Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) SEKOLAH DASAR

PowerPoint

Departemen Pendidikan Nasional
Jakarta, Januari 2007

ii

KATA PENGANTAR

Marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, kita bangsa Indonesia telah rnemiliki Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang merupakan tuntutan pelaksanaan pembaharuan pendidikan yang diharapkan dapat mendukung segala upaya untuk memecahkan masalah pendidikan. Dalam proses pembelajaran, kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat penting, selain guru, sarana dan prasarana pendidikan lainnya. Oleh karena itu, kurikulum digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan pendidikan dan sekaligus sebagai salah satu indikator mutu pendidikan. Di Indonesia tercatat telah lima kali revisi kurikulum pendidikan dasar dan menengah, yaitu pada tahun 1968, tahun 1975, tahun 1984, tahun 1994 dan ujicoba kurikulum tahun 2004. Revisi kurikulum tersebut bertujuan untuk mewujudkan kurikulum yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat, guna mengantisipasi perkembangan jaman, serta untuk memberikan guideline atau acuan bagi penyelenggaraan pembelajaran di satuan pendidikan. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa, pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan, dan kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Selanjutnya dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, disebutkan bahwa standar yang terkait langsung dengan kurikulum adalah Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan, dan telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKI, tersebut di atas. Berdasarkan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta panduan yang disusun oleh BSNP, maka Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah diharapkan dapat mengembangkan Kurikilum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah/karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan peserta didik.

iii

Mengingat bahwa SI, SKL dan KTSP ini harus sudah dilaksanakan oleh semua satuan pendidikan dasar dan menengah pada tahun ajaran 2009/2010, maka kegiatan sosialisasi dan pelatihan SI , SKL dan pengembangan KTSP bagi para pendidik, tenaga kependidikan dan para pemangku kepentingan (stakeholders) pendidikan lainnya harus dilakukan kordinasi dan sinergi dengan semua fihak yang terkait, dan segera dilaksanakan secara terencana, terpadu dan berkelanjutan. Untuk itulah maka disusun bahan sosialisasi dan pelatihan SI, SKL dan Pengembangan KTSP yang telah disinkronkan bersama dengan Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, serta Sekretariat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional. Selanjutnya semua kegiatan sosialisasi dan pelatihan SI, SKL dan Pengembangan KTSP tersebut supaya menggunakan bahan yang telah disiapkan ini, sehingga dapat memperlancar dalam mengembangkan KTSP di masing-masing satuan pendidikan dengan baik. Oleh karena itu, semua lapisan masyarakat yang terkait dengan pendidikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, baik sebagai pengambil kebijakan, pelaksana, maupun masyarakat umum hendaknyamemiliki pemahaman yang baik terhadap perubahan kebijakan tentang kurikulum tersebut. Dengan kesetaraan pemahaman tersebut seluruh upaya peningkatan mutu pendidikan nasional akan mendapatkan dukungan dari segala penjuru dan hal ini akan menjamin keberhasilannya.

Jakarta, Januari 2007 Menteri Pendidikan Nasional

Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA

iv

Daftar Isi

Kata Pengantar.............................................................. iii Daftar Isi ..................................................................... v I.
1. 2. 3.

K ebijakan ....................................................................

Undang–Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional..................................................... 3 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan......................................... 15 Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005 - 2009...................................................... 35

1

II. tandar Isi (SI) dan Standar Kompetensi S L ulusan (SKL) ...................................................
4. 5. 6.

55 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI)............................................... 57 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Kelulusan (SKL).................. 69 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Kelulusan (SKL)......................................... 77

III. urikulum Tingkat Satuan Pendidikan K ( KTSP)........................................................................

83 7. Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi............... 85 8. Penyusunan KTSP...................................................... 93 9. Pengembangan Silabus.............................................. 119 10. Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)...................................................................... 137

IV. odel-Model Kurikulum.......................................... 143 M V.

11. Pengembangan Bahan Ajar......................................... 145

M odel-Model Kurikulum.......................................... 153 12. Pengembangan Model Mata Pelajaran Muatan Lokal....... 155 13. Panduan Model Pengembangan Diri untuk Satuan Pendidikan Dasar ..................................................... 165
14. Model Pembelajaran Tematik SD Kelas I-III ................. 181

VI. embelajaran Tematik............................................ 179 P

v

....... Penyusunan Laporan Hasil Belajar (LHB) Peserta Didik SD/MI........................................... embelajaran Efektif... 209 IX............ Rancangan Penilaian Hasil Belajar.............. 199 VIII....... 197 P 15........ Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal.VII....................................................... Kreatif.................................... 285 L aporan Hasil Belajar (LHB)... 277 19......... 237 X......... 207 16................ 18................. Pembelajaran Aktif................ Pengembangan Bahan Ujian & Analisis Hasil Ujian................ 275 vi .......................................... Efektif & Menyenangkan (PAKEM) di TK & SD....... 235 P 17... engembangan Bahan Ujian...........Penilaian Hasil Belajar...

3. 1 .Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) I. 2. Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009. KEBIJAKAN 1. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan nasional. Peraturan Pemerintah No.

2 .

2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Sosialisasi KTSP KTSP Sosialisasi DASAR & FUNGSI PENDIDIKAN NASIONAL Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa Sosialisasi KTSP 3 .Departemen Pendidikan Nasional Materi 1 UNDANG–UNDANG NO. 20 TH.

– Pendidikan sistem terbuka: fleksibilitas pilihan dan waktu penyelesaian program lintas satuan dan jalur pendidikan – Pendidikan multimakna: proses pendidikan yang diselenggarakan dengan berorientasi pada pembudayaan. pembentukan watak dan kepribadian. – berakhlak mulia. serta berbagai kecakapan hidup Sosialisasi KTSP 4 . cakap. Sosialisasi KTSP PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. kreatif. dan kemajemukan bangsa. mandiri. nilai keagamaan. dan – menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. berilmu. pemberdayaan.TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang: – beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. nilai kultural. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. sehat.

mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. f. Sosialisasi KTSP HAK PESERTA DIDIK a. mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. membangun kemauan. e. dan kemampuannya. menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan. d. minat. menulis. yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama.PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. pindah ke program pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain yang setara. dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. Sosialisasi KTSP 5 . c. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama b. mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan.

Sosialisasi KTSP PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan. dan/atau informal.KEWAJIBAN PESERTA DIDIK menjaga norma-norma pendidikan untuk menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan. Sosialisasi KTSP 6 . nonformal. – Diselenggarakan bagi anak sejak lahir sampai usia 6 tahun dan bukan prasyarat masuk pendidikan dasar Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal. atau bentuk lain yang sederajat. Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK). Raudhatul Athfal (RA). b. a. kecuali bagi peserta didik yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sosialisasi KTSP PENDIDIKAN MENENGAH Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar. madrasah aliyah (MA). Sosialisasi KTSP 7 . Pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs). dan madrasah aliyah kejuruan (MAK). atau bentuk lain yang sederajat. atau bentuk lain yang sederajat.PENDIDIKAN DASAR Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah. Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. sekolah menengah kejuruan (SMK). Pendidikan menengah berbentuk sekolah menengah atas (SMA).

emosional. sarana dan prasarana. proses. dan pengendalian mutu pendidikan. Sosialisasi KTSP STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi. tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. pembiayaan. dan tidak mampu dari segi ekonomi. Dapat diselenggarakan secara inklusif atau berupa satuan pendidikan khusus Pendidikan layanan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang. pengelolaan. dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa.PENDIDIKAN KHUSUS DAN LAYANAN KHUSUS Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik. kompetensi lulusan. mental. dan pembiayaan. Sosialisasi KTSP 8 . bencana sosial. Pengembangan standar nasional pendidikan serta pemantauan dan pelaporan pencapaiannya secara nasional dilaksanakan oleh suatu badan standardisasi. sarana dan prasarana. dan/atau mengalami bencana alam. sosial. dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. masyarakat adat yang terpencil. Standar nasional pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum. tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. pengelolaan. penjaminan.

KURIKULUM: PENGERTIAN DASAR Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. isi. Pengembangan kurikulum secara berdiversifikasi dimaksudkan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan pada satuan pendidikan dengan kondisi dan kekhasan potensi yang ada di daerah Sosialisasi KTSP 9 . potensi daerah. dan peserta didik. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. 2. Sosialisasi KTSP KURIKULUM 1.

teknologi. dan j.KURIKULUM 3. perkembangan ilmu pengetahuan. f. dan seni. dan minat peserta didik. i. Sosialisasi KTSP Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah. c. keragaman potensi daerah dan lingkungan. kecerdasan. g. peningkatan potensi. tuntutan dunia kerja. b. Sosialisasi KTSP 10 . e. peningkatan iman dan takwa. agama. Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. dinamika perkembangan global. h. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: a. peningkatan akhlak mulia. d.

ilmu pengetahuan alam. b. komunitas sekolah. f. e. d. serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan. i. dan muatan lokal. h. c. Masyarakat berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan yang meliputi perencanaan. pendidikan kewarganegaraan. g. keterampilan/kejuruan. ilmu pengetahuan sosial. seni dan budaya. pendidikan agama. dan evaluasi program pendidikan melalui dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah. Sosialisasi KTSP DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DAN MADRASAH PENGERTIAN DASAR Komite sekolah/madrasah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/wali peserta didik. matematika. Sosialisasi KTSP 11 . j. pendidikan jasmani dan olahraga.MUATAN WAJIB KURIKULUM PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH a. pengawasan. bahasa.

Sosialisasi KTSP 12 . dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan. arahan dan dukungan tenaga. Evaluasi dilakukan terhadap peserta didik. dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. dan jenis pendidikan.DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DAN MADRASAH Dewan pendidikan sebagai lembaga mandiri dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan pertimbangan. sarana dan prasarana. dan kabupaten/kota yang tidak mempunyai hubungan hirarkis. Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses. serta pengawasan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. sebagai lembaga mandiri. sarana dan prasarana. kemajuan. satuan. provinsi. arahan dan dukungan tenaga. dan program pendidikan pada jalur formal dan nonformal untuk semua jenjang. Komite sekolah/madrasah. lembaga. Sosialisasi KTSP EVALUASI Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. serta pengawasan pendidikan pada tingkat nasional.

transparan. jenjang. dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 13 . Masyarakat dan/atau organisasi profesi dapat membentuk lembaga yang mandiri untuk melakukan evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala.EVALUASI Evaluasi peserta didik. Pemerintah dan pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola. menyeluruh. jalur. satuan. dan jenis pendidikan. satuan pendidikan.

14 .

2. Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. b. dan keterampilan. a. pengetahuan. standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental. d. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. c. kompetensi mata pelajaran. standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. kompetensi bahan kajian. serta pendidikan dalam jabatan.Departemen Pendidikan Nasional Materi 2 PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 Tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Sosialisasi KTSP KTSP Sosialisasi LINGKUP SNP 1. Lingkup Standar Nasional Pendidikan meliputi: Sosialisasi KTSP 15 .

atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. dan global.LINGKUP SNP Lanjutan e. prosedur. dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. provinsi. akreditasi. serta sumber belajar lain. tempat berolahraga. standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan. perpustakaan. standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar. termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. dan sertifikasi. laboratorium. yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. g. standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. Sosialisasi KTSP 16 . bengkel kerja. f. Sosialisasi KTSP LINGKUP SNP Lanjutan 3. 4. kabupaten/kota. Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana. dan h. dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan dilakukan evaluasi. nasional. tempat berkreasi dan berekreasi. pelaksanaan. tempat bermain. terarah. tempat beribadah.

2. d. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 1. kelompok mata pelajaran estetika. Kurikulum untuk jenis pendidikan keagamaan formal terdiri atas kelompok mata pelajaran yang ditentukan berdasarkan tujuan pendidikan keagamaan. dan kalender pendidikan/akademik. dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: a. e. b. beban belajar.STANDAR ISI 1. 2. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. 3. c. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. kurikulum tingkat satuan pendidikan. olah raga. Standar isi mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. dan kesehatan. Satuan pendidikan nonformal dalam bentuk kursus dan lembaga pelatihan menggunakan kurikulum berbasis kompetensi yang memuat pendidikan kecakapan hidup dan keterampilan. kelompok mata pelajaran jasmani. Kurikulum untuk jenis pendidikan umum. Standar isi memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. kejuruan. Sosialisasi KTSP 17 .

Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia pada SD/MI/SDLB/Paket A. estetika. kecakapan berhitung. SMK/MAK. Kurikulum dan silabus SD/MI/SDLB/Paket A. serta kemampuan berkomunikasi. Sosialisasi KTSP 18 .KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 4. 8. olah raga. kewarganegaraan. SMP/MTs/SMPLB/ Paket B. 6. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SD/MI/SDLB/Paket A. kewarganegaraan. ilmu pengetahuan dan teknologi. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. kepribadian. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 7. Setiap kelompok mata pelajaran dilaksanakan secara holistik sehingga pembelajaran masing-masing kelompok mata pelajaran mempengaruhi pemahaman dan/atau penghayatan peserta didik. SMK/MAK. seni dan budaya. dan pendidikan jasmani. Semua kelompok mata pelajaran sama pentingnya dalam menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah. SMA/MA/ SMALB/ Paket C. bahasa. akhlak mulia. atau bentuk lain yang sederajat menekankan pentingnya kemampuan dan kegemaran membaca dan menulis. jasmani. SMA/MA/SMALB/ Paket C. 5. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. dan kesehatan. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama.

SMA/MA/SMALB/Paket C. ilmu pengetahuan sosial. ilmu pengetahuan alam. dan/atau teknologi informasi dan komunikasi. ilmu pengetahuan alam. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. kejuruan. pendidikan kesehatan. Kelompok mata pelajaran jasmani. keterampilan/kejuruan. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. dan kesehatan pada SD/MI/SDLB/ Paket A. serta muatan lokal yang relevan. SMA/MA/SMALB/ Paket C. ilmu pengetahuan sosial. ilmu pengetahuan alam. SMK/MAK. matematika. dan muatan lokal yang relevan. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. ilmu pengetahuan alam. dan muatan lokal yang relevan.KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 9. Kompetensi tersebut terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar. SMK/MAK. serta muatan lokal yang relevan. olah raga. seni dan budaya. SMK/ MAK. 12. serta muatan lokal yang relevan. matematika. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada : a. d. matematika. teknologi informasi dan komunikasi. teknologi informasi dan komunikasi. keterampilan. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. Sosialisasi KTSP 19 . Kelompok mata pelajaran estetika pada SD/MI/SDLB/Paket A. keterampilan/kejuruan. 13. ilmu pengetahuan sosial. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 10. keterampilan/kejuruan. SD/MI/ SDLB/Paket A. ilmu pengetahuan sosial. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. SMA/MA/SMALB/Paket C. b. keterampilan. dan muatan lokal yang relevan. matematika. ilmu pengetahuan alam. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. 11. olahraga. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan/atau semester sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. c. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa.

dan kegiatan mandiri yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan. Beban belajar untuk SD/MI/SDLB. MI/MTs/MA atau bentuk lain yang sederajat dapat menambahkan beban belajar untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian sesuai dengan kebutuhan dan ciri khasnya. dan kegiatan mandiri yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan. 6. Beban belajar pada pendidikan kesetaraan disampaikan dalam bentuk tatap muka. sesuai kebutuhan dan ciri khas masingmasing. atau bentuk lain yang sederajat dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester (SKS). SMA/MA/SMLB. praktek keterampilan. Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB. SMP/MTs/SMPLB. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur.BEBAN BELAJAR 1. Sosialisasi KTSP 20 . penugasan terstruktur. Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB. praktek keterampilan. Beban belajar pada pendidikan kesetaraan disampaikan dalam bentuk tatap muka. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori mandiri dinyatakan dalam satuan kredit semester. 5. 2. Beban belajar untuk SMP/MTs/SMPLB. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat menggunakan jam pembelajaran setiap minggu setiap semester dengan sistem tatap muka. Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR 4. 3. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori standar dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester.

BEBAN BELAJAR 7. dan kesehatan. 8. kelompok mata pelajaran pendidikan estetika. Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat. kecakapan akademik. Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. 9. 12. pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat. pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR 11. Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat dan kurikulum untuk SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal. Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. olah raga. Sosialisasi KTSP 21 . kecakapan sosial. Pendidikan kecakapan hidup yang mencakup kecakapan pribadi. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup. atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. dan kecakapan vokasional.

Sosialisasi KTSP 22 . dan SMK/MAK pada jalur pendidikan formal kategori mandiri. atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. 14. Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah keagamaan berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP.BEBAN BELAJAR 13. pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Sosialisasi KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 1. Panduan ini berisi sekurangkurangnya model-model kurikulum satuan pendidikan keagamaan jenjang pendidikan dasar dan menengah. olah raga. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/ SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB. Panduan ini berisi sekurang-kurangnya: a. 2. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/ SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB. b. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. dan SMK/MAK pada jalur pendidikan formal kategori standar. dan kesehatan. pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. pendidikan kelompok mata pelajaran estetika. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP.

Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan tersebut sekurang-kurangnya meliputi model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem paket dan model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem kredit semester. potensi daerah/karakteristik daerah. atau madrasah dan komite madrasah. MTs. Kurikulum tingkat satuan pendidikan SD/MI/SDLB. Kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya untuk program paket A. sosial budaya masyarakat setempat. SMA. Sosialisasi KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 5. SMP. atau bentuk lain yang sederajat dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. 4. di bawah supervisi dinas kabupaten/ kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan untuk SD. B. MA. SMK/MAK. dan C ditetapkan oleh dinas kabupaten/kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan berdasarkan kerangka dasar kurikulum sesuai dengan peraturan pemerintah ini dan standar kompetensi lulusan. dan SMK. dan MAK. Sekolah dan komite sekolah. 6. Sosialisasi KTSP 23 . dan peserta didik. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI.KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 3. SMP/MTs/SMPLB. SMA/MA/SMALB. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan.

Sosialisasi KTSP 24 . dan keterampilan. Sosialisasi KTSP STANDAR KOMPETENSI LULUSAN • Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan.KALENDER PENDIDIKAN 1. waktu pembelajaran efektif. • Standar kompetensi lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. • Kompetensi lulusan mencakup sikap. Kalender pendidikan/kalender akademik mencakup permulaan tahun ajaran. 2. dan hari libur. minggu efektif belajar. Hari libur dapat berbentuk jeda tengah semester selama-lamanya satu minggu dan jeda antar semester. • Kompetensi lulusan untuk mata pelajaran bahasa menekankan pada kemampuan membaca dan menulis yang sesuai dengan jenjang pendidikan. pengetahuan.

pengetahuan. kepribadian. kepribadian. – penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan. ahklak mulia. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. dan – penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. pengetahuan. ahklak mulia. • Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. ahklak mulia. Sosialisasi KTSP STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN • Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: – penilaian hasil belajar oleh pendidik. • Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. kepribadian. pengetahuan. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. Sosialisasi KTSP 25 .STANDAR KOMPETENSI LULUSAN • Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan.

PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 1. 2. ulangan akhir semester. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi diukur melalui ulangan. ujian. ulangan tengah semester. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. 5. Sosialisasi KTSP 26 . dan kesehatan dilakukan melalui: a. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 3. pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. ulangan. olah raga. dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. dan – memperbaiki proses pembelajaran. kemajuan. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. ulangan. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani. Penilaian ini digunakan untuk: – menilai pencapaian kompetensi peserta didik. dan b. – bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik. serta b. penugasan. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui: a. dan ulangan kenaikan kelas. dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai 4.

olahraga. dan kesehatan. d. dan kesehatan merupakan penilaian akhir untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. 2. olah raga. c. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH SATUAN PENDIDIKAN 1. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran. kelompok mata pelajaran estetika. dan e. b. kelompok mata pelajaran estetika. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Penilaian akhir mempertimbangkan hasil penilaian peserta didik oleh pendidik Sosialisasi KTSP 27 . kelompok mata pelajaran jasmani. dan kelompok mata pelajaran jasmani.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 6. Untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah BSNP menerbitkan panduan penilaian untuk: a. 3. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.

pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Penilaian ini bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional. serta kelompok mata pelajaran jasmani. kelompok mata pelajaran estetika. Penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan melalui ujian sekolah/madrasah untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. 2. olah raga. peserta didik harus mendapatkan nilai yang sama atau lebih besar dari nilai batas ambang kompetensi yang dirumuskan oleh BSNP. berkeadilan. Untuk dapat mengikuti ujian sekolah/madrasah. 3. dan kesehatan. 5. dan akuntabel. Sosialisasi KTSP 28 . Ujian nasional dilakukan secara obyektif. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 1.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH SATUAN PENDIDIKAN 4. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Ujian nasional diadakan sekurang-kurangnya satu kali dan sebanyak-banyaknya dua kali dalam satu tahun pelajaran.

Setiap peserta didik wajib mengikuti satu kali ujian nasional tanpa dipungut biaya. d. pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan. Hasil ujian nasional digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk: a. c. Setiap peserta didik jalur formal pendidikan dasar dan menengah dan pendidikan jalur nonformal kesetaraan berhak mengikuti ujian nasional dan berhak mengulanginya sepanjang belum dinyatakan lulus dari satuan pendidikan. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 6. Peserta ujian nasional memperoleh surat keterangan hasil ujian nasional yang diterbitkan oleh satuan pendidikan penyelenggara Ujian Nasional. 7. 5. Sosialisasi KTSP 29 . penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan. 8. b.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 4. pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Peserta didik pendidikan informal dapat mengikuti ujian nasional setelah memenuhi syarat yang ditetapkan oleh BSNP. dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya.

Pada jenjang SMP/MTs/SMPLB. Pada jenjang SD/MI/SDLB. atau bentuk lain yang sederajat. Bahasa Inggris. Matematika. Matematika. Pada program paket C. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Matematika. Matematika. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Bahasa Inggris.UJIAN NASIONAL Mata pelajaran yang diujikan: 1. 6. 3. dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program pendidikan. Pada program paket A. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sosialisasi KTSP 30 . dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program pendidikan. 2. Pada program paket B. Sosialisasi KTSP UJIAN NASIONAL 5. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Bahasa Inggris. Matematika. Matematika. 7. Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia. Pada jenjang SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Pada SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat. Bahasa Inggris. 4. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Kewarganegaraan. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Kewarganegaraan. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Matematika. Bahasa Inggris. dan mata pelajaran kejuruan yang menjadi ciri khas program pendidikan. Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia. atau bentuk lain yang sederajat.

dan kelompok mata pelajaran jasmani. c. dan terencana dalam suatu program penjaminan mutu yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Penjaminan mutu pendidikan dilakukan secara bertahap.KELULUSAN Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: a. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. menyelesaikan seluruh program pembelajaran. dan kesehatan. olah raga. Sosialisasi KTSP PENJAMINAN MUTU 1. b. dan d. Penjaminan mutu pendidikan bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan. Setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan. Sosialisasi KTSP 31 . sistematis. 2. lulus Ujian Nasional. kelompok mata pelajaran estetika. 3. lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menteri yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama mensupervisi dan membantu satuan pendidikan keagamaan melakukan penjaminan mutu.PENJAMINAN MUTU 4. 9. 6. 5. Menteri menerbitkan pedoman program penjaminan mutu satuan pendidikan pada semua jenis. BAN-S/M. Sosialisasi KTSP 32 . Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud pada ayat (6). BAN-PNF. dan BAN-PT memberikan rekomendasi penjaminan mutu pendidikan kepada program dan/atau satuan pendidikan yang diakreditasi. LPMP mensupervisi dan membantu satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dalam melakukan upaya penjaminan mutu pendidikan. 8. Pemerintah Provinsi mensupervisi dan membantu satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya untuk meyelenggarakan atau mengatur penyelenggaraannya dalam melakukan penjaminan mutu. dan kepada Pemerintah dan Pemerintah Daerah. LPMP bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan Perguruan tinggi. jenjang dan jalur pendidikan. Sosialisasi KTSP PENJAMINAN MUTU 7. 10. Pemerintah Kabupaten/Kota mensupervisi dan membantu satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya untuk meyelenggarakan atau mengatur penyelenggaraannya dalam melakukan penjaminan mutu.

PENJAMINAN MUTU 11. Penyelenggaraan satuan pendidikan yang tidak mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan ini dapat memperoleh pengakuan dari Pemerintah atas dasar rekomendasi dari BSNP. Rekomendasi dari BSNP tersebut didasarkan pada penilaian khusus. 12. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 33 .

34 .

yang diatur dengan UndangUndang (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Amanat Undang-Undang No. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia … Amanat Pasal 31 UUD 1945 (1) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.Materi 3 RENCANA STRATEGIS DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN 2005 . 25 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (2004-2009) Pendidikan ditetapkan sebagai salah satu prioritas dalam agenda utama pembangunan nasional. Peraturan Pemerintah No. 2 • • 35 . yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. serta (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.2009 1 PENDAHULUAN • • Amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) … melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pembangunan sekolah bertaraf internasional di setiap propinsi dan/atau kabupaten/kota 11. Implementasi dan penyempurnaan SNP oleh BSNP 15. SMP. Perluasan akses PT Mendorong jumlah jurusan di PT yang masuk dalam 100 besar Asia Akselerasi jumlah program studi kejuruan. 4. Perluasan akses pendidikan keaksaraan bagi penduduk usia >15 tahun 9. dan profesi Peningkatan jumlah dan mutu publikasi ilmiah dan HAKI 4. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengelola pendidikan 12. Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraan dan Kepemerintahan 6. Perluasan dan peningkatan mutu akreditasi 19. Perluasan akses SMA/SMK dan SMA terpadu 21. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan 27. Kegiatan Pokok Pemerintah Perluasan akses PAUD Pendanaan biaya operasi wajar Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan wajar Rekrutmen pendidik dan tenaga kependidikan (program wajar) Perluasan akses pendidikan wajar pada jalur nonformal Perluasan akses SLB dan sekolah inklusif Pengembangan sekolah wajar layanan khusus bagi daerah terpencil/kepulauan yang berpenduduk jarang dan terpencar. BPKP.5 Tahun 2004 tentang percepatan pemberantasan KKN 36. Penjaminan mutu secara terprogram dengan mengacu kepada SNP 16. KB. dan BPK 38. MI. Pengembangan sekolah berbasis keunggulan lokal di setiap Kab/Kota 22. dan data lainnya) 8. Program Penelitian dan Pengembangan Iptek 3. Peningkatan kapasitas dan kompetensi managerial aparat 31. Penataan regulasi pengelolaan pendidikan 32. 3. Pendidikan Keterampilan Hidup 20. Peningkatan peran serta masyarakat dalam perluasan akses SMA/SMK/SM Terpadu. Pengembangan guru sebagai profesi 18. Perluasan pendidikan kecakapan hidup 17. Peningkatan pencitraan publik 34. 1. Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 3 PROGRAM PENGUATAN KEBIJAKAN DEPDIKNAS DENGAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH BAPPENAS Program Bappenas 7. Peningkatan ketaatan aparat pada peraturan perundang-undangan 33. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pemeriksaan aparat Itjen 35. Kepegawaian. Pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan 6.utamaan Gender dan Anak 4. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara 4 36 . 6. Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Kegiatan Pokok Pemerintah 13. Penyelesaian tindak lanjut temuan-temuan pemeriksaan Itjen. Pemanfaatan ICT sebagai media pembelajaran jarak jauh 26. vokasi. 2. Pendidikan Menengah 10. Aset. Intensifikasi dan ekstensifikasi pemeriksaan oleh Itjen. Intensifikasi tindakan-tindakan preventif oleh Itjen 37. 2. Program Penguatan Kelembagaan Pengarus. Pelaksanaan Inpres No. Peningkatan kapasitas dan kompetensi aparat dalam perencanaan dan pengangaran 30. Peningkatan SPI berkoordinasi dengan BPKP dan BPK 29. Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan 2. Manajemen Pelayanan Pendidikan Program-program lainnya 1. 25. MTs 8. SLB. BPKP. Perbaikan sarana dan prasarana 28. dan PT 14. Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Negara 5. RA. dan BPK 39. 23. Pendidikan Tinggi 5. 24. TPA Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun – SD. Program Pengelolaan Sumberdaya Manusia Aparatur 7. 3. Pengembangan aplikasi SIM secara terintegrasi (Keuangan. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) – TK.PROGRAM PENGUATAN KEBIJAKAN DEPDIKNAS DENGAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH BAPPENAS Program Bappenas 1. 7. Pendidikan Non Formal 5.

Tata Nilai Departemen Pendidikan Nasional 5 A. membantu. dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 B. dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. membimbing. Amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003.DASAR KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL A. Visi Pendidikan Nasional C. AMANAT UNDANG-UNDANG NO 20/2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 6 37 . tercantum bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berhak mengarahkan. Misi Pendidikan Nasional D.

jenis. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. dan kemajemukan bangsa. 7 2. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. Meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. 5. Meningkatkan sensitifitas dan kemampuan ekspresi estetis. 4. nilai kultural. 2. 8 38 . Meningkatkan iman. dan jenjang pendidikan bagi semua warga negara secara adil. menulis. tidak diskriminatif. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. dan akhlak mulia. emosi. nilai keagamaan. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. 3. membangun kemauan. 6. mental serta intelektual. status sosial-ekonomi. Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. TUJUAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA MENENGAH 1. jenis kelamin. Meningkatkan kualitas jasmani. Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. dan kelainan fisik. takwa. 4. 3. Meningkatkan pemerataan kesempatan belajar pada semua jalur. dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. 5. agama. kelompok etnis. dan demokratis tanpa membedakan tempat tinggal.PASAL 4 UU 20/2003 Tentang SISDIKNAS: PRINSIP-PRINSIP DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN 1.

buta aksara. 10 39 . Menurunkan secara signifikan jumlah penduduk buta aksara.6. Meningkatkan relevansi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan melalui peningkatan hasil penelitian. terampil. bermutu. Meningkatkan daya saing bangsa dengan menghasilkan lulusan yang mandiri. dan keterampilan. 7. pengembangan dan penciptaan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh perguruan tinggi serta penyebarluasan dan penerapannya pada masyarakat. kemampuan. dan relevan sebagai landasan yang kokoh bagi pengembangan kualitas manusia Indonesia. 11. Meningkatkan kualitas pendidikan dengan tersedianya standar pendidikan nasional dan Standar Pelayanan Minimal (SPM). 9 9. 10. putus sekolah dalam dan antar jenjang serta penduduk lainnya yang ingin meningkatkan pengetahuan. serta memiliki kecakapan hidup yang dapat membantu dirinya dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan. mampu belajar sepanjang hayat. bermutu. 8. serta meningkatkan kualifikasi minimun dan sertifikasi bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan lainnya. Memperluas akses pendidikan non-formal bagi penduduk laki-laki maupun perempuan yang belum sekolah. ahli dan profesional. tidak pernah sekolah. Menuntaskan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun secara efisien.

peran serta masyarakat dalam pembangunan pendidikan. serta efektivitas pelaksanaan otonomi dan desentralisasi pendidikan termasuk otonomi keilmuan. produktif. dan nepotisme untuk mewujudkan Pemerintah yang bersih dan berwibawa. Menata sistem pengaturan dan pengelolaan pendidikan yang semakin efisien. Mempercepat pemberantasan korupsi. kolusi. 14. 11 B. 13.12. Sejalan dengan Visi Pendidikan Nasional tersebut. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas manajemen pelayanan pendidikan melalui peningkatan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah. Depdiknas berhasrat untuk pada tahun 2025 menghasilkan: INSAN INDONESIA CERDAS DAN KOMPETITIF (Insan Kamil / Insan Paripurna) 12 40 . dan demokratis dalam suatu tata kelola yang baik dan akuntabel. VISI PENDIDKAN NASIONAL Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.

3. serta kompetensi untuk mengekspresikannya. sigap. sikap. –empatik dan simpatik. –menghargai kebhinekaan dalam bermasyarakat dan bernegara. dan trengginas. serta –berwawasan kebangsaan dengan kesadaran akan hak dan kewajiban warga negara. –demokratis. dan 5. Selaras dengan Misi Pendidikan Nasional tersebut. meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral. –ceria dan percaya diri. •Beraktualisasi diri melalui olah rasa untuk meningkatkan sensitivitas dan apresiasivitas akan kehalusan dan keindahan seni dan budaya. •Beraktualisasi diri melalui olah raga untuk mewujudkan insan yang sehat. •Aktualisasi insan intelektual yang kritis. kreatif dan imajinatif. mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia. –menjunjung tinggi hak asasi manusia. 4. keterampilan. terampil. Depdiknas untuk tahun 2005 – 2009 menetapkan Misi sebagai berikut: MEWUJUDKAN PENDIDIKAN YANG MAMPU MEMBANGUN INSAN INDONESIA CERDAS KOMPREHENSIF DAN KOMPETITIF. 2. bugar. •Beraktualisasi diri melalui interaksi sosial yang: –membina dan memupuk hubungan timbal balik. memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan RI. •Aktualisasi insan adiraga.Insan Cerdas Komprehensif dan Kompetitif Makna Insan Indonesia Cerdas Komprehensif Cerdas spiritual •Beraktualisasi diri melalui olah hati/kalbu untuk menumbuhkan dan memperkuat keimanan. pengalaman. berdaya-tahan. membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar. ketakwaan dan akhlak mulia termasuk budi pekerti luhur dan kepribadian unggul. MISI PENDIDIKAN NASIONAL 1. 14 41 . dan nilai berdasarkan standar nasional dan global. meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. •Berkepribadian unggul dan gandrung akan keunggulan •Bersemangat juang tinggi •Mandiri •Pantang menyerah •Pembangun dan pembina jejaring •Bersahabat dengan perubahan •Inovatif dan menjadi agen perubahan •Produktif •Sadar mutu •Berorientasi global •Pembelajar sepanjang hayat Makna Insan Indonesia Kompetitif Cerdas emosional & sosial Kompetitif Cerdas intelektual Cerdas kinestetis 13 C. •Beraktualisasi diri melalui olah pikir untuk memperoleh kompetensi dan kemandirian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.

dalam rangka mencapai dan mempertahankan kondisi keunggulan OUTPUT VALUES Nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh mereka yang berkepentingan terhadap Depdiknas PENYELENGGARA DAN PENGELOLA PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN & MANAJEMEN YANG PRIMA BERORIENTASI KEPADA KEPENTINGAN PEMAKAI LAYANAN PENDIDIKAN 1. Koordinatif dan Bersinergi dalam Kerangka KerjaTim 9. Visioner dan Berwawasan 2. 16 42 . Antisipatif dan Inovatif 6. danInklusif 15 TIGA PILAR KEBIJAKAN PENDIDIKAN 1. Antusias dan Bermotivasi Tinggi 4. Memotivasi (Motivating) 4. relevansi. Disiplin 7. Kreatif 6. Berkeadilan. Profesional 3. dan daya saing keluaran pendidikan. Peduli dan Menghargai orang lain 8. Gandrung Mutu Tinggi (Service Excellence) 3. Pemerataan dan perluasan akses pendidikan. Menjadi Teladan 3.D. Mengilhami (Inspiring) 5. Responsif dan Aspiratif 5. 2. Membudayakan (Cultureforming) 7. Bertanggung Jawab dan Mandiri 5. Akuntabel 1. TATA NILAI DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL INPUT VALUES Nilai-nilai yang diharapkan ditemukan dalam diri setiap pegawai Depdiknas PROCESS VALUES Nilai-nilai yang harus diperhatikan dalam bekerja di Depdiknas. Produktif (Efektif dan Efisien) 2. Memberdayakan (Em powering) 6. Belajar Sepanjang Hayat 1. Amanah 2. Demokratis. Peningkatan mutu. Dapat Dipercaya (Andal) 4. akuntabilitas. Penguatan tata kelola. dan citra publik pendidikan. 3. Taat Azas 8.

5 69.8 72.5 29.8 64.26 % 17 Kontribusi Sumber Kesenjangan Akses Pendidikan Antar dan Intra Provinsi Sumber Kesenjangan SD/ MI SMP/ MTs SM/ MA Antar Provinsi APK Dalam Provinsi 30.AKSES PENDIDIKAN Rata-rata tingkat pendidikan masyarakat masih rendah (2004) Kelompok usia > 15 th Kelompok usia > 15 th Kelompok usia > 15 th Rata-rata lama sekolah 7.1 18 43 .2% Yang buta aksara 9.2 27.38 % APK 14.48 % APM 93.2 70.24 % APK 54.5 % APS 53.5 Antar Provinsi APM Dalam Provinsi 39.9 60.8 % APS 83.8 29.04 % APM 65.2 35. masalah perluasan akses lebih menonjol terjadi pada jenjang SMP/MTs Tingkat partisipasi pendidikan makin rendah pada jenjang pendidikan yang makin tinggi (2004) Kelompok usia 7-12 tahun Kelompok usia 13-15 tahun Kelompok usia SLTA Pendidikan Tinggi APS 96.55% Dalam rangka penuntasan Wajar Dikdas 9 tahun.2 th Yang berpendidikan SLTP 36.5 70.

2. serta 4.50 96. Pendanaan pendidikan yang belum memadai untuk menunjang mutu pembelajaran.00 98. Prasarana dan sarana belajar yang terbatas dan belum didayagunakan secara optimal.Tingkat Keaksaraan Penduduk Usia 15-24 Tahun 1995-2004 Perempuan 99. 3.00 96. Ketersediaan pendidik dan tenaga kependidikan serta kesejahteraannya yang belum memadai baik secara kuantitas maupun kualitas. 20 44 .00 1995 1998 2002 Tahun 19 Laki-laki Perempuan+Laki2 2003 2004 MUTU PENDIDIKAN (2004) 1.50 97.00 97. Proses pembelajaran yang belum efisien dan efektif.50 P ersen tase 98.

75 64. 2004 22 45 .55 40.37 23.05 0.89 1.54 D2 (%) 5.304 1.286 Ijazah Tertinggi < D1 (%) 90.18 Sarjana (%) 3.46 21 RASIO PENDIDIKAN TAHUN 2002/2003 Sumber: PDIP – Balitbang.58 49.33 43.255 230.33 0.23 2.31 0.06 1.79 D3 (%) 5.86 1.88 46.30 42.45 0.33 0.92 30.03 69.559 236.39 72.069 8.114 147.17 25.KUALIFIKASI PENDIDIK TAHUN 2002/2003 Jenjang No Pendidikan 1 2 3 4 5 6 7 8 TK SLB SD SMP SM SMA SMK PT Jumlah Guru 137.54 S2/S3 (%) 0.62 2.10 26.10 3.748 452.16 56.14 21.35 8.33 11.33 1.927 466.57 47.234.

1 35.0 64.678 % 92.4 33.645 27.599 1.9 100.385 58.051 40.234.3 100.542 155. Tidak Layak SMP 2 a.0 50.0 67.857 41.114 154.7 43.0 56.311 67.143.03 3.GURU DAN KEPALA SEKOLAH MENURUT KELAYAKAN MENGAJAR TAHUN 2002/2003 No.832 107.290 1 2 3 4 SD SMP SMA SMK 364.6 47.9 100.0 19.6 29.34 92.748 299.217 466.864 % 34.967 20.710 609.0 14. Tidak Layak SMK 4 a.00 Rusak Berat 201.559 83.258 187.3 45. Tidak Layak SMA 3 a.7 29.5 67.7 12. Layak b.62 12. Balitbang Depdiknas (2003) 24 46 .531 202.315 50. SD 1 a.4 3.7 49.3 23 KONDISI RUANG BELAJAR TAHUN 2003 No Bangunan/ Gedung Kondisi Bangunan Ruang Belajar Layak pakai Jumlah % 42. Layak b.581 23.1 32.424 48.927 625.395 558.919 % 23. Layak b.3 53.105 167. 2004 Kelayakan Negeri 1.59 5.430 75.675 311.588 2.440 155.379 35.12 82.631 43.7 43.260 98.217 96.0 Swasta 91.4 38.29 92.3 20. Layak b.4 23.914 55.3 4.12 2.643 230.720 108.416 4.480 78.237 9.408 89.26 5.283 72.1 33.63 5. Tidak Layak Sumber: PDIP – Balitbang.0 15.00 865.803 87.598 63.070 584.283 % 7.2 66.598 4.00 Rusak Ringan 299.684 147.1 17.961 % 100.507 Sumber: Pusat Data dan Informasi Pendidikan.412 97.6 46.0 37.3 Jumlah 1.811 122.

93 0.82 ANGKA PUTUS SEKOLAH MENURUT JENJANG PENDIDIKAN DAN JENIS KELAMIN TAHUN 2004 6 5 4 3 2 1 0 SD SMP Laki2 SMA/SMK Rerata 26 PT Perempuan 47 .ANGKA MENGULANG KELAS SD MENURUT TINGKAT.92 4.68 4.96 1.07 2.26 ta 1 2 3 4 5 6 3. TAHUN 2004 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 Kl s Kl s Kl s Kl s Kl s Kl s R er a 25 7.

0 0 6 .0 0 1 .0 0 B In d B In g g 2 0 0 3 /0 4 Mat 2 0 0 4 /0 5 27 R a ta 2 TATA KELOLA DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL (2004) 1.0 0 2 .0 0 3 . 2.0 0 7 . 28 48 .0 0 5 .0 0 4 . 3. Desentralisasi bidang pendidikan. Pentingnya pengawasan terhadap berbagai program dan kegiatan yang terkait dengan upaya pemerataan dan perluasan akses serta peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan. Belum didukung oleh data dan informasi yang akurat pada berbagai tingkatan pemerintahan.Nilai Ujian Nasional SMA Program IPA Tahun 2003/04 dan 2004/05 8 .0 0 0 .

12 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai Sarana Pembelajaran Jarak Jauh 1.13 Peningkatan peran serta Masyarakat dalam Perluasan Akses SMA.2 Penyediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Wajar 1. KEBIJAKAN DALAM PEMERATAAN DAN PERLUASAN AKSES PENDIDIKAN 1.3 Rekruitmen Pendidik dan Tenaga Kependidikan 30 49 . dan Daya Saing 3. dan PT 1. Penguatan Tata Kelola.11 Perluasan Akses Perguruan Tinggi 1.10 Perluasan Akses SMA/SMK dan SM Terpadu 1.8 Perluasan akses Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) PEMERATAAN & PERLUASAN AKSES PENDIDIKAN 1.7 Pengembangan Pendidikan Layanan Khusus bagi Anak Usia Wajar Dikdas di Daerah Bermasalah 1. Pemerataan dan Perluasan Akses 2.6 Perluasan Akses Sekolah Luar Biasa dan Sekolah Inklusif 1. dan Citra Publik.5 Perluasan akses pendidikan keaksaraan bagi penduduk usia >15 tahun 1.1 Pendanaan Biaya Operasional Wajar Dikdas 9 Tahun 1.KEBIJAKAN POKOK PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL 1. Akuntabilitas. SLB. Peningkatan Mutu Pendidikan. Relevansi. 29 1.9 Pendidikan Kecakapan Hidup 1.4 Perluasan akses pendidikan Wajar pada jalur nonformal 1. SMK/SM Terpadu.

4b Pembinaan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Nonformal 2. AKUNTABILITAS DAN CITRA PUBLIK 32 50 .9 Pelaksanan Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan KKN 3.1 Peningkatan Sistem Pengendalian Internal Berkoordinasi dengan BPKP dan BPK Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Manajerial Aparat 3. dan DAYA SAING 2. AKUNTABILITAS.2. Entrepreneurship. KEBIJAKAN DALAM PENGUATAN TATA KELOLA. vokasi. BPKP.7b Peningkatan Kreativitas. dan PENCITRAAN PUBLIK 3.4 3.10 Intensifikasi Tindakan tindakan Preventif oleh Inspektorat Jenderal 3.undangan 3. KEBIJAKAN DALAM PENINGKATAN MUTU.8 Pengembangan Sekolah Berbasis Keunggulan Lokal di Setiap Kabupaten/Kota 31 3.11 Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pemeriksaan oleh Itjen.8 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Pengelola Pendidikan - PENGUATAN TATA KELOLA.5 Penataan Ketaatan pada Peraturan Perundang .12 Penyelesaian Tindak Lanjut Temuan -temuan Pemeriksaan Itjen. RELEVANSI & DAYA SAING Perluasan Pendidikan Kecakapan Hidup 2. Kepegawaian.11 Akselerasi Jumlah Program studi Kejuruan. dan BPK 3.12 Peningkatan Jumlah dan Mutu Publikasi Ilmiah dan HAKI 2.b Survai Benchmarking Mutu Pendidikan Terhadap Standar Internasional 2. dan Data Lainnya) 3.2 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Aparat Inspektorat Jenderal 3.10 Mendorong Jumlah Jurusan di PT yang Masuk dalam 100 Besar Asia atau 500 BesarDunia 2.2a Pengawasan dan Penjaminan Mutu secara Terprogram dengan Mengacu pada SNP 2. RELEVANSI. dan Profesi 2.13 Pengembangan Aplikasi SIM secara Terintegrasi (Keuangan.7a PENINGKATAN MUTU. dan BPK 3.13 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan 2. Aset.7 Peningkatan Citra Publik 3.2. BAN -PNf dan BAN-PT 2.6 Perbaikan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana 2.3 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Aparat Perencanaan dan Penganggaran 3.6 Penataan Regulasi Pengelolaan Pendidikan dan Penegakkan Hukum di Bidang Pendidikan 3.4a Pengembangan Guru sebagai Profesi 2.9 Pembangunan Sekolah Bertaraf Internasional di Setiap Provinsi/ Kabupaten/Kota 2.5 Pengembangan Kompetensi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan 2. BPKP. dan Kepemimpinan Mahasiswa 2.3 Perluasan dan Peningkatan Mutu Akreditasi oleh BAN -SM.1 Implementasi dan Penyempurnaan SNP dan Penguatan Peran Badan Standar Nasional Pendidikan 2.

Periode 2020 – 2025 Daya Saing Internasional 33 RENCANA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA MENENGAH 2005 – 2009 Program pembangunan Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009 diarahkan pada upaya mewujudkan kondisi yang diharapkan pada tahun 2009 yang difokuskan pada: (1) Pemerataan dan perluasan akses pendidikan.Periode 2015 – 2020 Daya Saing Regional D. dan daya saing.Periode 2010 – 2015 Penguatan Pelayanan C. 34 51 . akuntabilitas. dan citra publik.RENCANA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA PANJANG A. relevansi. (2) Peningkatan mutu. (3) Penguatan tata kelola.Periode 2005 – 2010 Peningkatan Kapasitas dan Modernisasi B.

6 6.2 16.Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun 3.6 11.1 25.1 12.350.Usia .4 23.6 12.Penduduk ≥ 15 tahun yang buta aksara 15.7 12.8 221.SD / MI & yang .1 3.0 27.2 11.934.8 4.440.Anak tidak bersekolah 3.845.Program Penelitian dan Pengembangan Pendidikan 9.0 11.0 12.3 16.9 12.835.0 11.100.955.Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan Program-program Lainnya 1.065. gender.2 11.4 25.0 25.961.308.766.2 13. 5.073.0 226.Program Peningkaan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara SASARAN JUMLAH PESERTA DIDIK ( ribu orang ) Tahun KOMPONEN 2004/05 Penduduk 0 – 3 Tahun 4 – 6 Tahun 7 – 12 Tahun 13 – 15 Tahun 16 – 18 Tahun 19 – 24 Tahun 15 Tahun Jumlah Peserta Ke atas Penduduk Didik sederajat & yang sederajat sederajat 29.Program Penelitian dan Pengembangan Iptek 10.3 12.SMA/SMK/MA & yang .638.21%.Program Pendidikan Tinggi 5.8 12.858.0 28. wilayah.Program Pendidikan Nonformal 6.4 24.769. Peringkat Internasional Indonesia (12 dari12) terkait dengan tingkat relevansi sistem pendidikan Indonesia dengan kebutuhan pembangunan.816.Usia .2% untuk usia 7-12 dan 16.Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 7. serta mampu dan tidak mampu secara ekonomis.1 219.961.601.000 orang(2005) •8.605.088.121.956.256.1 10.279.SMP / MTs . Beberapa penyebab: •Kesiapan fisik siswa yang cenderung minim (akibat kekurangan gizi) •40% tenaga pengajar memiliki keahlian yang tidak sesuai dengan bidang pengajarannya Ketidak layakan tenaga pengajar (kualitas dan kuantitas) ditingkat dasar hingga menengah •23.528.4 16.3% ruang belajar SD rusak berat.3 4.Usia .5% untuk usia13-15 3.4 juta atau 10.3 3. 34.859.366.Usia . tingkat kemampuan intelektual dan kondisifisik •Memperluas daya tampung satuan pendidikan sesuai dengan prioritas nasional •PenggunaanTIK untukmenjangkau daerahterpencil/sulitdijangkau •Peningkatan mutu pendidikan yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) •Peningkatan taraf hidup masyarakat dan daya saing tenaga kerja Indonesia •Metoda pembelajaran formal dan nonformal yang efisien.7 25.7 12.9 4.033.7 9.144.796.2 16.671.Total Jumlah .678.717.3 149.413.6 152.370.9 24.6 2005/06 2006/07 Ajaran 2007/08 2008/09 2009/10 16.311.1 7.533.4 27.6 229.3 25.Usia .Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraandan Kepemerintahan 4.813. 82.0 216.Program Pendidikan Menengah 4.218.22%.1 12.828.141.508.Indeks Pembangunan Manusia 110 (2005) 2. spritual •70% dosen dengan berpendidikan S2/S3 •50% sarana sekolah memenuhi SNP •AnggaranpendidikandariAPBN = 20% •5 prodi PT masuk dalam100 besar PT di Asia atau 500 besar dunia •Manajemen perubahan secara internal yang menjamin terjadinya perubahan secara berkelanjutan •Sistem pembiayaan berbasis kinerja (ditingkat satuan pendidikan dan pemerintah daerah) •Manajemen berbasis sekolah (MBS) mulai SD sampai dengan SM •Disiplin kerja tinggi melalui internalisasi etos kerja •Satuan dan program pendidikan yang ada pada setiap tingkatan pemerintahan mencapai status kapasitas tertinggi dan memenuhi standar SNP •Penerapan TIK secara optimal pada manajemen 35 pendidikan yang transparan dan akuntabel •Laporan Keuangan dengan opini WTS dari BPK Jumlah .Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas AparaturNegara 3.Usia .5 36 52 .318.415.817 temuan/kasus penyimpangan sumber dana pembangunan (1997-2004) •Desentralisasi pendidikan •Kendali pemerintah yang belum berjalan optimal karena kurang ditunjang oleh sistem informasi manajemen yang terbangun dengan baik •SNP mulai dikembangkan •Laporan Keuangan dengan opini disclaimer dari BPK RENSTRA DEPDIKNAS Tahun 2005-2009 Das Sollen •Menurunkan angka buta aksara penduduk usia > 15 hingga 5% •APK SMP/MTs= 98%.631.324.0 24.5 161.7 28.9 3.6 8.603.240.Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2.202.075.6 25.PT/PTA/PTK Akses Pendidikan Mutu Pendidikan Tata Kelola Depdiknas 1.238. APK Perguruan Tinggi= 18% •Memberi kesempatan yang sama pada seluruh peserta didik dari berbagai golongan menurut kategori tingkat ekonomi.306.845.2 12.6 13.800.827.374.3 6.6 12.Program Manajemen Pelayanan Pendidikan 8.3 7.3 224.5 158.8 28. menyenangkan dan mencerdaskan •Seimbang antara pengembangan kecerdasan rasional (berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi) dan kecerdasan emosional.APK SMP/MTs = 81.Usia .322.604.076.1 155.3 23.556.476.Terjadi kesenjangan akses pendidikan menurut kategori perkotaan & pedesaan.Program Pengelolaan Sumber Daya ManusiaAparatur 5.725. APK PerguruanTinggi 14.4 16. sosial.196.112.910.6 25.2% lulusan Perguruan Tinggi menjadi karyawan •Kebutuhan guru 218.9 11.7 12.9 164.561.707.363.62% (2004) 4.Program Pendidikan Nasional Das Sein 1.697.940.8 10.Angka kesenjangan cenderung naik di tingkat pendidikan menengah dan perguruan tinggi 6.6% rusak ringan •Alokasi biaya pendidikan dari APBN < 9% •Rendahnya kemampuan wirausaha.Program Penguatan Kelembagaan Pengarus-utamaan Gender dan Anak 2.335.0 13.654.3 11.

• Jumlah Paten yg diperoleh • Sekolah/Madrasah bertaraf Internasional • Sekolah/Madrasah berbasis keunggulan lokal • Kenaikan Publikasi Internasional • Rasio Jumlah Murid SMK : SMA • APK PT vokasi (D2/D3/D4/Politeknik) • Rasio Jumlah mahasiswa Profesi terhadap jumlah lulusan S1/D4 • Persentase peserta pendidikan life skill terhadap lulusan SMP/MTs atau SMA/SMK/MA yang tidak melanjutkan.07 9.00 5.19% 18.22% 12.55% 16.80 8. 500 besar Dunia.80% 17.48% 88.38% 17.89 9. SASARAN Perluasan Akses Pendidikan • • • • • • 2 Pemerataan Akses Pendidikan • • • • • • • INDIKATOR KUNCI APK Pra Sekolah APM SD/Paket A/MI/SDLB APK SMP/Paket B/MTs/SMPLB APK SMA/SMK/Paket C/MA/SMALB APK PT/PTA.22% 48.0% 15 10 100 7.75% 95.00 7.6% 19 30 85 700 20% 36:64 1.13 6.0% 4 Peningkatan Relevansi Pendidikan 38 53 .00 7.50% 10% 6.5% 10.90% 20% 12. RELEVANSI.5% 65% 20% 5 2009 5.00% 11.47% 53.00% 91.40 5.34% 94.86 2007 2008 2009 39.13 6.68 32% 55% 3 2007 6.22% 85.52 30% 50% 1 2006 6.84 34% 60% 5% 4 2008 5.00 29.70% 15% 8.48 3.30 19.49 25.20% 14.49 25.90% 94.14 33.00% 60.000 30% 38:62 1.333 40% 40:60 2.00 40% 70% 40% 10 3 13 5 5.8% 20 50 155 1.00 13.15 16. atau akreditasi bertaraf OECD/Int.09% 42. DAN DAYA SAING -NO.00 37.28 6.20% 15.59 48.00% 7.20% 68.00% 98.5% 17 20 50 400 10% 34:66 1.33% 14.04 2.00 5.98 9.21% 16.81% 95.Indikator Kunci dan Target Pilar Kebijakan -.14 33.00% 10.7% 20 40 120 1.47% 10% 5.54 6.MUTU.65 37 INDIKATOR KUNCI DAN TARGET IMPLEMENTASI PILAR KEBIJAKAN -.00 5.5% 32:68 1. • Perolehan medali emas pd Olimpiade Int.76 4.20% 16.0% 30:70 1.16 9.66% 94. termasuk UT Prosentase Buta Aksara > 15 th Disparitas APK PAUD antara kab dan kota Disparitas APK SD/MI/SDLB antara kab dan kota Disparitas APK SMP/MTs/SMPLB antara kab dan kota Disparitas APK SMA/MA/SMK/SMALB antara kab dan kota Disparitas gender APK di jenjang pendidikan Menengah Disparitas gender APK di jenjang pendidikan tinggi Disparitas gender persentase buta aksara KONDISI DAN TARGET 2004 2005 2006 45.04 2.00 7.62% 15.54 2.50% 56.Akses Pendidikan -NO 1.25% 52.50 7.12% 94.90 7.32 9.05 5.00 31.62 6.00% 20% 15.00 27.26 5.71 8.30% 81.72 6.20% 64.13 6.33 5.40 23.57% 8.94 2.31 30% 50% 2005 6. • Jumlah sertifikat Kompetensi yg diterbitkan KONDISI DAN TARGET 2004 5.44% 15.00 25. SASARAN Peningkatan Mutu dan Daya Saing Pendidikan INDIKATOR KUNCI • Rata-rata nilai UN SD/MI • Rata-rata nilai UN SMP/MTs • Rata-rata nilai UN SMA/SMK/MA • Guru yg memenuhi kualifikasi S1/DIV • Dosen yg memenuhi kualifikasi S2/S3 • Pendidik yang memiliki sertifikat pendidik • Jumlah Prodi masuk 100 besar Asia.54 2.94 2.07% 50.00 5.19% 94.

5% 1~0.5% <0.5% <0.5% 1~0.5% <0.5% 1~0.5% • 1~0. Akuntabilitas.5% <0.TATA KELOLA.5% <0.5% • • - - 2 Aplikasi - 14 Aplikasi - - 80% unit utama memperoleh ISO 9001:2000 - • - 9 ISO 9001: 2000 25 ISO 9001: 2000 43 ISO 9001: 2000 47 ISO 9001: 2000 39 Selesai 40 54 .INDIKATOR KUNCI DAN TARGET PILAR KEBIJAKAN -. AKUNTABILITAS DAN CITRA PUBLIK -KONDISI DAN TARGET No SASARAN INDIKATOR KUNCI 2004 2005 Disclaimer 2006 Wajar Dgn Catatan 2007 Wajar Tanpa Sarat 2008 Wajar Tanpa Sarat 2009 Wajar Tanpa Sarat 5 Penguatan Tata Kelola.5% 1~0. dan Citra Publik Pendidikan • Opini BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Disclaimer • Persentase temuan BPK ttg penyimpangan di Pemerintah terhadap obyek yang diperiksa Persentase temuan Itjen ttg penyimpangan di Pemerintah terhadap obyek yang diperiksa Aplikasi SIM Sertifikat mutu layanan yg diraih Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama Sertifikat mutu layanan yg diraih LPMP/PPPG/BPPLSP 1~0.5% <0.

Peraturan Mendiknas No. Peraturan Mendiknas No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) 5. 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 55 . 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 6.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) II. Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 4. Peraturan Mendiknas No.

56 .

untuk Mencapai Kompetensi Lulusan Minimal Sosialisasi KTSP 57 .Materi 4 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang STANDAR ISI (SI) Sosialisasi KTSP Materi Minimal dan Tingkat Kompetensi Minimal.

Agama dan Ahlak Mulia membentuk siswa menjadi manusia beriman dan takwa dan berahlak mulia Mencakup etika. budi pekerti. 5. 3. 2. 4. atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama Sosialisasi KTSP 58 . Kerangka Dasar Kurikulum Struktur Kurikulum Beban Belajar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kalender Pendidikan Sosialisasi KTSP 1. Kerangka Dasar Kurikulum 5 Kelompok mapel : 1.Memuat : 1.

kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif. kebutuhan. 2. perkembangan. Estetika 5. 7. Iptek penigkatan kesadaran dan wawasan siswa akan status. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Beragam dan terpadu Tanggap terhadap perkembangan iptek dan seni Relevan dengan kebutuhan kehidupan Menyeluruh dan berkesinambungan Belajar sepanjang hayat Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah Sosialisasi KTSP 59 . 4.2. Berpusat pada potensi. kreatif dan mandiri untuk meningkatkan sensitivitas. Kewarganegaraan dan Kepribadian 3. hak dan kewajibannya dalam kehidupannya untuk memperoleh kompetensi lanjut iptek serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis. 5. disiplin. Jasmani Olahraga Kesehatan Sosialisasi KTSP Prinsip Pengembangan Kurikulum 1. 6. 3. kerja sama dan hidup sehat 4.

terbuka dan hangat. Mendayagunakan kondisi alam. Suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai. dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan Sosialisasi KTSP 60 . 4. 2.Prinsip Pelaksanaan Kurikulum 1. pengayaan dan percepatan. dinamis dan menyenangkan. akrab. Diselenggarakan dalam keseimbangan. dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar 6. sumber belajar dan teknologi yang memadai. Menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia. 3. sosial dan budaya serta kekayaan daerah 7. serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas. Sosialisasi KTSP 5. Siswa harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu. Menegakkan 5 pilar belajar. Peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan. keterkaitan.

Pend. Agama 2. Pendidikan Jasmani. Bahasa Indonesia 4.2. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Struktur Kurikulum 1. Ilmu Pengetahuan Sosial 7. VI 3 2 5 5 4 3 4 4 2 2 *) 26 27 28 B C Muatan Lokal Pengembangan Diri Jumlah Sosialisasi KTSP 32 61 . Sosialisasi KTSP Struktur Kurikulum SD No. Seni Budaya dan Keterampilan 8. Komponen A Mata Pelajaran 1. V . Olahraga dan Kesehatan Kelas I Kelas II Kelas III Kelas IV. Kedalaman muatan kurikulum dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai siswa dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum Merupakan pola dan susunan matapelajaran yang harus ditempuh oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran Kompetensi terdiri dari Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi dasar (KD) yang dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Muatan Lokal dan Pengembangan Diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum sekolah 2. 3. Matematika 5. Ilmu Pengetahuan Alam 6. 4.

Tatap Muka (TM) .3. dirancang guru untuk mencapai kompetensi .Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh guru • KMTT : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk siswa. dirancang guru untuk mencapai kompetensi . BEBAN BELAJAR Beban belajar diartikan sebagai waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sistem : .Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh siswa Sosialisasi KTSP 62 .Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT) Sosialisasi KTSP • TM : Kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik dengan pendidikan • PT : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk siswa.Penugasan Terstruktur (PT) .

Sekolah menyelenggarakan program pendidikan dengan SISTEM PAKET atau SKS Sosialisasi KTSP SISTEM PAKET Sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh mata pelajaran dan beban studi yang sudah ditetapkan untuk setiap tingkatan kelas. sesuai dengan struktur yang berlaku pada satuan pendidikan dimaksud. Sosialisasi KTSP 63 .

Sosialisasi KTSP Kategori Formal Standar Formal Mandiri Paket Dapat - SKS Dapat Wajib Sosialisasi KTSP 64 .SISTEM KREDIT SEMESTER Sistem Kredit Semester (SKS) adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya menentukan sendiri jumlah beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester.

• Struktur kurikulum yang telah • Struktur kurikulum untuk tersusun diselenggarakan dengan menggunakan sistem paket digunakan dengan SKS akan disusun tersendiri Sosialisasi KTSP Kegiatan Pengembangan Diri • Tidak termasuk beban belajar. dan bakat. 2 (dua) jam pelajaran. • Dialokasikan waktu ekuivalen Sosialisasi KTSP 65 . minat. karena substansinya dipilih sendiri oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan.

Sosialisasi KTSP 66 .38 35 26-28 34 .24560 menit) 635-709 516-621 Jumlah jam per tahun (@ 60 menit) Satuan Pendidikan Kelas Sosialisasi KTSP 4. KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) • Kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan • Sekolah dan Kepala Sekolah mengembangkan KTSP dan silabus berdasarkan : Kerangka dasar kurikulum.d. Per Minggu Minggu efektif per tahun ajaran waktu pembelajaran per tahun 884 -1064 jam I s.tatap muka (Menit jumlah jam pemb. III SD IV s.BEBAN BELAJAR Beban Belajar Kegiatan Tatap Muka untuk setiap Satuan Pendidikan (Sistem Paket) satu jam pemb. dan Standar kompetensi di bawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan atau Provinsi.d.37240 menit) 1088 -1216 jam pembelajaran (38080 .38 pembelajaran (30940 . VI 35 32 34 .

5. KALENDER PENDIDIKAN Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. minggu efektif belajar. Sosialisasi KTSP Lanjutan Kalender Pendidikan NO 1 KEGIATAN Minggu efektif belajar ALOKASI WAKTU Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu Maksimum 2 minggu Maksimum 2 minggu Maksimum 3 minggu Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif pada setiap satuan pendidikan KETERANGAN 2 Jeda tengah semester Jeda antarsemester Libur akhir tahun pelajaran Satu minggu setiap semester 3 Antara semester I dan II 4 Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran Sosialisasi KTSP 67 . dan hari libur. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran.

Maksimum Digunakan untuk kegiatan yang 3 minggu diprogramkan secara khusus oleh sekolah\ tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif. 7 8 Sosialisasi KTSP Terima Kasih…… Sosialisasi KTSP 68 .NO KEGIATAN 5 ALOKASI WAKTU KETERANGAN Daerah khusus yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengaturnya sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif. Hari libur 2–4 keagamaan minggu 6 Hari libur umum/ nasional Hari libur khusus Kegiatan khusus sekolah Maksimum Disesuaikan dengan Peraturan 2 minggu Pemerintah. Maksimum Untuk satuan pendidikan sesuai dengan 1 minggu ciri kekhususan masing-masing.

Standar Kompetensi adalah ukuran kom-petensi minimal yang harus dicapai peserta didik setelah mengikuti suatu proses pembelajaran pada satuan pendidikan tertentu. Sosialisasi KTSP 69 . dan keterampilan. sikap. Standar Kompetensi Lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup pengetahuan. dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan.Materi 5 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL) Sosialisasi KTSP Pengertian Kompetensi adalah kemampuan bersikap. berpikir. sikap. dan keterampilan yang dimiliki peserta didik.

SD/MI/SDLB/Paket A SKL Kelompok Mata Pelajaran a. Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan. Sosialisasi KTSP 70 . serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. ahklak mulia. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. pengetahuan. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. kepribadian. kepribadian. Kewarganegaraan dan Budi Pekerti c. 3. Sosialisasi KTSP Ruang Lingkup SKL 1.Fungsi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi d. Agama dan Akhlak Mulia b. pengetahuan. ahklak mulia. kepribadian. Estetika e. pengetahuan. ahklak mulia. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. Jasmani Olahraga dan Kesehatan SKL Mata Pelajaran 2. SKL Satuan Pendidikan a. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan.

Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya.1. 4. negara dan tanah air Indonesia. 3. 8. dengan bimbingan guru/pendidik. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri. dan kreatif. 7. Sosialisasi KTSP 71 . 9. Menghargai keberagaman agama. Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa. Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal. dan kreatif. 5. Sosialisasi KTSP 1. 2. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya. 10. budaya. dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya. kritis. Menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis. Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. 11. ras. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan. suku. SKL SD 1. kritis. Menunjukkan kemampuan berfikir logis. SKL SD 6. Menjalankan agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak.

Sosialisasi KTSP 2. Menunjukkan keterampilan menyimak. kewarganegaraan. sehat. 16. dan memanfaatkan waktu luang.1. 14. dan kesehatan. Berkomunikasi secara jelas dan santun. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 1. kepribadian. 17. olahraga. Bekerja sama dalam kelompok. membaca. menulis. Sosialisasi KTSP 72 . estetika. Menunjukkan kemampuan mengamati gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis. tolong menolong dan menjaga diri sendiri delam lingkungan keluarga dan teman sebaya. Tujuan tersebut dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama. ilmu pengetahuan dan teknologi. Kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak Mulia bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. bugar. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih. 13. berbicara. SKL SD 12. dan berhitung 15. aman. jasmani.

seni dan budaya. bahasa. kewarganegaraan. ilmu pengetahuan alam. Pada satuan pendidikan SD. dan pendidikan jasmani. akhlak mulia. matematika. Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air.2. tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. kemampuan berpikir dan analisis peserta didik. dan muatan lokal yang relevan Sosialisasi KTSP 73 . Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bertujuan: mengembangkan logika. ilmu pengetahuan sosial. Sosialisasi KTSP 2. keterampilan/kejuruan. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 2. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 3. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama.

ilmu pengetahuan alam. dan muatan lokal yang relevan. Sosialisasi KTSP 74 . keterampilan. seni dan budaya. Kelompok mata pelajaran Jasmani. dan muatan lokal yang relevan. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 5. dan menumbuhkan rasa sportivitas.2. Kelompok mata pelajaran Estetika bertujuan: membentuk karakter peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa seni dan pemahaman budaya. olahraga. pendidikan kesehatan. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 4. dan Kesehatan bertujuan: membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani. Sosialisasi KTSP 2. Olah Raga.

Selesai Sosialisasi KTSP 75 .

76 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 6 PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 24 TAHUN 2006 dan NOMOR 6 TAHUN 2007 Tentang PELAKSANAAN STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN Sosialisasi KTSP Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Satuan Pendidikan dan Komite Sekolah Mengembangkan dan Menetapkan KTSP sesuai kebutuhan Mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi dari Standar Isi Dapat mengadopsi atau mengadaptasi model KTSP BSNP Sosialisasi KTSP 77 .

Jadwal Pelaksanaan Kurikulum
Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat menerapkan Permen No. 22 dan 23 mulai tahun ajaran 2006/2007 Satuan pendidikan dasar dan menengah harus sudah mulai menerapkan Permen No. 22 dan 23 paling lambat tahun ajaran 2009/2010 Satuan pendidikan dasar dan menengah yang telah melaksanakan uji coba kurikulum 2004 secara menyeluruh dapat menerapkan secara menyeluruh Permen No. 22 dan 23 untuk semua tingkatan kelas mulai tahun ajaran 2006/2007 Satuan pendidikan dasar dan menengah yang belum melaksanakan uji coba kurikulum 2004 melaksanakan Permen No. 22 dan 23 secara bertahap seperti tabel dibawah ini.

Sosialisasi KTSP

Jadwal Pelaksanaan Kurikulum
Satuan Pendidikan SD
Waktu Pelaksanaan Kelas
I II III IV V VI Tahun I √ √ Tahun II √ √ √ √ Tahun III √ √ √ √ √ √

Sosialisasi KTSP

78

Jadwal Pelaksanaan Kurikulum
Gubernur dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permen No. 22 dan 23 untuk satuan pendidikan menengah dan satuan pendidikan khusus disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di provinsi masing-masing. Bupati/walikota dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permen No. 22 dan 23 untuk satuan pendidikan dasar disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di kabupaten/Kota.

Sosialisasi KTSP

Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
• Menggandakan Permendiknas No. 22 dan 23 tahun 2006 serta mendistribusikan secara nasional • Melakukan bimbingan teknis, supervisi dan evaluasi pelaksanaan kurikulum yang didasarkan pada Permendiknas No. 22 dan 23 tahun 2006. • Melakukan usaha secara nasional agar sarana dan prasarana satuan pendidikan dapat mendukung pelaksanaan Permendiknas No. 22 dan 23 tahun 2006.
Sosialisasi KTSP

79

Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 ke guru, kepala sekolah, pengawas, dan tenaga kependidikan lainnya yang relevan melalui LPMPdan/atau PPPG Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 dan panduan penyusunan KTSP yang disusun BSNP ke dinas pendidikan provinsi, kabupaten/kota, dan dewan pendidikan Membantu pemerintah provinsi dan Kabupaten/kota dalam penjaminan mutu melalui LPMP

Sosialisasi KTSP

Badan Penelitian dan Pengembangan
Mengembangkan model-model kurikulum sebagai masukan bagi BSNP Mengembangkan dan mengujicobakan model-model kurikulum inovatif Mengembangkan dan mengujicobakan model kurikulum untuk pendidikan layanan khusus Bekerja sama dengan PT dan/atau LPMP melakukan pendampingan satuan pendidikan dalam pengembangan kurikulum satuan pendidikan Memonitor secara nasional penerapan Permen No. 22 dan 23 , mengevaluasinya, dan mengusulkan rekomendasi kebijakan kepada BSNP dan/atau menteri Mengembangkan pangkalan data yang rinci tentang pelaksanaan SI dan SKL
Sosialisasi KTSP

80

Ditjen Pendidikan Tinggi

Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 di LPTK Memfasilitasi pengembangan kurikulum dan tenaga dosen LPTK

Sosialisasi KTSP

Sekretariat Jenderal

Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 kepada pemangku kepentingan umum

Sosialisasi KTSP

81

Selesai

Sosialisasi KTSP

82

9. Penyusunan KTSP. Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi. 83 .Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) III. 8. urikulum K Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 7. Pengembangan Silabus. 10.

84 .

Materi 7 KONSEP DASAR KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Sosialisasi KTSP ASPEK YANG BERBEDA KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR PENILAIAN PENGELOLAAN KURIKULUM BERBASIS SEKOLAH Sosialisasi KTSP 85 .

al … Sosialisasi KTSP 86 . bersifat internal. bagian dari pembelajaran. ketuntasan belajar. dan sebagai bahan untuk peningkatan mutu hasil belajar Berorientasi pada kompetensi. dilakukan melalui berbagai cara.Kegiatan Belajar Mengajar Berpusat pada peserta didik Mengembangkan kreativitas Menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang Kontekstual Menyediakan pengalaman belajar yang beragam Belajar melalui berbuat Sosialisasi KTSP Penilaian Kelas Dilakukan oleh Guru untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi yang ditetapkan. mengacu pada patokan.

Products (Hasil karya). silabus) Pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lainnya untuk meningkatkan mutu hasil belajar Pemantauan dan … Sosialisasi KTSP 87 . melalui: Portfolios (kumpulan kerja siswa).Dilakukan a. dan Paper & Pen (tes tulis) Sosialisasi KTSP Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah Mengacu pada Visi dan Misi Sekolah Pengembangan perangkat kurikulum (a.l. Performances (Unjuk kerja). Projects (Penugasan).l.

SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT SETEMPAT. Organisasi Profesi Berkolaborasi secara vertikal. DISESUAIKAN DENGAN: SATUAN PENDIDIKAN. Komite Sekolah. dan • Dinas Pendidikan Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN DAN PELAKSANAAN KURIKULUM. dengan: • Dewan. dengan: Sekolah lain. kinerja dan kualitas pelayanan terhadap peserta didik Berkolaborasi secara horizontal.Pemantauan dan Penilaian untuk meningkatkan efisiensi. & PESERTA DIDIK Sosialisasi KTSP 88 . POTENSI DAERAH/ KARAKTERISTIK DAERAH.

PENGEMBANGAN DIRI TERDIRI DARI: KEGIATAN BIMBINGAN KONSELING DAN EKSTRA KURIKULER Sosialisasi KTSP BENTUK PELAKSANAAN KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI: • • • • KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN TERPROGRAM RUTIN SPONTAN KETELADANAN Sosialisasi KTSP 89 .

Bertujuan untuk membiasakan anak mengerjakan sesuatu dengan baik. Bertujuan untuk memberikan pendidikan pada saat itu juga. • • • • Membiasakan memberi salam Membiasakan membuang sampah pada tempatnya Membiasakan antri Membiasakan mengatasi silang pendapat (pertengkaran) dengan benar Dll Sosialisasi KTSP 90 . Upacara Senam Sholat berjamaah Pemeriksaan kesehatan Pergi ke perpustakaan Dll Sosialisasi KTSP B. KEGIATAN RUTIN Adalah kegiatan yang dilakukan secara reguler. baik di kelas maupun di sekolah.A. tanpa dibatasi oleh ruang. dimana saja. KEGIATAN SPONTAN Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja. terutama dalam disiplin dan sopan santun dan kebiasaan baik yang lain.

dll. hemat energi. D. Bertujuan memberikan contoh tentang kebiasaan yang baik. KEGIATAN TERPROGRAM Adalah kegiatan yang diprogramkan dan direncanakan baik pada tingkat kelas maupun sekolah. Kunjungan: panti asuhan. pentas.C. Bertujuan memberikan wawasan tambahan pada anak tentang unsur-unsur baru dalam kehidupan bermasyarakat yang penting untuk perkembangan anak. KEGIATAN KETELADANAN Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja yang lebih mengutamakan pemberian contoh dari guru dan pengelola pendidikan yang lain kepada muridnya. Memberi contoh berpakaian rapi Memberi contoh memuji hasil kerja yang baik Memberi contoh datang tepat waktu Memberi contoh hidup sederhana Memberi contoh tidak merokok Dll. • • • Sosialisasi KTSP Seminar/workshop: aids. tempat/orang yang terkena musibah. HAM/hak anak. Sosialisasi KTSP 91 . bazaar dll. Proyek: lomba. tempat-tempat penting dll.

selesai Sosialisasi KTSP 92 .

24/2006 dan No. 22/2006 tentang Standar Isi Permendiknas No.Materi 8 PENYUSUNAN KTSP Sosialisasi KTSP 1 LANDASAN • UU No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas No. 6/2007 tentang pelaksanaan Permendiknas No. 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Permendiknas No. 22 dan 23/2006 2 Sosialisasi KTSP 93 .20 Tahun 2003 tentang Sistem • • • • Pendidikan Nasional PP No.

Acuan Operasional Penyusunan KTSP • Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia • Peningkatan potensi. dan seni Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 4 94 . teknologi. dan minat sesuai • • • • dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Tuntutan dunia kerja Perkembangan ilmu pengetahuan.1. Sosialisasi KTSP 3 2. PENGERTIAN Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. kecerdasan.

Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Sosialisasi KTSP 6 95 .1.PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL • • • • • • Agama Dinamika perkembangan global Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kesetaraan Jender Karakteristik satuan pendidikan Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 5 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.

dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Kurikulum disusun agar memungkinkan pengembangan keragaman potensi.3 Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Daerah memiliki keragaman potensi. spritual. emosional. Sosialisasi KTSP 8 96 . minat. Sosialisasi KTSP 7 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. dan keragaman karakteristik lingkungan. dan kinestetik peserta didik secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya. tantangan.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. kecerdasan. kebutuhan. oleh karena itu kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan daerah.2 Peningkatan potensi. kecerdasan intelektual.

5 Tuntutan dunia kerja Kurikulum harus memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dan kebutuhan dunia kerja. Sosialisasi KTSP 10 97 . Sosialisasi KTSP 9 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.4 Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Pengembangan kurikulum harus memperhatikan keseimbangan tuntutan pembangunan daerah dan nasional.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. khususnya bagi mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.6 Perkembangan ilmu pengetahuan. dan seni Kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan. Sosialisasi KTSP 11 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. dan memperhatikan norma agama yang berlaku di lingkungan sekolah Sosialisasi KTSP 12 98 . dan seni. teknologi. teknologi.7 Agama Kurikulum harus dikembangkan untuk meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama.

Sosialisasi KTSP 14 99 .PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.9 Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kurikulum harus mendorong wawasan dan sikap kebangsaan dan persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.8 Dinamika perkembangan global Kurikulum harus dikembangkan agar peserta didik mampu bersaing secara global dan dapat hidup berdampingan dengan bangsa lain. Sosialisasi KTSP 13 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.

Sosialisasi KTSP 15 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. Sosialisasi KTSP 16 100 .10 Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.11 Kesetaraan Jender Kurikulum harus diarahkan kepada pendidikan yang berkeadilan dan mendorong tumbuh kembangnya kesetaraan jender.

misi.12 Karakteristik Satuan Pendidikan Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi. Sosialisasi KTSP 17 3. Muatan lokal. Pendidikan Kecakapan Hidup. Kenaikan Kelas dan kelulusan. Komponen KTSP • Tujuan Pendidikan Sekolah • Struktur dan Muatan Kurikulum (mata pelajaran. dan ciri khas satuan pendidikan. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global). Penjurusan. Beban Belajar. tujuan. Pengembangan Diri. • Kalender Pendidikan • Silabus dan RPP Sosialisasi KTSP 18 101 .PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. Ketuntasan Belajar. kondisi.

Pendahuluan BAB II . Kalender Pendidikan Sosialisasi KTSP 20 102 .ISI / MUATAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) Sosialisasi KTSP 19 KTSP DOKUMEN 1 BAB I . Tujuan Pendidikan BAB III. Struktur dan Muatan Kurikulum BAB IV.

B.KTSP DOKUMEN II A. Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan pusat. Mapel Tambahan) Sosialisasi KTSP 21 KTSP (Dokumen 1) Sosialisasi KTSP 22 103 . Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan Sekolah (Mulok.

Tujuan Sekolah Sosialisasi KTSP 24 104 . TUJUAN 1. Visi Sekolah 3.Bab I. Tujuan pendidikan (Disesuaikan dengan jenjang satuan pendidikan) 2. Misi Sekolah 4. PENDAHULUAN Latar Belakang (dasar pemikiran penyusunan KTSP) Tujuan Pengembangan KTSP Prinsip Pengembangan KTSP SESUAI KARAKTERISTIK SEKOLAH 23 Sosialisasi KTSP Bab II.

Mata pelajaran 2. • TAHAP 3 : SUASANA SEKOLAH suasana sekolah – sebagai lembaga/organisasi pembelajaran – seperti apa yg diinginkan untuk mewujudkan hasil belajar bagi siswa. Muatan lokal 3. Pendidikan berbasis Keunggulan Lokal dan Global Cat : Untuk PLB/PK ditambah dengan Program Khusus Sosialisasi KTSP 26 105 . Kegiatan Pengembangan diri 4. Ketuntasan Belajar 6. Penjurusan 8. TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN • TAHAP 1 : HASIL BELAJAR SISWA apa yg hrs dicapai siswa berkaitan dengan pengetahuan. MISI. • TAHAP 2 : SUASANA PEMBELAJARAN suasana pembelajaran seperti apa yg dikehendaki untuk mencapai hasil belajar itu. Sosialisasi KTSP 25 BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KTSP Meliputi Sub Komponen: 1. Pendidikan kecakapan Hidup 9. dan sikap setelah mereka menamatkan sekolah. dan kelulusan 7. Pengaturan beban belajar 5.BAGAIMANA MENYUSUN VISI. keterampilan. Kenaikan Kelas.

Muatan Lokal Berisi tentang: Jenis. • Mencantumkan jenis mata pelajaran muatan lokal dalam struktur kurikulum. termasuk keunggulan daerah. Pengembangan Struktur Kurikulum dilakukan dengan cara antara lain: • mengatur alokasi waktu pembelajaran “tatap muka” seluruh mata pelajaran wajib dan pilihan Ketrampilan/ Bahasa asing lain). • Tidak boleh mengurangi mata pelajaran yang tercantum dalam standar isi. • Memanfaatkan 4 jam tambahan untuk menambah jam pembelajaran pada mata pelajaran tertentu atau menambah mata pelajaran baru. Sosialisasi KTSP 27 2. Strategi Pemilihan dan pelaksanaan Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. Sosialisasi KTSP 28 106 .Dalam pengembangannya mempertimbangkan hal-hal sbb: Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan ciri khas dan potensi daerah. Mata Pelajaran Berisi “Struktur Kurikulum Tingkat Sekolah” yang disusun berdasarkan kebutuhan siswa dan sekolah terkait dengan upaya pencapaian SKL.1.

Sosialisasi KTSP 30 107 . Merupakan mata pelajaran wajib yang tercantum dalam Struktur kurikulum. Sosialisasi KTSP 29 Bentuk penilaiannya kuantitatif (angka). Substansi yang akan dikembangkan. sesuai dengan minat dan program Mulok yang diselenggarakan sekolah. atau terlalu luas substansinya sehingga harus dikembangkan menjadi Mapel tersendiri.Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. Setiap sekolah dapat melaksanakan mulok lebih dari satu jenis dalam setiap semester. materi nya tidak sesuai menjadi bagian dari mapel lain. mengacu pada: minat dan atau karakteristik program studi yang diselenggarakan di sekolah Siswa boleh mengikuti lebih dari satu jenis mulok pada setiap tahun pelajaran.

akuntansi komputer. Pembelajarannya dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran atau tenaga ahli dari luar sekolah yang relevan dengan substansi mulok. Kewirausahaan dll.Substansinya dapat berupa program keterampilan produk dan jasa. KD dan Silabus untuk Mata pelajaran Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. Ikan Asin. Berkomunkasi sebagai Guide. Sosialisasi KTSP 32 108 . pembibitan ikan hias dan konsumsi. Bidang Pengolahan: Pembuatan Abon. Sosialisasi KTSP 31 Sekolah harus menyusun SK. Contoh: Bidang Budidaya: Tanaman Hias. dll. Tanaman Obat. Sayur. Baso dll. Bidang TIK dan lain-lain: Web Desain. Kerupuk.

3. Kegiatan Pengembangan Diri
Bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, bakat, minat peserta didik, dan kondisi sekolah. Dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan: - Bimbingan konseling, (kehidupan pribadi, sosial, kesulitan belajar, karir ), dan atau - Ekstra kurikuler, Pengembangan kreativitas, kepribadian siswa, seperti: Kepramukaan, Kepemimpinan, Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) .

Sosialisasi KTSP

33

Bukan Mata Pelajaran dan tidak perlu dibuatkan SK, KD dan silabus. Dilaksanakan secara terprogram, rutin, spontan dan keteladanan. Penilaian dilakukan secara kualitatif (deskripsi), yang difokuskan pada “Perubahan sikap dan perkembangan perilaku peserta didik setelah mengikuti kegiatan pengembangan diri”.

Sosialisasi KTSP

34

109

Contoh Penilaian Pengembangan Diri:
• Keg. KIR, mencakup penilaian: sikap
kompetitif, kerjasama, percaya diri dan mampu memecahkan masalah, dll. Sikap Sportif, Kompetetitif, Kerjasama, disiplin dan ketaatan mengikuti SPO, dll.

• Keg. Keolahragaan, mencakup penilaian:

Sosialisasi KTSP

35

• Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau
dibimbing oleh guru kelas atau mata pelajaran, konselor atau Guru BK atau tenaga kependidikan lain. jam pembelajaran per minggu , diserahkan kepada masing- masing pembimbing dan sekolah.

• Penjabaran alokasi waktu ekuivalen dengan 2

• Perlu dibuat program kerja yang sistematis dan

komprehensif sebagai bagian dari program kerja sekolah dan atau program kerja OSIS.

Sosialisasi KTSP

36

110

4. Pengaturan Beban Belajar

• Berisi tentang jumlah beban belajar per Mata

Pelajaran, per minggu per semester dan per Tahun Pelajaran yang dilaksanakan di sekolah, sesuai dengan alokasi waktu yang tercantum dalam Struktur Kurikulum.

• Sekolah dapat mengatur alokasi waktu untuk

setiap Mata Pelajaran pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun pelajaran sesuai dengan Kebutuhan, tetapi jumlah Beban belajar per tahun secara keseluruhan tetap.
37

Sosialisasi KTSP

• Alokasi waktu kegiatan praktik diperhitungkan sbb:
2 Jam Pelajaran (JPL) praktik di sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka, dan 4 JPL praktik di luar sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka (bagi Sekolah Menengah Kejuruan). minggu

• Sekolah dapat menambah maksimal 4 JPL per

• Alokasi waktu penugasan terstruktur dan kegiatan • Pemanfaatan alokasi waktu tersebut

mandiri tidak terstruktur, sebanyak 0-50% untuk SMP/MTs/SMPLB waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi.
38

Sosialisasi KTSP

111

5. Ketuntasan Belajar
• Berisi tentang kriteria ketuntasan minimal (KKM) per mata pelajaran yang ditetapkan oleh sekolah dengan memper-timbangkan hal-hal sbb:
– Ketuntasan belajar ideal untuk setiap indikator adalah 0 – 100 %, dgn batas kriteria ideal minimum 75 %. – Sekolah harus menetapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) per MP dengan mempertimbangkan: kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas dan SDM. – Sekolah dapat menetapkan KKM di bawah batas kriteria ideal, tetapi secara bertahap harus dapat mencapai kriteria ketuntasan ideal.
39

Sosialisasi KTSP

6. Kenaikan Kelas dan Kelulusan
• Berisi tentang kriteria dan mekanisme kenaikan
kelas dan kelulusan, serta strategi penanganan siswa yang tidak naik atau tidak lulus yang diberlakukan oleh sekolah. Program disusun mengacu pada hal-hal sebagai berikut:

– Panduan kenaikan kelas yang akan disusun oleh Dit. Pembinaan terkait – Sedangkan ketentuan kelulusan akan diatur secara khusus dalam peraturan tersendiri.

Sosialisasi KTSP

40

112

7. Pendidikan Kecakapan Hidup
• Bukan mata pelajaran tetapi substansinya merupakan
bagian integral dari semua mata pelajaran.

• Tidak masuk dalam struktur kurikulum secara khusus. • Dapat disajikan secara terintegrasi dan atau berupa
paket/modul yang direncanakan secara khusus.

• Substansi kecakapan hidup meliputi:
- Kecakapan personal, sosial, akademik dan atau vokasional. – Untuk kecakapan vokasional, dapat diperoleh dari satuan pendidikan ybs, antara lain melalui mata pelajaran Keterampilan.
Sosialisasi KTSP

41

• Bila SK dan KD pada mata pelajaran

keterampilan tidak sesuai dengan kebutuhan siswa dan sekolah, maka sekolah dapat mengembangkan SK, KD dan silabus keterampilan lain sesuai dengan kebutuhan sekolah. dimaksud dilaksanakan secara komprehensif melalui Intra kurikuler. ajar dan penyelenggaraan pembelajaran keterampilan vokasional dapat dilakukan melalui kerjasama dengan satuan pendidikan formal/non formal lain.

• Pembelajaran mata pelajaran keterampilan

• Pengembangan SK,KD, silabus, RPP dan bahan

Sosialisasi KTSP

42

113

Bahasa. Dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan atau satuan pendidikan nonformal. dan lain-lain. Sosialisasi KTSP 44 114 . disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah. dengan memperhatikan aturan kalender pendidikan sebagaimana tercantum dalam Standar Isi. IV Kalender Pendidikan Berisi tentang kalender pendidikan yang digunakan oleh sekolah. yang disusun berdasarkan kalender pendidikan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan setempat. Sosialisasi KTSP 43 BAB. yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik. Budaya. TIK. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global Program pendidikan yang dikembangkan dengan memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global. atau menjadi mapel Mulok.8. kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Substansinya mencakup aspek: Ekonomi. Dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran yang terintegrasi. Ekologi.

SILABUS PEMBELAJARAN TEMATIK (Kelas I. V dan VI) C. SILABUS MUATAN LOKAL dan MAPEL LAIN (jika ada) Sosialisasi KTSP 46 115 . SILABUS MATA PELAJARAN (Kelas IV. II dan III) B.KTSP DOKUMEN II Sosialisasi KTSP 45 SD A.

review dan revisi. Panduan KTSP • Pembentukan Tim • Penyusunan Draft • Revisi dan Finalisasi Naskah KTSP Diberlakukan Sosialisasi KTSP 47 Penyusunan KTSP merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah/madrasah. Sosialisasi KTSP 48 116 .Mekanisme PENYUSUNAN KTSP Analisis • Kekuatan/ kelemahan • Peluang/ tantangan • Dokumen Standar isi. SKL. Kegiatan ini dapat berbentuk rapat kerja dan atau lokakarya sekolah/madrasah dan atau kelompok sekolah/madrasah yang diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru. Tahap kegiatan penyusunan KTSP secara garis besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draft. Langkah yg lebih rinci dari masing-masing kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh tim penyusun. serta finalisasi.

Selesai Sosialisasi KTSP 49 117 .

118 .

Materi 9 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS Sosialisasi KTSP Pengertian Pengertian Landasan Prinsip Pengembangan Unit waktu Pengembang Silabus Komponen Silabus Mekanisme Pengembangan Silabus Langkah-langkah Pengembangan Silabus Contoh Model Sosialisasi KTSP 119 .

materi pokok/pembelajaran. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 20 Sosialisasi KTSP 120 . alokasi waktu. dan sumber belajar.1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 17 ayat (2) 2. Landasan Pengembangan SILABUS? 1. Pengertian Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. kegiatan pembelajaran. indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. kompetensi dasar. Sosialisasi KTSP 2. penilaian.

SMP.PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 17 Ayat (2) Sekolah dan komite sekolah. di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD. Sosialisasi KTSP PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 20 Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran. dan MAK. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. metode pengajaran. atau madrasah dan komite madrasah. SMA. dan penilaian hasil belajar Sosialisasi KTSP 121 . sumber belajar. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. dan SMK. MA. materi ajar. MTs.

Apa kompetensi yang harus dikuasai siswa? Bagaimana cara mencapainya? Bagaimana cara mengetahui pencapaiannya? Sosialisasi KTSP 3. Ilmiah Relevan Sistematis Konsisten Memadai Aktual dan Kontekstual Fleksibel Menyeluruh Sosialisasi KTSP 122 .SILABUS menjawab pertanyaan 1. 3. 7. 2. 3. Prinsip Pengembangan 1. 5. 6. 2. 8. 4.

3.1 Ilmiah Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. indikator. kegiatan pembelajaran. kedalaman.2 Relevan Cakupan.4 Konsisten Adanya hubungan yang konsisten (ajeg. taat asas) antara kompetensi dasar. dan sistem penilaian. intelektual. dan spritual peserta didik. 3. Sosialisasi KTSP 123 . emosional. sosial. materi pokok/ pembelajaran. 3. sumber belajar. tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik. Sosialisasi KTSP 3.3 Sistematis Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.

dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu.3.5 Memadai Cakupan indikator. materi pokok/ pembelajaran. materi pokok/ pembelajaran.6 Aktual dan Kontekstual Cakupan indikator. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar. sumber belajar. dan peristiwa yang terjadi. sumber belajar.7 Fleksibel Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik. psikomotor). dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. pendidik. 3. Sosialisasi KTSP 124 . kegiatan pembelajaran. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. 3.8 Menyeluruh Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. teknologi. Sosialisasi KTSP 3. kegiatan pembelajaran. afektif.

Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum. Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester. Kelompok guru kelas/mata pelajaran.4. Guru kelas/mata pelajaran. 2. UNIT WAKTU 1. Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan. Kelompok kerja guru (KKG/PKG/MGMP) Dibawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kab/Kota/Provinsi Sosialisasi KTSP 125 . 3. Bagi SMK/MAK menggunakan penggalan silabus berdasarkan satuan kompetensi. Sosialisasi KTSP 5. per tahun. atau 2. dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok. PENGEMBANG SILABUS 1. atau 3.

Kompetensi Dasar 3.6. Indikator 6. Alokasi Waktu 8. KOMPONEN SILABUS 1. MEKANISME PENGEMBANGAN SILABUS Materi Pokok/ Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Analisis SI/SKL/ SK-KD KD-Indikator Alokasi Waktu Sumber Belajar Penilaian Sosialisasi KTSP 126 . Standar Kompetensi 2. Kegiatan Pembelajaran 5. Materi Pokok/Pembelajaran 4. Sumber Belajar Catatan: Indikator dikembangkan berdasarkan KD Sosialisasi KTSP 7. Penilaian 7.

Menentukan Jenis Penilaian 7. c. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi 6. Menentukan Alokasi Waktu 8. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran 5. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. Mengkaji dan Menentukan Kompetensi Dasar 3. Menentukan Sumber Belajar Sosialisasi KTSP 8. b. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran 4.1 Mengkaji Standar Kompetensi Mengkaji standar kompetensi mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. Sosialisasi KTSP 127 .8. Mengkaji dan Menentukan Standar Kompetensi 2. LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN SILABUS 1.

tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada dalam SI. 8. 3. alokasi waktu . Sosialisasi KTSP 128 . struktur keilmuan. Sosialisasi KTSP 8. kedalaman. c.3 Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Mengidentifikasi materi pokok mempertimbangkan: 1. dan spritual peserta didik.2 Mengkaji Kompetensi Dasar Mengkaji kompetensi dasar mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. 2. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. kebermanfaatan bagi peserta didik. 7. 5. Aktualitas. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. b. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan. sosial. 6. dan keluasan materi pembelajaran.8. tingkat perkembangan fisik. emosional. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. relevansi dengan karakteristik daerah. 4. potensi peserta didik. intelektual.

Pengalaman Belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.8. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran 3. Memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar 2. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi Pengalaman belajar dimaksud dapat terwujud melalui pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. peserta didik dengan guru.4 MENGEMBANGKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik. lingkungan. Sosialisasi KTSP HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MENGEMBANGKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN: Memberikan bantuan guru agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional 1. Sosialisasi KTSP 129 . Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik yaitu kegiatan siswa dan materi.

satuan pendidikan. pengetahuan. Sosialisasi KTSP Pengembangan Indikator Setiap KD dikembangkan menjadi beberapa indikator (lebih dari dua) Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur dan/atau diobservasi Tingkat kata kerja dalam indikator lebih rendah atau setara dengan kata kerja dalam KD maupun SK Sosialisasi KTSP 130 . dan keterampilan Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik.5 Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. dan potensi daerah Digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.8.

penilaian hasil karya berupa proyek atau produk. dan lain-lain untuk pencapaian kompetensi yang merupakan kemampuan bersikap. dan bertindak secara konsisten. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Sosialisasi KTSP 131 . sikap. berpikir. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. perilaku.6 MENENTUKAN JENIS PENILAIAN Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. dan penilaian diri. menganalisis. Sosialisasi KTSP 8. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. penggunaan portofolio. kesesuaian (Relevansi) dan Kontekstual Keseluruhan indikator dalam satu KD merupakan tandatanda. pengamatan kinerja.Prinsip pengembangan indikator adalah sesuai dengan kepentingan (Urgensi). kesinambungan (Kontinuitas).

Sesuai dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam kegiatan pembelajaran Sosialisasi KTSP 8. keluasan.7 MENENTUKAN ALOKASI WAKTU Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. Untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. yang dilakukan berdasarkan indikator b. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. tingkat kesulitan.HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENENTUKAN PENILAIAN: a. Menggunakan sistem penilaian berkelanjutan d. Menggunakan acuan kriteria c. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Sosialisasi KTSP 132 . kedalaman. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut e.

dan indikator pencapaian kompetensi.8 MENENTUKAN SUMBER BELAJAR Sumber belajar adalah rujukan. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. dan budaya. kegiatan pembelajaran. alam. nara sumber. serta lingkungan fisik. Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik. Sosialisasi KTSP Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Alokasi waktu: No Kompetensi Dasar Materi Pokok/Pe mbelajaran CONTOH FORMAT SILABUS Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Sosialisasi KTSP 133 . Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran.8. sosial.

Sosialisasi KTSP 134 .dan evaluasi rencana pembelajaran. dievaluasi.CONTOH FORMAT SILABUS Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Kompetensi Dasar: Materi Pokok/Pembelajaran: Kegiatan Pembelajaran: Indikator: Penilaian: Alokasi Waktu: Sumber Belajar: Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN SILABUS BERKELANJUTAN Silabus: • Dijabarkan ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran • Dilaksanakan. evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran). dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru • Dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar.

Selesai Sosialisasi KTSP 135 .

136 .

dan penilaian hasil belajar 2 Sosialisasi KTSP 137 . sumber belajar. materi pembelajaran.Materi 10 PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sosialisasi KTSP LANDASAN RPP PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 20 Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurangkurangnya tujuan pembelajaran. metode pembelajaran.

PENGERTIAN RPP Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. 3 Sosialisasi KTSP ALUR RPP SK dan KD SILABUS RPP 4 Sosialisasi KTSP 138 .

dst.KOMPONEN RPP (minimal) Tujuan Pembelajaran Materi Pembelajaran Metode Pembelajaran Sumber Belajar Penilaian Hasil Belajar 5 Sosialisasi KTSP Format RPP Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Rencana Pelaksanaan Pembelajaran :… :… :… :… :… :… :… I. Kegiatan Inti: … C. Materi Ajar :… :… III. Kegiatan Akhir: … Pertemuan kedua. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan pertama. A. Alat/Bahan/Sumber Belajar: … VI. V. Penilaian: … 6 Sosialisasi KTSP 139 . Metode Pembelajaran: … IV. Kegiatan Awal: … B. Tujuan Pembelajaran II.

pada saat-saat tertentu rumusan indikator sama dengan tujuan pembelajaran. Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan 3. Mengisi kolom identitas 2. Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal. Mengidentifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok/ pembelajaran yang terdapat dalam silabus. inti.Langkah-langkah Menyusun RPP 1. Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan 7.) 7 Sosialisasi KTSP Langkah-langkah Menyusun RPP 5. dan akhir. (Lebih rinci dari KD dan Indikator. KD. dan Indikator yang telah ditentukan. Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan SK. Materi ajar merupakan uraian dari materi pokok/pembelajaran 6. 8 Sosialisasi KTSP 140 . dan Indikator yang akan digunakan ( terdapat pada silabus yang telah disusun) 4. KD. Menentukan SK. karena indikator sudah sangat rinci sehingga tidak dapat dijabarkan lagi.

Menyusun kriteria penilaian. lembar pengamatan. Menentukan alat/bahan/ sumber belajar yang digunakan 9. teknik penskoran. dll 9 Sosialisasi KTSP Selesai 10Sosialisasi KTSP 141 . contoh soal.Langkah-langkah Menyusun RPP 8.

142 .

Pengembangan bahan Ajar.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) IV. Pengembangan Bahan Ajar 11. 143 .

144 .

Materi 11 Sosialisasi KTSP Pengertian Bahan Ajar • Bahan ajar merupakan informasi. alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. Sosialisasi KTSP 145 . (National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training). • Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas.

kaset. Internet Sosialisasi KTSP 146 . CD audio. brosur. lembar kerja siswa. • Audio Visual seperti: video/film. leaflet. PH • Visual: foto. wallchart.Pengertian Bahan Ajar • Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar. computer Based.VCD • Audio seperti: radio. Sosialisasi KTSP Bentuk Bahan Ajar • Bahan cetak seperti: hand out. modul. buku. gambar. • Multi Media: CD interaktif. model/maket.

Tempat • Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru) • Tujuan yang akan dicapai • Informasi pendukung • Latihan-latihan • Petunjuk kerja • Penilaian Sosialisasi KTSP Penyusunan Peta Bahan Ajar (Contoh Mapel Biologi) Materi Pembelajaran/Judul bahan Ajar 1. manfaat dan bahayanya 2.. SK. Manfaat biologi bagi manusia dan lingkungan Sosialisasi KTSP 147 . KD Mempelajari ruang lingkup biologi. Tingkat organisasi kehidupan 4. Permasalahan biologi 5.. menemukan obyek dan ragam persoalannya dari. MP.Cakupan Bahan Ajar • Judul.. Indikator. Obyek Biologi SK Siswa mampu memahami hakekat biologi Sebagai ilmu... KD. Persoalan Biologi 3.

2. …. Sosialisasi KTSP 148 . Adjective phrase. Pengertian Lembar Kegiatan Siswa • Lembar kegiatan siswa (student work sheet) adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa. prosedur. Teks berbentuk report.. dan news item. Modul 3. Indikator 1. Kaset 4.1. Berkomunikasi lisan dan tertulis menggunakan ragam bahasa yang sesuai dengan lancar dan akurat dalam wacana interaksional dan/atau monolog terutama berkenaan dengan wacana berbentuk naratif. Kompetensi Dasar 1. • Lembar kegiatan berisi petunjuk. Mengidentifikasi kelompok kata sifat 2. langkahlangkah untuk menyelesaikan suatu tugas.Lainnya BAHAN AJAR 1. 2. spoof/recount. LKS 2. report. Sosialisasi KTSP Kegiatan Pembelajaran 1.ALUR ANALISIS PENYUSUNAN BAHAN AJAR Standar Kompetensi 1. Mengidentifikasi adjective phrase. Mendiskusikan teks report yang didengar. Materi Pembelajaran 1. Mendengarkan Memahami wacana transaksional dan interpersonal ringan dan/atau monolog lisan terutama berkenaan dengan wacana berbentuk report. • Tugas-tugas yang yang diberikan kepada siswa dapat berupa teori dan atau praktik. dll.

• Menyusun peta kebutuhan LKS • Menentukan judul LKS • Menulis LKS • Menentukan alat penilaian Struktur LKS secara umum adalah sebagai berikut: • Judul. Sosialisasi KTSP 149 . Buku teks merupakan sumber informasi yang disusun dengan struktur dan urutan berdasar bidang ilmu tertentu. indikator dan materi pembelajaran. SK. tempat • Petunjuk belajar • Kompetensi yang akan dicapai • Indikator • Informasi pendukung • Tugas-tugas dan langkah-langkah kerja • Penilaian Sosialisasi KTSP Bahan Ajar vs. KD. Buku Teks Bahan ajar merupakan bahan atau materi pembelajaran yang disusun secara sistematis yang digunakan guru dan siswa dalam KBM. semester.Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Langkah-langkah penulisan LKS sebagai berikut: • Melakukan analisis kurikulum. mata pelajaran.

Bahan ajar : Menimbulkan minat baca Ditulis dan dirancang untuk siswa Menjelaskan tujuan instruksional Disusun berdasarkan pola belajar yang fleksibel Struktur berdasarkan kebutuhan siswa dan kompetensi akhir yang akan dicapai. Sosialisasi KTSP 150 . Memberi kesempatan pada siswa untuk berlatih Mengakomodasi kesulitan siswa Memberikan rangkuman Gaya penulisan komunikatif dan semi formal Kepadatan berdasar kebutuhan siswa Dikemas untuk proses instruksional Mempunyai mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari siswa Menjelaskan cara mempelajari bahan ajar. dosen) Dirancang untuk dipasarkan secara luas Belum tentu menjelaskan tujuan instruksional Disusun secara linear Stuktur berdasar logika bidang ilmu Belum tentu memberikan latihan Tidak mengantisipasi kesukaran belajar siswa Belum tentu memberikan rangkuman Gaya penulisan naratif tetapi tidak komunikatif Sangat padat Tidak memilki mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari pembaca. Sosialisasi KTSP Buku teks : Mengasumsikan minat dari pembaca Ditulis untuk pembaca (guru.

Jenis Bahan Ajar •Lembar informasi (information sheet) •Operation sheet •Jobsheet •Worksheet •Handout •Modul Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 151 .

152 .

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) V. Model-Model Kurikulum 12. Pengembangan Model Mata Pelajaran Muatan Lokal. Panduan Model Pengembangan Diri untuk Satuan Pendidikan Dasar 153 . 13.

154 .

mulok B. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) dan pasal 38 ayat (2) • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Sosialisasi KTSP 2 155 . sentralisasi ke desentralisasi.Materi 12 PENGEMBANGAN MODEL MATA PELAJARAN Sosialisasi KTSP 1 I. Landasan • UU No. Latar Belakang Otonomi daerah. multikultural. PENDAHULUAN A.

I. PENDAHULUAN (Lanjutan)
C. Tujuan Tujuan Umum: Acuan bagi satuan pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, dan SMK/MAK dalam pengembangan Mulok yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan.

Sosialisasi KTSP

3

I. PENDAHULUAN (Lanjutan)
Tujuan Khusus: Memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan perilaku kepada peserta didik agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang keadaan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai/aturan yang berlaku di daerahnya dan mendukung kelangsungan pembangunan daerah serta pembangunan nasional. Lebih jelas lagi terutama agar peserta didik dapat: Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam, sosial, dan budayanya. Memiliki pengetahuan, kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya sebagai bekal siswa. Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilainilai/aturan-aturan yang berlaku di daerahnya, serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional.
4

Sosialisasi KTSP

156

I. PENDAHULUAN
D. Pengertian

(Lanjutan)

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP minimal terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.
5

Sosialisasi KTSP

I. PENDAHULUAN

(Lanjutan)

Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi mata pelajaran muatan lokal dapat ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan.

Sosialisasi KTSP

6

157

I. PENDAHULUAN (Lanjutan)
E. Ruang Lingkup
1. Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial ekonomi, dan lingkungan sosial budaya. Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah, khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut, yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan. 2. Lingkup Isi/Jenis Muatan Lokal, dapat berupa: bahasa daerah, bahasa Inggris, kesenian daerah, keterampilan dan kerajinan daerah, adat istiadat, dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar, serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan.
7

Sosialisasi KTSP

2. Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran
A. Pengembangan Sesuai dengan Kondisi Sekolah Saat Ini 1. Analisis Mulok yang ada di sekolah. Apakah masih layak dan relevan Mulok diterapkan di sekolah? 2. Bila Mulok yang diterapkan di sekolah tersebut masih layak digunakan maka kegiatan berikutnya adalah merubah Mulok tersebut ke dalam SK dan KD 3. Bila Mulok yang ada tidak layak lagi untuk diterapkan, maka sekolah bisa menggunakan Mulok dari sekolah lain atau tetap menggunakan Mulok yang ditawarkan oleh Dinas atau mengembangkan Mulok yang lebih sesuai.
Sosialisasi KTSP

8

158

2. Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran
(Lanjutan)

B. Pengembangan dan Penetapan SK - KD 1. Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah 2. Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi Mulok 3. Mengidentifikasi bahan kajian Mulok 4. Menentukan Mata Pelajaran Mulok 5. Mengembangkan SK dan KD berserta silabusnya dan RPP-nya
9

Sosialisasi KTSP

3. Pelaksanaan
Sekolah yang mampu mengembangkan SK dan KD beserta silabus dan RPP-nya dapat melaksanakan Mulok. Bila belum mampu, dapat melaksanakan Mulok berdasarkan kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh sekolah, atau dapat meminta bantuan kepada sekolah lain yang masih dalam satu daerah. Bila beberapa sekolah dalam satu daerah belum mampu mengembangkan SK dan KD Mulok, dapat meminta bantuan Tim Pengembang Kurikulum (TPK) di daerah setempat, atau meminta bantuan dari LPMP di propinsi.
Sosialisasi KTSP

10

159

4. Pihak yang Terlibat dalam Pengembangan • • • • TPK, LPMP, PT, Instansi/lembaga di luar Depdiknas, misalnya: - pemerintah Daerah/Bapeda, - Dinas Departemen lain terkait, - dunia usaha/industri, - dan tokoh masyarakat.

Sosialisasi KTSP

11

5. Rambu-Rambu
•Bahan kajian disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik (pengetahuan dan cara berpikir, emosional, dan sosial). Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar diatur sedemikian rupa agar tidak memberatkan peserta didik dan tidak mengganggu penguasaan pada kurikulum nasional. Oleh karena itu dalam pelaksanaan Mulok dihindarkan adanya pekerjaan rumah (PR).

Sosialisasi KTSP

12

160

Rambu-Rambu (Lanjutan) •Bahan kajian/pelajaran hendaknya memberikan keluwesan bagi guru dalam memilih metode mengajar dan sumber belajar seperti buku dan nara sumber. Dalam kaitan dengan sumber belajar. guru diharapkan dapat mengembangkan sumber belajar yang sesuai dengan memanfaatkan potensi di lingkungan sekolah. maksudnya dalam lingkungan tempat tinggal dan sekolah peserta didik. Selain itu bahan kajian/pelajaran hendaknya bermakna bagi peserta didik yaitu bermanfaat karena dapat membantu peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan dekat secara psikis maksudnya bahan kajian tersebut mudah dipahami oleh kemampuan berpikir dan mencernakan informasi sesuai dengan usianya. meminta bantuan dari instansi terkait atau dunia usaha/industri (lapangan kerja) atau tokoh-tokoh masyarakat. (3) dari pengalaman lama ke pengalaman baru. Selain itu guru hendaknya dapat memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan peserta didik aktif dalam proses belajar mengajar. Dekat secara fisik. maupun sosial. Sosialisasi KTSP 14 161 . (2) dikembangkan dari yang diketahui ke yang belum diketahui. (4) dari yang mudah/sederhana ke yang lebih sukar/rumit. fisik. Untuk itu. baik secara mental. bahan pengajaran hendaknya disusun berdasarkan prinsip (1) bertitik tolak dari hal-hal konkret ke abstrak. misalnya dengan memanfaatkan tanah/kebun sekolah. Sosialisasi KTSP 13 5. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Program pembelajaran hendaknya dikembangkan dengan melihat kedekatan secara fisik dan secara psikis.5.

penggunaan portofolio. pengamatan kinerja. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. menganalisis. dan X s.d XII. dan penilaian diri. Bahan kajian muatan lokal juga dapat disusun dan diajarkan hanya dalam jangka waktu satu semester. proyek dan/atau produk.5. •Alokasi waktu untuk bahan kajian/pelajaran muatan lokal perlu memperhatikan jumlah minggu efektif untuk mata pelajaran muatan lokal pada setiap semester Sosialisasi KTSP 15 6. Namun demikian bahan kajian muatan lokal tertentu tidak harus secara terus-menerus diajarkan mulai dari kelas I s. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. Sosialisasi KTSP 16 162 . pengukuran sikap. penilaian hasil karya berupa tugas. dua semester atau satu tahun ajaran. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Bahan kajian muatan lokal yang diajarkan harus bersifat utuh dalam arti mengacu kepada suatu tujuan pengajaran yang jelas dan memberi makna kepada peserta didik. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.d IX. Penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator.d VI atau dari kelas VII s.

7. Pelaporan • Pelaporan hasil belajar mata pelajaran muatan lokal diwujudkan dalam bentuk kuantitatif Sosialisasi KTSP 17 Selesai Sosialisasi KTSP 18 163 .

164 .

pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran. pasal 3 tentang tujuan pendidikan. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan: Pasal 5 – 18 tentang Standar Isi satuan pendidikan dasar dan menengah. dan kemampuan PP No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas: Pasal 1 butir 6 tentang pendidik. Sosialisasi KTSP 165 . Permendiknas No. pasal 12 ayat (1b) tentang pelayanan pendidikan sesuai bakat. Dasar standarisasi profesi konseling oleh Ditjen Dikti Tahun 2004 tentang arah profesi konseling di sekolah dan luar sekolah. dibimbing oleh konselor. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi yang memuat pengembangan diri dalam struktur kurikulum. dan guru / tenaga kependidikan yang disebut pembina. minat.Materi 13 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PANDUAN MODEL PENGEMBANGAN DIRI Untuk Satuan Pendidikan Dasar Sosialisasi KTSP Landasan Pengembangan Diri UU No.

Untuk satuan pendidikan kejuruan. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial. bakat. kegiatan belajar. potensi. dan pengembangan karir. dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah. khususnya pelayanan konseling ditujukan guna pengembangan kreativitas dan karir Untuk satuan pendidikan khusus. kegiatan pengembangan diri. kondisi dan perkembangan peserta didik.Pengertian Pengembangan Diri Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. Sosialisasi KTSP Tujuan Umum kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. minat. Pengembangan diri bertujuan memberikan Sosialisasi KTSP 166 . serta kegiatan ekstra kurikuler. pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik.

memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain. • Spontan. Kemampuan pemecahan masalah j. pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri. Bakat b. berbahasa yang baik. • Keteladanan. Kemandirian Sosialisasi KTSP Bentuk Pelaksanaan Pengembangan Diri Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual. adalah kegiatan dalam bentuk perilaku seharihari seperti : berpakaian rapi. Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan e. seperti : upacara bendera. Minat c. ibadah khusus keagamaan bersama. kelompok dan atau klasikal melalui penyelenggaraan : Layanan dan kegiatan pendukung Konseling Kegiatan Ekstra Kurikuler Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut : • Rutin. rajin membaca. Kemampuan belajar h. mengatasi silang pendapat (pertengkaran).Tujuan Khusus Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan : a. Kemampuan kehidupan keagamaan f. Wawasan dan perencanaan karir i. datang tepat waktu Sosialisasi KTSP 167 . Kreativitas d. adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti : pembentukan perilaku memberi salam. senam. yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal. antri. keberaturan. membuang sampah pada tempatnya. Kemampuan sosial g.

dan perencanaan karir. d. c. serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik. melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung. Pengembangan kehidupan sosial. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. bakat dan minat. Pengembangan kemampuan belajar. Pengembangan kehidupan pribadi. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya. menilai. serta memilih dan mengambil keputusan karir. kemampuan belajar. anggota keluarga. Pengembangan karir. agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami. kehidupan sosial. baik secara perorangan maupun kelompok. b. berdasarkan normanorma yang berlaku. dan warga lingkungan sosial yang lebih luas. dan mengembangkan potensi dan kecakapan. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. Sosialisasi KTSP 168 . dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi. Konseling adalah pelayanan bantuan untuk Sosialisasi KTSP Bidang Pelayanan Konseling a.Konseling peserta didik.

. kelompok belajar. karir/jabatan. Fungsi Pengentasan. dan kegiatan ekstra kurikuler. program latihan. Fungsi Pencegahan. dan masyarakat. yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru. Fungsi Advokasi. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuhkembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya. yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu. terumata kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah. Penempatan dan Penyaluran. Sosialisasi KTSP 169 . sosial. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya.Fungsi Bimbingan Konseling Fungsi Pemahaman. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya. untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru. terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari. Penguasaan Konten. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian. Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya. keluarga. yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri. yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas. jurusan/program studi. Informasi. dan pendidikan lanjutan. magang. Sosialisasi KTSP Jenis Layanan Konseling Orientasi. belajar.

• Mediasi. Sosialisasi KTSP Kegiatan Pendukung • • • • • • Aplikasi Instrumentasi. baik tes maupun non-tes. kemampuan hubungan sosial.Jenis Layanan (lanjutan …) • Konseling Perorangan. dan caracara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok. Alih Tangan Kasus. yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik. • Bimbingan Kelompok. melalui aplikasi berbagai instrumen. yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik. yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka. pemahaman. yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya. Kunjungan Rumah. Himpunan Data. Sosialisasi KTSP 170 . kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya. terpadu. Tampilan Kepustakaan. yang diselenggarakan secara berkelanjutan. karir/jabatan. • Konsultasi. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi. komprehensif. serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya. kemampuan sosial. dan pengambilan keputusan. dan bersifat rahasia. yaitu kegiatan memperoleh data. yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya. Konferensi Kasus. yang bersifat terbatas dan tertutup. kegiatan belajar. • Konseling Kelompok. yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan. dan karir/jabatan. yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi. sistematis. kegiatan belajar.

• Lapangan. yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling. yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok. yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. yaitu format kegiatan konseling yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan. • Program Semesteran. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. yaitu format kegiatan konseling yang melayani peserta didik secara perorangan. • Program Bulanan. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. Sosialisasi KTSP Jenis Program • Program Tahunan. • Pendekatan Khusus. • Klasikal.Format Kegiatan • Individual. Sosialisasi KTSP 171 . • Program Harian. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. • Kelompok. yaitu format kegiatan konseling yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan. • Program Mingguan.

Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi. dan alih tangan kasus. kegiatan konferensi kasus. jenis layanan dan kegiatan pendukung. kegiatan instrumentasi. kunjungan rumah. penguasaan konten. format kegiatan. penempatan dan penyaluran. Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat bidang. pemanfaatan kepustakaan. Sosialisasi KTSP 172 . sasaran pelayanan.Penyusunan Program Program pelayanan konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. himpunan data. serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas. dan volume/beban tugas konselor Sosialisasi KTSP Pelaksanaan Kegiatan Konseling Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah: Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi.

konseling kelompok dan mediasi. bakat dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah. konseling perorangan. serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. potensi. diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan konseling. Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. Sosialisasi KTSP Kegiatan Ekstrakurikuler pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan.Pelaksanaan Kegiatan Konseling (lanjutan) Di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah: Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi. bimbingan kelompok. Kegiatan Ekstra Kurikuler adalah kegiatan Sosialisasi KTSP 173 .

Keterlibatan aktif. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti secara sukarela peserta didik. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler dalam suasana yang disukai dan mengembirakan peserta didik. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan potensi.Fungsi Kegiatan Ekstrakurikuler Pengembangan. Rekreatif. Persiapan karir. Sosial. membangun semangat peserta didik untuk bekerja dengan baik dan berhasil. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik. Pilihan. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang Kemanfaatan sosial. Sosialisasi KTSP 174 . mengembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan. Sosialisasi KTSP Prinsip Kegiatan Ekstra Kurikuler Individual. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan suasana rileks. bakat dan minat mereka. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi. menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh. bakat dan minat peserta didik masing-masing. Etos kerja. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang Menyenangkan. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik.

keagamaan. meliputi pengembangan bakat olah raga. dengan substansi antara lain karir. penelitian. cinta alam. pendidikan. Latihan/lomba keberbakatan/prestasi. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik secara perorangan.Jenis Kegiatan Ekstrakurikuler Krida. seni dan budaya. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA). Sosialisasi KTSP 175 . Sosialisasi KTSP Format Kegiatan Individual. Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). kesehatan. Kelompok. dan pameran/bazar. Palang Merah Remaja (PMR). yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik antar kelas/ antar sekolah/madrasah. meliputi Kepramukaan. jurnaistik. Seminar. teater. lokakarya. perlindungan HAM. Gabungan. kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik. Klasikal. keagamaan. seni budaya. meliputi Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR). yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik dalam satu kelas. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti oleh kelompok-kelompok peserta didik. Karya Ilmiah.

spontan dan keteladanan dilaksanakan secara langsung oleh guru. Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN). konselor dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah. substansi. b. Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG). tempat dan pelaksana sebagaimana telah direncanakan. Kegiatan ekstra kurikuler yang terprogram dilaksanakan sesuai dengan sasaran. Sosialisasi KTSP Penilaian 1. waktu. Sosialisasi KTSP 176 . Penilaian segera (LAISEG).Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Kegiatan ekstra kurikuler yang bersifat rutin. Penilaian hasil kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui: a. c. jenis kegiatan. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung konseling terhadap peserta didik. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan/kegiatan terhadap peserta didik. yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani.

Sosialisasi KTSP Penilaian ( lanjutan ) Ekstrakurikuler Hasil dan proses kegiatan ekstra kurikuler dinilai secara kualitatif dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah dan pemangku kepentingan lainnya oleh penanggung jawab kegiatan. untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan. Sosialisasi KTSP 177 . Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam SATLAN dan SATKUNG. 3. Hasil kegiatan pelayanan konseling secara keseluruhan dalam satu semester untuk setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif. Hasil penilaian kegiatan pelayanan konseling dicantumkan dalam LAPELPROG.Penilaian ( lanjutan ) 2.

PENGEMBANGAN DIRI Kamu harus jadi dirimu sendiri ! Bakat saya harus berkembang Guru & Siswa Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 178 .

Model Pembelajaran Tematik SD Kelas I - III.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VI. Pembelajaran Tematik 14. 179 .

180 .

dua. Sosialisasi KTSP 181 . akan menyebabkan kurang mengembangkan anak untuk berpikir holistik Terdapat permasalahan pada kelas awal (I-III) antara lain adalah tingginya angka mengulang kelas dan putus sekolah.Materi 14 MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK SD KELAS I-III Sosialisasi KTSP Latar Belakang Peserta didik kelas satu. dan tiga berada pada rentangan usia dini yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) sehingga pembelajarannya masih bergantung kepada objekobjek konkrit dan pengalaman yang dialaminya Pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SD kelas I – III yang terpisah untuk setiap mata pelajaran.

Sosialisasi KTSP 182 . Mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar mata pelajaran dalam tema yang sama. Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan.Pengertian Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada peserta didik. Memudahkan guru dalam mempersiapkan dan menyajikan bahan ajar yang efektif. Sosialisasi KTSP Tujuan Memusatkan perhatian peserta didik mudah pada suatu tema materi yang jelas. Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi topik pembelajaran.

Manfaat Pembelajaran Tematik Menghilangkan tumpang tindih bahan ajar. Peserta didik memahami hubungan yang bermakna antar mata pelajaran. dan menyenangkan Sosialisasi KTSP 183 . Penguasaan konsep oleh peserta didik akan semakin baik meningkatan Sosialisasi KTSP Karakteristik Pembelajaran Tematik Berpusat pada peserta didik Memberikan pengalaman langsung Tidak terjadi pemisahan mata pelajaran Menyajikan konsep yang terpadu dari berbagai mata pelajaran Bersifat fleksibel Proses pembelajaran mudah disesuaikan dengan minat dan kebutuhan peserta didik Menggunakan prinsip pembelajaran yang aktif. Pembelajaran menjadi utuh oleh peserta didik akan mendapat pengertian mengenai konsep dan materi yang tidak terpecah-pecah. kreatif. efektif.

menarik. kelompok kecil ataupun klasikal dan mengikuti secara aktif kegiatan pembelajaran yang bervariasi. Peserta didik: harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran baik secara individual. menyenangkan dan utuh. pasangan. Sosialisasi KTSP Implikasi Pembelajaran Tematik (lanjutan…) Sarana prasarana. Memanfaatkan berbagai sumber belajar Mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi Masih dapat menggunakan bahan ajar yang sudah ada saat ini untuk masing-masing mata pelajaran dan menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar yang terintegrasi Sosialisasi KTSP 184 .Implikasi Pembelajaran Tematik Implikasi bagi: Guru : harus kreatif dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi peserta didik. memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna. sumber belajar dan media: Memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar.

dan daerah setempat. Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/ karpet Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar Alat. Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa. Sosialisasi KTSP 185 . tanya jawab.Implikasi Pembelajaran Tematik (lanjutan…) Pengaturan ruang kelas: Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang dilaksanakan. demonstrasi. lingkungan. minat. Kegiatan ini ditekankan kepada kemampuan membaca. menulis. Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan dapat diajarkan tersendiri. bercakap-cakap) baik di dalam kelas maupun di luar kelas Sosialisasi KTSP Rambu-Rambu Pembelajaran Tematik Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester. bermain peran. Pemilihan metode : pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai variasi metode (percobaan. dan berhitung serta penanaman nilai-nilai moral dan cerita tanah air. Kompetensi dasar yang tidak tercakup dalam tema tertentu harus diajarkan baik melalui tema lain maupun berdiri sendiri. sarana dan sumber belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan menyimpannya kembali.

Kompetensi Dasar. Sosialisasi KTSP 186 . Penetapan Jaringan Tema 3. Indikator dalam Tema 2. kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata pelajaran yang dipadukan dalam tema yang dipilih.Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Tahap Persiapan: 1. Indikator Dalam Tema Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh semua standar kompetensi. Penyusunan Silabus 4. Pemetaan Standar Kompetensi. Kompetensi Dasar. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Sosialisasi KTSP 1. Pemetaan Standar Kompetensi.

untuk menentukan tema tersebut. menetapkan terlebih dahulu tematema pengikat keterpaduan. guru dapat bekerjasama dengan peserta didik sehingga sesuai dengan minat dan kebutuhan anak. mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam masingmasing mata pelajaran. dilanjutkan dengan menentukan tema yang sesuai... Sosialisasi KTSP 187 . Menentukan tema Cara penentuan tema Cara pertama.) 2. Cara kedua. Penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam indikator Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan indikator: Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran Dirumuskan dalam kata kerja oprasional yang terukur dan/atau dapat diamati Sosialisasi KTSP Kegiatan Pemetaan (lanjutan.Kegiatan Pemetaan 1.

kebutuhan. dan kemampuannya Sosialisasi KTSP Kegiatan Pemetaan (lanjutan.. Identifikasi dan Analisis Standar Kompetensi. termasuk minat.) Prinsip Penentuan tema Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan peserta didik Dari yang termudah menuju yang sulit Dari yang sederhana menuju yang kompleks Dari yang konkret menuju ke yang abstrak... Kompetensi Dasar dan Indikator yang cocok untuk setiap tema sehingga semua standar kompetensi. Sosialisasi KTSP 188 . Kompetensi Dasar dan Indikator Mengidentifikasi dan menganalisis setiap Standar Kompetensi. Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya proses berpikir pada diri Peserta didik Ruang lingkup tema disesuaikan dengan usia dan perkembangan Peserta didik.) 3.. kompetensi dasar dan indikator terbagi habis dalam tema.Kegiatan Pemetaan (lanjutan.

2. Menetapkan Jaringan Tema Hubungkan kompetensi dasar dan indikator dengan tema pemersatu sehingga akan terlihat kaitan antara tema. Sosialisasi KTSP 3. kompetensi dasar. indikator. Sosialisasi KTSP 189 . pengalaman belajar. Jaringan tema ini dapat dikembangkan sesuai dengan alokasi waktu setiap tema. Penyusunan Silabus Komponen silabus terdiri atas standar kompetensi. dan penilaian. kompetensi dasar dan indikator dari setiap mata pelajaran. alat/sumber.

Pengaturan jadwal pelajaran Sosialisasi KTSP 190 .4. Alat dan media serta sumber bahan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran tematik Penilaian dan tindak lanjut Sosialisasi KTSP Tahap Pelaksanaan 1.Kegiatan Pembukaan (± 1 jp) . Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Komponen rencana pembelajaran tematik meliputi : Identitas mata pelajaran Kompetensi dasar dan indikator yang akan dilaksanakan. Materi pokok beserta uraiannya yang perlu dipelajari Strategi pembelajaran (kegiatan pembukaan.Kegiatan Penutup (± 1 jp) 2. Tahapan/jadwal kegiatan per hari . inti dan penutup).Kegiatan Inti (± 3 jp) .

a. Kegiatan Inti Dalam kegiatan inti difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk pengembangan kemampuan baca. Tahapan Kegiatan Pelaksanaan pembelajaran tematik setiap hari dilakukan dengan menggunakan tiga tahapan. Tahapan Kegiatan (lanjutan…) b. kegiatan fisik/jasmani. Beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan adalah bercerita.1. Penyajian bahan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai strategi/metode yang bervariasi dan dapat dilakukan secara klasikal. Pada tahap ini dapat dilakukan penggalian terhadap pengalaman anak tentang tema yang akan disajikan. tulis dan hitung. dan menyanyi Sosialisasi KTSP 1. Sosialisasi KTSP 191 . kelompok kecil. Kegiatan Pendahuluan/awal/pembukaan (1 jam pelajaran) Kegiatan ini dilakukan terutama untuk menciptakan suasana awal pembelajaran berupa kegiatan untuk pemanasan. ataupun perorangan.

1. Sosialisasi KTSP Contoh Jadwal Harian (1) Pembukaan Anak berkumpul bernyanyi sambil menari mengikuti irama musik Kegiatan untuk pengembangan kemampuan membaca Kegiatan untuk pengembangan kemampuan menulis Kegitan untuk pengembangan kemampuan berhitung Mendongeng atau membaca cerita dari buku cerita Inti Penutup Sosialisasi KTSP 192 . Kegiatan yang dapat dilakukan adalah menyimpulkan/mengungkapkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan. musik/apresiasi musik. Kegiatan Penutup/Akhir dan Tindak Lanjut Sifat dari kegiatan penutup adalah untuk menenangkan. mendongeng. pesan-pesan moral. membacakan cerita dari buku. Tahapan Kegiatan (lanjutan…) c. pantomim.

Contoh Jadwal Harian (2) Pembukaan Waktu berkumpul (anak menceritakan pengalaman. menggambar hewan hasil pengamatan Mendongeng Pesan-pesan moral Musik/menyanyi Inti Penutup Sosialisasi KTSP 2. menyanyi. Pengaturan Jadwal Pelajaran • • • Pengaturan jadwal dilakukan untuk memudahkan administrasi sekolah Guru bersama dengan guru mata pelajaran pendidikan agama. misalnya mengamati jenis kendaraan yang lewat pada tema transporasi. guru pendidikan jasmani dan guru muatan lokal dapat bersama-sama menyusun jadwal pelajaran Jadwal pelajaran ini bersifat fleksibel sesuai dengan situasi dan keperluan sekolah Sosialisasi KTSP 193 . melakukan kegiatan fisik sesuai dengan tema) Pengembangan kemampuan menulis (kegiatan kelompok besar) Pengembangan kemampuan berhitung (kegiatan kelompok kecil atau berpasangan) Melakukan pengamatan sesuai dengan tema.

35-8.Contoh Jadwal Pelajaran Waktu 700-7.10 Sosialisasi KTSP Penilaian Dalam Pembelajaran Tematik Penilaian dalam pembelajaran tematik adalah suatu usaha untuk mendapatkan berbagai informasi secara berkala.00-9. Indo Istirahat Mat Mat Rabu Mat Mat Mat Istirahat IPS IPS Kamis B. Indo B.Indo KTK Istirahat KTK KTK Jumat Penjaske s Penjaske s Agama Istirahat Agama Sabtu IPA IPA Mulok Istirahat Mulok 7. Oleh karena itu.35-10. Indo Selasa B.45 8. Indo B. Kemampuan membaca. II. berkesinambungan. Indo B. Sosialisasi KTSP 194 .10 8.35 9. dan berhitung merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik. dan III mengikuti aturan penilaian matamata pelajaran lain di Sekolah Dasar. dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh peserta didik melalui pembelajaran. Indo B.45-9.10-8. penguasaan terhadap ke kemampuan tersebut adalah prasyarat untuk kenaikan kelas.35 Senin Mat Mat Mat Istirahat B. maka cara penilaian di kelas I tidak ditekankan pada penilaian secara tertulis. Mengingat bahwa peserta didik kelas I SD belum semuanya lancar membaca dan menulis. Penilaian di kelas I. menulis.00 9.

ejaan kata. maupun angka.Penilaian Dalam Pembelajaran Tematik (lanjutan…) Penilaian dilakukan dengan mengacu pada indikator masingmasing Kompetensi Dasar dari masing-masing mata pelajaran. II. dan III Sekolah Dasar. Sosialisasi KTSP 195 . Penilaian dilakukan secara terus menerus dan selama proses belajar mengajar berlangsung. dan menyanyi pada kegiatan akhir. Nilai akhir pada laporan (raport) dikembalikan pada kompetensi mata pelajaran yang terdapat pada kelas I. melainkan sudah terpisah-pisah sesuai dengan Kompetensi Dasar dan Indikator mata pelajaran. Dengan demikian penilaian dalam hal ini tidak lagi terpadu melalui tema. Sosialisasi KTSP Penilaian Dalam Pembelajaran Tematik (lanjutan…) Pada pembelajaran tematik penilaian dilakukan untuk mengkaji ketercapaian Kompetensi Dasar dan Indikator pada tiap-tiap mata pelajaran yang terdapat pada tema tersebut. misalnya sewaktu peserta didik bercerita pada kegiatan awal. membaca pada kegiatan inti. Hasil karya/kerja peserta didik dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi guru dalam mengambil keputusan untuk peserta didik misalnya: penggunaan tanda baca.

Selesai Sosialisasi KTSP 196 .

Kreatif. Pembelajaran Aktif.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VII. 197 . Pembelajaran Efektif 15. Efektif & menyenangkan (PAKEM) di TK & SD.

198 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 15 Pembelajaran Aktif. Efektif & Menyenangkan (Pakem) Di TK dan SD Sosialisasi KTSP MENGAPA PAKEM 1. Asumsi Belajar . Kreatif.Belajar: Proses individual Proses sosial Menyenangkan Tak pernah berhenti Membangun makna Sosialisasi KTSP 199 .

PERUBAHAN PARADIGMA Mengajar Pembelajaran (teaching – learning) Penilaian Perbaikan Terus-menerus (Continous improvement) Sosialisasi KTSP MENGAPA PAKEM (lanjutan) 3. Sosialisasi KTSP 200 . mengembangkan kreativitas sehingga efektif namun tetap menyenangkan. PENGERTIAN Proses pembelajaran yang dirancang agar mengaktifkan anak.MENGAPA PAKEM (lanjutan) 2.

PENGERTIAN Menciptakan Lingkungan Belajar yang kondusif/bermakna yang mampu memberikan siswa keterampilan. Sosialisasi KTSP MENGAPA PAKEM (lanjutan) 5.MENGAPA PAKEM (lanjutan) 4.1 Pembelajaran • Multi metode • Multi media • Praktik dan bekerja dalam Tim • Memanfaatkan Lingkungan Sekolah • Multi Aspek : Logika Kinestika Estetika Etika Sosialisasi KTSP 201 . Ciri-Ciri 5. pengetahuan dan sikap untuk hidup.

Ciri-Ciri (lanjutan) 5.5. Ciri-Ciri (lanjutan) 5.2 Melatih Kebiasaan yng Mengarah pada 6 K • • • • • • Kebersihan Keindahan Kerindangan Ketertiban Keamanan Kekeluargaan Sosialisasi KTSP 5.3 Suasana belajar Pembelajaran hendaknya: Menyenangkan Mengasyikan Mencerdaskan Menguatkan Sosialisasi KTSP 202 .

Pakem Bermanfaat bagi • • • • • • Kepala Sekolah Guru Siswa Orangtua Masyarakat Pemerintah Sosialisasi KTSP MANFAAT BAGI ANAK Belajar lebih efektif/mendalam Anak lebih kritis dan kreatif Suasana dan pengalaman belajar bervariasi Meningkatkan kematangan emosional/sosial Produktivitas siswa tinggi Siap menghadapi perubahan dan berpartisipasi dalam proses perubahan Sosialisasi KTSP 203 .MENGAPA PAKEM (lanjutan) 6.

dan global. 1.KOMPONEN UTAMA PAKEM KURIKULUM & PERANGKATNYA SARANA PRASARANA Standarisasi mutu Pendidikan Secara Berkelanjutan Menghadapi Tuntutan lokal. PEMBELAJARAN YANG MENGARAH PAS. PAKEM 2. 3. PENILAIAN YANG BERKELANJUTAN SDM MANAJEMEN Sosialisasi KTSP PILAR PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN MBS PAKEM PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN PSM Sosialisasi KTSP 204 . Nasional.

Sosialisasi KTSP 205 .

206 .

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VIII. Rancangan Penilaian Hasil Belajar 207 . Penilaian hasil Belajar 16.

208 .

MANFAAT HASIL PENILAIAN F. PENGERTIAN PENILAIAN B. PELAPORAN Sosialisasi KTSP 209 . TEKNIK PENILAIAN E. PENGERTIAN KETUNTASAN BELAJAR G. CIRI PENILAIAN KELAS D. PENGERTIAN PENILAIAN KELAS C.Materi 16 RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENILAIAN A.

DESKRIPSI VERBAL). INTERPRETASI INFORMASI UNTUK MEMBUAT KEPUTUSAN. PENGERTIAN PENILAIAN PENILAIAN ADALAH PROSES SISTEMATIS MELIPUTI PENGUMPULAN INFORMASI (ANGKA. PENILAIAN KELAS Proses pengumpulan & penggunaan informasi oleh guru melalui sejumlah bukti untuk membuat keputusan ttg pencapaian hasil belajar/kompetensi siswa. Sosialisasi KTSP 210 .A. ANALISIS. Sosialisasi KTSP B.

4. Belajar Tuntas • Belajar Tuntas (mastery learning): peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya. Carrol. dan hasil yang baik. MENGGUNAKAN BERBAGAI CARA & ALAT PENILAIAN Sosialisasi KTSP 1. CIRI PENILAIAN KELAS 1. 2. BELAJAR TUNTAS OTENTIK BERKESINAMBUNGAN BERDASARKAN ACUAN KRITERIA / PATOKAN 5.C. A Model of School Learning Sosialisasi KTSP ) 211 . maka sebagian besar dari mereka akan mencapai ketuntasan”. 3. (John B. sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar. • “Jika peserta didik dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuannya untuk beberapa mata pelajaran dan diajarkan sesuai dengan karakteristik mereka.

mulai dari tingkat kompetensi awal mereka” (JH. Block. mereka dapat berhasil jika kompetensi awal mereka terdiagnosis secara benar dan mereka diajar dengan metode dan materi yang berurutan. B. dan sikap.) Sosialisasi KTSP 212 . keterampilan.lanjutan • Guru harus mempertimbangkan antara waktu yang diperlukan berdasarkan karakteristik peserta didik dan waktu yang tersedia di bawah kontrol guru (John B. Bloom) Sosialisasi KTSP 2. Penilaian Otentik • Memandang penilaian dan pembelajaran secara terpadu • Mencerminkan masalah dunia nyata bukan dunia sekolah • Menggunakan berbagai cara dan kriteria • Holistik (kompetensi utuh merefleksikan pengetahuan. Carrol) • “Peserta didik yang belajar lambat perlu waktu lebih lama untuk materi yang sama.

Berkesinambungan Memantau proses. atau lainnya) • Ulangan Tengah Semester : selesai beberapa Kompetensi Dasar pada semester yang bersangkutan • Ulangan Akhir Semester : selesai semua Kompetensi Dasar pada semester yang bersangkutan. dan Ulangan Kenaikan Kelas. dengan penekanan pada kompetensi dasar semester genap Sosialisasi KTSP 213 . • Ulangan Kenaikan Kelas : selesai semua Kompetensi Dasar pada semester ganjil dan genap.3. (tertulis. Ulangan Akhir Semester. kemajuan. penugasan. Sosialisasi KTSP • Ulangan Harian : selesai satu atau beberapa Indikator. dan perbaikan hasil terus menerus dalam bentuk Ulangan Harian. Ulangan Tengah Semester. observasi.

dan Penilaian Diri Sosialisasi KTSP 214 . Produk. Berdasar Acuan kriteria/patokan Prestasi kemampuan peserta didik TIDAK DIBANDINGKAN dengan peserta kelompok. Proyek. Portofolio. tetapi dengan kemampuan yang dimiliki sebelumnya dan patokan yang ditetapkan Sosialisasi KTSP 5. Unjuk Kerja.4. Lisan. Menggunakan Berbagai cara & alat penilaian • Mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi • Menggunakan penilaian yang bervariasi: Tertulis. Pengamatan.

Sosialisasi KTSP 1. Unjuk Kerja (Performance) : pengamatan terhadapa aktivitas siswa sebagaimana terjadi (unjuk kerja. • Pemecahan masalah dalam kelompok • Partisipasi dalam diskusi • Menari • Memainkan alat musik • Olah Raga • Menggunakan peralatan laboratorium • Mengoperasikan suatu alat Sosialisasi KTSP 215 . Sikap 7. TEKNIK /CARA PENILAIAN Unjuk Kerja (Performance) Penugasan (Proyek/Project) Hasil kerja (Produk/Product) Tertulis (Paper & Pen) 5. interaksi) • Cocok untuk : • Penyajian lisan: keterampilan berbicara.4. 2. 3. 4. baca puisis. Portofolio (Portfolio) 6. berdiskusi. tingkah laku. berpidato. Diri (Self Assessment) 1.

dan 4 bila siswa selalu melakukan --------------------------------------------------------------------------------------------------Nama : Rinjani I. Berdiri tegak melihat pada penonton ----.A. Ekspresi fisik (physical expression) ----. Ekspresi fisik (physical expression) A.CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN DENGAN RATING SCALE -----------------------------------------------------------------------------------------------Petunjuk : Beri Lingkaran pada angka yang sesuai untuk setiap kemampuan yang teramati pada waktu anak berpidato : 1 bila tidak pernah 2 bila jarang 3 bila kadang-kadang.C. Mengubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan 1 2 3 4 Sosialisasi KTSP CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN DENGAN CHECKLIST --------------------------------------------------------------------------------Petunjuk: Beri tanda centang (v) dibelakang huruf di mana kemampuan siswa teramati pada waktu berpidato. Mata melihat kepada penonton Sosialisasi KTSP 216 . ---------------------------------------------------------------------------------Nama: Rinjani I.B. Merubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan ----. Berdiri tegak melihat pada penonton 1 2 3 4 B.

Penugasan (Proyek) : Penilaian terhadap suatu tugas yang mengandung penyelidikan yang harus selesai dalam waktu tertentu Tugas: suatu investigasi dgn tahapan: Perencanaan Pengumpulan data Pengolahan data. Memilih kata-kata yang tepat untuk menegaskan arti ---. Berbicara dengan kata-kata yang jelas ---.B.A.A. Menyimpulkan pokok-pokok pikiran yang penting III.C. Berbicara cukup keras untuk didengar penonton Ekspresi verbal (verbal expression) ---. Tidak mengulang-ulang pernyataan ---.C.B. Ekspresi suara (vocal expression) ---.D. Penyajian data Sosialisasi KTSP 217 . Nada suaranya berubah-ubah sesuai pernyataan yang ditekankan ---.II. Menggunakan kalimat yang lengkap untuk mengutarakan suatu pikiran ---. Sosialisasi KTSP 2.

gaya hidup) Sosialisasi KTSP 218 .PENILAIAN PROYEK Bermanfaat menilai : • Keterampilan menyelidiki secara umum • Pemahaman & Pengetahuan dalam bidang tertentu • Kemampuan mengaplikasi pengetahuan dalam suatu penyelidikan • Kemampuan menginformasikan subyek secara jelas Sosialisasi KTSP CONTOH PENILAIAN PROYEK : Ilmu Pengetahuan Sosial : SD : VI Mata Pelajaran Jenjang Kelas / Semester Contoh Kompetensi Dasar : menganalisis bentuk-bentuk perilaku yang muncul sebagai dampak globalisasi (konsumerisme.

telekomunikasi) .Membandingkan pandangan orang tua dan anak mengenai perubahan-perubahan yang terjadi akibat pengaruh globalisasi Sosialisasi KTSP Contoh Tugas Penilaian Proyek ----------------------------------------Lakukan penelitian sederhana di lingkungan sekitar mengenai pengaruh iklan di media cetak maupun di media elektronik terhadap gaya hidup anak SD (cara berpakaian. pariwisata. nilai-nilai. perilaku) Sosialisasi KTSP 219 . perilaku. pilihan makanan dan minuman.• Indikator : . gaya hidup.Membuat daftar perubahan perilaku masyarakat setempat sebagai dampak globalisasi (mis: dalam hal makanan. dan tradisi) . pakaian. perjalanan. komunikasi. migrasi.Mengidentifikasi bukti-bukti globalisasi di lingkungan masyarakat (mis: dalam hal periklanan.

CONTOH
ASPEK

FORMAT PENYEKORAN TUGAS PROYEK
KRITERIA DAN SKOR 3 2 1

PERSIAPAN

Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan dengan lengkap.

Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan kurang lengkap. Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua, tetapi data tidak tercatat dengan rapi dan lengkap.

Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan tidak lengkap

PENGUMPULAN DATA

Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua dan data tercatat dengan rapi dan lengkap.

Jika pertanyaan tidak terlaksana semua dan data tidak tercatat dengan rapi.

PENGOLAHAN DATA

Jika pembahasan data sesuai tujuan penelitian

Jika pembahasan data kurang menggambarkan tujuan penelitian Jika sistimatika penulisan benar, memuat saran, namun bahasa kurang komunikatif

Jika sekedar melaporkan hasil penelitian tanpa membahas data

PELAPORAN TERTULIS

Jika sistimatika penulisan benar, memuat saran, bahasa komunikatif.

Jika penulisan kurang sistimatis, bahasa kurang komunikatif, kurang memuat saran

Sosialisasi KTSP

3. Hasil Kerja (Produk):
Penilaian terhadap kemampuan membuat produk teknologi dan seni
Penilaian Hasil Akhir dan Proses:

hasil akhir spt:

- makanan - pakaian - hasil karya seni: gambar, lukisan, pahatan - barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam - menggunakan teknik menggambar - menggunakan peralatan dengan aman - membakar kue dengan baik

proses spt:

Sosialisasi KTSP

220

PENILAIAN PRODUK

PERSIAPAN,kmp: - rencanakan, gali, kembangkan gagasan - desain produk

PEMBUATAN: kmp seleksi dan gunakan: bahan, alat, teknik

PENILAIAN
(APPRAISAL):

kmp buat produk sesuai kegunaan (fungsi) & keindahan

Sosialisasi KTSP

Contoh1:

TUGAS PENILAIAN PRODUK ------------------------------------------------------Tugas: buatlah rancangan model benda yang menggunakan roda Ketentuan: - Gambar rancangan model
- Bahan untuk model tertulis dalam rancangan - Tentukan spesifikasi bahan untuk model

Sosialisasi KTSP

221

Contoh2:

TUGAS PENILAIAN PRODUK -------------------------------------------------------Tugas: Rancang dan buatlah mainan yang menggunakan roda. ketentuan sebagai berikut (spesifikasidiberikan) : jenis kayu: ……….. ukuran: ……………………. dst.

Sosialisasi KTSP

Penskoran tugas penilaian produk contoh 1:
No Kriteria
b 1. 2. 3. 4.

skor
c k

Ada gambar rancangan model Bahan tertulis dalam model Spesifikasi bahan tertulis Unsur estetika

Kriteria penskoran : B = gambar proporsional, bahan tertulis lengkap, spesifikasi bahan jelas C = gambar kurang proporsional, bahan tertulis kurang lengkap, spesifikasi bahan kurang jelas K = gambar tidak proporsional, bahan tertulis tidak lengkap, spesifikasi bahan tidak jelas
Sosialisasi KTSP

222

4. TES TERTULIS
Memilih dan Mensuplai jawaban 1. MEMILIH JAWABAN - Pilihan ganda - Dua pilihan (B - S; ya - tidak) 2. MENSUPLAI JAWABAN - Isian atau melengkapi - Jawaban singkat - uraian
Sosialisasi KTSP

BANDINGKAN
• Apa kepanjangan ASEAN? • Tahun berapa ASEAN didirikan? • Negara mana saja yang manjadi anggota ASEAN? • Apa kepanjangan PLTA? • Menurutmu masalah apa yang akan timbul jika ASEAN bubar? • Dengan cara apa ASEAN mendukung perekonomian ASIA? • Buatlah bagan PLTA!

Sosialisasi KTSP

223

5. PORTOFOLIO :
Penilaian melalui koleksi karya (hasil kerja) siswa yang sistematis
• • • • Pengumpulan data melalui karya siswa Pengumpulan dan penilaian yang terus menerus Refleksi perkembangan berbagai kompetensi Memperlihatkan tingkat perkembangan kemajuan belajar siswa • Bagian Integral dari Proses Pembelajaran • Untuk satu periode • Tujuan Diagnostik

Sosialisasi KTSP

Hal-hal yang perlu diperhatikan:
• Siswa merasa memiliki portofolio sendiri • Tentukan bersama hasil kerja apa yang akan dikumpulkan • Kumpulkan dan simpan hasil kerja siswa dalam 1 map atau folder • Beri tanggal pembuatan • Tentukan kriteria untuk menilai hasil kerja siswa • Minta Siswa untuk menilai hasil kerja mereka secara berkesinambungan • Bagi yang kurang, beri kesempatan perbaiki karyanya, tentukan jangka waktunya • Bila perlu, jadwalkan pertemuan dengan ortu
Sosialisasi KTSP

224

Menulis karangan deskriptif 30/7 10/8 dst. Membuat resensi buku 1/9 30/9 10/10 Dst. Contoh Portofolio Nama Siswa : _________________ Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kelas : X/1 : Bahasa Indonesia : 1 Semester Kriteria Tata bahasa No SK / KD Periode Kosakata Kelengkapan gagasan Sistematika penulisan Keterangan 1.karya-karya yang dapat dikumpulkan melalui penilaian portofolio • • • • • • • Puisi Karangan Gambar / Lukisan Desain Paper Sinopsis Naskah pidato / khotbah • Naskah Drama • Rumus Sosialisasi KTSP • • • • • • Doa Surat Komposisi Musik Teks Lagu Resep Makanan Laporan Observasi/ Penyelidikan / Eksperimen • Dsb. 2. Sosialisasi KTSP 225 .

Sosialisasi KTSP Contoh Format Penilaian Sikap dalam praktek IPA : No. Sosialisasi KTSP 226 . PENILAIAN SIKAP Penilaian terhadap perilaku dan keyakinan siswa terhadap obyek sikap Cara: – Observasi perilaku: kerja sama. Nama Bekerja sama 1..6. . inisiatif. Tono 3.. Ruri Berinisiatif Perilaku Penuh Perhati an Bekerja sistematis Nilai Keterangan 2.. perhatian – Pertanyaan langsung: tanggapan thd tatib baru – Laporan pribadi: menulis pandangan ttg “kerusuhan antaretnis”.

--------. -------.d. -------.Tiap orang sibuk dengan yang dilakukannya dalam kelompok saya 5.7. tulislah huruf A.B. PENILAIAN DIRI Menilai diri sendiri berkaitan dengan status.1996.mengajukan pertanyaan --------.mendengarkan orang lain --------. proses. tiap org diberi kesempatan mengusulkan sesuatu 3.Selama kerja kelompok. Sosialisasi KTSP CONTOH PENILAIAN DIRI PARTISIPASI DALAM DISKUSI KELOMPOK Nama : ----------------------------------------------------Nama-nama anggota kelompok : ----------------------------------------------------Kegiatan kelompok : ----------------------------------------------------Isilah pernyataan berikut dengan jujur.Ketika kami berdiskusi. 1 s. 5.mengorganisasi ide-ide saya -------.mengorganisasi kelompok -------.melamun 6. saya….mengacaukan kegiatan -------. --------. 227 . -------. Untuk No.Semua anggota kelompok kami melakukan sesuatu selama kegiatan 4. tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya.Selama diskusi saya mengusulkan ide kpd klp utk didiskusikan 2. Apa yang kamu lakukan selama kegiatan berlangsung? ------------------------------------------------------------------------------------------Sosialisasi KTSP SUMBER: Forster & Masters.C atau D di depan tiap pernyataan: A : selalu C : kadang-kadang B : sering D : tidak pernah 1. -------.

KD. INDIKATOR DAN KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR • MENETAPKAN TEKNIK PENILAIAN • MEMBUAT ALAT PENILAIAN & PENYEKORAN Sosialisasi KTSP CONTOH FORMAT PEMETAAN ASPEK PENILAIAN SK KD INDIKATOR KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR PROY TEKNIK PENILAIAN PROD TES UN KERJA DLL MENDENGAR KAN BERBICARA MEMBACA MENULIS Sosialisasi KTSP 228 .ALUR PELAKSANAAN PENILAIAN • MENETAPKAN INDIKATOR • MEMETAKAN SK.

CONTOH REKAP NILAI MATA PELAJARAN : KELAS/SEMESTER : N O NA MA MENDENGARKAN BERBICARA MEMBACA MENULIS KD 1 KD 2 R R T S AS KD 1 KD 2 R R T S A S KD 1 KD 2 R R T S A S KD 1 KD 2 R R TS A S 1 Ri n Tin 2 Catatan: KD= Kompetensi Dasar. AS= Nilai Akhir Semester Sosialisasi KTSP E. TS= Nilai Tengah Semester. RR= Nilai Rata-rata KD. MANFAAT HASIL PENILAIAN • REMEDIAL • PENGAYAAN • PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN Sosialisasi KTSP 229 .

KOMPLEKSITAS INDIKATOR.KAPAN? • REMEDIAL DILAKUKAN BILA NILAI INDIKATOR KURANG DARI NILAI KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR PENGAYAAN DILAKUKAN BILA TUNTAS LEBIH CEPAT PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN BILA TIDAK EFEKTIF • • Sosialisasi KTSP F. SARANA • TUNTAS: SKOR ≥ KRITERIA KETUNTASAN • TUNTAS INDIKATOR → KD → SK→ MAPEL Sosialisasi KTSP 230 . DAYA DUKUNG : GURU. KETUNTASAN BELAJAR • • • • PER INDIKATOR KRITERIA: 0% – 100% IDEAL: 75% SEKOLAH MENETAPKAN SENDIRI DGN PERTIMBANGAN: KEMAMPUAN AKADEMIS SISWA.

CONTOH PENGHITUNGAN KETUNTASAN BELAJAR KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KRITERIA KETUNTASAN NILAI PESERTA DIDIK KETUNTASAN 1 2 60% 60% 60 59 TUNTAS TAK TUNTAS TUNTAS 3 55% 75 Sosialisasi KTSP CONTOH PENGHITUNGAN NILAI KD KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR 60% 70% 60% 70% 65% 60% KOMPETENSI DASAR (KD) INDIKATOR 1 NILAI SISWA 61 80 90 70 68 72 KETUNTASAN TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS 1 2 3 1 2 2 3 NILAI KD 1: = 61+80+90 3 = 77 ATAU 7.7 Sosialisasi KTSP NILAI KD 2: MODE : 70 NILAI KD :70 231 .

MEMBUAT RANGKUMAN. MENGUMPULKAN DATA.DALAM 1 KD • JML INDIKATOR YG TUNTAS LEBIH DARI 50%: LANJUT KE KD BERIKUTNYA • JML INDIKATOR BELUM TUNTAS SAMA ATAU LEBIH DARI 50%: MENGULANG KD YANG SAMA Sosialisasi KTSP PELAKSANAAN PROGRAM REMEDIAL • TATAP MUKA DENGAN GURU • BELAJAR SENDIRI → dinilai • KEGIATAN: MENJAWAB PERTANYAAN. • PADA ATAU DI LUAR JAM EFEKTIF Sosialisasi KTSP 232 . MENGERJAKAN TUGAS.

PROGRAM PENGAYAAN : • SISWA BERPRESTASI BAIK • MEMPERKAYA KOMPETENSI • KEGIATAN : MEMBERI MATERI TAMBAHAN. PADA ATAU DI LUAR JAM EFEKTIF. LATIHAN TAMBAHAN TUGAS INDIVIDUAL • HASIL PENILAIAN MENAMBAH NILAI MATA PELAJARAN BERSANGKUTAN • SETIAP SAAT. Sosialisasi KTSP PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN Program Strategi Bahan Tidak efektif? Dievaluasi Direvisi Sosialisasi KTSP Diganti 233 .

• Model yang ada merupakan contoh yang dapat dimodifikasi/diadopsi oleh sekolah.G. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 234 . dengan syarat komunikatif dan menggambarkan pencapaian kompetensi. PELAPORAN • Rapor adalah laporan kemajuan belajar • Berisi informasi tentang pencapaian kompetensi • Sekolah boleh menetapkan sendiri model rapor yang dikehendaki.

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) IX. Pengembangan Bahan Ujian 17. Pengembangan bahan Ujian & Analisis hasil Ujian. 235 .

236 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 17 PENGEMBANGAN BAHAN UJIAN DAN ANALISIS HASIL UJIAN Sosialisasi KTSP SKL TOPIK Sosialisasi KTSP KISI-KISI TEKNIK PENYUSUNAN SOAL ANALISIS 237 .

APAKAH SAYA LULUS? Sosialisasi KTSP STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) Adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap pengetahuan dan keterampilan Berdasarkan PP No.19/2005 Sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan Meliputi kompetensi seluruh mata pelajaran Dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Sosialisasi KTSP 238 .

MATERI DAN PENILAIAN SKL Menggambarkan kompetensi yang ingin dicapai. KOMPETENSI Materi pembelajaran untuk mencapai kompetensi Sosialisasi KTSP Bentuk soal harus sesuai dengan kompetensi yang dituntut pada SKL SEPERTI APA SOAL YANG BAIK ? Sosialisasi KTSP 239 .Hubungan antara SKL.

PENULISAN SOAL. 4. perakitan soal Komponen Kisi2: •Identitas •SK/KD/IP •Materi Pembel. Perakitan soal menjadi perangkat tes.LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN TES 1. 5. 7. •Indikator Soal •Bentuk Tes •Nomor Soal Syarat kisi-kisi Mewakili isi kurikulum Singkat dan jelas Soal dapat disusun sesuai dengan bentuk soal. Sosialisasi KTSP 240 . penulisan soal Pedm. 3. Bank Soal Penyajian tes kepada siswa Skoring (pemeriksaan jawaban siswa) Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN KISI-KISI Fungsi Pedm. Uji coba soal termasuk ANALISIS-nya. 2. Penyusunan KISI-KISI tes. Penentuan tujuan tes. 8. 6. 9. PENELAAHAN SOAL (validasi soal).

.....................FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL Jenis Sekolah : ............. Digunaka n untuk Tang gal Jumlah Siswa Tingkat Kesukaran Daya Proporsi KETERANGAN SOAL Jawaban pada Pilihan Pembeda A B C D OMIT Keterangan Sosialisasi KTSP 241 ... ....... Kurikulum : .... Soal (7) No........... Alokasi Waktu : ..... SOAL KUNCI Penyusun 1.. Mata Pelajaran : .. Bentuk Tes Materi (4) Indikator Soal (5) (6) No..... -----------2. 2.. (2) (3) Sosialisasi KTSP KARTU SOAL BENTUK PG Jenis Sekolah Mata Pelajaran Bahan Kelas/smt Bentuk Tes : ------------: ------------: ------------: Tertulis (PG............................................ ------------Tahun ajaran : --------------: KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER: RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI INDIKATOR SOAL No ............ Urut (1) Kompetensi Dasar/ Indikator Bahan Kelas/ smt........) NO...... Jumlah soal : ..... .................. Penulis 1.. dll..........

hasil karya) NO. -----------2. Kunci/Kriteria jawaban/Aspek yang dinilai Skor Skor maksimum= Sosialisasi KTSP …… 242 . SOAL Penyusun 1. penugasan.KARTU SOAL URAIAN/PRAKTIK Jenis Sekolah Mata Pelajaran Bahan Kelas/smt Bentuk Tes : ------------: ------------: ------------: Tertulis (Uraian)/Praktik (Kinerja. ------------Tahun ajaran : --------------: KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER: RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI INDIKATOR SOAL No Diguna kan untuk KETERANGAN SOAL Proporsi jawaban pada aspek Tangg al Jumlah siswa Tingkat kesukar an Daya pembeda 1 A 2 3 1 B 2 3 1 C 2 3 1 D 2 3 Ketera ng an Sosialisasi KTSP PEDOMAN PENSKORAN No.

Keterpakaian: memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari. 2. Kontinuitas: KD/indikator/materi lanjutan yang merupakan pendalaman materi sebelumnya. Sosialisasi KTSP Indikator Soal Indikator soal sebagai pertanda atau indikasi pencapaian kompetensi Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur Indikator mengacu pada materi pembelajaran sesuai kompetensi 243 .KRITERIA KOMPETENSI / MATERI PENTING 1. 3. Urgensi: KD/indikator/materi yang secara teoritis. Relevansi: yang diperlukan untuk mempelajari dalam bidang studi lain. mutlak harus dikuasai oleh siswa. 4.

BILA SOAL TIDAK TERDAPAT STIMULUS Rumusan indikatornya: Siswa dapat membedakan ….TEKNIK PERUMUSAN INDIKATOR 1.DIBERIKAN DASAR PERTANYAAN (STIMULUS) 2.MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS 3. Sosialisasi KTSP MENUNTUT PENALARAN TINGGI SETIAP SOAL: 1.MENGUKUR KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH Sosialisasi KTSP 244 . BILA SOAL TERDAPAT STIMULUS Rumusan indikatornya: Disajikan …. 2. siswa dapat menjelaskan ….

-Apa akibat .... 7.... Sosialisasi KTSP 245 . -Apakah hal berikut memiliki . 12. 9..... Menciptakan -Tuliskan beberapa cara sesuai dengan ide Anda tentang ... dengan menggunakan pedoman . 5.... 4. -Bandingkan dua cara berikut tentang . tuliskanlah evaluasi tentang .. -Tuliskan . 2.. 3....... Sosialisasi KTSP 6.. Evaluasi -Apakah kelebihan dan kelemahan .. Meringkas -Tuliskan pernyataan penting yang termasuk . Berpendapat (inferring) -Berdasarkan . Mengelompokkan -Kelompokkan hal berikut berdasarkan .. mengapa? -Jelaskan mengapa kamu setuju/tidak setuju dengan pernyataan tentang . dan ...... Memberi alasan (justifying) -Manakah pilihan berikut yang kamu pilih.. apa yang akan terjadi bila . -Apa reaksi A terhadap . Sintesis -Tuliskan satu rencana untuk pembuktian .......... 10. -Berdasarkan kriteria ... tentang apa yang akan terjadi bila .MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS 1... 8.. Membandingkan -Jelaskan persamaan dan perbedaan antara ... Hubungan sebab-akibat -Apa penyebab utama ....... 11..... Menyimpulkan -Susunlah beberapa kesimpulan yang bersasal dari data ... Menerapkan -Selesaikan hal berikut dengan menggunakan kaidah .. Analisis -Manakah penulisan yang salah pada paragraf ... -Daftar dan beri alasan singkat tentang ciri utama . -Tulislah sebuah pernyataan yang dapat menjelaskan peristiwa berikut . -Lengkapilah cerita ...... -Ringkaslah dengan tepat isi ... -Tuliskan sebuah laporan ............

siswa dapat mengidentifikasi semua informasi yang tidak relevan. siswa dapat mengidentifikasi masalah yang nyata atau masalah apa yang harus dipecahkan. 5. Memilih masalah sendiri Contoh indikator soal: Disajikan beberapa masalah. Mengidentifikasi masalah yang tidak sesuai Contoh indikator soal: Disajikan beberapa informasi yang relevan dan tidak relevan terhadap masalah. Sosialisasi KTSP 246 . 4. siswa dapat memberikan solusinya berdasarkan pertimbangan asumsi untuk saat ini dan yang akan datang. kemudian menunjukkan solusinya ke dalam gambar. 8. Memberi alasan masalah yang sulit Contoh indikator soal: Disajikan sebuah masalah yang sukar dipecahkan atau informasi pentingnya dihilangkan. Mendeskripsikan masalah Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. 10. 7. Mengidentifikasi masalah Contoh indikator soal: Disajikan deskripsi suatu situasi/masalah. Mengidentifikasi asumsi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. atau grafik. diagram. Memberi alasan solusi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih kemungkinan solusinya. Memahami kata dalam konteks Contoh indikator soal: Disajikan beberapa masalah yang konteks kata atau kelompok katanya digarisbawahi. siswa dapat memberikan alasan satu masalah yang dipilih sendiri. siswa dapat merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan. Sosialisasi KTSP 6. Merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan yang berisi sebuah masalah. dan menjelaskan cara penyelesaiannya. siswa dapat menjelaskan mengapa masalah ini sulit dipecahkan atau melengkapi informasi penting yang dihilangkan. siswa dapat menjelaskan maknanya yang berhubungan dengan masalah itu dengan kata-katanya sendiri. siswa dapat menggambarkan sebuah diagram atau gambar yang menunjukkan situasi masalah. 3. Mendeskripsikan berbagai strategi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. 9. 2. siswa dapat memecahkan masalah ke dalam dua cara atau lebih.Mengukur Keterampilan Pemecahan Masalah 1. siswa dapat memilih satu solusi yang paling tepat dan memberikan alasannya.

Memecahkan masalah berdasarkan data dan masalah Contoh indikator soal: Disajikan sebuah cerita. siswa dapat menyelesaikan masalah secara terencana mulai dari input. 13. Menyelesaiakan secara terencana Contoh indikator soal: Disajikan sebuah situasi masalah yang kompleks. (4) memberi alasan mengapa strategi itu paling tepat dibandingkan dengan strategi lainnya. siswa dapat mengevaluasi strategi pemecahannya berdasarkan prosedur yang disajikan. 16. beberapa strategi pemecahan masalahnya. (2) mengevaluasinya. kartun. Sosialisasi KTSP 247 . output. Sosialisasi KTSP 15. Mengevaluasi kualitas solusi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan beberapa strategi untuk menyelesaikan masalah. siswa dapat menyelesaikan masalah itu dengan menggunakan strategi lain. Memberi alasan strategi yang digunakan Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih strategi untuk menyelesaikan masalah. siswa dapat: (1) menjelaskan dengan menerapkan strategi itu. proses. Membuat strategi lain Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan satu strategi untuk menyelesaikan masalanya. grafik atau tabel dan sebuah pernyataan masalah. dan prosedurnya. dan outcomenya. siswa dapat memilih satu strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah itu dan memberikan alasannya. Mengevaluasi strategi sistematikanya Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. 12. (2) memberikan alasannya. 17. siswa dapat memecahkan masalah dan menjelaskan prosedur yang dipergunakan untuk menyelesaikan masalah. Menggunakan analogi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan strategi penyelesaiannya. 14. (3) menentukan strategi mana yang tepat. siswa dapat: (1) mendeskripsikan masalah lain (analog dengan masalah ini) yang dapat diselesaikan dengan menggunakan strategi itu.11.

Sosialisasi KTSP 248 . Berhubungan erat antara proses. kompetensi dan pengalaman belajar 3. Berhubungan dengan kondisi pembelajaran di kelas atau di luar kelas 2. Mengukur kompetensi siswa 4. materi.KAIDAH PENULISAN SOAL KOMPETENSI 1. Mengukur kemampuan berpikir kritis 6. Mengandung pemecahan masalah Sosialisasi KTSP SOAL URAIAN SOAL URAIAN adalah soal yang jawabannya menuntut peserta tes untuk mengorganisasikan gagasan atau hal-hal yang telah dipelajarinya dengan cara mengemukakan gagasan tsb dalam bentuk tulisan. Mengukur beberapa kemampuan yang diwujudkan dalam stimulus soal 5.

12. grafik. 3. atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca Rumusan kalimat soal komunikatif Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku Tidak menggunakan kata/ungkapan yang menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat menyinggung perasaan siswa Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 249 . 13. Soal sesuai dengan indikator Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP KAIDAH PENULISAN SOAL URAIAN 7. peta. 2. 6.KAIDAH PENULISAN SOAL URAIAN 1. 4. Ada pedoman penskorannya Tabel. 8. 10. 5. gambar. 9. 11.

Sekulerisme adalah sikap yang mencerminkan kehidupan keduniawian. Kunci Jawaban Pasar tradisional: harga dapat ditawar dan tidak kena pajak Pasar modern: harga pasti dan kena pajak Skor Maksimum Skor 2 2 4 Sosialisasi KTSP 2. Kunci Jawaban Skor 1. ---------------------------------2 Skor Maksimum 10 Sosialisasi KTSP 250 . 1. . Elitisme yaitu kecenderungan untuk bergaya hidup tertentu berbeda dengan orang banyak. Materialisme yaitu sikap yang selalu mengutamakan dan mengukur segala sesuatu berdasarkan materi -------------2 2.1. 2. Primadialisme yaitu sikap yang lebih membanggabanggakan asal daerah tertentu. 2 4. ---------------------------------------------------------2 3. Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai Contoh soal kurang baik: Jelaskan sisi negatif yang harus diwaspadai dari kemajuan IPTEK terhadap bangsa Indonesia yang berazaskan kekeluargaan! (PKn SMP) Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan 4 sisi negatif yang harus diwaspadai dari kemajuan IPTEK terhadap bangsa Indonesia yang berasaskan kekeluargaan! PEDOMAN PENSKORAN No. SMP) No. Individualisme yaitu sikap lebih mementingkan diri sendiri. Soal sesuai dengan indikator Indikator : Siswa dapat menjelaskan 2 perbedaan pasar tradisional dan pasar modern. Contoh Soal kurang baik: Jelaskan 2 persamaan antara pasar tradisional dengan pasar modern! Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan 2 perbedaan antara pasar tradisional dengan pasar modern! (IPS. -----------------------------------2 5.

........... 2 .............................. 1 b.................. dan teknologi tinggi) Menjawab dua fase Menjawab satu fase Tidak menjawab Skor 3 2 1 0 Sosialisasi KTSP 251 .................Tripsin untuk mengubah protein menjadi peptida dan asam-asam amino . Di manakah letak pankreas? b................................Bikarbonat untuk menetralisir HCl yang masuk ke usus dari lambung ......... Kunci Jawaban Skor a.................. Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas Contoh soal yang kurang baik: Jelaskan perkembangan perangkat TIK dilihat dari perangkat komunikasi digital? Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan perkembangan perangkat komputer No................... Enzim-enzim itu aktif di usus halus. Kunci Jawaban Menjawab 3 fase perkembangan (penemuan................................... Enzim yang dihasilkan Pankreas: ........... 1...... 1 Skor maksimum Sosialisasi KTSP 10 4.................... 4..................... 2...............................................Amilase untuk mencerna tepung menjadi maltosa dan disakarida lain .................... Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran Contoh soal kurang baik: Di manakah letak kelenjar pankreas? (IPA) Contoh soal lebih baik: a... 2 ...... Di manakah enzim-enzim itu aktif? No................ 2 c..............................................................3............... 3................. Tuliskan dan jelaskan enzim yang dihasilkan pankreas! c...... 2 .. Pankreas terletak di rongga perut ....Lipase untuk mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol . perkembangan generasi.......

5. Aspek yang dinilai Bila jawaban (gigih) dan alasan benar Bila jawaban (gigih) benar tetapi alasan kurang tepat Bila hanya jawaban (gigih). Dan mungkin ia bersama-sama dengan Kusno hilang dari muka bumi ini? Tapi. Idrus: Kisah Sebuah Celan Pendek Bagaimana watak Kusno? (Bhs Indonesia . Ia dilahirkan dalam kesengsaraan. Kunci Jawaban Sistem kepartaian ialah pola perilaku dan interaksi di antara sejumlah partai politik 1. Kusno akan berjuang terus melawan kesengsaraan biarpun hanya guna mendapatkan sebuah celana kepar yang lain. Sistem dua partai --------------------------------------------------------yaitu terdapat dua partai dalam suatu negara sehingga terlihat satu partai yang berkuasa dan satu partai oposisi ----------------3. Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal Contoh soal kurang baik: Tentang celana kepar 1001 itu. Sistem multi partai -------------------------------------------------------yaitu terdapat banyak partai dalam suatu negara yang disebabkan kondisi masyarakat yang mejemuk dan iklim demokrasi yang lebih bebas ------------------------------------------Skor Maksimum Sosialisasi KTSP Skor 1 1 1 1 1 1 6 6. tak ada yang akan diceritakan lagi. 2. 4. hidup bersama kesengsaraan. Dan meskipun celana 1001 –nya hilang lenyap menjadi topo. No. tetapi tidak disertai alasan Bila jawaban (aliran) dan alasan salah Skor 3 2 1 0 Sosialisasi KTSP 252 . Sistem partai tunggal ---------------------------------------------------yaitu dalam suatu negara hanya satu partai yang berlaku ----2. 1. Kusno tak akan putus asa. Pada suatu kali ia akan hilang dari muka bumi.SMP) Contoh soal yang lebih baik: Tentukan watak Kusno yang terdapat dalam kutipan di atas disertai alasannya! Kunci : Watak Kusno gigih atau sejenisnya karena ia sengsara. Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian Contoh soal kurang baik: Di Indonesia terdiri dari berapa sistem kepartaian? (PKn-SMP) Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan tiga macam sistem kepartaian! No. tapi terus melawan kesengsaraan tersebut. bagaimanapun juga. 3.

vp 1 ......... kosakata........ gambar... Yang lebih parah lagi bila TPS (Tempat Pembuangan Sampah) berada di lingkungan yang dekat dengan sekolah. Kemudian orang tersebut meloncat ke depan dengan kecepatan 6 ms –1 terhadap air... Sosialisasi KTSP 9.. Skor maksimum Sosialisasi KTSP Skor 1 1 1 1 1 5 253 ............................. Rumusan kalimat soal komunikatif Contoh soal kurang baik: Sesuatu bermassa 50 kg naik perahu yang massanya 200 kg …. Contoh Soal yang lebih baik: Seseorang bermassa 50 kg naik perahu dengan massa 200 kg dan berkecepatan 2 ms –1 terhadap air yang diam..................... pertokoan...... vo 1 + mp . Ada pedoman penskorannya 8........ vp 1 = 1 m/s ........... 2 + 200 .. vp = mo ........... 6 + 200 ... 100 + 400 = 300 + 200 vp 1 500 = 300 + 200 vp 1 200 vp 1 = 500 – 300 200 vp 1 = 200 ............ Indonesia SMP) Tulislah karangan sepanjang ± 200 kata berdasarkan informasi yang terdapat dalam gambar di atas! Tulisan tersebut akan dinilai berdasarkan isi..7............. Gunungan sampah yang berbau tidak sedap itu terjadi akibat sampah-sampah tersebut tidak diangkut seperti di pemukiman... (Bhs......... alur............ Tentukan kecepatan perahu sesaat setelah orang tersebut meloncat? No........... Kunci Jawaban mo .................... atau di sejumlah pasar.... peta.... 2 = 50 ... vo + mp ............... atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca Perhatikan gambar berikut............... vp 1 = 1 200 200 =.. Tabel.... vp 1 .................... 50 ... Gambar ini memperlihatkan suatu kawasan yang dibanjiri sampah yangmenggunung...... grafik. dan pemakaian kaidah bahasa Indonesia...........

Menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan. -----------Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara: Untuk mencapai tujuan nasional diperlukan kerelaan berkorban. Tak kenal menyerah: Seorang siswa perlu belajar dengan tekun tanpa mengenal lelah demi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia dikemudian hari. 2.10. PEDOMAN PENSKORAN Kunci Jawaban/Aspek yang dinilai Cinta tanah air: Bangga sebagai bangsa Indonesia menyebabkan seseorang rela berkorban. Alasan: BMW adalah merek mobil. ----------------------------------------------Skor Maksimum Skor 0–2 3. 1. Kunci/Aspek yang dinilai Skor 1. Metonimia adalah majas yang menyebut merek dagang untuk benda yang dimaksudkan atau digunakan. 1 3. Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku Contoh soal kurang baik Coba kamu sebutkan satu per satu karakteristik sikap patriotik dalam kehidupan bangsa dan bernegara? (PKn SMP/MTs) Contoh soal yang lebih baik: Tuliskan dan jelaskan 5 ciri sikap patriotik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara! No. 1 Skor Maksimum 3 Penjelasan: kata buah pala dan keju di daerah tertentu adalah tabu. 4.” Tentukan majas kalimat di atas dan berikan alasannya! (BIN SMP/MTs) PEDOMAN PENSKORAN No. Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu Contoh soal kurang baik: Perhatikan kalimat berikut! “Di dalam BMW seri tujuh berwarna abu-abu itu Soni menyetir sendiri setelah membeli buah pala dan keju di supermarket itu. 0–2 0–2 0–2 0–2 0.10 5. Sosialisasi KTSP 12. Kutipan di atas mengandung majas metonimia. ---------------------------------Berjiwa pembaru: yaitu ikut serta dalam pembangunan. Sosialisasi KTSP 254 . 1 2.

namun kamu adalah warga negara Indonesia. Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat menyinggung perasaan siswa Contoh soal kurang baik: Walaupun kamu anak yatim/piatu. atau hidup di desa terpencil. anak cacat. Komponen soal PG Stem (pokok soal) Option Sosialisasi KTSP 255 . Sebutkan dan jelaskan 6 macam hak asasi manusia yang mendapat perlindungan dan pelayanan dalam UUD 1945! (PKn SMP) Contoh soal yang lebih baik: Tuliskan dan jelaskan 6 macam hak asasi manusia yang mendapat perlindungan dan pelayanan dalam UUD 1945! Sosialisasi KTSP SOAL PILIHAN GANDA JENIS SOAL PG Pokok Soal (stem) pertanyaan Pokok soal (stem) pernyataan Diakhiri tanda ? Diakhiri tanda ….13. hidup di daerah kumuh. anak miskin.

4. propaganda c. Iklan di atas termasuk jenis iklan . Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. permintaan b.CONTOH SOAL PG Dasar pertanyaan (stimulus) Pokok soal (stem) Pilihan jawaban (option) Perhatikan iklan berikut! Dijual sebidang tanah di Bekasi. a. 7777777. 3. 7. 10. 9. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya. 6. Penawaran* Sosialisasi KTSP KAIDAH PENULISAN SOAL PG 1. 8.. 5. Soal harus sesuai dengan indikator Pengecoh harus berfungsi Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. Hubungi telp. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah/benar”. Pengumuman d. Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 256 . Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar. Baik untuk industri. luas 4 ha.. 2..

uterus* d. umumnya. Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. Soal harus sesuai dengan indikator Contoh soal kurang baik. vagina Sosialisasi KTSP 257 . diagram. Bahasa yang digunakan harus komunikatif. Letakkan kata/frase pada pokok soal. 16. grafik. ovarium b. mencegah peleburan sel telur dan sel sperma c. a. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat jika soal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional. 13. kadang-kadang. oviduct c. a. tabel. 14. mencegah pematangan sel telur* d. 12. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. sehingga pernyataannya mudah dimengerti warga belajar/siswa. Indikator: Siswa dapat menentukan tempat terjadinya pembuahan sel telur oleh sel sperma pada manusia. Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 1. 15.Lanjutan … 11. Gambar. 17. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya. Pembuahan sel telur oleh sel sperma pada manusia terjadi di dalam …. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. mencegah terjadinya haid b. mengurangi jumlah sel telur dalam ovarium Contoh soal yang sesuai dg indikator. Pengaruh kerja pil kontrasepsi adalah …. dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi.

Penulisan kata berikut yang benar adalah ... bebas* c. Bunyi /e/ pada kata enak sama dengan bunyi /e/ pada kata . Aperil. Kemis.. bela d. was upset c. a. Senen. November* b. sedangkan pilihan lainnya adalah kata kerja (verb). Contoh soal kurang baik. misalnya: eat.. Rabo. Perbaikan: pilihan b diperbaiki menjadi kata kerja. May. caught him eating* b. Februari. to be eating. ING SMP/MTs) Penjelasan: pilihan b adalah kata sifat (adjective). to eat. Contoh soal kurang baik. Sabtu. Senin. bekas (BIN SMP/MTs) Penjelasan: pilihan c diperbaiki “belas”.. eating*. Pebruari. Senin.. Pengecoh harus berfungsi.” a.. eaten. caught him to eat (B. between eating. “Why did Jimmy’s mother punish him? “She . Sabtu c.2. a. beras b. November Penjelasan: kunci jawaban jangan dipergunakan untuk pengecoh Sosialisasi KTSP 258 . Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar.. Sabtu. Sosialisasi KTSP 3. November d. Februari. caught him playing truant d.

laki-bini d.. a. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. BUMN d. C diperbaiki “turun-temurun”. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. tali-temali c. Pasal 33 ayat 1 UUD 1945 sebagai dasar untuk membentuk perusahaan tertentu. Contoh soal kurang baik. getar-gemetar (BIN SMP/MTs) Penjelasan: pilihan c adalah kata majemuk bukan kata ulang. Sosialisasi KTSP 7. Firma c. bolak-balik* b. a. Bentuk perusahaan yang sesuai dengan pasal 33 ayat 1 UUD 1945 adalah …... Kata berikut yang termasuk kata ulang berubah bunyi adalah . Sosialisasi KTSP 259 .4. Koperasi* (PKn SMP/MTs) Penjelasan: kalimat pertama pada pokok soal dihilangkan. Perseroan Terbatas b.

3½ hours* b. The gardeners has been working since 8 o’clock. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya. 4½ hours d. Sosialisasi KTSP 260 . 2½ hours c. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah/benar”. 1½ hours (BING SMP/MTs) Penjelasan: pilihan jawaban diurutkan dari angka yang paling kecil ke yang paling besar atau sebaliknya. a. Contoh soal kurang baik.SMP/MTs) Penjelasan: pilihan d diperbaiki menjadi. How long has he been working so far? a. Adat mapalus dari Sulawesi d. Di antara bentuk-bentuk budaya daerah di bawah ini yang termasuk folklore lisan adalah …. Perayaan Sekaten bulan Maulud c. Rumah gadang Minangkabau b.30. Now it’s 11. Semua pilihan jawaban di atas salah* (IPS. Contoh soal kurang baik. “legenda gunung Tangkuban Perahu”.9. Sosialisasi KTSP 10.

W. kopi b. jagung d. a. Tirani d. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya. Sosialisasi KTSP 13. Senja di Pelabuhan Kecil* b. kadang-kadang. a. Balada Tercinta c. Chairil Anwar* d. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. umumnya. teh c. Sosialisasi KTSP 261 .. bahwa dalam merumuskan pokok soal jangan menggunakan kata atau ungkapan seperti sebaiknya. Contoh soal kurang baik: Helopeltis adalah hama yang biasanya menyerang tanaman . a. padi * (IPA SMP/MTs) Penjelasan: kata biasanya pada pokok soal dihilangkan. tidak bergantung pada jawaban soal nomor 10. Artinya.12. Contoh soal kurang baik: (10) Pelopor angkatan 45 dalam bidang puisi adalah …. umumnya.. Ayip Rosidi (BAHASA INDONESIA SMP/MTs) (35) Karya dari pengarang pada jawaban soal nomor 10 adalah ….kadang-kadang. Idrus b.. atau kata yang tidak pasti karena makna kata-kata itu tergantung pada keadaan dan situasi siswa yang bersangkutan. Rendra c. Surat dari Ibu Perbaikannya: soal nomor 35 disusun secara independen. Ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan siswa yang tidak dapat menjawab benar soal pertama tidak akan dapat menjawab benar soal berikutnya.S.

Sosialisasi KTSP (a) Penggunaan kalimat harus ada unsur predikat (bagian yang berfungsi menerangkan subjek). zigospora* (IPA-BIOLOGI SMP/MTs) Penjelasan: subjek tidak jelas karena diantar oleh kata "Di dalam". a) Penggunaan kalimat (1) Penggunaan kalimat harus ada unsur subjek. ketekunan kerja keras dalam setiap pekerjaan c. tenaga kerja yang berdisiplin tinggi (PKn SMP/MTs) Penjelasan: predikat kalimat tidak ada. kata "di dalam" dihilangkan.” Sosialisasi KTSP 262 . sporangiospora c. Setelah kata “atas dasar” ditambahkan “keadilan sosial.14. askospora d. a. Contoh soal kurang baik: Untuk mewujudkan kesejahteraan bersama atas dasar …. spora kembara b. Kaidah bahasa Indonesia dalam penulisan soal di antaranya meliputi: a) pemakaian kalimat: (1) unsur subjek. a. c) pemakaian ejaan: (1) penulisan huruf. b) pemakaian kata: (1) pilihan kata. pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi b. (3) anak kalimat. (2) penggunaan tanda baca. Contoh soal kurang baik: Di dalam perkembanganbiakan rhizopus secara generatif adalah dengan cara pembentukan …. usaha pemerataan kesempatan kerja* d. (2) unsur predikat. Oleh karena itu. kita harus mengembangkan …. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. (2) penulisan kata.

Kata itu diperbaiki menjadi “seni tulis” karena mengandung unsur keindahan bukan ragam tulis ilmiah. simbolis* c. Contoh soal kurang baik: Batik termasuk karya tulis yang bersifat …. dia tidak datan. hukum III Newton d.(3) Hindarkan pernyataan yang hanya berupa anak kalimat.” Sosialisasi KTSP b) Pemakaian kata (1) Dalam memilih kata harus diperhatikan ketepatannya dengan pokok masalah yang ditanyakan. a. naturalis b. hukum II Newton c. hukum Kepler (IPA-FISIKA SMP/MTs) Penjelasan: pokok soal berbentuk anak kalimat. Induk kalimat Anak kalimat Anak kalimat Induk kalimat -Karena hari ini hujan. -Dia tidak datang karena hari ini hujan. hukum I Newton* b. Sosialisasi KTSP 263 . idealis (IPS. Oleh karena itu pokok soal diperbaiki menjadi “Hukum yang berlaku pada gerak lurus beraturan adalah ….SMP/MTs) Penjelasan: kata “karya tulis” kurang tepat untuk batik. Contoh anak kalimat. a. Contoh soal kurang baik: Yang berlaku pada gerak lurus beraturan …. realistis d.

Andi! My uncle is over there. a. who is standing under the tree is my uncle* b. where is standing under the tree is my uncle c. Contoh soal kurang baik: Sofian: Look. Letakkan kata/frase pada pokok soal. Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. which is standing under the tree is my uncle (BING SMP/MTs) Penjelasan: perbaikannya adalah “Sofian: The man … is standing under the tree is my uncle. Sosialisasi KTSP 264 .” Sosialisasi KTSP CONTOH INDIKATOR SOAL Indikator Soal : Siswa dapat menentukan letak sebuah titik pada koordinat Kartesius (XY). whose is standing under the tree is my uncle d. Andi : Which is your uncle? Sofian: The man ….17.

2) D. (1. (2. 30 cm2 Sosialisasi KTSP SOAL YANG BAIK Perhatikan koordinat XY disamping : Y Dua titik A dan B terletak pada koordinat seperti nampak pada gambar. 5) B. Iwan sedang mencari titik C sedemikian hingga ABC membentuk segitiga sama kaki. 6 cm2 X B. 3) C. Berapakah luas segitiga ABC ? A.SOAL Y Perhatikan koordinat XY disamping : Dua titik A dan B terletak pada koordinat seperti nampak pada gambar. 15 cm2 D. A. Koordinat titik C adalah …. 4) X Sosialisasi KTSP 265 . (1. Iwan sedang mencari titik C sedemikian hingga ABC membentuk segitiga sama kaki. (4. 12 cm2 C.

C. singkong kentang cemara bambu Sosialisasi KTSP SOAL YANG BAIK : Reproduksi yang dapat dilakukan oleh umbi batang dijumpai pada tumbuhan …. C. kecuali : A. B. singkong kentang cemara bambu Sosialisasi KTSP 266 .Reproduksi yang dapat dilakukan oleh umbi batang tidak dijumpai pada tumbuhan berikut. D. A. B. D.

1998 D. Sosialisasi KTSP 267 . 1997 C. 1999 A. 1996 B.Anak yang ditabrak motor kemarin pagi dibawa ke rumah…. a) b) c) d) gadang sakit ibadah tinggal Sosialisasi KTSP PKn Pelanggaran HAM Timor Timur pada tahun ….

C. B.. B.PKn Pemilu 1971 diikuti oleh . D. Bacaan Surat Sumber hukum Bacalah Sosialisasi KTSP 268 . …. A. C. 3 6 10 24 Sosialisasi KTSP AGAMA ISLAM Kata hadis menurut bahasa berarti … A. D.

15 20 C. 13/15 B. x+y=9 3x – y = 7 80 60 50 5 Sosialisasi KTSP 269 . Sosialisasi KTSP MATEMATIKA Nilai dari 4xy jika diketahui A. 30 D. B. C. D.MATEMATIKA 2/3 + 1/5 = … A.

C. A. Fermentasi C.IPS Yang masuk dalam ruang lingkup sejarah dunia adalah …. Perang dunia Perang Diponegoro Peristiwa Semanggi Peristiwa G 30 SPKI Sosialisasi KTSP IPA Perubahan fisika terjadi pada proses … Perkaratan B. Pembekuan A. B. Sosialisasi KTSP 270 . Pelarutan D. D.

....... 33 34 35 P Q R . 50 B B C B A D A C B D C B SKOR 45 43 41 27% KA . 27 26 25 27% KB KUNCI B B D D Sosialisasi KTSP 271 .... A A B C D E D E E A E E .ANALISIS BUTIR SOAL MANUAL Menggunakan IT Kalkulator Komputer • Program ITEMAN • Program SPSS Sosialisasi KTSP CONTOH ANALSIS BUTIR SECARA KUANTITATIF NO SISWA 1 2 3 A B C 1 2 3 ...

00 = soal baik 0.00 = soal ditolak Sosialisasi KTSP ALTERNATIF LAIN KRITERIA DAYA BEDA > 0.20 – 0.29 = soal diperbaiki 0.0.19 – 0.29 < 0.0.85 DP1= (BA-BB):½N = (10-7) : ½ x 20 = 0.30 KRITERIA TK: 0.15 0.25 DP 0.39 = terima & perbaiki 0.3 0.20 -0.1.40 0.00 = mudah KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.30 – 0.30 = sukar 0.85 0.ANALISIS SOAL PG SOAL 1 2 3 50 KEL KA KB KA KB KA KB KA KB A 0 1 0 2 0 0 1 1 B 10 7 5 3 1 2 2 2 C 0 1 5 3 9 3 3 3 D 0 1 0 1 0 3 3 2 E 0 0 0 1 0 2 1 2 OMIT 0 0 0 0 0 0 0 0 KEY B B D D TK 0.10 : diterima : direvisi : ditolak Sosialisasi KTSP 272 .70 = sedang 0.00 – 0.10 TK1=(BA+BB): N = (10+7) : 20 = 0.71 – 1.30 0.30 0.40 – 1.31 .

56 Sosialisasi KTSP 273 .7647 Rpbis = ----------------------.80 0.56 DP1= (Rata-rata KA – Rata-rata KB) : skor maks.8 : 5 = 0.4955355) = 0.39 = terima & perbaiki 0.7):6 = 0.56 TK1 = Rata-rata : skor maks = 3.4809835 = 0.0954 = (0.30 – 0.7647 14.00 = soal baik 0. KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.40 – 1. = [(11:2) – (8:3) ] : 6 = (5.47 DP2= [ (9:2) – (5:3) ] : 5 = (4.29 = soal diperbaiki 0.√ pq Stdv skor total Keterangan: b=skor siswa yang menjawab benar s=skor siswa yang menjawab salah p=proporsi jawaban benar thd semua jawaban siswa q= 1-p Meanb = 192:13=14.9706338) (0. 1 2 3 4 5 SISWA A B C D E Jumlah Rata-rata TK DP Soal 1 (Skor maks 6) 6 5 3 3 2 19 3.80 0.19 – 0.47 Soal 2 (Skor maks 5) 5 4 2 2 1 14 2.56 0.5-1. ns=17.Means Rpbis = ------------------.63 TK2 = 2.7692 Means = 200:17= 11. N=30.7692 – 11.8 : 6 = 0.63 0.7) : 5 = 0.√ (13:30) (17:30) 3.CONTOH MENGHITUNG DP DENGAN KORELASI POINT BISERIAL (rpbis) DAFTAR SKOR SISWA SOAL NOMOR 1 Siswa yang Menjawab benar Jumlah skor keseluruhan Siswa yang menjawab salah Jumlah skor keseluruhan Meanb .48 Artinya butir soal nomor 1 adalah DITERMA atau BAIK.5-2.0954 Sosialisasi KTSP ANALISIS SOAL URAIAN DAN TES PRAKTIK NO.20 – 0. Stdv= 3.00 = soal ditolak A B C D E F G H I J K L M 19 18 18 16 16 16 15 13 13 13 12 12 11 N O P Q R S T U V W X Y Z AA AB AC AD 17 16 15 14 14 12 12 12 12 12 11 11 10 9 8 8 7 Jumlah = 192 200 Nb=13.

Selesai Sosialisasi KTSP 274 .

Laporan Hasil Belajar (LHB) 18. Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal 275 .Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) X. 19. Penyusunan Laporan hasil Belajar (LHB) Peserta Didik SD/MI.

276 .

) Tiap akhir semester.Departemen Pendidikan Nasional Materi 18 PENYUSUNAN LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) PESERTA DIDIK SD Sosialisasi KTSP LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) Setiap akhir semester. ulangan harian. ujian akhir semester dan nilai-nilai harian lainnya) selama semester berlangsung. Nilai LHB pada prinsipnya merupakan rangkuman nilai hasil tagihan (tugas-tugas. dsb. Sosialisasi KTSP 277 . profil hasil belajar peserta didik disampaikan kepada peserta didik dan orangtua/wali peserta didik. tugastugas. ujian tengah semester. guru menelaah hasil pencapaian belajar setiap peserta didik (semua nilai ujian. ulangan harian.

sosial maupun emosional Sejauhmana partisipasi anaknya dalam kegiatan di sekolah Kemampuan apa yang diraih peserta didik selama kurun waktu belajar tertentu Apa yang harus dilakukan orangtua untuk membantu mengembangkan potensi anaknya lebih lanjut Sosialisasi KTSP MANFAAT LAPORAN PENILAIAN Diagnosis hasil belajar peserta didik Prediksi masa depan peserta didik Seleksi dan sertifikasi Umpan balik KBM di sekolah Sosialisasi KTSP 278 .LAPORAN PENILAIAN (Laporan Hasil Belajar) Menjawab keingintahuan orangtua seperti: Bagaimana peserta didik belajar di sekolah secara akademik. fisik.

Olahraga dan Kesehatan Muatan Lokal: ………………………………………………… : ……………… ………………………………………………… : ……………… (………………………………………………….) ………. Mata Pelajaran Nilai Nilai Rata-Rata Kelas Pendidikan Agama Pendididkan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Seni Budaya dan Keterampilan Pendidikan Jasmani. / 20…… ………………………………………………………………………………………………………………. Jumlah Nilai Prestasi Hasil Belajar : ……………………………………. Kelas : ……………….. kepala sekolah.BENTUK LAPORAN PENILAIAN Sesuai dengan pembuatan laporan. 1.. 3. 3. BK dan lainnya. …………………. bentuknya dapat berbeda (dapat berupa buku atau lembaran). 6. – Sekolah kepada orang tua dalam bentuk buku rapor dan kepada masyarakat dan instansi terkait (akuntabilitas publik) Sosialisasi KTSP Nama Siswa : Nomor Induk : Nama Sekolah : Alamat Sekolah : No. 1. 4. 8. 2. 5. Sikap Kerajinan Kepribadian Nilai Izin Sakit Ketidakhadiran Hari Kebersihan dan Kerapian Tanpa Keterangan Sosialisasi KTSP 279 . ………………………. No. ………………………. Semester : 1 (satu) ………………………. Laporan penilaian dilakukan oleh: – Guru kepada wali kelas. 2. 7. Tahun Pelajaran : 20……. 9.

sakit 3 hari) Sosialisasi KTSP 280 . ………………… Guru Kelas (…………………………. 7. Dst) Kolom Ketidakhadiran : Diisi jumlah ketidakhadiran siswa berdasarkan izin.Catatan Tentang Pengembangan Diri Catatan Orang Tua/wali (…………………………. Jumlah nilai prestasi hasil belajar : diisi jumlah nilai seluruh mata pelajaran dengan angka dan huruf Contoh : 750 (Tujuh ratus lima puluh) Kolom nilai kepribadian : Diisi dengan huruf (Contoh : A.. sakit. Nilai angka b. Nomor Induk Nama sekolah Alamat Sekolah Kelas Semester Tahun Pelajaran Muatan Lokal Kolom Nilai mata Pelajaran a. 9.) Sosialisasi KTSP 2. 8. B. 3.. 5. 11. 4.. dan tanpa keterangan (Contoh : Izin 2 hari. 12. 6. atau C…. Nilai rata-rata kelas angka diisi dengan rentang angka 0 – 100 tanpa desimal (Contoh : 75) : diisi dengan rentang angka 0 – 100 tanpa desimal (Contoh : 75) : : : : : : : : : Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas 10.) ………….

Kolom Tamat/Belum Tamat Belajar Tanda tangan: a. Orangtua/Wali b. Guru kelas c. Kolom Catatan 1. dengan mempertim-bangan seluruh SK/KD yang belum tuntas pada semester 1 harus dituntaskan sebelum akhir semester 2 (dua). 18 Oktober 2006) Diisi nama jelas dan tanda tangan orangtua/Wali Diisi nama jelas dan tanda tangan guru kelas Diisi ke kelas berapa siswa naik atau tetap tinggal di kelas berapa dengan angka dan huruf Coret yang tidak Perlu 3. tanggal. : Cukup Jelas : Cukup Jelas : Cukup Jelas Sosialisasi KTSP KENAIKAN KELAS Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran Kenaikan kelas didasarkan pada penilaian hasil belajar pada semester 2 (dua). Kolom Tanggal Orangtua/Wali Guru Kelas a. Sosialisasi KTSP 281 . Kolom Catatan tentang Pengembangan Diri 2. Kolom Catatan : : Diisi aspek pengembangan diri yang dikembangkan oleh sekolah dan sejauh mana siswa yang bersangkutan telah mencapai program tersebut termasuk kelebihan dan kekurangannya. 4. Kolom naik ke kelas/ Tinggal di kelas b. Diisi catatan dari guru kelas/ wali kelas tentang halhal khusus yang belum tercantum dalam kolom penilaian yang lain dan perlu disampaikan kepada orangtua/wali dan siswa.E. Kepala sekolah : : : : : 5. bulan dan tahun pada saat pengisian Laporan Hasil Belajar Siswa SD (Contoh : Sukamaju. 5. 6. Diisi sesuai dengan tempat.

.) NIP ……………… Orangtua/Wali (……………………) Sosialisasi KTSP 282 . Sekolah harus memfasilitasi peserta didik yang pindah sekolah : Antara sekolah pelaksana KTSP Antara sekolah pelaksana kurikulum 2004 dengan sekolah pelaksana KTSP 2.….) NIP ……………… Orangtua/Wali (……………………) …………….PINDAH SEKOLAH 1.. Sosialisasi KTSP Contoh Format: Keterangan Pindah Sekolah Nama Siswa: ……………………. (……………………. Kepala Sekolah. .) NIP ……………… Orangtua/Wali (……………………) ……………. Diisi oleh sekolah yang lama KELUAR Tanggal Kelas dan Semester yang ditinggalkan Sebab-sebab keluar. antara lain mencakup hal-hal sebagai berikut : Menyesuaikan bentuk LHB dari sekolah asal sesuai dengan raport yang digunakan disekolah tujuan Melakukan tes atau program matrikulasi bagi peserta didik pindahan. (……………………. ……. Sekolah dapat menentukan persyaratan pindah/mutasi peserta didik sesuai prinsip manajemen berbasis sekolah... 3.. Pelaksanaan pindah sekolah lintas provinsi/ kabupaten/kota dikoordinasikan dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota. Kepala Sekolah.. Stempel Sekolah dan Tanda Tangan Orangtua/Wali …………….. dan atas permintaan (tertulis) dari : Tanda Tangan Kepala Sekolah.…. Kepala Sekolah. (……………………...

......... 1.. 2. ... 4................................. ............................................ ................ .......... ............... 3.. ....................... ………………....Contoh Format: Keterangan Pindah Sekolah Nama Siswa: ……………………..................... ............................. …… Kepala Sekolah....... .... ……………....................... .. Di Kelas Tahun Pelajaran _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ (……………………...................................................... Nomor Induk Nama Sekolah Masuk : a....lain 4 Catatan Khusus Lainnya Sosialisasi KTSP 283 .................................. ..................................................... 3....................... ……………….......... Bukti Sertifikat / Piagam / Trophy Yang diperoleh (Sebutkan) . 2..................... : ………............................... (……………………...... Nama Sekolah : ………….................................. Tanggal b.. 2 Ekstrakurikuler 3 Lain .................... …… Kepala Sekolah......... ......................) NIP.............) NIP.............................. ......... 1.....……......... 4...../...... ............................... 2.. 4... . ……………….................................... Di Kelas Tahun Pelajaran Masuk _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ ……………................... Nomor Induk Nama Sekolah Masuk : a............ (……………………........... ........ 3. Nomor Induk : ……………………. Di Kelas Tahun Pelajaran _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ …………….......................... ....... ................................ Tanggal b...... : ............. .........) NIP........ .. 1.................................................................................................. …… Kepala Sekolah........ No 1 Prestasi Yang Pernah Dicapai Kurikuler Kelas/Semester Tahun Pelajaran Program : .. Diisi oleh sekolah yang baru No......................................... Nomor Induk Nama Sekolah Masuk : a......................................................................................................... Tanggal b.............................................................. Sosialisasi KTSP Catatan Prestasi Yang Telah Dicapai Nama Peserta Didik : ……………………................................................

Selesai Sosialisasi KTSP 284 .

Departemen Pendidikan Nasional Materi 19 Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal Sosialisasi KTSP PENETAPAN KKM ANALISIS PENCAPAIAN KKM Sosialisasi KTSP 285 .

RAMBU-RAMBU KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran KKM ditetapkan oleh forum MGMP sekolah Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 – 100 Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100 Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah nilai ketuntasan belajar maksimal Nilai KKM harus dicantumkan dalam LHBS Sosialisasi KTSP MEKANISME/LANGKAH-LANGKAH : KKM INDIKATOR KKM KD KKM MP KKM SK Sosialisasi KTSP 286 .

KRITERIA PENETAPAN KKM • Kompleksitas (Kesulitan & Kerumitan) • Daya dukung • Intake siswa PENETAPAN KKM : menggunakan Format A Sosialisasi KTSP FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleksi tas Daya dukung Intake Nilai KKM 1.1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsurunsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Sosialisasi KTSP 287 .

Kompleksitas : 2. Dalam menentukan rentang nilai dan menentukan nilai dari setiap kriteria perlu kesepakatan dalam forum MGMP di Sekolah. Sosialisasi KTSP 288 .Tinggi = 81-100 . Intake : .Tinggi = 81-100 .Sedang = 65-80 .Tinggi = 50-64 .Sedang = 65-80 .Daya dukung : 3.Sedang = 2 .MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI A.Tinggi = 3 .Rendah = 1 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah.Rendah = 1 .Rendah = 3 .Rendah = 50-64 .Rendah = 81-100 . Kompleksitas : 2. Dengan memberikan point pada setiap kriteria yang ditetapkan : 1.Sedang = 2 .Sedang = 65-80 .Tinggi = 1 .Rendah = 50-64 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas sedang. Daya dukung : 3.89 9 Sosialisasi KTSP MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI B.Sedang = 2 .Tinggi = 3 . Dengan menggunakan rentang nilai pada setiap kriteria: 1. Intake : . daya dukung tinggi dan intake sedang nilainya adalah rata-rata setiap nilai dari kriteria yang kita tentukan. daya dukung tinggi dan intake siswa sedang nilainya adalah: (3 + 3 + 2) x 100 = 88.

Daya dukung : . Sosialisasi KTSP TINGKAT KOMPLEKSITAS (Kesulitan & Kerumitan) setiap IP/KD yang harus dicapai oleh siswa.Rendah Contoh : Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah.Rendah 2.Sedang . bila dalam pelaksanaannya menuntut : • SDM memahami Kompetensi yang harus dicapai Siswa kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pembelajaran. daya Dukung tinggi dan intake siswa sedang maka dapat dikatakan hanya satu komponen yang mempengaruhi untuk mencapai ketuntasan maksimal 100 yaitu intake sedang.Tinggi .Sedang . Kompleksitas : . Sosialisasi KTSP 289 .Tinggi .MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI C. Jadi guru dapat mengurangi nilai menjadi antara 90 – 80.Sedang .Rendah 3. • WAKTU cukup lama karena perlu pengulangan • PENALARAN dan KECERMATAN siswa yang tinggi. Dengan memberikan pertimbangan professional judgment pada setiap kriteria untuk menetapkan nilai : 1. Tingkat Kompleksitas Tinggi.Tinggi . Intake : .

kepedulian stakeholders sekolah. manajemen sekolah.KEMAMPUAN SUMBERDAYA PENDUKUNG: yaitu ketersediaan tenaga.9 tinggi 1 sedang 2 sedang 2 55. BOP. Sosialisasi KTSP FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator 1.1.8 Sosialisasi KTSP 290 . sarana dan prasarana pendidikan yang sangat dibutuhkan. Mendeskripsikan Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleksi tas Daya dukung Intake Nilai KKM hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Rendah 3 74 tinggi 3 sedang 2 88.6 Sedang 2 tinggi 3 sedang 2 77.

6 Tujuan Analisis : Mengetahui tingkat ketercapaian KKM yang telah ditetapkan.1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Sosialisasi KTSP 74. Manfaat Analisis : Sebagai dasar untuk menetapkan KKM pada tahun berikutnya.77 Sedang 75 tinggi 90 sedang 70 78.3 Sedang 78 tinggi 85 sedang 70 77.3 tinggi 55 sedang 80 sedang 70 68. Sosialisasi KTSP 291 .FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleks itas Daya dukung Intake Nilai KKM 1.

Selesai Sosialisasi KTSP 292 .