P. 1
-Amphibi

-Amphibi

|Views: 1,465|Likes:
Published by Ivan Wibisono

More info:

Published by: Ivan Wibisono on Nov 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/10/2013

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR PERKEMBANGAN HEWAN I

“AMPHIBI”

Oleh:

Oleh: Nama NIM Asisten Kelompok : Dian Octarina : 08081004023 : Meika Puspita Sari : I (Satu)

LABORATORIUM ZOOLOGI JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2009

ABSTRAK Praktikum yang berjudul “Amphibi” bertujuan untuk mengenal, mengidentifikasi serta mempelajari beberapa sistem tubuh dari beberapa anggota kelas Amphibi. Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa, 17 November 2009, pukul 08.30-10.30 WIB. Bertempat di Laboratorium Zoologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Inderalaya. Alat yang digunakan adalah baki bedah, gunting bedah, jarum penusuk, pinset dan tissue. Dan bahan yang digunakan adalah Bufo sp dan Rana sp. Adapun hasil yang didapat yaitu gambar anatomi dan morfologi tubuh Bufo sp dan Rana sp. Kesimpulan yang didapat pada praktikum ini yaitu tubuh Bufo sp dan Rana sp terbagi atas tiga bagian, yaitu caput, truncus, dan extreminitas baik posterior maupun anterior.

BAB I

dan Apoda (tak berkaki – caecilian). salamander. memberikan sarana untuk lokomosi dan bernafas di udara. Paru-paru dan tulang anggota tubuh. Sementara jenis kodok hutan yang lain menitipkan telurnya di punggung kodok jantan yang lembab. tetapi yang lain hidup di darat sebagai hewan dewasa atau bahkan sepanjang masa kehidupan. Latar Belakang Vertebrata pertama di darat adalah anggota kelas Amphibia.PENDAHULUAN 1. jantung yang beruang tiga itu agaknya memberikan peningkatan yang berarti dalam efisiensi peredaran dan dengan demikian meningkatkan kemampuan untuk mengatasi lingkungan daratan yang keras dan lebih banyak berubah-ubah (Kimball 1983). Beberapa jenis kodok pegunungan menyimpan telurnya di antara lumut-lumut yang basah di pepohonan. Telur-telur kodok dan katak menetas menjadi berudu atau kecebong yang bertubuh mirip ikan gendut. yang akan selalu menjaga dan membawanya hingga menetas bahkan hingga menjadi kodok kecil. dan caecilian (makhluk tak bertungkai yang membuat lubang untuk sarang di hutan tropis dan danau air tawar. Sebagian besar salamander yang hidup di darat berjalan dengan pembengkokan badan dari sisi ke sisi yang mirip dengan cara berjalan tetrapoda awal (Campbell 2003). Kodok dan katak mengawali hidupnya sebagai telur yang diletakkan induknya di air. Hanya ada sekitar 400 spesies dari ordo Urodela. yang mereka warisi dari moyang krosopterigia. Atrium kedua dalam jantung memungkinkan darah yang mengandung oksigen dengan darah yang kurang mengandung oksigen terjadi dalam vertikel tunggal. Beberapa di antaranya hanya hidup di air. Saat ini kelas tersebut diwakili oleh kurang lebih 4000 spesies katak. Sekali bertelur katak bisa menghasilkan 5000-20000 telur. termasuk bangkong). tergantung dari kualitas induk dan berlangsung sebanyak tiga kali dalam setahun. atau di tempat-tempat basah lainnya. bernafas dengan insang dan selama beberapa lama hidup .1. Anura (tidak berekor – katak. di sarang busa. Terdapat tiga ordo Kelas Amphibia yang masih hidup saat ini. yaitu Urodela (berekor – salamander).

migrasi ke tempat kawin yang spesifik bisa melibatkan komunikasi suara. . navigasi angkasa.di air. mengidentifikasi serta mempelajari beberapa sistem tubuh dari beberapa anggota kelas Amphibia. menghilangnya ekor. khususnya selama musim kawin. katak umumnya merupakan makhluk yang diam. Pada beberapa spesies darat. Tujuan Praktikum Praktikum kali ini bertujuan untuk mengenal. Jantan bisa bersuara keras untuk mempertahankan daerah kawin atau untuk menarik betina. tetapi banyak spesies mengeluarkan suara-suara untuk memanggil pasangan kawin selama musim kawin. 1.2. atau sinyal kimia (Campbell 2003). Perlahan-lahan akan tumbuh kaki belakang. yang kemudian diikuti dengan tumbuhnya kaki depan. Banyak amphibia mempertihatkan perilaku sosial yang kompleks dan beraneka ragam. dan bergantinya insang dengan paru-paru (Anonima 2009: 1).

insang. banyak jenis katak tidak memalui tahapan kecebong akuatik. mula-mula dalam air tawar kemudian dilanjutkan di darat. (5) matanya mempunyai selaput tambahan yang disebut membrana niktitans yang sangat berfungsi saat menyelam di dalam air. kaki berkembang. . Kecebong tidak memiliki kaki dan berenang dengan cara menggeliat seperti leluhurnya yang mirip ikan. keadaan ini merupakan fase larva atau biasa disebut berudu.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Amphibia berasal dari kata Amphi yang artinya rangkap. tidak bersisik atau tidak berbulu (Radiopoetro 1996). (4) mempunyai dua pasang kaki dan pada setiap kakinya terdapat selaput renang yang terdapat di antara jari-jari kakinya dan kakinya berfungsi untuk melompat dan berenang di air. merangkak ketepian dan memulai kehidupan di darat. setelah dewasa alat pernafasannya berupa paru-paru dan kulit. Fase kehidupan di dalam air berlangsung sebelum alat reproduksinya masak. sepasang gendang telinga eksternal. sedang kulitnya lembut dan tidak berambut. dan bios yang artinya kehidupan. dan sistem gurat sisi menghilang. Namun demikian. sistem gurat sisi yang mirip dengan ikan. Selama metamorfosa yang berakhir dengan kehidupan kedua. Amphibi mempunyai ciri-ciri. Dan amphibia adalah hewan yang hidup dengan dua bentuk kehidupan. dan ekor panjang bersirip. (2) merupakan hewan berdarah dingin atau poikiloterm. umumnya adalah herbivore akuatik dengan insang. yakni sebagai berikut: (1) tubuhnya diselubungi kulit yang berlendir. dan sistem pencernaan yang diadaptasikan untuk mengkonsumsi makanan sebagai hewan karnivora. (3) amphibi mempunyai jantung yang terdiri dari tiga ruangan. meskipun menyandang nama amphibia. yaitu dua serambi dan satu bilik. Kecebong yang merupakan tahapan larva dari seekor katak. dan terrestrial (Campbell 2003). Amphibia berarti dua kehidupan yang mengacu kepada metamorfosis banyak jenis katak. Hewan dewasa memiliki columna vertebralis dan biasa extremitates dengan digiti atau jari-jari yang berbeda-beda. (6) pernafasan pada saat masih kecebong berupa insang. Tetrapoda muda dengan paru-paru untuk bernafas.

pada beberapa amphibi. Struktur yang sesuai untuk hidup di air digantikan oleh struktur yang sesuai untuk hidup di darat.(7) hidungnya mempunyai katup yang berfungsi untuk mencegah air masuk ke dalam rongga mulut ketika menyelam. atau paling tidak di lingkungan lembab. Walaupun demikian. fertilisasi terjadi secara eksternal pada sebagian besar spesies dengan jantan mendekap betina dan menumpahkan spermanya di atas telur-telur yang dikeluarkan betina. . misalnya anggota Plethodontidae. Selama hidup tetap dalam fase berudu. berudu pun mengalami perubahan bentuk. Telur tersebut kemudian dibuahi oleh sperma katak jantan. Tahap akhir daur hidup katak adalah berupa katak dewasa. Otak depan menjadi lebih besar dan hemisphaerium cerebri terbagi sempurna. (8) berkembang biak dengan cara melepaskan telurnya dan dibuahi oleh jantang di luar tubuh induknya. Telur amphibi tidak mempunyai cangkang dan akan kehilangan air dengan cepat di udara kering. Bentuk berudu menyerupai ikan karena mempunyai ekor seperti sirip. tumbuh tungai dan ekornya menyusut. Selanjutnya mulutnya melebar dan mulai memakan makanan yang berbeda. Pada kelompok ini tidak terdapat stadium larva dalam air (Anonimc 2009: 1) Katak betina bertelur di dalam air. Pembuahan terjadi dilur tubuh induknya. Fungsi insang digantikan oleh paru-paru. tetapi pada waktu tertentu kembali ke air untuk berkembang biak. Berudu hidup di air dan bernafas dengan insang. Sejalan dengan perkembangannya. tetap tinggal dalam perairan dan tidak menjadi dewasa. Amphibi pada umumnya bertelur di kolam. tidak semua amphibi melalui siklus hidup dari kehidupan perairan ke daratan. Pada cerebellum konvulasi hampir tidak berkembang. Pada fase dewasa mulai terbentuk kelenjar ludah yang menghasilkan bahan pelembab atau perekat. benafas dengan insang dan berkembang biak secara neotoni. rawa. yang disebut dengan pembuahan eksternal (Anonimb 2009: 1) Sistem saraf amphibi mengalami modifikasi seiring dengan perubahan fase hidup. Ada beberapa jenis amphibi lain yang sebagian hidupnya berada di daratan. Tapi ada juga beberapa jenis hanya hidup di darat selama hidupnya. Katak dewasa bernafas dengan paru-paru dan mempunyai tungkai (Anonimd 2009: 1). Telur yang telah dibuahi menetas menjadi berudu. yaitu di air. Pada berudu. Pembuahan demikian disebut dengan pembuahan eksternal (pembuahan luar).

Secara morfologi dapat dibedakan menjadi katak jantan dan katak betina. Kloaka kadang-kadang masih jelas dijumpai. terletak di bagian posterior rongga abdomen. Katak mempunyai tiga ruang jantung. sednagkan pada katak betina tidak memiliki bercak atau tanda hitam tersebut (Radiopoetro 1996). dan pars progonalis. yaitu dua atrium dan satu ventrikel. Sistem genitalia jantan testi berjumlah sepasang. pada sebelah kranialnya dijumpai jaringan lemak berwarna kuning (korpus adiposum). Pada badan terdapat dua pasang anggota badan yaitu depan dan belakang.Beberapa jenis bertelur sangat banyak di dalam kolam sementara dan angka kematiannya sangat tinggi. Pada bagian kulit ventral luar rongga mulut katak jantan terdapat bercak atau tanda hitam abu-abu tempat kantung suara. Ovarium digantungkan oleh mesovarium. Kuliatnya berwarna kuning dengan bercak-bercak hitam. Di dekat kloaka. Atrium kiri menerima darah dari paru-paru dan kulit. Sistem genitalia betina. ia berjalan di sebelah lateral ginjal. masing-masing gonalis. Vasa aferen merupakan saluran-saluran halus yang meninggalkan testis. dan berlendir. Saluran reproduksi. lembut. berjalan ke medial menuju ke bagian cranial ginjal. Sebaliknya beberapa jenis memperlihatkan berbagai macam pemeliharaan anak dan menelurkan telur dalam jumlah yang rekatif sedikit bergantung kepada spesies baik jantan atau betina bisa mengeram di punggungnya dalam mulut atau bahkan dalam perutnya. Saluran reproduksinya adalah oviduk yang merupakan saluran berkelok-kelok dimulai dengan bangunan yang mirip corong (infundibulum) dengan lubangnya yang disebut dengan oskum abdominal. tubulus ginjal akan menjadi duktus aferen dan membawa spermatozoa dari testis menuju duktus mesonefrus. Bentuk luar dari katak adalah mempunyai leher ataupun ekor. Duktus wolf keluar dari dorsolateral ginjal. Baik ovarium maupun korpus adiposum berasal dari plica gametalis. berwarna putih kekuningann yang digantungkan oleh mesorsium. duktus mesonefrus pada beberapa spesies akan membesar membentuk vasikula seminalis (penyimpan sperma sementara). sedangkan atrium kanan menerima darah dari jaringan tubuh melalui sinus venosus. Vesikula seminalis akan membesar hanya saat musim kawin saja. Oviduk terletak disebelah caudal mengadakan pelebaran yang disebut duktus mesonefrus dan bermuara di kloaka (Anonime 2009: 1). yakni ovariumnya berjumlah sepasang. Darah dari paru-paru dan kulit mengandung banyak . Sebelah caudal dijumpai korpus adiposum.

misalnya ular atau burung. . Di dalam rantai makanan. Dalam jantung katak masih terjadi sedikit pencampuran darah kaya oksigen dengan darah miskin oksigen. Dari ventrikel. Amphibi juga merupakan makanan bagi berbagai vertebrata lainnya. Darah dari kedua atrium dipompa masuk ke dalam ventrikel. misalnya katak hijau untuk memperoleh asupan protein (Anonimd 2009: 2). darah yang mengandung banyak oksigen dipompa ke seluruh tubuh. peranan amphibi cukup penting untuk mengatur populasi serangga.oksigen. sedangkan darah dari jaringan tubuh mengandung sedikit oksigen. Darah yang miskin oksigen dipompa kembali ke paru-paru dan kulit untuk mendapatkan oksigen. Sebagian orang menjadikan amphibi sebagai makanan.

2. 3. Universitas Sriwijaya. Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa. 3.30-10. Kemudian dibedah amphibi tersebut. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. gunting bedah. digambar dan diberi keterangan pada kertas kerja. Jurusan Biologi. Dan bahan yang digunakan adalah Bufo sp dan Rana sp. Alat dan Bahan Alat yang digunakan adalah baki bedah. . pukul 08.1. Diperhatikan morfologi amphibi tersebut.3. diperhatikan dan diamati anatomi dari dalam tubuhnya.BAB III METODE PENELITIAN 3. jarum penusuk. Cara Kerja Diletakkan amphibi yang akan diamati di atas baki bedah. 17 November 2009. pinset dan tissue. Bertempat di Laboratorium Zoologi. diberi keterangan dan dituliskan klasifikasi beserta deskripsi. Inderalaya. Digambar di buku gambar.30 WIB.

Caput 13. 4. Truncus Nares anteriores Rima oris Organon visus . 5. Rana sp (Dorsal) Klasifikasi Kingdom Phylum Classis Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Amphibia : Anura : Raniidae : Rana : Rana cancrivora Nama Umum : Katak Keterangan 1. Digiti 2.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Dari praktikum yang telah dilaksanakan. didapat hasil sebagai berikut: a. Cervix 14. 6. Web 3.

7. bentuk kepalanya segitiga sama kaki. Hal ini sesuai dengan pendapat Brontowijoyo (1996) bahwa Rana sp memiliki badan yang licin karena berlendir. Lidahnya bercabang yang digunakan untuk menangkap mangsa/makanannya. yakni di air dan di darat. . Pada punggungnya terdapat tonjolan. 9. Deskripsi : Membran tympani Dorsal Manus Branchium Kloaka Femur Rana sp hidup merupakan Amphibia yang mampu hidup di dua jenis habitat. yaitu berbagai jenis serangga. Tungkai depan lebih pendek serta tidak terdapat pigmen melanofor. 12. badannya lebih langsing dari Bufo sp dan pada kakinya terdapat selaput renang yang berfungsi untuk berenang di air. 8. Katak cenderung memiliki permukaan kulit yang lebih licin. 10. 11. Mampu melompat dengan jarak yang jauh karena memiliki kaki kelakang yang panjang. Ukuran tubbuhnya lebih kecil dibandingkan Bufo sp.

3. Septum mandibularis Septum pectoralis Septum biancialis . Rana sp (Ventral) Klasifikasi Kingdom Phylum Classis Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Amphibia : Anura : Raniidae : Rana : Rana cancrivora Nama Umum : Katak Keterangan 1. 2.b.

c. berbeda dengan Bufo sp. a. Memiliki garis yang simetris pada dagu. . tangan dan kaki serta memiliki selaput renang kaki yang lebih jelas dan panjang untuk berenang saat berada di air. septum cruralis. Hal ini sesuai dengan pendapat Radiopoetro (1996) bahwa bagian ventral (sisi bawah tubuh). septum pectoralis.4. septum biancialis. septum abdominalis. Terdapat bagian leher. septum femoralis. Rana sp tidak memiliki bintik-bintik atau tonjolan-tonjolan pada permukaan kulit. Sepasang runcingan kulit yang lain. 6. 5. septum lateralis. dan septum abduminale. dengan kulit yang licin (halus). Deskripsi : Bagian ventral pada Rana sp terdiri dari septum mandibularis. berwarna putih-abu-abu. septum submandibularis. yang lebih kecil terdapat di ujung-ujung rahang. septum pectoralis. 7. Rana sp berbeda dengan Bufo sp meskipun sama-sama termasuk dalam satu kelas amphibia. Septum abdominalis Septum lateralis Septum femoralis Septum cruralis Septum Sumandibularis Septum pectoralis Septum abduminale b.

Anatomi Rana sp Klasifikasi Kingdom Phylum Classis Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Amphibia : Anura : Raniidae : Rana : Rana cancrivora Nama Umum : Katak Keterangan 1.c. 3. 2. Cor Hepar Vesika felea .

Deskripsi : Ventriculus Lien Intestium Pankreas Kloaka Pulmo Ovarium Mesonephrus Oviduct Ureter Uterus Vesika urinaria Rana sp memiliki sistem Genitalia yakni pada Rana sp jantan dan betina yang berperan dalam sistem reproduksinya. 10. 12. terletak di bagian posterior rongga abdomen. berwarna putih kekuningan yang digantungkan oleh mesorsium. Hal ini sesuai dengan pendapat Anonimf (2009 : 1) bahwa Rana sp memiliki sistem Genitalia Jantan. berjalan ke medial menuju ke bagian kranial ginjal. 15. 9. duktus mesonefrus pada beberapa spesies akan membesar membentuk vasikula seminalis (penyimpan sperma sementara). testisnya berjumlah sepasang. 11. 8. 13. 5. tubulus ginjal akan menjadi duktus aferen dan membawa spermatozoa dari testis menuju duktus mesonefrus. 7. Vesikula seminalis akan membesar hanya saat musim kawin saja. 6. Di dekat kloaka. 14. Vasa aferen merupakan saluran-saluran halus yang meninggalkan testis.4. . Pada saluran reproduksi. Sebelah kaudal dijumpai korpus adiposum.

Sistem Genitalia betina Rana sp. d. masing-masing gonalis. dan pars progonalis. Bufo sp (Dorsal) Klasifikasi Kingdom Phylum Classis Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Amphibia : Anura : Bufoniidae : Bufo : Bufo sp Nama Umum : Kodok Keterangan .Duktus wolf keluar dari dorsolateral ginjal. Kloaka kadang-kadang masih jelas dijumpai. pada sebelah kranialnya dijumpai jaringan lemak berwarna kuning (korpus adiposum). Ovarium digantungkan oleh mesovarium. Oviduk di sebelah kaudal mengadakan pelebaran yang disebut dutus mesonefrus dan akhirnya bermuara di kloaka. di mana ovarium berjumlah sepasang. Saluran reproduksi berupa oviduk. Oviduk dimulai dengan bangunan yang mirip corong (infundibulum) dengan lubangnya yang disebut oskum abdominal. oviduk merupakan saluran yang berkelok-kelok. Baik ovarium maupum korpus adiposum berasal dari plica gametalis. ia berjalan di sebelah lateral ginjal.

Caput Cervix Truncus Nares anteriores Rima oris Organon visus Membran Dorsal Manus Branchium Kloaka Femur Crus Digiti Deskripsi : Bufo sp mempunyai tubuh yang terbagi menjadi 3 bagian yaitu caput. tympani 8. 6. 10. 3. Memiliki kulit yang kasar dan tubuhnya cenderung lebih gempal atau bulat dibandingkan dengan amphibi dari famili Raniidae. Bufo sp kurang pandai melompat jauh. 9. 12. 5. 2. 7. 4. Bufo sp pada umumnya mampu bertahan pada habitat yang lebih kering yakni di daratan. 14. Hal ini sesuai dengan pendapat Brontowijoyo (1996) bahwa umumnya Bufo sp dapat beradaptasi lebih baik kondisi lingkungan (habitat) yang lebih kering. cervix yang tidak nampak jelas dan truncus. Punggungnya rata dan .1. mempunyai permukaan kulit yang tidak rata atau terdapat tonjolantonjolan keras dan kasar serta suara yang keras dan nyaring. 11. 13. Oleh karena kondisi kakinya yang pendek.

Bentuk lidah Bufo sp runcing biasanya digunakan untuk menangkap mangsa.lebih besar daripada Rana sp. siput dan masih banyak yang lain. Bufo sp memakan semua serangga dengan ukuran sesuai. Septum mandibularis 2. laba-laba. e. Septum pectoralis 3. Bufo sp (ventral) Keterangan 1. ulat. mampu menghasilkan sekret yang cukup berbahaya bila terkena mulut atau mata manusia. dan mempunyai mempunyai pigmen melanofor. Septum brancialis . sekret tersebut mampu menimbulkan rasa gatal-gatal bila terkena kulit manusia.

6. leher. yang membutuhkan panas pada lingkungan untuk menjaga metabolisme dalam tubuhnya dalam mempertahankan hidupnya. b. dengan tidak adanya lendir pada kulit dan kulit yang berwarna tidak mencolok yakni abu-abu hingga kecoklatan. namun sangat pendek hingga tak terlihat. Bufo sp termasuk hewan berdarah dingin atau poikiloterm. Hal ini sesuai dengan pendapat Rediopoetro (1996) bahwa bagian tubuh ventral Bufo sp berwarna abu-abu sampai keputihan. Bufo sp memiliki kulit yang kasar. tangan dan kaki. c. BAB V . Septum abdominalis 5. 7. Memiliki selaput renang. a. Septum lateralis Septum Septum cruralis Septum Septum Septum femoralis Subandibularis pectoralis abduminale Deskripsi : Bufo sp hidup menyebar luas pada daerah tropis yang memiliki hawa yang panas.4. dengan bintil-bintil hitam yang kurang lebih simetris di dagu.

DAFTAR PUSTAKA . Rana sp memiliki permukaan kulit yang licin mengandung lender. berwarna putih kekuningan yang digantungkan oleh mesorsium. Rana sp dan Bufo sp mengalami metamorfosa dalam siklus perkembangbiakannya. Rana sp memiliki selaput renang yang lebih panjang yang berfungsi untuk berenang saat berada di perairan. 7. Sistem Genitalia Amphibi jantan. Amphibi merupakan hewan berdarah dingin atau poikiloterm yang hidup di dua habitat yakni darat dan air. 2. dan cenderung berwarna lebih terang.KESIMPULAN Dari praktikum yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Bufo sp memiliki permukaan kulit yang kasar dengan bintil-bintil. 3. testisnya berjumlah sepasang. ovarium berjumlah sepasang. 4. dan kulit berwarna tidak mencolok yakni abu-abu hingga kecoklatan. pada sebelah kranial dijumpai jaringan lemak berwarna kuning (korpus adiposum). 5. Sistem Genitalia betina Amphibi. 6.

Amphibi. 1983. Biologi Edisi kelima Jilid II. 2009. Erlangga Radiopoetro.biologi. 2009. Zoologi. 2009. Jakarta. Vertebrata.ugm.id/index. Http://www. Http://sains. Diakses tanggal 14 November 2009 jam 22:33 WIB Anonimc. 2003. Ksh. Erlangga.com/. Sistem Reproduksi Amphibi. Jakarta.com/2007/04/29/sistem-reproduksi/. Biologi Jilid 3 Edisi Kelima.ma. Http://iqbalali. Amphibia.php. J W. Diakses tanggal 18 November 2009 jam 20:46 WIB Campbell. 1996.com. 2009. 2009. Amphibia. N A.rcn.ac. Diakses tanggal 14 November 2009 jam 22:38 WIB Anonimd. 2009. Diakses tanggal 14 November 2009 jam 21:08 WIB Anonime.scribd.wordpress. Diakses tanggal 14 November 2009 jam 21:20 WIB Anonimb.ultranet/Biologypages/. Jakarta Kimball.org/wiki/Amfibia. Http://id. Erlangga . Diakses tanggal 14 November 2009 jam 22:47 WIB Anonimf.Anonima. Anatomi Katak.wikipedia.com/jkimball. Http://users.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->