P. 1
Belajar Pembelajaran Book

Belajar Pembelajaran Book

5.0

|Views: 7,560|Likes:
Published by MUHAMMAD RAMLI

More info:

Published by: MUHAMMAD RAMLI on Nov 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/17/2014

pdf

text

original

Gambar tersebut menunjukkan titik awal dan akhir dari peristiwa pengolahan
informasi. Garis putus-putus menunjukkan batas antara kognitif internal dan dunia
eksternal. Dalam model tersebut tampak bahwa stimulus fisik seperti cahaya, panas,
tekanan udara, ataupun suara ditangkap oleh seseorang dan disimpan secara cepat di
dalam sistem penampungan penginderaan jangka pendek. Apabila informasi itu
diperhatikan, maka informasi itu disampaikan ke memori jangka pendek dan sistem
penampungan memori kerja. Apabila informasi di dalam kedua penampungan tersebut
diulang-ulang atau disandikan, maka dapat dimasukkan ke dalam memori jangka
panjang.

Kebanyakan, peristiwa lupa terjadi karena informasi di dalam memori jangka pendek
tidak pernah ditransfer ke memori jangka panjang. Tapi bisa juga terjadi karena
seseorang kehilangan kemampuannya dalam mengingat informasi yang telah ada di
dalam memori jangka panjang. Bisa juga karena interferensi, yaitu terjadi apabila
informasi bercampur dengan atau tergeser oleh informasi lain.

Ada 2 bentuk pelancaran dalam membangkitkan ingatan, yaitu:

- pelancaran proaktif = Seseorang mengingat informasi sebelumnya apabila
informasi yang baru dipelajari memiliki karakter yang
sama.

- pelancaran retroaktif = Seseorang mempelajari informasi baru akan
memantapkan ingatan informasi yang telah dipelajari.

2. Teori belajar Kontruktivisme

Teori belajar Kontruktivisme memandang bahwa:

- Belajar berarti mengkontruksikan makna atas informasi dari masukan yang masuk

ke dalam otak.

- Peserta didik harus menemukan dan mentransformasikan informasi kompleks ke
dalam dirinya sendiri.

- Peserta didik sebagai individu yang selalu memeriksa informasi baru yang
berlawanan dengan prinsip-prinsip yang telah ada dan merevisi prinsip-prinsip
tersebut apabila sudah dianggap tidak bisa digunakan lagi.

- Peserta didik mengkontruksikan pengetahuannya sendiri melalui interaksi dengan

lingkungannya.

Teori Kontruktivisme menetapkan 4 asumsi tentang belajar, yaitu:

- Pengetahuan secara fisik dikonstruksikan oleh peserta didik yang terkibat dalam
belajar aktif.

- Pengetahuan secara simbolik dikonstruksikan oleh peserta didik yang membuat
representasi atas kegiatannya sendiri.

- Pengetahuan secara sosial dikonstruksikan oleh peserta didik yang
menyampaikan maknanya kepada orang lain.

- Pengetahuan secara teoritik dikonstruksikan oleh peserta didik yang mencoba
menjelaskan obyek yang tidak benar-benar dipahaminya.

Thomas dan Rohwer menyajikan beberapa prinsip belajar yang efektif, yaitu:

- Spesifikasi => Sesuai dengan tujuan belajar dan karakteristik peserta

didik.

- Pembuatan => Memungkinkan seseorang mengerjakan kembali
materi yang telah dipelajari, dan membuat sesuatu
menjadi baru.

- Pemantauan yang efektif => Peserta didik mengetahui kapan dan bagaimana cara
menerapkan strategi belajarnya dan bagaimana cara
menyatakannya bahwa strategi yang digunakan itu
bermanfaat.

- Kemujaraban personal => Belajar akan berhasil apabila dilakukan dengan

sungguh-sungguh.

Slavin menyarankan 3 strategi belajar efektif, yaitu:

- membuat catatan

- belajar kelompok

- menggunakan metode PQ4R (preview, question, read, reflect, recite, review)

Sumber: Rifai, Achmad dan Tri Anni, Catharina. 2009. Psikologi Pendidikan. Semarang:
Unnes Press

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->