P. 1
Peribahasa Untuk Soal Mahfudzot

Peribahasa Untuk Soal Mahfudzot

|Views: 304|Likes:
Published by M Jauhar Haeckal

More info:

Published by: M Jauhar Haeckal on Nov 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/17/2015

pdf

text

original

Sedap jangan ditelan, pahit jangan segera dimuntahkan.

Berpikir baik-baik sebelum bertindak agar tidak kecewa. Putih kapas dapat dibuat, putih hati berkeadaan. Kebaikan hati yang bisa dilihat dari tingkah lakunya.

Ada uang abang disayang, tak ada uang abang melayang. Hanya mau bersama saat sedang senang saja, tak mau tahu di saat sedang susah. Menang jadi arang, kalah jadi abu. Kalah ataupun menang sama-sama menderita. Bagaikan abu di atas tanggul. Orang yang sedang berada pada kedudukan yang sulit dan mudah jatuh. Ada Padang ada belalang, ada air ada pula ikan. Di mana pun berada pasti akan tersedia rezeki buat kita. Adat pasang turun naik. Kehidupan di dunia ini tak ada yang abadi, semua senantiasa silih berganti.

Membagi sama adil, memotong sama panjang. Jika membagi maupun memutuskan sesuatu hendaknya harus adil dan tidak berat sebelah. Air beriak tanda tak dalam. Orang yang banyak bicara biasanya tak banyak ilmunya. Air tenang menghanyutkan. Orang yang kelihatannya pendiam, namun ternyata banyak menyimpan ilmu pengetahuan dalam pikirannya. Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga. Sifat-sifat anak biasanya menurun dari sifat orangtuanya. Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi. Menuntut ilmu hendaknya sepenuh hati dan tidak tanggung-tanggung agar mencapai hasil

Seiya sekata dalam semua keadaan. Barangsiapa menggali lubang. Badan boleh dimiliki. Sakit sama mengaduh. Ungkapan bahwa orang tersebut sudah memiliki kekasih. suatu saat pasti pernah melakukan kesalahan juga. Seseorang yang merasa hidupnya dikekang. Sepandai-pandainya manusia. Segala sesuatu dalam kehidupan bukan manusia yang menentukan. sangkar tetap sangkar juga. Orang yang berilmu tidak akan banyak bicara. luka sama mengeluh. Secara fisik mau menuruti segala macam perintah yang menindas. tong setengah yang berguncang. namun di dalam hati tetap menentang. Seberat-berat mata memandang. Tong kosong nyaring bunyinya. Karena kesalahan kecil. Seberat apapun penderitaan orang yang melihat. Tong penuh tidak berguncang. Bagaikan burung di dalam sangkar. Malang tak dapat ditolak. mujur tak dapat diraih. Sepandai-pandai tupai melompat. sekali waktu jatuh juga. . Jauh di mata dekat di hati Dua orang yang tetap merasa dekat meski tinggal berjauhan. Bermaksud mencelakakan orang lain. menghilangkan semua kebaikan yang telah diperbuat. Karena nila setitik. hati tetap merasa tersiksa juga. hati jangan. Meskipun hidup dalam kemewahan tetapi terkekang. Terbuat dari emas sekalipun. terutama dalam masalah percintaan. Orang tua yang bersikap seperti anak muda. hatinya sudah ada yang memiliki. masih lebih menderita orang yang mengalaminya. rusak susu sebelanga. berat juga bahu memikul.yang baik. tetapi orang bodoh biasanya banyak bicara seolah-olah tahu banyak hal. ia juga terperosok ke dalamnya. tetapi dirinya juga ikut terkena celaka. Orang sombong dan banyak bicara biasanya tidak berilmu. makin tua makin menjadi. Tua-tua keladi.

Kebaikan hati yang bisa dilihat dari tingkah lakunya. pahit jangan segera dimuntahkan. Belajar untuk mengendalikan diri dan meninggalkan kebiasaan bersenang-senang. peluk tubuh mengajar diri. Seperti lebah. Lubuk akal tepian ilmu. Perkataan yang tidak sesuai dengan kata hatinya. . Mau bekerja dengan baik jika sudah mendapat teguran. Seludang menolak mayang. Membelah dada melihat hati. Karena mata buta. Dibujuk ia menangis. Menjadi celaka karena terlalu menuruti hawa nafsunya. Jika ditampar sekali kena denda emas. Ungkapan untuk menyatakan kesungguhan. dua kali setampar emas pula. ditendang ia tertawa. karena hati mati. Harga suatu barang tentu disesuaikan dengan keadaan barang tersebut. Orang selalu mengerjakan sesuatu dengan hati-hati. Tolak tangan berayun kaki. pinggan tak retak. mulut bawa madu. Pandai berminyak air. meski besar ataupun kecil. Seseorang yang dikenal memiliki banyak ilmu pengetahuan. Berwajah rupawan namun perilakunya jahat. Setiap perbuatan jahat itu sama saja akibatnya. tidak jujur. Putih kapas dapat dibuat. pantat bawa sengat. Nasi tak dingin. Sebutan untuk orang sombong dan melupakan orang lain yang telah berjasa dalam hidupnya. Ada harga ada rupa. lebih baik ditampar betul-betul. putih hati berkeadaan. Sedap jangan ditelan. Berpikir baik-baik sebelum bertindak agar tidak kecewa.Lain di bibir lain di hati. Pandai menyusun kata-kata untuk mencapai maksudnya.

tertanggung pada rangsang sama mengiraikan. jika tidak menghendaki. Tertangguk pada ikan sama menguntungkan.Jika menghendaki sesuatu. .Hawa nafsu tidak boleh diremehkan harus dijaga sebaik-baiknya . . . Keuntungan yang didapatkan dinikmati bersama-sama. nafsu pantang kekurangan. gabak di hulu tanda akan hujan. berubah pula aturannya Bagaikan api makan ilalang kering. . . pasti mencari alasan Enak makan dikunyah. budi baik dikenang jua. bertambah pula biayanya .Sesuatu hal haruslah dimusyawarahkan terlebih dahulu Hawa pantang kerendahan. akan bertambah pula rezekinya Sekali air pasang. enak kata diperkatakan. Kemalangan yang datang tanpa bisa dihindari. bukan seribu dali. akan selalu dikenang meski seseorang sudah meninggal dunia Alang berjawab. Sekali air di dalam. dililit yang panjang.Bila bertambah anak. Suka dan duka dijalani bersama.Tambah banyak permintaannya.Perbuatan baik dibalas dengan perbuatan baik.Orang yang tidak mampu menolak bahaya yang menimpanya Hancur badan di kandung tanah. sekali pasir berubah. . Pangsa menunjukkan bangsa. umpama durian.Setiap terjadi perubahan pimpinannya. . Kita bisa melihat perangai seseorang melalui tutur katanya. kalau dilihat dia bersua. kesusahan yang dialami diatasi bersama-sama juga. amal kebaikan. Tambah air tambah sagu. tepuk berbatas. .Sesuatu pasti akan ada identitas atau tanda khususnya Orang mau seribu daya. Ditindih yang berat. . tiada dapat dipadamkan lagi. perbuatan jahat dibalas dengan perbuatan kejahatan pula Cuaca di langit pertanda akan panas.Kalau dipanggil dia menyahut. sekali tepian beranjak. Bisa menyampaikan maksud dengan cara yang tepat.Budi pekerti. pasti akan mendapatkan jalan.

Jika tidak bersenjata atau tidak bertenaga. dua kali jalan tahu. pahit jangan dimuntahkan. hilang kabut tampaklah dia. baik berjalan lapang.Bagaimanapun bodohnya seseorang. kadang di bawah dan kadang di atas Kalau tiada senapang. di sana musang mengintai. .Segala pekerjaan harus dilakukan menurut tata cara aturannya masing-masing Lemak manis jangan ditelan. walaupun perselisihan itu sudah berakhir Makan hati berulam rasa.Segala sesuatu yang berlebihan atau kurang akan berakibat kurang baik Menghela lembu dengan tali.perundingan yang baik jangan disia-siakan. . . . . .Suatu pekerjaan yang dilakukan dengan keyakinan dan kesabaran akan membuahkan hasil yang baik Di mana kayu bengkok. . tetapi hendaknya dipikirkan secara dalamdalam Menanti-nanti bagaikan bersuamikan raja. jika sekali tertipu.Sekali jalan terkena. tiga kali jalan jera.Setiap perselisihan selalu meninggalkan bekas dalam hati orang yang berselisih. setahun selembar kain. kerjakanlah dengan sabar tidak perlu tergesa-gesa Sehari selembar benar. sebaiknya mengalah . . menghela manusia dengan kata. .Hal yang sudah pasti. .Menderita karena perbuatan orang yang kita sayang Untung bagaikan roda pedati.Keberuntungan atau nasib manusia tiada tetap.Menantikan bantuan dari orang yang tidak dapat memberikan bantuan Luka sudah hilang parut tinggal juga. kurang aru berpelanting. sekali ke bawah sekali ke atas. . tak akan mau tertipu lagi untuk kedua kalinya Jangan disesar gunung berlari.Orang yang sedang lengah mudah dimanfaatkan oleh musuhnya Terlalu aru berpelanting. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->