Heroisme Arek Suroboyo Jumat, 4 Feb 2011 02:19 WIB

Setiap tanggal 22 Oktober, arek-arek Surabaya tidak bisa lepas dari ingatan fakta sejarah ihwal resolusi jihad yang terjadi 65 tahun silam, yakni 22 Oktober 1945. Resolusi jihad ini lahir 66 hari pasca kemerdekaan dan 18 hari menjelang perang besar-besaran pada 10 November 1945. Resolusi jihad yang difatwakan para kiai di bawah komando KH Hasyim Asy’ari ini dikarenakan penjajah masih belum mengakui kedaulatan Republik Indonesia, sehingga ingin kembali menjajah dan berkuasa seperti sedia kala. Buku bertajuk “Resolusi Jihad Paling Syar’i” karya Gugun El-Guyanie ini mengulas gerak heroisme arek Suroboyo yang teguh menegakkan kedaulatan NKRI. Sejarah mengabarkan bahwa heroisme arek Suroboyo ini sebagai jihad yang menggelorkan semangat perjuangan anak bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan. Jenderal Soedirman makin membara perjuangannya karena terlecut oleh heroisme yang dikobarkan arek Suroboyo. Heroisme ini lahir tersebab spirit nasionalisme para kiai. Dalam resolusi jihad ini, umat Islam wajib mengangkat senjata melawan penjajah yang hendak kembali menjajah Indonesia, kaum muslimin Indonesia dilarang untuk melakukan perjalanan haji dengan kapal Belanda, dan bagi kaum Muslimin yang berjarak lingkaran 94 kilometer dari posisi musuh wajib melakukan jihad. Kewajiban ini mengikat bagi setiap individu, alias fardlu ‘ain. Sementara bagi yang berada di radius di luar 94 kilometer, hukum jihadnya bersifat sekunder dan kolektif, atau biasa dikenal dengan istilah fadlu kifayah. Resolusi jihad inilah yang membakar semangat nasionalisme arek-arek Surabaya dan sekitarnya untuk bertempur habis-habisan. Atas restu Kiai Hasyim Asy’ari, Bung Tomo memimpin gelora perjuangan arek Surabaya untuk menghadang Belanda dan sekutunya. Pecahlah perang besar-besaran pada 10 November 1945. Perjuangan arek Surabaya kemudian dikenal bangsa Indonesia sebagai Hari Pahlawan. Resolusi jihad yang lahir di Surabaya ini merupakan babakan perjuangan anak bangsa yang sedang berjuang mempertahankan kedaualatan NKRI. Kemerdekaan yang diraih Indonesia pada 17 Agustus 1945 bukanlah kemerdekaan cuma-cuma, bukan pula hadiah dari Jepang atau Belanda. Kemerdekaan Indonesia merupakan manifestasi atas perjuangan anak bangsa yang mengobarkan seluruh jiwa-raganya demi tegaknya kedaualatan RI. Jejak

historis mengabarkan bahwa anak bangsa tidak rela dengan kehadiran kembali Belanda yang hendak kembali berkuasa. Resolusi jihad ini merupakan sumbangan fatwa sangat berharga dari Surabaya untuk Indonesia. Perjuangan arek Surabaya juga menjadi ilham perjuangan kaum santri dan bala tentara Indonesia di berbagai penjuru Nusantara untuk menegakkan NKRI sampai detik terakhir. Spirit arek Surabaya menjadi salah satu fondasi bangsa Indonesia membangun etos perjuangan di tengah keterjepitan penjajahan. Etos arek-arek Surabaya yang demikian dahsyat menjadi penanda krusial dalam jejak perjuangan Indonesia. Kalau bangsa Indonesia secara formal mengakui perjuangan arek Surabaya, sudah selayaknya arek Surabaya sendiri menjadikan kisah heroik pendahulunya ini sebagai motivasi besar dalam menumbuhkan etos nasionalisme membela NKRI. Berjuang menegakkan Indonesia yang telah diteladankan pada pendahulu tidak boleh terlewat begitu saja dalam lembaran sejarah, tetapi harus menjadi ‘monumen’ yang selalu menegakkan semangat yang berkobar dalam melestarikan dan meneguhkan etos perjuangan bangsa. Jejak penuh makna yang terkandung dalam resolusi jihad 22 Oktober 1945 perlu diterjemahkan lebih kontekstual oleh anak jaman saat ini. Kalau saat itu perjuangan dengan menjadi kobaran yang luar biasa, saatnya penerus perjuangan arek Surabaya harus bisa hadir dengan model berbeda, tetapi dengan visi dan semangat berkobar yang tidak boleh kendur, bahkan harus lebih besar dibandingkan pendahulunya. Nasionalisme membela Indonesia jaman sekarang bisa diwujudkan dengan terus meningkatkan kreativitas dan karya dalam membela saudara yang masih terbelakang, bodoh, dan dililit kemiskinan. Itulah tantangan konkrit yang layak dijawab untuk jaman ini. Di tengah euforia teknologi informasi yang demikian canggih, saatnya arek Surabaya membuktikan jejak perjuangan masa lalu yang masih aktual sampai sekarang dengan langkah konkret dalam menggerakkan perubahan sosial di masyarakat. Jangan sampai saudara kita yang masih dililit ketiga hal tersebut terus ditindas oleh rezim keserakahan yang maunya menang sendiri. Keserakahan harus dilenyapkan dari bumi Surabaya, kemajuan selalu ditunggu saudara-saudara yang masih berada di pinggir jalan, kolong jembatan, dan tempat-tempat kumuh. Sementara bagi para ulama’, kiai, dan kaum santri, resolusi jihad yang dikomandoni Kiai Hasyim Asy’ari bukti bukti nyata ihwal keharusan keterlibatan kaum santri dalam menumbuhkan nasionalisme kebangsaan. Spirit Kiai Hasyim tidak mengajarkan kaum santri hanya mengaji kitab kuning di pesantren, rajin shalat di masjid, dan wiridan di musolla, apalagi mengeluarkan fakta yang tak ada ujungnya. Sang maha guru, Kiai Hasyim tidak mengajarkan demikian. Tetapi mengajarkan kaum santri untuk terjun langsung menjawab persoalan jamanhya dengan teguh dan ikhlas. Etos perjuangan yang dipahatkan Kiai Hasyim yang direkam dalam buku ini bukan pula mengajarkan kiai untuk sibuk dengan politik kemudian lalai dengan santri dan umatnya.

Tetapi tetap setia menemani umat serta menjawab berbagai persoalan umat di tengah tantangan jaman yang begitu berkecamuk. Nasionalisme kebangsaan para kiai dan arek Suroboyo dalam jejak resolusi jihad tetap tegak dengan begitu gagah untuk menjaga kedaulatan NKRI. Hari Pahlawan, GANEFO dan Nasionalisme Kita November8 Tanggal 10 November dikenal dengan Hari Pahlawan, di mana peringatannya ditujukan pada perjuangan dan pengorbanan arek-arek Suroboyo dalam pertempuran dengan pasukan Inggris. Pertempuran itu dipicu penolakan ultimatum yang diberikan pasukan Inggris agar pejuang Indonesia menyerah sebelum pagi tanggal 10 November 1945. Inggris mengultimatum sebagai buntut perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato oleh arekarek Suroboyo. Rakyat Indonesia di Surabaya menolak untuk menyerah, akibatnya penjajah mengerahkan 30 ribu serdadu dengan puluhan pesawat terbang dan kapal perang untuk memborbardir Surabaya. Perkiraan Inggris bahwa Surabaya akan dikuasai dalam hitungan jam ternyata meleset. Agaknya ada faktor non-teknis di luar perkiraan penjajah: semangat kepahlawanan. Semangat ini membuat perlawanan rakyat Surabaya berlangsung berharihari, dengan pengobaran semangat takbir dari Bung Tomo dan tokoh pesantren pertempuran berlangsung sebulan, sebelum akhirnya pejuang kalah dan Surabaya jatuh ke tangan Inggris. 23 Tahun kemudian pada bulan yang sama, Presiden Sukarno mengguncang dunia dengan membuat tandingan dari Olimpiade Tokyo, yakni penyelenggaraan GANEFO (Games of the New Emerging Forces). Penyelenggaraan GANEFO dipicu kemarahan Sukarno akibat skorsing Komite Olimpiade Internasional (KOI) pada Indonesia dalam Olimpiade Tokyo karena Sukarno melarang Israel dan Taiwan mengikuti Asian Games 1962 di Jakarta. Larangan ini merupakan bentuk dukungan Indonesia pada Republik Rakyat China (RRC) dan Negara-negara Arab yang sedang berkonflik dengan Taiwan dan Israel, padahal Taiwal dan Israel adalah anggota resmi PBB. GANEFO sukses diselenggarakan dengan partisipasi 2.200 atlet dari 48 negara Asia, Afrika, Amerika Latin dan Eropa. Tidak kurang dari 450 wartawan dari berbagai belahan dunia datang ke Senayan. Meski diboikot negara-negara Barat, GANEFO sukses diadakan. GANEFO 1963 menjadi perhelatan pertama dan terakhir karena penyelenggaraan berikutnya gagal akibat persoalan politik. Apa yang kita tangkap dari dua peristiwa besar di atas adalah bagaimana rakyat (dalam peristiwa Surabaya) dan pemimpin bangsa (dalam peristiwa GANEFO) memandang nasionalisme sebagai harga mati yang tidak bisa ditawar lagi. Persoalan keberhasilan adalah urusan belakang, yang penting nasionalisme itu mesti diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekedar slogan semata.

Kedua peristiwa di atas juga mengajarkan kita akan nilai-nilai kepahlawanan. Bahwa pahlawan adalah keberanian menyatakan kebenaran dan membelanya sampai titik darah penghabisan benar-benar dilakukan oleh arek-arek Suroboyo dan Sukarno dulu. Pahlawan tidak peduli siapa yang dilawan dan apakah ia mendapat keuntungan dari sikapnya itu. Kini setelah berpuluh-puluh tahun kita merdeka, rasa nasionalisme dan kepahlawanan cenderung menjadi simbol semata yang kurang makna dan sulit diwujudkan. GANEFO kini hanya berwujud tugu di lokasi api abadi Mrapen dan perjuangan arek-arek Suroboyo mewujud sebatas adanya hari besar nasional. Adakah keinginan, misalnya, pada para petinggi KONI untuk kembali mewujudkan nasionalisme dalam bidang olahraga dengan menyelenggarakan kembali GANEFO dan memunculkan Indonesia sebagai ikon olahraga dunia? Adakah juga kesadaran masyarakat pada Hari Pahlawan ini untuk tidak sekedar mengikuti upacara atau mengadakan lomba-lomba sepele dan sejenak menyempatkan diri pergi ke Taman Makam Pahlawan terdekat. Membangun kesadaran bahwa banyak jasad terpendam di sana tanpa nama, tanpa tanda jasa dan tidak diketahui oleh sanak keluarganya. Mereka menjadi bagian dari modal kemerdekaan yang kita nikmati ini tanpa berharap kita yang mengambil buah perjuangan untuk mengenal dan mengenangnya. Banyak pihak menyatakan bahwa nasionalisme kita diujung tanduk. Kedaulatan kita sebagai bangsa yang besar seolah tidak tampak lagi di mata dunia Internasional. Indonesia seolah menjadi sasaran empuk imperialisme modern. Ada negara yang menancapkan kolonialisme mereka dalam bidang ekonomi dengan menyetir penuh kebijakan perekonomian kita yang berpihak pada asing dan membuat kamuflase kebijakan prorakyat. Secara budaya kita juga terjajah. Klaim-klaim negara tetangga “mantan sahabat” kita akan budaya-budaya bangsa juga merupakan bentuk imperialisme. Belum lagi budaya secara luas dalam pengertian life style, mode, fashion, komunikasi dan lain sebagainya yang gencar dilancarkan melalui “serangan media”. Dalam bidang kehidupan lain juga tidak jauh berbeda, imperialisme modern menggerogoti diperparah dengan rendahnya nasionalisme kita yang sebatas slogan saja. Padahal, seperti sudah kita singgung di atas, nasionalisme bukan sebatas slogan. Jauh sebelum Indonesia merdeka, nusantara sudah berdaulat. Ketika Meng Chi—utusan Kaisar Kubilai Khan—dari Mongol membawa perintah membayar upeti, Kertanegara Raja Singosari memotong daun telinganya dan mengusirnya pergi. Sebuah tindakan yang berbuah kemarahan penguasa Asia Tengah yang akhirnya mengirimkan armada 1000 kapal perang dengan 20.000 pasukannya. Pasukan yang mendarat di Pantai Tuban ini akhirnya ditipu oleh Raden Wijaya dan membuat kekalahan besar Mongol oleh Singosari. Di tengah gempuran imperialisme modern dengan segala mutasi bentuk-bentuknya, sungguh nasionalisme kita perlu dikaji ulang. Kadaulatan bangsa mesti diletakkan diatas segala kepentingan lain, kita jangan takut kepada negara asing yang memiliki tendensi imperialis dalam tipu muslihat dibalik bantuan-bantuannya.

Onward! No Retreat!. Bagi mereka soal kepedulian terhadap negara sesungguhnya karena dipaksa oleh negara dengan peraturanperaturan yang bila dilanggarnya akan terkena sanksi. Oleh karena itu untuk membangun nasionalisme kedepan haruslah dalam kerangka ”nation and state building”. Bahkan menurut pendapat Ben Anderson nasionalisme sesungguhnya adalah ”imagined community” Dalam era kekinian. . rasa nasionalisme hanya akan tumbuh manakala negara membawa manfaat bagi segenap warga bangsanya. Dan sebaliknya ketika negara tidak lagi membawa manfaat bagi warga bangsanya. secara perlahan ia akan dikalahkan oleh kekuatan pasar akibat globalisasi dalam trendnya menuju stateless. karena bagi rakyat kecil dari dahulu sampai kapanpun tahunya bagaimana memenuhi kebutuhan hidupnya masing-masing. LSL: Menurut anda apa yang dimaksud dengan nasionalisme? SK: Secara umum nasionalisme atau rasa kebangsaan adalah rasa cinta warga bangsa dalam bentuk kesediaan untuk menjaga dan mempertahankan negara. sehingga negara terus bisa menjadi fasilitator dan regulator bagi warga bangsanya sesuai kebutuhan jaman kekinian. Maju Terus Pantang Mundur! [] posted under Humanis Bab III NASIONALISME BARU INDONESIA ”Tidak mungkin” adalah kata yang hanya dikenal dalam kamus orang tolol. Istilah ini sesungguhnya ciptaan elit semata.Ada baiknya kita kembali menghayati slogan yang dikumandangkan Sukarno saat menghelat GANEFO sebagai bentuk perlawanan dan ketegasan kedaulatan.” (Napoleon Bonaparte).

Bahkan sekat-sekat ideologipun oleh Bung Karno ditebas tanpa ampun demi perjuangan tersebut. bahwa “Segala bentuk penjajahan dan penindasan di dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”. kesadaran mengenai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang terdiri atas banyak suku. Hal ini tidak bisa terlepas dari menurunnya manfaat keberadaan negara (Indonesia) bagi sebagian besar anak bangsa dan entitas pembentuk negara. Hal-hal yang . adalah tanda-tanda awal lemahnya nasionalisme. sedang dalam Pembukaan UUD 1945 secara tegas dikatakan. Kedua. Rasa kebangsaan ini terus berkembang seiring perjalanan perjuangan untuk merdeka. Dan apa yang menjadi ciri khas nasionalisme kita? SK: Kesimpulan tersebut sama sekali tidak salah. Belum lagi munculnya tuntutan untuk memisahkan diri dalam berbagai bentuk dan wujudnya. suku. ketuhanan. kesadaran-bersama bangsa Indonesia dalam menghapuskan segala bentuk penjajahan dan penindasan dari bumi Indonesia. LSL: Apakah hal tersebut terkait dengan teks Proklamasi Kemerdekaan dengan jelas dinyatakan “atas nama bangsa Indonesia”. Dalam artikel-artikelnya.LSL: Menurut anda bagaimana perkembangan nasionalisme di Indonesia saat ini? Bukankah banyak pihak menyimpulkan bahwa nasionalisme kita sedang melemah. Munculnya perasaan publik bahwa saat ini tidak lagi merasakan adanya pemerintahan. Perjuangan bangsa Indonesia tersebut pada tanggal 17 Agustus 1945 mencapai titik kulminasi dengan dikumandangkannya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno-Hatta. Dalam banyak hal rakyat malah dibikin repot dan bahkan dirugikan pemerintah yang mengatas namakan negara. Dapatkah anda jelaskan keterkaitan kedua pernyataan tersebut dengan semangat kebangsaan kita? SK: Sudah barang tentu nilai kedua pernyataan tidak bisa lepas dari proses pengembangan nasionalisme kita. Hal itu membuktikan bahwa nasionalisme Indonesia sudah merupakan faktor penentu perkembangan sejarah berdirinya negara Republik Indonesia. haruslah kita simak ke belakang. banyak pidato dan diskusinya masalah nasionalisme dengan gencar diperjuangkan oleh Bung Karno. ketuhanan. budaya dan tanah kelahiran bisa ditembus untuk menggalang persatuan perjuangan melawan kolonialisme. Sedang bicara perkembangan nasionalisme. etnik. Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 adalah ikrar sekaligus proklamasi Kebangsaan Indonesia. Substansi Nasionalisme Indonesia mempunyai dua unsur yang sekaligus sebagai ciri khasnya: Pertama. Sejarah kelahiran rasa kebangsaan kita sangat diwarnai oleh kepeloporan (utamanya) Bung Karno. agama dan budaya. ia berkeyakinan bahwa hanya dengan ide dan jiwa nasionalismelah sekat-sekat etnik. itu adalah kenyataan. Sejak masa mudanya. adalah bukti lemahnya rasa kebangsaan kita. agama.

Hanya saja. Tapi tahap perjuangan state . Karena keduanya memang menyatu. Islam juga berperan dalam perjuangan kemerdekaan. paling unggul. Islam dan Marxisme” yang ditulis Bung Karno 1926. karena bangsa ini majemuk maka semua agama-agama dan persoalan Ketuhanan Yang Maha Esa perlu diwadahi dalam demokrasi. dan keberadaan negara Indonesia dengan segala atributnya sebagai suatu fakta yang tidak dapat disangkal oleh siapapun. Berdirinya Republik Indonesia tersebut telah memberi bukti bahwa nation Indonesia beserta kesadaran nasionalismenya tidak hanya eksis. Nasionalisme Indonesia sampai tahun 1965 sudah mantap bersemayam di dada bangsa Indonesia. yang oleh Bung Karno disebut Sosio-nasionalisme. Artinya Islam tak bertentangan dengan nasionalisme dan bukan pula hal yang perlu dihadaphadapkan seperti dituduhkan banyak orang. Tapi belakangan muncul opini seolah ada permasalahan antara Islam dengan nasionalisme.seperti ini bisa dibaca pada buku “Nasionalisme. tak mungkin bisa dipadankan dengan nasionalisme Barat. Pada tahap nation building memang sempat terhambat dan rusak berat dalam perjuangan untuk nation building adalah perjuangan melawan pemberontakan-pemberontakan dan sisa-sisa kolonialisme. Bagaimana menurut anda tentang Islam dalam kaitan dengan nasionalisme kita? SK: Islam dan nasionalisme di Indonesia satu-kesatuan. tidak bisa lepas dari peran tokoh-tokoh Islam dalam perjuangan kemerdekaan. tapi hidup-aktif dalam pengembangan dirinya dan dalam kehidupan masyarakat antar bangsa. Maka nasionalisme Indonesia berbeda dengan nasionalisme Barat yang bisa menjurus ke “chauvinisme” alias nasionalisme sempit. Dalam perkembangannya hingga berhasil membentuk negara. Eksistensi nation dan nasionalisme Indonesia adalah fakta obyektif yang tidak dapat dinegasikan oleh teoriteori atau analisis-analisis apapun. Suka atau tidak suka. Tahap nation building telah tercapai dan bersiap-siaga untuk menuju ke tahap berikutnya yakni state building. Bahkan nasionalisme berkembang tahun 1910 an itu kan karena peran tokoh-tokoh Islam. LSL: Bicara nasionalisme di Indonesia. Sebab nasionalisme Indonesia adalah nasionalisme yang berfondasi Pancasila. menganggap bangsa/sukubangsa sendirilah yang paling bagus. harus diakui keberadaan bangsa Indonesia dengan kesadaran nasionalismenya. Nasionalisme yang membenci bangsa/sukubangsa lain. agar seluruh kelompok yang beragama dan mereka yang berketuhanan diluar agama secara keseluruhan bisa bersatu. toleransi kepada bangsa/suku bangsa lain. Nasionalisme yang demikian ini menghendaki penghargaan. dan lain-lain sesuai dengan individualisme Barat lah. Artinya nasionalisme tersebut bersenyawa dengan keadilan sosial. penghormatan. Lalu bicara tentang nasionalisme Indonesia.

anti HAM. sehingga mematikan inisiatif dan kreativitas rakyat. Di sisi lain tindakan rezim Orba itu menumbuhkan kebencian rakyat mendasar kepada pusat. sama sekali tidak meninggalkan residu yang separah peninggalan Orde Baru. dan itu semua jelas-jelas menumpas ideal nasionalisme Indonesia. tapi kerusakan yang diakibatkannya telah menimbulkan krisis multidimensional yang luar biasa. Dari situasi yang demikian itu rakyat daerah luar Jawa merasakan ketidakadilan yang sangat mendalam. belum lagi karakter bangsa yang terlanjur rusak. kemelaratan dan kesengsaraan rakyat yang tak terhingga. Mereka merasakan kekayaan alamnya dijarah dan kebudayanya dieliminasi oleh pusat. nasionalisme yang berkembang pada era Orde Baru telah kehilangan “roh” aslinya. Kegagalan pembenahannya akan mempunyai dampak terhadap persatuan bangsa dan kesatuan negara Indonesia. dan yang pasti memperbodoh rakyat. Dampak yang tidak bisa dihindari. Maka tidaklah salah kalau dikatakan selama era Orde Baru telah terjadi penjajahan oleh bangsanya sendiri yaitu oleh rezim Orba. yang memerlukan pembenahan secara serius. anti national. kiri dan bahkan ektrim lainnya. anti hukum dan keadilan. agar kedepan segenap komponen bangsa dengan coraknya masing-masing tetap dalam satu naungan yaitu Indonesia. Kekuasaan demikian. lingkungan hidup yang rusak berat. Terutama rakyat luar Jawa yang kaya sumber daya alam. Dengan kilas balik ke sejarah lampau. Lebih dari itu intrik dan konflik menjadi model utama dalam pengelolaan negara. LSL: Apa masalah yang dihadapi nasionalisme kita dewasa ini? SK: Dewasa ini harus diakui bahwa kesadaran Nasionalisme sedang mengidap banyak masalah berat. hutang yang begitu besar. Sementara perjuangan tokoh-tokoh Islam yang awalnya bersatu padu untuk merebut kemerdekaan. Belanda sendiri. Pada keadaan itulah benih-benih gerakan disintegrasi dalam negara . ternyata terpangkas oleh peristiwa G30’S/PKI dan berdirinya kekuasaan rezim Orde Baru. Kolonialisme Orba ini meskipun singkat yaitu hanya 32 tahun (suatu jangka waktu relatif pendek jika dibandingkan dengan penjajahan kolonialisme Belanda). Tidak hanya itu. Hal hal inilah saat ini perlu diluruskan. konflik antar komponen bangsa yang satu dan lainnya kemudian berkembang.building. SARA (Suku Agama Ras dan Antar Golongan) yang awalnya menjadi kekuatan bangsa yang memang majemuk. Singkatnya. kita melihat jelas bahwa selama Indonesia dalam kekuasaan rezim Orba berlaku tatanan pemerintahan kediktatoran-militer yang anti demokrasi. justru ditempatkan sebagai sumber ancaman. Disanalah maka muncul stigma Ektrim kanan. diera Orde Baru seolah perjuangan tokoh Islam lepas dari kerangka Indonesia. yang berlangsung selama 32 tahun dan menggunakan pendekatan kekuasaan yang militeristik.

yang hanya akan memperparah nasionalisme itu sendiri. Maka kita harus jujur dulu menemukan sumber masalah. Tanpa mengetahui sumber malapetaka tersebut kita tidak akan bisa dengan tepat memperbaiki atau menyehatkan nasionalisme Indonesia yang kini sedang sakit. Namun cara memahaminya harus utuh. Akan tidak benarlah kalau pemerintahan Gus Dur. Mengacu pada uraian di atas. tidak boleh tidak kita harus tunjuk hidung pada rezim Orde Baru. Kalau mereka bisa mengadakan seberapa pun perbaikan. antara umat Kristen dan umat Islam (di Maluku dan Sulawesi). Sebab tanpa menutup kekurangan-kekurangannya pemerintahan Gus Dur. Apa yang dikerjakan Soeharto adalah tuntutan sistem kenegaraan. kebencian. itu kategorinya sudah tergolong kemajuan dan keberhasilan. di Jawa pun perlakuan pemerintahan sama. Megawati dan SBY adalah pemerintahan reformasi yang terpaksa menerima warisan segala kebobrokan rezim Orba. Sesungguhnya ketidak adilan bukan hanya dirasakan oleh rakyat diluar Jawa. LSL: Jadi menurut anda sumber keretakan bangunan nasionalisme tersebut adalah kekuasaan rezim Orde Baru? SK: Barangkali bisa dikatakan begitu. Bicara sistem kenegaraan jelas bukan Soeharto pribadi atau TNI saja. misalnya antara suku Dayak dan suku Madura (di Kalimantan). akan mengarah kepada solusi yang keblinger. bahkan siapa pun yang akan memegang pemerintahan kedepan. Ketiga pemerintahan tersebut tidak mungkin bisa memperbaiki keadaan negara yang amburadul ini. Pusat harus diartikan kekuasaan rezim Orba (termasuk rezim Habibie). Jadi kalau kita ingin mencari akar penyebab retaknya ideal nasionalisme Indonesia. Sedang hujatan-hujatan terhadap “Pusat” tanpa kejelasan Pusat itu siapa. Penyusun sistem Orde Baru kan tidak hanya militer. namun karena peredaran uang hasil eksploitasi sumber daya alam tersebut banyak berada di Jawa. penganiayaan fisik dan pengrusakan harta benda dan dibarengi pemerkosaan etnik Tionghoa (di sejumlah kota di Jawa utamanya Jakarta) pada Mei 1998.Indonesia tumbuh subur. Begitu pula terhadap pemlintiran kata “pusat” diidentikkan dengan suku Jawa (sehingga timbul tuduhan dijajah oleh Jawa) sesungguhnya bertujuan untuk menimbulkan rasa ketidak senangan. dll adalah juga tengara retaknya bangunan nasionalisme Indonesia. kecuali dengan paradigma baru niscaya akan bernasib sama. maka akhirnya di pinggiran kota-kota besar di Jawa muncul pemukiman kumuh tempat pelarian rakyat desa dan daerah untuk mengkais sedikit rezeki. bukankah perancang dan juga pendukungnya justru dari lingkungan intelektual (teknokrat). Di samping itu konflik yang bernuansa SARA. . permusuhan antara suku non-Jawa terhadap suku Jawa. Megawati dan juga SBY dimasukkan dalam kategori Pusat yang harus dikutuk seperti rezim Orba.

Pancasila pun demikian juga. negara bagian yang berbentuk federasi juga (misalnya negara bagian Rusia). HAM. Sehingga akan menuju ke kesimpulan sesat apabila kerentanan nasionalisme dikarenakan oleh bentuk negara: negara kesatuan atau negara federal. Tapi perlu penegasan lebih lanjut. dan bahkan budaya Orba sendiri hingga kini masih eksis di semua lapangan kehidupan. Apa pendapat andal? SK: Pendapat tersebut tidak salah. Pengalaman tragedi bangsa dan negara selama 32 tahun dalam kekuasaan rezim Orde Baru telah membuktikan hal tersebut. juga tidak dapat dibenarkan solusi pembentukan negara federasi sebagai penyembuh nasionalisme Indonesia yang sedang sakit dewasa ini. terdiri a. Baik hal itu kebobrokan dalam bidang kehidupan bermasyarkat dan bernegara maupun diseluruh aspek kehidupan seperti hukum. Dengan demikian. banyak orang dari permulaan tidak melihat bahwa sesungguhnya negara-negara tersebut adalah negara federasi. sedang di dalam struktur beberapa negarabagian yang lain terdapat republik-otonom. agaknya tidak obyektif. bahwa tidak hanya nasionalisme saja yang rentan manipulasi. keadilan. keadilan. humanisme. Tapi toh Negara Federasi Uni Soviet jatuh berantakan. Dan dari situ. Manakala seseorang tidak mengkaitkan kebobrokan bangsa dan negara ini dengan kekuasan rejim Orde Baru sebagai sumber penyebabnya. karakter dan moral serta budaya bangsa.LSL: Tapi. ekonomi. Bahkan sistem federasi Uni Soviet mempunyai struktur yang paling desentralistik di dunia : Uni Soviet sebagai Negara Federasi. Bahkan apa saja bisa dimanipulasi oleh rezim Orde Baru kala itu dengan segala cara termasuk “politik kekerasan” dan manajemen konflik. tanpa menunjukkan raison d’etre yang sesungguhnya yaitu politik diktatur-fasis penyelenggara negara yang berkuasa saat itu (Orde Baru). Kerentanan itu harus dipandang sebagai konsekuensi logis atau akibat dari proses demokrasi yang belum mantap. Acuan pada kasus runtuhnya Uni Soviet dan Yugoslavia tidaklah bisa membuktikan kebenaran tesis di atas. serta pecah belah. ketika seseorang mempersoalkan bentuk negara kesatuan RI sebagai penyebab rusaknya nasionalisme Indonesia tidak bisa dibenarkan. Tentu ada faktor lain mengapa rasa kebangsaan kita masih . maka kesimpulannya akan tidak jujur dan tidak obyektif. yang semuanya lengkap dengan segala alat perlengkapan negara. Pertama-tama. bukankah ada pendapat yang bilang bahwa nasionalisme rentan terhadap manipulasi.l. LSL: Tapi rasanya kalau melihat dasar masalah hanya karena sistem kenegaraan. hukum.

Jadi apakah faktor kedekatan emosional antar masyarakat juga salah satu sebab mengapa rasa kebangsaan kita masih lemah? SK: Anda sama sekali tidak salah. Sebetulnya kalau mau jujur. masih sangat rapuh. Itu sebabnya.lemah. LSL: Dengan demikian solusi pembentukan negara federal dalam kaitannya dengan masalah nasionalisme Indonesia bukan solusi yang tepat? SK: Untuk saat ini ya. Kalau tidak. sehingga secara otomatis akan menjadi sistem yang kuat. Dengan demikian sistem kenegaraan yang ada akan dipertahankan oleh semua pihak. Kalau sistem tidak kuat. bahkan sesama saudara satu tanah air masih ada perasaan asing. orang Batak dengan orang Kalimantan. Makanya hanya dengan sistem kenegaraan yang kuat sajalah yang bisa mengatasinya. etnis dan bahkan agama dengan mudah dibangkitkan. dan bubarlah juga bangsa ini. ikatan kejiwaan kita sebagai Indonesia. Orang Sunda. karenanya ia haruslah responsif terhadap setiap aspirasi yang berkembang. Mengapa sistem kenegaraan itu penting karena sistem kenegaraan itulah yang mengikat masyarakat yang majemuk ini. kelahiran kita sebagai Indonesia lebih dikarenakan kesamaan nasib akibat penjajahan Belanda. Sistem kenegaraan yang bisa menghargai dan mengakui keragaman yang menjadi ciri bangsa kita. Di samping itu masih ada lagi alasan-alasan yang tidak membenarkan solusi pembentukan negara federal di Indonesia: (1) Dalam situasi . Indonesia akan selalu kerepotan dengan masyarakatnya yang bhineka. kita perlu sistem kenegaraan yang bisa diterima oleh seluruh anak bangsa. Benar tidak dulu para pendiri kita mau membangun Indonesia untuk melindungi segenap bangsa tanpa kecuali? Benar tidak Indonesia ini untuk semua? Kan itu yang kedepan perlu diempowering (diberdayakan). karena segenap anak bangsa ini merasakan manfaat atas keberadaan Indonesia. merasa asing dengan orang Flores. Pemahaman sistem kenegaraan yang kuat disini diartikan sistem yang mendapat dukungan secara kuat dari segenap warga bangsanya tanpa kecuali. misalnya. Kita perlu segera membuktikan kebenaran niat dan tekad para pendiri republik untuk membentuk Indonesia yang majemuk namun satu. dan sistem itulah yang menjamin adanya negara ini untuk kesejahteraan rakyatnya. Disana manfaat keberadaan negara akan dirasakan oleh seluruh kelompok dan setiap orang warga bangsa. belum lagi persoalan kesenjangan baik vertikal maupun horizontal dalam hal ekonomi. dll. matilah kita semua. Kondisi yang penuh potensi kerawanan ini memperlemah semangat kebangsaan. Masa lalu kita yang terdiri dari kerajaankerajaan kecil yang sering mengalami konflik. Sentimen kedaerahan.

kehidupan bernegara dan bermasyarakat yang sangat rawan dewasa ini (gagasan) pembentukan negara federal sama artinya mengobarkan dan mempercepat proses disintegrasi. Saya yang termasuk dalam golongan terakhir berpendapat. Maka dalam era reformasi dewasa ini gagasan pembentukan Negara Federal akan merupakan kesempatan bagus bagi kekuatan Orde Baru untuk mendirikan rezim-rezim Orba di daerah-daerah. Tapi hal itu sulit akan terjadi apabila tidak didasari oleh upaya-upaya serius dalam pengelolaan negara khususnya untuk: (pertama) Pembangunan ekonomi di semua daerah secara merata dan realisasi otonomi daerah secara luas. (kedua) Penegakan demokrasi yang tidak anarkhistik. sebab sebagian besar rakyat Indonesia masih teguh jiwa patriotismenya. sebab mereka memiliki sumber dana dan sumber daya manusia sangat besar. (2) Dalam membaca peta politik dewasa ini tampak bahwa sistem dan kekuatan Orde Baru masih utuh di mana-mana. etnik dan budaya. Dari persoalan-persoalan yang terurai di atas. kalau ia berhasil mengerem laju proses disintegrasi di beberapa daerah. . Kalau pada era kejayaannya. pendapat anda? SK: Satu catatan untuk SBY-JK. Hal ini tidak bisa lepas dari kerusakan yang diakibatkan oleh rezim Orba memang begitu dasyat. Sesungguhnya solusi pembentukaan otonomi luas bagi daerah-daerah sudah tepat sekali. aman-damai dan rukun dalam masyarakat yang multi agama. suku. Mungkin dalam waktu 10 tahun mendatang baru akan tampak hasil yang signifikan. Di kalangan masyarakat timbul pandangan pesimisik. Inikah tugas berat pemerintahan dewasa ini. semata-mata sebagai taktik untuk mempermudah realisasi strategi kolonialisme terhadap daerah-daerah. (ketiga) Penggalakan kehidupan bersuasana toleransi. sampailah pada pertanyaan bagaimana perspektif nasionalisme Indonesia ini. ketuhanan. meskipun realisasinya masih menghadapi kendala-kendala yang sangat serius. LSL: Bukankah kegagalan atas upaya tersebut di atas akan mempercepat berlanjutnya proses penipisian kesadaran nasionalisme Indonesia. men”stabil”kan ekonomi sudah dapat dikatakan suatu kesuksesan. Jadi kalau sekarang ini pemerintahan sudah “berhasil” menentramkan gejolak di Maluku dan Papua. Sebagai pemerintahan transisional mereka tidak mungkin mensukseskan tugas-tugas di atas secara tuntas dan cepat. yang menjadi dasar pendorong untuk pembenaran gagasan-gagasan disintegrasi. supremasi hukum yang berkeadilan dan demokratik. Tapi di samping itu terdapat pandangan optimistik yang cukup kuat. yang akan berakibat semaraknya gerakan disintegrasi bangsa dan negara. cinta bangsa dan tanah air Indonesia. bahkan konsolidasinya makin menguat. Orde Baru dengan semboyan “mempertahankan Negara Kesatuan (NKRI)”. bahwa nasionalisme Indonesia niscaya bisa “sehat”.

waktu berkuasa memusuhi rakyat. Memang pemerintahan ini memiliki tidak sedikit kekurangan. Dalam praktek pengelolaan negara. Persoalan militansi bangsa dalam kaitan struktural kenegaraan apalagi yang berhubungan dengan keikutsertaan rakyat dalam pembelaan negara. Sesungguhnya soal militansi bersifat universal. walaupun sangat-sangat terlambat. sehingga menganggap seolah bangsa ini tidak sedang sekarat. karena paham yang digunakan dalam mengatur negara penganut paham ini memanglah top-down. Jujur saja sesungguhnya memang aneh. dalam arti value tentang semangat sebuah bangsa.Memang disayangkan perubahan sistem kenegaraan serba tanggung sehingga membuat pemerintahan yang berkuasa siapapun presidennya akan cenderung tidak mempunyai “sense of crisis”. Moga-moga saja niatnya tulus untuk rakyat. namun sekarang kok nyaring dan bahkan ada yang menabuh genderang perang melawan korupsi. setidaknya syukurlah kalau mereka insyaf. Begitu juga soal militansi bangsa. Terkadang juga lucu. . begitu pensiun malah menjadi pahlawan pembela rakyat. Maka adalah tugas kita semua untuk membantu pemerintahan ini dalam memperbaiki kerusakankerusakan negara dewasa ini. apalagi seruan penggulingan. yang hanya akan menguntungkan kekuatan kekuatan eksternal dan status quo yang kini masih kuat bercokol di semua bidang. Tapi betul kah yang mereka perjuangkan benar-benar hanya untuk kepentingan bangsa dan negara. dulu waktu menjabat ikut korupsi atau setidaknya membiarkan terjadinya korupsi. LSL: Belakangan ini sejumlah pihak begitu militan “berjuang” diberbagai forum dengan mengatas namakan kepentingan bangsa dan negara. Penggoyangan pemerintahan saat ini. dikenal disemua negara baik yang menganut paham demokrasi maupun yang bukan demokrasi. saya lebih memilih penggunaan istilah semangat nasionalisme dari pada istilah militansi bangsa. bukan untuk cuci tangan atau untuk menyelamatkan diri karena masa lampaunya yang berdarah-darah atau kotor akibat kekuasaan politik. Sedang semangat nasionalis biasanya digunakan dilingkungan negara-negara penganut paham demokrasi. sekarang setelah pensiun kok menjadi pejuang yang katanya akan membela rakyat kecil. tapi itu adalah kekurangan obyektif dalam situasi transisi dewasa ini. militansi bangsa lazimnya dikembangkan oleh negara-negara Fasis dan juga negara-negara Agama. Dibanyak tempat mereka juga berusaha membangkitkan militansi bangsa. Dahulu waktu berkuasa menjadi bagian yang melaksanakan atau membiarkan terjadinya penindasan kepada rakyat kecil. adalah tindakan tidak bertanggung jawab dan berpenyakit kekanak-kanakan. Bagi bangsa kita barangkali persoalannya tinggal bagimana nilai tersebut diformulasikan ulang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan era kekinian. Komentar anda? SK: Yaa.

LSL: Yang jadi soal apakah dalam membangun nasionalisme kita harus melupakan harga diri dan budaya bangsa? SK: Sebaiknya kita jernih mengartikan harga diri dan budaya bangsa. persatuan dan kesatuan bangsa pada negara-negara Fasis ditempuh dengan cara-cara refresi dan kontrol secara ketat terhadap kehidupan sosial rakyatnya. propaganda dan juga mobilisasi. persatuan dan kesatuan bangsa justru diposisikan sebagai out put atau produk dari sistem sipil (kenegaraan) itu sendiri. negara menempuh cara-cara indoktrinasi. Untuk melahirkan militansi rakyat nya. Seolah nasionalisme disederhanakan dengan melindungi korporasi milik pengusaha nasional yang ternyata tidak kalah rakusnya bahkan lebih menyesengsarakan rakyat (misal kasus Lapindo) namun dilindungi oleh bendera nasionalisme. hal ini karena penilaian adanya gap dimana kebutuhan atas kesejahteraan berada jauh diatas kepentingan rasa aman. Maka dengan program memotong bugdet sektor Pertahanan. LSL: Dari uraian anda terdahulu bisa jadi dewasa ini banyak elite yang meneriakkan slogan nasionalisme untuk melindungi kepentingannya sendiri. terutama di bidang bisnis. Dengan mengambil perbandingan yang dilaksanakan oleh sejumlah pemimpin negara sahabat. Namun ia tahu dan meyakini bahwa yang dibutuhkan rakyatnya saat itu adalah aspek kesejahteraan. ia telah mengesampingkan cemoohan banyak pihak tentang harga diri bangsa karena ia mengundang Sonny dan Honda yang notabene berasal dari “timur”. Sedang pada negara-negara penganut paham demokrasi (terlebih setelah melewati tahap konsolidasi sebagai negara) persoalan stabilitas keamanan.Adapun perbedaan yang mencolok dalam upaya menjaga stabilitas keamanan. Bill Clinton dalam dua kali pemerintahannya sama sekali tidak mengalami inflasi. Sedang kadar rasa atau semangat nasionalisme (militansi) sangat ditentukan oleh kemanfaatan dari keberadaan negara itu sendiri. Cara ini antara lain dengan menempatkan bangsa . ia telah berhasil membangun kembali ekonomi Amerika. Margaret Tacher umpamanya. kiranya kita akan lebih mudah menarik kesimpulan makna harga diri dan budaya bangsa. Betapa kecermatan dan keberanian seorang pemimpin bangsa mampu mengubah peradaban bangsanya dan mampu membangkitkan kembali rasa nasionalisme bangsa nya. SK: Dalam prakteknya tidak sedikit pemimpin bangsa yang menggunakan slogan nasionalisme hanyalah sebagai tameng atas kelemahannya atau bahkan sebagai upaya menyembunyikan dosa masa lalunya.

Model yang demikian ini lazim terjadi pada negara-negara otoriter atau penganut paham fasisme dan negaranegara yang peradaban nya belum tinggi sehingga dalam pergaulan internasional tidak berpegang teguh pada fatsun dan kaidah-kaidah internasional.perusahaan asing yang mengelola tambang. Kedepan yang diperlukan adalah perubahan model pengelolaan agar benar-benar langsung diraskan manfaatnya oleh segenap rakyat tanpa kecuali. LSL: Bila begitu adanya. Dalam kaitan ini tidak sedikit ”hubungan gelap” yang demikian itu diatas namakan kepentingan nasional dan karenanya dibentengi dengan slogan nasionalisme. Nasionalisme juga haruslah ditafsirkan secara common sense dan tidak boleh ditafsirkan secara sempit sesuai kepentingan penguasa. tapi juga mala petaka kemanusiaan bagi bangsa bangsa lainnya. anak dan keturunan pemegang saham. karena parktek-praktek ekonomi biaya tinggi termasuk kolusi antara pengusaha nasional dengan pejabat negara yang bertanggung jawab dalam pengurusan perijinan (lisensi) membuat beban pengembalian pinjaman yang melebihi hitungan ekonomis (kelayakan bisnis). karena secara langsung malah membebani rakyat. Padahal praktek kong kalikong yang demikian ini justru bertentangan dengan kepentingan rakyat. Dan yang jelas sebagian dari pinjaman tersebut tidak dikelola dengan baik. Publik juga tidak boleh terkecoh dengan ajakan sejumlah elit untuk nasionalisasi perusahaan. Berkat kemesraannya itu dahulu rezimnya mendapatkan bantuan dan pinjaman dalam jumlah yang begitu besar dari negara-negara yang kini dihujatnya. nasionalisme lebih hanya dijadikan slogan oleh banyak kalangan. Sama sekali bukan masalah kepemilikan saham. kalau tujuannya hanya sekedar ganti kepemilikan saham dari “Londo” kulit putih menjadi milik “Londo” kulit hitam. tapi anggota keluarga.lain sebagai penyebab kerusakan yang tengah terjadi di negara nya. maka yang menikmati berkah Sumber Daya Alam sama sekali bukan rakyat. Bahkan pihak-pihak yang bermasalah dan yang akan membuat masalah kini sedang mencoba menempatkan rasa nasioanlisme sebagai pijakan perjuangan dengan menempatkan sejumlah negara asing sebagai musuh bangsa. sejarah mencatat bahwa hal tersebut tidak hanya membuahkan mala petaka bagi bangsanya saja. sesungguhnya apa yang salah tentang pemahaman nasionalisme yang kini populer dijadikan pijakan perjuangan bangsa kita dewasa ini? SK: Yang terjadi. Dalam kasus Jerman dibawah Hitler. nasionalisme dengan sengaja ditafsirkan secara sempit sehingga melahirkan nasionalisme yang chauvinistik. Dalam banyak kasus. bahkan . karena biar yang memiliki saham orang Indonesia bahkan pribumi sekalipun sepanjang model pengelolaan seperti yang ada saat ini. Diantara mereka lupa bahwa dirinya dimasa lalu adalah bagian dari rezim yang berkuasa yang begitu mesra dengan negara-negara tersebut. istri.

sebagian lagi dikemplang ramai-ramai oleh kroni dan anggota rezimnya. Sesungguhnya semua itu adalah “perang berlarut” yang sedang dikembangkan oleh pihak-pihak tertentu. Kondisi yang demikian ini jelas membebani Pemerintahan yang sekarang siapapun pemimpinnya karena tidaklah mungkin akan dapat memanfaatkan rasa nasionalisme yang ada (karena kadarnya begitu rendahnya) untuk membangun kekuatan dalam menghadapi hakekat ancaman yang saat ini nyata-nyata kini dihadapi oleh bangsa dan negara kita. LSL: Sesuai penjelasan anda diatas bahwa rasa nasionalisme terkait langsung dengan azas kemanfaatan bagi rakyat. Lantas bagaimana sebaiknya bangsa ini merespond tuntutan pemisahan diri? SK: Karena kadar rasa nasionalisme sangat ditentukan oleh azas manfaat atas keberadaan negara. LSL: Apa yang sebernarnya perlu dilakukan oleh pemerintahan paska Soeharto dalam membangun nasionalisme baru seperti yang anda maksudkan? SK: Sangat disayangkan Pemerintahan terdahulu pasca Soeharto lengser tidak mengawali dengan mapping (pemetaan) dengan sungguh-sungguh tentang kondisi nyata atas persoalan yang dihadapi bangsa dan negara nya. Mereka pula yang dahulu menyetujui persyaratan yang ditetapkan dalam perjanjian antara negara kita dengan negara atau lembaga-lembaga donor yang kini nyata-nyata dirasakan sangat memberatkan bangsa kita. Yang pasti generasi penerusnya yang harus menanggung residu masa lalu dan juga warisan hutang yang begitu besarnya. Dan belakangan publik juga tahu bahwa anggota rezim pengganti juga terlibat dalam permasalahan serius utamanya dalam pengelolaan keuangan negara (korupsi). maka untuk era sekarang dan terlebih kedepan para elit sebaiknya tidak terus menyalahkan sikap sebagian warga bangsa kita yang tidak lagi peduli terhadap keutuhan negara Republik Indonesia. Apalagi kalau malah memusuhi mereka yang menginginkan memisahkan diri dari Republik tercinta ini. tapi disorientasi bangsa ini terus tidak kunjung berakhir. Disanalah maka kita dapat ditengarai menurunnya harapan dan sekaligus kepercayaan publik terhadap kemampuan negara untuk menghadirkan kesejahteraan. Dalam perpolitikan mereka juga mengabaikan etika. Maka tarik menarik kepentingan menjadi sangat menonjol daripada. untuk kembali memperoleh kekuasaan atau setidaknya membeli waktu agar segala persoalan yang melingkupi dirinya khsusunya dalam kaiatan KKN (sebagian termasuk pendatang baru) tidak lagi mengancam dirinya lagi. sementara keterpurukan terus membelit kita. Maka menjadi wajar kalau rezim terus berganti. Hal yang demikian itu sama .

dan semangat pantang menyerah. sedang dalam negara demokrasi dilaksanakan dengan wajib militer. LSL: Wujud patriotisme kekinian yang seperti apa yang dapat mencerminkan adanya rasa nasionalisme yang tidak semu? SK: Haruslah disadari bersama bahwa beda yang mendasar pendekatan negara otoriter dan negara demokrasi dalam urusan menjaga kedaulatannya dengan perjuangan bersenjata terletak pada pilihan model rekruitmen kekuatan tentara nya. munculnya aspirasi yang demikian itu haruslah ditempatkan sebagai penomena ketidak berhasilan bahkan kegagalan negara dalam menjamin terwujudnya ketiga unsur pokok pembentuk rasa nasionalisme itu sendiri. Sedang pantang menyerah dalam alam demokrasi bukan lagi sikap untuk terus berjuang melawan musuh sampai titik darah penghabisan dengan mengangkat senjata. dan juga pantang menyerah dan apalagi dipersiapkan untuk ikut dalam perjuangan pisik. Dari sana pulalah maka militansi yang perlu kita kembangkan kedepan adalah bagaimana menumbuhkan kesadaran segenap warga bangsa ini ikut berpartisipasi dalam mengelola negara sesuai bidang pekerjaan dan pilihan hidupnya masing-masing. kerelaan berkorban. Oleh karenanya kedepan negara termasuk alat kelengkapannya tak terkecuali juga TNI tidak perlu lagi menuntut rakyatnya untuk menumbuhkan rasa patriotisme. kerelaan berkorban. disamping itu terbentuk pula agen-agen tentara yang dapat mempengaruhi masyarakat sekelilingnya tentang pentingnya perjuangan pisik bersenjata. dengan indroktinasi dan propaganda. Disanalahlah maka pada negara Fasis rakyat harus militan. . dan segera membangun kesejahteraan. Oleh karena itu rasa patriotisme kedepan barangkali bisa diwujudkan dalam bentuk membayar pajak tepat pada waktunya. Sedang di negara demokrasi. Dalam kaitan membangun rasa nasionalisme kedepan. Terlebih kalau upaya yang ditempuhnya nyata-nyata melanggar hukum dan keluar dari koridor demokrasi. Untuk negara otoriter kekuatan tentaranya diperoleh dengan mobilisasi. tapi barangkali semangat untuk terus hidup dalam kesederhanaan tanpa harus ikut-ikutan untuk korupsi. kekuatan tentara sebanyak mungkin diperoleh dengan wajib militer. agar sewaktu-waktu terjadi mobilisasi tidak menghadapi kendala. sehingga dikalangan masyarakat luas telah tersedia cadangan militer dalam jumlah besar.sekali tidak berarti bahwa kita lantas membiarkan begitu saja mereka yang menginginkan untuk memisahkan diri dengan membentuk negara sendiri. Karena negara mempunyai kwajiban untuk mencegah dan atau menindaknya. oleh karenanya negara terus membangkitkan rasa patriotisme. Tapi sebaliknya bagaimana negara ini segera keluar dari keteterpurukan.

sebuah kemarahan bangsa yang dicoba dibangkitkan oleh elitnya untuk memusuhi negara lain yang justru memberi perlindungan kepada sejumlah warga bangsa nya yang minta suaka kepadanya. Barangkali dalam sejarah peradaban modern baru pertama kali terjadi kasus. Bukankah secara universal dimanapun. manakala segenap warga bangsa ini menempatkan keberadaan Indonesia sebagai pilihan yang paling menguntungkan. Dengan semangat nasionalisme. LSL: Sehubungan dengan derasnya arus globalisasi. Kedepan kita tidaklah perlu membuat bangsa lain bingung seperti yang terjadi dalam kasus pemberian suaka (visa) oleh Pemerintah Australia bagi saudarasaudara kita dari Irian Jaya beberapa tahun yang silam. Bukankah mereka minta suaka karena tidak lagi merasa stay at home di negara nya sendiri. tapi haruslah nasionalisme yang inklusif. pamandangan alam. justru negara yang didatangilah yang biasanya keberatan dan bisa jadi marah-marah. bangsa kita mestinya justru bisa menunjukkan kepada dunia sebagai bangsa kita adalah bangsa yang lebih beradab. keadilan dan persamaan hak sebagai prinsip dasar dalam pergaulan internasional. kerelaan berkorban dan bahkan semangat patang menyerah yang diperlukan dalam perjuangan pisik otomatis akan tumbuh dan berkembang dengan sendirinya. budaya. karena bangsa ini telah bersepakat menjadi bangsa dan negara yang terbuka. Ibarat anak yang terpaksa minggat dan numpang tidur ditetangga. Sebaliknya dengan adanya globalisasi. sesungguhnya persoalan patriotisme. Karenanya dalam mengembangkan nasionalisme tidaklah perlu para elit bangsa ini mengajak rakyatnya untuk memusuhi bangsa lain. Karena kita bisa mengenalkan keunggulan lokal dan . bangsa yang begitu banyak mempunyai kearifan lokal. Nasionalisme kedepan juga harus menjunjung tinggi hak-hak politik segenap warga negara tanpa kecuali. nasionalisme yang seperti apa yang tepat untuk dikembangkan buat bangsa Indonesia dalam pemerintahan kini dan masa depan? SK: Nasionalisme yang kita kembangkan kedepan juga tidak boleh bersifat eksklusif. dan bahkan sumber daya alam seharusnya malah makin mengokohkan rasa nasionalisme kita. seharusnyalah kita minta maaf kepada tetangga karena direpoti oleh ulah anak kita.Dengan mengasumsikan suatu saat bangsa ini berperang dengan negara lain. dan sama sekali bukan malah marah-marah kepada tetangga yang telah menampungnya. Bangsa ini juga harus mampu memberi cotoh kepada masyarakat dunia pentingnya fatsun pergaulan internasional. Negara manapun tidaklah berhak mencegah bagi warga negara untuk meminta suaka ke negara lain. yang memegang teguh kehormatan.

dan kebanggaan sebagai bangsa dan negara Indonesia.     Selamat Datang Register | Login Wayan Sudirpa mengomentari artikel Raafi Anak Oky-Anggi .kreatifitas sumber daya manusia kedunia luar. Bebas Plastik! . Dan untuk mendukung proses menuju Nasionalisme Baru tersebut bangsa ini perlu merumuskan kembali sejarahnya secara jujur dan lengkap dari semua aspek yang nyata telah melingkupi perjalanan bangsa kita dimasa lalu.com . keadilan dan harga diri sebagai prinsip dasar pergaulan internasional. kesejahteraan.com mochamad-hilman sukagalih mengomentari artikel Punya Pemimpin Tak Disukai Memang Memalukan . LSL: Bagi bangsa Indonesia persoalan nasionalisme menjadi persoalan yang pelik. hal ini terjadi akibat proses pertumbuhan dan perkembangannya penuh dinamika dan pasang surut yang sangat fluktuatif.KOMPAS.com Sano Yoga mengomentari artikel Tentara Afganistan Tembak Tiga Tentara Australia KOMPAS. tapi nasionalisme yang inklusif yang memegang teguh fatsun serta persamaan hak.KOMPAS. maupun dalam kaitan bangsa secara keseluruhan. Nasionalisme kita kedepan bukanlah nasionalisme yang eksklusif maupun sempit. Nasionalisme kita juga bukan nasionalisme yang borju tapi nasionalisme untuk segenap warga bangsa.com Petrus Widyahartaya mengomentari artikel Kantin Unik SMPN 26 Surabaya: Terapung. kelompok. Sedang hal yang perlu diwaspadai dalam proses membangun Nasionalisme Baru kedepan ini adalah banyaknya pihak-pihak yang menggunakan slogan nasionalisme yang sebenarnya hanyalah demi kepentingan pribadi dan juga golongannya sendiri saja. Baik dalam hubungan individu. sehingga menambah kebanggaan segenap anak bangsa dalam ber Indonesia. Maka hal yang terpenting bagi bangsa Indonesia kedepan adalah bagaimana membangun Nasionalisme Baru yang secara proper dan hanya diabdikan untuk kepentingan segenap bangsa dan negara. Menurut anda? SK: Hal ini tidak bisa lepas dari kurangnya pengintegrasian dari ketiga unsur pembentuk kadar nasionalisme itu sendiri yaitu rasa aman.KOMPAS.

KOMPAS.php?zoneid=17&amp.KOMPAS.comCetakePaperKompas TVBolaEntertainmentTeknoOtomotifFemaleHealthPropertiKompasianaUrban SerpongImagesMore Rabu.com         Petrus Widyahartaya mengomentari artikel Kantin Unik SMPN 26 Surabaya: Terapung.com 8 menit yang lalu Wayan Sudirpa mengomentari artikel Raafi Anak Oky-Anggi .kompasads.com/new/www/delivery/avw.KOMPAS.com/new/www/delivery/ck.cb=INSE RT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp.php?n=a0c31ca7&amp. Ditemukan Rekaman Duel dan Video Porno .com 8 menit yang lalu mochamad-hilman sukagalih mengomentari artikel Punya Pemimpin Tak Disukai Memang Memalukan .KOMPAS.cb=INS ERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://ads3.kompasads. Bebas Plastik! .KOMPAS.com Paul Sukro mengomentari artikel Stoner Ciamik.KOMPAS. Ditemukan Rekaman Duel dan Video Porno .com/new/www/delivery/avw.com/new/www/delivery/ck. Honda Masih Terdepan KOMPAS.com 7 menit yang lalu Setiawan mengirimkan tautan artikel Keislaman Indonesia ke facebook 7 menit yang lalu Apollo mengomentari artikel Dalam Razia.KOMPAS.KOMPAS. 9 November 2011 | 11:53 WIB <a href='http://ads3.n=a0c31ca7' border='0' alt='' /></a> KOMPAS.cb=INS ERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://ads3.com 9 menit yang lalu <a href='http://ads3.n=ac293ca0' border='0' alt='' /></a>  Home .php?n=ac293ca0&amp.kompasads. Honda Masih Terdepan KOMPAS.com 7 menit yang lalu Paul Sukro mengomentari artikel Stoner Ciamik.    FELISA SAMOSIR mengomentari artikel Kekerasan di Papua karena Perebutan "Rezeki" .com 7 menit yang lalu FELISA SAMOSIR mengomentari artikel Kekerasan di Papua karena Perebutan "Rezeki" .php?zoneid=18&amp.kompasads.com Setiawan mengirimkan tautan artikel Keislaman Indonesia ke facebook Apollo mengomentari artikel Dalam Razia.cb=INSE RT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp.com 8 menit yang lalu Sano Yoga mengomentari artikel Tentara Afganistan Tembak Tiga Tentara Australia .

20 September 2010 | 11:43 WIB Dibaca: 163 Komentar: 0 | .             Nasional Regional Internasional Megapolitan Bisnis Olahraga Sains Travel Oase Edukasi Infografis Video More o o o o o o o o o o o o o o o o o o  Forum Eksplisitasi Nasionalisme bagi Pelajar | Senin.

Sebuah acara kenegaraan sebagai patron kehidupan berbangsa dan bernegara sebuah kelalaian fatal dan menjadi miris. jiwa dan budaya bangsa. Selendang Sutera. Maju Tak Gentar. Jiwa semangat perjuangan pelajar untuk dapat eksis dalam berbagai bidang kehidupan luntur. Rayuan Pulau Kelapa. Syukur. dan menyuburkan nasionalisme bagi pelajar di sekolah. ruh. materialisme. Sepasang Mata Bola. menunjukkan identitas. mempunyai nilai kesakralan (keagungan). terorisme yang melawan keutuhan negara. Paling hal itu tidak meminimalkan upaya gerakan destruktif. semangat belajar. Wujud nyata mewajibkan menyanyi lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Padamu Negeri setiap hari serasa kurang eksplisit. Indonesia Tercinta. etika. Bunga Anggrek. pembentukan geng. dan tindakan anarkis lainnya sehingga pelajar semakin jauh dari harapan dan jati diri bangsa Indonesia. Masih melekat dalam ingatan penulis saat kejadian lupanya menyanyikan lagu Indonesia Raya saat sidang Paripurna DPR tanggal 14 Agustus 2009 merupakan bentuk keprihatinan bersama. Semangat berkobar dari lagu Hari Merdeka. dan mampu menyanyikan (kembali) lagu kebangsaan yang lain. anarkis. tingkah laku. Kasat mata. Lagu kebangsaan menumbuhkan semangat. Tahun 2008. Mewajibkan sekolah menyanyikan lagu kebangsaan dan memutar lagu perjuangan menjadikan bentuk pencanangan nasionalisme. individualisme. Paling tidak setiap jam istirahat. Hedonisme. vandalisme. Makna pemutaran lagu perjuangan agar pelajar mampu mencintai bangsa dan negaranya secara utuh. Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo juga mewacanakan bahwa tiap sekolah diwajibkan memutar lagu kebangsaan. Bandung Selatan. Indonesia Pusaka. Satu Nusa Satu Bangsa. . gencar. pelajar juga wajib mengerti. patriotisme. Kecintaan akan tanah air dari Bagimu Negeri. lagu kebangsaan itu berkumandang demi menyemai. Lagu kebangsaan sebagai bentuk entitas kebanggaan akan bangsa dan negara demi menujukkan semangat heroisme. 19/8/10) sebagai dukungan kebijakan Wali Kota Yogyakarta harus diembuskan lebih jauh. KebyarKebyar. Maka. Berbagai kasus menimpa pelajar seperti degradasi moral. menghayati. Ini upaya kristalisasi nilai nasionalisme pada para pelajar. memahami. Sampai lagu kebangsaan sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan seperti Pahlawan Merdeka.Share: Oleh FX TRIYAS HADI PRIHANTORO Tulisan Nur Sahid "Menyemai Nasionalisme Pelajar Yogya" (Kompas Jateng. menumbuhkan. dan Aryati. degradasi semangat nasionalisme pelajar sudah mendekati titik nadir. Gugur Bunga. egoistik menyerukan semakin menjulang ditengah keterpurukan moral dan beretika. perkelahian. nilai. separatisme. Jayalah Indonesiaku. dan membumi.

Gagasan yang tidak boleh berhenti di tengah jalan. hal itu hanya sebatas konteks tanpa dibarengi sebuah substansi pokok. Mereka tanpa pamrih. bangsa ini akan dengan mudah terkoyak. Sebab.koyak yang menjadikan disintegrasi bangsa. sosialisasi terprogram. regeae). Sungguh membanggakan pula bila tiap Agustus juga ramai menyanyikan. dan merasakan betapa kurang pedulinya pelajar dalam memaknai nasionalisme era kekinian yang sangat bertolak belakang dari semangat perjuangan pahlawan bangsa. Kebijakan yang lahir akan bersinergi sebab dukungan muncul secara holistik tanpa . Internalisasi nilai dan generalisasi kepada pelajar akan makna lagu perjuangan segera digerakkan bersama. slow rock. mendengar. maupun Netral Band Garuda di Dadaku menjadi inspirasi bersama. terarah. Mereka akan menerima dengan tulus seberapa besar negara mampu memberi imbalan karena rasa nasionalisme yang sudah terpupuk sejak usia sekolah. dangdut. Kelanjutan program ini semakin melengkapi berbagai program pendidikan nasionalisme lain di sekolah. grup band tanah air ramai. Muatan lokal ini merupakan tanggung jawab gubernur dan jajarannya (pemkot dan pemkab) agar program ini sangat tepat sebagai pendidikan hati di dada. Gebrakan dengan aransemen sesuai selera generasi muda (pop. bila sudah luntur semangat nasionalismenya. mengaransemen ulang dan menciptakan lagu nasionalisme yang menumbuhkan semangat juang. langkah program penanaman lagu perjuangan sebagai bentuk program peningkatan semangat nasionalisme. Pun pula kewajiban warga sekolah mengimbangi sebagai dukungan kebijakan pemerintah daerah. Mulai gerakkan ajang kreativitas dalam pengemasan lagu perjuangan yang ada.ramai membuat lagu relegius. Ibarat menjadi tungku untuk membuat masakan matang. Penciptaan lagu "nasionalisme" baru yang dinyanyikan grup Band Coklat Bendera. Sebab. Nasionalisme pun diyakini sebagai soko guru ideologi negarabangsa untuk menjamin keberadaannya. rela berkorban dalam berjuang demi eksistensi martabat dan derajat bangsa. Ungkapan right or wrong is my country (baik buruk adalah negaraku) harus mengakar dan membumi di hati kaum muda. tulus. Mantan Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengatakan. Tidak sekadar menyanyikan. Sebagai langkah apresiasi dengan perencanaan.Founding fathers (pendiri negara) pasti menangis bila melihat. tanpa peresapan makna dan ungkapan. mendengarkan. Berbagai bentuk inovasi gubahan yang menarik didengarkan dan dinyanyikan. Kontekstualitas pelajar agar tidak melupakan semangat perjuangan dengan mampu menyanyikan lagu perjuangan secara benar Janganlah terdengar generasi muda enggan mendarmabaktikan keunggulannya kepada tanah air. dan fokus. Parameter Nasionalisme sebagai produk entitas politik negara-bangsa kerap dijadikan parameter loyalitas seorang warga terhadap negara sekaligus bangsanya. rela mati. Bila kita simak setiap bulan Ramadhan.

Ikatan ini terjadi saat manusia mulai hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu dan tak beranjak dari situ. ikut merasakan pahit-getirnya sebuah perjuangan hidup dan kokoh dalam prinsip. debat. Eksplisitasi nasionalisme memang perlu diwujudnyatakan dalam aksi konkret bagi kaum muda. anarkisme. humanisasi. tepa slira. provokasi. napak tilas. dan kata-kata mutiara para pejuang bangsa. atau gabungan kedua teori itu. primordialisme sebagai parameter. Ikatan nasionalisme tumbuh di tengah masyarakat saat pola pikirnya mulai merosot. debat liberalisme yang menganggap kebenaran politik adalah bersumber dari kehendak rakyat. vandalisme. pidato. demonstrasi destruktif sehingga mampu menghilangkan sekat-sekat pragmatisme. gotong royong. Ikatan inipun tampak pula dalam dunia hewan saat ada ancaman pihak asing yang hendak . rela berkorban.PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris "nation") dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia . peta wilayah Indonesia dan simbol-simbol perjuangan di tiap kelas. teks proklamasi kemerdekaan. Seperti teks Sumpah Pemuda. Bersumber dari teori romantisme yaitu "identitas budaya". Aktualisasi lain dengan lomba menyanyikan lagu perjuangan. Dari sinilah cikal bakal tubuhnya ikatan ini. Saat itu. Intensitaskan program menyanyikan lagu perjuangan tiap hari dengan penjadwalan pemutaran lagu. handarbeni (memiliki). Gerakan nasionalisme kalangan pelajar sebagai kontekstualitas nilai kebutuhan masa depan bangsa. Dibarengi pemasangan gambar pahlawan bangsa.paksaan. Harapannya. tempatnya hidup dan menggantungkan diri. pelajar tidak mudah termakan isu perpecahan. yang notabene lemah dan bermutu rendah. kemah dan simulasi dengan tema semangat kebangsaan. naluri mempertahankan diri sangat berperan dan mendorong mereka untuk mempertahankan negerinya. Semoga! FX TRIYAS HADI PRIHANTORO Guru SMA Pangudi Luhur Santo Yosef Surakarta NASIONALISME GENERASI MUDA INDONESIA DI ERA GLOBALISASI A. Para nasionalis menganggap negara adalah berdasarkan beberapa "kebenaran politik" (political legitimacy). persaudaraan. Eksplisitasi nasionalisme kalangan pelajar dengan gerakan masif dari lagu kebangsaan sehingga tumbuh rasa empati. gerak jalan.

Sekaligus mampu menggerakkan menjadi kekuatan utama dalam pencapaian tujuan politiknya. Namun. . seperti yang dinyatakan di bawah. Namun. pengasingan dan sebagainya. atau sosial liberal dalam konteks manifestasinya. nasionalisme merujuk kepada amalan politik dan ketentaraan yang berlandaskan nasionalisme secara etnik serta keagamaan . Soekarno kita akui sebagai individu yang mampu membentuk nasionalisme Indonesia dengan membangun satu sistem berantai melalui penyatuan kepentingan. kemakmuran. Namun. dalam proses pembangunan tahap awal ideologi nasionalisme nampak terjadi dikotomi antara Islam dan Nasionalisme itu sendiri. perasaan. pemahaman akan persatuan dan kesatuan sering kali menjadi kesalahan dalam ide dan prakteknya sehingga ketika kita berbicara tentang nilai tersebut kita tidak mampu mengambil kekuatan intinya. Para ilmuwan politik biasanya menumpukan penyelidikan mereka kepada nasionalisme yang ekstrem seperti nasional sosialisme . bila suasanya aman dari serangan musuh dan musuh itu terusir dari negeri itu. Sebenarnya sangat mudah kita temukan di mana sumber ideologi tersebut jika kita telah mencapai kesadaran penuh dengan kualitas yang sehat. sirnalah kekuatan ini. Oleh karena itu untuk menjawab tantangan ini sebuah organisasi politik harus mampu menemukan sumber ideologi nasionalisme. Di mana proses tersebut tentunya merupakan proses bersejarah dalam suatu bangsa. Tentu kita harus mulai menghidupkan kembali spirit dan etika nasionalisme sebagai sebuah praktek politik negara dan masyarakat dalam konteks Indonesia kekinian di tengah-tengah arus milenium ke-3. dan kemajuan. Dalam zaman modern ini. Karena ideologi nasionalisme itu bersumber pada mainstream persatuan dan kesatuan. B. dan gerakan kemanusiaan untuk suatu keadilan.menyerang atau menaklukkan suatu negeri.ISI Indonesia saat ini memerlukan genre baru untuk mereinterpretasikan ide nasionalisme yang secara fundamental telah dibangun oleh founding father seperti Soekarno. Sumber dari kekuatan ideologi nasionalis saat ini memang belum ditemukan oleh banyak orang Indonesia sehingga ketika kita mencari arus apa yang seharusnya berada di depan kita sebagai energi yang menuntun kemajuan nasional negara dan masyarakat kita seringkali bimbang dan gelap. Dari kalangan Islam dan sekuler pada saat itu. Persatuan dan Kesatuan memiliki arti independen organik. Saat ini nasionalisme sudah menjadi rapuh. Kita harus mengakui sebuah gagasan dalam masyarakat Indonesia yang majemuk tentu memerlukan proses. Independen organik ini berarti sebuah penyatuan sosial secara individual dan kolektif Ketika kita sebagai manusia tersadarkan melalui nalar. Dari sumber kekuatan nasionalisme ini kita akan bergerak ke arah revolusi nasional sebagai gerakan perlawanan terhadap kejahatan dan ketidakadilan sistem yang mengatur manusia untuk kepentingan nafsu dan syahwat.

Dari basis gerakan civil society tersebut ketika terjadi transformasi politik ke arah sistem negara akan menghasilkan sistem negara secara civil state. budaya . yang mampu melahirkan berbagai ide ekonomi. Dua sistem negara dan masyarakat ini harus dimulai dari pembentukan sistem masyarakat secara civil society. politik. pertahanan. Tentu obyek pelaksanaan proyeknya adalah menghapuskan kemiskinan. Pertama kalinya adalah revolusi mental.Namun. sosial. Untuk mendorong terbentuknya Indonesia Masa Depan saat ini rakyat tengah menunggu munculnya partai yang mampu dan berani melahirkan kembali ideologi nasionalisme. Mental merupakan kekuataan utama yang akan menjadi motor penggerak kekuatan perubahan yang manifestasinya menuju pada kemajuan ekonomi. dalam memaknai revolusi kita harus menyadari juga bahwa revolusi nasionalisme yang dimaksud di sini bukanlah revolusi berdarah yang menghadirkan konflik dan perpecahan nasional. politik. Saat ini kita sedang dalam proses menuju pemilihan umum sebagai sebuah prosesi suksesi politik yang konstitusional. sosial. "kehendak . kebodohan. kemalasan. Karena partai politik dalam berbagai kajian ilmu politik modern merupakan organisasi politik yang legal untuk menjadi kekuatan signifikan dalam proses perubahan negara dan masyarakat. Lantas revolusi seperti apakah yang seharusnya dicapai. Ide ini akan mampu menjadi realistis ketika instrumen politiknya pun merupakan instrumen politik yang rasional yaitu partai politik. keagamaan dan ideologi. Karena begaimana pun ideologi nasionalisme memiliki dua organ penting dalam kehidupannya. yaitu Rakyat dan Negara. pertahanan. Kategori tersebut lazimnya berkaitan dan kebanyakan teori nasionalisme mencampuradukkan sebahagian atau semua elemen tersebut. Kemudian jika dipertanyakan lagi apa yang menjadi obyek ideologi nasionalisme Indonesia tersebut. dan ketertindasan rakyat Indonesia. Dan. dan budaya dalam sebuah sistem yang benar-benar solid dan siap ketika sistem ini bertransformasi menjadi sistem negara. karena kembali pada sumber ide nasionalisme itu sendiri yaitu "persatuan dan kesatuan". bergerak melalui praktek revolusi. Nasionalisme kewarganegaraan (atau nasionalisme sipil) adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari penyertaan aktif rakyatnya. Beberapa bentuk dari nasionalisme Nasionalisme dapat menonjolkan dirinya sebagai sebagian paham negara atau gerakan (bukan negara) yang populer berdasarkan pendapat warganegara . yang ditentukan oleh dukungan massa yang akan memenangkannya pada Pemilu 2009. Dua organ penting ini dalam gagasan gerakan politik ketika kita mengkategorikan dalam ruang strukstur politik maka terbentuk rumusan politik untuk merangkai menjadi dua sistem yaitu sistem masyarakat dan sistem negara. Baik sebelum dan sesudah terbentuknya Kepemimpinan Nasional Indonesia Masa Depan. dan budaya. etnis .

Nasionalisme agama ialah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh legitimasi politik dari persamaan agama. Teori ini mula-mula dibangun oleh Jean-Jacques Rousseau dan menjadi bahan-bahan tulisan. Antara tulisan yang terkenal adalah buku berjudul Du Contract Sociale (atau dalam Bahasa Indonesia "Mengenai Kontrak Sosial"). menurut semangat romantisme . serta sikap 'Jacobin ' terhadap unitaris dan golongan pemusat negeri Perancis . seolah-olah membentuk kerajaan yang lebih baik dengan tersendiri. yang secara ganas menentang demi mewujudkan hak kesetaraan (equal rights) dan lebih otonomi untuk golongan Fleming. akan wujud tarikan yang berkonflik kepada kesetiaan masyarakat. Franquisme sayap-kanan di Spanyol . dan nasionalis Basque atau Korsika . Malah banyak rakyat Taiwan menganggap diri mereka nasionalis Tiongkok sebab persamaan budaya mereka tetapi menolak RRC karena pemerintahan RRT berpaham komunisme . Nasionalisme kenegaraan ialah variasi nasionalisme kewarganegaraan . Misalnya "Grimm Bersaudara" yang dinukilkan oleh Herder merupakan koleksi kisah-kisah yang berkaitan dengan etnis Jerman . Perasaan nasionalistik adalah kuat sehingga diberi lebih keutamaan mengatasi hak universal dan kebebasan. serta nasionalisme Turki kontemporer. seperti juga nasionalisme masyarakat Belgia . Nasionalisme Budaya adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya bersama dan bukannya "sifat keturunan" seperti warna kulit . Catalan. Nasionalisme romantik adalah bergantung kepada perwujudan budaya etnis yang menepati idealisme romantik. Unsur ras telah dibelakangkan di mana golongan Manchu serta ras-ras minoritas lain masih dianggap sebagai rakyat negara Tiongkok . Nasionalisme etnis adalah sejenis nasionalisme di mana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya asal atau etnis sebuah masyarakat. lazimnya nasionalisme etnis adalah dicampuradukkan dengan nasionalisme keagamaan. selalu digabungkan dengan nasionalisme etnis. dan terhadap wilayah. kisah tradisi yang telah direka untuk konsep nasionalisme romantik. yang memperkenalkan konsep Volk (bahasa Jerman untuk "rakyat"). Kesediaan dinasti Qing untuk menggunakan adat istiadat Tionghoa membuktikan keutuhan budaya Tionghoa . dan dalam bentuk yang lebih kecil. bila mana nasionalisme kenegaraan itu kuat. Walaupun begitu. di Irlandia semangat . Kejayaan suatu negeri itu selalu kontras dan berkonflik dengan prinsip masyarakat demokrasi . pembangkangan di antara pemerintahan pusat yang kuat di Spanyol dan Perancis dengan nasionalisme Basque. ras dan sebagainya. Secara sistematis. Nasionalisme romantic (juga disebut nasionalisme organik. Dibangun oleh Johann Gottfried von Herder . Contoh yang terbaik ialah rakyat Tionghoa yang menganggap negara adalah berdasarkan kepada budaya. dan Corsica. Misalnya. Contoh biasa ialah Nazisme . seperti nasionalisme Turki dan penindasan kejamnya terhadap nasionalisme Kurdi . "perwakilan politik".rakyat". nasionalisme identitas) adalah lanjutan dari nasionalisme etnis dimana negara memperoleh kebenaran politik secara semulajadi ("organik") hasil dari bangsa atau ras. Penyelenggaraan sebuah 'national state' adalah suatu argumen yang ulung.

Namun demikian. Misalnya pada abad ke-18 . Justru itu. Mereka berjuang untuk menegakkan paham yang bersangkut paut dengan Irlandia sebagai sebuah negara merdeka terutamanya budaya Irlandia . nationalist passion kalah bersaing dengan menguatnya politik identitas di mana orang mengidentifikasi diri tidak lagi dengan sebuah bangsa. Cindelaras. Ketiga. Nasionalisme Indonesia yang Kian Memudar Sama seperti agama.Namun. 28 Oktober 1928. nasionalisme diprediksikan akan lenyap sejalan dengan semakin sebuah negara menjadi modern. Indonesia. Kedua. bagi kebanyakan kelompok nasionalis agama hanya merupakan simbol dan bukannya motivasi utama kelompok tersebut. 1995: 83). tetapi dengan sebuah etnis atau agama tertentu. nasionalisme Irlandia dipimpin oleh mereka yang menganut agama Protestan . Dalam konteks pemikiran semacam ini. nasionalisme harus dibentuk dan dibangun secara manifestasi melalui berbagai teori dan praktek . apakah nasionalisme Indonesia pun akan segera berakhir? Pertanyaan ini relevan untuk didiskusikan ketika kita akan merayakan hari Sumpah Pemuda. para ilmuwan politik Amerika Serikat era 1970–1980-an mempertahankan tesis semacam ini karena mereka melihat bahwa pertama. Gerakan nasionalis di Irlandia bukannya berjuang untuk memartabatkan teologi semata-mata. Tesis ini seakan menemukan kebenaran ketika satu persatu negara bagian Uni Soviet melepaskan diri dan menjadi negara merdeka berdasarkan kesamaan etnis dan agama. nasionalisme kerap dikaitkan dengan kebebasan. Di sini orang mempertanyakan relevansi nasionalisme ketika batasbatas wilayah negara menjadi semakin kabur dan negara-negara “terpaksa” masuk menjadi anggota dari “a borderless society” karena tuntutan atau dikte pasar bebas dan liberalisasi ekonomi (bdk I Wibowo dkk. Menurut Ian Adams. Political Ideology Today. hasrat untuk bersatu sebagai bangsa (nationalist passion) hanyalah salah satu tahap menuju sebuah negara modern yang liberal dan demokratis di mana kepentingankepentingan yang lebih pragmatik dan individual akan lebih mendominasi corak kehidupan masyarakat dibanding kebutuhan akan penegasan diri dalam sebuah identitas nasional (Ian Adams.PENUTUP KESIMPULAN Nasionalisme adalah sebuah ideologi yang tergolong paling mutakhir dalam pemahaman politik nasional. bertanah air satu dan berbahasa satu. Dalam puncak pencapaian ide politiknya akan menghasilkan sebuah sistem politik nation state (negara bangsa) sebagai sebuah entitas politik yang kuat di tengah-tengah lingkungan umat manusia di dunia kehidupan ini.nasionalisme bersumber dari persamaan agama mereka yaitu Katolik . 2003: 326–331). nasionalisme di India seperti yang diamalkan oleh pengikut partai BJP bersumber dari agama Hindu . ketika para pemuda Indonesia bertekad untuk berbangsa satu. hasrat untuk bersatu sebagai bangsa kehilangan raison d’être ketika diterjang gelombang globalisasi. Neoliberalisme. C.

sebuah kesadaran akan identitas bangsa sebagai hasil konstruksi karena pengalaman penderitaan dan diskriminasi oleh bangsa kolonial Belanda. dengan puncaknya adalah pernyataan tekad satu bangsa.menciptakan karya-karya atau kretifitas. keberhasilan para siswa kita dalam olimpiade Fisika. Sebaliknya. Karena itu.tapi lebih condong berperang melawan kebodohan. nasionalisme kita akan ikut lenyap jika kita berhenti mengkonstruksi atau membentuknya—tanpa harus menyebutnya sebagai sebuah nasionalisme baru.sehingga mampu menghasilkan sebuah paradigma dan realita. Dalam membangun ide nasionalisme secara utuh memerlukan pemahaman dan organisasi berbasis gerakan untuk bertransaksi secara sosial dengan masyarakat. yakni sebuah penegasan akan identitas diri versus kolonialismeimperialisme. Jong Selebes. telah melahirkan sebuah kesadaran dan pengalaman bersama sebagai masyarakat terjajah. Dari Kolonialisme Sampai Nasionalisme.tidak perlu dengan berperang melawan penjajah. dan sebagainya. terutama selama tahun 1830–1870. Pertama. sebut saja Jong Java. Itulah nasionalisme Indonesia. pengalaman penderitaan dan diskriminasi oleh pemerintah Hindia Belanda. sehingga pada akhirnya terjadi interaksi kuat antara organisasi dan massa dalam satu ide. Jong Ambon. Karena itu. yaitu nasionalisme. Misalnya. Tidak Cukup Hanya Hasrat Untuk Bersatu Kita belajar dari sejarah bahwa telah ada banyak sekali organisasi kepemudaan sebelum peristiwa Sumpah Pemuda. beberapa pengalaman kolektif seharusnya menjadi “roh baru” pembangkit semangat nasionalisme Indonesia. Perjuangan organisasi-organisasi seperti Partai Nasional Indonesia (PNI) di Indonesia dan Perhimpunan Indonesia (PI) di negeri Belanda yang eksplisit memperjuangkan kemerdekaan Indonesia jelas menunjukkan adanya kristalisasi pengalaman keindonesian ini.sebagai tonggak kemajuan sebuah Negara harus ikut berperan aktif membangun negeri kita tercinta INDONESIA. 1993: 58-64).Begitupun dengan GENERASI MUDA. keberhasilan atlet menjadi juara dunia (tinju). satu tanah air dan satu bangsa Indonesia. prestasi pemimpin kita menjadi menteri ekonomi terbaik di Asia (Dr. nationalist passion yang sifatnya etnis dan kedaerahan ini justru semakin melemah sejalan dengan mengentalnya kesadaran akan keindonesiaan sebagai sebuah “identitas baru” vis-a-vis pengalaman kolektif berada di bawah kekuasaan bangsa penjajah. Kesadaran sebagai bangsa yang adalah hasil konstruksi atau bentukan mengandung kelemahan internal yang serius ketika kolonialisme dan imperialisme tidak lagi menjadi sebuah ancaman. Biologi atau Matematika di tingkat regional dan internasional. Sejarah Pergerakan Nasional. Sri Mulyani Indrawati) dan seterusnya. Meskipun demikian. Jong Sumatera. nasionalisme Indonesia adalah sebuah nasionalisme bentukan. Demikianlah.Menumbuhkan rasa NASIONALISME disetiap darah generasi muda. kemudian berkembang menjadi sebuah bangsa terjajah (Sartono Kartodirdjo.begitu juga prestasi sehingga bisa diakui Negara lainnya(sejajar dengan Negara maju). Kimia. pengalaman dicemoh dan .

dan sebagainya.com/read/2008/08/28/173328/996440/471/foto/index. sarang teroris atau bangsa pengekspor asap terbesar seharusnya memicu kita untuk berubah dan tampil sebagai bangsa terpandang. negara Indonesia sangat plural. otonomi dan kesetaraan (equality) dalam masyarakat dirampas oleh negara dalam sistem pemerintahan sosialis. etnis.Selasa. Masyarakat Indonesia yang sangat plural ini akan menjadi ancaman serius bagi nasionalisme jika negara kebangsaan yang kita bangun bersifat sosialis. Nasionalisme etnis juga akan melahirkan praktik politik yang diwarnai oleh “diktator mayoritas” dan pembelengguan hak-hak kaum minoritas (Roger Eatwell dkk.direndahkan sebagai bangsa terkorup.wordpress. menerima. di mana hukum ditegakkan secara pasti dan adil. dan menjamin hak hidup mereka. ultranasionalis a la nazisme Jerman dan fasisme Italia.com . komunis. ultranasionalis. dan sebagainya. Itulah alasan dasar tekad para pemuda 78 tahun yang lalu. Tantangan bagi nasionalisme Indonesia ke depan adalah bagaimana kita mewujudkan sebuah negara kebangsaan yang bersifat liberal-demokratis di mana hak-hak dasar setiap warga negara diakui. 14 Juni 2011 09:45 WIB . Nasionalisme Kita Harus Bersifat Liberal Nasionalisme bisa dipraktikkan dalam sebuah sistem pemerintahan sosialis. atau liberal-demokratis.detik. Political Ideologies Today. Kedua. anti hak-hak liberal dan demokratis warga negara sebagaimana termuat dalam pasal 28A – 28J UUD 1945. persamaan di hadapan hukum. Pancasila dan Runtuhnya Nasionalisme Bangkapos.html Globalisasi.DAFTAR PUSTAKA http://jeremiasjena. Alasannya sederhana. di mana negara mewujudkan kesejahteraan umum. yakni menjadi satu Indonesia demi mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. 2001: 162–166). nasionalisme etnis hanya akan menghasilkan sebuah sistem pemerintahan etnosentris yang anti pluralisme. Masyarakat akan merasa lebih aman dan diterima dalam kelompok etnis atau agamanya ketika negara gagal menjamin kebebasan beragama—termasuk kebebasan beribadah dan mendirikan rumah ibadah.com/2007/03/23/nasionalisme-indonesia/ http://id. D. hak memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak. menghormati. Sementara itu.org/wiki/Nasionalisme http://suarapembaca. dan dijamin. Identifikasi sebuah kelompok etnis atau agama pada identitas kolektif sebagai bangsa hanya mungkin terjadi kalau negara mengakui. komunis. dihormati. atau komunis. hak mendapatkan pendidikan yang murah dan berkualitas. 1995: 82). hak individu akan kebebasan.wikipedia. dan ultranasionalis (Ian Adams.

Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. tak dipungkiri bahwa globalisasi memberi pengaruh positif terhadap nilainilai nasionalisme dan bidang lainnya bagi suatu bangsa. Jika hal tesebut terjadi maka akan menghilangkan rasa nasionalisme bangsa. yaitu dimensi ruang dan waktu. Ketiga. globalisasi dapat meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme akan membawa kemajuan dan kemakmuran. Pizza Hut dan lain-lain. bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. ekonomi.Oleh: Mahasiswa Prodi Ari Agroteknologi Lansa Universitas Bangka Nambela Belitung FUTURULOG menyebut arus globalisasi berlangsung begitu cepat dan tak terkendali melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa. Oleh karenanya. Kedua. mayarakat Indonesia khususnya anak muda banyak yang lupa ataupun melupakan identitas diri sebagai bangsa Indonesia. globalisasi di bidang ekonomi dapat dirasakan dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri seperti Mc Donald. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Dengan pasar bebas ini kesempatan kerja akan semakin meningkat. Keempat. globalisasi cenderung membuka ruang ekonomi yang dikenal dengan munculnya era pasar bebas. Pengaruh tersebut meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. mengakibatkan terjadinya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin. Berdasarkan fakta. Kedua. karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya Barat. sosial budaya. Tanggapan positif tersebut akan meningkatkan rasa nasionalisme bangsanya. dan yang terpenting juga akan mendongkrak devisa negara. gelombang globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. pertahanan keamanan dan lain-lain. Sehingga tidak menutup kemungkinan Ideologi Pancasila akan berubah menjadi ideologi liberalisme. globalisasi memberi ruang terciptanya pemerintahan yang terbuka dan demokratis. Ketiga. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi. . globaliasi tentu tak terlepas dari dampak negatif bahkan ancaman bagi kehidupan berbangsa. dibidang sosial budaya. politik. Coca Cola. Namun di sisi lain. yakni „runtuhnya‟ nilai-nilai budaya lokal akibat gerusan nilai-nilai budaya Barat. Maka imbasnya. Inilah dampak „terbesar‟ yang saat ini melanda Indonesia. globalisasi memberikan pengaruh terhadap berkembangnya pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin serta Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa ini. kehidupan ekonomi bangsa turut pula menunjang kehidupan nasional. Beberapa ancaman yang saat ini sedang dihadapai adalah: Pertama. Pertama. Jika pemerintahan dijalankan secara jujur.

Demikian pentingnya Pancasila. Hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu kehidupan nasional bangsa. Hal tersebut diatas memang tidak secara langsung berpengaruh terhadap nasionalisme tetapi secara keseluruhan dapat menimbulkan rasa nasionalisme terhadap bangsa menjadi berkurang atau hilang. Pancasila tak saja mengajarkan tentang bagaimana hubungan vertikal maupun horizontal berlangsung sempurna. Seruan sejumlah tokoh nasional untuk „melirik‟ kembali Pancasila sebagai bahan ajar di sekolah. Bila tidak dipenuhi akan dianggap tidak aspiratif dan dapat bertindak anarkis sehingga mengganggu stabilitas nasional. munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga. Akan tetapi. Apa yang di luar negeri dianggap baik memberi aspirasi kepada masyarakat kita untuk diterapkan di negara kita. Ruh Pancasila Kendati eksistensi Pancasila sempat diperdebatkan (bahkan sempat dilupakan) sebagai suatu „kekuatan‟ dan „pemertahanan‟ nilai-nilai nasionalisme anak bangsa dalam beberapa kurun waktu belakangan ini. sehingga seruan untuk kembali memahami. meneladani dan mengayomi kelima pasal yang terkandung di dalamnya adalah keniscayaan yang tak terbantahkan lagi. paling tidak dapat diperhambat (diperluntur) sisi negatifnya dengan menjadikan Pancasila sebagai perisai. „Kembali kepada Pancasila‟ mengingatkan kita kepada Dekrit Presiden Soekarno yang mengajak seluruh elemen bangsa ini untuk kembali kepada UUD 45. Jika hal tersebut terjadi maka akan menimbulkan dilematis bangsa. Semoga! . merupakan suatu mementum bahwa ideologi Pancasila masih dianggap „sakti‟ untuk menyelesaikan serentetan perkara yang saat ini sedang dihadapi bangsa tercinta.karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Sebab globalisasi mampu membuka cakrawala masyarakat secara global. ketahanan nasional bahkan persatuan dan kesatuan bangsa. Era globalisasi yang terus menggerus berbagai sisi kehidupan. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa. Kelima. Pancasila juga memberikan ruh bagaimana bangsa ini mampu menumbuhkan rasa cintanya terhadap bangsa dan negara. namun faktanya Pancasila tetap saja diharapkan sebagai kekuatan baru mempersatukan bangsa yang akhir-akhir ini nyaris kehilangan arah.

449 ha dan Tanjung Datu seluas 8.000 m3 di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Indonesia mengalah dan diam saja. telah terjadi sejak beberapa bulan yang lalu. Namun karena wilayah Tanjung Datu. semangat tinggi itu selalu diikuti dengan perilaku dan sikap melunak ketika berhadapan langsung dengan Malaysia. Masalah perbatasan antara RI-Malaysia di Camar bulan memanas setelah Gubernur Kalbar. Tampaknya kisah lepasnya satu persatu wilayah Indonesia akan terjadi perlahan dan pasti ketika Indonesia lemah dan Malaysia agresif. salah satu wilayah yang masih bersengketa tapal batas dengan IndonesiaMalaysia rupanya tempat pariwisata yang menarik.Indonesia Lemah Malaysia Agresif. Menteri . Karena akibatnya kita kehilangan garis pantai dan ribuan hektare wilayah laut. malaysia berusha mencaploknya. Caplok Tanah Air Posted on Oktober 10. diberitakan diklaim Malaysia sebagai wilayah negeri itu. TB Hasanuddin. Dua wilayah Indonesia. Menurut Kementerian Pertahanan RI menyatakan wilayah Tanjung Datu dan Camar Wulan merupakan salah satu Outstanding Boundary Problems (OBP) yang masih dalam proses perundingan RI-Malaysia atau masih status Quo. Peristiwa tersebut. Langkah Malaysia itu adalah hal serius yang harus segera disikapi. Malaysia bilang. Bila ini terus terjadi maka Malaysia dengan tenang dan pasti akan selalu bermanuver dan mencaplok setiap jengkal tanah air Indonesia. juga menemukan bahwa terdapat sejumlah warga yang diusir dari kedua wilayah ini oleh patroli Malaysia. yakni Camar Bulan seluas 1. Sebenarnya daerah itu masih dalam sengketa atau status quo. Siapapun warga Indonesia pasti mendidih geram dan selalu mengorbarkan kalimat perang dengan Malaysia. Jika wilayah itu masih status quo maka tidak boleh dilakukan kegiatan-kegiatan fisik yang dilakukan oleh salah satu negara. 2011 by The Children Indonesia 2 Votes Kisah lepasnya Ligitan dan Sipadan tampaknya akan terulang lagi. itu kampung Malaysia. Semangat ganyang malaysia tampaknya harus terus digelorakan dalam menghadapi Malaysia yang agresif dan tidak beretika Internasional itu.499 hektare. meradang begitu mengetahui patok-patok perbatasan di Camar Bulan telah “mengangkangi” wilayah RI seluas 1. Wakil Ketua Komisi I DPR. Kali ini sengketa klasik perbatasan dengan Malaysia tentang daerah Wilayah Tanjung Datu dan Camar Wulan memanas lagi. Cornelis. Kali ini kembali seperti sebelumnya. Tanjung Datu sampai saat ini masih dalam proses perundingan di JIM (The Joint Indonesia – Malaysia Boundary Committee on The Demarcation and Survey International Boundary) antara Delegasi Indonesia yang dipimpin Sekjen Kementerian Dalam Negeri dan Malaysia. Cerita tersebut pasti akan membuat darah bangsa ini memanas ketika daerah Status Quo itu sudah dikangkangi Malaysia. Wilayah Tanjung Datu dan Camar Wulan di Kalimantan Barat ramai dibicarakan gara-gara diduga „dicaplok‟ oleh Malaysia dari RI. Tetapi tampaknya Indonesia impoten.

maka Malaysia memggunakan batas alur sungai. Metode ini jamak digunakan dalam penentuan batas wilayah daratan antara Indonesia dan Malaysia. dan 800 meter garis pantai di Tanjung Datu. Sedangkan sesuai MoU dalam pertemuan RIMalaysia di Semarang 1978. Malayasia pun tak mempermasalahkannya apabila mengacu kepada garis batas peta Belanda Van Doorn tahunn 1906 . Wilayah NKRI mempunyai dasar daerah yang dulunya negara jajahan Hindia-Belanda yang kini jadi NKRI merupakan suatu konsep yang sah untuk diakui negara lain. Santubong dan Tanjung Datu bisa saling berhubungan. disepakati batas wilayah mengalami perubahan. deretan gunung. Kerajaan juga berupaya menggaet investor untuk membuka rute penerbangan ke daerah tersebut. seluruh wilayah Camar Bulan seharusnya masuk ke wilayah Indonesia. Pangkal masalah kasus ini muncul karena Indonesia dan Malaysia menggunakan alat bukti perbatasan yang berbeda. yakni perjanjian antara Kerajaan Inggris dan Belanda terkait pembagian wilayah administrasi tanah jajahan kedua negara. pemisahan aliran sungai atau gunung. Menurut Traktat London 1824. kawasan seluas 1. kerajaan telah merogoh kocek sebesar 20 juta ringgit mmbangun kawasan Santubong. Penggunaan metode tersebut merujuk pada traktat 1891 antara Pemerintah Kolonial Belanda dan Inggris. Selama ini Indonesia menggunakan Traktat London. Ini supaya sejumlah obyek wisata seperti Telaga Air. Batas negara didasarkan pada watershead. Malaysia berusaha menjadikan Santubong dan Tanjung Datu sebagai salah satu unggulan pariwisata mereka. Datuk Seri Abang Johari Tun Openg mengatakan.Tanjung Datu masuk ke dalam kawasan Santubong tersebut.499 hektare (ha) di Camar Bulan. peta Sambas Borneo (N 120 E 10908/40 Greenwind) dan peta Federated Malay State Survey tahun 1935. yakni sesuai dengan patok yang ada sekarang. Camar Bulan masuk wilayah Indonesia. Masalah baru timbul dalam MoU antara team Border Comeete Indonesia dengan pihak Malayasia. yang sebelumnya menjadi wilayah Indonesia akhirnya masuk bagian teritorial Malaysia. Kerajaan negeri juga berusaha meningkatkan segala kemudahan infrastruktur dan logistik di kawasan tersebut. Camar Bulan bertopografi landai atau datar. Jadi. Alasannya. Perubahan metode dalam penentuan batas wilayah ini merugikan Indonesia. sedangkan mereka menggunakan pengukuran batas yang . batas alam dalam bentuk punggung pegunungan sebagai tanda pemisah. Artinya. Ini merupakan keputusan politik yang telah disepakati kedua negara. Dan akibat kelalaian team ini. penentuan koordinat dipatok dari dataran tertinggi di wilayah itu.Pelancongan dan Warisan Negeri. pada 1978 menyepakati penentuan koordinat batas wilayah tersebut tidak menggunakan metode devide watershed. Wilayah perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia di Camar Bulan dan Tanjung Datu. Jika Indonesia menggunakan Traktat London. Jawa Tengah. Sebab. Indonesia akan kehilangan 1490 Ha di wilayah Camar Bulan. dan kemudian ditarik lurus. Selama ini kedua negara sepakat menggunakan peta Belanda Van Doorn tahun 1906. penggunaan metode devide watershed dianulir dalam pertemuan terakhir di Semarang. Legalitas ini juga diperkuat dengan Traktat London pada 1824. Berdasarkan ketentuan itu. Pemerintah Indonesia dan Malaysia dalam pertemuan di Semarang. Garis batas itu dirubah dengan menempatkan patok-patok baru yang tak sesuai dengan peta tua tersebut di atas. Namun. Kalimantan Barat sebenarnya tak ada masalah. Devide wathershed merupakan metode penentuan titik koordinat berdasarkan pemisah air.

Malaysia mengklaim dua pulau itu sebagai miliknya berdasar peta baru. negara tetangga itu menegaskan de facto dan de jure. disepakati pulau itu bersifat status quo.000 meter²) dengan koordinat: 4°6′52. Moerdani. Sipadan dan Ligitan itu masih dalam sengketa. kini. Tapi seharusnya Indonesia menolak karena menggunakan Traktat yang dibuat pada 1900 an. 118.B. Dalam kesempatan rapat kerja dengan Komisi I. Sipadan dan Ligitan tiba-tiba menjadi berita. pulau yang luasnya hanya 4 km2 itu. bahkan ceroboh membiarkan daerah tersebut dijadikan obyek pariwisata. akhirnya. Namun. Perundingan penetapan landas kontinen tahun 1969 gagal menetapkan status pemilik kedua pulau tersebut. Sikap Indonesia semula ingin membawa masalah ini melalui Dewan Tinggi ASEAN namun akhirnya sepakat untuk menyelesaikan sengketa ini melalui jalur hukum Mahkamah Internasional. yang sudah dibagi dua dengan Malaysia. Sengketa Sipadan dan Ligitan adalah persengketaan Indonesia dan Malaysia atas pemilikan terhadap kedua pulau yang berada di Selat Makassar yaitu pulau Sipadan (luas: 50. segera mengirim protes ke Kuala Lumpur. Dari jumlahnya. Karena gagal dicapai kesepakatan. antara lain. minta agar pembangunan di sana disetop dahulu. Soal ini bukan hanya memancing ketidaksenangan beberapa wakil rakyat. Malaysia berpendapat. dua pulau itu mestinya masuk wilayah Indonesia. karena Indonesia taat pada hukum internasional yang melarang mengunjungi daerah status quo. 118. soal ini pula. Walau Indonesia sudah mengirim nota protes. Sedangkan Malaysia malah membangun resort di sana. sehingga kedua pulau itu bisa diklaim sebagai wilayah Sabah.15°LU 118. fasilitas pariwisata itu memang belum bisa disebut memadai. Tapi. Desember 1979. yang juga merasa memiliki pulau-pulau itu. tidak ada kegiatan apa pun di sana sebelum ada penyelesaian.86″N 118°37′43. Namun. Indonesia berpendirian. Kasus Serupa Sipadan Dan Ligitan Kasus Tanjung Datu dan Camar Wulan tampaknya serupa dengan Sipadan-Ligitan. Alasannya.1146833.15. siap menanti wisatawan. kasus dua pulau itu bukan satu-satunya soal yang akhir-akhir ini mengganggu hubungan dua negeri sesama rumpun Melayu itu. Awalnya posisi kita kuat dalam persengketaan itu tetapi Malaysia lebih agresif mencaplok wilayah itu.52″E / 4. gara-gara di dua pulau kecil yang terletak di Laut Sulawesi itu dibangun cottage.883. Tapi pemerintah Indonesia.000 meter²) dengan koordinat: 4°9′N 118°53′E / 4.1146833°LU 118. bila garis batas lurus dibuat dari Pulau Sebatik. ketika anggota kita pulang dari sana membawa laporan. Moerdani mengkritik Malaysia yang cenderung tidak mengindahkan kesepakatan status quo atas kedua pulau itu. Artinya. kedua pulau itu miliknya. garis batas itu hanya sampai Pulau Sebatik. malah dimarahi. tapi juga Menhankam L. Pengusaha Malaysia telah menambah jumlah penginapan menjadi hampir 20 buah. meski ada juga . yang gaungnya sampai ke DPR pekan lalu.883°BT / 4.menggunakan alur sungai yang digunakan dan diklaim batas tertentu. belum diputus siapa pemiliknya. Nah.6287556°BT / 4.6287556 dan pulau Ligitan (luas: 18. Di atas Sipadan.

bila malaysia selalu tidak mengerti bahasa diplomasi. Awalnya posisi indonesia kuat dalam mengklaim wilayah. Tampaknya semangat “Ganyang Malaysia” harus selalu digelorakan bila melihat sikap Malaysia yang sangat agresif dan tidak beretika tatanan internasional itu terus memprovokasi Indonesia. Kelemahan sikap Indonesia ini tampaknya dimanfaatkan oleh Malaysia. Indonesia meski kekuatan militer terbatas tidak harus kalah dalam gertak menggertak.kesediaan mereka untuk berunding. Coba tengok ketika semangat “Ganyang Malaysia” terus digelorakan Soekarno. Karena. maka tidaklah heran satu persatu wilayah ini akan tercaplok oleh Malaysia yang agresif dan rajin bermanuver. Belum lagi perundingan dibuka. maka wilayah didekatnya akan menjadi incaran Malaysia karena diklaim sebagai jangkauan negerinya dengan batas wilayah baru itu. Bukan hanya dengan bermanuver dengan kapal perang dan pesawat tempur tetapi yang lebih membuat geram bangsa ini Malaysia bahkan berani membangun wilayah itu. Tetapi karena malaysia lebih agresif dan lebih berani bermanuver maka Indonesia selalu dikangkangi. Jangan anggap bahwa semangat “Ganyang malaysia” adalah sikap anarkis dan tidak berbudaya. Malaysia sudah terlalu kurang ajar bermanuver bahkan menduduki tanah sengketa atau wilayah status Quo. manuver Malaysia yang menyakitkan emosi kebangsaan rakyat. berikutnya Ambalat sekarang Tanjung Datu dan Camar Wulan. Pemerintah Indonesia dan militer Indonesia harus lebih keras lagi dalam berseteru dengan Malaysia. Tetapi upaya “Non Diplomasi‟ terakhir yang harus dipilih untuk menggertak Malaysia. Malaysia pasti akan berpikir seribu kali bila akan menguasai bahkan melirik tanah air Indonesia. Kasus Tanjung Datu dan Camar Wulan tampaknya cerita lama dari kisah tragis Indonesia kehilangan Sipadan-Ligitan. Setiap malaysia mencaplok wilayah baru. Memang dalam kehidupan masyarakat Internasional yang berbudaya harus mengedepankan perdamaian. harus diimbangi dengan provokasi yang lebih hebat lagi. Bila sikap Indonesia yang lemah dan sok alim itu terus dipelihara. Dahulu Sipadan dan Ligitan. Indonesia sudah membuat nota peringatan kembali tahun 1988 karena adanya kegiatan di Sipadan.u mendewakan aturan nternasional sedangkan Malaysia tidak peduli dengan mengangkangi wilayah status Quo. Sejarah Pergerakan Pemuda Indonesia . Indonesia jangan sok menjadi anak alim yang patuh aturan yang bersembunyi di bawah ketiak aturan dan tata krama Internasional. Sikap patriotisme itu harus digelorakan ketika ada tetangga bangsa ini yang sangat agresif dan tidak bertatakrama Internasional terus menggerogoti wilayah bangsa ini. Indonesia harus berkaca pada kepemimpinan “Ganyang malaysia” Soekarno yang sangat garang melawan manuver Malaysia. Indonesia selal. kompromi dan menjauhkan perang. Tetapi tampaknya strategi bermoral itu tidak dapat digunakan dalam mengahdapi sikap amoral malaysia yang terus mengangkangi wilayah negeri ini. Sikap “Ganyang Malaysia” tidak harus berarti konfrontasi perang secara terbuka dan luas.

adalah salah satu pendorong yang menimbulkan semangat bahwa bangsa kulit kuning. mandau dan lain-lain senjata daerah. muncullah gagasan dan tindakan dari beberapa pemuda Indonesia (Hindia Belanda) seperti Dr.Wahidin Sudirohusodo untuk mengangkat harkat . seperti rencong. Walaupun demikian bangsa Belanda bukan tidak mendapat perlawanan dari rakyat Indonesia. keris. di Pulau jawa oleh Pangeran Diponegoro. tujuan perjuangannya pun berbeda-beda. Makin banyaknya orang pintar dan terpelajar di Indonesia. Runtuhnya kerajaan itu adalah karena terjadinya perpecahan dari dalam pemerintahan itu sendiri. 3. Mataram dan lain-lain. perlawanan itu dapat dipatahkan oleh Belanda. Belanda sudah menggunakan senjata api.sedangkan perjuangan bangsa Indonesia pada waktu itu masih senjata tradisionil. Batasan pemuda di setiap negara berbeda-beda tergantung dari kebijakan pemerintahan di negara yang bersangkutan. Cut Mutia . baik dari dalam negeri maupun luar Negeri. Majapahit.100 tahun Gerakan Pemuda Indonesia 1908-2008 oleh Masad Masrur Pemuda merupakan salah satu elemen bangsa yang selalu menjadi garda depan dalam menghadapi berbagai persoalan bersama. panah. Kiprah pemuda bisa kita lihat dari gerakan meraka sejak sebelum momentum kebangkitan nasional (1908) hingga pasca reformasi sekarang ini. Para pemuda tergabung dalam gerakan melawan penjajah belanda ini. pedang. kelompok ini selalu melahirkan berbagai pemikiran dan gerakan menuju perubahan dan perbaikan bangsa Indonesia. Faktor yang datang dari luar negeri adalah kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1905. Dekade 1908-1918 Awal kebangkitan Nasional disebabkan beberapa faktor. Sultan Ageng Tirtayasa. badik. Di Maluku oleh Pattimura di Sulawesi oleh Hasanuddin. Tengku Umar dan lain-lain. Namun. 2. antara lain factor dalam negeri: 1. di Kalimantan oleh Pengeran Antasari dan banyak lagi perjuangan rakyat. bangsa Asia dapat mengalahkan bangsa kulit putih (Eropa). terbukti dengan adanya perlawanan di Aceh oleh rakyat Aceh. Dalam sejarahnya. pengertian pemuda adalah penduduk yang berusia antara 15 sampai dengan 35 tahun. pada mulanya mereka disambut dengan ramah tamah oleh bangsa Indonesia yang dikenal dengan keramah tamahannya. karena perlawanan bangsa Indonesia pada waktu itu masih bersifat kedaerahan dan perlawanan yang satu dengan yang lainnya masih belum terorganisir. Mereka tetgabung dalam berbagai peperangan melawan pemerintah Kolonial belanda di berbagai daerah di Nusantara. Sebagai jawaban atas rasa keprihatinan tersebut. Sebelum lahirnya Boedi Oetomo Kejayaan Bangsa Indonesia dapat dibuktikan dengan berjayanya pada masa silam Kerajaan Sriwijaya. Di Indonesia. Peran mereka sudah dimulai jauh sebelum lahirnya negara Indonesia. yang dipimpin oleh Panglima Polim. golok. I. Untung Surapati dan lain-lain. di Sumatera Barat oleh Imam Bonjol. Makin banyaknya/makin tingginya kesadaran ingin bersatu. ditanah Batak oleh Sisingamangaraja. Cut Nyak Dien. persenjataan yang dimiliki kalah modern. II. Makin mengingkatnya semangat bangsa Indonesia ingin merdeka. tombak. Pada abad ke-16 orang Balanda datang ke Indonesia. Lama kelamaan bangsa Belanda menunjukkan sifat aslinya yaitu ingin menjajah bangsa Indonesia.

Lahirnya Boedi Oetomo. Belanda menelantarkan pendidikan Bangsa Indonesia. mengawali gerakan pemuda Indonesia dalam sebuah organisasi modern. Dekade 1918-1928 Berdiri perkumpulan pemuda diluar Jawa pada tahun 1918 dan menamakan diri Jong Java. Wahidin Sudirohusodo dan kawan-kawan terjun ketengah-tengah masyarakat untuk membangkitkan golongan priyayi agar bersedia mengulurkan tangan. Suradji dan Suwardi Suryaningrat mengadakan rapat pertama di Jakarta. Dr. Awal kebangkitan nasional bukanlah terjadi dengan sendirinya. semua ini membangkitkan kebanggaan pada tentang apa yang akan diperbuat pada masa yang akan datang. ini dilakukan pada tahun 1906-1907. 21 Mei 1908. mereka banyak mengambil keuntungan dari bumi pertiwi ini. Jong Pasundan. memberi pertolongan kepada rakyat untuk meningkatkan kecerdasannya. Disinilah titik awal berdirinya perkumpulan-perkumpulan yang menjurus kepada sifat nasionalisme dan patriotisme. Perkumpulan ini juga diikuti oleh perkembangan organisasi pemuda Hindia Belanda yang sekolah di luar negeri. dan berhasil mendirikan perkumpulan yang diberi nama Boedi Oetomo yang berarti kebaikan yang diutamakan. Serikat Dagang Islam tahun 1909. Soempah Pemoeda kedua berlangsung di Batavia. Jong Sumatra. Pahit getirnya perjuangan bangsa Indonesia jauh sebelum 1908 mencatat begitu banyak kenangan berharga dan begitu banyak kenangan yang mengharukan. Jong Batak. Indische Party tahun 1913. Untuk itu mereka bersumpah yang terkenal dengan nama Soempah Pemoeda yang diikrarkan pada akhir kongres yaitu pada tanggal 28 Oktober 1928 yang berbunyi: kami putra dan putri Indonesia mengaku bertanah air satu tanah Indonesia. Pada tanggal 20 Mei 1908. tahun ini pula. pemuda Indonesia yang berkongres tersebut juga melantunkan lagu Indonesia Raya untuk yang pertama kalinya. karena setelah berdirinya Boedi Oetomo maka bermunculanlah perkumpulan-perkumpulan dan pergerakan yang bersifat luas antara lain. bangsa Indonesia harus bersatu. rakyat dibiarkan bodoh. melarat dan menderita. waktu itu masih terkotak pada golongan priyayi dan kawulo alit (rakyat kecil) yang masih belum terpelajar. Dr. tetapi berawal dari rasa keprihatinan terhadap kebodohan. Wahidin Sudirohusodo memanfaatkan peluang ini dari jalur pendidikan sebagai sarana yang tepat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menumbuhkan rasa nasionalisme bangsa Indonesia. setelah mereka mengadakan pembahasan. Gunawan. Dr. Wahidin Sudirohusodo dengan biaya sendiri mengadakan perjalanan keliling Jawa untuk mempropagandakan pendirian berdirinya Studifound. Dan atas usul perhimpunan pelajar-pelajar Indonesia (PPPI) sebagai organisasi kemahasiswaan pertama pada tanggal 26-28 Oktober 1928 diadakan kongres pemuda kedua. kemiskinan dan keterbelakangan. III. berbahasa satu bahasa Indonesia. Selain mengucapkan sumpah.Wahidin S dan para Pemuda STOVIA. Soekarno mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI). Muhammadiyah tahun 1912. Pemuda. . Para pemuda inilah yang mengadakan kongres pemuda pertama tahun 1926 yang menghasilkan perlunya mencanangkan suatu organisasi pemuda tingkat Nasional. Ir. Jong Ambon. Nahdhatul Ulama tahun 1926. Tanggal itu dikenal sebagai hari Kebangkitan Nasional. atas prakarsa Dr. ini disebabkan dari politik kolonial Belanda pada waktu itu. seperti Sutomo. mereka sampai pada satu kesimpulan.dan martabat bangsa dari belenggu kolonial Belanda. berbangsa satu bangsa Indonesia. bahwa jika bangsa Indonesia ingin merdeka. Pemuda Betawi dan lain-lain.

juga dibentuk organisasi saya yang menghususkan pada gerakan pemuda. berbangsa satu. Perlawanan ini banyak berlangsung di berbagai kota di Indonesia. Pemuda Muslimin (1932). Indonesia. Dekade 1928-1938 Soempah Pemoeda 28 Oktober 1928 dikenang sebagai lahirnya kesepakatan unsur-unsur bangsa yang sangat heterogen untuk menjadi bangsa yang satu. Pemuda Islam (April 1947). pemuda Indonesia (golongan muda) mendesak supaya pemimpin (golongan tua) segera memproklamirkan berdirinya Republik Indonesia. Partai-partai tersebut muncul dalam memperjuangkan bangsa Indonesia dalam bentuk �menuju persiapan Indonesia merdeka�. Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dibacakan oleh Soekarno dan Hatta. Tahun 1942. Jepang yang saat itu menjanjikan kemerdekaan bagi Indonesia justru mengalami kekalahan setelah bom atom meledak di Hiroshima dan Nagasaki tahun 1945. Itulah saat resmi lahirnya bangsa Indonesia. Parindra. Semarang dan Surabaya. Ir. Meskipun serupa dalam semangatnya untuk menyatukan nusantara. Jepang masuk dan menguasai Nusantara. Dengan demikian. bertanah air satu. pecah Perang Asia Timur Raya. Hatta. yang sebelumnya nomenklatur Indonesia belum digunakan untuk menamai suatu bangsa. Tjipto Mangunkusumo. Gerindo dan lain-lain. bukan menunggu kompromi dnegan pemerintah Jepang. Pemuda-pemuda Indonesia banyak melakukan perlawanan fisik menghadapi pasukan Belanda yang datang kembali dengan membonceng Sekutu.IV. Pada dekade ini. Soempah Pemoeda berbeda dengan Sumpah Palapa yang diucapkan Mahapatih Gajah Mada. dan berbahasa satu. seperti Gerakan Pemuda Islam (Oktober 1945). Hal ini dilakukan setelah pemuda mendesak mereka. Pemuda-pemuda yang menonjol kala itu adalah Adam Malik. Drs. partai-partai yang menonjol pada saat itu adalah PNI. persaudaraan dan kesetaraan. Maka dimulailah perlawanan pemuda-pemuda Indonesia kembali pada perlawanan fisik melawan penjajah. Pada tahun-tahun ini. seperti Jakarta. dan suatu tanah air. Akan tetapi semangat untuk merdeka tidak pernah padam dan malah bertambah subur berkat Soempah Pemoeda itu. Bandung. misalnya Pemuda Ansor (Pemuda NU tahun 1934). Nasyiatul aisyiyah (1931) V. Chaerul Saleh dan lain-lain. Dr. Banyak pemuda dilatih oleh tentara jepang dalam PETA dan HEIHO. Ki Hadjar Dewantoro dan banyak lagi pemimpin organisasi yang ditangkapi. Sutan Syahrir. Moh. Kolonial Belanda mulai menangkapi pemimpin-pemimpin organisasi kepemudaan itu yang dinilai vokal antara lain. dibuang dan diasingkasn dari rakyatnya. membangun persatuan dalam napas kebebasan. seperti yang dilakukan oleh bangsa Indonesia pada abad ke-19. suatu bahasa. Dekade 1938-1948 Munculnya banyak partai pada tahun 1930-an ini makin menunjukkan bahwa bentuk perlawanan bangsa Indonesia pada bentuk perlawanan �pemikiran� dibanding dengan perlawanan fisik. Banyak pula dibentuk organisasi pemuda Islam. Selayaknyalah peristiwa bersejarah yang demikian penting itu diperingati dengan mendalami semangat yang terkandung dalam peristiwa itu. Agresi Belanda I maupun II (tahun 1947 dan 1948). Soekarno. sementara Soempah Pemoeda ingin menyatu. Namun Jepang juga membentuk Romusha yang sangat membebani rakyat. Ikatan Putra Putri . Pemuda Muhammadiyah tahun 1932. Angkatan Puteri Al-Washliyah (Juni 1947). Sukarni. Sumpah Palapa menempatkan Kerajaan Majapahit sebagai pusat. banyak muncul partai-partai yang berjuang di dalam parlemen (volksraad) maupun pada ranah sosial masyarakat.

PMKRI. PMKRI (Mei 1947). Dekade 1948-1958 Perlawanan pemuda Indonesia masih dalam bentuk perlawanan fisik hingga berlangsungnya Konferensi Meja Bundar tahun 1949 di Den Haag. Dekade 1968-1978 Pemerintah Orde Baru mempersiapkan Pemilu 1971 dengan melakukan fusi partai hingga menjadi 10 partai peserta Pemilu. pemuda mendukung penuh. misalnya HMI terhadap Masyumi. Mereka adalah HMI. VI. Organisasi-organisasi pemuda yang lahir pada dekade ini adalah IPNU (1954) dan lain-lain sampai pada dekade berikutnya. Dekade 1958-1968 Organisasi-organisasi pemuda yang lahir pada dekade ini adalah Generasi Muda Mathla�ul Anwar (1956). Hal ini adalah sesuai dengan atmosfer perjuangan pasca perang kemerdekaan. PMII (1960). Pemuda/mahasiswa merasa makin ditinggalkan oleh pemerintah. Menghadapi ini. Masa revolusi 1966 adalah puncak gerakan mahasiswa dan pemuda dalam memperjuangkan perubahan nasib bangsa. Gema Budhis (1968) dan lain-lain. Gerakan pemuda kembali terkonsolidasi secara nasional pada tahun 1973-1974. VII. Misalnya CGMI (Pemuda PKI). Komite Nasional Pemuda Indonesia (1973) juga terbentuk. saat itu pemuda memberikan kesempatan kepada Orde Baru untuk membangun negara. pemuda sering ditinggalkan oleh pemerintah. Kelahiran mereka yang secara ideologis muncul dengan asas agama merupakan strategi untuk memperkuat jaringan ideologis-sosial-politik pemuda dalam memperjuangkan identitas pada masa memasuki era revolusi 1965-1966. PMII. Peristiwa Malari 1974 adalah puncak gerakan pemuda atas kebijakan pemerintah Orde Baru yang tidak transparan. Pelajar Islam Indonesia (Mei 1947) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang didirikan oleh Lafran Pane dan kawan-kawan pada Februari 1947 di Sekolah Tinggi Islam (STI) di Yogyakarta. Gamki (1948). Ataupun bentuk afiliasi politik organisasi pemuda terhadap partai tertentu. Banyak lahir partai-partai politik pada dekade ini. Pemuda Katolik (1947). Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM tahun 1964). Pada saat Soeharto diangkat sebagai pejabat Presiden RI. beberapa organisasi pemuda/mahasiswa membentuk Kelompok Cipayung untuk membentuk opini bersama menghadapi kebijakan pemerintah. yang juga mengakibatkan beberapa konflik fisik. Golkar yang menang dalam pemilu ini sebelumnya sempat membentuk beberapa organisasi pemuda sayap golkar. seperti �pembantaian� kader-kader (pemuda) PKI oleh pemuda-pemuda lawan ideologi-politik lain. sehingga banyak pula organisasi pemuda yang lahir sebagai underbow dari partai-partai induk yang sudah mapan. KMNI dan GMKI. baik yang nasionalis meupun keagamaan bermunculan. Pemerintah membentuk Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga untuk mengatur pemuda. meski oleh pemuda tidak menguntungkan karena pengawasan oleh pemerintah tersebut. sehingga pada peristiwa Malari . GMNI (1954/pemuda PNI). Dan organisasi lainnya. yaitu perjuangan ideologi dan mencari identitas bangsa Indonesia. Belanda. meski dalam beberapa hal. Pemuda dan mahasiswa terlibat secara langsung pada masa revolusi tersebut. Pemuda Demokrat (1947). VII. Organisasi Pemuda yaitu Ikatan Pemuda Karya (1969) juga lahir pada saat saat ini. Pada saat-saat inilah para pemuda yang tergabung dalam berbagai organisasi pemuda. Bersama dengan ABRI.Indonesia (1945). KNPI ini memudahkan pemerintah untuk memonitor gerakan mahasiswa.

Banyak gerakan pro-demokrasi yang muncul bersama gerakan pemuda/mahasiswa lainnya melakukan koordinasi nasional dengan memunculkan gerakan reformasi.ini banyak pemuda yang ditangkap oleh pemerintah Orde baru seperti Syahrir. sehingga pemuda dan mahasiswa makin sulit bergerak melawan tekanan pemerintah. Kebijakan asas tunggal Pancasila ini efektif memecah gerakan pemuda/mahasiswa. Efek yang sampai sekarang dirasakan adalah banyaknya potensi pemuda yang terpaksa hilang akibat ketidakmauan mereka menerima asas Pancasila. Selama ini mahasiswa merasa ditinggalkan oleh pemerintah ketika perjuangan menumbangkan rezim sudah berhasil. Menteri Pendidikan Daoed Joesoef menandatangani kebijakan NKK-BKK tahun 1978. Banyak pula Koran dan surat kabar dibreidel oleh pemerintah pada thun-tahun ini. Dekade 1988-1998 Krisis moneter yang memunculkan krisis multidimensi di Indonesia memunculkan perlawanan yang lebih kongkrit oleh pemuda/mahasiswa. VIII. pemerintah Orde Baru justru makin mengekang kebebasan pemuda/mahasiswa agar tidak terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan politik. dan mulai terang-terangan pada tahun 1996-1998 mulai muncul bentuknya seperti Partai Rakyat Demokratik (PRD) dan lain-lain. Ormas pemuda/mahasiswa banyak yang �terpaksa mau� menerima asas Pancasila. yang kemudian disebut oleh pemerintah sebagai Organisasi Tanpa Bentuk/OTB. organisasi pemuda/mahasiswa banyak lahir pada kesempatan reformasi. yang isinya membatasi kegiatan mahasiswa hanya pada kegiatan akademis kampus. Booming partai politik memberikan kesempatan pada pemuda dan mahasiswa untuk membentuk dan menjadi pengurus partai dan terlibat langsung dalam perebutan kursi di parlemen. Sementara itu. Selain partai politik. PII (Pelajar Islam Indonesia) misalnya. Ormas pemuda ini biasanya adlah sayap partai politik yang lahir pada masa reformasi itu juga seperti Pemuda PAN dan lain-lain. Partai politik yang tinggal 2 partai (PPP dan PDI) terpaksa tunduk agar tetap �bisa menjadi penyeimbang� Golkar pada pentas Pemilu masa Orde Baru. Sementara. Reformasi membuka kesempatan kepada ormas pemuda dan mahasiswa untuk kembali pada asas mereka semula. karena tidak mau menerima asas pancasila. Dekade 1978-1988 Dekade ini adalah puncak kekuasaan pemerintahan Orde Baru. mereka banyak yang terpaksa bergerak di �bawah tanah� agar tetap eksis. Begitu juga organisasi pemuda/mahasiswa. mereka terpaksa bubar dan bergerak illegal. Pemerintah memberlakukan asas tunggal pancasila sebagai asas wajib partai maupun organisasi masa di Indonesia. meski harus berurusan dengan intel pemerintah. Mulai muncul perlawanan terhadap pemerintah Orde Baru dengan gerakan-gerakan konsolidasi pro-demokrasi. Organisasi masa yang juga terkena imbas dari kebijakan asas tunggal buru-buru mengambil sikap menerima agar tidak tergusur oleh aturan pemerintah. juga seperti Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia . Arif Budiman dan lain-lain. Sementara Himpunan Mahasiswa Islam pecah menjadi dua. kesempatan masuk partai ini membuka peluang pemuda/mahasiswa tersebut. IX.

1998-2008 Pemilu 1999 dan 2004 adalah momentum untuk tampilnya pemuda/mahasiswa pada pergerakan nasional.  Awas Bahaya Narkoba  Ke.. tetapi internal pemuda sendiri yang tidak konsisten dalam memperjuangkan reformasi. Reformasi ini juga membuka kesempatan pers untuk kembali bebas dan demokratis. Bukan memperjuangkan kepentingan rakyat dan bangsa. Pemuda sulit independen. justru pemuda banyak yang berjuang demi kepentingan kekuasaan dan partai politik. Namun. Sehingga tantangan yang dihadapi pada saat ini adalah bukan semata-mata pemerintah dan kebijakannya. masuknya pemuda di parlemen justru dipandang banyak kalangan melenakan para pemuda pada kekuasaan dan lupa pada perjuangan reformasi sebelumnya.Muhammadiyah -An  FORMATUR SUSUNAN PENGURUS  Sejarah Pergerakan Pemuda Indonesia  Musyawarah VS Demokrasi .(KAMMI) dan lain-lain.* Diposkan oleh Pemuda Muhammadiyah Cempaka Putih di 02:49 0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) Selamat datang di Blog Kami Pemuda Muhammadiyah Cempaka Putih Ortom Pimpinan Cabang Muhammadiyah Cempaka Putih Lihat profil lengkapku Kotak Pencarian Arsip Blog  ▼ 2009 (9) o ▼ April (8)  Nilai Positif dari Demokrasi  N A R K O B A T I I I I D D D A A A A A AKKKKK..

Related Articles » Apple notifies faulty MagSafe owners of class-action settlement Apple Insider By Slash Lane Apple has reached a settlement on a class-action lawsuit over T-shaped MagSafe connectors for MacBook and MacBook Pro models that can fray and come apart. . This story has been changed throughout to reflect that. The Prizefight scoring system is as follows: Each judge ..o  Musyawarah Definitifnya ► Maret (1) Top Favourites Widget by Blogger Buster Silahkan Isi News Update Apple Google Microsoft Apple confirms no current plans to bring Siri to older devices Apple Insider By AppleInsider Staff Apple's engineering unit has reportedly confirmed that the company currently has "no plans" to support its Siri personal assistant feature on older devices.. the Asus Zenbook UX31. Related Articles » Prizefight: Asus UX31 vs. against the system it was clearly designed to emulate. .. according to a person familiar with the matter. 2011 7:07 PM PST Follow @Josh Corrected on November 8 at 3:30 pm PT to reflect that the training program is not related to Apple's retail stores.. Apple's 13-inch MacBook Air.. .. Apple MacBook Air CNET Our latest Prizefight pits one of the new generation of super-thin ultrabook laptops.. Related Articles » Apple to train managers on 'union awareness' (exclusive) CNET (blog) by Josh Lowensohn November 7. The company on Tuesday posted a new support document detailing the Apple Adapter ..

Related Articles » powered by Silaturahmi Ke    PP Tapak Suci PP Pemuda Muhammadiyah PP Muhammadiyah Anda Pengunjung KeTotal : 380 Today : 4 Live : 1 Country Visitor Locate IP Address Didukung Oleh .

Lencana Facebook Profil Buat Lencana Anda .

0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) Selamat datang di Blog Kami Pemuda Muhammadiyah Cempaka Putih Ortom Pimpinan Cabang Muhammadiyah Cempaka Putih Lihat profil lengkapku Kotak Pencarian Top of Form Bottom of Form Arsip Blog • ▼ 2009 (9) ○ ▼ April (8)         ○ Nilai Positif dari Demokrasi N A R K O B A T I I I I D D D A A A A A AKKKKK.Muhammadiyah -An FORMATUR SUSUNAN PENGURUS Sejarah Pergerakan Pemuda Indonesia Musyawarah VS Demokrasi Musyawarah Definitifnya ► Maret (1) Top Favourites Widget by Blogger Buster . Awas Bahaya Narkoba Ke...

Related Articles » Apple to train managers on 'union awareness' (exclusive) CNET (blog) by Josh Lowensohn November 7. the Asus Zenbook UX31. . 2011 7:07 PM PST Follow @Josh Corrected on November 8 at 3:30 pm PT to reflect that the training program is not related to Apple's retail stores. Apple's 13-inch MacBook Air.. against the system it was clearly designed to emulate. The Prizefight scoring system is as follows: Each judge . Related Articles » Apple notifies faulty MagSafe owners of class-action settlement Apple Insider By Slash Lane Apple has reached a settlement on a class-action lawsuit over Tshaped MagSafe connectors for MacBook and MacBook Pro models that can fray and come apart. .. according to a person familiar with the matter. Apple MacBook Air CNET Our latest Prizefight pits one of the new generation of super-thin ultrabook laptops... The company on Tuesday posted a new support document detailing the Apple Adapter . Related Articles » ...Silahkan Isi News Update Apple Google Microsoft Apple confirms no current plans to bring Siri to older devices Apple Insider By AppleInsider Staff Apple's engineering unit has reportedly confirmed that the company currently has "no plans" to support its Siri personal assistant feature on older devices. Related Articles » Prizefight: Asus UX31 vs.. This story has been changed throughout to reflect that..

powered by Silaturahmi Ke • • • PP Tapak Suci PP Pemuda Muhammadiyah PP Muhammadiyah Anda Pengunjung Ke- Total : 380 Today : 4 Live : 1 Country Visitor Locate IP Address Didukung Oleh .

Lencana Facebook Profil Buat Lencana Anda Bottom of Form .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful