Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) SEKOLAH DASAR

PowerPoint

Departemen Pendidikan Nasional
Jakarta, Januari 2007

ii

KATA PENGANTAR

Marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, kita bangsa Indonesia telah rnemiliki Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang merupakan tuntutan pelaksanaan pembaharuan pendidikan yang diharapkan dapat mendukung segala upaya untuk memecahkan masalah pendidikan. Dalam proses pembelajaran, kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat penting, selain guru, sarana dan prasarana pendidikan lainnya. Oleh karena itu, kurikulum digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan pendidikan dan sekaligus sebagai salah satu indikator mutu pendidikan. Di Indonesia tercatat telah lima kali revisi kurikulum pendidikan dasar dan menengah, yaitu pada tahun 1968, tahun 1975, tahun 1984, tahun 1994 dan ujicoba kurikulum tahun 2004. Revisi kurikulum tersebut bertujuan untuk mewujudkan kurikulum yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat, guna mengantisipasi perkembangan jaman, serta untuk memberikan guideline atau acuan bagi penyelenggaraan pembelajaran di satuan pendidikan. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa, pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan, dan kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Selanjutnya dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, disebutkan bahwa standar yang terkait langsung dengan kurikulum adalah Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan, dan telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKI, tersebut di atas. Berdasarkan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta panduan yang disusun oleh BSNP, maka Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah diharapkan dapat mengembangkan Kurikilum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah/karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan peserta didik.

iii

Mengingat bahwa SI, SKL dan KTSP ini harus sudah dilaksanakan oleh semua satuan pendidikan dasar dan menengah pada tahun ajaran 2009/2010, maka kegiatan sosialisasi dan pelatihan SI , SKL dan pengembangan KTSP bagi para pendidik, tenaga kependidikan dan para pemangku kepentingan (stakeholders) pendidikan lainnya harus dilakukan kordinasi dan sinergi dengan semua fihak yang terkait, dan segera dilaksanakan secara terencana, terpadu dan berkelanjutan. Untuk itulah maka disusun bahan sosialisasi dan pelatihan SI, SKL dan Pengembangan KTSP yang telah disinkronkan bersama dengan Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, serta Sekretariat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional. Selanjutnya semua kegiatan sosialisasi dan pelatihan SI, SKL dan Pengembangan KTSP tersebut supaya menggunakan bahan yang telah disiapkan ini, sehingga dapat memperlancar dalam mengembangkan KTSP di masing-masing satuan pendidikan dengan baik. Oleh karena itu, semua lapisan masyarakat yang terkait dengan pendidikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, baik sebagai pengambil kebijakan, pelaksana, maupun masyarakat umum hendaknyamemiliki pemahaman yang baik terhadap perubahan kebijakan tentang kurikulum tersebut. Dengan kesetaraan pemahaman tersebut seluruh upaya peningkatan mutu pendidikan nasional akan mendapatkan dukungan dari segala penjuru dan hal ini akan menjamin keberhasilannya.

Jakarta, Januari 2007 Menteri Pendidikan Nasional

Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA

iv

Daftar Isi

Kata Pengantar.............................................................. iii Daftar Isi ..................................................................... v I.
1. 2. 3.

K ebijakan ....................................................................

Undang–Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional..................................................... 3 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan......................................... 15 Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005 - 2009...................................................... 35

1

II. tandar Isi (SI) dan Standar Kompetensi S L ulusan (SKL) ...................................................
4. 5. 6.

55 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI)............................................... 57 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Kelulusan (SKL).................. 69 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Kelulusan (SKL)......................................... 77

III. urikulum Tingkat Satuan Pendidikan K ( KTSP)........................................................................

83 7. Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi............... 85 8. Penyusunan KTSP...................................................... 93 9. Pengembangan Silabus.............................................. 119 10. Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)...................................................................... 137

IV. odel-Model Kurikulum.......................................... 143 M V.

11. Pengembangan Bahan Ajar......................................... 145

M odel-Model Kurikulum.......................................... 153 12. Pengembangan Model Mata Pelajaran Muatan Lokal....... 155 13. Panduan Model Pengembangan Diri untuk Satuan Pendidikan Dasar ..................................................... 165
14. Model Pembelajaran Tematik SD Kelas I-III ................. 181

VI. embelajaran Tematik............................................ 179 P

v

. Pembelajaran Aktif...... Pengembangan Bahan Ujian & Analisis Hasil Ujian.............................................. Efektif & Menyenangkan (PAKEM) di TK & SD............ 237 X......................VII.......... 275 vi ..............Penilaian Hasil Belajar............... Kreatif.... 207 16.............................................. Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal....... 199 VIII.......................... engembangan Bahan Ujian........ Penyusunan Laporan Hasil Belajar (LHB) Peserta Didik SD/MI...... 197 P 15................................... 209 IX.. 285 L aporan Hasil Belajar (LHB). 277 19...... Rancangan Penilaian Hasil Belajar............. embelajaran Efektif........... 235 P 17.... 18...........................................

Undang-Undang No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. KEBIJAKAN 1. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan nasional.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) I. 1 . Peraturan Pemerintah No. 2. 3. Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009.

2 .

Departemen Pendidikan Nasional Materi 1 UNDANG–UNDANG NO. 20 TH.2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Sosialisasi KTSP KTSP Sosialisasi DASAR & FUNGSI PENDIDIKAN NASIONAL Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa Sosialisasi KTSP 3 .

dan kemajemukan bangsa. Sosialisasi KTSP PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. serta berbagai kecakapan hidup Sosialisasi KTSP 4 . cakap.TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang: – beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. nilai kultural. – Pendidikan sistem terbuka: fleksibilitas pilihan dan waktu penyelesaian program lintas satuan dan jalur pendidikan – Pendidikan multimakna: proses pendidikan yang diselenggarakan dengan berorientasi pada pembudayaan. pembentukan watak dan kepribadian. kreatif. nilai keagamaan. – berakhlak mulia. berilmu. pemberdayaan. mandiri. dan – menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. sehat.

dan kemampuannya. menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan. pindah ke program pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain yang setara. menulis. dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. membangun kemauan. c. Sosialisasi KTSP HAK PESERTA DIDIK a. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. e. f. d. mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan.PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Sosialisasi KTSP 5 . yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama. mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama b. mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. minat.

– Diselenggarakan bagi anak sejak lahir sampai usia 6 tahun dan bukan prasyarat masuk pendidikan dasar Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal. Raudhatul Athfal (RA). b. kecuali bagi peserta didik yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. nonformal.KEWAJIBAN PESERTA DIDIK menjaga norma-norma pendidikan untuk menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan. Sosialisasi KTSP PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK). dan/atau informal. ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan. Sosialisasi KTSP 6 . atau bentuk lain yang sederajat. a.

atau bentuk lain yang sederajat. madrasah aliyah (MA). Sosialisasi KTSP 7 . atau bentuk lain yang sederajat. dan madrasah aliyah kejuruan (MAK).PENDIDIKAN DASAR Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah. sekolah menengah kejuruan (SMK). Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. Pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs). Sosialisasi KTSP PENDIDIKAN MENENGAH Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar. Pendidikan menengah berbentuk sekolah menengah atas (SMA).

pengelolaan. Sosialisasi KTSP STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi. bencana sosial. Dapat diselenggarakan secara inklusif atau berupa satuan pendidikan khusus Pendidikan layanan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang. masyarakat adat yang terpencil. Pengembangan standar nasional pendidikan serta pemantauan dan pelaporan pencapaiannya secara nasional dilaksanakan oleh suatu badan standardisasi. proses. dan pengendalian mutu pendidikan. dan pembiayaan. tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. sarana dan prasarana. emosional. dan tidak mampu dari segi ekonomi. kompetensi lulusan. dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. mental. penjaminan. Standar nasional pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum. dan/atau mengalami bencana alam. Sosialisasi KTSP 8 . sosial. sarana dan prasarana. pembiayaan. tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. pengelolaan.PENDIDIKAN KHUSUS DAN LAYANAN KHUSUS Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik.

Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.KURIKULUM: PENGERTIAN DASAR Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. potensi daerah. Sosialisasi KTSP KURIKULUM 1. isi. dan peserta didik. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. Pengembangan kurikulum secara berdiversifikasi dimaksudkan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan pada satuan pendidikan dengan kondisi dan kekhasan potensi yang ada di daerah Sosialisasi KTSP 9 . dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. 2.

peningkatan akhlak mulia. peningkatan iman dan takwa. i. g. f. e. agama. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. b. kecerdasan. keragaman potensi daerah dan lingkungan.KURIKULUM 3. dinamika perkembangan global. dan seni. dan minat peserta didik. c. Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: a. d. tuntutan dunia kerja. Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. teknologi. h. Sosialisasi KTSP 10 . peningkatan potensi. perkembangan ilmu pengetahuan. persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. dan j. Sosialisasi KTSP Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah.

ilmu pengetahuan alam. ilmu pengetahuan sosial. g. dan evaluasi program pendidikan melalui dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah. h. keterampilan/kejuruan. i. f. komunitas sekolah. pendidikan agama. pengawasan. b. pendidikan jasmani dan olahraga. d. seni dan budaya. matematika. c.MUATAN WAJIB KURIKULUM PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH a. j. pendidikan kewarganegaraan. dan muatan lokal. Sosialisasi KTSP 11 . Sosialisasi KTSP DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DAN MADRASAH PENGERTIAN DASAR Komite sekolah/madrasah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/wali peserta didik. Masyarakat berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan yang meliputi perencanaan. e. serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan. bahasa.

lembaga. dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan. dan jenis pendidikan. arahan dan dukungan tenaga.DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DAN MADRASAH Dewan pendidikan sebagai lembaga mandiri dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan pertimbangan. serta pengawasan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. Sosialisasi KTSP 12 . Evaluasi dilakukan terhadap peserta didik. dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. kemajuan. serta pengawasan pendidikan pada tingkat nasional. Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses. Sosialisasi KTSP EVALUASI Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. sarana dan prasarana. satuan. dan kabupaten/kota yang tidak mempunyai hubungan hirarkis. sarana dan prasarana. dan program pendidikan pada jalur formal dan nonformal untuk semua jenjang. sebagai lembaga mandiri. Komite sekolah/madrasah. provinsi. arahan dan dukungan tenaga.

jalur. menyeluruh. dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan. dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala. Masyarakat dan/atau organisasi profesi dapat membentuk lembaga yang mandiri untuk melakukan evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. satuan. jenjang. transparan.EVALUASI Evaluasi peserta didik. satuan pendidikan. Pemerintah dan pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola. dan jenis pendidikan. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 13 .

14 .

c. kompetensi bahan kajian. Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Lingkup Standar Nasional Pendidikan meliputi: Sosialisasi KTSP 15 . dan keterampilan. pengetahuan. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. b. kompetensi mata pelajaran.Departemen Pendidikan Nasional Materi 2 PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 Tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Sosialisasi KTSP KTSP Sosialisasi LINGKUP SNP 1. standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. a. serta pendidikan dalam jabatan. 2. d. standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental.

4. tempat bermain. standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan. akreditasi. standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar. tempat berolahraga. pelaksanaan. dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal. dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. terarah. standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. tempat berkreasi dan berekreasi. f. Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana. dan h. atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. perpustakaan. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. Untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan dilakukan evaluasi. prosedur. kabupaten/kota. Sosialisasi KTSP LINGKUP SNP Lanjutan 3. laboratorium.LINGKUP SNP Lanjutan e. Sosialisasi KTSP 16 . bengkel kerja. tempat beribadah. termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. g. yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. nasional. dan sertifikasi. dan global. serta sumber belajar lain. provinsi.

2. Satuan pendidikan nonformal dalam bentuk kursus dan lembaga pelatihan menggunakan kurikulum berbasis kompetensi yang memuat pendidikan kecakapan hidup dan keterampilan. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. kurikulum tingkat satuan pendidikan. Kurikulum untuk jenis pendidikan keagamaan formal terdiri atas kelompok mata pelajaran yang ditentukan berdasarkan tujuan pendidikan keagamaan. Standar isi memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum. Standar isi mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. beban belajar. dan kesehatan. 2. Sosialisasi KTSP 17 . dan kalender pendidikan/akademik.STANDAR ISI 1. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: a. d. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 1. Kurikulum untuk jenis pendidikan umum. olah raga. 3. e. kejuruan. b. kelompok mata pelajaran estetika. c. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. kelompok mata pelajaran jasmani.

serta kemampuan berkomunikasi. seni dan budaya. SMK/MAK. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SD/MI/SDLB/Paket A. kecakapan berhitung. bahasa. jasmani. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. SMA/MA/ SMALB/ Paket C. atau bentuk lain yang sederajat menekankan pentingnya kemampuan dan kegemaran membaca dan menulis. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. ilmu pengetahuan dan teknologi. Kurikulum dan silabus SD/MI/SDLB/Paket A. SMA/MA/SMALB/ Paket C. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 7. kepribadian. SMK/MAK. dan kesehatan. 6. olah raga. Setiap kelompok mata pelajaran dilaksanakan secara holistik sehingga pembelajaran masing-masing kelompok mata pelajaran mempengaruhi pemahaman dan/atau penghayatan peserta didik. 8. kewarganegaraan.KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 4. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia pada SD/MI/SDLB/Paket A. estetika. Semua kelompok mata pelajaran sama pentingnya dalam menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah. 5. Sosialisasi KTSP 18 . dan pendidikan jasmani. SMP/MTs/SMPLB/ Paket B. akhlak mulia. kewarganegaraan.

SMP/MTs/SMPLB/Paket B. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa.KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 9. keterampilan. serta muatan lokal yang relevan. SMA/MA/SMALB/Paket C. Sosialisasi KTSP 19 . Kelompok mata pelajaran estetika pada SD/MI/SDLB/Paket A. ilmu pengetahuan sosial. pendidikan kesehatan. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada : a. matematika. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. keterampilan/kejuruan. Kompetensi tersebut terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar. ilmu pengetahuan alam. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. dan kesehatan pada SD/MI/SDLB/ Paket A. ilmu pengetahuan alam. olah raga. matematika. SMA/MA/SMALB/ Paket C. SMA/MA/SMALB/Paket C. dan muatan lokal yang relevan. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan/atau semester sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. 11. dan muatan lokal yang relevan. dan muatan lokal yang relevan. ilmu pengetahuan alam. SMK/MAK. ilmu pengetahuan sosial. serta muatan lokal yang relevan. seni dan budaya. keterampilan/kejuruan. SMK/MAK. keterampilan. SD/MI/ SDLB/Paket A. 13. d. ilmu pengetahuan alam. ilmu pengetahuan sosial. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 10. teknologi informasi dan komunikasi. Kelompok mata pelajaran jasmani. olahraga. 12. b. keterampilan/kejuruan. dan/atau teknologi informasi dan komunikasi. teknologi informasi dan komunikasi. SMK/ MAK. matematika. c. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. serta muatan lokal yang relevan. matematika. kejuruan. ilmu pengetahuan sosial. ilmu pengetahuan alam. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani.

SMP/MTs/SMPLB. Beban belajar pada pendidikan kesetaraan disampaikan dalam bentuk tatap muka. praktek keterampilan. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori mandiri dinyatakan dalam satuan kredit semester. 6. 2. dan kegiatan mandiri yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan. 5. Sosialisasi KTSP 20 . penugasan terstruktur. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. atau bentuk lain yang sederajat dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester (SKS). Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB. dan kegiatan mandiri yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan. Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori standar dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester. praktek keterampilan. Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR 4. 3. SMA/MA/SMLB. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat menggunakan jam pembelajaran setiap minggu setiap semester dengan sistem tatap muka. sesuai kebutuhan dan ciri khas masingmasing. Beban belajar untuk SD/MI/SDLB. Beban belajar pada pendidikan kesetaraan disampaikan dalam bentuk tatap muka. Beban belajar untuk SMP/MTs/SMPLB. MI/MTs/MA atau bentuk lain yang sederajat dapat menambahkan beban belajar untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian sesuai dengan kebutuhan dan ciri khasnya.BEBAN BELAJAR 1.

SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup. pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. 9. dan kecakapan vokasional. Sosialisasi KTSP 21 . kecakapan sosial. kecakapan akademik.BEBAN BELAJAR 7. Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. olah raga. Pendidikan kecakapan hidup yang mencakup kecakapan pribadi. atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. 12. kelompok mata pelajaran pendidikan estetika. 8. Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR 11. Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat. dan kesehatan. Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat dan kurikulum untuk SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal. pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat.

pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. dan SMK/MAK pada jalur pendidikan formal kategori mandiri. Sosialisasi KTSP 22 . Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. dan SMK/MAK pada jalur pendidikan formal kategori standar. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/ SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB.BEBAN BELAJAR 13. b. dan kesehatan. Sosialisasi KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 1. atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah keagamaan berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. 14. pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/ SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. olah raga. pendidikan kelompok mata pelajaran estetika. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. 2. Panduan ini berisi sekurangkurangnya model-model kurikulum satuan pendidikan keagamaan jenjang pendidikan dasar dan menengah. Panduan ini berisi sekurang-kurangnya: a.

dan C ditetapkan oleh dinas kabupaten/kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan berdasarkan kerangka dasar kurikulum sesuai dengan peraturan pemerintah ini dan standar kompetensi lulusan. 6. MTs. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. SMA. potensi daerah/karakteristik daerah. Kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya untuk program paket A. atau bentuk lain yang sederajat dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. B. atau madrasah dan komite madrasah. dan peserta didik.KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 3. SMA/MA/SMALB. MA. SMP/MTs/SMPLB. SMK/MAK. dan MAK. Kurikulum tingkat satuan pendidikan SD/MI/SDLB. SMP. di bawah supervisi dinas kabupaten/ kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan untuk SD. sosial budaya masyarakat setempat. Sekolah dan komite sekolah. Sosialisasi KTSP 23 . dan SMK. 4. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan tersebut sekurang-kurangnya meliputi model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem paket dan model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem kredit semester. Sosialisasi KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 5.

pengetahuan. Sosialisasi KTSP STANDAR KOMPETENSI LULUSAN • Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. dan hari libur. 2. waktu pembelajaran efektif.KALENDER PENDIDIKAN 1. Kalender pendidikan/kalender akademik mencakup permulaan tahun ajaran. • Kompetensi lulusan mencakup sikap. Sosialisasi KTSP 24 . minggu efektif belajar. Hari libur dapat berbentuk jeda tengah semester selama-lamanya satu minggu dan jeda antar semester. dan keterampilan. • Standar kompetensi lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. • Kompetensi lulusan untuk mata pelajaran bahasa menekankan pada kemampuan membaca dan menulis yang sesuai dengan jenjang pendidikan.

serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. Sosialisasi KTSP STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN • Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: – penilaian hasil belajar oleh pendidik. Sosialisasi KTSP 25 . pengetahuan. • Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. pengetahuan. – penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan.STANDAR KOMPETENSI LULUSAN • Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan. kepribadian. dan – penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. kepribadian. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. pengetahuan. • Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. ahklak mulia. ahklak mulia. ahklak mulia. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. kepribadian.

Penilaian ini digunakan untuk: – menilai pencapaian kompetensi peserta didik. ulangan tengah semester. dan – memperbaiki proses pembelajaran. dan kesehatan dilakukan melalui: a. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik. dan ulangan kenaikan kelas. ulangan. 5. ujian. penugasan. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. Sosialisasi KTSP 26 . pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik. dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi diukur melalui ulangan.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 1. dan b. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui: a. 2. – bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. ulangan akhir semester. serta b. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani. ulangan. dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai 4. kemajuan. pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. olah raga. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 3. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik.

2. Penilaian akhir mempertimbangkan hasil penilaian peserta didik oleh pendidik Sosialisasi KTSP 27 . kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. dan kelompok mata pelajaran jasmani. d. kelompok mata pelajaran estetika. Penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. kelompok mata pelajaran jasmani. b. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. c. kelompok mata pelajaran estetika. 3. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. dan kesehatan. olahraga.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 6. dan e. Untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah BSNP menerbitkan panduan penilaian untuk: a. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH SATUAN PENDIDIKAN 1. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. olah raga. dan kesehatan merupakan penilaian akhir untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan.

pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. olah raga. dan kesehatan. Ujian nasional dilakukan secara obyektif.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH SATUAN PENDIDIKAN 4. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 1. 2. Ujian nasional diadakan sekurang-kurangnya satu kali dan sebanyak-banyaknya dua kali dalam satu tahun pelajaran. 5. peserta didik harus mendapatkan nilai yang sama atau lebih besar dari nilai batas ambang kompetensi yang dirumuskan oleh BSNP. dan akuntabel. Sosialisasi KTSP 28 . Untuk dapat mengikuti ujian sekolah/madrasah. 3. Penilaian ini bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional. Penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan melalui ujian sekolah/madrasah untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. berkeadilan. serta kelompok mata pelajaran jasmani. kelompok mata pelajaran estetika.

5. penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan. Peserta didik pendidikan informal dapat mengikuti ujian nasional setelah memenuhi syarat yang ditetapkan oleh BSNP. Hasil ujian nasional digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk: a. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 6. Setiap peserta didik jalur formal pendidikan dasar dan menengah dan pendidikan jalur nonformal kesetaraan berhak mengikuti ujian nasional dan berhak mengulanginya sepanjang belum dinyatakan lulus dari satuan pendidikan. Sosialisasi KTSP 29 . pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 4. 8. Setiap peserta didik wajib mengikuti satu kali ujian nasional tanpa dipungut biaya. 7. b. d. c. dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya. Peserta ujian nasional memperoleh surat keterangan hasil ujian nasional yang diterbitkan oleh satuan pendidikan penyelenggara Ujian Nasional. pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Matematika. Matematika. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia.UJIAN NASIONAL Mata pelajaran yang diujikan: 1. Bahasa Inggris. 2. Matematika. Pada program paket C. Matematika. atau bentuk lain yang sederajat. Sosialisasi KTSP UJIAN NASIONAL 5. 4. Matematika. Bahasa Inggris. dan mata pelajaran kejuruan yang menjadi ciri khas program pendidikan. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada jenjang SD/MI/SDLB. Matematika. Pada jenjang SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat. Pada SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat. atau bentuk lain yang sederajat. Pada program paket B. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sosialisasi KTSP 30 . Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Kewarganegaraan. 3. 6. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Bahasa Inggris. Bahasa Inggris. dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program pendidikan. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Kewarganegaraan. Pada jenjang SMP/MTs/SMPLB. 7. Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia. Pada program paket A. Bahasa Inggris. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Matematika. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program pendidikan. Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia.

sistematis. 2. olah raga. dan kelompok mata pelajaran jasmani. Setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan. dan kesehatan. Sosialisasi KTSP 31 .KELULUSAN Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: a. lulus Ujian Nasional. menyelesaikan seluruh program pembelajaran. lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. b. 3. Penjaminan mutu pendidikan dilakukan secara bertahap. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Penjaminan mutu pendidikan bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan. dan d. kelompok mata pelajaran estetika. Sosialisasi KTSP PENJAMINAN MUTU 1. dan terencana dalam suatu program penjaminan mutu yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. c.

Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud pada ayat (6). dan kepada Pemerintah dan Pemerintah Daerah. Pemerintah Kabupaten/Kota mensupervisi dan membantu satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya untuk meyelenggarakan atau mengatur penyelenggaraannya dalam melakukan penjaminan mutu. 10. Pemerintah Provinsi mensupervisi dan membantu satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya untuk meyelenggarakan atau mengatur penyelenggaraannya dalam melakukan penjaminan mutu. 6. BAN-S/M. Sosialisasi KTSP PENJAMINAN MUTU 7. Menteri menerbitkan pedoman program penjaminan mutu satuan pendidikan pada semua jenis. BAN-PNF. LPMP bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan Perguruan tinggi.PENJAMINAN MUTU 4. Menteri yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama mensupervisi dan membantu satuan pendidikan keagamaan melakukan penjaminan mutu. 9. Sosialisasi KTSP 32 . LPMP mensupervisi dan membantu satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dalam melakukan upaya penjaminan mutu pendidikan. dan BAN-PT memberikan rekomendasi penjaminan mutu pendidikan kepada program dan/atau satuan pendidikan yang diakreditasi. jenjang dan jalur pendidikan. 8. 5.

Penyelenggaraan satuan pendidikan yang tidak mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan ini dapat memperoleh pengakuan dari Pemerintah atas dasar rekomendasi dari BSNP. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 33 . Rekomendasi dari BSNP tersebut didasarkan pada penilaian khusus. 12.PENJAMINAN MUTU 11.

34 .

Peraturan Pemerintah No. yang diatur dengan UndangUndang (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. serta (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia … Amanat Pasal 31 UUD 1945 (1) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. 25 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (2004-2009) Pendidikan ditetapkan sebagai salah satu prioritas dalam agenda utama pembangunan nasional. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.Materi 3 RENCANA STRATEGIS DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN 2005 . 2 • • 35 .2009 1 PENDAHULUAN • • Amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) … melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Amanat Undang-Undang No. mencerdaskan kehidupan bangsa. yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

vokasi. Aset. 24. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan 27. Program Penelitian dan Pengembangan Iptek 3. Program Pengelolaan Sumberdaya Manusia Aparatur 7. 1. Peningkatan SPI berkoordinasi dengan BPKP dan BPK 29. Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Negara 5. Pelaksanaan Inpres No. 23. Kegiatan Pokok Pemerintah Perluasan akses PAUD Pendanaan biaya operasi wajar Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan wajar Rekrutmen pendidik dan tenaga kependidikan (program wajar) Perluasan akses pendidikan wajar pada jalur nonformal Perluasan akses SLB dan sekolah inklusif Pengembangan sekolah wajar layanan khusus bagi daerah terpencil/kepulauan yang berpenduduk jarang dan terpencar. Perluasan akses SMA/SMK dan SMA terpadu 21. Pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan 6. 2. Perluasan pendidikan kecakapan hidup 17. 3. Pendidikan Keterampilan Hidup 20. Intensifikasi tindakan-tindakan preventif oleh Itjen 37. Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan 2. Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraan dan Kepemerintahan 6. 2. Implementasi dan penyempurnaan SNP oleh BSNP 15. Peningkatan kapasitas dan kompetensi aparat dalam perencanaan dan pengangaran 30. Peningkatan peran serta masyarakat dalam perluasan akses SMA/SMK/SM Terpadu. 4. dan data lainnya) 8. Perbaikan sarana dan prasarana 28. Pendidikan Tinggi 5. Pengembangan sekolah berbasis keunggulan lokal di setiap Kab/Kota 22. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara 4 36 . Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengelola pendidikan 12. TPA Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun – SD. dan PT 14. Perluasan akses PT Mendorong jumlah jurusan di PT yang masuk dalam 100 besar Asia Akselerasi jumlah program studi kejuruan. RA. KB. Penyelesaian tindak lanjut temuan-temuan pemeriksaan Itjen. Penataan regulasi pengelolaan pendidikan 32. Manajemen Pelayanan Pendidikan Program-program lainnya 1.PROGRAM PENGUATAN KEBIJAKAN DEPDIKNAS DENGAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH BAPPENAS Program Bappenas 1. BPKP. 25.5 Tahun 2004 tentang percepatan pemberantasan KKN 36. dan profesi Peningkatan jumlah dan mutu publikasi ilmiah dan HAKI 4. dan BPK 39. Penjaminan mutu secara terprogram dengan mengacu kepada SNP 16. Pendidikan Menengah 10. BPKP. Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Kegiatan Pokok Pemerintah 13. MTs 8. Kepegawaian.utamaan Gender dan Anak 4. SMP. Pengembangan aplikasi SIM secara terintegrasi (Keuangan. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) – TK. Pemanfaatan ICT sebagai media pembelajaran jarak jauh 26. 3. Pengembangan guru sebagai profesi 18. MI. Pendidikan Non Formal 5. Perluasan dan peningkatan mutu akreditasi 19. Program Penguatan Kelembagaan Pengarus. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pemeriksaan aparat Itjen 35. Pembangunan sekolah bertaraf internasional di setiap propinsi dan/atau kabupaten/kota 11. Peningkatan kapasitas dan kompetensi managerial aparat 31. dan BPK 38. Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 3 PROGRAM PENGUATAN KEBIJAKAN DEPDIKNAS DENGAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH BAPPENAS Program Bappenas 7. Peningkatan pencitraan publik 34. Peningkatan ketaatan aparat pada peraturan perundang-undangan 33. SLB. Intensifikasi dan ekstensifikasi pemeriksaan oleh Itjen. Perluasan akses pendidikan keaksaraan bagi penduduk usia >15 tahun 9. 6. 7.

6 37 . Misi Pendidikan Nasional D. tercantum bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berhak mengarahkan. dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 B. dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.DASAR KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL A. AMANAT UNDANG-UNDANG NO 20/2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. Tata Nilai Departemen Pendidikan Nasional 5 A. Visi Pendidikan Nasional C. membantu. membimbing.

5. Meningkatkan iman. 3. menulis. dan akhlak mulia. Meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. 4. 3. tidak diskriminatif. 6. Meningkatkan pemerataan kesempatan belajar pada semua jalur. Meningkatkan kualitas jasmani. agama. membangun kemauan. emosi. Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.PASAL 4 UU 20/2003 Tentang SISDIKNAS: PRINSIP-PRINSIP DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN 1. Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. dan kelainan fisik. 2. kelompok etnis. TUJUAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA MENENGAH 1. dan demokratis tanpa membedakan tempat tinggal. jenis. nilai keagamaan. Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. 4. 7 2. jenis kelamin. 5. dan kemajemukan bangsa. mental serta intelektual. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. dan jenjang pendidikan bagi semua warga negara secara adil. takwa. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. 8 38 . status sosial-ekonomi. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. nilai kultural. Meningkatkan sensitifitas dan kemampuan ekspresi estetis. dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran.

Memperluas akses pendidikan non-formal bagi penduduk laki-laki maupun perempuan yang belum sekolah. 10. bermutu. buta aksara. tidak pernah sekolah. 7. ahli dan profesional. serta memiliki kecakapan hidup yang dapat membantu dirinya dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan. 9 9. Meningkatkan relevansi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan melalui peningkatan hasil penelitian. 10 39 . Meningkatkan daya saing bangsa dengan menghasilkan lulusan yang mandiri. terampil. pengembangan dan penciptaan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh perguruan tinggi serta penyebarluasan dan penerapannya pada masyarakat. kemampuan. bermutu. Menurunkan secara signifikan jumlah penduduk buta aksara. Menuntaskan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun secara efisien.6. Meningkatkan kualitas pendidikan dengan tersedianya standar pendidikan nasional dan Standar Pelayanan Minimal (SPM). serta meningkatkan kualifikasi minimun dan sertifikasi bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan lainnya. dan keterampilan. 8. 11. putus sekolah dalam dan antar jenjang serta penduduk lainnya yang ingin meningkatkan pengetahuan. dan relevan sebagai landasan yang kokoh bagi pengembangan kualitas manusia Indonesia. mampu belajar sepanjang hayat.

Sejalan dengan Visi Pendidikan Nasional tersebut. VISI PENDIDKAN NASIONAL Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. produktif. Mempercepat pemberantasan korupsi. dan demokratis dalam suatu tata kelola yang baik dan akuntabel. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas manajemen pelayanan pendidikan melalui peningkatan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah. Depdiknas berhasrat untuk pada tahun 2025 menghasilkan: INSAN INDONESIA CERDAS DAN KOMPETITIF (Insan Kamil / Insan Paripurna) 12 40 . dan nepotisme untuk mewujudkan Pemerintah yang bersih dan berwibawa. Menata sistem pengaturan dan pengelolaan pendidikan yang semakin efisien. 13. 11 B. serta efektivitas pelaksanaan otonomi dan desentralisasi pendidikan termasuk otonomi keilmuan. peran serta masyarakat dalam pembangunan pendidikan. kolusi. 14.12.

serta kompetensi untuk mengekspresikannya. bugar. 4. keterampilan. meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral. –menjunjung tinggi hak asasi manusia. Depdiknas untuk tahun 2005 – 2009 menetapkan Misi sebagai berikut: MEWUJUDKAN PENDIDIKAN YANG MAMPU MEMBANGUN INSAN INDONESIA CERDAS KOMPREHENSIF DAN KOMPETITIF. serta –berwawasan kebangsaan dengan kesadaran akan hak dan kewajiban warga negara. membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar. 14 41 . memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan RI. dan nilai berdasarkan standar nasional dan global. –menghargai kebhinekaan dalam bermasyarakat dan bernegara. •Beraktualisasi diri melalui interaksi sosial yang: –membina dan memupuk hubungan timbal balik. terampil. sikap. 3.Insan Cerdas Komprehensif dan Kompetitif Makna Insan Indonesia Cerdas Komprehensif Cerdas spiritual •Beraktualisasi diri melalui olah hati/kalbu untuk menumbuhkan dan memperkuat keimanan. –ceria dan percaya diri. meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. –demokratis. •Beraktualisasi diri melalui olah raga untuk mewujudkan insan yang sehat. Selaras dengan Misi Pendidikan Nasional tersebut. •Beraktualisasi diri melalui olah rasa untuk meningkatkan sensitivitas dan apresiasivitas akan kehalusan dan keindahan seni dan budaya. pengalaman. sigap. mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia. –empatik dan simpatik. •Aktualisasi insan adiraga. •Aktualisasi insan intelektual yang kritis. kreatif dan imajinatif. ketakwaan dan akhlak mulia termasuk budi pekerti luhur dan kepribadian unggul. •Berkepribadian unggul dan gandrung akan keunggulan •Bersemangat juang tinggi •Mandiri •Pantang menyerah •Pembangun dan pembina jejaring •Bersahabat dengan perubahan •Inovatif dan menjadi agen perubahan •Produktif •Sadar mutu •Berorientasi global •Pembelajar sepanjang hayat Makna Insan Indonesia Kompetitif Cerdas emosional & sosial Kompetitif Cerdas intelektual Cerdas kinestetis 13 C. berdaya-tahan. •Beraktualisasi diri melalui olah pikir untuk memperoleh kompetensi dan kemandirian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. 2. MISI PENDIDIKAN NASIONAL 1. dan 5. dan trengginas.

Amanah 2. dan citra publik pendidikan. Gandrung Mutu Tinggi (Service Excellence) 3. 16 42 . dan daya saing keluaran pendidikan. Antisipatif dan Inovatif 6. danInklusif 15 TIGA PILAR KEBIJAKAN PENDIDIKAN 1. Responsif dan Aspiratif 5. Belajar Sepanjang Hayat 1. Akuntabel 1. Memberdayakan (Em powering) 6. Peningkatan mutu. relevansi. 2. Memotivasi (Motivating) 4. Pemerataan dan perluasan akses pendidikan. TATA NILAI DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL INPUT VALUES Nilai-nilai yang diharapkan ditemukan dalam diri setiap pegawai Depdiknas PROCESS VALUES Nilai-nilai yang harus diperhatikan dalam bekerja di Depdiknas. Antusias dan Bermotivasi Tinggi 4. Bertanggung Jawab dan Mandiri 5. Demokratis. Dapat Dipercaya (Andal) 4. Produktif (Efektif dan Efisien) 2. Koordinatif dan Bersinergi dalam Kerangka KerjaTim 9. 3. Berkeadilan. Peduli dan Menghargai orang lain 8. Penguatan tata kelola. Disiplin 7. Membudayakan (Cultureforming) 7. Profesional 3. Visioner dan Berwawasan 2.D. Kreatif 6. Taat Azas 8. dalam rangka mencapai dan mempertahankan kondisi keunggulan OUTPUT VALUES Nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh mereka yang berkepentingan terhadap Depdiknas PENYELENGGARA DAN PENGELOLA PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN & MANAJEMEN YANG PRIMA BERORIENTASI KEPADA KEPENTINGAN PEMAKAI LAYANAN PENDIDIKAN 1. Menjadi Teladan 3. Mengilhami (Inspiring) 5. akuntabilitas.

24 % APK 54.48 % APM 93.5 Antar Provinsi APM Dalam Provinsi 39.38 % APK 14.5 69.26 % 17 Kontribusi Sumber Kesenjangan Akses Pendidikan Antar dan Intra Provinsi Sumber Kesenjangan SD/ MI SMP/ MTs SM/ MA Antar Provinsi APK Dalam Provinsi 30.5 29.2% Yang buta aksara 9.1 18 43 .9 60.5 70.8 29.2 35.8 64.2 70.55% Dalam rangka penuntasan Wajar Dikdas 9 tahun.2 27.2 th Yang berpendidikan SLTP 36. masalah perluasan akses lebih menonjol terjadi pada jenjang SMP/MTs Tingkat partisipasi pendidikan makin rendah pada jenjang pendidikan yang makin tinggi (2004) Kelompok usia 7-12 tahun Kelompok usia 13-15 tahun Kelompok usia SLTA Pendidikan Tinggi APS 96.04 % APM 65.8 72.8 % APS 83.AKSES PENDIDIKAN Rata-rata tingkat pendidikan masyarakat masih rendah (2004) Kelompok usia > 15 th Kelompok usia > 15 th Kelompok usia > 15 th Rata-rata lama sekolah 7.5 % APS 53.

Prasarana dan sarana belajar yang terbatas dan belum didayagunakan secara optimal. Pendanaan pendidikan yang belum memadai untuk menunjang mutu pembelajaran.00 96.50 96.50 P ersen tase 98. Ketersediaan pendidik dan tenaga kependidikan serta kesejahteraannya yang belum memadai baik secara kuantitas maupun kualitas.00 1995 1998 2002 Tahun 19 Laki-laki Perempuan+Laki2 2003 2004 MUTU PENDIDIKAN (2004) 1.50 97. 2. serta 4. Proses pembelajaran yang belum efisien dan efektif. 20 44 .Tingkat Keaksaraan Penduduk Usia 15-24 Tahun 1995-2004 Perempuan 99. 3.00 97.00 98.

03 69.39 72.92 30.31 0.KUALIFIKASI PENDIDIK TAHUN 2002/2003 Jenjang No Pendidikan 1 2 3 4 5 6 7 8 TK SLB SD SMP SM SMA SMK PT Jumlah Guru 137.33 0.79 D3 (%) 5.35 8.57 47.88 46.45 0.14 21.286 Ijazah Tertinggi < D1 (%) 90.37 23.75 64.46 21 RASIO PENDIDIKAN TAHUN 2002/2003 Sumber: PDIP – Balitbang.58 49.10 3.05 0.86 1.89 1.16 56.10 26.33 43.18 Sarjana (%) 3.069 8.33 1.33 0.234.54 D2 (%) 5.55 40.23 2.62 2.255 230.114 147.748 452. 2004 22 45 .54 S2/S3 (%) 0.304 1.30 42.559 236.927 466.06 1.17 25.33 11.

Balitbang Depdiknas (2003) 24 46 .588 2.581 23.234.857 41.12 2.0 56.237 9.919 % 23.631 43.0 37.961 % 100.62 12.0 Swasta 91.114 154.4 23. 2004 Kelayakan Negeri 1.105 167.430 75.26 5.6 29.1 32.4 3.675 311.3 4. Tidak Layak SMA 3 a.645 27.2 66.63 5.9 100.0 14.070 584.283 72. SD 1 a.914 55.710 609.260 98.217 96.6 46. Layak b.59 5.315 50.7 12.678 % 92.424 48.1 33.9 100.408 89.6 47.5 67.507 Sumber: Pusat Data dan Informasi Pendidikan. Layak b.00 Rusak Berat 201.748 299.00 865.811 122.3 23 KONDISI RUANG BELAJAR TAHUN 2003 No Bangunan/ Gedung Kondisi Bangunan Ruang Belajar Layak pakai Jumlah % 42. Layak b.1 17.217 466.599 1.7 29.3 Jumlah 1.412 97.832 107.1 35. Tidak Layak SMK 4 a.GURU DAN KEPALA SEKOLAH MENURUT KELAYAKAN MENGAJAR TAHUN 2002/2003 No. Tidak Layak Sumber: PDIP – Balitbang.379 35.395 558.3 45.3 53.559 83.4 33.283 % 7.0 64.480 78.720 108.643 230.29 92.864 % 34.290 1 2 3 4 SD SMP SMA SMK 364.12 82.684 147.34 92.7 49.051 40.258 187.7 43.03 3.531 202.967 20.0 15.440 155.0 19.4 38.3 20.803 87.311 67.0 50. Tidak Layak SMP 2 a.143.00 Rusak Ringan 299.542 155.385 58.416 4.598 4. Layak b.7 43.3 100.0 67.598 63.927 625.

26 ta 1 2 3 4 5 6 3. TAHUN 2004 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 Kl s Kl s Kl s Kl s Kl s Kl s R er a 25 7.82 ANGKA PUTUS SEKOLAH MENURUT JENJANG PENDIDIKAN DAN JENIS KELAMIN TAHUN 2004 6 5 4 3 2 1 0 SD SMP Laki2 SMA/SMK Rerata 26 PT Perempuan 47 .ANGKA MENGULANG KELAS SD MENURUT TINGKAT.96 1.93 0.68 4.07 2.92 4.

2.Nilai Ujian Nasional SMA Program IPA Tahun 2003/04 dan 2004/05 8 .0 0 3 . Desentralisasi bidang pendidikan.0 0 6 . Pentingnya pengawasan terhadap berbagai program dan kegiatan yang terkait dengan upaya pemerataan dan perluasan akses serta peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan. 28 48 .0 0 0 .0 0 7 .0 0 B In d B In g g 2 0 0 3 /0 4 Mat 2 0 0 4 /0 5 27 R a ta 2 TATA KELOLA DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL (2004) 1. Belum didukung oleh data dan informasi yang akurat pada berbagai tingkatan pemerintahan. 3.0 0 2 .0 0 5 .0 0 1 .0 0 4 .

29 1.6 Perluasan Akses Sekolah Luar Biasa dan Sekolah Inklusif 1.2 Penyediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Wajar 1. dan Citra Publik. KEBIJAKAN DALAM PEMERATAAN DAN PERLUASAN AKSES PENDIDIKAN 1.8 Perluasan akses Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) PEMERATAAN & PERLUASAN AKSES PENDIDIKAN 1. dan Daya Saing 3.9 Pendidikan Kecakapan Hidup 1.1 Pendanaan Biaya Operasional Wajar Dikdas 9 Tahun 1. SLB.12 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai Sarana Pembelajaran Jarak Jauh 1.10 Perluasan Akses SMA/SMK dan SM Terpadu 1.3 Rekruitmen Pendidik dan Tenaga Kependidikan 30 49 .7 Pengembangan Pendidikan Layanan Khusus bagi Anak Usia Wajar Dikdas di Daerah Bermasalah 1.5 Perluasan akses pendidikan keaksaraan bagi penduduk usia >15 tahun 1. SMK/SM Terpadu. dan PT 1.13 Peningkatan peran serta Masyarakat dalam Perluasan Akses SMA. Penguatan Tata Kelola. Peningkatan Mutu Pendidikan.KEBIJAKAN POKOK PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL 1.11 Perluasan Akses Perguruan Tinggi 1. Akuntabilitas. Relevansi.4 Perluasan akses pendidikan Wajar pada jalur nonformal 1. Pemerataan dan Perluasan Akses 2.

7 Peningkatan Citra Publik 3. Aset.6 Perbaikan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana 2.10 Mendorong Jumlah Jurusan di PT yang Masuk dalam 100 Besar Asia atau 500 BesarDunia 2.9 Pelaksanan Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan KKN 3. AKUNTABILITAS DAN CITRA PUBLIK 32 50 .12 Peningkatan Jumlah dan Mutu Publikasi Ilmiah dan HAKI 2. dan Kepemimpinan Mahasiswa 2.undangan 3.8 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Pengelola Pendidikan - PENGUATAN TATA KELOLA. RELEVANSI.13 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan 2. dan BPK 3. AKUNTABILITAS.9 Pembangunan Sekolah Bertaraf Internasional di Setiap Provinsi/ Kabupaten/Kota 2.6 Penataan Regulasi Pengelolaan Pendidikan dan Penegakkan Hukum di Bidang Pendidikan 3. Entrepreneurship.13 Pengembangan Aplikasi SIM secara Terintegrasi (Keuangan. BPKP.11 Akselerasi Jumlah Program studi Kejuruan.1 Implementasi dan Penyempurnaan SNP dan Penguatan Peran Badan Standar Nasional Pendidikan 2. dan BPK 3.11 Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pemeriksaan oleh Itjen. BPKP. vokasi.1 Peningkatan Sistem Pengendalian Internal Berkoordinasi dengan BPKP dan BPK Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Manajerial Aparat 3. KEBIJAKAN DALAM PENGUATAN TATA KELOLA.12 Penyelesaian Tindak Lanjut Temuan -temuan Pemeriksaan Itjen.2.b Survai Benchmarking Mutu Pendidikan Terhadap Standar Internasional 2.4a Pengembangan Guru sebagai Profesi 2.8 Pengembangan Sekolah Berbasis Keunggulan Lokal di Setiap Kabupaten/Kota 31 3.7b Peningkatan Kreativitas.7a PENINGKATAN MUTU. dan PENCITRAAN PUBLIK 3.2a Pengawasan dan Penjaminan Mutu secara Terprogram dengan Mengacu pada SNP 2.4 3. dan Profesi 2. RELEVANSI & DAYA SAING Perluasan Pendidikan Kecakapan Hidup 2.2.4b Pembinaan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Nonformal 2.5 Pengembangan Kompetensi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan 2. KEBIJAKAN DALAM PENINGKATAN MUTU.10 Intensifikasi Tindakan tindakan Preventif oleh Inspektorat Jenderal 3. dan Data Lainnya) 3.3 Perluasan dan Peningkatan Mutu Akreditasi oleh BAN -SM.2 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Aparat Inspektorat Jenderal 3. dan DAYA SAING 2.3 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Aparat Perencanaan dan Penganggaran 3. BAN -PNf dan BAN-PT 2. Kepegawaian.5 Penataan Ketaatan pada Peraturan Perundang .

Periode 2010 – 2015 Penguatan Pelayanan C. dan daya saing.Periode 2015 – 2020 Daya Saing Regional D. dan citra publik. relevansi. akuntabilitas.Periode 2005 – 2010 Peningkatan Kapasitas dan Modernisasi B. (2) Peningkatan mutu.RENCANA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA PANJANG A. 34 51 .Periode 2020 – 2025 Daya Saing Internasional 33 RENCANA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA MENENGAH 2005 – 2009 Program pembangunan Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009 diarahkan pada upaya mewujudkan kondisi yang diharapkan pada tahun 2009 yang difokuskan pada: (1) Pemerataan dan perluasan akses pendidikan. (3) Penguatan tata kelola.

8 12.335. serta mampu dan tidak mampu secara ekonomis.Usia .3 4.0 11.9 164.6 12.528. Beberapa penyebab: •Kesiapan fisik siswa yang cenderung minim (akibat kekurangan gizi) •40% tenaga pengajar memiliki keahlian yang tidak sesuai dengan bidang pengajarannya Ketidak layakan tenaga pengajar (kualitas dan kuantitas) ditingkat dasar hingga menengah •23. sosial.Penduduk ≥ 15 tahun yang buta aksara 15.7 12.4 24.APK SMP/MTs = 81.845.Program Pendidikan Menengah 4.3 6.556.6 152.800.1 12.256.22%.9 3.9 24.Program Pengelolaan Sumber Daya ManusiaAparatur 5.2 16.769.240.835.9 12.415. wilayah.8 221.1 25.3 25.9 4.Program Penelitian dan Pengembangan Pendidikan 9.Usia .Indeks Pembangunan Manusia 110 (2005) 2.2 11. menyenangkan dan mencerdaskan •Seimbang antara pengembangan kecerdasan rasional (berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi) dan kecerdasan emosional.3 11.6 11.Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan Program-program Lainnya 1.7 12.956.0 27.370.Usia .2 13.1 3.324.0 13.9 11.6 229.6 2005/06 2006/07 Ajaran 2007/08 2008/09 2009/10 16.5 36 52 .065.717.279.638.2 16.6 25.8 28.088.238. 82.2 12.4 25.Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun 3.766.697.Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 7.816.0 216.796.Program Pendidikan Nonformal 6.955.1 155.827.654.Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2.6 13.2% lulusan Perguruan Tinggi menjadi karyawan •Kebutuhan guru 218.073.0 12.828.Usia .1 12.4 juta atau 10.603.141.Usia .7 25.112.218.Usia .817 temuan/kasus penyimpangan sumber dana pembangunan (1997-2004) •Desentralisasi pendidikan •Kendali pemerintah yang belum berjalan optimal karena kurang ditunjang oleh sistem informasi manajemen yang terbangun dengan baik •SNP mulai dikembangkan •Laporan Keuangan dengan opini disclaimer dari BPK RENSTRA DEPDIKNAS Tahun 2005-2009 Das Sollen •Menurunkan angka buta aksara penduduk usia > 15 hingga 5% •APK SMP/MTs= 98%.Anak tidak bersekolah 3.1 219.PT/PTA/PTK Akses Pendidikan Mutu Pendidikan Tata Kelola Depdiknas 1.725.3 3.196.678.961.934.8 4.Total Jumlah .322.0 28.3 149.121.2 11.100.306.6% rusak ringan •Alokasi biaya pendidikan dari APBN < 9% •Rendahnya kemampuan wirausaha.Program Pendidikan Tinggi 5.440.SMA/SMK/MA & yang .Program Peningkaan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara SASARAN JUMLAH PESERTA DIDIK ( ribu orang ) Tahun KOMPONEN 2004/05 Penduduk 0 – 3 Tahun 4 – 6 Tahun 7 – 12 Tahun 13 – 15 Tahun 16 – 18 Tahun 19 – 24 Tahun 15 Tahun Jumlah Peserta Ke atas Penduduk Didik sederajat & yang sederajat sederajat 29.Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraandan Kepemerintahan 4.561.4 16.21%.SD / MI & yang .Program Penguatan Kelembagaan Pengarus-utamaan Gender dan Anak 2.3 16.308.476.671.0 25. APK PerguruanTinggi 14.961.859.144.202.318.631.3 224.033. spritual •70% dosen dengan berpendidikan S2/S3 •50% sarana sekolah memenuhi SNP •AnggaranpendidikandariAPBN = 20% •5 prodi PT masuk dalam100 besar PT di Asia atau 500 besar dunia •Manajemen perubahan secara internal yang menjamin terjadinya perubahan secara berkelanjutan •Sistem pembiayaan berbasis kinerja (ditingkat satuan pendidikan dan pemerintah daerah) •Manajemen berbasis sekolah (MBS) mulai SD sampai dengan SM •Disiplin kerja tinggi melalui internalisasi etos kerja •Satuan dan program pendidikan yang ada pada setiap tingkatan pemerintahan mencapai status kapasitas tertinggi dan memenuhi standar SNP •Penerapan TIK secara optimal pada manajemen 35 pendidikan yang transparan dan akuntabel •Laporan Keuangan dengan opini WTS dari BPK Jumlah .508.6 25.0 24.0 11.Program Penelitian dan Pengembangan Iptek 10.374.1 7.605.813.6 8.604.3 23.1 10.4 16.3 7.SMP / MTs .075.940.533.363. 5.076.Angka kesenjangan cenderung naik di tingkat pendidikan menengah dan perguruan tinggi 6.Terjadi kesenjangan akses pendidikan menurut kategori perkotaan & pedesaan.366.858.8 10.5 158.0 226. gender. 34.311. tingkat kemampuan intelektual dan kondisifisik •Memperluas daya tampung satuan pendidikan sesuai dengan prioritas nasional •PenggunaanTIK untukmenjangkau daerahterpencil/sulitdijangkau •Peningkatan mutu pendidikan yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) •Peningkatan taraf hidup masyarakat dan daya saing tenaga kerja Indonesia •Metoda pembelajaran formal dan nonformal yang efisien.Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas AparaturNegara 3.5% untuk usia13-15 3. Peringkat Internasional Indonesia (12 dari12) terkait dengan tingkat relevansi sistem pendidikan Indonesia dengan kebutuhan pembangunan.350.4 27.3 12.910.000 orang(2005) •8.6 6.2% untuk usia 7-12 dan 16.601. APK Perguruan Tinggi= 18% •Memberi kesempatan yang sama pada seluruh peserta didik dari berbagai golongan menurut kategori tingkat ekonomi.413.Program Manajemen Pelayanan Pendidikan 8.7 28.4 23.7 12.707.3% ruang belajar SD rusak berat.Program Pendidikan Nasional Das Sein 1.5 161.6 12.62% (2004) 4.Usia .845.7 9.

0% 30:70 1.75% 95.31 30% 50% 2005 6. • Perolehan medali emas pd Olimpiade Int.00 5.00 25.84 34% 60% 5% 4 2008 5.54 6.71 8.MUTU. RELEVANSI.5% 17 20 50 400 10% 34:66 1.32 9.81% 95.00 27.8% 20 50 155 1.Indikator Kunci dan Target Pilar Kebijakan -.48% 88.57% 8.48 3.80 8.52 30% 50% 1 2006 6.5% 10.21% 16.00% 60. DAN DAYA SAING -NO.94 2.20% 64.6% 19 30 85 700 20% 36:64 1.20% 68.00 5.22% 48.05 5.54 2.00 37.07 9.38% 17.47% 10% 5.66% 94.333 40% 40:60 2.26 5.90 7.19% 94. • Jumlah Paten yg diperoleh • Sekolah/Madrasah bertaraf Internasional • Sekolah/Madrasah berbasis keunggulan lokal • Kenaikan Publikasi Internasional • Rasio Jumlah Murid SMK : SMA • APK PT vokasi (D2/D3/D4/Politeknik) • Rasio Jumlah mahasiswa Profesi terhadap jumlah lulusan S1/D4 • Persentase peserta pendidikan life skill terhadap lulusan SMP/MTs atau SMA/SMK/MA yang tidak melanjutkan. termasuk UT Prosentase Buta Aksara > 15 th Disparitas APK PAUD antara kab dan kota Disparitas APK SD/MI/SDLB antara kab dan kota Disparitas APK SMP/MTs/SMPLB antara kab dan kota Disparitas APK SMA/MA/SMK/SMALB antara kab dan kota Disparitas gender APK di jenjang pendidikan Menengah Disparitas gender APK di jenjang pendidikan tinggi Disparitas gender persentase buta aksara KONDISI DAN TARGET 2004 2005 2006 45.00% 98.13 6.30 19.49 25.40 23.07% 50.00% 11.47% 53.76 4. atau akreditasi bertaraf OECD/Int. SASARAN Perluasan Akses Pendidikan • • • • • • 2 Pemerataan Akses Pendidikan • • • • • • • INDIKATOR KUNCI APK Pra Sekolah APM SD/Paket A/MI/SDLB APK SMP/Paket B/MTs/SMPLB APK SMA/SMK/Paket C/MA/SMALB APK PT/PTA.16 9.19% 18.7% 20 40 120 1.0% 15 10 100 7.00 7.94 2.00% 91.20% 15.00 31.20% 16. 500 besar Dunia.00 40% 70% 40% 10 3 13 5 5.25% 52.72 6.00 5.5% 65% 20% 5 2009 5.98 9. • Jumlah sertifikat Kompetensi yg diterbitkan KONDISI DAN TARGET 2004 5.30% 81.54 2.15 16.62 6.00 7.12% 94.50% 10% 6.00% 20% 15.04 2.59 48.89 9.50% 56.55% 16.86 2007 2008 2009 39.5% 32:68 1.14 33.04 2.49 25.40 5.0% 4 Peningkatan Relevansi Pendidikan 38 53 .09% 42.00% 10.22% 85.00 13.34% 94.33% 14. SASARAN Peningkatan Mutu dan Daya Saing Pendidikan INDIKATOR KUNCI • Rata-rata nilai UN SD/MI • Rata-rata nilai UN SMP/MTs • Rata-rata nilai UN SMA/SMK/MA • Guru yg memenuhi kualifikasi S1/DIV • Dosen yg memenuhi kualifikasi S2/S3 • Pendidik yang memiliki sertifikat pendidik • Jumlah Prodi masuk 100 besar Asia.13 6.Akses Pendidikan -NO 1.80% 17.90% 20% 12.13 6.000 30% 38:62 1.22% 12.00 29.20% 14.50 7.28 6.00 5.65 37 INDIKATOR KUNCI DAN TARGET IMPLEMENTASI PILAR KEBIJAKAN -.14 33.44% 15.68 32% 55% 3 2007 6.90% 94.00 7.33 5.70% 15% 8.62% 15.00% 7.

5% <0. dan Citra Publik Pendidikan • Opini BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Disclaimer • Persentase temuan BPK ttg penyimpangan di Pemerintah terhadap obyek yang diperiksa Persentase temuan Itjen ttg penyimpangan di Pemerintah terhadap obyek yang diperiksa Aplikasi SIM Sertifikat mutu layanan yg diraih Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama Sertifikat mutu layanan yg diraih LPMP/PPPG/BPPLSP 1~0.5% 1~0.5% 1~0. AKUNTABILITAS DAN CITRA PUBLIK -KONDISI DAN TARGET No SASARAN INDIKATOR KUNCI 2004 2005 Disclaimer 2006 Wajar Dgn Catatan 2007 Wajar Tanpa Sarat 2008 Wajar Tanpa Sarat 2009 Wajar Tanpa Sarat 5 Penguatan Tata Kelola.5% <0.5% <0.5% <0.5% <0.5% <0. Akuntabilitas.5% 1~0.TATA KELOLA.5% 1~0.5% • 1~0.INDIKATOR KUNCI DAN TARGET PILAR KEBIJAKAN -.5% • • - - 2 Aplikasi - 14 Aplikasi - - 80% unit utama memperoleh ISO 9001:2000 - • - 9 ISO 9001: 2000 25 ISO 9001: 2000 43 ISO 9001: 2000 47 ISO 9001: 2000 39 Selesai 40 54 .

24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 55 . Peraturan Mendiknas No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) 5. Peraturan Mendiknas No. Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 4. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 6.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) II. Peraturan Mendiknas No.

56 .

untuk Mencapai Kompetensi Lulusan Minimal Sosialisasi KTSP 57 .Materi 4 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang STANDAR ISI (SI) Sosialisasi KTSP Materi Minimal dan Tingkat Kompetensi Minimal.

atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama Sosialisasi KTSP 58 . 3.Memuat : 1. budi pekerti. 4. Agama dan Ahlak Mulia membentuk siswa menjadi manusia beriman dan takwa dan berahlak mulia Mencakup etika. Kerangka Dasar Kurikulum 5 Kelompok mapel : 1. Kerangka Dasar Kurikulum Struktur Kurikulum Beban Belajar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kalender Pendidikan Sosialisasi KTSP 1. 5. 2.

Estetika 5. Jasmani Olahraga Kesehatan Sosialisasi KTSP Prinsip Pengembangan Kurikulum 1. 5. 2. 6. Berpusat pada potensi. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Beragam dan terpadu Tanggap terhadap perkembangan iptek dan seni Relevan dengan kebutuhan kehidupan Menyeluruh dan berkesinambungan Belajar sepanjang hayat Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah Sosialisasi KTSP 59 . kreatif dan mandiri untuk meningkatkan sensitivitas.2. Kewarganegaraan dan Kepribadian 3. 7. Iptek penigkatan kesadaran dan wawasan siswa akan status. kerja sama dan hidup sehat 4. kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif. 3. kebutuhan. perkembangan. hak dan kewajibannya dalam kehidupannya untuk memperoleh kompetensi lanjut iptek serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis. 4. disiplin.

Diselenggarakan dalam keseimbangan. Mendayagunakan kondisi alam. dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan Sosialisasi KTSP 60 . 2. terbuka dan hangat. pengayaan dan percepatan.Prinsip Pelaksanaan Kurikulum 1. dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar 6. akrab. keterkaitan. sumber belajar dan teknologi yang memadai. Suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai. 4. sosial dan budaya serta kekayaan daerah 7. dinamis dan menyenangkan. 3. Siswa harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu. Menegakkan 5 pilar belajar. serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas. Sosialisasi KTSP 5. Menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia. Peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan.

Sosialisasi KTSP Struktur Kurikulum SD No. Seni Budaya dan Keterampilan 8. 4. Olahraga dan Kesehatan Kelas I Kelas II Kelas III Kelas IV. Pend. Ilmu Pengetahuan Alam 6. VI 3 2 5 5 4 3 4 4 2 2 *) 26 27 28 B C Muatan Lokal Pengembangan Diri Jumlah Sosialisasi KTSP 32 61 . Kedalaman muatan kurikulum dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai siswa dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum Merupakan pola dan susunan matapelajaran yang harus ditempuh oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran Kompetensi terdiri dari Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi dasar (KD) yang dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Muatan Lokal dan Pengembangan Diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum sekolah 2. Matematika 5.2. Struktur Kurikulum 1. Ilmu Pengetahuan Sosial 7. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Pendidikan Jasmani. 3. Bahasa Indonesia 4. Agama 2. V . Komponen A Mata Pelajaran 1.

dirancang guru untuk mencapai kompetensi .3.Tatap Muka (TM) . dirancang guru untuk mencapai kompetensi .Penugasan Terstruktur (PT) .Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh guru • KMTT : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk siswa. BEBAN BELAJAR Beban belajar diartikan sebagai waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sistem : .Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh siswa Sosialisasi KTSP 62 .Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT) Sosialisasi KTSP • TM : Kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik dengan pendidikan • PT : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk siswa.

sesuai dengan struktur yang berlaku pada satuan pendidikan dimaksud.Sekolah menyelenggarakan program pendidikan dengan SISTEM PAKET atau SKS Sosialisasi KTSP SISTEM PAKET Sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh mata pelajaran dan beban studi yang sudah ditetapkan untuk setiap tingkatan kelas. Sosialisasi KTSP 63 .

Sosialisasi KTSP Kategori Formal Standar Formal Mandiri Paket Dapat - SKS Dapat Wajib Sosialisasi KTSP 64 .SISTEM KREDIT SEMESTER Sistem Kredit Semester (SKS) adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya menentukan sendiri jumlah beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester.

• Struktur kurikulum yang telah • Struktur kurikulum untuk tersusun diselenggarakan dengan menggunakan sistem paket digunakan dengan SKS akan disusun tersendiri Sosialisasi KTSP Kegiatan Pengembangan Diri • Tidak termasuk beban belajar. dan bakat. karena substansinya dipilih sendiri oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan. 2 (dua) jam pelajaran. minat. • Dialokasikan waktu ekuivalen Sosialisasi KTSP 65 .

d. VI 35 32 34 .tatap muka (Menit jumlah jam pemb.24560 menit) 635-709 516-621 Jumlah jam per tahun (@ 60 menit) Satuan Pendidikan Kelas Sosialisasi KTSP 4.BEBAN BELAJAR Beban Belajar Kegiatan Tatap Muka untuk setiap Satuan Pendidikan (Sistem Paket) satu jam pemb. KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) • Kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan • Sekolah dan Kepala Sekolah mengembangkan KTSP dan silabus berdasarkan : Kerangka dasar kurikulum. dan Standar kompetensi di bawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan atau Provinsi.38 pembelajaran (30940 . Per Minggu Minggu efektif per tahun ajaran waktu pembelajaran per tahun 884 -1064 jam I s.38 35 26-28 34 . Sosialisasi KTSP 66 .37240 menit) 1088 -1216 jam pembelajaran (38080 .d. III SD IV s.

Sosialisasi KTSP Lanjutan Kalender Pendidikan NO 1 KEGIATAN Minggu efektif belajar ALOKASI WAKTU Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu Maksimum 2 minggu Maksimum 2 minggu Maksimum 3 minggu Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif pada setiap satuan pendidikan KETERANGAN 2 Jeda tengah semester Jeda antarsemester Libur akhir tahun pelajaran Satu minggu setiap semester 3 Antara semester I dan II 4 Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran Sosialisasi KTSP 67 .5. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran. KALENDER PENDIDIKAN Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. minggu efektif belajar. dan hari libur.

Maksimum Untuk satuan pendidikan sesuai dengan 1 minggu ciri kekhususan masing-masing. Hari libur 2–4 keagamaan minggu 6 Hari libur umum/ nasional Hari libur khusus Kegiatan khusus sekolah Maksimum Disesuaikan dengan Peraturan 2 minggu Pemerintah. 7 8 Sosialisasi KTSP Terima Kasih…… Sosialisasi KTSP 68 . Maksimum Digunakan untuk kegiatan yang 3 minggu diprogramkan secara khusus oleh sekolah\ tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif.NO KEGIATAN 5 ALOKASI WAKTU KETERANGAN Daerah khusus yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengaturnya sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif.

berpikir. Sosialisasi KTSP 69 . Standar Kompetensi adalah ukuran kom-petensi minimal yang harus dicapai peserta didik setelah mengikuti suatu proses pembelajaran pada satuan pendidikan tertentu. sikap. dan keterampilan yang dimiliki peserta didik. sikap. dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan. dan keterampilan. Standar Kompetensi Lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup pengetahuan.Materi 5 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL) Sosialisasi KTSP Pengertian Kompetensi adalah kemampuan bersikap.

Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. SKL Satuan Pendidikan a. pengetahuan. Sosialisasi KTSP Ruang Lingkup SKL 1. ahklak mulia. pengetahuan. ahklak mulia. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi d. pengetahuan. kepribadian. 3. Estetika e. Jasmani Olahraga dan Kesehatan SKL Mata Pelajaran 2. Sosialisasi KTSP 70 . kepribadian. Agama dan Akhlak Mulia b. kepribadian. Kewarganegaraan dan Budi Pekerti c. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.Fungsi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. ahklak mulia. SD/MI/SDLB/Paket A SKL Kelompok Mata Pelajaran a.

dengan bimbingan guru/pendidik. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya. 5. Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal. Menghargai keberagaman agama. 11. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya. Menunjukkan kemampuan berfikir logis. negara dan tanah air Indonesia. 2. 3. dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan. SKL SD 6. Menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis. dan kreatif. 10. suku. kritis. SKL SD 1. dan kreatif. Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa. Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. 8. 9.1. budaya. 4. Sosialisasi KTSP 71 . kritis. ras. Sosialisasi KTSP 1. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri. Menjalankan agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak. 7.

kepribadian. 13. dan memanfaatkan waktu luang. Menunjukkan keterampilan menyimak. SKL SD 12. Sosialisasi KTSP 72 . ilmu pengetahuan dan teknologi. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 1. estetika. Berkomunikasi secara jelas dan santun. sehat. olahraga. Menunjukkan kemampuan mengamati gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis.1. 16. jasmani. dan berhitung 15. Bekerja sama dalam kelompok. 14. 17. Kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak Mulia bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Tujuan tersebut dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama. dan kesehatan. menulis. kewarganegaraan. tolong menolong dan menjaga diri sendiri delam lingkungan keluarga dan teman sebaya. berbicara. membaca. aman. bugar. Sosialisasi KTSP 2. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih.

Pada satuan pendidikan SD. kewarganegaraan. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 3. ilmu pengetahuan sosial. tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa.2. kemampuan berpikir dan analisis peserta didik. matematika. keterampilan/kejuruan. dan pendidikan jasmani. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 2. ilmu pengetahuan alam. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama. dan muatan lokal yang relevan Sosialisasi KTSP 73 . bahasa. Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. akhlak mulia. seni dan budaya. Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bertujuan: mengembangkan logika. Sosialisasi KTSP 2.

Kelompok mata pelajaran Estetika bertujuan: membentuk karakter peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa seni dan pemahaman budaya. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 4. pendidikan kesehatan. Olah Raga. dan Kesehatan bertujuan: membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani. Sosialisasi KTSP 74 . olahraga. Kelompok mata pelajaran Jasmani.2. Sosialisasi KTSP 2. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. ilmu pengetahuan alam. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. keterampilan. dan muatan lokal yang relevan. seni dan budaya. dan menumbuhkan rasa sportivitas. dan muatan lokal yang relevan. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 5.

Selesai Sosialisasi KTSP 75 .

76 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 6 PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 24 TAHUN 2006 dan NOMOR 6 TAHUN 2007 Tentang PELAKSANAAN STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN Sosialisasi KTSP Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Satuan Pendidikan dan Komite Sekolah Mengembangkan dan Menetapkan KTSP sesuai kebutuhan Mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi dari Standar Isi Dapat mengadopsi atau mengadaptasi model KTSP BSNP Sosialisasi KTSP 77 .

Jadwal Pelaksanaan Kurikulum
Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat menerapkan Permen No. 22 dan 23 mulai tahun ajaran 2006/2007 Satuan pendidikan dasar dan menengah harus sudah mulai menerapkan Permen No. 22 dan 23 paling lambat tahun ajaran 2009/2010 Satuan pendidikan dasar dan menengah yang telah melaksanakan uji coba kurikulum 2004 secara menyeluruh dapat menerapkan secara menyeluruh Permen No. 22 dan 23 untuk semua tingkatan kelas mulai tahun ajaran 2006/2007 Satuan pendidikan dasar dan menengah yang belum melaksanakan uji coba kurikulum 2004 melaksanakan Permen No. 22 dan 23 secara bertahap seperti tabel dibawah ini.

Sosialisasi KTSP

Jadwal Pelaksanaan Kurikulum
Satuan Pendidikan SD
Waktu Pelaksanaan Kelas
I II III IV V VI Tahun I √ √ Tahun II √ √ √ √ Tahun III √ √ √ √ √ √

Sosialisasi KTSP

78

Jadwal Pelaksanaan Kurikulum
Gubernur dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permen No. 22 dan 23 untuk satuan pendidikan menengah dan satuan pendidikan khusus disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di provinsi masing-masing. Bupati/walikota dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permen No. 22 dan 23 untuk satuan pendidikan dasar disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di kabupaten/Kota.

Sosialisasi KTSP

Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
• Menggandakan Permendiknas No. 22 dan 23 tahun 2006 serta mendistribusikan secara nasional • Melakukan bimbingan teknis, supervisi dan evaluasi pelaksanaan kurikulum yang didasarkan pada Permendiknas No. 22 dan 23 tahun 2006. • Melakukan usaha secara nasional agar sarana dan prasarana satuan pendidikan dapat mendukung pelaksanaan Permendiknas No. 22 dan 23 tahun 2006.
Sosialisasi KTSP

79

Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 ke guru, kepala sekolah, pengawas, dan tenaga kependidikan lainnya yang relevan melalui LPMPdan/atau PPPG Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 dan panduan penyusunan KTSP yang disusun BSNP ke dinas pendidikan provinsi, kabupaten/kota, dan dewan pendidikan Membantu pemerintah provinsi dan Kabupaten/kota dalam penjaminan mutu melalui LPMP

Sosialisasi KTSP

Badan Penelitian dan Pengembangan
Mengembangkan model-model kurikulum sebagai masukan bagi BSNP Mengembangkan dan mengujicobakan model-model kurikulum inovatif Mengembangkan dan mengujicobakan model kurikulum untuk pendidikan layanan khusus Bekerja sama dengan PT dan/atau LPMP melakukan pendampingan satuan pendidikan dalam pengembangan kurikulum satuan pendidikan Memonitor secara nasional penerapan Permen No. 22 dan 23 , mengevaluasinya, dan mengusulkan rekomendasi kebijakan kepada BSNP dan/atau menteri Mengembangkan pangkalan data yang rinci tentang pelaksanaan SI dan SKL
Sosialisasi KTSP

80

Ditjen Pendidikan Tinggi

Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 di LPTK Memfasilitasi pengembangan kurikulum dan tenaga dosen LPTK

Sosialisasi KTSP

Sekretariat Jenderal

Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 kepada pemangku kepentingan umum

Sosialisasi KTSP

81

Selesai

Sosialisasi KTSP

82

Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 8.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) III. 10. urikulum K Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 7. Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi. 83 . Pengembangan Silabus. 9. Penyusunan KTSP.

84 .

Materi 7 KONSEP DASAR KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Sosialisasi KTSP ASPEK YANG BERBEDA KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR PENILAIAN PENGELOLAAN KURIKULUM BERBASIS SEKOLAH Sosialisasi KTSP 85 .

mengacu pada patokan. ketuntasan belajar. dilakukan melalui berbagai cara. al … Sosialisasi KTSP 86 . bersifat internal. bagian dari pembelajaran.Kegiatan Belajar Mengajar Berpusat pada peserta didik Mengembangkan kreativitas Menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang Kontekstual Menyediakan pengalaman belajar yang beragam Belajar melalui berbuat Sosialisasi KTSP Penilaian Kelas Dilakukan oleh Guru untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi yang ditetapkan. dan sebagai bahan untuk peningkatan mutu hasil belajar Berorientasi pada kompetensi.

Projects (Penugasan). Products (Hasil karya). Performances (Unjuk kerja).l.Dilakukan a. melalui: Portfolios (kumpulan kerja siswa). dan Paper & Pen (tes tulis) Sosialisasi KTSP Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah Mengacu pada Visi dan Misi Sekolah Pengembangan perangkat kurikulum (a.l. silabus) Pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lainnya untuk meningkatkan mutu hasil belajar Pemantauan dan … Sosialisasi KTSP 87 .

Pemantauan dan Penilaian untuk meningkatkan efisiensi. Komite Sekolah. POTENSI DAERAH/ KARAKTERISTIK DAERAH. dengan: Sekolah lain. SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT SETEMPAT. dengan: • Dewan. & PESERTA DIDIK Sosialisasi KTSP 88 . kinerja dan kualitas pelayanan terhadap peserta didik Berkolaborasi secara horizontal. Organisasi Profesi Berkolaborasi secara vertikal. DISESUAIKAN DENGAN: SATUAN PENDIDIKAN. dan • Dinas Pendidikan Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN DAN PELAKSANAAN KURIKULUM.

PENGEMBANGAN DIRI TERDIRI DARI: KEGIATAN BIMBINGAN KONSELING DAN EKSTRA KURIKULER Sosialisasi KTSP BENTUK PELAKSANAAN KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI: • • • • KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN TERPROGRAM RUTIN SPONTAN KETELADANAN Sosialisasi KTSP 89 .

baik di kelas maupun di sekolah. tanpa dibatasi oleh ruang. KEGIATAN RUTIN Adalah kegiatan yang dilakukan secara reguler. • • • • Membiasakan memberi salam Membiasakan membuang sampah pada tempatnya Membiasakan antri Membiasakan mengatasi silang pendapat (pertengkaran) dengan benar Dll Sosialisasi KTSP 90 . Bertujuan untuk memberikan pendidikan pada saat itu juga.A. KEGIATAN SPONTAN Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja. Bertujuan untuk membiasakan anak mengerjakan sesuatu dengan baik. Upacara Senam Sholat berjamaah Pemeriksaan kesehatan Pergi ke perpustakaan Dll Sosialisasi KTSP B. terutama dalam disiplin dan sopan santun dan kebiasaan baik yang lain. dimana saja.

HAM/hak anak. KEGIATAN KETELADANAN Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja yang lebih mengutamakan pemberian contoh dari guru dan pengelola pendidikan yang lain kepada muridnya. Bertujuan memberikan wawasan tambahan pada anak tentang unsur-unsur baru dalam kehidupan bermasyarakat yang penting untuk perkembangan anak. tempat/orang yang terkena musibah.dll. Proyek: lomba.C. D. • • • Sosialisasi KTSP Seminar/workshop: aids. bazaar dll. Sosialisasi KTSP 91 . Memberi contoh berpakaian rapi Memberi contoh memuji hasil kerja yang baik Memberi contoh datang tepat waktu Memberi contoh hidup sederhana Memberi contoh tidak merokok Dll. tempat-tempat penting dll. Kunjungan: panti asuhan. Bertujuan memberikan contoh tentang kebiasaan yang baik. hemat energi. pentas. KEGIATAN TERPROGRAM Adalah kegiatan yang diprogramkan dan direncanakan baik pada tingkat kelas maupun sekolah.

selesai Sosialisasi KTSP 92 .

22/2006 tentang Standar Isi Permendiknas No. 24/2006 dan No. 6/2007 tentang pelaksanaan Permendiknas No. 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Permendiknas No.20 Tahun 2003 tentang Sistem • • • • Pendidikan Nasional PP No. 22 dan 23/2006 2 Sosialisasi KTSP 93 .Materi 8 PENYUSUNAN KTSP Sosialisasi KTSP 1 LANDASAN • UU No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas No.

dan minat sesuai • • • • dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Tuntutan dunia kerja Perkembangan ilmu pengetahuan. teknologi. Sosialisasi KTSP 3 2. PENGERTIAN Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Acuan Operasional Penyusunan KTSP • Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia • Peningkatan potensi.1. kecerdasan. dan seni Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 4 94 .

Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia.PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL • • • • • • Agama Dinamika perkembangan global Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kesetaraan Jender Karakteristik satuan pendidikan Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 5 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.1. Sosialisasi KTSP 6 95 . Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh.

spritual. Sosialisasi KTSP 8 96 . dan keragaman karakteristik lingkungan. kebutuhan.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.3 Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Daerah memiliki keragaman potensi. emosional. Sosialisasi KTSP 7 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. minat. kecerdasan. tantangan. oleh karena itu kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan daerah. kecerdasan intelektual. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Kurikulum disusun agar memungkinkan pengembangan keragaman potensi.2 Peningkatan potensi. dan kinestetik peserta didik secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya.

4 Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Pengembangan kurikulum harus memperhatikan keseimbangan tuntutan pembangunan daerah dan nasional.5 Tuntutan dunia kerja Kurikulum harus memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dan kebutuhan dunia kerja. khususnya bagi mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Sosialisasi KTSP 9 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. Sosialisasi KTSP 10 97 .PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.

6 Perkembangan ilmu pengetahuan.7 Agama Kurikulum harus dikembangkan untuk meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama. dan memperhatikan norma agama yang berlaku di lingkungan sekolah Sosialisasi KTSP 12 98 . dan seni Kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan. teknologi. teknologi. dan seni. Sosialisasi KTSP 11 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.

9 Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kurikulum harus mendorong wawasan dan sikap kebangsaan dan persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sosialisasi KTSP 14 99 .PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. Sosialisasi KTSP 13 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.8 Dinamika perkembangan global Kurikulum harus dikembangkan agar peserta didik mampu bersaing secara global dan dapat hidup berdampingan dengan bangsa lain.

10 Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya.11 Kesetaraan Jender Kurikulum harus diarahkan kepada pendidikan yang berkeadilan dan mendorong tumbuh kembangnya kesetaraan jender.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. Sosialisasi KTSP 16 100 . Sosialisasi KTSP 15 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.

Kenaikan Kelas dan kelulusan. misi. Muatan lokal. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global). Beban Belajar.12 Karakteristik Satuan Pendidikan Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi. Komponen KTSP • Tujuan Pendidikan Sekolah • Struktur dan Muatan Kurikulum (mata pelajaran. Pendidikan Kecakapan Hidup. Penjurusan. dan ciri khas satuan pendidikan. • Kalender Pendidikan • Silabus dan RPP Sosialisasi KTSP 18 101 . Pengembangan Diri. tujuan. Ketuntasan Belajar. kondisi.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. Sosialisasi KTSP 17 3.

Struktur dan Muatan Kurikulum BAB IV. Tujuan Pendidikan BAB III. Kalender Pendidikan Sosialisasi KTSP 20 102 .ISI / MUATAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) Sosialisasi KTSP 19 KTSP DOKUMEN 1 BAB I . Pendahuluan BAB II .

B.KTSP DOKUMEN II A. Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan pusat. Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan Sekolah (Mulok. Mapel Tambahan) Sosialisasi KTSP 21 KTSP (Dokumen 1) Sosialisasi KTSP 22 103 .

Tujuan pendidikan (Disesuaikan dengan jenjang satuan pendidikan) 2. TUJUAN 1. Tujuan Sekolah Sosialisasi KTSP 24 104 .Bab I. Visi Sekolah 3. PENDAHULUAN Latar Belakang (dasar pemikiran penyusunan KTSP) Tujuan Pengembangan KTSP Prinsip Pengembangan KTSP SESUAI KARAKTERISTIK SEKOLAH 23 Sosialisasi KTSP Bab II. Misi Sekolah 4.

Mata pelajaran 2. Kenaikan Kelas. dan sikap setelah mereka menamatkan sekolah. Pengaturan beban belajar 5. keterampilan. Ketuntasan Belajar 6. Sosialisasi KTSP 25 BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KTSP Meliputi Sub Komponen: 1. Muatan lokal 3. Pendidikan kecakapan Hidup 9. Penjurusan 8. • TAHAP 2 : SUASANA PEMBELAJARAN suasana pembelajaran seperti apa yg dikehendaki untuk mencapai hasil belajar itu. dan kelulusan 7. • TAHAP 3 : SUASANA SEKOLAH suasana sekolah – sebagai lembaga/organisasi pembelajaran – seperti apa yg diinginkan untuk mewujudkan hasil belajar bagi siswa. Kegiatan Pengembangan diri 4. MISI. Pendidikan berbasis Keunggulan Lokal dan Global Cat : Untuk PLB/PK ditambah dengan Program Khusus Sosialisasi KTSP 26 105 . TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN • TAHAP 1 : HASIL BELAJAR SISWA apa yg hrs dicapai siswa berkaitan dengan pengetahuan.BAGAIMANA MENYUSUN VISI.

Sosialisasi KTSP 28 106 . Mata Pelajaran Berisi “Struktur Kurikulum Tingkat Sekolah” yang disusun berdasarkan kebutuhan siswa dan sekolah terkait dengan upaya pencapaian SKL. Strategi Pemilihan dan pelaksanaan Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. termasuk keunggulan daerah.1.Dalam pengembangannya mempertimbangkan hal-hal sbb: Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan ciri khas dan potensi daerah. Sosialisasi KTSP 27 2. • Memanfaatkan 4 jam tambahan untuk menambah jam pembelajaran pada mata pelajaran tertentu atau menambah mata pelajaran baru. • Tidak boleh mengurangi mata pelajaran yang tercantum dalam standar isi. • Mencantumkan jenis mata pelajaran muatan lokal dalam struktur kurikulum. Pengembangan Struktur Kurikulum dilakukan dengan cara antara lain: • mengatur alokasi waktu pembelajaran “tatap muka” seluruh mata pelajaran wajib dan pilihan Ketrampilan/ Bahasa asing lain). Muatan Lokal Berisi tentang: Jenis.

Substansi yang akan dikembangkan. Merupakan mata pelajaran wajib yang tercantum dalam Struktur kurikulum. materi nya tidak sesuai menjadi bagian dari mapel lain. sesuai dengan minat dan program Mulok yang diselenggarakan sekolah. Sosialisasi KTSP 30 107 . mengacu pada: minat dan atau karakteristik program studi yang diselenggarakan di sekolah Siswa boleh mengikuti lebih dari satu jenis mulok pada setiap tahun pelajaran. Setiap sekolah dapat melaksanakan mulok lebih dari satu jenis dalam setiap semester. atau terlalu luas substansinya sehingga harus dikembangkan menjadi Mapel tersendiri. Sosialisasi KTSP 29 Bentuk penilaiannya kuantitatif (angka).Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan.

Kerupuk. akuntansi komputer. Contoh: Bidang Budidaya: Tanaman Hias. Ikan Asin. KD dan Silabus untuk Mata pelajaran Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. Sayur. Bidang TIK dan lain-lain: Web Desain. dll. Kewirausahaan dll. Pembelajarannya dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran atau tenaga ahli dari luar sekolah yang relevan dengan substansi mulok.Substansinya dapat berupa program keterampilan produk dan jasa. Bidang Pengolahan: Pembuatan Abon. Berkomunkasi sebagai Guide. Sosialisasi KTSP 32 108 . Baso dll. Tanaman Obat. Sosialisasi KTSP 31 Sekolah harus menyusun SK. pembibitan ikan hias dan konsumsi.

3. Kegiatan Pengembangan Diri
Bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, bakat, minat peserta didik, dan kondisi sekolah. Dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan: - Bimbingan konseling, (kehidupan pribadi, sosial, kesulitan belajar, karir ), dan atau - Ekstra kurikuler, Pengembangan kreativitas, kepribadian siswa, seperti: Kepramukaan, Kepemimpinan, Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) .

Sosialisasi KTSP

33

Bukan Mata Pelajaran dan tidak perlu dibuatkan SK, KD dan silabus. Dilaksanakan secara terprogram, rutin, spontan dan keteladanan. Penilaian dilakukan secara kualitatif (deskripsi), yang difokuskan pada “Perubahan sikap dan perkembangan perilaku peserta didik setelah mengikuti kegiatan pengembangan diri”.

Sosialisasi KTSP

34

109

Contoh Penilaian Pengembangan Diri:
• Keg. KIR, mencakup penilaian: sikap
kompetitif, kerjasama, percaya diri dan mampu memecahkan masalah, dll. Sikap Sportif, Kompetetitif, Kerjasama, disiplin dan ketaatan mengikuti SPO, dll.

• Keg. Keolahragaan, mencakup penilaian:

Sosialisasi KTSP

35

• Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau
dibimbing oleh guru kelas atau mata pelajaran, konselor atau Guru BK atau tenaga kependidikan lain. jam pembelajaran per minggu , diserahkan kepada masing- masing pembimbing dan sekolah.

• Penjabaran alokasi waktu ekuivalen dengan 2

• Perlu dibuat program kerja yang sistematis dan

komprehensif sebagai bagian dari program kerja sekolah dan atau program kerja OSIS.

Sosialisasi KTSP

36

110

4. Pengaturan Beban Belajar

• Berisi tentang jumlah beban belajar per Mata

Pelajaran, per minggu per semester dan per Tahun Pelajaran yang dilaksanakan di sekolah, sesuai dengan alokasi waktu yang tercantum dalam Struktur Kurikulum.

• Sekolah dapat mengatur alokasi waktu untuk

setiap Mata Pelajaran pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun pelajaran sesuai dengan Kebutuhan, tetapi jumlah Beban belajar per tahun secara keseluruhan tetap.
37

Sosialisasi KTSP

• Alokasi waktu kegiatan praktik diperhitungkan sbb:
2 Jam Pelajaran (JPL) praktik di sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka, dan 4 JPL praktik di luar sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka (bagi Sekolah Menengah Kejuruan). minggu

• Sekolah dapat menambah maksimal 4 JPL per

• Alokasi waktu penugasan terstruktur dan kegiatan • Pemanfaatan alokasi waktu tersebut

mandiri tidak terstruktur, sebanyak 0-50% untuk SMP/MTs/SMPLB waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi.
38

Sosialisasi KTSP

111

5. Ketuntasan Belajar
• Berisi tentang kriteria ketuntasan minimal (KKM) per mata pelajaran yang ditetapkan oleh sekolah dengan memper-timbangkan hal-hal sbb:
– Ketuntasan belajar ideal untuk setiap indikator adalah 0 – 100 %, dgn batas kriteria ideal minimum 75 %. – Sekolah harus menetapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) per MP dengan mempertimbangkan: kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas dan SDM. – Sekolah dapat menetapkan KKM di bawah batas kriteria ideal, tetapi secara bertahap harus dapat mencapai kriteria ketuntasan ideal.
39

Sosialisasi KTSP

6. Kenaikan Kelas dan Kelulusan
• Berisi tentang kriteria dan mekanisme kenaikan
kelas dan kelulusan, serta strategi penanganan siswa yang tidak naik atau tidak lulus yang diberlakukan oleh sekolah. Program disusun mengacu pada hal-hal sebagai berikut:

– Panduan kenaikan kelas yang akan disusun oleh Dit. Pembinaan terkait – Sedangkan ketentuan kelulusan akan diatur secara khusus dalam peraturan tersendiri.

Sosialisasi KTSP

40

112

7. Pendidikan Kecakapan Hidup
• Bukan mata pelajaran tetapi substansinya merupakan
bagian integral dari semua mata pelajaran.

• Tidak masuk dalam struktur kurikulum secara khusus. • Dapat disajikan secara terintegrasi dan atau berupa
paket/modul yang direncanakan secara khusus.

• Substansi kecakapan hidup meliputi:
- Kecakapan personal, sosial, akademik dan atau vokasional. – Untuk kecakapan vokasional, dapat diperoleh dari satuan pendidikan ybs, antara lain melalui mata pelajaran Keterampilan.
Sosialisasi KTSP

41

• Bila SK dan KD pada mata pelajaran

keterampilan tidak sesuai dengan kebutuhan siswa dan sekolah, maka sekolah dapat mengembangkan SK, KD dan silabus keterampilan lain sesuai dengan kebutuhan sekolah. dimaksud dilaksanakan secara komprehensif melalui Intra kurikuler. ajar dan penyelenggaraan pembelajaran keterampilan vokasional dapat dilakukan melalui kerjasama dengan satuan pendidikan formal/non formal lain.

• Pembelajaran mata pelajaran keterampilan

• Pengembangan SK,KD, silabus, RPP dan bahan

Sosialisasi KTSP

42

113

Dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan atau satuan pendidikan nonformal. Substansinya mencakup aspek: Ekonomi. yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik. Bahasa. IV Kalender Pendidikan Berisi tentang kalender pendidikan yang digunakan oleh sekolah. TIK. kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Budaya. Ekologi. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global Program pendidikan yang dikembangkan dengan memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global. atau menjadi mapel Mulok. disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah. yang disusun berdasarkan kalender pendidikan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan setempat. Sosialisasi KTSP 44 114 . dengan memperhatikan aturan kalender pendidikan sebagaimana tercantum dalam Standar Isi. dan lain-lain. Sosialisasi KTSP 43 BAB. Dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran yang terintegrasi.8.

KTSP DOKUMEN II Sosialisasi KTSP 45 SD A. SILABUS MATA PELAJARAN (Kelas IV. SILABUS PEMBELAJARAN TEMATIK (Kelas I. V dan VI) C. SILABUS MUATAN LOKAL dan MAPEL LAIN (jika ada) Sosialisasi KTSP 46 115 . II dan III) B.

Sosialisasi KTSP 48 116 .Mekanisme PENYUSUNAN KTSP Analisis • Kekuatan/ kelemahan • Peluang/ tantangan • Dokumen Standar isi. Langkah yg lebih rinci dari masing-masing kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh tim penyusun. Kegiatan ini dapat berbentuk rapat kerja dan atau lokakarya sekolah/madrasah dan atau kelompok sekolah/madrasah yang diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru. serta finalisasi. Tahap kegiatan penyusunan KTSP secara garis besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draft. review dan revisi. SKL. Panduan KTSP • Pembentukan Tim • Penyusunan Draft • Revisi dan Finalisasi Naskah KTSP Diberlakukan Sosialisasi KTSP 47 Penyusunan KTSP merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah/madrasah.

Selesai Sosialisasi KTSP 49 117 .

118 .

Materi 9 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS Sosialisasi KTSP Pengertian Pengertian Landasan Prinsip Pengembangan Unit waktu Pengembang Silabus Komponen Silabus Mekanisme Pengembangan Silabus Langkah-langkah Pengembangan Silabus Contoh Model Sosialisasi KTSP 119 .

dan sumber belajar. indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. alokasi waktu. penilaian. materi pokok/pembelajaran. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 17 ayat (2) 2. kegiatan pembelajaran.1. Pengertian Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 20 Sosialisasi KTSP 120 . kompetensi dasar. Sosialisasi KTSP 2. Landasan Pengembangan SILABUS? 1.

materi ajar. MTs. dan penilaian hasil belajar Sosialisasi KTSP 121 . sumber belajar. metode pengajaran. Sosialisasi KTSP PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 20 Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD. dan SMK. atau madrasah dan komite madrasah. dan MAK. SMP. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. MA.PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 17 Ayat (2) Sekolah dan komite sekolah. SMA.

7. Apa kompetensi yang harus dikuasai siswa? Bagaimana cara mencapainya? Bagaimana cara mengetahui pencapaiannya? Sosialisasi KTSP 3. 4. Ilmiah Relevan Sistematis Konsisten Memadai Aktual dan Kontekstual Fleksibel Menyeluruh Sosialisasi KTSP 122 . Prinsip Pengembangan 1.SILABUS menjawab pertanyaan 1. 6. 2. 3. 5. 3. 2. 8.

sumber belajar.1 Ilmiah Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. emosional. 3.3.3 Sistematis Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. kegiatan pembelajaran. 3. taat asas) antara kompetensi dasar. indikator. tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik.2 Relevan Cakupan. dan sistem penilaian. kedalaman.4 Konsisten Adanya hubungan yang konsisten (ajeg. sosial. Sosialisasi KTSP 3. materi pokok/ pembelajaran. intelektual. dan spritual peserta didik. Sosialisasi KTSP 123 .

5 Memadai Cakupan indikator.8 Menyeluruh Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. dan peristiwa yang terjadi. materi pokok/ pembelajaran.6 Aktual dan Kontekstual Cakupan indikator.3. sumber belajar. materi pokok/ pembelajaran. kegiatan pembelajaran. sumber belajar. kegiatan pembelajaran.7 Fleksibel Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik. 3. Sosialisasi KTSP 3. Sosialisasi KTSP 124 . psikomotor). serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. 3. teknologi. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar. pendidik. afektif. dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu.

dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok. Kelompok guru kelas/mata pelajaran. atau 3. 3. PENGEMBANG SILABUS 1. atau 2. Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester. Sosialisasi KTSP 5. Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum.4. per tahun. Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan. Bagi SMK/MAK menggunakan penggalan silabus berdasarkan satuan kompetensi. Guru kelas/mata pelajaran. 2. Kelompok kerja guru (KKG/PKG/MGMP) Dibawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kab/Kota/Provinsi Sosialisasi KTSP 125 . UNIT WAKTU 1.

Indikator 6. Standar Kompetensi 2. Kompetensi Dasar 3. Materi Pokok/Pembelajaran 4. KOMPONEN SILABUS 1. MEKANISME PENGEMBANGAN SILABUS Materi Pokok/ Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Analisis SI/SKL/ SK-KD KD-Indikator Alokasi Waktu Sumber Belajar Penilaian Sosialisasi KTSP 126 .6. Penilaian 7. Kegiatan Pembelajaran 5. Alokasi Waktu 8. Sumber Belajar Catatan: Indikator dikembangkan berdasarkan KD Sosialisasi KTSP 7.

b. Sosialisasi KTSP 127 . urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. Mengkaji dan Menentukan Kompetensi Dasar 3. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran. Mengkaji dan Menentukan Standar Kompetensi 2. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran 4. c. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. Menentukan Sumber Belajar Sosialisasi KTSP 8. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi 6. Menentukan Alokasi Waktu 8.1 Mengkaji Standar Kompetensi Mengkaji standar kompetensi mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN SILABUS 1. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran 5. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI. Menentukan Jenis Penilaian 7.8.

potensi peserta didik. 7. 6. 5. 4. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. dan keluasan materi pembelajaran. Sosialisasi KTSP 8. sosial. 8.2 Mengkaji Kompetensi Dasar Mengkaji kompetensi dasar mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. kedalaman. tingkat perkembangan fisik. b. 3. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan. kebermanfaatan bagi peserta didik. 2. dan spritual peserta didik. alokasi waktu . c. intelektual. struktur keilmuan.3 Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Mengidentifikasi materi pokok mempertimbangkan: 1. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada dalam SI. emosional.8. relevansi dengan karakteristik daerah. Aktualitas. Sosialisasi KTSP 128 .

dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi Pengalaman belajar dimaksud dapat terwujud melalui pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. peserta didik dengan guru. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik yaitu kegiatan siswa dan materi. lingkungan. Sosialisasi KTSP HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MENGEMBANGKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN: Memberikan bantuan guru agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional 1. Sosialisasi KTSP 129 .8. Pengalaman Belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. Memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar 2. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran 3.4 MENGEMBANGKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik.

dan potensi daerah Digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. satuan pendidikan. dan keterampilan Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Sosialisasi KTSP Pengembangan Indikator Setiap KD dikembangkan menjadi beberapa indikator (lebih dari dua) Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur dan/atau diobservasi Tingkat kata kerja dalam indikator lebih rendah atau setara dengan kata kerja dalam KD maupun SK Sosialisasi KTSP 130 . pengetahuan.8.5 Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap.

dan bertindak secara konsisten. kesesuaian (Relevansi) dan Kontekstual Keseluruhan indikator dalam satu KD merupakan tandatanda. perilaku. sikap. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan.6 MENENTUKAN JENIS PENILAIAN Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. berpikir. penilaian hasil karya berupa proyek atau produk. Sosialisasi KTSP 131 . pengamatan kinerja. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. menganalisis. kesinambungan (Kontinuitas). dan lain-lain untuk pencapaian kompetensi yang merupakan kemampuan bersikap. penggunaan portofolio. dan penilaian diri.Prinsip pengembangan indikator adalah sesuai dengan kepentingan (Urgensi). Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. Sosialisasi KTSP 8.

Sosialisasi KTSP 132 . kedalaman. Sesuai dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam kegiatan pembelajaran Sosialisasi KTSP 8.HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENENTUKAN PENILAIAN: a. keluasan. Menggunakan acuan kriteria c.7 MENENTUKAN ALOKASI WAKTU Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. tingkat kesulitan. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut e. Untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Menggunakan sistem penilaian berkelanjutan d. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. yang dilakukan berdasarkan indikator b.

8. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. sosial. Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik. alam. kegiatan pembelajaran. dan budaya. nara sumber. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. Sosialisasi KTSP Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Alokasi waktu: No Kompetensi Dasar Materi Pokok/Pe mbelajaran CONTOH FORMAT SILABUS Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Sosialisasi KTSP 133 .8 MENENTUKAN SUMBER BELAJAR Sumber belajar adalah rujukan. dan indikator pencapaian kompetensi. serta lingkungan fisik.

evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran). dievaluasi.CONTOH FORMAT SILABUS Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Kompetensi Dasar: Materi Pokok/Pembelajaran: Kegiatan Pembelajaran: Indikator: Penilaian: Alokasi Waktu: Sumber Belajar: Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN SILABUS BERKELANJUTAN Silabus: • Dijabarkan ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran • Dilaksanakan. Sosialisasi KTSP 134 . dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru • Dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar.dan evaluasi rencana pembelajaran.

Selesai Sosialisasi KTSP 135 .

136 .

Materi 10 PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sosialisasi KTSP LANDASAN RPP PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 20 Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurangkurangnya tujuan pembelajaran. materi pembelajaran. metode pembelajaran. sumber belajar. dan penilaian hasil belajar 2 Sosialisasi KTSP 137 .

PENGERTIAN RPP Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus. 3 Sosialisasi KTSP ALUR RPP SK dan KD SILABUS RPP 4 Sosialisasi KTSP 138 . Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih.

dst. Alat/Bahan/Sumber Belajar: … VI.KOMPONEN RPP (minimal) Tujuan Pembelajaran Materi Pembelajaran Metode Pembelajaran Sumber Belajar Penilaian Hasil Belajar 5 Sosialisasi KTSP Format RPP Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Rencana Pelaksanaan Pembelajaran :… :… :… :… :… :… :… I. Kegiatan Awal: … B. Metode Pembelajaran: … IV. A. Kegiatan Inti: … C. Materi Ajar :… :… III. Tujuan Pembelajaran II. V. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan pertama. Penilaian: … 6 Sosialisasi KTSP 139 . Kegiatan Akhir: … Pertemuan kedua.

dan akhir. pada saat-saat tertentu rumusan indikator sama dengan tujuan pembelajaran. karena indikator sudah sangat rinci sehingga tidak dapat dijabarkan lagi. Mengisi kolom identitas 2.Langkah-langkah Menyusun RPP 1.) 7 Sosialisasi KTSP Langkah-langkah Menyusun RPP 5. Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan 7. KD. dan Indikator yang telah ditentukan. Menentukan SK. Mengidentifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok/ pembelajaran yang terdapat dalam silabus. Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan 3. (Lebih rinci dari KD dan Indikator. 8 Sosialisasi KTSP 140 . KD. inti. Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal. Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan SK. dan Indikator yang akan digunakan ( terdapat pada silabus yang telah disusun) 4. Materi ajar merupakan uraian dari materi pokok/pembelajaran 6.

Menyusun kriteria penilaian. contoh soal. Menentukan alat/bahan/ sumber belajar yang digunakan 9.Langkah-langkah Menyusun RPP 8. teknik penskoran. dll 9 Sosialisasi KTSP Selesai 10Sosialisasi KTSP 141 . lembar pengamatan.

142 .

Pengembangan Bahan Ajar 11. Pengembangan bahan Ajar. 143 .Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) IV.

144 .

Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. • Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. (National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training).Materi 11 Sosialisasi KTSP Pengertian Bahan Ajar • Bahan ajar merupakan informasi. alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. Sosialisasi KTSP 145 .

VCD • Audio seperti: radio. buku. • Multi Media: CD interaktif. PH • Visual: foto. CD audio. kaset. leaflet. model/maket. gambar. lembar kerja siswa.Pengertian Bahan Ajar • Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar. • Audio Visual seperti: video/film. Internet Sosialisasi KTSP 146 . modul. Sosialisasi KTSP Bentuk Bahan Ajar • Bahan cetak seperti: hand out. computer Based. wallchart. brosur.

Tempat • Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru) • Tujuan yang akan dicapai • Informasi pendukung • Latihan-latihan • Petunjuk kerja • Penilaian Sosialisasi KTSP Penyusunan Peta Bahan Ajar (Contoh Mapel Biologi) Materi Pembelajaran/Judul bahan Ajar 1. Permasalahan biologi 5. menemukan obyek dan ragam persoalannya dari. Indikator... Manfaat biologi bagi manusia dan lingkungan Sosialisasi KTSP 147 .Cakupan Bahan Ajar • Judul. Tingkat organisasi kehidupan 4. Persoalan Biologi 3. KD... KD Mempelajari ruang lingkup biologi. MP.. Obyek Biologi SK Siswa mampu memahami hakekat biologi Sebagai ilmu. manfaat dan bahayanya 2. SK.

Modul 3. Teks berbentuk report.ALUR ANALISIS PENYUSUNAN BAHAN AJAR Standar Kompetensi 1. dll. prosedur. Sosialisasi KTSP 148 .. Mengidentifikasi adjective phrase. dan news item. spoof/recount. …. langkahlangkah untuk menyelesaikan suatu tugas. Pengertian Lembar Kegiatan Siswa • Lembar kegiatan siswa (student work sheet) adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa. report. Sosialisasi KTSP Kegiatan Pembelajaran 1. Materi Pembelajaran 1. LKS 2. Adjective phrase. Berkomunikasi lisan dan tertulis menggunakan ragam bahasa yang sesuai dengan lancar dan akurat dalam wacana interaksional dan/atau monolog terutama berkenaan dengan wacana berbentuk naratif. Indikator 1. 2. Mengidentifikasi kelompok kata sifat 2. Mendiskusikan teks report yang didengar. Kompetensi Dasar 1. • Tugas-tugas yang yang diberikan kepada siswa dapat berupa teori dan atau praktik. Mendengarkan Memahami wacana transaksional dan interpersonal ringan dan/atau monolog lisan terutama berkenaan dengan wacana berbentuk report.1. 2.Lainnya BAHAN AJAR 1. • Lembar kegiatan berisi petunjuk. Kaset 4.

Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Langkah-langkah penulisan LKS sebagai berikut: • Melakukan analisis kurikulum. KD. Buku Teks Bahan ajar merupakan bahan atau materi pembelajaran yang disusun secara sistematis yang digunakan guru dan siswa dalam KBM. indikator dan materi pembelajaran. mata pelajaran. Sosialisasi KTSP 149 . tempat • Petunjuk belajar • Kompetensi yang akan dicapai • Indikator • Informasi pendukung • Tugas-tugas dan langkah-langkah kerja • Penilaian Sosialisasi KTSP Bahan Ajar vs. semester. SK. • Menyusun peta kebutuhan LKS • Menentukan judul LKS • Menulis LKS • Menentukan alat penilaian Struktur LKS secara umum adalah sebagai berikut: • Judul. Buku teks merupakan sumber informasi yang disusun dengan struktur dan urutan berdasar bidang ilmu tertentu.

Sosialisasi KTSP 150 . Sosialisasi KTSP Buku teks : Mengasumsikan minat dari pembaca Ditulis untuk pembaca (guru. dosen) Dirancang untuk dipasarkan secara luas Belum tentu menjelaskan tujuan instruksional Disusun secara linear Stuktur berdasar logika bidang ilmu Belum tentu memberikan latihan Tidak mengantisipasi kesukaran belajar siswa Belum tentu memberikan rangkuman Gaya penulisan naratif tetapi tidak komunikatif Sangat padat Tidak memilki mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari pembaca. Memberi kesempatan pada siswa untuk berlatih Mengakomodasi kesulitan siswa Memberikan rangkuman Gaya penulisan komunikatif dan semi formal Kepadatan berdasar kebutuhan siswa Dikemas untuk proses instruksional Mempunyai mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari siswa Menjelaskan cara mempelajari bahan ajar.Bahan ajar : Menimbulkan minat baca Ditulis dan dirancang untuk siswa Menjelaskan tujuan instruksional Disusun berdasarkan pola belajar yang fleksibel Struktur berdasarkan kebutuhan siswa dan kompetensi akhir yang akan dicapai.

Jenis Bahan Ajar •Lembar informasi (information sheet) •Operation sheet •Jobsheet •Worksheet •Handout •Modul Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 151 .

152 .

Model-Model Kurikulum 12. 13. Panduan Model Pengembangan Diri untuk Satuan Pendidikan Dasar 153 .Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) V. Pengembangan Model Mata Pelajaran Muatan Lokal.

154 .

mulok B. Latar Belakang Otonomi daerah. multikultural. Landasan • UU No. sentralisasi ke desentralisasi. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) dan pasal 38 ayat (2) • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Sosialisasi KTSP 2 155 . PENDAHULUAN A.Materi 12 PENGEMBANGAN MODEL MATA PELAJARAN Sosialisasi KTSP 1 I.

I. PENDAHULUAN (Lanjutan)
C. Tujuan Tujuan Umum: Acuan bagi satuan pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, dan SMK/MAK dalam pengembangan Mulok yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan.

Sosialisasi KTSP

3

I. PENDAHULUAN (Lanjutan)
Tujuan Khusus: Memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan perilaku kepada peserta didik agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang keadaan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai/aturan yang berlaku di daerahnya dan mendukung kelangsungan pembangunan daerah serta pembangunan nasional. Lebih jelas lagi terutama agar peserta didik dapat: Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam, sosial, dan budayanya. Memiliki pengetahuan, kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya sebagai bekal siswa. Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilainilai/aturan-aturan yang berlaku di daerahnya, serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional.
4

Sosialisasi KTSP

156

I. PENDAHULUAN
D. Pengertian

(Lanjutan)

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP minimal terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.
5

Sosialisasi KTSP

I. PENDAHULUAN

(Lanjutan)

Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi mata pelajaran muatan lokal dapat ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan.

Sosialisasi KTSP

6

157

I. PENDAHULUAN (Lanjutan)
E. Ruang Lingkup
1. Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial ekonomi, dan lingkungan sosial budaya. Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah, khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut, yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan. 2. Lingkup Isi/Jenis Muatan Lokal, dapat berupa: bahasa daerah, bahasa Inggris, kesenian daerah, keterampilan dan kerajinan daerah, adat istiadat, dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar, serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan.
7

Sosialisasi KTSP

2. Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran
A. Pengembangan Sesuai dengan Kondisi Sekolah Saat Ini 1. Analisis Mulok yang ada di sekolah. Apakah masih layak dan relevan Mulok diterapkan di sekolah? 2. Bila Mulok yang diterapkan di sekolah tersebut masih layak digunakan maka kegiatan berikutnya adalah merubah Mulok tersebut ke dalam SK dan KD 3. Bila Mulok yang ada tidak layak lagi untuk diterapkan, maka sekolah bisa menggunakan Mulok dari sekolah lain atau tetap menggunakan Mulok yang ditawarkan oleh Dinas atau mengembangkan Mulok yang lebih sesuai.
Sosialisasi KTSP

8

158

2. Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran
(Lanjutan)

B. Pengembangan dan Penetapan SK - KD 1. Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah 2. Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi Mulok 3. Mengidentifikasi bahan kajian Mulok 4. Menentukan Mata Pelajaran Mulok 5. Mengembangkan SK dan KD berserta silabusnya dan RPP-nya
9

Sosialisasi KTSP

3. Pelaksanaan
Sekolah yang mampu mengembangkan SK dan KD beserta silabus dan RPP-nya dapat melaksanakan Mulok. Bila belum mampu, dapat melaksanakan Mulok berdasarkan kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh sekolah, atau dapat meminta bantuan kepada sekolah lain yang masih dalam satu daerah. Bila beberapa sekolah dalam satu daerah belum mampu mengembangkan SK dan KD Mulok, dapat meminta bantuan Tim Pengembang Kurikulum (TPK) di daerah setempat, atau meminta bantuan dari LPMP di propinsi.
Sosialisasi KTSP

10

159

4. Pihak yang Terlibat dalam Pengembangan • • • • TPK, LPMP, PT, Instansi/lembaga di luar Depdiknas, misalnya: - pemerintah Daerah/Bapeda, - Dinas Departemen lain terkait, - dunia usaha/industri, - dan tokoh masyarakat.

Sosialisasi KTSP

11

5. Rambu-Rambu
•Bahan kajian disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik (pengetahuan dan cara berpikir, emosional, dan sosial). Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar diatur sedemikian rupa agar tidak memberatkan peserta didik dan tidak mengganggu penguasaan pada kurikulum nasional. Oleh karena itu dalam pelaksanaan Mulok dihindarkan adanya pekerjaan rumah (PR).

Sosialisasi KTSP

12

160

guru diharapkan dapat mengembangkan sumber belajar yang sesuai dengan memanfaatkan potensi di lingkungan sekolah. Dekat secara fisik. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Bahan kajian/pelajaran hendaknya memberikan keluwesan bagi guru dalam memilih metode mengajar dan sumber belajar seperti buku dan nara sumber. Untuk itu. misalnya dengan memanfaatkan tanah/kebun sekolah. Sosialisasi KTSP 14 161 . Selain itu guru hendaknya dapat memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan peserta didik aktif dalam proses belajar mengajar. bahan pengajaran hendaknya disusun berdasarkan prinsip (1) bertitik tolak dari hal-hal konkret ke abstrak. Sedangkan dekat secara psikis maksudnya bahan kajian tersebut mudah dipahami oleh kemampuan berpikir dan mencernakan informasi sesuai dengan usianya. maksudnya dalam lingkungan tempat tinggal dan sekolah peserta didik. (2) dikembangkan dari yang diketahui ke yang belum diketahui. (3) dari pengalaman lama ke pengalaman baru. fisik.5. baik secara mental. maupun sosial. Selain itu bahan kajian/pelajaran hendaknya bermakna bagi peserta didik yaitu bermanfaat karena dapat membantu peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. meminta bantuan dari instansi terkait atau dunia usaha/industri (lapangan kerja) atau tokoh-tokoh masyarakat. (4) dari yang mudah/sederhana ke yang lebih sukar/rumit. Dalam kaitan dengan sumber belajar. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Program pembelajaran hendaknya dikembangkan dengan melihat kedekatan secara fisik dan secara psikis. Sosialisasi KTSP 13 5.

dan penilaian diri.d XII.d VI atau dari kelas VII s. dan X s. Namun demikian bahan kajian muatan lokal tertentu tidak harus secara terus-menerus diajarkan mulai dari kelas I s. Sosialisasi KTSP 16 162 . pengamatan kinerja. pengukuran sikap. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. proyek dan/atau produk.5. menganalisis. dua semester atau satu tahun ajaran. penilaian hasil karya berupa tugas. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Bahan kajian muatan lokal yang diajarkan harus bersifat utuh dalam arti mengacu kepada suatu tujuan pengajaran yang jelas dan memberi makna kepada peserta didik. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh.d IX. Bahan kajian muatan lokal juga dapat disusun dan diajarkan hanya dalam jangka waktu satu semester. •Alokasi waktu untuk bahan kajian/pelajaran muatan lokal perlu memperhatikan jumlah minggu efektif untuk mata pelajaran muatan lokal pada setiap semester Sosialisasi KTSP 15 6. penggunaan portofolio.

7. Pelaporan • Pelaporan hasil belajar mata pelajaran muatan lokal diwujudkan dalam bentuk kuantitatif Sosialisasi KTSP 17 Selesai Sosialisasi KTSP 18 163 .

164 .

pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi yang memuat pengembangan diri dalam struktur kurikulum. dan guru / tenaga kependidikan yang disebut pembina. Sosialisasi KTSP 165 . minat. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan: Pasal 5 – 18 tentang Standar Isi satuan pendidikan dasar dan menengah. Dasar standarisasi profesi konseling oleh Ditjen Dikti Tahun 2004 tentang arah profesi konseling di sekolah dan luar sekolah. pasal 12 ayat (1b) tentang pelayanan pendidikan sesuai bakat. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas: Pasal 1 butir 6 tentang pendidik. dan kemampuan PP No. pasal 3 tentang tujuan pendidikan. dibimbing oleh konselor.Materi 13 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PANDUAN MODEL PENGEMBANGAN DIRI Untuk Satuan Pendidikan Dasar Sosialisasi KTSP Landasan Pengembangan Diri UU No. Permendiknas No.

Pengertian Pengembangan Diri Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. kegiatan belajar. Untuk satuan pendidikan kejuruan. Pengembangan diri bertujuan memberikan Sosialisasi KTSP 166 . Sosialisasi KTSP Tujuan Umum kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. dan pengembangan karir. minat. pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik. serta kegiatan ekstra kurikuler. dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah. potensi. kegiatan pengembangan diri. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial. kondisi dan perkembangan peserta didik. khususnya pelayanan konseling ditujukan guna pengembangan kreativitas dan karir Untuk satuan pendidikan khusus. bakat.

Kemampuan belajar h. Kemampuan kehidupan keagamaan f. Kemampuan sosial g. Kemandirian Sosialisasi KTSP Bentuk Pelaksanaan Pengembangan Diri Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual. adalah kegiatan dalam bentuk perilaku seharihari seperti : berpakaian rapi. keberaturan. Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan e. senam. ibadah khusus keagamaan bersama. yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal. pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri. Bakat b. membuang sampah pada tempatnya. rajin membaca. Wawasan dan perencanaan karir i. memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain. Kemampuan pemecahan masalah j. antri. kelompok dan atau klasikal melalui penyelenggaraan : Layanan dan kegiatan pendukung Konseling Kegiatan Ekstra Kurikuler Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut : • Rutin. berbahasa yang baik. • Spontan. • Keteladanan.Tujuan Khusus Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan : a. adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti : pembentukan perilaku memberi salam. Minat c. seperti : upacara bendera. Kreativitas d. mengatasi silang pendapat (pertengkaran). datang tepat waktu Sosialisasi KTSP 167 .

dan mengembangkan potensi dan kecakapan. berdasarkan normanorma yang berlaku. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami. melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung. Pengembangan karir. b. anggota keluarga. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. baik secara perorangan maupun kelompok. kemampuan belajar. dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi. Pengembangan kehidupan sosial. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya. serta memilih dan mengambil keputusan karir. Konseling adalah pelayanan bantuan untuk Sosialisasi KTSP Bidang Pelayanan Konseling a. agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal. Pengembangan kemampuan belajar. kehidupan sosial.Konseling peserta didik. bakat dan minat. Sosialisasi KTSP 168 . serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik. dan perencanaan karir. d. Pengembangan kehidupan pribadi. dan warga lingkungan sosial yang lebih luas. menilai. c.

Informasi. magang. yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru. Fungsi Pencegahan. Fungsi Advokasi. jurusan/program studi. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya. keluarga. belajar. Penempatan dan Penyaluran. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuhkembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya. sosial. karir/jabatan. yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri. dan pendidikan lanjutan. dan kegiatan ekstra kurikuler. Fungsi Pengentasan. terumata kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya. yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas.. Sosialisasi KTSP Jenis Layanan Konseling Orientasi. Sosialisasi KTSP 169 . kelompok belajar.Fungsi Bimbingan Konseling Fungsi Pemahaman. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya. dan masyarakat. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian. untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru. yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu. Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan. Penguasaan Konten. program latihan. terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari.

Himpunan Data. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik. dan karir/jabatan. Alih Tangan Kasus. terpadu. dan bersifat rahasia. sistematis. yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan. yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik. • Konsultasi. komprehensif. baik tes maupun non-tes. dan caracara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik. • Bimbingan Kelompok. Tampilan Kepustakaan. yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data. pemahaman. Konferensi Kasus. Sosialisasi KTSP Kegiatan Pendukung • • • • • • Aplikasi Instrumentasi. yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi. karir/jabatan. serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. yang diselenggarakan secara berkelanjutan. kemampuan hubungan sosial. • Mediasi. dan pengambilan keputusan. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya. yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok. kegiatan belajar. • Konseling Kelompok. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi. yaitu kegiatan memperoleh data. yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya. melalui aplikasi berbagai instrumen. yang bersifat terbatas dan tertutup. kegiatan belajar. Sosialisasi KTSP 170 .Jenis Layanan (lanjutan …) • Konseling Perorangan. yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya. Kunjungan Rumah. kemampuan sosial.

yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok. • Pendekatan Khusus. Sosialisasi KTSP Jenis Program • Program Tahunan. yaitu format kegiatan konseling yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. • Program Bulanan.Format Kegiatan • Individual. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. yaitu format kegiatan konseling yang melayani peserta didik secara perorangan. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. • Program Semesteran. yaitu format kegiatan konseling yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling. • Program Mingguan. • Kelompok. yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas. • Lapangan. • Klasikal. Sosialisasi KTSP 171 . • Program Harian. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu.

serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas. Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi. jenis layanan dan kegiatan pendukung. kunjungan rumah. kegiatan instrumentasi. himpunan data.Penyusunan Program Program pelayanan konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. sasaran pelayanan. format kegiatan. penempatan dan penyaluran. Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat bidang. Sosialisasi KTSP 172 . dan volume/beban tugas konselor Sosialisasi KTSP Pelaksanaan Kegiatan Konseling Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah: Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi. pemanfaatan kepustakaan. dan alih tangan kasus. penguasaan konten. kegiatan konferensi kasus.

Sosialisasi KTSP Kegiatan Ekstrakurikuler pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan. serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. bimbingan kelompok. Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan konseling. konseling perorangan. konseling kelompok dan mediasi. potensi. diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. Kegiatan Ekstra Kurikuler adalah kegiatan Sosialisasi KTSP 173 . bakat dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah.Pelaksanaan Kegiatan Konseling (lanjutan) Di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah: Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi.

membangun semangat peserta didik untuk bekerja dengan baik dan berhasil. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang Kemanfaatan sosial. Rekreatif. bakat dan minat mereka. Pilihan. Persiapan karir. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang Menyenangkan. Sosial. Keterlibatan aktif. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat. mengembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan. Etos kerja. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler dalam suasana yang disukai dan mengembirakan peserta didik. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan suasana rileks. bakat dan minat peserta didik masing-masing. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti secara sukarela peserta didik. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik. menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik. Sosialisasi KTSP Prinsip Kegiatan Ekstra Kurikuler Individual.Fungsi Kegiatan Ekstrakurikuler Pengembangan. Sosialisasi KTSP 174 . yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan potensi.

Seminar. keagamaan. dan pameran/bazar. lokakarya. cinta alam. Sosialisasi KTSP Format Kegiatan Individual. meliputi pengembangan bakat olah raga. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik secara perorangan. Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA). yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti oleh kelompok-kelompok peserta didik. seni dan budaya. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik antar kelas/ antar sekolah/madrasah. Palang Merah Remaja (PMR). dengan substansi antara lain karir. meliputi Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR). yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik dalam satu kelas. seni budaya. Karya Ilmiah. keagamaan. kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik. teater. penelitian. jurnaistik. kesehatan. Gabungan. Sosialisasi KTSP 175 . Kelompok. Klasikal.Jenis Kegiatan Ekstrakurikuler Krida. meliputi Kepramukaan. pendidikan. perlindungan HAM. Latihan/lomba keberbakatan/prestasi.

jenis kegiatan. c. Sosialisasi KTSP Penilaian 1. tempat dan pelaksana sebagaimana telah direncanakan. Kegiatan ekstra kurikuler yang terprogram dilaksanakan sesuai dengan sasaran. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung konseling terhadap peserta didik. spontan dan keteladanan dilaksanakan secara langsung oleh guru. Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN). Penilaian hasil kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui: a. Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG). Sosialisasi KTSP 176 . konselor dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah. Penilaian segera (LAISEG). yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani. substansi. waktu. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan/kegiatan terhadap peserta didik.Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Kegiatan ekstra kurikuler yang bersifat rutin. b.

Hasil penilaian kegiatan pelayanan konseling dicantumkan dalam LAPELPROG.Penilaian ( lanjutan ) 2. 3. Sosialisasi KTSP 177 . Sosialisasi KTSP Penilaian ( lanjutan ) Ekstrakurikuler Hasil dan proses kegiatan ekstra kurikuler dinilai secara kualitatif dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah dan pemangku kepentingan lainnya oleh penanggung jawab kegiatan. untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan. Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam SATLAN dan SATKUNG. Hasil kegiatan pelayanan konseling secara keseluruhan dalam satu semester untuk setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif.

PENGEMBANGAN DIRI Kamu harus jadi dirimu sendiri ! Bakat saya harus berkembang Guru & Siswa Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 178 .

Model Pembelajaran Tematik SD Kelas I - III.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VI. Pembelajaran Tematik 14. 179 .

180 .

Sosialisasi KTSP 181 . akan menyebabkan kurang mengembangkan anak untuk berpikir holistik Terdapat permasalahan pada kelas awal (I-III) antara lain adalah tingginya angka mengulang kelas dan putus sekolah. dua. dan tiga berada pada rentangan usia dini yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) sehingga pembelajarannya masih bergantung kepada objekobjek konkrit dan pengalaman yang dialaminya Pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SD kelas I – III yang terpisah untuk setiap mata pelajaran.Materi 14 MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK SD KELAS I-III Sosialisasi KTSP Latar Belakang Peserta didik kelas satu.

Memudahkan guru dalam mempersiapkan dan menyajikan bahan ajar yang efektif. Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi topik pembelajaran. Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan.Pengertian Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada peserta didik. Sosialisasi KTSP Tujuan Memusatkan perhatian peserta didik mudah pada suatu tema materi yang jelas. Mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar mata pelajaran dalam tema yang sama. Sosialisasi KTSP 182 .

Penguasaan konsep oleh peserta didik akan semakin baik meningkatan Sosialisasi KTSP Karakteristik Pembelajaran Tematik Berpusat pada peserta didik Memberikan pengalaman langsung Tidak terjadi pemisahan mata pelajaran Menyajikan konsep yang terpadu dari berbagai mata pelajaran Bersifat fleksibel Proses pembelajaran mudah disesuaikan dengan minat dan kebutuhan peserta didik Menggunakan prinsip pembelajaran yang aktif. Peserta didik memahami hubungan yang bermakna antar mata pelajaran.Manfaat Pembelajaran Tematik Menghilangkan tumpang tindih bahan ajar. kreatif. efektif. dan menyenangkan Sosialisasi KTSP 183 . Pembelajaran menjadi utuh oleh peserta didik akan mendapat pengertian mengenai konsep dan materi yang tidak terpecah-pecah.

memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna. menyenangkan dan utuh. kelompok kecil ataupun klasikal dan mengikuti secara aktif kegiatan pembelajaran yang bervariasi. Sosialisasi KTSP Implikasi Pembelajaran Tematik (lanjutan…) Sarana prasarana. Peserta didik: harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran baik secara individual. pasangan.Implikasi Pembelajaran Tematik Implikasi bagi: Guru : harus kreatif dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi peserta didik. sumber belajar dan media: Memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar. Memanfaatkan berbagai sumber belajar Mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi Masih dapat menggunakan bahan ajar yang sudah ada saat ini untuk masing-masing mata pelajaran dan menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar yang terintegrasi Sosialisasi KTSP 184 . menarik.

Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa. Sosialisasi KTSP 185 . bercakap-cakap) baik di dalam kelas maupun di luar kelas Sosialisasi KTSP Rambu-Rambu Pembelajaran Tematik Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester. sarana dan sumber belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan menyimpannya kembali. demonstrasi. minat. dan berhitung serta penanaman nilai-nilai moral dan cerita tanah air. Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan dapat diajarkan tersendiri. lingkungan. menulis. dan daerah setempat. Pemilihan metode : pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai variasi metode (percobaan. Kegiatan ini ditekankan kepada kemampuan membaca. Kompetensi dasar yang tidak tercakup dalam tema tertentu harus diajarkan baik melalui tema lain maupun berdiri sendiri. bermain peran.Implikasi Pembelajaran Tematik (lanjutan…) Pengaturan ruang kelas: Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang dilaksanakan. tanya jawab. Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/ karpet Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar Alat.

Penetapan Jaringan Tema 3. Indikator Dalam Tema Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh semua standar kompetensi. kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata pelajaran yang dipadukan dalam tema yang dipilih. Kompetensi Dasar. Indikator dalam Tema 2. Kompetensi Dasar. Pemetaan Standar Kompetensi. Sosialisasi KTSP 186 . Pemetaan Standar Kompetensi. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Sosialisasi KTSP 1.Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Tahap Persiapan: 1. Penyusunan Silabus 4.

) 2. guru dapat bekerjasama dengan peserta didik sehingga sesuai dengan minat dan kebutuhan anak. Sosialisasi KTSP 187 .Kegiatan Pemetaan 1.. menetapkan terlebih dahulu tematema pengikat keterpaduan. dilanjutkan dengan menentukan tema yang sesuai. untuk menentukan tema tersebut. Cara kedua. mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam masingmasing mata pelajaran. Menentukan tema Cara penentuan tema Cara pertama. Penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam indikator Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan indikator: Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran Dirumuskan dalam kata kerja oprasional yang terukur dan/atau dapat diamati Sosialisasi KTSP Kegiatan Pemetaan (lanjutan..

. Sosialisasi KTSP 188 .) Prinsip Penentuan tema Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan peserta didik Dari yang termudah menuju yang sulit Dari yang sederhana menuju yang kompleks Dari yang konkret menuju ke yang abstrak. Identifikasi dan Analisis Standar Kompetensi. Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya proses berpikir pada diri Peserta didik Ruang lingkup tema disesuaikan dengan usia dan perkembangan Peserta didik. dan kemampuannya Sosialisasi KTSP Kegiatan Pemetaan (lanjutan. Kompetensi Dasar dan Indikator Mengidentifikasi dan menganalisis setiap Standar Kompetensi. Kompetensi Dasar dan Indikator yang cocok untuk setiap tema sehingga semua standar kompetensi.) 3... kompetensi dasar dan indikator terbagi habis dalam tema.Kegiatan Pemetaan (lanjutan. kebutuhan.. termasuk minat.

kompetensi dasar. Jaringan tema ini dapat dikembangkan sesuai dengan alokasi waktu setiap tema. indikator.2. Penyusunan Silabus Komponen silabus terdiri atas standar kompetensi. Menetapkan Jaringan Tema Hubungkan kompetensi dasar dan indikator dengan tema pemersatu sehingga akan terlihat kaitan antara tema. Sosialisasi KTSP 189 . dan penilaian. pengalaman belajar. kompetensi dasar dan indikator dari setiap mata pelajaran. alat/sumber. Sosialisasi KTSP 3.

4.Kegiatan Penutup (± 1 jp) 2. Pengaturan jadwal pelajaran Sosialisasi KTSP 190 . Alat dan media serta sumber bahan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran tematik Penilaian dan tindak lanjut Sosialisasi KTSP Tahap Pelaksanaan 1.Kegiatan Inti (± 3 jp) .Kegiatan Pembukaan (± 1 jp) . Materi pokok beserta uraiannya yang perlu dipelajari Strategi pembelajaran (kegiatan pembukaan. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Komponen rencana pembelajaran tematik meliputi : Identitas mata pelajaran Kompetensi dasar dan indikator yang akan dilaksanakan. inti dan penutup). Tahapan/jadwal kegiatan per hari .

a. tulis dan hitung. Beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan adalah bercerita. kegiatan fisik/jasmani. Pada tahap ini dapat dilakukan penggalian terhadap pengalaman anak tentang tema yang akan disajikan. Sosialisasi KTSP 191 . Tahapan Kegiatan Pelaksanaan pembelajaran tematik setiap hari dilakukan dengan menggunakan tiga tahapan. Penyajian bahan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai strategi/metode yang bervariasi dan dapat dilakukan secara klasikal. Kegiatan Inti Dalam kegiatan inti difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk pengembangan kemampuan baca.1. kelompok kecil. ataupun perorangan. Kegiatan Pendahuluan/awal/pembukaan (1 jam pelajaran) Kegiatan ini dilakukan terutama untuk menciptakan suasana awal pembelajaran berupa kegiatan untuk pemanasan. dan menyanyi Sosialisasi KTSP 1. Tahapan Kegiatan (lanjutan…) b.

Kegiatan Penutup/Akhir dan Tindak Lanjut Sifat dari kegiatan penutup adalah untuk menenangkan. mendongeng. membacakan cerita dari buku. pesan-pesan moral. pantomim.1. Kegiatan yang dapat dilakukan adalah menyimpulkan/mengungkapkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Tahapan Kegiatan (lanjutan…) c. Sosialisasi KTSP Contoh Jadwal Harian (1) Pembukaan Anak berkumpul bernyanyi sambil menari mengikuti irama musik Kegiatan untuk pengembangan kemampuan membaca Kegiatan untuk pengembangan kemampuan menulis Kegitan untuk pengembangan kemampuan berhitung Mendongeng atau membaca cerita dari buku cerita Inti Penutup Sosialisasi KTSP 192 . musik/apresiasi musik.

melakukan kegiatan fisik sesuai dengan tema) Pengembangan kemampuan menulis (kegiatan kelompok besar) Pengembangan kemampuan berhitung (kegiatan kelompok kecil atau berpasangan) Melakukan pengamatan sesuai dengan tema. menggambar hewan hasil pengamatan Mendongeng Pesan-pesan moral Musik/menyanyi Inti Penutup Sosialisasi KTSP 2. Pengaturan Jadwal Pelajaran • • • Pengaturan jadwal dilakukan untuk memudahkan administrasi sekolah Guru bersama dengan guru mata pelajaran pendidikan agama. menyanyi.Contoh Jadwal Harian (2) Pembukaan Waktu berkumpul (anak menceritakan pengalaman. guru pendidikan jasmani dan guru muatan lokal dapat bersama-sama menyusun jadwal pelajaran Jadwal pelajaran ini bersifat fleksibel sesuai dengan situasi dan keperluan sekolah Sosialisasi KTSP 193 . misalnya mengamati jenis kendaraan yang lewat pada tema transporasi.

10 Sosialisasi KTSP Penilaian Dalam Pembelajaran Tematik Penilaian dalam pembelajaran tematik adalah suatu usaha untuk mendapatkan berbagai informasi secara berkala.Indo KTK Istirahat KTK KTK Jumat Penjaske s Penjaske s Agama Istirahat Agama Sabtu IPA IPA Mulok Istirahat Mulok 7.10-8. Kemampuan membaca. berkesinambungan. Indo Selasa B.00 9.00-9. dan berhitung merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik.Contoh Jadwal Pelajaran Waktu 700-7.10 8. Penilaian di kelas I. II.35-8. penguasaan terhadap ke kemampuan tersebut adalah prasyarat untuk kenaikan kelas. menulis. Sosialisasi KTSP 194 . dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh peserta didik melalui pembelajaran.35 Senin Mat Mat Mat Istirahat B.45 8. dan III mengikuti aturan penilaian matamata pelajaran lain di Sekolah Dasar. Indo B. Indo B. Indo B. maka cara penilaian di kelas I tidak ditekankan pada penilaian secara tertulis.35 9. Mengingat bahwa peserta didik kelas I SD belum semuanya lancar membaca dan menulis. Oleh karena itu.35-10. Indo B. Indo Istirahat Mat Mat Rabu Mat Mat Mat Istirahat IPS IPS Kamis B.45-9.

Dengan demikian penilaian dalam hal ini tidak lagi terpadu melalui tema. dan III Sekolah Dasar. melainkan sudah terpisah-pisah sesuai dengan Kompetensi Dasar dan Indikator mata pelajaran. misalnya sewaktu peserta didik bercerita pada kegiatan awal. maupun angka. Sosialisasi KTSP 195 . Penilaian dilakukan secara terus menerus dan selama proses belajar mengajar berlangsung. Nilai akhir pada laporan (raport) dikembalikan pada kompetensi mata pelajaran yang terdapat pada kelas I. ejaan kata. dan menyanyi pada kegiatan akhir. membaca pada kegiatan inti. II. Hasil karya/kerja peserta didik dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi guru dalam mengambil keputusan untuk peserta didik misalnya: penggunaan tanda baca. Sosialisasi KTSP Penilaian Dalam Pembelajaran Tematik (lanjutan…) Pada pembelajaran tematik penilaian dilakukan untuk mengkaji ketercapaian Kompetensi Dasar dan Indikator pada tiap-tiap mata pelajaran yang terdapat pada tema tersebut.Penilaian Dalam Pembelajaran Tematik (lanjutan…) Penilaian dilakukan dengan mengacu pada indikator masingmasing Kompetensi Dasar dari masing-masing mata pelajaran.

Selesai Sosialisasi KTSP 196 .

Efektif & menyenangkan (PAKEM) di TK & SD. Kreatif.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VII. Pembelajaran Efektif 15. 197 . Pembelajaran Aktif.

198 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 15 Pembelajaran Aktif. Asumsi Belajar . Kreatif.Belajar: Proses individual Proses sosial Menyenangkan Tak pernah berhenti Membangun makna Sosialisasi KTSP 199 . Efektif & Menyenangkan (Pakem) Di TK dan SD Sosialisasi KTSP MENGAPA PAKEM 1.

mengembangkan kreativitas sehingga efektif namun tetap menyenangkan. PENGERTIAN Proses pembelajaran yang dirancang agar mengaktifkan anak. PERUBAHAN PARADIGMA Mengajar Pembelajaran (teaching – learning) Penilaian Perbaikan Terus-menerus (Continous improvement) Sosialisasi KTSP MENGAPA PAKEM (lanjutan) 3. Sosialisasi KTSP 200 .MENGAPA PAKEM (lanjutan) 2.

MENGAPA PAKEM (lanjutan) 4. Sosialisasi KTSP MENGAPA PAKEM (lanjutan) 5. pengetahuan dan sikap untuk hidup. Ciri-Ciri 5. PENGERTIAN Menciptakan Lingkungan Belajar yang kondusif/bermakna yang mampu memberikan siswa keterampilan.1 Pembelajaran • Multi metode • Multi media • Praktik dan bekerja dalam Tim • Memanfaatkan Lingkungan Sekolah • Multi Aspek : Logika Kinestika Estetika Etika Sosialisasi KTSP 201 .

Ciri-Ciri (lanjutan) 5.5.2 Melatih Kebiasaan yng Mengarah pada 6 K • • • • • • Kebersihan Keindahan Kerindangan Ketertiban Keamanan Kekeluargaan Sosialisasi KTSP 5. Ciri-Ciri (lanjutan) 5.3 Suasana belajar Pembelajaran hendaknya: Menyenangkan Mengasyikan Mencerdaskan Menguatkan Sosialisasi KTSP 202 .

Pakem Bermanfaat bagi • • • • • • Kepala Sekolah Guru Siswa Orangtua Masyarakat Pemerintah Sosialisasi KTSP MANFAAT BAGI ANAK Belajar lebih efektif/mendalam Anak lebih kritis dan kreatif Suasana dan pengalaman belajar bervariasi Meningkatkan kematangan emosional/sosial Produktivitas siswa tinggi Siap menghadapi perubahan dan berpartisipasi dalam proses perubahan Sosialisasi KTSP 203 .MENGAPA PAKEM (lanjutan) 6.

KOMPONEN UTAMA PAKEM KURIKULUM & PERANGKATNYA SARANA PRASARANA Standarisasi mutu Pendidikan Secara Berkelanjutan Menghadapi Tuntutan lokal. PENILAIAN YANG BERKELANJUTAN SDM MANAJEMEN Sosialisasi KTSP PILAR PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN MBS PAKEM PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN PSM Sosialisasi KTSP 204 . 3. Nasional. dan global. 1. PAKEM 2. PEMBELAJARAN YANG MENGARAH PAS.

Sosialisasi KTSP 205 .

206 .

Penilaian hasil Belajar 16.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VIII. Rancangan Penilaian Hasil Belajar 207 .

208 .

MANFAAT HASIL PENILAIAN F. CIRI PENILAIAN KELAS D.Materi 16 RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENILAIAN A. PELAPORAN Sosialisasi KTSP 209 . TEKNIK PENILAIAN E. PENGERTIAN PENILAIAN B. PENGERTIAN PENILAIAN KELAS C. PENGERTIAN KETUNTASAN BELAJAR G.

DESKRIPSI VERBAL).A. PENGERTIAN PENILAIAN PENILAIAN ADALAH PROSES SISTEMATIS MELIPUTI PENGUMPULAN INFORMASI (ANGKA. PENILAIAN KELAS Proses pengumpulan & penggunaan informasi oleh guru melalui sejumlah bukti untuk membuat keputusan ttg pencapaian hasil belajar/kompetensi siswa. ANALISIS. Sosialisasi KTSP B. INTERPRETASI INFORMASI UNTUK MEMBUAT KEPUTUSAN. Sosialisasi KTSP 210 .

• “Jika peserta didik dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuannya untuk beberapa mata pelajaran dan diajarkan sesuai dengan karakteristik mereka. A Model of School Learning Sosialisasi KTSP ) 211 . maka sebagian besar dari mereka akan mencapai ketuntasan”. 4. sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar. CIRI PENILAIAN KELAS 1. Belajar Tuntas • Belajar Tuntas (mastery learning): peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya. dan hasil yang baik. 3. 2.C. MENGGUNAKAN BERBAGAI CARA & ALAT PENILAIAN Sosialisasi KTSP 1. (John B. BELAJAR TUNTAS OTENTIK BERKESINAMBUNGAN BERDASARKAN ACUAN KRITERIA / PATOKAN 5. Carrol.

lanjutan • Guru harus mempertimbangkan antara waktu yang diperlukan berdasarkan karakteristik peserta didik dan waktu yang tersedia di bawah kontrol guru (John B. mulai dari tingkat kompetensi awal mereka” (JH. Block. mereka dapat berhasil jika kompetensi awal mereka terdiagnosis secara benar dan mereka diajar dengan metode dan materi yang berurutan. keterampilan.) Sosialisasi KTSP 212 . Carrol) • “Peserta didik yang belajar lambat perlu waktu lebih lama untuk materi yang sama. B. Bloom) Sosialisasi KTSP 2. dan sikap. Penilaian Otentik • Memandang penilaian dan pembelajaran secara terpadu • Mencerminkan masalah dunia nyata bukan dunia sekolah • Menggunakan berbagai cara dan kriteria • Holistik (kompetensi utuh merefleksikan pengetahuan.

Berkesinambungan Memantau proses. Sosialisasi KTSP • Ulangan Harian : selesai satu atau beberapa Indikator.3. dan Ulangan Kenaikan Kelas. (tertulis. dan perbaikan hasil terus menerus dalam bentuk Ulangan Harian. observasi. Ulangan Tengah Semester. atau lainnya) • Ulangan Tengah Semester : selesai beberapa Kompetensi Dasar pada semester yang bersangkutan • Ulangan Akhir Semester : selesai semua Kompetensi Dasar pada semester yang bersangkutan. kemajuan. dengan penekanan pada kompetensi dasar semester genap Sosialisasi KTSP 213 . Ulangan Akhir Semester. • Ulangan Kenaikan Kelas : selesai semua Kompetensi Dasar pada semester ganjil dan genap. penugasan.

Pengamatan. Lisan.4. dan Penilaian Diri Sosialisasi KTSP 214 . Proyek. Berdasar Acuan kriteria/patokan Prestasi kemampuan peserta didik TIDAK DIBANDINGKAN dengan peserta kelompok. Portofolio. Unjuk Kerja. Menggunakan Berbagai cara & alat penilaian • Mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi • Menggunakan penilaian yang bervariasi: Tertulis. tetapi dengan kemampuan yang dimiliki sebelumnya dan patokan yang ditetapkan Sosialisasi KTSP 5. Produk.

2. 4. tingkah laku. Sikap 7. Diri (Self Assessment) 1. berpidato. berdiskusi. baca puisis. 3. Unjuk Kerja (Performance) : pengamatan terhadapa aktivitas siswa sebagaimana terjadi (unjuk kerja. interaksi) • Cocok untuk : • Penyajian lisan: keterampilan berbicara.4. Sosialisasi KTSP 1. • Pemecahan masalah dalam kelompok • Partisipasi dalam diskusi • Menari • Memainkan alat musik • Olah Raga • Menggunakan peralatan laboratorium • Mengoperasikan suatu alat Sosialisasi KTSP 215 . TEKNIK /CARA PENILAIAN Unjuk Kerja (Performance) Penugasan (Proyek/Project) Hasil kerja (Produk/Product) Tertulis (Paper & Pen) 5. Portofolio (Portfolio) 6.

A. Berdiri tegak melihat pada penonton ----. Mengubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan 1 2 3 4 Sosialisasi KTSP CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN DENGAN CHECKLIST --------------------------------------------------------------------------------Petunjuk: Beri tanda centang (v) dibelakang huruf di mana kemampuan siswa teramati pada waktu berpidato. Merubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan ----. Berdiri tegak melihat pada penonton 1 2 3 4 B. Ekspresi fisik (physical expression) ----. Mata melihat kepada penonton Sosialisasi KTSP 216 .B. ---------------------------------------------------------------------------------Nama: Rinjani I.CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN DENGAN RATING SCALE -----------------------------------------------------------------------------------------------Petunjuk : Beri Lingkaran pada angka yang sesuai untuk setiap kemampuan yang teramati pada waktu anak berpidato : 1 bila tidak pernah 2 bila jarang 3 bila kadang-kadang.C. Ekspresi fisik (physical expression) A. dan 4 bila siswa selalu melakukan --------------------------------------------------------------------------------------------------Nama : Rinjani I.

Berbicara dengan kata-kata yang jelas ---. Tidak mengulang-ulang pernyataan ---. Penugasan (Proyek) : Penilaian terhadap suatu tugas yang mengandung penyelidikan yang harus selesai dalam waktu tertentu Tugas: suatu investigasi dgn tahapan: Perencanaan Pengumpulan data Pengolahan data. Berbicara cukup keras untuk didengar penonton Ekspresi verbal (verbal expression) ---.C.A.D. Sosialisasi KTSP 2. Menggunakan kalimat yang lengkap untuk mengutarakan suatu pikiran ---. Ekspresi suara (vocal expression) ---. Penyajian data Sosialisasi KTSP 217 . Nada suaranya berubah-ubah sesuai pernyataan yang ditekankan ---. Menyimpulkan pokok-pokok pikiran yang penting III.B. Memilih kata-kata yang tepat untuk menegaskan arti ---.B.A.C.II.

PENILAIAN PROYEK Bermanfaat menilai : • Keterampilan menyelidiki secara umum • Pemahaman & Pengetahuan dalam bidang tertentu • Kemampuan mengaplikasi pengetahuan dalam suatu penyelidikan • Kemampuan menginformasikan subyek secara jelas Sosialisasi KTSP CONTOH PENILAIAN PROYEK : Ilmu Pengetahuan Sosial : SD : VI Mata Pelajaran Jenjang Kelas / Semester Contoh Kompetensi Dasar : menganalisis bentuk-bentuk perilaku yang muncul sebagai dampak globalisasi (konsumerisme. gaya hidup) Sosialisasi KTSP 218 .

telekomunikasi) . pilihan makanan dan minuman.Mengidentifikasi bukti-bukti globalisasi di lingkungan masyarakat (mis: dalam hal periklanan. perilaku) Sosialisasi KTSP 219 .Membandingkan pandangan orang tua dan anak mengenai perubahan-perubahan yang terjadi akibat pengaruh globalisasi Sosialisasi KTSP Contoh Tugas Penilaian Proyek ----------------------------------------Lakukan penelitian sederhana di lingkungan sekitar mengenai pengaruh iklan di media cetak maupun di media elektronik terhadap gaya hidup anak SD (cara berpakaian. pariwisata.• Indikator : . perilaku. perjalanan. dan tradisi) .Membuat daftar perubahan perilaku masyarakat setempat sebagai dampak globalisasi (mis: dalam hal makanan. migrasi. nilai-nilai. gaya hidup. pakaian. komunikasi.

CONTOH
ASPEK

FORMAT PENYEKORAN TUGAS PROYEK
KRITERIA DAN SKOR 3 2 1

PERSIAPAN

Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan dengan lengkap.

Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan kurang lengkap. Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua, tetapi data tidak tercatat dengan rapi dan lengkap.

Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan tidak lengkap

PENGUMPULAN DATA

Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua dan data tercatat dengan rapi dan lengkap.

Jika pertanyaan tidak terlaksana semua dan data tidak tercatat dengan rapi.

PENGOLAHAN DATA

Jika pembahasan data sesuai tujuan penelitian

Jika pembahasan data kurang menggambarkan tujuan penelitian Jika sistimatika penulisan benar, memuat saran, namun bahasa kurang komunikatif

Jika sekedar melaporkan hasil penelitian tanpa membahas data

PELAPORAN TERTULIS

Jika sistimatika penulisan benar, memuat saran, bahasa komunikatif.

Jika penulisan kurang sistimatis, bahasa kurang komunikatif, kurang memuat saran

Sosialisasi KTSP

3. Hasil Kerja (Produk):
Penilaian terhadap kemampuan membuat produk teknologi dan seni
Penilaian Hasil Akhir dan Proses:

hasil akhir spt:

- makanan - pakaian - hasil karya seni: gambar, lukisan, pahatan - barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam - menggunakan teknik menggambar - menggunakan peralatan dengan aman - membakar kue dengan baik

proses spt:

Sosialisasi KTSP

220

PENILAIAN PRODUK

PERSIAPAN,kmp: - rencanakan, gali, kembangkan gagasan - desain produk

PEMBUATAN: kmp seleksi dan gunakan: bahan, alat, teknik

PENILAIAN
(APPRAISAL):

kmp buat produk sesuai kegunaan (fungsi) & keindahan

Sosialisasi KTSP

Contoh1:

TUGAS PENILAIAN PRODUK ------------------------------------------------------Tugas: buatlah rancangan model benda yang menggunakan roda Ketentuan: - Gambar rancangan model
- Bahan untuk model tertulis dalam rancangan - Tentukan spesifikasi bahan untuk model

Sosialisasi KTSP

221

Contoh2:

TUGAS PENILAIAN PRODUK -------------------------------------------------------Tugas: Rancang dan buatlah mainan yang menggunakan roda. ketentuan sebagai berikut (spesifikasidiberikan) : jenis kayu: ……….. ukuran: ……………………. dst.

Sosialisasi KTSP

Penskoran tugas penilaian produk contoh 1:
No Kriteria
b 1. 2. 3. 4.

skor
c k

Ada gambar rancangan model Bahan tertulis dalam model Spesifikasi bahan tertulis Unsur estetika

Kriteria penskoran : B = gambar proporsional, bahan tertulis lengkap, spesifikasi bahan jelas C = gambar kurang proporsional, bahan tertulis kurang lengkap, spesifikasi bahan kurang jelas K = gambar tidak proporsional, bahan tertulis tidak lengkap, spesifikasi bahan tidak jelas
Sosialisasi KTSP

222

4. TES TERTULIS
Memilih dan Mensuplai jawaban 1. MEMILIH JAWABAN - Pilihan ganda - Dua pilihan (B - S; ya - tidak) 2. MENSUPLAI JAWABAN - Isian atau melengkapi - Jawaban singkat - uraian
Sosialisasi KTSP

BANDINGKAN
• Apa kepanjangan ASEAN? • Tahun berapa ASEAN didirikan? • Negara mana saja yang manjadi anggota ASEAN? • Apa kepanjangan PLTA? • Menurutmu masalah apa yang akan timbul jika ASEAN bubar? • Dengan cara apa ASEAN mendukung perekonomian ASIA? • Buatlah bagan PLTA!

Sosialisasi KTSP

223

5. PORTOFOLIO :
Penilaian melalui koleksi karya (hasil kerja) siswa yang sistematis
• • • • Pengumpulan data melalui karya siswa Pengumpulan dan penilaian yang terus menerus Refleksi perkembangan berbagai kompetensi Memperlihatkan tingkat perkembangan kemajuan belajar siswa • Bagian Integral dari Proses Pembelajaran • Untuk satu periode • Tujuan Diagnostik

Sosialisasi KTSP

Hal-hal yang perlu diperhatikan:
• Siswa merasa memiliki portofolio sendiri • Tentukan bersama hasil kerja apa yang akan dikumpulkan • Kumpulkan dan simpan hasil kerja siswa dalam 1 map atau folder • Beri tanggal pembuatan • Tentukan kriteria untuk menilai hasil kerja siswa • Minta Siswa untuk menilai hasil kerja mereka secara berkesinambungan • Bagi yang kurang, beri kesempatan perbaiki karyanya, tentukan jangka waktunya • Bila perlu, jadwalkan pertemuan dengan ortu
Sosialisasi KTSP

224

Membuat resensi buku 1/9 30/9 10/10 Dst. 2. Contoh Portofolio Nama Siswa : _________________ Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kelas : X/1 : Bahasa Indonesia : 1 Semester Kriteria Tata bahasa No SK / KD Periode Kosakata Kelengkapan gagasan Sistematika penulisan Keterangan 1. Menulis karangan deskriptif 30/7 10/8 dst.karya-karya yang dapat dikumpulkan melalui penilaian portofolio • • • • • • • Puisi Karangan Gambar / Lukisan Desain Paper Sinopsis Naskah pidato / khotbah • Naskah Drama • Rumus Sosialisasi KTSP • • • • • • Doa Surat Komposisi Musik Teks Lagu Resep Makanan Laporan Observasi/ Penyelidikan / Eksperimen • Dsb. Sosialisasi KTSP 225 .

Sosialisasi KTSP 226 .. Tono 3. perhatian – Pertanyaan langsung: tanggapan thd tatib baru – Laporan pribadi: menulis pandangan ttg “kerusuhan antaretnis”. PENILAIAN SIKAP Penilaian terhadap perilaku dan keyakinan siswa terhadap obyek sikap Cara: – Observasi perilaku: kerja sama. inisiatif.. Sosialisasi KTSP Contoh Format Penilaian Sikap dalam praktek IPA : No. . Nama Bekerja sama 1. Ruri Berinisiatif Perilaku Penuh Perhati an Bekerja sistematis Nilai Keterangan 2..6.

--------. --------. proses. tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya.mengorganisasi ide-ide saya -------. Sosialisasi KTSP CONTOH PENILAIAN DIRI PARTISIPASI DALAM DISKUSI KELOMPOK Nama : ----------------------------------------------------Nama-nama anggota kelompok : ----------------------------------------------------Kegiatan kelompok : ----------------------------------------------------Isilah pernyataan berikut dengan jujur.B.Tiap orang sibuk dengan yang dilakukannya dalam kelompok saya 5.melamun 6.mengacaukan kegiatan -------. -------.Selama diskusi saya mengusulkan ide kpd klp utk didiskusikan 2. PENILAIAN DIRI Menilai diri sendiri berkaitan dengan status.Semua anggota kelompok kami melakukan sesuatu selama kegiatan 4.mendengarkan orang lain --------.d. -------.Ketika kami berdiskusi. 1 s. Untuk No. tiap org diberi kesempatan mengusulkan sesuatu 3. -------. 5. -------.Selama kerja kelompok. 227 .C atau D di depan tiap pernyataan: A : selalu C : kadang-kadang B : sering D : tidak pernah 1.7.mengajukan pertanyaan --------. saya…. Apa yang kamu lakukan selama kegiatan berlangsung? ------------------------------------------------------------------------------------------Sosialisasi KTSP SUMBER: Forster & Masters.mengorganisasi kelompok -------. tulislah huruf A.1996.

INDIKATOR DAN KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR • MENETAPKAN TEKNIK PENILAIAN • MEMBUAT ALAT PENILAIAN & PENYEKORAN Sosialisasi KTSP CONTOH FORMAT PEMETAAN ASPEK PENILAIAN SK KD INDIKATOR KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR PROY TEKNIK PENILAIAN PROD TES UN KERJA DLL MENDENGAR KAN BERBICARA MEMBACA MENULIS Sosialisasi KTSP 228 . KD.ALUR PELAKSANAAN PENILAIAN • MENETAPKAN INDIKATOR • MEMETAKAN SK.

TS= Nilai Tengah Semester. AS= Nilai Akhir Semester Sosialisasi KTSP E. RR= Nilai Rata-rata KD. MANFAAT HASIL PENILAIAN • REMEDIAL • PENGAYAAN • PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN Sosialisasi KTSP 229 .CONTOH REKAP NILAI MATA PELAJARAN : KELAS/SEMESTER : N O NA MA MENDENGARKAN BERBICARA MEMBACA MENULIS KD 1 KD 2 R R T S AS KD 1 KD 2 R R T S A S KD 1 KD 2 R R T S A S KD 1 KD 2 R R TS A S 1 Ri n Tin 2 Catatan: KD= Kompetensi Dasar.

KOMPLEKSITAS INDIKATOR. DAYA DUKUNG : GURU. SARANA • TUNTAS: SKOR ≥ KRITERIA KETUNTASAN • TUNTAS INDIKATOR → KD → SK→ MAPEL Sosialisasi KTSP 230 .KAPAN? • REMEDIAL DILAKUKAN BILA NILAI INDIKATOR KURANG DARI NILAI KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR PENGAYAAN DILAKUKAN BILA TUNTAS LEBIH CEPAT PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN BILA TIDAK EFEKTIF • • Sosialisasi KTSP F. KETUNTASAN BELAJAR • • • • PER INDIKATOR KRITERIA: 0% – 100% IDEAL: 75% SEKOLAH MENETAPKAN SENDIRI DGN PERTIMBANGAN: KEMAMPUAN AKADEMIS SISWA.

CONTOH PENGHITUNGAN KETUNTASAN BELAJAR KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KRITERIA KETUNTASAN NILAI PESERTA DIDIK KETUNTASAN 1 2 60% 60% 60 59 TUNTAS TAK TUNTAS TUNTAS 3 55% 75 Sosialisasi KTSP CONTOH PENGHITUNGAN NILAI KD KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR 60% 70% 60% 70% 65% 60% KOMPETENSI DASAR (KD) INDIKATOR 1 NILAI SISWA 61 80 90 70 68 72 KETUNTASAN TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS 1 2 3 1 2 2 3 NILAI KD 1: = 61+80+90 3 = 77 ATAU 7.7 Sosialisasi KTSP NILAI KD 2: MODE : 70 NILAI KD :70 231 .

DALAM 1 KD • JML INDIKATOR YG TUNTAS LEBIH DARI 50%: LANJUT KE KD BERIKUTNYA • JML INDIKATOR BELUM TUNTAS SAMA ATAU LEBIH DARI 50%: MENGULANG KD YANG SAMA Sosialisasi KTSP PELAKSANAAN PROGRAM REMEDIAL • TATAP MUKA DENGAN GURU • BELAJAR SENDIRI → dinilai • KEGIATAN: MENJAWAB PERTANYAAN. MENGUMPULKAN DATA. MEMBUAT RANGKUMAN. • PADA ATAU DI LUAR JAM EFEKTIF Sosialisasi KTSP 232 . MENGERJAKAN TUGAS.

LATIHAN TAMBAHAN TUGAS INDIVIDUAL • HASIL PENILAIAN MENAMBAH NILAI MATA PELAJARAN BERSANGKUTAN • SETIAP SAAT.PROGRAM PENGAYAAN : • SISWA BERPRESTASI BAIK • MEMPERKAYA KOMPETENSI • KEGIATAN : MEMBERI MATERI TAMBAHAN. PADA ATAU DI LUAR JAM EFEKTIF. Sosialisasi KTSP PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN Program Strategi Bahan Tidak efektif? Dievaluasi Direvisi Sosialisasi KTSP Diganti 233 .

G. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 234 . • Model yang ada merupakan contoh yang dapat dimodifikasi/diadopsi oleh sekolah. PELAPORAN • Rapor adalah laporan kemajuan belajar • Berisi informasi tentang pencapaian kompetensi • Sekolah boleh menetapkan sendiri model rapor yang dikehendaki. dengan syarat komunikatif dan menggambarkan pencapaian kompetensi.

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) IX. Pengembangan bahan Ujian & Analisis hasil Ujian. 235 . Pengembangan Bahan Ujian 17.

236 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 17 PENGEMBANGAN BAHAN UJIAN DAN ANALISIS HASIL UJIAN Sosialisasi KTSP SKL TOPIK Sosialisasi KTSP KISI-KISI TEKNIK PENYUSUNAN SOAL ANALISIS 237 .

19/2005 Sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan Meliputi kompetensi seluruh mata pelajaran Dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Sosialisasi KTSP 238 .APAKAH SAYA LULUS? Sosialisasi KTSP STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) Adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap pengetahuan dan keterampilan Berdasarkan PP No.

MATERI DAN PENILAIAN SKL Menggambarkan kompetensi yang ingin dicapai. KOMPETENSI Materi pembelajaran untuk mencapai kompetensi Sosialisasi KTSP Bentuk soal harus sesuai dengan kompetensi yang dituntut pada SKL SEPERTI APA SOAL YANG BAIK ? Sosialisasi KTSP 239 .Hubungan antara SKL.

6. 5. Uji coba soal termasuk ANALISIS-nya. Perakitan soal menjadi perangkat tes. Bank Soal Penyajian tes kepada siswa Skoring (pemeriksaan jawaban siswa) Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN KISI-KISI Fungsi Pedm. perakitan soal Komponen Kisi2: •Identitas •SK/KD/IP •Materi Pembel. 2. Penyusunan KISI-KISI tes.LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN TES 1. PENULISAN SOAL. 9. penulisan soal Pedm. 8. 7. •Indikator Soal •Bentuk Tes •Nomor Soal Syarat kisi-kisi Mewakili isi kurikulum Singkat dan jelas Soal dapat disusun sesuai dengan bentuk soal. Sosialisasi KTSP 240 . 3. Penentuan tujuan tes. 4. PENELAAHAN SOAL (validasi soal).

.................... Kurikulum : ............................... Digunaka n untuk Tang gal Jumlah Siswa Tingkat Kesukaran Daya Proporsi KETERANGAN SOAL Jawaban pada Pilihan Pembeda A B C D OMIT Keterangan Sosialisasi KTSP 241 ...... SOAL KUNCI Penyusun 1....................... Bentuk Tes Materi (4) Indikator Soal (5) (6) No.. Alokasi Waktu : ........ Soal (7) No............ ..................... Mata Pelajaran : . ------------Tahun ajaran : --------------: KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER: RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI INDIKATOR SOAL No ..... Penulis 1............... 2....... dll..... (2) (3) Sosialisasi KTSP KARTU SOAL BENTUK PG Jenis Sekolah Mata Pelajaran Bahan Kelas/smt Bentuk Tes : ------------: ------------: ------------: Tertulis (PG. Urut (1) Kompetensi Dasar/ Indikator Bahan Kelas/ smt...... .FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL Jenis Sekolah : ......... -----------2. Jumlah soal : ..) NO.....

SOAL Penyusun 1. penugasan. ------------Tahun ajaran : --------------: KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER: RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI INDIKATOR SOAL No Diguna kan untuk KETERANGAN SOAL Proporsi jawaban pada aspek Tangg al Jumlah siswa Tingkat kesukar an Daya pembeda 1 A 2 3 1 B 2 3 1 C 2 3 1 D 2 3 Ketera ng an Sosialisasi KTSP PEDOMAN PENSKORAN No. -----------2. hasil karya) NO.KARTU SOAL URAIAN/PRAKTIK Jenis Sekolah Mata Pelajaran Bahan Kelas/smt Bentuk Tes : ------------: ------------: ------------: Tertulis (Uraian)/Praktik (Kinerja. Kunci/Kriteria jawaban/Aspek yang dinilai Skor Skor maksimum= Sosialisasi KTSP …… 242 .

3. Keterpakaian: memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Relevansi: yang diperlukan untuk mempelajari dalam bidang studi lain. 4. Sosialisasi KTSP Indikator Soal Indikator soal sebagai pertanda atau indikasi pencapaian kompetensi Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur Indikator mengacu pada materi pembelajaran sesuai kompetensi 243 .KRITERIA KOMPETENSI / MATERI PENTING 1. mutlak harus dikuasai oleh siswa. 2. Urgensi: KD/indikator/materi yang secara teoritis. Kontinuitas: KD/indikator/materi lanjutan yang merupakan pendalaman materi sebelumnya.

Sosialisasi KTSP MENUNTUT PENALARAN TINGGI SETIAP SOAL: 1.DIBERIKAN DASAR PERTANYAAN (STIMULUS) 2.MENGUKUR KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH Sosialisasi KTSP 244 . BILA SOAL TIDAK TERDAPAT STIMULUS Rumusan indikatornya: Siswa dapat membedakan …. 2.TEKNIK PERUMUSAN INDIKATOR 1. siswa dapat menjelaskan ….MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS 3. BILA SOAL TERDAPAT STIMULUS Rumusan indikatornya: Disajikan ….

.. Berpendapat (inferring) -Berdasarkan .... Memberi alasan (justifying) -Manakah pilihan berikut yang kamu pilih... -Lengkapilah cerita ...... tuliskanlah evaluasi tentang . -Bandingkan dua cara berikut tentang . 11. Hubungan sebab-akibat -Apa penyebab utama ... 2... -Tulislah sebuah pernyataan yang dapat menjelaskan peristiwa berikut ... dan ... tentang apa yang akan terjadi bila . Menerapkan -Selesaikan hal berikut dengan menggunakan kaidah . apa yang akan terjadi bila ........ 5.. Menyimpulkan -Susunlah beberapa kesimpulan yang bersasal dari data . -Daftar dan beri alasan singkat tentang ciri utama . Meringkas -Tuliskan pernyataan penting yang termasuk . Membandingkan -Jelaskan persamaan dan perbedaan antara ... -Berdasarkan kriteria ... 3.. 7... Sosialisasi KTSP 245 ...... 10. 8.......... Sosialisasi KTSP 6. -Apa reaksi A terhadap .. dengan menggunakan pedoman ... -Apa akibat ..... Menciptakan -Tuliskan beberapa cara sesuai dengan ide Anda tentang . Sintesis -Tuliskan satu rencana untuk pembuktian . 12.......... mengapa? -Jelaskan mengapa kamu setuju/tidak setuju dengan pernyataan tentang . -Tuliskan sebuah laporan .. -Tuliskan . Evaluasi -Apakah kelebihan dan kelemahan . 9........ 4.. -Apakah hal berikut memiliki .. -Ringkaslah dengan tepat isi .... Mengelompokkan -Kelompokkan hal berikut berdasarkan ... Analisis -Manakah penulisan yang salah pada paragraf ..MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS 1.

Memahami kata dalam konteks Contoh indikator soal: Disajikan beberapa masalah yang konteks kata atau kelompok katanya digarisbawahi. 3. siswa dapat merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan. Memberi alasan solusi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih kemungkinan solusinya. dan menjelaskan cara penyelesaiannya. 2.Mengukur Keterampilan Pemecahan Masalah 1. siswa dapat memberikan solusinya berdasarkan pertimbangan asumsi untuk saat ini dan yang akan datang. Memilih masalah sendiri Contoh indikator soal: Disajikan beberapa masalah. siswa dapat menjelaskan mengapa masalah ini sulit dipecahkan atau melengkapi informasi penting yang dihilangkan. siswa dapat menjelaskan maknanya yang berhubungan dengan masalah itu dengan kata-katanya sendiri. Sosialisasi KTSP 6. Mengidentifikasi masalah Contoh indikator soal: Disajikan deskripsi suatu situasi/masalah. Merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan yang berisi sebuah masalah. siswa dapat menggambarkan sebuah diagram atau gambar yang menunjukkan situasi masalah. 9. siswa dapat memecahkan masalah ke dalam dua cara atau lebih. siswa dapat memberikan alasan satu masalah yang dipilih sendiri. 10. siswa dapat mengidentifikasi semua informasi yang tidak relevan. siswa dapat mengidentifikasi masalah yang nyata atau masalah apa yang harus dipecahkan. Mendeskripsikan berbagai strategi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. Memberi alasan masalah yang sulit Contoh indikator soal: Disajikan sebuah masalah yang sukar dipecahkan atau informasi pentingnya dihilangkan. kemudian menunjukkan solusinya ke dalam gambar. Mendeskripsikan masalah Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. 7. siswa dapat memilih satu solusi yang paling tepat dan memberikan alasannya. atau grafik. 8. Sosialisasi KTSP 246 . diagram. Mengidentifikasi masalah yang tidak sesuai Contoh indikator soal: Disajikan beberapa informasi yang relevan dan tidak relevan terhadap masalah. 5. Mengidentifikasi asumsi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. 4.

kartun. output. grafik atau tabel dan sebuah pernyataan masalah. Membuat strategi lain Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan satu strategi untuk menyelesaikan masalanya. 12. 13. Mengevaluasi kualitas solusi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan beberapa strategi untuk menyelesaikan masalah. beberapa strategi pemecahan masalahnya. dan outcomenya. siswa dapat memilih satu strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah itu dan memberikan alasannya. siswa dapat menyelesaikan masalah itu dengan menggunakan strategi lain. (4) memberi alasan mengapa strategi itu paling tepat dibandingkan dengan strategi lainnya. Menyelesaiakan secara terencana Contoh indikator soal: Disajikan sebuah situasi masalah yang kompleks. siswa dapat mengevaluasi strategi pemecahannya berdasarkan prosedur yang disajikan. Mengevaluasi strategi sistematikanya Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. 16. Sosialisasi KTSP 15. Memecahkan masalah berdasarkan data dan masalah Contoh indikator soal: Disajikan sebuah cerita. siswa dapat menyelesaikan masalah secara terencana mulai dari input. (3) menentukan strategi mana yang tepat. siswa dapat: (1) menjelaskan dengan menerapkan strategi itu. 14. Menggunakan analogi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan strategi penyelesaiannya. (2) mengevaluasinya. (2) memberikan alasannya. Memberi alasan strategi yang digunakan Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih strategi untuk menyelesaikan masalah. siswa dapat: (1) mendeskripsikan masalah lain (analog dengan masalah ini) yang dapat diselesaikan dengan menggunakan strategi itu. dan prosedurnya. proses. 17. Sosialisasi KTSP 247 . siswa dapat memecahkan masalah dan menjelaskan prosedur yang dipergunakan untuk menyelesaikan masalah.11.

materi. Mengukur kemampuan berpikir kritis 6. Mengukur kompetensi siswa 4. Berhubungan dengan kondisi pembelajaran di kelas atau di luar kelas 2. kompetensi dan pengalaman belajar 3. Mengukur beberapa kemampuan yang diwujudkan dalam stimulus soal 5.KAIDAH PENULISAN SOAL KOMPETENSI 1. Sosialisasi KTSP 248 . Mengandung pemecahan masalah Sosialisasi KTSP SOAL URAIAN SOAL URAIAN adalah soal yang jawabannya menuntut peserta tes untuk mengorganisasikan gagasan atau hal-hal yang telah dipelajarinya dengan cara mengemukakan gagasan tsb dalam bentuk tulisan. Berhubungan erat antara proses.

13. 10. Soal sesuai dengan indikator Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP KAIDAH PENULISAN SOAL URAIAN 7.KAIDAH PENULISAN SOAL URAIAN 1. 9. 6. peta. 5. 4. 3. Ada pedoman penskorannya Tabel. atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca Rumusan kalimat soal komunikatif Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku Tidak menggunakan kata/ungkapan yang menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat menyinggung perasaan siswa Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 249 . 2. 12. 8. grafik. gambar. 11.

1. Sekulerisme adalah sikap yang mencerminkan kehidupan keduniawian. . Kunci Jawaban Pasar tradisional: harga dapat ditawar dan tidak kena pajak Pasar modern: harga pasti dan kena pajak Skor Maksimum Skor 2 2 4 Sosialisasi KTSP 2. SMP) No. Kunci Jawaban Skor 1. Primadialisme yaitu sikap yang lebih membanggabanggakan asal daerah tertentu. 1. 2 4. -----------------------------------2 5. ---------------------------------------------------------2 3. ---------------------------------2 Skor Maksimum 10 Sosialisasi KTSP 250 . Soal sesuai dengan indikator Indikator : Siswa dapat menjelaskan 2 perbedaan pasar tradisional dan pasar modern. Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai Contoh soal kurang baik: Jelaskan sisi negatif yang harus diwaspadai dari kemajuan IPTEK terhadap bangsa Indonesia yang berazaskan kekeluargaan! (PKn SMP) Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan 4 sisi negatif yang harus diwaspadai dari kemajuan IPTEK terhadap bangsa Indonesia yang berasaskan kekeluargaan! PEDOMAN PENSKORAN No. Elitisme yaitu kecenderungan untuk bergaya hidup tertentu berbeda dengan orang banyak. Materialisme yaitu sikap yang selalu mengutamakan dan mengukur segala sesuatu berdasarkan materi -------------2 2. Contoh Soal kurang baik: Jelaskan 2 persamaan antara pasar tradisional dengan pasar modern! Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan 2 perbedaan antara pasar tradisional dengan pasar modern! (IPS. Individualisme yaitu sikap lebih mementingkan diri sendiri. 2.

..............Lipase untuk mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol ................. perkembangan generasi......... Enzim yang dihasilkan Pankreas: ........................ 1 b........ 2 ................................................................. Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas Contoh soal yang kurang baik: Jelaskan perkembangan perangkat TIK dilihat dari perangkat komunikasi digital? Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan perkembangan perangkat komputer No............ Di manakah letak pankreas? b..... 2 . 3... Enzim-enzim itu aktif di usus halus.............................. 2 ... Pankreas terletak di rongga perut ...............................3............................ Tuliskan dan jelaskan enzim yang dihasilkan pankreas! c...... dan teknologi tinggi) Menjawab dua fase Menjawab satu fase Tidak menjawab Skor 3 2 1 0 Sosialisasi KTSP 251 ... Kunci Jawaban Skor a.....................................................Tripsin untuk mengubah protein menjadi peptida dan asam-asam amino .....Bikarbonat untuk menetralisir HCl yang masuk ke usus dari lambung ................................... Di manakah enzim-enzim itu aktif? No.....Amilase untuk mencerna tepung menjadi maltosa dan disakarida lain ........... 4............. 1. 2 c.......................... Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran Contoh soal kurang baik: Di manakah letak kelenjar pankreas? (IPA) Contoh soal lebih baik: a......... 2........... 1 Skor maksimum Sosialisasi KTSP 10 4...... Kunci Jawaban Menjawab 3 fase perkembangan (penemuan.....................

Sistem partai tunggal ---------------------------------------------------yaitu dalam suatu negara hanya satu partai yang berlaku ----2. Pada suatu kali ia akan hilang dari muka bumi. 3. Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian Contoh soal kurang baik: Di Indonesia terdiri dari berapa sistem kepartaian? (PKn-SMP) Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan tiga macam sistem kepartaian! No. 4. Aspek yang dinilai Bila jawaban (gigih) dan alasan benar Bila jawaban (gigih) benar tetapi alasan kurang tepat Bila hanya jawaban (gigih). Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal Contoh soal kurang baik: Tentang celana kepar 1001 itu. Dan meskipun celana 1001 –nya hilang lenyap menjadi topo. tak ada yang akan diceritakan lagi. 1. Kusno tak akan putus asa.5.SMP) Contoh soal yang lebih baik: Tentukan watak Kusno yang terdapat dalam kutipan di atas disertai alasannya! Kunci : Watak Kusno gigih atau sejenisnya karena ia sengsara. No. Sistem dua partai --------------------------------------------------------yaitu terdapat dua partai dalam suatu negara sehingga terlihat satu partai yang berkuasa dan satu partai oposisi ----------------3. Sistem multi partai -------------------------------------------------------yaitu terdapat banyak partai dalam suatu negara yang disebabkan kondisi masyarakat yang mejemuk dan iklim demokrasi yang lebih bebas ------------------------------------------Skor Maksimum Sosialisasi KTSP Skor 1 1 1 1 1 1 6 6. tapi terus melawan kesengsaraan tersebut. bagaimanapun juga. 2. hidup bersama kesengsaraan. tetapi tidak disertai alasan Bila jawaban (aliran) dan alasan salah Skor 3 2 1 0 Sosialisasi KTSP 252 . Ia dilahirkan dalam kesengsaraan. Kusno akan berjuang terus melawan kesengsaraan biarpun hanya guna mendapatkan sebuah celana kepar yang lain. Idrus: Kisah Sebuah Celan Pendek Bagaimana watak Kusno? (Bhs Indonesia . Kunci Jawaban Sistem kepartaian ialah pola perilaku dan interaksi di antara sejumlah partai politik 1. Dan mungkin ia bersama-sama dengan Kusno hilang dari muka bumi ini? Tapi.

....... Tabel. Sosialisasi KTSP 9............. atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca Perhatikan gambar berikut.........7. atau di sejumlah pasar........ vp 1 = 1 m/s ..... 2 + 200 .................. Contoh Soal yang lebih baik: Seseorang bermassa 50 kg naik perahu dengan massa 200 kg dan berkecepatan 2 ms –1 terhadap air yang diam......... vo + mp ............. Indonesia SMP) Tulislah karangan sepanjang ± 200 kata berdasarkan informasi yang terdapat dalam gambar di atas! Tulisan tersebut akan dinilai berdasarkan isi............. vp 1 . vp 1 .... kosakata......... grafik....... alur.... (Bhs..... 50 ......... 100 + 400 = 300 + 200 vp 1 500 = 300 + 200 vp 1 200 vp 1 = 500 – 300 200 vp 1 = 200 ....... Kemudian orang tersebut meloncat ke depan dengan kecepatan 6 ms –1 terhadap air................. Gunungan sampah yang berbau tidak sedap itu terjadi akibat sampah-sampah tersebut tidak diangkut seperti di pemukiman...... gambar. Skor maksimum Sosialisasi KTSP Skor 1 1 1 1 1 5 253 ................ Gambar ini memperlihatkan suatu kawasan yang dibanjiri sampah yangmenggunung....... vo 1 + mp ................ 6 + 200 .. peta...... vp 1 = 1 200 200 =..... Kunci Jawaban mo .................. dan pemakaian kaidah bahasa Indonesia... 2 = 50 ......... Tentukan kecepatan perahu sesaat setelah orang tersebut meloncat? No....... Ada pedoman penskorannya 8........ pertokoan............. vp = mo ....... Yang lebih parah lagi bila TPS (Tempat Pembuangan Sampah) berada di lingkungan yang dekat dengan sekolah... Rumusan kalimat soal komunikatif Contoh soal kurang baik: Sesuatu bermassa 50 kg naik perahu yang massanya 200 kg …..

Metonimia adalah majas yang menyebut merek dagang untuk benda yang dimaksudkan atau digunakan. ---------------------------------Berjiwa pembaru: yaitu ikut serta dalam pembangunan. 1 3. 0–2 0–2 0–2 0–2 0. 1 2. ----------------------------------------------Skor Maksimum Skor 0–2 3.10 5. 4. -----------Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara: Untuk mencapai tujuan nasional diperlukan kerelaan berkorban. Alasan: BMW adalah merek mobil. Sosialisasi KTSP 254 .10. 2. Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu Contoh soal kurang baik: Perhatikan kalimat berikut! “Di dalam BMW seri tujuh berwarna abu-abu itu Soni menyetir sendiri setelah membeli buah pala dan keju di supermarket itu. Tak kenal menyerah: Seorang siswa perlu belajar dengan tekun tanpa mengenal lelah demi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia dikemudian hari. Kutipan di atas mengandung majas metonimia. 1. PEDOMAN PENSKORAN Kunci Jawaban/Aspek yang dinilai Cinta tanah air: Bangga sebagai bangsa Indonesia menyebabkan seseorang rela berkorban. Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku Contoh soal kurang baik Coba kamu sebutkan satu per satu karakteristik sikap patriotik dalam kehidupan bangsa dan bernegara? (PKn SMP/MTs) Contoh soal yang lebih baik: Tuliskan dan jelaskan 5 ciri sikap patriotik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara! No. Menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan. Kunci/Aspek yang dinilai Skor 1. 1 Skor Maksimum 3 Penjelasan: kata buah pala dan keju di daerah tertentu adalah tabu. Sosialisasi KTSP 12.” Tentukan majas kalimat di atas dan berikan alasannya! (BIN SMP/MTs) PEDOMAN PENSKORAN No.

hidup di daerah kumuh. Komponen soal PG Stem (pokok soal) Option Sosialisasi KTSP 255 . anak cacat. Sebutkan dan jelaskan 6 macam hak asasi manusia yang mendapat perlindungan dan pelayanan dalam UUD 1945! (PKn SMP) Contoh soal yang lebih baik: Tuliskan dan jelaskan 6 macam hak asasi manusia yang mendapat perlindungan dan pelayanan dalam UUD 1945! Sosialisasi KTSP SOAL PILIHAN GANDA JENIS SOAL PG Pokok Soal (stem) pertanyaan Pokok soal (stem) pernyataan Diakhiri tanda ? Diakhiri tanda ….13. anak miskin. atau hidup di desa terpencil. Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat menyinggung perasaan siswa Contoh soal kurang baik: Walaupun kamu anak yatim/piatu. namun kamu adalah warga negara Indonesia.

.. 6.. luas 4 ha. Pengumuman d. 4. Baik untuk industri. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. Soal harus sesuai dengan indikator Pengecoh harus berfungsi Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. 8. 2. 7. Hubungi telp.CONTOH SOAL PG Dasar pertanyaan (stimulus) Pokok soal (stem) Pilihan jawaban (option) Perhatikan iklan berikut! Dijual sebidang tanah di Bekasi. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar. 9. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. Penawaran* Sosialisasi KTSP KAIDAH PENULISAN SOAL PG 1. 5. 3. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya. Iklan di atas termasuk jenis iklan . Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 256 . Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah/benar”. 7777777. a. 10. propaganda c. permintaan b.

uterus* d. Indikator: Siswa dapat menentukan tempat terjadinya pembuahan sel telur oleh sel sperma pada manusia. mengurangi jumlah sel telur dalam ovarium Contoh soal yang sesuai dg indikator. diagram. Soal harus sesuai dengan indikator Contoh soal kurang baik. a. Pengaruh kerja pil kontrasepsi adalah …. oviduct c. 15. grafik. dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi. Pembuahan sel telur oleh sel sperma pada manusia terjadi di dalam …. Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. sehingga pernyataannya mudah dimengerti warga belajar/siswa. ovarium b. 13. mencegah terjadinya haid b. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya. Letakkan kata/frase pada pokok soal. a. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. 17. 14. tabel. 16. Gambar. Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 1. mencegah peleburan sel telur dan sel sperma c. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat jika soal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional. 12.Lanjutan … 11. mencegah pematangan sel telur* d. Bahasa yang digunakan harus komunikatif. umumnya. vagina Sosialisasi KTSP 257 . kadang-kadang. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya.

November d.2. November* b. a. Aperil. bekas (BIN SMP/MTs) Penjelasan: pilihan c diperbaiki “belas”. to eat. a. Februari. Rabo. Perbaikan: pilihan b diperbaiki menjadi kata kerja. beras b. bela d. November Penjelasan: kunci jawaban jangan dipergunakan untuk pengecoh Sosialisasi KTSP 258 . eating*. caught him eating* b. Pebruari. Bunyi /e/ pada kata enak sama dengan bunyi /e/ pada kata . Sabtu c. Sosialisasi KTSP 3. Februari. “Why did Jimmy’s mother punish him? “She . Penulisan kata berikut yang benar adalah . Contoh soal kurang baik.. ING SMP/MTs) Penjelasan: pilihan b adalah kata sifat (adjective). Senin. Contoh soal kurang baik... eaten.. to be eating. Sabtu.... caught him to eat (B. bebas* c. between eating. sedangkan pilihan lainnya adalah kata kerja (verb). caught him playing truant d. was upset c. Senin.” a. Pengecoh harus berfungsi. Senen.. May. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar. misalnya: eat. Sabtu. Kemis.

tali-temali c. Perseroan Terbatas b.. a. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. Sosialisasi KTSP 7. getar-gemetar (BIN SMP/MTs) Penjelasan: pilihan c adalah kata majemuk bukan kata ulang.. bolak-balik* b. laki-bini d. a. Contoh soal kurang baik. Koperasi* (PKn SMP/MTs) Penjelasan: kalimat pertama pada pokok soal dihilangkan.. Sosialisasi KTSP 259 . C diperbaiki “turun-temurun”. Bentuk perusahaan yang sesuai dengan pasal 33 ayat 1 UUD 1945 adalah …. Pasal 33 ayat 1 UUD 1945 sebagai dasar untuk membentuk perusahaan tertentu. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. BUMN d. Firma c. Kata berikut yang termasuk kata ulang berubah bunyi adalah .4.

Now it’s 11. Semua pilihan jawaban di atas salah* (IPS. 1½ hours (BING SMP/MTs) Penjelasan: pilihan jawaban diurutkan dari angka yang paling kecil ke yang paling besar atau sebaliknya. 2½ hours c. The gardeners has been working since 8 o’clock. How long has he been working so far? a. Sosialisasi KTSP 260 .SMP/MTs) Penjelasan: pilihan d diperbaiki menjadi. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah/benar”. Rumah gadang Minangkabau b. Contoh soal kurang baik. Sosialisasi KTSP 10. 4½ hours d. Di antara bentuk-bentuk budaya daerah di bawah ini yang termasuk folklore lisan adalah …. “legenda gunung Tangkuban Perahu”. 3½ hours* b.9.30. Contoh soal kurang baik. Adat mapalus dari Sulawesi d. a. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya. Perayaan Sekaten bulan Maulud c.

Rendra c. umumnya.12. Sosialisasi KTSP 261 . a. Contoh soal kurang baik: Helopeltis adalah hama yang biasanya menyerang tanaman .. Contoh soal kurang baik: (10) Pelopor angkatan 45 dalam bidang puisi adalah …. teh c. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya. bahwa dalam merumuskan pokok soal jangan menggunakan kata atau ungkapan seperti sebaiknya. tidak bergantung pada jawaban soal nomor 10. Ayip Rosidi (BAHASA INDONESIA SMP/MTs) (35) Karya dari pengarang pada jawaban soal nomor 10 adalah …. Ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan siswa yang tidak dapat menjawab benar soal pertama tidak akan dapat menjawab benar soal berikutnya. Tirani d. Sosialisasi KTSP 13. jagung d. Artinya. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. kopi b.S. atau kata yang tidak pasti karena makna kata-kata itu tergantung pada keadaan dan situasi siswa yang bersangkutan. kadang-kadang. Balada Tercinta c. umumnya. a. a. Surat dari Ibu Perbaikannya: soal nomor 35 disusun secara independen. padi * (IPA SMP/MTs) Penjelasan: kata biasanya pada pokok soal dihilangkan. Idrus b. Chairil Anwar* d. Senja di Pelabuhan Kecil* b.kadang-kadang... W.

Setelah kata “atas dasar” ditambahkan “keadilan sosial. Oleh karena itu. Sosialisasi KTSP (a) Penggunaan kalimat harus ada unsur predikat (bagian yang berfungsi menerangkan subjek). Contoh soal kurang baik: Di dalam perkembanganbiakan rhizopus secara generatif adalah dengan cara pembentukan …. b) pemakaian kata: (1) pilihan kata. (2) penulisan kata. a. kata "di dalam" dihilangkan. (3) anak kalimat. askospora d. a) Penggunaan kalimat (1) Penggunaan kalimat harus ada unsur subjek. (2) unsur predikat. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi b.” Sosialisasi KTSP 262 . kita harus mengembangkan …. Contoh soal kurang baik: Untuk mewujudkan kesejahteraan bersama atas dasar …. Kaidah bahasa Indonesia dalam penulisan soal di antaranya meliputi: a) pemakaian kalimat: (1) unsur subjek. c) pemakaian ejaan: (1) penulisan huruf.14. spora kembara b. sporangiospora c. ketekunan kerja keras dalam setiap pekerjaan c. (2) penggunaan tanda baca. a. tenaga kerja yang berdisiplin tinggi (PKn SMP/MTs) Penjelasan: predikat kalimat tidak ada. zigospora* (IPA-BIOLOGI SMP/MTs) Penjelasan: subjek tidak jelas karena diantar oleh kata "Di dalam". usaha pemerataan kesempatan kerja* d.

realistis d. Contoh anak kalimat. dia tidak datan. simbolis* c. Kata itu diperbaiki menjadi “seni tulis” karena mengandung unsur keindahan bukan ragam tulis ilmiah. hukum III Newton d.SMP/MTs) Penjelasan: kata “karya tulis” kurang tepat untuk batik. a. Contoh soal kurang baik: Yang berlaku pada gerak lurus beraturan …. Oleh karena itu pokok soal diperbaiki menjadi “Hukum yang berlaku pada gerak lurus beraturan adalah …. idealis (IPS. hukum I Newton* b.(3) Hindarkan pernyataan yang hanya berupa anak kalimat. a. hukum II Newton c. Induk kalimat Anak kalimat Anak kalimat Induk kalimat -Karena hari ini hujan. -Dia tidak datang karena hari ini hujan. Contoh soal kurang baik: Batik termasuk karya tulis yang bersifat …. naturalis b. Sosialisasi KTSP 263 . hukum Kepler (IPA-FISIKA SMP/MTs) Penjelasan: pokok soal berbentuk anak kalimat.” Sosialisasi KTSP b) Pemakaian kata (1) Dalam memilih kata harus diperhatikan ketepatannya dengan pokok masalah yang ditanyakan.

where is standing under the tree is my uncle c.17. Letakkan kata/frase pada pokok soal.” Sosialisasi KTSP CONTOH INDIKATOR SOAL Indikator Soal : Siswa dapat menentukan letak sebuah titik pada koordinat Kartesius (XY). Andi : Which is your uncle? Sofian: The man …. Contoh soal kurang baik: Sofian: Look. a. whose is standing under the tree is my uncle d. Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. who is standing under the tree is my uncle* b. Sosialisasi KTSP 264 . Andi! My uncle is over there. which is standing under the tree is my uncle (BING SMP/MTs) Penjelasan: perbaikannya adalah “Sofian: The man … is standing under the tree is my uncle.

(1. 3) C. 12 cm2 C. 15 cm2 D. 30 cm2 Sosialisasi KTSP SOAL YANG BAIK Perhatikan koordinat XY disamping : Y Dua titik A dan B terletak pada koordinat seperti nampak pada gambar. Koordinat titik C adalah ….SOAL Y Perhatikan koordinat XY disamping : Dua titik A dan B terletak pada koordinat seperti nampak pada gambar. A. Berapakah luas segitiga ABC ? A. (4. 2) D. 5) B. (2. 4) X Sosialisasi KTSP 265 . Iwan sedang mencari titik C sedemikian hingga ABC membentuk segitiga sama kaki. (1. 6 cm2 X B. Iwan sedang mencari titik C sedemikian hingga ABC membentuk segitiga sama kaki.

C. singkong kentang cemara bambu Sosialisasi KTSP 266 .Reproduksi yang dapat dilakukan oleh umbi batang tidak dijumpai pada tumbuhan berikut. D. D. C. A. B. B. singkong kentang cemara bambu Sosialisasi KTSP SOAL YANG BAIK : Reproduksi yang dapat dilakukan oleh umbi batang dijumpai pada tumbuhan …. kecuali : A.

1998 D. 1999 A. 1996 B. Sosialisasi KTSP 267 . 1997 C.Anak yang ditabrak motor kemarin pagi dibawa ke rumah…. a) b) c) d) gadang sakit ibadah tinggal Sosialisasi KTSP PKn Pelanggaran HAM Timor Timur pada tahun ….

A. B. D.. D. C. 3 6 10 24 Sosialisasi KTSP AGAMA ISLAM Kata hadis menurut bahasa berarti … A. C. B.PKn Pemilu 1971 diikuti oleh . …. Bacaan Surat Sumber hukum Bacalah Sosialisasi KTSP 268 .

15 20 C. Sosialisasi KTSP MATEMATIKA Nilai dari 4xy jika diketahui A. D. C. 13/15 B. 30 D. x+y=9 3x – y = 7 80 60 50 5 Sosialisasi KTSP 269 .MATEMATIKA 2/3 + 1/5 = … A. B.

B. Pelarutan D. C. A. Fermentasi C.IPS Yang masuk dalam ruang lingkup sejarah dunia adalah …. Pembekuan A. D. Sosialisasi KTSP 270 . Perang dunia Perang Diponegoro Peristiwa Semanggi Peristiwa G 30 SPKI Sosialisasi KTSP IPA Perubahan fisika terjadi pada proses … Perkaratan B.

50 B B C B A D A C B D C B SKOR 45 43 41 27% KA .. ...ANALISIS BUTIR SOAL MANUAL Menggunakan IT Kalkulator Komputer • Program ITEMAN • Program SPSS Sosialisasi KTSP CONTOH ANALSIS BUTIR SECARA KUANTITATIF NO SISWA 1 2 3 A B C 1 2 3 . A A B C D E D E E A E E . 27 26 25 27% KB KUNCI B B D D Sosialisasi KTSP 271 ...... 33 34 35 P Q R ....

10 : diterima : direvisi : ditolak Sosialisasi KTSP 272 .00 – 0.85 0.15 0.70 = sedang 0.39 = terima & perbaiki 0.29 = soal diperbaiki 0.ANALISIS SOAL PG SOAL 1 2 3 50 KEL KA KB KA KB KA KB KA KB A 0 1 0 2 0 0 1 1 B 10 7 5 3 1 2 2 2 C 0 1 5 3 9 3 3 3 D 0 1 0 1 0 3 3 2 E 0 0 0 1 0 2 1 2 OMIT 0 0 0 0 0 0 0 0 KEY B B D D TK 0.1.20 -0.29 < 0.30 – 0.31 .25 DP 0.30 0.19 – 0.20 – 0.40 – 1.00 = mudah KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.30 0.30 = sukar 0.00 = soal ditolak Sosialisasi KTSP ALTERNATIF LAIN KRITERIA DAYA BEDA > 0.0.3 0.0.85 DP1= (BA-BB):½N = (10-7) : ½ x 20 = 0.10 TK1=(BA+BB): N = (10+7) : 20 = 0.30 KRITERIA TK: 0.71 – 1.40 0.00 = soal baik 0.

56 Sosialisasi KTSP 273 . 1 2 3 4 5 SISWA A B C D E Jumlah Rata-rata TK DP Soal 1 (Skor maks 6) 6 5 3 3 2 19 3. Stdv= 3.00 = soal ditolak A B C D E F G H I J K L M 19 18 18 16 16 16 15 13 13 13 12 12 11 N O P Q R S T U V W X Y Z AA AB AC AD 17 16 15 14 14 12 12 12 12 12 11 11 10 9 8 8 7 Jumlah = 192 200 Nb=13.19 – 0. N=30.4809835 = 0.80 0.7):6 = 0.80 0.7) : 5 = 0.63 TK2 = 2. KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0. ns=17. = [(11:2) – (8:3) ] : 6 = (5.7692 Means = 200:17= 11.40 – 1.√ (13:30) (17:30) 3.0954 = (0.00 = soal baik 0.47 Soal 2 (Skor maks 5) 5 4 2 2 1 14 2.8 : 5 = 0.9706338) (0.48 Artinya butir soal nomor 1 adalah DITERMA atau BAIK.5-1.20 – 0.47 DP2= [ (9:2) – (5:3) ] : 5 = (4.CONTOH MENGHITUNG DP DENGAN KORELASI POINT BISERIAL (rpbis) DAFTAR SKOR SISWA SOAL NOMOR 1 Siswa yang Menjawab benar Jumlah skor keseluruhan Siswa yang menjawab salah Jumlah skor keseluruhan Meanb .29 = soal diperbaiki 0.7647 Rpbis = ----------------------.39 = terima & perbaiki 0.56 TK1 = Rata-rata : skor maks = 3.√ pq Stdv skor total Keterangan: b=skor siswa yang menjawab benar s=skor siswa yang menjawab salah p=proporsi jawaban benar thd semua jawaban siswa q= 1-p Meanb = 192:13=14.7692 – 11.5-2.Means Rpbis = ------------------.30 – 0.56 0.8 : 6 = 0.7647 14.4955355) = 0.63 0.56 DP1= (Rata-rata KA – Rata-rata KB) : skor maks.0954 Sosialisasi KTSP ANALISIS SOAL URAIAN DAN TES PRAKTIK NO.

Selesai Sosialisasi KTSP 274 .

Laporan Hasil Belajar (LHB) 18. 19.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) X. Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal 275 . Penyusunan Laporan hasil Belajar (LHB) Peserta Didik SD/MI.

276 .

ujian tengah semester.Departemen Pendidikan Nasional Materi 18 PENYUSUNAN LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) PESERTA DIDIK SD Sosialisasi KTSP LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) Setiap akhir semester. ujian akhir semester dan nilai-nilai harian lainnya) selama semester berlangsung. guru menelaah hasil pencapaian belajar setiap peserta didik (semua nilai ujian. Sosialisasi KTSP 277 . ulangan harian. profil hasil belajar peserta didik disampaikan kepada peserta didik dan orangtua/wali peserta didik. dsb. ulangan harian. Nilai LHB pada prinsipnya merupakan rangkuman nilai hasil tagihan (tugas-tugas.) Tiap akhir semester. tugastugas.

fisik.LAPORAN PENILAIAN (Laporan Hasil Belajar) Menjawab keingintahuan orangtua seperti: Bagaimana peserta didik belajar di sekolah secara akademik. sosial maupun emosional Sejauhmana partisipasi anaknya dalam kegiatan di sekolah Kemampuan apa yang diraih peserta didik selama kurun waktu belajar tertentu Apa yang harus dilakukan orangtua untuk membantu mengembangkan potensi anaknya lebih lanjut Sosialisasi KTSP MANFAAT LAPORAN PENILAIAN Diagnosis hasil belajar peserta didik Prediksi masa depan peserta didik Seleksi dan sertifikasi Umpan balik KBM di sekolah Sosialisasi KTSP 278 .

kepala sekolah. 3. 7. ………………….. 2. 4. ………………………. 3. – Sekolah kepada orang tua dalam bentuk buku rapor dan kepada masyarakat dan instansi terkait (akuntabilitas publik) Sosialisasi KTSP Nama Siswa : Nomor Induk : Nama Sekolah : Alamat Sekolah : No. 9. 1. Kelas : ………………. 1. Semester : 1 (satu) ………………………. bentuknya dapat berbeda (dapat berupa buku atau lembaran). BK dan lainnya.BENTUK LAPORAN PENILAIAN Sesuai dengan pembuatan laporan. ………………………. 6.. Jumlah Nilai Prestasi Hasil Belajar : ……………………………………. Tahun Pelajaran : 20…….Olahraga dan Kesehatan Muatan Lokal: ………………………………………………… : ……………… ………………………………………………… : ……………… (…………………………………………………. Mata Pelajaran Nilai Nilai Rata-Rata Kelas Pendidikan Agama Pendididkan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Seni Budaya dan Keterampilan Pendidikan Jasmani. Laporan penilaian dilakukan oleh: – Guru kepada wali kelas. No. 5. Sikap Kerajinan Kepribadian Nilai Izin Sakit Ketidakhadiran Hari Kebersihan dan Kerapian Tanpa Keterangan Sosialisasi KTSP 279 . 8. / 20…… ………………………………………………………………………………………………………………. 2.) ……….

Nilai rata-rata kelas angka diisi dengan rentang angka 0 – 100 tanpa desimal (Contoh : 75) : diisi dengan rentang angka 0 – 100 tanpa desimal (Contoh : 75) : : : : : : : : : Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas 10. 4. Jumlah nilai prestasi hasil belajar : diisi jumlah nilai seluruh mata pelajaran dengan angka dan huruf Contoh : 750 (Tujuh ratus lima puluh) Kolom nilai kepribadian : Diisi dengan huruf (Contoh : A.) …………. 11. sakit 3 hari) Sosialisasi KTSP 280 .) Sosialisasi KTSP 2. 7.. 9.. 12. atau C…. Dst) Kolom Ketidakhadiran : Diisi jumlah ketidakhadiran siswa berdasarkan izin. dan tanpa keterangan (Contoh : Izin 2 hari. 3. 6..Catatan Tentang Pengembangan Diri Catatan Orang Tua/wali (…………………………. Nilai angka b. B. sakit. ………………… Guru Kelas (…………………………. 8. 5. Nomor Induk Nama sekolah Alamat Sekolah Kelas Semester Tahun Pelajaran Muatan Lokal Kolom Nilai mata Pelajaran a.

Kolom Catatan : : Diisi aspek pengembangan diri yang dikembangkan oleh sekolah dan sejauh mana siswa yang bersangkutan telah mencapai program tersebut termasuk kelebihan dan kekurangannya. tanggal. 18 Oktober 2006) Diisi nama jelas dan tanda tangan orangtua/Wali Diisi nama jelas dan tanda tangan guru kelas Diisi ke kelas berapa siswa naik atau tetap tinggal di kelas berapa dengan angka dan huruf Coret yang tidak Perlu 3. Diisi catatan dari guru kelas/ wali kelas tentang halhal khusus yang belum tercantum dalam kolom penilaian yang lain dan perlu disampaikan kepada orangtua/wali dan siswa. Kolom Tanggal Orangtua/Wali Guru Kelas a. Orangtua/Wali b. Kolom Catatan tentang Pengembangan Diri 2. Diisi sesuai dengan tempat. Kolom Catatan 1. dengan mempertim-bangan seluruh SK/KD yang belum tuntas pada semester 1 harus dituntaskan sebelum akhir semester 2 (dua). Kolom Tamat/Belum Tamat Belajar Tanda tangan: a. 4. 6. : Cukup Jelas : Cukup Jelas : Cukup Jelas Sosialisasi KTSP KENAIKAN KELAS Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran Kenaikan kelas didasarkan pada penilaian hasil belajar pada semester 2 (dua).E. bulan dan tahun pada saat pengisian Laporan Hasil Belajar Siswa SD (Contoh : Sukamaju. Kolom naik ke kelas/ Tinggal di kelas b. Sosialisasi KTSP 281 . Kepala sekolah : : : : : 5. 5. Guru kelas c.

Stempel Sekolah dan Tanda Tangan Orangtua/Wali ……………..... antara lain mencakup hal-hal sebagai berikut : Menyesuaikan bentuk LHB dari sekolah asal sesuai dengan raport yang digunakan disekolah tujuan Melakukan tes atau program matrikulasi bagi peserta didik pindahan.PINDAH SEKOLAH 1. Kepala Sekolah..) NIP ……………… Orangtua/Wali (……………………) Sosialisasi KTSP 282 . Kepala Sekolah. ……. Diisi oleh sekolah yang lama KELUAR Tanggal Kelas dan Semester yang ditinggalkan Sebab-sebab keluar. Kepala Sekolah. dan atas permintaan (tertulis) dari : Tanda Tangan Kepala Sekolah. . .…. (……………………. 3. Sekolah harus memfasilitasi peserta didik yang pindah sekolah : Antara sekolah pelaksana KTSP Antara sekolah pelaksana kurikulum 2004 dengan sekolah pelaksana KTSP 2..) NIP ……………… Orangtua/Wali (……………………) ……………. Pelaksanaan pindah sekolah lintas provinsi/ kabupaten/kota dikoordinasikan dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota.…. Sekolah dapat menentukan persyaratan pindah/mutasi peserta didik sesuai prinsip manajemen berbasis sekolah. (…………………….) NIP ……………… Orangtua/Wali (……………………) ……………... (……………………. Sosialisasi KTSP Contoh Format: Keterangan Pindah Sekolah Nama Siswa: …………………….

................. .......... ………………............... ....... Di Kelas Tahun Pelajaran _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ ……………........ 1........ Di Kelas Tahun Pelajaran Masuk _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ ……………. Nomor Induk : ……………………..Contoh Format: Keterangan Pindah Sekolah Nama Siswa: ……………………. ........... ..................................................... ............ ................................................................…….. 3...... ………………......................... …… Kepala Sekolah...... Nomor Induk Nama Sekolah Masuk : a....................... Tanggal b...................................... ... 1.......................... ..... (……………………......................) NIP. ………………..................... ..... ./........................... 4......lain 4 Catatan Khusus Lainnya Sosialisasi KTSP 283 ......................................... 2................................... Nama Sekolah : ………….............. …… Kepala Sekolah.. 1................................................. ............. …… Kepala Sekolah............................................. 2 Ekstrakurikuler 3 Lain ..................................... Tanggal b................................................. 4.............. (……………………............ : .......................... No 1 Prestasi Yang Pernah Dicapai Kurikuler Kelas/Semester Tahun Pelajaran Program : ..... 3.................................................. ........... 2.............................. 3.................................. Di Kelas Tahun Pelajaran _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ (…………………….............. Diisi oleh sekolah yang baru No......... .................. 2............... ............................ Nomor Induk Nama Sekolah Masuk : a.................. ........... Sosialisasi KTSP Catatan Prestasi Yang Telah Dicapai Nama Peserta Didik : ……………………...... : ………..... ................ Tanggal b....................................................... ............................................ 4.............. ...) NIP............ …………….................... .....) NIP.. Bukti Sertifikat / Piagam / Trophy Yang diperoleh (Sebutkan) ....................................... Nomor Induk Nama Sekolah Masuk : a..............

Selesai Sosialisasi KTSP 284 .

Departemen Pendidikan Nasional Materi 19 Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal Sosialisasi KTSP PENETAPAN KKM ANALISIS PENCAPAIAN KKM Sosialisasi KTSP 285 .

RAMBU-RAMBU KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran KKM ditetapkan oleh forum MGMP sekolah Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 – 100 Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100 Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah nilai ketuntasan belajar maksimal Nilai KKM harus dicantumkan dalam LHBS Sosialisasi KTSP MEKANISME/LANGKAH-LANGKAH : KKM INDIKATOR KKM KD KKM MP KKM SK Sosialisasi KTSP 286 .

Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsurunsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Sosialisasi KTSP 287 .1.KRITERIA PENETAPAN KKM • Kompleksitas (Kesulitan & Kerumitan) • Daya dukung • Intake siswa PENETAPAN KKM : menggunakan Format A Sosialisasi KTSP FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleksi tas Daya dukung Intake Nilai KKM 1.

Sedang = 2 .Tinggi = 1 . Intake : .Tinggi = 81-100 .Rendah = 81-100 . Intake : .Kompleksitas : 2.89 9 Sosialisasi KTSP MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI B.Tinggi = 3 .Sedang = 2 . Sosialisasi KTSP 288 .Rendah = 3 .Daya dukung : 3.Sedang = 65-80 .Tinggi = 50-64 . Daya dukung : 3. daya dukung tinggi dan intake sedang nilainya adalah rata-rata setiap nilai dari kriteria yang kita tentukan.Sedang = 2 .Rendah = 50-64 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas sedang.Sedang = 65-80 .Rendah = 1 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah. Dalam menentukan rentang nilai dan menentukan nilai dari setiap kriteria perlu kesepakatan dalam forum MGMP di Sekolah.Tinggi = 81-100 .Sedang = 65-80 .Rendah = 50-64 . daya dukung tinggi dan intake siswa sedang nilainya adalah: (3 + 3 + 2) x 100 = 88. Kompleksitas : 2.Tinggi = 3 . Dengan menggunakan rentang nilai pada setiap kriteria: 1.Rendah = 1 . Dengan memberikan point pada setiap kriteria yang ditetapkan : 1.MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI A.

Daya dukung : .Sedang .Tinggi . Tingkat Kompleksitas Tinggi.MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI C. Jadi guru dapat mengurangi nilai menjadi antara 90 – 80.Sedang .Tinggi .Tinggi . Dengan memberikan pertimbangan professional judgment pada setiap kriteria untuk menetapkan nilai : 1. Intake : .Sedang . • WAKTU cukup lama karena perlu pengulangan • PENALARAN dan KECERMATAN siswa yang tinggi. daya Dukung tinggi dan intake siswa sedang maka dapat dikatakan hanya satu komponen yang mempengaruhi untuk mencapai ketuntasan maksimal 100 yaitu intake sedang. bila dalam pelaksanaannya menuntut : • SDM memahami Kompetensi yang harus dicapai Siswa kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pembelajaran. Kompleksitas : .Rendah Contoh : Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah.Rendah 3. Sosialisasi KTSP TINGKAT KOMPLEKSITAS (Kesulitan & Kerumitan) setiap IP/KD yang harus dicapai oleh siswa. Sosialisasi KTSP 289 .Rendah 2.

6 Sedang 2 tinggi 3 sedang 2 77. sarana dan prasarana pendidikan yang sangat dibutuhkan. BOP.8 Sosialisasi KTSP 290 . Sosialisasi KTSP FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator 1. manajemen sekolah.KEMAMPUAN SUMBERDAYA PENDUKUNG: yaitu ketersediaan tenaga.1. Mendeskripsikan Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleksi tas Daya dukung Intake Nilai KKM hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Rendah 3 74 tinggi 3 sedang 2 88. kepedulian stakeholders sekolah.9 tinggi 1 sedang 2 sedang 2 55.

Manfaat Analisis : Sebagai dasar untuk menetapkan KKM pada tahun berikutnya.77 Sedang 75 tinggi 90 sedang 70 78.FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleks itas Daya dukung Intake Nilai KKM 1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Sosialisasi KTSP 74.3 Sedang 78 tinggi 85 sedang 70 77.3 tinggi 55 sedang 80 sedang 70 68.6 Tujuan Analisis : Mengetahui tingkat ketercapaian KKM yang telah ditetapkan.1. Sosialisasi KTSP 291 .

Selesai Sosialisasi KTSP 292 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful