P. 1
contoh prosposal

contoh prosposal

|Views: 56|Likes:
Published by GlobalInet Corp

More info:

Published by: GlobalInet Corp on Nov 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/02/2012

pdf

text

original

Kamis, 30 Agustus 2007

Makalah Penjaskes
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN TEKNIK PASSING ATAS PERMAINAN BOLA VOLI DENGAN PENDEKATAN BERMAIN “PERMAINAN KEPALA BERANJAU “

KARYA TULIS Disusun Dalam Rangka Seleksi Guru Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2006

Disusun Oleh : SUMARSO, S.Pd. NIP : 132166128

PEMERINTAH PROVINSI BANTEN DINAS PENDIDIKAN 2006

ABSTRAK

iii KATA PENGANTAR . S.Judul Karya Tulis : Efektivitas Pembelajaran Teknik Passing Atas Permainan Bola Voli dengan Pendekatan Bermain “Permainan Kepala Beranjau. Dari hasil penilaian yang dilaksanakan diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran dengan pendekatan bermain “Permainan Kepala Beranjau” dapat meningkatkan efektivitas dan partisipasi siswa dalam pembelajaran.Pd.” dengan subjek kelas VII semester genap. Teknik. Passing Atas. Permainan Kepala Beranjau. Pembelajaran. Dari hasil pembelajaran tersebut disarankan kepada guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani untuk menerapkan pendekatan bermain khususnya ”Permainan Kepala Beranjau” dalam pembelajarannya agar dapat memberikan situasi belajar yang efektif dan menyenangkan kepada siswa. Bola Voli.” Disusun Oleh : Sumarso. Pendekatan Bermain. Kata Kunci : Efektivitas. Pendekatan bermain “Permainan Kepala Beranjau” juga dapat meningkatkan nilai hasil pembelajaran siswa. Unit Kerja : SMP Negeri 2 Saketi Karya tulis ini merupakan laporan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan bermain “Permainan Kepala Beranjau.

S. Berbicara mengenai kualitas sumber daya manusia. Peningkatan kualitas pendidikan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Amin. Latar Belakang Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat besar artinya bagi pembangunan generasi penerus bangsa. 06 Juni 2006 Penulis SUMARSO. Pada saat ini pemerintah telah menerapkan kebijakan pelaksanaan kurikulum baru yang disesuaikan dengan tuntutan jaman. Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang 4. diantaranya adalah dengan mengadakan pembaharuan kurikulum pendidikan nasional sesuai dengan perkembangan jaman.Pd. karena berkaitan langsung dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia. Kabupaten Pandeglang 6. Dengan demikian pendidikan sangat memegang perananan yang sangat penting bagi nasib kehidupan bangsa. Bapak Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten 2.Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan nikmat. pendidikan memegang peranan yang teramat penting dalam proses peningkatan kualitas sumber daya manusia. Bapak dan Ibu Pengawas SMP/SMA/SMK Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang 5. Bapak Bupati Pandeglang 3. Rekan-rekan satu perjuangan Penulis menyadari bahwa penulisan Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. untuk itu saran serta kritik dari semua pihak untuk perbaikan makalah ini sangat penulis harapkan. Makalah ini merupakan laporan hasil pembelajaran yang telah penulis terapkan di lapangan dan semoga dapat menjadi masukan bagi rekan-rekan guru Pendidikan Jasmani dalam menerapkan pembelajaran bagi siswa di sekolah masing-masing. karena itu dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada : 1.” Dapat terselesaikan. Penulisan Makalah ini dapat terselesaikan juga karena bantuan dari banyak pihak. NIP:132166128 i BAB I PENDAHULUAN A. Umaedi (1999) mengatakan bahwa Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia itu sendiri. Pandeglang. Semoga semua bantuan dan saran yang telah diberikan kepada penulis mendapat balasan dari Allah SWT. Kebijakan itu ditandai dengan pelaksanaan Kurikulum 2004 . sehingga penulisan Makalah yang berjudul “Efektivitas Pembelajaran Teknik Passing Atas Permainan Bola Voli dengan Pendekatan Bermain Permainan Kepala Beranjau. Bapak Kepala SMP Negeri 2 Saketi.

Pendekatan ini kita kenal dengan istilah pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL). 1 Belajar akan lebih bermakna dan menyenangkan bagi siswa bila siswa mengalami apa yang dipelajarinya.atau Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) secara nasional. indikator dan materi pokok untuk masing-masing mata pelajaran. dan pertandingan Dari uraian diatas penulis mencoba untuk menerapkan pendekatan bermain dengan menggunakan “Permainan Kepala Beranjau” dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani khususnya pada pembelajaran teknik passing atas permainan bola voli pada siswa kelas VII semester genap SMP Negeri 2 Saketi. Rumusan Masalah Sesuai dengan latar belakang masalah tersebut diatas penulis ingin merumuskan masalah sebagai berikut : 2 “ Apakah pendekatan bermain dengan Permainan Kepala Beranjau mampu meningkatkan efektifitas pembelajaran teknik passing atas permainan bola voli pada siswa. internalisasi nilai-nilai (sportifitas. Kurikulum ini menjadi pedoman bagi guru dalam kegiatan pembelajaran untuk semua mata pelajaran. kebugaran jasmani. Pendidikan Jasmani pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhaan bertujuan untuk mengembangkan aspek kesehatan. dan tujuan dari pembelajaran tersebut dapat tercapai. Kabupaten Pandeglang Tahun Pelajaran 2005/2006. dan lain-lain) serta pembiasaan hidup sehat. ketrampilan sosial. menirukan. kerjasama. jujur. termasuk mata pelajaran Pendidikan Jasmani. Dengan strategi dan pendekatan pembelajaran yang tepat. baik dalam penggunaan media maupun dalam strategi dan pendekatan pembelajaran itu sendiri. Agar tercapai tujuan tersebut guru dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam kegiatan pembelajaran. sehingga diharapkan siswa akan dapat mencapai standar kompetensi pada masing-masing mata pelajaran. diperlukan pendekatan yang tepat. Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran guru harus berpedoman pada kurikulum tersebut. penalaran dan tindakan moral melalui aktivitas jasmani dan olahraga. Pada saat ini telah dikembangkan suatu pendekatan dimana guru dituntut untuk dapat mengkaitkan materi pembelajaran dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka.” . Cara pelaksanaan pembelajaran kegiatan dapat dilakukan dengan latihan. perlombaan. Agar siswa dapat mengalami apa yang dipelajarinya. guru diharapkan mengajarkan berbagai ketrampilan gerak dasar. kompetensi dasar. Dalam pelaksanaan pembelajaran guru dapat memberikan berbagai pendekatan agar siswa termotivasi dan tertarik untuk mengikuti pembelajaran. stabilitas emosional. ketrampilan berpikir kritis. B. Pendekatan kontekstual ini dapat diterapkan dalam pembelajaran untuk semua mata pelajaran. guru akan dapat menciptakan suasana belajar yang bermakna dan menyenangkan bagi siswa. permainan. Dalam proses pembelajaran Pendidikan Jasmani. teknik dan strategi permainan dan olahraga. Dalam Kurikulum 2004 ini terdapat standar kompetensi.

Desa Mekarwangi. bermakna serta menyenangkan. KM. Waktu Waktu pembelajaran yang menjadi bahan laporan Karya Tulis ini telah dilaksanakan pada minggu ke-1 bulan Maret 2006. Kabupaten Pandeglang. agar dalam pembelajaran mata pelajaran pendidikan jasmani menggunakan pendekatan bermain “Permainan Kepala Beranjau” sehingga dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa. 3 BAB II DESKRIPSI A. JL.02 Kecamatan Saketi. Manfaat Karya tulis ini diharapkan dapat bermanfaat bagi : Guru Pendidikan Jasmani. Siswa sehingga memperoleh situasi dan pengalaman pembelajaran yang lebih konkret. Konteks Implementasi Tempat Pelaksanaan Tempat pelaksanaan pembelajaran yang menjadi bahan laporan penulisan Karya Tulis ini adalah di SMP Negeri 2 Saketi. Pembelajaran dilaksanakan selama 3 jam pelajaran ( @ 45 menit ) . Subjek Yang menjadi subjek dalam pembelajaran ini adalah siswa kelas VII A semester Genap Tahun Pelajaran 2005/2006 yang terdiri dari 30 siswa. Kabupaten Pandeglang Tahun Pelajaran 2005/2006 D. Tujuan Tujuan penulisan karya tulis adalah sebagai persyaratan seleksi guru berprestasi tahun 2006 merupakan laporan hasil pembelajaran teknik passing atas permainan bola voli dengan pendekatan bermain permainan Kepala Beranjau pada siswa kelas VII semester genap SMP Negeri 2 Saketi. Penulis untuk menambah wawasan dan pengetahuan serta pengalaman dalam penulisan karya tulis. dan perempuan 14 siswa. laki-laki 16 siswa.C.

Stopwatch 4 Media yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah guru dan siswa yang mempunyai kemampuan lebih. Pelaksanaan pembelajaran pada dasarnya terdiri dari tiga tahapan. kegiatan ini menenmpati prosentase terbesar dari kegiatan pembelajaran. kemudian mengambil langkah-langkah sebagai berikut : Menetapkan Indikator Memilih metode/pendekatan pembelajaran Memilih materi pelajaran Menentukan alokasi waktu Menentukan alat dan sumber bahan pelajaran Memilih jenis evaluasi yang dilaksanakan Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran karya tulis ini. apersepsi dan pemanasan (warming up) khusus untuk mata pelajaran Pendidikan Jasmani. yang bertugas mendemonstrasikan teknik passing atas yang menjadi materi pembelajaran. Pelaksanaan Tahap pelaksanaan pada dasarnya menerapkan apa yang telah dilakukan pada tahap persiapan. khususnya permainan bola voli teknik passing atas. Net voli e. Bola voli b. Ban sepeda bekas / simpai d. maka perencanaan yang baik dan matang mutlak harus dilaksanaknan. B. Kegiatan Inti Kegiatan inti merupakan kegiatan pokok yang menjadi pokok bahasan materi pembelajaran. Perencanaan pembelajaran dilaksanakan dengan jalan melihat Standar Kompetensi mata pelajaran Pendidikan Jasmani. Pendahuluan dapat dilaksanakan melalui kegiatan absansi siswa. Perencanaan Agar tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan yang kita harapkan. . C. bola dari plastik bekas c. Bola plastik. Peluit f.Materi Pembelajaran Materi pembelajaran dalam karya tulis ini adalah materi pokok permainan dan olahraga. Alat/media yang digunakan Alat yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah : a. yaitu : Pendahuluan Pendahuluan merupakan kegiatan awal untuk mempersiapkan siswa baik fisik dan mental untuk menghadapi proses pembelajaran lebih lanjut.

Pelaksanaan pembelajaran yang menjadi bahan laporan karya tulis ini telah dilaksanakan pada minggu ke-1 bulan Maret 2006. Para siswa yang mencapai atau melebihi patokan ini. dengan demikian mengarahkan pada penggunaan penilaian acuan patokan (PAP). rumusan tujuan pembelajaran berbasis kompetensi memiliki standar keberhasilan pencapaian kompetensi dasar. perlombaan. 2004) Dalam pembelajaran ini digunakan permainan Kepala Beranjau. dari jarak yang dekat ke yang jauh. tujuan penilaian adalah menilai sejauh mana siswa mampu mencapai kompetensi hasil belajar. evaluasi maupun refleksi. Hasil dari pembelajaran dapat dilihat dalam lampiran karya tulis ini. b. Kegiatan Penutup Kegiatan penutup merupakan kegiatan akhir dari proses pembelajaran materi yang menjadi topik pembelajaran pada hari itu. maka penilaian tidak hanya dilakukan untuk menilai hasil saja tetapi juga proses pembelajaran yang dilakukan siswa juga dinilai. digunakan penilaian yang sesungguhnya (Authentic Assesment). dari yang sederhana ke yang kompleks. serta memberikan umpan balik terhadap jalannya pembelajaran. sedangkan siswa yang . berpasangan. menirukan. Penentuan keberhasilan siswa dalam pembelajaran ini berpedoman pada Penilaian Acuan Patokan (PAP). 6 Sesuai dengan pendekatan kontekstual yang digunakan dalam pembelajaran ini. Penilaian tidak hanya dilaksanakan pada akhir pembelajaran saja tetapi juga dilaksanakan selama proses belajar berlangsung. dan dari tingkat kesulitan yang rendah ke yang tinggi. Penilaian Sesuai dengan pendekatan kontekstual yang digunakan dalam pembelajaran ini. (Depdiknas. permainan. kelompok kecil dan kelompok besar. Hal ini sesuai dengan pendapat yang mengatakan. Dalam kegiatan pembelajaran Pendidikan Jasmani. Cara pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan latihan. (Hari Sudarejat : 2004) Penialaian acuan patokan adalah penilaian yang membandingkan hasil belajar siswa kepada patokan yang telah ditetapkan sebelumnya. Tahapan pelaksanaan dilakukan dimulai dari yang mudah ke yang sukar. Kegiatan penutup dapat berupa kegiatan koreksi. Cara permainan ini dapat dilihat dalam lampiran. Dalam penilaian hasil pembelajaran ini menggunakan patokan 65. dinyatakan lulus. D. dan pemberian informasi mengenai tugas untuk persiapan pembelajaran pada pertemuan berikutnya. (Nurhasan : 2001).5 Dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Jasmani perlu memperhatikan hal-hal seperti berikut : a. c. artinya bahwa siswa dianggap lulus apabila telah menguasai 65 % dari seluruh materi. perlu diberikan pendinginan (cooling down). dan pertandingan. Pengorganisasian kegiatan dilaksanakan dengan perorangan. Penilaian hasil dilaksanakan untuk mengumpulkan informasi tentang pencapaian kompetensi. Patokan ini ditetapkan atas dasar pertimbangan logis mengenai tingkat penguasaan minimum.

perceptual.belum bmencapai patokan tersebut dianggap belum menguasai secara minimum kemampuan tersebut. 2003 ) Tujuan dan fungsi pendidikan jasmani antara lain adalah : a. neuromuskuler. b. senam. aktivitas ritmik. aktivitas pengembangan. jujur. dan demokratis. guru memanfaatkan alat-alat atau benda bekas berupa ban bekas. atau dianggap belum lulus dan harus diberikan remedial Bentuk penilaian. ( Depdiknas. format penilaian dan hasil penilaian yang digunakan dalam pembelajaran ini dapat dilihat dalam lampiran. dan emosional. Siswa akan merasakan takut cedera jari-jari tangannya. sehingga siswa tidak akan merasakan takut dalam melakukan latihan passing atas. kognitif. Mengembangkan sikap sportif. 7 BAB III PEMBAHASAN Pendidikan jasmani merupakan proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani yang direncanakan secara sistematik bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan individu secara organik. Berdasarkan pengamatan penulis sebagai guru pendidikan jasmani. percaya diri. serta mampu menggunakan alat-alat pembelajaran yang tersedia. dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani. dalam kerangka system pendidikan nasional. kerjasama. melalui aktivitas jasmani. disiplin. penguasaan teknik dasar passing atas bagi siswa dirasakan agak susah. dikarenakan biasanya siswa akan merasakan takut dalam melaksanakan latihan passing atas. Oleh karena itu penulis mencoba menggunakan bola hasil modifikasi siswa maupun bola karet yang ringan. guru harus memilik dan menerapkan berbagai strategi pembelajaran maupun pendekatan. Mengembangkan ketrampilan gerak dan ketrampilan teknik serta strategi berbagai permainan dan olahraga. akuatik (aktivitas air) dan pendidikan luar kelas (out door education) Untuk dapat mencapai tujuan siswa dapat mengembangkan ketrampilan gerak dan ketrampilan teknik. maupun menciptakan atau memodifikasi bentuk-bentuk permainan yang menarik siswa dalam mengikuti pembelajaran. dan bola karet. Dalam pembelajaran ini. . Apalagi apabila dalam pelaksanaannya guru langsung menggunakan bola voli yang sebenarnya. bertanggung jawab. bola yang dibuat dari sampah plastik. Dalam makalah ini akan dibahas satu bentuk permainan hasil dari modifikasi penulis dalam pembelajaran pendidikan jasmani khususnya permainan bola voli teknik passing atas.

” Tujuan Permainan : 1. Apabila bola mengenai kepala. Ban sepeda bekas/simpai 3. (Jarak dapat disesuaikan). dan satu buah bola voli atau bola karet. masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang. Bola voli atau bola karet/plastik 2. Dengan permainan “Kepala Beranjau. Melatih ketepatan passing atas 3. Melatih keberanian dalam melakukan passing atas 2. Bangku Pelaksanaan permainan : Siswa dibagi kedalam kelompok.8 Dalam pelaksanaan pembelajaran teknik dasar passing atas ini digunakan satu bentuk pendekatan bermain dengan permainan “Kepala Beranjau. Melatih sportifitas Alat yang digunakan : 1. satu buah ban sepeda bekas. Lingkaran ban sepeda/simpai menghadap keatas. Berdasarkan pengamatan penulis sebagai guru. bertugas mengawasi agar kelompok yang lain melakukan permainan dengan sportif. Satu orang melakukan gerakan pasing atas dengan cara berdiri menghadap sasaran sejauh 2 meter. Pemain berusaha mamasukan bola yang dipasing kedalam ban sepeda/simpai yang dipegangi oleh temannya. Setiap bola yang berhasil masuk kedalam sasaran diberi nilai 1. Satu orang bertugas mengambilkan bola untuk diberikan kepada teman yang melakukan passing atas. Penentuan pemenang adalah hasil nilai yang terbesar yang dicapai oleh kelompok tersebut. Dua orang pemain bertugas memegangi ban sepeda bekas dengan cara dipegang dengan dua tangan dan diangkat diatas kepala.” tanpa sadar siswa telah melakukan latihan teknik dasar passing atas. Masing-masing kelompok harus menyediakan dua buah bangku. dan berdiri diatas bangku dengan cara berhadap-hadapan. Melatih kerjasama tim 4. Satu orang menjadi juri untuk kelompok lain. Regu yang telah gugur tidak diperkenankan untuk mengikuti permainan lagi. maka permainan akan berhenti dan kelompok tersebut dinyatakan gugur. 9 Permainan ini dilaksanakan selama 1 menit untuk setiap anggota regu secara bergiliran. Bola tidak boleh mengenai kepala dari dua orang yang memegangi ban sepeda/simpai sebagai sasaran. Ban sepeda/simpai ini berfungsi sebagai sasaran. sekaligus mencatat hasil dari pasing atas yang berhasil masuk kedalam sasaran ban sepeda/simpai. siswa sangat antusias dan termotivasi untuk melakukan latihan passing atas tanpa merasakan takut. dalam mengikuti pembelajaran passing atas ini. dan akhirnya siswa dengan sendirinya dapat menguasai penguasaan gerak dasar passing atas melalui pelaksanaan permainan “Kepala Beranjau” ini. .

Kesimpulan Dari proses pembelajaran passing atas permainan bola voli yang telah dilaksanakan. nilai terendah sebesar 76. serta ketuntasan 100 %. Hasil rata-rata nilai siwa diambil dari dua aspek penilaian yaitu nilai proses serta nilai kinerja (unjuk kerja) siswa dalam melakukan teknik dasar passing atas. Saran Berdasarkan hasil pembelajaran passing atas permainan bola voli dengan menggunakan pendekatan bermain dengan menggunakan permainan Kepala Beranjau yang telah dilaksanakan. khususnya menggunakan “Permainan Kepala Beranjau. ternyata dapat diambil satu kesimpulan bahwa pembelajaran teknik passing atas permainan bola voli efektif diajarkan dengan menggunakan pendekatan bermain.10 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. B.” Hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai siswa setelah dilaksanakan evaluasi pada akhir pembelajaran. Rata-rata nilai dari hasil penilaian sebesar 80. sehingga tidak ada siswa yang harus diremidial dalam pembelajaran teknik dasar passing atas ini. maka disarankan : 1.60. khususnya . Bagi pengajar mata pelajaran Pendidikan Jasmani dapat menerapkan pendekatan kontekstual dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan dan menggunakan berbagai permainan.

permainan Kepala Beranjau karena dapat menjadikan proses pembelajaran menjadi menarik bagi siswa. Gramedia Nurhadi. Bola Volley Pembinaan Teknik. Bandung : CV Cipta CekasGrafika Suherman. 2. 2001. 2001. 11 DAFTAR PUSTAKA Kleinmann. 2004. 2004. Asesmen Balajar dalam Pendidikan Jasmani Evaluasi Alternatif untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. Dieter. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah Sebuah Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Sekolah untuk Peningkatan Mutu. 1990. 2002. 1999. Hari. 3. Pendidikan Jasmani untuk SMP Kelas VII. Pokok-Pokok Pengembangan Program Pembelajaran Pendidikan Jasmani. Jakarta : Erlangga Suderajat. Theo & Kruber. Agar dapat diadakan penelitian yang bertujuan untuk membandingkan hasil pembelajaran pendidikan jasmani dengan pendekatan kontekstual dan pembelajaran pendidikan jasmani yang menggunakan pendekatan yang lain. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) Pembaharuan Pendidikan dalam Undang-undang Sisdiknas 2003. Taktik dan Kondisi Pengantar untuk Pelatih/Pendidik. Adang. Jakarta : Depdikbud Umaedi. Jakarta : PT. Jakarta : Depdiknas Syarifudin. Jakarta : Depdiknas Roji. Kurikulum 2004 Pendidikan Jasmani. 1998. Jakarta : Depdikbud ____________________ 2004. Tes dan Pengukuran dalam Pendidikan Jasmani : Prinsip-prinsip dan Penerapannya. sehingga kendala kekurangan sarana dalam pembelajaran tidak akan mengganggu proses pembelajaran. Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning (CTL)). Jakarta : Depdiknas Nurhasan. Bagi pengajar mata pelajaran Pendidikan Jasmani agar dapat menggunakan segala fasilitas yang ada disekolah masing-masing. Jakarta : Depdiknas 12 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ……………………………………… i DAFTAR ISI .

Perencanaan ……………………………………… 5 C. Pelaksanaan ……………………………………… 5 D. Kesimpulan ……………………………………… 11 B. Penilaian ……………………………………… 6 BAB III PEMBAHASAN ……………………………………… 8 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ……………………………………… 11 A. Saran ……………………………………… . Tujuan ……………………………………… 3 D. Manfaat ……………………………………… 3 BAB II DESKRIPSI ……………………………………… 4 A. Latar Belakang ……………………………………… 1 B. Rumusan Masalah ……………………………………… 2 C. Konteks Implementasi ……………………………………… 4 B.……………………………………… ii ABSTRAK ……………………………………… iii BAB I PENDAHULUAN ……………………………………… 1 A.

Kecamatan Kaduhejo. di 19:18 0 komentar Posting Lebih Baru Beranda Langgan: Entri (Atom) Arsip Blog  ► 2009 (1) . Nama saya Sumarso. Saya telah dikaruniai dua anak.Pd.11 DAFTAR PUSTAKA ……………………………………… 12 LAMPIRAN ……………………………………… ii Diposkan oleh SUMARSO.id. RT:03/06 Desa Sukasari. Perkenankanlah saya memperkenalkan diri. Terimakasih. Saya sekarang tinggal di Kompleks Bumi Pandeglang Indah.S. Jurusan Pendidikan Olahraga.1. Saya adalah guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di SMP Negeri 2 Saketi. Diposkan oleh SUMARSO. Saya lahir di Purbalingga pada tanggal 13 Desember 1969. di 19:35 2 komentar Perkenalan Selamat Datang Di Blog saya. Blok I2/No. Saya sudah menikah dengan Anjar Dyah Purbaningrum.Pd. Kabupaten Pandeglang. Demikian perkenalan saya. Alumnus UNTAG Semarang. saya sangat berharap dapat sharing ilmu dan informasi dengan semua guru diseluruh Indonesia bahkan diseluruh dunia. Yang pertama laki-laki bernama Galih Pratama Adhi lahir di Purwokerto. 15 Juli 2002.co. Provinsi Banten.S. Alamat e-Mail saya : papa_galih@yahoo. perempuan lahir di Purwokerto.Pd. SH. Pandeglang 42253.S. 05 Januari 1998 dan anak kedua bernama Safrilla Rahma Marshella. Telepon (0253)206301. Saya adalah anak kelima dari enam bersaudara. Saya Alumnus FPOK IKIP Semarang tahun 1994.

o ► Januari (1)  Makalah Media Pembelajaran  ▼ 2007 (2) o ▼ Agustus (2)  Makalah Penjaskes  Perkenalan Mengenai Saya SUMARSO. saya guru PENJASORKES SMP Negeri 2 Saketi. Kabupaten Pandeglang.Pd.S. Provinsi Banten Lihat profil lengkapku .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->