P. 1
Skripsi Astungkara

Skripsi Astungkara

5.0

|Views: 1,304|Likes:

More info:

Published by: A A AYU SINTA JAYANTI on Nov 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/23/2012

pdf

text

original

Sections

  • BAB I PENDAHULUAN
  • Latar Belakang Masalah
  • Tujuan dan Kegunaan Penelitian
  • Tujuan Penelitian
  • Kegunaan Penelitian
  • BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS
  • 2.1 Landasan Teori
  • 2.1.1Teori Sosiologi Profesi
  • 2.1.2Pengertian Auditing
  • 2.1.3Jenis Audit
  • 2.1.4Manfaat Audit
  • 2.1.5Standar Audit
  • 2.1.6Pengertian dan Jenis Auditor
  • 2.1.7Tingkat Pendidikan Auditor
  • 2.1.8Pengalaman Kerja Auditor
  • 2.1.9Pengertian Profesionalisme
  • 2.2Pembahasan Penelitian Sebelumnya
  • 2.3Hipotesis Penelitian
  • 2.4 Rerangka Konsep Penelitian
  • BAB III METODE PENELITIAN
  • 3.1 Lokasi Penelitian
  • 3.2 Objek Penelitian
  • 3.3 Identifikasi Variabel
  • 3.4 Definisi Operasional Variabel
  • 3.5 Jenis dan Sumber Data
  • 3.5.1Jenis Data
  • 3.5.2 Sumber Data
  • 3.6 Metode Penentuan Sampel
  • 3.7 Responden Penelitian
  • 3.8 Metode Pengumpulan Data
  • 3.9 Teknik Analisis Data
  • 3.9.1Uji Instrumen
  • 3.9.2Uji Asumsi Klasik
  • 3.9.3Analisis Regresi Linier Berganda
  • BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
  • 4.1 Gambaran Umum BPK RI Perwakilan Provinsi Bali
  • 4.2 Data Penelitian
  • 4.2.1 Deskripsi Responden
  • 4.2.2 Karakteristik Responden
  • Tabel 4.2 Rincian Jenis Kelamin Responden
  • Tabel 4.3 Rincian Lama Bekerja Responden
  • 4.3 Hasil Penelitian
  • 4.3.1Hasil Uji Instrumen
  • 4.3.2Hasil statistik deskriptif
  • 4.3.3Uji Asumsi Klasik
  • 4.3.4Analisis Regresi Linear Berganda
  • 4.3.5Pengujian Hipotesis
  • 4.3.6Pembahasan Hasil Penelitian
  • BAB V SIMPULAN DAN SARAN

PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN KERJA PADA PROFESIONALISME AUDITOR BPK RI PERWAKILAN PROVINSI BALI

Oleh: A.A. AYU SINTA JAYANTI NIM: 0806305065

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2011

PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN KERJA PADA PROFESIONALISME AUDITOR BPK RI PERWAKILAN PROVINSI BALI

Oleh: A.A. Ayu Sinta Jayanti NIM: 0806305065

Skripsi ini ditulis untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi Universitas Udayana Denpasar 2011

HALAMAN PENGESAHAN Skripsi ini telah diuji oleh tim penguji dan disetujui oleh Pembimbing, serta diuji pada tanggal : ………………………………….. Tim Penguji: 1. Ketua 2. Sekretaris 3. Anggota Tanda Tangan : ………………………………….. ……………… : ………………………………….. ……………… : ………………………………….. ………………

Mengetahui, Ketua Jurusan EP/M/A*

Pembimbing

………………………….. NIP.

..……………….……….… NIP.

ii

*) Coret yang tidak perlu iii .

Bapak Dr. Ni Ketut Rasmini. SE. penulis menyampaikan terima kasih kepada: 1. penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Pengalaman Kerja terhadap Profesionalisme Auditor BPK RI Perwakilan Provinsi Bali”.. I Nyoman Mahaendra Yasa. karena berkat rahmat-Nya.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa.. Msi. Gunk Datuk. SE.G. Pipiet Sri Widari. SE. 6. Msi. 4. Made Gede Wirakusuma. Universitas Udayana. Ak selaku dosen pembimbing atas waktu. Cok Monk.. Aix Ichire.. MM. SE. Keluarga tercinta atas doa dan motivasinya selama penulis menyelesaikan skripsi ini. Universitas Udayana. SE. Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak akan berhasil tanpa bimbingan dan pengarahan dari berbagai pihak yang telah meluangkan waktunya dalam penyusunan skripsi ini.. Ak masing-masing selaku Ketua dan Sekretaris Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi. bimbingan.. penulis mengharapkan skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi yang berkepentingan. CPA selaku Dekan Fakultas Ekonomi. Msi. Msi dan Ibu Dr. Namun demikian. Dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada Vie_Ngok.. Septi. SE. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan skripsi ini. iv . Bapak Gede Juliarsa.. Bapak Dr. 2. 7. 5. Rekan-rekan akuntansi angkatan 2008 atas masukan. A.P Widanaputra. Bapak Dr. dan Alit... Bapak Prof. Dalam kesempatan ini. Msi. 3. Ari Bayu. selaku Pembantu Dekan I Fakultas Ekonomi. masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan yang disebabkan karena keterbatasan kemampuan serta pengalaman penulis. Andy Dwi Gunadi. I Wayan Ramantha. motivasi dan bantuannya. Ak.A. Dr. serta motivasi sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. selaku Pembimbing Akademis. Universitas Udayana.. masukan. Dwi Anggandari.

Juni 2011 Penulis v .Denpasar.

Judul :Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Pengalaman Kerja pada Profesionalisme Auditor BPK RI Perwakilan Provinsi Bali Nama :A. tingkat pendidikan dan pengalaman kerja berpengaruh secara signifikan terhadap profesionalisme auditor. Menurut hasil penelitian. Hal ini menjelaskan bahwa bila auditor memiliki perilaku profesional yang lebih besar.A. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh faktor tingkat pendidikan dan pengalaman kerja terhadap profesionalisme auditor. Ayu Sinta Jayanti NIM :0806305065 ABSTRAK Profesionalisme merupakan faktor penting yang harus dimiliki oleh seorang auditor BPK RI disamping independensi. vi . Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman audit LKPD seorang auditor berpengaruh terhadap sikap profesionalismenya. Semakin tinggi tingkat pendidikan yang dimiliki akan berdampak pada semakin tinggi pula profesionalisme yang dimiliki oleh auditor tersebut. Tingginya tingkat kemampuan auditor sangat mempengaruhi kinerja audit. Karena pengalaman kerja yang dimiliki oleh seorang auditor akan mendukung keterampilan dan kecepatan auditor tersebut dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. ia akan mencerminkan kinerja audit yang lebih tinggi. Pengalaman kerja auditor berpengaruh secara signifikan terhadap profesionalisme auditor. Tingkat pendidikan yang dienyam oleh auditor memiliki pengaruh yang signifikan terhadap profesionalisme auditor. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan berdampak pada kualitas kerja seorang auditor.

...........................................................................................................5 2.....1..................9 Teori Sosiologi Profesi........................................................3 Hipotesis Penelitian.................29 2...ii KATA PENGANTAR.....................................6 Tujuan Penelitian.......1.........................................................................................1.......................3 2.........2 2.............................................................................19 Pengalaman Kerja Auditor..........1.........6 2...........2 Pembahasan Penelitian Sebelumnya..........................vi NIM :0806305065...........................................................................1 Tujuan dan Kegunaan Penelitian......................A......................14 Pengertian dan Jenis Auditor.....................9 Pengertian Auditing.........................1.................................22 2...............................iv Judul :Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Pengalaman Kerja pada Profesionalisme Auditor BPK RI Perwakilan Provinsi Bali........ vi Nama :A.................9 2.1...........................1 Landasan Teori....8 2.....................9 Jenis Audit.............1.......... vii DAFTAR TABEL............................................30 vii .....................DAFTAR ISI HALAMAN PENGESAHAN........18 Tingkat Pendidikan Auditor..............6 BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS....4 Rerangka Konsep Penelitian.........................................................................1 Latar Belakang Masalah................... Ayu Sinta Jayanti........................25 2...................................................1......................................................7 2................4 2..............................x BAB I PENDAHULUAN...............................................................................................................1 2...........................................................vi DAFTAR ISI.14 Standar Audit.................................vi ABSTRAK.......................................................................................................................................................................................20 Pengertian Profesionalisme........................................................ix DAFTAR GAMBAR....................1.................. 9 2.................................12 Manfaat Audit.............................................6 Kegunaan Penelitian ..........9 .................

........................................................36 3........................9........................1 Lokasi Penelitian.2 4......4 4............................................34 3.44 4.................................................................... ........53 Pengujian Hipotesis...........6 Hasil Uji Instrumen.............31 3...........59 Bamber.............................................3 Hasil Penelitian..........................50 Analisis Regresi Linear Berganda................................................. “ Big 5 auditors' professional and organizational identification: consistency or conflict?”.......................1 Simpulan.6 Metode Penentuan Sampel...............................2 Uji Asumsi Klasik..3..........9 Teknik Analisis Data......................................5........................................................2 Saran..34 3...........................46 4.........1 4.....1 Gambaran Umum BPK RI Perwakilan Provinsi Bali...............43 4.........................................................................................1 Deskripsi Responden......................................3..31 3.5...............2 Karakteristik Responden................3 Analisis Regresi Linier Berganda..................................2 Sumber Data...41 4.......................46 Hasil statistik deskriptif.................................5 4.........3................................ Michael and Iyer Venkataraman M..................5 Jenis dan Sumber Data.......................4 Definisi Operasional Variabel.......3 4..3............................34 3............36 3.38 BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN...............................................58 5.........................56 BAB V SIMPULAN DAN SARAN..35 3.....................................36 3...........................................................58 5................. A Journal of Practice & Theory....................32 3.............................................BAB III METODE PENELITIAN..........................................................2........60 viii ......................36 3...........................43 4........................56 Pembahasan Hasil Penelitian..31 3.................2 Objek Penelitian.....................9.......37 3......................................9..................................................7 Responden Penelitian ...............3.......................................2 Data Penelitian......... E...............3..........3 Identifikasi Variabel................................41 4...................49 Uji Asumsi Klasik.........................................31 3.............. 2002................................1 Jenis Data......................1 Uji Instrumen.............................................2...8 Metode Pengumpulan Data.................................

..............................................................5 4................................3 4................ Uji Multikolinearitas .......................... Hasil Uji Validitas .10 4.............................1 4...................9 4........................8 4........................12 4........ Uji Normalitas ..................................................................................... Statistik Deskriptif ....................................... Halaman 44 44 45 46 48 49 49 51 52 53 54 54 55 ix .................... Hasil Uji Reliabilitas ........ Rincian Jenis Kelamin Responden ... Uji Heterokedastisitas .. Hasil Uji t ................ Model Summary ...7 4...........DAFTAR TABEL No 4...............................................4 4......... Rincian Tingkat Pendidikan Responden ....................6 4......................................................................................................................................................11 4.13 Tabel Rincian Kuesioner Penelitian ....................................2 4... Rincian Lama Bekerja Responden ............ Hasil Uji F ........................

...........1 Gambar Halaman 30 Bagan Rerangka Konsep Penelitian .. Bagan Struktur Organisasi BPK RI Perwakilan Provinsi Bali .................................................... 43 x .................................................................1 4.....DAFTAR GAMBAR No 2.

......................... Tabel Statistik Uji Instrumen Penelitian ............ 4........ 2............. 9.............. Lampiran Halaman 1 7 8 11 14 22 23 24 26 27 Kuesioner penelitian .............DAFTAR LAMPIRAN No 1........................... Tabel Statistik Uji Normalitas .... Tabel Statistik Deskriptif Data Uji ................. Data Ordinal (tabulasi data responden) ........................ 8...... 10................................................ Tabel Statistik Uji Multikolinearitas .................... 3................. Data interval .............................. 5.......................... Tabel Statistik Uji Heterokedastisitas ... xi ..................................................................... 6..................... 7........... Profil responden penelitian .... Tabel Statistik Uji Regresi Linear Berganda..........................................

Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban pemerintah daerah atas penggunaan kas negara. yang dalam hal ini adalah Auditor Pemerintah. Kesadaran pemerintah tentang pentingnya transparansi pengelolaan keuangan diperkuat dengan diterbitkannya Undang-Undang No. 2006). yakni penyampaian laporan pertanggungjawaban keuangan pemerintah yang memenuhi prinsip-prinsip tepat waktu dan disusun dengan mengikuti standar akuntansi pemerintah yang diterima secara umum (Joko Susilo. sama seperti halnya sebuah perusahaan swasta. Undang-undang ini mengatur tentang upaya nyata untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolan keuangan negara.BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Dinas pemerintah. Audit Laporan Keuangan Pemerintah Daerah oleh Auditor Pemerintah ini sangat penting demi terciptanya pengelolaan keuangan yang akuntabel dan transparan. Sebuah dinas pemerintah daerah yang mampu menyusun sebuah laporan keuangan yang mencerminkan kedua kondisi tersebut (transparansi dan akuntabilitas) dalam pengelolaan keuangannya tentu akan memperoleh kepercayaan yang lebih tinggi dari pemerintah pusat dan juga 1 . perlu membuat laporan keuangan yang menyeluruh pada akhir periode anggaran sebagai bentuk pertanggungjawaban. Laporan keuangan yang telah disusun oleh masingmasing instansi ataupun dinas pemerintah daerah ini kemudian perlu diaudit oleh pihak ketiga yang independen. 17 tahun 2003.

sedangkan untuk fungsi auditor eksternal pemerintah dilaksanakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). termasuk di Provinsi Bali yang pada saat ini berkedudukan di Kota Denpasar. Dasar hukum yang melandasi terbentuknya BPK adalah Undang-Undang Dasar tahun 1945 (Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 Bab VIIIA Pasal 23 E. G ). BPK yang kedudukannya tidak tunduk pada pemerintah diharapkan dapat melaksanakan tugasnya dengan independen dan profesional. Fungsi audit laporan keuangan pemerintah daerah diemban oleh auditor internal pemerintah dan auditor eksternal pemerintah. Berlandaskan pada pasal tersebut.masyarakat luas. dimana pada pasal 23 E ayat 1 memuat tentang tugas BPK yaitu untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab tentang keuangan negara diadakan satu Badan Pemeriksa Keuangan yang bebas dan mandiri. Independensi dan profesionalisme yang tinggi wajib dimiliki oleh auditor BPK RI agar dapat mengemban tugas dan wewenangnya untuk 2 . Fungsi auditor internal pemerintah atau yang lebih dikenal sebagai Aparat Pengawasan Fungsional Pemerintah (APFP) dilaksanakan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). 23F. Amandemen ini menyebabkan BPK RI harus mengembangkan kantor perwakilan di semua provinsi di wilayah Republik Indonesia. Inspektorat Jenderal Departemen. dan 23G) dan tujuh ayat. F. Sesuai dengan penguatan wewenang BPK RI yang dituangkan dalam Amandemen Ketiga UUD 1945. dan Badan Pengawasan Daerah. Undang-Undang yang mengatur mengenai BPK dimuat dalam satu bab tersendiri (Bab VIII A) dengan tiga pasal (23E.

Hal ini dikarenakan sumber daya manusia dalam suatu organisasi merupakan penentu yang sangat penting bagi efektifitas perjalanan kegiatan dalam organisasi (Amilin dan Rosita Dewi. ia akan mencerminkan kinerja audit yang lebih tinggi. 2007). tingkat kebebasan atau independensi auditor tersebut akan semakin terjamin. Sebagai seorang auditor.melaksanakan fungsi audit terhadap pemerintah daerah Provinsi Bali dengan 8 (delapan) kabupaten dan 1 (satu) kota madya. begitu pula sebaliknya (Baotham. Nitisemito (2006) dalam Tarigan (2011) menyatakan bahwa dalam manivestasi fungsi pengembangan tenaga kerja. dengan profesionalisme yang tinggi. Selain itu. Munawir (1999) dalam Wiramurti (2010) menyatakan independensi akuntan publik menyangkut dua aspek yaitu independensi dalam fakta (independence in fact) dan independensi dalam penampilan (independence in appearance). Demir (2011) menyatakan bahwa profesionalisme merupakan salah satu nilai fundamental yang harus tercermin dalam keputusan administratif dan tindakan. Pentingnya profesionalisme juga tertuang dalam salah satu tujuan strategis BPK RI Perwakilan Provinsi Bali yang berbunyi “mewujudkan BPK sebagai lembaga pemeriksa keuangan negara yang 3 . memiliki sikap profesional sangatlah penting dalam melaksanakan tanggung jawabnya. 2008). organisasi harus memperhatikan tingkat pendidikan dan pengalaman kerja sumber daya manusia yang dimiliki dengan sebaik-baiknya. Tingginya tingkat kemampuan auditor sangat mempengaruhi kinerja audit yang menunjukkan bahwa bila auditor memiliki perilaku profesional yang lebih besar.

independen dan professional”. Pendidikan yang telah ditempuh tersebut akan tercermin dalam bagaimana kualitas kerja dan juga bagaimana proses pengerjaan pemeriksaan oleh auditor tersebut. dimulai dengan pendidikan formal serta pelatihan maupun diklat yang telah diikuti. Sikap profesional yang tinggi. kemandirian. Untuk dapat memiliki keahlian tersebut. Penelitian Deis dan Giroux dalam Farkhani (2004) menunjukkan pendidikan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi profesionalisme dan kinerja auditor. hubungan dengan rekan seprofesi. auditor harus senantiasa bertindak sebagai orang yang ahli dalam bidang akuntansi dan bidang auditing. yang kemudian diperluas melalui pengalaman-pengalaman dalam praktik audit. Profesionalisme seorang auditor menurut Hall (1968) dalam Wahyudi dan Aida (2006) tercermin dalam lima hal yaitu: pengabdian pada profesi. Profesionalisme seorang auditor dipengaruhi oleh banyak faktor. kepercayaan terhadap peraturan profesi. Pendidikan yang kurang memadai akan menyebabkan auditor tersebut kurang percaya diri dalam melaksanakan tugas yang diembannya. Untuk melaksanakan audit secara profesional. Auditor yang memiliki pendidikan yang memadai mengenai audit dan akuntansi akan dapat menjalankan tugasnya dengan lebih efektif dan efisien. Tingkat pendidikan dan pengalaman auditor merupakan faktor teknis yang cukup berpengaruh. kewajiban sosial. Hal tersebut dapat 4 . yang didukung dengan sikap moral dan etika yang baik akan membantu menciptakan sebuah pencitraan yang baik di masyarakat yang akan menumbuhkan rasa percaya masyarakat terhadap kinerja BPK sebagai lembaga independen.

Selain itu.berpengaruh terhadap profesionalisme auditor tersebut dalam menjalankan tugas auditnya. Semakin lama masa kerjanya. semakin lama seseorang menjalani profesinya sebagai auditor tentunya akan semakin meningkatkan rasa kemandirian dan independensinya dalam menjalankan tugas. Pendapat ini didukung oleh Asikin (2006) yang dalam penelitiannya menyebutkan bahwa profesionalisme akan meningkat dengan sendirinya seiring dengan perkembangan sikap mental auditor itu sendiri dalam melakukan pekerjaannya. Semakin banyaknya pengalaman kerja yang yang dimiliki. Jadi. seorang auditor kemudian mulai melaksanakan praktik audit. citra yang tampak di mata publik akan menjadi baik tidak hanya bagi auditor itu sendiri tapi juga bagi lembaga BPK RI. semakin banyak pula praktik audit yang telah dilaksanakan. Profesionalisme merupakan salah satu syarat utama yang harus dimiliki seorang auditor dalam menjalankan tugasnya. Berbekal pendidikan yang memadai. maka ia akan menjadi semakin profesional. Koroy (2005) menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pengalaman auditor terhadap pertimbangan auditor. tentunya akan turut mempengaruhi profesionalisme auditor. Auditor yang dapat menjaga hubungan yang baik dengan rekan seprofesinya akan memberikan pengaruh pada saat auditor tersebut melakukan audit. Demikian pula dengan auditor BPK RI Perwakilan Provinsi Bali. Seorang auditor dalam melaksanakan praktik auditnya tentunya juga akan semakin menyadari pentingnya menjaga hubungan dengan rekan seprofesi. semakin lama seorang auditor bekerja. tentunya harus memiliki profesionalisme yang tinggi 5 .

Auditor yang profesional akan merencanakan audit sebaik-baiknya. maka yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah tingkat pendidikan dan pengalaman kerja berpengaruh pada profesionalisme auditor BPK RI perwakilan Provinsi Bali. Jika seluruh proses dilalui sesuai dengan standar. mempertimbangkan risiko yang timbul dan melakukan pengumpulan serta pengujian bukti secara cermat. maka hampir dapat dipastikan bahwa Laporan Hasil Audit yang dihasilkan akan dapat dipertanggungjawabkan secara profesi. maka yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah “Apakah tingkat pendidikan dan pengalaman kerja berpengaruh pada profesionalisme auditor BPK perwakilan Bali?”.untuk menghasilkan laporan audit yang dapat dipercaya. Eddy Mulyadi dalam artikelnya menyebutkan bahwa seorang auditor dikatakan profesional jika dalam bekerja selalu berpedoman pada Standar Audit. Berdasarkan latar belakang masalah diatas. Kegunaan Penelitian Melalui penelitian ini penulis mengharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan meliputi: 6 . Tujuan dan Kegunaan Penelitian Tujuan Penelitian Berdasarkan pokok permasalahan diatas.

2) Manfaat praktis Penelitian ini diharapkan dapat menjadi suatu masukan atau pertimbangan bagi para auditor yang bekerja pada kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Bali untuk meningkatkan sikap profesionalisme dalam menjalankan tugasnya. 1.2. dan sistematika penyusunan skripsi. batasan masalah. dan pengertian kinerja. pengertian laporan keuangan. bentuk-bentuk .3 Sistematika Penyusunan Skripsi Penulisan penelitian ini terdiri dari lima bab yang saling terkait satu dengan lainnya dan disusun berurutan dengan sistematika penyajian sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Bab ini menjelaskan apa yang menjadi latar belakang masalah. tujuan laporan keuangan. manfaat laporan keuangan. 7 . sifat laporan keuangan. analisis laporan keuangan. manfaat penelitian. tujuan penelitian.1) Manfaat teoritis Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi profesionalisme auditor BPK RI Perwakilan Provinsi Bali bagi pihak-pihak yang berkepentingan. perumusan masalah. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini mengemukakan teori-teori tentang pengertian manajemen keuangan.

metode pengumpulan data. hipotesis.BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini berisi tentang kerangka pemikiran. 8 . BAB V PENUTUP Bab ini berisi tentang kesimpulan dari analisis yang telah dilakukan. kemudian penulis memberikan saran-saran kepada pihak perusahaan untuk membantu masalah yang terjadi di perusahaan. dan analisis data. data dan sumber data. analisa data dan hasil analisa. kondisi umum perusahaan. struktur organisasi perusahaan. BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN Bab ini menjelaskan tentang gambaran umum objek penelitian.

Belief in Self Regulation. Social Obligation. Armstrong dan Vincent (1988) dalam Darmoko (2003) mengemukakan para ahli sosiologi menyatakan bahwa setidaknya ada empat dasar utama dari profesi. 2003).1. and Community Affiliation. dan Self Regulation yang pada intinya sesuai dengan lima dimensi profesionalisme yang dinyatakan oleh Hall (1968) yaitu: Dedication.BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS 2. Monopoly.1. Autonomy Demand.2 Pengertian Auditing Audit menurut A Statement of Basic Auditing Concept (ASOBAC) dalam Halim (2003) merupakan suatu proses sistematis untuk menghimpun dan mengevaluasi bukti-bukti secara objektif mengenai asersi-asersi tentang berbagai 9 . masyarakat mengharapkan para profesional untuk dapat berkomitmen untuk melayani masyarakat. Public Service.1 Landasan Teori Teori Sosiologi Profesi Kalbers dan Forgaty (1995) dalam Darmoko (2003) menyatakan penelitian tentang profesionalisme akuntan biasanya dikaitkan dengan teori sosiologi sebagai dasarnya.1 2. Sebagai timbal balik dari pengakuan masyarakat tersebut. Teori sosiologi Mark Weber dan Karl Mark serta Teori Klasik Profesi menyatakan bahwa masyarakat mengakui power dan prestise profesi karena para profesional memiliki ilmu pengetahuan yang terkait dengan kebutuhan dan nilai-nilai sentral dari sistem sosial (Darmoko. 2. yaitu: Expertise.

Kriteria yang ditentukan. serta menyampaikan hasilnya kepada pihak yang berkepentingan.tindakan dan kejadian ekonomi untuk menentukan tingkat kesesuaian antara asersi-asersi tersebut dengan kriteria yang telah ditentukan dan menyampaikan hasilnya kepada para pemakai yang berkepentingan. Menentukan tingkat kesesuaian (degree of correspondence). dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditentukan. Mulyadi (2000) berpendapat. Menghimpun dan mengevaluasi bukti secara objektif. 10 . Asersi-asersi tentang berbagai tindakan dan kejadian ekonomi. Definisi tersebut dapat diuraikan menjadi 7 (tujuh) elemen yang harus diperhatikan dalam melaksanakan audit. Sukrisno Agoes (2000) menjelaskan bahwa auditing adalah suatu 5) 6) 7) pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis oleh pihak yang independen terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen. Menyampaikan hasil-hasilnya. secara umum auditing adalah suatu proses yang sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kejadian ekonomi. Para pemakai yang berkepentingan. beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya dengan tujuan untuk dapat memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut. yaitu: 1) 2) 3) 4) Proses yang sistematis.

pemeriksaan atau auditing adalah suatu 11 . diperlukan informasi yang dapat diverifikasi dan sejumlah kriteria yang dapat digunakan sebagai pegangan pengevaluasian informasi tersebut. (2003) melihat audit dari pelaksana yang digambarkan sebagai pihak yang kompeten dan independen. al. terdapat beberapa karakteristik dalam pengertian auditing yaitu : 1) 2) 3) 4) Informasi yang dapat diukur dan kriteria yang telah ditetapkan Entitas ekonomi (Economy entity) Aktivitas mengumpulkan dan mengevaluasi bahan bukti Independensi dan kompetisi auditor pelaksana Pengertian yang lebih operasional seperti yang tertuang dalam Panduan Manajemen Pemeriksaan BPK RI (2002). lingkup tanggung jawab auditor harus jelas. terutama mengenai entitas ekonomi dan periode waktu yang diaudit. Bahan bukti merupakan informasi yang digunakan auditor dalam menentukan kesesuaian informasi Dari berbagai definisi diatas. independent person. Mereka mengungkapkan: “Auditing is the accumulation and evaluation of evidence about information to determine and report on the degree of correspondence between the information and established criteria.Arens et. 2) Entitas ekonomi. 3) Pengumpulan dan pengevaluasian bukti. Pada setiap melakukan audit.”. Pengertian tersebut memiliki kata kunci yaitu : 1) Informasi yang dapat diukur dan kriteria yang ditetapkan. Auditing should be done by a competent. Untuk melaksanakan audit.

1. penganalisaan. Dalam audit 12 . Audit laporan keuangan mencakup penghimpunan dan pengevaluasian bukti mengenai laporan keuangan suatu entitas dengan tujuan memberikan pendapat apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar sesuai kriteria yang telah ditentukan yaitu prinsip akuntansi yang berterima umum (PABU). dan audit operasional. 2) Audit kepatuhan (compliance audit).proses yang terdiri dari serangkaian kegiatan pengumpulan. Kriteriakriteria yang ditetapkan dalam audit kepatuhan berasal dari sumber-sumber yang berbeda. 1) Audit laporan keuangan (financial statement audit). 2. terarah. dan pengevaluasian bukti-bukti pemeriksaan yang dilakukan secara sistematis. Audit operasional merupakan penelahaan secara sistematik aktivitas operasi organisasi dalam hubungannya dengan tujuan tertentu. peratuan. dan undang-undang yang telah ditentukan. audit kepatuhan. yaitu: audit laporan keuangan. 3) Audit operasional (operational audit). dan terencana untuk dijadikan dasar merumuskan pendapat yang independen dan profesional (professional opinion) atau pertimbangan (judgement) tentang tanggung jawab pimpinan (manajemen) mengenai kebijakan dan keputusan yang dibuatnya. Audit ini bertujuan untuk menentukan apakah yang diperiksa telah sesuai dengan kondisi.3 Jenis Audit Menurut Halim (2003) jenis audit berdasarkan tujuan dilaksanakannya audit digolongkan menjadi tiga kategori.

13 . Berdasarkan pelaksana audit. Informasi yang dihasilkan. maupun audit operasional.operasional. 2) Internal audit Internal audit adalah suatu kontrol organisasi yang mengukur dan mengevaluasi efektivitas organisasi. Audit dapat mencakup audit laporan keuangan. standar-standar. Tujuan audit operasional adalah untuk: a. audit kepatuhan. b. auditor diharapkan melakukan pengamatan yang obyektif dan analisis yang komprehensif terhadap operasional-operasional tertentu. Mengidentifikasikan peluang. 3) Audit Sektor Publik Audit sektor publik adalah suatu fungsi kontrol atas organisasi pemerintah yang memberikan jasanya kepada masyarakat. auditing diklasifikasikan menjadi tiga. seperti pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Memberikan rekomendasi untuk perbaikan atau tindakan lebih lanjut. Menilai kinerja. dan sasaran-sasaran yang ditetapkan oleh manajemen. yaitu: 1) Eksternal Audit Eksternal audit merupakan suatu kontrol sosial yang memberikan jasa untuk memenuhi kebutuhan informasi untuk pihak luar perusahaan yang diaudit. c. Kinerja dibandingkan dengan kebijakan-kebijakan. ditujukan untuk manajemen organisasi itu sendiri.

Sofyan Safri Harahap dalam Halim (2003) mengemukakan audit dari sisi 4) pengawasan dapat dibagi menjadi tiga.4 Manfaat Audit Halim (2003) menyebutkan manfaat audit adalah sebagai berikut: 1) 2) 3) Meningkatkan kredibilitas perusahaan. Meningkatkan efisiensi dan kejujuran.1. 2.1.2. Secara umum. Meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. yaitu sebagai berikut: 1) Preventive Control Tenaga akuntansi akan bekerja lebih berhati-hati dan akurat bila mereka menyadari akan diaudit. Dengan demikian pembaca laporan keuangan terhindar dari informasi yang keliru atau penyesatan. 3) Reporting Control Setiap kesalahan perhitungan.5 Standar Audit Standar audit merupakan ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi agar audit yang dilakukan atas laporan keuangan memiliki kualitas yang baik. penyajian atau pengungkapan yang tidak dikoreksi dalam keuangan akan disebutkan dalam laporan pemeriksaan. 2) Detective Control Suatu penyimpangan atau kesalahan yang terjadi lazimnya akan dapat diketahui dan dikoreksi melalui suatu proses audit. Mendorong efisiensi pasar modal. standar audit meliputi pertimbangan-pertimbangan seperti kualitas 14 .

2) Standar Audit-Aparat Pengawasan Fungsional Intern Pemerintah (SAAPFIP) Standar ini diterbitkan oleh BPKP atau badan inspektorat. baik yang internal maupun eksternal. Standar ini harus digunakan sebagai pedoman saat melakukan audit terhadap kinerja serta laporan keuangan pemerintah. 3) Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) Pengertian Standar profesional akuntan publik atau yang biasa disingkat dengan SPAP merupakan kodifikasi berbagai pernyataan standar teknis yang merupakan panduan dalam memberikan jasa bagi akuntan publik di Indonesia. Standar ini berlaku untuk segenap aparat pengawasan fungsional pemerintah. Di Indonesia. Penyusunan standar ini mengacu pada GAO standards 1994 dan Standar Profesional Akuntan Publik-Akuntan Publik Institut Akuntan Publik Indonesia (SPAP-IAPI) pada tahun 1994. pelaksanaan audit.profesional pribadi auditor. yang merupakan pedoman bagi auditor dalam melakukan tugas audit terhadap kegiatan maupun laporan keuangan pemerintah. Standar ini dikeluarkan oleh Dewan Standar ProfesionalAkuntan Publik Institut Akuntan Publik Indonesia (DSAP-IAPI) 15 . terdapat beberapa standar audit yaitu sebagai berikut: 1) Standar Audit Pemerintah Standar ini dikeluarkan oleh BPK RI pada tahun 1995. dan pelaporannya.

16 . dan jika menggunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya. c. dan persyaratan laporan pemeriksaan yang profesional. Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporan keuangannya. auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama. standar pekerjaan audit dan pelaporan sebagai berikut (Halim. Pekerjaan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. mutu pelaksanaan pemeriksaan. Standar Umum Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki kahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor. Tujuan Standar Pemeriksaan ini adalah untuk menjadi ukuran mutu bagi para pemeriksa dan organisasi pemeriksa dalam melaksanakan pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. b. 2) Standar Pekerjaan Lapangan a. 2003): 1) a. independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor. namun pada umumnya standar tersebut mengatur mengenai kualifikasi pribadi atau lembaga auditor. Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan.4) Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Standar ini merupakan standar baru yang dikeluarkan oleh BPK RI yang ditetapkan dengan peraturan BPK RI No. Standar ini memuat persyaratan profesional pemeriksa. 1 tahun 2007. Meskipun isi standar tersebut berbeda-beda.

b. Laporan audit harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan. jika ada. b. dan lingkup pengujian yang dilakukan. Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai. 17 . c. menentukan sifat. Laporan audit harus menunjukkan atau menyatakan. dan tingkat tanggung jawab yang dipikul oleh auditor. c. maka laporan auditor harus memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat pekerjaan audit yang dilaksanakan. permintaan pertanyaan. dan konfirmasi sebagai dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit. kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor. Dalam hal nama auditor dikaitkan dengan laporan keuangan. Pemahaman yang memadai tentang struktur pengendalian intern harus diperoleh untuk dapat merencanakan audit. saat. 3) a. pengamatan. Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi. d. maka alasannya harus dinyatakan. jika ada. Standar Pelaporan Laporan audit harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut pada laporan keuangan periode sebelumnya. Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan.

2. Oleh karena itu tugas internal auditor biasanya adalah audit operasional/manajemen. Meskipun demikian. auditor eksternal menghasilkan Laporan Hasil Audit atas Laporan Keuangan. tugas utamanya adalah melakukan audit atas pertanggungjawaban keuangan dari berbagai unit organisasi dalam 18 . Auditor independen bekerja dan memperoleh penghasilan yang dapat berupa fee. Berdasarkan kelompok atau pelaksana audit.6 Pengertian dan Jenis Auditor Arens et. organisasi nirlaba.al (2003) yang dikutip oleh Soepardi dalam artikelnya menyatakan bahwa audit dilakukan oleh orang yang kompeten. Pada umumnya. Laporan Hasil Audit Operasional/Manajemen umumnya berguna bagi manajemen perusahaan yang diaudit dalam melakukan perbaikan kinerja perusahaan. pekerjaan auditor internal dapat mendukung audit atas laporan keuangan yang dilakukan auditor independen. Klien auditor eksternal ini dapat berupa perusahan bisinis yang berorientasi laba. 2) Auditor intern bekerja untuk perusahaan yang mereka audit. independen dan obyektif atau disebut sebagai auditor. auditor dibagi 3 jenis yaitu: 1) Auditor eksternal/independent bekerja untuk kantor akuntan publik yang statusnya diluar struktur perusahaan yang mereka audit. Audit internal merupakan salah satu upaya untuk membantu manajemen dalam melaksanakan tanggungjawabnya secara efektif. badan-badan pemerintah maupun individu perseorangan.1. 3) Auditor Pemerintah yaitu auditor yang bekerja untuk kepentingan pemerintah.

19 . Hal tersebut juga berlaku bagi auditor pada kantor BPK RI.pemerintahan. dimana jika seorang auditor memiliki pengetahuan yang luas maka kualitas penugasan audit yang dilaksanakannya tentunya akan lebih baik jika dibandingkan dengan auditor yang pengetahuannya masih belum terlalu luas mengenai audit.7 Tingkat Pendidikan Auditor Dalam Standar Profesional Akuntan Publik dinyatakan bahwa persyaratan profesional yang dituntut dari seorang auditor independen adalah orang yang memiliki pendidikan dan pengalaman berpraktik sebagai auditor independen (Ikatan Akuntan Indonesia. baik dengan meningkatkan pendidikan formalnya maupun dengan cara mengikuti pendidikan profesional berupa diklat ataupun pendidikan sejenisnya. maka seseorang karyawan sudah memiliki nilai plus dalam melaksanakan tanggung jawabnya (Anik. Semakin tinggi tingkat pendidikan seorang karyawan. seorang auditor wajib untuk terus memperkaya pengetahuan dan wawasannya. Audit ini dilaksanakan oleh auditor pemerintah yang bekerja di Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) serta auditor yang bekerja di Direktorat Jendral Pajak. 2008). maka dia akan memiliki pengetahuan atau wawasan yang luas dan didukung dengan pengalaman kerja yang dimilikinya. Selama melaksanakan tugasnya sebagai seorang auditor eksternal pemerintah. 2. 2001).1.

Pendapat yang sama juga disampaikan oleh Bangun (2009) yang mengatakan Pengalaman audit adalah pengalaman auditor dalam melakukan audit laporan keuangan baik dari segi lamanya waktu maupun banyaknya penugasan yang pernah ditangani. Beliau juga mengungkapkan bahwa staf yang berpengalaman akan memberikan pendapat yang berbeda dengan auditor junior untuk tugas-tugas yang sifatnya tidak terstruktur dan tidak memiliki acuan sehingga diperlukan prediksi yang banyak membutuhkan intuisi dalam membuat keputusannya.1. Semakin sering seorang auditor melaksanakan tugas pemeriksaan. Pengalaman kerja akan meningkat seiring dengan semakin meningkatnya kompleksitas kerja. semakin banyak pula yang dapat dipelajarinya sebagai bahan pertimbangan ketika melakukan pemeriksaan selanjutnya. Akuntan pemeriksa yang berpengalaman akan membuat judgment yang relatif lebih baik 20 . Hal serupa juga diungkapkan oleh Abdolmohammadi dan Wright (1987) dalam Albar (2009) yang menyatakan bahwa auditor yang tidak berpengalaman mempunyai tingkat kesalahan yang lebih signifikan dibandingkan dengan auditor yang berpengalaman.2. Robyn dan Peter (2008) menemukan bahwa tugas berbasis pengalaman yang diperoleh dalam spesialisasi meningkatkan kinerja industri dalam melaksanakan tugas penilaian saat bekerja di luar daerah spesialisasi mereka.8 Pengalaman Kerja Auditor Eka Desyanti dan Dwi Ratnadi (2008) dalam jurnalnya menyebutkan pengetahuan auditor tentang audit akan semakin berkembang dengan bertambahnya pengalaman bekerja. semakin banyak pengalaman auditor semakin dapat menghasilkan berbagai macam dugaan dalam menjelaskan temuan audit.

Seorang auditor yang lebih berpengalaman akan mengasilkan pekerjaan yang lebih akurat dibandingkan dengan auditor yang kurang berpengalaman. Dalam penelitian lain yang dilakukan oleh Tubbs (1992) yang dikutip oleh Albar (2009) mengatakan bahwa auditor yang berpengalaman memiliki keunggulan diantaranya dalam hal: 1) 2) 3) Mendeteksi kesalahan.dalam tugas-tugas profesional daripada akuntan pemeriksa yang belum berpengalaman. Memahami kesalahan secara akurat. Pengetahuan auditor tentang audit akan semakin berkembang dengan bertambahnya pengalaman bekerja. dan mampu mengidentifikasi secara lebih baik mengenai kesalahan-kesalahan dalam telaah analitik. Sedangkan pendapat Tubbs dikutip sedikit berbeda oleh Noviyanti dan Bandi (2002) dimana dikatakan bahwa jika seorang auditor yang berpengalaman maka: 1) Auditor menjadi sadar terhadap lebih banyak kekeliruan 2) Auditor memiliki salah pengertian yang lebih sedikit tentang kekeliruan 3) Auditor menjadi sadar mengenai kekeliruan yang tidak lazim 21 . Mencari penyebab kesalahan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Bonner (1990) dalam Albar (2009) menunjukkan bahwa auditor yang berpengalaman lebih banyak menemukan itemitem yang tidak umum dalam pemeriksaan yang dilakukannya dibanding dengan auditor yang tidak berpengalaman.

9 Pengertian Profesionalisme Hardjana (2002) memberikan pengertian profesionalisme adalah orangorang yang menjalani profesi sesuai dengan keahlian yang dimilikinya. Ada 4 (empat) ciri‐ciri profesionalisme. Dalam hal ini ia dipercaya dan dapat diandalkan dalam melaksanakan pekerjaan yang dibebankan padanya. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan kebanggaan dirinya sebagai tenaga profesional.com) profesionalisme komitmen para profesional terhadap profesinya.4) Hal-hal yang terkait dengan penyebab kekeliruan departemen tempat terjadinya kekeliruan dan pelanggaran sehingga tujuan pengendalian internal menjadi lebih menonjol.files. 3) Memiliki sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya. namun 22 . serta usaha terus-menerus untuk mengembangkan kemampuan professional. yaitu: 1) Memiliki keterampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidang tadi. 2) Memiliki ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan. 2. Pengertian menyebutkan lain bahwa yang dikutip dari adalah (ebekunt.1.wordpress. 4) Memiliki sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain.

maka itu berdampak pada ketidakefektifan organisasi. pembentukan asosiasi profesional dan pembentukan kode etik. and rights all frame within a set of common professional values-values that determine how decisions are made and actions are taken”. Brooks (1995) dalam Agustia (2011) menyatakan bahwa “profession is a combination of features. Hall (1968) dalam Lekatompessy (2003) menyatakan profesionalisme berkaitan dengan dua aspek penting yaitu aspek struktural dan sikap. Sedangkan aspek sikap berkaitan dengan pembentukan jiwa profesionalisme. Dalam hal ini ia dipercaya dan dapat diandalkan dalam melaksanakan pekerjaannya. Tangkilisan dalam Ariani (2009) menjelaskan bahwa ukuran profesionalisme diukur melalui keahlian yang dimiliki oleh seseorang yang sesuai dengan kebutuhan tugas yang dibebankan organisasi kepada seseorang. Alasan pentingnya kecocokan atau kesesuain antara disiplin ilmu atau keahlian yang dimiliki seseorang adalah karena jika keahlian yang dimiliki tidak sesuai dengan tugas yang dibebankan kepadanya. antara lain: 23 .cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya Hardjana (2002) memberikan pengertian bahwa profesional adalah orang yang menjalani profesi sesuai dengan keahlian yang dimilikinya. sehingga dapat berjalan dengan lancar. baik dan mendatangkan hasil yang diharapkan. Lima dimensi profesionalisme yang dikemukakan oleh Hall (1968). Aspek struktural yang karakteristiknya merupakan bagian dari pembentukan sekolah pelatihan. duties.

24 . Rasa kemandirian akan timbul melalui kebebasan yang diperoleh. Banyak orang menginginkan pekerjaan yang memberikan mereka hak. Sikap ini berkaitan dengan ekspresi dari pencurahan diri secara keseluruhan terhadap pekejaan dan sudah merupakan suatu komitmen yang kuat. Tetap melaksanakan profesinya meskipun imabalan eksentriknya berkurang. dan kewajiban istimewa untuk membuat keputusan dan bekerja tanpa diawasi secara ketat. Adanya intervensi yang datang dari luar dianggap sebagai hambatan yang dapat mengganggu otonomi profesional. Auditor secara sosial juga bertanggung jawab kepada masyarakat dan profesinya daripada mengutamakan kepentingan dan pertimbangan pragmatis pribadi atau kepentingan ekonomis semata (Budi. 2) Kewajiban sosial Kewajiban sosial adalah pandangan tentang pentingnya peranan profesi dan manfaat yang diperoleh baik masyarakat maupun profesional adanya pekerjaan tersebut.1) Dedikasi terhadap profesi Dedikasi terhadap profesi dicerminkan dari dedikasi profesionalisme dengan menggunakan pengetahuan dan kecakapan yang dimiliki. 2008). 3) Otonomi Sikap otonomi merupakan suatu pandangan seorang profesional yang harus mampu membuat keputusan sendiri tanpa tekanan dari pihak lain.

4) Keyakinan terhadap peraturan profesi Sikap ini merupakan keyakinan bahwa yang paling berwenang dalam menilai pekerjaan profesional adalah rekan sesama profesi, bukan orang luar yang tidak mempunyai kompeten dalam bidang ilmu dan pekerjaan mereka. 5) Hubungan dengan sesama profesi Para profesional menggunakan ikatan profesi sebagai acuan termasuk didalamnya organisasi formal dan kelompok-kelompok kolega informal sebagai sumber ide utama pekerjaan. Melalui ikatan profesi, para profesional dapat mengembangkan profesinya. 2.2 Pembahasan Penelitian Sebelumnya Profesionalisme telah menjadi isu yang kritis untuk profesi akuntan karena dapat menggambarkan kinerja akuntan tersebut (Herawaty, 2008). Penelitian yang dilakukan oleh Albar (2009) yang meneliti tentang pengaruh tingkat pendidikan, pendidikan berkelanjutan, komitmen organisasi, sistem reward, pengalaman, dan motivasi auditor terhadap kinerja auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara dalam penelitiannya menemukan hasil bahwa variabel tingkat pendidikan, pendidikan berkelanjutan, komitmen organisasi, sistem reward, pengalaman, dan motivasi auditor berpengaruh secara simultan Inspektorat. Pada penelitian yang dilakukan oleh Pandita (2010), dalam analisis yang dilakukannya menemukan bahwa faktor gender tidak berpengaruh secara signifikan menurut statistik pada tingkat profesionalisme, namun faktor tekanan 25 terhadap kinerja auditor

ketaatan, kompeksitas tugas, tingkat pendidikan, hirarki jabatan, dan pengalaman kerja berpengaruh signifikan pada tingkat profesionalisme. Pada penelitian yang dilakukan oleh Laksmi (2010) tentang pengaruh supervisi, profesionalisme, tingkat pendidikan dan pengalaman kerja pada kinerja auditor BPK RI Perwakilan Provinsi Bali, dalam analisisnya menemukan bahwa variabel-variabel supervisi, profesionalisme, tingkat pendidikan dan pengalaman kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja auditor. Penelitian yang dilakukan oleh Paramitha (2008) yang meneliti mengenai pengaruh profesionalisme, etika profesi, tingkat pendidikan, dan pengalaman kerja pada kinerja auditor (studi kasus pada perwakilan BPK RI Denpasar) menemukan bahwa profesionalisme, tingkat pendidikan, dan pengalaman kerja berpengaruh terhadap kinerja auditor, namun variabel etika profesi tidak berpengaruh terhadap kinerja auditor. Pada penelitian yang dilakukan oleh Candradewi (2007) yang dalam hasil analisisnya dapat diketahui bahwa tingkat pendidikan, hirarki jabatan, dan pengalaman kerja berpengaruh secara simultan pada profesionalisme.

Tabel 2.1 Penelitian Sebelumnya

26

No 1

Peneliti (Tahun) Albar, Zulkifli (2009)

Variabel Dependent Independent Kinerja auditor

-Tingkat pendidikan
-Pendidikan berkelanjutan -Komitmen organisasi -Sistem reward -Pengalaman -Motivasi auditor

Teknik Analisis Analisis Linear Berganda

1 .

Tingkat pendidikan, pendidikan berkelanjutan, komitmen orga Inspektorat.

2

Pandita (2010)

Profesionalisme auditor

-Gender -Tekanan ketaatan -Kompleksitas tugas -Tingkat Pendidikan -Hirarki Jabatan -Pengalaman kerja

Analisis Linear Berganda

1 . Gender tidak berpengaruh terhadap profesionalisme 2 .

Variabel tekanan ketaatan, kompleksitas tugas, tingkat pendidikan, hira 3 Laksmi (2010) Kinerja Auditor -Supervisi -Profesionalisme -Tingkat pendidikan -Pengalaman kerja -Etika profesi -Profesionalisme Analisis Linear Berganda 1 .

Variabel supervisi, profesionalisme, tingkat pendidikan, dan pengalama Analisis Linear Berganda 1 . Etika profesi tidak berpengaruh terhadap kinerja auditor

4

Paramitha (2008)

Kinerja Auditor

27

dan pengalaman kerja ber 5 Candradewi (2007) Profesionalisme auditor -Tingkat pendidikan -Pengalaman kerja -Hirarki Jabatan Analisis Linear Berganda 1 . tingkat pendidikan. Tingkat pendidikan. Variabelprofesionalisme. dan pengalaman kerja berpengaruh 28 . hirarki jabatan.-Tingkat pendidikan -Pengalaman kerja 2 .

dan kajian teori yang relevan ataupun hasil penelitian sebelumnya. Pendidikan yang telah ditempuh tersebut akan tercermin dalam bagaimana kualitas kerja dan juga bagaimana proses pengerjaan pemeriksaan oleh auditor tersebut. Dari uraian diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa tingkat pendidikan yang memadai sangatlah diperlukan dalam menjalankan tugas sebagai seorang auditor. Berdasarkan pada rumusan masalah.3. Berdasarkan uraian di atas.1 Pengaruh Tingkat Pendidikan pada Profesionalisme Auditor Tingkat pendidikan yang telah ditempuh oleh seorang auditor akan mempengaruhi bagaimana profesionalisme auditor tersebut dalam melaksanakan tugasnya. 2.2. terutama dalam kaitannya dengan profesionalisme sebagai seorang auditor. 2. Pendidikan yang kurang memadai akan menyebabkan auditor tersebut kurang percaya diri dalam melaksanakan tugas yang diembannya.3 Hipotesis Penelitian Hipotesis merupakan jawaban sementara dari pokok permasalahan yang akan diuji kebenarannya. tujuan penelitian. maka dapat ditarik hipotesis dari penelitian.3.2 Pengaruh Pengalaman Kerja pada Profesionalisme Auditor Sebuah pekerjaan yang dikerjakan berulang-ulang akan memberikan pelajaran untuk dapat melaksanakan tugas tersebut dengan lebih baik di kemudian 29 . maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut : H1: Tingkat pendidikan berpengaruh positif terhadap profesionalisme auditor.

Semakin sering pekerjaan tersebut dilakukan. dan pengalaman kerja. Kedua aspek tersebut memiliki peran yang penting dalam mempengaruhi profesionalisme auditor. maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut : H2: Pengalaman kerja auditor berpengaruh positif terhadap profesionalisme auditor. Berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan sebelumnya.hari.4 Rerangka Konsep Penelitian Profesionalisme auditor secara umum dipengaruhi oleh tingkat pendidikan.1 Gambar 2. maka model rerangka pemikiran penelitian dapat dilihat pada gambar 2. sehingga semakin besar pemahaman yang dimiliki tentang pekerjaan tersebut. semakin banyak pengalaman yang dapat diperoleh.1 Bagan Rerangka Konsep Penelitian Tingkat Pendidikan Profesionalisme Auditor Pengalaman Kerja 30 . Sehingga pengalaman kerja dapat digunakan sebagai salah satu variabel untuk menilai profesional auditor. Berdasarkan uraian diatas. 2.

2. 2) Variabel bebas (Independent variable) Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel terikat (Sugiyono. Renon. 3. Indonesia. 2008). Bali.D. 2008). Berdasarkan hipotesis yang telah dikemukakan.3 Identifikasi Variabel Variabel merupakan suatu sifat yang dapat memiliki berbagai macam nilai.Panjaitan No. 1) Variabel terikat (Dependent variable) Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas (Sugiyono. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah profesionalisme auditor. maka variabel yang akan dianalisis dikelompokkan sebagai berikut.2 Objek Penelitian Objek penelitian pada penelitian ini adalah profesionalisme auditor pada kantor BPK RI perwakilan Provinsi Bali. Dalam 31 . khususnya mengenai pengaruh dari faktor tingkat pendidikan dan pengalaman kerja pada profesionalisme auditor. Denpasar.BAB III METODE PENELITIAN 3. 3.1 Lokasi Penelitian Lokasi penelitian dilakukan di kantor Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Bali yang beralamat di Jl.I.

3.4 Definisi Operasional Variabel Definisi operasional merupakan suatu definisi yang dinyatakan dalam bentuk istilah yang diuji secara spesifik atau dengan pengukuran tertentu (Arfan Ikhsan.. skor 3 untuk pilihan c. Pertanyaan untuk menilai mengenai tingkat pendidikan auditor ini merupakan pertanyaan pilihan ganda dengan memberi skor 1 untuk pilihan a.. 2008). penugasan terhadap tugas-tugas yang diberikan. 2) Pengalaman Kerja Auditor Pengalaman kerja auditor adalah tingkat penugasan dan pemahaman pekerjaan yang dimiliki auditor. dan skor 4 untuk pilihan d. lamanya bekerja sebagai auditor. 1) Tingkat Pendidikan Auditor Tingkat pendidikan merupakan jenjang pendidikan terakhir yang telah ditempuh dan diselesaikan oleh para auditor yang bekerja di BPK yang diukur dengan lama studi atau tahun sukses yang ditempuh dari seorang auditor untuk menyelesaikan pendidikan terakhirnya.. pelatihan yang diperoleh sehubungan dengan audit serta keinginan untuk menambah wawasan dan pengetahuan akuntan seperti yang dituntut dalam Standar Pemerikasaan 32 .penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah tingkat pendidikan dan pengalaman kerja auditor. skor 2 untuk pilihan b. Definisi operasional variabel-variabel pada penelitian ini dipaparkan pada bagian berikut. Terminologi definisi operasional harus mempunyai acuan empiris untuk mengukur variabel dengan cara mendapatkan informasi yang dapat dimengerti.

Akuntan Publik (SPAP). dan hubungan dengan rekan seprofesi. skor 3 untuk pilihan (Setuju).dan skor 4 untuk pilihan (Selalu). pada bagian pertama merupakan pilihan ganda dengan memberi skor 1 untuk pilihan a. skor 2 untuk pilihan (Tidak Setuju). dan skor 4 untuk pilihan d. 3) Profesionalisme auditor Profesionalisme adalah unsur-unsur yang membentuk seorang auditor untuk bekerja lebih baik sesuai dengan bidang keilmuan dan keahlian yang berguna untuk mencapai kinerja yang lebih baik. skor 2 untuk pilihan (Jarang). kepercayaan terhadap peraturan profesi. Pertanyaan untuk menilai pengalaman dibagi menjadi dua bagian. skor 2 untuk pilihan b.dan skor 4 untuk pilihan (Sangat Setuju).. 33 . skor 3 untuk pilihan c. kemandirian. menggunakan pertimbangan profesionalnya dalam pelaksanaan dan pelaporan auditnya. Profesionalisme auditor tercermin dalam lima hal yaitu dedikasi terhadap profesi. kewajiban sosial. Pada bagian kedua merupakan daftar pernyataan dengan skor 1 untuk pilihan (Tidak Pernah).. Profesionalisme merupakan sikap auditor untuk melaksanakan audit sesuai dengan pedoman audit. Kuesioner untuk menilai profesionalisme berupa daftar pernyataan dengan skor 1 untuk pilihan (Sangat Tidak Setuju).. skor 3 untuk pilihan (Sering).

1 Jenis dan Sumber Data Jenis Data Berdasarkan jenisnya (Sugiyono. data dapat dibagi menjadi dua yaitu sebagai berikut: 1) Data kualitatif yaitu data yang dinyatakan dalam bentuk kata. 3. Dalam penelitian ini data kuantitatif yang diperoleh dari data kualitatif berupa jawaban atas kuesioner yang dikuantitaifkan dengan bantuan Skala Likert yang mengacu pada pengukuran variabel yang digunakan. kalimat. 2008). dan skema.5.5 3. maupun penggunaan instrumen pengukuran yang khusus dirancang sesuai dengan tujuannya.2 Sumber Data Berdasarkan sumbernya Saifuddin (2001) data dapat dibagi menjadi dua yaitu sebagai berikut: 1) Data primer Data primer diperoleh dari sumber data pertama melalui prosedur dan teknik pengambilan data yang dapat berupa interview. serta struktur organisasi BPK RI Perwakilan Provinsi Bali. Data kualitatif dalam penelitian ini dapat berupa sejarah.5. dasar hukum. observasi. 34 . Data primer pada penelitian ini adalah jawaban responden melalui penyebaran kuisioner.3. 2) Data kuantitatif adalah data dalam bentuk angka yang dapat dinyatakan dan diukur dengan satuan hitung atau data kualitatif yang diangkakan.

3. sejarah pembentukan. tujuan strategis BPK RI Perwakilan Provinsi Bali. 2008). Oleh karena itu. dimana anggotaanggota sampel akan dipilih sedemikian rupa sehingga sampel yang dibentuk tersebut dapat mewakili sifat-sifat populasi (Sugiyono.2) Data sekunder Data sekunder diperoleh dari sumber tidak langsung yang biasanya berupa data dokumentasi dan arsip-arsip resmi. yaitu metode penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. 35 . Teknik penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan teknik purposive sampling. Adapun kriteria yang dijadikan dasar pemilihan anggota sampel pada penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) 2) Bersertifikat Diklat Auditor Ahli/Terampil Auditor yang merupakan pegawai tetap pada kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Bali dan telah bekerja selama lebih dari satu tahun. Tidak sedang dibebaskan dari jabatan fungsional auditor. Dalam penelitian ini yang menjadi data sekunder adalah data yang dikumpulkan dari sumber luar seperti data mengenai dasar-dasar hukum.6 Metode Penentuan Sampel Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh auditor yang bekerja pada kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Bali. 3) 4) Sudah pernah melakukan pemeriksaan lebih dari satu kali.visi misi. unit analisis penelitian ini adalah individu yaitu auditor.

Pengujian validitas tiap butir digunakan analisis item yaitu mengkorelasikan skor tiap butir dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor butir.3.9 3.1 1) Teknik Analisis Data Uji Instrumen Uji Validitas Sugiyono (2008) menyatakan bahwa hasil penelitian yang valid bila terdapat kesamaan antara dua data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti.7 Responden Penelitian Responden dalam penelitian ini adalah auditor yang merupakan pegawai tetap pada kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Bali dan telah bekerja selama lebih dari satu tahun. Teknik kuisioner yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan dan pernyataan secara tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono. Jika korelasi antara masingmasing skor butir pernyataan terhadap total skor butir-butir pernyataan 36 .9. 2008). 3. 3. bersertifikat diklat auditor ahli/terampil serta telah melakukan pemeriksaan lebih dari satu kali.8 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode survei dengan teknik pengumpulan data melalui teknik kuisioner. Uji validitas dilakukan dengan menghitung korelasi antara skor masing-masing butir pernyataan dengan total skor sehingga didapat nilai Pearson Correlation.

2006). 2006). Pengujian tersebut dilakukan dengan uji asumsi klasik berikut. Untuk menguji reabilitas pada penelitian ini digunakan teknik analisis data dengan cronbach’s alpha dengan bantuan komputer melalui SPSS. heterokedastisitas. Untuk itu. maka perlu dilakukan pengujian terhadap model regresi yang akan digunakan pada penelitian. 1) Uji Normalitas Uji normalitas yaitu suatu pengujian untuk mengetahui apakah dalam model regresi. serta masalah normalitas data.2 Uji Asumsi Klasik Model regresi yang baik adalah model regresi yang terbebas dari masalah multikolinieritas.9.60 (Imam Ghozali. Pengujian normalitas distribusi data populasi dilakukan dengan menggunakan statistik Kolmogorov- 37 .menunjukkan hasil yang signifikan maka masing-masing butir pernyataan tersebut dikatakan valid (Imam Ghozali.3 (Sugiyono. 2006). 2) Uji Reliabilitas Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan data atau jawaban yang sama pula. 2008). variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal atau tidak (Imam Ghozali. Syarat minimum suatu kuesioner yang memenuhi validitas adalah jika korelasi antara skor butir dengan skor total tersebut positif dan lebih besar dari 0. Instrumen dikatakan handal apabila memiliki nilai cronbach’s alpha lebih dari 0. 3. Uji validitas dilakukan dengan bantuan software SPSS.

3 Analisis Regresi Linier Berganda Untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan dan pengalaman kerja terhadap profesionalisme auditor BPK RI perwakilan Provinsi Bali digunakan 38 . 3. Kriterianya variabel bebas tidak ada yang signifikan secara statistik maka disimpulkan bahwa pada model regresi tidak terjadi Heterokedastisitas. yaitu dengan cara meregresi nilai absolute residual dari model yang estimasi terhadap variabel independen. Jika nilai tolerance lebih besar dari 0. Data populasi dikatakan berdistribusi normal jika koefisien Asymp.05 2) Uji Multikolinieritas Imam Ghozali (2006) menyatakan bahwa uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). 3) Uji Heterokedastisitas Uji heterokedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap. Deteksi kasus Heterokedastisitas dapat dilakukan dengan uji Glejser (Imam Ghozali. maka data terbebas dari kasus mulikolinieritas. Sig (2-tailed) lebih besar dari α = 0.9. 2006). Model regresi yang baik adalah yang Homokedastisitas atau tidak terjadi Heterokedastisitas.Smirnov.1 dan VIF kurang dari 10. Uji multikolinieritas dilakukan dengan melihat nilai tolerance dan variance inflation factor (VIF). maka disebut Homokedastisitas dan jika berbeda disebut Heterokedastisitas.

....... 39 ..persamaan regresi linier berganda. Analisis regresi linier berganda (multiple linier regression) digunakan untuk memecahkan rumusan masalah yang ada......(1) Keterangan: Y = = = = = = Profesionalisme auditor konstanta koefisien regresi error tingkat pendidikan pengalaman kerja β 0 β... yaitu untuk melihat pengaruh diantara dua variabel atau lebih.................... Model regresi linier berganda ditunjukkan oleh persamaan sebagai berikut: Y = β0 + β1 X 1i + β2 X 2 i + e.. 1 2 e X1 X2 Ketepatan fungsi regresi sampel data menaksir nilai aktual yang dapat diukur dari Goodness of fit-nya... Bila nilai signifikansi annova < α = 0....... β ............... Secara statistik dapat diukur dari Uji Statistik F dan Uji Statistik t......05 maka model ini layak atau fit.......... 1) Uji Statistik F Uji statistik F bertujuan untuk mengetahui kelayakan model regresi linear berganda sebagai alat analisis yang menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen....

Hi : paling sedikit salah satu dari β i ≠ 0. sebaliknya bila Ho ditolak berarti variabel bebas secara parsial berpengaruh terhadap profesionalisme auditor. yang diperoleh dari hasil regresi dengan program SPSS. 40 .2) Uji Statistik t Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui signifikan tidaknya pengaruh masing-masing variabel bebas secara individual terhadap variabel terikat.05 maka Hi diterima dan H0 ditolak. artinya ada pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. b) menentukan tingkat keyakinan = 95% dan α = 5% df = (n-k) untuk menentukan ttabel c) menentukan besarnya thitung. Untuk menguji hipotesis yang diajukan apakah diterima atau ditolak dengan melihat signifikansi di bawah atau sama dengan 0. a) merumuskan hipotesis Ho: β i = 0. artinya tidak ada pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. dan pengalaman kerja secara parsial tidak signifikan pengaruhnya terhadap profesionalisme auditor. Jika Ho diterima berarti masing-masing variabel bebas yang terdiri dari tingkat pendidikan.

Hasil pemeriksaan itu disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat.BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 4. Soerasno. BPK RI hanya memiliki 9orang pegawai dan sebagai ketua pertama dijabat oleh R. Untuk memulai tugasnya.6/1948 menyebutkan tempat kedudukan BPK RI dipindahkan dari Magelang ke Yogyakarta. Pada waktu itu. 11 pada tanggal 28 Desember 1946 dalam rangka melaksanakan pasal 23 ayat (5) UUD tahun 1945 yang menetapkan bahwa untuk memeriksa tangggung jawab tentang keuangan negara diadakan suatu Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) yang peraturannya ditetapkan dengan undang-undang.1 Gambaran Umum BPK RI Perwakilan Provinsi Bali BPK RI pertama kali didirikan di Magelang berdasarkan Penetapan Pemerintah No. Pada era reformasi sekarang ini. yaitu dengan dikeluarkannya TAP MPR No. BPK RI telah mendapatkan dukungann konstitusional dari Majelis Permusyawaratan Rakyat-Republik Indonesia (MPRRI) dalam sidang tahunan pada tahun 2002 yang memperkuat kedudukan BPK RI sebagai lembaga pemeriksa eksternal di bidang keuangan negara. BPK RI dengan suratnya pada tanggal 12 April 1957 No 94-1 telah mengumumkan kepada semua instansi di wilayah Republik Indonesia mengenai tugas dan kewajibannya dalam memeriksa tanggung jawab tentang keuangan negara. Penetapan pemerintah No. VI/MPR/2002 yang diantaranya menegaskan kembali kedudukan BPK RI sebagai satu-satunya lembaga pemeriksa eksternal 41 .

sub-auditoriat Bali I dan sub-auditoriat Bali II. Struktur organisasi perwakilan BPK RI Provinsi Bali dapat dilihat pada gambar 4.atas keuangan negara dan peranannya perlu lebih dimantapkan sebagai lembaga yang independen dan profesional.A dan seksi Bali II. BPK RI perwakilan Provinsi Bali merupakan salah satu unsur pelaksana dari sebagian tugas dan fungsi BPK RI di daerah dan bertanggung jawab kepada anggota VI BPK RI melalui Auditor Utama VI. serta hukum dan humas. BPK RI berkedudukan di ibu kota negara dan memiliki perwakilan di setiap provinsi.1.A dan seksi Bali I. Sekretariat perwakilan membawahi lima sub-bagian yaitu sub-bagian SDM. memperbaiki instrumen pendukung pemeriksa serta terus mengupayakan penambahan kantor perwakilan di setiap provinsi di Indonesia. umum. keuangan. Sejalan dengan tuntutan tugas dan tanggung jawab yang harus diemban sesuai dengan amanat UUD tahun 1945. BPK terus meningkatkan kemampuan pemeriksaannya.B. sekretariat kepala perwakila. Sub-auditoriat Bali I membawahi dua seksi yaitu seksi Bali I. maka dipandang perlu untuk menyempurnakan organisasi dan tata kerja pelaksana BPK RI dengan dibentuknya perwakilan BPK RI di Bali. Sedangkan Subauditoriat Bali II membawahi dua seksi yaitu seksi Bali II. Organisasi perwakilan BPK RI Provinsi Bali dipimpin oleh seorang kepala perwakilan yang membawahi sekretariat perwakilan. 42 .B.

1 Data Penelitian Deskripsi Responden Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 46 auditor.96 %) sedangkan 6 kuesioner (13.04 %) tidak dapat digunakan karena 2 kuesioner tidak kembali dan 4 kuesioner tidak diisi dengan lengkap.2 4.1 Rincian Kuesioner Penelitian 43 . 2011 4.1 Tabel 4. Ringkasan distribusi kuesioner penelitian disajikan dalam tabel 4. Dari 46 kuesioner yang disebar.Gambar 4. kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 40 kuesioner (86.2.1 Struktur Organisasi BPK RI Perwakilan Provinsi Bali Sumber: BPK RI Perwakilan Provinsi Bali.

Keterangan Kuesioner yang disebarkan Kuesioner yang tidak kembali Kuesioner yang kembali Kuesioner yang digugurkan/tidak lengkap Kuesioner yang digunakan (diolah) Tingkat pengembalian (respon rate) Tingkat pengembalian yang digunakan (usable rate) Sumber: data diolah.70 86. 2011 4. Profil responden memaparkan mengenai jenis kelamin.2 Karakteristik Responden : 44 49 40 46 Jumlah 46 2 44 4 40 x 100 % x 100 % Persentase 100.2 berikut: Tabel 4.65% = 86.96 = 95.65 8.5 100 No Jenis Kelamin 1 Pria 2 Wanita Jumlah Sumber: Lampiran 2 44 .2 Rincian Jenis Kelamin Responden Jumlah (orang) 19 21 40 Persentase (%) 47. 1) Jenis Kelamin Jenis kelamin digunakan untuk mengetahui proporsi auditor pria dan wanita.5 52.96% : Karakteristik responden penelitian merupakan profil dari 40 responden yang berpartisipasi dalam pengisian kuesioner penelitian ini. dan lama bekerja. tingkat pendidikan.34 95.00 4.2. Rincian responden berdasarkan jenis kelamin disajikan dalam Tabel 4.

sedangkan responden yang berjenis kelamin perempuan berjumlah 21 responden ( 52. untuk responden yang memiliki masa kerja 2-3 tahun terdapat 12 orang (30%) dan untuk responden yang memiliki masa kerja lebih dari 3 tahun terdapat sebanyak 22 orang responden (55%).3 Rincian Lama Bekerja Responden Jumlah (orang) 0 6 12 22 40 No 1 2 3 4 Lama Bekerja Persentase (%) 0 15 30 55 100 <1 1-2 2-3 >3 Jumlah Sumber: Lampiran 2 Berdasarkan Tabel 4. 45 . Untuk responden yang memiliki masa kerja 1-2 tahun terdapat 6 responden (15%). 2) Lama Bekerja Lama bekerja responden di BPK digunakan sebagai acuan dalam mengetahui pengalaman kerja responden.5 %). Rincian responden berdasarkan lama bekerja disajikan dalam Tabel 4.2 dapat dilihat bahwa responden yang berjenis kelamin wanita lebih banyak daripada pria.3 berikut: Tabel 4.5 %). yaitu 19 responden ( 47.3 dapat diketahui bahwa dari keseluruhan responden. Berdasarkan tabel 4. sehingga diharapkan mampu untuk mengenal budaya organisasi di instansi tersebut.Jenis kelamin responden dapat digunakan sebagai acuan untuk mengetahui proporsi auditor pria dan wanita dalam melakukan pemeriksaan. tidak ada yang memiliki masa kerja kurang dari satu tahun.

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah 46 .3) Tingkat pendidikan Tingkat pendidikan merupakan indikator untuk mengetahui tingkat pemahaman dan intelektualitas yang dimiliki responden. responden yang memiliki tingkat pendidikan S1 Non Akuntansi terdapat sebanyak 2 orang (5%). Responden yang memiliki tingkat pendidikan terakhir S1 Akuntansi sebanyak 22 responden (55%) dan responden yang telah menempuh pendidikan S2 maupun pendidikan profesi akuntansi sebanyak 15 responden (37.4 dapat dilihat bahwa responden yang memiliki tingkat pendidikan SMA/D3 adalah 1 responden (2.4 berikut: Tabel 4.5%). Rincian responden berdasarkan tingkat pendidikan disajikan dalam Tabel 4. 4.1 Hasil Penelitian Hasil Uji Instrumen Dua pengujian yang digunakan untuk menguji instrumen penelitian adalah uji validitas dan reliabilitas. Uji validitas merupakan pengujian yang dilakukan terhadap item pertanyaan.5%).5 5 55 37.5 100 SMA/D3 S1 Non Akuntansi S1 Akuntansi S2/S3 Jumlah Sumber: Lampiran 2 Berdasarkan Tabel 4.4 Rincian Tingkat Pendidikan Responden No 1 2 3 4 Tingkat pendidikan Jumlah (orang) 1 2 22 15 40 Persentase (%) 2.3 4.3.

3 (Sugiyono. 47 . 2008). Hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada Tabel 4. dimana suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha (a) > 0.instrumen penelitian tepat digunakan dalam penelitian. Jika korelasi antara masing-masing skor butir pernyataan terhadap total skor butir-butir pernyataan menunjukkan hasil yang signifikan maka masingmasing butir pernyataan tersebut dikatakan valid (Imam Ghozali. 2006) atau jika korelasi antara skor butir dengan skor total tersebut positif dan lebih besar dari 0. Uji reliabilitas merupakan pengujian yang dilakukan untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator variabel. Sebuah item dikatakan valid jika korelasi antara skor butir dengan skor total tersebut positif dan lebih besar dari 0. Hasil uji validitas tersebut menunjukkan tidak ada masalah dengan validitas atas instrumen yang digunakan dalam penelitian ini. 1) Uji Validitas Uji validitas dilakukan dengan menghitung korelasi antara skor dari masing-masing butir pertanyaan dengan total skor tertinggi didapat nilai Pearson Correlation.60 sehingga dapat disimpulkan bahwa semua variabel reliabel dalam penelitian ini.60 (Imam Ghozali. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach Alpha diatas 0. 2008).5. 2) Uji Reliabilitas Uji ini menggunakan uji statistik Cronbach Alpha.3 (Sugiyono.6. Hasil uji validitas dapat dilihat pada Tabel 4. 2006).

3 X2.696 0.000 0.8 Y1.7 X2.829 0.Tabel 4.1 Y1.881 0.3 Y1.4 Y4.1 X2.1 X1.000 0.3 Y2.000 0.922 0.000 0.5 X2.3 Y3.000 0.890 0.000 0.6 X2.000 0.822 0.1 Y2.5 Hasil Uji Validitas Kode Instrumen X1.3 Nilai Pearson Correlation 0.1 Y5.000 0.000 0.659 0.000 0.917 0.662 0.000 0.2 Y5.000 0.3 Y5.4 Y1.000 0.000 0.2 X2.000 0.770 0.2 X2.2 Y1.000 0.000 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dedikasi terhadap Profesi (Y1) Kewajiban Sosial (Y2) Kemandirian (Y3) Kepercayaan terhadap Peraturan Profesi (Y4) Hubungan dengan Rekan Seprofesi (Y5) Sumber: Lampiran 5 48 .000 0.700 0.2 Y2.675 0.838 0.000 0.654 0.000 0.759 Variabel Tingkat Pendidikan (X1) Pengalaman Kerja (X2) Signifikansi 0.2 Y4.4 Y2.000 0.704 0.786 0.778 0.690 0.5 Y2.839 0.000 0.5 Y3.772 0.670 0.000 0.839 0.825 0.000 0.1 Y3.828 0.642 0.788 0.1 Y4.4 X2.000 0.826 0.810 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.2 Y3.931 0.

7 Tabel 4.3.5598 24.47 31.966 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel 1 Tingkat Pendidikan (X1) 2 Pengalaman Kerja (X2) 3 Profesionalisme (Y) Sumber: Lampiran 5 4.78 10. Deviation 1. nilai mean dan standar deviasi. nilai maksimum.94 81.0442 60.4 24.96673 15.Tabel 4. sedangkan standar deviasi merupakan perbedaan nilai data yang diteliti dengan nilai rata-ratanya.6 Hasil Uji Reliabilitas No Variabel Cronbach Alpha 0.7 Statistik Deskriptif Descriptive Statistics N Tingkat Pendidikan Pengalaman Kerja Profesionalisme Auditor Valid N (listwise) Sumber: Lampiran 6 40 40 40 40 Minimum Maximum 2 9. Rata-rata (mean) merupakan cara yang paling umum digunakan untuk mengukur nilai sentral dari suatu distribusi data.887 0.2 Hasil statistik deskriptif Statistik deskriptif memberikan informasi tentang karakteristik variabel penelitian antara lain nilai minimum.9645 Std. Hasil statistik deskriptif disajikan pada Tabel 4.23 Mean 8.827 0.59387 49 .84772 5.

4. uji multikolinearitas adalah untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas.05. 1) Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi.3. dan uji heterokedastisitas adalah untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual atau pengamatan yang lain. Pengujian normalitas distribusi data populasi dilakukan dengan menggunakan statistik Kolmogorov-Smirnov Test. 50 . yaitu membandingkan distribusi komulatif relatif hasil observasi dengan distribusi kumulatif teorinya. maka model persamaan diuji terlebih dahulu melalui uji asumsi klasik. Adapun pengujian asumsi klasik yang dilakukan yaitu uji normalitas yang dilakukan untuk menguji apakah residual dari model regresi yang dibuat berdistribusi normal atau tidak.3 Uji Asumsi Klasik Sebelum dianalisis dengan teknik regresi. Model regresi yang baik memiliki nilai residual yang terdistribusi normal atau mendekati normal. Data populasi dikatakan berdistribusi normal jika nilai Asym Sig (2-tailed) lebih besar dari 0. variabel terikat dan bebas memiliki distribusi normal atau tidak.

134.0000000 10. yang berarti bahwa data dalam penelitian ini berdistribusi normal.9 menunjukkan bahwa tidak ada variabel independen yang memiliki tolerance lebih dari 10 persen. Absolute Positive Negative . Test distribution is Normal. Deviation Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.163 .72496843 . Imam Ghozali (2006) mengatakan bahwa untuk mengetahui terjadi tidaknya multikolinearitas dapat dilihat dari nilai tolerance dan varian inflantion factor (VIF) dari masing-masing variabel independen.8 terlihat bahwa hasil uji normalitas untuk variabel-variabel dalam penelitian ini menunjukkan nilai Asym Sig (2-tailed) sebesar 0. b.b Sumber: Lampiran 7 Pada Tabel 4. 2) Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah variabel bebas yang digunakan mempunyai lebih dari satu hubungan linear. (2-tailed) a.Tabel 4.05.150 -.184 . hasil VIF juga 51 . Berdasarkan Tabel 4. Sig. nilai VIF yang kurang dari 10 mengindikasikan tidak adanya multikolinearitas. Calculated from data.134 N Normal Parameters a.184 1.8 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual 40 Mean Std. yang mana lebih besar dari 0.

52 .menunjukkan bahwa seluruh variabel independen memiliki nilai VIF yang lebih kecil dari 10.633 . Hal ini berarti bahwa tidak terdapat gejala multikolinearitas antar variabel independen dalam model regresi sehingga model tersebut layak digunakan untuk memprediksi.580 1. Model regresi tidak mengandung adanya heterokedastisitas bila probabilitasnya diatas tingkat kepercayaan 5 persen.684 VIF 1.463 a.9 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Collinearity Statistics Model Tingkat Pendidikan Pengalaman Kerja Auditor Tolerance . Tabel 4. Hal ini berarti bahwa model regresi tidak mengandung heterokedastisitas.10 menunjukkan dengan jelas bahwa seluruh variabel independen signifikansinya diatas 5 persen. Dependent Variable: Profesionalisme Auditor Sumber: Lampiran 8 3) Uji Heterokedastisitas Uji Heterokedastisitas dilakukan dengan uji Glejser yaitu meregresi nilai absolut residual dari model terhadap variabel independen. Berdasarkan Tabel 4.

028 0.810 Sig.Tabel 4. Hal ini berarti bahwa 52.11.10 Hasil Uji Heterokedastisitas Coefficients a Unstandardized Coefficients Std. Model B Error 1 (Constant) 19.116 Tingkat Pendidikan -0.7 persen variabel profesionalisme auditor dapat dijelaskan oleh variabel tingkat pendidikan dan pengalaman kerja.022 6.441 0.11 -0.341 -1.079 53 . Dependent Variable: Absolut Residual Sumber: Lampiran 9 4.244 a.818 Pengalaman Kerja Auditor -0. Berdasarkan hasil perhitungan yang tersaji pada Tabel 4.004 0.4 Analisis Regresi Linear Berganda Koefisien determinasi (R2) mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel independen.973 0.035 -0.007 -0. 0. Jika hasil dari uji F adalah signifikan. Sebelum menguji hipotesis.3 persen sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak masuk dalam model penelitian. maka perlu dilihat terlebih dahulu kelayakan model (model fit) yang dilakukan dengan uji F untuk mengetahui pengaruh kedua variabel bebas secara serempak terhadap variabel terikat. maka berarti kedua variabel bebas mempengaruhi secara simultan variabel terikat dan model yang digunakan dianggap layak uji sehingga pembuktian hipotesis dapat dilanjutkan.3. sedangkan 47. Standardized Coefficients Beta t 3.527. didapatkan nilai koefisien determinasi (R2) = 0.

488 Std.000 yang lebih kecil dari 5 persen mengindikasikan bahwa variabel tingkat pendidikan dan pengalaman kerja berpengaruh secara serempak terhadap profesionalisme auditor pada tingkat signifikansi 5 persen.580 Mean Square 1665.610 Model 1 df 3 36 39 Regression Residual Total F 13.869 124.726 R Square . Tingkat Pendidikan Sumber: Lampiran 10 Tabel 4.000 a a. Dependent Variable: Profesionalisme Auditor Sumber: Lampiran 10 54 . Pengalaman Kerja Auditor. .527 a. Tingkat Pendidikan b.12 Hasil Uji F ANOVA b Sum of Squares 4997.16290 Model 1 R a .607 4485.973 9483. Predictors: (Constant). Pengalaman Kerja Auditor.369 Sig.12 dapat dilihat nilai signifikan dari uji F sebesar 0.11 Model Summary Model Summary Adjusted R Square . Tabel 4. Predictors: (Constant).Dari tabel 4. Error of the Estimate 11. maka model dianggap layak uji dan pembuktian hipotesis dapat dilanjutkan. Dengan demikian.

229X1+1.853 2.489 t . faktor-faktor yang mempengaruhi profesionalisme auditor seperti tingkat pendidikan dan pengalaman kerja maka dapat disusun persamaan regresi sebagai berikut: Y= 5.035 untuk variabel tingkat pendidikan (X1) dan sebesar 0.316 . Error 9.001 (Constant) Tingkat Pendidikan Pengalaman Kerja Auditor a.524 .194 3. Dependent Variable: Profesionalisme Auditor Sumber: Lampiran 10 Hubungan variabel-variabel bebas tersebut secara parsial dengan variabel terikat (uji t) adalah sebagai berikut: variabel tingkat pendidikan (X1) dan pengalaman kerja auditor (X2) secara statistik berpengaruh signifikan terhadap profesionalisme auditor (Y).13 Hasil Uji t Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 B 5.12 dapat dilihat hasil analisis regresi linear berganda. .035 .216 .644 2.528 Sig.090 1.01 untuk variabel pengalaman kerja auditor (X2) yang mana nilai signifikansi t kedua variabel tersebut lebih kecil dari tingkat signifikansi sebesar 5% yang berarti H0 ditolak.Tabel 4.278X2 55 .12.362 Standardized Coefficients Beta . Hasil uji t dapat dilihat pada Tabel 4. Berdasarkan Tabel 4.669 1. Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi t sebesar 0.853 + 2.278 Std.

Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mengetahui apakah tingkat pendidikan seorang auditor akan mempengaruhi sikap 56 .3. Berdasarkan hasil uji statistik pada Tabel 4.6 1) Pembahasan Hasil Penelitian Pengaruh Tingkat Pendidikan terhadap Profesionalisme Auditor Hipotesis pertama (H1) menyatakan bahwa tingkat pendidikan berpengaruh positif terhadap profesionalisme auditor. karena probabilitas sebesar 0.05).4. menunjukkan bahwa tingkat pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap profesionalisme auditor.5 1) Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis pertama (H1) Hipotesis pertama (H1) menyatakan bahwa tingkat pendidikan berpengaruh positif terhadap profesionalisme auditor.12.3. 4. menunjukkan bahwa pengalaman kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap profesionalisme auditor. 2) Pengujian hipotesis kedua (H2) Hipotesis kedua (H2) menyatakan bahwa pengalaman kerja berpengaruh positif terhadap profesionalisme auditor.01 lebih kecil dari tingkat signifikansi 5% (0. Untuk menguji pengaruh tingkat pendidikan terhadap profesionalisme auditor dilakukan dengan melihat hasil uji statistik t.05).12. karena probabilitas sebesar 0.035 lebih kecil dari tingkat signifikansi 5% (0. Untuk menguji pengaruh pengalaman kerja terhadap profesionalisme auditor dilakukan dengan melihat hasil uji statistik t. Berdasarkan hasil uji statistik pada Tabel 4.

Hasil uji statistik (1.229) dengan tingkat signifikansi 0.profesionalisme auditor. Semakin tinggi tingkat pendidikan yang dimiliki oleh seorang auditor maka semakin tinggi pula sikap profesionalisme yang dimiliki.278) dengan tingkat signifikansi 0. Sehingga pada akhirnya akan menghasilkan laporan audit yang berkualitas dan dapat dipercaya. Bertambahnya pengalaman kerja seorang auditor akan meningkatkan pengetahuan tentang kekeliruan dan tingkat ketelitian yang dimiliki.035 menunjukkan bahwa faktor tingkat pendidikan berpengaruh signifikan terhadap profesionalisme auditor. Pendidikan akan berdampak pada kualitas seorang auditor itu sendiri dan dalam proses pelaksanaan tugas yang dibebankan kepadanya. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mengetahui apakah pengalaman kerja yang dimiliki oleh seorang auditor akan mempengaruhi sikap profesionalisme auditor. 2) Pengaruh Pengalaman Kerja terhadap Profesionalisme Auditor Hipotesis kedua (H2) menyatakan bahwa pengalaman kerja berpengaruh positif terhadap profesionalisme auditor. Hasil uji statistik (2. 57 . Dengan demikian. Semakin banyak pengalaman kerja yang dimiliki oleh seorang auditor maka semakin tinggi pula sikap profesionalisme yang dimiliki.01 menunjukkan bahwa faktor pengalaman kerja berpengaruh signifikan terhadap profesionalisme auditor. tingkat pendidikan yang memadai akan membantu auditor untuk dapat menjalankan profesinya dengan efektif dan efisien.

Hasil pengujian selain sebagai dasar merumuskan simpulan juga digunakan sebagai dasar untuk merumuskan keterbatasan dan implikasi untuk penelitian selanjutnya. Hasil pengujian tersebut digunakan sebagai dasar untuk menolak atau menerima hipotesis. 58 . Semakin tinggi tingkat pendidikan yang dimiliki akan berdampak pada semakin tinggi pula profesionalisme yang dimiliki oleh auditor tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman audit LKPD seorang auditor berpengaruh terhadap sikap profesionalismenya.1 Simpulan Penelitian ini mengamati tentang pengaruh tingkat pendidikan dan pengalaman kerja terhadap profesionalisme auditor. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut: tingkat pendidikan yang dienyam oleh auditor memiliki pengaruh yang signifikan terhadap profesionalisme auditor. Karena pengalaman kerja yang dimiliki oleh seorang auditor akan mendukung keterampilan dan kecepatan auditor tersebut dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. 5. Pengalaman kerja auditor berpengaruh secara signifikan terhadap profesionalisme auditor. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan berdampak pada kualitas kerja seorang auditor.BAB V SIMPULAN DAN SARAN Dalam bab ini membahas kesimpulan dan saran berdasarkan hasil pengujian sebagaimana yang telah diuraikan dalam bab empat.

sehingga masih ada variabel lain yang perlu diidentifikasi untuk menjelaskan profesionalisme auditor.5. Dalam penelitian ini didapatkan nilai Adjusted R2 sebesar 0. hal ini karena tanggung jawab BPK RI untuk dapat menghasilkan laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah yang andal.2 Saran Profesionalisme seorang auditor merupakan hal mutlak yang harus dimiliki oleh seorang auditor BPK RI disamping independensi. para auditor sebaiknya telah menempuh pendidikan formal (S1 dan S2 akuntansi) serta telah mengikuti pendidikan profesional akuntansi dan diberikan pelatihan-pelatihan teknis yang berkelanjutan seperti memperbanyak diklat-diklat yang berhubungan dengan tugas pemeriksaan.8 persen variabel profesionalisme auditor dapat dijelaskan oleh faktor tingkat pendidikan dan pengalaman kerja. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan peneliti dapat menggunakan variabel lain yang lebih baru dan lebih berpengaruh terhadap profesionalisme auditor serta menggunakan sampel yang lebih banyak sehingga generalisasi kesimpulannya dapat lebih baik serta menggunakan responden dengan lokasi penelitian pada perusahaan yang berbeda 59 .488 yang berarti hanya 48. Oleh karena itu.

Independensi Pemeriksa terhadap Kualitas Hasil Pemeriksaan (Studi empiris : Badan Pengawas Daerah Kabupaten Karo)”. . “ Big 5 auditors' professional and organizational identification: consistency or conflict?”. Thailand: Vol 7 Issue 2. Ethical. Journal of Economics and Engineering. Susan Haugen. Becker. D’Arcy. International Journal of Business Strategy. and Regulatory Issues. 2003. 2009. Zulkifli. Journal of Legal. Skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Albar. 2009. Universitas Airlangga. Baotham. “Pengaruh Sikap Profesionalisme Internal Auditor terhadap Peranan Internal Auditor dalam Pengungkapan Temuan Audit”. Amilin dan Rosita Dewi. An Empirical Study On Accounting Firm In Java And Bali. “Pengaruh Profesionalisme. Bachtiar. A Journal of Practice & Theory. E. dan Pengalaman Kerja pada Kinerja Auditor”. “Pengaruh Komitmen Organisasi terhadap Kepuasan Kerja Akuntan Publik dengan Role Stress sebagai Variabel Moderating”. “Pengaruh Tingkat Pendidikan. Sistem Reward. Komitmen Organisasi. Manajemen. Sumintorn. 2005. “Effects of Professionalism on Audit Quality and Self Image of CPAs in Thailand”. 2009. Kecakapan Profesional. Pengalaman. JAAI Vol 12 No 1. Tesis Universitas Sumatra Utara. Bangun. Jurnal Bisnis. Jakarta: Salemba Empat.DAFTAR RUJUKAN Agustia. dan Motivasi Auditor terhadap Kinerja Auditor Inspektorat Provinsi Sumatra Utara”. 2007. Pendidikan Berkelanjutan. Iyos Andersen dan Arifin Lubis. 2006. Ariani Wahyuningsih. Tingkat Pendidikan. Vol. Indonesia”. 7 No. h: 13-24 Arens. Dian. 2011. Anak Agung Ayu. Auditing Pendekatan Terpadu (Terjemahan). Jurnal Akuntansi No 25 Universitas Sumatera Utara. Juni. A. Vol 2 No. 2008. Lucretia Mattson. Etika Profesi. 3 Februari 2006. “Continuing Ethics Education is Critical to Improving Professional Conduct of Auditors”. 1. 2002. “Pengaruh Tingkat Pendidikan. Michael and Iyer Venkataraman M. dan Ekonomi. “The Influence Of Auditor’s Profesionalism to Turnover Intentions. Pengalaman Kerja. Bamber. Asikin.

Dasar-dasar Audit Laporan Keuangan. Candradewi. International Journal of Public Administration. “Analisis Hubungan antara Profesionalisme Auditor dengan Pertimbangan Tingkat Materialitas dalam Proses Pengauditan Laporan Keuangan di Yogyakarta”. Winda. Dwi dan Imam Ghozali. Cahyono. Vol. 2008. Darmoko. 2002. Tesis Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro. Keahlian Profesional. Demir. Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening (Studi Empiris Pada Internal Auditor PT. “Pengaruh tingkat pendidikan. Sg Putri Maradi. 2009. dan Pengalaman Kerja terhadap Profesionalisme Auditor Kantor Akuntan Publik di Bali”. 2003. UUP AMP YKPN. Henry W. Tesis Universitas Diponegoro. 151 Eka Desyanti dan Dwi Ratnadi. Tipe KAP. New York: Feb 2011.com “Internal Auditor dan Dilema Etika”. Fridati. Semarang. dan Hirarki Jabatannya”. 2003. Skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Hardjana. Bank Abc)”. “Pengaruh Independensi. “Pengaruh Profesionalisme Auditor terhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas dalam Proses Pengauditan Laporan (Survey pada Auditor di KAP Wilayah Surakarta dan Yogyakarta)”. Hirarki Jabatan. “Pengaruh Jabatan. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia Vol 5 No 3. Jurnal AUDI Vol 3 No. 2006. Gunawan. Edisi Ketiga. Halim. A. Agus M. Auditing I. Sasongko. Pekerja Profesional.A. 2002. Tansu. dkk. Fadila. Skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia. dan Konflik Peran terhadap Hubungan Kepuasan Kerja dengan Komitmen Organisasi : Studi Empiris di Kantor Akuntan Publik”. Yogyakarta. Yogyakarta: Kanisius . www. Budaya Organisasional. h: 341-364. 2005. dan Pengalaman Kerja Pengawas Intern terhadap Efektivitas Penerapan Struktur Pengendalian Intern pada Bank Perkreditan Rakyat di Kabupaten Badung”. Nheila. pg. “Profesionalisme Auditor pada KAP Dilihat dari Perbedaan Gender. Skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta.akuntan. 1. “ Pengaruh Profesionalisme Dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Internal Auditor. Abdul. 2007. Cahyasumirat. Universitas Udayana. 2008. 34. Edisi 3. 2011.Budi.

Hassink. Standar Profesional Akuntan Publik. T. Raleigh NC: Chatam Journal. “Audit Committee and Auditor Independence: The Bankers’ Perception”. Muhamad Sori. Skripsi pada Fakultas Ekonomi. Zulkarnain. Dian. dan Pengalaman Kerja pada Kinerja Auditor BPK RI Perwakilan Provinsi Bali.R.files. “Profesionalisme. Discussion Paper No. Laksmi. Kantor Akuntan Publik. Jurnal bisnis dan Akuntansi Vol 9 No 3. Tingkat Pendidikan.bpk. h: 199-222. 4858. Edisi ke-2. Simposium Nasional Akuntansi VIII Universitas Sebelas Maret Surakarta. E. “Pengaruh Preferansi Klien dan pengalaman Auditor terhadap Pertimbangan Auditor”.com/2009/06/profesionalisasi-bimbingan-dankonseling. Semarang: Universitas Diponegoro Ikhsan. Imam Ghozali.wordpress.go. 2010. 2009. Arfan. 2006. International Journal of Economics and Management 3(2) pg: 317 – 331 . Lekatompessy. “The Glass Door: The Gender Composition of Newly-Hired Workers Across Hierarchical Job Levels”. Wolter H. Leslie W. “Profesionalisme Auditor pada Kantor Akuntan Publik Dilihat dari Perbedaan Gender. “Hubungan Profesionalisme dengan Konsekuensinya: Komitmen Organisasional. The 2nd National Conference UKWMS. Profesionalisme. Jakarta: Salemba.wikipedia. Arleen dan Yulius Kurnia Susanto.org/wiki/Profesionalisme Ikatan Akuntan Indonesia. “Performance Audit of The North Carolina AIG Program”. 2008. Koroy. 2001. 5.J. 2010. Kepuasan Kerja. 2008. “Pengaruh Supervisi. and Giovanni Russo. http://denpasar. 2003. 15-16 September. 2005. h: 89-84. Pengetahuan Akuntan Publik dalam Mendeteksi Kekeliruan. Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol.pdf) http://ms. Surabaya.Herawati. 2007. dan Hirarki Jabatannya”. Etika Profesi dan Pertimbangan Tingkat Materialitas”.id/web/ http://ebekunt. Aplikasi Analisis Mutivariate dengan Program SPSS. J. Universitas Udayana. Merritt. et al. dan Keinginan Berpindah (Studi Empiris di Lingkungan Akuntan Publik)”. Prestasi Kerja.

Tingkat Pendidikan. Kulwadee. . Kompleksitas Tugas. 2009. and Task Complexity”. Working Paper. “Pengaruh Pengalaman dan Pelatihan terhadap Struktur Pengetahuan Auditor tentang Kekeliruan”. Soepardi. Journal of Accounting Research. Metode Penelitian Bisnis. and Alison Kao.Mulyawati. Kiat Menjadi Auditor Profesional. Lim-U. Sugiyono. 2008.Pirngadi Medan”. Sukrisno Agoes. 2008. Hirarkhi Jabatan dan Pengalaman Kerja terhadap Profesionalisme Auditor Kantor Akuntan Publik di Bali”. “Pengaruh Pendidikan dan Pengalaman Kerja Terhadap Motivasi Kerja Karyawan Di Bagian Spinning pada PT Hanil Indonesia Boyolali Tahun 2008”. 2000. Motivasi. Skinner. ” Audit Quality and Auditor Reputation: Evidence from Japan “. “ Cultural Dimension And Professionalism and Uniformity of Internal Auditing Practice”. Eddy Mulyadi. Skripsi Jurusan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah. 1999. Auditing. And Audit Quality: An Empirical Study Of Auditors In Thailand”.” Pengaruh Tingkat Pendidikan. “Relationship Quality. Jurnal Ekonomi Universitas Sumatra Utara. Putri dan Bandi. Surakarta. Skripsi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Douglas J. Anik. International Journal Of Business Research. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Journal of Accounting Research. Professionalism. pg: 37 Tarigan. Monorey dan Peter. Noviyanti. Tekanan Ketaatan. Ida Bagus Yoga. and Suraj Srinivasan. 2010. 2008. 8. 2009. Issue :4. Vol. Pandita. 2002. Edisi ke-3. Bandung: Alfabeta. Usia Dan Pengalaman Kerja Terhadap Kinerja Perawat Pada Rumah Sakit Umum Dr. Hun-Tong. Simposium Nasional Akuntansi V. Working Paper. “Industry Versus Task-Based Experience Auditor Perfomance”. Gerrit And Mohammad Abdolmohammadi. Sarens. Tan. 2008. Sanno. Robyn A. Problem-Solving Ability. “Pengaruh Gender. 2011. “Accountability Effects on Auditors’ Performance : Influence of Knowledge.

“Analisis Hubungan antara Profesionalisme Auditor dengan Pertimbangan Tingkat Materialitas dalam Proses Pengauditan Laporan Keuangan”.Wahyudi. 2006. “Pengaruh Kompetensi dan Independensi Auditor terhadap Kelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik (Kap) di Yogyakarta”. 2008. Skripsi Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta. Yendrawati. Jurnal Penelitiann & Pengabdian DPPM UII Vol 6 No 1. Hendro dan Aida Ainul Mardiyah. “Pengaruh Profesionalisme Auditor terhadap Tingkat Materialitas dalam Pemeriksaan Laporan Keuangan”. 2010. Padang. Wiramurti. . Aditya. Simposium Nasional Akuntansi IX. Reni.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->