Heroisme Arek Suroboyo Jumat, 4 Feb 2011 02:19 WIB

Setiap tanggal 22 Oktober, arek-arek Surabaya tidak bisa lepas dari ingatan fakta sejarah ihwal resolusi jihad yang terjadi 65 tahun silam, yakni 22 Oktober 1945. Resolusi jihad ini lahir 66 hari pasca kemerdekaan dan 18 hari menjelang perang besar-besaran pada 10 November 1945. Resolusi jihad yang difatwakan para kiai di bawah komando KH Hasyim Asy’ari ini dikarenakan penjajah masih belum mengakui kedaulatan Republik Indonesia, sehingga ingin kembali menjajah dan berkuasa seperti sedia kala. Buku bertajuk “Resolusi Jihad Paling Syar’i” karya Gugun El-Guyanie ini mengulas gerak heroisme arek Suroboyo yang teguh menegakkan kedaulatan NKRI. Sejarah mengabarkan bahwa heroisme arek Suroboyo ini sebagai jihad yang menggelorkan semangat perjuangan anak bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan. Jenderal Soedirman makin membara perjuangannya karena terlecut oleh heroisme yang dikobarkan arek Suroboyo. Heroisme ini lahir tersebab spirit nasionalisme para kiai. Dalam resolusi jihad ini, umat Islam wajib mengangkat senjata melawan penjajah yang hendak kembali menjajah Indonesia, kaum muslimin Indonesia dilarang untuk melakukan perjalanan haji dengan kapal Belanda, dan bagi kaum Muslimin yang berjarak lingkaran 94 kilometer dari posisi musuh wajib melakukan jihad. Kewajiban ini mengikat bagi setiap individu, alias fardlu ‘ain. Sementara bagi yang berada di radius di luar 94 kilometer, hukum jihadnya bersifat sekunder dan kolektif, atau biasa dikenal dengan istilah fadlu kifayah. Resolusi jihad inilah yang membakar semangat nasionalisme arek-arek Surabaya dan sekitarnya untuk bertempur habis-habisan. Atas restu Kiai Hasyim Asy’ari, Bung Tomo memimpin gelora perjuangan arek Surabaya untuk menghadang Belanda dan sekutunya. Pecahlah perang besar-besaran pada 10 November 1945. Perjuangan arek Surabaya kemudian dikenal bangsa Indonesia sebagai Hari Pahlawan. Resolusi jihad yang lahir di Surabaya ini merupakan babakan perjuangan anak bangsa yang sedang berjuang mempertahankan kedaualatan NKRI. Kemerdekaan yang diraih Indonesia pada 17 Agustus 1945 bukanlah kemerdekaan cuma-cuma, bukan pula hadiah dari Jepang atau Belanda. Kemerdekaan Indonesia merupakan manifestasi atas perjuangan anak bangsa yang mengobarkan seluruh jiwa-raganya demi tegaknya kedaualatan RI. Jejak

historis mengabarkan bahwa anak bangsa tidak rela dengan kehadiran kembali Belanda yang hendak kembali berkuasa. Resolusi jihad ini merupakan sumbangan fatwa sangat berharga dari Surabaya untuk Indonesia. Perjuangan arek Surabaya juga menjadi ilham perjuangan kaum santri dan bala tentara Indonesia di berbagai penjuru Nusantara untuk menegakkan NKRI sampai detik terakhir. Spirit arek Surabaya menjadi salah satu fondasi bangsa Indonesia membangun etos perjuangan di tengah keterjepitan penjajahan. Etos arek-arek Surabaya yang demikian dahsyat menjadi penanda krusial dalam jejak perjuangan Indonesia. Kalau bangsa Indonesia secara formal mengakui perjuangan arek Surabaya, sudah selayaknya arek Surabaya sendiri menjadikan kisah heroik pendahulunya ini sebagai motivasi besar dalam menumbuhkan etos nasionalisme membela NKRI. Berjuang menegakkan Indonesia yang telah diteladankan pada pendahulu tidak boleh terlewat begitu saja dalam lembaran sejarah, tetapi harus menjadi ‘monumen’ yang selalu menegakkan semangat yang berkobar dalam melestarikan dan meneguhkan etos perjuangan bangsa. Jejak penuh makna yang terkandung dalam resolusi jihad 22 Oktober 1945 perlu diterjemahkan lebih kontekstual oleh anak jaman saat ini. Kalau saat itu perjuangan dengan menjadi kobaran yang luar biasa, saatnya penerus perjuangan arek Surabaya harus bisa hadir dengan model berbeda, tetapi dengan visi dan semangat berkobar yang tidak boleh kendur, bahkan harus lebih besar dibandingkan pendahulunya. Nasionalisme membela Indonesia jaman sekarang bisa diwujudkan dengan terus meningkatkan kreativitas dan karya dalam membela saudara yang masih terbelakang, bodoh, dan dililit kemiskinan. Itulah tantangan konkrit yang layak dijawab untuk jaman ini. Di tengah euforia teknologi informasi yang demikian canggih, saatnya arek Surabaya membuktikan jejak perjuangan masa lalu yang masih aktual sampai sekarang dengan langkah konkret dalam menggerakkan perubahan sosial di masyarakat. Jangan sampai saudara kita yang masih dililit ketiga hal tersebut terus ditindas oleh rezim keserakahan yang maunya menang sendiri. Keserakahan harus dilenyapkan dari bumi Surabaya, kemajuan selalu ditunggu saudara-saudara yang masih berada di pinggir jalan, kolong jembatan, dan tempat-tempat kumuh. Sementara bagi para ulama’, kiai, dan kaum santri, resolusi jihad yang dikomandoni Kiai Hasyim Asy’ari bukti bukti nyata ihwal keharusan keterlibatan kaum santri dalam menumbuhkan nasionalisme kebangsaan. Spirit Kiai Hasyim tidak mengajarkan kaum santri hanya mengaji kitab kuning di pesantren, rajin shalat di masjid, dan wiridan di musolla, apalagi mengeluarkan fakta yang tak ada ujungnya. Sang maha guru, Kiai Hasyim tidak mengajarkan demikian. Tetapi mengajarkan kaum santri untuk terjun langsung menjawab persoalan jamanhya dengan teguh dan ikhlas. Etos perjuangan yang dipahatkan Kiai Hasyim yang direkam dalam buku ini bukan pula mengajarkan kiai untuk sibuk dengan politik kemudian lalai dengan santri dan umatnya.

Tetapi tetap setia menemani umat serta menjawab berbagai persoalan umat di tengah tantangan jaman yang begitu berkecamuk. Nasionalisme kebangsaan para kiai dan arek Suroboyo dalam jejak resolusi jihad tetap tegak dengan begitu gagah untuk menjaga kedaulatan NKRI. Hari Pahlawan, GANEFO dan Nasionalisme Kita November8 Tanggal 10 November dikenal dengan Hari Pahlawan, di mana peringatannya ditujukan pada perjuangan dan pengorbanan arek-arek Suroboyo dalam pertempuran dengan pasukan Inggris. Pertempuran itu dipicu penolakan ultimatum yang diberikan pasukan Inggris agar pejuang Indonesia menyerah sebelum pagi tanggal 10 November 1945. Inggris mengultimatum sebagai buntut perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato oleh arekarek Suroboyo. Rakyat Indonesia di Surabaya menolak untuk menyerah, akibatnya penjajah mengerahkan 30 ribu serdadu dengan puluhan pesawat terbang dan kapal perang untuk memborbardir Surabaya. Perkiraan Inggris bahwa Surabaya akan dikuasai dalam hitungan jam ternyata meleset. Agaknya ada faktor non-teknis di luar perkiraan penjajah: semangat kepahlawanan. Semangat ini membuat perlawanan rakyat Surabaya berlangsung berharihari, dengan pengobaran semangat takbir dari Bung Tomo dan tokoh pesantren pertempuran berlangsung sebulan, sebelum akhirnya pejuang kalah dan Surabaya jatuh ke tangan Inggris. 23 Tahun kemudian pada bulan yang sama, Presiden Sukarno mengguncang dunia dengan membuat tandingan dari Olimpiade Tokyo, yakni penyelenggaraan GANEFO (Games of the New Emerging Forces). Penyelenggaraan GANEFO dipicu kemarahan Sukarno akibat skorsing Komite Olimpiade Internasional (KOI) pada Indonesia dalam Olimpiade Tokyo karena Sukarno melarang Israel dan Taiwan mengikuti Asian Games 1962 di Jakarta. Larangan ini merupakan bentuk dukungan Indonesia pada Republik Rakyat China (RRC) dan Negara-negara Arab yang sedang berkonflik dengan Taiwan dan Israel, padahal Taiwal dan Israel adalah anggota resmi PBB. GANEFO sukses diselenggarakan dengan partisipasi 2.200 atlet dari 48 negara Asia, Afrika, Amerika Latin dan Eropa. Tidak kurang dari 450 wartawan dari berbagai belahan dunia datang ke Senayan. Meski diboikot negara-negara Barat, GANEFO sukses diadakan. GANEFO 1963 menjadi perhelatan pertama dan terakhir karena penyelenggaraan berikutnya gagal akibat persoalan politik. Apa yang kita tangkap dari dua peristiwa besar di atas adalah bagaimana rakyat (dalam peristiwa Surabaya) dan pemimpin bangsa (dalam peristiwa GANEFO) memandang nasionalisme sebagai harga mati yang tidak bisa ditawar lagi. Persoalan keberhasilan adalah urusan belakang, yang penting nasionalisme itu mesti diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekedar slogan semata.

Kedua peristiwa di atas juga mengajarkan kita akan nilai-nilai kepahlawanan. Bahwa pahlawan adalah keberanian menyatakan kebenaran dan membelanya sampai titik darah penghabisan benar-benar dilakukan oleh arek-arek Suroboyo dan Sukarno dulu. Pahlawan tidak peduli siapa yang dilawan dan apakah ia mendapat keuntungan dari sikapnya itu. Kini setelah berpuluh-puluh tahun kita merdeka, rasa nasionalisme dan kepahlawanan cenderung menjadi simbol semata yang kurang makna dan sulit diwujudkan. GANEFO kini hanya berwujud tugu di lokasi api abadi Mrapen dan perjuangan arek-arek Suroboyo mewujud sebatas adanya hari besar nasional. Adakah keinginan, misalnya, pada para petinggi KONI untuk kembali mewujudkan nasionalisme dalam bidang olahraga dengan menyelenggarakan kembali GANEFO dan memunculkan Indonesia sebagai ikon olahraga dunia? Adakah juga kesadaran masyarakat pada Hari Pahlawan ini untuk tidak sekedar mengikuti upacara atau mengadakan lomba-lomba sepele dan sejenak menyempatkan diri pergi ke Taman Makam Pahlawan terdekat. Membangun kesadaran bahwa banyak jasad terpendam di sana tanpa nama, tanpa tanda jasa dan tidak diketahui oleh sanak keluarganya. Mereka menjadi bagian dari modal kemerdekaan yang kita nikmati ini tanpa berharap kita yang mengambil buah perjuangan untuk mengenal dan mengenangnya. Banyak pihak menyatakan bahwa nasionalisme kita diujung tanduk. Kedaulatan kita sebagai bangsa yang besar seolah tidak tampak lagi di mata dunia Internasional. Indonesia seolah menjadi sasaran empuk imperialisme modern. Ada negara yang menancapkan kolonialisme mereka dalam bidang ekonomi dengan menyetir penuh kebijakan perekonomian kita yang berpihak pada asing dan membuat kamuflase kebijakan prorakyat. Secara budaya kita juga terjajah. Klaim-klaim negara tetangga “mantan sahabat” kita akan budaya-budaya bangsa juga merupakan bentuk imperialisme. Belum lagi budaya secara luas dalam pengertian life style, mode, fashion, komunikasi dan lain sebagainya yang gencar dilancarkan melalui “serangan media”. Dalam bidang kehidupan lain juga tidak jauh berbeda, imperialisme modern menggerogoti diperparah dengan rendahnya nasionalisme kita yang sebatas slogan saja. Padahal, seperti sudah kita singgung di atas, nasionalisme bukan sebatas slogan. Jauh sebelum Indonesia merdeka, nusantara sudah berdaulat. Ketika Meng Chi—utusan Kaisar Kubilai Khan—dari Mongol membawa perintah membayar upeti, Kertanegara Raja Singosari memotong daun telinganya dan mengusirnya pergi. Sebuah tindakan yang berbuah kemarahan penguasa Asia Tengah yang akhirnya mengirimkan armada 1000 kapal perang dengan 20.000 pasukannya. Pasukan yang mendarat di Pantai Tuban ini akhirnya ditipu oleh Raden Wijaya dan membuat kekalahan besar Mongol oleh Singosari. Di tengah gempuran imperialisme modern dengan segala mutasi bentuk-bentuknya, sungguh nasionalisme kita perlu dikaji ulang. Kadaulatan bangsa mesti diletakkan diatas segala kepentingan lain, kita jangan takut kepada negara asing yang memiliki tendensi imperialis dalam tipu muslihat dibalik bantuan-bantuannya.

secara perlahan ia akan dikalahkan oleh kekuatan pasar akibat globalisasi dalam trendnya menuju stateless. Istilah ini sesungguhnya ciptaan elit semata. Dan sebaliknya ketika negara tidak lagi membawa manfaat bagi warga bangsanya. . Bagi mereka soal kepedulian terhadap negara sesungguhnya karena dipaksa oleh negara dengan peraturanperaturan yang bila dilanggarnya akan terkena sanksi. Maju Terus Pantang Mundur! [] posted under Humanis Bab III NASIONALISME BARU INDONESIA ”Tidak mungkin” adalah kata yang hanya dikenal dalam kamus orang tolol.” (Napoleon Bonaparte). LSL: Menurut anda apa yang dimaksud dengan nasionalisme? SK: Secara umum nasionalisme atau rasa kebangsaan adalah rasa cinta warga bangsa dalam bentuk kesediaan untuk menjaga dan mempertahankan negara.Ada baiknya kita kembali menghayati slogan yang dikumandangkan Sukarno saat menghelat GANEFO sebagai bentuk perlawanan dan ketegasan kedaulatan. Oleh karena itu untuk membangun nasionalisme kedepan haruslah dalam kerangka ”nation and state building”. Bahkan menurut pendapat Ben Anderson nasionalisme sesungguhnya adalah ”imagined community” Dalam era kekinian. rasa nasionalisme hanya akan tumbuh manakala negara membawa manfaat bagi segenap warga bangsanya. sehingga negara terus bisa menjadi fasilitator dan regulator bagi warga bangsanya sesuai kebutuhan jaman kekinian. karena bagi rakyat kecil dari dahulu sampai kapanpun tahunya bagaimana memenuhi kebutuhan hidupnya masing-masing. Onward! No Retreat!.

Dapatkah anda jelaskan keterkaitan kedua pernyataan tersebut dengan semangat kebangsaan kita? SK: Sudah barang tentu nilai kedua pernyataan tidak bisa lepas dari proses pengembangan nasionalisme kita. sedang dalam Pembukaan UUD 1945 secara tegas dikatakan. adalah tanda-tanda awal lemahnya nasionalisme. Munculnya perasaan publik bahwa saat ini tidak lagi merasakan adanya pemerintahan. Sejak masa mudanya. suku. Sejarah kelahiran rasa kebangsaan kita sangat diwarnai oleh kepeloporan (utamanya) Bung Karno. Dan apa yang menjadi ciri khas nasionalisme kita? SK: Kesimpulan tersebut sama sekali tidak salah. Substansi Nasionalisme Indonesia mempunyai dua unsur yang sekaligus sebagai ciri khasnya: Pertama. etnik. adalah bukti lemahnya rasa kebangsaan kita. Rasa kebangsaan ini terus berkembang seiring perjalanan perjuangan untuk merdeka. Sedang bicara perkembangan nasionalisme. budaya dan tanah kelahiran bisa ditembus untuk menggalang persatuan perjuangan melawan kolonialisme. Hal ini tidak bisa terlepas dari menurunnya manfaat keberadaan negara (Indonesia) bagi sebagian besar anak bangsa dan entitas pembentuk negara. Bahkan sekat-sekat ideologipun oleh Bung Karno ditebas tanpa ampun demi perjuangan tersebut. itu adalah kenyataan.LSL: Menurut anda bagaimana perkembangan nasionalisme di Indonesia saat ini? Bukankah banyak pihak menyimpulkan bahwa nasionalisme kita sedang melemah. ia berkeyakinan bahwa hanya dengan ide dan jiwa nasionalismelah sekat-sekat etnik. Dalam banyak hal rakyat malah dibikin repot dan bahkan dirugikan pemerintah yang mengatas namakan negara. kesadaran mengenai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang terdiri atas banyak suku. agama dan budaya. Belum lagi munculnya tuntutan untuk memisahkan diri dalam berbagai bentuk dan wujudnya. Perjuangan bangsa Indonesia tersebut pada tanggal 17 Agustus 1945 mencapai titik kulminasi dengan dikumandangkannya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno-Hatta. Kedua. agama. kesadaran-bersama bangsa Indonesia dalam menghapuskan segala bentuk penjajahan dan penindasan dari bumi Indonesia. LSL: Apakah hal tersebut terkait dengan teks Proklamasi Kemerdekaan dengan jelas dinyatakan “atas nama bangsa Indonesia”. Hal itu membuktikan bahwa nasionalisme Indonesia sudah merupakan faktor penentu perkembangan sejarah berdirinya negara Republik Indonesia. Dalam artikel-artikelnya. banyak pidato dan diskusinya masalah nasionalisme dengan gencar diperjuangkan oleh Bung Karno. haruslah kita simak ke belakang. Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 adalah ikrar sekaligus proklamasi Kebangsaan Indonesia. Hal-hal yang . bahwa “Segala bentuk penjajahan dan penindasan di dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”. ketuhanan. ketuhanan.

Sebab nasionalisme Indonesia adalah nasionalisme yang berfondasi Pancasila. Nasionalisme yang membenci bangsa/sukubangsa lain. Maka nasionalisme Indonesia berbeda dengan nasionalisme Barat yang bisa menjurus ke “chauvinisme” alias nasionalisme sempit. Suka atau tidak suka. toleransi kepada bangsa/suku bangsa lain. Berdirinya Republik Indonesia tersebut telah memberi bukti bahwa nation Indonesia beserta kesadaran nasionalismenya tidak hanya eksis. Karena keduanya memang menyatu. Pada tahap nation building memang sempat terhambat dan rusak berat dalam perjuangan untuk nation building adalah perjuangan melawan pemberontakan-pemberontakan dan sisa-sisa kolonialisme. Tahap nation building telah tercapai dan bersiap-siaga untuk menuju ke tahap berikutnya yakni state building. Islam juga berperan dalam perjuangan kemerdekaan. Bahkan nasionalisme berkembang tahun 1910 an itu kan karena peran tokoh-tokoh Islam. Islam dan Marxisme” yang ditulis Bung Karno 1926. Nasionalisme yang demikian ini menghendaki penghargaan. dan lain-lain sesuai dengan individualisme Barat lah. Tapi belakangan muncul opini seolah ada permasalahan antara Islam dengan nasionalisme. tidak bisa lepas dari peran tokoh-tokoh Islam dalam perjuangan kemerdekaan. Eksistensi nation dan nasionalisme Indonesia adalah fakta obyektif yang tidak dapat dinegasikan oleh teoriteori atau analisis-analisis apapun. Hanya saja. karena bangsa ini majemuk maka semua agama-agama dan persoalan Ketuhanan Yang Maha Esa perlu diwadahi dalam demokrasi. Dalam perkembangannya hingga berhasil membentuk negara. Nasionalisme Indonesia sampai tahun 1965 sudah mantap bersemayam di dada bangsa Indonesia. penghormatan. tak mungkin bisa dipadankan dengan nasionalisme Barat. Lalu bicara tentang nasionalisme Indonesia. agar seluruh kelompok yang beragama dan mereka yang berketuhanan diluar agama secara keseluruhan bisa bersatu.seperti ini bisa dibaca pada buku “Nasionalisme. menganggap bangsa/sukubangsa sendirilah yang paling bagus. Bagaimana menurut anda tentang Islam dalam kaitan dengan nasionalisme kita? SK: Islam dan nasionalisme di Indonesia satu-kesatuan. harus diakui keberadaan bangsa Indonesia dengan kesadaran nasionalismenya. Tapi tahap perjuangan state . Artinya nasionalisme tersebut bersenyawa dengan keadilan sosial. dan keberadaan negara Indonesia dengan segala atributnya sebagai suatu fakta yang tidak dapat disangkal oleh siapapun. Artinya Islam tak bertentangan dengan nasionalisme dan bukan pula hal yang perlu dihadaphadapkan seperti dituduhkan banyak orang. paling unggul. tapi hidup-aktif dalam pengembangan dirinya dan dalam kehidupan masyarakat antar bangsa. yang oleh Bung Karno disebut Sosio-nasionalisme. LSL: Bicara nasionalisme di Indonesia.

Singkatnya. tapi kerusakan yang diakibatkannya telah menimbulkan krisis multidimensional yang luar biasa. justru ditempatkan sebagai sumber ancaman. yang berlangsung selama 32 tahun dan menggunakan pendekatan kekuasaan yang militeristik. Kekuasaan demikian. Disanalah maka muncul stigma Ektrim kanan. Belanda sendiri. SARA (Suku Agama Ras dan Antar Golongan) yang awalnya menjadi kekuatan bangsa yang memang majemuk. yang memerlukan pembenahan secara serius. hutang yang begitu besar. Hal hal inilah saat ini perlu diluruskan. Dampak yang tidak bisa dihindari. anti HAM. belum lagi karakter bangsa yang terlanjur rusak. kiri dan bahkan ektrim lainnya. dan yang pasti memperbodoh rakyat. anti national. Mereka merasakan kekayaan alamnya dijarah dan kebudayanya dieliminasi oleh pusat. Sementara perjuangan tokoh-tokoh Islam yang awalnya bersatu padu untuk merebut kemerdekaan. Kegagalan pembenahannya akan mempunyai dampak terhadap persatuan bangsa dan kesatuan negara Indonesia. kemelaratan dan kesengsaraan rakyat yang tak terhingga. sama sekali tidak meninggalkan residu yang separah peninggalan Orde Baru. Lebih dari itu intrik dan konflik menjadi model utama dalam pengelolaan negara. konflik antar komponen bangsa yang satu dan lainnya kemudian berkembang. dan itu semua jelas-jelas menumpas ideal nasionalisme Indonesia. diera Orde Baru seolah perjuangan tokoh Islam lepas dari kerangka Indonesia. Tidak hanya itu. Terutama rakyat luar Jawa yang kaya sumber daya alam. Pada keadaan itulah benih-benih gerakan disintegrasi dalam negara . agar kedepan segenap komponen bangsa dengan coraknya masing-masing tetap dalam satu naungan yaitu Indonesia. LSL: Apa masalah yang dihadapi nasionalisme kita dewasa ini? SK: Dewasa ini harus diakui bahwa kesadaran Nasionalisme sedang mengidap banyak masalah berat. Maka tidaklah salah kalau dikatakan selama era Orde Baru telah terjadi penjajahan oleh bangsanya sendiri yaitu oleh rezim Orba. Dari situasi yang demikian itu rakyat daerah luar Jawa merasakan ketidakadilan yang sangat mendalam. sehingga mematikan inisiatif dan kreativitas rakyat. ternyata terpangkas oleh peristiwa G30’S/PKI dan berdirinya kekuasaan rezim Orde Baru. Dengan kilas balik ke sejarah lampau. lingkungan hidup yang rusak berat. Kolonialisme Orba ini meskipun singkat yaitu hanya 32 tahun (suatu jangka waktu relatif pendek jika dibandingkan dengan penjajahan kolonialisme Belanda). kita melihat jelas bahwa selama Indonesia dalam kekuasaan rezim Orba berlaku tatanan pemerintahan kediktatoran-militer yang anti demokrasi. Di sisi lain tindakan rezim Orba itu menumbuhkan kebencian rakyat mendasar kepada pusat.building. nasionalisme yang berkembang pada era Orde Baru telah kehilangan “roh” aslinya. anti hukum dan keadilan.

Sedang hujatan-hujatan terhadap “Pusat” tanpa kejelasan Pusat itu siapa. Kalau mereka bisa mengadakan seberapa pun perbaikan. itu kategorinya sudah tergolong kemajuan dan keberhasilan. Maka kita harus jujur dulu menemukan sumber masalah. misalnya antara suku Dayak dan suku Madura (di Kalimantan).Indonesia tumbuh subur. Di samping itu konflik yang bernuansa SARA. Penyusun sistem Orde Baru kan tidak hanya militer. . bahkan siapa pun yang akan memegang pemerintahan kedepan. Jadi kalau kita ingin mencari akar penyebab retaknya ideal nasionalisme Indonesia. Sesungguhnya ketidak adilan bukan hanya dirasakan oleh rakyat diluar Jawa. Akan tidak benarlah kalau pemerintahan Gus Dur. penganiayaan fisik dan pengrusakan harta benda dan dibarengi pemerkosaan etnik Tionghoa (di sejumlah kota di Jawa utamanya Jakarta) pada Mei 1998. Megawati dan juga SBY dimasukkan dalam kategori Pusat yang harus dikutuk seperti rezim Orba. Apa yang dikerjakan Soeharto adalah tuntutan sistem kenegaraan. dll adalah juga tengara retaknya bangunan nasionalisme Indonesia. yang hanya akan memperparah nasionalisme itu sendiri. Tanpa mengetahui sumber malapetaka tersebut kita tidak akan bisa dengan tepat memperbaiki atau menyehatkan nasionalisme Indonesia yang kini sedang sakit. kecuali dengan paradigma baru niscaya akan bernasib sama. LSL: Jadi menurut anda sumber keretakan bangunan nasionalisme tersebut adalah kekuasaan rezim Orde Baru? SK: Barangkali bisa dikatakan begitu. Mengacu pada uraian di atas. maka akhirnya di pinggiran kota-kota besar di Jawa muncul pemukiman kumuh tempat pelarian rakyat desa dan daerah untuk mengkais sedikit rezeki. namun karena peredaran uang hasil eksploitasi sumber daya alam tersebut banyak berada di Jawa. Megawati dan SBY adalah pemerintahan reformasi yang terpaksa menerima warisan segala kebobrokan rezim Orba. Namun cara memahaminya harus utuh. tidak boleh tidak kita harus tunjuk hidung pada rezim Orde Baru. Begitu pula terhadap pemlintiran kata “pusat” diidentikkan dengan suku Jawa (sehingga timbul tuduhan dijajah oleh Jawa) sesungguhnya bertujuan untuk menimbulkan rasa ketidak senangan. antara umat Kristen dan umat Islam (di Maluku dan Sulawesi). kebencian. Pusat harus diartikan kekuasaan rezim Orba (termasuk rezim Habibie). Ketiga pemerintahan tersebut tidak mungkin bisa memperbaiki keadaan negara yang amburadul ini. permusuhan antara suku non-Jawa terhadap suku Jawa. Sebab tanpa menutup kekurangan-kekurangannya pemerintahan Gus Dur. akan mengarah kepada solusi yang keblinger. Bicara sistem kenegaraan jelas bukan Soeharto pribadi atau TNI saja. di Jawa pun perlakuan pemerintahan sama. bukankah perancang dan juga pendukungnya justru dari lingkungan intelektual (teknokrat).

ekonomi. Tentu ada faktor lain mengapa rasa kebangsaan kita masih . bahwa tidak hanya nasionalisme saja yang rentan manipulasi. sedang di dalam struktur beberapa negarabagian yang lain terdapat republik-otonom. LSL: Tapi rasanya kalau melihat dasar masalah hanya karena sistem kenegaraan. Pancasila pun demikian juga. Apa pendapat andal? SK: Pendapat tersebut tidak salah. HAM. Kerentanan itu harus dipandang sebagai konsekuensi logis atau akibat dari proses demokrasi yang belum mantap. Acuan pada kasus runtuhnya Uni Soviet dan Yugoslavia tidaklah bisa membuktikan kebenaran tesis di atas. keadilan. Bahkan apa saja bisa dimanipulasi oleh rezim Orde Baru kala itu dengan segala cara termasuk “politik kekerasan” dan manajemen konflik. dan bahkan budaya Orba sendiri hingga kini masih eksis di semua lapangan kehidupan. Baik hal itu kebobrokan dalam bidang kehidupan bermasyarkat dan bernegara maupun diseluruh aspek kehidupan seperti hukum. negara bagian yang berbentuk federasi juga (misalnya negara bagian Rusia). keadilan. Tapi perlu penegasan lebih lanjut. maka kesimpulannya akan tidak jujur dan tidak obyektif.LSL: Tapi.l. bukankah ada pendapat yang bilang bahwa nasionalisme rentan terhadap manipulasi. Sehingga akan menuju ke kesimpulan sesat apabila kerentanan nasionalisme dikarenakan oleh bentuk negara: negara kesatuan atau negara federal. juga tidak dapat dibenarkan solusi pembentukan negara federasi sebagai penyembuh nasionalisme Indonesia yang sedang sakit dewasa ini. yang semuanya lengkap dengan segala alat perlengkapan negara. Dan dari situ. Manakala seseorang tidak mengkaitkan kebobrokan bangsa dan negara ini dengan kekuasan rejim Orde Baru sebagai sumber penyebabnya. Pengalaman tragedi bangsa dan negara selama 32 tahun dalam kekuasaan rezim Orde Baru telah membuktikan hal tersebut. karakter dan moral serta budaya bangsa. banyak orang dari permulaan tidak melihat bahwa sesungguhnya negara-negara tersebut adalah negara federasi. tanpa menunjukkan raison d’etre yang sesungguhnya yaitu politik diktatur-fasis penyelenggara negara yang berkuasa saat itu (Orde Baru). terdiri a. agaknya tidak obyektif. ketika seseorang mempersoalkan bentuk negara kesatuan RI sebagai penyebab rusaknya nasionalisme Indonesia tidak bisa dibenarkan. Bahkan sistem federasi Uni Soviet mempunyai struktur yang paling desentralistik di dunia : Uni Soviet sebagai Negara Federasi. humanisme. Pertama-tama. Tapi toh Negara Federasi Uni Soviet jatuh berantakan. hukum. Dengan demikian. serta pecah belah.

lemah. Benar tidak dulu para pendiri kita mau membangun Indonesia untuk melindungi segenap bangsa tanpa kecuali? Benar tidak Indonesia ini untuk semua? Kan itu yang kedepan perlu diempowering (diberdayakan). dan sistem itulah yang menjamin adanya negara ini untuk kesejahteraan rakyatnya. merasa asing dengan orang Flores. Itu sebabnya. misalnya. sehingga secara otomatis akan menjadi sistem yang kuat. Kalau sistem tidak kuat. Kita perlu segera membuktikan kebenaran niat dan tekad para pendiri republik untuk membentuk Indonesia yang majemuk namun satu. etnis dan bahkan agama dengan mudah dibangkitkan. Indonesia akan selalu kerepotan dengan masyarakatnya yang bhineka. Kondisi yang penuh potensi kerawanan ini memperlemah semangat kebangsaan. Disana manfaat keberadaan negara akan dirasakan oleh seluruh kelompok dan setiap orang warga bangsa. Di samping itu masih ada lagi alasan-alasan yang tidak membenarkan solusi pembentukan negara federal di Indonesia: (1) Dalam situasi . orang Batak dengan orang Kalimantan. Sentimen kedaerahan. Kalau tidak. Pemahaman sistem kenegaraan yang kuat disini diartikan sistem yang mendapat dukungan secara kuat dari segenap warga bangsanya tanpa kecuali. Dengan demikian sistem kenegaraan yang ada akan dipertahankan oleh semua pihak. LSL: Dengan demikian solusi pembentukan negara federal dalam kaitannya dengan masalah nasionalisme Indonesia bukan solusi yang tepat? SK: Untuk saat ini ya. dll. ikatan kejiwaan kita sebagai Indonesia. Mengapa sistem kenegaraan itu penting karena sistem kenegaraan itulah yang mengikat masyarakat yang majemuk ini. Sebetulnya kalau mau jujur. karenanya ia haruslah responsif terhadap setiap aspirasi yang berkembang. bahkan sesama saudara satu tanah air masih ada perasaan asing. Masa lalu kita yang terdiri dari kerajaankerajaan kecil yang sering mengalami konflik. Jadi apakah faktor kedekatan emosional antar masyarakat juga salah satu sebab mengapa rasa kebangsaan kita masih lemah? SK: Anda sama sekali tidak salah. kita perlu sistem kenegaraan yang bisa diterima oleh seluruh anak bangsa. Makanya hanya dengan sistem kenegaraan yang kuat sajalah yang bisa mengatasinya. matilah kita semua. Sistem kenegaraan yang bisa menghargai dan mengakui keragaman yang menjadi ciri bangsa kita. belum lagi persoalan kesenjangan baik vertikal maupun horizontal dalam hal ekonomi. Orang Sunda. dan bubarlah juga bangsa ini. kelahiran kita sebagai Indonesia lebih dikarenakan kesamaan nasib akibat penjajahan Belanda. karena segenap anak bangsa ini merasakan manfaat atas keberadaan Indonesia. masih sangat rapuh.

sebab mereka memiliki sumber dana dan sumber daya manusia sangat besar. cinta bangsa dan tanah air Indonesia. . Inikah tugas berat pemerintahan dewasa ini. bahkan konsolidasinya makin menguat. meskipun realisasinya masih menghadapi kendala-kendala yang sangat serius. Sesungguhnya solusi pembentukaan otonomi luas bagi daerah-daerah sudah tepat sekali. (kedua) Penegakan demokrasi yang tidak anarkhistik. sampailah pada pertanyaan bagaimana perspektif nasionalisme Indonesia ini. semata-mata sebagai taktik untuk mempermudah realisasi strategi kolonialisme terhadap daerah-daerah. Orde Baru dengan semboyan “mempertahankan Negara Kesatuan (NKRI)”. yang akan berakibat semaraknya gerakan disintegrasi bangsa dan negara. Sebagai pemerintahan transisional mereka tidak mungkin mensukseskan tugas-tugas di atas secara tuntas dan cepat. Maka dalam era reformasi dewasa ini gagasan pembentukan Negara Federal akan merupakan kesempatan bagus bagi kekuatan Orde Baru untuk mendirikan rezim-rezim Orba di daerah-daerah. (ketiga) Penggalakan kehidupan bersuasana toleransi. ketuhanan. Saya yang termasuk dalam golongan terakhir berpendapat. Kalau pada era kejayaannya. aman-damai dan rukun dalam masyarakat yang multi agama.kehidupan bernegara dan bermasyarakat yang sangat rawan dewasa ini (gagasan) pembentukan negara federal sama artinya mengobarkan dan mempercepat proses disintegrasi. sebab sebagian besar rakyat Indonesia masih teguh jiwa patriotismenya. suku. Di kalangan masyarakat timbul pandangan pesimisik. Tapi di samping itu terdapat pandangan optimistik yang cukup kuat. Mungkin dalam waktu 10 tahun mendatang baru akan tampak hasil yang signifikan. etnik dan budaya. supremasi hukum yang berkeadilan dan demokratik. LSL: Bukankah kegagalan atas upaya tersebut di atas akan mempercepat berlanjutnya proses penipisian kesadaran nasionalisme Indonesia. pendapat anda? SK: Satu catatan untuk SBY-JK. bahwa nasionalisme Indonesia niscaya bisa “sehat”. Jadi kalau sekarang ini pemerintahan sudah “berhasil” menentramkan gejolak di Maluku dan Papua. kalau ia berhasil mengerem laju proses disintegrasi di beberapa daerah. (2) Dalam membaca peta politik dewasa ini tampak bahwa sistem dan kekuatan Orde Baru masih utuh di mana-mana. men”stabil”kan ekonomi sudah dapat dikatakan suatu kesuksesan. Tapi hal itu sulit akan terjadi apabila tidak didasari oleh upaya-upaya serius dalam pengelolaan negara khususnya untuk: (pertama) Pembangunan ekonomi di semua daerah secara merata dan realisasi otonomi daerah secara luas. Hal ini tidak bisa lepas dari kerusakan yang diakibatkan oleh rezim Orba memang begitu dasyat. Dari persoalan-persoalan yang terurai di atas. yang menjadi dasar pendorong untuk pembenaran gagasan-gagasan disintegrasi.

apalagi seruan penggulingan. Komentar anda? SK: Yaa. Persoalan militansi bangsa dalam kaitan struktural kenegaraan apalagi yang berhubungan dengan keikutsertaan rakyat dalam pembelaan negara. Terkadang juga lucu. namun sekarang kok nyaring dan bahkan ada yang menabuh genderang perang melawan korupsi. tapi itu adalah kekurangan obyektif dalam situasi transisi dewasa ini. waktu berkuasa memusuhi rakyat. Dahulu waktu berkuasa menjadi bagian yang melaksanakan atau membiarkan terjadinya penindasan kepada rakyat kecil. Penggoyangan pemerintahan saat ini. saya lebih memilih penggunaan istilah semangat nasionalisme dari pada istilah militansi bangsa. Moga-moga saja niatnya tulus untuk rakyat. bukan untuk cuci tangan atau untuk menyelamatkan diri karena masa lampaunya yang berdarah-darah atau kotor akibat kekuasaan politik. . yang hanya akan menguntungkan kekuatan kekuatan eksternal dan status quo yang kini masih kuat bercokol di semua bidang. militansi bangsa lazimnya dikembangkan oleh negara-negara Fasis dan juga negara-negara Agama. setidaknya syukurlah kalau mereka insyaf. Dalam praktek pengelolaan negara. begitu pensiun malah menjadi pahlawan pembela rakyat. Memang pemerintahan ini memiliki tidak sedikit kekurangan. adalah tindakan tidak bertanggung jawab dan berpenyakit kekanak-kanakan. Bagi bangsa kita barangkali persoalannya tinggal bagimana nilai tersebut diformulasikan ulang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan era kekinian. dulu waktu menjabat ikut korupsi atau setidaknya membiarkan terjadinya korupsi. dikenal disemua negara baik yang menganut paham demokrasi maupun yang bukan demokrasi. Jujur saja sesungguhnya memang aneh. Tapi betul kah yang mereka perjuangkan benar-benar hanya untuk kepentingan bangsa dan negara. Dibanyak tempat mereka juga berusaha membangkitkan militansi bangsa. Sedang semangat nasionalis biasanya digunakan dilingkungan negara-negara penganut paham demokrasi. sehingga menganggap seolah bangsa ini tidak sedang sekarat. karena paham yang digunakan dalam mengatur negara penganut paham ini memanglah top-down. Sesungguhnya soal militansi bersifat universal. sekarang setelah pensiun kok menjadi pejuang yang katanya akan membela rakyat kecil. dalam arti value tentang semangat sebuah bangsa. Maka adalah tugas kita semua untuk membantu pemerintahan ini dalam memperbaiki kerusakankerusakan negara dewasa ini. LSL: Belakangan ini sejumlah pihak begitu militan “berjuang” diberbagai forum dengan mengatas namakan kepentingan bangsa dan negara. walaupun sangat-sangat terlambat.Memang disayangkan perubahan sistem kenegaraan serba tanggung sehingga membuat pemerintahan yang berkuasa siapapun presidennya akan cenderung tidak mempunyai “sense of crisis”. Begitu juga soal militansi bangsa.

negara menempuh cara-cara indoktrinasi. SK: Dalam prakteknya tidak sedikit pemimpin bangsa yang menggunakan slogan nasionalisme hanyalah sebagai tameng atas kelemahannya atau bahkan sebagai upaya menyembunyikan dosa masa lalunya. persatuan dan kesatuan bangsa justru diposisikan sebagai out put atau produk dari sistem sipil (kenegaraan) itu sendiri. Margaret Tacher umpamanya. Sedang kadar rasa atau semangat nasionalisme (militansi) sangat ditentukan oleh kemanfaatan dari keberadaan negara itu sendiri. terutama di bidang bisnis. kiranya kita akan lebih mudah menarik kesimpulan makna harga diri dan budaya bangsa. Betapa kecermatan dan keberanian seorang pemimpin bangsa mampu mengubah peradaban bangsanya dan mampu membangkitkan kembali rasa nasionalisme bangsa nya. persatuan dan kesatuan bangsa pada negara-negara Fasis ditempuh dengan cara-cara refresi dan kontrol secara ketat terhadap kehidupan sosial rakyatnya. Sedang pada negara-negara penganut paham demokrasi (terlebih setelah melewati tahap konsolidasi sebagai negara) persoalan stabilitas keamanan. Untuk melahirkan militansi rakyat nya. Maka dengan program memotong bugdet sektor Pertahanan. propaganda dan juga mobilisasi. Seolah nasionalisme disederhanakan dengan melindungi korporasi milik pengusaha nasional yang ternyata tidak kalah rakusnya bahkan lebih menyesengsarakan rakyat (misal kasus Lapindo) namun dilindungi oleh bendera nasionalisme. ia telah berhasil membangun kembali ekonomi Amerika. Bill Clinton dalam dua kali pemerintahannya sama sekali tidak mengalami inflasi. Cara ini antara lain dengan menempatkan bangsa .Adapun perbedaan yang mencolok dalam upaya menjaga stabilitas keamanan. hal ini karena penilaian adanya gap dimana kebutuhan atas kesejahteraan berada jauh diatas kepentingan rasa aman. ia telah mengesampingkan cemoohan banyak pihak tentang harga diri bangsa karena ia mengundang Sonny dan Honda yang notabene berasal dari “timur”. Namun ia tahu dan meyakini bahwa yang dibutuhkan rakyatnya saat itu adalah aspek kesejahteraan. Dengan mengambil perbandingan yang dilaksanakan oleh sejumlah pemimpin negara sahabat. LSL: Yang jadi soal apakah dalam membangun nasionalisme kita harus melupakan harga diri dan budaya bangsa? SK: Sebaiknya kita jernih mengartikan harga diri dan budaya bangsa. LSL: Dari uraian anda terdahulu bisa jadi dewasa ini banyak elite yang meneriakkan slogan nasionalisme untuk melindungi kepentingannya sendiri.

kalau tujuannya hanya sekedar ganti kepemilikan saham dari “Londo” kulit putih menjadi milik “Londo” kulit hitam. Padahal praktek kong kalikong yang demikian ini justru bertentangan dengan kepentingan rakyat. Dalam kaitan ini tidak sedikit ”hubungan gelap” yang demikian itu diatas namakan kepentingan nasional dan karenanya dibentengi dengan slogan nasionalisme. Dalam kasus Jerman dibawah Hitler. LSL: Bila begitu adanya. sesungguhnya apa yang salah tentang pemahaman nasionalisme yang kini populer dijadikan pijakan perjuangan bangsa kita dewasa ini? SK: Yang terjadi. nasionalisme dengan sengaja ditafsirkan secara sempit sehingga melahirkan nasionalisme yang chauvinistik. Publik juga tidak boleh terkecoh dengan ajakan sejumlah elit untuk nasionalisasi perusahaan.perusahaan asing yang mengelola tambang.lain sebagai penyebab kerusakan yang tengah terjadi di negara nya. Bahkan pihak-pihak yang bermasalah dan yang akan membuat masalah kini sedang mencoba menempatkan rasa nasioanlisme sebagai pijakan perjuangan dengan menempatkan sejumlah negara asing sebagai musuh bangsa. Nasionalisme juga haruslah ditafsirkan secara common sense dan tidak boleh ditafsirkan secara sempit sesuai kepentingan penguasa. bahkan . tapi juga mala petaka kemanusiaan bagi bangsa bangsa lainnya. Sama sekali bukan masalah kepemilikan saham. Dalam banyak kasus. Berkat kemesraannya itu dahulu rezimnya mendapatkan bantuan dan pinjaman dalam jumlah yang begitu besar dari negara-negara yang kini dihujatnya. anak dan keturunan pemegang saham. istri. karena parktek-praktek ekonomi biaya tinggi termasuk kolusi antara pengusaha nasional dengan pejabat negara yang bertanggung jawab dalam pengurusan perijinan (lisensi) membuat beban pengembalian pinjaman yang melebihi hitungan ekonomis (kelayakan bisnis). nasionalisme lebih hanya dijadikan slogan oleh banyak kalangan. karena secara langsung malah membebani rakyat. Dan yang jelas sebagian dari pinjaman tersebut tidak dikelola dengan baik. Diantara mereka lupa bahwa dirinya dimasa lalu adalah bagian dari rezim yang berkuasa yang begitu mesra dengan negara-negara tersebut. Model yang demikian ini lazim terjadi pada negara-negara otoriter atau penganut paham fasisme dan negaranegara yang peradaban nya belum tinggi sehingga dalam pergaulan internasional tidak berpegang teguh pada fatsun dan kaidah-kaidah internasional. sejarah mencatat bahwa hal tersebut tidak hanya membuahkan mala petaka bagi bangsanya saja. tapi anggota keluarga. maka yang menikmati berkah Sumber Daya Alam sama sekali bukan rakyat. Kedepan yang diperlukan adalah perubahan model pengelolaan agar benar-benar langsung diraskan manfaatnya oleh segenap rakyat tanpa kecuali. karena biar yang memiliki saham orang Indonesia bahkan pribumi sekalipun sepanjang model pengelolaan seperti yang ada saat ini.

Lantas bagaimana sebaiknya bangsa ini merespond tuntutan pemisahan diri? SK: Karena kadar rasa nasionalisme sangat ditentukan oleh azas manfaat atas keberadaan negara. Sesungguhnya semua itu adalah “perang berlarut” yang sedang dikembangkan oleh pihak-pihak tertentu. Yang pasti generasi penerusnya yang harus menanggung residu masa lalu dan juga warisan hutang yang begitu besarnya. LSL: Apa yang sebernarnya perlu dilakukan oleh pemerintahan paska Soeharto dalam membangun nasionalisme baru seperti yang anda maksudkan? SK: Sangat disayangkan Pemerintahan terdahulu pasca Soeharto lengser tidak mengawali dengan mapping (pemetaan) dengan sungguh-sungguh tentang kondisi nyata atas persoalan yang dihadapi bangsa dan negara nya. maka untuk era sekarang dan terlebih kedepan para elit sebaiknya tidak terus menyalahkan sikap sebagian warga bangsa kita yang tidak lagi peduli terhadap keutuhan negara Republik Indonesia. Dan belakangan publik juga tahu bahwa anggota rezim pengganti juga terlibat dalam permasalahan serius utamanya dalam pengelolaan keuangan negara (korupsi). Kondisi yang demikian ini jelas membebani Pemerintahan yang sekarang siapapun pemimpinnya karena tidaklah mungkin akan dapat memanfaatkan rasa nasionalisme yang ada (karena kadarnya begitu rendahnya) untuk membangun kekuatan dalam menghadapi hakekat ancaman yang saat ini nyata-nyata kini dihadapi oleh bangsa dan negara kita. untuk kembali memperoleh kekuasaan atau setidaknya membeli waktu agar segala persoalan yang melingkupi dirinya khsusunya dalam kaiatan KKN (sebagian termasuk pendatang baru) tidak lagi mengancam dirinya lagi. Hal yang demikian itu sama .sebagian lagi dikemplang ramai-ramai oleh kroni dan anggota rezimnya. Disanalah maka kita dapat ditengarai menurunnya harapan dan sekaligus kepercayaan publik terhadap kemampuan negara untuk menghadirkan kesejahteraan. tapi disorientasi bangsa ini terus tidak kunjung berakhir. sementara keterpurukan terus membelit kita. Mereka pula yang dahulu menyetujui persyaratan yang ditetapkan dalam perjanjian antara negara kita dengan negara atau lembaga-lembaga donor yang kini nyata-nyata dirasakan sangat memberatkan bangsa kita. Apalagi kalau malah memusuhi mereka yang menginginkan memisahkan diri dari Republik tercinta ini. Maka menjadi wajar kalau rezim terus berganti. LSL: Sesuai penjelasan anda diatas bahwa rasa nasionalisme terkait langsung dengan azas kemanfaatan bagi rakyat. Dalam perpolitikan mereka juga mengabaikan etika. Maka tarik menarik kepentingan menjadi sangat menonjol daripada.

Disanalahlah maka pada negara Fasis rakyat harus militan. dan juga pantang menyerah dan apalagi dipersiapkan untuk ikut dalam perjuangan pisik. Tapi sebaliknya bagaimana negara ini segera keluar dari keteterpurukan. kerelaan berkorban. dan segera membangun kesejahteraan. Sedang di negara demokrasi. tapi barangkali semangat untuk terus hidup dalam kesederhanaan tanpa harus ikut-ikutan untuk korupsi. sehingga dikalangan masyarakat luas telah tersedia cadangan militer dalam jumlah besar. disamping itu terbentuk pula agen-agen tentara yang dapat mempengaruhi masyarakat sekelilingnya tentang pentingnya perjuangan pisik bersenjata.sekali tidak berarti bahwa kita lantas membiarkan begitu saja mereka yang menginginkan untuk memisahkan diri dengan membentuk negara sendiri. Dalam kaitan membangun rasa nasionalisme kedepan. Karena negara mempunyai kwajiban untuk mencegah dan atau menindaknya. kerelaan berkorban. agar sewaktu-waktu terjadi mobilisasi tidak menghadapi kendala. oleh karenanya negara terus membangkitkan rasa patriotisme. Dari sana pulalah maka militansi yang perlu kita kembangkan kedepan adalah bagaimana menumbuhkan kesadaran segenap warga bangsa ini ikut berpartisipasi dalam mengelola negara sesuai bidang pekerjaan dan pilihan hidupnya masing-masing. Oleh karenanya kedepan negara termasuk alat kelengkapannya tak terkecuali juga TNI tidak perlu lagi menuntut rakyatnya untuk menumbuhkan rasa patriotisme. Sedang pantang menyerah dalam alam demokrasi bukan lagi sikap untuk terus berjuang melawan musuh sampai titik darah penghabisan dengan mengangkat senjata. sedang dalam negara demokrasi dilaksanakan dengan wajib militer. dan semangat pantang menyerah. LSL: Wujud patriotisme kekinian yang seperti apa yang dapat mencerminkan adanya rasa nasionalisme yang tidak semu? SK: Haruslah disadari bersama bahwa beda yang mendasar pendekatan negara otoriter dan negara demokrasi dalam urusan menjaga kedaulatannya dengan perjuangan bersenjata terletak pada pilihan model rekruitmen kekuatan tentara nya. kekuatan tentara sebanyak mungkin diperoleh dengan wajib militer. Terlebih kalau upaya yang ditempuhnya nyata-nyata melanggar hukum dan keluar dari koridor demokrasi. munculnya aspirasi yang demikian itu haruslah ditempatkan sebagai penomena ketidak berhasilan bahkan kegagalan negara dalam menjamin terwujudnya ketiga unsur pokok pembentuk rasa nasionalisme itu sendiri. . Untuk negara otoriter kekuatan tentaranya diperoleh dengan mobilisasi. dengan indroktinasi dan propaganda. Oleh karena itu rasa patriotisme kedepan barangkali bisa diwujudkan dalam bentuk membayar pajak tepat pada waktunya.

nasionalisme yang seperti apa yang tepat untuk dikembangkan buat bangsa Indonesia dalam pemerintahan kini dan masa depan? SK: Nasionalisme yang kita kembangkan kedepan juga tidak boleh bersifat eksklusif. sebuah kemarahan bangsa yang dicoba dibangkitkan oleh elitnya untuk memusuhi negara lain yang justru memberi perlindungan kepada sejumlah warga bangsa nya yang minta suaka kepadanya. Ibarat anak yang terpaksa minggat dan numpang tidur ditetangga. Karenanya dalam mengembangkan nasionalisme tidaklah perlu para elit bangsa ini mengajak rakyatnya untuk memusuhi bangsa lain. Bukankah secara universal dimanapun. sesungguhnya persoalan patriotisme. Negara manapun tidaklah berhak mencegah bagi warga negara untuk meminta suaka ke negara lain. kerelaan berkorban dan bahkan semangat patang menyerah yang diperlukan dalam perjuangan pisik otomatis akan tumbuh dan berkembang dengan sendirinya. dan sama sekali bukan malah marah-marah kepada tetangga yang telah menampungnya. Bukankah mereka minta suaka karena tidak lagi merasa stay at home di negara nya sendiri. Sebaliknya dengan adanya globalisasi. keadilan dan persamaan hak sebagai prinsip dasar dalam pergaulan internasional. Kedepan kita tidaklah perlu membuat bangsa lain bingung seperti yang terjadi dalam kasus pemberian suaka (visa) oleh Pemerintah Australia bagi saudarasaudara kita dari Irian Jaya beberapa tahun yang silam. bangsa yang begitu banyak mempunyai kearifan lokal. seharusnyalah kita minta maaf kepada tetangga karena direpoti oleh ulah anak kita. justru negara yang didatangilah yang biasanya keberatan dan bisa jadi marah-marah.Dengan mengasumsikan suatu saat bangsa ini berperang dengan negara lain. Nasionalisme kedepan juga harus menjunjung tinggi hak-hak politik segenap warga negara tanpa kecuali. pamandangan alam. Bangsa ini juga harus mampu memberi cotoh kepada masyarakat dunia pentingnya fatsun pergaulan internasional. karena bangsa ini telah bersepakat menjadi bangsa dan negara yang terbuka. bangsa kita mestinya justru bisa menunjukkan kepada dunia sebagai bangsa kita adalah bangsa yang lebih beradab. manakala segenap warga bangsa ini menempatkan keberadaan Indonesia sebagai pilihan yang paling menguntungkan. dan bahkan sumber daya alam seharusnya malah makin mengokohkan rasa nasionalisme kita. tapi haruslah nasionalisme yang inklusif. yang memegang teguh kehormatan. Dengan semangat nasionalisme. budaya. LSL: Sehubungan dengan derasnya arus globalisasi. Barangkali dalam sejarah peradaban modern baru pertama kali terjadi kasus. Karena kita bisa mengenalkan keunggulan lokal dan .

kreatifitas sumber daya manusia kedunia luar. dan kebanggaan sebagai bangsa dan negara Indonesia. Baik dalam hubungan individu.KOMPAS.com mochamad-hilman sukagalih mengomentari artikel Punya Pemimpin Tak Disukai Memang Memalukan . sehingga menambah kebanggaan segenap anak bangsa dalam ber Indonesia. Nasionalisme kita kedepan bukanlah nasionalisme yang eksklusif maupun sempit. LSL: Bagi bangsa Indonesia persoalan nasionalisme menjadi persoalan yang pelik. Menurut anda? SK: Hal ini tidak bisa lepas dari kurangnya pengintegrasian dari ketiga unsur pembentuk kadar nasionalisme itu sendiri yaitu rasa aman.KOMPAS. Dan untuk mendukung proses menuju Nasionalisme Baru tersebut bangsa ini perlu merumuskan kembali sejarahnya secara jujur dan lengkap dari semua aspek yang nyata telah melingkupi perjalanan bangsa kita dimasa lalu. hal ini terjadi akibat proses pertumbuhan dan perkembangannya penuh dinamika dan pasang surut yang sangat fluktuatif. Sedang hal yang perlu diwaspadai dalam proses membangun Nasionalisme Baru kedepan ini adalah banyaknya pihak-pihak yang menggunakan slogan nasionalisme yang sebenarnya hanyalah demi kepentingan pribadi dan juga golongannya sendiri saja. Bebas Plastik! .com .KOMPAS.com Petrus Widyahartaya mengomentari artikel Kantin Unik SMPN 26 Surabaya: Terapung. maupun dalam kaitan bangsa secara keseluruhan. keadilan dan harga diri sebagai prinsip dasar pergaulan internasional.com Sano Yoga mengomentari artikel Tentara Afganistan Tembak Tiga Tentara Australia KOMPAS. tapi nasionalisme yang inklusif yang memegang teguh fatsun serta persamaan hak. kesejahteraan. kelompok. Maka hal yang terpenting bagi bangsa Indonesia kedepan adalah bagaimana membangun Nasionalisme Baru yang secara proper dan hanya diabdikan untuk kepentingan segenap bangsa dan negara.     Selamat Datang Register | Login Wayan Sudirpa mengomentari artikel Raafi Anak Oky-Anggi . Nasionalisme kita juga bukan nasionalisme yang borju tapi nasionalisme untuk segenap warga bangsa.

Bebas Plastik! .KOMPAS.n=ac293ca0' border='0' alt='' /></a>  Home .kompasads.com 7 menit yang lalu FELISA SAMOSIR mengomentari artikel Kekerasan di Papua karena Perebutan "Rezeki" .    FELISA SAMOSIR mengomentari artikel Kekerasan di Papua karena Perebutan "Rezeki" .com         Petrus Widyahartaya mengomentari artikel Kantin Unik SMPN 26 Surabaya: Terapung.cb=INSE RT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp.com/new/www/delivery/ck. Honda Masih Terdepan KOMPAS.n=a0c31ca7' border='0' alt='' /></a> KOMPAS.cb=INS ERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://ads3.kompasads.php?n=ac293ca0&amp.KOMPAS.KOMPAS.com Setiawan mengirimkan tautan artikel Keislaman Indonesia ke facebook Apollo mengomentari artikel Dalam Razia.php?n=a0c31ca7&amp.kompasads.cb=INS ERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://ads3.com Paul Sukro mengomentari artikel Stoner Ciamik.cb=INSE RT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp.KOMPAS.com/new/www/delivery/avw.KOMPAS.KOMPAS.com 8 menit yang lalu Wayan Sudirpa mengomentari artikel Raafi Anak Oky-Anggi .com 9 menit yang lalu <a href='http://ads3.KOMPAS. Ditemukan Rekaman Duel dan Video Porno .comCetakePaperKompas TVBolaEntertainmentTeknoOtomotifFemaleHealthPropertiKompasianaUrban SerpongImagesMore Rabu. Ditemukan Rekaman Duel dan Video Porno .php?zoneid=17&amp.com 7 menit yang lalu Setiawan mengirimkan tautan artikel Keislaman Indonesia ke facebook 7 menit yang lalu Apollo mengomentari artikel Dalam Razia. Honda Masih Terdepan KOMPAS.com 8 menit yang lalu mochamad-hilman sukagalih mengomentari artikel Punya Pemimpin Tak Disukai Memang Memalukan .KOMPAS.com/new/www/delivery/avw.com/new/www/delivery/ck. 9 November 2011 | 11:53 WIB <a href='http://ads3.com 7 menit yang lalu Paul Sukro mengomentari artikel Stoner Ciamik.php?zoneid=18&amp.kompasads.com 8 menit yang lalu Sano Yoga mengomentari artikel Tentara Afganistan Tembak Tiga Tentara Australia .

             Nasional Regional Internasional Megapolitan Bisnis Olahraga Sains Travel Oase Edukasi Infografis Video More o o o o o o o o o o o o o o o o o o  Forum Eksplisitasi Nasionalisme bagi Pelajar | Senin. 20 September 2010 | 11:43 WIB Dibaca: 163 Komentar: 0 | .

separatisme. Kecintaan akan tanah air dari Bagimu Negeri. Semangat berkobar dari lagu Hari Merdeka. dan membumi. gencar. Syukur. Makna pemutaran lagu perjuangan agar pelajar mampu mencintai bangsa dan negaranya secara utuh. patriotisme. memahami. Maka. Sebuah acara kenegaraan sebagai patron kehidupan berbangsa dan bernegara sebuah kelalaian fatal dan menjadi miris. Jayalah Indonesiaku. Satu Nusa Satu Bangsa. Paling hal itu tidak meminimalkan upaya gerakan destruktif. dan mampu menyanyikan (kembali) lagu kebangsaan yang lain. etika. Tahun 2008. Maju Tak Gentar. pelajar juga wajib mengerti.Share: Oleh FX TRIYAS HADI PRIHANTORO Tulisan Nur Sahid "Menyemai Nasionalisme Pelajar Yogya" (Kompas Jateng. Gugur Bunga. anarkis. 19/8/10) sebagai dukungan kebijakan Wali Kota Yogyakarta harus diembuskan lebih jauh. Ini upaya kristalisasi nilai nasionalisme pada para pelajar. Selendang Sutera. vandalisme. Kasat mata. degradasi semangat nasionalisme pelajar sudah mendekati titik nadir. menunjukkan identitas. materialisme. dan menyuburkan nasionalisme bagi pelajar di sekolah. menghayati. dan tindakan anarkis lainnya sehingga pelajar semakin jauh dari harapan dan jati diri bangsa Indonesia. egoistik menyerukan semakin menjulang ditengah keterpurukan moral dan beretika. perkelahian. Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo juga mewacanakan bahwa tiap sekolah diwajibkan memutar lagu kebangsaan. dan Aryati. Lagu kebangsaan menumbuhkan semangat. Masih melekat dalam ingatan penulis saat kejadian lupanya menyanyikan lagu Indonesia Raya saat sidang Paripurna DPR tanggal 14 Agustus 2009 merupakan bentuk keprihatinan bersama. jiwa dan budaya bangsa. . individualisme. Indonesia Tercinta. tingkah laku. Mewajibkan sekolah menyanyikan lagu kebangsaan dan memutar lagu perjuangan menjadikan bentuk pencanangan nasionalisme. Indonesia Pusaka. Bandung Selatan. lagu kebangsaan itu berkumandang demi menyemai. Paling tidak setiap jam istirahat. KebyarKebyar. Rayuan Pulau Kelapa. Lagu kebangsaan sebagai bentuk entitas kebanggaan akan bangsa dan negara demi menujukkan semangat heroisme. Sampai lagu kebangsaan sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan seperti Pahlawan Merdeka. nilai. semangat belajar. terorisme yang melawan keutuhan negara. Sepasang Mata Bola. Berbagai kasus menimpa pelajar seperti degradasi moral. Jiwa semangat perjuangan pelajar untuk dapat eksis dalam berbagai bidang kehidupan luntur. pembentukan geng. mempunyai nilai kesakralan (keagungan). Hedonisme. menumbuhkan. ruh. Wujud nyata mewajibkan menyanyi lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Padamu Negeri setiap hari serasa kurang eksplisit. Bunga Anggrek.

bila sudah luntur semangat nasionalismenya. bangsa ini akan dengan mudah terkoyak. mengaransemen ulang dan menciptakan lagu nasionalisme yang menumbuhkan semangat juang. mendengar. sosialisasi terprogram. Kebijakan yang lahir akan bersinergi sebab dukungan muncul secara holistik tanpa . hal itu hanya sebatas konteks tanpa dibarengi sebuah substansi pokok. Berbagai bentuk inovasi gubahan yang menarik didengarkan dan dinyanyikan.Founding fathers (pendiri negara) pasti menangis bila melihat. Bila kita simak setiap bulan Ramadhan. Parameter Nasionalisme sebagai produk entitas politik negara-bangsa kerap dijadikan parameter loyalitas seorang warga terhadap negara sekaligus bangsanya. Kelanjutan program ini semakin melengkapi berbagai program pendidikan nasionalisme lain di sekolah. maupun Netral Band Garuda di Dadaku menjadi inspirasi bersama. Pun pula kewajiban warga sekolah mengimbangi sebagai dukungan kebijakan pemerintah daerah. Gebrakan dengan aransemen sesuai selera generasi muda (pop. grup band tanah air ramai. Mereka akan menerima dengan tulus seberapa besar negara mampu memberi imbalan karena rasa nasionalisme yang sudah terpupuk sejak usia sekolah. dan fokus. Sebagai langkah apresiasi dengan perencanaan. Ungkapan right or wrong is my country (baik buruk adalah negaraku) harus mengakar dan membumi di hati kaum muda. rela mati. Kontekstualitas pelajar agar tidak melupakan semangat perjuangan dengan mampu menyanyikan lagu perjuangan secara benar Janganlah terdengar generasi muda enggan mendarmabaktikan keunggulannya kepada tanah air. Gagasan yang tidak boleh berhenti di tengah jalan. tanpa peresapan makna dan ungkapan. slow rock. Penciptaan lagu "nasionalisme" baru yang dinyanyikan grup Band Coklat Bendera. Internalisasi nilai dan generalisasi kepada pelajar akan makna lagu perjuangan segera digerakkan bersama. langkah program penanaman lagu perjuangan sebagai bentuk program peningkatan semangat nasionalisme. Mereka tanpa pamrih. Nasionalisme pun diyakini sebagai soko guru ideologi negarabangsa untuk menjamin keberadaannya. Ibarat menjadi tungku untuk membuat masakan matang. Sungguh membanggakan pula bila tiap Agustus juga ramai menyanyikan. rela berkorban dalam berjuang demi eksistensi martabat dan derajat bangsa. Tidak sekadar menyanyikan. dan merasakan betapa kurang pedulinya pelajar dalam memaknai nasionalisme era kekinian yang sangat bertolak belakang dari semangat perjuangan pahlawan bangsa. Muatan lokal ini merupakan tanggung jawab gubernur dan jajarannya (pemkot dan pemkab) agar program ini sangat tepat sebagai pendidikan hati di dada.koyak yang menjadikan disintegrasi bangsa.ramai membuat lagu relegius. terarah. Mulai gerakkan ajang kreativitas dalam pengemasan lagu perjuangan yang ada. Mantan Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengatakan. Sebab. mendengarkan. dangdut. tulus. Sebab. regeae).

kemah dan simulasi dengan tema semangat kebangsaan. Seperti teks Sumpah Pemuda. handarbeni (memiliki). Eksplisitasi nasionalisme memang perlu diwujudnyatakan dalam aksi konkret bagi kaum muda. Dibarengi pemasangan gambar pahlawan bangsa. Eksplisitasi nasionalisme kalangan pelajar dengan gerakan masif dari lagu kebangsaan sehingga tumbuh rasa empati. anarkisme. persaudaraan. primordialisme sebagai parameter. pelajar tidak mudah termakan isu perpecahan. demonstrasi destruktif sehingga mampu menghilangkan sekat-sekat pragmatisme. Bersumber dari teori romantisme yaitu "identitas budaya". teks proklamasi kemerdekaan. dan kata-kata mutiara para pejuang bangsa. napak tilas. Gerakan nasionalisme kalangan pelajar sebagai kontekstualitas nilai kebutuhan masa depan bangsa. tempatnya hidup dan menggantungkan diri. gerak jalan. debat. Para nasionalis menganggap negara adalah berdasarkan beberapa "kebenaran politik" (political legitimacy). tepa slira. Ikatan ini terjadi saat manusia mulai hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu dan tak beranjak dari situ. Semoga! FX TRIYAS HADI PRIHANTORO Guru SMA Pangudi Luhur Santo Yosef Surakarta NASIONALISME GENERASI MUDA INDONESIA DI ERA GLOBALISASI A. gotong royong. Ikatan inipun tampak pula dalam dunia hewan saat ada ancaman pihak asing yang hendak . yang notabene lemah dan bermutu rendah. Ikatan nasionalisme tumbuh di tengah masyarakat saat pola pikirnya mulai merosot. atau gabungan kedua teori itu. Aktualisasi lain dengan lomba menyanyikan lagu perjuangan. Harapannya. Saat itu. provokasi. naluri mempertahankan diri sangat berperan dan mendorong mereka untuk mempertahankan negerinya.PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris "nation") dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia . pidato. peta wilayah Indonesia dan simbol-simbol perjuangan di tiap kelas. vandalisme. Intensitaskan program menyanyikan lagu perjuangan tiap hari dengan penjadwalan pemutaran lagu. Dari sinilah cikal bakal tubuhnya ikatan ini. debat liberalisme yang menganggap kebenaran politik adalah bersumber dari kehendak rakyat.paksaan. rela berkorban. ikut merasakan pahit-getirnya sebuah perjuangan hidup dan kokoh dalam prinsip. humanisasi.

atau sosial liberal dalam konteks manifestasinya. Namun. Dari sumber kekuatan nasionalisme ini kita akan bergerak ke arah revolusi nasional sebagai gerakan perlawanan terhadap kejahatan dan ketidakadilan sistem yang mengatur manusia untuk kepentingan nafsu dan syahwat. Dari kalangan Islam dan sekuler pada saat itu. pemahaman akan persatuan dan kesatuan sering kali menjadi kesalahan dalam ide dan prakteknya sehingga ketika kita berbicara tentang nilai tersebut kita tidak mampu mengambil kekuatan intinya. Namun. Soekarno kita akui sebagai individu yang mampu membentuk nasionalisme Indonesia dengan membangun satu sistem berantai melalui penyatuan kepentingan. seperti yang dinyatakan di bawah. sirnalah kekuatan ini. dalam proses pembangunan tahap awal ideologi nasionalisme nampak terjadi dikotomi antara Islam dan Nasionalisme itu sendiri. Sebenarnya sangat mudah kita temukan di mana sumber ideologi tersebut jika kita telah mencapai kesadaran penuh dengan kualitas yang sehat. nasionalisme merujuk kepada amalan politik dan ketentaraan yang berlandaskan nasionalisme secara etnik serta keagamaan . . Sumber dari kekuatan ideologi nasionalis saat ini memang belum ditemukan oleh banyak orang Indonesia sehingga ketika kita mencari arus apa yang seharusnya berada di depan kita sebagai energi yang menuntun kemajuan nasional negara dan masyarakat kita seringkali bimbang dan gelap. Karena ideologi nasionalisme itu bersumber pada mainstream persatuan dan kesatuan. Tentu kita harus mulai menghidupkan kembali spirit dan etika nasionalisme sebagai sebuah praktek politik negara dan masyarakat dalam konteks Indonesia kekinian di tengah-tengah arus milenium ke-3. perasaan. Oleh karena itu untuk menjawab tantangan ini sebuah organisasi politik harus mampu menemukan sumber ideologi nasionalisme. bila suasanya aman dari serangan musuh dan musuh itu terusir dari negeri itu. Namun. Persatuan dan Kesatuan memiliki arti independen organik. kemakmuran. dan gerakan kemanusiaan untuk suatu keadilan. B. Sekaligus mampu menggerakkan menjadi kekuatan utama dalam pencapaian tujuan politiknya. Kita harus mengakui sebuah gagasan dalam masyarakat Indonesia yang majemuk tentu memerlukan proses. Di mana proses tersebut tentunya merupakan proses bersejarah dalam suatu bangsa. Independen organik ini berarti sebuah penyatuan sosial secara individual dan kolektif Ketika kita sebagai manusia tersadarkan melalui nalar. Saat ini nasionalisme sudah menjadi rapuh. Para ilmuwan politik biasanya menumpukan penyelidikan mereka kepada nasionalisme yang ekstrem seperti nasional sosialisme . pengasingan dan sebagainya. Dalam zaman modern ini.ISI Indonesia saat ini memerlukan genre baru untuk mereinterpretasikan ide nasionalisme yang secara fundamental telah dibangun oleh founding father seperti Soekarno.menyerang atau menaklukkan suatu negeri. dan kemajuan.

Untuk mendorong terbentuknya Indonesia Masa Depan saat ini rakyat tengah menunggu munculnya partai yang mampu dan berani melahirkan kembali ideologi nasionalisme. sosial. dan budaya dalam sebuah sistem yang benar-benar solid dan siap ketika sistem ini bertransformasi menjadi sistem negara. dan budaya. Dua sistem negara dan masyarakat ini harus dimulai dari pembentukan sistem masyarakat secara civil society. Karena partai politik dalam berbagai kajian ilmu politik modern merupakan organisasi politik yang legal untuk menjadi kekuatan signifikan dalam proses perubahan negara dan masyarakat. pertahanan. politik. karena kembali pada sumber ide nasionalisme itu sendiri yaitu "persatuan dan kesatuan". Saat ini kita sedang dalam proses menuju pemilihan umum sebagai sebuah prosesi suksesi politik yang konstitusional. keagamaan dan ideologi. Pertama kalinya adalah revolusi mental. Ide ini akan mampu menjadi realistis ketika instrumen politiknya pun merupakan instrumen politik yang rasional yaitu partai politik. dan ketertindasan rakyat Indonesia. Tentu obyek pelaksanaan proyeknya adalah menghapuskan kemiskinan. yaitu Rakyat dan Negara. Karena begaimana pun ideologi nasionalisme memiliki dua organ penting dalam kehidupannya. politik. kemalasan. Baik sebelum dan sesudah terbentuknya Kepemimpinan Nasional Indonesia Masa Depan. "kehendak . sosial. yang ditentukan oleh dukungan massa yang akan memenangkannya pada Pemilu 2009. Kategori tersebut lazimnya berkaitan dan kebanyakan teori nasionalisme mencampuradukkan sebahagian atau semua elemen tersebut. Kemudian jika dipertanyakan lagi apa yang menjadi obyek ideologi nasionalisme Indonesia tersebut. dalam memaknai revolusi kita harus menyadari juga bahwa revolusi nasionalisme yang dimaksud di sini bukanlah revolusi berdarah yang menghadirkan konflik dan perpecahan nasional. Dari basis gerakan civil society tersebut ketika terjadi transformasi politik ke arah sistem negara akan menghasilkan sistem negara secara civil state.Namun. Lantas revolusi seperti apakah yang seharusnya dicapai. Mental merupakan kekuataan utama yang akan menjadi motor penggerak kekuatan perubahan yang manifestasinya menuju pada kemajuan ekonomi. Dan. budaya . bergerak melalui praktek revolusi. yang mampu melahirkan berbagai ide ekonomi. kebodohan. Nasionalisme kewarganegaraan (atau nasionalisme sipil) adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari penyertaan aktif rakyatnya. Dua organ penting ini dalam gagasan gerakan politik ketika kita mengkategorikan dalam ruang strukstur politik maka terbentuk rumusan politik untuk merangkai menjadi dua sistem yaitu sistem masyarakat dan sistem negara. Beberapa bentuk dari nasionalisme Nasionalisme dapat menonjolkan dirinya sebagai sebagian paham negara atau gerakan (bukan negara) yang populer berdasarkan pendapat warganegara . etnis . pertahanan.

Penyelenggaraan sebuah 'national state' adalah suatu argumen yang ulung. serta sikap 'Jacobin ' terhadap unitaris dan golongan pemusat negeri Perancis . dan dalam bentuk yang lebih kecil. seolah-olah membentuk kerajaan yang lebih baik dengan tersendiri. pembangkangan di antara pemerintahan pusat yang kuat di Spanyol dan Perancis dengan nasionalisme Basque. Nasionalisme kenegaraan ialah variasi nasionalisme kewarganegaraan . selalu digabungkan dengan nasionalisme etnis. Nasionalisme romantik adalah bergantung kepada perwujudan budaya etnis yang menepati idealisme romantik. Contoh biasa ialah Nazisme .rakyat". Nasionalisme agama ialah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh legitimasi politik dari persamaan agama. Nasionalisme romantic (juga disebut nasionalisme organik. bila mana nasionalisme kenegaraan itu kuat. Walaupun begitu. yang secara ganas menentang demi mewujudkan hak kesetaraan (equal rights) dan lebih otonomi untuk golongan Fleming. lazimnya nasionalisme etnis adalah dicampuradukkan dengan nasionalisme keagamaan. Unsur ras telah dibelakangkan di mana golongan Manchu serta ras-ras minoritas lain masih dianggap sebagai rakyat negara Tiongkok . dan Corsica. menurut semangat romantisme . dan nasionalis Basque atau Korsika . Malah banyak rakyat Taiwan menganggap diri mereka nasionalis Tiongkok sebab persamaan budaya mereka tetapi menolak RRC karena pemerintahan RRT berpaham komunisme . Misalnya "Grimm Bersaudara" yang dinukilkan oleh Herder merupakan koleksi kisah-kisah yang berkaitan dengan etnis Jerman . Dibangun oleh Johann Gottfried von Herder . Misalnya. yang memperkenalkan konsep Volk (bahasa Jerman untuk "rakyat"). nasionalisme identitas) adalah lanjutan dari nasionalisme etnis dimana negara memperoleh kebenaran politik secara semulajadi ("organik") hasil dari bangsa atau ras. Catalan. Perasaan nasionalistik adalah kuat sehingga diberi lebih keutamaan mengatasi hak universal dan kebebasan. akan wujud tarikan yang berkonflik kepada kesetiaan masyarakat. Contoh yang terbaik ialah rakyat Tionghoa yang menganggap negara adalah berdasarkan kepada budaya. Nasionalisme Budaya adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya bersama dan bukannya "sifat keturunan" seperti warna kulit . di Irlandia semangat . Antara tulisan yang terkenal adalah buku berjudul Du Contract Sociale (atau dalam Bahasa Indonesia "Mengenai Kontrak Sosial"). Franquisme sayap-kanan di Spanyol . seperti nasionalisme Turki dan penindasan kejamnya terhadap nasionalisme Kurdi . Nasionalisme etnis adalah sejenis nasionalisme di mana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya asal atau etnis sebuah masyarakat. Secara sistematis. Kesediaan dinasti Qing untuk menggunakan adat istiadat Tionghoa membuktikan keutuhan budaya Tionghoa . serta nasionalisme Turki kontemporer. "perwakilan politik". ras dan sebagainya. Kejayaan suatu negeri itu selalu kontras dan berkonflik dengan prinsip masyarakat demokrasi . Teori ini mula-mula dibangun oleh Jean-Jacques Rousseau dan menjadi bahan-bahan tulisan. dan terhadap wilayah. kisah tradisi yang telah direka untuk konsep nasionalisme romantik. seperti juga nasionalisme masyarakat Belgia .

hasrat untuk bersatu sebagai bangsa (nationalist passion) hanyalah salah satu tahap menuju sebuah negara modern yang liberal dan demokratis di mana kepentingankepentingan yang lebih pragmatik dan individual akan lebih mendominasi corak kehidupan masyarakat dibanding kebutuhan akan penegasan diri dalam sebuah identitas nasional (Ian Adams. ketika para pemuda Indonesia bertekad untuk berbangsa satu. C. bertanah air satu dan berbahasa satu. Tesis ini seakan menemukan kebenaran ketika satu persatu negara bagian Uni Soviet melepaskan diri dan menjadi negara merdeka berdasarkan kesamaan etnis dan agama. Neoliberalisme. Dalam konteks pemikiran semacam ini. Political Ideology Today. 28 Oktober 1928. Di sini orang mempertanyakan relevansi nasionalisme ketika batasbatas wilayah negara menjadi semakin kabur dan negara-negara “terpaksa” masuk menjadi anggota dari “a borderless society” karena tuntutan atau dikte pasar bebas dan liberalisasi ekonomi (bdk I Wibowo dkk. nasionalisme di India seperti yang diamalkan oleh pengikut partai BJP bersumber dari agama Hindu . apakah nasionalisme Indonesia pun akan segera berakhir? Pertanyaan ini relevan untuk didiskusikan ketika kita akan merayakan hari Sumpah Pemuda. Justru itu. nasionalisme Irlandia dipimpin oleh mereka yang menganut agama Protestan . bagi kebanyakan kelompok nasionalis agama hanya merupakan simbol dan bukannya motivasi utama kelompok tersebut. Gerakan nasionalis di Irlandia bukannya berjuang untuk memartabatkan teologi semata-mata. hasrat untuk bersatu sebagai bangsa kehilangan raison d’être ketika diterjang gelombang globalisasi. Indonesia. Namun demikian. nasionalisme harus dibentuk dan dibangun secara manifestasi melalui berbagai teori dan praktek .Namun. Misalnya pada abad ke-18 . nasionalisme diprediksikan akan lenyap sejalan dengan semakin sebuah negara menjadi modern. para ilmuwan politik Amerika Serikat era 1970–1980-an mempertahankan tesis semacam ini karena mereka melihat bahwa pertama. nationalist passion kalah bersaing dengan menguatnya politik identitas di mana orang mengidentifikasi diri tidak lagi dengan sebuah bangsa. nasionalisme kerap dikaitkan dengan kebebasan. Ketiga. Cindelaras. Nasionalisme Indonesia yang Kian Memudar Sama seperti agama. Menurut Ian Adams.PENUTUP KESIMPULAN Nasionalisme adalah sebuah ideologi yang tergolong paling mutakhir dalam pemahaman politik nasional. 1995: 83). tetapi dengan sebuah etnis atau agama tertentu.nasionalisme bersumber dari persamaan agama mereka yaitu Katolik . Kedua. Mereka berjuang untuk menegakkan paham yang bersangkut paut dengan Irlandia sebagai sebuah negara merdeka terutamanya budaya Irlandia . Dalam puncak pencapaian ide politiknya akan menghasilkan sebuah sistem politik nation state (negara bangsa) sebagai sebuah entitas politik yang kuat di tengah-tengah lingkungan umat manusia di dunia kehidupan ini. 2003: 326–331).

Biologi atau Matematika di tingkat regional dan internasional. beberapa pengalaman kolektif seharusnya menjadi “roh baru” pembangkit semangat nasionalisme Indonesia. Dari Kolonialisme Sampai Nasionalisme. Perjuangan organisasi-organisasi seperti Partai Nasional Indonesia (PNI) di Indonesia dan Perhimpunan Indonesia (PI) di negeri Belanda yang eksplisit memperjuangkan kemerdekaan Indonesia jelas menunjukkan adanya kristalisasi pengalaman keindonesian ini. yaitu nasionalisme. Demikianlah. Kesadaran sebagai bangsa yang adalah hasil konstruksi atau bentukan mengandung kelemahan internal yang serius ketika kolonialisme dan imperialisme tidak lagi menjadi sebuah ancaman. nasionalisme Indonesia adalah sebuah nasionalisme bentukan. yakni sebuah penegasan akan identitas diri versus kolonialismeimperialisme. sebuah kesadaran akan identitas bangsa sebagai hasil konstruksi karena pengalaman penderitaan dan diskriminasi oleh bangsa kolonial Belanda.tapi lebih condong berperang melawan kebodohan. Sejarah Pergerakan Nasional.Menumbuhkan rasa NASIONALISME disetiap darah generasi muda. Meskipun demikian. pengalaman penderitaan dan diskriminasi oleh pemerintah Hindia Belanda. keberhasilan atlet menjadi juara dunia (tinju). Misalnya. sebut saja Jong Java. terutama selama tahun 1830–1870.menciptakan karya-karya atau kretifitas. dan sebagainya. Kimia. sehingga pada akhirnya terjadi interaksi kuat antara organisasi dan massa dalam satu ide. Sebaliknya.sehingga mampu menghasilkan sebuah paradigma dan realita. Tidak Cukup Hanya Hasrat Untuk Bersatu Kita belajar dari sejarah bahwa telah ada banyak sekali organisasi kepemudaan sebelum peristiwa Sumpah Pemuda. satu tanah air dan satu bangsa Indonesia. Itulah nasionalisme Indonesia.Begitupun dengan GENERASI MUDA. dengan puncaknya adalah pernyataan tekad satu bangsa. kemudian berkembang menjadi sebuah bangsa terjajah (Sartono Kartodirdjo. Jong Sumatera.sebagai tonggak kemajuan sebuah Negara harus ikut berperan aktif membangun negeri kita tercinta INDONESIA. Sri Mulyani Indrawati) dan seterusnya. nasionalisme kita akan ikut lenyap jika kita berhenti mengkonstruksi atau membentuknya—tanpa harus menyebutnya sebagai sebuah nasionalisme baru. telah melahirkan sebuah kesadaran dan pengalaman bersama sebagai masyarakat terjajah. pengalaman dicemoh dan . prestasi pemimpin kita menjadi menteri ekonomi terbaik di Asia (Dr. Karena itu. Jong Ambon.begitu juga prestasi sehingga bisa diakui Negara lainnya(sejajar dengan Negara maju). Jong Selebes. Karena itu. nationalist passion yang sifatnya etnis dan kedaerahan ini justru semakin melemah sejalan dengan mengentalnya kesadaran akan keindonesiaan sebagai sebuah “identitas baru” vis-a-vis pengalaman kolektif berada di bawah kekuasaan bangsa penjajah. Dalam membangun ide nasionalisme secara utuh memerlukan pemahaman dan organisasi berbasis gerakan untuk bertransaksi secara sosial dengan masyarakat. Pertama. keberhasilan para siswa kita dalam olimpiade Fisika.tidak perlu dengan berperang melawan penjajah. 1993: 58-64).

Political Ideologies Today.DAFTAR PUSTAKA http://jeremiasjena. persamaan di hadapan hukum. Pancasila dan Runtuhnya Nasionalisme Bangkapos.direndahkan sebagai bangsa terkorup. Masyarakat akan merasa lebih aman dan diterima dalam kelompok etnis atau agamanya ketika negara gagal menjamin kebebasan beragama—termasuk kebebasan beribadah dan mendirikan rumah ibadah.wordpress. dihormati. yakni menjadi satu Indonesia demi mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.html Globalisasi. 14 Juni 2011 09:45 WIB . komunis. Masyarakat Indonesia yang sangat plural ini akan menjadi ancaman serius bagi nasionalisme jika negara kebangsaan yang kita bangun bersifat sosialis. dan sebagainya. negara Indonesia sangat plural. 1995: 82). Alasannya sederhana.Selasa. D. Sementara itu. di mana negara mewujudkan kesejahteraan umum.wikipedia. dan ultranasionalis (Ian Adams. dan dijamin. menerima. Nasionalisme etnis juga akan melahirkan praktik politik yang diwarnai oleh “diktator mayoritas” dan pembelengguan hak-hak kaum minoritas (Roger Eatwell dkk. dan sebagainya. otonomi dan kesetaraan (equality) dalam masyarakat dirampas oleh negara dalam sistem pemerintahan sosialis. nasionalisme etnis hanya akan menghasilkan sebuah sistem pemerintahan etnosentris yang anti pluralisme. Nasionalisme Kita Harus Bersifat Liberal Nasionalisme bisa dipraktikkan dalam sebuah sistem pemerintahan sosialis. hak individu akan kebebasan.com . hak mendapatkan pendidikan yang murah dan berkualitas. anti hak-hak liberal dan demokratis warga negara sebagaimana termuat dalam pasal 28A – 28J UUD 1945. dan menjamin hak hidup mereka.com/read/2008/08/28/173328/996440/471/foto/index. sarang teroris atau bangsa pengekspor asap terbesar seharusnya memicu kita untuk berubah dan tampil sebagai bangsa terpandang.detik. 2001: 162–166). hak memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak. ultranasionalis a la nazisme Jerman dan fasisme Italia. ultranasionalis. Kedua. atau liberal-demokratis. Identifikasi sebuah kelompok etnis atau agama pada identitas kolektif sebagai bangsa hanya mungkin terjadi kalau negara mengakui.com/2007/03/23/nasionalisme-indonesia/ http://id. etnis. atau komunis.org/wiki/Nasionalisme http://suarapembaca. Tantangan bagi nasionalisme Indonesia ke depan adalah bagaimana kita mewujudkan sebuah negara kebangsaan yang bersifat liberal-demokratis di mana hak-hak dasar setiap warga negara diakui. menghormati. komunis. Itulah alasan dasar tekad para pemuda 78 tahun yang lalu. di mana hukum ditegakkan secara pasti dan adil.

globalisasi memberi ruang terciptanya pemerintahan yang terbuka dan demokratis. yakni „runtuhnya‟ nilai-nilai budaya lokal akibat gerusan nilai-nilai budaya Barat. Kedua. sosial budaya. dibidang sosial budaya. Beberapa ancaman yang saat ini sedang dihadapai adalah: Pertama. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Ketiga. globalisasi cenderung membuka ruang ekonomi yang dikenal dengan munculnya era pasar bebas. karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya Barat. Pertama. Maka imbasnya. ekonomi. Keempat. Jika pemerintahan dijalankan secara jujur. Pizza Hut dan lain-lain. gelombang globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Berdasarkan fakta. Dengan pasar bebas ini kesempatan kerja akan semakin meningkat. globalisasi di bidang ekonomi dapat dirasakan dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri seperti Mc Donald. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. globaliasi tentu tak terlepas dari dampak negatif bahkan ancaman bagi kehidupan berbangsa. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi. pertahanan keamanan dan lain-lain. Namun di sisi lain. Kedua. Inilah dampak „terbesar‟ yang saat ini melanda Indonesia. kehidupan ekonomi bangsa turut pula menunjang kehidupan nasional. tak dipungkiri bahwa globalisasi memberi pengaruh positif terhadap nilainilai nasionalisme dan bidang lainnya bagi suatu bangsa. bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut akan meningkatkan rasa nasionalisme bangsanya. Pengaruh tersebut meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. mengakibatkan terjadinya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin. Jika hal tesebut terjadi maka akan menghilangkan rasa nasionalisme bangsa. globalisasi memberikan pengaruh terhadap berkembangnya pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin serta Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa ini. Oleh karenanya. dan yang terpenting juga akan mendongkrak devisa negara. globalisasi dapat meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme akan membawa kemajuan dan kemakmuran. Coca Cola.Oleh: Mahasiswa Prodi Ari Agroteknologi Lansa Universitas Bangka Nambela Belitung FUTURULOG menyebut arus globalisasi berlangsung begitu cepat dan tak terkendali melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa. . politik. mayarakat Indonesia khususnya anak muda banyak yang lupa ataupun melupakan identitas diri sebagai bangsa Indonesia. Sehingga tidak menutup kemungkinan Ideologi Pancasila akan berubah menjadi ideologi liberalisme. yaitu dimensi ruang dan waktu. Ketiga.

Akan tetapi. Pancasila juga memberikan ruh bagaimana bangsa ini mampu menumbuhkan rasa cintanya terhadap bangsa dan negara.karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Seruan sejumlah tokoh nasional untuk „melirik‟ kembali Pancasila sebagai bahan ajar di sekolah. Jika hal tersebut terjadi maka akan menimbulkan dilematis bangsa. meneladani dan mengayomi kelima pasal yang terkandung di dalamnya adalah keniscayaan yang tak terbantahkan lagi. Bila tidak dipenuhi akan dianggap tidak aspiratif dan dapat bertindak anarkis sehingga mengganggu stabilitas nasional. sehingga seruan untuk kembali memahami. Ruh Pancasila Kendati eksistensi Pancasila sempat diperdebatkan (bahkan sempat dilupakan) sebagai suatu „kekuatan‟ dan „pemertahanan‟ nilai-nilai nasionalisme anak bangsa dalam beberapa kurun waktu belakangan ini. namun faktanya Pancasila tetap saja diharapkan sebagai kekuatan baru mempersatukan bangsa yang akhir-akhir ini nyaris kehilangan arah. Sebab globalisasi mampu membuka cakrawala masyarakat secara global. Hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu kehidupan nasional bangsa. Semoga! . Apa yang di luar negeri dianggap baik memberi aspirasi kepada masyarakat kita untuk diterapkan di negara kita. Hal tersebut diatas memang tidak secara langsung berpengaruh terhadap nasionalisme tetapi secara keseluruhan dapat menimbulkan rasa nasionalisme terhadap bangsa menjadi berkurang atau hilang. Kelima. Era globalisasi yang terus menggerus berbagai sisi kehidupan. ketahanan nasional bahkan persatuan dan kesatuan bangsa. munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga. Pancasila tak saja mengajarkan tentang bagaimana hubungan vertikal maupun horizontal berlangsung sempurna. „Kembali kepada Pancasila‟ mengingatkan kita kepada Dekrit Presiden Soekarno yang mengajak seluruh elemen bangsa ini untuk kembali kepada UUD 45. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa. Demikian pentingnya Pancasila. merupakan suatu mementum bahwa ideologi Pancasila masih dianggap „sakti‟ untuk menyelesaikan serentetan perkara yang saat ini sedang dihadapi bangsa tercinta. paling tidak dapat diperhambat (diperluntur) sisi negatifnya dengan menjadikan Pancasila sebagai perisai.

Kali ini kembali seperti sebelumnya. itu kampung Malaysia. Semangat ganyang malaysia tampaknya harus terus digelorakan dalam menghadapi Malaysia yang agresif dan tidak beretika Internasional itu. Masalah perbatasan antara RI-Malaysia di Camar bulan memanas setelah Gubernur Kalbar. Wilayah Tanjung Datu dan Camar Wulan di Kalimantan Barat ramai dibicarakan gara-gara diduga „dicaplok‟ oleh Malaysia dari RI. malaysia berusha mencaploknya. Tampaknya kisah lepasnya satu persatu wilayah Indonesia akan terjadi perlahan dan pasti ketika Indonesia lemah dan Malaysia agresif. Malaysia bilang. Tetapi tampaknya Indonesia impoten. TB Hasanuddin.449 ha dan Tanjung Datu seluas 8. Langkah Malaysia itu adalah hal serius yang harus segera disikapi. Sebenarnya daerah itu masih dalam sengketa atau status quo. meradang begitu mengetahui patok-patok perbatasan di Camar Bulan telah “mengangkangi” wilayah RI seluas 1. yakni Camar Bulan seluas 1. Peristiwa tersebut.499 hektare. Cerita tersebut pasti akan membuat darah bangsa ini memanas ketika daerah Status Quo itu sudah dikangkangi Malaysia. Wakil Ketua Komisi I DPR. Jika wilayah itu masih status quo maka tidak boleh dilakukan kegiatan-kegiatan fisik yang dilakukan oleh salah satu negara.Indonesia Lemah Malaysia Agresif. diberitakan diklaim Malaysia sebagai wilayah negeri itu. Bila ini terus terjadi maka Malaysia dengan tenang dan pasti akan selalu bermanuver dan mencaplok setiap jengkal tanah air Indonesia.000 m3 di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Menurut Kementerian Pertahanan RI menyatakan wilayah Tanjung Datu dan Camar Wulan merupakan salah satu Outstanding Boundary Problems (OBP) yang masih dalam proses perundingan RI-Malaysia atau masih status Quo. semangat tinggi itu selalu diikuti dengan perilaku dan sikap melunak ketika berhadapan langsung dengan Malaysia. 2011 by The Children Indonesia 2 Votes Kisah lepasnya Ligitan dan Sipadan tampaknya akan terulang lagi. juga menemukan bahwa terdapat sejumlah warga yang diusir dari kedua wilayah ini oleh patroli Malaysia. Namun karena wilayah Tanjung Datu. Tanjung Datu sampai saat ini masih dalam proses perundingan di JIM (The Joint Indonesia – Malaysia Boundary Committee on The Demarcation and Survey International Boundary) antara Delegasi Indonesia yang dipimpin Sekjen Kementerian Dalam Negeri dan Malaysia. Indonesia mengalah dan diam saja. Menteri . Karena akibatnya kita kehilangan garis pantai dan ribuan hektare wilayah laut. telah terjadi sejak beberapa bulan yang lalu. Caplok Tanah Air Posted on Oktober 10. Kali ini sengketa klasik perbatasan dengan Malaysia tentang daerah Wilayah Tanjung Datu dan Camar Wulan memanas lagi. salah satu wilayah yang masih bersengketa tapal batas dengan IndonesiaMalaysia rupanya tempat pariwisata yang menarik. Siapapun warga Indonesia pasti mendidih geram dan selalu mengorbarkan kalimat perang dengan Malaysia. Cornelis. Dua wilayah Indonesia.

Pelancongan dan Warisan Negeri. Menurut Traktat London 1824. Datuk Seri Abang Johari Tun Openg mengatakan. penentuan koordinat dipatok dari dataran tertinggi di wilayah itu. sedangkan mereka menggunakan pengukuran batas yang . Selama ini kedua negara sepakat menggunakan peta Belanda Van Doorn tahun 1906. dan 800 meter garis pantai di Tanjung Datu. Penggunaan metode tersebut merujuk pada traktat 1891 antara Pemerintah Kolonial Belanda dan Inggris. yang sebelumnya menjadi wilayah Indonesia akhirnya masuk bagian teritorial Malaysia. kerajaan telah merogoh kocek sebesar 20 juta ringgit mmbangun kawasan Santubong. Jadi. Selama ini Indonesia menggunakan Traktat London. seluruh wilayah Camar Bulan seharusnya masuk ke wilayah Indonesia. batas alam dalam bentuk punggung pegunungan sebagai tanda pemisah. Wilayah NKRI mempunyai dasar daerah yang dulunya negara jajahan Hindia-Belanda yang kini jadi NKRI merupakan suatu konsep yang sah untuk diakui negara lain. Wilayah perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia di Camar Bulan dan Tanjung Datu. penggunaan metode devide watershed dianulir dalam pertemuan terakhir di Semarang. deretan gunung.499 hektare (ha) di Camar Bulan. dan kemudian ditarik lurus. Dan akibat kelalaian team ini. Kerajaan juga berupaya menggaet investor untuk membuka rute penerbangan ke daerah tersebut. Legalitas ini juga diperkuat dengan Traktat London pada 1824. Devide wathershed merupakan metode penentuan titik koordinat berdasarkan pemisah air. Artinya. pemisahan aliran sungai atau gunung. maka Malaysia memggunakan batas alur sungai. Camar Bulan masuk wilayah Indonesia. Ini supaya sejumlah obyek wisata seperti Telaga Air.Tanjung Datu masuk ke dalam kawasan Santubong tersebut. Santubong dan Tanjung Datu bisa saling berhubungan. pada 1978 menyepakati penentuan koordinat batas wilayah tersebut tidak menggunakan metode devide watershed. Kalimantan Barat sebenarnya tak ada masalah. Berdasarkan ketentuan itu. yakni perjanjian antara Kerajaan Inggris dan Belanda terkait pembagian wilayah administrasi tanah jajahan kedua negara. Malayasia pun tak mempermasalahkannya apabila mengacu kepada garis batas peta Belanda Van Doorn tahunn 1906 . Kerajaan negeri juga berusaha meningkatkan segala kemudahan infrastruktur dan logistik di kawasan tersebut. Masalah baru timbul dalam MoU antara team Border Comeete Indonesia dengan pihak Malayasia. Ini merupakan keputusan politik yang telah disepakati kedua negara. Garis batas itu dirubah dengan menempatkan patok-patok baru yang tak sesuai dengan peta tua tersebut di atas. Batas negara didasarkan pada watershead. Alasannya. Malaysia berusaha menjadikan Santubong dan Tanjung Datu sebagai salah satu unggulan pariwisata mereka. Perubahan metode dalam penentuan batas wilayah ini merugikan Indonesia. kawasan seluas 1. Sedangkan sesuai MoU dalam pertemuan RIMalaysia di Semarang 1978. Pemerintah Indonesia dan Malaysia dalam pertemuan di Semarang. disepakati batas wilayah mengalami perubahan. Jika Indonesia menggunakan Traktat London. Camar Bulan bertopografi landai atau datar. Indonesia akan kehilangan 1490 Ha di wilayah Camar Bulan. Namun. Metode ini jamak digunakan dalam penentuan batas wilayah daratan antara Indonesia dan Malaysia. peta Sambas Borneo (N 120 E 10908/40 Greenwind) dan peta Federated Malay State Survey tahun 1935. Jawa Tengah. Sebab. Pangkal masalah kasus ini muncul karena Indonesia dan Malaysia menggunakan alat bukti perbatasan yang berbeda. yakni sesuai dengan patok yang ada sekarang.

000 meter²) dengan koordinat: 4°9′N 118°53′E / 4. siap menanti wisatawan. yang juga merasa memiliki pulau-pulau itu. Tapi seharusnya Indonesia menolak karena menggunakan Traktat yang dibuat pada 1900 an. kedua pulau itu miliknya. Moerdani mengkritik Malaysia yang cenderung tidak mengindahkan kesepakatan status quo atas kedua pulau itu. malah dimarahi. Namun.menggunakan alur sungai yang digunakan dan diklaim batas tertentu.000 meter²) dengan koordinat: 4°6′52. Sikap Indonesia semula ingin membawa masalah ini melalui Dewan Tinggi ASEAN namun akhirnya sepakat untuk menyelesaikan sengketa ini melalui jalur hukum Mahkamah Internasional. Kasus Serupa Sipadan Dan Ligitan Kasus Tanjung Datu dan Camar Wulan tampaknya serupa dengan Sipadan-Ligitan. belum diputus siapa pemiliknya. Walau Indonesia sudah mengirim nota protes. yang sudah dibagi dua dengan Malaysia. ketika anggota kita pulang dari sana membawa laporan.6287556 dan pulau Ligitan (luas: 18. Moerdani. Malaysia mengklaim dua pulau itu sebagai miliknya berdasar peta baru. Malaysia berpendapat.15°LU 118. Sipadan dan Ligitan tiba-tiba menjadi berita.6287556°BT / 4. antara lain. Di atas Sipadan. tidak ada kegiatan apa pun di sana sebelum ada penyelesaian. dua pulau itu mestinya masuk wilayah Indonesia. Namun.1146833. Desember 1979. Dari jumlahnya. karena Indonesia taat pada hukum internasional yang melarang mengunjungi daerah status quo. bila garis batas lurus dibuat dari Pulau Sebatik. Indonesia berpendirian.883. Awalnya posisi kita kuat dalam persengketaan itu tetapi Malaysia lebih agresif mencaplok wilayah itu. kasus dua pulau itu bukan satu-satunya soal yang akhir-akhir ini mengganggu hubungan dua negeri sesama rumpun Melayu itu. Nah. Tapi.15. meski ada juga . segera mengirim protes ke Kuala Lumpur. bahkan ceroboh membiarkan daerah tersebut dijadikan obyek pariwisata. 118. minta agar pembangunan di sana disetop dahulu. tapi juga Menhankam L. Tapi pemerintah Indonesia. soal ini pula. disepakati pulau itu bersifat status quo. 118. Sedangkan Malaysia malah membangun resort di sana. kini.86″N 118°37′43.B. Karena gagal dicapai kesepakatan. negara tetangga itu menegaskan de facto dan de jure.52″E / 4. gara-gara di dua pulau kecil yang terletak di Laut Sulawesi itu dibangun cottage. Soal ini bukan hanya memancing ketidaksenangan beberapa wakil rakyat.1146833°LU 118. garis batas itu hanya sampai Pulau Sebatik. pulau yang luasnya hanya 4 km2 itu. Perundingan penetapan landas kontinen tahun 1969 gagal menetapkan status pemilik kedua pulau tersebut. Sengketa Sipadan dan Ligitan adalah persengketaan Indonesia dan Malaysia atas pemilikan terhadap kedua pulau yang berada di Selat Makassar yaitu pulau Sipadan (luas: 50. sehingga kedua pulau itu bisa diklaim sebagai wilayah Sabah. yang gaungnya sampai ke DPR pekan lalu. Dalam kesempatan rapat kerja dengan Komisi I. Pengusaha Malaysia telah menambah jumlah penginapan menjadi hampir 20 buah. Sipadan dan Ligitan itu masih dalam sengketa.883°BT / 4. fasilitas pariwisata itu memang belum bisa disebut memadai. Alasannya. akhirnya. Artinya.

Pemerintah Indonesia dan militer Indonesia harus lebih keras lagi dalam berseteru dengan Malaysia. harus diimbangi dengan provokasi yang lebih hebat lagi. manuver Malaysia yang menyakitkan emosi kebangsaan rakyat. Bukan hanya dengan bermanuver dengan kapal perang dan pesawat tempur tetapi yang lebih membuat geram bangsa ini Malaysia bahkan berani membangun wilayah itu. Malaysia pasti akan berpikir seribu kali bila akan menguasai bahkan melirik tanah air Indonesia. maka wilayah didekatnya akan menjadi incaran Malaysia karena diklaim sebagai jangkauan negerinya dengan batas wilayah baru itu. Jangan anggap bahwa semangat “Ganyang malaysia” adalah sikap anarkis dan tidak berbudaya. Setiap malaysia mencaplok wilayah baru. Awalnya posisi indonesia kuat dalam mengklaim wilayah. Indonesia jangan sok menjadi anak alim yang patuh aturan yang bersembunyi di bawah ketiak aturan dan tata krama Internasional. Kelemahan sikap Indonesia ini tampaknya dimanfaatkan oleh Malaysia. kompromi dan menjauhkan perang. Karena. Bila sikap Indonesia yang lemah dan sok alim itu terus dipelihara. maka tidaklah heran satu persatu wilayah ini akan tercaplok oleh Malaysia yang agresif dan rajin bermanuver. Tetapi tampaknya strategi bermoral itu tidak dapat digunakan dalam mengahdapi sikap amoral malaysia yang terus mengangkangi wilayah negeri ini. Indonesia meski kekuatan militer terbatas tidak harus kalah dalam gertak menggertak. Malaysia sudah terlalu kurang ajar bermanuver bahkan menduduki tanah sengketa atau wilayah status Quo. Indonesia harus berkaca pada kepemimpinan “Ganyang malaysia” Soekarno yang sangat garang melawan manuver Malaysia. Indonesia selal. Tampaknya semangat “Ganyang Malaysia” harus selalu digelorakan bila melihat sikap Malaysia yang sangat agresif dan tidak beretika tatanan internasional itu terus memprovokasi Indonesia. Sejarah Pergerakan Pemuda Indonesia . Sikap “Ganyang Malaysia” tidak harus berarti konfrontasi perang secara terbuka dan luas. Coba tengok ketika semangat “Ganyang Malaysia” terus digelorakan Soekarno. Memang dalam kehidupan masyarakat Internasional yang berbudaya harus mengedepankan perdamaian. Tetapi upaya “Non Diplomasi‟ terakhir yang harus dipilih untuk menggertak Malaysia.u mendewakan aturan nternasional sedangkan Malaysia tidak peduli dengan mengangkangi wilayah status Quo. berikutnya Ambalat sekarang Tanjung Datu dan Camar Wulan. Tetapi karena malaysia lebih agresif dan lebih berani bermanuver maka Indonesia selalu dikangkangi. Indonesia sudah membuat nota peringatan kembali tahun 1988 karena adanya kegiatan di Sipadan. Belum lagi perundingan dibuka. bila malaysia selalu tidak mengerti bahasa diplomasi. Sikap patriotisme itu harus digelorakan ketika ada tetangga bangsa ini yang sangat agresif dan tidak bertatakrama Internasional terus menggerogoti wilayah bangsa ini.kesediaan mereka untuk berunding. Dahulu Sipadan dan Ligitan. Kasus Tanjung Datu dan Camar Wulan tampaknya cerita lama dari kisah tragis Indonesia kehilangan Sipadan-Ligitan.

perlawanan itu dapat dipatahkan oleh Belanda. Walaupun demikian bangsa Belanda bukan tidak mendapat perlawanan dari rakyat Indonesia. muncullah gagasan dan tindakan dari beberapa pemuda Indonesia (Hindia Belanda) seperti Dr. Makin banyaknya/makin tingginya kesadaran ingin bersatu. Namun. adalah salah satu pendorong yang menimbulkan semangat bahwa bangsa kulit kuning. kelompok ini selalu melahirkan berbagai pemikiran dan gerakan menuju perubahan dan perbaikan bangsa Indonesia. Makin banyaknya orang pintar dan terpelajar di Indonesia. yang dipimpin oleh Panglima Polim. Di Indonesia. bangsa Asia dapat mengalahkan bangsa kulit putih (Eropa). I. Pada abad ke-16 orang Balanda datang ke Indonesia. 3. mandau dan lain-lain senjata daerah. Cut Nyak Dien. Runtuhnya kerajaan itu adalah karena terjadinya perpecahan dari dalam pemerintahan itu sendiri. Tengku Umar dan lain-lain. pengertian pemuda adalah penduduk yang berusia antara 15 sampai dengan 35 tahun. Peran mereka sudah dimulai jauh sebelum lahirnya negara Indonesia. baik dari dalam negeri maupun luar Negeri. di Kalimantan oleh Pengeran Antasari dan banyak lagi perjuangan rakyat. Majapahit. Faktor yang datang dari luar negeri adalah kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1905. Para pemuda tergabung dalam gerakan melawan penjajah belanda ini. seperti rencong. keris. Sebagai jawaban atas rasa keprihatinan tersebut. Dekade 1908-1918 Awal kebangkitan Nasional disebabkan beberapa faktor. pedang.sedangkan perjuangan bangsa Indonesia pada waktu itu masih senjata tradisionil. ditanah Batak oleh Sisingamangaraja. Di Maluku oleh Pattimura di Sulawesi oleh Hasanuddin. golok. di Sumatera Barat oleh Imam Bonjol. Sebelum lahirnya Boedi Oetomo Kejayaan Bangsa Indonesia dapat dibuktikan dengan berjayanya pada masa silam Kerajaan Sriwijaya. Sultan Ageng Tirtayasa. Dalam sejarahnya. Mataram dan lain-lain. Batasan pemuda di setiap negara berbeda-beda tergantung dari kebijakan pemerintahan di negara yang bersangkutan.Wahidin Sudirohusodo untuk mengangkat harkat . Makin mengingkatnya semangat bangsa Indonesia ingin merdeka. antara lain factor dalam negeri: 1. Mereka tetgabung dalam berbagai peperangan melawan pemerintah Kolonial belanda di berbagai daerah di Nusantara. 2. tombak. karena perlawanan bangsa Indonesia pada waktu itu masih bersifat kedaerahan dan perlawanan yang satu dengan yang lainnya masih belum terorganisir. Cut Mutia . panah. Lama kelamaan bangsa Belanda menunjukkan sifat aslinya yaitu ingin menjajah bangsa Indonesia. Belanda sudah menggunakan senjata api. badik. terbukti dengan adanya perlawanan di Aceh oleh rakyat Aceh. Untung Surapati dan lain-lain. di Pulau jawa oleh Pangeran Diponegoro. II.100 tahun Gerakan Pemuda Indonesia 1908-2008 oleh Masad Masrur Pemuda merupakan salah satu elemen bangsa yang selalu menjadi garda depan dalam menghadapi berbagai persoalan bersama. tujuan perjuangannya pun berbeda-beda. pada mulanya mereka disambut dengan ramah tamah oleh bangsa Indonesia yang dikenal dengan keramah tamahannya. Kiprah pemuda bisa kita lihat dari gerakan meraka sejak sebelum momentum kebangkitan nasional (1908) hingga pasca reformasi sekarang ini. persenjataan yang dimiliki kalah modern.

memberi pertolongan kepada rakyat untuk meningkatkan kecerdasannya. berbahasa satu bahasa Indonesia. Pemuda Betawi dan lain-lain. Belanda menelantarkan pendidikan Bangsa Indonesia. Untuk itu mereka bersumpah yang terkenal dengan nama Soempah Pemoeda yang diikrarkan pada akhir kongres yaitu pada tanggal 28 Oktober 1928 yang berbunyi: kami putra dan putri Indonesia mengaku bertanah air satu tanah Indonesia. Lahirnya Boedi Oetomo. Pemuda. atas prakarsa Dr. Ir. Jong Ambon. tahun ini pula. 21 Mei 1908. setelah mereka mengadakan pembahasan. bahwa jika bangsa Indonesia ingin merdeka. mengawali gerakan pemuda Indonesia dalam sebuah organisasi modern. Wahidin Sudirohusodo memanfaatkan peluang ini dari jalur pendidikan sebagai sarana yang tepat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menumbuhkan rasa nasionalisme bangsa Indonesia. . berbangsa satu bangsa Indonesia. Dr. Dr. bangsa Indonesia harus bersatu. ini dilakukan pada tahun 1906-1907. mereka sampai pada satu kesimpulan. mereka banyak mengambil keuntungan dari bumi pertiwi ini.Wahidin S dan para Pemuda STOVIA. III. waktu itu masih terkotak pada golongan priyayi dan kawulo alit (rakyat kecil) yang masih belum terpelajar. Jong Sumatra. Indische Party tahun 1913. Nahdhatul Ulama tahun 1926. Soempah Pemoeda kedua berlangsung di Batavia. Selain mengucapkan sumpah. Dekade 1918-1928 Berdiri perkumpulan pemuda diluar Jawa pada tahun 1918 dan menamakan diri Jong Java. Pahit getirnya perjuangan bangsa Indonesia jauh sebelum 1908 mencatat begitu banyak kenangan berharga dan begitu banyak kenangan yang mengharukan. Muhammadiyah tahun 1912. Awal kebangkitan nasional bukanlah terjadi dengan sendirinya. dan berhasil mendirikan perkumpulan yang diberi nama Boedi Oetomo yang berarti kebaikan yang diutamakan. tetapi berawal dari rasa keprihatinan terhadap kebodohan. Wahidin Sudirohusodo dan kawan-kawan terjun ketengah-tengah masyarakat untuk membangkitkan golongan priyayi agar bersedia mengulurkan tangan. Soekarno mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI). Para pemuda inilah yang mengadakan kongres pemuda pertama tahun 1926 yang menghasilkan perlunya mencanangkan suatu organisasi pemuda tingkat Nasional. Serikat Dagang Islam tahun 1909. semua ini membangkitkan kebanggaan pada tentang apa yang akan diperbuat pada masa yang akan datang. Wahidin Sudirohusodo dengan biaya sendiri mengadakan perjalanan keliling Jawa untuk mempropagandakan pendirian berdirinya Studifound. Disinilah titik awal berdirinya perkumpulan-perkumpulan yang menjurus kepada sifat nasionalisme dan patriotisme. Dr. karena setelah berdirinya Boedi Oetomo maka bermunculanlah perkumpulan-perkumpulan dan pergerakan yang bersifat luas antara lain. melarat dan menderita. Gunawan. Pada tanggal 20 Mei 1908. Jong Pasundan. ini disebabkan dari politik kolonial Belanda pada waktu itu. kemiskinan dan keterbelakangan. Tanggal itu dikenal sebagai hari Kebangkitan Nasional. pemuda Indonesia yang berkongres tersebut juga melantunkan lagu Indonesia Raya untuk yang pertama kalinya. seperti Sutomo. Suradji dan Suwardi Suryaningrat mengadakan rapat pertama di Jakarta. rakyat dibiarkan bodoh. Perkumpulan ini juga diikuti oleh perkembangan organisasi pemuda Hindia Belanda yang sekolah di luar negeri.dan martabat bangsa dari belenggu kolonial Belanda. Dan atas usul perhimpunan pelajar-pelajar Indonesia (PPPI) sebagai organisasi kemahasiswaan pertama pada tanggal 26-28 Oktober 1928 diadakan kongres pemuda kedua. Jong Batak.

Tjipto Mangunkusumo. Banyak pemuda dilatih oleh tentara jepang dalam PETA dan HEIHO. Sutan Syahrir. persaudaraan dan kesetaraan. Dekade 1938-1948 Munculnya banyak partai pada tahun 1930-an ini makin menunjukkan bahwa bentuk perlawanan bangsa Indonesia pada bentuk perlawanan �pemikiran� dibanding dengan perlawanan fisik. Pada tahun-tahun ini. pemuda Indonesia (golongan muda) mendesak supaya pemimpin (golongan tua) segera memproklamirkan berdirinya Republik Indonesia.IV. Perlawanan ini banyak berlangsung di berbagai kota di Indonesia. misalnya Pemuda Ansor (Pemuda NU tahun 1934). Pada dekade ini. Pemuda Muhammadiyah tahun 1932. Tahun 1942. Nasyiatul aisyiyah (1931) V. Gerindo dan lain-lain. Namun Jepang juga membentuk Romusha yang sangat membebani rakyat. Dr. Ir. dan suatu tanah air. Meskipun serupa dalam semangatnya untuk menyatukan nusantara. dibuang dan diasingkasn dari rakyatnya. berbangsa satu. yang sebelumnya nomenklatur Indonesia belum digunakan untuk menamai suatu bangsa. pecah Perang Asia Timur Raya. Pemuda Islam (April 1947). bukan menunggu kompromi dnegan pemerintah Jepang. Semarang dan Surabaya. Soempah Pemoeda berbeda dengan Sumpah Palapa yang diucapkan Mahapatih Gajah Mada. Ikatan Putra Putri . Pemuda Muslimin (1932). Hal ini dilakukan setelah pemuda mendesak mereka. Akan tetapi semangat untuk merdeka tidak pernah padam dan malah bertambah subur berkat Soempah Pemoeda itu. dan berbahasa satu. Pemuda-pemuda yang menonjol kala itu adalah Adam Malik. Drs. bertanah air satu. Jepang yang saat itu menjanjikan kemerdekaan bagi Indonesia justru mengalami kekalahan setelah bom atom meledak di Hiroshima dan Nagasaki tahun 1945. seperti yang dilakukan oleh bangsa Indonesia pada abad ke-19. sementara Soempah Pemoeda ingin menyatu. Banyak pula dibentuk organisasi pemuda Islam. Dengan demikian. Bandung. Itulah saat resmi lahirnya bangsa Indonesia. Ki Hadjar Dewantoro dan banyak lagi pemimpin organisasi yang ditangkapi. partai-partai yang menonjol pada saat itu adalah PNI. Sumpah Palapa menempatkan Kerajaan Majapahit sebagai pusat. Jepang masuk dan menguasai Nusantara. Pemuda-pemuda Indonesia banyak melakukan perlawanan fisik menghadapi pasukan Belanda yang datang kembali dengan membonceng Sekutu. Moh. seperti Gerakan Pemuda Islam (Oktober 1945). Kolonial Belanda mulai menangkapi pemimpin-pemimpin organisasi kepemudaan itu yang dinilai vokal antara lain. juga dibentuk organisasi saya yang menghususkan pada gerakan pemuda. Chaerul Saleh dan lain-lain. Soekarno. Angkatan Puteri Al-Washliyah (Juni 1947). banyak muncul partai-partai yang berjuang di dalam parlemen (volksraad) maupun pada ranah sosial masyarakat. Selayaknyalah peristiwa bersejarah yang demikian penting itu diperingati dengan mendalami semangat yang terkandung dalam peristiwa itu. Agresi Belanda I maupun II (tahun 1947 dan 1948). Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dibacakan oleh Soekarno dan Hatta. Indonesia. Hatta. membangun persatuan dalam napas kebebasan. Partai-partai tersebut muncul dalam memperjuangkan bangsa Indonesia dalam bentuk �menuju persiapan Indonesia merdeka�. Maka dimulailah perlawanan pemuda-pemuda Indonesia kembali pada perlawanan fisik melawan penjajah. Parindra. suatu bahasa. Sukarni. seperti Jakarta. Dekade 1928-1938 Soempah Pemoeda 28 Oktober 1928 dikenang sebagai lahirnya kesepakatan unsur-unsur bangsa yang sangat heterogen untuk menjadi bangsa yang satu.

saat itu pemuda memberikan kesempatan kepada Orde Baru untuk membangun negara. Pemuda/mahasiswa merasa makin ditinggalkan oleh pemerintah. sehingga pada peristiwa Malari . baik yang nasionalis meupun keagamaan bermunculan. PMKRI. Pelajar Islam Indonesia (Mei 1947) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang didirikan oleh Lafran Pane dan kawan-kawan pada Februari 1947 di Sekolah Tinggi Islam (STI) di Yogyakarta. Organisasi Pemuda yaitu Ikatan Pemuda Karya (1969) juga lahir pada saat saat ini. Komite Nasional Pemuda Indonesia (1973) juga terbentuk. Banyak lahir partai-partai politik pada dekade ini. Peristiwa Malari 1974 adalah puncak gerakan pemuda atas kebijakan pemerintah Orde Baru yang tidak transparan. seperti �pembantaian� kader-kader (pemuda) PKI oleh pemuda-pemuda lawan ideologi-politik lain. pemuda sering ditinggalkan oleh pemerintah. Ataupun bentuk afiliasi politik organisasi pemuda terhadap partai tertentu. PMKRI (Mei 1947). meski oleh pemuda tidak menguntungkan karena pengawasan oleh pemerintah tersebut. VII. Dekade 1948-1958 Perlawanan pemuda Indonesia masih dalam bentuk perlawanan fisik hingga berlangsungnya Konferensi Meja Bundar tahun 1949 di Den Haag. yaitu perjuangan ideologi dan mencari identitas bangsa Indonesia. GMNI (1954/pemuda PNI). VII. Gema Budhis (1968) dan lain-lain. KMNI dan GMKI. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM tahun 1964). VI. Misalnya CGMI (Pemuda PKI). Pemuda Demokrat (1947). PMII. Pemerintah membentuk Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga untuk mengatur pemuda. Masa revolusi 1966 adalah puncak gerakan mahasiswa dan pemuda dalam memperjuangkan perubahan nasib bangsa. beberapa organisasi pemuda/mahasiswa membentuk Kelompok Cipayung untuk membentuk opini bersama menghadapi kebijakan pemerintah. PMII (1960). Pemuda Katolik (1947). Belanda. Mereka adalah HMI. Menghadapi ini. meski dalam beberapa hal. pemuda mendukung penuh. Dekade 1968-1978 Pemerintah Orde Baru mempersiapkan Pemilu 1971 dengan melakukan fusi partai hingga menjadi 10 partai peserta Pemilu. misalnya HMI terhadap Masyumi. Pada saat-saat inilah para pemuda yang tergabung dalam berbagai organisasi pemuda. sehingga banyak pula organisasi pemuda yang lahir sebagai underbow dari partai-partai induk yang sudah mapan. Dan organisasi lainnya. Kelahiran mereka yang secara ideologis muncul dengan asas agama merupakan strategi untuk memperkuat jaringan ideologis-sosial-politik pemuda dalam memperjuangkan identitas pada masa memasuki era revolusi 1965-1966. yang juga mengakibatkan beberapa konflik fisik. Gamki (1948). Hal ini adalah sesuai dengan atmosfer perjuangan pasca perang kemerdekaan. Dekade 1958-1968 Organisasi-organisasi pemuda yang lahir pada dekade ini adalah Generasi Muda Mathla�ul Anwar (1956). Gerakan pemuda kembali terkonsolidasi secara nasional pada tahun 1973-1974. KNPI ini memudahkan pemerintah untuk memonitor gerakan mahasiswa. Pada saat Soeharto diangkat sebagai pejabat Presiden RI.Indonesia (1945). Organisasi-organisasi pemuda yang lahir pada dekade ini adalah IPNU (1954) dan lain-lain sampai pada dekade berikutnya. Bersama dengan ABRI. Golkar yang menang dalam pemilu ini sebelumnya sempat membentuk beberapa organisasi pemuda sayap golkar. Pemuda dan mahasiswa terlibat secara langsung pada masa revolusi tersebut.

kesempatan masuk partai ini membuka peluang pemuda/mahasiswa tersebut.ini banyak pemuda yang ditangkap oleh pemerintah Orde baru seperti Syahrir. mereka terpaksa bubar dan bergerak illegal. Selama ini mahasiswa merasa ditinggalkan oleh pemerintah ketika perjuangan menumbangkan rezim sudah berhasil. PII (Pelajar Islam Indonesia) misalnya. Booming partai politik memberikan kesempatan pada pemuda dan mahasiswa untuk membentuk dan menjadi pengurus partai dan terlibat langsung dalam perebutan kursi di parlemen. VIII. yang isinya membatasi kegiatan mahasiswa hanya pada kegiatan akademis kampus. pemerintah Orde Baru justru makin mengekang kebebasan pemuda/mahasiswa agar tidak terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan politik. mereka banyak yang terpaksa bergerak di �bawah tanah� agar tetap eksis. Sementara Himpunan Mahasiswa Islam pecah menjadi dua. Selain partai politik. organisasi pemuda/mahasiswa banyak lahir pada kesempatan reformasi. Menteri Pendidikan Daoed Joesoef menandatangani kebijakan NKK-BKK tahun 1978. Dekade 1978-1988 Dekade ini adalah puncak kekuasaan pemerintahan Orde Baru. yang kemudian disebut oleh pemerintah sebagai Organisasi Tanpa Bentuk/OTB. Reformasi membuka kesempatan kepada ormas pemuda dan mahasiswa untuk kembali pada asas mereka semula. Ormas pemuda ini biasanya adlah sayap partai politik yang lahir pada masa reformasi itu juga seperti Pemuda PAN dan lain-lain. Arif Budiman dan lain-lain. juga seperti Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia . Mulai muncul perlawanan terhadap pemerintah Orde Baru dengan gerakan-gerakan konsolidasi pro-demokrasi. Efek yang sampai sekarang dirasakan adalah banyaknya potensi pemuda yang terpaksa hilang akibat ketidakmauan mereka menerima asas Pancasila. meski harus berurusan dengan intel pemerintah. Sementara itu. Organisasi masa yang juga terkena imbas dari kebijakan asas tunggal buru-buru mengambil sikap menerima agar tidak tergusur oleh aturan pemerintah. dan mulai terang-terangan pada tahun 1996-1998 mulai muncul bentuknya seperti Partai Rakyat Demokratik (PRD) dan lain-lain. Dekade 1988-1998 Krisis moneter yang memunculkan krisis multidimensi di Indonesia memunculkan perlawanan yang lebih kongkrit oleh pemuda/mahasiswa. Sementara. Begitu juga organisasi pemuda/mahasiswa. Kebijakan asas tunggal Pancasila ini efektif memecah gerakan pemuda/mahasiswa. karena tidak mau menerima asas pancasila. Banyak pula Koran dan surat kabar dibreidel oleh pemerintah pada thun-tahun ini. Ormas pemuda/mahasiswa banyak yang �terpaksa mau� menerima asas Pancasila. IX. sehingga pemuda dan mahasiswa makin sulit bergerak melawan tekanan pemerintah. Pemerintah memberlakukan asas tunggal pancasila sebagai asas wajib partai maupun organisasi masa di Indonesia. Partai politik yang tinggal 2 partai (PPP dan PDI) terpaksa tunduk agar tetap �bisa menjadi penyeimbang� Golkar pada pentas Pemilu masa Orde Baru. Banyak gerakan pro-demokrasi yang muncul bersama gerakan pemuda/mahasiswa lainnya melakukan koordinasi nasional dengan memunculkan gerakan reformasi.

masuknya pemuda di parlemen justru dipandang banyak kalangan melenakan para pemuda pada kekuasaan dan lupa pada perjuangan reformasi sebelumnya. justru pemuda banyak yang berjuang demi kepentingan kekuasaan dan partai politik.Muhammadiyah -An  FORMATUR SUSUNAN PENGURUS  Sejarah Pergerakan Pemuda Indonesia  Musyawarah VS Demokrasi . 1998-2008 Pemilu 1999 dan 2004 adalah momentum untuk tampilnya pemuda/mahasiswa pada pergerakan nasional..  Awas Bahaya Narkoba  Ke. Namun.* Diposkan oleh Pemuda Muhammadiyah Cempaka Putih di 02:49 0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) Selamat datang di Blog Kami Pemuda Muhammadiyah Cempaka Putih Ortom Pimpinan Cabang Muhammadiyah Cempaka Putih Lihat profil lengkapku Kotak Pencarian Arsip Blog  ▼ 2009 (9) o ▼ April (8)  Nilai Positif dari Demokrasi  N A R K O B A T I I I I D D D A A A A A AKKKKK. Sehingga tantangan yang dihadapi pada saat ini adalah bukan semata-mata pemerintah dan kebijakannya.(KAMMI) dan lain-lain. Reformasi ini juga membuka kesempatan pers untuk kembali bebas dan demokratis. tetapi internal pemuda sendiri yang tidak konsisten dalam memperjuangkan reformasi.. Pemuda sulit independen. Bukan memperjuangkan kepentingan rakyat dan bangsa.

The Prizefight scoring system is as follows: Each judge .o  Musyawarah Definitifnya ► Maret (1) Top Favourites Widget by Blogger Buster Silahkan Isi News Update Apple Google Microsoft Apple confirms no current plans to bring Siri to older devices Apple Insider By AppleInsider Staff Apple's engineering unit has reportedly confirmed that the company currently has "no plans" to support its Siri personal assistant feature on older devices.. 2011 7:07 PM PST Follow @Josh Corrected on November 8 at 3:30 pm PT to reflect that the training program is not related to Apple's retail stores. .. according to a person familiar with the matter. the Asus Zenbook UX31. Related Articles » Apple to train managers on 'union awareness' (exclusive) CNET (blog) by Josh Lowensohn November 7. Apple MacBook Air CNET Our latest Prizefight pits one of the new generation of super-thin ultrabook laptops. Apple's 13-inch MacBook Air.. Related Articles » Apple notifies faulty MagSafe owners of class-action settlement Apple Insider By Slash Lane Apple has reached a settlement on a class-action lawsuit over T-shaped MagSafe connectors for MacBook and MacBook Pro models that can fray and come apart. Related Articles » Prizefight: Asus UX31 vs.. ... against the system it was clearly designed to emulate.. . The company on Tuesday posted a new support document detailing the Apple Adapter .. This story has been changed throughout to reflect that.

Related Articles » powered by Silaturahmi Ke    PP Tapak Suci PP Pemuda Muhammadiyah PP Muhammadiyah Anda Pengunjung KeTotal : 380 Today : 4 Live : 1 Country Visitor Locate IP Address Didukung Oleh .

Lencana Facebook Profil Buat Lencana Anda .

0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) Selamat datang di Blog Kami Pemuda Muhammadiyah Cempaka Putih Ortom Pimpinan Cabang Muhammadiyah Cempaka Putih Lihat profil lengkapku Kotak Pencarian Top of Form Bottom of Form Arsip Blog • ▼ 2009 (9) ○ ▼ April (8)         ○ Nilai Positif dari Demokrasi N A R K O B A T I I I I D D D A A A A A AKKKKK.. Awas Bahaya Narkoba Ke..Muhammadiyah -An FORMATUR SUSUNAN PENGURUS Sejarah Pergerakan Pemuda Indonesia Musyawarah VS Demokrasi Musyawarah Definitifnya ► Maret (1) Top Favourites Widget by Blogger Buster .

The Prizefight scoring system is as follows: Each judge . Apple's 13-inch MacBook Air. Related Articles » Apple to train managers on 'union awareness' (exclusive) CNET (blog) by Josh Lowensohn November 7. Related Articles » . This story has been changed throughout to reflect that. Apple MacBook Air CNET Our latest Prizefight pits one of the new generation of super-thin ultrabook laptops. 2011 7:07 PM PST Follow @Josh Corrected on November 8 at 3:30 pm PT to reflect that the training program is not related to Apple's retail stores. ...... . according to a person familiar with the matter. the Asus Zenbook UX31. Related Articles » Apple notifies faulty MagSafe owners of class-action settlement Apple Insider By Slash Lane Apple has reached a settlement on a class-action lawsuit over Tshaped MagSafe connectors for MacBook and MacBook Pro models that can fray and come apart... The company on Tuesday posted a new support document detailing the Apple Adapter . Related Articles » Prizefight: Asus UX31 vs.Silahkan Isi News Update Apple Google Microsoft Apple confirms no current plans to bring Siri to older devices Apple Insider By AppleInsider Staff Apple's engineering unit has reportedly confirmed that the company currently has "no plans" to support its Siri personal assistant feature on older devices.. against the system it was clearly designed to emulate.

powered by Silaturahmi Ke • • • PP Tapak Suci PP Pemuda Muhammadiyah PP Muhammadiyah Anda Pengunjung Ke- Total : 380 Today : 4 Live : 1 Country Visitor Locate IP Address Didukung Oleh .

Lencana Facebook Profil Buat Lencana Anda Bottom of Form .