I"

MENTERIKESEHATAN REPUBUK INDONESIA

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIKINDONESIA NOMOR : 1165 -JMENKES/SKIXI2007 TENTANG

POLA TARIF RUMAH SAKIT BADAN LAYANAN UMUM MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa dengan ditetapkannya Ramah Sakit Pemerintah menjadi Rumah Sakit Badan l.ayanan Umum perlu ditunjang dengan sistem pembiayaan yang memadai serta didukung dengan sistem pentarifan yang lebih otonom ; b. bahwa perlu dirumuskan suatu Pola Tarif Ruman Sakit Badan Layanan Umum sebagai suatu sistem terpadu dalam pembiayaan di Rumah Sakit ;
C.

bahwa berdasarkan pertimbangan butir a dan b datas, perlu ditetapkan Pola Tarif Rumah Sakit Bad-an Layanan Umum dengan suatu Keputusan Menteri Kesehatan.

Mengingat

:, 1. Undang~Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara R.I Tahun 1992 Nomor 100,Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3495) ; 2. Undanq-Undarq Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara R.I Nomer 47Jambahan Lembaran Negara R.I Nomor 4286) ; 3. Undang~Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara R.I Nomor 5,Tambahan Lembaran Negara R.I Nomor 4355) ; 4. Undanq-Undarq Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Negara antara Pusat dengan Daerah (Lembaran Negara R.I Nomor 126,Tambahan Lembaran Negara R.I Nomor 4438) ; 5. Peraturan Pemerintah RI Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Lembaran Negara RI Nomor 48,Tamhahan Lembaran Negara R.I Nomor 4502) ;

Tugas.I Nomar 1243/Menkes/SKNIII/2005 tentang Penetapan 13 (Tiga Belas) Eks. preventif. MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG POLA TARIF RUMAH SAKIT BADAN LAYANAN UMUM BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 1.I dengan menerapkan Pala Pengelolaan Keuangan 8adan Layanan Umum . diagnosis. RS Perusahaan (PERJAN) menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Departemen Kesehatan RI dengan menerapkan Pola Pengelalaan Keuangan Badan Layanan Umum. 3. Keputusan Menteri Kesehatan R.I Nomor 123/Menkes/SKNIII/2005 tentang Penetapan 13 (Tiga 8elas) Eks. 8adan Layanan Umum Rumah Sakit (8LU Rumah Sakit) adalah sarana kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Badan Layanan Umum Rumah Sakit dapat berupa Rumah Sakit Umum. 8. Peraturan Presiden R.MENTERIKESEHATAH REPUBLIK INDONESIA 6. Keputusan Menteri Kesehatan R. . Rumah Sakit Jiwa dan Rumah Sakit Khusus lainnya. 2. Pelayanan Medik adalah pe\ayanan yang bersifat individu yang diberikan oleh tenaga medik dan perawat berupa pemeriksaan. rehabilitasi medik dan pelayanan kesehatan lainnya tanpa menginap di Rumah Sakit. 4. kuratif maupun rehablitatif secara paripurna untuk selanjutnya disebut Rumah Sakit. 7. pengobatan. baik dalam bentuk promotif. . Fungsi. RS Perusahaan Jawatan (PERJAN) menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Departemen Kesehatan R. konsultasi dan tindakan medik Pelayanan Rawat Jalan ada\ah pelayanan pasien untuk observasi.I Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara RI .

diagnosis. terapi okupasional. Pelayanan Rawat Darurat adalah pelayanan daruratan medik yang harus diberikan secepatnya untuk mencegah/menanggulangi risiko kematian atau cacat. Pelayanan Rawat Sehari (One Day Care) adalah pelayanan pasien untuk observasi. diagnosis. rehabilitasi dan atau pelayanan kesehatan lainnya dengan menginap di Rumah Sakit. 9. 10. Tindakan Medik Operatif adalah tindakan pembedahan kepada pasien yang menggunakan pembiusan lokal atau tanpa pembiusan. pengobatan. 15. 11. rehabilitasi medik dan atau upaya pelayanan kesehatan lain dan menempati tempat tidur kurang dari 24 (Dua puluh empat) jam. rehabilitasi mental dan atau pelayanan kesehatan lain maksimal12 ( Dua belas ) jam. Rawat Rumah adalah pelayanan pasien di rumah untuk observasi.MENTERIKESEHATAH REPUBLIK INDONESIA 5. Tindakan Medik Non Operatif adalah tindakan kepada pasien tanpa pembedahan untuk membantu penegakan diagnosis dan terapi. pengobatan. pengobatan. terapi wicara. Pelayanan Penunjang Medik adalah pelayanan kepada pasien untuk membantu penegakan diagnosis dan terapi. Pelayanan Rehabilitasi Medik dan Rehab\litasi Mental adalah pelayanan yang diberikan kepada pasien dalam bentuk pelayanan fisioterapi. administrasi. bimbingan social medis dan jasa psikoloqi serta rehabilitasi lainnya. . pengobatan. 8.. 13. 12. Pelayanan Medik Gigi dan Mulut adalah pelayanan paripurna meliputi upaya penyembuhan dan pemulihan yang selaras dengan upaya pencegahan penyakit gigi dan mulut serta peningkatan kesehatan gigi dan mulut pada pasien di Rumah Sakit. rehabilitasi medik pasca rawat lnap. Pelayanan Rawat Inap adalah pelayanan pasien untuk observasi. diagnosis. 6. laundry dan lain-lain. 14. ortotik/prostetik. Pelayanan Rawat Siang Hari (Day Care) adalah pelayanan pasien untuk observasi. 7. Pelayanan Penunjang Non Medik adalah pelayanan yang diberikan kepada pasien di rumah sakit yang secara tidak langsung berkaitan dengan pelayanan medik antara lain hostel.

rehabilitasi medik dan atau pelayanan lainnya. 23. gizi dan konsultasi lainnya. 24. PNS yang dibiayai APBD/APBN. 19. diagnosis. rehabilitasi medik dan atau pelayanan lainnya. Pemulasaraan/Perawatan Jenazah adalah kegiatan yang melipufi kegiatan perawatan jenazah. 17. fasilitas dan bahan. observasi. alat kesehatan habis pakai yang digunakan secara langsung dalam rangka pencegahan.l 20. pengobatan dan konsultasi. 22. Pola Tarit adalah pedoman dasar dalam pengaturan dan perhitungan besaran tarif rumah sakit yang didasarkan atas prinsip-prinsip akuntansi nirlaba dan ditetapkan oleh Menteri Keuangan RI atas usul Menteri Kesehatan R. pegawai honorer. bahan kimia. 18. Tarif adalah sebagian atau seluruh biaya penyelenggaraan kegiatan pelayanan di rumah sakit. visite. pengobatan. Bahan adalah obat-obatan. koservasi bedah mayat yang dilakukan oleh Rumah Sakit untuk kepentingan pelayanan kesehatan. fasilitas rumah sakit yang digunakan langsung dalam rangka pencegahan. rehabilitasi medik dan atau pelayanan lainnya. konsultasi. . Pelayanan Medico Legal adalah pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan kepentingan umum. Biaya Overhead adalah biaya yang timbul karena kegiatan yang dilaksanakan sehingga menimbulkan biaya fixed dan biaya variable * Biaya Fixed meliputi penyustan gaji. 21. diagnosis. Jasa Pelayanan adalah imbalan yang diterima oleh pelaksana pelayanan atas jasa yang diberikan kepada pasien dalam rangka observasi. Jasa Sarana adalah imbalan yang diterima oleh rumah sakit atas pemakaian saran. serta biaya lainnya bersifat tetap yang terkait pelayanan langsung kepada pasien.MENTER! KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 16. pengobatan dan konsultasi. pemakaman dan kepentingan proses peracllen. Pelayanan Konsultasi Khusus adalah pelayanan yang diberikan dalam bentuk konsultasi psikologi. yang dibebankan kepada pasien sebagai imbalan atas jasa pelayanan yang diterima. * Biaya Variable meliputi jasa sarana yang diterima oleh rumah sakit atas pemakaian sarana. diagnosis. observasi. visite.

ATAN REPUBLIK INDONESIA 25. 3. Tempat Tidur Rumah Sakit adalah tempat tidur yang tercatat dan tersedia di ruang rawat inap 27.MENTERIKESEH. kualitas pelayanan. BAB II KEBIJAKSANAAN TARl Pasal 2 l 1. Rumah Sakit memungut biaya sebagai imbalan atas jasa pelayanan yang diberikan sesuai dengan tarif yang berlaku dan seluruh penerimaan merupakan pendapatan fungsional Rumah Sakit. 26. yang dihitung berdasarkan tandar akuntansi biaya Rumah Sakit. Penjamin adalah orang atau badan hokum Sebaga penanggung biaya pelayanan kesehatan dari seseirang yang menggunakan I endapat pelayanan di Rumah Sakit. Akomodasi adalah penggunaan fasilitas ruang rawat inap dengan atau tanpa makan di rumah sakit menimbulkan biaya fixed dan blaya variable. 4. daya beli rnasyarakat. serta kompotisi yang sehat. 7. Pemerintah dan masyarakat bertanggung meningkatkan derajat kesehatan masyarakat ja~ab dalam memelihara dan Siaya penyelenggaraan Rumah Sakit dipikul bersarna oleh masyarakat (pasien) dan pemerintah dengan memperhatikan kemampuan keuangan Negara dan keadaan sosial ekonomi masyarakat. Tarif ASKES sedapat mungkin disesuaikan dengan tarif Rumah Sakit yang berlaku. 2. . 5. 28. Pimpinan Badan Layanan Umum Rumah Sakit dapat membebaskan sebagian atau seluruh biaya pelayanan bagi pasien tidak mampu maupun pasien dengan pertimbangan tertentu tanpa mengurang. azas keadilan dan kepatuhan. Tarif Rumah Sakit untuk golongan masyarakat yang pembayarannya dijamin oleh pihak penjamin. . 6. melalui suatu ikatan perjanjian tertulis ditetapkan atas dasar tidak saling merugikan. Unit Cost adalah besaran biaya satuan dari S8 iap kegiatan pelayanan yang diberikan Rumah Sakit. Tarif Rumah Sakit harus mempertimbangkan kontinuitas layanan.

2. tarif pelayanan kelas III ditetapkan oleh Menteri Kesehatan R. Pelayanan yang dimaksud pada ayat ( 1 ) terdiri dari : * Pelayanan Medik Operatif * Pelayanan Kebidanan/Obsgyn * Pelayanan Penunjang Medik * Pelayanan Penunjang Non Medik * Pelayanan Rehabilitasi Medik & Mental * Pelayanan Gigi dan 8edah Mulut * Pelayanan Konsultatif Khusus * Pelayanan Medico-Legal * Pemulasaraan I Perawatan Jenazah . 3. Dalam hal ini Rumah Sakit yang tidak memiliki Dewan Pengawas cukup ditetapkan oleh Pimpinan Rumah Sakit BAB III PELAYANAN YANG DIKENAKAN TARIF Pasal 4 1. Pelayanan yang dapat dikenakan tarif adalah pelayanan * Rawat Jalan * Rawat Darurat * Rawat Inap * Rawat Siang Hari (Day Care) * Rawat Shari (One Day Care) * Rawat Rumah (Home Care) * Dan Lain-Lain Pelayanan 2.MENTERIKESEHATAN REPUBUK INDONESIA Pasal 3 1. Besaran tarif untuk semua jenis pelayanan selain kelas III ditetapkan oleh Pimpinan Badan Layanan Umum Rumah Sakit setelah mendapatkan persetujuan dari Dewan Pengawas.I . Tarif Rumah Sakit dihitung atas dasar unit cost dari setiap jenls pelayanan dan kelas perawatan Dalam rangka melaksanakan fungsi sosial.

3. Besaran tarif Rawat Jalan ditetapkan berdasarkan unit cost dengan memperhatikan kemampuan ekonomi masyarakat dan tarif Rumah Sakit lain BAS V TARIF RAWAT DARURAT 2. Kelas II c. BAS IV TARIF RAWAT JALAN Pasal 5 1.masing Rumah Sakit. BAS VI TARIF RAWAT INAP Pasal 7 1. Kelas I 2. Pasal 6 Besaran tarif Rawat Darurat ditetapkan berdaserkan unit cost dengan memperhatikan kemampuan ekonomi masyarakat dan tarif Rumah Sakitlain. Tarif pelayanan di Rumah Sakit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi komponen Jasa Sarana dan Jasa Pelayanan yang proporsinya sesuai dengan kebutuhan masing.MEtfTERIKESEHATAN REPUBUK INDONESIA 3. sesuai azas kepatuhan. Kelas HI b. . Kelas Rawat Inap di Rumah Sakit ditetapkan sekurang-kurangnya sebagai berikut : a. Pimplnan Rumah Sakit diberikan wewenang untuk menambah sesuei dengan kebutuhan. Tarif Rawat Jalan di Humah Sakit terdiri dari biaya pendaftaran dan biaya pemeriksaan. kelas rawat inap Jumlah tempat tidur di kelas III disesuaikan dengan kebutuhan dan sekurangkurangnya 35% darl jumlah tempat tidur yang tersedia.

meliputi : * Tindakan Medik Operatif * Tindakan Medik Non Operatif 2. Tarif tindakan medik operatif dan non operatif ditetapkan oleh Pimpinan Rumah Sakit dengan persetujuan Dewan Pengawas Jasa pelayanan tindakan medik operatif terdiri dari jasa pelayanan untuk tenaga medis dan jasa pelayanan tenaga anestesi 4. meliputi : * Tindakan Medik Operatif Sederhana * Tindakan Medik Operatif Sedang * Tindakan Medik Operatif Besar * Tindakan Medik Operatif Canggih * Tindakan Medik Operatif Khusus 3 Da!am menentukan besaran tarif tindakan medik operatif dan non operatif untuk tindakan kecil/sederhana. 5. dan khusus didasarkan atas perhitungan unit cost dengan memperhatikan kemampuan dan keadaan ekonomi masyarakat setempat dan tarif rumah sakit lain. . BAB VIII TARIF PELAYANAN MEDIK Pasal 9 1. Jenis pelayanan medik.SEHARI. pasien Rawat Sehari (One Day Care) dann Pasien Rawat Rumah (Home Care) ditetapkan berdasarkan unit cost dengan memperhatikan kemampuan ekonomi masyarakat dan tarif Rumah Sakit lain. canggih.MENTER! KESEHATAN REPUBUK INDONE$II\ BAB VII TARIF RAWAT SIANG HARI. besar. sedang. Tindakan Medik Operatif.DAN RAWAT RUMAH Pasal 8 Besaran tarif pasien Rawat Siang Hari (Day Care).

Pasal 11 Pemeriksaan dan tindakan khusus meliputi jenis pelayanan yang belum termasuk dalam kelompok pemeriksaan seperti tersebut pada pasal10 ayat (1) ditetapkan oleh Pimpinan Rumah Sakit dengan persetujuan Dewan Pengawas. Jenis Pelayanan Kebidanan dan Ginekologi meliputi : * * * Pelayanan pesalinan normal Pelayanan persalinan dengan tindakan Pelayanan bayi yang baru lahir 2. Pelayanan Penunjang Medik meUputi : * * * Pemeriksaan Laboratorium Pemeriksaan Radio Diagnostik Pemeriksaan Dianostik Elektromedik * Pemeriksaan Diagnostik Khusus * Pemeriksaan Kedokteran Nuklir * Pemeriksaan Radioterapi Biaya Jasa Sarana dar. persalian dengan tindakan dan pelayanan bayi baru lahir dihitung sesual unit cost dengan memperhatikan kemampuan dan ekonomi masyarakat setempat dan tarif Rumah Sakit lain. Dalam menentukan tarif pelayanan persalinan normal.MENTE. BAB X TARIF PELAYANAN KEBIDANAN DAN GINEKOLOGI Pasal 12 1. 2.Rl KESEHATAN REPUBUK INDONESIA BAS IX TARIF PELAYANAN PENUNJANG MEDIK Pasal 10 1. Pelayanan Penunjang Medik ditetapkan oleh Pimpinan Rumah Sakit dengan persetujuan Dewan Pengawas atas dasar unit cost dengan mempertimbangkan tingkat kecanggihan. .

besar. sedang. sedang. . sedang. BAB XII TARIF PELAYANAN MEDIK GIGI DAN MULUT Pasal 14 2. Besaran tarif untuk rehabilitasi mental ditetapkan berdasarkan unit cost dan kegiatan di Rumah Sakit khusus lainnya. dan mulut didasarkan perhitungan unit cost gig. canggih dan khusus ditetapkan oleh Pimpinan Rumah Sakit sesaui dengan tingkat kecanggihan masing . 3. canggih dan khusus * 2. canggih dan khusus * Pelayanan Ortotik/Prostetik untuk tindakan sederhana. 1. canggih dan khusus Besarnya proporsi Jasa Sarana dan Jasa Pelayanan pada tarif rehabilitasi medik ditetapkan oleh Pimpinan Rumah Sakit secara proposional untuk setiap kelas perawatan. besar. Besaran tarif pelayanan medik gigi dan mulut rawat jalan untuk tindakan kecil/sederhana. sedang. Jenis pelayanan Medik Gigi dan Mulut meliputi : Pemeriksaan/tindakan medik Gigi dan Mulut sederhana. canggih dan khusus * Pemeriksaan/tindakan Bedah Mulut sederhana. Dalam menentukan besaran tarif pemeriksaan pelayanan medik gig. 3.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA BAB XI TARIF PELA YANAN REHABILIT ASI MEDIK DAN MENTAL Pasal 13 1. keeil. besar. dan mulut masing-masing rumah sakit dengan memperhatikan kemampuan dan keadaan masyarakat setempat dan tarif Rumah Sakit lainnya. sedang.masing Rumah Sakit. besar. Jenis pelayanan Rehabilitasi Medik meliputi : * Pelayanan rehabilitasi medik untuk tindakan sederhana. kecil. besar.

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA BAB XIII TARIF PELA YAN AN PENUNJANG NON MEDIK Pasal 15 Komponen biaya pelayanan penunjang Non Medik meliputi Jasa Sarana dan Jasa Pelayanan. Jenis Pemulasaraan / Perawatan jenazah meliputi : * * * 2. sedangkan besaran tarif ditetapkan oleh Pimpinan Rumah Sakit dengan persetujuan Dewan Pengawas.masing Rumah Sakit. Konservasi Jenazah serta Bedah Mayat ditetapkan secara proporsional untuk setiap kelas perawatan. Besarnya biaya Jasa Sarana untuk perawatan Jenazeh'Jasad. Perawatan Jenazah dan Penyimpanan Jenazah Konservasi Jenazah Bedah Mayat Tarif pemulasaraaniperawatan jenazah berlaku proporsional untuk semua jenazah dalam rangka pemakamaniperabuhan. BAS XIV PELAYANAN KONSULTASI KHUSUS DAN MEDICO·LEGAL Pasal 16 8esarnya tarif untuk pelayanan Konsultasi Khusus dan Medico-Legal ditetapkan oleh Pimpinnan Rumah Sakit dengan persetujuan Dewan Pengawas. 3. BAS XV TARIF PEMULASARAAN I PERAWATAN JENAZAH Pasal 17 1. Tarif pemulasaraanJperawatan jenazah diperhitungkan atas dasar jasa sarana dan jasa pelayanan yang dlperhitungkan sesuai unit cost masing . . 4.

2. Sebelum pola tarif ini ditetapkan maka pola tarif lama masih dapat diberlakukan Jenis pelayanan baru dan besaran tarifnya yang belum ditetapkan dalam pola tarif ini. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila dikemudian hari terdapat kesalahan I kekeliruan akan dilakukan penyempurnaan. BAB XVIII PENUTUP Pasal 20 1. BAS XVII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 19 1. Petunjuk pelaksanaan tentang pedoman Pola Tarif Rumah Sakit Badan Layanan Umum ditetapkan lebih lanjut oleh Pimpinan Rumah Sakit Daftar besaran tarif yang telah ditetapkan oleh Pimpinan Rumah Sakit dan telah disetujui Dewan Pengawas disampaikan kepada Menteri Kesehatan dan Menteri Keuangan. 2. ditetapkan oleh Pimpinan Rumah Sakit.MENTERI KESEHAl'AN REPUBLIK INDONESIA BAB XVI PEMBINAAN Pasal 18 Pembinaan perhitungan dan penyusunan tarif Rumah Sakit dilakukan oleh Menterl Kesehatan dan Menteri Keuangan. . OITETAPKAN 01 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful