LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR PERKEMBANGAN HEWAN I

“AMPHIBI”

Oleh:

Oleh: Nama NIM Asisten Kelompok : Dian Octarina : 08081004023 : Meika Puspita Sari : I (Satu)

LABORATORIUM ZOOLOGI JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2009

ABSTRAK Praktikum yang berjudul “Amphibi” bertujuan untuk mengenal, mengidentifikasi serta mempelajari beberapa sistem tubuh dari beberapa anggota kelas Amphibi. Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa, 17 November 2009, pukul 08.30-10.30 WIB. Bertempat di Laboratorium Zoologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Inderalaya. Alat yang digunakan adalah baki bedah, gunting bedah, jarum penusuk, pinset dan tissue. Dan bahan yang digunakan adalah Bufo sp dan Rana sp. Adapun hasil yang didapat yaitu gambar anatomi dan morfologi tubuh Bufo sp dan Rana sp. Kesimpulan yang didapat pada praktikum ini yaitu tubuh Bufo sp dan Rana sp terbagi atas tiga bagian, yaitu caput, truncus, dan extreminitas baik posterior maupun anterior.

BAB I

Saat ini kelas tersebut diwakili oleh kurang lebih 4000 spesies katak. Atrium kedua dalam jantung memungkinkan darah yang mengandung oksigen dengan darah yang kurang mengandung oksigen terjadi dalam vertikel tunggal. Terdapat tiga ordo Kelas Amphibia yang masih hidup saat ini. yaitu Urodela (berekor – salamander). di sarang busa.PENDAHULUAN 1. Sekali bertelur katak bisa menghasilkan 5000-20000 telur. Latar Belakang Vertebrata pertama di darat adalah anggota kelas Amphibia. Paru-paru dan tulang anggota tubuh. tergantung dari kualitas induk dan berlangsung sebanyak tiga kali dalam setahun. memberikan sarana untuk lokomosi dan bernafas di udara. bernafas dengan insang dan selama beberapa lama hidup . Telur-telur kodok dan katak menetas menjadi berudu atau kecebong yang bertubuh mirip ikan gendut. Hanya ada sekitar 400 spesies dari ordo Urodela. salamander. Beberapa jenis kodok pegunungan menyimpan telurnya di antara lumut-lumut yang basah di pepohonan. yang mereka warisi dari moyang krosopterigia. yang akan selalu menjaga dan membawanya hingga menetas bahkan hingga menjadi kodok kecil.1. Sebagian besar salamander yang hidup di darat berjalan dengan pembengkokan badan dari sisi ke sisi yang mirip dengan cara berjalan tetrapoda awal (Campbell 2003). Beberapa di antaranya hanya hidup di air. dan Apoda (tak berkaki – caecilian). Kodok dan katak mengawali hidupnya sebagai telur yang diletakkan induknya di air. atau di tempat-tempat basah lainnya. jantung yang beruang tiga itu agaknya memberikan peningkatan yang berarti dalam efisiensi peredaran dan dengan demikian meningkatkan kemampuan untuk mengatasi lingkungan daratan yang keras dan lebih banyak berubah-ubah (Kimball 1983). dan caecilian (makhluk tak bertungkai yang membuat lubang untuk sarang di hutan tropis dan danau air tawar. termasuk bangkong). Anura (tidak berekor – katak. Sementara jenis kodok hutan yang lain menitipkan telurnya di punggung kodok jantan yang lembab. tetapi yang lain hidup di darat sebagai hewan dewasa atau bahkan sepanjang masa kehidupan.

Tujuan Praktikum Praktikum kali ini bertujuan untuk mengenal. menghilangnya ekor. migrasi ke tempat kawin yang spesifik bisa melibatkan komunikasi suara. katak umumnya merupakan makhluk yang diam. mengidentifikasi serta mempelajari beberapa sistem tubuh dari beberapa anggota kelas Amphibia.2. . atau sinyal kimia (Campbell 2003). yang kemudian diikuti dengan tumbuhnya kaki depan. navigasi angkasa.di air. Banyak amphibia mempertihatkan perilaku sosial yang kompleks dan beraneka ragam. Pada beberapa spesies darat. tetapi banyak spesies mengeluarkan suara-suara untuk memanggil pasangan kawin selama musim kawin. dan bergantinya insang dengan paru-paru (Anonima 2009: 1). 1. Perlahan-lahan akan tumbuh kaki belakang. khususnya selama musim kawin. Jantan bisa bersuara keras untuk mempertahankan daerah kawin atau untuk menarik betina.

meskipun menyandang nama amphibia. Fase kehidupan di dalam air berlangsung sebelum alat reproduksinya masak. (5) matanya mempunyai selaput tambahan yang disebut membrana niktitans yang sangat berfungsi saat menyelam di dalam air. banyak jenis katak tidak memalui tahapan kecebong akuatik. merangkak ketepian dan memulai kehidupan di darat. Namun demikian. (4) mempunyai dua pasang kaki dan pada setiap kakinya terdapat selaput renang yang terdapat di antara jari-jari kakinya dan kakinya berfungsi untuk melompat dan berenang di air. (2) merupakan hewan berdarah dingin atau poikiloterm. Kecebong tidak memiliki kaki dan berenang dengan cara menggeliat seperti leluhurnya yang mirip ikan. . Amphibia berarti dua kehidupan yang mengacu kepada metamorfosis banyak jenis katak. Dan amphibia adalah hewan yang hidup dengan dua bentuk kehidupan. Tetrapoda muda dengan paru-paru untuk bernafas. dan bios yang artinya kehidupan. dan sistem pencernaan yang diadaptasikan untuk mengkonsumsi makanan sebagai hewan karnivora. insang. dan terrestrial (Campbell 2003). sistem gurat sisi yang mirip dengan ikan. sepasang gendang telinga eksternal. (3) amphibi mempunyai jantung yang terdiri dari tiga ruangan. tidak bersisik atau tidak berbulu (Radiopoetro 1996). dan sistem gurat sisi menghilang. (6) pernafasan pada saat masih kecebong berupa insang. Hewan dewasa memiliki columna vertebralis dan biasa extremitates dengan digiti atau jari-jari yang berbeda-beda. kaki berkembang. Amphibi mempunyai ciri-ciri. Kecebong yang merupakan tahapan larva dari seekor katak. umumnya adalah herbivore akuatik dengan insang.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Amphibia berasal dari kata Amphi yang artinya rangkap. mula-mula dalam air tawar kemudian dilanjutkan di darat. dan ekor panjang bersirip. sedang kulitnya lembut dan tidak berambut. setelah dewasa alat pernafasannya berupa paru-paru dan kulit. Selama metamorfosa yang berakhir dengan kehidupan kedua. yakni sebagai berikut: (1) tubuhnya diselubungi kulit yang berlendir. yaitu dua serambi dan satu bilik. keadaan ini merupakan fase larva atau biasa disebut berudu.

Tapi ada juga beberapa jenis hanya hidup di darat selama hidupnya. Struktur yang sesuai untuk hidup di air digantikan oleh struktur yang sesuai untuk hidup di darat. tetapi pada waktu tertentu kembali ke air untuk berkembang biak. Katak dewasa bernafas dengan paru-paru dan mempunyai tungkai (Anonimd 2009: 1). . rawa. tumbuh tungai dan ekornya menyusut. Pada cerebellum konvulasi hampir tidak berkembang. berudu pun mengalami perubahan bentuk. atau paling tidak di lingkungan lembab. misalnya anggota Plethodontidae. Selanjutnya mulutnya melebar dan mulai memakan makanan yang berbeda. Fungsi insang digantikan oleh paru-paru. yang disebut dengan pembuahan eksternal (Anonimb 2009: 1) Sistem saraf amphibi mengalami modifikasi seiring dengan perubahan fase hidup. tetap tinggal dalam perairan dan tidak menjadi dewasa. benafas dengan insang dan berkembang biak secara neotoni. Sejalan dengan perkembangannya. Selama hidup tetap dalam fase berudu. Pada kelompok ini tidak terdapat stadium larva dalam air (Anonimc 2009: 1) Katak betina bertelur di dalam air.(7) hidungnya mempunyai katup yang berfungsi untuk mencegah air masuk ke dalam rongga mulut ketika menyelam. tidak semua amphibi melalui siklus hidup dari kehidupan perairan ke daratan. Telur yang telah dibuahi menetas menjadi berudu. Pada fase dewasa mulai terbentuk kelenjar ludah yang menghasilkan bahan pelembab atau perekat. Tahap akhir daur hidup katak adalah berupa katak dewasa. Walaupun demikian. Pada berudu. Amphibi pada umumnya bertelur di kolam. Pembuahan terjadi dilur tubuh induknya. Ada beberapa jenis amphibi lain yang sebagian hidupnya berada di daratan. Bentuk berudu menyerupai ikan karena mempunyai ekor seperti sirip. Telur tersebut kemudian dibuahi oleh sperma katak jantan. Pembuahan demikian disebut dengan pembuahan eksternal (pembuahan luar). Telur amphibi tidak mempunyai cangkang dan akan kehilangan air dengan cepat di udara kering. fertilisasi terjadi secara eksternal pada sebagian besar spesies dengan jantan mendekap betina dan menumpahkan spermanya di atas telur-telur yang dikeluarkan betina. pada beberapa amphibi. (8) berkembang biak dengan cara melepaskan telurnya dan dibuahi oleh jantang di luar tubuh induknya. yaitu di air. Otak depan menjadi lebih besar dan hemisphaerium cerebri terbagi sempurna. Berudu hidup di air dan bernafas dengan insang.

Beberapa jenis bertelur sangat banyak di dalam kolam sementara dan angka kematiannya sangat tinggi. Baik ovarium maupun korpus adiposum berasal dari plica gametalis. Katak mempunyai tiga ruang jantung. Secara morfologi dapat dibedakan menjadi katak jantan dan katak betina. Di dekat kloaka. yaitu dua atrium dan satu ventrikel. Kloaka kadang-kadang masih jelas dijumpai. Pada bagian kulit ventral luar rongga mulut katak jantan terdapat bercak atau tanda hitam abu-abu tempat kantung suara. dan berlendir. Vasa aferen merupakan saluran-saluran halus yang meninggalkan testis. Pada badan terdapat dua pasang anggota badan yaitu depan dan belakang. ia berjalan di sebelah lateral ginjal. Sistem genitalia betina. Bentuk luar dari katak adalah mempunyai leher ataupun ekor. Saluran reproduksinya adalah oviduk yang merupakan saluran berkelok-kelok dimulai dengan bangunan yang mirip corong (infundibulum) dengan lubangnya yang disebut dengan oskum abdominal. Ovarium digantungkan oleh mesovarium. Kuliatnya berwarna kuning dengan bercak-bercak hitam. Duktus wolf keluar dari dorsolateral ginjal. lembut. sedangkan atrium kanan menerima darah dari jaringan tubuh melalui sinus venosus. Oviduk terletak disebelah caudal mengadakan pelebaran yang disebut duktus mesonefrus dan bermuara di kloaka (Anonime 2009: 1). Sebelah caudal dijumpai korpus adiposum. yakni ovariumnya berjumlah sepasang. Sistem genitalia jantan testi berjumlah sepasang. Atrium kiri menerima darah dari paru-paru dan kulit. duktus mesonefrus pada beberapa spesies akan membesar membentuk vasikula seminalis (penyimpan sperma sementara). pada sebelah kranialnya dijumpai jaringan lemak berwarna kuning (korpus adiposum). Saluran reproduksi. terletak di bagian posterior rongga abdomen. Sebaliknya beberapa jenis memperlihatkan berbagai macam pemeliharaan anak dan menelurkan telur dalam jumlah yang rekatif sedikit bergantung kepada spesies baik jantan atau betina bisa mengeram di punggungnya dalam mulut atau bahkan dalam perutnya. Darah dari paru-paru dan kulit mengandung banyak . masing-masing gonalis. berwarna putih kekuningann yang digantungkan oleh mesorsium. Vesikula seminalis akan membesar hanya saat musim kawin saja. tubulus ginjal akan menjadi duktus aferen dan membawa spermatozoa dari testis menuju duktus mesonefrus. sednagkan pada katak betina tidak memiliki bercak atau tanda hitam tersebut (Radiopoetro 1996). berjalan ke medial menuju ke bagian cranial ginjal. dan pars progonalis.

peranan amphibi cukup penting untuk mengatur populasi serangga. misalnya katak hijau untuk memperoleh asupan protein (Anonimd 2009: 2). Dalam jantung katak masih terjadi sedikit pencampuran darah kaya oksigen dengan darah miskin oksigen. Amphibi juga merupakan makanan bagi berbagai vertebrata lainnya. . Darah yang miskin oksigen dipompa kembali ke paru-paru dan kulit untuk mendapatkan oksigen. Sebagian orang menjadikan amphibi sebagai makanan.oksigen. misalnya ular atau burung. Di dalam rantai makanan. darah yang mengandung banyak oksigen dipompa ke seluruh tubuh. sedangkan darah dari jaringan tubuh mengandung sedikit oksigen. Darah dari kedua atrium dipompa masuk ke dalam ventrikel. Dari ventrikel.

Jurusan Biologi. . digambar dan diberi keterangan pada kertas kerja. jarum penusuk. Cara Kerja Diletakkan amphibi yang akan diamati di atas baki bedah. Dan bahan yang digunakan adalah Bufo sp dan Rana sp. Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa.2.BAB III METODE PENELITIAN 3.30-10. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. 3. 17 November 2009. gunting bedah. Bertempat di Laboratorium Zoologi. Kemudian dibedah amphibi tersebut. Diperhatikan morfologi amphibi tersebut. Universitas Sriwijaya. diberi keterangan dan dituliskan klasifikasi beserta deskripsi. Inderalaya. Alat dan Bahan Alat yang digunakan adalah baki bedah. 3. diperhatikan dan diamati anatomi dari dalam tubuhnya.30 WIB. pinset dan tissue.1. pukul 08.3. Digambar di buku gambar.

Rana sp (Dorsal) Klasifikasi Kingdom Phylum Classis Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Amphibia : Anura : Raniidae : Rana : Rana cancrivora Nama Umum : Katak Keterangan 1. 5. 6. Web 3. Truncus Nares anteriores Rima oris Organon visus . didapat hasil sebagai berikut: a. Caput 13. Cervix 14.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Dari praktikum yang telah dilaksanakan. Digiti 2. 4.

bentuk kepalanya segitiga sama kaki. 8. 12. 9. Pada punggungnya terdapat tonjolan. 11. Ukuran tubbuhnya lebih kecil dibandingkan Bufo sp. Lidahnya bercabang yang digunakan untuk menangkap mangsa/makanannya. Katak cenderung memiliki permukaan kulit yang lebih licin. Hal ini sesuai dengan pendapat Brontowijoyo (1996) bahwa Rana sp memiliki badan yang licin karena berlendir. Mampu melompat dengan jarak yang jauh karena memiliki kaki kelakang yang panjang. yaitu berbagai jenis serangga. Deskripsi : Membran tympani Dorsal Manus Branchium Kloaka Femur Rana sp hidup merupakan Amphibia yang mampu hidup di dua jenis habitat. 10. yakni di air dan di darat. Tungkai depan lebih pendek serta tidak terdapat pigmen melanofor. badannya lebih langsing dari Bufo sp dan pada kakinya terdapat selaput renang yang berfungsi untuk berenang di air. .7.

2. 3.b. Rana sp (Ventral) Klasifikasi Kingdom Phylum Classis Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Amphibia : Anura : Raniidae : Rana : Rana cancrivora Nama Umum : Katak Keterangan 1. Septum mandibularis Septum pectoralis Septum biancialis .

6. septum abdominalis. Rana sp berbeda dengan Bufo sp meskipun sama-sama termasuk dalam satu kelas amphibia. septum pectoralis. septum femoralis. Memiliki garis yang simetris pada dagu. yang lebih kecil terdapat di ujung-ujung rahang. tangan dan kaki serta memiliki selaput renang kaki yang lebih jelas dan panjang untuk berenang saat berada di air.4. a. berbeda dengan Bufo sp. Rana sp tidak memiliki bintik-bintik atau tonjolan-tonjolan pada permukaan kulit. 7. septum pectoralis. septum cruralis. septum lateralis. Terdapat bagian leher. Sepasang runcingan kulit yang lain. Deskripsi : Bagian ventral pada Rana sp terdiri dari septum mandibularis. 5. berwarna putih-abu-abu. Hal ini sesuai dengan pendapat Radiopoetro (1996) bahwa bagian ventral (sisi bawah tubuh). Septum abdominalis Septum lateralis Septum femoralis Septum cruralis Septum Sumandibularis Septum pectoralis Septum abduminale b. septum biancialis. septum submandibularis. dan septum abduminale. dengan kulit yang licin (halus). c. .

Anatomi Rana sp Klasifikasi Kingdom Phylum Classis Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Amphibia : Anura : Raniidae : Rana : Rana cancrivora Nama Umum : Katak Keterangan 1. 3. Cor Hepar Vesika felea .c. 2.

4. 15. 10. 11. tubulus ginjal akan menjadi duktus aferen dan membawa spermatozoa dari testis menuju duktus mesonefrus. berwarna putih kekuningan yang digantungkan oleh mesorsium. 12. duktus mesonefrus pada beberapa spesies akan membesar membentuk vasikula seminalis (penyimpan sperma sementara). terletak di bagian posterior rongga abdomen. 7. Pada saluran reproduksi. Sebelah kaudal dijumpai korpus adiposum. Deskripsi : Ventriculus Lien Intestium Pankreas Kloaka Pulmo Ovarium Mesonephrus Oviduct Ureter Uterus Vesika urinaria Rana sp memiliki sistem Genitalia yakni pada Rana sp jantan dan betina yang berperan dalam sistem reproduksinya. testisnya berjumlah sepasang. 13. 5. Hal ini sesuai dengan pendapat Anonimf (2009 : 1) bahwa Rana sp memiliki sistem Genitalia Jantan. 14. 8. 6. Di dekat kloaka. . Vesikula seminalis akan membesar hanya saat musim kawin saja. berjalan ke medial menuju ke bagian kranial ginjal. Vasa aferen merupakan saluran-saluran halus yang meninggalkan testis. 9.

Duktus wolf keluar dari dorsolateral ginjal. d. Saluran reproduksi berupa oviduk. Oviduk di sebelah kaudal mengadakan pelebaran yang disebut dutus mesonefrus dan akhirnya bermuara di kloaka. di mana ovarium berjumlah sepasang. oviduk merupakan saluran yang berkelok-kelok. Bufo sp (Dorsal) Klasifikasi Kingdom Phylum Classis Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Amphibia : Anura : Bufoniidae : Bufo : Bufo sp Nama Umum : Kodok Keterangan . Oviduk dimulai dengan bangunan yang mirip corong (infundibulum) dengan lubangnya yang disebut oskum abdominal. pada sebelah kranialnya dijumpai jaringan lemak berwarna kuning (korpus adiposum). masing-masing gonalis. Baik ovarium maupum korpus adiposum berasal dari plica gametalis. dan pars progonalis. Ovarium digantungkan oleh mesovarium. Kloaka kadang-kadang masih jelas dijumpai. Sistem Genitalia betina Rana sp. ia berjalan di sebelah lateral ginjal.

tympani 8.1. 6. 4. mempunyai permukaan kulit yang tidak rata atau terdapat tonjolantonjolan keras dan kasar serta suara yang keras dan nyaring. 2. 12. Punggungnya rata dan . cervix yang tidak nampak jelas dan truncus. 7. Oleh karena kondisi kakinya yang pendek. 5. 13. 11. 10. 9. Bufo sp pada umumnya mampu bertahan pada habitat yang lebih kering yakni di daratan. 3. Bufo sp kurang pandai melompat jauh. Caput Cervix Truncus Nares anteriores Rima oris Organon visus Membran Dorsal Manus Branchium Kloaka Femur Crus Digiti Deskripsi : Bufo sp mempunyai tubuh yang terbagi menjadi 3 bagian yaitu caput. 14. Hal ini sesuai dengan pendapat Brontowijoyo (1996) bahwa umumnya Bufo sp dapat beradaptasi lebih baik kondisi lingkungan (habitat) yang lebih kering. Memiliki kulit yang kasar dan tubuhnya cenderung lebih gempal atau bulat dibandingkan dengan amphibi dari famili Raniidae.

Bufo sp memakan semua serangga dengan ukuran sesuai. ulat. mampu menghasilkan sekret yang cukup berbahaya bila terkena mulut atau mata manusia. dan mempunyai mempunyai pigmen melanofor. sekret tersebut mampu menimbulkan rasa gatal-gatal bila terkena kulit manusia. Septum mandibularis 2. e. siput dan masih banyak yang lain. laba-laba. Bufo sp (ventral) Keterangan 1. Bentuk lidah Bufo sp runcing biasanya digunakan untuk menangkap mangsa. Septum pectoralis 3. Septum brancialis .lebih besar daripada Rana sp.

Septum lateralis Septum Septum cruralis Septum Septum Septum femoralis Subandibularis pectoralis abduminale Deskripsi : Bufo sp hidup menyebar luas pada daerah tropis yang memiliki hawa yang panas. b. tangan dan kaki. Septum abdominalis 5. Memiliki selaput renang. 6. leher. dengan tidak adanya lendir pada kulit dan kulit yang berwarna tidak mencolok yakni abu-abu hingga kecoklatan. a. yang membutuhkan panas pada lingkungan untuk menjaga metabolisme dalam tubuhnya dalam mempertahankan hidupnya. namun sangat pendek hingga tak terlihat. Bufo sp termasuk hewan berdarah dingin atau poikiloterm. 7.4. BAB V . c. Hal ini sesuai dengan pendapat Rediopoetro (1996) bahwa bagian tubuh ventral Bufo sp berwarna abu-abu sampai keputihan. Bufo sp memiliki kulit yang kasar. dengan bintil-bintil hitam yang kurang lebih simetris di dagu.

KESIMPULAN Dari praktikum yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. pada sebelah kranial dijumpai jaringan lemak berwarna kuning (korpus adiposum). 3. Rana sp memiliki selaput renang yang lebih panjang yang berfungsi untuk berenang saat berada di perairan. testisnya berjumlah sepasang. ovarium berjumlah sepasang. 4. 7. berwarna putih kekuningan yang digantungkan oleh mesorsium. Rana sp dan Bufo sp mengalami metamorfosa dalam siklus perkembangbiakannya. Rana sp memiliki permukaan kulit yang licin mengandung lender. dan kulit berwarna tidak mencolok yakni abu-abu hingga kecoklatan. 6. dan cenderung berwarna lebih terang. Bufo sp memiliki permukaan kulit yang kasar dengan bintil-bintil. Amphibi merupakan hewan berdarah dingin atau poikiloterm yang hidup di dua habitat yakni darat dan air. 5. 2. Sistem Genitalia betina Amphibi. Sistem Genitalia Amphibi jantan. DAFTAR PUSTAKA .

Biologi Edisi kelima Jilid II. 1996. J W.rcn. 1983. Erlangga .com/jkimball.com/. Erlangga Radiopoetro. Amphibia.org/wiki/Amfibia. Diakses tanggal 14 November 2009 jam 22:38 WIB Anonimd. Biologi Jilid 3 Edisi Kelima.ma. Diakses tanggal 14 November 2009 jam 21:08 WIB Anonime.Anonima. 2009. Http://users. Jakarta Kimball. Jakarta. Diakses tanggal 14 November 2009 jam 22:33 WIB Anonimc. 2003. 2009. 2009. 2009. 2009.com. Http://sains.id/index. 2009. N A. Vertebrata. Http://id.wordpress.php.com/2007/04/29/sistem-reproduksi/. Http://iqbalali.ultranet/Biologypages/. Amphibia. Http://www.scribd.ac. Diakses tanggal 14 November 2009 jam 22:47 WIB Anonimf. Erlangga. Jakarta. Zoologi.biologi.ugm. Amphibi. Diakses tanggal 18 November 2009 jam 20:46 WIB Campbell.wikipedia. Anatomi Katak. Diakses tanggal 14 November 2009 jam 21:20 WIB Anonimb. Sistem Reproduksi Amphibi. Ksh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful