Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) SEKOLAH DASAR

PowerPoint

Departemen Pendidikan Nasional
Jakarta, Januari 2007

ii

KATA PENGANTAR

Marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, kita bangsa Indonesia telah rnemiliki Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang merupakan tuntutan pelaksanaan pembaharuan pendidikan yang diharapkan dapat mendukung segala upaya untuk memecahkan masalah pendidikan. Dalam proses pembelajaran, kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat penting, selain guru, sarana dan prasarana pendidikan lainnya. Oleh karena itu, kurikulum digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan pendidikan dan sekaligus sebagai salah satu indikator mutu pendidikan. Di Indonesia tercatat telah lima kali revisi kurikulum pendidikan dasar dan menengah, yaitu pada tahun 1968, tahun 1975, tahun 1984, tahun 1994 dan ujicoba kurikulum tahun 2004. Revisi kurikulum tersebut bertujuan untuk mewujudkan kurikulum yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat, guna mengantisipasi perkembangan jaman, serta untuk memberikan guideline atau acuan bagi penyelenggaraan pembelajaran di satuan pendidikan. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa, pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan, dan kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Selanjutnya dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, disebutkan bahwa standar yang terkait langsung dengan kurikulum adalah Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan, dan telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKI, tersebut di atas. Berdasarkan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta panduan yang disusun oleh BSNP, maka Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah diharapkan dapat mengembangkan Kurikilum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah/karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan peserta didik.

iii

Mengingat bahwa SI, SKL dan KTSP ini harus sudah dilaksanakan oleh semua satuan pendidikan dasar dan menengah pada tahun ajaran 2009/2010, maka kegiatan sosialisasi dan pelatihan SI , SKL dan pengembangan KTSP bagi para pendidik, tenaga kependidikan dan para pemangku kepentingan (stakeholders) pendidikan lainnya harus dilakukan kordinasi dan sinergi dengan semua fihak yang terkait, dan segera dilaksanakan secara terencana, terpadu dan berkelanjutan. Untuk itulah maka disusun bahan sosialisasi dan pelatihan SI, SKL dan Pengembangan KTSP yang telah disinkronkan bersama dengan Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, serta Sekretariat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional. Selanjutnya semua kegiatan sosialisasi dan pelatihan SI, SKL dan Pengembangan KTSP tersebut supaya menggunakan bahan yang telah disiapkan ini, sehingga dapat memperlancar dalam mengembangkan KTSP di masing-masing satuan pendidikan dengan baik. Oleh karena itu, semua lapisan masyarakat yang terkait dengan pendidikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, baik sebagai pengambil kebijakan, pelaksana, maupun masyarakat umum hendaknyamemiliki pemahaman yang baik terhadap perubahan kebijakan tentang kurikulum tersebut. Dengan kesetaraan pemahaman tersebut seluruh upaya peningkatan mutu pendidikan nasional akan mendapatkan dukungan dari segala penjuru dan hal ini akan menjamin keberhasilannya.

Jakarta, Januari 2007 Menteri Pendidikan Nasional

Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA

iv

Daftar Isi

Kata Pengantar.............................................................. iii Daftar Isi ..................................................................... v I.
1. 2. 3.

K ebijakan ....................................................................

Undang–Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional..................................................... 3 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan......................................... 15 Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005 - 2009...................................................... 35

1

II. tandar Isi (SI) dan Standar Kompetensi S L ulusan (SKL) ...................................................
4. 5. 6.

55 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI)............................................... 57 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Kelulusan (SKL).................. 69 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Kelulusan (SKL)......................................... 77

III. urikulum Tingkat Satuan Pendidikan K ( KTSP)........................................................................

83 7. Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi............... 85 8. Penyusunan KTSP...................................................... 93 9. Pengembangan Silabus.............................................. 119 10. Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)...................................................................... 137

IV. odel-Model Kurikulum.......................................... 143 M V.

11. Pengembangan Bahan Ajar......................................... 145

M odel-Model Kurikulum.......................................... 153 12. Pengembangan Model Mata Pelajaran Muatan Lokal....... 155 13. Panduan Model Pengembangan Diri untuk Satuan Pendidikan Dasar ..................................................... 165
14. Model Pembelajaran Tematik SD Kelas I-III ................. 181

VI. embelajaran Tematik............................................ 179 P

v

.................... Kreatif.................Penilaian Hasil Belajar.......... 199 VIII.................. 197 P 15.................. 285 L aporan Hasil Belajar (LHB). Pengembangan Bahan Ujian & Analisis Hasil Ujian........ 18..... engembangan Bahan Ujian......................... 237 X..........VII....................................... 207 16............... Rancangan Penilaian Hasil Belajar....... Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal.......... Penyusunan Laporan Hasil Belajar (LHB) Peserta Didik SD/MI.......... 275 vi ........................................... embelajaran Efektif... Efektif & Menyenangkan (PAKEM) di TK & SD................ 235 P 17................. 277 19............................. 209 IX....... Pembelajaran Aktif..........

3. Peraturan Pemerintah No. 1 . 2. Undang-Undang No. KEBIJAKAN 1.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) I. Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan nasional.

2 .

Departemen Pendidikan Nasional Materi 1 UNDANG–UNDANG NO.2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Sosialisasi KTSP KTSP Sosialisasi DASAR & FUNGSI PENDIDIKAN NASIONAL Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa Sosialisasi KTSP 3 . 20 TH.

dan kemajemukan bangsa. – berakhlak mulia.TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang: – beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan – menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. nilai kultural. nilai keagamaan. kreatif. serta berbagai kecakapan hidup Sosialisasi KTSP 4 . pembentukan watak dan kepribadian. Sosialisasi KTSP PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. pemberdayaan. cakap. – Pendidikan sistem terbuka: fleksibilitas pilihan dan waktu penyelesaian program lintas satuan dan jalur pendidikan – Pendidikan multimakna: proses pendidikan yang diselenggarakan dengan berorientasi pada pembudayaan. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. sehat. berilmu. mandiri.

dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. menulis. mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat. minat. membangun kemauan. d. e. f. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan. Sosialisasi KTSP 5 . Sosialisasi KTSP HAK PESERTA DIDIK a. Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. c. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama. pindah ke program pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain yang setara. dan kemampuannya. mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama b.PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.

b. nonformal. ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan. kecuali bagi peserta didik yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK). atau bentuk lain yang sederajat. a. dan/atau informal. Sosialisasi KTSP PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. – Diselenggarakan bagi anak sejak lahir sampai usia 6 tahun dan bukan prasyarat masuk pendidikan dasar Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal. Raudhatul Athfal (RA).KEWAJIBAN PESERTA DIDIK menjaga norma-norma pendidikan untuk menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan. Sosialisasi KTSP 6 .

Pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs). atau bentuk lain yang sederajat. sekolah menengah kejuruan (SMK). Sosialisasi KTSP PENDIDIKAN MENENGAH Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar.PENDIDIKAN DASAR Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah. Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. atau bentuk lain yang sederajat. Sosialisasi KTSP 7 . madrasah aliyah (MA). Pendidikan menengah berbentuk sekolah menengah atas (SMA). dan madrasah aliyah kejuruan (MAK).

dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. pengelolaan. dan/atau mengalami bencana alam. bencana sosial. penjaminan. dan pembiayaan. sarana dan prasarana. kompetensi lulusan.PENDIDIKAN KHUSUS DAN LAYANAN KHUSUS Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik. sarana dan prasarana. dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. sosial. Sosialisasi KTSP STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi. proses. Pengembangan standar nasional pendidikan serta pemantauan dan pelaporan pencapaiannya secara nasional dilaksanakan oleh suatu badan standardisasi. Standar nasional pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum. masyarakat adat yang terpencil. Sosialisasi KTSP 8 . Dapat diselenggarakan secara inklusif atau berupa satuan pendidikan khusus Pendidikan layanan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang. pembiayaan. emosional. dan tidak mampu dari segi ekonomi. dan pengendalian mutu pendidikan. pengelolaan. mental. tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

dan peserta didik. isi. Pengembangan kurikulum secara berdiversifikasi dimaksudkan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan pada satuan pendidikan dengan kondisi dan kekhasan potensi yang ada di daerah Sosialisasi KTSP 9 . dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. 2. Sosialisasi KTSP KURIKULUM 1. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.KURIKULUM: PENGERTIAN DASAR Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. potensi daerah.

peningkatan akhlak mulia. d. tuntutan dunia kerja.KURIKULUM 3. persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. dan seni. perkembangan ilmu pengetahuan. kecerdasan. dinamika perkembangan global. teknologi. f. g. c. dan minat peserta didik. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. Sosialisasi KTSP 10 . Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: a. h. keragaman potensi daerah dan lingkungan. peningkatan iman dan takwa. e. Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. agama. b. peningkatan potensi. dan j. Sosialisasi KTSP Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah. i.

e. bahasa. serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan. ilmu pengetahuan sosial. Masyarakat berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan yang meliputi perencanaan. g. keterampilan/kejuruan. seni dan budaya. matematika. dan muatan lokal. h. i. c. pendidikan jasmani dan olahraga. komunitas sekolah. b. pendidikan agama.MUATAN WAJIB KURIKULUM PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH a. Sosialisasi KTSP 11 . Sosialisasi KTSP DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DAN MADRASAH PENGERTIAN DASAR Komite sekolah/madrasah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/wali peserta didik. dan evaluasi program pendidikan melalui dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah. d. j. ilmu pengetahuan alam. f. pendidikan kewarganegaraan. pengawasan.

Sosialisasi KTSP 12 .DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DAN MADRASAH Dewan pendidikan sebagai lembaga mandiri dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan pertimbangan. serta pengawasan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. arahan dan dukungan tenaga. dan program pendidikan pada jalur formal dan nonformal untuk semua jenjang. Komite sekolah/madrasah. serta pengawasan pendidikan pada tingkat nasional. Sosialisasi KTSP EVALUASI Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. dan jenis pendidikan. lembaga. sarana dan prasarana. satuan. provinsi. arahan dan dukungan tenaga. Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses. sarana dan prasarana. dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan. kemajuan. Evaluasi dilakukan terhadap peserta didik. dan kabupaten/kota yang tidak mempunyai hubungan hirarkis. sebagai lembaga mandiri. dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan.

menyeluruh. dan jenis pendidikan. Pemerintah dan pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola.EVALUASI Evaluasi peserta didik. dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan. Masyarakat dan/atau organisasi profesi dapat membentuk lembaga yang mandiri untuk melakukan evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala. transparan. jenjang. jalur. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 13 . satuan pendidikan. satuan.

14 .

d. standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. kompetensi bahan kajian.Departemen Pendidikan Nasional Materi 2 PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 Tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Sosialisasi KTSP KTSP Sosialisasi LINGKUP SNP 1. pengetahuan. standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental. dan keterampilan. standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. kompetensi mata pelajaran. b. standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. 2. c. serta pendidikan dalam jabatan. Lingkup Standar Nasional Pendidikan meliputi: Sosialisasi KTSP 15 . Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. a.

terarah. Untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan dilakukan evaluasi. tempat bermain. akreditasi. dan h. pelaksanaan. standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar. tempat berkreasi dan berekreasi. g. f. 4. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. dan global. standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. serta sumber belajar lain. dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal. Sosialisasi KTSP 16 . yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran.LINGKUP SNP Lanjutan e. Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana. prosedur. tempat beribadah. laboratorium. tempat berolahraga. kabupaten/kota. standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan. nasional. dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Sosialisasi KTSP LINGKUP SNP Lanjutan 3. standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. bengkel kerja. perpustakaan. dan sertifikasi. atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. provinsi.

kelompok mata pelajaran jasmani. beban belajar. c. 2. e. olah raga. Standar isi mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Sosialisasi KTSP 17 . Satuan pendidikan nonformal dalam bentuk kursus dan lembaga pelatihan menggunakan kurikulum berbasis kompetensi yang memuat pendidikan kecakapan hidup dan keterampilan. Kurikulum untuk jenis pendidikan umum. dan kesehatan. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. kelompok mata pelajaran estetika. 3. Standar isi memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum. dan kalender pendidikan/akademik. Kurikulum untuk jenis pendidikan keagamaan formal terdiri atas kelompok mata pelajaran yang ditentukan berdasarkan tujuan pendidikan keagamaan. d. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. kurikulum tingkat satuan pendidikan.STANDAR ISI 1. 2. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. b. kejuruan. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 1. dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: a.

SMP/MTs/SMPLB/ Paket B. 5. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. olah raga. kecakapan berhitung. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia pada SD/MI/SDLB/Paket A. dan pendidikan jasmani. bahasa. SMA/MA/ SMALB/ Paket C. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SD/MI/SDLB/Paket A. ilmu pengetahuan dan teknologi. kewarganegaraan. dan kesehatan. SMA/MA/SMALB/ Paket C. 6. seni dan budaya. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama.KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 4. Sosialisasi KTSP 18 . akhlak mulia. serta kemampuan berkomunikasi. jasmani. Semua kelompok mata pelajaran sama pentingnya dalam menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah. SMK/MAK. atau bentuk lain yang sederajat menekankan pentingnya kemampuan dan kegemaran membaca dan menulis. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 7. kepribadian. kewarganegaraan. Setiap kelompok mata pelajaran dilaksanakan secara holistik sehingga pembelajaran masing-masing kelompok mata pelajaran mempengaruhi pemahaman dan/atau penghayatan peserta didik. estetika. SMK/MAK. 8. Kurikulum dan silabus SD/MI/SDLB/Paket A. SMP/MTs/SMPLB/Paket B.

SMK/ MAK. matematika. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. ilmu pengetahuan alam. SMK/MAK. ilmu pengetahuan alam. dan kesehatan pada SD/MI/SDLB/ Paket A. keterampilan/kejuruan. d. 12. ilmu pengetahuan alam. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. 13. pendidikan kesehatan. serta muatan lokal yang relevan. keterampilan. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. SMA/MA/SMALB/Paket C. serta muatan lokal yang relevan. seni dan budaya. olahraga. ilmu pengetahuan sosial. Kelompok mata pelajaran jasmani. SD/MI/ SDLB/Paket A. olah raga. Kompetensi tersebut terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar. c. matematika. keterampilan. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. ilmu pengetahuan alam. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 10. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada : a. serta muatan lokal yang relevan. 11.KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 9. matematika. teknologi informasi dan komunikasi. ilmu pengetahuan alam. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. dan/atau teknologi informasi dan komunikasi. teknologi informasi dan komunikasi. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. SMA/MA/SMALB/Paket C. kejuruan. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. ilmu pengetahuan sosial. dan muatan lokal yang relevan. matematika. dan muatan lokal yang relevan. SMA/MA/SMALB/ Paket C. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. ilmu pengetahuan sosial. dan muatan lokal yang relevan. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. SMK/MAK. Kelompok mata pelajaran estetika pada SD/MI/SDLB/Paket A. ilmu pengetahuan sosial. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan/atau semester sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. keterampilan/kejuruan. Sosialisasi KTSP 19 . b. keterampilan/kejuruan.

Beban belajar untuk SD/MI/SDLB. Beban belajar untuk SMP/MTs/SMPLB. praktek keterampilan. MI/MTs/MA atau bentuk lain yang sederajat dapat menambahkan beban belajar untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian sesuai dengan kebutuhan dan ciri khasnya. Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB. Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR 4. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori mandiri dinyatakan dalam satuan kredit semester. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat menggunakan jam pembelajaran setiap minggu setiap semester dengan sistem tatap muka. 5. penugasan terstruktur. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori standar dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. praktek keterampilan. SMA/MA/SMLB. Beban belajar pada pendidikan kesetaraan disampaikan dalam bentuk tatap muka. dan kegiatan mandiri yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan. atau bentuk lain yang sederajat dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester (SKS). SMP/MTs/SMPLB. 3.BEBAN BELAJAR 1. dan kegiatan mandiri yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan. Beban belajar pada pendidikan kesetaraan disampaikan dalam bentuk tatap muka. Sosialisasi KTSP 20 . sesuai kebutuhan dan ciri khas masingmasing. 2. 6. Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB.

dan kecakapan vokasional. Sosialisasi KTSP 21 . Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR 11. Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat dan kurikulum untuk SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal. Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat. kelompok mata pelajaran pendidikan estetika. atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. olah raga. SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat. Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. kecakapan akademik.BEBAN BELAJAR 7. pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan kecakapan hidup yang mencakup kecakapan pribadi. 12. 9. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup. dan kesehatan. 8. kecakapan sosial. Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.

14. Sosialisasi KTSP 22 . Panduan ini berisi sekurang-kurangnya: a. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. b. Sosialisasi KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 1. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/ SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB. atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah keagamaan berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Panduan ini berisi sekurangkurangnya model-model kurikulum satuan pendidikan keagamaan jenjang pendidikan dasar dan menengah. dan kesehatan.BEBAN BELAJAR 13. dan SMK/MAK pada jalur pendidikan formal kategori standar. 2. Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. dan SMK/MAK pada jalur pendidikan formal kategori mandiri. pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/ SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB. olah raga. pendidikan kelompok mata pelajaran estetika.

Sosialisasi KTSP 23 . mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. 6. Kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya untuk program paket A. SMK/MAK. 4. dan peserta didik. SMP/MTs/SMPLB. B.KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 3. SMA/MA/SMALB. Sosialisasi KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 5. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. dan C ditetapkan oleh dinas kabupaten/kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan berdasarkan kerangka dasar kurikulum sesuai dengan peraturan pemerintah ini dan standar kompetensi lulusan. MTs. Sekolah dan komite sekolah. Kurikulum tingkat satuan pendidikan SD/MI/SDLB. SMA. MA. sosial budaya masyarakat setempat. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan tersebut sekurang-kurangnya meliputi model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem paket dan model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem kredit semester. atau madrasah dan komite madrasah. di bawah supervisi dinas kabupaten/ kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan untuk SD. dan SMK. potensi daerah/karakteristik daerah. atau bentuk lain yang sederajat dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. dan MAK. SMP.

Sosialisasi KTSP 24 . dan hari libur. pengetahuan. Hari libur dapat berbentuk jeda tengah semester selama-lamanya satu minggu dan jeda antar semester. • Kompetensi lulusan mencakup sikap. • Standar kompetensi lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. • Kompetensi lulusan untuk mata pelajaran bahasa menekankan pada kemampuan membaca dan menulis yang sesuai dengan jenjang pendidikan. Sosialisasi KTSP STANDAR KOMPETENSI LULUSAN • Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. 2. waktu pembelajaran efektif. Kalender pendidikan/kalender akademik mencakup permulaan tahun ajaran.KALENDER PENDIDIKAN 1. dan keterampilan. minggu efektif belajar.

dan – penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. pengetahuan. ahklak mulia. ahklak mulia. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. kepribadian. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. ahklak mulia. • Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. • Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. pengetahuan.STANDAR KOMPETENSI LULUSAN • Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. kepribadian. kepribadian. pengetahuan. – penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan. Sosialisasi KTSP 25 . Sosialisasi KTSP STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN • Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: – penilaian hasil belajar oleh pendidik.

Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. penugasan. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 3. dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. 2. ulangan. pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik. – bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. dan b. pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 1. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik. ujian. serta b. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi diukur melalui ulangan. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. kemajuan. dan ulangan kenaikan kelas. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. dan kesehatan dilakukan melalui: a. dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai 4. Penilaian ini digunakan untuk: – menilai pencapaian kompetensi peserta didik. Sosialisasi KTSP 26 . olah raga. 5. ulangan akhir semester. ulangan. ulangan tengah semester. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui: a. dan – memperbaiki proses pembelajaran.

Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH SATUAN PENDIDIKAN 1.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 6. b. 3. d. olah raga. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. dan kelompok mata pelajaran jasmani. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. olahraga. c. dan kesehatan. dan e. dan kesehatan merupakan penilaian akhir untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Penilaian akhir mempertimbangkan hasil penilaian peserta didik oleh pendidik Sosialisasi KTSP 27 . kelompok mata pelajaran estetika. 2. Untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah BSNP menerbitkan panduan penilaian untuk: a. kelompok mata pelajaran jasmani. Penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. kelompok mata pelajaran estetika. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran.

kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Sosialisasi KTSP 28 . pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. kelompok mata pelajaran estetika. 2. 5. serta kelompok mata pelajaran jasmani. peserta didik harus mendapatkan nilai yang sama atau lebih besar dari nilai batas ambang kompetensi yang dirumuskan oleh BSNP. berkeadilan. Ujian nasional diadakan sekurang-kurangnya satu kali dan sebanyak-banyaknya dua kali dalam satu tahun pelajaran. dan kesehatan. Penilaian ini bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional. 3. dan akuntabel. Ujian nasional dilakukan secara obyektif. olah raga. Untuk dapat mengikuti ujian sekolah/madrasah. Penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan melalui ujian sekolah/madrasah untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH SATUAN PENDIDIKAN 4. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 1.

c. Peserta ujian nasional memperoleh surat keterangan hasil ujian nasional yang diterbitkan oleh satuan pendidikan penyelenggara Ujian Nasional. Sosialisasi KTSP 29 . 5.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 4. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 6. pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Setiap peserta didik wajib mengikuti satu kali ujian nasional tanpa dipungut biaya. 8. d. dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya. penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan. Hasil ujian nasional digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk: a. 7. Setiap peserta didik jalur formal pendidikan dasar dan menengah dan pendidikan jalur nonformal kesetaraan berhak mengikuti ujian nasional dan berhak mengulanginya sepanjang belum dinyatakan lulus dari satuan pendidikan. b. Peserta didik pendidikan informal dapat mengikuti ujian nasional setelah memenuhi syarat yang ditetapkan oleh BSNP. pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan.

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Kewarganegaraan. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada program paket A.UJIAN NASIONAL Mata pelajaran yang diujikan: 1. Pada program paket C. Bahasa Inggris. 2. Pada jenjang SD/MI/SDLB. 4. Sosialisasi KTSP UJIAN NASIONAL 5. Matematika. Bahasa Inggris. Matematika. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. 3. Matematika. dan mata pelajaran kejuruan yang menjadi ciri khas program pendidikan. dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program pendidikan. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada program paket B. 7. Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Matematika. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Kewarganegaraan. Matematika. Pada jenjang SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). atau bentuk lain yang sederajat. 6. Sosialisasi KTSP 30 . Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). atau bentuk lain yang sederajat. Matematika. Bahasa Inggris. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program pendidikan. Matematika. Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia. Bahasa Inggris. Pada jenjang SMP/MTs/SMPLB. Bahasa Inggris.

dan terencana dalam suatu program penjaminan mutu yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas. b. Penjaminan mutu pendidikan bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan. Penjaminan mutu pendidikan dilakukan secara bertahap. dan d. Setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan. menyelesaikan seluruh program pembelajaran. 2. dan kelompok mata pelajaran jasmani. Sosialisasi KTSP 31 . olah raga.KELULUSAN Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: a. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. lulus Ujian Nasional. Sosialisasi KTSP PENJAMINAN MUTU 1. kelompok mata pelajaran estetika. c. sistematis. 3. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. dan kesehatan. lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.

BAN-S/M. dan kepada Pemerintah dan Pemerintah Daerah. BAN-PNF. Sosialisasi KTSP PENJAMINAN MUTU 7. jenjang dan jalur pendidikan. Pemerintah Provinsi mensupervisi dan membantu satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya untuk meyelenggarakan atau mengatur penyelenggaraannya dalam melakukan penjaminan mutu. 5. Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud pada ayat (6). 9. LPMP bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan Perguruan tinggi. 10. LPMP mensupervisi dan membantu satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dalam melakukan upaya penjaminan mutu pendidikan. dan BAN-PT memberikan rekomendasi penjaminan mutu pendidikan kepada program dan/atau satuan pendidikan yang diakreditasi. Menteri menerbitkan pedoman program penjaminan mutu satuan pendidikan pada semua jenis. 6. Pemerintah Kabupaten/Kota mensupervisi dan membantu satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya untuk meyelenggarakan atau mengatur penyelenggaraannya dalam melakukan penjaminan mutu. Sosialisasi KTSP 32 . Menteri yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama mensupervisi dan membantu satuan pendidikan keagamaan melakukan penjaminan mutu. 8.PENJAMINAN MUTU 4.

Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 33 . Rekomendasi dari BSNP tersebut didasarkan pada penilaian khusus. 12. Penyelenggaraan satuan pendidikan yang tidak mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan ini dapat memperoleh pengakuan dari Pemerintah atas dasar rekomendasi dari BSNP.PENJAMINAN MUTU 11.

34 .

(2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.2009 1 PENDAHULUAN • • Amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) … melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. 2 • • 35 . 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Amanat Undang-Undang No. Peraturan Pemerintah No.Materi 3 RENCANA STRATEGIS DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN 2005 . dan ikut melaksanakan ketertiban dunia … Amanat Pasal 31 UUD 1945 (1) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. 25 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (2004-2009) Pendidikan ditetapkan sebagai salah satu prioritas dalam agenda utama pembangunan nasional. mencerdaskan kehidupan bangsa. (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. yang diatur dengan UndangUndang (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. serta (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional.

Perbaikan sarana dan prasarana 28. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara 4 36 . MTs 8. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pemeriksaan aparat Itjen 35. Peningkatan ketaatan aparat pada peraturan perundang-undangan 33. dan PT 14.PROGRAM PENGUATAN KEBIJAKAN DEPDIKNAS DENGAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH BAPPENAS Program Bappenas 1. Pendidikan Menengah 10. Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Kegiatan Pokok Pemerintah 13. Perluasan pendidikan kecakapan hidup 17. BPKP. Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraan dan Kepemerintahan 6. BPKP. Kegiatan Pokok Pemerintah Perluasan akses PAUD Pendanaan biaya operasi wajar Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan wajar Rekrutmen pendidik dan tenaga kependidikan (program wajar) Perluasan akses pendidikan wajar pada jalur nonformal Perluasan akses SLB dan sekolah inklusif Pengembangan sekolah wajar layanan khusus bagi daerah terpencil/kepulauan yang berpenduduk jarang dan terpencar. Intensifikasi tindakan-tindakan preventif oleh Itjen 37. Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 3 PROGRAM PENGUATAN KEBIJAKAN DEPDIKNAS DENGAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH BAPPENAS Program Bappenas 7. Program Penguatan Kelembagaan Pengarus. dan BPK 39. Pembangunan sekolah bertaraf internasional di setiap propinsi dan/atau kabupaten/kota 11. Peningkatan kapasitas dan kompetensi managerial aparat 31. Intensifikasi dan ekstensifikasi pemeriksaan oleh Itjen. Implementasi dan penyempurnaan SNP oleh BSNP 15. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengelola pendidikan 12. 6. 25. Peningkatan pencitraan publik 34. TPA Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun – SD. Perluasan akses SMA/SMK dan SMA terpadu 21. SMP. RA. 7. 24. 2. Peningkatan peran serta masyarakat dalam perluasan akses SMA/SMK/SM Terpadu. vokasi.utamaan Gender dan Anak 4. Penyelesaian tindak lanjut temuan-temuan pemeriksaan Itjen. 4. Pengembangan sekolah berbasis keunggulan lokal di setiap Kab/Kota 22. Pemanfaatan ICT sebagai media pembelajaran jarak jauh 26. Perluasan akses PT Mendorong jumlah jurusan di PT yang masuk dalam 100 besar Asia Akselerasi jumlah program studi kejuruan. Pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan 6. Peningkatan kapasitas dan kompetensi aparat dalam perencanaan dan pengangaran 30. Kepegawaian. 1. 2. KB. Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Negara 5. Pelaksanaan Inpres No. Program Penelitian dan Pengembangan Iptek 3. Peningkatan SPI berkoordinasi dengan BPKP dan BPK 29. dan profesi Peningkatan jumlah dan mutu publikasi ilmiah dan HAKI 4. 3. 23. 3. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) – TK. Program Pengelolaan Sumberdaya Manusia Aparatur 7. Pendidikan Tinggi 5. Perluasan dan peningkatan mutu akreditasi 19. Penjaminan mutu secara terprogram dengan mengacu kepada SNP 16. Penataan regulasi pengelolaan pendidikan 32. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan 27. Perluasan akses pendidikan keaksaraan bagi penduduk usia >15 tahun 9. Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan 2. MI. dan BPK 38.5 Tahun 2004 tentang percepatan pemberantasan KKN 36. Pendidikan Keterampilan Hidup 20. Pengembangan guru sebagai profesi 18. SLB. Aset. dan data lainnya) 8. Pendidikan Non Formal 5. Manajemen Pelayanan Pendidikan Program-program lainnya 1. Pengembangan aplikasi SIM secara terintegrasi (Keuangan.

6 37 . dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.DASAR KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL A. Tata Nilai Departemen Pendidikan Nasional 5 A. Misi Pendidikan Nasional D. tercantum bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berhak mengarahkan. membimbing. dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 B. Visi Pendidikan Nasional C. AMANAT UNDANG-UNDANG NO 20/2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. membantu. Amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003.

4. jenis. agama. 3. dan kelainan fisik. nilai keagamaan. dan kemajemukan bangsa. tidak diskriminatif. TUJUAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA MENENGAH 1. Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. status sosial-ekonomi. membangun kemauan. jenis kelamin. 4. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. mental serta intelektual. dan akhlak mulia. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. 2. Meningkatkan iman. takwa. Meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. 6. Meningkatkan kualitas jasmani. nilai kultural. dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. dan demokratis tanpa membedakan tempat tinggal. Meningkatkan pemerataan kesempatan belajar pada semua jalur. 5. menulis. 3. kelompok etnis. dan jenjang pendidikan bagi semua warga negara secara adil.PASAL 4 UU 20/2003 Tentang SISDIKNAS: PRINSIP-PRINSIP DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN 1. 5. 8 38 . Meningkatkan sensitifitas dan kemampuan ekspresi estetis. emosi. 7 2. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan.

bermutu. 7. dan relevan sebagai landasan yang kokoh bagi pengembangan kualitas manusia Indonesia. kemampuan. serta meningkatkan kualifikasi minimun dan sertifikasi bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan lainnya. serta memiliki kecakapan hidup yang dapat membantu dirinya dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan. 10. tidak pernah sekolah. dan keterampilan. ahli dan profesional. Menurunkan secara signifikan jumlah penduduk buta aksara. Meningkatkan kualitas pendidikan dengan tersedianya standar pendidikan nasional dan Standar Pelayanan Minimal (SPM). 8. 10 39 . Meningkatkan relevansi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan melalui peningkatan hasil penelitian.6. bermutu. Memperluas akses pendidikan non-formal bagi penduduk laki-laki maupun perempuan yang belum sekolah. putus sekolah dalam dan antar jenjang serta penduduk lainnya yang ingin meningkatkan pengetahuan. 9 9. 11. Meningkatkan daya saing bangsa dengan menghasilkan lulusan yang mandiri. pengembangan dan penciptaan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh perguruan tinggi serta penyebarluasan dan penerapannya pada masyarakat. Menuntaskan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun secara efisien. buta aksara. mampu belajar sepanjang hayat. terampil.

Meningkatkan efisiensi dan efektifitas manajemen pelayanan pendidikan melalui peningkatan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah. 13. serta efektivitas pelaksanaan otonomi dan desentralisasi pendidikan termasuk otonomi keilmuan. Sejalan dengan Visi Pendidikan Nasional tersebut. 14. kolusi. dan demokratis dalam suatu tata kelola yang baik dan akuntabel. peran serta masyarakat dalam pembangunan pendidikan. Depdiknas berhasrat untuk pada tahun 2025 menghasilkan: INSAN INDONESIA CERDAS DAN KOMPETITIF (Insan Kamil / Insan Paripurna) 12 40 . Mempercepat pemberantasan korupsi. VISI PENDIDKAN NASIONAL Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. 11 B. Menata sistem pengaturan dan pengelolaan pendidikan yang semakin efisien. produktif.12. dan nepotisme untuk mewujudkan Pemerintah yang bersih dan berwibawa.

pengalaman. •Beraktualisasi diri melalui interaksi sosial yang: –membina dan memupuk hubungan timbal balik. membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar. mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia. 4. kreatif dan imajinatif. •Beraktualisasi diri melalui olah raga untuk mewujudkan insan yang sehat. •Aktualisasi insan intelektual yang kritis. –ceria dan percaya diri. sigap. –menghargai kebhinekaan dalam bermasyarakat dan bernegara. serta –berwawasan kebangsaan dengan kesadaran akan hak dan kewajiban warga negara. meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral. terampil. ketakwaan dan akhlak mulia termasuk budi pekerti luhur dan kepribadian unggul. –menjunjung tinggi hak asasi manusia. dan nilai berdasarkan standar nasional dan global. meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. keterampilan. 2. bugar. serta kompetensi untuk mengekspresikannya. •Berkepribadian unggul dan gandrung akan keunggulan •Bersemangat juang tinggi •Mandiri •Pantang menyerah •Pembangun dan pembina jejaring •Bersahabat dengan perubahan •Inovatif dan menjadi agen perubahan •Produktif •Sadar mutu •Berorientasi global •Pembelajar sepanjang hayat Makna Insan Indonesia Kompetitif Cerdas emosional & sosial Kompetitif Cerdas intelektual Cerdas kinestetis 13 C. –demokratis. MISI PENDIDIKAN NASIONAL 1. •Aktualisasi insan adiraga. Selaras dengan Misi Pendidikan Nasional tersebut. berdaya-tahan. dan trengginas. memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan RI. –empatik dan simpatik. sikap. •Beraktualisasi diri melalui olah rasa untuk meningkatkan sensitivitas dan apresiasivitas akan kehalusan dan keindahan seni dan budaya.Insan Cerdas Komprehensif dan Kompetitif Makna Insan Indonesia Cerdas Komprehensif Cerdas spiritual •Beraktualisasi diri melalui olah hati/kalbu untuk menumbuhkan dan memperkuat keimanan. •Beraktualisasi diri melalui olah pikir untuk memperoleh kompetensi dan kemandirian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Depdiknas untuk tahun 2005 – 2009 menetapkan Misi sebagai berikut: MEWUJUDKAN PENDIDIKAN YANG MAMPU MEMBANGUN INSAN INDONESIA CERDAS KOMPREHENSIF DAN KOMPETITIF. dan 5. 14 41 . 3.

Menjadi Teladan 3. Taat Azas 8. dalam rangka mencapai dan mempertahankan kondisi keunggulan OUTPUT VALUES Nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh mereka yang berkepentingan terhadap Depdiknas PENYELENGGARA DAN PENGELOLA PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN & MANAJEMEN YANG PRIMA BERORIENTASI KEPADA KEPENTINGAN PEMAKAI LAYANAN PENDIDIKAN 1. Amanah 2. Koordinatif dan Bersinergi dalam Kerangka KerjaTim 9. Responsif dan Aspiratif 5. TATA NILAI DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL INPUT VALUES Nilai-nilai yang diharapkan ditemukan dalam diri setiap pegawai Depdiknas PROCESS VALUES Nilai-nilai yang harus diperhatikan dalam bekerja di Depdiknas. Demokratis. dan daya saing keluaran pendidikan. Disiplin 7. Dapat Dipercaya (Andal) 4. dan citra publik pendidikan. Gandrung Mutu Tinggi (Service Excellence) 3. Antisipatif dan Inovatif 6. Mengilhami (Inspiring) 5. danInklusif 15 TIGA PILAR KEBIJAKAN PENDIDIKAN 1. 2. Penguatan tata kelola. Peningkatan mutu.D. Visioner dan Berwawasan 2. Akuntabel 1. Berkeadilan. Belajar Sepanjang Hayat 1. Peduli dan Menghargai orang lain 8. Kreatif 6. Bertanggung Jawab dan Mandiri 5. Antusias dan Bermotivasi Tinggi 4. Membudayakan (Cultureforming) 7. akuntabilitas. Memotivasi (Motivating) 4. 3. relevansi. Produktif (Efektif dan Efisien) 2. Memberdayakan (Em powering) 6. Pemerataan dan perluasan akses pendidikan. Profesional 3. 16 42 .

5 % APS 53.8 72.04 % APM 65.2 70.2 35.2% Yang buta aksara 9.5 70.55% Dalam rangka penuntasan Wajar Dikdas 9 tahun.2 27.8 29.38 % APK 14.8 % APS 83.24 % APK 54. masalah perluasan akses lebih menonjol terjadi pada jenjang SMP/MTs Tingkat partisipasi pendidikan makin rendah pada jenjang pendidikan yang makin tinggi (2004) Kelompok usia 7-12 tahun Kelompok usia 13-15 tahun Kelompok usia SLTA Pendidikan Tinggi APS 96.5 29.AKSES PENDIDIKAN Rata-rata tingkat pendidikan masyarakat masih rendah (2004) Kelompok usia > 15 th Kelompok usia > 15 th Kelompok usia > 15 th Rata-rata lama sekolah 7.1 18 43 .5 69.2 th Yang berpendidikan SLTP 36.8 64.9 60.48 % APM 93.26 % 17 Kontribusi Sumber Kesenjangan Akses Pendidikan Antar dan Intra Provinsi Sumber Kesenjangan SD/ MI SMP/ MTs SM/ MA Antar Provinsi APK Dalam Provinsi 30.5 Antar Provinsi APM Dalam Provinsi 39.

2. Pendanaan pendidikan yang belum memadai untuk menunjang mutu pembelajaran.00 96.00 97. Proses pembelajaran yang belum efisien dan efektif.Tingkat Keaksaraan Penduduk Usia 15-24 Tahun 1995-2004 Perempuan 99. Prasarana dan sarana belajar yang terbatas dan belum didayagunakan secara optimal. 3.00 98.50 97.50 P ersen tase 98. Ketersediaan pendidik dan tenaga kependidikan serta kesejahteraannya yang belum memadai baik secara kuantitas maupun kualitas.50 96. 20 44 .00 1995 1998 2002 Tahun 19 Laki-laki Perempuan+Laki2 2003 2004 MUTU PENDIDIKAN (2004) 1. serta 4.

069 8.54 D2 (%) 5.05 0.16 56.88 46.748 452.255 230.86 1.92 30.89 1.10 26.114 147.37 23.33 0.30 42.304 1.33 43.45 0.14 21.286 Ijazah Tertinggi < D1 (%) 90.23 2. 2004 22 45 .10 3.75 64.39 72.33 11.33 0.06 1.57 47.33 1.62 2.58 49.79 D3 (%) 5.234.559 236.927 466.31 0.46 21 RASIO PENDIDIKAN TAHUN 2002/2003 Sumber: PDIP – Balitbang.17 25.35 8.18 Sarjana (%) 3.03 69.KUALIFIKASI PENDIDIK TAHUN 2002/2003 Jenjang No Pendidikan 1 2 3 4 5 6 7 8 TK SLB SD SMP SM SMA SMK PT Jumlah Guru 137.54 S2/S3 (%) 0.55 40.

Tidak Layak Sumber: PDIP – Balitbang.3 23 KONDISI RUANG BELAJAR TAHUN 2003 No Bangunan/ Gedung Kondisi Bangunan Ruang Belajar Layak pakai Jumlah % 42.748 299.811 122.7 43.258 187.645 27.0 37.857 41.0 Swasta 91.7 43.6 47.00 Rusak Ringan 299.3 4.599 1.598 63.581 23. Tidak Layak SMP 2 a.542 155.385 58.9 100.803 87.4 23.631 43.290 1 2 3 4 SD SMP SMA SMK 364.440 155.598 4.GURU DAN KEPALA SEKOLAH MENURUT KELAYAKAN MENGAJAR TAHUN 2002/2003 No.0 19. Layak b. Balitbang Depdiknas (2003) 24 46 .5 67.1 17.00 865.1 32.315 50.6 29.283 72.675 311.395 558.63 5.961 % 100.531 202.864 % 34.710 609.6 46. Layak b.507 Sumber: Pusat Data dan Informasi Pendidikan.7 29.59 5.424 48.643 230. Tidak Layak SMA 3 a.4 38.919 % 23.105 167.1 35.832 107.26 5.4 33.9 100.2 66. Layak b.720 108.3 20.4 3.967 20. 2004 Kelayakan Negeri 1.3 Jumlah 1.3 100.051 40.070 584. Layak b.00 Rusak Berat 201.3 53.7 12.1 33.0 64.7 49.12 82.379 35. SD 1 a.430 75.412 97.0 56.0 14. Tidak Layak SMK 4 a.678 % 92.588 2.0 67.408 89.480 78.62 12.114 154.416 4.217 466.29 92.03 3.0 50.684 147.559 83.283 % 7.260 98.237 9.217 96.0 15.143.311 67.12 2.234.927 625.3 45.914 55.34 92.

26 ta 1 2 3 4 5 6 3.92 4.ANGKA MENGULANG KELAS SD MENURUT TINGKAT.93 0.68 4.07 2.96 1.82 ANGKA PUTUS SEKOLAH MENURUT JENJANG PENDIDIKAN DAN JENIS KELAMIN TAHUN 2004 6 5 4 3 2 1 0 SD SMP Laki2 SMA/SMK Rerata 26 PT Perempuan 47 . TAHUN 2004 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 Kl s Kl s Kl s Kl s Kl s Kl s R er a 25 7.

0 0 1 . Pentingnya pengawasan terhadap berbagai program dan kegiatan yang terkait dengan upaya pemerataan dan perluasan akses serta peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan. Desentralisasi bidang pendidikan.Nilai Ujian Nasional SMA Program IPA Tahun 2003/04 dan 2004/05 8 .0 0 7 .0 0 5 .0 0 3 .0 0 2 .0 0 4 .0 0 B In d B In g g 2 0 0 3 /0 4 Mat 2 0 0 4 /0 5 27 R a ta 2 TATA KELOLA DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL (2004) 1. 28 48 . 2. Belum didukung oleh data dan informasi yang akurat pada berbagai tingkatan pemerintahan. 3.0 0 0 .0 0 6 .

Peningkatan Mutu Pendidikan. dan Citra Publik.4 Perluasan akses pendidikan Wajar pada jalur nonformal 1.8 Perluasan akses Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) PEMERATAAN & PERLUASAN AKSES PENDIDIKAN 1.3 Rekruitmen Pendidik dan Tenaga Kependidikan 30 49 .2 Penyediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Wajar 1. dan PT 1. SLB. Relevansi. SMK/SM Terpadu. dan Daya Saing 3.11 Perluasan Akses Perguruan Tinggi 1.KEBIJAKAN POKOK PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL 1. Penguatan Tata Kelola.5 Perluasan akses pendidikan keaksaraan bagi penduduk usia >15 tahun 1.6 Perluasan Akses Sekolah Luar Biasa dan Sekolah Inklusif 1.7 Pengembangan Pendidikan Layanan Khusus bagi Anak Usia Wajar Dikdas di Daerah Bermasalah 1. KEBIJAKAN DALAM PEMERATAAN DAN PERLUASAN AKSES PENDIDIKAN 1. Pemerataan dan Perluasan Akses 2.10 Perluasan Akses SMA/SMK dan SM Terpadu 1.1 Pendanaan Biaya Operasional Wajar Dikdas 9 Tahun 1.13 Peningkatan peran serta Masyarakat dalam Perluasan Akses SMA. 29 1. Akuntabilitas.12 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai Sarana Pembelajaran Jarak Jauh 1.9 Pendidikan Kecakapan Hidup 1.

9 Pembangunan Sekolah Bertaraf Internasional di Setiap Provinsi/ Kabupaten/Kota 2.3 Perluasan dan Peningkatan Mutu Akreditasi oleh BAN -SM.13 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan 2. dan PENCITRAAN PUBLIK 3.7 Peningkatan Citra Publik 3.undangan 3.3 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Aparat Perencanaan dan Penganggaran 3.2.10 Intensifikasi Tindakan tindakan Preventif oleh Inspektorat Jenderal 3.1 Peningkatan Sistem Pengendalian Internal Berkoordinasi dengan BPKP dan BPK Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Manajerial Aparat 3.7a PENINGKATAN MUTU. KEBIJAKAN DALAM PENINGKATAN MUTU. RELEVANSI & DAYA SAING Perluasan Pendidikan Kecakapan Hidup 2.13 Pengembangan Aplikasi SIM secara Terintegrasi (Keuangan.4 3. RELEVANSI.5 Pengembangan Kompetensi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan 2.1 Implementasi dan Penyempurnaan SNP dan Penguatan Peran Badan Standar Nasional Pendidikan 2. BPKP.10 Mendorong Jumlah Jurusan di PT yang Masuk dalam 100 Besar Asia atau 500 BesarDunia 2. dan BPK 3. BAN -PNf dan BAN-PT 2.4b Pembinaan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Nonformal 2.2a Pengawasan dan Penjaminan Mutu secara Terprogram dengan Mengacu pada SNP 2.12 Penyelesaian Tindak Lanjut Temuan -temuan Pemeriksaan Itjen. dan Kepemimpinan Mahasiswa 2. Kepegawaian. dan Profesi 2.12 Peningkatan Jumlah dan Mutu Publikasi Ilmiah dan HAKI 2.2 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Aparat Inspektorat Jenderal 3.5 Penataan Ketaatan pada Peraturan Perundang . dan DAYA SAING 2.11 Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pemeriksaan oleh Itjen. vokasi. Entrepreneurship.6 Perbaikan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana 2.11 Akselerasi Jumlah Program studi Kejuruan.9 Pelaksanan Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan KKN 3. Aset. KEBIJAKAN DALAM PENGUATAN TATA KELOLA. BPKP.6 Penataan Regulasi Pengelolaan Pendidikan dan Penegakkan Hukum di Bidang Pendidikan 3. AKUNTABILITAS. dan BPK 3.4a Pengembangan Guru sebagai Profesi 2. dan Data Lainnya) 3.8 Pengembangan Sekolah Berbasis Keunggulan Lokal di Setiap Kabupaten/Kota 31 3.b Survai Benchmarking Mutu Pendidikan Terhadap Standar Internasional 2. AKUNTABILITAS DAN CITRA PUBLIK 32 50 .2.8 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Pengelola Pendidikan - PENGUATAN TATA KELOLA.7b Peningkatan Kreativitas.

dan daya saing.RENCANA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA PANJANG A. akuntabilitas. 34 51 . (3) Penguatan tata kelola.Periode 2015 – 2020 Daya Saing Regional D.Periode 2005 – 2010 Peningkatan Kapasitas dan Modernisasi B.Periode 2020 – 2025 Daya Saing Internasional 33 RENCANA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA MENENGAH 2005 – 2009 Program pembangunan Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009 diarahkan pada upaya mewujudkan kondisi yang diharapkan pada tahun 2009 yang difokuskan pada: (1) Pemerataan dan perluasan akses pendidikan. (2) Peningkatan mutu. dan citra publik. relevansi.Periode 2010 – 2015 Penguatan Pelayanan C.

3% ruang belajar SD rusak berat.858.22%.141.561.0 216.4 juta atau 10.3 4.1 25.Program Pendidikan Tinggi 5.3 6.SMA/SMK/MA & yang .2 16.374.1 10.828. 82. serta mampu dan tidak mampu secara ekonomis.Program Manajemen Pelayanan Pendidikan 8.1 12. wilayah.311.671.800.3 25. Beberapa penyebab: •Kesiapan fisik siswa yang cenderung minim (akibat kekurangan gizi) •40% tenaga pengajar memiliki keahlian yang tidak sesuai dengan bidang pengajarannya Ketidak layakan tenaga pengajar (kualitas dan kuantitas) ditingkat dasar hingga menengah •23.0 12.3 224.813.Program Pendidikan Menengah 4.Program Pengelolaan Sumber Daya ManusiaAparatur 5.697.Indeks Pembangunan Manusia 110 (2005) 2.725.1 155.335.961.0 226.2% lulusan Perguruan Tinggi menjadi karyawan •Kebutuhan guru 218.6 152.556.827.Total Jumlah .7 9.654.APK SMP/MTs = 81.073.202.100.Anak tidak bersekolah 3. APK PerguruanTinggi 14. sosial.1 219.Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraandan Kepemerintahan 4.961.Usia .0 24.5 161.121.075.324.6 12.256.0 27.000 orang(2005) •8.Angka kesenjangan cenderung naik di tingkat pendidikan menengah dan perguruan tinggi 6.0 11.2% untuk usia 7-12 dan 16.Usia .112.Program Penelitian dan Pengembangan Iptek 10.6 12.8 28.306.2 11.2 16. 34.910.3 23.Program Penelitian dan Pengembangan Pendidikan 9. spritual •70% dosen dengan berpendidikan S2/S3 •50% sarana sekolah memenuhi SNP •AnggaranpendidikandariAPBN = 20% •5 prodi PT masuk dalam100 besar PT di Asia atau 500 besar dunia •Manajemen perubahan secara internal yang menjamin terjadinya perubahan secara berkelanjutan •Sistem pembiayaan berbasis kinerja (ditingkat satuan pendidikan dan pemerintah daerah) •Manajemen berbasis sekolah (MBS) mulai SD sampai dengan SM •Disiplin kerja tinggi melalui internalisasi etos kerja •Satuan dan program pendidikan yang ada pada setiap tingkatan pemerintahan mencapai status kapasitas tertinggi dan memenuhi standar SNP •Penerapan TIK secara optimal pada manajemen 35 pendidikan yang transparan dan akuntabel •Laporan Keuangan dengan opini WTS dari BPK Jumlah . 5.533.240.Program Pendidikan Nasional Das Sein 1.144.7 25.796.604.PT/PTA/PTK Akses Pendidikan Mutu Pendidikan Tata Kelola Depdiknas 1.370.238.5 158.7 28.1 12.Usia .3 11.9 24.766.218.845.6 6.4 16.62% (2004) 4.9 4.4 23.4 16.816.956.2 12.Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun 3.3 149. Peringkat Internasional Indonesia (12 dari12) terkait dengan tingkat relevansi sistem pendidikan Indonesia dengan kebutuhan pembangunan.678.717.845.7 12. tingkat kemampuan intelektual dan kondisifisik •Memperluas daya tampung satuan pendidikan sesuai dengan prioritas nasional •PenggunaanTIK untukmenjangkau daerahterpencil/sulitdijangkau •Peningkatan mutu pendidikan yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) •Peningkatan taraf hidup masyarakat dan daya saing tenaga kerja Indonesia •Metoda pembelajaran formal dan nonformal yang efisien.6 25.603.508.4 25.SMP / MTs .Usia . menyenangkan dan mencerdaskan •Seimbang antara pengembangan kecerdasan rasional (berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi) dan kecerdasan emosional.601.8 12.8 4.8 221.0 28.4 27.0 25.5 36 52 .318.196.363.769.Usia .7 12.707.631.6 229.3 16.9 164.9 11.476.4 24.415.835.033.350.9 3.2 13.Program Peningkaan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara SASARAN JUMLAH PESERTA DIDIK ( ribu orang ) Tahun KOMPONEN 2004/05 Penduduk 0 – 3 Tahun 4 – 6 Tahun 7 – 12 Tahun 13 – 15 Tahun 16 – 18 Tahun 19 – 24 Tahun 15 Tahun Jumlah Peserta Ke atas Penduduk Didik sederajat & yang sederajat sederajat 29.8 10. APK Perguruan Tinggi= 18% •Memberi kesempatan yang sama pada seluruh peserta didik dari berbagai golongan menurut kategori tingkat ekonomi.605.638.6 8.817 temuan/kasus penyimpangan sumber dana pembangunan (1997-2004) •Desentralisasi pendidikan •Kendali pemerintah yang belum berjalan optimal karena kurang ditunjang oleh sistem informasi manajemen yang terbangun dengan baik •SNP mulai dikembangkan •Laporan Keuangan dengan opini disclaimer dari BPK RENSTRA DEPDIKNAS Tahun 2005-2009 Das Sollen •Menurunkan angka buta aksara penduduk usia > 15 hingga 5% •APK SMP/MTs= 98%.Terjadi kesenjangan akses pendidikan menurut kategori perkotaan & pedesaan.3 3.6 2005/06 2006/07 Ajaran 2007/08 2008/09 2009/10 16.Program Pendidikan Nonformal 6.322. gender.440.3 7.940.076.Usia .SD / MI & yang .279.528.1 7.Program Penguatan Kelembagaan Pengarus-utamaan Gender dan Anak 2.413.955.21%.6 13.065.088.0 13.Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2.6 11.7 12.934.9 12.859.Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 7.1 3.5% untuk usia13-15 3.Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan Program-program Lainnya 1.308.3 12.366.0 11.6% rusak ringan •Alokasi biaya pendidikan dari APBN < 9% •Rendahnya kemampuan wirausaha.2 11.Usia .Penduduk ≥ 15 tahun yang buta aksara 15.6 25.Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas AparaturNegara 3.

54 2.5% 65% 20% 5 2009 5.00 7.50 7. • Perolehan medali emas pd Olimpiade Int.8% 20 50 155 1.00 5.0% 4 Peningkatan Relevansi Pendidikan 38 53 .5% 32:68 1.22% 85.19% 18.47% 10% 5.32 9.19% 94.65 37 INDIKATOR KUNCI DAN TARGET IMPLEMENTASI PILAR KEBIJAKAN -.00 5.50% 56.5% 10.98 9.57% 8.20% 15.94 2.54 2.89 9.14 33.00 7.68 32% 55% 3 2007 6.84 34% 60% 5% 4 2008 5. RELEVANSI.00 13.04 2.04 2.7% 20 40 120 1.22% 12.90% 94.00% 11.49 25.90 7.22% 48.20% 68.000 30% 38:62 1.38% 17.26 5.00 31.MUTU.00 5.54 6.50% 10% 6.90% 20% 12.13 6.72 6.00% 7.07 9. 500 besar Dunia.34% 94.15 16.71 8.70% 15% 8.62% 15.00% 20% 15.62 6.00 25.20% 14.75% 95. • Jumlah Paten yg diperoleh • Sekolah/Madrasah bertaraf Internasional • Sekolah/Madrasah berbasis keunggulan lokal • Kenaikan Publikasi Internasional • Rasio Jumlah Murid SMK : SMA • APK PT vokasi (D2/D3/D4/Politeknik) • Rasio Jumlah mahasiswa Profesi terhadap jumlah lulusan S1/D4 • Persentase peserta pendidikan life skill terhadap lulusan SMP/MTs atau SMA/SMK/MA yang tidak melanjutkan.21% 16.0% 30:70 1.00 5.09% 42.333 40% 40:60 2.20% 64.33% 14.5% 17 20 50 400 10% 34:66 1.80 8. SASARAN Perluasan Akses Pendidikan • • • • • • 2 Pemerataan Akses Pendidikan • • • • • • • INDIKATOR KUNCI APK Pra Sekolah APM SD/Paket A/MI/SDLB APK SMP/Paket B/MTs/SMPLB APK SMA/SMK/Paket C/MA/SMALB APK PT/PTA. • Jumlah sertifikat Kompetensi yg diterbitkan KONDISI DAN TARGET 2004 5.12% 94.00% 10.6% 19 30 85 700 20% 36:64 1.00% 98.59 48.00 37.31 30% 50% 2005 6.33 5.07% 50.16 9.Akses Pendidikan -NO 1.47% 53.25% 52.55% 16.40 5.Indikator Kunci dan Target Pilar Kebijakan -.14 33.52 30% 50% 1 2006 6.00 27.80% 17. SASARAN Peningkatan Mutu dan Daya Saing Pendidikan INDIKATOR KUNCI • Rata-rata nilai UN SD/MI • Rata-rata nilai UN SMP/MTs • Rata-rata nilai UN SMA/SMK/MA • Guru yg memenuhi kualifikasi S1/DIV • Dosen yg memenuhi kualifikasi S2/S3 • Pendidik yang memiliki sertifikat pendidik • Jumlah Prodi masuk 100 besar Asia.40 23.0% 15 10 100 7.86 2007 2008 2009 39.28 6.76 4.48% 88.00 40% 70% 40% 10 3 13 5 5.00% 91.81% 95.44% 15. DAN DAYA SAING -NO.13 6.49 25. termasuk UT Prosentase Buta Aksara > 15 th Disparitas APK PAUD antara kab dan kota Disparitas APK SD/MI/SDLB antara kab dan kota Disparitas APK SMP/MTs/SMPLB antara kab dan kota Disparitas APK SMA/MA/SMK/SMALB antara kab dan kota Disparitas gender APK di jenjang pendidikan Menengah Disparitas gender APK di jenjang pendidikan tinggi Disparitas gender persentase buta aksara KONDISI DAN TARGET 2004 2005 2006 45.00 7. atau akreditasi bertaraf OECD/Int.00% 60.05 5.30 19.13 6.30% 81.48 3.20% 16.94 2.66% 94.00 29.

5% <0.5% • 1~0. dan Citra Publik Pendidikan • Opini BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Disclaimer • Persentase temuan BPK ttg penyimpangan di Pemerintah terhadap obyek yang diperiksa Persentase temuan Itjen ttg penyimpangan di Pemerintah terhadap obyek yang diperiksa Aplikasi SIM Sertifikat mutu layanan yg diraih Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama Sertifikat mutu layanan yg diraih LPMP/PPPG/BPPLSP 1~0. Akuntabilitas.TATA KELOLA.5% 1~0.5% • • - - 2 Aplikasi - 14 Aplikasi - - 80% unit utama memperoleh ISO 9001:2000 - • - 9 ISO 9001: 2000 25 ISO 9001: 2000 43 ISO 9001: 2000 47 ISO 9001: 2000 39 Selesai 40 54 .5% 1~0.5% 1~0.5% <0.5% <0. AKUNTABILITAS DAN CITRA PUBLIK -KONDISI DAN TARGET No SASARAN INDIKATOR KUNCI 2004 2005 Disclaimer 2006 Wajar Dgn Catatan 2007 Wajar Tanpa Sarat 2008 Wajar Tanpa Sarat 2009 Wajar Tanpa Sarat 5 Penguatan Tata Kelola.5% <0.5% 1~0.5% <0.5% <0.INDIKATOR KUNCI DAN TARGET PILAR KEBIJAKAN -.

Peraturan Mendiknas No. 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 55 .Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) II. Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 4. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 6. Peraturan Mendiknas No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) 5. Peraturan Mendiknas No.

56 .

Materi 4 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang STANDAR ISI (SI) Sosialisasi KTSP Materi Minimal dan Tingkat Kompetensi Minimal. untuk Mencapai Kompetensi Lulusan Minimal Sosialisasi KTSP 57 .

Memuat : 1. 2. 5. 4. atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama Sosialisasi KTSP 58 . 3. Agama dan Ahlak Mulia membentuk siswa menjadi manusia beriman dan takwa dan berahlak mulia Mencakup etika. Kerangka Dasar Kurikulum Struktur Kurikulum Beban Belajar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kalender Pendidikan Sosialisasi KTSP 1. budi pekerti. Kerangka Dasar Kurikulum 5 Kelompok mapel : 1.

3. kebutuhan. 6. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Beragam dan terpadu Tanggap terhadap perkembangan iptek dan seni Relevan dengan kebutuhan kehidupan Menyeluruh dan berkesinambungan Belajar sepanjang hayat Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah Sosialisasi KTSP 59 . kreatif dan mandiri untuk meningkatkan sensitivitas. Kewarganegaraan dan Kepribadian 3. Estetika 5. Iptek penigkatan kesadaran dan wawasan siswa akan status. kerja sama dan hidup sehat 4. 5.2. kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif. perkembangan. disiplin. 4. 7. Berpusat pada potensi. Jasmani Olahraga Kesehatan Sosialisasi KTSP Prinsip Pengembangan Kurikulum 1. hak dan kewajibannya dalam kehidupannya untuk memperoleh kompetensi lanjut iptek serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis. 2.

Sosialisasi KTSP 5. keterkaitan. dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar 6. Peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan. pengayaan dan percepatan. Diselenggarakan dalam keseimbangan. dinamis dan menyenangkan. 4. 2. terbuka dan hangat. 3. dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan Sosialisasi KTSP 60 . Suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai. Menegakkan 5 pilar belajar. akrab. serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas. Siswa harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu. sosial dan budaya serta kekayaan daerah 7. sumber belajar dan teknologi yang memadai. Menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia.Prinsip Pelaksanaan Kurikulum 1. Mendayagunakan kondisi alam.

Komponen A Mata Pelajaran 1. Sosialisasi KTSP Struktur Kurikulum SD No. Matematika 5. Pendidikan Jasmani. VI 3 2 5 5 4 3 4 4 2 2 *) 26 27 28 B C Muatan Lokal Pengembangan Diri Jumlah Sosialisasi KTSP 32 61 . Olahraga dan Kesehatan Kelas I Kelas II Kelas III Kelas IV. Seni Budaya dan Keterampilan 8. Pendidikan Kewarganegaraan 3.2. Bahasa Indonesia 4. 3. V . Struktur Kurikulum 1. Agama 2. 4. Kedalaman muatan kurikulum dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai siswa dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum Merupakan pola dan susunan matapelajaran yang harus ditempuh oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran Kompetensi terdiri dari Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi dasar (KD) yang dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Muatan Lokal dan Pengembangan Diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum sekolah 2. Pend. Ilmu Pengetahuan Alam 6. Ilmu Pengetahuan Sosial 7.

Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT) Sosialisasi KTSP • TM : Kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik dengan pendidikan • PT : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk siswa. dirancang guru untuk mencapai kompetensi .Penugasan Terstruktur (PT) .Tatap Muka (TM) . BEBAN BELAJAR Beban belajar diartikan sebagai waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sistem : .Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh guru • KMTT : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk siswa.Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh siswa Sosialisasi KTSP 62 .3. dirancang guru untuk mencapai kompetensi .

Sosialisasi KTSP 63 . sesuai dengan struktur yang berlaku pada satuan pendidikan dimaksud.Sekolah menyelenggarakan program pendidikan dengan SISTEM PAKET atau SKS Sosialisasi KTSP SISTEM PAKET Sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh mata pelajaran dan beban studi yang sudah ditetapkan untuk setiap tingkatan kelas.

SISTEM KREDIT SEMESTER Sistem Kredit Semester (SKS) adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya menentukan sendiri jumlah beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester. Sosialisasi KTSP Kategori Formal Standar Formal Mandiri Paket Dapat - SKS Dapat Wajib Sosialisasi KTSP 64 .

minat. • Dialokasikan waktu ekuivalen Sosialisasi KTSP 65 . dan bakat. 2 (dua) jam pelajaran.• Struktur kurikulum yang telah • Struktur kurikulum untuk tersusun diselenggarakan dengan menggunakan sistem paket digunakan dengan SKS akan disusun tersendiri Sosialisasi KTSP Kegiatan Pengembangan Diri • Tidak termasuk beban belajar. karena substansinya dipilih sendiri oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan.

d. KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) • Kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan • Sekolah dan Kepala Sekolah mengembangkan KTSP dan silabus berdasarkan : Kerangka dasar kurikulum.BEBAN BELAJAR Beban Belajar Kegiatan Tatap Muka untuk setiap Satuan Pendidikan (Sistem Paket) satu jam pemb. dan Standar kompetensi di bawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan atau Provinsi. III SD IV s. Per Minggu Minggu efektif per tahun ajaran waktu pembelajaran per tahun 884 -1064 jam I s. Sosialisasi KTSP 66 . VI 35 32 34 .37240 menit) 1088 -1216 jam pembelajaran (38080 .38 pembelajaran (30940 .24560 menit) 635-709 516-621 Jumlah jam per tahun (@ 60 menit) Satuan Pendidikan Kelas Sosialisasi KTSP 4.38 35 26-28 34 .d.tatap muka (Menit jumlah jam pemb.

KALENDER PENDIDIKAN Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. minggu efektif belajar. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran.5. dan hari libur. Sosialisasi KTSP Lanjutan Kalender Pendidikan NO 1 KEGIATAN Minggu efektif belajar ALOKASI WAKTU Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu Maksimum 2 minggu Maksimum 2 minggu Maksimum 3 minggu Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif pada setiap satuan pendidikan KETERANGAN 2 Jeda tengah semester Jeda antarsemester Libur akhir tahun pelajaran Satu minggu setiap semester 3 Antara semester I dan II 4 Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran Sosialisasi KTSP 67 .

Maksimum Digunakan untuk kegiatan yang 3 minggu diprogramkan secara khusus oleh sekolah\ tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif. Maksimum Untuk satuan pendidikan sesuai dengan 1 minggu ciri kekhususan masing-masing.NO KEGIATAN 5 ALOKASI WAKTU KETERANGAN Daerah khusus yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengaturnya sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif. Hari libur 2–4 keagamaan minggu 6 Hari libur umum/ nasional Hari libur khusus Kegiatan khusus sekolah Maksimum Disesuaikan dengan Peraturan 2 minggu Pemerintah. 7 8 Sosialisasi KTSP Terima Kasih…… Sosialisasi KTSP 68 .

Standar Kompetensi Lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup pengetahuan. dan keterampilan yang dimiliki peserta didik.Materi 5 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL) Sosialisasi KTSP Pengertian Kompetensi adalah kemampuan bersikap. berpikir. dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan. Sosialisasi KTSP 69 . Standar Kompetensi adalah ukuran kom-petensi minimal yang harus dicapai peserta didik setelah mengikuti suatu proses pembelajaran pada satuan pendidikan tertentu. sikap. dan keterampilan. sikap.

ahklak mulia. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. 3. SD/MI/SDLB/Paket A SKL Kelompok Mata Pelajaran a. pengetahuan. Sosialisasi KTSP Ruang Lingkup SKL 1. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. Kewarganegaraan dan Budi Pekerti c. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi d. Agama dan Akhlak Mulia b. pengetahuan. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. Jasmani Olahraga dan Kesehatan SKL Mata Pelajaran 2. kepribadian. Estetika e. kepribadian. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. kepribadian.Fungsi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. ahklak mulia. Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan. SKL Satuan Pendidikan a. pengetahuan. Sosialisasi KTSP 70 . ahklak mulia. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan.

dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya. Sosialisasi KTSP 1.1. 7. 11. 2. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya. budaya. Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa. ras. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri. 9. Menjalankan agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak. Sosialisasi KTSP 71 . negara dan tanah air Indonesia. suku. 3. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. dengan bimbingan guru/pendidik. 5. Menunjukkan kemampuan berfikir logis. kritis. Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal. Menghargai keberagaman agama. SKL SD 1. Menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis. SKL SD 6. 8. dan kreatif. kritis. dan kreatif. 10. 4. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya.

dan memanfaatkan waktu luang. kepribadian. Menunjukkan keterampilan menyimak. jasmani. membaca. dan kesehatan. ilmu pengetahuan dan teknologi. bugar. Menunjukkan kemampuan mengamati gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar. Tujuan tersebut dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 1. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih. Bekerja sama dalam kelompok.1. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis. olahraga. 13. 14. Kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak Mulia bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. 17. menulis. aman. Sosialisasi KTSP 72 . kewarganegaraan. sehat. berbicara. Sosialisasi KTSP 2. estetika. 16. Berkomunikasi secara jelas dan santun. dan berhitung 15. tolong menolong dan menjaga diri sendiri delam lingkungan keluarga dan teman sebaya. SKL SD 12.

Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Sosialisasi KTSP 2. dan muatan lokal yang relevan Sosialisasi KTSP 73 . tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. matematika. kewarganegaraan. Pada satuan pendidikan SD. kemampuan berpikir dan analisis peserta didik.2. ilmu pengetahuan sosial. bahasa. ilmu pengetahuan alam. akhlak mulia. Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bertujuan: mengembangkan logika. dan pendidikan jasmani. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 2. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 3. keterampilan/kejuruan. seni dan budaya.

Sosialisasi KTSP 2. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 4. dan menumbuhkan rasa sportivitas.2. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 5. keterampilan. Kelompok mata pelajaran Jasmani. dan muatan lokal yang relevan. olahraga. seni dan budaya. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. Olah Raga. dan muatan lokal yang relevan. Kelompok mata pelajaran Estetika bertujuan: membentuk karakter peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa seni dan pemahaman budaya. ilmu pengetahuan alam. Sosialisasi KTSP 74 . pendidikan kesehatan. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. dan Kesehatan bertujuan: membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani.

Selesai Sosialisasi KTSP 75 .

76 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 6 PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 24 TAHUN 2006 dan NOMOR 6 TAHUN 2007 Tentang PELAKSANAAN STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN Sosialisasi KTSP Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Satuan Pendidikan dan Komite Sekolah Mengembangkan dan Menetapkan KTSP sesuai kebutuhan Mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi dari Standar Isi Dapat mengadopsi atau mengadaptasi model KTSP BSNP Sosialisasi KTSP 77 .

Jadwal Pelaksanaan Kurikulum
Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat menerapkan Permen No. 22 dan 23 mulai tahun ajaran 2006/2007 Satuan pendidikan dasar dan menengah harus sudah mulai menerapkan Permen No. 22 dan 23 paling lambat tahun ajaran 2009/2010 Satuan pendidikan dasar dan menengah yang telah melaksanakan uji coba kurikulum 2004 secara menyeluruh dapat menerapkan secara menyeluruh Permen No. 22 dan 23 untuk semua tingkatan kelas mulai tahun ajaran 2006/2007 Satuan pendidikan dasar dan menengah yang belum melaksanakan uji coba kurikulum 2004 melaksanakan Permen No. 22 dan 23 secara bertahap seperti tabel dibawah ini.

Sosialisasi KTSP

Jadwal Pelaksanaan Kurikulum
Satuan Pendidikan SD
Waktu Pelaksanaan Kelas
I II III IV V VI Tahun I √ √ Tahun II √ √ √ √ Tahun III √ √ √ √ √ √

Sosialisasi KTSP

78

Jadwal Pelaksanaan Kurikulum
Gubernur dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permen No. 22 dan 23 untuk satuan pendidikan menengah dan satuan pendidikan khusus disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di provinsi masing-masing. Bupati/walikota dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permen No. 22 dan 23 untuk satuan pendidikan dasar disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di kabupaten/Kota.

Sosialisasi KTSP

Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
• Menggandakan Permendiknas No. 22 dan 23 tahun 2006 serta mendistribusikan secara nasional • Melakukan bimbingan teknis, supervisi dan evaluasi pelaksanaan kurikulum yang didasarkan pada Permendiknas No. 22 dan 23 tahun 2006. • Melakukan usaha secara nasional agar sarana dan prasarana satuan pendidikan dapat mendukung pelaksanaan Permendiknas No. 22 dan 23 tahun 2006.
Sosialisasi KTSP

79

Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 ke guru, kepala sekolah, pengawas, dan tenaga kependidikan lainnya yang relevan melalui LPMPdan/atau PPPG Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 dan panduan penyusunan KTSP yang disusun BSNP ke dinas pendidikan provinsi, kabupaten/kota, dan dewan pendidikan Membantu pemerintah provinsi dan Kabupaten/kota dalam penjaminan mutu melalui LPMP

Sosialisasi KTSP

Badan Penelitian dan Pengembangan
Mengembangkan model-model kurikulum sebagai masukan bagi BSNP Mengembangkan dan mengujicobakan model-model kurikulum inovatif Mengembangkan dan mengujicobakan model kurikulum untuk pendidikan layanan khusus Bekerja sama dengan PT dan/atau LPMP melakukan pendampingan satuan pendidikan dalam pengembangan kurikulum satuan pendidikan Memonitor secara nasional penerapan Permen No. 22 dan 23 , mengevaluasinya, dan mengusulkan rekomendasi kebijakan kepada BSNP dan/atau menteri Mengembangkan pangkalan data yang rinci tentang pelaksanaan SI dan SKL
Sosialisasi KTSP

80

Ditjen Pendidikan Tinggi

Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 di LPTK Memfasilitasi pengembangan kurikulum dan tenaga dosen LPTK

Sosialisasi KTSP

Sekretariat Jenderal

Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 kepada pemangku kepentingan umum

Sosialisasi KTSP

81

Selesai

Sosialisasi KTSP

82

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) III. 9. Penyusunan KTSP. Pengembangan Silabus. Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi. urikulum K Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 7. 10. 83 . Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 8.

84 .

Materi 7 KONSEP DASAR KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Sosialisasi KTSP ASPEK YANG BERBEDA KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR PENILAIAN PENGELOLAAN KURIKULUM BERBASIS SEKOLAH Sosialisasi KTSP 85 .

bersifat internal. dilakukan melalui berbagai cara. mengacu pada patokan.Kegiatan Belajar Mengajar Berpusat pada peserta didik Mengembangkan kreativitas Menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang Kontekstual Menyediakan pengalaman belajar yang beragam Belajar melalui berbuat Sosialisasi KTSP Penilaian Kelas Dilakukan oleh Guru untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi yang ditetapkan. bagian dari pembelajaran. al … Sosialisasi KTSP 86 . ketuntasan belajar. dan sebagai bahan untuk peningkatan mutu hasil belajar Berorientasi pada kompetensi.

l. Products (Hasil karya).Dilakukan a. dan Paper & Pen (tes tulis) Sosialisasi KTSP Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah Mengacu pada Visi dan Misi Sekolah Pengembangan perangkat kurikulum (a. silabus) Pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lainnya untuk meningkatkan mutu hasil belajar Pemantauan dan … Sosialisasi KTSP 87 . melalui: Portfolios (kumpulan kerja siswa). Performances (Unjuk kerja). Projects (Penugasan).l.

dengan: Sekolah lain. POTENSI DAERAH/ KARAKTERISTIK DAERAH. dan • Dinas Pendidikan Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN DAN PELAKSANAAN KURIKULUM. dengan: • Dewan. kinerja dan kualitas pelayanan terhadap peserta didik Berkolaborasi secara horizontal.Pemantauan dan Penilaian untuk meningkatkan efisiensi. DISESUAIKAN DENGAN: SATUAN PENDIDIKAN. & PESERTA DIDIK Sosialisasi KTSP 88 . Komite Sekolah. Organisasi Profesi Berkolaborasi secara vertikal. SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT SETEMPAT.

PENGEMBANGAN DIRI TERDIRI DARI: KEGIATAN BIMBINGAN KONSELING DAN EKSTRA KURIKULER Sosialisasi KTSP BENTUK PELAKSANAAN KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI: • • • • KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN TERPROGRAM RUTIN SPONTAN KETELADANAN Sosialisasi KTSP 89 .

dimana saja. baik di kelas maupun di sekolah. tanpa dibatasi oleh ruang. terutama dalam disiplin dan sopan santun dan kebiasaan baik yang lain. Upacara Senam Sholat berjamaah Pemeriksaan kesehatan Pergi ke perpustakaan Dll Sosialisasi KTSP B. • • • • Membiasakan memberi salam Membiasakan membuang sampah pada tempatnya Membiasakan antri Membiasakan mengatasi silang pendapat (pertengkaran) dengan benar Dll Sosialisasi KTSP 90 . KEGIATAN RUTIN Adalah kegiatan yang dilakukan secara reguler. Bertujuan untuk membiasakan anak mengerjakan sesuatu dengan baik. KEGIATAN SPONTAN Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja. Bertujuan untuk memberikan pendidikan pada saat itu juga.A.

D. tempat/orang yang terkena musibah.dll. Kunjungan: panti asuhan. HAM/hak anak. KEGIATAN TERPROGRAM Adalah kegiatan yang diprogramkan dan direncanakan baik pada tingkat kelas maupun sekolah. Sosialisasi KTSP 91 . pentas.C. Bertujuan memberikan contoh tentang kebiasaan yang baik. • • • Sosialisasi KTSP Seminar/workshop: aids. bazaar dll. tempat-tempat penting dll. Bertujuan memberikan wawasan tambahan pada anak tentang unsur-unsur baru dalam kehidupan bermasyarakat yang penting untuk perkembangan anak. KEGIATAN KETELADANAN Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja yang lebih mengutamakan pemberian contoh dari guru dan pengelola pendidikan yang lain kepada muridnya. hemat energi. Proyek: lomba. Memberi contoh berpakaian rapi Memberi contoh memuji hasil kerja yang baik Memberi contoh datang tepat waktu Memberi contoh hidup sederhana Memberi contoh tidak merokok Dll.

selesai Sosialisasi KTSP 92 .

Materi 8 PENYUSUNAN KTSP Sosialisasi KTSP 1 LANDASAN • UU No. 6/2007 tentang pelaksanaan Permendiknas No.20 Tahun 2003 tentang Sistem • • • • Pendidikan Nasional PP No. 22 dan 23/2006 2 Sosialisasi KTSP 93 . 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas No. 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Permendiknas No. 24/2006 dan No. 22/2006 tentang Standar Isi Permendiknas No.

teknologi. dan seni Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 4 94 . kecerdasan.1. Acuan Operasional Penyusunan KTSP • Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia • Peningkatan potensi. dan minat sesuai • • • • dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Tuntutan dunia kerja Perkembangan ilmu pengetahuan. PENGERTIAN Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Sosialisasi KTSP 3 2.

PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL • • • • • • Agama Dinamika perkembangan global Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kesetaraan Jender Karakteristik satuan pendidikan Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 5 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. Sosialisasi KTSP 6 95 .1. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia.

spritual. kecerdasan. kebutuhan. dan kinestetik peserta didik secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya. Sosialisasi KTSP 8 96 . oleh karena itu kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan daerah. Sosialisasi KTSP 7 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.2 Peningkatan potensi. emosional.3 Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Daerah memiliki keragaman potensi. dan keragaman karakteristik lingkungan.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. kecerdasan intelektual. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Kurikulum disusun agar memungkinkan pengembangan keragaman potensi. minat. tantangan.

PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. Sosialisasi KTSP 9 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. Sosialisasi KTSP 10 97 .4 Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Pengembangan kurikulum harus memperhatikan keseimbangan tuntutan pembangunan daerah dan nasional. khususnya bagi mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.5 Tuntutan dunia kerja Kurikulum harus memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dan kebutuhan dunia kerja.

PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. Sosialisasi KTSP 11 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. dan seni Kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan. teknologi. dan seni. teknologi.6 Perkembangan ilmu pengetahuan.7 Agama Kurikulum harus dikembangkan untuk meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama. dan memperhatikan norma agama yang berlaku di lingkungan sekolah Sosialisasi KTSP 12 98 .

9 Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kurikulum harus mendorong wawasan dan sikap kebangsaan dan persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.8 Dinamika perkembangan global Kurikulum harus dikembangkan agar peserta didik mampu bersaing secara global dan dapat hidup berdampingan dengan bangsa lain.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. Sosialisasi KTSP 13 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. Sosialisasi KTSP 14 99 .

Sosialisasi KTSP 15 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.10 Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Sosialisasi KTSP 16 100 .PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.11 Kesetaraan Jender Kurikulum harus diarahkan kepada pendidikan yang berkeadilan dan mendorong tumbuh kembangnya kesetaraan jender.

• Kalender Pendidikan • Silabus dan RPP Sosialisasi KTSP 18 101 . kondisi. dan ciri khas satuan pendidikan. Pendidikan Kecakapan Hidup. Penjurusan. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global).12 Karakteristik Satuan Pendidikan Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. Beban Belajar. Pengembangan Diri. Muatan lokal. Komponen KTSP • Tujuan Pendidikan Sekolah • Struktur dan Muatan Kurikulum (mata pelajaran. tujuan. Kenaikan Kelas dan kelulusan. misi. Ketuntasan Belajar. Sosialisasi KTSP 17 3.

ISI / MUATAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) Sosialisasi KTSP 19 KTSP DOKUMEN 1 BAB I . Tujuan Pendidikan BAB III. Kalender Pendidikan Sosialisasi KTSP 20 102 . Pendahuluan BAB II . Struktur dan Muatan Kurikulum BAB IV.

KTSP DOKUMEN II A. Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan Sekolah (Mulok. B. Mapel Tambahan) Sosialisasi KTSP 21 KTSP (Dokumen 1) Sosialisasi KTSP 22 103 . Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan pusat.

PENDAHULUAN Latar Belakang (dasar pemikiran penyusunan KTSP) Tujuan Pengembangan KTSP Prinsip Pengembangan KTSP SESUAI KARAKTERISTIK SEKOLAH 23 Sosialisasi KTSP Bab II.Bab I. Misi Sekolah 4. Visi Sekolah 3. Tujuan pendidikan (Disesuaikan dengan jenjang satuan pendidikan) 2. TUJUAN 1. Tujuan Sekolah Sosialisasi KTSP 24 104 .

Sosialisasi KTSP 25 BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KTSP Meliputi Sub Komponen: 1. Pengaturan beban belajar 5. Muatan lokal 3.BAGAIMANA MENYUSUN VISI. • TAHAP 2 : SUASANA PEMBELAJARAN suasana pembelajaran seperti apa yg dikehendaki untuk mencapai hasil belajar itu. TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN • TAHAP 1 : HASIL BELAJAR SISWA apa yg hrs dicapai siswa berkaitan dengan pengetahuan. Mata pelajaran 2. MISI. Ketuntasan Belajar 6. Pendidikan kecakapan Hidup 9. Penjurusan 8. dan kelulusan 7. Kenaikan Kelas. dan sikap setelah mereka menamatkan sekolah. Pendidikan berbasis Keunggulan Lokal dan Global Cat : Untuk PLB/PK ditambah dengan Program Khusus Sosialisasi KTSP 26 105 . Kegiatan Pengembangan diri 4. keterampilan. • TAHAP 3 : SUASANA SEKOLAH suasana sekolah – sebagai lembaga/organisasi pembelajaran – seperti apa yg diinginkan untuk mewujudkan hasil belajar bagi siswa.

• Tidak boleh mengurangi mata pelajaran yang tercantum dalam standar isi. • Mencantumkan jenis mata pelajaran muatan lokal dalam struktur kurikulum. termasuk keunggulan daerah. Muatan Lokal Berisi tentang: Jenis. Mata Pelajaran Berisi “Struktur Kurikulum Tingkat Sekolah” yang disusun berdasarkan kebutuhan siswa dan sekolah terkait dengan upaya pencapaian SKL.Dalam pengembangannya mempertimbangkan hal-hal sbb: Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan ciri khas dan potensi daerah. Pengembangan Struktur Kurikulum dilakukan dengan cara antara lain: • mengatur alokasi waktu pembelajaran “tatap muka” seluruh mata pelajaran wajib dan pilihan Ketrampilan/ Bahasa asing lain).1. Sosialisasi KTSP 28 106 . Strategi Pemilihan dan pelaksanaan Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. • Memanfaatkan 4 jam tambahan untuk menambah jam pembelajaran pada mata pelajaran tertentu atau menambah mata pelajaran baru. Sosialisasi KTSP 27 2.

Sosialisasi KTSP 30 107 . Merupakan mata pelajaran wajib yang tercantum dalam Struktur kurikulum. Sosialisasi KTSP 29 Bentuk penilaiannya kuantitatif (angka). Substansi yang akan dikembangkan. mengacu pada: minat dan atau karakteristik program studi yang diselenggarakan di sekolah Siswa boleh mengikuti lebih dari satu jenis mulok pada setiap tahun pelajaran.Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. materi nya tidak sesuai menjadi bagian dari mapel lain. atau terlalu luas substansinya sehingga harus dikembangkan menjadi Mapel tersendiri. sesuai dengan minat dan program Mulok yang diselenggarakan sekolah. Setiap sekolah dapat melaksanakan mulok lebih dari satu jenis dalam setiap semester.

Pembelajarannya dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran atau tenaga ahli dari luar sekolah yang relevan dengan substansi mulok. Bidang TIK dan lain-lain: Web Desain. Kewirausahaan dll. Berkomunkasi sebagai Guide. Bidang Pengolahan: Pembuatan Abon. Baso dll.Substansinya dapat berupa program keterampilan produk dan jasa. Sosialisasi KTSP 31 Sekolah harus menyusun SK. Kerupuk. Sayur. pembibitan ikan hias dan konsumsi. Contoh: Bidang Budidaya: Tanaman Hias. akuntansi komputer. Ikan Asin. dll. KD dan Silabus untuk Mata pelajaran Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. Tanaman Obat. Sosialisasi KTSP 32 108 .

3. Kegiatan Pengembangan Diri
Bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, bakat, minat peserta didik, dan kondisi sekolah. Dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan: - Bimbingan konseling, (kehidupan pribadi, sosial, kesulitan belajar, karir ), dan atau - Ekstra kurikuler, Pengembangan kreativitas, kepribadian siswa, seperti: Kepramukaan, Kepemimpinan, Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) .

Sosialisasi KTSP

33

Bukan Mata Pelajaran dan tidak perlu dibuatkan SK, KD dan silabus. Dilaksanakan secara terprogram, rutin, spontan dan keteladanan. Penilaian dilakukan secara kualitatif (deskripsi), yang difokuskan pada “Perubahan sikap dan perkembangan perilaku peserta didik setelah mengikuti kegiatan pengembangan diri”.

Sosialisasi KTSP

34

109

Contoh Penilaian Pengembangan Diri:
• Keg. KIR, mencakup penilaian: sikap
kompetitif, kerjasama, percaya diri dan mampu memecahkan masalah, dll. Sikap Sportif, Kompetetitif, Kerjasama, disiplin dan ketaatan mengikuti SPO, dll.

• Keg. Keolahragaan, mencakup penilaian:

Sosialisasi KTSP

35

• Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau
dibimbing oleh guru kelas atau mata pelajaran, konselor atau Guru BK atau tenaga kependidikan lain. jam pembelajaran per minggu , diserahkan kepada masing- masing pembimbing dan sekolah.

• Penjabaran alokasi waktu ekuivalen dengan 2

• Perlu dibuat program kerja yang sistematis dan

komprehensif sebagai bagian dari program kerja sekolah dan atau program kerja OSIS.

Sosialisasi KTSP

36

110

4. Pengaturan Beban Belajar

• Berisi tentang jumlah beban belajar per Mata

Pelajaran, per minggu per semester dan per Tahun Pelajaran yang dilaksanakan di sekolah, sesuai dengan alokasi waktu yang tercantum dalam Struktur Kurikulum.

• Sekolah dapat mengatur alokasi waktu untuk

setiap Mata Pelajaran pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun pelajaran sesuai dengan Kebutuhan, tetapi jumlah Beban belajar per tahun secara keseluruhan tetap.
37

Sosialisasi KTSP

• Alokasi waktu kegiatan praktik diperhitungkan sbb:
2 Jam Pelajaran (JPL) praktik di sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka, dan 4 JPL praktik di luar sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka (bagi Sekolah Menengah Kejuruan). minggu

• Sekolah dapat menambah maksimal 4 JPL per

• Alokasi waktu penugasan terstruktur dan kegiatan • Pemanfaatan alokasi waktu tersebut

mandiri tidak terstruktur, sebanyak 0-50% untuk SMP/MTs/SMPLB waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi.
38

Sosialisasi KTSP

111

5. Ketuntasan Belajar
• Berisi tentang kriteria ketuntasan minimal (KKM) per mata pelajaran yang ditetapkan oleh sekolah dengan memper-timbangkan hal-hal sbb:
– Ketuntasan belajar ideal untuk setiap indikator adalah 0 – 100 %, dgn batas kriteria ideal minimum 75 %. – Sekolah harus menetapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) per MP dengan mempertimbangkan: kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas dan SDM. – Sekolah dapat menetapkan KKM di bawah batas kriteria ideal, tetapi secara bertahap harus dapat mencapai kriteria ketuntasan ideal.
39

Sosialisasi KTSP

6. Kenaikan Kelas dan Kelulusan
• Berisi tentang kriteria dan mekanisme kenaikan
kelas dan kelulusan, serta strategi penanganan siswa yang tidak naik atau tidak lulus yang diberlakukan oleh sekolah. Program disusun mengacu pada hal-hal sebagai berikut:

– Panduan kenaikan kelas yang akan disusun oleh Dit. Pembinaan terkait – Sedangkan ketentuan kelulusan akan diatur secara khusus dalam peraturan tersendiri.

Sosialisasi KTSP

40

112

7. Pendidikan Kecakapan Hidup
• Bukan mata pelajaran tetapi substansinya merupakan
bagian integral dari semua mata pelajaran.

• Tidak masuk dalam struktur kurikulum secara khusus. • Dapat disajikan secara terintegrasi dan atau berupa
paket/modul yang direncanakan secara khusus.

• Substansi kecakapan hidup meliputi:
- Kecakapan personal, sosial, akademik dan atau vokasional. – Untuk kecakapan vokasional, dapat diperoleh dari satuan pendidikan ybs, antara lain melalui mata pelajaran Keterampilan.
Sosialisasi KTSP

41

• Bila SK dan KD pada mata pelajaran

keterampilan tidak sesuai dengan kebutuhan siswa dan sekolah, maka sekolah dapat mengembangkan SK, KD dan silabus keterampilan lain sesuai dengan kebutuhan sekolah. dimaksud dilaksanakan secara komprehensif melalui Intra kurikuler. ajar dan penyelenggaraan pembelajaran keterampilan vokasional dapat dilakukan melalui kerjasama dengan satuan pendidikan formal/non formal lain.

• Pembelajaran mata pelajaran keterampilan

• Pengembangan SK,KD, silabus, RPP dan bahan

Sosialisasi KTSP

42

113

dan lain-lain. Sosialisasi KTSP 43 BAB. Budaya. Dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran yang terintegrasi. Ekologi. kebutuhan peserta didik dan masyarakat. yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik. atau menjadi mapel Mulok. dengan memperhatikan aturan kalender pendidikan sebagaimana tercantum dalam Standar Isi. Dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan atau satuan pendidikan nonformal. TIK. Sosialisasi KTSP 44 114 . Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global Program pendidikan yang dikembangkan dengan memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global. Bahasa. disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah. IV Kalender Pendidikan Berisi tentang kalender pendidikan yang digunakan oleh sekolah. yang disusun berdasarkan kalender pendidikan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan setempat.8. Substansinya mencakup aspek: Ekonomi.

II dan III) B.KTSP DOKUMEN II Sosialisasi KTSP 45 SD A. SILABUS PEMBELAJARAN TEMATIK (Kelas I. SILABUS MATA PELAJARAN (Kelas IV. SILABUS MUATAN LOKAL dan MAPEL LAIN (jika ada) Sosialisasi KTSP 46 115 . V dan VI) C.

Panduan KTSP • Pembentukan Tim • Penyusunan Draft • Revisi dan Finalisasi Naskah KTSP Diberlakukan Sosialisasi KTSP 47 Penyusunan KTSP merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah/madrasah. Sosialisasi KTSP 48 116 . Tahap kegiatan penyusunan KTSP secara garis besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draft. Langkah yg lebih rinci dari masing-masing kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh tim penyusun. Kegiatan ini dapat berbentuk rapat kerja dan atau lokakarya sekolah/madrasah dan atau kelompok sekolah/madrasah yang diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru.Mekanisme PENYUSUNAN KTSP Analisis • Kekuatan/ kelemahan • Peluang/ tantangan • Dokumen Standar isi. SKL. review dan revisi. serta finalisasi.

Selesai Sosialisasi KTSP 49 117 .

118 .

Materi 9 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS Sosialisasi KTSP Pengertian Pengertian Landasan Prinsip Pengembangan Unit waktu Pengembang Silabus Komponen Silabus Mekanisme Pengembangan Silabus Langkah-langkah Pengembangan Silabus Contoh Model Sosialisasi KTSP 119 .

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 17 ayat (2) 2. dan sumber belajar. kegiatan pembelajaran. materi pokok/pembelajaran. Pengertian Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. kompetensi dasar.1. Landasan Pengembangan SILABUS? 1. indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 20 Sosialisasi KTSP 120 . alokasi waktu. Sosialisasi KTSP 2. penilaian.

metode pengajaran. materi ajar. di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD. dan SMK. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. SMP. dan MAK.PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 17 Ayat (2) Sekolah dan komite sekolah. Sosialisasi KTSP PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 20 Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran. atau madrasah dan komite madrasah. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. SMA. MTs. dan penilaian hasil belajar Sosialisasi KTSP 121 . MA. sumber belajar.

SILABUS menjawab pertanyaan 1. 3. 2. 2. Prinsip Pengembangan 1. 3. Apa kompetensi yang harus dikuasai siswa? Bagaimana cara mencapainya? Bagaimana cara mengetahui pencapaiannya? Sosialisasi KTSP 3. 8. 5. Ilmiah Relevan Sistematis Konsisten Memadai Aktual dan Kontekstual Fleksibel Menyeluruh Sosialisasi KTSP 122 . 6. 7. 4.

4 Konsisten Adanya hubungan yang konsisten (ajeg.3. dan sistem penilaian. sosial. dan spritual peserta didik.1 Ilmiah Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. indikator. 3. 3. Sosialisasi KTSP 3. emosional. kegiatan pembelajaran. Sosialisasi KTSP 123 .2 Relevan Cakupan. kedalaman. sumber belajar. intelektual. materi pokok/ pembelajaran. taat asas) antara kompetensi dasar.3 Sistematis Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik.

kegiatan pembelajaran. 3.3. Sosialisasi KTSP 124 . sumber belajar. dan peristiwa yang terjadi. materi pokok/ pembelajaran.8 Menyeluruh Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. sumber belajar. dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. psikomotor).5 Memadai Cakupan indikator. pendidik. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. kegiatan pembelajaran. 3. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar. materi pokok/ pembelajaran. Sosialisasi KTSP 3.6 Aktual dan Kontekstual Cakupan indikator. teknologi. dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu. afektif.7 Fleksibel Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik.

Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum. 3. atau 3. Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan. Kelompok guru kelas/mata pelajaran. dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok. Guru kelas/mata pelajaran. Sosialisasi KTSP 5.4. UNIT WAKTU 1. PENGEMBANG SILABUS 1. per tahun. 2. atau 2. Bagi SMK/MAK menggunakan penggalan silabus berdasarkan satuan kompetensi. Kelompok kerja guru (KKG/PKG/MGMP) Dibawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kab/Kota/Provinsi Sosialisasi KTSP 125 . Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester.

Kegiatan Pembelajaran 5. Alokasi Waktu 8. Indikator 6. Sumber Belajar Catatan: Indikator dikembangkan berdasarkan KD Sosialisasi KTSP 7. Kompetensi Dasar 3. Penilaian 7.6. KOMPONEN SILABUS 1. MEKANISME PENGEMBANGAN SILABUS Materi Pokok/ Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Analisis SI/SKL/ SK-KD KD-Indikator Alokasi Waktu Sumber Belajar Penilaian Sosialisasi KTSP 126 . Materi Pokok/Pembelajaran 4. Standar Kompetensi 2.

Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran 5. Menentukan Sumber Belajar Sosialisasi KTSP 8.1 Mengkaji Standar Kompetensi Mengkaji standar kompetensi mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. Mengkaji dan Menentukan Kompetensi Dasar 3. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI. Sosialisasi KTSP 127 . keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. Menentukan Jenis Penilaian 7. b. Menentukan Alokasi Waktu 8. c. Mengkaji dan Menentukan Standar Kompetensi 2. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran 4. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran.8. LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN SILABUS 1. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi 6.

Sosialisasi KTSP 8. 7.2 Mengkaji Kompetensi Dasar Mengkaji kompetensi dasar mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. b. alokasi waktu . Aktualitas. sosial. dan spritual peserta didik. 8. tingkat perkembangan fisik. 2. struktur keilmuan. 6. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. emosional. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. Sosialisasi KTSP 128 . dan keluasan materi pembelajaran. 5. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada dalam SI.3 Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Mengidentifikasi materi pokok mempertimbangkan: 1. c. relevansi dengan karakteristik daerah. 3.8. kebermanfaatan bagi peserta didik. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan. 4. potensi peserta didik. kedalaman. intelektual.

Sosialisasi KTSP 129 . Sosialisasi KTSP HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MENGEMBANGKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN: Memberikan bantuan guru agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional 1. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran 3. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik yaitu kegiatan siswa dan materi.4 MENGEMBANGKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik. peserta didik dengan guru. Memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar 2. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi Pengalaman belajar dimaksud dapat terwujud melalui pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik.8. Pengalaman Belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. lingkungan.

5 Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap.8. pengetahuan. satuan pendidikan. dan potensi daerah Digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. Sosialisasi KTSP Pengembangan Indikator Setiap KD dikembangkan menjadi beberapa indikator (lebih dari dua) Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur dan/atau diobservasi Tingkat kata kerja dalam indikator lebih rendah atau setara dengan kata kerja dalam KD maupun SK Sosialisasi KTSP 130 . dan keterampilan Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik.

Sosialisasi KTSP 131 . kesesuaian (Relevansi) dan Kontekstual Keseluruhan indikator dalam satu KD merupakan tandatanda. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. dan bertindak secara konsisten. menganalisis. berpikir. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. dan lain-lain untuk pencapaian kompetensi yang merupakan kemampuan bersikap. dan penilaian diri. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. pengamatan kinerja. penggunaan portofolio. kesinambungan (Kontinuitas). sikap. penilaian hasil karya berupa proyek atau produk.6 MENENTUKAN JENIS PENILAIAN Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. perilaku.Prinsip pengembangan indikator adalah sesuai dengan kepentingan (Urgensi). Sosialisasi KTSP 8.

Sosialisasi KTSP 132 .7 MENENTUKAN ALOKASI WAKTU Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. Untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. tingkat kesulitan. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut e. Sesuai dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam kegiatan pembelajaran Sosialisasi KTSP 8. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. yang dilakukan berdasarkan indikator b. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam.HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENENTUKAN PENILAIAN: a. keluasan. Menggunakan acuan kriteria c. kedalaman. Menggunakan sistem penilaian berkelanjutan d.

8. nara sumber. Sosialisasi KTSP Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Alokasi waktu: No Kompetensi Dasar Materi Pokok/Pe mbelajaran CONTOH FORMAT SILABUS Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Sosialisasi KTSP 133 . Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik. serta lingkungan fisik. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. alam. sosial. kegiatan pembelajaran. dan indikator pencapaian kompetensi. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.8 MENENTUKAN SUMBER BELAJAR Sumber belajar adalah rujukan. dan budaya.

CONTOH FORMAT SILABUS Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Kompetensi Dasar: Materi Pokok/Pembelajaran: Kegiatan Pembelajaran: Indikator: Penilaian: Alokasi Waktu: Sumber Belajar: Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN SILABUS BERKELANJUTAN Silabus: • Dijabarkan ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran • Dilaksanakan. dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru • Dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar. evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran). dievaluasi.dan evaluasi rencana pembelajaran. Sosialisasi KTSP 134 .

Selesai Sosialisasi KTSP 135 .

136 .

materi pembelajaran. sumber belajar. metode pembelajaran. dan penilaian hasil belajar 2 Sosialisasi KTSP 137 .Materi 10 PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sosialisasi KTSP LANDASAN RPP PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 20 Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurangkurangnya tujuan pembelajaran.

Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. 3 Sosialisasi KTSP ALUR RPP SK dan KD SILABUS RPP 4 Sosialisasi KTSP 138 .PENGERTIAN RPP Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus.

dst. Tujuan Pembelajaran II. Metode Pembelajaran: … IV. Alat/Bahan/Sumber Belajar: … VI. Kegiatan Akhir: … Pertemuan kedua. A. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan pertama. Materi Ajar :… :… III. Penilaian: … 6 Sosialisasi KTSP 139 . Kegiatan Inti: … C. V.KOMPONEN RPP (minimal) Tujuan Pembelajaran Materi Pembelajaran Metode Pembelajaran Sumber Belajar Penilaian Hasil Belajar 5 Sosialisasi KTSP Format RPP Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Rencana Pelaksanaan Pembelajaran :… :… :… :… :… :… :… I. Kegiatan Awal: … B.

Mengidentifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok/ pembelajaran yang terdapat dalam silabus.) 7 Sosialisasi KTSP Langkah-langkah Menyusun RPP 5. dan Indikator yang akan digunakan ( terdapat pada silabus yang telah disusun) 4. inti.Langkah-langkah Menyusun RPP 1. Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal. 8 Sosialisasi KTSP 140 . karena indikator sudah sangat rinci sehingga tidak dapat dijabarkan lagi. Menentukan SK. Mengisi kolom identitas 2. pada saat-saat tertentu rumusan indikator sama dengan tujuan pembelajaran. Materi ajar merupakan uraian dari materi pokok/pembelajaran 6. KD. Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan 3. dan Indikator yang telah ditentukan. dan akhir. Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan SK. KD. Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan 7. (Lebih rinci dari KD dan Indikator.

Langkah-langkah Menyusun RPP 8. Menentukan alat/bahan/ sumber belajar yang digunakan 9. lembar pengamatan. teknik penskoran. dll 9 Sosialisasi KTSP Selesai 10Sosialisasi KTSP 141 . Menyusun kriteria penilaian. contoh soal.

142 .

Pengembangan Bahan Ajar 11. 143 . Pengembangan bahan Ajar.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) IV.

144 .

Sosialisasi KTSP 145 . (National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training).Materi 11 Sosialisasi KTSP Pengertian Bahan Ajar • Bahan ajar merupakan informasi. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. • Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas.

VCD • Audio seperti: radio. • Multi Media: CD interaktif. buku. model/maket. CD audio. wallchart. Sosialisasi KTSP Bentuk Bahan Ajar • Bahan cetak seperti: hand out. brosur. Internet Sosialisasi KTSP 146 . gambar. computer Based. PH • Visual: foto. modul. • Audio Visual seperti: video/film. lembar kerja siswa. leaflet. kaset.Pengertian Bahan Ajar • Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar.

Tempat • Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru) • Tujuan yang akan dicapai • Informasi pendukung • Latihan-latihan • Petunjuk kerja • Penilaian Sosialisasi KTSP Penyusunan Peta Bahan Ajar (Contoh Mapel Biologi) Materi Pembelajaran/Judul bahan Ajar 1. Permasalahan biologi 5.. Tingkat organisasi kehidupan 4. Indikator.Cakupan Bahan Ajar • Judul. Obyek Biologi SK Siswa mampu memahami hakekat biologi Sebagai ilmu. manfaat dan bahayanya 2. MP.. menemukan obyek dan ragam persoalannya dari. SK. KD Mempelajari ruang lingkup biologi... Persoalan Biologi 3.. KD. Manfaat biologi bagi manusia dan lingkungan Sosialisasi KTSP 147 .

Mendiskusikan teks report yang didengar. • Lembar kegiatan berisi petunjuk. • Tugas-tugas yang yang diberikan kepada siswa dapat berupa teori dan atau praktik.ALUR ANALISIS PENYUSUNAN BAHAN AJAR Standar Kompetensi 1. dll. ….1. spoof/recount. langkahlangkah untuk menyelesaikan suatu tugas. Materi Pembelajaran 1. 2. report. Mengidentifikasi adjective phrase. Adjective phrase. Sosialisasi KTSP Kegiatan Pembelajaran 1.Lainnya BAHAN AJAR 1. 2. prosedur. Mendengarkan Memahami wacana transaksional dan interpersonal ringan dan/atau monolog lisan terutama berkenaan dengan wacana berbentuk report. Teks berbentuk report. Kompetensi Dasar 1. Sosialisasi KTSP 148 . Indikator 1.. Mengidentifikasi kelompok kata sifat 2. Berkomunikasi lisan dan tertulis menggunakan ragam bahasa yang sesuai dengan lancar dan akurat dalam wacana interaksional dan/atau monolog terutama berkenaan dengan wacana berbentuk naratif. dan news item. Modul 3. Kaset 4. Pengertian Lembar Kegiatan Siswa • Lembar kegiatan siswa (student work sheet) adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa. LKS 2.

Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Langkah-langkah penulisan LKS sebagai berikut: • Melakukan analisis kurikulum. • Menyusun peta kebutuhan LKS • Menentukan judul LKS • Menulis LKS • Menentukan alat penilaian Struktur LKS secara umum adalah sebagai berikut: • Judul. Buku Teks Bahan ajar merupakan bahan atau materi pembelajaran yang disusun secara sistematis yang digunakan guru dan siswa dalam KBM. KD. Sosialisasi KTSP 149 . semester. tempat • Petunjuk belajar • Kompetensi yang akan dicapai • Indikator • Informasi pendukung • Tugas-tugas dan langkah-langkah kerja • Penilaian Sosialisasi KTSP Bahan Ajar vs. SK. mata pelajaran. Buku teks merupakan sumber informasi yang disusun dengan struktur dan urutan berdasar bidang ilmu tertentu. indikator dan materi pembelajaran.

Memberi kesempatan pada siswa untuk berlatih Mengakomodasi kesulitan siswa Memberikan rangkuman Gaya penulisan komunikatif dan semi formal Kepadatan berdasar kebutuhan siswa Dikemas untuk proses instruksional Mempunyai mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari siswa Menjelaskan cara mempelajari bahan ajar. Sosialisasi KTSP Buku teks : Mengasumsikan minat dari pembaca Ditulis untuk pembaca (guru.Bahan ajar : Menimbulkan minat baca Ditulis dan dirancang untuk siswa Menjelaskan tujuan instruksional Disusun berdasarkan pola belajar yang fleksibel Struktur berdasarkan kebutuhan siswa dan kompetensi akhir yang akan dicapai. Sosialisasi KTSP 150 . dosen) Dirancang untuk dipasarkan secara luas Belum tentu menjelaskan tujuan instruksional Disusun secara linear Stuktur berdasar logika bidang ilmu Belum tentu memberikan latihan Tidak mengantisipasi kesukaran belajar siswa Belum tentu memberikan rangkuman Gaya penulisan naratif tetapi tidak komunikatif Sangat padat Tidak memilki mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari pembaca.

Jenis Bahan Ajar •Lembar informasi (information sheet) •Operation sheet •Jobsheet •Worksheet •Handout •Modul Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 151 .

152 .

Pengembangan Model Mata Pelajaran Muatan Lokal.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) V. 13. Model-Model Kurikulum 12. Panduan Model Pengembangan Diri untuk Satuan Pendidikan Dasar 153 .

154 .

sentralisasi ke desentralisasi.Materi 12 PENGEMBANGAN MODEL MATA PELAJARAN Sosialisasi KTSP 1 I. Latar Belakang Otonomi daerah. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) dan pasal 38 ayat (2) • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Sosialisasi KTSP 2 155 . PENDAHULUAN A. multikultural. mulok B. Landasan • UU No.

I. PENDAHULUAN (Lanjutan)
C. Tujuan Tujuan Umum: Acuan bagi satuan pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, dan SMK/MAK dalam pengembangan Mulok yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan.

Sosialisasi KTSP

3

I. PENDAHULUAN (Lanjutan)
Tujuan Khusus: Memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan perilaku kepada peserta didik agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang keadaan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai/aturan yang berlaku di daerahnya dan mendukung kelangsungan pembangunan daerah serta pembangunan nasional. Lebih jelas lagi terutama agar peserta didik dapat: Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam, sosial, dan budayanya. Memiliki pengetahuan, kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya sebagai bekal siswa. Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilainilai/aturan-aturan yang berlaku di daerahnya, serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional.
4

Sosialisasi KTSP

156

I. PENDAHULUAN
D. Pengertian

(Lanjutan)

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP minimal terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.
5

Sosialisasi KTSP

I. PENDAHULUAN

(Lanjutan)

Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi mata pelajaran muatan lokal dapat ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan.

Sosialisasi KTSP

6

157

I. PENDAHULUAN (Lanjutan)
E. Ruang Lingkup
1. Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial ekonomi, dan lingkungan sosial budaya. Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah, khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut, yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan. 2. Lingkup Isi/Jenis Muatan Lokal, dapat berupa: bahasa daerah, bahasa Inggris, kesenian daerah, keterampilan dan kerajinan daerah, adat istiadat, dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar, serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan.
7

Sosialisasi KTSP

2. Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran
A. Pengembangan Sesuai dengan Kondisi Sekolah Saat Ini 1. Analisis Mulok yang ada di sekolah. Apakah masih layak dan relevan Mulok diterapkan di sekolah? 2. Bila Mulok yang diterapkan di sekolah tersebut masih layak digunakan maka kegiatan berikutnya adalah merubah Mulok tersebut ke dalam SK dan KD 3. Bila Mulok yang ada tidak layak lagi untuk diterapkan, maka sekolah bisa menggunakan Mulok dari sekolah lain atau tetap menggunakan Mulok yang ditawarkan oleh Dinas atau mengembangkan Mulok yang lebih sesuai.
Sosialisasi KTSP

8

158

2. Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran
(Lanjutan)

B. Pengembangan dan Penetapan SK - KD 1. Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah 2. Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi Mulok 3. Mengidentifikasi bahan kajian Mulok 4. Menentukan Mata Pelajaran Mulok 5. Mengembangkan SK dan KD berserta silabusnya dan RPP-nya
9

Sosialisasi KTSP

3. Pelaksanaan
Sekolah yang mampu mengembangkan SK dan KD beserta silabus dan RPP-nya dapat melaksanakan Mulok. Bila belum mampu, dapat melaksanakan Mulok berdasarkan kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh sekolah, atau dapat meminta bantuan kepada sekolah lain yang masih dalam satu daerah. Bila beberapa sekolah dalam satu daerah belum mampu mengembangkan SK dan KD Mulok, dapat meminta bantuan Tim Pengembang Kurikulum (TPK) di daerah setempat, atau meminta bantuan dari LPMP di propinsi.
Sosialisasi KTSP

10

159

4. Pihak yang Terlibat dalam Pengembangan • • • • TPK, LPMP, PT, Instansi/lembaga di luar Depdiknas, misalnya: - pemerintah Daerah/Bapeda, - Dinas Departemen lain terkait, - dunia usaha/industri, - dan tokoh masyarakat.

Sosialisasi KTSP

11

5. Rambu-Rambu
•Bahan kajian disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik (pengetahuan dan cara berpikir, emosional, dan sosial). Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar diatur sedemikian rupa agar tidak memberatkan peserta didik dan tidak mengganggu penguasaan pada kurikulum nasional. Oleh karena itu dalam pelaksanaan Mulok dihindarkan adanya pekerjaan rumah (PR).

Sosialisasi KTSP

12

160

fisik. (4) dari yang mudah/sederhana ke yang lebih sukar/rumit. baik secara mental. Sosialisasi KTSP 14 161 . misalnya dengan memanfaatkan tanah/kebun sekolah. maksudnya dalam lingkungan tempat tinggal dan sekolah peserta didik. meminta bantuan dari instansi terkait atau dunia usaha/industri (lapangan kerja) atau tokoh-tokoh masyarakat. Sedangkan dekat secara psikis maksudnya bahan kajian tersebut mudah dipahami oleh kemampuan berpikir dan mencernakan informasi sesuai dengan usianya.5. Untuk itu. Selain itu bahan kajian/pelajaran hendaknya bermakna bagi peserta didik yaitu bermanfaat karena dapat membantu peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. (2) dikembangkan dari yang diketahui ke yang belum diketahui. guru diharapkan dapat mengembangkan sumber belajar yang sesuai dengan memanfaatkan potensi di lingkungan sekolah. Dalam kaitan dengan sumber belajar. Selain itu guru hendaknya dapat memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan peserta didik aktif dalam proses belajar mengajar. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Bahan kajian/pelajaran hendaknya memberikan keluwesan bagi guru dalam memilih metode mengajar dan sumber belajar seperti buku dan nara sumber. Sosialisasi KTSP 13 5. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Program pembelajaran hendaknya dikembangkan dengan melihat kedekatan secara fisik dan secara psikis. maupun sosial. Dekat secara fisik. bahan pengajaran hendaknya disusun berdasarkan prinsip (1) bertitik tolak dari hal-hal konkret ke abstrak. (3) dari pengalaman lama ke pengalaman baru.

Rambu-Rambu (Lanjutan) •Bahan kajian muatan lokal yang diajarkan harus bersifat utuh dalam arti mengacu kepada suatu tujuan pengajaran yang jelas dan memberi makna kepada peserta didik. dua semester atau satu tahun ajaran.5. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan.d VI atau dari kelas VII s. Bahan kajian muatan lokal juga dapat disusun dan diajarkan hanya dalam jangka waktu satu semester.d IX. penilaian hasil karya berupa tugas. dan penilaian diri. Namun demikian bahan kajian muatan lokal tertentu tidak harus secara terus-menerus diajarkan mulai dari kelas I s. pengukuran sikap. dan X s. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. pengamatan kinerja. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. penggunaan portofolio.d XII. menganalisis. proyek dan/atau produk. Penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Sosialisasi KTSP 16 162 . •Alokasi waktu untuk bahan kajian/pelajaran muatan lokal perlu memperhatikan jumlah minggu efektif untuk mata pelajaran muatan lokal pada setiap semester Sosialisasi KTSP 15 6. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh.

Pelaporan • Pelaporan hasil belajar mata pelajaran muatan lokal diwujudkan dalam bentuk kuantitatif Sosialisasi KTSP 17 Selesai Sosialisasi KTSP 18 163 .7.

164 .

Sosialisasi KTSP 165 . pasal 12 ayat (1b) tentang pelayanan pendidikan sesuai bakat. dan kemampuan PP No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi yang memuat pengembangan diri dalam struktur kurikulum.Materi 13 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PANDUAN MODEL PENGEMBANGAN DIRI Untuk Satuan Pendidikan Dasar Sosialisasi KTSP Landasan Pengembangan Diri UU No. pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran. Permendiknas No. minat. Dasar standarisasi profesi konseling oleh Ditjen Dikti Tahun 2004 tentang arah profesi konseling di sekolah dan luar sekolah. dan guru / tenaga kependidikan yang disebut pembina. dibimbing oleh konselor. pasal 3 tentang tujuan pendidikan. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan: Pasal 5 – 18 tentang Standar Isi satuan pendidikan dasar dan menengah. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas: Pasal 1 butir 6 tentang pendidik.

Untuk satuan pendidikan kejuruan. bakat. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial. minat. Sosialisasi KTSP Tujuan Umum kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. kegiatan pengembangan diri.Pengertian Pengembangan Diri Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. potensi. dan pengembangan karir. Pengembangan diri bertujuan memberikan Sosialisasi KTSP 166 . kondisi dan perkembangan peserta didik. khususnya pelayanan konseling ditujukan guna pengembangan kreativitas dan karir Untuk satuan pendidikan khusus. serta kegiatan ekstra kurikuler. kegiatan belajar. dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah. pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik.

Kemampuan pemecahan masalah j. mengatasi silang pendapat (pertengkaran).Tujuan Khusus Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan : a. berbahasa yang baik. rajin membaca. • Spontan. Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan e. membuang sampah pada tempatnya. adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti : pembentukan perilaku memberi salam. Bakat b. datang tepat waktu Sosialisasi KTSP 167 . adalah kegiatan dalam bentuk perilaku seharihari seperti : berpakaian rapi. Kemampuan sosial g. Kemandirian Sosialisasi KTSP Bentuk Pelaksanaan Pengembangan Diri Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual. seperti : upacara bendera. antri. yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal. Minat c. keberaturan. kelompok dan atau klasikal melalui penyelenggaraan : Layanan dan kegiatan pendukung Konseling Kegiatan Ekstra Kurikuler Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut : • Rutin. Wawasan dan perencanaan karir i. memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain. Kemampuan kehidupan keagamaan f. Kemampuan belajar h. Kreativitas d. ibadah khusus keagamaan bersama. senam. pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri. • Keteladanan.

d. baik secara perorangan maupun kelompok. kehidupan sosial. dan perencanaan karir. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi.Konseling peserta didik. serta memilih dan mengambil keputusan karir. agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal. Pengembangan kehidupan pribadi. b. kemampuan belajar. Pengembangan karir. Sosialisasi KTSP 168 . Pengembangan kehidupan sosial. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami. dan warga lingkungan sosial yang lebih luas. anggota keluarga. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. Pengembangan kemampuan belajar. dan mengembangkan potensi dan kecakapan. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya. c. berdasarkan normanorma yang berlaku. menilai. bakat dan minat. Konseling adalah pelayanan bantuan untuk Sosialisasi KTSP Bidang Pelayanan Konseling a. melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung. dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi. serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik.

kelompok belajar. yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas. Penguasaan Konten. sosial. keluarga. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuhkembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya. Penempatan dan Penyaluran. untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru. Fungsi Pengentasan. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya. Informasi.. jurusan/program studi. magang. Sosialisasi KTSP Jenis Layanan Konseling Orientasi. yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya. karir/jabatan. Sosialisasi KTSP 169 . yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri.Fungsi Bimbingan Konseling Fungsi Pemahaman. dan kegiatan ekstra kurikuler. dan pendidikan lanjutan. terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari. dan masyarakat. yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru. terumata kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah. Fungsi Advokasi. belajar. program latihan. Fungsi Pencegahan. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian. Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan.

yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok. melalui aplikasi berbagai instrumen. kemampuan sosial. yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka.Jenis Layanan (lanjutan …) • Konseling Perorangan. Tampilan Kepustakaan. yaitu kegiatan memperoleh data. sistematis. yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik. Himpunan Data. pemahaman. yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan. serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. • Mediasi. yang diselenggarakan secara berkelanjutan. • Konsultasi. • Bimbingan Kelompok. Konferensi Kasus. komprehensif. Sosialisasi KTSP Kegiatan Pendukung • • • • • • Aplikasi Instrumentasi. kegiatan belajar. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi. yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya. yang bersifat terbatas dan tertutup. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya. karir/jabatan. yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya. • Konseling Kelompok. yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi. Kunjungan Rumah. dan bersifat rahasia. baik tes maupun non-tes. Sosialisasi KTSP 170 . yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya. terpadu. dan karir/jabatan. kegiatan belajar. dan pengambilan keputusan. kemampuan hubungan sosial. dan caracara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik. Alih Tangan Kasus.

yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok. • Program Bulanan. yaitu format kegiatan konseling yang melayani peserta didik secara perorangan. • Program Mingguan. Sosialisasi KTSP 171 . • Pendekatan Khusus. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. yaitu format kegiatan konseling yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Sosialisasi KTSP Jenis Program • Program Tahunan. • Lapangan. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. • Program Semesteran. • Klasikal. yaitu format kegiatan konseling yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan. • Program Harian.Format Kegiatan • Individual. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. • Kelompok. yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling.

jenis layanan dan kegiatan pendukung. dan alih tangan kasus. dan volume/beban tugas konselor Sosialisasi KTSP Pelaksanaan Kegiatan Konseling Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah: Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi. format kegiatan. pemanfaatan kepustakaan. serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas. penguasaan konten. penempatan dan penyaluran. kunjungan rumah. sasaran pelayanan. himpunan data. Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat bidang. kegiatan konferensi kasus. Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi. Sosialisasi KTSP 172 .Penyusunan Program Program pelayanan konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. kegiatan instrumentasi.

Sosialisasi KTSP Kegiatan Ekstrakurikuler pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan. bakat dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah. Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. konseling kelompok dan mediasi. konseling perorangan. diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan konseling. potensi. bimbingan kelompok. Kegiatan Ekstra Kurikuler adalah kegiatan Sosialisasi KTSP 173 . serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas.Pelaksanaan Kegiatan Konseling (lanjutan) Di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah: Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi.

Sosialisasi KTSP Prinsip Kegiatan Ekstra Kurikuler Individual. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan suasana rileks. bakat dan minat mereka. Pilihan. Keterlibatan aktif. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat.Fungsi Kegiatan Ekstrakurikuler Pengembangan. membangun semangat peserta didik untuk bekerja dengan baik dan berhasil. Rekreatif. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang Menyenangkan. Etos kerja. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan potensi. Sosialisasi KTSP 174 . yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler dalam suasana yang disukai dan mengembirakan peserta didik. Sosial. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang Kemanfaatan sosial. bakat dan minat peserta didik masing-masing. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti secara sukarela peserta didik. mengembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan. menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh. Persiapan karir. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi.

pendidikan. cinta alam. Klasikal. Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). lokakarya. Gabungan. keagamaan. meliputi pengembangan bakat olah raga. perlindungan HAM. teater. Palang Merah Remaja (PMR). yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik secara perorangan. Latihan/lomba keberbakatan/prestasi. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti oleh kelompok-kelompok peserta didik. Sosialisasi KTSP Format Kegiatan Individual. Kelompok. meliputi Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR). yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik dalam satu kelas. seni budaya. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik antar kelas/ antar sekolah/madrasah. Seminar. seni dan budaya. dan pameran/bazar. kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik.Jenis Kegiatan Ekstrakurikuler Krida. Sosialisasi KTSP 175 . Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA). penelitian. meliputi Kepramukaan. Karya Ilmiah. dengan substansi antara lain karir. kesehatan. jurnaistik. keagamaan.

Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Kegiatan ekstra kurikuler yang bersifat rutin. yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani. waktu. Penilaian segera (LAISEG). b. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan/kegiatan terhadap peserta didik. jenis kegiatan. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung konseling terhadap peserta didik. Sosialisasi KTSP Penilaian 1. tempat dan pelaksana sebagaimana telah direncanakan. Penilaian hasil kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui: a. spontan dan keteladanan dilaksanakan secara langsung oleh guru. c. Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN). Sosialisasi KTSP 176 . Kegiatan ekstra kurikuler yang terprogram dilaksanakan sesuai dengan sasaran. Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG). substansi. konselor dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah.

3. untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan pelayanan konseling secara keseluruhan dalam satu semester untuk setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif. Sosialisasi KTSP Penilaian ( lanjutan ) Ekstrakurikuler Hasil dan proses kegiatan ekstra kurikuler dinilai secara kualitatif dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah dan pemangku kepentingan lainnya oleh penanggung jawab kegiatan. Sosialisasi KTSP 177 .Penilaian ( lanjutan ) 2. Hasil penilaian kegiatan pelayanan konseling dicantumkan dalam LAPELPROG. Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam SATLAN dan SATKUNG.

PENGEMBANGAN DIRI Kamu harus jadi dirimu sendiri ! Bakat saya harus berkembang Guru & Siswa Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 178 .

Pembelajaran Tematik 14. Model Pembelajaran Tematik SD Kelas I - III. 179 .Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VI.

180 .

Sosialisasi KTSP 181 . dua.Materi 14 MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK SD KELAS I-III Sosialisasi KTSP Latar Belakang Peserta didik kelas satu. dan tiga berada pada rentangan usia dini yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) sehingga pembelajarannya masih bergantung kepada objekobjek konkrit dan pengalaman yang dialaminya Pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SD kelas I – III yang terpisah untuk setiap mata pelajaran. akan menyebabkan kurang mengembangkan anak untuk berpikir holistik Terdapat permasalahan pada kelas awal (I-III) antara lain adalah tingginya angka mengulang kelas dan putus sekolah.

Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan. Mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar mata pelajaran dalam tema yang sama. Sosialisasi KTSP 182 . Sosialisasi KTSP Tujuan Memusatkan perhatian peserta didik mudah pada suatu tema materi yang jelas. Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi topik pembelajaran.Pengertian Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada peserta didik. Memudahkan guru dalam mempersiapkan dan menyajikan bahan ajar yang efektif.

efektif. Peserta didik memahami hubungan yang bermakna antar mata pelajaran.Manfaat Pembelajaran Tematik Menghilangkan tumpang tindih bahan ajar. Penguasaan konsep oleh peserta didik akan semakin baik meningkatan Sosialisasi KTSP Karakteristik Pembelajaran Tematik Berpusat pada peserta didik Memberikan pengalaman langsung Tidak terjadi pemisahan mata pelajaran Menyajikan konsep yang terpadu dari berbagai mata pelajaran Bersifat fleksibel Proses pembelajaran mudah disesuaikan dengan minat dan kebutuhan peserta didik Menggunakan prinsip pembelajaran yang aktif. kreatif. Pembelajaran menjadi utuh oleh peserta didik akan mendapat pengertian mengenai konsep dan materi yang tidak terpecah-pecah. dan menyenangkan Sosialisasi KTSP 183 .

kelompok kecil ataupun klasikal dan mengikuti secara aktif kegiatan pembelajaran yang bervariasi. Sosialisasi KTSP Implikasi Pembelajaran Tematik (lanjutan…) Sarana prasarana. menarik. memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna. Peserta didik: harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran baik secara individual. menyenangkan dan utuh.Implikasi Pembelajaran Tematik Implikasi bagi: Guru : harus kreatif dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi peserta didik. Memanfaatkan berbagai sumber belajar Mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi Masih dapat menggunakan bahan ajar yang sudah ada saat ini untuk masing-masing mata pelajaran dan menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar yang terintegrasi Sosialisasi KTSP 184 . sumber belajar dan media: Memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar. pasangan.

Pemilihan metode : pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai variasi metode (percobaan. dan berhitung serta penanaman nilai-nilai moral dan cerita tanah air. Kompetensi dasar yang tidak tercakup dalam tema tertentu harus diajarkan baik melalui tema lain maupun berdiri sendiri. menulis. bercakap-cakap) baik di dalam kelas maupun di luar kelas Sosialisasi KTSP Rambu-Rambu Pembelajaran Tematik Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester. dan daerah setempat. Kegiatan ini ditekankan kepada kemampuan membaca. Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/ karpet Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar Alat. lingkungan. Sosialisasi KTSP 185 . minat. Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa. demonstrasi.Implikasi Pembelajaran Tematik (lanjutan…) Pengaturan ruang kelas: Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang dilaksanakan. Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan dapat diajarkan tersendiri. sarana dan sumber belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan menyimpannya kembali. tanya jawab. bermain peran.

Sosialisasi KTSP 186 . Penyusunan Silabus 4. Kompetensi Dasar. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Sosialisasi KTSP 1. Penetapan Jaringan Tema 3. Kompetensi Dasar.Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Tahap Persiapan: 1. Indikator Dalam Tema Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh semua standar kompetensi. Pemetaan Standar Kompetensi. Pemetaan Standar Kompetensi. Indikator dalam Tema 2. kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata pelajaran yang dipadukan dalam tema yang dipilih.

Sosialisasi KTSP 187 .. menetapkan terlebih dahulu tematema pengikat keterpaduan. untuk menentukan tema tersebut.) 2. dilanjutkan dengan menentukan tema yang sesuai. Penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam indikator Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan indikator: Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran Dirumuskan dalam kata kerja oprasional yang terukur dan/atau dapat diamati Sosialisasi KTSP Kegiatan Pemetaan (lanjutan. guru dapat bekerjasama dengan peserta didik sehingga sesuai dengan minat dan kebutuhan anak.. mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam masingmasing mata pelajaran. Menentukan tema Cara penentuan tema Cara pertama.Kegiatan Pemetaan 1. Cara kedua.

. kebutuhan. Kompetensi Dasar dan Indikator Mengidentifikasi dan menganalisis setiap Standar Kompetensi..Kegiatan Pemetaan (lanjutan. Sosialisasi KTSP 188 . Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya proses berpikir pada diri Peserta didik Ruang lingkup tema disesuaikan dengan usia dan perkembangan Peserta didik. dan kemampuannya Sosialisasi KTSP Kegiatan Pemetaan (lanjutan. kompetensi dasar dan indikator terbagi habis dalam tema. Kompetensi Dasar dan Indikator yang cocok untuk setiap tema sehingga semua standar kompetensi. Identifikasi dan Analisis Standar Kompetensi.) Prinsip Penentuan tema Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan peserta didik Dari yang termudah menuju yang sulit Dari yang sederhana menuju yang kompleks Dari yang konkret menuju ke yang abstrak... termasuk minat.) 3.

Penyusunan Silabus Komponen silabus terdiri atas standar kompetensi. alat/sumber. kompetensi dasar dan indikator dari setiap mata pelajaran. pengalaman belajar. indikator. Sosialisasi KTSP 3. Jaringan tema ini dapat dikembangkan sesuai dengan alokasi waktu setiap tema. Sosialisasi KTSP 189 . dan penilaian.2. Menetapkan Jaringan Tema Hubungkan kompetensi dasar dan indikator dengan tema pemersatu sehingga akan terlihat kaitan antara tema. kompetensi dasar.

Kegiatan Penutup (± 1 jp) 2. Materi pokok beserta uraiannya yang perlu dipelajari Strategi pembelajaran (kegiatan pembukaan. Tahapan/jadwal kegiatan per hari .Kegiatan Inti (± 3 jp) . Pengaturan jadwal pelajaran Sosialisasi KTSP 190 .Kegiatan Pembukaan (± 1 jp) . Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Komponen rencana pembelajaran tematik meliputi : Identitas mata pelajaran Kompetensi dasar dan indikator yang akan dilaksanakan.4. inti dan penutup). Alat dan media serta sumber bahan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran tematik Penilaian dan tindak lanjut Sosialisasi KTSP Tahap Pelaksanaan 1.

Kegiatan Pendahuluan/awal/pembukaan (1 jam pelajaran) Kegiatan ini dilakukan terutama untuk menciptakan suasana awal pembelajaran berupa kegiatan untuk pemanasan. Pada tahap ini dapat dilakukan penggalian terhadap pengalaman anak tentang tema yang akan disajikan. Kegiatan Inti Dalam kegiatan inti difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk pengembangan kemampuan baca. kelompok kecil. a. tulis dan hitung. Penyajian bahan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai strategi/metode yang bervariasi dan dapat dilakukan secara klasikal. kegiatan fisik/jasmani.1. Tahapan Kegiatan (lanjutan…) b. Tahapan Kegiatan Pelaksanaan pembelajaran tematik setiap hari dilakukan dengan menggunakan tiga tahapan. dan menyanyi Sosialisasi KTSP 1. ataupun perorangan. Beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan adalah bercerita. Sosialisasi KTSP 191 .

pesan-pesan moral. Sosialisasi KTSP Contoh Jadwal Harian (1) Pembukaan Anak berkumpul bernyanyi sambil menari mengikuti irama musik Kegiatan untuk pengembangan kemampuan membaca Kegiatan untuk pengembangan kemampuan menulis Kegitan untuk pengembangan kemampuan berhitung Mendongeng atau membaca cerita dari buku cerita Inti Penutup Sosialisasi KTSP 192 . musik/apresiasi musik.1. Tahapan Kegiatan (lanjutan…) c. Kegiatan yang dapat dilakukan adalah menyimpulkan/mengungkapkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan. mendongeng. membacakan cerita dari buku. pantomim. Kegiatan Penutup/Akhir dan Tindak Lanjut Sifat dari kegiatan penutup adalah untuk menenangkan.

guru pendidikan jasmani dan guru muatan lokal dapat bersama-sama menyusun jadwal pelajaran Jadwal pelajaran ini bersifat fleksibel sesuai dengan situasi dan keperluan sekolah Sosialisasi KTSP 193 . Pengaturan Jadwal Pelajaran • • • Pengaturan jadwal dilakukan untuk memudahkan administrasi sekolah Guru bersama dengan guru mata pelajaran pendidikan agama. menggambar hewan hasil pengamatan Mendongeng Pesan-pesan moral Musik/menyanyi Inti Penutup Sosialisasi KTSP 2. menyanyi. misalnya mengamati jenis kendaraan yang lewat pada tema transporasi.Contoh Jadwal Harian (2) Pembukaan Waktu berkumpul (anak menceritakan pengalaman. melakukan kegiatan fisik sesuai dengan tema) Pengembangan kemampuan menulis (kegiatan kelompok besar) Pengembangan kemampuan berhitung (kegiatan kelompok kecil atau berpasangan) Melakukan pengamatan sesuai dengan tema.

dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh peserta didik melalui pembelajaran.Contoh Jadwal Pelajaran Waktu 700-7.10-8. II. menulis. berkesinambungan.45-9.00 9. maka cara penilaian di kelas I tidak ditekankan pada penilaian secara tertulis. Mengingat bahwa peserta didik kelas I SD belum semuanya lancar membaca dan menulis.Indo KTK Istirahat KTK KTK Jumat Penjaske s Penjaske s Agama Istirahat Agama Sabtu IPA IPA Mulok Istirahat Mulok 7.35-10.10 Sosialisasi KTSP Penilaian Dalam Pembelajaran Tematik Penilaian dalam pembelajaran tematik adalah suatu usaha untuk mendapatkan berbagai informasi secara berkala. Oleh karena itu.10 8. Indo B.00-9.35-8. Indo B. Indo Istirahat Mat Mat Rabu Mat Mat Mat Istirahat IPS IPS Kamis B. dan berhitung merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik.35 Senin Mat Mat Mat Istirahat B.45 8. Indo B. penguasaan terhadap ke kemampuan tersebut adalah prasyarat untuk kenaikan kelas. Indo B. Sosialisasi KTSP 194 . Kemampuan membaca. Indo Selasa B.35 9. Penilaian di kelas I. dan III mengikuti aturan penilaian matamata pelajaran lain di Sekolah Dasar.

ejaan kata. II. Nilai akhir pada laporan (raport) dikembalikan pada kompetensi mata pelajaran yang terdapat pada kelas I. Penilaian dilakukan secara terus menerus dan selama proses belajar mengajar berlangsung. Sosialisasi KTSP Penilaian Dalam Pembelajaran Tematik (lanjutan…) Pada pembelajaran tematik penilaian dilakukan untuk mengkaji ketercapaian Kompetensi Dasar dan Indikator pada tiap-tiap mata pelajaran yang terdapat pada tema tersebut. melainkan sudah terpisah-pisah sesuai dengan Kompetensi Dasar dan Indikator mata pelajaran.Penilaian Dalam Pembelajaran Tematik (lanjutan…) Penilaian dilakukan dengan mengacu pada indikator masingmasing Kompetensi Dasar dari masing-masing mata pelajaran. Hasil karya/kerja peserta didik dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi guru dalam mengambil keputusan untuk peserta didik misalnya: penggunaan tanda baca. Sosialisasi KTSP 195 . dan III Sekolah Dasar. misalnya sewaktu peserta didik bercerita pada kegiatan awal. maupun angka. membaca pada kegiatan inti. Dengan demikian penilaian dalam hal ini tidak lagi terpadu melalui tema. dan menyanyi pada kegiatan akhir.

Selesai Sosialisasi KTSP 196 .

Pembelajaran Efektif 15. Pembelajaran Aktif. Kreatif. Efektif & menyenangkan (PAKEM) di TK & SD.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VII. 197 .

198 .

Asumsi Belajar .DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 15 Pembelajaran Aktif.Belajar: Proses individual Proses sosial Menyenangkan Tak pernah berhenti Membangun makna Sosialisasi KTSP 199 . Efektif & Menyenangkan (Pakem) Di TK dan SD Sosialisasi KTSP MENGAPA PAKEM 1. Kreatif.

Sosialisasi KTSP 200 . PERUBAHAN PARADIGMA Mengajar Pembelajaran (teaching – learning) Penilaian Perbaikan Terus-menerus (Continous improvement) Sosialisasi KTSP MENGAPA PAKEM (lanjutan) 3. PENGERTIAN Proses pembelajaran yang dirancang agar mengaktifkan anak.MENGAPA PAKEM (lanjutan) 2. mengembangkan kreativitas sehingga efektif namun tetap menyenangkan.

MENGAPA PAKEM (lanjutan) 4.1 Pembelajaran • Multi metode • Multi media • Praktik dan bekerja dalam Tim • Memanfaatkan Lingkungan Sekolah • Multi Aspek : Logika Kinestika Estetika Etika Sosialisasi KTSP 201 . PENGERTIAN Menciptakan Lingkungan Belajar yang kondusif/bermakna yang mampu memberikan siswa keterampilan. Sosialisasi KTSP MENGAPA PAKEM (lanjutan) 5. pengetahuan dan sikap untuk hidup. Ciri-Ciri 5.

Ciri-Ciri (lanjutan) 5.3 Suasana belajar Pembelajaran hendaknya: Menyenangkan Mengasyikan Mencerdaskan Menguatkan Sosialisasi KTSP 202 . Ciri-Ciri (lanjutan) 5.5.2 Melatih Kebiasaan yng Mengarah pada 6 K • • • • • • Kebersihan Keindahan Kerindangan Ketertiban Keamanan Kekeluargaan Sosialisasi KTSP 5.

MENGAPA PAKEM (lanjutan) 6. Pakem Bermanfaat bagi • • • • • • Kepala Sekolah Guru Siswa Orangtua Masyarakat Pemerintah Sosialisasi KTSP MANFAAT BAGI ANAK Belajar lebih efektif/mendalam Anak lebih kritis dan kreatif Suasana dan pengalaman belajar bervariasi Meningkatkan kematangan emosional/sosial Produktivitas siswa tinggi Siap menghadapi perubahan dan berpartisipasi dalam proses perubahan Sosialisasi KTSP 203 .

1. dan global. PAKEM 2. Nasional. 3. PEMBELAJARAN YANG MENGARAH PAS. PENILAIAN YANG BERKELANJUTAN SDM MANAJEMEN Sosialisasi KTSP PILAR PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN MBS PAKEM PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN PSM Sosialisasi KTSP 204 .KOMPONEN UTAMA PAKEM KURIKULUM & PERANGKATNYA SARANA PRASARANA Standarisasi mutu Pendidikan Secara Berkelanjutan Menghadapi Tuntutan lokal.

Sosialisasi KTSP 205 .

206 .

Rancangan Penilaian Hasil Belajar 207 .Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VIII. Penilaian hasil Belajar 16.

208 .

PELAPORAN Sosialisasi KTSP 209 . MANFAAT HASIL PENILAIAN F. TEKNIK PENILAIAN E. PENGERTIAN PENILAIAN KELAS C. CIRI PENILAIAN KELAS D. PENGERTIAN PENILAIAN B.Materi 16 RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENILAIAN A. PENGERTIAN KETUNTASAN BELAJAR G.

Sosialisasi KTSP 210 . INTERPRETASI INFORMASI UNTUK MEMBUAT KEPUTUSAN. PENILAIAN KELAS Proses pengumpulan & penggunaan informasi oleh guru melalui sejumlah bukti untuk membuat keputusan ttg pencapaian hasil belajar/kompetensi siswa. Sosialisasi KTSP B. ANALISIS. PENGERTIAN PENILAIAN PENILAIAN ADALAH PROSES SISTEMATIS MELIPUTI PENGUMPULAN INFORMASI (ANGKA.A. DESKRIPSI VERBAL).

Belajar Tuntas • Belajar Tuntas (mastery learning): peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya. Carrol. sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar. dan hasil yang baik. 3. maka sebagian besar dari mereka akan mencapai ketuntasan”. BELAJAR TUNTAS OTENTIK BERKESINAMBUNGAN BERDASARKAN ACUAN KRITERIA / PATOKAN 5. • “Jika peserta didik dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuannya untuk beberapa mata pelajaran dan diajarkan sesuai dengan karakteristik mereka. 2. CIRI PENILAIAN KELAS 1. 4. MENGGUNAKAN BERBAGAI CARA & ALAT PENILAIAN Sosialisasi KTSP 1. A Model of School Learning Sosialisasi KTSP ) 211 . (John B.C.

dan sikap. mereka dapat berhasil jika kompetensi awal mereka terdiagnosis secara benar dan mereka diajar dengan metode dan materi yang berurutan. mulai dari tingkat kompetensi awal mereka” (JH. Carrol) • “Peserta didik yang belajar lambat perlu waktu lebih lama untuk materi yang sama. Bloom) Sosialisasi KTSP 2. B.) Sosialisasi KTSP 212 . keterampilan.lanjutan • Guru harus mempertimbangkan antara waktu yang diperlukan berdasarkan karakteristik peserta didik dan waktu yang tersedia di bawah kontrol guru (John B. Block. Penilaian Otentik • Memandang penilaian dan pembelajaran secara terpadu • Mencerminkan masalah dunia nyata bukan dunia sekolah • Menggunakan berbagai cara dan kriteria • Holistik (kompetensi utuh merefleksikan pengetahuan.

Ulangan Tengah Semester. dan Ulangan Kenaikan Kelas. dan perbaikan hasil terus menerus dalam bentuk Ulangan Harian. • Ulangan Kenaikan Kelas : selesai semua Kompetensi Dasar pada semester ganjil dan genap. observasi. Berkesinambungan Memantau proses. Sosialisasi KTSP • Ulangan Harian : selesai satu atau beberapa Indikator. penugasan.3. dengan penekanan pada kompetensi dasar semester genap Sosialisasi KTSP 213 . (tertulis. atau lainnya) • Ulangan Tengah Semester : selesai beberapa Kompetensi Dasar pada semester yang bersangkutan • Ulangan Akhir Semester : selesai semua Kompetensi Dasar pada semester yang bersangkutan. kemajuan. Ulangan Akhir Semester.

Produk. Portofolio. Berdasar Acuan kriteria/patokan Prestasi kemampuan peserta didik TIDAK DIBANDINGKAN dengan peserta kelompok. tetapi dengan kemampuan yang dimiliki sebelumnya dan patokan yang ditetapkan Sosialisasi KTSP 5. Proyek. dan Penilaian Diri Sosialisasi KTSP 214 . Lisan.4. Menggunakan Berbagai cara & alat penilaian • Mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi • Menggunakan penilaian yang bervariasi: Tertulis. Pengamatan. Unjuk Kerja.

berpidato. tingkah laku. • Pemecahan masalah dalam kelompok • Partisipasi dalam diskusi • Menari • Memainkan alat musik • Olah Raga • Menggunakan peralatan laboratorium • Mengoperasikan suatu alat Sosialisasi KTSP 215 . 3. interaksi) • Cocok untuk : • Penyajian lisan: keterampilan berbicara. Unjuk Kerja (Performance) : pengamatan terhadapa aktivitas siswa sebagaimana terjadi (unjuk kerja. Portofolio (Portfolio) 6. Diri (Self Assessment) 1. Sosialisasi KTSP 1.4. baca puisis. 4. berdiskusi. TEKNIK /CARA PENILAIAN Unjuk Kerja (Performance) Penugasan (Proyek/Project) Hasil kerja (Produk/Product) Tertulis (Paper & Pen) 5. Sikap 7. 2.

---------------------------------------------------------------------------------Nama: Rinjani I. Mata melihat kepada penonton Sosialisasi KTSP 216 . Merubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan ----. Ekspresi fisik (physical expression) A. dan 4 bila siswa selalu melakukan --------------------------------------------------------------------------------------------------Nama : Rinjani I.C. Mengubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan 1 2 3 4 Sosialisasi KTSP CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN DENGAN CHECKLIST --------------------------------------------------------------------------------Petunjuk: Beri tanda centang (v) dibelakang huruf di mana kemampuan siswa teramati pada waktu berpidato. Ekspresi fisik (physical expression) ----.A. Berdiri tegak melihat pada penonton ----. Berdiri tegak melihat pada penonton 1 2 3 4 B.CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN DENGAN RATING SCALE -----------------------------------------------------------------------------------------------Petunjuk : Beri Lingkaran pada angka yang sesuai untuk setiap kemampuan yang teramati pada waktu anak berpidato : 1 bila tidak pernah 2 bila jarang 3 bila kadang-kadang.B.

Memilih kata-kata yang tepat untuk menegaskan arti ---.D. Penugasan (Proyek) : Penilaian terhadap suatu tugas yang mengandung penyelidikan yang harus selesai dalam waktu tertentu Tugas: suatu investigasi dgn tahapan: Perencanaan Pengumpulan data Pengolahan data. Sosialisasi KTSP 2. Berbicara dengan kata-kata yang jelas ---.II. Nada suaranya berubah-ubah sesuai pernyataan yang ditekankan ---. Menyimpulkan pokok-pokok pikiran yang penting III.C.A.B.C. Ekspresi suara (vocal expression) ---. Berbicara cukup keras untuk didengar penonton Ekspresi verbal (verbal expression) ---. Tidak mengulang-ulang pernyataan ---. Menggunakan kalimat yang lengkap untuk mengutarakan suatu pikiran ---.A. Penyajian data Sosialisasi KTSP 217 .B.

gaya hidup) Sosialisasi KTSP 218 .PENILAIAN PROYEK Bermanfaat menilai : • Keterampilan menyelidiki secara umum • Pemahaman & Pengetahuan dalam bidang tertentu • Kemampuan mengaplikasi pengetahuan dalam suatu penyelidikan • Kemampuan menginformasikan subyek secara jelas Sosialisasi KTSP CONTOH PENILAIAN PROYEK : Ilmu Pengetahuan Sosial : SD : VI Mata Pelajaran Jenjang Kelas / Semester Contoh Kompetensi Dasar : menganalisis bentuk-bentuk perilaku yang muncul sebagai dampak globalisasi (konsumerisme.

komunikasi. nilai-nilai. perilaku) Sosialisasi KTSP 219 . pariwisata. pilihan makanan dan minuman.Mengidentifikasi bukti-bukti globalisasi di lingkungan masyarakat (mis: dalam hal periklanan.Membandingkan pandangan orang tua dan anak mengenai perubahan-perubahan yang terjadi akibat pengaruh globalisasi Sosialisasi KTSP Contoh Tugas Penilaian Proyek ----------------------------------------Lakukan penelitian sederhana di lingkungan sekitar mengenai pengaruh iklan di media cetak maupun di media elektronik terhadap gaya hidup anak SD (cara berpakaian. migrasi. telekomunikasi) . dan tradisi) . gaya hidup. pakaian. perjalanan.• Indikator : . perilaku.Membuat daftar perubahan perilaku masyarakat setempat sebagai dampak globalisasi (mis: dalam hal makanan.

CONTOH
ASPEK

FORMAT PENYEKORAN TUGAS PROYEK
KRITERIA DAN SKOR 3 2 1

PERSIAPAN

Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan dengan lengkap.

Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan kurang lengkap. Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua, tetapi data tidak tercatat dengan rapi dan lengkap.

Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan tidak lengkap

PENGUMPULAN DATA

Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua dan data tercatat dengan rapi dan lengkap.

Jika pertanyaan tidak terlaksana semua dan data tidak tercatat dengan rapi.

PENGOLAHAN DATA

Jika pembahasan data sesuai tujuan penelitian

Jika pembahasan data kurang menggambarkan tujuan penelitian Jika sistimatika penulisan benar, memuat saran, namun bahasa kurang komunikatif

Jika sekedar melaporkan hasil penelitian tanpa membahas data

PELAPORAN TERTULIS

Jika sistimatika penulisan benar, memuat saran, bahasa komunikatif.

Jika penulisan kurang sistimatis, bahasa kurang komunikatif, kurang memuat saran

Sosialisasi KTSP

3. Hasil Kerja (Produk):
Penilaian terhadap kemampuan membuat produk teknologi dan seni
Penilaian Hasil Akhir dan Proses:

hasil akhir spt:

- makanan - pakaian - hasil karya seni: gambar, lukisan, pahatan - barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam - menggunakan teknik menggambar - menggunakan peralatan dengan aman - membakar kue dengan baik

proses spt:

Sosialisasi KTSP

220

PENILAIAN PRODUK

PERSIAPAN,kmp: - rencanakan, gali, kembangkan gagasan - desain produk

PEMBUATAN: kmp seleksi dan gunakan: bahan, alat, teknik

PENILAIAN
(APPRAISAL):

kmp buat produk sesuai kegunaan (fungsi) & keindahan

Sosialisasi KTSP

Contoh1:

TUGAS PENILAIAN PRODUK ------------------------------------------------------Tugas: buatlah rancangan model benda yang menggunakan roda Ketentuan: - Gambar rancangan model
- Bahan untuk model tertulis dalam rancangan - Tentukan spesifikasi bahan untuk model

Sosialisasi KTSP

221

Contoh2:

TUGAS PENILAIAN PRODUK -------------------------------------------------------Tugas: Rancang dan buatlah mainan yang menggunakan roda. ketentuan sebagai berikut (spesifikasidiberikan) : jenis kayu: ……….. ukuran: ……………………. dst.

Sosialisasi KTSP

Penskoran tugas penilaian produk contoh 1:
No Kriteria
b 1. 2. 3. 4.

skor
c k

Ada gambar rancangan model Bahan tertulis dalam model Spesifikasi bahan tertulis Unsur estetika

Kriteria penskoran : B = gambar proporsional, bahan tertulis lengkap, spesifikasi bahan jelas C = gambar kurang proporsional, bahan tertulis kurang lengkap, spesifikasi bahan kurang jelas K = gambar tidak proporsional, bahan tertulis tidak lengkap, spesifikasi bahan tidak jelas
Sosialisasi KTSP

222

4. TES TERTULIS
Memilih dan Mensuplai jawaban 1. MEMILIH JAWABAN - Pilihan ganda - Dua pilihan (B - S; ya - tidak) 2. MENSUPLAI JAWABAN - Isian atau melengkapi - Jawaban singkat - uraian
Sosialisasi KTSP

BANDINGKAN
• Apa kepanjangan ASEAN? • Tahun berapa ASEAN didirikan? • Negara mana saja yang manjadi anggota ASEAN? • Apa kepanjangan PLTA? • Menurutmu masalah apa yang akan timbul jika ASEAN bubar? • Dengan cara apa ASEAN mendukung perekonomian ASIA? • Buatlah bagan PLTA!

Sosialisasi KTSP

223

5. PORTOFOLIO :
Penilaian melalui koleksi karya (hasil kerja) siswa yang sistematis
• • • • Pengumpulan data melalui karya siswa Pengumpulan dan penilaian yang terus menerus Refleksi perkembangan berbagai kompetensi Memperlihatkan tingkat perkembangan kemajuan belajar siswa • Bagian Integral dari Proses Pembelajaran • Untuk satu periode • Tujuan Diagnostik

Sosialisasi KTSP

Hal-hal yang perlu diperhatikan:
• Siswa merasa memiliki portofolio sendiri • Tentukan bersama hasil kerja apa yang akan dikumpulkan • Kumpulkan dan simpan hasil kerja siswa dalam 1 map atau folder • Beri tanggal pembuatan • Tentukan kriteria untuk menilai hasil kerja siswa • Minta Siswa untuk menilai hasil kerja mereka secara berkesinambungan • Bagi yang kurang, beri kesempatan perbaiki karyanya, tentukan jangka waktunya • Bila perlu, jadwalkan pertemuan dengan ortu
Sosialisasi KTSP

224

2.karya-karya yang dapat dikumpulkan melalui penilaian portofolio • • • • • • • Puisi Karangan Gambar / Lukisan Desain Paper Sinopsis Naskah pidato / khotbah • Naskah Drama • Rumus Sosialisasi KTSP • • • • • • Doa Surat Komposisi Musik Teks Lagu Resep Makanan Laporan Observasi/ Penyelidikan / Eksperimen • Dsb. Menulis karangan deskriptif 30/7 10/8 dst. Membuat resensi buku 1/9 30/9 10/10 Dst. Contoh Portofolio Nama Siswa : _________________ Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kelas : X/1 : Bahasa Indonesia : 1 Semester Kriteria Tata bahasa No SK / KD Periode Kosakata Kelengkapan gagasan Sistematika penulisan Keterangan 1. Sosialisasi KTSP 225 .

Sosialisasi KTSP 226 . perhatian – Pertanyaan langsung: tanggapan thd tatib baru – Laporan pribadi: menulis pandangan ttg “kerusuhan antaretnis”. inisiatif.. Sosialisasi KTSP Contoh Format Penilaian Sikap dalam praktek IPA : No. Nama Bekerja sama 1.. Tono 3. Ruri Berinisiatif Perilaku Penuh Perhati an Bekerja sistematis Nilai Keterangan 2.6. .. PENILAIAN SIKAP Penilaian terhadap perilaku dan keyakinan siswa terhadap obyek sikap Cara: – Observasi perilaku: kerja sama.

-------.mengorganisasi kelompok -------.1996.Ketika kami berdiskusi.B. tulislah huruf A. --------.Tiap orang sibuk dengan yang dilakukannya dalam kelompok saya 5. Untuk No.mengajukan pertanyaan --------. saya….mendengarkan orang lain --------.Selama diskusi saya mengusulkan ide kpd klp utk didiskusikan 2.7. tiap org diberi kesempatan mengusulkan sesuatu 3.melamun 6. tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya.mengorganisasi ide-ide saya -------. -------. Sosialisasi KTSP CONTOH PENILAIAN DIRI PARTISIPASI DALAM DISKUSI KELOMPOK Nama : ----------------------------------------------------Nama-nama anggota kelompok : ----------------------------------------------------Kegiatan kelompok : ----------------------------------------------------Isilah pernyataan berikut dengan jujur. 227 . 1 s. -------.Semua anggota kelompok kami melakukan sesuatu selama kegiatan 4. proses. Apa yang kamu lakukan selama kegiatan berlangsung? ------------------------------------------------------------------------------------------Sosialisasi KTSP SUMBER: Forster & Masters.mengacaukan kegiatan -------. -------.Selama kerja kelompok. PENILAIAN DIRI Menilai diri sendiri berkaitan dengan status. --------.d. 5.C atau D di depan tiap pernyataan: A : selalu C : kadang-kadang B : sering D : tidak pernah 1.

KD.ALUR PELAKSANAAN PENILAIAN • MENETAPKAN INDIKATOR • MEMETAKAN SK. INDIKATOR DAN KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR • MENETAPKAN TEKNIK PENILAIAN • MEMBUAT ALAT PENILAIAN & PENYEKORAN Sosialisasi KTSP CONTOH FORMAT PEMETAAN ASPEK PENILAIAN SK KD INDIKATOR KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR PROY TEKNIK PENILAIAN PROD TES UN KERJA DLL MENDENGAR KAN BERBICARA MEMBACA MENULIS Sosialisasi KTSP 228 .

TS= Nilai Tengah Semester. MANFAAT HASIL PENILAIAN • REMEDIAL • PENGAYAAN • PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN Sosialisasi KTSP 229 . RR= Nilai Rata-rata KD.CONTOH REKAP NILAI MATA PELAJARAN : KELAS/SEMESTER : N O NA MA MENDENGARKAN BERBICARA MEMBACA MENULIS KD 1 KD 2 R R T S AS KD 1 KD 2 R R T S A S KD 1 KD 2 R R T S A S KD 1 KD 2 R R TS A S 1 Ri n Tin 2 Catatan: KD= Kompetensi Dasar. AS= Nilai Akhir Semester Sosialisasi KTSP E.

KOMPLEKSITAS INDIKATOR. DAYA DUKUNG : GURU.KAPAN? • REMEDIAL DILAKUKAN BILA NILAI INDIKATOR KURANG DARI NILAI KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR PENGAYAAN DILAKUKAN BILA TUNTAS LEBIH CEPAT PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN BILA TIDAK EFEKTIF • • Sosialisasi KTSP F. SARANA • TUNTAS: SKOR ≥ KRITERIA KETUNTASAN • TUNTAS INDIKATOR → KD → SK→ MAPEL Sosialisasi KTSP 230 . KETUNTASAN BELAJAR • • • • PER INDIKATOR KRITERIA: 0% – 100% IDEAL: 75% SEKOLAH MENETAPKAN SENDIRI DGN PERTIMBANGAN: KEMAMPUAN AKADEMIS SISWA.

7 Sosialisasi KTSP NILAI KD 2: MODE : 70 NILAI KD :70 231 .CONTOH PENGHITUNGAN KETUNTASAN BELAJAR KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KRITERIA KETUNTASAN NILAI PESERTA DIDIK KETUNTASAN 1 2 60% 60% 60 59 TUNTAS TAK TUNTAS TUNTAS 3 55% 75 Sosialisasi KTSP CONTOH PENGHITUNGAN NILAI KD KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR 60% 70% 60% 70% 65% 60% KOMPETENSI DASAR (KD) INDIKATOR 1 NILAI SISWA 61 80 90 70 68 72 KETUNTASAN TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS 1 2 3 1 2 2 3 NILAI KD 1: = 61+80+90 3 = 77 ATAU 7.

DALAM 1 KD • JML INDIKATOR YG TUNTAS LEBIH DARI 50%: LANJUT KE KD BERIKUTNYA • JML INDIKATOR BELUM TUNTAS SAMA ATAU LEBIH DARI 50%: MENGULANG KD YANG SAMA Sosialisasi KTSP PELAKSANAAN PROGRAM REMEDIAL • TATAP MUKA DENGAN GURU • BELAJAR SENDIRI → dinilai • KEGIATAN: MENJAWAB PERTANYAAN. • PADA ATAU DI LUAR JAM EFEKTIF Sosialisasi KTSP 232 . MENGUMPULKAN DATA. MENGERJAKAN TUGAS. MEMBUAT RANGKUMAN.

Sosialisasi KTSP PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN Program Strategi Bahan Tidak efektif? Dievaluasi Direvisi Sosialisasi KTSP Diganti 233 . PADA ATAU DI LUAR JAM EFEKTIF.PROGRAM PENGAYAAN : • SISWA BERPRESTASI BAIK • MEMPERKAYA KOMPETENSI • KEGIATAN : MEMBERI MATERI TAMBAHAN. LATIHAN TAMBAHAN TUGAS INDIVIDUAL • HASIL PENILAIAN MENAMBAH NILAI MATA PELAJARAN BERSANGKUTAN • SETIAP SAAT.

dengan syarat komunikatif dan menggambarkan pencapaian kompetensi. • Model yang ada merupakan contoh yang dapat dimodifikasi/diadopsi oleh sekolah. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 234 .G. PELAPORAN • Rapor adalah laporan kemajuan belajar • Berisi informasi tentang pencapaian kompetensi • Sekolah boleh menetapkan sendiri model rapor yang dikehendaki.

Pengembangan bahan Ujian & Analisis hasil Ujian. Pengembangan Bahan Ujian 17. 235 .Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) IX.

236 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 17 PENGEMBANGAN BAHAN UJIAN DAN ANALISIS HASIL UJIAN Sosialisasi KTSP SKL TOPIK Sosialisasi KTSP KISI-KISI TEKNIK PENYUSUNAN SOAL ANALISIS 237 .

APAKAH SAYA LULUS? Sosialisasi KTSP STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) Adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap pengetahuan dan keterampilan Berdasarkan PP No.19/2005 Sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan Meliputi kompetensi seluruh mata pelajaran Dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Sosialisasi KTSP 238 .

MATERI DAN PENILAIAN SKL Menggambarkan kompetensi yang ingin dicapai.Hubungan antara SKL. KOMPETENSI Materi pembelajaran untuk mencapai kompetensi Sosialisasi KTSP Bentuk soal harus sesuai dengan kompetensi yang dituntut pada SKL SEPERTI APA SOAL YANG BAIK ? Sosialisasi KTSP 239 .

3. perakitan soal Komponen Kisi2: •Identitas •SK/KD/IP •Materi Pembel. Uji coba soal termasuk ANALISIS-nya. PENELAAHAN SOAL (validasi soal). 8. penulisan soal Pedm. Penentuan tujuan tes. 2. •Indikator Soal •Bentuk Tes •Nomor Soal Syarat kisi-kisi Mewakili isi kurikulum Singkat dan jelas Soal dapat disusun sesuai dengan bentuk soal. Bank Soal Penyajian tes kepada siswa Skoring (pemeriksaan jawaban siswa) Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN KISI-KISI Fungsi Pedm. Sosialisasi KTSP 240 . 7. 6.LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN TES 1. PENULISAN SOAL. 4. 5. Perakitan soal menjadi perangkat tes. Penyusunan KISI-KISI tes. 9.

....... dll...... Soal (7) No................. ------------Tahun ajaran : --------------: KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER: RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI INDIKATOR SOAL No .....FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL Jenis Sekolah : .... .... Kurikulum : ............. Bentuk Tes Materi (4) Indikator Soal (5) (6) No. -----------2............. Digunaka n untuk Tang gal Jumlah Siswa Tingkat Kesukaran Daya Proporsi KETERANGAN SOAL Jawaban pada Pilihan Pembeda A B C D OMIT Keterangan Sosialisasi KTSP 241 . Jumlah soal : .......... (2) (3) Sosialisasi KTSP KARTU SOAL BENTUK PG Jenis Sekolah Mata Pelajaran Bahan Kelas/smt Bentuk Tes : ------------: ------------: ------------: Tertulis (PG......................... SOAL KUNCI Penyusun 1.... ......... Urut (1) Kompetensi Dasar/ Indikator Bahan Kelas/ smt............... Penulis 1.. Alokasi Waktu : .........) NO...... 2..... Mata Pelajaran : .........................

------------Tahun ajaran : --------------: KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER: RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI INDIKATOR SOAL No Diguna kan untuk KETERANGAN SOAL Proporsi jawaban pada aspek Tangg al Jumlah siswa Tingkat kesukar an Daya pembeda 1 A 2 3 1 B 2 3 1 C 2 3 1 D 2 3 Ketera ng an Sosialisasi KTSP PEDOMAN PENSKORAN No. -----------2. SOAL Penyusun 1.KARTU SOAL URAIAN/PRAKTIK Jenis Sekolah Mata Pelajaran Bahan Kelas/smt Bentuk Tes : ------------: ------------: ------------: Tertulis (Uraian)/Praktik (Kinerja. penugasan. hasil karya) NO. Kunci/Kriteria jawaban/Aspek yang dinilai Skor Skor maksimum= Sosialisasi KTSP …… 242 .

Sosialisasi KTSP Indikator Soal Indikator soal sebagai pertanda atau indikasi pencapaian kompetensi Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur Indikator mengacu pada materi pembelajaran sesuai kompetensi 243 .KRITERIA KOMPETENSI / MATERI PENTING 1. Keterpakaian: memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Kontinuitas: KD/indikator/materi lanjutan yang merupakan pendalaman materi sebelumnya. Urgensi: KD/indikator/materi yang secara teoritis. Relevansi: yang diperlukan untuk mempelajari dalam bidang studi lain. mutlak harus dikuasai oleh siswa. 3. 4. 2.

TEKNIK PERUMUSAN INDIKATOR 1. BILA SOAL TERDAPAT STIMULUS Rumusan indikatornya: Disajikan …. siswa dapat menjelaskan ….DIBERIKAN DASAR PERTANYAAN (STIMULUS) 2. 2. BILA SOAL TIDAK TERDAPAT STIMULUS Rumusan indikatornya: Siswa dapat membedakan ….MENGUKUR KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH Sosialisasi KTSP 244 .MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS 3. Sosialisasi KTSP MENUNTUT PENALARAN TINGGI SETIAP SOAL: 1.

tentang apa yang akan terjadi bila ....... mengapa? -Jelaskan mengapa kamu setuju/tidak setuju dengan pernyataan tentang . Sosialisasi KTSP 6. Menyimpulkan -Susunlah beberapa kesimpulan yang bersasal dari data ............. apa yang akan terjadi bila .... Membandingkan -Jelaskan persamaan dan perbedaan antara . Analisis -Manakah penulisan yang salah pada paragraf . 2........... -Bandingkan dua cara berikut tentang ..... Memberi alasan (justifying) -Manakah pilihan berikut yang kamu pilih. -Tulislah sebuah pernyataan yang dapat menjelaskan peristiwa berikut . tuliskanlah evaluasi tentang ..... 8.... -Apakah hal berikut memiliki . -Lengkapilah cerita . -Tuliskan ..... 12. 7.. Menerapkan -Selesaikan hal berikut dengan menggunakan kaidah ... Meringkas -Tuliskan pernyataan penting yang termasuk . 5....... 3. -Ringkaslah dengan tepat isi . Sosialisasi KTSP 245 .. Evaluasi -Apakah kelebihan dan kelemahan ..... 10.. dan ..... -Berdasarkan kriteria .. Hubungan sebab-akibat -Apa penyebab utama .. -Apa reaksi A terhadap .. -Tuliskan sebuah laporan . 11. Sintesis -Tuliskan satu rencana untuk pembuktian . Berpendapat (inferring) -Berdasarkan . dengan menggunakan pedoman ........MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS 1... Mengelompokkan -Kelompokkan hal berikut berdasarkan .. 4. 9.. -Daftar dan beri alasan singkat tentang ciri utama .. Menciptakan -Tuliskan beberapa cara sesuai dengan ide Anda tentang . -Apa akibat ..

siswa dapat memberikan alasan satu masalah yang dipilih sendiri. Memberi alasan masalah yang sulit Contoh indikator soal: Disajikan sebuah masalah yang sukar dipecahkan atau informasi pentingnya dihilangkan. siswa dapat menjelaskan maknanya yang berhubungan dengan masalah itu dengan kata-katanya sendiri. Sosialisasi KTSP 6. siswa dapat mengidentifikasi masalah yang nyata atau masalah apa yang harus dipecahkan.Mengukur Keterampilan Pemecahan Masalah 1. Mendeskripsikan masalah Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. 9. Memberi alasan solusi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih kemungkinan solusinya. siswa dapat menjelaskan mengapa masalah ini sulit dipecahkan atau melengkapi informasi penting yang dihilangkan. siswa dapat merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan. 8. Mengidentifikasi asumsi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. 2. Mengidentifikasi masalah yang tidak sesuai Contoh indikator soal: Disajikan beberapa informasi yang relevan dan tidak relevan terhadap masalah. 5. Merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan yang berisi sebuah masalah. Sosialisasi KTSP 246 . Mendeskripsikan berbagai strategi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. atau grafik. siswa dapat memecahkan masalah ke dalam dua cara atau lebih. 7. dan menjelaskan cara penyelesaiannya. 10. 4. siswa dapat menggambarkan sebuah diagram atau gambar yang menunjukkan situasi masalah. Memahami kata dalam konteks Contoh indikator soal: Disajikan beberapa masalah yang konteks kata atau kelompok katanya digarisbawahi. Mengidentifikasi masalah Contoh indikator soal: Disajikan deskripsi suatu situasi/masalah. siswa dapat memilih satu solusi yang paling tepat dan memberikan alasannya. siswa dapat mengidentifikasi semua informasi yang tidak relevan. 3. Memilih masalah sendiri Contoh indikator soal: Disajikan beberapa masalah. diagram. siswa dapat memberikan solusinya berdasarkan pertimbangan asumsi untuk saat ini dan yang akan datang. kemudian menunjukkan solusinya ke dalam gambar.

Sosialisasi KTSP 15. Memberi alasan strategi yang digunakan Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih strategi untuk menyelesaikan masalah. (4) memberi alasan mengapa strategi itu paling tepat dibandingkan dengan strategi lainnya. Sosialisasi KTSP 247 . siswa dapat mengevaluasi strategi pemecahannya berdasarkan prosedur yang disajikan. 17.11. 14. (2) mengevaluasinya. siswa dapat memilih satu strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah itu dan memberikan alasannya. grafik atau tabel dan sebuah pernyataan masalah. (2) memberikan alasannya. 16. dan prosedurnya. proses. 13. siswa dapat menyelesaikan masalah itu dengan menggunakan strategi lain. dan outcomenya. kartun. beberapa strategi pemecahan masalahnya. output. siswa dapat menyelesaikan masalah secara terencana mulai dari input. Memecahkan masalah berdasarkan data dan masalah Contoh indikator soal: Disajikan sebuah cerita. (3) menentukan strategi mana yang tepat. Mengevaluasi strategi sistematikanya Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. Menggunakan analogi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan strategi penyelesaiannya. siswa dapat: (1) mendeskripsikan masalah lain (analog dengan masalah ini) yang dapat diselesaikan dengan menggunakan strategi itu. siswa dapat memecahkan masalah dan menjelaskan prosedur yang dipergunakan untuk menyelesaikan masalah. siswa dapat: (1) menjelaskan dengan menerapkan strategi itu. 12. Mengevaluasi kualitas solusi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan beberapa strategi untuk menyelesaikan masalah. Membuat strategi lain Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan satu strategi untuk menyelesaikan masalanya. Menyelesaiakan secara terencana Contoh indikator soal: Disajikan sebuah situasi masalah yang kompleks.

Mengukur kompetensi siswa 4.KAIDAH PENULISAN SOAL KOMPETENSI 1. Mengandung pemecahan masalah Sosialisasi KTSP SOAL URAIAN SOAL URAIAN adalah soal yang jawabannya menuntut peserta tes untuk mengorganisasikan gagasan atau hal-hal yang telah dipelajarinya dengan cara mengemukakan gagasan tsb dalam bentuk tulisan. Sosialisasi KTSP 248 . Berhubungan erat antara proses. Berhubungan dengan kondisi pembelajaran di kelas atau di luar kelas 2. Mengukur kemampuan berpikir kritis 6. materi. Mengukur beberapa kemampuan yang diwujudkan dalam stimulus soal 5. kompetensi dan pengalaman belajar 3.

gambar. grafik. 8. 5. 11. atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca Rumusan kalimat soal komunikatif Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku Tidak menggunakan kata/ungkapan yang menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat menyinggung perasaan siswa Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 249 . Soal sesuai dengan indikator Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP KAIDAH PENULISAN SOAL URAIAN 7. 9. 10. 4. 12. 3. 13. Ada pedoman penskorannya Tabel.KAIDAH PENULISAN SOAL URAIAN 1. 6. peta. 2.

2. Contoh Soal kurang baik: Jelaskan 2 persamaan antara pasar tradisional dengan pasar modern! Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan 2 perbedaan antara pasar tradisional dengan pasar modern! (IPS. Individualisme yaitu sikap lebih mementingkan diri sendiri. SMP) No. Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai Contoh soal kurang baik: Jelaskan sisi negatif yang harus diwaspadai dari kemajuan IPTEK terhadap bangsa Indonesia yang berazaskan kekeluargaan! (PKn SMP) Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan 4 sisi negatif yang harus diwaspadai dari kemajuan IPTEK terhadap bangsa Indonesia yang berasaskan kekeluargaan! PEDOMAN PENSKORAN No. 2 4. -----------------------------------2 5. ---------------------------------2 Skor Maksimum 10 Sosialisasi KTSP 250 . 1. Primadialisme yaitu sikap yang lebih membanggabanggakan asal daerah tertentu. Sekulerisme adalah sikap yang mencerminkan kehidupan keduniawian. Elitisme yaitu kecenderungan untuk bergaya hidup tertentu berbeda dengan orang banyak. Kunci Jawaban Skor 1.1. ---------------------------------------------------------2 3. Kunci Jawaban Pasar tradisional: harga dapat ditawar dan tidak kena pajak Pasar modern: harga pasti dan kena pajak Skor Maksimum Skor 2 2 4 Sosialisasi KTSP 2. Materialisme yaitu sikap yang selalu mengutamakan dan mengukur segala sesuatu berdasarkan materi -------------2 2. . Soal sesuai dengan indikator Indikator : Siswa dapat menjelaskan 2 perbedaan pasar tradisional dan pasar modern.

.... Di manakah enzim-enzim itu aktif? No............... 1 b........... Enzim yang dihasilkan Pankreas: .................3. Kunci Jawaban Skor a...........Amilase untuk mencerna tepung menjadi maltosa dan disakarida lain . Enzim-enzim itu aktif di usus halus................ Pankreas terletak di rongga perut ............. 4........................................................................Tripsin untuk mengubah protein menjadi peptida dan asam-asam amino ...... 3................... 2 ................... Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas Contoh soal yang kurang baik: Jelaskan perkembangan perangkat TIK dilihat dari perangkat komunikasi digital? Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan perkembangan perangkat komputer No.... dan teknologi tinggi) Menjawab dua fase Menjawab satu fase Tidak menjawab Skor 3 2 1 0 Sosialisasi KTSP 251 ..... 2 ............. Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran Contoh soal kurang baik: Di manakah letak kelenjar pankreas? (IPA) Contoh soal lebih baik: a................................................. 2 .................. Tuliskan dan jelaskan enzim yang dihasilkan pankreas! c.Lipase untuk mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol ..Bikarbonat untuk menetralisir HCl yang masuk ke usus dari lambung .............. 1................. 2............................... 1 Skor maksimum Sosialisasi KTSP 10 4........... Kunci Jawaban Menjawab 3 fase perkembangan (penemuan............................................. perkembangan generasi.......... 2 c............... Di manakah letak pankreas? b...............

Sistem dua partai --------------------------------------------------------yaitu terdapat dua partai dalam suatu negara sehingga terlihat satu partai yang berkuasa dan satu partai oposisi ----------------3. Sistem multi partai -------------------------------------------------------yaitu terdapat banyak partai dalam suatu negara yang disebabkan kondisi masyarakat yang mejemuk dan iklim demokrasi yang lebih bebas ------------------------------------------Skor Maksimum Sosialisasi KTSP Skor 1 1 1 1 1 1 6 6. Idrus: Kisah Sebuah Celan Pendek Bagaimana watak Kusno? (Bhs Indonesia .SMP) Contoh soal yang lebih baik: Tentukan watak Kusno yang terdapat dalam kutipan di atas disertai alasannya! Kunci : Watak Kusno gigih atau sejenisnya karena ia sengsara. Ia dilahirkan dalam kesengsaraan. hidup bersama kesengsaraan. No. Dan meskipun celana 1001 –nya hilang lenyap menjadi topo. Kusno tak akan putus asa. Aspek yang dinilai Bila jawaban (gigih) dan alasan benar Bila jawaban (gigih) benar tetapi alasan kurang tepat Bila hanya jawaban (gigih). bagaimanapun juga. Pada suatu kali ia akan hilang dari muka bumi. tapi terus melawan kesengsaraan tersebut. 3. Sistem partai tunggal ---------------------------------------------------yaitu dalam suatu negara hanya satu partai yang berlaku ----2. 1. Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian Contoh soal kurang baik: Di Indonesia terdiri dari berapa sistem kepartaian? (PKn-SMP) Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan tiga macam sistem kepartaian! No. 2. Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal Contoh soal kurang baik: Tentang celana kepar 1001 itu. tetapi tidak disertai alasan Bila jawaban (aliran) dan alasan salah Skor 3 2 1 0 Sosialisasi KTSP 252 . tak ada yang akan diceritakan lagi. Kusno akan berjuang terus melawan kesengsaraan biarpun hanya guna mendapatkan sebuah celana kepar yang lain. 4. Kunci Jawaban Sistem kepartaian ialah pola perilaku dan interaksi di antara sejumlah partai politik 1.5. Dan mungkin ia bersama-sama dengan Kusno hilang dari muka bumi ini? Tapi.

...... Indonesia SMP) Tulislah karangan sepanjang ± 200 kata berdasarkan informasi yang terdapat dalam gambar di atas! Tulisan tersebut akan dinilai berdasarkan isi........... Ada pedoman penskorannya 8......... Gambar ini memperlihatkan suatu kawasan yang dibanjiri sampah yangmenggunung. peta... vp 1 . Skor maksimum Sosialisasi KTSP Skor 1 1 1 1 1 5 253 ......... 100 + 400 = 300 + 200 vp 1 500 = 300 + 200 vp 1 200 vp 1 = 500 – 300 200 vp 1 = 200 ... Tentukan kecepatan perahu sesaat setelah orang tersebut meloncat? No....... Tabel. Kemudian orang tersebut meloncat ke depan dengan kecepatan 6 ms –1 terhadap air.............. Rumusan kalimat soal komunikatif Contoh soal kurang baik: Sesuatu bermassa 50 kg naik perahu yang massanya 200 kg …. atau di sejumlah pasar......... 2 = 50 .... 2 + 200 .... vp 1 = 1 200 200 =.......... Yang lebih parah lagi bila TPS (Tempat Pembuangan Sampah) berada di lingkungan yang dekat dengan sekolah....7........ alur...... (Bhs............ vp = mo ...... vo 1 + mp ..... 50 ........... dan pemakaian kaidah bahasa Indonesia........ pertokoan............. Contoh Soal yang lebih baik: Seseorang bermassa 50 kg naik perahu dengan massa 200 kg dan berkecepatan 2 ms –1 terhadap air yang diam... 6 + 200 ...... atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca Perhatikan gambar berikut................. grafik................................... vp 1 = 1 m/s . vp 1 .......... Sosialisasi KTSP 9.... Gunungan sampah yang berbau tidak sedap itu terjadi akibat sampah-sampah tersebut tidak diangkut seperti di pemukiman. kosakata.......... gambar....... vo + mp ... Kunci Jawaban mo ..........................

Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu Contoh soal kurang baik: Perhatikan kalimat berikut! “Di dalam BMW seri tujuh berwarna abu-abu itu Soni menyetir sendiri setelah membeli buah pala dan keju di supermarket itu. Tak kenal menyerah: Seorang siswa perlu belajar dengan tekun tanpa mengenal lelah demi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia dikemudian hari. PEDOMAN PENSKORAN Kunci Jawaban/Aspek yang dinilai Cinta tanah air: Bangga sebagai bangsa Indonesia menyebabkan seseorang rela berkorban.10. 1 3. Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku Contoh soal kurang baik Coba kamu sebutkan satu per satu karakteristik sikap patriotik dalam kehidupan bangsa dan bernegara? (PKn SMP/MTs) Contoh soal yang lebih baik: Tuliskan dan jelaskan 5 ciri sikap patriotik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara! No. 1 Skor Maksimum 3 Penjelasan: kata buah pala dan keju di daerah tertentu adalah tabu. 1. Sosialisasi KTSP 254 . 4.10 5. Metonimia adalah majas yang menyebut merek dagang untuk benda yang dimaksudkan atau digunakan. ----------------------------------------------Skor Maksimum Skor 0–2 3. 2.” Tentukan majas kalimat di atas dan berikan alasannya! (BIN SMP/MTs) PEDOMAN PENSKORAN No. 0–2 0–2 0–2 0–2 0. Kunci/Aspek yang dinilai Skor 1. Kutipan di atas mengandung majas metonimia. 1 2. ---------------------------------Berjiwa pembaru: yaitu ikut serta dalam pembangunan. -----------Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara: Untuk mencapai tujuan nasional diperlukan kerelaan berkorban. Alasan: BMW adalah merek mobil. Sosialisasi KTSP 12. Menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan.

anak cacat. Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat menyinggung perasaan siswa Contoh soal kurang baik: Walaupun kamu anak yatim/piatu. namun kamu adalah warga negara Indonesia. atau hidup di desa terpencil. Komponen soal PG Stem (pokok soal) Option Sosialisasi KTSP 255 .13. anak miskin. hidup di daerah kumuh. Sebutkan dan jelaskan 6 macam hak asasi manusia yang mendapat perlindungan dan pelayanan dalam UUD 1945! (PKn SMP) Contoh soal yang lebih baik: Tuliskan dan jelaskan 6 macam hak asasi manusia yang mendapat perlindungan dan pelayanan dalam UUD 1945! Sosialisasi KTSP SOAL PILIHAN GANDA JENIS SOAL PG Pokok Soal (stem) pertanyaan Pokok soal (stem) pernyataan Diakhiri tanda ? Diakhiri tanda ….

8. Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 256 ...CONTOH SOAL PG Dasar pertanyaan (stimulus) Pokok soal (stem) Pilihan jawaban (option) Perhatikan iklan berikut! Dijual sebidang tanah di Bekasi. 9. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah/benar”. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. Hubungi telp. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar. permintaan b. luas 4 ha. 2. Penawaran* Sosialisasi KTSP KAIDAH PENULISAN SOAL PG 1. 7777777. 6. 7. 10. 3. 5.. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya. propaganda c. a. Baik untuk industri. Pengumuman d. 4. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. Iklan di atas termasuk jenis iklan . Soal harus sesuai dengan indikator Pengecoh harus berfungsi Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.

a. Gambar.Lanjutan … 11. mencegah terjadinya haid b. 14. 13. mencegah pematangan sel telur* d. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. Soal harus sesuai dengan indikator Contoh soal kurang baik. ovarium b. 15. dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi. sehingga pernyataannya mudah dimengerti warga belajar/siswa. grafik. kadang-kadang. Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 1. Indikator: Siswa dapat menentukan tempat terjadinya pembuahan sel telur oleh sel sperma pada manusia. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya. umumnya. uterus* d. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat jika soal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional. mengurangi jumlah sel telur dalam ovarium Contoh soal yang sesuai dg indikator. Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. Bahasa yang digunakan harus komunikatif. vagina Sosialisasi KTSP 257 . diagram. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. tabel. 17. Pembuahan sel telur oleh sel sperma pada manusia terjadi di dalam …. 12. oviduct c. Letakkan kata/frase pada pokok soal. 16. Pengaruh kerja pil kontrasepsi adalah …. mencegah peleburan sel telur dan sel sperma c. a.

Contoh soal kurang baik. Sabtu c.2. eaten. November Penjelasan: kunci jawaban jangan dipergunakan untuk pengecoh Sosialisasi KTSP 258 . Sabtu.. Bunyi /e/ pada kata enak sama dengan bunyi /e/ pada kata . bebas* c. a.... Perbaikan: pilihan b diperbaiki menjadi kata kerja. “Why did Jimmy’s mother punish him? “She . between eating. a. was upset c. Rabo. Aperil. eating*. Penulisan kata berikut yang benar adalah .. ING SMP/MTs) Penjelasan: pilihan b adalah kata sifat (adjective). caught him eating* b. November* b. Senin. bela d. misalnya: eat. Senen. Kemis. bekas (BIN SMP/MTs) Penjelasan: pilihan c diperbaiki “belas”. May. Pebruari. Februari. to be eating.. beras b. caught him to eat (B. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar. Senin. Sabtu.” a. November d. Sosialisasi KTSP 3. caught him playing truant d. to eat. Contoh soal kurang baik. sedangkan pilihan lainnya adalah kata kerja (verb). Februari.. Pengecoh harus berfungsi..

Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. laki-bini d. Koperasi* (PKn SMP/MTs) Penjelasan: kalimat pertama pada pokok soal dihilangkan.4. a. tali-temali c. Kata berikut yang termasuk kata ulang berubah bunyi adalah . Contoh soal kurang baik.. BUMN d. a. Sosialisasi KTSP 259 . Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. Sosialisasi KTSP 7.. Bentuk perusahaan yang sesuai dengan pasal 33 ayat 1 UUD 1945 adalah …. Pasal 33 ayat 1 UUD 1945 sebagai dasar untuk membentuk perusahaan tertentu. Firma c. bolak-balik* b. getar-gemetar (BIN SMP/MTs) Penjelasan: pilihan c adalah kata majemuk bukan kata ulang. Perseroan Terbatas b. C diperbaiki “turun-temurun”..

How long has he been working so far? a.SMP/MTs) Penjelasan: pilihan d diperbaiki menjadi. Rumah gadang Minangkabau b.30. Di antara bentuk-bentuk budaya daerah di bawah ini yang termasuk folklore lisan adalah …. Contoh soal kurang baik. Now it’s 11. Contoh soal kurang baik. Semua pilihan jawaban di atas salah* (IPS. 2½ hours c. 1½ hours (BING SMP/MTs) Penjelasan: pilihan jawaban diurutkan dari angka yang paling kecil ke yang paling besar atau sebaliknya. Adat mapalus dari Sulawesi d. 4½ hours d. Sosialisasi KTSP 10.9. “legenda gunung Tangkuban Perahu”. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah/benar”. The gardeners has been working since 8 o’clock. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya. Perayaan Sekaten bulan Maulud c. Sosialisasi KTSP 260 . a. 3½ hours* b.

jagung d. Rendra c.. Tirani d. a. Sosialisasi KTSP 13. Ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan siswa yang tidak dapat menjawab benar soal pertama tidak akan dapat menjawab benar soal berikutnya.. padi * (IPA SMP/MTs) Penjelasan: kata biasanya pada pokok soal dihilangkan. Ayip Rosidi (BAHASA INDONESIA SMP/MTs) (35) Karya dari pengarang pada jawaban soal nomor 10 adalah …. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya.12. W. teh c. umumnya. atau kata yang tidak pasti karena makna kata-kata itu tergantung pada keadaan dan situasi siswa yang bersangkutan.kadang-kadang. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya.S. a. Idrus b. a. Artinya. Contoh soal kurang baik: (10) Pelopor angkatan 45 dalam bidang puisi adalah …. Balada Tercinta c. kadang-kadang.. Contoh soal kurang baik: Helopeltis adalah hama yang biasanya menyerang tanaman . Surat dari Ibu Perbaikannya: soal nomor 35 disusun secara independen. bahwa dalam merumuskan pokok soal jangan menggunakan kata atau ungkapan seperti sebaiknya. tidak bergantung pada jawaban soal nomor 10. Chairil Anwar* d. kopi b. umumnya. Senja di Pelabuhan Kecil* b. Sosialisasi KTSP 261 .

kita harus mengembangkan …. pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi b.14. askospora d. sporangiospora c. b) pemakaian kata: (1) pilihan kata. Oleh karena itu. (3) anak kalimat. Contoh soal kurang baik: Untuk mewujudkan kesejahteraan bersama atas dasar …. ketekunan kerja keras dalam setiap pekerjaan c. kata "di dalam" dihilangkan. a. a) Penggunaan kalimat (1) Penggunaan kalimat harus ada unsur subjek. spora kembara b. Contoh soal kurang baik: Di dalam perkembanganbiakan rhizopus secara generatif adalah dengan cara pembentukan …. usaha pemerataan kesempatan kerja* d. Kaidah bahasa Indonesia dalam penulisan soal di antaranya meliputi: a) pemakaian kalimat: (1) unsur subjek. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. c) pemakaian ejaan: (1) penulisan huruf.” Sosialisasi KTSP 262 . zigospora* (IPA-BIOLOGI SMP/MTs) Penjelasan: subjek tidak jelas karena diantar oleh kata "Di dalam". Sosialisasi KTSP (a) Penggunaan kalimat harus ada unsur predikat (bagian yang berfungsi menerangkan subjek). Setelah kata “atas dasar” ditambahkan “keadilan sosial. (2) penulisan kata. a. (2) penggunaan tanda baca. tenaga kerja yang berdisiplin tinggi (PKn SMP/MTs) Penjelasan: predikat kalimat tidak ada. (2) unsur predikat.

Sosialisasi KTSP 263 . realistis d.(3) Hindarkan pernyataan yang hanya berupa anak kalimat. hukum III Newton d. Contoh soal kurang baik: Yang berlaku pada gerak lurus beraturan …. naturalis b. a. Contoh anak kalimat. -Dia tidak datang karena hari ini hujan. simbolis* c. Contoh soal kurang baik: Batik termasuk karya tulis yang bersifat …. Oleh karena itu pokok soal diperbaiki menjadi “Hukum yang berlaku pada gerak lurus beraturan adalah …. hukum I Newton* b. dia tidak datan. idealis (IPS.” Sosialisasi KTSP b) Pemakaian kata (1) Dalam memilih kata harus diperhatikan ketepatannya dengan pokok masalah yang ditanyakan. hukum II Newton c. Kata itu diperbaiki menjadi “seni tulis” karena mengandung unsur keindahan bukan ragam tulis ilmiah. hukum Kepler (IPA-FISIKA SMP/MTs) Penjelasan: pokok soal berbentuk anak kalimat.SMP/MTs) Penjelasan: kata “karya tulis” kurang tepat untuk batik. Induk kalimat Anak kalimat Anak kalimat Induk kalimat -Karena hari ini hujan. a.

which is standing under the tree is my uncle (BING SMP/MTs) Penjelasan: perbaikannya adalah “Sofian: The man … is standing under the tree is my uncle. where is standing under the tree is my uncle c. Andi! My uncle is over there. Contoh soal kurang baik: Sofian: Look. who is standing under the tree is my uncle* b. Letakkan kata/frase pada pokok soal.17.” Sosialisasi KTSP CONTOH INDIKATOR SOAL Indikator Soal : Siswa dapat menentukan letak sebuah titik pada koordinat Kartesius (XY). Sosialisasi KTSP 264 . Andi : Which is your uncle? Sofian: The man …. whose is standing under the tree is my uncle d. a. Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian.

Iwan sedang mencari titik C sedemikian hingga ABC membentuk segitiga sama kaki. 4) X Sosialisasi KTSP 265 . 5) B. A. Berapakah luas segitiga ABC ? A.SOAL Y Perhatikan koordinat XY disamping : Dua titik A dan B terletak pada koordinat seperti nampak pada gambar. 30 cm2 Sosialisasi KTSP SOAL YANG BAIK Perhatikan koordinat XY disamping : Y Dua titik A dan B terletak pada koordinat seperti nampak pada gambar. 3) C. Koordinat titik C adalah …. 15 cm2 D. (4. 2) D. (1. (2. (1. 12 cm2 C. 6 cm2 X B. Iwan sedang mencari titik C sedemikian hingga ABC membentuk segitiga sama kaki.

singkong kentang cemara bambu Sosialisasi KTSP 266 . D. C. singkong kentang cemara bambu Sosialisasi KTSP SOAL YANG BAIK : Reproduksi yang dapat dilakukan oleh umbi batang dijumpai pada tumbuhan …. A. C. D. kecuali : A. B.Reproduksi yang dapat dilakukan oleh umbi batang tidak dijumpai pada tumbuhan berikut. B.

1997 C. 1999 A. Sosialisasi KTSP 267 . a) b) c) d) gadang sakit ibadah tinggal Sosialisasi KTSP PKn Pelanggaran HAM Timor Timur pada tahun …. 1996 B.Anak yang ditabrak motor kemarin pagi dibawa ke rumah…. 1998 D.

D.PKn Pemilu 1971 diikuti oleh . 3 6 10 24 Sosialisasi KTSP AGAMA ISLAM Kata hadis menurut bahasa berarti … A. C. A. Bacaan Surat Sumber hukum Bacalah Sosialisasi KTSP 268 . B. ….. D. B. C.

30 D. D.15 20 C. B.MATEMATIKA 2/3 + 1/5 = … A. x+y=9 3x – y = 7 80 60 50 5 Sosialisasi KTSP 269 . C. Sosialisasi KTSP MATEMATIKA Nilai dari 4xy jika diketahui A. 13/15 B.

C. Perang dunia Perang Diponegoro Peristiwa Semanggi Peristiwa G 30 SPKI Sosialisasi KTSP IPA Perubahan fisika terjadi pada proses … Perkaratan B. B. A. Pelarutan D. Fermentasi C. D. Pembekuan A. Sosialisasi KTSP 270 .IPS Yang masuk dalam ruang lingkup sejarah dunia adalah ….

. A A B C D E D E E A E E ...ANALISIS BUTIR SOAL MANUAL Menggunakan IT Kalkulator Komputer • Program ITEMAN • Program SPSS Sosialisasi KTSP CONTOH ANALSIS BUTIR SECARA KUANTITATIF NO SISWA 1 2 3 A B C 1 2 3 . . 33 34 35 P Q R . 50 B B C B A D A C B D C B SKOR 45 43 41 27% KA ..... 27 26 25 27% KB KUNCI B B D D Sosialisasi KTSP 271 .....

3 0.30 = sukar 0.70 = sedang 0.85 0.0.20 -0.29 < 0.25 DP 0.30 0.30 – 0.20 – 0.39 = terima & perbaiki 0.0.00 = soal ditolak Sosialisasi KTSP ALTERNATIF LAIN KRITERIA DAYA BEDA > 0.15 0.10 TK1=(BA+BB): N = (10+7) : 20 = 0.29 = soal diperbaiki 0.00 = soal baik 0.00 = mudah KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.30 0.1.19 – 0.30 KRITERIA TK: 0.00 – 0.31 .40 – 1.10 : diterima : direvisi : ditolak Sosialisasi KTSP 272 .ANALISIS SOAL PG SOAL 1 2 3 50 KEL KA KB KA KB KA KB KA KB A 0 1 0 2 0 0 1 1 B 10 7 5 3 1 2 2 2 C 0 1 5 3 9 3 3 3 D 0 1 0 1 0 3 3 2 E 0 0 0 1 0 2 1 2 OMIT 0 0 0 0 0 0 0 0 KEY B B D D TK 0.40 0.71 – 1.85 DP1= (BA-BB):½N = (10-7) : ½ x 20 = 0.

63 TK2 = 2.47 Soal 2 (Skor maks 5) 5 4 2 2 1 14 2.80 0.00 = soal ditolak A B C D E F G H I J K L M 19 18 18 16 16 16 15 13 13 13 12 12 11 N O P Q R S T U V W X Y Z AA AB AC AD 17 16 15 14 14 12 12 12 12 12 11 11 10 9 8 8 7 Jumlah = 192 200 Nb=13.29 = soal diperbaiki 0.00 = soal baik 0.√ (13:30) (17:30) 3.4955355) = 0.CONTOH MENGHITUNG DP DENGAN KORELASI POINT BISERIAL (rpbis) DAFTAR SKOR SISWA SOAL NOMOR 1 Siswa yang Menjawab benar Jumlah skor keseluruhan Siswa yang menjawab salah Jumlah skor keseluruhan Meanb .48 Artinya butir soal nomor 1 adalah DITERMA atau BAIK.5-1.4809835 = 0.8 : 6 = 0. Stdv= 3.7647 Rpbis = ----------------------. ns=17.0954 Sosialisasi KTSP ANALISIS SOAL URAIAN DAN TES PRAKTIK NO.63 0.30 – 0.5-2.Means Rpbis = ------------------. 1 2 3 4 5 SISWA A B C D E Jumlah Rata-rata TK DP Soal 1 (Skor maks 6) 6 5 3 3 2 19 3. KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.80 0.56 TK1 = Rata-rata : skor maks = 3. = [(11:2) – (8:3) ] : 6 = (5.19 – 0.40 – 1.8 : 5 = 0.47 DP2= [ (9:2) – (5:3) ] : 5 = (4.9706338) (0.39 = terima & perbaiki 0. N=30.56 0.7692 Means = 200:17= 11.7692 – 11.7647 14.56 Sosialisasi KTSP 273 .0954 = (0.56 DP1= (Rata-rata KA – Rata-rata KB) : skor maks.7) : 5 = 0.7):6 = 0.√ pq Stdv skor total Keterangan: b=skor siswa yang menjawab benar s=skor siswa yang menjawab salah p=proporsi jawaban benar thd semua jawaban siswa q= 1-p Meanb = 192:13=14.20 – 0.

Selesai Sosialisasi KTSP 274 .

19.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) X. Penyusunan Laporan hasil Belajar (LHB) Peserta Didik SD/MI. Laporan Hasil Belajar (LHB) 18. Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal 275 .

276 .

Sosialisasi KTSP 277 . ujian akhir semester dan nilai-nilai harian lainnya) selama semester berlangsung.) Tiap akhir semester. Nilai LHB pada prinsipnya merupakan rangkuman nilai hasil tagihan (tugas-tugas. ulangan harian. ulangan harian. dsb. guru menelaah hasil pencapaian belajar setiap peserta didik (semua nilai ujian. ujian tengah semester. profil hasil belajar peserta didik disampaikan kepada peserta didik dan orangtua/wali peserta didik.Departemen Pendidikan Nasional Materi 18 PENYUSUNAN LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) PESERTA DIDIK SD Sosialisasi KTSP LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) Setiap akhir semester. tugastugas.

LAPORAN PENILAIAN (Laporan Hasil Belajar) Menjawab keingintahuan orangtua seperti: Bagaimana peserta didik belajar di sekolah secara akademik. sosial maupun emosional Sejauhmana partisipasi anaknya dalam kegiatan di sekolah Kemampuan apa yang diraih peserta didik selama kurun waktu belajar tertentu Apa yang harus dilakukan orangtua untuk membantu mengembangkan potensi anaknya lebih lanjut Sosialisasi KTSP MANFAAT LAPORAN PENILAIAN Diagnosis hasil belajar peserta didik Prediksi masa depan peserta didik Seleksi dan sertifikasi Umpan balik KBM di sekolah Sosialisasi KTSP 278 . fisik.

/ 20…… ………………………………………………………………………………………………………………. ………………………. kepala sekolah. 9. – Sekolah kepada orang tua dalam bentuk buku rapor dan kepada masyarakat dan instansi terkait (akuntabilitas publik) Sosialisasi KTSP Nama Siswa : Nomor Induk : Nama Sekolah : Alamat Sekolah : No. Sikap Kerajinan Kepribadian Nilai Izin Sakit Ketidakhadiran Hari Kebersihan dan Kerapian Tanpa Keterangan Sosialisasi KTSP 279 .Olahraga dan Kesehatan Muatan Lokal: ………………………………………………… : ……………… ………………………………………………… : ……………… (…………………………………………………. 1. BK dan lainnya.. Tahun Pelajaran : 20……. 3. Semester : 1 (satu) ………………………. …………………. 7. 3.BENTUK LAPORAN PENILAIAN Sesuai dengan pembuatan laporan. No. 2. 2. 1.. Kelas : ………………. Mata Pelajaran Nilai Nilai Rata-Rata Kelas Pendidikan Agama Pendididkan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Seni Budaya dan Keterampilan Pendidikan Jasmani. bentuknya dapat berbeda (dapat berupa buku atau lembaran). 5. Jumlah Nilai Prestasi Hasil Belajar : …………………………………….) ………. ………………………. 8. 6. 4. Laporan penilaian dilakukan oleh: – Guru kepada wali kelas.

B. 4. Dst) Kolom Ketidakhadiran : Diisi jumlah ketidakhadiran siswa berdasarkan izin. 3. sakit 3 hari) Sosialisasi KTSP 280 . 7. ………………… Guru Kelas (………………………….. atau C….. sakit. 9. Jumlah nilai prestasi hasil belajar : diisi jumlah nilai seluruh mata pelajaran dengan angka dan huruf Contoh : 750 (Tujuh ratus lima puluh) Kolom nilai kepribadian : Diisi dengan huruf (Contoh : A. Nomor Induk Nama sekolah Alamat Sekolah Kelas Semester Tahun Pelajaran Muatan Lokal Kolom Nilai mata Pelajaran a. Nilai rata-rata kelas angka diisi dengan rentang angka 0 – 100 tanpa desimal (Contoh : 75) : diisi dengan rentang angka 0 – 100 tanpa desimal (Contoh : 75) : : : : : : : : : Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas 10. dan tanpa keterangan (Contoh : Izin 2 hari. 12. 5. 8.Catatan Tentang Pengembangan Diri Catatan Orang Tua/wali (…………………………. Nilai angka b. 6.) ………….) Sosialisasi KTSP 2.. 11.

Kolom Catatan tentang Pengembangan Diri 2. 5. 18 Oktober 2006) Diisi nama jelas dan tanda tangan orangtua/Wali Diisi nama jelas dan tanda tangan guru kelas Diisi ke kelas berapa siswa naik atau tetap tinggal di kelas berapa dengan angka dan huruf Coret yang tidak Perlu 3. Orangtua/Wali b. dengan mempertim-bangan seluruh SK/KD yang belum tuntas pada semester 1 harus dituntaskan sebelum akhir semester 2 (dua). 4.E. Kepala sekolah : : : : : 5. Kolom Tanggal Orangtua/Wali Guru Kelas a. Kolom Catatan 1. bulan dan tahun pada saat pengisian Laporan Hasil Belajar Siswa SD (Contoh : Sukamaju. : Cukup Jelas : Cukup Jelas : Cukup Jelas Sosialisasi KTSP KENAIKAN KELAS Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran Kenaikan kelas didasarkan pada penilaian hasil belajar pada semester 2 (dua). Kolom Catatan : : Diisi aspek pengembangan diri yang dikembangkan oleh sekolah dan sejauh mana siswa yang bersangkutan telah mencapai program tersebut termasuk kelebihan dan kekurangannya. Diisi sesuai dengan tempat. Guru kelas c. 6. Diisi catatan dari guru kelas/ wali kelas tentang halhal khusus yang belum tercantum dalam kolom penilaian yang lain dan perlu disampaikan kepada orangtua/wali dan siswa. tanggal. Kolom naik ke kelas/ Tinggal di kelas b. Kolom Tamat/Belum Tamat Belajar Tanda tangan: a. Sosialisasi KTSP 281 .

.) NIP ……………… Orangtua/Wali (……………………) Sosialisasi KTSP 282 . (……………………. Diisi oleh sekolah yang lama KELUAR Tanggal Kelas dan Semester yang ditinggalkan Sebab-sebab keluar. ……...PINDAH SEKOLAH 1.…... Kepala Sekolah. Sosialisasi KTSP Contoh Format: Keterangan Pindah Sekolah Nama Siswa: ……………………. dan atas permintaan (tertulis) dari : Tanda Tangan Kepala Sekolah. 3.) NIP ……………… Orangtua/Wali (……………………) …………….. .) NIP ……………… Orangtua/Wali (……………………) …………….. Kepala Sekolah. Sekolah dapat menentukan persyaratan pindah/mutasi peserta didik sesuai prinsip manajemen berbasis sekolah. (……………………. (……………………. Pelaksanaan pindah sekolah lintas provinsi/ kabupaten/kota dikoordinasikan dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota. Kepala Sekolah. Sekolah harus memfasilitasi peserta didik yang pindah sekolah : Antara sekolah pelaksana KTSP Antara sekolah pelaksana kurikulum 2004 dengan sekolah pelaksana KTSP 2. antara lain mencakup hal-hal sebagai berikut : Menyesuaikan bentuk LHB dari sekolah asal sesuai dengan raport yang digunakan disekolah tujuan Melakukan tes atau program matrikulasi bagi peserta didik pindahan. Stempel Sekolah dan Tanda Tangan Orangtua/Wali ……………..…. .

.Contoh Format: Keterangan Pindah Sekolah Nama Siswa: ……………………............. ........ ..... . Di Kelas Tahun Pelajaran _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ ……………....................... ...........lain 4 Catatan Khusus Lainnya Sosialisasi KTSP 283 ..................... Nomor Induk : …………………….......... Di Kelas Tahun Pelajaran Masuk _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ ……………............. …… Kepala Sekolah.... ……………........................... 1............................ Tanggal b........... ...... No 1 Prestasi Yang Pernah Dicapai Kurikuler Kelas/Semester Tahun Pelajaran Program : ............................................................................../......................... Sosialisasi KTSP Catatan Prestasi Yang Telah Dicapai Nama Peserta Didik : ……………………...) NIP....... 2........... Nama Sekolah : …………............................................... Bukti Sertifikat / Piagam / Trophy Yang diperoleh (Sebutkan) ............................... ........... 4......................................................................................... 3.............. 2 Ekstrakurikuler 3 Lain ................ : ………..................................................... …… Kepala Sekolah....) NIP... ………………. ........ ........................................................ …… Kepala Sekolah. Nomor Induk Nama Sekolah Masuk : a............................ ........... 4.......... Tanggal b................................................. ................ 2.. ........................... Tanggal b..................................... .................................. ................................…….............. 3....... 4........................... 3... 1............. .... 2.................................................... 1............. (……………………......... : ........... Diisi oleh sekolah yang baru No...) NIP............ ………………............................. Nomor Induk Nama Sekolah Masuk : a..................... ........ ........................................... (……………………........ ........................................ . ………………........................ Nomor Induk Nama Sekolah Masuk : a. ... Di Kelas Tahun Pelajaran _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ (…………………….........

Selesai Sosialisasi KTSP 284 .

Departemen Pendidikan Nasional Materi 19 Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal Sosialisasi KTSP PENETAPAN KKM ANALISIS PENCAPAIAN KKM Sosialisasi KTSP 285 .

RAMBU-RAMBU KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran KKM ditetapkan oleh forum MGMP sekolah Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 – 100 Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100 Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah nilai ketuntasan belajar maksimal Nilai KKM harus dicantumkan dalam LHBS Sosialisasi KTSP MEKANISME/LANGKAH-LANGKAH : KKM INDIKATOR KKM KD KKM MP KKM SK Sosialisasi KTSP 286 .

Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsurunsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Sosialisasi KTSP 287 .KRITERIA PENETAPAN KKM • Kompleksitas (Kesulitan & Kerumitan) • Daya dukung • Intake siswa PENETAPAN KKM : menggunakan Format A Sosialisasi KTSP FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleksi tas Daya dukung Intake Nilai KKM 1.1.

Rendah = 50-64 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas sedang. Intake : .Tinggi = 1 .Rendah = 81-100 .Tinggi = 81-100 .Sedang = 65-80 .89 9 Sosialisasi KTSP MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI B.Rendah = 1 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah.Sedang = 65-80 . Daya dukung : 3.Rendah = 1 .Tinggi = 3 . Dalam menentukan rentang nilai dan menentukan nilai dari setiap kriteria perlu kesepakatan dalam forum MGMP di Sekolah.Daya dukung : 3.Rendah = 3 .Sedang = 2 .MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI A.Tinggi = 50-64 . daya dukung tinggi dan intake sedang nilainya adalah rata-rata setiap nilai dari kriteria yang kita tentukan. Dengan memberikan point pada setiap kriteria yang ditetapkan : 1. Sosialisasi KTSP 288 .Sedang = 2 .Tinggi = 3 . daya dukung tinggi dan intake siswa sedang nilainya adalah: (3 + 3 + 2) x 100 = 88. Dengan menggunakan rentang nilai pada setiap kriteria: 1. Intake : .Tinggi = 81-100 .Kompleksitas : 2.Rendah = 50-64 .Sedang = 2 . Kompleksitas : 2.Sedang = 65-80 .

Sosialisasi KTSP 289 . Sosialisasi KTSP TINGKAT KOMPLEKSITAS (Kesulitan & Kerumitan) setiap IP/KD yang harus dicapai oleh siswa. Kompleksitas : .Sedang . Daya dukung : . • WAKTU cukup lama karena perlu pengulangan • PENALARAN dan KECERMATAN siswa yang tinggi.Tinggi . daya Dukung tinggi dan intake siswa sedang maka dapat dikatakan hanya satu komponen yang mempengaruhi untuk mencapai ketuntasan maksimal 100 yaitu intake sedang.Sedang . Tingkat Kompleksitas Tinggi. Dengan memberikan pertimbangan professional judgment pada setiap kriteria untuk menetapkan nilai : 1. bila dalam pelaksanaannya menuntut : • SDM memahami Kompetensi yang harus dicapai Siswa kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pembelajaran.Sedang . Intake : .MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI C.Rendah Contoh : Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah.Tinggi .Tinggi .Rendah 2. Jadi guru dapat mengurangi nilai menjadi antara 90 – 80.Rendah 3.

manajemen sekolah.9 tinggi 1 sedang 2 sedang 2 55. Mendeskripsikan Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleksi tas Daya dukung Intake Nilai KKM hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Rendah 3 74 tinggi 3 sedang 2 88. BOP. kepedulian stakeholders sekolah.8 Sosialisasi KTSP 290 . Sosialisasi KTSP FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator 1.KEMAMPUAN SUMBERDAYA PENDUKUNG: yaitu ketersediaan tenaga.1.6 Sedang 2 tinggi 3 sedang 2 77. sarana dan prasarana pendidikan yang sangat dibutuhkan.

FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleks itas Daya dukung Intake Nilai KKM 1.6 Tujuan Analisis : Mengetahui tingkat ketercapaian KKM yang telah ditetapkan. Manfaat Analisis : Sebagai dasar untuk menetapkan KKM pada tahun berikutnya.77 Sedang 75 tinggi 90 sedang 70 78.3 Sedang 78 tinggi 85 sedang 70 77.3 tinggi 55 sedang 80 sedang 70 68. Sosialisasi KTSP 291 . Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Sosialisasi KTSP 74.1.

Selesai Sosialisasi KTSP 292 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful