Berry

Ciri-ciri Sastra, Para Pengarang, dan Karya Sastra Inggris Periode Restorasi Rangkuman Dalam Kegiatan Belajar

5 ini kita telah membahas: 1. Pengaruh budaya Perancis terhadap bangsa Inggris pada zaman Restorasi. 2. Ciri-ciri kesusastraan Inggris periode Restorasi. 3. Penyair, dramawan, prosais serta karya-karyanya. Halhal/istilah-istilah yang perlu diingat: 1. Karya-karya kesusastraan, terutama drama, banyak dipengaruhi oleh budaya Perancis. Hal ini terjadi karena raja Inggris, Charles II, dibesarkan di istana Perancis; dengan demikian, gaya hidup model Perancis termasuk budaya dan sastra dibawa ke Inggris oleh Charles II dan kawan-kawannya (kaum bangsawan). 2. Para penulis zaman Restorasi cenderung menganut aliran realisme dan formalisme. Realisme yaitu menggambarkan manusia apa adanya dan formalisme menekankan penggunaan gaya penulisan yang ringkas dan sederhana. Kalimat-kalimat yang digunakan lebih pendek, tanpa tambahan. 3. Pada karya puisi ditandai dengan bentuk "heroic couplet", yaitu bentuk puisi yang setiap barisnya lima tekanan keras pada setiap suku kedua (iambic pentameter), dan setiap dua baris berirama satu sama lain. Karya puisi yang menonjol juga bersifat satire. Pada karya drama dikenal "Comedy of Manners", yaitu komedi yang menggambarkan kehidupan masyarakat atas yang penuh intrik-intrik dan imoralitas. Sedangkan karya prosa menekankan rasio, bukan imaginasi. Kegiatan Belajar 6: Pengenalan Apresiasi Karya Sastra Inggris Periode Restorasi Rangkuman Pada Kegiatan Belajar 6 ini Anda telah membahas salah satu karya sastra periode Restorasi yang berupa penggalan sajak "Absalom and Achitopel" karya John Dryden. Penggalan sajak ini dibagi menjadi dua bagian (A dan B). Bagian pertama (A) menggambarkan Earl of Shaftesbury (Achitopel)dan pada bagian kedua (B) ia menggambarkan jenis orang-orang yang mendukung Earl of Shaftesbury. Halhal/istilah-istilah yang perlu diingat: Sajak "Absalom and Achitopel" merupakan sajak satire yang menyindir intrik-intrik pada zaman Restorasi. Dryden mengambil cerita dari Kitab Injil, yaitu Absalom yang memberontak terhadap ayah kandungnya, raja David. References
       

Abrams, M.E. (1981). A Glossary of Literary Terms. New York: Holt, Rinehart & Winston. Danziger, M.K. & W.S. Johnson. (1968). A Poetry Anthology. New York: Random House. Moody & Lovett. (1943). A History of English Literature. New York: Charles Scribner's Sons. Le Gouis & Cazamian. (1966). A History of English Literature. London: Dent & Sons. Friestley, J.B. & J. Spear. (1963). Adventures in English Literature. New York: Harcourt, Brace & World Inc. Samekto. (1982). Ikhtisar Sejarah Bangsa Inggris. Jakarta: Sastra Hudaya. _______. (1976). Ikhtisar Sejarah Sastra Inggris. Jakarta: Gramedia. Wiyono, H. (1976). An Introduction to English Literature. Vol. 1. Semarang: UNDIP

yang juga merupakan campuran antara prosa dan puisi. juga merupakan sebuah antologi. Buku ini sekarang terletak di Vercelli. • Universal history and geoghrapy. Dari sanalah mungkin inggris menyadari bahwa inilah saatnya untuk mengembalian kembali sastra inggris dan tokoh waktu itu ialah Raja Alfred. Manuskrip pertama disebut sebagai Naskah Junius (juga dikenal sebagai Naskah Caedmon). yang paling sukses dalam kemajuan sastra inggris ialah mulai adanya prosa yang baru inggris aja yang ada. Bahasa inggris asli itu mulanya dari mereka yang ke semuanya itu adalah orang-orang german dari saxon sampai bahasa inggris modern. itu karena tentara romawi telah ditarik selama-lamanya. jutes. Periode Inggris Kuno. Berhubungan dengan cerita-cerita heroik adalah sejumlah puisi pendek dari Buku Exeter yang diperikan sebagai "elegi" atau "puisi kebijaksanaan" . yang merupakan sebuah antologi puisi bersungging. Sampai sekarang belum ada yang bisa memastikan mengapa buku ini bisa sampai di Italia dan masih merupakan bahan perdebatan. Yang bersuasana gelap adalah The Ruin ("Reruntuhan"). Puisi Inggris Kuno Puisi Inggris Kuno dibagi menjadi dua jenis. Manuskrip ketiga disebut Buku Vercelli. Secara sebagian besar puisi-puisi ini terlestarikan dalam empat manuskrip. sebut saja cadmon . Pada periode ini khususnya pada tahun 50 sesudah masehi yang waktu itu inggris masih diduduki oleh tentara romawi. dimana sajak-sajak anglo saxon yang berebau religi. Manuskrip keempat adalah Codex Nowell. dan terletak di Katedral Exeter karena telah dihibahkan ke sana semenjak abad ke-11. • Karya sastra milik orang inggris asli semisal “Beowulf” Sebetulnya pada zaman inilah anglo saxon sangat berpengaruh juga selain bangsa romawi yang membawa peradaban yang baik sekali. puisi heroik pra-Kristen Jermanik dan puisi Kristen. Manuskrip kedua disebut Buku Exeter. Italia. Puisi-puisi ini bersifat liris dan Boethian dalam deskripsi mereka tentang keberuntungan dan kemalangan dalam kehidupan. sebuah campuran antara puisi dan prosa. ia menyuruh para rokhaniawan untuk mempelajari ilmu-ilmu emudian hal ini terus berlanjut pada dua abd kemudian. saxon menyerbu bangsa inggris asli dan pada waktu itu orang asli inggris tak mampu melawan mereka. para nenek moyang inggris yaitu Angles. Jadi ada 2 karya sastra yang lahir pada zaman ini yang kesemuanya itu adalah camouran dari kedua suku itu. Dan –pada zaman ini pula inggris mulai mengenal puisi atau sastra-sastra mesipun sebelumnya orang inggris juga mempunyai karyakarya sastra. yang menceritakan kebobrokan sebuah kota Romawi di Britania yang pernah jaya (kota-kota di Britania jatuh rusak setelah . Tetapi pada waktu itu karya-karya mereka banyak yang dihancurin aibat dari serangan-serangan yang dilakukan oleh skandinavia. mulai dikenalkhan kepada orang inggris. • Karya sastra yang dibawa oleh orang germanik. Karya satranya antara lain: • Anglo saxon chronicle • Ecclesiactical history of the English people.Sejarah Kesusasteraan Inggris A.

sementara orang-orang Inggris awal melanjutkan kehidupan pertanian mereka). dan tidak boleh tergesa-gesa untuk maju berperang tetapi harus mencari sekutu jika dalam keadaan buruk. Cynewulf telah terbukti merupakan seseorang yang sangat sulit diidentifikasikan. Hanya ada satu puisi sembilan baris yang masih terlestarikan. bagi manusia. diketahui dari William dari Malmesbury yang mengatakan ia mementaskan langu-lagu duniawi sementara diiringi dengan sebuah harpa. Caedmon adalah yang paling dikenal dan dianggap Bapak puisi Inggris Kuno. Tuhan abadi Tuhan Yang Mahakuasa kemudian membuat madyapada bumi. tetapi penelitian terkini memberi kesan bahwa ia berasal dari awal abad ke-9 di mana beberapa puisi bisa diatribusikan kepadanya termasuk Nasib Para Rasul dan Elene (dua-duanya ada di . tetapi tidak ada satu-satupun karyanya dalam bahasa Inggris Kuno yang masih ada. Himne. tha middungeard moncynnæs uard eci dryctin æfter tiadæ firum foldu frea allmectig Terjemahan Maka marilah kita sekarang memuja Penjaga Kerajaan Sorgawi kekuasaan Sang Pencipta dan daya pikirNya. Teks ini juga merupakan tulisan tertua dalam bahasa Inggris:Nu scylun hergan hefaenricaes uard metudæs maecti end his modgidanc uerc uuldurfadur sue he uundra gihuaes eci dryctin or astelidæ he aerist scop aelda barnum heben til hrofe haleg scepen. The Wife's Lament ("Ratapan Sang Istri"). bagaimana Beliau. karya Bapa yang Jaya.ditinggalkan oleh orang-orang Romawi pada awal abad ke-5. St Petersburg Bede) Aldhelm. dan The Husband's Message ("Pesan Sang Suami"). Tuhan abadi mendirikan permulaan setiap mukjizat. dan The Wanderer ("Sang Pengembara"). Kenangan akan pembunuhan dan pembantaian ini tetap berada padanya seumur hidupnya. Beberapa elegi lainnya termasuk Wulf and Eadwacer ("Wulf dan Eadwacer"). di mana teman-teman dekat dan kerabatnya dibunuh semua. lalu Penjaga umat manusia. Bagi anak manusia. Satu-satunya harapan untuk bebas adalah kebahagiaan sorgawi. Ia hidup di biara Whitby di Northumbria pada abad ke-7. Beliau. uskup Sherborne (meninggal 709). Sang Pencipta Suci pertama membuat sorga sebagai atap. Ia mempertanyakan kebijaksanaan dari sebuah keputusan impulsif untuk melawan sebuah pasukan yang lebih kuat: orang yang bijak ikut berperang untuk "melestarikan" masyarakat sipil. Sang penyair tidak dapat mengagungkan keberanian hanya untuk keberanian saja. (Caedmon. Raja Alfred yang Agung juga menulis puisi tentang keadaan pemerintahannya yang didasarkan secara bebas pada filsafat neoplatonik Boethius dan disebut sebagai Lays of Boethius ("Puisi Lagu Boethius"). The Seafarer ("Sang Pelaut") adalah cerita seseorang yang terbuang secara menyedihkan dari rumahnya dan harus tinggal di laut. Banyak karya prosanya dalam bahasa Latin yang terlestarikan. Dalam puisi terakhir ini seorang tua menceritakan sebuah serangan yang dialaminya ketika masih muda. dan disebut Himne Caedmon.

Buku ini sekarang terletak di Vercelli. Arena dia adalah orang yang mampu mengangkat citra inggris kembali layaknya inggris sekarang. Ia membedakan lima pola aliterasi yang berbeda-beda. dan Christ II dan Juliana (dua-duanya ada di Buku Exeter) Puisi kepahlawanan. Manuskrip kedua disebut Buku Exeter. Manuskrip keempat adalah Codex Nowell. Dan Raja Alfred ialah orang perama yang membuat prosa menjadi diakui. dan terletak di Katedral Exeter karena telah dihibahkan ke sana semenjak abad ke-11. seorang malaikat ditampilkan sedang menjaga pintu gerbang sorga. telah diterima di beberapa kalangan. sebuah campuran antara puisi dan prosa. Puisi Inggris Kuno Pada ilustrasi ini dari halaman 46 yang diambil dari naskah Caedmon (atau Junius). Puisi Inggris Kuno dibagi menjadi dua jenis. yang merupakan sebuah antologi puisi bersungging. Pope (1942). Manuskrip pertama disebut sebagai Naskah Junius (juga dikenal sebagai Naskah Caedmon). Sampai sekarang belum ada yang bisa memastikan mengapa buku ini bisa sampai di Italia dan masih merupakan bahan perdebatan.Buku Vercelli). beberapa tahun sekali sebuah teori baru muncul dan topik ini masih tetap diperdebatkan secara hangat. Bangsa Inggris Kuno tidak meninggalkan kaidah puisi atau sistem eksplisit. Manuskrip ketiga disebut Buku Vercelli. juga merupakan sebuah antologi. semua yang kita ketahui mengenai puisi pada masa ini ialah berdasarkan analisis modern. . Secara sebagian besar puisi-puisi ini terlestarikan dalam empat manuskrip. yang menggunakan notasi musik untuk melacak lima pola. yang juga merupakan campuran antara prosa dan puisi. Italia. puisi heroik pra-Kristen Jermanik dan puisi Kristen. Teori John C. Teori pertama yang diterima secara luas disusun oleh Eduard Sievers (1885).

bait-bait puisi Inggris Kuno dibagi oleh sebuah jeda pada bagian tengah.Pengertian yang paling populer dan dikenal luas mengenai puisi Inggris Kuno masih tetap teori sajak aliterasi Sievers. Setiap paruh bait memiliki dua suku kata yang mendapatkan tekanan. sembarang dari lima jenis ini bisa dipakai pada semua bentuk puisi. aliterasi. Sistem ini diwarisi dari sistem serupa pada bahasa Jermanik tua lainnya. dan pola aksentuasi berdasarkan suku kata. lautan disebut sebagai "jalan angsa") dan litotes. Secara kasar. jeda ini disebut caesura. Dua majas yang secara umum ditemukan pada puisi Inggris Kuno adalah kenning. sebuah frasa formulais yang melukiskan sesuatu menggunakan istilah lainnya (misalkan dalam Beowulf. ialah bahwa suku kata yang mendapatkan tekanan pada paruh pertama bisa beraliterasi satu sama lain). . Suku kata pertama yang mendapatkan tekanan pada paruh bait kedua harus beraliterasi dengan satu atau kedua suku kata yang mendapatkan tekanan pada paruh pertama bait (artinya tentu saja. Suku kata kedua yang mendapatkan tekanan tidak boleh beraliterasi baik suku kata yang mendapat tekanan manapun pada paruh pertama. Sistem ini terdiri atas lima permutasi pada sebuah skema sajak dasar. Sistem ini berdasarkan aksen. sebuah eufemisme dramatis yang dipakai oleh sang penulis untuk mendapatkan efek dramatis. kuantitas vokal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful