LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR PERKEMBANGAN HEWAN I

“AMPHIBI”

Oleh:

Oleh: Nama NIM Asisten Kelompok : Dian Octarina : 08081004023 : Meika Puspita Sari : I (Satu)

LABORATORIUM ZOOLOGI JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2009

ABSTRAK Praktikum yang berjudul “Amphibi” bertujuan untuk mengenal, mengidentifikasi serta mempelajari beberapa sistem tubuh dari beberapa anggota kelas Amphibi. Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa, 17 November 2009, pukul 08.30-10.30 WIB. Bertempat di Laboratorium Zoologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Inderalaya. Alat yang digunakan adalah baki bedah, gunting bedah, jarum penusuk, pinset dan tissue. Dan bahan yang digunakan adalah Bufo sp dan Rana sp. Adapun hasil yang didapat yaitu gambar anatomi dan morfologi tubuh Bufo sp dan Rana sp. Kesimpulan yang didapat pada praktikum ini yaitu tubuh Bufo sp dan Rana sp terbagi atas tiga bagian, yaitu caput, truncus, dan extreminitas baik posterior maupun anterior.

BAB I

Sebagian besar salamander yang hidup di darat berjalan dengan pembengkokan badan dari sisi ke sisi yang mirip dengan cara berjalan tetrapoda awal (Campbell 2003). Kodok dan katak mengawali hidupnya sebagai telur yang diletakkan induknya di air. Sementara jenis kodok hutan yang lain menitipkan telurnya di punggung kodok jantan yang lembab. di sarang busa. tetapi yang lain hidup di darat sebagai hewan dewasa atau bahkan sepanjang masa kehidupan. Paru-paru dan tulang anggota tubuh. dan caecilian (makhluk tak bertungkai yang membuat lubang untuk sarang di hutan tropis dan danau air tawar. salamander. jantung yang beruang tiga itu agaknya memberikan peningkatan yang berarti dalam efisiensi peredaran dan dengan demikian meningkatkan kemampuan untuk mengatasi lingkungan daratan yang keras dan lebih banyak berubah-ubah (Kimball 1983). memberikan sarana untuk lokomosi dan bernafas di udara. termasuk bangkong). Hanya ada sekitar 400 spesies dari ordo Urodela. Telur-telur kodok dan katak menetas menjadi berudu atau kecebong yang bertubuh mirip ikan gendut. Anura (tidak berekor – katak. Latar Belakang Vertebrata pertama di darat adalah anggota kelas Amphibia. yang akan selalu menjaga dan membawanya hingga menetas bahkan hingga menjadi kodok kecil. Saat ini kelas tersebut diwakili oleh kurang lebih 4000 spesies katak. Sekali bertelur katak bisa menghasilkan 5000-20000 telur. bernafas dengan insang dan selama beberapa lama hidup .PENDAHULUAN 1. tergantung dari kualitas induk dan berlangsung sebanyak tiga kali dalam setahun. Beberapa di antaranya hanya hidup di air. yaitu Urodela (berekor – salamander).1. dan Apoda (tak berkaki – caecilian). Atrium kedua dalam jantung memungkinkan darah yang mengandung oksigen dengan darah yang kurang mengandung oksigen terjadi dalam vertikel tunggal. Terdapat tiga ordo Kelas Amphibia yang masih hidup saat ini. atau di tempat-tempat basah lainnya. Beberapa jenis kodok pegunungan menyimpan telurnya di antara lumut-lumut yang basah di pepohonan. yang mereka warisi dari moyang krosopterigia.

atau sinyal kimia (Campbell 2003). katak umumnya merupakan makhluk yang diam. Perlahan-lahan akan tumbuh kaki belakang. menghilangnya ekor. Tujuan Praktikum Praktikum kali ini bertujuan untuk mengenal. Jantan bisa bersuara keras untuk mempertahankan daerah kawin atau untuk menarik betina.2. navigasi angkasa. khususnya selama musim kawin. Pada beberapa spesies darat. . yang kemudian diikuti dengan tumbuhnya kaki depan. dan bergantinya insang dengan paru-paru (Anonima 2009: 1). tetapi banyak spesies mengeluarkan suara-suara untuk memanggil pasangan kawin selama musim kawin. mengidentifikasi serta mempelajari beberapa sistem tubuh dari beberapa anggota kelas Amphibia. 1.di air. Banyak amphibia mempertihatkan perilaku sosial yang kompleks dan beraneka ragam. migrasi ke tempat kawin yang spesifik bisa melibatkan komunikasi suara.

Amphibia berarti dua kehidupan yang mengacu kepada metamorfosis banyak jenis katak. yakni sebagai berikut: (1) tubuhnya diselubungi kulit yang berlendir. (3) amphibi mempunyai jantung yang terdiri dari tiga ruangan. Tetrapoda muda dengan paru-paru untuk bernafas. insang. banyak jenis katak tidak memalui tahapan kecebong akuatik. merangkak ketepian dan memulai kehidupan di darat. Kecebong tidak memiliki kaki dan berenang dengan cara menggeliat seperti leluhurnya yang mirip ikan. dan bios yang artinya kehidupan. mula-mula dalam air tawar kemudian dilanjutkan di darat. (2) merupakan hewan berdarah dingin atau poikiloterm. keadaan ini merupakan fase larva atau biasa disebut berudu. kaki berkembang. umumnya adalah herbivore akuatik dengan insang. sepasang gendang telinga eksternal. meskipun menyandang nama amphibia. Selama metamorfosa yang berakhir dengan kehidupan kedua. Dan amphibia adalah hewan yang hidup dengan dua bentuk kehidupan. yaitu dua serambi dan satu bilik. Fase kehidupan di dalam air berlangsung sebelum alat reproduksinya masak. dan ekor panjang bersirip. (4) mempunyai dua pasang kaki dan pada setiap kakinya terdapat selaput renang yang terdapat di antara jari-jari kakinya dan kakinya berfungsi untuk melompat dan berenang di air. . (6) pernafasan pada saat masih kecebong berupa insang. dan terrestrial (Campbell 2003). sedang kulitnya lembut dan tidak berambut. setelah dewasa alat pernafasannya berupa paru-paru dan kulit. sistem gurat sisi yang mirip dengan ikan. dan sistem pencernaan yang diadaptasikan untuk mengkonsumsi makanan sebagai hewan karnivora. tidak bersisik atau tidak berbulu (Radiopoetro 1996). Namun demikian. (5) matanya mempunyai selaput tambahan yang disebut membrana niktitans yang sangat berfungsi saat menyelam di dalam air. Amphibi mempunyai ciri-ciri. Hewan dewasa memiliki columna vertebralis dan biasa extremitates dengan digiti atau jari-jari yang berbeda-beda. Kecebong yang merupakan tahapan larva dari seekor katak. dan sistem gurat sisi menghilang.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Amphibia berasal dari kata Amphi yang artinya rangkap.

tetapi pada waktu tertentu kembali ke air untuk berkembang biak. Struktur yang sesuai untuk hidup di air digantikan oleh struktur yang sesuai untuk hidup di darat. Bentuk berudu menyerupai ikan karena mempunyai ekor seperti sirip. Pada cerebellum konvulasi hampir tidak berkembang. yang disebut dengan pembuahan eksternal (Anonimb 2009: 1) Sistem saraf amphibi mengalami modifikasi seiring dengan perubahan fase hidup. rawa.(7) hidungnya mempunyai katup yang berfungsi untuk mencegah air masuk ke dalam rongga mulut ketika menyelam. yaitu di air. . pada beberapa amphibi. benafas dengan insang dan berkembang biak secara neotoni. misalnya anggota Plethodontidae. Walaupun demikian. Otak depan menjadi lebih besar dan hemisphaerium cerebri terbagi sempurna. Tapi ada juga beberapa jenis hanya hidup di darat selama hidupnya. Pembuahan terjadi dilur tubuh induknya. Katak dewasa bernafas dengan paru-paru dan mempunyai tungkai (Anonimd 2009: 1). Tahap akhir daur hidup katak adalah berupa katak dewasa. Berudu hidup di air dan bernafas dengan insang. berudu pun mengalami perubahan bentuk. Selanjutnya mulutnya melebar dan mulai memakan makanan yang berbeda. Telur amphibi tidak mempunyai cangkang dan akan kehilangan air dengan cepat di udara kering. Amphibi pada umumnya bertelur di kolam. Pada kelompok ini tidak terdapat stadium larva dalam air (Anonimc 2009: 1) Katak betina bertelur di dalam air. Pada berudu. Telur yang telah dibuahi menetas menjadi berudu. (8) berkembang biak dengan cara melepaskan telurnya dan dibuahi oleh jantang di luar tubuh induknya. Ada beberapa jenis amphibi lain yang sebagian hidupnya berada di daratan. Fungsi insang digantikan oleh paru-paru. Pada fase dewasa mulai terbentuk kelenjar ludah yang menghasilkan bahan pelembab atau perekat. Selama hidup tetap dalam fase berudu. tetap tinggal dalam perairan dan tidak menjadi dewasa. Telur tersebut kemudian dibuahi oleh sperma katak jantan. atau paling tidak di lingkungan lembab. tidak semua amphibi melalui siklus hidup dari kehidupan perairan ke daratan. tumbuh tungai dan ekornya menyusut. Sejalan dengan perkembangannya. fertilisasi terjadi secara eksternal pada sebagian besar spesies dengan jantan mendekap betina dan menumpahkan spermanya di atas telur-telur yang dikeluarkan betina. Pembuahan demikian disebut dengan pembuahan eksternal (pembuahan luar).

yakni ovariumnya berjumlah sepasang. dan berlendir. Pada bagian kulit ventral luar rongga mulut katak jantan terdapat bercak atau tanda hitam abu-abu tempat kantung suara. Darah dari paru-paru dan kulit mengandung banyak . Di dekat kloaka. Duktus wolf keluar dari dorsolateral ginjal. Secara morfologi dapat dibedakan menjadi katak jantan dan katak betina. lembut. Sistem genitalia betina. berjalan ke medial menuju ke bagian cranial ginjal. Saluran reproduksi. duktus mesonefrus pada beberapa spesies akan membesar membentuk vasikula seminalis (penyimpan sperma sementara). Kuliatnya berwarna kuning dengan bercak-bercak hitam. tubulus ginjal akan menjadi duktus aferen dan membawa spermatozoa dari testis menuju duktus mesonefrus. dan pars progonalis. yaitu dua atrium dan satu ventrikel. Sistem genitalia jantan testi berjumlah sepasang. Bentuk luar dari katak adalah mempunyai leher ataupun ekor. Baik ovarium maupun korpus adiposum berasal dari plica gametalis. Vesikula seminalis akan membesar hanya saat musim kawin saja. Vasa aferen merupakan saluran-saluran halus yang meninggalkan testis. Atrium kiri menerima darah dari paru-paru dan kulit. Sebelah caudal dijumpai korpus adiposum. Saluran reproduksinya adalah oviduk yang merupakan saluran berkelok-kelok dimulai dengan bangunan yang mirip corong (infundibulum) dengan lubangnya yang disebut dengan oskum abdominal. berwarna putih kekuningann yang digantungkan oleh mesorsium. masing-masing gonalis. Katak mempunyai tiga ruang jantung. pada sebelah kranialnya dijumpai jaringan lemak berwarna kuning (korpus adiposum).Beberapa jenis bertelur sangat banyak di dalam kolam sementara dan angka kematiannya sangat tinggi. Sebaliknya beberapa jenis memperlihatkan berbagai macam pemeliharaan anak dan menelurkan telur dalam jumlah yang rekatif sedikit bergantung kepada spesies baik jantan atau betina bisa mengeram di punggungnya dalam mulut atau bahkan dalam perutnya. Kloaka kadang-kadang masih jelas dijumpai. Oviduk terletak disebelah caudal mengadakan pelebaran yang disebut duktus mesonefrus dan bermuara di kloaka (Anonime 2009: 1). ia berjalan di sebelah lateral ginjal. sednagkan pada katak betina tidak memiliki bercak atau tanda hitam tersebut (Radiopoetro 1996). Pada badan terdapat dua pasang anggota badan yaitu depan dan belakang. sedangkan atrium kanan menerima darah dari jaringan tubuh melalui sinus venosus. Ovarium digantungkan oleh mesovarium. terletak di bagian posterior rongga abdomen.

Sebagian orang menjadikan amphibi sebagai makanan. Dari ventrikel.oksigen. Darah yang miskin oksigen dipompa kembali ke paru-paru dan kulit untuk mendapatkan oksigen. darah yang mengandung banyak oksigen dipompa ke seluruh tubuh. Darah dari kedua atrium dipompa masuk ke dalam ventrikel. sedangkan darah dari jaringan tubuh mengandung sedikit oksigen. Di dalam rantai makanan. Dalam jantung katak masih terjadi sedikit pencampuran darah kaya oksigen dengan darah miskin oksigen. . Amphibi juga merupakan makanan bagi berbagai vertebrata lainnya. peranan amphibi cukup penting untuk mengatur populasi serangga. misalnya katak hijau untuk memperoleh asupan protein (Anonimd 2009: 2). misalnya ular atau burung.

BAB III METODE PENELITIAN 3. pukul 08. 3. Alat dan Bahan Alat yang digunakan adalah baki bedah. Jurusan Biologi. . digambar dan diberi keterangan pada kertas kerja.3.1. 3. jarum penusuk. Diperhatikan morfologi amphibi tersebut. Universitas Sriwijaya. diperhatikan dan diamati anatomi dari dalam tubuhnya. pinset dan tissue.30 WIB. Dan bahan yang digunakan adalah Bufo sp dan Rana sp. Bertempat di Laboratorium Zoologi. gunting bedah.2. Kemudian dibedah amphibi tersebut. Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa.30-10. Digambar di buku gambar. 17 November 2009. Inderalaya. Cara Kerja Diletakkan amphibi yang akan diamati di atas baki bedah. diberi keterangan dan dituliskan klasifikasi beserta deskripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

6. 5. Caput 13. didapat hasil sebagai berikut: a. Web 3. Digiti 2. Rana sp (Dorsal) Klasifikasi Kingdom Phylum Classis Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Amphibia : Anura : Raniidae : Rana : Rana cancrivora Nama Umum : Katak Keterangan 1. Truncus Nares anteriores Rima oris Organon visus . 4. Cervix 14.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Dari praktikum yang telah dilaksanakan.

9.7. . Katak cenderung memiliki permukaan kulit yang lebih licin. yakni di air dan di darat. Mampu melompat dengan jarak yang jauh karena memiliki kaki kelakang yang panjang. Deskripsi : Membran tympani Dorsal Manus Branchium Kloaka Femur Rana sp hidup merupakan Amphibia yang mampu hidup di dua jenis habitat. Lidahnya bercabang yang digunakan untuk menangkap mangsa/makanannya. Pada punggungnya terdapat tonjolan. bentuk kepalanya segitiga sama kaki. badannya lebih langsing dari Bufo sp dan pada kakinya terdapat selaput renang yang berfungsi untuk berenang di air. Hal ini sesuai dengan pendapat Brontowijoyo (1996) bahwa Rana sp memiliki badan yang licin karena berlendir. 10. 12. 11. Ukuran tubbuhnya lebih kecil dibandingkan Bufo sp. Tungkai depan lebih pendek serta tidak terdapat pigmen melanofor. 8. yaitu berbagai jenis serangga.

2. Septum mandibularis Septum pectoralis Septum biancialis .b. 3. Rana sp (Ventral) Klasifikasi Kingdom Phylum Classis Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Amphibia : Anura : Raniidae : Rana : Rana cancrivora Nama Umum : Katak Keterangan 1.

septum abdominalis. septum pectoralis. 6. berwarna putih-abu-abu. berbeda dengan Bufo sp. tangan dan kaki serta memiliki selaput renang kaki yang lebih jelas dan panjang untuk berenang saat berada di air. yang lebih kecil terdapat di ujung-ujung rahang.4. 7. Sepasang runcingan kulit yang lain. septum submandibularis. Terdapat bagian leher. Septum abdominalis Septum lateralis Septum femoralis Septum cruralis Septum Sumandibularis Septum pectoralis Septum abduminale b. septum lateralis. Hal ini sesuai dengan pendapat Radiopoetro (1996) bahwa bagian ventral (sisi bawah tubuh). 5. dan septum abduminale. Rana sp berbeda dengan Bufo sp meskipun sama-sama termasuk dalam satu kelas amphibia. septum biancialis. a. Memiliki garis yang simetris pada dagu. c. dengan kulit yang licin (halus). septum cruralis. Deskripsi : Bagian ventral pada Rana sp terdiri dari septum mandibularis. septum femoralis. septum pectoralis. . Rana sp tidak memiliki bintik-bintik atau tonjolan-tonjolan pada permukaan kulit.

Cor Hepar Vesika felea . 2. 3.c. Anatomi Rana sp Klasifikasi Kingdom Phylum Classis Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Amphibia : Anura : Raniidae : Rana : Rana cancrivora Nama Umum : Katak Keterangan 1.

tubulus ginjal akan menjadi duktus aferen dan membawa spermatozoa dari testis menuju duktus mesonefrus.4. Hal ini sesuai dengan pendapat Anonimf (2009 : 1) bahwa Rana sp memiliki sistem Genitalia Jantan. 12. 5. testisnya berjumlah sepasang. 15. 6. 14. berwarna putih kekuningan yang digantungkan oleh mesorsium. Vasa aferen merupakan saluran-saluran halus yang meninggalkan testis. 13. 10. Sebelah kaudal dijumpai korpus adiposum. berjalan ke medial menuju ke bagian kranial ginjal. Di dekat kloaka. Vesikula seminalis akan membesar hanya saat musim kawin saja. . 11. 9. 8. Pada saluran reproduksi. duktus mesonefrus pada beberapa spesies akan membesar membentuk vasikula seminalis (penyimpan sperma sementara). 7. Deskripsi : Ventriculus Lien Intestium Pankreas Kloaka Pulmo Ovarium Mesonephrus Oviduct Ureter Uterus Vesika urinaria Rana sp memiliki sistem Genitalia yakni pada Rana sp jantan dan betina yang berperan dalam sistem reproduksinya. terletak di bagian posterior rongga abdomen.

masing-masing gonalis. oviduk merupakan saluran yang berkelok-kelok. Oviduk dimulai dengan bangunan yang mirip corong (infundibulum) dengan lubangnya yang disebut oskum abdominal. Oviduk di sebelah kaudal mengadakan pelebaran yang disebut dutus mesonefrus dan akhirnya bermuara di kloaka. di mana ovarium berjumlah sepasang. ia berjalan di sebelah lateral ginjal. Bufo sp (Dorsal) Klasifikasi Kingdom Phylum Classis Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Amphibia : Anura : Bufoniidae : Bufo : Bufo sp Nama Umum : Kodok Keterangan . Saluran reproduksi berupa oviduk. Ovarium digantungkan oleh mesovarium. pada sebelah kranialnya dijumpai jaringan lemak berwarna kuning (korpus adiposum).Duktus wolf keluar dari dorsolateral ginjal. Kloaka kadang-kadang masih jelas dijumpai. Sistem Genitalia betina Rana sp. d. Baik ovarium maupum korpus adiposum berasal dari plica gametalis. dan pars progonalis.

Punggungnya rata dan .1. 13. 9. 3. 10. 2. mempunyai permukaan kulit yang tidak rata atau terdapat tonjolantonjolan keras dan kasar serta suara yang keras dan nyaring. 4. tympani 8. Memiliki kulit yang kasar dan tubuhnya cenderung lebih gempal atau bulat dibandingkan dengan amphibi dari famili Raniidae. 14. 6. 11. Bufo sp kurang pandai melompat jauh. 5. cervix yang tidak nampak jelas dan truncus. 12. Oleh karena kondisi kakinya yang pendek. Hal ini sesuai dengan pendapat Brontowijoyo (1996) bahwa umumnya Bufo sp dapat beradaptasi lebih baik kondisi lingkungan (habitat) yang lebih kering. Caput Cervix Truncus Nares anteriores Rima oris Organon visus Membran Dorsal Manus Branchium Kloaka Femur Crus Digiti Deskripsi : Bufo sp mempunyai tubuh yang terbagi menjadi 3 bagian yaitu caput. 7. Bufo sp pada umumnya mampu bertahan pada habitat yang lebih kering yakni di daratan.

siput dan masih banyak yang lain. ulat. mampu menghasilkan sekret yang cukup berbahaya bila terkena mulut atau mata manusia. sekret tersebut mampu menimbulkan rasa gatal-gatal bila terkena kulit manusia. laba-laba. Bufo sp memakan semua serangga dengan ukuran sesuai. e. Bentuk lidah Bufo sp runcing biasanya digunakan untuk menangkap mangsa. dan mempunyai mempunyai pigmen melanofor.lebih besar daripada Rana sp. Septum mandibularis 2. Septum brancialis . Bufo sp (ventral) Keterangan 1. Septum pectoralis 3.

Bufo sp termasuk hewan berdarah dingin atau poikiloterm. c. Memiliki selaput renang. b. BAB V . 6. namun sangat pendek hingga tak terlihat.4. dengan bintil-bintil hitam yang kurang lebih simetris di dagu. Bufo sp memiliki kulit yang kasar. dengan tidak adanya lendir pada kulit dan kulit yang berwarna tidak mencolok yakni abu-abu hingga kecoklatan. Septum abdominalis 5. Hal ini sesuai dengan pendapat Rediopoetro (1996) bahwa bagian tubuh ventral Bufo sp berwarna abu-abu sampai keputihan. 7. Septum lateralis Septum Septum cruralis Septum Septum Septum femoralis Subandibularis pectoralis abduminale Deskripsi : Bufo sp hidup menyebar luas pada daerah tropis yang memiliki hawa yang panas. a. yang membutuhkan panas pada lingkungan untuk menjaga metabolisme dalam tubuhnya dalam mempertahankan hidupnya. leher. tangan dan kaki.

ovarium berjumlah sepasang. pada sebelah kranial dijumpai jaringan lemak berwarna kuning (korpus adiposum). testisnya berjumlah sepasang. Sistem Genitalia Amphibi jantan. DAFTAR PUSTAKA . berwarna putih kekuningan yang digantungkan oleh mesorsium. Sistem Genitalia betina Amphibi. Bufo sp memiliki permukaan kulit yang kasar dengan bintil-bintil. 5. 2. 6. 7. Amphibi merupakan hewan berdarah dingin atau poikiloterm yang hidup di dua habitat yakni darat dan air. 3. Rana sp dan Bufo sp mengalami metamorfosa dalam siklus perkembangbiakannya. dan kulit berwarna tidak mencolok yakni abu-abu hingga kecoklatan. Rana sp memiliki permukaan kulit yang licin mengandung lender. dan cenderung berwarna lebih terang. Rana sp memiliki selaput renang yang lebih panjang yang berfungsi untuk berenang saat berada di perairan.KESIMPULAN Dari praktikum yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. 4.

2003. Diakses tanggal 14 November 2009 jam 21:08 WIB Anonime. 2009. Erlangga Radiopoetro. Erlangga . 2009. Amphibia. Http://sains.wikipedia. J W. Diakses tanggal 14 November 2009 jam 21:20 WIB Anonimb.ma. Http://id. Http://iqbalali. Http://users. Sistem Reproduksi Amphibi. Diakses tanggal 18 November 2009 jam 20:46 WIB Campbell. Biologi Jilid 3 Edisi Kelima. Anatomi Katak.ac. 1996. Http://www. 2009. Vertebrata. Diakses tanggal 14 November 2009 jam 22:47 WIB Anonimf.Anonima. Ksh. Biologi Edisi kelima Jilid II. Diakses tanggal 14 November 2009 jam 22:33 WIB Anonimc.rcn. 2009. Amphibia.id/index. Zoologi.com/2007/04/29/sistem-reproduksi/.ugm. 2009. Diakses tanggal 14 November 2009 jam 22:38 WIB Anonimd. 2009. Erlangga.org/wiki/Amfibia.scribd.com. Jakarta.com/jkimball. N A. Jakarta Kimball.biologi.wordpress.com/. Amphibi. 1983.ultranet/Biologypages/. Jakarta.php.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful