Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) SEKOLAH DASAR

PowerPoint

Departemen Pendidikan Nasional
Jakarta, Januari 2007

ii

KATA PENGANTAR

Marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, kita bangsa Indonesia telah rnemiliki Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang merupakan tuntutan pelaksanaan pembaharuan pendidikan yang diharapkan dapat mendukung segala upaya untuk memecahkan masalah pendidikan. Dalam proses pembelajaran, kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat penting, selain guru, sarana dan prasarana pendidikan lainnya. Oleh karena itu, kurikulum digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan pendidikan dan sekaligus sebagai salah satu indikator mutu pendidikan. Di Indonesia tercatat telah lima kali revisi kurikulum pendidikan dasar dan menengah, yaitu pada tahun 1968, tahun 1975, tahun 1984, tahun 1994 dan ujicoba kurikulum tahun 2004. Revisi kurikulum tersebut bertujuan untuk mewujudkan kurikulum yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat, guna mengantisipasi perkembangan jaman, serta untuk memberikan guideline atau acuan bagi penyelenggaraan pembelajaran di satuan pendidikan. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa, pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan, dan kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Selanjutnya dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, disebutkan bahwa standar yang terkait langsung dengan kurikulum adalah Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan, dan telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKI, tersebut di atas. Berdasarkan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta panduan yang disusun oleh BSNP, maka Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah diharapkan dapat mengembangkan Kurikilum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah/karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan peserta didik.

iii

Mengingat bahwa SI, SKL dan KTSP ini harus sudah dilaksanakan oleh semua satuan pendidikan dasar dan menengah pada tahun ajaran 2009/2010, maka kegiatan sosialisasi dan pelatihan SI , SKL dan pengembangan KTSP bagi para pendidik, tenaga kependidikan dan para pemangku kepentingan (stakeholders) pendidikan lainnya harus dilakukan kordinasi dan sinergi dengan semua fihak yang terkait, dan segera dilaksanakan secara terencana, terpadu dan berkelanjutan. Untuk itulah maka disusun bahan sosialisasi dan pelatihan SI, SKL dan Pengembangan KTSP yang telah disinkronkan bersama dengan Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, serta Sekretariat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional. Selanjutnya semua kegiatan sosialisasi dan pelatihan SI, SKL dan Pengembangan KTSP tersebut supaya menggunakan bahan yang telah disiapkan ini, sehingga dapat memperlancar dalam mengembangkan KTSP di masing-masing satuan pendidikan dengan baik. Oleh karena itu, semua lapisan masyarakat yang terkait dengan pendidikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, baik sebagai pengambil kebijakan, pelaksana, maupun masyarakat umum hendaknyamemiliki pemahaman yang baik terhadap perubahan kebijakan tentang kurikulum tersebut. Dengan kesetaraan pemahaman tersebut seluruh upaya peningkatan mutu pendidikan nasional akan mendapatkan dukungan dari segala penjuru dan hal ini akan menjamin keberhasilannya.

Jakarta, Januari 2007 Menteri Pendidikan Nasional

Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA

iv

Daftar Isi

Kata Pengantar.............................................................. iii Daftar Isi ..................................................................... v I.
1. 2. 3.

K ebijakan ....................................................................

Undang–Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional..................................................... 3 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan......................................... 15 Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005 - 2009...................................................... 35

1

II. tandar Isi (SI) dan Standar Kompetensi S L ulusan (SKL) ...................................................
4. 5. 6.

55 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI)............................................... 57 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Kelulusan (SKL).................. 69 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Kelulusan (SKL)......................................... 77

III. urikulum Tingkat Satuan Pendidikan K ( KTSP)........................................................................

83 7. Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi............... 85 8. Penyusunan KTSP...................................................... 93 9. Pengembangan Silabus.............................................. 119 10. Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)...................................................................... 137

IV. odel-Model Kurikulum.......................................... 143 M V.

11. Pengembangan Bahan Ajar......................................... 145

M odel-Model Kurikulum.......................................... 153 12. Pengembangan Model Mata Pelajaran Muatan Lokal....... 155 13. Panduan Model Pengembangan Diri untuk Satuan Pendidikan Dasar ..................................................... 165
14. Model Pembelajaran Tematik SD Kelas I-III ................. 181

VI. embelajaran Tematik............................................ 179 P

v

...................... 197 P 15............... Rancangan Penilaian Hasil Belajar. 275 vi ........ 18........... engembangan Bahan Ujian.................. 237 X......... embelajaran Efektif................................. 209 IX.... 199 VIII..... Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal.................. Pengembangan Bahan Ujian & Analisis Hasil Ujian............ 235 P 17..................... 277 19............ Kreatif... 207 16........... Pembelajaran Aktif..........................Penilaian Hasil Belajar.......... 285 L aporan Hasil Belajar (LHB)............. Penyusunan Laporan Hasil Belajar (LHB) Peserta Didik SD/MI......................................................... Efektif & Menyenangkan (PAKEM) di TK & SD....VII.........................

Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009. 2. Undang-Undang No. 3.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) I. KEBIJAKAN 1. 1 . 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan nasional. Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

2 .

Departemen Pendidikan Nasional Materi 1 UNDANG–UNDANG NO. 20 TH.2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Sosialisasi KTSP KTSP Sosialisasi DASAR & FUNGSI PENDIDIKAN NASIONAL Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa Sosialisasi KTSP 3 .

TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang: – beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. pembentukan watak dan kepribadian. Sosialisasi KTSP PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. – berakhlak mulia. pemberdayaan. dan – menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. dan kemajemukan bangsa. nilai kultural. – Pendidikan sistem terbuka: fleksibilitas pilihan dan waktu penyelesaian program lintas satuan dan jalur pendidikan – Pendidikan multimakna: proses pendidikan yang diselenggarakan dengan berorientasi pada pembudayaan. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. kreatif. sehat. nilai keagamaan. serta berbagai kecakapan hidup Sosialisasi KTSP 4 . berilmu. cakap. mandiri.

PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. dan kemampuannya. menulis. e. mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama b. Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. d. mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat. menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan. membangun kemauan. dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. minat. yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama. Sosialisasi KTSP 5 . pindah ke program pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain yang setara. Sosialisasi KTSP HAK PESERTA DIDIK a. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. c. f.

atau bentuk lain yang sederajat. Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK). – Diselenggarakan bagi anak sejak lahir sampai usia 6 tahun dan bukan prasyarat masuk pendidikan dasar Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal. a. Raudhatul Athfal (RA). b. nonformal.KEWAJIBAN PESERTA DIDIK menjaga norma-norma pendidikan untuk menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan. Sosialisasi KTSP 6 . dan/atau informal. kecuali bagi peserta didik yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sosialisasi KTSP PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan.

atau bentuk lain yang sederajat. Sosialisasi KTSP 7 . Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. Sosialisasi KTSP PENDIDIKAN MENENGAH Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar.PENDIDIKAN DASAR Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah. atau bentuk lain yang sederajat. Pendidikan menengah berbentuk sekolah menengah atas (SMA). madrasah aliyah (MA). dan madrasah aliyah kejuruan (MAK). sekolah menengah kejuruan (SMK). Pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs).

pembiayaan. dan tidak mampu dari segi ekonomi. emosional. tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. penjaminan. dan pembiayaan. dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. sarana dan prasarana. Sosialisasi KTSP 8 . sarana dan prasarana. proses. dan/atau mengalami bencana alam. Pengembangan standar nasional pendidikan serta pemantauan dan pelaporan pencapaiannya secara nasional dilaksanakan oleh suatu badan standardisasi. dan pengendalian mutu pendidikan. sosial. pengelolaan. pengelolaan. Standar nasional pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum. kompetensi lulusan. Dapat diselenggarakan secara inklusif atau berupa satuan pendidikan khusus Pendidikan layanan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang. masyarakat adat yang terpencil. tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.PENDIDIKAN KHUSUS DAN LAYANAN KHUSUS Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik. mental. Sosialisasi KTSP STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi. bencana sosial. dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala.

dan peserta didik. potensi daerah. Sosialisasi KTSP KURIKULUM 1. Pengembangan kurikulum secara berdiversifikasi dimaksudkan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan pada satuan pendidikan dengan kondisi dan kekhasan potensi yang ada di daerah Sosialisasi KTSP 9 . dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. isi.KURIKULUM: PENGERTIAN DASAR Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. 2. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

dan j. i. peningkatan iman dan takwa. peningkatan akhlak mulia. teknologi. agama. persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. dan minat peserta didik. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. kecerdasan. c. b. d. dan seni. peningkatan potensi. Sosialisasi KTSP Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah. keragaman potensi daerah dan lingkungan. Sosialisasi KTSP 10 .KURIKULUM 3. Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: a. f. g. dinamika perkembangan global. h. perkembangan ilmu pengetahuan. tuntutan dunia kerja. Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. e.

Sosialisasi KTSP DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DAN MADRASAH PENGERTIAN DASAR Komite sekolah/madrasah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/wali peserta didik.MUATAN WAJIB KURIKULUM PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH a. f. h. pendidikan kewarganegaraan. i. komunitas sekolah. ilmu pengetahuan sosial. b. matematika. serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan. c. g. keterampilan/kejuruan. e. ilmu pengetahuan alam. dan evaluasi program pendidikan melalui dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah. Sosialisasi KTSP 11 . pengawasan. pendidikan agama. d. pendidikan jasmani dan olahraga. bahasa. dan muatan lokal. seni dan budaya. Masyarakat berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan yang meliputi perencanaan. j.

kemajuan. arahan dan dukungan tenaga. Komite sekolah/madrasah. lembaga. provinsi. sarana dan prasarana. Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses. Evaluasi dilakukan terhadap peserta didik. Sosialisasi KTSP 12 . satuan. sebagai lembaga mandiri. dan jenis pendidikan.DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DAN MADRASAH Dewan pendidikan sebagai lembaga mandiri dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan pertimbangan. arahan dan dukungan tenaga. serta pengawasan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. dan kabupaten/kota yang tidak mempunyai hubungan hirarkis. dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. sarana dan prasarana. dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan. dan program pendidikan pada jalur formal dan nonformal untuk semua jenjang. serta pengawasan pendidikan pada tingkat nasional. Sosialisasi KTSP EVALUASI Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Masyarakat dan/atau organisasi profesi dapat membentuk lembaga yang mandiri untuk melakukan evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 13 . satuan pendidikan. menyeluruh. jenjang. satuan. Pemerintah dan pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola. dan jenis pendidikan. dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala. jalur. transparan. dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan.EVALUASI Evaluasi peserta didik.

14 .

pengetahuan. standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. d. kompetensi mata pelajaran. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. serta pendidikan dalam jabatan. Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. 2. Lingkup Standar Nasional Pendidikan meliputi: Sosialisasi KTSP 15 . standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental. a. kompetensi bahan kajian. c. standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. dan keterampilan.Departemen Pendidikan Nasional Materi 2 PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 Tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Sosialisasi KTSP KTSP Sosialisasi LINGKUP SNP 1. b.

yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. nasional. bengkel kerja. dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana. dan global. pelaksanaan. terarah.LINGKUP SNP Lanjutan e. 4. standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. dan h. prosedur. g. dan sertifikasi. tempat berkreasi dan berekreasi. perpustakaan. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. serta sumber belajar lain. standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan. tempat beribadah. Untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan dilakukan evaluasi. tempat berolahraga. f. tempat bermain. standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar. kabupaten/kota. akreditasi. Sosialisasi KTSP 16 . provinsi. laboratorium. Sosialisasi KTSP LINGKUP SNP Lanjutan 3. dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal.

dan kesehatan. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. beban belajar. kejuruan. dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: a. Standar isi mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. dan kalender pendidikan/akademik. kurikulum tingkat satuan pendidikan. Standar isi memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum. olah raga. kelompok mata pelajaran estetika. d. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. c. Satuan pendidikan nonformal dalam bentuk kursus dan lembaga pelatihan menggunakan kurikulum berbasis kompetensi yang memuat pendidikan kecakapan hidup dan keterampilan. kelompok mata pelajaran jasmani. b. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 1. Kurikulum untuk jenis pendidikan umum. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Sosialisasi KTSP 17 . e. Kurikulum untuk jenis pendidikan keagamaan formal terdiri atas kelompok mata pelajaran yang ditentukan berdasarkan tujuan pendidikan keagamaan. 3. 2.STANDAR ISI 1. 2.

jasmani. Sosialisasi KTSP 18 . SMK/MAK. kecakapan berhitung. SMA/MA/SMALB/ Paket C. SMK/MAK. bahasa. Setiap kelompok mata pelajaran dilaksanakan secara holistik sehingga pembelajaran masing-masing kelompok mata pelajaran mempengaruhi pemahaman dan/atau penghayatan peserta didik. estetika. seni dan budaya. SMA/MA/ SMALB/ Paket C. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SD/MI/SDLB/Paket A. Semua kelompok mata pelajaran sama pentingnya dalam menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah. Kurikulum dan silabus SD/MI/SDLB/Paket A. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia pada SD/MI/SDLB/Paket A. dan kesehatan. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 7. 6. atau bentuk lain yang sederajat menekankan pentingnya kemampuan dan kegemaran membaca dan menulis. kepribadian. ilmu pengetahuan dan teknologi. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. kewarganegaraan. serta kemampuan berkomunikasi.KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 4. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. akhlak mulia. 5. olah raga. dan pendidikan jasmani. kewarganegaraan. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. SMP/MTs/SMPLB/ Paket B. 8.

ilmu pengetahuan sosial. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan/atau semester sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. keterampilan/kejuruan. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. SMK/MAK. keterampilan/kejuruan. matematika. ilmu pengetahuan alam. dan muatan lokal yang relevan. ilmu pengetahuan sosial. dan muatan lokal yang relevan. olah raga. olahraga. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. c. serta muatan lokal yang relevan. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa.KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 9. SMA/MA/SMALB/Paket C. kejuruan. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 10. d. serta muatan lokal yang relevan. SMK/MAK. ilmu pengetahuan alam. keterampilan. ilmu pengetahuan alam. Kompetensi tersebut terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar. SMA/MA/SMALB/ Paket C. matematika. ilmu pengetahuan alam. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada : a. matematika. SD/MI/ SDLB/Paket A. 11. dan/atau teknologi informasi dan komunikasi. pendidikan kesehatan. b. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. ilmu pengetahuan sosial. SMA/MA/SMALB/Paket C. dan muatan lokal yang relevan. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. Kelompok mata pelajaran estetika pada SD/MI/SDLB/Paket A. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. teknologi informasi dan komunikasi. ilmu pengetahuan alam. ilmu pengetahuan sosial. teknologi informasi dan komunikasi. seni dan budaya. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. dan kesehatan pada SD/MI/SDLB/ Paket A. matematika. 13. 12. keterampilan. Kelompok mata pelajaran jasmani. SMK/ MAK. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. Sosialisasi KTSP 19 . serta muatan lokal yang relevan. keterampilan/kejuruan.

Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB. 3. Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR 4. Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB. SMP/MTs/SMPLB. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori mandiri dinyatakan dalam satuan kredit semester. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori standar dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester. penugasan terstruktur. Beban belajar untuk SD/MI/SDLB. 6. Beban belajar pada pendidikan kesetaraan disampaikan dalam bentuk tatap muka. sesuai kebutuhan dan ciri khas masingmasing. MI/MTs/MA atau bentuk lain yang sederajat dapat menambahkan beban belajar untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian sesuai dengan kebutuhan dan ciri khasnya.BEBAN BELAJAR 1. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat menggunakan jam pembelajaran setiap minggu setiap semester dengan sistem tatap muka. Beban belajar untuk SMP/MTs/SMPLB. SMA/MA/SMLB. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. dan kegiatan mandiri yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan. 2. dan kegiatan mandiri yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan. praktek keterampilan. Beban belajar pada pendidikan kesetaraan disampaikan dalam bentuk tatap muka. atau bentuk lain yang sederajat dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester (SKS). Sosialisasi KTSP 20 . praktek keterampilan. 5.

kelompok mata pelajaran pendidikan estetika. 12. Pendidikan kecakapan hidup yang mencakup kecakapan pribadi. olah raga. 9. 8. Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR 11. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup. Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat. kecakapan sosial. Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat dan kurikulum untuk SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal. kecakapan akademik. pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Sosialisasi KTSP 21 . Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. dan kesehatan. SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat. dan kecakapan vokasional.BEBAN BELAJAR 7.

Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/ SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB. olah raga. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Panduan ini berisi sekurang-kurangnya: a. atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. dan kesehatan. b.BEBAN BELAJAR 13. dan SMK/MAK pada jalur pendidikan formal kategori mandiri. pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. 14. dan SMK/MAK pada jalur pendidikan formal kategori standar. Sosialisasi KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 1. Sosialisasi KTSP 22 . 2. pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah keagamaan berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. Panduan ini berisi sekurangkurangnya model-model kurikulum satuan pendidikan keagamaan jenjang pendidikan dasar dan menengah. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/ SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB. pendidikan kelompok mata pelajaran estetika.

atau bentuk lain yang sederajat dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. di bawah supervisi dinas kabupaten/ kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan untuk SD. SMA. 4. potensi daerah/karakteristik daerah. atau madrasah dan komite madrasah. Sekolah dan komite sekolah. Kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya untuk program paket A. Sosialisasi KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 5. Sosialisasi KTSP 23 . MTs. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. dan peserta didik.KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 3. dan SMK. MA. sosial budaya masyarakat setempat. SMK/MAK. 6. dan C ditetapkan oleh dinas kabupaten/kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan berdasarkan kerangka dasar kurikulum sesuai dengan peraturan pemerintah ini dan standar kompetensi lulusan. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. SMP/MTs/SMPLB. B. Kurikulum tingkat satuan pendidikan SD/MI/SDLB. SMP. dan MAK. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan tersebut sekurang-kurangnya meliputi model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem paket dan model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem kredit semester. SMA/MA/SMALB.

pengetahuan. • Kompetensi lulusan untuk mata pelajaran bahasa menekankan pada kemampuan membaca dan menulis yang sesuai dengan jenjang pendidikan.KALENDER PENDIDIKAN 1. Hari libur dapat berbentuk jeda tengah semester selama-lamanya satu minggu dan jeda antar semester. Sosialisasi KTSP STANDAR KOMPETENSI LULUSAN • Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. • Standar kompetensi lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. minggu efektif belajar. Sosialisasi KTSP 24 . • Kompetensi lulusan mencakup sikap. 2. dan keterampilan. dan hari libur. Kalender pendidikan/kalender akademik mencakup permulaan tahun ajaran. waktu pembelajaran efektif.

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN • Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan. pengetahuan. pengetahuan. ahklak mulia. ahklak mulia. – penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan. kepribadian. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. • Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. Sosialisasi KTSP 25 . serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. kepribadian. kepribadian. ahklak mulia. Sosialisasi KTSP STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN • Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: – penilaian hasil belajar oleh pendidik. dan – penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. pengetahuan. • Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan.

Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. 5. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. 2. kemajuan. dan ulangan kenaikan kelas. Penilaian ini digunakan untuk: – menilai pencapaian kompetensi peserta didik. Sosialisasi KTSP 26 . dan kesehatan dilakukan melalui: a. ulangan tengah semester. dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai 4. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi diukur melalui ulangan. ujian.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 1. dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. ulangan. ulangan akhir semester. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. – bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. dan – memperbaiki proses pembelajaran. serta b. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 3. olah raga. penugasan. pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik. ulangan. pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. dan b. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui: a.

Untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah BSNP menerbitkan panduan penilaian untuk: a. Penilaian akhir mempertimbangkan hasil penilaian peserta didik oleh pendidik Sosialisasi KTSP 27 . Penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. kelompok mata pelajaran estetika. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 6. b. olah raga. kelompok mata pelajaran estetika. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH SATUAN PENDIDIKAN 1. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. 2. dan kesehatan. dan kesehatan merupakan penilaian akhir untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. olahraga. d. 3. dan e. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. kelompok mata pelajaran jasmani. dan kelompok mata pelajaran jasmani. c.

Untuk dapat mengikuti ujian sekolah/madrasah. Penilaian ini bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional. Ujian nasional diadakan sekurang-kurangnya satu kali dan sebanyak-banyaknya dua kali dalam satu tahun pelajaran. olah raga. 2. Penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan melalui ujian sekolah/madrasah untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. dan akuntabel.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH SATUAN PENDIDIKAN 4. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. berkeadilan. pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. 3. peserta didik harus mendapatkan nilai yang sama atau lebih besar dari nilai batas ambang kompetensi yang dirumuskan oleh BSNP. serta kelompok mata pelajaran jasmani. Sosialisasi KTSP 28 . Ujian nasional dilakukan secara obyektif. 5. kelompok mata pelajaran estetika. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 1. dan kesehatan.

PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 4. Setiap peserta didik jalur formal pendidikan dasar dan menengah dan pendidikan jalur nonformal kesetaraan berhak mengikuti ujian nasional dan berhak mengulanginya sepanjang belum dinyatakan lulus dari satuan pendidikan. b. c. Peserta ujian nasional memperoleh surat keterangan hasil ujian nasional yang diterbitkan oleh satuan pendidikan penyelenggara Ujian Nasional. 8. Hasil ujian nasional digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk: a. dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 6. 7. Setiap peserta didik wajib mengikuti satu kali ujian nasional tanpa dipungut biaya. penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan. pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. d. Peserta didik pendidikan informal dapat mengikuti ujian nasional setelah memenuhi syarat yang ditetapkan oleh BSNP. pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan. Sosialisasi KTSP 29 . 5.

Bahasa Inggris. Pada program paket B. Matematika. Matematika. Matematika. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada program paket A. Matematika. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Kewarganegaraan. Pada jenjang SD/MI/SDLB. Pada SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat. Pada program paket C. Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia. Matematika. Bahasa Inggris. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). 7. Bahasa Inggris. 2. Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. atau bentuk lain yang sederajat. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. atau bentuk lain yang sederajat. Pada jenjang SMP/MTs/SMPLB. Matematika. dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program pendidikan. Matematika. Bahasa Inggris. Bahasa Inggris. 4. Sosialisasi KTSP 30 . Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Kewarganegaraan. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Pada jenjang SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat. Sosialisasi KTSP UJIAN NASIONAL 5. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia.UJIAN NASIONAL Mata pelajaran yang diujikan: 1. 3. dan mata pelajaran kejuruan yang menjadi ciri khas program pendidikan. dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program pendidikan. 6.

kelompok mata pelajaran estetika. c. lulus Ujian Nasional. 2. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. sistematis. dan terencana dalam suatu program penjaminan mutu yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas. Penjaminan mutu pendidikan bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan. menyelesaikan seluruh program pembelajaran. 3. dan d. b. lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. olah raga. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. dan kelompok mata pelajaran jasmani. Sosialisasi KTSP 31 . Setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan. dan kesehatan. Penjaminan mutu pendidikan dilakukan secara bertahap. Sosialisasi KTSP PENJAMINAN MUTU 1.KELULUSAN Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: a.

10. Sosialisasi KTSP PENJAMINAN MUTU 7. 9. Pemerintah Provinsi mensupervisi dan membantu satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya untuk meyelenggarakan atau mengatur penyelenggaraannya dalam melakukan penjaminan mutu. Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud pada ayat (6).PENJAMINAN MUTU 4. 5. dan kepada Pemerintah dan Pemerintah Daerah. 8. Menteri yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama mensupervisi dan membantu satuan pendidikan keagamaan melakukan penjaminan mutu. BAN-PNF. LPMP bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan Perguruan tinggi. Menteri menerbitkan pedoman program penjaminan mutu satuan pendidikan pada semua jenis. 6. Pemerintah Kabupaten/Kota mensupervisi dan membantu satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya untuk meyelenggarakan atau mengatur penyelenggaraannya dalam melakukan penjaminan mutu. Sosialisasi KTSP 32 . dan BAN-PT memberikan rekomendasi penjaminan mutu pendidikan kepada program dan/atau satuan pendidikan yang diakreditasi. jenjang dan jalur pendidikan. LPMP mensupervisi dan membantu satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dalam melakukan upaya penjaminan mutu pendidikan. BAN-S/M.

Penyelenggaraan satuan pendidikan yang tidak mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan ini dapat memperoleh pengakuan dari Pemerintah atas dasar rekomendasi dari BSNP.PENJAMINAN MUTU 11. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 33 . 12. Rekomendasi dari BSNP tersebut didasarkan pada penilaian khusus.

34 .

Materi 3 RENCANA STRATEGIS DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN 2005 . dan ikut melaksanakan ketertiban dunia … Amanat Pasal 31 UUD 1945 (1) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. yang diatur dengan UndangUndang (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. Peraturan Pemerintah No. Amanat Undang-Undang No. 25 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (2004-2009) Pendidikan ditetapkan sebagai salah satu prioritas dalam agenda utama pembangunan nasional. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. serta (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. mencerdaskan kehidupan bangsa. (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. 2 • • 35 .2009 1 PENDAHULUAN • • Amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) … melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum.

Peningkatan pencitraan publik 34.5 Tahun 2004 tentang percepatan pemberantasan KKN 36. Pengembangan aplikasi SIM secara terintegrasi (Keuangan. Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan 2. Aset. Program Penguatan Kelembagaan Pengarus. Pendidikan Tinggi 5. 4. Program Penelitian dan Pengembangan Iptek 3. 7. BPKP. Pembangunan sekolah bertaraf internasional di setiap propinsi dan/atau kabupaten/kota 11. Kegiatan Pokok Pemerintah Perluasan akses PAUD Pendanaan biaya operasi wajar Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan wajar Rekrutmen pendidik dan tenaga kependidikan (program wajar) Perluasan akses pendidikan wajar pada jalur nonformal Perluasan akses SLB dan sekolah inklusif Pengembangan sekolah wajar layanan khusus bagi daerah terpencil/kepulauan yang berpenduduk jarang dan terpencar. TPA Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun – SD. Peningkatan ketaatan aparat pada peraturan perundang-undangan 33. Peningkatan peran serta masyarakat dalam perluasan akses SMA/SMK/SM Terpadu. 25. KB. Peningkatan kapasitas dan kompetensi managerial aparat 31.utamaan Gender dan Anak 4. Perbaikan sarana dan prasarana 28. Pemanfaatan ICT sebagai media pembelajaran jarak jauh 26. Pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan 6. Pendidikan Menengah 10. SLB. Implementasi dan penyempurnaan SNP oleh BSNP 15. Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Negara 5. Perluasan akses pendidikan keaksaraan bagi penduduk usia >15 tahun 9. dan PT 14. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengelola pendidikan 12. 6. Perluasan dan peningkatan mutu akreditasi 19. vokasi. SMP. dan BPK 38. 1. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara 4 36 . 3. Pelaksanaan Inpres No. Penataan regulasi pengelolaan pendidikan 32. Penjaminan mutu secara terprogram dengan mengacu kepada SNP 16. Program Pengelolaan Sumberdaya Manusia Aparatur 7.PROGRAM PENGUATAN KEBIJAKAN DEPDIKNAS DENGAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH BAPPENAS Program Bappenas 1. BPKP. Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Kegiatan Pokok Pemerintah 13. Penyelesaian tindak lanjut temuan-temuan pemeriksaan Itjen. 3. Perluasan akses PT Mendorong jumlah jurusan di PT yang masuk dalam 100 besar Asia Akselerasi jumlah program studi kejuruan. Pendidikan Keterampilan Hidup 20. MI. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pemeriksaan aparat Itjen 35. Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraan dan Kepemerintahan 6. Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 3 PROGRAM PENGUATAN KEBIJAKAN DEPDIKNAS DENGAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH BAPPENAS Program Bappenas 7. 23. 2. Perluasan akses SMA/SMK dan SMA terpadu 21. Pengembangan sekolah berbasis keunggulan lokal di setiap Kab/Kota 22. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan 27. dan profesi Peningkatan jumlah dan mutu publikasi ilmiah dan HAKI 4. Intensifikasi dan ekstensifikasi pemeriksaan oleh Itjen. Perluasan pendidikan kecakapan hidup 17. RA. dan BPK 39. 2. Intensifikasi tindakan-tindakan preventif oleh Itjen 37. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) – TK. Peningkatan SPI berkoordinasi dengan BPKP dan BPK 29. Kepegawaian. Pengembangan guru sebagai profesi 18. 24. Manajemen Pelayanan Pendidikan Program-program lainnya 1. Pendidikan Non Formal 5. dan data lainnya) 8. MTs 8. Peningkatan kapasitas dan kompetensi aparat dalam perencanaan dan pengangaran 30.

dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 B. dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. AMANAT UNDANG-UNDANG NO 20/2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 6 37 .DASAR KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL A. Tata Nilai Departemen Pendidikan Nasional 5 A. Amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. tercantum bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berhak mengarahkan. membimbing. Visi Pendidikan Nasional C. membantu. Misi Pendidikan Nasional D.

6. membangun kemauan. Meningkatkan iman. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. Meningkatkan pemerataan kesempatan belajar pada semua jalur. dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. Meningkatkan sensitifitas dan kemampuan ekspresi estetis. Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. 8 38 . 4. Meningkatkan kualitas jasmani. kelompok etnis. takwa. Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. jenis kelamin. Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. jenis. tidak diskriminatif. agama. emosi. 4. 3. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. nilai kultural. Meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. TUJUAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA MENENGAH 1. dan kelainan fisik. 5. nilai keagamaan. status sosial-ekonomi. menulis. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. dan kemajemukan bangsa. 5. 2.PASAL 4 UU 20/2003 Tentang SISDIKNAS: PRINSIP-PRINSIP DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN 1. 3. mental serta intelektual. dan akhlak mulia. dan jenjang pendidikan bagi semua warga negara secara adil. 7 2. dan demokratis tanpa membedakan tempat tinggal.

bermutu. Meningkatkan kualitas pendidikan dengan tersedianya standar pendidikan nasional dan Standar Pelayanan Minimal (SPM). dan keterampilan. ahli dan profesional. dan relevan sebagai landasan yang kokoh bagi pengembangan kualitas manusia Indonesia. pengembangan dan penciptaan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh perguruan tinggi serta penyebarluasan dan penerapannya pada masyarakat. 9 9. terampil. Menurunkan secara signifikan jumlah penduduk buta aksara. bermutu. putus sekolah dalam dan antar jenjang serta penduduk lainnya yang ingin meningkatkan pengetahuan. Meningkatkan relevansi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan melalui peningkatan hasil penelitian. 8. kemampuan. buta aksara. serta memiliki kecakapan hidup yang dapat membantu dirinya dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan. Meningkatkan daya saing bangsa dengan menghasilkan lulusan yang mandiri.6. 11. Memperluas akses pendidikan non-formal bagi penduduk laki-laki maupun perempuan yang belum sekolah. 10 39 . 7. tidak pernah sekolah. mampu belajar sepanjang hayat. 10. Menuntaskan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun secara efisien. serta meningkatkan kualifikasi minimun dan sertifikasi bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan lainnya.

dan demokratis dalam suatu tata kelola yang baik dan akuntabel. serta efektivitas pelaksanaan otonomi dan desentralisasi pendidikan termasuk otonomi keilmuan. 11 B. 14. dan nepotisme untuk mewujudkan Pemerintah yang bersih dan berwibawa. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas manajemen pelayanan pendidikan melalui peningkatan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah. Menata sistem pengaturan dan pengelolaan pendidikan yang semakin efisien.12. produktif. VISI PENDIDKAN NASIONAL Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Mempercepat pemberantasan korupsi. peran serta masyarakat dalam pembangunan pendidikan. 13. kolusi. Sejalan dengan Visi Pendidikan Nasional tersebut. Depdiknas berhasrat untuk pada tahun 2025 menghasilkan: INSAN INDONESIA CERDAS DAN KOMPETITIF (Insan Kamil / Insan Paripurna) 12 40 .

terampil. mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia. •Aktualisasi insan adiraga. ketakwaan dan akhlak mulia termasuk budi pekerti luhur dan kepribadian unggul. MISI PENDIDIKAN NASIONAL 1. –menjunjung tinggi hak asasi manusia. serta kompetensi untuk mengekspresikannya. sikap.Insan Cerdas Komprehensif dan Kompetitif Makna Insan Indonesia Cerdas Komprehensif Cerdas spiritual •Beraktualisasi diri melalui olah hati/kalbu untuk menumbuhkan dan memperkuat keimanan. serta –berwawasan kebangsaan dengan kesadaran akan hak dan kewajiban warga negara. pengalaman. meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. •Beraktualisasi diri melalui olah pikir untuk memperoleh kompetensi dan kemandirian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Selaras dengan Misi Pendidikan Nasional tersebut. –ceria dan percaya diri. dan trengginas. membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar. 3. •Beraktualisasi diri melalui olah rasa untuk meningkatkan sensitivitas dan apresiasivitas akan kehalusan dan keindahan seni dan budaya. –menghargai kebhinekaan dalam bermasyarakat dan bernegara. dan 5. –demokratis. bugar. Depdiknas untuk tahun 2005 – 2009 menetapkan Misi sebagai berikut: MEWUJUDKAN PENDIDIKAN YANG MAMPU MEMBANGUN INSAN INDONESIA CERDAS KOMPREHENSIF DAN KOMPETITIF. 14 41 . kreatif dan imajinatif. •Aktualisasi insan intelektual yang kritis. •Beraktualisasi diri melalui interaksi sosial yang: –membina dan memupuk hubungan timbal balik. 2. –empatik dan simpatik. sigap. •Berkepribadian unggul dan gandrung akan keunggulan •Bersemangat juang tinggi •Mandiri •Pantang menyerah •Pembangun dan pembina jejaring •Bersahabat dengan perubahan •Inovatif dan menjadi agen perubahan •Produktif •Sadar mutu •Berorientasi global •Pembelajar sepanjang hayat Makna Insan Indonesia Kompetitif Cerdas emosional & sosial Kompetitif Cerdas intelektual Cerdas kinestetis 13 C. memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan RI. meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral. berdaya-tahan. •Beraktualisasi diri melalui olah raga untuk mewujudkan insan yang sehat. 4. keterampilan. dan nilai berdasarkan standar nasional dan global.

D. Bertanggung Jawab dan Mandiri 5. Taat Azas 8. 3. Memotivasi (Motivating) 4. Visioner dan Berwawasan 2. 2. Penguatan tata kelola. Mengilhami (Inspiring) 5. 16 42 . TATA NILAI DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL INPUT VALUES Nilai-nilai yang diharapkan ditemukan dalam diri setiap pegawai Depdiknas PROCESS VALUES Nilai-nilai yang harus diperhatikan dalam bekerja di Depdiknas. Produktif (Efektif dan Efisien) 2. dan daya saing keluaran pendidikan. akuntabilitas. relevansi. Membudayakan (Cultureforming) 7. Berkeadilan. Gandrung Mutu Tinggi (Service Excellence) 3. dalam rangka mencapai dan mempertahankan kondisi keunggulan OUTPUT VALUES Nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh mereka yang berkepentingan terhadap Depdiknas PENYELENGGARA DAN PENGELOLA PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN & MANAJEMEN YANG PRIMA BERORIENTASI KEPADA KEPENTINGAN PEMAKAI LAYANAN PENDIDIKAN 1. Memberdayakan (Em powering) 6. Belajar Sepanjang Hayat 1. Amanah 2. Profesional 3. Kreatif 6. Koordinatif dan Bersinergi dalam Kerangka KerjaTim 9. danInklusif 15 TIGA PILAR KEBIJAKAN PENDIDIKAN 1. Dapat Dipercaya (Andal) 4. Disiplin 7. Responsif dan Aspiratif 5. Demokratis. Antusias dan Bermotivasi Tinggi 4. Peduli dan Menghargai orang lain 8. Antisipatif dan Inovatif 6. dan citra publik pendidikan. Menjadi Teladan 3. Peningkatan mutu. Akuntabel 1. Pemerataan dan perluasan akses pendidikan.

2 th Yang berpendidikan SLTP 36.8 64.48 % APM 93.2 27.5 69.5 % APS 53.24 % APK 54.55% Dalam rangka penuntasan Wajar Dikdas 9 tahun.9 60.38 % APK 14.5 Antar Provinsi APM Dalam Provinsi 39.AKSES PENDIDIKAN Rata-rata tingkat pendidikan masyarakat masih rendah (2004) Kelompok usia > 15 th Kelompok usia > 15 th Kelompok usia > 15 th Rata-rata lama sekolah 7.2% Yang buta aksara 9.8 72.5 29.26 % 17 Kontribusi Sumber Kesenjangan Akses Pendidikan Antar dan Intra Provinsi Sumber Kesenjangan SD/ MI SMP/ MTs SM/ MA Antar Provinsi APK Dalam Provinsi 30.2 35.1 18 43 .5 70. masalah perluasan akses lebih menonjol terjadi pada jenjang SMP/MTs Tingkat partisipasi pendidikan makin rendah pada jenjang pendidikan yang makin tinggi (2004) Kelompok usia 7-12 tahun Kelompok usia 13-15 tahun Kelompok usia SLTA Pendidikan Tinggi APS 96.8 29.8 % APS 83.04 % APM 65.2 70.

00 98. Proses pembelajaran yang belum efisien dan efektif.50 P ersen tase 98.00 1995 1998 2002 Tahun 19 Laki-laki Perempuan+Laki2 2003 2004 MUTU PENDIDIKAN (2004) 1.00 97.50 97. 2. Ketersediaan pendidik dan tenaga kependidikan serta kesejahteraannya yang belum memadai baik secara kuantitas maupun kualitas.50 96. Pendanaan pendidikan yang belum memadai untuk menunjang mutu pembelajaran. Prasarana dan sarana belajar yang terbatas dan belum didayagunakan secara optimal.Tingkat Keaksaraan Penduduk Usia 15-24 Tahun 1995-2004 Perempuan 99. 3. 20 44 . serta 4.00 96.

748 452.33 11.559 236.114 147.18 Sarjana (%) 3.17 25.31 0.45 0.286 Ijazah Tertinggi < D1 (%) 90.255 230.33 0.46 21 RASIO PENDIDIKAN TAHUN 2002/2003 Sumber: PDIP – Balitbang.55 40.54 D2 (%) 5.069 8.88 46.89 1.304 1.37 23.79 D3 (%) 5.33 0.58 49.30 42.14 21.05 0.39 72.06 1.75 64.03 69.16 56.57 47.927 466.23 2.92 30.10 3.54 S2/S3 (%) 0.35 8.33 43. 2004 22 45 .33 1.10 26.234.KUALIFIKASI PENDIDIK TAHUN 2002/2003 Jenjang No Pendidikan 1 2 3 4 5 6 7 8 TK SLB SD SMP SM SMA SMK PT Jumlah Guru 137.86 1.62 2.

832 107.62 12. Tidak Layak SMA 3 a.7 49.3 45.63 5.2 66.559 83.311 67.3 100.0 19.395 558. 2004 Kelayakan Negeri 1.9 100. Layak b.531 202.34 92.4 23.258 187.631 43.6 46.1 33.588 2.3 20. Layak b.070 584.379 35.1 35.051 40.0 15.0 Swasta 91.675 311.864 % 34.720 108.710 609.234.424 48.217 96.803 87.0 50.0 37.7 12.290 1 2 3 4 SD SMP SMA SMK 364.237 9.811 122.581 23.480 78.5 67.29 92.961 % 100.260 98.9 100.GURU DAN KEPALA SEKOLAH MENURUT KELAYAKAN MENGAJAR TAHUN 2002/2003 No.914 55.598 4.6 29.919 % 23.00 Rusak Ringan 299.12 2.430 75.283 % 7.4 33.0 14.598 63.643 230.3 4.440 155.599 1.507 Sumber: Pusat Data dan Informasi Pendidikan.1 17.315 50.645 27.03 3.748 299.6 47.143.857 41.7 29. Layak b.684 147.12 82.3 53.4 3. Tidak Layak SMP 2 a. Layak b.3 23 KONDISI RUANG BELAJAR TAHUN 2003 No Bangunan/ Gedung Kondisi Bangunan Ruang Belajar Layak pakai Jumlah % 42.385 58.0 64.7 43.114 154.7 43.412 97.00 865.59 5.927 625.26 5.967 20.105 167.217 466.678 % 92.283 72.408 89.0 67.00 Rusak Berat 201. SD 1 a.416 4. Balitbang Depdiknas (2003) 24 46 .0 56. Tidak Layak Sumber: PDIP – Balitbang.1 32.3 Jumlah 1.542 155. Tidak Layak SMK 4 a.4 38.

92 4.93 0.82 ANGKA PUTUS SEKOLAH MENURUT JENJANG PENDIDIKAN DAN JENIS KELAMIN TAHUN 2004 6 5 4 3 2 1 0 SD SMP Laki2 SMA/SMK Rerata 26 PT Perempuan 47 .96 1. TAHUN 2004 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 Kl s Kl s Kl s Kl s Kl s Kl s R er a 25 7.07 2.26 ta 1 2 3 4 5 6 3.ANGKA MENGULANG KELAS SD MENURUT TINGKAT.68 4.

0 0 5 . 3.0 0 7 .0 0 6 .0 0 2 .0 0 1 .0 0 4 . 2.Nilai Ujian Nasional SMA Program IPA Tahun 2003/04 dan 2004/05 8 .0 0 3 . Belum didukung oleh data dan informasi yang akurat pada berbagai tingkatan pemerintahan. 28 48 .0 0 0 .0 0 B In d B In g g 2 0 0 3 /0 4 Mat 2 0 0 4 /0 5 27 R a ta 2 TATA KELOLA DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL (2004) 1. Desentralisasi bidang pendidikan. Pentingnya pengawasan terhadap berbagai program dan kegiatan yang terkait dengan upaya pemerataan dan perluasan akses serta peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan.

12 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai Sarana Pembelajaran Jarak Jauh 1.5 Perluasan akses pendidikan keaksaraan bagi penduduk usia >15 tahun 1. Peningkatan Mutu Pendidikan.10 Perluasan Akses SMA/SMK dan SM Terpadu 1. dan Daya Saing 3.8 Perluasan akses Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) PEMERATAAN & PERLUASAN AKSES PENDIDIKAN 1.4 Perluasan akses pendidikan Wajar pada jalur nonformal 1. dan Citra Publik.1 Pendanaan Biaya Operasional Wajar Dikdas 9 Tahun 1.3 Rekruitmen Pendidik dan Tenaga Kependidikan 30 49 . Relevansi.9 Pendidikan Kecakapan Hidup 1. SLB. KEBIJAKAN DALAM PEMERATAAN DAN PERLUASAN AKSES PENDIDIKAN 1.KEBIJAKAN POKOK PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL 1. Penguatan Tata Kelola.13 Peningkatan peran serta Masyarakat dalam Perluasan Akses SMA.7 Pengembangan Pendidikan Layanan Khusus bagi Anak Usia Wajar Dikdas di Daerah Bermasalah 1. Akuntabilitas.6 Perluasan Akses Sekolah Luar Biasa dan Sekolah Inklusif 1. dan PT 1. 29 1.2 Penyediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Wajar 1.11 Perluasan Akses Perguruan Tinggi 1. Pemerataan dan Perluasan Akses 2. SMK/SM Terpadu.

7b Peningkatan Kreativitas. dan BPK 3.4a Pengembangan Guru sebagai Profesi 2.1 Peningkatan Sistem Pengendalian Internal Berkoordinasi dengan BPKP dan BPK Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Manajerial Aparat 3.3 Perluasan dan Peningkatan Mutu Akreditasi oleh BAN -SM.7a PENINGKATAN MUTU. dan Data Lainnya) 3.8 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Pengelola Pendidikan - PENGUATAN TATA KELOLA.undangan 3. BAN -PNf dan BAN-PT 2. vokasi. AKUNTABILITAS.3 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Aparat Perencanaan dan Penganggaran 3. dan DAYA SAING 2.5 Penataan Ketaatan pada Peraturan Perundang .8 Pengembangan Sekolah Berbasis Keunggulan Lokal di Setiap Kabupaten/Kota 31 3.2.4 3. KEBIJAKAN DALAM PENINGKATAN MUTU.11 Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pemeriksaan oleh Itjen. AKUNTABILITAS DAN CITRA PUBLIK 32 50 . dan PENCITRAAN PUBLIK 3.13 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan 2. dan BPK 3. Aset.4b Pembinaan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Nonformal 2.12 Penyelesaian Tindak Lanjut Temuan -temuan Pemeriksaan Itjen.5 Pengembangan Kompetensi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan 2. RELEVANSI.2 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Aparat Inspektorat Jenderal 3.2a Pengawasan dan Penjaminan Mutu secara Terprogram dengan Mengacu pada SNP 2.10 Mendorong Jumlah Jurusan di PT yang Masuk dalam 100 Besar Asia atau 500 BesarDunia 2. BPKP. Entrepreneurship. Kepegawaian.10 Intensifikasi Tindakan tindakan Preventif oleh Inspektorat Jenderal 3.6 Penataan Regulasi Pengelolaan Pendidikan dan Penegakkan Hukum di Bidang Pendidikan 3. KEBIJAKAN DALAM PENGUATAN TATA KELOLA. dan Profesi 2.7 Peningkatan Citra Publik 3.11 Akselerasi Jumlah Program studi Kejuruan.2.9 Pelaksanan Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan KKN 3. RELEVANSI & DAYA SAING Perluasan Pendidikan Kecakapan Hidup 2. BPKP.6 Perbaikan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana 2.1 Implementasi dan Penyempurnaan SNP dan Penguatan Peran Badan Standar Nasional Pendidikan 2.12 Peningkatan Jumlah dan Mutu Publikasi Ilmiah dan HAKI 2.b Survai Benchmarking Mutu Pendidikan Terhadap Standar Internasional 2.13 Pengembangan Aplikasi SIM secara Terintegrasi (Keuangan.9 Pembangunan Sekolah Bertaraf Internasional di Setiap Provinsi/ Kabupaten/Kota 2. dan Kepemimpinan Mahasiswa 2.

akuntabilitas. 34 51 . (3) Penguatan tata kelola. (2) Peningkatan mutu.RENCANA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA PANJANG A.Periode 2005 – 2010 Peningkatan Kapasitas dan Modernisasi B. relevansi. dan daya saing.Periode 2015 – 2020 Daya Saing Regional D.Periode 2020 – 2025 Daya Saing Internasional 33 RENCANA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA MENENGAH 2005 – 2009 Program pembangunan Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009 diarahkan pada upaya mewujudkan kondisi yang diharapkan pada tahun 2009 yang difokuskan pada: (1) Pemerataan dan perluasan akses pendidikan. dan citra publik.Periode 2010 – 2015 Penguatan Pelayanan C.

000 orang(2005) •8.8 4.508.Angka kesenjangan cenderung naik di tingkat pendidikan menengah dan perguruan tinggi 6.0 13.413.Program Pengelolaan Sumber Daya ManusiaAparatur 5.7 12.073.440.601.910.Usia . 34.0 27.322.8 28.1 25.816.9 11.370. sosial.256.4 23.Program Pendidikan Nasional Das Sein 1.6 152.766.318.533.631.Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun 3.Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 7.845.1 3.697. 5.6 12. wilayah.725.0 25.769. spritual •70% dosen dengan berpendidikan S2/S3 •50% sarana sekolah memenuhi SNP •AnggaranpendidikandariAPBN = 20% •5 prodi PT masuk dalam100 besar PT di Asia atau 500 besar dunia •Manajemen perubahan secara internal yang menjamin terjadinya perubahan secara berkelanjutan •Sistem pembiayaan berbasis kinerja (ditingkat satuan pendidikan dan pemerintah daerah) •Manajemen berbasis sekolah (MBS) mulai SD sampai dengan SM •Disiplin kerja tinggi melalui internalisasi etos kerja •Satuan dan program pendidikan yang ada pada setiap tingkatan pemerintahan mencapai status kapasitas tertinggi dan memenuhi standar SNP •Penerapan TIK secara optimal pada manajemen 35 pendidikan yang transparan dan akuntabel •Laporan Keuangan dengan opini WTS dari BPK Jumlah . APK Perguruan Tinggi= 18% •Memberi kesempatan yang sama pada seluruh peserta didik dari berbagai golongan menurut kategori tingkat ekonomi.Indeks Pembangunan Manusia 110 (2005) 2.366.4 27.2% untuk usia 7-12 dan 16.218.845.2 11.6 229.SMA/SMK/MA & yang .9 164.4 juta atau 10.121.0 11.5 161.934. serta mampu dan tidak mampu secara ekonomis.6 2005/06 2006/07 Ajaran 2007/08 2008/09 2009/10 16.678.APK SMP/MTs = 81.Program Penelitian dan Pengembangan Iptek 10.088.955.0 11. gender.4 25.9 3.3 7.3 23.835.7 9.1 219.940.7 28. tingkat kemampuan intelektual dan kondisifisik •Memperluas daya tampung satuan pendidikan sesuai dengan prioritas nasional •PenggunaanTIK untukmenjangkau daerahterpencil/sulitdijangkau •Peningkatan mutu pendidikan yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) •Peningkatan taraf hidup masyarakat dan daya saing tenaga kerja Indonesia •Metoda pembelajaran formal dan nonformal yang efisien.1 12.3 16.1 10.4 16.Usia .Program Penelitian dan Pengembangan Pendidikan 9.Total Jumlah . APK PerguruanTinggi 14.SD / MI & yang .033.859.6 11.306.Usia .0 12.9 24.3 25.Usia .1 12.6 8.4 16.Program Pendidikan Menengah 4.335.3 4.561.0 24.308.62% (2004) 4.8 10.956.605.415.240.6 25.311.6% rusak ringan •Alokasi biaya pendidikan dari APBN < 9% •Rendahnya kemampuan wirausaha.3 11.827.Penduduk ≥ 15 tahun yang buta aksara 15.817 temuan/kasus penyimpangan sumber dana pembangunan (1997-2004) •Desentralisasi pendidikan •Kendali pemerintah yang belum berjalan optimal karena kurang ditunjang oleh sistem informasi manajemen yang terbangun dengan baik •SNP mulai dikembangkan •Laporan Keuangan dengan opini disclaimer dari BPK RENSTRA DEPDIKNAS Tahun 2005-2009 Das Sollen •Menurunkan angka buta aksara penduduk usia > 15 hingga 5% •APK SMP/MTs= 98%.0 28.9 4.279.Usia .Terjadi kesenjangan akses pendidikan menurut kategori perkotaan & pedesaan.604.3% ruang belajar SD rusak berat.858.528.961.6 6.Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2.6 12.141.Program Pendidikan Nonformal 6.9 12.100.1 7.PT/PTA/PTK Akses Pendidikan Mutu Pendidikan Tata Kelola Depdiknas 1.6 25.350.813.21%.363.2 12.Program Penguatan Kelembagaan Pengarus-utamaan Gender dan Anak 2.671.Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraandan Kepemerintahan 4.796.2% lulusan Perguruan Tinggi menjadi karyawan •Kebutuhan guru 218.5% untuk usia13-15 3.556.476.2 16.324.Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas AparaturNegara 3.2 13.196.Usia .3 149. Peringkat Internasional Indonesia (12 dari12) terkait dengan tingkat relevansi sistem pendidikan Indonesia dengan kebutuhan pembangunan.Anak tidak bersekolah 3. menyenangkan dan mencerdaskan •Seimbang antara pengembangan kecerdasan rasional (berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi) dan kecerdasan emosional.144.0 226.654.5 36 52 .5 158.2 11.2 16.7 12.Program Peningkaan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara SASARAN JUMLAH PESERTA DIDIK ( ribu orang ) Tahun KOMPONEN 2004/05 Penduduk 0 – 3 Tahun 4 – 6 Tahun 7 – 12 Tahun 13 – 15 Tahun 16 – 18 Tahun 19 – 24 Tahun 15 Tahun Jumlah Peserta Ke atas Penduduk Didik sederajat & yang sederajat sederajat 29.Usia .7 12. Beberapa penyebab: •Kesiapan fisik siswa yang cenderung minim (akibat kekurangan gizi) •40% tenaga pengajar memiliki keahlian yang tidak sesuai dengan bidang pengajarannya Ketidak layakan tenaga pengajar (kualitas dan kuantitas) ditingkat dasar hingga menengah •23.3 224.8 12.065.112.828.638.SMP / MTs .374. 82.6 13.717.603.961.075.Program Manajemen Pelayanan Pendidikan 8.Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan Program-program Lainnya 1.0 216.4 24.076.22%.800.707.8 221.3 6.7 25.238.3 12.202.3 3.1 155.Program Pendidikan Tinggi 5.

19% 18.20% 16.57% 8.30% 81.54 6.44% 15.15 16.5% 17 20 50 400 10% 34:66 1.33% 14.000 30% 38:62 1. 500 besar Dunia.26 5.00 5.30 19.50 7.86 2007 2008 2009 39.65 37 INDIKATOR KUNCI DAN TARGET IMPLEMENTASI PILAR KEBIJAKAN -.75% 95.22% 48. SASARAN Peningkatan Mutu dan Daya Saing Pendidikan INDIKATOR KUNCI • Rata-rata nilai UN SD/MI • Rata-rata nilai UN SMP/MTs • Rata-rata nilai UN SMA/SMK/MA • Guru yg memenuhi kualifikasi S1/DIV • Dosen yg memenuhi kualifikasi S2/S3 • Pendidik yang memiliki sertifikat pendidik • Jumlah Prodi masuk 100 besar Asia. • Jumlah sertifikat Kompetensi yg diterbitkan KONDISI DAN TARGET 2004 5.7% 20 40 120 1.00% 10.00 31.04 2.00 7.0% 15 10 100 7.00 29.98 9.20% 15.00 27.52 30% 50% 1 2006 6.0% 30:70 1.14 33.07% 50.Akses Pendidikan -NO 1.50% 56.04 2.84 34% 60% 5% 4 2008 5.47% 10% 5.90 7.13 6.50% 10% 6.5% 32:68 1.8% 20 50 155 1.13 6.76 4.38% 17.90% 94.70% 15% 8.34% 94.94 2.66% 94.00 5.09% 42. termasuk UT Prosentase Buta Aksara > 15 th Disparitas APK PAUD antara kab dan kota Disparitas APK SD/MI/SDLB antara kab dan kota Disparitas APK SMP/MTs/SMPLB antara kab dan kota Disparitas APK SMA/MA/SMK/SMALB antara kab dan kota Disparitas gender APK di jenjang pendidikan Menengah Disparitas gender APK di jenjang pendidikan tinggi Disparitas gender persentase buta aksara KONDISI DAN TARGET 2004 2005 2006 45.00% 60.89 9.22% 85.00 25.90% 20% 12.12% 94.59 48.Indikator Kunci dan Target Pilar Kebijakan -.05 5.40 23.25% 52.80 8.55% 16.19% 94.16 9.00% 91.07 9.62% 15.5% 10.20% 14.6% 19 30 85 700 20% 36:64 1.5% 65% 20% 5 2009 5. SASARAN Perluasan Akses Pendidikan • • • • • • 2 Pemerataan Akses Pendidikan • • • • • • • INDIKATOR KUNCI APK Pra Sekolah APM SD/Paket A/MI/SDLB APK SMP/Paket B/MTs/SMPLB APK SMA/SMK/Paket C/MA/SMALB APK PT/PTA.00 7.48% 88.00% 20% 15.MUTU.00 7.32 9.00 5.81% 95.14 33. RELEVANSI.71 8.333 40% 40:60 2.31 30% 50% 2005 6.49 25.20% 64.00 5.00% 98.00 40% 70% 40% 10 3 13 5 5.28 6.22% 12.94 2.00% 11.72 6.62 6. DAN DAYA SAING -NO.54 2.00 37.00% 7.47% 53.21% 16.49 25.33 5.80% 17.13 6. • Perolehan medali emas pd Olimpiade Int.0% 4 Peningkatan Relevansi Pendidikan 38 53 .00 13. atau akreditasi bertaraf OECD/Int.68 32% 55% 3 2007 6.40 5. • Jumlah Paten yg diperoleh • Sekolah/Madrasah bertaraf Internasional • Sekolah/Madrasah berbasis keunggulan lokal • Kenaikan Publikasi Internasional • Rasio Jumlah Murid SMK : SMA • APK PT vokasi (D2/D3/D4/Politeknik) • Rasio Jumlah mahasiswa Profesi terhadap jumlah lulusan S1/D4 • Persentase peserta pendidikan life skill terhadap lulusan SMP/MTs atau SMA/SMK/MA yang tidak melanjutkan.48 3.54 2.20% 68.

INDIKATOR KUNCI DAN TARGET PILAR KEBIJAKAN -. Akuntabilitas.TATA KELOLA. AKUNTABILITAS DAN CITRA PUBLIK -KONDISI DAN TARGET No SASARAN INDIKATOR KUNCI 2004 2005 Disclaimer 2006 Wajar Dgn Catatan 2007 Wajar Tanpa Sarat 2008 Wajar Tanpa Sarat 2009 Wajar Tanpa Sarat 5 Penguatan Tata Kelola.5% <0.5% <0.5% 1~0.5% <0.5% 1~0.5% 1~0.5% • • - - 2 Aplikasi - 14 Aplikasi - - 80% unit utama memperoleh ISO 9001:2000 - • - 9 ISO 9001: 2000 25 ISO 9001: 2000 43 ISO 9001: 2000 47 ISO 9001: 2000 39 Selesai 40 54 .5% <0.5% 1~0. dan Citra Publik Pendidikan • Opini BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Disclaimer • Persentase temuan BPK ttg penyimpangan di Pemerintah terhadap obyek yang diperiksa Persentase temuan Itjen ttg penyimpangan di Pemerintah terhadap obyek yang diperiksa Aplikasi SIM Sertifikat mutu layanan yg diraih Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama Sertifikat mutu layanan yg diraih LPMP/PPPG/BPPLSP 1~0.5% <0.5% • 1~0.5% <0.

24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 55 . Peraturan Mendiknas No. Peraturan Mendiknas No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) 5. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 6. Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 4.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) II. Peraturan Mendiknas No.

56 .

Materi 4 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang STANDAR ISI (SI) Sosialisasi KTSP Materi Minimal dan Tingkat Kompetensi Minimal. untuk Mencapai Kompetensi Lulusan Minimal Sosialisasi KTSP 57 .

Kerangka Dasar Kurikulum Struktur Kurikulum Beban Belajar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kalender Pendidikan Sosialisasi KTSP 1. budi pekerti. 4. atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama Sosialisasi KTSP 58 .Memuat : 1. 2. 5. Kerangka Dasar Kurikulum 5 Kelompok mapel : 1. Agama dan Ahlak Mulia membentuk siswa menjadi manusia beriman dan takwa dan berahlak mulia Mencakup etika. 3.

2. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Beragam dan terpadu Tanggap terhadap perkembangan iptek dan seni Relevan dengan kebutuhan kehidupan Menyeluruh dan berkesinambungan Belajar sepanjang hayat Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah Sosialisasi KTSP 59 . hak dan kewajibannya dalam kehidupannya untuk memperoleh kompetensi lanjut iptek serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis. 3. 5. Berpusat pada potensi. 7. perkembangan. kebutuhan. Jasmani Olahraga Kesehatan Sosialisasi KTSP Prinsip Pengembangan Kurikulum 1. kreatif dan mandiri untuk meningkatkan sensitivitas. Iptek penigkatan kesadaran dan wawasan siswa akan status. 4. disiplin. Kewarganegaraan dan Kepribadian 3.2. Estetika 5. 6. kerja sama dan hidup sehat 4. kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif.

Menegakkan 5 pilar belajar. pengayaan dan percepatan. 4. sumber belajar dan teknologi yang memadai. keterkaitan. Diselenggarakan dalam keseimbangan. terbuka dan hangat. akrab. dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar 6. sosial dan budaya serta kekayaan daerah 7. 3. Peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan. Menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia. dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan Sosialisasi KTSP 60 . Sosialisasi KTSP 5. Siswa harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu.Prinsip Pelaksanaan Kurikulum 1. dinamis dan menyenangkan. Mendayagunakan kondisi alam. serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas. 2. Suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai.

Ilmu Pengetahuan Sosial 7. Agama 2. 3. Seni Budaya dan Keterampilan 8. Olahraga dan Kesehatan Kelas I Kelas II Kelas III Kelas IV. Komponen A Mata Pelajaran 1. Pend. Pendidikan Jasmani. Sosialisasi KTSP Struktur Kurikulum SD No. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Bahasa Indonesia 4. Matematika 5. V . Kedalaman muatan kurikulum dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai siswa dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum Merupakan pola dan susunan matapelajaran yang harus ditempuh oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran Kompetensi terdiri dari Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi dasar (KD) yang dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Muatan Lokal dan Pengembangan Diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum sekolah 2.2. 4. VI 3 2 5 5 4 3 4 4 2 2 *) 26 27 28 B C Muatan Lokal Pengembangan Diri Jumlah Sosialisasi KTSP 32 61 . Struktur Kurikulum 1. Ilmu Pengetahuan Alam 6.

Tatap Muka (TM) . BEBAN BELAJAR Beban belajar diartikan sebagai waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sistem : .Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT) Sosialisasi KTSP • TM : Kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik dengan pendidikan • PT : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk siswa. dirancang guru untuk mencapai kompetensi .Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh guru • KMTT : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk siswa. dirancang guru untuk mencapai kompetensi .Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh siswa Sosialisasi KTSP 62 .Penugasan Terstruktur (PT) .3.

Sosialisasi KTSP 63 . sesuai dengan struktur yang berlaku pada satuan pendidikan dimaksud.Sekolah menyelenggarakan program pendidikan dengan SISTEM PAKET atau SKS Sosialisasi KTSP SISTEM PAKET Sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh mata pelajaran dan beban studi yang sudah ditetapkan untuk setiap tingkatan kelas.

Sosialisasi KTSP Kategori Formal Standar Formal Mandiri Paket Dapat - SKS Dapat Wajib Sosialisasi KTSP 64 .SISTEM KREDIT SEMESTER Sistem Kredit Semester (SKS) adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya menentukan sendiri jumlah beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester.

minat. dan bakat. 2 (dua) jam pelajaran.• Struktur kurikulum yang telah • Struktur kurikulum untuk tersusun diselenggarakan dengan menggunakan sistem paket digunakan dengan SKS akan disusun tersendiri Sosialisasi KTSP Kegiatan Pengembangan Diri • Tidak termasuk beban belajar. • Dialokasikan waktu ekuivalen Sosialisasi KTSP 65 . karena substansinya dipilih sendiri oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan.

38 35 26-28 34 . dan Standar kompetensi di bawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan atau Provinsi. KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) • Kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan • Sekolah dan Kepala Sekolah mengembangkan KTSP dan silabus berdasarkan : Kerangka dasar kurikulum.38 pembelajaran (30940 .d. Sosialisasi KTSP 66 .tatap muka (Menit jumlah jam pemb.24560 menit) 635-709 516-621 Jumlah jam per tahun (@ 60 menit) Satuan Pendidikan Kelas Sosialisasi KTSP 4. III SD IV s.37240 menit) 1088 -1216 jam pembelajaran (38080 .d. VI 35 32 34 .BEBAN BELAJAR Beban Belajar Kegiatan Tatap Muka untuk setiap Satuan Pendidikan (Sistem Paket) satu jam pemb. Per Minggu Minggu efektif per tahun ajaran waktu pembelajaran per tahun 884 -1064 jam I s.

Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran. dan hari libur. Sosialisasi KTSP Lanjutan Kalender Pendidikan NO 1 KEGIATAN Minggu efektif belajar ALOKASI WAKTU Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu Maksimum 2 minggu Maksimum 2 minggu Maksimum 3 minggu Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif pada setiap satuan pendidikan KETERANGAN 2 Jeda tengah semester Jeda antarsemester Libur akhir tahun pelajaran Satu minggu setiap semester 3 Antara semester I dan II 4 Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran Sosialisasi KTSP 67 . KALENDER PENDIDIKAN Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran.5. minggu efektif belajar.

Maksimum Untuk satuan pendidikan sesuai dengan 1 minggu ciri kekhususan masing-masing.NO KEGIATAN 5 ALOKASI WAKTU KETERANGAN Daerah khusus yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengaturnya sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif. Hari libur 2–4 keagamaan minggu 6 Hari libur umum/ nasional Hari libur khusus Kegiatan khusus sekolah Maksimum Disesuaikan dengan Peraturan 2 minggu Pemerintah. 7 8 Sosialisasi KTSP Terima Kasih…… Sosialisasi KTSP 68 . Maksimum Digunakan untuk kegiatan yang 3 minggu diprogramkan secara khusus oleh sekolah\ tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif.

berpikir. Standar Kompetensi Lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup pengetahuan. sikap. Standar Kompetensi adalah ukuran kom-petensi minimal yang harus dicapai peserta didik setelah mengikuti suatu proses pembelajaran pada satuan pendidikan tertentu. dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan.Materi 5 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL) Sosialisasi KTSP Pengertian Kompetensi adalah kemampuan bersikap. dan keterampilan yang dimiliki peserta didik. sikap. dan keterampilan. Sosialisasi KTSP 69 .

serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. ahklak mulia. SD/MI/SDLB/Paket A SKL Kelompok Mata Pelajaran a. Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan. pengetahuan. Kewarganegaraan dan Budi Pekerti c. pengetahuan. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi d. Sosialisasi KTSP 70 . SKL Satuan Pendidikan a. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. Jasmani Olahraga dan Kesehatan SKL Mata Pelajaran 2. kepribadian. Estetika e.Fungsi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Agama dan Akhlak Mulia b. ahklak mulia. Sosialisasi KTSP Ruang Lingkup SKL 1. ahklak mulia. kepribadian. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. 3. pengetahuan. kepribadian.

Menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis. ras. SKL SD 6. 4. kritis. suku. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri.1. 3. 8. Sosialisasi KTSP 71 . Sosialisasi KTSP 1. Menjalankan agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak. dengan bimbingan guru/pendidik. Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. dan kreatif. budaya. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan. 5. Menunjukkan kemampuan berfikir logis. 2. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya. 10. dan kreatif. Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal. 11. 9. Menghargai keberagaman agama. dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya. negara dan tanah air Indonesia. SKL SD 1. kritis. Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa. 7.

Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis. Sosialisasi KTSP 72 . Berkomunikasi secara jelas dan santun. sehat. dan kesehatan. tolong menolong dan menjaga diri sendiri delam lingkungan keluarga dan teman sebaya. 13. Kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak Mulia bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. olahraga. berbicara. kepribadian. menulis. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih. Sosialisasi KTSP 2. ilmu pengetahuan dan teknologi. SKL SD 12. jasmani. Bekerja sama dalam kelompok. Tujuan tersebut dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama. membaca. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 1. Menunjukkan keterampilan menyimak. estetika.1. dan memanfaatkan waktu luang. bugar. aman. kewarganegaraan. dan berhitung 15. 14. Menunjukkan kemampuan mengamati gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar. 17. 16.

keterampilan/kejuruan. Pada satuan pendidikan SD. ilmu pengetahuan alam. Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. kemampuan berpikir dan analisis peserta didik. akhlak mulia. Sosialisasi KTSP 2. Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bertujuan: mengembangkan logika. ilmu pengetahuan sosial. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 3. dan muatan lokal yang relevan Sosialisasi KTSP 73 . dan pendidikan jasmani. matematika. tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama. bahasa. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 2. kewarganegaraan. seni dan budaya.2.

Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. pendidikan kesehatan. dan muatan lokal yang relevan. Olah Raga. Kelompok mata pelajaran Jasmani. keterampilan. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. seni dan budaya. ilmu pengetahuan alam.2. dan menumbuhkan rasa sportivitas. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 4. dan Kesehatan bertujuan: membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 5. dan muatan lokal yang relevan. Sosialisasi KTSP 2. olahraga. Kelompok mata pelajaran Estetika bertujuan: membentuk karakter peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa seni dan pemahaman budaya. Sosialisasi KTSP 74 .

Selesai Sosialisasi KTSP 75 .

76 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 6 PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 24 TAHUN 2006 dan NOMOR 6 TAHUN 2007 Tentang PELAKSANAAN STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN Sosialisasi KTSP Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Satuan Pendidikan dan Komite Sekolah Mengembangkan dan Menetapkan KTSP sesuai kebutuhan Mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi dari Standar Isi Dapat mengadopsi atau mengadaptasi model KTSP BSNP Sosialisasi KTSP 77 .

Jadwal Pelaksanaan Kurikulum
Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat menerapkan Permen No. 22 dan 23 mulai tahun ajaran 2006/2007 Satuan pendidikan dasar dan menengah harus sudah mulai menerapkan Permen No. 22 dan 23 paling lambat tahun ajaran 2009/2010 Satuan pendidikan dasar dan menengah yang telah melaksanakan uji coba kurikulum 2004 secara menyeluruh dapat menerapkan secara menyeluruh Permen No. 22 dan 23 untuk semua tingkatan kelas mulai tahun ajaran 2006/2007 Satuan pendidikan dasar dan menengah yang belum melaksanakan uji coba kurikulum 2004 melaksanakan Permen No. 22 dan 23 secara bertahap seperti tabel dibawah ini.

Sosialisasi KTSP

Jadwal Pelaksanaan Kurikulum
Satuan Pendidikan SD
Waktu Pelaksanaan Kelas
I II III IV V VI Tahun I √ √ Tahun II √ √ √ √ Tahun III √ √ √ √ √ √

Sosialisasi KTSP

78

Jadwal Pelaksanaan Kurikulum
Gubernur dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permen No. 22 dan 23 untuk satuan pendidikan menengah dan satuan pendidikan khusus disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di provinsi masing-masing. Bupati/walikota dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permen No. 22 dan 23 untuk satuan pendidikan dasar disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di kabupaten/Kota.

Sosialisasi KTSP

Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
• Menggandakan Permendiknas No. 22 dan 23 tahun 2006 serta mendistribusikan secara nasional • Melakukan bimbingan teknis, supervisi dan evaluasi pelaksanaan kurikulum yang didasarkan pada Permendiknas No. 22 dan 23 tahun 2006. • Melakukan usaha secara nasional agar sarana dan prasarana satuan pendidikan dapat mendukung pelaksanaan Permendiknas No. 22 dan 23 tahun 2006.
Sosialisasi KTSP

79

Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 ke guru, kepala sekolah, pengawas, dan tenaga kependidikan lainnya yang relevan melalui LPMPdan/atau PPPG Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 dan panduan penyusunan KTSP yang disusun BSNP ke dinas pendidikan provinsi, kabupaten/kota, dan dewan pendidikan Membantu pemerintah provinsi dan Kabupaten/kota dalam penjaminan mutu melalui LPMP

Sosialisasi KTSP

Badan Penelitian dan Pengembangan
Mengembangkan model-model kurikulum sebagai masukan bagi BSNP Mengembangkan dan mengujicobakan model-model kurikulum inovatif Mengembangkan dan mengujicobakan model kurikulum untuk pendidikan layanan khusus Bekerja sama dengan PT dan/atau LPMP melakukan pendampingan satuan pendidikan dalam pengembangan kurikulum satuan pendidikan Memonitor secara nasional penerapan Permen No. 22 dan 23 , mengevaluasinya, dan mengusulkan rekomendasi kebijakan kepada BSNP dan/atau menteri Mengembangkan pangkalan data yang rinci tentang pelaksanaan SI dan SKL
Sosialisasi KTSP

80

Ditjen Pendidikan Tinggi

Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 di LPTK Memfasilitasi pengembangan kurikulum dan tenaga dosen LPTK

Sosialisasi KTSP

Sekretariat Jenderal

Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 kepada pemangku kepentingan umum

Sosialisasi KTSP

81

Selesai

Sosialisasi KTSP

82

9. urikulum K Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 7. 8. 10. Pengembangan Silabus. Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) III. Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi. Penyusunan KTSP. 83 .

84 .

Materi 7 KONSEP DASAR KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Sosialisasi KTSP ASPEK YANG BERBEDA KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR PENILAIAN PENGELOLAAN KURIKULUM BERBASIS SEKOLAH Sosialisasi KTSP 85 .

mengacu pada patokan. bagian dari pembelajaran. dan sebagai bahan untuk peningkatan mutu hasil belajar Berorientasi pada kompetensi. al … Sosialisasi KTSP 86 .Kegiatan Belajar Mengajar Berpusat pada peserta didik Mengembangkan kreativitas Menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang Kontekstual Menyediakan pengalaman belajar yang beragam Belajar melalui berbuat Sosialisasi KTSP Penilaian Kelas Dilakukan oleh Guru untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi yang ditetapkan. dilakukan melalui berbagai cara. ketuntasan belajar. bersifat internal.

silabus) Pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lainnya untuk meningkatkan mutu hasil belajar Pemantauan dan … Sosialisasi KTSP 87 .l. Performances (Unjuk kerja). Projects (Penugasan). dan Paper & Pen (tes tulis) Sosialisasi KTSP Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah Mengacu pada Visi dan Misi Sekolah Pengembangan perangkat kurikulum (a.l. melalui: Portfolios (kumpulan kerja siswa).Dilakukan a. Products (Hasil karya).

Komite Sekolah. dengan: Sekolah lain. DISESUAIKAN DENGAN: SATUAN PENDIDIKAN. dan • Dinas Pendidikan Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN DAN PELAKSANAAN KURIKULUM.Pemantauan dan Penilaian untuk meningkatkan efisiensi. kinerja dan kualitas pelayanan terhadap peserta didik Berkolaborasi secara horizontal. Organisasi Profesi Berkolaborasi secara vertikal. SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT SETEMPAT. POTENSI DAERAH/ KARAKTERISTIK DAERAH. dengan: • Dewan. & PESERTA DIDIK Sosialisasi KTSP 88 .

PENGEMBANGAN DIRI TERDIRI DARI: KEGIATAN BIMBINGAN KONSELING DAN EKSTRA KURIKULER Sosialisasi KTSP BENTUK PELAKSANAAN KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI: • • • • KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN TERPROGRAM RUTIN SPONTAN KETELADANAN Sosialisasi KTSP 89 .

baik di kelas maupun di sekolah. tanpa dibatasi oleh ruang. Bertujuan untuk memberikan pendidikan pada saat itu juga. KEGIATAN RUTIN Adalah kegiatan yang dilakukan secara reguler. dimana saja. • • • • Membiasakan memberi salam Membiasakan membuang sampah pada tempatnya Membiasakan antri Membiasakan mengatasi silang pendapat (pertengkaran) dengan benar Dll Sosialisasi KTSP 90 . terutama dalam disiplin dan sopan santun dan kebiasaan baik yang lain. KEGIATAN SPONTAN Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja.A. Bertujuan untuk membiasakan anak mengerjakan sesuatu dengan baik. Upacara Senam Sholat berjamaah Pemeriksaan kesehatan Pergi ke perpustakaan Dll Sosialisasi KTSP B.

pentas. KEGIATAN TERPROGRAM Adalah kegiatan yang diprogramkan dan direncanakan baik pada tingkat kelas maupun sekolah. bazaar dll. • • • Sosialisasi KTSP Seminar/workshop: aids. Kunjungan: panti asuhan.dll. HAM/hak anak. Memberi contoh berpakaian rapi Memberi contoh memuji hasil kerja yang baik Memberi contoh datang tepat waktu Memberi contoh hidup sederhana Memberi contoh tidak merokok Dll. Sosialisasi KTSP 91 . Bertujuan memberikan contoh tentang kebiasaan yang baik. Proyek: lomba. D. Bertujuan memberikan wawasan tambahan pada anak tentang unsur-unsur baru dalam kehidupan bermasyarakat yang penting untuk perkembangan anak. tempat/orang yang terkena musibah.C. tempat-tempat penting dll. KEGIATAN KETELADANAN Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja yang lebih mengutamakan pemberian contoh dari guru dan pengelola pendidikan yang lain kepada muridnya. hemat energi.

selesai Sosialisasi KTSP 92 .

22 dan 23/2006 2 Sosialisasi KTSP 93 . 22/2006 tentang Standar Isi Permendiknas No. 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Permendiknas No. 6/2007 tentang pelaksanaan Permendiknas No. 24/2006 dan No.20 Tahun 2003 tentang Sistem • • • • Pendidikan Nasional PP No.Materi 8 PENYUSUNAN KTSP Sosialisasi KTSP 1 LANDASAN • UU No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas No.

Acuan Operasional Penyusunan KTSP • Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia • Peningkatan potensi. kecerdasan. PENGERTIAN Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.1. teknologi. dan seni Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 4 94 . Sosialisasi KTSP 3 2. dan minat sesuai • • • • dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Tuntutan dunia kerja Perkembangan ilmu pengetahuan.

1.PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL • • • • • • Agama Dinamika perkembangan global Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kesetaraan Jender Karakteristik satuan pendidikan Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 5 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. Sosialisasi KTSP 6 95 . Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh.

kecerdasan intelektual. dan keragaman karakteristik lingkungan. kecerdasan. dan kinestetik peserta didik secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya.3 Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Daerah memiliki keragaman potensi. Sosialisasi KTSP 7 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. Sosialisasi KTSP 8 96 . kebutuhan. spritual. oleh karena itu kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan daerah.2 Peningkatan potensi. tantangan. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Kurikulum disusun agar memungkinkan pengembangan keragaman potensi. minat. emosional.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.

4 Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Pengembangan kurikulum harus memperhatikan keseimbangan tuntutan pembangunan daerah dan nasional. Sosialisasi KTSP 10 97 .PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.5 Tuntutan dunia kerja Kurikulum harus memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dan kebutuhan dunia kerja. Sosialisasi KTSP 9 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. khususnya bagi mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

6 Perkembangan ilmu pengetahuan. dan memperhatikan norma agama yang berlaku di lingkungan sekolah Sosialisasi KTSP 12 98 .PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. dan seni Kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan. teknologi. Sosialisasi KTSP 11 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.7 Agama Kurikulum harus dikembangkan untuk meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama. teknologi. dan seni.

PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.9 Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kurikulum harus mendorong wawasan dan sikap kebangsaan dan persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.8 Dinamika perkembangan global Kurikulum harus dikembangkan agar peserta didik mampu bersaing secara global dan dapat hidup berdampingan dengan bangsa lain. Sosialisasi KTSP 13 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. Sosialisasi KTSP 14 99 .

PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. Sosialisasi KTSP 16 100 .11 Kesetaraan Jender Kurikulum harus diarahkan kepada pendidikan yang berkeadilan dan mendorong tumbuh kembangnya kesetaraan jender. Sosialisasi KTSP 15 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.10 Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya.

Pendidikan Kecakapan Hidup. tujuan. Kenaikan Kelas dan kelulusan. Ketuntasan Belajar. Komponen KTSP • Tujuan Pendidikan Sekolah • Struktur dan Muatan Kurikulum (mata pelajaran. Muatan lokal. Pengembangan Diri.12 Karakteristik Satuan Pendidikan Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi. kondisi. Beban Belajar. dan ciri khas satuan pendidikan. • Kalender Pendidikan • Silabus dan RPP Sosialisasi KTSP 18 101 . Sosialisasi KTSP 17 3. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global). misi. Penjurusan.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.

ISI / MUATAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) Sosialisasi KTSP 19 KTSP DOKUMEN 1 BAB I . Struktur dan Muatan Kurikulum BAB IV. Kalender Pendidikan Sosialisasi KTSP 20 102 . Tujuan Pendidikan BAB III. Pendahuluan BAB II .

KTSP DOKUMEN II A. Mapel Tambahan) Sosialisasi KTSP 21 KTSP (Dokumen 1) Sosialisasi KTSP 22 103 . Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan Sekolah (Mulok. Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan pusat. B.

TUJUAN 1. Misi Sekolah 4. Tujuan Sekolah Sosialisasi KTSP 24 104 . Visi Sekolah 3. PENDAHULUAN Latar Belakang (dasar pemikiran penyusunan KTSP) Tujuan Pengembangan KTSP Prinsip Pengembangan KTSP SESUAI KARAKTERISTIK SEKOLAH 23 Sosialisasi KTSP Bab II. Tujuan pendidikan (Disesuaikan dengan jenjang satuan pendidikan) 2.Bab I.

Kegiatan Pengembangan diri 4. Pendidikan berbasis Keunggulan Lokal dan Global Cat : Untuk PLB/PK ditambah dengan Program Khusus Sosialisasi KTSP 26 105 . Sosialisasi KTSP 25 BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KTSP Meliputi Sub Komponen: 1. dan sikap setelah mereka menamatkan sekolah. Kenaikan Kelas. • TAHAP 3 : SUASANA SEKOLAH suasana sekolah – sebagai lembaga/organisasi pembelajaran – seperti apa yg diinginkan untuk mewujudkan hasil belajar bagi siswa. Muatan lokal 3. Mata pelajaran 2. dan kelulusan 7. TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN • TAHAP 1 : HASIL BELAJAR SISWA apa yg hrs dicapai siswa berkaitan dengan pengetahuan. keterampilan. Penjurusan 8. Pendidikan kecakapan Hidup 9. MISI.BAGAIMANA MENYUSUN VISI. Pengaturan beban belajar 5. Ketuntasan Belajar 6. • TAHAP 2 : SUASANA PEMBELAJARAN suasana pembelajaran seperti apa yg dikehendaki untuk mencapai hasil belajar itu.

Pengembangan Struktur Kurikulum dilakukan dengan cara antara lain: • mengatur alokasi waktu pembelajaran “tatap muka” seluruh mata pelajaran wajib dan pilihan Ketrampilan/ Bahasa asing lain). Strategi Pemilihan dan pelaksanaan Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. Sosialisasi KTSP 27 2. termasuk keunggulan daerah.1. Muatan Lokal Berisi tentang: Jenis. Mata Pelajaran Berisi “Struktur Kurikulum Tingkat Sekolah” yang disusun berdasarkan kebutuhan siswa dan sekolah terkait dengan upaya pencapaian SKL. Sosialisasi KTSP 28 106 . • Mencantumkan jenis mata pelajaran muatan lokal dalam struktur kurikulum. • Tidak boleh mengurangi mata pelajaran yang tercantum dalam standar isi.Dalam pengembangannya mempertimbangkan hal-hal sbb: Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan ciri khas dan potensi daerah. • Memanfaatkan 4 jam tambahan untuk menambah jam pembelajaran pada mata pelajaran tertentu atau menambah mata pelajaran baru.

sesuai dengan minat dan program Mulok yang diselenggarakan sekolah. Substansi yang akan dikembangkan. Sosialisasi KTSP 30 107 . Setiap sekolah dapat melaksanakan mulok lebih dari satu jenis dalam setiap semester. Merupakan mata pelajaran wajib yang tercantum dalam Struktur kurikulum. materi nya tidak sesuai menjadi bagian dari mapel lain.Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. mengacu pada: minat dan atau karakteristik program studi yang diselenggarakan di sekolah Siswa boleh mengikuti lebih dari satu jenis mulok pada setiap tahun pelajaran. atau terlalu luas substansinya sehingga harus dikembangkan menjadi Mapel tersendiri. Sosialisasi KTSP 29 Bentuk penilaiannya kuantitatif (angka).

Pembelajarannya dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran atau tenaga ahli dari luar sekolah yang relevan dengan substansi mulok. Sayur. Sosialisasi KTSP 32 108 . Ikan Asin. Sosialisasi KTSP 31 Sekolah harus menyusun SK.Substansinya dapat berupa program keterampilan produk dan jasa. Kerupuk. Berkomunkasi sebagai Guide. Contoh: Bidang Budidaya: Tanaman Hias. Baso dll. Bidang TIK dan lain-lain: Web Desain. akuntansi komputer. KD dan Silabus untuk Mata pelajaran Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. dll. Tanaman Obat. Bidang Pengolahan: Pembuatan Abon. pembibitan ikan hias dan konsumsi. Kewirausahaan dll.

3. Kegiatan Pengembangan Diri
Bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, bakat, minat peserta didik, dan kondisi sekolah. Dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan: - Bimbingan konseling, (kehidupan pribadi, sosial, kesulitan belajar, karir ), dan atau - Ekstra kurikuler, Pengembangan kreativitas, kepribadian siswa, seperti: Kepramukaan, Kepemimpinan, Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) .

Sosialisasi KTSP

33

Bukan Mata Pelajaran dan tidak perlu dibuatkan SK, KD dan silabus. Dilaksanakan secara terprogram, rutin, spontan dan keteladanan. Penilaian dilakukan secara kualitatif (deskripsi), yang difokuskan pada “Perubahan sikap dan perkembangan perilaku peserta didik setelah mengikuti kegiatan pengembangan diri”.

Sosialisasi KTSP

34

109

Contoh Penilaian Pengembangan Diri:
• Keg. KIR, mencakup penilaian: sikap
kompetitif, kerjasama, percaya diri dan mampu memecahkan masalah, dll. Sikap Sportif, Kompetetitif, Kerjasama, disiplin dan ketaatan mengikuti SPO, dll.

• Keg. Keolahragaan, mencakup penilaian:

Sosialisasi KTSP

35

• Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau
dibimbing oleh guru kelas atau mata pelajaran, konselor atau Guru BK atau tenaga kependidikan lain. jam pembelajaran per minggu , diserahkan kepada masing- masing pembimbing dan sekolah.

• Penjabaran alokasi waktu ekuivalen dengan 2

• Perlu dibuat program kerja yang sistematis dan

komprehensif sebagai bagian dari program kerja sekolah dan atau program kerja OSIS.

Sosialisasi KTSP

36

110

4. Pengaturan Beban Belajar

• Berisi tentang jumlah beban belajar per Mata

Pelajaran, per minggu per semester dan per Tahun Pelajaran yang dilaksanakan di sekolah, sesuai dengan alokasi waktu yang tercantum dalam Struktur Kurikulum.

• Sekolah dapat mengatur alokasi waktu untuk

setiap Mata Pelajaran pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun pelajaran sesuai dengan Kebutuhan, tetapi jumlah Beban belajar per tahun secara keseluruhan tetap.
37

Sosialisasi KTSP

• Alokasi waktu kegiatan praktik diperhitungkan sbb:
2 Jam Pelajaran (JPL) praktik di sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka, dan 4 JPL praktik di luar sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka (bagi Sekolah Menengah Kejuruan). minggu

• Sekolah dapat menambah maksimal 4 JPL per

• Alokasi waktu penugasan terstruktur dan kegiatan • Pemanfaatan alokasi waktu tersebut

mandiri tidak terstruktur, sebanyak 0-50% untuk SMP/MTs/SMPLB waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi.
38

Sosialisasi KTSP

111

5. Ketuntasan Belajar
• Berisi tentang kriteria ketuntasan minimal (KKM) per mata pelajaran yang ditetapkan oleh sekolah dengan memper-timbangkan hal-hal sbb:
– Ketuntasan belajar ideal untuk setiap indikator adalah 0 – 100 %, dgn batas kriteria ideal minimum 75 %. – Sekolah harus menetapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) per MP dengan mempertimbangkan: kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas dan SDM. – Sekolah dapat menetapkan KKM di bawah batas kriteria ideal, tetapi secara bertahap harus dapat mencapai kriteria ketuntasan ideal.
39

Sosialisasi KTSP

6. Kenaikan Kelas dan Kelulusan
• Berisi tentang kriteria dan mekanisme kenaikan
kelas dan kelulusan, serta strategi penanganan siswa yang tidak naik atau tidak lulus yang diberlakukan oleh sekolah. Program disusun mengacu pada hal-hal sebagai berikut:

– Panduan kenaikan kelas yang akan disusun oleh Dit. Pembinaan terkait – Sedangkan ketentuan kelulusan akan diatur secara khusus dalam peraturan tersendiri.

Sosialisasi KTSP

40

112

7. Pendidikan Kecakapan Hidup
• Bukan mata pelajaran tetapi substansinya merupakan
bagian integral dari semua mata pelajaran.

• Tidak masuk dalam struktur kurikulum secara khusus. • Dapat disajikan secara terintegrasi dan atau berupa
paket/modul yang direncanakan secara khusus.

• Substansi kecakapan hidup meliputi:
- Kecakapan personal, sosial, akademik dan atau vokasional. – Untuk kecakapan vokasional, dapat diperoleh dari satuan pendidikan ybs, antara lain melalui mata pelajaran Keterampilan.
Sosialisasi KTSP

41

• Bila SK dan KD pada mata pelajaran

keterampilan tidak sesuai dengan kebutuhan siswa dan sekolah, maka sekolah dapat mengembangkan SK, KD dan silabus keterampilan lain sesuai dengan kebutuhan sekolah. dimaksud dilaksanakan secara komprehensif melalui Intra kurikuler. ajar dan penyelenggaraan pembelajaran keterampilan vokasional dapat dilakukan melalui kerjasama dengan satuan pendidikan formal/non formal lain.

• Pembelajaran mata pelajaran keterampilan

• Pengembangan SK,KD, silabus, RPP dan bahan

Sosialisasi KTSP

42

113

Dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan atau satuan pendidikan nonformal. atau menjadi mapel Mulok. IV Kalender Pendidikan Berisi tentang kalender pendidikan yang digunakan oleh sekolah. Substansinya mencakup aspek: Ekonomi. yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik. TIK. Budaya. Sosialisasi KTSP 44 114 . Ekologi. Dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran yang terintegrasi.8. kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Bahasa. Sosialisasi KTSP 43 BAB. dengan memperhatikan aturan kalender pendidikan sebagaimana tercantum dalam Standar Isi. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global Program pendidikan yang dikembangkan dengan memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global. disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah. dan lain-lain. yang disusun berdasarkan kalender pendidikan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan setempat.

SILABUS MATA PELAJARAN (Kelas IV. SILABUS MUATAN LOKAL dan MAPEL LAIN (jika ada) Sosialisasi KTSP 46 115 . V dan VI) C. SILABUS PEMBELAJARAN TEMATIK (Kelas I.KTSP DOKUMEN II Sosialisasi KTSP 45 SD A. II dan III) B.

Kegiatan ini dapat berbentuk rapat kerja dan atau lokakarya sekolah/madrasah dan atau kelompok sekolah/madrasah yang diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru. Tahap kegiatan penyusunan KTSP secara garis besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draft. review dan revisi.Mekanisme PENYUSUNAN KTSP Analisis • Kekuatan/ kelemahan • Peluang/ tantangan • Dokumen Standar isi. Sosialisasi KTSP 48 116 . SKL. Panduan KTSP • Pembentukan Tim • Penyusunan Draft • Revisi dan Finalisasi Naskah KTSP Diberlakukan Sosialisasi KTSP 47 Penyusunan KTSP merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah/madrasah. Langkah yg lebih rinci dari masing-masing kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh tim penyusun. serta finalisasi.

Selesai Sosialisasi KTSP 49 117 .

118 .

Materi 9 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS Sosialisasi KTSP Pengertian Pengertian Landasan Prinsip Pengembangan Unit waktu Pengembang Silabus Komponen Silabus Mekanisme Pengembangan Silabus Langkah-langkah Pengembangan Silabus Contoh Model Sosialisasi KTSP 119 .

Pengertian Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. penilaian. Landasan Pengembangan SILABUS? 1. dan sumber belajar. materi pokok/pembelajaran. kompetensi dasar. indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. alokasi waktu. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 20 Sosialisasi KTSP 120 . kegiatan pembelajaran.1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 17 ayat (2) 2. Sosialisasi KTSP 2.

sumber belajar. dan MAK. SMP. dan penilaian hasil belajar Sosialisasi KTSP 121 .PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 17 Ayat (2) Sekolah dan komite sekolah. di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD. metode pengajaran. Sosialisasi KTSP PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 20 Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran. MA. materi ajar. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. dan SMK. atau madrasah dan komite madrasah. SMA. MTs. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI.

2. 4.SILABUS menjawab pertanyaan 1. 8. 3. 2. 6. 5. Apa kompetensi yang harus dikuasai siswa? Bagaimana cara mencapainya? Bagaimana cara mengetahui pencapaiannya? Sosialisasi KTSP 3. 3. Prinsip Pengembangan 1. 7. Ilmiah Relevan Sistematis Konsisten Memadai Aktual dan Kontekstual Fleksibel Menyeluruh Sosialisasi KTSP 122 .

emosional. sosial. 3. kegiatan pembelajaran.1 Ilmiah Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. indikator. dan sistem penilaian. Sosialisasi KTSP 123 .4 Konsisten Adanya hubungan yang konsisten (ajeg. sumber belajar.3 Sistematis Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. intelektual.3. materi pokok/ pembelajaran. dan spritual peserta didik.2 Relevan Cakupan. kedalaman. 3. Sosialisasi KTSP 3. tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik. taat asas) antara kompetensi dasar.

3. afektif. psikomotor). materi pokok/ pembelajaran.7 Fleksibel Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik. 3. pendidik.5 Memadai Cakupan indikator. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar. sumber belajar.3. kegiatan pembelajaran. Sosialisasi KTSP 3. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.6 Aktual dan Kontekstual Cakupan indikator. materi pokok/ pembelajaran. sumber belajar. dan peristiwa yang terjadi.8 Menyeluruh Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. Sosialisasi KTSP 124 . dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu. teknologi. kegiatan pembelajaran.

Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum. atau 2. Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan. atau 3.4. Kelompok guru kelas/mata pelajaran. dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok. 3. per tahun. UNIT WAKTU 1. Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester. Bagi SMK/MAK menggunakan penggalan silabus berdasarkan satuan kompetensi. Kelompok kerja guru (KKG/PKG/MGMP) Dibawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kab/Kota/Provinsi Sosialisasi KTSP 125 . PENGEMBANG SILABUS 1. 2. Guru kelas/mata pelajaran. Sosialisasi KTSP 5.

Kompetensi Dasar 3. Penilaian 7. Materi Pokok/Pembelajaran 4.6. Sumber Belajar Catatan: Indikator dikembangkan berdasarkan KD Sosialisasi KTSP 7. Standar Kompetensi 2. Indikator 6. Alokasi Waktu 8. KOMPONEN SILABUS 1. Kegiatan Pembelajaran 5. MEKANISME PENGEMBANGAN SILABUS Materi Pokok/ Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Analisis SI/SKL/ SK-KD KD-Indikator Alokasi Waktu Sumber Belajar Penilaian Sosialisasi KTSP 126 .

1 Mengkaji Standar Kompetensi Mengkaji standar kompetensi mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. Sosialisasi KTSP 127 . urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. Menentukan Alokasi Waktu 8. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran 4. b. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi 6.8. c. Mengkaji dan Menentukan Kompetensi Dasar 3. LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN SILABUS 1. Menentukan Jenis Penilaian 7. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran 5. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. Mengkaji dan Menentukan Standar Kompetensi 2. Menentukan Sumber Belajar Sosialisasi KTSP 8.

struktur keilmuan. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. 6. Sosialisasi KTSP 128 . keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. 3.2 Mengkaji Kompetensi Dasar Mengkaji kompetensi dasar mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. potensi peserta didik. sosial. 7. kebermanfaatan bagi peserta didik. 4. emosional. 2. c. relevansi dengan karakteristik daerah.8. kedalaman. b. dan keluasan materi pembelajaran. tingkat perkembangan fisik. intelektual.3 Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Mengidentifikasi materi pokok mempertimbangkan: 1. 8. Aktualitas. Sosialisasi KTSP 8. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada dalam SI. alokasi waktu . urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. 5. dan spritual peserta didik.

Pengalaman Belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. Sosialisasi KTSP 129 . Memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar 2. Sosialisasi KTSP HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MENGEMBANGKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN: Memberikan bantuan guru agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional 1. peserta didik dengan guru. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran 3. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik yaitu kegiatan siswa dan materi. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi Pengalaman belajar dimaksud dapat terwujud melalui pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik.8. lingkungan.4 MENGEMBANGKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik.

satuan pendidikan. Sosialisasi KTSP Pengembangan Indikator Setiap KD dikembangkan menjadi beberapa indikator (lebih dari dua) Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur dan/atau diobservasi Tingkat kata kerja dalam indikator lebih rendah atau setara dengan kata kerja dalam KD maupun SK Sosialisasi KTSP 130 . dan potensi daerah Digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. pengetahuan.5 Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap.8. dan keterampilan Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik.

penggunaan portofolio. dan penilaian diri. kesinambungan (Kontinuitas). sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. dan lain-lain untuk pencapaian kompetensi yang merupakan kemampuan bersikap. penilaian hasil karya berupa proyek atau produk. dan bertindak secara konsisten.Prinsip pengembangan indikator adalah sesuai dengan kepentingan (Urgensi). sikap. Sosialisasi KTSP 131 . kesesuaian (Relevansi) dan Kontekstual Keseluruhan indikator dalam satu KD merupakan tandatanda. perilaku. menganalisis. Sosialisasi KTSP 8. pengamatan kinerja. berpikir.6 MENENTUKAN JENIS PENILAIAN Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh.

Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. keluasan. Menggunakan sistem penilaian berkelanjutan d. tingkat kesulitan. Menggunakan acuan kriteria c. Sosialisasi KTSP 132 .HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENENTUKAN PENILAIAN: a. Sesuai dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam kegiatan pembelajaran Sosialisasi KTSP 8. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut e.7 MENENTUKAN ALOKASI WAKTU Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. Untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. yang dilakukan berdasarkan indikator b. kedalaman. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar.

8. Sosialisasi KTSP Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Alokasi waktu: No Kompetensi Dasar Materi Pokok/Pe mbelajaran CONTOH FORMAT SILABUS Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Sosialisasi KTSP 133 . objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. dan indikator pencapaian kompetensi. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran.8 MENENTUKAN SUMBER BELAJAR Sumber belajar adalah rujukan. kegiatan pembelajaran. Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik. alam. dan budaya. nara sumber. sosial. serta lingkungan fisik.

evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran). dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru • Dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar. dievaluasi.CONTOH FORMAT SILABUS Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Kompetensi Dasar: Materi Pokok/Pembelajaran: Kegiatan Pembelajaran: Indikator: Penilaian: Alokasi Waktu: Sumber Belajar: Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN SILABUS BERKELANJUTAN Silabus: • Dijabarkan ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran • Dilaksanakan.dan evaluasi rencana pembelajaran. Sosialisasi KTSP 134 .

Selesai Sosialisasi KTSP 135 .

136 .

metode pembelajaran. sumber belajar. dan penilaian hasil belajar 2 Sosialisasi KTSP 137 .Materi 10 PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sosialisasi KTSP LANDASAN RPP PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 20 Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurangkurangnya tujuan pembelajaran. materi pembelajaran.

3 Sosialisasi KTSP ALUR RPP SK dan KD SILABUS RPP 4 Sosialisasi KTSP 138 .PENGERTIAN RPP Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih.

Metode Pembelajaran: … IV. V. A. Kegiatan Inti: … C. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan pertama. Alat/Bahan/Sumber Belajar: … VI. dst.KOMPONEN RPP (minimal) Tujuan Pembelajaran Materi Pembelajaran Metode Pembelajaran Sumber Belajar Penilaian Hasil Belajar 5 Sosialisasi KTSP Format RPP Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Rencana Pelaksanaan Pembelajaran :… :… :… :… :… :… :… I. Kegiatan Akhir: … Pertemuan kedua. Tujuan Pembelajaran II. Kegiatan Awal: … B. Penilaian: … 6 Sosialisasi KTSP 139 . Materi Ajar :… :… III.

Materi ajar merupakan uraian dari materi pokok/pembelajaran 6. dan Indikator yang telah ditentukan. KD. KD. 8 Sosialisasi KTSP 140 . Menentukan SK.Langkah-langkah Menyusun RPP 1. dan akhir. Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan 7. Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan SK. karena indikator sudah sangat rinci sehingga tidak dapat dijabarkan lagi. Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan 3. pada saat-saat tertentu rumusan indikator sama dengan tujuan pembelajaran. dan Indikator yang akan digunakan ( terdapat pada silabus yang telah disusun) 4. Mengisi kolom identitas 2. inti. Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal. (Lebih rinci dari KD dan Indikator. Mengidentifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok/ pembelajaran yang terdapat dalam silabus.) 7 Sosialisasi KTSP Langkah-langkah Menyusun RPP 5.

Langkah-langkah Menyusun RPP 8. Menyusun kriteria penilaian. Menentukan alat/bahan/ sumber belajar yang digunakan 9. lembar pengamatan. contoh soal. dll 9 Sosialisasi KTSP Selesai 10Sosialisasi KTSP 141 . teknik penskoran.

142 .

143 . Pengembangan Bahan Ajar 11.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) IV. Pengembangan bahan Ajar.

144 .

(National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training). alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. • Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Sosialisasi KTSP 145 . Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.Materi 11 Sosialisasi KTSP Pengertian Bahan Ajar • Bahan ajar merupakan informasi.

Sosialisasi KTSP Bentuk Bahan Ajar • Bahan cetak seperti: hand out. model/maket. CD audio.VCD • Audio seperti: radio. • Multi Media: CD interaktif. PH • Visual: foto.Pengertian Bahan Ajar • Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar. Internet Sosialisasi KTSP 146 . brosur. lembar kerja siswa. gambar. wallchart. • Audio Visual seperti: video/film. buku. modul. kaset. computer Based. leaflet.

.. Indikator. KD. Permasalahan biologi 5. Tingkat organisasi kehidupan 4.Cakupan Bahan Ajar • Judul.. KD Mempelajari ruang lingkup biologi. manfaat dan bahayanya 2.. Persoalan Biologi 3. Manfaat biologi bagi manusia dan lingkungan Sosialisasi KTSP 147 . MP.. Obyek Biologi SK Siswa mampu memahami hakekat biologi Sebagai ilmu. SK. Tempat • Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru) • Tujuan yang akan dicapai • Informasi pendukung • Latihan-latihan • Petunjuk kerja • Penilaian Sosialisasi KTSP Penyusunan Peta Bahan Ajar (Contoh Mapel Biologi) Materi Pembelajaran/Judul bahan Ajar 1. menemukan obyek dan ragam persoalannya dari.

Kompetensi Dasar 1. • Lembar kegiatan berisi petunjuk. 2.1. langkahlangkah untuk menyelesaikan suatu tugas. Kaset 4. Mengidentifikasi kelompok kata sifat 2. spoof/recount.. LKS 2. dan news item.ALUR ANALISIS PENYUSUNAN BAHAN AJAR Standar Kompetensi 1. Mendiskusikan teks report yang didengar. Berkomunikasi lisan dan tertulis menggunakan ragam bahasa yang sesuai dengan lancar dan akurat dalam wacana interaksional dan/atau monolog terutama berkenaan dengan wacana berbentuk naratif. 2. prosedur. Materi Pembelajaran 1. dll. Sosialisasi KTSP 148 . Sosialisasi KTSP Kegiatan Pembelajaran 1. Mengidentifikasi adjective phrase. Indikator 1. Teks berbentuk report. Modul 3. Pengertian Lembar Kegiatan Siswa • Lembar kegiatan siswa (student work sheet) adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa. Mendengarkan Memahami wacana transaksional dan interpersonal ringan dan/atau monolog lisan terutama berkenaan dengan wacana berbentuk report.Lainnya BAHAN AJAR 1. report. …. • Tugas-tugas yang yang diberikan kepada siswa dapat berupa teori dan atau praktik. Adjective phrase.

Buku teks merupakan sumber informasi yang disusun dengan struktur dan urutan berdasar bidang ilmu tertentu. semester. KD. Sosialisasi KTSP 149 . tempat • Petunjuk belajar • Kompetensi yang akan dicapai • Indikator • Informasi pendukung • Tugas-tugas dan langkah-langkah kerja • Penilaian Sosialisasi KTSP Bahan Ajar vs. • Menyusun peta kebutuhan LKS • Menentukan judul LKS • Menulis LKS • Menentukan alat penilaian Struktur LKS secara umum adalah sebagai berikut: • Judul. Buku Teks Bahan ajar merupakan bahan atau materi pembelajaran yang disusun secara sistematis yang digunakan guru dan siswa dalam KBM. indikator dan materi pembelajaran. SK.Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Langkah-langkah penulisan LKS sebagai berikut: • Melakukan analisis kurikulum. mata pelajaran.

Sosialisasi KTSP Buku teks : Mengasumsikan minat dari pembaca Ditulis untuk pembaca (guru. dosen) Dirancang untuk dipasarkan secara luas Belum tentu menjelaskan tujuan instruksional Disusun secara linear Stuktur berdasar logika bidang ilmu Belum tentu memberikan latihan Tidak mengantisipasi kesukaran belajar siswa Belum tentu memberikan rangkuman Gaya penulisan naratif tetapi tidak komunikatif Sangat padat Tidak memilki mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari pembaca.Bahan ajar : Menimbulkan minat baca Ditulis dan dirancang untuk siswa Menjelaskan tujuan instruksional Disusun berdasarkan pola belajar yang fleksibel Struktur berdasarkan kebutuhan siswa dan kompetensi akhir yang akan dicapai. Memberi kesempatan pada siswa untuk berlatih Mengakomodasi kesulitan siswa Memberikan rangkuman Gaya penulisan komunikatif dan semi formal Kepadatan berdasar kebutuhan siswa Dikemas untuk proses instruksional Mempunyai mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari siswa Menjelaskan cara mempelajari bahan ajar. Sosialisasi KTSP 150 .

Jenis Bahan Ajar •Lembar informasi (information sheet) •Operation sheet •Jobsheet •Worksheet •Handout •Modul Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 151 .

152 .

Model-Model Kurikulum 12. 13.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) V. Panduan Model Pengembangan Diri untuk Satuan Pendidikan Dasar 153 . Pengembangan Model Mata Pelajaran Muatan Lokal.

154 .

Materi 12 PENGEMBANGAN MODEL MATA PELAJARAN Sosialisasi KTSP 1 I. Landasan • UU No. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Otonomi daerah. multikultural. sentralisasi ke desentralisasi. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) dan pasal 38 ayat (2) • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Sosialisasi KTSP 2 155 . mulok B.

I. PENDAHULUAN (Lanjutan)
C. Tujuan Tujuan Umum: Acuan bagi satuan pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, dan SMK/MAK dalam pengembangan Mulok yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan.

Sosialisasi KTSP

3

I. PENDAHULUAN (Lanjutan)
Tujuan Khusus: Memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan perilaku kepada peserta didik agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang keadaan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai/aturan yang berlaku di daerahnya dan mendukung kelangsungan pembangunan daerah serta pembangunan nasional. Lebih jelas lagi terutama agar peserta didik dapat: Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam, sosial, dan budayanya. Memiliki pengetahuan, kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya sebagai bekal siswa. Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilainilai/aturan-aturan yang berlaku di daerahnya, serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional.
4

Sosialisasi KTSP

156

I. PENDAHULUAN
D. Pengertian

(Lanjutan)

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP minimal terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.
5

Sosialisasi KTSP

I. PENDAHULUAN

(Lanjutan)

Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi mata pelajaran muatan lokal dapat ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan.

Sosialisasi KTSP

6

157

I. PENDAHULUAN (Lanjutan)
E. Ruang Lingkup
1. Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial ekonomi, dan lingkungan sosial budaya. Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah, khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut, yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan. 2. Lingkup Isi/Jenis Muatan Lokal, dapat berupa: bahasa daerah, bahasa Inggris, kesenian daerah, keterampilan dan kerajinan daerah, adat istiadat, dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar, serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan.
7

Sosialisasi KTSP

2. Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran
A. Pengembangan Sesuai dengan Kondisi Sekolah Saat Ini 1. Analisis Mulok yang ada di sekolah. Apakah masih layak dan relevan Mulok diterapkan di sekolah? 2. Bila Mulok yang diterapkan di sekolah tersebut masih layak digunakan maka kegiatan berikutnya adalah merubah Mulok tersebut ke dalam SK dan KD 3. Bila Mulok yang ada tidak layak lagi untuk diterapkan, maka sekolah bisa menggunakan Mulok dari sekolah lain atau tetap menggunakan Mulok yang ditawarkan oleh Dinas atau mengembangkan Mulok yang lebih sesuai.
Sosialisasi KTSP

8

158

2. Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran
(Lanjutan)

B. Pengembangan dan Penetapan SK - KD 1. Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah 2. Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi Mulok 3. Mengidentifikasi bahan kajian Mulok 4. Menentukan Mata Pelajaran Mulok 5. Mengembangkan SK dan KD berserta silabusnya dan RPP-nya
9

Sosialisasi KTSP

3. Pelaksanaan
Sekolah yang mampu mengembangkan SK dan KD beserta silabus dan RPP-nya dapat melaksanakan Mulok. Bila belum mampu, dapat melaksanakan Mulok berdasarkan kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh sekolah, atau dapat meminta bantuan kepada sekolah lain yang masih dalam satu daerah. Bila beberapa sekolah dalam satu daerah belum mampu mengembangkan SK dan KD Mulok, dapat meminta bantuan Tim Pengembang Kurikulum (TPK) di daerah setempat, atau meminta bantuan dari LPMP di propinsi.
Sosialisasi KTSP

10

159

4. Pihak yang Terlibat dalam Pengembangan • • • • TPK, LPMP, PT, Instansi/lembaga di luar Depdiknas, misalnya: - pemerintah Daerah/Bapeda, - Dinas Departemen lain terkait, - dunia usaha/industri, - dan tokoh masyarakat.

Sosialisasi KTSP

11

5. Rambu-Rambu
•Bahan kajian disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik (pengetahuan dan cara berpikir, emosional, dan sosial). Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar diatur sedemikian rupa agar tidak memberatkan peserta didik dan tidak mengganggu penguasaan pada kurikulum nasional. Oleh karena itu dalam pelaksanaan Mulok dihindarkan adanya pekerjaan rumah (PR).

Sosialisasi KTSP

12

160

(3) dari pengalaman lama ke pengalaman baru. Dekat secara fisik. maupun sosial. Sosialisasi KTSP 13 5. bahan pengajaran hendaknya disusun berdasarkan prinsip (1) bertitik tolak dari hal-hal konkret ke abstrak. Selain itu guru hendaknya dapat memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan peserta didik aktif dalam proses belajar mengajar. Sosialisasi KTSP 14 161 . (4) dari yang mudah/sederhana ke yang lebih sukar/rumit. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Program pembelajaran hendaknya dikembangkan dengan melihat kedekatan secara fisik dan secara psikis. Dalam kaitan dengan sumber belajar. Untuk itu. maksudnya dalam lingkungan tempat tinggal dan sekolah peserta didik. guru diharapkan dapat mengembangkan sumber belajar yang sesuai dengan memanfaatkan potensi di lingkungan sekolah. (2) dikembangkan dari yang diketahui ke yang belum diketahui. Selain itu bahan kajian/pelajaran hendaknya bermakna bagi peserta didik yaitu bermanfaat karena dapat membantu peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. misalnya dengan memanfaatkan tanah/kebun sekolah. fisik.5. Sedangkan dekat secara psikis maksudnya bahan kajian tersebut mudah dipahami oleh kemampuan berpikir dan mencernakan informasi sesuai dengan usianya. meminta bantuan dari instansi terkait atau dunia usaha/industri (lapangan kerja) atau tokoh-tokoh masyarakat. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Bahan kajian/pelajaran hendaknya memberikan keluwesan bagi guru dalam memilih metode mengajar dan sumber belajar seperti buku dan nara sumber. baik secara mental.

penggunaan portofolio. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. Penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. pengamatan kinerja. Sosialisasi KTSP 16 162 . dan penilaian diri. proyek dan/atau produk. dua semester atau satu tahun ajaran. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Namun demikian bahan kajian muatan lokal tertentu tidak harus secara terus-menerus diajarkan mulai dari kelas I s.5. menganalisis.d XII. pengukuran sikap. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Bahan kajian muatan lokal yang diajarkan harus bersifat utuh dalam arti mengacu kepada suatu tujuan pengajaran yang jelas dan memberi makna kepada peserta didik. dan X s. •Alokasi waktu untuk bahan kajian/pelajaran muatan lokal perlu memperhatikan jumlah minggu efektif untuk mata pelajaran muatan lokal pada setiap semester Sosialisasi KTSP 15 6. penilaian hasil karya berupa tugas. Bahan kajian muatan lokal juga dapat disusun dan diajarkan hanya dalam jangka waktu satu semester. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan.d IX.d VI atau dari kelas VII s.

7. Pelaporan • Pelaporan hasil belajar mata pelajaran muatan lokal diwujudkan dalam bentuk kuantitatif Sosialisasi KTSP 17 Selesai Sosialisasi KTSP 18 163 .

164 .

pasal 3 tentang tujuan pendidikan. dan guru / tenaga kependidikan yang disebut pembina. dibimbing oleh konselor. Permendiknas No. minat. Dasar standarisasi profesi konseling oleh Ditjen Dikti Tahun 2004 tentang arah profesi konseling di sekolah dan luar sekolah. dan kemampuan PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan: Pasal 5 – 18 tentang Standar Isi satuan pendidikan dasar dan menengah. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas: Pasal 1 butir 6 tentang pendidik.Materi 13 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PANDUAN MODEL PENGEMBANGAN DIRI Untuk Satuan Pendidikan Dasar Sosialisasi KTSP Landasan Pengembangan Diri UU No. pasal 12 ayat (1b) tentang pelayanan pendidikan sesuai bakat. pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran. Sosialisasi KTSP 165 . 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi yang memuat pengembangan diri dalam struktur kurikulum.

serta kegiatan ekstra kurikuler. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial. dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah. potensi. kegiatan belajar. Untuk satuan pendidikan kejuruan. khususnya pelayanan konseling ditujukan guna pengembangan kreativitas dan karir Untuk satuan pendidikan khusus.Pengertian Pengembangan Diri Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. Sosialisasi KTSP Tujuan Umum kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. Pengembangan diri bertujuan memberikan Sosialisasi KTSP 166 . kegiatan pengembangan diri. pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik. dan pengembangan karir. minat. bakat. kondisi dan perkembangan peserta didik.

pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri. adalah kegiatan dalam bentuk perilaku seharihari seperti : berpakaian rapi. Kreativitas d. Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan e. Kemampuan kehidupan keagamaan f. kelompok dan atau klasikal melalui penyelenggaraan : Layanan dan kegiatan pendukung Konseling Kegiatan Ekstra Kurikuler Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut : • Rutin. Kemandirian Sosialisasi KTSP Bentuk Pelaksanaan Pengembangan Diri Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual. Bakat b. antri. Kemampuan sosial g. • Spontan. Kemampuan pemecahan masalah j. adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti : pembentukan perilaku memberi salam. membuang sampah pada tempatnya. datang tepat waktu Sosialisasi KTSP 167 . Wawasan dan perencanaan karir i. Minat c. memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain. ibadah khusus keagamaan bersama. mengatasi silang pendapat (pertengkaran). • Keteladanan. berbahasa yang baik. seperti : upacara bendera. rajin membaca. Kemampuan belajar h. senam. keberaturan.Tujuan Khusus Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan : a. yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal.

anggota keluarga. dan perencanaan karir. Pengembangan karir. kemampuan belajar. melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung. Pengembangan kemampuan belajar. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya. kehidupan sosial. serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik. Sosialisasi KTSP 168 . yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi. serta memilih dan mengambil keputusan karir. dan mengembangkan potensi dan kecakapan. dan warga lingkungan sosial yang lebih luas. d. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami. b. Konseling adalah pelayanan bantuan untuk Sosialisasi KTSP Bidang Pelayanan Konseling a. agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal. Pengembangan kehidupan sosial.Konseling peserta didik. menilai. baik secara perorangan maupun kelompok. berdasarkan normanorma yang berlaku. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. bakat dan minat. Pengembangan kehidupan pribadi. c.

yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu. sosial. dan masyarakat. terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya. yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri. Sosialisasi KTSP Jenis Layanan Konseling Orientasi. Fungsi Pencegahan. Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan. yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya.. Informasi. Fungsi Advokasi. Fungsi Pengentasan. program latihan. belajar. Penempatan dan Penyaluran. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuhkembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya. Sosialisasi KTSP 169 . keluarga. yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas.Fungsi Bimbingan Konseling Fungsi Pemahaman. magang. Penguasaan Konten. kelompok belajar. jurusan/program studi. dan pendidikan lanjutan. karir/jabatan. dan kegiatan ekstra kurikuler. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya. terumata kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah. untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru.

yang bersifat terbatas dan tertutup. Sosialisasi KTSP 170 . kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya. • Mediasi. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok. yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data. kegiatan belajar. kemampuan sosial. • Konseling Kelompok. terpadu. Sosialisasi KTSP Kegiatan Pendukung • • • • • • Aplikasi Instrumentasi. yaitu kegiatan memperoleh data. dan karir/jabatan.Jenis Layanan (lanjutan …) • Konseling Perorangan. sistematis. kemampuan hubungan sosial. yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya. pemahaman. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi. kegiatan belajar. dan bersifat rahasia. baik tes maupun non-tes. yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya. dan pengambilan keputusan. yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik. karir/jabatan. yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan. yang diselenggarakan secara berkelanjutan. Alih Tangan Kasus. serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik. yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka. komprehensif. • Bimbingan Kelompok. melalui aplikasi berbagai instrumen. dan caracara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik. Konferensi Kasus. Kunjungan Rumah. Tampilan Kepustakaan. • Konsultasi. Himpunan Data.

• Kelompok. • Pendekatan Khusus. yaitu format kegiatan konseling yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. • Program Semesteran. • Program Harian. • Klasikal. yaitu format kegiatan konseling yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan.Format Kegiatan • Individual. Sosialisasi KTSP 171 . • Program Mingguan. Sosialisasi KTSP Jenis Program • Program Tahunan. yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas. • Program Bulanan. • Lapangan. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling. yaitu format kegiatan konseling yang melayani peserta didik secara perorangan. yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan.

sasaran pelayanan. pemanfaatan kepustakaan. kunjungan rumah. dan volume/beban tugas konselor Sosialisasi KTSP Pelaksanaan Kegiatan Konseling Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah: Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi. serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas. penempatan dan penyaluran. Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi. dan alih tangan kasus. himpunan data. Sosialisasi KTSP 172 . format kegiatan. Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat bidang. jenis layanan dan kegiatan pendukung. kegiatan instrumentasi.Penyusunan Program Program pelayanan konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. kegiatan konferensi kasus. penguasaan konten.

serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. Kegiatan Ekstra Kurikuler adalah kegiatan Sosialisasi KTSP 173 . potensi. Sosialisasi KTSP Kegiatan Ekstrakurikuler pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan. bakat dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah. konseling kelompok dan mediasi. Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan konseling. diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. konseling perorangan. bimbingan kelompok.Pelaksanaan Kegiatan Konseling (lanjutan) Di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah: Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi.

yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti secara sukarela peserta didik. Persiapan karir. Rekreatif. bakat dan minat mereka. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik. membangun semangat peserta didik untuk bekerja dengan baik dan berhasil. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik. Sosialisasi KTSP 174 . yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang Menyenangkan. menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan suasana rileks. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang Kemanfaatan sosial.Fungsi Kegiatan Ekstrakurikuler Pengembangan. Sosial. Etos kerja. Keterlibatan aktif. bakat dan minat peserta didik masing-masing. Sosialisasi KTSP Prinsip Kegiatan Ekstra Kurikuler Individual. Pilihan. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan potensi. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler dalam suasana yang disukai dan mengembirakan peserta didik. mengembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan.

Klasikal. Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA). penelitian. Latihan/lomba keberbakatan/prestasi. teater. Karya Ilmiah. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik antar kelas/ antar sekolah/madrasah. seni dan budaya. dengan substansi antara lain karir. kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik. cinta alam. kesehatan. perlindungan HAM.Jenis Kegiatan Ekstrakurikuler Krida. lokakarya. jurnaistik. meliputi Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR). Seminar. meliputi pengembangan bakat olah raga. dan pameran/bazar. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti oleh kelompok-kelompok peserta didik. Sosialisasi KTSP 175 . yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik secara perorangan. meliputi Kepramukaan. keagamaan. Palang Merah Remaja (PMR). seni budaya. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik dalam satu kelas. pendidikan. Sosialisasi KTSP Format Kegiatan Individual. Kelompok. keagamaan. Gabungan.

waktu.Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Kegiatan ekstra kurikuler yang bersifat rutin. b. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan/kegiatan terhadap peserta didik. c. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung konseling terhadap peserta didik. jenis kegiatan. Sosialisasi KTSP Penilaian 1. Kegiatan ekstra kurikuler yang terprogram dilaksanakan sesuai dengan sasaran. Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN). konselor dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah. Penilaian segera (LAISEG). Penilaian hasil kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui: a. substansi. tempat dan pelaksana sebagaimana telah direncanakan. Sosialisasi KTSP 176 . spontan dan keteladanan dilaksanakan secara langsung oleh guru. yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani. Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG).

Sosialisasi KTSP 177 . Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam SATLAN dan SATKUNG. Hasil penilaian kegiatan pelayanan konseling dicantumkan dalam LAPELPROG.Penilaian ( lanjutan ) 2. 3. Hasil kegiatan pelayanan konseling secara keseluruhan dalam satu semester untuk setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif. Sosialisasi KTSP Penilaian ( lanjutan ) Ekstrakurikuler Hasil dan proses kegiatan ekstra kurikuler dinilai secara kualitatif dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah dan pemangku kepentingan lainnya oleh penanggung jawab kegiatan. untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan.

PENGEMBANGAN DIRI Kamu harus jadi dirimu sendiri ! Bakat saya harus berkembang Guru & Siswa Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 178 .

179 .Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VI. Pembelajaran Tematik 14. Model Pembelajaran Tematik SD Kelas I - III.

180 .

dan tiga berada pada rentangan usia dini yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) sehingga pembelajarannya masih bergantung kepada objekobjek konkrit dan pengalaman yang dialaminya Pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SD kelas I – III yang terpisah untuk setiap mata pelajaran. dua. Sosialisasi KTSP 181 . akan menyebabkan kurang mengembangkan anak untuk berpikir holistik Terdapat permasalahan pada kelas awal (I-III) antara lain adalah tingginya angka mengulang kelas dan putus sekolah.Materi 14 MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK SD KELAS I-III Sosialisasi KTSP Latar Belakang Peserta didik kelas satu.

Sosialisasi KTSP Tujuan Memusatkan perhatian peserta didik mudah pada suatu tema materi yang jelas. Mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar mata pelajaran dalam tema yang sama. Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan. Memudahkan guru dalam mempersiapkan dan menyajikan bahan ajar yang efektif. Sosialisasi KTSP 182 .Pengertian Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada peserta didik. Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi topik pembelajaran.

Pembelajaran menjadi utuh oleh peserta didik akan mendapat pengertian mengenai konsep dan materi yang tidak terpecah-pecah. Peserta didik memahami hubungan yang bermakna antar mata pelajaran. kreatif.Manfaat Pembelajaran Tematik Menghilangkan tumpang tindih bahan ajar. Penguasaan konsep oleh peserta didik akan semakin baik meningkatan Sosialisasi KTSP Karakteristik Pembelajaran Tematik Berpusat pada peserta didik Memberikan pengalaman langsung Tidak terjadi pemisahan mata pelajaran Menyajikan konsep yang terpadu dari berbagai mata pelajaran Bersifat fleksibel Proses pembelajaran mudah disesuaikan dengan minat dan kebutuhan peserta didik Menggunakan prinsip pembelajaran yang aktif. dan menyenangkan Sosialisasi KTSP 183 . efektif.

Implikasi Pembelajaran Tematik Implikasi bagi: Guru : harus kreatif dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi peserta didik. memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna. menyenangkan dan utuh. sumber belajar dan media: Memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar. pasangan. Sosialisasi KTSP Implikasi Pembelajaran Tematik (lanjutan…) Sarana prasarana. kelompok kecil ataupun klasikal dan mengikuti secara aktif kegiatan pembelajaran yang bervariasi. Memanfaatkan berbagai sumber belajar Mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi Masih dapat menggunakan bahan ajar yang sudah ada saat ini untuk masing-masing mata pelajaran dan menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar yang terintegrasi Sosialisasi KTSP 184 . menarik. Peserta didik: harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran baik secara individual.

tanya jawab. dan daerah setempat. sarana dan sumber belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan menyimpannya kembali. menulis. Kompetensi dasar yang tidak tercakup dalam tema tertentu harus diajarkan baik melalui tema lain maupun berdiri sendiri. Pemilihan metode : pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai variasi metode (percobaan. Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan dapat diajarkan tersendiri. demonstrasi. bermain peran.Implikasi Pembelajaran Tematik (lanjutan…) Pengaturan ruang kelas: Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang dilaksanakan. Kegiatan ini ditekankan kepada kemampuan membaca. bercakap-cakap) baik di dalam kelas maupun di luar kelas Sosialisasi KTSP Rambu-Rambu Pembelajaran Tematik Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester. Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/ karpet Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar Alat. dan berhitung serta penanaman nilai-nilai moral dan cerita tanah air. Sosialisasi KTSP 185 . Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa. lingkungan. minat.

Kompetensi Dasar. Sosialisasi KTSP 186 . Indikator dalam Tema 2. Pemetaan Standar Kompetensi. Penyusunan Silabus 4. Indikator Dalam Tema Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh semua standar kompetensi.Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Tahap Persiapan: 1. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Sosialisasi KTSP 1. Pemetaan Standar Kompetensi. kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata pelajaran yang dipadukan dalam tema yang dipilih. Kompetensi Dasar. Penetapan Jaringan Tema 3.

Kegiatan Pemetaan 1. mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam masingmasing mata pelajaran. menetapkan terlebih dahulu tematema pengikat keterpaduan. untuk menentukan tema tersebut... dilanjutkan dengan menentukan tema yang sesuai. guru dapat bekerjasama dengan peserta didik sehingga sesuai dengan minat dan kebutuhan anak. Penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam indikator Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan indikator: Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran Dirumuskan dalam kata kerja oprasional yang terukur dan/atau dapat diamati Sosialisasi KTSP Kegiatan Pemetaan (lanjutan. Menentukan tema Cara penentuan tema Cara pertama.) 2. Sosialisasi KTSP 187 . Cara kedua.

Kompetensi Dasar dan Indikator Mengidentifikasi dan menganalisis setiap Standar Kompetensi.Kegiatan Pemetaan (lanjutan.. dan kemampuannya Sosialisasi KTSP Kegiatan Pemetaan (lanjutan. Identifikasi dan Analisis Standar Kompetensi.) 3. kompetensi dasar dan indikator terbagi habis dalam tema.. kebutuhan. termasuk minat.. Kompetensi Dasar dan Indikator yang cocok untuk setiap tema sehingga semua standar kompetensi.. Sosialisasi KTSP 188 .) Prinsip Penentuan tema Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan peserta didik Dari yang termudah menuju yang sulit Dari yang sederhana menuju yang kompleks Dari yang konkret menuju ke yang abstrak. Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya proses berpikir pada diri Peserta didik Ruang lingkup tema disesuaikan dengan usia dan perkembangan Peserta didik.

kompetensi dasar dan indikator dari setiap mata pelajaran.2. dan penilaian. Penyusunan Silabus Komponen silabus terdiri atas standar kompetensi. Menetapkan Jaringan Tema Hubungkan kompetensi dasar dan indikator dengan tema pemersatu sehingga akan terlihat kaitan antara tema. indikator. Jaringan tema ini dapat dikembangkan sesuai dengan alokasi waktu setiap tema. Sosialisasi KTSP 3. pengalaman belajar. Sosialisasi KTSP 189 . alat/sumber. kompetensi dasar.

inti dan penutup).4. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Komponen rencana pembelajaran tematik meliputi : Identitas mata pelajaran Kompetensi dasar dan indikator yang akan dilaksanakan. Tahapan/jadwal kegiatan per hari . Pengaturan jadwal pelajaran Sosialisasi KTSP 190 .Kegiatan Pembukaan (± 1 jp) .Kegiatan Inti (± 3 jp) . Materi pokok beserta uraiannya yang perlu dipelajari Strategi pembelajaran (kegiatan pembukaan.Kegiatan Penutup (± 1 jp) 2. Alat dan media serta sumber bahan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran tematik Penilaian dan tindak lanjut Sosialisasi KTSP Tahap Pelaksanaan 1.

Penyajian bahan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai strategi/metode yang bervariasi dan dapat dilakukan secara klasikal. Tahapan Kegiatan (lanjutan…) b. kelompok kecil. Kegiatan Pendahuluan/awal/pembukaan (1 jam pelajaran) Kegiatan ini dilakukan terutama untuk menciptakan suasana awal pembelajaran berupa kegiatan untuk pemanasan. Pada tahap ini dapat dilakukan penggalian terhadap pengalaman anak tentang tema yang akan disajikan. dan menyanyi Sosialisasi KTSP 1.1. Beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan adalah bercerita. tulis dan hitung. Sosialisasi KTSP 191 . kegiatan fisik/jasmani. a. Tahapan Kegiatan Pelaksanaan pembelajaran tematik setiap hari dilakukan dengan menggunakan tiga tahapan. Kegiatan Inti Dalam kegiatan inti difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk pengembangan kemampuan baca. ataupun perorangan.

Sosialisasi KTSP Contoh Jadwal Harian (1) Pembukaan Anak berkumpul bernyanyi sambil menari mengikuti irama musik Kegiatan untuk pengembangan kemampuan membaca Kegiatan untuk pengembangan kemampuan menulis Kegitan untuk pengembangan kemampuan berhitung Mendongeng atau membaca cerita dari buku cerita Inti Penutup Sosialisasi KTSP 192 . pesan-pesan moral. Kegiatan Penutup/Akhir dan Tindak Lanjut Sifat dari kegiatan penutup adalah untuk menenangkan. Tahapan Kegiatan (lanjutan…) c. pantomim. musik/apresiasi musik. Kegiatan yang dapat dilakukan adalah menyimpulkan/mengungkapkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan. membacakan cerita dari buku.1. mendongeng.

Contoh Jadwal Harian (2) Pembukaan Waktu berkumpul (anak menceritakan pengalaman. guru pendidikan jasmani dan guru muatan lokal dapat bersama-sama menyusun jadwal pelajaran Jadwal pelajaran ini bersifat fleksibel sesuai dengan situasi dan keperluan sekolah Sosialisasi KTSP 193 . menggambar hewan hasil pengamatan Mendongeng Pesan-pesan moral Musik/menyanyi Inti Penutup Sosialisasi KTSP 2. Pengaturan Jadwal Pelajaran • • • Pengaturan jadwal dilakukan untuk memudahkan administrasi sekolah Guru bersama dengan guru mata pelajaran pendidikan agama. melakukan kegiatan fisik sesuai dengan tema) Pengembangan kemampuan menulis (kegiatan kelompok besar) Pengembangan kemampuan berhitung (kegiatan kelompok kecil atau berpasangan) Melakukan pengamatan sesuai dengan tema. misalnya mengamati jenis kendaraan yang lewat pada tema transporasi. menyanyi.

Indo B. Mengingat bahwa peserta didik kelas I SD belum semuanya lancar membaca dan menulis. berkesinambungan.35-8.45-9. Sosialisasi KTSP 194 . Indo B.00 9. Indo B.35-10. Penilaian di kelas I.10 Sosialisasi KTSP Penilaian Dalam Pembelajaran Tematik Penilaian dalam pembelajaran tematik adalah suatu usaha untuk mendapatkan berbagai informasi secara berkala.35 Senin Mat Mat Mat Istirahat B. II.45 8. Oleh karena itu. Indo B.35 9. dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh peserta didik melalui pembelajaran. Kemampuan membaca.00-9. menulis. dan berhitung merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik.10 8.10-8.Contoh Jadwal Pelajaran Waktu 700-7. maka cara penilaian di kelas I tidak ditekankan pada penilaian secara tertulis.Indo KTK Istirahat KTK KTK Jumat Penjaske s Penjaske s Agama Istirahat Agama Sabtu IPA IPA Mulok Istirahat Mulok 7. dan III mengikuti aturan penilaian matamata pelajaran lain di Sekolah Dasar. penguasaan terhadap ke kemampuan tersebut adalah prasyarat untuk kenaikan kelas. Indo Selasa B. Indo Istirahat Mat Mat Rabu Mat Mat Mat Istirahat IPS IPS Kamis B.

dan menyanyi pada kegiatan akhir. dan III Sekolah Dasar. Penilaian dilakukan secara terus menerus dan selama proses belajar mengajar berlangsung. Hasil karya/kerja peserta didik dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi guru dalam mengambil keputusan untuk peserta didik misalnya: penggunaan tanda baca. Sosialisasi KTSP 195 . misalnya sewaktu peserta didik bercerita pada kegiatan awal. membaca pada kegiatan inti. II. maupun angka. Nilai akhir pada laporan (raport) dikembalikan pada kompetensi mata pelajaran yang terdapat pada kelas I. Dengan demikian penilaian dalam hal ini tidak lagi terpadu melalui tema. ejaan kata. melainkan sudah terpisah-pisah sesuai dengan Kompetensi Dasar dan Indikator mata pelajaran.Penilaian Dalam Pembelajaran Tematik (lanjutan…) Penilaian dilakukan dengan mengacu pada indikator masingmasing Kompetensi Dasar dari masing-masing mata pelajaran. Sosialisasi KTSP Penilaian Dalam Pembelajaran Tematik (lanjutan…) Pada pembelajaran tematik penilaian dilakukan untuk mengkaji ketercapaian Kompetensi Dasar dan Indikator pada tiap-tiap mata pelajaran yang terdapat pada tema tersebut.

Selesai Sosialisasi KTSP 196 .

Pembelajaran Efektif 15. Pembelajaran Aktif. 197 . Kreatif.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VII. Efektif & menyenangkan (PAKEM) di TK & SD.

198 .

Asumsi Belajar . Kreatif.DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 15 Pembelajaran Aktif.Belajar: Proses individual Proses sosial Menyenangkan Tak pernah berhenti Membangun makna Sosialisasi KTSP 199 . Efektif & Menyenangkan (Pakem) Di TK dan SD Sosialisasi KTSP MENGAPA PAKEM 1.

MENGAPA PAKEM (lanjutan) 2. PERUBAHAN PARADIGMA Mengajar Pembelajaran (teaching – learning) Penilaian Perbaikan Terus-menerus (Continous improvement) Sosialisasi KTSP MENGAPA PAKEM (lanjutan) 3. PENGERTIAN Proses pembelajaran yang dirancang agar mengaktifkan anak. Sosialisasi KTSP 200 . mengembangkan kreativitas sehingga efektif namun tetap menyenangkan.

1 Pembelajaran • Multi metode • Multi media • Praktik dan bekerja dalam Tim • Memanfaatkan Lingkungan Sekolah • Multi Aspek : Logika Kinestika Estetika Etika Sosialisasi KTSP 201 . pengetahuan dan sikap untuk hidup.MENGAPA PAKEM (lanjutan) 4. Sosialisasi KTSP MENGAPA PAKEM (lanjutan) 5. Ciri-Ciri 5. PENGERTIAN Menciptakan Lingkungan Belajar yang kondusif/bermakna yang mampu memberikan siswa keterampilan.

3 Suasana belajar Pembelajaran hendaknya: Menyenangkan Mengasyikan Mencerdaskan Menguatkan Sosialisasi KTSP 202 . Ciri-Ciri (lanjutan) 5.2 Melatih Kebiasaan yng Mengarah pada 6 K • • • • • • Kebersihan Keindahan Kerindangan Ketertiban Keamanan Kekeluargaan Sosialisasi KTSP 5. Ciri-Ciri (lanjutan) 5.5.

MENGAPA PAKEM (lanjutan) 6. Pakem Bermanfaat bagi • • • • • • Kepala Sekolah Guru Siswa Orangtua Masyarakat Pemerintah Sosialisasi KTSP MANFAAT BAGI ANAK Belajar lebih efektif/mendalam Anak lebih kritis dan kreatif Suasana dan pengalaman belajar bervariasi Meningkatkan kematangan emosional/sosial Produktivitas siswa tinggi Siap menghadapi perubahan dan berpartisipasi dalam proses perubahan Sosialisasi KTSP 203 .

Nasional. PEMBELAJARAN YANG MENGARAH PAS. dan global. 1. 3. PAKEM 2.KOMPONEN UTAMA PAKEM KURIKULUM & PERANGKATNYA SARANA PRASARANA Standarisasi mutu Pendidikan Secara Berkelanjutan Menghadapi Tuntutan lokal. PENILAIAN YANG BERKELANJUTAN SDM MANAJEMEN Sosialisasi KTSP PILAR PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN MBS PAKEM PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN PSM Sosialisasi KTSP 204 .

Sosialisasi KTSP 205 .

206 .

Rancangan Penilaian Hasil Belajar 207 . Penilaian hasil Belajar 16.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VIII.

208 .

MANFAAT HASIL PENILAIAN F.Materi 16 RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENILAIAN A. PENGERTIAN PENILAIAN KELAS C. TEKNIK PENILAIAN E. CIRI PENILAIAN KELAS D. PELAPORAN Sosialisasi KTSP 209 . PENGERTIAN KETUNTASAN BELAJAR G. PENGERTIAN PENILAIAN B.

PENILAIAN KELAS Proses pengumpulan & penggunaan informasi oleh guru melalui sejumlah bukti untuk membuat keputusan ttg pencapaian hasil belajar/kompetensi siswa. Sosialisasi KTSP 210 . PENGERTIAN PENILAIAN PENILAIAN ADALAH PROSES SISTEMATIS MELIPUTI PENGUMPULAN INFORMASI (ANGKA. INTERPRETASI INFORMASI UNTUK MEMBUAT KEPUTUSAN. Sosialisasi KTSP B.A. ANALISIS. DESKRIPSI VERBAL).

C. Belajar Tuntas • Belajar Tuntas (mastery learning): peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya. Carrol. • “Jika peserta didik dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuannya untuk beberapa mata pelajaran dan diajarkan sesuai dengan karakteristik mereka. 2. maka sebagian besar dari mereka akan mencapai ketuntasan”. A Model of School Learning Sosialisasi KTSP ) 211 . dan hasil yang baik. sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar. CIRI PENILAIAN KELAS 1. MENGGUNAKAN BERBAGAI CARA & ALAT PENILAIAN Sosialisasi KTSP 1. (John B. BELAJAR TUNTAS OTENTIK BERKESINAMBUNGAN BERDASARKAN ACUAN KRITERIA / PATOKAN 5. 4. 3.

lanjutan • Guru harus mempertimbangkan antara waktu yang diperlukan berdasarkan karakteristik peserta didik dan waktu yang tersedia di bawah kontrol guru (John B. Bloom) Sosialisasi KTSP 2. dan sikap. mulai dari tingkat kompetensi awal mereka” (JH. mereka dapat berhasil jika kompetensi awal mereka terdiagnosis secara benar dan mereka diajar dengan metode dan materi yang berurutan. Block. keterampilan. Penilaian Otentik • Memandang penilaian dan pembelajaran secara terpadu • Mencerminkan masalah dunia nyata bukan dunia sekolah • Menggunakan berbagai cara dan kriteria • Holistik (kompetensi utuh merefleksikan pengetahuan.) Sosialisasi KTSP 212 . B. Carrol) • “Peserta didik yang belajar lambat perlu waktu lebih lama untuk materi yang sama.

Ulangan Akhir Semester. penugasan. dan perbaikan hasil terus menerus dalam bentuk Ulangan Harian. dengan penekanan pada kompetensi dasar semester genap Sosialisasi KTSP 213 . • Ulangan Kenaikan Kelas : selesai semua Kompetensi Dasar pada semester ganjil dan genap.3. atau lainnya) • Ulangan Tengah Semester : selesai beberapa Kompetensi Dasar pada semester yang bersangkutan • Ulangan Akhir Semester : selesai semua Kompetensi Dasar pada semester yang bersangkutan. kemajuan. Sosialisasi KTSP • Ulangan Harian : selesai satu atau beberapa Indikator. Ulangan Tengah Semester. Berkesinambungan Memantau proses. dan Ulangan Kenaikan Kelas. (tertulis. observasi.

4. Berdasar Acuan kriteria/patokan Prestasi kemampuan peserta didik TIDAK DIBANDINGKAN dengan peserta kelompok. Unjuk Kerja. Pengamatan. dan Penilaian Diri Sosialisasi KTSP 214 . Portofolio. Produk. Lisan. tetapi dengan kemampuan yang dimiliki sebelumnya dan patokan yang ditetapkan Sosialisasi KTSP 5. Menggunakan Berbagai cara & alat penilaian • Mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi • Menggunakan penilaian yang bervariasi: Tertulis. Proyek.

interaksi) • Cocok untuk : • Penyajian lisan: keterampilan berbicara. Sosialisasi KTSP 1. • Pemecahan masalah dalam kelompok • Partisipasi dalam diskusi • Menari • Memainkan alat musik • Olah Raga • Menggunakan peralatan laboratorium • Mengoperasikan suatu alat Sosialisasi KTSP 215 . Sikap 7.4. 3. Diri (Self Assessment) 1. Unjuk Kerja (Performance) : pengamatan terhadapa aktivitas siswa sebagaimana terjadi (unjuk kerja. tingkah laku. berpidato. 2. 4. Portofolio (Portfolio) 6. TEKNIK /CARA PENILAIAN Unjuk Kerja (Performance) Penugasan (Proyek/Project) Hasil kerja (Produk/Product) Tertulis (Paper & Pen) 5. berdiskusi. baca puisis.

Merubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan ----. Ekspresi fisik (physical expression) ----. dan 4 bila siswa selalu melakukan --------------------------------------------------------------------------------------------------Nama : Rinjani I. Berdiri tegak melihat pada penonton ----.C.A. Ekspresi fisik (physical expression) A.B.CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN DENGAN RATING SCALE -----------------------------------------------------------------------------------------------Petunjuk : Beri Lingkaran pada angka yang sesuai untuk setiap kemampuan yang teramati pada waktu anak berpidato : 1 bila tidak pernah 2 bila jarang 3 bila kadang-kadang. Berdiri tegak melihat pada penonton 1 2 3 4 B. Mata melihat kepada penonton Sosialisasi KTSP 216 . ---------------------------------------------------------------------------------Nama: Rinjani I. Mengubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan 1 2 3 4 Sosialisasi KTSP CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN DENGAN CHECKLIST --------------------------------------------------------------------------------Petunjuk: Beri tanda centang (v) dibelakang huruf di mana kemampuan siswa teramati pada waktu berpidato.

Nada suaranya berubah-ubah sesuai pernyataan yang ditekankan ---. Penyajian data Sosialisasi KTSP 217 . Ekspresi suara (vocal expression) ---.C. Sosialisasi KTSP 2.C.D.II.B. Menyimpulkan pokok-pokok pikiran yang penting III. Berbicara cukup keras untuk didengar penonton Ekspresi verbal (verbal expression) ---. Memilih kata-kata yang tepat untuk menegaskan arti ---. Tidak mengulang-ulang pernyataan ---.A. Berbicara dengan kata-kata yang jelas ---. Menggunakan kalimat yang lengkap untuk mengutarakan suatu pikiran ---. Penugasan (Proyek) : Penilaian terhadap suatu tugas yang mengandung penyelidikan yang harus selesai dalam waktu tertentu Tugas: suatu investigasi dgn tahapan: Perencanaan Pengumpulan data Pengolahan data.B.A.

PENILAIAN PROYEK Bermanfaat menilai : • Keterampilan menyelidiki secara umum • Pemahaman & Pengetahuan dalam bidang tertentu • Kemampuan mengaplikasi pengetahuan dalam suatu penyelidikan • Kemampuan menginformasikan subyek secara jelas Sosialisasi KTSP CONTOH PENILAIAN PROYEK : Ilmu Pengetahuan Sosial : SD : VI Mata Pelajaran Jenjang Kelas / Semester Contoh Kompetensi Dasar : menganalisis bentuk-bentuk perilaku yang muncul sebagai dampak globalisasi (konsumerisme. gaya hidup) Sosialisasi KTSP 218 .

migrasi. perjalanan. perilaku. pariwisata. pilihan makanan dan minuman. gaya hidup. nilai-nilai. komunikasi.Membandingkan pandangan orang tua dan anak mengenai perubahan-perubahan yang terjadi akibat pengaruh globalisasi Sosialisasi KTSP Contoh Tugas Penilaian Proyek ----------------------------------------Lakukan penelitian sederhana di lingkungan sekitar mengenai pengaruh iklan di media cetak maupun di media elektronik terhadap gaya hidup anak SD (cara berpakaian. perilaku) Sosialisasi KTSP 219 . telekomunikasi) .• Indikator : . pakaian.Membuat daftar perubahan perilaku masyarakat setempat sebagai dampak globalisasi (mis: dalam hal makanan. dan tradisi) .Mengidentifikasi bukti-bukti globalisasi di lingkungan masyarakat (mis: dalam hal periklanan.

CONTOH
ASPEK

FORMAT PENYEKORAN TUGAS PROYEK
KRITERIA DAN SKOR 3 2 1

PERSIAPAN

Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan dengan lengkap.

Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan kurang lengkap. Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua, tetapi data tidak tercatat dengan rapi dan lengkap.

Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan tidak lengkap

PENGUMPULAN DATA

Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua dan data tercatat dengan rapi dan lengkap.

Jika pertanyaan tidak terlaksana semua dan data tidak tercatat dengan rapi.

PENGOLAHAN DATA

Jika pembahasan data sesuai tujuan penelitian

Jika pembahasan data kurang menggambarkan tujuan penelitian Jika sistimatika penulisan benar, memuat saran, namun bahasa kurang komunikatif

Jika sekedar melaporkan hasil penelitian tanpa membahas data

PELAPORAN TERTULIS

Jika sistimatika penulisan benar, memuat saran, bahasa komunikatif.

Jika penulisan kurang sistimatis, bahasa kurang komunikatif, kurang memuat saran

Sosialisasi KTSP

3. Hasil Kerja (Produk):
Penilaian terhadap kemampuan membuat produk teknologi dan seni
Penilaian Hasil Akhir dan Proses:

hasil akhir spt:

- makanan - pakaian - hasil karya seni: gambar, lukisan, pahatan - barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam - menggunakan teknik menggambar - menggunakan peralatan dengan aman - membakar kue dengan baik

proses spt:

Sosialisasi KTSP

220

PENILAIAN PRODUK

PERSIAPAN,kmp: - rencanakan, gali, kembangkan gagasan - desain produk

PEMBUATAN: kmp seleksi dan gunakan: bahan, alat, teknik

PENILAIAN
(APPRAISAL):

kmp buat produk sesuai kegunaan (fungsi) & keindahan

Sosialisasi KTSP

Contoh1:

TUGAS PENILAIAN PRODUK ------------------------------------------------------Tugas: buatlah rancangan model benda yang menggunakan roda Ketentuan: - Gambar rancangan model
- Bahan untuk model tertulis dalam rancangan - Tentukan spesifikasi bahan untuk model

Sosialisasi KTSP

221

Contoh2:

TUGAS PENILAIAN PRODUK -------------------------------------------------------Tugas: Rancang dan buatlah mainan yang menggunakan roda. ketentuan sebagai berikut (spesifikasidiberikan) : jenis kayu: ……….. ukuran: ……………………. dst.

Sosialisasi KTSP

Penskoran tugas penilaian produk contoh 1:
No Kriteria
b 1. 2. 3. 4.

skor
c k

Ada gambar rancangan model Bahan tertulis dalam model Spesifikasi bahan tertulis Unsur estetika

Kriteria penskoran : B = gambar proporsional, bahan tertulis lengkap, spesifikasi bahan jelas C = gambar kurang proporsional, bahan tertulis kurang lengkap, spesifikasi bahan kurang jelas K = gambar tidak proporsional, bahan tertulis tidak lengkap, spesifikasi bahan tidak jelas
Sosialisasi KTSP

222

4. TES TERTULIS
Memilih dan Mensuplai jawaban 1. MEMILIH JAWABAN - Pilihan ganda - Dua pilihan (B - S; ya - tidak) 2. MENSUPLAI JAWABAN - Isian atau melengkapi - Jawaban singkat - uraian
Sosialisasi KTSP

BANDINGKAN
• Apa kepanjangan ASEAN? • Tahun berapa ASEAN didirikan? • Negara mana saja yang manjadi anggota ASEAN? • Apa kepanjangan PLTA? • Menurutmu masalah apa yang akan timbul jika ASEAN bubar? • Dengan cara apa ASEAN mendukung perekonomian ASIA? • Buatlah bagan PLTA!

Sosialisasi KTSP

223

5. PORTOFOLIO :
Penilaian melalui koleksi karya (hasil kerja) siswa yang sistematis
• • • • Pengumpulan data melalui karya siswa Pengumpulan dan penilaian yang terus menerus Refleksi perkembangan berbagai kompetensi Memperlihatkan tingkat perkembangan kemajuan belajar siswa • Bagian Integral dari Proses Pembelajaran • Untuk satu periode • Tujuan Diagnostik

Sosialisasi KTSP

Hal-hal yang perlu diperhatikan:
• Siswa merasa memiliki portofolio sendiri • Tentukan bersama hasil kerja apa yang akan dikumpulkan • Kumpulkan dan simpan hasil kerja siswa dalam 1 map atau folder • Beri tanggal pembuatan • Tentukan kriteria untuk menilai hasil kerja siswa • Minta Siswa untuk menilai hasil kerja mereka secara berkesinambungan • Bagi yang kurang, beri kesempatan perbaiki karyanya, tentukan jangka waktunya • Bila perlu, jadwalkan pertemuan dengan ortu
Sosialisasi KTSP

224

Contoh Portofolio Nama Siswa : _________________ Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kelas : X/1 : Bahasa Indonesia : 1 Semester Kriteria Tata bahasa No SK / KD Periode Kosakata Kelengkapan gagasan Sistematika penulisan Keterangan 1. Menulis karangan deskriptif 30/7 10/8 dst. Membuat resensi buku 1/9 30/9 10/10 Dst. 2. Sosialisasi KTSP 225 .karya-karya yang dapat dikumpulkan melalui penilaian portofolio • • • • • • • Puisi Karangan Gambar / Lukisan Desain Paper Sinopsis Naskah pidato / khotbah • Naskah Drama • Rumus Sosialisasi KTSP • • • • • • Doa Surat Komposisi Musik Teks Lagu Resep Makanan Laporan Observasi/ Penyelidikan / Eksperimen • Dsb.

PENILAIAN SIKAP Penilaian terhadap perilaku dan keyakinan siswa terhadap obyek sikap Cara: – Observasi perilaku: kerja sama.. Sosialisasi KTSP Contoh Format Penilaian Sikap dalam praktek IPA : No. Sosialisasi KTSP 226 . Nama Bekerja sama 1. perhatian – Pertanyaan langsung: tanggapan thd tatib baru – Laporan pribadi: menulis pandangan ttg “kerusuhan antaretnis”.. Ruri Berinisiatif Perilaku Penuh Perhati an Bekerja sistematis Nilai Keterangan 2. . inisiatif.. Tono 3.6.

C atau D di depan tiap pernyataan: A : selalu C : kadang-kadang B : sering D : tidak pernah 1.mengacaukan kegiatan -------.B.d. Apa yang kamu lakukan selama kegiatan berlangsung? ------------------------------------------------------------------------------------------Sosialisasi KTSP SUMBER: Forster & Masters.mengorganisasi kelompok -------.Tiap orang sibuk dengan yang dilakukannya dalam kelompok saya 5.melamun 6. -------.mengorganisasi ide-ide saya -------.mengajukan pertanyaan --------. Untuk No.mendengarkan orang lain --------. proses. Sosialisasi KTSP CONTOH PENILAIAN DIRI PARTISIPASI DALAM DISKUSI KELOMPOK Nama : ----------------------------------------------------Nama-nama anggota kelompok : ----------------------------------------------------Kegiatan kelompok : ----------------------------------------------------Isilah pernyataan berikut dengan jujur. saya…. PENILAIAN DIRI Menilai diri sendiri berkaitan dengan status. tulislah huruf A.Ketika kami berdiskusi.Selama diskusi saya mengusulkan ide kpd klp utk didiskusikan 2.Selama kerja kelompok. tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya.Semua anggota kelompok kami melakukan sesuatu selama kegiatan 4. tiap org diberi kesempatan mengusulkan sesuatu 3. --------. -------. -------. 227 . -------. 5.1996.7. --------. 1 s.

INDIKATOR DAN KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR • MENETAPKAN TEKNIK PENILAIAN • MEMBUAT ALAT PENILAIAN & PENYEKORAN Sosialisasi KTSP CONTOH FORMAT PEMETAAN ASPEK PENILAIAN SK KD INDIKATOR KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR PROY TEKNIK PENILAIAN PROD TES UN KERJA DLL MENDENGAR KAN BERBICARA MEMBACA MENULIS Sosialisasi KTSP 228 .ALUR PELAKSANAAN PENILAIAN • MENETAPKAN INDIKATOR • MEMETAKAN SK. KD.

AS= Nilai Akhir Semester Sosialisasi KTSP E.CONTOH REKAP NILAI MATA PELAJARAN : KELAS/SEMESTER : N O NA MA MENDENGARKAN BERBICARA MEMBACA MENULIS KD 1 KD 2 R R T S AS KD 1 KD 2 R R T S A S KD 1 KD 2 R R T S A S KD 1 KD 2 R R TS A S 1 Ri n Tin 2 Catatan: KD= Kompetensi Dasar. RR= Nilai Rata-rata KD. MANFAAT HASIL PENILAIAN • REMEDIAL • PENGAYAAN • PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN Sosialisasi KTSP 229 . TS= Nilai Tengah Semester.

SARANA • TUNTAS: SKOR ≥ KRITERIA KETUNTASAN • TUNTAS INDIKATOR → KD → SK→ MAPEL Sosialisasi KTSP 230 .KAPAN? • REMEDIAL DILAKUKAN BILA NILAI INDIKATOR KURANG DARI NILAI KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR PENGAYAAN DILAKUKAN BILA TUNTAS LEBIH CEPAT PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN BILA TIDAK EFEKTIF • • Sosialisasi KTSP F. DAYA DUKUNG : GURU. KOMPLEKSITAS INDIKATOR. KETUNTASAN BELAJAR • • • • PER INDIKATOR KRITERIA: 0% – 100% IDEAL: 75% SEKOLAH MENETAPKAN SENDIRI DGN PERTIMBANGAN: KEMAMPUAN AKADEMIS SISWA.

CONTOH PENGHITUNGAN KETUNTASAN BELAJAR KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KRITERIA KETUNTASAN NILAI PESERTA DIDIK KETUNTASAN 1 2 60% 60% 60 59 TUNTAS TAK TUNTAS TUNTAS 3 55% 75 Sosialisasi KTSP CONTOH PENGHITUNGAN NILAI KD KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR 60% 70% 60% 70% 65% 60% KOMPETENSI DASAR (KD) INDIKATOR 1 NILAI SISWA 61 80 90 70 68 72 KETUNTASAN TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS 1 2 3 1 2 2 3 NILAI KD 1: = 61+80+90 3 = 77 ATAU 7.7 Sosialisasi KTSP NILAI KD 2: MODE : 70 NILAI KD :70 231 .

MEMBUAT RANGKUMAN. • PADA ATAU DI LUAR JAM EFEKTIF Sosialisasi KTSP 232 .DALAM 1 KD • JML INDIKATOR YG TUNTAS LEBIH DARI 50%: LANJUT KE KD BERIKUTNYA • JML INDIKATOR BELUM TUNTAS SAMA ATAU LEBIH DARI 50%: MENGULANG KD YANG SAMA Sosialisasi KTSP PELAKSANAAN PROGRAM REMEDIAL • TATAP MUKA DENGAN GURU • BELAJAR SENDIRI → dinilai • KEGIATAN: MENJAWAB PERTANYAAN. MENGERJAKAN TUGAS. MENGUMPULKAN DATA.

LATIHAN TAMBAHAN TUGAS INDIVIDUAL • HASIL PENILAIAN MENAMBAH NILAI MATA PELAJARAN BERSANGKUTAN • SETIAP SAAT. PADA ATAU DI LUAR JAM EFEKTIF. Sosialisasi KTSP PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN Program Strategi Bahan Tidak efektif? Dievaluasi Direvisi Sosialisasi KTSP Diganti 233 .PROGRAM PENGAYAAN : • SISWA BERPRESTASI BAIK • MEMPERKAYA KOMPETENSI • KEGIATAN : MEMBERI MATERI TAMBAHAN.

PELAPORAN • Rapor adalah laporan kemajuan belajar • Berisi informasi tentang pencapaian kompetensi • Sekolah boleh menetapkan sendiri model rapor yang dikehendaki. • Model yang ada merupakan contoh yang dapat dimodifikasi/diadopsi oleh sekolah. dengan syarat komunikatif dan menggambarkan pencapaian kompetensi. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 234 .G.

235 . Pengembangan bahan Ujian & Analisis hasil Ujian. Pengembangan Bahan Ujian 17.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) IX.

236 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 17 PENGEMBANGAN BAHAN UJIAN DAN ANALISIS HASIL UJIAN Sosialisasi KTSP SKL TOPIK Sosialisasi KTSP KISI-KISI TEKNIK PENYUSUNAN SOAL ANALISIS 237 .

19/2005 Sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan Meliputi kompetensi seluruh mata pelajaran Dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Sosialisasi KTSP 238 .APAKAH SAYA LULUS? Sosialisasi KTSP STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) Adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap pengetahuan dan keterampilan Berdasarkan PP No.

MATERI DAN PENILAIAN SKL Menggambarkan kompetensi yang ingin dicapai.Hubungan antara SKL. KOMPETENSI Materi pembelajaran untuk mencapai kompetensi Sosialisasi KTSP Bentuk soal harus sesuai dengan kompetensi yang dituntut pada SKL SEPERTI APA SOAL YANG BAIK ? Sosialisasi KTSP 239 .

Perakitan soal menjadi perangkat tes. 2. 7. penulisan soal Pedm. 8. 4.LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN TES 1. 6. 9. 3. Bank Soal Penyajian tes kepada siswa Skoring (pemeriksaan jawaban siswa) Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN KISI-KISI Fungsi Pedm. Penentuan tujuan tes. PENULISAN SOAL. 5. Sosialisasi KTSP 240 . Penyusunan KISI-KISI tes. PENELAAHAN SOAL (validasi soal). •Indikator Soal •Bentuk Tes •Nomor Soal Syarat kisi-kisi Mewakili isi kurikulum Singkat dan jelas Soal dapat disusun sesuai dengan bentuk soal. Uji coba soal termasuk ANALISIS-nya. perakitan soal Komponen Kisi2: •Identitas •SK/KD/IP •Materi Pembel.

..... Penulis 1........ ... Urut (1) Kompetensi Dasar/ Indikator Bahan Kelas/ smt............................................. Kurikulum : .......... Alokasi Waktu : .. dll..FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL Jenis Sekolah : . Bentuk Tes Materi (4) Indikator Soal (5) (6) No.............................. Digunaka n untuk Tang gal Jumlah Siswa Tingkat Kesukaran Daya Proporsi KETERANGAN SOAL Jawaban pada Pilihan Pembeda A B C D OMIT Keterangan Sosialisasi KTSP 241 ..... Jumlah soal : ..... -----------2...... ------------Tahun ajaran : --------------: KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER: RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI INDIKATOR SOAL No .. (2) (3) Sosialisasi KTSP KARTU SOAL BENTUK PG Jenis Sekolah Mata Pelajaran Bahan Kelas/smt Bentuk Tes : ------------: ------------: ------------: Tertulis (PG..... Soal (7) No............... ...............) NO........ 2.. SOAL KUNCI Penyusun 1.......... Mata Pelajaran : ..

------------Tahun ajaran : --------------: KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER: RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI INDIKATOR SOAL No Diguna kan untuk KETERANGAN SOAL Proporsi jawaban pada aspek Tangg al Jumlah siswa Tingkat kesukar an Daya pembeda 1 A 2 3 1 B 2 3 1 C 2 3 1 D 2 3 Ketera ng an Sosialisasi KTSP PEDOMAN PENSKORAN No. SOAL Penyusun 1. -----------2. penugasan.KARTU SOAL URAIAN/PRAKTIK Jenis Sekolah Mata Pelajaran Bahan Kelas/smt Bentuk Tes : ------------: ------------: ------------: Tertulis (Uraian)/Praktik (Kinerja. Kunci/Kriteria jawaban/Aspek yang dinilai Skor Skor maksimum= Sosialisasi KTSP …… 242 . hasil karya) NO.

2. Sosialisasi KTSP Indikator Soal Indikator soal sebagai pertanda atau indikasi pencapaian kompetensi Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur Indikator mengacu pada materi pembelajaran sesuai kompetensi 243 . Urgensi: KD/indikator/materi yang secara teoritis. mutlak harus dikuasai oleh siswa. 3.KRITERIA KOMPETENSI / MATERI PENTING 1. 4. Kontinuitas: KD/indikator/materi lanjutan yang merupakan pendalaman materi sebelumnya. Relevansi: yang diperlukan untuk mempelajari dalam bidang studi lain. Keterpakaian: memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari.

siswa dapat menjelaskan ….MENGUKUR KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH Sosialisasi KTSP 244 . Sosialisasi KTSP MENUNTUT PENALARAN TINGGI SETIAP SOAL: 1.DIBERIKAN DASAR PERTANYAAN (STIMULUS) 2. BILA SOAL TERDAPAT STIMULUS Rumusan indikatornya: Disajikan ….MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS 3.TEKNIK PERUMUSAN INDIKATOR 1. 2. BILA SOAL TIDAK TERDAPAT STIMULUS Rumusan indikatornya: Siswa dapat membedakan ….

.. -Apa akibat ... Menerapkan -Selesaikan hal berikut dengan menggunakan kaidah .. 10... -Apa reaksi A terhadap ........ -Tuliskan sebuah laporan .. -Berdasarkan kriteria . Menciptakan -Tuliskan beberapa cara sesuai dengan ide Anda tentang ... Berpendapat (inferring) -Berdasarkan . -Lengkapilah cerita ..... Analisis -Manakah penulisan yang salah pada paragraf ... apa yang akan terjadi bila ... Meringkas -Tuliskan pernyataan penting yang termasuk . 3..... tentang apa yang akan terjadi bila . -Bandingkan dua cara berikut tentang .... 4.. Mengelompokkan -Kelompokkan hal berikut berdasarkan . 11........ -Tulislah sebuah pernyataan yang dapat menjelaskan peristiwa berikut ...... dengan menggunakan pedoman . mengapa? -Jelaskan mengapa kamu setuju/tidak setuju dengan pernyataan tentang . Evaluasi -Apakah kelebihan dan kelemahan ........... 12.... dan . 2. Menyimpulkan -Susunlah beberapa kesimpulan yang bersasal dari data .. -Daftar dan beri alasan singkat tentang ciri utama ... Memberi alasan (justifying) -Manakah pilihan berikut yang kamu pilih.. -Ringkaslah dengan tepat isi ..... 5..MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS 1. tuliskanlah evaluasi tentang ...... -Tuliskan ... 9.. Sintesis -Tuliskan satu rencana untuk pembuktian .. Hubungan sebab-akibat -Apa penyebab utama . 7.. 8. -Apakah hal berikut memiliki . Membandingkan -Jelaskan persamaan dan perbedaan antara ..... Sosialisasi KTSP 6. Sosialisasi KTSP 245 .

Mengidentifikasi masalah Contoh indikator soal: Disajikan deskripsi suatu situasi/masalah. siswa dapat memberikan solusinya berdasarkan pertimbangan asumsi untuk saat ini dan yang akan datang. 7. siswa dapat menggambarkan sebuah diagram atau gambar yang menunjukkan situasi masalah. atau grafik. siswa dapat menjelaskan mengapa masalah ini sulit dipecahkan atau melengkapi informasi penting yang dihilangkan. dan menjelaskan cara penyelesaiannya. Memahami kata dalam konteks Contoh indikator soal: Disajikan beberapa masalah yang konteks kata atau kelompok katanya digarisbawahi. 3. 8. Sosialisasi KTSP 6. Sosialisasi KTSP 246 . diagram. 10. Memberi alasan solusi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih kemungkinan solusinya.Mengukur Keterampilan Pemecahan Masalah 1. Mendeskripsikan masalah Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. siswa dapat memecahkan masalah ke dalam dua cara atau lebih. siswa dapat merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan. siswa dapat memberikan alasan satu masalah yang dipilih sendiri. siswa dapat menjelaskan maknanya yang berhubungan dengan masalah itu dengan kata-katanya sendiri. Merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan yang berisi sebuah masalah. siswa dapat mengidentifikasi masalah yang nyata atau masalah apa yang harus dipecahkan. Mengidentifikasi asumsi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. siswa dapat mengidentifikasi semua informasi yang tidak relevan. 9. siswa dapat memilih satu solusi yang paling tepat dan memberikan alasannya. Memilih masalah sendiri Contoh indikator soal: Disajikan beberapa masalah. Mengidentifikasi masalah yang tidak sesuai Contoh indikator soal: Disajikan beberapa informasi yang relevan dan tidak relevan terhadap masalah. kemudian menunjukkan solusinya ke dalam gambar. 5. 2. Mendeskripsikan berbagai strategi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. 4. Memberi alasan masalah yang sulit Contoh indikator soal: Disajikan sebuah masalah yang sukar dipecahkan atau informasi pentingnya dihilangkan.

(2) mengevaluasinya. Sosialisasi KTSP 15. Memecahkan masalah berdasarkan data dan masalah Contoh indikator soal: Disajikan sebuah cerita. Menyelesaiakan secara terencana Contoh indikator soal: Disajikan sebuah situasi masalah yang kompleks.11. (2) memberikan alasannya. dan prosedurnya. 13. kartun. (3) menentukan strategi mana yang tepat. siswa dapat: (1) menjelaskan dengan menerapkan strategi itu. Mengevaluasi kualitas solusi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan beberapa strategi untuk menyelesaikan masalah. 17. 14. 16. grafik atau tabel dan sebuah pernyataan masalah. beberapa strategi pemecahan masalahnya. proses. Sosialisasi KTSP 247 . dan outcomenya. 12. Mengevaluasi strategi sistematikanya Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. siswa dapat menyelesaikan masalah itu dengan menggunakan strategi lain. Memberi alasan strategi yang digunakan Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih strategi untuk menyelesaikan masalah. Menggunakan analogi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan strategi penyelesaiannya. Membuat strategi lain Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan satu strategi untuk menyelesaikan masalanya. output. siswa dapat: (1) mendeskripsikan masalah lain (analog dengan masalah ini) yang dapat diselesaikan dengan menggunakan strategi itu. siswa dapat memilih satu strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah itu dan memberikan alasannya. siswa dapat mengevaluasi strategi pemecahannya berdasarkan prosedur yang disajikan. siswa dapat menyelesaikan masalah secara terencana mulai dari input. (4) memberi alasan mengapa strategi itu paling tepat dibandingkan dengan strategi lainnya. siswa dapat memecahkan masalah dan menjelaskan prosedur yang dipergunakan untuk menyelesaikan masalah.

kompetensi dan pengalaman belajar 3. materi. Mengukur kemampuan berpikir kritis 6. Berhubungan erat antara proses. Mengukur beberapa kemampuan yang diwujudkan dalam stimulus soal 5. Berhubungan dengan kondisi pembelajaran di kelas atau di luar kelas 2. Sosialisasi KTSP 248 . Mengukur kompetensi siswa 4.KAIDAH PENULISAN SOAL KOMPETENSI 1. Mengandung pemecahan masalah Sosialisasi KTSP SOAL URAIAN SOAL URAIAN adalah soal yang jawabannya menuntut peserta tes untuk mengorganisasikan gagasan atau hal-hal yang telah dipelajarinya dengan cara mengemukakan gagasan tsb dalam bentuk tulisan.

gambar. grafik. 6. Ada pedoman penskorannya Tabel. 12. 13. peta. 4. 2. 8. 3. 9.KAIDAH PENULISAN SOAL URAIAN 1. 10. 11. 5. atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca Rumusan kalimat soal komunikatif Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku Tidak menggunakan kata/ungkapan yang menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat menyinggung perasaan siswa Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 249 . Soal sesuai dengan indikator Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP KAIDAH PENULISAN SOAL URAIAN 7.

2 4. Primadialisme yaitu sikap yang lebih membanggabanggakan asal daerah tertentu. ---------------------------------2 Skor Maksimum 10 Sosialisasi KTSP 250 . Contoh Soal kurang baik: Jelaskan 2 persamaan antara pasar tradisional dengan pasar modern! Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan 2 perbedaan antara pasar tradisional dengan pasar modern! (IPS. -----------------------------------2 5. Kunci Jawaban Skor 1. Kunci Jawaban Pasar tradisional: harga dapat ditawar dan tidak kena pajak Pasar modern: harga pasti dan kena pajak Skor Maksimum Skor 2 2 4 Sosialisasi KTSP 2. Materialisme yaitu sikap yang selalu mengutamakan dan mengukur segala sesuatu berdasarkan materi -------------2 2. Elitisme yaitu kecenderungan untuk bergaya hidup tertentu berbeda dengan orang banyak. Soal sesuai dengan indikator Indikator : Siswa dapat menjelaskan 2 perbedaan pasar tradisional dan pasar modern. Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai Contoh soal kurang baik: Jelaskan sisi negatif yang harus diwaspadai dari kemajuan IPTEK terhadap bangsa Indonesia yang berazaskan kekeluargaan! (PKn SMP) Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan 4 sisi negatif yang harus diwaspadai dari kemajuan IPTEK terhadap bangsa Indonesia yang berasaskan kekeluargaan! PEDOMAN PENSKORAN No. Sekulerisme adalah sikap yang mencerminkan kehidupan keduniawian. Individualisme yaitu sikap lebih mementingkan diri sendiri. .1. SMP) No. 2. 1. ---------------------------------------------------------2 3.

.................................... 1 b.................. perkembangan generasi... Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran Contoh soal kurang baik: Di manakah letak kelenjar pankreas? (IPA) Contoh soal lebih baik: a..........Tripsin untuk mengubah protein menjadi peptida dan asam-asam amino ... Pankreas terletak di rongga perut .....Lipase untuk mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol ..................................................... Enzim-enzim itu aktif di usus halus................... 2.................. Enzim yang dihasilkan Pankreas: . 4.................. 3.......... 2 c..... 1.......... 2 ........... 2 ............. dan teknologi tinggi) Menjawab dua fase Menjawab satu fase Tidak menjawab Skor 3 2 1 0 Sosialisasi KTSP 251 .......... 1 Skor maksimum Sosialisasi KTSP 10 4..3.......................................................... Kunci Jawaban Skor a..... Kunci Jawaban Menjawab 3 fase perkembangan (penemuan..............Bikarbonat untuk menetralisir HCl yang masuk ke usus dari lambung ..........................................................Amilase untuk mencerna tepung menjadi maltosa dan disakarida lain ...... Di manakah enzim-enzim itu aktif? No.......... Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas Contoh soal yang kurang baik: Jelaskan perkembangan perangkat TIK dilihat dari perangkat komunikasi digital? Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan perkembangan perangkat komputer No......................... Di manakah letak pankreas? b...... 2 ....... Tuliskan dan jelaskan enzim yang dihasilkan pankreas! c.....................

Sistem multi partai -------------------------------------------------------yaitu terdapat banyak partai dalam suatu negara yang disebabkan kondisi masyarakat yang mejemuk dan iklim demokrasi yang lebih bebas ------------------------------------------Skor Maksimum Sosialisasi KTSP Skor 1 1 1 1 1 1 6 6.5. tetapi tidak disertai alasan Bila jawaban (aliran) dan alasan salah Skor 3 2 1 0 Sosialisasi KTSP 252 . tak ada yang akan diceritakan lagi. Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian Contoh soal kurang baik: Di Indonesia terdiri dari berapa sistem kepartaian? (PKn-SMP) Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan tiga macam sistem kepartaian! No. 4. 1. Aspek yang dinilai Bila jawaban (gigih) dan alasan benar Bila jawaban (gigih) benar tetapi alasan kurang tepat Bila hanya jawaban (gigih). Dan meskipun celana 1001 –nya hilang lenyap menjadi topo. Ia dilahirkan dalam kesengsaraan. bagaimanapun juga. Sistem partai tunggal ---------------------------------------------------yaitu dalam suatu negara hanya satu partai yang berlaku ----2. Idrus: Kisah Sebuah Celan Pendek Bagaimana watak Kusno? (Bhs Indonesia . Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal Contoh soal kurang baik: Tentang celana kepar 1001 itu. Kunci Jawaban Sistem kepartaian ialah pola perilaku dan interaksi di antara sejumlah partai politik 1. Pada suatu kali ia akan hilang dari muka bumi. tapi terus melawan kesengsaraan tersebut.SMP) Contoh soal yang lebih baik: Tentukan watak Kusno yang terdapat dalam kutipan di atas disertai alasannya! Kunci : Watak Kusno gigih atau sejenisnya karena ia sengsara. Dan mungkin ia bersama-sama dengan Kusno hilang dari muka bumi ini? Tapi. 3. Kusno akan berjuang terus melawan kesengsaraan biarpun hanya guna mendapatkan sebuah celana kepar yang lain. hidup bersama kesengsaraan. Kusno tak akan putus asa. 2. Sistem dua partai --------------------------------------------------------yaitu terdapat dua partai dalam suatu negara sehingga terlihat satu partai yang berkuasa dan satu partai oposisi ----------------3. No.

7.................... Kunci Jawaban mo .. vp 1 ................ Contoh Soal yang lebih baik: Seseorang bermassa 50 kg naik perahu dengan massa 200 kg dan berkecepatan 2 ms –1 terhadap air yang diam... peta........ 2 + 200 .... dan pemakaian kaidah bahasa Indonesia.... vo + mp ..... kosakata.. Gunungan sampah yang berbau tidak sedap itu terjadi akibat sampah-sampah tersebut tidak diangkut seperti di pemukiman...... 2 = 50 ..... Gambar ini memperlihatkan suatu kawasan yang dibanjiri sampah yangmenggunung.. Skor maksimum Sosialisasi KTSP Skor 1 1 1 1 1 5 253 .......... (Bhs.............. vp 1 = 1 200 200 =.. vo 1 + mp ......... vp 1 = 1 m/s ...... Rumusan kalimat soal komunikatif Contoh soal kurang baik: Sesuatu bermassa 50 kg naik perahu yang massanya 200 kg …........ Sosialisasi KTSP 9. Tabel..... Tentukan kecepatan perahu sesaat setelah orang tersebut meloncat? No.......... vp 1 ........ Ada pedoman penskorannya 8......... Yang lebih parah lagi bila TPS (Tempat Pembuangan Sampah) berada di lingkungan yang dekat dengan sekolah.... gambar..... alur.................. Kemudian orang tersebut meloncat ke depan dengan kecepatan 6 ms –1 terhadap air.................. 100 + 400 = 300 + 200 vp 1 500 = 300 + 200 vp 1 200 vp 1 = 500 – 300 200 vp 1 = 200 ........ pertokoan......... atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca Perhatikan gambar berikut.................... 6 + 200 ..... vp = mo ............ 50 .. Indonesia SMP) Tulislah karangan sepanjang ± 200 kata berdasarkan informasi yang terdapat dalam gambar di atas! Tulisan tersebut akan dinilai berdasarkan isi.... grafik................... atau di sejumlah pasar......

2. 1 3. Tak kenal menyerah: Seorang siswa perlu belajar dengan tekun tanpa mengenal lelah demi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia dikemudian hari. Kutipan di atas mengandung majas metonimia. 1 2. 0–2 0–2 0–2 0–2 0. 1 Skor Maksimum 3 Penjelasan: kata buah pala dan keju di daerah tertentu adalah tabu. Menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan.10. 1.” Tentukan majas kalimat di atas dan berikan alasannya! (BIN SMP/MTs) PEDOMAN PENSKORAN No.10 5. Metonimia adalah majas yang menyebut merek dagang untuk benda yang dimaksudkan atau digunakan. Sosialisasi KTSP 254 . ---------------------------------Berjiwa pembaru: yaitu ikut serta dalam pembangunan. Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu Contoh soal kurang baik: Perhatikan kalimat berikut! “Di dalam BMW seri tujuh berwarna abu-abu itu Soni menyetir sendiri setelah membeli buah pala dan keju di supermarket itu. Kunci/Aspek yang dinilai Skor 1. Alasan: BMW adalah merek mobil. ----------------------------------------------Skor Maksimum Skor 0–2 3. Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku Contoh soal kurang baik Coba kamu sebutkan satu per satu karakteristik sikap patriotik dalam kehidupan bangsa dan bernegara? (PKn SMP/MTs) Contoh soal yang lebih baik: Tuliskan dan jelaskan 5 ciri sikap patriotik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara! No. 4. PEDOMAN PENSKORAN Kunci Jawaban/Aspek yang dinilai Cinta tanah air: Bangga sebagai bangsa Indonesia menyebabkan seseorang rela berkorban. Sosialisasi KTSP 12. -----------Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara: Untuk mencapai tujuan nasional diperlukan kerelaan berkorban.

Sebutkan dan jelaskan 6 macam hak asasi manusia yang mendapat perlindungan dan pelayanan dalam UUD 1945! (PKn SMP) Contoh soal yang lebih baik: Tuliskan dan jelaskan 6 macam hak asasi manusia yang mendapat perlindungan dan pelayanan dalam UUD 1945! Sosialisasi KTSP SOAL PILIHAN GANDA JENIS SOAL PG Pokok Soal (stem) pertanyaan Pokok soal (stem) pernyataan Diakhiri tanda ? Diakhiri tanda …. Komponen soal PG Stem (pokok soal) Option Sosialisasi KTSP 255 . namun kamu adalah warga negara Indonesia.13. hidup di daerah kumuh. Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat menyinggung perasaan siswa Contoh soal kurang baik: Walaupun kamu anak yatim/piatu. anak miskin. atau hidup di desa terpencil. anak cacat.

8. 6. 7. Iklan di atas termasuk jenis iklan . Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya. Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 256 . Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. 7777777. 2. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda.. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar. luas 4 ha. 9. 4. Hubungi telp. permintaan b. a. propaganda c.. Baik untuk industri. Soal harus sesuai dengan indikator Pengecoh harus berfungsi Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. 10. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah/benar”. Pengumuman d. 3.. Penawaran* Sosialisasi KTSP KAIDAH PENULISAN SOAL PG 1. 5.CONTOH SOAL PG Dasar pertanyaan (stimulus) Pokok soal (stem) Pilihan jawaban (option) Perhatikan iklan berikut! Dijual sebidang tanah di Bekasi.

Indikator: Siswa dapat menentukan tempat terjadinya pembuahan sel telur oleh sel sperma pada manusia. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya. mengurangi jumlah sel telur dalam ovarium Contoh soal yang sesuai dg indikator. grafik. 16. Letakkan kata/frase pada pokok soal.Lanjutan … 11. kadang-kadang. mencegah peleburan sel telur dan sel sperma c. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. a. tabel. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat jika soal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional. 12. a. sehingga pernyataannya mudah dimengerti warga belajar/siswa. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. Gambar. Pembuahan sel telur oleh sel sperma pada manusia terjadi di dalam …. Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. mencegah pematangan sel telur* d. umumnya. diagram. Bahasa yang digunakan harus komunikatif. uterus* d. 14. ovarium b. Pengaruh kerja pil kontrasepsi adalah …. Soal harus sesuai dengan indikator Contoh soal kurang baik. oviduct c. vagina Sosialisasi KTSP 257 . 15. 13. 17. Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 1. mencegah terjadinya haid b. dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi.

Sabtu c. Penulisan kata berikut yang benar adalah .. was upset c. “Why did Jimmy’s mother punish him? “She . November d. Sabtu. Sabtu.. Bunyi /e/ pada kata enak sama dengan bunyi /e/ pada kata . Februari. Pengecoh harus berfungsi. Februari. Sosialisasi KTSP 3.... beras b.” a. caught him playing truant d. Aperil.2. November Penjelasan: kunci jawaban jangan dipergunakan untuk pengecoh Sosialisasi KTSP 258 . bela d. Kemis. November* b. Senin. ING SMP/MTs) Penjelasan: pilihan b adalah kata sifat (adjective).. Contoh soal kurang baik. bekas (BIN SMP/MTs) Penjelasan: pilihan c diperbaiki “belas”. Senen. Rabo. Senin. misalnya: eat. a. sedangkan pilihan lainnya adalah kata kerja (verb). to be eating.. bebas* c. Pebruari. eating*. May. a. between eating. Contoh soal kurang baik. Perbaikan: pilihan b diperbaiki menjadi kata kerja. to eat. eaten. caught him to eat (B.. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar. caught him eating* b.

Koperasi* (PKn SMP/MTs) Penjelasan: kalimat pertama pada pokok soal dihilangkan. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. a.. Sosialisasi KTSP 259 . Bentuk perusahaan yang sesuai dengan pasal 33 ayat 1 UUD 1945 adalah ….. C diperbaiki “turun-temurun”.4. Pasal 33 ayat 1 UUD 1945 sebagai dasar untuk membentuk perusahaan tertentu. getar-gemetar (BIN SMP/MTs) Penjelasan: pilihan c adalah kata majemuk bukan kata ulang. Perseroan Terbatas b. tali-temali c. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. Kata berikut yang termasuk kata ulang berubah bunyi adalah . Firma c. bolak-balik* b. Contoh soal kurang baik.. a. BUMN d. Sosialisasi KTSP 7. laki-bini d.

Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya. 2½ hours c. “legenda gunung Tangkuban Perahu”.9. The gardeners has been working since 8 o’clock. 4½ hours d. Adat mapalus dari Sulawesi d. 3½ hours* b. Contoh soal kurang baik. Perayaan Sekaten bulan Maulud c. How long has he been working so far? a. Semua pilihan jawaban di atas salah* (IPS.SMP/MTs) Penjelasan: pilihan d diperbaiki menjadi. Sosialisasi KTSP 260 . Sosialisasi KTSP 10. 1½ hours (BING SMP/MTs) Penjelasan: pilihan jawaban diurutkan dari angka yang paling kecil ke yang paling besar atau sebaliknya. Di antara bentuk-bentuk budaya daerah di bawah ini yang termasuk folklore lisan adalah …. Contoh soal kurang baik. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah/benar”. Now it’s 11.30. Rumah gadang Minangkabau b. a.

Idrus b. Ayip Rosidi (BAHASA INDONESIA SMP/MTs) (35) Karya dari pengarang pada jawaban soal nomor 10 adalah ….. Senja di Pelabuhan Kecil* b. Contoh soal kurang baik: (10) Pelopor angkatan 45 dalam bidang puisi adalah …. Chairil Anwar* d. W.kadang-kadang. Rendra c. Balada Tercinta c. atau kata yang tidak pasti karena makna kata-kata itu tergantung pada keadaan dan situasi siswa yang bersangkutan. bahwa dalam merumuskan pokok soal jangan menggunakan kata atau ungkapan seperti sebaiknya. kopi b. Sosialisasi KTSP 261 . umumnya.12. a.. tidak bergantung pada jawaban soal nomor 10. teh c. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya. a.. Contoh soal kurang baik: Helopeltis adalah hama yang biasanya menyerang tanaman . Surat dari Ibu Perbaikannya: soal nomor 35 disusun secara independen. a.S. padi * (IPA SMP/MTs) Penjelasan: kata biasanya pada pokok soal dihilangkan. Artinya. Sosialisasi KTSP 13. Ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan siswa yang tidak dapat menjawab benar soal pertama tidak akan dapat menjawab benar soal berikutnya. Tirani d. umumnya. kadang-kadang. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. jagung d.

14. a. (2) penulisan kata. askospora d. (2) penggunaan tanda baca. Kaidah bahasa Indonesia dalam penulisan soal di antaranya meliputi: a) pemakaian kalimat: (1) unsur subjek. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. kata "di dalam" dihilangkan.” Sosialisasi KTSP 262 . tenaga kerja yang berdisiplin tinggi (PKn SMP/MTs) Penjelasan: predikat kalimat tidak ada. (3) anak kalimat. usaha pemerataan kesempatan kerja* d. Contoh soal kurang baik: Di dalam perkembanganbiakan rhizopus secara generatif adalah dengan cara pembentukan …. Contoh soal kurang baik: Untuk mewujudkan kesejahteraan bersama atas dasar …. b) pemakaian kata: (1) pilihan kata. Sosialisasi KTSP (a) Penggunaan kalimat harus ada unsur predikat (bagian yang berfungsi menerangkan subjek). Oleh karena itu. zigospora* (IPA-BIOLOGI SMP/MTs) Penjelasan: subjek tidak jelas karena diantar oleh kata "Di dalam". (2) unsur predikat. Setelah kata “atas dasar” ditambahkan “keadilan sosial. pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi b. a) Penggunaan kalimat (1) Penggunaan kalimat harus ada unsur subjek. a. kita harus mengembangkan …. sporangiospora c. ketekunan kerja keras dalam setiap pekerjaan c. spora kembara b. c) pemakaian ejaan: (1) penulisan huruf.

hukum I Newton* b. realistis d. Contoh anak kalimat. hukum Kepler (IPA-FISIKA SMP/MTs) Penjelasan: pokok soal berbentuk anak kalimat. Oleh karena itu pokok soal diperbaiki menjadi “Hukum yang berlaku pada gerak lurus beraturan adalah …. -Dia tidak datang karena hari ini hujan. Sosialisasi KTSP 263 .SMP/MTs) Penjelasan: kata “karya tulis” kurang tepat untuk batik. dia tidak datan. a. simbolis* c.” Sosialisasi KTSP b) Pemakaian kata (1) Dalam memilih kata harus diperhatikan ketepatannya dengan pokok masalah yang ditanyakan.(3) Hindarkan pernyataan yang hanya berupa anak kalimat. a. Contoh soal kurang baik: Yang berlaku pada gerak lurus beraturan …. Contoh soal kurang baik: Batik termasuk karya tulis yang bersifat …. idealis (IPS. naturalis b. hukum III Newton d. Induk kalimat Anak kalimat Anak kalimat Induk kalimat -Karena hari ini hujan. hukum II Newton c. Kata itu diperbaiki menjadi “seni tulis” karena mengandung unsur keindahan bukan ragam tulis ilmiah.

Sosialisasi KTSP 264 . Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian.” Sosialisasi KTSP CONTOH INDIKATOR SOAL Indikator Soal : Siswa dapat menentukan letak sebuah titik pada koordinat Kartesius (XY). which is standing under the tree is my uncle (BING SMP/MTs) Penjelasan: perbaikannya adalah “Sofian: The man … is standing under the tree is my uncle. where is standing under the tree is my uncle c.17. whose is standing under the tree is my uncle d. Andi! My uncle is over there. Contoh soal kurang baik: Sofian: Look. Andi : Which is your uncle? Sofian: The man …. Letakkan kata/frase pada pokok soal. a. who is standing under the tree is my uncle* b.

(4. (1. (1. Iwan sedang mencari titik C sedemikian hingga ABC membentuk segitiga sama kaki. Iwan sedang mencari titik C sedemikian hingga ABC membentuk segitiga sama kaki. 15 cm2 D. 3) C. Koordinat titik C adalah …. 5) B. Berapakah luas segitiga ABC ? A.SOAL Y Perhatikan koordinat XY disamping : Dua titik A dan B terletak pada koordinat seperti nampak pada gambar. 6 cm2 X B. A. 30 cm2 Sosialisasi KTSP SOAL YANG BAIK Perhatikan koordinat XY disamping : Y Dua titik A dan B terletak pada koordinat seperti nampak pada gambar. 12 cm2 C. 2) D. 4) X Sosialisasi KTSP 265 . (2.

Reproduksi yang dapat dilakukan oleh umbi batang tidak dijumpai pada tumbuhan berikut. C. singkong kentang cemara bambu Sosialisasi KTSP 266 . B. singkong kentang cemara bambu Sosialisasi KTSP SOAL YANG BAIK : Reproduksi yang dapat dilakukan oleh umbi batang dijumpai pada tumbuhan …. B. kecuali : A. C. D. D. A.

1999 A. a) b) c) d) gadang sakit ibadah tinggal Sosialisasi KTSP PKn Pelanggaran HAM Timor Timur pada tahun …. Sosialisasi KTSP 267 .Anak yang ditabrak motor kemarin pagi dibawa ke rumah…. 1996 B. 1998 D. 1997 C.

Bacaan Surat Sumber hukum Bacalah Sosialisasi KTSP 268 . D.PKn Pemilu 1971 diikuti oleh . B. C. 3 6 10 24 Sosialisasi KTSP AGAMA ISLAM Kata hadis menurut bahasa berarti … A.. C. D. A. B. ….

15 20 C. C. Sosialisasi KTSP MATEMATIKA Nilai dari 4xy jika diketahui A. x+y=9 3x – y = 7 80 60 50 5 Sosialisasi KTSP 269 . B. D. 13/15 B. 30 D.MATEMATIKA 2/3 + 1/5 = … A.

IPS Yang masuk dalam ruang lingkup sejarah dunia adalah …. Perang dunia Perang Diponegoro Peristiwa Semanggi Peristiwa G 30 SPKI Sosialisasi KTSP IPA Perubahan fisika terjadi pada proses … Perkaratan B. Pembekuan A. C. Sosialisasi KTSP 270 . Pelarutan D. B. Fermentasi C. D. A.

ANALISIS BUTIR SOAL MANUAL Menggunakan IT Kalkulator Komputer • Program ITEMAN • Program SPSS Sosialisasi KTSP CONTOH ANALSIS BUTIR SECARA KUANTITATIF NO SISWA 1 2 3 A B C 1 2 3 . 27 26 25 27% KB KUNCI B B D D Sosialisasi KTSP 271 ......... . 33 34 35 P Q R . A A B C D E D E E A E E .. 50 B B C B A D A C B D C B SKOR 45 43 41 27% KA ...

85 0.29 < 0.15 0.20 -0.10 TK1=(BA+BB): N = (10+7) : 20 = 0.39 = terima & perbaiki 0.30 0.25 DP 0.3 0.1.29 = soal diperbaiki 0.00 = soal ditolak Sosialisasi KTSP ALTERNATIF LAIN KRITERIA DAYA BEDA > 0.20 – 0.71 – 1.30 KRITERIA TK: 0.0.31 .70 = sedang 0.00 – 0.40 – 1.30 – 0.00 = mudah KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.30 0.10 : diterima : direvisi : ditolak Sosialisasi KTSP 272 .40 0.19 – 0.30 = sukar 0.ANALISIS SOAL PG SOAL 1 2 3 50 KEL KA KB KA KB KA KB KA KB A 0 1 0 2 0 0 1 1 B 10 7 5 3 1 2 2 2 C 0 1 5 3 9 3 3 3 D 0 1 0 1 0 3 3 2 E 0 0 0 1 0 2 1 2 OMIT 0 0 0 0 0 0 0 0 KEY B B D D TK 0.00 = soal baik 0.0.85 DP1= (BA-BB):½N = (10-7) : ½ x 20 = 0.

Stdv= 3.4955355) = 0. ns=17.56 Sosialisasi KTSP 273 .5-2.8 : 5 = 0.CONTOH MENGHITUNG DP DENGAN KORELASI POINT BISERIAL (rpbis) DAFTAR SKOR SISWA SOAL NOMOR 1 Siswa yang Menjawab benar Jumlah skor keseluruhan Siswa yang menjawab salah Jumlah skor keseluruhan Meanb . 1 2 3 4 5 SISWA A B C D E Jumlah Rata-rata TK DP Soal 1 (Skor maks 6) 6 5 3 3 2 19 3.0954 Sosialisasi KTSP ANALISIS SOAL URAIAN DAN TES PRAKTIK NO.8 : 6 = 0.00 = soal baik 0.80 0.7692 Means = 200:17= 11.7) : 5 = 0.80 0.00 = soal ditolak A B C D E F G H I J K L M 19 18 18 16 16 16 15 13 13 13 12 12 11 N O P Q R S T U V W X Y Z AA AB AC AD 17 16 15 14 14 12 12 12 12 12 11 11 10 9 8 8 7 Jumlah = 192 200 Nb=13.7):6 = 0.Means Rpbis = ------------------.39 = terima & perbaiki 0.47 Soal 2 (Skor maks 5) 5 4 2 2 1 14 2.4809835 = 0.5-1.30 – 0.9706338) (0. = [(11:2) – (8:3) ] : 6 = (5.47 DP2= [ (9:2) – (5:3) ] : 5 = (4.19 – 0.48 Artinya butir soal nomor 1 adalah DITERMA atau BAIK.56 0.7647 14.40 – 1.0954 = (0.√ pq Stdv skor total Keterangan: b=skor siswa yang menjawab benar s=skor siswa yang menjawab salah p=proporsi jawaban benar thd semua jawaban siswa q= 1-p Meanb = 192:13=14.63 0.√ (13:30) (17:30) 3.56 TK1 = Rata-rata : skor maks = 3.63 TK2 = 2.29 = soal diperbaiki 0.56 DP1= (Rata-rata KA – Rata-rata KB) : skor maks. KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.20 – 0. N=30.7647 Rpbis = ----------------------.7692 – 11.

Selesai Sosialisasi KTSP 274 .

Laporan Hasil Belajar (LHB) 18.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) X. Penyusunan Laporan hasil Belajar (LHB) Peserta Didik SD/MI. Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal 275 . 19.

276 .

ulangan harian. tugastugas. ujian akhir semester dan nilai-nilai harian lainnya) selama semester berlangsung. Sosialisasi KTSP 277 . ulangan harian. profil hasil belajar peserta didik disampaikan kepada peserta didik dan orangtua/wali peserta didik.Departemen Pendidikan Nasional Materi 18 PENYUSUNAN LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) PESERTA DIDIK SD Sosialisasi KTSP LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) Setiap akhir semester. ujian tengah semester. dsb. Nilai LHB pada prinsipnya merupakan rangkuman nilai hasil tagihan (tugas-tugas. guru menelaah hasil pencapaian belajar setiap peserta didik (semua nilai ujian.) Tiap akhir semester.

sosial maupun emosional Sejauhmana partisipasi anaknya dalam kegiatan di sekolah Kemampuan apa yang diraih peserta didik selama kurun waktu belajar tertentu Apa yang harus dilakukan orangtua untuk membantu mengembangkan potensi anaknya lebih lanjut Sosialisasi KTSP MANFAAT LAPORAN PENILAIAN Diagnosis hasil belajar peserta didik Prediksi masa depan peserta didik Seleksi dan sertifikasi Umpan balik KBM di sekolah Sosialisasi KTSP 278 . fisik.LAPORAN PENILAIAN (Laporan Hasil Belajar) Menjawab keingintahuan orangtua seperti: Bagaimana peserta didik belajar di sekolah secara akademik.

bentuknya dapat berbeda (dapat berupa buku atau lembaran). 7. Sikap Kerajinan Kepribadian Nilai Izin Sakit Ketidakhadiran Hari Kebersihan dan Kerapian Tanpa Keterangan Sosialisasi KTSP 279 . 6. ………………………. Laporan penilaian dilakukan oleh: – Guru kepada wali kelas. Semester : 1 (satu) ……………………….. kepala sekolah. 2. Jumlah Nilai Prestasi Hasil Belajar : ……………………………………. 1. No. ……………………….Olahraga dan Kesehatan Muatan Lokal: ………………………………………………… : ……………… ………………………………………………… : ……………… (…………………………………………………. BK dan lainnya.BENTUK LAPORAN PENILAIAN Sesuai dengan pembuatan laporan.. 5. – Sekolah kepada orang tua dalam bentuk buku rapor dan kepada masyarakat dan instansi terkait (akuntabilitas publik) Sosialisasi KTSP Nama Siswa : Nomor Induk : Nama Sekolah : Alamat Sekolah : No. 8. Mata Pelajaran Nilai Nilai Rata-Rata Kelas Pendidikan Agama Pendididkan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Seni Budaya dan Keterampilan Pendidikan Jasmani.) ………. 3. Kelas : ………………. 1. 9. / 20…… ………………………………………………………………………………………………………………. Tahun Pelajaran : 20……. 3. 2. …………………. 4.

9. 8.. dan tanpa keterangan (Contoh : Izin 2 hari. Nilai rata-rata kelas angka diisi dengan rentang angka 0 – 100 tanpa desimal (Contoh : 75) : diisi dengan rentang angka 0 – 100 tanpa desimal (Contoh : 75) : : : : : : : : : Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas 10. 11. atau C…. sakit 3 hari) Sosialisasi KTSP 280 . 5. Nomor Induk Nama sekolah Alamat Sekolah Kelas Semester Tahun Pelajaran Muatan Lokal Kolom Nilai mata Pelajaran a. B.) …………. Jumlah nilai prestasi hasil belajar : diisi jumlah nilai seluruh mata pelajaran dengan angka dan huruf Contoh : 750 (Tujuh ratus lima puluh) Kolom nilai kepribadian : Diisi dengan huruf (Contoh : A. 7.. 12. 4. ………………… Guru Kelas (…………………………. Dst) Kolom Ketidakhadiran : Diisi jumlah ketidakhadiran siswa berdasarkan izin.) Sosialisasi KTSP 2. 3.. 6. Nilai angka b.Catatan Tentang Pengembangan Diri Catatan Orang Tua/wali (…………………………. sakit.

Diisi catatan dari guru kelas/ wali kelas tentang halhal khusus yang belum tercantum dalam kolom penilaian yang lain dan perlu disampaikan kepada orangtua/wali dan siswa. Diisi sesuai dengan tempat.E. bulan dan tahun pada saat pengisian Laporan Hasil Belajar Siswa SD (Contoh : Sukamaju. 18 Oktober 2006) Diisi nama jelas dan tanda tangan orangtua/Wali Diisi nama jelas dan tanda tangan guru kelas Diisi ke kelas berapa siswa naik atau tetap tinggal di kelas berapa dengan angka dan huruf Coret yang tidak Perlu 3. Kepala sekolah : : : : : 5. Guru kelas c. 5. Kolom Catatan 1. : Cukup Jelas : Cukup Jelas : Cukup Jelas Sosialisasi KTSP KENAIKAN KELAS Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran Kenaikan kelas didasarkan pada penilaian hasil belajar pada semester 2 (dua). 4. 6. Kolom Catatan : : Diisi aspek pengembangan diri yang dikembangkan oleh sekolah dan sejauh mana siswa yang bersangkutan telah mencapai program tersebut termasuk kelebihan dan kekurangannya. Kolom Catatan tentang Pengembangan Diri 2. Sosialisasi KTSP 281 . Kolom Tanggal Orangtua/Wali Guru Kelas a. Kolom naik ke kelas/ Tinggal di kelas b. Kolom Tamat/Belum Tamat Belajar Tanda tangan: a. Orangtua/Wali b. dengan mempertim-bangan seluruh SK/KD yang belum tuntas pada semester 1 harus dituntaskan sebelum akhir semester 2 (dua). tanggal.

Sekolah dapat menentukan persyaratan pindah/mutasi peserta didik sesuai prinsip manajemen berbasis sekolah.PINDAH SEKOLAH 1. Kepala Sekolah.. Kepala Sekolah. Pelaksanaan pindah sekolah lintas provinsi/ kabupaten/kota dikoordinasikan dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota. Sosialisasi KTSP Contoh Format: Keterangan Pindah Sekolah Nama Siswa: …………………….. antara lain mencakup hal-hal sebagai berikut : Menyesuaikan bentuk LHB dari sekolah asal sesuai dengan raport yang digunakan disekolah tujuan Melakukan tes atau program matrikulasi bagi peserta didik pindahan.) NIP ……………… Orangtua/Wali (……………………) Sosialisasi KTSP 282 .. Sekolah harus memfasilitasi peserta didik yang pindah sekolah : Antara sekolah pelaksana KTSP Antara sekolah pelaksana kurikulum 2004 dengan sekolah pelaksana KTSP 2. ……. Kepala Sekolah..) NIP ……………… Orangtua/Wali (……………………) ……………. (……………………. (……………………. Stempel Sekolah dan Tanda Tangan Orangtua/Wali …………….…. dan atas permintaan (tertulis) dari : Tanda Tangan Kepala Sekolah. ..) NIP ……………… Orangtua/Wali (……………………) ……………. . Diisi oleh sekolah yang lama KELUAR Tanggal Kelas dan Semester yang ditinggalkan Sebab-sebab keluar...…. (……………………. 3..

............... …… Kepala Sekolah................................... 2....... 1......... 2......... 3.............................................. (……………………......................................... No 1 Prestasi Yang Pernah Dicapai Kurikuler Kelas/Semester Tahun Pelajaran Program : .... ....... Nomor Induk : ……………………........................................................... ……………….................................... ………………...................... ...... ....... …… Kepala Sekolah....................... : ............. Tanggal b.......... 1....... .....................................……............................... Nomor Induk Nama Sekolah Masuk : a................................................ ......................./............... Nomor Induk Nama Sekolah Masuk : a......... ..................................... Nama Sekolah : …………...... . ............................................................................... Di Kelas Tahun Pelajaran _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ …………….........) NIP...... ........................................... ......... Diisi oleh sekolah yang baru No.......................... 4.... ... 1.. 4...... …… Kepala Sekolah............. Di Kelas Tahun Pelajaran Masuk _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ ……………............... Tanggal b.....Contoh Format: Keterangan Pindah Sekolah Nama Siswa: ……………………...................... ........) NIP................................................................................. Bukti Sertifikat / Piagam / Trophy Yang diperoleh (Sebutkan) .............. ............................ .... Di Kelas Tahun Pelajaran _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ (……………………..... Nomor Induk Nama Sekolah Masuk : a........ Tanggal b.................. .................... 3............lain 4 Catatan Khusus Lainnya Sosialisasi KTSP 283 ...... ..................... ...... ………………................................................... 4..............................) NIP......................... (……………………... 2 Ekstrakurikuler 3 Lain ... ..... .. 3......................... : ………............................ Sosialisasi KTSP Catatan Prestasi Yang Telah Dicapai Nama Peserta Didik : ……………………... 2........................... ……………...

Selesai Sosialisasi KTSP 284 .

Departemen Pendidikan Nasional Materi 19 Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal Sosialisasi KTSP PENETAPAN KKM ANALISIS PENCAPAIAN KKM Sosialisasi KTSP 285 .

RAMBU-RAMBU KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran KKM ditetapkan oleh forum MGMP sekolah Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 – 100 Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100 Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah nilai ketuntasan belajar maksimal Nilai KKM harus dicantumkan dalam LHBS Sosialisasi KTSP MEKANISME/LANGKAH-LANGKAH : KKM INDIKATOR KKM KD KKM MP KKM SK Sosialisasi KTSP 286 .

KRITERIA PENETAPAN KKM • Kompleksitas (Kesulitan & Kerumitan) • Daya dukung • Intake siswa PENETAPAN KKM : menggunakan Format A Sosialisasi KTSP FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleksi tas Daya dukung Intake Nilai KKM 1.1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsurunsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Sosialisasi KTSP 287 .

Daya dukung : 3.Kompleksitas : 2.Sedang = 65-80 . Kompleksitas : 2. Intake : .Sedang = 2 . Daya dukung : 3.MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI A.Rendah = 3 . Sosialisasi KTSP 288 .Rendah = 50-64 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas sedang.Tinggi = 1 .Sedang = 2 .Sedang = 65-80 .Rendah = 50-64 .Sedang = 2 .Rendah = 1 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah.89 9 Sosialisasi KTSP MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI B.Tinggi = 3 . daya dukung tinggi dan intake siswa sedang nilainya adalah: (3 + 3 + 2) x 100 = 88. Dalam menentukan rentang nilai dan menentukan nilai dari setiap kriteria perlu kesepakatan dalam forum MGMP di Sekolah.Tinggi = 81-100 .Rendah = 1 .Rendah = 81-100 . Dengan memberikan point pada setiap kriteria yang ditetapkan : 1. Intake : .Tinggi = 3 . daya dukung tinggi dan intake sedang nilainya adalah rata-rata setiap nilai dari kriteria yang kita tentukan. Dengan menggunakan rentang nilai pada setiap kriteria: 1.Tinggi = 81-100 .Sedang = 65-80 .Tinggi = 50-64 .

Sosialisasi KTSP 289 . Sosialisasi KTSP TINGKAT KOMPLEKSITAS (Kesulitan & Kerumitan) setiap IP/KD yang harus dicapai oleh siswa.Tinggi .Sedang . Kompleksitas : .Tinggi . Dengan memberikan pertimbangan professional judgment pada setiap kriteria untuk menetapkan nilai : 1.Rendah 2.Rendah Contoh : Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah. • WAKTU cukup lama karena perlu pengulangan • PENALARAN dan KECERMATAN siswa yang tinggi.Rendah 3. Intake : .Tinggi . daya Dukung tinggi dan intake siswa sedang maka dapat dikatakan hanya satu komponen yang mempengaruhi untuk mencapai ketuntasan maksimal 100 yaitu intake sedang. Jadi guru dapat mengurangi nilai menjadi antara 90 – 80. Daya dukung : . bila dalam pelaksanaannya menuntut : • SDM memahami Kompetensi yang harus dicapai Siswa kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pembelajaran. Tingkat Kompleksitas Tinggi.MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI C.Sedang .Sedang .

8 Sosialisasi KTSP 290 . BOP. sarana dan prasarana pendidikan yang sangat dibutuhkan. Sosialisasi KTSP FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator 1. Mendeskripsikan Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleksi tas Daya dukung Intake Nilai KKM hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Rendah 3 74 tinggi 3 sedang 2 88. kepedulian stakeholders sekolah. manajemen sekolah.1.6 Sedang 2 tinggi 3 sedang 2 77.KEMAMPUAN SUMBERDAYA PENDUKUNG: yaitu ketersediaan tenaga.9 tinggi 1 sedang 2 sedang 2 55.

77 Sedang 75 tinggi 90 sedang 70 78.FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleks itas Daya dukung Intake Nilai KKM 1. Sosialisasi KTSP 291 . Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Sosialisasi KTSP 74.6 Tujuan Analisis : Mengetahui tingkat ketercapaian KKM yang telah ditetapkan.1. Manfaat Analisis : Sebagai dasar untuk menetapkan KKM pada tahun berikutnya.3 tinggi 55 sedang 80 sedang 70 68.3 Sedang 78 tinggi 85 sedang 70 77.

Selesai Sosialisasi KTSP 292 .