P. 1
laporan kristalografi

laporan kristalografi

|Views: 525|Likes:
Published by Lita Ode

More info:

Published by: Lita Ode on Nov 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/19/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Maksud      Menentukan nama system kristal. Mengetahui sumbu simetri dari suatu mineral peraga. Mengetahui bidang simetri dari suatu mineral peraga. Mengklasifikasikan nama kelas system Kristal. Mengetahui contoh mineral dari suatu sistem kristal.

1.2 Tujuan  Mampu menentukan nama system Kristal.  Mampu menentukan sumbu simetri dari suatu mineral peraga.  Mampu menentukan bidang simetri dari suatu mineral peraga.  Mampu mengklasifikasikan nama kelas system Kristal.

1

BAB II DASAR TEORI

2.1 Definisi Kristalografi adalah sains eksperimental yang bertujuan menentukan susunan atom dalam zat padat. Kata "kristalografi" berasaldari kata bahasa Yunani crystallon = tetesan dingin/beku, dengan makna meluas kepada semua padatan transparan pada derajat tertentu, dan graphein = menulis. Sebelum perkembangan kristalografi difraksi sinar X, studi Kristal didasarkan kepada geometrikristal. Ini termasuk mengukur sudut permukaan Kristal relative terhadap sumbu referensi teoretis (sumbu kristalografik), dan menetapkan kesetangkupan kristal yang bersangkutan. Yang pertama dilaksanakan menggunakan goniometer. Metode kristalografis saat ini tergantung kepada analisis pola hamburan yang muncul dari sampel yang dibidik oleh berkas sinar tertentu. Berkas tersebut tidak mesti selalu radias ielek tromagnetik, meskipun sinar X merupakan pilihan yang paling umum. Untuk beberapa keperluan elektron atau neutron juga digunakan, yang dimungkinkan karena sifat gelombang partikel tersebut. Para ahli kristalografi sering menyatakan secara eksplisit jenis berkas yang digunakan. Ketiga jenis radiasiini (sinar X, elektron, dan neutron) berinteraksi dengan specimen dengan cara yang berbeda. Sinar X berinteraksi dengan agihan (distribusi) spasial elektron valensi, sementara electron merupakan partikel bermuatan, dan karena itu merasakan agihan total inti atom dan elektron yang mengelilinginya. Neutron dihamburkan oleh inti atom lewat gaya nuklir kuat, dan tambahan lagi, momen magnetik neutron tidaklah nol. Karena itu neutron juga dihamburkan oleh medan magnet. Bila neutron dihamburkan oleh bahan yang mengandung hidrogen, berkas tersebut menghasilkan poladifraksi dengan tingkat derau tinggi.

2

Karena bentuk-bentuk interaksi yang berbeda ini, ketiga jenis radiasi tersebut cocok untuk studi kristalografi berbeda-beda.

2.2 Struktur Kristal Pada mineralogi dan kristalografi, struktur Kristal adalah susunan unik dari atom-atom disebuah Kristal. Struktur Kristal tersusun berdasarkan sebuah pola, sekumpulan atom yang tersusun pada sebuah system khusus dan pola-pola geometris tertentu. Pola-pola terletak sepanjang titik-titik dari pola-pola geometris. Titik tersebut dapat diumpamakan sebagai pembetukan kotak-kotak tipis yang identik yang disebut sel unit, yang mengisi ruang di pola-pola geometris. Panjang tepi dari sebuah sel unit dan sudut-sudut diantaranya disebut parameter pola geometri. Struktur Kristal dan sumbu Kristal berguna untuk menerangkan sifat-sifatnya seperti pecahan, struktur ikatan electron, dan sifat-sifat optiknya.

2.3 Sistem Kristal Seperti sudah diketahui bahwa Kristal ialah suatu zat padat yang terjadi karena alamiah tersusun atas zat anorganik dan dibatasi oleh bidang-bidang datar tertentu. Kristal memiliki struktur internal yang sudah tentu dapat digambarkan secara geometris. Bidang-bidang batas dari Kristal tersebut oleh suatu garis atau arah dapat ditentukan posisinya. Garis atau arah tersebut dinaaan sumbu Kristal. Kristal mineral dibagi menjadi 7sistem Kristal, pembagian tersebut didasarkan atas: 1. Jumlah sumbu Kristal 2. Letak sumbu Kristal terhadap sumbu yang lain 3. Besarnya parameter masing-masing sumbu

3

1 Sudut dan penjuru kristalografi Berikut ini merupakan 7 sistem Kristal. Contoh gambar mineral isometric : 4 . Sistem Isometrik Terdiri atas tiga buah sumbu (a.Gambar 2.a3 yang saling tegak lurus satu sama lain.2 system isometric Wujud dari sistem isometric mempunyai delapan bidang yang membentuk suatu oktrahedron. dengan panjang yang sama a = b = c. atau a1 = a2 = a3 α = β = γ = 90o Gambar 2.b.c) atau a1.a2. yaitu : 1.

(b)Fluorite. (c) Hetaerolite 5 . dua sumbu sama panjang (a1 = a2) dan satu sumbu yang lain tidak sama panjang (sumbu c) a1 = a2 ≠ c. (d)Diamond.(a) (b) (c) (d) (e) Gambar 2.4 Sistem Tetragonal Gambar mineral tetragonal (a) (b) (c) Gambar 2. (b) Aphopyllite. Sistem tetragonal Terdiri atas tiga buah sumbu (a1.5 Mineral Tetragonal : (a) Wufenite. α = β = γ = 90o Gambar 2. (e)Garnet 2.a2.c) yang saling tegak lurus satu sama lain.3 Mineral Isometrik: (a)Pyrite. (c)Spinel.

a2.3. α = β = γ = 90o Gambar 2.b.7 Mineral Othorhombic : (a) Topaz. (c) Aragonite 4. dengan panjang sumbu tidak ada yang sama satu sama lain a ≠ b ≠ c. Sistem Heksagonal Terdiri atas empat buah sumbu (a1. Sistem Othorhombic Terdiri atas tiga buah sumbu (a.a3 dan c) tiga buah sumbu sama panjang (a1 = a2 = a3) yang saling membentuk sudut 120o dalam satu bidang satu sumbu lainnya (sumbu c) tegak lurus dengan ketiga sumbu yang lain dengan panjang yang tidak sama a1 = a2 = a3 ≠ c. (b)Barite.6 Sistem Othorhombic Contoh gambar mineral othorhombik : (a) (b) (c) Gambar 2.c) yang saling tegak lurus satu sama lain. 6 .

Sistem Trigonal Memiliki tga sumbu yang sama panjangnya dan membentuk sudut tidak salling tegak lurus atau 90o. a1 = a2 = a3 ≠ c. (e)Chaoite 5. (b)Quartz. (c)Mixite. Gambar 2. Satu sumbu tegak berbeda panjangnya (sumbu c) dan tiga sumbu yang lain mempunyai panjang yang sama.Gambar 2.10 : Sistem Trigonal 7 .8 : Sistem Hexagonal Contoh gambar mineral hexagonal : (a) (b) (c) (d) (e) Gambar 2.9 Mineral Hexagonal: (a) Apatite. (d)Beryl.

dan c. Gambar 2.12 : Sistem Monoklin Kesimetrian dari sistem ini dalam kelas holohedral menghasilkan elemen-elemen simetri. Sumbu a disebut sumbu klino dan sumbu b disebut sumbu orto. Sumbu b dan c. Sistem Monoklin Sumbu-sumbu kristalografi yang terdapat pada sistem monokliln yaitu terdiri dari sumbu a. seperti : 8 .Contoh gambar mineral Trigonal : (a) (b) (c) (d) (e)Corondum (e) Gambar 2. (d)Calcite. 6. Ketiga sumbu tersebut memiliki panjang yang berbeda.11 Mineral Trigonal: (a)Arsenic. b. juga sumbu a dan b membentuk sudut 90°. (b)Arctite. sedangkan sudut yang dibentuk oleh sumbu a dengan sumbu c disebut sumbu beta yang mana besar sudut tersebut untuk setiap mineral berbeda. (c)Haydeeitee.

(c) marianoite. (e) Amicite (e) Gambar 2. b. Sistem Triklin Pada sistem triklin. augit. Satu pusat simetri. Salah satu dari sumbu-sumbu tersebut sebagai sumbu c. Satu bidang simetri – dibentuk oleh sumbu a dan c. Mineral-mineral terpenting dalam sistem monoklin dan banyak terdapat pada berbagai batuan yaitu ortoklas. (d) 7.a. 9 . Sudut-sudut tersebut adalah ciri khas dari sistem triklin. dan sumbu a. dan dua sumbu lainnya adalah sumbu b. hornblende. (b) Gypsum. yaitu sumbu terpendek yang disebut sumbu brakia. yaitu yang lebih panjang dari sumbu c yang disebut sumbu makro. muskovit.13 Mineral Monoclin : (a) Orthoclase. yaitu sumbu vertikal. Contoh gambar mineral Monoklin : (a) (b) (c) (d) Brucite. dan lain sebagainya. yaitu sumbu b kristalografi. c. sumbu-sumbu kristalografi tidak membentuk sudut 90° atau tegak lurus antara yang satu dengan yang lainnya. Satu sumbu simetri diagonal. namun membentuk sudut yang bermacam-macam. klorit.

(f) Nekoite 2. Contoh gambar mineral Triklin : (a) (b) (c) d) (e) (f) Gambar 2.14 Sistem Triklin Kesimetrian dari sistem triklin dari kelas holohedral hanya memiliki sebuah unsur simetri. yaitu pusat simetri. Hal tersebut diakibatkan dari susunan pararel dalam pembentukan kristal. Mineral-mineral yang terpenting dalam sistem ini adalah mineral dalam kelompok plagioklas dan mineral kianit sebagai mineral metamorfik. (b) Wilkinsonite. Penentuan kelas-kelas Kristal tergantung dari banyaknya unsur-unsur yang terkandung dalam Kristal.15 Mineral Triklin : (a) Fluckite. (e) Talc. (d) Albite. Unsur-unsur tersebut diantaranya : 10 . (c) Miserite.Gambar 2.4 Unsur-unsur simetri Kristal Dari masing-masing system Kristal dapat dibagi lebih lanjut menjadi kelas-kelas Kristal.

Bidang Simetri 2. Pusat Simetri 11 . Sumbu Simetri 3.1.

6.2.Planes Center Symbols Fold Fold (3) 23 3 yes 2/m 3 6 4 3m 3 432 3 9 yes 4/m 3 2/m 4 1 4 1 1 yes 4/m 2 4 2m 1 1 1 1 1 1 1 4 5 2 3 1 1 4 6 7 3 3 1 yes yes yes yes yes yes 4mm 422 4/m 2/m 2/m mm2 222 2/m 2/m 2/m 6 6 6/m 6m2 6mm 622 6/m 2/m 2/m 3 3 3m 32 3 2/m m Tetartoidal Diploidal Hextetrahedral Gyroidal Hexoctahedral Disphenoidal Tetragonal Pyramidal Dipyramidal Scalenohedral Ditetragonal pyramidal Trapezohedral DitetragonalDipyramidal Pyramidal Orthorhombic Disphenoidal Dipyramidal Trigonal Dipyramidal Pyramidal Dipyramidal Ditrigonal Dipyramidal Dihexagonal Pyramidal Trapezohedral Dihexagonal Dipyramidal Pyramidal Rhombohedral Ditrigonal Pyramidal Trapezohedral Hexagonal Scalenohedral Domatic Hexagonal Trigonal Monoclinic 12 .3Fold Fold 3 3 3 6 6 1 3 4 4 1 3 3 3 6 6 3 3 4 4 4 4 4 1 1 1 1 1 1 1 HermannMaugin 4.5 Herman Maugin Symbol AXES System (1) Isometric Class Name (2) 2.

Triclinic Sphenoidal Prismatic Pedial Pinacoidal 1 1 - - - - 1 - yes yes 2 2/m 1 1 Table 2.1 : Herman Maugin Simbol 13 .

Crystal class : Dihexagonal Pyramidal 6. 2. 3-fold = iii.edu/home/mcclurem/pt able/silicon/si. 6-fold = 1 5. 2–fold = ii. 4-fold = iv.htm 14 .1 Beryl http://www. Deskripsi System crystal : hexagonal Symmetrical core : ada Symmetrical lane : 6 Symmetrical axes : i. 4.BAB III LEMBAR DESKRIPSI 3. Examples Minerals : Beryl.uncp. HM Symbols : 6mm 7. 5-fold = v. 3. Covelit. Pirotit Gambar Mineral : Gambar Model : Gambar 1.1 Lembar Deskripsi Kristalografi 3D (245) Gambar Peraga 1.

3.2 Mesolit http://www. 3-fold = iii. Crystal class : prismatic 6. 5-fold = v. mesolit Gambar Mineral : Gambar Model : Gambar 1. 2–fold = 1 ii. 2.galleries. 4. Examples Minerals : afwilite.com/minerals/silica te/mesolite/mesolite. 6-fold = 5.3. 4-fold = iv. HM Symbols : 2/m 7.2 Lembar Deskripsi Kristalografi 3D(11) Gambar Peraga 1. Deskripsi System crystal : monoklin Symmetrical core : ada Symmetrical lane : 1 Symmetrical axes : i.htm 15 .

HM Symbols : 2/m 2/m 2/m 7.3.3 Gambar Aksaite http://www. Deskripsi System crystal : Orthorombik Symmetrical core : ada Symmetrical lane : 3 Symmetrical axes : i. 3-fold = iii.htm 16 .3 Lembar Deskripsi Kristalografi 3D (KL6A) Gambar Peraga 1. 3. 4-fold = iv. Examples Minerals : aksaite. 2–fold = 3 ii.edu/home/mcclurem/ptable/silicon/si . 5-fold = v. 6-fold = 5. Crystal class : dypiramidal 6. topaz Gambar Mineral : Gambar Model : Gambar 1. 2. 4.aragonite.uncp.

anorthoklas. 3-fold = iii.mineralienatlas. HM Symbols :1 7. Rodonit Gambar Model : Gambar Mineral : Gambar 1. 5-fold = v. Deskripsi System crystal : triklin Symmetrical core : ada Symmetrical lane : Symmetrical axes : i.3. 4-fold = iv. Examples Minerals : miroklin. 2–fold =ii. 3.4 anorthoklas http://www. 4. 2. Crystal class : Pinacoidal 6.de/lexikon/index .4 LEMBAR DESKRIPSI KRISTALOGRAFI 3D (KL 19) Gambar Peraga 1.php/Bildanzeige?pict=1189769187&lang=e n&language=english 17 . 6-fold = 5.

coalliance.org/cog/fez/collection/c og:485 18 . 4. Deskripsi System crystal Symmetrical core Symmetrical lane Symmetrical axes i. 3-fold = iii. 7. : hexagonal : ada :7 : : dihexagonal dypiramida HM Symbols : 622 Examples Minerals : Beryl. 4-fold = iv. 6-fold = 1 5. Pirotit Gambar Mineral : Gambar Model : Gambar 1.LEMBAR DESKRIPSI KRISTALOGRAFI 3D (KR 27) Gambar Peraga 1. 3.5 Covelit http://adr. Crystal class 6. Covelit. 5-fold = v. 2. 2–fold = 6 ii.

4-fold = 1 iv.6 LEMBAR DESKRIPSI KRISTALOGRAFI 3D (KL2b) Gambar Peraga 1.realgems.3.6 anatase http://www. HM Symbols : 4/m 2/m 2/m 8.html 19 . 4. 6. 5-fold = v. rutit. Examples Minerals : anatase. 2.org/list_of_gemstones/ anatase. Deskripsi System crystal Symmetrical core Symmetrical lane Symmetrical axes i. 2–fold = 4 ii. 3. 3-fold = iii. 6-fold = Crystal class : tetragonal : ada :5 : 5. piroklit Gambar Mineral : Gambar Model : Gambar 1. : Ditetragonal dipyramidal 7.

Calcite.3.7 Deskripsi ke-7 1) System Crystal 2) Symmetrical core 3) Symmetrical lane 4) Symmetrical axes 2 -fold = 3 3 -fold = 1 4 -fold = 6 -fold = 5) Crystal Class 6) Hermann Maugin Symbols 7) Examples Minerals Corondum : Trigonal : ada :4 : : Hexagonal Scalenohedral : 3 2/m : Arsenic. Arctite. Haydeeitee. 20 .

Hetaerolite 21 . Wulfanite.8 Deskripsi ke-8 1) System Crystal 2) Symmetrical core 3) Symmetrical lane 4) Symmetrical axes 2 -fold = 4 3 -fold = 4 -fold = 1 6 -fold = 5) Crystal Class 6) Hermann Maugin Symbols Examples Minerals : Tetragonal : ada :5 : : Ditetragonal Dipyramidal : 4/m 2/m 2/m : Apphylite.3.

Brucite. Gypsum 22 .3.9 Deskripsi ke-9 1) System Crystal 2) Symmetrical core 3) Symmetrical lane 4) Symmetrical axes 2 -fold = 1 3 -fold = 4 -fold = 6 -fold = 5) Crystal Class 6) Hermann Maugin Symbols 7) Examples Minerals : Monoklin : ada :1 : : Prismatic : 2/m : Marianoite.

kyanit. mikrolin 23 .10 Deskripsi ke-10 1) System Crystal 2) Symmetrical core 3) Symmetrical lane 4) Symmetrical axes 2 -fold = 3 -fold = 4 -fold = 5 -fold = 6 -fold = 5) Crystal Class 6) Hermann Maugin Symbols 7) Example Minerals : Triclinic : Tidak ada (kiri) dan ada (kanan) :: : Pedial (kiri) dan Pinacoidal (kanan) :1 : plagioclase.3.

11 Deskripsi ke-11 1) System Crystal 2) Symmetrical core 3) Symmetrical lane 4) Symmetrical axes 2 -fold = 3 3 -fold = 4 -fold = 6 -fold = 5) Crystal Class 6) Hermann Maugin Symbols Examples Minerals : Orthorombic : ada :3 : : Dipyramidal : 2/m 2/m 2/m : Aragonite. Topaz. Barite.3. 24 .

florit. pirit.3. 25 .13 Deskripsi ke-13 1) System Crystal 2) Symmetrical core 3) Symmetrical lane 4) Symmetrical axes 2 -fold = 6 3 -fold = 4 4 -fold = 3 6 -fold = 5) Crystal Class 6) Hermann Maugin Symbols Examples Minerals : Isometric : ada : 9 : ada : Hexoctahedral : 4/m 3 2/m : diamond.

a┴b. pirotit. dengan simbol 6mm mineral kristal ini adalah beryl.BAB IV PEMBAHASAN 4. b ˄ a = 45° dan b ˄ c = 90°.c tersebut saling berbeda panjangnya.d tersebut sama panjangnya. yang mempuyai symmetrical core dan 1 symmetrical lane. dan contoh 4. Ketiga sumbu a. untuk 3 fold.2 Deskripsi ke-2 Setelah dideskripsikan pada peraga bernomor 11 ini ternyata kristal ini mempunyai 3 sumbu. 3 fold dan 4 fold tidak mempunyai sumbu putar. b┴c. b ˄ d = 40°. Perbandingan sumbu a:b:c = 3:1:6. kemudian di tembakan menembus dinding yang sama. Dari hasil parameter tersebut dapat dinamakan kristal ini adalah Monoklin.d panjangnya berbeda dengan c Perbandingan sumbu b:d:c = 3:1:6. Untuk deskripsi simetri axes. Dapat dibuktikan dengan meletakan sebuah titik pada salah salah satu bidang. Dari hasil parameter tersebut dapat dinamakan kristal ini adalah Hexagonal. untuk 2 fold sebanyak 1 sumbu putar. Ketiga sumbu a.1 Deskripsi ke-1 Setelah dideskripsikan ternyata Kristal yang memiliki nomer peraga 245 ini mempunyai 4 sumbu. tetapi sumbu a. covelit. b ˄ a = 20° dan b ˄ c = 90°. Dapat dibuktikan dengan meletakan sebuah titik pada salah salah satu bidang. Setelah melihat tabel Herman maugin symbol kristal ini masuk dalam kelas kristal Dihexagonal-pyramidal. yang mempuyai symmetrical core dan 6 symmetrical lane. untuk 2 fold. Untuk deskripsi simetri axes. 4 fold dan 6 fold tidak mempunyai sumbu putar. b┴c. dan 6 fold mempunyai 1 sumbu putar. kemudian di tembakan menembus dinding yang sama.b. yaitu a┴c. d┴c.b.b. 26 .

4. alat peraga yang digunakan adalah peraga dengan nomor peraga KL19. sumbu b adalah sumbu menengah dan sumbu c adalah sumbu terpanjang.Setelah melihat tabel Herman maugin symbol kristal ini masuk dalam kelas kristal Spenoidal dengan simbol 2/m dan contoh mineral kristal ini adalah afwilite. Aragonite. b. Topaz. 4. b dan c. Sehingga peraga tersebut dapat diklasifikasikan kedalam sistem orthorombik. Kesimetrian yang dibangun oleh peraga KL 6A ini adalah memiliki 3 bidang simetri berupa sebuah bidang mendatar dan 2 bidang tegak serta adanya pusat simetri. 27 . Sumbu a adalah sumbu terpendek. Bangun ini memiliki sumbu simetri putar 2 fold sebanyak 3 maksudnya apabila bangun ini diputar akan memiliki 2 kenampakan yang sama di 3 sumbu yaitu a. Maka mineral-mineral yang sesuai dengan system peraga diatas adalah Aksaite.4 Deskripsi ke-4 Pada deskripsi ke-4. dan c) yang tidak sama panjang dan tidak ada yang saling tegak lurus. b. Memiliki sistem kristal yang terdiri atas 3 buah sumbu (a. Memiliki sistem kristal yang terdiri atas 3 buah sumbu (a. alat peraga yang digunakan adalah peraga dengan nomor peraga KL 6A. Berdasarkan hasil deskripsi dan karakteristik diatas maka peraga dengan nomor KR3 ini diklasifikasikan kedalam kelas Dipyramidal dari sistem ortorombik dan memiliki symbol Maugin symbol: 2/m 2/m 2/m. dan c) yang saling tegak lurus satu sama lain dengan panjang sumbu yang tidak sama satu dengan yang lainnya. Penamaan dari kristal juga ditentukan oleh bentuk melintang dari sumbusumbu tersebut. Sehingga peraga tersebut dapat diklasifikasikan kedalam sistem triklin.3 Deskripsi ke-3 Pada deskripsi ke-3. mesolit.

b.Sistem kristal ini tidak memiliki bidang simetri dan juga tidak mempunyai pusat simetri. untuk 3 fold dan 4 fold tidak mempunyai sumbu putar. Memiliki sistem kristal yang terdiri atas 3 sumbu yaitu a. Untuk deskripsi simetri axes. Maka mineral-mineral yang sesuai dengan system peraga diatas adalah miroklin. b ˄ d = 40°.d tersebut sama panjangnya. b┴c. yang mempuyai symmetrical core dan 7 symmetrical lane. Dari hasil parameter tersebut dapat dinamakan kristal ini adalah Hexagonal. yaitu a┴c. Berdasarkan hasil deskripsi dan karakteristik diatas maka peraga dengan nomor KR 23 ini diklasifikasikan kedalam kelas kristal Dihexagonal dipyramidal dari system hexagonal dan memiliki symbol Maugin symbol: 6m/2m/2m. covelit. tetapi sumbu a. alat peraga yang digunakan adalah peraga dengan nomor peraga KL2B. d┴c.6 Deskripsi ke-6 Pada deskripsi ke-6. Maka mineral-mineral yang sesuai dengan system peraga diatas adalah berryl. tiga.5 Deskripsi ke-5 Setelah dideskripsikan ternyata Kristal yang bernomor peraga KR 23 ini mempunyai 4 sumbu. kemudian di tembakan menembus dinding yang sama.d panjangnya berbeda dengan c Perbandingan sumbu b:d:c = 3:1:6. Dapat dibuktikan dengan meletakan sebuah titik pada salah salah satu bidang. Ketiga sumbu a. empat. b dan c dimana ketiga sumbu tersebut saling tegak lurus satu sama lain. 4.b. untuk 2 fold sebanyak 6 sumbu putar. Berdasarkan hasil deskripsi dan karakteristik diatas maka peraga dengan nomor KR7 ini diklasifikasikan kedalam kelas kristal pedial dari system triklin dan memiliki symbol Maugin symbol: 1. Pada peraga KL 19 ini juga tidak ditemukan adanya sumbu simetri putar baik untuk kenampakan dua. lima. dan 6 fold mempunyai 1 sumbu putar. 4. Sumbu horizontal (sumbu a dan b) saling tegak lurus dan mempunyai panjang yang sama sehingga sumbu b seringkali dinotasikan sebagai sumbu a2. b ˄ a = 20° dan b ˄ c = 90°. Sumbu 28 . anorthoklas. rodonit. pirotit. maupun enam.

Kesimetrian yang dibangun oleh peraga KL2B ini adalah memiliki 5 bidang simetri dan adanya pusat simetri. Sumbu lainnya adalah sebuah sumbu tegak yang memiliki panjang dua kali panjang sumbu horizontal dapat dinotasikan sebagai sumbu c. a2. Hetaerolite 4. Wulfanite. a2 dan a3. Selain itu. Kesimetrian yang dibangun oleh gambar tersebut adalah memiliki 4 bidang simetri dan adanya pusat simetri.7 Deskripsi ke-7 Pada deskripsi ke-7. Bangun ini memiliki sumbu simetri putar 2 fold sebanyak 4. maksudnya apabila bangun ini diputar akan memiliki 3 kenampakan yang sama di 1 sumbu yaitu sumbu c. 29 . maksudnya apabila bangun ini diputar akan memiliki 2 kenampakan yang sama di 3 sumbu yaitu di sumbu a1. gambar ini memiliki sistem kristal yang terdiri atas 4 sumbu simetri dimana 3 sumbu horizontal dan membentuk sudut tidak saling tegak lurus (900).c merupakan sumbu yang tegak lurus dengan sumbu a dan b dan sumbu ini mempunyai panjang yang berbeda. Maka mineral-mineral yang sesuai dengan system peraga diatas adalah Apphylite. dan a3. Bangun ini memiliki sumbu simetri putar 2 fold sebanyak 3. maksudnya apabila bangun ini diputar akan memiliki 2 kenampakan yang sama di 4 sumbu. Berdasarkan hasil deskripsi dan karakteristik diatas maka peraga dengan nomor KL2B ini diklasifikasikan kedalam kelas Ditetragonal-Dipiramidal dari system tetragonal dan memiliki symbol herman maugin: 4/m 2/m 2/m. bangun inipun memiliki sumbu simetri putar 3 fold sebanyak 1. Ketiga sumbu yang sama panjang tersebut dinotasikan dengan a1. Bangun juga memiliki sumbu simetri putar 4 fold sebanyak 1. Sehingga peraga tersebut dapat diklasifikasikan kedalam sistem tetragonal. Sehingga gambar bangun tersebut dapat diklasifikasikan kedalam sistem trigonal. maksudnya apabila bangun ini diputar akan memiliki 4 kenampakan yang sama di 1 sumbu yaitu sumbu c.

Sehingga gambar bangun tersebut dapat diklasifikasikan kedalam sistem tetragonal. Haydeeitee. Sumbu horizontal (sumbu a dan b) saling tegak lurus dan mempunyai panjang yang sama sehingga sumbu b seringkali dinotasikan sebagai sumbu a2. gambar ini mempunyai sistem kristal yang terdiri atas 3 sumbu yaitu a. Bangun ini memiliki sumbu simetri putar 2 fold sebanyak 4. Maka mineral-mineral yang sesuai dengan gambar bangun diatas adalah Apphylite. b. Sumbu c merupakan sumbu yang tegak lurus dengan sumbu a dan b dan sumbu ini mempunyai panjang yang berbeda.8 Deskripsi ke-8 Pada deskripsi ke-8. maksudnya apabila bangun ini diputar akan memiliki 4 kenampakan yang sama di 1 sumbu yaitu sumbu c.Berdasarkan hasil deskripsi dan karakteristik diatas maka bangun ini dapat diklasifikasikan kedalam kelas hexagonal scalenohedral dari system trigonal dan memiliki symbol Maugin symbol: 3 2/m Maka mineral-mineral yang sesuai dengan gambar bangun diatas adalah Arsenic. dua buah sumbu (b dan c) saling tegak lurus membentuk sudu 900 dan satu sumbu ( sumbu a) miring ke 30 . Arctite. maksudnya apabila bangun ini diputar akan memiliki 2 kenampakan yang sama di 4 sumbu. Wulfanite. b dan c dimana ketiga sumbu tersebut saling tegak lurus satu sama lain. Bangun juga memiliki sumbu simetri putar 4 fold sebanyak 1.9 Deskripsi ke-9 Pada deskripsi ke-9. Calcite. Kesimetrian yang dibangun oleh gambar tersebut adalah memiliki 5 bidang simetri dan adanya pusat simetri. 4. dan yang tidak sama panjang. Corondum. Berdasarkan hasil deskripsi dan karakteristik diatas maka bangun ini dapat diklasifikasikan kedalam kelas Ditetragonal-Dipiramidal dari system tetragonal dan memiliki symbol herman maugin: 4/m 2/m 2/m. gambar ini memiliki sistem kristal yang terdiri atas 3 sumbu yaitu a. Hetaerolite 4.

empat. dan c) yang saling tegak lurus satu sama lain dengan panjang sumbu yang tidak sama satu dengan yang lainnya. gambar ini memiliki sistem kristal yang terdiri atas 3 buah sumbu (a. mikrolin. tetapi mempunyai pusat simetri. maupun enam. b. Berdasarkan hasil deskripsi dan karakteristik diatas maka bangun ini dapat diklasifikasikan kedalam kelas prismatic dari system monoklin dan memiliki symbol herman maugin: 2/m.depan dengan sudut >900.11 Deskripsi ke-11 Pada deskripsi ke-11. Maka mineral-mineral yang sesuai dengan system peraga diatas adalah plagioclase. gambar ini memiliki sistem kristal yang terdiri atas 3 buah sumbu (a. b. Sistem kristal ini tidak memiliki bidang simetri. sumbu b adalah sumbu menengah dan sumbu c adalah sumbu terpanjang. dan c) yang tidak sama panjang dan tidak ada yang saling tegak lurus. Pada sgambar ini juga tidak ditemukan adanya sumbu simetri putar baik untuk kenampakan dua. Sehingga gambar bangun tersebut dapat diklasifikasikan kedalam sistem triklin. Sehingga dapat dilihat bahwa gambar bangun tersebut dapat diklasifikasikan kedalam sistem monoklin. tiga. Kesimetrian yang dibangun oleh gambar tersebut adalah adanya pusat simetri dan adanya bidang simetri. kyanit.10 Deskripsi ke-10 Pada deskripsi ke-10. Gypsum. Penamaan dari kristal juga ditentukan oleh bentuk 31 . lima. Brucite. 4. Maka mineral-mineral yang sesuai dengan gambar bangun diatas adalah Marianoite. Berdasarkan hasil deskripsi dan karakteristik diatas maka bangun ini dapat diklasifikasikan kedalam kelas kristal pinacoidal dari system triklin dan memiliki symbol Maugin symbol: 1. Sumbu a adalah sumbu terpendek. Bangun ini memiliki sumbu simetri putar 2 fold sebanyak 1 maksudnya apabila bangun ini diputar akan memiliki 2 kenampakan yang sama di 1 sumbu. 4.

12 Deskripsi ke-12 Pada deskripsi ke-12. Kesimetrian yang dibangun oleh gambar bangun ini adalah memiliki 3 bidang simetri berupa sebuah bidang mendatar dan 2 bidang tegak serta adanya pusat simetri.melintang dari sumbu-sumbu tersebut. 4. Berdasarkan hasil deskripsi dan karakteristik diatas maka gambar bangun ini dapat diklasifikasikan kedalam kelas diheksagonal dipiramidal dari sistem kristal heksagonal dan memiliki symbol herman Maugin: 6/m 2/m 2/m. bangun ini memiliki sumbu simetri putar 6 fold sebanyak 1. Maka mineral-mineral yang sesuai dengan gambar bangun diatas adalah Aragonite. dengan enam buah membagi dua sama besar dengan garis vertikalnya dan sebuah lagi membagi dua dengan garis mendatar. Sudut yang dibentuk dari positif sampai ke negative adalah 1200 dan memiliki sudut yang sama besarnya. b dan c. maksudnya apabila bangun ini diputar akan memiliki 6 kenampakan yang sama di 1 sumbu yaitu sumbu c. Topaz. Sehingga gambar bangun tersebut dapat diklasifikasikan kedalam sistem hexagonal. Kesimetrian yang dibangun oleh gambar bangun ini adalah adanya pusat simetri dan 7 bidang simetri. Sumbu simetri putar pada gambar ini adalah 2 fold sebanyak 6. Barite. dan a3. Bangun ini memiliki sumbu simetri putar 2 fold sebanyak 3 maksudnya apabila bangun ini diputar akan memiliki 2 kenampakan yang sama di 3 sumbu yaitu a. Sehingga gambar bangun tersebut dapat diklasifikasikan kedalam sistem orthorombik. gambar ini memiliki sistem kristal yang terdiri atas 3 sumbu horizontal yang biasa disebut a1. Berdasarkan hasil deskripsi dan karakteristik diatas maka gambar bangun ini dapat diklasifikasikan kedalam kelas Dipyramidal dari sistem ortorombik dan memiliki symbol Maugin: 2/m 2/m 2/m. Sumbu vertical disebut sumbu c dan tegak lurus terhadap sumbusumbu horizontal. Selain itu. a2. Maka 32 . maksudnya apabila bangun ini diputar akan memiliki 2 kenampakan yang sama di 6 sumbu.

Berdasarkan hasil deskripsi dan karakteristik diatas maka gambar bangun ini dapat diklasifikasikan kedalam kelas hexoctahedral dari system Kristal isometric dan memiliki symbol herman Maugin: 4/m 3 2/m. Sehingga gambar bangun tersebut dapat diklasifikasikan kedalam sistem isometric. artinya apabila bangun ini diputar akan memiliki 4 kenampakan yang sama di 3 sumbu. vanadinit 4. pirit.13 Deskripsi ke-13 Pada deskripsi ke-12. maksudnya apabila bangun ini diputar akan memiliki 2 kenampakan yang sama di 6 sumbu. b. a2. dan a3.mineral-mineral yang sesuai dengan gambar bangun diatas adalah Quartz. Kesimetrian yang dibangun oleh gambar bangun ini adalah adanya pusat simetri dan memiliki 9 bidang simetri. Maka mineralmineral yang sesuai dengan gambar bangun diatas adalah diamond. 33 . Beryl. gambar ini memiliki sistem kristal yang terdiri atas 3 buah sumbu yaitu a. Gambar ini memiliki sumbu simetri putar 2 fold sebanyak 6. florit. dan c atau biasa disebut a1. artinya apabila bangun ini diputar akan memiliki 3 kenampakan yang sama di 4 sumbu dan memiliki sumbu simetri putar 4 fold sebanyak 3 buah. Gambar ini juga memiliki sumbu simetri putar 3 fold sebanyak 4. Sumbu Kristal ini mempunyai panjang yang sama dan membentuk sudut 900 atau saling tegak lurus satu dengan yang lainnya.

Topaz.  Pada deskripsi ke-7 gambar bangun yang diklasifikasikan adalah gambar bangun dengan system kelas Kristal trigonal dan kelas Kristal heksagonal 34 . Pirotit. Contoh mineralnya adalah anatase.BAB V PENUTUP 5. Contoh mineralnya adalah Beryl.  Pada deskripsi ke-2 peraga yang diklasifikasikan adalah peraga dengan system kelas Kristal monoklin dan kelas Kristal Prismatic dengan Herman Maugin symbol: 2/m. Contoh mineralnya adalah beryl. Contoh mineralnya adalah aksaite.1 Kesimpulan  Pada deskripsi ke-1 peraga yang diklasifikasikan adalah peraga dengan system kelas Kristal hexagonal dan kelas Kristal Dihexagonal Pyramidal dengan Herman Maugin symbol: 6mm. piroklit. pirotit. Contoh mineralnya adalah miroklin. Argonite.  Pada deskripsi ke-3 peraga yang diklasifikasikan adalah peraga dengan system kelas Kristal Orthorombik dan kelas Kristal dypiramidal dengan Herman Maugin symbol:2/m 2/m 2/m.  Pada deskripsi ke-4 peraga yang diklasifikasikan adalah peraga dengan system kelas Kristal triklin dan kelas Kristal pinacoidal dengan Herman Maugin symbol:1.  Pada deskripsi ke-5 peraga yang diklasifikasikan adalah peraga dengan system kelas Kristal Hexagonal dan kelas Kristal Dihexagonal dipyramidal dengan Herman Maugin symbol: 6m/2m/2m. Covelit. mesolit.  Pada deskripsi ke-6 peraga yang diklasifikasikan adalah peraga dengan system kelas Kristal tetragonal dan kelas Kristal Ditetragonal dipyramidal dengan Herman Maugin symbol: 4/m 2/m 2/m. anorthoklas. Contoh mineralnya adalah afwilite. rutit. rodonit. covelit.

Corondum. Contoh mineralnya adalah Aragonite. pirit. Haydeeitee.  Pada deskripsi ke-8 gambar bangun yang diklasifikasikan adalah gambar bangun dengan system kelas Kristal tetragonal dan kelas Kristal ditetragonal dipyramidal dengan Herman Maugin symbol: 4/m 2/m 2/m.  Pada deskripsi ke-12 gambar bangun yang diklasifikasikan adalah gambar bangun dengan system kelas Kristal heksagonal dan kelas Kristal diheksagonal dipyramidal dengan Herman Maugin symbol: 6/m 2/m 2/m. Arctite. Barite. Gypsum.2 Saran    Lebih teliti saat melakukan pendeskripsian Kenali perbedaan antara pusat Kristal dan pusat simetri Lebih rapi saat melakukan pewarnaan 35 . Contoh mineralnya adalah plagioclase. Wulfanite. Hetaerolite  Pada deskripsi ke-9 gambar bangun yang diklasifikasikan adalah gambar bangun dengan system kelas Kristal monoklin dan kelas Kristal prismatik dengan Herman Maugin symbol: 2/m. Contoh mineralnya adalah Quartz.  Pada deskripsi ke-13 gambar bangun yang diklasifikasikan adalah gambar bangun dengan system kelas Kristal isometrik dan kelas Kristal heksoctahedral dengan Herman Maugin symbol: 4/m 3 2/m. 5. Contoh mineralnya adalah Apphylite. vanadinit. Contoh mineralnya adalah Marianoite. florit.  Pada deskripsi ke-10 gambar bangun yang diklasifikasikan adalah gambar pinbangun dengan system kelas Kristal triklin dan kelas Kristal pinacoidal dengan Herman Maugin symbol: 1.scalenohedral dengan Herman Maugin symbol: 3 2/m. kyanit. Beryl.  Pada deskripsi ke-11 gambar bangun yang diklasifikasikan adalah gamba bangun dengan system kelas Kristal orthorombik dan kelas Kristal dipyramidal dengan Herman Maugin symbol: 2/m 2/m 2/m. Contoh mineralnya adalah diamond. Contoh mineralnya Arsenic. mikrolin. Topaz. Calcite. Brucite.

galleries.geofacts.wikipedia.shtml http://mineral.galleries. vollst überarb.com/data/Pyrite. Auflage.Springer Verlag.org/wiki/ struktur_kristal http://www.htm 36 .wikipedia.org/wiki/Kristalografi http://id. Fakultas Teknik Jurusan Teknik Geologi UGM : Yogyakarta.com http://www.shtml http://webmineral.com http://www.gallerymineral.und erw.htm http://en.wikipedia.com/minerals/symmetry/trigonal.htm http://id.DAFTAR PUSTAKA Martin Okrusch.Buku Petunjuk Praktikum Mineralogi. Berlin 2005 StafAsistenMineralogi. http://webmineral.org/wiki/Herman%E2%80%93Maugin_notation http://www.galleries.com/minerals/silicate/quartz/quartz.co. kemenangan Ried Matthes: mineralogi 7.cc/2008/10/Kristalografi-dasar. 1995 .com/data/Hematite.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->