P. 1
Belajar Pembelajaran Book

Belajar Pembelajaran Book

5.0

|Views: 7,560|Likes:
Published by MUHAMMAD RAMLI

More info:

Published by: MUHAMMAD RAMLI on Nov 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/17/2014

pdf

text

original

Asesmen merupakan proses mendokumentasikan pengetahuan, keterampilan, sikap dan
keyakinan peserta didik untuk memperoleh informasi tentang apa yang diketahui,
dilakukan dan dikerjakan peserta didik. Metode dan alat asesmen meliputi:

- observasi - skala penilaian

- proyek - asesmen mandiri oleh peserta didik

- laporan tertulis - tes tertulis

- review kinerja - asesmen portofolio

Evaluasi memiliki kesamaan dengan asesmen, dan kadang-kadang kedua istilah itu
digunakan secara bergantian. Isi evaluasi dipandang lebih luas dibandingkan dengan
asesmen. Asesmen dipandang sebagai proses pengukuran terhadap suatu karakteristik
tertentu, seperti deskripsi tujuan. Sedangkan evaluasi dipandang sebagai proses
pengukuran terhadap suatu karakteristik dan penentuan nilai atau harga suatu obyek.

Kegiatan asesmen pertama kali muncul di China pada tahun 206 SM ketika dinasti Han
memperkenalkan ujian untuk membantu proses seleksi pegawai kerajaan.

Jenis-jenis asesmen, yaitu:

1. Asesmen formatif dan sumatif

Asesmen sumatif=> Dilaksanakan di akhir pembelajaran dan digunakan untuk
membuat keputusan tentang kenaikan kelas peserta didik.

Asesmen formatif=> Dilaksanakan selama proses pembelajaran berlangsung.
Wujudnya berupa pemberian balikan atas pekerjaan peserta
didik dan tidak dijadikan dasar penentuan kenaikan kelas.

Dalam konteks belajar asesmen sumatif dan normatif disebut dengan asesmen belajar.

2. Asesmen obyektif dan subyektif

Asesmen obyektif=> Bentuk pertanyaan yang memiliki satu jawaban benar.

Asesmen subyektif=> Bentuk pertanyaan yang memiliki lebih dari satu jawaban benar.

3. Asesmen acuan patokan dan acuan normatif

Asesmen acuan patokan=> Asesmen yang digunakan untuk mengukur kemampuan
peserta didik berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan
sebelumnya menggunakan tes acuan patokan.

Asesmen acuan normatif=> Asesmen yang menggunakan tes acuan normatif dan tidak
digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik
berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya.
Asesmen ini dikenal dengan penentuan rangking
berdasarkan kurve normal.

4. Asesmen formal dan informal

Asesmen formal=> Diwujudkan dalam bentuk dokumen tertulis dan diberikan skor
dalam bentuk angka atau penentuan rangking berdasarkan kinerja
peserta didik.

Asesmen informal=> Dilakukan dengan cara yang lebih terbuka seperti observasi,
inventori, diskusi yang tidak dimaksudkan untuk menentukan
rangking.

5. Asesmen autentik (Asesmen kineja)

Asesmen berbasis kinerja merupakan bentuk ujian di mana peserta didik menjawab
suatu pertanyaan atau membuat produk dan mendemonstrasikan ketrampilan atau
menampilkan kemampuan/pengetahuan. Wujudnya antara lain:

- tugas membuat proyek secara individual atau kelompok - eksperimen ilmiah

- contoh tulisan atau karangan - portofolio

- memecahkan masalah terbuka - simulasi komputer

- pertanyaan yang membutuhkan konstruksi jawaban - wawancara atau

presentasi lisan

Tahap-tahap asesmen kinerja adalah:

- Mengidentifikasi hasil pembelajaran.

- Mengembangkan tugas-tugas untuk menemukan tujuan pembelajaran.

- Mengidentifikasi hasil belajar tambahan yang di dukung oleh tugas.

- Merumuskan kriteria dan tingkat kinerja untuk mengevaluasi kinerja peserta didik.

6. Asesmen portofolio

Asesmen portofolio merupakan bentuk evaluasi kinerja yang paling populer. Biasanya
berbentuk file atau folder yang berisi koleksi karya peserta didik.

Tahap-tahap asesmen portofolio adalah:

a. Perencanaan dan pengorganisasian

- Mengembangkan perencanaan portofolio yang bersifat fleksibel.

- Merencanakan waktu secukupnya agar peserta didik mempersiapkan dan
mendiskusikan aspek-aspek portofolio.

- Dimulai dengan satu aspek belajar dan hasil belajar peserta didik, kemudian
semakin meningkat sejalan dengan apa yang dipelajari peserta didik.

- Memilih aspek yang dimasukkan di dalam portofolio yang mampu menunjukkan
kemajuan peserta didik atau penguasaan tujuan pembelajaran.

- Memilih setidaknya dua aspek, yakni indikator yang diperlukan atau aspek-aspek
inti dan sampel pekerjaan yang dipilih.

- Menempatkan daftar tujuan di depan masing-masing portofolio. Bersamaan dengan
indikator yang dipersyaratkan dan tempat mencatat aspek-aspek pilihan.

b. Implementasi

- Melekatkan perkembangan aspek-aspek portofolio di dalam kegiatan kelas yang
sedang berlangsung.

- Memberikan tanggung jawab kepada peserta didik untuk mempersiapkan, memilih,
menilai dan menyimpan portofolionya sendiri.

- Membagi aspek-aspek portofolio yang telah dipilih.

- Mencatat komentar pendidik dan peserta didik dengan segera terhadap portofolio

tersebut.

c. Hasil

- Menganalisis aspek-aspek portofolio untuk memahami pengetahuan dan
keterampilan peserta didik.

- Menggunakan informasi portofolio itu untuk mendokumentasi kegiatan-kegiatan
belajar peserta didik, untuk disampaikan kepada orang tua dan memperbaiki
pembelajaran di kelas.

Prinsip-prinsip asesmen

- Tujuan utama asesmen adalah memperbaiki belajar peserta didik.

- Asesmen berujuan untuk mendukung belajar peserta didik.

- Obyektif bagi semua peserta didik

- Berkolaborasi secara profesional dengan sekelompok pendidik lain.

- Melibatkan partisipasi komite sekolah dalam pengembangan asesmen.

- Menjelaskan keteraturan dan kejelasan komunikasi mengenai peserta didik kepada
peserta didik, keluarga dan masyarakat.

- Meninjau dan memperbaiki asesmen.

Sumber: Rifai, Achmad dan Tri Anni, Catharina. 2009. Psikologi Pendidikan. Semarang:
Unnes Press

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->