Oleh : Fuad Fauzi Siddiq 208 203 913 Ian Herdiana 208 203 927 Jamaliatun Nurhayati 208

203 928 Lilis Nuraini 208 203 932 Mansyur Hidayat 208 203 937

Pendahuluan
 Bioteknologi adalah manipulasi organisme

atau komponen organisme tersebut untuk melakukan tugas praktis, dan menghasilkan produk yang bermanfaat

.  Hal tersebut dapat dilakukan diantaranya dengan melalui inseminasi buatan. khususnya dalam bidang bioteknologi. Teknologi modern pada zaman sekarang telah mampu mengatasi masalah kemandulan (bagi manusia) dan menghasilkan bibit-bibit unggul (bagi hewan yang dapat menguntungkan manusia).

sekarang telah tersedia inseminasi buatan. fertilisasi atau pembuatan in vitro dan rahim kontrak  Kemajuan bioteknologi tersebut apabila diterapkan pada dunia hewan. maka akan mendatangkan manfaat dan keuntungan bagi manusia . Dari hasil kemajuan bioteknologi tersebut.

Inseminasi Buatan (IB)  Inseminasi Buatan adalah salah satu bentuk bioteknologi dalam bidang reproduksi ternak yang memungkinkan manusia mengawinkan ternak betina yang dimilikinya tanpa perlu seekor pejantan utuh  Inseminasi buatan adalah memasukkan atau penyampaian semen ke dalam saluran kelamin wanita dengan menggunakan alat-alat buatan manusia dan bukan secara alami .

teknik inseminasi. penampungan semen c. evaluasi semen d. pengenceran dan pengawetan semen e. .Proses IB  Menurut Ruchyat (2001) kurang lebih ada 5 hal yang harus dilakukan dalam melakukan inseminasi buatan (IB) agar diperoleh hasil yang memuaskan yaitu : a. pemilihan pejantan b.

Silsilah keturunan c. Nafsu seksual . Kondisi badan d. Umur b.Pemilihan Pejantan  Ternak jantan yang akan dijadikan pejantan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : a.

Penampungan Semen  Semen dapat ditampung melalui beberapa metode. Metode pengurutan (masase) . seperti : a.

Metode Elektrojakulator .b.

c. Metode Vagina Tiruan .

 Pemeriksaan semen dibagi menjadi dua kelompok.Evaluasi Semen  Evaluasi atau pemeriksaan semen merupakan suatu tindakan yang perlu dilakukan untuk melihat kuantitas (jumlah) dan kualitas semen. yaitu pemeriksaan secara makroskopik dan pemeriksaan mikroskopik .

Pengenceran dan Pengawetan Semen  Pengenceran semen adalah satu upaya untuk memperbesar volume semen serta menurunkan kandungan sperma dalam volume tertentu sehingga akan lebih banyak dosis inseminasi dapat dibuat .

dan mampu memelihara sperma dari cekaman dingin (cold shock). . Pengencer semen adalah larutan isotonis (memiliki tekanan osmotik yang sama dengan plasma darah) yang mengandung bahan-bahan yang bersifat buffer (memelihara larutan dari perubahan pH). bahan nutrisi bagi kelangsungan hidup sperma.

.Teknik Inseminasi Inseminasi atau deposisi semen ke dalam saluran reproduksi ternak betina merupakan salah satu langkah akhir dalam kegiatan inseminasi buatan.

 Sedangkan pada ternak unggas betina supaya menghasilkan telur fertil yang selanjutnya dapat ditetaskan . Pencurahan semen ke dalam saluran reproduksi ternak betina mamalia dilakukan dengan maksud agar sel telur yang diovulasikan ternak betina tersebut dapat dibuahi oleh sperma sehingga ternak betina menjadi bunting dan melahirkan anak.

domba. dsb) itu sedang dalam puncak berahi. Inseminasi/ deposisi semen harus dilaksanakan pada saat yang tepat. kerbau. Sedangkan pada ternak unggas dilakukan pada ternak betina yang sedang berada dalam periode bertelur. yaitu pada saat ternak betina (mamalia = sapi. .

.

Memperbaiki mutu genetika ternak b.Dampak IB  Tujuan Inseminasi Buatan a. . Mencegah penularan / penyebaran penyakit kelamin. Meningkatkan angka kelahiran dengan cepat dan teratur e. Mengoptimalkan penggunaan bibit pejantan unggul secara lebih luas dalam jangka waktu yang lebih lama d. Tidak mengharuskan pejantan unggul untuk dibawa ketempat yang dibutuhkan sehingga mengurangi biaya c.

c. Keuntungan IB a. jantan Dapat mengatur jarak kelahiran ternak dengan baik Mencegah terjadinya kawin sedarah pada sapi betina (inbreeding) Dengan peralatan dan teknologi yang baik spermatozoa dapat simpan dalam jangka waktu yang lama Dll. d. e. Menghemat biaya pemeliharaan ternak b. .

apabila semen beku yang digunakan berasal dari pejantan dengan breed / turunan yang besar dan diinseminasikan pada sapi betina keturunan / breed kecil c. Bisa terjadi kawin sedarah (inbreeding) apabila menggunakan semen beku dari pejantan yang sama dalam jangka waktu yang lama d. Kerugian IB a. Akan terjadi kesulitan kelahiran (distokia). Apabila identifikasi birahi (estrus) dan waktu pelaksanaan IB tidak tepat maka tidak akan terjadi terjadi kebuntingan b. . Dll.

Pandangan Islam Mengenai IB  kemampuan berpikir dan bernalar membuat manusia menemukan berbagai pengetahuan baru. Akan tetapi. sering pula teknologi yang kita hasilkan itu memberikan efek samping yang memberikan dampak negatif . Pengetahuan itu kemudian digunakan untuk mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya.

 Adapun pandangan Islam mengenai inseminasi buatan adalah sbb : a. Ada beberapa orang yang pro dan kontra terhadap adanya teknologi Inseminasi Buatan. Pada manusia Dalam hukum Islam tidak menerima inseminasi buatan (bayi tabung) dan tidak boleh menerima anak yang dilahirkan sebagai anak yang sah. apalagi jika anak yang dilakukan perempuan karena nantinya akan mempersoalkan siapa walinya jika anak tersebut menikah .

b. Ini dikenal dalam bahasa syari’at dengan “Asbu al-Fahl” sebagaimana disampaikan Imam Al-Bukhari dari sahabat Abdullah bin Umar beliau berkata:  “Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam melarang ‘Asbu al-fahl” (HR Al-Bukhari) . sebagian orang menyewa pejantan yang berkualitas untuk jangka waktu tertentu agar mengawini induk betina yang dimilikinya. Pada hewan  Dahulu. untuk mencapai tujuan mendapatkan hewan yang bagus dan unggul.

Dasar Qiyas “Lakukanlah pembuahan buatan ! kalian lebih tahu tentang urusan dunia kalian“ Merupakan pesan yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW ketika beliau melakukan perjalanan ke madinah dan melihat penduduk sekitar melakukan pembuahan buatan pada pohon kurma. Dasar hukum boleh atau mubah pada IB ialah : a. Pendapat lain mengenai IB pada hewan ternak yaitu boleh atau mubah. Dari sana dikiaskan. kebolehan inseminasi pada tumbuhan dengan inseminasi pada hewan .

sehingga ada dalil yang konkret mengharamkannya” (Masjfuk. 1997:154) .b. Kaidah hukum fiqh Islam yang berbunyi : “Pada dasarnya segala sesuatu itu boleh.

T SVS aa X] _S SZYTW^TaZ    SVS VS_S^Z S _WYSS _W_aS`a `a T[W _WZYYS SVS VS SZY[Z^W` WZYS^SSZZ S S_Xa# #  .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful