Blog ini Di-link Dari Sini Web Blog ini

Di-link Dari Sini

Web

Browse > Home > PTK SMA > PTK Matematika SMA Kelas X (Penelitian Tindakan Kelas)

PTK Matematika SMA Kelas X (Penelitian Tindakan Kelas)

PTK Matematika SMA Kelas X (Penelitian Tindakan Kelas) - Coba fokus aja memposting tentang PTK, mudah mudahan dengan adanya contoh PTK Matematika SMA ini teman teman dapat terbantu ya, oh ya PTK ini saya posting hanya sebagian saja, maklum lah biar gak capek ngedit, kan kalau aku capek nanti berhenti posting, kan sedih T_T. untuk mendapatkan PTK yang full jangan lupa di download ya,

siswa kurang memiliki pengetahuan prasyarat serta kurang mengetahui manfaat pelajaran matematika yang ia pelajari. Sebagian siswa tidak mengetahui mengapa dan untuk apa mereka belajar konsep-konsep geometri. Pembelajaran matematika sering diinterpretasikan sebagai aktivitas utama yang dilakukan guru. sebaiknya diusahakan agar siswa mudah memahami konsep yang ia pelajari. Kondisi di atas tampak lebih parah pada pembelajaran geometri. dan meminta siswa yang pasif untuk aktif dengan memulai melengkapi latihan dari buku teks. ptk tk paud . Akibatnya banyak siswa yang berpendapat bahwa konsep-konsep geometri sangat sukar dipelajari (Soedjadi. 1997 dalam Sodikin. mungkin mengajukan satu atau dua pertanyaan. penjasorkes smp. Pada umumnya. ptk smk. fiqih ma. tanpa ada perhatian yang cukup terhadap pemahaman siswa. antara lain: Pertama.Sama seperti halnya dengan posting postingan PTK yang lainnya bahwa saya pasti menyisipkan beberapa PTK tang sudah aku publis sepeti ptk bahasa indonesia sd. ptk matematika sd kelas 4. indo kelas 1. ptk bahasa indonesia sma xi . Latar Belakang Masalah Pembelajaran Matematika umumnya didominasi oleh pengenalan rumus-rumus serta konsepkonsep secara verbal. sehingga siswa lebih berminat untuk mempelajarinya. 2004:1). serta yang lagi populer di baca kan orang ptk ipa sd. Siswa hanya mengenal objek-objek geometri dari apa yang digambar oleh guru di depan papan tulis atau dalam buku paket matematika. dan hampir tidak pernah mendapat kesempatan untuk memanipulasi objek-objek tersebut. Dalam mengajarkan matematika. Dan postingan ini PTK MATEMATIKA SMA Judul: PENGGUNAAN MEDIA VISUAL UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP IRISAN BIDANG DENGAN BANGUN RUANG PADA SISWA KELAS X-5 SMA BAB I PENDAHULUAN PTK Matematika SMA A. karena semua yang dipelajari terasa jauh dari kehidupan mereka sehari-hari. yaitu guru mengenalkan materi. Disamping itu proses belajar mengajar hampir selalu berlangsung dengan metode “chalk and talk” guru menjadi pusat dari seluruh kegiatan di kelas (Somerset. ptk bahasa jerman. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. pelajaran diakhiri dengan pengorganisasian yang baik dan pembelajaran selanjutnya dilakukan dengan sekenario yang serupa. ptk b. sekelompok siswa beranggapan bahwa mata pelajaran matematika sulit difahami. pai sma. penjasorkes smp. matematika sd kelelas 6. pai smp. Jika sekiranya diperlukan . 1991 dalam Sodikin 2004:2). daya abstraksi siswa kurang dalam memahami konsep-konsep matematika yang bersifat abstrak. ptk bahasa arab mts. ptk penjasorkes sd. Kedua.

sampai dengan evaluasi. maka seyogyanya guru menyiapkan media atau alat peraga yang diperlukan. Dienes berkeyakinan bahwa anak pada umumnya melakukan abstraksi berdasasarkan intuisi dan pengalaman kongkrit. maupun sekolah. Tujuan Penelitian Sesuai dengan permasalahan di atas. dalam mengajarkan matematika perlu adanya benda-benda kongkrit yang merupakan model dari ide-ide matematika. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas. dan merasakan objek yang sedang dipelajari. Dengan serangkaian tindakan. Meskipun peneliti sudah berupaya membimbing siswa dalam memahami konsep irisan bidang dengan bangun ruang dengan cara menunjukkan sketsa gambar. Bagi siswa. Manfaat Hasil Penelitian PTK Matematika SMA Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi siswa. Dengan demikian. maka tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang irisan bidang dengan bangun ruang dengan menggunakan media visual. sebagian besar siswa sulit memahami materi dimensi tiga. Menurut Dienes (dalam Ruseffendi. perlu diadakan penelitian tindakan kelas tentang penggunaan media visual atau alat peraga dalam pembelajaran materi irisan suatu bidang dengan bangun ruang. 1980:134) menyatakan bahwa setiap konsep matematika dapat difahami dengan mudah apabila kendala utama yang menyebabkan anak sulit memahami dapat dikurangi atau dihilangkan. mulai dari perencanaan. yang selanjutnya disebut sebagai alat peraga sebagai alat bantu pembelajaran. guru. Dari pengalaman peneliti dalam memberikan pembelajaran matematika kepada siswa selama ini. D. diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam memahami materi irisan suatu bidang dengan bangun ruang. meraba. mendengar.media atau alat peraga yang dapat membantu siswa dalam memahami konsep matematika. yaitu masih banyak siswa yang nilainya kurang dari standar ketuntasan belajar minimal. namun hasil belajar siswa belum sesuai dengan yang diharapkan. B. . khususnya tentang irisan bidang dengan bangun ruang. mereka dapat melihat. 1. Alat bantu pembelajaran ini digunakan dengan maksud agar anak dapat mengoptimalkan panca inderanya dalam proses pembelajaran. pelaksanaan. permasalahan penelitian dapat dirumuskan bagai berikut: Bagaimana penggunaan media visual untuk meningkatkan pemahaman konsep irisan bidang dengan bangun ruang? C. sehingga cara mengajarkan konsepkonsep matematika dapat dilakukan dengan menggunakan bantuan objek kongkrit. penelitian ini dapat mempermudah siswa dalam memahami konsep irisan bidang dengan bangun ruang dan meningkatkan motivasi belajar. Untuk mengatasi masalah di atas.

BAB II KAJIAN PUSTAKA PTK Matematika SMA A. diperlukan pendefinisian istilah sebagai berikut: 1. (d) memiliki symbol yang kosong dari arti. Bagi peneliti. Matematika sekolah adalah bagian dari matematika yang dipilih. Yang dimaksud irisan bidang dengan bangun ruang dalam penelitian ini adalah materi melukis irisan bidang dengan bangun ruang. antara lain dengan pertimbangan atau berorientasi pada kependidikan. mengkongkritkan objek matematika yang abstrak sehingga mudah difahami siswa. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas. (e) memperhatikan semesta pembicaraan. artinya . penelitian ini sebagai wahana peningkatan profesionalisme guru yang akan berdampak pada kualitas pendidikan di sekolah 3. sehingga secara langsung dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan out put sekolah. 4. Karakteristik Matematika Menurut Soedjadi (1994:1). Selain itu sajian matematika sekolah tidak harus menggunakan pola pikir deduktif semata. khususnya pelajaran matematika. antara lain: (a) memiliki objek kajian abstrak. pembelajaran matematika perlu diusahakan sesuai dengan kemampuan kognitif siswa. bahkan suatu struktur yang lengkap adalah deduktif aksiomatik. (f) konsisten dalam sistemnya. hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai rujukan untuk menambah wawasan dalam menentukan strategi dan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pelajaran. namun tetap dapat ditarik ciri-ciri atau karekteristik yang sama. Pola pikir yang digunakan dalam matematika adalah pola pikir deduktif. Dengan demikian. Batasan Istilah Untuk mendapatkan kesamaan arti terhadap istilah yang digunakan dalam penelitian ini. meskipun terdapat berbagai pendapat tentang matematika yang tampak berlainan antara satu sama lain. penelitian ini dapat membantu meningkatkan kualitas hasil belajar. dan prinsip. konsep.2. (c) berpola pikir deduktif. (b) bertumpu pada kesepakatan. Bagi guru lain. operasi. Bagi sekolah. tetapi dapat juga digunakan pola pikir induktif. Departemen Pendidikan Nasional pada tanggal 6 Agustus 2006 sampai dengan 12 Agustus 2006 di Cisarua Bogor. Yang dimaksud media visual dalam penelitian ini adalah media presentasi berbasis power point hasil Workshop Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. misalnya: pola-pola. Dari objek dasar itu berkembang menjadi objek-objek lain. E. Matematika sebagai suatu ilmu memiliki objek dasar yang berupa fakta. 2. strukturstruktur dalam matematika yang ada dewasa ini.

dengan melihat.pembelajarannya dapat menggunakan pendekatan induktif. Tim action research Matematika Kabupaten Sumenep (dalam Gentengkali. misalnya melalui kegiatan penyelidikan. menunjukkan kesamaan. intuisi. dengan melihat dan mendengar 50%. rasa ingin tahu. eksperimen. dan penemuan dengan mengembangkan pemikiran divergen. serta mencoba-coba Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah Mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau mengkomunikasikan gagasan antara lain melalui pembicaraan lisan. konsistensi dan inkonsistensi Mengembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi. sehingga mudah difahami siswa. mendengar. grafik. Dalam pembelajaran. berpendapat: untuk mendapatkan daya tangkap dan daya serap bagi anak berumur 7 sampai dengan 17 tahun yang meliputi ingatan. hanya dengan melihat 30%. diagram dalam menjelaskan gagasan C. Pembelajaran matematika menurut Russeffendi (1993:109) adalah suatu kegiatan belajar mengajar yang sengaja dilakukan untuk memperoleh pengetahuan dengan memanipulasi simbolsimbol dalam matematika sehingga menyebabkan perubahan tingkah laku. pemahaman dan penerapan. membuat prediksi dan dugaan. Pembelajaran Matematika Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya. masih memerlukan mata dan tangan. 2000:137) mengatakan bahwa Worker Educational and Techniques ILO (1990) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa kemampuan mengingat seseorang rata-rata adalah: hanya dengan mendengar 20%. Selanjutnya Tim action research Matematika Kabupaten Sumenep (dalam Gentengkali. Bruner. dengan melihat. Ini tidak berarti bahwa kemampuan berfikir deduktif dan memahami objek abstrak boleh ditiadakan begitu saja. Mata berfungsi untuk mengamati dan tangan berfungsi untuk meraba. tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan tingkah laku. B. diskusi dan menggunakan 90% Untuk itu media atau alat peraga diharapkan dapat mempermudah siswa dalam memahami .. maka sedapat mungkin dalam pembelajarannya dibuat kongkrit. mendengar dan diskusi 70%. 2002:100). peta. eksplorasi. 2000:137) mengatakan bahwa salah satu ahli pendidikan. Dalam kurikulum 2004 disebutkan bahwa pembelajaran matematika adalah suatu pembelajaran yang bertujuan:     Melatih cara berfikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan. Media dan Alat Peraga Pembelajaran Karena matematika yang bersifat abstrak. sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik (Mulyasa. perbedaan. orisinil.

Pendekatan kualitatif dalam penelitian ini digunakan untuk menelusuri dan mendapatkan gambaran secara jelas tentang situasi kelas dan tingkah laku siswa selama pembelajaran berlangsung. Berdasarkan pendapat tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa alat peraga adalah suatu alat yang diperagakan. metode dan teknik yang dapat digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah. berbagai macam alat mulai dari buku sampai televisi. waktu dan situasi tertentu. . 23) menyatakan bahwa media adalah alat. 1996/1997:7) menggunakan istilah media pembelajaran untuk menunjukkan berbagai komponen lingkungan belajar yang dapat merangsang siswa sehingga terjadi proses belajar. yaitu: (a) menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data langsung.konsep dan prinsip matematika yang abstrak akan lebih mudah dimengerti jika disajikan dalam bentuk atau situasi yang kongkrit (melalui dunia nyata) Menurut Nasution (1995:98). Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif karena penelitian ini sesuai dengan ciri-ciri penelitian kualitatif (Sudjana. tanpa menggunakan enumerasi dan statistik. melalui pemaparan deskriptif analitik. Dalam membawa anak dari pola berfikir kongkrit ke pola berfikir abstrak perlu dibantu oleh alat bantu pembelajaran. (c) tekanan penelitian ada pada proses bukan pada hasil. baik berupa alat atau benda sesungguhnya maupun berupa benda tiruannya guna memberikan gambaran yang lebih jelas kepada anak didik tentang sesuatu yang dipelajarinya. Generalisasi tak perlu dilakukan sebab deskripsi dan interpretasi terjadi dalam konteks ruang. (b) bersifat deskriptif analitik. Media merupakan semua bentuk alat peraga yang dapat digunakan untuk menyampaikan penjelasan atau informasi. Termasuk dalam pengertian ini guru. pola berfikir abstrak adalah berfikir dengan menggunakan simbolsimbol dan gagasan-gagasan tanpa dikaitkan dengan benda-benda fisik. (d) bersifat induktif. tetapi dimulai dari lapangan berdasarkan lingkungan alami. Data dan informasi lapangan ditarik makna dan konsepnya. Media pembelajaran dapat berwujud perangkat keras maupun perangkat lunak. sebab lebih mengutamakan proses terjadinya suatu peristiwa dan tingkah laku dalam situasi alami. Selanjutnya Sudjana (2004:200) mengatakan bahwa penelitian kualitatif tidak dimulai dari teori yang dipersiapkan sebelumnya. Proyek BP3G Jawa Timur (Metodologi Pengajaran 1982/1983) menyatakan bahwa alat peraga adalah media yang dapat membantu guru dalam usahanya menjelaskan suatu pengertian. Robert M. (e) mengutamakan makna. BAB III METODE PENELITIAN PTK Matematika SMA A. 2004:197). Gagne dalam bukunya The Condition of Teaching (Depdikbud. objek. Hamalik (1980.

berdasarkan refleksi mereka mengenai hasil dari tindakan-tindakan tersebut.Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. penganalisis. C. F. Teknik Analisis Data Sesuai dengan jenis data yang dikumpulkan. penafsir data dan akhirnya sebagai pelapor hasil penelitian. yaitu analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Alasan pemilihan kelas ini dikarenakan peneliti sebagai guru di kelas tersebut dan observer sebagai wali kelasnya. peneliti sebagai guru. maka kehadiran peneliti di lapangan mutlak diperlukan. kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif adalah sebagai perencana. Sumber Data PTK Matematika SMA Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas X-5 SMA Negeri 1 Sidoarjo Tahun Pelajaran 2006/2007 yang berjumlah 34 orang siswa. 2005:12) yang mengatakan bahwa penelitian tindakan adalah kajian sistematik dari upaya perbaikan pelaksanaan praktek pendidikan oleh sekelompok guru dengan melakukan tindakan-tindakan dalam pembelajaran. 2004:22). Selama proses pembelajaran. B. Sebelumnya kan sudah saya katakan kalau ingin mendapatkan PTK Matematika SMA nya full silahkan download dibawah ini yaa . Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sidoarjo. Hal ini sesuai dengan pendapat Ebbutt (dalam Wiriaatmadja. pelaksana. peneliti dibantu oleh seorang guru teman sejawat sebagai observer. sedangkan analisis kualitatif digunakan terhadap data kualitatif yang diperoleh dari hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa atau hal-hal lain yang tampak selama berlangsungnya penelitian. sampai dengan penilaian. Prosedur Pengumpulan Data Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan tes kepada sumber data. pelaksanaan. dan memberikan angket kepada sumber data. ada dua teknik analisis data yang digunakan. disamping berperan sebagai pengumpul dan penganalisis data di lapangan. E. Penelitian ini dilaksanakan dalam kurun waktu bulan September. Alasan pemilihan lokasi penelitian di sekolah ini dikarenakan peneliti sebagai guru di sekolah tersebut. Kehadiran Peneliti Karena pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. melakukan observasi dan mencatat kejadian-kejadian di lapangan. D. Dalam penelitian ini. Oktober dan Nopember 2006. peneliti juga berperan secara langsung dalam proses pembelajaran mulai dari perencanaan. pengumpul. Menurut Moleong (dalam Sri Harmini. Analisis kuantitatif digunakan terhadap hasil tes.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful