Sedap jangan ditelan, pahit jangan segera dimuntahkan.

Berpikir baik-baik sebelum bertindak agar tidak kecewa. Putih kapas dapat dibuat, putih hati berkeadaan. Kebaikan hati yang bisa dilihat dari tingkah lakunya.

Ada uang abang disayang, tak ada uang abang melayang. Hanya mau bersama saat sedang senang saja, tak mau tahu di saat sedang susah. Menang jadi arang, kalah jadi abu. Kalah ataupun menang sama-sama menderita. Bagaikan abu di atas tanggul. Orang yang sedang berada pada kedudukan yang sulit dan mudah jatuh. Ada Padang ada belalang, ada air ada pula ikan. Di mana pun berada pasti akan tersedia rezeki buat kita. Adat pasang turun naik. Kehidupan di dunia ini tak ada yang abadi, semua senantiasa silih berganti.

Membagi sama adil, memotong sama panjang. Jika membagi maupun memutuskan sesuatu hendaknya harus adil dan tidak berat sebelah. Air beriak tanda tak dalam. Orang yang banyak bicara biasanya tak banyak ilmunya. Air tenang menghanyutkan. Orang yang kelihatannya pendiam, namun ternyata banyak menyimpan ilmu pengetahuan dalam pikirannya. Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga. Sifat-sifat anak biasanya menurun dari sifat orangtuanya. Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi. Menuntut ilmu hendaknya sepenuh hati dan tidak tanggung-tanggung agar mencapai hasil

Segala sesuatu dalam kehidupan bukan manusia yang menentukan. hati jangan. menghilangkan semua kebaikan yang telah diperbuat. tetapi dirinya juga ikut terkena celaka. Orang yang berilmu tidak akan banyak bicara. rusak susu sebelanga. masih lebih menderita orang yang mengalaminya. Orang sombong dan banyak bicara biasanya tidak berilmu. Karena nila setitik. Malang tak dapat ditolak. berat juga bahu memikul. ia juga terperosok ke dalamnya. terutama dalam masalah percintaan. tong setengah yang berguncang. . Sepandai-pandai tupai melompat. Seberat apapun penderitaan orang yang melihat. Meskipun hidup dalam kemewahan tetapi terkekang. Jauh di mata dekat di hati Dua orang yang tetap merasa dekat meski tinggal berjauhan. Seiya sekata dalam semua keadaan. Bermaksud mencelakakan orang lain. Ungkapan bahwa orang tersebut sudah memiliki kekasih. Orang tua yang bersikap seperti anak muda. namun di dalam hati tetap menentang. Karena kesalahan kecil. Terbuat dari emas sekalipun. suatu saat pasti pernah melakukan kesalahan juga. Barangsiapa menggali lubang. luka sama mengeluh. Tong kosong nyaring bunyinya. sekali waktu jatuh juga. hatinya sudah ada yang memiliki. Badan boleh dimiliki. Seberat-berat mata memandang. Secara fisik mau menuruti segala macam perintah yang menindas.yang baik. Tua-tua keladi. Bagaikan burung di dalam sangkar. hati tetap merasa tersiksa juga. makin tua makin menjadi. Seseorang yang merasa hidupnya dikekang. Sakit sama mengaduh. sangkar tetap sangkar juga. mujur tak dapat diraih. Sepandai-pandainya manusia. Tong penuh tidak berguncang. tetapi orang bodoh biasanya banyak bicara seolah-olah tahu banyak hal.

Perkataan yang tidak sesuai dengan kata hatinya. Pandai berminyak air. Sebutan untuk orang sombong dan melupakan orang lain yang telah berjasa dalam hidupnya. Ada harga ada rupa. Dibujuk ia menangis. Mau bekerja dengan baik jika sudah mendapat teguran. Lubuk akal tepian ilmu. meski besar ataupun kecil. pinggan tak retak. ditendang ia tertawa. Sedap jangan ditelan. pantat bawa sengat. Orang selalu mengerjakan sesuatu dengan hati-hati. mulut bawa madu. . Pandai menyusun kata-kata untuk mencapai maksudnya. Membelah dada melihat hati. lebih baik ditampar betul-betul. Nasi tak dingin. Ungkapan untuk menyatakan kesungguhan. tidak jujur. Karena mata buta. Berpikir baik-baik sebelum bertindak agar tidak kecewa. karena hati mati. pahit jangan segera dimuntahkan. Jika ditampar sekali kena denda emas. Belajar untuk mengendalikan diri dan meninggalkan kebiasaan bersenang-senang. Menjadi celaka karena terlalu menuruti hawa nafsunya. Putih kapas dapat dibuat. peluk tubuh mengajar diri. dua kali setampar emas pula. Seseorang yang dikenal memiliki banyak ilmu pengetahuan. Seperti lebah. Tolak tangan berayun kaki. Kebaikan hati yang bisa dilihat dari tingkah lakunya. Seludang menolak mayang. Setiap perbuatan jahat itu sama saja akibatnya. putih hati berkeadaan. Berwajah rupawan namun perilakunya jahat. Harga suatu barang tentu disesuaikan dengan keadaan barang tersebut.Lain di bibir lain di hati.

pasti akan mendapatkan jalan. . berubah pula aturannya Bagaikan api makan ilalang kering. . perbuatan jahat dibalas dengan perbuatan kejahatan pula Cuaca di langit pertanda akan panas. akan bertambah pula rezekinya Sekali air pasang.Budi pekerti. bertambah pula biayanya . pasti mencari alasan Enak makan dikunyah. Sekali air di dalam.Bila bertambah anak. amal kebaikan. . enak kata diperkatakan. . kesusahan yang dialami diatasi bersama-sama juga. tiada dapat dipadamkan lagi.Sesuatu pasti akan ada identitas atau tanda khususnya Orang mau seribu daya.Hawa nafsu tidak boleh diremehkan harus dijaga sebaik-baiknya . dililit yang panjang. sekali pasir berubah.Jika menghendaki sesuatu.Orang yang tidak mampu menolak bahaya yang menimpanya Hancur badan di kandung tanah. . . budi baik dikenang jua. Tertangguk pada ikan sama menguntungkan. . Bisa menyampaikan maksud dengan cara yang tepat. akan selalu dikenang meski seseorang sudah meninggal dunia Alang berjawab. . Kita bisa melihat perangai seseorang melalui tutur katanya. Suka dan duka dijalani bersama. nafsu pantang kekurangan. sekali tepian beranjak. Ditindih yang berat. . bukan seribu dali.Sesuatu hal haruslah dimusyawarahkan terlebih dahulu Hawa pantang kerendahan. Tambah air tambah sagu. tertanggung pada rangsang sama mengiraikan.Setiap terjadi perubahan pimpinannya. Kemalangan yang datang tanpa bisa dihindari. Pangsa menunjukkan bangsa. Keuntungan yang didapatkan dinikmati bersama-sama. umpama durian. jika tidak menghendaki. kalau dilihat dia bersua. gabak di hulu tanda akan hujan. tepuk berbatas.Kalau dipanggil dia menyahut.Tambah banyak permintaannya.Perbuatan baik dibalas dengan perbuatan baik.

Menderita karena perbuatan orang yang kita sayang Untung bagaikan roda pedati. . tiga kali jalan jera.perundingan yang baik jangan disia-siakan. . . di sana musang mengintai. kurang aru berpelanting. pahit jangan dimuntahkan. setahun selembar kain. menghela manusia dengan kata. hilang kabut tampaklah dia.Jika tidak bersenjata atau tidak bertenaga. sebaiknya mengalah . . . kerjakanlah dengan sabar tidak perlu tergesa-gesa Sehari selembar benar. sekali ke bawah sekali ke atas. dua kali jalan tahu.Bagaimanapun bodohnya seseorang.Segala pekerjaan harus dilakukan menurut tata cara aturannya masing-masing Lemak manis jangan ditelan.Sekali jalan terkena. .Orang yang sedang lengah mudah dimanfaatkan oleh musuhnya Terlalu aru berpelanting. . baik berjalan lapang. .Suatu pekerjaan yang dilakukan dengan keyakinan dan kesabaran akan membuahkan hasil yang baik Di mana kayu bengkok. .Segala sesuatu yang berlebihan atau kurang akan berakibat kurang baik Menghela lembu dengan tali. jika sekali tertipu. walaupun perselisihan itu sudah berakhir Makan hati berulam rasa. . .Setiap perselisihan selalu meninggalkan bekas dalam hati orang yang berselisih.Menantikan bantuan dari orang yang tidak dapat memberikan bantuan Luka sudah hilang parut tinggal juga. . tetapi hendaknya dipikirkan secara dalamdalam Menanti-nanti bagaikan bersuamikan raja.Keberuntungan atau nasib manusia tiada tetap. tak akan mau tertipu lagi untuk kedua kalinya Jangan disesar gunung berlari. kadang di bawah dan kadang di atas Kalau tiada senapang.Hal yang sudah pasti.