P. 1
Islam+Dan+Pluralisme+Di+Indonesia

Islam+Dan+Pluralisme+Di+Indonesia

|Views: 168|Likes:
Published by Lita Ginartina

More info:

Published by: Lita Ginartina on Nov 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/22/2011

pdf

text

original

Topik Utama_________________________________________________________131

ISLAM DAN PLURALISME DI INDONESIA
Oleh : A. Gani*) ABSTRAK Dalam banyak konflik kekerasan dan kerusuhan, agama acapkali muncul sebagai faktor pemicu. Tak jarang, orang melakukan aksi kekerasan atas nama agama. Kenyataan tersebut memunculkan petanyaan-pertanyaan; betulkah keberagamaan dan keberagaman agama (pluralisme) memiliki andil terhadap merebaknya cultur of violence, adakah yang salah dengan pluralitas ? dalam masyarakat yang plural , tidak adakah mekanisme pengaman dari konflik ? pertanyaan lebih lanjut; bagaimana peran agama (agama Islam) yang mayoritas di Repbulik Indonesia ini ? Upaya mengurangi ketegangan dan konflik pada masyarakat yang pluralis serta pencarian solusi dari benturan dan dilematis antar negara dan agama di indonesia, dapat dicari dalam konsep dan imlementasi ide nasionlisme keberagmaaan. Konsep tersebut merupakan titik temu antara ide-ide nasionlisme serta keberagaman sedemikian rupa sehingga praksis di antara keduanya tidak berbenturan. Kata kunci : Pluralisme A. PENDAHULUAN Wacana tentang Islam dan Pluralisme merupakan tema penting yang banyak mendapat sorotan dari sejumlah cendekiawan Muslim Indonesia pada dekade tahun 1980-an dan saat ini. Penting tema ini tidak dapat dipisahkan dari kondisi obyektif bangsa Indonesia yang memiliki tingkat kemajemukan tinggi baik secara fisik, maupun sosial , budaya, dan agama.1 Secara fisik, Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari sekitar 13.000 pulau besar dan kecil, baik yang dihuni ataupun tidak. Selain itu, Indonesia terdiri berbagai suku, bahasa, adat-istiadat, serta agama yag menunjukan heteroginitas sosio-kultural. Di samping itu, secara integral, pada masing-msing agama yang ada (misalnya Islam) juga terdapat keragaman pemahaman dan pelaksanaan ajaran.2 *Dosen Fakultas Syariah IAIN Raden Intan Bandar Lampung

Namun demikian. maupun di tempat berbelanja. Juni 2005 Dilihat dari kondisi yang serba plural ini. dengan menerimanya sebagai sebuah kenyataan dan berbuat sebaik mungkin berdasarkan kenyatan itu. tidak salah apabila dikatakan bahwa sebenarnya masyarakat Indonesia menyimpan potensi konflik yang tinggi. KONSEP PLURALISME Kata “pluralis” berasal dari bahasa Latin “plures” yang berarti “beberapa” dengan implilaksi perbedaan. tulisan ini hanya akan memfokuskan pada isu-isu di seputar pluralitas agama di Indonesia dan bagaimana Islam berperan di dalamnya. Pluralisme agama dan budaya dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari seseorang baik ditempat kerja. poitik dan agama. tetapi ketika yang menjadi tumpuan untuk menyelesaikan konflik ini adalah tokoh-tokoh agama. Konflik Ambon.3 Pluralisme adalah pandangan filosofis yang tidak mau mereduksi segala sesuatu pada satu prinsip terakhir. menyangkut bagaimana nilai-nilai agama yang diyakini oleh seseorang dalam memandang orang lain yang berbeda agama mempengaruhi sikap dan perilakunya terhadap orang itu. Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam A. tetapi menerima adanya keragaman. Nomor 2. orang tersebut baru dapat dikatakan menyandang sifat “pluralis” apabila dapat berinteraksi secara positif dalam lingkungan kemajemukan tersebut. Akan tetapi dengan melihat pengertian yang petama ini. GANI . di kampus. bahkan juga politik. Beberapa peristiwa yang belakangan terjadi di berbagai daerah menunjukan hal itu. budaya. Sebagaimana tersebut diatas bahwa diskursus tentang pluralisme di Indonesia tidak hanya dilatarbelakngi oleh adanya pluralitas agama. tatapi juga keterlibatan aktif terhadap kenyataan kemajemukan tersebut. B. Pluralisme meliputi bidang kultural. Peran agama disini. dengan pluralisme tiap pemeluk agama tidak hanya dituntut untuk mengakui keberadaan hak agama Komunitas. Dengan kata lain. maka menjadi jelas bahwa agama memiliki peran yang sangat signifikan bagi terjadinya konflik secara berkepanjangan. Oleh karena itu pemahaman yang berbeda terhadap ide pluralisme akan selalu terjadi di kalangan tokoh-tokoh agama.5 Alwi Shihab memberikan bebeapa pengertian dan catatan mengenai pluralisme sebagai berikut : Pertama. pluralisme tidak semata-mata menujuk pada kenyataan adanya kemajemukan.132 Volume 1. Nurcholis Madjid memaknai : “pluralisme” sebagai suatu sistem nilai yang memandang secara positif-optimis terhadap kemajemukan. Poso walaupun diyakini oleh para tokoh bukan disebabkan oleh faktor agama. tetapi juga oleh pluralitas suku. tentu saja orang yang beragama tidak dapat menerima sepenuhnya.4 Terhadap pengertian yang bias dengan relativisme ini.

Seorang relativis akan berasumsi bahwa hal-hal yang menyangkut “kebenaran” atau “nilai” ditentukan oleh pandangan hidup serta kerangka berpikir seseorang atau masyarakatnya. sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari jalan yang salah (QS. yang di dalamnya berbagai ragam agama. tetapi ikut terlibat dalam usaha memahami perbedaan dan persamaan guna tercapainya kerukunan dalam kebhinekaan. Ketiga.Topik Utama_________________________________________________________133 lain. Namun demikian tidak terjadi interaksi positif antar penduduk lokasi tersebut. pluralisme harus dibedakan dengan kosmopolitanisme. Selanjutnya dalam hal kehidupan keberagamaan manusia. Misalnya ayat 13 dari surat al-Hujarat : “Hai manusia. sesungguhnya kami telah menciptakan kamu sekalian dari laki-laki dan perempuan serta menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suka supaya kamu saling mengenal. al-Qur’an juga telah menerapkan beberapa prinsip kebebasan. dalam al-Qur’an teradpat bebeapa ayat yang isinya mengarah pada nilai-nilai pluralisme. konsep pluralisme tidak dapat disamakan dengan relativisme. pluralisme agama bukanlah sinkretisme. yaitu menciptakan suatu agama baru dengan memadukan unsur-unsur tertentu dari berbagai ajaran agama. maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?” (QS. maka barang siapa yang ingin beriman silakan beriman. ras. Ayat ini dapat dipahami sebagai konsep kemajemukan umat manusia secara univeral dalam Islam. 6 C. Kedua. antara lain dapat digali dari ayat-atat berikut : “Tidak ada paksaan untuk(memasuki) agama (Islam). hidup secara berdampingan di sebuah lokasi. dan barang siapa yang ISLAM DAN PLURALISME DI INDONESIA . Sesunguhnya orang yang paling mulia di antar kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa di antara kamu. 10 : 99). “ Dan katakanlah :”Kebenaran itu datang dari Tuhanmu. Ke-empat. Kosmopolitanisme menunjuk kepada suatu realitas. khususnya di bidang agama. dan toleransi beragama. Implikasi dari paham relativisme agama adalah bahwa doktrin agama apapun harus dinyatakan benar dan semua agama adalah sama. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal’(QS. PLURALISME DALAM ISLAM Secara normatif. 2 : 256) “Dan jika Tuhanmu menghendaki tentulah beriman semua orang di muka bumi seluruhnya. 49 : 13). dan bangsa.

Budha. D. Di samping itu dalam Islam juga dikenal adanya perjanjian yang dibuat Umar Ibn Khatab dengan penduduk Yarussalem.134 Volume 1. yaitu: Hindu. KASUS INDONESIA Islam datang ke Indonesia tidak menggantikan agama-agama yang ada sebelumnya dengan kekuatan meliter. langkah Nabi ini kemudian dikenal dengan “Piagam Madinah”. Islam) tidak hanya berpengaruh secara kerohanian. Kedatangan agama-agama besar ini. Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam A. Juni 2005 ingin ingkar silahkan ingkar” (QS. Islam. Nabi tidak menafikan kelompok-kelompok di luar Islam. Kenyaatan ini bagi masyarakat telah menimbulkan strereotif bahwa agama Kristen identik dengan penjajah. Persoalannya kemudian adalah bahwa apakah pluralitas agama ini akan menjadi faktor integratif bangsa atau justru akan mejadi sumber konflik dan disintegrasi nasional. 109 : 6). Secara kronologis. Budha. Islam datang dalam konteks agama Yahudi dan Nasrani. melainkan mengakomodir kepentingan mereka dan mengajak untuk bekerja sama. Nomor 2. dan Islam. Semua pihak. sebagaiamana terlihat dari wujud kerajaankerajaan Hindu. Juga firman Allah yang artinya “Bagimu agamamu. tetapi juga secara fisik dan politis. GANI . kedatangan agama di Indonesia dapat diurutkan. Perjanjian itu memuat jaminan keamanan jiwa. Sementara itu. Oleh karenanya. Dalam sejarah. setelah kota suci itu dibebaskan oleh tentara Muslim. Selain merupakan suatu kenyataaan bahwa perkembangan sejarah dan kebudayaan Indonesia tidak dapat dilepaskan dari pengaruh-pengaruh agama dan budaya yang sudah lama ada sebelumnya dan berkembang di Indonesia. Proses Islamisasi di Indonesia berlangsung secara damai. eksistensi agama-agama itu bagaimanapun telah diakui secara resmi dan berhak hidup di wilayah tanah air. baik pemerintah maupun rakyat Indonesia tentu menginginkan alternatif yang pertama. dan bagiku agama ku” (QS :109 : 6) Secara historis perjumpaan Islam dengan agama-agama lain telah berlangsung sejak Nabi Muhammad. harta dan agama penduduk setempat.7 Terlepas dari perbedaan di atas. dalam membentuk sebuah tatanan masyarakat baru di Madinah. Kristen datang bersamaan dengan datangnya penjajah Barat ke kepulauan Nusantara. yang pada gilirannya membawa pengaruh yang besar terhadap perjalanaan sejarah hubungan antara agama di Indonesia. Komunitas. dan Kristen. Di samping itu kedatangan bangsa Cina yang membawa agama Kong Hu Chu ikut pula mewarnai dunia keagamaan di Indonesia. terlebih lagi ditambah dengan klaim setiap pemeluk terhadap ajarannya (trust claim). Budha. terutama yang tiga (Hindu.

Oleh karena itu sistem politik yang sebaiknya diterapkan di Indonesia adalah sistem yang tidak hanya baik untuk umat Islam. sebagai golongan mayoritas. Sementara itu Abdurrahman Wahid juga melihat hubungan antara ISLAM DAN PLURALISME DI INDONESIA . Disinilah letak pentinganya pengembangan wacana pluralisme di Indonesia. Untuk merespon persoalan ini. selain Islam.8 Fakta bahwa Islam memperkuat toleransi dan memberikan aspirasi terhadap pluralisme. Bertolak dari pandangan bahwa Islam merupakan agama kemanusiaan (fitrah). Nurcholis menyadari bahwa masarakat Indonsesia sangat pluralistik dari segi entnis. termasuk mereka yang non-muslim. Islam telah membuktikan kemampuannya secara menyakinkan. para cendikiawan muslim Indonesia telah terlibat dalam sejumlah diskursus tentang Islam dan pluralisme. aliran politik dan keagaman. yang berarti cita-citanya sejajar dengan cita-cita kemanusian universal. seperti telah dikemukakan. Dengan kata lain diperlukan sistem yang menguntungkan semua pihak. Nurcholis melihat ideologi negara Pancasilalah yang telah memberi kerangka dasar bagi masyarakat Indonesia dalam masalah pluralisme keagamaan. Hal ini papar Nurcholis sejalan dengan watak inklusif Islam. Dasar pandangan Nurcholis tentang hubungan Islam dan pluralisme. berpijak pada semangat dan universaliats Islam. sejak zaman pra kemerdekaan sampai sesudahnya. akan sangat menentukan tercapainya cita-cita bersama ini. Indonesia memiliki pengalaman sejarah yang panjang dalam pergumulan tentang keragamaan. Dari segi agama. Oleh sebab itu masalah toleransi atau hubungan antar agama menjadi sangat penting. dan agama. adat-istiadat. Nurcholis Madjid berpendapat bahwa cita-cita keislaman sejalan dengan cita-cita manusia Indonesia pada umumnya. sangat kohesif dengan nilai-nilai pancasila yang sejak semula mencerminkan tekad dari berbagai golongan dan agama untuk bertemu dalam titik kesamaan (comon platform) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nurcholis optimis bahwa dalam soal toleransi dan pluralisme ini. Ini adalah salah satu pokok ajaran Islam.Topik Utama_________________________________________________________ 135 Akan tetapi untuk mewujudkan hal ini tentu bukan hal yang mudah dan diperlukan upaya kerja keras dari semua pihak. khususnya agama-agama besar dapat berkembanag subur dan terwakili aspirasinya di Indonesia. realitas menunjukan bahwa hampir semua agama. menurutnya telah memperolah dukungan dalam sejarah awal Islam. tetapi juga membawa kebaikan untuk semua anggota masyarakat Indonesia. Peran umat Islam. sabagaimana dalam al-qur’an disebutkan bahwa kerasulan atau misi Nabi adalah untuk mewujudkan rahmat bagi seluruh alam. terutama para tokoh agama. Pandangan semacam ini.

Ia juga menolak jika Islam djadikan “alternatif” terhadap kesadaran berbangsa yang telah begitu kuat tertanam dalam kehidupan masyarakat Islam sebaiknya menempatkan ciri sebagai faktor komplementer. yaitu dari kerukunan menuju kerja sama. dan bukan mendominasi kehidupan berbangsa dan bernegara. harus dapat memadukan kepentingan nasioanal dan kepentinagan Islam.10 Kaitannya dengan kehidupan beragama di Indonesia. Kelima jaminan dasar tersebut adalah (1) Keselamatan Fisik warganegara (2) keselamatan keyakinan agama masing-masing. ada dua tahap yang menentukan kemajuan dalam hubungan antar agama. Menurutnya. Sejak saat itu Komunitas. pada waktu menteri agama dijabat oleh Mukti Ali (1970). terutama cendikiawannya. Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam A. Dalam konteks masayarakat Indonesia yang pluralistik ini. Kuntowijoyo lebih mengaitkannya dengan setting sosial budaya. Juni 2005 Islam dengan pluralisme dalam konteks manifestasi universalisme dalam kosmopolitanisme ajaran Islam. Meskipun demikian peradaban dan kebudayaan Islam juga bersifat orsinil dan otentik. Kunto berpendapat bahwa umat Islam. Kemajuan itu adalaah dari inward looking (meliahat ke dalam) ke outward looking (melihat keluar). (3) Keselamatan keluarga dan keturunan. Kunto menawarkan dua persoalan untuk dicermati. Artinya peradaban Islam menjadi subur di tengah pluralis budaya dan peradaban dunia. perlu didasari bahwa Islam itu otentik. GANI . baik secara perorangan maupun kelompok. Setelah adanya rangkaian “kesalahpahaman” di antara pemeluk-pemeluk agama di Indonesia. Islam ajaran yang dengan sempurna menampilkan universalisme. Abdurrahman mengharapkan agar cita-cita untuk menjadikan Islam dan umat Islam sebagai “pemberi warna tunggal” bagi kehidupan masyarakat disamping. demokratis. Bagi Kunto peradaban Islam itu sendiri merupakan sistem yang terbuka. Kunto berpendapat bahwa umat Islam dapat menerima aspekaspek positif dari ideologi atau paham apapun.136 Volume 1. tetapi pada saat yang sama. yang melihat pergumulan Islam dengan pluralisme dalam perspekktif substansi ajaran Islam. Tujuan akhinya adalah mengfungsikan Islam sebagai kekuatan integratif dalam kehidupan berbangsa. Dengan demikain format perjuangan Islam pada akhirnya partisipasi penuh dalam upaya membentuk Indonesia yang kuat. Dalam konsteks Indonesia. dan (5) Keselamatan profesi.9 Berbeda dengan dua tokoh di atas. yang mempunyai ciri dan kepribadian tersendiri. dan penuh keadilan. yaitu solidaritas antar agama dan pluralisme positif. (4) Keselamatan harta benda dan milik pribadi. Adalah lima jaminan dasar yang diberikan Islam kepada warga masyarakat. memiliki kepribadian yang utuh dan sistem tersendiri. Nomor 2. Istilah kerukunan antar umat beragama mulai digulirkan. Mengenai solidaritas.

menurut Kunto. Kaidahnya adalah bahwa (1) selain agama sendiri ada agama lain yang harus dihormati (pluralisme). tidak saja dituntut untuk membuka diri. dengan tema baru.karena masing-masing agama melihat ke dalam (inward lokking).12 Pluralisme positif adalah kaidah bersama yang ditawarkan Kunto dalam hubungan antar agama. KESIMPULAN Tantangan yang dihadapi umat beragama di Indonesia tidak kecil. tatapi di lapangan. Alwi Sihab menyatakan bahwa apabila konsep pluralisme agama hendak diterapkan di Indonesia. Hanya dengan sikap demikianlah kita dapat menghindari relativisme agama yang tidak sejalan dengan konsep Bhineka Tunggal Ika. dalam berintraksi dengan aneka ragam agama. ISLAM DAN PLURALISME DI INDONESIA . tetapi juga harus commited terhadap agama yang dianutnya. apakah toleransi itu dikenakan kepada mayoritas atau minoritas. serta dibarengi dengan loyalitas dan komitmen terhadap agama masing-masing. Adalah tanggung jawab kita bersama untuk membudayakan sikap keterbukaan. Akan tetapi sebagaiaman dikemukakan di awal tulisan ini. bahwa kondisi bangsa Indonesia memiliki potensi konflik yang tinggi. dan menghormati kemajemukan agama. menerima perbedaan. Solidaritas yag betul-betul terjadi pada tahun 1990-an. Kesimpulan di atas kertas selalu kedua-duanya.Topik Utama_________________________________________________________ 137 terjadi perdebaatan mengenai makna dan praktek toleransi. belajar. Ketakutan akan Kristenisasi di daerah Islam dan Isalmiasasi di daerah kristen saling menghantui kedua belah pihak. dan (2) masing-masing agama harus tetap memegang teguh agamanya. Hal ini terjadi . yaitu komitmen yang kokoh terhadap agama masing-masing. yang dapat diganti-ganti semaunya.13 Senada dengan Kuntowijoyo. Mungkin kita boleh berbangga terhadap bangsa-bangsa lain di atas dunia atas prestasi bangsa Indonesia yang telah dicapai dalam membina kerukunan antar umat beragama. dan menghormati mitra dialognya. Pluralisme positiflah yang dipraktekkan Rasul di Madinah. Kaidah ini diperlukan agar tidak terjadi hubungan berdasarkan prasangka. Seorang pluralis. E. kerukunan tidak pernah terjadi. tetapi out ward looking yaitu memikirkan bersama bangsa ini. Itulah yang terjadi dalam forum-forum cendekiawan umat beagama. maka harus ada satu syarat. bukan lagi dialog antar agama.11 Pada tahun 1970-1990 kerukunan tidak pernah terjadi dalam praktek kehidupan masyarakat Indonesia. Pluralisme menjadi negatif apabila orang mengumpamakan agama seperti baju. dan ini tidak menguntungan bagi upaya menciptakan kerukunan.

p.Cit. 167-168 11 Ibid 12 Nasikun. kita juga masih disibukkan dengan terciptanya nilai-nilai pluralisme ke dalam (internal umat Islam). hal ini dapat dilihat dari adanya representasi NU. p. Potensi konflik di kalangan umat Islam sendiri tidak lebih kecil dari potensi konflik diantara Islam dan agama lain. 25 6 Alwi Shihab. (Jakarta : Paramadina. Op. di mana Islam merupakan panutan mayoritas. 1997). mereka selalu mengalami kesulitan. (Yogyakarta : kanisius. agamaagama lain tidak menglami kesulitan berarti.138 Volume 1. 267 5 Nurcholis. 184.hal. dalam Komaruddin Hidayat dan Ahmad Gaus EF (Ed). Kamus Teologi penerjemah Sunaryo. Nomor 2. hal. GANI .p. Nasionalisme refleksi Kritis Kaum Ilmuawan (Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Di sana umat Islam sejauh ini masih memperoleh kebebasan beragama. 4 3 Nurcholis Madjid.p. 227 2 Nurcholis Madjid. Op.hal.p. (Jakarta : Gramedia. Passing Over : Melintasi batas Agama. Selanjutnya lihat Nurcholis. Persis dan lain-lain. Telah maklum bahwa di dalam internal umat Islam Indonesia sendiri terdapat berbagai kelompok yang masing-masing memiliki kecenderungan pemahaman keagamaan sendiri-sendiri. Muhamadiyah. (Jakarta : Mizan. Kebebasan Beragama dasn Pluralisme dalam Islam. Lihat tulisan-tulisan Kontowijoyo dalam bukunya : Dinamika sejarah Umat Islam Indonesia. 1996). juga Paradigma Islam dan Identitas Politik Umat Islam (jakarta : Mizan. Secara organisatoris. tetapi sebaliknya dimana mayoritas bukan Islam dan umat Islam menjadi minoritas.Cit. 1997 ). p. 1998). 25 13 Muslim Abdurrahman. Islam Dokrin dan Peradaban. 4 Lihat. Pemikiran dan Aksi Islam Indonesia. p. 18. Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam A. Op. 19960. (Jakarta . Pustaka Pirdaus. Islam Transformatif. p. Islam Inklusif. 39 Komunitas.Syafe’i Anwar. 234-235 10 . Hal ini terbukti bahwa berbagai masyarakat dunia. 1995). 223 8 Menurut Nurcholis Islam adalah agama yang pengalamanya dalam melaksanakan toleransi dan pluralisme memiliki keunikan dalam sejarah agama-agama. 1999).cit. (Endnotes) 1 M. 41-42 7 Djohan Effendi dalam Syafi’i Anwar. (Jakarta : Paramadina. Juni 2005 Selain diperlukan pengembangan wacana pluralisme ke luar dalam hubungan Islam dengan non-Islam di kalangan umat Islam. Farrugia. 1992). kecuali di negaranegara demokratis Barat. 9 Syafi’i. hal. Gerald O’ Collins and Edward G. Islam Doktrin dan Peradaban.

Kamus Teologi terj. Islam Inklusif. (Jakarta : paramadina. Agama dan Pluralitas Masyarakat Bangsa. Pluralisme Tantangan Bagi Agama-agama. Islam Transformatif. 1994) ISLAM DAN PLURALISME DI INDONESIA . (Jakarta : Mizan. Islam Doktrin dsan Peradaban. 1992) Komaruddin Hidayat dan Ahmad Gaus. Suharyo (Yogyakarta : Kanisius. 1997) Norcholis Madjid. Basco (Yogyakarta : Kanisius. terj. 1997) Muslim Abdurrahman. (Jakarta : 1999) Geral O Collins & Edward G. 1995) Syafi’i Anwar. 1992) Syafi’i Anwar. Identitas Politik Umat Islam. (Jakarta : Pustaka Pirdaus. Passing Over Melintasi Batas Agama. 1998) Kuntowijoya. Pemikiran dan Akasi Islam Indonesia (Jakarata : Paramadina. (Jakarata : P3M. (Jakarta : Gramedia. 1996) Harold Coward.Topik Utama_________________________________________________________139 DAFTAR KEPUSTAKAAN Alwi Sihab. Farrugia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->