PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN MELALUI METODE LATIHAN TERBIMBING DENGAN MEDIA TEKS LAGU SISWA KELAS X-7 SMA

NEGERI 1 PEMALANG

SARI
Azizah, Wiwin Nur. 2007. Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen Melalui Metode Latihan Terbimbing dengan Media Teks Lagu pada Siswa Kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I : Drs. Agus Nuryatin, M.Hum, Pembimbing II : Drs. Mukh. Doyin, M. Si. Kata Kunci : Keterampilan menulis cerpen, metode latihan terbimbing, media teks lagu. Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia aspek bersastra SMA kelas X untuk subaspek menulis menyebutkan bahwa peserta didik harus mampu mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan orang lain ke dalam cerpen. Dalam hal ini siswa dituntut untuk mampu menulis cerpen yang baik, namun kemampuan menulis cerpen siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang masih rendah. Rendahnya kemampuan menulis tersebut disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari siswa sendiri, sedangkan faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari lingkungan siswa. Guru masih terbiasa dengan metode pembelajaran yang monoton dan terkesan hanya mengejar meteri. Oleh karena itu, untuk meningkatkan keterampilan menulis cerpen pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang digunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Berdasarkan uraian di atas, permasalahan yang dipaparkan dalam penelitian ini adalah 1) seberapa besar peningkatan kemampuan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X SMA N 1 Pemalang, dan 2) adakah perubahan tingkah laku siswa dalam pembelajaran menulis cerpen setelah mengikuti pembelajaran melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. Tujuan Penelitian ini yaitu 1) mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang dan 2) mendeskripsikan perubahan tingkah laku siswa setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen menggunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. Penelitian ini merupakan penelitian yang berbasis kelas. Dengan demikian penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang meliputi dua siklus. Tiap-tiap siklus dilakukan secara teratur yang terdiri atas empat tahap, yaitu 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) pengamatan, dan 4) refleksi. Data penelitian yang diambil melalui tes dan nontes. Alat pengambilan data tes yang digunakan berupa instrumen tes perbuatan yang berisi aspek-aspek kriteria penilaian kemampuan menulis cerpen berupa penilaian kemampuan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Alat pengambilan data nontes yang digunakan berupa pedoman observasi, wawancara, jurnal, angket, dan dokumentasi foto. Selanjutnya data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif.

ii

Berdasarkan analisis data penelitian, disimpulkan bahwa melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu, kemampuan menulis cerpen siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang meningkat sebesar 20,44% setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Hasil rata-rata tes menulis cerpen pratindakan sebesar 61,30 dan pada siklus I diperoleh hasil rata-rata sebesar 68,62, kemudian pada siklus II diperoleh hasil rata-rata sebesar 77,05 atau meningkat sebesar 12,29% dari siklus I. Perilaku siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pun mengalami perubahan ke arah positif. Perubahan tersebut ditunjukkan dengan perilaku siswa yang lebih serius dan bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran menulis cerpen. Selanjutnya, dari hasil penelitian tersebut, penulis memberikan saran 1) guru bahasa dan sastra Indonesia dapat menggunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam membelajarkan menulis cerpen kepada siswa, 2) peneliti lain dapat melakukan penelitian yang serupa dengan metode yang berbeda.

iii

iv

Semarang. bukan jiplakan dari karya tulis orang lain.PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini benar-benar hasil karya saya sendiri. Agustus 2007 Wiwin Nur Azizah v . baik sebagian atau seluruhnya. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.

.

vi .

dari kalian aku mengerti arti pengorbanan 2)Keluarga dan sahabat-sahabatku 3)Teman-teman PBSI’03 4)Almamater vii . •Hidup artinya berani menghadapi tantangan. •Doa adalah senjata ampuh orang mukmin Persembahan Karya kecil ini kupersembahkan untuk orang-orang yang senantiasa mengisi batin dan jiwaku 1)Bapak. tantangan terbesar dari hidup adalah tetap tumbuh dalam situasi apapun. Ibu dan kakak-kakakku tercinta.MOTTO DAN PERSEMBAHAN Motto : •Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Al-Insyirah : 6 . Dan hanya kepada Tuhan-mulah hendaknya kamu berharap (QS.8). maka apabila kamu sudah selesai (dari suatu urusan) kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.

meskipun penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kelemahan-kelemahan dan semata-mata karena keterbatasan penulis. Mukh.Dra. Penulis menyadari bahwa dalam skripsi ini tidak terlepas dari bimbingan. Rishi Mardiningsih.Bapak dan Ibu dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia yang telah menyemaikan ladang dan menanamkan ilmu sebagai bekal yang sangat bermanfaat. viii . atas segala limpahan nikmat dan karunia yang diberikan kepada penulis.Drs. 4. dosen pembimbing I dan dosen pembimbing II yang disela-sela kesibukannya dengan penuh kesabaran. Doyin M. keikhlasan. arahan dan masukan kepada penulis. 2. baik dalam ilmu maupun pengetahuan. sehingga penulis memperoleh kekuatan untuk menyelesaikan skripsi ini. bantuan.Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia.PRAKATA Puji syukur tiada terhingga ke hadirat Allah swt. Agus Nuryatin M. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada yang terhormat: 1.Hum dan Drs. Dekan Fakultas Bahasa dan Seni serta Rektor Universitas Negeri Semarang. kepala SMA Negeri 1 Pemalang yang telah memberikan izin kepada penulis untuk mengadakan penelitian ini. dan sumbang saran dari segala pihak.Si. yang telah memberikan izin penelitian ini. dan kebijaksanaan memberikan bimbingan. 3.

S. atas segala motivasi dan kasih sayangnya. Mas Sulis. Anna.Teman-teman seperjuangan di PBSI angkatan 2003 terima kasih atas segala informasi. Mamih. 9. Mar.Saptorini Wahyuningsih. 8. Dany. Insya Allah jasa-jasa mereka akan saya kenang sepanjang hayat dan semoga Yang Mahakuasa memberikan yang terbaik dan Ridlo-Nya kepada kita semua di kehidupan sekarang dan yang akan datang. dan dukungan yang telah diberikan. 13. bantuan. dukungan.Sahabat-sahabatku Melti. 10.Teman-teman Florist kos Aee. terima kasih bangkitkan semangatku untuk maju. Utty. guru Bahasa dan Sastra Indonesia SMA Negeri 1 Pemalang yang telah memberikan bantuan dan kerelaannya untuk diajak bertukar pikiran dengan penulis dalam penelitian. dan De Ian. terima kasih bantuan komputernya. Mba Is. 11. Upi. Ibu.Roger. perhatian. dan Lusi bersama mereka aku belajar hidup. yang telah bersedia membantu pelaksanaan penelitian.Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu.Siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. Somsay.S. Mas Agus. 7. ix . 6. kasih sayang dan pengorbanannya selama ini. Ari. yang telah ikut memberikan bantuan dalam menyelesaikan penelitian ini. Achel. Kiki. atas doa. kesabaran. 12. Bilqis.Mas Aris.5.Bapak.

Penulis juga sangat berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Semarang. kritik dan saran yang membangun dari pembaca saya harapkan. Agustus 2007 Wiwin Nur Azizah x . Oleh karena itu.Penulis sadar bahwa kesempurnaan hanyalah milik Yang Mahasempurna dan skripsi ini pun masih jauh dari kesempurnaan.

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL............................................. xvi DAFTAR LAMPIRAN.........................2Identifikasi Permasalahan ................................... 14 2...........................................................................................................................................................5Tujuan Penelitian .................................3Pembatasan Masalah ................................................................................................... BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2................................ 11 2...................................... i ii iv v vi MOTTO DAN PERSEMBAHAN ................................................................... xv DARTAR DIAGRAM DAN GRAFIK...........................................2.............................4Rumusan Masalah ................................................... 1..2 Tujuan Menulis Cerpen....... 1........................................... HALAMAN PENGESAHAN........................... 1...... vii PRAKATA...... xvii BAB I PENDAHULUAN 1..........1Latar Belakang ....................................... viii DAFTAR ISI....................................................................................... 1..................1Kajian Pustaka . 17 xi 1 7 8 9 9 9 ............................................2.................. PERSETUJUAN PEMBIMBING. xi DAFTAR TABEL.......................................................................1 Hakikat Menulis Cerpen ................................................................................... xiv DAFTAR GAMBAR ...................................................................................................................................................................................................................................................................................... PERNYATAAN............................................... 1............................ 14 2............6Manfaat Penelitian ...........................................................................................2Landasan Teoretis ................................................... SARI......................................

....3 Variabel Penilaian ..... 62 4....... 47 3. 60 4......... 20 2................1................2 4...................................1...........................1 Hasil Pratindakan ........... 91 Hasil Nontes ........2........................ 35 2.....................................2 Unsur-unsur Pembangun Cerpen ...................2..........................2............................ 38 2....................... 44 3.....................................................................................................2......2 Instrumen Nontes ................ 46 3................1 Pengertian Cerpen............ 100 xii 4.....1 Instrumen Tes ...............................1 4... 39 BAB III METODE PENELITIAN 3.. 58 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4..4.2..........1............1 Proses Tindakan Siklus I ..2.......................... 34 2.................................................. 48 3......... 20 2........3......5 Teknik Pengumpulan Data ..............................2 Subjek Penelitian ..................................4 Instrumen Penelitian ...... 70 Hasil Tes ......................... 40 3..3 Cerpen ...................................... 60 4..........................1 Hasil Penelitian ...2. 41 3................................ 55 3............2 Hasil Penelitian Siklus I .......................4 Metode Latihan Terbimbing ............... 22 2.5 Media Teks Lagu ......................................4.....................................6 Teknik Analisis Data .......................... 55 3...................................................2.........1.........1......................................... 48 3.............1.......................................... 32 2.4Hipotesis Tindakan ..................1 Desain Penelitian .......................................2 Proses Tindakan Siklus II...............................................2............................................................................... 62 Hasil Nontes ............3 Validitas Instrumen ............1 4........ 52 3........3Kerangka Berpikir ...................1......3........6 Menulis Cerpen Melalui Metode Latihan Terbimbing dengan Media Teks Lagu.......1.............................3... 90 ....3 Hasil Penelitian Siklus II ....................................4.3......................................2 Hasil Tes ..................1....................................

......................................... 128 5...................................................................... 129 DAFTAR PUSTAKA ..........1 Simpulan .............1 Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen Siswa Kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang . 130 LAMPIRAN-LAMPIRAN xiii ......... 117 4................................. 117 4...................4.2 Peningkatan Pengaruh Penggunaan Metode Latihan Terbimbing dengan Media Teks Lagu terhadap Perubahan Perilaku Siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang.........2 Saran ......................................2................................................ 125 BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.........................................2 Pembahasan ...............................................2..........................................................

........... 49 Aspek Penilaian Keterampilan Menulis Cerpen ............................................ 119 xiv .............................................. 83 Tabel 14 Hasil Tes Menulis Cerpen Siklus II ................................................................................ 67 Tabel 10 Perolehan Skor Aspek Diksi dan Gaya Bahasa Siklus I .................................................................................................................. 65 Perolehan Skor Aspek Alur Siklus I .................................... 95 Tabel 18 Perolehan Skor Aspek Latar Siklus II........................................ 10 9 Tabel 23 Perolehan Nilai Rata-rata dan peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen pada Pratindakan.............................. 91 Tabel 15 Perolehan Skor Aspek Tema dan Amanat Siklus II..................................................................... 66 Perolehan Skor Aspek tokoh dan Penokohan Siklus I ............ 93 Tabel 16 Perolehan Skor Aspek Alur Siklus II ... 70 Tabel 13 Perolehan Angket Siklus I.... 68 Tabel 11 Perolehan Skor Aspek Sudut Pandang Siklus I ................................. Siklus I...............................DAFTAR TABEL Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Skor Penilaian Tes Menulis Cerpen........................................................................................ 67 Perolehan Skor Aspek Latar Siklus I ....... 60 Hasil Menulis Cerpen Siklus I ......................... 51 Hasil Menulis Cerpen Pratindakan........................................................................ 49 Pedoman Penilaian Keterampilan Menulis Cerpen..................... 98 Tabel 21 Perolehan Skor Aspek Kepaduan Unsur-unsur Pembangun Cerpen Siklus II ... 97 Tabel 20 Perolehan Skor Aspek Sudut Pandang Siklus I .......................................................... 69 Tabel 12 Perolehan Skor Aspek Kepaduan Unsur-unsur Pembangun Cerpen Siklus I ......... 99 Tabel 22 Perolehan Angket Siklus I ........ 96 Tabel 19 Perolehan Skor Aspek Diksi dan Gaya Bahasa Siklus II.................................................. 94 Tabel 17 Perolehan Skor Aspek tokoh dan Penokohan Siklus II............................................................................. dan Siklus II......................... 63 Perolehan Skor Aspek Tema dan Amanat Siklus I ........................................................................

.. 115 Gambar 7 Aktivitas Guru Membimbing Siswa Menulis Cerpen Siklus II ...... 116 xv ......................................... 114 Gambar 6 Aktivitas Siswa Menulis Cerpen Siklus II ...................... 88 Gambar 3 Aktivitas Siswa Menulis Cerpen Siklus I ................................... 90 Gambar 5 Aktivitas Awal Pembelajaran Siklus II ................................ 116 Gambar 8 Aktivitas Siswa Membacakan Cerpen ................................................................................................................................................... 87 Gambar 2 Aktivitas Siswa mengamati dan Memperhatikan Teks Lagu Siklus I ...............DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Aktivitas Awal Pembelajaran Siklus I ............... 89 Gambar 4 Aktivitas Guru Melakukan Bimbingan Siklus I........

.......64 Diagram batang 3 Hasil Tes Keterampilan Menulis pada Siklus II ...............124 xvi .......92 Grafik 1 Grafik Hasil Tes Keterampilan Menulis Cerpen ..61 Diagram batang 2 Hasil Tes Keterampilan Menulis pada Siklus I ........................DAFTAR DIAGRAM DAN GRAFIK Diagram batang 1 Hasil Tes Keterampilan Menulis pada Pratindakan ......................

.................... 154 Lampiran 12 Rekapitulasi Observasi Siswa Siklus I dan Siklus II...................................... 132 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus I........................................................ 156 Lampiran 13 Pedoman Observasi Kelas Siklus I dan Siklus II ......... 166 Lampiran 20 Hasil Jurnal Siswa Siklus I ........... 175 xvii ..................................... 152 Lampiran 11 Hasil Observasi Siswa Siklus II........................... 133 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus II ........................................................... 161 Lampiran 16 Pedoman Jurnal Guru Siklus I dan Siklus II................ 150 Lampiran 10 Hasil Observasi Siswa Siklus I..... 144 Hasil Tes Menulis Cerpen Siklus I ......... 164 Lampiran 18 Hasil Jurnal Guru Siklus II ......... 148 Pedoman Observasi Siswa Siklus I dan Siklus II ........ 146 Hasil Tes Menulis Cerpen Siklus II................................................................................... 171 Lampiran 22 Rekapitulasi Jurnal Siswa Siklus I dan Siklus II ............... 142 Hasil Tes Menulis Cerpen Prasiklus..................... 139 Teks Lagu Siklusi dan Siklus II................................... 136 Contoh Cerpen Berdasarkan Teks Lagu............................... 159 Lampiran 15 Hasil Observasi Kelas Siklus II .............................................................. 167 Lampiran 21 Hasil Jurnal Siswa Siklus II......................................................................................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Daftar Nama Siswa Kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang ......................................................... 157 Lampiran 14 Hasil Observasi Kelas Siklus I ......... 165 Lampiran 19 Pedoman Jurnal Siswa Siklus I dan Siklus II ......................... 163 Lampiran 17 Hasil Jurnal Guru Siklus I ............................................................................................................

......................................................... 225 Lampiran 35 Surat Izin Penelitian........ 227 Lampiran 37 Surat Keterangan Panitia Ujian Skripsi .............................................................................................................................. 176 Lampiran 24 Hasil Angket Siklus I.. 196 Lampiran 29 Hasil Wawancara Siklus II ........... 194 Lampiran 27 Pedoman Wawancara Siklus I dan Siklus II...................................................... 178 Lampiran 25 Hasil Angket Siklus II ............. 212 Lampiran 33 Surat Izin Observasi............................ 198 Lampiran 30 Hasil Menulis Cerpen Siswa Pratindakan ............................... 228 xviii ...................................................................................................................... 226 Lampiran 36 Surat Keterangan Penelitian .......... 195 Lampiran 28 Hasil Wawancara Siklus I................................................. 186 Lampiran 26 Rekapitulasi Angket Siklus I dan Siklus II....................Lampiran 23 Pedoman Angket Siklus I dan Siklus II................................................................................... 205 Lampiran 32 Hasil Menulis Cerpen Siswa Siklus II.................... 224 Lampiran 34 Surat Keputusan Pengangkatan Dosen Pembimbing Skripsi .............................. 200 Lampiran 31 Hasil Menulis Cerpen Siswa Siklus I .......................

............................Hala man 1....... 103 7.....................................................Rencana Pembelajaran Siklus II....................... 111 xix .................................. .......................................Lembar Pengamatan Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Guru Siklus I Pertemuan Ke-2 .............Lembar Kerja Siswa Siklus I Pertemuam ke-1 ...Daftar Nama Siswa Kelas VII D .......... 104 8. 102 6...... 105 9..................Lembar Kerja Siswa Siklus II ................................Lembar Kerja Siswa Siklus I Pertemuam ke-2 .........Rencana Pembelajaran Siklus I Pertemuan ke-2.......................... 93 3.......... ...................................... 92 2........................................................ 107 10................................. 99 5.................................. 96 4..................Lembar Pengamatan Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Guru Siklus I I ...............................Rencana Pembelajaran Siklus I Pertemuan ke-1 ................Lembar Pengamatan Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Guru Siklus I Pertemuan Ke-1 ........................Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus I Pertemuan ke-1 ........... 109 11.......

......................Kunci Jawaban Soal Evaluasi Siklus I .......................................................Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus I Pertemuan ke-2................... 117 15..............Daftar Nilai Ulangan IPS Ekonomi Pokok Bahasan Perusahaan dan Badan Usaha Siswa Kelas VII SMP N 4 Randudongkal .12...... 128 19........... 161 xx .........................Kisi-kisi Penyebaran Butir Soal ... 113 13......Kunci Jawaban Soal Uji Coba ...... 147 24............ 138 20.................................... 115 14..................................... 160 32.............................................Surat Ijin Observasi dari Fakultas Ekonomi ............... 159 31..Daftar Nilai Ulangan Siklus II ................................................................ 127 18.........Soal Evaluasi Siklus I ............................................. 146 23.........................Kurikulum 2004 ................................ Reabilitas............. Tingkat Kesukaran dan Daya Pembeda..... 118 16............................ 149 26................................................................................ 157 29...Silabus ........................Daftar Kelompok...........................................Surat Keterangan Penelitian dari SMP N 4 Randudongkal ... 119 17...........................................................................................................Daftar Nilai Ulangan Siklus I.........Surat Ijin Penelitian dari Fakultas Ekonomi ............Soal Uji Coba .................Soal Evaluasi Siklus II ...................................... dan Siklus II....................... 148 25..Rekapitulasi Hasil Belajar Sebelum Tindakan...................Kunci Jawaban Soal Evaluasi Siklus II......Analisis Validitas.................................................................. 150 27......................... 158 30............ 151 28..................................Daftar Nilai Ulangan Sebelum Tindakan.... 142 22........... 141 21.. Siklus I.......................................................................................................................................................................Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus II .......

dan dapat meningkatkan kemampuan intelektualnya. Di antara keterampilan tersebut keterampilan mendengarkan dan keterampilan membaca merupakan keterampilan reseptif. Pengajaran keterampilan bahasa dan sastra Indonesia mencakupi keterampilan mendengarkan. dan keterampilan menulis. Tugas pertama adalah bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Sebagai bahasa negara berarti bahasa Indonesia harus digunakan sesuai dengan kaidah. Bahasa Indonesia yang dipakai 1 . politik. sedangkan keterampilan berbicara dan keterampilan menulis merupakan keterampilan produktif. bahasa Indonesia tidak mengikat pemakainya untuk sesuai dengan kaidah dasar. Sebagai bahasa nasional. Bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi baik secara lisan maupun tulis tersebut muncul dalam segala aktivitas seperti pendidikan. Suyatno (2004:6) menyatakan bahwa posisi bahasa Indonesia berada dalam dua tugas.1Latar Belakang Bahasa merupakan alat yang sangat vital bagi manusia dalam berkomunikasi. dan sebagainya.BAB I PENDAHULUAN 1. keagamaan. Penggunaan bahasa dalam berkomunikasi ada dua macam yaitu bahasa lisan dan bahasa tulis. keterampilan membaca. tertib. perdagangan. dan masuk akal. Manusia berkomunikasi agar dapat saling belajar. cermat. Tugas kedua adalah bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Keempat keterampilan tersebut selalu berkait satu dengan yang lain. keterampilan berbicara. berbagi pengalaman.

dan minatnya. Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus diajarkan pada siswa.2 harus lengkap dan baku. Tingkat kebakuannya diukur oleh aturan kebahasaan dan logika pemakaian. (5) sekolah dapat menyusun program pendidikan tentang kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan keadaan siswa dan sumber belajar yang tersedia. (2) guru dapat memusatkan perhatian kepada pengembangan kompetensi bahasa siswa dengan menyediakan berbagai kegiatan berbahasa dan sumber belajar. Keterampilan menulis mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. bahasa yang sesuai dengan tata bahasa dan kaidah-kaidah penggunaannya saja tetapi juga mempelajari bahasa dalam bentuk yang tidak resmi seperti dalam bahasa sastra. Dengan demikian pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah tidak hanya mempelajari bahasa yang resmi. (6) daerah dapat menentukan bahan dan sumber belajar 2 . kebutuhan. (3) guru lebih mandiri dan leluasa dalam menentukan bahan ajar kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah dan siswanya. serta dapat menumbuhkan penghargaan terhadap hasil karya kesastraan dan hasil intelektual bangsa sendiri. Diberlakukannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) oleh pemerintah menghendaki (1) peserta didik dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuan. Keterampilan menulis merupakan syarat untuk berkecimpung dalam berbagai macam bidang atau kegiatan. (4) orang tua dan masyarakat dapat secara aktif terlibat dalam pelaksanaan program kebahasaan dan kesastraan di sekolah. Hal ini mengandung pengertian betapa pentingnya keterampilan dan kemampuan menulis dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk mencapai standar kompetensi di atas proses pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia bukan sekadar pengajaran mengenai teori-teori sastra. Di samping memperoleh pengetahuan tentang teori-teorinya siswa pun dituntut untuk dapat mengungkapkan pikiran. Tulisan imajinatif yang merupakan tulisan kreatif. Keterampilan menulis cerpen dapat ditingkatkan 3 . dan novel. pendapat. dan perasaannya melalui sebuah karya sastra yang berupa cerpen.3 kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi dan kekhasan daerah dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional (Depdiknas. serta berupa pemadatan kata yang di dalamnya menceritakan gagasan. Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia aspek bersastra SMA kelas X untuk subaspek menulis menyebutkan bahwa siswa harus mampu mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan orang lain ke dalam cerpen (Depdiknas. 2005:1). Keterampilan menulis cerpen bukanlah sesuatu yang dapat diajarkan melalui uraian atau penjelasan semata-mata. 2005:4). novelet. lebih sederhana jika dibandingkan dengan bahasa dalam puisi yang mempunyai arti lebih kompleks. Pemilihan cerpen karena cerpen tidak memerlukan waktu yang lama untuk membuatnya karena bentuknya yang lebih pendek daripada novel. sehingga cerpen sering disebut bacaan yang dapat dibaca sekali duduk. Dalam kajian ini dipilih cerpen sebagai objek penelitian. cerpen. dalam hal ini dapat berupa puisi. Siswa tidak akan memperoleh keterampilan menulis hanya dengan duduk. gagasan. mendengarkan penjelasan guru. dan mencatat penjelasan guru. Bahasa yang digunakan dalam cerpen pun menggunakan bahasa yang sederhana. perasaan ataupun pengalaman penulisnya. begitu pun untuk membacanya.

gagasan. Ide. pengembangan topik. pikiran. 4 . diksi yang digunakan dalam menulis cerpen kurang bervariasi. Cerpen yang dibuatnya kurang menarik karena bahasa yang digunakan monoton. Hal ini juga dialami siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. dan kurang dapat mengembangkan ide. Keterampilan menulis cerpen yang diajarkan di sekolah-sekolah selama ini menggunakan metode konvensional. Siswa kurang aktif dan sering kali metode ini menimbulkan kebosanan bagi siswa dalam pembelajaran menulis cerpen sehingga karya yang dihasilkan siswa kurang maksimal. Proses belajar mengajar Bahasa dan Sastra Indonesia di sekolah-sekolah umumnya berorientasi pada teori dan pengetahuan semata-mata sehingga keterampilan berbahasa khususnya keterampilan menulis kurang dapat perhatian. dan diksi yang belum mendapat perhatian dari siswa. Hasil dan prestasi dapat meningkat apabila ada perubahan sikap dan tingkah laku siswa baik pada aspek pengetahuan.4 dengan melakukan kegiatan menulis cerpen secara terus-menerus sehingga akan mempengaruhi hasil dan prestasi siswa dalam menulis cerpen. Peran guru amat dominan dalam proses pembelajaran. hambatan-hambatan tersebut yaitu daya imajinasi siswa masih kurang. kesulitan menentukan tema. keterampilan maupun psikomotor. dan pengembangan ide atau gagasan kurang bervariasi. tidak diungkapkan khususnya dalam bentuk karya sastra. Hal ini dapat dilihat dari kesesuaian isi cerpen dengan tema. Tidak sedikit siswa yang mengalami hambatan dalam mengembangkan keterampilannya menulis cerpen. dan perasaan mereka berlalu begitu saja.

Hal tersebut akan berdampak pada keberhasilan siswa dalam mengikuti pembelajaran dan mengerjakan tugas yang diberikan guru. Keprofesionalan seorang guru dituntut demi lancarnya proses belajar mengajar. fasilitator. Strategi pembelajaran yang tepat dan dapat menarik perhatian siswa sehingga menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Keterampilan menulis merupakan proses belajar yang memerlukan ketekunan berlatih.5 Guru sebagai penyampai materi kepada siswa harus dapat menyampaikan materi yang akan dibahas dengan metode dan media yang tepat dan menarik. dan (3) evaluasi pembelajaran. keterampilan menulis akan meningkat. Dalam penguasaan keterampilan pembelajaran guru dituntut untuk menggunakan berbagai strategi pembelajaran. Ada tiga persyaratan utama yang harus dimiliki oleh seorang guru agar menjadi guru yang baik. Begitu juga dengan keterampilan menulis cerpen. melainkan dengan latihan yang sungguhsungguh keterampilan itu dapat dimiliki oleh siapa saja. sekaligus inspirator bagi siswa sangat diperlukan dalam hal ini yaitu memberikan latihan terbimbing kepada siswa dalam menulis kreatif cerpen. semakin rajin berlatih. yaitu menguasai (1) bahan ajar (2) keterampilan pembelajaran. Peran guru sebagai motivator. untuk dapat menulisnya diperlukan usaha yang keras dan latihan terbimbing secara terus-menerus untuk menghasilkan cerpen yang baik. 5 . Pembelajaran menulis cerpen dalam penelitian ini menggunakan metode latihan terbimbing karena keterampilan menulis bukanlah semata-mata milik golongan orang yang berbakat menulis.

Berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas tentang keterampilan menulis cerpen telah banyak dilakukan. sehingga dengan media ini diharapkan dapat menstimulus siswa untuk menghasilkan karya terbaiknya dan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. (2) lagu merupakan sarana hiburan yang menyenangkan dan dapat menciptakan kepuasan. Media memegang peran penting dalam pembelajaran karena dengan adanya media siswa dapat menangkap penjelasan yang disampaikan guru dengan mudah. pengalaman ataupun sebuah peristiwa. baik mengenai kehidupan. (3) teks lagu berisi rangkaian kata indah yang mengisahkan sebuah cerita. begitu juga dengan media yang digunakan dalam pembelajaran menulis cerpen dengan media teks lagu ini. Siswa diharapkan dapat meningkatkan kemampuannya menuangkan ide-ide atau pengalamannya ke dalam sebuah karya sastra yaitu cerita pendek dengan mudah dan dapat menghasilkan karya yang baik. Teks lagu merupakan sebuah naskah yang berisi lirik lagu yang berisi rangkaian kata yang merupakan ungkapan pikiran dan perasaan penyair. Beberapa penelitian mengenai keterampilan menulis cerpen telah banyak dilakukan. Pemilihan teks lagu sebagai media dalam pembelajaran menulis cerpen didasarkan pada alasanalasan berikut: (1) pada usianya yang masih tergolong remaja kebanyakan siswa SMA menyukai lagu-lagu. kebahagiaan dan keharuan bagi yang menikmatinya.6 Media yang digunakan dalam pembelajaran menulis cerpen yaitu teks lagu. dengan teks lagu tersebut dapat diketahui alur dan temanya yang akan mempermudah siswa dalam menulis cerpen. namun metode-metode dan media yang digunakan 6 .

Keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu diasumsikan dapat mengatasi permasalahan siswa dalam pembelajaran keterampilan menulis cerpen. Oleh karena itu. pengalaman pribadi sebagai basis melalui pendekatan keterampilan proses dan pemodelan. 1. Masalah yang muncul pada siswa dapat diatasi dengan menyajikan pembelajaran menulis cerpen yang lebih menarik dengan menggunakan metode yang tepat yaitu latihan terbimbing dengan media yang sesuai dan menarik yaitu menggunakan teks lagu. peneliti melakukan penelitian tindakan kelas sekaligus sebagai bahan penyusunan skripsi dengan judul Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen melalui Metode Latihan Terbimbing dengan Media Teks Lagu Siswa Kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang.7 berbeda-beda. Penelitian ini akan mencoba metode latihan terbimbing dengan media teks lagu untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen. Teks lagu yang digunakan sebagai media dalam 7 . Hal tersebut memberi kemungkinan untuk menemukan metodemetode yang lain untuk dijadikan penelitian lebih lanjut. Masalah yang dialami siswa yaitu masih rendahnya kemampuan menulis cerpen. Metode latihan terbimbing membantu siswa dalam menulis cerpen karena melalui metode ini guru memberikan latihan terbimbing kepada siswa untuk dapat menulis cerpen yang baik dan kreatif.2Identifikasi Masalah Masalah yang muncul dalam keterampilan menulis cerpen dapat dipengaruhi oleh faktor siswa dan faktor guru. Metode dan media yang telah digunakan antara lain karya wisata.

Guru hendaknya dapat menggunakan metode pembelajaran menulis cerpen yang tepat agar menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan secara kreatif menggunakan sarana serta media yang ada untuk menarik minat siswa.3Pembatasan Masalah Berdasarkan uraian di atas. menghargai hasil karya siswa dengan memberi penilaian. dipilih masalah yang akan diteliti yaitu rendahnya keterampilan menulis cerpen dan kurangnya respon siswa terhadap pembelajaran menulis cerpen pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. kurang memberi pelatihan menulis cerpen. 8 . Masalah yang dialami guru. dan pujian seperlunya sehingga dapat tercapai tujuan yang diharapkan. Pembelajaran menulis cerpen harus mendapat porsi yang cukup. yaitu kurang memberi respon terhadap pelajaran menulis (mengarang) sehingga sering dilewati. 1. tidak menggunakan metode yang tepat. serta kurang menggunakan media yang tepat dan menarik perhatian siswa. Masalah-masalah guru ini dapat diatasi dengan menumbuhkan kesadaran bagi guru bahwa pembelajaran menulis cerpen merupakan bagian yang penting dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang tidak bisa diremehkan dan dilewati begitu saja.8 pembelajaran menulis cerpen yaitu sebagai sarana untuk mempermudah siswa menentukan tema dan alur cerpen. Permasalahan tersebut akan diatasi dengan cara menggunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. dan kurang kreatif dalam mengembangkan pelajaran menulis cerpen. tidak menindaklanjuti hasil karangan siswa.

Seberapa besar peningkatan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang? 2.9 1.4Rumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah di atas. 2.Manfaat Teoritis Manfaat teoritis setelah dilakukan latihan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu adalah berupa ditemukannya metode pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen.Mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang.Mendeskripsikan perubahan perilaku siswa setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen menggunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. 1.5Tujuan Penelitian 1. 9 .6Manfaat Penelitian Penelitian ini mempunyai manfaat teoretis dan praktis sebagai berikut: 1.Adakah perubahan perilaku siswa setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang? 1. rumusan masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.

dan peneliti yang lain. hasil penelitian ini dapat dijadikan pembanding terutama dalam hal cara meningkatkan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Bagi guru. khususnya bagi siswa.Manfaat Praktis Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat.10 2. penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam upaya meningkatkan keterampilan menulis cerpen bagi siswanya. Bagi siswa. guru. dengan adanya penelitian ini siswa mendapat pengalaman belajar yang bermakna melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dan dapat meningkatkan keterampilannya menulis cerpen. Bagi peneliti yang lain. 10 .

38%.22% setelah ada siklus I menjadi 69. Dengan demikian peninjauan terhadap penelitian lain sangat penting untuk mengetahui relevansi penelitian yang telah lampau dengan penelitian yang akan dilakukan. pada siklus II meningkat 7.66% kemudian meningkat 10. Farikoh (2003) melakukan penelitian tentang peningkatan menulis cerpen dengan judul Peningkatan Kemampuan Menulis Cerpen dengan Metode Karya Wisata pada siswa Kelas I3 MA Ma`hadut Thalabah Babakan Lebaksiu Tegal. karena biasanya suatu penelitian mengacu pada penelitian lain yang dapat dijadikan titik tolak penelitian selanjutnya. Maulana (2005). Dengan demikian 11 . Penelitian tersebut dilakukan oleh Farikoh (2003).63%. Tutiyah (2005). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa keterampilan siswa dalam menulis cerpen dapat ditingkatkan dengan metode karya wisata.25% menjadi 76. Peningkatan ini dapat terlihat pada daya serap siswa sebelum ada tindakan yaitu 58.BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2. Penelitian tindakan kelas tentang menulis cerpen merupakan penelitian yang menarik. dan Kusworosari (2007).1Kajian Pustaka Penelitian murni yang beranjak dari nol atau dari awal jarang ditemui. Banyaknya penelitian tentang menulis cerpen tersebut dapat dijadikan salah satu bukti bahwa menulis cerpen-cerpen di sekolah-sekolah sangat menarik untuk diteliti.

Hasil tes pada siklus I diperoleh hasil rata-rata kelas sebesar 62. Setelah menggunakan metode karya wisata nilai rata-rata keterampilan siswa dalam menulis cerkak meningkat sebesar 0. Penelitiannya mengkaji tentang metode karya wisata yang berguna untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerkak.65. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keterampilan menulis cerpen pada siswa kelas X-1 SMA Negeri 5 Semarang mengalami peningkatan. Perilaku siswa kelas X-1 SMA Negeri 5 Semarang dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen mengalami perubahan dari perilaku negatif menjadi perilaku positif. Hasil analisis dari data siklus I dan siklus II mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan peningkatan dari siklus I dan siklus II. Penelitian yang sama juga dilakukan oleh Tutiyah (2005) berjudul Peningkatan Kemampuan Menulis Cerkak dengan Metode Karya Wisata pada Siswa Kelas IE SMP Negeri 1 Banjarmangun.51. Kusworosari (2007) melalukan penelitian dengan judul Peningkatan Menulis Cerpen dengan Pengalaman Pribadi sebagai Basis Melalui pendekatan Keterampilan Proses pada Siswa Kelas X-1 SMA Negeri 5 Semarang.37.27.12 belajar menulis cerpen dengan metode karya wisata dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen. Pada siklus II diperoleh hasil rata-rata kelas 73. . Penelitian yang telah dilakukan memperoleh hasil peningkatan keterampilan siswa yang signifikan dengan nilai rata-rata siswa pada kegiatan pembelajaran prasiklus ke siklus I meningkat sebesar 2.

Penelitian yang telah ada tersebut memiliki kekhasan masing-masing. Namun demikian. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan ternyata ditemukan adanya peningkatan keterampilan menulis siswa kelas 2 B SMP Cinde Semarang setelah mengikuti pembelajaran menulis iklan dengan menggunakan metode latihan terbimbing. penelitian ini mempunyai perbedaan dengan penelitian sebelumnya. Farikoh (2003) dan Tutiyah (2005) menerapkan keterampilan menulis cerpen dengan menggunakan metode karya wisata. Kusworosari (2007) menerapkan pengalaman pribadi sebagai basis melalui pendekatan proses. yang berjudul Peningkatan Keterampilan Menulis Iklan dengan Menggunakan Metode Latihan Terbimbing pada Siswa Kelas 2B SMP Cinde Semarang Tahun Ajaran 2004/2005. dan Kusworosari (2007). Tutiyah (2005). sedangkan penelitian kali ini menerapkan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu untuk meningkatkan keterampilan menulis cerpen. .13 Penelitian yang dilakukan Maulana (2005). Begitu juga dengan penelitian yang dilakukan penulis kali ini. Berdasarkan kajian pustaka yang dipaparkan dapat diketahui bahwa penelitian tindakan kelas tentang menulis cerpen maupun metode latihan terbimbing yang digunakan untuk meningkatkan berbagai keterampilan menulis cerpen memang sangat menarik dan banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis cerpen seperti yang dilakukan oleh Farikoh (2003). siswa sudah berperilaku positif terhadap pembelajaran. Perubahan perilaku siswa juga tampak selama penelitian berlangsung.

sehingga siswa dapat menulis cerpen yang baik.14 Penelitian ini mengkaji tentang peningkatan keterampilan menulis cerpen dan perubahan tingkah laku siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang setelah mengikuti pembelajaran melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. 2.1Hakikat Menulis Cerpen Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung. Dasar penulisan kreatif atau creatif writing sama dengan menulis biasa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi terhadap masalah-masalah yang dihadapi siswa di sekolah ini. metode latihan terbimbing. Unsur kreativitas mendapat tekanan dan perhatian besar karena dalam hal ini sangat penting peranannya dalam pengembangan proses kreatif . 1986:3). Pada penelitian ini guru memberikan latihan terbimbing dengan media teks lagu saat pembelajaran. hakikat cerpen. pada umumnya. tujuan menulis kreatif cerpen. 2.2Landasan Teoretis Teori-teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah hakikat menulis kreatif cerpen. khususnya masalah kelemahan atau rendahnya keterampilan siswa dalam menulis cerpen. Komunikasi tidak langsung ini dilakukan dengan menggunakan media tulis. dengan menggunakan lambang-lambang bahasa. media teks lagu. tidak tatap muka dengan orang lain (Tarigan. unsur-unsur pembangun cerpen.2. dan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.

Pendapat . Tiap bagiannya. dan mengarang termasuk tulisan kreatif yang penulisannya dipengaruhi oleh hasil rekaan atau imajinasi pengarang. semuanya memberi saham yang penting untuk menggerakkan jalan cerita. yang mengarahkan dan meningkatkan kualitas hidup kita sebagai manusia. Jadi sumber penciptaan karya sastra tidak lain adalah kehidupan kita secara keseluruhannya. tiap tanda bacanya. atau mengungkapkan watak tokoh. yakni nilai-nilai yang bermakna bagi kehidupan. Menulis cerpen pada hakikatnya merujuk pada kegiatan mengarang. atau melukiskan suasana. Karya kreatif merupakan interpretasi evaluatif yang dilakukan pengarang terhadap kehidupan yang kemudian direfleksikan melalui medium bahasa pilihan. Dalam hal kreativitas menulis cerpen. tidak ada bagian yang sia-sia. atau juga kegagalan kita dalam menyongsong masa depan. kreativitas ini dalam ide maupun (hasil) akhirnya (Titik 2003:31). Cerita dalam cerpen sangat kompak. tidak ada bagian yang berlebihan (Diponegoro 1994:6). keberhasilan kita kini. Oleh karena itu di dalam karya sastra menyuguhkan nilai kehidupan. tiap kalimatnya. Menulis merupakan suatu kegiatan produktif dan ekspresif. Menulis cerpen merupakan cara menulis yang paling selektif dan ekonomis. Karya kreatif bisa saja merupakan penemuan kembali kekuatan dan kelemahan kita di masa lalu. Tamsir (dalam Endraswara 2003:239) memberikan petunjuk bahwa penulis ibarat kamerawan yang membidik perjalanan panjang kehidupan manusia atau sesuatu yang dimanusiakan. tidak ada bagiannya yang hanya berfungsi sebagai embel-embel.15 seorang penulis/pengarang dalam karya-karyanya. Tidak ada bagian yang ompong. tiap katanya.

Kejadian itu berlangsung pada saat seseorang tersebut berinteraksi dengan manusia lain dan alam sekelilingnya. cerita khayal. tempat. dan suasana terjadinya peristiwa pun hanya direka-reka oleh pengarangnya. Wiyanto (2005:96) mengemukakan bahwa menulis cerpen harus banyak berkhayal karena cerpen memang karya fiksi yang berbentuk prosa. Oleh karena itu. Bahan baku cerpen memang bisa berasal dari kisah yang benar-benar terjadi dalam masyarakat.16 itu memberikan gambaran bahwa penulis cerpen harus tanggap terhadap lingkungan dan perubahan waktu. cerpen (dan semua cerita fiksi) disebut cerita rekaan. . Cerita dalam cerpen meskipun khayal. Bisa juga cerita itu berasal dari kisah yang benar-benar dialami sendiri oleh pengarangnya yang diolah sedemikian rupa dalam bentuk cerpen menjadi cerita fiksi. Selanjutnya Siregar dalam Gie (2002:197) menyatakan bahwa cerita adalah ekspresi yang menggunakan kata-kata atas suatu kejadian atau peristiwa yang dialami manusia. pengamatan atas kejadiankejadian di sekitar kita. Wujud dari interaksi itu dilahirkan dengan hal-hal yang dinyatakan dari pikiran dan perasaan dan hal-hal yang dinyatakan dengan perbuatan. Demikian pula para pelaku yang terlibat dalam peristiwa itu. atau cerita rekaan. bahkan dari mimpi bisa menjadi ide cerita yang mampu menggerakkan imajinasi untuk berkreasi membuat cerpen. Pengalaman pribadi. Peristiwaperistiwa yang terjadi dalam cerpen hanya direkayasa pengarangnya. ceritanya masih masuk akal sehingga mungkin saja terjadi. Waktu. Cerita selamanya akan menyangkut manusia atau makhluk dan hal lain yang diperinsankan (dipersonifikasikan). dari membaca buku atau menonton film.

2Tujuan Menulis Cerpen Hartig (dalam Tarigan 1982:24) menyebutkan tujuan menulis sebagai berikut: 1. dan mungkin menciptakan kembali secara kritis berbagai hal yang dijumpai dalam teks-teks kreatif karya orang lain dengan caranya sendiri dan memanfaatkan berbagai hal tersebut ke dalam kehidupan nyata. Peristiwa. waktu. secara ekspresif dan apresiatif. ada beberapa cerpen yang ceritanya tidak masuk akal. 2. bukan atas kemauannya . pelaku. ceritanya benarbenar hasil imajinasi pengarangnya yang jauh dari kenyataan. dapat diketahui bahwa menulis cerpen merupakan proses kreatif yang melahirkan pikiran. menikmati. dan suasana yang terjadi dalam cerpen hanya bersifat rekaan atau khayal.2. tempat. Trianto (dalam Kholifah 2006:19) menyebutkan bahwa tulisan yang bersifat kreatif merupakan tulisan yang bersifat apresiatif dan ekspresif. perasaan.Assignment purpose (tujuan penugasan) Tujuan penugasan ini sebenarnya tidak mempunyai tujuan sama sekali.17 Namun. Apresiatif maksudnya melalui kegiatan menulis kreatif orang dapat mengenali. menyenangi. Penulis menulis sesuatu karena ditugaskan. Ekspresif dalam arti bahwa kita dimungkinkan mengekspresikan atau mengungkapkan berbagai pengalaman/berbagai hal yang menggejala dalam diri kita untuk dikomunikasikan kepada orang lain melalui tulisan kreatif sebagai sesuatu yang bermakna. Salah satu teks bersifat kreatif adalah teks cerpen. Berdasarkan uraian menulis kreatif cerpen yang disampaikan di atas.

menghargai perasaan dan penalarannya.Creative purpose (tujuan kreatif).Informational purpose (tujuan informasional. seni idaman. 6. Tulisan yang bertujuan mencapai nilai-nilai artistik. dan melibatkan dirinya dengan keinginan mencapai norma artistik.Self-expressive purpose (tujuan pernyataan diri). nilai-nilai kesenian.18 sendiri(misalnya para siswa yang diberi tugas merangkum buku. Tulisan yang bertujuan memperkenalkan atau menyatakan diri sang pengarang kepada pembaca. Tulisan yang bertujuan meyakinkan para pembaca akan kebenaran gagasan yang diutarakan. ingin menolong para pembaca memahami. sekretaris yang ditugaskan membuat laporan.Altruistik purpose (tujuan altruistik). . atau seni yang ideal.Problem-solving purpose (tujuan pemecahan masalah). notulen rapat). menghindarkan kedukaan para pembaca. 5. Tujuan ini erat hubungannya dengan tujuan pernyataan diri. Penulis bertujuan untuk menyenangkan para pembaca.Persuasive purpose (tujuan persuasif). tujuan penerangan) Tulisan yang bertujuan memberi informasi atau keterangan/penerangan kepada para pembaca. 3. 2. 7. ingin membuat hidup para pembaca lebih menyenangkan dengan karyanya itu. Tetapi ”keinginan kreatif” di sini melebihi pernyataan diri. 4.

Sang penulis ingin menjelaskan. seperti perasaan ibu yang terbaring di ranjang bersalin ketika mendengar tangis awal bayinya yang baru lahir”. Dr. Dan jika cerpen itu sudah lahir dari mesin ketik anda.19 Dalam tulisan seperti ini sang penulis ingin memecahkan masalah yang dihadapi. kepuasan batin yang paling penting. Dan anda ingin menulis lagi cerpen yang lebih baik. Samuel Jonson (dalam Diponegoro 1994:4) menyatakan bahwa ”tidak ada seorang pun. kecuali orang goblog. atau apakah cerpen itu hanya dimuat dalam majalah lokal dengan sirkulasi mini. atau malah hanya terjepit dalam map anda yang ketlingsut . apakah hanya sedikit orang yang suka membaca cerpen itu. puncak demi puncak kepuasan. Kemungkinan lain ialah anda berhasrat menulis cerpen karena anda dilahirkan memang untuk menulis cerpen. anda baru mencapai puncak kepuasan. yakni yang bersifat apresiatif dan yang bersifat ekspresif. Selanjutnya Jabrohim (2003:71) menyebutkan bahwa tujuan yang dicapai melalui kegiatan pengembangan menulis kreatif. Hasrat itu begitu besar sehingga seperti orang tak bersalah yang disekap dan berontak menggebrak pintu untuk keluar. Dan anda tidak peduli lagi. menjernihkan serta menjelajahi serta meneliti secara cermat pikiran-pikiran dan gagasan-gagasannya sendiri agar dapat dimengerti dan diterima oleh para pembaca. Keluar dari sekapan itu haknya yang mutlak. sebab ada juga orang menulis tidak untuk cari uang dan toh ia bukan orang yang goblog. Apresiatif maksudnya bahwa melalui kegiatan penulisan . yang mau menulis tidak untuk cari uang”. Namun lain halnya pendapat Diponegoro (1994:4) yang menyangkal pendapat tersebut ia menyatakan bahwa ”Saya juga tidak setuju.

2. menikmati. Ekspresif dalam arti bahwa kita dimungkinkan mengekspresikan atau mengungkapkan berbagai pengalaman atau berbagai hal yang menggejala dalam diri kita untuk dikomunikasikan kepada orang lain. Suharianto (1982:39) menyatakan bahwa cerita pendek bukan ditentukan oleh banyaknya halaman untuk mewujudkan cerita tersebut atau sedikit . dan dapat menciptakan cerpen-cerpen yang lebih kreatif. dapat mengekspresikan atau mengungkapkan pengalaman serta didapat kepuasan batin. Pemaparan secara mendalam tentang cerpen akan dibahas pada subbab berikut. pikiran. menyenangi. Berdasarkan uraian di atas tentang tujuan menulis kreatif cerpen dapat disimpulkan bahwa tujuan menulis kreatif cerpen yaitu melalui kegiatan penulisan kreatif cerpen ini orang dapat mengenal. para ahli memberikan definisi atau batasan yang berbeda-beda.3.1Pengertian Cerpen Cerpen sebenarnya sudah banyak diketahui dan bahkan sering dinikmati oleh banyak orang. menulisnya dalam menyampaikan pendapat. Bagi siswa menulis cerpen mengandung tujuan untuk melatih diri para siswa untuk mengembangkan kompetensi perasaannya.2.20 kreatif orang dapat mengenal.3Cerpen Cerita pendek atau cerpen merupakan satu genre sastra bentuk prosa.2. dan mungkin menciptakan kembali secara kritis berbagai hal yang dijumpai dalam teks-teks kreatif karya orang lain dengan caranya sendiri. Namun. dan 2. menyenangi dan menikmati. Selain itu tujuan menulis kreatif cerpen juga untuk mendapatkan finansial.

melainkan lebih disebabkan oleh ruang lingkup permasalahan yang ingin disampaikan oleh bentuk karya sastra tersebut. Bila ditinjau dari bentuknya cerpen adalah cerita yang pendek. Selanjutnya Suharianto (1982:39) juga menambahkan bahwa ”cerita pendek adalah wadah yang biasanya dipakai oleh pengarang untuk menyuguhkan sebagian kecil saja dari kehidupan tokoh yang paling menarik perhatian pengarang”. Di samping ciri dasar yang tadi. direka oleh pengarangnya. Ciri dasar yang ketiga adalah sifat naratif atau penceritaan (Sumardjo 1986:36-37).M juga menyatakan bahwa cerpen adalah cerita atau narasi (bukan analisis) yang fiktif (tidak benar-benar telah terjadi tetapi dapat terjadi di mana saja dan kapan saja) serta relatif pendek. Jadi sebuah cerita yang pendek belum tentu dapat digolongkan ke dalam jenis cerita pendek. Selain itu. Cerpen bukan penuturan kejadian yang pernah terjadi berdasarkan kenyataan yang sebenarnya. yaitu cerita yang pendek ciri dasar yang lain adalah sifat rekaan (fiction).21 tokoh yang terdapat di dalam cerita itu. jika ruang lingkup yang permasalahan yang diungkapkan tidak memenuhi persyaratan yang dituntut oleh cerita pendek. orang belum dapat menetapkan cerita yang pendek adalah sebuah cerpen. Jakob Sumardjo dan Saini K. Jadi sebuah cerita pendek senantiasa hanya akan memusatkan perhatiannya pada tokoh utama dan permasalahannya yang paling menonjol dan menjadi pokok cerita pengarang. tetapi murni ciptaan saja. . Akan tetapi dengan hanya melihat fisik yang pendek saja. Wiyanto (2005:77) juga mengungkapkan bahwa cerpen adalah cerita yang hanya menceritakan satu peristiwa dari keseluruhan kehidupan pelakunya.

1Alur atau Plot Pengertian alur dalam cerita pendek atau dalam karya fiksi pada umumnya adalah ”rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapan-tahapan peristiwa sehingga menjalin suatu cerita yang dihadirkan oleh para pelaku dalam suatu cerita” (Aminuddin 1987:83). gaya bahasa.2. Koherensi dan keterpaduan semua unsur cerita yang membentuk sebuah totalitas amat menentukan keindahan dan keberhasilan cerpen sebagai suatu bentuk ciptaan sastra. tema. dan amanat. yakni bagian . yaitu (1) pemaparan atau pendahuluan. latar (setting). 2.2.22 Dari beberapa pendapat tersebut peneliti dapat menyimpulkan bahwa cerita pendek adalah cerita fiksi yang bentuknya pendek dan ruang lingkup permasalahannya menyuguhkan sebagian kecil saja dari kehidupan tokoh yang menarik perhatian pengarang. dan keseluruhan cerita memberi kesan tunggal. bulat. Keterkaitan antara unsur-unsur pembangun cerita tersebut membentuk totalitas yang bersifat abstrak. dan utuh”. Menurut Suharianto (1987:28) alur atau plot yakni cara pengarang menjalin kejadian-kejadian secara beruntun dengan memperhatikan hukum sebab akibat sehingga merupakan kesatuan yang padu.3. Unsur-unsur dalam cerpen terdiri atas: alur atau plot.2Unsur Pembangun Cerpen Cerpen tersusun atas unsur-unsur pembangun cerita yang saling berkaitan erat antara satu dengan yang lainnya. 2.2. sudut pandang (poin of view).3. Selanjutnya Suharianto (1982:28) menyebutkan bahwa alur atau plot terdiri atas lima bagian. tokoh penokohan.

Mulai bagian ini secara bertahap terasakan adanya konflik dalam cerita tersebut. yakni dari bagan akhir dan bergerak ke muka menuju titik awal cerita disebut alur sorot balik. (3) penanjakan. .23 cerita tempat pengarang mulai melukiskan suatu keadaan yang merupakan awal cerita. yaitu bagian cerita yang melukiskan konflik-konflik seperti yang disebutkan di atas mulai memuncak. Sedangkan alur campuran yakni gabungan dari sebagian alur lurus dan sebagian alur sorot balik. Tetapi keduanya dijalin dalam kesatuan yang padu sehingga tidak menimbulkan kesan ada dua buah cerita atau peristiwa yang terpisah. Konflik itu dapat terjadi antara tokoh dan tokoh. (4) puncak atau klimaks yaitu bagian yang melukiskan peristiwa mencapai puncaknya (5) peleraian yaitu bagian cerita tempat pengarang memberikan pemecahan dari semua peristiwa yang telah terjadi dalam cerita atau bagian. atau antara tokoh dan nuraninya sendiri. alur atau plot cerita dapat dibedakan menjadi alur lurus. Disebut alur lurus apabila cerita disusun mulai dari awal diteruskan dengan kejadian-kejadian berikutnya dan berakhir pada pemecahan masalah. Dilihat dari cara penyusunannya bagian-bagian alur tersebut. dan alur campuran. bulat dan utuh. yaitu bagian yang melukiskan tokoh-tokoh yang terlibat dalam cerita mulai bergerak. (2) penggawatan. baik waktu maupun tempat kejadian (Suharianto 1982:29) Dari pendapat-pendapat tersebut dapat peneliti simpulkan bahwa alur atau plot adalah jalinan peristiwa secara beruntutan dalam cerita dengan memperhatikan hubungan sebab akibat sehingga cerita itu merupakan kesatuan yang padu. Apabila cerita disusun sebaliknya. antara tokoh dan masyarakat sekitar. alur sorot balik (flash back).

24

2.2.3.2.2Tokoh dan Penokohan Tokoh dan penokohan merupakan dua hal yang berhubungan erat. Berikut penjelasan mengenai tokoh dan penokohan.

2.2.3.2.2.1Tokoh Tokoh cerita (charakter ), menurut Abrams (dalam Nurgiyantoro 1994:165), adalah orang-orang yang ditampilkan dalam suatu karya naratif. Atau drama, yang oleh pembaca ditafsirkan memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu seperti yang diekspresikan dalam ucapan dan apa yang dilakukan dalam tindakan. Tokoh adalah individu rekaan yang mengalami peristiwa dalam cerita atau perlakuan dalam cerita (Sudjiman dalam Faozan 2002:20). Tokoh dalam cerpen bersifat fiktif. Sudjiman juga mengemukakan pembagian tokoh dalam cerita dapat dilihat dari fungsi dan cara penampilannya. Berdasarkan fungsinya, tokoh dapat dibedakan menjadi dua yaitu: a)Tokoh sentral adalah tokoh utama yang diceritakan dalam cerita. Tokoh sentral dibedakan menjadi : 1)Tokoh utama atau protagonis yakni tokoh yang memegang peran pimpinan. Ia menjadi sorotan dalam cerita. 2)Tokoh antagonis yaitu tokoh penentang protagonis. 3)Tokoh wirawan/wirawati dan antiwirawan b)Tokoh bawahan adalah tokoh yang tidak sentral kedudukannya dalam cerita, tetapi kehadirannya sangat diperlukan untuk menunjang atau mendukung tokoh utama.

25

Tokoh bawahan dibedakan menjadi: (1)Tokoh andalan, yakni tokoh bawahan yang menjadi kepercayaan protagonis yang dimanfaatkan untuk memberi gambaran yang terperinci mengenai tokoh utama. (2)Tokoh tambahan, yakni tokoh yang tidak memegang peran penting dalam cerita, misalnya tokoh lataran. Berdasarkan cara penampilan tokoh dalam cerita, tokoh dibedakan menjadi: a)Tokoh datar/sederhana atau pipih, yakni tokoh yang hanya diungkapkan salah satu segi wataknya saja. Watak tokoh datar sedikit sekali berubah. Termasuk di dalamnya adalah tokoh stereotif. b)Tokoh bulat/kompleks atau bundar, yakni tokoh yang wataknya kompleks, terlihat kekuatan dan kelemahannya. Ia mempunyai watak yang dapat dibedakan dengan tokoh-tokoh yang lain. Tokoh ini juga dapat mengejutkan pembaca, karena kadang-kadang dalam dirinya dapat terungkap watak yang tidak terduga sebelumnya. Bagan berikut akan memperjelas uraian diatas

Tokoh utama/protagonist Tokoh sentral Menurut fungsinya Tokoh bawahan Tokoh andalan Tokoh tambahan Tokoh antagonis Tokoh wirawan/wirawati

Tokoh Menurut cara menampilkan

Tokoh datar/sederhana/pipih Tokoh bulat/kompleks/bundar

26

2.2.3.2.2.2Penokohan Menurut Aminuddin (1987:79) penokohan adalah cara pengarang menampilkan tokoh atau pelaku. Suharianto (1982:31) mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan penokohan adalah pelukisan mengenai tokoh cerita, baik keadaan lahirnya maupun batinnya yang dapat berupa pandangan hidupnya, sikapnya, keyakinannya, adat-istiadatnya, dan sebagainya. Watak adalah kualitas tokoh, kualitas nalar dan jiwanya yang membedakan dengan tokoh lain. Ada dua macam cara yang sering digunakan pengarang untuk melukiskan tokoh ceritanya, yaitu dengan cara langsung dan cara tak langsung. Disebut dengan cara langsung apabila pengarang langsung menguraikan atau

menggambarkan keadaan tokoh, misalnya dikatakan bahwa tokoh ceritanya cantik, tampan, cerewet, dan sebagainya. Sebaliknya apabila pengarang secara tersamar dalam memberitahukan wujud atau keadaan tokoh ceritanya, maka dikatakan pelukisan tokohnya sebagai tidak langsung. Yang termasuk dalam cara tidak langsung misalnya (a) dengan melukiskan keadaan kamar atau tempat tinggalnya, cara berpakaiannya, cara berbicaranya, dan sebagainya, (b) dengan melukiskan sikap tokoh dalam menanggapi suatu kejadian atau peristiwa dan sebagainya, dan (c) dengan melukiskan bagaimana tanggapan tokoh-tokoh lain dalam cerita bersangkutan (Suharianto 1982:31). Cerita rekaan modern cenderung menekankan unsur perwatakan atau penokohan. Tokoh-tokoh cerita rekaan modern mendapat sorotan yang lebih tajam dibandingkan dengan cerita rekaan pada awal perkembangan sastra Indonesia. Kejadian-kejadian berpusat pada konflik watak tokoh utamanya. Mutu ceria

27

rekaan banyak ditentukan oleh kepandaian pengarang dalam menghidupkan watak tokoh-tokohnya. Pengarang yang berhasil menghidupkan watak tokoh-tokohnya akan meyakinkan kebenaran cerita yang disampaikan.

2.2.3.2.3Latar atau Setting Latar atau setting adalah tempat, waktu, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita (Wiyanto 2005:82). Selanjutnya Nurgiyantoro (2005:217)

menyebutkan bahwa latar memberikan pijakan cerita secara konkret dan jelas. Hal ini penting untuk memberikan kesan realistis kepada pembaca, meciptakan suasana tertentu yang seolah-olah sungguh-sungguh ada dan terjadi. Setting bukan hanya menunjukkan tempat dan waktu tertentu tetapi juga hal-hal yang hakiki dari suatu wilayah, sampai pada macam debunya, pemikiran rakyatnya, kegilaan mereka, gaya hidup mereka, kecurigaan mereka dan sebagainya (Sumardjo 1991:76). Selain itu Suharianto (1982:33) mengemukakan bahwa latar disebut juga setting: yaitu tempat atau waktu terjadinya cerita. Waktu terjadinya cerita dapat semasa dengan kehidupan pembaca dan dapat pula sekian bulan, tahun atau abad yang lalu. Tempat terjadinya peristiwa dapat di suatu desa, kantor, daerah, bahkan negara mana saja. Wiyanto (2005:82) menyebutkan bahwa latar atau setting mencakupi tiga hal, yaitu setting tempat, setting waktu, dan setting suasana . 1)Setting Tempat Setting tempat adalah tempat peristiwa itu terjadi. Sebuah peristiwa bisa terjadi di halaman rumah, di ruang tamu, atau di kamar belajar.

28

2)Setting Waktu Setting waktu adalah kapan peristiwa itu terjadi. Sebuah peristiwa bisa saja terjadi pada masa sepuluh tahun yang lalu, zaman Majapahit, zaman revolusi fisik, atau zaman sekarang. 3)Setting Suasana Peristiwa itu terjadi dalam suasana apa? Suasana ada dua macam, yaitu suasana batin, dan suasana lahir. Yang termasuk suasana batin, yaitu perasaan bahagia, sedih, tegang, cemas, marah, dan sebagainya yang dialami oleh pelaku. Sementara yang termasuk suasana lahir ialah sepi (tak ada gerak), sunyi (tak ada suara), senyap (tak ada suara dan gerak). Romantis, hirukpikuk, dan lain-lain. Dari pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa latar (setting) adalah segala keterangan, petunjuk, pengacuan yang berkaitan dengan tempat dan waktu dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita.

2.2.3.2.4Sudut Pandang atau Point of View Yang dimaksud titik pandang atau point of view adalah cara pengarang menampilkan para pelaku dalam cerita yang dipaparkan (Aminuddin 1987:90). Sudut pandang atau titik kisah ( point of view) adalah posisi pencerita (pengarang) terhadap kisah yang diceritakan (Wiyanto 2005:83). Point of view pada dasarnya adalah visi pengarang artinya sudut pandangan yang diambil pengarang untuk melihat suatu kejadian cerita (Sumardjo 1986:82). Selain itu Nurgiyantoro (2005: 248) juga menyebutkan bahwa sudut pandang pada hakikatnya merupakan

Pengertian gaya dikemukakan oleh beberapa pengarang seperti yang tersebut berikut.29 strategi.3. (4) pengarang peninjau. teknik. yang secara sengaja dipilih pengarang untuk mengemukakan gagasan dan ceritanya.2. 2. Menurut Suharianto (1982:36) jenis pusat pengisahan. Gaya merupakan pemakaian bahasa yang spesifik dari seorang pengarang. yaitu (1) pengarang sebagai pelaku utama cerita. tetapi bukan sebagai pelaku utama. dan sebagai peristiwa yang membentuk cerita dalam sebuah cerita kepada pembaca. dan siasat.2. Pelaku utama cerita tersebut orang lain. (2) pengarang ikut main. (3) pengarang serba hadir. dalam pusat pengisahan ini pengarang seakan-akan tidak tahu apa yang akan dilakukan pelaku cerita atau yang ada dalam pikirannya. Tokoh yang akan menyebutkan dirinya sebagai “aku”. ”gaya bahasa adalah cara pengarang menggunakan bahasa untuk menghasilkan karya sastra”(Wiyanto 2005:84). Aminuddin (1987:72) mengemukakan bahwa gaya bahasa mengandung pengertian cara pengarang menyampaikan gagasannya dengan menggunakan . Pengarang sepenuhnya hanya mengatakan/menceritakan apa yang dilihatnya. tindakan latar. Dalam hal ini pengarang tidak berperan sebagai apa-apa. dapat “dia” atau kadang-kadang disebut namanya tetapi pengarang serba tahu apa yang akan dilakukan atau bahkan apa yang ada dalam pikiran pelaku cerita. Dari beberapa pendapat dapat peneliti simpulkan bahwa sudut pandang atau point of view adalah cara memandang yang digunakan pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh. Ada beberapa jenis pusat pengisahan (point of view).5Gaya Gaya erat hubungannya dengan nada cerita.

Dengan kata lain gaya adalah pribadi pengarang itu sendiri. Ia terasa dan mewarnai karya sastra tersebut dari halaman pertama hingga halaman terakhir. 2. Selanjutnya Suharianto (1982:28) mengatakan bahwa tema sering disebut juga dasar cerita.6Tema Tema adalah ide cerita (Sumardjo 1986:56). Hakikatnya tema adalah permasalahan yang merupakan titik tolak pengarang dalam menyusun cerita atau karya sastra tersebut.2. persoalan dan menceritakannya dalam sebuah cerpen. Dari berbagai pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa gaya adalah keterampilan pengarang dalam mengolah dan memilih bahasa secara tepat dan sesuai dengan watak pikiran dan perasaan. Cara bagaimana seorang pengarang memilih tema.30 media bahasa yang indah dan harmonis serta mampu menuansakan makna dan suasana yang dapat menyentuh daya intelektual dan emosi pembaca. itulah gaya seorang pengarang. Dan sebagai pribadi.3. Ia tak bisa lain dari dirinya. Selanjutnya Sumardjo (1986:92) mengemukakan gaya bahasa adalah cara khas pengungkapan seseorang.2. Setiap pengarang mempunyai gaya yang berbeda-beda dalam mengungkapkan hasil karyanya. ia berada secara khas di dunia ini. sekaligus merupakan permasalahan yang ingin dipecahkan pengarang dengan karyanya itu. meninjau. persoalan. Menurut Aminuddin (1987:91) tema adalah ide yang mendasari suatu cerita sehingga berperanan juga sebagai pangkal tolak pengarang dalam . yakni pokok permasalahan yang mendominasi suatu karya sastra.

Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud tema adalah ide atau gagasan atau permasalahan yang mendasari suatu cerita yang merupakan titik tolak pengarang dalam menyusun cerita atau karya sastra.31 memaparkan karya fiksi yang diciptakannya. Menurut Suharianto (1982:71) ”amanat dapat disampaikan dengan cara tersirat dan tersurat”. 2.3.2.2.7Amanat Karya sastra selain berfungsi sebagai hiburan bagi pembacanya. Amanat adalah unsur pendidikan. sedangkan eksplisit atau tersurat berarti pengarang menyampaikan langsung pada pembaca melalui kalimat . . Menurut Suharianto (1982:70) ”amanat ialah nilai-nilai yang ada dalam cerita”. Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan amanat adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca lewat karya sastra yang ditulisnya. baik itu berbentuk keterangan pengarangnya atau dialog pelaku. Ajaran yang ingin disampaikan pengarang itu dinamakan amanat. Tersirat artinya pengarang tidak menyampaikan langsung melalui kalimat-kalimat. Selanjutnya Wiyanto (2005: 78) menyatakan bahwa tema adalah pokok pembicaraan yang mendasari cerita. terutama pendidikan moral. yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca lewat karya sastra yang ditulisnya (Wiyanto 2005:84). tetapi melalui jalan nasib atau penghidupan pelakunya. juga berfungsi sebagai sarana pendidikan. Dengan kata lain. pengarang selain untuk menghibur pembaca (penikmat) juga ingin mengajari pembaca.

kesempatan dan keterampilan dengan proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis kepada individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya agar tercapai keterampilan untuk dapat memahami dirinya. keterampilan untuk menerima dirinya. Sedangkan metode mengajar adalah strategi pengajaran untuk mencapai tujuan yang diharapkan (Djamarah 2002: 84). Metode adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan. dan juga digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan. Menurut peneliti metode latihan terbimbing adalah suatu cara mengajar yang baik digunakan untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. keterampilan untuk mengarahkan dirinya.4Metode Latihan Terbimbing Mengajar adalah suatu usaha yang sangat kompleks. sehingga sulit menentukan bagaimana sebenarnya mengajar yang baik.32 2. dan keterampilan untuk merealisasikan dirinya sesuai . Hal ini mendorong seorang guru untuk mencari metode yang tepat dalam penyampaian materinya agar dapat diserap dengan baik oleh siswa. Di dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode latihan terbimbing. Metode adalah cara yang berkaitan dengan pengorganisasian kegiatan belajar bagi warga belajar (Syamsu 1994:155). Jadi dapat disimpulkan bahwa metode dalam pembelajaran adalah strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru sebagai media untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Sedangkan pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa sehingga tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik (Darsono 2000:24). Mengajar secara efektif sangat bergantung pada pemilihan dan penggunaan metode mengajar. sebagai sarana untuk memelihara kebiasaan-kebiasaan yang baik.2.

33

dengan keterampilannya dalam mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan, baik di dalam keluarga, sekolah dan masyarakat. Bimbingan dan arahan dilakukan oleh seseorang yang ahli dan berkompetensi di bidangnya. Metode latihan terbimbing yang digunakan dalam proses pembelajaran akan menciptakan kondisi siswa yang aktif. Dalam menggunakan metode tersebut guru harus berhati-hati karena hasil dari suatu latihan terbimbing akan tertanam dan kemudian menjadi kebiasaan. Selain untuk menanamkan kebiasaan metode latihan terbimbing ini juga dapat menambah kecepatan, ketepatan dan kesempurnaan dalam melakukan sesuatu, serta dapat pula dipakai sebagai suatu cara untuk mengulangi bahan yang telah dikaji. Untuk menunjang keberhasilan penggunaan metode latihan terbimbing dalam pembelajaran keterampilan menulis cerpen diperlukan guru yang benarbenar berkompetensi di bidangnya, dalam hal ini yaitu guru yang menguasai keterampilan mengajar dan menguasai sastra. Bimbingan adalah bantuan yang diberikan oleh seseorang, baik pria maupun wanita, yang terlatih dengan baik dan memiliki kepribadian dan pendidikan yang memadahi kepada seseorang, dari semua usia untuk membantunya mengatur kegiatan, keputusan sendiri, dan menanggung bebannya sendiri (Crow&Crow dalam Mugiarso 2004:2). Kegiatan bimbingan bukan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara kebetulan, insidental, sewaktu-waktu tidak sengaja, atau asal saja, melainkan suatu kegiatan yang dilakukan dengan sistematis, sengaja, berencana, terus-menerus dan terarah pada tujuan. Setiap kegiatan bimbingan merupakan kegiatan yang berkelanjutan artinya senantiasa diikuti secara terus menerus dan aktif sampai sejauh mana individu telah berhasil mencapai tujuan dan penyesuaian diri.

34

2.2.5Media Teks Lagu Media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran (Djamarah dan Zain 2002:137). Dalam proses belajar mengajar kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting. Karena dalam kegiatan belajar mengajar ketidakjelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Secara umum fungsi media adalah sebagai penyalur pesan. Media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapai (Sudjana dan Rivai 2001: 2). Selain itu, media pembelajaran dapat menambah efektivitas komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa. Penggunaan media harus sejalan dengan tujuan pengajaran yang telah dirumuskan. Manakala tujuan pembelajaran diabaikan dalam menggunakan media maka media bukan lagi sebagai alat bantu pengajaran tetapi sebagai penghambat dalam pencapaian tujuan secara efektif dan efisien. Penggunaan media dalam proses belajar mengajar juga dapat membangkitkan rasa ingin tahu dan minat, membangkitkan motivasi dan rangsangan dalam proses belajar mengajar, serta dapat mempengaruhi psikologi siswa. Oleh karena itu media dapat digunakan secara tepat, secara nyata membantu dan mempermudah proses belajar mengajar. Dengan demikian, hasil pembelajaran dapat lebih optimal Teks lagu adalah naskah yang berisi syair lagu yang merupakan ragam suara yang berirama. Lagu merupakan karya yang estetis yang bermakna dan mempunyai arti bukan hanya sesuatu yang kosong tanpa makna. Oleh karena itu

35

sebelum mengkaji aspek-aspek yang lain perlu lebih dahulu dikaji lagu sebagai sebuah struktur yang bermakna dan bernilai estetis. Penciptaan lagu dapat memberikan kesenangan juga berharap bagi para penikmat dapat mengerti maksud yang terkandung dalam lagu tersebut yang merupakan jalinan komunikasi. Suharto dalam Wardah (2005:37) mengungkapkan bahwa lagu adalah sarana informasi dan edukasi bagi negara dan bagi masyarakat. Sebagai sarana informasi yaitu lagu sebagai sarana penyampaian ungkapan hati atau ungkapan perasaan seorang penyair kepada pendengar. Sebagai sarana edukasi lagu dapat digunakan sebagai media dalam pembelajaran di sekolah karena lagu merupakan salah satu bentuk karya seni. Teks lagu yang berisi syair lagu dapat dijadikan sebagai media pembelajaran menulis cerpen yaitu dengan menyoroti teks lagu tersebut dari tema dan alur. Dengan menyoroti dua hal tersebut media teks lagu dapat mempermudah siswa dalam mengembangkan ide, gagasan, atau perasaannya ke dalam sebuah karya sastra yang berupa cerpen.

2.2.6Menulis Cerpen melalui Metode Latihan Terbimbing dengan Media Teks Lagu Mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan orang lain ke dalam cerpen merupakan salah satu standar kompetensi yang harus ditempuh oleh siswa dalam pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Dalam hal ini, siswa sebagai subjek penelitian dituntut untuk mampu menulis cerpen yang baik berdasarkan pengalaman diri

36

sendiri maupun orang lain. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis cerpen yaitu menentukan tema, membuat kerangka karangan, menentukan tokoh, latar, plot, sudut pandangnya dan mengembangkan kerangka karangan menjadi cerpen. Keterampilan menulis cerpen dengan baik tidak dapat dimiliki oleh seseorang dengan begitu saja. Namun, perlu adanya latihan terbimbing dari seorang guru yang berkompeten dalam bidang sastra dengan terus menerus dan teratur. Dengan demikian pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing adalah kegiatan belajar mengajar yang menerapkan proses bimbingan dan latihan dalam menulis cerpen. Peranan guru dalam pembelajaran ini menjadi sangat penting dan esensial guna melaksanakan pembelajaran dengan metode latihan terbimbing agar siswa dapat menulis cerpen dengan baik. Langkah awal yang perlu dilakukan dalam pembelajaran menulis puisi yaitu menjelaskan tentang unsur-unsur pembangun cerpen yang meliputi: alur atau plot, tokoh dan penokohan latar (setting), sudut pandang (point of fiew), gaya (bahasa), dan tema. Langkah yang kedua yaitu mengarahkan siswa untuk menulis cerpen. Tiap bagian cerpen memberikan saham penting untuk menggerakkan cerita, mengungkapkan watak tokoh, dan melukiskan suasana. Karena itu, kegiatan menulis cerpen merupakan cara yang selekif dan ekonomis (Diponegoro 1994:6). Hal-hal berikut dapat dijadikan pengarahan bagi siswa agar mau dan mampu menulis cerpen. Pertama, guru mengarahkan siswa untuk dapat menemukan ide cerita dan merumuskannya menjadi sebuah tema. Ide cerita dapat di peroleh dari pengalaman dan kehidupan siswa dalam hal ini siswa dapat

37

menentukan tema dari teks lagu. Kedua membuat kerangka karangan. Kerangka karangan berfungsi untuk menyusuri jalan cerita, sehingga tidak banyak yang menyimpang. Ketiga, setelah garis besar dibuat biarkan siswa bermain dengan imajinasinya untuk mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya, kemudian siswa diarahkan untuk menentukan siapa tokoh utamanya, apa masalahnya, siapa antagonisnya, dan bagaimana latar belakang ceritanya, bagaimana watak tokohnya, bagaimana plotnya, di mana klimaksnya, sudut pandang yang digunakan, dari mana cerita awal dan bagaimana cerita penutupnya. Dalam hal ini diperlukan keterampilan berpikir yang penuh konsentrasi, logika yang tajam, dan nalar yang kritis untuk berkreasi secara produktif menciptakan sebuah cerpen. Setelah diketahui uraian tentang metode latihan terbimbing dengan media teks lagu, dapat disimpulkan bahwa metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam pembelajaran menulis cerpen merupakan proses siswa di dalam menulis cerpen dengan bimbingan dari guru. Langkah pertama guru menjelaskan unsur-unsur pembangun cerpen, dan menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum memulai, menulis cerpen, kemudian siswa diminta membuat cerpen dengan media teks lagu. Di saat siswa bekerja guru berkeliling melihat pekerjaan siswa satu persatu, kesulitan perseorangan siswa, dibantu untuk perseorangan dan jika kesalahan yang terjadi sama permasalahannya untuk seluruh siswa maka guru akan membahasnya pada refleksi akhir pembelajaran.

(3) siswa mengamati dan memperhatikan teks lagu tersebut. Agar proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dapat tepat guna dan siswa mudah menangkap materi yang disampaikan maka guru menggunakan media yang dapat membantu proses latihan terbimbing tersebut yaitu dengan menggunakan media teks lagu. dan memanfaatkan keterampilan menulis dalam berbagai keperluan. pengalaman. Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam mengajarkan keterampilan menulis cerpen masih menggunakan metode konvensional jadi siswa kurang dapat mengembangkan kemampuan bersastranya.38 2. (4) guru menjelaskan langkah-langkah menulis cerpen dengan memperhatikan unsur-unsur pembangun . Kenyataan yang ada dalam pembelajaran menulis cerpen belum memenuhi tujuan yang akan dicapai. Upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan metode pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran menulis cerpen. Pada umumnya siswa belum mampu menyampaikan ide. Keterampilan menulis cerpen bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Secara garis besar pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) guru melakukan apersepsi mengenai pembelajaran menulis cerpen.3Kerangka Berpikir Pada dasarnya pengajaran menulis mempunyai tujuan supaya siswa memiliki keterampilan. pikiran dan perasaannya dengan baik dalam sebuah karya sastra khususnya cerpen. gagasan. Melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam menulis cerpen. (2) guru membagikan sebuah teks lagu pada siswa. keterampilan menulis cerpen siswa dapat ditingkatkan secara maksimal.

(12) guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran menulis cerpen. kesulitan perseorangan dibimbing secara perseorangan. (11) guru memberikan penguatan terhadap pembelajaran menulis cerpen. (7) guru membimbing siswa dalam menulis cerpen. . (6) siswa ditugaskan untuk menulis cerpen berdasarkan kehidupan diri sendiri. (8) hasil pekerjaan menulis cerpen dikumpulkan. dan kesulitan siswa yang terjadi secara klasikal dibahas bersama-sama secara klasikal. (13) guru dan siswa merefleksi kegiatan pembelajaran menulis cerpen. (5) berdasarkan teks lagu tersebut siswa diminta untuk memperhatikan tema dan jalan cerita yang ada dalam teks lagu tersebut untuk dijadikan tema dan alur dalam cerpen yang akan dibuatnya. (9) salah satu dari hasil pekerjaan siswa dibacakan di depan kelas. 2.4Hipotesis Tindakan Hipotesis dalam penelitian ini adalah pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen pada siswa kelas X-7 SMA negeri 1 Pemalang.39 cerpen. (10) siswa lain mengomentari hasil pekerjaan temannya.

wawancara. 5. jurnal. 6 1 . Hasil penelitian ini terdiri atas hasil tes dan hasil nontes.5 5 100 X= 2459 40 = 30.5 27.1 Hasil Tes Pratindakan Hasil tes pratindakan yaitu berupa keterampilan siswa dalam menulis cerpen sebelum dilakukan tindakan penelitian. Hasil tes pratindakan adalah hasil tes menulis cerpen sebelum pembelajaran menulis cerpen dilakukan. Jumlah siswa yang mengikuti tes pratindakan ini berjumlah 40 siswa. dan dokumentasi. angket. 3. Hasil tes pratindakan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi awal keterampilan menulis cerpen siswa kelas X7 SMA Negeri 1 Pemalang.1 Hasil Penelitian Hasil penelitian tindakan kelas ini diperoleh dari pratindakan. tindakan kelas pada siklus I. Hasil tes pada tindakan siklus I dan siklus II adalah hasil tes menulis cerpen setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Adapun hasil nontes diperoleh dari data observasi. 4.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. 2. dan siklus II. Hasil pratindakan dapat dilihat pada tabel 4 berikut: Tabel 4 Hasil Menulis Cerpen Pratindakan No Kategori 1. 4. Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Jumlah Rentang Nilai 85-100 75-84 60-74 50-59 0-49 Frekuensi Bobot 2 25 11 2 40 150 1591 623 88 2452 Persentase Rata-rata Skor 5 62.

60 .

Untuk lebih jelasnya perolehan nilai hasil tes pada pratindakan dapat dilihat pada diagram batang berikut. 2 siswa atau sebanyak 5% mendapat kategori sangat kurang.30. 2 siswa atau sebesar 5% termasuk ke dalam kategori baik. Walaupun sudah berada pada kategori cukup tetapi masih perlu adanya perbaikan untuk meningkatkan hasil nilai siswa. 25 siswa atau sebesar 62. 25 20 21 15 10 5 0 0 1 2 3 4 16 3 0 .61 Pada tabel di atas tersebut menunjukkan bahwa keterampilan menulis cerpen pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang sudah termasuk ke dalam kategori cukup yaitu 61.5% termasuk ke dalam kategori kurang. 11 siswa atau sebanyak 27.5% termasuk ke dalam kategori cukup. Dari 40 siswa.

Hasil Menulis Cerpen Pratindakan Keterangan: 1=Sangat Baik. 61 . 4=Kurang. 2=Baik. 5=Sangat Kurang.Diagram batang 1. 3=Cukup.

1 Hasil Tes Siklus I Siklus I yaitu berupa keterampilan siswa dalam menulis cerpen setelah 62 . 4. perlu dilakukan sebuah tindakan agar dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen.2 Hasil Penelitian Siklus I Siklus I merupakan pemberlakuan awal penelitian melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Setelah melihat hasil tes pratindakan (keadaan awal) siswa yang telah dipaparkan.2. Pada kategori kurang berada pada angka 40%. 4.1. Hal ini berarti bahwa 52.1. Tindakan yang dilakukan adalah berupa pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Tindakan siklus ini dilakukan sebagai upaya untuk memperbaiki dan memecahkan masalah yang muncul pada pratindakan.5%.5% keterampilan menulis cerpen siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang berada pada kategori cukup Sisanya berada pada kategori kurang dan baik. Pelaksanaan pembelajaran menulis cerpen siklus I terdiri atas data tes dan nontes. dan pada kategori baik berada angka 7.5%.62 Pada diagram batang 1 di atas terlihat batang yang paling tinggi adalah batang untuk kategori cukup yaitu 52.

5 40 10 = 65. Ratarata yang dicapai oleh siswa adalah klasikal sebesar 68. Rata-rata tersebut menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor siswa dalam menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Walaupun sudah ada peningkatan.48 hanya 11 siswa atau 27. 2. dan 25 siswa atau 62. Agar lebih jelas dapat dilihat pada diagram batang berikut hasil tes menulis cerpen siklus I. 4 siswa atau 10% dari jumlah keseluruhan siswa yang mencapai kategori kurang.5% dari jumlah keseluruhan siswa yang mencapai kategori baik.63 Tabel 5 Hasil Menulis Cerpen pada Siklus I No Kategori 1.5% dari jumlah keseluruhan siswa yang mencapai kategori cukup.5 2746 X= 62. 5. 6 100 8 Pada tabel 5 menunjukkan hasil tes keterampilan menulis cerpen secara menyeluruh mencapai rata-rata 68. tetapi hasil yang ada belum maksimal. 3.65 dan termasuk ke dalam kategori cukup. Rentang Nilai Sangat Baik 85-100 Baik 70-84 Cukup 60-69 Kurang 50-59 Sangat Kurang Jumlah 0-49 Frekuensi Bobot 11 25 4 40 862 1653 231 2746 Persentase Rata-rata Skor 27. . 4.

63 .

64 .5 27. sebanyak 4 siswa atau sebesar 10%. Nilai pada siklus I ini merupakan penjumlahan skor dari 7 aspek keterampilan menulis cerpen.5 10 0 4 5 Diagram batang 2.5% atau sebanyak 11 siswa. Diagram batang 2 di atas menunjukkan bahwa batang yang paling tinggi adalah kategori cukup. 4=Kurang. 3=Cukup. Keadaan tersebut sama dengan keadaan pada hasil tes pratindakan. Tetapi jumlah persentase pada siklus I ini lebih besar dibandingkan pada hasil tes pratindakan yaitu sebesar 62.5% atau sebanyak 25 siswa. Walaupun tidak ada yang berada pada kategori sangat baik. yaitu aspek tema dan amanat. tetapi jumlah yang memperoleh kategori cukup dan baik menjadi bertambah dan yang berada pada kategori kurang menjadi berkurang. yaitu yang memperoleh kategori kurang.64 70 60 50 40 30 20 10 0 0 1 2 3 kategori 62. yaitu sebesar 27. tokoh dan penokohan. Setelah pada kategori cukup batang yang berada di bawah kategori cukup adalah kategori baik. 2=Baik. Pada jumlah yang paling sedikit. Hasil Menulis Cerpen Siklus I Keterangan: 1=Sangat Baik. 5=Sangat Kurang.

Dari tabel tersebut dapat dilihat.93. artinya keterampilan siswa dalam menentukan tema dan amanat sudah baik. 4. siswa yang mencapai kategori sangat baik berjumlah 15 siswa atau sebanyak 37. latar. Hasil perolehan aspek tema dan amanat dapat dilihat pada tabel 6. kategori baik dicapai 25 siswa atau sebesar 62.5 317 X= 40 = 93.5% dari jumlah keseluruhan siswa. . Sangat Baik Cukup Kurang Rentang Frekuensi Bobot Nilai Baik 9.1. 2. diksi dan gaya bahasa. dan kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen.10 15 6-8 25 3-5 0-2 40 317 Persentase Skor 135 182 Rata-rata (%) 37.5% dari jumlah keseluruhan siswa.2.5 62. kategori cukup dan kurang tidak ada. Hasil dari masing-masing aspek dipaparkan sebagai berikut 4. Hasil tersebut termasuk kategori baik.1 Hasil Tes Menulis Cerpen Aspek Tema dan Amanat Penilaian aspek tema dan amanat difokuskan pada kerelevanan tema dan amanat dengan teks lagu yang digunakan sebagai media pembelajaran. sudut pandang.65 alur. 3. Tabel 6 Perolehan Skor Aspek Tema dan Amanat Siklus I No Kategori 1.1.7 Jumlah 100 Data tabel 6 menunjukkan rata-rata skor yang dicapai dalam aspek tema dan amanat sebesar 7.

65 .

4.2. Rentang Nilai Sangat Baik 16-20 Baik 11-15 Cukup 6-10 Kurang 0-5 Frekuensi Bobot 4 33 3 65 421 30 Persentase Rata-rata Skor 10 82. Perolehan nilai dalam kategori sangat baik dicapai 4 siswa atau sebesar 10% dari jumlah keseluruhan.5% dari jumlah keseluruhan.5%.2.66 4. 3. .5 40 = 90. kategori baik dicapai oleh 33 siswa atau sebesar 82. Hasil perolehan nilai pada aspek alur dapat dilihat pada tabel 7. artinya keterampilan siswa dalam menciptakan alur yang menarik dalam menulis cerpen sudah baik.1.1. Tabel 7 Perolehan Skor Aspek Alur Siklus I No Kategori 1.3 Hasil Menulis Cerpen Aspek Tokoh dan Penokohan Hasil perolehan nilai pada aspek tokoh dan penokohan dapat dilihat pada tabel 8 berikut .1. 4.1. kategori cukup dicapai 3 siswa atau sebesar 7. 2. 1 2 Jumlah 40 516 100 Data pada tabel 7 menunjukkan bahwa rata-rata skor aspek alur dalam cerpen yang dicapai siswa sebesar 12.5 516 X= 7.2 Hasil Tes Menulis Cerpen Aspek Alur Hasil perolehan nilai pada aspek alur difokuskan pada keterampilan siswa menciptakan alur yang menarik.90 termasuk dalam kategori baik . dan tidak ada satu pun siswa yang mendapat kategori kurang.

66 .

Tabel 9 No Kategori Perolehan Skor Aspek Latar Rentang Nilai Frekuensi Bobot Siklus I Persentase Rata-rata Skor 1.67 Tabel 8 Perolehan Skor Aspek Tokoh dan Penokohan Siklus I No Kategori 1.1.1. Hasil penilaian pemilihan latar dapat dilihat pada tabel 9. dan tidak ada siswa yang mendapat kategori kurang. Rentang Nilai Sangat Baik 16-20 Baik 11-15 Cukup 6-10 Kurang 0-5 Jumlah Frekuensi Bobot 10 29 1 40 163 372 10 545 Persentase Rata-rata Skor 25 545 X= 72. 3.5%. kategori cukup 1 siswa atau sebesar 2.4 Hasil Menulis Cerpen Aspek Latar Penilaian aspek pemilihan latar difokuskan pada ketepatan pemilihan latar yang sesuai dengan situasi dan kondisi dalam cerpen. artinya keterampilan siswa dalam menulis cerpen aspek tokoh dan penokohan sudah baik.5 = 63. 2.5 40 2. 4. 4. 2. kategori baik 29 siswa atau sebesar 72.2.5% dari jumlah keseluruhan siswa.5 5 X = = . Sangat Baik Baik Cukup Kurang 9-10 6-8 3-5 0-2 3 35 2 - 27 263 10 7.63 (termasuk pada kategori baik).5 87. 4. 1 3 100 Data pada tabel 8 menunjukkan bahwa rata-rata skor dalam aspek tokoh dan penokohan yang dicapai siswa sebesar 13. Perolehan nilai dalam kategori sangat baik dicapai oleh 10 siswa atau sebesar 25%. 3.

7 Jumlah 40 300 100 67 .300 40 5.

dan untuk kategori dan kurang tidak ada.5 Hasil Menulis Cerpen Aspek Diksi dan Gaya Bahasa Penilaian aspek pemilihan diksi dan gaya bahasa difokuskan pada ketepatan penggunaan bahasa yang sesuai dengan situasi dan kondisi dalam cerpen. Hasil penilaian pemilihan latar dapat dilihat pada tabel 10 Tabel 10 Perolehan Skor Aspek Diksi dan Gaya Bahasa Siklus I No Kategori 1.2. siswa yang mencapai kategori sangat baik berjumlah 3 siswa atau sebesar 7. Atau sebanyak 92.1. kategori baik 35 siswa atau sebesar 87.5% dari jumlah keseluruhan siswa. 4. kategori cukup dicapai 2 siswa atau 5% dari jumlah keseluruhan siswa.55. 6 100 Data tabel 10 menunjukkan rata-rata skor yang dicapai dalam aspek diksi dan gaya bahasa sebesar 6.5. 4. Hasil tersebut termasuk kategori baik.5 = 55. Dari tabel tersebut dapat dilihat.5%. 2. artinya keterampilan siswa dalam memilih diksi dan gaya bahasa sudah baik. 3. kategori cukup dicapai 3 .5 40 7. Hasil tersebut termasuk kategori baik. Rentang Nilai Sangat Baik 9-10 Baik 6-8 Cukup 3-5 Kurang 0-2 Jumlah Frekuensi Bobot 37 3 40 0 247 15 262 Persentase Rata-rata Skor 0 262 X = 92.1. siswa yang mencapai kategori baik berjumlah 37 siswa. Dari tabel tersebut dapat dilihat.5%. artinya keterampilan siswa dalam pemilihan latar yang sesuai dengan situasi dan kondisi yang diceritakan dalam cerpen sudah baik.68 Data pada tabel 9 menunjukkan rata-rata skor yang dicapai siswa dalam aspek pemilihan latar sebesar 7.

68 .

7 100 Data pada tabel 11 menunjukkan rata-rata skor yang dicapai siswa dalam aspek penggunaan sudut pandang sebesar 7. 3. artinya keterampilan siswa dalam pemilihan sudut pandang sudah dapat menjelaskan tokoh yang ada dalam cerpen.1.2.2. kategori cukup dicapai 2 siswa atau 5% dari jumlah keseluruhan siswa.58. 4. Tabel 11 Perolehan Skor Aspek Sudut Pandang Siklus I No Kategori 1. siswa yang mencapai kategori sangat baik berjumlah 4 siswa atau sebesar 10%.1.1. Dari tabel tersebut dapat dilihat. 4.1. Hasil tersebut termasuk kategori baik.69 siswa atau sebesar 7. dan untuk kategori sangat baik dan kurang tidak ada. Hasil penilaian kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen dapat dilihat pada tabel 12.5% dari jumlah keseluruhan siswa. kategori baik 34 siswa atau sebesar 85%. dan untuk kategori kurang tidak ada. 4.6 Hasil Menulis Cerpen Aspek Sudut Pandang Hasil perolehan nilai pada aspek tokoh dan penokohan dapat dilihat pada tabel 11 berikut .7 Hasil Menulis Cerpen Aspek Kepaduan Unsur-unsur Pembangun Cerpen Siklus I Penilaian aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen difokuskan pada ketepatan dalam memadukan unsur-unsur pembangun cerpen. . 2. Rentang Nilai Sangat Baik 9-10 Baik 6-8 Cukup 3-5 Kurang 0-2 Jumlah Frekuensi Bobot 4 34 2 40 36 257 10 303 Persentase Rata-rata Skor 10 85 303 X = 5 40 = 58.

69 .

Hasil tersebut termasuk kategori baik. Rentang Nilai Sangat Baik 16-20 Baik 11-15 Cukup 6-10 Kurang 0-5 Jumlah Frekuensi Bobot 5 33 2 40 81 422 20 Persentase Rata-rata Skor 12.2. wawancara.2 Hasil Nontes Siklus I Hasil nontes pada siklus I ini diperoleh dari hasil observasi.1.5 40 5 = 08. jurnal. Observasi dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perilaku siswa selama pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing . 4.08.5% dari jumlah keseluruhan siswa. 4.5% dari jumlah keseluruhan siswa. 1 3 523 100 Data tabel 12 menunjukkan rata-rata skor yang dicapai dalam aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen sebesar 13.1 Hasil Observasi Siklus I Observasi dalam penelitian ini ada dua macam yaitu observasi siswa dan observasi kelas. siswa yang mencapai kategori sangat baik berjumlah 5 siswa atau sebanyak 12. kategori cukup dicapai 2 siswa atau sebesar 5% dari jumlah keseluruhan siswa. 3.2. 4. Hasil selengkapnya diuraikan berikut ini.70 Tabel 12 Perolehan Skor Aspek Kepaduan Unsur-unsur Pembangun Cerpen No Kategori 1. Dari tabel tersebut dapat dilihat.2.5 523 X = 82. dan untuk kategori kurang tidak ada. 2.1. dan dokumentasi foto. kategori baik dicapai 33 siswa atau sebesar 82. artinya keterampilan siswa dalam memadukan unsur-unsur pembangun cerpen sudah baik.

70 .

(5) siswa merespon positif (senang) terhadap metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.71 dengan media teks lagu dan keterampilan peneliti dalam mengajar. Perilaku negatif meliputi: (1) siswa kurang merespon penjelasan guru. terlihat juga 71 . (7) siswa dapat menulis cerpen dengan cepat. (8) siswa enggan memberikan sanggahan terhadap pembacaan cerpen temannya. perilaku siswa yang terdeskripsi pada saat observasi menunjukkan sikap positif dan ada pula sikap yang negatif. Berdasarkan hasil pengamatan (observasi) peneliti pada saat pembelajaran pada siklus I. 4. (3) siswa banyak bicara dan bergurau dengan temannya. Adapun objek sasaran perilaku positif meliputi: (1) siswa memperhatikan penjelasan guru.2. (6) siswa kurang bersemangat dalam menulis cerpen. (5) siswa jalan-jalan/mondar-mandir pada saat pembelajaran berlangsung. (7) siswa sangat lambat dalam menulis cerpen. (6) siswa dapat menulis cerpen dengan senang hati. (2) siswa banyak bertanya kepada guru. (4) siswa dapat mengidentifikasi dan menyebutkan unsur-unsur yang ada dalam cerpen.2. (4) siswa pasif dalam pembelajaran.1. (2) siswa kurang bersemangat terhadap metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. (3) siswa berpartisipasi aktif. Observasi siswa dilakukan oleh peneliti sedangkan observasi kelas dilakukan oleh teman peneliti. Perilaku positif ditunjukkan oleh sikap siswa yang aktif mengikuti pembelajaran menulis cerpen.1 Hasil Observasi Siswa Siklus I Objek sasaran yang diamati dalam observasi siswa meliputi 8 perilaku positif dan 8 perilaku negatif.1.

72 sebagian besar siswa merespon baik pembelajaran menulis cerpen dengan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. peneliti sadar akan hal ini karena setiap siswa memiliki karakteristik dan keterampilan yang berbeda. Siswa yang kurang merespon penjelasan guru. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi. sisanya sebanyak 36 siswa atau sebanyak 90% tidak berani bertanya kepada peneliti. Pada siklus I ini hanya ada 4 atau sebanyak 10% dari jumlah keseluruhan siswa yang berani mengajukan pertanyaan kepada peneliti. Siswa yang 72 . Selain itu siswa melakukan kegiatan seperti bicara dan bergurau dengan temannya. yang menunjukkan siswa banyak melakukan perilaku positif daripada perilaku negatif. Berdasarkan data yang diperoleh sebagian besar siswa atau sebanyak 34 siswa atau 85% dari jumlah keseluruhan siswa memperhatikan penjelasan guru dengan baik. Sisanya sebanyak 6 siswa atau sebanyak 15% dari jumlah keseluruhan siswa kurang merespon penjelasan guru. pola pembelajaran yang diterapkan peneliti merupakan hal baru bagi mereka sehingga perlu proses untuk menyesuaikannya. perilakunya bermacam-macam seperti memperhatikan keadaan di luar kelas. serta jalan-jalan/mondar-mandir pada saat pembelajaran berlangsung. tetapi masih ada beberapa siswa yang melakukan perilaku negatif. Dari data observasi dapat dilihat jumlah siswa yang melakukan perilaku positif dan siswa yang melakukan perilaku negatif. berbicara dan bergurau dengan temannya. Apalagi. Selama pembelajaran tidak semua siswa mengikuti pembelajaran dengan baik. Namun. Perilaku negatif ditunjukkan dengan sikap masa bodoh dan kurang bersemangat mengikuti pembelajaran.

Ada yang masih kurang percaya diri.5% dari jumlah keseluruhan siswa aktif dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen dengan baik. Sebanyak 27 siswa atau 67.5% dari jumlah keseluruhan siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen. serta memberikan contoh-contohnya dengan bantuan guru. dan ada pula yang asyik berbicara sendiri dengan teman sebangkunya. Sisanya 8 siswa atau sebanyak 8 siswa atau sebanyak 20% dari jumlah keseluruhan siswa kurang aktif berpartisipasi menyebutkan unsur-unsur pembangun karya sastra. Siswa yang kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen disebabkan karena peneliti bukanlah guru yang biasa mengajar di kelas sehingga siswa masih merasa asing dengan guru (peneliti). sebagian besar siswa 73 . Dalam hal ini. Mereka secara aktif menyebutkan satu per satu unsur-unsur pembangun cerpen dan mendefinisikannya. Salah satu hal yang penting dalam penelitian ini adalah metode dan media yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran menulis cerpen yaitu metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. sebanyak 13 siswa atau sebanyak 32. Sebanyak 32 siswa atau sebanyak 80% dari jumlah keseluruhan siswa aktif berpartisipasi menyebutkan unsur-unsur pembangun cerpen. Hal tersebut disebabkan mereka kurang mengetahui unsur-unsur pembangun cerpen dan ada pula yang kurang mengikuti pembelajaran dengan baik. Sisanya.73 kurang berani mengajukan pertanyaan pada guru ini perilakunya bermacammacam seperti ada yang malu-malu ketika guru memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya.

5% dari jumlah keseluruhan siswa dapat menulis cerpen dengan senang hati.74 sebanyak 32 atau 80% dari jumlah keseluruhan siswa merespon positif metode yang digunakan oleh peneliti.5% dari jumlah keseluruhan siswa dapat mengerjakan atau dapat menulis cerpen dengan cepat. sebanyak 31 siswa atau 77. Dari data observasi dapat dilihat. Selain itu juga mereka merasa dipermudah dalam menulis cerpen. Sisanya 33 siswa atau 82. selain mereka terhibur mereka juga dapat menulis cerpen.5% dari jumlah keseluruhan siswa kurang senang menulis cerpen. 74 . hal ini disebabkan karena siswa kurang tertarik atau kurang senang menulis cerpen. Hal ini disebabkan mereka sudah merasa mudah mengungkapkan ide dan mampu mengembangkan lirik yang berada dalam teks lagu. teks lagu tersebut sudah ada sebagai kerangka karangan sehingga siswa hanya mengembangkan cerita berdasarkan teks lagu. Tujuh siswa tersebut mampu menyelesaikan cerpen yang ditulisnya sebelum waktu yang ditentukan selesai.5% dari jumlah keseluruhan siswa belum dapat menyelesaikan cerpen yang dibuatnya dengan cepat. Sebanyak 7 siswa atau 17. Media teks lagu yang dihadirkan oleh guru juga mendapat respon yang positif. Sisanya sebanyak 8 siswa atau 20% dari jumlah keseluruhan siswa yang kurang merespon metode dan media yang digunakan guru dalam menulis cerpen. Sisanya sebanyak 9 siswa atau 22. Hal ini disebabkan karena mereka senang dengan media yang dihadirkan guru. mereka merasa senang karena mereka dapat bertanya-tanya kepada guru pada saat mengalami kesulitan dalam menulis cerpen. sebagian besar dari jumlah keseluruhan siswa tersebut banyak yang menyukai lagu-lagu.

5% dari jumlah keseluruhan siswa banyak berbicara dan bergurau dengan temannya. Hal ini dilakukan ketika merasa bingung untuk memulai menulis cerpen pada saat tes menulis cerpen berlangsung.5% dari jumlah keseluruhan siswa berani memberikan komentar terhadap hasil penulisan cerpen temannya yang dibacakan di depan kelas. tetapi masih ada beberapa siswa yang masih kurang tertib dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen.75 Sebanyak 3 siswa atau sebesar 7. Siswa tersebut melakukan kegiatan kurang positif seperti mengganggu temannya yang sedang serius menulis cerpen ataupun hanya sekadar meminjam alat tulis yang sebenarnya tidak begitu diperlukan. mereka juga mempunyai pendapat yang sama dengan teman yang telah mengajukan pertanyaan sehingga mereka tidak memberikan komentarnya. Sebanyak 14 siswa atau sebesar 35% dan sering melihat pekerjaan temannya. Sebanyak 8 siswa atau sebesar 20% dari jumlah keseluruhan siswa sering jalan-jalan/mondar-mandir pada saat proses pembelajaran berlangsung. Hal tersebut disebabkan karena mereka malu atau kurang percaya diri berbicara di kelas. Meskipun proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar. selain itu. Siswa yang menunjukkan sikap kurang berani memberikan komentar terhadap hasil penulisan cerpen yang dibacakan di depan kelas juga disebabkan karena mereka tidak memperhatikan pada saat temannya membacakan cerpen di depan kelas. 37 siswa atau sebesar 92. Sebanyak 11 siswa atau 27. Sisanya 29 siswa atau sebanyak 72. 75 .5% kurang berani memberikan komentar terhadap hasil penulisan cerpen yang dibacakan di depan kelas.5% dari jumlah keseluruhan siswa tertib dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen.

4. Saran dari observator bahwa peneliti perlu memberikan pujian kepada siswa yang mau memberikan tanggapan terhadap hasil penulisan cerpen temannya. Cara menutup pelajaran dengan refleksi sudah cukup baik. Dalam menerapkan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu sudah cukup baik. Hasil pengamatan observator terhadap peneliti. dan komunikasi dengan siswa cukup baik.1. Walaupun baru dua kali masuk di kelas tersebut. Namun. meskipun jumlah siswa yang melakukan perilaku positif lebih banyak daripada perilaku negatif.2. berkaitan dengan komunikasi.2 Hasil Jurnal Siklus I 76 . Keterampilan berkomunikasi peneliti dengan siswa sudah cukup baik.2.76 Berdasarkan pada uraian di atas. 4. cara peneliti mengajar.2. Guru harus berupaya agar siswa lebih aktif dan perilaku negatif yang muncul pada siklus I ini dapat dikurangi pada siklus berikutnya. sehingga pada saat siswa bertanya atau memberikan pendapat guru harus bertanya terlebih dahulu nama siswa tersebut. penyampaian materi. namun siswa menerima dengan sangat baik.1.2 Hasil Observasi Kelas Siklus I Observasi kelas ini dilakukan untuk mengevaluasi cara kerja peneliti dalam memberikan pembelajaran menulis cerpen. yaitu peneliti belum begitu kenal dan hafal nama siswa.2. tetapi pembelajaran menulis cerpen di kelas ini perlu ditingkatkan lebih baik lagi.1. ada hambatan dari siklus I ini. dikatakan bahwa keterampilan peneliti dalam membuka pelajaran. Sehingga siswa merasa pendapatnya tersebut merupakan nilai plus dalam pembelajaran. penguasaan materi.

Selain itu teks lagu yang dihadirkan guru sesuai dengan pengalaman siswa sehingga siswa mudah untuk menuangkan pikiran. sehingga siswa tidak merasa terbebani dengan materi pembelajaran yang harus mereka tempuh. gagasan dan idenya ke dalam sebuah cerpen. Berdasarkan hasil dari jurnal. Pertanyaan berikutnya mengenai kesulitan siswa dalam menulis cerpen. Pada aspek yang kedua ini kebanyakan siswa mengalami kesulitan dalam menuangkan ide atau gagasannya ke dalam cerpen.77 Jurnal yang digunakan dalam penelitian ini ada dua jurnal.1. sebagian besar siswa menyatakan senang terhadap pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Ada juga siswa yang berpendapat bahwa dengan teks lagu akan dapat memberi pengetahuan tentang menyusun kerangka karangan.1 Jurnal Siswa Siklus I Pada jurnal siswa. sehingga siswa akan merasa senang dalam menulis cerpen. memulai menulis.2. 4. Siswa yang tidak mengalami kesulitan berpendapat bahwa 77 .2. namun ada beberapa siswa yang berpendapat tidak mengalami kesulitan.2. dan menggunakan diksi yang tepat. Hal tersebut disebabkan guru membimbing dalam penulisan cerpen dan teks lagu dapat yang dihadirkan oleh guru dapat menghibur siswa. peneliti menyimpulkan bahwa pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu menyenangkan bagi siswa. Mereka berpendapat bahwa dengan pembelajaran seperti ini akan mempermudah siswa dalam menulis cerpen dan memotivasi siswa untuk menulis cerpen. walaupun ada beberapa siswa yang tidak suka dengan lirik lagu yang ada dalam teks lagu. Jurnal yang pertama adalah jurnal guru dan yang kedua adalah jurnal siswa.

dan kerangka karangannya pun sudah ada. jadi mereka berpendapat dari teks lagu tersebut hanya mengubahnya ke dalam sebuah cerpen. khususnya materi mengarang. atau mengungkapkannya dengan kata-kata. Pada dasarnya kesulitan tersebut dapat diatasi dengan membiasakan menulis cerpen. Kesan yang dikemukakan siswa adalah belajar menulis cerpen melalui metode latihan 78 . ditambah guru membimbing siswa dalam menulis cerpen. Siswa yang mengalami kesulitan menuangkan ide berpendapat bahwa dalam pikirannya sudah ada namun sulit untuk menuangkan. Aspek berikutnya adalah mengenai metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat mempermudah siswa dalam menulis cerpen. sehingga melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat membuat siswa lebih bersemangat. Aspek yang keempat adalah mengenai kepahaman siswa dengan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia merupakan mata pelajaran yang disepelekan oleh siswa. jadi kesulitan yang dihadapi siswa dapat langsung ditanyakan kepada guru. Menurut siswa melalui metode latihan terbimbing ini dapat lebih memahami materi menulis cerpen dan memotivasi siswa dalam menulis cerpen. Sebagian besar siswa berpendapat mereka sangat terbantu karena tema sudah terdapat dalam teks lagu.78 metode latihan terbimbing membantu siswa dan media teks lagu dapat membantu siswa dalam menentukan tema dan merumuskan kerangka karangan. Siswa lebih bersemangat dan lebih senang. Aspek yang terakhir adalah pesan dan kesan terhadap pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.

Sebagian besar siswa tertarik dan senang terhadap metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam menulis cerpen. Berdasarkan pengamatan guru pada saat pembelajaran berlangsung.1.2. Walaupun yang aktif hanya siswa yang sama. Keaktifan siswa pada kelas ini sudah dapat dikatakan baik dalam mengikuti pembelajaran. Siswa yang kurang berminat menunjukkan perilaku malas seperti tidak memperhatikan sungguh-sungguh penjelasan dari guru (peneliti).2 Jurnal Guru Siklus I Jurnal guru ini berisi uraian pendapat dan seluruh kejadian yang dapat ditangkap guru selama proses pembelajaran berlangsung. Namun. mereka menyatakan kurang suka menulis cerpen dan tidak dapat mengungkapkan ide dan gagasannya dengan kata-kata. Adapun saran yang diungkapkan yaitu dalam menerangkan hendaknya pelan-pelan. dan bahkan ada yang jalan-jalan atau mondar-mandir pada saat proses pembelajaran berlangsung.79 terbimbing dengan media teks lagu lebih menarik dan menyenangkan. Saran yang telah diungkapkan oleh siswa dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk pembelajaran berikutnya. bercerita sendiri dengan temannya.2. Tingkah laku siswa dalam mengerjakan tugas 79 .2. demikian. 4. dan masih ada beberapa siswa yang pasif. ada sebagian kecil siswa yang masih kurang berminat dan bersemangat untuk mengikuti pembelajaran. respon siswa terhadap metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam pembelajaran menulis cerpen cukup baik.

1. dari keempat siswa hanya satu yang menjawab kurang mampu memahami materi yang diberikan guru. Pada pertanyaan yang kedua.2. Hal ini disebabkan karena cerpen yang ditulis merupakan kejadian yang pernah dialami penulisnya.80 menulis cerpen masih banyak siswa yang asyik menyanyikan lagu yang terdapat pada lembar menulis yang diberikan guru dan enggan menulis cerpen. 4. Fenomena-fenomena lain yang ditangkap oleh guru selama proses pembelajaran yaitu banyak siswa yang bersorak-sorak saat hasil penulisan cerpen temannya dibacakan di depan kelas. Sebagian besar siswa nampak senang dan bersemangat ketika guru membimbing siswa. Keantusiasan siswa dalam mengikuti pembelajaran cukup antusias. Hal tersebut memang diakui karena memang siswa tersebut tidak suka dengan menulis atau 80 .2. Siswa yang menyatakan senang adalah karena pembelajarannya menyenangkan. Namun demikian ada sebagian kecil siswa yang kurang antusias mengikuti pembelajaran menulis cerpen dan tidak memperhatikan pembacaan cerpen di depan kelas. Alasannya yang menyatakan tidak suka adalah karena siswa tersebut tidak suka dengan pembelajaran menulis. Sisanya 1 siswa menyatakan kurang suka dengan pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Dari keempat siswa yang diwawancarai. yang menyatakan senang terhadap pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu ada 3 siswa.3 Hasil Wawancara Siklus I Siswa yang diwawancarai pada siklus ini ada 4 siswa.

menurut ketiga siswa tersebut jika suasana kelas ramai dan tidak menyenangkan. Pada pertanyaan yang kelima mengenai suasana kelas. Mereka termotivasi dengan metode yang dilakukan guru yaitu metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. 81 . sehingga kurang paham terhadap materi yang disampaikan guru. sehingga memahami materi yang disampaikan oleh guru (peneliti). Pada pertanyaan keenam. maka pembelajaran tidak menyenangkan dan sulit berkonsentrasi dalam pembelajaran. Pada pertanyaan yang ketiga. dari keempat siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa metode latihan terbimbing yang digunakan guru dapat membantu mereka dalam menulis cerpen. apalagi guru memberikan bimbingan pada saat siswa mengalami kesulitan. walaupun kelas dalam keadaan ramai tetap bisa menulis cerpen. dari keempat siswa ada satu siswa yang menyatakan tidak begitu terpengaruh dengan suasana kelas. serta media yang digunakan juga dapat mempermudah siswa dalam menulis cerpen sehingga siswa paham terhadap pembelajaran menulis cerpen. Menurut mereka pembelajaran yang diberikan guru sekarang lebih mudah dipahami. Siswa yang menyatakan senang karena memang sejak awal pelajaran sudah tertarik dan memperhatikan penjelasan dari guru. Tiga menyatakan bahwa suasana kelas dapat mempengaruhi pembelajaran.81 mengarang dan selama proses pembelajaran berlangsung tidak memperhatikan guru. keempat siswa yang ditanyai semua merasa termotivasi setelah mengikuti pembelajaran. Ada juga yang menyatakan termotivasi karena teks lagu tersebut sesuai dengan pengalamannya.

2. menuangkan ide yang ada dalam pikiran dengan kata-kata. Menurut mereka hal tersebut dikarenakan guru mengadakan bimbingan dan media teks lagu dapat digunakan untuk merumuskan kerangka karangan. Pada pertanyaan yang kesembilan.4 Hasil Angket Siklus I 82 .2. Tetapi tingkat kesulitan yang mereka alami berbeda-beda. dan mengembangkan lirik yang ada dalam teks lagu.1. dari empat siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa mereka masih merasa kesulitan. Pertanyaan yang kesepuluh. 4.82 Pada pertanyaan yang ketujuh dan kedelapan. semua siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat membantu kesulitan yang dihadapi mereka. lebih kreatif. semua siswa yang diwawancarai dapat disimpulkan bahwa banyak manfaat yang siswa dapatkan dari pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Menurut mereka manfaat yang didapatkan antara lebih paham materi menulis cerpen. lebih bersemangat untuk menulis cerpen. Adapun kesulitan yang mereka alami antara lain dalam menentukan judul.

jumlah siswa yang memilih SS (Sangat Setuju).5 50 50 52.5 17.5 45 35 25 ∑ 14 23 20 20 21 23 16 15 23 21 S % 35 57.5 27. Hasil angket pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut.5 27.5 57. dan 14 siswa .5 52. Tabel 13.83 Angket di dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui minat siswa dalam pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.5 ∑ 2 7 10 8 6 6 11 7 3 9 KS % 5 17.5 ∑ 2 - TS % 5 ∑ - STS % - Pada tabel 13 dapat dilihat. S (Setuju). Perolehan Angket siklus I Aspek ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 SS ∑ 24 10 10 12 13 11 11 18 14 10 % 60 25 25 30 32.5 25 20 15 15 27. KS (Kurang Setuju).5 40 37.5 22. dan STS (Sangat Tidak Setuju) pada setiap aspek angket. TS (Tidak Setuju).5 57. Pada aspek pertama ada 24 siswa atau 60% dari jumlah keseluruhan siswa yang menyatakan sangat setuju bahwa keterampilan menulis dapat meningkatkan kreativitas dalam belajar.5 7.

Hal ini berarti bahwa kebanyakan siswa menyetujui bahwa keterampilan menulis dapat meningkatkan kreativitas. 83 . sedangkan siswa yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada. Siswa yang kurang setuju ada 2 siswa atau sebesar 5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan kurang setuju.atau sebanyak 35% dijumlah keseluruhan siswa yang menyatakan setuju.

Hal ini berarti sebagian besar siswa merasa senang terhadap cara guru menerangkan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Sebanyak 20 siswa atau sebesar 50% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa mereka senang terhadap metode yang digunakan guru yang dapat memotivasi siswa untuk menulis cerpen. Siswa yang tidak senang sama sekali tidak ada. siswa yang menyatakan kurang senang sebanyak 8 siswa atau sebesar 20% dari jumlah keseluruhan siswa. Pada aspek yang ketiga.84 Pada aspek kedua.5% merasa kurang senang. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang tidak ada. Pada aspek keempat ini diperoleh 12 siswa atau sebesar 30% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan sangat senang terhadap metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk menulis cerpen. dan 7 siswa atau 17. 23 siswa atau 57. ada 10 siswa atau 25% menyatakan bahwa mereka merasa sangat senang terhadap cara guru menerangkan. Sebanyak 20 siswa atau sebesar 50% siswa menyatakan merasa senang terhadap metode yang digunakan guru. Sebanyak 10 siswa atau 25% menyatakan kurang senang terhadap metode yang digunakan guru dalam pembelajaran. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa merasa senang terhadap metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran menulis cerpen.5% menyatakan senang. ada 10 siswa atau sebanyak 25%. siswa yang sangat senang terhadap metode pembelajaran yang digunakan oleh guru. tidak 84 . Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang.

sedangkan tidak dapat memahami meteri pembelajaran menulis cerpen tidak ada. Perolehan hasil ini berarti sebagian besar siswa senang terhadap media yang digunakan oleh guru dalam membelajarkan cerpen. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang tidak ada. sebanyak 11 siswa atau sebesar 27. 16 siswa atau sebesar 40% menyatakan suasana kelas mempengaruhi 85 . Aspek berikutnya yaitu aspek yang ketujuh. Pada aspek yang keenam ini. 23 siswa atau sebesar 57.5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa suasana kelas sangat mempengaruhi pemahaman siswa mengenai materi menulis cerpen.5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan setuju.5% menyatakan sangat senang terhadap media yang digunakan guru untuk menulis cerpen. Pada aspek ini diperoleh 11 siswa atau sebesar 27.5% dari jumlah keseluruhan siswa. Sebanyak 6 siswa atau 15% menyatakan kurang senang terhadap media yang digunakan guru dalam pembelajaran menulis cerpen.85 ada. pada aspek ini diperoleh siswa yang sangat paham dengan materi pembelajaran menulis cerpen sebanyak 13 siswa atau sebesar 32.5% dapat memahami materi pembelajaran menulis cerpen. Hal ini dapat disimpulkan bahwa metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran dapat memotivasi siswa dalam menulis cerpen. Berkaitan dengan metode pembelajaran. Ada 10 siswa atau sebesar 25% siswa yang kurang memahami materi pembelajaran menulis cerpen. 21 siswa atau 52. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa memahami materi pembelajaran menulis cerpen dengan baik walaupun ada siswa yang menyatakan kurang setuju.

15 siswa atau sebesar 37. yaitu pendapat siswa mengenai kebiasaan siswa dalam mengungkapkan ide. Pada aspek ini diperoleh 18 siswa atau sebesar 45% menyatakan bahwa mereka sangat senang terhadap metode yang menarik perhatian siswa pada saat pembelajaran berlangsung. Dengan 86 . gagasan dan perasaannya ke dalam sebuah cerpen banyak manfaatnya ada 14 siswa atau sebesar 35% menyatakan mereka sangat setuju.5% menyatakan kurang setuju. Dari data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa siswa menginginkan suasana kelas yang nyaman pada saat menulis cerpen. 7 siswa atau sebesar 17. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang tidak ada. 11 siswa atau 27. Aspek berikutnya masih berkaitan dengan metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran menulis cerpen.86 pemahaman siswa terhadap materi menulis cerpen. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada. Hal ini berarti siswa senang terhadap metode yang dapat menarik perhatian mereka. sedangkan sisanya yaitu 3 siswa atau sebanyak 7.5% menyatakan bahwa kurang senang terhadap penggunaan metode yang dapat menarik perhatian siswa. Sebanyak 15 siswa atau 37.5% menyatakan bahwa mereka merasa senang terhadap metode yang dapat menarik perhatian siswa dalam pembelajaran. Selanjutnya aspek yang kesembilan.5% menyatakan bahwa suasana kelas kurang mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Sedangkan 2 siswa atau sebesar 5% menyatakan tidak setuju bahwa suasana kelas dapat mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. meskipun ada beberapa siswa yang menyatakan tidak terpengaruh dengan suasana kelas.5% menyatakan setuju.

5%. dan perasaan ke dalam cerpen banyak manfaatnya.5 Hasil Dokumentasi Foto Dokumentasi di dalam penelitian ini digunakan sebagai bukti otentik dari kegiatan pembelajaran menulis cerpen telah dilakukan.87 demikian dapat disimpulkan bahwa kebiasaan mengungkapkan ide.5% menyatakan kurang senang terhadap pembelajaran yang dilakukan guru (peneliti). Selain siswa senang terhadap metode dan media yang dihadirkan guru. gagasan. Aktivitas awal pembelajaran siklus I Gambar di atas menunjukkan kondisi awal pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu siklus I.2.1. dan sebanyak 9 siswa atau sebesar 22. siswa juga merasa senang terhadap pembelajaran yang dilakukan guru. 4. Pada gambar 87 . Berikut merupakan gambar yang menunjukkan fenomena pada saat menulis cerpen siklus I Gambar 1.2. Sebanyak 10 siswa atau 25% yang menyatakan sangat senang. 21 siswa atau sebesar 52.

Meskipun demikian.88 tersebut di atas tampak guru atau peneliti sedang menjelaskan materi menulis cerpen dan menunjukkan sebuah teks lagu yang digunakan sebagai media dalam menulis cerpen. Siswa terlihat serius dalam mengikuti penjelasan yang disampaikan oleh guru atau peneliti. Aktivitas mengamati dan memperhatikan teks lagu siklus I Pada gambar di atas menunjukkan siswa sedang mengamati dan memperhatikan sebuah teks lagu yang digunakan sebagai media menulis cerpen. Tetapi ada beberapa siswa yang tidak memperhatikan penjelasan guru. Gambar 2. Siswa tidak merasa takut diajar oleh guru atau peneliti. Setelah guru atau peneliti menjelaskan materi tentang menulis cerpen dan menunjukkan sebuah contoh cerpen yang dibuat berdasarkan teks lagu kemudian 88 . selalu memperhatikan orang yang memotret sehingga mereka sering menunjukkan tingkah laku yang tidak semestinya mereka lakukan. sebagian besar siswa mengikuti penjelasan guru dengan baik. mereka merasa lebih santai.

ada pula yang memperhatikan orang yang sedang memotret. siswa memperhatikan dan mengamati teks lagu tersebut. Pada gambar di atas terlihat beberapa siswa yang sedang seriau mengamati dan memperhatikan teks lagu. siswa tersebut melihat keadaan di luar kelas.89 guru membagikan sebuah teks lagu. Gambar 3. tetapi ada beberapa siswa yang tidak mengamati dan memperhatikan teks lagu. Aktivitas Siswa Menulis Cerpen siklus I Gambar di atas diambil pada saat siswa mengerjakan tugas dari guru yaitu . Hal ini diharapkan tidak terjadi pada siklus berikutnya.

menulis cerpen dengan media teks lagu. Ada yang bergurau dan asyik berbicara dengan temannya. ada beberapa siswa yang tidak segera memulai menulis cerpen. 89 . Namun demikian. terlihat siswa bersungguh-sungguh dalam menulis cerpen. Mereka menunjukkan sikap yang tidak semestinya. Pada gambar tersebut. Hal ini diharapkan tidak terjadi pada siklus berikutnya.

Terlihat siswa menerima baik bimbingan yang diberikan oleh guru.90 Gambar 4.3 Hasil Penelitian Siklus II Hasil penelitian siklus II ini akan membahas hasil tes dan nontes setelah dilakukan perbaikan perencanaan pembelajaran melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Aktivitas Guru Melakukan Bimbingan pada siklus I Pada gambar 4 menunjukkan aktivitas guru yang sedang melakukan proses bimbingan terhadap siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis cerpen. . 4.1. Hal ini diharapkan dapat memberikan masukkan bagi siswa untuk dapat menciptakan hasil karya sastra yang berupa cerpen dengan baik. Guru atau peneliti berkeliling untuk melihat aktivitas siswa yang sedang menulis cerpen. Kesulitan secara individu dibimbing secara individu tetapi apabila ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan yang sama hal itu dibahas secara klasikal di kelas.

90 .

Perolehan hasil tes menulis cerpen pada siklus II dapat dilihat pada tabel di atas. dan (7) aspek kesesuaian unsur-unsur pembangun cerpen. 5.91 4. Rata-rata skor yang dicapai sebesar 77. Tabel 14 Hasil Menulis Cerpen pada Siklus II No Kategori 1. (6) aspek sudut pandang. Adapun kriteria penilaiannya masih sama.1.5% dari jumlah keseluruhan siswa. (3) aspek alur. Hal ini menunjukkan bahwa target yang ingin dicapai oleh peneliti (rata-rata klasikal 75) telah tercapai. yaitu meliputi tujuh aspek. (4) aspek latar.5 = 05. (1) aspek tema dan amanat. (2) aspek tokoh dan penokohan. Rentang Nilai Sangat Baik 85-100 Baik 70-84 Cukup 60-69 Kurang 50-59 Sangat 0-49 Kurang Jumlah Frekuensi Bobot 5 24 10 1 40 433 1914 677 58 3082 Persentase Rata-rata Skor 15 57. Pada tabel tersebut dapat dilihat siswa yang memperoleh nilai sangat baik berjumlah 5 siswa atau sebanyak 15% dari jumlah keseluruhan siswa.1 Hasil Tes Siklus II Hasil tes siklus II adalah hasil tes menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu yang kedua setelah diadakan perbaikanperbaikan pembelajaran pada siklus I. siswa yang mendapat nilai baik berjumlah 24 siswa atau sebanyak 57.5 3082 X = 25 40 2. 3. 2.3.05 dan termasuk dalam kategori baik. (5) aspek diksi dan gaya bahasa. Siswa yang mendapat nilai cukup berjumlah 10 siswa atau . 7 7 100 Data pada tabel di atas menunjukkan keterampilan siswa kelas X SMA Ngeri 1 Pemalang dalam menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu selama siklus II. 4.

91 .

5% dari jumlah keseluruhan siswa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram batang berikut ini. dapat diartikan bahwa keterampilan siswa SMA Negeri 1 Pemalang sudah dapat dikatakan baik karena rata-rata skor yang diperoleh siswa dalam menulis cerpen pada siklus II ini sudah berada dalam kategori baik.5%. . 4=Kurang.5 0 5 4 Diagram batang 3 Hasil Menulis Cerpen Siklus II Keterangan: 1=Sangat Baik. 2=Baik. dan sangat kurang tidak ada (0%). 5=Sangat Kurang. 60 50 40 30 20 10 25 15 0 2. 3=Cukup. dan siswa yang mendapat nilai kurang hanya 1 siswa atau 2. Diagram 3 menunjukkan batang yang paling tinggi adalah batang untuk kategori baik yang berada pada angka 82.5 1 2 3 kategori 57. Berdasarkan perolehan hasil ini.92 sebanyak 25% dari jumlah keseluruhan siswa. Hal ini berarti keterampilan siswa dalam menulis cerpen sebagian besar siswa sudah berada pada kategori baik.

Batang tertinggi yang kedua 92 .Sisanya berada pada kategori sangat baik dan cukup.

sedangkan kategori kurang dan sangat kurang berada pada angka 0% (tidak ada yang keterampilan menulis cerpen pada kategori kurang dan sangat kurang.1.18 atau termasuk dalam kategori baik. Kategori sangat baik berada pada angka 15% dan kategori kurang berada pada angka 2. 3. Tabel 15 Perolehan Skor Aspek Tema dan Amanat No Kategori 1. Kategori baik dicapai 18 siswa atau sebesar 45% dari jumlah keseluruhan siswa. Hal ini berarti keterampilan siswa dalam merumuskan tema dan amanat dalam menulis cerpen sudah baik. Pada siklus II.1. 4. siswa yang berada pada kategori cukup dan kurang tidak ada.3. siswa sudah mampu merumuskan tema dan amanat dalam menulis cerpen. 8 100 Data tabel 15 menunjukkan nilai rata-rata skor yang dicapai dalam aspek tema dan amanat yaitu sebesar 8. Perolehan nilai dalam kategori sangat baik dicapai oleh 22 siswa atau sebesar 55% dari jumlah keseluruhan siswa. Rentang Nilai Sangat Baik 9-10 Baik 6-8 Cukup 3-5 Kurang 0-2 Jumlah Frekuensi Bobot 22 18 40 198 139 327 Persentase Rata-rata Skor 55 327 X = 45 40 = 18.5%.1 Perolehan Skor Aspek Tema dan Amanat Siklus II Hasil penilaian tes pada aspek tema dan amanat dapat dilihat pada tabel 14 berikut. Seperti halnya . 4. Hal ini merupakan suatu peningkatan yang baik.93 yaitu untuk kategori cukup yang berada pada angka 25%. 2.

93 .

artinya keterampilan siswa dalam menciptakan alur yang menarik dan sesuai dengan teks lagu yang digunakan sebagai media dalam pembelajaran menulis cerpen sudah baik.94 pada siklus I.1. Siswa yang memperoleh kategori nilai sangat baik sebanyak 13 siswa atau sebesar 32. 3.5% dari jumlah keseluruhan siswa. Adapun siswa yang memperoleh kategori nilai baik yaitu sebanyak 24 siswa atau sebesar 60% dari jumlah keseluruhan siswa.3.5% dari jumlah keseluruhan siswa. sedangkan siswa yang berada pada kategori kurang tidak ada (0%).2 Perolehan Skor Aspek Alur Siklus II Penilaian tes pada aspek alur masih difokuskan pada keterampilan siswa dalam menciptakan alur yang menarik dan sesuai dengan teks lagu yang digunakan sebagai media pembelajaran dalam menulis cerpen.5 566 X = 60 40 7.1. 4.15.5 = 15. Rentang Nilai Sangat Baik 16-20 Baik 11-15 Cukup 6-10 Kurang 0-5 Jumlah Frekuensi Bobot 13 24 3 40 215 321 30 566 Persentase Rata-rata Skor 32. . 2. hasil ini termasuk dalam kategori baik. Hasil penilaian tes pada aspek alur dapat dilihat pada tabel 16 berikut. pada siklus II ini pun tema dan amanat dapat mengambilnya dari teks lagu yang digunakan media dalam menulis cerpen. 4. Tabel 16 Perolehan Skor Aspek Alur No Kategori 1. siswa yang memperoleh kategori nilai cukup sebanyak 3 siswa atau sebesar 7. 1 4 100 Data tabel 16 menunjukkan nilai rata-rata skor yang dicapai dalam aspek alur dalam menulis cerpen yaitu sebesar 14.

94 .

perolehan nilai dalam kategori baik sebanyak 14 siswa atau sebesar 35% dari jumlah keseluruhan siswa. Pada aspek tokoh dan penokohan sudah tidak ada yang mendapat kategori nilai cukup dan kurang. 4. 3.3.95 4. sedangkan siswa yang memperoleh kategori nilai cukup dan kurang tidak ada (0%). Perolehan nilai dalam kategori sangat baik dicapai oleh 26 siswa atau sebesar 65% dari jumlah keseluruhan siswa. 1 5 Jumlah 40 612 100 Data pada tabel 17 menunjukkan nilai rata-rata skor yang dicapai dalam aspek tokoh dan penokohan yaitu sebesar 15.3 Perolehan Skor Aspek Tokoh dan Penokohan Siklus II Hasil penilaian tes pada aspek tokoh dan penokohan dapat dilihat pada tabel 17 berikut Tabel 17 Perolehan Skor Aspek Tokoh dan Penokohan No Kategori 1.1. . Pada aspek tokoh dan penokohan ini ada perubahan yang baik. Pada siklus II ini. siswa tidak lagi mengalami kebingungan dalam menentukan tokoh dan menggambarkan penokohannya. Rentang Nilai Sangat Baik 16-20 Baik 11-15 Cukup 6-10 Kurang 0-5 Frekuensi Bobot 26 14 420 192 - Persentase Rata-rata Skor 65 35 612 X = 40 = 03. 2.30 atau termasuk pada kategori baik.1. Hal ini berarti siswa sudah mampu menentukan tokoh dan dapat menggambarkan tokoh-tokohnya dengan sudah baik.

1.1.3.4.4 Perolehan Skor Aspek Latar Siklus II 95 .

perolehan nilai dalam kategori baik dicapai oleh 10 siswa atau sebesar 25% dari jumlah keseluruhan siswa.1.65 atau termasuk dalam kategori baik. Tabel 18 Perolehan Skor Aspek Latar No Kategori 1.3. Pada aspek latar ini. sudah tidak ada siswa yang berada pada kategori nilai cukup dan kurang. 2.5 Perolehan Skor Aspek Diksi dan Gaya Bahasa Siklus II . Pada siklus II ini sebagian besar siswa sudah dapat memilih latar yang sesuai dengan situasi dan kondisi sesuai dengan cerita yang dibuat siswa dalam menulis cerpen. perolehan nilai pada kategori cukup dan kurang tidak ada (0%). 8 100 Data tabel 18 menunjukkan nilai rata-rata skor pada aspek latar yaitu sebesar 8.96 Penilaian tes pada aspek latar masih difokuskan pada ketepatan dalam memilih latar sesuai dengan situasi dan kondisi dalam cerpen. Adapun perincian perolehan nilai tersebut adalah sebagai berikut: perolehan nilai dalam kategori sangat baik dicapai oleh 30 siswa atau sebesar 75% dari jumlah keseluruhan siswa. Rentang Nilai Sangat Baik 9-10 Baik 6-8 Cukup 3-5 Kurang 0-2 Jumlah Frekuensi Bobot 30 10 40 270 76 346 Persentase Rata-rata Skor 75 346 X = 25 40 = 65. 4.1. 4. Hasil penilaian tes pada aspek latar dapat dilihat pada tabel 18 berikut. 3.

96 .

.5% dari jumlah keseluruhan siswa. 3. sedangkan siswa yang memperoleh nilai dalam kategori cukup dan kategori kurang tidak ada.5 40 = 95. sebagian besar siswa sudah dapat menggunakan diksi dan gaya bahasa yang tepat. Hasil ini termasuk dalam kategori baik. sebagian besar siswa menggunakan diksi dan gaya bahasa yang sesuai dengan konteks yang dibuatnya dalam menulis cerpen. Hasil penilaian tes pada aspek diksi dan gaya bahasa dapat dilihat pada tabel 19.97 Penilaian tes pada aspek diksi dan gaya bahasa masih difokuskan pada kesesuaian pemilihan diksi dan gaya bahasa dengan konteksnya.95. Pada siklus II ini. Rentang Nilai Sangat Baik 9-10 Baik 6-8 Cukup 3-5 Kurang 0-2 Jumlah Frekuensi Bobot 9 21 40 81 237 318 Persentase Rata-rata Skor 22. 2. Pada aspek diksi dan gaya bahasa dalam menulis cerpen ini. Tabel 19 Perolehan Skor Aspek Diksi dan Gaya Bahasa No Kategori 1. Adapun siswa yang memperoleh kategori nilai baik yaitu sebanyak 21 siswa atau sebesar 52. 4.5 318 X = 52. Siswa yang memperoleh kategori nilai sangat baik sebanyak 9 siswa atau sebesar 22. 7 100 Data pada tabel 18 menunjukkan nilai rata-rata skor yang dicapai dalam aspek diksi dan gaya bahasa dalam menulis cerpen yaitu sebesar 7.5% dari jumlah keseluruhan siswa. artinya keterampilan siswa dalam memilih diksi dan gaya bahasa yang sesuai dengan konteksnya sudah baik.

6 Perolehan Skor Aspek Sudut Pandan .3.1.1.4.

Dengan kata lain.98 Hasil penilaian tes pada aspek sudut pandang dapat dilihat pada tabel 20 berikut. Kategori baik dicapai oleh 18 siswa atau sebesar 45% dari jumlah keseluruhan siswa.48 atau termasuk dalam kategori baik. Siswa yang berada pada kategori cukup dan kategori kurang tidak ada. Hal ini merupakan suatu peningkatan yang baik. Rentang Nilai Sangat Baik 9-10 Baik 6-8 Cukup 3-5 Kurang 0-2 Jumlah Frekuensi Bobot 22 18 40 198 141 339 Persentase Rata-rata Skor 55 45 339 X = 40 = 48. 8 100 Data tabel 20 menunjukkan nilai rata-rata skor yang dicapai dalam aspek sudut pandang yaitu sebesar 8. tokoh-tokoh yang dihadirkan dalam cerpen digambarkan dengan jelas. 4. Hal ini berarti keterampilan siswa dalam menggunakan sudut pandang dalam menggambarkan tokoh dalam menulis cerpen sudah baik. Pada siklus II. . 3. Perolehan nilai dalam kategori sangat baik dicapai oleh 22 siswa atau sebesar 55% dari jumlah keseluruhan siswa. Tabel 20 Perolehan Skor Aspek Sudut Pandang No Kategori 1. siswa sudah mampu menggunakan sudut pandang yang tepat dalam menggambarkan tokoh dalam menulis cerpen. 2.

98

99

4.1.3.1.7 Perolehan Skor Aspek Kepaduan Unsur-unsur Pembangun Cerpen Siklus II Hasil penilaian tes pada aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen dalam menulis cerpen dapat dilihat pada tabel 20 berikut. Tabel 21 Perolehan Skor Aspek Kepaduan Unsur-unsur Pembangun Cerpen

No Kategori 1. 2. 3. 4.

Rentang Nilai Sangat Baik 16-20 Baik 11-15 Cukup 6-10 Kurang 0-5 Jumlah

Frekuensi Bobot 14 23 3 40 228 316 30 574

Persentase Rata-rata Skor 35 57,5 574 X = 7,5 40 = 35,1 4 100

Data pada tabel 21 menunjukkan nilai rata-rata skor yang dicapai dalam aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen yaitu sebesar 14,35 atau termasuk pada kategori baik. Hal ini berarti keterampilan siswa dalam menulis cerpen dengan unsur-unsur pembangunnya yang padu sudah baik. Perolehan nilai dalam kategori yang sangat baik dicapai oleh 14 siswa atau sebesar 35% dari jumlah keseluruhan siswa. Perolehan nilai dalam kategori baik sebanyak 23 siswa atau sebesar 57,5% dari jumlah keseluruhan siswa, perolehan nilai dalam kategori cukup dicapai oleh 3 siswa atau sebesar 7,5% dari jumlah keseluruhan, sedangkan siswa yang memperoleh nilai dalam kategori kurang tidak ada (0%).Pada aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen sudah baik. Pada siklus II ini, siswa tidak lagi mengalami kebingungan dalam menentukan salah satu unsur pembangun cerpen dalam menulis cerpen.

99

100

4.1.3.2 Hasil Nontes Siklus II Hasil penelitian nontes pada siklus II ini masih diperoleh dari data observasi, jurnal, angket, wawancara, dan dokumentasi. Keempat hasil nontes tersebut dijelaskan sebagai berikut.

4.1.3.2.1 Hasil Observasi Siswa Siklus II Berdasarkan pengamatan peneliti, secara keseluruhan proses pembelajaran menulis cerpen pada siklus II ini dapat dikatakan baik karena jumlah siswa yang melakukan perilaku negatif telah berkurang. Pada siklus II, terdapat beberapa perilaku siswa yang terdeskripsi melalui kegiatan observasi. Selama melakukan kegiatan pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu, guru (peneliti) merasakan adanya perubahan pada prilaku siswa. Pada saat guru menjelaskan materi tentang cerpen, sebagian siswa menunjukkan perilaku yang positif dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Berdasarkan data yang diperoleh sebagian besar siswa atau sebanyak 38 siswa atau sebesar 95% dari jumlah keseluruhan siswa memperhatikan penjelasan guru dengan baik. Sisanya sebanyak 2 siswa atau sebesar 5% dari jumlah keseluruhan siswa kurang merespon penjelasan guru. Dari jumlah ini berarti terjadi peningkatan siswa yang berperilaku positif. Siswa yang memperhatikan penjelasan guru berdasarkan pengamatan peneliti siswa yang memperhatikan merupakan siswa yang pada siklus I mendapat nilai baik, tetapi ada juga beberapa siswa yang pada siklus I kurang memperhatikan di siklus II ini memperhatikan penjelasan guru.

100

101

Siswa yang aktif bertanya pada siklus II ini sebanyak 7 siswa atau sebesar 17,5% dari jumlah keseluruhan siswa dan yang tidak berani mengajukan pertanyaan kepada peneliti yaitu sebanyak 33 siswa atau sebesar 82,5% dari jumlah keseluruhan siswa. Siswa yang kurang berani mengajukan pertanyaan kepada guru disebabkan kurang percaya diri, dan ada pula yang memang sudah paham dengan materi menulis cerpen. Sebanyak 36 siswa atau sebesar 90% dari jumlah keseluruhan siswa yang aktif dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Sisanya sebanyak 4 siswa atau sebesar 10% dari jumlah keseluruhan siswa yang tidak aktif dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen. Mereka asyik bercanda dengan teman sebangkunya dan enggan mempelajari teks lagu yang diberikan oleh guru sebagai media dalam membelajarkan menulis cerpen. Seperti halnya pada siklus I, hal yang paling penting dalam penelitian ini adalah metode yang digunakan oleh guru dalam membelajarkan mengenai menulis cerpen. Sebagian besar siswa atau sebanyak 37 atau sebesar 92,5% dari jumlah keseluruhan siswa yang merespons positif metode yang digunakan oleh peneliti, mereka merasa senang dapat bertanya langsung dengan guru mengenai kesulitan-kesulitan siswa dalam menulis cerpen. Siswa lebih akrab dengan peneliti karena pada siklus II ini merupakan pertemuan untuk ketiga kalinya sehingga siswa tidak lagi merasa asing dengan guru. Sisanya 3 siswa atau sebesar 7,5% dari jumlah keseluruhan siswa yang merasa kurang senang dengan metode yang digunakan guru karena seolah-olah mereka begitu diawasi oleh guru sehingga merasa cemas dan malu apabila yang dituliskannya salah. Dari data tersebut berarti terjadi peningkatan siswa yang melakukan perilaku positif. 101

% dari jumlah keseluruhan siswa kurang berani memberikan komentar terhadap hasil penulisan cerpen temannya.102 Dari data observasi dapat dilihat terjadinya peningkatan perilaku positif siswa dalam menulis cerpen. Pada siklus II ini sebanyak 5 siswa atau sebesar 12.5% dari jumlah keseluruhan siswa yang dapat dengan cepat menyelesaikan tugas menulis cerpennya dengan baik. Hal ini disebabkan karena mereka lebih terbiasa menulis cerpen dan lebih mudah menuangkan kata-kata ke dalam cerpen. Sisanya sebanyak 35 siswa atau 87.5% dari jumlah keseluruhan siswa yang berani memberikan komentar terhadap pembacaan cerpen milik temannya. Sebanyak 13 siswa atau sebesar 32. 102 . Sisanya 27 siswa atau sebesar 67. Siswa yang pada siklus I melakukan perilaku negatif dalam siklus II ini lebih banyak berperilaku positif. Hal ini disebabkan siswa kurang berminat dalam menulis cerpen. Proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat berjalan dengan lancar. Sisanya sebanyak 2 siswa atau sebesar 5% yang kurang bersenang hati dalam menulis cerpen. Data tersebut menunjukkan bahwa sebanyak 38 siswa atau sebesar 95% dari jumlah keseluruhan siswa yang merasa lebih bersenang hati dalam menulis cerpen. Hal tersebut disebabkan siswa kurang berani mengungkapkan pendapatnya mengenai cerpen.5% dari jumlah keseluruhan siswa yang kurang begitu cepat dalam menyelesaikan tugas menulis cerpen. Namun mereka dapat menyelesaikan tugas tersebut dengan tepat sesuai dengan waktu yang ditentukan. Dalam memberikan komentar terhadap pembacaan cerpen temannya di depan kelas pada siklus II ini juga mengalami peningkatan.

4. Berdasarkan uraian di atas menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan perilaku siswa dalam mengikuti proses pembelajaran pada siklus II ini. Keaktifan siswa juga terlihat pada saat siswa menulis cerpen. serta siswa yang sering mondar-mandir atau berjalan jalan pada saat pembelajaran menulis cerpen berlangsung berkurang. Suasana kelas pun sangat mendukung.1. siswa sudah aktif dalam mengikuti pembelajaran. Kesungguhan siswa ini juga mencerminkan perilaku yang baik dalam mengerjakan tugas.2 Hasil Observasi Kelas Siklus II Berdasarkan hasil observasi kelas. Kesungguhan siswa dalam mendengarkan penjelasan guru pada siklus II ini sudah baik. 103 . Perilakuperilaku negatif siswa dapat dikurangi sehingga pembelajaran ini dapat berhasil . Siswa yang berperilaku negatif seperti sering bergurau dengan temannya. berbicara dengan temannya. Begitu juga dengan keterampilan guru atau peneliti dalam mengajarkan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.1.103 Suasana kelas terlihat lebih tertib daripada pada siklus yang ke II. suasana yang tenang. tidak ramai sehingga siswa dapat menulis cerpen dengan baik. mereka terlihat serius dalam mengerjakannya. Dan siswa yang melakukan perilaku negatif yaitu mondarmandir atau jalan-jalan tanpa tujuan yang jelas tidak ada.3. secara keseluruhan keaktifan siswa pada pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu siklus II ini sudah cukup baik. Sisanya sebesar 38 siswa atau sebesar 95 dari jumlah keseluruhan siswa. Sebanyak 2 siswa atau sebesar 5% dari jumlah keseluruhan siswa yang bergurau dan berbicara dengan teman sebangkunya.2.

Hal ini disebabkan guru sudah lebih mengenal siswa sehingga komunikasi guru dengan siswa lebih baik daripada pada siklus I. keterampilan mengelola kelas. 104 . keterampilan menggunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Berdasarkan pendapat ini peneliti menilai bahwa metode latihan terbimbing dengan media teks lagu selain dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen juga dapat menari minat siswa untuk terus menulis cerpen. keterampilan memberikan umpan balik atau bertanya sudah cukup baik.2. Adapun hasil jurnal siklus II diuraikan sebagai berikut.1 Jurnal Siswa Siklus II Materi menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu merupakan materi yang disenangi siswa hampir seluruh siswa menyatakan bahwa dengan materi tersebut materi dapat mengungkapkan perasaan. 4. pengalaman siswa. Keterampilan guru dalam menjalin komunikasi dengan siswa dan keterampilan guru memberikan motivasi dalam menulis cerpen juga sudah cukup baik. Jurnal pada siklus II terdiri atas dua jurnal yaitu jurnal siswa dan jurnal guru.2 Hasil Jurnal Siklus II Aspek yang ada dalam jurnal siswa siklus II masih sama dengan aspek yang ada pada siklus I.3. 4.3.2. Jurnal ini juga diisi setelah pembelajaran menulis cerpen.104 Keterampilan guru dalam membuka pelajaran.2.1.1. Selain itu siswa juga dapat melatih keterampilan menulis mereka.

Hampir seluruh siswa berpendapat bahwa metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat mempermudah siswa dalam menulis cerpen. Aspek berikutnya adalah mengenai metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat mempermudah siswa dalam menulis cerpen. Menurut mereka dengan metode ini siswa dapat menulis cerpen dengan baik karena kesulitan-kesulitan yang dialami mereka bisa langsung ditanyakan pada guru dan teks lagu yang digunakan sebagai media dalam menulis cerpen juga dapat membantu siswa dalam menulis cerpen.105 Pada aspek yang kedua mengenai kesulitan siswa dalam menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Guru hendaknya memberikan motivasi pada siswa untuk membiasakan menulis cerpen selain di sekolah sehingga siswa dapat terampil dalam menulis cerpen. Hal tersebut disebabkan siswa merasa terbantu dengan adanya bimbingan yang dilakukan oleh guru serta media yang digunakan dapat mempermudah siswa dalam menulis cerpen. Namun dari jurnal yang diperoleh masih ada juga siswa yang masih mengalami kesulitan dalam menulis cerpen. 105 . Kesulitan tersebut seperti siswa masih ada yang kesulitan mengembangkan ide dan kurang dapat mengungkapkan ide yang ada dalam pikiran mereka ke dalam cerpen. Pada dasarnya kesulitan-kesulitan tersebut dapat diatasi dengan banyak latihan menulis cerpen. Pada siklus II ini sudah banyak siswa yang tidak lagi mengalami kesulitan dalam menulis cerpen. Berdasarkan jurnal siswa siklus II pada aspek yang ketiga mereka berpendapat bahwa melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu siswa dapat memahami materi menulis cerpen.

dan guru pun langsung menjawab pertanyaan tersebut kalau lagu-lagu selain yang digunakan oleh guru sebagai media dalam menulis cerpen dapat digunakan siswa sebagai media dalam menulis cerpen.1. Siswa juga mengungkapkan kesannya yaitu bahwa menulis cerpen dengan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu lebih menyenangkan dan dapat lebih memahami materi menulis cerpen. Perilaku negatif yang biasa dilakukan seperti bergurau dan jalan-jalan ketika proses pembelajaran menulis cerpen sudah tidak lagi dilakukannya. selain lagu yang digunakan oleh guru dapat dijadikan sebagai media dalam menulis cerpen atau tidak. Mereka tak lagi segan bertanya kepada guru apabila merasa kesulitan.2 Jurnal Guru Siklus II Seperti yang dipaparkan di dalam jurnal siswa.2. Fenomena-fenomena yang lain pada saat pembelajaran berlangsung adalah ada siswa yang bertanya lagu-lagu lain.2.106 Pesan dan kesan yang diberikan oleh siswa yaitu semoga metode latihan terbimbing dengan media teks lagu tetap digunakan dalam membelajarkan menulis cerpen.1. Hal ini dapat terlihat ketika siswa menulis cerpen dengan serius.2. 4.2. minat siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu sudah cukup baik. Siswa merasa senang menerima pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.3 Hasil Wawancara Siklus II 106 .3. Keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen sudah baik. 4.

dari keempat siswa yang diwawancarai menyatakan mampu memahami materi yang diajarkan oleh guru. karena teks lagu yang digunakan sebagai media dalam pembelajaran dapat memberikan hiburan. Wawancara ini dilakukan tiga hari setelah pembelajaran menulis buku harian dilaksanakan Empat siswa yang diwawancarai menyatakan senang terhadap pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Aspek wawancara yang ketiga adalah motivasi yang didapatkan siswa setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi. 1 siswa yang mendapat nilai baik. media yang digunakan juga sangat cocok dengan pengalaman pribadinya dan dari teks lagu tersebut ia hanya mengembangkan saja sehingga alurnya jelas. 107 . Dari keempat siswa tersebut menyatakan termotivasi untuk belajar menulis setelah mengalami proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Pada pertanyaan yang kedua. Satu siswa yang mendapat nilai cukup menyatakan mampu memahami materi tetapi siswa tersebut sulit untuk mengungkapkan pikirannya dengan kata-kata. dan 2 siswa yang mendapat nilai cukup). Menurut mereka pelajaran yang sekarang lebih menyenangkan. Siswa yang mendapat nilai baik menyatakan bahwa dengan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat mempermudah siswa dalam menulis cerpen.107 Pada siklus II ini jumlah siswa yang diwawancarai ada 4 siswa (1 siswa yang mendapat nilai baik.

Aspek yang kelima yaitu mengenai pengaruh suasana kelas terhadap proses pembelajaran di kelas. Aspek wawancara selanjutnya yaitu mengenai metode latihan terbimbing dapat membantu siswa dalam menulis cerpen. Kesulitan yang mereka hadapi rata-rata mengenai pembuatan cerita yang lebih menarik. Apabila suasana kelas ramai maka siswa tidak bisa berkonsentrasi menulis cerpen. 108 . Aspek yang kesembilan yaitu mengenai metode latihan terbimbing dengan media teks lagu yang digunakan oleh guru dapat membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi siswa. Dari keempat siswa siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa teks lagu yang digunakan sebagai media dalam pembelajaran menulis cerpen dengan metode latihan terbimbing karena dalam teks lagu tersebut merupakan pengalaman yang pernah dialami siswa. Dari keempat siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa metode tersebut dapat mengatasi kesulitan yang mereka hadapi dalam menulis cerpen. Semua siswa yang diwawancarai menyatakan masih merasa kesulitan dalam membuat cerpen. Aspek yang ketujuh dan kedelapan yaitu mengenai kesulitan siswa dalam menulis cerpen. karena mereka dapat menanyakan kesulitan yang dialami kepada guru. Dari keempat siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa mereka sangat terbantu. Keempat siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa suasana kelas sangat terpengaruh terhadap proses pembelajaran.108 Aspek yang keempat adalah mengenai teks lagu yang digunakan oleh guru dapat memberikan ide untuk membuat cerpen.

Manfaat yang mereka dapatkan adalah dapat membantu mereka memahami materi cerpen dengan baik dan mempermudah mereka dalam menulis cerpen.5 2. 4.1.4 Hasil Angket Siklus II Angket di dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui minat siswa dalam pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Tabel 22.2.5 ∑ 11 25 26 S % 27.5 35 32.2.5 62.5 ∑ - TS % ∑ - STS % - .109 Aspek yang terakhir yaitu mengenai manfaat yang mereka dapatkan setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Hasil angket pada siklus II dapat dilihat pada tabel berikut.5 65 ∑ 1 1 KS % 2. Selain itu mereka menyatakan bahwa mereka setelah pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. mereka lebih senang mengungkapkan pengalaman mereka ke dalam sebuah cerpen. Perolehan Angket siklus I Aspek ke 1 2 3 SS ∑ 29 14 13 % 72.

5 55 60 40 40 50 60 2 2 2 10 2 2 5 5 5 5 25 5 5 12.5 17 22 24 16 16 20 24 42.5 - - - - Pada tabel 22 dapat dilihat.4 5 6 7 8 9 10 21 16 14 14 22 18 11 52.5 40 35 35 55 45 27. TS (Tidak Setuju). dan STS (Sangat 109 . S (Setuju). KS (Kurang Setuju). jumlah siswa yang memilih SS (Sangat Setuju).

110 Tidak Setuju) pada setiap aspek angket. ada 13 siswa atau sebanyak 32. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa merasa senang terhadap metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran menulis cerpen.5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan senang. Siswa yang menyatakan tidak senang sekali tidak ada (0%). tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada.5% dari jumlah keseluruhan siswa yang menyatakan kurang senang terhadap metode yang digunakan guru dalam pembelajaran. Pada aspek pertama ada 2 siswa atau sebesar 60% dari jumlah keseluruhan siswa yang menyatakan sangat setuju bahwa keterampilan menulis dapat meningkatkan kreativitas dalam belajar. Sebanyak 26 siswa atau sebesar 65% dari jumlah keseluruhan siswa yang menyatakan senang terhadap metode yang digunakan guru. Siswa menyatakan kurang setuju. sebanyak 14 siswa atau sebesar 35% dari jumlah keseluruhan siswa yang menyatakan bahwa mereka merasa sangat senang terhadap cara guru menerangkan. dan 1 siswa atau 2. Hanya 1 siswa atau 2. Hal ini berarti sebagian besar siswa merasa senang terhadap cara guru menerangkan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. 25 siswa atau sebesar 57.5% dari jumlah keseluruhan siswa merasa kurang senang. siswa yang sangat senang terhadap metode pembelajaran yang digunakan oleh guru. Pada aspek kedua. Hal ini berarti bahwa kebanyakan siswa menyetujui bahwa keterampilan menulis dapat meningkatkan kreativitas.5% dari jumlah keseluruhan siswa yang menyatakan setuju.5% dari jumlah keseluruhan siswa. 110 . Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang tidak ada (0%). Sebanyak 11 siswa atau sebesar 27. Pada aspek yang ketiga.

5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan sangat setuju. tidak ada (0%). Pada aspek yang keenam ini. sebanyak 16 siswa atau sebesar 32. sebanyak 21 siswa atau sebesar 52.5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa mereka senang terhadap metode yang digunakan guru yang dapat memotivasi siswa untuk menulis cerpen. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa memahami materi pembelajaran menulis cerpen dengan baik walaupun ada siswa yang menyatakan kurang setuju.111 Pada aspek keempat ini diperoleh data.5% siswa yang kurang memahami materi pembelajaran menulis cerpen. Sebanyak 17 siswa atau sebesar 42. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang terhadap metode yang digunakan guru yang dapat memotivasi siswa untuk menulis cerpen. sebanyak 22 siswa atau sebesar 55% dari jumlah keseluruhan siswa dapat memahami materi pembelajaran menulis cerpen.5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan sangat senang terhadap metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk menulis cerpen. sedangkan siswa yang tidak dapat memahami meteri pembelajaran menulis cerpen tidak ada (0%). Hal ini dapat disimpulkan bahwa metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran dapat memotivasi siswa dalam menulis cerpen. Ada 2 siswa atau sebesar 2. pada aspek ini diperoleh siswa yang sangat paham dengan materi pembelajaran menulis cerpen. Berkaitan dengan metode pembelajaran. sebanyak 14 siswa atau sebesar 35% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan sangat senang terhadap media yang 111 . siswa yang menyatakan kurang senang sebanyak 2 siswa atau sebesar 5% dari jumlah keseluruhan siswa.

Sebanyak 2 siswa atau sebesar 5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan kurang senang terhadap media yang digunakan guru dalam pembelajaran menulis cerpen. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak setuju bahwa suasana kelas dapat mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Perolehan hasil ini berarti sebagian besar siswa senang terhadap media yang digunakan oleh guru dalam membelajarkan cerpen. sebanyak 24 siswa atau sebesar 60% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan setuju.112 digunakan guru untuk menulis cerpen. Pada aspek ini diperoleh 22 siswa atau sebesar 55% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa mereka sangat senang terhadap metode yang menarik perhatian siswa pada saat pembelajaran berlangsung. sebanyak 10 siswa atau sebesar 25% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa suasana kelas kurang mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Sebanyak 16 siswa atau 40% dari jumlah keseluruhan siswa 112 . Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang sekali tidak ada (0%). Pada aspek ini diperoleh 14 siswa atau sebesar 35% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa suasana kelas sangat mempengaruhi pemahaman siswa mengenai materi menulis cerpen. 16 siswa atau sebesar 40% menyatakan suasana kelas mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi menulis cerpen. Aspek berikutnya yaitu aspek yang ketujuh. meskipun ada beberapa siswa yang menyatakan tidak terpengaruh dengan suasana kelas. Dari data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa siswa menginginkan suasana kelas yang nyaman pada saat menulis cerpen. Aspek berikutnya masih berkaitan dengan metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran menulis cerpen.

113

menyatakan bahwa mereka merasa senang terhadap metode yang dapat menarik perhatian siswa dalam pembelajaran, sebanyak 2 siswa atau sebesar5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa kurang senang terhadap penggunaan metode yang dapat menarik perhatian siswa. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang tidak ada. Hal ini berarti siswa senang terhadap metode yang dapat menarik perhatian mereka. Selanjutnya aspek yang kesembilan, yaitu pendapat siswa mengenai kebiasaan siswa dalam mengungkapkan ide, gagasan dan perasaannya ke dalam sebuah cerpen banyak manfaatnya, ada 18 siswa atau sebesar 45% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa mereka sangat setuju. Sebanyak 20 siswa atau sebesar 50% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan setuju, sedangkan sisanya yaitu 2 siswa atau sebanyak 5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan kurang setuju. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada (0%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kebiasaan mengungkapkan ide, gagasan, dan perasaan ke dalam cerpen banyak manfaatnya. Selain siswa senang terhadap metode dan media yang dihadirkan guru dalam pembelajaran menulis cerpen, siswa juga merasa senang terhadap pembelajaran yang dilakukan guru. Sebanyak 11 siswa atau 27,5% dari jumlah keseluruhan siswa yang menyatakan sangat senang, sebanyak 24 siswa atau sebesar 60% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan senang, dan sebanyak 5 siswa atau sebesar 12,5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan kurang senang terhadap pembelajaran yang dilakukan guru (peneliti). Sedangkan siswa yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada (0%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa senang terhadap pembelajaran yang dilakukan guru. 113

114

4.1.3.2.4 Dokumentasi Foto Pada siklus II ini, pengambilan foto difokuskan pada kegiatan selama proses pembelajaran menulis cerpen yang berupa aktivitas menulis cerpen pada siklus II, aktivitas guru mengadakan latihan terbimbing, dan aktivitas siswa yang sedang

membacakan cerpen di depan kelas.

Gambar 5. Aktivitas Awal Pembelajaran Siklus II Gambar di atas diambil pada saat siswa mendengarkan penjelasan guru, yaitu pada saat guru menjelaskan kesulitan-kesulitan pembelajaran pada siklus I

dan mengevaluasi kegiatan pada siklus I. Pada gambar tersebut sebagian besar siswa sudah menunjukkan perilaku yang positif, yaitu memperhatikan penjelasan guru dengan seksama, tetapi masih ada sebagian kecil dari jumlah siswa yang masih menunjukkan perilaku yang negatif.

114

115

Gambar 6. Aktivitas Menulis Cerpen Siklus II Gambar tersebut menunjukkan aktivitas siswa pada saat mengerjakan tugas dari guru, yaitu menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siklus II. Kegiatan ini diambil sebagai penilaian tes menulis cerpen pada siklus II. Berdasarkan gambar tersebut, siswa tampak segera menulis cerpen dengan sungguh-sungguh. Tidak ada lagi siswa yang terlihat menunjukkan perilaku negatif dalam menulis cerpen seperti yang terjadi pada siklus I. Semua siswa terlihat serius dan mengerjakan tugas menulis cerpen, dilakukan sendiri, tidak mencontoh pekerjaan temannya. Hal ini merupakan peningkatan dari siswa yaitu adanya perubahan perilaku yang positif.

115

116

Gambar 7. Aktivitas Guru Membimbing Siswa Menulis Cerpen Siklus II Pada gambar 7 menunjukkan aktivitas guru dalam memberikan latihan terbimbing kepada siswa. Seperti pada siklus I guru berkeliling untuk melihat aktivitas siswa dalam menulis cerpen. Siswa yang bertanya kepada guru jumlahnya meningkat daripada pada siklus I. Siswa sudah mulai akrab dengan guru sehingga kesulitan-kesulitan yang dihadapi langsung ditanyakan pada guru.

Gambar 8. Aktivitas Siswa membacakan Cerpen Siklus II

116

Tes ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kondisi awal keterampilan siswa kelas X7 SMA Negeri 1 Pemalang dalam menulis cerpen. Dalam kegiatan ini suasana kelas sedikit ramai karena cerpen yang dibacakan di depan kelas merupakan pengalaman siswa kebanyakan temannya juga sudah mengetahuinya. 4.1 Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen Siswa Kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang Sebelum pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dilakukan. Siswa yang lain mendengarkan pembacaan cerpen tersebut. terlebih dahulu dilakukan tes pratindakan.2 Pembahasan Pembahasan dalam skripsi ini meliputi pembahasan mengenai peningkatan keterampilan menulis cerpen pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dan perubahan perilaku siswa tersebut. dan memperhatikan cerpen hasil karya temannya agar dapat dinilai atau dikomentari.117 Gambar tersebut menunjukkan aktivitas siswa yang sedang membacakan hasil cerpen yang ditulisnya di depan kelas. dan hasil tindakan siklus II. hasil tindakan siklus I.2. Hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata yang diperoleh siswa sebesar 61. Pembahasan ini didasarkan pada hasil pratindakan.30. Hasil pratindakan ini dianalisis dan diperoleh sebuah simpulan bahwa keterampilan menulis cerpen siswa kelas X7 SMA Negeri 1 Pemalang masih kurang memuaskan. 117 . 4.

menentukan tokoh dan penokohan.118 keterampilan siswa dalam menentukan tema dan amanat. membuat alur. peningkatan penguasaan aspek latar sebesar 0.12%. peningkatan penguasaan aspek alur sebesar 1. Hal ini karena sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan menulis cerpen terutama dalam mengembangkan kerangka cerpen yang ada dalam teks lagu dan menuangkan ide yang ada dalam pikiran mereka.Nilai rata-rata yang dicapai pada siklus I sebesar 68. Setelah dilakukan pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siklus I. peningkatan penguasaan aspek sudut pandang sebesar 0. Setelah peneliti melihat kondisi awal keterampilan siswa menulis cerpen melalui hasil pratindakan tersebut.70%.20%. peningkatan penguasaan aspek tokoh dan penokohan. 118 .62 yang berarti bahwa pada siklus I keterampilan menulis cerpen siswa sudah cukup baik. Meskipun pembelajaran siklus I telah dioptimalkan perencanaan dan pelaksanaannya melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. dan peningkatan penguasaan aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen sebesar 1.20%.94%. maka peneliti melakukan pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. namun hasil tes yang diperoleh siswa pada siklus ini belum memuaskan dan belum memenuhi target. Hal ini juga ditandai dengan peningkatan penguasaan aspek tema dan amanat sebesar 1.35%. menentukan sudut pandang.93. menentukan latar. dan keterpaduan unsur-unsur dalam cerpen termasuk dalam kategori cukup.43%. peningkatan penguasaan aspek diksi dan gaya bahasa sebesar 0. sebesar 1. menggunakan diksi dan gaya bahasa. keterampilan menulis cerpen siswa mengalami peningkatan sebesar 11.

119 Setelah dilaksanakan pembelajaran melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siklus II dengan tema yang masih sama. ternyata kesulitan siswa dalam mengembangkan kerangka cerpen dan mengungkapkan ide ke dalam sebuah cerpen dapat diatasi. Dan hasil siklus II mengalami peningkatan dari hasil tes siklus I. Siklus I. peningkatan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat dilihat pada tabel di bawah ini Tabel 23. dan Siklus II Aspek Nilai Rata. Perolehan Nilai Rata-Rata dan Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen pada Pratindakan.rata Kelas Peningkatan PT SI SII PT – (%) SI(%) PT(%) .

84 13.52 = 77 2.40 = 71 1.75 = 59 7.48 0.35 20.10 = 71 11.51 16.08 14.23 8.93 12.20 18.15 11.38 = 60 61.15 = 62 7.58 7.27 = 65 8.82 6.94 7.65 0.70 20.20 2.62 = 87 1.37 = 66 1.95 0.60 3.64 20.32 13.44 = 69 = 69 119 .99 7.54 23.68 = 82 3.43 6.18 1.75 = 77 SII 20.01 16.85 8.15 1.27 20.97 = 72 15.70 6.05 = 61 7.47 1.20 2.73 22.77 0.62 77.33 = 79 2.30 1.42 = 72 1.35 0.71 12.50 = 65 11.43 7.44 19.40 = 65 0.18 = 73 1.30 68.43 SII 4.03 = 70 6.38 = 85 2.30 8.96 18.64 16.12 9.82 16.29 1.SI 1 2 3 4 5 6 7 Nilai Ratarata 6.16 9.78 = 60 11.68 14.80 = 80 1.90 15.

75 (termasuk kategori kurang). Pada pratindakan.19 termasuk dalam kategori cukup. aspek alur sebesar 58. Keterampilan siswa dalam menulis cerpen masih rendah disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Uraian tabel tersebut dijelaskan secara rinci sebagai berikut. Pada hasil pratindakan. Adapun faktor eksternal berasal dari pola pembelajaran 120 .5 (termasuk kategori cukup). aspek tokoh dan penokohan sebesar 58. Skor rata-rata ini berasal dari jumlah rata-rata masingmasing aspek yang dinilai. dapat diketahui bahwa keterampilan siswa setiap aspek penilaian menulis cerpen mengalami peningkatan. dan aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen sebesar 63.3 (termasuk kategori cukup).9 (termasuk kategori kurang). aspek latar sebesar 70. skor rata-rata kelas mencapai 63.19 (termasuk kategori cukup). aspek diksi dan gaya bahasa sebesar 61. aspek sudut pandang sebesar 71 (termasuk kategori cukup).120 Keterangan: PT = Pratindakan SI = Siklus I SII = Siklus II 1 = Tema dan Amanat 2 = Alur 3 = Tokoh dan Penokohan 4 = Latar 5 = Diksi dan Gaya Bahasa 6 = Sudut Pandang 7 = Kepaduan Unsur-unsur Pembangun Cerpen Dari tabel di atas. Faktor internal ini dapat dilihat pada keterampilan siswa dalam aspek bahasa dan nonkebahasaan yang masih kurang. perolehan nilai rata-rata kelas aspek tema dan amanat sebesar 65 (termasuk kategori cukup). Hal ini dapat dilihat pada hasil tes yang belum menunjukkan hasil yang memuaskan (belum mencapai kategori baik).

43% dari skor pratindakan.5 (termasuk kategori baik).5 (termasuk kategori cukup). hasil tes menulis cerpen siklus I dengan rata-rata skor klasikal mencapai 69.51% dari skor pratindakan.4 (termasuk kategori baik). monoton.82% dari skor pratindakan. (3) aspek tokoh dan penokohan meningkat sebesar 16.84% dari skor pratindakan. (6) aspek sudut pandang meningkat sebesar 2. dan aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen meningkat sebesar 14. dan terkesan hanya mengejar materi pelajaran tanpa pertimbangan pengalaman yang akan didapatkan siswa dalam pembelajaran. aspek tokoh dan penokohan sebesar 68. Pola pembelajaran yang lebih mengutamakan teori. aspek sudut pandang sebesar 73 (termasuk kategori cukup). (4) aspek latar meningkat sebesar 2. Hasil ini mengalami peningkatan sebesar 7. aspek alur sebesar 67.7 dan termasuk kategori cukup. Meskipun hasil ini sudah mengalami peningkatan. tetapi nilai rata-rata ini belum mencapai target nilai yang telah ditetapkan.121 guru yang masih tradisional dan kurang bervariasi.8 (termasuk kategori cukup). aspek diksi dan gaya bahasa sebesar 65. Perolehan aspek tema dan amanat sebesar 78. aspek latar sebesar 72. dan aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen sebesar 65. Skor ini juga diperoleh dari penjumlahan tujuh aspek penilaian. ceramah.32% dari hasil pratindakan.3 (termasuk kategori cukup).77% dari skor pratindakan.94% dari skor pratindakan. (5) aspek diksi dan gaya bahasa meningkat sebesar 6. .99% dari skor pratindakan.4 (termasuk kategori baik). Adapun peningkatan tiap aspek penilaian siklus I terhadap nilai rata-rata tiap aspek penilaian pratindakan yaitu (1) aspek tema dan amanat meningkat sebesar 20. (2) aspek alur meningkat sebesar 9. Selanjutnya.

121 .

walaupun ada beberapa siswa yang menyimpang dari tema yang telah ada dalam teks lagu. siswa sudah bisa mengaplikasikan tema dan amanat berdasarkan teks lagu yang digunakan sebagai media sudah cukup baik. Adapun peningkatan skor rata-rata dari pratindakan ke siklus I yang paling kecil yaitu pada aspek sudut pandang. . Aspek tokoh dan penokohan siswa juga sudah dapat menghadirkan tokoh dengan karakternya yang menarik. jadi siswa lumayan tidak mengalami kesulitan. Pada aspek diksi dan gaya bahasa siswa sudah dapat menggunakan kata-kata yang sesuai dengan konteksnya. hal ini disebabkan siswa mengabaikan aspek ini dan menganggapnya mudah.122 Nilai pada aspek menulis cerpen siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang semua mengalami peningkatan dari hasil pratindakan. Pada aspek sudut pandang siswa sudah bisa menggunakan kata ganti untuk menjelaskan tokoh dengan baik. namun masih ada beberapa siswa yang belum bisa menghadirkan tokoh dengan karakternya yang menarik. peningkatan skor rata-rata dari pratindakan ke siklus I yang paling besar yaitu pada aspek yang kedua yaitu alur. terbukti dengan hasil cerpen yang cukup menarik. Pada aspek alur siswa sudah banyak mengalami peningkatan karena alur dalam menulis cerpen sudah ada. Pada aspek yang terakhir yaitu kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen siswa sudah cukup baik dalam menulis cerpen. Hal ini terjadi karena pembuatan alur dalam menulis cerpen berdasarkan teks lagu yang digunakan sebagai media dalam metode latihan terbimbing pembelajaran menulis cerpen. Berdasarkan pada uraian di atas. Pada aspek latar siswa sudah dapat menentukan latar yang cocok sesuai dengan situasi dan kondisi dalam cerpen yang ditulisnya. Pada aspek tema dan amanat.

122 .

5 (termasuk kategori baik). (4) aspek latar meningkat sebesar 19.75 (termasuk kategori baik). mereka semakin terampil menggunakan kata-kata serta gaya bahasa yang tepat dalam menulis . dan aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen sebesar 71.44% dari skor siklus I. Peningkatan skor rata-rata siklus I ke siklus II yang paling besar yaitu pada aspek diksi dan gaya bahasa.8 dan termasuk dalam kategori baik. aspek latar sebesar 86.60% dari skor siklus I. Pencapaian skor ini menunjukkan bahwa pembelajaran menulis cerpen pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang dapat dikatakan berhasil karena sudah mencapai target yaitu berada pada kategori baik.82% dari skor siklus I.5 (termasuk kategori baik). (5) aspek diksi dan gaya bahasa meningkat sebesar 20. diperoleh nilai rata-rata kelas 78. aspek sudut pandang sebesar 84. Adapun peningkatan tiap aspek penilaian siklus II terhadap nilai rata-rata tiap aspek penilaian siklus I yaitu (1) aspek tema dan amanat meningkat sebesar 4. (2) aspek alur meningkat sebesar 18.75 (termasuk kategori cukup). tidak perlu dilakukan. aspek alur sebesar 76. dan aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen meningkat sebesar 12.16% dari skor siklus I.8 (termasuk kategori baik).123 Berikutnya. (3) aspek tokoh dan penokohan meningkat sebesar 3.8 (termasuk kategori baik).5 (termasuk kategori baik).64% dari skor siklus I.20% dari skor siklus I. (6) aspek sudut pandang meningkat sebesar 16. pada hasil tes menulis cerpen siklus II. Hal ini disebabkan karena pada siklus II ini siswa sudah mulai terbiasa mengungkapkan idenya dan imajinasinya ke dalam cerpen.29% dari skor siklus I. aspek diksi dan gaya bahasa sebesar 79. aspek tokoh dan penokohan sebesar 70. Perolehan skor aspek tema dan amanat sebesar 81. Dengan demikian tindakan siklus III.

123 .

kreativitas. siklus I. Peningkatan keterampilan siswa dalam menulis cerpen merupakan bukti bahwa pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat meningkatkan kualitas.124 cerpen. Peningkatan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang dari pratindakan. jadi peningkatan pada siklus II tidak terlalu besar. Adapun peningkatan skor rata-rata siklus I ke siklus II yang paling kecil yaitu pada aspek tokoh dan penokohan hal ini disebabkan pada siklus I nilai tokoh dan penokohan sudah berada pada kategori baik. prestasi dan efektivitas pembelajaran siswa dalam menulis cerita pendek serta dapat meningkatkan apresiasi sastra siswa khususnya terhadap karya sastra yang berupa cerpen. dan siklus II dapat dilihat pada diagram batang sebagai berikut 80 70 60 50 40 30 20 10 0 PT SI S II 69 77 61 Diagram batang 4. Hasil Keterampilan Menulis Cerpen pada .

Pratindakan. Siklus I. dan Siklus II Keterangan: 1=Sangat Baik. 3=Cukup. 4=Kurang. 124 . 2=Baik. 5=Sangat Kurang.

Perilaku negatif pada siklus I. masih ada beberapa siswa yang melakukan perilaku negatif walaupun jumlahnya lebih sedikit daripada siswa yang melakukan perilaku positif dalam mengikuti proses pembelajaran tersebut. yang dipaparkan dalam uraian di bawah ini.125 4. Dari hasil nontes yaitu melalui observasi dapat dilihat bahwa pada siklus I siswa belum mengikuti proses pembelajaran menulis cerpen dengan baik. wawancara dan dokumentasi foto. Siswa terlihat sangat bersungguhsungguh dalam mengikuti penjelasan dari guru. Pada siklus II sudah ada perubahan perilaku siswa yaitu siswa sudah mengikuti proses pembelajaran menulis cerpen dengan baik dan dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman. Perubahan perilaku tersebut diperoleh dari observasi.5% dari jumlah keseluruhan siswa yang berbicara dan bercanda dengan temannya pada saat proses pembelajaran menulis cerpen. dan mereka sudah lebih aktif dalam mengikuti pelajaran dibandingkan pada siklus I. Sebanyak 8 siswa atau sebesar 20% dari jumlah keseluruhan siswa yang mondar-mandir atau jalan-jalan untuk kepentingan yang tidak jelas pada saat proses pembelajaran berlangsung.2. Hal ini dibuktikan dengan data pada hasil observasi siswa yang tercatat ada 11 atau sebesar 27.2 Perubahan Perilaku Siswa Kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang dalam mengikuti Pembelajaran Menulis Cerpen Pembahasan selanjutnya yaitu mengenai perubahan perilaku siswa dalam mengikuti proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siklus I dan siklus II. Siswa yang melakukan perilaku negatif berbicara dan bercanda dengan temannya menurun dari 11 siswa atau sebesar . jurnal. pada siklus II banyak berkurang.

125 .

Dari hasil foto (gambar 3) . Menurut sebagian besar dari jumlah siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang yang menyatakan bahwa metode tersebut dapat mempermudah mereka dalam menulis cerpen karena kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi dapat diatasi dengan metode tersebut. Sedangkan siswa yang berjalan-jalan atau mondarmandir pada saat berlangsungnya proses pembelajaran tidak ada.5% dari jumlah keseluruhan siswa menjadi 2 siswa atau sebesar 5% dari jumlah keseluruhan siswa. Berdasarkan hasil angket dari siklus I ke siklus II diperoleh hasil bahwa sebagian dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan setuju bahwa metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam menulis cerpen sangat menyenangkan dan dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam menulis cerpen. Berdasarkan hasil dokumen foto siklus I ke siklus II yaitu siswa semakin tertib dan aktif dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.126 27. Siswa juga dapat mengambil manfaat dari pembelajaran tersebut. Selain itu pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu siswa semakin berminat menulis cerpen. Selain itu metode tersebut juga dapat memotivasi dan menumbuhkan minat bagi siswa untuk menulis cerpen. Berdasarkan hasil wawancara didapatkan hasil bahwa siswa senang dan tertarik dengan pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Berdasarkan hasil jurnal dari siklus I ke siklus II yaitu siswa semakin senang terhadap metode latihan terbimbing dengan media teks lagu yang dihadirkan guru (peneliti). siswa semakin tahu banyak tentang cerpen dan bagaimana menulis cerpen.

126 .

terlihat masih ada siswa yang melakukan perilaku negatif yaitu bercanda dengan temannya saat proses belajar di kelas. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa belajar menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu mampu meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen. siswa terlihat sangat serius dalam menulis cerpen.127 menunjukkan aktivitas saat menulis cerpen pada siklus I. terdapat perubahan perilaku yaitu dari perilaku negatif ke perilaku positif siswa dalam mengikuti proses pembelajaran menulis cerita pendek. Berdasarkan kedua gambar tersebut dapat disimpulkan bahwa perilaku negatif siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen mengalami peningkatan. . Selain itu. sedangkan pada siklus II yang ditunjukkan pada gambar 6.

127 .

Perolehan hasil rata-rata nilai tes menulis cerpen ini menunjukkan bahwa pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang dapat meningkat dan berhasil.05) atau meningkat sebesar 15. 2.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan.75% dari siklus I.Perilaku siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu mengalami perubahan ke arah positif. Hasil rata-rata tes menulis cerpen pratindakan sebesar 61 (hasil pembulatan ke bawah dari 61.62) kemudian pada siklus II diperoleh hasil rata-rata sebesar 77 (hasil pembulatan ke bawah dari 77.44% setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.Keterampilan menulis cerpen siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang mengalami peningkatan sebesar 20.120 BAB V PENUTUP 5.30) dan pada siklus I diperoleh hasil rata-rata sebesar 69 (hasil pembulatan ke atas dari 68. peneliti menyimpulkan sebagai berikut: 1. Perubahan tersebut ditunjukkan dengan perilaku siswa yang lebih serius dan bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran menulis cerpen. .

120 .

peneliti memberikan saran sebagai berikut.Guru bahasa dan sastra Indonesia dapat menggunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam membelajarkan menulis cerpen kepada siswa karena metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen dan dapat memotivasi siswa menulis cerpen. penulis memberikan saran.2 Saran Berdasarkan simpulan hasil penelitian tersebut. sebelum melakukan penelitian.Peneliti lain dapat melakukan penelitian yang serupa dengan metode yang berbeda. 1.121 5. Selain itu. 2. peneliti lain hendaknya mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan proses penelitian dengan matang agar dalam melakukan penelitian kesalahan-kesalahan teknis dapat diminimalisir. .

121 .

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Keempat tahap dalam sebuah PTK dapat digambarkan sebagai berikut: 1. Diharapkan dari penelitian ini hasil belajar dapat lebih maksimal.BAB III METODE PENELITIAN 3. karena dilakukan dengan melibatkan komponen yang terdapat di dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Empat tahapan digunakan secara sistematis dalam proses penelitian ini. Perencanaan 2. yaitu proses tindakan siklus I dan proses tindakan siklus II.1Desain Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu penelitian tindakan kelas. Perencanaan . yang lazim disebut PTK. penelitian ini sifatnya berbasis kelas. Dengan demikian. materi pelajaran. dan diterapkan dalam dua siklus. dan metode pembelajaran Tujuan dari penelitian ini tidak lain adalah untuk memperbaiki pembelajaran menulis dan meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.

4. Pengamatan 40 3. Pengamatan . Refleksi Siklus I 2. Tindakan Siklus II 3.

4. 3. pengamatan. tindakan.1. Refleksi 2. Tindakan Langkah-langkah proses perencanaan ini antara lain: (1) menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran yang berisi langkah-langkah yang dilakukan guru di samping bentuk-bentuk kegiatan yang dilakukan siswa dalam rangka implementasi tindakan perbaikan tindakan yang telah direncanakan. Proses penelitian tersebut dapat diuraikan sebagai berikut: 3. tindakan pembelajaran yang dilakukan akan lebih terarah dan sistematis. yaitu perencanaan. uraian selengkapnya dijelaskan di bawah ini.1. Kegiatan dilanjutkan dengan perencanaan pembelajaran yang dilakukan sebagai upaya memecahkan segala permasalahan yang dilakukan yang telah ditemukan pada refleksi awal.1 Perencanaan Tahap ini dimulai dengan refleksi awal. dan refleksi.1 Proses Tindakan Siklus I Proses penelitian tindakan kelas dalam siklus I terdiri dari empat tahap. (2) . dan segala hal yang perlu dilakukan pada tahap tindakan. peneliti memerlukan kajian awal berupa renungan atau refleksi awal sebagai studi pendahuluan sebelum melakukan perencanaan penelitian.1. Dengan demikian dalam tahap perencanaan.41 Namun dalam hal ini. Dengan adanya perencanaan. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui semua gejala atau informasi tentang situasi-situasi yang relevan dengan topik penelitian. Kegiatan yang dilakukan berupa renungan atau pemikiran terhadap wawancara dengan guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang.

(3) mempersiapkan cara merekam dan menganalisis data mengenai proses dan hasil tindakan perbaikan. antara lain: (1) guru memberikan materi tentang unsurunsur pembangun cerpen. Tahap pelaksanaan yaitu tahap melakukan kegiatan pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Tindakan ini meliputi tiga tahap yaitu tahap persiapan. seperti media pembelajaran dan alat peraga. dan tahap tindak lanjut.2Tindakan Tindakan yang dilakukan peneliti dalam meneliti proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siklus I ini sesuai tindakan dengan perencanaan yang telah disusun. tahap pelaksanaan. 3. yang dapat digunakan untuk mempermudah menentukan tema . (4) melakukan simulasi (bermain peran) pelaksanaan tindakan untuk menguji keterlaksanaan rancangan. (3) guru memberikan teks lagu ”Dunia Milik Berdua” dinyanyikan oleh Melly Goeslow. memancing siswa menyampaikan hambatan yang dialami saat proses pembelajaran menulis cerpen.1.1. (2) guru memberikan langkah-langkah dalam menulis cerpen. Tahap ini meliputi beberapa bagian. sehingga dapat menumbuhkan kepercayaan diri dalam pelaksanaan yang sebenarnya. Tahap persiapan yaitu tahap mengkondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran. menanyakan keadaan. Tahap persiapan ini berupa kegiatan guru menyapa siswa.42 mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung yang diperlukan di kelas. Tindakan yang dilakukan peneliti secara garis besar adalah melaksanakan proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.

3Pengamatan Pengamatan atau yang sering disebut observasi dilakukan selam proses pembelajaran berlangsung. (5) hasil pekerjaan siswa dikumpulkan. data diperoleh melalui beberapa cara. Dalam proses pengamatan ini. (5) guru berkeliling untuk memberikan bimbingan kepada siswa yaitu mengarahkan siswa untuk dapat menemukan ide cerita dan merumuskannya ke dalam tema yang sudah ada dalam teks lagu. Pengambilan data dilakukan melalui tes dan nontes. antara lain (1) tes tertulis untuk mengetahui kemampuan menulis cerpen siswa serta peningkatannya setelah melakukan selama dua siklus. baik aktivitas siswa selama melakukan kegiatan pembelajaran maupun respon siswa terhadap metode dan media pembelajaran. bagaimana latarnya dari mana awal ceritanya. dan bagaimana cerita ditutup. (2) observasi siswa untuk mengetahui semua perilaku atau aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. (7) siswa yang lain menanggapi hasil pekerjaan temannya. Dalam pengamatan ini. siswa diarahkan untuk menentukan siapa tokoh utamanya. siapa tokoh antagonisnya. akan diungkap segala peristiwa yang berhubungan dengan pembelajaran. Hal ini memperkuat data yang lain. (4) siswa diminta untuk membuat cerpen dengan media teks lagu.43 dan dapat juga untuk menentukan alur dengan teks lagu tersebut. apa masalahnya. mengarahkan siswa untuk memperhatikan tiap baris dalam lagu tersebut yang dapat digunakan sebagai kerangka karangan dari jalan cerita. .1. berdasarkan lirik yang ada dalam teks lagu siswa diarahkan untuk dapat bermain dengan imajinasinya untuk dapat mengembangkan kerangka karangan tersebut. (3) dokumentasi foto yang sangat penting sebagai laporan berupa gambaran aktivitas siswa selama penelitian.1. (6) salah satu siswa membacakan hasil pekerjaan itu untuk dijadikan contoh. 3.

hasil jurnal.1.44 yakni sebagai pemerjelas dan pendukung data yang lain. Siklus II ini digunakan untuk mengetahui peningkatan kemampuan menulis cerpen setelah dilakukan perbaikan-perbaikan terhadap pelaksanaan proses belajar mengajar yang didasarkan pada siklus I.4Refleksi Refleksi di dalam PTK adalah upaya untuk mengkaji apa yang telah terjadi. Pada tahap ini yang dilakukan oleh peneliti yaitu menganalisis hasil tes. sehingga perlu perencanaan ulang dan tindakan ulang. Dengan kata lain refleksi merupakan pengkajian terhadap keberhasilan atau kegagalan dalam mencapai tujuan. hasil angket dan hasil wawancara. 3.1. perbaikan pada proses pembelajaran siklus II terletak pada persiapan pembelajaran. Siklus I bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis cerpen pada tahap awal tindakan penelitian. Semua data tersebut nantinya dijelaskan dalam bentuk deskripsi secara lengkap. pengkondisian suasana pembelajaran agar lebih tenang dan konsentrasi. apa yang telah dihasilkan atau yang belum berhasil dituntaskan dengan tindakan perbaikan yang telah dilakukan. Siklus ini sekaligus digunakan dalam refleksi untuk melakukan siklus II. Setelah dianalisis akan terlihat permasalahan atau muncul pemikiran baru yang memerlukan tindakan baru. Penelitian dilakukan dengan melalui dua siklus. dan . 3. hasil observasi.2Proses Tindakan Siklus II Proses tindakan pada siklus II merupakan kelanjutan dari siklus I.1. Hasil refleksi digunakan untuk menetapkan langkah lebih lanjut dalam upaya mencapai tujuan PTK.

pengamatan. tindakan. observasi siswa. Teks lagu yang digunakan dalam tindakan pada siklus II ini berbeda dengan teks lagu pada tindakan pada siklus I. dijelaskan terlebih dahulu kesalahan-kesalahan yang terjadi pada siklus I. kemudian siswa diberi arahan dan bimbingan agar dalam pelaksanaan kegiatan menulis cerpen pada siklus II menjadi lebih baik. dengan menekankan pada penjelasan tentang pentingnya menulis cerpen. (2) menyusun pedoman pengamatan yaitu meliputi tes tertulis. serta (3) menyusun rancangan evaluasi program. Langkah-langkah siklus II adalah perencanaan. Teks lagu .1. Tindakan yang dilakukan pada siklus II berbeda dengan tindakan siklus I walaupun ada tindakan dalam siklus I yang tetap dilakukan pada siklus II.2Tindakan Tindakan yang dilakukan peneliti dalam meneliti proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siklus II ini sesuai dengan tindakan dengan perencanaan yang telah disusun.2.2. 3.45 pemilihan teks lagu yang lebih menarik. walaupun berbeda namun.1. Ada beberapa perubahan antara lain sebelum siswa memulai menulis cerpen. 3. teks lagu pada siklus II mempunyai karakteristik yang sama dengan teks lagu pada tindakan pada siklus I. jurnal siswa dan jurnal guru.1 Perencanaan Langkah-langkah proses perencanaan ini antara lain: (1) mengadakan perbaikan rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan tindakan yang akan dilakukan. dan refleksi atau evaluasi. wawancara.

3. Pada siklus II ini. jurnal guru. cara siswa menyampaikan hasil tugasnya. dan cara siswa menyampaikan tanggapan. keaktifan siswa dalam mengerjakan tugas. Perilaku siswa yang diamati antara lain keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan. evaluasi dilakukan untuk mengetahui keefektifan penggunaan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam menulis cerpen dan untuk melihat peningkatan kemampuan menulis cerpen.1. 3.4Refleksi Refleksi ini diperoleh dengan memperhatikan hasil tes tertulis dan hasil nontes yang meliputi observasi siswa.2. serta untuk mengetahui perubahan perilaku siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. subjek yang menjadi sasaran penelitian yaitu kemampuan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang.2 Subjek Penelitian Dalam penelitian tindakan kelas ini. Penelitian ini . dan dokumentasi foto.2.3Pengamatan Pengamatan terhadap siswa dilakukan selama pembelajaran berlangsung. 3.46 yang digunakan pada tindakan pada siklus II yaitu“Cinta Sejati” yang dinyanyikan oleh Ari Laso.1. pada siklus I ini terlihat peningkatan hasil tes dan perilaku siswa. wawancara.

2)Hasil wawancara dengan Guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan guru mata pelajaran kelas X-7 diperoleh informasi bahwa siswa kelas X-7 memiliki kemampuan menulis cerpen yang rendah.47 hanya dilakukan di salah satu kelas yaitu kelas X-7. Maka diperlukan usaha untuk meningkatkan keterampilan menulis tersebut salah satunya yaitu dengan mengubah metode yang biasa digunakan oleh guru melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Padahal menulis merupakan tuntutan kurikulum. Proses pembelajaran menulis cerpen yang dilakukan selama ini masih menggunakan metode ceramah tanpa bantuan media pembelajaran. 3. dan 28 siswa putri. Dipilihnya kelas X-7 sebagai responden penelitian didasarkan beberapa pertimbangan sebagai berikut: 1)Sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Di dalam kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) kelas X semester dua terdapat beberapa kompetensi dasar. yang terdiri atas 12 siswa putra. yang jumlahnya 40 siswa.3 Variabel Penelitian Variabel adalah gejala yang menjadi pusat peneliti untuk diteliti yang menjadi atribut dari sekelompok objek yang mempunyai variasi antara satu . 3)Kelas X-7 memiliki keterampilan menulis cerpen rendah. salah satunya yaitu kemampuan mengungkapkan pengalaman diri sendiri atau orang lain ke dalam cerpen.

(6) sudut pandang yang digunakan. (5) diksi dan gaya bahasa. Alat tes menulis cerpen berupa lembar tugas berisi perintah kepada siswa untuk menulis cerpen. (7) kepaduan antarunsur pembangun cerpen . yaitu kemampuan menulis cerpen dan penggunaan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. 3. nontes. Kriteria penilaian menulis cerpen meliputi : (1) tema dan amanat yang disampaikan. (2) tokoh dan penokohannya.4 Instrumen Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas instrumen tes.48 dengan yang lainnya dalam kelompok itu (Sugiyono 2003:21). dan dokumentasi yang berbentuk foto. (4) latar yang ditampilkan.4. 3. Waktu yang digunakan untuk menulis cerpen adalah 60 menit. Dalam penelitian ini terdapat dua macam variabel.1Instrumen Tes Bentuk instrumen tes yaitu tes menulis cerpen. Tes menulis cerpen adalah tes yang menuntut siswa untuk menulis cerpen. (3) penyusunan alur. Tes ini bertujuan mengetahui kemampuan siswa dalam menulis cerpen melalui latihan terbimbing dengan media teks lagu.

unsur pembangun cerpen Jumlah Tabel 2. Aspek 1. Tema amanat 11-15 6-10 0-5 Aspek Skor dan 16-20 Penilaian Menulis Cerpen Kriteria Kategori 100 10 20 Tema dan amanat sangat relevan Sangat baik dengan cerpen yang ditulis Tema dan amanat cukup relevan Baik dengan cerpen yang ditulis Tema dan amanat kurang relevan Cukup dengan cerpen yang ditulis Tema dan amanat tidak relevan Kurang dengan cerpen yang ditulis 2.49 Tabel 1. Skor Penilaian Tes Menulis Cerpen Aspek -Tema dan amanat -Tokoh dan penokohan -Alur -Latar Skor Maksimal 10 20 20 10 -Diksi dan gaya bahasa 10 -Sudut pandang -Kepaduan unsur. Tokoh dan 16-20 Penggambaran penokohan jelas tokoh dan Sangat baik penokohan .

11-15 6-10 0-5 Penggambaran Penggambaran Penggambaran tokoh tokoh tokoh dan Baik dan Cukup dan kurang penokohan cukup jelas penokohan kurang jelas penokohan tidak jelas .

waktu. dan Sangat baik suasana yang menggambarkan terjadinya peristiwa dalam cerpen sangat tepat Baik Pemilihan tempat. waktu. waktu. Latar 9-10 6-8 Pemilihan tempat. Alur 16-20 11-15 Rangkaian peristiwa dalam cerpen Sangat baik disusun secara logis dan sesuai dengan lirik dalam teks lagu Rangkaian peristiwa dalam Baik cerpen disusun cukup logis dan cukup sesuai dengan lirik dalam teks lagu Rangkaian peristiwa dalam cerpen disusun kurang logis dan kurang sesuai dengan lirik dalam teks lagu Rangkaian peristiwa dalam cerpen disusun tidak logis dan tidak sesuai dengan lirik dalam teks lagu 6-10 Cukup 0-5 Kurang 4. waktu. suasana yang menggambarkan terjadinya peristiwa dalam cerpen sangat tepat Kurang dan .50 3. dan 3-5 Cukup 0-2 suasana yang menggambarkan terjadinya peristiwa dalam cerpen sangat tepat Pemilihan tempat. dan suasana yang menggambarkan terjadinya peristiwa dalam cerpen cukup tepat Pemilihan tempat.

Diksi dan gaya bahasa 9-10 6-8 3-5 0-2 Penggunaan diksi dan gaya bahasa Sangat baik sesuai dengan situasi Penggunaan diksi dan gaya bahasa Baik cukup sesuai dengan situasi Penggunaan diksi dan gaya bahasa Cukup kurang sesuai dengan situasi Penggunaan diksi dan gaya bahasa Kurang tidak sesuai dengan situasi .5.

Pedoman Penilaian Kemampuan Menulis Cerpen No Nilai 1 2 3 4 5 85 – 100 75 . Sudut pandang 9-10 6-8 3-5 0-2 Sudut pandang yang digunakan Sangat baik dapat menjelaskan tokoh Sudut pandang yang digunakan Baik cukup dapat menjelaskan tokoh Sudut pandang yang digunakan Cukup kurang dapat menjelaskan tokoh Sudut pandang yang digunakan Kurang tidak dapat menjelaskan tokoh 8.51 6. Kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen 16-20 11-15 Kepaduan unsur-unsur pembangun Sangat baik cerpen sudah tepat Kepaduan unsur-unsur pembangun Baik cerpen cukup tepat Kepaduan unsur-unsur pembangun Cukup cerpen kurang tepat Kepaduan unsur-unsur pembangun Kurang cerpen tidak tepat 6-10 0-5 Tabel 3. dapat diketahui kemampuan siswa dalam menulis cerpen berhasil dengan .84 60 – 74 50 – 59 0 – 49 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Berdasarkan pedoman penilaian penilaian kemampuan menulis cerpen tersebut.

berhasil baik. berhasil cukup baik. kurang berhasil.sangat baik. dan tidak berhasil. .

atau paling tidak secara langsung. 2)Pedoman Wawancara Pedoman wawancara berisi beberapa pertanyaan untuk siswa sebagai respondennya. 1)Pedoman Observasi Observasi dilakukan untuk mengambil data melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku siswa pada proses belajar mengajar yang terjadi selama proses penelitian. Pedoman pengamatan atau observasi ini adalah sikap positif maupun negatif siswa pada proses belajar mengajar menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. inggris testee) tanpa dengan alat tes. 3. siswa yang berhasil dengan kategori kurang baik yaitu siswa yang memperoleh nilai 50-59. siswa yang berhasil dengan kategori cukup baik yaitu siswa yang memperoleh nilai 6074.52 Siswa yang berhasil sangat baik adalah siswa yang memperoleh nilai 85-100.4. tercoba. siswa yang berhasil dengan baik adalah siswa yang memperoleh nilai 75-84. Respon positif siswa maupun respon negatif siswa terhadap menulis cerpen melalui latihan terbimbing dengan media teks lagu diamati dengan sebaik-baiknya agar menghasilkan data yang akurat. Pertanyaan-pertanyaan yang ada bertujuan memperoleh data . Teknik nontes diperlukan untuk mendapatkan data yang tidak . dan siswa yang tidak berhasil yaitu siswa yang memperoleh nilai 0-49.2Instrumen Nontes Teknik nontes alat penilaian yang dipergunakan untuk mendapatkan informasi tentang keadaan di tertes (testi. berkaitan dengan laku kognitif.

Jurnal tersebut dibuat setiap akhir pembelajaran pada sebuah lembar yang telah dipersiapkan. Pertanyaan dalam angket adalah tentang sekitar kejadian dalam proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Angket diberikan setelah pembelajaran pada siklus I selesai dilakukan. 3)Angket Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden.53 tentang respon siswa terhadap meteri keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. dan kesulitan yang dirasakan dalam menulis cerpen melalui latihan terbimbing dengan media teks lagu. (2) minat siswa terhadap metode yang digunakan guru. aspek yang diungkap melalui wawancara antara lain perasaan siswa saat mendapatkan latihan dan bimbingan dengan media teks lagu dalam menulis cerpen. 4)Pedoman Jurnal Guru dan Jurnal Siswa Pedoman jurnal guru digunakan untuk mengetahui segala sesuatu yang terjadi pada proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Garis besar isi angket antara lain. kesan siswa saat mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. (3) penelitian proses pembelajaran. pendapat siswa tentang metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. . yaitu: (1) kegiatan guru dalam proses pembelajaran. Pelaksanaan pemberian angket ditujukan kepada semua siswa yang menjadi responden dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini. Jurnal dibuat oleh guru.

3. peneliti memandang perlu menggunakan dokumentasi sebagai salah satu data instrumen nontes. Dokumentasi merupakan data yang cukup penting sebagai bukti terjadinya suatu peristiwa. dan pada saat guru memberikan bimbingan kepada siswa saat pembelajaran. 5)Dokumentasi (Foto) Metode dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengambilan gambar (foto). Foto yang diambil sebagai sumber data. Validitas isi adalah derajat tes yang menggambarkan esensi. Hasil dari pengambilan gambar ini dideskripsikan dan dipadukan dengan data lain. . pendapat pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Dalam penelitian ini. (Sevilla dalam Hardani 2006:39).54 Jurnal guru berisi pendapat dan seluruh kejadian yang dianggap penting selama pembelajaran berlangsung secara tertulis.3Validitas Instrumen Uji instrumen ini menggunakan validitas isi dan permukaan. Validitas isi dilakukan dengan menyesuaikan aspek keterampilan menulis cerpen berdasarkan landasan teori yang ada. dapat memperjelas data yang lain. Aspek pertanyaan yang digunakan dalam jurnal guru meliputi kesan yang dirasakan setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. dan ruang lingkup tes yang dirancang untuk pengukuran. 6)Pengambilan gambar dilakukan pada saat siswa melakukan beberapa aktivitas yaitu menulis cerpen. topik-topik.4.

3. Hasil siklus II dianalisis sehingga dapat diketahui peningkatan kemampuan menulis cerpen melalui latihan terbimbing dengan media teks lagu. 3. yaitu pada siklus I dan pada siklus II.5 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah teknik tes dan nontes. Materi tes mengacu pada aspek-aspek menulis cerpen. Teknik nontes digunakan untuk mengetahui perubahan tingkah laku siswa setelah pembelajaran menulis cerpen melalui latihan terbimbing dengan media teks lagu. Teknik tes digunakan untuk mengetahui tingkatan kemampuan menulis cerpen melalui latihan terbimbing dengan media teks lagu. Tes dilakukan sebanyak dua kali. . Tipe validitas ini tidak didukung oleh bukti-bukti bahwa tes tersebut dapat mengukur sesuatu (Sevilla dalam Hardani 2006:39). Hasil tes siklus I dianalisis tersebut dapat diketahui kelemahan siswa.1Teknik Tes Teknik tes adalah teknik yang dilakukan untuk memperoleh data dengan menggunakan tes. yang selanjutnya sebagai dasar untuk melengkapi siklus II. 2002:196). Tes digunakan untuk mengukur dasar dan pencapaian prestasi (Arikunto.5. sehingga dari pendapat mereka dapat disepakati bahwa instrumen yang akan digunakan dalam penelitian sudah valid.55 Validitas permukaan (paras) adalah tipe validitas yang berkaitan dengan tipe tes.. Validitas permukaan dilakukan dengan cara dikonsultasikan dengan dosen pembimbing dan guru.

2Teknik Nontes Teknik nontes digunakan untuk mengetahui sejauh mana perubahan perilaku siswa diadakan proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Wawancara ditujukan kepada orangorang yang bersangkutan dengan penelitian. wawancara. Observator yang kedua dilakukan oleh orang lain yang tugasnya adalah mengobservasi kelas. kepala sekolah. Maksudnya observator kedua mengamati keadaan siswa secara keseluruhan pada saat membelajarkan materi menulis cerpen kepada siswa. guru mata pelajaran. Observator yang pertama adalah peneliti sendiri. dan dokumentasi foto. .56 3. jurnal siswa dan guru.5. siswa yang telah dipilih. peneliti tinggal memberi tanda cek list saja. angket. Teknik nontes meliputi lembar observasi. 1)Observasi Observasi dalam PTK ini dilakukan oleh dua orang. Peneliti mengamati perilaku positif dan negatif yang muncul pada siswa. Observator kedua ini juga mengadakan pengamatan sesuai dengan pedoman observasi kelas. 2)Wawancara Wawancara dilakukan oleh peneliti secara bebas terpimpin. Artinya peneliti terlebih dahulu membuat pedoman wawancara yang kemudian dikembangkan sendiri pada saat wawancara. dan lain-lain. Perilaku positif atau negatif ini sudah dituliskan pada lembar observasi siswa. Pihak-pihak yang bersangkutan tersebut antara lain.

Pada angket responden tinggal membubuhkan tanda cek list (√) pada kolom SS (sangat setuju). Jurnal guru digunakan oleh guru untuk mendeskripsikan atau mencatat fenomena-fenomena pada saat pembelajaran menulis cerpen yaitu respon siswa terhadap pembelajaran. Angket diberikan kepada siswa setelah pembelajaran menulis cerpen. Pengisian angket lebih mudah dibandingkan dengan jurnal. keaktifan siswa. serta tingkah laku pada saat pembelajaran berlangsung. Jurnal guru diisi oleh guru ketika pembelajaran sudah berakhir. TS (tidak setuju). Hal ini bertujuan untuk memudahkan siswa dalam memberi jawaban dan kemudahan peneliti menganalisisnya. pada saat guru membimbing dalam penulisan cerpen. Jurnal diisi pada akhir pembelajaran. yaitu pada saat siswa menulis cerpen. dan pada saat menggunakan media teks lagu. Angket ini diisi setelah siswa mengisi jurnal. S (setuju). Gambar yang sudah diambil selanjutnya dideskripsikan sesuai dengan kondisi pada saat itu. Foto ini merupakan bukti otentik mengenai tingkah laku siswa pada saat pembelajaran menulis cerpen. . dan STS (sangat tidak setuju). Jurnal siswa berisi pada tentang kesulitan siswa dalam menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Tingkah laku siswa yang perlu diambil gambarnya.57 3)Jurnal Jurnal guru dan siswa diisi pada akhir pembelajaran menulis cerpen. 5)Dokumentasi Foto Foto digunakan untuk merekam perilaku selama pembelajaran berlangsung. 4)Angket Angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup.

d. Rumus-rumus penelitian adalah sebagai berikut: NP = SM 100 .6. Hasil analisis hasil tes secara kuantitatif dihitung secara persentase dengan langkah-langkah sebagai berikut: a.1Analisis kuantitatif Analisis kuantitatif dilakukan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil tes secara tertulis.Menghitung persentase nilai.6 Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu secara kuantitatif dan kualitatif 3. Nilai dihitung dengan menggunakan persen atau disebut percentages correction (Hardani 1997:41).58 3.Merekap nilai yang diperoleh siswa b.Menghitung nilai masing-masing aspek c.Menghitung nilai rata-rata.

6.2Analisis Kualitatif Analisis data secara kualitatif dilakukan untuk menganalisis data nontes yang diperoleh dari siswa selama proses pembelajaran berlangsung. dan pedoman wawancara.59 3. Responden memberikan jawaban sesuai dengan kriteria yang dilakukan peneliti. Selain itu data nontes juga digunakan untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap metode pembelajaran yang digunakan. Analisis data secara kualitatif dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. .Mengkategorisasikan Analisis data secara kualitatif ini digunakan untuk mengetahui perubahan perilaku siswa dalam menulis cerpen pada siklus I dan siklus II.Menelaah seluruh data yang diperoleh dari hasil nontes b.Menyusun dalam satuan-satuan c. lembar pengamatan. digunakan lembar angket. Untuk memperoleh data nontes dari responden.

Yogyakarta:ANDI Jabrohim. Cara Menulis Kreatif. Nulis Cerpen Yuk. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Djamarah. Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi Berbasis Pengalaman Pribadi Melalui Pendekatan Kontekstual Komponen Pemodelan Pada Siswa Kelas VIIIA SMP Negeri 11 Semarang. Teori Pengkajian Fiksi. Media Pengajaran . 2004. Jakarta: Grasindo Diknas 2005. Suharsimi. Belajar dan Pembelajaran . Skripsi: Universitas Negeri Semarang Gie. 1987. Jakarta: Erlangga Endraswara. Skripsi: Universitas Negeri Semarang Mugiarso. Terampil Mengarang. 1996. Prosedur Penelitian . Peningkatan Pemahaman Tema dan Amanat Cerita Pendek dengan Metode Pemberian Tugas Rumah Siswa Kelas II Madrasah Aliyah Hidayatul Murtadi’in Kabupaten Demak Tahun Pelajaran 2001-2002. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Rahayu. Ummi. Yuk. Syaiful Bahri. Strategi Belajar Mengajar.130 DAFTAR PUSTAKA Aminuddin. Bandung: Sinar Baru Algensindo Nurgiantoro. 2006. Bimbingan Konseling. Semarang: UNNES Press Nana Sudjana dan Ahmad Rivai. Burhan. The Liang. Yogyakarta: Rineka Cipta Darsono. 2002. Bandung: Sinar Baru Algensindo Arikunto. 2003. Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Narasi Siswa Kelas VIIA SMP Negeri 1 Limpung dengan Teknik Menulis Buku Harian . Suwardi. Membaca. Mohammad. 2002. dkk. Mengajarkan Faozan. Skripsi: Universitas Negeri Semarang 130 . Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Hardani. Sastra. 1994. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Kholifah. 2002. 2004. Max 2001. Kurikulum Pendidikan Dasar.Yogyakarta: Kota Kembang Menulis. 2003. 1994. Jakarta: Diknas Diponegoro.

1994. Henry Guntur. Jakob dan Saini K. Makna dan Fungsi. 2005. Dasar-Dasar Teori Sastra . 2003.131 Suharianto. Asul. Kesastraan Sekolah Penunjang Pembelajaran Bahasa Indonesia SMP dan SMA. Wacana Lirik Lagu Aksi Pergerakan Mahasiswa Kajian Diksi. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Surakarta: Widya Duta Sumardjo. 1982. Maopa. 1986. S. Hilma. 1985. Skripsi: UNNES Wiyanto. 2005. Teknik Pembelajaran Bahasa dan Sastra. Jakarta: Grasindo 131 . 2004. dkk. Teori Belajar Orang Dewasa. Apresiasi Kesusastraan. Yogyakarta: PUSBUK Wardah. 2003. Surabaya: SIC Syamsu. Bandung: Alfabeta Suyatno. Statistika Untuk Penelitian. Teknik Menulis Cerita Anak. Jakarta: Gramedia Sugiyono. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Tarigan. Bandung: Angkasa Titik.M.

Tujuan Pembelajaran Siswa mampu: -Mampu menuangkan pikiran dan perasaannya melalui cerpen -Mampu menerapkan unsur-unsur pembangun cerpen ke dalam cerpen -Mampu menulis kreatif naskah cerpen B.Guru bertanya jawab dengan siswa tentang cerpen yang pernah dibaca dan disukainya .Materi Pembelajaran Menulis cerpen C.Langkah-langkah Pembelajaran 1.Lampiran 2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS I Sekolah Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : SMA Negeri 1 Pemalang : Bahasa dan Sastra Indonesia : Mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan orang lain ke dalam cerpen : Menulis karangan berdasarkan kehidupan diri sendiri dalam cerpen (pelaku. peristiwa.Metode Pembelajaran Latihan Terbimbing D. latar) :Mampu menulis cerpen dengan memperhatikan ketepatan dan kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen Alokasi Waktu : 2 X 40 menit A.Kegiatan Pendahuluan a.

Siswa mengamati dan memperhatikan teks lagu tersebut e.Siswa yang lain mengomentari hasil pekerjaan temannya yang dibacakan di depan kelas . siapa tokoh antagonisnya. dan manfaat yang akan diperoleh dalam pembelajaran menulis cerpen 2.b.Salah satu dari hasil pekerjaan siswa dibacakan di depan kelas j. apa masalahnya.Siswa dan guru bertanya jawab tentang unsur-unsur pembangun cerpen b. dan bagaimana cerita ditutup.Guru membimbing siswa untuk dapat menulis dengan baik dengan: -Guru mengarahkan siswa untuk dapat menemukan ide cerita dan merumuskannya ke dalam tema yang sudah ada dalam teks lagu -Guru mengarahkan siswa untuk memperhatikan tiap baris dalam lagu tersebut yang dapat digunakan sebagai kerangka karangan -Berdasarkan lirik yang ada dalam teks lagu siswa diarahkan untuk dapat bermain dengan imajinasinya untuk dapat mengembangkan kerangka karangan tersebut -Siswa diarahkan untuk menentukan siapa tokoh utamanya.Hasil pekerjaan menulis cerpen dikumpulkan i.Guru menjelaskan langkah-langkah menulis cerpen dengan memperhatikan unsur-unsur pembangun cerpen c.Guru membagikan sebuah teks lagu pada siswa d.Guru menjelaskan kompetensi dasar yang akan dicapai.Di saat siswa mengerjakan tugas menulis cerpen guru berkeliling memberikan bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis cerpen h. bagaimana latarnya dari mana awal ceritanya. f.Kegiatan Inti a.Siswa ditugaskan untuk menulis cerpen berdasarkan kehidupan diri sendiri g.

Guru meminta siswa untuk mengisi angket dan menuliskan pendapatnya pada jurnal siswa E. Peneliti.Penilaian 1)Penilaian Proses Penilaian proses dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung.Guru memberikan penguatan terhadap pembelajaran menulis cerpen 3. 10 Maret 2007 Guru Bahasa dan Sastra Indonesia.S.k. Kegiatan Penutup a. Saptorini Wahyuningsih. 2101403568 .Media/Sumber Media Sumber : Teks Lagu : 1)Buku paket Bahasa dan Sastra Indonesia untuk siswa kelas X 2)Buku paket Bahasa dan Sastra Indonesia untuk siswa kelas X. Penilaian ini dapat dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan.Guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran menulis cerpen b.Guru dan siswa merefleksi kegiatan pembelajaran menulis cerpen c. 2)Penilaian Hasil Berdasarkan teks lagu buatlah sebuah cerpen dengan memperhatikan kesesuaian unsur-unsurnya! Pemalang. Erlangga F.S NIP Wiwin Nur Azizah NIM.

Guru mengulas sedikit tentang hal-hal yang dibahas pada pertemuan sebelumnya . latar) : Mampu menulis cerpen dengan memperhatikan ketepatan dan kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen Alokasi Waktu : 2 X 40 menit A.Metode Pembelajaran Latihan Terbimbing D.Langkah-langkah Pembelajaran 1.Lampiran 3 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS II Sekolah Mata Pelajaran : SMA Negeri 1 Pemalang : Bahasa dan Sastra Indonesia ke dalam cerpen Standar Kompetensi : Mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan orang lain Kompetensi Dasar Indikator : Menulis karangan berdasarkan kehidupan diri sendiri dalam cerpen (pelaku. peristiwa.Materi Pembelajaran Menulis cerpen C.Kegiatan Pendahuluan a.Tujuan Pembelajaran Siswa mampu: -Mampu menuangkan pikiran dan perasaannya melalui cerpen -Mampu menerapkan unsur-unsur pembangun cerpen ke dalam cerpen -Mampu menulis kreatif naskah cerpen B.

siapa tokoh antagonisnya. dan bagaimana cerita ditutup. yakni mengevaluasi cerpen yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya.Hasil pekerjaan menulis cerpen dikumpulkan i. 2.Guru membimbing siswa untuk dapat menulis cerpen dengan baik. f.Guru menjelaskan langkah-langkah menulis cerpen dengan memperhatikan unsur-unsur pembangun cerpen c.b.Salah satu dari hasil pekerjaan siswa dibacakan di depan kelas . bagaimana latarnya dari mana awal ceritanya. dengan: -Guru mengarahkan siswa untuk dapat menemukan ide cerita dan merumuskannya ke dalam tema yang sudah ada dalam teks lagu -Guru mengarahkan siswa untuk memperhatikan tiap baris dalam lagu tersebut yang dapat digunakan sebagai kerangka karangan dari jalan cerita -Berdasarkan lirik yang ada dalam teks lagu siswa diarahkan untuk dapat bermain dengan imajinasinya untuk dapat mengembangkan kerangka karangan tersebut -Siswa diarahkan untuk menentukan siapa tokoh utamanya.Kegiatan Inti a.Di saat siswa sedang menulis cerpen.Siswa mengamati dan memperhatikan teks lagu tersebut e.Siswa dan guru bertanya jawab tentang unsur-unsur pembangun cerpen b. apa masalahnya.Siswa ditugaskan untuk menulis cerpen berdasarkan kehidupan diri sendiri g.Guru membagikan sebuah teks lagu pada siswa d.Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari itu. guru berkeliling memberikan bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis cerpen h.

S NIP Wiwin Nur Azizah NIM.Guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran menulis cerpen b.S.j.Buku paket Bahasa dan Sastra Indonesia untuk siswa kelas X F. 2)Penilaian Hasil Berdasarkan teks lagu buatlah sebuah cerpen dengan memperhatikan kesesuaian unsur-unsurnya. 2101403568 . Penilaian ini dapat dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan. Peneliti. Saptorini Wahyuningsih.Guru meminta siswa untuk mengisi angket dan menuliskan pendapatnya pada jurnal siswa E.Siswa yang lain mengomentari hasil pekerjaan temannya yang dibacakan di depan kelas k.Guru memberikan penguatan terhadap pembelajaran menulis cerpen 3. 10 Maret 2007 Guru Bahasa dan Sastra Indonesia. Pemalang.Media/Sumber Media Sumber : Teks Lagu : .Penilaian 1)Penilaian Proses Penilaian proses dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung.Guru dan siswa merefleksi kegiatan pembelajaran menulis cerpen c. Kegiatan Penutup a.

FORMAT HASIL PENILAIAN TES KETERAMPILAN MENULIS CERPEN PRATINDAKAN. SIKLUS I DAN SIKLUS II No No Aspek Responden Nilai Kategori 1 001 2 002 5 3 4 003 004 005 6 006 .

7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 019 020 021 022 023 024 1 2 3 4 5 6 7 .

25 025 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 026 027 028 029 030 031 032 033 034 035 036 037 038 039 .

40 040 Jumlah Skor Rata-rata Keterangan : Aspek 1 : Tema dan amanat Aspek 2 : Tokoh dan penokohan Aspek 3 : Alur Aspek 4 : Latar Aspek 5 : Diksi dan gaya bahasa Aspek 6 : Sudut pandang Aspek 7 : Kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen .

Siswa dapat menulis cerpen √ - - √ - 18 19 -20 018 019 020 √ .√ √ . tanggal Nama Pengamat Kelas/Sekolah No 1 2 3 4 5 6 7 8 No 1 2 3 - : Kamis.√√√ .√ - - 9 10 11 12 009 010 011 012 √ .√ - - - - - - √ √ - - - - (senang) terhadap metode latihan terbimbing yang diberikan guru dengan media teks lagu 6..√√ √√ - - - 13 14 15 16 17 013 014 015 016 017 √ .√√√√ √ .√√ - √ - - √ √ √ - - √ √ - √ √ √ - √ √ - PERILAKU POSITIF 1. Siswa banyak bertanya pada guru 3.√√√√ √ .√ - √ - - - √ .√√√√ √ .√√√√ .. Siswa menulis cerpen dengan senang hati √ - √√ - - - - √√√ √ - √√ √ - √ - .√√√√ .√ -√ √ .√ - - - - - √ - - - - dengan cepat √ .Lampiran LEMBAR OBSERVASI SIKLUS I Hari.√√√√√√ √ ...√√ .√√√√ √√√√√√ - - - - 7.√√√ √ . Siswa memperhatikan penjelasan guru 2.√√√ √ .√√√ √ . Siswa berpartisipasi aktif 4.√√√√ . Siswa berani memberikan sanggahan terhadap hasil penulisan cerpen yang dibacakan di depan kelas 8. 12 April 2007 : Nurul Melti : X7/SMA Negeri 1 Pemalang Aspek Observasi 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Keterangan - 001 002 003 004 005 006 007 008 - .. Siswa dapat mengidentifikasi dan menyebutkan unsurunsur yang ada dalam cerpen 5. Siswa merespon positif √ -√ √ .√√ √ .

.√√√ √ √√√√ √ - - - - - - √ - - - - 9. Siswa kurang merespon penjelasan guru 10.PERILAKU NEGATIF 21 22 021 022 √ . Siswa kurang bersemangat .

√√√√ √ . Siswa kurang bersemangat pada saat menulis cerpen .√ √ -√ √ - - - - - - √ - - - pembelajaran yang dilakukan guru 11. Siswa tidak tertarik dengan √ - - √ - - - - √ √ √ . Siswa banyak bicara dan bergurau dengan temannya . Siswa jalan-jalan/mondarmandir pada saat pembelajaran berlangsung .√√√ √ .√√√ √ .23 023 . Siswa sering melihat pekerjaan temannya pada saat mengerjakan tes 15.16.14.√√√√ - √√ - -- √ - ..12. Siswa pasif dalam pembelajaran √ -√ - - √√ - √√√ √ √ - √ - √ .√√√ √√√√√√√√ ....√√√√ √ .- - √√ - - - - - - - terhadap metode √√√√ 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 024 025 026 027 028 029 030 031 032 033 034 035 √√√√√√ .√√√ √ .√ ..√√√ - √ √√√ - √ √√ - - 13.

√√√√ √ √√√√ - √ - √ - √ .36 37 38 39 40 036 037 038 039 040 - - √√√ - - - - √ - - - - √ - - media teks lagu yang digunakan oleh guru PENGISIAN (√)= melakukan (√)= tidak melakukan - √ .- √√√ √ .√√√√ √ .

REKAP HASIL PENILAIAN TES KETERAMPILAN MENULIS CERPEN SIKLUS I No Aspek 1 1 001 9 2 11 3 13 4 7 5 7 6 7 7 13 67 Nilai Kategori Cukup 2 002 8 11 12 7 6 8 12 64 Cukup 3 003 9 14 14 8 8 8 14 75 Baik .

4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 004 005 006 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 019 020 021 022 023 024 025 6 8 9 7 8 9 9 7 8 9 8 8 9 9 7 7 9 9 9 8 9 9 11 12 13 12 11 12 13 11 12 10 12 15 16 15 10 15 14 13 17 11 15 16 12 12 13 13 12 13 13 12 13 10 11 16 16 16 11 16 15 14 17 12 16 16 7 7 9 8 7 7 8 7 8 7 7 9 8 8 7 8 5 8 8 7 8 7 8 8 8 6 7 5 7 6 6 6 6 7 7 7 6 7 6 6 7 6 7 7 7 6 8 7 7 7 9 7 7 5 7 8 8 8 6 9 7 8 8 9 8 8 11 12 14 13 11 13 13 12 13 10 12 15 15 15 10 16 14 14 17 12 15 16 62 65 74 66 63 66 72 62 67 57 63 78 79 78 57 78 70 71 83 65 78 79 Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Kurang Cukup Baik Baik Baik Kurang Baik Cukup Cukup Baik Cukup Baik Baik .

68 7 7 9 7 7 6 8 6 7 5 7 7 7 289 7.9 7 12 16 12 14 13 13 14 13 14 17 16 14 547 13.62 Cukup Cukup Baik Kurang Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Baik Baik Cukup Jumlah Skor Rata-rata .58 12 7 8 7 5 8 7 7 7 7 8 8 7 292 7.26 026 7 11 12 7 7 7 12 63 Cukup 27 027 6 Responden No 11 12 6 5 7 12 59 Kurang 28 028 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 6 029 030 031 032 033 034 035 036 037 038 039 040 14 6 9 7 6 8 7 8 8 8 9 7 9 314 7.85 14 12 15 10 13 13 12 14 13 12 16 15 13 516 12.08 Cukup 62 80 59 63 67 66 68 65 64 79 75 70 2744 68.30 67 12 16 11 12 12 13 13 11 12 16 15 12 523 13.23 7 6 7 5 6 7 6 6 6 6 6 7 8 263 6.

Keterangan : Aspek 1 : Tema dan amanat Aspek 2 : Alur Aspek 3 : Tokoh dan penokohan Aspek 4 : Latar Aspek 5 : Diksi dan gaya bahasa Aspek 6 : Sudut pandang Aspek 7 : Kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen .

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

REKAP HASIL PENILAIAN TES KETERAMPILAN MENULIS CERPEN SIKLUS II No Aspek 1 1 001 9 2 16 3 16 4 8 5 7 6 8 7 15 79 Nilai Baik Kategori 2 002 7 13 14 9 8 9 13 73 Baik 3 003 4 6 004 10 8 13 13 8 16 7 9 8 8 10 8 62 15 Cukup 77 Baik .

5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 005 006 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 019 020 021 022 023 024 7 9 9 9 7 9 7 6 9 9 9 8 9 9 7 9 8 9 9 9 14 14 15 15 13 16 11 11 16 17 17 14 14 17 14 17 15 17 16 15 16 16 16 16 15 16 13 13 16 16 16 16 15 16 15 17 16 17 16 16 9 9 9 9 9 9 9 7 9 9 9 9 9 9 8 9 9 9 8 8 8 8 8 8 8 9 8 6 9 9 9 7 9 8 8 9 9 9 8 8 8 9 8 8 8 9 9 7 9 9 9 8 7 8 9 9 9 9 8 8 14 15 16 15 14 16 11 11 16 16 17 15 15 15 14 17 16 17 16 15 76 80 81 80 74 84 68 61 84 85 86 77 78 83 75 87 82 87 81 79 Baik Baik Baik Baik Cukup Baik Cukup Cukup Baik Sangat Baik Sangat Baik Baik Baik Baik Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Baik Baik .

25 025 8 15 16 8 8 8 15 78 Baik No Responden 26 026 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 9 027 028 029 030 031 032 033 034 035 036 037 038 039 8 8 11 9 9 6 9 6 8 9 8 9 6 9 15 15 16 10 16 11 13 14 12 16 10 14 12 13 9 16 17 12 16 12 14 16 15 16 11 15 16 16 8 9 9 7 9 7 9 9 9 9 7 9 9 9 9 8 8 7 8 7 8 8 7 8 6 8 7 8 14 9 9 8 9 7 9 9 8 9 8 9 9 9 75 16 15 10 16 11 13 14 12 16 10 15 12 13 Baik 82 83 60 83 61 74 79 71 83 58 79 73 76 Baik Baik Cukup Baik Cukup Cukup Baik Cukup Baik Kurang Baik Cukup Baik .

40 040 9 327 8.18 18 566 14.65 9 318 7.15 17 612 15.3 9 346 8.48 17 574 14.05 Sangat Baik Baik Jumlah Skor Rata-rata Keterangan : Aspek 1 : Tema dan amanat Aspek 2 : Alur Aspek 3 : Tokoh dan penokohan Aspek 4 : Latar Aspek 5 : Diksi dan gaya bahasa Aspek 6 : Sudut pandang Aspek 7 : Kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen .95 9 339 8.35 88 3082 77.

C.Apakah Anda senang dengan meteri menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu? Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… ….Nama : No/ kelas : FORMAT JURNAL SISWA Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jujur! A. B.Apakah dengan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu anda mengalami kemudahan dalam menulis cerpen? Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … .Kesulitan apakah yang anda alami dalam menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu? Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… ….

D.Berilah kesan dan pesan tentang pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu yang telah diajarkan oleh guru (peneliti)! Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … .Apakah anda sekarang lebih paham diajar menulis melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu? Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … E.…… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… ….

tanggal : : A.Bagaimanakah respon siswa terhadap pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … C.Bagaimanakah keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… .Lampiran JURNAL GURU SIKLUS II Guru Pengampu Hari.Bagaimanakah minat siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu? Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … B.

…… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … D.Bagaimanakah tingkah laku siswa di kelas pada saat mengerjakan tugas menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu? Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … E.Uraikan fenomena-fenomena lain yang muncul pada saat pembelajaran berlangsung Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … .

Lampiran Nama : No/kelas: FORMAT ANGKET Berilah tanda (√) pada setiap pertanyaan siswa yang sesuai dengan skala penelitian yang tersedia di bawah ini : No Pertanyaan Skala Penilaian SS S 1 Keterampilan menulis dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam belajar 2 Saya merasa senang terhadap cara guru KS TS STS .

menerangkan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu 3 4 5 Saya senang dengan metode yang digunakan dalam pembelajaran Metode yang digunakan oleh guru dapat memotivasi siswa untuk menulis cerpen Latihan terbimbing yang diberi oleh guru dapat membantu pemahaman siswa tentang menulis cerpen yang baik 6 7 Saya senang dengan media teks lagu yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran Suasana kelas dapat membantu pemahaman siswa dalam menulis cerpen .

8 Saya senang dengan pembelajaran menulis cerpen yang dengan metode yang dapat menarik perhatian siswa 9 Kebiasaan mengungkapkan ide. gagasan dan perasaan ke dalam sebuah cerpen banyak manfaatnya 10 Pembelajaran yang dilakukan oleh guru sekarang lebih menyenangkan Keterangan: SS : Sangat Setuju S : Setuju KS : Kurang Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju .

Apakah kamu senang dengan pembelajaran menulis cerpen? Mengapa? 2.Menurut kamu apakah dengan adanya latihan dan bimbingan yang diberikan oleh guru dapat membantu pembelajaran menulis cerpen? 7. responden Hari dan Tanggal Tempat Kelas Waktu Topik : : : : : : : Hal-hal yang harus diperhatikan dalam wawancara adalah sebagai berikut: 1.Apakah suasana kelas dapat membantu pemahaman siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu? Mengapa? 6.Apakah kamu merasa termotivasi dengan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam pembelajaran menulis cerpen? 4.Apa saja kesulitan-kesulitan yang kamu hadapi dalam pembelajaran menulis cerpen? 9.Apakah kamu merasa mampu memahami materi dengan metode yang digunakan oleh guru dalam mengajar (metode latihan terbimbing dengan media teks lagu)? 3.Menurut kamu apakah melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat mengatasi kesulitan yang kamu hadapi? 10.Apakah kamu merasa kesulitan dalam pembelajaran menulis cerpen? 8.Lampiran PEDOMAN WAWANCARA Responden No.Manfaat yang kamu dapatkan setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu? .Apakah media teks lagu yang digunakan oleh guru dapat memberikan ide untuk membuat sebuah cerpen? 5.

5 95 32. 7. Siswa penjelasan guru Siswa banyak bertanya kepada guru Siswa berpartisipasi aktif Siswa dapat mengidentifikasi dan menyebutkan unsur-unsur yang ada dalam cerpen Siswa merespons positif (senang) terhadap metode latihan terbimbing yang digunakan oleh guru Siswa dapat menggunakan media yang dihadirkan oleh guru Siswa dapat menulis cerpen dengan cepat Siswa dapat memberikan komentar terhadap hasil menulis cerpen temannya 77.5 12.5 80 80 Siklus II (%) 95 17.5 -32. 5.5 17.5 Siswa kurang penjelasan guru Siswa kurang senang terhadap metode yang digunakan guru Siswa banyak bicara dan bergurau dengan temannya Siswa pasif dalam pembelajaran Siswa jalan-jalan/mondarmandir pada saat pembelajaran berlangsung Siswa sering melihat pekerjaan temannya pada saat mengerjakan tes Siswa kurang bersemangat pada saat menulis cerpen Siswa tidak tertarik dengan media teks lagu yang digunakan oleh guru . Siklus I (%) memperhatikan 85 10 67.5 7.5 17. 5.5 Negatif Siklus II (%) 5 7. Siklus I (%) merespon 15 20 27. 8. 3.5 15 5 Rekap Observasi Perilaku No Aspek Observasi 1 2. 3.5 32.5 12.5 22. 7. 4.5 12.5 5 0 0 5 0 0 Siswa Peningkatan (%) -10 -12.5 90 92.Rekap Observasi Perilaku Positif Siswa No Aspek Observasi 1 2. 6.5 92.5 -22. 4. 8.5 -20 -30 -20 -12.5 20 35 20 12.5 Peningkatan (%) 10 7.5 6.

Tidak senang 2 Kesulitan siswa terhadap materi menulis cerpen a. Senang menulis 37 40 7.Rekap Jurnal Siswa Siklus I dan Siklus II No 1 Aspek Jurnal Kesan siswa terhadap meteri cerpen a.5 Jurnal Siswa Persentase (%) Peningkatan Siklus Siklus Siklus Siklus (%) I II I II 92.5 67.5 28 12 13 27 70 30 32.5 3 . Tidak Tanggapan siswa terhadap metode latihan terbimbing dengan media teks lagu 3 0 7.5 37. Ya b.5 100 0 -7.5 b.5 -37.

5 100 0 12.5 37 3 40 0 92. Mendukung b. Tidak paham Saran terhadap kegiatan pembelajaran a. Tidak dapat dipahami 4 Pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran setelah diajarkan melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu a.a. Paham b. Dapat dipahami b.5 5 35 5 40 0 87.5 -7.5 -12.5 100 0 7.5 7.5 -7.Kurang mendukung 37 3 40 0 92.5 7.5 100 0 7.5 12.5 .

5 -7.5 0 40 8.5 (%) (%) -7.5 5 5 17.5 20 5 -15 0 0 0 0 0 5 32.5 0 2.5 (%) (%) -5 -15 0 0 0 0 (%) (%) 0 0 0 0 ning kata n (%) 1 0 2 0 3 0 4 0 60 25 12.5 22.5 62.5 50 65 15 25 2.5 7.5 15 5 -10 0 0 0 0 0 .5 35 ning kata n (%) SI S II SI S II SI S II SI S II (%) (%) 35 57.Rekap Angket Siklus I dan Siklus II A Pe STS S KS TS Pe s SI p e (%) k SS S II (%) 72.5 55 2.5 10 0 0 25 32.5 27.5 52.5 50 42.5 0 0 0 0 0 30 52.5 -22.

5 40 40 0 27.5 5 -12.5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 -2.5 37.5 57.5 10 10 2.5 25 -2.5 0 8 5 9 0 1 0 35 7.5 52.5 40 50 60 -2.5 15 5 -10 0 0 0 0 0 35 7.5 -7.5 7.5 -5 0 5 0 0 45 35 25 0 55 45 27.5 -7.6 27.5 22.5 0 7 27.5 17.5 10 12.5 60 2.5 57.5 .

Responden Nomor 6 (siswa yang mendapat nilai cukup) 1)Senang. 10)Jadi senang menulis cerpen. misalkan ramai saya tetap bisa menulis cerpen 6)Ya. 3)Ya. membantu mengatasi kesulitan. 7)Ya. termotivasi. kesulitan mengembangkan kerangka karangan. lebih mudah menulis cerpen. masih kesulitan. lagunya sesuai dan mudah dimengerti. 5)Ya. 5)Ya. 6)Ya. membantu mengatasi kesulitan 10)Senang menulis cerpen . 3)Ya. 2. 2)Mampu. 4)Ya. 8)Ya. termotivasi 4)Ya. kelas yang tenang menulis cerpen pun akan mudah. lagunya sesuai dengan pengalaman. 8)Ya. lebih tahu menulis cerpen. masih ada kesulitan. kesulitan-kesulitan dapat langsung ditanyakan.Hasil Wawancara Siklus I Waktu Pelaksanaan Tempat Pelaksanaan Jumlah Siswa yang : Sabtu. 9)Ya. dapat bertanya-tanya dengan guru tentang cerpen. 2)Mampu. 14 April 2007 Pe ning : Diwawancarai kata n (%) : Ruang kelasPe SMA NegeriPe Pemalang X-7 1 4 siswa ning kata n (%) ning kata n (%) 1.Responden Nomor 22 (siswa yang mendapat nilai baik) 1)Senang. 7)Ya. 9)Ya. menuangkan pikiran ke dalam kata-kata.

sulit membuatnya.Responden Nomor 14 (siswa yang mendapat nilai kurang) 1)Tidak terlalu suka. termotivasi 4)Ya. lagunya bagus. membantu untuk dapat menulis cerpen. guru memberi tahu cara menulis cerpen yang baik. masih ada kesulitan 8)Ya. 6)Ya. lagunya saya suka dan sesuai dengan pengalaman 5)Ya.3. 3)Ya. membantu mengatasi kesulitan. . kesulitan merangkai kata-kata dan mengembangkan kerangka yang ada dalam teks lagu. masih ada kesulitan. 9)Ya. 7)Ya. 10)Lebih mudah menulis cerpen. bisa diungkapkan lewat cerpen 2)Mampu 3)Ya. kelas yang ramai jadi tidak dapat berkonsentrasi 6)Ya. 2)Mampu. guru mengajari menulis cerpen 7)Ya. 8)Ya. membantu mengatasi kesulitan 10)Lebih senang menulis cerpen 4.Responden Nomor 40 (siswa yang mendapat nilai cukup) 1)Senang. 5)Tidak berpengaruh. termotivasi 4)Ya. kesulitan mengungkapkan pikiran dalam kalimat-kalimat 9)Ya.

lebih tahu menulis cerpen 2)Ya. 6)Ya. 2)Ya.Hasil Wawancara Siklus II Waktu Pelaksanaan Tempat Pelaksanaan Jumlah Siswa yang Diwawancarai : Kamis. kelas yang tenang dapat membantu kita untuk berimajinasi. 3)Ya. membantu mengatasi kesulitan yang saya hadapi 10)Sekarang saya senang menulis cerpen 2. lagunya sesuai dengan pengalaman.Responden Nomor 40 (siswa yang mendapat nilai sangat baik) 1)Senang. 7)Masih ada. misalkan kelas ramai akan menganggu menulis cerpen 6)Ya. dapat mengungkapkan pengalaman ke dalam cerpen. mampu.Responden Nomor 22 (siswa yang mendapat nilai sangat baik) 1)Senang. membantu mengatasi kesulitan 10)Lebih tahu tentang cerpen dan saya lebih senang menulis cerpen . 4)Ya. guru membantu mengatasi kesulitan dalam menulis cerpen. 5)Ya. 10 Mei 2007 : Ruang kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang : 4 siswa 1. termotivasi menulis cerpen 4)Ya. guru membimbing dan menjelaskan menulis cerpen yang baik 7)Tidak ada 8)Tidak ada 9)Ya. termotivasi untuk menulis cerpen. 8)Membuat diksi yang menarik 9)Ya. saya mampu 3)Ya. suasana kelas mempengaruhi dalam menulis cerpen. lagunya sesuai dengan pengalaman 5)Ya.

kita dapat menulis cerpen dengan sungguh-sungguh 6)Ya. lagu mengasyikan 5)Ya. guru membimbing siswa jadi siswa terbantu dalam menulis cerpen 7)Ya. membantu mengatasi kesulitan 10)Dapat menulis cerpen dengan mudah dan menyenangkan 4. kelas yang ramai akan mengganggu konsentrasi dalam menulis cerpen 6)Ya. masih ada kesulitan 8)Ya. masih ada kesulitan 8)Ya. pembelajarannya menyenangkan 2)Ya.3.Responden Nomor 9 = Siswa yang mendapat nilai cukup 1)Senang. termotivasi menulis cerpen 4)Ya. mampu memahami materi 3)Ya. guru mengajari menulis cerpen 7)Ya. kesulitan membuat kata-kata yang menarik untuk mewakili ide-ide yang ada dalam pikiran 9)Ya. pembelajarannya menyenangkan 2)Ya. termotivasi menulis cerpen 4)Ya. kelas tenang. membantu mengatasi kesulitan 10)Lebih mudah menulis cerpen . mampu 3)Ya. membuat kata-kata yang menarik 9)Ya.Responden Nomor 31 = Siswa yang mendapat nilai cukup 1)Senang. lagunya sesuai pengalaman dan memudahkan menulis cerpen 5)Ya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful