Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) SEKOLAH DASAR

PowerPoint

Departemen Pendidikan Nasional
Jakarta, Januari 2007

ii

KATA PENGANTAR

Marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, kita bangsa Indonesia telah rnemiliki Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang merupakan tuntutan pelaksanaan pembaharuan pendidikan yang diharapkan dapat mendukung segala upaya untuk memecahkan masalah pendidikan. Dalam proses pembelajaran, kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat penting, selain guru, sarana dan prasarana pendidikan lainnya. Oleh karena itu, kurikulum digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan pendidikan dan sekaligus sebagai salah satu indikator mutu pendidikan. Di Indonesia tercatat telah lima kali revisi kurikulum pendidikan dasar dan menengah, yaitu pada tahun 1968, tahun 1975, tahun 1984, tahun 1994 dan ujicoba kurikulum tahun 2004. Revisi kurikulum tersebut bertujuan untuk mewujudkan kurikulum yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat, guna mengantisipasi perkembangan jaman, serta untuk memberikan guideline atau acuan bagi penyelenggaraan pembelajaran di satuan pendidikan. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa, pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan, dan kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Selanjutnya dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, disebutkan bahwa standar yang terkait langsung dengan kurikulum adalah Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan, dan telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKI, tersebut di atas. Berdasarkan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta panduan yang disusun oleh BSNP, maka Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah diharapkan dapat mengembangkan Kurikilum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah/karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan peserta didik.

iii

Mengingat bahwa SI, SKL dan KTSP ini harus sudah dilaksanakan oleh semua satuan pendidikan dasar dan menengah pada tahun ajaran 2009/2010, maka kegiatan sosialisasi dan pelatihan SI , SKL dan pengembangan KTSP bagi para pendidik, tenaga kependidikan dan para pemangku kepentingan (stakeholders) pendidikan lainnya harus dilakukan kordinasi dan sinergi dengan semua fihak yang terkait, dan segera dilaksanakan secara terencana, terpadu dan berkelanjutan. Untuk itulah maka disusun bahan sosialisasi dan pelatihan SI, SKL dan Pengembangan KTSP yang telah disinkronkan bersama dengan Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, serta Sekretariat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional. Selanjutnya semua kegiatan sosialisasi dan pelatihan SI, SKL dan Pengembangan KTSP tersebut supaya menggunakan bahan yang telah disiapkan ini, sehingga dapat memperlancar dalam mengembangkan KTSP di masing-masing satuan pendidikan dengan baik. Oleh karena itu, semua lapisan masyarakat yang terkait dengan pendidikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, baik sebagai pengambil kebijakan, pelaksana, maupun masyarakat umum hendaknyamemiliki pemahaman yang baik terhadap perubahan kebijakan tentang kurikulum tersebut. Dengan kesetaraan pemahaman tersebut seluruh upaya peningkatan mutu pendidikan nasional akan mendapatkan dukungan dari segala penjuru dan hal ini akan menjamin keberhasilannya.

Jakarta, Januari 2007 Menteri Pendidikan Nasional

Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA

iv

Daftar Isi

Kata Pengantar.............................................................. iii Daftar Isi ..................................................................... v I.
1. 2. 3.

K ebijakan ....................................................................

Undang–Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional..................................................... 3 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan......................................... 15 Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005 - 2009...................................................... 35

1

II. tandar Isi (SI) dan Standar Kompetensi S L ulusan (SKL) ...................................................
4. 5. 6.

55 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI)............................................... 57 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Kelulusan (SKL).................. 69 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Kelulusan (SKL)......................................... 77

III. urikulum Tingkat Satuan Pendidikan K ( KTSP)........................................................................

83 7. Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi............... 85 8. Penyusunan KTSP...................................................... 93 9. Pengembangan Silabus.............................................. 119 10. Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)...................................................................... 137

IV. odel-Model Kurikulum.......................................... 143 M V.

11. Pengembangan Bahan Ajar......................................... 145

M odel-Model Kurikulum.......................................... 153 12. Pengembangan Model Mata Pelajaran Muatan Lokal....... 155 13. Panduan Model Pengembangan Diri untuk Satuan Pendidikan Dasar ..................................................... 165
14. Model Pembelajaran Tematik SD Kelas I-III ................. 181

VI. embelajaran Tematik............................................ 179 P

v

............... 18....... 275 vi ........Penilaian Hasil Belajar.........VII............ engembangan Bahan Ujian..................... 237 X................. Kreatif................... Pembelajaran Aktif......... 285 L aporan Hasil Belajar (LHB)...... 277 19............... embelajaran Efektif..... 197 P 15...... 235 P 17............. Efektif & Menyenangkan (PAKEM) di TK & SD....... Penyusunan Laporan Hasil Belajar (LHB) Peserta Didik SD/MI....... Rancangan Penilaian Hasil Belajar..................................................... 199 VIII.............. 209 IX.................. Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal........................... Pengembangan Bahan Ujian & Analisis Hasil Ujian................................... 207 16...............

Undang-Undang No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) I. 1 . 2. KEBIJAKAN 1. 3. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan nasional. Peraturan Pemerintah No. Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009.

2 .

2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Sosialisasi KTSP KTSP Sosialisasi DASAR & FUNGSI PENDIDIKAN NASIONAL Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa Sosialisasi KTSP 3 . 20 TH.Departemen Pendidikan Nasional Materi 1 UNDANG–UNDANG NO.

mandiri. pemberdayaan. nilai keagamaan. sehat.TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang: – beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. kreatif. cakap. berilmu. dan kemajemukan bangsa. Sosialisasi KTSP PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. serta berbagai kecakapan hidup Sosialisasi KTSP 4 . dan – menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. pembentukan watak dan kepribadian. – Pendidikan sistem terbuka: fleksibilitas pilihan dan waktu penyelesaian program lintas satuan dan jalur pendidikan – Pendidikan multimakna: proses pendidikan yang diselenggarakan dengan berorientasi pada pembudayaan. nilai kultural. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. – berakhlak mulia.

d. dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. Sosialisasi KTSP HAK PESERTA DIDIK a. e. yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama. mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. Sosialisasi KTSP 5 . dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. c. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan. mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat. pindah ke program pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain yang setara. Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. f. dan kemampuannya. minat. mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama b. mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. membangun kemauan. menulis.PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.

Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK). atau bentuk lain yang sederajat. Raudhatul Athfal (RA). kecuali bagi peserta didik yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. a. Sosialisasi KTSP PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. Sosialisasi KTSP 6 . – Diselenggarakan bagi anak sejak lahir sampai usia 6 tahun dan bukan prasyarat masuk pendidikan dasar Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal. dan/atau informal. ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan.KEWAJIBAN PESERTA DIDIK menjaga norma-norma pendidikan untuk menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan. b. nonformal.

Sosialisasi KTSP 7 . Pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs). atau bentuk lain yang sederajat. Pendidikan menengah berbentuk sekolah menengah atas (SMA). sekolah menengah kejuruan (SMK). dan madrasah aliyah kejuruan (MAK). Sosialisasi KTSP PENDIDIKAN MENENGAH Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar. Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan.PENDIDIKAN DASAR Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah. madrasah aliyah (MA). atau bentuk lain yang sederajat.

dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. sarana dan prasarana. Pengembangan standar nasional pendidikan serta pemantauan dan pelaporan pencapaiannya secara nasional dilaksanakan oleh suatu badan standardisasi. sosial. pembiayaan. bencana sosial. sarana dan prasarana. Standar nasional pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum.PENDIDIKAN KHUSUS DAN LAYANAN KHUSUS Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik. tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. dan/atau mengalami bencana alam. Dapat diselenggarakan secara inklusif atau berupa satuan pendidikan khusus Pendidikan layanan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang. dan pengendalian mutu pendidikan. emosional. proses. dan tidak mampu dari segi ekonomi. penjaminan. kompetensi lulusan. mental. Sosialisasi KTSP 8 . Sosialisasi KTSP STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi. pengelolaan. masyarakat adat yang terpencil. dan pembiayaan. pengelolaan.

2. potensi daerah. Sosialisasi KTSP KURIKULUM 1. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Pengembangan kurikulum secara berdiversifikasi dimaksudkan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan pada satuan pendidikan dengan kondisi dan kekhasan potensi yang ada di daerah Sosialisasi KTSP 9 . dan peserta didik. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. isi.KURIKULUM: PENGERTIAN DASAR Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan.

perkembangan ilmu pengetahuan. b. keragaman potensi daerah dan lingkungan. e. c. dan seni. teknologi. Sosialisasi KTSP Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah. Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. d. i. h. tuntutan dunia kerja. agama. dan j. g.KURIKULUM 3. Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: a. dan minat peserta didik. peningkatan iman dan takwa. peningkatan potensi. Sosialisasi KTSP 10 . peningkatan akhlak mulia. dinamika perkembangan global. persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. kecerdasan. f.

dan evaluasi program pendidikan melalui dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah. pendidikan kewarganegaraan.MUATAN WAJIB KURIKULUM PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH a. keterampilan/kejuruan. pendidikan agama. matematika. komunitas sekolah. bahasa. b. dan muatan lokal. f. Masyarakat berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan yang meliputi perencanaan. ilmu pengetahuan alam. serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan. c. j. seni dan budaya. h. d. Sosialisasi KTSP DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DAN MADRASAH PENGERTIAN DASAR Komite sekolah/madrasah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/wali peserta didik. pendidikan jasmani dan olahraga. i. e. Sosialisasi KTSP 11 . pengawasan. ilmu pengetahuan sosial. g.

Evaluasi dilakukan terhadap peserta didik. sebagai lembaga mandiri. dan kabupaten/kota yang tidak mempunyai hubungan hirarkis.DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DAN MADRASAH Dewan pendidikan sebagai lembaga mandiri dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan pertimbangan. sarana dan prasarana. arahan dan dukungan tenaga. dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan. lembaga. serta pengawasan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses. satuan. sarana dan prasarana. serta pengawasan pendidikan pada tingkat nasional. Sosialisasi KTSP 12 . kemajuan. arahan dan dukungan tenaga. dan program pendidikan pada jalur formal dan nonformal untuk semua jenjang. Sosialisasi KTSP EVALUASI Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. provinsi. dan jenis pendidikan. Komite sekolah/madrasah.

jalur. satuan pendidikan.EVALUASI Evaluasi peserta didik. dan jenis pendidikan. transparan. dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan. Masyarakat dan/atau organisasi profesi dapat membentuk lembaga yang mandiri untuk melakukan evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. menyeluruh. satuan. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 13 . jenjang. dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala. Pemerintah dan pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola.

14 .

standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Lingkup Standar Nasional Pendidikan meliputi: Sosialisasi KTSP 15 . pengetahuan. kompetensi mata pelajaran. standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. dan keterampilan. standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental. Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. c. b.Departemen Pendidikan Nasional Materi 2 PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 Tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Sosialisasi KTSP KTSP Sosialisasi LINGKUP SNP 1. kompetensi bahan kajian. 2. d. standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. serta pendidikan dalam jabatan. a.

prosedur. Untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan dilakukan evaluasi. provinsi.LINGKUP SNP Lanjutan e. standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar. pelaksanaan. Sosialisasi KTSP LINGKUP SNP Lanjutan 3. yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. kabupaten/kota. perpustakaan. dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal. tempat beribadah. atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. bengkel kerja. nasional. dan h. tempat bermain. f. dan sertifikasi. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. Sosialisasi KTSP 16 . termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. tempat berolahraga. serta sumber belajar lain. standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. g. terarah. Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana. laboratorium. 4. akreditasi. tempat berkreasi dan berekreasi. standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan. dan global. dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik.

dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: a. c. Satuan pendidikan nonformal dalam bentuk kursus dan lembaga pelatihan menggunakan kurikulum berbasis kompetensi yang memuat pendidikan kecakapan hidup dan keterampilan. kejuruan. Sosialisasi KTSP 17 . olah raga. d.STANDAR ISI 1. Standar isi mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. kelompok mata pelajaran jasmani. b. 3. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Standar isi memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. 2. 2. Kurikulum untuk jenis pendidikan keagamaan formal terdiri atas kelompok mata pelajaran yang ditentukan berdasarkan tujuan pendidikan keagamaan. kurikulum tingkat satuan pendidikan. kelompok mata pelajaran estetika. dan kalender pendidikan/akademik. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. dan kesehatan. Kurikulum untuk jenis pendidikan umum. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 1. beban belajar. e.

atau bentuk lain yang sederajat menekankan pentingnya kemampuan dan kegemaran membaca dan menulis. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SD/MI/SDLB/Paket A. bahasa. 5. kecakapan berhitung. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 7. akhlak mulia.KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 4. dan pendidikan jasmani. estetika. Setiap kelompok mata pelajaran dilaksanakan secara holistik sehingga pembelajaran masing-masing kelompok mata pelajaran mempengaruhi pemahaman dan/atau penghayatan peserta didik. SMK/MAK. SMA/MA/ SMALB/ Paket C. ilmu pengetahuan dan teknologi. 6. olah raga. 8. Sosialisasi KTSP 18 . Semua kelompok mata pelajaran sama pentingnya dalam menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah. SMA/MA/SMALB/ Paket C. kepribadian. kewarganegaraan. dan kesehatan. jasmani. Kurikulum dan silabus SD/MI/SDLB/Paket A. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. SMK/MAK. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia pada SD/MI/SDLB/Paket A. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. kewarganegaraan. serta kemampuan berkomunikasi. seni dan budaya. SMP/MTs/SMPLB/ Paket B.

dan muatan lokal yang relevan. SMA/MA/SMALB/Paket C. serta muatan lokal yang relevan. SMA/MA/SMALB/ Paket C. 11. Kompetensi tersebut terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. ilmu pengetahuan sosial. d. ilmu pengetahuan alam. kejuruan. dan kesehatan pada SD/MI/SDLB/ Paket A. keterampilan. teknologi informasi dan komunikasi. SMK/MAK. SMA/MA/SMALB/Paket C. SD/MI/ SDLB/Paket A. matematika. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. ilmu pengetahuan sosial.KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 9. keterampilan. matematika. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada : a. matematika. serta muatan lokal yang relevan. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. c. Sosialisasi KTSP 19 . dan muatan lokal yang relevan. 13. ilmu pengetahuan alam. ilmu pengetahuan alam. seni dan budaya. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. serta muatan lokal yang relevan. 12. olahraga. Kelompok mata pelajaran jasmani. keterampilan/kejuruan. Kelompok mata pelajaran estetika pada SD/MI/SDLB/Paket A. dan muatan lokal yang relevan. matematika. keterampilan/kejuruan. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. ilmu pengetahuan alam. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. olah raga. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 10. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan/atau semester sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. ilmu pengetahuan sosial. SMK/ MAK. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. teknologi informasi dan komunikasi. keterampilan/kejuruan. ilmu pengetahuan sosial. b. pendidikan kesehatan. SMK/MAK. dan/atau teknologi informasi dan komunikasi. ilmu pengetahuan alam.

5. 3. Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori mandiri dinyatakan dalam satuan kredit semester. Beban belajar pada pendidikan kesetaraan disampaikan dalam bentuk tatap muka. Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR 4. sesuai kebutuhan dan ciri khas masingmasing. Beban belajar untuk SD/MI/SDLB. Beban belajar pada pendidikan kesetaraan disampaikan dalam bentuk tatap muka. 6. penugasan terstruktur. MI/MTs/MA atau bentuk lain yang sederajat dapat menambahkan beban belajar untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian sesuai dengan kebutuhan dan ciri khasnya. 2. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori standar dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester. dan kegiatan mandiri yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan. dan kegiatan mandiri yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan. Sosialisasi KTSP 20 . SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat menggunakan jam pembelajaran setiap minggu setiap semester dengan sistem tatap muka. atau bentuk lain yang sederajat dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester (SKS). SMP/MTs/SMPLB. praktek keterampilan.BEBAN BELAJAR 1. praktek keterampilan. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB. Beban belajar untuk SMP/MTs/SMPLB. SMA/MA/SMLB.

Pendidikan kecakapan hidup yang mencakup kecakapan pribadi. olah raga. dan kecakapan vokasional. dan kesehatan. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup. pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat. 12. pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.BEBAN BELAJAR 7. kecakapan akademik. Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. 9. kelompok mata pelajaran pendidikan estetika. atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR 11. kecakapan sosial. SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat. 8. Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat dan kurikulum untuk SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal. Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Sosialisasi KTSP 21 .

Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah keagamaan berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. b. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/ SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB. atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. dan SMK/MAK pada jalur pendidikan formal kategori mandiri.BEBAN BELAJAR 13. Sosialisasi KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 1. pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. dan kesehatan. Sosialisasi KTSP 22 . Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. Panduan ini berisi sekurangkurangnya model-model kurikulum satuan pendidikan keagamaan jenjang pendidikan dasar dan menengah. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/ SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB. pendidikan kelompok mata pelajaran estetika. Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. olah raga. 14. dan SMK/MAK pada jalur pendidikan formal kategori standar. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. 2. Panduan ini berisi sekurang-kurangnya: a.

mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. Sosialisasi KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 5. MA. dan C ditetapkan oleh dinas kabupaten/kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan berdasarkan kerangka dasar kurikulum sesuai dengan peraturan pemerintah ini dan standar kompetensi lulusan. SMA. SMA/MA/SMALB. SMK/MAK. SMP. Kurikulum tingkat satuan pendidikan SD/MI/SDLB. 4. potensi daerah/karakteristik daerah. dan SMK. SMP/MTs/SMPLB. atau bentuk lain yang sederajat dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. dan MAK. 6. B. Kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya untuk program paket A. Sosialisasi KTSP 23 . MTs. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan tersebut sekurang-kurangnya meliputi model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem paket dan model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem kredit semester. Sekolah dan komite sekolah. atau madrasah dan komite madrasah. sosial budaya masyarakat setempat. dan peserta didik. di bawah supervisi dinas kabupaten/ kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan untuk SD.KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 3.

Sosialisasi KTSP 24 . Kalender pendidikan/kalender akademik mencakup permulaan tahun ajaran. waktu pembelajaran efektif. • Kompetensi lulusan mencakup sikap. dan hari libur. minggu efektif belajar. 2. • Standar kompetensi lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. dan keterampilan. pengetahuan. • Kompetensi lulusan untuk mata pelajaran bahasa menekankan pada kemampuan membaca dan menulis yang sesuai dengan jenjang pendidikan.KALENDER PENDIDIKAN 1. Sosialisasi KTSP STANDAR KOMPETENSI LULUSAN • Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Hari libur dapat berbentuk jeda tengah semester selama-lamanya satu minggu dan jeda antar semester.

serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. ahklak mulia. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.STANDAR KOMPETENSI LULUSAN • Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan. dan – penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. pengetahuan. kepribadian. kepribadian. ahklak mulia. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. • Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. Sosialisasi KTSP STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN • Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: – penilaian hasil belajar oleh pendidik. kepribadian. • Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. – penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan. Sosialisasi KTSP 25 . ahklak mulia. pengetahuan. pengetahuan.

Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. ulangan. – bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 3. 2. dan ulangan kenaikan kelas. ulangan. dan – memperbaiki proses pembelajaran. penugasan. pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik. 5. dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik. olah raga. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. dan b. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani. ujian. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui: a. Sosialisasi KTSP 26 . kemajuan. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. Penilaian ini digunakan untuk: – menilai pencapaian kompetensi peserta didik. serta b. ulangan akhir semester. dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai 4.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 1. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi diukur melalui ulangan. dan kesehatan dilakukan melalui: a. ulangan tengah semester.

Penilaian akhir mempertimbangkan hasil penilaian peserta didik oleh pendidik Sosialisasi KTSP 27 . Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. d. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. olahraga. dan kelompok mata pelajaran jasmani. Untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah BSNP menerbitkan panduan penilaian untuk: a. Penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. 3. dan kesehatan merupakan penilaian akhir untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. c. 2.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 6. kelompok mata pelajaran jasmani. kelompok mata pelajaran estetika. kelompok mata pelajaran estetika. b. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH SATUAN PENDIDIKAN 1. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. olah raga. dan kesehatan. dan e.

pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan melalui ujian sekolah/madrasah untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Penilaian ini bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional. 3. Ujian nasional diadakan sekurang-kurangnya satu kali dan sebanyak-banyaknya dua kali dalam satu tahun pelajaran. Untuk dapat mengikuti ujian sekolah/madrasah. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. olah raga.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH SATUAN PENDIDIKAN 4. peserta didik harus mendapatkan nilai yang sama atau lebih besar dari nilai batas ambang kompetensi yang dirumuskan oleh BSNP. 2. Ujian nasional dilakukan secara obyektif. berkeadilan. dan akuntabel. Sosialisasi KTSP 28 . Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 1. serta kelompok mata pelajaran jasmani. 5. kelompok mata pelajaran estetika. dan kesehatan.

5. Sosialisasi KTSP 29 . 8. c. pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan. d. pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. 7. b.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 4. Setiap peserta didik jalur formal pendidikan dasar dan menengah dan pendidikan jalur nonformal kesetaraan berhak mengikuti ujian nasional dan berhak mengulanginya sepanjang belum dinyatakan lulus dari satuan pendidikan. Setiap peserta didik wajib mengikuti satu kali ujian nasional tanpa dipungut biaya. dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya. penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan. Peserta ujian nasional memperoleh surat keterangan hasil ujian nasional yang diterbitkan oleh satuan pendidikan penyelenggara Ujian Nasional. Hasil ujian nasional digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk: a. Peserta didik pendidikan informal dapat mengikuti ujian nasional setelah memenuhi syarat yang ditetapkan oleh BSNP. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 6.

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). 4. 2. Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia.UJIAN NASIONAL Mata pelajaran yang diujikan: 1. Bahasa Inggris. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Pada SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat. Matematika. Bahasa Inggris. Matematika. Sosialisasi KTSP 30 . 7. Matematika. Bahasa Inggris. 6. Pada program paket B. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Kewarganegaraan. Sosialisasi KTSP UJIAN NASIONAL 5. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Matematika. Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia. Bahasa Inggris. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Kewarganegaraan. Matematika. Pada jenjang SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat. atau bentuk lain yang sederajat. atau bentuk lain yang sederajat. dan mata pelajaran kejuruan yang menjadi ciri khas program pendidikan. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Pada program paket C. Matematika. dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program pendidikan. dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program pendidikan. Pada program paket A. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada jenjang SD/MI/SDLB. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Bahasa Inggris. Matematika. 3. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Pada jenjang SMP/MTs/SMPLB. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia.

dan kesehatan. sistematis. Sosialisasi KTSP 31 . Penjaminan mutu pendidikan bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. c. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. dan terencana dalam suatu program penjaminan mutu yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas. 2. Penjaminan mutu pendidikan dilakukan secara bertahap. lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Sosialisasi KTSP PENJAMINAN MUTU 1. dan kelompok mata pelajaran jasmani. olah raga. menyelesaikan seluruh program pembelajaran. lulus Ujian Nasional. dan d.KELULUSAN Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: a. b. kelompok mata pelajaran estetika. 3. Setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan.

8. Sosialisasi KTSP PENJAMINAN MUTU 7. BAN-PNF. Menteri menerbitkan pedoman program penjaminan mutu satuan pendidikan pada semua jenis. dan kepada Pemerintah dan Pemerintah Daerah. LPMP mensupervisi dan membantu satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dalam melakukan upaya penjaminan mutu pendidikan. 5. LPMP bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan Perguruan tinggi. Pemerintah Kabupaten/Kota mensupervisi dan membantu satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya untuk meyelenggarakan atau mengatur penyelenggaraannya dalam melakukan penjaminan mutu. Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud pada ayat (6). Menteri yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama mensupervisi dan membantu satuan pendidikan keagamaan melakukan penjaminan mutu. 9. jenjang dan jalur pendidikan. Pemerintah Provinsi mensupervisi dan membantu satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya untuk meyelenggarakan atau mengatur penyelenggaraannya dalam melakukan penjaminan mutu. 6. dan BAN-PT memberikan rekomendasi penjaminan mutu pendidikan kepada program dan/atau satuan pendidikan yang diakreditasi. BAN-S/M. 10.PENJAMINAN MUTU 4. Sosialisasi KTSP 32 .

Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 33 . Penyelenggaraan satuan pendidikan yang tidak mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan ini dapat memperoleh pengakuan dari Pemerintah atas dasar rekomendasi dari BSNP.PENJAMINAN MUTU 11. 12. Rekomendasi dari BSNP tersebut didasarkan pada penilaian khusus.

34 .

yang diatur dengan UndangUndang (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. 25 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (2004-2009) Pendidikan ditetapkan sebagai salah satu prioritas dalam agenda utama pembangunan nasional. (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. 2 • • 35 . serta (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia … Amanat Pasal 31 UUD 1945 (1) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.Materi 3 RENCANA STRATEGIS DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN 2005 . Peraturan Pemerintah No. (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Amanat Undang-Undang No.2009 1 PENDAHULUAN • • Amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) … melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. mencerdaskan kehidupan bangsa.

Perluasan akses PT Mendorong jumlah jurusan di PT yang masuk dalam 100 besar Asia Akselerasi jumlah program studi kejuruan. 2. 4. KB. BPKP. Pendidikan Tinggi 5. 23. Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Kegiatan Pokok Pemerintah 13. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan 27. Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan 2. Kepegawaian. RA. 6. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) – TK. Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Negara 5. 2. dan profesi Peningkatan jumlah dan mutu publikasi ilmiah dan HAKI 4. Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 3 PROGRAM PENGUATAN KEBIJAKAN DEPDIKNAS DENGAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH BAPPENAS Program Bappenas 7. Perluasan pendidikan kecakapan hidup 17. Penyelesaian tindak lanjut temuan-temuan pemeriksaan Itjen. Peningkatan ketaatan aparat pada peraturan perundang-undangan 33. BPKP. TPA Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun – SD. Peningkatan peran serta masyarakat dalam perluasan akses SMA/SMK/SM Terpadu. Peningkatan pencitraan publik 34. Intensifikasi tindakan-tindakan preventif oleh Itjen 37.utamaan Gender dan Anak 4. Intensifikasi dan ekstensifikasi pemeriksaan oleh Itjen. Peningkatan SPI berkoordinasi dengan BPKP dan BPK 29. Pendidikan Keterampilan Hidup 20. Pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan 6. Perbaikan sarana dan prasarana 28. Pengembangan guru sebagai profesi 18. Program Pengelolaan Sumberdaya Manusia Aparatur 7. Implementasi dan penyempurnaan SNP oleh BSNP 15. dan BPK 39. Perluasan akses pendidikan keaksaraan bagi penduduk usia >15 tahun 9. 7. dan PT 14. Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraan dan Kepemerintahan 6. 3. Pembangunan sekolah bertaraf internasional di setiap propinsi dan/atau kabupaten/kota 11. Program Penelitian dan Pengembangan Iptek 3. Peningkatan kapasitas dan kompetensi managerial aparat 31. 3. Manajemen Pelayanan Pendidikan Program-program lainnya 1. 24. 1. Perluasan akses SMA/SMK dan SMA terpadu 21. 25. Program Penguatan Kelembagaan Pengarus. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pemeriksaan aparat Itjen 35. SMP. MI. Pemanfaatan ICT sebagai media pembelajaran jarak jauh 26. Penjaminan mutu secara terprogram dengan mengacu kepada SNP 16.PROGRAM PENGUATAN KEBIJAKAN DEPDIKNAS DENGAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH BAPPENAS Program Bappenas 1. MTs 8. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara 4 36 . Perluasan dan peningkatan mutu akreditasi 19. Pengembangan sekolah berbasis keunggulan lokal di setiap Kab/Kota 22. dan BPK 38. Kegiatan Pokok Pemerintah Perluasan akses PAUD Pendanaan biaya operasi wajar Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan wajar Rekrutmen pendidik dan tenaga kependidikan (program wajar) Perluasan akses pendidikan wajar pada jalur nonformal Perluasan akses SLB dan sekolah inklusif Pengembangan sekolah wajar layanan khusus bagi daerah terpencil/kepulauan yang berpenduduk jarang dan terpencar.5 Tahun 2004 tentang percepatan pemberantasan KKN 36. dan data lainnya) 8. SLB. Penataan regulasi pengelolaan pendidikan 32. Aset. vokasi. Pendidikan Menengah 10. Peningkatan kapasitas dan kompetensi aparat dalam perencanaan dan pengangaran 30. Pelaksanaan Inpres No. Pengembangan aplikasi SIM secara terintegrasi (Keuangan. Pendidikan Non Formal 5. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengelola pendidikan 12.

AMANAT UNDANG-UNDANG NO 20/2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. Visi Pendidikan Nasional C. 6 37 . dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.DASAR KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL A. Misi Pendidikan Nasional D. membantu. dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 B. tercantum bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berhak mengarahkan. membimbing. Tata Nilai Departemen Pendidikan Nasional 5 A.

Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. tidak diskriminatif. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. 5. 3. jenis kelamin. TUJUAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA MENENGAH 1. 7 2. Meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. nilai kultural. 2. dan kemajemukan bangsa. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. kelompok etnis. 5. Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. jenis. Meningkatkan iman. Meningkatkan sensitifitas dan kemampuan ekspresi estetis. Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. dan jenjang pendidikan bagi semua warga negara secara adil. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. 6. emosi. mental serta intelektual. membangun kemauan. Meningkatkan kualitas jasmani. 3. 8 38 . Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. Meningkatkan pemerataan kesempatan belajar pada semua jalur. 4. 4. nilai keagamaan. dan akhlak mulia. dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. takwa. status sosial-ekonomi. dan kelainan fisik. menulis.PASAL 4 UU 20/2003 Tentang SISDIKNAS: PRINSIP-PRINSIP DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN 1. agama. dan demokratis tanpa membedakan tempat tinggal.

8. 10. Menuntaskan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun secara efisien. tidak pernah sekolah. dan keterampilan. Meningkatkan relevansi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan melalui peningkatan hasil penelitian. ahli dan profesional. Memperluas akses pendidikan non-formal bagi penduduk laki-laki maupun perempuan yang belum sekolah. 9 9. terampil. 7. Meningkatkan daya saing bangsa dengan menghasilkan lulusan yang mandiri. Menurunkan secara signifikan jumlah penduduk buta aksara. bermutu. 11. 10 39 . bermutu. serta memiliki kecakapan hidup yang dapat membantu dirinya dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan. kemampuan. pengembangan dan penciptaan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh perguruan tinggi serta penyebarluasan dan penerapannya pada masyarakat. buta aksara. mampu belajar sepanjang hayat. putus sekolah dalam dan antar jenjang serta penduduk lainnya yang ingin meningkatkan pengetahuan. dan relevan sebagai landasan yang kokoh bagi pengembangan kualitas manusia Indonesia. Meningkatkan kualitas pendidikan dengan tersedianya standar pendidikan nasional dan Standar Pelayanan Minimal (SPM). serta meningkatkan kualifikasi minimun dan sertifikasi bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan lainnya.6.

11 B. Menata sistem pengaturan dan pengelolaan pendidikan yang semakin efisien. Depdiknas berhasrat untuk pada tahun 2025 menghasilkan: INSAN INDONESIA CERDAS DAN KOMPETITIF (Insan Kamil / Insan Paripurna) 12 40 . produktif. 13. peran serta masyarakat dalam pembangunan pendidikan. VISI PENDIDKAN NASIONAL Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. kolusi. dan demokratis dalam suatu tata kelola yang baik dan akuntabel. 14. serta efektivitas pelaksanaan otonomi dan desentralisasi pendidikan termasuk otonomi keilmuan.12. Sejalan dengan Visi Pendidikan Nasional tersebut. Mempercepat pemberantasan korupsi. dan nepotisme untuk mewujudkan Pemerintah yang bersih dan berwibawa. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas manajemen pelayanan pendidikan melalui peningkatan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah.

Selaras dengan Misi Pendidikan Nasional tersebut. •Beraktualisasi diri melalui interaksi sosial yang: –membina dan memupuk hubungan timbal balik. –menjunjung tinggi hak asasi manusia. pengalaman. mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia. •Aktualisasi insan adiraga. meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral. membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar. dan trengginas. keterampilan. 4. serta kompetensi untuk mengekspresikannya. 3. berdaya-tahan. •Beraktualisasi diri melalui olah pikir untuk memperoleh kompetensi dan kemandirian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. –demokratis. ketakwaan dan akhlak mulia termasuk budi pekerti luhur dan kepribadian unggul. •Beraktualisasi diri melalui olah raga untuk mewujudkan insan yang sehat. –menghargai kebhinekaan dalam bermasyarakat dan bernegara. bugar. sikap. –ceria dan percaya diri. dan nilai berdasarkan standar nasional dan global. •Berkepribadian unggul dan gandrung akan keunggulan •Bersemangat juang tinggi •Mandiri •Pantang menyerah •Pembangun dan pembina jejaring •Bersahabat dengan perubahan •Inovatif dan menjadi agen perubahan •Produktif •Sadar mutu •Berorientasi global •Pembelajar sepanjang hayat Makna Insan Indonesia Kompetitif Cerdas emosional & sosial Kompetitif Cerdas intelektual Cerdas kinestetis 13 C. dan 5. •Aktualisasi insan intelektual yang kritis. terampil. meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. •Beraktualisasi diri melalui olah rasa untuk meningkatkan sensitivitas dan apresiasivitas akan kehalusan dan keindahan seni dan budaya. memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan RI. MISI PENDIDIKAN NASIONAL 1. Depdiknas untuk tahun 2005 – 2009 menetapkan Misi sebagai berikut: MEWUJUDKAN PENDIDIKAN YANG MAMPU MEMBANGUN INSAN INDONESIA CERDAS KOMPREHENSIF DAN KOMPETITIF. –empatik dan simpatik.Insan Cerdas Komprehensif dan Kompetitif Makna Insan Indonesia Cerdas Komprehensif Cerdas spiritual •Beraktualisasi diri melalui olah hati/kalbu untuk menumbuhkan dan memperkuat keimanan. 2. sigap. serta –berwawasan kebangsaan dengan kesadaran akan hak dan kewajiban warga negara. 14 41 . kreatif dan imajinatif.

Antisipatif dan Inovatif 6. Peduli dan Menghargai orang lain 8. Taat Azas 8. dan citra publik pendidikan. Profesional 3. Demokratis. Dapat Dipercaya (Andal) 4. Visioner dan Berwawasan 2. 2. akuntabilitas. Amanah 2. dan daya saing keluaran pendidikan. TATA NILAI DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL INPUT VALUES Nilai-nilai yang diharapkan ditemukan dalam diri setiap pegawai Depdiknas PROCESS VALUES Nilai-nilai yang harus diperhatikan dalam bekerja di Depdiknas. 16 42 . Produktif (Efektif dan Efisien) 2. danInklusif 15 TIGA PILAR KEBIJAKAN PENDIDIKAN 1. Peningkatan mutu. Pemerataan dan perluasan akses pendidikan. Mengilhami (Inspiring) 5. Membudayakan (Cultureforming) 7. Penguatan tata kelola. Memotivasi (Motivating) 4. Berkeadilan. 3. Belajar Sepanjang Hayat 1. relevansi. Koordinatif dan Bersinergi dalam Kerangka KerjaTim 9. Menjadi Teladan 3. Responsif dan Aspiratif 5. dalam rangka mencapai dan mempertahankan kondisi keunggulan OUTPUT VALUES Nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh mereka yang berkepentingan terhadap Depdiknas PENYELENGGARA DAN PENGELOLA PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN & MANAJEMEN YANG PRIMA BERORIENTASI KEPADA KEPENTINGAN PEMAKAI LAYANAN PENDIDIKAN 1. Disiplin 7. Bertanggung Jawab dan Mandiri 5. Antusias dan Bermotivasi Tinggi 4. Kreatif 6. Akuntabel 1.D. Memberdayakan (Em powering) 6. Gandrung Mutu Tinggi (Service Excellence) 3.

38 % APK 14.AKSES PENDIDIKAN Rata-rata tingkat pendidikan masyarakat masih rendah (2004) Kelompok usia > 15 th Kelompok usia > 15 th Kelompok usia > 15 th Rata-rata lama sekolah 7.9 60.2 35.5 70.2% Yang buta aksara 9.26 % 17 Kontribusi Sumber Kesenjangan Akses Pendidikan Antar dan Intra Provinsi Sumber Kesenjangan SD/ MI SMP/ MTs SM/ MA Antar Provinsi APK Dalam Provinsi 30.8 64.48 % APM 93.5 Antar Provinsi APM Dalam Provinsi 39.1 18 43 .2 27.04 % APM 65.5 % APS 53.2 70.8 29.8 72.24 % APK 54.5 29. masalah perluasan akses lebih menonjol terjadi pada jenjang SMP/MTs Tingkat partisipasi pendidikan makin rendah pada jenjang pendidikan yang makin tinggi (2004) Kelompok usia 7-12 tahun Kelompok usia 13-15 tahun Kelompok usia SLTA Pendidikan Tinggi APS 96.2 th Yang berpendidikan SLTP 36.8 % APS 83.55% Dalam rangka penuntasan Wajar Dikdas 9 tahun.5 69.

50 97. Pendanaan pendidikan yang belum memadai untuk menunjang mutu pembelajaran. serta 4. Prasarana dan sarana belajar yang terbatas dan belum didayagunakan secara optimal. 3.50 P ersen tase 98.Tingkat Keaksaraan Penduduk Usia 15-24 Tahun 1995-2004 Perempuan 99.00 98. Ketersediaan pendidik dan tenaga kependidikan serta kesejahteraannya yang belum memadai baik secara kuantitas maupun kualitas.00 96.00 1995 1998 2002 Tahun 19 Laki-laki Perempuan+Laki2 2003 2004 MUTU PENDIDIKAN (2004) 1.50 96. 20 44 . Proses pembelajaran yang belum efisien dan efektif.00 97. 2.

05 0.10 26.17 25.234.31 0.54 D2 (%) 5.33 0.92 30.33 0.30 42.88 46.58 49.75 64.03 69.57 47.39 72.559 236.79 D3 (%) 5.46 21 RASIO PENDIDIKAN TAHUN 2002/2003 Sumber: PDIP – Balitbang.748 452.33 1.286 Ijazah Tertinggi < D1 (%) 90.255 230.62 2.89 1.KUALIFIKASI PENDIDIK TAHUN 2002/2003 Jenjang No Pendidikan 1 2 3 4 5 6 7 8 TK SLB SD SMP SM SMA SMK PT Jumlah Guru 137.18 Sarjana (%) 3.14 21.33 43.23 2.37 23.54 S2/S3 (%) 0.927 466.45 0.114 147.069 8.33 11.06 1.10 3.86 1.304 1. 2004 22 45 .55 40.16 56.35 8.

416 4.599 1.9 100.070 584.961 % 100.1 32.3 100.0 64.311 67.0 15.1 35.59 5.237 9.643 230.914 55.598 63.385 58.4 3.0 56.12 82.7 29.7 43. Tidak Layak SMK 4 a.542 155.62 12.440 155.3 45. Tidak Layak SMP 2 a.051 40.857 41. Layak b.2 66.3 53.34 92.803 87.720 108.3 23 KONDISI RUANG BELAJAR TAHUN 2003 No Bangunan/ Gedung Kondisi Bangunan Ruang Belajar Layak pakai Jumlah % 42.3 4.6 47.GURU DAN KEPALA SEKOLAH MENURUT KELAYAKAN MENGAJAR TAHUN 2002/2003 No.217 466.283 % 7.5 67.7 49. Layak b.675 311.9 100.0 19.0 14.00 865.283 72.6 46.3 Jumlah 1.63 5.0 37.4 23.03 3.217 96.258 187.710 609.3 20.408 89.0 Swasta 91.4 33.748 299.143.234.559 83. 2004 Kelayakan Negeri 1.684 147.114 154.581 23.412 97.919 % 23.507 Sumber: Pusat Data dan Informasi Pendidikan.967 20. Tidak Layak Sumber: PDIP – Balitbang.00 Rusak Ringan 299.12 2.26 5.260 98.678 % 92.430 75.927 625.531 202.7 43.811 122.832 107.395 558.315 50.290 1 2 3 4 SD SMP SMA SMK 364.4 38.105 167.1 17.379 35.29 92. SD 1 a.598 4.480 78. Layak b. Tidak Layak SMA 3 a.6 29.1 33.00 Rusak Berat 201.631 43. Balitbang Depdiknas (2003) 24 46 .0 67.645 27.588 2.0 50.7 12.424 48. Layak b.864 % 34.

26 ta 1 2 3 4 5 6 3.96 1.07 2.82 ANGKA PUTUS SEKOLAH MENURUT JENJANG PENDIDIKAN DAN JENIS KELAMIN TAHUN 2004 6 5 4 3 2 1 0 SD SMP Laki2 SMA/SMK Rerata 26 PT Perempuan 47 .ANGKA MENGULANG KELAS SD MENURUT TINGKAT. TAHUN 2004 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 Kl s Kl s Kl s Kl s Kl s Kl s R er a 25 7.68 4.93 0.92 4.

28 48 .0 0 4 . Pentingnya pengawasan terhadap berbagai program dan kegiatan yang terkait dengan upaya pemerataan dan perluasan akses serta peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan.0 0 6 .0 0 B In d B In g g 2 0 0 3 /0 4 Mat 2 0 0 4 /0 5 27 R a ta 2 TATA KELOLA DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL (2004) 1.0 0 5 . Belum didukung oleh data dan informasi yang akurat pada berbagai tingkatan pemerintahan.Nilai Ujian Nasional SMA Program IPA Tahun 2003/04 dan 2004/05 8 .0 0 2 . 2. Desentralisasi bidang pendidikan.0 0 3 .0 0 7 .0 0 0 . 3.0 0 1 .

KEBIJAKAN DALAM PEMERATAAN DAN PERLUASAN AKSES PENDIDIKAN 1.4 Perluasan akses pendidikan Wajar pada jalur nonformal 1.1 Pendanaan Biaya Operasional Wajar Dikdas 9 Tahun 1.7 Pengembangan Pendidikan Layanan Khusus bagi Anak Usia Wajar Dikdas di Daerah Bermasalah 1.2 Penyediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Wajar 1. dan PT 1.8 Perluasan akses Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) PEMERATAAN & PERLUASAN AKSES PENDIDIKAN 1. SMK/SM Terpadu.11 Perluasan Akses Perguruan Tinggi 1. Peningkatan Mutu Pendidikan. Akuntabilitas. Pemerataan dan Perluasan Akses 2.KEBIJAKAN POKOK PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL 1.12 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai Sarana Pembelajaran Jarak Jauh 1.6 Perluasan Akses Sekolah Luar Biasa dan Sekolah Inklusif 1. Penguatan Tata Kelola. SLB. dan Daya Saing 3.9 Pendidikan Kecakapan Hidup 1.3 Rekruitmen Pendidik dan Tenaga Kependidikan 30 49 . dan Citra Publik.10 Perluasan Akses SMA/SMK dan SM Terpadu 1.5 Perluasan akses pendidikan keaksaraan bagi penduduk usia >15 tahun 1. Relevansi. 29 1.13 Peningkatan peran serta Masyarakat dalam Perluasan Akses SMA.

1 Peningkatan Sistem Pengendalian Internal Berkoordinasi dengan BPKP dan BPK Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Manajerial Aparat 3. dan BPK 3. dan BPK 3.8 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Pengelola Pendidikan - PENGUATAN TATA KELOLA.9 Pembangunan Sekolah Bertaraf Internasional di Setiap Provinsi/ Kabupaten/Kota 2. KEBIJAKAN DALAM PENGUATAN TATA KELOLA.4 3.2.5 Pengembangan Kompetensi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan 2.10 Mendorong Jumlah Jurusan di PT yang Masuk dalam 100 Besar Asia atau 500 BesarDunia 2. dan DAYA SAING 2.9 Pelaksanan Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan KKN 3.13 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan 2.6 Penataan Regulasi Pengelolaan Pendidikan dan Penegakkan Hukum di Bidang Pendidikan 3. AKUNTABILITAS.b Survai Benchmarking Mutu Pendidikan Terhadap Standar Internasional 2.11 Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pemeriksaan oleh Itjen. BAN -PNf dan BAN-PT 2. Kepegawaian.2 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Aparat Inspektorat Jenderal 3. Entrepreneurship.10 Intensifikasi Tindakan tindakan Preventif oleh Inspektorat Jenderal 3.3 Perluasan dan Peningkatan Mutu Akreditasi oleh BAN -SM.7 Peningkatan Citra Publik 3.7b Peningkatan Kreativitas. KEBIJAKAN DALAM PENINGKATAN MUTU.6 Perbaikan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana 2. RELEVANSI. vokasi. Aset.11 Akselerasi Jumlah Program studi Kejuruan.13 Pengembangan Aplikasi SIM secara Terintegrasi (Keuangan. dan Profesi 2. BPKP. dan PENCITRAAN PUBLIK 3.2. dan Kepemimpinan Mahasiswa 2.2a Pengawasan dan Penjaminan Mutu secara Terprogram dengan Mengacu pada SNP 2.4a Pengembangan Guru sebagai Profesi 2.12 Peningkatan Jumlah dan Mutu Publikasi Ilmiah dan HAKI 2.12 Penyelesaian Tindak Lanjut Temuan -temuan Pemeriksaan Itjen. dan Data Lainnya) 3.7a PENINGKATAN MUTU.4b Pembinaan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Nonformal 2.3 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Aparat Perencanaan dan Penganggaran 3.1 Implementasi dan Penyempurnaan SNP dan Penguatan Peran Badan Standar Nasional Pendidikan 2. AKUNTABILITAS DAN CITRA PUBLIK 32 50 . RELEVANSI & DAYA SAING Perluasan Pendidikan Kecakapan Hidup 2.8 Pengembangan Sekolah Berbasis Keunggulan Lokal di Setiap Kabupaten/Kota 31 3.5 Penataan Ketaatan pada Peraturan Perundang .undangan 3. BPKP.

Periode 2005 – 2010 Peningkatan Kapasitas dan Modernisasi B.Periode 2015 – 2020 Daya Saing Regional D. dan citra publik. (2) Peningkatan mutu.RENCANA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA PANJANG A.Periode 2010 – 2015 Penguatan Pelayanan C. dan daya saing. akuntabilitas. 34 51 . (3) Penguatan tata kelola. relevansi.Periode 2020 – 2025 Daya Saing Internasional 33 RENCANA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA MENENGAH 2005 – 2009 Program pembangunan Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009 diarahkan pada upaya mewujudkan kondisi yang diharapkan pada tahun 2009 yang difokuskan pada: (1) Pemerataan dan perluasan akses pendidikan.

766.3 7. wilayah.4 25.2 11.955.8 12.100.697.1 155.141.9 3. tingkat kemampuan intelektual dan kondisifisik •Memperluas daya tampung satuan pendidikan sesuai dengan prioritas nasional •PenggunaanTIK untukmenjangkau daerahterpencil/sulitdijangkau •Peningkatan mutu pendidikan yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) •Peningkatan taraf hidup masyarakat dan daya saing tenaga kerja Indonesia •Metoda pembelajaran formal dan nonformal yang efisien.144.800.1 10.671.9 12.6 229.0 216.335.8 221.374.6 2005/06 2006/07 Ajaran 2007/08 2008/09 2009/10 16.Usia .318.075.Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun 3.Penduduk ≥ 15 tahun yang buta aksara 15. Peringkat Internasional Indonesia (12 dari12) terkait dengan tingkat relevansi sistem pendidikan Indonesia dengan kebutuhan pembangunan.4 24.Program Manajemen Pelayanan Pendidikan 8.6 13.0 226.2% untuk usia 7-12 dan 16.561.796.033.1 25.Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2.604.21%.Usia .22%.0 27.7 25.4 23.3% ruang belajar SD rusak berat.7 12.9 4.827.6 152.769.956.1 12.APK SMP/MTs = 81.813.306.1 12.8 4.961.3 3.1 3.601.3 6.717.6 12.62% (2004) 4.678.3 4.Usia .0 11.5 36 52 .3 16.Program Pendidikan Nasional Das Sein 1.Program Penelitian dan Pengembangan Pendidikan 9.1 7.Program Pendidikan Menengah 4.218.603.845.9 24.4 16. Beberapa penyebab: •Kesiapan fisik siswa yang cenderung minim (akibat kekurangan gizi) •40% tenaga pengajar memiliki keahlian yang tidak sesuai dengan bidang pengajarannya Ketidak layakan tenaga pengajar (kualitas dan kuantitas) ditingkat dasar hingga menengah •23.3 23.6 25.Program Pendidikan Nonformal 6.5% untuk usia13-15 3.605.8 10.3 25.Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas AparaturNegara 3.Angka kesenjangan cenderung naik di tingkat pendidikan menengah dan perguruan tinggi 6.000 orang(2005) •8.311.Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan Program-program Lainnya 1.279.859.654.7 28.940.3 11.3 149.910.7 12.8 28.707.366.9 11. serta mampu dan tidak mampu secara ekonomis.4 16.256.2% lulusan Perguruan Tinggi menjadi karyawan •Kebutuhan guru 218.3 224.0 13.SMA/SMK/MA & yang .322.4 juta atau 10.828.440.816.Total Jumlah .858.Anak tidak bersekolah 3. APK PerguruanTinggi 14.Terjadi kesenjangan akses pendidikan menurut kategori perkotaan & pedesaan. APK Perguruan Tinggi= 18% •Memberi kesempatan yang sama pada seluruh peserta didik dari berbagai golongan menurut kategori tingkat ekonomi. 34.0 25.Program Pendidikan Tinggi 5.6 25.SD / MI & yang .Indeks Pembangunan Manusia 110 (2005) 2.324.6 12. sosial.2 13.121.Program Pengelolaan Sumber Daya ManusiaAparatur 5.088.0 28.202.363.631.Program Penguatan Kelembagaan Pengarus-utamaan Gender dan Anak 2.073.2 12.370.6 11.508.350.845. spritual •70% dosen dengan berpendidikan S2/S3 •50% sarana sekolah memenuhi SNP •AnggaranpendidikandariAPBN = 20% •5 prodi PT masuk dalam100 besar PT di Asia atau 500 besar dunia •Manajemen perubahan secara internal yang menjamin terjadinya perubahan secara berkelanjutan •Sistem pembiayaan berbasis kinerja (ditingkat satuan pendidikan dan pemerintah daerah) •Manajemen berbasis sekolah (MBS) mulai SD sampai dengan SM •Disiplin kerja tinggi melalui internalisasi etos kerja •Satuan dan program pendidikan yang ada pada setiap tingkatan pemerintahan mencapai status kapasitas tertinggi dan memenuhi standar SNP •Penerapan TIK secara optimal pada manajemen 35 pendidikan yang transparan dan akuntabel •Laporan Keuangan dengan opini WTS dari BPK Jumlah .Usia .PT/PTA/PTK Akses Pendidikan Mutu Pendidikan Tata Kelola Depdiknas 1.308.7 9.7 12.Usia .725.556.817 temuan/kasus penyimpangan sumber dana pembangunan (1997-2004) •Desentralisasi pendidikan •Kendali pemerintah yang belum berjalan optimal karena kurang ditunjang oleh sistem informasi manajemen yang terbangun dengan baik •SNP mulai dikembangkan •Laporan Keuangan dengan opini disclaimer dari BPK RENSTRA DEPDIKNAS Tahun 2005-2009 Das Sollen •Menurunkan angka buta aksara penduduk usia > 15 hingga 5% •APK SMP/MTs= 98%. menyenangkan dan mencerdaskan •Seimbang antara pengembangan kecerdasan rasional (berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi) dan kecerdasan emosional.961.Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 7.1 219.Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraandan Kepemerintahan 4. gender.Usia .240. 82.476.SMP / MTs . 5.4 27.076.638.Program Peningkaan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara SASARAN JUMLAH PESERTA DIDIK ( ribu orang ) Tahun KOMPONEN 2004/05 Penduduk 0 – 3 Tahun 4 – 6 Tahun 7 – 12 Tahun 13 – 15 Tahun 16 – 18 Tahun 19 – 24 Tahun 15 Tahun Jumlah Peserta Ke atas Penduduk Didik sederajat & yang sederajat sederajat 29.415.2 16.5 158.2 11.6 6.0 24.835.196.065.0 12.934.413.Program Penelitian dan Pengembangan Iptek 10.533.6 8.528.2 16.3 12.238.5 161.9 164.0 11.6% rusak ringan •Alokasi biaya pendidikan dari APBN < 9% •Rendahnya kemampuan wirausaha.Usia .112.

52 30% 50% 1 2006 6.6% 19 30 85 700 20% 36:64 1.66% 94.5% 17 20 50 400 10% 34:66 1.62% 15.55% 16.7% 20 40 120 1.90% 20% 12.71 8.00 29.00 5.00 40% 70% 40% 10 3 13 5 5.19% 18.09% 42.5% 10.40 5. • Perolehan medali emas pd Olimpiade Int.00% 60.80 8.04 2.05 5.0% 30:70 1.94 2.Akses Pendidikan -NO 1.59 48.00% 98.62 6.48% 88.20% 14.21% 16.8% 20 50 155 1.00 7.07 9.00% 11.65 37 INDIKATOR KUNCI DAN TARGET IMPLEMENTASI PILAR KEBIJAKAN -.5% 65% 20% 5 2009 5.54 2.04 2. termasuk UT Prosentase Buta Aksara > 15 th Disparitas APK PAUD antara kab dan kota Disparitas APK SD/MI/SDLB antara kab dan kota Disparitas APK SMP/MTs/SMPLB antara kab dan kota Disparitas APK SMA/MA/SMK/SMALB antara kab dan kota Disparitas gender APK di jenjang pendidikan Menengah Disparitas gender APK di jenjang pendidikan tinggi Disparitas gender persentase buta aksara KONDISI DAN TARGET 2004 2005 2006 45.14 33.00 27.14 33.00 13.47% 53.00% 10.000 30% 38:62 1.33% 14.0% 4 Peningkatan Relevansi Pendidikan 38 53 .50 7.20% 68.72 6.12% 94.16 9.5% 32:68 1.75% 95.00 5.90% 94.84 34% 60% 5% 4 2008 5.22% 85.26 5.68 32% 55% 3 2007 6.54 6.90 7.47% 10% 5.20% 16.00% 20% 15.19% 94.80% 17.25% 52. SASARAN Perluasan Akses Pendidikan • • • • • • 2 Pemerataan Akses Pendidikan • • • • • • • INDIKATOR KUNCI APK Pra Sekolah APM SD/Paket A/MI/SDLB APK SMP/Paket B/MTs/SMPLB APK SMA/SMK/Paket C/MA/SMALB APK PT/PTA.28 6.57% 8.15 16.00% 91. • Jumlah Paten yg diperoleh • Sekolah/Madrasah bertaraf Internasional • Sekolah/Madrasah berbasis keunggulan lokal • Kenaikan Publikasi Internasional • Rasio Jumlah Murid SMK : SMA • APK PT vokasi (D2/D3/D4/Politeknik) • Rasio Jumlah mahasiswa Profesi terhadap jumlah lulusan S1/D4 • Persentase peserta pendidikan life skill terhadap lulusan SMP/MTs atau SMA/SMK/MA yang tidak melanjutkan.76 4.22% 48.Indikator Kunci dan Target Pilar Kebijakan -.07% 50.94 2.49 25.00% 7.81% 95.30% 81.86 2007 2008 2009 39. • Jumlah sertifikat Kompetensi yg diterbitkan KONDISI DAN TARGET 2004 5.98 9.32 9.50% 56.50% 10% 6.0% 15 10 100 7.44% 15.48 3.00 25. RELEVANSI. atau akreditasi bertaraf OECD/Int.00 31. DAN DAYA SAING -NO.30 19. 500 besar Dunia.33 5. SASARAN Peningkatan Mutu dan Daya Saing Pendidikan INDIKATOR KUNCI • Rata-rata nilai UN SD/MI • Rata-rata nilai UN SMP/MTs • Rata-rata nilai UN SMA/SMK/MA • Guru yg memenuhi kualifikasi S1/DIV • Dosen yg memenuhi kualifikasi S2/S3 • Pendidik yang memiliki sertifikat pendidik • Jumlah Prodi masuk 100 besar Asia.333 40% 40:60 2.00 7.13 6.00 7.20% 15.89 9.00 5.70% 15% 8.13 6.38% 17.54 2.31 30% 50% 2005 6.13 6.40 23.49 25.00 5.34% 94.20% 64.22% 12.00 37.MUTU.

5% 1~0.5% 1~0.5% <0.5% <0.5% <0.5% <0. dan Citra Publik Pendidikan • Opini BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Disclaimer • Persentase temuan BPK ttg penyimpangan di Pemerintah terhadap obyek yang diperiksa Persentase temuan Itjen ttg penyimpangan di Pemerintah terhadap obyek yang diperiksa Aplikasi SIM Sertifikat mutu layanan yg diraih Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama Sertifikat mutu layanan yg diraih LPMP/PPPG/BPPLSP 1~0.5% <0.5% • • - - 2 Aplikasi - 14 Aplikasi - - 80% unit utama memperoleh ISO 9001:2000 - • - 9 ISO 9001: 2000 25 ISO 9001: 2000 43 ISO 9001: 2000 47 ISO 9001: 2000 39 Selesai 40 54 .INDIKATOR KUNCI DAN TARGET PILAR KEBIJAKAN -.5% 1~0. AKUNTABILITAS DAN CITRA PUBLIK -KONDISI DAN TARGET No SASARAN INDIKATOR KUNCI 2004 2005 Disclaimer 2006 Wajar Dgn Catatan 2007 Wajar Tanpa Sarat 2008 Wajar Tanpa Sarat 2009 Wajar Tanpa Sarat 5 Penguatan Tata Kelola. Akuntabilitas.5% <0.5% 1~0.TATA KELOLA.5% • 1~0.

23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 6. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) 5. Peraturan Mendiknas No. Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 4. Peraturan Mendiknas No.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) II. Peraturan Mendiknas No. 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 55 .

56 .

Materi 4 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang STANDAR ISI (SI) Sosialisasi KTSP Materi Minimal dan Tingkat Kompetensi Minimal. untuk Mencapai Kompetensi Lulusan Minimal Sosialisasi KTSP 57 .

Kerangka Dasar Kurikulum 5 Kelompok mapel : 1. 5. Kerangka Dasar Kurikulum Struktur Kurikulum Beban Belajar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kalender Pendidikan Sosialisasi KTSP 1. 4. Agama dan Ahlak Mulia membentuk siswa menjadi manusia beriman dan takwa dan berahlak mulia Mencakup etika. 2. budi pekerti. 3.Memuat : 1. atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama Sosialisasi KTSP 58 .

Berpusat pada potensi. 5. 7. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Beragam dan terpadu Tanggap terhadap perkembangan iptek dan seni Relevan dengan kebutuhan kehidupan Menyeluruh dan berkesinambungan Belajar sepanjang hayat Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah Sosialisasi KTSP 59 . hak dan kewajibannya dalam kehidupannya untuk memperoleh kompetensi lanjut iptek serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis. 3. Estetika 5. Jasmani Olahraga Kesehatan Sosialisasi KTSP Prinsip Pengembangan Kurikulum 1. 2. 4. Iptek penigkatan kesadaran dan wawasan siswa akan status. kreatif dan mandiri untuk meningkatkan sensitivitas. Kewarganegaraan dan Kepribadian 3. 6. kebutuhan.2. disiplin. perkembangan. kerja sama dan hidup sehat 4. kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif.

akrab. Mendayagunakan kondisi alam. sumber belajar dan teknologi yang memadai. Peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan. serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas. 3. Menegakkan 5 pilar belajar. dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan Sosialisasi KTSP 60 .Prinsip Pelaksanaan Kurikulum 1. Menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia. 2. Sosialisasi KTSP 5. Diselenggarakan dalam keseimbangan. pengayaan dan percepatan. keterkaitan. Siswa harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu. dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar 6. dinamis dan menyenangkan. terbuka dan hangat. 4. sosial dan budaya serta kekayaan daerah 7. Suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai.

Sosialisasi KTSP Struktur Kurikulum SD No. Ilmu Pengetahuan Alam 6. 4.2. Pendidikan Kewarganegaraan 3. 3. Komponen A Mata Pelajaran 1. Kedalaman muatan kurikulum dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai siswa dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum Merupakan pola dan susunan matapelajaran yang harus ditempuh oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran Kompetensi terdiri dari Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi dasar (KD) yang dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Muatan Lokal dan Pengembangan Diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum sekolah 2. Ilmu Pengetahuan Sosial 7. Seni Budaya dan Keterampilan 8. Bahasa Indonesia 4. VI 3 2 5 5 4 3 4 4 2 2 *) 26 27 28 B C Muatan Lokal Pengembangan Diri Jumlah Sosialisasi KTSP 32 61 . Olahraga dan Kesehatan Kelas I Kelas II Kelas III Kelas IV. Agama 2. Struktur Kurikulum 1. Pend. V . Matematika 5. Pendidikan Jasmani.

BEBAN BELAJAR Beban belajar diartikan sebagai waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sistem : . dirancang guru untuk mencapai kompetensi .Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh siswa Sosialisasi KTSP 62 .Tatap Muka (TM) .3.Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh guru • KMTT : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk siswa. dirancang guru untuk mencapai kompetensi .Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT) Sosialisasi KTSP • TM : Kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik dengan pendidikan • PT : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk siswa.Penugasan Terstruktur (PT) .

Sekolah menyelenggarakan program pendidikan dengan SISTEM PAKET atau SKS Sosialisasi KTSP SISTEM PAKET Sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh mata pelajaran dan beban studi yang sudah ditetapkan untuk setiap tingkatan kelas. Sosialisasi KTSP 63 . sesuai dengan struktur yang berlaku pada satuan pendidikan dimaksud.

Sosialisasi KTSP Kategori Formal Standar Formal Mandiri Paket Dapat - SKS Dapat Wajib Sosialisasi KTSP 64 .SISTEM KREDIT SEMESTER Sistem Kredit Semester (SKS) adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya menentukan sendiri jumlah beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester.

karena substansinya dipilih sendiri oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan. minat. dan bakat. • Dialokasikan waktu ekuivalen Sosialisasi KTSP 65 .• Struktur kurikulum yang telah • Struktur kurikulum untuk tersusun diselenggarakan dengan menggunakan sistem paket digunakan dengan SKS akan disusun tersendiri Sosialisasi KTSP Kegiatan Pengembangan Diri • Tidak termasuk beban belajar. 2 (dua) jam pelajaran.

dan Standar kompetensi di bawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan atau Provinsi. VI 35 32 34 . KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) • Kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan • Sekolah dan Kepala Sekolah mengembangkan KTSP dan silabus berdasarkan : Kerangka dasar kurikulum. Sosialisasi KTSP 66 . III SD IV s.d.37240 menit) 1088 -1216 jam pembelajaran (38080 .38 35 26-28 34 .38 pembelajaran (30940 .24560 menit) 635-709 516-621 Jumlah jam per tahun (@ 60 menit) Satuan Pendidikan Kelas Sosialisasi KTSP 4.BEBAN BELAJAR Beban Belajar Kegiatan Tatap Muka untuk setiap Satuan Pendidikan (Sistem Paket) satu jam pemb. Per Minggu Minggu efektif per tahun ajaran waktu pembelajaran per tahun 884 -1064 jam I s.d.tatap muka (Menit jumlah jam pemb.

Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran. KALENDER PENDIDIKAN Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran.5. minggu efektif belajar. dan hari libur. Sosialisasi KTSP Lanjutan Kalender Pendidikan NO 1 KEGIATAN Minggu efektif belajar ALOKASI WAKTU Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu Maksimum 2 minggu Maksimum 2 minggu Maksimum 3 minggu Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif pada setiap satuan pendidikan KETERANGAN 2 Jeda tengah semester Jeda antarsemester Libur akhir tahun pelajaran Satu minggu setiap semester 3 Antara semester I dan II 4 Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran Sosialisasi KTSP 67 .

7 8 Sosialisasi KTSP Terima Kasih…… Sosialisasi KTSP 68 . Maksimum Digunakan untuk kegiatan yang 3 minggu diprogramkan secara khusus oleh sekolah\ tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif. Maksimum Untuk satuan pendidikan sesuai dengan 1 minggu ciri kekhususan masing-masing.NO KEGIATAN 5 ALOKASI WAKTU KETERANGAN Daerah khusus yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengaturnya sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif. Hari libur 2–4 keagamaan minggu 6 Hari libur umum/ nasional Hari libur khusus Kegiatan khusus sekolah Maksimum Disesuaikan dengan Peraturan 2 minggu Pemerintah.

berpikir. dan keterampilan. Standar Kompetensi Lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup pengetahuan. sikap. dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan. dan keterampilan yang dimiliki peserta didik. Sosialisasi KTSP 69 .Materi 5 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL) Sosialisasi KTSP Pengertian Kompetensi adalah kemampuan bersikap. Standar Kompetensi adalah ukuran kom-petensi minimal yang harus dicapai peserta didik setelah mengikuti suatu proses pembelajaran pada satuan pendidikan tertentu. sikap.

pengetahuan. ahklak mulia. 3. Agama dan Akhlak Mulia b. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. ahklak mulia. kepribadian.Fungsi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Sosialisasi KTSP Ruang Lingkup SKL 1. ahklak mulia. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. SKL Satuan Pendidikan a. Sosialisasi KTSP 70 . Ilmu Pengetahuan dan Teknologi d. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. Jasmani Olahraga dan Kesehatan SKL Mata Pelajaran 2. Estetika e. pengetahuan. pengetahuan. Kewarganegaraan dan Budi Pekerti c. Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan. kepribadian. SD/MI/SDLB/Paket A SKL Kelompok Mata Pelajaran a. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. kepribadian.

Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya. suku. SKL SD 1. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya. budaya. Menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan. negara dan tanah air Indonesia. kritis. 8. Menunjukkan kemampuan berfikir logis. kritis. dengan bimbingan guru/pendidik. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri. Sosialisasi KTSP 71 . Sosialisasi KTSP 1. 2. 4. 9. ras. dan kreatif. 5.1. dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya. 10. dan kreatif. Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa. 3. Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal. SKL SD 6. Menjalankan agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak. 7. Menghargai keberagaman agama. 11.

17. dan kesehatan. olahraga. Bekerja sama dalam kelompok. Tujuan tersebut dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama. tolong menolong dan menjaga diri sendiri delam lingkungan keluarga dan teman sebaya. ilmu pengetahuan dan teknologi. kewarganegaraan. Kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak Mulia bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. 14. 16. Menunjukkan kemampuan mengamati gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar. bugar. membaca. kepribadian. Sosialisasi KTSP 2. sehat. SKL SD 12. berbicara. 13. menulis. jasmani. estetika. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 1. aman. dan berhitung 15. Menunjukkan keterampilan menyimak. dan memanfaatkan waktu luang.1. Sosialisasi KTSP 72 . Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih. Berkomunikasi secara jelas dan santun.

ilmu pengetahuan sosial. kemampuan berpikir dan analisis peserta didik. keterampilan/kejuruan. Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 2. dan muatan lokal yang relevan Sosialisasi KTSP 73 . Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama. Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bertujuan: mengembangkan logika. seni dan budaya. ilmu pengetahuan alam. matematika. Sosialisasi KTSP 2. bahasa. dan pendidikan jasmani. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 3. tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. Pada satuan pendidikan SD.2. akhlak mulia. kewarganegaraan.

Sosialisasi KTSP 2. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. Sosialisasi KTSP 74 . seni dan budaya. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 4. pendidikan kesehatan. olahraga. dan muatan lokal yang relevan. ilmu pengetahuan alam. Kelompok mata pelajaran Estetika bertujuan: membentuk karakter peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa seni dan pemahaman budaya. dan muatan lokal yang relevan. dan Kesehatan bertujuan: membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani. Kelompok mata pelajaran Jasmani.2. Olah Raga. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) 5. keterampilan. dan menumbuhkan rasa sportivitas.

Selesai Sosialisasi KTSP 75 .

76 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 6 PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 24 TAHUN 2006 dan NOMOR 6 TAHUN 2007 Tentang PELAKSANAAN STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN Sosialisasi KTSP Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Satuan Pendidikan dan Komite Sekolah Mengembangkan dan Menetapkan KTSP sesuai kebutuhan Mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi dari Standar Isi Dapat mengadopsi atau mengadaptasi model KTSP BSNP Sosialisasi KTSP 77 .

Jadwal Pelaksanaan Kurikulum
Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat menerapkan Permen No. 22 dan 23 mulai tahun ajaran 2006/2007 Satuan pendidikan dasar dan menengah harus sudah mulai menerapkan Permen No. 22 dan 23 paling lambat tahun ajaran 2009/2010 Satuan pendidikan dasar dan menengah yang telah melaksanakan uji coba kurikulum 2004 secara menyeluruh dapat menerapkan secara menyeluruh Permen No. 22 dan 23 untuk semua tingkatan kelas mulai tahun ajaran 2006/2007 Satuan pendidikan dasar dan menengah yang belum melaksanakan uji coba kurikulum 2004 melaksanakan Permen No. 22 dan 23 secara bertahap seperti tabel dibawah ini.

Sosialisasi KTSP

Jadwal Pelaksanaan Kurikulum
Satuan Pendidikan SD
Waktu Pelaksanaan Kelas
I II III IV V VI Tahun I √ √ Tahun II √ √ √ √ Tahun III √ √ √ √ √ √

Sosialisasi KTSP

78

Jadwal Pelaksanaan Kurikulum
Gubernur dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permen No. 22 dan 23 untuk satuan pendidikan menengah dan satuan pendidikan khusus disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di provinsi masing-masing. Bupati/walikota dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permen No. 22 dan 23 untuk satuan pendidikan dasar disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di kabupaten/Kota.

Sosialisasi KTSP

Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
• Menggandakan Permendiknas No. 22 dan 23 tahun 2006 serta mendistribusikan secara nasional • Melakukan bimbingan teknis, supervisi dan evaluasi pelaksanaan kurikulum yang didasarkan pada Permendiknas No. 22 dan 23 tahun 2006. • Melakukan usaha secara nasional agar sarana dan prasarana satuan pendidikan dapat mendukung pelaksanaan Permendiknas No. 22 dan 23 tahun 2006.
Sosialisasi KTSP

79

Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 ke guru, kepala sekolah, pengawas, dan tenaga kependidikan lainnya yang relevan melalui LPMPdan/atau PPPG Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 dan panduan penyusunan KTSP yang disusun BSNP ke dinas pendidikan provinsi, kabupaten/kota, dan dewan pendidikan Membantu pemerintah provinsi dan Kabupaten/kota dalam penjaminan mutu melalui LPMP

Sosialisasi KTSP

Badan Penelitian dan Pengembangan
Mengembangkan model-model kurikulum sebagai masukan bagi BSNP Mengembangkan dan mengujicobakan model-model kurikulum inovatif Mengembangkan dan mengujicobakan model kurikulum untuk pendidikan layanan khusus Bekerja sama dengan PT dan/atau LPMP melakukan pendampingan satuan pendidikan dalam pengembangan kurikulum satuan pendidikan Memonitor secara nasional penerapan Permen No. 22 dan 23 , mengevaluasinya, dan mengusulkan rekomendasi kebijakan kepada BSNP dan/atau menteri Mengembangkan pangkalan data yang rinci tentang pelaksanaan SI dan SKL
Sosialisasi KTSP

80

Ditjen Pendidikan Tinggi

Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 di LPTK Memfasilitasi pengembangan kurikulum dan tenaga dosen LPTK

Sosialisasi KTSP

Sekretariat Jenderal

Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 kepada pemangku kepentingan umum

Sosialisasi KTSP

81

Selesai

Sosialisasi KTSP

82

10. Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi. Pengembangan Silabus. Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). urikulum K Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 7. Penyusunan KTSP. 8.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) III. 83 . 9.

84 .

Materi 7 KONSEP DASAR KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Sosialisasi KTSP ASPEK YANG BERBEDA KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR PENILAIAN PENGELOLAAN KURIKULUM BERBASIS SEKOLAH Sosialisasi KTSP 85 .

al … Sosialisasi KTSP 86 . bersifat internal. dan sebagai bahan untuk peningkatan mutu hasil belajar Berorientasi pada kompetensi. dilakukan melalui berbagai cara. bagian dari pembelajaran. mengacu pada patokan. ketuntasan belajar.Kegiatan Belajar Mengajar Berpusat pada peserta didik Mengembangkan kreativitas Menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang Kontekstual Menyediakan pengalaman belajar yang beragam Belajar melalui berbuat Sosialisasi KTSP Penilaian Kelas Dilakukan oleh Guru untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi yang ditetapkan.

melalui: Portfolios (kumpulan kerja siswa). Products (Hasil karya). dan Paper & Pen (tes tulis) Sosialisasi KTSP Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah Mengacu pada Visi dan Misi Sekolah Pengembangan perangkat kurikulum (a.Dilakukan a. Projects (Penugasan).l.l. Performances (Unjuk kerja). silabus) Pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lainnya untuk meningkatkan mutu hasil belajar Pemantauan dan … Sosialisasi KTSP 87 .

& PESERTA DIDIK Sosialisasi KTSP 88 . kinerja dan kualitas pelayanan terhadap peserta didik Berkolaborasi secara horizontal.Pemantauan dan Penilaian untuk meningkatkan efisiensi. dengan: • Dewan. dan • Dinas Pendidikan Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN DAN PELAKSANAAN KURIKULUM. dengan: Sekolah lain. Komite Sekolah. DISESUAIKAN DENGAN: SATUAN PENDIDIKAN. POTENSI DAERAH/ KARAKTERISTIK DAERAH. Organisasi Profesi Berkolaborasi secara vertikal. SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT SETEMPAT.

PENGEMBANGAN DIRI TERDIRI DARI: KEGIATAN BIMBINGAN KONSELING DAN EKSTRA KURIKULER Sosialisasi KTSP BENTUK PELAKSANAAN KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI: • • • • KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN TERPROGRAM RUTIN SPONTAN KETELADANAN Sosialisasi KTSP 89 .

Upacara Senam Sholat berjamaah Pemeriksaan kesehatan Pergi ke perpustakaan Dll Sosialisasi KTSP B. KEGIATAN RUTIN Adalah kegiatan yang dilakukan secara reguler. KEGIATAN SPONTAN Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja. • • • • Membiasakan memberi salam Membiasakan membuang sampah pada tempatnya Membiasakan antri Membiasakan mengatasi silang pendapat (pertengkaran) dengan benar Dll Sosialisasi KTSP 90 . dimana saja. Bertujuan untuk membiasakan anak mengerjakan sesuatu dengan baik. terutama dalam disiplin dan sopan santun dan kebiasaan baik yang lain. baik di kelas maupun di sekolah. Bertujuan untuk memberikan pendidikan pada saat itu juga.A. tanpa dibatasi oleh ruang.

Bertujuan memberikan contoh tentang kebiasaan yang baik. pentas. Proyek: lomba. tempat/orang yang terkena musibah. KEGIATAN KETELADANAN Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja yang lebih mengutamakan pemberian contoh dari guru dan pengelola pendidikan yang lain kepada muridnya. Sosialisasi KTSP 91 . Bertujuan memberikan wawasan tambahan pada anak tentang unsur-unsur baru dalam kehidupan bermasyarakat yang penting untuk perkembangan anak. Memberi contoh berpakaian rapi Memberi contoh memuji hasil kerja yang baik Memberi contoh datang tepat waktu Memberi contoh hidup sederhana Memberi contoh tidak merokok Dll. HAM/hak anak. KEGIATAN TERPROGRAM Adalah kegiatan yang diprogramkan dan direncanakan baik pada tingkat kelas maupun sekolah. • • • Sosialisasi KTSP Seminar/workshop: aids. hemat energi. D.C. tempat-tempat penting dll. Kunjungan: panti asuhan.dll. bazaar dll.

selesai Sosialisasi KTSP 92 .

22/2006 tentang Standar Isi Permendiknas No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas No. 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Permendiknas No. 6/2007 tentang pelaksanaan Permendiknas No. 24/2006 dan No.20 Tahun 2003 tentang Sistem • • • • Pendidikan Nasional PP No.Materi 8 PENYUSUNAN KTSP Sosialisasi KTSP 1 LANDASAN • UU No. 22 dan 23/2006 2 Sosialisasi KTSP 93 .

kecerdasan. Acuan Operasional Penyusunan KTSP • Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia • Peningkatan potensi. dan minat sesuai • • • • dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Tuntutan dunia kerja Perkembangan ilmu pengetahuan. PENGERTIAN Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.1. Sosialisasi KTSP 3 2. teknologi. dan seni Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 4 94 .

Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Sosialisasi KTSP 6 95 .1. Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia.PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL • • • • • • Agama Dinamika perkembangan global Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kesetaraan Jender Karakteristik satuan pendidikan Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 5 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.

spritual. oleh karena itu kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan daerah. kecerdasan. Sosialisasi KTSP 8 96 . dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Kurikulum disusun agar memungkinkan pengembangan keragaman potensi. kecerdasan intelektual. emosional. minat. dan keragaman karakteristik lingkungan.3 Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Daerah memiliki keragaman potensi. Sosialisasi KTSP 7 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.2 Peningkatan potensi. dan kinestetik peserta didik secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya. tantangan.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. kebutuhan.

khususnya bagi mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Sosialisasi KTSP 10 97 . Sosialisasi KTSP 9 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.4 Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Pengembangan kurikulum harus memperhatikan keseimbangan tuntutan pembangunan daerah dan nasional.5 Tuntutan dunia kerja Kurikulum harus memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dan kebutuhan dunia kerja.

7 Agama Kurikulum harus dikembangkan untuk meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama. Sosialisasi KTSP 11 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. dan seni. teknologi. dan memperhatikan norma agama yang berlaku di lingkungan sekolah Sosialisasi KTSP 12 98 .6 Perkembangan ilmu pengetahuan. teknologi.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. dan seni Kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan.

Sosialisasi KTSP 14 99 . Sosialisasi KTSP 13 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.8 Dinamika perkembangan global Kurikulum harus dikembangkan agar peserta didik mampu bersaing secara global dan dapat hidup berdampingan dengan bangsa lain.9 Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kurikulum harus mendorong wawasan dan sikap kebangsaan dan persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

10 Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya.11 Kesetaraan Jender Kurikulum harus diarahkan kepada pendidikan yang berkeadilan dan mendorong tumbuh kembangnya kesetaraan jender. Sosialisasi KTSP 16 100 .PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. Sosialisasi KTSP 15 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.

Muatan lokal. misi.12 Karakteristik Satuan Pendidikan Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi. kondisi.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. Ketuntasan Belajar. Sosialisasi KTSP 17 3. • Kalender Pendidikan • Silabus dan RPP Sosialisasi KTSP 18 101 . Komponen KTSP • Tujuan Pendidikan Sekolah • Struktur dan Muatan Kurikulum (mata pelajaran. Pengembangan Diri. Beban Belajar. dan ciri khas satuan pendidikan. Kenaikan Kelas dan kelulusan. Pendidikan Kecakapan Hidup. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global). Penjurusan. tujuan.

Struktur dan Muatan Kurikulum BAB IV. Pendahuluan BAB II . Tujuan Pendidikan BAB III.ISI / MUATAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) Sosialisasi KTSP 19 KTSP DOKUMEN 1 BAB I . Kalender Pendidikan Sosialisasi KTSP 20 102 .

Mapel Tambahan) Sosialisasi KTSP 21 KTSP (Dokumen 1) Sosialisasi KTSP 22 103 . Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan pusat.KTSP DOKUMEN II A. B. Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan Sekolah (Mulok.

Visi Sekolah 3. Tujuan pendidikan (Disesuaikan dengan jenjang satuan pendidikan) 2. Misi Sekolah 4. Tujuan Sekolah Sosialisasi KTSP 24 104 .Bab I. PENDAHULUAN Latar Belakang (dasar pemikiran penyusunan KTSP) Tujuan Pengembangan KTSP Prinsip Pengembangan KTSP SESUAI KARAKTERISTIK SEKOLAH 23 Sosialisasi KTSP Bab II. TUJUAN 1.

Pengaturan beban belajar 5. keterampilan. Sosialisasi KTSP 25 BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KTSP Meliputi Sub Komponen: 1. Pendidikan berbasis Keunggulan Lokal dan Global Cat : Untuk PLB/PK ditambah dengan Program Khusus Sosialisasi KTSP 26 105 . dan kelulusan 7. Kenaikan Kelas. Pendidikan kecakapan Hidup 9. Muatan lokal 3. • TAHAP 2 : SUASANA PEMBELAJARAN suasana pembelajaran seperti apa yg dikehendaki untuk mencapai hasil belajar itu. dan sikap setelah mereka menamatkan sekolah. Ketuntasan Belajar 6.BAGAIMANA MENYUSUN VISI. • TAHAP 3 : SUASANA SEKOLAH suasana sekolah – sebagai lembaga/organisasi pembelajaran – seperti apa yg diinginkan untuk mewujudkan hasil belajar bagi siswa. TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN • TAHAP 1 : HASIL BELAJAR SISWA apa yg hrs dicapai siswa berkaitan dengan pengetahuan. MISI. Penjurusan 8. Kegiatan Pengembangan diri 4. Mata pelajaran 2.

termasuk keunggulan daerah. • Mencantumkan jenis mata pelajaran muatan lokal dalam struktur kurikulum. Sosialisasi KTSP 28 106 . Mata Pelajaran Berisi “Struktur Kurikulum Tingkat Sekolah” yang disusun berdasarkan kebutuhan siswa dan sekolah terkait dengan upaya pencapaian SKL. • Memanfaatkan 4 jam tambahan untuk menambah jam pembelajaran pada mata pelajaran tertentu atau menambah mata pelajaran baru. Muatan Lokal Berisi tentang: Jenis. • Tidak boleh mengurangi mata pelajaran yang tercantum dalam standar isi. Sosialisasi KTSP 27 2. Pengembangan Struktur Kurikulum dilakukan dengan cara antara lain: • mengatur alokasi waktu pembelajaran “tatap muka” seluruh mata pelajaran wajib dan pilihan Ketrampilan/ Bahasa asing lain).1. Strategi Pemilihan dan pelaksanaan Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah.Dalam pengembangannya mempertimbangkan hal-hal sbb: Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan ciri khas dan potensi daerah.

Sosialisasi KTSP 30 107 . atau terlalu luas substansinya sehingga harus dikembangkan menjadi Mapel tersendiri.Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. Setiap sekolah dapat melaksanakan mulok lebih dari satu jenis dalam setiap semester. Merupakan mata pelajaran wajib yang tercantum dalam Struktur kurikulum. materi nya tidak sesuai menjadi bagian dari mapel lain. Sosialisasi KTSP 29 Bentuk penilaiannya kuantitatif (angka). mengacu pada: minat dan atau karakteristik program studi yang diselenggarakan di sekolah Siswa boleh mengikuti lebih dari satu jenis mulok pada setiap tahun pelajaran. Substansi yang akan dikembangkan. sesuai dengan minat dan program Mulok yang diselenggarakan sekolah.

Sayur. Sosialisasi KTSP 32 108 . Kerupuk. Berkomunkasi sebagai Guide. Pembelajarannya dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran atau tenaga ahli dari luar sekolah yang relevan dengan substansi mulok. Tanaman Obat. Kewirausahaan dll. Contoh: Bidang Budidaya: Tanaman Hias. Baso dll. KD dan Silabus untuk Mata pelajaran Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. dll. Bidang Pengolahan: Pembuatan Abon. Ikan Asin. Sosialisasi KTSP 31 Sekolah harus menyusun SK. pembibitan ikan hias dan konsumsi. Bidang TIK dan lain-lain: Web Desain.Substansinya dapat berupa program keterampilan produk dan jasa. akuntansi komputer.

3. Kegiatan Pengembangan Diri
Bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, bakat, minat peserta didik, dan kondisi sekolah. Dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan: - Bimbingan konseling, (kehidupan pribadi, sosial, kesulitan belajar, karir ), dan atau - Ekstra kurikuler, Pengembangan kreativitas, kepribadian siswa, seperti: Kepramukaan, Kepemimpinan, Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) .

Sosialisasi KTSP

33

Bukan Mata Pelajaran dan tidak perlu dibuatkan SK, KD dan silabus. Dilaksanakan secara terprogram, rutin, spontan dan keteladanan. Penilaian dilakukan secara kualitatif (deskripsi), yang difokuskan pada “Perubahan sikap dan perkembangan perilaku peserta didik setelah mengikuti kegiatan pengembangan diri”.

Sosialisasi KTSP

34

109

Contoh Penilaian Pengembangan Diri:
• Keg. KIR, mencakup penilaian: sikap
kompetitif, kerjasama, percaya diri dan mampu memecahkan masalah, dll. Sikap Sportif, Kompetetitif, Kerjasama, disiplin dan ketaatan mengikuti SPO, dll.

• Keg. Keolahragaan, mencakup penilaian:

Sosialisasi KTSP

35

• Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau
dibimbing oleh guru kelas atau mata pelajaran, konselor atau Guru BK atau tenaga kependidikan lain. jam pembelajaran per minggu , diserahkan kepada masing- masing pembimbing dan sekolah.

• Penjabaran alokasi waktu ekuivalen dengan 2

• Perlu dibuat program kerja yang sistematis dan

komprehensif sebagai bagian dari program kerja sekolah dan atau program kerja OSIS.

Sosialisasi KTSP

36

110

4. Pengaturan Beban Belajar

• Berisi tentang jumlah beban belajar per Mata

Pelajaran, per minggu per semester dan per Tahun Pelajaran yang dilaksanakan di sekolah, sesuai dengan alokasi waktu yang tercantum dalam Struktur Kurikulum.

• Sekolah dapat mengatur alokasi waktu untuk

setiap Mata Pelajaran pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun pelajaran sesuai dengan Kebutuhan, tetapi jumlah Beban belajar per tahun secara keseluruhan tetap.
37

Sosialisasi KTSP

• Alokasi waktu kegiatan praktik diperhitungkan sbb:
2 Jam Pelajaran (JPL) praktik di sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka, dan 4 JPL praktik di luar sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka (bagi Sekolah Menengah Kejuruan). minggu

• Sekolah dapat menambah maksimal 4 JPL per

• Alokasi waktu penugasan terstruktur dan kegiatan • Pemanfaatan alokasi waktu tersebut

mandiri tidak terstruktur, sebanyak 0-50% untuk SMP/MTs/SMPLB waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi.
38

Sosialisasi KTSP

111

5. Ketuntasan Belajar
• Berisi tentang kriteria ketuntasan minimal (KKM) per mata pelajaran yang ditetapkan oleh sekolah dengan memper-timbangkan hal-hal sbb:
– Ketuntasan belajar ideal untuk setiap indikator adalah 0 – 100 %, dgn batas kriteria ideal minimum 75 %. – Sekolah harus menetapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) per MP dengan mempertimbangkan: kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas dan SDM. – Sekolah dapat menetapkan KKM di bawah batas kriteria ideal, tetapi secara bertahap harus dapat mencapai kriteria ketuntasan ideal.
39

Sosialisasi KTSP

6. Kenaikan Kelas dan Kelulusan
• Berisi tentang kriteria dan mekanisme kenaikan
kelas dan kelulusan, serta strategi penanganan siswa yang tidak naik atau tidak lulus yang diberlakukan oleh sekolah. Program disusun mengacu pada hal-hal sebagai berikut:

– Panduan kenaikan kelas yang akan disusun oleh Dit. Pembinaan terkait – Sedangkan ketentuan kelulusan akan diatur secara khusus dalam peraturan tersendiri.

Sosialisasi KTSP

40

112

7. Pendidikan Kecakapan Hidup
• Bukan mata pelajaran tetapi substansinya merupakan
bagian integral dari semua mata pelajaran.

• Tidak masuk dalam struktur kurikulum secara khusus. • Dapat disajikan secara terintegrasi dan atau berupa
paket/modul yang direncanakan secara khusus.

• Substansi kecakapan hidup meliputi:
- Kecakapan personal, sosial, akademik dan atau vokasional. – Untuk kecakapan vokasional, dapat diperoleh dari satuan pendidikan ybs, antara lain melalui mata pelajaran Keterampilan.
Sosialisasi KTSP

41

• Bila SK dan KD pada mata pelajaran

keterampilan tidak sesuai dengan kebutuhan siswa dan sekolah, maka sekolah dapat mengembangkan SK, KD dan silabus keterampilan lain sesuai dengan kebutuhan sekolah. dimaksud dilaksanakan secara komprehensif melalui Intra kurikuler. ajar dan penyelenggaraan pembelajaran keterampilan vokasional dapat dilakukan melalui kerjasama dengan satuan pendidikan formal/non formal lain.

• Pembelajaran mata pelajaran keterampilan

• Pengembangan SK,KD, silabus, RPP dan bahan

Sosialisasi KTSP

42

113

disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah. Bahasa. Substansinya mencakup aspek: Ekonomi. Sosialisasi KTSP 44 114 . TIK. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global Program pendidikan yang dikembangkan dengan memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global. Budaya. IV Kalender Pendidikan Berisi tentang kalender pendidikan yang digunakan oleh sekolah. dengan memperhatikan aturan kalender pendidikan sebagaimana tercantum dalam Standar Isi. Sosialisasi KTSP 43 BAB. yang disusun berdasarkan kalender pendidikan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan setempat. Dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan atau satuan pendidikan nonformal. Dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran yang terintegrasi. Ekologi. atau menjadi mapel Mulok. kebutuhan peserta didik dan masyarakat.8. dan lain-lain. yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik.

SILABUS MUATAN LOKAL dan MAPEL LAIN (jika ada) Sosialisasi KTSP 46 115 .KTSP DOKUMEN II Sosialisasi KTSP 45 SD A. SILABUS MATA PELAJARAN (Kelas IV. V dan VI) C. II dan III) B. SILABUS PEMBELAJARAN TEMATIK (Kelas I.

Panduan KTSP • Pembentukan Tim • Penyusunan Draft • Revisi dan Finalisasi Naskah KTSP Diberlakukan Sosialisasi KTSP 47 Penyusunan KTSP merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah/madrasah. Tahap kegiatan penyusunan KTSP secara garis besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draft.Mekanisme PENYUSUNAN KTSP Analisis • Kekuatan/ kelemahan • Peluang/ tantangan • Dokumen Standar isi. SKL. serta finalisasi. review dan revisi. Kegiatan ini dapat berbentuk rapat kerja dan atau lokakarya sekolah/madrasah dan atau kelompok sekolah/madrasah yang diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru. Langkah yg lebih rinci dari masing-masing kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh tim penyusun. Sosialisasi KTSP 48 116 .

Selesai Sosialisasi KTSP 49 117 .

118 .

Materi 9 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS Sosialisasi KTSP Pengertian Pengertian Landasan Prinsip Pengembangan Unit waktu Pengembang Silabus Komponen Silabus Mekanisme Pengembangan Silabus Langkah-langkah Pengembangan Silabus Contoh Model Sosialisasi KTSP 119 .

kegiatan pembelajaran. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 17 ayat (2) 2. dan sumber belajar. indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 20 Sosialisasi KTSP 120 . penilaian. Landasan Pengembangan SILABUS? 1. materi pokok/pembelajaran. alokasi waktu. Sosialisasi KTSP 2. Pengertian Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. kompetensi dasar.1.

MTs. MA. SMA. dan SMK. Sosialisasi KTSP PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 20 Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. metode pengajaran. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. atau madrasah dan komite madrasah. materi ajar. dan MAK. dan penilaian hasil belajar Sosialisasi KTSP 121 . SMP.PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 17 Ayat (2) Sekolah dan komite sekolah. sumber belajar. di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD.

Apa kompetensi yang harus dikuasai siswa? Bagaimana cara mencapainya? Bagaimana cara mengetahui pencapaiannya? Sosialisasi KTSP 3. 2. 8. 2. 6. 3. 7. Ilmiah Relevan Sistematis Konsisten Memadai Aktual dan Kontekstual Fleksibel Menyeluruh Sosialisasi KTSP 122 . 5. 4. Prinsip Pengembangan 1. 3.SILABUS menjawab pertanyaan 1.

Sosialisasi KTSP 123 . dan sistem penilaian. indikator. taat asas) antara kompetensi dasar. intelektual.3. 3. sumber belajar.3 Sistematis Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. sosial. 3. tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik. Sosialisasi KTSP 3. kegiatan pembelajaran. emosional. materi pokok/ pembelajaran.4 Konsisten Adanya hubungan yang konsisten (ajeg. dan spritual peserta didik.1 Ilmiah Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. kedalaman.2 Relevan Cakupan.

3. dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. 3.5 Memadai Cakupan indikator.6 Aktual dan Kontekstual Cakupan indikator. psikomotor). Sosialisasi KTSP 124 . sumber belajar. Sosialisasi KTSP 3. pendidik. kegiatan pembelajaran. 3. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.8 Menyeluruh Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. afektif. teknologi. dan peristiwa yang terjadi. sumber belajar.7 Fleksibel Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik. materi pokok/ pembelajaran. kegiatan pembelajaran. materi pokok/ pembelajaran. dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu.

dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok. UNIT WAKTU 1. Bagi SMK/MAK menggunakan penggalan silabus berdasarkan satuan kompetensi. 2.4. Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum. Kelompok guru kelas/mata pelajaran. Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester. atau 3. Kelompok kerja guru (KKG/PKG/MGMP) Dibawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kab/Kota/Provinsi Sosialisasi KTSP 125 . Sosialisasi KTSP 5. Guru kelas/mata pelajaran. atau 2. PENGEMBANG SILABUS 1. per tahun. 3. Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan.

Standar Kompetensi 2. Materi Pokok/Pembelajaran 4. Kegiatan Pembelajaran 5. Kompetensi Dasar 3. Indikator 6.6. Sumber Belajar Catatan: Indikator dikembangkan berdasarkan KD Sosialisasi KTSP 7. KOMPONEN SILABUS 1. Penilaian 7. MEKANISME PENGEMBANGAN SILABUS Materi Pokok/ Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Analisis SI/SKL/ SK-KD KD-Indikator Alokasi Waktu Sumber Belajar Penilaian Sosialisasi KTSP 126 . Alokasi Waktu 8.

Mengkaji dan Menentukan Standar Kompetensi 2. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran 5. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran 4. Menentukan Sumber Belajar Sosialisasi KTSP 8. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. Menentukan Alokasi Waktu 8. b. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi 6. Mengkaji dan Menentukan Kompetensi Dasar 3. LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN SILABUS 1. Menentukan Jenis Penilaian 7. Sosialisasi KTSP 127 .1 Mengkaji Standar Kompetensi Mengkaji standar kompetensi mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. c. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran.8.

alokasi waktu . 6. 7. 2. struktur keilmuan. Sosialisasi KTSP 8. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. tingkat perkembangan fisik. 4. c. dan spritual peserta didik.3 Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Mengidentifikasi materi pokok mempertimbangkan: 1. Sosialisasi KTSP 128 . relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan. relevansi dengan karakteristik daerah. 3. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada dalam SI. 8. dan keluasan materi pembelajaran. potensi peserta didik. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. kebermanfaatan bagi peserta didik.8. b. Aktualitas. intelektual. sosial. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. 5. kedalaman.2 Mengkaji Kompetensi Dasar Mengkaji kompetensi dasar mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. emosional.

Pengalaman Belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. Sosialisasi KTSP 129 .4 MENGEMBANGKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik. Memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar 2. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi Pengalaman belajar dimaksud dapat terwujud melalui pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. lingkungan. Sosialisasi KTSP HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MENGEMBANGKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN: Memberikan bantuan guru agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional 1. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran 3. peserta didik dengan guru. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik yaitu kegiatan siswa dan materi.8.

5 Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. pengetahuan. dan potensi daerah Digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. satuan pendidikan. dan keterampilan Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Sosialisasi KTSP Pengembangan Indikator Setiap KD dikembangkan menjadi beberapa indikator (lebih dari dua) Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur dan/atau diobservasi Tingkat kata kerja dalam indikator lebih rendah atau setara dengan kata kerja dalam KD maupun SK Sosialisasi KTSP 130 .8.

dan bertindak secara konsisten. kesesuaian (Relevansi) dan Kontekstual Keseluruhan indikator dalam satu KD merupakan tandatanda. penilaian hasil karya berupa proyek atau produk.6 MENENTUKAN JENIS PENILAIAN Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. kesinambungan (Kontinuitas). penggunaan portofolio. menganalisis. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. dan penilaian diri. Sosialisasi KTSP 8.Prinsip pengembangan indikator adalah sesuai dengan kepentingan (Urgensi). sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. pengamatan kinerja. perilaku. berpikir. Sosialisasi KTSP 131 . sikap. dan lain-lain untuk pencapaian kompetensi yang merupakan kemampuan bersikap. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan.

keluasan. Menggunakan sistem penilaian berkelanjutan d. Untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. kedalaman. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut e. Menggunakan acuan kriteria c. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam.HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENENTUKAN PENILAIAN: a. Sosialisasi KTSP 132 . Sesuai dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam kegiatan pembelajaran Sosialisasi KTSP 8. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. yang dilakukan berdasarkan indikator b. tingkat kesulitan.7 MENENTUKAN ALOKASI WAKTU Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar.

alam. kegiatan pembelajaran. dan budaya.8 MENENTUKAN SUMBER BELAJAR Sumber belajar adalah rujukan. dan indikator pencapaian kompetensi. Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik. Sosialisasi KTSP Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Alokasi waktu: No Kompetensi Dasar Materi Pokok/Pe mbelajaran CONTOH FORMAT SILABUS Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Sosialisasi KTSP 133 . sosial. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. serta lingkungan fisik.8. nara sumber.

dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru • Dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar. evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran).dan evaluasi rencana pembelajaran.CONTOH FORMAT SILABUS Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Kompetensi Dasar: Materi Pokok/Pembelajaran: Kegiatan Pembelajaran: Indikator: Penilaian: Alokasi Waktu: Sumber Belajar: Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN SILABUS BERKELANJUTAN Silabus: • Dijabarkan ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran • Dilaksanakan. Sosialisasi KTSP 134 . dievaluasi.

Selesai Sosialisasi KTSP 135 .

136 .

dan penilaian hasil belajar 2 Sosialisasi KTSP 137 .Materi 10 PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sosialisasi KTSP LANDASAN RPP PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 20 Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurangkurangnya tujuan pembelajaran. metode pembelajaran. sumber belajar. materi pembelajaran.

PENGERTIAN RPP Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus. 3 Sosialisasi KTSP ALUR RPP SK dan KD SILABUS RPP 4 Sosialisasi KTSP 138 . Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih.

Kegiatan Akhir: … Pertemuan kedua. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan pertama. Metode Pembelajaran: … IV.KOMPONEN RPP (minimal) Tujuan Pembelajaran Materi Pembelajaran Metode Pembelajaran Sumber Belajar Penilaian Hasil Belajar 5 Sosialisasi KTSP Format RPP Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Rencana Pelaksanaan Pembelajaran :… :… :… :… :… :… :… I. Materi Ajar :… :… III. Penilaian: … 6 Sosialisasi KTSP 139 . Alat/Bahan/Sumber Belajar: … VI. A. V. Kegiatan Inti: … C. Tujuan Pembelajaran II. Kegiatan Awal: … B. dst.

pada saat-saat tertentu rumusan indikator sama dengan tujuan pembelajaran. KD. Mengidentifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok/ pembelajaran yang terdapat dalam silabus.Langkah-langkah Menyusun RPP 1.) 7 Sosialisasi KTSP Langkah-langkah Menyusun RPP 5. dan Indikator yang telah ditentukan. Materi ajar merupakan uraian dari materi pokok/pembelajaran 6. karena indikator sudah sangat rinci sehingga tidak dapat dijabarkan lagi. Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan SK. (Lebih rinci dari KD dan Indikator. Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan 3. dan akhir. Mengisi kolom identitas 2. dan Indikator yang akan digunakan ( terdapat pada silabus yang telah disusun) 4. KD. Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal. inti. Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan 7. Menentukan SK. 8 Sosialisasi KTSP 140 .

lembar pengamatan. teknik penskoran. dll 9 Sosialisasi KTSP Selesai 10Sosialisasi KTSP 141 . contoh soal. Menyusun kriteria penilaian.Langkah-langkah Menyusun RPP 8. Menentukan alat/bahan/ sumber belajar yang digunakan 9.

142 .

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) IV. 143 . Pengembangan bahan Ajar. Pengembangan Bahan Ajar 11.

144 .

Sosialisasi KTSP 145 . Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. • Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. (National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training).Materi 11 Sosialisasi KTSP Pengertian Bahan Ajar • Bahan ajar merupakan informasi. alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran.

PH • Visual: foto. CD audio. brosur. • Audio Visual seperti: video/film. leaflet. wallchart. buku.VCD • Audio seperti: radio. lembar kerja siswa. Sosialisasi KTSP Bentuk Bahan Ajar • Bahan cetak seperti: hand out.Pengertian Bahan Ajar • Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar. model/maket. computer Based. modul. Internet Sosialisasi KTSP 146 . • Multi Media: CD interaktif. kaset. gambar.

MP. Persoalan Biologi 3.. SK. Tempat • Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru) • Tujuan yang akan dicapai • Informasi pendukung • Latihan-latihan • Petunjuk kerja • Penilaian Sosialisasi KTSP Penyusunan Peta Bahan Ajar (Contoh Mapel Biologi) Materi Pembelajaran/Judul bahan Ajar 1. KD Mempelajari ruang lingkup biologi.. Obyek Biologi SK Siswa mampu memahami hakekat biologi Sebagai ilmu.. menemukan obyek dan ragam persoalannya dari. manfaat dan bahayanya 2... KD. Tingkat organisasi kehidupan 4.Cakupan Bahan Ajar • Judul. Indikator. Manfaat biologi bagi manusia dan lingkungan Sosialisasi KTSP 147 . Permasalahan biologi 5.

• Lembar kegiatan berisi petunjuk. Berkomunikasi lisan dan tertulis menggunakan ragam bahasa yang sesuai dengan lancar dan akurat dalam wacana interaksional dan/atau monolog terutama berkenaan dengan wacana berbentuk naratif. Mengidentifikasi kelompok kata sifat 2. Kompetensi Dasar 1. Sosialisasi KTSP 148 . …. Kaset 4. 2. dan news item. Indikator 1. Adjective phrase. Materi Pembelajaran 1.ALUR ANALISIS PENYUSUNAN BAHAN AJAR Standar Kompetensi 1. Mendengarkan Memahami wacana transaksional dan interpersonal ringan dan/atau monolog lisan terutama berkenaan dengan wacana berbentuk report. langkahlangkah untuk menyelesaikan suatu tugas. Sosialisasi KTSP Kegiatan Pembelajaran 1.. LKS 2. Mengidentifikasi adjective phrase. Teks berbentuk report. Mendiskusikan teks report yang didengar. Modul 3. • Tugas-tugas yang yang diberikan kepada siswa dapat berupa teori dan atau praktik.1. report. prosedur. Pengertian Lembar Kegiatan Siswa • Lembar kegiatan siswa (student work sheet) adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa. spoof/recount.Lainnya BAHAN AJAR 1. dll. 2.

• Menyusun peta kebutuhan LKS • Menentukan judul LKS • Menulis LKS • Menentukan alat penilaian Struktur LKS secara umum adalah sebagai berikut: • Judul. Buku teks merupakan sumber informasi yang disusun dengan struktur dan urutan berdasar bidang ilmu tertentu. Sosialisasi KTSP 149 . mata pelajaran. indikator dan materi pembelajaran. Buku Teks Bahan ajar merupakan bahan atau materi pembelajaran yang disusun secara sistematis yang digunakan guru dan siswa dalam KBM. KD. SK. tempat • Petunjuk belajar • Kompetensi yang akan dicapai • Indikator • Informasi pendukung • Tugas-tugas dan langkah-langkah kerja • Penilaian Sosialisasi KTSP Bahan Ajar vs.Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Langkah-langkah penulisan LKS sebagai berikut: • Melakukan analisis kurikulum. semester.

Sosialisasi KTSP Buku teks : Mengasumsikan minat dari pembaca Ditulis untuk pembaca (guru. Sosialisasi KTSP 150 . dosen) Dirancang untuk dipasarkan secara luas Belum tentu menjelaskan tujuan instruksional Disusun secara linear Stuktur berdasar logika bidang ilmu Belum tentu memberikan latihan Tidak mengantisipasi kesukaran belajar siswa Belum tentu memberikan rangkuman Gaya penulisan naratif tetapi tidak komunikatif Sangat padat Tidak memilki mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari pembaca. Memberi kesempatan pada siswa untuk berlatih Mengakomodasi kesulitan siswa Memberikan rangkuman Gaya penulisan komunikatif dan semi formal Kepadatan berdasar kebutuhan siswa Dikemas untuk proses instruksional Mempunyai mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari siswa Menjelaskan cara mempelajari bahan ajar.Bahan ajar : Menimbulkan minat baca Ditulis dan dirancang untuk siswa Menjelaskan tujuan instruksional Disusun berdasarkan pola belajar yang fleksibel Struktur berdasarkan kebutuhan siswa dan kompetensi akhir yang akan dicapai.

Jenis Bahan Ajar •Lembar informasi (information sheet) •Operation sheet •Jobsheet •Worksheet •Handout •Modul Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 151 .

152 .

Model-Model Kurikulum 12. Pengembangan Model Mata Pelajaran Muatan Lokal. 13.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) V. Panduan Model Pengembangan Diri untuk Satuan Pendidikan Dasar 153 .

154 .

mulok B. sentralisasi ke desentralisasi. PENDAHULUAN A. Landasan • UU No.Materi 12 PENGEMBANGAN MODEL MATA PELAJARAN Sosialisasi KTSP 1 I. multikultural. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) dan pasal 38 ayat (2) • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Sosialisasi KTSP 2 155 . Latar Belakang Otonomi daerah.

I. PENDAHULUAN (Lanjutan)
C. Tujuan Tujuan Umum: Acuan bagi satuan pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, dan SMK/MAK dalam pengembangan Mulok yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan.

Sosialisasi KTSP

3

I. PENDAHULUAN (Lanjutan)
Tujuan Khusus: Memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan perilaku kepada peserta didik agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang keadaan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai/aturan yang berlaku di daerahnya dan mendukung kelangsungan pembangunan daerah serta pembangunan nasional. Lebih jelas lagi terutama agar peserta didik dapat: Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam, sosial, dan budayanya. Memiliki pengetahuan, kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya sebagai bekal siswa. Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilainilai/aturan-aturan yang berlaku di daerahnya, serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional.
4

Sosialisasi KTSP

156

I. PENDAHULUAN
D. Pengertian

(Lanjutan)

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP minimal terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.
5

Sosialisasi KTSP

I. PENDAHULUAN

(Lanjutan)

Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi mata pelajaran muatan lokal dapat ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan.

Sosialisasi KTSP

6

157

I. PENDAHULUAN (Lanjutan)
E. Ruang Lingkup
1. Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial ekonomi, dan lingkungan sosial budaya. Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah, khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut, yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan. 2. Lingkup Isi/Jenis Muatan Lokal, dapat berupa: bahasa daerah, bahasa Inggris, kesenian daerah, keterampilan dan kerajinan daerah, adat istiadat, dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar, serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan.
7

Sosialisasi KTSP

2. Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran
A. Pengembangan Sesuai dengan Kondisi Sekolah Saat Ini 1. Analisis Mulok yang ada di sekolah. Apakah masih layak dan relevan Mulok diterapkan di sekolah? 2. Bila Mulok yang diterapkan di sekolah tersebut masih layak digunakan maka kegiatan berikutnya adalah merubah Mulok tersebut ke dalam SK dan KD 3. Bila Mulok yang ada tidak layak lagi untuk diterapkan, maka sekolah bisa menggunakan Mulok dari sekolah lain atau tetap menggunakan Mulok yang ditawarkan oleh Dinas atau mengembangkan Mulok yang lebih sesuai.
Sosialisasi KTSP

8

158

2. Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran
(Lanjutan)

B. Pengembangan dan Penetapan SK - KD 1. Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah 2. Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi Mulok 3. Mengidentifikasi bahan kajian Mulok 4. Menentukan Mata Pelajaran Mulok 5. Mengembangkan SK dan KD berserta silabusnya dan RPP-nya
9

Sosialisasi KTSP

3. Pelaksanaan
Sekolah yang mampu mengembangkan SK dan KD beserta silabus dan RPP-nya dapat melaksanakan Mulok. Bila belum mampu, dapat melaksanakan Mulok berdasarkan kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh sekolah, atau dapat meminta bantuan kepada sekolah lain yang masih dalam satu daerah. Bila beberapa sekolah dalam satu daerah belum mampu mengembangkan SK dan KD Mulok, dapat meminta bantuan Tim Pengembang Kurikulum (TPK) di daerah setempat, atau meminta bantuan dari LPMP di propinsi.
Sosialisasi KTSP

10

159

4. Pihak yang Terlibat dalam Pengembangan • • • • TPK, LPMP, PT, Instansi/lembaga di luar Depdiknas, misalnya: - pemerintah Daerah/Bapeda, - Dinas Departemen lain terkait, - dunia usaha/industri, - dan tokoh masyarakat.

Sosialisasi KTSP

11

5. Rambu-Rambu
•Bahan kajian disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik (pengetahuan dan cara berpikir, emosional, dan sosial). Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar diatur sedemikian rupa agar tidak memberatkan peserta didik dan tidak mengganggu penguasaan pada kurikulum nasional. Oleh karena itu dalam pelaksanaan Mulok dihindarkan adanya pekerjaan rumah (PR).

Sosialisasi KTSP

12

160

bahan pengajaran hendaknya disusun berdasarkan prinsip (1) bertitik tolak dari hal-hal konkret ke abstrak. Untuk itu. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Program pembelajaran hendaknya dikembangkan dengan melihat kedekatan secara fisik dan secara psikis. baik secara mental. Sosialisasi KTSP 13 5. Sosialisasi KTSP 14 161 . Sedangkan dekat secara psikis maksudnya bahan kajian tersebut mudah dipahami oleh kemampuan berpikir dan mencernakan informasi sesuai dengan usianya. Dekat secara fisik. Selain itu guru hendaknya dapat memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan peserta didik aktif dalam proses belajar mengajar. guru diharapkan dapat mengembangkan sumber belajar yang sesuai dengan memanfaatkan potensi di lingkungan sekolah. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Bahan kajian/pelajaran hendaknya memberikan keluwesan bagi guru dalam memilih metode mengajar dan sumber belajar seperti buku dan nara sumber. (3) dari pengalaman lama ke pengalaman baru. meminta bantuan dari instansi terkait atau dunia usaha/industri (lapangan kerja) atau tokoh-tokoh masyarakat. fisik. maksudnya dalam lingkungan tempat tinggal dan sekolah peserta didik. (2) dikembangkan dari yang diketahui ke yang belum diketahui. Dalam kaitan dengan sumber belajar.5. (4) dari yang mudah/sederhana ke yang lebih sukar/rumit. Selain itu bahan kajian/pelajaran hendaknya bermakna bagi peserta didik yaitu bermanfaat karena dapat membantu peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. misalnya dengan memanfaatkan tanah/kebun sekolah. maupun sosial.

menganalisis. dua semester atau satu tahun ajaran. penggunaan portofolio. dan penilaian diri.d VI atau dari kelas VII s. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan.d XII. Namun demikian bahan kajian muatan lokal tertentu tidak harus secara terus-menerus diajarkan mulai dari kelas I s. Penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Bahan kajian muatan lokal yang diajarkan harus bersifat utuh dalam arti mengacu kepada suatu tujuan pengajaran yang jelas dan memberi makna kepada peserta didik. Sosialisasi KTSP 16 162 .5. penilaian hasil karya berupa tugas. dan X s. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan.d IX. proyek dan/atau produk. Bahan kajian muatan lokal juga dapat disusun dan diajarkan hanya dalam jangka waktu satu semester. •Alokasi waktu untuk bahan kajian/pelajaran muatan lokal perlu memperhatikan jumlah minggu efektif untuk mata pelajaran muatan lokal pada setiap semester Sosialisasi KTSP 15 6. pengamatan kinerja. pengukuran sikap.

7. Pelaporan • Pelaporan hasil belajar mata pelajaran muatan lokal diwujudkan dalam bentuk kuantitatif Sosialisasi KTSP 17 Selesai Sosialisasi KTSP 18 163 .

164 .

22 Tahun 2006 tentang Standar Isi yang memuat pengembangan diri dalam struktur kurikulum. dan guru / tenaga kependidikan yang disebut pembina. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan: Pasal 5 – 18 tentang Standar Isi satuan pendidikan dasar dan menengah. Dasar standarisasi profesi konseling oleh Ditjen Dikti Tahun 2004 tentang arah profesi konseling di sekolah dan luar sekolah.Materi 13 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PANDUAN MODEL PENGEMBANGAN DIRI Untuk Satuan Pendidikan Dasar Sosialisasi KTSP Landasan Pengembangan Diri UU No. pasal 12 ayat (1b) tentang pelayanan pendidikan sesuai bakat. Permendiknas No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas: Pasal 1 butir 6 tentang pendidik. Sosialisasi KTSP 165 . pasal 3 tentang tujuan pendidikan. dan kemampuan PP No. dibimbing oleh konselor. pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran. minat.

dan pengembangan karir. bakat. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial. Sosialisasi KTSP Tujuan Umum kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. kondisi dan perkembangan peserta didik. minat. dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah. khususnya pelayanan konseling ditujukan guna pengembangan kreativitas dan karir Untuk satuan pendidikan khusus. Pengembangan diri bertujuan memberikan Sosialisasi KTSP 166 . kegiatan belajar. serta kegiatan ekstra kurikuler. pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik. potensi. Untuk satuan pendidikan kejuruan.Pengertian Pengembangan Diri Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. kegiatan pengembangan diri.

kelompok dan atau klasikal melalui penyelenggaraan : Layanan dan kegiatan pendukung Konseling Kegiatan Ekstra Kurikuler Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut : • Rutin. Wawasan dan perencanaan karir i. seperti : upacara bendera. memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain. Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan e. keberaturan. Kemampuan kehidupan keagamaan f. antri. adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti : pembentukan perilaku memberi salam. Kemandirian Sosialisasi KTSP Bentuk Pelaksanaan Pengembangan Diri Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual. Kemampuan pemecahan masalah j. yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal.Tujuan Khusus Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan : a. Kemampuan belajar h. rajin membaca. pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri. • Spontan. Kreativitas d. • Keteladanan. ibadah khusus keagamaan bersama. Minat c. datang tepat waktu Sosialisasi KTSP 167 . berbahasa yang baik. adalah kegiatan dalam bentuk perilaku seharihari seperti : berpakaian rapi. Kemampuan sosial g. Bakat b. mengatasi silang pendapat (pertengkaran). senam. membuang sampah pada tempatnya.

dan perencanaan karir. b. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. d. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami. c. Pengembangan karir.Konseling peserta didik. Pengembangan kehidupan pribadi. kehidupan sosial. melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung. serta memilih dan mengambil keputusan karir. dan warga lingkungan sosial yang lebih luas. Pengembangan kehidupan sosial. dan mengembangkan potensi dan kecakapan. kemampuan belajar. Konseling adalah pelayanan bantuan untuk Sosialisasi KTSP Bidang Pelayanan Konseling a. Sosialisasi KTSP 168 . berdasarkan normanorma yang berlaku. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal. anggota keluarga. Pengembangan kemampuan belajar. dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi. menilai. baik secara perorangan maupun kelompok. bakat dan minat. serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik.

yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian. dan pendidikan lanjutan. dan masyarakat. terumata kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah. terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari. belajar. program latihan. Fungsi Pengentasan. jurusan/program studi. dan kegiatan ekstra kurikuler. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuhkembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya. keluarga. untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru. yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru. Informasi. kelompok belajar. Sosialisasi KTSP Jenis Layanan Konseling Orientasi. Penguasaan Konten. magang. yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri.Fungsi Bimbingan Konseling Fungsi Pemahaman. Penempatan dan Penyaluran. yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya. Fungsi Pencegahan. Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan.. sosial. karir/jabatan. Sosialisasi KTSP 169 . Fungsi Advokasi. yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya.

baik tes maupun non-tes. yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data. yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya. • Bimbingan Kelompok. melalui aplikasi berbagai instrumen. dan bersifat rahasia.Jenis Layanan (lanjutan …) • Konseling Perorangan. Konferensi Kasus. kegiatan belajar. yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya. serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya. yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi. yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik. kemampuan hubungan sosial. dan karir/jabatan. terpadu. Himpunan Data. yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya. Kunjungan Rumah. • Konsultasi. yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi. karir/jabatan. • Mediasi. dan pengambilan keputusan. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik. kemampuan sosial. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok. Sosialisasi KTSP Kegiatan Pendukung • • • • • • Aplikasi Instrumentasi. yaitu kegiatan memperoleh data. yang diselenggarakan secara berkelanjutan. Alih Tangan Kasus. sistematis. yang bersifat terbatas dan tertutup. Tampilan Kepustakaan. kegiatan belajar. Sosialisasi KTSP 170 . pemahaman. komprehensif. • Konseling Kelompok. dan caracara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik.

• Pendekatan Khusus. • Program Harian. yaitu format kegiatan konseling yang melayani peserta didik secara perorangan. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. • Kelompok. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling. yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. • Lapangan. • Klasikal. yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas. yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok. • Program Mingguan. Sosialisasi KTSP Jenis Program • Program Tahunan. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. Sosialisasi KTSP 171 .Format Kegiatan • Individual. • Program Semesteran. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. • Program Bulanan. yaitu format kegiatan konseling yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan. yaitu format kegiatan konseling yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan.

kegiatan instrumentasi. Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi. dan alih tangan kasus. jenis layanan dan kegiatan pendukung. serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas. pemanfaatan kepustakaan. kegiatan konferensi kasus. sasaran pelayanan. kunjungan rumah. penempatan dan penyaluran.Penyusunan Program Program pelayanan konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. dan volume/beban tugas konselor Sosialisasi KTSP Pelaksanaan Kegiatan Konseling Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah: Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi. Sosialisasi KTSP 172 . Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat bidang. himpunan data. format kegiatan. penguasaan konten.

potensi. serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. konseling kelompok dan mediasi. Sosialisasi KTSP Kegiatan Ekstrakurikuler pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan. Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan konseling.Pelaksanaan Kegiatan Konseling (lanjutan) Di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah: Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi. Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. bakat dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah. bimbingan kelompok. diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. konseling perorangan. Kegiatan Ekstra Kurikuler adalah kegiatan Sosialisasi KTSP 173 .

yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler dalam suasana yang disukai dan mengembirakan peserta didik. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan potensi. bakat dan minat peserta didik masing-masing. membangun semangat peserta didik untuk bekerja dengan baik dan berhasil. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti secara sukarela peserta didik. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang Menyenangkan. menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang Kemanfaatan sosial. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik. Sosialisasi KTSP Prinsip Kegiatan Ekstra Kurikuler Individual. Etos kerja. Keterlibatan aktif. Rekreatif. Pilihan.Fungsi Kegiatan Ekstrakurikuler Pengembangan. Persiapan karir. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan suasana rileks. Sosialisasi KTSP 174 . mengembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan. Sosial. bakat dan minat mereka.

Gabungan. meliputi Kepramukaan. Sosialisasi KTSP Format Kegiatan Individual. Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). dan pameran/bazar. pendidikan. meliputi Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR). kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik. meliputi pengembangan bakat olah raga. Seminar. perlindungan HAM. keagamaan. penelitian. Palang Merah Remaja (PMR). cinta alam. Klasikal. dengan substansi antara lain karir. kesehatan. Karya Ilmiah. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA). seni budaya. Kelompok. lokakarya. Latihan/lomba keberbakatan/prestasi.Jenis Kegiatan Ekstrakurikuler Krida. seni dan budaya. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti oleh kelompok-kelompok peserta didik. jurnaistik. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik dalam satu kelas. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik secara perorangan. teater. Sosialisasi KTSP 175 . keagamaan. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik antar kelas/ antar sekolah/madrasah.

yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung konseling terhadap peserta didik. Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN). Sosialisasi KTSP Penilaian 1. Penilaian segera (LAISEG). substansi. konselor dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah. Kegiatan ekstra kurikuler yang terprogram dilaksanakan sesuai dengan sasaran. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan/kegiatan terhadap peserta didik.Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Kegiatan ekstra kurikuler yang bersifat rutin. tempat dan pelaksana sebagaimana telah direncanakan. c. waktu. Penilaian hasil kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui: a. spontan dan keteladanan dilaksanakan secara langsung oleh guru. Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG). yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani. Sosialisasi KTSP 176 . jenis kegiatan. b.

Penilaian ( lanjutan ) 2. Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam SATLAN dan SATKUNG. 3. Sosialisasi KTSP Penilaian ( lanjutan ) Ekstrakurikuler Hasil dan proses kegiatan ekstra kurikuler dinilai secara kualitatif dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah dan pemangku kepentingan lainnya oleh penanggung jawab kegiatan. untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan. Sosialisasi KTSP 177 . Hasil penilaian kegiatan pelayanan konseling dicantumkan dalam LAPELPROG. Hasil kegiatan pelayanan konseling secara keseluruhan dalam satu semester untuk setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif.

PENGEMBANGAN DIRI Kamu harus jadi dirimu sendiri ! Bakat saya harus berkembang Guru & Siswa Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 178 .

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VI. Pembelajaran Tematik 14. 179 . Model Pembelajaran Tematik SD Kelas I - III.

180 .

dua. dan tiga berada pada rentangan usia dini yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) sehingga pembelajarannya masih bergantung kepada objekobjek konkrit dan pengalaman yang dialaminya Pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SD kelas I – III yang terpisah untuk setiap mata pelajaran. Sosialisasi KTSP 181 . akan menyebabkan kurang mengembangkan anak untuk berpikir holistik Terdapat permasalahan pada kelas awal (I-III) antara lain adalah tingginya angka mengulang kelas dan putus sekolah.Materi 14 MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK SD KELAS I-III Sosialisasi KTSP Latar Belakang Peserta didik kelas satu.

Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi topik pembelajaran. Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan. Memudahkan guru dalam mempersiapkan dan menyajikan bahan ajar yang efektif. Sosialisasi KTSP 182 . Sosialisasi KTSP Tujuan Memusatkan perhatian peserta didik mudah pada suatu tema materi yang jelas.Pengertian Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada peserta didik. Mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar mata pelajaran dalam tema yang sama.

Peserta didik memahami hubungan yang bermakna antar mata pelajaran. Penguasaan konsep oleh peserta didik akan semakin baik meningkatan Sosialisasi KTSP Karakteristik Pembelajaran Tematik Berpusat pada peserta didik Memberikan pengalaman langsung Tidak terjadi pemisahan mata pelajaran Menyajikan konsep yang terpadu dari berbagai mata pelajaran Bersifat fleksibel Proses pembelajaran mudah disesuaikan dengan minat dan kebutuhan peserta didik Menggunakan prinsip pembelajaran yang aktif. Pembelajaran menjadi utuh oleh peserta didik akan mendapat pengertian mengenai konsep dan materi yang tidak terpecah-pecah.Manfaat Pembelajaran Tematik Menghilangkan tumpang tindih bahan ajar. efektif. dan menyenangkan Sosialisasi KTSP 183 . kreatif.

Memanfaatkan berbagai sumber belajar Mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi Masih dapat menggunakan bahan ajar yang sudah ada saat ini untuk masing-masing mata pelajaran dan menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar yang terintegrasi Sosialisasi KTSP 184 . menyenangkan dan utuh. kelompok kecil ataupun klasikal dan mengikuti secara aktif kegiatan pembelajaran yang bervariasi.Implikasi Pembelajaran Tematik Implikasi bagi: Guru : harus kreatif dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi peserta didik. memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna. pasangan. Peserta didik: harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran baik secara individual. Sosialisasi KTSP Implikasi Pembelajaran Tematik (lanjutan…) Sarana prasarana. sumber belajar dan media: Memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar. menarik.

menulis. bermain peran. tanya jawab. sarana dan sumber belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan menyimpannya kembali.Implikasi Pembelajaran Tematik (lanjutan…) Pengaturan ruang kelas: Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang dilaksanakan. demonstrasi. minat. Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan dapat diajarkan tersendiri. Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/ karpet Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar Alat. Sosialisasi KTSP 185 . Kompetensi dasar yang tidak tercakup dalam tema tertentu harus diajarkan baik melalui tema lain maupun berdiri sendiri. bercakap-cakap) baik di dalam kelas maupun di luar kelas Sosialisasi KTSP Rambu-Rambu Pembelajaran Tematik Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester. dan berhitung serta penanaman nilai-nilai moral dan cerita tanah air. dan daerah setempat. lingkungan. Pemilihan metode : pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai variasi metode (percobaan. Kegiatan ini ditekankan kepada kemampuan membaca. Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa.

Pemetaan Standar Kompetensi. Indikator Dalam Tema Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh semua standar kompetensi. Sosialisasi KTSP 186 . Pemetaan Standar Kompetensi. Penyusunan Silabus 4. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Sosialisasi KTSP 1.Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Tahap Persiapan: 1. Kompetensi Dasar. kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata pelajaran yang dipadukan dalam tema yang dipilih. Kompetensi Dasar. Indikator dalam Tema 2. Penetapan Jaringan Tema 3.

. Sosialisasi KTSP 187 . Penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam indikator Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan indikator: Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran Dirumuskan dalam kata kerja oprasional yang terukur dan/atau dapat diamati Sosialisasi KTSP Kegiatan Pemetaan (lanjutan.) 2. Cara kedua. untuk menentukan tema tersebut. guru dapat bekerjasama dengan peserta didik sehingga sesuai dengan minat dan kebutuhan anak. mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam masingmasing mata pelajaran. menetapkan terlebih dahulu tematema pengikat keterpaduan.Kegiatan Pemetaan 1. dilanjutkan dengan menentukan tema yang sesuai. Menentukan tema Cara penentuan tema Cara pertama..

. kompetensi dasar dan indikator terbagi habis dalam tema. Kompetensi Dasar dan Indikator Mengidentifikasi dan menganalisis setiap Standar Kompetensi. Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya proses berpikir pada diri Peserta didik Ruang lingkup tema disesuaikan dengan usia dan perkembangan Peserta didik. termasuk minat.) 3. kebutuhan. Sosialisasi KTSP 188 .Kegiatan Pemetaan (lanjutan... dan kemampuannya Sosialisasi KTSP Kegiatan Pemetaan (lanjutan. Kompetensi Dasar dan Indikator yang cocok untuk setiap tema sehingga semua standar kompetensi.. Identifikasi dan Analisis Standar Kompetensi.) Prinsip Penentuan tema Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan peserta didik Dari yang termudah menuju yang sulit Dari yang sederhana menuju yang kompleks Dari yang konkret menuju ke yang abstrak.

kompetensi dasar. alat/sumber. dan penilaian. kompetensi dasar dan indikator dari setiap mata pelajaran. Sosialisasi KTSP 3. pengalaman belajar. Menetapkan Jaringan Tema Hubungkan kompetensi dasar dan indikator dengan tema pemersatu sehingga akan terlihat kaitan antara tema.2. Penyusunan Silabus Komponen silabus terdiri atas standar kompetensi. indikator. Jaringan tema ini dapat dikembangkan sesuai dengan alokasi waktu setiap tema. Sosialisasi KTSP 189 .

Alat dan media serta sumber bahan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran tematik Penilaian dan tindak lanjut Sosialisasi KTSP Tahap Pelaksanaan 1. Pengaturan jadwal pelajaran Sosialisasi KTSP 190 .4. Tahapan/jadwal kegiatan per hari . Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Komponen rencana pembelajaran tematik meliputi : Identitas mata pelajaran Kompetensi dasar dan indikator yang akan dilaksanakan.Kegiatan Inti (± 3 jp) .Kegiatan Penutup (± 1 jp) 2.Kegiatan Pembukaan (± 1 jp) . inti dan penutup). Materi pokok beserta uraiannya yang perlu dipelajari Strategi pembelajaran (kegiatan pembukaan.

tulis dan hitung. Tahapan Kegiatan (lanjutan…) b. dan menyanyi Sosialisasi KTSP 1. Kegiatan Inti Dalam kegiatan inti difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk pengembangan kemampuan baca. Pada tahap ini dapat dilakukan penggalian terhadap pengalaman anak tentang tema yang akan disajikan. Sosialisasi KTSP 191 .1. a. Kegiatan Pendahuluan/awal/pembukaan (1 jam pelajaran) Kegiatan ini dilakukan terutama untuk menciptakan suasana awal pembelajaran berupa kegiatan untuk pemanasan. Beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan adalah bercerita. kegiatan fisik/jasmani. Tahapan Kegiatan Pelaksanaan pembelajaran tematik setiap hari dilakukan dengan menggunakan tiga tahapan. ataupun perorangan. kelompok kecil. Penyajian bahan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai strategi/metode yang bervariasi dan dapat dilakukan secara klasikal.

Kegiatan Penutup/Akhir dan Tindak Lanjut Sifat dari kegiatan penutup adalah untuk menenangkan. Sosialisasi KTSP Contoh Jadwal Harian (1) Pembukaan Anak berkumpul bernyanyi sambil menari mengikuti irama musik Kegiatan untuk pengembangan kemampuan membaca Kegiatan untuk pengembangan kemampuan menulis Kegitan untuk pengembangan kemampuan berhitung Mendongeng atau membaca cerita dari buku cerita Inti Penutup Sosialisasi KTSP 192 .1. pantomim. musik/apresiasi musik. membacakan cerita dari buku. Tahapan Kegiatan (lanjutan…) c. mendongeng. pesan-pesan moral. Kegiatan yang dapat dilakukan adalah menyimpulkan/mengungkapkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

melakukan kegiatan fisik sesuai dengan tema) Pengembangan kemampuan menulis (kegiatan kelompok besar) Pengembangan kemampuan berhitung (kegiatan kelompok kecil atau berpasangan) Melakukan pengamatan sesuai dengan tema. menyanyi. menggambar hewan hasil pengamatan Mendongeng Pesan-pesan moral Musik/menyanyi Inti Penutup Sosialisasi KTSP 2.Contoh Jadwal Harian (2) Pembukaan Waktu berkumpul (anak menceritakan pengalaman. misalnya mengamati jenis kendaraan yang lewat pada tema transporasi. Pengaturan Jadwal Pelajaran • • • Pengaturan jadwal dilakukan untuk memudahkan administrasi sekolah Guru bersama dengan guru mata pelajaran pendidikan agama. guru pendidikan jasmani dan guru muatan lokal dapat bersama-sama menyusun jadwal pelajaran Jadwal pelajaran ini bersifat fleksibel sesuai dengan situasi dan keperluan sekolah Sosialisasi KTSP 193 .

35-10.35 9.35 Senin Mat Mat Mat Istirahat B. Mengingat bahwa peserta didik kelas I SD belum semuanya lancar membaca dan menulis.00-9. II.Indo KTK Istirahat KTK KTK Jumat Penjaske s Penjaske s Agama Istirahat Agama Sabtu IPA IPA Mulok Istirahat Mulok 7. Indo B. maka cara penilaian di kelas I tidak ditekankan pada penilaian secara tertulis. Indo B. dan berhitung merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik.45 8. menulis. Sosialisasi KTSP 194 . Indo Istirahat Mat Mat Rabu Mat Mat Mat Istirahat IPS IPS Kamis B. Indo B.35-8. dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh peserta didik melalui pembelajaran. berkesinambungan.45-9. Oleh karena itu. Indo Selasa B. dan III mengikuti aturan penilaian matamata pelajaran lain di Sekolah Dasar.10 8. Penilaian di kelas I.10 Sosialisasi KTSP Penilaian Dalam Pembelajaran Tematik Penilaian dalam pembelajaran tematik adalah suatu usaha untuk mendapatkan berbagai informasi secara berkala. Indo B.10-8.00 9. penguasaan terhadap ke kemampuan tersebut adalah prasyarat untuk kenaikan kelas.Contoh Jadwal Pelajaran Waktu 700-7. Kemampuan membaca.

maupun angka. dan menyanyi pada kegiatan akhir. dan III Sekolah Dasar. Penilaian dilakukan secara terus menerus dan selama proses belajar mengajar berlangsung. membaca pada kegiatan inti. Sosialisasi KTSP Penilaian Dalam Pembelajaran Tematik (lanjutan…) Pada pembelajaran tematik penilaian dilakukan untuk mengkaji ketercapaian Kompetensi Dasar dan Indikator pada tiap-tiap mata pelajaran yang terdapat pada tema tersebut. ejaan kata. II. Nilai akhir pada laporan (raport) dikembalikan pada kompetensi mata pelajaran yang terdapat pada kelas I. Hasil karya/kerja peserta didik dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi guru dalam mengambil keputusan untuk peserta didik misalnya: penggunaan tanda baca. Dengan demikian penilaian dalam hal ini tidak lagi terpadu melalui tema. melainkan sudah terpisah-pisah sesuai dengan Kompetensi Dasar dan Indikator mata pelajaran.Penilaian Dalam Pembelajaran Tematik (lanjutan…) Penilaian dilakukan dengan mengacu pada indikator masingmasing Kompetensi Dasar dari masing-masing mata pelajaran. misalnya sewaktu peserta didik bercerita pada kegiatan awal. Sosialisasi KTSP 195 .

Selesai Sosialisasi KTSP 196 .

Pembelajaran Aktif. 197 . Efektif & menyenangkan (PAKEM) di TK & SD. Kreatif. Pembelajaran Efektif 15.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VII.

198 .

Asumsi Belajar .DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 15 Pembelajaran Aktif. Kreatif. Efektif & Menyenangkan (Pakem) Di TK dan SD Sosialisasi KTSP MENGAPA PAKEM 1.Belajar: Proses individual Proses sosial Menyenangkan Tak pernah berhenti Membangun makna Sosialisasi KTSP 199 .

Sosialisasi KTSP 200 . PENGERTIAN Proses pembelajaran yang dirancang agar mengaktifkan anak. PERUBAHAN PARADIGMA Mengajar Pembelajaran (teaching – learning) Penilaian Perbaikan Terus-menerus (Continous improvement) Sosialisasi KTSP MENGAPA PAKEM (lanjutan) 3. mengembangkan kreativitas sehingga efektif namun tetap menyenangkan.MENGAPA PAKEM (lanjutan) 2.

MENGAPA PAKEM (lanjutan) 4. pengetahuan dan sikap untuk hidup. PENGERTIAN Menciptakan Lingkungan Belajar yang kondusif/bermakna yang mampu memberikan siswa keterampilan. Ciri-Ciri 5. Sosialisasi KTSP MENGAPA PAKEM (lanjutan) 5.1 Pembelajaran • Multi metode • Multi media • Praktik dan bekerja dalam Tim • Memanfaatkan Lingkungan Sekolah • Multi Aspek : Logika Kinestika Estetika Etika Sosialisasi KTSP 201 .

Ciri-Ciri (lanjutan) 5.3 Suasana belajar Pembelajaran hendaknya: Menyenangkan Mengasyikan Mencerdaskan Menguatkan Sosialisasi KTSP 202 .2 Melatih Kebiasaan yng Mengarah pada 6 K • • • • • • Kebersihan Keindahan Kerindangan Ketertiban Keamanan Kekeluargaan Sosialisasi KTSP 5.5. Ciri-Ciri (lanjutan) 5.

Pakem Bermanfaat bagi • • • • • • Kepala Sekolah Guru Siswa Orangtua Masyarakat Pemerintah Sosialisasi KTSP MANFAAT BAGI ANAK Belajar lebih efektif/mendalam Anak lebih kritis dan kreatif Suasana dan pengalaman belajar bervariasi Meningkatkan kematangan emosional/sosial Produktivitas siswa tinggi Siap menghadapi perubahan dan berpartisipasi dalam proses perubahan Sosialisasi KTSP 203 .MENGAPA PAKEM (lanjutan) 6.

PEMBELAJARAN YANG MENGARAH PAS. PAKEM 2. dan global. 3. PENILAIAN YANG BERKELANJUTAN SDM MANAJEMEN Sosialisasi KTSP PILAR PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN MBS PAKEM PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN PSM Sosialisasi KTSP 204 . Nasional. 1.KOMPONEN UTAMA PAKEM KURIKULUM & PERANGKATNYA SARANA PRASARANA Standarisasi mutu Pendidikan Secara Berkelanjutan Menghadapi Tuntutan lokal.

Sosialisasi KTSP 205 .

206 .

Penilaian hasil Belajar 16.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VIII. Rancangan Penilaian Hasil Belajar 207 .

208 .

Materi 16 RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENILAIAN A. PENGERTIAN KETUNTASAN BELAJAR G. PENGERTIAN PENILAIAN B. CIRI PENILAIAN KELAS D. PELAPORAN Sosialisasi KTSP 209 . PENGERTIAN PENILAIAN KELAS C. TEKNIK PENILAIAN E. MANFAAT HASIL PENILAIAN F.

Sosialisasi KTSP B. Sosialisasi KTSP 210 . INTERPRETASI INFORMASI UNTUK MEMBUAT KEPUTUSAN. ANALISIS.A. PENGERTIAN PENILAIAN PENILAIAN ADALAH PROSES SISTEMATIS MELIPUTI PENGUMPULAN INFORMASI (ANGKA. DESKRIPSI VERBAL). PENILAIAN KELAS Proses pengumpulan & penggunaan informasi oleh guru melalui sejumlah bukti untuk membuat keputusan ttg pencapaian hasil belajar/kompetensi siswa.

3. (John B. BELAJAR TUNTAS OTENTIK BERKESINAMBUNGAN BERDASARKAN ACUAN KRITERIA / PATOKAN 5. dan hasil yang baik. maka sebagian besar dari mereka akan mencapai ketuntasan”. sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar. • “Jika peserta didik dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuannya untuk beberapa mata pelajaran dan diajarkan sesuai dengan karakteristik mereka. Belajar Tuntas • Belajar Tuntas (mastery learning): peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya. CIRI PENILAIAN KELAS 1. A Model of School Learning Sosialisasi KTSP ) 211 .C. 4. 2. Carrol. MENGGUNAKAN BERBAGAI CARA & ALAT PENILAIAN Sosialisasi KTSP 1.

Carrol) • “Peserta didik yang belajar lambat perlu waktu lebih lama untuk materi yang sama. Penilaian Otentik • Memandang penilaian dan pembelajaran secara terpadu • Mencerminkan masalah dunia nyata bukan dunia sekolah • Menggunakan berbagai cara dan kriteria • Holistik (kompetensi utuh merefleksikan pengetahuan. mulai dari tingkat kompetensi awal mereka” (JH.lanjutan • Guru harus mempertimbangkan antara waktu yang diperlukan berdasarkan karakteristik peserta didik dan waktu yang tersedia di bawah kontrol guru (John B. dan sikap. keterampilan. Block. mereka dapat berhasil jika kompetensi awal mereka terdiagnosis secara benar dan mereka diajar dengan metode dan materi yang berurutan. B. Bloom) Sosialisasi KTSP 2.) Sosialisasi KTSP 212 .

penugasan. dan Ulangan Kenaikan Kelas. atau lainnya) • Ulangan Tengah Semester : selesai beberapa Kompetensi Dasar pada semester yang bersangkutan • Ulangan Akhir Semester : selesai semua Kompetensi Dasar pada semester yang bersangkutan. Ulangan Tengah Semester.3. Sosialisasi KTSP • Ulangan Harian : selesai satu atau beberapa Indikator. • Ulangan Kenaikan Kelas : selesai semua Kompetensi Dasar pada semester ganjil dan genap. Ulangan Akhir Semester. Berkesinambungan Memantau proses. kemajuan. observasi. dengan penekanan pada kompetensi dasar semester genap Sosialisasi KTSP 213 . (tertulis. dan perbaikan hasil terus menerus dalam bentuk Ulangan Harian.

Produk. tetapi dengan kemampuan yang dimiliki sebelumnya dan patokan yang ditetapkan Sosialisasi KTSP 5. Proyek. Menggunakan Berbagai cara & alat penilaian • Mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi • Menggunakan penilaian yang bervariasi: Tertulis.4. Lisan. Unjuk Kerja. dan Penilaian Diri Sosialisasi KTSP 214 . Pengamatan. Portofolio. Berdasar Acuan kriteria/patokan Prestasi kemampuan peserta didik TIDAK DIBANDINGKAN dengan peserta kelompok.

Unjuk Kerja (Performance) : pengamatan terhadapa aktivitas siswa sebagaimana terjadi (unjuk kerja. Diri (Self Assessment) 1. 4. Portofolio (Portfolio) 6.4. interaksi) • Cocok untuk : • Penyajian lisan: keterampilan berbicara. • Pemecahan masalah dalam kelompok • Partisipasi dalam diskusi • Menari • Memainkan alat musik • Olah Raga • Menggunakan peralatan laboratorium • Mengoperasikan suatu alat Sosialisasi KTSP 215 . TEKNIK /CARA PENILAIAN Unjuk Kerja (Performance) Penugasan (Proyek/Project) Hasil kerja (Produk/Product) Tertulis (Paper & Pen) 5. Sosialisasi KTSP 1. berdiskusi. berpidato. tingkah laku. 2. Sikap 7. baca puisis. 3.

Merubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan ----.A.CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN DENGAN RATING SCALE -----------------------------------------------------------------------------------------------Petunjuk : Beri Lingkaran pada angka yang sesuai untuk setiap kemampuan yang teramati pada waktu anak berpidato : 1 bila tidak pernah 2 bila jarang 3 bila kadang-kadang. Mengubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan 1 2 3 4 Sosialisasi KTSP CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN DENGAN CHECKLIST --------------------------------------------------------------------------------Petunjuk: Beri tanda centang (v) dibelakang huruf di mana kemampuan siswa teramati pada waktu berpidato. ---------------------------------------------------------------------------------Nama: Rinjani I. dan 4 bila siswa selalu melakukan --------------------------------------------------------------------------------------------------Nama : Rinjani I.B. Mata melihat kepada penonton Sosialisasi KTSP 216 . Ekspresi fisik (physical expression) A. Berdiri tegak melihat pada penonton ----. Ekspresi fisik (physical expression) ----. Berdiri tegak melihat pada penonton 1 2 3 4 B.C.

Memilih kata-kata yang tepat untuk menegaskan arti ---. Berbicara cukup keras untuk didengar penonton Ekspresi verbal (verbal expression) ---. Berbicara dengan kata-kata yang jelas ---. Menggunakan kalimat yang lengkap untuk mengutarakan suatu pikiran ---.C.D. Ekspresi suara (vocal expression) ---.A.C. Tidak mengulang-ulang pernyataan ---.B. Menyimpulkan pokok-pokok pikiran yang penting III.B. Penugasan (Proyek) : Penilaian terhadap suatu tugas yang mengandung penyelidikan yang harus selesai dalam waktu tertentu Tugas: suatu investigasi dgn tahapan: Perencanaan Pengumpulan data Pengolahan data.A. Sosialisasi KTSP 2.II. Nada suaranya berubah-ubah sesuai pernyataan yang ditekankan ---. Penyajian data Sosialisasi KTSP 217 .

PENILAIAN PROYEK Bermanfaat menilai : • Keterampilan menyelidiki secara umum • Pemahaman & Pengetahuan dalam bidang tertentu • Kemampuan mengaplikasi pengetahuan dalam suatu penyelidikan • Kemampuan menginformasikan subyek secara jelas Sosialisasi KTSP CONTOH PENILAIAN PROYEK : Ilmu Pengetahuan Sosial : SD : VI Mata Pelajaran Jenjang Kelas / Semester Contoh Kompetensi Dasar : menganalisis bentuk-bentuk perilaku yang muncul sebagai dampak globalisasi (konsumerisme. gaya hidup) Sosialisasi KTSP 218 .

pilihan makanan dan minuman.Membandingkan pandangan orang tua dan anak mengenai perubahan-perubahan yang terjadi akibat pengaruh globalisasi Sosialisasi KTSP Contoh Tugas Penilaian Proyek ----------------------------------------Lakukan penelitian sederhana di lingkungan sekitar mengenai pengaruh iklan di media cetak maupun di media elektronik terhadap gaya hidup anak SD (cara berpakaian.Membuat daftar perubahan perilaku masyarakat setempat sebagai dampak globalisasi (mis: dalam hal makanan. pakaian. migrasi.• Indikator : . gaya hidup. perjalanan. nilai-nilai. pariwisata. dan tradisi) . perilaku) Sosialisasi KTSP 219 . telekomunikasi) . perilaku.Mengidentifikasi bukti-bukti globalisasi di lingkungan masyarakat (mis: dalam hal periklanan. komunikasi.

CONTOH
ASPEK

FORMAT PENYEKORAN TUGAS PROYEK
KRITERIA DAN SKOR 3 2 1

PERSIAPAN

Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan dengan lengkap.

Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan kurang lengkap. Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua, tetapi data tidak tercatat dengan rapi dan lengkap.

Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan tidak lengkap

PENGUMPULAN DATA

Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua dan data tercatat dengan rapi dan lengkap.

Jika pertanyaan tidak terlaksana semua dan data tidak tercatat dengan rapi.

PENGOLAHAN DATA

Jika pembahasan data sesuai tujuan penelitian

Jika pembahasan data kurang menggambarkan tujuan penelitian Jika sistimatika penulisan benar, memuat saran, namun bahasa kurang komunikatif

Jika sekedar melaporkan hasil penelitian tanpa membahas data

PELAPORAN TERTULIS

Jika sistimatika penulisan benar, memuat saran, bahasa komunikatif.

Jika penulisan kurang sistimatis, bahasa kurang komunikatif, kurang memuat saran

Sosialisasi KTSP

3. Hasil Kerja (Produk):
Penilaian terhadap kemampuan membuat produk teknologi dan seni
Penilaian Hasil Akhir dan Proses:

hasil akhir spt:

- makanan - pakaian - hasil karya seni: gambar, lukisan, pahatan - barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam - menggunakan teknik menggambar - menggunakan peralatan dengan aman - membakar kue dengan baik

proses spt:

Sosialisasi KTSP

220

PENILAIAN PRODUK

PERSIAPAN,kmp: - rencanakan, gali, kembangkan gagasan - desain produk

PEMBUATAN: kmp seleksi dan gunakan: bahan, alat, teknik

PENILAIAN
(APPRAISAL):

kmp buat produk sesuai kegunaan (fungsi) & keindahan

Sosialisasi KTSP

Contoh1:

TUGAS PENILAIAN PRODUK ------------------------------------------------------Tugas: buatlah rancangan model benda yang menggunakan roda Ketentuan: - Gambar rancangan model
- Bahan untuk model tertulis dalam rancangan - Tentukan spesifikasi bahan untuk model

Sosialisasi KTSP

221

Contoh2:

TUGAS PENILAIAN PRODUK -------------------------------------------------------Tugas: Rancang dan buatlah mainan yang menggunakan roda. ketentuan sebagai berikut (spesifikasidiberikan) : jenis kayu: ……….. ukuran: ……………………. dst.

Sosialisasi KTSP

Penskoran tugas penilaian produk contoh 1:
No Kriteria
b 1. 2. 3. 4.

skor
c k

Ada gambar rancangan model Bahan tertulis dalam model Spesifikasi bahan tertulis Unsur estetika

Kriteria penskoran : B = gambar proporsional, bahan tertulis lengkap, spesifikasi bahan jelas C = gambar kurang proporsional, bahan tertulis kurang lengkap, spesifikasi bahan kurang jelas K = gambar tidak proporsional, bahan tertulis tidak lengkap, spesifikasi bahan tidak jelas
Sosialisasi KTSP

222

4. TES TERTULIS
Memilih dan Mensuplai jawaban 1. MEMILIH JAWABAN - Pilihan ganda - Dua pilihan (B - S; ya - tidak) 2. MENSUPLAI JAWABAN - Isian atau melengkapi - Jawaban singkat - uraian
Sosialisasi KTSP

BANDINGKAN
• Apa kepanjangan ASEAN? • Tahun berapa ASEAN didirikan? • Negara mana saja yang manjadi anggota ASEAN? • Apa kepanjangan PLTA? • Menurutmu masalah apa yang akan timbul jika ASEAN bubar? • Dengan cara apa ASEAN mendukung perekonomian ASIA? • Buatlah bagan PLTA!

Sosialisasi KTSP

223

5. PORTOFOLIO :
Penilaian melalui koleksi karya (hasil kerja) siswa yang sistematis
• • • • Pengumpulan data melalui karya siswa Pengumpulan dan penilaian yang terus menerus Refleksi perkembangan berbagai kompetensi Memperlihatkan tingkat perkembangan kemajuan belajar siswa • Bagian Integral dari Proses Pembelajaran • Untuk satu periode • Tujuan Diagnostik

Sosialisasi KTSP

Hal-hal yang perlu diperhatikan:
• Siswa merasa memiliki portofolio sendiri • Tentukan bersama hasil kerja apa yang akan dikumpulkan • Kumpulkan dan simpan hasil kerja siswa dalam 1 map atau folder • Beri tanggal pembuatan • Tentukan kriteria untuk menilai hasil kerja siswa • Minta Siswa untuk menilai hasil kerja mereka secara berkesinambungan • Bagi yang kurang, beri kesempatan perbaiki karyanya, tentukan jangka waktunya • Bila perlu, jadwalkan pertemuan dengan ortu
Sosialisasi KTSP

224

karya-karya yang dapat dikumpulkan melalui penilaian portofolio • • • • • • • Puisi Karangan Gambar / Lukisan Desain Paper Sinopsis Naskah pidato / khotbah • Naskah Drama • Rumus Sosialisasi KTSP • • • • • • Doa Surat Komposisi Musik Teks Lagu Resep Makanan Laporan Observasi/ Penyelidikan / Eksperimen • Dsb. 2. Menulis karangan deskriptif 30/7 10/8 dst. Sosialisasi KTSP 225 . Contoh Portofolio Nama Siswa : _________________ Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kelas : X/1 : Bahasa Indonesia : 1 Semester Kriteria Tata bahasa No SK / KD Periode Kosakata Kelengkapan gagasan Sistematika penulisan Keterangan 1. Membuat resensi buku 1/9 30/9 10/10 Dst.

. Ruri Berinisiatif Perilaku Penuh Perhati an Bekerja sistematis Nilai Keterangan 2. PENILAIAN SIKAP Penilaian terhadap perilaku dan keyakinan siswa terhadap obyek sikap Cara: – Observasi perilaku: kerja sama. Nama Bekerja sama 1..6. Sosialisasi KTSP 226 . perhatian – Pertanyaan langsung: tanggapan thd tatib baru – Laporan pribadi: menulis pandangan ttg “kerusuhan antaretnis”. Tono 3.. inisiatif. . Sosialisasi KTSP Contoh Format Penilaian Sikap dalam praktek IPA : No.

-------. tiap org diberi kesempatan mengusulkan sesuatu 3. Apa yang kamu lakukan selama kegiatan berlangsung? ------------------------------------------------------------------------------------------Sosialisasi KTSP SUMBER: Forster & Masters. proses. --------.Tiap orang sibuk dengan yang dilakukannya dalam kelompok saya 5.Ketika kami berdiskusi. tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya.Selama kerja kelompok.Semua anggota kelompok kami melakukan sesuatu selama kegiatan 4.Selama diskusi saya mengusulkan ide kpd klp utk didiskusikan 2. -------. 5. Untuk No.mengajukan pertanyaan --------. Sosialisasi KTSP CONTOH PENILAIAN DIRI PARTISIPASI DALAM DISKUSI KELOMPOK Nama : ----------------------------------------------------Nama-nama anggota kelompok : ----------------------------------------------------Kegiatan kelompok : ----------------------------------------------------Isilah pernyataan berikut dengan jujur. saya…. 227 . -------.mengorganisasi ide-ide saya -------.mengacaukan kegiatan -------.melamun 6.mendengarkan orang lain --------. --------.7. 1 s.1996.B. tulislah huruf A.mengorganisasi kelompok -------.d. -------. PENILAIAN DIRI Menilai diri sendiri berkaitan dengan status.C atau D di depan tiap pernyataan: A : selalu C : kadang-kadang B : sering D : tidak pernah 1.

KD. INDIKATOR DAN KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR • MENETAPKAN TEKNIK PENILAIAN • MEMBUAT ALAT PENILAIAN & PENYEKORAN Sosialisasi KTSP CONTOH FORMAT PEMETAAN ASPEK PENILAIAN SK KD INDIKATOR KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR PROY TEKNIK PENILAIAN PROD TES UN KERJA DLL MENDENGAR KAN BERBICARA MEMBACA MENULIS Sosialisasi KTSP 228 .ALUR PELAKSANAAN PENILAIAN • MENETAPKAN INDIKATOR • MEMETAKAN SK.

TS= Nilai Tengah Semester. MANFAAT HASIL PENILAIAN • REMEDIAL • PENGAYAAN • PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN Sosialisasi KTSP 229 . AS= Nilai Akhir Semester Sosialisasi KTSP E. RR= Nilai Rata-rata KD.CONTOH REKAP NILAI MATA PELAJARAN : KELAS/SEMESTER : N O NA MA MENDENGARKAN BERBICARA MEMBACA MENULIS KD 1 KD 2 R R T S AS KD 1 KD 2 R R T S A S KD 1 KD 2 R R T S A S KD 1 KD 2 R R TS A S 1 Ri n Tin 2 Catatan: KD= Kompetensi Dasar.

DAYA DUKUNG : GURU. KETUNTASAN BELAJAR • • • • PER INDIKATOR KRITERIA: 0% – 100% IDEAL: 75% SEKOLAH MENETAPKAN SENDIRI DGN PERTIMBANGAN: KEMAMPUAN AKADEMIS SISWA. KOMPLEKSITAS INDIKATOR. SARANA • TUNTAS: SKOR ≥ KRITERIA KETUNTASAN • TUNTAS INDIKATOR → KD → SK→ MAPEL Sosialisasi KTSP 230 .KAPAN? • REMEDIAL DILAKUKAN BILA NILAI INDIKATOR KURANG DARI NILAI KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR PENGAYAAN DILAKUKAN BILA TUNTAS LEBIH CEPAT PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN BILA TIDAK EFEKTIF • • Sosialisasi KTSP F.

CONTOH PENGHITUNGAN KETUNTASAN BELAJAR KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KRITERIA KETUNTASAN NILAI PESERTA DIDIK KETUNTASAN 1 2 60% 60% 60 59 TUNTAS TAK TUNTAS TUNTAS 3 55% 75 Sosialisasi KTSP CONTOH PENGHITUNGAN NILAI KD KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR 60% 70% 60% 70% 65% 60% KOMPETENSI DASAR (KD) INDIKATOR 1 NILAI SISWA 61 80 90 70 68 72 KETUNTASAN TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS 1 2 3 1 2 2 3 NILAI KD 1: = 61+80+90 3 = 77 ATAU 7.7 Sosialisasi KTSP NILAI KD 2: MODE : 70 NILAI KD :70 231 .

MENGERJAKAN TUGAS. • PADA ATAU DI LUAR JAM EFEKTIF Sosialisasi KTSP 232 . MEMBUAT RANGKUMAN. MENGUMPULKAN DATA.DALAM 1 KD • JML INDIKATOR YG TUNTAS LEBIH DARI 50%: LANJUT KE KD BERIKUTNYA • JML INDIKATOR BELUM TUNTAS SAMA ATAU LEBIH DARI 50%: MENGULANG KD YANG SAMA Sosialisasi KTSP PELAKSANAAN PROGRAM REMEDIAL • TATAP MUKA DENGAN GURU • BELAJAR SENDIRI → dinilai • KEGIATAN: MENJAWAB PERTANYAAN.

PADA ATAU DI LUAR JAM EFEKTIF. LATIHAN TAMBAHAN TUGAS INDIVIDUAL • HASIL PENILAIAN MENAMBAH NILAI MATA PELAJARAN BERSANGKUTAN • SETIAP SAAT. Sosialisasi KTSP PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN Program Strategi Bahan Tidak efektif? Dievaluasi Direvisi Sosialisasi KTSP Diganti 233 .PROGRAM PENGAYAAN : • SISWA BERPRESTASI BAIK • MEMPERKAYA KOMPETENSI • KEGIATAN : MEMBERI MATERI TAMBAHAN.

dengan syarat komunikatif dan menggambarkan pencapaian kompetensi. PELAPORAN • Rapor adalah laporan kemajuan belajar • Berisi informasi tentang pencapaian kompetensi • Sekolah boleh menetapkan sendiri model rapor yang dikehendaki.G. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 234 . • Model yang ada merupakan contoh yang dapat dimodifikasi/diadopsi oleh sekolah.

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) IX. Pengembangan Bahan Ujian 17. Pengembangan bahan Ujian & Analisis hasil Ujian. 235 .

236 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 17 PENGEMBANGAN BAHAN UJIAN DAN ANALISIS HASIL UJIAN Sosialisasi KTSP SKL TOPIK Sosialisasi KTSP KISI-KISI TEKNIK PENYUSUNAN SOAL ANALISIS 237 .

APAKAH SAYA LULUS? Sosialisasi KTSP STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) Adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap pengetahuan dan keterampilan Berdasarkan PP No.19/2005 Sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan Meliputi kompetensi seluruh mata pelajaran Dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Sosialisasi KTSP 238 .

Hubungan antara SKL.MATERI DAN PENILAIAN SKL Menggambarkan kompetensi yang ingin dicapai. KOMPETENSI Materi pembelajaran untuk mencapai kompetensi Sosialisasi KTSP Bentuk soal harus sesuai dengan kompetensi yang dituntut pada SKL SEPERTI APA SOAL YANG BAIK ? Sosialisasi KTSP 239 .

Bank Soal Penyajian tes kepada siswa Skoring (pemeriksaan jawaban siswa) Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN KISI-KISI Fungsi Pedm. 6. Penentuan tujuan tes. 3. penulisan soal Pedm. 8. Perakitan soal menjadi perangkat tes. 7. 2. perakitan soal Komponen Kisi2: •Identitas •SK/KD/IP •Materi Pembel.LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN TES 1. 9. Penyusunan KISI-KISI tes. Uji coba soal termasuk ANALISIS-nya. 4. Sosialisasi KTSP 240 . 5. PENULISAN SOAL. PENELAAHAN SOAL (validasi soal). •Indikator Soal •Bentuk Tes •Nomor Soal Syarat kisi-kisi Mewakili isi kurikulum Singkat dan jelas Soal dapat disusun sesuai dengan bentuk soal.

............. Kurikulum : ... dll.. Alokasi Waktu : .. 2................... (2) (3) Sosialisasi KTSP KARTU SOAL BENTUK PG Jenis Sekolah Mata Pelajaran Bahan Kelas/smt Bentuk Tes : ------------: ------------: ------------: Tertulis (PG............. Urut (1) Kompetensi Dasar/ Indikator Bahan Kelas/ smt..... Penulis 1.......................... ...........FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL Jenis Sekolah : ............... Soal (7) No............ SOAL KUNCI Penyusun 1. Jumlah soal : ... ................. Bentuk Tes Materi (4) Indikator Soal (5) (6) No.......... ------------Tahun ajaran : --------------: KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER: RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI INDIKATOR SOAL No ..... Mata Pelajaran : ...... -----------2..........) NO.. Digunaka n untuk Tang gal Jumlah Siswa Tingkat Kesukaran Daya Proporsi KETERANGAN SOAL Jawaban pada Pilihan Pembeda A B C D OMIT Keterangan Sosialisasi KTSP 241 ......

KARTU SOAL URAIAN/PRAKTIK Jenis Sekolah Mata Pelajaran Bahan Kelas/smt Bentuk Tes : ------------: ------------: ------------: Tertulis (Uraian)/Praktik (Kinerja. Kunci/Kriteria jawaban/Aspek yang dinilai Skor Skor maksimum= Sosialisasi KTSP …… 242 . SOAL Penyusun 1. ------------Tahun ajaran : --------------: KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER: RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI INDIKATOR SOAL No Diguna kan untuk KETERANGAN SOAL Proporsi jawaban pada aspek Tangg al Jumlah siswa Tingkat kesukar an Daya pembeda 1 A 2 3 1 B 2 3 1 C 2 3 1 D 2 3 Ketera ng an Sosialisasi KTSP PEDOMAN PENSKORAN No. hasil karya) NO. -----------2. penugasan.

mutlak harus dikuasai oleh siswa.KRITERIA KOMPETENSI / MATERI PENTING 1. 4. 3. Sosialisasi KTSP Indikator Soal Indikator soal sebagai pertanda atau indikasi pencapaian kompetensi Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur Indikator mengacu pada materi pembelajaran sesuai kompetensi 243 . 2. Urgensi: KD/indikator/materi yang secara teoritis. Relevansi: yang diperlukan untuk mempelajari dalam bidang studi lain. Keterpakaian: memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Kontinuitas: KD/indikator/materi lanjutan yang merupakan pendalaman materi sebelumnya.

BILA SOAL TIDAK TERDAPAT STIMULUS Rumusan indikatornya: Siswa dapat membedakan …. BILA SOAL TERDAPAT STIMULUS Rumusan indikatornya: Disajikan …. 2. Sosialisasi KTSP MENUNTUT PENALARAN TINGGI SETIAP SOAL: 1.TEKNIK PERUMUSAN INDIKATOR 1.MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS 3. siswa dapat menjelaskan ….MENGUKUR KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH Sosialisasi KTSP 244 .DIBERIKAN DASAR PERTANYAAN (STIMULUS) 2.

.... -Apa akibat .... -Apakah hal berikut memiliki ... Mengelompokkan -Kelompokkan hal berikut berdasarkan . mengapa? -Jelaskan mengapa kamu setuju/tidak setuju dengan pernyataan tentang . -Tulislah sebuah pernyataan yang dapat menjelaskan peristiwa berikut .. Evaluasi -Apakah kelebihan dan kelemahan .. -Lengkapilah cerita . Analisis -Manakah penulisan yang salah pada paragraf . Hubungan sebab-akibat -Apa penyebab utama ... Sosialisasi KTSP 245 ....... 5...... Meringkas -Tuliskan pernyataan penting yang termasuk .. dan .. -Bandingkan dua cara berikut tentang ..... tentang apa yang akan terjadi bila ........ -Daftar dan beri alasan singkat tentang ciri utama ... Memberi alasan (justifying) -Manakah pilihan berikut yang kamu pilih....... 2..... Berpendapat (inferring) -Berdasarkan ...MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS 1. 3... Menerapkan -Selesaikan hal berikut dengan menggunakan kaidah .... 9. 11. 12.. -Tuliskan ... Membandingkan -Jelaskan persamaan dan perbedaan antara . 8... Sintesis -Tuliskan satu rencana untuk pembuktian .. dengan menggunakan pedoman ..... 7... -Berdasarkan kriteria ..... 10..... tuliskanlah evaluasi tentang . Sosialisasi KTSP 6.. 4. apa yang akan terjadi bila . -Apa reaksi A terhadap . -Tuliskan sebuah laporan .. -Ringkaslah dengan tepat isi .. Menyimpulkan -Susunlah beberapa kesimpulan yang bersasal dari data . Menciptakan -Tuliskan beberapa cara sesuai dengan ide Anda tentang ...

kemudian menunjukkan solusinya ke dalam gambar. Mengidentifikasi masalah yang tidak sesuai Contoh indikator soal: Disajikan beberapa informasi yang relevan dan tidak relevan terhadap masalah. siswa dapat mengidentifikasi semua informasi yang tidak relevan. Mengidentifikasi asumsi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. 4. 9.Mengukur Keterampilan Pemecahan Masalah 1. siswa dapat menjelaskan mengapa masalah ini sulit dipecahkan atau melengkapi informasi penting yang dihilangkan. siswa dapat menjelaskan maknanya yang berhubungan dengan masalah itu dengan kata-katanya sendiri. Merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan yang berisi sebuah masalah. siswa dapat menggambarkan sebuah diagram atau gambar yang menunjukkan situasi masalah. Mendeskripsikan berbagai strategi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. 7. Sosialisasi KTSP 6. Sosialisasi KTSP 246 . Mengidentifikasi masalah Contoh indikator soal: Disajikan deskripsi suatu situasi/masalah. siswa dapat memberikan solusinya berdasarkan pertimbangan asumsi untuk saat ini dan yang akan datang. siswa dapat memecahkan masalah ke dalam dua cara atau lebih. Memilih masalah sendiri Contoh indikator soal: Disajikan beberapa masalah. Memahami kata dalam konteks Contoh indikator soal: Disajikan beberapa masalah yang konteks kata atau kelompok katanya digarisbawahi. Memberi alasan solusi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih kemungkinan solusinya. Memberi alasan masalah yang sulit Contoh indikator soal: Disajikan sebuah masalah yang sukar dipecahkan atau informasi pentingnya dihilangkan. siswa dapat merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan. 2. diagram. siswa dapat memilih satu solusi yang paling tepat dan memberikan alasannya. Mendeskripsikan masalah Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. dan menjelaskan cara penyelesaiannya. 3. 8. 5. siswa dapat memberikan alasan satu masalah yang dipilih sendiri. 10. siswa dapat mengidentifikasi masalah yang nyata atau masalah apa yang harus dipecahkan. atau grafik.

16. siswa dapat mengevaluasi strategi pemecahannya berdasarkan prosedur yang disajikan. (2) memberikan alasannya. Mengevaluasi kualitas solusi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan beberapa strategi untuk menyelesaikan masalah. siswa dapat: (1) menjelaskan dengan menerapkan strategi itu. (3) menentukan strategi mana yang tepat. kartun. 13. Membuat strategi lain Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan satu strategi untuk menyelesaikan masalanya. 14. Menyelesaiakan secara terencana Contoh indikator soal: Disajikan sebuah situasi masalah yang kompleks. 12. 17. (4) memberi alasan mengapa strategi itu paling tepat dibandingkan dengan strategi lainnya. proses. Sosialisasi KTSP 247 . siswa dapat: (1) mendeskripsikan masalah lain (analog dengan masalah ini) yang dapat diselesaikan dengan menggunakan strategi itu. dan prosedurnya. Memberi alasan strategi yang digunakan Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih strategi untuk menyelesaikan masalah. (2) mengevaluasinya. output. dan outcomenya. siswa dapat memecahkan masalah dan menjelaskan prosedur yang dipergunakan untuk menyelesaikan masalah.11. siswa dapat memilih satu strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah itu dan memberikan alasannya. grafik atau tabel dan sebuah pernyataan masalah. Memecahkan masalah berdasarkan data dan masalah Contoh indikator soal: Disajikan sebuah cerita. Sosialisasi KTSP 15. beberapa strategi pemecahan masalahnya. siswa dapat menyelesaikan masalah secara terencana mulai dari input. Menggunakan analogi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan strategi penyelesaiannya. siswa dapat menyelesaikan masalah itu dengan menggunakan strategi lain. Mengevaluasi strategi sistematikanya Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah.

Sosialisasi KTSP 248 . Berhubungan dengan kondisi pembelajaran di kelas atau di luar kelas 2. Mengukur kemampuan berpikir kritis 6.KAIDAH PENULISAN SOAL KOMPETENSI 1. materi. Berhubungan erat antara proses. Mengukur kompetensi siswa 4. kompetensi dan pengalaman belajar 3. Mengandung pemecahan masalah Sosialisasi KTSP SOAL URAIAN SOAL URAIAN adalah soal yang jawabannya menuntut peserta tes untuk mengorganisasikan gagasan atau hal-hal yang telah dipelajarinya dengan cara mengemukakan gagasan tsb dalam bentuk tulisan. Mengukur beberapa kemampuan yang diwujudkan dalam stimulus soal 5.

atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca Rumusan kalimat soal komunikatif Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku Tidak menggunakan kata/ungkapan yang menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat menyinggung perasaan siswa Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 249 . 8. Ada pedoman penskorannya Tabel. 3. gambar. 13. 11. 5. peta. 2. 9.KAIDAH PENULISAN SOAL URAIAN 1. 6. 4. grafik. 10. Soal sesuai dengan indikator Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP KAIDAH PENULISAN SOAL URAIAN 7. 12.

Materialisme yaitu sikap yang selalu mengutamakan dan mengukur segala sesuatu berdasarkan materi -------------2 2. Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai Contoh soal kurang baik: Jelaskan sisi negatif yang harus diwaspadai dari kemajuan IPTEK terhadap bangsa Indonesia yang berazaskan kekeluargaan! (PKn SMP) Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan 4 sisi negatif yang harus diwaspadai dari kemajuan IPTEK terhadap bangsa Indonesia yang berasaskan kekeluargaan! PEDOMAN PENSKORAN No. -----------------------------------2 5.1. . SMP) No. Kunci Jawaban Skor 1. 2. ---------------------------------2 Skor Maksimum 10 Sosialisasi KTSP 250 . Soal sesuai dengan indikator Indikator : Siswa dapat menjelaskan 2 perbedaan pasar tradisional dan pasar modern. Kunci Jawaban Pasar tradisional: harga dapat ditawar dan tidak kena pajak Pasar modern: harga pasti dan kena pajak Skor Maksimum Skor 2 2 4 Sosialisasi KTSP 2. Elitisme yaitu kecenderungan untuk bergaya hidup tertentu berbeda dengan orang banyak. Primadialisme yaitu sikap yang lebih membanggabanggakan asal daerah tertentu. Contoh Soal kurang baik: Jelaskan 2 persamaan antara pasar tradisional dengan pasar modern! Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan 2 perbedaan antara pasar tradisional dengan pasar modern! (IPS. Sekulerisme adalah sikap yang mencerminkan kehidupan keduniawian. 1. ---------------------------------------------------------2 3. 2 4. Individualisme yaitu sikap lebih mementingkan diri sendiri.

............ dan teknologi tinggi) Menjawab dua fase Menjawab satu fase Tidak menjawab Skor 3 2 1 0 Sosialisasi KTSP 251 ...... 2 ............. Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran Contoh soal kurang baik: Di manakah letak kelenjar pankreas? (IPA) Contoh soal lebih baik: a.... Enzim yang dihasilkan Pankreas: ..........................Amilase untuk mencerna tepung menjadi maltosa dan disakarida lain ... Di manakah letak pankreas? b.................................. 4..................... Pankreas terletak di rongga perut ......................... 1............................. Di manakah enzim-enzim itu aktif? No.......... 1 Skor maksimum Sosialisasi KTSP 10 4............................................... 1 b..................... 2 ..............Lipase untuk mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol ......Bikarbonat untuk menetralisir HCl yang masuk ke usus dari lambung ........... 2 ................... perkembangan generasi... Tuliskan dan jelaskan enzim yang dihasilkan pankreas! c.........................3..... Kunci Jawaban Skor a........................................... Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas Contoh soal yang kurang baik: Jelaskan perkembangan perangkat TIK dilihat dari perangkat komunikasi digital? Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan perkembangan perangkat komputer No................................ 2 c... Kunci Jawaban Menjawab 3 fase perkembangan (penemuan.... 2.. 3..............Tripsin untuk mengubah protein menjadi peptida dan asam-asam amino ............. Enzim-enzim itu aktif di usus halus..........

3. Dan meskipun celana 1001 –nya hilang lenyap menjadi topo. Sistem dua partai --------------------------------------------------------yaitu terdapat dua partai dalam suatu negara sehingga terlihat satu partai yang berkuasa dan satu partai oposisi ----------------3. Pada suatu kali ia akan hilang dari muka bumi.5. tapi terus melawan kesengsaraan tersebut. Ia dilahirkan dalam kesengsaraan. Kusno akan berjuang terus melawan kesengsaraan biarpun hanya guna mendapatkan sebuah celana kepar yang lain. tetapi tidak disertai alasan Bila jawaban (aliran) dan alasan salah Skor 3 2 1 0 Sosialisasi KTSP 252 . Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian Contoh soal kurang baik: Di Indonesia terdiri dari berapa sistem kepartaian? (PKn-SMP) Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan tiga macam sistem kepartaian! No. Aspek yang dinilai Bila jawaban (gigih) dan alasan benar Bila jawaban (gigih) benar tetapi alasan kurang tepat Bila hanya jawaban (gigih). Idrus: Kisah Sebuah Celan Pendek Bagaimana watak Kusno? (Bhs Indonesia . 4. 2.SMP) Contoh soal yang lebih baik: Tentukan watak Kusno yang terdapat dalam kutipan di atas disertai alasannya! Kunci : Watak Kusno gigih atau sejenisnya karena ia sengsara. No. Sistem multi partai -------------------------------------------------------yaitu terdapat banyak partai dalam suatu negara yang disebabkan kondisi masyarakat yang mejemuk dan iklim demokrasi yang lebih bebas ------------------------------------------Skor Maksimum Sosialisasi KTSP Skor 1 1 1 1 1 1 6 6. Kusno tak akan putus asa. Kunci Jawaban Sistem kepartaian ialah pola perilaku dan interaksi di antara sejumlah partai politik 1. 1. tak ada yang akan diceritakan lagi. Dan mungkin ia bersama-sama dengan Kusno hilang dari muka bumi ini? Tapi. Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal Contoh soal kurang baik: Tentang celana kepar 1001 itu. bagaimanapun juga. Sistem partai tunggal ---------------------------------------------------yaitu dalam suatu negara hanya satu partai yang berlaku ----2. hidup bersama kesengsaraan.

.. alur... kosakata...... vp 1 ......... atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca Perhatikan gambar berikut..................... Contoh Soal yang lebih baik: Seseorang bermassa 50 kg naik perahu dengan massa 200 kg dan berkecepatan 2 ms –1 terhadap air yang diam....... peta.. Kunci Jawaban mo . Gunungan sampah yang berbau tidak sedap itu terjadi akibat sampah-sampah tersebut tidak diangkut seperti di pemukiman. Tabel.... vp 1 = 1 m/s ........ 2 + 200 .... Indonesia SMP) Tulislah karangan sepanjang ± 200 kata berdasarkan informasi yang terdapat dalam gambar di atas! Tulisan tersebut akan dinilai berdasarkan isi... dan pemakaian kaidah bahasa Indonesia............. Ada pedoman penskorannya 8.......... Kemudian orang tersebut meloncat ke depan dengan kecepatan 6 ms –1 terhadap air..... vp = mo ...... Tentukan kecepatan perahu sesaat setelah orang tersebut meloncat? No....... 50 ............ 6 + 200 .......... (Bhs............... vo + mp ... pertokoan......... Yang lebih parah lagi bila TPS (Tempat Pembuangan Sampah) berada di lingkungan yang dekat dengan sekolah..... Skor maksimum Sosialisasi KTSP Skor 1 1 1 1 1 5 253 ........ vp 1 ....... atau di sejumlah pasar....... vo 1 + mp .. Rumusan kalimat soal komunikatif Contoh soal kurang baik: Sesuatu bermassa 50 kg naik perahu yang massanya 200 kg …... Sosialisasi KTSP 9........ gambar......................... grafik.......... vp 1 = 1 200 200 =.. 100 + 400 = 300 + 200 vp 1 500 = 300 + 200 vp 1 200 vp 1 = 500 – 300 200 vp 1 = 200 .................................... 2 = 50 .7...... Gambar ini memperlihatkan suatu kawasan yang dibanjiri sampah yangmenggunung........

1 Skor Maksimum 3 Penjelasan: kata buah pala dan keju di daerah tertentu adalah tabu. Menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan.” Tentukan majas kalimat di atas dan berikan alasannya! (BIN SMP/MTs) PEDOMAN PENSKORAN No.10. Alasan: BMW adalah merek mobil. 4. 1 2. Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku Contoh soal kurang baik Coba kamu sebutkan satu per satu karakteristik sikap patriotik dalam kehidupan bangsa dan bernegara? (PKn SMP/MTs) Contoh soal yang lebih baik: Tuliskan dan jelaskan 5 ciri sikap patriotik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara! No. ----------------------------------------------Skor Maksimum Skor 0–2 3. Sosialisasi KTSP 254 .10 5. 0–2 0–2 0–2 0–2 0. Sosialisasi KTSP 12. ---------------------------------Berjiwa pembaru: yaitu ikut serta dalam pembangunan. Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu Contoh soal kurang baik: Perhatikan kalimat berikut! “Di dalam BMW seri tujuh berwarna abu-abu itu Soni menyetir sendiri setelah membeli buah pala dan keju di supermarket itu. Kutipan di atas mengandung majas metonimia. PEDOMAN PENSKORAN Kunci Jawaban/Aspek yang dinilai Cinta tanah air: Bangga sebagai bangsa Indonesia menyebabkan seseorang rela berkorban. 1. -----------Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara: Untuk mencapai tujuan nasional diperlukan kerelaan berkorban. 2. 1 3. Metonimia adalah majas yang menyebut merek dagang untuk benda yang dimaksudkan atau digunakan. Kunci/Aspek yang dinilai Skor 1. Tak kenal menyerah: Seorang siswa perlu belajar dengan tekun tanpa mengenal lelah demi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia dikemudian hari.

Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat menyinggung perasaan siswa Contoh soal kurang baik: Walaupun kamu anak yatim/piatu. Komponen soal PG Stem (pokok soal) Option Sosialisasi KTSP 255 . anak cacat. atau hidup di desa terpencil. Sebutkan dan jelaskan 6 macam hak asasi manusia yang mendapat perlindungan dan pelayanan dalam UUD 1945! (PKn SMP) Contoh soal yang lebih baik: Tuliskan dan jelaskan 6 macam hak asasi manusia yang mendapat perlindungan dan pelayanan dalam UUD 1945! Sosialisasi KTSP SOAL PILIHAN GANDA JENIS SOAL PG Pokok Soal (stem) pertanyaan Pokok soal (stem) pernyataan Diakhiri tanda ? Diakhiri tanda …. hidup di daerah kumuh. namun kamu adalah warga negara Indonesia. anak miskin.13.

luas 4 ha. Hubungi telp. Iklan di atas termasuk jenis iklan . 4.CONTOH SOAL PG Dasar pertanyaan (stimulus) Pokok soal (stem) Pilihan jawaban (option) Perhatikan iklan berikut! Dijual sebidang tanah di Bekasi. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar.. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. Soal harus sesuai dengan indikator Pengecoh harus berfungsi Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya.. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. Baik untuk industri. 8. 5. permintaan b. 10. 9. a. Pengumuman d. 3. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah/benar”. 6.. 7777777. propaganda c. 7. Penawaran* Sosialisasi KTSP KAIDAH PENULISAN SOAL PG 1. 2. Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 256 .

grafik. Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 1. kadang-kadang. Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. Bahasa yang digunakan harus komunikatif. mengurangi jumlah sel telur dalam ovarium Contoh soal yang sesuai dg indikator. Pengaruh kerja pil kontrasepsi adalah …. Gambar. oviduct c. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya. Indikator: Siswa dapat menentukan tempat terjadinya pembuahan sel telur oleh sel sperma pada manusia. Letakkan kata/frase pada pokok soal. Soal harus sesuai dengan indikator Contoh soal kurang baik. 15. mencegah pematangan sel telur* d. sehingga pernyataannya mudah dimengerti warga belajar/siswa. mencegah terjadinya haid b. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. uterus* d. 12. diagram. 14. vagina Sosialisasi KTSP 257 . 13. umumnya. tabel. a.Lanjutan … 11. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. a. mencegah peleburan sel telur dan sel sperma c. 16. 17. dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi. ovarium b. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat jika soal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional. Pembuahan sel telur oleh sel sperma pada manusia terjadi di dalam ….

Senen. ING SMP/MTs) Penjelasan: pilihan b adalah kata sifat (adjective). May.. Contoh soal kurang baik. Sabtu c. November Penjelasan: kunci jawaban jangan dipergunakan untuk pengecoh Sosialisasi KTSP 258 . Pebruari. misalnya: eat. Rabo.. “Why did Jimmy’s mother punish him? “She . eaten.. sedangkan pilihan lainnya adalah kata kerja (verb). bebas* c.. Pengecoh harus berfungsi. Sabtu. Sosialisasi KTSP 3. Aperil. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar. beras b.. Contoh soal kurang baik. Kemis. to be eating. November d. caught him to eat (B. Perbaikan: pilihan b diperbaiki menjadi kata kerja. eating*. Senin. Bunyi /e/ pada kata enak sama dengan bunyi /e/ pada kata .2. Penulisan kata berikut yang benar adalah . to eat. Sabtu. Februari. bela d.. a.” a. a. caught him eating* b.. Senin. caught him playing truant d. was upset c. bekas (BIN SMP/MTs) Penjelasan: pilihan c diperbaiki “belas”. November* b. between eating.. Februari.

. laki-bini d. bolak-balik* b. BUMN d. Sosialisasi KTSP 7. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. a..4. Perseroan Terbatas b.. a. Kata berikut yang termasuk kata ulang berubah bunyi adalah . getar-gemetar (BIN SMP/MTs) Penjelasan: pilihan c adalah kata majemuk bukan kata ulang. Contoh soal kurang baik. Sosialisasi KTSP 259 . C diperbaiki “turun-temurun”. Bentuk perusahaan yang sesuai dengan pasal 33 ayat 1 UUD 1945 adalah …. tali-temali c. Koperasi* (PKn SMP/MTs) Penjelasan: kalimat pertama pada pokok soal dihilangkan. Firma c. Pasal 33 ayat 1 UUD 1945 sebagai dasar untuk membentuk perusahaan tertentu.

Contoh soal kurang baik. Sosialisasi KTSP 10. Contoh soal kurang baik.SMP/MTs) Penjelasan: pilihan d diperbaiki menjadi. Now it’s 11. “legenda gunung Tangkuban Perahu”. Di antara bentuk-bentuk budaya daerah di bawah ini yang termasuk folklore lisan adalah …. 2½ hours c. a. Rumah gadang Minangkabau b. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah/benar”. 1½ hours (BING SMP/MTs) Penjelasan: pilihan jawaban diurutkan dari angka yang paling kecil ke yang paling besar atau sebaliknya. The gardeners has been working since 8 o’clock.9. Perayaan Sekaten bulan Maulud c. Adat mapalus dari Sulawesi d. 3½ hours* b. How long has he been working so far? a. Sosialisasi KTSP 260 . Semua pilihan jawaban di atas salah* (IPS.30. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya. 4½ hours d.

Contoh soal kurang baik: Helopeltis adalah hama yang biasanya menyerang tanaman .S. umumnya. Ayip Rosidi (BAHASA INDONESIA SMP/MTs) (35) Karya dari pengarang pada jawaban soal nomor 10 adalah ….12. a. tidak bergantung pada jawaban soal nomor 10. Idrus b. a. teh c. Surat dari Ibu Perbaikannya: soal nomor 35 disusun secara independen.kadang-kadang. a. Ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan siswa yang tidak dapat menjawab benar soal pertama tidak akan dapat menjawab benar soal berikutnya. padi * (IPA SMP/MTs) Penjelasan: kata biasanya pada pokok soal dihilangkan.. kadang-kadang. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. jagung d. Contoh soal kurang baik: (10) Pelopor angkatan 45 dalam bidang puisi adalah …. Senja di Pelabuhan Kecil* b. Chairil Anwar* d. Rendra c. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya.. Sosialisasi KTSP 13. umumnya. kopi b. Sosialisasi KTSP 261 . Balada Tercinta c. bahwa dalam merumuskan pokok soal jangan menggunakan kata atau ungkapan seperti sebaiknya. atau kata yang tidak pasti karena makna kata-kata itu tergantung pada keadaan dan situasi siswa yang bersangkutan. W. Tirani d. Artinya..

c) pemakaian ejaan: (1) penulisan huruf. (2) penggunaan tanda baca. a. Oleh karena itu.14. Sosialisasi KTSP (a) Penggunaan kalimat harus ada unsur predikat (bagian yang berfungsi menerangkan subjek). Contoh soal kurang baik: Untuk mewujudkan kesejahteraan bersama atas dasar …. kata "di dalam" dihilangkan. sporangiospora c. kita harus mengembangkan …. a) Penggunaan kalimat (1) Penggunaan kalimat harus ada unsur subjek. Contoh soal kurang baik: Di dalam perkembanganbiakan rhizopus secara generatif adalah dengan cara pembentukan …. (2) unsur predikat. zigospora* (IPA-BIOLOGI SMP/MTs) Penjelasan: subjek tidak jelas karena diantar oleh kata "Di dalam". usaha pemerataan kesempatan kerja* d.” Sosialisasi KTSP 262 . Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. (2) penulisan kata. (3) anak kalimat. ketekunan kerja keras dalam setiap pekerjaan c. b) pemakaian kata: (1) pilihan kata. tenaga kerja yang berdisiplin tinggi (PKn SMP/MTs) Penjelasan: predikat kalimat tidak ada. a. askospora d. Setelah kata “atas dasar” ditambahkan “keadilan sosial. pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi b. Kaidah bahasa Indonesia dalam penulisan soal di antaranya meliputi: a) pemakaian kalimat: (1) unsur subjek. spora kembara b.

Oleh karena itu pokok soal diperbaiki menjadi “Hukum yang berlaku pada gerak lurus beraturan adalah …. hukum II Newton c. -Dia tidak datang karena hari ini hujan. simbolis* c. hukum Kepler (IPA-FISIKA SMP/MTs) Penjelasan: pokok soal berbentuk anak kalimat. Contoh anak kalimat. a.” Sosialisasi KTSP b) Pemakaian kata (1) Dalam memilih kata harus diperhatikan ketepatannya dengan pokok masalah yang ditanyakan. hukum III Newton d. Contoh soal kurang baik: Yang berlaku pada gerak lurus beraturan …. Kata itu diperbaiki menjadi “seni tulis” karena mengandung unsur keindahan bukan ragam tulis ilmiah.(3) Hindarkan pernyataan yang hanya berupa anak kalimat. Contoh soal kurang baik: Batik termasuk karya tulis yang bersifat …. hukum I Newton* b. naturalis b. realistis d. Induk kalimat Anak kalimat Anak kalimat Induk kalimat -Karena hari ini hujan. Sosialisasi KTSP 263 . a. dia tidak datan. idealis (IPS.SMP/MTs) Penjelasan: kata “karya tulis” kurang tepat untuk batik.

Sosialisasi KTSP 264 . Andi! My uncle is over there.” Sosialisasi KTSP CONTOH INDIKATOR SOAL Indikator Soal : Siswa dapat menentukan letak sebuah titik pada koordinat Kartesius (XY). where is standing under the tree is my uncle c. a. Andi : Which is your uncle? Sofian: The man …. Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. whose is standing under the tree is my uncle d. Contoh soal kurang baik: Sofian: Look. who is standing under the tree is my uncle* b.17. Letakkan kata/frase pada pokok soal. which is standing under the tree is my uncle (BING SMP/MTs) Penjelasan: perbaikannya adalah “Sofian: The man … is standing under the tree is my uncle.

(1. Iwan sedang mencari titik C sedemikian hingga ABC membentuk segitiga sama kaki.SOAL Y Perhatikan koordinat XY disamping : Dua titik A dan B terletak pada koordinat seperti nampak pada gambar. Koordinat titik C adalah …. (2. A. 30 cm2 Sosialisasi KTSP SOAL YANG BAIK Perhatikan koordinat XY disamping : Y Dua titik A dan B terletak pada koordinat seperti nampak pada gambar. 12 cm2 C. Berapakah luas segitiga ABC ? A. (4. 5) B. 6 cm2 X B. Iwan sedang mencari titik C sedemikian hingga ABC membentuk segitiga sama kaki. 15 cm2 D. 4) X Sosialisasi KTSP 265 . 3) C. 2) D. (1.

C. A. C. singkong kentang cemara bambu Sosialisasi KTSP SOAL YANG BAIK : Reproduksi yang dapat dilakukan oleh umbi batang dijumpai pada tumbuhan …. singkong kentang cemara bambu Sosialisasi KTSP 266 . D. B. B.Reproduksi yang dapat dilakukan oleh umbi batang tidak dijumpai pada tumbuhan berikut. kecuali : A. D.

Sosialisasi KTSP 267 . a) b) c) d) gadang sakit ibadah tinggal Sosialisasi KTSP PKn Pelanggaran HAM Timor Timur pada tahun …. 1998 D. 1999 A. 1996 B.Anak yang ditabrak motor kemarin pagi dibawa ke rumah…. 1997 C.

PKn Pemilu 1971 diikuti oleh . D. C. D.. 3 6 10 24 Sosialisasi KTSP AGAMA ISLAM Kata hadis menurut bahasa berarti … A. …. Bacaan Surat Sumber hukum Bacalah Sosialisasi KTSP 268 . A. B. C. B.

x+y=9 3x – y = 7 80 60 50 5 Sosialisasi KTSP 269 . B.15 20 C. C. Sosialisasi KTSP MATEMATIKA Nilai dari 4xy jika diketahui A. 30 D. D.MATEMATIKA 2/3 + 1/5 = … A. 13/15 B.

C. Fermentasi C. D.IPS Yang masuk dalam ruang lingkup sejarah dunia adalah …. Pelarutan D. Pembekuan A. Sosialisasi KTSP 270 . B. Perang dunia Perang Diponegoro Peristiwa Semanggi Peristiwa G 30 SPKI Sosialisasi KTSP IPA Perubahan fisika terjadi pada proses … Perkaratan B. A.

. 33 34 35 P Q R . ......... 50 B B C B A D A C B D C B SKOR 45 43 41 27% KA . 27 26 25 27% KB KUNCI B B D D Sosialisasi KTSP 271 . A A B C D E D E E A E E ...ANALISIS BUTIR SOAL MANUAL Menggunakan IT Kalkulator Komputer • Program ITEMAN • Program SPSS Sosialisasi KTSP CONTOH ANALSIS BUTIR SECARA KUANTITATIF NO SISWA 1 2 3 A B C 1 2 3 .

40 0.1.39 = terima & perbaiki 0.29 = soal diperbaiki 0.00 = soal ditolak Sosialisasi KTSP ALTERNATIF LAIN KRITERIA DAYA BEDA > 0.25 DP 0.30 – 0.20 -0.40 – 1.00 = soal baik 0.10 TK1=(BA+BB): N = (10+7) : 20 = 0.71 – 1.19 – 0.30 KRITERIA TK: 0.29 < 0.85 0.00 = mudah KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.31 .0.30 0.3 0.ANALISIS SOAL PG SOAL 1 2 3 50 KEL KA KB KA KB KA KB KA KB A 0 1 0 2 0 0 1 1 B 10 7 5 3 1 2 2 2 C 0 1 5 3 9 3 3 3 D 0 1 0 1 0 3 3 2 E 0 0 0 1 0 2 1 2 OMIT 0 0 0 0 0 0 0 0 KEY B B D D TK 0.30 0.00 – 0.30 = sukar 0.10 : diterima : direvisi : ditolak Sosialisasi KTSP 272 .70 = sedang 0.20 – 0.85 DP1= (BA-BB):½N = (10-7) : ½ x 20 = 0.0.15 0.

7692 Means = 200:17= 11.0954 Sosialisasi KTSP ANALISIS SOAL URAIAN DAN TES PRAKTIK NO.√ (13:30) (17:30) 3. KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.56 Sosialisasi KTSP 273 .29 = soal diperbaiki 0.47 DP2= [ (9:2) – (5:3) ] : 5 = (4.8 : 5 = 0.63 TK2 = 2.0954 = (0.80 0.7):6 = 0.56 TK1 = Rata-rata : skor maks = 3.7647 Rpbis = ----------------------.48 Artinya butir soal nomor 1 adalah DITERMA atau BAIK.CONTOH MENGHITUNG DP DENGAN KORELASI POINT BISERIAL (rpbis) DAFTAR SKOR SISWA SOAL NOMOR 1 Siswa yang Menjawab benar Jumlah skor keseluruhan Siswa yang menjawab salah Jumlah skor keseluruhan Meanb . = [(11:2) – (8:3) ] : 6 = (5.47 Soal 2 (Skor maks 5) 5 4 2 2 1 14 2.4955355) = 0.63 0.Means Rpbis = ------------------.56 DP1= (Rata-rata KA – Rata-rata KB) : skor maks.00 = soal ditolak A B C D E F G H I J K L M 19 18 18 16 16 16 15 13 13 13 12 12 11 N O P Q R S T U V W X Y Z AA AB AC AD 17 16 15 14 14 12 12 12 12 12 11 11 10 9 8 8 7 Jumlah = 192 200 Nb=13.9706338) (0.56 0.40 – 1.√ pq Stdv skor total Keterangan: b=skor siswa yang menjawab benar s=skor siswa yang menjawab salah p=proporsi jawaban benar thd semua jawaban siswa q= 1-p Meanb = 192:13=14.4809835 = 0.5-2.5-1.7692 – 11.00 = soal baik 0.8 : 6 = 0.30 – 0.39 = terima & perbaiki 0. ns=17.20 – 0. N=30. Stdv= 3.80 0.7647 14.19 – 0. 1 2 3 4 5 SISWA A B C D E Jumlah Rata-rata TK DP Soal 1 (Skor maks 6) 6 5 3 3 2 19 3.7) : 5 = 0.

Selesai Sosialisasi KTSP 274 .

Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal 275 . 19. Laporan Hasil Belajar (LHB) 18. Penyusunan Laporan hasil Belajar (LHB) Peserta Didik SD/MI.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) X.

276 .

profil hasil belajar peserta didik disampaikan kepada peserta didik dan orangtua/wali peserta didik. dsb. ulangan harian. ulangan harian. Nilai LHB pada prinsipnya merupakan rangkuman nilai hasil tagihan (tugas-tugas. tugastugas. Sosialisasi KTSP 277 . ujian akhir semester dan nilai-nilai harian lainnya) selama semester berlangsung. guru menelaah hasil pencapaian belajar setiap peserta didik (semua nilai ujian.Departemen Pendidikan Nasional Materi 18 PENYUSUNAN LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) PESERTA DIDIK SD Sosialisasi KTSP LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) Setiap akhir semester. ujian tengah semester.) Tiap akhir semester.

LAPORAN PENILAIAN (Laporan Hasil Belajar) Menjawab keingintahuan orangtua seperti: Bagaimana peserta didik belajar di sekolah secara akademik. fisik. sosial maupun emosional Sejauhmana partisipasi anaknya dalam kegiatan di sekolah Kemampuan apa yang diraih peserta didik selama kurun waktu belajar tertentu Apa yang harus dilakukan orangtua untuk membantu mengembangkan potensi anaknya lebih lanjut Sosialisasi KTSP MANFAAT LAPORAN PENILAIAN Diagnosis hasil belajar peserta didik Prediksi masa depan peserta didik Seleksi dan sertifikasi Umpan balik KBM di sekolah Sosialisasi KTSP 278 .

Laporan penilaian dilakukan oleh: – Guru kepada wali kelas. Jumlah Nilai Prestasi Hasil Belajar : ……………………………………. ………………………. Sikap Kerajinan Kepribadian Nilai Izin Sakit Ketidakhadiran Hari Kebersihan dan Kerapian Tanpa Keterangan Sosialisasi KTSP 279 . 2.BENTUK LAPORAN PENILAIAN Sesuai dengan pembuatan laporan. Tahun Pelajaran : 20……. kepala sekolah. BK dan lainnya..) ………. Semester : 1 (satu) ………………………. 7. 6. Kelas : ………………. – Sekolah kepada orang tua dalam bentuk buku rapor dan kepada masyarakat dan instansi terkait (akuntabilitas publik) Sosialisasi KTSP Nama Siswa : Nomor Induk : Nama Sekolah : Alamat Sekolah : No. No. bentuknya dapat berbeda (dapat berupa buku atau lembaran). 8. 2. 3.Olahraga dan Kesehatan Muatan Lokal: ………………………………………………… : ……………… ………………………………………………… : ……………… (…………………………………………………. 9. …………………. 1. 3. ………………………. 4. 1.. / 20…… ………………………………………………………………………………………………………………. 5. Mata Pelajaran Nilai Nilai Rata-Rata Kelas Pendidikan Agama Pendididkan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Seni Budaya dan Keterampilan Pendidikan Jasmani.

dan tanpa keterangan (Contoh : Izin 2 hari. sakit 3 hari) Sosialisasi KTSP 280 . 5. 4. 6.) …………. 7. Nomor Induk Nama sekolah Alamat Sekolah Kelas Semester Tahun Pelajaran Muatan Lokal Kolom Nilai mata Pelajaran a. B. Nilai rata-rata kelas angka diisi dengan rentang angka 0 – 100 tanpa desimal (Contoh : 75) : diisi dengan rentang angka 0 – 100 tanpa desimal (Contoh : 75) : : : : : : : : : Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas 10. atau C…... sakit. Dst) Kolom Ketidakhadiran : Diisi jumlah ketidakhadiran siswa berdasarkan izin. Nilai angka b. ………………… Guru Kelas (…………………………. 11. 3.) Sosialisasi KTSP 2.Catatan Tentang Pengembangan Diri Catatan Orang Tua/wali (………………………….. 12. 9. Jumlah nilai prestasi hasil belajar : diisi jumlah nilai seluruh mata pelajaran dengan angka dan huruf Contoh : 750 (Tujuh ratus lima puluh) Kolom nilai kepribadian : Diisi dengan huruf (Contoh : A. 8.

6. Kolom naik ke kelas/ Tinggal di kelas b. Kolom Tamat/Belum Tamat Belajar Tanda tangan: a. : Cukup Jelas : Cukup Jelas : Cukup Jelas Sosialisasi KTSP KENAIKAN KELAS Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran Kenaikan kelas didasarkan pada penilaian hasil belajar pada semester 2 (dua). 18 Oktober 2006) Diisi nama jelas dan tanda tangan orangtua/Wali Diisi nama jelas dan tanda tangan guru kelas Diisi ke kelas berapa siswa naik atau tetap tinggal di kelas berapa dengan angka dan huruf Coret yang tidak Perlu 3. bulan dan tahun pada saat pengisian Laporan Hasil Belajar Siswa SD (Contoh : Sukamaju. Kepala sekolah : : : : : 5. Guru kelas c. 5. Kolom Catatan : : Diisi aspek pengembangan diri yang dikembangkan oleh sekolah dan sejauh mana siswa yang bersangkutan telah mencapai program tersebut termasuk kelebihan dan kekurangannya. tanggal. Kolom Catatan tentang Pengembangan Diri 2. dengan mempertim-bangan seluruh SK/KD yang belum tuntas pada semester 1 harus dituntaskan sebelum akhir semester 2 (dua). Diisi sesuai dengan tempat. Sosialisasi KTSP 281 . Kolom Tanggal Orangtua/Wali Guru Kelas a. 4.E. Kolom Catatan 1. Diisi catatan dari guru kelas/ wali kelas tentang halhal khusus yang belum tercantum dalam kolom penilaian yang lain dan perlu disampaikan kepada orangtua/wali dan siswa. Orangtua/Wali b.

Pelaksanaan pindah sekolah lintas provinsi/ kabupaten/kota dikoordinasikan dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota. (……………………. antara lain mencakup hal-hal sebagai berikut : Menyesuaikan bentuk LHB dari sekolah asal sesuai dengan raport yang digunakan disekolah tujuan Melakukan tes atau program matrikulasi bagi peserta didik pindahan. ……. . Kepala Sekolah. Diisi oleh sekolah yang lama KELUAR Tanggal Kelas dan Semester yang ditinggalkan Sebab-sebab keluar.....) NIP ……………… Orangtua/Wali (……………………) ……………. Kepala Sekolah. 3..…. Sekolah harus memfasilitasi peserta didik yang pindah sekolah : Antara sekolah pelaksana KTSP Antara sekolah pelaksana kurikulum 2004 dengan sekolah pelaksana KTSP 2.PINDAH SEKOLAH 1.) NIP ……………… Orangtua/Wali (……………………) ……………. (…………………….. Sekolah dapat menentukan persyaratan pindah/mutasi peserta didik sesuai prinsip manajemen berbasis sekolah.. (…………………….. Kepala Sekolah. . dan atas permintaan (tertulis) dari : Tanda Tangan Kepala Sekolah. Stempel Sekolah dan Tanda Tangan Orangtua/Wali …………….) NIP ……………… Orangtua/Wali (……………………) Sosialisasi KTSP 282 . Sosialisasi KTSP Contoh Format: Keterangan Pindah Sekolah Nama Siswa: …………………….….

.......... ........................ Diisi oleh sekolah yang baru No...................... 1............... ………………..... ... Tanggal b............. Di Kelas Tahun Pelajaran _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ (……………………........ . (…………………….......... Di Kelas Tahun Pelajaran Masuk _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ ……………............................. Nomor Induk : ……………………..................... Sosialisasi KTSP Catatan Prestasi Yang Telah Dicapai Nama Peserta Didik : ……………………...... 3...... Tanggal b....... ................ ............... ...................... 3....... …… Kepala Sekolah.................... ………………..... ..................................... Tanggal b........................................................................................ 2 Ekstrakurikuler 3 Lain ........ ....................... Bukti Sertifikat / Piagam / Trophy Yang diperoleh (Sebutkan) ................. .............................................Contoh Format: Keterangan Pindah Sekolah Nama Siswa: …………………….......................................... ................. Nomor Induk Nama Sekolah Masuk : a........................... (……………………........................... 3... ........................................... 2....) NIP............. : ........lain 4 Catatan Khusus Lainnya Sosialisasi KTSP 283 ...................) NIP... : ……….....) NIP.... .................... ................................... 4...... No 1 Prestasi Yang Pernah Dicapai Kurikuler Kelas/Semester Tahun Pelajaran Program : ........... 1.....…….. ...... .. …… Kepala Sekolah................................................. Nama Sekolah : …………............................................ 2.................... Nomor Induk Nama Sekolah Masuk : a........ ....................................................... ..................../..................................................... …………….............. ……………….......................................... Nomor Induk Nama Sekolah Masuk : a............................. 4..................... ... ...................................................... 1.. Di Kelas Tahun Pelajaran _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ …………….............................. 2.. 4...... …… Kepala Sekolah....

Selesai Sosialisasi KTSP 284 .

Departemen Pendidikan Nasional Materi 19 Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal Sosialisasi KTSP PENETAPAN KKM ANALISIS PENCAPAIAN KKM Sosialisasi KTSP 285 .

RAMBU-RAMBU KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran KKM ditetapkan oleh forum MGMP sekolah Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 – 100 Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100 Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah nilai ketuntasan belajar maksimal Nilai KKM harus dicantumkan dalam LHBS Sosialisasi KTSP MEKANISME/LANGKAH-LANGKAH : KKM INDIKATOR KKM KD KKM MP KKM SK Sosialisasi KTSP 286 .

KRITERIA PENETAPAN KKM • Kompleksitas (Kesulitan & Kerumitan) • Daya dukung • Intake siswa PENETAPAN KKM : menggunakan Format A Sosialisasi KTSP FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleksi tas Daya dukung Intake Nilai KKM 1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsurunsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Sosialisasi KTSP 287 .1.

Rendah = 81-100 .Daya dukung : 3.Rendah = 1 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah. Dalam menentukan rentang nilai dan menentukan nilai dari setiap kriteria perlu kesepakatan dalam forum MGMP di Sekolah. Kompleksitas : 2.Sedang = 65-80 . Sosialisasi KTSP 288 . Daya dukung : 3. daya dukung tinggi dan intake sedang nilainya adalah rata-rata setiap nilai dari kriteria yang kita tentukan. Intake : .Sedang = 2 .MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI A.Tinggi = 81-100 .Rendah = 50-64 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas sedang. daya dukung tinggi dan intake siswa sedang nilainya adalah: (3 + 3 + 2) x 100 = 88.Tinggi = 50-64 .Sedang = 65-80 . Intake : . Dengan menggunakan rentang nilai pada setiap kriteria: 1.Sedang = 2 .Sedang = 2 .89 9 Sosialisasi KTSP MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI B.Tinggi = 81-100 .Tinggi = 1 .Tinggi = 3 . Dengan memberikan point pada setiap kriteria yang ditetapkan : 1.Rendah = 50-64 .Sedang = 65-80 .Tinggi = 3 .Kompleksitas : 2.Rendah = 3 .Rendah = 1 .

Tinggi .Rendah 2. Daya dukung : .Sedang . • WAKTU cukup lama karena perlu pengulangan • PENALARAN dan KECERMATAN siswa yang tinggi.Sedang . Jadi guru dapat mengurangi nilai menjadi antara 90 – 80.Tinggi . Sosialisasi KTSP TINGKAT KOMPLEKSITAS (Kesulitan & Kerumitan) setiap IP/KD yang harus dicapai oleh siswa. Dengan memberikan pertimbangan professional judgment pada setiap kriteria untuk menetapkan nilai : 1.Sedang . Intake : .Rendah 3.Tinggi .Rendah Contoh : Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah. Sosialisasi KTSP 289 . bila dalam pelaksanaannya menuntut : • SDM memahami Kompetensi yang harus dicapai Siswa kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pembelajaran. Tingkat Kompleksitas Tinggi.MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI C. Kompleksitas : . daya Dukung tinggi dan intake siswa sedang maka dapat dikatakan hanya satu komponen yang mempengaruhi untuk mencapai ketuntasan maksimal 100 yaitu intake sedang.

manajemen sekolah.1. sarana dan prasarana pendidikan yang sangat dibutuhkan.6 Sedang 2 tinggi 3 sedang 2 77.8 Sosialisasi KTSP 290 . Sosialisasi KTSP FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator 1. Mendeskripsikan Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleksi tas Daya dukung Intake Nilai KKM hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Rendah 3 74 tinggi 3 sedang 2 88. BOP.KEMAMPUAN SUMBERDAYA PENDUKUNG: yaitu ketersediaan tenaga.9 tinggi 1 sedang 2 sedang 2 55. kepedulian stakeholders sekolah.

1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Sosialisasi KTSP 74. Manfaat Analisis : Sebagai dasar untuk menetapkan KKM pada tahun berikutnya.FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleks itas Daya dukung Intake Nilai KKM 1.3 tinggi 55 sedang 80 sedang 70 68. Sosialisasi KTSP 291 .77 Sedang 75 tinggi 90 sedang 70 78.6 Tujuan Analisis : Mengetahui tingkat ketercapaian KKM yang telah ditetapkan.3 Sedang 78 tinggi 85 sedang 70 77.

Selesai Sosialisasi KTSP 292 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful