Kamis, 30 Agustus 2007

Makalah Penjaskes
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN TEKNIK PASSING ATAS PERMAINAN BOLA VOLI DENGAN PENDEKATAN BERMAIN “PERMAINAN KEPALA BERANJAU “

KARYA TULIS Disusun Dalam Rangka Seleksi Guru Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2006

Disusun Oleh : SUMARSO, S.Pd. NIP : 132166128

PEMERINTAH PROVINSI BANTEN DINAS PENDIDIKAN 2006

ABSTRAK

Pendekatan bermain “Permainan Kepala Beranjau” juga dapat meningkatkan nilai hasil pembelajaran siswa. Pendekatan Bermain. Pembelajaran. Bola Voli. Unit Kerja : SMP Negeri 2 Saketi Karya tulis ini merupakan laporan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan bermain “Permainan Kepala Beranjau. iii KATA PENGANTAR .” dengan subjek kelas VII semester genap. Kata Kunci : Efektivitas. S. Dari hasil pembelajaran tersebut disarankan kepada guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani untuk menerapkan pendekatan bermain khususnya ”Permainan Kepala Beranjau” dalam pembelajarannya agar dapat memberikan situasi belajar yang efektif dan menyenangkan kepada siswa. Passing Atas.” Disusun Oleh : Sumarso. Dari hasil penilaian yang dilaksanakan diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran dengan pendekatan bermain “Permainan Kepala Beranjau” dapat meningkatkan efektivitas dan partisipasi siswa dalam pembelajaran.Judul Karya Tulis : Efektivitas Pembelajaran Teknik Passing Atas Permainan Bola Voli dengan Pendekatan Bermain “Permainan Kepala Beranjau.Pd. Teknik. Permainan Kepala Beranjau.

karena berkaitan langsung dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia. pendidikan memegang peranan yang teramat penting dalam proses peningkatan kualitas sumber daya manusia. 06 Juni 2006 Penulis SUMARSO. Makalah ini merupakan laporan hasil pembelajaran yang telah penulis terapkan di lapangan dan semoga dapat menjadi masukan bagi rekan-rekan guru Pendidikan Jasmani dalam menerapkan pembelajaran bagi siswa di sekolah masing-masing. Kebijakan itu ditandai dengan pelaksanaan Kurikulum 2004 . karena itu dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada : 1. Bapak Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten 2. Latar Belakang Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat besar artinya bagi pembangunan generasi penerus bangsa. untuk itu saran serta kritik dari semua pihak untuk perbaikan makalah ini sangat penulis harapkan. diantaranya adalah dengan mengadakan pembaharuan kurikulum pendidikan nasional sesuai dengan perkembangan jaman. sehingga penulisan Makalah yang berjudul “Efektivitas Pembelajaran Teknik Passing Atas Permainan Bola Voli dengan Pendekatan Bermain Permainan Kepala Beranjau. Bapak Bupati Pandeglang 3. NIP:132166128 i BAB I PENDAHULUAN A.” Dapat terselesaikan. Penulisan Makalah ini dapat terselesaikan juga karena bantuan dari banyak pihak. S. Kabupaten Pandeglang 6. Bapak dan Ibu Pengawas SMP/SMA/SMK Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang 5. Berbicara mengenai kualitas sumber daya manusia. Semoga semua bantuan dan saran yang telah diberikan kepada penulis mendapat balasan dari Allah SWT. Peningkatan kualitas pendidikan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Pandeglang.Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan nikmat.Pd. Pada saat ini pemerintah telah menerapkan kebijakan pelaksanaan kurikulum baru yang disesuaikan dengan tuntutan jaman. Umaedi (1999) mengatakan bahwa Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia itu sendiri. Amin. Dengan demikian pendidikan sangat memegang perananan yang sangat penting bagi nasib kehidupan bangsa. Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang 4. Rekan-rekan satu perjuangan Penulis menyadari bahwa penulisan Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Bapak Kepala SMP Negeri 2 Saketi.

internalisasi nilai-nilai (sportifitas. indikator dan materi pokok untuk masing-masing mata pelajaran. ketrampilan sosial. Dalam Kurikulum 2004 ini terdapat standar kompetensi. kebugaran jasmani. perlombaan. Pendekatan kontekstual ini dapat diterapkan dalam pembelajaran untuk semua mata pelajaran. Agar siswa dapat mengalami apa yang dipelajarinya. Cara pelaksanaan pembelajaran kegiatan dapat dilakukan dengan latihan. permainan. jujur. Pendekatan ini kita kenal dengan istilah pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL). Kabupaten Pandeglang Tahun Pelajaran 2005/2006. penalaran dan tindakan moral melalui aktivitas jasmani dan olahraga.atau Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) secara nasional. kompetensi dasar. termasuk mata pelajaran Pendidikan Jasmani. kerjasama. B.” . Dalam proses pembelajaran Pendidikan Jasmani. diperlukan pendekatan yang tepat. dan lain-lain) serta pembiasaan hidup sehat. 1 Belajar akan lebih bermakna dan menyenangkan bagi siswa bila siswa mengalami apa yang dipelajarinya. Agar tercapai tujuan tersebut guru dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam kegiatan pembelajaran. Pendidikan Jasmani pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhaan bertujuan untuk mengembangkan aspek kesehatan. teknik dan strategi permainan dan olahraga. stabilitas emosional. Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran guru harus berpedoman pada kurikulum tersebut. baik dalam penggunaan media maupun dalam strategi dan pendekatan pembelajaran itu sendiri. Dalam pelaksanaan pembelajaran guru dapat memberikan berbagai pendekatan agar siswa termotivasi dan tertarik untuk mengikuti pembelajaran. ketrampilan berpikir kritis. guru akan dapat menciptakan suasana belajar yang bermakna dan menyenangkan bagi siswa. guru diharapkan mengajarkan berbagai ketrampilan gerak dasar. Rumusan Masalah Sesuai dengan latar belakang masalah tersebut diatas penulis ingin merumuskan masalah sebagai berikut : 2 “ Apakah pendekatan bermain dengan Permainan Kepala Beranjau mampu meningkatkan efektifitas pembelajaran teknik passing atas permainan bola voli pada siswa. sehingga diharapkan siswa akan dapat mencapai standar kompetensi pada masing-masing mata pelajaran. dan pertandingan Dari uraian diatas penulis mencoba untuk menerapkan pendekatan bermain dengan menggunakan “Permainan Kepala Beranjau” dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani khususnya pada pembelajaran teknik passing atas permainan bola voli pada siswa kelas VII semester genap SMP Negeri 2 Saketi. Pada saat ini telah dikembangkan suatu pendekatan dimana guru dituntut untuk dapat mengkaitkan materi pembelajaran dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka. menirukan. Kurikulum ini menjadi pedoman bagi guru dalam kegiatan pembelajaran untuk semua mata pelajaran. Dengan strategi dan pendekatan pembelajaran yang tepat. dan tujuan dari pembelajaran tersebut dapat tercapai.

Konteks Implementasi Tempat Pelaksanaan Tempat pelaksanaan pembelajaran yang menjadi bahan laporan penulisan Karya Tulis ini adalah di SMP Negeri 2 Saketi. Desa Mekarwangi. bermakna serta menyenangkan.02 Kecamatan Saketi. agar dalam pembelajaran mata pelajaran pendidikan jasmani menggunakan pendekatan bermain “Permainan Kepala Beranjau” sehingga dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa. JL. dan perempuan 14 siswa. Siswa sehingga memperoleh situasi dan pengalaman pembelajaran yang lebih konkret.C. Manfaat Karya tulis ini diharapkan dapat bermanfaat bagi : Guru Pendidikan Jasmani. 3 BAB II DESKRIPSI A. Kabupaten Pandeglang Tahun Pelajaran 2005/2006 D. Penulis untuk menambah wawasan dan pengetahuan serta pengalaman dalam penulisan karya tulis. Pembelajaran dilaksanakan selama 3 jam pelajaran ( @ 45 menit ) . Subjek Yang menjadi subjek dalam pembelajaran ini adalah siswa kelas VII A semester Genap Tahun Pelajaran 2005/2006 yang terdiri dari 30 siswa. Kabupaten Pandeglang. laki-laki 16 siswa. Waktu Waktu pembelajaran yang menjadi bahan laporan Karya Tulis ini telah dilaksanakan pada minggu ke-1 bulan Maret 2006. KM. Tujuan Tujuan penulisan karya tulis adalah sebagai persyaratan seleksi guru berprestasi tahun 2006 merupakan laporan hasil pembelajaran teknik passing atas permainan bola voli dengan pendekatan bermain permainan Kepala Beranjau pada siswa kelas VII semester genap SMP Negeri 2 Saketi.

khususnya permainan bola voli teknik passing atas. C. Perencanaan Agar tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan yang kita harapkan. Net voli e. Kegiatan Inti Kegiatan inti merupakan kegiatan pokok yang menjadi pokok bahasan materi pembelajaran. apersepsi dan pemanasan (warming up) khusus untuk mata pelajaran Pendidikan Jasmani. maka perencanaan yang baik dan matang mutlak harus dilaksanaknan. Stopwatch 4 Media yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah guru dan siswa yang mempunyai kemampuan lebih. yang bertugas mendemonstrasikan teknik passing atas yang menjadi materi pembelajaran. Ban sepeda bekas / simpai d. Pelaksanaan pembelajaran pada dasarnya terdiri dari tiga tahapan. Perencanaan pembelajaran dilaksanakan dengan jalan melihat Standar Kompetensi mata pelajaran Pendidikan Jasmani. kemudian mengambil langkah-langkah sebagai berikut : Menetapkan Indikator Memilih metode/pendekatan pembelajaran Memilih materi pelajaran Menentukan alokasi waktu Menentukan alat dan sumber bahan pelajaran Memilih jenis evaluasi yang dilaksanakan Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran karya tulis ini. Alat/media yang digunakan Alat yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah : a. kegiatan ini menenmpati prosentase terbesar dari kegiatan pembelajaran. B. Bola plastik. bola dari plastik bekas c. Peluit f. Pendahuluan dapat dilaksanakan melalui kegiatan absansi siswa. Bola voli b. . yaitu : Pendahuluan Pendahuluan merupakan kegiatan awal untuk mempersiapkan siswa baik fisik dan mental untuk menghadapi proses pembelajaran lebih lanjut.Materi Pembelajaran Materi pembelajaran dalam karya tulis ini adalah materi pokok permainan dan olahraga. Pelaksanaan Tahap pelaksanaan pada dasarnya menerapkan apa yang telah dilakukan pada tahap persiapan.

perlombaan. digunakan penilaian yang sesungguhnya (Authentic Assesment). dan pertandingan. Hal ini sesuai dengan pendapat yang mengatakan.5 Dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Jasmani perlu memperhatikan hal-hal seperti berikut : a. tujuan penilaian adalah menilai sejauh mana siswa mampu mencapai kompetensi hasil belajar. Hasil dari pembelajaran dapat dilihat dalam lampiran karya tulis ini. serta memberikan umpan balik terhadap jalannya pembelajaran. dari yang sederhana ke yang kompleks. rumusan tujuan pembelajaran berbasis kompetensi memiliki standar keberhasilan pencapaian kompetensi dasar. 2004) Dalam pembelajaran ini digunakan permainan Kepala Beranjau. dan dari tingkat kesulitan yang rendah ke yang tinggi. kelompok kecil dan kelompok besar. Pengorganisasian kegiatan dilaksanakan dengan perorangan. D. berpasangan. b. Dalam penilaian hasil pembelajaran ini menggunakan patokan 65. Para siswa yang mencapai atau melebihi patokan ini. Penilaian hasil dilaksanakan untuk mengumpulkan informasi tentang pencapaian kompetensi. sedangkan siswa yang . maka penilaian tidak hanya dilakukan untuk menilai hasil saja tetapi juga proses pembelajaran yang dilakukan siswa juga dinilai. Cara pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan latihan. Patokan ini ditetapkan atas dasar pertimbangan logis mengenai tingkat penguasaan minimum. Dalam kegiatan pembelajaran Pendidikan Jasmani. Pelaksanaan pembelajaran yang menjadi bahan laporan karya tulis ini telah dilaksanakan pada minggu ke-1 bulan Maret 2006. dari jarak yang dekat ke yang jauh. 6 Sesuai dengan pendekatan kontekstual yang digunakan dalam pembelajaran ini. Tahapan pelaksanaan dilakukan dimulai dari yang mudah ke yang sukar. (Depdiknas. dengan demikian mengarahkan pada penggunaan penilaian acuan patokan (PAP). Kegiatan penutup dapat berupa kegiatan koreksi. dinyatakan lulus. (Hari Sudarejat : 2004) Penialaian acuan patokan adalah penilaian yang membandingkan hasil belajar siswa kepada patokan yang telah ditetapkan sebelumnya. Kegiatan Penutup Kegiatan penutup merupakan kegiatan akhir dari proses pembelajaran materi yang menjadi topik pembelajaran pada hari itu. evaluasi maupun refleksi. menirukan. Penentuan keberhasilan siswa dalam pembelajaran ini berpedoman pada Penilaian Acuan Patokan (PAP). perlu diberikan pendinginan (cooling down). dan pemberian informasi mengenai tugas untuk persiapan pembelajaran pada pertemuan berikutnya. (Nurhasan : 2001). Penilaian Sesuai dengan pendekatan kontekstual yang digunakan dalam pembelajaran ini. c. permainan. Cara permainan ini dapat dilihat dalam lampiran. artinya bahwa siswa dianggap lulus apabila telah menguasai 65 % dari seluruh materi. Penilaian tidak hanya dilaksanakan pada akhir pembelajaran saja tetapi juga dilaksanakan selama proses belajar berlangsung.

Mengembangkan sikap sportif. dan emosional. Berdasarkan pengamatan penulis sebagai guru pendidikan jasmani. dan demokratis. penguasaan teknik dasar passing atas bagi siswa dirasakan agak susah. kognitif. bertanggung jawab. guru harus memilik dan menerapkan berbagai strategi pembelajaran maupun pendekatan. atau dianggap belum lulus dan harus diberikan remedial Bentuk penilaian. guru memanfaatkan alat-alat atau benda bekas berupa ban bekas. jujur. bola yang dibuat dari sampah plastik. senam. dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani. Dalam pembelajaran ini. Dalam makalah ini akan dibahas satu bentuk permainan hasil dari modifikasi penulis dalam pembelajaran pendidikan jasmani khususnya permainan bola voli teknik passing atas. 2003 ) Tujuan dan fungsi pendidikan jasmani antara lain adalah : a. ( Depdiknas. dan bola karet. maupun menciptakan atau memodifikasi bentuk-bentuk permainan yang menarik siswa dalam mengikuti pembelajaran. Siswa akan merasakan takut cedera jari-jari tangannya. . 7 BAB III PEMBAHASAN Pendidikan jasmani merupakan proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani yang direncanakan secara sistematik bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan individu secara organik. Apalagi apabila dalam pelaksanaannya guru langsung menggunakan bola voli yang sebenarnya. melalui aktivitas jasmani. format penilaian dan hasil penilaian yang digunakan dalam pembelajaran ini dapat dilihat dalam lampiran.belum bmencapai patokan tersebut dianggap belum menguasai secara minimum kemampuan tersebut. aktivitas pengembangan. percaya diri. Oleh karena itu penulis mencoba menggunakan bola hasil modifikasi siswa maupun bola karet yang ringan. Mengembangkan ketrampilan gerak dan ketrampilan teknik serta strategi berbagai permainan dan olahraga. b. serta mampu menggunakan alat-alat pembelajaran yang tersedia. disiplin. aktivitas ritmik. sehingga siswa tidak akan merasakan takut dalam melakukan latihan passing atas. dalam kerangka system pendidikan nasional. dikarenakan biasanya siswa akan merasakan takut dalam melaksanakan latihan passing atas. akuatik (aktivitas air) dan pendidikan luar kelas (out door education) Untuk dapat mencapai tujuan siswa dapat mengembangkan ketrampilan gerak dan ketrampilan teknik. perceptual. neuromuskuler. kerjasama.

Melatih sportifitas Alat yang digunakan : 1. masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang.” tanpa sadar siswa telah melakukan latihan teknik dasar passing atas. Apabila bola mengenai kepala. Satu orang melakukan gerakan pasing atas dengan cara berdiri menghadap sasaran sejauh 2 meter. Ban sepeda bekas/simpai 3. Ban sepeda/simpai ini berfungsi sebagai sasaran. maka permainan akan berhenti dan kelompok tersebut dinyatakan gugur. siswa sangat antusias dan termotivasi untuk melakukan latihan passing atas tanpa merasakan takut. Dua orang pemain bertugas memegangi ban sepeda bekas dengan cara dipegang dengan dua tangan dan diangkat diatas kepala. dalam mengikuti pembelajaran passing atas ini. (Jarak dapat disesuaikan). sekaligus mencatat hasil dari pasing atas yang berhasil masuk kedalam sasaran ban sepeda/simpai. Melatih ketepatan passing atas 3. Bola tidak boleh mengenai kepala dari dua orang yang memegangi ban sepeda/simpai sebagai sasaran. Masing-masing kelompok harus menyediakan dua buah bangku. Pemain berusaha mamasukan bola yang dipasing kedalam ban sepeda/simpai yang dipegangi oleh temannya. Bangku Pelaksanaan permainan : Siswa dibagi kedalam kelompok. Regu yang telah gugur tidak diperkenankan untuk mengikuti permainan lagi. Penentuan pemenang adalah hasil nilai yang terbesar yang dicapai oleh kelompok tersebut. Satu orang menjadi juri untuk kelompok lain. Satu orang bertugas mengambilkan bola untuk diberikan kepada teman yang melakukan passing atas. bertugas mengawasi agar kelompok yang lain melakukan permainan dengan sportif. Bola voli atau bola karet/plastik 2. . Dengan permainan “Kepala Beranjau. Melatih kerjasama tim 4. Lingkaran ban sepeda/simpai menghadap keatas. Berdasarkan pengamatan penulis sebagai guru.” Tujuan Permainan : 1. dan akhirnya siswa dengan sendirinya dapat menguasai penguasaan gerak dasar passing atas melalui pelaksanaan permainan “Kepala Beranjau” ini. dan berdiri diatas bangku dengan cara berhadap-hadapan. dan satu buah bola voli atau bola karet.8 Dalam pelaksanaan pembelajaran teknik dasar passing atas ini digunakan satu bentuk pendekatan bermain dengan permainan “Kepala Beranjau. 9 Permainan ini dilaksanakan selama 1 menit untuk setiap anggota regu secara bergiliran. satu buah ban sepeda bekas. Setiap bola yang berhasil masuk kedalam sasaran diberi nilai 1. Melatih keberanian dalam melakukan passing atas 2.

” Hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai siswa setelah dilaksanakan evaluasi pada akhir pembelajaran. Hasil rata-rata nilai siwa diambil dari dua aspek penilaian yaitu nilai proses serta nilai kinerja (unjuk kerja) siswa dalam melakukan teknik dasar passing atas. khususnya menggunakan “Permainan Kepala Beranjau. maka disarankan : 1. khususnya .60. ternyata dapat diambil satu kesimpulan bahwa pembelajaran teknik passing atas permainan bola voli efektif diajarkan dengan menggunakan pendekatan bermain. sehingga tidak ada siswa yang harus diremidial dalam pembelajaran teknik dasar passing atas ini. Bagi pengajar mata pelajaran Pendidikan Jasmani dapat menerapkan pendekatan kontekstual dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan dan menggunakan berbagai permainan. serta ketuntasan 100 %. Kesimpulan Dari proses pembelajaran passing atas permainan bola voli yang telah dilaksanakan.10 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Saran Berdasarkan hasil pembelajaran passing atas permainan bola voli dengan menggunakan pendekatan bermain dengan menggunakan permainan Kepala Beranjau yang telah dilaksanakan. nilai terendah sebesar 76. Rata-rata nilai dari hasil penilaian sebesar 80. B.

Jakarta : Depdiknas 12 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ……………………………………… i DAFTAR ISI . 2004. Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning (CTL)). Jakarta : Erlangga Suderajat. Jakarta : Depdiknas Roji. Adang. Jakarta : Depdikbud ____________________ 2004. 2001. 2002. sehingga kendala kekurangan sarana dalam pembelajaran tidak akan mengganggu proses pembelajaran. Kurikulum 2004 Pendidikan Jasmani. 2004. Pendidikan Jasmani untuk SMP Kelas VII.permainan Kepala Beranjau karena dapat menjadikan proses pembelajaran menjadi menarik bagi siswa. Theo & Kruber. Jakarta : Depdiknas Syarifudin. 1990. 2001. 3. Bandung : CV Cipta CekasGrafika Suherman. Pokok-Pokok Pengembangan Program Pembelajaran Pendidikan Jasmani. Bagi pengajar mata pelajaran Pendidikan Jasmani agar dapat menggunakan segala fasilitas yang ada disekolah masing-masing. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah Sebuah Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Sekolah untuk Peningkatan Mutu. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) Pembaharuan Pendidikan dalam Undang-undang Sisdiknas 2003. Dieter. Taktik dan Kondisi Pengantar untuk Pelatih/Pendidik. 1999. 1998. Hari. 11 DAFTAR PUSTAKA Kleinmann. Jakarta : PT. Gramedia Nurhadi. 2. Agar dapat diadakan penelitian yang bertujuan untuk membandingkan hasil pembelajaran pendidikan jasmani dengan pendekatan kontekstual dan pembelajaran pendidikan jasmani yang menggunakan pendekatan yang lain. Jakarta : Depdiknas Nurhasan. Asesmen Balajar dalam Pendidikan Jasmani Evaluasi Alternatif untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. Tes dan Pengukuran dalam Pendidikan Jasmani : Prinsip-prinsip dan Penerapannya. Bola Volley Pembinaan Teknik. Jakarta : Depdikbud Umaedi.

Kesimpulan ……………………………………… 11 B. Rumusan Masalah ……………………………………… 2 C. Saran ……………………………………… . Pelaksanaan ……………………………………… 5 D. Latar Belakang ……………………………………… 1 B. Manfaat ……………………………………… 3 BAB II DESKRIPSI ……………………………………… 4 A. Penilaian ……………………………………… 6 BAB III PEMBAHASAN ……………………………………… 8 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ……………………………………… 11 A.……………………………………… ii ABSTRAK ……………………………………… iii BAB I PENDAHULUAN ……………………………………… 1 A. Perencanaan ……………………………………… 5 C. Konteks Implementasi ……………………………………… 4 B. Tujuan ……………………………………… 3 D.

Kecamatan Kaduhejo. di 19:35 2 komentar Perkenalan Selamat Datang Di Blog saya.11 DAFTAR PUSTAKA ……………………………………… 12 LAMPIRAN ……………………………………… ii Diposkan oleh SUMARSO.S. Kabupaten Pandeglang.co.id.Pd. di 19:18 0 komentar Posting Lebih Baru Beranda Langgan: Entri (Atom) Arsip Blog  ► 2009 (1) . Saya lahir di Purbalingga pada tanggal 13 Desember 1969. Saya sekarang tinggal di Kompleks Bumi Pandeglang Indah. Perkenankanlah saya memperkenalkan diri. 05 Januari 1998 dan anak kedua bernama Safrilla Rahma Marshella. Terimakasih. Nama saya Sumarso. Blok I2/No. Diposkan oleh SUMARSO. Saya Alumnus FPOK IKIP Semarang tahun 1994. SH.S. Saya telah dikaruniai dua anak. Saya adalah guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di SMP Negeri 2 Saketi. perempuan lahir di Purwokerto. Alamat e-Mail saya : papa_galih@yahoo. 15 Juli 2002. Demikian perkenalan saya. Provinsi Banten. Pandeglang 42253. Yang pertama laki-laki bernama Galih Pratama Adhi lahir di Purwokerto. Saya sudah menikah dengan Anjar Dyah Purbaningrum.S. Jurusan Pendidikan Olahraga. Alumnus UNTAG Semarang. RT:03/06 Desa Sukasari. Telepon (0253)206301.Pd. Saya adalah anak kelima dari enam bersaudara. saya sangat berharap dapat sharing ilmu dan informasi dengan semua guru diseluruh Indonesia bahkan diseluruh dunia.1.Pd.

Pd. Provinsi Banten Lihat profil lengkapku . saya guru PENJASORKES SMP Negeri 2 Saketi. Kabupaten Pandeglang.o ► Januari (1)  Makalah Media Pembelajaran  ▼ 2007 (2) o ▼ Agustus (2)  Makalah Penjaskes  Perkenalan Mengenai Saya SUMARSO.S.