Sosialisasi KTSP

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) SEKOLAH DASAR

PowerPoint

Departemen Pendidikan Nasional
Jakarta, Januari 2007

ii

KATA PENGANTAR

Marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, kita bangsa Indonesia telah rnemiliki Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang merupakan tuntutan pelaksanaan pembaharuan pendidikan yang diharapkan dapat mendukung segala upaya untuk memecahkan masalah pendidikan. Dalam proses pembelajaran, kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat penting, selain guru, sarana dan prasarana pendidikan lainnya. Oleh karena itu, kurikulum digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan pendidikan dan sekaligus sebagai salah satu indikator mutu pendidikan. Di Indonesia tercatat telah lima kali revisi kurikulum pendidikan dasar dan menengah, yaitu pada tahun 1968, tahun 1975, tahun 1984, tahun 1994 dan ujicoba kurikulum tahun 2004. Revisi kurikulum tersebut bertujuan untuk mewujudkan kurikulum yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat, guna mengantisipasi perkembangan jaman, serta untuk memberikan guideline atau acuan bagi penyelenggaraan pembelajaran di satuan pendidikan. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa, pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan, dan kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Selanjutnya dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, disebutkan bahwa standar yang terkait langsung dengan kurikulum adalah Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan, dan telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKI, tersebut di atas. Berdasarkan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta panduan yang disusun oleh BSNP, maka Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah diharapkan dapat mengembangkan Kurikilum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah/karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan peserta didik.

iii

Mengingat bahwa SI, SKL dan KTSP ini harus sudah dilaksanakan oleh semua satuan pendidikan dasar dan menengah pada tahun ajaran 2009/2010, maka kegiatan sosialisasi dan pelatihan SI , SKL dan pengembangan KTSP bagi para pendidik, tenaga kependidikan dan para pemangku kepentingan (stakeholders) pendidikan lainnya harus dilakukan kordinasi dan sinergi dengan semua fihak yang terkait, dan segera dilaksanakan secara terencana, terpadu dan berkelanjutan. Untuk itulah maka disusun bahan sosialisasi dan pelatihan SI, SKL dan Pengembangan KTSP yang telah disinkronkan bersama dengan Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, serta Sekretariat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional. Selanjutnya semua kegiatan sosialisasi dan pelatihan SI, SKL dan Pengembangan KTSP tersebut supaya menggunakan bahan yang telah disiapkan ini, sehingga dapat memperlancar dalam mengembangkan KTSP di masing-masing satuan pendidikan dengan baik. Oleh karena itu, semua lapisan masyarakat yang terkait dengan pendidikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, baik sebagai pengambil kebijakan, pelaksana, maupun masyarakat umum hendaknyamemiliki pemahaman yang baik terhadap perubahan kebijakan tentang kurikulum tersebut. Dengan kesetaraan pemahaman tersebut seluruh upaya peningkatan mutu pendidikan nasional akan mendapatkan dukungan dari segala penjuru dan hal ini akan menjamin keberhasilannya.

Jakarta, Januari 2007 Menteri Pendidikan Nasional

Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA

iv

Daftar Isi

Kata Pengantar.............................................................. iii Daftar Isi ..................................................................... v I.
1. 2. 3.

K ebijakan ....................................................................

Undang–Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional..................................................... 3 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan......................................... 15 Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005 - 2009...................................................... 35

1

II. tandar Isi (SI) dan Standar Kompetensi S L ulusan (SKL) ...................................................
4. 5. 6.

55 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI)............................................... 57 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Kelulusan (SKL).................. 69 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Kelulusan (SKL)......................................... 77

III. urikulum Tingkat Satuan Pendidikan K ( KTSP)........................................................................

83 7. Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi............... 85 8. Penyusunan KTSP...................................................... 93 9. Pengembangan Silabus.............................................. 119 10. Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)...................................................................... 137

IV. odel-Model Kurikulum.......................................... 143 M V.

11. Pengembangan Bahan Ajar......................................... 145

M odel-Model Kurikulum.......................................... 153 12. Pengembangan Model Mata Pelajaran Muatan Lokal....... 155 13. Panduan Model Pengembangan Diri untuk Satuan Pendidikan Dasar ..................................................... 165
14. Model Pembelajaran Tematik SD Kelas I-III ................. 181

VI. embelajaran Tematik............................................ 179 P

v

......... 285 L aporan Hasil Belajar (LHB).......... Pembelajaran Aktif......Penilaian Hasil Belajar. 275 vi ........... Pengembangan Bahan Ujian & Analisis Hasil Ujian....... 197 P 15............................. Penyusunan Laporan Hasil Belajar (LHB) Peserta Didik SD/MI...... Efektif & Menyenangkan (PAKEM) di TK & SD........................................... 237 X. embelajaran Efektif................ 209 IX.... 235 P 17...... 207 16................................................................................... Rancangan Penilaian Hasil Belajar.......................... 199 VIII..VII............................ Kreatif......... Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal........... engembangan Bahan Ujian................. 277 19..... 18........

20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan nasional. KEBIJAKAN 1. 3. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 1 . Peraturan Pemerintah No.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) I. Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009. 2. Undang-Undang No.

2 .

2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Sosialisasi KTSP KTSP Sosialisasi DASAR & FUNGSI PENDIDIKAN NASIONAL Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa Sosialisasi KTSP 3 . 20 TH.Departemen Pendidikan Nasional Materi 1 UNDANG–UNDANG NO.

TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang: – beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. pembentukan watak dan kepribadian. Sosialisasi KTSP PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. berilmu. – berakhlak mulia. dan kemajemukan bangsa. kreatif. dan – menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. pemberdayaan. sehat. serta berbagai kecakapan hidup Sosialisasi KTSP 4 . mandiri. nilai kultural. nilai keagamaan. – Pendidikan sistem terbuka: fleksibilitas pilihan dan waktu penyelesaian program lintas satuan dan jalur pendidikan – Pendidikan multimakna: proses pendidikan yang diselenggarakan dengan berorientasi pada pembudayaan. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. cakap.

dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama.PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. pindah ke program pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain yang setara. menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan. mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. minat. mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama b. dan kemampuannya. mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat. d. Sosialisasi KTSP 5 . Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. membangun kemauan. Sosialisasi KTSP HAK PESERTA DIDIK a. c. dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. e. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. f. menulis.

– Diselenggarakan bagi anak sejak lahir sampai usia 6 tahun dan bukan prasyarat masuk pendidikan dasar Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal. Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK). Raudhatul Athfal (RA). b. nonformal. kecuali bagi peserta didik yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. a.KEWAJIBAN PESERTA DIDIK menjaga norma-norma pendidikan untuk menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan. dan/atau informal. atau bentuk lain yang sederajat. Sosialisasi KTSP PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. Sosialisasi KTSP 6 . ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan.

Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. atau bentuk lain yang sederajat. Pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs).PENDIDIKAN DASAR Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah. Pendidikan menengah berbentuk sekolah menengah atas (SMA). Sosialisasi KTSP PENDIDIKAN MENENGAH Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar. sekolah menengah kejuruan (SMK). madrasah aliyah (MA). atau bentuk lain yang sederajat. dan madrasah aliyah kejuruan (MAK). Sosialisasi KTSP 7 .

mental. Dapat diselenggarakan secara inklusif atau berupa satuan pendidikan khusus Pendidikan layanan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang. dan pengendalian mutu pendidikan. proses. kompetensi lulusan.PENDIDIKAN KHUSUS DAN LAYANAN KHUSUS Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik. pengelolaan. dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. dan tidak mampu dari segi ekonomi. sosial. Standar nasional pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum. Sosialisasi KTSP STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi. dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. dan pembiayaan. bencana sosial. penjaminan. Pengembangan standar nasional pendidikan serta pemantauan dan pelaporan pencapaiannya secara nasional dilaksanakan oleh suatu badan standardisasi. sarana dan prasarana. pengelolaan. sarana dan prasarana. tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. emosional. dan/atau mengalami bencana alam. Sosialisasi KTSP 8 . masyarakat adat yang terpencil. pembiayaan.

KURIKULUM: PENGERTIAN DASAR Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Sosialisasi KTSP KURIKULUM 1. 2. isi. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. potensi daerah. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. dan peserta didik. Pengembangan kurikulum secara berdiversifikasi dimaksudkan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan pada satuan pendidikan dengan kondisi dan kekhasan potensi yang ada di daerah Sosialisasi KTSP 9 .

dan minat peserta didik. i. peningkatan iman dan takwa. teknologi. f. peningkatan potensi. dinamika perkembangan global. persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. dan seni. Sosialisasi KTSP 10 . Sosialisasi KTSP Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah. dan j. agama. d. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. h.KURIKULUM 3. peningkatan akhlak mulia. c. Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. b. kecerdasan. perkembangan ilmu pengetahuan. g. e. keragaman potensi daerah dan lingkungan. tuntutan dunia kerja. Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: a.

i. b. g. Masyarakat berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan yang meliputi perencanaan. pendidikan agama. matematika. h. f. j. keterampilan/kejuruan. komunitas sekolah. Sosialisasi KTSP 11 . dan muatan lokal. bahasa. seni dan budaya. d. ilmu pengetahuan sosial. dan evaluasi program pendidikan melalui dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah. pengawasan. c. serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan. pendidikan kewarganegaraan. Sosialisasi KTSP DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DAN MADRASAH PENGERTIAN DASAR Komite sekolah/madrasah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/wali peserta didik.MUATAN WAJIB KURIKULUM PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH a. ilmu pengetahuan alam. e. pendidikan jasmani dan olahraga.

Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses. serta pengawasan pendidikan pada tingkat nasional. Evaluasi dilakukan terhadap peserta didik. arahan dan dukungan tenaga. serta pengawasan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. lembaga. provinsi. dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. arahan dan dukungan tenaga. dan program pendidikan pada jalur formal dan nonformal untuk semua jenjang. sarana dan prasarana. Sosialisasi KTSP 12 . kemajuan. sebagai lembaga mandiri. dan kabupaten/kota yang tidak mempunyai hubungan hirarkis. Komite sekolah/madrasah. dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan. Sosialisasi KTSP EVALUASI Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. sarana dan prasarana. satuan. dan jenis pendidikan.DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DAN MADRASAH Dewan pendidikan sebagai lembaga mandiri dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan pertimbangan.

dan jenis pendidikan. jenjang. dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan. menyeluruh. dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala. Masyarakat dan/atau organisasi profesi dapat membentuk lembaga yang mandiri untuk melakukan evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58.EVALUASI Evaluasi peserta didik. satuan pendidikan. transparan. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 13 . Pemerintah dan pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola. jalur. satuan.

14 .

standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Lingkup Standar Nasional Pendidikan meliputi: Sosialisasi KTSP 15 . c. dan keterampilan. a. Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental. kompetensi mata pelajaran. 2.Departemen Pendidikan Nasional Materi 2 PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 Tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Sosialisasi KTSP KTSP Sosialisasi LINGKUP SNP 1. pengetahuan. standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. kompetensi bahan kajian. serta pendidikan dalam jabatan. standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. d. b.

f. standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan. tempat berolahraga. pelaksanaan. nasional. dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal. standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. akreditasi. Sosialisasi KTSP LINGKUP SNP Lanjutan 3. tempat beribadah. atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan dilakukan evaluasi. provinsi. tempat bermain. bengkel kerja. 4. terarah. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. tempat berkreasi dan berekreasi. standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar. dan sertifikasi. Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana. termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. g. dan global. dan h. laboratorium. yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. serta sumber belajar lain. prosedur. perpustakaan. Sosialisasi KTSP 16 . kabupaten/kota.LINGKUP SNP Lanjutan e.

STANDAR ISI 1. Standar isi memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum. dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: a. Sosialisasi KTSP 17 . kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. d. kejuruan. 3. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. kurikulum tingkat satuan pendidikan. kelompok mata pelajaran jasmani. Satuan pendidikan nonformal dalam bentuk kursus dan lembaga pelatihan menggunakan kurikulum berbasis kompetensi yang memuat pendidikan kecakapan hidup dan keterampilan. Standar isi mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. 2. c. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 1. 2. beban belajar. dan kesehatan. b. dan kalender pendidikan/akademik. Kurikulum untuk jenis pendidikan umum. olah raga. e. kelompok mata pelajaran estetika. Kurikulum untuk jenis pendidikan keagamaan formal terdiri atas kelompok mata pelajaran yang ditentukan berdasarkan tujuan pendidikan keagamaan.

jasmani. kewarganegaraan. dan pendidikan jasmani. dan kesehatan. Setiap kelompok mata pelajaran dilaksanakan secara holistik sehingga pembelajaran masing-masing kelompok mata pelajaran mempengaruhi pemahaman dan/atau penghayatan peserta didik. kewarganegaraan.KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 4. 8. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 7. Sosialisasi KTSP 18 . Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SD/MI/SDLB/Paket A. bahasa. SMK/MAK. seni dan budaya. 6. serta kemampuan berkomunikasi. SMA/MA/SMALB/ Paket C. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia pada SD/MI/SDLB/Paket A. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. SMA/MA/ SMALB/ Paket C. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. SMK/MAK. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. atau bentuk lain yang sederajat menekankan pentingnya kemampuan dan kegemaran membaca dan menulis. olah raga. SMP/MTs/SMPLB/ Paket B. Kurikulum dan silabus SD/MI/SDLB/Paket A. Semua kelompok mata pelajaran sama pentingnya dalam menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah. akhlak mulia. ilmu pengetahuan dan teknologi. estetika. kepribadian. 5. kecakapan berhitung.

teknologi informasi dan komunikasi. Kelompok mata pelajaran estetika pada SD/MI/SDLB/Paket A. ilmu pengetahuan sosial. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 10. SMK/ MAK. c. pendidikan kesehatan. dan muatan lokal yang relevan. keterampilan. ilmu pengetahuan alam. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. SMA/MA/SMALB/ Paket C. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan/atau semester sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. ilmu pengetahuan alam. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. SMK/MAK. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. olahraga. keterampilan. matematika. ilmu pengetahuan sosial. SD/MI/ SDLB/Paket A. d. dan/atau teknologi informasi dan komunikasi. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. 13. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. ilmu pengetahuan alam. ilmu pengetahuan sosial. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. kejuruan.KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 9. matematika. keterampilan/kejuruan. dan muatan lokal yang relevan. Sosialisasi KTSP 19 . serta muatan lokal yang relevan. Kelompok mata pelajaran jasmani. olah raga. keterampilan/kejuruan. 12. seni dan budaya. dan kesehatan pada SD/MI/SDLB/ Paket A. 11. matematika. SMK/MAK. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. matematika. SMA/MA/SMALB/Paket C. Kompetensi tersebut terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar. ilmu pengetahuan alam. SMA/MA/SMALB/Paket C. dan muatan lokal yang relevan. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada : a. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. teknologi informasi dan komunikasi. b. ilmu pengetahuan alam. ilmu pengetahuan sosial. serta muatan lokal yang relevan. serta muatan lokal yang relevan. keterampilan/kejuruan.

dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Beban belajar untuk SD/MI/SDLB. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori standar dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester. 3. Sosialisasi KTSP 20 . praktek keterampilan. 2. Beban belajar untuk SMP/MTs/SMPLB. dan kegiatan mandiri yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan. sesuai kebutuhan dan ciri khas masingmasing. SMP/MTs/SMPLB. SMA/MA/SMLB. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat menggunakan jam pembelajaran setiap minggu setiap semester dengan sistem tatap muka. Beban belajar pada pendidikan kesetaraan disampaikan dalam bentuk tatap muka.BEBAN BELAJAR 1. Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR 4. 5. Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori mandiri dinyatakan dalam satuan kredit semester. 6. Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB. Beban belajar pada pendidikan kesetaraan disampaikan dalam bentuk tatap muka. praktek keterampilan. atau bentuk lain yang sederajat dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester (SKS). dan kegiatan mandiri yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan. penugasan terstruktur. MI/MTs/MA atau bentuk lain yang sederajat dapat menambahkan beban belajar untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian sesuai dengan kebutuhan dan ciri khasnya.

9. Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi.BEBAN BELAJAR 7. dan kecakapan vokasional. Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat. kelompok mata pelajaran pendidikan estetika. SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat. atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. kecakapan akademik. Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. 12. pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. dan kesehatan. Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR 11. Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat dan kurikulum untuk SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal. Sosialisasi KTSP 21 . pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. olah raga. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup. Pendidikan kecakapan hidup yang mencakup kecakapan pribadi. 8. kecakapan sosial.

b. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. Panduan ini berisi sekurangkurangnya model-model kurikulum satuan pendidikan keagamaan jenjang pendidikan dasar dan menengah. 2. Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. Sosialisasi KTSP 22 . pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. dan SMK/MAK pada jalur pendidikan formal kategori standar. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/ SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB. Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah keagamaan berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. Sosialisasi KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 1.BEBAN BELAJAR 13. pendidikan kelompok mata pelajaran estetika. dan SMK/MAK pada jalur pendidikan formal kategori mandiri. dan kesehatan. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/ SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB. olah raga. 14. Panduan ini berisi sekurang-kurangnya: a. pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi.

4. atau bentuk lain yang sederajat dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. potensi daerah/karakteristik daerah. SMA/MA/SMALB. dan MAK. SMP. 6. dan C ditetapkan oleh dinas kabupaten/kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan berdasarkan kerangka dasar kurikulum sesuai dengan peraturan pemerintah ini dan standar kompetensi lulusan. MA. SMA. B. SMP/MTs/SMPLB. sosial budaya masyarakat setempat. dan SMK. Kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya untuk program paket A. dan peserta didik.KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 3. Kurikulum tingkat satuan pendidikan SD/MI/SDLB. Sosialisasi KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 5. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. MTs. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan tersebut sekurang-kurangnya meliputi model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem paket dan model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem kredit semester. Sekolah dan komite sekolah. atau madrasah dan komite madrasah. SMK/MAK. Sosialisasi KTSP 23 . di bawah supervisi dinas kabupaten/ kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan untuk SD.

KALENDER PENDIDIKAN 1. Sosialisasi KTSP 24 . Kalender pendidikan/kalender akademik mencakup permulaan tahun ajaran. • Kompetensi lulusan untuk mata pelajaran bahasa menekankan pada kemampuan membaca dan menulis yang sesuai dengan jenjang pendidikan. Sosialisasi KTSP STANDAR KOMPETENSI LULUSAN • Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. waktu pembelajaran efektif. 2. Hari libur dapat berbentuk jeda tengah semester selama-lamanya satu minggu dan jeda antar semester. pengetahuan. • Standar kompetensi lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. minggu efektif belajar. dan keterampilan. • Kompetensi lulusan mencakup sikap. dan hari libur.

pengetahuan. ahklak mulia. Sosialisasi KTSP 25 . ahklak mulia. – penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan. kepribadian. dan – penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.STANDAR KOMPETENSI LULUSAN • Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan. pengetahuan. • Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. Sosialisasi KTSP STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN • Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: – penilaian hasil belajar oleh pendidik. kepribadian. ahklak mulia. kepribadian. • Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. pengetahuan.

dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui: a. pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik. penugasan. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. ulangan. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi diukur melalui ulangan. ujian. 2. serta b. 5. dan kesehatan dilakukan melalui: a. dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai 4. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 3. dan – memperbaiki proses pembelajaran. – bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. ulangan. ulangan tengah semester. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani. kemajuan. dan b. Penilaian ini digunakan untuk: – menilai pencapaian kompetensi peserta didik. dan ulangan kenaikan kelas.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 1. ulangan akhir semester. pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. Sosialisasi KTSP 26 . olah raga.

kelompok mata pelajaran estetika. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran. b. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. dan kelompok mata pelajaran jasmani. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 6. d. Penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Penilaian akhir mempertimbangkan hasil penilaian peserta didik oleh pendidik Sosialisasi KTSP 27 . dan e. kelompok mata pelajaran estetika. dan kesehatan merupakan penilaian akhir untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. 3. olahraga. olah raga. 2. kelompok mata pelajaran jasmani. c. dan kesehatan. Untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah BSNP menerbitkan panduan penilaian untuk: a. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH SATUAN PENDIDIKAN 1.

serta kelompok mata pelajaran jasmani. berkeadilan. olah raga. dan akuntabel.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH SATUAN PENDIDIKAN 4. Penilaian ini bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional. Ujian nasional dilakukan secara obyektif. Penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan melalui ujian sekolah/madrasah untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. 5. peserta didik harus mendapatkan nilai yang sama atau lebih besar dari nilai batas ambang kompetensi yang dirumuskan oleh BSNP. Ujian nasional diadakan sekurang-kurangnya satu kali dan sebanyak-banyaknya dua kali dalam satu tahun pelajaran. kelompok mata pelajaran estetika. 2. Untuk dapat mengikuti ujian sekolah/madrasah. Sosialisasi KTSP 28 . pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 1. dan kesehatan. 3.

PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 4. 5. Setiap peserta didik jalur formal pendidikan dasar dan menengah dan pendidikan jalur nonformal kesetaraan berhak mengikuti ujian nasional dan berhak mengulanginya sepanjang belum dinyatakan lulus dari satuan pendidikan. pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Hasil ujian nasional digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk: a. penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan. 8. dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya. Peserta didik pendidikan informal dapat mengikuti ujian nasional setelah memenuhi syarat yang ditetapkan oleh BSNP. Sosialisasi KTSP 29 . c. b. Peserta ujian nasional memperoleh surat keterangan hasil ujian nasional yang diterbitkan oleh satuan pendidikan penyelenggara Ujian Nasional. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 6. d. Setiap peserta didik wajib mengikuti satu kali ujian nasional tanpa dipungut biaya. 7. pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan.

Matematika. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Kewarganegaraan. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). 7. atau bentuk lain yang sederajat. Bahasa Inggris. Matematika. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Sosialisasi KTSP 30 . Pada jenjang SMP/MTs/SMPLB. Bahasa Inggris. dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program pendidikan. Pada SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat. 6. 4. Bahasa Inggris. Matematika. Pada program paket A. Matematika.UJIAN NASIONAL Mata pelajaran yang diujikan: 1. Matematika. atau bentuk lain yang sederajat. Matematika. 2. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Bahasa Inggris. Pada jenjang SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat. dan mata pelajaran kejuruan yang menjadi ciri khas program pendidikan. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Bahasa Inggris. Pada jenjang SD/MI/SDLB. 3. dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program pendidikan. Matematika. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada program paket B. Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sosialisasi KTSP UJIAN NASIONAL 5. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Kewarganegaraan. Pada program paket C. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. lulus Ujian Nasional. 2. b. menyelesaikan seluruh program pembelajaran. Penjaminan mutu pendidikan dilakukan secara bertahap.KELULUSAN Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: a. dan kesehatan. Sosialisasi KTSP PENJAMINAN MUTU 1. dan kelompok mata pelajaran jasmani. lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. c. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Sosialisasi KTSP 31 . Setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan. dan terencana dalam suatu program penjaminan mutu yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas. olah raga. dan d. Penjaminan mutu pendidikan bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan. sistematis. 3. kelompok mata pelajaran estetika.

Menteri menerbitkan pedoman program penjaminan mutu satuan pendidikan pada semua jenis. 6. Sosialisasi KTSP PENJAMINAN MUTU 7. BAN-PNF.PENJAMINAN MUTU 4. 9. dan BAN-PT memberikan rekomendasi penjaminan mutu pendidikan kepada program dan/atau satuan pendidikan yang diakreditasi. LPMP mensupervisi dan membantu satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dalam melakukan upaya penjaminan mutu pendidikan. Pemerintah Kabupaten/Kota mensupervisi dan membantu satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya untuk meyelenggarakan atau mengatur penyelenggaraannya dalam melakukan penjaminan mutu. LPMP bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan Perguruan tinggi. jenjang dan jalur pendidikan. Sosialisasi KTSP 32 . Pemerintah Provinsi mensupervisi dan membantu satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya untuk meyelenggarakan atau mengatur penyelenggaraannya dalam melakukan penjaminan mutu. dan kepada Pemerintah dan Pemerintah Daerah. 5. Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud pada ayat (6). Menteri yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama mensupervisi dan membantu satuan pendidikan keagamaan melakukan penjaminan mutu. 8. BAN-S/M. 10.

Rekomendasi dari BSNP tersebut didasarkan pada penilaian khusus. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 33 .PENJAMINAN MUTU 11. Penyelenggaraan satuan pendidikan yang tidak mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan ini dapat memperoleh pengakuan dari Pemerintah atas dasar rekomendasi dari BSNP. 12.

34 .

yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Amanat Undang-Undang No. mencerdaskan kehidupan bangsa.2009 1 PENDAHULUAN • • Amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) … melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. yang diatur dengan UndangUndang (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.Materi 3 RENCANA STRATEGIS DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN 2005 . dan ikut melaksanakan ketertiban dunia … Amanat Pasal 31 UUD 1945 (1) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. 25 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (2004-2009) Pendidikan ditetapkan sebagai salah satu prioritas dalam agenda utama pembangunan nasional. (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. 2 • • 35 . (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. serta (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Penjaminan mutu secara terprogram dengan mengacu kepada SNP 16. Pendidikan Non Formal 5. SMP. SLB. TPA Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun – SD. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara 4 36 . RA. Penataan regulasi pengelolaan pendidikan 32. dan PT 14. 3. Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan 2. 2. Implementasi dan penyempurnaan SNP oleh BSNP 15. Perluasan akses PT Mendorong jumlah jurusan di PT yang masuk dalam 100 besar Asia Akselerasi jumlah program studi kejuruan. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pemeriksaan aparat Itjen 35. dan profesi Peningkatan jumlah dan mutu publikasi ilmiah dan HAKI 4. 2. Perluasan akses pendidikan keaksaraan bagi penduduk usia >15 tahun 9. Manajemen Pelayanan Pendidikan Program-program lainnya 1. Perluasan dan peningkatan mutu akreditasi 19. BPKP. dan data lainnya) 8. Perluasan pendidikan kecakapan hidup 17. 4. Perbaikan sarana dan prasarana 28. Kegiatan Pokok Pemerintah Perluasan akses PAUD Pendanaan biaya operasi wajar Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan wajar Rekrutmen pendidik dan tenaga kependidikan (program wajar) Perluasan akses pendidikan wajar pada jalur nonformal Perluasan akses SLB dan sekolah inklusif Pengembangan sekolah wajar layanan khusus bagi daerah terpencil/kepulauan yang berpenduduk jarang dan terpencar. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengelola pendidikan 12. Peningkatan pencitraan publik 34. Program Pengelolaan Sumberdaya Manusia Aparatur 7. Peningkatan peran serta masyarakat dalam perluasan akses SMA/SMK/SM Terpadu. dan BPK 39. Pendidikan Tinggi 5. Pengembangan guru sebagai profesi 18. Kepegawaian. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan 27.5 Tahun 2004 tentang percepatan pemberantasan KKN 36. Intensifikasi dan ekstensifikasi pemeriksaan oleh Itjen.PROGRAM PENGUATAN KEBIJAKAN DEPDIKNAS DENGAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH BAPPENAS Program Bappenas 1. Penyelesaian tindak lanjut temuan-temuan pemeriksaan Itjen. Pemanfaatan ICT sebagai media pembelajaran jarak jauh 26. MTs 8. Pengembangan sekolah berbasis keunggulan lokal di setiap Kab/Kota 22. dan BPK 38. 1. Perluasan akses SMA/SMK dan SMA terpadu 21.utamaan Gender dan Anak 4. 3. MI. Peningkatan kapasitas dan kompetensi managerial aparat 31. Pengembangan aplikasi SIM secara terintegrasi (Keuangan. 23. vokasi. Pendidikan Menengah 10. Pendidikan Keterampilan Hidup 20. Peningkatan SPI berkoordinasi dengan BPKP dan BPK 29. BPKP. 6. 25. Peningkatan kapasitas dan kompetensi aparat dalam perencanaan dan pengangaran 30. Pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan 6. Peningkatan ketaatan aparat pada peraturan perundang-undangan 33. Intensifikasi tindakan-tindakan preventif oleh Itjen 37. Aset. Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 3 PROGRAM PENGUATAN KEBIJAKAN DEPDIKNAS DENGAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH BAPPENAS Program Bappenas 7. Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraan dan Kepemerintahan 6. Program Penelitian dan Pengembangan Iptek 3. Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Kegiatan Pokok Pemerintah 13. Pelaksanaan Inpres No. KB. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) – TK. Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Negara 5. Program Penguatan Kelembagaan Pengarus. 24. 7. Pembangunan sekolah bertaraf internasional di setiap propinsi dan/atau kabupaten/kota 11.

Tata Nilai Departemen Pendidikan Nasional 5 A. Misi Pendidikan Nasional D. AMANAT UNDANG-UNDANG NO 20/2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. membantu. dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 B.DASAR KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL A. membimbing. tercantum bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berhak mengarahkan. Visi Pendidikan Nasional C. 6 37 . Amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. 3. 8 38 . Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. nilai kultural.PASAL 4 UU 20/2003 Tentang SISDIKNAS: PRINSIP-PRINSIP DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN 1. mental serta intelektual. TUJUAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA MENENGAH 1. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. 5. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. dan kelainan fisik. emosi. takwa. Meningkatkan kualitas jasmani. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. agama. nilai keagamaan. dan demokratis tanpa membedakan tempat tinggal. 4. jenis kelamin. 3. Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. dan kemajemukan bangsa. Meningkatkan sensitifitas dan kemampuan ekspresi estetis. menulis. dan akhlak mulia. status sosial-ekonomi. 5. membangun kemauan. Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. jenis. 4. 7 2. tidak diskriminatif. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. Meningkatkan pemerataan kesempatan belajar pada semua jalur. dan jenjang pendidikan bagi semua warga negara secara adil. 2. Meningkatkan iman. 6. kelompok etnis.

9 9. 7. 8. terampil. putus sekolah dalam dan antar jenjang serta penduduk lainnya yang ingin meningkatkan pengetahuan. serta memiliki kecakapan hidup yang dapat membantu dirinya dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan. ahli dan profesional. bermutu. dan keterampilan. buta aksara. tidak pernah sekolah. bermutu. dan relevan sebagai landasan yang kokoh bagi pengembangan kualitas manusia Indonesia. Meningkatkan kualitas pendidikan dengan tersedianya standar pendidikan nasional dan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Meningkatkan daya saing bangsa dengan menghasilkan lulusan yang mandiri. 10 39 . Meningkatkan relevansi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan melalui peningkatan hasil penelitian. kemampuan.6. 10. Menurunkan secara signifikan jumlah penduduk buta aksara. mampu belajar sepanjang hayat. 11. Menuntaskan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun secara efisien. pengembangan dan penciptaan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh perguruan tinggi serta penyebarluasan dan penerapannya pada masyarakat. serta meningkatkan kualifikasi minimun dan sertifikasi bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan lainnya. Memperluas akses pendidikan non-formal bagi penduduk laki-laki maupun perempuan yang belum sekolah.

peran serta masyarakat dalam pembangunan pendidikan. dan demokratis dalam suatu tata kelola yang baik dan akuntabel. Sejalan dengan Visi Pendidikan Nasional tersebut. 14.12. 11 B. Menata sistem pengaturan dan pengelolaan pendidikan yang semakin efisien. dan nepotisme untuk mewujudkan Pemerintah yang bersih dan berwibawa. produktif. VISI PENDIDKAN NASIONAL Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. 13. Depdiknas berhasrat untuk pada tahun 2025 menghasilkan: INSAN INDONESIA CERDAS DAN KOMPETITIF (Insan Kamil / Insan Paripurna) 12 40 . serta efektivitas pelaksanaan otonomi dan desentralisasi pendidikan termasuk otonomi keilmuan. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas manajemen pelayanan pendidikan melalui peningkatan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah. Mempercepat pemberantasan korupsi. kolusi.

•Aktualisasi insan intelektual yang kritis. –menghargai kebhinekaan dalam bermasyarakat dan bernegara. •Beraktualisasi diri melalui interaksi sosial yang: –membina dan memupuk hubungan timbal balik. 4. sikap. dan 5. berdaya-tahan. pengalaman. 14 41 . bugar. terampil. kreatif dan imajinatif. –empatik dan simpatik. dan nilai berdasarkan standar nasional dan global. Selaras dengan Misi Pendidikan Nasional tersebut. sigap. –demokratis. 2. •Berkepribadian unggul dan gandrung akan keunggulan •Bersemangat juang tinggi •Mandiri •Pantang menyerah •Pembangun dan pembina jejaring •Bersahabat dengan perubahan •Inovatif dan menjadi agen perubahan •Produktif •Sadar mutu •Berorientasi global •Pembelajar sepanjang hayat Makna Insan Indonesia Kompetitif Cerdas emosional & sosial Kompetitif Cerdas intelektual Cerdas kinestetis 13 C. meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. •Beraktualisasi diri melalui olah pikir untuk memperoleh kompetensi dan kemandirian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. •Aktualisasi insan adiraga. 3. Depdiknas untuk tahun 2005 – 2009 menetapkan Misi sebagai berikut: MEWUJUDKAN PENDIDIKAN YANG MAMPU MEMBANGUN INSAN INDONESIA CERDAS KOMPREHENSIF DAN KOMPETITIF. memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan RI. •Beraktualisasi diri melalui olah rasa untuk meningkatkan sensitivitas dan apresiasivitas akan kehalusan dan keindahan seni dan budaya. –ceria dan percaya diri. meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral. •Beraktualisasi diri melalui olah raga untuk mewujudkan insan yang sehat. serta –berwawasan kebangsaan dengan kesadaran akan hak dan kewajiban warga negara.Insan Cerdas Komprehensif dan Kompetitif Makna Insan Indonesia Cerdas Komprehensif Cerdas spiritual •Beraktualisasi diri melalui olah hati/kalbu untuk menumbuhkan dan memperkuat keimanan. keterampilan. dan trengginas. –menjunjung tinggi hak asasi manusia. serta kompetensi untuk mengekspresikannya. mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia. ketakwaan dan akhlak mulia termasuk budi pekerti luhur dan kepribadian unggul. membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar. MISI PENDIDIKAN NASIONAL 1.

Visioner dan Berwawasan 2. Koordinatif dan Bersinergi dalam Kerangka KerjaTim 9. Amanah 2. dan citra publik pendidikan. Kreatif 6. 16 42 . Profesional 3. Mengilhami (Inspiring) 5. relevansi. Peduli dan Menghargai orang lain 8. Memberdayakan (Em powering) 6. dalam rangka mencapai dan mempertahankan kondisi keunggulan OUTPUT VALUES Nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh mereka yang berkepentingan terhadap Depdiknas PENYELENGGARA DAN PENGELOLA PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN & MANAJEMEN YANG PRIMA BERORIENTASI KEPADA KEPENTINGAN PEMAKAI LAYANAN PENDIDIKAN 1. Antisipatif dan Inovatif 6. akuntabilitas. Produktif (Efektif dan Efisien) 2.D. Disiplin 7. Bertanggung Jawab dan Mandiri 5. Belajar Sepanjang Hayat 1. Peningkatan mutu. Akuntabel 1. Membudayakan (Cultureforming) 7. Dapat Dipercaya (Andal) 4. Responsif dan Aspiratif 5. danInklusif 15 TIGA PILAR KEBIJAKAN PENDIDIKAN 1. TATA NILAI DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL INPUT VALUES Nilai-nilai yang diharapkan ditemukan dalam diri setiap pegawai Depdiknas PROCESS VALUES Nilai-nilai yang harus diperhatikan dalam bekerja di Depdiknas. Antusias dan Bermotivasi Tinggi 4. dan daya saing keluaran pendidikan. Gandrung Mutu Tinggi (Service Excellence) 3. 3. Taat Azas 8. Penguatan tata kelola. Pemerataan dan perluasan akses pendidikan. 2. Berkeadilan. Menjadi Teladan 3. Demokratis. Memotivasi (Motivating) 4.

04 % APM 65.8 64.8 72.55% Dalam rangka penuntasan Wajar Dikdas 9 tahun.5 % APS 53. masalah perluasan akses lebih menonjol terjadi pada jenjang SMP/MTs Tingkat partisipasi pendidikan makin rendah pada jenjang pendidikan yang makin tinggi (2004) Kelompok usia 7-12 tahun Kelompok usia 13-15 tahun Kelompok usia SLTA Pendidikan Tinggi APS 96.48 % APM 93.8 29.38 % APK 14.24 % APK 54.26 % 17 Kontribusi Sumber Kesenjangan Akses Pendidikan Antar dan Intra Provinsi Sumber Kesenjangan SD/ MI SMP/ MTs SM/ MA Antar Provinsi APK Dalam Provinsi 30.9 60.5 29.2 35.1 18 43 .5 Antar Provinsi APM Dalam Provinsi 39.2% Yang buta aksara 9.2 th Yang berpendidikan SLTP 36.5 69.AKSES PENDIDIKAN Rata-rata tingkat pendidikan masyarakat masih rendah (2004) Kelompok usia > 15 th Kelompok usia > 15 th Kelompok usia > 15 th Rata-rata lama sekolah 7.5 70.2 70.2 27.8 % APS 83.

00 96.00 97. 20 44 .50 97. 2. Prasarana dan sarana belajar yang terbatas dan belum didayagunakan secara optimal. Proses pembelajaran yang belum efisien dan efektif.00 1995 1998 2002 Tahun 19 Laki-laki Perempuan+Laki2 2003 2004 MUTU PENDIDIKAN (2004) 1. Ketersediaan pendidik dan tenaga kependidikan serta kesejahteraannya yang belum memadai baik secara kuantitas maupun kualitas. serta 4.50 96.Tingkat Keaksaraan Penduduk Usia 15-24 Tahun 1995-2004 Perempuan 99. Pendanaan pendidikan yang belum memadai untuk menunjang mutu pembelajaran. 3.00 98.50 P ersen tase 98.

79 D3 (%) 5.46 21 RASIO PENDIDIKAN TAHUN 2002/2003 Sumber: PDIP – Balitbang.33 11.54 S2/S3 (%) 0.18 Sarjana (%) 3.58 49.55 40.33 0.05 0.10 26.069 8.88 46.14 21.927 466.234.304 1.23 2.748 452.559 236.37 23.39 72.30 42.89 1.255 230.62 2.35 8.114 147.33 0. 2004 22 45 .33 1.57 47.286 Ijazah Tertinggi < D1 (%) 90.06 1.03 69.10 3.92 30.75 64.33 43.31 0.16 56.86 1.45 0.54 D2 (%) 5.KUALIFIKASI PENDIDIK TAHUN 2002/2003 Jenjang No Pendidikan 1 2 3 4 5 6 7 8 TK SLB SD SMP SM SMA SMK PT Jumlah Guru 137.17 25.

424 48.290 1 2 3 4 SD SMP SMA SMK 364.684 147.6 29.3 45.7 43.7 43.34 92.588 2.961 % 100.217 466.0 64.26 5. Layak b.599 1.645 27.631 43.416 4.3 23 KONDISI RUANG BELAJAR TAHUN 2003 No Bangunan/ Gedung Kondisi Bangunan Ruang Belajar Layak pakai Jumlah % 42.811 122.0 56. Layak b.0 37.5 67.105 167.0 67.315 50. Layak b. SD 1 a.4 23.3 20.0 50. Tidak Layak SMK 4 a.237 9.62 12.0 Swasta 91.7 12.832 107.59 5.114 154.857 41.3 4. Tidak Layak SMP 2 a.598 4.2 66.531 202.927 625.6 46.710 609. Layak b.258 187.00 Rusak Ringan 299.12 2.395 558.260 98.1 33. Balitbang Depdiknas (2003) 24 46 .3 Jumlah 1.63 5. Tidak Layak SMA 3 a.070 584.1 32.00 865.480 78.720 108.581 23.643 230.6 47.311 67.412 97.542 155.143.217 96. 2004 Kelayakan Negeri 1.29 92.12 82.385 58.03 3.559 83.919 % 23.675 311.678 % 92.0 15.00 Rusak Berat 201.748 299.379 35.3 53.9 100.408 89.864 % 34.GURU DAN KEPALA SEKOLAH MENURUT KELAYAKAN MENGAJAR TAHUN 2002/2003 No.7 29.967 20.598 63.0 14.803 87.430 75.1 17.4 33.283 % 7.4 38. Tidak Layak Sumber: PDIP – Balitbang.051 40.0 19.283 72.507 Sumber: Pusat Data dan Informasi Pendidikan.9 100.914 55.234.1 35.440 155.4 3.3 100.7 49.

26 ta 1 2 3 4 5 6 3.96 1.82 ANGKA PUTUS SEKOLAH MENURUT JENJANG PENDIDIKAN DAN JENIS KELAMIN TAHUN 2004 6 5 4 3 2 1 0 SD SMP Laki2 SMA/SMK Rerata 26 PT Perempuan 47 .92 4.07 2.68 4.93 0.ANGKA MENGULANG KELAS SD MENURUT TINGKAT. TAHUN 2004 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 Kl s Kl s Kl s Kl s Kl s Kl s R er a 25 7.

0 0 7 . 28 48 .0 0 5 .0 0 0 .0 0 6 . Belum didukung oleh data dan informasi yang akurat pada berbagai tingkatan pemerintahan.0 0 3 .0 0 2 . Desentralisasi bidang pendidikan.Nilai Ujian Nasional SMA Program IPA Tahun 2003/04 dan 2004/05 8 .0 0 1 .0 0 B In d B In g g 2 0 0 3 /0 4 Mat 2 0 0 4 /0 5 27 R a ta 2 TATA KELOLA DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL (2004) 1.0 0 4 . 2. 3. Pentingnya pengawasan terhadap berbagai program dan kegiatan yang terkait dengan upaya pemerataan dan perluasan akses serta peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan.

9 Pendidikan Kecakapan Hidup 1.8 Perluasan akses Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) PEMERATAAN & PERLUASAN AKSES PENDIDIKAN 1.1 Pendanaan Biaya Operasional Wajar Dikdas 9 Tahun 1.3 Rekruitmen Pendidik dan Tenaga Kependidikan 30 49 . SLB. Pemerataan dan Perluasan Akses 2.13 Peningkatan peran serta Masyarakat dalam Perluasan Akses SMA. Relevansi.4 Perluasan akses pendidikan Wajar pada jalur nonformal 1.7 Pengembangan Pendidikan Layanan Khusus bagi Anak Usia Wajar Dikdas di Daerah Bermasalah 1. SMK/SM Terpadu. Peningkatan Mutu Pendidikan. dan Daya Saing 3. dan Citra Publik.5 Perluasan akses pendidikan keaksaraan bagi penduduk usia >15 tahun 1.KEBIJAKAN POKOK PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL 1.10 Perluasan Akses SMA/SMK dan SM Terpadu 1. Penguatan Tata Kelola.6 Perluasan Akses Sekolah Luar Biasa dan Sekolah Inklusif 1. 29 1.12 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai Sarana Pembelajaran Jarak Jauh 1.2 Penyediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Wajar 1. KEBIJAKAN DALAM PEMERATAAN DAN PERLUASAN AKSES PENDIDIKAN 1.11 Perluasan Akses Perguruan Tinggi 1. Akuntabilitas. dan PT 1.

BAN -PNf dan BAN-PT 2.2a Pengawasan dan Penjaminan Mutu secara Terprogram dengan Mengacu pada SNP 2. dan Data Lainnya) 3. Aset. KEBIJAKAN DALAM PENGUATAN TATA KELOLA. vokasi. KEBIJAKAN DALAM PENINGKATAN MUTU.undangan 3. RELEVANSI & DAYA SAING Perluasan Pendidikan Kecakapan Hidup 2.2. dan Kepemimpinan Mahasiswa 2. AKUNTABILITAS. Kepegawaian.8 Pengembangan Sekolah Berbasis Keunggulan Lokal di Setiap Kabupaten/Kota 31 3. AKUNTABILITAS DAN CITRA PUBLIK 32 50 .11 Akselerasi Jumlah Program studi Kejuruan.1 Implementasi dan Penyempurnaan SNP dan Penguatan Peran Badan Standar Nasional Pendidikan 2.9 Pelaksanan Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan KKN 3.12 Peningkatan Jumlah dan Mutu Publikasi Ilmiah dan HAKI 2.4a Pengembangan Guru sebagai Profesi 2.1 Peningkatan Sistem Pengendalian Internal Berkoordinasi dengan BPKP dan BPK Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Manajerial Aparat 3.6 Penataan Regulasi Pengelolaan Pendidikan dan Penegakkan Hukum di Bidang Pendidikan 3. dan Profesi 2.7a PENINGKATAN MUTU.10 Mendorong Jumlah Jurusan di PT yang Masuk dalam 100 Besar Asia atau 500 BesarDunia 2.12 Penyelesaian Tindak Lanjut Temuan -temuan Pemeriksaan Itjen.4 3.9 Pembangunan Sekolah Bertaraf Internasional di Setiap Provinsi/ Kabupaten/Kota 2.7b Peningkatan Kreativitas. Entrepreneurship.13 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan 2. dan BPK 3. dan DAYA SAING 2.11 Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pemeriksaan oleh Itjen.2.b Survai Benchmarking Mutu Pendidikan Terhadap Standar Internasional 2.2 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Aparat Inspektorat Jenderal 3. BPKP.5 Penataan Ketaatan pada Peraturan Perundang .3 Perluasan dan Peningkatan Mutu Akreditasi oleh BAN -SM.5 Pengembangan Kompetensi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan 2.10 Intensifikasi Tindakan tindakan Preventif oleh Inspektorat Jenderal 3.3 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Aparat Perencanaan dan Penganggaran 3.4b Pembinaan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Nonformal 2. dan PENCITRAAN PUBLIK 3. dan BPK 3.6 Perbaikan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana 2.8 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Pengelola Pendidikan - PENGUATAN TATA KELOLA.13 Pengembangan Aplikasi SIM secara Terintegrasi (Keuangan.7 Peningkatan Citra Publik 3. BPKP. RELEVANSI.

akuntabilitas. (3) Penguatan tata kelola. 34 51 .Periode 2015 – 2020 Daya Saing Regional D.RENCANA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA PANJANG A.Periode 2010 – 2015 Penguatan Pelayanan C. relevansi.Periode 2020 – 2025 Daya Saing Internasional 33 RENCANA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA MENENGAH 2005 – 2009 Program pembangunan Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009 diarahkan pada upaya mewujudkan kondisi yang diharapkan pada tahun 2009 yang difokuskan pada: (1) Pemerataan dan perluasan akses pendidikan. dan citra publik.Periode 2005 – 2010 Peningkatan Kapasitas dan Modernisasi B. (2) Peningkatan mutu. dan daya saing.

Program Pengelolaan Sumber Daya ManusiaAparatur 5. 5.0 216.0 24.604.3% ruang belajar SD rusak berat.4 16.2 12.4 juta atau 10.845.961.088.279.202.7 9. sosial.196.144.845.306.363.3 149.3 3.8 12.Program Manajemen Pelayanan Pendidikan 8.Program Penelitian dan Pengembangan Pendidikan 9.2 16. spritual •70% dosen dengan berpendidikan S2/S3 •50% sarana sekolah memenuhi SNP •AnggaranpendidikandariAPBN = 20% •5 prodi PT masuk dalam100 besar PT di Asia atau 500 besar dunia •Manajemen perubahan secara internal yang menjamin terjadinya perubahan secara berkelanjutan •Sistem pembiayaan berbasis kinerja (ditingkat satuan pendidikan dan pemerintah daerah) •Manajemen berbasis sekolah (MBS) mulai SD sampai dengan SM •Disiplin kerja tinggi melalui internalisasi etos kerja •Satuan dan program pendidikan yang ada pada setiap tingkatan pemerintahan mencapai status kapasitas tertinggi dan memenuhi standar SNP •Penerapan TIK secara optimal pada manajemen 35 pendidikan yang transparan dan akuntabel •Laporan Keuangan dengan opini WTS dari BPK Jumlah .1 3.Penduduk ≥ 15 tahun yang buta aksara 15. APK PerguruanTinggi 14.0 25.Usia .1 12.828.0 12.0 28.7 28.APK SMP/MTs = 81.813.800.076.816.PT/PTA/PTK Akses Pendidikan Mutu Pendidikan Tata Kelola Depdiknas 1.769.678.725. 34.0 27.654.308.Usia . menyenangkan dan mencerdaskan •Seimbang antara pengembangan kecerdasan rasional (berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi) dan kecerdasan emosional.2 16.3 23.Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan Program-program Lainnya 1.5% untuk usia13-15 3.4 24.366.817 temuan/kasus penyimpangan sumber dana pembangunan (1997-2004) •Desentralisasi pendidikan •Kendali pemerintah yang belum berjalan optimal karena kurang ditunjang oleh sistem informasi manajemen yang terbangun dengan baik •SNP mulai dikembangkan •Laporan Keuangan dengan opini disclaimer dari BPK RENSTRA DEPDIKNAS Tahun 2005-2009 Das Sollen •Menurunkan angka buta aksara penduduk usia > 15 hingga 5% •APK SMP/MTs= 98%.238.4 25.SD / MI & yang .0 226.100.Program Penelitian dan Pengembangan Iptek 10.1 155.717.5 36 52 .7 12.508.0 11.324.9 4.858.322.6 25.335.835.4 23.Usia .697.9 3.766.033.Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraandan Kepemerintahan 4.350.956.9 24. tingkat kemampuan intelektual dan kondisifisik •Memperluas daya tampung satuan pendidikan sesuai dengan prioritas nasional •PenggunaanTIK untukmenjangkau daerahterpencil/sulitdijangkau •Peningkatan mutu pendidikan yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) •Peningkatan taraf hidup masyarakat dan daya saing tenaga kerja Indonesia •Metoda pembelajaran formal dan nonformal yang efisien.601.4 16.2 11.Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 7.940.Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun 3.3 11.Usia .Angka kesenjangan cenderung naik di tingkat pendidikan menengah dan perguruan tinggi 6.121.6 152.2% untuk usia 7-12 dan 16.556.859.3 25.910.6 2005/06 2006/07 Ajaran 2007/08 2008/09 2009/10 16.3 7.0 13.671.256.7 12.Program Pendidikan Tinggi 5.21%.318.934.9 12.476.SMA/SMK/MA & yang .2 11. wilayah.533.Program Pendidikan Nonformal 6.7 12.1 25.955.9 11.Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas AparaturNegara 3.22%.6 8.Program Pendidikan Nasional Das Sein 1.240.638. gender.3 16.112.2 13.5 158.Usia .075. Peringkat Internasional Indonesia (12 dari12) terkait dengan tingkat relevansi sistem pendidikan Indonesia dengan kebutuhan pembangunan.8 4.6 25.141.000 orang(2005) •8.Anak tidak bersekolah 3.707.Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2.6 229.796.6 13.Program Pendidikan Menengah 4.Program Peningkaan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara SASARAN JUMLAH PESERTA DIDIK ( ribu orang ) Tahun KOMPONEN 2004/05 Penduduk 0 – 3 Tahun 4 – 6 Tahun 7 – 12 Tahun 13 – 15 Tahun 16 – 18 Tahun 19 – 24 Tahun 15 Tahun Jumlah Peserta Ke atas Penduduk Didik sederajat & yang sederajat sederajat 29.561.2% lulusan Perguruan Tinggi menjadi karyawan •Kebutuhan guru 218. Beberapa penyebab: •Kesiapan fisik siswa yang cenderung minim (akibat kekurangan gizi) •40% tenaga pengajar memiliki keahlian yang tidak sesuai dengan bidang pengajarannya Ketidak layakan tenaga pengajar (kualitas dan kuantitas) ditingkat dasar hingga menengah •23.8 28.1 7.631.415.1 219.3 4.8 221.961.440.3 224.SMP / MTs .218.9 164.6 6.8 10.7 25.3 12.Indeks Pembangunan Manusia 110 (2005) 2. APK Perguruan Tinggi= 18% •Memberi kesempatan yang sama pada seluruh peserta didik dari berbagai golongan menurut kategori tingkat ekonomi.827.Terjadi kesenjangan akses pendidikan menurut kategori perkotaan & pedesaan.0 11. serta mampu dan tidak mampu secara ekonomis.528.1 12.370.Usia .Usia .374.073.603. 82.Total Jumlah .62% (2004) 4.311.605.413.3 6.065.6 12.6% rusak ringan •Alokasi biaya pendidikan dari APBN < 9% •Rendahnya kemampuan wirausaha.1 10.6 11.5 161.6 12.Program Penguatan Kelembagaan Pengarus-utamaan Gender dan Anak 2.4 27.

00 5.33 5. • Perolehan medali emas pd Olimpiade Int.48% 88.00% 7.65 37 INDIKATOR KUNCI DAN TARGET IMPLEMENTASI PILAR KEBIJAKAN -.38% 17.00 7. • Jumlah sertifikat Kompetensi yg diterbitkan KONDISI DAN TARGET 2004 5.55% 16.00 31.5% 17 20 50 400 10% 34:66 1.00 40% 70% 40% 10 3 13 5 5.5% 32:68 1.8% 20 50 155 1.28 6.33% 14.76 4.80% 17.22% 12.49 25.00 5.40 23.13 6.47% 10% 5.54 2.00 25. 500 besar Dunia.48 3.00 29.00% 91.71 8.30 19.40 5.7% 20 40 120 1.Akses Pendidikan -NO 1.00 5.90% 94.00 27.00% 20% 15.49 25.52 30% 50% 1 2006 6.22% 85.44% 15.75% 95.20% 15.50% 10% 6.90 7.0% 15 10 100 7.50 7.32 9.90% 20% 12.MUTU.12% 94. RELEVANSI.00 5.00 13.333 40% 40:60 2.19% 94.22% 48.15 16.16 9.20% 14.00 7.70% 15% 8.84 34% 60% 5% 4 2008 5.07% 50.30% 81.68 32% 55% 3 2007 6.00 37.0% 30:70 1.21% 16.89 9.66% 94.34% 94.00% 10.20% 64.54 6.98 9.50% 56.81% 95. DAN DAYA SAING -NO.19% 18.07 9.80 8.86 2007 2008 2009 39.00% 11.14 33.13 6.20% 68.54 2.13 6.72 6.20% 16.59 48.000 30% 38:62 1.00% 60.Indikator Kunci dan Target Pilar Kebijakan -. SASARAN Peningkatan Mutu dan Daya Saing Pendidikan INDIKATOR KUNCI • Rata-rata nilai UN SD/MI • Rata-rata nilai UN SMP/MTs • Rata-rata nilai UN SMA/SMK/MA • Guru yg memenuhi kualifikasi S1/DIV • Dosen yg memenuhi kualifikasi S2/S3 • Pendidik yang memiliki sertifikat pendidik • Jumlah Prodi masuk 100 besar Asia.62% 15.05 5.94 2.62 6. • Jumlah Paten yg diperoleh • Sekolah/Madrasah bertaraf Internasional • Sekolah/Madrasah berbasis keunggulan lokal • Kenaikan Publikasi Internasional • Rasio Jumlah Murid SMK : SMA • APK PT vokasi (D2/D3/D4/Politeknik) • Rasio Jumlah mahasiswa Profesi terhadap jumlah lulusan S1/D4 • Persentase peserta pendidikan life skill terhadap lulusan SMP/MTs atau SMA/SMK/MA yang tidak melanjutkan.0% 4 Peningkatan Relevansi Pendidikan 38 53 .00 7.25% 52. SASARAN Perluasan Akses Pendidikan • • • • • • 2 Pemerataan Akses Pendidikan • • • • • • • INDIKATOR KUNCI APK Pra Sekolah APM SD/Paket A/MI/SDLB APK SMP/Paket B/MTs/SMPLB APK SMA/SMK/Paket C/MA/SMALB APK PT/PTA.31 30% 50% 2005 6.5% 65% 20% 5 2009 5. atau akreditasi bertaraf OECD/Int.26 5.04 2.6% 19 30 85 700 20% 36:64 1.09% 42.94 2.04 2.5% 10. termasuk UT Prosentase Buta Aksara > 15 th Disparitas APK PAUD antara kab dan kota Disparitas APK SD/MI/SDLB antara kab dan kota Disparitas APK SMP/MTs/SMPLB antara kab dan kota Disparitas APK SMA/MA/SMK/SMALB antara kab dan kota Disparitas gender APK di jenjang pendidikan Menengah Disparitas gender APK di jenjang pendidikan tinggi Disparitas gender persentase buta aksara KONDISI DAN TARGET 2004 2005 2006 45.57% 8.14 33.47% 53.00% 98.

5% 1~0.5% <0.5% 1~0.5% <0.5% <0.INDIKATOR KUNCI DAN TARGET PILAR KEBIJAKAN -.5% • 1~0.5% 1~0.TATA KELOLA. Akuntabilitas.5% 1~0.5% <0.5% <0. dan Citra Publik Pendidikan • Opini BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Disclaimer • Persentase temuan BPK ttg penyimpangan di Pemerintah terhadap obyek yang diperiksa Persentase temuan Itjen ttg penyimpangan di Pemerintah terhadap obyek yang diperiksa Aplikasi SIM Sertifikat mutu layanan yg diraih Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama Sertifikat mutu layanan yg diraih LPMP/PPPG/BPPLSP 1~0.5% • • - - 2 Aplikasi - 14 Aplikasi - - 80% unit utama memperoleh ISO 9001:2000 - • - 9 ISO 9001: 2000 25 ISO 9001: 2000 43 ISO 9001: 2000 47 ISO 9001: 2000 39 Selesai 40 54 .5% <0. AKUNTABILITAS DAN CITRA PUBLIK -KONDISI DAN TARGET No SASARAN INDIKATOR KUNCI 2004 2005 Disclaimer 2006 Wajar Dgn Catatan 2007 Wajar Tanpa Sarat 2008 Wajar Tanpa Sarat 2009 Wajar Tanpa Sarat 5 Penguatan Tata Kelola.

Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 4. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) 5.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) II. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 6. Peraturan Mendiknas No. Peraturan Mendiknas No. Peraturan Mendiknas No. 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 55 .

56 .

untuk Mencapai Kompetensi Lulusan Minimal Sosialisasi KTSP 57 .Materi 4 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang STANDAR ISI (SI) Sosialisasi KTSP Materi Minimal dan Tingkat Kompetensi Minimal.

5. 3. Kerangka Dasar Kurikulum 5 Kelompok mapel : 1.Memuat : 1. budi pekerti. Agama dan Ahlak Mulia membentuk siswa menjadi manusia beriman dan takwa dan berahlak mulia Mencakup etika. 4. 2. atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama Sosialisasi KTSP 58 . Kerangka Dasar Kurikulum Struktur Kurikulum Beban Belajar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kalender Pendidikan Sosialisasi KTSP 1.

kebutuhan. disiplin. hak dan kewajibannya dalam kehidupannya untuk memperoleh kompetensi lanjut iptek serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis. Jasmani Olahraga Kesehatan Sosialisasi KTSP Prinsip Pengembangan Kurikulum 1. Estetika 5. perkembangan. 2. kerja sama dan hidup sehat 4. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Beragam dan terpadu Tanggap terhadap perkembangan iptek dan seni Relevan dengan kebutuhan kehidupan Menyeluruh dan berkesinambungan Belajar sepanjang hayat Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah Sosialisasi KTSP 59 . 3. Iptek penigkatan kesadaran dan wawasan siswa akan status. 7.2. 4. kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif. Berpusat pada potensi. kreatif dan mandiri untuk meningkatkan sensitivitas. 6. 5. Kewarganegaraan dan Kepribadian 3.

Mendayagunakan kondisi alam. Suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai. terbuka dan hangat. dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar 6.Prinsip Pelaksanaan Kurikulum 1. Menegakkan 5 pilar belajar. keterkaitan. sosial dan budaya serta kekayaan daerah 7. 3. Sosialisasi KTSP 5. Diselenggarakan dalam keseimbangan. 2. akrab. dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan Sosialisasi KTSP 60 . serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas. Peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan. Siswa harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu. pengayaan dan percepatan. 4. dinamis dan menyenangkan. sumber belajar dan teknologi yang memadai. Menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia.

Pend. Kedalaman muatan kurikulum dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai siswa dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum Merupakan pola dan susunan matapelajaran yang harus ditempuh oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran Kompetensi terdiri dari Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi dasar (KD) yang dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Muatan Lokal dan Pengembangan Diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum sekolah 2.2. Komponen A Mata Pelajaran 1. Agama 2. Bahasa Indonesia 4. Matematika 5. Ilmu Pengetahuan Sosial 7. 3. Pendidikan Kewarganegaraan 3. VI 3 2 5 5 4 3 4 4 2 2 *) 26 27 28 B C Muatan Lokal Pengembangan Diri Jumlah Sosialisasi KTSP 32 61 . 4. V . Seni Budaya dan Keterampilan 8. Struktur Kurikulum 1. Sosialisasi KTSP Struktur Kurikulum SD No. Pendidikan Jasmani. Olahraga dan Kesehatan Kelas I Kelas II Kelas III Kelas IV. Ilmu Pengetahuan Alam 6.

Penugasan Terstruktur (PT) .Tatap Muka (TM) .3. BEBAN BELAJAR Beban belajar diartikan sebagai waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sistem : . dirancang guru untuk mencapai kompetensi .Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh guru • KMTT : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk siswa. dirancang guru untuk mencapai kompetensi .Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT) Sosialisasi KTSP • TM : Kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik dengan pendidikan • PT : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk siswa.Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh siswa Sosialisasi KTSP 62 .

Sekolah menyelenggarakan program pendidikan dengan SISTEM PAKET atau SKS Sosialisasi KTSP SISTEM PAKET Sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh mata pelajaran dan beban studi yang sudah ditetapkan untuk setiap tingkatan kelas. Sosialisasi KTSP 63 . sesuai dengan struktur yang berlaku pada satuan pendidikan dimaksud.

Sosialisasi KTSP Kategori Formal Standar Formal Mandiri Paket Dapat - SKS Dapat Wajib Sosialisasi KTSP 64 .SISTEM KREDIT SEMESTER Sistem Kredit Semester (SKS) adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya menentukan sendiri jumlah beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester.

• Dialokasikan waktu ekuivalen Sosialisasi KTSP 65 .• Struktur kurikulum yang telah • Struktur kurikulum untuk tersusun diselenggarakan dengan menggunakan sistem paket digunakan dengan SKS akan disusun tersendiri Sosialisasi KTSP Kegiatan Pengembangan Diri • Tidak termasuk beban belajar. dan bakat. 2 (dua) jam pelajaran. minat. karena substansinya dipilih sendiri oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan.

Per Minggu Minggu efektif per tahun ajaran waktu pembelajaran per tahun 884 -1064 jam I s. VI 35 32 34 . III SD IV s.BEBAN BELAJAR Beban Belajar Kegiatan Tatap Muka untuk setiap Satuan Pendidikan (Sistem Paket) satu jam pemb.24560 menit) 635-709 516-621 Jumlah jam per tahun (@ 60 menit) Satuan Pendidikan Kelas Sosialisasi KTSP 4.38 35 26-28 34 .d.tatap muka (Menit jumlah jam pemb.37240 menit) 1088 -1216 jam pembelajaran (38080 . dan Standar kompetensi di bawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan atau Provinsi. KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) • Kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan • Sekolah dan Kepala Sekolah mengembangkan KTSP dan silabus berdasarkan : Kerangka dasar kurikulum.d.38 pembelajaran (30940 . Sosialisasi KTSP 66 .

Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran.5. KALENDER PENDIDIKAN Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. Sosialisasi KTSP Lanjutan Kalender Pendidikan NO 1 KEGIATAN Minggu efektif belajar ALOKASI WAKTU Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu Maksimum 2 minggu Maksimum 2 minggu Maksimum 3 minggu Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif pada setiap satuan pendidikan KETERANGAN 2 Jeda tengah semester Jeda antarsemester Libur akhir tahun pelajaran Satu minggu setiap semester 3 Antara semester I dan II 4 Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran Sosialisasi KTSP 67 . dan hari libur. minggu efektif belajar.

Maksimum Digunakan untuk kegiatan yang 3 minggu diprogramkan secara khusus oleh sekolah\ tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif. Maksimum Untuk satuan pendidikan sesuai dengan 1 minggu ciri kekhususan masing-masing. 7 8 Sosialisasi KTSP Terima Kasih…… Sosialisasi KTSP 68 . Hari libur 2–4 keagamaan minggu 6 Hari libur umum/ nasional Hari libur khusus Kegiatan khusus sekolah Maksimum Disesuaikan dengan Peraturan 2 minggu Pemerintah.NO KEGIATAN 5 ALOKASI WAKTU KETERANGAN Daerah khusus yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengaturnya sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif.

dan keterampilan yang dimiliki peserta didik. Standar Kompetensi adalah ukuran kom-petensi minimal yang harus dicapai peserta didik setelah mengikuti suatu proses pembelajaran pada satuan pendidikan tertentu. sikap. dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan. dan keterampilan. Sosialisasi KTSP 69 . berpikir. sikap. Standar Kompetensi Lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup pengetahuan.Materi 5 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL) Sosialisasi KTSP Pengertian Kompetensi adalah kemampuan bersikap.

serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. pengetahuan. ahklak mulia. Jasmani Olahraga dan Kesehatan SKL Mata Pelajaran 2. Agama dan Akhlak Mulia b. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. ahklak mulia. Kewarganegaraan dan Budi Pekerti c. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. kepribadian. Sosialisasi KTSP 70 . pengetahuan. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. kepribadian. Estetika e. pengetahuan.Fungsi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. SD/MI/SDLB/Paket A SKL Kelompok Mata Pelajaran a. 3. ahklak mulia. kepribadian. Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi d. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. Sosialisasi KTSP Ruang Lingkup SKL 1. SKL Satuan Pendidikan a.

Sosialisasi KTSP 71 . dan kreatif. ras. 10. dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya. budaya. dengan bimbingan guru/pendidik. suku. 11. Sosialisasi KTSP 1.1. Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa. Menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan. 4. 8. Menunjukkan kemampuan berfikir logis. kritis. Menghargai keberagaman agama. SKL SD 6. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya. Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. 7. dan kreatif. Menjalankan agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak. 3. 5. 2. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri. Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal. kritis. negara dan tanah air Indonesia. 9. SKL SD 1.

Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis. sehat.1. 17. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 1. dan berhitung 15. Menunjukkan keterampilan menyimak. Tujuan tersebut dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama. dan memanfaatkan waktu luang. aman. olahraga. SKL SD 12. bugar. kewarganegaraan. 13. berbicara. estetika. Sosialisasi KTSP 72 . Bekerja sama dalam kelompok. dan kesehatan. tolong menolong dan menjaga diri sendiri delam lingkungan keluarga dan teman sebaya. kepribadian. 14. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih. Kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak Mulia bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Menunjukkan kemampuan mengamati gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar. 16. Sosialisasi KTSP 2. ilmu pengetahuan dan teknologi. Berkomunikasi secara jelas dan santun. membaca. menulis. jasmani.

matematika. Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bertujuan: mengembangkan logika. ilmu pengetahuan sosial. kewarganegaraan. bahasa. Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air.2. keterampilan/kejuruan. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 2. tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. seni dan budaya. Pada satuan pendidikan SD. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama. akhlak mulia. ilmu pengetahuan alam. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 3. Sosialisasi KTSP 2. dan pendidikan jasmani. dan muatan lokal yang relevan Sosialisasi KTSP 73 . kemampuan berpikir dan analisis peserta didik.

ilmu pengetahuan alam.2. Sosialisasi KTSP 74 . olahraga. seni dan budaya. Sosialisasi KTSP 2. pendidikan kesehatan. Kelompok mata pelajaran Estetika bertujuan: membentuk karakter peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa seni dan pemahaman budaya. dan muatan lokal yang relevan. dan Kesehatan bertujuan: membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani. Kelompok mata pelajaran Jasmani. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 4. dan muatan lokal yang relevan. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 5. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. dan menumbuhkan rasa sportivitas. keterampilan. Olah Raga.

Selesai Sosialisasi KTSP 75 .

76 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 6 PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 24 TAHUN 2006 dan NOMOR 6 TAHUN 2007 Tentang PELAKSANAAN STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN Sosialisasi KTSP Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Satuan Pendidikan dan Komite Sekolah Mengembangkan dan Menetapkan KTSP sesuai kebutuhan Mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi dari Standar Isi Dapat mengadopsi atau mengadaptasi model KTSP BSNP Sosialisasi KTSP 77 .

Jadwal Pelaksanaan Kurikulum
Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat menerapkan Permen No. 22 dan 23 mulai tahun ajaran 2006/2007 Satuan pendidikan dasar dan menengah harus sudah mulai menerapkan Permen No. 22 dan 23 paling lambat tahun ajaran 2009/2010 Satuan pendidikan dasar dan menengah yang telah melaksanakan uji coba kurikulum 2004 secara menyeluruh dapat menerapkan secara menyeluruh Permen No. 22 dan 23 untuk semua tingkatan kelas mulai tahun ajaran 2006/2007 Satuan pendidikan dasar dan menengah yang belum melaksanakan uji coba kurikulum 2004 melaksanakan Permen No. 22 dan 23 secara bertahap seperti tabel dibawah ini.

Sosialisasi KTSP

Jadwal Pelaksanaan Kurikulum
Satuan Pendidikan SD
Waktu Pelaksanaan Kelas
I II III IV V VI Tahun I √ √ Tahun II √ √ √ √ Tahun III √ √ √ √ √ √

Sosialisasi KTSP

78

Jadwal Pelaksanaan Kurikulum
Gubernur dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permen No. 22 dan 23 untuk satuan pendidikan menengah dan satuan pendidikan khusus disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di provinsi masing-masing. Bupati/walikota dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permen No. 22 dan 23 untuk satuan pendidikan dasar disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di kabupaten/Kota.

Sosialisasi KTSP

Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
• Menggandakan Permendiknas No. 22 dan 23 tahun 2006 serta mendistribusikan secara nasional • Melakukan bimbingan teknis, supervisi dan evaluasi pelaksanaan kurikulum yang didasarkan pada Permendiknas No. 22 dan 23 tahun 2006. • Melakukan usaha secara nasional agar sarana dan prasarana satuan pendidikan dapat mendukung pelaksanaan Permendiknas No. 22 dan 23 tahun 2006.
Sosialisasi KTSP

79

Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 ke guru, kepala sekolah, pengawas, dan tenaga kependidikan lainnya yang relevan melalui LPMPdan/atau PPPG Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 dan panduan penyusunan KTSP yang disusun BSNP ke dinas pendidikan provinsi, kabupaten/kota, dan dewan pendidikan Membantu pemerintah provinsi dan Kabupaten/kota dalam penjaminan mutu melalui LPMP

Sosialisasi KTSP

Badan Penelitian dan Pengembangan
Mengembangkan model-model kurikulum sebagai masukan bagi BSNP Mengembangkan dan mengujicobakan model-model kurikulum inovatif Mengembangkan dan mengujicobakan model kurikulum untuk pendidikan layanan khusus Bekerja sama dengan PT dan/atau LPMP melakukan pendampingan satuan pendidikan dalam pengembangan kurikulum satuan pendidikan Memonitor secara nasional penerapan Permen No. 22 dan 23 , mengevaluasinya, dan mengusulkan rekomendasi kebijakan kepada BSNP dan/atau menteri Mengembangkan pangkalan data yang rinci tentang pelaksanaan SI dan SKL
Sosialisasi KTSP

80

Ditjen Pendidikan Tinggi

Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 di LPTK Memfasilitasi pengembangan kurikulum dan tenaga dosen LPTK

Sosialisasi KTSP

Sekretariat Jenderal

Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 kepada pemangku kepentingan umum

Sosialisasi KTSP

81

Selesai

Sosialisasi KTSP

82

9. 10. urikulum K Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 7. 83 . Penyusunan KTSP.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) III. Pengembangan Silabus. 8. Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi. Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

84 .

Materi 7 KONSEP DASAR KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Sosialisasi KTSP ASPEK YANG BERBEDA KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR PENILAIAN PENGELOLAAN KURIKULUM BERBASIS SEKOLAH Sosialisasi KTSP 85 .

bagian dari pembelajaran. dilakukan melalui berbagai cara. bersifat internal.Kegiatan Belajar Mengajar Berpusat pada peserta didik Mengembangkan kreativitas Menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang Kontekstual Menyediakan pengalaman belajar yang beragam Belajar melalui berbuat Sosialisasi KTSP Penilaian Kelas Dilakukan oleh Guru untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi yang ditetapkan. ketuntasan belajar. al … Sosialisasi KTSP 86 . mengacu pada patokan. dan sebagai bahan untuk peningkatan mutu hasil belajar Berorientasi pada kompetensi.

Products (Hasil karya). dan Paper & Pen (tes tulis) Sosialisasi KTSP Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah Mengacu pada Visi dan Misi Sekolah Pengembangan perangkat kurikulum (a.l.Dilakukan a. Projects (Penugasan). silabus) Pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lainnya untuk meningkatkan mutu hasil belajar Pemantauan dan … Sosialisasi KTSP 87 . melalui: Portfolios (kumpulan kerja siswa).l. Performances (Unjuk kerja).

kinerja dan kualitas pelayanan terhadap peserta didik Berkolaborasi secara horizontal. dengan: • Dewan. Organisasi Profesi Berkolaborasi secara vertikal.Pemantauan dan Penilaian untuk meningkatkan efisiensi. Komite Sekolah. DISESUAIKAN DENGAN: SATUAN PENDIDIKAN. dan • Dinas Pendidikan Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN DAN PELAKSANAAN KURIKULUM. & PESERTA DIDIK Sosialisasi KTSP 88 . SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT SETEMPAT. dengan: Sekolah lain. POTENSI DAERAH/ KARAKTERISTIK DAERAH.

PENGEMBANGAN DIRI TERDIRI DARI: KEGIATAN BIMBINGAN KONSELING DAN EKSTRA KURIKULER Sosialisasi KTSP BENTUK PELAKSANAAN KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI: • • • • KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN TERPROGRAM RUTIN SPONTAN KETELADANAN Sosialisasi KTSP 89 .

tanpa dibatasi oleh ruang.A. KEGIATAN RUTIN Adalah kegiatan yang dilakukan secara reguler. dimana saja. baik di kelas maupun di sekolah. • • • • Membiasakan memberi salam Membiasakan membuang sampah pada tempatnya Membiasakan antri Membiasakan mengatasi silang pendapat (pertengkaran) dengan benar Dll Sosialisasi KTSP 90 . Bertujuan untuk membiasakan anak mengerjakan sesuatu dengan baik. KEGIATAN SPONTAN Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja. Upacara Senam Sholat berjamaah Pemeriksaan kesehatan Pergi ke perpustakaan Dll Sosialisasi KTSP B. terutama dalam disiplin dan sopan santun dan kebiasaan baik yang lain. Bertujuan untuk memberikan pendidikan pada saat itu juga.

KEGIATAN TERPROGRAM Adalah kegiatan yang diprogramkan dan direncanakan baik pada tingkat kelas maupun sekolah. Bertujuan memberikan contoh tentang kebiasaan yang baik. • • • Sosialisasi KTSP Seminar/workshop: aids. Kunjungan: panti asuhan. tempat-tempat penting dll. Sosialisasi KTSP 91 .dll. D. tempat/orang yang terkena musibah. hemat energi. KEGIATAN KETELADANAN Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja yang lebih mengutamakan pemberian contoh dari guru dan pengelola pendidikan yang lain kepada muridnya. Memberi contoh berpakaian rapi Memberi contoh memuji hasil kerja yang baik Memberi contoh datang tepat waktu Memberi contoh hidup sederhana Memberi contoh tidak merokok Dll. pentas. bazaar dll. Proyek: lomba. HAM/hak anak. Bertujuan memberikan wawasan tambahan pada anak tentang unsur-unsur baru dalam kehidupan bermasyarakat yang penting untuk perkembangan anak.C.

selesai Sosialisasi KTSP 92 .

22 dan 23/2006 2 Sosialisasi KTSP 93 .Materi 8 PENYUSUNAN KTSP Sosialisasi KTSP 1 LANDASAN • UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem • • • • Pendidikan Nasional PP No. 6/2007 tentang pelaksanaan Permendiknas No. 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Permendiknas No. 22/2006 tentang Standar Isi Permendiknas No. 24/2006 dan No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas No.

kecerdasan. dan minat sesuai • • • • dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Tuntutan dunia kerja Perkembangan ilmu pengetahuan. dan seni Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 4 94 . PENGERTIAN Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Acuan Operasional Penyusunan KTSP • Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia • Peningkatan potensi. Sosialisasi KTSP 3 2. teknologi.1.

1. Sosialisasi KTSP 6 95 . Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia.PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL • • • • • • Agama Dinamika perkembangan global Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kesetaraan Jender Karakteristik satuan pendidikan Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 5 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.

dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Kurikulum disusun agar memungkinkan pengembangan keragaman potensi. minat. Sosialisasi KTSP 8 96 . emosional. kecerdasan intelektual.3 Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Daerah memiliki keragaman potensi.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. spritual. dan kinestetik peserta didik secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya. kecerdasan. oleh karena itu kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan daerah. tantangan. Sosialisasi KTSP 7 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. kebutuhan.2 Peningkatan potensi. dan keragaman karakteristik lingkungan.

Sosialisasi KTSP 9 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. khususnya bagi mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.4 Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Pengembangan kurikulum harus memperhatikan keseimbangan tuntutan pembangunan daerah dan nasional. Sosialisasi KTSP 10 97 .5 Tuntutan dunia kerja Kurikulum harus memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dan kebutuhan dunia kerja.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.

dan memperhatikan norma agama yang berlaku di lingkungan sekolah Sosialisasi KTSP 12 98 .PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. teknologi.7 Agama Kurikulum harus dikembangkan untuk meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama. teknologi. dan seni. dan seni Kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan. Sosialisasi KTSP 11 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.6 Perkembangan ilmu pengetahuan.

9 Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kurikulum harus mendorong wawasan dan sikap kebangsaan dan persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sosialisasi KTSP 14 99 .PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. Sosialisasi KTSP 13 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.8 Dinamika perkembangan global Kurikulum harus dikembangkan agar peserta didik mampu bersaing secara global dan dapat hidup berdampingan dengan bangsa lain.

10 Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya.11 Kesetaraan Jender Kurikulum harus diarahkan kepada pendidikan yang berkeadilan dan mendorong tumbuh kembangnya kesetaraan jender. Sosialisasi KTSP 15 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. Sosialisasi KTSP 16 100 .

Penjurusan. Beban Belajar. misi. tujuan. Sosialisasi KTSP 17 3. Kenaikan Kelas dan kelulusan. dan ciri khas satuan pendidikan.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. • Kalender Pendidikan • Silabus dan RPP Sosialisasi KTSP 18 101 . Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global). Pengembangan Diri. Pendidikan Kecakapan Hidup. Komponen KTSP • Tujuan Pendidikan Sekolah • Struktur dan Muatan Kurikulum (mata pelajaran. Ketuntasan Belajar. kondisi. Muatan lokal.12 Karakteristik Satuan Pendidikan Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi.

ISI / MUATAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) Sosialisasi KTSP 19 KTSP DOKUMEN 1 BAB I . Struktur dan Muatan Kurikulum BAB IV. Kalender Pendidikan Sosialisasi KTSP 20 102 . Tujuan Pendidikan BAB III. Pendahuluan BAB II .

Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan pusat. Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan Sekolah (Mulok. Mapel Tambahan) Sosialisasi KTSP 21 KTSP (Dokumen 1) Sosialisasi KTSP 22 103 .KTSP DOKUMEN II A. B.

Tujuan pendidikan (Disesuaikan dengan jenjang satuan pendidikan) 2.Bab I. Tujuan Sekolah Sosialisasi KTSP 24 104 . Misi Sekolah 4. Visi Sekolah 3. TUJUAN 1. PENDAHULUAN Latar Belakang (dasar pemikiran penyusunan KTSP) Tujuan Pengembangan KTSP Prinsip Pengembangan KTSP SESUAI KARAKTERISTIK SEKOLAH 23 Sosialisasi KTSP Bab II.

Mata pelajaran 2. dan sikap setelah mereka menamatkan sekolah. Pendidikan berbasis Keunggulan Lokal dan Global Cat : Untuk PLB/PK ditambah dengan Program Khusus Sosialisasi KTSP 26 105 .BAGAIMANA MENYUSUN VISI. Pendidikan kecakapan Hidup 9. MISI. Kegiatan Pengembangan diri 4. Ketuntasan Belajar 6. Kenaikan Kelas. Pengaturan beban belajar 5. • TAHAP 3 : SUASANA SEKOLAH suasana sekolah – sebagai lembaga/organisasi pembelajaran – seperti apa yg diinginkan untuk mewujudkan hasil belajar bagi siswa. TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN • TAHAP 1 : HASIL BELAJAR SISWA apa yg hrs dicapai siswa berkaitan dengan pengetahuan. Muatan lokal 3. Penjurusan 8. • TAHAP 2 : SUASANA PEMBELAJARAN suasana pembelajaran seperti apa yg dikehendaki untuk mencapai hasil belajar itu. dan kelulusan 7. Sosialisasi KTSP 25 BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KTSP Meliputi Sub Komponen: 1. keterampilan.

• Tidak boleh mengurangi mata pelajaran yang tercantum dalam standar isi.Dalam pengembangannya mempertimbangkan hal-hal sbb: Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan ciri khas dan potensi daerah. • Mencantumkan jenis mata pelajaran muatan lokal dalam struktur kurikulum. Sosialisasi KTSP 28 106 . Strategi Pemilihan dan pelaksanaan Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. • Memanfaatkan 4 jam tambahan untuk menambah jam pembelajaran pada mata pelajaran tertentu atau menambah mata pelajaran baru. Mata Pelajaran Berisi “Struktur Kurikulum Tingkat Sekolah” yang disusun berdasarkan kebutuhan siswa dan sekolah terkait dengan upaya pencapaian SKL.1. Pengembangan Struktur Kurikulum dilakukan dengan cara antara lain: • mengatur alokasi waktu pembelajaran “tatap muka” seluruh mata pelajaran wajib dan pilihan Ketrampilan/ Bahasa asing lain). Muatan Lokal Berisi tentang: Jenis. termasuk keunggulan daerah. Sosialisasi KTSP 27 2.

atau terlalu luas substansinya sehingga harus dikembangkan menjadi Mapel tersendiri.Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. Merupakan mata pelajaran wajib yang tercantum dalam Struktur kurikulum. Sosialisasi KTSP 29 Bentuk penilaiannya kuantitatif (angka). Sosialisasi KTSP 30 107 . Setiap sekolah dapat melaksanakan mulok lebih dari satu jenis dalam setiap semester. materi nya tidak sesuai menjadi bagian dari mapel lain. Substansi yang akan dikembangkan. mengacu pada: minat dan atau karakteristik program studi yang diselenggarakan di sekolah Siswa boleh mengikuti lebih dari satu jenis mulok pada setiap tahun pelajaran. sesuai dengan minat dan program Mulok yang diselenggarakan sekolah.

Pembelajarannya dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran atau tenaga ahli dari luar sekolah yang relevan dengan substansi mulok. Contoh: Bidang Budidaya: Tanaman Hias. Berkomunkasi sebagai Guide. Bidang TIK dan lain-lain: Web Desain. dll. Sosialisasi KTSP 31 Sekolah harus menyusun SK.Substansinya dapat berupa program keterampilan produk dan jasa. Ikan Asin. Sayur. Bidang Pengolahan: Pembuatan Abon. pembibitan ikan hias dan konsumsi. KD dan Silabus untuk Mata pelajaran Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. akuntansi komputer. Kerupuk. Kewirausahaan dll. Baso dll. Sosialisasi KTSP 32 108 . Tanaman Obat.

3. Kegiatan Pengembangan Diri
Bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, bakat, minat peserta didik, dan kondisi sekolah. Dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan: - Bimbingan konseling, (kehidupan pribadi, sosial, kesulitan belajar, karir ), dan atau - Ekstra kurikuler, Pengembangan kreativitas, kepribadian siswa, seperti: Kepramukaan, Kepemimpinan, Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) .

Sosialisasi KTSP

33

Bukan Mata Pelajaran dan tidak perlu dibuatkan SK, KD dan silabus. Dilaksanakan secara terprogram, rutin, spontan dan keteladanan. Penilaian dilakukan secara kualitatif (deskripsi), yang difokuskan pada “Perubahan sikap dan perkembangan perilaku peserta didik setelah mengikuti kegiatan pengembangan diri”.

Sosialisasi KTSP

34

109

Contoh Penilaian Pengembangan Diri:
• Keg. KIR, mencakup penilaian: sikap
kompetitif, kerjasama, percaya diri dan mampu memecahkan masalah, dll. Sikap Sportif, Kompetetitif, Kerjasama, disiplin dan ketaatan mengikuti SPO, dll.

• Keg. Keolahragaan, mencakup penilaian:

Sosialisasi KTSP

35

• Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau
dibimbing oleh guru kelas atau mata pelajaran, konselor atau Guru BK atau tenaga kependidikan lain. jam pembelajaran per minggu , diserahkan kepada masing- masing pembimbing dan sekolah.

• Penjabaran alokasi waktu ekuivalen dengan 2

• Perlu dibuat program kerja yang sistematis dan

komprehensif sebagai bagian dari program kerja sekolah dan atau program kerja OSIS.

Sosialisasi KTSP

36

110

4. Pengaturan Beban Belajar

• Berisi tentang jumlah beban belajar per Mata

Pelajaran, per minggu per semester dan per Tahun Pelajaran yang dilaksanakan di sekolah, sesuai dengan alokasi waktu yang tercantum dalam Struktur Kurikulum.

• Sekolah dapat mengatur alokasi waktu untuk

setiap Mata Pelajaran pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun pelajaran sesuai dengan Kebutuhan, tetapi jumlah Beban belajar per tahun secara keseluruhan tetap.
37

Sosialisasi KTSP

• Alokasi waktu kegiatan praktik diperhitungkan sbb:
2 Jam Pelajaran (JPL) praktik di sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka, dan 4 JPL praktik di luar sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka (bagi Sekolah Menengah Kejuruan). minggu

• Sekolah dapat menambah maksimal 4 JPL per

• Alokasi waktu penugasan terstruktur dan kegiatan • Pemanfaatan alokasi waktu tersebut

mandiri tidak terstruktur, sebanyak 0-50% untuk SMP/MTs/SMPLB waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi.
38

Sosialisasi KTSP

111

5. Ketuntasan Belajar
• Berisi tentang kriteria ketuntasan minimal (KKM) per mata pelajaran yang ditetapkan oleh sekolah dengan memper-timbangkan hal-hal sbb:
– Ketuntasan belajar ideal untuk setiap indikator adalah 0 – 100 %, dgn batas kriteria ideal minimum 75 %. – Sekolah harus menetapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) per MP dengan mempertimbangkan: kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas dan SDM. – Sekolah dapat menetapkan KKM di bawah batas kriteria ideal, tetapi secara bertahap harus dapat mencapai kriteria ketuntasan ideal.
39

Sosialisasi KTSP

6. Kenaikan Kelas dan Kelulusan
• Berisi tentang kriteria dan mekanisme kenaikan
kelas dan kelulusan, serta strategi penanganan siswa yang tidak naik atau tidak lulus yang diberlakukan oleh sekolah. Program disusun mengacu pada hal-hal sebagai berikut:

– Panduan kenaikan kelas yang akan disusun oleh Dit. Pembinaan terkait – Sedangkan ketentuan kelulusan akan diatur secara khusus dalam peraturan tersendiri.

Sosialisasi KTSP

40

112

7. Pendidikan Kecakapan Hidup
• Bukan mata pelajaran tetapi substansinya merupakan
bagian integral dari semua mata pelajaran.

• Tidak masuk dalam struktur kurikulum secara khusus. • Dapat disajikan secara terintegrasi dan atau berupa
paket/modul yang direncanakan secara khusus.

• Substansi kecakapan hidup meliputi:
- Kecakapan personal, sosial, akademik dan atau vokasional. – Untuk kecakapan vokasional, dapat diperoleh dari satuan pendidikan ybs, antara lain melalui mata pelajaran Keterampilan.
Sosialisasi KTSP

41

• Bila SK dan KD pada mata pelajaran

keterampilan tidak sesuai dengan kebutuhan siswa dan sekolah, maka sekolah dapat mengembangkan SK, KD dan silabus keterampilan lain sesuai dengan kebutuhan sekolah. dimaksud dilaksanakan secara komprehensif melalui Intra kurikuler. ajar dan penyelenggaraan pembelajaran keterampilan vokasional dapat dilakukan melalui kerjasama dengan satuan pendidikan formal/non formal lain.

• Pembelajaran mata pelajaran keterampilan

• Pengembangan SK,KD, silabus, RPP dan bahan

Sosialisasi KTSP

42

113

Sosialisasi KTSP 44 114 . disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah. Sosialisasi KTSP 43 BAB. yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik. Budaya. Substansinya mencakup aspek: Ekonomi. Dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan atau satuan pendidikan nonformal. Ekologi. kebutuhan peserta didik dan masyarakat. IV Kalender Pendidikan Berisi tentang kalender pendidikan yang digunakan oleh sekolah. atau menjadi mapel Mulok. dengan memperhatikan aturan kalender pendidikan sebagaimana tercantum dalam Standar Isi.8. Dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran yang terintegrasi. TIK. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global Program pendidikan yang dikembangkan dengan memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global. yang disusun berdasarkan kalender pendidikan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan setempat. Bahasa. dan lain-lain.

SILABUS MATA PELAJARAN (Kelas IV. II dan III) B. SILABUS MUATAN LOKAL dan MAPEL LAIN (jika ada) Sosialisasi KTSP 46 115 . V dan VI) C.KTSP DOKUMEN II Sosialisasi KTSP 45 SD A. SILABUS PEMBELAJARAN TEMATIK (Kelas I.

Langkah yg lebih rinci dari masing-masing kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh tim penyusun. Panduan KTSP • Pembentukan Tim • Penyusunan Draft • Revisi dan Finalisasi Naskah KTSP Diberlakukan Sosialisasi KTSP 47 Penyusunan KTSP merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah/madrasah. review dan revisi. serta finalisasi. Kegiatan ini dapat berbentuk rapat kerja dan atau lokakarya sekolah/madrasah dan atau kelompok sekolah/madrasah yang diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru. SKL.Mekanisme PENYUSUNAN KTSP Analisis • Kekuatan/ kelemahan • Peluang/ tantangan • Dokumen Standar isi. Tahap kegiatan penyusunan KTSP secara garis besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draft. Sosialisasi KTSP 48 116 .

Selesai Sosialisasi KTSP 49 117 .

118 .

Materi 9 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS Sosialisasi KTSP Pengertian Pengertian Landasan Prinsip Pengembangan Unit waktu Pengembang Silabus Komponen Silabus Mekanisme Pengembangan Silabus Langkah-langkah Pengembangan Silabus Contoh Model Sosialisasi KTSP 119 .

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 17 ayat (2) 2. kompetensi dasar. penilaian. indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 20 Sosialisasi KTSP 120 . dan sumber belajar. Sosialisasi KTSP 2. materi pokok/pembelajaran. Pengertian Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. kegiatan pembelajaran. Landasan Pengembangan SILABUS? 1. alokasi waktu.1.

di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD. atau madrasah dan komite madrasah. SMP.PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 17 Ayat (2) Sekolah dan komite sekolah. SMA. sumber belajar. MA. dan SMK. metode pengajaran. dan penilaian hasil belajar Sosialisasi KTSP 121 . materi ajar. Sosialisasi KTSP PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 20 Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran. MTs. dan MAK. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan.

Ilmiah Relevan Sistematis Konsisten Memadai Aktual dan Kontekstual Fleksibel Menyeluruh Sosialisasi KTSP 122 . 8. 2. 6. 7. 2.SILABUS menjawab pertanyaan 1. Prinsip Pengembangan 1. 3. 3. Apa kompetensi yang harus dikuasai siswa? Bagaimana cara mencapainya? Bagaimana cara mengetahui pencapaiannya? Sosialisasi KTSP 3. 5. 4.

4 Konsisten Adanya hubungan yang konsisten (ajeg. 3. tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik. taat asas) antara kompetensi dasar. kedalaman. dan spritual peserta didik. kegiatan pembelajaran.2 Relevan Cakupan. indikator. sumber belajar. dan sistem penilaian. sosial. 3.3. emosional. Sosialisasi KTSP 123 .3 Sistematis Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. materi pokok/ pembelajaran. intelektual.1 Ilmiah Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. Sosialisasi KTSP 3.

8 Menyeluruh Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. Sosialisasi KTSP 124 . dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.6 Aktual dan Kontekstual Cakupan indikator. Sosialisasi KTSP 3. sumber belajar. dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. pendidik. 3. dan peristiwa yang terjadi.3. materi pokok/ pembelajaran. dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu. teknologi. materi pokok/ pembelajaran. sumber belajar. afektif. kegiatan pembelajaran. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. 3. psikomotor).7 Fleksibel Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik. kegiatan pembelajaran.5 Memadai Cakupan indikator.

Guru kelas/mata pelajaran. Bagi SMK/MAK menggunakan penggalan silabus berdasarkan satuan kompetensi. dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok. Kelompok kerja guru (KKG/PKG/MGMP) Dibawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kab/Kota/Provinsi Sosialisasi KTSP 125 . atau 3. atau 2. Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum. PENGEMBANG SILABUS 1. UNIT WAKTU 1. 3. Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester. Sosialisasi KTSP 5. per tahun. Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan. Kelompok guru kelas/mata pelajaran. 2.4.

Alokasi Waktu 8. Indikator 6. Materi Pokok/Pembelajaran 4. Penilaian 7. KOMPONEN SILABUS 1.6. Kompetensi Dasar 3. Sumber Belajar Catatan: Indikator dikembangkan berdasarkan KD Sosialisasi KTSP 7. MEKANISME PENGEMBANGAN SILABUS Materi Pokok/ Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Analisis SI/SKL/ SK-KD KD-Indikator Alokasi Waktu Sumber Belajar Penilaian Sosialisasi KTSP 126 . Standar Kompetensi 2. Kegiatan Pembelajaran 5.

Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran 4. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. Menentukan Alokasi Waktu 8. Mengkaji dan Menentukan Kompetensi Dasar 3. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN SILABUS 1. Menentukan Sumber Belajar Sosialisasi KTSP 8. c.1 Mengkaji Standar Kompetensi Mengkaji standar kompetensi mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. Menentukan Jenis Penilaian 7. b. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran 5. Mengkaji dan Menentukan Standar Kompetensi 2. Sosialisasi KTSP 127 .8. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi 6.

intelektual. struktur keilmuan. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. alokasi waktu . dan spritual peserta didik. 2. potensi peserta didik. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan. 8. 4. b.8. relevansi dengan karakteristik daerah. Sosialisasi KTSP 8. 5. kebermanfaatan bagi peserta didik.2 Mengkaji Kompetensi Dasar Mengkaji kompetensi dasar mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. 3. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada dalam SI. emosional. 7. tingkat perkembangan fisik. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. Aktualitas. kedalaman. dan keluasan materi pembelajaran. sosial. c.3 Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Mengidentifikasi materi pokok mempertimbangkan: 1. Sosialisasi KTSP 128 . 6.

Pengalaman Belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi Pengalaman belajar dimaksud dapat terwujud melalui pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar 2. lingkungan. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik yaitu kegiatan siswa dan materi. Sosialisasi KTSP 129 . Sosialisasi KTSP HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MENGEMBANGKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN: Memberikan bantuan guru agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional 1. peserta didik dengan guru.4 MENGEMBANGKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik.8. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran 3.

Sosialisasi KTSP Pengembangan Indikator Setiap KD dikembangkan menjadi beberapa indikator (lebih dari dua) Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur dan/atau diobservasi Tingkat kata kerja dalam indikator lebih rendah atau setara dengan kata kerja dalam KD maupun SK Sosialisasi KTSP 130 . dan keterampilan Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik.5 Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. dan potensi daerah Digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. pengetahuan.8. satuan pendidikan.

penggunaan portofolio. penilaian hasil karya berupa proyek atau produk. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. berpikir. Sosialisasi KTSP 8. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan.6 MENENTUKAN JENIS PENILAIAN Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. kesinambungan (Kontinuitas). dan penilaian diri. pengamatan kinerja. perilaku. menganalisis. kesesuaian (Relevansi) dan Kontekstual Keseluruhan indikator dalam satu KD merupakan tandatanda.Prinsip pengembangan indikator adalah sesuai dengan kepentingan (Urgensi). Sosialisasi KTSP 131 . sikap. dan bertindak secara konsisten. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. dan lain-lain untuk pencapaian kompetensi yang merupakan kemampuan bersikap.

tingkat kesulitan.7 MENENTUKAN ALOKASI WAKTU Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. Sosialisasi KTSP 132 . dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik.HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENENTUKAN PENILAIAN: a. keluasan. Sesuai dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam kegiatan pembelajaran Sosialisasi KTSP 8. Menggunakan sistem penilaian berkelanjutan d. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut e. Menggunakan acuan kriteria c. yang dilakukan berdasarkan indikator b. kedalaman. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam.

8 MENENTUKAN SUMBER BELAJAR Sumber belajar adalah rujukan. Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik. nara sumber. alam. kegiatan pembelajaran. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran.8. dan budaya. dan indikator pencapaian kompetensi. serta lingkungan fisik. sosial. Sosialisasi KTSP Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Alokasi waktu: No Kompetensi Dasar Materi Pokok/Pe mbelajaran CONTOH FORMAT SILABUS Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Sosialisasi KTSP 133 .

evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran). dievaluasi.CONTOH FORMAT SILABUS Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Kompetensi Dasar: Materi Pokok/Pembelajaran: Kegiatan Pembelajaran: Indikator: Penilaian: Alokasi Waktu: Sumber Belajar: Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN SILABUS BERKELANJUTAN Silabus: • Dijabarkan ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran • Dilaksanakan. Sosialisasi KTSP 134 . dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru • Dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar.dan evaluasi rencana pembelajaran.

Selesai Sosialisasi KTSP 135 .

136 .

dan penilaian hasil belajar 2 Sosialisasi KTSP 137 . metode pembelajaran. materi pembelajaran.Materi 10 PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sosialisasi KTSP LANDASAN RPP PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 20 Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurangkurangnya tujuan pembelajaran. sumber belajar.

3 Sosialisasi KTSP ALUR RPP SK dan KD SILABUS RPP 4 Sosialisasi KTSP 138 .PENGERTIAN RPP Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih.

A. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan pertama. Penilaian: … 6 Sosialisasi KTSP 139 . Tujuan Pembelajaran II. Kegiatan Inti: … C. Kegiatan Awal: … B. V. dst.KOMPONEN RPP (minimal) Tujuan Pembelajaran Materi Pembelajaran Metode Pembelajaran Sumber Belajar Penilaian Hasil Belajar 5 Sosialisasi KTSP Format RPP Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Rencana Pelaksanaan Pembelajaran :… :… :… :… :… :… :… I. Metode Pembelajaran: … IV. Kegiatan Akhir: … Pertemuan kedua. Alat/Bahan/Sumber Belajar: … VI. Materi Ajar :… :… III.

KD. inti. karena indikator sudah sangat rinci sehingga tidak dapat dijabarkan lagi. (Lebih rinci dari KD dan Indikator. dan Indikator yang telah ditentukan. Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan 7. Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal. dan Indikator yang akan digunakan ( terdapat pada silabus yang telah disusun) 4. Materi ajar merupakan uraian dari materi pokok/pembelajaran 6. Mengisi kolom identitas 2. KD.) 7 Sosialisasi KTSP Langkah-langkah Menyusun RPP 5. pada saat-saat tertentu rumusan indikator sama dengan tujuan pembelajaran. Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan SK. Menentukan SK. 8 Sosialisasi KTSP 140 .Langkah-langkah Menyusun RPP 1. dan akhir. Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan 3. Mengidentifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok/ pembelajaran yang terdapat dalam silabus.

Menyusun kriteria penilaian. lembar pengamatan. contoh soal. teknik penskoran.Langkah-langkah Menyusun RPP 8. Menentukan alat/bahan/ sumber belajar yang digunakan 9. dll 9 Sosialisasi KTSP Selesai 10Sosialisasi KTSP 141 .

142 .

Pengembangan bahan Ajar. 143 .Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) IV. Pengembangan Bahan Ajar 11.

144 .

(National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training). Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.Materi 11 Sosialisasi KTSP Pengertian Bahan Ajar • Bahan ajar merupakan informasi. Sosialisasi KTSP 145 . alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. • Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas.

kaset. gambar. Sosialisasi KTSP Bentuk Bahan Ajar • Bahan cetak seperti: hand out. modul. lembar kerja siswa. PH • Visual: foto. brosur. • Multi Media: CD interaktif. model/maket. Internet Sosialisasi KTSP 146 . CD audio.Pengertian Bahan Ajar • Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar.VCD • Audio seperti: radio. • Audio Visual seperti: video/film. leaflet. computer Based. buku. wallchart.

Tempat • Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru) • Tujuan yang akan dicapai • Informasi pendukung • Latihan-latihan • Petunjuk kerja • Penilaian Sosialisasi KTSP Penyusunan Peta Bahan Ajar (Contoh Mapel Biologi) Materi Pembelajaran/Judul bahan Ajar 1. Permasalahan biologi 5. KD.. menemukan obyek dan ragam persoalannya dari. Persoalan Biologi 3. Indikator. manfaat dan bahayanya 2. Tingkat organisasi kehidupan 4. KD Mempelajari ruang lingkup biologi. MP... Manfaat biologi bagi manusia dan lingkungan Sosialisasi KTSP 147 ... SK. Obyek Biologi SK Siswa mampu memahami hakekat biologi Sebagai ilmu.Cakupan Bahan Ajar • Judul.

• Tugas-tugas yang yang diberikan kepada siswa dapat berupa teori dan atau praktik. Berkomunikasi lisan dan tertulis menggunakan ragam bahasa yang sesuai dengan lancar dan akurat dalam wacana interaksional dan/atau monolog terutama berkenaan dengan wacana berbentuk naratif. Kompetensi Dasar 1. langkahlangkah untuk menyelesaikan suatu tugas. Sosialisasi KTSP 148 . Kaset 4. spoof/recount.ALUR ANALISIS PENYUSUNAN BAHAN AJAR Standar Kompetensi 1. Mendiskusikan teks report yang didengar. dan news item. Modul 3. Mengidentifikasi adjective phrase. Mendengarkan Memahami wacana transaksional dan interpersonal ringan dan/atau monolog lisan terutama berkenaan dengan wacana berbentuk report. Mengidentifikasi kelompok kata sifat 2. Pengertian Lembar Kegiatan Siswa • Lembar kegiatan siswa (student work sheet) adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa. Sosialisasi KTSP Kegiatan Pembelajaran 1. LKS 2. dll. report.1. …. prosedur.Lainnya BAHAN AJAR 1.. • Lembar kegiatan berisi petunjuk. Indikator 1. Materi Pembelajaran 1. 2. Teks berbentuk report. Adjective phrase. 2.

indikator dan materi pembelajaran. mata pelajaran. semester. Buku Teks Bahan ajar merupakan bahan atau materi pembelajaran yang disusun secara sistematis yang digunakan guru dan siswa dalam KBM. Sosialisasi KTSP 149 .Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Langkah-langkah penulisan LKS sebagai berikut: • Melakukan analisis kurikulum. • Menyusun peta kebutuhan LKS • Menentukan judul LKS • Menulis LKS • Menentukan alat penilaian Struktur LKS secara umum adalah sebagai berikut: • Judul. SK. Buku teks merupakan sumber informasi yang disusun dengan struktur dan urutan berdasar bidang ilmu tertentu. KD. tempat • Petunjuk belajar • Kompetensi yang akan dicapai • Indikator • Informasi pendukung • Tugas-tugas dan langkah-langkah kerja • Penilaian Sosialisasi KTSP Bahan Ajar vs.

Sosialisasi KTSP 150 . Sosialisasi KTSP Buku teks : Mengasumsikan minat dari pembaca Ditulis untuk pembaca (guru. Memberi kesempatan pada siswa untuk berlatih Mengakomodasi kesulitan siswa Memberikan rangkuman Gaya penulisan komunikatif dan semi formal Kepadatan berdasar kebutuhan siswa Dikemas untuk proses instruksional Mempunyai mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari siswa Menjelaskan cara mempelajari bahan ajar. dosen) Dirancang untuk dipasarkan secara luas Belum tentu menjelaskan tujuan instruksional Disusun secara linear Stuktur berdasar logika bidang ilmu Belum tentu memberikan latihan Tidak mengantisipasi kesukaran belajar siswa Belum tentu memberikan rangkuman Gaya penulisan naratif tetapi tidak komunikatif Sangat padat Tidak memilki mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari pembaca.Bahan ajar : Menimbulkan minat baca Ditulis dan dirancang untuk siswa Menjelaskan tujuan instruksional Disusun berdasarkan pola belajar yang fleksibel Struktur berdasarkan kebutuhan siswa dan kompetensi akhir yang akan dicapai.

Jenis Bahan Ajar •Lembar informasi (information sheet) •Operation sheet •Jobsheet •Worksheet •Handout •Modul Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 151 .

152 .

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) V. 13. Model-Model Kurikulum 12. Panduan Model Pengembangan Diri untuk Satuan Pendidikan Dasar 153 . Pengembangan Model Mata Pelajaran Muatan Lokal.

154 .

PENDAHULUAN A. mulok B. Landasan • UU No. multikultural. Latar Belakang Otonomi daerah. sentralisasi ke desentralisasi. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) dan pasal 38 ayat (2) • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Sosialisasi KTSP 2 155 .Materi 12 PENGEMBANGAN MODEL MATA PELAJARAN Sosialisasi KTSP 1 I.

I. PENDAHULUAN (Lanjutan)
C. Tujuan Tujuan Umum: Acuan bagi satuan pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, dan SMK/MAK dalam pengembangan Mulok yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan.

Sosialisasi KTSP

3

I. PENDAHULUAN (Lanjutan)
Tujuan Khusus: Memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan perilaku kepada peserta didik agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang keadaan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai/aturan yang berlaku di daerahnya dan mendukung kelangsungan pembangunan daerah serta pembangunan nasional. Lebih jelas lagi terutama agar peserta didik dapat: Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam, sosial, dan budayanya. Memiliki pengetahuan, kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya sebagai bekal siswa. Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilainilai/aturan-aturan yang berlaku di daerahnya, serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional.
4

Sosialisasi KTSP

156

I. PENDAHULUAN
D. Pengertian

(Lanjutan)

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP minimal terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.
5

Sosialisasi KTSP

I. PENDAHULUAN

(Lanjutan)

Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi mata pelajaran muatan lokal dapat ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan.

Sosialisasi KTSP

6

157

I. PENDAHULUAN (Lanjutan)
E. Ruang Lingkup
1. Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial ekonomi, dan lingkungan sosial budaya. Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah, khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut, yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan. 2. Lingkup Isi/Jenis Muatan Lokal, dapat berupa: bahasa daerah, bahasa Inggris, kesenian daerah, keterampilan dan kerajinan daerah, adat istiadat, dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar, serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan.
7

Sosialisasi KTSP

2. Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran
A. Pengembangan Sesuai dengan Kondisi Sekolah Saat Ini 1. Analisis Mulok yang ada di sekolah. Apakah masih layak dan relevan Mulok diterapkan di sekolah? 2. Bila Mulok yang diterapkan di sekolah tersebut masih layak digunakan maka kegiatan berikutnya adalah merubah Mulok tersebut ke dalam SK dan KD 3. Bila Mulok yang ada tidak layak lagi untuk diterapkan, maka sekolah bisa menggunakan Mulok dari sekolah lain atau tetap menggunakan Mulok yang ditawarkan oleh Dinas atau mengembangkan Mulok yang lebih sesuai.
Sosialisasi KTSP

8

158

2. Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran
(Lanjutan)

B. Pengembangan dan Penetapan SK - KD 1. Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah 2. Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi Mulok 3. Mengidentifikasi bahan kajian Mulok 4. Menentukan Mata Pelajaran Mulok 5. Mengembangkan SK dan KD berserta silabusnya dan RPP-nya
9

Sosialisasi KTSP

3. Pelaksanaan
Sekolah yang mampu mengembangkan SK dan KD beserta silabus dan RPP-nya dapat melaksanakan Mulok. Bila belum mampu, dapat melaksanakan Mulok berdasarkan kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh sekolah, atau dapat meminta bantuan kepada sekolah lain yang masih dalam satu daerah. Bila beberapa sekolah dalam satu daerah belum mampu mengembangkan SK dan KD Mulok, dapat meminta bantuan Tim Pengembang Kurikulum (TPK) di daerah setempat, atau meminta bantuan dari LPMP di propinsi.
Sosialisasi KTSP

10

159

4. Pihak yang Terlibat dalam Pengembangan • • • • TPK, LPMP, PT, Instansi/lembaga di luar Depdiknas, misalnya: - pemerintah Daerah/Bapeda, - Dinas Departemen lain terkait, - dunia usaha/industri, - dan tokoh masyarakat.

Sosialisasi KTSP

11

5. Rambu-Rambu
•Bahan kajian disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik (pengetahuan dan cara berpikir, emosional, dan sosial). Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar diatur sedemikian rupa agar tidak memberatkan peserta didik dan tidak mengganggu penguasaan pada kurikulum nasional. Oleh karena itu dalam pelaksanaan Mulok dihindarkan adanya pekerjaan rumah (PR).

Sosialisasi KTSP

12

160

Rambu-Rambu (Lanjutan) •Program pembelajaran hendaknya dikembangkan dengan melihat kedekatan secara fisik dan secara psikis. (4) dari yang mudah/sederhana ke yang lebih sukar/rumit. Sosialisasi KTSP 14 161 . Rambu-Rambu (Lanjutan) •Bahan kajian/pelajaran hendaknya memberikan keluwesan bagi guru dalam memilih metode mengajar dan sumber belajar seperti buku dan nara sumber. Dalam kaitan dengan sumber belajar. misalnya dengan memanfaatkan tanah/kebun sekolah. Selain itu guru hendaknya dapat memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan peserta didik aktif dalam proses belajar mengajar. maksudnya dalam lingkungan tempat tinggal dan sekolah peserta didik. meminta bantuan dari instansi terkait atau dunia usaha/industri (lapangan kerja) atau tokoh-tokoh masyarakat. Untuk itu. Dekat secara fisik. fisik. baik secara mental. Sosialisasi KTSP 13 5. guru diharapkan dapat mengembangkan sumber belajar yang sesuai dengan memanfaatkan potensi di lingkungan sekolah. Sedangkan dekat secara psikis maksudnya bahan kajian tersebut mudah dipahami oleh kemampuan berpikir dan mencernakan informasi sesuai dengan usianya. maupun sosial. Selain itu bahan kajian/pelajaran hendaknya bermakna bagi peserta didik yaitu bermanfaat karena dapat membantu peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. (2) dikembangkan dari yang diketahui ke yang belum diketahui. bahan pengajaran hendaknya disusun berdasarkan prinsip (1) bertitik tolak dari hal-hal konkret ke abstrak. (3) dari pengalaman lama ke pengalaman baru.5.

Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. Sosialisasi KTSP 16 162 . dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. Penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. pengukuran sikap. dua semester atau satu tahun ajaran. penggunaan portofolio. dan X s. penilaian hasil karya berupa tugas.d XII. menganalisis.d IX. proyek dan/atau produk. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. Namun demikian bahan kajian muatan lokal tertentu tidak harus secara terus-menerus diajarkan mulai dari kelas I s. pengamatan kinerja. •Alokasi waktu untuk bahan kajian/pelajaran muatan lokal perlu memperhatikan jumlah minggu efektif untuk mata pelajaran muatan lokal pada setiap semester Sosialisasi KTSP 15 6.5.d VI atau dari kelas VII s. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Bahan kajian muatan lokal yang diajarkan harus bersifat utuh dalam arti mengacu kepada suatu tujuan pengajaran yang jelas dan memberi makna kepada peserta didik. Bahan kajian muatan lokal juga dapat disusun dan diajarkan hanya dalam jangka waktu satu semester. dan penilaian diri.

7. Pelaporan • Pelaporan hasil belajar mata pelajaran muatan lokal diwujudkan dalam bentuk kuantitatif Sosialisasi KTSP 17 Selesai Sosialisasi KTSP 18 163 .

164 .

19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan: Pasal 5 – 18 tentang Standar Isi satuan pendidikan dasar dan menengah. pasal 3 tentang tujuan pendidikan. dibimbing oleh konselor. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi yang memuat pengembangan diri dalam struktur kurikulum. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas: Pasal 1 butir 6 tentang pendidik. Sosialisasi KTSP 165 .Materi 13 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PANDUAN MODEL PENGEMBANGAN DIRI Untuk Satuan Pendidikan Dasar Sosialisasi KTSP Landasan Pengembangan Diri UU No. dan guru / tenaga kependidikan yang disebut pembina. Dasar standarisasi profesi konseling oleh Ditjen Dikti Tahun 2004 tentang arah profesi konseling di sekolah dan luar sekolah. pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran. Permendiknas No. minat. dan kemampuan PP No. pasal 12 ayat (1b) tentang pelayanan pendidikan sesuai bakat.

khususnya pelayanan konseling ditujukan guna pengembangan kreativitas dan karir Untuk satuan pendidikan khusus. kegiatan belajar. kondisi dan perkembangan peserta didik. kegiatan pengembangan diri. serta kegiatan ekstra kurikuler. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial. Pengembangan diri bertujuan memberikan Sosialisasi KTSP 166 . dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah. Sosialisasi KTSP Tujuan Umum kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. Untuk satuan pendidikan kejuruan. dan pengembangan karir. potensi. bakat. minat.Pengertian Pengembangan Diri Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik.

Bakat b. adalah kegiatan dalam bentuk perilaku seharihari seperti : berpakaian rapi. senam. keberaturan. antri. memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain. Kreativitas d. Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan e. Minat c. kelompok dan atau klasikal melalui penyelenggaraan : Layanan dan kegiatan pendukung Konseling Kegiatan Ekstra Kurikuler Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut : • Rutin. Kemampuan sosial g. Kemampuan pemecahan masalah j. seperti : upacara bendera. adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti : pembentukan perilaku memberi salam. yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal. berbahasa yang baik. Kemampuan kehidupan keagamaan f.Tujuan Khusus Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan : a. • Keteladanan. Kemandirian Sosialisasi KTSP Bentuk Pelaksanaan Pengembangan Diri Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual. Kemampuan belajar h. membuang sampah pada tempatnya. rajin membaca. Wawasan dan perencanaan karir i. ibadah khusus keagamaan bersama. pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri. datang tepat waktu Sosialisasi KTSP 167 . mengatasi silang pendapat (pertengkaran). • Spontan.

dan perencanaan karir. d. bakat dan minat. Pengembangan kemampuan belajar. melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung. kemampuan belajar. Pengembangan karir. b. agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal. serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik. serta memilih dan mengambil keputusan karir. kehidupan sosial. dan mengembangkan potensi dan kecakapan. Pengembangan kehidupan pribadi. berdasarkan normanorma yang berlaku. Pengembangan kehidupan sosial. dan warga lingkungan sosial yang lebih luas. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami.Konseling peserta didik. Sosialisasi KTSP 168 . baik secara perorangan maupun kelompok. menilai. c. Konseling adalah pelayanan bantuan untuk Sosialisasi KTSP Bidang Pelayanan Konseling a. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya. anggota keluarga. dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri.

Fungsi Bimbingan Konseling Fungsi Pemahaman. yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya. keluarga. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian. Informasi. yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas. Fungsi Advokasi. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya. Sosialisasi KTSP Jenis Layanan Konseling Orientasi. Fungsi Pencegahan. sosial. Fungsi Pengentasan. untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru. Sosialisasi KTSP 169 . Penguasaan Konten. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya. magang. kelompok belajar. Penempatan dan Penyaluran. yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri. jurusan/program studi. dan kegiatan ekstra kurikuler. terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari. terumata kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah. program latihan. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuhkembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya. yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu. dan masyarakat. karir/jabatan. dan pendidikan lanjutan. belajar.. Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan.

• Konsultasi. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya. kemampuan hubungan sosial. Alih Tangan Kasus. • Konseling Kelompok. kemampuan sosial. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi. kegiatan belajar. yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya. dan caracara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik. yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data. Sosialisasi KTSP 170 . yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka. • Mediasi. Himpunan Data. melalui aplikasi berbagai instrumen. sistematis. baik tes maupun non-tes.Jenis Layanan (lanjutan …) • Konseling Perorangan. dan karir/jabatan. dan pengambilan keputusan. yang bersifat terbatas dan tertutup. pemahaman. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya. serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. dan bersifat rahasia. terpadu. yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi. karir/jabatan. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok. komprehensif. yang diselenggarakan secara berkelanjutan. Konferensi Kasus. Tampilan Kepustakaan. Sosialisasi KTSP Kegiatan Pendukung • • • • • • Aplikasi Instrumentasi. • Bimbingan Kelompok. yaitu kegiatan memperoleh data. Kunjungan Rumah. yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan. kegiatan belajar. yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik. yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya.

yaitu format kegiatan konseling yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan.Format Kegiatan • Individual. yaitu format kegiatan konseling yang melayani peserta didik secara perorangan. yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas. Sosialisasi KTSP 171 . • Lapangan. • Kelompok. yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. yaitu format kegiatan konseling yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan. • Pendekatan Khusus. Sosialisasi KTSP Jenis Program • Program Tahunan. yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. • Program Mingguan. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. • Program Harian. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. • Program Semesteran. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. • Klasikal. • Program Bulanan.

Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi. dan alih tangan kasus. serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas. himpunan data. format kegiatan. sasaran pelayanan. pemanfaatan kepustakaan.Penyusunan Program Program pelayanan konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. kegiatan instrumentasi. Sosialisasi KTSP 172 . dan volume/beban tugas konselor Sosialisasi KTSP Pelaksanaan Kegiatan Konseling Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah: Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi. jenis layanan dan kegiatan pendukung. penguasaan konten. kunjungan rumah. Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat bidang. kegiatan konferensi kasus. penempatan dan penyaluran.

konseling kelompok dan mediasi. potensi. bimbingan kelompok. Sosialisasi KTSP Kegiatan Ekstrakurikuler pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan. diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. bakat dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah. Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. Kegiatan Ekstra Kurikuler adalah kegiatan Sosialisasi KTSP 173 . Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan konseling.Pelaksanaan Kegiatan Konseling (lanjutan) Di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah: Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi. konseling perorangan.

yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat. Etos kerja. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik. Sosialisasi KTSP 174 . mengembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan.Fungsi Kegiatan Ekstrakurikuler Pengembangan. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan potensi. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler dalam suasana yang disukai dan mengembirakan peserta didik. bakat dan minat peserta didik masing-masing. Rekreatif. Sosial. Keterlibatan aktif. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti secara sukarela peserta didik. Pilihan. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi. membangun semangat peserta didik untuk bekerja dengan baik dan berhasil. Persiapan karir. Sosialisasi KTSP Prinsip Kegiatan Ekstra Kurikuler Individual. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan suasana rileks. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang Kemanfaatan sosial. menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh. bakat dan minat mereka. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang Menyenangkan.

Palang Merah Remaja (PMR). kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik. seni budaya. keagamaan. teater. Gabungan. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik secara perorangan. kesehatan. Karya Ilmiah. keagamaan. meliputi Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR). seni dan budaya. Klasikal. dengan substansi antara lain karir. cinta alam. Sosialisasi KTSP 175 . dan pameran/bazar. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti oleh kelompok-kelompok peserta didik. Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS).Jenis Kegiatan Ekstrakurikuler Krida. Latihan/lomba keberbakatan/prestasi. perlindungan HAM. meliputi pengembangan bakat olah raga. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik antar kelas/ antar sekolah/madrasah. Kelompok. pendidikan. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik dalam satu kelas. Sosialisasi KTSP Format Kegiatan Individual. meliputi Kepramukaan. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA). Seminar. lokakarya. penelitian. jurnaistik.

Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Kegiatan ekstra kurikuler yang bersifat rutin. spontan dan keteladanan dilaksanakan secara langsung oleh guru. Penilaian segera (LAISEG). waktu. yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani. Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG). b. substansi. Sosialisasi KTSP 176 . Sosialisasi KTSP Penilaian 1. c. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung konseling terhadap peserta didik. tempat dan pelaksana sebagaimana telah direncanakan. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan/kegiatan terhadap peserta didik. konselor dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah. jenis kegiatan. Penilaian hasil kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui: a. Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN). Kegiatan ekstra kurikuler yang terprogram dilaksanakan sesuai dengan sasaran.

Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam SATLAN dan SATKUNG. Sosialisasi KTSP Penilaian ( lanjutan ) Ekstrakurikuler Hasil dan proses kegiatan ekstra kurikuler dinilai secara kualitatif dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah dan pemangku kepentingan lainnya oleh penanggung jawab kegiatan. Sosialisasi KTSP 177 . Hasil kegiatan pelayanan konseling secara keseluruhan dalam satu semester untuk setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif. untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan. 3.Penilaian ( lanjutan ) 2. Hasil penilaian kegiatan pelayanan konseling dicantumkan dalam LAPELPROG.

PENGEMBANGAN DIRI Kamu harus jadi dirimu sendiri ! Bakat saya harus berkembang Guru & Siswa Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 178 .

Model Pembelajaran Tematik SD Kelas I - III. 179 . Pembelajaran Tematik 14.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VI.

180 .

dan tiga berada pada rentangan usia dini yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) sehingga pembelajarannya masih bergantung kepada objekobjek konkrit dan pengalaman yang dialaminya Pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SD kelas I – III yang terpisah untuk setiap mata pelajaran.Materi 14 MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK SD KELAS I-III Sosialisasi KTSP Latar Belakang Peserta didik kelas satu. akan menyebabkan kurang mengembangkan anak untuk berpikir holistik Terdapat permasalahan pada kelas awal (I-III) antara lain adalah tingginya angka mengulang kelas dan putus sekolah. dua. Sosialisasi KTSP 181 .

Pengertian Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada peserta didik. Mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar mata pelajaran dalam tema yang sama. Sosialisasi KTSP 182 . Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi topik pembelajaran. Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan. Memudahkan guru dalam mempersiapkan dan menyajikan bahan ajar yang efektif. Sosialisasi KTSP Tujuan Memusatkan perhatian peserta didik mudah pada suatu tema materi yang jelas.

Pembelajaran menjadi utuh oleh peserta didik akan mendapat pengertian mengenai konsep dan materi yang tidak terpecah-pecah.Manfaat Pembelajaran Tematik Menghilangkan tumpang tindih bahan ajar. kreatif. Penguasaan konsep oleh peserta didik akan semakin baik meningkatan Sosialisasi KTSP Karakteristik Pembelajaran Tematik Berpusat pada peserta didik Memberikan pengalaman langsung Tidak terjadi pemisahan mata pelajaran Menyajikan konsep yang terpadu dari berbagai mata pelajaran Bersifat fleksibel Proses pembelajaran mudah disesuaikan dengan minat dan kebutuhan peserta didik Menggunakan prinsip pembelajaran yang aktif. Peserta didik memahami hubungan yang bermakna antar mata pelajaran. dan menyenangkan Sosialisasi KTSP 183 . efektif.

menarik. pasangan. Peserta didik: harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran baik secara individual. sumber belajar dan media: Memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar. Sosialisasi KTSP Implikasi Pembelajaran Tematik (lanjutan…) Sarana prasarana. memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna. kelompok kecil ataupun klasikal dan mengikuti secara aktif kegiatan pembelajaran yang bervariasi. menyenangkan dan utuh.Implikasi Pembelajaran Tematik Implikasi bagi: Guru : harus kreatif dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi peserta didik. Memanfaatkan berbagai sumber belajar Mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi Masih dapat menggunakan bahan ajar yang sudah ada saat ini untuk masing-masing mata pelajaran dan menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar yang terintegrasi Sosialisasi KTSP 184 .

demonstrasi. menulis. Kegiatan ini ditekankan kepada kemampuan membaca. minat. bercakap-cakap) baik di dalam kelas maupun di luar kelas Sosialisasi KTSP Rambu-Rambu Pembelajaran Tematik Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester. lingkungan. bermain peran.Implikasi Pembelajaran Tematik (lanjutan…) Pengaturan ruang kelas: Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang dilaksanakan. Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa. dan berhitung serta penanaman nilai-nilai moral dan cerita tanah air. Kompetensi dasar yang tidak tercakup dalam tema tertentu harus diajarkan baik melalui tema lain maupun berdiri sendiri. dan daerah setempat. Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/ karpet Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar Alat. Pemilihan metode : pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai variasi metode (percobaan. tanya jawab. Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan dapat diajarkan tersendiri. sarana dan sumber belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan menyimpannya kembali. Sosialisasi KTSP 185 .

Pemetaan Standar Kompetensi. kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata pelajaran yang dipadukan dalam tema yang dipilih. Penetapan Jaringan Tema 3. Sosialisasi KTSP 186 . Kompetensi Dasar. Indikator dalam Tema 2. Pemetaan Standar Kompetensi. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Sosialisasi KTSP 1. Kompetensi Dasar. Indikator Dalam Tema Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh semua standar kompetensi.Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Tahap Persiapan: 1. Penyusunan Silabus 4.

) 2. dilanjutkan dengan menentukan tema yang sesuai. untuk menentukan tema tersebut. Penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam indikator Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan indikator: Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran Dirumuskan dalam kata kerja oprasional yang terukur dan/atau dapat diamati Sosialisasi KTSP Kegiatan Pemetaan (lanjutan. menetapkan terlebih dahulu tematema pengikat keterpaduan.. guru dapat bekerjasama dengan peserta didik sehingga sesuai dengan minat dan kebutuhan anak. Menentukan tema Cara penentuan tema Cara pertama.. Sosialisasi KTSP 187 . mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam masingmasing mata pelajaran. Cara kedua.Kegiatan Pemetaan 1.

kebutuhan.. dan kemampuannya Sosialisasi KTSP Kegiatan Pemetaan (lanjutan. kompetensi dasar dan indikator terbagi habis dalam tema. Kompetensi Dasar dan Indikator Mengidentifikasi dan menganalisis setiap Standar Kompetensi. Sosialisasi KTSP 188 . Kompetensi Dasar dan Indikator yang cocok untuk setiap tema sehingga semua standar kompetensi.) Prinsip Penentuan tema Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan peserta didik Dari yang termudah menuju yang sulit Dari yang sederhana menuju yang kompleks Dari yang konkret menuju ke yang abstrak.) 3.. termasuk minat. Identifikasi dan Analisis Standar Kompetensi. Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya proses berpikir pada diri Peserta didik Ruang lingkup tema disesuaikan dengan usia dan perkembangan Peserta didik.Kegiatan Pemetaan (lanjutan...

pengalaman belajar. Penyusunan Silabus Komponen silabus terdiri atas standar kompetensi. Jaringan tema ini dapat dikembangkan sesuai dengan alokasi waktu setiap tema. kompetensi dasar.2. Menetapkan Jaringan Tema Hubungkan kompetensi dasar dan indikator dengan tema pemersatu sehingga akan terlihat kaitan antara tema. dan penilaian. Sosialisasi KTSP 189 . alat/sumber. Sosialisasi KTSP 3. indikator. kompetensi dasar dan indikator dari setiap mata pelajaran.

Kegiatan Penutup (± 1 jp) 2. Alat dan media serta sumber bahan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran tematik Penilaian dan tindak lanjut Sosialisasi KTSP Tahap Pelaksanaan 1.Kegiatan Pembukaan (± 1 jp) . Pengaturan jadwal pelajaran Sosialisasi KTSP 190 . Tahapan/jadwal kegiatan per hari .4. inti dan penutup). Materi pokok beserta uraiannya yang perlu dipelajari Strategi pembelajaran (kegiatan pembukaan. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Komponen rencana pembelajaran tematik meliputi : Identitas mata pelajaran Kompetensi dasar dan indikator yang akan dilaksanakan.Kegiatan Inti (± 3 jp) .

Tahapan Kegiatan Pelaksanaan pembelajaran tematik setiap hari dilakukan dengan menggunakan tiga tahapan. tulis dan hitung. Sosialisasi KTSP 191 . Penyajian bahan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai strategi/metode yang bervariasi dan dapat dilakukan secara klasikal. Beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan adalah bercerita. kelompok kecil. kegiatan fisik/jasmani. dan menyanyi Sosialisasi KTSP 1. Kegiatan Pendahuluan/awal/pembukaan (1 jam pelajaran) Kegiatan ini dilakukan terutama untuk menciptakan suasana awal pembelajaran berupa kegiatan untuk pemanasan. ataupun perorangan. a. Pada tahap ini dapat dilakukan penggalian terhadap pengalaman anak tentang tema yang akan disajikan. Tahapan Kegiatan (lanjutan…) b. Kegiatan Inti Dalam kegiatan inti difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk pengembangan kemampuan baca.1.

membacakan cerita dari buku. Kegiatan Penutup/Akhir dan Tindak Lanjut Sifat dari kegiatan penutup adalah untuk menenangkan.1. mendongeng. Tahapan Kegiatan (lanjutan…) c. musik/apresiasi musik. pesan-pesan moral. Sosialisasi KTSP Contoh Jadwal Harian (1) Pembukaan Anak berkumpul bernyanyi sambil menari mengikuti irama musik Kegiatan untuk pengembangan kemampuan membaca Kegiatan untuk pengembangan kemampuan menulis Kegitan untuk pengembangan kemampuan berhitung Mendongeng atau membaca cerita dari buku cerita Inti Penutup Sosialisasi KTSP 192 . pantomim. Kegiatan yang dapat dilakukan adalah menyimpulkan/mengungkapkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

Pengaturan Jadwal Pelajaran • • • Pengaturan jadwal dilakukan untuk memudahkan administrasi sekolah Guru bersama dengan guru mata pelajaran pendidikan agama. menggambar hewan hasil pengamatan Mendongeng Pesan-pesan moral Musik/menyanyi Inti Penutup Sosialisasi KTSP 2. misalnya mengamati jenis kendaraan yang lewat pada tema transporasi. menyanyi. guru pendidikan jasmani dan guru muatan lokal dapat bersama-sama menyusun jadwal pelajaran Jadwal pelajaran ini bersifat fleksibel sesuai dengan situasi dan keperluan sekolah Sosialisasi KTSP 193 .Contoh Jadwal Harian (2) Pembukaan Waktu berkumpul (anak menceritakan pengalaman. melakukan kegiatan fisik sesuai dengan tema) Pengembangan kemampuan menulis (kegiatan kelompok besar) Pengembangan kemampuan berhitung (kegiatan kelompok kecil atau berpasangan) Melakukan pengamatan sesuai dengan tema.

Indo B.Indo KTK Istirahat KTK KTK Jumat Penjaske s Penjaske s Agama Istirahat Agama Sabtu IPA IPA Mulok Istirahat Mulok 7. dan berhitung merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik. penguasaan terhadap ke kemampuan tersebut adalah prasyarat untuk kenaikan kelas.10 Sosialisasi KTSP Penilaian Dalam Pembelajaran Tematik Penilaian dalam pembelajaran tematik adalah suatu usaha untuk mendapatkan berbagai informasi secara berkala. Oleh karena itu. Penilaian di kelas I.00 9. Mengingat bahwa peserta didik kelas I SD belum semuanya lancar membaca dan menulis.35-8. Indo B.10 8.Contoh Jadwal Pelajaran Waktu 700-7. Sosialisasi KTSP 194 .45-9. Indo Selasa B.45 8. menulis.35 Senin Mat Mat Mat Istirahat B. II. Indo B. Indo Istirahat Mat Mat Rabu Mat Mat Mat Istirahat IPS IPS Kamis B. maka cara penilaian di kelas I tidak ditekankan pada penilaian secara tertulis. dan III mengikuti aturan penilaian matamata pelajaran lain di Sekolah Dasar. Kemampuan membaca.00-9. dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh peserta didik melalui pembelajaran. Indo B.35-10.35 9.10-8. berkesinambungan.

Sosialisasi KTSP 195 . misalnya sewaktu peserta didik bercerita pada kegiatan awal. ejaan kata. dan menyanyi pada kegiatan akhir. dan III Sekolah Dasar. melainkan sudah terpisah-pisah sesuai dengan Kompetensi Dasar dan Indikator mata pelajaran. II.Penilaian Dalam Pembelajaran Tematik (lanjutan…) Penilaian dilakukan dengan mengacu pada indikator masingmasing Kompetensi Dasar dari masing-masing mata pelajaran. maupun angka. Dengan demikian penilaian dalam hal ini tidak lagi terpadu melalui tema. Nilai akhir pada laporan (raport) dikembalikan pada kompetensi mata pelajaran yang terdapat pada kelas I. Sosialisasi KTSP Penilaian Dalam Pembelajaran Tematik (lanjutan…) Pada pembelajaran tematik penilaian dilakukan untuk mengkaji ketercapaian Kompetensi Dasar dan Indikator pada tiap-tiap mata pelajaran yang terdapat pada tema tersebut. Hasil karya/kerja peserta didik dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi guru dalam mengambil keputusan untuk peserta didik misalnya: penggunaan tanda baca. Penilaian dilakukan secara terus menerus dan selama proses belajar mengajar berlangsung. membaca pada kegiatan inti.

Selesai Sosialisasi KTSP 196 .

Pembelajaran Efektif 15. Pembelajaran Aktif.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VII. Efektif & menyenangkan (PAKEM) di TK & SD. 197 . Kreatif.

198 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 15 Pembelajaran Aktif. Efektif & Menyenangkan (Pakem) Di TK dan SD Sosialisasi KTSP MENGAPA PAKEM 1.Belajar: Proses individual Proses sosial Menyenangkan Tak pernah berhenti Membangun makna Sosialisasi KTSP 199 . Asumsi Belajar . Kreatif.

mengembangkan kreativitas sehingga efektif namun tetap menyenangkan. Sosialisasi KTSP 200 . PERUBAHAN PARADIGMA Mengajar Pembelajaran (teaching – learning) Penilaian Perbaikan Terus-menerus (Continous improvement) Sosialisasi KTSP MENGAPA PAKEM (lanjutan) 3. PENGERTIAN Proses pembelajaran yang dirancang agar mengaktifkan anak.MENGAPA PAKEM (lanjutan) 2.

1 Pembelajaran • Multi metode • Multi media • Praktik dan bekerja dalam Tim • Memanfaatkan Lingkungan Sekolah • Multi Aspek : Logika Kinestika Estetika Etika Sosialisasi KTSP 201 . Ciri-Ciri 5. Sosialisasi KTSP MENGAPA PAKEM (lanjutan) 5.MENGAPA PAKEM (lanjutan) 4. pengetahuan dan sikap untuk hidup. PENGERTIAN Menciptakan Lingkungan Belajar yang kondusif/bermakna yang mampu memberikan siswa keterampilan.

Ciri-Ciri (lanjutan) 5. Ciri-Ciri (lanjutan) 5.5.2 Melatih Kebiasaan yng Mengarah pada 6 K • • • • • • Kebersihan Keindahan Kerindangan Ketertiban Keamanan Kekeluargaan Sosialisasi KTSP 5.3 Suasana belajar Pembelajaran hendaknya: Menyenangkan Mengasyikan Mencerdaskan Menguatkan Sosialisasi KTSP 202 .

Pakem Bermanfaat bagi • • • • • • Kepala Sekolah Guru Siswa Orangtua Masyarakat Pemerintah Sosialisasi KTSP MANFAAT BAGI ANAK Belajar lebih efektif/mendalam Anak lebih kritis dan kreatif Suasana dan pengalaman belajar bervariasi Meningkatkan kematangan emosional/sosial Produktivitas siswa tinggi Siap menghadapi perubahan dan berpartisipasi dalam proses perubahan Sosialisasi KTSP 203 .MENGAPA PAKEM (lanjutan) 6.

dan global. PAKEM 2. Nasional. 1. PENILAIAN YANG BERKELANJUTAN SDM MANAJEMEN Sosialisasi KTSP PILAR PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN MBS PAKEM PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN PSM Sosialisasi KTSP 204 . 3. PEMBELAJARAN YANG MENGARAH PAS.KOMPONEN UTAMA PAKEM KURIKULUM & PERANGKATNYA SARANA PRASARANA Standarisasi mutu Pendidikan Secara Berkelanjutan Menghadapi Tuntutan lokal.

Sosialisasi KTSP 205 .

206 .

Penilaian hasil Belajar 16. Rancangan Penilaian Hasil Belajar 207 .Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VIII.

208 .

PENGERTIAN PENILAIAN B. PENGERTIAN KETUNTASAN BELAJAR G. CIRI PENILAIAN KELAS D. TEKNIK PENILAIAN E. PELAPORAN Sosialisasi KTSP 209 . MANFAAT HASIL PENILAIAN F. PENGERTIAN PENILAIAN KELAS C.Materi 16 RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENILAIAN A.

INTERPRETASI INFORMASI UNTUK MEMBUAT KEPUTUSAN.A. DESKRIPSI VERBAL). Sosialisasi KTSP B. PENGERTIAN PENILAIAN PENILAIAN ADALAH PROSES SISTEMATIS MELIPUTI PENGUMPULAN INFORMASI (ANGKA. Sosialisasi KTSP 210 . ANALISIS. PENILAIAN KELAS Proses pengumpulan & penggunaan informasi oleh guru melalui sejumlah bukti untuk membuat keputusan ttg pencapaian hasil belajar/kompetensi siswa.

BELAJAR TUNTAS OTENTIK BERKESINAMBUNGAN BERDASARKAN ACUAN KRITERIA / PATOKAN 5. A Model of School Learning Sosialisasi KTSP ) 211 . sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar. 3. maka sebagian besar dari mereka akan mencapai ketuntasan”. CIRI PENILAIAN KELAS 1.C. • “Jika peserta didik dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuannya untuk beberapa mata pelajaran dan diajarkan sesuai dengan karakteristik mereka. Carrol. MENGGUNAKAN BERBAGAI CARA & ALAT PENILAIAN Sosialisasi KTSP 1. dan hasil yang baik. Belajar Tuntas • Belajar Tuntas (mastery learning): peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya. (John B. 4. 2.

) Sosialisasi KTSP 212 .lanjutan • Guru harus mempertimbangkan antara waktu yang diperlukan berdasarkan karakteristik peserta didik dan waktu yang tersedia di bawah kontrol guru (John B. keterampilan. dan sikap. mulai dari tingkat kompetensi awal mereka” (JH. Block. B. mereka dapat berhasil jika kompetensi awal mereka terdiagnosis secara benar dan mereka diajar dengan metode dan materi yang berurutan. Carrol) • “Peserta didik yang belajar lambat perlu waktu lebih lama untuk materi yang sama. Bloom) Sosialisasi KTSP 2. Penilaian Otentik • Memandang penilaian dan pembelajaran secara terpadu • Mencerminkan masalah dunia nyata bukan dunia sekolah • Menggunakan berbagai cara dan kriteria • Holistik (kompetensi utuh merefleksikan pengetahuan.

atau lainnya) • Ulangan Tengah Semester : selesai beberapa Kompetensi Dasar pada semester yang bersangkutan • Ulangan Akhir Semester : selesai semua Kompetensi Dasar pada semester yang bersangkutan. Sosialisasi KTSP • Ulangan Harian : selesai satu atau beberapa Indikator. kemajuan. Ulangan Tengah Semester. penugasan. observasi. • Ulangan Kenaikan Kelas : selesai semua Kompetensi Dasar pada semester ganjil dan genap. dan Ulangan Kenaikan Kelas. Berkesinambungan Memantau proses. dan perbaikan hasil terus menerus dalam bentuk Ulangan Harian. dengan penekanan pada kompetensi dasar semester genap Sosialisasi KTSP 213 . (tertulis.3. Ulangan Akhir Semester.

Lisan. tetapi dengan kemampuan yang dimiliki sebelumnya dan patokan yang ditetapkan Sosialisasi KTSP 5.4. Menggunakan Berbagai cara & alat penilaian • Mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi • Menggunakan penilaian yang bervariasi: Tertulis. dan Penilaian Diri Sosialisasi KTSP 214 . Portofolio. Berdasar Acuan kriteria/patokan Prestasi kemampuan peserta didik TIDAK DIBANDINGKAN dengan peserta kelompok. Proyek. Unjuk Kerja. Produk. Pengamatan.

3. Sikap 7. berdiskusi. tingkah laku. Portofolio (Portfolio) 6. Sosialisasi KTSP 1. 4. 2.4. • Pemecahan masalah dalam kelompok • Partisipasi dalam diskusi • Menari • Memainkan alat musik • Olah Raga • Menggunakan peralatan laboratorium • Mengoperasikan suatu alat Sosialisasi KTSP 215 . interaksi) • Cocok untuk : • Penyajian lisan: keterampilan berbicara. baca puisis. TEKNIK /CARA PENILAIAN Unjuk Kerja (Performance) Penugasan (Proyek/Project) Hasil kerja (Produk/Product) Tertulis (Paper & Pen) 5. berpidato. Unjuk Kerja (Performance) : pengamatan terhadapa aktivitas siswa sebagaimana terjadi (unjuk kerja. Diri (Self Assessment) 1.

Mengubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan 1 2 3 4 Sosialisasi KTSP CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN DENGAN CHECKLIST --------------------------------------------------------------------------------Petunjuk: Beri tanda centang (v) dibelakang huruf di mana kemampuan siswa teramati pada waktu berpidato. Mata melihat kepada penonton Sosialisasi KTSP 216 .CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN DENGAN RATING SCALE -----------------------------------------------------------------------------------------------Petunjuk : Beri Lingkaran pada angka yang sesuai untuk setiap kemampuan yang teramati pada waktu anak berpidato : 1 bila tidak pernah 2 bila jarang 3 bila kadang-kadang.A.C. ---------------------------------------------------------------------------------Nama: Rinjani I. Berdiri tegak melihat pada penonton 1 2 3 4 B.B. Merubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan ----. Berdiri tegak melihat pada penonton ----. dan 4 bila siswa selalu melakukan --------------------------------------------------------------------------------------------------Nama : Rinjani I. Ekspresi fisik (physical expression) A. Ekspresi fisik (physical expression) ----.

Menggunakan kalimat yang lengkap untuk mengutarakan suatu pikiran ---.A. Berbicara cukup keras untuk didengar penonton Ekspresi verbal (verbal expression) ---. Berbicara dengan kata-kata yang jelas ---. Menyimpulkan pokok-pokok pikiran yang penting III.B. Tidak mengulang-ulang pernyataan ---.C.II.D. Ekspresi suara (vocal expression) ---. Nada suaranya berubah-ubah sesuai pernyataan yang ditekankan ---. Sosialisasi KTSP 2.A. Penyajian data Sosialisasi KTSP 217 .C. Memilih kata-kata yang tepat untuk menegaskan arti ---.B. Penugasan (Proyek) : Penilaian terhadap suatu tugas yang mengandung penyelidikan yang harus selesai dalam waktu tertentu Tugas: suatu investigasi dgn tahapan: Perencanaan Pengumpulan data Pengolahan data.

PENILAIAN PROYEK Bermanfaat menilai : • Keterampilan menyelidiki secara umum • Pemahaman & Pengetahuan dalam bidang tertentu • Kemampuan mengaplikasi pengetahuan dalam suatu penyelidikan • Kemampuan menginformasikan subyek secara jelas Sosialisasi KTSP CONTOH PENILAIAN PROYEK : Ilmu Pengetahuan Sosial : SD : VI Mata Pelajaran Jenjang Kelas / Semester Contoh Kompetensi Dasar : menganalisis bentuk-bentuk perilaku yang muncul sebagai dampak globalisasi (konsumerisme. gaya hidup) Sosialisasi KTSP 218 .

perjalanan. nilai-nilai. komunikasi.Membandingkan pandangan orang tua dan anak mengenai perubahan-perubahan yang terjadi akibat pengaruh globalisasi Sosialisasi KTSP Contoh Tugas Penilaian Proyek ----------------------------------------Lakukan penelitian sederhana di lingkungan sekitar mengenai pengaruh iklan di media cetak maupun di media elektronik terhadap gaya hidup anak SD (cara berpakaian. perilaku) Sosialisasi KTSP 219 . perilaku.Mengidentifikasi bukti-bukti globalisasi di lingkungan masyarakat (mis: dalam hal periklanan. pilihan makanan dan minuman. pariwisata. pakaian. telekomunikasi) . dan tradisi) . migrasi. gaya hidup.• Indikator : .Membuat daftar perubahan perilaku masyarakat setempat sebagai dampak globalisasi (mis: dalam hal makanan.

CONTOH
ASPEK

FORMAT PENYEKORAN TUGAS PROYEK
KRITERIA DAN SKOR 3 2 1

PERSIAPAN

Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan dengan lengkap.

Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan kurang lengkap. Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua, tetapi data tidak tercatat dengan rapi dan lengkap.

Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan tidak lengkap

PENGUMPULAN DATA

Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua dan data tercatat dengan rapi dan lengkap.

Jika pertanyaan tidak terlaksana semua dan data tidak tercatat dengan rapi.

PENGOLAHAN DATA

Jika pembahasan data sesuai tujuan penelitian

Jika pembahasan data kurang menggambarkan tujuan penelitian Jika sistimatika penulisan benar, memuat saran, namun bahasa kurang komunikatif

Jika sekedar melaporkan hasil penelitian tanpa membahas data

PELAPORAN TERTULIS

Jika sistimatika penulisan benar, memuat saran, bahasa komunikatif.

Jika penulisan kurang sistimatis, bahasa kurang komunikatif, kurang memuat saran

Sosialisasi KTSP

3. Hasil Kerja (Produk):
Penilaian terhadap kemampuan membuat produk teknologi dan seni
Penilaian Hasil Akhir dan Proses:

hasil akhir spt:

- makanan - pakaian - hasil karya seni: gambar, lukisan, pahatan - barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam - menggunakan teknik menggambar - menggunakan peralatan dengan aman - membakar kue dengan baik

proses spt:

Sosialisasi KTSP

220

PENILAIAN PRODUK

PERSIAPAN,kmp: - rencanakan, gali, kembangkan gagasan - desain produk

PEMBUATAN: kmp seleksi dan gunakan: bahan, alat, teknik

PENILAIAN
(APPRAISAL):

kmp buat produk sesuai kegunaan (fungsi) & keindahan

Sosialisasi KTSP

Contoh1:

TUGAS PENILAIAN PRODUK ------------------------------------------------------Tugas: buatlah rancangan model benda yang menggunakan roda Ketentuan: - Gambar rancangan model
- Bahan untuk model tertulis dalam rancangan - Tentukan spesifikasi bahan untuk model

Sosialisasi KTSP

221

Contoh2:

TUGAS PENILAIAN PRODUK -------------------------------------------------------Tugas: Rancang dan buatlah mainan yang menggunakan roda. ketentuan sebagai berikut (spesifikasidiberikan) : jenis kayu: ……….. ukuran: ……………………. dst.

Sosialisasi KTSP

Penskoran tugas penilaian produk contoh 1:
No Kriteria
b 1. 2. 3. 4.

skor
c k

Ada gambar rancangan model Bahan tertulis dalam model Spesifikasi bahan tertulis Unsur estetika

Kriteria penskoran : B = gambar proporsional, bahan tertulis lengkap, spesifikasi bahan jelas C = gambar kurang proporsional, bahan tertulis kurang lengkap, spesifikasi bahan kurang jelas K = gambar tidak proporsional, bahan tertulis tidak lengkap, spesifikasi bahan tidak jelas
Sosialisasi KTSP

222

4. TES TERTULIS
Memilih dan Mensuplai jawaban 1. MEMILIH JAWABAN - Pilihan ganda - Dua pilihan (B - S; ya - tidak) 2. MENSUPLAI JAWABAN - Isian atau melengkapi - Jawaban singkat - uraian
Sosialisasi KTSP

BANDINGKAN
• Apa kepanjangan ASEAN? • Tahun berapa ASEAN didirikan? • Negara mana saja yang manjadi anggota ASEAN? • Apa kepanjangan PLTA? • Menurutmu masalah apa yang akan timbul jika ASEAN bubar? • Dengan cara apa ASEAN mendukung perekonomian ASIA? • Buatlah bagan PLTA!

Sosialisasi KTSP

223

5. PORTOFOLIO :
Penilaian melalui koleksi karya (hasil kerja) siswa yang sistematis
• • • • Pengumpulan data melalui karya siswa Pengumpulan dan penilaian yang terus menerus Refleksi perkembangan berbagai kompetensi Memperlihatkan tingkat perkembangan kemajuan belajar siswa • Bagian Integral dari Proses Pembelajaran • Untuk satu periode • Tujuan Diagnostik

Sosialisasi KTSP

Hal-hal yang perlu diperhatikan:
• Siswa merasa memiliki portofolio sendiri • Tentukan bersama hasil kerja apa yang akan dikumpulkan • Kumpulkan dan simpan hasil kerja siswa dalam 1 map atau folder • Beri tanggal pembuatan • Tentukan kriteria untuk menilai hasil kerja siswa • Minta Siswa untuk menilai hasil kerja mereka secara berkesinambungan • Bagi yang kurang, beri kesempatan perbaiki karyanya, tentukan jangka waktunya • Bila perlu, jadwalkan pertemuan dengan ortu
Sosialisasi KTSP

224

2.karya-karya yang dapat dikumpulkan melalui penilaian portofolio • • • • • • • Puisi Karangan Gambar / Lukisan Desain Paper Sinopsis Naskah pidato / khotbah • Naskah Drama • Rumus Sosialisasi KTSP • • • • • • Doa Surat Komposisi Musik Teks Lagu Resep Makanan Laporan Observasi/ Penyelidikan / Eksperimen • Dsb. Membuat resensi buku 1/9 30/9 10/10 Dst. Sosialisasi KTSP 225 . Menulis karangan deskriptif 30/7 10/8 dst. Contoh Portofolio Nama Siswa : _________________ Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kelas : X/1 : Bahasa Indonesia : 1 Semester Kriteria Tata bahasa No SK / KD Periode Kosakata Kelengkapan gagasan Sistematika penulisan Keterangan 1.

perhatian – Pertanyaan langsung: tanggapan thd tatib baru – Laporan pribadi: menulis pandangan ttg “kerusuhan antaretnis”..6. Ruri Berinisiatif Perilaku Penuh Perhati an Bekerja sistematis Nilai Keterangan 2. Sosialisasi KTSP 226 . inisiatif. .. Nama Bekerja sama 1. PENILAIAN SIKAP Penilaian terhadap perilaku dan keyakinan siswa terhadap obyek sikap Cara: – Observasi perilaku: kerja sama. Tono 3. Sosialisasi KTSP Contoh Format Penilaian Sikap dalam praktek IPA : No..

-------.d.C atau D di depan tiap pernyataan: A : selalu C : kadang-kadang B : sering D : tidak pernah 1.7.mengajukan pertanyaan --------.Selama diskusi saya mengusulkan ide kpd klp utk didiskusikan 2. Sosialisasi KTSP CONTOH PENILAIAN DIRI PARTISIPASI DALAM DISKUSI KELOMPOK Nama : ----------------------------------------------------Nama-nama anggota kelompok : ----------------------------------------------------Kegiatan kelompok : ----------------------------------------------------Isilah pernyataan berikut dengan jujur.melamun 6. --------.mendengarkan orang lain --------.B. saya…. -------. tulislah huruf A.Tiap orang sibuk dengan yang dilakukannya dalam kelompok saya 5.mengorganisasi ide-ide saya -------.1996. -------. Untuk No. 227 . 5. tiap org diberi kesempatan mengusulkan sesuatu 3.Selama kerja kelompok. -------.mengorganisasi kelompok -------. tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya.Ketika kami berdiskusi.Semua anggota kelompok kami melakukan sesuatu selama kegiatan 4. PENILAIAN DIRI Menilai diri sendiri berkaitan dengan status. Apa yang kamu lakukan selama kegiatan berlangsung? ------------------------------------------------------------------------------------------Sosialisasi KTSP SUMBER: Forster & Masters. 1 s. proses. --------.mengacaukan kegiatan -------.

INDIKATOR DAN KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR • MENETAPKAN TEKNIK PENILAIAN • MEMBUAT ALAT PENILAIAN & PENYEKORAN Sosialisasi KTSP CONTOH FORMAT PEMETAAN ASPEK PENILAIAN SK KD INDIKATOR KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR PROY TEKNIK PENILAIAN PROD TES UN KERJA DLL MENDENGAR KAN BERBICARA MEMBACA MENULIS Sosialisasi KTSP 228 . KD.ALUR PELAKSANAAN PENILAIAN • MENETAPKAN INDIKATOR • MEMETAKAN SK.

TS= Nilai Tengah Semester.CONTOH REKAP NILAI MATA PELAJARAN : KELAS/SEMESTER : N O NA MA MENDENGARKAN BERBICARA MEMBACA MENULIS KD 1 KD 2 R R T S AS KD 1 KD 2 R R T S A S KD 1 KD 2 R R T S A S KD 1 KD 2 R R TS A S 1 Ri n Tin 2 Catatan: KD= Kompetensi Dasar. AS= Nilai Akhir Semester Sosialisasi KTSP E. RR= Nilai Rata-rata KD. MANFAAT HASIL PENILAIAN • REMEDIAL • PENGAYAAN • PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN Sosialisasi KTSP 229 .

KAPAN? • REMEDIAL DILAKUKAN BILA NILAI INDIKATOR KURANG DARI NILAI KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR PENGAYAAN DILAKUKAN BILA TUNTAS LEBIH CEPAT PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN BILA TIDAK EFEKTIF • • Sosialisasi KTSP F. KETUNTASAN BELAJAR • • • • PER INDIKATOR KRITERIA: 0% – 100% IDEAL: 75% SEKOLAH MENETAPKAN SENDIRI DGN PERTIMBANGAN: KEMAMPUAN AKADEMIS SISWA. DAYA DUKUNG : GURU. SARANA • TUNTAS: SKOR ≥ KRITERIA KETUNTASAN • TUNTAS INDIKATOR → KD → SK→ MAPEL Sosialisasi KTSP 230 . KOMPLEKSITAS INDIKATOR.

CONTOH PENGHITUNGAN KETUNTASAN BELAJAR KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KRITERIA KETUNTASAN NILAI PESERTA DIDIK KETUNTASAN 1 2 60% 60% 60 59 TUNTAS TAK TUNTAS TUNTAS 3 55% 75 Sosialisasi KTSP CONTOH PENGHITUNGAN NILAI KD KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR 60% 70% 60% 70% 65% 60% KOMPETENSI DASAR (KD) INDIKATOR 1 NILAI SISWA 61 80 90 70 68 72 KETUNTASAN TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS 1 2 3 1 2 2 3 NILAI KD 1: = 61+80+90 3 = 77 ATAU 7.7 Sosialisasi KTSP NILAI KD 2: MODE : 70 NILAI KD :70 231 .

MENGUMPULKAN DATA. MENGERJAKAN TUGAS. • PADA ATAU DI LUAR JAM EFEKTIF Sosialisasi KTSP 232 . MEMBUAT RANGKUMAN.DALAM 1 KD • JML INDIKATOR YG TUNTAS LEBIH DARI 50%: LANJUT KE KD BERIKUTNYA • JML INDIKATOR BELUM TUNTAS SAMA ATAU LEBIH DARI 50%: MENGULANG KD YANG SAMA Sosialisasi KTSP PELAKSANAAN PROGRAM REMEDIAL • TATAP MUKA DENGAN GURU • BELAJAR SENDIRI → dinilai • KEGIATAN: MENJAWAB PERTANYAAN.

LATIHAN TAMBAHAN TUGAS INDIVIDUAL • HASIL PENILAIAN MENAMBAH NILAI MATA PELAJARAN BERSANGKUTAN • SETIAP SAAT. PADA ATAU DI LUAR JAM EFEKTIF.PROGRAM PENGAYAAN : • SISWA BERPRESTASI BAIK • MEMPERKAYA KOMPETENSI • KEGIATAN : MEMBERI MATERI TAMBAHAN. Sosialisasi KTSP PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN Program Strategi Bahan Tidak efektif? Dievaluasi Direvisi Sosialisasi KTSP Diganti 233 .

• Model yang ada merupakan contoh yang dapat dimodifikasi/diadopsi oleh sekolah. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 234 .G. PELAPORAN • Rapor adalah laporan kemajuan belajar • Berisi informasi tentang pencapaian kompetensi • Sekolah boleh menetapkan sendiri model rapor yang dikehendaki. dengan syarat komunikatif dan menggambarkan pencapaian kompetensi.

235 . Pengembangan bahan Ujian & Analisis hasil Ujian.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) IX. Pengembangan Bahan Ujian 17.

236 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 17 PENGEMBANGAN BAHAN UJIAN DAN ANALISIS HASIL UJIAN Sosialisasi KTSP SKL TOPIK Sosialisasi KTSP KISI-KISI TEKNIK PENYUSUNAN SOAL ANALISIS 237 .

19/2005 Sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan Meliputi kompetensi seluruh mata pelajaran Dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Sosialisasi KTSP 238 .APAKAH SAYA LULUS? Sosialisasi KTSP STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) Adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap pengetahuan dan keterampilan Berdasarkan PP No.

Hubungan antara SKL.MATERI DAN PENILAIAN SKL Menggambarkan kompetensi yang ingin dicapai. KOMPETENSI Materi pembelajaran untuk mencapai kompetensi Sosialisasi KTSP Bentuk soal harus sesuai dengan kompetensi yang dituntut pada SKL SEPERTI APA SOAL YANG BAIK ? Sosialisasi KTSP 239 .

Penentuan tujuan tes. 7. 9. 4. penulisan soal Pedm. Uji coba soal termasuk ANALISIS-nya. 3.LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN TES 1. 8. Perakitan soal menjadi perangkat tes. Sosialisasi KTSP 240 . perakitan soal Komponen Kisi2: •Identitas •SK/KD/IP •Materi Pembel. PENELAAHAN SOAL (validasi soal). Penyusunan KISI-KISI tes. •Indikator Soal •Bentuk Tes •Nomor Soal Syarat kisi-kisi Mewakili isi kurikulum Singkat dan jelas Soal dapat disusun sesuai dengan bentuk soal. Bank Soal Penyajian tes kepada siswa Skoring (pemeriksaan jawaban siswa) Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN KISI-KISI Fungsi Pedm. 2. PENULISAN SOAL. 6. 5.

Alokasi Waktu : ..... ....) NO.............. Bentuk Tes Materi (4) Indikator Soal (5) (6) No....... Jumlah soal : ............................. Kurikulum : ... ------------Tahun ajaran : --------------: KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER: RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI INDIKATOR SOAL No .... Mata Pelajaran : ... Penulis 1... Digunaka n untuk Tang gal Jumlah Siswa Tingkat Kesukaran Daya Proporsi KETERANGAN SOAL Jawaban pada Pilihan Pembeda A B C D OMIT Keterangan Sosialisasi KTSP 241 ....... Soal (7) No....................... .................. SOAL KUNCI Penyusun 1......... Urut (1) Kompetensi Dasar/ Indikator Bahan Kelas/ smt..... 2.............FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL Jenis Sekolah : .... -----------2. dll................. (2) (3) Sosialisasi KTSP KARTU SOAL BENTUK PG Jenis Sekolah Mata Pelajaran Bahan Kelas/smt Bentuk Tes : ------------: ------------: ------------: Tertulis (PG............

hasil karya) NO. -----------2. Kunci/Kriteria jawaban/Aspek yang dinilai Skor Skor maksimum= Sosialisasi KTSP …… 242 . penugasan. ------------Tahun ajaran : --------------: KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER: RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI INDIKATOR SOAL No Diguna kan untuk KETERANGAN SOAL Proporsi jawaban pada aspek Tangg al Jumlah siswa Tingkat kesukar an Daya pembeda 1 A 2 3 1 B 2 3 1 C 2 3 1 D 2 3 Ketera ng an Sosialisasi KTSP PEDOMAN PENSKORAN No.KARTU SOAL URAIAN/PRAKTIK Jenis Sekolah Mata Pelajaran Bahan Kelas/smt Bentuk Tes : ------------: ------------: ------------: Tertulis (Uraian)/Praktik (Kinerja. SOAL Penyusun 1.

KRITERIA KOMPETENSI / MATERI PENTING 1. 4. Keterpakaian: memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Urgensi: KD/indikator/materi yang secara teoritis. Sosialisasi KTSP Indikator Soal Indikator soal sebagai pertanda atau indikasi pencapaian kompetensi Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur Indikator mengacu pada materi pembelajaran sesuai kompetensi 243 . mutlak harus dikuasai oleh siswa. 2. 3. Kontinuitas: KD/indikator/materi lanjutan yang merupakan pendalaman materi sebelumnya. Relevansi: yang diperlukan untuk mempelajari dalam bidang studi lain.

MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS 3. 2. Sosialisasi KTSP MENUNTUT PENALARAN TINGGI SETIAP SOAL: 1. siswa dapat menjelaskan …. BILA SOAL TERDAPAT STIMULUS Rumusan indikatornya: Disajikan ….DIBERIKAN DASAR PERTANYAAN (STIMULUS) 2.MENGUKUR KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH Sosialisasi KTSP 244 . BILA SOAL TIDAK TERDAPAT STIMULUS Rumusan indikatornya: Siswa dapat membedakan ….TEKNIK PERUMUSAN INDIKATOR 1.

... Menyimpulkan -Susunlah beberapa kesimpulan yang bersasal dari data ....... Memberi alasan (justifying) -Manakah pilihan berikut yang kamu pilih.. mengapa? -Jelaskan mengapa kamu setuju/tidak setuju dengan pernyataan tentang .. Membandingkan -Jelaskan persamaan dan perbedaan antara .... -Tulislah sebuah pernyataan yang dapat menjelaskan peristiwa berikut . 3.... Hubungan sebab-akibat -Apa penyebab utama .... -Tuliskan .. 12. -Tuliskan sebuah laporan . dengan menggunakan pedoman . -Lengkapilah cerita . -Ringkaslah dengan tepat isi . 7. -Apakah hal berikut memiliki .... 4. 5.. 11..... -Berdasarkan kriteria ... Meringkas -Tuliskan pernyataan penting yang termasuk .... Mengelompokkan -Kelompokkan hal berikut berdasarkan .... 8....... 9... Evaluasi -Apakah kelebihan dan kelemahan ... -Daftar dan beri alasan singkat tentang ciri utama ....... apa yang akan terjadi bila . Menerapkan -Selesaikan hal berikut dengan menggunakan kaidah . tentang apa yang akan terjadi bila . 10.. Berpendapat (inferring) -Berdasarkan ....... -Bandingkan dua cara berikut tentang ...... Analisis -Manakah penulisan yang salah pada paragraf . -Apa reaksi A terhadap . Menciptakan -Tuliskan beberapa cara sesuai dengan ide Anda tentang .. Sintesis -Tuliskan satu rencana untuk pembuktian ..... Sosialisasi KTSP 6. 2.. -Apa akibat .MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS 1.. dan ......... Sosialisasi KTSP 245 .. tuliskanlah evaluasi tentang .

diagram. 5.Mengukur Keterampilan Pemecahan Masalah 1. Sosialisasi KTSP 6. siswa dapat merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan. 2. Memberi alasan solusi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih kemungkinan solusinya. Sosialisasi KTSP 246 . Memahami kata dalam konteks Contoh indikator soal: Disajikan beberapa masalah yang konteks kata atau kelompok katanya digarisbawahi. Mengidentifikasi asumsi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. kemudian menunjukkan solusinya ke dalam gambar. atau grafik. siswa dapat menjelaskan mengapa masalah ini sulit dipecahkan atau melengkapi informasi penting yang dihilangkan. Mengidentifikasi masalah Contoh indikator soal: Disajikan deskripsi suatu situasi/masalah. siswa dapat memberikan alasan satu masalah yang dipilih sendiri. 10. siswa dapat mengidentifikasi masalah yang nyata atau masalah apa yang harus dipecahkan. siswa dapat menjelaskan maknanya yang berhubungan dengan masalah itu dengan kata-katanya sendiri. 9. 4. siswa dapat memilih satu solusi yang paling tepat dan memberikan alasannya. Mendeskripsikan berbagai strategi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. Memilih masalah sendiri Contoh indikator soal: Disajikan beberapa masalah. Merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan yang berisi sebuah masalah. 7. siswa dapat mengidentifikasi semua informasi yang tidak relevan. Mendeskripsikan masalah Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. siswa dapat menggambarkan sebuah diagram atau gambar yang menunjukkan situasi masalah. Mengidentifikasi masalah yang tidak sesuai Contoh indikator soal: Disajikan beberapa informasi yang relevan dan tidak relevan terhadap masalah. Memberi alasan masalah yang sulit Contoh indikator soal: Disajikan sebuah masalah yang sukar dipecahkan atau informasi pentingnya dihilangkan. siswa dapat memberikan solusinya berdasarkan pertimbangan asumsi untuk saat ini dan yang akan datang. dan menjelaskan cara penyelesaiannya. 3. 8. siswa dapat memecahkan masalah ke dalam dua cara atau lebih.

Menggunakan analogi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan strategi penyelesaiannya. kartun. siswa dapat: (1) menjelaskan dengan menerapkan strategi itu. 17. (2) mengevaluasinya. siswa dapat mengevaluasi strategi pemecahannya berdasarkan prosedur yang disajikan. Sosialisasi KTSP 247 . (4) memberi alasan mengapa strategi itu paling tepat dibandingkan dengan strategi lainnya. siswa dapat memecahkan masalah dan menjelaskan prosedur yang dipergunakan untuk menyelesaikan masalah. siswa dapat memilih satu strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah itu dan memberikan alasannya. siswa dapat: (1) mendeskripsikan masalah lain (analog dengan masalah ini) yang dapat diselesaikan dengan menggunakan strategi itu. Sosialisasi KTSP 15. siswa dapat menyelesaikan masalah itu dengan menggunakan strategi lain. Mengevaluasi kualitas solusi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan beberapa strategi untuk menyelesaikan masalah. Memecahkan masalah berdasarkan data dan masalah Contoh indikator soal: Disajikan sebuah cerita. Membuat strategi lain Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan satu strategi untuk menyelesaikan masalanya. output. dan outcomenya. 12. 16. dan prosedurnya. (2) memberikan alasannya. beberapa strategi pemecahan masalahnya. grafik atau tabel dan sebuah pernyataan masalah. Memberi alasan strategi yang digunakan Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih strategi untuk menyelesaikan masalah. Menyelesaiakan secara terencana Contoh indikator soal: Disajikan sebuah situasi masalah yang kompleks. proses.11. (3) menentukan strategi mana yang tepat. siswa dapat menyelesaikan masalah secara terencana mulai dari input. Mengevaluasi strategi sistematikanya Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. 14. 13.

Mengukur beberapa kemampuan yang diwujudkan dalam stimulus soal 5. Mengukur kemampuan berpikir kritis 6. Berhubungan dengan kondisi pembelajaran di kelas atau di luar kelas 2.KAIDAH PENULISAN SOAL KOMPETENSI 1. Sosialisasi KTSP 248 . Berhubungan erat antara proses. kompetensi dan pengalaman belajar 3. materi. Mengandung pemecahan masalah Sosialisasi KTSP SOAL URAIAN SOAL URAIAN adalah soal yang jawabannya menuntut peserta tes untuk mengorganisasikan gagasan atau hal-hal yang telah dipelajarinya dengan cara mengemukakan gagasan tsb dalam bentuk tulisan. Mengukur kompetensi siswa 4.

KAIDAH PENULISAN SOAL URAIAN 1. 10. 12. 3. 6. 11. peta. gambar. 2. 9. Ada pedoman penskorannya Tabel. grafik. Soal sesuai dengan indikator Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP KAIDAH PENULISAN SOAL URAIAN 7. atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca Rumusan kalimat soal komunikatif Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku Tidak menggunakan kata/ungkapan yang menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat menyinggung perasaan siswa Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 249 . 5. 8. 13. 4.

Elitisme yaitu kecenderungan untuk bergaya hidup tertentu berbeda dengan orang banyak.1. SMP) No. Sekulerisme adalah sikap yang mencerminkan kehidupan keduniawian. 2. ---------------------------------2 Skor Maksimum 10 Sosialisasi KTSP 250 . 2 4. Kunci Jawaban Pasar tradisional: harga dapat ditawar dan tidak kena pajak Pasar modern: harga pasti dan kena pajak Skor Maksimum Skor 2 2 4 Sosialisasi KTSP 2. Primadialisme yaitu sikap yang lebih membanggabanggakan asal daerah tertentu. Individualisme yaitu sikap lebih mementingkan diri sendiri. 1. ---------------------------------------------------------2 3. Contoh Soal kurang baik: Jelaskan 2 persamaan antara pasar tradisional dengan pasar modern! Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan 2 perbedaan antara pasar tradisional dengan pasar modern! (IPS. Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai Contoh soal kurang baik: Jelaskan sisi negatif yang harus diwaspadai dari kemajuan IPTEK terhadap bangsa Indonesia yang berazaskan kekeluargaan! (PKn SMP) Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan 4 sisi negatif yang harus diwaspadai dari kemajuan IPTEK terhadap bangsa Indonesia yang berasaskan kekeluargaan! PEDOMAN PENSKORAN No. -----------------------------------2 5. . Materialisme yaitu sikap yang selalu mengutamakan dan mengukur segala sesuatu berdasarkan materi -------------2 2. Kunci Jawaban Skor 1. Soal sesuai dengan indikator Indikator : Siswa dapat menjelaskan 2 perbedaan pasar tradisional dan pasar modern.

.............. Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran Contoh soal kurang baik: Di manakah letak kelenjar pankreas? (IPA) Contoh soal lebih baik: a.. 2 ...... Enzim yang dihasilkan Pankreas: ..................................................... 1............................... 2 ............... Di manakah letak pankreas? b... Tuliskan dan jelaskan enzim yang dihasilkan pankreas! c..................... Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas Contoh soal yang kurang baik: Jelaskan perkembangan perangkat TIK dilihat dari perangkat komunikasi digital? Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan perkembangan perangkat komputer No........................... Di manakah enzim-enzim itu aktif? No......................... 2 ......... 1 b. Pankreas terletak di rongga perut ..................... 3................................Bikarbonat untuk menetralisir HCl yang masuk ke usus dari lambung .... 4..............Lipase untuk mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol .. Kunci Jawaban Skor a............ Kunci Jawaban Menjawab 3 fase perkembangan (penemuan...Amilase untuk mencerna tepung menjadi maltosa dan disakarida lain ............................... perkembangan generasi..................... 2.............................. 1 Skor maksimum Sosialisasi KTSP 10 4................Tripsin untuk mengubah protein menjadi peptida dan asam-asam amino .. 2 c.......................................3...... Enzim-enzim itu aktif di usus halus........ dan teknologi tinggi) Menjawab dua fase Menjawab satu fase Tidak menjawab Skor 3 2 1 0 Sosialisasi KTSP 251 .......

5. Kusno tak akan putus asa. tetapi tidak disertai alasan Bila jawaban (aliran) dan alasan salah Skor 3 2 1 0 Sosialisasi KTSP 252 . 2. 3. 4. 1. Aspek yang dinilai Bila jawaban (gigih) dan alasan benar Bila jawaban (gigih) benar tetapi alasan kurang tepat Bila hanya jawaban (gigih). Sistem multi partai -------------------------------------------------------yaitu terdapat banyak partai dalam suatu negara yang disebabkan kondisi masyarakat yang mejemuk dan iklim demokrasi yang lebih bebas ------------------------------------------Skor Maksimum Sosialisasi KTSP Skor 1 1 1 1 1 1 6 6. Pada suatu kali ia akan hilang dari muka bumi. Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal Contoh soal kurang baik: Tentang celana kepar 1001 itu. hidup bersama kesengsaraan. Kusno akan berjuang terus melawan kesengsaraan biarpun hanya guna mendapatkan sebuah celana kepar yang lain. tak ada yang akan diceritakan lagi. Dan meskipun celana 1001 –nya hilang lenyap menjadi topo. Dan mungkin ia bersama-sama dengan Kusno hilang dari muka bumi ini? Tapi. Idrus: Kisah Sebuah Celan Pendek Bagaimana watak Kusno? (Bhs Indonesia . Ia dilahirkan dalam kesengsaraan. tapi terus melawan kesengsaraan tersebut. bagaimanapun juga. Sistem partai tunggal ---------------------------------------------------yaitu dalam suatu negara hanya satu partai yang berlaku ----2. Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian Contoh soal kurang baik: Di Indonesia terdiri dari berapa sistem kepartaian? (PKn-SMP) Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan tiga macam sistem kepartaian! No. No. Sistem dua partai --------------------------------------------------------yaitu terdapat dua partai dalam suatu negara sehingga terlihat satu partai yang berkuasa dan satu partai oposisi ----------------3.SMP) Contoh soal yang lebih baik: Tentukan watak Kusno yang terdapat dalam kutipan di atas disertai alasannya! Kunci : Watak Kusno gigih atau sejenisnya karena ia sengsara. Kunci Jawaban Sistem kepartaian ialah pola perilaku dan interaksi di antara sejumlah partai politik 1.

........... Tabel...... vp = mo . atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca Perhatikan gambar berikut............... 100 + 400 = 300 + 200 vp 1 500 = 300 + 200 vp 1 200 vp 1 = 500 – 300 200 vp 1 = 200 ...... alur................ Kunci Jawaban mo . (Bhs........... Tentukan kecepatan perahu sesaat setelah orang tersebut meloncat? No........................ 6 + 200 ...... vp 1 = 1 200 200 =.... Kemudian orang tersebut meloncat ke depan dengan kecepatan 6 ms –1 terhadap air..... dan pemakaian kaidah bahasa Indonesia...... peta. vp 1 = 1 m/s ....... 2 = 50 ................... gambar....... pertokoan...7.... Rumusan kalimat soal komunikatif Contoh soal kurang baik: Sesuatu bermassa 50 kg naik perahu yang massanya 200 kg ….. grafik........ Indonesia SMP) Tulislah karangan sepanjang ± 200 kata berdasarkan informasi yang terdapat dalam gambar di atas! Tulisan tersebut akan dinilai berdasarkan isi. kosakata.............................. 50 ................... atau di sejumlah pasar. Gambar ini memperlihatkan suatu kawasan yang dibanjiri sampah yangmenggunung. vp 1 ... Contoh Soal yang lebih baik: Seseorang bermassa 50 kg naik perahu dengan massa 200 kg dan berkecepatan 2 ms –1 terhadap air yang diam........................... Gunungan sampah yang berbau tidak sedap itu terjadi akibat sampah-sampah tersebut tidak diangkut seperti di pemukiman. vo 1 + mp .. Skor maksimum Sosialisasi KTSP Skor 1 1 1 1 1 5 253 .... Sosialisasi KTSP 9........... 2 + 200 ......... vo + mp .. Ada pedoman penskorannya 8..... Yang lebih parah lagi bila TPS (Tempat Pembuangan Sampah) berada di lingkungan yang dekat dengan sekolah... vp 1 .......

1 Skor Maksimum 3 Penjelasan: kata buah pala dan keju di daerah tertentu adalah tabu. ----------------------------------------------Skor Maksimum Skor 0–2 3. 2. 4. Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku Contoh soal kurang baik Coba kamu sebutkan satu per satu karakteristik sikap patriotik dalam kehidupan bangsa dan bernegara? (PKn SMP/MTs) Contoh soal yang lebih baik: Tuliskan dan jelaskan 5 ciri sikap patriotik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara! No. Tak kenal menyerah: Seorang siswa perlu belajar dengan tekun tanpa mengenal lelah demi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia dikemudian hari.” Tentukan majas kalimat di atas dan berikan alasannya! (BIN SMP/MTs) PEDOMAN PENSKORAN No.10 5. Sosialisasi KTSP 12. Sosialisasi KTSP 254 . ---------------------------------Berjiwa pembaru: yaitu ikut serta dalam pembangunan. Metonimia adalah majas yang menyebut merek dagang untuk benda yang dimaksudkan atau digunakan. 0–2 0–2 0–2 0–2 0. Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu Contoh soal kurang baik: Perhatikan kalimat berikut! “Di dalam BMW seri tujuh berwarna abu-abu itu Soni menyetir sendiri setelah membeli buah pala dan keju di supermarket itu. Menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan. 1 2. PEDOMAN PENSKORAN Kunci Jawaban/Aspek yang dinilai Cinta tanah air: Bangga sebagai bangsa Indonesia menyebabkan seseorang rela berkorban.10. -----------Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara: Untuk mencapai tujuan nasional diperlukan kerelaan berkorban. 1. Kutipan di atas mengandung majas metonimia. 1 3. Alasan: BMW adalah merek mobil. Kunci/Aspek yang dinilai Skor 1.

Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat menyinggung perasaan siswa Contoh soal kurang baik: Walaupun kamu anak yatim/piatu. Sebutkan dan jelaskan 6 macam hak asasi manusia yang mendapat perlindungan dan pelayanan dalam UUD 1945! (PKn SMP) Contoh soal yang lebih baik: Tuliskan dan jelaskan 6 macam hak asasi manusia yang mendapat perlindungan dan pelayanan dalam UUD 1945! Sosialisasi KTSP SOAL PILIHAN GANDA JENIS SOAL PG Pokok Soal (stem) pertanyaan Pokok soal (stem) pernyataan Diakhiri tanda ? Diakhiri tanda …. anak miskin. hidup di daerah kumuh. namun kamu adalah warga negara Indonesia. Komponen soal PG Stem (pokok soal) Option Sosialisasi KTSP 255 . atau hidup di desa terpencil. anak cacat.13.

Penawaran* Sosialisasi KTSP KAIDAH PENULISAN SOAL PG 1. 7777777. 6. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah/benar”.. Pengumuman d. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya. 4. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. 10. 2. a. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. Iklan di atas termasuk jenis iklan . 3. luas 4 ha. Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 256 . propaganda c... 7. Hubungi telp. 8. 5.CONTOH SOAL PG Dasar pertanyaan (stimulus) Pokok soal (stem) Pilihan jawaban (option) Perhatikan iklan berikut! Dijual sebidang tanah di Bekasi. 9. Baik untuk industri. permintaan b. Soal harus sesuai dengan indikator Pengecoh harus berfungsi Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.

Soal harus sesuai dengan indikator Contoh soal kurang baik. umumnya. Gambar. grafik. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. Letakkan kata/frase pada pokok soal. 16. 13. diagram. mencegah pematangan sel telur* d. 12.Lanjutan … 11. a. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. a. 14. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya. sehingga pernyataannya mudah dimengerti warga belajar/siswa. dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi. Pembuahan sel telur oleh sel sperma pada manusia terjadi di dalam …. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat jika soal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional. Indikator: Siswa dapat menentukan tempat terjadinya pembuahan sel telur oleh sel sperma pada manusia. 15. kadang-kadang. Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. vagina Sosialisasi KTSP 257 . tabel. mengurangi jumlah sel telur dalam ovarium Contoh soal yang sesuai dg indikator. mencegah peleburan sel telur dan sel sperma c. Pengaruh kerja pil kontrasepsi adalah …. oviduct c. ovarium b. 17. Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 1. Bahasa yang digunakan harus komunikatif. uterus* d. mencegah terjadinya haid b.

2.. “Why did Jimmy’s mother punish him? “She . Pengecoh harus berfungsi.” a. Sabtu.. Februari. a. Penulisan kata berikut yang benar adalah . May.. Sosialisasi KTSP 3. Pebruari. ING SMP/MTs) Penjelasan: pilihan b adalah kata sifat (adjective). was upset c. Contoh soal kurang baik. Senen.. eaten. caught him playing truant d. Sabtu. November Penjelasan: kunci jawaban jangan dipergunakan untuk pengecoh Sosialisasi KTSP 258 . Kemis.. bela d.. misalnya: eat. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar. Aperil.. November d. beras b.. to eat. between eating. Senin. eating*. to be eating. November* b. bebas* c. caught him eating* b. Senin. Bunyi /e/ pada kata enak sama dengan bunyi /e/ pada kata . Februari. Sabtu c. bekas (BIN SMP/MTs) Penjelasan: pilihan c diperbaiki “belas”. a. Perbaikan: pilihan b diperbaiki menjadi kata kerja. caught him to eat (B. Rabo. Contoh soal kurang baik. sedangkan pilihan lainnya adalah kata kerja (verb).

Koperasi* (PKn SMP/MTs) Penjelasan: kalimat pertama pada pokok soal dihilangkan.. getar-gemetar (BIN SMP/MTs) Penjelasan: pilihan c adalah kata majemuk bukan kata ulang. Firma c. Sosialisasi KTSP 259 .. tali-temali c. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. a. C diperbaiki “turun-temurun”. bolak-balik* b. Sosialisasi KTSP 7. Perseroan Terbatas b. BUMN d. Bentuk perusahaan yang sesuai dengan pasal 33 ayat 1 UUD 1945 adalah …. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. Pasal 33 ayat 1 UUD 1945 sebagai dasar untuk membentuk perusahaan tertentu. Contoh soal kurang baik. laki-bini d..4. a. Kata berikut yang termasuk kata ulang berubah bunyi adalah .

Perayaan Sekaten bulan Maulud c. 4½ hours d. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah/benar”.30. a. “legenda gunung Tangkuban Perahu”. How long has he been working so far? a. Now it’s 11. Semua pilihan jawaban di atas salah* (IPS. 1½ hours (BING SMP/MTs) Penjelasan: pilihan jawaban diurutkan dari angka yang paling kecil ke yang paling besar atau sebaliknya. Di antara bentuk-bentuk budaya daerah di bawah ini yang termasuk folklore lisan adalah …. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya. Sosialisasi KTSP 10.SMP/MTs) Penjelasan: pilihan d diperbaiki menjadi. Contoh soal kurang baik. Adat mapalus dari Sulawesi d. Contoh soal kurang baik. 2½ hours c. Rumah gadang Minangkabau b.9. 3½ hours* b. The gardeners has been working since 8 o’clock. Sosialisasi KTSP 260 .

kadang-kadang. Sosialisasi KTSP 13. Balada Tercinta c.. Chairil Anwar* d. Contoh soal kurang baik: (10) Pelopor angkatan 45 dalam bidang puisi adalah …. umumnya. padi * (IPA SMP/MTs) Penjelasan: kata biasanya pada pokok soal dihilangkan. Ayip Rosidi (BAHASA INDONESIA SMP/MTs) (35) Karya dari pengarang pada jawaban soal nomor 10 adalah …. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya.12. atau kata yang tidak pasti karena makna kata-kata itu tergantung pada keadaan dan situasi siswa yang bersangkutan. Surat dari Ibu Perbaikannya: soal nomor 35 disusun secara independen. a.S. a. kopi b. teh c. tidak bergantung pada jawaban soal nomor 10. Tirani d. umumnya. jagung d. Ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan siswa yang tidak dapat menjawab benar soal pertama tidak akan dapat menjawab benar soal berikutnya. Contoh soal kurang baik: Helopeltis adalah hama yang biasanya menyerang tanaman . W. Senja di Pelabuhan Kecil* b. a. kadang-kadang. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya. Sosialisasi KTSP 261 . Idrus b. Rendra c. Artinya. bahwa dalam merumuskan pokok soal jangan menggunakan kata atau ungkapan seperti sebaiknya...

b) pemakaian kata: (1) pilihan kata. a. ketekunan kerja keras dalam setiap pekerjaan c. kata "di dalam" dihilangkan. Sosialisasi KTSP (a) Penggunaan kalimat harus ada unsur predikat (bagian yang berfungsi menerangkan subjek). (3) anak kalimat. tenaga kerja yang berdisiplin tinggi (PKn SMP/MTs) Penjelasan: predikat kalimat tidak ada. a.” Sosialisasi KTSP 262 . Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.14. Oleh karena itu. sporangiospora c. askospora d. Contoh soal kurang baik: Di dalam perkembanganbiakan rhizopus secara generatif adalah dengan cara pembentukan …. (2) penggunaan tanda baca. kita harus mengembangkan …. pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi b. zigospora* (IPA-BIOLOGI SMP/MTs) Penjelasan: subjek tidak jelas karena diantar oleh kata "Di dalam". Kaidah bahasa Indonesia dalam penulisan soal di antaranya meliputi: a) pemakaian kalimat: (1) unsur subjek. (2) unsur predikat. spora kembara b. usaha pemerataan kesempatan kerja* d. (2) penulisan kata. Contoh soal kurang baik: Untuk mewujudkan kesejahteraan bersama atas dasar …. Setelah kata “atas dasar” ditambahkan “keadilan sosial. a) Penggunaan kalimat (1) Penggunaan kalimat harus ada unsur subjek. c) pemakaian ejaan: (1) penulisan huruf.

Contoh soal kurang baik: Batik termasuk karya tulis yang bersifat …. Contoh soal kurang baik: Yang berlaku pada gerak lurus beraturan …. Induk kalimat Anak kalimat Anak kalimat Induk kalimat -Karena hari ini hujan. hukum II Newton c. naturalis b. Oleh karena itu pokok soal diperbaiki menjadi “Hukum yang berlaku pada gerak lurus beraturan adalah …. dia tidak datan.” Sosialisasi KTSP b) Pemakaian kata (1) Dalam memilih kata harus diperhatikan ketepatannya dengan pokok masalah yang ditanyakan. Kata itu diperbaiki menjadi “seni tulis” karena mengandung unsur keindahan bukan ragam tulis ilmiah. -Dia tidak datang karena hari ini hujan. hukum III Newton d. realistis d. simbolis* c. hukum Kepler (IPA-FISIKA SMP/MTs) Penjelasan: pokok soal berbentuk anak kalimat. a. a. Contoh anak kalimat.(3) Hindarkan pernyataan yang hanya berupa anak kalimat. Sosialisasi KTSP 263 . idealis (IPS.SMP/MTs) Penjelasan: kata “karya tulis” kurang tepat untuk batik. hukum I Newton* b.

which is standing under the tree is my uncle (BING SMP/MTs) Penjelasan: perbaikannya adalah “Sofian: The man … is standing under the tree is my uncle. whose is standing under the tree is my uncle d. Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. Andi : Which is your uncle? Sofian: The man ….” Sosialisasi KTSP CONTOH INDIKATOR SOAL Indikator Soal : Siswa dapat menentukan letak sebuah titik pada koordinat Kartesius (XY). Letakkan kata/frase pada pokok soal. who is standing under the tree is my uncle* b. Andi! My uncle is over there. Contoh soal kurang baik: Sofian: Look.17. where is standing under the tree is my uncle c. a. Sosialisasi KTSP 264 .

Iwan sedang mencari titik C sedemikian hingga ABC membentuk segitiga sama kaki. Iwan sedang mencari titik C sedemikian hingga ABC membentuk segitiga sama kaki.SOAL Y Perhatikan koordinat XY disamping : Dua titik A dan B terletak pada koordinat seperti nampak pada gambar. (1. 3) C. 15 cm2 D. 4) X Sosialisasi KTSP 265 . 5) B. 2) D. (4. 12 cm2 C. 6 cm2 X B. (2. Koordinat titik C adalah …. Berapakah luas segitiga ABC ? A. (1. A. 30 cm2 Sosialisasi KTSP SOAL YANG BAIK Perhatikan koordinat XY disamping : Y Dua titik A dan B terletak pada koordinat seperti nampak pada gambar.

Reproduksi yang dapat dilakukan oleh umbi batang tidak dijumpai pada tumbuhan berikut. D. singkong kentang cemara bambu Sosialisasi KTSP 266 . B. B. singkong kentang cemara bambu Sosialisasi KTSP SOAL YANG BAIK : Reproduksi yang dapat dilakukan oleh umbi batang dijumpai pada tumbuhan …. A. kecuali : A. C. D. C.

1997 C. a) b) c) d) gadang sakit ibadah tinggal Sosialisasi KTSP PKn Pelanggaran HAM Timor Timur pada tahun …. 1996 B. 1998 D. Sosialisasi KTSP 267 . 1999 A.Anak yang ditabrak motor kemarin pagi dibawa ke rumah….

B. C. C.PKn Pemilu 1971 diikuti oleh . A.. 3 6 10 24 Sosialisasi KTSP AGAMA ISLAM Kata hadis menurut bahasa berarti … A. Bacaan Surat Sumber hukum Bacalah Sosialisasi KTSP 268 . D. …. D. B.

x+y=9 3x – y = 7 80 60 50 5 Sosialisasi KTSP 269 . C.MATEMATIKA 2/3 + 1/5 = … A. 13/15 B. Sosialisasi KTSP MATEMATIKA Nilai dari 4xy jika diketahui A.15 20 C. D. 30 D. B.

Fermentasi C. B. Pembekuan A.IPS Yang masuk dalam ruang lingkup sejarah dunia adalah …. D. A. Perang dunia Perang Diponegoro Peristiwa Semanggi Peristiwa G 30 SPKI Sosialisasi KTSP IPA Perubahan fisika terjadi pada proses … Perkaratan B. Sosialisasi KTSP 270 . Pelarutan D. C.

ANALISIS BUTIR SOAL MANUAL Menggunakan IT Kalkulator Komputer • Program ITEMAN • Program SPSS Sosialisasi KTSP CONTOH ANALSIS BUTIR SECARA KUANTITATIF NO SISWA 1 2 3 A B C 1 2 3 ... A A B C D E D E E A E E ... 50 B B C B A D A C B D C B SKOR 45 43 41 27% KA ... 27 26 25 27% KB KUNCI B B D D Sosialisasi KTSP 271 . 33 34 35 P Q R .... ...

20 – 0.70 = sedang 0.15 0.71 – 1.40 – 1.00 = soal ditolak Sosialisasi KTSP ALTERNATIF LAIN KRITERIA DAYA BEDA > 0.0.29 = soal diperbaiki 0.25 DP 0.30 – 0.39 = terima & perbaiki 0.85 DP1= (BA-BB):½N = (10-7) : ½ x 20 = 0.10 : diterima : direvisi : ditolak Sosialisasi KTSP 272 .85 0.0.00 = mudah KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.ANALISIS SOAL PG SOAL 1 2 3 50 KEL KA KB KA KB KA KB KA KB A 0 1 0 2 0 0 1 1 B 10 7 5 3 1 2 2 2 C 0 1 5 3 9 3 3 3 D 0 1 0 1 0 3 3 2 E 0 0 0 1 0 2 1 2 OMIT 0 0 0 0 0 0 0 0 KEY B B D D TK 0.29 < 0.20 -0.30 = sukar 0.30 0.00 = soal baik 0.30 0.00 – 0.30 KRITERIA TK: 0.3 0.31 .10 TK1=(BA+BB): N = (10+7) : 20 = 0.40 0.1.19 – 0.

Means Rpbis = ------------------.56 DP1= (Rata-rata KA – Rata-rata KB) : skor maks.√ pq Stdv skor total Keterangan: b=skor siswa yang menjawab benar s=skor siswa yang menjawab salah p=proporsi jawaban benar thd semua jawaban siswa q= 1-p Meanb = 192:13=14.0954 Sosialisasi KTSP ANALISIS SOAL URAIAN DAN TES PRAKTIK NO.00 = soal baik 0.5-1.√ (13:30) (17:30) 3.39 = terima & perbaiki 0.7647 14.19 – 0.40 – 1.CONTOH MENGHITUNG DP DENGAN KORELASI POINT BISERIAL (rpbis) DAFTAR SKOR SISWA SOAL NOMOR 1 Siswa yang Menjawab benar Jumlah skor keseluruhan Siswa yang menjawab salah Jumlah skor keseluruhan Meanb .5-2.4809835 = 0.7692 – 11.0954 = (0.7647 Rpbis = ----------------------. = [(11:2) – (8:3) ] : 6 = (5.7692 Means = 200:17= 11.7) : 5 = 0. N=30.30 – 0.47 Soal 2 (Skor maks 5) 5 4 2 2 1 14 2.56 0.20 – 0.63 TK2 = 2.63 0.56 TK1 = Rata-rata : skor maks = 3.7):6 = 0.80 0.48 Artinya butir soal nomor 1 adalah DITERMA atau BAIK.47 DP2= [ (9:2) – (5:3) ] : 5 = (4.29 = soal diperbaiki 0.4955355) = 0.80 0.00 = soal ditolak A B C D E F G H I J K L M 19 18 18 16 16 16 15 13 13 13 12 12 11 N O P Q R S T U V W X Y Z AA AB AC AD 17 16 15 14 14 12 12 12 12 12 11 11 10 9 8 8 7 Jumlah = 192 200 Nb=13. Stdv= 3.56 Sosialisasi KTSP 273 . KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.8 : 6 = 0. ns=17. 1 2 3 4 5 SISWA A B C D E Jumlah Rata-rata TK DP Soal 1 (Skor maks 6) 6 5 3 3 2 19 3.9706338) (0.8 : 5 = 0.

Selesai Sosialisasi KTSP 274 .

Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal 275 . 19.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) X. Penyusunan Laporan hasil Belajar (LHB) Peserta Didik SD/MI. Laporan Hasil Belajar (LHB) 18.

276 .

profil hasil belajar peserta didik disampaikan kepada peserta didik dan orangtua/wali peserta didik.) Tiap akhir semester. guru menelaah hasil pencapaian belajar setiap peserta didik (semua nilai ujian.Departemen Pendidikan Nasional Materi 18 PENYUSUNAN LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) PESERTA DIDIK SD Sosialisasi KTSP LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) Setiap akhir semester. ujian akhir semester dan nilai-nilai harian lainnya) selama semester berlangsung. ulangan harian. dsb. ulangan harian. Sosialisasi KTSP 277 . Nilai LHB pada prinsipnya merupakan rangkuman nilai hasil tagihan (tugas-tugas. tugastugas. ujian tengah semester.

fisik.LAPORAN PENILAIAN (Laporan Hasil Belajar) Menjawab keingintahuan orangtua seperti: Bagaimana peserta didik belajar di sekolah secara akademik. sosial maupun emosional Sejauhmana partisipasi anaknya dalam kegiatan di sekolah Kemampuan apa yang diraih peserta didik selama kurun waktu belajar tertentu Apa yang harus dilakukan orangtua untuk membantu mengembangkan potensi anaknya lebih lanjut Sosialisasi KTSP MANFAAT LAPORAN PENILAIAN Diagnosis hasil belajar peserta didik Prediksi masa depan peserta didik Seleksi dan sertifikasi Umpan balik KBM di sekolah Sosialisasi KTSP 278 .

2. 2. Tahun Pelajaran : 20…….) ………. 1. Sikap Kerajinan Kepribadian Nilai Izin Sakit Ketidakhadiran Hari Kebersihan dan Kerapian Tanpa Keterangan Sosialisasi KTSP 279 . Jumlah Nilai Prestasi Hasil Belajar : ……………………………………. 6. 7. 9. 5. BK dan lainnya.. 3. 4. 3. No. 1. Laporan penilaian dilakukan oleh: – Guru kepada wali kelas.Olahraga dan Kesehatan Muatan Lokal: ………………………………………………… : ……………… ………………………………………………… : ……………… (…………………………………………………. 8. – Sekolah kepada orang tua dalam bentuk buku rapor dan kepada masyarakat dan instansi terkait (akuntabilitas publik) Sosialisasi KTSP Nama Siswa : Nomor Induk : Nama Sekolah : Alamat Sekolah : No. Mata Pelajaran Nilai Nilai Rata-Rata Kelas Pendidikan Agama Pendididkan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Seni Budaya dan Keterampilan Pendidikan Jasmani. Semester : 1 (satu) ………………………. bentuknya dapat berbeda (dapat berupa buku atau lembaran). …………………. ……………………….BENTUK LAPORAN PENILAIAN Sesuai dengan pembuatan laporan.. ………………………. Kelas : ………………. / 20…… ………………………………………………………………………………………………………………. kepala sekolah.

) …………. sakit..) Sosialisasi KTSP 2. Nomor Induk Nama sekolah Alamat Sekolah Kelas Semester Tahun Pelajaran Muatan Lokal Kolom Nilai mata Pelajaran a. 12. 4. 6. 11. atau C….. 3. Dst) Kolom Ketidakhadiran : Diisi jumlah ketidakhadiran siswa berdasarkan izin. B.Catatan Tentang Pengembangan Diri Catatan Orang Tua/wali (…………………………. ………………… Guru Kelas (…………………………. Nilai angka b. Nilai rata-rata kelas angka diisi dengan rentang angka 0 – 100 tanpa desimal (Contoh : 75) : diisi dengan rentang angka 0 – 100 tanpa desimal (Contoh : 75) : : : : : : : : : Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas 10. 8.. 7. 5. sakit 3 hari) Sosialisasi KTSP 280 . Jumlah nilai prestasi hasil belajar : diisi jumlah nilai seluruh mata pelajaran dengan angka dan huruf Contoh : 750 (Tujuh ratus lima puluh) Kolom nilai kepribadian : Diisi dengan huruf (Contoh : A. 9. dan tanpa keterangan (Contoh : Izin 2 hari.

: Cukup Jelas : Cukup Jelas : Cukup Jelas Sosialisasi KTSP KENAIKAN KELAS Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran Kenaikan kelas didasarkan pada penilaian hasil belajar pada semester 2 (dua). Guru kelas c. Kolom Tanggal Orangtua/Wali Guru Kelas a. Kolom naik ke kelas/ Tinggal di kelas b. Kolom Tamat/Belum Tamat Belajar Tanda tangan: a. 4. tanggal. Sosialisasi KTSP 281 . Kolom Catatan : : Diisi aspek pengembangan diri yang dikembangkan oleh sekolah dan sejauh mana siswa yang bersangkutan telah mencapai program tersebut termasuk kelebihan dan kekurangannya. Orangtua/Wali b. 18 Oktober 2006) Diisi nama jelas dan tanda tangan orangtua/Wali Diisi nama jelas dan tanda tangan guru kelas Diisi ke kelas berapa siswa naik atau tetap tinggal di kelas berapa dengan angka dan huruf Coret yang tidak Perlu 3. Kepala sekolah : : : : : 5. bulan dan tahun pada saat pengisian Laporan Hasil Belajar Siswa SD (Contoh : Sukamaju.E. Diisi sesuai dengan tempat. Diisi catatan dari guru kelas/ wali kelas tentang halhal khusus yang belum tercantum dalam kolom penilaian yang lain dan perlu disampaikan kepada orangtua/wali dan siswa. Kolom Catatan tentang Pengembangan Diri 2. 6. Kolom Catatan 1. dengan mempertim-bangan seluruh SK/KD yang belum tuntas pada semester 1 harus dituntaskan sebelum akhir semester 2 (dua). 5.

Pelaksanaan pindah sekolah lintas provinsi/ kabupaten/kota dikoordinasikan dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota.…. (……………………. (…………………….. Sekolah harus memfasilitasi peserta didik yang pindah sekolah : Antara sekolah pelaksana KTSP Antara sekolah pelaksana kurikulum 2004 dengan sekolah pelaksana KTSP 2... antara lain mencakup hal-hal sebagai berikut : Menyesuaikan bentuk LHB dari sekolah asal sesuai dengan raport yang digunakan disekolah tujuan Melakukan tes atau program matrikulasi bagi peserta didik pindahan. (……………………. Stempel Sekolah dan Tanda Tangan Orangtua/Wali …………….PINDAH SEKOLAH 1. ...) NIP ……………… Orangtua/Wali (……………………) ……………. Diisi oleh sekolah yang lama KELUAR Tanggal Kelas dan Semester yang ditinggalkan Sebab-sebab keluar.. Sekolah dapat menentukan persyaratan pindah/mutasi peserta didik sesuai prinsip manajemen berbasis sekolah... dan atas permintaan (tertulis) dari : Tanda Tangan Kepala Sekolah. . Kepala Sekolah.….) NIP ……………… Orangtua/Wali (……………………) Sosialisasi KTSP 282 . Kepala Sekolah. Sosialisasi KTSP Contoh Format: Keterangan Pindah Sekolah Nama Siswa: ……………………. 3.) NIP ……………… Orangtua/Wali (……………………) ……………. Kepala Sekolah. …….

... Nomor Induk Nama Sekolah Masuk : a....... .......................................................................................................... Nama Sekolah : …………... : ………......... Di Kelas Tahun Pelajaran _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ ……………............................................................... Bukti Sertifikat / Piagam / Trophy Yang diperoleh (Sebutkan) ........ ..........lain 4 Catatan Khusus Lainnya Sosialisasi KTSP 283 ....... No 1 Prestasi Yang Pernah Dicapai Kurikuler Kelas/Semester Tahun Pelajaran Program : .. ………………......................... ..... ............ ..................... Di Kelas Tahun Pelajaran _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ (…………………….......................... ............................... ....... …… Kepala Sekolah.......................... ....................................... 2 Ekstrakurikuler 3 Lain ...... ......... 1............................................................../.............. 2... : ................... 3.................. 1.. ............... ................. ..... 1........ Nomor Induk Nama Sekolah Masuk : a.................................... 2.... 4................................ ……………................... …… Kepala Sekolah............................ ................ ... 4................. 3............................................. Di Kelas Tahun Pelajaran Masuk _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ ……………............................................................ Tanggal b.......................... 2................Contoh Format: Keterangan Pindah Sekolah Nama Siswa: ……………………. …… Kepala Sekolah.................. Nomor Induk Nama Sekolah Masuk : a.............................. ………………..) NIP............... 3...... Diisi oleh sekolah yang baru No............) NIP... (……………………................ .. 4........... Tanggal b. .................... (……………………..................................... ............................................................ Sosialisasi KTSP Catatan Prestasi Yang Telah Dicapai Nama Peserta Didik : ……………………..…….............................. ....... Nomor Induk : ……………………..................... ………………........ Tanggal b........) NIP................. ........................

Selesai Sosialisasi KTSP 284 .

Departemen Pendidikan Nasional Materi 19 Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal Sosialisasi KTSP PENETAPAN KKM ANALISIS PENCAPAIAN KKM Sosialisasi KTSP 285 .

RAMBU-RAMBU KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran KKM ditetapkan oleh forum MGMP sekolah Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 – 100 Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100 Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah nilai ketuntasan belajar maksimal Nilai KKM harus dicantumkan dalam LHBS Sosialisasi KTSP MEKANISME/LANGKAH-LANGKAH : KKM INDIKATOR KKM KD KKM MP KKM SK Sosialisasi KTSP 286 .

Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsurunsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Sosialisasi KTSP 287 .KRITERIA PENETAPAN KKM • Kompleksitas (Kesulitan & Kerumitan) • Daya dukung • Intake siswa PENETAPAN KKM : menggunakan Format A Sosialisasi KTSP FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleksi tas Daya dukung Intake Nilai KKM 1.1.

Rendah = 1 .Tinggi = 50-64 .Tinggi = 81-100 . daya dukung tinggi dan intake sedang nilainya adalah rata-rata setiap nilai dari kriteria yang kita tentukan.Sedang = 65-80 .Sedang = 65-80 .Rendah = 50-64 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas sedang.Sedang = 2 . Sosialisasi KTSP 288 .Sedang = 2 . Kompleksitas : 2. Dalam menentukan rentang nilai dan menentukan nilai dari setiap kriteria perlu kesepakatan dalam forum MGMP di Sekolah.Rendah = 50-64 .Kompleksitas : 2.Sedang = 65-80 .Rendah = 3 . Dengan menggunakan rentang nilai pada setiap kriteria: 1.MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI A. Daya dukung : 3. Dengan memberikan point pada setiap kriteria yang ditetapkan : 1.Tinggi = 3 . Intake : .Daya dukung : 3.Sedang = 2 .Tinggi = 81-100 . daya dukung tinggi dan intake siswa sedang nilainya adalah: (3 + 3 + 2) x 100 = 88.Tinggi = 1 .Rendah = 1 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah.Rendah = 81-100 .89 9 Sosialisasi KTSP MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI B.Tinggi = 3 . Intake : .

• WAKTU cukup lama karena perlu pengulangan • PENALARAN dan KECERMATAN siswa yang tinggi. daya Dukung tinggi dan intake siswa sedang maka dapat dikatakan hanya satu komponen yang mempengaruhi untuk mencapai ketuntasan maksimal 100 yaitu intake sedang. Sosialisasi KTSP 289 . Daya dukung : .Tinggi .Rendah Contoh : Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah.Sedang .Tinggi . Jadi guru dapat mengurangi nilai menjadi antara 90 – 80. Tingkat Kompleksitas Tinggi.Rendah 2.MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI C. Sosialisasi KTSP TINGKAT KOMPLEKSITAS (Kesulitan & Kerumitan) setiap IP/KD yang harus dicapai oleh siswa.Sedang .Rendah 3.Tinggi .Sedang . Intake : . Dengan memberikan pertimbangan professional judgment pada setiap kriteria untuk menetapkan nilai : 1. Kompleksitas : . bila dalam pelaksanaannya menuntut : • SDM memahami Kompetensi yang harus dicapai Siswa kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pembelajaran.

1. Mendeskripsikan Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleksi tas Daya dukung Intake Nilai KKM hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Rendah 3 74 tinggi 3 sedang 2 88. sarana dan prasarana pendidikan yang sangat dibutuhkan.KEMAMPUAN SUMBERDAYA PENDUKUNG: yaitu ketersediaan tenaga. manajemen sekolah.9 tinggi 1 sedang 2 sedang 2 55. kepedulian stakeholders sekolah. BOP.6 Sedang 2 tinggi 3 sedang 2 77. Sosialisasi KTSP FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator 1.8 Sosialisasi KTSP 290 .

FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleks itas Daya dukung Intake Nilai KKM 1.3 tinggi 55 sedang 80 sedang 70 68. Manfaat Analisis : Sebagai dasar untuk menetapkan KKM pada tahun berikutnya.77 Sedang 75 tinggi 90 sedang 70 78. Sosialisasi KTSP 291 .3 Sedang 78 tinggi 85 sedang 70 77. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Sosialisasi KTSP 74.6 Tujuan Analisis : Mengetahui tingkat ketercapaian KKM yang telah ditetapkan.1.

Selesai Sosialisasi KTSP 292 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful