P. 1
Sosialisasi KTSP

Sosialisasi KTSP

|Views: 359|Likes:

More info:

Published by: Asri Ibnu Tsani Djali on Nov 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/05/2014

pdf

text

original

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) SEKOLAH DASAR

PowerPoint

Departemen Pendidikan Nasional
Jakarta, Januari 2007

ii

KATA PENGANTAR

Marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, kita bangsa Indonesia telah rnemiliki Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang merupakan tuntutan pelaksanaan pembaharuan pendidikan yang diharapkan dapat mendukung segala upaya untuk memecahkan masalah pendidikan. Dalam proses pembelajaran, kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat penting, selain guru, sarana dan prasarana pendidikan lainnya. Oleh karena itu, kurikulum digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan pendidikan dan sekaligus sebagai salah satu indikator mutu pendidikan. Di Indonesia tercatat telah lima kali revisi kurikulum pendidikan dasar dan menengah, yaitu pada tahun 1968, tahun 1975, tahun 1984, tahun 1994 dan ujicoba kurikulum tahun 2004. Revisi kurikulum tersebut bertujuan untuk mewujudkan kurikulum yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat, guna mengantisipasi perkembangan jaman, serta untuk memberikan guideline atau acuan bagi penyelenggaraan pembelajaran di satuan pendidikan. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa, pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan, dan kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Selanjutnya dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, disebutkan bahwa standar yang terkait langsung dengan kurikulum adalah Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan, dan telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKI, tersebut di atas. Berdasarkan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta panduan yang disusun oleh BSNP, maka Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah diharapkan dapat mengembangkan Kurikilum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah/karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan peserta didik.

iii

Mengingat bahwa SI, SKL dan KTSP ini harus sudah dilaksanakan oleh semua satuan pendidikan dasar dan menengah pada tahun ajaran 2009/2010, maka kegiatan sosialisasi dan pelatihan SI , SKL dan pengembangan KTSP bagi para pendidik, tenaga kependidikan dan para pemangku kepentingan (stakeholders) pendidikan lainnya harus dilakukan kordinasi dan sinergi dengan semua fihak yang terkait, dan segera dilaksanakan secara terencana, terpadu dan berkelanjutan. Untuk itulah maka disusun bahan sosialisasi dan pelatihan SI, SKL dan Pengembangan KTSP yang telah disinkronkan bersama dengan Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, serta Sekretariat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional. Selanjutnya semua kegiatan sosialisasi dan pelatihan SI, SKL dan Pengembangan KTSP tersebut supaya menggunakan bahan yang telah disiapkan ini, sehingga dapat memperlancar dalam mengembangkan KTSP di masing-masing satuan pendidikan dengan baik. Oleh karena itu, semua lapisan masyarakat yang terkait dengan pendidikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, baik sebagai pengambil kebijakan, pelaksana, maupun masyarakat umum hendaknyamemiliki pemahaman yang baik terhadap perubahan kebijakan tentang kurikulum tersebut. Dengan kesetaraan pemahaman tersebut seluruh upaya peningkatan mutu pendidikan nasional akan mendapatkan dukungan dari segala penjuru dan hal ini akan menjamin keberhasilannya.

Jakarta, Januari 2007 Menteri Pendidikan Nasional

Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA

iv

Daftar Isi

Kata Pengantar.............................................................. iii Daftar Isi ..................................................................... v I.
1. 2. 3.

K ebijakan ....................................................................

Undang–Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional..................................................... 3 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan......................................... 15 Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005 - 2009...................................................... 35

1

II. tandar Isi (SI) dan Standar Kompetensi S L ulusan (SKL) ...................................................
4. 5. 6.

55 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI)............................................... 57 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Kelulusan (SKL).................. 69 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Kelulusan (SKL)......................................... 77

III. urikulum Tingkat Satuan Pendidikan K ( KTSP)........................................................................

83 7. Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi............... 85 8. Penyusunan KTSP...................................................... 93 9. Pengembangan Silabus.............................................. 119 10. Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)...................................................................... 137

IV. odel-Model Kurikulum.......................................... 143 M V.

11. Pengembangan Bahan Ajar......................................... 145

M odel-Model Kurikulum.......................................... 153 12. Pengembangan Model Mata Pelajaran Muatan Lokal....... 155 13. Panduan Model Pengembangan Diri untuk Satuan Pendidikan Dasar ..................................................... 165
14. Model Pembelajaran Tematik SD Kelas I-III ................. 181

VI. embelajaran Tematik............................................ 179 P

v

..... 275 vi .. Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal............ 209 IX.................................................................................. Rancangan Penilaian Hasil Belajar.......... Efektif & Menyenangkan (PAKEM) di TK & SD.. Pembelajaran Aktif. 207 16... 18..... 235 P 17.................... 237 X........ engembangan Bahan Ujian........... 199 VIII................................ embelajaran Efektif............................................ 285 L aporan Hasil Belajar (LHB). 197 P 15......... Penyusunan Laporan Hasil Belajar (LHB) Peserta Didik SD/MI.............................................. 277 19.VII... Kreatif..................................Penilaian Hasil Belajar... Pengembangan Bahan Ujian & Analisis Hasil Ujian....

Undang-Undang No. Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009. 2. KEBIJAKAN 1.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) I. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 3. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan nasional. Peraturan Pemerintah No. 1 .

2 .

Departemen Pendidikan Nasional Materi 1 UNDANG–UNDANG NO.2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Sosialisasi KTSP KTSP Sosialisasi DASAR & FUNGSI PENDIDIKAN NASIONAL Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa Sosialisasi KTSP 3 . 20 TH.

cakap. mandiri. – berakhlak mulia. nilai keagamaan.TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang: – beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. serta berbagai kecakapan hidup Sosialisasi KTSP 4 . Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. nilai kultural. Sosialisasi KTSP PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. pembentukan watak dan kepribadian. berilmu. kreatif. pemberdayaan. dan kemajemukan bangsa. – Pendidikan sistem terbuka: fleksibilitas pilihan dan waktu penyelesaian program lintas satuan dan jalur pendidikan – Pendidikan multimakna: proses pendidikan yang diselenggarakan dengan berorientasi pada pembudayaan. sehat. dan – menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. membangun kemauan. yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama. menulis. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. c. f. d. dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. Sosialisasi KTSP HAK PESERTA DIDIK a. e. menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan. mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama b. mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat. mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. Sosialisasi KTSP 5 . pindah ke program pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain yang setara.PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. dan kemampuannya. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. minat. mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya.

ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan. Sosialisasi KTSP PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. – Diselenggarakan bagi anak sejak lahir sampai usia 6 tahun dan bukan prasyarat masuk pendidikan dasar Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal. dan/atau informal.KEWAJIBAN PESERTA DIDIK menjaga norma-norma pendidikan untuk menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan. Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK). Sosialisasi KTSP 6 . kecuali bagi peserta didik yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. atau bentuk lain yang sederajat. b. nonformal. a. Raudhatul Athfal (RA).

Pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs). sekolah menengah kejuruan (SMK). Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. madrasah aliyah (MA). Sosialisasi KTSP PENDIDIKAN MENENGAH Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar. atau bentuk lain yang sederajat.PENDIDIKAN DASAR Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah. Sosialisasi KTSP 7 . Pendidikan menengah berbentuk sekolah menengah atas (SMA). dan madrasah aliyah kejuruan (MAK). atau bentuk lain yang sederajat.

sarana dan prasarana. bencana sosial. pembiayaan. dan pembiayaan. Pengembangan standar nasional pendidikan serta pemantauan dan pelaporan pencapaiannya secara nasional dilaksanakan oleh suatu badan standardisasi. dan/atau mengalami bencana alam. Standar nasional pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum. Sosialisasi KTSP STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi. dan pengendalian mutu pendidikan.PENDIDIKAN KHUSUS DAN LAYANAN KHUSUS Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik. sarana dan prasarana. mental. kompetensi lulusan. dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. masyarakat adat yang terpencil. tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. proses. Dapat diselenggarakan secara inklusif atau berupa satuan pendidikan khusus Pendidikan layanan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang. dan tidak mampu dari segi ekonomi. pengelolaan. tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. emosional. pengelolaan. Sosialisasi KTSP 8 . penjaminan. sosial.

potensi daerah. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. 2. dan peserta didik. Sosialisasi KTSP KURIKULUM 1. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan.KURIKULUM: PENGERTIAN DASAR Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. isi. Pengembangan kurikulum secara berdiversifikasi dimaksudkan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan pada satuan pendidikan dengan kondisi dan kekhasan potensi yang ada di daerah Sosialisasi KTSP 9 .

tuntutan pembangunan daerah dan nasional. dan j. g. keragaman potensi daerah dan lingkungan. Sosialisasi KTSP 10 . peningkatan potensi. tuntutan dunia kerja. e. Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. c. Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: a. agama. d. dinamika perkembangan global. f. b. teknologi. dan seni.KURIKULUM 3. perkembangan ilmu pengetahuan. i. h. dan minat peserta didik. kecerdasan. Sosialisasi KTSP Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah. persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. peningkatan akhlak mulia. peningkatan iman dan takwa.

Masyarakat berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan yang meliputi perencanaan. ilmu pengetahuan sosial. matematika. pengawasan. j. pendidikan kewarganegaraan. g. keterampilan/kejuruan. b. dan evaluasi program pendidikan melalui dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah. h.MUATAN WAJIB KURIKULUM PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH a. dan muatan lokal. e. i. bahasa. c. f. Sosialisasi KTSP DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DAN MADRASAH PENGERTIAN DASAR Komite sekolah/madrasah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/wali peserta didik. seni dan budaya. komunitas sekolah. pendidikan jasmani dan olahraga. serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan. d. Sosialisasi KTSP 11 . ilmu pengetahuan alam. pendidikan agama.

sarana dan prasarana. kemajuan. dan jenis pendidikan. arahan dan dukungan tenaga. Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses. provinsi. serta pengawasan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. dan kabupaten/kota yang tidak mempunyai hubungan hirarkis. dan program pendidikan pada jalur formal dan nonformal untuk semua jenjang. arahan dan dukungan tenaga. lembaga. Komite sekolah/madrasah. dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. serta pengawasan pendidikan pada tingkat nasional. Sosialisasi KTSP EVALUASI Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. sebagai lembaga mandiri. Evaluasi dilakukan terhadap peserta didik. satuan.DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DAN MADRASAH Dewan pendidikan sebagai lembaga mandiri dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan pertimbangan. Sosialisasi KTSP 12 . dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan. sarana dan prasarana.

jenjang. menyeluruh. satuan pendidikan.EVALUASI Evaluasi peserta didik. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 13 . dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan. dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala. dan jenis pendidikan. Masyarakat dan/atau organisasi profesi dapat membentuk lembaga yang mandiri untuk melakukan evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. jalur. Pemerintah dan pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola. satuan. transparan.

14 .

standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. kompetensi bahan kajian. d. dan keterampilan. kompetensi mata pelajaran.Departemen Pendidikan Nasional Materi 2 PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 Tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Sosialisasi KTSP KTSP Sosialisasi LINGKUP SNP 1. a. 2. pengetahuan. standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental. c. Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. serta pendidikan dalam jabatan. Lingkup Standar Nasional Pendidikan meliputi: Sosialisasi KTSP 15 . b.

f. dan global. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Sosialisasi KTSP 16 . termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. nasional. dan h. laboratorium. terarah. standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar. pelaksanaan. yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana. Untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan dilakukan evaluasi. 4. serta sumber belajar lain. prosedur. standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan. dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. kabupaten/kota. Sosialisasi KTSP LINGKUP SNP Lanjutan 3. bengkel kerja. akreditasi. dan sertifikasi. provinsi. tempat beribadah. dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal. tempat berolahraga. tempat bermain. tempat berkreasi dan berekreasi. g. standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme.LINGKUP SNP Lanjutan e. perpustakaan.

STANDAR ISI 1. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. d. Standar isi memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum. 2. kelompok mata pelajaran estetika. Satuan pendidikan nonformal dalam bentuk kursus dan lembaga pelatihan menggunakan kurikulum berbasis kompetensi yang memuat pendidikan kecakapan hidup dan keterampilan. dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: a. olah raga. Kurikulum untuk jenis pendidikan keagamaan formal terdiri atas kelompok mata pelajaran yang ditentukan berdasarkan tujuan pendidikan keagamaan. Standar isi mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. c. dan kalender pendidikan/akademik. kurikulum tingkat satuan pendidikan. Sosialisasi KTSP 17 . e. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 1. 3. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. kejuruan. dan kesehatan. beban belajar. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. 2. Kurikulum untuk jenis pendidikan umum. b. kelompok mata pelajaran jasmani.

Kurikulum dan silabus SD/MI/SDLB/Paket A. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. kecakapan berhitung. SMA/MA/ SMALB/ Paket C. kewarganegaraan. seni dan budaya. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia pada SD/MI/SDLB/Paket A. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. kewarganegaraan. akhlak mulia. olah raga. bahasa. SMA/MA/SMALB/ Paket C. SMK/MAK. serta kemampuan berkomunikasi. jasmani. Semua kelompok mata pelajaran sama pentingnya dalam menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah.KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 4. kepribadian. dan pendidikan jasmani. 5. 8. estetika. Sosialisasi KTSP 18 . dan kesehatan. ilmu pengetahuan dan teknologi. Setiap kelompok mata pelajaran dilaksanakan secara holistik sehingga pembelajaran masing-masing kelompok mata pelajaran mempengaruhi pemahaman dan/atau penghayatan peserta didik. SMP/MTs/SMPLB/ Paket B. 6. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. SMK/MAK. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 7. atau bentuk lain yang sederajat menekankan pentingnya kemampuan dan kegemaran membaca dan menulis. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SD/MI/SDLB/Paket A.

matematika. kejuruan. keterampilan/kejuruan. dan muatan lokal yang relevan. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. ilmu pengetahuan alam. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 10. dan muatan lokal yang relevan. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan/atau semester sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. serta muatan lokal yang relevan. dan muatan lokal yang relevan. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. teknologi informasi dan komunikasi. SMK/MAK. serta muatan lokal yang relevan. Sosialisasi KTSP 19 . teknologi informasi dan komunikasi. keterampilan. Kompetensi tersebut terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar. pendidikan kesehatan. 12. matematika. dan/atau teknologi informasi dan komunikasi. SMA/MA/SMALB/ Paket C. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada : a. 11. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. c. ilmu pengetahuan alam. ilmu pengetahuan sosial. ilmu pengetahuan alam. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. Kelompok mata pelajaran estetika pada SD/MI/SDLB/Paket A. ilmu pengetahuan sosial.KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 9. ilmu pengetahuan sosial. dan kesehatan pada SD/MI/SDLB/ Paket A. olahraga. SMK/MAK. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. ilmu pengetahuan alam. SD/MI/ SDLB/Paket A. seni dan budaya. matematika. keterampilan. ilmu pengetahuan alam. SMA/MA/SMALB/Paket C. SMA/MA/SMALB/Paket C. b. 13. SMK/ MAK. d. olah raga. matematika. keterampilan/kejuruan. Kelompok mata pelajaran jasmani. ilmu pengetahuan sosial. serta muatan lokal yang relevan. keterampilan/kejuruan. SMP/MTs/SMPLB/Paket B.

praktek keterampilan. Beban belajar pada pendidikan kesetaraan disampaikan dalam bentuk tatap muka.BEBAN BELAJAR 1. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. 5. 6. Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR 4. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori mandiri dinyatakan dalam satuan kredit semester. praktek keterampilan. Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB. dan kegiatan mandiri yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan. SMP/MTs/SMPLB. Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB. MI/MTs/MA atau bentuk lain yang sederajat dapat menambahkan beban belajar untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian sesuai dengan kebutuhan dan ciri khasnya. dan kegiatan mandiri yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan. SMA/MA/SMLB. Beban belajar pada pendidikan kesetaraan disampaikan dalam bentuk tatap muka. sesuai kebutuhan dan ciri khas masingmasing. Sosialisasi KTSP 20 . Beban belajar untuk SD/MI/SDLB. Beban belajar untuk SMP/MTs/SMPLB. atau bentuk lain yang sederajat dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester (SKS). SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori standar dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester. penugasan terstruktur. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat menggunakan jam pembelajaran setiap minggu setiap semester dengan sistem tatap muka. 3. 2.

BEBAN BELAJAR 7. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup. 12. 9. Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. kelompok mata pelajaran pendidikan estetika. pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. dan kecakapan vokasional. Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat dan kurikulum untuk SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal. atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. Pendidikan kecakapan hidup yang mencakup kecakapan pribadi. Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR 11. SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat. 8. olah raga. pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Sosialisasi KTSP 21 . dan kesehatan. kecakapan sosial. kecakapan akademik. Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat.

Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. Panduan ini berisi sekurang-kurangnya: a. dan SMK/MAK pada jalur pendidikan formal kategori standar. Sosialisasi KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 1. olah raga. Sosialisasi KTSP 22 . pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.BEBAN BELAJAR 13. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/ SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB. 2. 14. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/ SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB. dan kesehatan. dan SMK/MAK pada jalur pendidikan formal kategori mandiri. Panduan ini berisi sekurangkurangnya model-model kurikulum satuan pendidikan keagamaan jenjang pendidikan dasar dan menengah. pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. b. atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah keagamaan berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. pendidikan kelompok mata pelajaran estetika.

di bawah supervisi dinas kabupaten/ kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan untuk SD. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan tersebut sekurang-kurangnya meliputi model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem paket dan model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem kredit semester. SMP. sosial budaya masyarakat setempat. dan C ditetapkan oleh dinas kabupaten/kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan berdasarkan kerangka dasar kurikulum sesuai dengan peraturan pemerintah ini dan standar kompetensi lulusan. MA. 6. Kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya untuk program paket A. SMA/MA/SMALB. Sosialisasi KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 5. dan SMK. potensi daerah/karakteristik daerah. Sekolah dan komite sekolah. atau madrasah dan komite madrasah. atau bentuk lain yang sederajat dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. SMA. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. Sosialisasi KTSP 23 . MTs. SMP/MTs/SMPLB. B. dan peserta didik. Kurikulum tingkat satuan pendidikan SD/MI/SDLB. SMK/MAK.KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 3. dan MAK. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. 4.

Hari libur dapat berbentuk jeda tengah semester selama-lamanya satu minggu dan jeda antar semester. waktu pembelajaran efektif. • Kompetensi lulusan mencakup sikap. dan keterampilan. Kalender pendidikan/kalender akademik mencakup permulaan tahun ajaran. Sosialisasi KTSP 24 . • Kompetensi lulusan untuk mata pelajaran bahasa menekankan pada kemampuan membaca dan menulis yang sesuai dengan jenjang pendidikan. 2.KALENDER PENDIDIKAN 1. minggu efektif belajar. pengetahuan. dan hari libur. • Standar kompetensi lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. Sosialisasi KTSP STANDAR KOMPETENSI LULUSAN • Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan.

serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. • Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. pengetahuan. pengetahuan. kepribadian.STANDAR KOMPETENSI LULUSAN • Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan. – penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan. kepribadian. pengetahuan. ahklak mulia. kepribadian. • Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. ahklak mulia. Sosialisasi KTSP 25 . Sosialisasi KTSP STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN • Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: – penilaian hasil belajar oleh pendidik. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. dan – penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. ahklak mulia.

Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 3. dan ulangan kenaikan kelas. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi diukur melalui ulangan. olah raga. dan – memperbaiki proses pembelajaran. dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai 4. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. dan kesehatan dilakukan melalui: a. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui: a. Sosialisasi KTSP 26 . ujian. – bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik. penugasan. Penilaian ini digunakan untuk: – menilai pencapaian kompetensi peserta didik. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. ulangan. kemajuan. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. ulangan.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 1. dan b. ulangan tengah semester. 2. dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. ulangan akhir semester. 5. pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik. serta b.

olahraga. dan e. 3. dan kesehatan. Penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. b. kelompok mata pelajaran estetika. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. olah raga.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 6. 2. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. kelompok mata pelajaran jasmani. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. kelompok mata pelajaran estetika. d. c. dan kelompok mata pelajaran jasmani. dan kesehatan merupakan penilaian akhir untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH SATUAN PENDIDIKAN 1. Penilaian akhir mempertimbangkan hasil penilaian peserta didik oleh pendidik Sosialisasi KTSP 27 . Untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah BSNP menerbitkan panduan penilaian untuk: a. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.

serta kelompok mata pelajaran jasmani. Sosialisasi KTSP 28 . Ujian nasional dilakukan secara obyektif. peserta didik harus mendapatkan nilai yang sama atau lebih besar dari nilai batas ambang kompetensi yang dirumuskan oleh BSNP. dan akuntabel. Penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan melalui ujian sekolah/madrasah untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. kelompok mata pelajaran estetika. 5. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. dan kesehatan. olah raga. Ujian nasional diadakan sekurang-kurangnya satu kali dan sebanyak-banyaknya dua kali dalam satu tahun pelajaran. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 1. 2.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH SATUAN PENDIDIKAN 4. 3. pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Untuk dapat mengikuti ujian sekolah/madrasah. berkeadilan. Penilaian ini bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional.

dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya. 7. b. Hasil ujian nasional digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk: a. Setiap peserta didik wajib mengikuti satu kali ujian nasional tanpa dipungut biaya. Peserta ujian nasional memperoleh surat keterangan hasil ujian nasional yang diterbitkan oleh satuan pendidikan penyelenggara Ujian Nasional. Sosialisasi KTSP 29 . penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan. Setiap peserta didik jalur formal pendidikan dasar dan menengah dan pendidikan jalur nonformal kesetaraan berhak mengikuti ujian nasional dan berhak mengulanginya sepanjang belum dinyatakan lulus dari satuan pendidikan. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 6.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 4. 8. pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan. 5. c. d. pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Peserta didik pendidikan informal dapat mengikuti ujian nasional setelah memenuhi syarat yang ditetapkan oleh BSNP.

4. Pada jenjang SMP/MTs/SMPLB. Matematika. Pada program paket C. Matematika.UJIAN NASIONAL Mata pelajaran yang diujikan: 1. Pada SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. atau bentuk lain yang sederajat. Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Matematika. dan mata pelajaran kejuruan yang menjadi ciri khas program pendidikan. Bahasa Inggris. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia. Pada jenjang SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat. atau bentuk lain yang sederajat. Sosialisasi KTSP UJIAN NASIONAL 5. Sosialisasi KTSP 30 . Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Matematika. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Matematika. 6. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Matematika. Bahasa Inggris. 3. Bahasa Inggris. 2. Bahasa Inggris. dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program pendidikan. dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program pendidikan. Pada jenjang SD/MI/SDLB. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Kewarganegaraan. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Matematika. Bahasa Inggris. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Kewarganegaraan. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Pada program paket B. Pada program paket A. 7.

dan terencana dalam suatu program penjaminan mutu yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas.KELULUSAN Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: a. 3. 2. Sosialisasi KTSP 31 . Penjaminan mutu pendidikan dilakukan secara bertahap. b. lulus Ujian Nasional. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. kelompok mata pelajaran estetika. sistematis. Sosialisasi KTSP PENJAMINAN MUTU 1. dan kelompok mata pelajaran jasmani. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Penjaminan mutu pendidikan bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan. Setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan. lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. menyelesaikan seluruh program pembelajaran. c. dan d. olah raga. dan kesehatan.

Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud pada ayat (6). Menteri yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama mensupervisi dan membantu satuan pendidikan keagamaan melakukan penjaminan mutu. Sosialisasi KTSP PENJAMINAN MUTU 7. 6. 10. dan kepada Pemerintah dan Pemerintah Daerah. Pemerintah Provinsi mensupervisi dan membantu satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya untuk meyelenggarakan atau mengatur penyelenggaraannya dalam melakukan penjaminan mutu. BAN-PNF. LPMP bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan Perguruan tinggi. LPMP mensupervisi dan membantu satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dalam melakukan upaya penjaminan mutu pendidikan. 9. Pemerintah Kabupaten/Kota mensupervisi dan membantu satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya untuk meyelenggarakan atau mengatur penyelenggaraannya dalam melakukan penjaminan mutu. Menteri menerbitkan pedoman program penjaminan mutu satuan pendidikan pada semua jenis. 5. BAN-S/M. Sosialisasi KTSP 32 . 8.PENJAMINAN MUTU 4. jenjang dan jalur pendidikan. dan BAN-PT memberikan rekomendasi penjaminan mutu pendidikan kepada program dan/atau satuan pendidikan yang diakreditasi.

12. Penyelenggaraan satuan pendidikan yang tidak mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan ini dapat memperoleh pengakuan dari Pemerintah atas dasar rekomendasi dari BSNP. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 33 .PENJAMINAN MUTU 11. Rekomendasi dari BSNP tersebut didasarkan pada penilaian khusus.

34 .

(5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. mencerdaskan kehidupan bangsa. yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. serta (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional.Materi 3 RENCANA STRATEGIS DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN 2005 . 25 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (2004-2009) Pendidikan ditetapkan sebagai salah satu prioritas dalam agenda utama pembangunan nasional. (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. yang diatur dengan UndangUndang (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2 • • 35 . Amanat Undang-Undang No. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia … Amanat Pasal 31 UUD 1945 (1) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.2009 1 PENDAHULUAN • • Amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) … melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum.

25. Pelaksanaan Inpres No. SMP. Penyelesaian tindak lanjut temuan-temuan pemeriksaan Itjen. BPKP. Program Penguatan Kelembagaan Pengarus. Penjaminan mutu secara terprogram dengan mengacu kepada SNP 16. 3. Peningkatan ketaatan aparat pada peraturan perundang-undangan 33. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengelola pendidikan 12. Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Negara 5. Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan 2. TPA Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun – SD. Program Pengelolaan Sumberdaya Manusia Aparatur 7. 2. 1. Pengembangan guru sebagai profesi 18.5 Tahun 2004 tentang percepatan pemberantasan KKN 36. Pendidikan Non Formal 5. Peningkatan peran serta masyarakat dalam perluasan akses SMA/SMK/SM Terpadu. Perluasan akses pendidikan keaksaraan bagi penduduk usia >15 tahun 9. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan 27. Peningkatan kapasitas dan kompetensi aparat dalam perencanaan dan pengangaran 30. dan BPK 38. SLB. Pendidikan Keterampilan Hidup 20. Program Penelitian dan Pengembangan Iptek 3. dan data lainnya) 8. Kegiatan Pokok Pemerintah Perluasan akses PAUD Pendanaan biaya operasi wajar Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan wajar Rekrutmen pendidik dan tenaga kependidikan (program wajar) Perluasan akses pendidikan wajar pada jalur nonformal Perluasan akses SLB dan sekolah inklusif Pengembangan sekolah wajar layanan khusus bagi daerah terpencil/kepulauan yang berpenduduk jarang dan terpencar. Aset. 23. Intensifikasi tindakan-tindakan preventif oleh Itjen 37. Pemanfaatan ICT sebagai media pembelajaran jarak jauh 26. Pengembangan sekolah berbasis keunggulan lokal di setiap Kab/Kota 22. Pembangunan sekolah bertaraf internasional di setiap propinsi dan/atau kabupaten/kota 11. Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraan dan Kepemerintahan 6. RA. Manajemen Pelayanan Pendidikan Program-program lainnya 1. KB. MTs 8. 7. Perluasan pendidikan kecakapan hidup 17. dan profesi Peningkatan jumlah dan mutu publikasi ilmiah dan HAKI 4. Pengembangan aplikasi SIM secara terintegrasi (Keuangan. Pendidikan Menengah 10. 24. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara 4 36 . Perluasan dan peningkatan mutu akreditasi 19. Peningkatan SPI berkoordinasi dengan BPKP dan BPK 29. Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 3 PROGRAM PENGUATAN KEBIJAKAN DEPDIKNAS DENGAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH BAPPENAS Program Bappenas 7. 2. Penataan regulasi pengelolaan pendidikan 32. BPKP. Implementasi dan penyempurnaan SNP oleh BSNP 15. Peningkatan pencitraan publik 34. Perluasan akses SMA/SMK dan SMA terpadu 21.PROGRAM PENGUATAN KEBIJAKAN DEPDIKNAS DENGAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH BAPPENAS Program Bappenas 1. Peningkatan kapasitas dan kompetensi managerial aparat 31. Kepegawaian. 4. Perbaikan sarana dan prasarana 28. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pemeriksaan aparat Itjen 35. 6. Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Kegiatan Pokok Pemerintah 13. MI. dan BPK 39. Intensifikasi dan ekstensifikasi pemeriksaan oleh Itjen. dan PT 14. Pendidikan Tinggi 5. vokasi. Pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan 6.utamaan Gender dan Anak 4. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) – TK. 3. Perluasan akses PT Mendorong jumlah jurusan di PT yang masuk dalam 100 besar Asia Akselerasi jumlah program studi kejuruan.

AMANAT UNDANG-UNDANG NO 20/2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Visi Pendidikan Nasional C. membantu. tercantum bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berhak mengarahkan.DASAR KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL A. Amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. 6 37 . dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 B. Tata Nilai Departemen Pendidikan Nasional 5 A. Misi Pendidikan Nasional D. membimbing. dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. tidak diskriminatif. emosi. 5. 3. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. dan jenjang pendidikan bagi semua warga negara secara adil. menulis. status sosial-ekonomi. dan akhlak mulia. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan.PASAL 4 UU 20/2003 Tentang SISDIKNAS: PRINSIP-PRINSIP DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN 1. mental serta intelektual. Meningkatkan iman. 7 2. Meningkatkan sensitifitas dan kemampuan ekspresi estetis. 4. jenis kelamin. 2. TUJUAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA MENENGAH 1. nilai keagamaan. kelompok etnis. 6. takwa. Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. jenis. 3. Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. 8 38 . Meningkatkan pemerataan kesempatan belajar pada semua jalur. agama. dan demokratis tanpa membedakan tempat tinggal. Meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. 5. dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. dan kemajemukan bangsa. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. dan kelainan fisik. nilai kultural. Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. membangun kemauan. 4. Meningkatkan kualitas jasmani.

10. tidak pernah sekolah. Meningkatkan kualitas pendidikan dengan tersedianya standar pendidikan nasional dan Standar Pelayanan Minimal (SPM). mampu belajar sepanjang hayat. 7. terampil. dan relevan sebagai landasan yang kokoh bagi pengembangan kualitas manusia Indonesia. Memperluas akses pendidikan non-formal bagi penduduk laki-laki maupun perempuan yang belum sekolah.6. Menurunkan secara signifikan jumlah penduduk buta aksara. bermutu. serta memiliki kecakapan hidup yang dapat membantu dirinya dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan. Meningkatkan daya saing bangsa dengan menghasilkan lulusan yang mandiri. 9 9. 8. buta aksara. putus sekolah dalam dan antar jenjang serta penduduk lainnya yang ingin meningkatkan pengetahuan. 11. pengembangan dan penciptaan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh perguruan tinggi serta penyebarluasan dan penerapannya pada masyarakat. ahli dan profesional. kemampuan. Menuntaskan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun secara efisien. 10 39 . bermutu. serta meningkatkan kualifikasi minimun dan sertifikasi bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan lainnya. dan keterampilan. Meningkatkan relevansi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan melalui peningkatan hasil penelitian.

produktif. Depdiknas berhasrat untuk pada tahun 2025 menghasilkan: INSAN INDONESIA CERDAS DAN KOMPETITIF (Insan Kamil / Insan Paripurna) 12 40 . Menata sistem pengaturan dan pengelolaan pendidikan yang semakin efisien. dan nepotisme untuk mewujudkan Pemerintah yang bersih dan berwibawa. dan demokratis dalam suatu tata kelola yang baik dan akuntabel. VISI PENDIDKAN NASIONAL Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. 14. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas manajemen pelayanan pendidikan melalui peningkatan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah. peran serta masyarakat dalam pembangunan pendidikan. 11 B. Mempercepat pemberantasan korupsi. kolusi.12. Sejalan dengan Visi Pendidikan Nasional tersebut. serta efektivitas pelaksanaan otonomi dan desentralisasi pendidikan termasuk otonomi keilmuan. 13.

•Beraktualisasi diri melalui olah rasa untuk meningkatkan sensitivitas dan apresiasivitas akan kehalusan dan keindahan seni dan budaya. •Beraktualisasi diri melalui interaksi sosial yang: –membina dan memupuk hubungan timbal balik. •Beraktualisasi diri melalui olah raga untuk mewujudkan insan yang sehat. keterampilan. 2. –menghargai kebhinekaan dalam bermasyarakat dan bernegara. memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan RI. dan trengginas. MISI PENDIDIKAN NASIONAL 1. pengalaman. 4. sikap. bugar. meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral. –ceria dan percaya diri. •Beraktualisasi diri melalui olah pikir untuk memperoleh kompetensi dan kemandirian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. 14 41 . ketakwaan dan akhlak mulia termasuk budi pekerti luhur dan kepribadian unggul. •Aktualisasi insan adiraga. dan 5. Depdiknas untuk tahun 2005 – 2009 menetapkan Misi sebagai berikut: MEWUJUDKAN PENDIDIKAN YANG MAMPU MEMBANGUN INSAN INDONESIA CERDAS KOMPREHENSIF DAN KOMPETITIF. kreatif dan imajinatif. serta –berwawasan kebangsaan dengan kesadaran akan hak dan kewajiban warga negara. meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. –menjunjung tinggi hak asasi manusia. –demokratis. dan nilai berdasarkan standar nasional dan global. membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar. terampil. 3. Selaras dengan Misi Pendidikan Nasional tersebut. •Aktualisasi insan intelektual yang kritis. •Berkepribadian unggul dan gandrung akan keunggulan •Bersemangat juang tinggi •Mandiri •Pantang menyerah •Pembangun dan pembina jejaring •Bersahabat dengan perubahan •Inovatif dan menjadi agen perubahan •Produktif •Sadar mutu •Berorientasi global •Pembelajar sepanjang hayat Makna Insan Indonesia Kompetitif Cerdas emosional & sosial Kompetitif Cerdas intelektual Cerdas kinestetis 13 C. mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia. serta kompetensi untuk mengekspresikannya. berdaya-tahan. –empatik dan simpatik. sigap.Insan Cerdas Komprehensif dan Kompetitif Makna Insan Indonesia Cerdas Komprehensif Cerdas spiritual •Beraktualisasi diri melalui olah hati/kalbu untuk menumbuhkan dan memperkuat keimanan.

TATA NILAI DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL INPUT VALUES Nilai-nilai yang diharapkan ditemukan dalam diri setiap pegawai Depdiknas PROCESS VALUES Nilai-nilai yang harus diperhatikan dalam bekerja di Depdiknas.D. Profesional 3. danInklusif 15 TIGA PILAR KEBIJAKAN PENDIDIKAN 1. Disiplin 7. Memotivasi (Motivating) 4. Peduli dan Menghargai orang lain 8. akuntabilitas. Gandrung Mutu Tinggi (Service Excellence) 3. Demokratis. Pemerataan dan perluasan akses pendidikan. relevansi. dalam rangka mencapai dan mempertahankan kondisi keunggulan OUTPUT VALUES Nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh mereka yang berkepentingan terhadap Depdiknas PENYELENGGARA DAN PENGELOLA PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN & MANAJEMEN YANG PRIMA BERORIENTASI KEPADA KEPENTINGAN PEMAKAI LAYANAN PENDIDIKAN 1. Produktif (Efektif dan Efisien) 2. Koordinatif dan Bersinergi dalam Kerangka KerjaTim 9. Membudayakan (Cultureforming) 7. Menjadi Teladan 3. 3. Memberdayakan (Em powering) 6. 2. Penguatan tata kelola. Berkeadilan. Taat Azas 8. Bertanggung Jawab dan Mandiri 5. Belajar Sepanjang Hayat 1. Antusias dan Bermotivasi Tinggi 4. dan citra publik pendidikan. Akuntabel 1. Peningkatan mutu. Dapat Dipercaya (Andal) 4. Antisipatif dan Inovatif 6. 16 42 . Responsif dan Aspiratif 5. Visioner dan Berwawasan 2. dan daya saing keluaran pendidikan. Kreatif 6. Amanah 2. Mengilhami (Inspiring) 5.

04 % APM 65.2 27.5 % APS 53.8 % APS 83.8 64.1 18 43 .38 % APK 14.AKSES PENDIDIKAN Rata-rata tingkat pendidikan masyarakat masih rendah (2004) Kelompok usia > 15 th Kelompok usia > 15 th Kelompok usia > 15 th Rata-rata lama sekolah 7.8 29.55% Dalam rangka penuntasan Wajar Dikdas 9 tahun.9 60.5 29. masalah perluasan akses lebih menonjol terjadi pada jenjang SMP/MTs Tingkat partisipasi pendidikan makin rendah pada jenjang pendidikan yang makin tinggi (2004) Kelompok usia 7-12 tahun Kelompok usia 13-15 tahun Kelompok usia SLTA Pendidikan Tinggi APS 96.8 72.2 35.26 % 17 Kontribusi Sumber Kesenjangan Akses Pendidikan Antar dan Intra Provinsi Sumber Kesenjangan SD/ MI SMP/ MTs SM/ MA Antar Provinsi APK Dalam Provinsi 30.24 % APK 54.2 th Yang berpendidikan SLTP 36.5 Antar Provinsi APM Dalam Provinsi 39.48 % APM 93.2% Yang buta aksara 9.5 69.5 70.2 70.

50 97.00 97. Ketersediaan pendidik dan tenaga kependidikan serta kesejahteraannya yang belum memadai baik secara kuantitas maupun kualitas.00 96. 20 44 . Prasarana dan sarana belajar yang terbatas dan belum didayagunakan secara optimal. 2. serta 4. Proses pembelajaran yang belum efisien dan efektif.00 1995 1998 2002 Tahun 19 Laki-laki Perempuan+Laki2 2003 2004 MUTU PENDIDIKAN (2004) 1. Pendanaan pendidikan yang belum memadai untuk menunjang mutu pembelajaran.00 98.50 96.50 P ersen tase 98. 3.Tingkat Keaksaraan Penduduk Usia 15-24 Tahun 1995-2004 Perempuan 99.

46 21 RASIO PENDIDIKAN TAHUN 2002/2003 Sumber: PDIP – Balitbang.286 Ijazah Tertinggi < D1 (%) 90.10 26.559 236.255 230.304 1.62 2.35 8.05 0.45 0.89 1.17 25.86 1.54 D2 (%) 5.37 23.33 11.069 8.114 147. 2004 22 45 .23 2.55 40.75 64.33 0.39 72.88 46.KUALIFIKASI PENDIDIK TAHUN 2002/2003 Jenjang No Pendidikan 1 2 3 4 5 6 7 8 TK SLB SD SMP SM SMA SMK PT Jumlah Guru 137.234.927 466.92 30.30 42.58 49.06 1.10 3.33 0.748 452.31 0.14 21.16 56.33 1.57 47.54 S2/S3 (%) 0.03 69.18 Sarjana (%) 3.33 43.79 D3 (%) 5.

385 58.857 41.GURU DAN KEPALA SEKOLAH MENURUT KELAYAKAN MENGAJAR TAHUN 2002/2003 No.1 35.864 % 34.290 1 2 3 4 SD SMP SMA SMK 364.0 14.59 5.1 33.531 202.283 % 7.684 147.748 299.9 100.412 97.599 1.34 92.237 9.3 23 KONDISI RUANG BELAJAR TAHUN 2003 No Bangunan/ Gedung Kondisi Bangunan Ruang Belajar Layak pakai Jumlah % 42. Tidak Layak SMP 2 a. 2004 Kelayakan Negeri 1.315 50.3 4.430 75.914 55.408 89.26 5.1 32. SD 1 a.379 35.4 38.3 20.919 % 23.0 56.832 107.424 48. Layak b.105 167.440 155.581 23.395 558.4 33.03 3.051 40.0 67.961 % 100. Balitbang Depdiknas (2003) 24 46 .12 2.7 43.5 67.258 187.2 66.143.631 43.0 50. Tidak Layak SMK 4 a.6 29.678 % 92.3 45.3 53.0 19.967 20.559 83.7 29.4 3.542 155.9 100.927 625.6 46.234.29 92. Layak b.217 466.645 27.311 67.0 15. Tidak Layak Sumber: PDIP – Balitbang.7 12.1 17.3 100.00 Rusak Ringan 299. Layak b.12 82.507 Sumber: Pusat Data dan Informasi Pendidikan.00 865.260 98.114 154.63 5.62 12.598 4.4 23.588 2. Tidak Layak SMA 3 a.7 49.803 87.283 72.0 64.070 584.811 122.710 609.643 230.598 63.416 4.217 96.720 108.480 78. Layak b.7 43.3 Jumlah 1.6 47.0 37.675 311.0 Swasta 91.00 Rusak Berat 201.

ANGKA MENGULANG KELAS SD MENURUT TINGKAT.07 2.26 ta 1 2 3 4 5 6 3.96 1. TAHUN 2004 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 Kl s Kl s Kl s Kl s Kl s Kl s R er a 25 7.92 4.68 4.93 0.82 ANGKA PUTUS SEKOLAH MENURUT JENJANG PENDIDIKAN DAN JENIS KELAMIN TAHUN 2004 6 5 4 3 2 1 0 SD SMP Laki2 SMA/SMK Rerata 26 PT Perempuan 47 .

0 0 4 .0 0 B In d B In g g 2 0 0 3 /0 4 Mat 2 0 0 4 /0 5 27 R a ta 2 TATA KELOLA DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL (2004) 1. 2.0 0 1 .0 0 0 . Belum didukung oleh data dan informasi yang akurat pada berbagai tingkatan pemerintahan.0 0 7 . 28 48 .0 0 3 .0 0 2 . Desentralisasi bidang pendidikan.0 0 6 .0 0 5 . 3.Nilai Ujian Nasional SMA Program IPA Tahun 2003/04 dan 2004/05 8 . Pentingnya pengawasan terhadap berbagai program dan kegiatan yang terkait dengan upaya pemerataan dan perluasan akses serta peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan.

SLB. Akuntabilitas. dan PT 1.11 Perluasan Akses Perguruan Tinggi 1. Penguatan Tata Kelola. KEBIJAKAN DALAM PEMERATAAN DAN PERLUASAN AKSES PENDIDIKAN 1.6 Perluasan Akses Sekolah Luar Biasa dan Sekolah Inklusif 1.10 Perluasan Akses SMA/SMK dan SM Terpadu 1.13 Peningkatan peran serta Masyarakat dalam Perluasan Akses SMA.3 Rekruitmen Pendidik dan Tenaga Kependidikan 30 49 .4 Perluasan akses pendidikan Wajar pada jalur nonformal 1. dan Daya Saing 3. Peningkatan Mutu Pendidikan.5 Perluasan akses pendidikan keaksaraan bagi penduduk usia >15 tahun 1.2 Penyediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Wajar 1.9 Pendidikan Kecakapan Hidup 1.7 Pengembangan Pendidikan Layanan Khusus bagi Anak Usia Wajar Dikdas di Daerah Bermasalah 1. dan Citra Publik. SMK/SM Terpadu. Relevansi.KEBIJAKAN POKOK PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL 1.1 Pendanaan Biaya Operasional Wajar Dikdas 9 Tahun 1.12 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai Sarana Pembelajaran Jarak Jauh 1. 29 1.8 Perluasan akses Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) PEMERATAAN & PERLUASAN AKSES PENDIDIKAN 1. Pemerataan dan Perluasan Akses 2.

12 Peningkatan Jumlah dan Mutu Publikasi Ilmiah dan HAKI 2. KEBIJAKAN DALAM PENGUATAN TATA KELOLA.11 Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pemeriksaan oleh Itjen.7b Peningkatan Kreativitas. dan Profesi 2.11 Akselerasi Jumlah Program studi Kejuruan. RELEVANSI.13 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan 2.7a PENINGKATAN MUTU. BAN -PNf dan BAN-PT 2. vokasi.1 Implementasi dan Penyempurnaan SNP dan Penguatan Peran Badan Standar Nasional Pendidikan 2.6 Penataan Regulasi Pengelolaan Pendidikan dan Penegakkan Hukum di Bidang Pendidikan 3. BPKP.2a Pengawasan dan Penjaminan Mutu secara Terprogram dengan Mengacu pada SNP 2.7 Peningkatan Citra Publik 3.6 Perbaikan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana 2. BPKP.2 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Aparat Inspektorat Jenderal 3. dan Data Lainnya) 3.12 Penyelesaian Tindak Lanjut Temuan -temuan Pemeriksaan Itjen. Kepegawaian.1 Peningkatan Sistem Pengendalian Internal Berkoordinasi dengan BPKP dan BPK Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Manajerial Aparat 3. AKUNTABILITAS DAN CITRA PUBLIK 32 50 .4 3.b Survai Benchmarking Mutu Pendidikan Terhadap Standar Internasional 2.4a Pengembangan Guru sebagai Profesi 2.10 Intensifikasi Tindakan tindakan Preventif oleh Inspektorat Jenderal 3.3 Perluasan dan Peningkatan Mutu Akreditasi oleh BAN -SM.4b Pembinaan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Nonformal 2. dan DAYA SAING 2.2.undangan 3. dan BPK 3. dan PENCITRAAN PUBLIK 3. KEBIJAKAN DALAM PENINGKATAN MUTU. Aset. dan BPK 3. AKUNTABILITAS.2.8 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Pengelola Pendidikan - PENGUATAN TATA KELOLA.5 Penataan Ketaatan pada Peraturan Perundang .3 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Aparat Perencanaan dan Penganggaran 3. RELEVANSI & DAYA SAING Perluasan Pendidikan Kecakapan Hidup 2.8 Pengembangan Sekolah Berbasis Keunggulan Lokal di Setiap Kabupaten/Kota 31 3.5 Pengembangan Kompetensi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan 2.9 Pembangunan Sekolah Bertaraf Internasional di Setiap Provinsi/ Kabupaten/Kota 2.9 Pelaksanan Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan KKN 3.13 Pengembangan Aplikasi SIM secara Terintegrasi (Keuangan. dan Kepemimpinan Mahasiswa 2. Entrepreneurship.10 Mendorong Jumlah Jurusan di PT yang Masuk dalam 100 Besar Asia atau 500 BesarDunia 2.

dan citra publik.RENCANA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA PANJANG A. 34 51 .Periode 2010 – 2015 Penguatan Pelayanan C. relevansi. (3) Penguatan tata kelola.Periode 2005 – 2010 Peningkatan Kapasitas dan Modernisasi B. dan daya saing. (2) Peningkatan mutu. akuntabilitas.Periode 2015 – 2020 Daya Saing Regional D.Periode 2020 – 2025 Daya Saing Internasional 33 RENCANA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA MENENGAH 2005 – 2009 Program pembangunan Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009 diarahkan pada upaya mewujudkan kondisi yang diharapkan pada tahun 2009 yang difokuskan pada: (1) Pemerataan dan perluasan akses pendidikan.

308.121.3 16.350. menyenangkan dan mencerdaskan •Seimbang antara pengembangan kecerdasan rasional (berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi) dan kecerdasan emosional.961.Angka kesenjangan cenderung naik di tingkat pendidikan menengah dan perguruan tinggi 6.144.256.8 10.508.4 25.240. Beberapa penyebab: •Kesiapan fisik siswa yang cenderung minim (akibat kekurangan gizi) •40% tenaga pengajar memiliki keahlian yang tidak sesuai dengan bidang pengajarannya Ketidak layakan tenaga pengajar (kualitas dan kuantitas) ditingkat dasar hingga menengah •23.Program Pendidikan Menengah 4.0 13.Terjadi kesenjangan akses pendidikan menurut kategori perkotaan & pedesaan.073.561.5 36 52 .076.3 4.Usia .3 149.3 12.6 12.5 158.Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraandan Kepemerintahan 4.Program Manajemen Pelayanan Pendidikan 8.6 2005/06 2006/07 Ajaran 2007/08 2008/09 2009/10 16.9 4.279.202.4 16.817 temuan/kasus penyimpangan sumber dana pembangunan (1997-2004) •Desentralisasi pendidikan •Kendali pemerintah yang belum berjalan optimal karena kurang ditunjang oleh sistem informasi manajemen yang terbangun dengan baik •SNP mulai dikembangkan •Laporan Keuangan dengan opini disclaimer dari BPK RENSTRA DEPDIKNAS Tahun 2005-2009 Das Sollen •Menurunkan angka buta aksara penduduk usia > 15 hingga 5% •APK SMP/MTs= 98%.Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 7.6 25.845.0 226.318.1 10.8 221.0 11.9 11.075.Program Pendidikan Nonformal 6.4 24.370.Program Penelitian dan Pengembangan Pendidikan 9.Total Jumlah .3 3.654.9 12.3 7.Program Peningkaan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara SASARAN JUMLAH PESERTA DIDIK ( ribu orang ) Tahun KOMPONEN 2004/05 Penduduk 0 – 3 Tahun 4 – 6 Tahun 7 – 12 Tahun 13 – 15 Tahun 16 – 18 Tahun 19 – 24 Tahun 15 Tahun Jumlah Peserta Ke atas Penduduk Didik sederajat & yang sederajat sederajat 29. sosial.7 9.033.813.415.APK SMP/MTs = 81.8 4.1 155.6% rusak ringan •Alokasi biaya pendidikan dari APBN < 9% •Rendahnya kemampuan wirausaha.3% ruang belajar SD rusak berat.961.766.2 16.000 orang(2005) •8.Program Pendidikan Tinggi 5.Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas AparaturNegara 3.3 6.9 164.0 11.1 25.638.SMA/SMK/MA & yang .7 12. serta mampu dan tidak mampu secara ekonomis.Usia . APK Perguruan Tinggi= 18% •Memberi kesempatan yang sama pada seluruh peserta didik dari berbagai golongan menurut kategori tingkat ekonomi.769.6 6.065.2 13.0 12.671.0 24.697.Program Pendidikan Nasional Das Sein 1.Anak tidak bersekolah 3.7 25.6 152.725.858.601.678.3 23.3 224.533.910.21%.707.940.Penduduk ≥ 15 tahun yang buta aksara 15.6 25.0 25.0 27.22%.934.335. wilayah.1 3.Usia .556.413.440. gender.604.1 7. 5.605.528. tingkat kemampuan intelektual dan kondisifisik •Memperluas daya tampung satuan pendidikan sesuai dengan prioritas nasional •PenggunaanTIK untukmenjangkau daerahterpencil/sulitdijangkau •Peningkatan mutu pendidikan yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) •Peningkatan taraf hidup masyarakat dan daya saing tenaga kerja Indonesia •Metoda pembelajaran formal dan nonformal yang efisien.816.4 16.845.6 12.322.9 24.796.238.6 8.Program Pengelolaan Sumber Daya ManusiaAparatur 5. 82.2 12.SMP / MTs .5% untuk usia13-15 3.4 23.827.62% (2004) 4. 34.Usia .PT/PTA/PTK Akses Pendidikan Mutu Pendidikan Tata Kelola Depdiknas 1.Usia .7 12.Program Penelitian dan Pengembangan Iptek 10.Program Penguatan Kelembagaan Pengarus-utamaan Gender dan Anak 2.800.828.0 28.8 12.374.7 12.Usia .3 11.1 12.9 3.6 11.1 219.324.Usia .2% lulusan Perguruan Tinggi menjadi karyawan •Kebutuhan guru 218.8 28.2 11.7 28.6 13.859. APK PerguruanTinggi 14.088.3 25.306.Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2. Peringkat Internasional Indonesia (12 dari12) terkait dengan tingkat relevansi sistem pendidikan Indonesia dengan kebutuhan pembangunan.4 juta atau 10.4 27.603.956.366.0 216.835.218.112.311.717.2% untuk usia 7-12 dan 16.Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan Program-program Lainnya 1.Indeks Pembangunan Manusia 110 (2005) 2.363.196.141.631.476.6 229.955.2 16.Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun 3.100.1 12.SD / MI & yang .2 11. spritual •70% dosen dengan berpendidikan S2/S3 •50% sarana sekolah memenuhi SNP •AnggaranpendidikandariAPBN = 20% •5 prodi PT masuk dalam100 besar PT di Asia atau 500 besar dunia •Manajemen perubahan secara internal yang menjamin terjadinya perubahan secara berkelanjutan •Sistem pembiayaan berbasis kinerja (ditingkat satuan pendidikan dan pemerintah daerah) •Manajemen berbasis sekolah (MBS) mulai SD sampai dengan SM •Disiplin kerja tinggi melalui internalisasi etos kerja •Satuan dan program pendidikan yang ada pada setiap tingkatan pemerintahan mencapai status kapasitas tertinggi dan memenuhi standar SNP •Penerapan TIK secara optimal pada manajemen 35 pendidikan yang transparan dan akuntabel •Laporan Keuangan dengan opini WTS dari BPK Jumlah .5 161.

47% 53.71 8.47% 10% 5.81% 95.30% 81.48% 88.00 31.12% 94.59 48.33% 14.00 7.14 33.13 6.04 2.0% 30:70 1.8% 20 50 155 1.54 2.90% 94.09% 42.00 5.00% 20% 15.15 16.00 5.72 6.07% 50.22% 48.7% 20 40 120 1.00 27.94 2.00 7.94 2.00 5.28 6.34% 94.19% 18.00 5.04 2.66% 94.5% 32:68 1.40 5.Akses Pendidikan -NO 1.22% 85.19% 94.16 9.76 4.00 25.00 13.50% 56.55% 16.00% 60.20% 16.00% 91.000 30% 38:62 1.05 5.57% 8.50 7.65 37 INDIKATOR KUNCI DAN TARGET IMPLEMENTASI PILAR KEBIJAKAN -.5% 17 20 50 400 10% 34:66 1. • Perolehan medali emas pd Olimpiade Int.25% 52.MUTU.30 19.26 5. DAN DAYA SAING -NO.40 23.0% 4 Peningkatan Relevansi Pendidikan 38 53 .62% 15.21% 16.0% 15 10 100 7.5% 10.6% 19 30 85 700 20% 36:64 1. • Jumlah sertifikat Kompetensi yg diterbitkan KONDISI DAN TARGET 2004 5.49 25. SASARAN Perluasan Akses Pendidikan • • • • • • 2 Pemerataan Akses Pendidikan • • • • • • • INDIKATOR KUNCI APK Pra Sekolah APM SD/Paket A/MI/SDLB APK SMP/Paket B/MTs/SMPLB APK SMA/SMK/Paket C/MA/SMALB APK PT/PTA.86 2007 2008 2009 39.20% 14.90% 20% 12.00% 10.54 6.07 9.32 9.48 3.80 8.68 32% 55% 3 2007 6.20% 68.49 25.38% 17.22% 12.00 40% 70% 40% 10 3 13 5 5.31 30% 50% 2005 6.333 40% 40:60 2.80% 17.14 33.89 9.50% 10% 6.52 30% 50% 1 2006 6.00% 98. RELEVANSI.5% 65% 20% 5 2009 5.Indikator Kunci dan Target Pilar Kebijakan -.00% 11.13 6. SASARAN Peningkatan Mutu dan Daya Saing Pendidikan INDIKATOR KUNCI • Rata-rata nilai UN SD/MI • Rata-rata nilai UN SMP/MTs • Rata-rata nilai UN SMA/SMK/MA • Guru yg memenuhi kualifikasi S1/DIV • Dosen yg memenuhi kualifikasi S2/S3 • Pendidik yang memiliki sertifikat pendidik • Jumlah Prodi masuk 100 besar Asia.00% 7.54 2.44% 15.90 7. 500 besar Dunia.75% 95.20% 64. atau akreditasi bertaraf OECD/Int.70% 15% 8.98 9. termasuk UT Prosentase Buta Aksara > 15 th Disparitas APK PAUD antara kab dan kota Disparitas APK SD/MI/SDLB antara kab dan kota Disparitas APK SMP/MTs/SMPLB antara kab dan kota Disparitas APK SMA/MA/SMK/SMALB antara kab dan kota Disparitas gender APK di jenjang pendidikan Menengah Disparitas gender APK di jenjang pendidikan tinggi Disparitas gender persentase buta aksara KONDISI DAN TARGET 2004 2005 2006 45. • Jumlah Paten yg diperoleh • Sekolah/Madrasah bertaraf Internasional • Sekolah/Madrasah berbasis keunggulan lokal • Kenaikan Publikasi Internasional • Rasio Jumlah Murid SMK : SMA • APK PT vokasi (D2/D3/D4/Politeknik) • Rasio Jumlah mahasiswa Profesi terhadap jumlah lulusan S1/D4 • Persentase peserta pendidikan life skill terhadap lulusan SMP/MTs atau SMA/SMK/MA yang tidak melanjutkan.00 7.00 37.00 29.20% 15.62 6.84 34% 60% 5% 4 2008 5.13 6.33 5.

5% 1~0.5% <0.5% <0.TATA KELOLA.5% • • - - 2 Aplikasi - 14 Aplikasi - - 80% unit utama memperoleh ISO 9001:2000 - • - 9 ISO 9001: 2000 25 ISO 9001: 2000 43 ISO 9001: 2000 47 ISO 9001: 2000 39 Selesai 40 54 .5% 1~0.INDIKATOR KUNCI DAN TARGET PILAR KEBIJAKAN -.5% 1~0.5% <0.5% <0. Akuntabilitas.5% <0.5% • 1~0. dan Citra Publik Pendidikan • Opini BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Disclaimer • Persentase temuan BPK ttg penyimpangan di Pemerintah terhadap obyek yang diperiksa Persentase temuan Itjen ttg penyimpangan di Pemerintah terhadap obyek yang diperiksa Aplikasi SIM Sertifikat mutu layanan yg diraih Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama Sertifikat mutu layanan yg diraih LPMP/PPPG/BPPLSP 1~0.5% <0. AKUNTABILITAS DAN CITRA PUBLIK -KONDISI DAN TARGET No SASARAN INDIKATOR KUNCI 2004 2005 Disclaimer 2006 Wajar Dgn Catatan 2007 Wajar Tanpa Sarat 2008 Wajar Tanpa Sarat 2009 Wajar Tanpa Sarat 5 Penguatan Tata Kelola.5% 1~0.

24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 55 .Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) II. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 6. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) 5. Peraturan Mendiknas No. Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 4. Peraturan Mendiknas No. Peraturan Mendiknas No.

56 .

untuk Mencapai Kompetensi Lulusan Minimal Sosialisasi KTSP 57 .Materi 4 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang STANDAR ISI (SI) Sosialisasi KTSP Materi Minimal dan Tingkat Kompetensi Minimal.

budi pekerti. 3.Memuat : 1. Kerangka Dasar Kurikulum 5 Kelompok mapel : 1. 4. atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama Sosialisasi KTSP 58 . 2. Kerangka Dasar Kurikulum Struktur Kurikulum Beban Belajar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kalender Pendidikan Sosialisasi KTSP 1. Agama dan Ahlak Mulia membentuk siswa menjadi manusia beriman dan takwa dan berahlak mulia Mencakup etika. 5.

4. 5. 2. hak dan kewajibannya dalam kehidupannya untuk memperoleh kompetensi lanjut iptek serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis. 7. Estetika 5. Kewarganegaraan dan Kepribadian 3. kerja sama dan hidup sehat 4.2. kreatif dan mandiri untuk meningkatkan sensitivitas. disiplin. Iptek penigkatan kesadaran dan wawasan siswa akan status. kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif. Berpusat pada potensi. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Beragam dan terpadu Tanggap terhadap perkembangan iptek dan seni Relevan dengan kebutuhan kehidupan Menyeluruh dan berkesinambungan Belajar sepanjang hayat Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah Sosialisasi KTSP 59 . kebutuhan. 6. 3. Jasmani Olahraga Kesehatan Sosialisasi KTSP Prinsip Pengembangan Kurikulum 1. perkembangan.

4. Peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan.Prinsip Pelaksanaan Kurikulum 1. Menegakkan 5 pilar belajar. Sosialisasi KTSP 5. terbuka dan hangat. Siswa harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu. keterkaitan. sosial dan budaya serta kekayaan daerah 7. serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas. 3. dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar 6. 2. Diselenggarakan dalam keseimbangan. pengayaan dan percepatan. Mendayagunakan kondisi alam. Suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai. dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan Sosialisasi KTSP 60 . akrab. sumber belajar dan teknologi yang memadai. Menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia. dinamis dan menyenangkan.

2. VI 3 2 5 5 4 3 4 4 2 2 *) 26 27 28 B C Muatan Lokal Pengembangan Diri Jumlah Sosialisasi KTSP 32 61 . V . Ilmu Pengetahuan Sosial 7. Matematika 5. Bahasa Indonesia 4. Seni Budaya dan Keterampilan 8. Agama 2. Ilmu Pengetahuan Alam 6. Olahraga dan Kesehatan Kelas I Kelas II Kelas III Kelas IV. Kedalaman muatan kurikulum dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai siswa dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum Merupakan pola dan susunan matapelajaran yang harus ditempuh oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran Kompetensi terdiri dari Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi dasar (KD) yang dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Muatan Lokal dan Pengembangan Diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum sekolah 2. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Pendidikan Jasmani. Struktur Kurikulum 1. Pend. Komponen A Mata Pelajaran 1. 3. Sosialisasi KTSP Struktur Kurikulum SD No. 4.

Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh guru • KMTT : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk siswa.Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh siswa Sosialisasi KTSP 62 .Tatap Muka (TM) .3. BEBAN BELAJAR Beban belajar diartikan sebagai waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sistem : . dirancang guru untuk mencapai kompetensi .Penugasan Terstruktur (PT) .Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT) Sosialisasi KTSP • TM : Kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik dengan pendidikan • PT : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk siswa. dirancang guru untuk mencapai kompetensi .

Sosialisasi KTSP 63 . sesuai dengan struktur yang berlaku pada satuan pendidikan dimaksud.Sekolah menyelenggarakan program pendidikan dengan SISTEM PAKET atau SKS Sosialisasi KTSP SISTEM PAKET Sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh mata pelajaran dan beban studi yang sudah ditetapkan untuk setiap tingkatan kelas.

Sosialisasi KTSP Kategori Formal Standar Formal Mandiri Paket Dapat - SKS Dapat Wajib Sosialisasi KTSP 64 .SISTEM KREDIT SEMESTER Sistem Kredit Semester (SKS) adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya menentukan sendiri jumlah beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester.

• Dialokasikan waktu ekuivalen Sosialisasi KTSP 65 . karena substansinya dipilih sendiri oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan.• Struktur kurikulum yang telah • Struktur kurikulum untuk tersusun diselenggarakan dengan menggunakan sistem paket digunakan dengan SKS akan disusun tersendiri Sosialisasi KTSP Kegiatan Pengembangan Diri • Tidak termasuk beban belajar. minat. 2 (dua) jam pelajaran. dan bakat.

dan Standar kompetensi di bawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan atau Provinsi. Sosialisasi KTSP 66 . VI 35 32 34 .BEBAN BELAJAR Beban Belajar Kegiatan Tatap Muka untuk setiap Satuan Pendidikan (Sistem Paket) satu jam pemb. Per Minggu Minggu efektif per tahun ajaran waktu pembelajaran per tahun 884 -1064 jam I s. KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) • Kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan • Sekolah dan Kepala Sekolah mengembangkan KTSP dan silabus berdasarkan : Kerangka dasar kurikulum. III SD IV s.d.38 35 26-28 34 .d.tatap muka (Menit jumlah jam pemb.37240 menit) 1088 -1216 jam pembelajaran (38080 .24560 menit) 635-709 516-621 Jumlah jam per tahun (@ 60 menit) Satuan Pendidikan Kelas Sosialisasi KTSP 4.38 pembelajaran (30940 .

Sosialisasi KTSP Lanjutan Kalender Pendidikan NO 1 KEGIATAN Minggu efektif belajar ALOKASI WAKTU Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu Maksimum 2 minggu Maksimum 2 minggu Maksimum 3 minggu Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif pada setiap satuan pendidikan KETERANGAN 2 Jeda tengah semester Jeda antarsemester Libur akhir tahun pelajaran Satu minggu setiap semester 3 Antara semester I dan II 4 Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran Sosialisasi KTSP 67 . KALENDER PENDIDIKAN Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran.5. dan hari libur. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran. minggu efektif belajar.

NO KEGIATAN 5 ALOKASI WAKTU KETERANGAN Daerah khusus yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengaturnya sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif. Maksimum Digunakan untuk kegiatan yang 3 minggu diprogramkan secara khusus oleh sekolah\ tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif. Hari libur 2–4 keagamaan minggu 6 Hari libur umum/ nasional Hari libur khusus Kegiatan khusus sekolah Maksimum Disesuaikan dengan Peraturan 2 minggu Pemerintah. 7 8 Sosialisasi KTSP Terima Kasih…… Sosialisasi KTSP 68 . Maksimum Untuk satuan pendidikan sesuai dengan 1 minggu ciri kekhususan masing-masing.

Materi 5 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL) Sosialisasi KTSP Pengertian Kompetensi adalah kemampuan bersikap. dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan. dan keterampilan yang dimiliki peserta didik. Standar Kompetensi Lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup pengetahuan. dan keterampilan. berpikir. sikap. Standar Kompetensi adalah ukuran kom-petensi minimal yang harus dicapai peserta didik setelah mengikuti suatu proses pembelajaran pada satuan pendidikan tertentu. sikap. Sosialisasi KTSP 69 .

Kewarganegaraan dan Budi Pekerti c. Sosialisasi KTSP 70 . pengetahuan. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. Estetika e. pengetahuan. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi d. Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan. SKL Satuan Pendidikan a. ahklak mulia. 3. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. pengetahuan. Agama dan Akhlak Mulia b. Jasmani Olahraga dan Kesehatan SKL Mata Pelajaran 2. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. ahklak mulia. SD/MI/SDLB/Paket A SKL Kelompok Mata Pelajaran a. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. kepribadian. Sosialisasi KTSP Ruang Lingkup SKL 1. kepribadian.Fungsi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. kepribadian. ahklak mulia.

Menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis. Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. 9. SKL SD 1. dan kreatif. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan. 3. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya. ras. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri. kritis. Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa. Menghargai keberagaman agama. negara dan tanah air Indonesia. kritis. Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal. Menjalankan agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak. 2. 10. budaya. 4. 5. SKL SD 6. Sosialisasi KTSP 1. dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya. dan kreatif. 11.1. Sosialisasi KTSP 71 . 7. dengan bimbingan guru/pendidik. 8. suku. Menunjukkan kemampuan berfikir logis.

17. Tujuan tersebut dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama. kewarganegaraan. Sosialisasi KTSP 2. aman. jasmani. bugar. Menunjukkan keterampilan menyimak. Bekerja sama dalam kelompok. tolong menolong dan menjaga diri sendiri delam lingkungan keluarga dan teman sebaya. menulis. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih. Sosialisasi KTSP 72 . olahraga. ilmu pengetahuan dan teknologi. kepribadian. Kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak Mulia bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. berbicara. Berkomunikasi secara jelas dan santun. 14. 13. estetika. dan berhitung 15. dan memanfaatkan waktu luang. 16. Menunjukkan kemampuan mengamati gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar. sehat.1. SKL SD 12. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 1. membaca. dan kesehatan. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis.

ilmu pengetahuan alam. akhlak mulia. bahasa. kemampuan berpikir dan analisis peserta didik. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 3. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama. seni dan budaya.2. matematika. Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Pada satuan pendidikan SD. keterampilan/kejuruan. Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bertujuan: mengembangkan logika. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 2. dan pendidikan jasmani. ilmu pengetahuan sosial. Sosialisasi KTSP 2. dan muatan lokal yang relevan Sosialisasi KTSP 73 . kewarganegaraan. tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa.

seni dan budaya. Kelompok mata pelajaran Jasmani. ilmu pengetahuan alam. Sosialisasi KTSP 74 . dan menumbuhkan rasa sportivitas. Olah Raga. dan muatan lokal yang relevan. olahraga. Sosialisasi KTSP 2. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 5. dan Kesehatan bertujuan: membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa.2. keterampilan. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 4. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. Kelompok mata pelajaran Estetika bertujuan: membentuk karakter peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa seni dan pemahaman budaya. pendidikan kesehatan. dan muatan lokal yang relevan.

Selesai Sosialisasi KTSP 75 .

76 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 6 PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 24 TAHUN 2006 dan NOMOR 6 TAHUN 2007 Tentang PELAKSANAAN STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN Sosialisasi KTSP Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Satuan Pendidikan dan Komite Sekolah Mengembangkan dan Menetapkan KTSP sesuai kebutuhan Mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi dari Standar Isi Dapat mengadopsi atau mengadaptasi model KTSP BSNP Sosialisasi KTSP 77 .

Jadwal Pelaksanaan Kurikulum
Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat menerapkan Permen No. 22 dan 23 mulai tahun ajaran 2006/2007 Satuan pendidikan dasar dan menengah harus sudah mulai menerapkan Permen No. 22 dan 23 paling lambat tahun ajaran 2009/2010 Satuan pendidikan dasar dan menengah yang telah melaksanakan uji coba kurikulum 2004 secara menyeluruh dapat menerapkan secara menyeluruh Permen No. 22 dan 23 untuk semua tingkatan kelas mulai tahun ajaran 2006/2007 Satuan pendidikan dasar dan menengah yang belum melaksanakan uji coba kurikulum 2004 melaksanakan Permen No. 22 dan 23 secara bertahap seperti tabel dibawah ini.

Sosialisasi KTSP

Jadwal Pelaksanaan Kurikulum
Satuan Pendidikan SD
Waktu Pelaksanaan Kelas
I II III IV V VI Tahun I √ √ Tahun II √ √ √ √ Tahun III √ √ √ √ √ √

Sosialisasi KTSP

78

Jadwal Pelaksanaan Kurikulum
Gubernur dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permen No. 22 dan 23 untuk satuan pendidikan menengah dan satuan pendidikan khusus disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di provinsi masing-masing. Bupati/walikota dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permen No. 22 dan 23 untuk satuan pendidikan dasar disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di kabupaten/Kota.

Sosialisasi KTSP

Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
• Menggandakan Permendiknas No. 22 dan 23 tahun 2006 serta mendistribusikan secara nasional • Melakukan bimbingan teknis, supervisi dan evaluasi pelaksanaan kurikulum yang didasarkan pada Permendiknas No. 22 dan 23 tahun 2006. • Melakukan usaha secara nasional agar sarana dan prasarana satuan pendidikan dapat mendukung pelaksanaan Permendiknas No. 22 dan 23 tahun 2006.
Sosialisasi KTSP

79

Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 ke guru, kepala sekolah, pengawas, dan tenaga kependidikan lainnya yang relevan melalui LPMPdan/atau PPPG Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 dan panduan penyusunan KTSP yang disusun BSNP ke dinas pendidikan provinsi, kabupaten/kota, dan dewan pendidikan Membantu pemerintah provinsi dan Kabupaten/kota dalam penjaminan mutu melalui LPMP

Sosialisasi KTSP

Badan Penelitian dan Pengembangan
Mengembangkan model-model kurikulum sebagai masukan bagi BSNP Mengembangkan dan mengujicobakan model-model kurikulum inovatif Mengembangkan dan mengujicobakan model kurikulum untuk pendidikan layanan khusus Bekerja sama dengan PT dan/atau LPMP melakukan pendampingan satuan pendidikan dalam pengembangan kurikulum satuan pendidikan Memonitor secara nasional penerapan Permen No. 22 dan 23 , mengevaluasinya, dan mengusulkan rekomendasi kebijakan kepada BSNP dan/atau menteri Mengembangkan pangkalan data yang rinci tentang pelaksanaan SI dan SKL
Sosialisasi KTSP

80

Ditjen Pendidikan Tinggi

Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 di LPTK Memfasilitasi pengembangan kurikulum dan tenaga dosen LPTK

Sosialisasi KTSP

Sekretariat Jenderal

Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 kepada pemangku kepentingan umum

Sosialisasi KTSP

81

Selesai

Sosialisasi KTSP

82

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) III. Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi. Penyusunan KTSP. urikulum K Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 7. 9. 83 . Pengembangan Silabus. Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 8. 10.

84 .

Materi 7 KONSEP DASAR KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Sosialisasi KTSP ASPEK YANG BERBEDA KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR PENILAIAN PENGELOLAAN KURIKULUM BERBASIS SEKOLAH Sosialisasi KTSP 85 .

ketuntasan belajar. bersifat internal. al … Sosialisasi KTSP 86 . mengacu pada patokan.Kegiatan Belajar Mengajar Berpusat pada peserta didik Mengembangkan kreativitas Menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang Kontekstual Menyediakan pengalaman belajar yang beragam Belajar melalui berbuat Sosialisasi KTSP Penilaian Kelas Dilakukan oleh Guru untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi yang ditetapkan. dilakukan melalui berbagai cara. bagian dari pembelajaran. dan sebagai bahan untuk peningkatan mutu hasil belajar Berorientasi pada kompetensi.

dan Paper & Pen (tes tulis) Sosialisasi KTSP Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah Mengacu pada Visi dan Misi Sekolah Pengembangan perangkat kurikulum (a. Products (Hasil karya). melalui: Portfolios (kumpulan kerja siswa). Projects (Penugasan).Dilakukan a.l.l. silabus) Pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lainnya untuk meningkatkan mutu hasil belajar Pemantauan dan … Sosialisasi KTSP 87 . Performances (Unjuk kerja).

dan • Dinas Pendidikan Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN DAN PELAKSANAAN KURIKULUM. & PESERTA DIDIK Sosialisasi KTSP 88 . POTENSI DAERAH/ KARAKTERISTIK DAERAH. Organisasi Profesi Berkolaborasi secara vertikal. SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT SETEMPAT. dengan: Sekolah lain. kinerja dan kualitas pelayanan terhadap peserta didik Berkolaborasi secara horizontal. DISESUAIKAN DENGAN: SATUAN PENDIDIKAN. Komite Sekolah.Pemantauan dan Penilaian untuk meningkatkan efisiensi. dengan: • Dewan.

PENGEMBANGAN DIRI TERDIRI DARI: KEGIATAN BIMBINGAN KONSELING DAN EKSTRA KURIKULER Sosialisasi KTSP BENTUK PELAKSANAAN KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI: • • • • KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN TERPROGRAM RUTIN SPONTAN KETELADANAN Sosialisasi KTSP 89 .

KEGIATAN RUTIN Adalah kegiatan yang dilakukan secara reguler. Bertujuan untuk membiasakan anak mengerjakan sesuatu dengan baik.A. tanpa dibatasi oleh ruang. dimana saja. baik di kelas maupun di sekolah. Upacara Senam Sholat berjamaah Pemeriksaan kesehatan Pergi ke perpustakaan Dll Sosialisasi KTSP B. Bertujuan untuk memberikan pendidikan pada saat itu juga. terutama dalam disiplin dan sopan santun dan kebiasaan baik yang lain. • • • • Membiasakan memberi salam Membiasakan membuang sampah pada tempatnya Membiasakan antri Membiasakan mengatasi silang pendapat (pertengkaran) dengan benar Dll Sosialisasi KTSP 90 . KEGIATAN SPONTAN Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja.

Sosialisasi KTSP 91 . bazaar dll. hemat energi. pentas.C. tempat-tempat penting dll. KEGIATAN KETELADANAN Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja yang lebih mengutamakan pemberian contoh dari guru dan pengelola pendidikan yang lain kepada muridnya. HAM/hak anak. tempat/orang yang terkena musibah. Proyek: lomba. KEGIATAN TERPROGRAM Adalah kegiatan yang diprogramkan dan direncanakan baik pada tingkat kelas maupun sekolah. D. Kunjungan: panti asuhan. • • • Sosialisasi KTSP Seminar/workshop: aids.dll. Bertujuan memberikan contoh tentang kebiasaan yang baik. Bertujuan memberikan wawasan tambahan pada anak tentang unsur-unsur baru dalam kehidupan bermasyarakat yang penting untuk perkembangan anak. Memberi contoh berpakaian rapi Memberi contoh memuji hasil kerja yang baik Memberi contoh datang tepat waktu Memberi contoh hidup sederhana Memberi contoh tidak merokok Dll.

selesai Sosialisasi KTSP 92 .

6/2007 tentang pelaksanaan Permendiknas No.20 Tahun 2003 tentang Sistem • • • • Pendidikan Nasional PP No. 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Permendiknas No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas No. 24/2006 dan No. 22/2006 tentang Standar Isi Permendiknas No. 22 dan 23/2006 2 Sosialisasi KTSP 93 .Materi 8 PENYUSUNAN KTSP Sosialisasi KTSP 1 LANDASAN • UU No.

Sosialisasi KTSP 3 2. dan minat sesuai • • • • dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Tuntutan dunia kerja Perkembangan ilmu pengetahuan. kecerdasan. Acuan Operasional Penyusunan KTSP • Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia • Peningkatan potensi. teknologi. dan seni Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 4 94 . PENGERTIAN Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.1.

Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh.PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL • • • • • • Agama Dinamika perkembangan global Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kesetaraan Jender Karakteristik satuan pendidikan Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 5 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.1. Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia. Sosialisasi KTSP 6 95 .

oleh karena itu kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan daerah. Sosialisasi KTSP 7 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. emosional. dan kinestetik peserta didik secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya.2 Peningkatan potensi.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. minat. tantangan. kecerdasan.3 Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Daerah memiliki keragaman potensi. kebutuhan. kecerdasan intelektual. dan keragaman karakteristik lingkungan. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Kurikulum disusun agar memungkinkan pengembangan keragaman potensi. Sosialisasi KTSP 8 96 . spritual.

khususnya bagi mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.5 Tuntutan dunia kerja Kurikulum harus memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dan kebutuhan dunia kerja. Sosialisasi KTSP 9 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. Sosialisasi KTSP 10 97 .4 Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Pengembangan kurikulum harus memperhatikan keseimbangan tuntutan pembangunan daerah dan nasional.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.

PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. dan memperhatikan norma agama yang berlaku di lingkungan sekolah Sosialisasi KTSP 12 98 . Sosialisasi KTSP 11 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. teknologi. teknologi. dan seni Kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan.6 Perkembangan ilmu pengetahuan.7 Agama Kurikulum harus dikembangkan untuk meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama. dan seni.

PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. Sosialisasi KTSP 14 99 .9 Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kurikulum harus mendorong wawasan dan sikap kebangsaan dan persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sosialisasi KTSP 13 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.8 Dinamika perkembangan global Kurikulum harus dikembangkan agar peserta didik mampu bersaing secara global dan dapat hidup berdampingan dengan bangsa lain.

10 Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya.11 Kesetaraan Jender Kurikulum harus diarahkan kepada pendidikan yang berkeadilan dan mendorong tumbuh kembangnya kesetaraan jender.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. Sosialisasi KTSP 16 100 . Sosialisasi KTSP 15 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.

misi. Pendidikan Kecakapan Hidup. Muatan lokal. Sosialisasi KTSP 17 3. kondisi. • Kalender Pendidikan • Silabus dan RPP Sosialisasi KTSP 18 101 . Komponen KTSP • Tujuan Pendidikan Sekolah • Struktur dan Muatan Kurikulum (mata pelajaran. Penjurusan. Beban Belajar. Pengembangan Diri. Kenaikan Kelas dan kelulusan. dan ciri khas satuan pendidikan. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global). tujuan.12 Karakteristik Satuan Pendidikan Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. Ketuntasan Belajar.

Kalender Pendidikan Sosialisasi KTSP 20 102 . Struktur dan Muatan Kurikulum BAB IV. Tujuan Pendidikan BAB III. Pendahuluan BAB II .ISI / MUATAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) Sosialisasi KTSP 19 KTSP DOKUMEN 1 BAB I .

KTSP DOKUMEN II A. Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan pusat. Mapel Tambahan) Sosialisasi KTSP 21 KTSP (Dokumen 1) Sosialisasi KTSP 22 103 . Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan Sekolah (Mulok. B.

Tujuan Sekolah Sosialisasi KTSP 24 104 . Misi Sekolah 4. PENDAHULUAN Latar Belakang (dasar pemikiran penyusunan KTSP) Tujuan Pengembangan KTSP Prinsip Pengembangan KTSP SESUAI KARAKTERISTIK SEKOLAH 23 Sosialisasi KTSP Bab II. Tujuan pendidikan (Disesuaikan dengan jenjang satuan pendidikan) 2. Visi Sekolah 3. TUJUAN 1.Bab I.

Pendidikan berbasis Keunggulan Lokal dan Global Cat : Untuk PLB/PK ditambah dengan Program Khusus Sosialisasi KTSP 26 105 . Mata pelajaran 2. dan kelulusan 7.BAGAIMANA MENYUSUN VISI. • TAHAP 3 : SUASANA SEKOLAH suasana sekolah – sebagai lembaga/organisasi pembelajaran – seperti apa yg diinginkan untuk mewujudkan hasil belajar bagi siswa. Muatan lokal 3. MISI. keterampilan. Sosialisasi KTSP 25 BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KTSP Meliputi Sub Komponen: 1. • TAHAP 2 : SUASANA PEMBELAJARAN suasana pembelajaran seperti apa yg dikehendaki untuk mencapai hasil belajar itu. Ketuntasan Belajar 6. Penjurusan 8. Pengaturan beban belajar 5. Pendidikan kecakapan Hidup 9. Kegiatan Pengembangan diri 4. TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN • TAHAP 1 : HASIL BELAJAR SISWA apa yg hrs dicapai siswa berkaitan dengan pengetahuan. Kenaikan Kelas. dan sikap setelah mereka menamatkan sekolah.

• Tidak boleh mengurangi mata pelajaran yang tercantum dalam standar isi. Sosialisasi KTSP 27 2.1. • Memanfaatkan 4 jam tambahan untuk menambah jam pembelajaran pada mata pelajaran tertentu atau menambah mata pelajaran baru. Pengembangan Struktur Kurikulum dilakukan dengan cara antara lain: • mengatur alokasi waktu pembelajaran “tatap muka” seluruh mata pelajaran wajib dan pilihan Ketrampilan/ Bahasa asing lain). Strategi Pemilihan dan pelaksanaan Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah.Dalam pengembangannya mempertimbangkan hal-hal sbb: Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan ciri khas dan potensi daerah. Sosialisasi KTSP 28 106 . Mata Pelajaran Berisi “Struktur Kurikulum Tingkat Sekolah” yang disusun berdasarkan kebutuhan siswa dan sekolah terkait dengan upaya pencapaian SKL. • Mencantumkan jenis mata pelajaran muatan lokal dalam struktur kurikulum. Muatan Lokal Berisi tentang: Jenis. termasuk keunggulan daerah.

Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. Merupakan mata pelajaran wajib yang tercantum dalam Struktur kurikulum. materi nya tidak sesuai menjadi bagian dari mapel lain. Sosialisasi KTSP 29 Bentuk penilaiannya kuantitatif (angka). sesuai dengan minat dan program Mulok yang diselenggarakan sekolah. Sosialisasi KTSP 30 107 . atau terlalu luas substansinya sehingga harus dikembangkan menjadi Mapel tersendiri. Setiap sekolah dapat melaksanakan mulok lebih dari satu jenis dalam setiap semester. Substansi yang akan dikembangkan. mengacu pada: minat dan atau karakteristik program studi yang diselenggarakan di sekolah Siswa boleh mengikuti lebih dari satu jenis mulok pada setiap tahun pelajaran.

Bidang Pengolahan: Pembuatan Abon. dll. Kewirausahaan dll.Substansinya dapat berupa program keterampilan produk dan jasa. Bidang TIK dan lain-lain: Web Desain. Ikan Asin. pembibitan ikan hias dan konsumsi. Pembelajarannya dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran atau tenaga ahli dari luar sekolah yang relevan dengan substansi mulok. KD dan Silabus untuk Mata pelajaran Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. Sosialisasi KTSP 32 108 . Contoh: Bidang Budidaya: Tanaman Hias. Berkomunkasi sebagai Guide. Sosialisasi KTSP 31 Sekolah harus menyusun SK. Tanaman Obat. Kerupuk. Sayur. Baso dll. akuntansi komputer.

3. Kegiatan Pengembangan Diri
Bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, bakat, minat peserta didik, dan kondisi sekolah. Dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan: - Bimbingan konseling, (kehidupan pribadi, sosial, kesulitan belajar, karir ), dan atau - Ekstra kurikuler, Pengembangan kreativitas, kepribadian siswa, seperti: Kepramukaan, Kepemimpinan, Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) .

Sosialisasi KTSP

33

Bukan Mata Pelajaran dan tidak perlu dibuatkan SK, KD dan silabus. Dilaksanakan secara terprogram, rutin, spontan dan keteladanan. Penilaian dilakukan secara kualitatif (deskripsi), yang difokuskan pada “Perubahan sikap dan perkembangan perilaku peserta didik setelah mengikuti kegiatan pengembangan diri”.

Sosialisasi KTSP

34

109

Contoh Penilaian Pengembangan Diri:
• Keg. KIR, mencakup penilaian: sikap
kompetitif, kerjasama, percaya diri dan mampu memecahkan masalah, dll. Sikap Sportif, Kompetetitif, Kerjasama, disiplin dan ketaatan mengikuti SPO, dll.

• Keg. Keolahragaan, mencakup penilaian:

Sosialisasi KTSP

35

• Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau
dibimbing oleh guru kelas atau mata pelajaran, konselor atau Guru BK atau tenaga kependidikan lain. jam pembelajaran per minggu , diserahkan kepada masing- masing pembimbing dan sekolah.

• Penjabaran alokasi waktu ekuivalen dengan 2

• Perlu dibuat program kerja yang sistematis dan

komprehensif sebagai bagian dari program kerja sekolah dan atau program kerja OSIS.

Sosialisasi KTSP

36

110

4. Pengaturan Beban Belajar

• Berisi tentang jumlah beban belajar per Mata

Pelajaran, per minggu per semester dan per Tahun Pelajaran yang dilaksanakan di sekolah, sesuai dengan alokasi waktu yang tercantum dalam Struktur Kurikulum.

• Sekolah dapat mengatur alokasi waktu untuk

setiap Mata Pelajaran pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun pelajaran sesuai dengan Kebutuhan, tetapi jumlah Beban belajar per tahun secara keseluruhan tetap.
37

Sosialisasi KTSP

• Alokasi waktu kegiatan praktik diperhitungkan sbb:
2 Jam Pelajaran (JPL) praktik di sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka, dan 4 JPL praktik di luar sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka (bagi Sekolah Menengah Kejuruan). minggu

• Sekolah dapat menambah maksimal 4 JPL per

• Alokasi waktu penugasan terstruktur dan kegiatan • Pemanfaatan alokasi waktu tersebut

mandiri tidak terstruktur, sebanyak 0-50% untuk SMP/MTs/SMPLB waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi.
38

Sosialisasi KTSP

111

5. Ketuntasan Belajar
• Berisi tentang kriteria ketuntasan minimal (KKM) per mata pelajaran yang ditetapkan oleh sekolah dengan memper-timbangkan hal-hal sbb:
– Ketuntasan belajar ideal untuk setiap indikator adalah 0 – 100 %, dgn batas kriteria ideal minimum 75 %. – Sekolah harus menetapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) per MP dengan mempertimbangkan: kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas dan SDM. – Sekolah dapat menetapkan KKM di bawah batas kriteria ideal, tetapi secara bertahap harus dapat mencapai kriteria ketuntasan ideal.
39

Sosialisasi KTSP

6. Kenaikan Kelas dan Kelulusan
• Berisi tentang kriteria dan mekanisme kenaikan
kelas dan kelulusan, serta strategi penanganan siswa yang tidak naik atau tidak lulus yang diberlakukan oleh sekolah. Program disusun mengacu pada hal-hal sebagai berikut:

– Panduan kenaikan kelas yang akan disusun oleh Dit. Pembinaan terkait – Sedangkan ketentuan kelulusan akan diatur secara khusus dalam peraturan tersendiri.

Sosialisasi KTSP

40

112

7. Pendidikan Kecakapan Hidup
• Bukan mata pelajaran tetapi substansinya merupakan
bagian integral dari semua mata pelajaran.

• Tidak masuk dalam struktur kurikulum secara khusus. • Dapat disajikan secara terintegrasi dan atau berupa
paket/modul yang direncanakan secara khusus.

• Substansi kecakapan hidup meliputi:
- Kecakapan personal, sosial, akademik dan atau vokasional. – Untuk kecakapan vokasional, dapat diperoleh dari satuan pendidikan ybs, antara lain melalui mata pelajaran Keterampilan.
Sosialisasi KTSP

41

• Bila SK dan KD pada mata pelajaran

keterampilan tidak sesuai dengan kebutuhan siswa dan sekolah, maka sekolah dapat mengembangkan SK, KD dan silabus keterampilan lain sesuai dengan kebutuhan sekolah. dimaksud dilaksanakan secara komprehensif melalui Intra kurikuler. ajar dan penyelenggaraan pembelajaran keterampilan vokasional dapat dilakukan melalui kerjasama dengan satuan pendidikan formal/non formal lain.

• Pembelajaran mata pelajaran keterampilan

• Pengembangan SK,KD, silabus, RPP dan bahan

Sosialisasi KTSP

42

113

Budaya. Dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan atau satuan pendidikan nonformal. atau menjadi mapel Mulok. disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah. IV Kalender Pendidikan Berisi tentang kalender pendidikan yang digunakan oleh sekolah. kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran yang terintegrasi. Sosialisasi KTSP 43 BAB.8. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global Program pendidikan yang dikembangkan dengan memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global. yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik. TIK. Ekologi. dan lain-lain. Substansinya mencakup aspek: Ekonomi. Bahasa. Sosialisasi KTSP 44 114 . yang disusun berdasarkan kalender pendidikan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan setempat. dengan memperhatikan aturan kalender pendidikan sebagaimana tercantum dalam Standar Isi.

V dan VI) C.KTSP DOKUMEN II Sosialisasi KTSP 45 SD A. SILABUS MUATAN LOKAL dan MAPEL LAIN (jika ada) Sosialisasi KTSP 46 115 . SILABUS MATA PELAJARAN (Kelas IV. SILABUS PEMBELAJARAN TEMATIK (Kelas I. II dan III) B.

Sosialisasi KTSP 48 116 . Kegiatan ini dapat berbentuk rapat kerja dan atau lokakarya sekolah/madrasah dan atau kelompok sekolah/madrasah yang diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru. Langkah yg lebih rinci dari masing-masing kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh tim penyusun. Panduan KTSP • Pembentukan Tim • Penyusunan Draft • Revisi dan Finalisasi Naskah KTSP Diberlakukan Sosialisasi KTSP 47 Penyusunan KTSP merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah/madrasah. review dan revisi. Tahap kegiatan penyusunan KTSP secara garis besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draft. SKL.Mekanisme PENYUSUNAN KTSP Analisis • Kekuatan/ kelemahan • Peluang/ tantangan • Dokumen Standar isi. serta finalisasi.

Selesai Sosialisasi KTSP 49 117 .

118 .

Materi 9 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS Sosialisasi KTSP Pengertian Pengertian Landasan Prinsip Pengembangan Unit waktu Pengembang Silabus Komponen Silabus Mekanisme Pengembangan Silabus Langkah-langkah Pengembangan Silabus Contoh Model Sosialisasi KTSP 119 .

Sosialisasi KTSP 2. indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. kegiatan pembelajaran. penilaian. Pengertian Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. Landasan Pengembangan SILABUS? 1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 20 Sosialisasi KTSP 120 . materi pokok/pembelajaran. kompetensi dasar. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 17 ayat (2) 2. alokasi waktu. dan sumber belajar.1.

MA. SMA. di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD. metode pengajaran. dan penilaian hasil belajar Sosialisasi KTSP 121 . Sosialisasi KTSP PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 20 Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran.PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 17 Ayat (2) Sekolah dan komite sekolah. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. sumber belajar. dan MAK. atau madrasah dan komite madrasah. materi ajar. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. SMP. MTs. dan SMK.

4. 8. 6. 2. 3. 7. 5. Apa kompetensi yang harus dikuasai siswa? Bagaimana cara mencapainya? Bagaimana cara mengetahui pencapaiannya? Sosialisasi KTSP 3. 2.SILABUS menjawab pertanyaan 1. Prinsip Pengembangan 1. Ilmiah Relevan Sistematis Konsisten Memadai Aktual dan Kontekstual Fleksibel Menyeluruh Sosialisasi KTSP 122 . 3.

emosional. Sosialisasi KTSP 3. 3.3. intelektual.3 Sistematis Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. kedalaman. Sosialisasi KTSP 123 . sosial. kegiatan pembelajaran. 3. materi pokok/ pembelajaran. dan spritual peserta didik. indikator.2 Relevan Cakupan. taat asas) antara kompetensi dasar. dan sistem penilaian.4 Konsisten Adanya hubungan yang konsisten (ajeg.1 Ilmiah Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. sumber belajar. tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik.

kegiatan pembelajaran. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. materi pokok/ pembelajaran.3.8 Menyeluruh Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. teknologi.6 Aktual dan Kontekstual Cakupan indikator. dan peristiwa yang terjadi. Sosialisasi KTSP 3. sumber belajar. pendidik. dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar. dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. psikomotor). 3.5 Memadai Cakupan indikator. afektif. 3. Sosialisasi KTSP 124 . materi pokok/ pembelajaran.7 Fleksibel Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik. sumber belajar. kegiatan pembelajaran.

Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan. 3. Sosialisasi KTSP 5.4. PENGEMBANG SILABUS 1. dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok. UNIT WAKTU 1. Kelompok guru kelas/mata pelajaran. 2. Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester. per tahun. Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum. atau 2. Guru kelas/mata pelajaran. Kelompok kerja guru (KKG/PKG/MGMP) Dibawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kab/Kota/Provinsi Sosialisasi KTSP 125 . atau 3. Bagi SMK/MAK menggunakan penggalan silabus berdasarkan satuan kompetensi.

Kegiatan Pembelajaran 5. Materi Pokok/Pembelajaran 4. KOMPONEN SILABUS 1. Indikator 6.6. Sumber Belajar Catatan: Indikator dikembangkan berdasarkan KD Sosialisasi KTSP 7. MEKANISME PENGEMBANGAN SILABUS Materi Pokok/ Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Analisis SI/SKL/ SK-KD KD-Indikator Alokasi Waktu Sumber Belajar Penilaian Sosialisasi KTSP 126 . Alokasi Waktu 8. Standar Kompetensi 2. Kompetensi Dasar 3. Penilaian 7.

1 Mengkaji Standar Kompetensi Mengkaji standar kompetensi mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi 6. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran 4.8. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI. Mengkaji dan Menentukan Kompetensi Dasar 3. Sosialisasi KTSP 127 . Menentukan Jenis Penilaian 7. c. Menentukan Sumber Belajar Sosialisasi KTSP 8. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN SILABUS 1. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran 5. Menentukan Alokasi Waktu 8. b. Mengkaji dan Menentukan Standar Kompetensi 2.

emosional. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. potensi peserta didik. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. b. 6. dan keluasan materi pembelajaran.8. tingkat perkembangan fisik. 7. sosial. 5. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. 2. kebermanfaatan bagi peserta didik. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada dalam SI.3 Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Mengidentifikasi materi pokok mempertimbangkan: 1. struktur keilmuan. Sosialisasi KTSP 8. 4. Sosialisasi KTSP 128 . 3. dan spritual peserta didik. c. relevansi dengan karakteristik daerah. Aktualitas. intelektual. alokasi waktu . kedalaman.2 Mengkaji Kompetensi Dasar Mengkaji kompetensi dasar mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. 8. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan.

Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran 3.4 MENGEMBANGKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik. Sosialisasi KTSP 129 . dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi Pengalaman belajar dimaksud dapat terwujud melalui pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. peserta didik dengan guru. lingkungan. Sosialisasi KTSP HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MENGEMBANGKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN: Memberikan bantuan guru agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional 1.8. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik yaitu kegiatan siswa dan materi. Memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar 2. Pengalaman Belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.

Sosialisasi KTSP Pengembangan Indikator Setiap KD dikembangkan menjadi beberapa indikator (lebih dari dua) Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur dan/atau diobservasi Tingkat kata kerja dalam indikator lebih rendah atau setara dengan kata kerja dalam KD maupun SK Sosialisasi KTSP 130 .5 Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap.8. dan keterampilan Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik. satuan pendidikan. dan potensi daerah Digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. pengetahuan.

sikap. kesesuaian (Relevansi) dan Kontekstual Keseluruhan indikator dalam satu KD merupakan tandatanda. penggunaan portofolio. dan bertindak secara konsisten.6 MENENTUKAN JENIS PENILAIAN Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh.Prinsip pengembangan indikator adalah sesuai dengan kepentingan (Urgensi). penilaian hasil karya berupa proyek atau produk. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. menganalisis. dan lain-lain untuk pencapaian kompetensi yang merupakan kemampuan bersikap. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. perilaku. pengamatan kinerja. kesinambungan (Kontinuitas). dan penilaian diri. Sosialisasi KTSP 131 . berpikir. Sosialisasi KTSP 8. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.

kedalaman. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut e. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. Menggunakan sistem penilaian berkelanjutan d. Sosialisasi KTSP 132 . Menggunakan acuan kriteria c. keluasan.HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENENTUKAN PENILAIAN: a. yang dilakukan berdasarkan indikator b. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Sesuai dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam kegiatan pembelajaran Sosialisasi KTSP 8. Untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. tingkat kesulitan.7 MENENTUKAN ALOKASI WAKTU Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar.

serta lingkungan fisik. dan budaya. Sosialisasi KTSP Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Alokasi waktu: No Kompetensi Dasar Materi Pokok/Pe mbelajaran CONTOH FORMAT SILABUS Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Sosialisasi KTSP 133 . nara sumber. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. alam.8. dan indikator pencapaian kompetensi. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik. sosial. kegiatan pembelajaran.8 MENENTUKAN SUMBER BELAJAR Sumber belajar adalah rujukan.

dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru • Dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar.CONTOH FORMAT SILABUS Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Kompetensi Dasar: Materi Pokok/Pembelajaran: Kegiatan Pembelajaran: Indikator: Penilaian: Alokasi Waktu: Sumber Belajar: Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN SILABUS BERKELANJUTAN Silabus: • Dijabarkan ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran • Dilaksanakan. dievaluasi.dan evaluasi rencana pembelajaran. Sosialisasi KTSP 134 . evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran).

Selesai Sosialisasi KTSP 135 .

136 .

materi pembelajaran. dan penilaian hasil belajar 2 Sosialisasi KTSP 137 . metode pembelajaran.Materi 10 PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sosialisasi KTSP LANDASAN RPP PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 20 Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurangkurangnya tujuan pembelajaran. sumber belajar.

Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. 3 Sosialisasi KTSP ALUR RPP SK dan KD SILABUS RPP 4 Sosialisasi KTSP 138 .PENGERTIAN RPP Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus.

Metode Pembelajaran: … IV. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan pertama. Kegiatan Akhir: … Pertemuan kedua. dst. Kegiatan Awal: … B. V. Penilaian: … 6 Sosialisasi KTSP 139 . Tujuan Pembelajaran II. Materi Ajar :… :… III. Alat/Bahan/Sumber Belajar: … VI. Kegiatan Inti: … C.KOMPONEN RPP (minimal) Tujuan Pembelajaran Materi Pembelajaran Metode Pembelajaran Sumber Belajar Penilaian Hasil Belajar 5 Sosialisasi KTSP Format RPP Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Rencana Pelaksanaan Pembelajaran :… :… :… :… :… :… :… I. A.

karena indikator sudah sangat rinci sehingga tidak dapat dijabarkan lagi. dan akhir. pada saat-saat tertentu rumusan indikator sama dengan tujuan pembelajaran. Menentukan SK. Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan SK. Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal. inti.Langkah-langkah Menyusun RPP 1. (Lebih rinci dari KD dan Indikator. 8 Sosialisasi KTSP 140 . Materi ajar merupakan uraian dari materi pokok/pembelajaran 6. Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan 3. Mengisi kolom identitas 2. dan Indikator yang akan digunakan ( terdapat pada silabus yang telah disusun) 4.) 7 Sosialisasi KTSP Langkah-langkah Menyusun RPP 5. dan Indikator yang telah ditentukan. KD. KD. Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan 7. Mengidentifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok/ pembelajaran yang terdapat dalam silabus.

dll 9 Sosialisasi KTSP Selesai 10Sosialisasi KTSP 141 . teknik penskoran. lembar pengamatan. contoh soal. Menentukan alat/bahan/ sumber belajar yang digunakan 9. Menyusun kriteria penilaian.Langkah-langkah Menyusun RPP 8.

142 .

143 .Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) IV. Pengembangan Bahan Ajar 11. Pengembangan bahan Ajar.

144 .

alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. (National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training). Sosialisasi KTSP 145 . Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. • Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas.Materi 11 Sosialisasi KTSP Pengertian Bahan Ajar • Bahan ajar merupakan informasi.

buku. Internet Sosialisasi KTSP 146 . Sosialisasi KTSP Bentuk Bahan Ajar • Bahan cetak seperti: hand out. • Audio Visual seperti: video/film. • Multi Media: CD interaktif.Pengertian Bahan Ajar • Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar. brosur. leaflet. kaset. wallchart. computer Based. model/maket. gambar. modul. CD audio. lembar kerja siswa.VCD • Audio seperti: radio. PH • Visual: foto.

KD Mempelajari ruang lingkup biologi. Persoalan Biologi 3. Manfaat biologi bagi manusia dan lingkungan Sosialisasi KTSP 147 . Permasalahan biologi 5. menemukan obyek dan ragam persoalannya dari.. SK. Obyek Biologi SK Siswa mampu memahami hakekat biologi Sebagai ilmu. MP.. KD. manfaat dan bahayanya 2. Tempat • Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru) • Tujuan yang akan dicapai • Informasi pendukung • Latihan-latihan • Petunjuk kerja • Penilaian Sosialisasi KTSP Penyusunan Peta Bahan Ajar (Contoh Mapel Biologi) Materi Pembelajaran/Judul bahan Ajar 1...Cakupan Bahan Ajar • Judul.. Tingkat organisasi kehidupan 4. Indikator.

Adjective phrase. Mengidentifikasi adjective phrase. • Tugas-tugas yang yang diberikan kepada siswa dapat berupa teori dan atau praktik. Sosialisasi KTSP 148 . …. Mendiskusikan teks report yang didengar. report. dan news item. Sosialisasi KTSP Kegiatan Pembelajaran 1. Modul 3. Teks berbentuk report. dll.Lainnya BAHAN AJAR 1. Kaset 4. Berkomunikasi lisan dan tertulis menggunakan ragam bahasa yang sesuai dengan lancar dan akurat dalam wacana interaksional dan/atau monolog terutama berkenaan dengan wacana berbentuk naratif. • Lembar kegiatan berisi petunjuk. 2. spoof/recount. Mengidentifikasi kelompok kata sifat 2.1. Kompetensi Dasar 1. Materi Pembelajaran 1.. Indikator 1. LKS 2. Mendengarkan Memahami wacana transaksional dan interpersonal ringan dan/atau monolog lisan terutama berkenaan dengan wacana berbentuk report. Pengertian Lembar Kegiatan Siswa • Lembar kegiatan siswa (student work sheet) adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa.ALUR ANALISIS PENYUSUNAN BAHAN AJAR Standar Kompetensi 1. 2. prosedur. langkahlangkah untuk menyelesaikan suatu tugas.

Buku teks merupakan sumber informasi yang disusun dengan struktur dan urutan berdasar bidang ilmu tertentu.Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Langkah-langkah penulisan LKS sebagai berikut: • Melakukan analisis kurikulum. SK. semester. tempat • Petunjuk belajar • Kompetensi yang akan dicapai • Indikator • Informasi pendukung • Tugas-tugas dan langkah-langkah kerja • Penilaian Sosialisasi KTSP Bahan Ajar vs. Buku Teks Bahan ajar merupakan bahan atau materi pembelajaran yang disusun secara sistematis yang digunakan guru dan siswa dalam KBM. indikator dan materi pembelajaran. mata pelajaran. KD. • Menyusun peta kebutuhan LKS • Menentukan judul LKS • Menulis LKS • Menentukan alat penilaian Struktur LKS secara umum adalah sebagai berikut: • Judul. Sosialisasi KTSP 149 .

Sosialisasi KTSP 150 . Memberi kesempatan pada siswa untuk berlatih Mengakomodasi kesulitan siswa Memberikan rangkuman Gaya penulisan komunikatif dan semi formal Kepadatan berdasar kebutuhan siswa Dikemas untuk proses instruksional Mempunyai mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari siswa Menjelaskan cara mempelajari bahan ajar.Bahan ajar : Menimbulkan minat baca Ditulis dan dirancang untuk siswa Menjelaskan tujuan instruksional Disusun berdasarkan pola belajar yang fleksibel Struktur berdasarkan kebutuhan siswa dan kompetensi akhir yang akan dicapai. Sosialisasi KTSP Buku teks : Mengasumsikan minat dari pembaca Ditulis untuk pembaca (guru. dosen) Dirancang untuk dipasarkan secara luas Belum tentu menjelaskan tujuan instruksional Disusun secara linear Stuktur berdasar logika bidang ilmu Belum tentu memberikan latihan Tidak mengantisipasi kesukaran belajar siswa Belum tentu memberikan rangkuman Gaya penulisan naratif tetapi tidak komunikatif Sangat padat Tidak memilki mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari pembaca.

Jenis Bahan Ajar •Lembar informasi (information sheet) •Operation sheet •Jobsheet •Worksheet •Handout •Modul Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 151 .

152 .

Panduan Model Pengembangan Diri untuk Satuan Pendidikan Dasar 153 .Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) V. Model-Model Kurikulum 12. 13. Pengembangan Model Mata Pelajaran Muatan Lokal.

154 .

multikultural. sentralisasi ke desentralisasi. PENDAHULUAN A.Materi 12 PENGEMBANGAN MODEL MATA PELAJARAN Sosialisasi KTSP 1 I. Latar Belakang Otonomi daerah. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) dan pasal 38 ayat (2) • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Sosialisasi KTSP 2 155 . mulok B. Landasan • UU No.

I. PENDAHULUAN (Lanjutan)
C. Tujuan Tujuan Umum: Acuan bagi satuan pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, dan SMK/MAK dalam pengembangan Mulok yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan.

Sosialisasi KTSP

3

I. PENDAHULUAN (Lanjutan)
Tujuan Khusus: Memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan perilaku kepada peserta didik agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang keadaan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai/aturan yang berlaku di daerahnya dan mendukung kelangsungan pembangunan daerah serta pembangunan nasional. Lebih jelas lagi terutama agar peserta didik dapat: Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam, sosial, dan budayanya. Memiliki pengetahuan, kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya sebagai bekal siswa. Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilainilai/aturan-aturan yang berlaku di daerahnya, serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional.
4

Sosialisasi KTSP

156

I. PENDAHULUAN
D. Pengertian

(Lanjutan)

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP minimal terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.
5

Sosialisasi KTSP

I. PENDAHULUAN

(Lanjutan)

Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi mata pelajaran muatan lokal dapat ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan.

Sosialisasi KTSP

6

157

I. PENDAHULUAN (Lanjutan)
E. Ruang Lingkup
1. Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial ekonomi, dan lingkungan sosial budaya. Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah, khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut, yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan. 2. Lingkup Isi/Jenis Muatan Lokal, dapat berupa: bahasa daerah, bahasa Inggris, kesenian daerah, keterampilan dan kerajinan daerah, adat istiadat, dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar, serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan.
7

Sosialisasi KTSP

2. Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran
A. Pengembangan Sesuai dengan Kondisi Sekolah Saat Ini 1. Analisis Mulok yang ada di sekolah. Apakah masih layak dan relevan Mulok diterapkan di sekolah? 2. Bila Mulok yang diterapkan di sekolah tersebut masih layak digunakan maka kegiatan berikutnya adalah merubah Mulok tersebut ke dalam SK dan KD 3. Bila Mulok yang ada tidak layak lagi untuk diterapkan, maka sekolah bisa menggunakan Mulok dari sekolah lain atau tetap menggunakan Mulok yang ditawarkan oleh Dinas atau mengembangkan Mulok yang lebih sesuai.
Sosialisasi KTSP

8

158

2. Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran
(Lanjutan)

B. Pengembangan dan Penetapan SK - KD 1. Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah 2. Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi Mulok 3. Mengidentifikasi bahan kajian Mulok 4. Menentukan Mata Pelajaran Mulok 5. Mengembangkan SK dan KD berserta silabusnya dan RPP-nya
9

Sosialisasi KTSP

3. Pelaksanaan
Sekolah yang mampu mengembangkan SK dan KD beserta silabus dan RPP-nya dapat melaksanakan Mulok. Bila belum mampu, dapat melaksanakan Mulok berdasarkan kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh sekolah, atau dapat meminta bantuan kepada sekolah lain yang masih dalam satu daerah. Bila beberapa sekolah dalam satu daerah belum mampu mengembangkan SK dan KD Mulok, dapat meminta bantuan Tim Pengembang Kurikulum (TPK) di daerah setempat, atau meminta bantuan dari LPMP di propinsi.
Sosialisasi KTSP

10

159

4. Pihak yang Terlibat dalam Pengembangan • • • • TPK, LPMP, PT, Instansi/lembaga di luar Depdiknas, misalnya: - pemerintah Daerah/Bapeda, - Dinas Departemen lain terkait, - dunia usaha/industri, - dan tokoh masyarakat.

Sosialisasi KTSP

11

5. Rambu-Rambu
•Bahan kajian disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik (pengetahuan dan cara berpikir, emosional, dan sosial). Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar diatur sedemikian rupa agar tidak memberatkan peserta didik dan tidak mengganggu penguasaan pada kurikulum nasional. Oleh karena itu dalam pelaksanaan Mulok dihindarkan adanya pekerjaan rumah (PR).

Sosialisasi KTSP

12

160

Dalam kaitan dengan sumber belajar. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Program pembelajaran hendaknya dikembangkan dengan melihat kedekatan secara fisik dan secara psikis. Selain itu bahan kajian/pelajaran hendaknya bermakna bagi peserta didik yaitu bermanfaat karena dapat membantu peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. meminta bantuan dari instansi terkait atau dunia usaha/industri (lapangan kerja) atau tokoh-tokoh masyarakat. (4) dari yang mudah/sederhana ke yang lebih sukar/rumit. Dekat secara fisik. fisik. Sosialisasi KTSP 14 161 . Untuk itu. misalnya dengan memanfaatkan tanah/kebun sekolah. (3) dari pengalaman lama ke pengalaman baru. (2) dikembangkan dari yang diketahui ke yang belum diketahui. maksudnya dalam lingkungan tempat tinggal dan sekolah peserta didik. bahan pengajaran hendaknya disusun berdasarkan prinsip (1) bertitik tolak dari hal-hal konkret ke abstrak. maupun sosial. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Bahan kajian/pelajaran hendaknya memberikan keluwesan bagi guru dalam memilih metode mengajar dan sumber belajar seperti buku dan nara sumber. Sedangkan dekat secara psikis maksudnya bahan kajian tersebut mudah dipahami oleh kemampuan berpikir dan mencernakan informasi sesuai dengan usianya. Selain itu guru hendaknya dapat memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan peserta didik aktif dalam proses belajar mengajar. guru diharapkan dapat mengembangkan sumber belajar yang sesuai dengan memanfaatkan potensi di lingkungan sekolah. baik secara mental. Sosialisasi KTSP 13 5.5.

d XII.5. pengukuran sikap. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. Namun demikian bahan kajian muatan lokal tertentu tidak harus secara terus-menerus diajarkan mulai dari kelas I s. menganalisis. penggunaan portofolio. pengamatan kinerja. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. •Alokasi waktu untuk bahan kajian/pelajaran muatan lokal perlu memperhatikan jumlah minggu efektif untuk mata pelajaran muatan lokal pada setiap semester Sosialisasi KTSP 15 6. proyek dan/atau produk. dan X s. Bahan kajian muatan lokal juga dapat disusun dan diajarkan hanya dalam jangka waktu satu semester. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Bahan kajian muatan lokal yang diajarkan harus bersifat utuh dalam arti mengacu kepada suatu tujuan pengajaran yang jelas dan memberi makna kepada peserta didik. Sosialisasi KTSP 16 162 . Penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. dan penilaian diri.d IX. penilaian hasil karya berupa tugas. dua semester atau satu tahun ajaran.d VI atau dari kelas VII s.

Pelaporan • Pelaporan hasil belajar mata pelajaran muatan lokal diwujudkan dalam bentuk kuantitatif Sosialisasi KTSP 17 Selesai Sosialisasi KTSP 18 163 .7.

164 .

Sosialisasi KTSP 165 . pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran. pasal 12 ayat (1b) tentang pelayanan pendidikan sesuai bakat. dibimbing oleh konselor. Permendiknas No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan: Pasal 5 – 18 tentang Standar Isi satuan pendidikan dasar dan menengah. dan guru / tenaga kependidikan yang disebut pembina. Dasar standarisasi profesi konseling oleh Ditjen Dikti Tahun 2004 tentang arah profesi konseling di sekolah dan luar sekolah.Materi 13 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PANDUAN MODEL PENGEMBANGAN DIRI Untuk Satuan Pendidikan Dasar Sosialisasi KTSP Landasan Pengembangan Diri UU No. minat. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi yang memuat pengembangan diri dalam struktur kurikulum. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas: Pasal 1 butir 6 tentang pendidik. pasal 3 tentang tujuan pendidikan. dan kemampuan PP No.

dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah. kondisi dan perkembangan peserta didik.Pengertian Pengembangan Diri Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. Pengembangan diri bertujuan memberikan Sosialisasi KTSP 166 . Sosialisasi KTSP Tujuan Umum kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. bakat. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial. dan pengembangan karir. kegiatan pengembangan diri. potensi. Untuk satuan pendidikan kejuruan. minat. khususnya pelayanan konseling ditujukan guna pengembangan kreativitas dan karir Untuk satuan pendidikan khusus. kegiatan belajar. pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik. serta kegiatan ekstra kurikuler.

Kemampuan sosial g. Kemampuan belajar h. Kemampuan kehidupan keagamaan f. membuang sampah pada tempatnya.Tujuan Khusus Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan : a. senam. seperti : upacara bendera. adalah kegiatan dalam bentuk perilaku seharihari seperti : berpakaian rapi. pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri. • Spontan. Kreativitas d. antri. Minat c. keberaturan. Kemandirian Sosialisasi KTSP Bentuk Pelaksanaan Pengembangan Diri Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual. Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan e. Wawasan dan perencanaan karir i. Kemampuan pemecahan masalah j. ibadah khusus keagamaan bersama. kelompok dan atau klasikal melalui penyelenggaraan : Layanan dan kegiatan pendukung Konseling Kegiatan Ekstra Kurikuler Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut : • Rutin. • Keteladanan. memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain. yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal. datang tepat waktu Sosialisasi KTSP 167 . berbahasa yang baik. rajin membaca. Bakat b. adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti : pembentukan perilaku memberi salam. mengatasi silang pendapat (pertengkaran).

b. kemampuan belajar. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. dan warga lingkungan sosial yang lebih luas. anggota keluarga. dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi. dan perencanaan karir. baik secara perorangan maupun kelompok. menilai. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami. Sosialisasi KTSP 168 . yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik. Pengembangan kehidupan sosial. Pengembangan kehidupan pribadi. dan mengembangkan potensi dan kecakapan. agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal. Pengembangan karir. d. c. serta memilih dan mengambil keputusan karir.Konseling peserta didik. kehidupan sosial. berdasarkan normanorma yang berlaku. melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung. Pengembangan kemampuan belajar. Konseling adalah pelayanan bantuan untuk Sosialisasi KTSP Bidang Pelayanan Konseling a. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya. bakat dan minat.

yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas. keluarga. belajar. karir/jabatan. sosial. dan pendidikan lanjutan. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian. jurusan/program studi. Penguasaan Konten. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya. dan masyarakat. Fungsi Pencegahan. terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari.. magang. Sosialisasi KTSP Jenis Layanan Konseling Orientasi. yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru. yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri. Informasi.Fungsi Bimbingan Konseling Fungsi Pemahaman. Fungsi Advokasi. Fungsi Pengentasan. yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuhkembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya. Sosialisasi KTSP 169 . yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya. kelompok belajar. terumata kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah. Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya. dan kegiatan ekstra kurikuler. Penempatan dan Penyaluran. untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru. program latihan.

Alih Tangan Kasus. dan bersifat rahasia. kemampuan sosial. yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik. dan caracara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik. • Bimbingan Kelompok. pemahaman. Himpunan Data. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya. • Konsultasi. yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka. Konferensi Kasus. yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data.Jenis Layanan (lanjutan …) • Konseling Perorangan. kemampuan hubungan sosial. dan pengambilan keputusan. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi. Kunjungan Rumah. yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi. yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan. melalui aplikasi berbagai instrumen. Sosialisasi KTSP 170 . serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. baik tes maupun non-tes. kegiatan belajar. • Mediasi. • Konseling Kelompok. Tampilan Kepustakaan. sistematis. karir/jabatan. yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya. kegiatan belajar. yang bersifat terbatas dan tertutup. yaitu kegiatan memperoleh data. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik. terpadu. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya. Sosialisasi KTSP Kegiatan Pendukung • • • • • • Aplikasi Instrumentasi. komprehensif. dan karir/jabatan. yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya. yang diselenggarakan secara berkelanjutan.

• Program Mingguan.Format Kegiatan • Individual. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. yaitu format kegiatan konseling yang melayani peserta didik secara perorangan. yaitu format kegiatan konseling yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan. yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. Sosialisasi KTSP 171 . • Klasikal. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. • Program Harian. • Pendekatan Khusus. yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas. Sosialisasi KTSP Jenis Program • Program Tahunan. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling. • Kelompok. yaitu format kegiatan konseling yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan. • Program Semesteran. • Program Bulanan. • Lapangan.

Penyusunan Program Program pelayanan konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. himpunan data. Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat bidang. Sosialisasi KTSP 172 . format kegiatan. pemanfaatan kepustakaan. dan alih tangan kasus. kegiatan konferensi kasus. jenis layanan dan kegiatan pendukung. Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi. kunjungan rumah. penguasaan konten. penempatan dan penyaluran. sasaran pelayanan. dan volume/beban tugas konselor Sosialisasi KTSP Pelaksanaan Kegiatan Konseling Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah: Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi. kegiatan instrumentasi. serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas.

bakat dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah. Sosialisasi KTSP Kegiatan Ekstrakurikuler pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan. serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. Kegiatan Ekstra Kurikuler adalah kegiatan Sosialisasi KTSP 173 . bimbingan kelompok. konseling perorangan. Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan konseling. diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas.Pelaksanaan Kegiatan Konseling (lanjutan) Di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah: Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi. konseling kelompok dan mediasi. potensi.

yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan potensi. mengembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan. Sosial. Sosialisasi KTSP Prinsip Kegiatan Ekstra Kurikuler Individual. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan suasana rileks. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang Kemanfaatan sosial. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang Menyenangkan. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler dalam suasana yang disukai dan mengembirakan peserta didik. Rekreatif. Etos kerja. Sosialisasi KTSP 174 . yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik. Pilihan. Keterlibatan aktif. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti secara sukarela peserta didik. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi. membangun semangat peserta didik untuk bekerja dengan baik dan berhasil.Fungsi Kegiatan Ekstrakurikuler Pengembangan. Persiapan karir. bakat dan minat peserta didik masing-masing. menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik. bakat dan minat mereka.

Klasikal. meliputi Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR). yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik secara perorangan. Gabungan. Karya Ilmiah.Jenis Kegiatan Ekstrakurikuler Krida. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti oleh kelompok-kelompok peserta didik. seni dan budaya. Palang Merah Remaja (PMR). Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik dalam satu kelas. Latihan/lomba keberbakatan/prestasi. meliputi pengembangan bakat olah raga. kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik. Sosialisasi KTSP 175 . cinta alam. meliputi Kepramukaan. pendidikan. jurnaistik. keagamaan. penelitian. teater. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik antar kelas/ antar sekolah/madrasah. Sosialisasi KTSP Format Kegiatan Individual. perlindungan HAM. dengan substansi antara lain karir. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA). keagamaan. Kelompok. dan pameran/bazar. lokakarya. seni budaya. Seminar. kesehatan.

yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan/kegiatan terhadap peserta didik. Kegiatan ekstra kurikuler yang terprogram dilaksanakan sesuai dengan sasaran. konselor dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah. spontan dan keteladanan dilaksanakan secara langsung oleh guru. Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG). yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung konseling terhadap peserta didik. Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN). Penilaian segera (LAISEG). Penilaian hasil kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui: a. waktu. yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani.Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Kegiatan ekstra kurikuler yang bersifat rutin. substansi. b. Sosialisasi KTSP Penilaian 1. jenis kegiatan. Sosialisasi KTSP 176 . c. tempat dan pelaksana sebagaimana telah direncanakan.

Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam SATLAN dan SATKUNG. Hasil penilaian kegiatan pelayanan konseling dicantumkan dalam LAPELPROG.Penilaian ( lanjutan ) 2. 3. Hasil kegiatan pelayanan konseling secara keseluruhan dalam satu semester untuk setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif. untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan. Sosialisasi KTSP Penilaian ( lanjutan ) Ekstrakurikuler Hasil dan proses kegiatan ekstra kurikuler dinilai secara kualitatif dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah dan pemangku kepentingan lainnya oleh penanggung jawab kegiatan. Sosialisasi KTSP 177 .

PENGEMBANGAN DIRI Kamu harus jadi dirimu sendiri ! Bakat saya harus berkembang Guru & Siswa Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 178 .

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VI. Model Pembelajaran Tematik SD Kelas I - III. Pembelajaran Tematik 14. 179 .

180 .

akan menyebabkan kurang mengembangkan anak untuk berpikir holistik Terdapat permasalahan pada kelas awal (I-III) antara lain adalah tingginya angka mengulang kelas dan putus sekolah. dua.Materi 14 MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK SD KELAS I-III Sosialisasi KTSP Latar Belakang Peserta didik kelas satu. dan tiga berada pada rentangan usia dini yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) sehingga pembelajarannya masih bergantung kepada objekobjek konkrit dan pengalaman yang dialaminya Pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SD kelas I – III yang terpisah untuk setiap mata pelajaran. Sosialisasi KTSP 181 .

Mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar mata pelajaran dalam tema yang sama. Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi topik pembelajaran. Sosialisasi KTSP Tujuan Memusatkan perhatian peserta didik mudah pada suatu tema materi yang jelas. Sosialisasi KTSP 182 . Memudahkan guru dalam mempersiapkan dan menyajikan bahan ajar yang efektif. Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan.Pengertian Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada peserta didik.

efektif. kreatif. dan menyenangkan Sosialisasi KTSP 183 . Pembelajaran menjadi utuh oleh peserta didik akan mendapat pengertian mengenai konsep dan materi yang tidak terpecah-pecah. Penguasaan konsep oleh peserta didik akan semakin baik meningkatan Sosialisasi KTSP Karakteristik Pembelajaran Tematik Berpusat pada peserta didik Memberikan pengalaman langsung Tidak terjadi pemisahan mata pelajaran Menyajikan konsep yang terpadu dari berbagai mata pelajaran Bersifat fleksibel Proses pembelajaran mudah disesuaikan dengan minat dan kebutuhan peserta didik Menggunakan prinsip pembelajaran yang aktif. Peserta didik memahami hubungan yang bermakna antar mata pelajaran.Manfaat Pembelajaran Tematik Menghilangkan tumpang tindih bahan ajar.

memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna. Sosialisasi KTSP Implikasi Pembelajaran Tematik (lanjutan…) Sarana prasarana. menarik. menyenangkan dan utuh.Implikasi Pembelajaran Tematik Implikasi bagi: Guru : harus kreatif dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi peserta didik. pasangan. sumber belajar dan media: Memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar. Memanfaatkan berbagai sumber belajar Mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi Masih dapat menggunakan bahan ajar yang sudah ada saat ini untuk masing-masing mata pelajaran dan menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar yang terintegrasi Sosialisasi KTSP 184 . kelompok kecil ataupun klasikal dan mengikuti secara aktif kegiatan pembelajaran yang bervariasi. Peserta didik: harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran baik secara individual.

dan daerah setempat. lingkungan. bercakap-cakap) baik di dalam kelas maupun di luar kelas Sosialisasi KTSP Rambu-Rambu Pembelajaran Tematik Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester. Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa. Kegiatan ini ditekankan kepada kemampuan membaca. menulis. demonstrasi. bermain peran. Sosialisasi KTSP 185 . tanya jawab. Kompetensi dasar yang tidak tercakup dalam tema tertentu harus diajarkan baik melalui tema lain maupun berdiri sendiri. Pemilihan metode : pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai variasi metode (percobaan. Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan dapat diajarkan tersendiri. minat. sarana dan sumber belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan menyimpannya kembali. Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/ karpet Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar Alat.Implikasi Pembelajaran Tematik (lanjutan…) Pengaturan ruang kelas: Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang dilaksanakan. dan berhitung serta penanaman nilai-nilai moral dan cerita tanah air.

Kompetensi Dasar. Indikator Dalam Tema Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh semua standar kompetensi. Penetapan Jaringan Tema 3. Pemetaan Standar Kompetensi. Indikator dalam Tema 2. Pemetaan Standar Kompetensi. Penyusunan Silabus 4.Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Tahap Persiapan: 1. Kompetensi Dasar. kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata pelajaran yang dipadukan dalam tema yang dipilih. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Sosialisasi KTSP 1. Sosialisasi KTSP 186 .

Menentukan tema Cara penentuan tema Cara pertama.. guru dapat bekerjasama dengan peserta didik sehingga sesuai dengan minat dan kebutuhan anak.Kegiatan Pemetaan 1. dilanjutkan dengan menentukan tema yang sesuai.. Penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam indikator Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan indikator: Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran Dirumuskan dalam kata kerja oprasional yang terukur dan/atau dapat diamati Sosialisasi KTSP Kegiatan Pemetaan (lanjutan.) 2. untuk menentukan tema tersebut. menetapkan terlebih dahulu tematema pengikat keterpaduan. Cara kedua. Sosialisasi KTSP 187 . mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam masingmasing mata pelajaran.

Identifikasi dan Analisis Standar Kompetensi.. Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya proses berpikir pada diri Peserta didik Ruang lingkup tema disesuaikan dengan usia dan perkembangan Peserta didik.. Sosialisasi KTSP 188 . Kompetensi Dasar dan Indikator Mengidentifikasi dan menganalisis setiap Standar Kompetensi. dan kemampuannya Sosialisasi KTSP Kegiatan Pemetaan (lanjutan.) Prinsip Penentuan tema Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan peserta didik Dari yang termudah menuju yang sulit Dari yang sederhana menuju yang kompleks Dari yang konkret menuju ke yang abstrak. termasuk minat.. kebutuhan.) 3.Kegiatan Pemetaan (lanjutan. kompetensi dasar dan indikator terbagi habis dalam tema.. Kompetensi Dasar dan Indikator yang cocok untuk setiap tema sehingga semua standar kompetensi.

indikator. pengalaman belajar. Penyusunan Silabus Komponen silabus terdiri atas standar kompetensi. Sosialisasi KTSP 3. kompetensi dasar dan indikator dari setiap mata pelajaran. Menetapkan Jaringan Tema Hubungkan kompetensi dasar dan indikator dengan tema pemersatu sehingga akan terlihat kaitan antara tema. Sosialisasi KTSP 189 .2. kompetensi dasar. Jaringan tema ini dapat dikembangkan sesuai dengan alokasi waktu setiap tema. dan penilaian. alat/sumber.

Alat dan media serta sumber bahan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran tematik Penilaian dan tindak lanjut Sosialisasi KTSP Tahap Pelaksanaan 1. Tahapan/jadwal kegiatan per hari .Kegiatan Inti (± 3 jp) .Kegiatan Penutup (± 1 jp) 2.Kegiatan Pembukaan (± 1 jp) . inti dan penutup). Pengaturan jadwal pelajaran Sosialisasi KTSP 190 . Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Komponen rencana pembelajaran tematik meliputi : Identitas mata pelajaran Kompetensi dasar dan indikator yang akan dilaksanakan.4. Materi pokok beserta uraiannya yang perlu dipelajari Strategi pembelajaran (kegiatan pembukaan.

kegiatan fisik/jasmani. a. Pada tahap ini dapat dilakukan penggalian terhadap pengalaman anak tentang tema yang akan disajikan. Sosialisasi KTSP 191 .1. Kegiatan Inti Dalam kegiatan inti difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk pengembangan kemampuan baca. Penyajian bahan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai strategi/metode yang bervariasi dan dapat dilakukan secara klasikal. tulis dan hitung. kelompok kecil. ataupun perorangan. dan menyanyi Sosialisasi KTSP 1. Kegiatan Pendahuluan/awal/pembukaan (1 jam pelajaran) Kegiatan ini dilakukan terutama untuk menciptakan suasana awal pembelajaran berupa kegiatan untuk pemanasan. Beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan adalah bercerita. Tahapan Kegiatan (lanjutan…) b. Tahapan Kegiatan Pelaksanaan pembelajaran tematik setiap hari dilakukan dengan menggunakan tiga tahapan.

musik/apresiasi musik. Kegiatan Penutup/Akhir dan Tindak Lanjut Sifat dari kegiatan penutup adalah untuk menenangkan. pantomim.1. mendongeng. pesan-pesan moral. Tahapan Kegiatan (lanjutan…) c. membacakan cerita dari buku. Sosialisasi KTSP Contoh Jadwal Harian (1) Pembukaan Anak berkumpul bernyanyi sambil menari mengikuti irama musik Kegiatan untuk pengembangan kemampuan membaca Kegiatan untuk pengembangan kemampuan menulis Kegitan untuk pengembangan kemampuan berhitung Mendongeng atau membaca cerita dari buku cerita Inti Penutup Sosialisasi KTSP 192 . Kegiatan yang dapat dilakukan adalah menyimpulkan/mengungkapkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

menyanyi. misalnya mengamati jenis kendaraan yang lewat pada tema transporasi. melakukan kegiatan fisik sesuai dengan tema) Pengembangan kemampuan menulis (kegiatan kelompok besar) Pengembangan kemampuan berhitung (kegiatan kelompok kecil atau berpasangan) Melakukan pengamatan sesuai dengan tema. Pengaturan Jadwal Pelajaran • • • Pengaturan jadwal dilakukan untuk memudahkan administrasi sekolah Guru bersama dengan guru mata pelajaran pendidikan agama. menggambar hewan hasil pengamatan Mendongeng Pesan-pesan moral Musik/menyanyi Inti Penutup Sosialisasi KTSP 2. guru pendidikan jasmani dan guru muatan lokal dapat bersama-sama menyusun jadwal pelajaran Jadwal pelajaran ini bersifat fleksibel sesuai dengan situasi dan keperluan sekolah Sosialisasi KTSP 193 .Contoh Jadwal Harian (2) Pembukaan Waktu berkumpul (anak menceritakan pengalaman.

Penilaian di kelas I.45-9. II. Indo B.10 Sosialisasi KTSP Penilaian Dalam Pembelajaran Tematik Penilaian dalam pembelajaran tematik adalah suatu usaha untuk mendapatkan berbagai informasi secara berkala. Sosialisasi KTSP 194 .35 9.35-10.Indo KTK Istirahat KTK KTK Jumat Penjaske s Penjaske s Agama Istirahat Agama Sabtu IPA IPA Mulok Istirahat Mulok 7. dan III mengikuti aturan penilaian matamata pelajaran lain di Sekolah Dasar. berkesinambungan.45 8. dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh peserta didik melalui pembelajaran. maka cara penilaian di kelas I tidak ditekankan pada penilaian secara tertulis.35 Senin Mat Mat Mat Istirahat B. menulis.00-9.Contoh Jadwal Pelajaran Waktu 700-7.10 8. Indo B.00 9. Kemampuan membaca. Indo Istirahat Mat Mat Rabu Mat Mat Mat Istirahat IPS IPS Kamis B.35-8. dan berhitung merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik. Indo B. Indo B. Mengingat bahwa peserta didik kelas I SD belum semuanya lancar membaca dan menulis.10-8. penguasaan terhadap ke kemampuan tersebut adalah prasyarat untuk kenaikan kelas. Oleh karena itu. Indo Selasa B.

maupun angka. ejaan kata. dan menyanyi pada kegiatan akhir. Hasil karya/kerja peserta didik dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi guru dalam mengambil keputusan untuk peserta didik misalnya: penggunaan tanda baca. Sosialisasi KTSP Penilaian Dalam Pembelajaran Tematik (lanjutan…) Pada pembelajaran tematik penilaian dilakukan untuk mengkaji ketercapaian Kompetensi Dasar dan Indikator pada tiap-tiap mata pelajaran yang terdapat pada tema tersebut. II. membaca pada kegiatan inti. Nilai akhir pada laporan (raport) dikembalikan pada kompetensi mata pelajaran yang terdapat pada kelas I. Sosialisasi KTSP 195 . misalnya sewaktu peserta didik bercerita pada kegiatan awal. Penilaian dilakukan secara terus menerus dan selama proses belajar mengajar berlangsung.Penilaian Dalam Pembelajaran Tematik (lanjutan…) Penilaian dilakukan dengan mengacu pada indikator masingmasing Kompetensi Dasar dari masing-masing mata pelajaran. melainkan sudah terpisah-pisah sesuai dengan Kompetensi Dasar dan Indikator mata pelajaran. dan III Sekolah Dasar. Dengan demikian penilaian dalam hal ini tidak lagi terpadu melalui tema.

Selesai Sosialisasi KTSP 196 .

Efektif & menyenangkan (PAKEM) di TK & SD. 197 . Kreatif.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VII. Pembelajaran Efektif 15. Pembelajaran Aktif.

198 .

Belajar: Proses individual Proses sosial Menyenangkan Tak pernah berhenti Membangun makna Sosialisasi KTSP 199 .DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 15 Pembelajaran Aktif. Asumsi Belajar . Efektif & Menyenangkan (Pakem) Di TK dan SD Sosialisasi KTSP MENGAPA PAKEM 1. Kreatif.

PENGERTIAN Proses pembelajaran yang dirancang agar mengaktifkan anak. Sosialisasi KTSP 200 . mengembangkan kreativitas sehingga efektif namun tetap menyenangkan.MENGAPA PAKEM (lanjutan) 2. PERUBAHAN PARADIGMA Mengajar Pembelajaran (teaching – learning) Penilaian Perbaikan Terus-menerus (Continous improvement) Sosialisasi KTSP MENGAPA PAKEM (lanjutan) 3.

pengetahuan dan sikap untuk hidup. Sosialisasi KTSP MENGAPA PAKEM (lanjutan) 5. Ciri-Ciri 5. PENGERTIAN Menciptakan Lingkungan Belajar yang kondusif/bermakna yang mampu memberikan siswa keterampilan.1 Pembelajaran • Multi metode • Multi media • Praktik dan bekerja dalam Tim • Memanfaatkan Lingkungan Sekolah • Multi Aspek : Logika Kinestika Estetika Etika Sosialisasi KTSP 201 .MENGAPA PAKEM (lanjutan) 4.

2 Melatih Kebiasaan yng Mengarah pada 6 K • • • • • • Kebersihan Keindahan Kerindangan Ketertiban Keamanan Kekeluargaan Sosialisasi KTSP 5.3 Suasana belajar Pembelajaran hendaknya: Menyenangkan Mengasyikan Mencerdaskan Menguatkan Sosialisasi KTSP 202 .5. Ciri-Ciri (lanjutan) 5. Ciri-Ciri (lanjutan) 5.

MENGAPA PAKEM (lanjutan) 6. Pakem Bermanfaat bagi • • • • • • Kepala Sekolah Guru Siswa Orangtua Masyarakat Pemerintah Sosialisasi KTSP MANFAAT BAGI ANAK Belajar lebih efektif/mendalam Anak lebih kritis dan kreatif Suasana dan pengalaman belajar bervariasi Meningkatkan kematangan emosional/sosial Produktivitas siswa tinggi Siap menghadapi perubahan dan berpartisipasi dalam proses perubahan Sosialisasi KTSP 203 .

PAKEM 2. Nasional. dan global. PEMBELAJARAN YANG MENGARAH PAS. 1.KOMPONEN UTAMA PAKEM KURIKULUM & PERANGKATNYA SARANA PRASARANA Standarisasi mutu Pendidikan Secara Berkelanjutan Menghadapi Tuntutan lokal. PENILAIAN YANG BERKELANJUTAN SDM MANAJEMEN Sosialisasi KTSP PILAR PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN MBS PAKEM PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN PSM Sosialisasi KTSP 204 . 3.

Sosialisasi KTSP 205 .

206 .

Rancangan Penilaian Hasil Belajar 207 . Penilaian hasil Belajar 16.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VIII.

208 .

CIRI PENILAIAN KELAS D. PENGERTIAN PENILAIAN KELAS C. TEKNIK PENILAIAN E. PENGERTIAN KETUNTASAN BELAJAR G. PELAPORAN Sosialisasi KTSP 209 . PENGERTIAN PENILAIAN B. MANFAAT HASIL PENILAIAN F.Materi 16 RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENILAIAN A.

PENILAIAN KELAS Proses pengumpulan & penggunaan informasi oleh guru melalui sejumlah bukti untuk membuat keputusan ttg pencapaian hasil belajar/kompetensi siswa. DESKRIPSI VERBAL).A. PENGERTIAN PENILAIAN PENILAIAN ADALAH PROSES SISTEMATIS MELIPUTI PENGUMPULAN INFORMASI (ANGKA. Sosialisasi KTSP B. Sosialisasi KTSP 210 . INTERPRETASI INFORMASI UNTUK MEMBUAT KEPUTUSAN. ANALISIS.

BELAJAR TUNTAS OTENTIK BERKESINAMBUNGAN BERDASARKAN ACUAN KRITERIA / PATOKAN 5. A Model of School Learning Sosialisasi KTSP ) 211 . CIRI PENILAIAN KELAS 1. 4. (John B. sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar. Belajar Tuntas • Belajar Tuntas (mastery learning): peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya. maka sebagian besar dari mereka akan mencapai ketuntasan”. Carrol.C. 3. • “Jika peserta didik dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuannya untuk beberapa mata pelajaran dan diajarkan sesuai dengan karakteristik mereka. dan hasil yang baik. MENGGUNAKAN BERBAGAI CARA & ALAT PENILAIAN Sosialisasi KTSP 1. 2.

mulai dari tingkat kompetensi awal mereka” (JH.lanjutan • Guru harus mempertimbangkan antara waktu yang diperlukan berdasarkan karakteristik peserta didik dan waktu yang tersedia di bawah kontrol guru (John B. dan sikap. Block. Bloom) Sosialisasi KTSP 2. Carrol) • “Peserta didik yang belajar lambat perlu waktu lebih lama untuk materi yang sama.) Sosialisasi KTSP 212 . mereka dapat berhasil jika kompetensi awal mereka terdiagnosis secara benar dan mereka diajar dengan metode dan materi yang berurutan. B. Penilaian Otentik • Memandang penilaian dan pembelajaran secara terpadu • Mencerminkan masalah dunia nyata bukan dunia sekolah • Menggunakan berbagai cara dan kriteria • Holistik (kompetensi utuh merefleksikan pengetahuan. keterampilan.

penugasan. dan Ulangan Kenaikan Kelas. atau lainnya) • Ulangan Tengah Semester : selesai beberapa Kompetensi Dasar pada semester yang bersangkutan • Ulangan Akhir Semester : selesai semua Kompetensi Dasar pada semester yang bersangkutan. kemajuan. • Ulangan Kenaikan Kelas : selesai semua Kompetensi Dasar pada semester ganjil dan genap. Ulangan Tengah Semester. dengan penekanan pada kompetensi dasar semester genap Sosialisasi KTSP 213 .3. Sosialisasi KTSP • Ulangan Harian : selesai satu atau beberapa Indikator. observasi. Ulangan Akhir Semester. Berkesinambungan Memantau proses. (tertulis. dan perbaikan hasil terus menerus dalam bentuk Ulangan Harian.

Produk. Portofolio. Proyek. Menggunakan Berbagai cara & alat penilaian • Mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi • Menggunakan penilaian yang bervariasi: Tertulis.4. Lisan. tetapi dengan kemampuan yang dimiliki sebelumnya dan patokan yang ditetapkan Sosialisasi KTSP 5. Pengamatan. Unjuk Kerja. dan Penilaian Diri Sosialisasi KTSP 214 . Berdasar Acuan kriteria/patokan Prestasi kemampuan peserta didik TIDAK DIBANDINGKAN dengan peserta kelompok.

Diri (Self Assessment) 1. Sikap 7. 3.4. berdiskusi. Portofolio (Portfolio) 6. • Pemecahan masalah dalam kelompok • Partisipasi dalam diskusi • Menari • Memainkan alat musik • Olah Raga • Menggunakan peralatan laboratorium • Mengoperasikan suatu alat Sosialisasi KTSP 215 . 2. 4. Unjuk Kerja (Performance) : pengamatan terhadapa aktivitas siswa sebagaimana terjadi (unjuk kerja. tingkah laku. baca puisis. interaksi) • Cocok untuk : • Penyajian lisan: keterampilan berbicara. berpidato. TEKNIK /CARA PENILAIAN Unjuk Kerja (Performance) Penugasan (Proyek/Project) Hasil kerja (Produk/Product) Tertulis (Paper & Pen) 5. Sosialisasi KTSP 1.

B. Merubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan ----. ---------------------------------------------------------------------------------Nama: Rinjani I.CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN DENGAN RATING SCALE -----------------------------------------------------------------------------------------------Petunjuk : Beri Lingkaran pada angka yang sesuai untuk setiap kemampuan yang teramati pada waktu anak berpidato : 1 bila tidak pernah 2 bila jarang 3 bila kadang-kadang. Mengubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan 1 2 3 4 Sosialisasi KTSP CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN DENGAN CHECKLIST --------------------------------------------------------------------------------Petunjuk: Beri tanda centang (v) dibelakang huruf di mana kemampuan siswa teramati pada waktu berpidato.C. Berdiri tegak melihat pada penonton ----. Berdiri tegak melihat pada penonton 1 2 3 4 B. dan 4 bila siswa selalu melakukan --------------------------------------------------------------------------------------------------Nama : Rinjani I. Ekspresi fisik (physical expression) ----. Ekspresi fisik (physical expression) A. Mata melihat kepada penonton Sosialisasi KTSP 216 .A.

A.C. Berbicara dengan kata-kata yang jelas ---.B. Berbicara cukup keras untuk didengar penonton Ekspresi verbal (verbal expression) ---. Memilih kata-kata yang tepat untuk menegaskan arti ---. Penugasan (Proyek) : Penilaian terhadap suatu tugas yang mengandung penyelidikan yang harus selesai dalam waktu tertentu Tugas: suatu investigasi dgn tahapan: Perencanaan Pengumpulan data Pengolahan data. Penyajian data Sosialisasi KTSP 217 .B.A. Tidak mengulang-ulang pernyataan ---. Sosialisasi KTSP 2. Menggunakan kalimat yang lengkap untuk mengutarakan suatu pikiran ---.C. Ekspresi suara (vocal expression) ---.D. Nada suaranya berubah-ubah sesuai pernyataan yang ditekankan ---. Menyimpulkan pokok-pokok pikiran yang penting III.II.

PENILAIAN PROYEK Bermanfaat menilai : • Keterampilan menyelidiki secara umum • Pemahaman & Pengetahuan dalam bidang tertentu • Kemampuan mengaplikasi pengetahuan dalam suatu penyelidikan • Kemampuan menginformasikan subyek secara jelas Sosialisasi KTSP CONTOH PENILAIAN PROYEK : Ilmu Pengetahuan Sosial : SD : VI Mata Pelajaran Jenjang Kelas / Semester Contoh Kompetensi Dasar : menganalisis bentuk-bentuk perilaku yang muncul sebagai dampak globalisasi (konsumerisme. gaya hidup) Sosialisasi KTSP 218 .

pilihan makanan dan minuman. nilai-nilai.Membuat daftar perubahan perilaku masyarakat setempat sebagai dampak globalisasi (mis: dalam hal makanan. dan tradisi) .• Indikator : . migrasi. pakaian. perilaku) Sosialisasi KTSP 219 .Mengidentifikasi bukti-bukti globalisasi di lingkungan masyarakat (mis: dalam hal periklanan. telekomunikasi) .Membandingkan pandangan orang tua dan anak mengenai perubahan-perubahan yang terjadi akibat pengaruh globalisasi Sosialisasi KTSP Contoh Tugas Penilaian Proyek ----------------------------------------Lakukan penelitian sederhana di lingkungan sekitar mengenai pengaruh iklan di media cetak maupun di media elektronik terhadap gaya hidup anak SD (cara berpakaian. perilaku. pariwisata. gaya hidup. komunikasi. perjalanan.

CONTOH
ASPEK

FORMAT PENYEKORAN TUGAS PROYEK
KRITERIA DAN SKOR 3 2 1

PERSIAPAN

Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan dengan lengkap.

Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan kurang lengkap. Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua, tetapi data tidak tercatat dengan rapi dan lengkap.

Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan tidak lengkap

PENGUMPULAN DATA

Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua dan data tercatat dengan rapi dan lengkap.

Jika pertanyaan tidak terlaksana semua dan data tidak tercatat dengan rapi.

PENGOLAHAN DATA

Jika pembahasan data sesuai tujuan penelitian

Jika pembahasan data kurang menggambarkan tujuan penelitian Jika sistimatika penulisan benar, memuat saran, namun bahasa kurang komunikatif

Jika sekedar melaporkan hasil penelitian tanpa membahas data

PELAPORAN TERTULIS

Jika sistimatika penulisan benar, memuat saran, bahasa komunikatif.

Jika penulisan kurang sistimatis, bahasa kurang komunikatif, kurang memuat saran

Sosialisasi KTSP

3. Hasil Kerja (Produk):
Penilaian terhadap kemampuan membuat produk teknologi dan seni
Penilaian Hasil Akhir dan Proses:

hasil akhir spt:

- makanan - pakaian - hasil karya seni: gambar, lukisan, pahatan - barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam - menggunakan teknik menggambar - menggunakan peralatan dengan aman - membakar kue dengan baik

proses spt:

Sosialisasi KTSP

220

PENILAIAN PRODUK

PERSIAPAN,kmp: - rencanakan, gali, kembangkan gagasan - desain produk

PEMBUATAN: kmp seleksi dan gunakan: bahan, alat, teknik

PENILAIAN
(APPRAISAL):

kmp buat produk sesuai kegunaan (fungsi) & keindahan

Sosialisasi KTSP

Contoh1:

TUGAS PENILAIAN PRODUK ------------------------------------------------------Tugas: buatlah rancangan model benda yang menggunakan roda Ketentuan: - Gambar rancangan model
- Bahan untuk model tertulis dalam rancangan - Tentukan spesifikasi bahan untuk model

Sosialisasi KTSP

221

Contoh2:

TUGAS PENILAIAN PRODUK -------------------------------------------------------Tugas: Rancang dan buatlah mainan yang menggunakan roda. ketentuan sebagai berikut (spesifikasidiberikan) : jenis kayu: ……….. ukuran: ……………………. dst.

Sosialisasi KTSP

Penskoran tugas penilaian produk contoh 1:
No Kriteria
b 1. 2. 3. 4.

skor
c k

Ada gambar rancangan model Bahan tertulis dalam model Spesifikasi bahan tertulis Unsur estetika

Kriteria penskoran : B = gambar proporsional, bahan tertulis lengkap, spesifikasi bahan jelas C = gambar kurang proporsional, bahan tertulis kurang lengkap, spesifikasi bahan kurang jelas K = gambar tidak proporsional, bahan tertulis tidak lengkap, spesifikasi bahan tidak jelas
Sosialisasi KTSP

222

4. TES TERTULIS
Memilih dan Mensuplai jawaban 1. MEMILIH JAWABAN - Pilihan ganda - Dua pilihan (B - S; ya - tidak) 2. MENSUPLAI JAWABAN - Isian atau melengkapi - Jawaban singkat - uraian
Sosialisasi KTSP

BANDINGKAN
• Apa kepanjangan ASEAN? • Tahun berapa ASEAN didirikan? • Negara mana saja yang manjadi anggota ASEAN? • Apa kepanjangan PLTA? • Menurutmu masalah apa yang akan timbul jika ASEAN bubar? • Dengan cara apa ASEAN mendukung perekonomian ASIA? • Buatlah bagan PLTA!

Sosialisasi KTSP

223

5. PORTOFOLIO :
Penilaian melalui koleksi karya (hasil kerja) siswa yang sistematis
• • • • Pengumpulan data melalui karya siswa Pengumpulan dan penilaian yang terus menerus Refleksi perkembangan berbagai kompetensi Memperlihatkan tingkat perkembangan kemajuan belajar siswa • Bagian Integral dari Proses Pembelajaran • Untuk satu periode • Tujuan Diagnostik

Sosialisasi KTSP

Hal-hal yang perlu diperhatikan:
• Siswa merasa memiliki portofolio sendiri • Tentukan bersama hasil kerja apa yang akan dikumpulkan • Kumpulkan dan simpan hasil kerja siswa dalam 1 map atau folder • Beri tanggal pembuatan • Tentukan kriteria untuk menilai hasil kerja siswa • Minta Siswa untuk menilai hasil kerja mereka secara berkesinambungan • Bagi yang kurang, beri kesempatan perbaiki karyanya, tentukan jangka waktunya • Bila perlu, jadwalkan pertemuan dengan ortu
Sosialisasi KTSP

224

Sosialisasi KTSP 225 . Menulis karangan deskriptif 30/7 10/8 dst. 2. Membuat resensi buku 1/9 30/9 10/10 Dst.karya-karya yang dapat dikumpulkan melalui penilaian portofolio • • • • • • • Puisi Karangan Gambar / Lukisan Desain Paper Sinopsis Naskah pidato / khotbah • Naskah Drama • Rumus Sosialisasi KTSP • • • • • • Doa Surat Komposisi Musik Teks Lagu Resep Makanan Laporan Observasi/ Penyelidikan / Eksperimen • Dsb. Contoh Portofolio Nama Siswa : _________________ Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kelas : X/1 : Bahasa Indonesia : 1 Semester Kriteria Tata bahasa No SK / KD Periode Kosakata Kelengkapan gagasan Sistematika penulisan Keterangan 1.

Sosialisasi KTSP Contoh Format Penilaian Sikap dalam praktek IPA : No.6... Tono 3. PENILAIAN SIKAP Penilaian terhadap perilaku dan keyakinan siswa terhadap obyek sikap Cara: – Observasi perilaku: kerja sama. Sosialisasi KTSP 226 . inisiatif. . Ruri Berinisiatif Perilaku Penuh Perhati an Bekerja sistematis Nilai Keterangan 2. Nama Bekerja sama 1.. perhatian – Pertanyaan langsung: tanggapan thd tatib baru – Laporan pribadi: menulis pandangan ttg “kerusuhan antaretnis”.

--------.Semua anggota kelompok kami melakukan sesuatu selama kegiatan 4. tulislah huruf A. saya….1996. Sosialisasi KTSP CONTOH PENILAIAN DIRI PARTISIPASI DALAM DISKUSI KELOMPOK Nama : ----------------------------------------------------Nama-nama anggota kelompok : ----------------------------------------------------Kegiatan kelompok : ----------------------------------------------------Isilah pernyataan berikut dengan jujur. PENILAIAN DIRI Menilai diri sendiri berkaitan dengan status.mengorganisasi kelompok -------.Tiap orang sibuk dengan yang dilakukannya dalam kelompok saya 5.mengacaukan kegiatan -------. -------.d. Apa yang kamu lakukan selama kegiatan berlangsung? ------------------------------------------------------------------------------------------Sosialisasi KTSP SUMBER: Forster & Masters.B.7.mendengarkan orang lain --------.mengajukan pertanyaan --------.Selama diskusi saya mengusulkan ide kpd klp utk didiskusikan 2. --------. -------. 1 s.C atau D di depan tiap pernyataan: A : selalu C : kadang-kadang B : sering D : tidak pernah 1.melamun 6. 227 . tiap org diberi kesempatan mengusulkan sesuatu 3. tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya.Ketika kami berdiskusi. Untuk No. 5. proses.Selama kerja kelompok.mengorganisasi ide-ide saya -------. -------. -------.

ALUR PELAKSANAAN PENILAIAN • MENETAPKAN INDIKATOR • MEMETAKAN SK. KD. INDIKATOR DAN KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR • MENETAPKAN TEKNIK PENILAIAN • MEMBUAT ALAT PENILAIAN & PENYEKORAN Sosialisasi KTSP CONTOH FORMAT PEMETAAN ASPEK PENILAIAN SK KD INDIKATOR KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR PROY TEKNIK PENILAIAN PROD TES UN KERJA DLL MENDENGAR KAN BERBICARA MEMBACA MENULIS Sosialisasi KTSP 228 .

AS= Nilai Akhir Semester Sosialisasi KTSP E. TS= Nilai Tengah Semester. MANFAAT HASIL PENILAIAN • REMEDIAL • PENGAYAAN • PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN Sosialisasi KTSP 229 .CONTOH REKAP NILAI MATA PELAJARAN : KELAS/SEMESTER : N O NA MA MENDENGARKAN BERBICARA MEMBACA MENULIS KD 1 KD 2 R R T S AS KD 1 KD 2 R R T S A S KD 1 KD 2 R R T S A S KD 1 KD 2 R R TS A S 1 Ri n Tin 2 Catatan: KD= Kompetensi Dasar. RR= Nilai Rata-rata KD.

KETUNTASAN BELAJAR • • • • PER INDIKATOR KRITERIA: 0% – 100% IDEAL: 75% SEKOLAH MENETAPKAN SENDIRI DGN PERTIMBANGAN: KEMAMPUAN AKADEMIS SISWA. KOMPLEKSITAS INDIKATOR. DAYA DUKUNG : GURU. SARANA • TUNTAS: SKOR ≥ KRITERIA KETUNTASAN • TUNTAS INDIKATOR → KD → SK→ MAPEL Sosialisasi KTSP 230 .KAPAN? • REMEDIAL DILAKUKAN BILA NILAI INDIKATOR KURANG DARI NILAI KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR PENGAYAAN DILAKUKAN BILA TUNTAS LEBIH CEPAT PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN BILA TIDAK EFEKTIF • • Sosialisasi KTSP F.

7 Sosialisasi KTSP NILAI KD 2: MODE : 70 NILAI KD :70 231 .CONTOH PENGHITUNGAN KETUNTASAN BELAJAR KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KRITERIA KETUNTASAN NILAI PESERTA DIDIK KETUNTASAN 1 2 60% 60% 60 59 TUNTAS TAK TUNTAS TUNTAS 3 55% 75 Sosialisasi KTSP CONTOH PENGHITUNGAN NILAI KD KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR 60% 70% 60% 70% 65% 60% KOMPETENSI DASAR (KD) INDIKATOR 1 NILAI SISWA 61 80 90 70 68 72 KETUNTASAN TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS 1 2 3 1 2 2 3 NILAI KD 1: = 61+80+90 3 = 77 ATAU 7.

MENGERJAKAN TUGAS.DALAM 1 KD • JML INDIKATOR YG TUNTAS LEBIH DARI 50%: LANJUT KE KD BERIKUTNYA • JML INDIKATOR BELUM TUNTAS SAMA ATAU LEBIH DARI 50%: MENGULANG KD YANG SAMA Sosialisasi KTSP PELAKSANAAN PROGRAM REMEDIAL • TATAP MUKA DENGAN GURU • BELAJAR SENDIRI → dinilai • KEGIATAN: MENJAWAB PERTANYAAN. MENGUMPULKAN DATA. MEMBUAT RANGKUMAN. • PADA ATAU DI LUAR JAM EFEKTIF Sosialisasi KTSP 232 .

Sosialisasi KTSP PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN Program Strategi Bahan Tidak efektif? Dievaluasi Direvisi Sosialisasi KTSP Diganti 233 . PADA ATAU DI LUAR JAM EFEKTIF. LATIHAN TAMBAHAN TUGAS INDIVIDUAL • HASIL PENILAIAN MENAMBAH NILAI MATA PELAJARAN BERSANGKUTAN • SETIAP SAAT.PROGRAM PENGAYAAN : • SISWA BERPRESTASI BAIK • MEMPERKAYA KOMPETENSI • KEGIATAN : MEMBERI MATERI TAMBAHAN.

• Model yang ada merupakan contoh yang dapat dimodifikasi/diadopsi oleh sekolah.G. dengan syarat komunikatif dan menggambarkan pencapaian kompetensi. PELAPORAN • Rapor adalah laporan kemajuan belajar • Berisi informasi tentang pencapaian kompetensi • Sekolah boleh menetapkan sendiri model rapor yang dikehendaki. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 234 .

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) IX. 235 . Pengembangan bahan Ujian & Analisis hasil Ujian. Pengembangan Bahan Ujian 17.

236 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 17 PENGEMBANGAN BAHAN UJIAN DAN ANALISIS HASIL UJIAN Sosialisasi KTSP SKL TOPIK Sosialisasi KTSP KISI-KISI TEKNIK PENYUSUNAN SOAL ANALISIS 237 .

APAKAH SAYA LULUS? Sosialisasi KTSP STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) Adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap pengetahuan dan keterampilan Berdasarkan PP No.19/2005 Sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan Meliputi kompetensi seluruh mata pelajaran Dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Sosialisasi KTSP 238 .

MATERI DAN PENILAIAN SKL Menggambarkan kompetensi yang ingin dicapai. KOMPETENSI Materi pembelajaran untuk mencapai kompetensi Sosialisasi KTSP Bentuk soal harus sesuai dengan kompetensi yang dituntut pada SKL SEPERTI APA SOAL YANG BAIK ? Sosialisasi KTSP 239 .Hubungan antara SKL.

7.LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN TES 1. •Indikator Soal •Bentuk Tes •Nomor Soal Syarat kisi-kisi Mewakili isi kurikulum Singkat dan jelas Soal dapat disusun sesuai dengan bentuk soal. Bank Soal Penyajian tes kepada siswa Skoring (pemeriksaan jawaban siswa) Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN KISI-KISI Fungsi Pedm. perakitan soal Komponen Kisi2: •Identitas •SK/KD/IP •Materi Pembel. Uji coba soal termasuk ANALISIS-nya. 6. Sosialisasi KTSP 240 . 5. penulisan soal Pedm. Penentuan tujuan tes. PENELAAHAN SOAL (validasi soal). 2. PENULISAN SOAL. 8. 3. 9. Perakitan soal menjadi perangkat tes. 4. Penyusunan KISI-KISI tes.

... ............. SOAL KUNCI Penyusun 1............ Soal (7) No.......................................... ------------Tahun ajaran : --------------: KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER: RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI INDIKATOR SOAL No ....... Bentuk Tes Materi (4) Indikator Soal (5) (6) No..................... .. -----------2... Urut (1) Kompetensi Dasar/ Indikator Bahan Kelas/ smt.. Kurikulum : .. Alokasi Waktu : .. Jumlah soal : ........) NO..FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL Jenis Sekolah : .. dll. Mata Pelajaran : ............. Digunaka n untuk Tang gal Jumlah Siswa Tingkat Kesukaran Daya Proporsi KETERANGAN SOAL Jawaban pada Pilihan Pembeda A B C D OMIT Keterangan Sosialisasi KTSP 241 ................ (2) (3) Sosialisasi KTSP KARTU SOAL BENTUK PG Jenis Sekolah Mata Pelajaran Bahan Kelas/smt Bentuk Tes : ------------: ------------: ------------: Tertulis (PG.............. 2............... Penulis 1.

SOAL Penyusun 1. Kunci/Kriteria jawaban/Aspek yang dinilai Skor Skor maksimum= Sosialisasi KTSP …… 242 . hasil karya) NO. penugasan.KARTU SOAL URAIAN/PRAKTIK Jenis Sekolah Mata Pelajaran Bahan Kelas/smt Bentuk Tes : ------------: ------------: ------------: Tertulis (Uraian)/Praktik (Kinerja. ------------Tahun ajaran : --------------: KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER: RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI INDIKATOR SOAL No Diguna kan untuk KETERANGAN SOAL Proporsi jawaban pada aspek Tangg al Jumlah siswa Tingkat kesukar an Daya pembeda 1 A 2 3 1 B 2 3 1 C 2 3 1 D 2 3 Ketera ng an Sosialisasi KTSP PEDOMAN PENSKORAN No. -----------2.

Kontinuitas: KD/indikator/materi lanjutan yang merupakan pendalaman materi sebelumnya. Relevansi: yang diperlukan untuk mempelajari dalam bidang studi lain. 2. Sosialisasi KTSP Indikator Soal Indikator soal sebagai pertanda atau indikasi pencapaian kompetensi Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur Indikator mengacu pada materi pembelajaran sesuai kompetensi 243 . 3. mutlak harus dikuasai oleh siswa. Keterpakaian: memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari. 4. Urgensi: KD/indikator/materi yang secara teoritis.KRITERIA KOMPETENSI / MATERI PENTING 1.

TEKNIK PERUMUSAN INDIKATOR 1. BILA SOAL TIDAK TERDAPAT STIMULUS Rumusan indikatornya: Siswa dapat membedakan …. Sosialisasi KTSP MENUNTUT PENALARAN TINGGI SETIAP SOAL: 1. 2.MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS 3.MENGUKUR KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH Sosialisasi KTSP 244 . BILA SOAL TERDAPAT STIMULUS Rumusan indikatornya: Disajikan …. siswa dapat menjelaskan ….DIBERIKAN DASAR PERTANYAAN (STIMULUS) 2.

. dengan menggunakan pedoman . 3.. Menyimpulkan -Susunlah beberapa kesimpulan yang bersasal dari data .... Menerapkan -Selesaikan hal berikut dengan menggunakan kaidah .......... Sosialisasi KTSP 6.... Analisis -Manakah penulisan yang salah pada paragraf ....... -Ringkaslah dengan tepat isi ... -Bandingkan dua cara berikut tentang . Berpendapat (inferring) -Berdasarkan ... Evaluasi -Apakah kelebihan dan kelemahan ... Meringkas -Tuliskan pernyataan penting yang termasuk .. 12.... 10. -Lengkapilah cerita . -Tuliskan sebuah laporan . tentang apa yang akan terjadi bila . 11. -Tulislah sebuah pernyataan yang dapat menjelaskan peristiwa berikut ...... -Apa akibat .. 8......... apa yang akan terjadi bila . 7.. Sintesis -Tuliskan satu rencana untuk pembuktian .. dan ... Menciptakan -Tuliskan beberapa cara sesuai dengan ide Anda tentang ..... 9. Memberi alasan (justifying) -Manakah pilihan berikut yang kamu pilih.. Membandingkan -Jelaskan persamaan dan perbedaan antara .. 5.... mengapa? -Jelaskan mengapa kamu setuju/tidak setuju dengan pernyataan tentang ... -Daftar dan beri alasan singkat tentang ciri utama .... -Berdasarkan kriteria . -Tuliskan . -Apa reaksi A terhadap .... 2... Hubungan sebab-akibat -Apa penyebab utama ..... Mengelompokkan -Kelompokkan hal berikut berdasarkan .MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS 1. Sosialisasi KTSP 245 . 4..... -Apakah hal berikut memiliki .. tuliskanlah evaluasi tentang ...

7. Sosialisasi KTSP 246 . siswa dapat menjelaskan mengapa masalah ini sulit dipecahkan atau melengkapi informasi penting yang dihilangkan. Mendeskripsikan berbagai strategi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. siswa dapat memecahkan masalah ke dalam dua cara atau lebih. Mendeskripsikan masalah Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. Memahami kata dalam konteks Contoh indikator soal: Disajikan beberapa masalah yang konteks kata atau kelompok katanya digarisbawahi. 4. Sosialisasi KTSP 6.Mengukur Keterampilan Pemecahan Masalah 1. 8. Memberi alasan masalah yang sulit Contoh indikator soal: Disajikan sebuah masalah yang sukar dipecahkan atau informasi pentingnya dihilangkan. siswa dapat memberikan alasan satu masalah yang dipilih sendiri. Mengidentifikasi masalah yang tidak sesuai Contoh indikator soal: Disajikan beberapa informasi yang relevan dan tidak relevan terhadap masalah. siswa dapat mengidentifikasi semua informasi yang tidak relevan. siswa dapat memberikan solusinya berdasarkan pertimbangan asumsi untuk saat ini dan yang akan datang. 9. 3. Memilih masalah sendiri Contoh indikator soal: Disajikan beberapa masalah. Merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan yang berisi sebuah masalah. 2. 5. Mengidentifikasi masalah Contoh indikator soal: Disajikan deskripsi suatu situasi/masalah. 10. siswa dapat merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan. Mengidentifikasi asumsi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. atau grafik. siswa dapat menjelaskan maknanya yang berhubungan dengan masalah itu dengan kata-katanya sendiri. siswa dapat mengidentifikasi masalah yang nyata atau masalah apa yang harus dipecahkan. kemudian menunjukkan solusinya ke dalam gambar. diagram. siswa dapat menggambarkan sebuah diagram atau gambar yang menunjukkan situasi masalah. siswa dapat memilih satu solusi yang paling tepat dan memberikan alasannya. Memberi alasan solusi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih kemungkinan solusinya. dan menjelaskan cara penyelesaiannya.

dan outcomenya. Menyelesaiakan secara terencana Contoh indikator soal: Disajikan sebuah situasi masalah yang kompleks. siswa dapat memecahkan masalah dan menjelaskan prosedur yang dipergunakan untuk menyelesaikan masalah. Membuat strategi lain Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan satu strategi untuk menyelesaikan masalanya. siswa dapat menyelesaikan masalah secara terencana mulai dari input. Mengevaluasi kualitas solusi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan beberapa strategi untuk menyelesaikan masalah. siswa dapat: (1) mendeskripsikan masalah lain (analog dengan masalah ini) yang dapat diselesaikan dengan menggunakan strategi itu. output. 17.11. (2) memberikan alasannya. siswa dapat memilih satu strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah itu dan memberikan alasannya. (4) memberi alasan mengapa strategi itu paling tepat dibandingkan dengan strategi lainnya. beberapa strategi pemecahan masalahnya. grafik atau tabel dan sebuah pernyataan masalah. 16. proses. 12. 14. dan prosedurnya. Memecahkan masalah berdasarkan data dan masalah Contoh indikator soal: Disajikan sebuah cerita. Sosialisasi KTSP 15. Menggunakan analogi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan strategi penyelesaiannya. siswa dapat mengevaluasi strategi pemecahannya berdasarkan prosedur yang disajikan. kartun. Memberi alasan strategi yang digunakan Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih strategi untuk menyelesaikan masalah. siswa dapat: (1) menjelaskan dengan menerapkan strategi itu. siswa dapat menyelesaikan masalah itu dengan menggunakan strategi lain. (3) menentukan strategi mana yang tepat. Mengevaluasi strategi sistematikanya Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. 13. (2) mengevaluasinya. Sosialisasi KTSP 247 .

Sosialisasi KTSP 248 . Mengukur kompetensi siswa 4. Mengukur kemampuan berpikir kritis 6. materi. Berhubungan dengan kondisi pembelajaran di kelas atau di luar kelas 2.KAIDAH PENULISAN SOAL KOMPETENSI 1. Mengandung pemecahan masalah Sosialisasi KTSP SOAL URAIAN SOAL URAIAN adalah soal yang jawabannya menuntut peserta tes untuk mengorganisasikan gagasan atau hal-hal yang telah dipelajarinya dengan cara mengemukakan gagasan tsb dalam bentuk tulisan. Berhubungan erat antara proses. kompetensi dan pengalaman belajar 3. Mengukur beberapa kemampuan yang diwujudkan dalam stimulus soal 5.

6. 8.KAIDAH PENULISAN SOAL URAIAN 1. 9. 10. 2. atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca Rumusan kalimat soal komunikatif Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku Tidak menggunakan kata/ungkapan yang menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat menyinggung perasaan siswa Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 249 . 5. peta. gambar. 12. 3. Ada pedoman penskorannya Tabel. 13. 11. 4. grafik. Soal sesuai dengan indikator Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP KAIDAH PENULISAN SOAL URAIAN 7.

SMP) No. ---------------------------------------------------------2 3. Soal sesuai dengan indikator Indikator : Siswa dapat menjelaskan 2 perbedaan pasar tradisional dan pasar modern. Kunci Jawaban Skor 1. Individualisme yaitu sikap lebih mementingkan diri sendiri. . ---------------------------------2 Skor Maksimum 10 Sosialisasi KTSP 250 . -----------------------------------2 5. Primadialisme yaitu sikap yang lebih membanggabanggakan asal daerah tertentu. Materialisme yaitu sikap yang selalu mengutamakan dan mengukur segala sesuatu berdasarkan materi -------------2 2. 2. Sekulerisme adalah sikap yang mencerminkan kehidupan keduniawian. Elitisme yaitu kecenderungan untuk bergaya hidup tertentu berbeda dengan orang banyak. 2 4.1. Contoh Soal kurang baik: Jelaskan 2 persamaan antara pasar tradisional dengan pasar modern! Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan 2 perbedaan antara pasar tradisional dengan pasar modern! (IPS. Kunci Jawaban Pasar tradisional: harga dapat ditawar dan tidak kena pajak Pasar modern: harga pasti dan kena pajak Skor Maksimum Skor 2 2 4 Sosialisasi KTSP 2. 1. Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai Contoh soal kurang baik: Jelaskan sisi negatif yang harus diwaspadai dari kemajuan IPTEK terhadap bangsa Indonesia yang berazaskan kekeluargaan! (PKn SMP) Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan 4 sisi negatif yang harus diwaspadai dari kemajuan IPTEK terhadap bangsa Indonesia yang berasaskan kekeluargaan! PEDOMAN PENSKORAN No.

......................... 1 Skor maksimum Sosialisasi KTSP 10 4................. Enzim-enzim itu aktif di usus halus...........Tripsin untuk mengubah protein menjadi peptida dan asam-asam amino ........... Di manakah letak pankreas? b............. Enzim yang dihasilkan Pankreas: ..........3... 2. 1 b............... Di manakah enzim-enzim itu aktif? No............. Kunci Jawaban Menjawab 3 fase perkembangan (penemuan........Bikarbonat untuk menetralisir HCl yang masuk ke usus dari lambung .......................................... 1.............................................................. 3.................. 4.......... perkembangan generasi................ Kunci Jawaban Skor a......... Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas Contoh soal yang kurang baik: Jelaskan perkembangan perangkat TIK dilihat dari perangkat komunikasi digital? Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan perkembangan perangkat komputer No.......... dan teknologi tinggi) Menjawab dua fase Menjawab satu fase Tidak menjawab Skor 3 2 1 0 Sosialisasi KTSP 251 ....................................................... 2 .......................... Tuliskan dan jelaskan enzim yang dihasilkan pankreas! c................ 2 ..........Amilase untuk mencerna tepung menjadi maltosa dan disakarida lain ......Lipase untuk mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol ....... 2 c. 2 ............ Pankreas terletak di rongga perut .......................... Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran Contoh soal kurang baik: Di manakah letak kelenjar pankreas? (IPA) Contoh soal lebih baik: a..

Ia dilahirkan dalam kesengsaraan.SMP) Contoh soal yang lebih baik: Tentukan watak Kusno yang terdapat dalam kutipan di atas disertai alasannya! Kunci : Watak Kusno gigih atau sejenisnya karena ia sengsara. 2. Kunci Jawaban Sistem kepartaian ialah pola perilaku dan interaksi di antara sejumlah partai politik 1. Idrus: Kisah Sebuah Celan Pendek Bagaimana watak Kusno? (Bhs Indonesia . bagaimanapun juga. 1. Sistem multi partai -------------------------------------------------------yaitu terdapat banyak partai dalam suatu negara yang disebabkan kondisi masyarakat yang mejemuk dan iklim demokrasi yang lebih bebas ------------------------------------------Skor Maksimum Sosialisasi KTSP Skor 1 1 1 1 1 1 6 6. No.5. Sistem partai tunggal ---------------------------------------------------yaitu dalam suatu negara hanya satu partai yang berlaku ----2. tapi terus melawan kesengsaraan tersebut. Pada suatu kali ia akan hilang dari muka bumi. tak ada yang akan diceritakan lagi. Sistem dua partai --------------------------------------------------------yaitu terdapat dua partai dalam suatu negara sehingga terlihat satu partai yang berkuasa dan satu partai oposisi ----------------3. hidup bersama kesengsaraan. 3. Kusno akan berjuang terus melawan kesengsaraan biarpun hanya guna mendapatkan sebuah celana kepar yang lain. tetapi tidak disertai alasan Bila jawaban (aliran) dan alasan salah Skor 3 2 1 0 Sosialisasi KTSP 252 . Kusno tak akan putus asa. 4. Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian Contoh soal kurang baik: Di Indonesia terdiri dari berapa sistem kepartaian? (PKn-SMP) Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan tiga macam sistem kepartaian! No. Dan meskipun celana 1001 –nya hilang lenyap menjadi topo. Dan mungkin ia bersama-sama dengan Kusno hilang dari muka bumi ini? Tapi. Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal Contoh soal kurang baik: Tentang celana kepar 1001 itu. Aspek yang dinilai Bila jawaban (gigih) dan alasan benar Bila jawaban (gigih) benar tetapi alasan kurang tepat Bila hanya jawaban (gigih).

................ vp = mo ............. Contoh Soal yang lebih baik: Seseorang bermassa 50 kg naik perahu dengan massa 200 kg dan berkecepatan 2 ms –1 terhadap air yang diam.................... Ada pedoman penskorannya 8...... 2 = 50 ..... vp 1 = 1 m/s .......7..................... alur..... gambar. dan pemakaian kaidah bahasa Indonesia.... Tabel.................. vp 1 = 1 200 200 =.......................... 2 + 200 ..... (Bhs.... peta.. atau di sejumlah pasar.. Gunungan sampah yang berbau tidak sedap itu terjadi akibat sampah-sampah tersebut tidak diangkut seperti di pemukiman.... Kemudian orang tersebut meloncat ke depan dengan kecepatan 6 ms –1 terhadap air. Indonesia SMP) Tulislah karangan sepanjang ± 200 kata berdasarkan informasi yang terdapat dalam gambar di atas! Tulisan tersebut akan dinilai berdasarkan isi........... vo + mp ............... Kunci Jawaban mo .... 100 + 400 = 300 + 200 vp 1 500 = 300 + 200 vp 1 200 vp 1 = 500 – 300 200 vp 1 = 200 ...... Tentukan kecepatan perahu sesaat setelah orang tersebut meloncat? No...... Skor maksimum Sosialisasi KTSP Skor 1 1 1 1 1 5 253 ........... Rumusan kalimat soal komunikatif Contoh soal kurang baik: Sesuatu bermassa 50 kg naik perahu yang massanya 200 kg …... vo 1 + mp . 6 + 200 . Sosialisasi KTSP 9....................... Gambar ini memperlihatkan suatu kawasan yang dibanjiri sampah yangmenggunung...... grafik.. pertokoan. Yang lebih parah lagi bila TPS (Tempat Pembuangan Sampah) berada di lingkungan yang dekat dengan sekolah...... kosakata......... vp 1 . atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca Perhatikan gambar berikut............ 50 .... vp 1 .......

PEDOMAN PENSKORAN Kunci Jawaban/Aspek yang dinilai Cinta tanah air: Bangga sebagai bangsa Indonesia menyebabkan seseorang rela berkorban. 1.” Tentukan majas kalimat di atas dan berikan alasannya! (BIN SMP/MTs) PEDOMAN PENSKORAN No.10. 1 Skor Maksimum 3 Penjelasan: kata buah pala dan keju di daerah tertentu adalah tabu. Kunci/Aspek yang dinilai Skor 1. Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu Contoh soal kurang baik: Perhatikan kalimat berikut! “Di dalam BMW seri tujuh berwarna abu-abu itu Soni menyetir sendiri setelah membeli buah pala dan keju di supermarket itu. Sosialisasi KTSP 254 .10 5. ---------------------------------Berjiwa pembaru: yaitu ikut serta dalam pembangunan. Alasan: BMW adalah merek mobil. Tak kenal menyerah: Seorang siswa perlu belajar dengan tekun tanpa mengenal lelah demi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia dikemudian hari. Menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan. Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku Contoh soal kurang baik Coba kamu sebutkan satu per satu karakteristik sikap patriotik dalam kehidupan bangsa dan bernegara? (PKn SMP/MTs) Contoh soal yang lebih baik: Tuliskan dan jelaskan 5 ciri sikap patriotik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara! No. 2. Kutipan di atas mengandung majas metonimia. 1 2. Metonimia adalah majas yang menyebut merek dagang untuk benda yang dimaksudkan atau digunakan. -----------Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara: Untuk mencapai tujuan nasional diperlukan kerelaan berkorban. ----------------------------------------------Skor Maksimum Skor 0–2 3. 0–2 0–2 0–2 0–2 0. 1 3. 4. Sosialisasi KTSP 12.

hidup di daerah kumuh. anak miskin. atau hidup di desa terpencil. Sebutkan dan jelaskan 6 macam hak asasi manusia yang mendapat perlindungan dan pelayanan dalam UUD 1945! (PKn SMP) Contoh soal yang lebih baik: Tuliskan dan jelaskan 6 macam hak asasi manusia yang mendapat perlindungan dan pelayanan dalam UUD 1945! Sosialisasi KTSP SOAL PILIHAN GANDA JENIS SOAL PG Pokok Soal (stem) pertanyaan Pokok soal (stem) pernyataan Diakhiri tanda ? Diakhiri tanda …. anak cacat.13. Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat menyinggung perasaan siswa Contoh soal kurang baik: Walaupun kamu anak yatim/piatu. Komponen soal PG Stem (pokok soal) Option Sosialisasi KTSP 255 . namun kamu adalah warga negara Indonesia.

. Penawaran* Sosialisasi KTSP KAIDAH PENULISAN SOAL PG 1. Baik untuk industri. 7. a. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. Hubungi telp.. 7777777. 5. Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 256 . luas 4 ha. 4. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya. 2. permintaan b. Pengumuman d. 9. 6. 10.. Soal harus sesuai dengan indikator Pengecoh harus berfungsi Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar. 8.CONTOH SOAL PG Dasar pertanyaan (stimulus) Pokok soal (stem) Pilihan jawaban (option) Perhatikan iklan berikut! Dijual sebidang tanah di Bekasi. Iklan di atas termasuk jenis iklan . propaganda c. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah/benar”. 3.

Pembuahan sel telur oleh sel sperma pada manusia terjadi di dalam …. Soal harus sesuai dengan indikator Contoh soal kurang baik. ovarium b. a. oviduct c. uterus* d. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat jika soal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional. umumnya. tabel. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. grafik. 13. 15. Bahasa yang digunakan harus komunikatif. Pengaruh kerja pil kontrasepsi adalah …. kadang-kadang. 12. Indikator: Siswa dapat menentukan tempat terjadinya pembuahan sel telur oleh sel sperma pada manusia. vagina Sosialisasi KTSP 257 . mencegah terjadinya haid b. 14. a. 16. mencegah peleburan sel telur dan sel sperma c. 17. Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. sehingga pernyataannya mudah dimengerti warga belajar/siswa. dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya. Letakkan kata/frase pada pokok soal. Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 1.Lanjutan … 11. mencegah pematangan sel telur* d. Gambar. diagram. mengurangi jumlah sel telur dalam ovarium Contoh soal yang sesuai dg indikator.

“Why did Jimmy’s mother punish him? “She . Rabo. misalnya: eat. eaten.. Contoh soal kurang baik. Sabtu. a. Februari. caught him eating* b. November Penjelasan: kunci jawaban jangan dipergunakan untuk pengecoh Sosialisasi KTSP 258 . to be eating. Senin. Aperil. bela d. bekas (BIN SMP/MTs) Penjelasan: pilihan c diperbaiki “belas”. ING SMP/MTs) Penjelasan: pilihan b adalah kata sifat (adjective). Sabtu. Februari. sedangkan pilihan lainnya adalah kata kerja (verb). beras b.. Pengecoh harus berfungsi. was upset c... Pebruari. caught him playing truant d.2. Sosialisasi KTSP 3. a.. caught him to eat (B.. Sabtu c.” a. Perbaikan: pilihan b diperbaiki menjadi kata kerja. November d. Bunyi /e/ pada kata enak sama dengan bunyi /e/ pada kata . May. bebas* c. eating*. Senin. Contoh soal kurang baik. to eat. Kemis. Penulisan kata berikut yang benar adalah . November* b. between eating.. Senen.. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar.

BUMN d.4. Firma c. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. C diperbaiki “turun-temurun”. Sosialisasi KTSP 259 . getar-gemetar (BIN SMP/MTs) Penjelasan: pilihan c adalah kata majemuk bukan kata ulang. a.. Contoh soal kurang baik.. Koperasi* (PKn SMP/MTs) Penjelasan: kalimat pertama pada pokok soal dihilangkan. bolak-balik* b. a. laki-bini d. Perseroan Terbatas b. Sosialisasi KTSP 7. Bentuk perusahaan yang sesuai dengan pasal 33 ayat 1 UUD 1945 adalah …. Pasal 33 ayat 1 UUD 1945 sebagai dasar untuk membentuk perusahaan tertentu. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. Kata berikut yang termasuk kata ulang berubah bunyi adalah .. tali-temali c.

Now it’s 11. Rumah gadang Minangkabau b. Contoh soal kurang baik. 4½ hours d. 2½ hours c. Adat mapalus dari Sulawesi d. 3½ hours* b.SMP/MTs) Penjelasan: pilihan d diperbaiki menjadi.9. Semua pilihan jawaban di atas salah* (IPS. The gardeners has been working since 8 o’clock.30. Contoh soal kurang baik. How long has he been working so far? a. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah/benar”. 1½ hours (BING SMP/MTs) Penjelasan: pilihan jawaban diurutkan dari angka yang paling kecil ke yang paling besar atau sebaliknya. Sosialisasi KTSP 260 . Perayaan Sekaten bulan Maulud c. Sosialisasi KTSP 10. a. “legenda gunung Tangkuban Perahu”. Di antara bentuk-bentuk budaya daerah di bawah ini yang termasuk folklore lisan adalah ….

Rendra c. Chairil Anwar* d. Artinya.. jagung d. a. teh c. Surat dari Ibu Perbaikannya: soal nomor 35 disusun secara independen. Ayip Rosidi (BAHASA INDONESIA SMP/MTs) (35) Karya dari pengarang pada jawaban soal nomor 10 adalah …. kadang-kadang. Idrus b. Sosialisasi KTSP 261 . umumnya. a. kopi b.kadang-kadang. tidak bergantung pada jawaban soal nomor 10. bahwa dalam merumuskan pokok soal jangan menggunakan kata atau ungkapan seperti sebaiknya. Tirani d. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya.. Contoh soal kurang baik: (10) Pelopor angkatan 45 dalam bidang puisi adalah …. Balada Tercinta c. padi * (IPA SMP/MTs) Penjelasan: kata biasanya pada pokok soal dihilangkan.S. Sosialisasi KTSP 13. a. Contoh soal kurang baik: Helopeltis adalah hama yang biasanya menyerang tanaman . Ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan siswa yang tidak dapat menjawab benar soal pertama tidak akan dapat menjawab benar soal berikutnya.12. Senja di Pelabuhan Kecil* b. atau kata yang tidak pasti karena makna kata-kata itu tergantung pada keadaan dan situasi siswa yang bersangkutan.. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. umumnya. W.

(3) anak kalimat. (2) unsur predikat. Contoh soal kurang baik: Untuk mewujudkan kesejahteraan bersama atas dasar …. zigospora* (IPA-BIOLOGI SMP/MTs) Penjelasan: subjek tidak jelas karena diantar oleh kata "Di dalam". pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi b. usaha pemerataan kesempatan kerja* d. b) pemakaian kata: (1) pilihan kata. c) pemakaian ejaan: (1) penulisan huruf. (2) penulisan kata. (2) penggunaan tanda baca. spora kembara b. Oleh karena itu. kata "di dalam" dihilangkan. tenaga kerja yang berdisiplin tinggi (PKn SMP/MTs) Penjelasan: predikat kalimat tidak ada. Setelah kata “atas dasar” ditambahkan “keadilan sosial. askospora d. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.14. a.” Sosialisasi KTSP 262 . a) Penggunaan kalimat (1) Penggunaan kalimat harus ada unsur subjek. a. kita harus mengembangkan …. Contoh soal kurang baik: Di dalam perkembanganbiakan rhizopus secara generatif adalah dengan cara pembentukan …. sporangiospora c. Kaidah bahasa Indonesia dalam penulisan soal di antaranya meliputi: a) pemakaian kalimat: (1) unsur subjek. ketekunan kerja keras dalam setiap pekerjaan c. Sosialisasi KTSP (a) Penggunaan kalimat harus ada unsur predikat (bagian yang berfungsi menerangkan subjek).

Contoh anak kalimat. hukum II Newton c. a. Sosialisasi KTSP 263 . simbolis* c.SMP/MTs) Penjelasan: kata “karya tulis” kurang tepat untuk batik. hukum I Newton* b.(3) Hindarkan pernyataan yang hanya berupa anak kalimat. Contoh soal kurang baik: Batik termasuk karya tulis yang bersifat …. -Dia tidak datang karena hari ini hujan. hukum III Newton d.” Sosialisasi KTSP b) Pemakaian kata (1) Dalam memilih kata harus diperhatikan ketepatannya dengan pokok masalah yang ditanyakan. Induk kalimat Anak kalimat Anak kalimat Induk kalimat -Karena hari ini hujan. realistis d. dia tidak datan. Kata itu diperbaiki menjadi “seni tulis” karena mengandung unsur keindahan bukan ragam tulis ilmiah. hukum Kepler (IPA-FISIKA SMP/MTs) Penjelasan: pokok soal berbentuk anak kalimat. Oleh karena itu pokok soal diperbaiki menjadi “Hukum yang berlaku pada gerak lurus beraturan adalah …. a. Contoh soal kurang baik: Yang berlaku pada gerak lurus beraturan …. naturalis b. idealis (IPS.

” Sosialisasi KTSP CONTOH INDIKATOR SOAL Indikator Soal : Siswa dapat menentukan letak sebuah titik pada koordinat Kartesius (XY).17. who is standing under the tree is my uncle* b. Andi : Which is your uncle? Sofian: The man …. a. Letakkan kata/frase pada pokok soal. which is standing under the tree is my uncle (BING SMP/MTs) Penjelasan: perbaikannya adalah “Sofian: The man … is standing under the tree is my uncle. whose is standing under the tree is my uncle d. Contoh soal kurang baik: Sofian: Look. where is standing under the tree is my uncle c. Andi! My uncle is over there. Sosialisasi KTSP 264 . Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian.

3) C. Koordinat titik C adalah …. (4. (1. (2. A. 12 cm2 C. Berapakah luas segitiga ABC ? A. (1. 15 cm2 D. 6 cm2 X B. 2) D. Iwan sedang mencari titik C sedemikian hingga ABC membentuk segitiga sama kaki. 30 cm2 Sosialisasi KTSP SOAL YANG BAIK Perhatikan koordinat XY disamping : Y Dua titik A dan B terletak pada koordinat seperti nampak pada gambar. Iwan sedang mencari titik C sedemikian hingga ABC membentuk segitiga sama kaki. 4) X Sosialisasi KTSP 265 . 5) B.SOAL Y Perhatikan koordinat XY disamping : Dua titik A dan B terletak pada koordinat seperti nampak pada gambar.

B. C. A. D. C. kecuali : A. singkong kentang cemara bambu Sosialisasi KTSP 266 . D.Reproduksi yang dapat dilakukan oleh umbi batang tidak dijumpai pada tumbuhan berikut. B. singkong kentang cemara bambu Sosialisasi KTSP SOAL YANG BAIK : Reproduksi yang dapat dilakukan oleh umbi batang dijumpai pada tumbuhan ….

1999 A.Anak yang ditabrak motor kemarin pagi dibawa ke rumah…. a) b) c) d) gadang sakit ibadah tinggal Sosialisasi KTSP PKn Pelanggaran HAM Timor Timur pada tahun …. 1996 B. 1997 C. 1998 D. Sosialisasi KTSP 267 .

D.PKn Pemilu 1971 diikuti oleh . A. D. B. 3 6 10 24 Sosialisasi KTSP AGAMA ISLAM Kata hadis menurut bahasa berarti … A. C. Bacaan Surat Sumber hukum Bacalah Sosialisasi KTSP 268 .. …. B. C.

15 20 C.MATEMATIKA 2/3 + 1/5 = … A. 13/15 B. B. Sosialisasi KTSP MATEMATIKA Nilai dari 4xy jika diketahui A. C. D. x+y=9 3x – y = 7 80 60 50 5 Sosialisasi KTSP 269 . 30 D.

A. Perang dunia Perang Diponegoro Peristiwa Semanggi Peristiwa G 30 SPKI Sosialisasi KTSP IPA Perubahan fisika terjadi pada proses … Perkaratan B.IPS Yang masuk dalam ruang lingkup sejarah dunia adalah …. B. Fermentasi C. Pembekuan A. D. Sosialisasi KTSP 270 . Pelarutan D. C.

ANALISIS BUTIR SOAL MANUAL Menggunakan IT Kalkulator Komputer • Program ITEMAN • Program SPSS Sosialisasi KTSP CONTOH ANALSIS BUTIR SECARA KUANTITATIF NO SISWA 1 2 3 A B C 1 2 3 . 27 26 25 27% KB KUNCI B B D D Sosialisasi KTSP 271 ... 50 B B C B A D A C B D C B SKOR 45 43 41 27% KA . 33 34 35 P Q R ........ ... A A B C D E D E E A E E .

71 – 1.15 0.25 DP 0.10 TK1=(BA+BB): N = (10+7) : 20 = 0.30 = sukar 0.20 – 0.19 – 0.39 = terima & perbaiki 0.30 0.30 0.40 – 1.20 -0.30 – 0.3 0.0.00 = soal baik 0.00 – 0.10 : diterima : direvisi : ditolak Sosialisasi KTSP 272 .30 KRITERIA TK: 0.40 0.1.85 DP1= (BA-BB):½N = (10-7) : ½ x 20 = 0.85 0.0.00 = soal ditolak Sosialisasi KTSP ALTERNATIF LAIN KRITERIA DAYA BEDA > 0.70 = sedang 0.00 = mudah KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.ANALISIS SOAL PG SOAL 1 2 3 50 KEL KA KB KA KB KA KB KA KB A 0 1 0 2 0 0 1 1 B 10 7 5 3 1 2 2 2 C 0 1 5 3 9 3 3 3 D 0 1 0 1 0 3 3 2 E 0 0 0 1 0 2 1 2 OMIT 0 0 0 0 0 0 0 0 KEY B B D D TK 0.31 .29 = soal diperbaiki 0.29 < 0.

7647 Rpbis = ----------------------.56 0.00 = soal ditolak A B C D E F G H I J K L M 19 18 18 16 16 16 15 13 13 13 12 12 11 N O P Q R S T U V W X Y Z AA AB AC AD 17 16 15 14 14 12 12 12 12 12 11 11 10 9 8 8 7 Jumlah = 192 200 Nb=13.56 DP1= (Rata-rata KA – Rata-rata KB) : skor maks.29 = soal diperbaiki 0.47 Soal 2 (Skor maks 5) 5 4 2 2 1 14 2.√ (13:30) (17:30) 3.63 TK2 = 2.4809835 = 0.7):6 = 0.CONTOH MENGHITUNG DP DENGAN KORELASI POINT BISERIAL (rpbis) DAFTAR SKOR SISWA SOAL NOMOR 1 Siswa yang Menjawab benar Jumlah skor keseluruhan Siswa yang menjawab salah Jumlah skor keseluruhan Meanb . Stdv= 3.39 = terima & perbaiki 0.63 0.00 = soal baik 0.4955355) = 0.56 TK1 = Rata-rata : skor maks = 3. KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.7647 14.0954 Sosialisasi KTSP ANALISIS SOAL URAIAN DAN TES PRAKTIK NO.7692 Means = 200:17= 11.Means Rpbis = ------------------.7692 – 11.19 – 0.√ pq Stdv skor total Keterangan: b=skor siswa yang menjawab benar s=skor siswa yang menjawab salah p=proporsi jawaban benar thd semua jawaban siswa q= 1-p Meanb = 192:13=14.30 – 0. N=30.5-2.47 DP2= [ (9:2) – (5:3) ] : 5 = (4. = [(11:2) – (8:3) ] : 6 = (5.80 0.9706338) (0.8 : 5 = 0. ns=17.0954 = (0.40 – 1.80 0.56 Sosialisasi KTSP 273 . 1 2 3 4 5 SISWA A B C D E Jumlah Rata-rata TK DP Soal 1 (Skor maks 6) 6 5 3 3 2 19 3.20 – 0.5-1.48 Artinya butir soal nomor 1 adalah DITERMA atau BAIK.8 : 6 = 0.7) : 5 = 0.

Selesai Sosialisasi KTSP 274 .

Laporan Hasil Belajar (LHB) 18. 19. Penyusunan Laporan hasil Belajar (LHB) Peserta Didik SD/MI. Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal 275 .Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) X.

276 .

Departemen Pendidikan Nasional Materi 18 PENYUSUNAN LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) PESERTA DIDIK SD Sosialisasi KTSP LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) Setiap akhir semester. ujian akhir semester dan nilai-nilai harian lainnya) selama semester berlangsung. guru menelaah hasil pencapaian belajar setiap peserta didik (semua nilai ujian. ulangan harian. ujian tengah semester. profil hasil belajar peserta didik disampaikan kepada peserta didik dan orangtua/wali peserta didik.) Tiap akhir semester. Nilai LHB pada prinsipnya merupakan rangkuman nilai hasil tagihan (tugas-tugas. tugastugas. Sosialisasi KTSP 277 . ulangan harian. dsb.

LAPORAN PENILAIAN (Laporan Hasil Belajar) Menjawab keingintahuan orangtua seperti: Bagaimana peserta didik belajar di sekolah secara akademik. sosial maupun emosional Sejauhmana partisipasi anaknya dalam kegiatan di sekolah Kemampuan apa yang diraih peserta didik selama kurun waktu belajar tertentu Apa yang harus dilakukan orangtua untuk membantu mengembangkan potensi anaknya lebih lanjut Sosialisasi KTSP MANFAAT LAPORAN PENILAIAN Diagnosis hasil belajar peserta didik Prediksi masa depan peserta didik Seleksi dan sertifikasi Umpan balik KBM di sekolah Sosialisasi KTSP 278 . fisik.

………………………. 4. Tahun Pelajaran : 20……. 8. 2. 1. bentuknya dapat berbeda (dapat berupa buku atau lembaran).. ……………………….) ………. 7. Jumlah Nilai Prestasi Hasil Belajar : ……………………………………. 5. Laporan penilaian dilakukan oleh: – Guru kepada wali kelas. 3. Mata Pelajaran Nilai Nilai Rata-Rata Kelas Pendidikan Agama Pendididkan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Seni Budaya dan Keterampilan Pendidikan Jasmani. 3. Kelas : ……………….Olahraga dan Kesehatan Muatan Lokal: ………………………………………………… : ……………… ………………………………………………… : ……………… (…………………………………………………. 2. No. kepala sekolah. / 20…… ………………………………………………………………………………………………………………. …………………. 1.. Sikap Kerajinan Kepribadian Nilai Izin Sakit Ketidakhadiran Hari Kebersihan dan Kerapian Tanpa Keterangan Sosialisasi KTSP 279 . BK dan lainnya. 9. – Sekolah kepada orang tua dalam bentuk buku rapor dan kepada masyarakat dan instansi terkait (akuntabilitas publik) Sosialisasi KTSP Nama Siswa : Nomor Induk : Nama Sekolah : Alamat Sekolah : No. 6. Semester : 1 (satu) ……………………….BENTUK LAPORAN PENILAIAN Sesuai dengan pembuatan laporan.

3. Nomor Induk Nama sekolah Alamat Sekolah Kelas Semester Tahun Pelajaran Muatan Lokal Kolom Nilai mata Pelajaran a.. Dst) Kolom Ketidakhadiran : Diisi jumlah ketidakhadiran siswa berdasarkan izin. 8.) Sosialisasi KTSP 2.) …………. sakit 3 hari) Sosialisasi KTSP 280 . ………………… Guru Kelas (…………………………. 9.. Nilai angka b. 11. 5. atau C…. dan tanpa keterangan (Contoh : Izin 2 hari. 12. Nilai rata-rata kelas angka diisi dengan rentang angka 0 – 100 tanpa desimal (Contoh : 75) : diisi dengan rentang angka 0 – 100 tanpa desimal (Contoh : 75) : : : : : : : : : Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas 10. sakit. 7. B. 6.Catatan Tentang Pengembangan Diri Catatan Orang Tua/wali (…………………………. 4.. Jumlah nilai prestasi hasil belajar : diisi jumlah nilai seluruh mata pelajaran dengan angka dan huruf Contoh : 750 (Tujuh ratus lima puluh) Kolom nilai kepribadian : Diisi dengan huruf (Contoh : A.

Diisi catatan dari guru kelas/ wali kelas tentang halhal khusus yang belum tercantum dalam kolom penilaian yang lain dan perlu disampaikan kepada orangtua/wali dan siswa. tanggal. dengan mempertim-bangan seluruh SK/KD yang belum tuntas pada semester 1 harus dituntaskan sebelum akhir semester 2 (dua). Diisi sesuai dengan tempat. Kolom Tanggal Orangtua/Wali Guru Kelas a. 18 Oktober 2006) Diisi nama jelas dan tanda tangan orangtua/Wali Diisi nama jelas dan tanda tangan guru kelas Diisi ke kelas berapa siswa naik atau tetap tinggal di kelas berapa dengan angka dan huruf Coret yang tidak Perlu 3. Kolom Tamat/Belum Tamat Belajar Tanda tangan: a. Kolom Catatan 1. 5. : Cukup Jelas : Cukup Jelas : Cukup Jelas Sosialisasi KTSP KENAIKAN KELAS Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran Kenaikan kelas didasarkan pada penilaian hasil belajar pada semester 2 (dua). Kolom Catatan tentang Pengembangan Diri 2. Guru kelas c.E. 4. Orangtua/Wali b. Sosialisasi KTSP 281 . Kepala sekolah : : : : : 5. 6. Kolom Catatan : : Diisi aspek pengembangan diri yang dikembangkan oleh sekolah dan sejauh mana siswa yang bersangkutan telah mencapai program tersebut termasuk kelebihan dan kekurangannya. bulan dan tahun pada saat pengisian Laporan Hasil Belajar Siswa SD (Contoh : Sukamaju. Kolom naik ke kelas/ Tinggal di kelas b.

Sekolah harus memfasilitasi peserta didik yang pindah sekolah : Antara sekolah pelaksana KTSP Antara sekolah pelaksana kurikulum 2004 dengan sekolah pelaksana KTSP 2.PINDAH SEKOLAH 1... Stempel Sekolah dan Tanda Tangan Orangtua/Wali ……………. .….. Pelaksanaan pindah sekolah lintas provinsi/ kabupaten/kota dikoordinasikan dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota. dan atas permintaan (tertulis) dari : Tanda Tangan Kepala Sekolah.. (…………………….. (……………………... Kepala Sekolah. Kepala Sekolah. . Sosialisasi KTSP Contoh Format: Keterangan Pindah Sekolah Nama Siswa: …………………….) NIP ……………… Orangtua/Wali (……………………) ……………. Diisi oleh sekolah yang lama KELUAR Tanggal Kelas dan Semester yang ditinggalkan Sebab-sebab keluar. (……………………. Kepala Sekolah.. antara lain mencakup hal-hal sebagai berikut : Menyesuaikan bentuk LHB dari sekolah asal sesuai dengan raport yang digunakan disekolah tujuan Melakukan tes atau program matrikulasi bagi peserta didik pindahan.…. 3. Sekolah dapat menentukan persyaratan pindah/mutasi peserta didik sesuai prinsip manajemen berbasis sekolah.) NIP ……………… Orangtua/Wali (……………………) …………….) NIP ……………… Orangtua/Wali (……………………) Sosialisasi KTSP 282 . …….

... …… Kepala Sekolah........ .............. ………………............................ .. Tanggal b.......................... Di Kelas Tahun Pelajaran _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ (…………………….. (……………………............ 2 Ekstrakurikuler 3 Lain .............. …… Kepala Sekolah......... Di Kelas Tahun Pelajaran _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ ……………...............……........ ......................................... ............ Nomor Induk Nama Sekolah Masuk : a..........) NIP............................................................. Diisi oleh sekolah yang baru No... .................................Contoh Format: Keterangan Pindah Sekolah Nama Siswa: ……………………............................. 4.lain 4 Catatan Khusus Lainnya Sosialisasi KTSP 283 ..........) NIP.......... .............. 1................. ……………...................................... ………………....... ..................... 4.............. ............. 1...................... Tanggal b.............. ...... Nomor Induk Nama Sekolah Masuk : a............ ................ Nomor Induk Nama Sekolah Masuk : a................................. : .. …… Kepala Sekolah............ ................./................ Tanggal b............. ... (…………………….............................................. .................... ....... 3......................................................................... .............. Nama Sekolah : …………............ ......................................... ...... 3............................ ......... ……………….............. Nomor Induk : ……………………...................... 4.... 2.................... Sosialisasi KTSP Catatan Prestasi Yang Telah Dicapai Nama Peserta Didik : …………………….................... 1.. Di Kelas Tahun Pelajaran Masuk _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ …………….............................................................. Bukti Sertifikat / Piagam / Trophy Yang diperoleh (Sebutkan) ............................................................. 3................................................................. No 1 Prestasi Yang Pernah Dicapai Kurikuler Kelas/Semester Tahun Pelajaran Program : ......... ........................ 2....) NIP............... : ………..... 2.................

Selesai Sosialisasi KTSP 284 .

Departemen Pendidikan Nasional Materi 19 Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal Sosialisasi KTSP PENETAPAN KKM ANALISIS PENCAPAIAN KKM Sosialisasi KTSP 285 .

RAMBU-RAMBU KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran KKM ditetapkan oleh forum MGMP sekolah Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 – 100 Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100 Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah nilai ketuntasan belajar maksimal Nilai KKM harus dicantumkan dalam LHBS Sosialisasi KTSP MEKANISME/LANGKAH-LANGKAH : KKM INDIKATOR KKM KD KKM MP KKM SK Sosialisasi KTSP 286 .

1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsurunsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Sosialisasi KTSP 287 .KRITERIA PENETAPAN KKM • Kompleksitas (Kesulitan & Kerumitan) • Daya dukung • Intake siswa PENETAPAN KKM : menggunakan Format A Sosialisasi KTSP FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleksi tas Daya dukung Intake Nilai KKM 1.

Tinggi = 81-100 .MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI A.89 9 Sosialisasi KTSP MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI B. daya dukung tinggi dan intake sedang nilainya adalah rata-rata setiap nilai dari kriteria yang kita tentukan.Rendah = 1 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah. Dengan menggunakan rentang nilai pada setiap kriteria: 1.Sedang = 65-80 . Intake : .Sedang = 2 .Daya dukung : 3.Tinggi = 3 .Rendah = 50-64 . daya dukung tinggi dan intake siswa sedang nilainya adalah: (3 + 3 + 2) x 100 = 88.Rendah = 3 . Dengan memberikan point pada setiap kriteria yang ditetapkan : 1.Kompleksitas : 2.Sedang = 2 .Sedang = 65-80 . Dalam menentukan rentang nilai dan menentukan nilai dari setiap kriteria perlu kesepakatan dalam forum MGMP di Sekolah.Sedang = 2 .Tinggi = 81-100 .Rendah = 1 . Daya dukung : 3.Tinggi = 3 . Intake : . Sosialisasi KTSP 288 .Sedang = 65-80 .Rendah = 81-100 . Kompleksitas : 2.Rendah = 50-64 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas sedang.Tinggi = 1 .Tinggi = 50-64 .

Tingkat Kompleksitas Tinggi.Sedang . Kompleksitas : .Tinggi .MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI C. Daya dukung : .Rendah Contoh : Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah.Tinggi . Sosialisasi KTSP TINGKAT KOMPLEKSITAS (Kesulitan & Kerumitan) setiap IP/KD yang harus dicapai oleh siswa. Sosialisasi KTSP 289 . Intake : .Sedang . Jadi guru dapat mengurangi nilai menjadi antara 90 – 80.Sedang . • WAKTU cukup lama karena perlu pengulangan • PENALARAN dan KECERMATAN siswa yang tinggi.Tinggi . Dengan memberikan pertimbangan professional judgment pada setiap kriteria untuk menetapkan nilai : 1.Rendah 3. daya Dukung tinggi dan intake siswa sedang maka dapat dikatakan hanya satu komponen yang mempengaruhi untuk mencapai ketuntasan maksimal 100 yaitu intake sedang. bila dalam pelaksanaannya menuntut : • SDM memahami Kompetensi yang harus dicapai Siswa kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pembelajaran.Rendah 2.

Sosialisasi KTSP FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator 1. BOP.6 Sedang 2 tinggi 3 sedang 2 77. sarana dan prasarana pendidikan yang sangat dibutuhkan.8 Sosialisasi KTSP 290 .9 tinggi 1 sedang 2 sedang 2 55.1.KEMAMPUAN SUMBERDAYA PENDUKUNG: yaitu ketersediaan tenaga. kepedulian stakeholders sekolah. manajemen sekolah. Mendeskripsikan Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleksi tas Daya dukung Intake Nilai KKM hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Rendah 3 74 tinggi 3 sedang 2 88.

Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Sosialisasi KTSP 74. Sosialisasi KTSP 291 .6 Tujuan Analisis : Mengetahui tingkat ketercapaian KKM yang telah ditetapkan.1.77 Sedang 75 tinggi 90 sedang 70 78.FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleks itas Daya dukung Intake Nilai KKM 1.3 tinggi 55 sedang 80 sedang 70 68. Manfaat Analisis : Sebagai dasar untuk menetapkan KKM pada tahun berikutnya.3 Sedang 78 tinggi 85 sedang 70 77.

Selesai Sosialisasi KTSP 292 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->