LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR PERKEMBANGAN HEWAN I

“AMPHIBI”

Oleh:

Oleh: Nama NIM Asisten Kelompok : Dian Octarina : 08081004023 : Meika Puspita Sari : I (Satu)

LABORATORIUM ZOOLOGI JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2009

ABSTRAK Praktikum yang berjudul “Amphibi” bertujuan untuk mengenal, mengidentifikasi serta mempelajari beberapa sistem tubuh dari beberapa anggota kelas Amphibi. Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa, 17 November 2009, pukul 08.30-10.30 WIB. Bertempat di Laboratorium Zoologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Inderalaya. Alat yang digunakan adalah baki bedah, gunting bedah, jarum penusuk, pinset dan tissue. Dan bahan yang digunakan adalah Bufo sp dan Rana sp. Adapun hasil yang didapat yaitu gambar anatomi dan morfologi tubuh Bufo sp dan Rana sp. Kesimpulan yang didapat pada praktikum ini yaitu tubuh Bufo sp dan Rana sp terbagi atas tiga bagian, yaitu caput, truncus, dan extreminitas baik posterior maupun anterior.

BAB I

termasuk bangkong). dan Apoda (tak berkaki – caecilian). Telur-telur kodok dan katak menetas menjadi berudu atau kecebong yang bertubuh mirip ikan gendut. Latar Belakang Vertebrata pertama di darat adalah anggota kelas Amphibia. bernafas dengan insang dan selama beberapa lama hidup . Sekali bertelur katak bisa menghasilkan 5000-20000 telur.1. yang akan selalu menjaga dan membawanya hingga menetas bahkan hingga menjadi kodok kecil. di sarang busa. atau di tempat-tempat basah lainnya. Terdapat tiga ordo Kelas Amphibia yang masih hidup saat ini. Sementara jenis kodok hutan yang lain menitipkan telurnya di punggung kodok jantan yang lembab. Paru-paru dan tulang anggota tubuh. Beberapa jenis kodok pegunungan menyimpan telurnya di antara lumut-lumut yang basah di pepohonan. tetapi yang lain hidup di darat sebagai hewan dewasa atau bahkan sepanjang masa kehidupan. Atrium kedua dalam jantung memungkinkan darah yang mengandung oksigen dengan darah yang kurang mengandung oksigen terjadi dalam vertikel tunggal. Kodok dan katak mengawali hidupnya sebagai telur yang diletakkan induknya di air. Anura (tidak berekor – katak. memberikan sarana untuk lokomosi dan bernafas di udara. yang mereka warisi dari moyang krosopterigia. jantung yang beruang tiga itu agaknya memberikan peningkatan yang berarti dalam efisiensi peredaran dan dengan demikian meningkatkan kemampuan untuk mengatasi lingkungan daratan yang keras dan lebih banyak berubah-ubah (Kimball 1983).PENDAHULUAN 1. Hanya ada sekitar 400 spesies dari ordo Urodela. Beberapa di antaranya hanya hidup di air. tergantung dari kualitas induk dan berlangsung sebanyak tiga kali dalam setahun. dan caecilian (makhluk tak bertungkai yang membuat lubang untuk sarang di hutan tropis dan danau air tawar. Saat ini kelas tersebut diwakili oleh kurang lebih 4000 spesies katak. salamander. yaitu Urodela (berekor – salamander). Sebagian besar salamander yang hidup di darat berjalan dengan pembengkokan badan dari sisi ke sisi yang mirip dengan cara berjalan tetrapoda awal (Campbell 2003).

di air. . atau sinyal kimia (Campbell 2003). yang kemudian diikuti dengan tumbuhnya kaki depan. 1. menghilangnya ekor. Jantan bisa bersuara keras untuk mempertahankan daerah kawin atau untuk menarik betina. Perlahan-lahan akan tumbuh kaki belakang. Pada beberapa spesies darat. Tujuan Praktikum Praktikum kali ini bertujuan untuk mengenal.2. tetapi banyak spesies mengeluarkan suara-suara untuk memanggil pasangan kawin selama musim kawin. khususnya selama musim kawin. dan bergantinya insang dengan paru-paru (Anonima 2009: 1). mengidentifikasi serta mempelajari beberapa sistem tubuh dari beberapa anggota kelas Amphibia. katak umumnya merupakan makhluk yang diam. navigasi angkasa. migrasi ke tempat kawin yang spesifik bisa melibatkan komunikasi suara. Banyak amphibia mempertihatkan perilaku sosial yang kompleks dan beraneka ragam.

dan bios yang artinya kehidupan. meskipun menyandang nama amphibia. tidak bersisik atau tidak berbulu (Radiopoetro 1996). keadaan ini merupakan fase larva atau biasa disebut berudu. insang. Hewan dewasa memiliki columna vertebralis dan biasa extremitates dengan digiti atau jari-jari yang berbeda-beda. (5) matanya mempunyai selaput tambahan yang disebut membrana niktitans yang sangat berfungsi saat menyelam di dalam air. . (6) pernafasan pada saat masih kecebong berupa insang. setelah dewasa alat pernafasannya berupa paru-paru dan kulit. Selama metamorfosa yang berakhir dengan kehidupan kedua. Fase kehidupan di dalam air berlangsung sebelum alat reproduksinya masak. dan terrestrial (Campbell 2003). dan ekor panjang bersirip. yakni sebagai berikut: (1) tubuhnya diselubungi kulit yang berlendir. dan sistem gurat sisi menghilang. Kecebong tidak memiliki kaki dan berenang dengan cara menggeliat seperti leluhurnya yang mirip ikan. sedang kulitnya lembut dan tidak berambut. merangkak ketepian dan memulai kehidupan di darat. Tetrapoda muda dengan paru-paru untuk bernafas.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Amphibia berasal dari kata Amphi yang artinya rangkap. (3) amphibi mempunyai jantung yang terdiri dari tiga ruangan. sistem gurat sisi yang mirip dengan ikan. Amphibia berarti dua kehidupan yang mengacu kepada metamorfosis banyak jenis katak. yaitu dua serambi dan satu bilik. Amphibi mempunyai ciri-ciri. Dan amphibia adalah hewan yang hidup dengan dua bentuk kehidupan. umumnya adalah herbivore akuatik dengan insang. (2) merupakan hewan berdarah dingin atau poikiloterm. banyak jenis katak tidak memalui tahapan kecebong akuatik. Namun demikian. (4) mempunyai dua pasang kaki dan pada setiap kakinya terdapat selaput renang yang terdapat di antara jari-jari kakinya dan kakinya berfungsi untuk melompat dan berenang di air. dan sistem pencernaan yang diadaptasikan untuk mengkonsumsi makanan sebagai hewan karnivora. sepasang gendang telinga eksternal. mula-mula dalam air tawar kemudian dilanjutkan di darat. kaki berkembang. Kecebong yang merupakan tahapan larva dari seekor katak.

tetapi pada waktu tertentu kembali ke air untuk berkembang biak. tumbuh tungai dan ekornya menyusut. Selama hidup tetap dalam fase berudu. Telur amphibi tidak mempunyai cangkang dan akan kehilangan air dengan cepat di udara kering. Pembuahan terjadi dilur tubuh induknya. Ada beberapa jenis amphibi lain yang sebagian hidupnya berada di daratan. Walaupun demikian. yaitu di air. Selanjutnya mulutnya melebar dan mulai memakan makanan yang berbeda. Berudu hidup di air dan bernafas dengan insang. Tahap akhir daur hidup katak adalah berupa katak dewasa. Telur yang telah dibuahi menetas menjadi berudu. Fungsi insang digantikan oleh paru-paru. Otak depan menjadi lebih besar dan hemisphaerium cerebri terbagi sempurna. . fertilisasi terjadi secara eksternal pada sebagian besar spesies dengan jantan mendekap betina dan menumpahkan spermanya di atas telur-telur yang dikeluarkan betina. Telur tersebut kemudian dibuahi oleh sperma katak jantan. tidak semua amphibi melalui siklus hidup dari kehidupan perairan ke daratan. atau paling tidak di lingkungan lembab. yang disebut dengan pembuahan eksternal (Anonimb 2009: 1) Sistem saraf amphibi mengalami modifikasi seiring dengan perubahan fase hidup. rawa. benafas dengan insang dan berkembang biak secara neotoni. pada beberapa amphibi. Pembuahan demikian disebut dengan pembuahan eksternal (pembuahan luar). (8) berkembang biak dengan cara melepaskan telurnya dan dibuahi oleh jantang di luar tubuh induknya.(7) hidungnya mempunyai katup yang berfungsi untuk mencegah air masuk ke dalam rongga mulut ketika menyelam. Pada cerebellum konvulasi hampir tidak berkembang. tetap tinggal dalam perairan dan tidak menjadi dewasa. Pada kelompok ini tidak terdapat stadium larva dalam air (Anonimc 2009: 1) Katak betina bertelur di dalam air. Tapi ada juga beberapa jenis hanya hidup di darat selama hidupnya. berudu pun mengalami perubahan bentuk. Pada berudu. Bentuk berudu menyerupai ikan karena mempunyai ekor seperti sirip. Katak dewasa bernafas dengan paru-paru dan mempunyai tungkai (Anonimd 2009: 1). Sejalan dengan perkembangannya. Amphibi pada umumnya bertelur di kolam. Pada fase dewasa mulai terbentuk kelenjar ludah yang menghasilkan bahan pelembab atau perekat. misalnya anggota Plethodontidae. Struktur yang sesuai untuk hidup di air digantikan oleh struktur yang sesuai untuk hidup di darat.

tubulus ginjal akan menjadi duktus aferen dan membawa spermatozoa dari testis menuju duktus mesonefrus.Beberapa jenis bertelur sangat banyak di dalam kolam sementara dan angka kematiannya sangat tinggi. sednagkan pada katak betina tidak memiliki bercak atau tanda hitam tersebut (Radiopoetro 1996). Sistem genitalia jantan testi berjumlah sepasang. dan berlendir. lembut. masing-masing gonalis. dan pars progonalis. Baik ovarium maupun korpus adiposum berasal dari plica gametalis. Sebaliknya beberapa jenis memperlihatkan berbagai macam pemeliharaan anak dan menelurkan telur dalam jumlah yang rekatif sedikit bergantung kepada spesies baik jantan atau betina bisa mengeram di punggungnya dalam mulut atau bahkan dalam perutnya. yaitu dua atrium dan satu ventrikel. Pada badan terdapat dua pasang anggota badan yaitu depan dan belakang. berjalan ke medial menuju ke bagian cranial ginjal. Ovarium digantungkan oleh mesovarium. Darah dari paru-paru dan kulit mengandung banyak . duktus mesonefrus pada beberapa spesies akan membesar membentuk vasikula seminalis (penyimpan sperma sementara). Oviduk terletak disebelah caudal mengadakan pelebaran yang disebut duktus mesonefrus dan bermuara di kloaka (Anonime 2009: 1). Kloaka kadang-kadang masih jelas dijumpai. yakni ovariumnya berjumlah sepasang. ia berjalan di sebelah lateral ginjal. Pada bagian kulit ventral luar rongga mulut katak jantan terdapat bercak atau tanda hitam abu-abu tempat kantung suara. Bentuk luar dari katak adalah mempunyai leher ataupun ekor. Sebelah caudal dijumpai korpus adiposum. sedangkan atrium kanan menerima darah dari jaringan tubuh melalui sinus venosus. Di dekat kloaka. pada sebelah kranialnya dijumpai jaringan lemak berwarna kuning (korpus adiposum). Sistem genitalia betina. Duktus wolf keluar dari dorsolateral ginjal. Atrium kiri menerima darah dari paru-paru dan kulit. terletak di bagian posterior rongga abdomen. Secara morfologi dapat dibedakan menjadi katak jantan dan katak betina. Vasa aferen merupakan saluran-saluran halus yang meninggalkan testis. Kuliatnya berwarna kuning dengan bercak-bercak hitam. Saluran reproduksinya adalah oviduk yang merupakan saluran berkelok-kelok dimulai dengan bangunan yang mirip corong (infundibulum) dengan lubangnya yang disebut dengan oskum abdominal. Saluran reproduksi. Katak mempunyai tiga ruang jantung. Vesikula seminalis akan membesar hanya saat musim kawin saja. berwarna putih kekuningann yang digantungkan oleh mesorsium.

misalnya ular atau burung. . Darah dari kedua atrium dipompa masuk ke dalam ventrikel. darah yang mengandung banyak oksigen dipompa ke seluruh tubuh. Di dalam rantai makanan. sedangkan darah dari jaringan tubuh mengandung sedikit oksigen. Amphibi juga merupakan makanan bagi berbagai vertebrata lainnya. peranan amphibi cukup penting untuk mengatur populasi serangga. misalnya katak hijau untuk memperoleh asupan protein (Anonimd 2009: 2). Darah yang miskin oksigen dipompa kembali ke paru-paru dan kulit untuk mendapatkan oksigen. Dari ventrikel.oksigen. Dalam jantung katak masih terjadi sedikit pencampuran darah kaya oksigen dengan darah miskin oksigen. Sebagian orang menjadikan amphibi sebagai makanan.

pinset dan tissue. gunting bedah.1. 3.BAB III METODE PENELITIAN 3. Diperhatikan morfologi amphibi tersebut. . jarum penusuk.3. Cara Kerja Diletakkan amphibi yang akan diamati di atas baki bedah. 3. Bertempat di Laboratorium Zoologi. diperhatikan dan diamati anatomi dari dalam tubuhnya. Dan bahan yang digunakan adalah Bufo sp dan Rana sp.2. 17 November 2009. Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa. pukul 08. Digambar di buku gambar. Inderalaya. Jurusan Biologi. Alat dan Bahan Alat yang digunakan adalah baki bedah. diberi keterangan dan dituliskan klasifikasi beserta deskripsi. digambar dan diberi keterangan pada kertas kerja. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.30-10. Kemudian dibedah amphibi tersebut.30 WIB. Universitas Sriwijaya.

Truncus Nares anteriores Rima oris Organon visus . Rana sp (Dorsal) Klasifikasi Kingdom Phylum Classis Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Amphibia : Anura : Raniidae : Rana : Rana cancrivora Nama Umum : Katak Keterangan 1. Web 3. didapat hasil sebagai berikut: a. Digiti 2. Cervix 14. Caput 13. 6.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Dari praktikum yang telah dilaksanakan. 4. 5.

Mampu melompat dengan jarak yang jauh karena memiliki kaki kelakang yang panjang. badannya lebih langsing dari Bufo sp dan pada kakinya terdapat selaput renang yang berfungsi untuk berenang di air. yakni di air dan di darat. bentuk kepalanya segitiga sama kaki. 12. . 11. Deskripsi : Membran tympani Dorsal Manus Branchium Kloaka Femur Rana sp hidup merupakan Amphibia yang mampu hidup di dua jenis habitat. Hal ini sesuai dengan pendapat Brontowijoyo (1996) bahwa Rana sp memiliki badan yang licin karena berlendir. 8. Tungkai depan lebih pendek serta tidak terdapat pigmen melanofor. 10. 9. Katak cenderung memiliki permukaan kulit yang lebih licin. Lidahnya bercabang yang digunakan untuk menangkap mangsa/makanannya. yaitu berbagai jenis serangga. Ukuran tubbuhnya lebih kecil dibandingkan Bufo sp. Pada punggungnya terdapat tonjolan.7.

2. 3.b. Rana sp (Ventral) Klasifikasi Kingdom Phylum Classis Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Amphibia : Anura : Raniidae : Rana : Rana cancrivora Nama Umum : Katak Keterangan 1. Septum mandibularis Septum pectoralis Septum biancialis .

dengan kulit yang licin (halus). Rana sp berbeda dengan Bufo sp meskipun sama-sama termasuk dalam satu kelas amphibia.4. septum femoralis. Sepasang runcingan kulit yang lain. tangan dan kaki serta memiliki selaput renang kaki yang lebih jelas dan panjang untuk berenang saat berada di air. a. Terdapat bagian leher. 7. Septum abdominalis Septum lateralis Septum femoralis Septum cruralis Septum Sumandibularis Septum pectoralis Septum abduminale b. yang lebih kecil terdapat di ujung-ujung rahang. septum pectoralis. Rana sp tidak memiliki bintik-bintik atau tonjolan-tonjolan pada permukaan kulit. Hal ini sesuai dengan pendapat Radiopoetro (1996) bahwa bagian ventral (sisi bawah tubuh). septum lateralis. septum submandibularis. Memiliki garis yang simetris pada dagu. . septum biancialis. berwarna putih-abu-abu. septum cruralis. c. septum abdominalis. Deskripsi : Bagian ventral pada Rana sp terdiri dari septum mandibularis. septum pectoralis. 6. dan septum abduminale. berbeda dengan Bufo sp. 5.

Anatomi Rana sp Klasifikasi Kingdom Phylum Classis Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Amphibia : Anura : Raniidae : Rana : Rana cancrivora Nama Umum : Katak Keterangan 1. 3. 2. Cor Hepar Vesika felea .c.

testisnya berjumlah sepasang.4. Di dekat kloaka. 15. 13. Vasa aferen merupakan saluran-saluran halus yang meninggalkan testis. 9. 14. 5. berjalan ke medial menuju ke bagian kranial ginjal. Sebelah kaudal dijumpai korpus adiposum. duktus mesonefrus pada beberapa spesies akan membesar membentuk vasikula seminalis (penyimpan sperma sementara). berwarna putih kekuningan yang digantungkan oleh mesorsium. 11. 6. Deskripsi : Ventriculus Lien Intestium Pankreas Kloaka Pulmo Ovarium Mesonephrus Oviduct Ureter Uterus Vesika urinaria Rana sp memiliki sistem Genitalia yakni pada Rana sp jantan dan betina yang berperan dalam sistem reproduksinya. Hal ini sesuai dengan pendapat Anonimf (2009 : 1) bahwa Rana sp memiliki sistem Genitalia Jantan. Vesikula seminalis akan membesar hanya saat musim kawin saja. 8. . terletak di bagian posterior rongga abdomen. 12. tubulus ginjal akan menjadi duktus aferen dan membawa spermatozoa dari testis menuju duktus mesonefrus. Pada saluran reproduksi. 7. 10.

Baik ovarium maupum korpus adiposum berasal dari plica gametalis. pada sebelah kranialnya dijumpai jaringan lemak berwarna kuning (korpus adiposum). oviduk merupakan saluran yang berkelok-kelok. masing-masing gonalis. Sistem Genitalia betina Rana sp. Saluran reproduksi berupa oviduk.Duktus wolf keluar dari dorsolateral ginjal. Oviduk di sebelah kaudal mengadakan pelebaran yang disebut dutus mesonefrus dan akhirnya bermuara di kloaka. dan pars progonalis. Oviduk dimulai dengan bangunan yang mirip corong (infundibulum) dengan lubangnya yang disebut oskum abdominal. ia berjalan di sebelah lateral ginjal. di mana ovarium berjumlah sepasang. Kloaka kadang-kadang masih jelas dijumpai. Bufo sp (Dorsal) Klasifikasi Kingdom Phylum Classis Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Amphibia : Anura : Bufoniidae : Bufo : Bufo sp Nama Umum : Kodok Keterangan . Ovarium digantungkan oleh mesovarium. d.

13. Punggungnya rata dan . 7. Bufo sp kurang pandai melompat jauh. Hal ini sesuai dengan pendapat Brontowijoyo (1996) bahwa umumnya Bufo sp dapat beradaptasi lebih baik kondisi lingkungan (habitat) yang lebih kering. 10. 11. 5. mempunyai permukaan kulit yang tidak rata atau terdapat tonjolantonjolan keras dan kasar serta suara yang keras dan nyaring.1. Oleh karena kondisi kakinya yang pendek. Bufo sp pada umumnya mampu bertahan pada habitat yang lebih kering yakni di daratan. 3. tympani 8. 14. 2. Caput Cervix Truncus Nares anteriores Rima oris Organon visus Membran Dorsal Manus Branchium Kloaka Femur Crus Digiti Deskripsi : Bufo sp mempunyai tubuh yang terbagi menjadi 3 bagian yaitu caput. 12. 4. 6. cervix yang tidak nampak jelas dan truncus. Memiliki kulit yang kasar dan tubuhnya cenderung lebih gempal atau bulat dibandingkan dengan amphibi dari famili Raniidae. 9.

Bufo sp (ventral) Keterangan 1. mampu menghasilkan sekret yang cukup berbahaya bila terkena mulut atau mata manusia. siput dan masih banyak yang lain. Septum mandibularis 2. Bufo sp memakan semua serangga dengan ukuran sesuai. dan mempunyai mempunyai pigmen melanofor. e. laba-laba. ulat. Septum pectoralis 3.lebih besar daripada Rana sp. Septum brancialis . Bentuk lidah Bufo sp runcing biasanya digunakan untuk menangkap mangsa. sekret tersebut mampu menimbulkan rasa gatal-gatal bila terkena kulit manusia.

Memiliki selaput renang. namun sangat pendek hingga tak terlihat. Septum abdominalis 5. Hal ini sesuai dengan pendapat Rediopoetro (1996) bahwa bagian tubuh ventral Bufo sp berwarna abu-abu sampai keputihan. b. yang membutuhkan panas pada lingkungan untuk menjaga metabolisme dalam tubuhnya dalam mempertahankan hidupnya. dengan bintil-bintil hitam yang kurang lebih simetris di dagu. BAB V . tangan dan kaki. c. leher. a. Septum lateralis Septum Septum cruralis Septum Septum Septum femoralis Subandibularis pectoralis abduminale Deskripsi : Bufo sp hidup menyebar luas pada daerah tropis yang memiliki hawa yang panas. Bufo sp termasuk hewan berdarah dingin atau poikiloterm.4. dengan tidak adanya lendir pada kulit dan kulit yang berwarna tidak mencolok yakni abu-abu hingga kecoklatan. 6. Bufo sp memiliki kulit yang kasar. 7.

berwarna putih kekuningan yang digantungkan oleh mesorsium. Bufo sp memiliki permukaan kulit yang kasar dengan bintil-bintil. Rana sp memiliki permukaan kulit yang licin mengandung lender. DAFTAR PUSTAKA . 7. dan kulit berwarna tidak mencolok yakni abu-abu hingga kecoklatan. Rana sp memiliki selaput renang yang lebih panjang yang berfungsi untuk berenang saat berada di perairan. 4. 3. dan cenderung berwarna lebih terang. Rana sp dan Bufo sp mengalami metamorfosa dalam siklus perkembangbiakannya. Sistem Genitalia betina Amphibi.KESIMPULAN Dari praktikum yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. pada sebelah kranial dijumpai jaringan lemak berwarna kuning (korpus adiposum). 2. Sistem Genitalia Amphibi jantan. Amphibi merupakan hewan berdarah dingin atau poikiloterm yang hidup di dua habitat yakni darat dan air. ovarium berjumlah sepasang. 6. testisnya berjumlah sepasang. 5.

com/jkimball. J W.php. 2009. Diakses tanggal 14 November 2009 jam 21:20 WIB Anonimb.wikipedia.com/. Http://www. Http://sains.rcn.wordpress. 2009. Http://users. Ksh. Jakarta Kimball. Erlangga. Jakarta. 2009. Vertebrata. Amphibia. Diakses tanggal 18 November 2009 jam 20:46 WIB Campbell. Http://id.ma. Anatomi Katak. 1983. Diakses tanggal 14 November 2009 jam 22:38 WIB Anonimd. 1996. Jakarta. Zoologi. Http://iqbalali. Diakses tanggal 14 November 2009 jam 22:33 WIB Anonimc. Amphibia. Sistem Reproduksi Amphibi. Diakses tanggal 14 November 2009 jam 21:08 WIB Anonime. Erlangga Radiopoetro. Erlangga .com/2007/04/29/sistem-reproduksi/. 2009. Diakses tanggal 14 November 2009 jam 22:47 WIB Anonimf. Amphibi.com.org/wiki/Amfibia.ac.ultranet/Biologypages/.scribd. 2003. 2009. Biologi Edisi kelima Jilid II.Anonima. N A. 2009.biologi.id/index.ugm. Biologi Jilid 3 Edisi Kelima.