Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) SEKOLAH DASAR

PowerPoint

Departemen Pendidikan Nasional
Jakarta, Januari 2007

ii

KATA PENGANTAR

Marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, kita bangsa Indonesia telah rnemiliki Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang merupakan tuntutan pelaksanaan pembaharuan pendidikan yang diharapkan dapat mendukung segala upaya untuk memecahkan masalah pendidikan. Dalam proses pembelajaran, kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat penting, selain guru, sarana dan prasarana pendidikan lainnya. Oleh karena itu, kurikulum digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan pendidikan dan sekaligus sebagai salah satu indikator mutu pendidikan. Di Indonesia tercatat telah lima kali revisi kurikulum pendidikan dasar dan menengah, yaitu pada tahun 1968, tahun 1975, tahun 1984, tahun 1994 dan ujicoba kurikulum tahun 2004. Revisi kurikulum tersebut bertujuan untuk mewujudkan kurikulum yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat, guna mengantisipasi perkembangan jaman, serta untuk memberikan guideline atau acuan bagi penyelenggaraan pembelajaran di satuan pendidikan. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa, pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan, dan kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Selanjutnya dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, disebutkan bahwa standar yang terkait langsung dengan kurikulum adalah Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan, dan telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKI, tersebut di atas. Berdasarkan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta panduan yang disusun oleh BSNP, maka Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah diharapkan dapat mengembangkan Kurikilum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah/karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan peserta didik.

iii

Mengingat bahwa SI, SKL dan KTSP ini harus sudah dilaksanakan oleh semua satuan pendidikan dasar dan menengah pada tahun ajaran 2009/2010, maka kegiatan sosialisasi dan pelatihan SI , SKL dan pengembangan KTSP bagi para pendidik, tenaga kependidikan dan para pemangku kepentingan (stakeholders) pendidikan lainnya harus dilakukan kordinasi dan sinergi dengan semua fihak yang terkait, dan segera dilaksanakan secara terencana, terpadu dan berkelanjutan. Untuk itulah maka disusun bahan sosialisasi dan pelatihan SI, SKL dan Pengembangan KTSP yang telah disinkronkan bersama dengan Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, serta Sekretariat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional. Selanjutnya semua kegiatan sosialisasi dan pelatihan SI, SKL dan Pengembangan KTSP tersebut supaya menggunakan bahan yang telah disiapkan ini, sehingga dapat memperlancar dalam mengembangkan KTSP di masing-masing satuan pendidikan dengan baik. Oleh karena itu, semua lapisan masyarakat yang terkait dengan pendidikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, baik sebagai pengambil kebijakan, pelaksana, maupun masyarakat umum hendaknyamemiliki pemahaman yang baik terhadap perubahan kebijakan tentang kurikulum tersebut. Dengan kesetaraan pemahaman tersebut seluruh upaya peningkatan mutu pendidikan nasional akan mendapatkan dukungan dari segala penjuru dan hal ini akan menjamin keberhasilannya.

Jakarta, Januari 2007 Menteri Pendidikan Nasional

Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA

iv

Daftar Isi

Kata Pengantar.............................................................. iii Daftar Isi ..................................................................... v I.
1. 2. 3.

K ebijakan ....................................................................

Undang–Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional..................................................... 3 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan......................................... 15 Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005 - 2009...................................................... 35

1

II. tandar Isi (SI) dan Standar Kompetensi S L ulusan (SKL) ...................................................
4. 5. 6.

55 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI)............................................... 57 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Kelulusan (SKL).................. 69 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Kelulusan (SKL)......................................... 77

III. urikulum Tingkat Satuan Pendidikan K ( KTSP)........................................................................

83 7. Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi............... 85 8. Penyusunan KTSP...................................................... 93 9. Pengembangan Silabus.............................................. 119 10. Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)...................................................................... 137

IV. odel-Model Kurikulum.......................................... 143 M V.

11. Pengembangan Bahan Ajar......................................... 145

M odel-Model Kurikulum.......................................... 153 12. Pengembangan Model Mata Pelajaran Muatan Lokal....... 155 13. Panduan Model Pengembangan Diri untuk Satuan Pendidikan Dasar ..................................................... 165
14. Model Pembelajaran Tematik SD Kelas I-III ................. 181

VI. embelajaran Tematik............................................ 179 P

v

.................Penilaian Hasil Belajar............................................... 197 P 15.............. Efektif & Menyenangkan (PAKEM) di TK & SD.................................................... embelajaran Efektif............... Pembelajaran Aktif.............................. 237 X... Penyusunan Laporan Hasil Belajar (LHB) Peserta Didik SD/MI........ 18...... 285 L aporan Hasil Belajar (LHB).. 277 19............................. engembangan Bahan Ujian......... 207 16.... 209 IX..... 275 vi ................ 199 VIII..................... Pengembangan Bahan Ujian & Analisis Hasil Ujian........... Kreatif.................... Rancangan Penilaian Hasil Belajar...... 235 P 17.........VII.... Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal..........

KEBIJAKAN 1. Peraturan Pemerintah No. 3. 2. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) I. Undang-Undang No. Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan nasional. 1 .

2 .

Departemen Pendidikan Nasional Materi 1 UNDANG–UNDANG NO. 20 TH.2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Sosialisasi KTSP KTSP Sosialisasi DASAR & FUNGSI PENDIDIKAN NASIONAL Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa Sosialisasi KTSP 3 .

pembentukan watak dan kepribadian. – berakhlak mulia. dan – menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. dan kemajemukan bangsa. berilmu.TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang: – beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. mandiri. serta berbagai kecakapan hidup Sosialisasi KTSP 4 . nilai keagamaan. cakap. nilai kultural. sehat. pemberdayaan. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. Sosialisasi KTSP PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. – Pendidikan sistem terbuka: fleksibilitas pilihan dan waktu penyelesaian program lintas satuan dan jalur pendidikan – Pendidikan multimakna: proses pendidikan yang diselenggarakan dengan berorientasi pada pembudayaan. kreatif.

mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama b. Sosialisasi KTSP HAK PESERTA DIDIK a. d. dan kemampuannya. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat.PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat. yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama. Sosialisasi KTSP 5 . mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan. f. menulis. c. dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. pindah ke program pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain yang setara. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. e. minat. membangun kemauan. Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca.

nonformal.KEWAJIBAN PESERTA DIDIK menjaga norma-norma pendidikan untuk menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan. ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan. atau bentuk lain yang sederajat. Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK). dan/atau informal. kecuali bagi peserta didik yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. a. Sosialisasi KTSP 6 . Sosialisasi KTSP PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. b. Raudhatul Athfal (RA). – Diselenggarakan bagi anak sejak lahir sampai usia 6 tahun dan bukan prasyarat masuk pendidikan dasar Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal.

Pendidikan menengah berbentuk sekolah menengah atas (SMA). sekolah menengah kejuruan (SMK). madrasah aliyah (MA). Pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs). atau bentuk lain yang sederajat. Sosialisasi KTSP 7 .PENDIDIKAN DASAR Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah. atau bentuk lain yang sederajat. dan madrasah aliyah kejuruan (MAK). Sosialisasi KTSP PENDIDIKAN MENENGAH Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar. Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan.

sarana dan prasarana. dan pembiayaan. dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Sosialisasi KTSP STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi. pengelolaan. dan tidak mampu dari segi ekonomi. kompetensi lulusan. pengelolaan.PENDIDIKAN KHUSUS DAN LAYANAN KHUSUS Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik. sarana dan prasarana. tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. proses. Dapat diselenggarakan secara inklusif atau berupa satuan pendidikan khusus Pendidikan layanan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang. masyarakat adat yang terpencil. dan/atau mengalami bencana alam. sosial. bencana sosial. emosional. penjaminan. Pengembangan standar nasional pendidikan serta pemantauan dan pelaporan pencapaiannya secara nasional dilaksanakan oleh suatu badan standardisasi. Sosialisasi KTSP 8 . pembiayaan. tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. mental. dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. dan pengendalian mutu pendidikan. Standar nasional pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum.

Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. dan peserta didik. isi. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. 2. Sosialisasi KTSP KURIKULUM 1. Pengembangan kurikulum secara berdiversifikasi dimaksudkan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan pada satuan pendidikan dengan kondisi dan kekhasan potensi yang ada di daerah Sosialisasi KTSP 9 . Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. potensi daerah.KURIKULUM: PENGERTIAN DASAR Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan.

g.KURIKULUM 3. c. peningkatan potensi. dan minat peserta didik. b. agama. f. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. h. i. dinamika perkembangan global. Sosialisasi KTSP 10 . peningkatan akhlak mulia. peningkatan iman dan takwa. d. persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: a. dan seni. Sosialisasi KTSP Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah. teknologi. Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. tuntutan dunia kerja. e. perkembangan ilmu pengetahuan. kecerdasan. dan j. keragaman potensi daerah dan lingkungan.

j. h. matematika. pengawasan. ilmu pengetahuan alam. f. Masyarakat berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan yang meliputi perencanaan. pendidikan kewarganegaraan. serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan. i. Sosialisasi KTSP 11 . dan evaluasi program pendidikan melalui dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah. g. e. seni dan budaya.MUATAN WAJIB KURIKULUM PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH a. pendidikan agama. Sosialisasi KTSP DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DAN MADRASAH PENGERTIAN DASAR Komite sekolah/madrasah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/wali peserta didik. ilmu pengetahuan sosial. b. keterampilan/kejuruan. pendidikan jasmani dan olahraga. dan muatan lokal. d. bahasa. komunitas sekolah. c.

Sosialisasi KTSP EVALUASI Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. serta pengawasan pendidikan pada tingkat nasional. dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses. dan program pendidikan pada jalur formal dan nonformal untuk semua jenjang. dan kabupaten/kota yang tidak mempunyai hubungan hirarkis.DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DAN MADRASAH Dewan pendidikan sebagai lembaga mandiri dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan pertimbangan. serta pengawasan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. kemajuan. dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan. lembaga. Sosialisasi KTSP 12 . Evaluasi dilakukan terhadap peserta didik. sarana dan prasarana. satuan. sebagai lembaga mandiri. provinsi. dan jenis pendidikan. arahan dan dukungan tenaga. Komite sekolah/madrasah. sarana dan prasarana. arahan dan dukungan tenaga.

transparan. satuan. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 13 . jenjang. jalur. dan jenis pendidikan. Masyarakat dan/atau organisasi profesi dapat membentuk lembaga yang mandiri untuk melakukan evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. Pemerintah dan pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola.EVALUASI Evaluasi peserta didik. dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala. menyeluruh. dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan. satuan pendidikan.

14 .

serta pendidikan dalam jabatan. kompetensi bahan kajian. standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. a. standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental. dan keterampilan. 2. Lingkup Standar Nasional Pendidikan meliputi: Sosialisasi KTSP 15 . d. standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. b. kompetensi mata pelajaran. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. c. pengetahuan. standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan.Departemen Pendidikan Nasional Materi 2 PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 Tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Sosialisasi KTSP KTSP Sosialisasi LINGKUP SNP 1.

tempat berolahraga. dan global. atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Sosialisasi KTSP LINGKUP SNP Lanjutan 3. dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal. standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. bengkel kerja. pelaksanaan. standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan. nasional. Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana. 4. dan h. g. Sosialisasi KTSP 16 . standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. terarah. f. kabupaten/kota. serta sumber belajar lain. perpustakaan. provinsi. yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. akreditasi. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan.LINGKUP SNP Lanjutan e. Untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan dilakukan evaluasi. tempat beribadah. tempat berkreasi dan berekreasi. standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar. prosedur. tempat bermain. laboratorium. dan sertifikasi. dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.

Standar isi mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.STANDAR ISI 1. 2. c. b. kurikulum tingkat satuan pendidikan. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 1. beban belajar. Satuan pendidikan nonformal dalam bentuk kursus dan lembaga pelatihan menggunakan kurikulum berbasis kompetensi yang memuat pendidikan kecakapan hidup dan keterampilan. dan kesehatan. Sosialisasi KTSP 17 . kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. kejuruan. dan kalender pendidikan/akademik. dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: a. Kurikulum untuk jenis pendidikan keagamaan formal terdiri atas kelompok mata pelajaran yang ditentukan berdasarkan tujuan pendidikan keagamaan. d. Kurikulum untuk jenis pendidikan umum. Standar isi memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum. 3. kelompok mata pelajaran estetika. kelompok mata pelajaran jasmani. e. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. 2. olah raga. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.

Setiap kelompok mata pelajaran dilaksanakan secara holistik sehingga pembelajaran masing-masing kelompok mata pelajaran mempengaruhi pemahaman dan/atau penghayatan peserta didik. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. serta kemampuan berkomunikasi. olah raga. kecakapan berhitung. SMP/MTs/SMPLB/ Paket B. 6. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. SMA/MA/ SMALB/ Paket C. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 7. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SD/MI/SDLB/Paket A. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. estetika. kewarganegaraan. Kurikulum dan silabus SD/MI/SDLB/Paket A.KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 4. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia pada SD/MI/SDLB/Paket A. akhlak mulia. SMK/MAK. atau bentuk lain yang sederajat menekankan pentingnya kemampuan dan kegemaran membaca dan menulis. SMK/MAK. bahasa. dan pendidikan jasmani. SMA/MA/SMALB/ Paket C. ilmu pengetahuan dan teknologi. kepribadian. Semua kelompok mata pelajaran sama pentingnya dalam menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah. dan kesehatan. jasmani. 8. Sosialisasi KTSP 18 . seni dan budaya. 5. kewarganegaraan.

matematika. ilmu pengetahuan sosial. SMA/MA/SMALB/Paket C. ilmu pengetahuan alam. teknologi informasi dan komunikasi. SMK/MAK. dan kesehatan pada SD/MI/SDLB/ Paket A. Sosialisasi KTSP 19 . Kompetensi tersebut terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar. serta muatan lokal yang relevan. seni dan budaya. b. keterampilan/kejuruan. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 10. keterampilan/kejuruan. olah raga. 11. 12. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. ilmu pengetahuan sosial. d. SMK/ MAK. keterampilan. SD/MI/ SDLB/Paket A. dan muatan lokal yang relevan. SMA/MA/SMALB/Paket C. serta muatan lokal yang relevan. dan/atau teknologi informasi dan komunikasi. pendidikan kesehatan. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. Kelompok mata pelajaran estetika pada SD/MI/SDLB/Paket A. ilmu pengetahuan alam. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan/atau semester sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. dan muatan lokal yang relevan. ilmu pengetahuan alam. ilmu pengetahuan sosial. teknologi informasi dan komunikasi. ilmu pengetahuan sosial. serta muatan lokal yang relevan. keterampilan/kejuruan. ilmu pengetahuan alam. c. Kelompok mata pelajaran jasmani. matematika. ilmu pengetahuan alam. matematika. dan muatan lokal yang relevan. olahraga. keterampilan. kejuruan. SMA/MA/SMALB/ Paket C. 13. matematika. SMK/MAK. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani.KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 9. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada : a.

BEBAN BELAJAR 1. 3. SMA/MA/SMLB. Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB. Sosialisasi KTSP 20 . dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. penugasan terstruktur. MI/MTs/MA atau bentuk lain yang sederajat dapat menambahkan beban belajar untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian sesuai dengan kebutuhan dan ciri khasnya. 2. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori standar dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester. sesuai kebutuhan dan ciri khas masingmasing. Beban belajar pada pendidikan kesetaraan disampaikan dalam bentuk tatap muka. atau bentuk lain yang sederajat dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester (SKS). Beban belajar untuk SMP/MTs/SMPLB. Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR 4. praktek keterampilan. Beban belajar untuk SD/MI/SDLB. Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB. SMP/MTs/SMPLB. dan kegiatan mandiri yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan. 5. dan kegiatan mandiri yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori mandiri dinyatakan dalam satuan kredit semester. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat menggunakan jam pembelajaran setiap minggu setiap semester dengan sistem tatap muka. 6. Beban belajar pada pendidikan kesetaraan disampaikan dalam bentuk tatap muka. praktek keterampilan.

BEBAN BELAJAR 7. atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat dan kurikulum untuk SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal. SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat. olah raga. kecakapan akademik. Sosialisasi KTSP 21 . Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat. 12. pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup. Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR 11. kecakapan sosial. 9. dan kesehatan. 8. Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. kelompok mata pelajaran pendidikan estetika. dan kecakapan vokasional. Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Pendidikan kecakapan hidup yang mencakup kecakapan pribadi.

Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/ SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/ SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB. atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah keagamaan berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. Sosialisasi KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 1. olah raga. Sosialisasi KTSP 22 . Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. dan SMK/MAK pada jalur pendidikan formal kategori standar. Panduan ini berisi sekurang-kurangnya: a.BEBAN BELAJAR 13. pendidikan kelompok mata pelajaran estetika. pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. 14. dan SMK/MAK pada jalur pendidikan formal kategori mandiri. 2. Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. Panduan ini berisi sekurangkurangnya model-model kurikulum satuan pendidikan keagamaan jenjang pendidikan dasar dan menengah. pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. dan kesehatan. b.

di bawah supervisi dinas kabupaten/ kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan untuk SD. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. SMA. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan tersebut sekurang-kurangnya meliputi model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem paket dan model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem kredit semester. Sosialisasi KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 5. SMK/MAK.KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 3. Kurikulum tingkat satuan pendidikan SD/MI/SDLB. potensi daerah/karakteristik daerah. dan peserta didik. SMP/MTs/SMPLB. 6. dan MAK. dan C ditetapkan oleh dinas kabupaten/kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan berdasarkan kerangka dasar kurikulum sesuai dengan peraturan pemerintah ini dan standar kompetensi lulusan. Kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya untuk program paket A. sosial budaya masyarakat setempat. B. atau madrasah dan komite madrasah. MA. 4. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. MTs. SMP. SMA/MA/SMALB. dan SMK. Sosialisasi KTSP 23 . Sekolah dan komite sekolah. atau bentuk lain yang sederajat dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan.

Sosialisasi KTSP 24 . pengetahuan. minggu efektif belajar. • Kompetensi lulusan untuk mata pelajaran bahasa menekankan pada kemampuan membaca dan menulis yang sesuai dengan jenjang pendidikan.KALENDER PENDIDIKAN 1. dan keterampilan. Kalender pendidikan/kalender akademik mencakup permulaan tahun ajaran. 2. dan hari libur. • Kompetensi lulusan mencakup sikap. Sosialisasi KTSP STANDAR KOMPETENSI LULUSAN • Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Hari libur dapat berbentuk jeda tengah semester selama-lamanya satu minggu dan jeda antar semester. • Standar kompetensi lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. waktu pembelajaran efektif.

ahklak mulia. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. • Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. kepribadian. ahklak mulia. pengetahuan. pengetahuan. dan – penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. – penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan. • Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. pengetahuan. Sosialisasi KTSP STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN • Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: – penilaian hasil belajar oleh pendidik. ahklak mulia. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. kepribadian. kepribadian. Sosialisasi KTSP 25 .STANDAR KOMPETENSI LULUSAN • Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan.

ujian. ulangan akhir semester. – bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui: a. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. ulangan. dan ulangan kenaikan kelas. olah raga. 2. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. penugasan. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi diukur melalui ulangan. dan – memperbaiki proses pembelajaran. ulangan. dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. kemajuan. 5. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. Sosialisasi KTSP 26 . Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik. dan b. dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai 4. dan kesehatan dilakukan melalui: a. Penilaian ini digunakan untuk: – menilai pencapaian kompetensi peserta didik. pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 3. pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik. ulangan tengah semester. serta b. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 1.

Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH SATUAN PENDIDIKAN 1. kelompok mata pelajaran estetika. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran. olah raga. dan kelompok mata pelajaran jasmani. kelompok mata pelajaran jasmani. 2.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 6. Penilaian akhir mempertimbangkan hasil penilaian peserta didik oleh pendidik Sosialisasi KTSP 27 . kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. b. d. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. c. 3. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah BSNP menerbitkan panduan penilaian untuk: a. dan kesehatan merupakan penilaian akhir untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. olahraga. kelompok mata pelajaran estetika. dan kesehatan. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. dan e.

Sosialisasi KTSP 28 . 3. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Untuk dapat mengikuti ujian sekolah/madrasah. Penilaian ini bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 1. olah raga. dan akuntabel.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH SATUAN PENDIDIKAN 4. Ujian nasional diadakan sekurang-kurangnya satu kali dan sebanyak-banyaknya dua kali dalam satu tahun pelajaran. Penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan melalui ujian sekolah/madrasah untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. 5. berkeadilan. peserta didik harus mendapatkan nilai yang sama atau lebih besar dari nilai batas ambang kompetensi yang dirumuskan oleh BSNP. 2. pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Ujian nasional dilakukan secara obyektif. dan kesehatan. serta kelompok mata pelajaran jasmani. kelompok mata pelajaran estetika.

pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 6.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 4. c. Hasil ujian nasional digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk: a. Sosialisasi KTSP 29 . Setiap peserta didik jalur formal pendidikan dasar dan menengah dan pendidikan jalur nonformal kesetaraan berhak mengikuti ujian nasional dan berhak mengulanginya sepanjang belum dinyatakan lulus dari satuan pendidikan. b. d. penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan. Peserta didik pendidikan informal dapat mengikuti ujian nasional setelah memenuhi syarat yang ditetapkan oleh BSNP. 5. 7. 8. Peserta ujian nasional memperoleh surat keterangan hasil ujian nasional yang diterbitkan oleh satuan pendidikan penyelenggara Ujian Nasional. pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan. Setiap peserta didik wajib mengikuti satu kali ujian nasional tanpa dipungut biaya. dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya.

6. Matematika. Bahasa Inggris. dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program pendidikan. 2. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Matematika.UJIAN NASIONAL Mata pelajaran yang diujikan: 1. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. atau bentuk lain yang sederajat. Matematika. 4. 3. Bahasa Inggris. Sosialisasi KTSP 30 . Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Matematika. dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program pendidikan. Matematika. Pada program paket B. Sosialisasi KTSP UJIAN NASIONAL 5. dan mata pelajaran kejuruan yang menjadi ciri khas program pendidikan. Bahasa Inggris. 7. Pada program paket C. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Bahasa Inggris. Pada SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat. Matematika. Pada jenjang SMP/MTs/SMPLB. Bahasa Inggris. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). atau bentuk lain yang sederajat. Matematika. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Kewarganegaraan. Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Kewarganegaraan. Pada program paket A. Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia. Pada jenjang SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat. Pada jenjang SD/MI/SDLB.

memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. c.KELULUSAN Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: a. dan d. b. kelompok mata pelajaran estetika. sistematis. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan. Penjaminan mutu pendidikan bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan. olah raga. menyelesaikan seluruh program pembelajaran. Sosialisasi KTSP PENJAMINAN MUTU 1. dan terencana dalam suatu program penjaminan mutu yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas. lulus Ujian Nasional. dan kesehatan. 2. dan kelompok mata pelajaran jasmani. lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. 3. Penjaminan mutu pendidikan dilakukan secara bertahap. Sosialisasi KTSP 31 .

9. Pemerintah Provinsi mensupervisi dan membantu satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya untuk meyelenggarakan atau mengatur penyelenggaraannya dalam melakukan penjaminan mutu. LPMP mensupervisi dan membantu satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dalam melakukan upaya penjaminan mutu pendidikan.PENJAMINAN MUTU 4. dan BAN-PT memberikan rekomendasi penjaminan mutu pendidikan kepada program dan/atau satuan pendidikan yang diakreditasi. dan kepada Pemerintah dan Pemerintah Daerah. 6. Pemerintah Kabupaten/Kota mensupervisi dan membantu satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya untuk meyelenggarakan atau mengatur penyelenggaraannya dalam melakukan penjaminan mutu. Menteri yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama mensupervisi dan membantu satuan pendidikan keagamaan melakukan penjaminan mutu. BAN-PNF. 8. Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud pada ayat (6). jenjang dan jalur pendidikan. 10. LPMP bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan Perguruan tinggi. BAN-S/M. Menteri menerbitkan pedoman program penjaminan mutu satuan pendidikan pada semua jenis. Sosialisasi KTSP 32 . 5. Sosialisasi KTSP PENJAMINAN MUTU 7.

PENJAMINAN MUTU 11. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 33 . Rekomendasi dari BSNP tersebut didasarkan pada penilaian khusus. Penyelenggaraan satuan pendidikan yang tidak mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan ini dapat memperoleh pengakuan dari Pemerintah atas dasar rekomendasi dari BSNP. 12.

34 .

Materi 3 RENCANA STRATEGIS DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN 2005 . (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. yang diatur dengan UndangUndang (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. mencerdaskan kehidupan bangsa. 25 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (2004-2009) Pendidikan ditetapkan sebagai salah satu prioritas dalam agenda utama pembangunan nasional. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Peraturan Pemerintah No. yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Amanat Undang-Undang No. serta (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia … Amanat Pasal 31 UUD 1945 (1) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.2009 1 PENDAHULUAN • • Amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) … melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. 2 • • 35 .

24. Intensifikasi dan ekstensifikasi pemeriksaan oleh Itjen. 25. 2. dan BPK 38. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengelola pendidikan 12. dan BPK 39. Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Negara 5. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan 27. Perluasan akses pendidikan keaksaraan bagi penduduk usia >15 tahun 9. TPA Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun – SD. Peningkatan ketaatan aparat pada peraturan perundang-undangan 33. Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraan dan Kepemerintahan 6. Penyelesaian tindak lanjut temuan-temuan pemeriksaan Itjen. Pengembangan sekolah berbasis keunggulan lokal di setiap Kab/Kota 22. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pemeriksaan aparat Itjen 35. MI. Pelaksanaan Inpres No. 6. Pendidikan Keterampilan Hidup 20. Pengembangan aplikasi SIM secara terintegrasi (Keuangan. Pembangunan sekolah bertaraf internasional di setiap propinsi dan/atau kabupaten/kota 11. 7. BPKP. Aset. Pengembangan guru sebagai profesi 18. Perbaikan sarana dan prasarana 28. MTs 8. 3. Intensifikasi tindakan-tindakan preventif oleh Itjen 37. dan profesi Peningkatan jumlah dan mutu publikasi ilmiah dan HAKI 4. Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 3 PROGRAM PENGUATAN KEBIJAKAN DEPDIKNAS DENGAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH BAPPENAS Program Bappenas 7. BPKP. 23. 2. Implementasi dan penyempurnaan SNP oleh BSNP 15. Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan 2. Pemanfaatan ICT sebagai media pembelajaran jarak jauh 26. Peningkatan SPI berkoordinasi dengan BPKP dan BPK 29. SMP. Manajemen Pelayanan Pendidikan Program-program lainnya 1. 1. dan PT 14. Perluasan pendidikan kecakapan hidup 17. Perluasan dan peningkatan mutu akreditasi 19. dan data lainnya) 8. Perluasan akses SMA/SMK dan SMA terpadu 21.utamaan Gender dan Anak 4. Kegiatan Pokok Pemerintah Perluasan akses PAUD Pendanaan biaya operasi wajar Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan wajar Rekrutmen pendidik dan tenaga kependidikan (program wajar) Perluasan akses pendidikan wajar pada jalur nonformal Perluasan akses SLB dan sekolah inklusif Pengembangan sekolah wajar layanan khusus bagi daerah terpencil/kepulauan yang berpenduduk jarang dan terpencar. Pendidikan Menengah 10. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) – TK. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara 4 36 . 3. Penataan regulasi pengelolaan pendidikan 32. RA. Penjaminan mutu secara terprogram dengan mengacu kepada SNP 16. Peningkatan kapasitas dan kompetensi managerial aparat 31. Program Pengelolaan Sumberdaya Manusia Aparatur 7. Perluasan akses PT Mendorong jumlah jurusan di PT yang masuk dalam 100 besar Asia Akselerasi jumlah program studi kejuruan. Pendidikan Non Formal 5. Pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan 6. Program Penelitian dan Pengembangan Iptek 3. SLB. Peningkatan pencitraan publik 34.PROGRAM PENGUATAN KEBIJAKAN DEPDIKNAS DENGAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH BAPPENAS Program Bappenas 1. Peningkatan peran serta masyarakat dalam perluasan akses SMA/SMK/SM Terpadu. 4. Peningkatan kapasitas dan kompetensi aparat dalam perencanaan dan pengangaran 30. Program Penguatan Kelembagaan Pengarus. Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Kegiatan Pokok Pemerintah 13. KB. vokasi. Kepegawaian.5 Tahun 2004 tentang percepatan pemberantasan KKN 36. Pendidikan Tinggi 5.

DASAR KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL A. membimbing. dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 B. tercantum bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berhak mengarahkan. Misi Pendidikan Nasional D. dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. AMANAT UNDANG-UNDANG NO 20/2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Tata Nilai Departemen Pendidikan Nasional 5 A. 6 37 . Amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. Visi Pendidikan Nasional C. membantu.

Meningkatkan kualitas jasmani. 8 38 . 4. nilai keagamaan. Meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. mental serta intelektual. Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. 6. emosi. agama. 3. kelompok etnis. membangun kemauan. 7 2. dan akhlak mulia. 5. 2. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca.PASAL 4 UU 20/2003 Tentang SISDIKNAS: PRINSIP-PRINSIP DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN 1. nilai kultural. dan demokratis tanpa membedakan tempat tinggal. dan kemajemukan bangsa. menulis. dan jenjang pendidikan bagi semua warga negara secara adil. jenis. dan kelainan fisik. takwa. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. 4. tidak diskriminatif. Meningkatkan sensitifitas dan kemampuan ekspresi estetis. dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. Meningkatkan iman. jenis kelamin. TUJUAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA MENENGAH 1. 5. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. 3. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. status sosial-ekonomi. Meningkatkan pemerataan kesempatan belajar pada semua jalur.

serta memiliki kecakapan hidup yang dapat membantu dirinya dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan. terampil. tidak pernah sekolah. bermutu. Menurunkan secara signifikan jumlah penduduk buta aksara. Meningkatkan relevansi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan melalui peningkatan hasil penelitian. ahli dan profesional. pengembangan dan penciptaan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh perguruan tinggi serta penyebarluasan dan penerapannya pada masyarakat. Memperluas akses pendidikan non-formal bagi penduduk laki-laki maupun perempuan yang belum sekolah. Meningkatkan kualitas pendidikan dengan tersedianya standar pendidikan nasional dan Standar Pelayanan Minimal (SPM). kemampuan.6. buta aksara. putus sekolah dalam dan antar jenjang serta penduduk lainnya yang ingin meningkatkan pengetahuan. mampu belajar sepanjang hayat. 10 39 . Menuntaskan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun secara efisien. 7. dan keterampilan. Meningkatkan daya saing bangsa dengan menghasilkan lulusan yang mandiri. 8. 9 9. dan relevan sebagai landasan yang kokoh bagi pengembangan kualitas manusia Indonesia. 11. bermutu. 10. serta meningkatkan kualifikasi minimun dan sertifikasi bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan lainnya.

11 B. 13. kolusi. dan nepotisme untuk mewujudkan Pemerintah yang bersih dan berwibawa. produktif. dan demokratis dalam suatu tata kelola yang baik dan akuntabel. Mempercepat pemberantasan korupsi. 14. Sejalan dengan Visi Pendidikan Nasional tersebut. serta efektivitas pelaksanaan otonomi dan desentralisasi pendidikan termasuk otonomi keilmuan. VISI PENDIDKAN NASIONAL Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas manajemen pelayanan pendidikan melalui peningkatan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah.12. peran serta masyarakat dalam pembangunan pendidikan. Menata sistem pengaturan dan pengelolaan pendidikan yang semakin efisien. Depdiknas berhasrat untuk pada tahun 2025 menghasilkan: INSAN INDONESIA CERDAS DAN KOMPETITIF (Insan Kamil / Insan Paripurna) 12 40 .

Insan Cerdas Komprehensif dan Kompetitif Makna Insan Indonesia Cerdas Komprehensif Cerdas spiritual •Beraktualisasi diri melalui olah hati/kalbu untuk menumbuhkan dan memperkuat keimanan. keterampilan. membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar. •Aktualisasi insan adiraga. bugar. meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral. dan trengginas. terampil. mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia. dan nilai berdasarkan standar nasional dan global. •Aktualisasi insan intelektual yang kritis. –ceria dan percaya diri. •Beraktualisasi diri melalui interaksi sosial yang: –membina dan memupuk hubungan timbal balik. sikap. •Beraktualisasi diri melalui olah pikir untuk memperoleh kompetensi dan kemandirian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. •Berkepribadian unggul dan gandrung akan keunggulan •Bersemangat juang tinggi •Mandiri •Pantang menyerah •Pembangun dan pembina jejaring •Bersahabat dengan perubahan •Inovatif dan menjadi agen perubahan •Produktif •Sadar mutu •Berorientasi global •Pembelajar sepanjang hayat Makna Insan Indonesia Kompetitif Cerdas emosional & sosial Kompetitif Cerdas intelektual Cerdas kinestetis 13 C. dan 5. pengalaman. Depdiknas untuk tahun 2005 – 2009 menetapkan Misi sebagai berikut: MEWUJUDKAN PENDIDIKAN YANG MAMPU MEMBANGUN INSAN INDONESIA CERDAS KOMPREHENSIF DAN KOMPETITIF. serta –berwawasan kebangsaan dengan kesadaran akan hak dan kewajiban warga negara. berdaya-tahan. 14 41 . –menjunjung tinggi hak asasi manusia. sigap. •Beraktualisasi diri melalui olah raga untuk mewujudkan insan yang sehat. –menghargai kebhinekaan dalam bermasyarakat dan bernegara. 4. ketakwaan dan akhlak mulia termasuk budi pekerti luhur dan kepribadian unggul. memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan RI. •Beraktualisasi diri melalui olah rasa untuk meningkatkan sensitivitas dan apresiasivitas akan kehalusan dan keindahan seni dan budaya. 2. –demokratis. –empatik dan simpatik. 3. Selaras dengan Misi Pendidikan Nasional tersebut. MISI PENDIDIKAN NASIONAL 1. kreatif dan imajinatif. serta kompetensi untuk mengekspresikannya.

Taat Azas 8. Peningkatan mutu. Demokratis.D. dan daya saing keluaran pendidikan. Mengilhami (Inspiring) 5. Menjadi Teladan 3. danInklusif 15 TIGA PILAR KEBIJAKAN PENDIDIKAN 1. dan citra publik pendidikan. Gandrung Mutu Tinggi (Service Excellence) 3. Antisipatif dan Inovatif 6. Produktif (Efektif dan Efisien) 2. Kreatif 6. Pemerataan dan perluasan akses pendidikan. Akuntabel 1. 3. Belajar Sepanjang Hayat 1. Memberdayakan (Em powering) 6. TATA NILAI DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL INPUT VALUES Nilai-nilai yang diharapkan ditemukan dalam diri setiap pegawai Depdiknas PROCESS VALUES Nilai-nilai yang harus diperhatikan dalam bekerja di Depdiknas. Disiplin 7. akuntabilitas. Koordinatif dan Bersinergi dalam Kerangka KerjaTim 9. Bertanggung Jawab dan Mandiri 5. Responsif dan Aspiratif 5. dalam rangka mencapai dan mempertahankan kondisi keunggulan OUTPUT VALUES Nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh mereka yang berkepentingan terhadap Depdiknas PENYELENGGARA DAN PENGELOLA PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN & MANAJEMEN YANG PRIMA BERORIENTASI KEPADA KEPENTINGAN PEMAKAI LAYANAN PENDIDIKAN 1. Antusias dan Bermotivasi Tinggi 4. Memotivasi (Motivating) 4. Dapat Dipercaya (Andal) 4. relevansi. Visioner dan Berwawasan 2. Penguatan tata kelola. Peduli dan Menghargai orang lain 8. Profesional 3. Amanah 2. 2. 16 42 . Berkeadilan. Membudayakan (Cultureforming) 7.

5 Antar Provinsi APM Dalam Provinsi 39. masalah perluasan akses lebih menonjol terjadi pada jenjang SMP/MTs Tingkat partisipasi pendidikan makin rendah pada jenjang pendidikan yang makin tinggi (2004) Kelompok usia 7-12 tahun Kelompok usia 13-15 tahun Kelompok usia SLTA Pendidikan Tinggi APS 96.48 % APM 93.04 % APM 65.5 29.2 70.AKSES PENDIDIKAN Rata-rata tingkat pendidikan masyarakat masih rendah (2004) Kelompok usia > 15 th Kelompok usia > 15 th Kelompok usia > 15 th Rata-rata lama sekolah 7.2% Yang buta aksara 9.24 % APK 54.8 29.26 % 17 Kontribusi Sumber Kesenjangan Akses Pendidikan Antar dan Intra Provinsi Sumber Kesenjangan SD/ MI SMP/ MTs SM/ MA Antar Provinsi APK Dalam Provinsi 30.8 % APS 83.5 70.8 72.2 27.1 18 43 .5 69.38 % APK 14.2 35.55% Dalam rangka penuntasan Wajar Dikdas 9 tahun.8 64.2 th Yang berpendidikan SLTP 36.9 60.5 % APS 53.

20 44 .00 1995 1998 2002 Tahun 19 Laki-laki Perempuan+Laki2 2003 2004 MUTU PENDIDIKAN (2004) 1.00 98. Pendanaan pendidikan yang belum memadai untuk menunjang mutu pembelajaran.50 P ersen tase 98. Prasarana dan sarana belajar yang terbatas dan belum didayagunakan secara optimal.00 97.50 97. Ketersediaan pendidik dan tenaga kependidikan serta kesejahteraannya yang belum memadai baik secara kuantitas maupun kualitas. serta 4.00 96. 2. 3.Tingkat Keaksaraan Penduduk Usia 15-24 Tahun 1995-2004 Perempuan 99. Proses pembelajaran yang belum efisien dan efektif.50 96.

30 42.748 452.31 0.KUALIFIKASI PENDIDIK TAHUN 2002/2003 Jenjang No Pendidikan 1 2 3 4 5 6 7 8 TK SLB SD SMP SM SMA SMK PT Jumlah Guru 137.46 21 RASIO PENDIDIKAN TAHUN 2002/2003 Sumber: PDIP – Balitbang.75 64.286 Ijazah Tertinggi < D1 (%) 90.33 1.23 2.05 0.10 26.18 Sarjana (%) 3. 2004 22 45 .35 8.16 56.33 11.55 40.45 0.37 23.79 D3 (%) 5.234.62 2.927 466.069 8.114 147.304 1.39 72.54 S2/S3 (%) 0.14 21.03 69.58 49.92 30.33 0.559 236.255 230.33 43.54 D2 (%) 5.86 1.57 47.33 0.06 1.10 3.17 25.88 46.89 1.

234.311 67.643 230.599 1.00 Rusak Berat 201.588 2. Tidak Layak SMA 3 a.00 Rusak Ringan 299.0 50. Layak b.143. Layak b.864 % 34.961 % 100.675 311. Layak b.631 43.507 Sumber: Pusat Data dan Informasi Pendidikan.1 35.283 % 7.0 Swasta 91.105 167.258 187.12 2.6 29.412 97.7 49.4 23.03 3.748 299.440 155.7 43.803 87.430 75. Tidak Layak SMK 4 a.0 15.408 89.260 98.7 29.63 5.4 38.217 96.290 1 2 3 4 SD SMP SMA SMK 364. 2004 Kelayakan Negeri 1.581 23. Tidak Layak Sumber: PDIP – Balitbang.7 12.0 14.720 108.832 107.GURU DAN KEPALA SEKOLAH MENURUT KELAYAKAN MENGAJAR TAHUN 2002/2003 No.531 202.3 23 KONDISI RUANG BELAJAR TAHUN 2003 No Bangunan/ Gedung Kondisi Bangunan Ruang Belajar Layak pakai Jumlah % 42.9 100.811 122.217 466.395 558.1 32.0 56.0 37.919 % 23.857 41.0 67.26 5.385 58.914 55. Tidak Layak SMP 2 a. SD 1 a.7 43.2 66.6 47.114 154. Layak b.3 53.598 4.1 33.12 82.315 50.645 27.424 48. Balitbang Depdiknas (2003) 24 46 .070 584.59 5.684 147.967 20.3 4.283 72.379 35.480 78.6 46.0 19.237 9.927 625.9 100.4 33.5 67.1 17.00 865.62 12.542 155.3 Jumlah 1.4 3.34 92.598 63.3 45.3 100.416 4.29 92.559 83.710 609.051 40.678 % 92.0 64.3 20.

TAHUN 2004 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 Kl s Kl s Kl s Kl s Kl s Kl s R er a 25 7.68 4.96 1.93 0.92 4.ANGKA MENGULANG KELAS SD MENURUT TINGKAT.82 ANGKA PUTUS SEKOLAH MENURUT JENJANG PENDIDIKAN DAN JENIS KELAMIN TAHUN 2004 6 5 4 3 2 1 0 SD SMP Laki2 SMA/SMK Rerata 26 PT Perempuan 47 .07 2.26 ta 1 2 3 4 5 6 3.

0 0 1 .0 0 6 .Nilai Ujian Nasional SMA Program IPA Tahun 2003/04 dan 2004/05 8 .0 0 5 .0 0 7 .0 0 B In d B In g g 2 0 0 3 /0 4 Mat 2 0 0 4 /0 5 27 R a ta 2 TATA KELOLA DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL (2004) 1.0 0 2 . Desentralisasi bidang pendidikan.0 0 0 .0 0 4 . Pentingnya pengawasan terhadap berbagai program dan kegiatan yang terkait dengan upaya pemerataan dan perluasan akses serta peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan. 28 48 . 2. Belum didukung oleh data dan informasi yang akurat pada berbagai tingkatan pemerintahan.0 0 3 . 3.

dan PT 1.10 Perluasan Akses SMA/SMK dan SM Terpadu 1.4 Perluasan akses pendidikan Wajar pada jalur nonformal 1.8 Perluasan akses Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) PEMERATAAN & PERLUASAN AKSES PENDIDIKAN 1.7 Pengembangan Pendidikan Layanan Khusus bagi Anak Usia Wajar Dikdas di Daerah Bermasalah 1. dan Daya Saing 3.3 Rekruitmen Pendidik dan Tenaga Kependidikan 30 49 .11 Perluasan Akses Perguruan Tinggi 1. Penguatan Tata Kelola.KEBIJAKAN POKOK PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL 1.13 Peningkatan peran serta Masyarakat dalam Perluasan Akses SMA. 29 1. Relevansi.5 Perluasan akses pendidikan keaksaraan bagi penduduk usia >15 tahun 1.2 Penyediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Wajar 1. Peningkatan Mutu Pendidikan.9 Pendidikan Kecakapan Hidup 1. Akuntabilitas. Pemerataan dan Perluasan Akses 2. dan Citra Publik.6 Perluasan Akses Sekolah Luar Biasa dan Sekolah Inklusif 1. SLB.12 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai Sarana Pembelajaran Jarak Jauh 1. KEBIJAKAN DALAM PEMERATAAN DAN PERLUASAN AKSES PENDIDIKAN 1.1 Pendanaan Biaya Operasional Wajar Dikdas 9 Tahun 1. SMK/SM Terpadu.

dan BPK 3.1 Peningkatan Sistem Pengendalian Internal Berkoordinasi dengan BPKP dan BPK Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Manajerial Aparat 3. BPKP. dan Data Lainnya) 3. Entrepreneurship.2a Pengawasan dan Penjaminan Mutu secara Terprogram dengan Mengacu pada SNP 2.10 Mendorong Jumlah Jurusan di PT yang Masuk dalam 100 Besar Asia atau 500 BesarDunia 2.7b Peningkatan Kreativitas. RELEVANSI.3 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Aparat Perencanaan dan Penganggaran 3.9 Pembangunan Sekolah Bertaraf Internasional di Setiap Provinsi/ Kabupaten/Kota 2.2 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Aparat Inspektorat Jenderal 3.5 Penataan Ketaatan pada Peraturan Perundang .7 Peningkatan Citra Publik 3. dan DAYA SAING 2.8 Pengembangan Sekolah Berbasis Keunggulan Lokal di Setiap Kabupaten/Kota 31 3. dan PENCITRAAN PUBLIK 3. dan Kepemimpinan Mahasiswa 2.12 Penyelesaian Tindak Lanjut Temuan -temuan Pemeriksaan Itjen.9 Pelaksanan Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan KKN 3. KEBIJAKAN DALAM PENINGKATAN MUTU. AKUNTABILITAS. Kepegawaian.13 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan 2.11 Akselerasi Jumlah Program studi Kejuruan.11 Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pemeriksaan oleh Itjen. dan BPK 3.b Survai Benchmarking Mutu Pendidikan Terhadap Standar Internasional 2.13 Pengembangan Aplikasi SIM secara Terintegrasi (Keuangan. vokasi.2.4b Pembinaan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Nonformal 2.10 Intensifikasi Tindakan tindakan Preventif oleh Inspektorat Jenderal 3.4 3.3 Perluasan dan Peningkatan Mutu Akreditasi oleh BAN -SM.5 Pengembangan Kompetensi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan 2. AKUNTABILITAS DAN CITRA PUBLIK 32 50 .8 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Pengelola Pendidikan - PENGUATAN TATA KELOLA. dan Profesi 2.4a Pengembangan Guru sebagai Profesi 2. BPKP. RELEVANSI & DAYA SAING Perluasan Pendidikan Kecakapan Hidup 2.12 Peningkatan Jumlah dan Mutu Publikasi Ilmiah dan HAKI 2. BAN -PNf dan BAN-PT 2.6 Penataan Regulasi Pengelolaan Pendidikan dan Penegakkan Hukum di Bidang Pendidikan 3.2.6 Perbaikan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana 2. KEBIJAKAN DALAM PENGUATAN TATA KELOLA.7a PENINGKATAN MUTU. Aset.undangan 3.1 Implementasi dan Penyempurnaan SNP dan Penguatan Peran Badan Standar Nasional Pendidikan 2.

dan daya saing.Periode 2020 – 2025 Daya Saing Internasional 33 RENCANA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA MENENGAH 2005 – 2009 Program pembangunan Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009 diarahkan pada upaya mewujudkan kondisi yang diharapkan pada tahun 2009 yang difokuskan pada: (1) Pemerataan dan perluasan akses pendidikan. dan citra publik. (2) Peningkatan mutu.Periode 2005 – 2010 Peningkatan Kapasitas dan Modernisasi B.RENCANA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA PANJANG A. (3) Penguatan tata kelola. relevansi. akuntabilitas. 34 51 .Periode 2010 – 2015 Penguatan Pelayanan C.Periode 2015 – 2020 Daya Saing Regional D.

21%.8 12.2 13.7 12.816.835.4 25. menyenangkan dan mencerdaskan •Seimbang antara pengembangan kecerdasan rasional (berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi) dan kecerdasan emosional.308.144.Total Jumlah .Program Penelitian dan Pengembangan Pendidikan 9.533.196.2% untuk usia 7-12 dan 16.Program Pendidikan Tinggi 5.603.Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan Program-program Lainnya 1. 82.Usia .961.6 12.5% untuk usia13-15 3.112.2 16.6 6.9 164.697.Program Peningkaan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara SASARAN JUMLAH PESERTA DIDIK ( ribu orang ) Tahun KOMPONEN 2004/05 Penduduk 0 – 3 Tahun 4 – 6 Tahun 7 – 12 Tahun 13 – 15 Tahun 16 – 18 Tahun 19 – 24 Tahun 15 Tahun Jumlah Peserta Ke atas Penduduk Didik sederajat & yang sederajat sederajat 29.556.845.415.Terjadi kesenjangan akses pendidikan menurut kategori perkotaan & pedesaan.322.4 27.088.Program Pendidikan Nonformal 6.Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 7.218.Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2.Program Penguatan Kelembagaan Pengarus-utamaan Gender dan Anak 2.1 12.1 3.073.Penduduk ≥ 15 tahun yang buta aksara 15.2% lulusan Perguruan Tinggi menjadi karyawan •Kebutuhan guru 218.6 13.858.717.0 12.Usia .065.9 3.4 16.4 24.335. 34.859.561. gender.5 161.4 juta atau 10.725.0 27.0 11.Angka kesenjangan cenderung naik di tingkat pendidikan menengah dan perguruan tinggi 6. sosial.3% ruang belajar SD rusak berat. APK Perguruan Tinggi= 18% •Memberi kesempatan yang sama pada seluruh peserta didik dari berbagai golongan menurut kategori tingkat ekonomi.62% (2004) 4. spritual •70% dosen dengan berpendidikan S2/S3 •50% sarana sekolah memenuhi SNP •AnggaranpendidikandariAPBN = 20% •5 prodi PT masuk dalam100 besar PT di Asia atau 500 besar dunia •Manajemen perubahan secara internal yang menjamin terjadinya perubahan secara berkelanjutan •Sistem pembiayaan berbasis kinerja (ditingkat satuan pendidikan dan pemerintah daerah) •Manajemen berbasis sekolah (MBS) mulai SD sampai dengan SM •Disiplin kerja tinggi melalui internalisasi etos kerja •Satuan dan program pendidikan yang ada pada setiap tingkatan pemerintahan mencapai status kapasitas tertinggi dan memenuhi standar SNP •Penerapan TIK secara optimal pada manajemen 35 pendidikan yang transparan dan akuntabel •Laporan Keuangan dengan opini WTS dari BPK Jumlah .0 25.Anak tidak bersekolah 3.100.5 158.508.0 216.9 4.440.955.1 219.638.7 25.366.1 12.3 16.476.3 23.Usia .827.9 12.2 11.1 7.6 8.075.PT/PTA/PTK Akses Pendidikan Mutu Pendidikan Tata Kelola Depdiknas 1.202.8 10.707. serta mampu dan tidak mampu secara ekonomis.5 36 52 .324.0 24.311.Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraandan Kepemerintahan 4.7 12.8 4.000 orang(2005) •8.671.APK SMP/MTs = 81. APK PerguruanTinggi 14.8 221.3 12.121. tingkat kemampuan intelektual dan kondisifisik •Memperluas daya tampung satuan pendidikan sesuai dengan prioritas nasional •PenggunaanTIK untukmenjangkau daerahterpencil/sulitdijangkau •Peningkatan mutu pendidikan yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) •Peningkatan taraf hidup masyarakat dan daya saing tenaga kerja Indonesia •Metoda pembelajaran formal dan nonformal yang efisien.845.9 24.3 25.6 12.0 28.769.3 7.601.1 155.6 2005/06 2006/07 Ajaran 2007/08 2008/09 2009/10 16.3 11.Usia .0 11.Usia .3 4.22%.800.3 149.SMA/SMK/MA & yang .6 229.2 12. wilayah.7 28.306.Usia .3 3.033.910.374.7 9.3 224.350.934.796.2 16.Program Penelitian dan Pengembangan Iptek 10.766.2 11.Program Manajemen Pelayanan Pendidikan 8.363.6 25.631.Indeks Pembangunan Manusia 110 (2005) 2. Beberapa penyebab: •Kesiapan fisik siswa yang cenderung minim (akibat kekurangan gizi) •40% tenaga pengajar memiliki keahlian yang tidak sesuai dengan bidang pengajarannya Ketidak layakan tenaga pengajar (kualitas dan kuantitas) ditingkat dasar hingga menengah •23. 5. Peringkat Internasional Indonesia (12 dari12) terkait dengan tingkat relevansi sistem pendidikan Indonesia dengan kebutuhan pembangunan.654.6 11.4 23.238.413.Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun 3.940.Usia .7 12.961.9 11.0 13.678.813.1 10.604.SD / MI & yang .SMP / MTs .3 6.6 25.6 152.Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas AparaturNegara 3.Program Pendidikan Menengah 4.240.1 25.6% rusak ringan •Alokasi biaya pendidikan dari APBN < 9% •Rendahnya kemampuan wirausaha.141.Program Pendidikan Nasional Das Sein 1.370.956.817 temuan/kasus penyimpangan sumber dana pembangunan (1997-2004) •Desentralisasi pendidikan •Kendali pemerintah yang belum berjalan optimal karena kurang ditunjang oleh sistem informasi manajemen yang terbangun dengan baik •SNP mulai dikembangkan •Laporan Keuangan dengan opini disclaimer dari BPK RENSTRA DEPDIKNAS Tahun 2005-2009 Das Sollen •Menurunkan angka buta aksara penduduk usia > 15 hingga 5% •APK SMP/MTs= 98%.256.605.076.4 16.528.8 28.0 226.828.279.318.Program Pengelolaan Sumber Daya ManusiaAparatur 5.

• Jumlah sertifikat Kompetensi yg diterbitkan KONDISI DAN TARGET 2004 5.25% 52.07 9.47% 53. • Perolehan medali emas pd Olimpiade Int.54 6.50% 56.22% 48.59 48.04 2.00% 20% 15.26 5.86 2007 2008 2009 39.30 19.09% 42. SASARAN Perluasan Akses Pendidikan • • • • • • 2 Pemerataan Akses Pendidikan • • • • • • • INDIKATOR KUNCI APK Pra Sekolah APM SD/Paket A/MI/SDLB APK SMP/Paket B/MTs/SMPLB APK SMA/SMK/Paket C/MA/SMALB APK PT/PTA.62% 15.000 30% 38:62 1.00 5.40 23.13 6. DAN DAYA SAING -NO.7% 20 40 120 1.00 7.00 7. 500 besar Dunia.333 40% 40:60 2.00 29.00 5.0% 4 Peningkatan Relevansi Pendidikan 38 53 .00 40% 70% 40% 10 3 13 5 5.00 25.5% 65% 20% 5 2009 5.00 7.30% 81.57% 8.20% 64.20% 16.13 6.49 25.00% 11.80 8.34% 94. termasuk UT Prosentase Buta Aksara > 15 th Disparitas APK PAUD antara kab dan kota Disparitas APK SD/MI/SDLB antara kab dan kota Disparitas APK SMP/MTs/SMPLB antara kab dan kota Disparitas APK SMA/MA/SMK/SMALB antara kab dan kota Disparitas gender APK di jenjang pendidikan Menengah Disparitas gender APK di jenjang pendidikan tinggi Disparitas gender persentase buta aksara KONDISI DAN TARGET 2004 2005 2006 45.Indikator Kunci dan Target Pilar Kebijakan -. • Jumlah Paten yg diperoleh • Sekolah/Madrasah bertaraf Internasional • Sekolah/Madrasah berbasis keunggulan lokal • Kenaikan Publikasi Internasional • Rasio Jumlah Murid SMK : SMA • APK PT vokasi (D2/D3/D4/Politeknik) • Rasio Jumlah mahasiswa Profesi terhadap jumlah lulusan S1/D4 • Persentase peserta pendidikan life skill terhadap lulusan SMP/MTs atau SMA/SMK/MA yang tidak melanjutkan.94 2.0% 30:70 1.31 30% 50% 2005 6.84 34% 60% 5% 4 2008 5.00% 10.00% 91. SASARAN Peningkatan Mutu dan Daya Saing Pendidikan INDIKATOR KUNCI • Rata-rata nilai UN SD/MI • Rata-rata nilai UN SMP/MTs • Rata-rata nilai UN SMA/SMK/MA • Guru yg memenuhi kualifikasi S1/DIV • Dosen yg memenuhi kualifikasi S2/S3 • Pendidik yang memiliki sertifikat pendidik • Jumlah Prodi masuk 100 besar Asia.00 31.72 6.81% 95.00% 60.8% 20 50 155 1.98 9.00% 98.00% 7.00 5.00 37.65 37 INDIKATOR KUNCI DAN TARGET IMPLEMENTASI PILAR KEBIJAKAN -.14 33.12% 94.48% 88.32 9.15 16. atau akreditasi bertaraf OECD/Int.62 6.20% 14.20% 15.21% 16.22% 85.38% 17.54 2.90 7.49 25.52 30% 50% 1 2006 6.48 3.33 5.75% 95.33% 14.71 8.47% 10% 5.89 9.90% 94.05 5.90% 20% 12.22% 12.68 32% 55% 3 2007 6.00 13.5% 32:68 1.00 5.28 6.07% 50.13 6.55% 16.50% 10% 6.80% 17.0% 15 10 100 7.20% 68.66% 94.70% 15% 8.44% 15.54 2.19% 94. RELEVANSI.5% 10.00 27.94 2.MUTU.6% 19 30 85 700 20% 36:64 1.50 7.14 33.5% 17 20 50 400 10% 34:66 1.16 9.19% 18.76 4.40 5.Akses Pendidikan -NO 1.04 2.

5% 1~0.TATA KELOLA.5% 1~0.5% <0. dan Citra Publik Pendidikan • Opini BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Disclaimer • Persentase temuan BPK ttg penyimpangan di Pemerintah terhadap obyek yang diperiksa Persentase temuan Itjen ttg penyimpangan di Pemerintah terhadap obyek yang diperiksa Aplikasi SIM Sertifikat mutu layanan yg diraih Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama Sertifikat mutu layanan yg diraih LPMP/PPPG/BPPLSP 1~0.INDIKATOR KUNCI DAN TARGET PILAR KEBIJAKAN -.5% <0.5% <0.5% • 1~0.5% 1~0.5% • • - - 2 Aplikasi - 14 Aplikasi - - 80% unit utama memperoleh ISO 9001:2000 - • - 9 ISO 9001: 2000 25 ISO 9001: 2000 43 ISO 9001: 2000 47 ISO 9001: 2000 39 Selesai 40 54 .5% <0.5% 1~0.5% <0.5% <0. AKUNTABILITAS DAN CITRA PUBLIK -KONDISI DAN TARGET No SASARAN INDIKATOR KUNCI 2004 2005 Disclaimer 2006 Wajar Dgn Catatan 2007 Wajar Tanpa Sarat 2008 Wajar Tanpa Sarat 2009 Wajar Tanpa Sarat 5 Penguatan Tata Kelola. Akuntabilitas.

23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 6. 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 55 . Peraturan Mendiknas No. Peraturan Mendiknas No.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) II. Peraturan Mendiknas No. Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 4. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) 5.

56 .

Materi 4 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang STANDAR ISI (SI) Sosialisasi KTSP Materi Minimal dan Tingkat Kompetensi Minimal. untuk Mencapai Kompetensi Lulusan Minimal Sosialisasi KTSP 57 .

Agama dan Ahlak Mulia membentuk siswa menjadi manusia beriman dan takwa dan berahlak mulia Mencakup etika.Memuat : 1. budi pekerti. 2. atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama Sosialisasi KTSP 58 . 4. 3. 5. Kerangka Dasar Kurikulum 5 Kelompok mapel : 1. Kerangka Dasar Kurikulum Struktur Kurikulum Beban Belajar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kalender Pendidikan Sosialisasi KTSP 1.

kebutuhan. Estetika 5. 6. kerja sama dan hidup sehat 4. Berpusat pada potensi. 5. Kewarganegaraan dan Kepribadian 3. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Beragam dan terpadu Tanggap terhadap perkembangan iptek dan seni Relevan dengan kebutuhan kehidupan Menyeluruh dan berkesinambungan Belajar sepanjang hayat Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah Sosialisasi KTSP 59 . 4. Jasmani Olahraga Kesehatan Sosialisasi KTSP Prinsip Pengembangan Kurikulum 1. 7. 2. Iptek penigkatan kesadaran dan wawasan siswa akan status. disiplin. kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif.2. 3. perkembangan. kreatif dan mandiri untuk meningkatkan sensitivitas. hak dan kewajibannya dalam kehidupannya untuk memperoleh kompetensi lanjut iptek serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis.

dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan Sosialisasi KTSP 60 . Mendayagunakan kondisi alam. serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas. dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar 6. keterkaitan. 4. sumber belajar dan teknologi yang memadai. Menegakkan 5 pilar belajar. Suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai. pengayaan dan percepatan. akrab. 3. dinamis dan menyenangkan. Peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan. Siswa harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu. Diselenggarakan dalam keseimbangan.Prinsip Pelaksanaan Kurikulum 1. 2. Sosialisasi KTSP 5. sosial dan budaya serta kekayaan daerah 7. terbuka dan hangat. Menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia.

V . Ilmu Pengetahuan Sosial 7. Seni Budaya dan Keterampilan 8. Bahasa Indonesia 4. Sosialisasi KTSP Struktur Kurikulum SD No. Komponen A Mata Pelajaran 1. Ilmu Pengetahuan Alam 6. Olahraga dan Kesehatan Kelas I Kelas II Kelas III Kelas IV. Struktur Kurikulum 1. VI 3 2 5 5 4 3 4 4 2 2 *) 26 27 28 B C Muatan Lokal Pengembangan Diri Jumlah Sosialisasi KTSP 32 61 . 4. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Pend. Matematika 5. Agama 2.2. Kedalaman muatan kurikulum dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai siswa dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum Merupakan pola dan susunan matapelajaran yang harus ditempuh oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran Kompetensi terdiri dari Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi dasar (KD) yang dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Muatan Lokal dan Pengembangan Diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum sekolah 2. Pendidikan Jasmani. 3.

Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh guru • KMTT : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk siswa. dirancang guru untuk mencapai kompetensi .Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh siswa Sosialisasi KTSP 62 . BEBAN BELAJAR Beban belajar diartikan sebagai waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sistem : .Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT) Sosialisasi KTSP • TM : Kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik dengan pendidikan • PT : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk siswa.3. dirancang guru untuk mencapai kompetensi .Tatap Muka (TM) .Penugasan Terstruktur (PT) .

sesuai dengan struktur yang berlaku pada satuan pendidikan dimaksud.Sekolah menyelenggarakan program pendidikan dengan SISTEM PAKET atau SKS Sosialisasi KTSP SISTEM PAKET Sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh mata pelajaran dan beban studi yang sudah ditetapkan untuk setiap tingkatan kelas. Sosialisasi KTSP 63 .

Sosialisasi KTSP Kategori Formal Standar Formal Mandiri Paket Dapat - SKS Dapat Wajib Sosialisasi KTSP 64 .SISTEM KREDIT SEMESTER Sistem Kredit Semester (SKS) adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya menentukan sendiri jumlah beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester.

karena substansinya dipilih sendiri oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan. • Dialokasikan waktu ekuivalen Sosialisasi KTSP 65 . dan bakat. minat. 2 (dua) jam pelajaran.• Struktur kurikulum yang telah • Struktur kurikulum untuk tersusun diselenggarakan dengan menggunakan sistem paket digunakan dengan SKS akan disusun tersendiri Sosialisasi KTSP Kegiatan Pengembangan Diri • Tidak termasuk beban belajar.

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) • Kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan • Sekolah dan Kepala Sekolah mengembangkan KTSP dan silabus berdasarkan : Kerangka dasar kurikulum.38 pembelajaran (30940 .d.tatap muka (Menit jumlah jam pemb. Sosialisasi KTSP 66 . dan Standar kompetensi di bawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan atau Provinsi. III SD IV s.BEBAN BELAJAR Beban Belajar Kegiatan Tatap Muka untuk setiap Satuan Pendidikan (Sistem Paket) satu jam pemb.24560 menit) 635-709 516-621 Jumlah jam per tahun (@ 60 menit) Satuan Pendidikan Kelas Sosialisasi KTSP 4.d.38 35 26-28 34 .37240 menit) 1088 -1216 jam pembelajaran (38080 . VI 35 32 34 . Per Minggu Minggu efektif per tahun ajaran waktu pembelajaran per tahun 884 -1064 jam I s.

Sosialisasi KTSP Lanjutan Kalender Pendidikan NO 1 KEGIATAN Minggu efektif belajar ALOKASI WAKTU Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu Maksimum 2 minggu Maksimum 2 minggu Maksimum 3 minggu Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif pada setiap satuan pendidikan KETERANGAN 2 Jeda tengah semester Jeda antarsemester Libur akhir tahun pelajaran Satu minggu setiap semester 3 Antara semester I dan II 4 Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran Sosialisasi KTSP 67 .5. KALENDER PENDIDIKAN Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. dan hari libur. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran. minggu efektif belajar.

Hari libur 2–4 keagamaan minggu 6 Hari libur umum/ nasional Hari libur khusus Kegiatan khusus sekolah Maksimum Disesuaikan dengan Peraturan 2 minggu Pemerintah. 7 8 Sosialisasi KTSP Terima Kasih…… Sosialisasi KTSP 68 . Maksimum Digunakan untuk kegiatan yang 3 minggu diprogramkan secara khusus oleh sekolah\ tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif. Maksimum Untuk satuan pendidikan sesuai dengan 1 minggu ciri kekhususan masing-masing.NO KEGIATAN 5 ALOKASI WAKTU KETERANGAN Daerah khusus yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengaturnya sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif.

Standar Kompetensi Lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup pengetahuan. Sosialisasi KTSP 69 . berpikir.Materi 5 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL) Sosialisasi KTSP Pengertian Kompetensi adalah kemampuan bersikap. sikap. Standar Kompetensi adalah ukuran kom-petensi minimal yang harus dicapai peserta didik setelah mengikuti suatu proses pembelajaran pada satuan pendidikan tertentu. dan keterampilan. dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan. sikap. dan keterampilan yang dimiliki peserta didik.

Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi d. ahklak mulia. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. Sosialisasi KTSP 70 . serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.Fungsi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Kewarganegaraan dan Budi Pekerti c. SKL Satuan Pendidikan a. 3. kepribadian. Agama dan Akhlak Mulia b. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Sosialisasi KTSP Ruang Lingkup SKL 1. kepribadian. pengetahuan. kepribadian. ahklak mulia. Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan. Jasmani Olahraga dan Kesehatan SKL Mata Pelajaran 2. Estetika e. SD/MI/SDLB/Paket A SKL Kelompok Mata Pelajaran a. ahklak mulia. pengetahuan. pengetahuan.

Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya. 4. suku. 11. negara dan tanah air Indonesia. 3. Sosialisasi KTSP 1. 5. SKL SD 1. Sosialisasi KTSP 71 . dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya. ras. Menjalankan agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak. Menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis. Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa.1. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri. 9. kritis. SKL SD 6. 8. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan. kritis. dengan bimbingan guru/pendidik. budaya. 10. Menunjukkan kemampuan berfikir logis. Menghargai keberagaman agama. dan kreatif. Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal. 2. Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. dan kreatif. 7.

Menunjukkan keterampilan menyimak. ilmu pengetahuan dan teknologi. berbicara. Tujuan tersebut dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama.1. jasmani. Bekerja sama dalam kelompok. aman. 17. kepribadian. menulis. dan memanfaatkan waktu luang. dan kesehatan. kewarganegaraan. tolong menolong dan menjaga diri sendiri delam lingkungan keluarga dan teman sebaya. Sosialisasi KTSP 2. olahraga. Menunjukkan kemampuan mengamati gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar. estetika. sehat. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih. 14. Sosialisasi KTSP 72 . 13. membaca. dan berhitung 15. Kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak Mulia bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. 16. Berkomunikasi secara jelas dan santun. SKL SD 12. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 1. bugar. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis.

dan muatan lokal yang relevan Sosialisasi KTSP 73 . Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 3. Pada satuan pendidikan SD. tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. matematika. bahasa. ilmu pengetahuan alam. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 2. keterampilan/kejuruan.2. dan pendidikan jasmani. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama. Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bertujuan: mengembangkan logika. ilmu pengetahuan sosial. kewarganegaraan. Sosialisasi KTSP 2. Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. akhlak mulia. seni dan budaya. kemampuan berpikir dan analisis peserta didik.

Kelompok mata pelajaran Estetika bertujuan: membentuk karakter peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa seni dan pemahaman budaya. ilmu pengetahuan alam. pendidikan kesehatan. Kelompok mata pelajaran Jasmani.2. Sosialisasi KTSP 2. dan muatan lokal yang relevan. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. dan menumbuhkan rasa sportivitas. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 4. dan muatan lokal yang relevan. dan Kesehatan bertujuan: membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani. olahraga. Sosialisasi KTSP 74 . seni dan budaya. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 5. keterampilan. Olah Raga.

Selesai Sosialisasi KTSP 75 .

76 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 6 PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 24 TAHUN 2006 dan NOMOR 6 TAHUN 2007 Tentang PELAKSANAAN STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN Sosialisasi KTSP Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Satuan Pendidikan dan Komite Sekolah Mengembangkan dan Menetapkan KTSP sesuai kebutuhan Mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi dari Standar Isi Dapat mengadopsi atau mengadaptasi model KTSP BSNP Sosialisasi KTSP 77 .

Jadwal Pelaksanaan Kurikulum
Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat menerapkan Permen No. 22 dan 23 mulai tahun ajaran 2006/2007 Satuan pendidikan dasar dan menengah harus sudah mulai menerapkan Permen No. 22 dan 23 paling lambat tahun ajaran 2009/2010 Satuan pendidikan dasar dan menengah yang telah melaksanakan uji coba kurikulum 2004 secara menyeluruh dapat menerapkan secara menyeluruh Permen No. 22 dan 23 untuk semua tingkatan kelas mulai tahun ajaran 2006/2007 Satuan pendidikan dasar dan menengah yang belum melaksanakan uji coba kurikulum 2004 melaksanakan Permen No. 22 dan 23 secara bertahap seperti tabel dibawah ini.

Sosialisasi KTSP

Jadwal Pelaksanaan Kurikulum
Satuan Pendidikan SD
Waktu Pelaksanaan Kelas
I II III IV V VI Tahun I √ √ Tahun II √ √ √ √ Tahun III √ √ √ √ √ √

Sosialisasi KTSP

78

Jadwal Pelaksanaan Kurikulum
Gubernur dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permen No. 22 dan 23 untuk satuan pendidikan menengah dan satuan pendidikan khusus disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di provinsi masing-masing. Bupati/walikota dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permen No. 22 dan 23 untuk satuan pendidikan dasar disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di kabupaten/Kota.

Sosialisasi KTSP

Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
• Menggandakan Permendiknas No. 22 dan 23 tahun 2006 serta mendistribusikan secara nasional • Melakukan bimbingan teknis, supervisi dan evaluasi pelaksanaan kurikulum yang didasarkan pada Permendiknas No. 22 dan 23 tahun 2006. • Melakukan usaha secara nasional agar sarana dan prasarana satuan pendidikan dapat mendukung pelaksanaan Permendiknas No. 22 dan 23 tahun 2006.
Sosialisasi KTSP

79

Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 ke guru, kepala sekolah, pengawas, dan tenaga kependidikan lainnya yang relevan melalui LPMPdan/atau PPPG Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 dan panduan penyusunan KTSP yang disusun BSNP ke dinas pendidikan provinsi, kabupaten/kota, dan dewan pendidikan Membantu pemerintah provinsi dan Kabupaten/kota dalam penjaminan mutu melalui LPMP

Sosialisasi KTSP

Badan Penelitian dan Pengembangan
Mengembangkan model-model kurikulum sebagai masukan bagi BSNP Mengembangkan dan mengujicobakan model-model kurikulum inovatif Mengembangkan dan mengujicobakan model kurikulum untuk pendidikan layanan khusus Bekerja sama dengan PT dan/atau LPMP melakukan pendampingan satuan pendidikan dalam pengembangan kurikulum satuan pendidikan Memonitor secara nasional penerapan Permen No. 22 dan 23 , mengevaluasinya, dan mengusulkan rekomendasi kebijakan kepada BSNP dan/atau menteri Mengembangkan pangkalan data yang rinci tentang pelaksanaan SI dan SKL
Sosialisasi KTSP

80

Ditjen Pendidikan Tinggi

Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 di LPTK Memfasilitasi pengembangan kurikulum dan tenaga dosen LPTK

Sosialisasi KTSP

Sekretariat Jenderal

Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 kepada pemangku kepentingan umum

Sosialisasi KTSP

81

Selesai

Sosialisasi KTSP

82

urikulum K Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 7. Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 10. 9. 8.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) III. 83 . Penyusunan KTSP. Pengembangan Silabus. Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi.

84 .

Materi 7 KONSEP DASAR KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Sosialisasi KTSP ASPEK YANG BERBEDA KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR PENILAIAN PENGELOLAAN KURIKULUM BERBASIS SEKOLAH Sosialisasi KTSP 85 .

al … Sosialisasi KTSP 86 . bagian dari pembelajaran. dilakukan melalui berbagai cara. dan sebagai bahan untuk peningkatan mutu hasil belajar Berorientasi pada kompetensi. bersifat internal. ketuntasan belajar.Kegiatan Belajar Mengajar Berpusat pada peserta didik Mengembangkan kreativitas Menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang Kontekstual Menyediakan pengalaman belajar yang beragam Belajar melalui berbuat Sosialisasi KTSP Penilaian Kelas Dilakukan oleh Guru untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi yang ditetapkan. mengacu pada patokan.

silabus) Pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lainnya untuk meningkatkan mutu hasil belajar Pemantauan dan … Sosialisasi KTSP 87 . Projects (Penugasan). melalui: Portfolios (kumpulan kerja siswa). Products (Hasil karya).l.l.Dilakukan a. Performances (Unjuk kerja). dan Paper & Pen (tes tulis) Sosialisasi KTSP Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah Mengacu pada Visi dan Misi Sekolah Pengembangan perangkat kurikulum (a.

POTENSI DAERAH/ KARAKTERISTIK DAERAH. SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT SETEMPAT. Komite Sekolah. dengan: • Dewan. dan • Dinas Pendidikan Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN DAN PELAKSANAAN KURIKULUM. Organisasi Profesi Berkolaborasi secara vertikal. kinerja dan kualitas pelayanan terhadap peserta didik Berkolaborasi secara horizontal. DISESUAIKAN DENGAN: SATUAN PENDIDIKAN. dengan: Sekolah lain.Pemantauan dan Penilaian untuk meningkatkan efisiensi. & PESERTA DIDIK Sosialisasi KTSP 88 .

PENGEMBANGAN DIRI TERDIRI DARI: KEGIATAN BIMBINGAN KONSELING DAN EKSTRA KURIKULER Sosialisasi KTSP BENTUK PELAKSANAAN KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI: • • • • KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN TERPROGRAM RUTIN SPONTAN KETELADANAN Sosialisasi KTSP 89 .

tanpa dibatasi oleh ruang. baik di kelas maupun di sekolah. Upacara Senam Sholat berjamaah Pemeriksaan kesehatan Pergi ke perpustakaan Dll Sosialisasi KTSP B. terutama dalam disiplin dan sopan santun dan kebiasaan baik yang lain. dimana saja. Bertujuan untuk memberikan pendidikan pada saat itu juga. Bertujuan untuk membiasakan anak mengerjakan sesuatu dengan baik. KEGIATAN SPONTAN Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja. KEGIATAN RUTIN Adalah kegiatan yang dilakukan secara reguler.A. • • • • Membiasakan memberi salam Membiasakan membuang sampah pada tempatnya Membiasakan antri Membiasakan mengatasi silang pendapat (pertengkaran) dengan benar Dll Sosialisasi KTSP 90 .

tempat/orang yang terkena musibah. Bertujuan memberikan contoh tentang kebiasaan yang baik. D. hemat energi. KEGIATAN KETELADANAN Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja yang lebih mengutamakan pemberian contoh dari guru dan pengelola pendidikan yang lain kepada muridnya. Memberi contoh berpakaian rapi Memberi contoh memuji hasil kerja yang baik Memberi contoh datang tepat waktu Memberi contoh hidup sederhana Memberi contoh tidak merokok Dll. Bertujuan memberikan wawasan tambahan pada anak tentang unsur-unsur baru dalam kehidupan bermasyarakat yang penting untuk perkembangan anak. HAM/hak anak. bazaar dll.dll. KEGIATAN TERPROGRAM Adalah kegiatan yang diprogramkan dan direncanakan baik pada tingkat kelas maupun sekolah.C. pentas. tempat-tempat penting dll. Sosialisasi KTSP 91 . Proyek: lomba. • • • Sosialisasi KTSP Seminar/workshop: aids. Kunjungan: panti asuhan.

selesai Sosialisasi KTSP 92 .

Materi 8 PENYUSUNAN KTSP Sosialisasi KTSP 1 LANDASAN • UU No. 22/2006 tentang Standar Isi Permendiknas No. 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Permendiknas No. 22 dan 23/2006 2 Sosialisasi KTSP 93 . 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas No. 24/2006 dan No. 6/2007 tentang pelaksanaan Permendiknas No.20 Tahun 2003 tentang Sistem • • • • Pendidikan Nasional PP No.

Sosialisasi KTSP 3 2. PENGERTIAN Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.1. kecerdasan. dan minat sesuai • • • • dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Tuntutan dunia kerja Perkembangan ilmu pengetahuan. teknologi. Acuan Operasional Penyusunan KTSP • Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia • Peningkatan potensi. dan seni Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 4 94 .

Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Sosialisasi KTSP 6 95 .1.PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL • • • • • • Agama Dinamika perkembangan global Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kesetaraan Jender Karakteristik satuan pendidikan Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 5 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.

3 Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Daerah memiliki keragaman potensi. kebutuhan. spritual. tantangan. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Kurikulum disusun agar memungkinkan pengembangan keragaman potensi. dan kinestetik peserta didik secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya. kecerdasan intelektual. emosional. kecerdasan. minat. dan keragaman karakteristik lingkungan. Sosialisasi KTSP 7 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. oleh karena itu kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan daerah.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.2 Peningkatan potensi. Sosialisasi KTSP 8 96 .

Sosialisasi KTSP 9 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.4 Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Pengembangan kurikulum harus memperhatikan keseimbangan tuntutan pembangunan daerah dan nasional.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. khususnya bagi mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Sosialisasi KTSP 10 97 .5 Tuntutan dunia kerja Kurikulum harus memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dan kebutuhan dunia kerja.

teknologi.6 Perkembangan ilmu pengetahuan.7 Agama Kurikulum harus dikembangkan untuk meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama. dan seni.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. teknologi. dan seni Kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan. Sosialisasi KTSP 11 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. dan memperhatikan norma agama yang berlaku di lingkungan sekolah Sosialisasi KTSP 12 98 .

Sosialisasi KTSP 14 99 .8 Dinamika perkembangan global Kurikulum harus dikembangkan agar peserta didik mampu bersaing secara global dan dapat hidup berdampingan dengan bangsa lain. Sosialisasi KTSP 13 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.9 Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kurikulum harus mendorong wawasan dan sikap kebangsaan dan persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.

Sosialisasi KTSP 16 100 .PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.10 Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Sosialisasi KTSP 15 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.11 Kesetaraan Jender Kurikulum harus diarahkan kepada pendidikan yang berkeadilan dan mendorong tumbuh kembangnya kesetaraan jender.

PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. Pengembangan Diri. tujuan. Ketuntasan Belajar. Pendidikan Kecakapan Hidup. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global). Kenaikan Kelas dan kelulusan.12 Karakteristik Satuan Pendidikan Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi. dan ciri khas satuan pendidikan. misi. Sosialisasi KTSP 17 3. kondisi. Komponen KTSP • Tujuan Pendidikan Sekolah • Struktur dan Muatan Kurikulum (mata pelajaran. Penjurusan. Beban Belajar. • Kalender Pendidikan • Silabus dan RPP Sosialisasi KTSP 18 101 . Muatan lokal.

Kalender Pendidikan Sosialisasi KTSP 20 102 . Pendahuluan BAB II . Tujuan Pendidikan BAB III. Struktur dan Muatan Kurikulum BAB IV.ISI / MUATAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) Sosialisasi KTSP 19 KTSP DOKUMEN 1 BAB I .

Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan Sekolah (Mulok.KTSP DOKUMEN II A. Mapel Tambahan) Sosialisasi KTSP 21 KTSP (Dokumen 1) Sosialisasi KTSP 22 103 . B. Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan pusat.

Visi Sekolah 3. Tujuan Sekolah Sosialisasi KTSP 24 104 . Tujuan pendidikan (Disesuaikan dengan jenjang satuan pendidikan) 2. Misi Sekolah 4.Bab I. TUJUAN 1. PENDAHULUAN Latar Belakang (dasar pemikiran penyusunan KTSP) Tujuan Pengembangan KTSP Prinsip Pengembangan KTSP SESUAI KARAKTERISTIK SEKOLAH 23 Sosialisasi KTSP Bab II.

BAGAIMANA MENYUSUN VISI. keterampilan. Kegiatan Pengembangan diri 4. Pendidikan kecakapan Hidup 9. • TAHAP 3 : SUASANA SEKOLAH suasana sekolah – sebagai lembaga/organisasi pembelajaran – seperti apa yg diinginkan untuk mewujudkan hasil belajar bagi siswa. Muatan lokal 3. Sosialisasi KTSP 25 BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KTSP Meliputi Sub Komponen: 1. TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN • TAHAP 1 : HASIL BELAJAR SISWA apa yg hrs dicapai siswa berkaitan dengan pengetahuan. Mata pelajaran 2. Penjurusan 8. dan kelulusan 7. Ketuntasan Belajar 6. Pendidikan berbasis Keunggulan Lokal dan Global Cat : Untuk PLB/PK ditambah dengan Program Khusus Sosialisasi KTSP 26 105 . dan sikap setelah mereka menamatkan sekolah. MISI. • TAHAP 2 : SUASANA PEMBELAJARAN suasana pembelajaran seperti apa yg dikehendaki untuk mencapai hasil belajar itu. Kenaikan Kelas. Pengaturan beban belajar 5.

Dalam pengembangannya mempertimbangkan hal-hal sbb: Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan ciri khas dan potensi daerah. Muatan Lokal Berisi tentang: Jenis. termasuk keunggulan daerah. • Memanfaatkan 4 jam tambahan untuk menambah jam pembelajaran pada mata pelajaran tertentu atau menambah mata pelajaran baru.1. Sosialisasi KTSP 28 106 . Mata Pelajaran Berisi “Struktur Kurikulum Tingkat Sekolah” yang disusun berdasarkan kebutuhan siswa dan sekolah terkait dengan upaya pencapaian SKL. Pengembangan Struktur Kurikulum dilakukan dengan cara antara lain: • mengatur alokasi waktu pembelajaran “tatap muka” seluruh mata pelajaran wajib dan pilihan Ketrampilan/ Bahasa asing lain). Strategi Pemilihan dan pelaksanaan Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. Sosialisasi KTSP 27 2. • Tidak boleh mengurangi mata pelajaran yang tercantum dalam standar isi. • Mencantumkan jenis mata pelajaran muatan lokal dalam struktur kurikulum.

sesuai dengan minat dan program Mulok yang diselenggarakan sekolah. atau terlalu luas substansinya sehingga harus dikembangkan menjadi Mapel tersendiri. Sosialisasi KTSP 29 Bentuk penilaiannya kuantitatif (angka). mengacu pada: minat dan atau karakteristik program studi yang diselenggarakan di sekolah Siswa boleh mengikuti lebih dari satu jenis mulok pada setiap tahun pelajaran. materi nya tidak sesuai menjadi bagian dari mapel lain. Sosialisasi KTSP 30 107 . Merupakan mata pelajaran wajib yang tercantum dalam Struktur kurikulum. Setiap sekolah dapat melaksanakan mulok lebih dari satu jenis dalam setiap semester.Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. Substansi yang akan dikembangkan.

akuntansi komputer. Tanaman Obat. dll. Berkomunkasi sebagai Guide. Bidang Pengolahan: Pembuatan Abon. pembibitan ikan hias dan konsumsi. Ikan Asin. Pembelajarannya dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran atau tenaga ahli dari luar sekolah yang relevan dengan substansi mulok. KD dan Silabus untuk Mata pelajaran Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. Kerupuk. Baso dll. Kewirausahaan dll.Substansinya dapat berupa program keterampilan produk dan jasa. Sosialisasi KTSP 32 108 . Sosialisasi KTSP 31 Sekolah harus menyusun SK. Contoh: Bidang Budidaya: Tanaman Hias. Sayur. Bidang TIK dan lain-lain: Web Desain.

3. Kegiatan Pengembangan Diri
Bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, bakat, minat peserta didik, dan kondisi sekolah. Dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan: - Bimbingan konseling, (kehidupan pribadi, sosial, kesulitan belajar, karir ), dan atau - Ekstra kurikuler, Pengembangan kreativitas, kepribadian siswa, seperti: Kepramukaan, Kepemimpinan, Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) .

Sosialisasi KTSP

33

Bukan Mata Pelajaran dan tidak perlu dibuatkan SK, KD dan silabus. Dilaksanakan secara terprogram, rutin, spontan dan keteladanan. Penilaian dilakukan secara kualitatif (deskripsi), yang difokuskan pada “Perubahan sikap dan perkembangan perilaku peserta didik setelah mengikuti kegiatan pengembangan diri”.

Sosialisasi KTSP

34

109

Contoh Penilaian Pengembangan Diri:
• Keg. KIR, mencakup penilaian: sikap
kompetitif, kerjasama, percaya diri dan mampu memecahkan masalah, dll. Sikap Sportif, Kompetetitif, Kerjasama, disiplin dan ketaatan mengikuti SPO, dll.

• Keg. Keolahragaan, mencakup penilaian:

Sosialisasi KTSP

35

• Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau
dibimbing oleh guru kelas atau mata pelajaran, konselor atau Guru BK atau tenaga kependidikan lain. jam pembelajaran per minggu , diserahkan kepada masing- masing pembimbing dan sekolah.

• Penjabaran alokasi waktu ekuivalen dengan 2

• Perlu dibuat program kerja yang sistematis dan

komprehensif sebagai bagian dari program kerja sekolah dan atau program kerja OSIS.

Sosialisasi KTSP

36

110

4. Pengaturan Beban Belajar

• Berisi tentang jumlah beban belajar per Mata

Pelajaran, per minggu per semester dan per Tahun Pelajaran yang dilaksanakan di sekolah, sesuai dengan alokasi waktu yang tercantum dalam Struktur Kurikulum.

• Sekolah dapat mengatur alokasi waktu untuk

setiap Mata Pelajaran pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun pelajaran sesuai dengan Kebutuhan, tetapi jumlah Beban belajar per tahun secara keseluruhan tetap.
37

Sosialisasi KTSP

• Alokasi waktu kegiatan praktik diperhitungkan sbb:
2 Jam Pelajaran (JPL) praktik di sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka, dan 4 JPL praktik di luar sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka (bagi Sekolah Menengah Kejuruan). minggu

• Sekolah dapat menambah maksimal 4 JPL per

• Alokasi waktu penugasan terstruktur dan kegiatan • Pemanfaatan alokasi waktu tersebut

mandiri tidak terstruktur, sebanyak 0-50% untuk SMP/MTs/SMPLB waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi.
38

Sosialisasi KTSP

111

5. Ketuntasan Belajar
• Berisi tentang kriteria ketuntasan minimal (KKM) per mata pelajaran yang ditetapkan oleh sekolah dengan memper-timbangkan hal-hal sbb:
– Ketuntasan belajar ideal untuk setiap indikator adalah 0 – 100 %, dgn batas kriteria ideal minimum 75 %. – Sekolah harus menetapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) per MP dengan mempertimbangkan: kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas dan SDM. – Sekolah dapat menetapkan KKM di bawah batas kriteria ideal, tetapi secara bertahap harus dapat mencapai kriteria ketuntasan ideal.
39

Sosialisasi KTSP

6. Kenaikan Kelas dan Kelulusan
• Berisi tentang kriteria dan mekanisme kenaikan
kelas dan kelulusan, serta strategi penanganan siswa yang tidak naik atau tidak lulus yang diberlakukan oleh sekolah. Program disusun mengacu pada hal-hal sebagai berikut:

– Panduan kenaikan kelas yang akan disusun oleh Dit. Pembinaan terkait – Sedangkan ketentuan kelulusan akan diatur secara khusus dalam peraturan tersendiri.

Sosialisasi KTSP

40

112

7. Pendidikan Kecakapan Hidup
• Bukan mata pelajaran tetapi substansinya merupakan
bagian integral dari semua mata pelajaran.

• Tidak masuk dalam struktur kurikulum secara khusus. • Dapat disajikan secara terintegrasi dan atau berupa
paket/modul yang direncanakan secara khusus.

• Substansi kecakapan hidup meliputi:
- Kecakapan personal, sosial, akademik dan atau vokasional. – Untuk kecakapan vokasional, dapat diperoleh dari satuan pendidikan ybs, antara lain melalui mata pelajaran Keterampilan.
Sosialisasi KTSP

41

• Bila SK dan KD pada mata pelajaran

keterampilan tidak sesuai dengan kebutuhan siswa dan sekolah, maka sekolah dapat mengembangkan SK, KD dan silabus keterampilan lain sesuai dengan kebutuhan sekolah. dimaksud dilaksanakan secara komprehensif melalui Intra kurikuler. ajar dan penyelenggaraan pembelajaran keterampilan vokasional dapat dilakukan melalui kerjasama dengan satuan pendidikan formal/non formal lain.

• Pembelajaran mata pelajaran keterampilan

• Pengembangan SK,KD, silabus, RPP dan bahan

Sosialisasi KTSP

42

113

Sosialisasi KTSP 44 114 .8. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global Program pendidikan yang dikembangkan dengan memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global. Budaya. kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Sosialisasi KTSP 43 BAB. IV Kalender Pendidikan Berisi tentang kalender pendidikan yang digunakan oleh sekolah. yang disusun berdasarkan kalender pendidikan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan setempat. disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah. Substansinya mencakup aspek: Ekonomi. yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik. Bahasa. dengan memperhatikan aturan kalender pendidikan sebagaimana tercantum dalam Standar Isi. Dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan atau satuan pendidikan nonformal. Ekologi. atau menjadi mapel Mulok. TIK. Dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran yang terintegrasi. dan lain-lain.

II dan III) B. SILABUS PEMBELAJARAN TEMATIK (Kelas I. SILABUS MUATAN LOKAL dan MAPEL LAIN (jika ada) Sosialisasi KTSP 46 115 .KTSP DOKUMEN II Sosialisasi KTSP 45 SD A. V dan VI) C. SILABUS MATA PELAJARAN (Kelas IV.

SKL. serta finalisasi. Langkah yg lebih rinci dari masing-masing kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh tim penyusun. Sosialisasi KTSP 48 116 . Panduan KTSP • Pembentukan Tim • Penyusunan Draft • Revisi dan Finalisasi Naskah KTSP Diberlakukan Sosialisasi KTSP 47 Penyusunan KTSP merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah/madrasah. Tahap kegiatan penyusunan KTSP secara garis besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draft.Mekanisme PENYUSUNAN KTSP Analisis • Kekuatan/ kelemahan • Peluang/ tantangan • Dokumen Standar isi. Kegiatan ini dapat berbentuk rapat kerja dan atau lokakarya sekolah/madrasah dan atau kelompok sekolah/madrasah yang diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru. review dan revisi.

Selesai Sosialisasi KTSP 49 117 .

118 .

Materi 9 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS Sosialisasi KTSP Pengertian Pengertian Landasan Prinsip Pengembangan Unit waktu Pengembang Silabus Komponen Silabus Mekanisme Pengembangan Silabus Langkah-langkah Pengembangan Silabus Contoh Model Sosialisasi KTSP 119 .

1. Sosialisasi KTSP 2. kompetensi dasar. kegiatan pembelajaran. materi pokok/pembelajaran. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 20 Sosialisasi KTSP 120 . dan sumber belajar. Pengertian Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. penilaian. Landasan Pengembangan SILABUS? 1. alokasi waktu. indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 17 ayat (2) 2.

dan MAK. MA. SMP. SMA. Sosialisasi KTSP PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 20 Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran.PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 17 Ayat (2) Sekolah dan komite sekolah. metode pengajaran. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. dan SMK. materi ajar. dan penilaian hasil belajar Sosialisasi KTSP 121 . mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. atau madrasah dan komite madrasah. sumber belajar. di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD. MTs.

5. 8. 4. 6. 2. Prinsip Pengembangan 1. 7. Apa kompetensi yang harus dikuasai siswa? Bagaimana cara mencapainya? Bagaimana cara mengetahui pencapaiannya? Sosialisasi KTSP 3.SILABUS menjawab pertanyaan 1. 3. 3. 2. Ilmiah Relevan Sistematis Konsisten Memadai Aktual dan Kontekstual Fleksibel Menyeluruh Sosialisasi KTSP 122 .

3. 3.3 Sistematis Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. emosional.4 Konsisten Adanya hubungan yang konsisten (ajeg. tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik. dan spritual peserta didik. Sosialisasi KTSP 3. intelektual. taat asas) antara kompetensi dasar.2 Relevan Cakupan. materi pokok/ pembelajaran. sumber belajar. Sosialisasi KTSP 123 . kegiatan pembelajaran. indikator. kedalaman.1 Ilmiah Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. dan sistem penilaian. sosial. 3.

dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. sumber belajar. Sosialisasi KTSP 124 .7 Fleksibel Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik. 3. materi pokok/ pembelajaran. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.3. afektif. dan peristiwa yang terjadi. kegiatan pembelajaran. dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu.5 Memadai Cakupan indikator. sumber belajar. materi pokok/ pembelajaran. Sosialisasi KTSP 3. kegiatan pembelajaran.8 Menyeluruh Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif.6 Aktual dan Kontekstual Cakupan indikator. pendidik. psikomotor). teknologi. 3. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.

dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok. Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester. per tahun.4. Kelompok guru kelas/mata pelajaran. atau 3. UNIT WAKTU 1. Sosialisasi KTSP 5. PENGEMBANG SILABUS 1. Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan. Bagi SMK/MAK menggunakan penggalan silabus berdasarkan satuan kompetensi. 2. 3. atau 2. Guru kelas/mata pelajaran. Kelompok kerja guru (KKG/PKG/MGMP) Dibawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kab/Kota/Provinsi Sosialisasi KTSP 125 . Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum.

Standar Kompetensi 2. Alokasi Waktu 8. Materi Pokok/Pembelajaran 4.6. Penilaian 7. Kegiatan Pembelajaran 5. MEKANISME PENGEMBANGAN SILABUS Materi Pokok/ Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Analisis SI/SKL/ SK-KD KD-Indikator Alokasi Waktu Sumber Belajar Penilaian Sosialisasi KTSP 126 . Kompetensi Dasar 3. Sumber Belajar Catatan: Indikator dikembangkan berdasarkan KD Sosialisasi KTSP 7. Indikator 6. KOMPONEN SILABUS 1.

tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI. Mengkaji dan Menentukan Kompetensi Dasar 3. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. Menentukan Jenis Penilaian 7. c. Sosialisasi KTSP 127 . Menentukan Sumber Belajar Sosialisasi KTSP 8. LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN SILABUS 1. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi 6. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran 5. Mengkaji dan Menentukan Standar Kompetensi 2. Menentukan Alokasi Waktu 8.1 Mengkaji Standar Kompetensi Mengkaji standar kompetensi mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran 4.8. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran. b.

4. dan keluasan materi pembelajaran.3 Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Mengidentifikasi materi pokok mempertimbangkan: 1. Aktualitas. Sosialisasi KTSP 8. 3. struktur keilmuan. kedalaman. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. dan spritual peserta didik. b. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. c. 6. intelektual.2 Mengkaji Kompetensi Dasar Mengkaji kompetensi dasar mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. sosial. 2. Sosialisasi KTSP 128 . tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada dalam SI.8. relevansi dengan karakteristik daerah. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. kebermanfaatan bagi peserta didik. tingkat perkembangan fisik. potensi peserta didik. alokasi waktu . emosional. 8. 7. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan. 5.

Memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar 2. lingkungan.4 MENGEMBANGKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik.8. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran 3. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik yaitu kegiatan siswa dan materi. Sosialisasi KTSP 129 . Sosialisasi KTSP HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MENGEMBANGKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN: Memberikan bantuan guru agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional 1. peserta didik dengan guru. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi Pengalaman belajar dimaksud dapat terwujud melalui pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman Belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.

dan potensi daerah Digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.5 Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. Sosialisasi KTSP Pengembangan Indikator Setiap KD dikembangkan menjadi beberapa indikator (lebih dari dua) Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur dan/atau diobservasi Tingkat kata kerja dalam indikator lebih rendah atau setara dengan kata kerja dalam KD maupun SK Sosialisasi KTSP 130 . pengetahuan. dan keterampilan Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik.8. satuan pendidikan.

sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.6 MENENTUKAN JENIS PENILAIAN Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh.Prinsip pengembangan indikator adalah sesuai dengan kepentingan (Urgensi). penilaian hasil karya berupa proyek atau produk. penggunaan portofolio. dan bertindak secara konsisten. kesesuaian (Relevansi) dan Kontekstual Keseluruhan indikator dalam satu KD merupakan tandatanda. sikap. pengamatan kinerja. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. menganalisis. kesinambungan (Kontinuitas). dan penilaian diri. perilaku. Sosialisasi KTSP 131 . Sosialisasi KTSP 8. dan lain-lain untuk pencapaian kompetensi yang merupakan kemampuan bersikap. berpikir. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan.

yang dilakukan berdasarkan indikator b. Menggunakan sistem penilaian berkelanjutan d. Sesuai dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam kegiatan pembelajaran Sosialisasi KTSP 8. Menggunakan acuan kriteria c. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. tingkat kesulitan. keluasan. kedalaman. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut e.HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENENTUKAN PENILAIAN: a.7 MENENTUKAN ALOKASI WAKTU Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. Sosialisasi KTSP 132 . Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam.

dan budaya. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. kegiatan pembelajaran. Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik.8 MENENTUKAN SUMBER BELAJAR Sumber belajar adalah rujukan. dan indikator pencapaian kompetensi.8. serta lingkungan fisik. Sosialisasi KTSP Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Alokasi waktu: No Kompetensi Dasar Materi Pokok/Pe mbelajaran CONTOH FORMAT SILABUS Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Sosialisasi KTSP 133 . Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. alam. sosial. nara sumber.

Sosialisasi KTSP 134 .CONTOH FORMAT SILABUS Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Kompetensi Dasar: Materi Pokok/Pembelajaran: Kegiatan Pembelajaran: Indikator: Penilaian: Alokasi Waktu: Sumber Belajar: Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN SILABUS BERKELANJUTAN Silabus: • Dijabarkan ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran • Dilaksanakan.dan evaluasi rencana pembelajaran. dievaluasi. dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru • Dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar. evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran).

Selesai Sosialisasi KTSP 135 .

136 .

Materi 10 PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sosialisasi KTSP LANDASAN RPP PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 20 Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurangkurangnya tujuan pembelajaran. dan penilaian hasil belajar 2 Sosialisasi KTSP 137 . metode pembelajaran. materi pembelajaran. sumber belajar.

PENGERTIAN RPP Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus. 3 Sosialisasi KTSP ALUR RPP SK dan KD SILABUS RPP 4 Sosialisasi KTSP 138 . Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih.

Kegiatan Inti: … C. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan pertama. Kegiatan Akhir: … Pertemuan kedua. Alat/Bahan/Sumber Belajar: … VI. Kegiatan Awal: … B. A. Materi Ajar :… :… III. V. Tujuan Pembelajaran II. dst. Metode Pembelajaran: … IV. Penilaian: … 6 Sosialisasi KTSP 139 .KOMPONEN RPP (minimal) Tujuan Pembelajaran Materi Pembelajaran Metode Pembelajaran Sumber Belajar Penilaian Hasil Belajar 5 Sosialisasi KTSP Format RPP Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Rencana Pelaksanaan Pembelajaran :… :… :… :… :… :… :… I.

) 7 Sosialisasi KTSP Langkah-langkah Menyusun RPP 5. KD.Langkah-langkah Menyusun RPP 1. Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan SK. Menentukan SK. (Lebih rinci dari KD dan Indikator. Mengidentifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok/ pembelajaran yang terdapat dalam silabus. Materi ajar merupakan uraian dari materi pokok/pembelajaran 6. 8 Sosialisasi KTSP 140 . dan Indikator yang akan digunakan ( terdapat pada silabus yang telah disusun) 4. dan akhir. dan Indikator yang telah ditentukan. Mengisi kolom identitas 2. karena indikator sudah sangat rinci sehingga tidak dapat dijabarkan lagi. Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal. Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan 7. Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan 3. pada saat-saat tertentu rumusan indikator sama dengan tujuan pembelajaran. inti. KD.

Langkah-langkah Menyusun RPP 8. dll 9 Sosialisasi KTSP Selesai 10Sosialisasi KTSP 141 . teknik penskoran. Menentukan alat/bahan/ sumber belajar yang digunakan 9. contoh soal. Menyusun kriteria penilaian. lembar pengamatan.

142 .

Pengembangan bahan Ajar.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) IV. Pengembangan Bahan Ajar 11. 143 .

144 .

• Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Sosialisasi KTSP 145 . (National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training).Materi 11 Sosialisasi KTSP Pengertian Bahan Ajar • Bahan ajar merupakan informasi. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran.

wallchart. gambar. PH • Visual: foto. lembar kerja siswa. modul.Pengertian Bahan Ajar • Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar. brosur. buku. CD audio.VCD • Audio seperti: radio. • Audio Visual seperti: video/film. computer Based. • Multi Media: CD interaktif. Sosialisasi KTSP Bentuk Bahan Ajar • Bahan cetak seperti: hand out. kaset. model/maket. Internet Sosialisasi KTSP 146 . leaflet.

Obyek Biologi SK Siswa mampu memahami hakekat biologi Sebagai ilmu. KD. SK. Indikator. manfaat dan bahayanya 2.. MP.. Manfaat biologi bagi manusia dan lingkungan Sosialisasi KTSP 147 . KD Mempelajari ruang lingkup biologi. menemukan obyek dan ragam persoalannya dari.Cakupan Bahan Ajar • Judul.. Persoalan Biologi 3. Permasalahan biologi 5... Tempat • Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru) • Tujuan yang akan dicapai • Informasi pendukung • Latihan-latihan • Petunjuk kerja • Penilaian Sosialisasi KTSP Penyusunan Peta Bahan Ajar (Contoh Mapel Biologi) Materi Pembelajaran/Judul bahan Ajar 1. Tingkat organisasi kehidupan 4.

Berkomunikasi lisan dan tertulis menggunakan ragam bahasa yang sesuai dengan lancar dan akurat dalam wacana interaksional dan/atau monolog terutama berkenaan dengan wacana berbentuk naratif. Adjective phrase. Kompetensi Dasar 1.. Kaset 4. report. Teks berbentuk report.ALUR ANALISIS PENYUSUNAN BAHAN AJAR Standar Kompetensi 1. Indikator 1. 2. langkahlangkah untuk menyelesaikan suatu tugas. • Lembar kegiatan berisi petunjuk. LKS 2.Lainnya BAHAN AJAR 1. Materi Pembelajaran 1. Sosialisasi KTSP 148 . Sosialisasi KTSP Kegiatan Pembelajaran 1. spoof/recount. dll. Pengertian Lembar Kegiatan Siswa • Lembar kegiatan siswa (student work sheet) adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa. Mendiskusikan teks report yang didengar. prosedur.1. 2. • Tugas-tugas yang yang diberikan kepada siswa dapat berupa teori dan atau praktik. Modul 3. Mengidentifikasi adjective phrase. Mengidentifikasi kelompok kata sifat 2. dan news item. Mendengarkan Memahami wacana transaksional dan interpersonal ringan dan/atau monolog lisan terutama berkenaan dengan wacana berbentuk report. ….

• Menyusun peta kebutuhan LKS • Menentukan judul LKS • Menulis LKS • Menentukan alat penilaian Struktur LKS secara umum adalah sebagai berikut: • Judul. semester. Buku Teks Bahan ajar merupakan bahan atau materi pembelajaran yang disusun secara sistematis yang digunakan guru dan siswa dalam KBM. SK. mata pelajaran. tempat • Petunjuk belajar • Kompetensi yang akan dicapai • Indikator • Informasi pendukung • Tugas-tugas dan langkah-langkah kerja • Penilaian Sosialisasi KTSP Bahan Ajar vs. Buku teks merupakan sumber informasi yang disusun dengan struktur dan urutan berdasar bidang ilmu tertentu. indikator dan materi pembelajaran. Sosialisasi KTSP 149 . KD.Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Langkah-langkah penulisan LKS sebagai berikut: • Melakukan analisis kurikulum.

Bahan ajar : Menimbulkan minat baca Ditulis dan dirancang untuk siswa Menjelaskan tujuan instruksional Disusun berdasarkan pola belajar yang fleksibel Struktur berdasarkan kebutuhan siswa dan kompetensi akhir yang akan dicapai. Sosialisasi KTSP Buku teks : Mengasumsikan minat dari pembaca Ditulis untuk pembaca (guru. Sosialisasi KTSP 150 . Memberi kesempatan pada siswa untuk berlatih Mengakomodasi kesulitan siswa Memberikan rangkuman Gaya penulisan komunikatif dan semi formal Kepadatan berdasar kebutuhan siswa Dikemas untuk proses instruksional Mempunyai mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari siswa Menjelaskan cara mempelajari bahan ajar. dosen) Dirancang untuk dipasarkan secara luas Belum tentu menjelaskan tujuan instruksional Disusun secara linear Stuktur berdasar logika bidang ilmu Belum tentu memberikan latihan Tidak mengantisipasi kesukaran belajar siswa Belum tentu memberikan rangkuman Gaya penulisan naratif tetapi tidak komunikatif Sangat padat Tidak memilki mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari pembaca.

Jenis Bahan Ajar •Lembar informasi (information sheet) •Operation sheet •Jobsheet •Worksheet •Handout •Modul Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 151 .

152 .

Panduan Model Pengembangan Diri untuk Satuan Pendidikan Dasar 153 . Model-Model Kurikulum 12. 13.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) V. Pengembangan Model Mata Pelajaran Muatan Lokal.

154 .

PENDAHULUAN A. mulok B. Landasan • UU No. sentralisasi ke desentralisasi.Materi 12 PENGEMBANGAN MODEL MATA PELAJARAN Sosialisasi KTSP 1 I. Latar Belakang Otonomi daerah. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) dan pasal 38 ayat (2) • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Sosialisasi KTSP 2 155 . multikultural.

I. PENDAHULUAN (Lanjutan)
C. Tujuan Tujuan Umum: Acuan bagi satuan pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, dan SMK/MAK dalam pengembangan Mulok yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan.

Sosialisasi KTSP

3

I. PENDAHULUAN (Lanjutan)
Tujuan Khusus: Memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan perilaku kepada peserta didik agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang keadaan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai/aturan yang berlaku di daerahnya dan mendukung kelangsungan pembangunan daerah serta pembangunan nasional. Lebih jelas lagi terutama agar peserta didik dapat: Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam, sosial, dan budayanya. Memiliki pengetahuan, kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya sebagai bekal siswa. Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilainilai/aturan-aturan yang berlaku di daerahnya, serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional.
4

Sosialisasi KTSP

156

I. PENDAHULUAN
D. Pengertian

(Lanjutan)

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP minimal terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.
5

Sosialisasi KTSP

I. PENDAHULUAN

(Lanjutan)

Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi mata pelajaran muatan lokal dapat ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan.

Sosialisasi KTSP

6

157

I. PENDAHULUAN (Lanjutan)
E. Ruang Lingkup
1. Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial ekonomi, dan lingkungan sosial budaya. Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah, khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut, yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan. 2. Lingkup Isi/Jenis Muatan Lokal, dapat berupa: bahasa daerah, bahasa Inggris, kesenian daerah, keterampilan dan kerajinan daerah, adat istiadat, dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar, serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan.
7

Sosialisasi KTSP

2. Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran
A. Pengembangan Sesuai dengan Kondisi Sekolah Saat Ini 1. Analisis Mulok yang ada di sekolah. Apakah masih layak dan relevan Mulok diterapkan di sekolah? 2. Bila Mulok yang diterapkan di sekolah tersebut masih layak digunakan maka kegiatan berikutnya adalah merubah Mulok tersebut ke dalam SK dan KD 3. Bila Mulok yang ada tidak layak lagi untuk diterapkan, maka sekolah bisa menggunakan Mulok dari sekolah lain atau tetap menggunakan Mulok yang ditawarkan oleh Dinas atau mengembangkan Mulok yang lebih sesuai.
Sosialisasi KTSP

8

158

2. Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran
(Lanjutan)

B. Pengembangan dan Penetapan SK - KD 1. Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah 2. Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi Mulok 3. Mengidentifikasi bahan kajian Mulok 4. Menentukan Mata Pelajaran Mulok 5. Mengembangkan SK dan KD berserta silabusnya dan RPP-nya
9

Sosialisasi KTSP

3. Pelaksanaan
Sekolah yang mampu mengembangkan SK dan KD beserta silabus dan RPP-nya dapat melaksanakan Mulok. Bila belum mampu, dapat melaksanakan Mulok berdasarkan kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh sekolah, atau dapat meminta bantuan kepada sekolah lain yang masih dalam satu daerah. Bila beberapa sekolah dalam satu daerah belum mampu mengembangkan SK dan KD Mulok, dapat meminta bantuan Tim Pengembang Kurikulum (TPK) di daerah setempat, atau meminta bantuan dari LPMP di propinsi.
Sosialisasi KTSP

10

159

4. Pihak yang Terlibat dalam Pengembangan • • • • TPK, LPMP, PT, Instansi/lembaga di luar Depdiknas, misalnya: - pemerintah Daerah/Bapeda, - Dinas Departemen lain terkait, - dunia usaha/industri, - dan tokoh masyarakat.

Sosialisasi KTSP

11

5. Rambu-Rambu
•Bahan kajian disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik (pengetahuan dan cara berpikir, emosional, dan sosial). Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar diatur sedemikian rupa agar tidak memberatkan peserta didik dan tidak mengganggu penguasaan pada kurikulum nasional. Oleh karena itu dalam pelaksanaan Mulok dihindarkan adanya pekerjaan rumah (PR).

Sosialisasi KTSP

12

160

meminta bantuan dari instansi terkait atau dunia usaha/industri (lapangan kerja) atau tokoh-tokoh masyarakat. fisik. guru diharapkan dapat mengembangkan sumber belajar yang sesuai dengan memanfaatkan potensi di lingkungan sekolah. baik secara mental. maksudnya dalam lingkungan tempat tinggal dan sekolah peserta didik. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Program pembelajaran hendaknya dikembangkan dengan melihat kedekatan secara fisik dan secara psikis. Sedangkan dekat secara psikis maksudnya bahan kajian tersebut mudah dipahami oleh kemampuan berpikir dan mencernakan informasi sesuai dengan usianya. maupun sosial. bahan pengajaran hendaknya disusun berdasarkan prinsip (1) bertitik tolak dari hal-hal konkret ke abstrak. (2) dikembangkan dari yang diketahui ke yang belum diketahui. Sosialisasi KTSP 14 161 . (4) dari yang mudah/sederhana ke yang lebih sukar/rumit. Dekat secara fisik. Selain itu guru hendaknya dapat memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan peserta didik aktif dalam proses belajar mengajar. misalnya dengan memanfaatkan tanah/kebun sekolah. Dalam kaitan dengan sumber belajar. (3) dari pengalaman lama ke pengalaman baru.5. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Bahan kajian/pelajaran hendaknya memberikan keluwesan bagi guru dalam memilih metode mengajar dan sumber belajar seperti buku dan nara sumber. Sosialisasi KTSP 13 5. Untuk itu. Selain itu bahan kajian/pelajaran hendaknya bermakna bagi peserta didik yaitu bermanfaat karena dapat membantu peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

penggunaan portofolio.5. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. Namun demikian bahan kajian muatan lokal tertentu tidak harus secara terus-menerus diajarkan mulai dari kelas I s. Bahan kajian muatan lokal juga dapat disusun dan diajarkan hanya dalam jangka waktu satu semester. dan penilaian diri. •Alokasi waktu untuk bahan kajian/pelajaran muatan lokal perlu memperhatikan jumlah minggu efektif untuk mata pelajaran muatan lokal pada setiap semester Sosialisasi KTSP 15 6. pengukuran sikap. Penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator.d XII. dua semester atau satu tahun ajaran. penilaian hasil karya berupa tugas. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.d IX. menganalisis.d VI atau dari kelas VII s. Sosialisasi KTSP 16 162 . Rambu-Rambu (Lanjutan) •Bahan kajian muatan lokal yang diajarkan harus bersifat utuh dalam arti mengacu kepada suatu tujuan pengajaran yang jelas dan memberi makna kepada peserta didik. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. pengamatan kinerja. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. proyek dan/atau produk. dan X s.

7. Pelaporan • Pelaporan hasil belajar mata pelajaran muatan lokal diwujudkan dalam bentuk kuantitatif Sosialisasi KTSP 17 Selesai Sosialisasi KTSP 18 163 .

164 .

pasal 12 ayat (1b) tentang pelayanan pendidikan sesuai bakat. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas: Pasal 1 butir 6 tentang pendidik. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi yang memuat pengembangan diri dalam struktur kurikulum. Sosialisasi KTSP 165 . minat. Permendiknas No. pasal 3 tentang tujuan pendidikan. dan kemampuan PP No. pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran. dibimbing oleh konselor.Materi 13 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PANDUAN MODEL PENGEMBANGAN DIRI Untuk Satuan Pendidikan Dasar Sosialisasi KTSP Landasan Pengembangan Diri UU No. Dasar standarisasi profesi konseling oleh Ditjen Dikti Tahun 2004 tentang arah profesi konseling di sekolah dan luar sekolah. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan: Pasal 5 – 18 tentang Standar Isi satuan pendidikan dasar dan menengah. dan guru / tenaga kependidikan yang disebut pembina.

Pengembangan diri bertujuan memberikan Sosialisasi KTSP 166 . potensi. dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial. kegiatan pengembangan diri. Sosialisasi KTSP Tujuan Umum kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. khususnya pelayanan konseling ditujukan guna pengembangan kreativitas dan karir Untuk satuan pendidikan khusus. dan pengembangan karir. kegiatan belajar. serta kegiatan ekstra kurikuler.Pengertian Pengembangan Diri Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. kondisi dan perkembangan peserta didik. Untuk satuan pendidikan kejuruan. bakat. minat. pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik.

Kemampuan sosial g. memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain. mengatasi silang pendapat (pertengkaran). Kreativitas d. • Keteladanan. ibadah khusus keagamaan bersama. Bakat b. adalah kegiatan dalam bentuk perilaku seharihari seperti : berpakaian rapi. seperti : upacara bendera. Wawasan dan perencanaan karir i. adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti : pembentukan perilaku memberi salam. • Spontan. keberaturan. Kemampuan pemecahan masalah j. Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan e. pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri. Kemandirian Sosialisasi KTSP Bentuk Pelaksanaan Pengembangan Diri Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual. senam. rajin membaca. datang tepat waktu Sosialisasi KTSP 167 . membuang sampah pada tempatnya.Tujuan Khusus Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan : a. antri. Kemampuan kehidupan keagamaan f. Kemampuan belajar h. yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal. berbahasa yang baik. kelompok dan atau klasikal melalui penyelenggaraan : Layanan dan kegiatan pendukung Konseling Kegiatan Ekstra Kurikuler Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut : • Rutin. Minat c.

serta memilih dan mengambil keputusan karir. dan perencanaan karir. dan mengembangkan potensi dan kecakapan. c. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. baik secara perorangan maupun kelompok. b. menilai. serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik. dan warga lingkungan sosial yang lebih luas. Konseling adalah pelayanan bantuan untuk Sosialisasi KTSP Bidang Pelayanan Konseling a. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. Pengembangan kehidupan sosial. bakat dan minat. melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung. kehidupan sosial. Pengembangan karir. Pengembangan kehidupan pribadi. Pengembangan kemampuan belajar. agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal.Konseling peserta didik. Sosialisasi KTSP 168 . dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi. anggota keluarga. d. berdasarkan normanorma yang berlaku. kemampuan belajar. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya.

yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian. magang. yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri. program latihan. jurusan/program studi. yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuhkembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya. karir/jabatan. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya. untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya. Fungsi Pengentasan. dan pendidikan lanjutan. Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan. Fungsi Advokasi.Fungsi Bimbingan Konseling Fungsi Pemahaman. Penguasaan Konten. sosial. terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari. dan kegiatan ekstra kurikuler. Fungsi Pencegahan. terumata kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah. kelompok belajar. keluarga. Penempatan dan Penyaluran. Sosialisasi KTSP 169 . Informasi. belajar. yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas. Sosialisasi KTSP Jenis Layanan Konseling Orientasi. dan masyarakat. yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya..

kemampuan hubungan sosial. komprehensif. dan pengambilan keputusan. yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik. yang diselenggarakan secara berkelanjutan. kegiatan belajar. Himpunan Data.Jenis Layanan (lanjutan …) • Konseling Perorangan. dan bersifat rahasia. baik tes maupun non-tes. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya. yaitu kegiatan memperoleh data. dan caracara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik. yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi. kemampuan sosial. yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya. kegiatan belajar. yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka. Alih Tangan Kasus. Kunjungan Rumah. sistematis. Sosialisasi KTSP Kegiatan Pendukung • • • • • • Aplikasi Instrumentasi. Konferensi Kasus. pemahaman. yang bersifat terbatas dan tertutup. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik. • Konseling Kelompok. Tampilan Kepustakaan. terpadu. yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya. • Bimbingan Kelompok. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi. melalui aplikasi berbagai instrumen. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya. • Konsultasi. dan karir/jabatan. • Mediasi. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok. serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan. yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data. Sosialisasi KTSP 170 . karir/jabatan.

Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling. • Kelompok. yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. yaitu format kegiatan konseling yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan. • Program Bulanan. yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. Sosialisasi KTSP 171 . yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. yaitu format kegiatan konseling yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan. • Pendekatan Khusus. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. • Lapangan. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. • Program Semesteran. yaitu format kegiatan konseling yang melayani peserta didik secara perorangan.Format Kegiatan • Individual. Sosialisasi KTSP Jenis Program • Program Tahunan. yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas. • Program Harian. • Klasikal. • Program Mingguan.

himpunan data. Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat bidang. dan volume/beban tugas konselor Sosialisasi KTSP Pelaksanaan Kegiatan Konseling Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah: Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi. sasaran pelayanan. kunjungan rumah. dan alih tangan kasus. pemanfaatan kepustakaan. penguasaan konten. jenis layanan dan kegiatan pendukung. format kegiatan. Sosialisasi KTSP 172 . penempatan dan penyaluran. kegiatan konferensi kasus. serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas. kegiatan instrumentasi. Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi.Penyusunan Program Program pelayanan konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi.

konseling perorangan. Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. Sosialisasi KTSP Kegiatan Ekstrakurikuler pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan.Pelaksanaan Kegiatan Konseling (lanjutan) Di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah: Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi. potensi. konseling kelompok dan mediasi. Kegiatan Ekstra Kurikuler adalah kegiatan Sosialisasi KTSP 173 . diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan konseling. bimbingan kelompok. bakat dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah. serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas.

Sosialisasi KTSP Prinsip Kegiatan Ekstra Kurikuler Individual. Sosialisasi KTSP 174 . membangun semangat peserta didik untuk bekerja dengan baik dan berhasil. Etos kerja. mengembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan. Sosial.Fungsi Kegiatan Ekstrakurikuler Pengembangan. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang Menyenangkan. Pilihan. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang Kemanfaatan sosial. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik. Keterlibatan aktif. bakat dan minat mereka. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler dalam suasana yang disukai dan mengembirakan peserta didik. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti secara sukarela peserta didik. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan potensi. bakat dan minat peserta didik masing-masing. Persiapan karir. Rekreatif. menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan suasana rileks.

yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik antar kelas/ antar sekolah/madrasah. kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik. Gabungan. lokakarya. Sosialisasi KTSP 175 . meliputi Kepramukaan. teater. seni dan budaya. Karya Ilmiah. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti oleh kelompok-kelompok peserta didik. Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). kesehatan. dengan substansi antara lain karir. cinta alam. Sosialisasi KTSP Format Kegiatan Individual. jurnaistik. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik dalam satu kelas. meliputi pengembangan bakat olah raga. Latihan/lomba keberbakatan/prestasi. keagamaan. penelitian. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA). meliputi Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR). pendidikan. seni budaya. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik secara perorangan. Klasikal.Jenis Kegiatan Ekstrakurikuler Krida. keagamaan. Seminar. perlindungan HAM. dan pameran/bazar. Palang Merah Remaja (PMR). Kelompok.

Kegiatan ekstra kurikuler yang terprogram dilaksanakan sesuai dengan sasaran.Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Kegiatan ekstra kurikuler yang bersifat rutin. b. substansi. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung konseling terhadap peserta didik. c. Sosialisasi KTSP 176 . Sosialisasi KTSP Penilaian 1. spontan dan keteladanan dilaksanakan secara langsung oleh guru. Penilaian segera (LAISEG). konselor dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan/kegiatan terhadap peserta didik. waktu. jenis kegiatan. tempat dan pelaksana sebagaimana telah direncanakan. Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN). yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani. Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG). Penilaian hasil kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui: a.

Hasil penilaian kegiatan pelayanan konseling dicantumkan dalam LAPELPROG. Hasil kegiatan pelayanan konseling secara keseluruhan dalam satu semester untuk setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif. Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam SATLAN dan SATKUNG. Sosialisasi KTSP Penilaian ( lanjutan ) Ekstrakurikuler Hasil dan proses kegiatan ekstra kurikuler dinilai secara kualitatif dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah dan pemangku kepentingan lainnya oleh penanggung jawab kegiatan. 3. untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan.Penilaian ( lanjutan ) 2. Sosialisasi KTSP 177 .

PENGEMBANGAN DIRI Kamu harus jadi dirimu sendiri ! Bakat saya harus berkembang Guru & Siswa Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 178 .

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VI. 179 . Pembelajaran Tematik 14. Model Pembelajaran Tematik SD Kelas I - III.

180 .

dan tiga berada pada rentangan usia dini yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) sehingga pembelajarannya masih bergantung kepada objekobjek konkrit dan pengalaman yang dialaminya Pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SD kelas I – III yang terpisah untuk setiap mata pelajaran.Materi 14 MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK SD KELAS I-III Sosialisasi KTSP Latar Belakang Peserta didik kelas satu. Sosialisasi KTSP 181 . akan menyebabkan kurang mengembangkan anak untuk berpikir holistik Terdapat permasalahan pada kelas awal (I-III) antara lain adalah tingginya angka mengulang kelas dan putus sekolah. dua.

Sosialisasi KTSP 182 . Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi topik pembelajaran. Memudahkan guru dalam mempersiapkan dan menyajikan bahan ajar yang efektif. Mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar mata pelajaran dalam tema yang sama. Sosialisasi KTSP Tujuan Memusatkan perhatian peserta didik mudah pada suatu tema materi yang jelas. Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan.Pengertian Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada peserta didik.

Manfaat Pembelajaran Tematik Menghilangkan tumpang tindih bahan ajar. Penguasaan konsep oleh peserta didik akan semakin baik meningkatan Sosialisasi KTSP Karakteristik Pembelajaran Tematik Berpusat pada peserta didik Memberikan pengalaman langsung Tidak terjadi pemisahan mata pelajaran Menyajikan konsep yang terpadu dari berbagai mata pelajaran Bersifat fleksibel Proses pembelajaran mudah disesuaikan dengan minat dan kebutuhan peserta didik Menggunakan prinsip pembelajaran yang aktif. Peserta didik memahami hubungan yang bermakna antar mata pelajaran. kreatif. efektif. Pembelajaran menjadi utuh oleh peserta didik akan mendapat pengertian mengenai konsep dan materi yang tidak terpecah-pecah. dan menyenangkan Sosialisasi KTSP 183 .

sumber belajar dan media: Memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar.Implikasi Pembelajaran Tematik Implikasi bagi: Guru : harus kreatif dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi peserta didik. kelompok kecil ataupun klasikal dan mengikuti secara aktif kegiatan pembelajaran yang bervariasi. menarik. menyenangkan dan utuh. Sosialisasi KTSP Implikasi Pembelajaran Tematik (lanjutan…) Sarana prasarana. Memanfaatkan berbagai sumber belajar Mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi Masih dapat menggunakan bahan ajar yang sudah ada saat ini untuk masing-masing mata pelajaran dan menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar yang terintegrasi Sosialisasi KTSP 184 . Peserta didik: harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran baik secara individual. pasangan. memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna.

dan berhitung serta penanaman nilai-nilai moral dan cerita tanah air. menulis. dan daerah setempat. demonstrasi. minat. sarana dan sumber belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan menyimpannya kembali. Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan dapat diajarkan tersendiri.Implikasi Pembelajaran Tematik (lanjutan…) Pengaturan ruang kelas: Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang dilaksanakan. Kompetensi dasar yang tidak tercakup dalam tema tertentu harus diajarkan baik melalui tema lain maupun berdiri sendiri. Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa. tanya jawab. Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/ karpet Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar Alat. Kegiatan ini ditekankan kepada kemampuan membaca. Pemilihan metode : pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai variasi metode (percobaan. Sosialisasi KTSP 185 . bermain peran. bercakap-cakap) baik di dalam kelas maupun di luar kelas Sosialisasi KTSP Rambu-Rambu Pembelajaran Tematik Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester. lingkungan.

kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata pelajaran yang dipadukan dalam tema yang dipilih. Kompetensi Dasar. Pemetaan Standar Kompetensi. Sosialisasi KTSP 186 .Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Tahap Persiapan: 1. Kompetensi Dasar. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Sosialisasi KTSP 1. Indikator dalam Tema 2. Pemetaan Standar Kompetensi. Indikator Dalam Tema Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh semua standar kompetensi. Penyusunan Silabus 4. Penetapan Jaringan Tema 3.

Sosialisasi KTSP 187 . Penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam indikator Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan indikator: Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran Dirumuskan dalam kata kerja oprasional yang terukur dan/atau dapat diamati Sosialisasi KTSP Kegiatan Pemetaan (lanjutan. Cara kedua.. untuk menentukan tema tersebut.. dilanjutkan dengan menentukan tema yang sesuai. menetapkan terlebih dahulu tematema pengikat keterpaduan. guru dapat bekerjasama dengan peserta didik sehingga sesuai dengan minat dan kebutuhan anak. Menentukan tema Cara penentuan tema Cara pertama.) 2.Kegiatan Pemetaan 1. mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam masingmasing mata pelajaran.

) Prinsip Penentuan tema Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan peserta didik Dari yang termudah menuju yang sulit Dari yang sederhana menuju yang kompleks Dari yang konkret menuju ke yang abstrak..) 3.. Kompetensi Dasar dan Indikator yang cocok untuk setiap tema sehingga semua standar kompetensi.Kegiatan Pemetaan (lanjutan. dan kemampuannya Sosialisasi KTSP Kegiatan Pemetaan (lanjutan. Kompetensi Dasar dan Indikator Mengidentifikasi dan menganalisis setiap Standar Kompetensi. Identifikasi dan Analisis Standar Kompetensi. termasuk minat. Sosialisasi KTSP 188 .. kebutuhan. Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya proses berpikir pada diri Peserta didik Ruang lingkup tema disesuaikan dengan usia dan perkembangan Peserta didik. kompetensi dasar dan indikator terbagi habis dalam tema..

Menetapkan Jaringan Tema Hubungkan kompetensi dasar dan indikator dengan tema pemersatu sehingga akan terlihat kaitan antara tema. pengalaman belajar.2. dan penilaian. Sosialisasi KTSP 3. Penyusunan Silabus Komponen silabus terdiri atas standar kompetensi. Sosialisasi KTSP 189 . indikator. kompetensi dasar dan indikator dari setiap mata pelajaran. alat/sumber. Jaringan tema ini dapat dikembangkan sesuai dengan alokasi waktu setiap tema. kompetensi dasar.

Kegiatan Pembukaan (± 1 jp) .Kegiatan Inti (± 3 jp) .Kegiatan Penutup (± 1 jp) 2. Tahapan/jadwal kegiatan per hari . inti dan penutup). Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Komponen rencana pembelajaran tematik meliputi : Identitas mata pelajaran Kompetensi dasar dan indikator yang akan dilaksanakan.4. Alat dan media serta sumber bahan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran tematik Penilaian dan tindak lanjut Sosialisasi KTSP Tahap Pelaksanaan 1. Pengaturan jadwal pelajaran Sosialisasi KTSP 190 . Materi pokok beserta uraiannya yang perlu dipelajari Strategi pembelajaran (kegiatan pembukaan.

Kegiatan Pendahuluan/awal/pembukaan (1 jam pelajaran) Kegiatan ini dilakukan terutama untuk menciptakan suasana awal pembelajaran berupa kegiatan untuk pemanasan. ataupun perorangan. Sosialisasi KTSP 191 . kelompok kecil. Beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan adalah bercerita. Tahapan Kegiatan (lanjutan…) b. dan menyanyi Sosialisasi KTSP 1. Pada tahap ini dapat dilakukan penggalian terhadap pengalaman anak tentang tema yang akan disajikan. a. tulis dan hitung. Kegiatan Inti Dalam kegiatan inti difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk pengembangan kemampuan baca. Tahapan Kegiatan Pelaksanaan pembelajaran tematik setiap hari dilakukan dengan menggunakan tiga tahapan.1. Penyajian bahan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai strategi/metode yang bervariasi dan dapat dilakukan secara klasikal. kegiatan fisik/jasmani.

mendongeng. membacakan cerita dari buku. Tahapan Kegiatan (lanjutan…) c. Kegiatan Penutup/Akhir dan Tindak Lanjut Sifat dari kegiatan penutup adalah untuk menenangkan. pantomim. musik/apresiasi musik. pesan-pesan moral.1. Sosialisasi KTSP Contoh Jadwal Harian (1) Pembukaan Anak berkumpul bernyanyi sambil menari mengikuti irama musik Kegiatan untuk pengembangan kemampuan membaca Kegiatan untuk pengembangan kemampuan menulis Kegitan untuk pengembangan kemampuan berhitung Mendongeng atau membaca cerita dari buku cerita Inti Penutup Sosialisasi KTSP 192 . Kegiatan yang dapat dilakukan adalah menyimpulkan/mengungkapkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

guru pendidikan jasmani dan guru muatan lokal dapat bersama-sama menyusun jadwal pelajaran Jadwal pelajaran ini bersifat fleksibel sesuai dengan situasi dan keperluan sekolah Sosialisasi KTSP 193 . menyanyi. melakukan kegiatan fisik sesuai dengan tema) Pengembangan kemampuan menulis (kegiatan kelompok besar) Pengembangan kemampuan berhitung (kegiatan kelompok kecil atau berpasangan) Melakukan pengamatan sesuai dengan tema. misalnya mengamati jenis kendaraan yang lewat pada tema transporasi. Pengaturan Jadwal Pelajaran • • • Pengaturan jadwal dilakukan untuk memudahkan administrasi sekolah Guru bersama dengan guru mata pelajaran pendidikan agama. menggambar hewan hasil pengamatan Mendongeng Pesan-pesan moral Musik/menyanyi Inti Penutup Sosialisasi KTSP 2.Contoh Jadwal Harian (2) Pembukaan Waktu berkumpul (anak menceritakan pengalaman.

Mengingat bahwa peserta didik kelas I SD belum semuanya lancar membaca dan menulis.45-9. Indo Selasa B. Oleh karena itu.00 9.10-8. maka cara penilaian di kelas I tidak ditekankan pada penilaian secara tertulis.Indo KTK Istirahat KTK KTK Jumat Penjaske s Penjaske s Agama Istirahat Agama Sabtu IPA IPA Mulok Istirahat Mulok 7. dan berhitung merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik.10 Sosialisasi KTSP Penilaian Dalam Pembelajaran Tematik Penilaian dalam pembelajaran tematik adalah suatu usaha untuk mendapatkan berbagai informasi secara berkala. Indo B. Indo B. Indo Istirahat Mat Mat Rabu Mat Mat Mat Istirahat IPS IPS Kamis B. penguasaan terhadap ke kemampuan tersebut adalah prasyarat untuk kenaikan kelas. dan III mengikuti aturan penilaian matamata pelajaran lain di Sekolah Dasar. Sosialisasi KTSP 194 .35-10.45 8. Kemampuan membaca.35 9. menulis. dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh peserta didik melalui pembelajaran. II. Indo B.35-8. Indo B.35 Senin Mat Mat Mat Istirahat B.00-9.Contoh Jadwal Pelajaran Waktu 700-7.10 8. berkesinambungan. Penilaian di kelas I.

Penilaian dilakukan secara terus menerus dan selama proses belajar mengajar berlangsung.Penilaian Dalam Pembelajaran Tematik (lanjutan…) Penilaian dilakukan dengan mengacu pada indikator masingmasing Kompetensi Dasar dari masing-masing mata pelajaran. ejaan kata. Hasil karya/kerja peserta didik dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi guru dalam mengambil keputusan untuk peserta didik misalnya: penggunaan tanda baca. maupun angka. melainkan sudah terpisah-pisah sesuai dengan Kompetensi Dasar dan Indikator mata pelajaran. membaca pada kegiatan inti. Nilai akhir pada laporan (raport) dikembalikan pada kompetensi mata pelajaran yang terdapat pada kelas I. II. misalnya sewaktu peserta didik bercerita pada kegiatan awal. dan III Sekolah Dasar. dan menyanyi pada kegiatan akhir. Dengan demikian penilaian dalam hal ini tidak lagi terpadu melalui tema. Sosialisasi KTSP 195 . Sosialisasi KTSP Penilaian Dalam Pembelajaran Tematik (lanjutan…) Pada pembelajaran tematik penilaian dilakukan untuk mengkaji ketercapaian Kompetensi Dasar dan Indikator pada tiap-tiap mata pelajaran yang terdapat pada tema tersebut.

Selesai Sosialisasi KTSP 196 .

Pembelajaran Efektif 15. Pembelajaran Aktif. Kreatif. 197 . Efektif & menyenangkan (PAKEM) di TK & SD.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VII.

198 .

Asumsi Belajar . Kreatif.Belajar: Proses individual Proses sosial Menyenangkan Tak pernah berhenti Membangun makna Sosialisasi KTSP 199 . Efektif & Menyenangkan (Pakem) Di TK dan SD Sosialisasi KTSP MENGAPA PAKEM 1.DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 15 Pembelajaran Aktif.

mengembangkan kreativitas sehingga efektif namun tetap menyenangkan. Sosialisasi KTSP 200 .MENGAPA PAKEM (lanjutan) 2. PENGERTIAN Proses pembelajaran yang dirancang agar mengaktifkan anak. PERUBAHAN PARADIGMA Mengajar Pembelajaran (teaching – learning) Penilaian Perbaikan Terus-menerus (Continous improvement) Sosialisasi KTSP MENGAPA PAKEM (lanjutan) 3.

pengetahuan dan sikap untuk hidup.MENGAPA PAKEM (lanjutan) 4. PENGERTIAN Menciptakan Lingkungan Belajar yang kondusif/bermakna yang mampu memberikan siswa keterampilan. Sosialisasi KTSP MENGAPA PAKEM (lanjutan) 5. Ciri-Ciri 5.1 Pembelajaran • Multi metode • Multi media • Praktik dan bekerja dalam Tim • Memanfaatkan Lingkungan Sekolah • Multi Aspek : Logika Kinestika Estetika Etika Sosialisasi KTSP 201 .

5.3 Suasana belajar Pembelajaran hendaknya: Menyenangkan Mengasyikan Mencerdaskan Menguatkan Sosialisasi KTSP 202 . Ciri-Ciri (lanjutan) 5. Ciri-Ciri (lanjutan) 5.2 Melatih Kebiasaan yng Mengarah pada 6 K • • • • • • Kebersihan Keindahan Kerindangan Ketertiban Keamanan Kekeluargaan Sosialisasi KTSP 5.

MENGAPA PAKEM (lanjutan) 6. Pakem Bermanfaat bagi • • • • • • Kepala Sekolah Guru Siswa Orangtua Masyarakat Pemerintah Sosialisasi KTSP MANFAAT BAGI ANAK Belajar lebih efektif/mendalam Anak lebih kritis dan kreatif Suasana dan pengalaman belajar bervariasi Meningkatkan kematangan emosional/sosial Produktivitas siswa tinggi Siap menghadapi perubahan dan berpartisipasi dalam proses perubahan Sosialisasi KTSP 203 .

Nasional.KOMPONEN UTAMA PAKEM KURIKULUM & PERANGKATNYA SARANA PRASARANA Standarisasi mutu Pendidikan Secara Berkelanjutan Menghadapi Tuntutan lokal. dan global. PEMBELAJARAN YANG MENGARAH PAS. PAKEM 2. 1. 3. PENILAIAN YANG BERKELANJUTAN SDM MANAJEMEN Sosialisasi KTSP PILAR PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN MBS PAKEM PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN PSM Sosialisasi KTSP 204 .

Sosialisasi KTSP 205 .

206 .

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VIII. Rancangan Penilaian Hasil Belajar 207 . Penilaian hasil Belajar 16.

208 .

CIRI PENILAIAN KELAS D. MANFAAT HASIL PENILAIAN F. PENGERTIAN PENILAIAN KELAS C. PENGERTIAN KETUNTASAN BELAJAR G. PELAPORAN Sosialisasi KTSP 209 . PENGERTIAN PENILAIAN B. TEKNIK PENILAIAN E.Materi 16 RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENILAIAN A.

ANALISIS.A. PENILAIAN KELAS Proses pengumpulan & penggunaan informasi oleh guru melalui sejumlah bukti untuk membuat keputusan ttg pencapaian hasil belajar/kompetensi siswa. DESKRIPSI VERBAL). Sosialisasi KTSP B. Sosialisasi KTSP 210 . INTERPRETASI INFORMASI UNTUK MEMBUAT KEPUTUSAN. PENGERTIAN PENILAIAN PENILAIAN ADALAH PROSES SISTEMATIS MELIPUTI PENGUMPULAN INFORMASI (ANGKA.

2.C. dan hasil yang baik. A Model of School Learning Sosialisasi KTSP ) 211 . Carrol. CIRI PENILAIAN KELAS 1. (John B. 3. maka sebagian besar dari mereka akan mencapai ketuntasan”. 4. MENGGUNAKAN BERBAGAI CARA & ALAT PENILAIAN Sosialisasi KTSP 1. BELAJAR TUNTAS OTENTIK BERKESINAMBUNGAN BERDASARKAN ACUAN KRITERIA / PATOKAN 5. sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar. Belajar Tuntas • Belajar Tuntas (mastery learning): peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya. • “Jika peserta didik dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuannya untuk beberapa mata pelajaran dan diajarkan sesuai dengan karakteristik mereka.

Bloom) Sosialisasi KTSP 2. mereka dapat berhasil jika kompetensi awal mereka terdiagnosis secara benar dan mereka diajar dengan metode dan materi yang berurutan. mulai dari tingkat kompetensi awal mereka” (JH. keterampilan.) Sosialisasi KTSP 212 . dan sikap. B. Carrol) • “Peserta didik yang belajar lambat perlu waktu lebih lama untuk materi yang sama. Penilaian Otentik • Memandang penilaian dan pembelajaran secara terpadu • Mencerminkan masalah dunia nyata bukan dunia sekolah • Menggunakan berbagai cara dan kriteria • Holistik (kompetensi utuh merefleksikan pengetahuan.lanjutan • Guru harus mempertimbangkan antara waktu yang diperlukan berdasarkan karakteristik peserta didik dan waktu yang tersedia di bawah kontrol guru (John B. Block.

Ulangan Tengah Semester. • Ulangan Kenaikan Kelas : selesai semua Kompetensi Dasar pada semester ganjil dan genap. dan perbaikan hasil terus menerus dalam bentuk Ulangan Harian. dengan penekanan pada kompetensi dasar semester genap Sosialisasi KTSP 213 . observasi. Sosialisasi KTSP • Ulangan Harian : selesai satu atau beberapa Indikator. (tertulis.3. Berkesinambungan Memantau proses. Ulangan Akhir Semester. atau lainnya) • Ulangan Tengah Semester : selesai beberapa Kompetensi Dasar pada semester yang bersangkutan • Ulangan Akhir Semester : selesai semua Kompetensi Dasar pada semester yang bersangkutan. kemajuan. penugasan. dan Ulangan Kenaikan Kelas.

Portofolio. Produk.4. Pengamatan. tetapi dengan kemampuan yang dimiliki sebelumnya dan patokan yang ditetapkan Sosialisasi KTSP 5. Lisan. Proyek. Menggunakan Berbagai cara & alat penilaian • Mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi • Menggunakan penilaian yang bervariasi: Tertulis. dan Penilaian Diri Sosialisasi KTSP 214 . Unjuk Kerja. Berdasar Acuan kriteria/patokan Prestasi kemampuan peserta didik TIDAK DIBANDINGKAN dengan peserta kelompok.

TEKNIK /CARA PENILAIAN Unjuk Kerja (Performance) Penugasan (Proyek/Project) Hasil kerja (Produk/Product) Tertulis (Paper & Pen) 5. Portofolio (Portfolio) 6. Sosialisasi KTSP 1.4. berdiskusi. 4. • Pemecahan masalah dalam kelompok • Partisipasi dalam diskusi • Menari • Memainkan alat musik • Olah Raga • Menggunakan peralatan laboratorium • Mengoperasikan suatu alat Sosialisasi KTSP 215 . Diri (Self Assessment) 1. baca puisis. 3. interaksi) • Cocok untuk : • Penyajian lisan: keterampilan berbicara. berpidato. tingkah laku. Unjuk Kerja (Performance) : pengamatan terhadapa aktivitas siswa sebagaimana terjadi (unjuk kerja. Sikap 7. 2.

B.C. Berdiri tegak melihat pada penonton ----. Mata melihat kepada penonton Sosialisasi KTSP 216 . dan 4 bila siswa selalu melakukan --------------------------------------------------------------------------------------------------Nama : Rinjani I. Ekspresi fisik (physical expression) ----. ---------------------------------------------------------------------------------Nama: Rinjani I.CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN DENGAN RATING SCALE -----------------------------------------------------------------------------------------------Petunjuk : Beri Lingkaran pada angka yang sesuai untuk setiap kemampuan yang teramati pada waktu anak berpidato : 1 bila tidak pernah 2 bila jarang 3 bila kadang-kadang. Mengubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan 1 2 3 4 Sosialisasi KTSP CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN DENGAN CHECKLIST --------------------------------------------------------------------------------Petunjuk: Beri tanda centang (v) dibelakang huruf di mana kemampuan siswa teramati pada waktu berpidato.A. Berdiri tegak melihat pada penonton 1 2 3 4 B. Merubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan ----. Ekspresi fisik (physical expression) A.

Menyimpulkan pokok-pokok pikiran yang penting III.II.B. Menggunakan kalimat yang lengkap untuk mengutarakan suatu pikiran ---.A. Sosialisasi KTSP 2. Tidak mengulang-ulang pernyataan ---.B. Berbicara cukup keras untuk didengar penonton Ekspresi verbal (verbal expression) ---.A.C. Penugasan (Proyek) : Penilaian terhadap suatu tugas yang mengandung penyelidikan yang harus selesai dalam waktu tertentu Tugas: suatu investigasi dgn tahapan: Perencanaan Pengumpulan data Pengolahan data. Penyajian data Sosialisasi KTSP 217 . Berbicara dengan kata-kata yang jelas ---. Ekspresi suara (vocal expression) ---.D.C. Nada suaranya berubah-ubah sesuai pernyataan yang ditekankan ---. Memilih kata-kata yang tepat untuk menegaskan arti ---.

PENILAIAN PROYEK Bermanfaat menilai : • Keterampilan menyelidiki secara umum • Pemahaman & Pengetahuan dalam bidang tertentu • Kemampuan mengaplikasi pengetahuan dalam suatu penyelidikan • Kemampuan menginformasikan subyek secara jelas Sosialisasi KTSP CONTOH PENILAIAN PROYEK : Ilmu Pengetahuan Sosial : SD : VI Mata Pelajaran Jenjang Kelas / Semester Contoh Kompetensi Dasar : menganalisis bentuk-bentuk perilaku yang muncul sebagai dampak globalisasi (konsumerisme. gaya hidup) Sosialisasi KTSP 218 .

pariwisata. pilihan makanan dan minuman. migrasi. pakaian. perilaku) Sosialisasi KTSP 219 . komunikasi.Mengidentifikasi bukti-bukti globalisasi di lingkungan masyarakat (mis: dalam hal periklanan.Membuat daftar perubahan perilaku masyarakat setempat sebagai dampak globalisasi (mis: dalam hal makanan. gaya hidup. perilaku. dan tradisi) . nilai-nilai.Membandingkan pandangan orang tua dan anak mengenai perubahan-perubahan yang terjadi akibat pengaruh globalisasi Sosialisasi KTSP Contoh Tugas Penilaian Proyek ----------------------------------------Lakukan penelitian sederhana di lingkungan sekitar mengenai pengaruh iklan di media cetak maupun di media elektronik terhadap gaya hidup anak SD (cara berpakaian. perjalanan. telekomunikasi) .• Indikator : .

CONTOH
ASPEK

FORMAT PENYEKORAN TUGAS PROYEK
KRITERIA DAN SKOR 3 2 1

PERSIAPAN

Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan dengan lengkap.

Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan kurang lengkap. Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua, tetapi data tidak tercatat dengan rapi dan lengkap.

Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan tidak lengkap

PENGUMPULAN DATA

Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua dan data tercatat dengan rapi dan lengkap.

Jika pertanyaan tidak terlaksana semua dan data tidak tercatat dengan rapi.

PENGOLAHAN DATA

Jika pembahasan data sesuai tujuan penelitian

Jika pembahasan data kurang menggambarkan tujuan penelitian Jika sistimatika penulisan benar, memuat saran, namun bahasa kurang komunikatif

Jika sekedar melaporkan hasil penelitian tanpa membahas data

PELAPORAN TERTULIS

Jika sistimatika penulisan benar, memuat saran, bahasa komunikatif.

Jika penulisan kurang sistimatis, bahasa kurang komunikatif, kurang memuat saran

Sosialisasi KTSP

3. Hasil Kerja (Produk):
Penilaian terhadap kemampuan membuat produk teknologi dan seni
Penilaian Hasil Akhir dan Proses:

hasil akhir spt:

- makanan - pakaian - hasil karya seni: gambar, lukisan, pahatan - barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam - menggunakan teknik menggambar - menggunakan peralatan dengan aman - membakar kue dengan baik

proses spt:

Sosialisasi KTSP

220

PENILAIAN PRODUK

PERSIAPAN,kmp: - rencanakan, gali, kembangkan gagasan - desain produk

PEMBUATAN: kmp seleksi dan gunakan: bahan, alat, teknik

PENILAIAN
(APPRAISAL):

kmp buat produk sesuai kegunaan (fungsi) & keindahan

Sosialisasi KTSP

Contoh1:

TUGAS PENILAIAN PRODUK ------------------------------------------------------Tugas: buatlah rancangan model benda yang menggunakan roda Ketentuan: - Gambar rancangan model
- Bahan untuk model tertulis dalam rancangan - Tentukan spesifikasi bahan untuk model

Sosialisasi KTSP

221

Contoh2:

TUGAS PENILAIAN PRODUK -------------------------------------------------------Tugas: Rancang dan buatlah mainan yang menggunakan roda. ketentuan sebagai berikut (spesifikasidiberikan) : jenis kayu: ……….. ukuran: ……………………. dst.

Sosialisasi KTSP

Penskoran tugas penilaian produk contoh 1:
No Kriteria
b 1. 2. 3. 4.

skor
c k

Ada gambar rancangan model Bahan tertulis dalam model Spesifikasi bahan tertulis Unsur estetika

Kriteria penskoran : B = gambar proporsional, bahan tertulis lengkap, spesifikasi bahan jelas C = gambar kurang proporsional, bahan tertulis kurang lengkap, spesifikasi bahan kurang jelas K = gambar tidak proporsional, bahan tertulis tidak lengkap, spesifikasi bahan tidak jelas
Sosialisasi KTSP

222

4. TES TERTULIS
Memilih dan Mensuplai jawaban 1. MEMILIH JAWABAN - Pilihan ganda - Dua pilihan (B - S; ya - tidak) 2. MENSUPLAI JAWABAN - Isian atau melengkapi - Jawaban singkat - uraian
Sosialisasi KTSP

BANDINGKAN
• Apa kepanjangan ASEAN? • Tahun berapa ASEAN didirikan? • Negara mana saja yang manjadi anggota ASEAN? • Apa kepanjangan PLTA? • Menurutmu masalah apa yang akan timbul jika ASEAN bubar? • Dengan cara apa ASEAN mendukung perekonomian ASIA? • Buatlah bagan PLTA!

Sosialisasi KTSP

223

5. PORTOFOLIO :
Penilaian melalui koleksi karya (hasil kerja) siswa yang sistematis
• • • • Pengumpulan data melalui karya siswa Pengumpulan dan penilaian yang terus menerus Refleksi perkembangan berbagai kompetensi Memperlihatkan tingkat perkembangan kemajuan belajar siswa • Bagian Integral dari Proses Pembelajaran • Untuk satu periode • Tujuan Diagnostik

Sosialisasi KTSP

Hal-hal yang perlu diperhatikan:
• Siswa merasa memiliki portofolio sendiri • Tentukan bersama hasil kerja apa yang akan dikumpulkan • Kumpulkan dan simpan hasil kerja siswa dalam 1 map atau folder • Beri tanggal pembuatan • Tentukan kriteria untuk menilai hasil kerja siswa • Minta Siswa untuk menilai hasil kerja mereka secara berkesinambungan • Bagi yang kurang, beri kesempatan perbaiki karyanya, tentukan jangka waktunya • Bila perlu, jadwalkan pertemuan dengan ortu
Sosialisasi KTSP

224

2. Contoh Portofolio Nama Siswa : _________________ Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kelas : X/1 : Bahasa Indonesia : 1 Semester Kriteria Tata bahasa No SK / KD Periode Kosakata Kelengkapan gagasan Sistematika penulisan Keterangan 1. Sosialisasi KTSP 225 . Menulis karangan deskriptif 30/7 10/8 dst. Membuat resensi buku 1/9 30/9 10/10 Dst.karya-karya yang dapat dikumpulkan melalui penilaian portofolio • • • • • • • Puisi Karangan Gambar / Lukisan Desain Paper Sinopsis Naskah pidato / khotbah • Naskah Drama • Rumus Sosialisasi KTSP • • • • • • Doa Surat Komposisi Musik Teks Lagu Resep Makanan Laporan Observasi/ Penyelidikan / Eksperimen • Dsb.

Sosialisasi KTSP 226 .6. . perhatian – Pertanyaan langsung: tanggapan thd tatib baru – Laporan pribadi: menulis pandangan ttg “kerusuhan antaretnis”. Sosialisasi KTSP Contoh Format Penilaian Sikap dalam praktek IPA : No... inisiatif. Ruri Berinisiatif Perilaku Penuh Perhati an Bekerja sistematis Nilai Keterangan 2. Nama Bekerja sama 1. Tono 3. PENILAIAN SIKAP Penilaian terhadap perilaku dan keyakinan siswa terhadap obyek sikap Cara: – Observasi perilaku: kerja sama..

Tiap orang sibuk dengan yang dilakukannya dalam kelompok saya 5.mengorganisasi kelompok -------.mengorganisasi ide-ide saya -------.7.B.mengacaukan kegiatan -------.1996. Sosialisasi KTSP CONTOH PENILAIAN DIRI PARTISIPASI DALAM DISKUSI KELOMPOK Nama : ----------------------------------------------------Nama-nama anggota kelompok : ----------------------------------------------------Kegiatan kelompok : ----------------------------------------------------Isilah pernyataan berikut dengan jujur. -------. Untuk No. 227 .Selama kerja kelompok. saya…. -------. 5. 1 s. tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya. PENILAIAN DIRI Menilai diri sendiri berkaitan dengan status. -------. --------.melamun 6.Semua anggota kelompok kami melakukan sesuatu selama kegiatan 4.Ketika kami berdiskusi. Apa yang kamu lakukan selama kegiatan berlangsung? ------------------------------------------------------------------------------------------Sosialisasi KTSP SUMBER: Forster & Masters. proses. -------. --------.C atau D di depan tiap pernyataan: A : selalu C : kadang-kadang B : sering D : tidak pernah 1.d. tiap org diberi kesempatan mengusulkan sesuatu 3. tulislah huruf A.mengajukan pertanyaan --------.Selama diskusi saya mengusulkan ide kpd klp utk didiskusikan 2.mendengarkan orang lain --------.

ALUR PELAKSANAAN PENILAIAN • MENETAPKAN INDIKATOR • MEMETAKAN SK. INDIKATOR DAN KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR • MENETAPKAN TEKNIK PENILAIAN • MEMBUAT ALAT PENILAIAN & PENYEKORAN Sosialisasi KTSP CONTOH FORMAT PEMETAAN ASPEK PENILAIAN SK KD INDIKATOR KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR PROY TEKNIK PENILAIAN PROD TES UN KERJA DLL MENDENGAR KAN BERBICARA MEMBACA MENULIS Sosialisasi KTSP 228 . KD.

AS= Nilai Akhir Semester Sosialisasi KTSP E. MANFAAT HASIL PENILAIAN • REMEDIAL • PENGAYAAN • PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN Sosialisasi KTSP 229 . TS= Nilai Tengah Semester.CONTOH REKAP NILAI MATA PELAJARAN : KELAS/SEMESTER : N O NA MA MENDENGARKAN BERBICARA MEMBACA MENULIS KD 1 KD 2 R R T S AS KD 1 KD 2 R R T S A S KD 1 KD 2 R R T S A S KD 1 KD 2 R R TS A S 1 Ri n Tin 2 Catatan: KD= Kompetensi Dasar. RR= Nilai Rata-rata KD.

KETUNTASAN BELAJAR • • • • PER INDIKATOR KRITERIA: 0% – 100% IDEAL: 75% SEKOLAH MENETAPKAN SENDIRI DGN PERTIMBANGAN: KEMAMPUAN AKADEMIS SISWA. KOMPLEKSITAS INDIKATOR.KAPAN? • REMEDIAL DILAKUKAN BILA NILAI INDIKATOR KURANG DARI NILAI KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR PENGAYAAN DILAKUKAN BILA TUNTAS LEBIH CEPAT PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN BILA TIDAK EFEKTIF • • Sosialisasi KTSP F. SARANA • TUNTAS: SKOR ≥ KRITERIA KETUNTASAN • TUNTAS INDIKATOR → KD → SK→ MAPEL Sosialisasi KTSP 230 . DAYA DUKUNG : GURU.

7 Sosialisasi KTSP NILAI KD 2: MODE : 70 NILAI KD :70 231 .CONTOH PENGHITUNGAN KETUNTASAN BELAJAR KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KRITERIA KETUNTASAN NILAI PESERTA DIDIK KETUNTASAN 1 2 60% 60% 60 59 TUNTAS TAK TUNTAS TUNTAS 3 55% 75 Sosialisasi KTSP CONTOH PENGHITUNGAN NILAI KD KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR 60% 70% 60% 70% 65% 60% KOMPETENSI DASAR (KD) INDIKATOR 1 NILAI SISWA 61 80 90 70 68 72 KETUNTASAN TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS 1 2 3 1 2 2 3 NILAI KD 1: = 61+80+90 3 = 77 ATAU 7.

• PADA ATAU DI LUAR JAM EFEKTIF Sosialisasi KTSP 232 .DALAM 1 KD • JML INDIKATOR YG TUNTAS LEBIH DARI 50%: LANJUT KE KD BERIKUTNYA • JML INDIKATOR BELUM TUNTAS SAMA ATAU LEBIH DARI 50%: MENGULANG KD YANG SAMA Sosialisasi KTSP PELAKSANAAN PROGRAM REMEDIAL • TATAP MUKA DENGAN GURU • BELAJAR SENDIRI → dinilai • KEGIATAN: MENJAWAB PERTANYAAN. MENGUMPULKAN DATA. MEMBUAT RANGKUMAN. MENGERJAKAN TUGAS.

PADA ATAU DI LUAR JAM EFEKTIF. LATIHAN TAMBAHAN TUGAS INDIVIDUAL • HASIL PENILAIAN MENAMBAH NILAI MATA PELAJARAN BERSANGKUTAN • SETIAP SAAT.PROGRAM PENGAYAAN : • SISWA BERPRESTASI BAIK • MEMPERKAYA KOMPETENSI • KEGIATAN : MEMBERI MATERI TAMBAHAN. Sosialisasi KTSP PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN Program Strategi Bahan Tidak efektif? Dievaluasi Direvisi Sosialisasi KTSP Diganti 233 .

• Model yang ada merupakan contoh yang dapat dimodifikasi/diadopsi oleh sekolah. PELAPORAN • Rapor adalah laporan kemajuan belajar • Berisi informasi tentang pencapaian kompetensi • Sekolah boleh menetapkan sendiri model rapor yang dikehendaki.G. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 234 . dengan syarat komunikatif dan menggambarkan pencapaian kompetensi.

Pengembangan bahan Ujian & Analisis hasil Ujian. 235 .Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) IX. Pengembangan Bahan Ujian 17.

236 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 17 PENGEMBANGAN BAHAN UJIAN DAN ANALISIS HASIL UJIAN Sosialisasi KTSP SKL TOPIK Sosialisasi KTSP KISI-KISI TEKNIK PENYUSUNAN SOAL ANALISIS 237 .

APAKAH SAYA LULUS? Sosialisasi KTSP STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) Adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap pengetahuan dan keterampilan Berdasarkan PP No.19/2005 Sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan Meliputi kompetensi seluruh mata pelajaran Dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Sosialisasi KTSP 238 .

KOMPETENSI Materi pembelajaran untuk mencapai kompetensi Sosialisasi KTSP Bentuk soal harus sesuai dengan kompetensi yang dituntut pada SKL SEPERTI APA SOAL YANG BAIK ? Sosialisasi KTSP 239 .MATERI DAN PENILAIAN SKL Menggambarkan kompetensi yang ingin dicapai.Hubungan antara SKL.

Uji coba soal termasuk ANALISIS-nya. 4. Perakitan soal menjadi perangkat tes. 7. Sosialisasi KTSP 240 . Bank Soal Penyajian tes kepada siswa Skoring (pemeriksaan jawaban siswa) Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN KISI-KISI Fungsi Pedm. Penentuan tujuan tes. 8. •Indikator Soal •Bentuk Tes •Nomor Soal Syarat kisi-kisi Mewakili isi kurikulum Singkat dan jelas Soal dapat disusun sesuai dengan bentuk soal. perakitan soal Komponen Kisi2: •Identitas •SK/KD/IP •Materi Pembel. 3. 6. PENELAAHAN SOAL (validasi soal). 2. 5.LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN TES 1. 9. penulisan soal Pedm. Penyusunan KISI-KISI tes. PENULISAN SOAL.

.. Mata Pelajaran : ...................... -----------2......... Penulis 1... SOAL KUNCI Penyusun 1................. dll........ (2) (3) Sosialisasi KTSP KARTU SOAL BENTUK PG Jenis Sekolah Mata Pelajaran Bahan Kelas/smt Bentuk Tes : ------------: ------------: ------------: Tertulis (PG............. ...... Jumlah soal : ............................. 2... Kurikulum : ..................FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL Jenis Sekolah : ..................... ------------Tahun ajaran : --------------: KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER: RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI INDIKATOR SOAL No . Bentuk Tes Materi (4) Indikator Soal (5) (6) No..... Urut (1) Kompetensi Dasar/ Indikator Bahan Kelas/ smt...... Alokasi Waktu : . ..) NO........ Soal (7) No... Digunaka n untuk Tang gal Jumlah Siswa Tingkat Kesukaran Daya Proporsi KETERANGAN SOAL Jawaban pada Pilihan Pembeda A B C D OMIT Keterangan Sosialisasi KTSP 241 ....

------------Tahun ajaran : --------------: KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER: RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI INDIKATOR SOAL No Diguna kan untuk KETERANGAN SOAL Proporsi jawaban pada aspek Tangg al Jumlah siswa Tingkat kesukar an Daya pembeda 1 A 2 3 1 B 2 3 1 C 2 3 1 D 2 3 Ketera ng an Sosialisasi KTSP PEDOMAN PENSKORAN No.KARTU SOAL URAIAN/PRAKTIK Jenis Sekolah Mata Pelajaran Bahan Kelas/smt Bentuk Tes : ------------: ------------: ------------: Tertulis (Uraian)/Praktik (Kinerja. Kunci/Kriteria jawaban/Aspek yang dinilai Skor Skor maksimum= Sosialisasi KTSP …… 242 . hasil karya) NO. penugasan. SOAL Penyusun 1. -----------2.

mutlak harus dikuasai oleh siswa. 4. 3. 2. Keterpakaian: memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Urgensi: KD/indikator/materi yang secara teoritis.KRITERIA KOMPETENSI / MATERI PENTING 1. Sosialisasi KTSP Indikator Soal Indikator soal sebagai pertanda atau indikasi pencapaian kompetensi Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur Indikator mengacu pada materi pembelajaran sesuai kompetensi 243 . Kontinuitas: KD/indikator/materi lanjutan yang merupakan pendalaman materi sebelumnya. Relevansi: yang diperlukan untuk mempelajari dalam bidang studi lain.

Sosialisasi KTSP MENUNTUT PENALARAN TINGGI SETIAP SOAL: 1.MENGUKUR KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH Sosialisasi KTSP 244 . BILA SOAL TIDAK TERDAPAT STIMULUS Rumusan indikatornya: Siswa dapat membedakan ….DIBERIKAN DASAR PERTANYAAN (STIMULUS) 2.MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS 3.TEKNIK PERUMUSAN INDIKATOR 1. BILA SOAL TERDAPAT STIMULUS Rumusan indikatornya: Disajikan …. 2. siswa dapat menjelaskan ….

..... Berpendapat (inferring) -Berdasarkan . -Tuliskan sebuah laporan . 4. Mengelompokkan -Kelompokkan hal berikut berdasarkan .. -Apakah hal berikut memiliki .. -Lengkapilah cerita ....... -Apa akibat .... dan .... mengapa? -Jelaskan mengapa kamu setuju/tidak setuju dengan pernyataan tentang .. 3.. 8..... Evaluasi -Apakah kelebihan dan kelemahan ... Menyimpulkan -Susunlah beberapa kesimpulan yang bersasal dari data . -Bandingkan dua cara berikut tentang . apa yang akan terjadi bila ... tentang apa yang akan terjadi bila . 11...... Membandingkan -Jelaskan persamaan dan perbedaan antara .. Sintesis -Tuliskan satu rencana untuk pembuktian .. -Tuliskan .. 2... 7. Menciptakan -Tuliskan beberapa cara sesuai dengan ide Anda tentang . -Apa reaksi A terhadap . Sosialisasi KTSP 245 .. Sosialisasi KTSP 6.. 5... tuliskanlah evaluasi tentang ... Menerapkan -Selesaikan hal berikut dengan menggunakan kaidah . -Ringkaslah dengan tepat isi .. dengan menggunakan pedoman ... Memberi alasan (justifying) -Manakah pilihan berikut yang kamu pilih. Hubungan sebab-akibat -Apa penyebab utama ......... Analisis -Manakah penulisan yang salah pada paragraf .. 10........... -Berdasarkan kriteria ... 12....... Meringkas -Tuliskan pernyataan penting yang termasuk .... 9.. -Daftar dan beri alasan singkat tentang ciri utama .. -Tulislah sebuah pernyataan yang dapat menjelaskan peristiwa berikut .MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS 1..

Memilih masalah sendiri Contoh indikator soal: Disajikan beberapa masalah. Mengidentifikasi masalah yang tidak sesuai Contoh indikator soal: Disajikan beberapa informasi yang relevan dan tidak relevan terhadap masalah. siswa dapat mengidentifikasi semua informasi yang tidak relevan. siswa dapat mengidentifikasi masalah yang nyata atau masalah apa yang harus dipecahkan. Memberi alasan solusi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih kemungkinan solusinya. kemudian menunjukkan solusinya ke dalam gambar. 5. atau grafik. Mendeskripsikan berbagai strategi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. Sosialisasi KTSP 6. siswa dapat memilih satu solusi yang paling tepat dan memberikan alasannya. siswa dapat menjelaskan maknanya yang berhubungan dengan masalah itu dengan kata-katanya sendiri. siswa dapat merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan. siswa dapat memberikan alasan satu masalah yang dipilih sendiri. siswa dapat menggambarkan sebuah diagram atau gambar yang menunjukkan situasi masalah. siswa dapat memberikan solusinya berdasarkan pertimbangan asumsi untuk saat ini dan yang akan datang. Merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan yang berisi sebuah masalah. siswa dapat memecahkan masalah ke dalam dua cara atau lebih. 4. Memberi alasan masalah yang sulit Contoh indikator soal: Disajikan sebuah masalah yang sukar dipecahkan atau informasi pentingnya dihilangkan. diagram. Mengidentifikasi masalah Contoh indikator soal: Disajikan deskripsi suatu situasi/masalah. Mendeskripsikan masalah Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. 7. 2. 9. 3.Mengukur Keterampilan Pemecahan Masalah 1. 10. siswa dapat menjelaskan mengapa masalah ini sulit dipecahkan atau melengkapi informasi penting yang dihilangkan. Memahami kata dalam konteks Contoh indikator soal: Disajikan beberapa masalah yang konteks kata atau kelompok katanya digarisbawahi. 8. dan menjelaskan cara penyelesaiannya. Sosialisasi KTSP 246 . Mengidentifikasi asumsi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah.

dan outcomenya. output. proses. 16. Mengevaluasi strategi sistematikanya Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. Menggunakan analogi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan strategi penyelesaiannya. siswa dapat: (1) mendeskripsikan masalah lain (analog dengan masalah ini) yang dapat diselesaikan dengan menggunakan strategi itu. 14. dan prosedurnya. Mengevaluasi kualitas solusi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan beberapa strategi untuk menyelesaikan masalah. siswa dapat menyelesaikan masalah secara terencana mulai dari input. beberapa strategi pemecahan masalahnya. (4) memberi alasan mengapa strategi itu paling tepat dibandingkan dengan strategi lainnya. Memberi alasan strategi yang digunakan Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih strategi untuk menyelesaikan masalah. siswa dapat memecahkan masalah dan menjelaskan prosedur yang dipergunakan untuk menyelesaikan masalah. siswa dapat memilih satu strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah itu dan memberikan alasannya. 12. Memecahkan masalah berdasarkan data dan masalah Contoh indikator soal: Disajikan sebuah cerita. (2) mengevaluasinya. siswa dapat: (1) menjelaskan dengan menerapkan strategi itu. 13. 17. siswa dapat mengevaluasi strategi pemecahannya berdasarkan prosedur yang disajikan. siswa dapat menyelesaikan masalah itu dengan menggunakan strategi lain. kartun. grafik atau tabel dan sebuah pernyataan masalah. Sosialisasi KTSP 247 . Menyelesaiakan secara terencana Contoh indikator soal: Disajikan sebuah situasi masalah yang kompleks. Sosialisasi KTSP 15. (2) memberikan alasannya. (3) menentukan strategi mana yang tepat. Membuat strategi lain Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan satu strategi untuk menyelesaikan masalanya.11.

kompetensi dan pengalaman belajar 3. Mengukur kemampuan berpikir kritis 6. Berhubungan dengan kondisi pembelajaran di kelas atau di luar kelas 2. Berhubungan erat antara proses. Sosialisasi KTSP 248 .KAIDAH PENULISAN SOAL KOMPETENSI 1. Mengukur kompetensi siswa 4. Mengandung pemecahan masalah Sosialisasi KTSP SOAL URAIAN SOAL URAIAN adalah soal yang jawabannya menuntut peserta tes untuk mengorganisasikan gagasan atau hal-hal yang telah dipelajarinya dengan cara mengemukakan gagasan tsb dalam bentuk tulisan. Mengukur beberapa kemampuan yang diwujudkan dalam stimulus soal 5. materi.

10. 5. 4. 12. atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca Rumusan kalimat soal komunikatif Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku Tidak menggunakan kata/ungkapan yang menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat menyinggung perasaan siswa Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 249 . gambar. 9. 11. 13. 8. Soal sesuai dengan indikator Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP KAIDAH PENULISAN SOAL URAIAN 7. Ada pedoman penskorannya Tabel. 3.KAIDAH PENULISAN SOAL URAIAN 1. 2. grafik. peta. 6.

Individualisme yaitu sikap lebih mementingkan diri sendiri. Contoh Soal kurang baik: Jelaskan 2 persamaan antara pasar tradisional dengan pasar modern! Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan 2 perbedaan antara pasar tradisional dengan pasar modern! (IPS. Kunci Jawaban Pasar tradisional: harga dapat ditawar dan tidak kena pajak Pasar modern: harga pasti dan kena pajak Skor Maksimum Skor 2 2 4 Sosialisasi KTSP 2. Soal sesuai dengan indikator Indikator : Siswa dapat menjelaskan 2 perbedaan pasar tradisional dan pasar modern. -----------------------------------2 5.1. Sekulerisme adalah sikap yang mencerminkan kehidupan keduniawian. 1. Primadialisme yaitu sikap yang lebih membanggabanggakan asal daerah tertentu. ---------------------------------------------------------2 3. ---------------------------------2 Skor Maksimum 10 Sosialisasi KTSP 250 . Materialisme yaitu sikap yang selalu mengutamakan dan mengukur segala sesuatu berdasarkan materi -------------2 2. 2 4. Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai Contoh soal kurang baik: Jelaskan sisi negatif yang harus diwaspadai dari kemajuan IPTEK terhadap bangsa Indonesia yang berazaskan kekeluargaan! (PKn SMP) Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan 4 sisi negatif yang harus diwaspadai dari kemajuan IPTEK terhadap bangsa Indonesia yang berasaskan kekeluargaan! PEDOMAN PENSKORAN No. 2. SMP) No. . Kunci Jawaban Skor 1. Elitisme yaitu kecenderungan untuk bergaya hidup tertentu berbeda dengan orang banyak.

................................... Enzim-enzim itu aktif di usus halus........ Kunci Jawaban Menjawab 3 fase perkembangan (penemuan...... 3. 2 .............. 2..................3. Enzim yang dihasilkan Pankreas: ......................... Di manakah enzim-enzim itu aktif? No............... Kunci Jawaban Skor a...................Bikarbonat untuk menetralisir HCl yang masuk ke usus dari lambung ............................. Pankreas terletak di rongga perut ................. 1 Skor maksimum Sosialisasi KTSP 10 4.............................. perkembangan generasi......... Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran Contoh soal kurang baik: Di manakah letak kelenjar pankreas? (IPA) Contoh soal lebih baik: a...................................... Tuliskan dan jelaskan enzim yang dihasilkan pankreas! c... dan teknologi tinggi) Menjawab dua fase Menjawab satu fase Tidak menjawab Skor 3 2 1 0 Sosialisasi KTSP 251 ........ Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas Contoh soal yang kurang baik: Jelaskan perkembangan perangkat TIK dilihat dari perangkat komunikasi digital? Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan perkembangan perangkat komputer No........ 1............................................ 1 b.Tripsin untuk mengubah protein menjadi peptida dan asam-asam amino ......... 2 .............Amilase untuk mencerna tepung menjadi maltosa dan disakarida lain ................................. Di manakah letak pankreas? b............................... 2 c................... 4................Lipase untuk mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol .... 2 .

2. Dan meskipun celana 1001 –nya hilang lenyap menjadi topo. Sistem dua partai --------------------------------------------------------yaitu terdapat dua partai dalam suatu negara sehingga terlihat satu partai yang berkuasa dan satu partai oposisi ----------------3. Sistem partai tunggal ---------------------------------------------------yaitu dalam suatu negara hanya satu partai yang berlaku ----2. hidup bersama kesengsaraan. Pada suatu kali ia akan hilang dari muka bumi. Kusno tak akan putus asa. 4. No. Sistem multi partai -------------------------------------------------------yaitu terdapat banyak partai dalam suatu negara yang disebabkan kondisi masyarakat yang mejemuk dan iklim demokrasi yang lebih bebas ------------------------------------------Skor Maksimum Sosialisasi KTSP Skor 1 1 1 1 1 1 6 6. Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian Contoh soal kurang baik: Di Indonesia terdiri dari berapa sistem kepartaian? (PKn-SMP) Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan tiga macam sistem kepartaian! No. Idrus: Kisah Sebuah Celan Pendek Bagaimana watak Kusno? (Bhs Indonesia . tetapi tidak disertai alasan Bila jawaban (aliran) dan alasan salah Skor 3 2 1 0 Sosialisasi KTSP 252 . Kunci Jawaban Sistem kepartaian ialah pola perilaku dan interaksi di antara sejumlah partai politik 1. Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal Contoh soal kurang baik: Tentang celana kepar 1001 itu. 3. tapi terus melawan kesengsaraan tersebut. Dan mungkin ia bersama-sama dengan Kusno hilang dari muka bumi ini? Tapi. Ia dilahirkan dalam kesengsaraan. bagaimanapun juga. Kusno akan berjuang terus melawan kesengsaraan biarpun hanya guna mendapatkan sebuah celana kepar yang lain. 1. tak ada yang akan diceritakan lagi.5.SMP) Contoh soal yang lebih baik: Tentukan watak Kusno yang terdapat dalam kutipan di atas disertai alasannya! Kunci : Watak Kusno gigih atau sejenisnya karena ia sengsara. Aspek yang dinilai Bila jawaban (gigih) dan alasan benar Bila jawaban (gigih) benar tetapi alasan kurang tepat Bila hanya jawaban (gigih).

... 100 + 400 = 300 + 200 vp 1 500 = 300 + 200 vp 1 200 vp 1 = 500 – 300 200 vp 1 = 200 ....... Kunci Jawaban mo ...... Yang lebih parah lagi bila TPS (Tempat Pembuangan Sampah) berada di lingkungan yang dekat dengan sekolah...... vo + mp ............................... pertokoan.................. vp 1 ...... gambar..........7.. Gambar ini memperlihatkan suatu kawasan yang dibanjiri sampah yangmenggunung..... vp 1 = 1 200 200 =.... vp 1 = 1 m/s ....... Gunungan sampah yang berbau tidak sedap itu terjadi akibat sampah-sampah tersebut tidak diangkut seperti di pemukiman. 2 + 200 ............... vo 1 + mp ... vp 1 .. Sosialisasi KTSP 9... kosakata......... peta.. (Bhs.................. Tentukan kecepatan perahu sesaat setelah orang tersebut meloncat? No...... vp = mo .. atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca Perhatikan gambar berikut..... grafik..... Kemudian orang tersebut meloncat ke depan dengan kecepatan 6 ms –1 terhadap air................. Tabel....... 50 ..... alur.......... Ada pedoman penskorannya 8......... dan pemakaian kaidah bahasa Indonesia.. 6 + 200 ....... Contoh Soal yang lebih baik: Seseorang bermassa 50 kg naik perahu dengan massa 200 kg dan berkecepatan 2 ms –1 terhadap air yang diam..... Indonesia SMP) Tulislah karangan sepanjang ± 200 kata berdasarkan informasi yang terdapat dalam gambar di atas! Tulisan tersebut akan dinilai berdasarkan isi.... 2 = 50 .............. Rumusan kalimat soal komunikatif Contoh soal kurang baik: Sesuatu bermassa 50 kg naik perahu yang massanya 200 kg …................. Skor maksimum Sosialisasi KTSP Skor 1 1 1 1 1 5 253 ...... atau di sejumlah pasar..........

Metonimia adalah majas yang menyebut merek dagang untuk benda yang dimaksudkan atau digunakan. Sosialisasi KTSP 12. ----------------------------------------------Skor Maksimum Skor 0–2 3.10. Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku Contoh soal kurang baik Coba kamu sebutkan satu per satu karakteristik sikap patriotik dalam kehidupan bangsa dan bernegara? (PKn SMP/MTs) Contoh soal yang lebih baik: Tuliskan dan jelaskan 5 ciri sikap patriotik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara! No. PEDOMAN PENSKORAN Kunci Jawaban/Aspek yang dinilai Cinta tanah air: Bangga sebagai bangsa Indonesia menyebabkan seseorang rela berkorban. Alasan: BMW adalah merek mobil. 4. Tak kenal menyerah: Seorang siswa perlu belajar dengan tekun tanpa mengenal lelah demi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia dikemudian hari. Menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan.” Tentukan majas kalimat di atas dan berikan alasannya! (BIN SMP/MTs) PEDOMAN PENSKORAN No.10 5. Sosialisasi KTSP 254 . 1. Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu Contoh soal kurang baik: Perhatikan kalimat berikut! “Di dalam BMW seri tujuh berwarna abu-abu itu Soni menyetir sendiri setelah membeli buah pala dan keju di supermarket itu. 2. Kutipan di atas mengandung majas metonimia. Kunci/Aspek yang dinilai Skor 1. 1 2. 1 Skor Maksimum 3 Penjelasan: kata buah pala dan keju di daerah tertentu adalah tabu. 0–2 0–2 0–2 0–2 0. ---------------------------------Berjiwa pembaru: yaitu ikut serta dalam pembangunan. 1 3. -----------Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara: Untuk mencapai tujuan nasional diperlukan kerelaan berkorban.

anak miskin. Komponen soal PG Stem (pokok soal) Option Sosialisasi KTSP 255 . anak cacat.13. namun kamu adalah warga negara Indonesia. Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat menyinggung perasaan siswa Contoh soal kurang baik: Walaupun kamu anak yatim/piatu. atau hidup di desa terpencil. hidup di daerah kumuh. Sebutkan dan jelaskan 6 macam hak asasi manusia yang mendapat perlindungan dan pelayanan dalam UUD 1945! (PKn SMP) Contoh soal yang lebih baik: Tuliskan dan jelaskan 6 macam hak asasi manusia yang mendapat perlindungan dan pelayanan dalam UUD 1945! Sosialisasi KTSP SOAL PILIHAN GANDA JENIS SOAL PG Pokok Soal (stem) pertanyaan Pokok soal (stem) pernyataan Diakhiri tanda ? Diakhiri tanda ….

3.. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya. a. 6. Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 256 . 5.. 8. 7. Penawaran* Sosialisasi KTSP KAIDAH PENULISAN SOAL PG 1. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. Iklan di atas termasuk jenis iklan .. Hubungi telp. 4.CONTOH SOAL PG Dasar pertanyaan (stimulus) Pokok soal (stem) Pilihan jawaban (option) Perhatikan iklan berikut! Dijual sebidang tanah di Bekasi. propaganda c. Baik untuk industri. Pengumuman d. 9. 2. luas 4 ha. 7777777. 10. permintaan b. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah/benar”. Soal harus sesuai dengan indikator Pengecoh harus berfungsi Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.

16. mencegah pematangan sel telur* d. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. mencegah terjadinya haid b. diagram. Bahasa yang digunakan harus komunikatif. mencegah peleburan sel telur dan sel sperma c. a. Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 1. Pembuahan sel telur oleh sel sperma pada manusia terjadi di dalam …. uterus* d. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat jika soal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional. Soal harus sesuai dengan indikator Contoh soal kurang baik. tabel. Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. sehingga pernyataannya mudah dimengerti warga belajar/siswa. a. Indikator: Siswa dapat menentukan tempat terjadinya pembuahan sel telur oleh sel sperma pada manusia. dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi. Pengaruh kerja pil kontrasepsi adalah …. ovarium b. kadang-kadang. oviduct c. 13. 14. mengurangi jumlah sel telur dalam ovarium Contoh soal yang sesuai dg indikator. vagina Sosialisasi KTSP 257 . 12.Lanjutan … 11. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Gambar. umumnya. 17. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya. Letakkan kata/frase pada pokok soal. 15. grafik.

a. Contoh soal kurang baik. “Why did Jimmy’s mother punish him? “She . November Penjelasan: kunci jawaban jangan dipergunakan untuk pengecoh Sosialisasi KTSP 258 . November* b. Sosialisasi KTSP 3. Pengecoh harus berfungsi. ING SMP/MTs) Penjelasan: pilihan b adalah kata sifat (adjective). May. caught him playing truant d.. Rabo. Senin. bela d. Contoh soal kurang baik.. Sabtu. Pebruari.2. beras b. bekas (BIN SMP/MTs) Penjelasan: pilihan c diperbaiki “belas”. to be eating. bebas* c. Bunyi /e/ pada kata enak sama dengan bunyi /e/ pada kata . Februari. Sabtu. Februari. to eat. Sabtu c. caught him eating* b.” a. Senen. Senin. November d. Aperil.. between eating. a. Kemis... Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar... eating*. Penulisan kata berikut yang benar adalah . eaten. sedangkan pilihan lainnya adalah kata kerja (verb). misalnya: eat.. caught him to eat (B. was upset c. Perbaikan: pilihan b diperbaiki menjadi kata kerja.

getar-gemetar (BIN SMP/MTs) Penjelasan: pilihan c adalah kata majemuk bukan kata ulang. Koperasi* (PKn SMP/MTs) Penjelasan: kalimat pertama pada pokok soal dihilangkan. Sosialisasi KTSP 259 . a.. bolak-balik* b. laki-bini d. Pasal 33 ayat 1 UUD 1945 sebagai dasar untuk membentuk perusahaan tertentu. Contoh soal kurang baik. Kata berikut yang termasuk kata ulang berubah bunyi adalah .. Sosialisasi KTSP 7. Perseroan Terbatas b. a. C diperbaiki “turun-temurun”..4. tali-temali c. BUMN d. Firma c. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. Bentuk perusahaan yang sesuai dengan pasal 33 ayat 1 UUD 1945 adalah ….

4½ hours d. 2½ hours c. 1½ hours (BING SMP/MTs) Penjelasan: pilihan jawaban diurutkan dari angka yang paling kecil ke yang paling besar atau sebaliknya. Perayaan Sekaten bulan Maulud c. Sosialisasi KTSP 10. 3½ hours* b. “legenda gunung Tangkuban Perahu”. Contoh soal kurang baik. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah/benar”. Semua pilihan jawaban di atas salah* (IPS. The gardeners has been working since 8 o’clock. Di antara bentuk-bentuk budaya daerah di bawah ini yang termasuk folklore lisan adalah …. a.9. Sosialisasi KTSP 260 . Now it’s 11. Contoh soal kurang baik. Adat mapalus dari Sulawesi d.SMP/MTs) Penjelasan: pilihan d diperbaiki menjadi.30. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya. How long has he been working so far? a. Rumah gadang Minangkabau b.

.. Senja di Pelabuhan Kecil* b. Chairil Anwar* d.kadang-kadang. Ayip Rosidi (BAHASA INDONESIA SMP/MTs) (35) Karya dari pengarang pada jawaban soal nomor 10 adalah …. Rendra c. Balada Tercinta c. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. Surat dari Ibu Perbaikannya: soal nomor 35 disusun secara independen. umumnya. kopi b. W. a.. atau kata yang tidak pasti karena makna kata-kata itu tergantung pada keadaan dan situasi siswa yang bersangkutan. umumnya. jagung d. Contoh soal kurang baik: Helopeltis adalah hama yang biasanya menyerang tanaman . Tirani d. bahwa dalam merumuskan pokok soal jangan menggunakan kata atau ungkapan seperti sebaiknya.12. a.S. Artinya. Sosialisasi KTSP 261 . Ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan siswa yang tidak dapat menjawab benar soal pertama tidak akan dapat menjawab benar soal berikutnya. padi * (IPA SMP/MTs) Penjelasan: kata biasanya pada pokok soal dihilangkan. tidak bergantung pada jawaban soal nomor 10. kadang-kadang. Contoh soal kurang baik: (10) Pelopor angkatan 45 dalam bidang puisi adalah …. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya. Idrus b. Sosialisasi KTSP 13. a. teh c.

Oleh karena itu. c) pemakaian ejaan: (1) penulisan huruf. tenaga kerja yang berdisiplin tinggi (PKn SMP/MTs) Penjelasan: predikat kalimat tidak ada. Kaidah bahasa Indonesia dalam penulisan soal di antaranya meliputi: a) pemakaian kalimat: (1) unsur subjek. a. b) pemakaian kata: (1) pilihan kata. (2) penulisan kata. askospora d. sporangiospora c. pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi b.” Sosialisasi KTSP 262 . a. Setelah kata “atas dasar” ditambahkan “keadilan sosial. (2) penggunaan tanda baca. (2) unsur predikat. Sosialisasi KTSP (a) Penggunaan kalimat harus ada unsur predikat (bagian yang berfungsi menerangkan subjek). Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. (3) anak kalimat. zigospora* (IPA-BIOLOGI SMP/MTs) Penjelasan: subjek tidak jelas karena diantar oleh kata "Di dalam". Contoh soal kurang baik: Untuk mewujudkan kesejahteraan bersama atas dasar …. a) Penggunaan kalimat (1) Penggunaan kalimat harus ada unsur subjek.14. spora kembara b. kita harus mengembangkan …. usaha pemerataan kesempatan kerja* d. ketekunan kerja keras dalam setiap pekerjaan c. Contoh soal kurang baik: Di dalam perkembanganbiakan rhizopus secara generatif adalah dengan cara pembentukan …. kata "di dalam" dihilangkan.

SMP/MTs) Penjelasan: kata “karya tulis” kurang tepat untuk batik.” Sosialisasi KTSP b) Pemakaian kata (1) Dalam memilih kata harus diperhatikan ketepatannya dengan pokok masalah yang ditanyakan. hukum I Newton* b. hukum II Newton c. dia tidak datan. Sosialisasi KTSP 263 . idealis (IPS.(3) Hindarkan pernyataan yang hanya berupa anak kalimat. a. Contoh soal kurang baik: Batik termasuk karya tulis yang bersifat …. hukum Kepler (IPA-FISIKA SMP/MTs) Penjelasan: pokok soal berbentuk anak kalimat. naturalis b. a. hukum III Newton d. Contoh anak kalimat. Kata itu diperbaiki menjadi “seni tulis” karena mengandung unsur keindahan bukan ragam tulis ilmiah. Contoh soal kurang baik: Yang berlaku pada gerak lurus beraturan …. realistis d. Induk kalimat Anak kalimat Anak kalimat Induk kalimat -Karena hari ini hujan. -Dia tidak datang karena hari ini hujan. Oleh karena itu pokok soal diperbaiki menjadi “Hukum yang berlaku pada gerak lurus beraturan adalah …. simbolis* c.

which is standing under the tree is my uncle (BING SMP/MTs) Penjelasan: perbaikannya adalah “Sofian: The man … is standing under the tree is my uncle. who is standing under the tree is my uncle* b. a. Letakkan kata/frase pada pokok soal.” Sosialisasi KTSP CONTOH INDIKATOR SOAL Indikator Soal : Siswa dapat menentukan letak sebuah titik pada koordinat Kartesius (XY).17. Contoh soal kurang baik: Sofian: Look. where is standing under the tree is my uncle c. Andi : Which is your uncle? Sofian: The man …. Andi! My uncle is over there. Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. whose is standing under the tree is my uncle d. Sosialisasi KTSP 264 .

(1. (1. (4. 2) D. Berapakah luas segitiga ABC ? A. Iwan sedang mencari titik C sedemikian hingga ABC membentuk segitiga sama kaki. 4) X Sosialisasi KTSP 265 . 30 cm2 Sosialisasi KTSP SOAL YANG BAIK Perhatikan koordinat XY disamping : Y Dua titik A dan B terletak pada koordinat seperti nampak pada gambar. 12 cm2 C. A. (2. 3) C.SOAL Y Perhatikan koordinat XY disamping : Dua titik A dan B terletak pada koordinat seperti nampak pada gambar. 15 cm2 D. 5) B. Koordinat titik C adalah …. Iwan sedang mencari titik C sedemikian hingga ABC membentuk segitiga sama kaki. 6 cm2 X B.

kecuali : A. C. D. B.Reproduksi yang dapat dilakukan oleh umbi batang tidak dijumpai pada tumbuhan berikut. singkong kentang cemara bambu Sosialisasi KTSP 266 . A. B. D. C. singkong kentang cemara bambu Sosialisasi KTSP SOAL YANG BAIK : Reproduksi yang dapat dilakukan oleh umbi batang dijumpai pada tumbuhan ….

1997 C. 1996 B. a) b) c) d) gadang sakit ibadah tinggal Sosialisasi KTSP PKn Pelanggaran HAM Timor Timur pada tahun …. 1999 A. Sosialisasi KTSP 267 .Anak yang ditabrak motor kemarin pagi dibawa ke rumah…. 1998 D.

. Bacaan Surat Sumber hukum Bacalah Sosialisasi KTSP 268 . D. A. 3 6 10 24 Sosialisasi KTSP AGAMA ISLAM Kata hadis menurut bahasa berarti … A. D. C. C.PKn Pemilu 1971 diikuti oleh . B. …. B.

30 D. D. 13/15 B. B.15 20 C.MATEMATIKA 2/3 + 1/5 = … A. Sosialisasi KTSP MATEMATIKA Nilai dari 4xy jika diketahui A. C. x+y=9 3x – y = 7 80 60 50 5 Sosialisasi KTSP 269 .

Fermentasi C. A.IPS Yang masuk dalam ruang lingkup sejarah dunia adalah …. C. D. Sosialisasi KTSP 270 . Pelarutan D. Perang dunia Perang Diponegoro Peristiwa Semanggi Peristiwa G 30 SPKI Sosialisasi KTSP IPA Perubahan fisika terjadi pada proses … Perkaratan B. Pembekuan A. B.

ANALISIS BUTIR SOAL MANUAL Menggunakan IT Kalkulator Komputer • Program ITEMAN • Program SPSS Sosialisasi KTSP CONTOH ANALSIS BUTIR SECARA KUANTITATIF NO SISWA 1 2 3 A B C 1 2 3 .. 27 26 25 27% KB KUNCI B B D D Sosialisasi KTSP 271 ..... A A B C D E D E E A E E . 33 34 35 P Q R ....... . 50 B B C B A D A C B D C B SKOR 45 43 41 27% KA .

30 0.00 = soal ditolak Sosialisasi KTSP ALTERNATIF LAIN KRITERIA DAYA BEDA > 0.00 = soal baik 0.30 0.15 0.0.39 = terima & perbaiki 0.10 : diterima : direvisi : ditolak Sosialisasi KTSP 272 .70 = sedang 0.3 0.00 – 0.10 TK1=(BA+BB): N = (10+7) : 20 = 0.30 = sukar 0.20 – 0.85 0.1.31 .20 -0.29 = soal diperbaiki 0.25 DP 0.40 – 1.29 < 0.71 – 1.19 – 0.30 – 0.0.40 0.85 DP1= (BA-BB):½N = (10-7) : ½ x 20 = 0.ANALISIS SOAL PG SOAL 1 2 3 50 KEL KA KB KA KB KA KB KA KB A 0 1 0 2 0 0 1 1 B 10 7 5 3 1 2 2 2 C 0 1 5 3 9 3 3 3 D 0 1 0 1 0 3 3 2 E 0 0 0 1 0 2 1 2 OMIT 0 0 0 0 0 0 0 0 KEY B B D D TK 0.00 = mudah KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.30 KRITERIA TK: 0.

7):6 = 0.8 : 5 = 0.√ (13:30) (17:30) 3.5-1.47 DP2= [ (9:2) – (5:3) ] : 5 = (4.Means Rpbis = ------------------. KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.56 DP1= (Rata-rata KA – Rata-rata KB) : skor maks.CONTOH MENGHITUNG DP DENGAN KORELASI POINT BISERIAL (rpbis) DAFTAR SKOR SISWA SOAL NOMOR 1 Siswa yang Menjawab benar Jumlah skor keseluruhan Siswa yang menjawab salah Jumlah skor keseluruhan Meanb . = [(11:2) – (8:3) ] : 6 = (5.80 0.7647 Rpbis = ----------------------.4809835 = 0. Stdv= 3.63 TK2 = 2.80 0.40 – 1.39 = terima & perbaiki 0.0954 = (0.29 = soal diperbaiki 0. 1 2 3 4 5 SISWA A B C D E Jumlah Rata-rata TK DP Soal 1 (Skor maks 6) 6 5 3 3 2 19 3.0954 Sosialisasi KTSP ANALISIS SOAL URAIAN DAN TES PRAKTIK NO.56 Sosialisasi KTSP 273 .63 0.20 – 0.47 Soal 2 (Skor maks 5) 5 4 2 2 1 14 2.7692 Means = 200:17= 11.00 = soal ditolak A B C D E F G H I J K L M 19 18 18 16 16 16 15 13 13 13 12 12 11 N O P Q R S T U V W X Y Z AA AB AC AD 17 16 15 14 14 12 12 12 12 12 11 11 10 9 8 8 7 Jumlah = 192 200 Nb=13.48 Artinya butir soal nomor 1 adalah DITERMA atau BAIK.30 – 0. N=30. ns=17.4955355) = 0.7) : 5 = 0.00 = soal baik 0.√ pq Stdv skor total Keterangan: b=skor siswa yang menjawab benar s=skor siswa yang menjawab salah p=proporsi jawaban benar thd semua jawaban siswa q= 1-p Meanb = 192:13=14.9706338) (0.8 : 6 = 0.5-2.7647 14.7692 – 11.19 – 0.56 0.56 TK1 = Rata-rata : skor maks = 3.

Selesai Sosialisasi KTSP 274 .

Penyusunan Laporan hasil Belajar (LHB) Peserta Didik SD/MI. Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal 275 .Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) X. 19. Laporan Hasil Belajar (LHB) 18.

276 .

ujian akhir semester dan nilai-nilai harian lainnya) selama semester berlangsung.Departemen Pendidikan Nasional Materi 18 PENYUSUNAN LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) PESERTA DIDIK SD Sosialisasi KTSP LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) Setiap akhir semester. Nilai LHB pada prinsipnya merupakan rangkuman nilai hasil tagihan (tugas-tugas. profil hasil belajar peserta didik disampaikan kepada peserta didik dan orangtua/wali peserta didik. guru menelaah hasil pencapaian belajar setiap peserta didik (semua nilai ujian. ulangan harian.) Tiap akhir semester. tugastugas. ulangan harian. dsb. ujian tengah semester. Sosialisasi KTSP 277 .

LAPORAN PENILAIAN (Laporan Hasil Belajar) Menjawab keingintahuan orangtua seperti: Bagaimana peserta didik belajar di sekolah secara akademik. fisik. sosial maupun emosional Sejauhmana partisipasi anaknya dalam kegiatan di sekolah Kemampuan apa yang diraih peserta didik selama kurun waktu belajar tertentu Apa yang harus dilakukan orangtua untuk membantu mengembangkan potensi anaknya lebih lanjut Sosialisasi KTSP MANFAAT LAPORAN PENILAIAN Diagnosis hasil belajar peserta didik Prediksi masa depan peserta didik Seleksi dan sertifikasi Umpan balik KBM di sekolah Sosialisasi KTSP 278 .

BK dan lainnya. …………………. Kelas : ………………. 1. 4. Sikap Kerajinan Kepribadian Nilai Izin Sakit Ketidakhadiran Hari Kebersihan dan Kerapian Tanpa Keterangan Sosialisasi KTSP 279 .Olahraga dan Kesehatan Muatan Lokal: ………………………………………………… : ……………… ………………………………………………… : ……………… (…………………………………………………. 5. Laporan penilaian dilakukan oleh: – Guru kepada wali kelas. 8.) ………. bentuknya dapat berbeda (dapat berupa buku atau lembaran).. 3. – Sekolah kepada orang tua dalam bentuk buku rapor dan kepada masyarakat dan instansi terkait (akuntabilitas publik) Sosialisasi KTSP Nama Siswa : Nomor Induk : Nama Sekolah : Alamat Sekolah : No. ………………………. No.. 1. kepala sekolah. Jumlah Nilai Prestasi Hasil Belajar : ……………………………………. / 20…… ………………………………………………………………………………………………………………. 9. ………………………. 7. Mata Pelajaran Nilai Nilai Rata-Rata Kelas Pendidikan Agama Pendididkan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Seni Budaya dan Keterampilan Pendidikan Jasmani. 2. 2. Semester : 1 (satu) ………………………. Tahun Pelajaran : 20…….BENTUK LAPORAN PENILAIAN Sesuai dengan pembuatan laporan. 6. 3.

4. 3. 11. sakit 3 hari) Sosialisasi KTSP 280 . B. atau C…. 8.) …………. Nilai angka b. Nilai rata-rata kelas angka diisi dengan rentang angka 0 – 100 tanpa desimal (Contoh : 75) : diisi dengan rentang angka 0 – 100 tanpa desimal (Contoh : 75) : : : : : : : : : Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas 10. Jumlah nilai prestasi hasil belajar : diisi jumlah nilai seluruh mata pelajaran dengan angka dan huruf Contoh : 750 (Tujuh ratus lima puluh) Kolom nilai kepribadian : Diisi dengan huruf (Contoh : A.) Sosialisasi KTSP 2. 6. 9.. Dst) Kolom Ketidakhadiran : Diisi jumlah ketidakhadiran siswa berdasarkan izin. ………………… Guru Kelas (…………………………. sakit. 12. 7.Catatan Tentang Pengembangan Diri Catatan Orang Tua/wali (…………………………. Nomor Induk Nama sekolah Alamat Sekolah Kelas Semester Tahun Pelajaran Muatan Lokal Kolom Nilai mata Pelajaran a. dan tanpa keterangan (Contoh : Izin 2 hari. 5...

Kolom Tanggal Orangtua/Wali Guru Kelas a. 4. bulan dan tahun pada saat pengisian Laporan Hasil Belajar Siswa SD (Contoh : Sukamaju. Kolom Tamat/Belum Tamat Belajar Tanda tangan: a. Orangtua/Wali b. 18 Oktober 2006) Diisi nama jelas dan tanda tangan orangtua/Wali Diisi nama jelas dan tanda tangan guru kelas Diisi ke kelas berapa siswa naik atau tetap tinggal di kelas berapa dengan angka dan huruf Coret yang tidak Perlu 3. Kolom Catatan 1. 5. Diisi sesuai dengan tempat. : Cukup Jelas : Cukup Jelas : Cukup Jelas Sosialisasi KTSP KENAIKAN KELAS Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran Kenaikan kelas didasarkan pada penilaian hasil belajar pada semester 2 (dua). dengan mempertim-bangan seluruh SK/KD yang belum tuntas pada semester 1 harus dituntaskan sebelum akhir semester 2 (dua). Diisi catatan dari guru kelas/ wali kelas tentang halhal khusus yang belum tercantum dalam kolom penilaian yang lain dan perlu disampaikan kepada orangtua/wali dan siswa. 6.E. Kolom naik ke kelas/ Tinggal di kelas b. Kepala sekolah : : : : : 5. Kolom Catatan : : Diisi aspek pengembangan diri yang dikembangkan oleh sekolah dan sejauh mana siswa yang bersangkutan telah mencapai program tersebut termasuk kelebihan dan kekurangannya. tanggal. Guru kelas c. Sosialisasi KTSP 281 . Kolom Catatan tentang Pengembangan Diri 2.

) NIP ……………… Orangtua/Wali (……………………) ……………. . dan atas permintaan (tertulis) dari : Tanda Tangan Kepala Sekolah. Kepala Sekolah.…. 3..….. Sosialisasi KTSP Contoh Format: Keterangan Pindah Sekolah Nama Siswa: …………………….) NIP ……………… Orangtua/Wali (……………………) Sosialisasi KTSP 282 . ……. Kepala Sekolah.. Kepala Sekolah. Sekolah harus memfasilitasi peserta didik yang pindah sekolah : Antara sekolah pelaksana KTSP Antara sekolah pelaksana kurikulum 2004 dengan sekolah pelaksana KTSP 2. (…………………….. Sekolah dapat menentukan persyaratan pindah/mutasi peserta didik sesuai prinsip manajemen berbasis sekolah.PINDAH SEKOLAH 1.. Pelaksanaan pindah sekolah lintas provinsi/ kabupaten/kota dikoordinasikan dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota. antara lain mencakup hal-hal sebagai berikut : Menyesuaikan bentuk LHB dari sekolah asal sesuai dengan raport yang digunakan disekolah tujuan Melakukan tes atau program matrikulasi bagi peserta didik pindahan.. Diisi oleh sekolah yang lama KELUAR Tanggal Kelas dan Semester yang ditinggalkan Sebab-sebab keluar. (……………………. Stempel Sekolah dan Tanda Tangan Orangtua/Wali ……………. (…………………….) NIP ……………… Orangtua/Wali (……………………) …………….. ..

. 3........ : ..................... …… Kepala Sekolah.............. 3............. 2 Ekstrakurikuler 3 Lain ............... ................................... 3........ …………….............................) NIP..... ..................... Di Kelas Tahun Pelajaran _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ (…………………….. ............. ………………..................... ……………….............................) NIP............. …… Kepala Sekolah..................... ............. Tanggal b............................. .................................................................... Tanggal b........................................ ......................................................... ............................................... Nomor Induk Nama Sekolah Masuk : a........ ................................................... No 1 Prestasi Yang Pernah Dicapai Kurikuler Kelas/Semester Tahun Pelajaran Program : ... ...................... Nomor Induk Nama Sekolah Masuk : a................... Tanggal b................... .... .................... (……………………....... ................................ 4............/................... Sosialisasi KTSP Catatan Prestasi Yang Telah Dicapai Nama Peserta Didik : ……………………........... Di Kelas Tahun Pelajaran _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ …………….. Nomor Induk Nama Sekolah Masuk : a. (……………………............... …… Kepala Sekolah.. : ……….......... 2................Contoh Format: Keterangan Pindah Sekolah Nama Siswa: ……………………........... Bukti Sertifikat / Piagam / Trophy Yang diperoleh (Sebutkan) ...................................) NIP....... Diisi oleh sekolah yang baru No................................... Di Kelas Tahun Pelajaran Masuk _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ ……………............ 1............ ................... ......................................lain 4 Catatan Khusus Lainnya Sosialisasi KTSP 283 ............... 4...................... Nama Sekolah : …………....... ............ ………………. 1....................... 1. ...................................... 2........... 4........................................ .....……... Nomor Induk : ……………………... ...................... ..... 2....................................................................

Selesai Sosialisasi KTSP 284 .

Departemen Pendidikan Nasional Materi 19 Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal Sosialisasi KTSP PENETAPAN KKM ANALISIS PENCAPAIAN KKM Sosialisasi KTSP 285 .

RAMBU-RAMBU KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran KKM ditetapkan oleh forum MGMP sekolah Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 – 100 Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100 Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah nilai ketuntasan belajar maksimal Nilai KKM harus dicantumkan dalam LHBS Sosialisasi KTSP MEKANISME/LANGKAH-LANGKAH : KKM INDIKATOR KKM KD KKM MP KKM SK Sosialisasi KTSP 286 .

Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsurunsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Sosialisasi KTSP 287 .KRITERIA PENETAPAN KKM • Kompleksitas (Kesulitan & Kerumitan) • Daya dukung • Intake siswa PENETAPAN KKM : menggunakan Format A Sosialisasi KTSP FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleksi tas Daya dukung Intake Nilai KKM 1.1.

Rendah = 1 .Tinggi = 81-100 .89 9 Sosialisasi KTSP MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI B.Sedang = 2 . Kompleksitas : 2. Dalam menentukan rentang nilai dan menentukan nilai dari setiap kriteria perlu kesepakatan dalam forum MGMP di Sekolah.Sedang = 65-80 .Tinggi = 50-64 .Rendah = 50-64 .Rendah = 3 . Intake : .Tinggi = 3 .Sedang = 65-80 .Sedang = 2 .Sedang = 2 .Tinggi = 3 . Dengan memberikan point pada setiap kriteria yang ditetapkan : 1. Sosialisasi KTSP 288 . Daya dukung : 3.Tinggi = 81-100 . daya dukung tinggi dan intake sedang nilainya adalah rata-rata setiap nilai dari kriteria yang kita tentukan. daya dukung tinggi dan intake siswa sedang nilainya adalah: (3 + 3 + 2) x 100 = 88.Sedang = 65-80 .Daya dukung : 3.Kompleksitas : 2.Rendah = 50-64 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas sedang.MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI A. Dengan menggunakan rentang nilai pada setiap kriteria: 1.Rendah = 81-100 .Tinggi = 1 .Rendah = 1 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah. Intake : .

Daya dukung : .Rendah 3.Rendah 2. bila dalam pelaksanaannya menuntut : • SDM memahami Kompetensi yang harus dicapai Siswa kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pembelajaran. Kompleksitas : .MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI C. Intake : .Tinggi . • WAKTU cukup lama karena perlu pengulangan • PENALARAN dan KECERMATAN siswa yang tinggi. Sosialisasi KTSP TINGKAT KOMPLEKSITAS (Kesulitan & Kerumitan) setiap IP/KD yang harus dicapai oleh siswa.Sedang .Sedang .Sedang .Rendah Contoh : Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah. Jadi guru dapat mengurangi nilai menjadi antara 90 – 80.Tinggi . daya Dukung tinggi dan intake siswa sedang maka dapat dikatakan hanya satu komponen yang mempengaruhi untuk mencapai ketuntasan maksimal 100 yaitu intake sedang.Tinggi . Sosialisasi KTSP 289 . Tingkat Kompleksitas Tinggi. Dengan memberikan pertimbangan professional judgment pada setiap kriteria untuk menetapkan nilai : 1.

Mendeskripsikan Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleksi tas Daya dukung Intake Nilai KKM hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Rendah 3 74 tinggi 3 sedang 2 88.9 tinggi 1 sedang 2 sedang 2 55. kepedulian stakeholders sekolah. BOP. Sosialisasi KTSP FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator 1. sarana dan prasarana pendidikan yang sangat dibutuhkan.6 Sedang 2 tinggi 3 sedang 2 77.8 Sosialisasi KTSP 290 .1. manajemen sekolah.KEMAMPUAN SUMBERDAYA PENDUKUNG: yaitu ketersediaan tenaga.

FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleks itas Daya dukung Intake Nilai KKM 1.6 Tujuan Analisis : Mengetahui tingkat ketercapaian KKM yang telah ditetapkan.1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Sosialisasi KTSP 74. Manfaat Analisis : Sebagai dasar untuk menetapkan KKM pada tahun berikutnya.3 tinggi 55 sedang 80 sedang 70 68.3 Sedang 78 tinggi 85 sedang 70 77. Sosialisasi KTSP 291 .77 Sedang 75 tinggi 90 sedang 70 78.

Selesai Sosialisasi KTSP 292 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful