Septum Septum femoralis Subandibularis pectoralis abduminale Deskripsi : Bufo sp hidup menyebar luas pada daerah tropis yang memiliki hawa yang panas. 7. dengan tidak adanya lendir pada kulit dan kulit yang berwarna tidak mencolok yakni abu-abu hingga kecoklatan. Bufo sp termasuk hewan berdarah dingin atau poikiloterm. dengan bintil-bintil hitam yang kurang lebih simetris di dagu. b.

dan cenderung berwarna lebih terang. Sistem Genitalia Amphibi jantan. DAFTAR PUSTAKA . dan kulit berwarna tidak mencolok yakni abu-abu hingga kecoklatan. Rana sp memiliki permukaan kulit yang licin mengandung lender. testisnya berjumlah sepasang. 2. Amphibi merupakan hewan berdarah dingin atau poikiloterm yang hidup di dua habitat yakni darat dan air. ovarium berjumlah sepasang. Rana sp memiliki selaput renang yang lebih panjang yang berfungsi untuk berenang saat berada di perairan. 5. Bufo sp memiliki permukaan kulit yang kasar dengan bintil-bintil. Sistem Genitalia betina Amphibi. 6. berwarna putih kekuningan yang digantungkan oleh mesorsium. Rana sp dan Bufo sp mengalami metamorfosa dalam siklus perkembangbiakannya. 7. pada sebelah kranial dijumpai jaringan lemak berwarna kuning (korpus adiposum). 4. 3.KESIMPULAN Dari praktikum yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan sebagai berikut : 1.

rcn. Biologi Jilid 3 Edisi Kelima. 2009.Anonima. Anatomi Katak. Zoologi. Http://id. Erlangga. Jakarta.id/index.scribd. 2009.ultranet/Biologypages/. Diakses tanggal 18 November 2009 jam 20:46 WIB Campbell. Ksh. Diakses tanggal 14 November 2009 jam 21:08 WIB Anonime.com/jkimball. J W.biologi. Vertebrata. Amphibia. Amphibia. Http://sains. Diakses tanggal 14 November 2009 jam 22:47 WIB Anonimf. Erlangga . Diakses tanggal 14 November 2009 jam 21:20 WIB Anonimb.com/2007/04/29/sistem-reproduksi/.wordpress. 2009. N A. Amphibi. Diakses tanggal 14 November 2009 jam 22:33 WIB Anonimc.org/wiki/Amfibia. Erlangga Radiopoetro. 1996. 2009. Http://www. Jakarta. Jakarta Kimball.ma.com. 2009.php. 2003. Diakses tanggal 14 November 2009 jam 22:38 WIB Anonimd.ugm. Http://iqbalali.ac. 1983. Biologi Edisi kelima Jilid II.wikipedia. 2009.com/. Sistem Reproduksi Amphibi. Http://users.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful