Blog ini Di-link Dari Sini Web Blog ini

Di-link Dari Sini

Web

Browse > Home > PTK SMA > PTK Matematika SMA Kelas X (Penelitian Tindakan Kelas)

PTK Matematika SMA Kelas X (Penelitian Tindakan Kelas)

PTK Matematika SMA Kelas X (Penelitian Tindakan Kelas) - Coba fokus aja memposting tentang PTK, mudah mudahan dengan adanya contoh PTK Matematika SMA ini teman teman dapat terbantu ya, oh ya PTK ini saya posting hanya sebagian saja, maklum lah biar gak capek ngedit, kan kalau aku capek nanti berhenti posting, kan sedih T_T. untuk mendapatkan PTK yang full jangan lupa di download ya,

Sama seperti halnya dengan posting postingan PTK yang lainnya bahwa saya pasti menyisipkan beberapa PTK tang sudah aku publis sepeti ptk bahasa indonesia sd. Kedua. 1991 dalam Sodikin 2004:2). pai smp. dan meminta siswa yang pasif untuk aktif dengan memulai melengkapi latihan dari buku teks. Siswa hanya mengenal objek-objek geometri dari apa yang digambar oleh guru di depan papan tulis atau dalam buku paket matematika. Akibatnya banyak siswa yang berpendapat bahwa konsep-konsep geometri sangat sukar dipelajari (Soedjadi. tanpa ada perhatian yang cukup terhadap pemahaman siswa. ptk bahasa jerman. yaitu guru mengenalkan materi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. penjasorkes smp. dan hampir tidak pernah mendapat kesempatan untuk memanipulasi objek-objek tersebut. Kondisi di atas tampak lebih parah pada pembelajaran geometri. ptk bahasa arab mts. Pada umumnya. penjasorkes smp. karena semua yang dipelajari terasa jauh dari kehidupan mereka sehari-hari. pelajaran diakhiri dengan pengorganisasian yang baik dan pembelajaran selanjutnya dilakukan dengan sekenario yang serupa. pai sma. ptk penjasorkes sd. Dan postingan ini PTK MATEMATIKA SMA Judul: PENGGUNAAN MEDIA VISUAL UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP IRISAN BIDANG DENGAN BANGUN RUANG PADA SISWA KELAS X-5 SMA BAB I PENDAHULUAN PTK Matematika SMA A. ptk matematika sd kelas 4. sekelompok siswa beranggapan bahwa mata pelajaran matematika sulit difahami. sehingga siswa lebih berminat untuk mempelajarinya. matematika sd kelelas 6. ptk smk. ptk b. ptk bahasa indonesia sma xi . indo kelas 1. fiqih ma. ptk tk paud . serta yang lagi populer di baca kan orang ptk ipa sd. 1997 dalam Sodikin. Pembelajaran matematika sering diinterpretasikan sebagai aktivitas utama yang dilakukan guru. Jika sekiranya diperlukan . daya abstraksi siswa kurang dalam memahami konsep-konsep matematika yang bersifat abstrak. 2004:1). Latar Belakang Masalah Pembelajaran Matematika umumnya didominasi oleh pengenalan rumus-rumus serta konsepkonsep secara verbal. siswa kurang memiliki pengetahuan prasyarat serta kurang mengetahui manfaat pelajaran matematika yang ia pelajari. sebaiknya diusahakan agar siswa mudah memahami konsep yang ia pelajari. Sebagian siswa tidak mengetahui mengapa dan untuk apa mereka belajar konsep-konsep geometri. Dalam mengajarkan matematika. mungkin mengajukan satu atau dua pertanyaan. antara lain: Pertama. Disamping itu proses belajar mengajar hampir selalu berlangsung dengan metode “chalk and talk” guru menjadi pusat dari seluruh kegiatan di kelas (Somerset.

khususnya tentang irisan bidang dengan bangun ruang. . mendengar. 1980:134) menyatakan bahwa setiap konsep matematika dapat difahami dengan mudah apabila kendala utama yang menyebabkan anak sulit memahami dapat dikurangi atau dihilangkan. Alat bantu pembelajaran ini digunakan dengan maksud agar anak dapat mengoptimalkan panca inderanya dalam proses pembelajaran. B. penelitian ini dapat mempermudah siswa dalam memahami konsep irisan bidang dengan bangun ruang dan meningkatkan motivasi belajar. mulai dari perencanaan. Bagi siswa. meraba. yang selanjutnya disebut sebagai alat peraga sebagai alat bantu pembelajaran.media atau alat peraga yang dapat membantu siswa dalam memahami konsep matematika. Tujuan Penelitian Sesuai dengan permasalahan di atas. Dari pengalaman peneliti dalam memberikan pembelajaran matematika kepada siswa selama ini. Dienes berkeyakinan bahwa anak pada umumnya melakukan abstraksi berdasasarkan intuisi dan pengalaman kongkrit. namun hasil belajar siswa belum sesuai dengan yang diharapkan. 1. Dengan serangkaian tindakan. sebagian besar siswa sulit memahami materi dimensi tiga. pelaksanaan. permasalahan penelitian dapat dirumuskan bagai berikut: Bagaimana penggunaan media visual untuk meningkatkan pemahaman konsep irisan bidang dengan bangun ruang? C. mereka dapat melihat. maka tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang irisan bidang dengan bangun ruang dengan menggunakan media visual. Meskipun peneliti sudah berupaya membimbing siswa dalam memahami konsep irisan bidang dengan bangun ruang dengan cara menunjukkan sketsa gambar. maka seyogyanya guru menyiapkan media atau alat peraga yang diperlukan. Manfaat Hasil Penelitian PTK Matematika SMA Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi siswa. D. diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam memahami materi irisan suatu bidang dengan bangun ruang. sampai dengan evaluasi. maupun sekolah. Dengan demikian. yaitu masih banyak siswa yang nilainya kurang dari standar ketuntasan belajar minimal. perlu diadakan penelitian tindakan kelas tentang penggunaan media visual atau alat peraga dalam pembelajaran materi irisan suatu bidang dengan bangun ruang. Untuk mengatasi masalah di atas. sehingga cara mengajarkan konsepkonsep matematika dapat dilakukan dengan menggunakan bantuan objek kongkrit. Menurut Dienes (dalam Ruseffendi. guru. dalam mengajarkan matematika perlu adanya benda-benda kongkrit yang merupakan model dari ide-ide matematika. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas. dan merasakan objek yang sedang dipelajari.

BAB II KAJIAN PUSTAKA PTK Matematika SMA A. Bagi sekolah. Matematika sekolah adalah bagian dari matematika yang dipilih. sehingga secara langsung dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan out put sekolah. operasi. strukturstruktur dalam matematika yang ada dewasa ini. dan prinsip. Batasan Istilah Untuk mendapatkan kesamaan arti terhadap istilah yang digunakan dalam penelitian ini. Pola pikir yang digunakan dalam matematika adalah pola pikir deduktif. (e) memperhatikan semesta pembicaraan. diperlukan pendefinisian istilah sebagai berikut: 1. pembelajaran matematika perlu diusahakan sesuai dengan kemampuan kognitif siswa. antara lain: (a) memiliki objek kajian abstrak. Selain itu sajian matematika sekolah tidak harus menggunakan pola pikir deduktif semata.2. penelitian ini dapat membantu meningkatkan kualitas hasil belajar. Karakteristik Matematika Menurut Soedjadi (1994:1). penelitian ini sebagai wahana peningkatan profesionalisme guru yang akan berdampak pada kualitas pendidikan di sekolah 3. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas. 4. Matematika sebagai suatu ilmu memiliki objek dasar yang berupa fakta. Bagi guru lain. Departemen Pendidikan Nasional pada tanggal 6 Agustus 2006 sampai dengan 12 Agustus 2006 di Cisarua Bogor. E. namun tetap dapat ditarik ciri-ciri atau karekteristik yang sama. (d) memiliki symbol yang kosong dari arti. (c) berpola pikir deduktif. Yang dimaksud media visual dalam penelitian ini adalah media presentasi berbasis power point hasil Workshop Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. artinya . (f) konsisten dalam sistemnya. meskipun terdapat berbagai pendapat tentang matematika yang tampak berlainan antara satu sama lain. bahkan suatu struktur yang lengkap adalah deduktif aksiomatik. 2. Yang dimaksud irisan bidang dengan bangun ruang dalam penelitian ini adalah materi melukis irisan bidang dengan bangun ruang. tetapi dapat juga digunakan pola pikir induktif. mengkongkritkan objek matematika yang abstrak sehingga mudah difahami siswa. Dari objek dasar itu berkembang menjadi objek-objek lain. konsep. misalnya: pola-pola. khususnya pelajaran matematika. (b) bertumpu pada kesepakatan. antara lain dengan pertimbangan atau berorientasi pada kependidikan. Dengan demikian. Bagi peneliti. hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai rujukan untuk menambah wawasan dalam menentukan strategi dan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pelajaran.

konsistensi dan inkonsistensi Mengembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi. grafik. Tim action research Matematika Kabupaten Sumenep (dalam Gentengkali. intuisi. diagram dalam menjelaskan gagasan C. B. berpendapat: untuk mendapatkan daya tangkap dan daya serap bagi anak berumur 7 sampai dengan 17 tahun yang meliputi ingatan. sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik (Mulyasa. rasa ingin tahu. Bruner. eksplorasi. Selanjutnya Tim action research Matematika Kabupaten Sumenep (dalam Gentengkali. dengan melihat. Dalam kurikulum 2004 disebutkan bahwa pembelajaran matematika adalah suatu pembelajaran yang bertujuan:     Melatih cara berfikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan. masih memerlukan mata dan tangan. 2000:137) mengatakan bahwa salah satu ahli pendidikan. Dalam pembelajaran. membuat prediksi dan dugaan. Pembelajaran Matematika Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya. pemahaman dan penerapan.. 2000:137) mengatakan bahwa Worker Educational and Techniques ILO (1990) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa kemampuan mengingat seseorang rata-rata adalah: hanya dengan mendengar 20%. perbedaan. 2002:100). sehingga mudah difahami siswa. dan penemuan dengan mengembangkan pemikiran divergen. tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan tingkah laku. dengan melihat. Ini tidak berarti bahwa kemampuan berfikir deduktif dan memahami objek abstrak boleh ditiadakan begitu saja. maka sedapat mungkin dalam pembelajarannya dibuat kongkrit. Pembelajaran matematika menurut Russeffendi (1993:109) adalah suatu kegiatan belajar mengajar yang sengaja dilakukan untuk memperoleh pengetahuan dengan memanipulasi simbolsimbol dalam matematika sehingga menyebabkan perubahan tingkah laku. dengan melihat dan mendengar 50%. mendengar dan diskusi 70%. hanya dengan melihat 30%. orisinil. misalnya melalui kegiatan penyelidikan. serta mencoba-coba Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah Mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau mengkomunikasikan gagasan antara lain melalui pembicaraan lisan. Mata berfungsi untuk mengamati dan tangan berfungsi untuk meraba. diskusi dan menggunakan 90% Untuk itu media atau alat peraga diharapkan dapat mempermudah siswa dalam memahami .pembelajarannya dapat menggunakan pendekatan induktif. peta. menunjukkan kesamaan. Media dan Alat Peraga Pembelajaran Karena matematika yang bersifat abstrak. mendengar. eksperimen.

Robert M. Data dan informasi lapangan ditarik makna dan konsepnya. baik berupa alat atau benda sesungguhnya maupun berupa benda tiruannya guna memberikan gambaran yang lebih jelas kepada anak didik tentang sesuatu yang dipelajarinya.konsep dan prinsip matematika yang abstrak akan lebih mudah dimengerti jika disajikan dalam bentuk atau situasi yang kongkrit (melalui dunia nyata) Menurut Nasution (1995:98). tanpa menggunakan enumerasi dan statistik. melalui pemaparan deskriptif analitik. BAB III METODE PENELITIAN PTK Matematika SMA A. (c) tekanan penelitian ada pada proses bukan pada hasil. Selanjutnya Sudjana (2004:200) mengatakan bahwa penelitian kualitatif tidak dimulai dari teori yang dipersiapkan sebelumnya. Hamalik (1980. Berdasarkan pendapat tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa alat peraga adalah suatu alat yang diperagakan. (d) bersifat induktif. tetapi dimulai dari lapangan berdasarkan lingkungan alami. Proyek BP3G Jawa Timur (Metodologi Pengajaran 1982/1983) menyatakan bahwa alat peraga adalah media yang dapat membantu guru dalam usahanya menjelaskan suatu pengertian. waktu dan situasi tertentu. (e) mengutamakan makna. pola berfikir abstrak adalah berfikir dengan menggunakan simbolsimbol dan gagasan-gagasan tanpa dikaitkan dengan benda-benda fisik. 1996/1997:7) menggunakan istilah media pembelajaran untuk menunjukkan berbagai komponen lingkungan belajar yang dapat merangsang siswa sehingga terjadi proses belajar. Generalisasi tak perlu dilakukan sebab deskripsi dan interpretasi terjadi dalam konteks ruang. Media merupakan semua bentuk alat peraga yang dapat digunakan untuk menyampaikan penjelasan atau informasi. metode dan teknik yang dapat digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah. berbagai macam alat mulai dari buku sampai televisi. (b) bersifat deskriptif analitik. Pendekatan kualitatif dalam penelitian ini digunakan untuk menelusuri dan mendapatkan gambaran secara jelas tentang situasi kelas dan tingkah laku siswa selama pembelajaran berlangsung. . objek. Dalam membawa anak dari pola berfikir kongkrit ke pola berfikir abstrak perlu dibantu oleh alat bantu pembelajaran. sebab lebih mengutamakan proses terjadinya suatu peristiwa dan tingkah laku dalam situasi alami. 2004:197). yaitu: (a) menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data langsung. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif karena penelitian ini sesuai dengan ciri-ciri penelitian kualitatif (Sudjana. Gagne dalam bukunya The Condition of Teaching (Depdikbud. 23) menyatakan bahwa media adalah alat. Termasuk dalam pengertian ini guru. Media pembelajaran dapat berwujud perangkat keras maupun perangkat lunak.

peneliti dibantu oleh seorang guru teman sejawat sebagai observer. penafsir data dan akhirnya sebagai pelapor hasil penelitian. Kehadiran Peneliti Karena pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. berdasarkan refleksi mereka mengenai hasil dari tindakan-tindakan tersebut. Analisis kuantitatif digunakan terhadap hasil tes. disamping berperan sebagai pengumpul dan penganalisis data di lapangan. maka kehadiran peneliti di lapangan mutlak diperlukan. Hal ini sesuai dengan pendapat Ebbutt (dalam Wiriaatmadja. F. Dalam penelitian ini. sedangkan analisis kualitatif digunakan terhadap data kualitatif yang diperoleh dari hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa atau hal-hal lain yang tampak selama berlangsungnya penelitian. yaitu analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. melakukan observasi dan mencatat kejadian-kejadian di lapangan. Penelitian ini dilaksanakan dalam kurun waktu bulan September. Prosedur Pengumpulan Data Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan tes kepada sumber data. peneliti sebagai guru. sampai dengan penilaian. Selama proses pembelajaran. Sebelumnya kan sudah saya katakan kalau ingin mendapatkan PTK Matematika SMA nya full silahkan download dibawah ini yaa . ada dua teknik analisis data yang digunakan. Alasan pemilihan lokasi penelitian di sekolah ini dikarenakan peneliti sebagai guru di sekolah tersebut. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sidoarjo. pengumpul. 2005:12) yang mengatakan bahwa penelitian tindakan adalah kajian sistematik dari upaya perbaikan pelaksanaan praktek pendidikan oleh sekelompok guru dengan melakukan tindakan-tindakan dalam pembelajaran. pelaksana. pelaksanaan. Menurut Moleong (dalam Sri Harmini. Sumber Data PTK Matematika SMA Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas X-5 SMA Negeri 1 Sidoarjo Tahun Pelajaran 2006/2007 yang berjumlah 34 orang siswa. penganalisis. Teknik Analisis Data Sesuai dengan jenis data yang dikumpulkan. B. C. 2004:22). peneliti juga berperan secara langsung dalam proses pembelajaran mulai dari perencanaan. Oktober dan Nopember 2006. kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif adalah sebagai perencana. Alasan pemilihan kelas ini dikarenakan peneliti sebagai guru di kelas tersebut dan observer sebagai wali kelasnya. D. dan memberikan angket kepada sumber data. E.Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful