PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN MELALUI METODE LATIHAN TERBIMBING DENGAN MEDIA TEKS LAGU SISWA KELAS X-7 SMA

NEGERI 1 PEMALANG

SARI
Azizah, Wiwin Nur. 2007. Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen Melalui Metode Latihan Terbimbing dengan Media Teks Lagu pada Siswa Kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I : Drs. Agus Nuryatin, M.Hum, Pembimbing II : Drs. Mukh. Doyin, M. Si. Kata Kunci : Keterampilan menulis cerpen, metode latihan terbimbing, media teks lagu. Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia aspek bersastra SMA kelas X untuk subaspek menulis menyebutkan bahwa peserta didik harus mampu mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan orang lain ke dalam cerpen. Dalam hal ini siswa dituntut untuk mampu menulis cerpen yang baik, namun kemampuan menulis cerpen siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang masih rendah. Rendahnya kemampuan menulis tersebut disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari siswa sendiri, sedangkan faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari lingkungan siswa. Guru masih terbiasa dengan metode pembelajaran yang monoton dan terkesan hanya mengejar meteri. Oleh karena itu, untuk meningkatkan keterampilan menulis cerpen pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang digunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Berdasarkan uraian di atas, permasalahan yang dipaparkan dalam penelitian ini adalah 1) seberapa besar peningkatan kemampuan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X SMA N 1 Pemalang, dan 2) adakah perubahan tingkah laku siswa dalam pembelajaran menulis cerpen setelah mengikuti pembelajaran melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. Tujuan Penelitian ini yaitu 1) mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang dan 2) mendeskripsikan perubahan tingkah laku siswa setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen menggunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. Penelitian ini merupakan penelitian yang berbasis kelas. Dengan demikian penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang meliputi dua siklus. Tiap-tiap siklus dilakukan secara teratur yang terdiri atas empat tahap, yaitu 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) pengamatan, dan 4) refleksi. Data penelitian yang diambil melalui tes dan nontes. Alat pengambilan data tes yang digunakan berupa instrumen tes perbuatan yang berisi aspek-aspek kriteria penilaian kemampuan menulis cerpen berupa penilaian kemampuan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Alat pengambilan data nontes yang digunakan berupa pedoman observasi, wawancara, jurnal, angket, dan dokumentasi foto. Selanjutnya data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif.

ii

Berdasarkan analisis data penelitian, disimpulkan bahwa melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu, kemampuan menulis cerpen siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang meningkat sebesar 20,44% setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Hasil rata-rata tes menulis cerpen pratindakan sebesar 61,30 dan pada siklus I diperoleh hasil rata-rata sebesar 68,62, kemudian pada siklus II diperoleh hasil rata-rata sebesar 77,05 atau meningkat sebesar 12,29% dari siklus I. Perilaku siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pun mengalami perubahan ke arah positif. Perubahan tersebut ditunjukkan dengan perilaku siswa yang lebih serius dan bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran menulis cerpen. Selanjutnya, dari hasil penelitian tersebut, penulis memberikan saran 1) guru bahasa dan sastra Indonesia dapat menggunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam membelajarkan menulis cerpen kepada siswa, 2) peneliti lain dapat melakukan penelitian yang serupa dengan metode yang berbeda.

iii

iv

Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini benar-benar hasil karya saya sendiri. Agustus 2007 Wiwin Nur Azizah v . Semarang. bukan jiplakan dari karya tulis orang lain. baik sebagian atau seluruhnya.

.

vi .

8). •Doa adalah senjata ampuh orang mukmin Persembahan Karya kecil ini kupersembahkan untuk orang-orang yang senantiasa mengisi batin dan jiwaku 1)Bapak.MOTTO DAN PERSEMBAHAN Motto : •Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. tantangan terbesar dari hidup adalah tetap tumbuh dalam situasi apapun. Dan hanya kepada Tuhan-mulah hendaknya kamu berharap (QS. •Hidup artinya berani menghadapi tantangan. Ibu dan kakak-kakakku tercinta. maka apabila kamu sudah selesai (dari suatu urusan) kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. dari kalian aku mengerti arti pengorbanan 2)Keluarga dan sahabat-sahabatku 3)Teman-teman PBSI’03 4)Almamater vii . Al-Insyirah : 6 .

2. Agus Nuryatin M.Dra. baik dalam ilmu maupun pengetahuan. kepala SMA Negeri 1 Pemalang yang telah memberikan izin kepada penulis untuk mengadakan penelitian ini. Penulis menyadari bahwa dalam skripsi ini tidak terlepas dari bimbingan.Si.PRAKATA Puji syukur tiada terhingga ke hadirat Allah swt.Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia.Bapak dan Ibu dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia yang telah menyemaikan ladang dan menanamkan ilmu sebagai bekal yang sangat bermanfaat. dosen pembimbing I dan dosen pembimbing II yang disela-sela kesibukannya dengan penuh kesabaran.Hum dan Drs. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada yang terhormat: 1. keikhlasan. Mukh. sehingga penulis memperoleh kekuatan untuk menyelesaikan skripsi ini. Rishi Mardiningsih. viii .Drs. yang telah memberikan izin penelitian ini. bantuan. 3. dan sumbang saran dari segala pihak. Doyin M. Dekan Fakultas Bahasa dan Seni serta Rektor Universitas Negeri Semarang. dan kebijaksanaan memberikan bimbingan. arahan dan masukan kepada penulis. meskipun penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kelemahan-kelemahan dan semata-mata karena keterbatasan penulis. atas segala limpahan nikmat dan karunia yang diberikan kepada penulis. 4.

Dany.Teman-teman Florist kos Aee. dan dukungan yang telah diberikan. guru Bahasa dan Sastra Indonesia SMA Negeri 1 Pemalang yang telah memberikan bantuan dan kerelaannya untuk diajak bertukar pikiran dengan penulis dalam penelitian. Insya Allah jasa-jasa mereka akan saya kenang sepanjang hayat dan semoga Yang Mahakuasa memberikan yang terbaik dan Ridlo-Nya kepada kita semua di kehidupan sekarang dan yang akan datang. dan Lusi bersama mereka aku belajar hidup. 7. Utty.5. Mas Agus. Ari.Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu. bantuan. atas segala motivasi dan kasih sayangnya. atas doa. terima kasih bantuan komputernya. 12. Somsay.Mas Aris. 6. ix . Anna. dan De Ian. Mamih.Sahabat-sahabatku Melti. dukungan. Bilqis. Upi.Siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. Mar.Saptorini Wahyuningsih. S. kesabaran. 11. Ibu.Bapak. 8. Mba Is.S.Teman-teman seperjuangan di PBSI angkatan 2003 terima kasih atas segala informasi. terima kasih bangkitkan semangatku untuk maju. yang telah bersedia membantu pelaksanaan penelitian. Kiki. Achel. Mas Sulis. yang telah ikut memberikan bantuan dalam menyelesaikan penelitian ini. 10. perhatian. 9.Roger. 13. kasih sayang dan pengorbanannya selama ini.

Penulis sadar bahwa kesempurnaan hanyalah milik Yang Mahasempurna dan skripsi ini pun masih jauh dari kesempurnaan. Agustus 2007 Wiwin Nur Azizah x . kritik dan saran yang membangun dari pembaca saya harapkan. Semarang. Penulis juga sangat berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Oleh karena itu.

................................................... viii DAFTAR ISI............................... 14 2............................................................... HALAMAN PENGESAHAN.................................... 17 xi 1 7 8 9 9 9 ........... 1................................................................. xi DAFTAR TABEL.............. PERNYATAAN........3Pembatasan Masalah ....................... xvi DAFTAR LAMPIRAN.......................................................................... 1............... xv DARTAR DIAGRAM DAN GRAFIK....................................................1Kajian Pustaka ........ PERSETUJUAN PEMBIMBING.....6Manfaat Penelitian ............................................................. 1.....2...................................................................................... xiv DAFTAR GAMBAR ......................................................... BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2...............................2Identifikasi Permasalahan .......................................................................................... i ii iv v vi MOTTO DAN PERSEMBAHAN ............................................................................................................................................................ 1...........................................2.......................................................1Latar Belakang ................................................... 14 2................................. SARI..................................... 1....................................................................................2 Tujuan Menulis Cerpen..................... xvii BAB I PENDAHULUAN 1..............................................................4Rumusan Masalah ...................2Landasan Teoretis .........................................................................................................................................................1 Hakikat Menulis Cerpen .........DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...............................................................5Tujuan Penelitian .............................................................................. 11 2........ vii PRAKATA..

........ 20 2.....................1................................................................. 60 4................. 52 3.................4...................................................... 32 2...2 Hasil Penelitian Siklus I ..........................4...........1 Hasil Pratindakan ...... 60 4.......... 44 3.....................3..................1 4..3................2.........1..... 40 3....... 48 3....... 41 3.....4 Instrumen Penelitian ..2 Hasil Tes ..........2 Instrumen Nontes ........3 Variabel Penilaian ......................2 4...................................6 Teknik Analisis Data ...... 35 2. 34 2........1.....1 Instrumen Tes .............2............2.........................................................2..............................................5 Media Teks Lagu ...... 55 3...................................................3 Validitas Instrumen .............5 Teknik Pengumpulan Data .....1 4........................2................................................. 70 Hasil Tes .............................................................. 58 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4............ 91 Hasil Nontes .............1............. 39 BAB III METODE PENELITIAN 3.............1..2...................................................................................................................3Kerangka Berpikir .....1....3 Cerpen ............................ 46 3........................... 62 Hasil Nontes . 90 ....1......................2......................... 22 2......................................................................................................................3 Hasil Penelitian Siklus II ............2 Subjek Penelitian .....................................4Hipotesis Tindakan .1 Proses Tindakan Siklus I ..............6 Menulis Cerpen Melalui Metode Latihan Terbimbing dengan Media Teks Lagu................. 47 3........3........4......... 55 3.....1 Hasil Penelitian .... 38 2................................... 62 4..............1 Desain Penelitian ..... 20 2.....4 Metode Latihan Terbimbing ............3..1 Pengertian Cerpen................................................1............................................................1..... 100 xii 4.............................. 48 3.......2 Unsur-unsur Pembangun Cerpen .............2 Proses Tindakan Siklus II............2...............2..............

..................2 Pembahasan ...........................2 Peningkatan Pengaruh Penggunaan Metode Latihan Terbimbing dengan Media Teks Lagu terhadap Perubahan Perilaku Siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang..... 125 BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5....................................................................................................2............... 128 5.........4........ 130 LAMPIRAN-LAMPIRAN xiii ........1 Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen Siswa Kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang .......................................................................................................1 Simpulan ...........................................2 Saran ..................... 129 DAFTAR PUSTAKA ..........2........................................................ 117 4........ 117 4.......

.......................................................... 95 Tabel 18 Perolehan Skor Aspek Latar Siklus II......... 97 Tabel 20 Perolehan Skor Aspek Sudut Pandang Siklus I ........................................... Siklus I............ dan Siklus II.......... 83 Tabel 14 Hasil Tes Menulis Cerpen Siklus II ............................... 98 Tabel 21 Perolehan Skor Aspek Kepaduan Unsur-unsur Pembangun Cerpen Siklus II ............................................................................................................................................................ 63 Perolehan Skor Aspek Tema dan Amanat Siklus I ... 70 Tabel 13 Perolehan Angket Siklus I................................ 10 9 Tabel 23 Perolehan Nilai Rata-rata dan peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen pada Pratindakan.................... 69 Tabel 12 Perolehan Skor Aspek Kepaduan Unsur-unsur Pembangun Cerpen Siklus I .................. 96 Tabel 19 Perolehan Skor Aspek Diksi dan Gaya Bahasa Siklus II.... 51 Hasil Menulis Cerpen Pratindakan..................................... 119 xiv .............. 49 Pedoman Penilaian Keterampilan Menulis Cerpen.....................................................................................................DAFTAR TABEL Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Skor Penilaian Tes Menulis Cerpen....................................................... 67 Perolehan Skor Aspek Latar Siklus I ..................................... 66 Perolehan Skor Aspek tokoh dan Penokohan Siklus I . 68 Tabel 11 Perolehan Skor Aspek Sudut Pandang Siklus I ..................................................................... 67 Tabel 10 Perolehan Skor Aspek Diksi dan Gaya Bahasa Siklus I .... 93 Tabel 16 Perolehan Skor Aspek Alur Siklus II ............................................................... 99 Tabel 22 Perolehan Angket Siklus I ........................................................................... 91 Tabel 15 Perolehan Skor Aspek Tema dan Amanat Siklus II........... 94 Tabel 17 Perolehan Skor Aspek tokoh dan Penokohan Siklus II............................................................................... 60 Hasil Menulis Cerpen Siklus I ............. 49 Aspek Penilaian Keterampilan Menulis Cerpen ................................................................................................................ 65 Perolehan Skor Aspek Alur Siklus I .

..................... 114 Gambar 6 Aktivitas Siswa Menulis Cerpen Siklus II ............ 89 Gambar 4 Aktivitas Guru Melakukan Bimbingan Siklus I... 115 Gambar 7 Aktivitas Guru Membimbing Siswa Menulis Cerpen Siklus II .................. 116 xv ...................................................................DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Aktivitas Awal Pembelajaran Siklus I ......... 87 Gambar 2 Aktivitas Siswa mengamati dan Memperhatikan Teks Lagu Siklus I ................................................. 88 Gambar 3 Aktivitas Siswa Menulis Cerpen Siklus I ......... 90 Gambar 5 Aktivitas Awal Pembelajaran Siklus II ....................... 116 Gambar 8 Aktivitas Siswa Membacakan Cerpen ................................................................................................................

.....................61 Diagram batang 2 Hasil Tes Keterampilan Menulis pada Siklus I ..............92 Grafik 1 Grafik Hasil Tes Keterampilan Menulis Cerpen .....64 Diagram batang 3 Hasil Tes Keterampilan Menulis pada Siklus II .........................124 xvi .........DAFTAR DIAGRAM DAN GRAFIK Diagram batang 1 Hasil Tes Keterampilan Menulis pada Pratindakan ...

150 Lampiran 10 Hasil Observasi Siswa Siklus I......................... 175 xvii ............................. 133 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus II ..................................... 156 Lampiran 13 Pedoman Observasi Kelas Siklus I dan Siklus II ................................ 161 Lampiran 16 Pedoman Jurnal Guru Siklus I dan Siklus II..................... 163 Lampiran 17 Hasil Jurnal Guru Siklus I ............................................................................... 148 Pedoman Observasi Siswa Siklus I dan Siklus II ................................... 164 Lampiran 18 Hasil Jurnal Guru Siklus II ......... 171 Lampiran 22 Rekapitulasi Jurnal Siswa Siklus I dan Siklus II ........... 139 Teks Lagu Siklusi dan Siklus II.................................................................................................................................. 144 Hasil Tes Menulis Cerpen Siklus I .............................................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Daftar Nama Siswa Kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang ..................................... 167 Lampiran 21 Hasil Jurnal Siswa Siklus II......................................................... 152 Lampiran 11 Hasil Observasi Siswa Siklus II.......... 159 Lampiran 15 Hasil Observasi Kelas Siklus II .............................................................. 146 Hasil Tes Menulis Cerpen Siklus II............. 157 Lampiran 14 Hasil Observasi Kelas Siklus I ...................... 136 Contoh Cerpen Berdasarkan Teks Lagu... 166 Lampiran 20 Hasil Jurnal Siswa Siklus I . 142 Hasil Tes Menulis Cerpen Prasiklus.......................... 132 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus I...................................... 165 Lampiran 19 Pedoman Jurnal Siswa Siklus I dan Siklus II ................................................................... 154 Lampiran 12 Rekapitulasi Observasi Siswa Siklus I dan Siklus II...............................................

................. 224 Lampiran 34 Surat Keputusan Pengangkatan Dosen Pembimbing Skripsi ......................... 196 Lampiran 29 Hasil Wawancara Siklus II ............................................................................................ 205 Lampiran 32 Hasil Menulis Cerpen Siswa Siklus II............................. 178 Lampiran 25 Hasil Angket Siklus II ....................................................................................... 194 Lampiran 27 Pedoman Wawancara Siklus I dan Siklus II....... 227 Lampiran 37 Surat Keterangan Panitia Ujian Skripsi ...................................... 186 Lampiran 26 Rekapitulasi Angket Siklus I dan Siklus II............................... 212 Lampiran 33 Surat Izin Observasi........... 228 xviii ........ 195 Lampiran 28 Hasil Wawancara Siklus I.............. 226 Lampiran 36 Surat Keterangan Penelitian ..... 225 Lampiran 35 Surat Izin Penelitian...................................................... 200 Lampiran 31 Hasil Menulis Cerpen Siswa Siklus I ................. 198 Lampiran 30 Hasil Menulis Cerpen Siswa Pratindakan .................................................................................................................................................. 176 Lampiran 24 Hasil Angket Siklus I..Lampiran 23 Pedoman Angket Siklus I dan Siklus II....................................................................................................

..................Daftar Nama Siswa Kelas VII D ............. ......................Lembar Pengamatan Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Guru Siklus I Pertemuan Ke-2 ............Lembar Kerja Siswa Siklus I Pertemuam ke-2 .......................................... 96 4.. ...........Rencana Pembelajaran Siklus I Pertemuan ke-2.....................................................Rencana Pembelajaran Siklus I Pertemuan ke-1 .............. 107 10............................................. 102 6......Lembar Pengamatan Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Guru Siklus I I .........Lembar Pengamatan Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Guru Siklus I Pertemuan Ke-1 .................. 99 5.................................Lembar Kerja Siswa Siklus II ......................... 104 8...Hala man 1..... 93 3....................... 109 11..............................Rencana Pembelajaran Siklus II...Lembar Kerja Siswa Siklus I Pertemuam ke-1 .......................................................................Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus I Pertemuan ke-1 ........................... 92 2.......................................... 111 xix ..................... 103 7.... 105 9............................

......................................................Daftar Nilai Ulangan Siklus I...... 151 28...................... 118 16.............................Analisis Validitas......Kisi-kisi Penyebaran Butir Soal ................................................................. 113 13.................Kurikulum 2004 ........ 150 27....................................................Surat Keterangan Penelitian dari SMP N 4 Randudongkal ...Kunci Jawaban Soal Uji Coba ......Kunci Jawaban Soal Evaluasi Siklus I ................................................Daftar Nilai Ulangan Sebelum Tindakan...... 127 18........................ 146 23..........Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus I Pertemuan ke-2.....................Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus II ........................................................................Soal Evaluasi Siklus II ...................................................... 141 21..................Kunci Jawaban Soal Evaluasi Siklus II.......Rekapitulasi Hasil Belajar Sebelum Tindakan.......................... Tingkat Kesukaran dan Daya Pembeda............................ 159 31...........................Daftar Kelompok............................................................Daftar Nilai Ulangan Siklus II ..............................Soal Uji Coba ........ 161 xx ........... 142 22......................................................................Daftar Nilai Ulangan IPS Ekonomi Pokok Bahasan Perusahaan dan Badan Usaha Siswa Kelas VII SMP N 4 Randudongkal ........ 160 32.........Surat Ijin Observasi dari Fakultas Ekonomi ... 128 19............................................. Reabilitas.....................Silabus ........................................ 158 30................................. 147 24.................................... 157 29...................... 117 15...... Siklus I....................................................................................................................................................Surat Ijin Penelitian dari Fakultas Ekonomi ................... 115 14........ 138 20....Soal Evaluasi Siklus I ....... 119 17...... dan Siklus II......................12. 149 26............ 148 25............

dan masuk akal. Suyatno (2004:6) menyatakan bahwa posisi bahasa Indonesia berada dalam dua tugas. keagamaan. Di antara keterampilan tersebut keterampilan mendengarkan dan keterampilan membaca merupakan keterampilan reseptif. Bahasa Indonesia yang dipakai 1 . Bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi baik secara lisan maupun tulis tersebut muncul dalam segala aktivitas seperti pendidikan. Tugas kedua adalah bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. dan dapat meningkatkan kemampuan intelektualnya. bahasa Indonesia tidak mengikat pemakainya untuk sesuai dengan kaidah dasar. Manusia berkomunikasi agar dapat saling belajar. perdagangan. Penggunaan bahasa dalam berkomunikasi ada dua macam yaitu bahasa lisan dan bahasa tulis. keterampilan berbicara. dan sebagainya. politik. cermat. dan keterampilan menulis. Sebagai bahasa nasional. berbagi pengalaman. sedangkan keterampilan berbicara dan keterampilan menulis merupakan keterampilan produktif.1Latar Belakang Bahasa merupakan alat yang sangat vital bagi manusia dalam berkomunikasi. Sebagai bahasa negara berarti bahasa Indonesia harus digunakan sesuai dengan kaidah. Pengajaran keterampilan bahasa dan sastra Indonesia mencakupi keterampilan mendengarkan.BAB I PENDAHULUAN 1. Tugas pertama adalah bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Keempat keterampilan tersebut selalu berkait satu dengan yang lain. tertib. keterampilan membaca.

dan minatnya. Keterampilan menulis merupakan syarat untuk berkecimpung dalam berbagai macam bidang atau kegiatan. Dengan demikian pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah tidak hanya mempelajari bahasa yang resmi. bahasa yang sesuai dengan tata bahasa dan kaidah-kaidah penggunaannya saja tetapi juga mempelajari bahasa dalam bentuk yang tidak resmi seperti dalam bahasa sastra. Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus diajarkan pada siswa. Keterampilan menulis mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. serta dapat menumbuhkan penghargaan terhadap hasil karya kesastraan dan hasil intelektual bangsa sendiri.2 harus lengkap dan baku. Diberlakukannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) oleh pemerintah menghendaki (1) peserta didik dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuan. (4) orang tua dan masyarakat dapat secara aktif terlibat dalam pelaksanaan program kebahasaan dan kesastraan di sekolah. kebutuhan. (2) guru dapat memusatkan perhatian kepada pengembangan kompetensi bahasa siswa dengan menyediakan berbagai kegiatan berbahasa dan sumber belajar. Hal ini mengandung pengertian betapa pentingnya keterampilan dan kemampuan menulis dalam kehidupan sehari-hari. (3) guru lebih mandiri dan leluasa dalam menentukan bahan ajar kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah dan siswanya. Tingkat kebakuannya diukur oleh aturan kebahasaan dan logika pemakaian. (5) sekolah dapat menyusun program pendidikan tentang kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan keadaan siswa dan sumber belajar yang tersedia. (6) daerah dapat menentukan bahan dan sumber belajar 2 .

Pemilihan cerpen karena cerpen tidak memerlukan waktu yang lama untuk membuatnya karena bentuknya yang lebih pendek daripada novel. Tulisan imajinatif yang merupakan tulisan kreatif. novelet. Keterampilan menulis cerpen dapat ditingkatkan 3 . pendapat. Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia aspek bersastra SMA kelas X untuk subaspek menulis menyebutkan bahwa siswa harus mampu mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan orang lain ke dalam cerpen (Depdiknas. mendengarkan penjelasan guru. Di samping memperoleh pengetahuan tentang teori-teorinya siswa pun dituntut untuk dapat mengungkapkan pikiran.3 kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi dan kekhasan daerah dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional (Depdiknas. perasaan ataupun pengalaman penulisnya. gagasan. cerpen. 2005:1). serta berupa pemadatan kata yang di dalamnya menceritakan gagasan. Siswa tidak akan memperoleh keterampilan menulis hanya dengan duduk. dalam hal ini dapat berupa puisi. dan novel. sehingga cerpen sering disebut bacaan yang dapat dibaca sekali duduk. begitu pun untuk membacanya. Dalam kajian ini dipilih cerpen sebagai objek penelitian. dan perasaannya melalui sebuah karya sastra yang berupa cerpen. Bahasa yang digunakan dalam cerpen pun menggunakan bahasa yang sederhana. lebih sederhana jika dibandingkan dengan bahasa dalam puisi yang mempunyai arti lebih kompleks. Keterampilan menulis cerpen bukanlah sesuatu yang dapat diajarkan melalui uraian atau penjelasan semata-mata. dan mencatat penjelasan guru. Untuk mencapai standar kompetensi di atas proses pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia bukan sekadar pengajaran mengenai teori-teori sastra. 2005:4).

Tidak sedikit siswa yang mengalami hambatan dalam mengembangkan keterampilannya menulis cerpen. pikiran. Ide. Hal ini dapat dilihat dari kesesuaian isi cerpen dengan tema. diksi yang digunakan dalam menulis cerpen kurang bervariasi. kesulitan menentukan tema. dan pengembangan ide atau gagasan kurang bervariasi. pengembangan topik. Proses belajar mengajar Bahasa dan Sastra Indonesia di sekolah-sekolah umumnya berorientasi pada teori dan pengetahuan semata-mata sehingga keterampilan berbahasa khususnya keterampilan menulis kurang dapat perhatian. 4 . hambatan-hambatan tersebut yaitu daya imajinasi siswa masih kurang. tidak diungkapkan khususnya dalam bentuk karya sastra. keterampilan maupun psikomotor. Siswa kurang aktif dan sering kali metode ini menimbulkan kebosanan bagi siswa dalam pembelajaran menulis cerpen sehingga karya yang dihasilkan siswa kurang maksimal. dan perasaan mereka berlalu begitu saja. Cerpen yang dibuatnya kurang menarik karena bahasa yang digunakan monoton. Keterampilan menulis cerpen yang diajarkan di sekolah-sekolah selama ini menggunakan metode konvensional. Hal ini juga dialami siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. Hasil dan prestasi dapat meningkat apabila ada perubahan sikap dan tingkah laku siswa baik pada aspek pengetahuan.4 dengan melakukan kegiatan menulis cerpen secara terus-menerus sehingga akan mempengaruhi hasil dan prestasi siswa dalam menulis cerpen. Peran guru amat dominan dalam proses pembelajaran. dan kurang dapat mengembangkan ide. gagasan. dan diksi yang belum mendapat perhatian dari siswa.

5 Guru sebagai penyampai materi kepada siswa harus dapat menyampaikan materi yang akan dibahas dengan metode dan media yang tepat dan menarik. dan (3) evaluasi pembelajaran. sekaligus inspirator bagi siswa sangat diperlukan dalam hal ini yaitu memberikan latihan terbimbing kepada siswa dalam menulis kreatif cerpen. melainkan dengan latihan yang sungguhsungguh keterampilan itu dapat dimiliki oleh siapa saja. Keprofesionalan seorang guru dituntut demi lancarnya proses belajar mengajar. Peran guru sebagai motivator. 5 . Keterampilan menulis merupakan proses belajar yang memerlukan ketekunan berlatih. Dalam penguasaan keterampilan pembelajaran guru dituntut untuk menggunakan berbagai strategi pembelajaran. untuk dapat menulisnya diperlukan usaha yang keras dan latihan terbimbing secara terus-menerus untuk menghasilkan cerpen yang baik. Ada tiga persyaratan utama yang harus dimiliki oleh seorang guru agar menjadi guru yang baik. Begitu juga dengan keterampilan menulis cerpen. yaitu menguasai (1) bahan ajar (2) keterampilan pembelajaran. Strategi pembelajaran yang tepat dan dapat menarik perhatian siswa sehingga menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. keterampilan menulis akan meningkat. fasilitator. Pembelajaran menulis cerpen dalam penelitian ini menggunakan metode latihan terbimbing karena keterampilan menulis bukanlah semata-mata milik golongan orang yang berbakat menulis. semakin rajin berlatih. Hal tersebut akan berdampak pada keberhasilan siswa dalam mengikuti pembelajaran dan mengerjakan tugas yang diberikan guru.

begitu juga dengan media yang digunakan dalam pembelajaran menulis cerpen dengan media teks lagu ini. (3) teks lagu berisi rangkaian kata indah yang mengisahkan sebuah cerita. Media memegang peran penting dalam pembelajaran karena dengan adanya media siswa dapat menangkap penjelasan yang disampaikan guru dengan mudah. Pemilihan teks lagu sebagai media dalam pembelajaran menulis cerpen didasarkan pada alasanalasan berikut: (1) pada usianya yang masih tergolong remaja kebanyakan siswa SMA menyukai lagu-lagu. baik mengenai kehidupan. pengalaman ataupun sebuah peristiwa. Siswa diharapkan dapat meningkatkan kemampuannya menuangkan ide-ide atau pengalamannya ke dalam sebuah karya sastra yaitu cerita pendek dengan mudah dan dapat menghasilkan karya yang baik. Berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas tentang keterampilan menulis cerpen telah banyak dilakukan. namun metode-metode dan media yang digunakan 6 .6 Media yang digunakan dalam pembelajaran menulis cerpen yaitu teks lagu. dengan teks lagu tersebut dapat diketahui alur dan temanya yang akan mempermudah siswa dalam menulis cerpen. kebahagiaan dan keharuan bagi yang menikmatinya. (2) lagu merupakan sarana hiburan yang menyenangkan dan dapat menciptakan kepuasan. Teks lagu merupakan sebuah naskah yang berisi lirik lagu yang berisi rangkaian kata yang merupakan ungkapan pikiran dan perasaan penyair. Beberapa penelitian mengenai keterampilan menulis cerpen telah banyak dilakukan. sehingga dengan media ini diharapkan dapat menstimulus siswa untuk menghasilkan karya terbaiknya dan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

2Identifikasi Masalah Masalah yang muncul dalam keterampilan menulis cerpen dapat dipengaruhi oleh faktor siswa dan faktor guru. Masalah yang muncul pada siswa dapat diatasi dengan menyajikan pembelajaran menulis cerpen yang lebih menarik dengan menggunakan metode yang tepat yaitu latihan terbimbing dengan media yang sesuai dan menarik yaitu menggunakan teks lagu. Masalah yang dialami siswa yaitu masih rendahnya kemampuan menulis cerpen. Oleh karena itu. Teks lagu yang digunakan sebagai media dalam 7 . Metode latihan terbimbing membantu siswa dalam menulis cerpen karena melalui metode ini guru memberikan latihan terbimbing kepada siswa untuk dapat menulis cerpen yang baik dan kreatif. pengalaman pribadi sebagai basis melalui pendekatan keterampilan proses dan pemodelan. 1. Keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu diasumsikan dapat mengatasi permasalahan siswa dalam pembelajaran keterampilan menulis cerpen.7 berbeda-beda. peneliti melakukan penelitian tindakan kelas sekaligus sebagai bahan penyusunan skripsi dengan judul Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen melalui Metode Latihan Terbimbing dengan Media Teks Lagu Siswa Kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. Metode dan media yang telah digunakan antara lain karya wisata. Penelitian ini akan mencoba metode latihan terbimbing dengan media teks lagu untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen. Hal tersebut memberi kemungkinan untuk menemukan metodemetode yang lain untuk dijadikan penelitian lebih lanjut.

dan kurang kreatif dalam mengembangkan pelajaran menulis cerpen. Masalah yang dialami guru. yaitu kurang memberi respon terhadap pelajaran menulis (mengarang) sehingga sering dilewati.3Pembatasan Masalah Berdasarkan uraian di atas. Pembelajaran menulis cerpen harus mendapat porsi yang cukup. menghargai hasil karya siswa dengan memberi penilaian.8 pembelajaran menulis cerpen yaitu sebagai sarana untuk mempermudah siswa menentukan tema dan alur cerpen. dipilih masalah yang akan diteliti yaitu rendahnya keterampilan menulis cerpen dan kurangnya respon siswa terhadap pembelajaran menulis cerpen pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. tidak menggunakan metode yang tepat. kurang memberi pelatihan menulis cerpen. Masalah-masalah guru ini dapat diatasi dengan menumbuhkan kesadaran bagi guru bahwa pembelajaran menulis cerpen merupakan bagian yang penting dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang tidak bisa diremehkan dan dilewati begitu saja. Guru hendaknya dapat menggunakan metode pembelajaran menulis cerpen yang tepat agar menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan secara kreatif menggunakan sarana serta media yang ada untuk menarik minat siswa. Permasalahan tersebut akan diatasi dengan cara menggunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. serta kurang menggunakan media yang tepat dan menarik perhatian siswa. 8 . dan pujian seperlunya sehingga dapat tercapai tujuan yang diharapkan. 1. tidak menindaklanjuti hasil karangan siswa.

Mendeskripsikan perubahan perilaku siswa setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen menggunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang.Adakah perubahan perilaku siswa setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang? 1. rumusan masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.Mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang.6Manfaat Penelitian Penelitian ini mempunyai manfaat teoretis dan praktis sebagai berikut: 1.9 1.Seberapa besar peningkatan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang? 2.Manfaat Teoritis Manfaat teoritis setelah dilakukan latihan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu adalah berupa ditemukannya metode pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen. 9 . 2. 1.5Tujuan Penelitian 1.4Rumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah di atas.

Bagi guru. 10 . dengan adanya penelitian ini siswa mendapat pengalaman belajar yang bermakna melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dan dapat meningkatkan keterampilannya menulis cerpen. hasil penelitian ini dapat dijadikan pembanding terutama dalam hal cara meningkatkan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. guru.10 2.Manfaat Praktis Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat. Bagi peneliti yang lain. Bagi siswa. dan peneliti yang lain. penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam upaya meningkatkan keterampilan menulis cerpen bagi siswanya. khususnya bagi siswa.

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.25% menjadi 76. Maulana (2005). Tutiyah (2005). Peningkatan ini dapat terlihat pada daya serap siswa sebelum ada tindakan yaitu 58. Farikoh (2003) melakukan penelitian tentang peningkatan menulis cerpen dengan judul Peningkatan Kemampuan Menulis Cerpen dengan Metode Karya Wisata pada siswa Kelas I3 MA Ma`hadut Thalabah Babakan Lebaksiu Tegal. Penelitian tindakan kelas tentang menulis cerpen merupakan penelitian yang menarik. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa keterampilan siswa dalam menulis cerpen dapat ditingkatkan dengan metode karya wisata.63%. Penelitian tersebut dilakukan oleh Farikoh (2003). pada siklus II meningkat 7.1Kajian Pustaka Penelitian murni yang beranjak dari nol atau dari awal jarang ditemui. karena biasanya suatu penelitian mengacu pada penelitian lain yang dapat dijadikan titik tolak penelitian selanjutnya. dan Kusworosari (2007). Dengan demikian peninjauan terhadap penelitian lain sangat penting untuk mengetahui relevansi penelitian yang telah lampau dengan penelitian yang akan dilakukan.66% kemudian meningkat 10. Dengan demikian 11 .22% setelah ada siklus I menjadi 69.38%. Banyaknya penelitian tentang menulis cerpen tersebut dapat dijadikan salah satu bukti bahwa menulis cerpen-cerpen di sekolah-sekolah sangat menarik untuk diteliti.

Penelitian yang sama juga dilakukan oleh Tutiyah (2005) berjudul Peningkatan Kemampuan Menulis Cerkak dengan Metode Karya Wisata pada Siswa Kelas IE SMP Negeri 1 Banjarmangun. Pada siklus II diperoleh hasil rata-rata kelas 73. Hasil tes pada siklus I diperoleh hasil rata-rata kelas sebesar 62. Setelah menggunakan metode karya wisata nilai rata-rata keterampilan siswa dalam menulis cerkak meningkat sebesar 0.27. Perilaku siswa kelas X-1 SMA Negeri 5 Semarang dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen mengalami perubahan dari perilaku negatif menjadi perilaku positif.12 belajar menulis cerpen dengan metode karya wisata dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen. Kusworosari (2007) melalukan penelitian dengan judul Peningkatan Menulis Cerpen dengan Pengalaman Pribadi sebagai Basis Melalui pendekatan Keterampilan Proses pada Siswa Kelas X-1 SMA Negeri 5 Semarang. Hasil analisis dari data siklus I dan siklus II mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan peningkatan dari siklus I dan siklus II. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keterampilan menulis cerpen pada siswa kelas X-1 SMA Negeri 5 Semarang mengalami peningkatan. Penelitiannya mengkaji tentang metode karya wisata yang berguna untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerkak. Penelitian yang telah dilakukan memperoleh hasil peningkatan keterampilan siswa yang signifikan dengan nilai rata-rata siswa pada kegiatan pembelajaran prasiklus ke siklus I meningkat sebesar 2.65. .37.51.

Berdasarkan kajian pustaka yang dipaparkan dapat diketahui bahwa penelitian tindakan kelas tentang menulis cerpen maupun metode latihan terbimbing yang digunakan untuk meningkatkan berbagai keterampilan menulis cerpen memang sangat menarik dan banyak dilakukan. Penelitian yang telah ada tersebut memiliki kekhasan masing-masing. dan Kusworosari (2007). Kusworosari (2007) menerapkan pengalaman pribadi sebagai basis melalui pendekatan proses. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis cerpen seperti yang dilakukan oleh Farikoh (2003). siswa sudah berperilaku positif terhadap pembelajaran. sedangkan penelitian kali ini menerapkan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu untuk meningkatkan keterampilan menulis cerpen. . Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan ternyata ditemukan adanya peningkatan keterampilan menulis siswa kelas 2 B SMP Cinde Semarang setelah mengikuti pembelajaran menulis iklan dengan menggunakan metode latihan terbimbing. Begitu juga dengan penelitian yang dilakukan penulis kali ini. Farikoh (2003) dan Tutiyah (2005) menerapkan keterampilan menulis cerpen dengan menggunakan metode karya wisata. Tutiyah (2005). Perubahan perilaku siswa juga tampak selama penelitian berlangsung.13 Penelitian yang dilakukan Maulana (2005). yang berjudul Peningkatan Keterampilan Menulis Iklan dengan Menggunakan Metode Latihan Terbimbing pada Siswa Kelas 2B SMP Cinde Semarang Tahun Ajaran 2004/2005. penelitian ini mempunyai perbedaan dengan penelitian sebelumnya. Namun demikian.

1Hakikat Menulis Cerpen Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung. dengan menggunakan lambang-lambang bahasa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi terhadap masalah-masalah yang dihadapi siswa di sekolah ini. 2. Unsur kreativitas mendapat tekanan dan perhatian besar karena dalam hal ini sangat penting peranannya dalam pengembangan proses kreatif . tujuan menulis kreatif cerpen. Komunikasi tidak langsung ini dilakukan dengan menggunakan media tulis.14 Penelitian ini mengkaji tentang peningkatan keterampilan menulis cerpen dan perubahan tingkah laku siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang setelah mengikuti pembelajaran melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. 2. metode latihan terbimbing. khususnya masalah kelemahan atau rendahnya keterampilan siswa dalam menulis cerpen. Dasar penulisan kreatif atau creatif writing sama dengan menulis biasa. Pada penelitian ini guru memberikan latihan terbimbing dengan media teks lagu saat pembelajaran. media teks lagu. hakikat cerpen. tidak tatap muka dengan orang lain (Tarigan. dan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. sehingga siswa dapat menulis cerpen yang baik. unsur-unsur pembangun cerpen.2. 1986:3). pada umumnya.2Landasan Teoretis Teori-teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah hakikat menulis kreatif cerpen.

Tidak ada bagian yang ompong. atau melukiskan suasana. Oleh karena itu di dalam karya sastra menyuguhkan nilai kehidupan. tiap tanda bacanya. atau juga kegagalan kita dalam menyongsong masa depan.15 seorang penulis/pengarang dalam karya-karyanya. yakni nilai-nilai yang bermakna bagi kehidupan. tidak ada bagian yang berlebihan (Diponegoro 1994:6). yang mengarahkan dan meningkatkan kualitas hidup kita sebagai manusia. Cerita dalam cerpen sangat kompak. tidak ada bagiannya yang hanya berfungsi sebagai embel-embel. keberhasilan kita kini. Karya kreatif merupakan interpretasi evaluatif yang dilakukan pengarang terhadap kehidupan yang kemudian direfleksikan melalui medium bahasa pilihan. Dalam hal kreativitas menulis cerpen. Menulis merupakan suatu kegiatan produktif dan ekspresif. Menulis cerpen merupakan cara menulis yang paling selektif dan ekonomis. atau mengungkapkan watak tokoh. Tamsir (dalam Endraswara 2003:239) memberikan petunjuk bahwa penulis ibarat kamerawan yang membidik perjalanan panjang kehidupan manusia atau sesuatu yang dimanusiakan. Pendapat . Karya kreatif bisa saja merupakan penemuan kembali kekuatan dan kelemahan kita di masa lalu. Tiap bagiannya. semuanya memberi saham yang penting untuk menggerakkan jalan cerita. dan mengarang termasuk tulisan kreatif yang penulisannya dipengaruhi oleh hasil rekaan atau imajinasi pengarang. Jadi sumber penciptaan karya sastra tidak lain adalah kehidupan kita secara keseluruhannya. tidak ada bagian yang sia-sia. Menulis cerpen pada hakikatnya merujuk pada kegiatan mengarang. kreativitas ini dalam ide maupun (hasil) akhirnya (Titik 2003:31). tiap kalimatnya. tiap katanya.

bahkan dari mimpi bisa menjadi ide cerita yang mampu menggerakkan imajinasi untuk berkreasi membuat cerpen. Peristiwaperistiwa yang terjadi dalam cerpen hanya direkayasa pengarangnya. cerpen (dan semua cerita fiksi) disebut cerita rekaan. Bahan baku cerpen memang bisa berasal dari kisah yang benar-benar terjadi dalam masyarakat. Demikian pula para pelaku yang terlibat dalam peristiwa itu. Bisa juga cerita itu berasal dari kisah yang benar-benar dialami sendiri oleh pengarangnya yang diolah sedemikian rupa dalam bentuk cerpen menjadi cerita fiksi. Oleh karena itu. ceritanya masih masuk akal sehingga mungkin saja terjadi. pengamatan atas kejadiankejadian di sekitar kita. Wiyanto (2005:96) mengemukakan bahwa menulis cerpen harus banyak berkhayal karena cerpen memang karya fiksi yang berbentuk prosa. dan suasana terjadinya peristiwa pun hanya direka-reka oleh pengarangnya. Selanjutnya Siregar dalam Gie (2002:197) menyatakan bahwa cerita adalah ekspresi yang menggunakan kata-kata atas suatu kejadian atau peristiwa yang dialami manusia. Kejadian itu berlangsung pada saat seseorang tersebut berinteraksi dengan manusia lain dan alam sekelilingnya. Wujud dari interaksi itu dilahirkan dengan hal-hal yang dinyatakan dari pikiran dan perasaan dan hal-hal yang dinyatakan dengan perbuatan. Cerita dalam cerpen meskipun khayal.16 itu memberikan gambaran bahwa penulis cerpen harus tanggap terhadap lingkungan dan perubahan waktu. dari membaca buku atau menonton film. Pengalaman pribadi. Cerita selamanya akan menyangkut manusia atau makhluk dan hal lain yang diperinsankan (dipersonifikasikan). Waktu. cerita khayal. atau cerita rekaan. . tempat.

menyenangi. menikmati.17 Namun. pelaku. 2. Salah satu teks bersifat kreatif adalah teks cerpen. Berdasarkan uraian menulis kreatif cerpen yang disampaikan di atas. Apresiatif maksudnya melalui kegiatan menulis kreatif orang dapat mengenali. tempat. ceritanya benarbenar hasil imajinasi pengarangnya yang jauh dari kenyataan. Ekspresif dalam arti bahwa kita dimungkinkan mengekspresikan atau mengungkapkan berbagai pengalaman/berbagai hal yang menggejala dalam diri kita untuk dikomunikasikan kepada orang lain melalui tulisan kreatif sebagai sesuatu yang bermakna.Assignment purpose (tujuan penugasan) Tujuan penugasan ini sebenarnya tidak mempunyai tujuan sama sekali. waktu. secara ekspresif dan apresiatif.2. Penulis menulis sesuatu karena ditugaskan. dan mungkin menciptakan kembali secara kritis berbagai hal yang dijumpai dalam teks-teks kreatif karya orang lain dengan caranya sendiri dan memanfaatkan berbagai hal tersebut ke dalam kehidupan nyata. Peristiwa. dan suasana yang terjadi dalam cerpen hanya bersifat rekaan atau khayal.2Tujuan Menulis Cerpen Hartig (dalam Tarigan 1982:24) menyebutkan tujuan menulis sebagai berikut: 1. ada beberapa cerpen yang ceritanya tidak masuk akal. bukan atas kemauannya . perasaan. Trianto (dalam Kholifah 2006:19) menyebutkan bahwa tulisan yang bersifat kreatif merupakan tulisan yang bersifat apresiatif dan ekspresif. dapat diketahui bahwa menulis cerpen merupakan proses kreatif yang melahirkan pikiran.

Informational purpose (tujuan informasional. 2. Tujuan ini erat hubungannya dengan tujuan pernyataan diri. Tulisan yang bertujuan mencapai nilai-nilai artistik. .Persuasive purpose (tujuan persuasif).Creative purpose (tujuan kreatif).18 sendiri(misalnya para siswa yang diberi tugas merangkum buku. 6. ingin menolong para pembaca memahami. Tulisan yang bertujuan memperkenalkan atau menyatakan diri sang pengarang kepada pembaca. 3. menghargai perasaan dan penalarannya. 4. Tulisan yang bertujuan meyakinkan para pembaca akan kebenaran gagasan yang diutarakan. dan melibatkan dirinya dengan keinginan mencapai norma artistik.Altruistik purpose (tujuan altruistik). tujuan penerangan) Tulisan yang bertujuan memberi informasi atau keterangan/penerangan kepada para pembaca. nilai-nilai kesenian.Problem-solving purpose (tujuan pemecahan masalah). menghindarkan kedukaan para pembaca. atau seni yang ideal. 5. 7. seni idaman.Self-expressive purpose (tujuan pernyataan diri). Penulis bertujuan untuk menyenangkan para pembaca. sekretaris yang ditugaskan membuat laporan. Tetapi ”keinginan kreatif” di sini melebihi pernyataan diri. notulen rapat). ingin membuat hidup para pembaca lebih menyenangkan dengan karyanya itu.

atau apakah cerpen itu hanya dimuat dalam majalah lokal dengan sirkulasi mini. Dan anda ingin menulis lagi cerpen yang lebih baik. yakni yang bersifat apresiatif dan yang bersifat ekspresif. Selanjutnya Jabrohim (2003:71) menyebutkan bahwa tujuan yang dicapai melalui kegiatan pengembangan menulis kreatif. Namun lain halnya pendapat Diponegoro (1994:4) yang menyangkal pendapat tersebut ia menyatakan bahwa ”Saya juga tidak setuju. kecuali orang goblog. apakah hanya sedikit orang yang suka membaca cerpen itu. Dan anda tidak peduli lagi. Dr. menjernihkan serta menjelajahi serta meneliti secara cermat pikiran-pikiran dan gagasan-gagasannya sendiri agar dapat dimengerti dan diterima oleh para pembaca. Hasrat itu begitu besar sehingga seperti orang tak bersalah yang disekap dan berontak menggebrak pintu untuk keluar. Keluar dari sekapan itu haknya yang mutlak. anda baru mencapai puncak kepuasan. Dan jika cerpen itu sudah lahir dari mesin ketik anda. puncak demi puncak kepuasan. atau malah hanya terjepit dalam map anda yang ketlingsut . kepuasan batin yang paling penting. Apresiatif maksudnya bahwa melalui kegiatan penulisan . seperti perasaan ibu yang terbaring di ranjang bersalin ketika mendengar tangis awal bayinya yang baru lahir”. Samuel Jonson (dalam Diponegoro 1994:4) menyatakan bahwa ”tidak ada seorang pun. yang mau menulis tidak untuk cari uang”.19 Dalam tulisan seperti ini sang penulis ingin memecahkan masalah yang dihadapi. Kemungkinan lain ialah anda berhasrat menulis cerpen karena anda dilahirkan memang untuk menulis cerpen. Sang penulis ingin menjelaskan. sebab ada juga orang menulis tidak untuk cari uang dan toh ia bukan orang yang goblog.

menyenangi dan menikmati. menikmati. dan dapat menciptakan cerpen-cerpen yang lebih kreatif. Suharianto (1982:39) menyatakan bahwa cerita pendek bukan ditentukan oleh banyaknya halaman untuk mewujudkan cerita tersebut atau sedikit . menulisnya dalam menyampaikan pendapat. dan mungkin menciptakan kembali secara kritis berbagai hal yang dijumpai dalam teks-teks kreatif karya orang lain dengan caranya sendiri. pikiran. Ekspresif dalam arti bahwa kita dimungkinkan mengekspresikan atau mengungkapkan berbagai pengalaman atau berbagai hal yang menggejala dalam diri kita untuk dikomunikasikan kepada orang lain. Bagi siswa menulis cerpen mengandung tujuan untuk melatih diri para siswa untuk mengembangkan kompetensi perasaannya. menyenangi.2.20 kreatif orang dapat mengenal.3Cerpen Cerita pendek atau cerpen merupakan satu genre sastra bentuk prosa.2. para ahli memberikan definisi atau batasan yang berbeda-beda. Pemaparan secara mendalam tentang cerpen akan dibahas pada subbab berikut. Berdasarkan uraian di atas tentang tujuan menulis kreatif cerpen dapat disimpulkan bahwa tujuan menulis kreatif cerpen yaitu melalui kegiatan penulisan kreatif cerpen ini orang dapat mengenal. 2.1Pengertian Cerpen Cerpen sebenarnya sudah banyak diketahui dan bahkan sering dinikmati oleh banyak orang. dan 2. dapat mengekspresikan atau mengungkapkan pengalaman serta didapat kepuasan batin. Selain itu tujuan menulis kreatif cerpen juga untuk mendapatkan finansial. Namun.3.

Jadi sebuah cerita yang pendek belum tentu dapat digolongkan ke dalam jenis cerita pendek.M juga menyatakan bahwa cerpen adalah cerita atau narasi (bukan analisis) yang fiktif (tidak benar-benar telah terjadi tetapi dapat terjadi di mana saja dan kapan saja) serta relatif pendek. tetapi murni ciptaan saja. Akan tetapi dengan hanya melihat fisik yang pendek saja.21 tokoh yang terdapat di dalam cerita itu. Wiyanto (2005:77) juga mengungkapkan bahwa cerpen adalah cerita yang hanya menceritakan satu peristiwa dari keseluruhan kehidupan pelakunya. Cerpen bukan penuturan kejadian yang pernah terjadi berdasarkan kenyataan yang sebenarnya. melainkan lebih disebabkan oleh ruang lingkup permasalahan yang ingin disampaikan oleh bentuk karya sastra tersebut. Selanjutnya Suharianto (1982:39) juga menambahkan bahwa ”cerita pendek adalah wadah yang biasanya dipakai oleh pengarang untuk menyuguhkan sebagian kecil saja dari kehidupan tokoh yang paling menarik perhatian pengarang”. direka oleh pengarangnya. Jadi sebuah cerita pendek senantiasa hanya akan memusatkan perhatiannya pada tokoh utama dan permasalahannya yang paling menonjol dan menjadi pokok cerita pengarang. Selain itu. jika ruang lingkup yang permasalahan yang diungkapkan tidak memenuhi persyaratan yang dituntut oleh cerita pendek. Bila ditinjau dari bentuknya cerpen adalah cerita yang pendek. Ciri dasar yang ketiga adalah sifat naratif atau penceritaan (Sumardjo 1986:36-37). orang belum dapat menetapkan cerita yang pendek adalah sebuah cerpen. Di samping ciri dasar yang tadi. yaitu cerita yang pendek ciri dasar yang lain adalah sifat rekaan (fiction). . Jakob Sumardjo dan Saini K.

22 Dari beberapa pendapat tersebut peneliti dapat menyimpulkan bahwa cerita pendek adalah cerita fiksi yang bentuknya pendek dan ruang lingkup permasalahannya menyuguhkan sebagian kecil saja dari kehidupan tokoh yang menarik perhatian pengarang.2. Selanjutnya Suharianto (1982:28) menyebutkan bahwa alur atau plot terdiri atas lima bagian. bulat. Unsur-unsur dalam cerpen terdiri atas: alur atau plot. latar (setting). sudut pandang (poin of view). 2.3. dan keseluruhan cerita memberi kesan tunggal. tema. Koherensi dan keterpaduan semua unsur cerita yang membentuk sebuah totalitas amat menentukan keindahan dan keberhasilan cerpen sebagai suatu bentuk ciptaan sastra.3.2Unsur Pembangun Cerpen Cerpen tersusun atas unsur-unsur pembangun cerita yang saling berkaitan erat antara satu dengan yang lainnya. yaitu (1) pemaparan atau pendahuluan. 2.2. tokoh penokohan. gaya bahasa. Menurut Suharianto (1987:28) alur atau plot yakni cara pengarang menjalin kejadian-kejadian secara beruntun dengan memperhatikan hukum sebab akibat sehingga merupakan kesatuan yang padu. dan utuh”. Keterkaitan antara unsur-unsur pembangun cerita tersebut membentuk totalitas yang bersifat abstrak.2. yakni bagian . dan amanat.1Alur atau Plot Pengertian alur dalam cerita pendek atau dalam karya fiksi pada umumnya adalah ”rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapan-tahapan peristiwa sehingga menjalin suatu cerita yang dihadirkan oleh para pelaku dalam suatu cerita” (Aminuddin 1987:83).

dan alur campuran. atau antara tokoh dan nuraninya sendiri. antara tokoh dan masyarakat sekitar. (3) penanjakan. yaitu bagian cerita yang melukiskan konflik-konflik seperti yang disebutkan di atas mulai memuncak. alur sorot balik (flash back).23 cerita tempat pengarang mulai melukiskan suatu keadaan yang merupakan awal cerita. Dilihat dari cara penyusunannya bagian-bagian alur tersebut. baik waktu maupun tempat kejadian (Suharianto 1982:29) Dari pendapat-pendapat tersebut dapat peneliti simpulkan bahwa alur atau plot adalah jalinan peristiwa secara beruntutan dalam cerita dengan memperhatikan hubungan sebab akibat sehingga cerita itu merupakan kesatuan yang padu. Mulai bagian ini secara bertahap terasakan adanya konflik dalam cerita tersebut. . Konflik itu dapat terjadi antara tokoh dan tokoh. Sedangkan alur campuran yakni gabungan dari sebagian alur lurus dan sebagian alur sorot balik. Apabila cerita disusun sebaliknya. Disebut alur lurus apabila cerita disusun mulai dari awal diteruskan dengan kejadian-kejadian berikutnya dan berakhir pada pemecahan masalah. yaitu bagian yang melukiskan tokoh-tokoh yang terlibat dalam cerita mulai bergerak. yakni dari bagan akhir dan bergerak ke muka menuju titik awal cerita disebut alur sorot balik. alur atau plot cerita dapat dibedakan menjadi alur lurus. (4) puncak atau klimaks yaitu bagian yang melukiskan peristiwa mencapai puncaknya (5) peleraian yaitu bagian cerita tempat pengarang memberikan pemecahan dari semua peristiwa yang telah terjadi dalam cerita atau bagian. (2) penggawatan. bulat dan utuh. Tetapi keduanya dijalin dalam kesatuan yang padu sehingga tidak menimbulkan kesan ada dua buah cerita atau peristiwa yang terpisah.

24

2.2.3.2.2Tokoh dan Penokohan Tokoh dan penokohan merupakan dua hal yang berhubungan erat. Berikut penjelasan mengenai tokoh dan penokohan.

2.2.3.2.2.1Tokoh Tokoh cerita (charakter ), menurut Abrams (dalam Nurgiyantoro 1994:165), adalah orang-orang yang ditampilkan dalam suatu karya naratif. Atau drama, yang oleh pembaca ditafsirkan memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu seperti yang diekspresikan dalam ucapan dan apa yang dilakukan dalam tindakan. Tokoh adalah individu rekaan yang mengalami peristiwa dalam cerita atau perlakuan dalam cerita (Sudjiman dalam Faozan 2002:20). Tokoh dalam cerpen bersifat fiktif. Sudjiman juga mengemukakan pembagian tokoh dalam cerita dapat dilihat dari fungsi dan cara penampilannya. Berdasarkan fungsinya, tokoh dapat dibedakan menjadi dua yaitu: a)Tokoh sentral adalah tokoh utama yang diceritakan dalam cerita. Tokoh sentral dibedakan menjadi : 1)Tokoh utama atau protagonis yakni tokoh yang memegang peran pimpinan. Ia menjadi sorotan dalam cerita. 2)Tokoh antagonis yaitu tokoh penentang protagonis. 3)Tokoh wirawan/wirawati dan antiwirawan b)Tokoh bawahan adalah tokoh yang tidak sentral kedudukannya dalam cerita, tetapi kehadirannya sangat diperlukan untuk menunjang atau mendukung tokoh utama.

25

Tokoh bawahan dibedakan menjadi: (1)Tokoh andalan, yakni tokoh bawahan yang menjadi kepercayaan protagonis yang dimanfaatkan untuk memberi gambaran yang terperinci mengenai tokoh utama. (2)Tokoh tambahan, yakni tokoh yang tidak memegang peran penting dalam cerita, misalnya tokoh lataran. Berdasarkan cara penampilan tokoh dalam cerita, tokoh dibedakan menjadi: a)Tokoh datar/sederhana atau pipih, yakni tokoh yang hanya diungkapkan salah satu segi wataknya saja. Watak tokoh datar sedikit sekali berubah. Termasuk di dalamnya adalah tokoh stereotif. b)Tokoh bulat/kompleks atau bundar, yakni tokoh yang wataknya kompleks, terlihat kekuatan dan kelemahannya. Ia mempunyai watak yang dapat dibedakan dengan tokoh-tokoh yang lain. Tokoh ini juga dapat mengejutkan pembaca, karena kadang-kadang dalam dirinya dapat terungkap watak yang tidak terduga sebelumnya. Bagan berikut akan memperjelas uraian diatas

Tokoh utama/protagonist Tokoh sentral Menurut fungsinya Tokoh bawahan Tokoh andalan Tokoh tambahan Tokoh antagonis Tokoh wirawan/wirawati

Tokoh Menurut cara menampilkan

Tokoh datar/sederhana/pipih Tokoh bulat/kompleks/bundar

26

2.2.3.2.2.2Penokohan Menurut Aminuddin (1987:79) penokohan adalah cara pengarang menampilkan tokoh atau pelaku. Suharianto (1982:31) mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan penokohan adalah pelukisan mengenai tokoh cerita, baik keadaan lahirnya maupun batinnya yang dapat berupa pandangan hidupnya, sikapnya, keyakinannya, adat-istiadatnya, dan sebagainya. Watak adalah kualitas tokoh, kualitas nalar dan jiwanya yang membedakan dengan tokoh lain. Ada dua macam cara yang sering digunakan pengarang untuk melukiskan tokoh ceritanya, yaitu dengan cara langsung dan cara tak langsung. Disebut dengan cara langsung apabila pengarang langsung menguraikan atau

menggambarkan keadaan tokoh, misalnya dikatakan bahwa tokoh ceritanya cantik, tampan, cerewet, dan sebagainya. Sebaliknya apabila pengarang secara tersamar dalam memberitahukan wujud atau keadaan tokoh ceritanya, maka dikatakan pelukisan tokohnya sebagai tidak langsung. Yang termasuk dalam cara tidak langsung misalnya (a) dengan melukiskan keadaan kamar atau tempat tinggalnya, cara berpakaiannya, cara berbicaranya, dan sebagainya, (b) dengan melukiskan sikap tokoh dalam menanggapi suatu kejadian atau peristiwa dan sebagainya, dan (c) dengan melukiskan bagaimana tanggapan tokoh-tokoh lain dalam cerita bersangkutan (Suharianto 1982:31). Cerita rekaan modern cenderung menekankan unsur perwatakan atau penokohan. Tokoh-tokoh cerita rekaan modern mendapat sorotan yang lebih tajam dibandingkan dengan cerita rekaan pada awal perkembangan sastra Indonesia. Kejadian-kejadian berpusat pada konflik watak tokoh utamanya. Mutu ceria

27

rekaan banyak ditentukan oleh kepandaian pengarang dalam menghidupkan watak tokoh-tokohnya. Pengarang yang berhasil menghidupkan watak tokoh-tokohnya akan meyakinkan kebenaran cerita yang disampaikan.

2.2.3.2.3Latar atau Setting Latar atau setting adalah tempat, waktu, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita (Wiyanto 2005:82). Selanjutnya Nurgiyantoro (2005:217)

menyebutkan bahwa latar memberikan pijakan cerita secara konkret dan jelas. Hal ini penting untuk memberikan kesan realistis kepada pembaca, meciptakan suasana tertentu yang seolah-olah sungguh-sungguh ada dan terjadi. Setting bukan hanya menunjukkan tempat dan waktu tertentu tetapi juga hal-hal yang hakiki dari suatu wilayah, sampai pada macam debunya, pemikiran rakyatnya, kegilaan mereka, gaya hidup mereka, kecurigaan mereka dan sebagainya (Sumardjo 1991:76). Selain itu Suharianto (1982:33) mengemukakan bahwa latar disebut juga setting: yaitu tempat atau waktu terjadinya cerita. Waktu terjadinya cerita dapat semasa dengan kehidupan pembaca dan dapat pula sekian bulan, tahun atau abad yang lalu. Tempat terjadinya peristiwa dapat di suatu desa, kantor, daerah, bahkan negara mana saja. Wiyanto (2005:82) menyebutkan bahwa latar atau setting mencakupi tiga hal, yaitu setting tempat, setting waktu, dan setting suasana . 1)Setting Tempat Setting tempat adalah tempat peristiwa itu terjadi. Sebuah peristiwa bisa terjadi di halaman rumah, di ruang tamu, atau di kamar belajar.

28

2)Setting Waktu Setting waktu adalah kapan peristiwa itu terjadi. Sebuah peristiwa bisa saja terjadi pada masa sepuluh tahun yang lalu, zaman Majapahit, zaman revolusi fisik, atau zaman sekarang. 3)Setting Suasana Peristiwa itu terjadi dalam suasana apa? Suasana ada dua macam, yaitu suasana batin, dan suasana lahir. Yang termasuk suasana batin, yaitu perasaan bahagia, sedih, tegang, cemas, marah, dan sebagainya yang dialami oleh pelaku. Sementara yang termasuk suasana lahir ialah sepi (tak ada gerak), sunyi (tak ada suara), senyap (tak ada suara dan gerak). Romantis, hirukpikuk, dan lain-lain. Dari pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa latar (setting) adalah segala keterangan, petunjuk, pengacuan yang berkaitan dengan tempat dan waktu dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita.

2.2.3.2.4Sudut Pandang atau Point of View Yang dimaksud titik pandang atau point of view adalah cara pengarang menampilkan para pelaku dalam cerita yang dipaparkan (Aminuddin 1987:90). Sudut pandang atau titik kisah ( point of view) adalah posisi pencerita (pengarang) terhadap kisah yang diceritakan (Wiyanto 2005:83). Point of view pada dasarnya adalah visi pengarang artinya sudut pandangan yang diambil pengarang untuk melihat suatu kejadian cerita (Sumardjo 1986:82). Selain itu Nurgiyantoro (2005: 248) juga menyebutkan bahwa sudut pandang pada hakikatnya merupakan

Dari beberapa pendapat dapat peneliti simpulkan bahwa sudut pandang atau point of view adalah cara memandang yang digunakan pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh. tindakan latar. Pelaku utama cerita tersebut orang lain. Pengertian gaya dikemukakan oleh beberapa pengarang seperti yang tersebut berikut. teknik.29 strategi. (2) pengarang ikut main.2. tetapi bukan sebagai pelaku utama. Ada beberapa jenis pusat pengisahan (point of view).2. (3) pengarang serba hadir. Aminuddin (1987:72) mengemukakan bahwa gaya bahasa mengandung pengertian cara pengarang menyampaikan gagasannya dengan menggunakan . Gaya merupakan pemakaian bahasa yang spesifik dari seorang pengarang. (4) pengarang peninjau. dapat “dia” atau kadang-kadang disebut namanya tetapi pengarang serba tahu apa yang akan dilakukan atau bahkan apa yang ada dalam pikiran pelaku cerita. Dalam hal ini pengarang tidak berperan sebagai apa-apa. Pengarang sepenuhnya hanya mengatakan/menceritakan apa yang dilihatnya. dan siasat. Tokoh yang akan menyebutkan dirinya sebagai “aku”.3. dan sebagai peristiwa yang membentuk cerita dalam sebuah cerita kepada pembaca. yang secara sengaja dipilih pengarang untuk mengemukakan gagasan dan ceritanya. dalam pusat pengisahan ini pengarang seakan-akan tidak tahu apa yang akan dilakukan pelaku cerita atau yang ada dalam pikirannya. yaitu (1) pengarang sebagai pelaku utama cerita. ”gaya bahasa adalah cara pengarang menggunakan bahasa untuk menghasilkan karya sastra”(Wiyanto 2005:84). 2. Menurut Suharianto (1982:36) jenis pusat pengisahan.5Gaya Gaya erat hubungannya dengan nada cerita.

Ia terasa dan mewarnai karya sastra tersebut dari halaman pertama hingga halaman terakhir. meninjau. ia berada secara khas di dunia ini. itulah gaya seorang pengarang. Dari berbagai pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa gaya adalah keterampilan pengarang dalam mengolah dan memilih bahasa secara tepat dan sesuai dengan watak pikiran dan perasaan. sekaligus merupakan permasalahan yang ingin dipecahkan pengarang dengan karyanya itu. Cara bagaimana seorang pengarang memilih tema. Hakikatnya tema adalah permasalahan yang merupakan titik tolak pengarang dalam menyusun cerita atau karya sastra tersebut.2. persoalan dan menceritakannya dalam sebuah cerpen. Menurut Aminuddin (1987:91) tema adalah ide yang mendasari suatu cerita sehingga berperanan juga sebagai pangkal tolak pengarang dalam .2.3. 2. Selanjutnya Sumardjo (1986:92) mengemukakan gaya bahasa adalah cara khas pengungkapan seseorang. Dengan kata lain gaya adalah pribadi pengarang itu sendiri. Selanjutnya Suharianto (1982:28) mengatakan bahwa tema sering disebut juga dasar cerita. persoalan. Dan sebagai pribadi. Ia tak bisa lain dari dirinya. Setiap pengarang mempunyai gaya yang berbeda-beda dalam mengungkapkan hasil karyanya. yakni pokok permasalahan yang mendominasi suatu karya sastra.30 media bahasa yang indah dan harmonis serta mampu menuansakan makna dan suasana yang dapat menyentuh daya intelektual dan emosi pembaca.6Tema Tema adalah ide cerita (Sumardjo 1986:56).

terutama pendidikan moral. baik itu berbentuk keterangan pengarangnya atau dialog pelaku. pengarang selain untuk menghibur pembaca (penikmat) juga ingin mengajari pembaca. 2.3. Dengan kata lain. sedangkan eksplisit atau tersurat berarti pengarang menyampaikan langsung pada pembaca melalui kalimat .31 memaparkan karya fiksi yang diciptakannya. tetapi melalui jalan nasib atau penghidupan pelakunya. yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca lewat karya sastra yang ditulisnya (Wiyanto 2005:84).2. Amanat adalah unsur pendidikan. juga berfungsi sebagai sarana pendidikan.2. Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan amanat adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca lewat karya sastra yang ditulisnya. Menurut Suharianto (1982:71) ”amanat dapat disampaikan dengan cara tersirat dan tersurat”. . Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud tema adalah ide atau gagasan atau permasalahan yang mendasari suatu cerita yang merupakan titik tolak pengarang dalam menyusun cerita atau karya sastra. Tersirat artinya pengarang tidak menyampaikan langsung melalui kalimat-kalimat.7Amanat Karya sastra selain berfungsi sebagai hiburan bagi pembacanya. Menurut Suharianto (1982:70) ”amanat ialah nilai-nilai yang ada dalam cerita”. Selanjutnya Wiyanto (2005: 78) menyatakan bahwa tema adalah pokok pembicaraan yang mendasari cerita. Ajaran yang ingin disampaikan pengarang itu dinamakan amanat.

dan keterampilan untuk merealisasikan dirinya sesuai .32 2. keterampilan untuk menerima dirinya. Sedangkan metode mengajar adalah strategi pengajaran untuk mencapai tujuan yang diharapkan (Djamarah 2002: 84). sehingga sulit menentukan bagaimana sebenarnya mengajar yang baik. Mengajar secara efektif sangat bergantung pada pemilihan dan penggunaan metode mengajar. kesempatan dan keterampilan dengan proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis kepada individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya agar tercapai keterampilan untuk dapat memahami dirinya. Metode adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan. keterampilan untuk mengarahkan dirinya. Metode adalah cara yang berkaitan dengan pengorganisasian kegiatan belajar bagi warga belajar (Syamsu 1994:155).4Metode Latihan Terbimbing Mengajar adalah suatu usaha yang sangat kompleks. sebagai sarana untuk memelihara kebiasaan-kebiasaan yang baik. Di dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode latihan terbimbing. Hal ini mendorong seorang guru untuk mencari metode yang tepat dalam penyampaian materinya agar dapat diserap dengan baik oleh siswa. dan juga digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan.2. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode dalam pembelajaran adalah strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru sebagai media untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Menurut peneliti metode latihan terbimbing adalah suatu cara mengajar yang baik digunakan untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Sedangkan pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa sehingga tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik (Darsono 2000:24).

33

dengan keterampilannya dalam mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan, baik di dalam keluarga, sekolah dan masyarakat. Bimbingan dan arahan dilakukan oleh seseorang yang ahli dan berkompetensi di bidangnya. Metode latihan terbimbing yang digunakan dalam proses pembelajaran akan menciptakan kondisi siswa yang aktif. Dalam menggunakan metode tersebut guru harus berhati-hati karena hasil dari suatu latihan terbimbing akan tertanam dan kemudian menjadi kebiasaan. Selain untuk menanamkan kebiasaan metode latihan terbimbing ini juga dapat menambah kecepatan, ketepatan dan kesempurnaan dalam melakukan sesuatu, serta dapat pula dipakai sebagai suatu cara untuk mengulangi bahan yang telah dikaji. Untuk menunjang keberhasilan penggunaan metode latihan terbimbing dalam pembelajaran keterampilan menulis cerpen diperlukan guru yang benarbenar berkompetensi di bidangnya, dalam hal ini yaitu guru yang menguasai keterampilan mengajar dan menguasai sastra. Bimbingan adalah bantuan yang diberikan oleh seseorang, baik pria maupun wanita, yang terlatih dengan baik dan memiliki kepribadian dan pendidikan yang memadahi kepada seseorang, dari semua usia untuk membantunya mengatur kegiatan, keputusan sendiri, dan menanggung bebannya sendiri (Crow&Crow dalam Mugiarso 2004:2). Kegiatan bimbingan bukan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara kebetulan, insidental, sewaktu-waktu tidak sengaja, atau asal saja, melainkan suatu kegiatan yang dilakukan dengan sistematis, sengaja, berencana, terus-menerus dan terarah pada tujuan. Setiap kegiatan bimbingan merupakan kegiatan yang berkelanjutan artinya senantiasa diikuti secara terus menerus dan aktif sampai sejauh mana individu telah berhasil mencapai tujuan dan penyesuaian diri.

34

2.2.5Media Teks Lagu Media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran (Djamarah dan Zain 2002:137). Dalam proses belajar mengajar kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting. Karena dalam kegiatan belajar mengajar ketidakjelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Secara umum fungsi media adalah sebagai penyalur pesan. Media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapai (Sudjana dan Rivai 2001: 2). Selain itu, media pembelajaran dapat menambah efektivitas komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa. Penggunaan media harus sejalan dengan tujuan pengajaran yang telah dirumuskan. Manakala tujuan pembelajaran diabaikan dalam menggunakan media maka media bukan lagi sebagai alat bantu pengajaran tetapi sebagai penghambat dalam pencapaian tujuan secara efektif dan efisien. Penggunaan media dalam proses belajar mengajar juga dapat membangkitkan rasa ingin tahu dan minat, membangkitkan motivasi dan rangsangan dalam proses belajar mengajar, serta dapat mempengaruhi psikologi siswa. Oleh karena itu media dapat digunakan secara tepat, secara nyata membantu dan mempermudah proses belajar mengajar. Dengan demikian, hasil pembelajaran dapat lebih optimal Teks lagu adalah naskah yang berisi syair lagu yang merupakan ragam suara yang berirama. Lagu merupakan karya yang estetis yang bermakna dan mempunyai arti bukan hanya sesuatu yang kosong tanpa makna. Oleh karena itu

35

sebelum mengkaji aspek-aspek yang lain perlu lebih dahulu dikaji lagu sebagai sebuah struktur yang bermakna dan bernilai estetis. Penciptaan lagu dapat memberikan kesenangan juga berharap bagi para penikmat dapat mengerti maksud yang terkandung dalam lagu tersebut yang merupakan jalinan komunikasi. Suharto dalam Wardah (2005:37) mengungkapkan bahwa lagu adalah sarana informasi dan edukasi bagi negara dan bagi masyarakat. Sebagai sarana informasi yaitu lagu sebagai sarana penyampaian ungkapan hati atau ungkapan perasaan seorang penyair kepada pendengar. Sebagai sarana edukasi lagu dapat digunakan sebagai media dalam pembelajaran di sekolah karena lagu merupakan salah satu bentuk karya seni. Teks lagu yang berisi syair lagu dapat dijadikan sebagai media pembelajaran menulis cerpen yaitu dengan menyoroti teks lagu tersebut dari tema dan alur. Dengan menyoroti dua hal tersebut media teks lagu dapat mempermudah siswa dalam mengembangkan ide, gagasan, atau perasaannya ke dalam sebuah karya sastra yang berupa cerpen.

2.2.6Menulis Cerpen melalui Metode Latihan Terbimbing dengan Media Teks Lagu Mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan orang lain ke dalam cerpen merupakan salah satu standar kompetensi yang harus ditempuh oleh siswa dalam pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Dalam hal ini, siswa sebagai subjek penelitian dituntut untuk mampu menulis cerpen yang baik berdasarkan pengalaman diri

36

sendiri maupun orang lain. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis cerpen yaitu menentukan tema, membuat kerangka karangan, menentukan tokoh, latar, plot, sudut pandangnya dan mengembangkan kerangka karangan menjadi cerpen. Keterampilan menulis cerpen dengan baik tidak dapat dimiliki oleh seseorang dengan begitu saja. Namun, perlu adanya latihan terbimbing dari seorang guru yang berkompeten dalam bidang sastra dengan terus menerus dan teratur. Dengan demikian pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing adalah kegiatan belajar mengajar yang menerapkan proses bimbingan dan latihan dalam menulis cerpen. Peranan guru dalam pembelajaran ini menjadi sangat penting dan esensial guna melaksanakan pembelajaran dengan metode latihan terbimbing agar siswa dapat menulis cerpen dengan baik. Langkah awal yang perlu dilakukan dalam pembelajaran menulis puisi yaitu menjelaskan tentang unsur-unsur pembangun cerpen yang meliputi: alur atau plot, tokoh dan penokohan latar (setting), sudut pandang (point of fiew), gaya (bahasa), dan tema. Langkah yang kedua yaitu mengarahkan siswa untuk menulis cerpen. Tiap bagian cerpen memberikan saham penting untuk menggerakkan cerita, mengungkapkan watak tokoh, dan melukiskan suasana. Karena itu, kegiatan menulis cerpen merupakan cara yang selekif dan ekonomis (Diponegoro 1994:6). Hal-hal berikut dapat dijadikan pengarahan bagi siswa agar mau dan mampu menulis cerpen. Pertama, guru mengarahkan siswa untuk dapat menemukan ide cerita dan merumuskannya menjadi sebuah tema. Ide cerita dapat di peroleh dari pengalaman dan kehidupan siswa dalam hal ini siswa dapat

37

menentukan tema dari teks lagu. Kedua membuat kerangka karangan. Kerangka karangan berfungsi untuk menyusuri jalan cerita, sehingga tidak banyak yang menyimpang. Ketiga, setelah garis besar dibuat biarkan siswa bermain dengan imajinasinya untuk mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya, kemudian siswa diarahkan untuk menentukan siapa tokoh utamanya, apa masalahnya, siapa antagonisnya, dan bagaimana latar belakang ceritanya, bagaimana watak tokohnya, bagaimana plotnya, di mana klimaksnya, sudut pandang yang digunakan, dari mana cerita awal dan bagaimana cerita penutupnya. Dalam hal ini diperlukan keterampilan berpikir yang penuh konsentrasi, logika yang tajam, dan nalar yang kritis untuk berkreasi secara produktif menciptakan sebuah cerpen. Setelah diketahui uraian tentang metode latihan terbimbing dengan media teks lagu, dapat disimpulkan bahwa metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam pembelajaran menulis cerpen merupakan proses siswa di dalam menulis cerpen dengan bimbingan dari guru. Langkah pertama guru menjelaskan unsur-unsur pembangun cerpen, dan menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum memulai, menulis cerpen, kemudian siswa diminta membuat cerpen dengan media teks lagu. Di saat siswa bekerja guru berkeliling melihat pekerjaan siswa satu persatu, kesulitan perseorangan siswa, dibantu untuk perseorangan dan jika kesalahan yang terjadi sama permasalahannya untuk seluruh siswa maka guru akan membahasnya pada refleksi akhir pembelajaran.

keterampilan menulis cerpen siswa dapat ditingkatkan secara maksimal. pengalaman. gagasan. Kenyataan yang ada dalam pembelajaran menulis cerpen belum memenuhi tujuan yang akan dicapai. Agar proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dapat tepat guna dan siswa mudah menangkap materi yang disampaikan maka guru menggunakan media yang dapat membantu proses latihan terbimbing tersebut yaitu dengan menggunakan media teks lagu. Pada umumnya siswa belum mampu menyampaikan ide. (3) siswa mengamati dan memperhatikan teks lagu tersebut. pikiran dan perasaannya dengan baik dalam sebuah karya sastra khususnya cerpen. Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam mengajarkan keterampilan menulis cerpen masih menggunakan metode konvensional jadi siswa kurang dapat mengembangkan kemampuan bersastranya. dan memanfaatkan keterampilan menulis dalam berbagai keperluan. Keterampilan menulis cerpen bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam menulis cerpen. (2) guru membagikan sebuah teks lagu pada siswa. Upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan metode pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran menulis cerpen. (4) guru menjelaskan langkah-langkah menulis cerpen dengan memperhatikan unsur-unsur pembangun . Secara garis besar pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) guru melakukan apersepsi mengenai pembelajaran menulis cerpen.3Kerangka Berpikir Pada dasarnya pengajaran menulis mempunyai tujuan supaya siswa memiliki keterampilan.38 2.

(6) siswa ditugaskan untuk menulis cerpen berdasarkan kehidupan diri sendiri. (11) guru memberikan penguatan terhadap pembelajaran menulis cerpen. .4Hipotesis Tindakan Hipotesis dalam penelitian ini adalah pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen pada siswa kelas X-7 SMA negeri 1 Pemalang. (5) berdasarkan teks lagu tersebut siswa diminta untuk memperhatikan tema dan jalan cerita yang ada dalam teks lagu tersebut untuk dijadikan tema dan alur dalam cerpen yang akan dibuatnya. (10) siswa lain mengomentari hasil pekerjaan temannya. (7) guru membimbing siswa dalam menulis cerpen. (12) guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran menulis cerpen.39 cerpen. (8) hasil pekerjaan menulis cerpen dikumpulkan. dan kesulitan siswa yang terjadi secara klasikal dibahas bersama-sama secara klasikal. (13) guru dan siswa merefleksi kegiatan pembelajaran menulis cerpen. 2. (9) salah satu dari hasil pekerjaan siswa dibacakan di depan kelas. kesulitan perseorangan dibimbing secara perseorangan.

Hasil tes pratindakan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi awal keterampilan menulis cerpen siswa kelas X7 SMA Negeri 1 Pemalang. 4. dan dokumentasi. Hasil penelitian ini terdiri atas hasil tes dan hasil nontes.1. Jumlah siswa yang mengikuti tes pratindakan ini berjumlah 40 siswa.1 Hasil Penelitian Hasil penelitian tindakan kelas ini diperoleh dari pratindakan. Hasil tes pada tindakan siklus I dan siklus II adalah hasil tes menulis cerpen setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.5 5 100 X= 2459 40 = 30. Hasil tes pratindakan adalah hasil tes menulis cerpen sebelum pembelajaran menulis cerpen dilakukan. Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Jumlah Rentang Nilai 85-100 75-84 60-74 50-59 0-49 Frekuensi Bobot 2 25 11 2 40 150 1591 623 88 2452 Persentase Rata-rata Skor 5 62. Adapun hasil nontes diperoleh dari data observasi. angket. wawancara. dan siklus II.5 27. 4. 6 1 . 2. tindakan kelas pada siklus I.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. 5. Hasil pratindakan dapat dilihat pada tabel 4 berikut: Tabel 4 Hasil Menulis Cerpen Pratindakan No Kategori 1.1 Hasil Tes Pratindakan Hasil tes pratindakan yaitu berupa keterampilan siswa dalam menulis cerpen sebelum dilakukan tindakan penelitian. 3. jurnal.

60 .

2 siswa atau sebesar 5% termasuk ke dalam kategori baik. 25 siswa atau sebesar 62.5% termasuk ke dalam kategori cukup. 25 20 21 15 10 5 0 0 1 2 3 4 16 3 0 . Dari 40 siswa.5% termasuk ke dalam kategori kurang. 11 siswa atau sebanyak 27.30.61 Pada tabel di atas tersebut menunjukkan bahwa keterampilan menulis cerpen pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang sudah termasuk ke dalam kategori cukup yaitu 61. 2 siswa atau sebanyak 5% mendapat kategori sangat kurang. Untuk lebih jelasnya perolehan nilai hasil tes pada pratindakan dapat dilihat pada diagram batang berikut. Walaupun sudah berada pada kategori cukup tetapi masih perlu adanya perbaikan untuk meningkatkan hasil nilai siswa.

61 . 5=Sangat Kurang. 3=Cukup. 2=Baik.Diagram batang 1. Hasil Menulis Cerpen Pratindakan Keterangan: 1=Sangat Baik. 4=Kurang.

4.5% keterampilan menulis cerpen siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang berada pada kategori cukup Sisanya berada pada kategori kurang dan baik. 4. Tindakan yang dilakukan adalah berupa pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.2.2 Hasil Penelitian Siklus I Siklus I merupakan pemberlakuan awal penelitian melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.5%. Hal ini berarti bahwa 52.1.5%.62 Pada diagram batang 1 di atas terlihat batang yang paling tinggi adalah batang untuk kategori cukup yaitu 52. dan pada kategori baik berada angka 7. Tindakan siklus ini dilakukan sebagai upaya untuk memperbaiki dan memecahkan masalah yang muncul pada pratindakan. Setelah melihat hasil tes pratindakan (keadaan awal) siswa yang telah dipaparkan.1 Hasil Tes Siklus I Siklus I yaitu berupa keterampilan siswa dalam menulis cerpen setelah 62 . perlu dilakukan sebuah tindakan agar dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen. Pada kategori kurang berada pada angka 40%.1. Pelaksanaan pembelajaran menulis cerpen siklus I terdiri atas data tes dan nontes.

5% dari jumlah keseluruhan siswa yang mencapai kategori cukup. Walaupun sudah ada peningkatan.65 dan termasuk ke dalam kategori cukup. Rata-rata tersebut menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor siswa dalam menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. 5. 2. Ratarata yang dicapai oleh siswa adalah klasikal sebesar 68. dan 25 siswa atau 62. . 4 siswa atau 10% dari jumlah keseluruhan siswa yang mencapai kategori kurang.63 Tabel 5 Hasil Menulis Cerpen pada Siklus I No Kategori 1. 3.5 40 10 = 65. Agar lebih jelas dapat dilihat pada diagram batang berikut hasil tes menulis cerpen siklus I. 6 100 8 Pada tabel 5 menunjukkan hasil tes keterampilan menulis cerpen secara menyeluruh mencapai rata-rata 68.5 2746 X= 62. 4. Rentang Nilai Sangat Baik 85-100 Baik 70-84 Cukup 60-69 Kurang 50-59 Sangat Kurang Jumlah 0-49 Frekuensi Bobot 11 25 4 40 862 1653 231 2746 Persentase Rata-rata Skor 27. tetapi hasil yang ada belum maksimal.5% dari jumlah keseluruhan siswa yang mencapai kategori baik.48 hanya 11 siswa atau 27.

63 .

yaitu sebesar 27. 2=Baik.5% atau sebanyak 11 siswa. yaitu aspek tema dan amanat. yaitu yang memperoleh kategori kurang.5% atau sebanyak 25 siswa. tokoh dan penokohan. Hasil Menulis Cerpen Siklus I Keterangan: 1=Sangat Baik. Pada jumlah yang paling sedikit. Diagram batang 2 di atas menunjukkan bahwa batang yang paling tinggi adalah kategori cukup.5 10 0 4 5 Diagram batang 2. 3=Cukup.5 27. tetapi jumlah yang memperoleh kategori cukup dan baik menjadi bertambah dan yang berada pada kategori kurang menjadi berkurang. Nilai pada siklus I ini merupakan penjumlahan skor dari 7 aspek keterampilan menulis cerpen. Tetapi jumlah persentase pada siklus I ini lebih besar dibandingkan pada hasil tes pratindakan yaitu sebesar 62. 64 . Setelah pada kategori cukup batang yang berada di bawah kategori cukup adalah kategori baik. Keadaan tersebut sama dengan keadaan pada hasil tes pratindakan.64 70 60 50 40 30 20 10 0 0 1 2 3 kategori 62. 5=Sangat Kurang. sebanyak 4 siswa atau sebesar 10%. 4=Kurang. Walaupun tidak ada yang berada pada kategori sangat baik.

5 62.93. 2. Sangat Baik Cukup Kurang Rentang Frekuensi Bobot Nilai Baik 9.5% dari jumlah keseluruhan siswa. diksi dan gaya bahasa.10 15 6-8 25 3-5 0-2 40 317 Persentase Skor 135 182 Rata-rata (%) 37. 4. siswa yang mencapai kategori sangat baik berjumlah 15 siswa atau sebanyak 37.7 Jumlah 100 Data tabel 6 menunjukkan rata-rata skor yang dicapai dalam aspek tema dan amanat sebesar 7.2. . kategori baik dicapai 25 siswa atau sebesar 62.1 Hasil Tes Menulis Cerpen Aspek Tema dan Amanat Penilaian aspek tema dan amanat difokuskan pada kerelevanan tema dan amanat dengan teks lagu yang digunakan sebagai media pembelajaran. 3. Dari tabel tersebut dapat dilihat.1. kategori cukup dan kurang tidak ada. dan kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen. artinya keterampilan siswa dalam menentukan tema dan amanat sudah baik.1. Hasil perolehan aspek tema dan amanat dapat dilihat pada tabel 6. sudut pandang.5% dari jumlah keseluruhan siswa.65 alur. Hasil tersebut termasuk kategori baik. Tabel 6 Perolehan Skor Aspek Tema dan Amanat Siklus I No Kategori 1. latar.5 317 X= 40 = 93. Hasil dari masing-masing aspek dipaparkan sebagai berikut 4.

65 .

Hasil perolehan nilai pada aspek alur dapat dilihat pada tabel 7.3 Hasil Menulis Cerpen Aspek Tokoh dan Penokohan Hasil perolehan nilai pada aspek tokoh dan penokohan dapat dilihat pada tabel 8 berikut . . 4. 4.5%. Perolehan nilai dalam kategori sangat baik dicapai 4 siswa atau sebesar 10% dari jumlah keseluruhan.5 516 X= 7. Tabel 7 Perolehan Skor Aspek Alur Siklus I No Kategori 1.90 termasuk dalam kategori baik .2. 3. Rentang Nilai Sangat Baik 16-20 Baik 11-15 Cukup 6-10 Kurang 0-5 Frekuensi Bobot 4 33 3 65 421 30 Persentase Rata-rata Skor 10 82.1. artinya keterampilan siswa dalam menciptakan alur yang menarik dalam menulis cerpen sudah baik.1.2.66 4.5 40 = 90.1.1. kategori cukup dicapai 3 siswa atau sebesar 7. 2.5% dari jumlah keseluruhan. 1 2 Jumlah 40 516 100 Data pada tabel 7 menunjukkan bahwa rata-rata skor aspek alur dalam cerpen yang dicapai siswa sebesar 12.2 Hasil Tes Menulis Cerpen Aspek Alur Hasil perolehan nilai pada aspek alur difokuskan pada keterampilan siswa menciptakan alur yang menarik. dan tidak ada satu pun siswa yang mendapat kategori kurang. kategori baik dicapai oleh 33 siswa atau sebesar 82.

66 .

5%.1.1. Sangat Baik Baik Cukup Kurang 9-10 6-8 3-5 0-2 3 35 2 - 27 263 10 7. dan tidak ada siswa yang mendapat kategori kurang. Rentang Nilai Sangat Baik 16-20 Baik 11-15 Cukup 6-10 Kurang 0-5 Jumlah Frekuensi Bobot 10 29 1 40 163 372 10 545 Persentase Rata-rata Skor 25 545 X= 72. Hasil penilaian pemilihan latar dapat dilihat pada tabel 9. 4. 4.5 = 63.2. 4.5 5 X = = .63 (termasuk pada kategori baik). Tabel 9 No Kategori Perolehan Skor Aspek Latar Rentang Nilai Frekuensi Bobot Siklus I Persentase Rata-rata Skor 1. 1 3 100 Data pada tabel 8 menunjukkan bahwa rata-rata skor dalam aspek tokoh dan penokohan yang dicapai siswa sebesar 13. 3. 2. artinya keterampilan siswa dalam menulis cerpen aspek tokoh dan penokohan sudah baik.5 40 2.67 Tabel 8 Perolehan Skor Aspek Tokoh dan Penokohan Siklus I No Kategori 1. Perolehan nilai dalam kategori sangat baik dicapai oleh 10 siswa atau sebesar 25%. kategori baik 29 siswa atau sebesar 72. kategori cukup 1 siswa atau sebesar 2. 3.4 Hasil Menulis Cerpen Aspek Latar Penilaian aspek pemilihan latar difokuskan pada ketepatan pemilihan latar yang sesuai dengan situasi dan kondisi dalam cerpen. 2.5 87.5% dari jumlah keseluruhan siswa.

300 40 5.7 Jumlah 40 300 100 67 .

artinya keterampilan siswa dalam pemilihan latar yang sesuai dengan situasi dan kondisi yang diceritakan dalam cerpen sudah baik. Hasil penilaian pemilihan latar dapat dilihat pada tabel 10 Tabel 10 Perolehan Skor Aspek Diksi dan Gaya Bahasa Siklus I No Kategori 1. Dari tabel tersebut dapat dilihat. kategori cukup dicapai 3 . Atau sebanyak 92. 4. 2.5. kategori cukup dicapai 2 siswa atau 5% dari jumlah keseluruhan siswa.5% dari jumlah keseluruhan siswa.55. Dari tabel tersebut dapat dilihat.68 Data pada tabel 9 menunjukkan rata-rata skor yang dicapai siswa dalam aspek pemilihan latar sebesar 7.5%. siswa yang mencapai kategori baik berjumlah 37 siswa. siswa yang mencapai kategori sangat baik berjumlah 3 siswa atau sebesar 7. kategori baik 35 siswa atau sebesar 87. 6 100 Data tabel 10 menunjukkan rata-rata skor yang dicapai dalam aspek diksi dan gaya bahasa sebesar 6.2.1.5 Hasil Menulis Cerpen Aspek Diksi dan Gaya Bahasa Penilaian aspek pemilihan diksi dan gaya bahasa difokuskan pada ketepatan penggunaan bahasa yang sesuai dengan situasi dan kondisi dalam cerpen.5 40 7. Rentang Nilai Sangat Baik 9-10 Baik 6-8 Cukup 3-5 Kurang 0-2 Jumlah Frekuensi Bobot 37 3 40 0 247 15 262 Persentase Rata-rata Skor 0 262 X = 92. 4. dan untuk kategori dan kurang tidak ada.1. Hasil tersebut termasuk kategori baik. 3. Hasil tersebut termasuk kategori baik.5%.5 = 55. artinya keterampilan siswa dalam memilih diksi dan gaya bahasa sudah baik.

68 .

7 Hasil Menulis Cerpen Aspek Kepaduan Unsur-unsur Pembangun Cerpen Siklus I Penilaian aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen difokuskan pada ketepatan dalam memadukan unsur-unsur pembangun cerpen.2. Tabel 11 Perolehan Skor Aspek Sudut Pandang Siklus I No Kategori 1. 4. artinya keterampilan siswa dalam pemilihan sudut pandang sudah dapat menjelaskan tokoh yang ada dalam cerpen. Rentang Nilai Sangat Baik 9-10 Baik 6-8 Cukup 3-5 Kurang 0-2 Jumlah Frekuensi Bobot 4 34 2 40 36 257 10 303 Persentase Rata-rata Skor 10 85 303 X = 5 40 = 58. dan untuk kategori sangat baik dan kurang tidak ada. Dari tabel tersebut dapat dilihat.5% dari jumlah keseluruhan siswa.58.1. siswa yang mencapai kategori sangat baik berjumlah 4 siswa atau sebesar 10%. 2. 4.6 Hasil Menulis Cerpen Aspek Sudut Pandang Hasil perolehan nilai pada aspek tokoh dan penokohan dapat dilihat pada tabel 11 berikut . 3. dan untuk kategori kurang tidak ada.1.1.2. kategori baik 34 siswa atau sebesar 85%.1. 7 100 Data pada tabel 11 menunjukkan rata-rata skor yang dicapai siswa dalam aspek penggunaan sudut pandang sebesar 7. Hasil penilaian kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen dapat dilihat pada tabel 12. 4. . Hasil tersebut termasuk kategori baik.69 siswa atau sebesar 7. kategori cukup dicapai 2 siswa atau 5% dari jumlah keseluruhan siswa.

69 .

siswa yang mencapai kategori sangat baik berjumlah 5 siswa atau sebanyak 12. kategori baik dicapai 33 siswa atau sebesar 82.1. artinya keterampilan siswa dalam memadukan unsur-unsur pembangun cerpen sudah baik.1 Hasil Observasi Siklus I Observasi dalam penelitian ini ada dua macam yaitu observasi siswa dan observasi kelas.5 40 5 = 08.2 Hasil Nontes Siklus I Hasil nontes pada siklus I ini diperoleh dari hasil observasi.1. Observasi dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perilaku siswa selama pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing . 3. Hasil tersebut termasuk kategori baik. 4. jurnal. 2. dan untuk kategori kurang tidak ada.08. dan dokumentasi foto. Rentang Nilai Sangat Baik 16-20 Baik 11-15 Cukup 6-10 Kurang 0-5 Jumlah Frekuensi Bobot 5 33 2 40 81 422 20 Persentase Rata-rata Skor 12.5% dari jumlah keseluruhan siswa. 4.2.5% dari jumlah keseluruhan siswa. 4.2. 1 3 523 100 Data tabel 12 menunjukkan rata-rata skor yang dicapai dalam aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen sebesar 13. Dari tabel tersebut dapat dilihat.2.70 Tabel 12 Perolehan Skor Aspek Kepaduan Unsur-unsur Pembangun Cerpen No Kategori 1. wawancara. kategori cukup dicapai 2 siswa atau sebesar 5% dari jumlah keseluruhan siswa.5 523 X = 82. Hasil selengkapnya diuraikan berikut ini.

70 .

(6) siswa kurang bersemangat dalam menulis cerpen. Observasi siswa dilakukan oleh peneliti sedangkan observasi kelas dilakukan oleh teman peneliti. (5) siswa jalan-jalan/mondar-mandir pada saat pembelajaran berlangsung. Perilaku negatif meliputi: (1) siswa kurang merespon penjelasan guru. (2) siswa kurang bersemangat terhadap metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Berdasarkan hasil pengamatan (observasi) peneliti pada saat pembelajaran pada siklus I.1 Hasil Observasi Siswa Siklus I Objek sasaran yang diamati dalam observasi siswa meliputi 8 perilaku positif dan 8 perilaku negatif.71 dengan media teks lagu dan keterampilan peneliti dalam mengajar. perilaku siswa yang terdeskripsi pada saat observasi menunjukkan sikap positif dan ada pula sikap yang negatif.2. Perilaku positif ditunjukkan oleh sikap siswa yang aktif mengikuti pembelajaran menulis cerpen. terlihat juga 71 .1. (3) siswa banyak bicara dan bergurau dengan temannya.2. (6) siswa dapat menulis cerpen dengan senang hati. (3) siswa berpartisipasi aktif. 4. Adapun objek sasaran perilaku positif meliputi: (1) siswa memperhatikan penjelasan guru. (5) siswa merespon positif (senang) terhadap metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. (7) siswa sangat lambat dalam menulis cerpen. (4) siswa dapat mengidentifikasi dan menyebutkan unsur-unsur yang ada dalam cerpen. (4) siswa pasif dalam pembelajaran. (2) siswa banyak bertanya kepada guru. (8) siswa enggan memberikan sanggahan terhadap pembacaan cerpen temannya.1. (7) siswa dapat menulis cerpen dengan cepat.

Selama pembelajaran tidak semua siswa mengikuti pembelajaran dengan baik. yang menunjukkan siswa banyak melakukan perilaku positif daripada perilaku negatif. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi. Perilaku negatif ditunjukkan dengan sikap masa bodoh dan kurang bersemangat mengikuti pembelajaran. Sisanya sebanyak 6 siswa atau sebanyak 15% dari jumlah keseluruhan siswa kurang merespon penjelasan guru. Namun. Pada siklus I ini hanya ada 4 atau sebanyak 10% dari jumlah keseluruhan siswa yang berani mengajukan pertanyaan kepada peneliti.72 sebagian besar siswa merespon baik pembelajaran menulis cerpen dengan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Selain itu siswa melakukan kegiatan seperti bicara dan bergurau dengan temannya. peneliti sadar akan hal ini karena setiap siswa memiliki karakteristik dan keterampilan yang berbeda. serta jalan-jalan/mondar-mandir pada saat pembelajaran berlangsung. perilakunya bermacam-macam seperti memperhatikan keadaan di luar kelas. tetapi masih ada beberapa siswa yang melakukan perilaku negatif. Berdasarkan data yang diperoleh sebagian besar siswa atau sebanyak 34 siswa atau 85% dari jumlah keseluruhan siswa memperhatikan penjelasan guru dengan baik. berbicara dan bergurau dengan temannya. Siswa yang 72 . Apalagi. Siswa yang kurang merespon penjelasan guru. Dari data observasi dapat dilihat jumlah siswa yang melakukan perilaku positif dan siswa yang melakukan perilaku negatif. sisanya sebanyak 36 siswa atau sebanyak 90% tidak berani bertanya kepada peneliti. pola pembelajaran yang diterapkan peneliti merupakan hal baru bagi mereka sehingga perlu proses untuk menyesuaikannya.

dan ada pula yang asyik berbicara sendiri dengan teman sebangkunya. Dalam hal ini. Siswa yang kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen disebabkan karena peneliti bukanlah guru yang biasa mengajar di kelas sehingga siswa masih merasa asing dengan guru (peneliti). serta memberikan contoh-contohnya dengan bantuan guru. Salah satu hal yang penting dalam penelitian ini adalah metode dan media yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran menulis cerpen yaitu metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Sisanya.73 kurang berani mengajukan pertanyaan pada guru ini perilakunya bermacammacam seperti ada yang malu-malu ketika guru memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya. sebanyak 13 siswa atau sebanyak 32. Ada yang masih kurang percaya diri. Sisanya 8 siswa atau sebanyak 8 siswa atau sebanyak 20% dari jumlah keseluruhan siswa kurang aktif berpartisipasi menyebutkan unsur-unsur pembangun karya sastra. sebagian besar siswa 73 .5% dari jumlah keseluruhan siswa aktif dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen dengan baik. Sebanyak 27 siswa atau 67. Hal tersebut disebabkan mereka kurang mengetahui unsur-unsur pembangun cerpen dan ada pula yang kurang mengikuti pembelajaran dengan baik.5% dari jumlah keseluruhan siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen. Sebanyak 32 siswa atau sebanyak 80% dari jumlah keseluruhan siswa aktif berpartisipasi menyebutkan unsur-unsur pembangun cerpen. Mereka secara aktif menyebutkan satu per satu unsur-unsur pembangun cerpen dan mendefinisikannya.

sebagian besar dari jumlah keseluruhan siswa tersebut banyak yang menyukai lagu-lagu. mereka merasa senang karena mereka dapat bertanya-tanya kepada guru pada saat mengalami kesulitan dalam menulis cerpen. Sisanya 33 siswa atau 82. 74 . Sisanya sebanyak 8 siswa atau 20% dari jumlah keseluruhan siswa yang kurang merespon metode dan media yang digunakan guru dalam menulis cerpen. Selain itu juga mereka merasa dipermudah dalam menulis cerpen.74 sebanyak 32 atau 80% dari jumlah keseluruhan siswa merespon positif metode yang digunakan oleh peneliti.5% dari jumlah keseluruhan siswa dapat menulis cerpen dengan senang hati. selain mereka terhibur mereka juga dapat menulis cerpen. teks lagu tersebut sudah ada sebagai kerangka karangan sehingga siswa hanya mengembangkan cerita berdasarkan teks lagu.5% dari jumlah keseluruhan siswa kurang senang menulis cerpen. sebanyak 31 siswa atau 77. Tujuh siswa tersebut mampu menyelesaikan cerpen yang ditulisnya sebelum waktu yang ditentukan selesai. hal ini disebabkan karena siswa kurang tertarik atau kurang senang menulis cerpen.5% dari jumlah keseluruhan siswa dapat mengerjakan atau dapat menulis cerpen dengan cepat. Media teks lagu yang dihadirkan oleh guru juga mendapat respon yang positif. Sisanya sebanyak 9 siswa atau 22. Sebanyak 7 siswa atau 17. Hal ini disebabkan mereka sudah merasa mudah mengungkapkan ide dan mampu mengembangkan lirik yang berada dalam teks lagu. Dari data observasi dapat dilihat.5% dari jumlah keseluruhan siswa belum dapat menyelesaikan cerpen yang dibuatnya dengan cepat. Hal ini disebabkan karena mereka senang dengan media yang dihadirkan guru.

5% kurang berani memberikan komentar terhadap hasil penulisan cerpen yang dibacakan di depan kelas. Meskipun proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar. Siswa yang menunjukkan sikap kurang berani memberikan komentar terhadap hasil penulisan cerpen yang dibacakan di depan kelas juga disebabkan karena mereka tidak memperhatikan pada saat temannya membacakan cerpen di depan kelas. Sisanya 29 siswa atau sebanyak 72.5% dari jumlah keseluruhan siswa tertib dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen. Sebanyak 8 siswa atau sebesar 20% dari jumlah keseluruhan siswa sering jalan-jalan/mondar-mandir pada saat proses pembelajaran berlangsung. Hal ini dilakukan ketika merasa bingung untuk memulai menulis cerpen pada saat tes menulis cerpen berlangsung.75 Sebanyak 3 siswa atau sebesar 7. tetapi masih ada beberapa siswa yang masih kurang tertib dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen. Siswa tersebut melakukan kegiatan kurang positif seperti mengganggu temannya yang sedang serius menulis cerpen ataupun hanya sekadar meminjam alat tulis yang sebenarnya tidak begitu diperlukan. 37 siswa atau sebesar 92. Hal tersebut disebabkan karena mereka malu atau kurang percaya diri berbicara di kelas. selain itu. 75 .5% dari jumlah keseluruhan siswa banyak berbicara dan bergurau dengan temannya. Sebanyak 14 siswa atau sebesar 35% dan sering melihat pekerjaan temannya. mereka juga mempunyai pendapat yang sama dengan teman yang telah mengajukan pertanyaan sehingga mereka tidak memberikan komentarnya.5% dari jumlah keseluruhan siswa berani memberikan komentar terhadap hasil penulisan cerpen temannya yang dibacakan di depan kelas. Sebanyak 11 siswa atau 27.

meskipun jumlah siswa yang melakukan perilaku positif lebih banyak daripada perilaku negatif. Saran dari observator bahwa peneliti perlu memberikan pujian kepada siswa yang mau memberikan tanggapan terhadap hasil penulisan cerpen temannya. Sehingga siswa merasa pendapatnya tersebut merupakan nilai plus dalam pembelajaran.2.1. ada hambatan dari siklus I ini. Guru harus berupaya agar siswa lebih aktif dan perilaku negatif yang muncul pada siklus I ini dapat dikurangi pada siklus berikutnya.1. Namun.1. cara peneliti mengajar.2. Keterampilan berkomunikasi peneliti dengan siswa sudah cukup baik. namun siswa menerima dengan sangat baik.76 Berdasarkan pada uraian di atas. dikatakan bahwa keterampilan peneliti dalam membuka pelajaran. Cara menutup pelajaran dengan refleksi sudah cukup baik. 4.2. berkaitan dengan komunikasi. yaitu peneliti belum begitu kenal dan hafal nama siswa. 4.2 Hasil Jurnal Siklus I 76 .2. sehingga pada saat siswa bertanya atau memberikan pendapat guru harus bertanya terlebih dahulu nama siswa tersebut. Walaupun baru dua kali masuk di kelas tersebut. penguasaan materi. dan komunikasi dengan siswa cukup baik. penyampaian materi. Hasil pengamatan observator terhadap peneliti. Dalam menerapkan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu sudah cukup baik.2 Hasil Observasi Kelas Siklus I Observasi kelas ini dilakukan untuk mengevaluasi cara kerja peneliti dalam memberikan pembelajaran menulis cerpen. tetapi pembelajaran menulis cerpen di kelas ini perlu ditingkatkan lebih baik lagi.

4. dan menggunakan diksi yang tepat.2. sehingga siswa akan merasa senang dalam menulis cerpen.1 Jurnal Siswa Siklus I Pada jurnal siswa. walaupun ada beberapa siswa yang tidak suka dengan lirik lagu yang ada dalam teks lagu.2. Jurnal yang pertama adalah jurnal guru dan yang kedua adalah jurnal siswa. sebagian besar siswa menyatakan senang terhadap pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.2.77 Jurnal yang digunakan dalam penelitian ini ada dua jurnal. sehingga siswa tidak merasa terbebani dengan materi pembelajaran yang harus mereka tempuh. Ada juga siswa yang berpendapat bahwa dengan teks lagu akan dapat memberi pengetahuan tentang menyusun kerangka karangan. Pada aspek yang kedua ini kebanyakan siswa mengalami kesulitan dalam menuangkan ide atau gagasannya ke dalam cerpen. Selain itu teks lagu yang dihadirkan guru sesuai dengan pengalaman siswa sehingga siswa mudah untuk menuangkan pikiran. Mereka berpendapat bahwa dengan pembelajaran seperti ini akan mempermudah siswa dalam menulis cerpen dan memotivasi siswa untuk menulis cerpen. Pertanyaan berikutnya mengenai kesulitan siswa dalam menulis cerpen. gagasan dan idenya ke dalam sebuah cerpen.1. Hal tersebut disebabkan guru membimbing dalam penulisan cerpen dan teks lagu dapat yang dihadirkan oleh guru dapat menghibur siswa. memulai menulis. Berdasarkan hasil dari jurnal. namun ada beberapa siswa yang berpendapat tidak mengalami kesulitan. peneliti menyimpulkan bahwa pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu menyenangkan bagi siswa. Siswa yang tidak mengalami kesulitan berpendapat bahwa 77 .

sehingga melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat membuat siswa lebih bersemangat. ditambah guru membimbing siswa dalam menulis cerpen. khususnya materi mengarang. Menurut siswa melalui metode latihan terbimbing ini dapat lebih memahami materi menulis cerpen dan memotivasi siswa dalam menulis cerpen. dan kerangka karangannya pun sudah ada. Pada dasarnya kesulitan tersebut dapat diatasi dengan membiasakan menulis cerpen. Aspek yang terakhir adalah pesan dan kesan terhadap pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. atau mengungkapkannya dengan kata-kata. Aspek berikutnya adalah mengenai metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat mempermudah siswa dalam menulis cerpen. jadi kesulitan yang dihadapi siswa dapat langsung ditanyakan kepada guru. Aspek yang keempat adalah mengenai kepahaman siswa dengan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Sebagian besar siswa berpendapat mereka sangat terbantu karena tema sudah terdapat dalam teks lagu. Kesan yang dikemukakan siswa adalah belajar menulis cerpen melalui metode latihan 78 . Mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia merupakan mata pelajaran yang disepelekan oleh siswa. Siswa lebih bersemangat dan lebih senang. jadi mereka berpendapat dari teks lagu tersebut hanya mengubahnya ke dalam sebuah cerpen. Siswa yang mengalami kesulitan menuangkan ide berpendapat bahwa dalam pikirannya sudah ada namun sulit untuk menuangkan.78 metode latihan terbimbing membantu siswa dan media teks lagu dapat membantu siswa dalam menentukan tema dan merumuskan kerangka karangan.

79 terbimbing dengan media teks lagu lebih menarik dan menyenangkan. dan bahkan ada yang jalan-jalan atau mondar-mandir pada saat proses pembelajaran berlangsung.2. Tingkah laku siswa dalam mengerjakan tugas 79 .2.1. Berdasarkan pengamatan guru pada saat pembelajaran berlangsung.2 Jurnal Guru Siklus I Jurnal guru ini berisi uraian pendapat dan seluruh kejadian yang dapat ditangkap guru selama proses pembelajaran berlangsung. dan masih ada beberapa siswa yang pasif. Namun. ada sebagian kecil siswa yang masih kurang berminat dan bersemangat untuk mengikuti pembelajaran. Walaupun yang aktif hanya siswa yang sama. 4. Saran yang telah diungkapkan oleh siswa dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk pembelajaran berikutnya. Sebagian besar siswa tertarik dan senang terhadap metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam menulis cerpen. respon siswa terhadap metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam pembelajaran menulis cerpen cukup baik. mereka menyatakan kurang suka menulis cerpen dan tidak dapat mengungkapkan ide dan gagasannya dengan kata-kata. Siswa yang kurang berminat menunjukkan perilaku malas seperti tidak memperhatikan sungguh-sungguh penjelasan dari guru (peneliti). bercerita sendiri dengan temannya. demikian.2. Adapun saran yang diungkapkan yaitu dalam menerangkan hendaknya pelan-pelan. Keaktifan siswa pada kelas ini sudah dapat dikatakan baik dalam mengikuti pembelajaran.

Hal tersebut memang diakui karena memang siswa tersebut tidak suka dengan menulis atau 80 . dari keempat siswa hanya satu yang menjawab kurang mampu memahami materi yang diberikan guru. Sisanya 1 siswa menyatakan kurang suka dengan pembelajaran yang dilakukan oleh guru.80 menulis cerpen masih banyak siswa yang asyik menyanyikan lagu yang terdapat pada lembar menulis yang diberikan guru dan enggan menulis cerpen. Hal ini disebabkan karena cerpen yang ditulis merupakan kejadian yang pernah dialami penulisnya. Siswa yang menyatakan senang adalah karena pembelajarannya menyenangkan. Alasannya yang menyatakan tidak suka adalah karena siswa tersebut tidak suka dengan pembelajaran menulis. Fenomena-fenomena lain yang ditangkap oleh guru selama proses pembelajaran yaitu banyak siswa yang bersorak-sorak saat hasil penulisan cerpen temannya dibacakan di depan kelas.3 Hasil Wawancara Siklus I Siswa yang diwawancarai pada siklus ini ada 4 siswa. Sebagian besar siswa nampak senang dan bersemangat ketika guru membimbing siswa. yang menyatakan senang terhadap pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu ada 3 siswa. Dari keempat siswa yang diwawancarai.1. 4. Namun demikian ada sebagian kecil siswa yang kurang antusias mengikuti pembelajaran menulis cerpen dan tidak memperhatikan pembacaan cerpen di depan kelas. Keantusiasan siswa dalam mengikuti pembelajaran cukup antusias.2.2. Pada pertanyaan yang kedua.

81 mengarang dan selama proses pembelajaran berlangsung tidak memperhatikan guru. dari keempat siswa ada satu siswa yang menyatakan tidak begitu terpengaruh dengan suasana kelas. menurut ketiga siswa tersebut jika suasana kelas ramai dan tidak menyenangkan. keempat siswa yang ditanyai semua merasa termotivasi setelah mengikuti pembelajaran. Tiga menyatakan bahwa suasana kelas dapat mempengaruhi pembelajaran. Pada pertanyaan yang ketiga. apalagi guru memberikan bimbingan pada saat siswa mengalami kesulitan. Siswa yang menyatakan senang karena memang sejak awal pelajaran sudah tertarik dan memperhatikan penjelasan dari guru. 81 . Pada pertanyaan yang kelima mengenai suasana kelas. maka pembelajaran tidak menyenangkan dan sulit berkonsentrasi dalam pembelajaran. Ada juga yang menyatakan termotivasi karena teks lagu tersebut sesuai dengan pengalamannya. walaupun kelas dalam keadaan ramai tetap bisa menulis cerpen. sehingga memahami materi yang disampaikan oleh guru (peneliti). Menurut mereka pembelajaran yang diberikan guru sekarang lebih mudah dipahami. Pada pertanyaan keenam. sehingga kurang paham terhadap materi yang disampaikan guru. serta media yang digunakan juga dapat mempermudah siswa dalam menulis cerpen sehingga siswa paham terhadap pembelajaran menulis cerpen. dari keempat siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa metode latihan terbimbing yang digunakan guru dapat membantu mereka dalam menulis cerpen. Mereka termotivasi dengan metode yang dilakukan guru yaitu metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.

Pada pertanyaan yang kesembilan.4 Hasil Angket Siklus I 82 . semua siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat membantu kesulitan yang dihadapi mereka.1. Tetapi tingkat kesulitan yang mereka alami berbeda-beda. lebih kreatif. menuangkan ide yang ada dalam pikiran dengan kata-kata.82 Pada pertanyaan yang ketujuh dan kedelapan. Menurut mereka hal tersebut dikarenakan guru mengadakan bimbingan dan media teks lagu dapat digunakan untuk merumuskan kerangka karangan.2. dan mengembangkan lirik yang ada dalam teks lagu. semua siswa yang diwawancarai dapat disimpulkan bahwa banyak manfaat yang siswa dapatkan dari pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Menurut mereka manfaat yang didapatkan antara lebih paham materi menulis cerpen. 4.2. Adapun kesulitan yang mereka alami antara lain dalam menentukan judul. dari empat siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa mereka masih merasa kesulitan. lebih bersemangat untuk menulis cerpen. Pertanyaan yang kesepuluh.

S (Setuju).5 27.5 57.5 57.5 ∑ 2 - TS % 5 ∑ - STS % - Pada tabel 13 dapat dilihat. Pada aspek pertama ada 24 siswa atau 60% dari jumlah keseluruhan siswa yang menyatakan sangat setuju bahwa keterampilan menulis dapat meningkatkan kreativitas dalam belajar. TS (Tidak Setuju).5 7.5 40 37.5 45 35 25 ∑ 14 23 20 20 21 23 16 15 23 21 S % 35 57.5 27. Tabel 13. KS (Kurang Setuju).5 ∑ 2 7 10 8 6 6 11 7 3 9 KS % 5 17. Perolehan Angket siklus I Aspek ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 SS ∑ 24 10 10 12 13 11 11 18 14 10 % 60 25 25 30 32.5 22.5 50 50 52. Hasil angket pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut.83 Angket di dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui minat siswa dalam pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. jumlah siswa yang memilih SS (Sangat Setuju).5 52.5 25 20 15 15 27.5 17. dan STS (Sangat Tidak Setuju) pada setiap aspek angket. dan 14 siswa .

83 . Hal ini berarti bahwa kebanyakan siswa menyetujui bahwa keterampilan menulis dapat meningkatkan kreativitas. sedangkan siswa yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada.atau sebanyak 35% dijumlah keseluruhan siswa yang menyatakan setuju. Siswa yang kurang setuju ada 2 siswa atau sebesar 5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan kurang setuju.

tidak 84 .5% merasa kurang senang. dan 7 siswa atau 17. Pada aspek yang ketiga. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa merasa senang terhadap metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran menulis cerpen. Sebanyak 20 siswa atau sebesar 50% siswa menyatakan merasa senang terhadap metode yang digunakan guru. Sebanyak 10 siswa atau 25% menyatakan kurang senang terhadap metode yang digunakan guru dalam pembelajaran. Siswa yang tidak senang sama sekali tidak ada. siswa yang menyatakan kurang senang sebanyak 8 siswa atau sebesar 20% dari jumlah keseluruhan siswa. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang tidak ada. 23 siswa atau 57. siswa yang sangat senang terhadap metode pembelajaran yang digunakan oleh guru. Pada aspek keempat ini diperoleh 12 siswa atau sebesar 30% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan sangat senang terhadap metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk menulis cerpen.5% menyatakan senang. Hal ini berarti sebagian besar siswa merasa senang terhadap cara guru menerangkan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. ada 10 siswa atau sebanyak 25%. ada 10 siswa atau 25% menyatakan bahwa mereka merasa sangat senang terhadap cara guru menerangkan. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang. Sebanyak 20 siswa atau sebesar 50% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa mereka senang terhadap metode yang digunakan guru yang dapat memotivasi siswa untuk menulis cerpen.84 Pada aspek kedua.

5% dari jumlah keseluruhan siswa. sebanyak 11 siswa atau sebesar 27. pada aspek ini diperoleh siswa yang sangat paham dengan materi pembelajaran menulis cerpen sebanyak 13 siswa atau sebesar 32.5% menyatakan sangat senang terhadap media yang digunakan guru untuk menulis cerpen. Pada aspek yang keenam ini. Pada aspek ini diperoleh 11 siswa atau sebesar 27.5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa suasana kelas sangat mempengaruhi pemahaman siswa mengenai materi menulis cerpen. Hal ini dapat disimpulkan bahwa metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran dapat memotivasi siswa dalam menulis cerpen. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang tidak ada. Sebanyak 6 siswa atau 15% menyatakan kurang senang terhadap media yang digunakan guru dalam pembelajaran menulis cerpen. 21 siswa atau 52.5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa memahami materi pembelajaran menulis cerpen dengan baik walaupun ada siswa yang menyatakan kurang setuju.85 ada. Perolehan hasil ini berarti sebagian besar siswa senang terhadap media yang digunakan oleh guru dalam membelajarkan cerpen. Aspek berikutnya yaitu aspek yang ketujuh. Berkaitan dengan metode pembelajaran. sedangkan tidak dapat memahami meteri pembelajaran menulis cerpen tidak ada. 16 siswa atau sebesar 40% menyatakan suasana kelas mempengaruhi 85 .5% dapat memahami materi pembelajaran menulis cerpen. 23 siswa atau sebesar 57. Ada 10 siswa atau sebesar 25% siswa yang kurang memahami materi pembelajaran menulis cerpen.

yaitu pendapat siswa mengenai kebiasaan siswa dalam mengungkapkan ide. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada. gagasan dan perasaannya ke dalam sebuah cerpen banyak manfaatnya ada 14 siswa atau sebesar 35% menyatakan mereka sangat setuju.5% menyatakan bahwa mereka merasa senang terhadap metode yang dapat menarik perhatian siswa dalam pembelajaran. Hal ini berarti siswa senang terhadap metode yang dapat menarik perhatian mereka. Aspek berikutnya masih berkaitan dengan metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran menulis cerpen. 11 siswa atau 27.5% menyatakan bahwa suasana kelas kurang mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang tidak ada.5% menyatakan kurang setuju. Dengan 86 . Sedangkan 2 siswa atau sebesar 5% menyatakan tidak setuju bahwa suasana kelas dapat mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. 7 siswa atau sebesar 17. 15 siswa atau sebesar 37. sedangkan sisanya yaitu 3 siswa atau sebanyak 7. Sebanyak 15 siswa atau 37. Selanjutnya aspek yang kesembilan.5% menyatakan setuju.86 pemahaman siswa terhadap materi menulis cerpen. meskipun ada beberapa siswa yang menyatakan tidak terpengaruh dengan suasana kelas. Dari data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa siswa menginginkan suasana kelas yang nyaman pada saat menulis cerpen.5% menyatakan bahwa kurang senang terhadap penggunaan metode yang dapat menarik perhatian siswa. Pada aspek ini diperoleh 18 siswa atau sebesar 45% menyatakan bahwa mereka sangat senang terhadap metode yang menarik perhatian siswa pada saat pembelajaran berlangsung.

Sebanyak 10 siswa atau 25% yang menyatakan sangat senang. dan perasaan ke dalam cerpen banyak manfaatnya. Berikut merupakan gambar yang menunjukkan fenomena pada saat menulis cerpen siklus I Gambar 1.5% menyatakan kurang senang terhadap pembelajaran yang dilakukan guru (peneliti).87 demikian dapat disimpulkan bahwa kebiasaan mengungkapkan ide. Aktivitas awal pembelajaran siklus I Gambar di atas menunjukkan kondisi awal pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu siklus I. 21 siswa atau sebesar 52. Selain siswa senang terhadap metode dan media yang dihadirkan guru. gagasan.5 Hasil Dokumentasi Foto Dokumentasi di dalam penelitian ini digunakan sebagai bukti otentik dari kegiatan pembelajaran menulis cerpen telah dilakukan.2. dan sebanyak 9 siswa atau sebesar 22. Pada gambar 87 .1.5%. siswa juga merasa senang terhadap pembelajaran yang dilakukan guru. 4.2.

mereka merasa lebih santai. Tetapi ada beberapa siswa yang tidak memperhatikan penjelasan guru.88 tersebut di atas tampak guru atau peneliti sedang menjelaskan materi menulis cerpen dan menunjukkan sebuah teks lagu yang digunakan sebagai media dalam menulis cerpen. Meskipun demikian. Gambar 2. Aktivitas mengamati dan memperhatikan teks lagu siklus I Pada gambar di atas menunjukkan siswa sedang mengamati dan memperhatikan sebuah teks lagu yang digunakan sebagai media menulis cerpen. Setelah guru atau peneliti menjelaskan materi tentang menulis cerpen dan menunjukkan sebuah contoh cerpen yang dibuat berdasarkan teks lagu kemudian 88 . Siswa terlihat serius dalam mengikuti penjelasan yang disampaikan oleh guru atau peneliti. selalu memperhatikan orang yang memotret sehingga mereka sering menunjukkan tingkah laku yang tidak semestinya mereka lakukan. sebagian besar siswa mengikuti penjelasan guru dengan baik. Siswa tidak merasa takut diajar oleh guru atau peneliti.

Aktivitas Siswa Menulis Cerpen siklus I Gambar di atas diambil pada saat siswa mengerjakan tugas dari guru yaitu . Gambar 3. siswa memperhatikan dan mengamati teks lagu tersebut. ada pula yang memperhatikan orang yang sedang memotret.89 guru membagikan sebuah teks lagu. Hal ini diharapkan tidak terjadi pada siklus berikutnya. Pada gambar di atas terlihat beberapa siswa yang sedang seriau mengamati dan memperhatikan teks lagu. siswa tersebut melihat keadaan di luar kelas. tetapi ada beberapa siswa yang tidak mengamati dan memperhatikan teks lagu.

Mereka menunjukkan sikap yang tidak semestinya. Hal ini diharapkan tidak terjadi pada siklus berikutnya. Namun demikian. 89 . ada beberapa siswa yang tidak segera memulai menulis cerpen. Ada yang bergurau dan asyik berbicara dengan temannya. terlihat siswa bersungguh-sungguh dalam menulis cerpen. Pada gambar tersebut.menulis cerpen dengan media teks lagu.

Guru atau peneliti berkeliling untuk melihat aktivitas siswa yang sedang menulis cerpen. 4.90 Gambar 4. Hal ini diharapkan dapat memberikan masukkan bagi siswa untuk dapat menciptakan hasil karya sastra yang berupa cerpen dengan baik. Terlihat siswa menerima baik bimbingan yang diberikan oleh guru.1. Kesulitan secara individu dibimbing secara individu tetapi apabila ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan yang sama hal itu dibahas secara klasikal di kelas. . Aktivitas Guru Melakukan Bimbingan pada siklus I Pada gambar 4 menunjukkan aktivitas guru yang sedang melakukan proses bimbingan terhadap siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis cerpen.3 Hasil Penelitian Siklus II Hasil penelitian siklus II ini akan membahas hasil tes dan nontes setelah dilakukan perbaikan perencanaan pembelajaran melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.

90 .

yaitu meliputi tujuh aspek. (6) aspek sudut pandang. 4.5% dari jumlah keseluruhan siswa. (1) aspek tema dan amanat.3.5 3082 X = 25 40 2.5 = 05. (4) aspek latar.91 4. Rata-rata skor yang dicapai sebesar 77.05 dan termasuk dalam kategori baik. Siswa yang mendapat nilai cukup berjumlah 10 siswa atau . Pada tabel tersebut dapat dilihat siswa yang memperoleh nilai sangat baik berjumlah 5 siswa atau sebanyak 15% dari jumlah keseluruhan siswa. (3) aspek alur. Hal ini menunjukkan bahwa target yang ingin dicapai oleh peneliti (rata-rata klasikal 75) telah tercapai.1.1 Hasil Tes Siklus II Hasil tes siklus II adalah hasil tes menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu yang kedua setelah diadakan perbaikanperbaikan pembelajaran pada siklus I. Adapun kriteria penilaiannya masih sama. 5. siswa yang mendapat nilai baik berjumlah 24 siswa atau sebanyak 57. 7 7 100 Data pada tabel di atas menunjukkan keterampilan siswa kelas X SMA Ngeri 1 Pemalang dalam menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu selama siklus II. Rentang Nilai Sangat Baik 85-100 Baik 70-84 Cukup 60-69 Kurang 50-59 Sangat 0-49 Kurang Jumlah Frekuensi Bobot 5 24 10 1 40 433 1914 677 58 3082 Persentase Rata-rata Skor 15 57. 3. Tabel 14 Hasil Menulis Cerpen pada Siklus II No Kategori 1. dan (7) aspek kesesuaian unsur-unsur pembangun cerpen. Perolehan hasil tes menulis cerpen pada siklus II dapat dilihat pada tabel di atas. (5) aspek diksi dan gaya bahasa. (2) aspek tokoh dan penokohan. 2.

91 .

dan sangat kurang tidak ada (0%).5 1 2 3 kategori 57. dapat diartikan bahwa keterampilan siswa SMA Negeri 1 Pemalang sudah dapat dikatakan baik karena rata-rata skor yang diperoleh siswa dalam menulis cerpen pada siklus II ini sudah berada dalam kategori baik. 3=Cukup. 2=Baik. dan siswa yang mendapat nilai kurang hanya 1 siswa atau 2.92 sebanyak 25% dari jumlah keseluruhan siswa. 5=Sangat Kurang. .5 0 5 4 Diagram batang 3 Hasil Menulis Cerpen Siklus II Keterangan: 1=Sangat Baik.5% dari jumlah keseluruhan siswa. 4=Kurang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram batang berikut ini. Diagram 3 menunjukkan batang yang paling tinggi adalah batang untuk kategori baik yang berada pada angka 82. Berdasarkan perolehan hasil ini.5%. Hal ini berarti keterampilan siswa dalam menulis cerpen sebagian besar siswa sudah berada pada kategori baik. 60 50 40 30 20 10 25 15 0 2.

Batang tertinggi yang kedua 92 .Sisanya berada pada kategori sangat baik dan cukup.

Hal ini merupakan suatu peningkatan yang baik. 4. Perolehan nilai dalam kategori sangat baik dicapai oleh 22 siswa atau sebesar 55% dari jumlah keseluruhan siswa. 4. Rentang Nilai Sangat Baik 9-10 Baik 6-8 Cukup 3-5 Kurang 0-2 Jumlah Frekuensi Bobot 22 18 40 198 139 327 Persentase Rata-rata Skor 55 327 X = 45 40 = 18. Kategori baik dicapai 18 siswa atau sebesar 45% dari jumlah keseluruhan siswa. Seperti halnya . 3.5%. sedangkan kategori kurang dan sangat kurang berada pada angka 0% (tidak ada yang keterampilan menulis cerpen pada kategori kurang dan sangat kurang. 8 100 Data tabel 15 menunjukkan nilai rata-rata skor yang dicapai dalam aspek tema dan amanat yaitu sebesar 8. Pada siklus II. 2. Tabel 15 Perolehan Skor Aspek Tema dan Amanat No Kategori 1.93 yaitu untuk kategori cukup yang berada pada angka 25%. Kategori sangat baik berada pada angka 15% dan kategori kurang berada pada angka 2. siswa sudah mampu merumuskan tema dan amanat dalam menulis cerpen.3.1 Perolehan Skor Aspek Tema dan Amanat Siklus II Hasil penilaian tes pada aspek tema dan amanat dapat dilihat pada tabel 14 berikut.1.1.18 atau termasuk dalam kategori baik. siswa yang berada pada kategori cukup dan kurang tidak ada. Hal ini berarti keterampilan siswa dalam merumuskan tema dan amanat dalam menulis cerpen sudah baik.

93 .

3. Rentang Nilai Sangat Baik 16-20 Baik 11-15 Cukup 6-10 Kurang 0-5 Jumlah Frekuensi Bobot 13 24 3 40 215 321 30 566 Persentase Rata-rata Skor 32. sedangkan siswa yang berada pada kategori kurang tidak ada (0%).5% dari jumlah keseluruhan siswa.5% dari jumlah keseluruhan siswa. 4. 2. hasil ini termasuk dalam kategori baik. 1 4 100 Data tabel 16 menunjukkan nilai rata-rata skor yang dicapai dalam aspek alur dalam menulis cerpen yaitu sebesar 14. 4. Siswa yang memperoleh kategori nilai sangat baik sebanyak 13 siswa atau sebesar 32. .5 566 X = 60 40 7. siswa yang memperoleh kategori nilai cukup sebanyak 3 siswa atau sebesar 7.2 Perolehan Skor Aspek Alur Siklus II Penilaian tes pada aspek alur masih difokuskan pada keterampilan siswa dalam menciptakan alur yang menarik dan sesuai dengan teks lagu yang digunakan sebagai media pembelajaran dalam menulis cerpen.1.1. pada siklus II ini pun tema dan amanat dapat mengambilnya dari teks lagu yang digunakan media dalam menulis cerpen. Adapun siswa yang memperoleh kategori nilai baik yaitu sebanyak 24 siswa atau sebesar 60% dari jumlah keseluruhan siswa.5 = 15. artinya keterampilan siswa dalam menciptakan alur yang menarik dan sesuai dengan teks lagu yang digunakan sebagai media dalam pembelajaran menulis cerpen sudah baik. 3. Tabel 16 Perolehan Skor Aspek Alur No Kategori 1.94 pada siklus I.15. Hasil penilaian tes pada aspek alur dapat dilihat pada tabel 16 berikut.

94 .

30 atau termasuk pada kategori baik.3 Perolehan Skor Aspek Tokoh dan Penokohan Siklus II Hasil penilaian tes pada aspek tokoh dan penokohan dapat dilihat pada tabel 17 berikut Tabel 17 Perolehan Skor Aspek Tokoh dan Penokohan No Kategori 1. 2. 4. perolehan nilai dalam kategori baik sebanyak 14 siswa atau sebesar 35% dari jumlah keseluruhan siswa.95 4. . sedangkan siswa yang memperoleh kategori nilai cukup dan kurang tidak ada (0%). Rentang Nilai Sangat Baik 16-20 Baik 11-15 Cukup 6-10 Kurang 0-5 Frekuensi Bobot 26 14 420 192 - Persentase Rata-rata Skor 65 35 612 X = 40 = 03. Pada aspek tokoh dan penokohan sudah tidak ada yang mendapat kategori nilai cukup dan kurang. 1 5 Jumlah 40 612 100 Data pada tabel 17 menunjukkan nilai rata-rata skor yang dicapai dalam aspek tokoh dan penokohan yaitu sebesar 15. Pada siklus II ini. Hal ini berarti siswa sudah mampu menentukan tokoh dan dapat menggambarkan tokoh-tokohnya dengan sudah baik. Perolehan nilai dalam kategori sangat baik dicapai oleh 26 siswa atau sebesar 65% dari jumlah keseluruhan siswa. 3.3. Pada aspek tokoh dan penokohan ini ada perubahan yang baik.1.1. siswa tidak lagi mengalami kebingungan dalam menentukan tokoh dan menggambarkan penokohannya.

4 Perolehan Skor Aspek Latar Siklus II 95 .3.4.1.1.

Pada aspek latar ini. Hasil penilaian tes pada aspek latar dapat dilihat pada tabel 18 berikut.5 Perolehan Skor Aspek Diksi dan Gaya Bahasa Siklus II .1. Rentang Nilai Sangat Baik 9-10 Baik 6-8 Cukup 3-5 Kurang 0-2 Jumlah Frekuensi Bobot 30 10 40 270 76 346 Persentase Rata-rata Skor 75 346 X = 25 40 = 65. perolehan nilai pada kategori cukup dan kurang tidak ada (0%). sudah tidak ada siswa yang berada pada kategori nilai cukup dan kurang. 8 100 Data tabel 18 menunjukkan nilai rata-rata skor pada aspek latar yaitu sebesar 8.3. 4.96 Penilaian tes pada aspek latar masih difokuskan pada ketepatan dalam memilih latar sesuai dengan situasi dan kondisi dalam cerpen. Tabel 18 Perolehan Skor Aspek Latar No Kategori 1.65 atau termasuk dalam kategori baik. Adapun perincian perolehan nilai tersebut adalah sebagai berikut: perolehan nilai dalam kategori sangat baik dicapai oleh 30 siswa atau sebesar 75% dari jumlah keseluruhan siswa. Pada siklus II ini sebagian besar siswa sudah dapat memilih latar yang sesuai dengan situasi dan kondisi sesuai dengan cerita yang dibuat siswa dalam menulis cerpen.1. 4. 2. 3. perolehan nilai dalam kategori baik dicapai oleh 10 siswa atau sebesar 25% dari jumlah keseluruhan siswa.

96 .

5 40 = 95. sedangkan siswa yang memperoleh nilai dalam kategori cukup dan kategori kurang tidak ada. Hasil ini termasuk dalam kategori baik.5 318 X = 52. artinya keterampilan siswa dalam memilih diksi dan gaya bahasa yang sesuai dengan konteksnya sudah baik. Hasil penilaian tes pada aspek diksi dan gaya bahasa dapat dilihat pada tabel 19. sebagian besar siswa sudah dapat menggunakan diksi dan gaya bahasa yang tepat. Pada aspek diksi dan gaya bahasa dalam menulis cerpen ini. Tabel 19 Perolehan Skor Aspek Diksi dan Gaya Bahasa No Kategori 1.5% dari jumlah keseluruhan siswa. Rentang Nilai Sangat Baik 9-10 Baik 6-8 Cukup 3-5 Kurang 0-2 Jumlah Frekuensi Bobot 9 21 40 81 237 318 Persentase Rata-rata Skor 22. 3. Pada siklus II ini.95. 2.5% dari jumlah keseluruhan siswa. . sebagian besar siswa menggunakan diksi dan gaya bahasa yang sesuai dengan konteks yang dibuatnya dalam menulis cerpen. 4. Adapun siswa yang memperoleh kategori nilai baik yaitu sebanyak 21 siswa atau sebesar 52. Siswa yang memperoleh kategori nilai sangat baik sebanyak 9 siswa atau sebesar 22.97 Penilaian tes pada aspek diksi dan gaya bahasa masih difokuskan pada kesesuaian pemilihan diksi dan gaya bahasa dengan konteksnya. 7 100 Data pada tabel 18 menunjukkan nilai rata-rata skor yang dicapai dalam aspek diksi dan gaya bahasa dalam menulis cerpen yaitu sebesar 7.

6 Perolehan Skor Aspek Sudut Pandan .1.4.1.3.

3. Hal ini merupakan suatu peningkatan yang baik. Hal ini berarti keterampilan siswa dalam menggunakan sudut pandang dalam menggambarkan tokoh dalam menulis cerpen sudah baik. Siswa yang berada pada kategori cukup dan kategori kurang tidak ada.98 Hasil penilaian tes pada aspek sudut pandang dapat dilihat pada tabel 20 berikut.48 atau termasuk dalam kategori baik. siswa sudah mampu menggunakan sudut pandang yang tepat dalam menggambarkan tokoh dalam menulis cerpen. Pada siklus II. Rentang Nilai Sangat Baik 9-10 Baik 6-8 Cukup 3-5 Kurang 0-2 Jumlah Frekuensi Bobot 22 18 40 198 141 339 Persentase Rata-rata Skor 55 45 339 X = 40 = 48. 4. Perolehan nilai dalam kategori sangat baik dicapai oleh 22 siswa atau sebesar 55% dari jumlah keseluruhan siswa. 2. tokoh-tokoh yang dihadirkan dalam cerpen digambarkan dengan jelas. Tabel 20 Perolehan Skor Aspek Sudut Pandang No Kategori 1. Kategori baik dicapai oleh 18 siswa atau sebesar 45% dari jumlah keseluruhan siswa. Dengan kata lain. 8 100 Data tabel 20 menunjukkan nilai rata-rata skor yang dicapai dalam aspek sudut pandang yaitu sebesar 8. .

98

99

4.1.3.1.7 Perolehan Skor Aspek Kepaduan Unsur-unsur Pembangun Cerpen Siklus II Hasil penilaian tes pada aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen dalam menulis cerpen dapat dilihat pada tabel 20 berikut. Tabel 21 Perolehan Skor Aspek Kepaduan Unsur-unsur Pembangun Cerpen

No Kategori 1. 2. 3. 4.

Rentang Nilai Sangat Baik 16-20 Baik 11-15 Cukup 6-10 Kurang 0-5 Jumlah

Frekuensi Bobot 14 23 3 40 228 316 30 574

Persentase Rata-rata Skor 35 57,5 574 X = 7,5 40 = 35,1 4 100

Data pada tabel 21 menunjukkan nilai rata-rata skor yang dicapai dalam aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen yaitu sebesar 14,35 atau termasuk pada kategori baik. Hal ini berarti keterampilan siswa dalam menulis cerpen dengan unsur-unsur pembangunnya yang padu sudah baik. Perolehan nilai dalam kategori yang sangat baik dicapai oleh 14 siswa atau sebesar 35% dari jumlah keseluruhan siswa. Perolehan nilai dalam kategori baik sebanyak 23 siswa atau sebesar 57,5% dari jumlah keseluruhan siswa, perolehan nilai dalam kategori cukup dicapai oleh 3 siswa atau sebesar 7,5% dari jumlah keseluruhan, sedangkan siswa yang memperoleh nilai dalam kategori kurang tidak ada (0%).Pada aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen sudah baik. Pada siklus II ini, siswa tidak lagi mengalami kebingungan dalam menentukan salah satu unsur pembangun cerpen dalam menulis cerpen.

99

100

4.1.3.2 Hasil Nontes Siklus II Hasil penelitian nontes pada siklus II ini masih diperoleh dari data observasi, jurnal, angket, wawancara, dan dokumentasi. Keempat hasil nontes tersebut dijelaskan sebagai berikut.

4.1.3.2.1 Hasil Observasi Siswa Siklus II Berdasarkan pengamatan peneliti, secara keseluruhan proses pembelajaran menulis cerpen pada siklus II ini dapat dikatakan baik karena jumlah siswa yang melakukan perilaku negatif telah berkurang. Pada siklus II, terdapat beberapa perilaku siswa yang terdeskripsi melalui kegiatan observasi. Selama melakukan kegiatan pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu, guru (peneliti) merasakan adanya perubahan pada prilaku siswa. Pada saat guru menjelaskan materi tentang cerpen, sebagian siswa menunjukkan perilaku yang positif dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Berdasarkan data yang diperoleh sebagian besar siswa atau sebanyak 38 siswa atau sebesar 95% dari jumlah keseluruhan siswa memperhatikan penjelasan guru dengan baik. Sisanya sebanyak 2 siswa atau sebesar 5% dari jumlah keseluruhan siswa kurang merespon penjelasan guru. Dari jumlah ini berarti terjadi peningkatan siswa yang berperilaku positif. Siswa yang memperhatikan penjelasan guru berdasarkan pengamatan peneliti siswa yang memperhatikan merupakan siswa yang pada siklus I mendapat nilai baik, tetapi ada juga beberapa siswa yang pada siklus I kurang memperhatikan di siklus II ini memperhatikan penjelasan guru.

100

101

Siswa yang aktif bertanya pada siklus II ini sebanyak 7 siswa atau sebesar 17,5% dari jumlah keseluruhan siswa dan yang tidak berani mengajukan pertanyaan kepada peneliti yaitu sebanyak 33 siswa atau sebesar 82,5% dari jumlah keseluruhan siswa. Siswa yang kurang berani mengajukan pertanyaan kepada guru disebabkan kurang percaya diri, dan ada pula yang memang sudah paham dengan materi menulis cerpen. Sebanyak 36 siswa atau sebesar 90% dari jumlah keseluruhan siswa yang aktif dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Sisanya sebanyak 4 siswa atau sebesar 10% dari jumlah keseluruhan siswa yang tidak aktif dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen. Mereka asyik bercanda dengan teman sebangkunya dan enggan mempelajari teks lagu yang diberikan oleh guru sebagai media dalam membelajarkan menulis cerpen. Seperti halnya pada siklus I, hal yang paling penting dalam penelitian ini adalah metode yang digunakan oleh guru dalam membelajarkan mengenai menulis cerpen. Sebagian besar siswa atau sebanyak 37 atau sebesar 92,5% dari jumlah keseluruhan siswa yang merespons positif metode yang digunakan oleh peneliti, mereka merasa senang dapat bertanya langsung dengan guru mengenai kesulitan-kesulitan siswa dalam menulis cerpen. Siswa lebih akrab dengan peneliti karena pada siklus II ini merupakan pertemuan untuk ketiga kalinya sehingga siswa tidak lagi merasa asing dengan guru. Sisanya 3 siswa atau sebesar 7,5% dari jumlah keseluruhan siswa yang merasa kurang senang dengan metode yang digunakan guru karena seolah-olah mereka begitu diawasi oleh guru sehingga merasa cemas dan malu apabila yang dituliskannya salah. Dari data tersebut berarti terjadi peningkatan siswa yang melakukan perilaku positif. 101

Pada siklus II ini sebanyak 5 siswa atau sebesar 12.5% dari jumlah keseluruhan siswa yang dapat dengan cepat menyelesaikan tugas menulis cerpennya dengan baik. Namun mereka dapat menyelesaikan tugas tersebut dengan tepat sesuai dengan waktu yang ditentukan. Hal tersebut disebabkan siswa kurang berani mengungkapkan pendapatnya mengenai cerpen. Hal ini disebabkan karena mereka lebih terbiasa menulis cerpen dan lebih mudah menuangkan kata-kata ke dalam cerpen.5% dari jumlah keseluruhan siswa yang berani memberikan komentar terhadap pembacaan cerpen milik temannya. Proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat berjalan dengan lancar. Sisanya 27 siswa atau sebesar 67.5% dari jumlah keseluruhan siswa yang kurang begitu cepat dalam menyelesaikan tugas menulis cerpen. Sisanya sebanyak 35 siswa atau 87. Data tersebut menunjukkan bahwa sebanyak 38 siswa atau sebesar 95% dari jumlah keseluruhan siswa yang merasa lebih bersenang hati dalam menulis cerpen.% dari jumlah keseluruhan siswa kurang berani memberikan komentar terhadap hasil penulisan cerpen temannya. Dalam memberikan komentar terhadap pembacaan cerpen temannya di depan kelas pada siklus II ini juga mengalami peningkatan. Sisanya sebanyak 2 siswa atau sebesar 5% yang kurang bersenang hati dalam menulis cerpen.102 Dari data observasi dapat dilihat terjadinya peningkatan perilaku positif siswa dalam menulis cerpen. Sebanyak 13 siswa atau sebesar 32. 102 . Siswa yang pada siklus I melakukan perilaku negatif dalam siklus II ini lebih banyak berperilaku positif. Hal ini disebabkan siswa kurang berminat dalam menulis cerpen.

mereka terlihat serius dalam mengerjakannya. serta siswa yang sering mondar-mandir atau berjalan jalan pada saat pembelajaran menulis cerpen berlangsung berkurang. Kesungguhan siswa dalam mendengarkan penjelasan guru pada siklus II ini sudah baik. Perilakuperilaku negatif siswa dapat dikurangi sehingga pembelajaran ini dapat berhasil .3. Sisanya sebesar 38 siswa atau sebesar 95 dari jumlah keseluruhan siswa.2. siswa sudah aktif dalam mengikuti pembelajaran. Suasana kelas pun sangat mendukung. Begitu juga dengan keterampilan guru atau peneliti dalam mengajarkan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Dan siswa yang melakukan perilaku negatif yaitu mondarmandir atau jalan-jalan tanpa tujuan yang jelas tidak ada.2 Hasil Observasi Kelas Siklus II Berdasarkan hasil observasi kelas.103 Suasana kelas terlihat lebih tertib daripada pada siklus yang ke II. 103 .1. tidak ramai sehingga siswa dapat menulis cerpen dengan baik. 4. Berdasarkan uraian di atas menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan perilaku siswa dalam mengikuti proses pembelajaran pada siklus II ini. suasana yang tenang. Siswa yang berperilaku negatif seperti sering bergurau dengan temannya. Kesungguhan siswa ini juga mencerminkan perilaku yang baik dalam mengerjakan tugas. secara keseluruhan keaktifan siswa pada pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu siklus II ini sudah cukup baik. Sebanyak 2 siswa atau sebesar 5% dari jumlah keseluruhan siswa yang bergurau dan berbicara dengan teman sebangkunya. berbicara dengan temannya.1. Keaktifan siswa juga terlihat pada saat siswa menulis cerpen.

1.2. keterampilan mengelola kelas.1. 4. 104 . Jurnal ini juga diisi setelah pembelajaran menulis cerpen. Hal ini disebabkan guru sudah lebih mengenal siswa sehingga komunikasi guru dengan siswa lebih baik daripada pada siklus I. Keterampilan guru dalam menjalin komunikasi dengan siswa dan keterampilan guru memberikan motivasi dalam menulis cerpen juga sudah cukup baik.3. pengalaman siswa.104 Keterampilan guru dalam membuka pelajaran.2 Hasil Jurnal Siklus II Aspek yang ada dalam jurnal siswa siklus II masih sama dengan aspek yang ada pada siklus I. Selain itu siswa juga dapat melatih keterampilan menulis mereka. Jurnal pada siklus II terdiri atas dua jurnal yaitu jurnal siswa dan jurnal guru.2. keterampilan memberikan umpan balik atau bertanya sudah cukup baik. keterampilan menggunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. 4.3. Adapun hasil jurnal siklus II diuraikan sebagai berikut.2.1 Jurnal Siswa Siklus II Materi menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu merupakan materi yang disenangi siswa hampir seluruh siswa menyatakan bahwa dengan materi tersebut materi dapat mengungkapkan perasaan. Berdasarkan pendapat ini peneliti menilai bahwa metode latihan terbimbing dengan media teks lagu selain dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen juga dapat menari minat siswa untuk terus menulis cerpen.

Kesulitan tersebut seperti siswa masih ada yang kesulitan mengembangkan ide dan kurang dapat mengungkapkan ide yang ada dalam pikiran mereka ke dalam cerpen.105 Pada aspek yang kedua mengenai kesulitan siswa dalam menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. 105 . Pada siklus II ini sudah banyak siswa yang tidak lagi mengalami kesulitan dalam menulis cerpen. Guru hendaknya memberikan motivasi pada siswa untuk membiasakan menulis cerpen selain di sekolah sehingga siswa dapat terampil dalam menulis cerpen. Pada dasarnya kesulitan-kesulitan tersebut dapat diatasi dengan banyak latihan menulis cerpen. Menurut mereka dengan metode ini siswa dapat menulis cerpen dengan baik karena kesulitan-kesulitan yang dialami mereka bisa langsung ditanyakan pada guru dan teks lagu yang digunakan sebagai media dalam menulis cerpen juga dapat membantu siswa dalam menulis cerpen. Hal tersebut disebabkan siswa merasa terbantu dengan adanya bimbingan yang dilakukan oleh guru serta media yang digunakan dapat mempermudah siswa dalam menulis cerpen. Aspek berikutnya adalah mengenai metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat mempermudah siswa dalam menulis cerpen. Namun dari jurnal yang diperoleh masih ada juga siswa yang masih mengalami kesulitan dalam menulis cerpen. Berdasarkan jurnal siswa siklus II pada aspek yang ketiga mereka berpendapat bahwa melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu siswa dapat memahami materi menulis cerpen. Hampir seluruh siswa berpendapat bahwa metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat mempermudah siswa dalam menulis cerpen.

Fenomena-fenomena yang lain pada saat pembelajaran berlangsung adalah ada siswa yang bertanya lagu-lagu lain. 4. Hal ini dapat terlihat ketika siswa menulis cerpen dengan serius. minat siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu sudah cukup baik. Mereka tak lagi segan bertanya kepada guru apabila merasa kesulitan.1.2. Siswa juga mengungkapkan kesannya yaitu bahwa menulis cerpen dengan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu lebih menyenangkan dan dapat lebih memahami materi menulis cerpen.2 Jurnal Guru Siklus II Seperti yang dipaparkan di dalam jurnal siswa. dan guru pun langsung menjawab pertanyaan tersebut kalau lagu-lagu selain yang digunakan oleh guru sebagai media dalam menulis cerpen dapat digunakan siswa sebagai media dalam menulis cerpen.1.106 Pesan dan kesan yang diberikan oleh siswa yaitu semoga metode latihan terbimbing dengan media teks lagu tetap digunakan dalam membelajarkan menulis cerpen.3 Hasil Wawancara Siklus II 106 .2.3.2. Siswa merasa senang menerima pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. selain lagu yang digunakan oleh guru dapat dijadikan sebagai media dalam menulis cerpen atau tidak. Perilaku negatif yang biasa dilakukan seperti bergurau dan jalan-jalan ketika proses pembelajaran menulis cerpen sudah tidak lagi dilakukannya. 4.2. Keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen sudah baik.

Pada pertanyaan yang kedua. Satu siswa yang mendapat nilai cukup menyatakan mampu memahami materi tetapi siswa tersebut sulit untuk mengungkapkan pikirannya dengan kata-kata. Siswa yang mendapat nilai baik menyatakan bahwa dengan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat mempermudah siswa dalam menulis cerpen. Menurut mereka pelajaran yang sekarang lebih menyenangkan. dan 2 siswa yang mendapat nilai cukup). Dari keempat siswa tersebut menyatakan termotivasi untuk belajar menulis setelah mengalami proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. dari keempat siswa yang diwawancarai menyatakan mampu memahami materi yang diajarkan oleh guru.107 Pada siklus II ini jumlah siswa yang diwawancarai ada 4 siswa (1 siswa yang mendapat nilai baik. Wawancara ini dilakukan tiga hari setelah pembelajaran menulis buku harian dilaksanakan Empat siswa yang diwawancarai menyatakan senang terhadap pembelajaran yang dilakukan oleh guru. media yang digunakan juga sangat cocok dengan pengalaman pribadinya dan dari teks lagu tersebut ia hanya mengembangkan saja sehingga alurnya jelas. 1 siswa yang mendapat nilai baik. 107 . karena teks lagu yang digunakan sebagai media dalam pembelajaran dapat memberikan hiburan. Aspek wawancara yang ketiga adalah motivasi yang didapatkan siswa setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi.

108 . Dari keempat siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa metode tersebut dapat mengatasi kesulitan yang mereka hadapi dalam menulis cerpen. Apabila suasana kelas ramai maka siswa tidak bisa berkonsentrasi menulis cerpen. Aspek yang ketujuh dan kedelapan yaitu mengenai kesulitan siswa dalam menulis cerpen. Dari keempat siswa siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa teks lagu yang digunakan sebagai media dalam pembelajaran menulis cerpen dengan metode latihan terbimbing karena dalam teks lagu tersebut merupakan pengalaman yang pernah dialami siswa. Keempat siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa suasana kelas sangat terpengaruh terhadap proses pembelajaran. Aspek yang kelima yaitu mengenai pengaruh suasana kelas terhadap proses pembelajaran di kelas. Semua siswa yang diwawancarai menyatakan masih merasa kesulitan dalam membuat cerpen. karena mereka dapat menanyakan kesulitan yang dialami kepada guru.108 Aspek yang keempat adalah mengenai teks lagu yang digunakan oleh guru dapat memberikan ide untuk membuat cerpen. Dari keempat siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa mereka sangat terbantu. Kesulitan yang mereka hadapi rata-rata mengenai pembuatan cerita yang lebih menarik. Aspek wawancara selanjutnya yaitu mengenai metode latihan terbimbing dapat membantu siswa dalam menulis cerpen. Aspek yang kesembilan yaitu mengenai metode latihan terbimbing dengan media teks lagu yang digunakan oleh guru dapat membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi siswa.

5 65 ∑ 1 1 KS % 2. Manfaat yang mereka dapatkan adalah dapat membantu mereka memahami materi cerpen dengan baik dan mempermudah mereka dalam menulis cerpen. Perolehan Angket siklus I Aspek ke 1 2 3 SS ∑ 29 14 13 % 72.5 ∑ - TS % ∑ - STS % - .5 ∑ 11 25 26 S % 27. Tabel 22. Hasil angket pada siklus II dapat dilihat pada tabel berikut. Selain itu mereka menyatakan bahwa mereka setelah pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.2.5 62. mereka lebih senang mengungkapkan pengalaman mereka ke dalam sebuah cerpen.5 2.5 35 32.4 Hasil Angket Siklus II Angket di dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui minat siswa dalam pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.109 Aspek yang terakhir yaitu mengenai manfaat yang mereka dapatkan setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.1. 4.2.

TS (Tidak Setuju).5 17 22 24 16 16 20 24 42.5 - - - - Pada tabel 22 dapat dilihat. KS (Kurang Setuju). S (Setuju). jumlah siswa yang memilih SS (Sangat Setuju).5 55 60 40 40 50 60 2 2 2 10 2 2 5 5 5 5 25 5 5 12.4 5 6 7 8 9 10 21 16 14 14 22 18 11 52. dan STS (Sangat 109 .5 40 35 35 55 45 27.

5% dari jumlah keseluruhan siswa yang menyatakan kurang senang terhadap metode yang digunakan guru dalam pembelajaran.110 Tidak Setuju) pada setiap aspek angket. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang tidak ada (0%). ada 13 siswa atau sebanyak 32. 110 . Sebanyak 26 siswa atau sebesar 65% dari jumlah keseluruhan siswa yang menyatakan senang terhadap metode yang digunakan guru. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa merasa senang terhadap metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran menulis cerpen. Siswa yang menyatakan tidak senang sekali tidak ada (0%).5% dari jumlah keseluruhan siswa yang menyatakan setuju.5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan senang. Hanya 1 siswa atau 2. 25 siswa atau sebesar 57. siswa yang sangat senang terhadap metode pembelajaran yang digunakan oleh guru. Pada aspek pertama ada 2 siswa atau sebesar 60% dari jumlah keseluruhan siswa yang menyatakan sangat setuju bahwa keterampilan menulis dapat meningkatkan kreativitas dalam belajar.5% dari jumlah keseluruhan siswa merasa kurang senang. sebanyak 14 siswa atau sebesar 35% dari jumlah keseluruhan siswa yang menyatakan bahwa mereka merasa sangat senang terhadap cara guru menerangkan. Hal ini berarti bahwa kebanyakan siswa menyetujui bahwa keterampilan menulis dapat meningkatkan kreativitas. Pada aspek kedua. Siswa menyatakan kurang setuju.5% dari jumlah keseluruhan siswa. Sebanyak 11 siswa atau sebesar 27. dan 1 siswa atau 2. Hal ini berarti sebagian besar siswa merasa senang terhadap cara guru menerangkan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada. Pada aspek yang ketiga.

111 Pada aspek keempat ini diperoleh data. sebanyak 16 siswa atau sebesar 32. siswa yang menyatakan kurang senang sebanyak 2 siswa atau sebesar 5% dari jumlah keseluruhan siswa.5% siswa yang kurang memahami materi pembelajaran menulis cerpen. Hal ini dapat disimpulkan bahwa metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran dapat memotivasi siswa dalam menulis cerpen. sebanyak 14 siswa atau sebesar 35% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan sangat senang terhadap media yang 111 . Pada aspek yang keenam ini. Berkaitan dengan metode pembelajaran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa memahami materi pembelajaran menulis cerpen dengan baik walaupun ada siswa yang menyatakan kurang setuju. sedangkan siswa yang tidak dapat memahami meteri pembelajaran menulis cerpen tidak ada (0%). Ada 2 siswa atau sebesar 2.5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa mereka senang terhadap metode yang digunakan guru yang dapat memotivasi siswa untuk menulis cerpen. sebanyak 22 siswa atau sebesar 55% dari jumlah keseluruhan siswa dapat memahami materi pembelajaran menulis cerpen.5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan sangat senang terhadap metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk menulis cerpen.5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan sangat setuju. Sebanyak 17 siswa atau sebesar 42. tidak ada (0%). Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang terhadap metode yang digunakan guru yang dapat memotivasi siswa untuk menulis cerpen. sebanyak 21 siswa atau sebesar 52. pada aspek ini diperoleh siswa yang sangat paham dengan materi pembelajaran menulis cerpen.

Aspek berikutnya masih berkaitan dengan metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran menulis cerpen. meskipun ada beberapa siswa yang menyatakan tidak terpengaruh dengan suasana kelas. Sebanyak 16 siswa atau 40% dari jumlah keseluruhan siswa 112 . 16 siswa atau sebesar 40% menyatakan suasana kelas mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi menulis cerpen. Perolehan hasil ini berarti sebagian besar siswa senang terhadap media yang digunakan oleh guru dalam membelajarkan cerpen. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang sekali tidak ada (0%). Pada aspek ini diperoleh 22 siswa atau sebesar 55% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa mereka sangat senang terhadap metode yang menarik perhatian siswa pada saat pembelajaran berlangsung. sebanyak 10 siswa atau sebesar 25% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa suasana kelas kurang mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Pada aspek ini diperoleh 14 siswa atau sebesar 35% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa suasana kelas sangat mempengaruhi pemahaman siswa mengenai materi menulis cerpen. sebanyak 24 siswa atau sebesar 60% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan setuju. Aspek berikutnya yaitu aspek yang ketujuh. Sebanyak 2 siswa atau sebesar 5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan kurang senang terhadap media yang digunakan guru dalam pembelajaran menulis cerpen. Dari data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa siswa menginginkan suasana kelas yang nyaman pada saat menulis cerpen. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak setuju bahwa suasana kelas dapat mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.112 digunakan guru untuk menulis cerpen.

113

menyatakan bahwa mereka merasa senang terhadap metode yang dapat menarik perhatian siswa dalam pembelajaran, sebanyak 2 siswa atau sebesar5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa kurang senang terhadap penggunaan metode yang dapat menarik perhatian siswa. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang tidak ada. Hal ini berarti siswa senang terhadap metode yang dapat menarik perhatian mereka. Selanjutnya aspek yang kesembilan, yaitu pendapat siswa mengenai kebiasaan siswa dalam mengungkapkan ide, gagasan dan perasaannya ke dalam sebuah cerpen banyak manfaatnya, ada 18 siswa atau sebesar 45% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa mereka sangat setuju. Sebanyak 20 siswa atau sebesar 50% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan setuju, sedangkan sisanya yaitu 2 siswa atau sebanyak 5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan kurang setuju. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada (0%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kebiasaan mengungkapkan ide, gagasan, dan perasaan ke dalam cerpen banyak manfaatnya. Selain siswa senang terhadap metode dan media yang dihadirkan guru dalam pembelajaran menulis cerpen, siswa juga merasa senang terhadap pembelajaran yang dilakukan guru. Sebanyak 11 siswa atau 27,5% dari jumlah keseluruhan siswa yang menyatakan sangat senang, sebanyak 24 siswa atau sebesar 60% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan senang, dan sebanyak 5 siswa atau sebesar 12,5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan kurang senang terhadap pembelajaran yang dilakukan guru (peneliti). Sedangkan siswa yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada (0%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa senang terhadap pembelajaran yang dilakukan guru. 113

114

4.1.3.2.4 Dokumentasi Foto Pada siklus II ini, pengambilan foto difokuskan pada kegiatan selama proses pembelajaran menulis cerpen yang berupa aktivitas menulis cerpen pada siklus II, aktivitas guru mengadakan latihan terbimbing, dan aktivitas siswa yang sedang

membacakan cerpen di depan kelas.

Gambar 5. Aktivitas Awal Pembelajaran Siklus II Gambar di atas diambil pada saat siswa mendengarkan penjelasan guru, yaitu pada saat guru menjelaskan kesulitan-kesulitan pembelajaran pada siklus I

dan mengevaluasi kegiatan pada siklus I. Pada gambar tersebut sebagian besar siswa sudah menunjukkan perilaku yang positif, yaitu memperhatikan penjelasan guru dengan seksama, tetapi masih ada sebagian kecil dari jumlah siswa yang masih menunjukkan perilaku yang negatif.

114

115

Gambar 6. Aktivitas Menulis Cerpen Siklus II Gambar tersebut menunjukkan aktivitas siswa pada saat mengerjakan tugas dari guru, yaitu menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siklus II. Kegiatan ini diambil sebagai penilaian tes menulis cerpen pada siklus II. Berdasarkan gambar tersebut, siswa tampak segera menulis cerpen dengan sungguh-sungguh. Tidak ada lagi siswa yang terlihat menunjukkan perilaku negatif dalam menulis cerpen seperti yang terjadi pada siklus I. Semua siswa terlihat serius dan mengerjakan tugas menulis cerpen, dilakukan sendiri, tidak mencontoh pekerjaan temannya. Hal ini merupakan peningkatan dari siswa yaitu adanya perubahan perilaku yang positif.

115

116

Gambar 7. Aktivitas Guru Membimbing Siswa Menulis Cerpen Siklus II Pada gambar 7 menunjukkan aktivitas guru dalam memberikan latihan terbimbing kepada siswa. Seperti pada siklus I guru berkeliling untuk melihat aktivitas siswa dalam menulis cerpen. Siswa yang bertanya kepada guru jumlahnya meningkat daripada pada siklus I. Siswa sudah mulai akrab dengan guru sehingga kesulitan-kesulitan yang dihadapi langsung ditanyakan pada guru.

Gambar 8. Aktivitas Siswa membacakan Cerpen Siklus II

116

4. 4. hasil tindakan siklus I.30. Dalam kegiatan ini suasana kelas sedikit ramai karena cerpen yang dibacakan di depan kelas merupakan pengalaman siswa kebanyakan temannya juga sudah mengetahuinya.1 Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen Siswa Kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang Sebelum pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dilakukan. Siswa yang lain mendengarkan pembacaan cerpen tersebut. Pembahasan ini didasarkan pada hasil pratindakan. Hasil pratindakan ini dianalisis dan diperoleh sebuah simpulan bahwa keterampilan menulis cerpen siswa kelas X7 SMA Negeri 1 Pemalang masih kurang memuaskan. dan hasil tindakan siklus II.2 Pembahasan Pembahasan dalam skripsi ini meliputi pembahasan mengenai peningkatan keterampilan menulis cerpen pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dan perubahan perilaku siswa tersebut. Hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata yang diperoleh siswa sebesar 61. 117 .117 Gambar tersebut menunjukkan aktivitas siswa yang sedang membacakan hasil cerpen yang ditulisnya di depan kelas. dan memperhatikan cerpen hasil karya temannya agar dapat dinilai atau dikomentari. terlebih dahulu dilakukan tes pratindakan. Tes ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kondisi awal keterampilan siswa kelas X7 SMA Negeri 1 Pemalang dalam menulis cerpen.2.

peningkatan penguasaan aspek diksi dan gaya bahasa sebesar 0.118 keterampilan siswa dalam menentukan tema dan amanat. 118 . peningkatan penguasaan aspek tokoh dan penokohan.35%. sebesar 1.62 yang berarti bahwa pada siklus I keterampilan menulis cerpen siswa sudah cukup baik. dan peningkatan penguasaan aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen sebesar 1. menentukan latar. maka peneliti melakukan pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. menggunakan diksi dan gaya bahasa.94%. namun hasil tes yang diperoleh siswa pada siklus ini belum memuaskan dan belum memenuhi target.93. dan keterpaduan unsur-unsur dalam cerpen termasuk dalam kategori cukup.20%. keterampilan menulis cerpen siswa mengalami peningkatan sebesar 11. menentukan sudut pandang. membuat alur. Setelah dilakukan pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siklus I. Hal ini karena sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan menulis cerpen terutama dalam mengembangkan kerangka cerpen yang ada dalam teks lagu dan menuangkan ide yang ada dalam pikiran mereka.Nilai rata-rata yang dicapai pada siklus I sebesar 68.70%.12%. peningkatan penguasaan aspek alur sebesar 1. Setelah peneliti melihat kondisi awal keterampilan siswa menulis cerpen melalui hasil pratindakan tersebut. menentukan tokoh dan penokohan.20%. Hal ini juga ditandai dengan peningkatan penguasaan aspek tema dan amanat sebesar 1. Meskipun pembelajaran siklus I telah dioptimalkan perencanaan dan pelaksanaannya melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.43%. peningkatan penguasaan aspek latar sebesar 0. peningkatan penguasaan aspek sudut pandang sebesar 0.

rata Kelas Peningkatan PT SI SII PT – (%) SI(%) PT(%) . Dan hasil siklus II mengalami peningkatan dari hasil tes siklus I. ternyata kesulitan siswa dalam mengembangkan kerangka cerpen dan mengungkapkan ide ke dalam sebuah cerpen dapat diatasi. peningkatan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat dilihat pada tabel di bawah ini Tabel 23. dan Siklus II Aspek Nilai Rata. Perolehan Nilai Rata-Rata dan Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen pada Pratindakan. Siklus I.119 Setelah dilaksanakan pembelajaran melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siklus II dengan tema yang masih sama.

43 6.99 7.75 = 77 SII 20.51 16.82 6.20 18.64 16.15 1.85 8.01 16.94 7.35 0.75 = 59 7.23 8.05 = 61 7.84 13.38 = 60 61.62 77.64 20.44 = 69 = 69 119 .29 1.52 = 77 2.30 8.90 15.32 13.68 = 82 3.68 14.37 = 66 1.30 1.96 18.95 0.58 7.70 20.78 = 60 11.27 = 65 8.10 = 71 11.20 2.50 = 65 11.62 = 87 1.27 20.77 0.43 7.60 3.43 SII 4.47 1.80 = 80 1.15 = 62 7.40 = 71 1.15 11.82 16.SI 1 2 3 4 5 6 7 Nilai Ratarata 6.12 9.71 12.18 1.20 2.97 = 72 15.08 14.44 19.65 0.73 22.40 = 65 0.93 12.33 = 79 2.16 9.03 = 70 6.18 = 73 1.70 6.30 68.42 = 72 1.48 0.35 20.38 = 85 2.54 23.

aspek sudut pandang sebesar 71 (termasuk kategori cukup). aspek alur sebesar 58. aspek tokoh dan penokohan sebesar 58. Adapun faktor eksternal berasal dari pola pembelajaran 120 .5 (termasuk kategori cukup). perolehan nilai rata-rata kelas aspek tema dan amanat sebesar 65 (termasuk kategori cukup). Skor rata-rata ini berasal dari jumlah rata-rata masingmasing aspek yang dinilai. Pada pratindakan. Keterampilan siswa dalam menulis cerpen masih rendah disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal.19 (termasuk kategori cukup).9 (termasuk kategori kurang). Hal ini dapat dilihat pada hasil tes yang belum menunjukkan hasil yang memuaskan (belum mencapai kategori baik). dapat diketahui bahwa keterampilan siswa setiap aspek penilaian menulis cerpen mengalami peningkatan. dan aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen sebesar 63.120 Keterangan: PT = Pratindakan SI = Siklus I SII = Siklus II 1 = Tema dan Amanat 2 = Alur 3 = Tokoh dan Penokohan 4 = Latar 5 = Diksi dan Gaya Bahasa 6 = Sudut Pandang 7 = Kepaduan Unsur-unsur Pembangun Cerpen Dari tabel di atas. skor rata-rata kelas mencapai 63. aspek diksi dan gaya bahasa sebesar 61.3 (termasuk kategori cukup).75 (termasuk kategori kurang). aspek latar sebesar 70. Faktor internal ini dapat dilihat pada keterampilan siswa dalam aspek bahasa dan nonkebahasaan yang masih kurang. Uraian tabel tersebut dijelaskan secara rinci sebagai berikut.19 termasuk dalam kategori cukup. Pada hasil pratindakan.

aspek latar sebesar 72. (2) aspek alur meningkat sebesar 9.7 dan termasuk kategori cukup. hasil tes menulis cerpen siklus I dengan rata-rata skor klasikal mencapai 69. Skor ini juga diperoleh dari penjumlahan tujuh aspek penilaian.121 guru yang masih tradisional dan kurang bervariasi.94% dari skor pratindakan.82% dari skor pratindakan.4 (termasuk kategori baik). dan aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen meningkat sebesar 14.8 (termasuk kategori cukup).3 (termasuk kategori cukup).84% dari skor pratindakan. (4) aspek latar meningkat sebesar 2. monoton. (5) aspek diksi dan gaya bahasa meningkat sebesar 6. . Hasil ini mengalami peningkatan sebesar 7. Selanjutnya. dan terkesan hanya mengejar materi pelajaran tanpa pertimbangan pengalaman yang akan didapatkan siswa dalam pembelajaran.32% dari hasil pratindakan.99% dari skor pratindakan.5 (termasuk kategori cukup).43% dari skor pratindakan. (6) aspek sudut pandang meningkat sebesar 2.4 (termasuk kategori baik). Perolehan aspek tema dan amanat sebesar 78. dan aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen sebesar 65. tetapi nilai rata-rata ini belum mencapai target nilai yang telah ditetapkan.51% dari skor pratindakan. aspek diksi dan gaya bahasa sebesar 65. Adapun peningkatan tiap aspek penilaian siklus I terhadap nilai rata-rata tiap aspek penilaian pratindakan yaitu (1) aspek tema dan amanat meningkat sebesar 20. aspek tokoh dan penokohan sebesar 68.5 (termasuk kategori baik).77% dari skor pratindakan. (3) aspek tokoh dan penokohan meningkat sebesar 16. ceramah. aspek sudut pandang sebesar 73 (termasuk kategori cukup). aspek alur sebesar 67. Pola pembelajaran yang lebih mengutamakan teori. Meskipun hasil ini sudah mengalami peningkatan.

121 .

Berdasarkan pada uraian di atas. namun masih ada beberapa siswa yang belum bisa menghadirkan tokoh dengan karakternya yang menarik. Pada aspek diksi dan gaya bahasa siswa sudah dapat menggunakan kata-kata yang sesuai dengan konteksnya. siswa sudah bisa mengaplikasikan tema dan amanat berdasarkan teks lagu yang digunakan sebagai media sudah cukup baik. peningkatan skor rata-rata dari pratindakan ke siklus I yang paling besar yaitu pada aspek yang kedua yaitu alur. terbukti dengan hasil cerpen yang cukup menarik. Pada aspek tema dan amanat. . Hal ini terjadi karena pembuatan alur dalam menulis cerpen berdasarkan teks lagu yang digunakan sebagai media dalam metode latihan terbimbing pembelajaran menulis cerpen.122 Nilai pada aspek menulis cerpen siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang semua mengalami peningkatan dari hasil pratindakan. Pada aspek alur siswa sudah banyak mengalami peningkatan karena alur dalam menulis cerpen sudah ada. Aspek tokoh dan penokohan siswa juga sudah dapat menghadirkan tokoh dengan karakternya yang menarik. Pada aspek yang terakhir yaitu kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen siswa sudah cukup baik dalam menulis cerpen. Pada aspek latar siswa sudah dapat menentukan latar yang cocok sesuai dengan situasi dan kondisi dalam cerpen yang ditulisnya. jadi siswa lumayan tidak mengalami kesulitan. Pada aspek sudut pandang siswa sudah bisa menggunakan kata ganti untuk menjelaskan tokoh dengan baik. Adapun peningkatan skor rata-rata dari pratindakan ke siklus I yang paling kecil yaitu pada aspek sudut pandang. walaupun ada beberapa siswa yang menyimpang dari tema yang telah ada dalam teks lagu. hal ini disebabkan siswa mengabaikan aspek ini dan menganggapnya mudah.

122 .

dan aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen meningkat sebesar 12.29% dari skor siklus I. aspek tokoh dan penokohan sebesar 70. aspek alur sebesar 76. aspek diksi dan gaya bahasa sebesar 79. diperoleh nilai rata-rata kelas 78.8 (termasuk kategori baik). (6) aspek sudut pandang meningkat sebesar 16. (4) aspek latar meningkat sebesar 19. Hal ini disebabkan karena pada siklus II ini siswa sudah mulai terbiasa mengungkapkan idenya dan imajinasinya ke dalam cerpen. tidak perlu dilakukan.8 dan termasuk dalam kategori baik. aspek sudut pandang sebesar 84.75 (termasuk kategori baik).16% dari skor siklus I.5 (termasuk kategori baik).60% dari skor siklus I. mereka semakin terampil menggunakan kata-kata serta gaya bahasa yang tepat dalam menulis .75 (termasuk kategori cukup).123 Berikutnya.44% dari skor siklus I.5 (termasuk kategori baik). Pencapaian skor ini menunjukkan bahwa pembelajaran menulis cerpen pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang dapat dikatakan berhasil karena sudah mencapai target yaitu berada pada kategori baik. (2) aspek alur meningkat sebesar 18.82% dari skor siklus I. aspek latar sebesar 86. Peningkatan skor rata-rata siklus I ke siklus II yang paling besar yaitu pada aspek diksi dan gaya bahasa.20% dari skor siklus I.64% dari skor siklus I. Perolehan skor aspek tema dan amanat sebesar 81. Dengan demikian tindakan siklus III. Adapun peningkatan tiap aspek penilaian siklus II terhadap nilai rata-rata tiap aspek penilaian siklus I yaitu (1) aspek tema dan amanat meningkat sebesar 4.5 (termasuk kategori baik).8 (termasuk kategori baik). dan aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen sebesar 71. (3) aspek tokoh dan penokohan meningkat sebesar 3. pada hasil tes menulis cerpen siklus II. (5) aspek diksi dan gaya bahasa meningkat sebesar 20.

123 .

prestasi dan efektivitas pembelajaran siswa dalam menulis cerita pendek serta dapat meningkatkan apresiasi sastra siswa khususnya terhadap karya sastra yang berupa cerpen. dan siklus II dapat dilihat pada diagram batang sebagai berikut 80 70 60 50 40 30 20 10 0 PT SI S II 69 77 61 Diagram batang 4. siklus I. jadi peningkatan pada siklus II tidak terlalu besar.124 cerpen. Peningkatan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang dari pratindakan. kreativitas. Adapun peningkatan skor rata-rata siklus I ke siklus II yang paling kecil yaitu pada aspek tokoh dan penokohan hal ini disebabkan pada siklus I nilai tokoh dan penokohan sudah berada pada kategori baik. Peningkatan keterampilan siswa dalam menulis cerpen merupakan bukti bahwa pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat meningkatkan kualitas. Hasil Keterampilan Menulis Cerpen pada .

2=Baik. 3=Cukup. 4=Kurang. 5=Sangat Kurang. 124 . dan Siklus II Keterangan: 1=Sangat Baik. Siklus I.Pratindakan.

dan mereka sudah lebih aktif dalam mengikuti pelajaran dibandingkan pada siklus I. pada siklus II banyak berkurang. Hal ini dibuktikan dengan data pada hasil observasi siswa yang tercatat ada 11 atau sebesar 27. Sebanyak 8 siswa atau sebesar 20% dari jumlah keseluruhan siswa yang mondar-mandir atau jalan-jalan untuk kepentingan yang tidak jelas pada saat proses pembelajaran berlangsung.2. Perilaku negatif pada siklus I.5% dari jumlah keseluruhan siswa yang berbicara dan bercanda dengan temannya pada saat proses pembelajaran menulis cerpen. wawancara dan dokumentasi foto. Dari hasil nontes yaitu melalui observasi dapat dilihat bahwa pada siklus I siswa belum mengikuti proses pembelajaran menulis cerpen dengan baik. Perubahan perilaku tersebut diperoleh dari observasi. Siswa terlihat sangat bersungguhsungguh dalam mengikuti penjelasan dari guru. Pada siklus II sudah ada perubahan perilaku siswa yaitu siswa sudah mengikuti proses pembelajaran menulis cerpen dengan baik dan dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman. jurnal. Siswa yang melakukan perilaku negatif berbicara dan bercanda dengan temannya menurun dari 11 siswa atau sebesar .125 4. yang dipaparkan dalam uraian di bawah ini.2 Perubahan Perilaku Siswa Kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang dalam mengikuti Pembelajaran Menulis Cerpen Pembahasan selanjutnya yaitu mengenai perubahan perilaku siswa dalam mengikuti proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siklus I dan siklus II. masih ada beberapa siswa yang melakukan perilaku negatif walaupun jumlahnya lebih sedikit daripada siswa yang melakukan perilaku positif dalam mengikuti proses pembelajaran tersebut.

125 .

Sedangkan siswa yang berjalan-jalan atau mondarmandir pada saat berlangsungnya proses pembelajaran tidak ada. Berdasarkan hasil angket dari siklus I ke siklus II diperoleh hasil bahwa sebagian dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan setuju bahwa metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam menulis cerpen sangat menyenangkan dan dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam menulis cerpen.126 27. Selain itu pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu siswa semakin berminat menulis cerpen. Berdasarkan hasil jurnal dari siklus I ke siklus II yaitu siswa semakin senang terhadap metode latihan terbimbing dengan media teks lagu yang dihadirkan guru (peneliti). Berdasarkan hasil wawancara didapatkan hasil bahwa siswa senang dan tertarik dengan pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Dari hasil foto (gambar 3) . Selain itu metode tersebut juga dapat memotivasi dan menumbuhkan minat bagi siswa untuk menulis cerpen. siswa semakin tahu banyak tentang cerpen dan bagaimana menulis cerpen.5% dari jumlah keseluruhan siswa menjadi 2 siswa atau sebesar 5% dari jumlah keseluruhan siswa. Berdasarkan hasil dokumen foto siklus I ke siklus II yaitu siswa semakin tertib dan aktif dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Menurut sebagian besar dari jumlah siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang yang menyatakan bahwa metode tersebut dapat mempermudah mereka dalam menulis cerpen karena kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi dapat diatasi dengan metode tersebut. Siswa juga dapat mengambil manfaat dari pembelajaran tersebut.

126 .

terdapat perubahan perilaku yaitu dari perilaku negatif ke perilaku positif siswa dalam mengikuti proses pembelajaran menulis cerita pendek.127 menunjukkan aktivitas saat menulis cerpen pada siklus I. siswa terlihat sangat serius dalam menulis cerpen. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa belajar menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu mampu meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen. Berdasarkan kedua gambar tersebut dapat disimpulkan bahwa perilaku negatif siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen mengalami peningkatan. . sedangkan pada siklus II yang ditunjukkan pada gambar 6. Selain itu. terlihat masih ada siswa yang melakukan perilaku negatif yaitu bercanda dengan temannya saat proses belajar di kelas.

127 .

44% setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.120 BAB V PENUTUP 5.Perilaku siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu mengalami perubahan ke arah positif.62) kemudian pada siklus II diperoleh hasil rata-rata sebesar 77 (hasil pembulatan ke bawah dari 77. 2.30) dan pada siklus I diperoleh hasil rata-rata sebesar 69 (hasil pembulatan ke atas dari 68.Keterampilan menulis cerpen siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang mengalami peningkatan sebesar 20. peneliti menyimpulkan sebagai berikut: 1. Perubahan tersebut ditunjukkan dengan perilaku siswa yang lebih serius dan bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran menulis cerpen.75% dari siklus I. .1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan.05) atau meningkat sebesar 15. Perolehan hasil rata-rata nilai tes menulis cerpen ini menunjukkan bahwa pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang dapat meningkat dan berhasil. Hasil rata-rata tes menulis cerpen pratindakan sebesar 61 (hasil pembulatan ke bawah dari 61.

120 .

peneliti memberikan saran sebagai berikut.121 5. 2. 1. penulis memberikan saran.2 Saran Berdasarkan simpulan hasil penelitian tersebut.Peneliti lain dapat melakukan penelitian yang serupa dengan metode yang berbeda. . peneliti lain hendaknya mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan proses penelitian dengan matang agar dalam melakukan penelitian kesalahan-kesalahan teknis dapat diminimalisir. sebelum melakukan penelitian. Selain itu.Guru bahasa dan sastra Indonesia dapat menggunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam membelajarkan menulis cerpen kepada siswa karena metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen dan dapat memotivasi siswa menulis cerpen.

121 .

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Empat tahapan digunakan secara sistematis dalam proses penelitian ini. yang lazim disebut PTK. Perencanaan 2. karena dilakukan dengan melibatkan komponen yang terdapat di dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Perencanaan . penelitian ini sifatnya berbasis kelas.1Desain Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu penelitian tindakan kelas. dan diterapkan dalam dua siklus. Diharapkan dari penelitian ini hasil belajar dapat lebih maksimal. Dengan demikian. dan metode pembelajaran Tujuan dari penelitian ini tidak lain adalah untuk memperbaiki pembelajaran menulis dan meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.BAB III METODE PENELITIAN 3. Keempat tahap dalam sebuah PTK dapat digambarkan sebagai berikut: 1. materi pelajaran. yaitu proses tindakan siklus I dan proses tindakan siklus II.

Pengamatan . Pengamatan 40 3.4. Refleksi Siklus I 2. Tindakan Siklus II 3.

Proses penelitian tersebut dapat diuraikan sebagai berikut: 3. Tindakan Langkah-langkah proses perencanaan ini antara lain: (1) menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran yang berisi langkah-langkah yang dilakukan guru di samping bentuk-bentuk kegiatan yang dilakukan siswa dalam rangka implementasi tindakan perbaikan tindakan yang telah direncanakan. peneliti memerlukan kajian awal berupa renungan atau refleksi awal sebagai studi pendahuluan sebelum melakukan perencanaan penelitian. yaitu perencanaan. 4. tindakan pembelajaran yang dilakukan akan lebih terarah dan sistematis. Dengan adanya perencanaan. dan refleksi. tindakan.41 Namun dalam hal ini.1.1 Proses Tindakan Siklus I Proses penelitian tindakan kelas dalam siklus I terdiri dari empat tahap. dan segala hal yang perlu dilakukan pada tahap tindakan.1. pengamatan. Dengan demikian dalam tahap perencanaan. Kegiatan dilanjutkan dengan perencanaan pembelajaran yang dilakukan sebagai upaya memecahkan segala permasalahan yang dilakukan yang telah ditemukan pada refleksi awal. uraian selengkapnya dijelaskan di bawah ini. 3. Kegiatan yang dilakukan berupa renungan atau pemikiran terhadap wawancara dengan guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. (2) . Refleksi 2. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui semua gejala atau informasi tentang situasi-situasi yang relevan dengan topik penelitian.1.1 Perencanaan Tahap ini dimulai dengan refleksi awal.

3. antara lain: (1) guru memberikan materi tentang unsurunsur pembangun cerpen. Tindakan ini meliputi tiga tahap yaitu tahap persiapan. tahap pelaksanaan. (3) guru memberikan teks lagu ”Dunia Milik Berdua” dinyanyikan oleh Melly Goeslow.2Tindakan Tindakan yang dilakukan peneliti dalam meneliti proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siklus I ini sesuai tindakan dengan perencanaan yang telah disusun. Tindakan yang dilakukan peneliti secara garis besar adalah melaksanakan proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. (2) guru memberikan langkah-langkah dalam menulis cerpen.1. memancing siswa menyampaikan hambatan yang dialami saat proses pembelajaran menulis cerpen. (4) melakukan simulasi (bermain peran) pelaksanaan tindakan untuk menguji keterlaksanaan rancangan. Tahap pelaksanaan yaitu tahap melakukan kegiatan pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. yang dapat digunakan untuk mempermudah menentukan tema . Tahap ini meliputi beberapa bagian. (3) mempersiapkan cara merekam dan menganalisis data mengenai proses dan hasil tindakan perbaikan. seperti media pembelajaran dan alat peraga.1. sehingga dapat menumbuhkan kepercayaan diri dalam pelaksanaan yang sebenarnya. menanyakan keadaan. Tahap persiapan yaitu tahap mengkondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran. dan tahap tindak lanjut.42 mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung yang diperlukan di kelas. Tahap persiapan ini berupa kegiatan guru menyapa siswa.

3. baik aktivitas siswa selama melakukan kegiatan pembelajaran maupun respon siswa terhadap metode dan media pembelajaran. . siapa tokoh antagonisnya. Hal ini memperkuat data yang lain. berdasarkan lirik yang ada dalam teks lagu siswa diarahkan untuk dapat bermain dengan imajinasinya untuk dapat mengembangkan kerangka karangan tersebut. mengarahkan siswa untuk memperhatikan tiap baris dalam lagu tersebut yang dapat digunakan sebagai kerangka karangan dari jalan cerita. Dalam proses pengamatan ini.1. (6) salah satu siswa membacakan hasil pekerjaan itu untuk dijadikan contoh. apa masalahnya. (4) siswa diminta untuk membuat cerpen dengan media teks lagu. data diperoleh melalui beberapa cara.3Pengamatan Pengamatan atau yang sering disebut observasi dilakukan selam proses pembelajaran berlangsung. antara lain (1) tes tertulis untuk mengetahui kemampuan menulis cerpen siswa serta peningkatannya setelah melakukan selama dua siklus. Dalam pengamatan ini. (2) observasi siswa untuk mengetahui semua perilaku atau aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. (5) guru berkeliling untuk memberikan bimbingan kepada siswa yaitu mengarahkan siswa untuk dapat menemukan ide cerita dan merumuskannya ke dalam tema yang sudah ada dalam teks lagu.1.43 dan dapat juga untuk menentukan alur dengan teks lagu tersebut. (5) hasil pekerjaan siswa dikumpulkan. (7) siswa yang lain menanggapi hasil pekerjaan temannya. akan diungkap segala peristiwa yang berhubungan dengan pembelajaran. siswa diarahkan untuk menentukan siapa tokoh utamanya. bagaimana latarnya dari mana awal ceritanya. Pengambilan data dilakukan melalui tes dan nontes. (3) dokumentasi foto yang sangat penting sebagai laporan berupa gambaran aktivitas siswa selama penelitian. dan bagaimana cerita ditutup.

1.4Refleksi Refleksi di dalam PTK adalah upaya untuk mengkaji apa yang telah terjadi. dan .44 yakni sebagai pemerjelas dan pendukung data yang lain.2Proses Tindakan Siklus II Proses tindakan pada siklus II merupakan kelanjutan dari siklus I. hasil observasi. 3. sehingga perlu perencanaan ulang dan tindakan ulang. Hasil refleksi digunakan untuk menetapkan langkah lebih lanjut dalam upaya mencapai tujuan PTK. perbaikan pada proses pembelajaran siklus II terletak pada persiapan pembelajaran. Pada tahap ini yang dilakukan oleh peneliti yaitu menganalisis hasil tes. Penelitian dilakukan dengan melalui dua siklus. Setelah dianalisis akan terlihat permasalahan atau muncul pemikiran baru yang memerlukan tindakan baru.1. apa yang telah dihasilkan atau yang belum berhasil dituntaskan dengan tindakan perbaikan yang telah dilakukan.1. pengkondisian suasana pembelajaran agar lebih tenang dan konsentrasi. 3. hasil angket dan hasil wawancara. hasil jurnal. Siklus I bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis cerpen pada tahap awal tindakan penelitian. Siklus II ini digunakan untuk mengetahui peningkatan kemampuan menulis cerpen setelah dilakukan perbaikan-perbaikan terhadap pelaksanaan proses belajar mengajar yang didasarkan pada siklus I. Dengan kata lain refleksi merupakan pengkajian terhadap keberhasilan atau kegagalan dalam mencapai tujuan. Semua data tersebut nantinya dijelaskan dalam bentuk deskripsi secara lengkap. Siklus ini sekaligus digunakan dalam refleksi untuk melakukan siklus II.

teks lagu pada siklus II mempunyai karakteristik yang sama dengan teks lagu pada tindakan pada siklus I.1. dijelaskan terlebih dahulu kesalahan-kesalahan yang terjadi pada siklus I. (2) menyusun pedoman pengamatan yaitu meliputi tes tertulis. Teks lagu . wawancara. Tindakan yang dilakukan pada siklus II berbeda dengan tindakan siklus I walaupun ada tindakan dalam siklus I yang tetap dilakukan pada siklus II. 3.45 pemilihan teks lagu yang lebih menarik.2Tindakan Tindakan yang dilakukan peneliti dalam meneliti proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siklus II ini sesuai dengan tindakan dengan perencanaan yang telah disusun. Ada beberapa perubahan antara lain sebelum siswa memulai menulis cerpen. walaupun berbeda namun.2.1 Perencanaan Langkah-langkah proses perencanaan ini antara lain: (1) mengadakan perbaikan rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan tindakan yang akan dilakukan. jurnal siswa dan jurnal guru. observasi siswa.2. tindakan. pengamatan. dengan menekankan pada penjelasan tentang pentingnya menulis cerpen. kemudian siswa diberi arahan dan bimbingan agar dalam pelaksanaan kegiatan menulis cerpen pada siklus II menjadi lebih baik. Langkah-langkah siklus II adalah perencanaan. serta (3) menyusun rancangan evaluasi program. Teks lagu yang digunakan dalam tindakan pada siklus II ini berbeda dengan teks lagu pada tindakan pada siklus I.1. dan refleksi atau evaluasi. 3.

3.3Pengamatan Pengamatan terhadap siswa dilakukan selama pembelajaran berlangsung.1.4Refleksi Refleksi ini diperoleh dengan memperhatikan hasil tes tertulis dan hasil nontes yang meliputi observasi siswa. serta untuk mengetahui perubahan perilaku siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran.46 yang digunakan pada tindakan pada siklus II yaitu“Cinta Sejati” yang dinyanyikan oleh Ari Laso. evaluasi dilakukan untuk mengetahui keefektifan penggunaan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam menulis cerpen dan untuk melihat peningkatan kemampuan menulis cerpen. dan dokumentasi foto. Perilaku siswa yang diamati antara lain keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan. 3.2. Penelitian ini . keaktifan siswa dalam mengerjakan tugas. wawancara. Pada siklus II ini.2. pada siklus I ini terlihat peningkatan hasil tes dan perilaku siswa. subjek yang menjadi sasaran penelitian yaitu kemampuan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. cara siswa menyampaikan hasil tugasnya.1. jurnal guru.2 Subjek Penelitian Dalam penelitian tindakan kelas ini. 3. dan cara siswa menyampaikan tanggapan.

3)Kelas X-7 memiliki keterampilan menulis cerpen rendah. dan 28 siswa putri.47 hanya dilakukan di salah satu kelas yaitu kelas X-7. Proses pembelajaran menulis cerpen yang dilakukan selama ini masih menggunakan metode ceramah tanpa bantuan media pembelajaran. yang jumlahnya 40 siswa. yang terdiri atas 12 siswa putra. Maka diperlukan usaha untuk meningkatkan keterampilan menulis tersebut salah satunya yaitu dengan mengubah metode yang biasa digunakan oleh guru melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Padahal menulis merupakan tuntutan kurikulum. 3. 2)Hasil wawancara dengan Guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan guru mata pelajaran kelas X-7 diperoleh informasi bahwa siswa kelas X-7 memiliki kemampuan menulis cerpen yang rendah.3 Variabel Penelitian Variabel adalah gejala yang menjadi pusat peneliti untuk diteliti yang menjadi atribut dari sekelompok objek yang mempunyai variasi antara satu . Dipilihnya kelas X-7 sebagai responden penelitian didasarkan beberapa pertimbangan sebagai berikut: 1)Sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Di dalam kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) kelas X semester dua terdapat beberapa kompetensi dasar. salah satunya yaitu kemampuan mengungkapkan pengalaman diri sendiri atau orang lain ke dalam cerpen.

(7) kepaduan antarunsur pembangun cerpen . Waktu yang digunakan untuk menulis cerpen adalah 60 menit. dan dokumentasi yang berbentuk foto.4 Instrumen Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas instrumen tes. 3. Tes menulis cerpen adalah tes yang menuntut siswa untuk menulis cerpen. (3) penyusunan alur. (4) latar yang ditampilkan. Tes ini bertujuan mengetahui kemampuan siswa dalam menulis cerpen melalui latihan terbimbing dengan media teks lagu.48 dengan yang lainnya dalam kelompok itu (Sugiyono 2003:21). (5) diksi dan gaya bahasa.1Instrumen Tes Bentuk instrumen tes yaitu tes menulis cerpen. yaitu kemampuan menulis cerpen dan penggunaan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Kriteria penilaian menulis cerpen meliputi : (1) tema dan amanat yang disampaikan. 3.4. Dalam penelitian ini terdapat dua macam variabel. (6) sudut pandang yang digunakan. Alat tes menulis cerpen berupa lembar tugas berisi perintah kepada siswa untuk menulis cerpen. nontes. (2) tokoh dan penokohannya.

unsur pembangun cerpen Jumlah Tabel 2. Tokoh dan 16-20 Penggambaran penokohan jelas tokoh dan Sangat baik penokohan .49 Tabel 1. Aspek 1. Skor Penilaian Tes Menulis Cerpen Aspek -Tema dan amanat -Tokoh dan penokohan -Alur -Latar Skor Maksimal 10 20 20 10 -Diksi dan gaya bahasa 10 -Sudut pandang -Kepaduan unsur. Tema amanat 11-15 6-10 0-5 Aspek Skor dan 16-20 Penilaian Menulis Cerpen Kriteria Kategori 100 10 20 Tema dan amanat sangat relevan Sangat baik dengan cerpen yang ditulis Tema dan amanat cukup relevan Baik dengan cerpen yang ditulis Tema dan amanat kurang relevan Cukup dengan cerpen yang ditulis Tema dan amanat tidak relevan Kurang dengan cerpen yang ditulis 2.

11-15 6-10 0-5 Penggambaran Penggambaran Penggambaran tokoh tokoh tokoh dan Baik dan Cukup dan kurang penokohan cukup jelas penokohan kurang jelas penokohan tidak jelas .

dan Sangat baik suasana yang menggambarkan terjadinya peristiwa dalam cerpen sangat tepat Baik Pemilihan tempat. dan suasana yang menggambarkan terjadinya peristiwa dalam cerpen cukup tepat Pemilihan tempat. waktu. dan 3-5 Cukup 0-2 suasana yang menggambarkan terjadinya peristiwa dalam cerpen sangat tepat Pemilihan tempat.50 3. Latar 9-10 6-8 Pemilihan tempat. waktu. Alur 16-20 11-15 Rangkaian peristiwa dalam cerpen Sangat baik disusun secara logis dan sesuai dengan lirik dalam teks lagu Rangkaian peristiwa dalam Baik cerpen disusun cukup logis dan cukup sesuai dengan lirik dalam teks lagu Rangkaian peristiwa dalam cerpen disusun kurang logis dan kurang sesuai dengan lirik dalam teks lagu Rangkaian peristiwa dalam cerpen disusun tidak logis dan tidak sesuai dengan lirik dalam teks lagu 6-10 Cukup 0-5 Kurang 4. suasana yang menggambarkan terjadinya peristiwa dalam cerpen sangat tepat Kurang dan . waktu. waktu.

Diksi dan gaya bahasa 9-10 6-8 3-5 0-2 Penggunaan diksi dan gaya bahasa Sangat baik sesuai dengan situasi Penggunaan diksi dan gaya bahasa Baik cukup sesuai dengan situasi Penggunaan diksi dan gaya bahasa Cukup kurang sesuai dengan situasi Penggunaan diksi dan gaya bahasa Kurang tidak sesuai dengan situasi .5.

84 60 – 74 50 – 59 0 – 49 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Berdasarkan pedoman penilaian penilaian kemampuan menulis cerpen tersebut. Sudut pandang 9-10 6-8 3-5 0-2 Sudut pandang yang digunakan Sangat baik dapat menjelaskan tokoh Sudut pandang yang digunakan Baik cukup dapat menjelaskan tokoh Sudut pandang yang digunakan Cukup kurang dapat menjelaskan tokoh Sudut pandang yang digunakan Kurang tidak dapat menjelaskan tokoh 8. dapat diketahui kemampuan siswa dalam menulis cerpen berhasil dengan .51 6. Kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen 16-20 11-15 Kepaduan unsur-unsur pembangun Sangat baik cerpen sudah tepat Kepaduan unsur-unsur pembangun Baik cerpen cukup tepat Kepaduan unsur-unsur pembangun Cukup cerpen kurang tepat Kepaduan unsur-unsur pembangun Kurang cerpen tidak tepat 6-10 0-5 Tabel 3. Pedoman Penilaian Kemampuan Menulis Cerpen No Nilai 1 2 3 4 5 85 – 100 75 .

. berhasil cukup baik. berhasil baik. dan tidak berhasil.sangat baik. kurang berhasil.

inggris testee) tanpa dengan alat tes. 1)Pedoman Observasi Observasi dilakukan untuk mengambil data melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku siswa pada proses belajar mengajar yang terjadi selama proses penelitian.2Instrumen Nontes Teknik nontes alat penilaian yang dipergunakan untuk mendapatkan informasi tentang keadaan di tertes (testi. dan siswa yang tidak berhasil yaitu siswa yang memperoleh nilai 0-49.52 Siswa yang berhasil sangat baik adalah siswa yang memperoleh nilai 85-100. Respon positif siswa maupun respon negatif siswa terhadap menulis cerpen melalui latihan terbimbing dengan media teks lagu diamati dengan sebaik-baiknya agar menghasilkan data yang akurat. tercoba. Pedoman pengamatan atau observasi ini adalah sikap positif maupun negatif siswa pada proses belajar mengajar menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Teknik nontes diperlukan untuk mendapatkan data yang tidak .4. 2)Pedoman Wawancara Pedoman wawancara berisi beberapa pertanyaan untuk siswa sebagai respondennya. siswa yang berhasil dengan baik adalah siswa yang memperoleh nilai 75-84. 3. atau paling tidak secara langsung. Pertanyaan-pertanyaan yang ada bertujuan memperoleh data . siswa yang berhasil dengan kategori cukup baik yaitu siswa yang memperoleh nilai 6074. berkaitan dengan laku kognitif. siswa yang berhasil dengan kategori kurang baik yaitu siswa yang memperoleh nilai 50-59.

Garis besar isi angket antara lain. Jurnal tersebut dibuat setiap akhir pembelajaran pada sebuah lembar yang telah dipersiapkan. aspek yang diungkap melalui wawancara antara lain perasaan siswa saat mendapatkan latihan dan bimbingan dengan media teks lagu dalam menulis cerpen. 4)Pedoman Jurnal Guru dan Jurnal Siswa Pedoman jurnal guru digunakan untuk mengetahui segala sesuatu yang terjadi pada proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Pertanyaan dalam angket adalah tentang sekitar kejadian dalam proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Angket diberikan setelah pembelajaran pada siklus I selesai dilakukan. (2) minat siswa terhadap metode yang digunakan guru. Pelaksanaan pemberian angket ditujukan kepada semua siswa yang menjadi responden dalam penelitian ini. pendapat siswa tentang metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. . dan kesulitan yang dirasakan dalam menulis cerpen melalui latihan terbimbing dengan media teks lagu. yaitu: (1) kegiatan guru dalam proses pembelajaran. Dalam penelitian ini. kesan siswa saat mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Jurnal dibuat oleh guru. (3) penelitian proses pembelajaran.53 tentang respon siswa terhadap meteri keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. 3)Angket Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden.

Validitas isi adalah derajat tes yang menggambarkan esensi. Foto yang diambil sebagai sumber data. (Sevilla dalam Hardani 2006:39). Dokumentasi merupakan data yang cukup penting sebagai bukti terjadinya suatu peristiwa. pendapat pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Dalam penelitian ini. 3. Validitas isi dilakukan dengan menyesuaikan aspek keterampilan menulis cerpen berdasarkan landasan teori yang ada. peneliti memandang perlu menggunakan dokumentasi sebagai salah satu data instrumen nontes. dapat memperjelas data yang lain.54 Jurnal guru berisi pendapat dan seluruh kejadian yang dianggap penting selama pembelajaran berlangsung secara tertulis.3Validitas Instrumen Uji instrumen ini menggunakan validitas isi dan permukaan. topik-topik. dan pada saat guru memberikan bimbingan kepada siswa saat pembelajaran. dan ruang lingkup tes yang dirancang untuk pengukuran. 5)Dokumentasi (Foto) Metode dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengambilan gambar (foto). Hasil dari pengambilan gambar ini dideskripsikan dan dipadukan dengan data lain. .4. 6)Pengambilan gambar dilakukan pada saat siswa melakukan beberapa aktivitas yaitu menulis cerpen. Aspek pertanyaan yang digunakan dalam jurnal guru meliputi kesan yang dirasakan setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.

Tes digunakan untuk mengukur dasar dan pencapaian prestasi (Arikunto. sehingga dari pendapat mereka dapat disepakati bahwa instrumen yang akan digunakan dalam penelitian sudah valid. 3..5. Teknik tes digunakan untuk mengetahui tingkatan kemampuan menulis cerpen melalui latihan terbimbing dengan media teks lagu. Teknik nontes digunakan untuk mengetahui perubahan tingkah laku siswa setelah pembelajaran menulis cerpen melalui latihan terbimbing dengan media teks lagu. . yaitu pada siklus I dan pada siklus II. Validitas permukaan dilakukan dengan cara dikonsultasikan dengan dosen pembimbing dan guru. yang selanjutnya sebagai dasar untuk melengkapi siklus II. Hasil siklus II dianalisis sehingga dapat diketahui peningkatan kemampuan menulis cerpen melalui latihan terbimbing dengan media teks lagu. 3. Hasil tes siklus I dianalisis tersebut dapat diketahui kelemahan siswa.55 Validitas permukaan (paras) adalah tipe validitas yang berkaitan dengan tipe tes.1Teknik Tes Teknik tes adalah teknik yang dilakukan untuk memperoleh data dengan menggunakan tes. Materi tes mengacu pada aspek-aspek menulis cerpen. Tes dilakukan sebanyak dua kali.5 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah teknik tes dan nontes. 2002:196). Tipe validitas ini tidak didukung oleh bukti-bukti bahwa tes tersebut dapat mengukur sesuatu (Sevilla dalam Hardani 2006:39).

angket. wawancara. Observator kedua ini juga mengadakan pengamatan sesuai dengan pedoman observasi kelas.5. Perilaku positif atau negatif ini sudah dituliskan pada lembar observasi siswa.2Teknik Nontes Teknik nontes digunakan untuk mengetahui sejauh mana perubahan perilaku siswa diadakan proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Peneliti mengamati perilaku positif dan negatif yang muncul pada siswa. Artinya peneliti terlebih dahulu membuat pedoman wawancara yang kemudian dikembangkan sendiri pada saat wawancara. Maksudnya observator kedua mengamati keadaan siswa secara keseluruhan pada saat membelajarkan materi menulis cerpen kepada siswa. siswa yang telah dipilih. peneliti tinggal memberi tanda cek list saja. dan lain-lain. guru mata pelajaran.56 3. Observator yang pertama adalah peneliti sendiri. Pihak-pihak yang bersangkutan tersebut antara lain. Wawancara ditujukan kepada orangorang yang bersangkutan dengan penelitian. . dan dokumentasi foto. 1)Observasi Observasi dalam PTK ini dilakukan oleh dua orang. kepala sekolah. 2)Wawancara Wawancara dilakukan oleh peneliti secara bebas terpimpin. jurnal siswa dan guru. Teknik nontes meliputi lembar observasi. Observator yang kedua dilakukan oleh orang lain yang tugasnya adalah mengobservasi kelas.

Gambar yang sudah diambil selanjutnya dideskripsikan sesuai dengan kondisi pada saat itu. Foto ini merupakan bukti otentik mengenai tingkah laku siswa pada saat pembelajaran menulis cerpen. keaktifan siswa. dan pada saat menggunakan media teks lagu. Pada angket responden tinggal membubuhkan tanda cek list (√) pada kolom SS (sangat setuju). serta tingkah laku pada saat pembelajaran berlangsung. Jurnal guru diisi oleh guru ketika pembelajaran sudah berakhir. yaitu pada saat siswa menulis cerpen. .57 3)Jurnal Jurnal guru dan siswa diisi pada akhir pembelajaran menulis cerpen. Pengisian angket lebih mudah dibandingkan dengan jurnal. 4)Angket Angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup. Jurnal siswa berisi pada tentang kesulitan siswa dalam menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. 5)Dokumentasi Foto Foto digunakan untuk merekam perilaku selama pembelajaran berlangsung. Tingkah laku siswa yang perlu diambil gambarnya. Hal ini bertujuan untuk memudahkan siswa dalam memberi jawaban dan kemudahan peneliti menganalisisnya. Jurnal guru digunakan oleh guru untuk mendeskripsikan atau mencatat fenomena-fenomena pada saat pembelajaran menulis cerpen yaitu respon siswa terhadap pembelajaran. Angket ini diisi setelah siswa mengisi jurnal. Angket diberikan kepada siswa setelah pembelajaran menulis cerpen. S (setuju). pada saat guru membimbing dalam penulisan cerpen. Jurnal diisi pada akhir pembelajaran. TS (tidak setuju). dan STS (sangat tidak setuju).

Hasil analisis hasil tes secara kuantitatif dihitung secara persentase dengan langkah-langkah sebagai berikut: a.Menghitung nilai masing-masing aspek c.1Analisis kuantitatif Analisis kuantitatif dilakukan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil tes secara tertulis.Menghitung persentase nilai.6.6 Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu secara kuantitatif dan kualitatif 3.58 3. Rumus-rumus penelitian adalah sebagai berikut: NP = SM 100 . Nilai dihitung dengan menggunakan persen atau disebut percentages correction (Hardani 1997:41).Merekap nilai yang diperoleh siswa b. d.Menghitung nilai rata-rata.

dan pedoman wawancara. Responden memberikan jawaban sesuai dengan kriteria yang dilakukan peneliti. Untuk memperoleh data nontes dari responden. lembar pengamatan.Menyusun dalam satuan-satuan c. .6.Mengkategorisasikan Analisis data secara kualitatif ini digunakan untuk mengetahui perubahan perilaku siswa dalam menulis cerpen pada siklus I dan siklus II. Analisis data secara kualitatif dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. digunakan lembar angket.2Analisis Kualitatif Analisis data secara kualitatif dilakukan untuk menganalisis data nontes yang diperoleh dari siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu data nontes juga digunakan untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap metode pembelajaran yang digunakan.59 3.Menelaah seluruh data yang diperoleh dari hasil nontes b.

Suwardi. Teori Pengkajian Fiksi. Skripsi: Universitas Negeri Semarang Gie. Sastra. Yogyakarta: Rineka Cipta Darsono. Burhan.130 DAFTAR PUSTAKA Aminuddin. dkk. Hardani. Prosedur Penelitian . The Liang. Kurikulum Pendidikan Dasar. Yogyakarta:ANDI Jabrohim. Mohammad. Peningkatan Pemahaman Tema dan Amanat Cerita Pendek dengan Metode Pemberian Tugas Rumah Siswa Kelas II Madrasah Aliyah Hidayatul Murtadi’in Kabupaten Demak Tahun Pelajaran 2001-2002. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Max 2001. Ummi. 1994. 2003. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Rahayu. Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi Berbasis Pengalaman Pribadi Melalui Pendekatan Kontekstual Komponen Pemodelan Pada Siswa Kelas VIIIA SMP Negeri 11 Semarang. Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Narasi Siswa Kelas VIIA SMP Negeri 1 Limpung dengan Teknik Menulis Buku Harian . Belajar dan Pembelajaran . 2004. Skripsi: Universitas Negeri Semarang Mugiarso. 2002. 2003. Nulis Cerpen Yuk. Terampil Mengarang. 2002. Bandung: Sinar Baru Algensindo Arikunto. Jakarta: Diknas Diponegoro. Media Pengajaran . 2002. Bimbingan Konseling. Bandung: Sinar Baru Algensindo Nurgiantoro. 1996. Membaca. Jakarta: Erlangga Endraswara. Mengajarkan Faozan. Semarang: UNNES Press Nana Sudjana dan Ahmad Rivai. 2006. 1994. 2004. Yuk. 1987. Suharsimi. Strategi Belajar Mengajar. Skripsi: Universitas Negeri Semarang 130 . Cara Menulis Kreatif. Syaiful Bahri. Jakarta: Grasindo Diknas 2005. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Kholifah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Djamarah.Yogyakarta: Kota Kembang Menulis.

Surakarta: Widya Duta Sumardjo. 2005. Jakarta: Grasindo 131 . Apresiasi Kesusastraan. dkk. Jakob dan Saini K. Maopa. Wacana Lirik Lagu Aksi Pergerakan Mahasiswa Kajian Diksi. Teknik Menulis Cerita Anak. Teori Belajar Orang Dewasa. Skripsi: UNNES Wiyanto.M. 2003. 1985. Statistika Untuk Penelitian. Surabaya: SIC Syamsu. S. Kesastraan Sekolah Penunjang Pembelajaran Bahasa Indonesia SMP dan SMA. Asul.131 Suharianto. Jakarta: Gramedia Sugiyono. Bandung: Alfabeta Suyatno. Henry Guntur. 2004. 1986. Bandung: Angkasa Titik. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. 1994. Dasar-Dasar Teori Sastra . 2003. Hilma. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Tarigan. Teknik Pembelajaran Bahasa dan Sastra. 2005. 1982. Yogyakarta: PUSBUK Wardah. Makna dan Fungsi.

Lampiran 2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS I Sekolah Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : SMA Negeri 1 Pemalang : Bahasa dan Sastra Indonesia : Mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan orang lain ke dalam cerpen : Menulis karangan berdasarkan kehidupan diri sendiri dalam cerpen (pelaku. latar) :Mampu menulis cerpen dengan memperhatikan ketepatan dan kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen Alokasi Waktu : 2 X 40 menit A.Tujuan Pembelajaran Siswa mampu: -Mampu menuangkan pikiran dan perasaannya melalui cerpen -Mampu menerapkan unsur-unsur pembangun cerpen ke dalam cerpen -Mampu menulis kreatif naskah cerpen B.Kegiatan Pendahuluan a.Materi Pembelajaran Menulis cerpen C.Langkah-langkah Pembelajaran 1. peristiwa.Metode Pembelajaran Latihan Terbimbing D.Guru bertanya jawab dengan siswa tentang cerpen yang pernah dibaca dan disukainya .

dan bagaimana cerita ditutup.Siswa dan guru bertanya jawab tentang unsur-unsur pembangun cerpen b.Guru menjelaskan langkah-langkah menulis cerpen dengan memperhatikan unsur-unsur pembangun cerpen c. bagaimana latarnya dari mana awal ceritanya.Hasil pekerjaan menulis cerpen dikumpulkan i.Guru membimbing siswa untuk dapat menulis dengan baik dengan: -Guru mengarahkan siswa untuk dapat menemukan ide cerita dan merumuskannya ke dalam tema yang sudah ada dalam teks lagu -Guru mengarahkan siswa untuk memperhatikan tiap baris dalam lagu tersebut yang dapat digunakan sebagai kerangka karangan -Berdasarkan lirik yang ada dalam teks lagu siswa diarahkan untuk dapat bermain dengan imajinasinya untuk dapat mengembangkan kerangka karangan tersebut -Siswa diarahkan untuk menentukan siapa tokoh utamanya. dan manfaat yang akan diperoleh dalam pembelajaran menulis cerpen 2. f.Salah satu dari hasil pekerjaan siswa dibacakan di depan kelas j. siapa tokoh antagonisnya.Kegiatan Inti a.Guru membagikan sebuah teks lagu pada siswa d. apa masalahnya.Siswa yang lain mengomentari hasil pekerjaan temannya yang dibacakan di depan kelas .Guru menjelaskan kompetensi dasar yang akan dicapai.b.Di saat siswa mengerjakan tugas menulis cerpen guru berkeliling memberikan bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis cerpen h.Siswa mengamati dan memperhatikan teks lagu tersebut e.Siswa ditugaskan untuk menulis cerpen berdasarkan kehidupan diri sendiri g.

Penilaian 1)Penilaian Proses Penilaian proses dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. 2)Penilaian Hasil Berdasarkan teks lagu buatlah sebuah cerpen dengan memperhatikan kesesuaian unsur-unsurnya! Pemalang.Guru dan siswa merefleksi kegiatan pembelajaran menulis cerpen c. Penilaian ini dapat dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan.Guru memberikan penguatan terhadap pembelajaran menulis cerpen 3.Media/Sumber Media Sumber : Teks Lagu : 1)Buku paket Bahasa dan Sastra Indonesia untuk siswa kelas X 2)Buku paket Bahasa dan Sastra Indonesia untuk siswa kelas X.Guru meminta siswa untuk mengisi angket dan menuliskan pendapatnya pada jurnal siswa E.S NIP Wiwin Nur Azizah NIM. Saptorini Wahyuningsih. Erlangga F.k. 10 Maret 2007 Guru Bahasa dan Sastra Indonesia. 2101403568 .S. Peneliti.Guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran menulis cerpen b. Kegiatan Penutup a.

peristiwa.Tujuan Pembelajaran Siswa mampu: -Mampu menuangkan pikiran dan perasaannya melalui cerpen -Mampu menerapkan unsur-unsur pembangun cerpen ke dalam cerpen -Mampu menulis kreatif naskah cerpen B. latar) : Mampu menulis cerpen dengan memperhatikan ketepatan dan kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen Alokasi Waktu : 2 X 40 menit A.Metode Pembelajaran Latihan Terbimbing D.Guru mengulas sedikit tentang hal-hal yang dibahas pada pertemuan sebelumnya .Materi Pembelajaran Menulis cerpen C.Lampiran 3 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS II Sekolah Mata Pelajaran : SMA Negeri 1 Pemalang : Bahasa dan Sastra Indonesia ke dalam cerpen Standar Kompetensi : Mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan orang lain Kompetensi Dasar Indikator : Menulis karangan berdasarkan kehidupan diri sendiri dalam cerpen (pelaku.Langkah-langkah Pembelajaran 1.Kegiatan Pendahuluan a.

Guru membagikan sebuah teks lagu pada siswa d. dan bagaimana cerita ditutup.Siswa ditugaskan untuk menulis cerpen berdasarkan kehidupan diri sendiri g. 2. dengan: -Guru mengarahkan siswa untuk dapat menemukan ide cerita dan merumuskannya ke dalam tema yang sudah ada dalam teks lagu -Guru mengarahkan siswa untuk memperhatikan tiap baris dalam lagu tersebut yang dapat digunakan sebagai kerangka karangan dari jalan cerita -Berdasarkan lirik yang ada dalam teks lagu siswa diarahkan untuk dapat bermain dengan imajinasinya untuk dapat mengembangkan kerangka karangan tersebut -Siswa diarahkan untuk menentukan siapa tokoh utamanya. bagaimana latarnya dari mana awal ceritanya.Di saat siswa sedang menulis cerpen.Guru membimbing siswa untuk dapat menulis cerpen dengan baik. guru berkeliling memberikan bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis cerpen h.Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari itu.Salah satu dari hasil pekerjaan siswa dibacakan di depan kelas .Hasil pekerjaan menulis cerpen dikumpulkan i.Siswa mengamati dan memperhatikan teks lagu tersebut e. yakni mengevaluasi cerpen yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya. apa masalahnya. f.b.Guru menjelaskan langkah-langkah menulis cerpen dengan memperhatikan unsur-unsur pembangun cerpen c.Kegiatan Inti a. siapa tokoh antagonisnya.Siswa dan guru bertanya jawab tentang unsur-unsur pembangun cerpen b.

2101403568 .S NIP Wiwin Nur Azizah NIM.Guru dan siswa merefleksi kegiatan pembelajaran menulis cerpen c. 2)Penilaian Hasil Berdasarkan teks lagu buatlah sebuah cerpen dengan memperhatikan kesesuaian unsur-unsurnya.Guru meminta siswa untuk mengisi angket dan menuliskan pendapatnya pada jurnal siswa E. Saptorini Wahyuningsih. Pemalang.j.S. Peneliti. Penilaian ini dapat dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan.Media/Sumber Media Sumber : Teks Lagu : .Penilaian 1)Penilaian Proses Penilaian proses dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. 10 Maret 2007 Guru Bahasa dan Sastra Indonesia.Siswa yang lain mengomentari hasil pekerjaan temannya yang dibacakan di depan kelas k.Buku paket Bahasa dan Sastra Indonesia untuk siswa kelas X F.Guru memberikan penguatan terhadap pembelajaran menulis cerpen 3. Kegiatan Penutup a.Guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran menulis cerpen b.

FORMAT HASIL PENILAIAN TES KETERAMPILAN MENULIS CERPEN PRATINDAKAN. SIKLUS I DAN SIKLUS II No No Aspek Responden Nilai Kategori 1 001 2 002 5 3 4 003 004 005 6 006 .

7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 019 020 021 022 023 024 1 2 3 4 5 6 7 .

25 025 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 026 027 028 029 030 031 032 033 034 035 036 037 038 039 .

40 040 Jumlah Skor Rata-rata Keterangan : Aspek 1 : Tema dan amanat Aspek 2 : Tokoh dan penokohan Aspek 3 : Alur Aspek 4 : Latar Aspek 5 : Diksi dan gaya bahasa Aspek 6 : Sudut pandang Aspek 7 : Kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen .

√√ √ .Lampiran LEMBAR OBSERVASI SIKLUS I Hari.√ -√ √ .√ √ .√√ .√ - √ - - - √ . Siswa merespon positif √ -√ √ .√√√ √ .√√√ √ .√√√√ .. Siswa menulis cerpen dengan senang hati √ - √√ - - - - √√√ √ - √√ √ - √ - .√√√√ √ .√√√ √ . Siswa dapat mengidentifikasi dan menyebutkan unsurunsur yang ada dalam cerpen 5. Siswa berpartisipasi aktif 4.√√ √√ - - - 13 14 15 16 17 013 014 015 016 017 √ .√√√√√√ √ . tanggal Nama Pengamat Kelas/Sekolah No 1 2 3 4 5 6 7 8 No 1 2 3 - : Kamis.√√ - √ - - √ √ √ - - √ √ - √ √ √ - √ √ - PERILAKU POSITIF 1. 12 April 2007 : Nurul Melti : X7/SMA Negeri 1 Pemalang Aspek Observasi 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Keterangan - 001 002 003 004 005 006 007 008 - ..√ - - 9 10 11 12 009 010 011 012 √ .√ - - - - - - √ √ - - - - (senang) terhadap metode latihan terbimbing yang diberikan guru dengan media teks lagu 6. Siswa berani memberikan sanggahan terhadap hasil penulisan cerpen yang dibacakan di depan kelas 8.√√√√ √ ..√√√ .√√√√ . Siswa memperhatikan penjelasan guru 2.√√√√ √ .√√√√ √√√√√√ - - - - 7.√ - - - - - √ - - - - dengan cepat √ ..√√√√ . Siswa dapat menulis cerpen √ - - √ - 18 19 -20 018 019 020 √ . Siswa banyak bertanya pada guru 3..

Siswa kurang merespon penjelasan guru 10. Siswa kurang bersemangat .PERILAKU NEGATIF 21 22 021 022 √ ..√√√ √ √√√√ √ - - - - - - √ - - - - 9.

..- - √√ - - - - - - - terhadap metode √√√√ 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 024 025 026 027 028 029 030 031 032 033 034 035 √√√√√√ .√√√ √√√√√√√√ .√√√√ √ .√√√ √ .23 023 . Siswa banyak bicara dan bergurau dengan temannya .√√√ √ .14. Siswa kurang bersemangat pada saat menulis cerpen .√√√ √ .16..√√√√ - √√ - -- √ - . Siswa pasif dalam pembelajaran √ -√ - - √√ - √√√ √ √ - √ - √ .√ .12.√ √ -√ √ - - - - - - √ - - - pembelajaran yang dilakukan guru 11. Siswa sering melihat pekerjaan temannya pada saat mengerjakan tes 15..√√√√ √ .√√√ - √ √√√ - √ √√ - - 13.. Siswa tidak tertarik dengan √ - - √ - - - - √ √ √ . Siswa jalan-jalan/mondarmandir pada saat pembelajaran berlangsung .

- √√√ √ .√√√√ √ √√√√ - √ - √ - √ .36 37 38 39 40 036 037 038 039 040 - - √√√ - - - - √ - - - - √ - - media teks lagu yang digunakan oleh guru PENGISIAN (√)= melakukan (√)= tidak melakukan - √ .√√√√ √ .

REKAP HASIL PENILAIAN TES KETERAMPILAN MENULIS CERPEN SIKLUS I No Aspek 1 1 001 9 2 11 3 13 4 7 5 7 6 7 7 13 67 Nilai Kategori Cukup 2 002 8 11 12 7 6 8 12 64 Cukup 3 003 9 14 14 8 8 8 14 75 Baik .

4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 004 005 006 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 019 020 021 022 023 024 025 6 8 9 7 8 9 9 7 8 9 8 8 9 9 7 7 9 9 9 8 9 9 11 12 13 12 11 12 13 11 12 10 12 15 16 15 10 15 14 13 17 11 15 16 12 12 13 13 12 13 13 12 13 10 11 16 16 16 11 16 15 14 17 12 16 16 7 7 9 8 7 7 8 7 8 7 7 9 8 8 7 8 5 8 8 7 8 7 8 8 8 6 7 5 7 6 6 6 6 7 7 7 6 7 6 6 7 6 7 7 7 6 8 7 7 7 9 7 7 5 7 8 8 8 6 9 7 8 8 9 8 8 11 12 14 13 11 13 13 12 13 10 12 15 15 15 10 16 14 14 17 12 15 16 62 65 74 66 63 66 72 62 67 57 63 78 79 78 57 78 70 71 83 65 78 79 Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Kurang Cukup Baik Baik Baik Kurang Baik Cukup Cukup Baik Cukup Baik Baik .

9 7 12 16 12 14 13 13 14 13 14 17 16 14 547 13.85 14 12 15 10 13 13 12 14 13 12 16 15 13 516 12.30 67 12 16 11 12 12 13 13 11 12 16 15 12 523 13.23 7 6 7 5 6 7 6 6 6 6 6 7 8 263 6.08 Cukup 62 80 59 63 67 66 68 65 64 79 75 70 2744 68.62 Cukup Cukup Baik Kurang Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Baik Baik Cukup Jumlah Skor Rata-rata .58 12 7 8 7 5 8 7 7 7 7 8 8 7 292 7.68 7 7 9 7 7 6 8 6 7 5 7 7 7 289 7.26 026 7 11 12 7 7 7 12 63 Cukup 27 027 6 Responden No 11 12 6 5 7 12 59 Kurang 28 028 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 6 029 030 031 032 033 034 035 036 037 038 039 040 14 6 9 7 6 8 7 8 8 8 9 7 9 314 7.

Keterangan : Aspek 1 : Tema dan amanat Aspek 2 : Alur Aspek 3 : Tokoh dan penokohan Aspek 4 : Latar Aspek 5 : Diksi dan gaya bahasa Aspek 6 : Sudut pandang Aspek 7 : Kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen .

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

REKAP HASIL PENILAIAN TES KETERAMPILAN MENULIS CERPEN SIKLUS II No Aspek 1 1 001 9 2 16 3 16 4 8 5 7 6 8 7 15 79 Nilai Baik Kategori 2 002 7 13 14 9 8 9 13 73 Baik 3 003 4 6 004 10 8 13 13 8 16 7 9 8 8 10 8 62 15 Cukup 77 Baik .

5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 005 006 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 019 020 021 022 023 024 7 9 9 9 7 9 7 6 9 9 9 8 9 9 7 9 8 9 9 9 14 14 15 15 13 16 11 11 16 17 17 14 14 17 14 17 15 17 16 15 16 16 16 16 15 16 13 13 16 16 16 16 15 16 15 17 16 17 16 16 9 9 9 9 9 9 9 7 9 9 9 9 9 9 8 9 9 9 8 8 8 8 8 8 8 9 8 6 9 9 9 7 9 8 8 9 9 9 8 8 8 9 8 8 8 9 9 7 9 9 9 8 7 8 9 9 9 9 8 8 14 15 16 15 14 16 11 11 16 16 17 15 15 15 14 17 16 17 16 15 76 80 81 80 74 84 68 61 84 85 86 77 78 83 75 87 82 87 81 79 Baik Baik Baik Baik Cukup Baik Cukup Cukup Baik Sangat Baik Sangat Baik Baik Baik Baik Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Baik Baik .

25 025 8 15 16 8 8 8 15 78 Baik No Responden 26 026 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 9 027 028 029 030 031 032 033 034 035 036 037 038 039 8 8 11 9 9 6 9 6 8 9 8 9 6 9 15 15 16 10 16 11 13 14 12 16 10 14 12 13 9 16 17 12 16 12 14 16 15 16 11 15 16 16 8 9 9 7 9 7 9 9 9 9 7 9 9 9 9 8 8 7 8 7 8 8 7 8 6 8 7 8 14 9 9 8 9 7 9 9 8 9 8 9 9 9 75 16 15 10 16 11 13 14 12 16 10 15 12 13 Baik 82 83 60 83 61 74 79 71 83 58 79 73 76 Baik Baik Cukup Baik Cukup Cukup Baik Cukup Baik Kurang Baik Cukup Baik .

65 9 318 7.05 Sangat Baik Baik Jumlah Skor Rata-rata Keterangan : Aspek 1 : Tema dan amanat Aspek 2 : Alur Aspek 3 : Tokoh dan penokohan Aspek 4 : Latar Aspek 5 : Diksi dan gaya bahasa Aspek 6 : Sudut pandang Aspek 7 : Kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen .48 17 574 14.40 040 9 327 8.35 88 3082 77.95 9 339 8.3 9 346 8.15 17 612 15.18 18 566 14.

Apakah dengan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu anda mengalami kemudahan dalam menulis cerpen? Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … .Kesulitan apakah yang anda alami dalam menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu? Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …. B.Nama : No/ kelas : FORMAT JURNAL SISWA Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jujur! A.Apakah Anda senang dengan meteri menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu? Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …. C.

D.Berilah kesan dan pesan tentang pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu yang telah diajarkan oleh guru (peneliti)! Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … .Apakah anda sekarang lebih paham diajar menulis melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu? Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … E.…… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… ….

tanggal : : A.Lampiran JURNAL GURU SIKLUS II Guru Pengampu Hari.Bagaimanakah minat siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu? Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … B.Bagaimanakah keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… .Bagaimanakah respon siswa terhadap pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … C.

Bagaimanakah tingkah laku siswa di kelas pada saat mengerjakan tugas menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu? Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … E.Uraikan fenomena-fenomena lain yang muncul pada saat pembelajaran berlangsung Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … .…… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … D.

Lampiran Nama : No/kelas: FORMAT ANGKET Berilah tanda (√) pada setiap pertanyaan siswa yang sesuai dengan skala penelitian yang tersedia di bawah ini : No Pertanyaan Skala Penilaian SS S 1 Keterampilan menulis dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam belajar 2 Saya merasa senang terhadap cara guru KS TS STS .

menerangkan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu 3 4 5 Saya senang dengan metode yang digunakan dalam pembelajaran Metode yang digunakan oleh guru dapat memotivasi siswa untuk menulis cerpen Latihan terbimbing yang diberi oleh guru dapat membantu pemahaman siswa tentang menulis cerpen yang baik 6 7 Saya senang dengan media teks lagu yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran Suasana kelas dapat membantu pemahaman siswa dalam menulis cerpen .

8 Saya senang dengan pembelajaran menulis cerpen yang dengan metode yang dapat menarik perhatian siswa 9 Kebiasaan mengungkapkan ide. gagasan dan perasaan ke dalam sebuah cerpen banyak manfaatnya 10 Pembelajaran yang dilakukan oleh guru sekarang lebih menyenangkan Keterangan: SS : Sangat Setuju S : Setuju KS : Kurang Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju .

Menurut kamu apakah melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat mengatasi kesulitan yang kamu hadapi? 10.Apakah kamu merasa kesulitan dalam pembelajaran menulis cerpen? 8.Apakah kamu senang dengan pembelajaran menulis cerpen? Mengapa? 2. responden Hari dan Tanggal Tempat Kelas Waktu Topik : : : : : : : Hal-hal yang harus diperhatikan dalam wawancara adalah sebagai berikut: 1.Lampiran PEDOMAN WAWANCARA Responden No.Manfaat yang kamu dapatkan setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu? .Apakah media teks lagu yang digunakan oleh guru dapat memberikan ide untuk membuat sebuah cerpen? 5.Apakah kamu merasa termotivasi dengan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam pembelajaran menulis cerpen? 4.Apa saja kesulitan-kesulitan yang kamu hadapi dalam pembelajaran menulis cerpen? 9.Apakah suasana kelas dapat membantu pemahaman siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu? Mengapa? 6.Apakah kamu merasa mampu memahami materi dengan metode yang digunakan oleh guru dalam mengajar (metode latihan terbimbing dengan media teks lagu)? 3.Menurut kamu apakah dengan adanya latihan dan bimbingan yang diberikan oleh guru dapat membantu pembelajaran menulis cerpen? 7.

Siswa penjelasan guru Siswa banyak bertanya kepada guru Siswa berpartisipasi aktif Siswa dapat mengidentifikasi dan menyebutkan unsur-unsur yang ada dalam cerpen Siswa merespons positif (senang) terhadap metode latihan terbimbing yang digunakan oleh guru Siswa dapat menggunakan media yang dihadirkan oleh guru Siswa dapat menulis cerpen dengan cepat Siswa dapat memberikan komentar terhadap hasil menulis cerpen temannya 77. 5.5 7. 3.5 95 32. 7.Rekap Observasi Perilaku Positif Siswa No Aspek Observasi 1 2. 4. 7.5 6.5 -22.5 12.5 -20 -30 -20 -12.5 17.5 90 92. 3.5 Negatif Siklus II (%) 5 7.5 12. Siklus I (%) merespon 15 20 27.5 Peningkatan (%) 10 7. 4. Siklus I (%) memperhatikan 85 10 67.5 92.5 15 5 Rekap Observasi Perilaku No Aspek Observasi 1 2.5 22.5 80 80 Siklus II (%) 95 17. 6.5 20 35 20 12.5 Siswa kurang penjelasan guru Siswa kurang senang terhadap metode yang digunakan guru Siswa banyak bicara dan bergurau dengan temannya Siswa pasif dalam pembelajaran Siswa jalan-jalan/mondarmandir pada saat pembelajaran berlangsung Siswa sering melihat pekerjaan temannya pada saat mengerjakan tes Siswa kurang bersemangat pada saat menulis cerpen Siswa tidak tertarik dengan media teks lagu yang digunakan oleh guru .5 -32. 5.5 17.5 5 0 0 5 0 0 Siswa Peningkatan (%) -10 -12.5 32.5 12. 8. 8.

5 28 12 13 27 70 30 32.Rekap Jurnal Siswa Siklus I dan Siklus II No 1 Aspek Jurnal Kesan siswa terhadap meteri cerpen a.5 67. Senang menulis 37 40 7. Tidak Tanggapan siswa terhadap metode latihan terbimbing dengan media teks lagu 3 0 7.5 3 . Ya b.5 100 0 -7.5 b.5 37.5 -37.5 Jurnal Siswa Persentase (%) Peningkatan Siklus Siklus Siklus Siklus (%) I II I II 92. Tidak senang 2 Kesulitan siswa terhadap materi menulis cerpen a.

Dapat dipahami b.5 -12.Kurang mendukung 37 3 40 0 92.5 .5 12.5 7.5 100 0 7. Tidak dapat dipahami 4 Pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran setelah diajarkan melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu a.5 100 0 7.5 -7.5 5 35 5 40 0 87.a. Paham b.5 37 3 40 0 92. Tidak paham Saran terhadap kegiatan pembelajaran a. Mendukung b.5 100 0 12.5 -7.5 7.

Rekap Angket Siklus I dan Siklus II A Pe STS S KS TS Pe s SI p e (%) k SS S II (%) 72.5 15 5 -10 0 0 0 0 0 .5 0 40 8.5 27.5 50 42.5 20 5 -15 0 0 0 0 0 5 32.5 -22.5 0 2.5 10 0 0 25 32.5 7.5 -7.5 (%) (%) -5 -15 0 0 0 0 (%) (%) 0 0 0 0 ning kata n (%) 1 0 2 0 3 0 4 0 60 25 12.5 (%) (%) -7.5 52.5 0 0 0 0 0 30 52.5 62.5 22.5 55 2.5 35 ning kata n (%) SI S II SI S II SI S II SI S II (%) (%) 35 57.5 5 5 17.5 50 65 15 25 2.

5 40 50 60 -2.5 0 7 27.5 7.5 40 40 0 27.5 5 -12.5 37.5 57.5 -5 0 5 0 0 45 35 25 0 55 45 27.5 52.5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 -2.5 22.5 60 2.5 57.5 10 12.5 25 -2.5 10 10 2.5 0 8 5 9 0 1 0 35 7.5 17.6 27.5 -7.5 15 5 -10 0 0 0 0 0 35 7.5 .5 -7.

lebih tahu menulis cerpen. 9)Ya. 7)Ya. lebih mudah menulis cerpen. termotivasi.Responden Nomor 6 (siswa yang mendapat nilai cukup) 1)Senang. kesulitan mengembangkan kerangka karangan. 7)Ya. 8)Ya. masih kesulitan. 9)Ya. 5)Ya. 14 April 2007 Pe ning : Diwawancarai kata n (%) : Ruang kelasPe SMA NegeriPe Pemalang X-7 1 4 siswa ning kata n (%) ning kata n (%) 1. membantu mengatasi kesulitan. 2)Mampu. 5)Ya. 3)Ya. 4)Ya. dapat bertanya-tanya dengan guru tentang cerpen. misalkan ramai saya tetap bisa menulis cerpen 6)Ya. kelas yang tenang menulis cerpen pun akan mudah. 3)Ya.Hasil Wawancara Siklus I Waktu Pelaksanaan Tempat Pelaksanaan Jumlah Siswa yang : Sabtu. 2.Responden Nomor 22 (siswa yang mendapat nilai baik) 1)Senang. 2)Mampu. 6)Ya. membantu mengatasi kesulitan 10)Senang menulis cerpen . lagunya sesuai dengan pengalaman. kesulitan-kesulitan dapat langsung ditanyakan. lagunya sesuai dan mudah dimengerti. menuangkan pikiran ke dalam kata-kata. 8)Ya. 10)Jadi senang menulis cerpen. masih ada kesulitan. termotivasi 4)Ya.

lagunya saya suka dan sesuai dengan pengalaman 5)Ya. membantu mengatasi kesulitan. . membantu untuk dapat menulis cerpen. 7)Ya. termotivasi 4)Ya. masih ada kesulitan. 6)Ya. kesulitan mengungkapkan pikiran dalam kalimat-kalimat 9)Ya. guru memberi tahu cara menulis cerpen yang baik. membantu mengatasi kesulitan 10)Lebih senang menulis cerpen 4. 3)Ya. masih ada kesulitan 8)Ya. bisa diungkapkan lewat cerpen 2)Mampu 3)Ya. 8)Ya. 9)Ya. guru mengajari menulis cerpen 7)Ya. 10)Lebih mudah menulis cerpen. kelas yang ramai jadi tidak dapat berkonsentrasi 6)Ya. kesulitan merangkai kata-kata dan mengembangkan kerangka yang ada dalam teks lagu.3. termotivasi 4)Ya. 5)Tidak berpengaruh.Responden Nomor 40 (siswa yang mendapat nilai cukup) 1)Senang. 2)Mampu. lagunya bagus. sulit membuatnya.Responden Nomor 14 (siswa yang mendapat nilai kurang) 1)Tidak terlalu suka.

guru membantu mengatasi kesulitan dalam menulis cerpen. 3)Ya. termotivasi menulis cerpen 4)Ya. 6)Ya. 8)Membuat diksi yang menarik 9)Ya. kelas yang tenang dapat membantu kita untuk berimajinasi. 2)Ya. termotivasi untuk menulis cerpen. lebih tahu menulis cerpen 2)Ya. misalkan kelas ramai akan menganggu menulis cerpen 6)Ya. 4)Ya. saya mampu 3)Ya. dapat mengungkapkan pengalaman ke dalam cerpen. lagunya sesuai dengan pengalaman 5)Ya. guru membimbing dan menjelaskan menulis cerpen yang baik 7)Tidak ada 8)Tidak ada 9)Ya.Hasil Wawancara Siklus II Waktu Pelaksanaan Tempat Pelaksanaan Jumlah Siswa yang Diwawancarai : Kamis.Responden Nomor 40 (siswa yang mendapat nilai sangat baik) 1)Senang. mampu. membantu mengatasi kesulitan yang saya hadapi 10)Sekarang saya senang menulis cerpen 2. 7)Masih ada. 5)Ya. membantu mengatasi kesulitan 10)Lebih tahu tentang cerpen dan saya lebih senang menulis cerpen .Responden Nomor 22 (siswa yang mendapat nilai sangat baik) 1)Senang. lagunya sesuai dengan pengalaman. suasana kelas mempengaruhi dalam menulis cerpen. 10 Mei 2007 : Ruang kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang : 4 siswa 1.

mampu 3)Ya. guru mengajari menulis cerpen 7)Ya. pembelajarannya menyenangkan 2)Ya. kita dapat menulis cerpen dengan sungguh-sungguh 6)Ya. pembelajarannya menyenangkan 2)Ya. masih ada kesulitan 8)Ya. mampu memahami materi 3)Ya. masih ada kesulitan 8)Ya. lagu mengasyikan 5)Ya. termotivasi menulis cerpen 4)Ya. membantu mengatasi kesulitan 10)Dapat menulis cerpen dengan mudah dan menyenangkan 4. lagunya sesuai pengalaman dan memudahkan menulis cerpen 5)Ya. guru membimbing siswa jadi siswa terbantu dalam menulis cerpen 7)Ya.3. termotivasi menulis cerpen 4)Ya.Responden Nomor 31 = Siswa yang mendapat nilai cukup 1)Senang. kesulitan membuat kata-kata yang menarik untuk mewakili ide-ide yang ada dalam pikiran 9)Ya. membantu mengatasi kesulitan 10)Lebih mudah menulis cerpen .Responden Nomor 9 = Siswa yang mendapat nilai cukup 1)Senang. kelas yang ramai akan mengganggu konsentrasi dalam menulis cerpen 6)Ya. membuat kata-kata yang menarik 9)Ya. kelas tenang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful