PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN MELALUI METODE LATIHAN TERBIMBING DENGAN MEDIA TEKS LAGU SISWA KELAS X-7 SMA

NEGERI 1 PEMALANG

SARI
Azizah, Wiwin Nur. 2007. Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen Melalui Metode Latihan Terbimbing dengan Media Teks Lagu pada Siswa Kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I : Drs. Agus Nuryatin, M.Hum, Pembimbing II : Drs. Mukh. Doyin, M. Si. Kata Kunci : Keterampilan menulis cerpen, metode latihan terbimbing, media teks lagu. Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia aspek bersastra SMA kelas X untuk subaspek menulis menyebutkan bahwa peserta didik harus mampu mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan orang lain ke dalam cerpen. Dalam hal ini siswa dituntut untuk mampu menulis cerpen yang baik, namun kemampuan menulis cerpen siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang masih rendah. Rendahnya kemampuan menulis tersebut disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari siswa sendiri, sedangkan faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari lingkungan siswa. Guru masih terbiasa dengan metode pembelajaran yang monoton dan terkesan hanya mengejar meteri. Oleh karena itu, untuk meningkatkan keterampilan menulis cerpen pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang digunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Berdasarkan uraian di atas, permasalahan yang dipaparkan dalam penelitian ini adalah 1) seberapa besar peningkatan kemampuan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X SMA N 1 Pemalang, dan 2) adakah perubahan tingkah laku siswa dalam pembelajaran menulis cerpen setelah mengikuti pembelajaran melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. Tujuan Penelitian ini yaitu 1) mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang dan 2) mendeskripsikan perubahan tingkah laku siswa setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen menggunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. Penelitian ini merupakan penelitian yang berbasis kelas. Dengan demikian penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang meliputi dua siklus. Tiap-tiap siklus dilakukan secara teratur yang terdiri atas empat tahap, yaitu 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) pengamatan, dan 4) refleksi. Data penelitian yang diambil melalui tes dan nontes. Alat pengambilan data tes yang digunakan berupa instrumen tes perbuatan yang berisi aspek-aspek kriteria penilaian kemampuan menulis cerpen berupa penilaian kemampuan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Alat pengambilan data nontes yang digunakan berupa pedoman observasi, wawancara, jurnal, angket, dan dokumentasi foto. Selanjutnya data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif.

ii

Berdasarkan analisis data penelitian, disimpulkan bahwa melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu, kemampuan menulis cerpen siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang meningkat sebesar 20,44% setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Hasil rata-rata tes menulis cerpen pratindakan sebesar 61,30 dan pada siklus I diperoleh hasil rata-rata sebesar 68,62, kemudian pada siklus II diperoleh hasil rata-rata sebesar 77,05 atau meningkat sebesar 12,29% dari siklus I. Perilaku siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pun mengalami perubahan ke arah positif. Perubahan tersebut ditunjukkan dengan perilaku siswa yang lebih serius dan bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran menulis cerpen. Selanjutnya, dari hasil penelitian tersebut, penulis memberikan saran 1) guru bahasa dan sastra Indonesia dapat menggunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam membelajarkan menulis cerpen kepada siswa, 2) peneliti lain dapat melakukan penelitian yang serupa dengan metode yang berbeda.

iii

iv

bukan jiplakan dari karya tulis orang lain. Agustus 2007 Wiwin Nur Azizah v . Semarang. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini benar-benar hasil karya saya sendiri. baik sebagian atau seluruhnya.

.

vi .

8). Dan hanya kepada Tuhan-mulah hendaknya kamu berharap (QS. tantangan terbesar dari hidup adalah tetap tumbuh dalam situasi apapun. •Hidup artinya berani menghadapi tantangan.MOTTO DAN PERSEMBAHAN Motto : •Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Al-Insyirah : 6 . maka apabila kamu sudah selesai (dari suatu urusan) kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. •Doa adalah senjata ampuh orang mukmin Persembahan Karya kecil ini kupersembahkan untuk orang-orang yang senantiasa mengisi batin dan jiwaku 1)Bapak. dari kalian aku mengerti arti pengorbanan 2)Keluarga dan sahabat-sahabatku 3)Teman-teman PBSI’03 4)Almamater vii . Ibu dan kakak-kakakku tercinta.

4. kepala SMA Negeri 1 Pemalang yang telah memberikan izin kepada penulis untuk mengadakan penelitian ini. Dekan Fakultas Bahasa dan Seni serta Rektor Universitas Negeri Semarang. Agus Nuryatin M. yang telah memberikan izin penelitian ini. Rishi Mardiningsih. baik dalam ilmu maupun pengetahuan. 2.Si. meskipun penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kelemahan-kelemahan dan semata-mata karena keterbatasan penulis. dan sumbang saran dari segala pihak.Drs. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada yang terhormat: 1. dosen pembimbing I dan dosen pembimbing II yang disela-sela kesibukannya dengan penuh kesabaran. Doyin M.Hum dan Drs. arahan dan masukan kepada penulis. bantuan. atas segala limpahan nikmat dan karunia yang diberikan kepada penulis.Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. keikhlasan.Bapak dan Ibu dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia yang telah menyemaikan ladang dan menanamkan ilmu sebagai bekal yang sangat bermanfaat.PRAKATA Puji syukur tiada terhingga ke hadirat Allah swt. Mukh. sehingga penulis memperoleh kekuatan untuk menyelesaikan skripsi ini. 3. dan kebijaksanaan memberikan bimbingan.Dra. viii . Penulis menyadari bahwa dalam skripsi ini tidak terlepas dari bimbingan.

Roger. Ibu.Mas Aris. 11. Somsay. Insya Allah jasa-jasa mereka akan saya kenang sepanjang hayat dan semoga Yang Mahakuasa memberikan yang terbaik dan Ridlo-Nya kepada kita semua di kehidupan sekarang dan yang akan datang.5. Utty. 12. Mba Is. perhatian. Mas Sulis. 13. 10. Ari. Mar. Bilqis. terima kasih bantuan komputernya. dan De Ian.Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu.Sahabat-sahabatku Melti. Mamih. atas doa. guru Bahasa dan Sastra Indonesia SMA Negeri 1 Pemalang yang telah memberikan bantuan dan kerelaannya untuk diajak bertukar pikiran dengan penulis dalam penelitian.Saptorini Wahyuningsih.Teman-teman seperjuangan di PBSI angkatan 2003 terima kasih atas segala informasi. terima kasih bangkitkan semangatku untuk maju. dukungan. Achel. kasih sayang dan pengorbanannya selama ini. Dany.Siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. S. Anna. ix . Kiki. yang telah bersedia membantu pelaksanaan penelitian. kesabaran.Bapak. Mas Agus. 7. 9.Teman-teman Florist kos Aee. 8. dan Lusi bersama mereka aku belajar hidup. Upi. 6. yang telah ikut memberikan bantuan dalam menyelesaikan penelitian ini. bantuan. dan dukungan yang telah diberikan. atas segala motivasi dan kasih sayangnya.S.

Oleh karena itu. Semarang. Penulis juga sangat berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Agustus 2007 Wiwin Nur Azizah x . kritik dan saran yang membangun dari pembaca saya harapkan.Penulis sadar bahwa kesempurnaan hanyalah milik Yang Mahasempurna dan skripsi ini pun masih jauh dari kesempurnaan.

................. 1................. xvi DAFTAR LAMPIRAN........................................................................................................................................ 1........................................................ 1..................................................................................... i ii iv v vi MOTTO DAN PERSEMBAHAN ........................2........................................................2 Tujuan Menulis Cerpen............................................................................2Landasan Teoretis ..........3Pembatasan Masalah ......... 14 2............. BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2................... xvii BAB I PENDAHULUAN 1...................... 14 2............................................... viii DAFTAR ISI........................................................................................................................1Latar Belakang ............................................... xi DAFTAR TABEL................................... PERSETUJUAN PEMBIMBING................................................................................................................................................................................................. SARI..................... PERNYATAAN............................. vii PRAKATA...................1Kajian Pustaka .........................................................................1 Hakikat Menulis Cerpen ................2........ 17 xi 1 7 8 9 9 9 .....................................................4Rumusan Masalah ........... 1............................................6Manfaat Penelitian ............................................................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.............................................................. xv DARTAR DIAGRAM DAN GRAFIK.................... HALAMAN PENGESAHAN.................................................5Tujuan Penelitian ..........................................2Identifikasi Permasalahan ........... 1.................................................................. xiv DAFTAR GAMBAR .................... 11 2..........................................

............... 62 4............................. 62 Hasil Nontes ....4Hipotesis Tindakan ....................2 Unsur-unsur Pembangun Cerpen .............1.. 22 2...........................3 Hasil Penelitian Siklus II .......................1 4.............. 47 3...........3.......................................................................................................................... 39 BAB III METODE PENELITIAN 3.....................................3Kerangka Berpikir ............2.....5 Media Teks Lagu .........2 Instrumen Nontes .............................................. 34 2..2................4..6 Menulis Cerpen Melalui Metode Latihan Terbimbing dengan Media Teks Lagu.........1...........4 Instrumen Penelitian ....1...................................... 91 Hasil Nontes ........2.... 40 3..........3............2 Subjek Penelitian ............. 48 3................................1.................2.................................1 4................................... 58 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4............. 44 3.....1 Proses Tindakan Siklus I ................................3 Cerpen ................... 20 2. 52 3................................................ 55 3...................6 Teknik Analisis Data ....2 Proses Tindakan Siklus II..........................................................3..................... 20 2...............1 Pengertian Cerpen..... 35 2. 90 ...... 41 3..................... 38 2...............3...................2..............................4 Metode Latihan Terbimbing .....................................................................2........................... 70 Hasil Tes ...3 Variabel Penilaian ...................1 Instrumen Tes .................2..2 Hasil Tes ...... 55 3..1.. 100 xii 4............1................................................................................. 32 2.........4...............1 Hasil Pratindakan .. 46 3............................1.. 48 3... 60 4................5 Teknik Pengumpulan Data .......................................2 4.1.............................................3 Validitas Instrumen ....2..........4.....1............................. 60 4...1 Hasil Penelitian .................2 Hasil Penelitian Siklus I ............................................2........................................................................1 Desain Penelitian ......

...........................2....................2 Peningkatan Pengaruh Penggunaan Metode Latihan Terbimbing dengan Media Teks Lagu terhadap Perubahan Perilaku Siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang........................................................................4................................................................ 117 4.... 129 DAFTAR PUSTAKA ............................................ 128 5................ 117 4........................................1 Simpulan ........................2 Pembahasan ......1 Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen Siswa Kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang ....................................................2 Saran ................ 130 LAMPIRAN-LAMPIRAN xiii .................... 125 BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5...................2..............

............................................................... 66 Perolehan Skor Aspek tokoh dan Penokohan Siklus I ......................................................... Siklus I...................................... 83 Tabel 14 Hasil Tes Menulis Cerpen Siklus II . 49 Pedoman Penilaian Keterampilan Menulis Cerpen. 99 Tabel 22 Perolehan Angket Siklus I ....................................................................................... 97 Tabel 20 Perolehan Skor Aspek Sudut Pandang Siklus I .............................................................................. 49 Aspek Penilaian Keterampilan Menulis Cerpen .................................................. 10 9 Tabel 23 Perolehan Nilai Rata-rata dan peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen pada Pratindakan.......... 63 Perolehan Skor Aspek Tema dan Amanat Siklus I .................... 67 Perolehan Skor Aspek Latar Siklus I ........................................ 70 Tabel 13 Perolehan Angket Siklus I.................................... 98 Tabel 21 Perolehan Skor Aspek Kepaduan Unsur-unsur Pembangun Cerpen Siklus II .................................................................. 68 Tabel 11 Perolehan Skor Aspek Sudut Pandang Siklus I .............DAFTAR TABEL Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Skor Penilaian Tes Menulis Cerpen........................................... 95 Tabel 18 Perolehan Skor Aspek Latar Siklus II..... 119 xiv ............................................... 93 Tabel 16 Perolehan Skor Aspek Alur Siklus II ............................................................... 69 Tabel 12 Perolehan Skor Aspek Kepaduan Unsur-unsur Pembangun Cerpen Siklus I ........................................ 96 Tabel 19 Perolehan Skor Aspek Diksi dan Gaya Bahasa Siklus II............................................................. 51 Hasil Menulis Cerpen Pratindakan................................. 60 Hasil Menulis Cerpen Siklus I ........................................... dan Siklus II....... 91 Tabel 15 Perolehan Skor Aspek Tema dan Amanat Siklus II........................... 65 Perolehan Skor Aspek Alur Siklus I ....................... 94 Tabel 17 Perolehan Skor Aspek tokoh dan Penokohan Siklus II.............................................................................. 67 Tabel 10 Perolehan Skor Aspek Diksi dan Gaya Bahasa Siklus I ......................................

........................................ 87 Gambar 2 Aktivitas Siswa mengamati dan Memperhatikan Teks Lagu Siklus I ................................. 114 Gambar 6 Aktivitas Siswa Menulis Cerpen Siklus II .... 89 Gambar 4 Aktivitas Guru Melakukan Bimbingan Siklus I................................. 90 Gambar 5 Aktivitas Awal Pembelajaran Siklus II ..................................... 116 Gambar 8 Aktivitas Siswa Membacakan Cerpen ........................DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Aktivitas Awal Pembelajaran Siklus I ........................................................................ 88 Gambar 3 Aktivitas Siswa Menulis Cerpen Siklus I ..... 116 xv ........................................................................ 115 Gambar 7 Aktivitas Guru Membimbing Siswa Menulis Cerpen Siklus II ...

.............92 Grafik 1 Grafik Hasil Tes Keterampilan Menulis Cerpen ....61 Diagram batang 2 Hasil Tes Keterampilan Menulis pada Siklus I .....DAFTAR DIAGRAM DAN GRAFIK Diagram batang 1 Hasil Tes Keterampilan Menulis pada Pratindakan .....124 xvi .........64 Diagram batang 3 Hasil Tes Keterampilan Menulis pada Siklus II .........................................

........................ 166 Lampiran 20 Hasil Jurnal Siswa Siklus I ............................... 163 Lampiran 17 Hasil Jurnal Guru Siklus I ...................................................... 171 Lampiran 22 Rekapitulasi Jurnal Siswa Siklus I dan Siklus II ......DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Daftar Nama Siswa Kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang .............................................. 144 Hasil Tes Menulis Cerpen Siklus I ............................. 165 Lampiran 19 Pedoman Jurnal Siswa Siklus I dan Siklus II ................. 161 Lampiran 16 Pedoman Jurnal Guru Siklus I dan Siklus II..................... 133 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus II ......................... 164 Lampiran 18 Hasil Jurnal Guru Siklus II ....... 136 Contoh Cerpen Berdasarkan Teks Lagu. 154 Lampiran 12 Rekapitulasi Observasi Siswa Siklus I dan Siklus II.................................... 157 Lampiran 14 Hasil Observasi Kelas Siklus I ......................................................................................................................... 175 xvii ...................................... 146 Hasil Tes Menulis Cerpen Siklus II..... 142 Hasil Tes Menulis Cerpen Prasiklus.............. 148 Pedoman Observasi Siswa Siklus I dan Siklus II .............................. 159 Lampiran 15 Hasil Observasi Kelas Siklus II .................................................................................................................................. 150 Lampiran 10 Hasil Observasi Siswa Siklus I.................................... 132 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus I......................... 156 Lampiran 13 Pedoman Observasi Kelas Siklus I dan Siklus II .......... 152 Lampiran 11 Hasil Observasi Siswa Siklus II........... 167 Lampiran 21 Hasil Jurnal Siswa Siklus II.................................................................................. 139 Teks Lagu Siklusi dan Siklus II.....................................

198 Lampiran 30 Hasil Menulis Cerpen Siswa Pratindakan .......................................................... 227 Lampiran 37 Surat Keterangan Panitia Ujian Skripsi ........................ 224 Lampiran 34 Surat Keputusan Pengangkatan Dosen Pembimbing Skripsi ..... 200 Lampiran 31 Hasil Menulis Cerpen Siswa Siklus I .................... 205 Lampiran 32 Hasil Menulis Cerpen Siswa Siklus II.................................................................................................................................................................... 176 Lampiran 24 Hasil Angket Siklus I.......... 228 xviii ..............................Lampiran 23 Pedoman Angket Siklus I dan Siklus II............................ 178 Lampiran 25 Hasil Angket Siklus II ........................................................................................... 212 Lampiran 33 Surat Izin Observasi.............. 225 Lampiran 35 Surat Izin Penelitian........................................................................................... 226 Lampiran 36 Surat Keterangan Penelitian .............................. 186 Lampiran 26 Rekapitulasi Angket Siklus I dan Siklus II....................... 194 Lampiran 27 Pedoman Wawancara Siklus I dan Siklus II............. 196 Lampiran 29 Hasil Wawancara Siklus II ............................................. 195 Lampiran 28 Hasil Wawancara Siklus I.....................................

........... 96 4................................Lembar Pengamatan Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Guru Siklus I I .....................................................................................Lembar Kerja Siswa Siklus II .. 92 2.............................. 103 7....... 99 5.. 105 9.........................Rencana Pembelajaran Siklus I Pertemuan ke-2..........Lembar Pengamatan Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Guru Siklus I Pertemuan Ke-2 ........ 109 11.....Hala man 1.............. 102 6............................ ....... .......................... 111 xix ..........................................................Daftar Nama Siswa Kelas VII D ..... 107 10.......................................................Rencana Pembelajaran Siklus I Pertemuan ke-1 ......................Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus I Pertemuan ke-1 .... 104 8.............Lembar Pengamatan Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Guru Siklus I Pertemuan Ke-1 ............................................Lembar Kerja Siswa Siklus I Pertemuam ke-1 ................................Lembar Kerja Siswa Siklus I Pertemuam ke-2 ......................................... 93 3.............Rencana Pembelajaran Siklus II.

........................................................................................ 157 29..........................Surat Keterangan Penelitian dari SMP N 4 Randudongkal ............................................................................... 147 24.......................................Soal Evaluasi Siklus II .................Daftar Nilai Ulangan Sebelum Tindakan............Daftar Nilai Ulangan Siklus I.. 148 25.................................. 158 30.........................Kunci Jawaban Soal Uji Coba ...... 159 31.................Surat Ijin Penelitian dari Fakultas Ekonomi .....................Kurikulum 2004 .............. 119 17........Kunci Jawaban Soal Evaluasi Siklus II....Analisis Validitas.......Kisi-kisi Penyebaran Butir Soal ... 113 13.................... 127 18..........................................................................................................Daftar Kelompok........................ 128 19... 151 28... Tingkat Kesukaran dan Daya Pembeda........................ 141 21........................................ dan Siklus II................ 118 16. 146 23..................................... 149 26........ 138 20....................... Reabilitas...................Daftar Nilai Ulangan IPS Ekonomi Pokok Bahasan Perusahaan dan Badan Usaha Siswa Kelas VII SMP N 4 Randudongkal ...................Soal Uji Coba .........................Rekapitulasi Hasil Belajar Sebelum Tindakan....................... Siklus I.......................................................Soal Evaluasi Siklus I .Surat Ijin Observasi dari Fakultas Ekonomi ......... 115 14.... 150 27............ 160 32.........................................................Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus I Pertemuan ke-2....................................Silabus ................... 161 xx . 117 15.................................................................Kunci Jawaban Soal Evaluasi Siklus I .............................................................................Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus II ...........................................................................12...........Daftar Nilai Ulangan Siklus II .................................. 142 22.

cermat. tertib. keterampilan membaca. dan masuk akal. dan sebagainya.BAB I PENDAHULUAN 1. Suyatno (2004:6) menyatakan bahwa posisi bahasa Indonesia berada dalam dua tugas.1Latar Belakang Bahasa merupakan alat yang sangat vital bagi manusia dalam berkomunikasi. perdagangan. Di antara keterampilan tersebut keterampilan mendengarkan dan keterampilan membaca merupakan keterampilan reseptif. berbagi pengalaman. Pengajaran keterampilan bahasa dan sastra Indonesia mencakupi keterampilan mendengarkan. sedangkan keterampilan berbicara dan keterampilan menulis merupakan keterampilan produktif. Manusia berkomunikasi agar dapat saling belajar. dan dapat meningkatkan kemampuan intelektualnya. politik. dan keterampilan menulis. Bahasa Indonesia yang dipakai 1 . Tugas kedua adalah bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Sebagai bahasa negara berarti bahasa Indonesia harus digunakan sesuai dengan kaidah. keagamaan. Sebagai bahasa nasional. Bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi baik secara lisan maupun tulis tersebut muncul dalam segala aktivitas seperti pendidikan. Tugas pertama adalah bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Penggunaan bahasa dalam berkomunikasi ada dua macam yaitu bahasa lisan dan bahasa tulis. keterampilan berbicara. bahasa Indonesia tidak mengikat pemakainya untuk sesuai dengan kaidah dasar. Keempat keterampilan tersebut selalu berkait satu dengan yang lain.

(6) daerah dapat menentukan bahan dan sumber belajar 2 . dan minatnya. bahasa yang sesuai dengan tata bahasa dan kaidah-kaidah penggunaannya saja tetapi juga mempelajari bahasa dalam bentuk yang tidak resmi seperti dalam bahasa sastra. serta dapat menumbuhkan penghargaan terhadap hasil karya kesastraan dan hasil intelektual bangsa sendiri. (5) sekolah dapat menyusun program pendidikan tentang kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan keadaan siswa dan sumber belajar yang tersedia. Dengan demikian pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah tidak hanya mempelajari bahasa yang resmi.2 harus lengkap dan baku. Diberlakukannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) oleh pemerintah menghendaki (1) peserta didik dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuan. kebutuhan. Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus diajarkan pada siswa. Keterampilan menulis merupakan syarat untuk berkecimpung dalam berbagai macam bidang atau kegiatan. Hal ini mengandung pengertian betapa pentingnya keterampilan dan kemampuan menulis dalam kehidupan sehari-hari. Tingkat kebakuannya diukur oleh aturan kebahasaan dan logika pemakaian. (3) guru lebih mandiri dan leluasa dalam menentukan bahan ajar kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah dan siswanya. (4) orang tua dan masyarakat dapat secara aktif terlibat dalam pelaksanaan program kebahasaan dan kesastraan di sekolah. (2) guru dapat memusatkan perhatian kepada pengembangan kompetensi bahasa siswa dengan menyediakan berbagai kegiatan berbahasa dan sumber belajar. Keterampilan menulis mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

Di samping memperoleh pengetahuan tentang teori-teorinya siswa pun dituntut untuk dapat mengungkapkan pikiran. Siswa tidak akan memperoleh keterampilan menulis hanya dengan duduk. mendengarkan penjelasan guru. gagasan. Tulisan imajinatif yang merupakan tulisan kreatif. cerpen.3 kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi dan kekhasan daerah dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional (Depdiknas. dan perasaannya melalui sebuah karya sastra yang berupa cerpen. pendapat. begitu pun untuk membacanya. serta berupa pemadatan kata yang di dalamnya menceritakan gagasan. Dalam kajian ini dipilih cerpen sebagai objek penelitian. perasaan ataupun pengalaman penulisnya. Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia aspek bersastra SMA kelas X untuk subaspek menulis menyebutkan bahwa siswa harus mampu mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan orang lain ke dalam cerpen (Depdiknas. dan mencatat penjelasan guru. lebih sederhana jika dibandingkan dengan bahasa dalam puisi yang mempunyai arti lebih kompleks. Keterampilan menulis cerpen bukanlah sesuatu yang dapat diajarkan melalui uraian atau penjelasan semata-mata. novelet. sehingga cerpen sering disebut bacaan yang dapat dibaca sekali duduk. 2005:1). Pemilihan cerpen karena cerpen tidak memerlukan waktu yang lama untuk membuatnya karena bentuknya yang lebih pendek daripada novel. dalam hal ini dapat berupa puisi. dan novel. Keterampilan menulis cerpen dapat ditingkatkan 3 . 2005:4). Bahasa yang digunakan dalam cerpen pun menggunakan bahasa yang sederhana. Untuk mencapai standar kompetensi di atas proses pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia bukan sekadar pengajaran mengenai teori-teori sastra.

Proses belajar mengajar Bahasa dan Sastra Indonesia di sekolah-sekolah umumnya berorientasi pada teori dan pengetahuan semata-mata sehingga keterampilan berbahasa khususnya keterampilan menulis kurang dapat perhatian. diksi yang digunakan dalam menulis cerpen kurang bervariasi. keterampilan maupun psikomotor. 4 . pengembangan topik. kesulitan menentukan tema. dan perasaan mereka berlalu begitu saja. gagasan. dan pengembangan ide atau gagasan kurang bervariasi. Siswa kurang aktif dan sering kali metode ini menimbulkan kebosanan bagi siswa dalam pembelajaran menulis cerpen sehingga karya yang dihasilkan siswa kurang maksimal. dan diksi yang belum mendapat perhatian dari siswa. Peran guru amat dominan dalam proses pembelajaran. tidak diungkapkan khususnya dalam bentuk karya sastra. Hal ini juga dialami siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. hambatan-hambatan tersebut yaitu daya imajinasi siswa masih kurang. Keterampilan menulis cerpen yang diajarkan di sekolah-sekolah selama ini menggunakan metode konvensional. Tidak sedikit siswa yang mengalami hambatan dalam mengembangkan keterampilannya menulis cerpen. Cerpen yang dibuatnya kurang menarik karena bahasa yang digunakan monoton. Hasil dan prestasi dapat meningkat apabila ada perubahan sikap dan tingkah laku siswa baik pada aspek pengetahuan.4 dengan melakukan kegiatan menulis cerpen secara terus-menerus sehingga akan mempengaruhi hasil dan prestasi siswa dalam menulis cerpen. pikiran. dan kurang dapat mengembangkan ide. Ide. Hal ini dapat dilihat dari kesesuaian isi cerpen dengan tema.

keterampilan menulis akan meningkat. Dalam penguasaan keterampilan pembelajaran guru dituntut untuk menggunakan berbagai strategi pembelajaran. dan (3) evaluasi pembelajaran. Peran guru sebagai motivator.5 Guru sebagai penyampai materi kepada siswa harus dapat menyampaikan materi yang akan dibahas dengan metode dan media yang tepat dan menarik. semakin rajin berlatih. yaitu menguasai (1) bahan ajar (2) keterampilan pembelajaran. Ada tiga persyaratan utama yang harus dimiliki oleh seorang guru agar menjadi guru yang baik. Strategi pembelajaran yang tepat dan dapat menarik perhatian siswa sehingga menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. melainkan dengan latihan yang sungguhsungguh keterampilan itu dapat dimiliki oleh siapa saja. Pembelajaran menulis cerpen dalam penelitian ini menggunakan metode latihan terbimbing karena keterampilan menulis bukanlah semata-mata milik golongan orang yang berbakat menulis. sekaligus inspirator bagi siswa sangat diperlukan dalam hal ini yaitu memberikan latihan terbimbing kepada siswa dalam menulis kreatif cerpen. Keterampilan menulis merupakan proses belajar yang memerlukan ketekunan berlatih. 5 . Hal tersebut akan berdampak pada keberhasilan siswa dalam mengikuti pembelajaran dan mengerjakan tugas yang diberikan guru. Keprofesionalan seorang guru dituntut demi lancarnya proses belajar mengajar. fasilitator. Begitu juga dengan keterampilan menulis cerpen. untuk dapat menulisnya diperlukan usaha yang keras dan latihan terbimbing secara terus-menerus untuk menghasilkan cerpen yang baik.

(3) teks lagu berisi rangkaian kata indah yang mengisahkan sebuah cerita. begitu juga dengan media yang digunakan dalam pembelajaran menulis cerpen dengan media teks lagu ini. Pemilihan teks lagu sebagai media dalam pembelajaran menulis cerpen didasarkan pada alasanalasan berikut: (1) pada usianya yang masih tergolong remaja kebanyakan siswa SMA menyukai lagu-lagu. kebahagiaan dan keharuan bagi yang menikmatinya. pengalaman ataupun sebuah peristiwa.6 Media yang digunakan dalam pembelajaran menulis cerpen yaitu teks lagu. Beberapa penelitian mengenai keterampilan menulis cerpen telah banyak dilakukan. dengan teks lagu tersebut dapat diketahui alur dan temanya yang akan mempermudah siswa dalam menulis cerpen. Media memegang peran penting dalam pembelajaran karena dengan adanya media siswa dapat menangkap penjelasan yang disampaikan guru dengan mudah. namun metode-metode dan media yang digunakan 6 . sehingga dengan media ini diharapkan dapat menstimulus siswa untuk menghasilkan karya terbaiknya dan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas tentang keterampilan menulis cerpen telah banyak dilakukan. baik mengenai kehidupan. (2) lagu merupakan sarana hiburan yang menyenangkan dan dapat menciptakan kepuasan. Siswa diharapkan dapat meningkatkan kemampuannya menuangkan ide-ide atau pengalamannya ke dalam sebuah karya sastra yaitu cerita pendek dengan mudah dan dapat menghasilkan karya yang baik. Teks lagu merupakan sebuah naskah yang berisi lirik lagu yang berisi rangkaian kata yang merupakan ungkapan pikiran dan perasaan penyair.

Masalah yang muncul pada siswa dapat diatasi dengan menyajikan pembelajaran menulis cerpen yang lebih menarik dengan menggunakan metode yang tepat yaitu latihan terbimbing dengan media yang sesuai dan menarik yaitu menggunakan teks lagu. Penelitian ini akan mencoba metode latihan terbimbing dengan media teks lagu untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen. Masalah yang dialami siswa yaitu masih rendahnya kemampuan menulis cerpen. peneliti melakukan penelitian tindakan kelas sekaligus sebagai bahan penyusunan skripsi dengan judul Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen melalui Metode Latihan Terbimbing dengan Media Teks Lagu Siswa Kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. Teks lagu yang digunakan sebagai media dalam 7 . Metode latihan terbimbing membantu siswa dalam menulis cerpen karena melalui metode ini guru memberikan latihan terbimbing kepada siswa untuk dapat menulis cerpen yang baik dan kreatif. Keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu diasumsikan dapat mengatasi permasalahan siswa dalam pembelajaran keterampilan menulis cerpen. pengalaman pribadi sebagai basis melalui pendekatan keterampilan proses dan pemodelan. Metode dan media yang telah digunakan antara lain karya wisata. Oleh karena itu.2Identifikasi Masalah Masalah yang muncul dalam keterampilan menulis cerpen dapat dipengaruhi oleh faktor siswa dan faktor guru. 1. Hal tersebut memberi kemungkinan untuk menemukan metodemetode yang lain untuk dijadikan penelitian lebih lanjut.7 berbeda-beda.

8 pembelajaran menulis cerpen yaitu sebagai sarana untuk mempermudah siswa menentukan tema dan alur cerpen. 8 . yaitu kurang memberi respon terhadap pelajaran menulis (mengarang) sehingga sering dilewati. Masalah yang dialami guru. Masalah-masalah guru ini dapat diatasi dengan menumbuhkan kesadaran bagi guru bahwa pembelajaran menulis cerpen merupakan bagian yang penting dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang tidak bisa diremehkan dan dilewati begitu saja. 1. kurang memberi pelatihan menulis cerpen. dan kurang kreatif dalam mengembangkan pelajaran menulis cerpen.3Pembatasan Masalah Berdasarkan uraian di atas. Pembelajaran menulis cerpen harus mendapat porsi yang cukup. tidak menindaklanjuti hasil karangan siswa. dan pujian seperlunya sehingga dapat tercapai tujuan yang diharapkan. tidak menggunakan metode yang tepat. Permasalahan tersebut akan diatasi dengan cara menggunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Guru hendaknya dapat menggunakan metode pembelajaran menulis cerpen yang tepat agar menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan secara kreatif menggunakan sarana serta media yang ada untuk menarik minat siswa. dipilih masalah yang akan diteliti yaitu rendahnya keterampilan menulis cerpen dan kurangnya respon siswa terhadap pembelajaran menulis cerpen pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. serta kurang menggunakan media yang tepat dan menarik perhatian siswa. menghargai hasil karya siswa dengan memberi penilaian.

9 1. rumusan masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.Mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang.4Rumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah di atas.Mendeskripsikan perubahan perilaku siswa setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen menggunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang.Manfaat Teoritis Manfaat teoritis setelah dilakukan latihan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu adalah berupa ditemukannya metode pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen.6Manfaat Penelitian Penelitian ini mempunyai manfaat teoretis dan praktis sebagai berikut: 1. 1.Seberapa besar peningkatan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang? 2. 9 . 2.5Tujuan Penelitian 1.Adakah perubahan perilaku siswa setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang? 1.

hasil penelitian ini dapat dijadikan pembanding terutama dalam hal cara meningkatkan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.10 2.Manfaat Praktis Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat. khususnya bagi siswa. dan peneliti yang lain. Bagi siswa. Bagi peneliti yang lain. dengan adanya penelitian ini siswa mendapat pengalaman belajar yang bermakna melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dan dapat meningkatkan keterampilannya menulis cerpen. guru. 10 . Bagi guru. penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam upaya meningkatkan keterampilan menulis cerpen bagi siswanya.

Penelitian tindakan kelas tentang menulis cerpen merupakan penelitian yang menarik. Farikoh (2003) melakukan penelitian tentang peningkatan menulis cerpen dengan judul Peningkatan Kemampuan Menulis Cerpen dengan Metode Karya Wisata pada siswa Kelas I3 MA Ma`hadut Thalabah Babakan Lebaksiu Tegal. Penelitian tersebut dilakukan oleh Farikoh (2003).25% menjadi 76.63%.BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2. Maulana (2005). dan Kusworosari (2007). Banyaknya penelitian tentang menulis cerpen tersebut dapat dijadikan salah satu bukti bahwa menulis cerpen-cerpen di sekolah-sekolah sangat menarik untuk diteliti.38%. Dengan demikian peninjauan terhadap penelitian lain sangat penting untuk mengetahui relevansi penelitian yang telah lampau dengan penelitian yang akan dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa keterampilan siswa dalam menulis cerpen dapat ditingkatkan dengan metode karya wisata. pada siklus II meningkat 7.66% kemudian meningkat 10.22% setelah ada siklus I menjadi 69. karena biasanya suatu penelitian mengacu pada penelitian lain yang dapat dijadikan titik tolak penelitian selanjutnya. Dengan demikian 11 .1Kajian Pustaka Penelitian murni yang beranjak dari nol atau dari awal jarang ditemui. Tutiyah (2005). Peningkatan ini dapat terlihat pada daya serap siswa sebelum ada tindakan yaitu 58.

Penelitian yang telah dilakukan memperoleh hasil peningkatan keterampilan siswa yang signifikan dengan nilai rata-rata siswa pada kegiatan pembelajaran prasiklus ke siklus I meningkat sebesar 2. Penelitian yang sama juga dilakukan oleh Tutiyah (2005) berjudul Peningkatan Kemampuan Menulis Cerkak dengan Metode Karya Wisata pada Siswa Kelas IE SMP Negeri 1 Banjarmangun. Pada siklus II diperoleh hasil rata-rata kelas 73.12 belajar menulis cerpen dengan metode karya wisata dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen. Kusworosari (2007) melalukan penelitian dengan judul Peningkatan Menulis Cerpen dengan Pengalaman Pribadi sebagai Basis Melalui pendekatan Keterampilan Proses pada Siswa Kelas X-1 SMA Negeri 5 Semarang. Perilaku siswa kelas X-1 SMA Negeri 5 Semarang dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen mengalami perubahan dari perilaku negatif menjadi perilaku positif. Setelah menggunakan metode karya wisata nilai rata-rata keterampilan siswa dalam menulis cerkak meningkat sebesar 0. Penelitiannya mengkaji tentang metode karya wisata yang berguna untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerkak.51.37. Hasil tes pada siklus I diperoleh hasil rata-rata kelas sebesar 62.27. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keterampilan menulis cerpen pada siswa kelas X-1 SMA Negeri 5 Semarang mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan peningkatan dari siklus I dan siklus II. .65. Hasil analisis dari data siklus I dan siklus II mengalami peningkatan.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis cerpen seperti yang dilakukan oleh Farikoh (2003). sedangkan penelitian kali ini menerapkan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu untuk meningkatkan keterampilan menulis cerpen. Berdasarkan kajian pustaka yang dipaparkan dapat diketahui bahwa penelitian tindakan kelas tentang menulis cerpen maupun metode latihan terbimbing yang digunakan untuk meningkatkan berbagai keterampilan menulis cerpen memang sangat menarik dan banyak dilakukan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan ternyata ditemukan adanya peningkatan keterampilan menulis siswa kelas 2 B SMP Cinde Semarang setelah mengikuti pembelajaran menulis iklan dengan menggunakan metode latihan terbimbing.13 Penelitian yang dilakukan Maulana (2005). Kusworosari (2007) menerapkan pengalaman pribadi sebagai basis melalui pendekatan proses. Namun demikian. Tutiyah (2005). Begitu juga dengan penelitian yang dilakukan penulis kali ini. penelitian ini mempunyai perbedaan dengan penelitian sebelumnya. yang berjudul Peningkatan Keterampilan Menulis Iklan dengan Menggunakan Metode Latihan Terbimbing pada Siswa Kelas 2B SMP Cinde Semarang Tahun Ajaran 2004/2005. Penelitian yang telah ada tersebut memiliki kekhasan masing-masing. . Perubahan perilaku siswa juga tampak selama penelitian berlangsung. Farikoh (2003) dan Tutiyah (2005) menerapkan keterampilan menulis cerpen dengan menggunakan metode karya wisata. dan Kusworosari (2007). siswa sudah berperilaku positif terhadap pembelajaran.

2. hakikat cerpen.1Hakikat Menulis Cerpen Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung. khususnya masalah kelemahan atau rendahnya keterampilan siswa dalam menulis cerpen. Komunikasi tidak langsung ini dilakukan dengan menggunakan media tulis. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi terhadap masalah-masalah yang dihadapi siswa di sekolah ini. sehingga siswa dapat menulis cerpen yang baik. metode latihan terbimbing. 2. 1986:3). unsur-unsur pembangun cerpen. tidak tatap muka dengan orang lain (Tarigan. media teks lagu.2. Dasar penulisan kreatif atau creatif writing sama dengan menulis biasa.2Landasan Teoretis Teori-teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah hakikat menulis kreatif cerpen. pada umumnya. Pada penelitian ini guru memberikan latihan terbimbing dengan media teks lagu saat pembelajaran. Unsur kreativitas mendapat tekanan dan perhatian besar karena dalam hal ini sangat penting peranannya dalam pengembangan proses kreatif . tujuan menulis kreatif cerpen. dengan menggunakan lambang-lambang bahasa. dan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.14 Penelitian ini mengkaji tentang peningkatan keterampilan menulis cerpen dan perubahan tingkah laku siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang setelah mengikuti pembelajaran melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.

Menulis merupakan suatu kegiatan produktif dan ekspresif. atau melukiskan suasana. atau juga kegagalan kita dalam menyongsong masa depan. keberhasilan kita kini. tidak ada bagiannya yang hanya berfungsi sebagai embel-embel. Cerita dalam cerpen sangat kompak. kreativitas ini dalam ide maupun (hasil) akhirnya (Titik 2003:31). tidak ada bagian yang sia-sia. Tamsir (dalam Endraswara 2003:239) memberikan petunjuk bahwa penulis ibarat kamerawan yang membidik perjalanan panjang kehidupan manusia atau sesuatu yang dimanusiakan. Pendapat . tiap tanda bacanya. Karya kreatif merupakan interpretasi evaluatif yang dilakukan pengarang terhadap kehidupan yang kemudian direfleksikan melalui medium bahasa pilihan. Dalam hal kreativitas menulis cerpen. atau mengungkapkan watak tokoh. Menulis cerpen merupakan cara menulis yang paling selektif dan ekonomis. tiap katanya. dan mengarang termasuk tulisan kreatif yang penulisannya dipengaruhi oleh hasil rekaan atau imajinasi pengarang. Tiap bagiannya. Karya kreatif bisa saja merupakan penemuan kembali kekuatan dan kelemahan kita di masa lalu. Menulis cerpen pada hakikatnya merujuk pada kegiatan mengarang. yang mengarahkan dan meningkatkan kualitas hidup kita sebagai manusia. tiap kalimatnya. yakni nilai-nilai yang bermakna bagi kehidupan. Jadi sumber penciptaan karya sastra tidak lain adalah kehidupan kita secara keseluruhannya. semuanya memberi saham yang penting untuk menggerakkan jalan cerita. tidak ada bagian yang berlebihan (Diponegoro 1994:6). Tidak ada bagian yang ompong. Oleh karena itu di dalam karya sastra menyuguhkan nilai kehidupan.15 seorang penulis/pengarang dalam karya-karyanya.

Waktu. Kejadian itu berlangsung pada saat seseorang tersebut berinteraksi dengan manusia lain dan alam sekelilingnya.16 itu memberikan gambaran bahwa penulis cerpen harus tanggap terhadap lingkungan dan perubahan waktu. Peristiwaperistiwa yang terjadi dalam cerpen hanya direkayasa pengarangnya. Pengalaman pribadi. Cerita dalam cerpen meskipun khayal. atau cerita rekaan. Demikian pula para pelaku yang terlibat dalam peristiwa itu. Wujud dari interaksi itu dilahirkan dengan hal-hal yang dinyatakan dari pikiran dan perasaan dan hal-hal yang dinyatakan dengan perbuatan. Oleh karena itu. dan suasana terjadinya peristiwa pun hanya direka-reka oleh pengarangnya. ceritanya masih masuk akal sehingga mungkin saja terjadi. cerpen (dan semua cerita fiksi) disebut cerita rekaan. . pengamatan atas kejadiankejadian di sekitar kita. Bahan baku cerpen memang bisa berasal dari kisah yang benar-benar terjadi dalam masyarakat. Selanjutnya Siregar dalam Gie (2002:197) menyatakan bahwa cerita adalah ekspresi yang menggunakan kata-kata atas suatu kejadian atau peristiwa yang dialami manusia. Cerita selamanya akan menyangkut manusia atau makhluk dan hal lain yang diperinsankan (dipersonifikasikan). tempat. dari membaca buku atau menonton film. bahkan dari mimpi bisa menjadi ide cerita yang mampu menggerakkan imajinasi untuk berkreasi membuat cerpen. Bisa juga cerita itu berasal dari kisah yang benar-benar dialami sendiri oleh pengarangnya yang diolah sedemikian rupa dalam bentuk cerpen menjadi cerita fiksi. cerita khayal. Wiyanto (2005:96) mengemukakan bahwa menulis cerpen harus banyak berkhayal karena cerpen memang karya fiksi yang berbentuk prosa.

Apresiatif maksudnya melalui kegiatan menulis kreatif orang dapat mengenali. secara ekspresif dan apresiatif. tempat. dan suasana yang terjadi dalam cerpen hanya bersifat rekaan atau khayal. bukan atas kemauannya . ceritanya benarbenar hasil imajinasi pengarangnya yang jauh dari kenyataan. pelaku. Penulis menulis sesuatu karena ditugaskan. waktu. Trianto (dalam Kholifah 2006:19) menyebutkan bahwa tulisan yang bersifat kreatif merupakan tulisan yang bersifat apresiatif dan ekspresif. Salah satu teks bersifat kreatif adalah teks cerpen. perasaan. 2. menyenangi.Assignment purpose (tujuan penugasan) Tujuan penugasan ini sebenarnya tidak mempunyai tujuan sama sekali. ada beberapa cerpen yang ceritanya tidak masuk akal. menikmati. dan mungkin menciptakan kembali secara kritis berbagai hal yang dijumpai dalam teks-teks kreatif karya orang lain dengan caranya sendiri dan memanfaatkan berbagai hal tersebut ke dalam kehidupan nyata.17 Namun.2. Peristiwa. Ekspresif dalam arti bahwa kita dimungkinkan mengekspresikan atau mengungkapkan berbagai pengalaman/berbagai hal yang menggejala dalam diri kita untuk dikomunikasikan kepada orang lain melalui tulisan kreatif sebagai sesuatu yang bermakna.2Tujuan Menulis Cerpen Hartig (dalam Tarigan 1982:24) menyebutkan tujuan menulis sebagai berikut: 1. Berdasarkan uraian menulis kreatif cerpen yang disampaikan di atas. dapat diketahui bahwa menulis cerpen merupakan proses kreatif yang melahirkan pikiran.

Tujuan ini erat hubungannya dengan tujuan pernyataan diri. 5. ingin menolong para pembaca memahami. atau seni yang ideal. menghargai perasaan dan penalarannya. 2.Persuasive purpose (tujuan persuasif).Problem-solving purpose (tujuan pemecahan masalah). . Tetapi ”keinginan kreatif” di sini melebihi pernyataan diri. Tulisan yang bertujuan memperkenalkan atau menyatakan diri sang pengarang kepada pembaca.Self-expressive purpose (tujuan pernyataan diri). ingin membuat hidup para pembaca lebih menyenangkan dengan karyanya itu. dan melibatkan dirinya dengan keinginan mencapai norma artistik.Informational purpose (tujuan informasional. Tulisan yang bertujuan mencapai nilai-nilai artistik. tujuan penerangan) Tulisan yang bertujuan memberi informasi atau keterangan/penerangan kepada para pembaca. seni idaman. 6. menghindarkan kedukaan para pembaca. sekretaris yang ditugaskan membuat laporan. notulen rapat).Altruistik purpose (tujuan altruistik).Creative purpose (tujuan kreatif). Penulis bertujuan untuk menyenangkan para pembaca. 3.18 sendiri(misalnya para siswa yang diberi tugas merangkum buku. nilai-nilai kesenian. Tulisan yang bertujuan meyakinkan para pembaca akan kebenaran gagasan yang diutarakan. 7. 4.

anda baru mencapai puncak kepuasan. yakni yang bersifat apresiatif dan yang bersifat ekspresif. kepuasan batin yang paling penting. Dan jika cerpen itu sudah lahir dari mesin ketik anda. Kemungkinan lain ialah anda berhasrat menulis cerpen karena anda dilahirkan memang untuk menulis cerpen. kecuali orang goblog. atau apakah cerpen itu hanya dimuat dalam majalah lokal dengan sirkulasi mini. sebab ada juga orang menulis tidak untuk cari uang dan toh ia bukan orang yang goblog. Apresiatif maksudnya bahwa melalui kegiatan penulisan . Sang penulis ingin menjelaskan. Dan anda ingin menulis lagi cerpen yang lebih baik.19 Dalam tulisan seperti ini sang penulis ingin memecahkan masalah yang dihadapi. yang mau menulis tidak untuk cari uang”. apakah hanya sedikit orang yang suka membaca cerpen itu. seperti perasaan ibu yang terbaring di ranjang bersalin ketika mendengar tangis awal bayinya yang baru lahir”. Samuel Jonson (dalam Diponegoro 1994:4) menyatakan bahwa ”tidak ada seorang pun. Dr. puncak demi puncak kepuasan. Dan anda tidak peduli lagi. Selanjutnya Jabrohim (2003:71) menyebutkan bahwa tujuan yang dicapai melalui kegiatan pengembangan menulis kreatif. Namun lain halnya pendapat Diponegoro (1994:4) yang menyangkal pendapat tersebut ia menyatakan bahwa ”Saya juga tidak setuju. menjernihkan serta menjelajahi serta meneliti secara cermat pikiran-pikiran dan gagasan-gagasannya sendiri agar dapat dimengerti dan diterima oleh para pembaca. Hasrat itu begitu besar sehingga seperti orang tak bersalah yang disekap dan berontak menggebrak pintu untuk keluar. atau malah hanya terjepit dalam map anda yang ketlingsut . Keluar dari sekapan itu haknya yang mutlak.

Berdasarkan uraian di atas tentang tujuan menulis kreatif cerpen dapat disimpulkan bahwa tujuan menulis kreatif cerpen yaitu melalui kegiatan penulisan kreatif cerpen ini orang dapat mengenal.2. Ekspresif dalam arti bahwa kita dimungkinkan mengekspresikan atau mengungkapkan berbagai pengalaman atau berbagai hal yang menggejala dalam diri kita untuk dikomunikasikan kepada orang lain. menyenangi. menikmati.3Cerpen Cerita pendek atau cerpen merupakan satu genre sastra bentuk prosa. Selain itu tujuan menulis kreatif cerpen juga untuk mendapatkan finansial. dan mungkin menciptakan kembali secara kritis berbagai hal yang dijumpai dalam teks-teks kreatif karya orang lain dengan caranya sendiri. menulisnya dalam menyampaikan pendapat.2. dan 2. Pemaparan secara mendalam tentang cerpen akan dibahas pada subbab berikut. menyenangi dan menikmati. dapat mengekspresikan atau mengungkapkan pengalaman serta didapat kepuasan batin. dan dapat menciptakan cerpen-cerpen yang lebih kreatif. pikiran.3. 2. para ahli memberikan definisi atau batasan yang berbeda-beda.1Pengertian Cerpen Cerpen sebenarnya sudah banyak diketahui dan bahkan sering dinikmati oleh banyak orang.20 kreatif orang dapat mengenal. Bagi siswa menulis cerpen mengandung tujuan untuk melatih diri para siswa untuk mengembangkan kompetensi perasaannya. Namun. Suharianto (1982:39) menyatakan bahwa cerita pendek bukan ditentukan oleh banyaknya halaman untuk mewujudkan cerita tersebut atau sedikit .

tetapi murni ciptaan saja.M juga menyatakan bahwa cerpen adalah cerita atau narasi (bukan analisis) yang fiktif (tidak benar-benar telah terjadi tetapi dapat terjadi di mana saja dan kapan saja) serta relatif pendek. Jadi sebuah cerita pendek senantiasa hanya akan memusatkan perhatiannya pada tokoh utama dan permasalahannya yang paling menonjol dan menjadi pokok cerita pengarang. Jakob Sumardjo dan Saini K. Wiyanto (2005:77) juga mengungkapkan bahwa cerpen adalah cerita yang hanya menceritakan satu peristiwa dari keseluruhan kehidupan pelakunya. Selanjutnya Suharianto (1982:39) juga menambahkan bahwa ”cerita pendek adalah wadah yang biasanya dipakai oleh pengarang untuk menyuguhkan sebagian kecil saja dari kehidupan tokoh yang paling menarik perhatian pengarang”. Bila ditinjau dari bentuknya cerpen adalah cerita yang pendek.21 tokoh yang terdapat di dalam cerita itu. orang belum dapat menetapkan cerita yang pendek adalah sebuah cerpen. Selain itu. Akan tetapi dengan hanya melihat fisik yang pendek saja. . jika ruang lingkup yang permasalahan yang diungkapkan tidak memenuhi persyaratan yang dituntut oleh cerita pendek. yaitu cerita yang pendek ciri dasar yang lain adalah sifat rekaan (fiction). Ciri dasar yang ketiga adalah sifat naratif atau penceritaan (Sumardjo 1986:36-37). direka oleh pengarangnya. melainkan lebih disebabkan oleh ruang lingkup permasalahan yang ingin disampaikan oleh bentuk karya sastra tersebut. Cerpen bukan penuturan kejadian yang pernah terjadi berdasarkan kenyataan yang sebenarnya. Di samping ciri dasar yang tadi. Jadi sebuah cerita yang pendek belum tentu dapat digolongkan ke dalam jenis cerita pendek.

3. Menurut Suharianto (1987:28) alur atau plot yakni cara pengarang menjalin kejadian-kejadian secara beruntun dengan memperhatikan hukum sebab akibat sehingga merupakan kesatuan yang padu. Selanjutnya Suharianto (1982:28) menyebutkan bahwa alur atau plot terdiri atas lima bagian.22 Dari beberapa pendapat tersebut peneliti dapat menyimpulkan bahwa cerita pendek adalah cerita fiksi yang bentuknya pendek dan ruang lingkup permasalahannya menyuguhkan sebagian kecil saja dari kehidupan tokoh yang menarik perhatian pengarang. yakni bagian . tokoh penokohan. Unsur-unsur dalam cerpen terdiri atas: alur atau plot. dan amanat. 2.3. latar (setting). yaitu (1) pemaparan atau pendahuluan. Koherensi dan keterpaduan semua unsur cerita yang membentuk sebuah totalitas amat menentukan keindahan dan keberhasilan cerpen sebagai suatu bentuk ciptaan sastra.2. gaya bahasa. tema. dan utuh”. Keterkaitan antara unsur-unsur pembangun cerita tersebut membentuk totalitas yang bersifat abstrak.2. 2. bulat. sudut pandang (poin of view).2Unsur Pembangun Cerpen Cerpen tersusun atas unsur-unsur pembangun cerita yang saling berkaitan erat antara satu dengan yang lainnya.1Alur atau Plot Pengertian alur dalam cerita pendek atau dalam karya fiksi pada umumnya adalah ”rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapan-tahapan peristiwa sehingga menjalin suatu cerita yang dihadirkan oleh para pelaku dalam suatu cerita” (Aminuddin 1987:83).2. dan keseluruhan cerita memberi kesan tunggal.

Sedangkan alur campuran yakni gabungan dari sebagian alur lurus dan sebagian alur sorot balik. Tetapi keduanya dijalin dalam kesatuan yang padu sehingga tidak menimbulkan kesan ada dua buah cerita atau peristiwa yang terpisah. yaitu bagian cerita yang melukiskan konflik-konflik seperti yang disebutkan di atas mulai memuncak. (3) penanjakan. atau antara tokoh dan nuraninya sendiri. antara tokoh dan masyarakat sekitar. Konflik itu dapat terjadi antara tokoh dan tokoh. (2) penggawatan. baik waktu maupun tempat kejadian (Suharianto 1982:29) Dari pendapat-pendapat tersebut dapat peneliti simpulkan bahwa alur atau plot adalah jalinan peristiwa secara beruntutan dalam cerita dengan memperhatikan hubungan sebab akibat sehingga cerita itu merupakan kesatuan yang padu. Dilihat dari cara penyusunannya bagian-bagian alur tersebut. Disebut alur lurus apabila cerita disusun mulai dari awal diteruskan dengan kejadian-kejadian berikutnya dan berakhir pada pemecahan masalah. dan alur campuran. bulat dan utuh. alur atau plot cerita dapat dibedakan menjadi alur lurus. . yakni dari bagan akhir dan bergerak ke muka menuju titik awal cerita disebut alur sorot balik. Apabila cerita disusun sebaliknya. alur sorot balik (flash back).23 cerita tempat pengarang mulai melukiskan suatu keadaan yang merupakan awal cerita. (4) puncak atau klimaks yaitu bagian yang melukiskan peristiwa mencapai puncaknya (5) peleraian yaitu bagian cerita tempat pengarang memberikan pemecahan dari semua peristiwa yang telah terjadi dalam cerita atau bagian. Mulai bagian ini secara bertahap terasakan adanya konflik dalam cerita tersebut. yaitu bagian yang melukiskan tokoh-tokoh yang terlibat dalam cerita mulai bergerak.

24

2.2.3.2.2Tokoh dan Penokohan Tokoh dan penokohan merupakan dua hal yang berhubungan erat. Berikut penjelasan mengenai tokoh dan penokohan.

2.2.3.2.2.1Tokoh Tokoh cerita (charakter ), menurut Abrams (dalam Nurgiyantoro 1994:165), adalah orang-orang yang ditampilkan dalam suatu karya naratif. Atau drama, yang oleh pembaca ditafsirkan memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu seperti yang diekspresikan dalam ucapan dan apa yang dilakukan dalam tindakan. Tokoh adalah individu rekaan yang mengalami peristiwa dalam cerita atau perlakuan dalam cerita (Sudjiman dalam Faozan 2002:20). Tokoh dalam cerpen bersifat fiktif. Sudjiman juga mengemukakan pembagian tokoh dalam cerita dapat dilihat dari fungsi dan cara penampilannya. Berdasarkan fungsinya, tokoh dapat dibedakan menjadi dua yaitu: a)Tokoh sentral adalah tokoh utama yang diceritakan dalam cerita. Tokoh sentral dibedakan menjadi : 1)Tokoh utama atau protagonis yakni tokoh yang memegang peran pimpinan. Ia menjadi sorotan dalam cerita. 2)Tokoh antagonis yaitu tokoh penentang protagonis. 3)Tokoh wirawan/wirawati dan antiwirawan b)Tokoh bawahan adalah tokoh yang tidak sentral kedudukannya dalam cerita, tetapi kehadirannya sangat diperlukan untuk menunjang atau mendukung tokoh utama.

25

Tokoh bawahan dibedakan menjadi: (1)Tokoh andalan, yakni tokoh bawahan yang menjadi kepercayaan protagonis yang dimanfaatkan untuk memberi gambaran yang terperinci mengenai tokoh utama. (2)Tokoh tambahan, yakni tokoh yang tidak memegang peran penting dalam cerita, misalnya tokoh lataran. Berdasarkan cara penampilan tokoh dalam cerita, tokoh dibedakan menjadi: a)Tokoh datar/sederhana atau pipih, yakni tokoh yang hanya diungkapkan salah satu segi wataknya saja. Watak tokoh datar sedikit sekali berubah. Termasuk di dalamnya adalah tokoh stereotif. b)Tokoh bulat/kompleks atau bundar, yakni tokoh yang wataknya kompleks, terlihat kekuatan dan kelemahannya. Ia mempunyai watak yang dapat dibedakan dengan tokoh-tokoh yang lain. Tokoh ini juga dapat mengejutkan pembaca, karena kadang-kadang dalam dirinya dapat terungkap watak yang tidak terduga sebelumnya. Bagan berikut akan memperjelas uraian diatas

Tokoh utama/protagonist Tokoh sentral Menurut fungsinya Tokoh bawahan Tokoh andalan Tokoh tambahan Tokoh antagonis Tokoh wirawan/wirawati

Tokoh Menurut cara menampilkan

Tokoh datar/sederhana/pipih Tokoh bulat/kompleks/bundar

26

2.2.3.2.2.2Penokohan Menurut Aminuddin (1987:79) penokohan adalah cara pengarang menampilkan tokoh atau pelaku. Suharianto (1982:31) mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan penokohan adalah pelukisan mengenai tokoh cerita, baik keadaan lahirnya maupun batinnya yang dapat berupa pandangan hidupnya, sikapnya, keyakinannya, adat-istiadatnya, dan sebagainya. Watak adalah kualitas tokoh, kualitas nalar dan jiwanya yang membedakan dengan tokoh lain. Ada dua macam cara yang sering digunakan pengarang untuk melukiskan tokoh ceritanya, yaitu dengan cara langsung dan cara tak langsung. Disebut dengan cara langsung apabila pengarang langsung menguraikan atau

menggambarkan keadaan tokoh, misalnya dikatakan bahwa tokoh ceritanya cantik, tampan, cerewet, dan sebagainya. Sebaliknya apabila pengarang secara tersamar dalam memberitahukan wujud atau keadaan tokoh ceritanya, maka dikatakan pelukisan tokohnya sebagai tidak langsung. Yang termasuk dalam cara tidak langsung misalnya (a) dengan melukiskan keadaan kamar atau tempat tinggalnya, cara berpakaiannya, cara berbicaranya, dan sebagainya, (b) dengan melukiskan sikap tokoh dalam menanggapi suatu kejadian atau peristiwa dan sebagainya, dan (c) dengan melukiskan bagaimana tanggapan tokoh-tokoh lain dalam cerita bersangkutan (Suharianto 1982:31). Cerita rekaan modern cenderung menekankan unsur perwatakan atau penokohan. Tokoh-tokoh cerita rekaan modern mendapat sorotan yang lebih tajam dibandingkan dengan cerita rekaan pada awal perkembangan sastra Indonesia. Kejadian-kejadian berpusat pada konflik watak tokoh utamanya. Mutu ceria

27

rekaan banyak ditentukan oleh kepandaian pengarang dalam menghidupkan watak tokoh-tokohnya. Pengarang yang berhasil menghidupkan watak tokoh-tokohnya akan meyakinkan kebenaran cerita yang disampaikan.

2.2.3.2.3Latar atau Setting Latar atau setting adalah tempat, waktu, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita (Wiyanto 2005:82). Selanjutnya Nurgiyantoro (2005:217)

menyebutkan bahwa latar memberikan pijakan cerita secara konkret dan jelas. Hal ini penting untuk memberikan kesan realistis kepada pembaca, meciptakan suasana tertentu yang seolah-olah sungguh-sungguh ada dan terjadi. Setting bukan hanya menunjukkan tempat dan waktu tertentu tetapi juga hal-hal yang hakiki dari suatu wilayah, sampai pada macam debunya, pemikiran rakyatnya, kegilaan mereka, gaya hidup mereka, kecurigaan mereka dan sebagainya (Sumardjo 1991:76). Selain itu Suharianto (1982:33) mengemukakan bahwa latar disebut juga setting: yaitu tempat atau waktu terjadinya cerita. Waktu terjadinya cerita dapat semasa dengan kehidupan pembaca dan dapat pula sekian bulan, tahun atau abad yang lalu. Tempat terjadinya peristiwa dapat di suatu desa, kantor, daerah, bahkan negara mana saja. Wiyanto (2005:82) menyebutkan bahwa latar atau setting mencakupi tiga hal, yaitu setting tempat, setting waktu, dan setting suasana . 1)Setting Tempat Setting tempat adalah tempat peristiwa itu terjadi. Sebuah peristiwa bisa terjadi di halaman rumah, di ruang tamu, atau di kamar belajar.

28

2)Setting Waktu Setting waktu adalah kapan peristiwa itu terjadi. Sebuah peristiwa bisa saja terjadi pada masa sepuluh tahun yang lalu, zaman Majapahit, zaman revolusi fisik, atau zaman sekarang. 3)Setting Suasana Peristiwa itu terjadi dalam suasana apa? Suasana ada dua macam, yaitu suasana batin, dan suasana lahir. Yang termasuk suasana batin, yaitu perasaan bahagia, sedih, tegang, cemas, marah, dan sebagainya yang dialami oleh pelaku. Sementara yang termasuk suasana lahir ialah sepi (tak ada gerak), sunyi (tak ada suara), senyap (tak ada suara dan gerak). Romantis, hirukpikuk, dan lain-lain. Dari pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa latar (setting) adalah segala keterangan, petunjuk, pengacuan yang berkaitan dengan tempat dan waktu dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita.

2.2.3.2.4Sudut Pandang atau Point of View Yang dimaksud titik pandang atau point of view adalah cara pengarang menampilkan para pelaku dalam cerita yang dipaparkan (Aminuddin 1987:90). Sudut pandang atau titik kisah ( point of view) adalah posisi pencerita (pengarang) terhadap kisah yang diceritakan (Wiyanto 2005:83). Point of view pada dasarnya adalah visi pengarang artinya sudut pandangan yang diambil pengarang untuk melihat suatu kejadian cerita (Sumardjo 1986:82). Selain itu Nurgiyantoro (2005: 248) juga menyebutkan bahwa sudut pandang pada hakikatnya merupakan

dan sebagai peristiwa yang membentuk cerita dalam sebuah cerita kepada pembaca. Dari beberapa pendapat dapat peneliti simpulkan bahwa sudut pandang atau point of view adalah cara memandang yang digunakan pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh. (4) pengarang peninjau. yaitu (1) pengarang sebagai pelaku utama cerita. tindakan latar. Pelaku utama cerita tersebut orang lain. teknik.2. tetapi bukan sebagai pelaku utama. (3) pengarang serba hadir. 2.5Gaya Gaya erat hubungannya dengan nada cerita. dan siasat. Aminuddin (1987:72) mengemukakan bahwa gaya bahasa mengandung pengertian cara pengarang menyampaikan gagasannya dengan menggunakan . Pengertian gaya dikemukakan oleh beberapa pengarang seperti yang tersebut berikut. Ada beberapa jenis pusat pengisahan (point of view). yang secara sengaja dipilih pengarang untuk mengemukakan gagasan dan ceritanya.3. Dalam hal ini pengarang tidak berperan sebagai apa-apa. Tokoh yang akan menyebutkan dirinya sebagai “aku”. Gaya merupakan pemakaian bahasa yang spesifik dari seorang pengarang. (2) pengarang ikut main. dalam pusat pengisahan ini pengarang seakan-akan tidak tahu apa yang akan dilakukan pelaku cerita atau yang ada dalam pikirannya. dapat “dia” atau kadang-kadang disebut namanya tetapi pengarang serba tahu apa yang akan dilakukan atau bahkan apa yang ada dalam pikiran pelaku cerita.29 strategi.2. Menurut Suharianto (1982:36) jenis pusat pengisahan. Pengarang sepenuhnya hanya mengatakan/menceritakan apa yang dilihatnya. ”gaya bahasa adalah cara pengarang menggunakan bahasa untuk menghasilkan karya sastra”(Wiyanto 2005:84).

persoalan. meninjau. Dan sebagai pribadi. Selanjutnya Sumardjo (1986:92) mengemukakan gaya bahasa adalah cara khas pengungkapan seseorang. Cara bagaimana seorang pengarang memilih tema.6Tema Tema adalah ide cerita (Sumardjo 1986:56). Ia terasa dan mewarnai karya sastra tersebut dari halaman pertama hingga halaman terakhir. Ia tak bisa lain dari dirinya.2. sekaligus merupakan permasalahan yang ingin dipecahkan pengarang dengan karyanya itu. yakni pokok permasalahan yang mendominasi suatu karya sastra. Hakikatnya tema adalah permasalahan yang merupakan titik tolak pengarang dalam menyusun cerita atau karya sastra tersebut. Setiap pengarang mempunyai gaya yang berbeda-beda dalam mengungkapkan hasil karyanya.2. Dari berbagai pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa gaya adalah keterampilan pengarang dalam mengolah dan memilih bahasa secara tepat dan sesuai dengan watak pikiran dan perasaan. Selanjutnya Suharianto (1982:28) mengatakan bahwa tema sering disebut juga dasar cerita. ia berada secara khas di dunia ini.30 media bahasa yang indah dan harmonis serta mampu menuansakan makna dan suasana yang dapat menyentuh daya intelektual dan emosi pembaca. 2. Menurut Aminuddin (1987:91) tema adalah ide yang mendasari suatu cerita sehingga berperanan juga sebagai pangkal tolak pengarang dalam . Dengan kata lain gaya adalah pribadi pengarang itu sendiri.3. persoalan dan menceritakannya dalam sebuah cerpen. itulah gaya seorang pengarang.

juga berfungsi sebagai sarana pendidikan.3. Tersirat artinya pengarang tidak menyampaikan langsung melalui kalimat-kalimat. . Dengan kata lain. yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca lewat karya sastra yang ditulisnya (Wiyanto 2005:84). terutama pendidikan moral. Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan amanat adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca lewat karya sastra yang ditulisnya. Menurut Suharianto (1982:70) ”amanat ialah nilai-nilai yang ada dalam cerita”.2. pengarang selain untuk menghibur pembaca (penikmat) juga ingin mengajari pembaca. 2. Amanat adalah unsur pendidikan. baik itu berbentuk keterangan pengarangnya atau dialog pelaku.31 memaparkan karya fiksi yang diciptakannya.7Amanat Karya sastra selain berfungsi sebagai hiburan bagi pembacanya. Ajaran yang ingin disampaikan pengarang itu dinamakan amanat. sedangkan eksplisit atau tersurat berarti pengarang menyampaikan langsung pada pembaca melalui kalimat . Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud tema adalah ide atau gagasan atau permasalahan yang mendasari suatu cerita yang merupakan titik tolak pengarang dalam menyusun cerita atau karya sastra. tetapi melalui jalan nasib atau penghidupan pelakunya.2. Selanjutnya Wiyanto (2005: 78) menyatakan bahwa tema adalah pokok pembicaraan yang mendasari cerita. Menurut Suharianto (1982:71) ”amanat dapat disampaikan dengan cara tersirat dan tersurat”.

Mengajar secara efektif sangat bergantung pada pemilihan dan penggunaan metode mengajar. kesempatan dan keterampilan dengan proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis kepada individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya agar tercapai keterampilan untuk dapat memahami dirinya. Menurut peneliti metode latihan terbimbing adalah suatu cara mengajar yang baik digunakan untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu.32 2. Sedangkan metode mengajar adalah strategi pengajaran untuk mencapai tujuan yang diharapkan (Djamarah 2002: 84). dan juga digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan. keterampilan untuk mengarahkan dirinya. Sedangkan pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa sehingga tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik (Darsono 2000:24). Di dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode latihan terbimbing. Metode adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode dalam pembelajaran adalah strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru sebagai media untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. sebagai sarana untuk memelihara kebiasaan-kebiasaan yang baik. dan keterampilan untuk merealisasikan dirinya sesuai . Metode adalah cara yang berkaitan dengan pengorganisasian kegiatan belajar bagi warga belajar (Syamsu 1994:155). sehingga sulit menentukan bagaimana sebenarnya mengajar yang baik.2. Hal ini mendorong seorang guru untuk mencari metode yang tepat dalam penyampaian materinya agar dapat diserap dengan baik oleh siswa. keterampilan untuk menerima dirinya.4Metode Latihan Terbimbing Mengajar adalah suatu usaha yang sangat kompleks.

33

dengan keterampilannya dalam mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan, baik di dalam keluarga, sekolah dan masyarakat. Bimbingan dan arahan dilakukan oleh seseorang yang ahli dan berkompetensi di bidangnya. Metode latihan terbimbing yang digunakan dalam proses pembelajaran akan menciptakan kondisi siswa yang aktif. Dalam menggunakan metode tersebut guru harus berhati-hati karena hasil dari suatu latihan terbimbing akan tertanam dan kemudian menjadi kebiasaan. Selain untuk menanamkan kebiasaan metode latihan terbimbing ini juga dapat menambah kecepatan, ketepatan dan kesempurnaan dalam melakukan sesuatu, serta dapat pula dipakai sebagai suatu cara untuk mengulangi bahan yang telah dikaji. Untuk menunjang keberhasilan penggunaan metode latihan terbimbing dalam pembelajaran keterampilan menulis cerpen diperlukan guru yang benarbenar berkompetensi di bidangnya, dalam hal ini yaitu guru yang menguasai keterampilan mengajar dan menguasai sastra. Bimbingan adalah bantuan yang diberikan oleh seseorang, baik pria maupun wanita, yang terlatih dengan baik dan memiliki kepribadian dan pendidikan yang memadahi kepada seseorang, dari semua usia untuk membantunya mengatur kegiatan, keputusan sendiri, dan menanggung bebannya sendiri (Crow&Crow dalam Mugiarso 2004:2). Kegiatan bimbingan bukan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara kebetulan, insidental, sewaktu-waktu tidak sengaja, atau asal saja, melainkan suatu kegiatan yang dilakukan dengan sistematis, sengaja, berencana, terus-menerus dan terarah pada tujuan. Setiap kegiatan bimbingan merupakan kegiatan yang berkelanjutan artinya senantiasa diikuti secara terus menerus dan aktif sampai sejauh mana individu telah berhasil mencapai tujuan dan penyesuaian diri.

34

2.2.5Media Teks Lagu Media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran (Djamarah dan Zain 2002:137). Dalam proses belajar mengajar kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting. Karena dalam kegiatan belajar mengajar ketidakjelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Secara umum fungsi media adalah sebagai penyalur pesan. Media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapai (Sudjana dan Rivai 2001: 2). Selain itu, media pembelajaran dapat menambah efektivitas komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa. Penggunaan media harus sejalan dengan tujuan pengajaran yang telah dirumuskan. Manakala tujuan pembelajaran diabaikan dalam menggunakan media maka media bukan lagi sebagai alat bantu pengajaran tetapi sebagai penghambat dalam pencapaian tujuan secara efektif dan efisien. Penggunaan media dalam proses belajar mengajar juga dapat membangkitkan rasa ingin tahu dan minat, membangkitkan motivasi dan rangsangan dalam proses belajar mengajar, serta dapat mempengaruhi psikologi siswa. Oleh karena itu media dapat digunakan secara tepat, secara nyata membantu dan mempermudah proses belajar mengajar. Dengan demikian, hasil pembelajaran dapat lebih optimal Teks lagu adalah naskah yang berisi syair lagu yang merupakan ragam suara yang berirama. Lagu merupakan karya yang estetis yang bermakna dan mempunyai arti bukan hanya sesuatu yang kosong tanpa makna. Oleh karena itu

35

sebelum mengkaji aspek-aspek yang lain perlu lebih dahulu dikaji lagu sebagai sebuah struktur yang bermakna dan bernilai estetis. Penciptaan lagu dapat memberikan kesenangan juga berharap bagi para penikmat dapat mengerti maksud yang terkandung dalam lagu tersebut yang merupakan jalinan komunikasi. Suharto dalam Wardah (2005:37) mengungkapkan bahwa lagu adalah sarana informasi dan edukasi bagi negara dan bagi masyarakat. Sebagai sarana informasi yaitu lagu sebagai sarana penyampaian ungkapan hati atau ungkapan perasaan seorang penyair kepada pendengar. Sebagai sarana edukasi lagu dapat digunakan sebagai media dalam pembelajaran di sekolah karena lagu merupakan salah satu bentuk karya seni. Teks lagu yang berisi syair lagu dapat dijadikan sebagai media pembelajaran menulis cerpen yaitu dengan menyoroti teks lagu tersebut dari tema dan alur. Dengan menyoroti dua hal tersebut media teks lagu dapat mempermudah siswa dalam mengembangkan ide, gagasan, atau perasaannya ke dalam sebuah karya sastra yang berupa cerpen.

2.2.6Menulis Cerpen melalui Metode Latihan Terbimbing dengan Media Teks Lagu Mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan orang lain ke dalam cerpen merupakan salah satu standar kompetensi yang harus ditempuh oleh siswa dalam pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Dalam hal ini, siswa sebagai subjek penelitian dituntut untuk mampu menulis cerpen yang baik berdasarkan pengalaman diri

36

sendiri maupun orang lain. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis cerpen yaitu menentukan tema, membuat kerangka karangan, menentukan tokoh, latar, plot, sudut pandangnya dan mengembangkan kerangka karangan menjadi cerpen. Keterampilan menulis cerpen dengan baik tidak dapat dimiliki oleh seseorang dengan begitu saja. Namun, perlu adanya latihan terbimbing dari seorang guru yang berkompeten dalam bidang sastra dengan terus menerus dan teratur. Dengan demikian pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing adalah kegiatan belajar mengajar yang menerapkan proses bimbingan dan latihan dalam menulis cerpen. Peranan guru dalam pembelajaran ini menjadi sangat penting dan esensial guna melaksanakan pembelajaran dengan metode latihan terbimbing agar siswa dapat menulis cerpen dengan baik. Langkah awal yang perlu dilakukan dalam pembelajaran menulis puisi yaitu menjelaskan tentang unsur-unsur pembangun cerpen yang meliputi: alur atau plot, tokoh dan penokohan latar (setting), sudut pandang (point of fiew), gaya (bahasa), dan tema. Langkah yang kedua yaitu mengarahkan siswa untuk menulis cerpen. Tiap bagian cerpen memberikan saham penting untuk menggerakkan cerita, mengungkapkan watak tokoh, dan melukiskan suasana. Karena itu, kegiatan menulis cerpen merupakan cara yang selekif dan ekonomis (Diponegoro 1994:6). Hal-hal berikut dapat dijadikan pengarahan bagi siswa agar mau dan mampu menulis cerpen. Pertama, guru mengarahkan siswa untuk dapat menemukan ide cerita dan merumuskannya menjadi sebuah tema. Ide cerita dapat di peroleh dari pengalaman dan kehidupan siswa dalam hal ini siswa dapat

37

menentukan tema dari teks lagu. Kedua membuat kerangka karangan. Kerangka karangan berfungsi untuk menyusuri jalan cerita, sehingga tidak banyak yang menyimpang. Ketiga, setelah garis besar dibuat biarkan siswa bermain dengan imajinasinya untuk mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya, kemudian siswa diarahkan untuk menentukan siapa tokoh utamanya, apa masalahnya, siapa antagonisnya, dan bagaimana latar belakang ceritanya, bagaimana watak tokohnya, bagaimana plotnya, di mana klimaksnya, sudut pandang yang digunakan, dari mana cerita awal dan bagaimana cerita penutupnya. Dalam hal ini diperlukan keterampilan berpikir yang penuh konsentrasi, logika yang tajam, dan nalar yang kritis untuk berkreasi secara produktif menciptakan sebuah cerpen. Setelah diketahui uraian tentang metode latihan terbimbing dengan media teks lagu, dapat disimpulkan bahwa metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam pembelajaran menulis cerpen merupakan proses siswa di dalam menulis cerpen dengan bimbingan dari guru. Langkah pertama guru menjelaskan unsur-unsur pembangun cerpen, dan menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum memulai, menulis cerpen, kemudian siswa diminta membuat cerpen dengan media teks lagu. Di saat siswa bekerja guru berkeliling melihat pekerjaan siswa satu persatu, kesulitan perseorangan siswa, dibantu untuk perseorangan dan jika kesalahan yang terjadi sama permasalahannya untuk seluruh siswa maka guru akan membahasnya pada refleksi akhir pembelajaran.

38 2. Keterampilan menulis cerpen bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. pengalaman. Melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam menulis cerpen. Secara garis besar pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) guru melakukan apersepsi mengenai pembelajaran menulis cerpen.3Kerangka Berpikir Pada dasarnya pengajaran menulis mempunyai tujuan supaya siswa memiliki keterampilan. Upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan metode pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran menulis cerpen. keterampilan menulis cerpen siswa dapat ditingkatkan secara maksimal. dan memanfaatkan keterampilan menulis dalam berbagai keperluan. Pada umumnya siswa belum mampu menyampaikan ide. (4) guru menjelaskan langkah-langkah menulis cerpen dengan memperhatikan unsur-unsur pembangun . gagasan. Kenyataan yang ada dalam pembelajaran menulis cerpen belum memenuhi tujuan yang akan dicapai. (3) siswa mengamati dan memperhatikan teks lagu tersebut. Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam mengajarkan keterampilan menulis cerpen masih menggunakan metode konvensional jadi siswa kurang dapat mengembangkan kemampuan bersastranya. (2) guru membagikan sebuah teks lagu pada siswa. Agar proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dapat tepat guna dan siswa mudah menangkap materi yang disampaikan maka guru menggunakan media yang dapat membantu proses latihan terbimbing tersebut yaitu dengan menggunakan media teks lagu. pikiran dan perasaannya dengan baik dalam sebuah karya sastra khususnya cerpen.

4Hipotesis Tindakan Hipotesis dalam penelitian ini adalah pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen pada siswa kelas X-7 SMA negeri 1 Pemalang. (12) guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran menulis cerpen. (10) siswa lain mengomentari hasil pekerjaan temannya. (9) salah satu dari hasil pekerjaan siswa dibacakan di depan kelas. . (7) guru membimbing siswa dalam menulis cerpen. (6) siswa ditugaskan untuk menulis cerpen berdasarkan kehidupan diri sendiri.39 cerpen. (13) guru dan siswa merefleksi kegiatan pembelajaran menulis cerpen. (11) guru memberikan penguatan terhadap pembelajaran menulis cerpen. (5) berdasarkan teks lagu tersebut siswa diminta untuk memperhatikan tema dan jalan cerita yang ada dalam teks lagu tersebut untuk dijadikan tema dan alur dalam cerpen yang akan dibuatnya. dan kesulitan siswa yang terjadi secara klasikal dibahas bersama-sama secara klasikal. (8) hasil pekerjaan menulis cerpen dikumpulkan. 2. kesulitan perseorangan dibimbing secara perseorangan.

Jumlah siswa yang mengikuti tes pratindakan ini berjumlah 40 siswa.5 5 100 X= 2459 40 = 30. Hasil penelitian ini terdiri atas hasil tes dan hasil nontes. Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Jumlah Rentang Nilai 85-100 75-84 60-74 50-59 0-49 Frekuensi Bobot 2 25 11 2 40 150 1591 623 88 2452 Persentase Rata-rata Skor 5 62. tindakan kelas pada siklus I. 4. angket.1 Hasil Penelitian Hasil penelitian tindakan kelas ini diperoleh dari pratindakan. 5.1. 3. Hasil tes pratindakan adalah hasil tes menulis cerpen sebelum pembelajaran menulis cerpen dilakukan. Hasil pratindakan dapat dilihat pada tabel 4 berikut: Tabel 4 Hasil Menulis Cerpen Pratindakan No Kategori 1. Hasil tes pada tindakan siklus I dan siklus II adalah hasil tes menulis cerpen setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. wawancara. dan dokumentasi.1 Hasil Tes Pratindakan Hasil tes pratindakan yaitu berupa keterampilan siswa dalam menulis cerpen sebelum dilakukan tindakan penelitian. Hasil tes pratindakan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi awal keterampilan menulis cerpen siswa kelas X7 SMA Negeri 1 Pemalang.5 27. jurnal. 4. dan siklus II. Adapun hasil nontes diperoleh dari data observasi. 6 1 . 2.

60 .

Walaupun sudah berada pada kategori cukup tetapi masih perlu adanya perbaikan untuk meningkatkan hasil nilai siswa. Untuk lebih jelasnya perolehan nilai hasil tes pada pratindakan dapat dilihat pada diagram batang berikut. 2 siswa atau sebesar 5% termasuk ke dalam kategori baik. 25 20 21 15 10 5 0 0 1 2 3 4 16 3 0 . Dari 40 siswa.30. 25 siswa atau sebesar 62. 2 siswa atau sebanyak 5% mendapat kategori sangat kurang. 11 siswa atau sebanyak 27.61 Pada tabel di atas tersebut menunjukkan bahwa keterampilan menulis cerpen pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang sudah termasuk ke dalam kategori cukup yaitu 61.5% termasuk ke dalam kategori kurang.5% termasuk ke dalam kategori cukup.

2=Baik. Hasil Menulis Cerpen Pratindakan Keterangan: 1=Sangat Baik. 5=Sangat Kurang. 4=Kurang.Diagram batang 1. 61 . 3=Cukup.

Pelaksanaan pembelajaran menulis cerpen siklus I terdiri atas data tes dan nontes.2. dan pada kategori baik berada angka 7.1.5% keterampilan menulis cerpen siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang berada pada kategori cukup Sisanya berada pada kategori kurang dan baik.1. 4.62 Pada diagram batang 1 di atas terlihat batang yang paling tinggi adalah batang untuk kategori cukup yaitu 52. Tindakan yang dilakukan adalah berupa pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.5%. Setelah melihat hasil tes pratindakan (keadaan awal) siswa yang telah dipaparkan. perlu dilakukan sebuah tindakan agar dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen. Pada kategori kurang berada pada angka 40%.1 Hasil Tes Siklus I Siklus I yaitu berupa keterampilan siswa dalam menulis cerpen setelah 62 . Hal ini berarti bahwa 52. 4.5%.2 Hasil Penelitian Siklus I Siklus I merupakan pemberlakuan awal penelitian melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Tindakan siklus ini dilakukan sebagai upaya untuk memperbaiki dan memecahkan masalah yang muncul pada pratindakan.

Rentang Nilai Sangat Baik 85-100 Baik 70-84 Cukup 60-69 Kurang 50-59 Sangat Kurang Jumlah 0-49 Frekuensi Bobot 11 25 4 40 862 1653 231 2746 Persentase Rata-rata Skor 27.5% dari jumlah keseluruhan siswa yang mencapai kategori baik. Agar lebih jelas dapat dilihat pada diagram batang berikut hasil tes menulis cerpen siklus I. Rata-rata tersebut menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor siswa dalam menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. 2. dan 25 siswa atau 62.63 Tabel 5 Hasil Menulis Cerpen pada Siklus I No Kategori 1. 5.48 hanya 11 siswa atau 27. 4 siswa atau 10% dari jumlah keseluruhan siswa yang mencapai kategori kurang.5 2746 X= 62. tetapi hasil yang ada belum maksimal. 4. .5 40 10 = 65.5% dari jumlah keseluruhan siswa yang mencapai kategori cukup. 6 100 8 Pada tabel 5 menunjukkan hasil tes keterampilan menulis cerpen secara menyeluruh mencapai rata-rata 68. 3.65 dan termasuk ke dalam kategori cukup. Ratarata yang dicapai oleh siswa adalah klasikal sebesar 68. Walaupun sudah ada peningkatan.

63 .

Nilai pada siklus I ini merupakan penjumlahan skor dari 7 aspek keterampilan menulis cerpen. tokoh dan penokohan.5 10 0 4 5 Diagram batang 2. Pada jumlah yang paling sedikit.64 70 60 50 40 30 20 10 0 0 1 2 3 kategori 62. Diagram batang 2 di atas menunjukkan bahwa batang yang paling tinggi adalah kategori cukup.5% atau sebanyak 11 siswa. 5=Sangat Kurang. 4=Kurang.5% atau sebanyak 25 siswa. yaitu yang memperoleh kategori kurang. 3=Cukup. tetapi jumlah yang memperoleh kategori cukup dan baik menjadi bertambah dan yang berada pada kategori kurang menjadi berkurang. yaitu sebesar 27. Keadaan tersebut sama dengan keadaan pada hasil tes pratindakan. Setelah pada kategori cukup batang yang berada di bawah kategori cukup adalah kategori baik. sebanyak 4 siswa atau sebesar 10%. 64 . 2=Baik. Walaupun tidak ada yang berada pada kategori sangat baik. Hasil Menulis Cerpen Siklus I Keterangan: 1=Sangat Baik. Tetapi jumlah persentase pada siklus I ini lebih besar dibandingkan pada hasil tes pratindakan yaitu sebesar 62.5 27. yaitu aspek tema dan amanat.

latar. siswa yang mencapai kategori sangat baik berjumlah 15 siswa atau sebanyak 37. 3. Sangat Baik Cukup Kurang Rentang Frekuensi Bobot Nilai Baik 9.5% dari jumlah keseluruhan siswa. .93. kategori cukup dan kurang tidak ada.65 alur. Hasil dari masing-masing aspek dipaparkan sebagai berikut 4.1.5 62. artinya keterampilan siswa dalam menentukan tema dan amanat sudah baik. diksi dan gaya bahasa. Hasil tersebut termasuk kategori baik. sudut pandang.2.5% dari jumlah keseluruhan siswa. 4.1 Hasil Tes Menulis Cerpen Aspek Tema dan Amanat Penilaian aspek tema dan amanat difokuskan pada kerelevanan tema dan amanat dengan teks lagu yang digunakan sebagai media pembelajaran. 2.10 15 6-8 25 3-5 0-2 40 317 Persentase Skor 135 182 Rata-rata (%) 37. Dari tabel tersebut dapat dilihat.7 Jumlah 100 Data tabel 6 menunjukkan rata-rata skor yang dicapai dalam aspek tema dan amanat sebesar 7. dan kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen. Hasil perolehan aspek tema dan amanat dapat dilihat pada tabel 6. kategori baik dicapai 25 siswa atau sebesar 62.1. Tabel 6 Perolehan Skor Aspek Tema dan Amanat Siklus I No Kategori 1.5 317 X= 40 = 93.

65 .

1 2 Jumlah 40 516 100 Data pada tabel 7 menunjukkan bahwa rata-rata skor aspek alur dalam cerpen yang dicapai siswa sebesar 12. Perolehan nilai dalam kategori sangat baik dicapai 4 siswa atau sebesar 10% dari jumlah keseluruhan. dan tidak ada satu pun siswa yang mendapat kategori kurang. Hasil perolehan nilai pada aspek alur dapat dilihat pada tabel 7.5 516 X= 7. . Rentang Nilai Sangat Baik 16-20 Baik 11-15 Cukup 6-10 Kurang 0-5 Frekuensi Bobot 4 33 3 65 421 30 Persentase Rata-rata Skor 10 82.5 40 = 90.2 Hasil Tes Menulis Cerpen Aspek Alur Hasil perolehan nilai pada aspek alur difokuskan pada keterampilan siswa menciptakan alur yang menarik.5%.5% dari jumlah keseluruhan. kategori baik dicapai oleh 33 siswa atau sebesar 82. 4. 3. kategori cukup dicapai 3 siswa atau sebesar 7.1.1.90 termasuk dalam kategori baik .2.1. 2. 4.3 Hasil Menulis Cerpen Aspek Tokoh dan Penokohan Hasil perolehan nilai pada aspek tokoh dan penokohan dapat dilihat pada tabel 8 berikut . artinya keterampilan siswa dalam menciptakan alur yang menarik dalam menulis cerpen sudah baik.66 4. Tabel 7 Perolehan Skor Aspek Alur Siklus I No Kategori 1.2.1.

66 .

1. Rentang Nilai Sangat Baik 16-20 Baik 11-15 Cukup 6-10 Kurang 0-5 Jumlah Frekuensi Bobot 10 29 1 40 163 372 10 545 Persentase Rata-rata Skor 25 545 X= 72.5 = 63.5% dari jumlah keseluruhan siswa. 2.1.67 Tabel 8 Perolehan Skor Aspek Tokoh dan Penokohan Siklus I No Kategori 1. Hasil penilaian pemilihan latar dapat dilihat pada tabel 9.5%. Tabel 9 No Kategori Perolehan Skor Aspek Latar Rentang Nilai Frekuensi Bobot Siklus I Persentase Rata-rata Skor 1.2. 3.5 87. 3. 1 3 100 Data pada tabel 8 menunjukkan bahwa rata-rata skor dalam aspek tokoh dan penokohan yang dicapai siswa sebesar 13.4 Hasil Menulis Cerpen Aspek Latar Penilaian aspek pemilihan latar difokuskan pada ketepatan pemilihan latar yang sesuai dengan situasi dan kondisi dalam cerpen. 4. kategori cukup 1 siswa atau sebesar 2.63 (termasuk pada kategori baik). 4.5 5 X = = . 2. artinya keterampilan siswa dalam menulis cerpen aspek tokoh dan penokohan sudah baik. dan tidak ada siswa yang mendapat kategori kurang.5 40 2. 4. Perolehan nilai dalam kategori sangat baik dicapai oleh 10 siswa atau sebesar 25%. Sangat Baik Baik Cukup Kurang 9-10 6-8 3-5 0-2 3 35 2 - 27 263 10 7. kategori baik 29 siswa atau sebesar 72.

7 Jumlah 40 300 100 67 .300 40 5.

5 = 55. 4. 6 100 Data tabel 10 menunjukkan rata-rata skor yang dicapai dalam aspek diksi dan gaya bahasa sebesar 6. kategori baik 35 siswa atau sebesar 87. Hasil penilaian pemilihan latar dapat dilihat pada tabel 10 Tabel 10 Perolehan Skor Aspek Diksi dan Gaya Bahasa Siklus I No Kategori 1. artinya keterampilan siswa dalam pemilihan latar yang sesuai dengan situasi dan kondisi yang diceritakan dalam cerpen sudah baik.55.5. siswa yang mencapai kategori baik berjumlah 37 siswa. 3. siswa yang mencapai kategori sangat baik berjumlah 3 siswa atau sebesar 7. 2.1.5%.2. Dari tabel tersebut dapat dilihat. artinya keterampilan siswa dalam memilih diksi dan gaya bahasa sudah baik. kategori cukup dicapai 3 .1.5%.5 40 7. Dari tabel tersebut dapat dilihat. Rentang Nilai Sangat Baik 9-10 Baik 6-8 Cukup 3-5 Kurang 0-2 Jumlah Frekuensi Bobot 37 3 40 0 247 15 262 Persentase Rata-rata Skor 0 262 X = 92. Atau sebanyak 92. 4. Hasil tersebut termasuk kategori baik. Hasil tersebut termasuk kategori baik.5% dari jumlah keseluruhan siswa. kategori cukup dicapai 2 siswa atau 5% dari jumlah keseluruhan siswa. dan untuk kategori dan kurang tidak ada.5 Hasil Menulis Cerpen Aspek Diksi dan Gaya Bahasa Penilaian aspek pemilihan diksi dan gaya bahasa difokuskan pada ketepatan penggunaan bahasa yang sesuai dengan situasi dan kondisi dalam cerpen.68 Data pada tabel 9 menunjukkan rata-rata skor yang dicapai siswa dalam aspek pemilihan latar sebesar 7.

68 .

6 Hasil Menulis Cerpen Aspek Sudut Pandang Hasil perolehan nilai pada aspek tokoh dan penokohan dapat dilihat pada tabel 11 berikut . .7 Hasil Menulis Cerpen Aspek Kepaduan Unsur-unsur Pembangun Cerpen Siklus I Penilaian aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen difokuskan pada ketepatan dalam memadukan unsur-unsur pembangun cerpen. kategori baik 34 siswa atau sebesar 85%. 3.2. Hasil penilaian kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen dapat dilihat pada tabel 12. kategori cukup dicapai 2 siswa atau 5% dari jumlah keseluruhan siswa.1. Rentang Nilai Sangat Baik 9-10 Baik 6-8 Cukup 3-5 Kurang 0-2 Jumlah Frekuensi Bobot 4 34 2 40 36 257 10 303 Persentase Rata-rata Skor 10 85 303 X = 5 40 = 58.2. artinya keterampilan siswa dalam pemilihan sudut pandang sudah dapat menjelaskan tokoh yang ada dalam cerpen. dan untuk kategori kurang tidak ada. dan untuk kategori sangat baik dan kurang tidak ada.1. 2.1.5% dari jumlah keseluruhan siswa. 4.1. 4.69 siswa atau sebesar 7. Hasil tersebut termasuk kategori baik. 4.58. 7 100 Data pada tabel 11 menunjukkan rata-rata skor yang dicapai siswa dalam aspek penggunaan sudut pandang sebesar 7. Dari tabel tersebut dapat dilihat. siswa yang mencapai kategori sangat baik berjumlah 4 siswa atau sebesar 10%. Tabel 11 Perolehan Skor Aspek Sudut Pandang Siklus I No Kategori 1.

69 .

4.2 Hasil Nontes Siklus I Hasil nontes pada siklus I ini diperoleh dari hasil observasi. Observasi dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perilaku siswa selama pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing .08. 2. kategori cukup dicapai 2 siswa atau sebesar 5% dari jumlah keseluruhan siswa. Rentang Nilai Sangat Baik 16-20 Baik 11-15 Cukup 6-10 Kurang 0-5 Jumlah Frekuensi Bobot 5 33 2 40 81 422 20 Persentase Rata-rata Skor 12. dan dokumentasi foto. 4. 1 3 523 100 Data tabel 12 menunjukkan rata-rata skor yang dicapai dalam aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen sebesar 13.2. Hasil tersebut termasuk kategori baik.1 Hasil Observasi Siklus I Observasi dalam penelitian ini ada dua macam yaitu observasi siswa dan observasi kelas.2.5 40 5 = 08.5 523 X = 82. siswa yang mencapai kategori sangat baik berjumlah 5 siswa atau sebanyak 12. Dari tabel tersebut dapat dilihat.70 Tabel 12 Perolehan Skor Aspek Kepaduan Unsur-unsur Pembangun Cerpen No Kategori 1. 4.2.5% dari jumlah keseluruhan siswa. wawancara. 3. kategori baik dicapai 33 siswa atau sebesar 82. jurnal. dan untuk kategori kurang tidak ada. artinya keterampilan siswa dalam memadukan unsur-unsur pembangun cerpen sudah baik.1.1.5% dari jumlah keseluruhan siswa. Hasil selengkapnya diuraikan berikut ini.

70 .

Observasi siswa dilakukan oleh peneliti sedangkan observasi kelas dilakukan oleh teman peneliti. (2) siswa banyak bertanya kepada guru.1. perilaku siswa yang terdeskripsi pada saat observasi menunjukkan sikap positif dan ada pula sikap yang negatif. terlihat juga 71 . (6) siswa kurang bersemangat dalam menulis cerpen. 4. (4) siswa dapat mengidentifikasi dan menyebutkan unsur-unsur yang ada dalam cerpen. (5) siswa jalan-jalan/mondar-mandir pada saat pembelajaran berlangsung.1. Berdasarkan hasil pengamatan (observasi) peneliti pada saat pembelajaran pada siklus I. (7) siswa sangat lambat dalam menulis cerpen. (5) siswa merespon positif (senang) terhadap metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. (3) siswa banyak bicara dan bergurau dengan temannya. Adapun objek sasaran perilaku positif meliputi: (1) siswa memperhatikan penjelasan guru. (2) siswa kurang bersemangat terhadap metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. (8) siswa enggan memberikan sanggahan terhadap pembacaan cerpen temannya.2.71 dengan media teks lagu dan keterampilan peneliti dalam mengajar. (6) siswa dapat menulis cerpen dengan senang hati.2. Perilaku positif ditunjukkan oleh sikap siswa yang aktif mengikuti pembelajaran menulis cerpen.1 Hasil Observasi Siswa Siklus I Objek sasaran yang diamati dalam observasi siswa meliputi 8 perilaku positif dan 8 perilaku negatif. Perilaku negatif meliputi: (1) siswa kurang merespon penjelasan guru. (7) siswa dapat menulis cerpen dengan cepat. (4) siswa pasif dalam pembelajaran. (3) siswa berpartisipasi aktif.

Selama pembelajaran tidak semua siswa mengikuti pembelajaran dengan baik. Berdasarkan data yang diperoleh sebagian besar siswa atau sebanyak 34 siswa atau 85% dari jumlah keseluruhan siswa memperhatikan penjelasan guru dengan baik. berbicara dan bergurau dengan temannya. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi. pola pembelajaran yang diterapkan peneliti merupakan hal baru bagi mereka sehingga perlu proses untuk menyesuaikannya. peneliti sadar akan hal ini karena setiap siswa memiliki karakteristik dan keterampilan yang berbeda.72 sebagian besar siswa merespon baik pembelajaran menulis cerpen dengan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. perilakunya bermacam-macam seperti memperhatikan keadaan di luar kelas. Perilaku negatif ditunjukkan dengan sikap masa bodoh dan kurang bersemangat mengikuti pembelajaran. Dari data observasi dapat dilihat jumlah siswa yang melakukan perilaku positif dan siswa yang melakukan perilaku negatif. Siswa yang kurang merespon penjelasan guru. sisanya sebanyak 36 siswa atau sebanyak 90% tidak berani bertanya kepada peneliti. Apalagi. serta jalan-jalan/mondar-mandir pada saat pembelajaran berlangsung. Siswa yang 72 . Namun. Selain itu siswa melakukan kegiatan seperti bicara dan bergurau dengan temannya. tetapi masih ada beberapa siswa yang melakukan perilaku negatif. Pada siklus I ini hanya ada 4 atau sebanyak 10% dari jumlah keseluruhan siswa yang berani mengajukan pertanyaan kepada peneliti. Sisanya sebanyak 6 siswa atau sebanyak 15% dari jumlah keseluruhan siswa kurang merespon penjelasan guru. yang menunjukkan siswa banyak melakukan perilaku positif daripada perilaku negatif.

Salah satu hal yang penting dalam penelitian ini adalah metode dan media yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran menulis cerpen yaitu metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. serta memberikan contoh-contohnya dengan bantuan guru. Dalam hal ini. dan ada pula yang asyik berbicara sendiri dengan teman sebangkunya.5% dari jumlah keseluruhan siswa aktif dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen dengan baik.73 kurang berani mengajukan pertanyaan pada guru ini perilakunya bermacammacam seperti ada yang malu-malu ketika guru memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya. Hal tersebut disebabkan mereka kurang mengetahui unsur-unsur pembangun cerpen dan ada pula yang kurang mengikuti pembelajaran dengan baik. Ada yang masih kurang percaya diri. Mereka secara aktif menyebutkan satu per satu unsur-unsur pembangun cerpen dan mendefinisikannya. Sebanyak 32 siswa atau sebanyak 80% dari jumlah keseluruhan siswa aktif berpartisipasi menyebutkan unsur-unsur pembangun cerpen. sebanyak 13 siswa atau sebanyak 32. Sisanya 8 siswa atau sebanyak 8 siswa atau sebanyak 20% dari jumlah keseluruhan siswa kurang aktif berpartisipasi menyebutkan unsur-unsur pembangun karya sastra. sebagian besar siswa 73 . Sisanya.5% dari jumlah keseluruhan siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen. Sebanyak 27 siswa atau 67. Siswa yang kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen disebabkan karena peneliti bukanlah guru yang biasa mengajar di kelas sehingga siswa masih merasa asing dengan guru (peneliti).

Tujuh siswa tersebut mampu menyelesaikan cerpen yang ditulisnya sebelum waktu yang ditentukan selesai.74 sebanyak 32 atau 80% dari jumlah keseluruhan siswa merespon positif metode yang digunakan oleh peneliti. Sisanya sebanyak 9 siswa atau 22. Hal ini disebabkan karena mereka senang dengan media yang dihadirkan guru. selain mereka terhibur mereka juga dapat menulis cerpen. Sebanyak 7 siswa atau 17. Media teks lagu yang dihadirkan oleh guru juga mendapat respon yang positif. sebagian besar dari jumlah keseluruhan siswa tersebut banyak yang menyukai lagu-lagu.5% dari jumlah keseluruhan siswa dapat menulis cerpen dengan senang hati.5% dari jumlah keseluruhan siswa dapat mengerjakan atau dapat menulis cerpen dengan cepat. Selain itu juga mereka merasa dipermudah dalam menulis cerpen. 74 . Hal ini disebabkan mereka sudah merasa mudah mengungkapkan ide dan mampu mengembangkan lirik yang berada dalam teks lagu. mereka merasa senang karena mereka dapat bertanya-tanya kepada guru pada saat mengalami kesulitan dalam menulis cerpen.5% dari jumlah keseluruhan siswa belum dapat menyelesaikan cerpen yang dibuatnya dengan cepat.5% dari jumlah keseluruhan siswa kurang senang menulis cerpen. hal ini disebabkan karena siswa kurang tertarik atau kurang senang menulis cerpen. Sisanya 33 siswa atau 82. teks lagu tersebut sudah ada sebagai kerangka karangan sehingga siswa hanya mengembangkan cerita berdasarkan teks lagu. sebanyak 31 siswa atau 77. Sisanya sebanyak 8 siswa atau 20% dari jumlah keseluruhan siswa yang kurang merespon metode dan media yang digunakan guru dalam menulis cerpen. Dari data observasi dapat dilihat.

selain itu. 37 siswa atau sebesar 92. Sebanyak 8 siswa atau sebesar 20% dari jumlah keseluruhan siswa sering jalan-jalan/mondar-mandir pada saat proses pembelajaran berlangsung. Sebanyak 14 siswa atau sebesar 35% dan sering melihat pekerjaan temannya.5% kurang berani memberikan komentar terhadap hasil penulisan cerpen yang dibacakan di depan kelas. Siswa tersebut melakukan kegiatan kurang positif seperti mengganggu temannya yang sedang serius menulis cerpen ataupun hanya sekadar meminjam alat tulis yang sebenarnya tidak begitu diperlukan.5% dari jumlah keseluruhan siswa berani memberikan komentar terhadap hasil penulisan cerpen temannya yang dibacakan di depan kelas. 75 . Hal ini dilakukan ketika merasa bingung untuk memulai menulis cerpen pada saat tes menulis cerpen berlangsung. Hal tersebut disebabkan karena mereka malu atau kurang percaya diri berbicara di kelas. Sisanya 29 siswa atau sebanyak 72. Meskipun proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar.5% dari jumlah keseluruhan siswa banyak berbicara dan bergurau dengan temannya.5% dari jumlah keseluruhan siswa tertib dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen.75 Sebanyak 3 siswa atau sebesar 7. Siswa yang menunjukkan sikap kurang berani memberikan komentar terhadap hasil penulisan cerpen yang dibacakan di depan kelas juga disebabkan karena mereka tidak memperhatikan pada saat temannya membacakan cerpen di depan kelas. tetapi masih ada beberapa siswa yang masih kurang tertib dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen. Sebanyak 11 siswa atau 27. mereka juga mempunyai pendapat yang sama dengan teman yang telah mengajukan pertanyaan sehingga mereka tidak memberikan komentarnya.

tetapi pembelajaran menulis cerpen di kelas ini perlu ditingkatkan lebih baik lagi. dikatakan bahwa keterampilan peneliti dalam membuka pelajaran.2.2 Hasil Jurnal Siklus I 76 . Dalam menerapkan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu sudah cukup baik. Keterampilan berkomunikasi peneliti dengan siswa sudah cukup baik. Hasil pengamatan observator terhadap peneliti. namun siswa menerima dengan sangat baik.2 Hasil Observasi Kelas Siklus I Observasi kelas ini dilakukan untuk mengevaluasi cara kerja peneliti dalam memberikan pembelajaran menulis cerpen. Guru harus berupaya agar siswa lebih aktif dan perilaku negatif yang muncul pada siklus I ini dapat dikurangi pada siklus berikutnya. meskipun jumlah siswa yang melakukan perilaku positif lebih banyak daripada perilaku negatif.1.2. 4.76 Berdasarkan pada uraian di atas.2. cara peneliti mengajar. sehingga pada saat siswa bertanya atau memberikan pendapat guru harus bertanya terlebih dahulu nama siswa tersebut.1. penyampaian materi.2.1. Saran dari observator bahwa peneliti perlu memberikan pujian kepada siswa yang mau memberikan tanggapan terhadap hasil penulisan cerpen temannya. Sehingga siswa merasa pendapatnya tersebut merupakan nilai plus dalam pembelajaran. 4. berkaitan dengan komunikasi. Cara menutup pelajaran dengan refleksi sudah cukup baik. yaitu peneliti belum begitu kenal dan hafal nama siswa. ada hambatan dari siklus I ini. Walaupun baru dua kali masuk di kelas tersebut. penguasaan materi. dan komunikasi dengan siswa cukup baik. Namun.

sehingga siswa tidak merasa terbebani dengan materi pembelajaran yang harus mereka tempuh. gagasan dan idenya ke dalam sebuah cerpen. sebagian besar siswa menyatakan senang terhadap pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Hal tersebut disebabkan guru membimbing dalam penulisan cerpen dan teks lagu dapat yang dihadirkan oleh guru dapat menghibur siswa. Siswa yang tidak mengalami kesulitan berpendapat bahwa 77 . sehingga siswa akan merasa senang dalam menulis cerpen. Mereka berpendapat bahwa dengan pembelajaran seperti ini akan mempermudah siswa dalam menulis cerpen dan memotivasi siswa untuk menulis cerpen. memulai menulis.1. Berdasarkan hasil dari jurnal.2.77 Jurnal yang digunakan dalam penelitian ini ada dua jurnal. Pada aspek yang kedua ini kebanyakan siswa mengalami kesulitan dalam menuangkan ide atau gagasannya ke dalam cerpen. Selain itu teks lagu yang dihadirkan guru sesuai dengan pengalaman siswa sehingga siswa mudah untuk menuangkan pikiran. namun ada beberapa siswa yang berpendapat tidak mengalami kesulitan. Jurnal yang pertama adalah jurnal guru dan yang kedua adalah jurnal siswa.1 Jurnal Siswa Siklus I Pada jurnal siswa. Ada juga siswa yang berpendapat bahwa dengan teks lagu akan dapat memberi pengetahuan tentang menyusun kerangka karangan.2. 4. dan menggunakan diksi yang tepat. peneliti menyimpulkan bahwa pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu menyenangkan bagi siswa.2. walaupun ada beberapa siswa yang tidak suka dengan lirik lagu yang ada dalam teks lagu. Pertanyaan berikutnya mengenai kesulitan siswa dalam menulis cerpen.

Aspek berikutnya adalah mengenai metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat mempermudah siswa dalam menulis cerpen. Siswa lebih bersemangat dan lebih senang. jadi mereka berpendapat dari teks lagu tersebut hanya mengubahnya ke dalam sebuah cerpen. Sebagian besar siswa berpendapat mereka sangat terbantu karena tema sudah terdapat dalam teks lagu. Kesan yang dikemukakan siswa adalah belajar menulis cerpen melalui metode latihan 78 . jadi kesulitan yang dihadapi siswa dapat langsung ditanyakan kepada guru. atau mengungkapkannya dengan kata-kata. Aspek yang keempat adalah mengenai kepahaman siswa dengan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Pada dasarnya kesulitan tersebut dapat diatasi dengan membiasakan menulis cerpen.78 metode latihan terbimbing membantu siswa dan media teks lagu dapat membantu siswa dalam menentukan tema dan merumuskan kerangka karangan. Siswa yang mengalami kesulitan menuangkan ide berpendapat bahwa dalam pikirannya sudah ada namun sulit untuk menuangkan. ditambah guru membimbing siswa dalam menulis cerpen. Mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia merupakan mata pelajaran yang disepelekan oleh siswa. Aspek yang terakhir adalah pesan dan kesan terhadap pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. sehingga melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat membuat siswa lebih bersemangat. khususnya materi mengarang. Menurut siswa melalui metode latihan terbimbing ini dapat lebih memahami materi menulis cerpen dan memotivasi siswa dalam menulis cerpen. dan kerangka karangannya pun sudah ada.

Saran yang telah diungkapkan oleh siswa dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk pembelajaran berikutnya. respon siswa terhadap metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam pembelajaran menulis cerpen cukup baik. Sebagian besar siswa tertarik dan senang terhadap metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam menulis cerpen.1. Berdasarkan pengamatan guru pada saat pembelajaran berlangsung.2. bercerita sendiri dengan temannya. Siswa yang kurang berminat menunjukkan perilaku malas seperti tidak memperhatikan sungguh-sungguh penjelasan dari guru (peneliti).2. Tingkah laku siswa dalam mengerjakan tugas 79 . Walaupun yang aktif hanya siswa yang sama. Keaktifan siswa pada kelas ini sudah dapat dikatakan baik dalam mengikuti pembelajaran. ada sebagian kecil siswa yang masih kurang berminat dan bersemangat untuk mengikuti pembelajaran. Namun. demikian. dan masih ada beberapa siswa yang pasif.2. Adapun saran yang diungkapkan yaitu dalam menerangkan hendaknya pelan-pelan. mereka menyatakan kurang suka menulis cerpen dan tidak dapat mengungkapkan ide dan gagasannya dengan kata-kata. dan bahkan ada yang jalan-jalan atau mondar-mandir pada saat proses pembelajaran berlangsung.79 terbimbing dengan media teks lagu lebih menarik dan menyenangkan.2 Jurnal Guru Siklus I Jurnal guru ini berisi uraian pendapat dan seluruh kejadian yang dapat ditangkap guru selama proses pembelajaran berlangsung. 4.

Namun demikian ada sebagian kecil siswa yang kurang antusias mengikuti pembelajaran menulis cerpen dan tidak memperhatikan pembacaan cerpen di depan kelas. 4.2. Fenomena-fenomena lain yang ditangkap oleh guru selama proses pembelajaran yaitu banyak siswa yang bersorak-sorak saat hasil penulisan cerpen temannya dibacakan di depan kelas. yang menyatakan senang terhadap pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu ada 3 siswa.1.3 Hasil Wawancara Siklus I Siswa yang diwawancarai pada siklus ini ada 4 siswa. Hal ini disebabkan karena cerpen yang ditulis merupakan kejadian yang pernah dialami penulisnya. Sebagian besar siswa nampak senang dan bersemangat ketika guru membimbing siswa. Hal tersebut memang diakui karena memang siswa tersebut tidak suka dengan menulis atau 80 . Sisanya 1 siswa menyatakan kurang suka dengan pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Pada pertanyaan yang kedua. dari keempat siswa hanya satu yang menjawab kurang mampu memahami materi yang diberikan guru.80 menulis cerpen masih banyak siswa yang asyik menyanyikan lagu yang terdapat pada lembar menulis yang diberikan guru dan enggan menulis cerpen. Keantusiasan siswa dalam mengikuti pembelajaran cukup antusias. Siswa yang menyatakan senang adalah karena pembelajarannya menyenangkan. Alasannya yang menyatakan tidak suka adalah karena siswa tersebut tidak suka dengan pembelajaran menulis. Dari keempat siswa yang diwawancarai.2.

Siswa yang menyatakan senang karena memang sejak awal pelajaran sudah tertarik dan memperhatikan penjelasan dari guru. sehingga kurang paham terhadap materi yang disampaikan guru. menurut ketiga siswa tersebut jika suasana kelas ramai dan tidak menyenangkan.81 mengarang dan selama proses pembelajaran berlangsung tidak memperhatikan guru. Mereka termotivasi dengan metode yang dilakukan guru yaitu metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. keempat siswa yang ditanyai semua merasa termotivasi setelah mengikuti pembelajaran. Tiga menyatakan bahwa suasana kelas dapat mempengaruhi pembelajaran. Ada juga yang menyatakan termotivasi karena teks lagu tersebut sesuai dengan pengalamannya. serta media yang digunakan juga dapat mempermudah siswa dalam menulis cerpen sehingga siswa paham terhadap pembelajaran menulis cerpen. 81 . dari keempat siswa ada satu siswa yang menyatakan tidak begitu terpengaruh dengan suasana kelas. walaupun kelas dalam keadaan ramai tetap bisa menulis cerpen. Pada pertanyaan keenam. Pada pertanyaan yang ketiga. Pada pertanyaan yang kelima mengenai suasana kelas. sehingga memahami materi yang disampaikan oleh guru (peneliti). dari keempat siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa metode latihan terbimbing yang digunakan guru dapat membantu mereka dalam menulis cerpen. Menurut mereka pembelajaran yang diberikan guru sekarang lebih mudah dipahami. apalagi guru memberikan bimbingan pada saat siswa mengalami kesulitan. maka pembelajaran tidak menyenangkan dan sulit berkonsentrasi dalam pembelajaran.

Tetapi tingkat kesulitan yang mereka alami berbeda-beda.1. dan mengembangkan lirik yang ada dalam teks lagu. 4. Pertanyaan yang kesepuluh. menuangkan ide yang ada dalam pikiran dengan kata-kata. lebih bersemangat untuk menulis cerpen. semua siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat membantu kesulitan yang dihadapi mereka. Adapun kesulitan yang mereka alami antara lain dalam menentukan judul.82 Pada pertanyaan yang ketujuh dan kedelapan.2. semua siswa yang diwawancarai dapat disimpulkan bahwa banyak manfaat yang siswa dapatkan dari pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.4 Hasil Angket Siklus I 82 . Menurut mereka hal tersebut dikarenakan guru mengadakan bimbingan dan media teks lagu dapat digunakan untuk merumuskan kerangka karangan. dari empat siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa mereka masih merasa kesulitan. Pada pertanyaan yang kesembilan. Menurut mereka manfaat yang didapatkan antara lebih paham materi menulis cerpen. lebih kreatif.2.

5 57.5 7.5 52. jumlah siswa yang memilih SS (Sangat Setuju).5 22.5 17. dan STS (Sangat Tidak Setuju) pada setiap aspek angket. Hasil angket pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut.5 27. Pada aspek pertama ada 24 siswa atau 60% dari jumlah keseluruhan siswa yang menyatakan sangat setuju bahwa keterampilan menulis dapat meningkatkan kreativitas dalam belajar.5 27.5 ∑ 2 - TS % 5 ∑ - STS % - Pada tabel 13 dapat dilihat. S (Setuju).5 ∑ 2 7 10 8 6 6 11 7 3 9 KS % 5 17. KS (Kurang Setuju).5 57.83 Angket di dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui minat siswa dalam pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.5 25 20 15 15 27.5 45 35 25 ∑ 14 23 20 20 21 23 16 15 23 21 S % 35 57.5 50 50 52.5 40 37. dan 14 siswa . TS (Tidak Setuju). Perolehan Angket siklus I Aspek ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 SS ∑ 24 10 10 12 13 11 11 18 14 10 % 60 25 25 30 32. Tabel 13.

atau sebanyak 35% dijumlah keseluruhan siswa yang menyatakan setuju. 83 . Hal ini berarti bahwa kebanyakan siswa menyetujui bahwa keterampilan menulis dapat meningkatkan kreativitas. Siswa yang kurang setuju ada 2 siswa atau sebesar 5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan kurang setuju. sedangkan siswa yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada.

siswa yang menyatakan kurang senang sebanyak 8 siswa atau sebesar 20% dari jumlah keseluruhan siswa. 23 siswa atau 57.5% merasa kurang senang.5% menyatakan senang. Hal ini berarti sebagian besar siswa merasa senang terhadap cara guru menerangkan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Sebanyak 10 siswa atau 25% menyatakan kurang senang terhadap metode yang digunakan guru dalam pembelajaran. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa merasa senang terhadap metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran menulis cerpen. Pada aspek keempat ini diperoleh 12 siswa atau sebesar 30% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan sangat senang terhadap metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk menulis cerpen. ada 10 siswa atau 25% menyatakan bahwa mereka merasa sangat senang terhadap cara guru menerangkan. ada 10 siswa atau sebanyak 25%. dan 7 siswa atau 17. Pada aspek yang ketiga. siswa yang sangat senang terhadap metode pembelajaran yang digunakan oleh guru. Siswa yang tidak senang sama sekali tidak ada. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang. tidak 84 . Sebanyak 20 siswa atau sebesar 50% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa mereka senang terhadap metode yang digunakan guru yang dapat memotivasi siswa untuk menulis cerpen. Sebanyak 20 siswa atau sebesar 50% siswa menyatakan merasa senang terhadap metode yang digunakan guru.84 Pada aspek kedua. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang tidak ada.

Aspek berikutnya yaitu aspek yang ketujuh. Berkaitan dengan metode pembelajaran. 21 siswa atau 52. sebanyak 11 siswa atau sebesar 27. Sebanyak 6 siswa atau 15% menyatakan kurang senang terhadap media yang digunakan guru dalam pembelajaran menulis cerpen. pada aspek ini diperoleh siswa yang sangat paham dengan materi pembelajaran menulis cerpen sebanyak 13 siswa atau sebesar 32. Pada aspek yang keenam ini. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa memahami materi pembelajaran menulis cerpen dengan baik walaupun ada siswa yang menyatakan kurang setuju. sedangkan tidak dapat memahami meteri pembelajaran menulis cerpen tidak ada.5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan setuju.5% menyatakan sangat senang terhadap media yang digunakan guru untuk menulis cerpen. 16 siswa atau sebesar 40% menyatakan suasana kelas mempengaruhi 85 . Perolehan hasil ini berarti sebagian besar siswa senang terhadap media yang digunakan oleh guru dalam membelajarkan cerpen.85 ada.5% dapat memahami materi pembelajaran menulis cerpen.5% dari jumlah keseluruhan siswa. Pada aspek ini diperoleh 11 siswa atau sebesar 27. Ada 10 siswa atau sebesar 25% siswa yang kurang memahami materi pembelajaran menulis cerpen.5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa suasana kelas sangat mempengaruhi pemahaman siswa mengenai materi menulis cerpen. 23 siswa atau sebesar 57. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang tidak ada. Hal ini dapat disimpulkan bahwa metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran dapat memotivasi siswa dalam menulis cerpen.

7 siswa atau sebesar 17. Hal ini berarti siswa senang terhadap metode yang dapat menarik perhatian mereka. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang tidak ada.86 pemahaman siswa terhadap materi menulis cerpen. Sedangkan 2 siswa atau sebesar 5% menyatakan tidak setuju bahwa suasana kelas dapat mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada.5% menyatakan setuju. Sebanyak 15 siswa atau 37. meskipun ada beberapa siswa yang menyatakan tidak terpengaruh dengan suasana kelas. Dengan 86 . sedangkan sisanya yaitu 3 siswa atau sebanyak 7. Aspek berikutnya masih berkaitan dengan metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran menulis cerpen. 15 siswa atau sebesar 37.5% menyatakan kurang setuju. 11 siswa atau 27. Dari data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa siswa menginginkan suasana kelas yang nyaman pada saat menulis cerpen. Pada aspek ini diperoleh 18 siswa atau sebesar 45% menyatakan bahwa mereka sangat senang terhadap metode yang menarik perhatian siswa pada saat pembelajaran berlangsung. gagasan dan perasaannya ke dalam sebuah cerpen banyak manfaatnya ada 14 siswa atau sebesar 35% menyatakan mereka sangat setuju.5% menyatakan bahwa suasana kelas kurang mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.5% menyatakan bahwa mereka merasa senang terhadap metode yang dapat menarik perhatian siswa dalam pembelajaran. Selanjutnya aspek yang kesembilan. yaitu pendapat siswa mengenai kebiasaan siswa dalam mengungkapkan ide.5% menyatakan bahwa kurang senang terhadap penggunaan metode yang dapat menarik perhatian siswa.

2. siswa juga merasa senang terhadap pembelajaran yang dilakukan guru.1.87 demikian dapat disimpulkan bahwa kebiasaan mengungkapkan ide. gagasan. dan sebanyak 9 siswa atau sebesar 22. Aktivitas awal pembelajaran siklus I Gambar di atas menunjukkan kondisi awal pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu siklus I.2.5%.5% menyatakan kurang senang terhadap pembelajaran yang dilakukan guru (peneliti).5 Hasil Dokumentasi Foto Dokumentasi di dalam penelitian ini digunakan sebagai bukti otentik dari kegiatan pembelajaran menulis cerpen telah dilakukan. Sebanyak 10 siswa atau 25% yang menyatakan sangat senang. Berikut merupakan gambar yang menunjukkan fenomena pada saat menulis cerpen siklus I Gambar 1. 4. dan perasaan ke dalam cerpen banyak manfaatnya. Pada gambar 87 . 21 siswa atau sebesar 52. Selain siswa senang terhadap metode dan media yang dihadirkan guru.

selalu memperhatikan orang yang memotret sehingga mereka sering menunjukkan tingkah laku yang tidak semestinya mereka lakukan. Aktivitas mengamati dan memperhatikan teks lagu siklus I Pada gambar di atas menunjukkan siswa sedang mengamati dan memperhatikan sebuah teks lagu yang digunakan sebagai media menulis cerpen. Gambar 2.88 tersebut di atas tampak guru atau peneliti sedang menjelaskan materi menulis cerpen dan menunjukkan sebuah teks lagu yang digunakan sebagai media dalam menulis cerpen. Setelah guru atau peneliti menjelaskan materi tentang menulis cerpen dan menunjukkan sebuah contoh cerpen yang dibuat berdasarkan teks lagu kemudian 88 . Tetapi ada beberapa siswa yang tidak memperhatikan penjelasan guru. Siswa tidak merasa takut diajar oleh guru atau peneliti. mereka merasa lebih santai. sebagian besar siswa mengikuti penjelasan guru dengan baik. Siswa terlihat serius dalam mengikuti penjelasan yang disampaikan oleh guru atau peneliti. Meskipun demikian.

Hal ini diharapkan tidak terjadi pada siklus berikutnya. Pada gambar di atas terlihat beberapa siswa yang sedang seriau mengamati dan memperhatikan teks lagu. Aktivitas Siswa Menulis Cerpen siklus I Gambar di atas diambil pada saat siswa mengerjakan tugas dari guru yaitu . ada pula yang memperhatikan orang yang sedang memotret.89 guru membagikan sebuah teks lagu. siswa memperhatikan dan mengamati teks lagu tersebut. siswa tersebut melihat keadaan di luar kelas. tetapi ada beberapa siswa yang tidak mengamati dan memperhatikan teks lagu. Gambar 3.

89 . Pada gambar tersebut. Ada yang bergurau dan asyik berbicara dengan temannya. Hal ini diharapkan tidak terjadi pada siklus berikutnya. terlihat siswa bersungguh-sungguh dalam menulis cerpen.menulis cerpen dengan media teks lagu. Mereka menunjukkan sikap yang tidak semestinya. ada beberapa siswa yang tidak segera memulai menulis cerpen. Namun demikian.

Aktivitas Guru Melakukan Bimbingan pada siklus I Pada gambar 4 menunjukkan aktivitas guru yang sedang melakukan proses bimbingan terhadap siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis cerpen. Terlihat siswa menerima baik bimbingan yang diberikan oleh guru.90 Gambar 4. Hal ini diharapkan dapat memberikan masukkan bagi siswa untuk dapat menciptakan hasil karya sastra yang berupa cerpen dengan baik. 4.3 Hasil Penelitian Siklus II Hasil penelitian siklus II ini akan membahas hasil tes dan nontes setelah dilakukan perbaikan perencanaan pembelajaran melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Guru atau peneliti berkeliling untuk melihat aktivitas siswa yang sedang menulis cerpen. Kesulitan secara individu dibimbing secara individu tetapi apabila ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan yang sama hal itu dibahas secara klasikal di kelas.1. .

90 .

dan (7) aspek kesesuaian unsur-unsur pembangun cerpen. siswa yang mendapat nilai baik berjumlah 24 siswa atau sebanyak 57. (2) aspek tokoh dan penokohan. (6) aspek sudut pandang. (5) aspek diksi dan gaya bahasa. Perolehan hasil tes menulis cerpen pada siklus II dapat dilihat pada tabel di atas. 3.1. 2. Pada tabel tersebut dapat dilihat siswa yang memperoleh nilai sangat baik berjumlah 5 siswa atau sebanyak 15% dari jumlah keseluruhan siswa. (1) aspek tema dan amanat.05 dan termasuk dalam kategori baik.91 4. (4) aspek latar.1 Hasil Tes Siklus II Hasil tes siklus II adalah hasil tes menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu yang kedua setelah diadakan perbaikanperbaikan pembelajaran pada siklus I. Hal ini menunjukkan bahwa target yang ingin dicapai oleh peneliti (rata-rata klasikal 75) telah tercapai. Rentang Nilai Sangat Baik 85-100 Baik 70-84 Cukup 60-69 Kurang 50-59 Sangat 0-49 Kurang Jumlah Frekuensi Bobot 5 24 10 1 40 433 1914 677 58 3082 Persentase Rata-rata Skor 15 57. Siswa yang mendapat nilai cukup berjumlah 10 siswa atau .5 3082 X = 25 40 2. (3) aspek alur.5 = 05. Adapun kriteria penilaiannya masih sama. 4. Rata-rata skor yang dicapai sebesar 77.3.5% dari jumlah keseluruhan siswa. 7 7 100 Data pada tabel di atas menunjukkan keterampilan siswa kelas X SMA Ngeri 1 Pemalang dalam menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu selama siklus II. Tabel 14 Hasil Menulis Cerpen pada Siklus II No Kategori 1. 5. yaitu meliputi tujuh aspek.

91 .

Berdasarkan perolehan hasil ini. . dan siswa yang mendapat nilai kurang hanya 1 siswa atau 2. 4=Kurang. 2=Baik.5 0 5 4 Diagram batang 3 Hasil Menulis Cerpen Siklus II Keterangan: 1=Sangat Baik. 60 50 40 30 20 10 25 15 0 2. Hal ini berarti keterampilan siswa dalam menulis cerpen sebagian besar siswa sudah berada pada kategori baik. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram batang berikut ini.92 sebanyak 25% dari jumlah keseluruhan siswa.5%. dapat diartikan bahwa keterampilan siswa SMA Negeri 1 Pemalang sudah dapat dikatakan baik karena rata-rata skor yang diperoleh siswa dalam menulis cerpen pada siklus II ini sudah berada dalam kategori baik. 3=Cukup. dan sangat kurang tidak ada (0%).5 1 2 3 kategori 57. 5=Sangat Kurang. Diagram 3 menunjukkan batang yang paling tinggi adalah batang untuk kategori baik yang berada pada angka 82.5% dari jumlah keseluruhan siswa.

Sisanya berada pada kategori sangat baik dan cukup. Batang tertinggi yang kedua 92 .

siswa sudah mampu merumuskan tema dan amanat dalam menulis cerpen. Hal ini merupakan suatu peningkatan yang baik. siswa yang berada pada kategori cukup dan kurang tidak ada. Rentang Nilai Sangat Baik 9-10 Baik 6-8 Cukup 3-5 Kurang 0-2 Jumlah Frekuensi Bobot 22 18 40 198 139 327 Persentase Rata-rata Skor 55 327 X = 45 40 = 18.1 Perolehan Skor Aspek Tema dan Amanat Siklus II Hasil penilaian tes pada aspek tema dan amanat dapat dilihat pada tabel 14 berikut.3. Kategori sangat baik berada pada angka 15% dan kategori kurang berada pada angka 2.5%. Pada siklus II.1. Tabel 15 Perolehan Skor Aspek Tema dan Amanat No Kategori 1.1. Hal ini berarti keterampilan siswa dalam merumuskan tema dan amanat dalam menulis cerpen sudah baik. Perolehan nilai dalam kategori sangat baik dicapai oleh 22 siswa atau sebesar 55% dari jumlah keseluruhan siswa. 8 100 Data tabel 15 menunjukkan nilai rata-rata skor yang dicapai dalam aspek tema dan amanat yaitu sebesar 8. 2. sedangkan kategori kurang dan sangat kurang berada pada angka 0% (tidak ada yang keterampilan menulis cerpen pada kategori kurang dan sangat kurang. 4.18 atau termasuk dalam kategori baik. Seperti halnya . Kategori baik dicapai 18 siswa atau sebesar 45% dari jumlah keseluruhan siswa. 4. 3.93 yaitu untuk kategori cukup yang berada pada angka 25%.

93 .

15. 4.1.3. . siswa yang memperoleh kategori nilai cukup sebanyak 3 siswa atau sebesar 7. Tabel 16 Perolehan Skor Aspek Alur No Kategori 1.5% dari jumlah keseluruhan siswa. artinya keterampilan siswa dalam menciptakan alur yang menarik dan sesuai dengan teks lagu yang digunakan sebagai media dalam pembelajaran menulis cerpen sudah baik. 4.5 = 15. 2.2 Perolehan Skor Aspek Alur Siklus II Penilaian tes pada aspek alur masih difokuskan pada keterampilan siswa dalam menciptakan alur yang menarik dan sesuai dengan teks lagu yang digunakan sebagai media pembelajaran dalam menulis cerpen. 1 4 100 Data tabel 16 menunjukkan nilai rata-rata skor yang dicapai dalam aspek alur dalam menulis cerpen yaitu sebesar 14. Rentang Nilai Sangat Baik 16-20 Baik 11-15 Cukup 6-10 Kurang 0-5 Jumlah Frekuensi Bobot 13 24 3 40 215 321 30 566 Persentase Rata-rata Skor 32.5% dari jumlah keseluruhan siswa. Hasil penilaian tes pada aspek alur dapat dilihat pada tabel 16 berikut. pada siklus II ini pun tema dan amanat dapat mengambilnya dari teks lagu yang digunakan media dalam menulis cerpen. 3. Adapun siswa yang memperoleh kategori nilai baik yaitu sebanyak 24 siswa atau sebesar 60% dari jumlah keseluruhan siswa.94 pada siklus I. sedangkan siswa yang berada pada kategori kurang tidak ada (0%).1.5 566 X = 60 40 7. hasil ini termasuk dalam kategori baik. Siswa yang memperoleh kategori nilai sangat baik sebanyak 13 siswa atau sebesar 32.

94 .

3. Pada siklus II ini. Hal ini berarti siswa sudah mampu menentukan tokoh dan dapat menggambarkan tokoh-tokohnya dengan sudah baik.1. 1 5 Jumlah 40 612 100 Data pada tabel 17 menunjukkan nilai rata-rata skor yang dicapai dalam aspek tokoh dan penokohan yaitu sebesar 15. Rentang Nilai Sangat Baik 16-20 Baik 11-15 Cukup 6-10 Kurang 0-5 Frekuensi Bobot 26 14 420 192 - Persentase Rata-rata Skor 65 35 612 X = 40 = 03. 4. siswa tidak lagi mengalami kebingungan dalam menentukan tokoh dan menggambarkan penokohannya.3. perolehan nilai dalam kategori baik sebanyak 14 siswa atau sebesar 35% dari jumlah keseluruhan siswa.95 4. sedangkan siswa yang memperoleh kategori nilai cukup dan kurang tidak ada (0%). .30 atau termasuk pada kategori baik.3 Perolehan Skor Aspek Tokoh dan Penokohan Siklus II Hasil penilaian tes pada aspek tokoh dan penokohan dapat dilihat pada tabel 17 berikut Tabel 17 Perolehan Skor Aspek Tokoh dan Penokohan No Kategori 1. Pada aspek tokoh dan penokohan sudah tidak ada yang mendapat kategori nilai cukup dan kurang.1. Pada aspek tokoh dan penokohan ini ada perubahan yang baik. 2. Perolehan nilai dalam kategori sangat baik dicapai oleh 26 siswa atau sebesar 65% dari jumlah keseluruhan siswa.

4.1.1.3.4 Perolehan Skor Aspek Latar Siklus II 95 .

96 Penilaian tes pada aspek latar masih difokuskan pada ketepatan dalam memilih latar sesuai dengan situasi dan kondisi dalam cerpen. 4.3.5 Perolehan Skor Aspek Diksi dan Gaya Bahasa Siklus II . Tabel 18 Perolehan Skor Aspek Latar No Kategori 1. Pada siklus II ini sebagian besar siswa sudah dapat memilih latar yang sesuai dengan situasi dan kondisi sesuai dengan cerita yang dibuat siswa dalam menulis cerpen. Hasil penilaian tes pada aspek latar dapat dilihat pada tabel 18 berikut.1. Pada aspek latar ini. Adapun perincian perolehan nilai tersebut adalah sebagai berikut: perolehan nilai dalam kategori sangat baik dicapai oleh 30 siswa atau sebesar 75% dari jumlah keseluruhan siswa. 4. 3.1. sudah tidak ada siswa yang berada pada kategori nilai cukup dan kurang. 8 100 Data tabel 18 menunjukkan nilai rata-rata skor pada aspek latar yaitu sebesar 8. perolehan nilai pada kategori cukup dan kurang tidak ada (0%). 2. perolehan nilai dalam kategori baik dicapai oleh 10 siswa atau sebesar 25% dari jumlah keseluruhan siswa. Rentang Nilai Sangat Baik 9-10 Baik 6-8 Cukup 3-5 Kurang 0-2 Jumlah Frekuensi Bobot 30 10 40 270 76 346 Persentase Rata-rata Skor 75 346 X = 25 40 = 65.65 atau termasuk dalam kategori baik.

96 .

5 318 X = 52. Adapun siswa yang memperoleh kategori nilai baik yaitu sebanyak 21 siswa atau sebesar 52.5% dari jumlah keseluruhan siswa. 7 100 Data pada tabel 18 menunjukkan nilai rata-rata skor yang dicapai dalam aspek diksi dan gaya bahasa dalam menulis cerpen yaitu sebesar 7. artinya keterampilan siswa dalam memilih diksi dan gaya bahasa yang sesuai dengan konteksnya sudah baik.5 40 = 95. Pada aspek diksi dan gaya bahasa dalam menulis cerpen ini. Hasil ini termasuk dalam kategori baik. Hasil penilaian tes pada aspek diksi dan gaya bahasa dapat dilihat pada tabel 19. Pada siklus II ini. . sebagian besar siswa sudah dapat menggunakan diksi dan gaya bahasa yang tepat.95. Tabel 19 Perolehan Skor Aspek Diksi dan Gaya Bahasa No Kategori 1. Siswa yang memperoleh kategori nilai sangat baik sebanyak 9 siswa atau sebesar 22. 2.5% dari jumlah keseluruhan siswa. 4. sedangkan siswa yang memperoleh nilai dalam kategori cukup dan kategori kurang tidak ada.97 Penilaian tes pada aspek diksi dan gaya bahasa masih difokuskan pada kesesuaian pemilihan diksi dan gaya bahasa dengan konteksnya. sebagian besar siswa menggunakan diksi dan gaya bahasa yang sesuai dengan konteks yang dibuatnya dalam menulis cerpen. 3. Rentang Nilai Sangat Baik 9-10 Baik 6-8 Cukup 3-5 Kurang 0-2 Jumlah Frekuensi Bobot 9 21 40 81 237 318 Persentase Rata-rata Skor 22.

3.1.4.1.6 Perolehan Skor Aspek Sudut Pandan .

2. Hal ini merupakan suatu peningkatan yang baik. Hal ini berarti keterampilan siswa dalam menggunakan sudut pandang dalam menggambarkan tokoh dalam menulis cerpen sudah baik. Kategori baik dicapai oleh 18 siswa atau sebesar 45% dari jumlah keseluruhan siswa. Tabel 20 Perolehan Skor Aspek Sudut Pandang No Kategori 1. 3.48 atau termasuk dalam kategori baik. 4. 8 100 Data tabel 20 menunjukkan nilai rata-rata skor yang dicapai dalam aspek sudut pandang yaitu sebesar 8. Siswa yang berada pada kategori cukup dan kategori kurang tidak ada. tokoh-tokoh yang dihadirkan dalam cerpen digambarkan dengan jelas. siswa sudah mampu menggunakan sudut pandang yang tepat dalam menggambarkan tokoh dalam menulis cerpen. Perolehan nilai dalam kategori sangat baik dicapai oleh 22 siswa atau sebesar 55% dari jumlah keseluruhan siswa. Dengan kata lain. .98 Hasil penilaian tes pada aspek sudut pandang dapat dilihat pada tabel 20 berikut. Rentang Nilai Sangat Baik 9-10 Baik 6-8 Cukup 3-5 Kurang 0-2 Jumlah Frekuensi Bobot 22 18 40 198 141 339 Persentase Rata-rata Skor 55 45 339 X = 40 = 48. Pada siklus II.

98

99

4.1.3.1.7 Perolehan Skor Aspek Kepaduan Unsur-unsur Pembangun Cerpen Siklus II Hasil penilaian tes pada aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen dalam menulis cerpen dapat dilihat pada tabel 20 berikut. Tabel 21 Perolehan Skor Aspek Kepaduan Unsur-unsur Pembangun Cerpen

No Kategori 1. 2. 3. 4.

Rentang Nilai Sangat Baik 16-20 Baik 11-15 Cukup 6-10 Kurang 0-5 Jumlah

Frekuensi Bobot 14 23 3 40 228 316 30 574

Persentase Rata-rata Skor 35 57,5 574 X = 7,5 40 = 35,1 4 100

Data pada tabel 21 menunjukkan nilai rata-rata skor yang dicapai dalam aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen yaitu sebesar 14,35 atau termasuk pada kategori baik. Hal ini berarti keterampilan siswa dalam menulis cerpen dengan unsur-unsur pembangunnya yang padu sudah baik. Perolehan nilai dalam kategori yang sangat baik dicapai oleh 14 siswa atau sebesar 35% dari jumlah keseluruhan siswa. Perolehan nilai dalam kategori baik sebanyak 23 siswa atau sebesar 57,5% dari jumlah keseluruhan siswa, perolehan nilai dalam kategori cukup dicapai oleh 3 siswa atau sebesar 7,5% dari jumlah keseluruhan, sedangkan siswa yang memperoleh nilai dalam kategori kurang tidak ada (0%).Pada aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen sudah baik. Pada siklus II ini, siswa tidak lagi mengalami kebingungan dalam menentukan salah satu unsur pembangun cerpen dalam menulis cerpen.

99

100

4.1.3.2 Hasil Nontes Siklus II Hasil penelitian nontes pada siklus II ini masih diperoleh dari data observasi, jurnal, angket, wawancara, dan dokumentasi. Keempat hasil nontes tersebut dijelaskan sebagai berikut.

4.1.3.2.1 Hasil Observasi Siswa Siklus II Berdasarkan pengamatan peneliti, secara keseluruhan proses pembelajaran menulis cerpen pada siklus II ini dapat dikatakan baik karena jumlah siswa yang melakukan perilaku negatif telah berkurang. Pada siklus II, terdapat beberapa perilaku siswa yang terdeskripsi melalui kegiatan observasi. Selama melakukan kegiatan pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu, guru (peneliti) merasakan adanya perubahan pada prilaku siswa. Pada saat guru menjelaskan materi tentang cerpen, sebagian siswa menunjukkan perilaku yang positif dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Berdasarkan data yang diperoleh sebagian besar siswa atau sebanyak 38 siswa atau sebesar 95% dari jumlah keseluruhan siswa memperhatikan penjelasan guru dengan baik. Sisanya sebanyak 2 siswa atau sebesar 5% dari jumlah keseluruhan siswa kurang merespon penjelasan guru. Dari jumlah ini berarti terjadi peningkatan siswa yang berperilaku positif. Siswa yang memperhatikan penjelasan guru berdasarkan pengamatan peneliti siswa yang memperhatikan merupakan siswa yang pada siklus I mendapat nilai baik, tetapi ada juga beberapa siswa yang pada siklus I kurang memperhatikan di siklus II ini memperhatikan penjelasan guru.

100

101

Siswa yang aktif bertanya pada siklus II ini sebanyak 7 siswa atau sebesar 17,5% dari jumlah keseluruhan siswa dan yang tidak berani mengajukan pertanyaan kepada peneliti yaitu sebanyak 33 siswa atau sebesar 82,5% dari jumlah keseluruhan siswa. Siswa yang kurang berani mengajukan pertanyaan kepada guru disebabkan kurang percaya diri, dan ada pula yang memang sudah paham dengan materi menulis cerpen. Sebanyak 36 siswa atau sebesar 90% dari jumlah keseluruhan siswa yang aktif dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Sisanya sebanyak 4 siswa atau sebesar 10% dari jumlah keseluruhan siswa yang tidak aktif dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen. Mereka asyik bercanda dengan teman sebangkunya dan enggan mempelajari teks lagu yang diberikan oleh guru sebagai media dalam membelajarkan menulis cerpen. Seperti halnya pada siklus I, hal yang paling penting dalam penelitian ini adalah metode yang digunakan oleh guru dalam membelajarkan mengenai menulis cerpen. Sebagian besar siswa atau sebanyak 37 atau sebesar 92,5% dari jumlah keseluruhan siswa yang merespons positif metode yang digunakan oleh peneliti, mereka merasa senang dapat bertanya langsung dengan guru mengenai kesulitan-kesulitan siswa dalam menulis cerpen. Siswa lebih akrab dengan peneliti karena pada siklus II ini merupakan pertemuan untuk ketiga kalinya sehingga siswa tidak lagi merasa asing dengan guru. Sisanya 3 siswa atau sebesar 7,5% dari jumlah keseluruhan siswa yang merasa kurang senang dengan metode yang digunakan guru karena seolah-olah mereka begitu diawasi oleh guru sehingga merasa cemas dan malu apabila yang dituliskannya salah. Dari data tersebut berarti terjadi peningkatan siswa yang melakukan perilaku positif. 101

Hal ini disebabkan karena mereka lebih terbiasa menulis cerpen dan lebih mudah menuangkan kata-kata ke dalam cerpen. Pada siklus II ini sebanyak 5 siswa atau sebesar 12. Namun mereka dapat menyelesaikan tugas tersebut dengan tepat sesuai dengan waktu yang ditentukan. Dalam memberikan komentar terhadap pembacaan cerpen temannya di depan kelas pada siklus II ini juga mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan siswa kurang berminat dalam menulis cerpen.% dari jumlah keseluruhan siswa kurang berani memberikan komentar terhadap hasil penulisan cerpen temannya. Sebanyak 13 siswa atau sebesar 32.5% dari jumlah keseluruhan siswa yang kurang begitu cepat dalam menyelesaikan tugas menulis cerpen.5% dari jumlah keseluruhan siswa yang berani memberikan komentar terhadap pembacaan cerpen milik temannya. Proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat berjalan dengan lancar.5% dari jumlah keseluruhan siswa yang dapat dengan cepat menyelesaikan tugas menulis cerpennya dengan baik.102 Dari data observasi dapat dilihat terjadinya peningkatan perilaku positif siswa dalam menulis cerpen. Sisanya 27 siswa atau sebesar 67. Sisanya sebanyak 2 siswa atau sebesar 5% yang kurang bersenang hati dalam menulis cerpen. Hal tersebut disebabkan siswa kurang berani mengungkapkan pendapatnya mengenai cerpen. Sisanya sebanyak 35 siswa atau 87. Data tersebut menunjukkan bahwa sebanyak 38 siswa atau sebesar 95% dari jumlah keseluruhan siswa yang merasa lebih bersenang hati dalam menulis cerpen. 102 . Siswa yang pada siklus I melakukan perilaku negatif dalam siklus II ini lebih banyak berperilaku positif.

tidak ramai sehingga siswa dapat menulis cerpen dengan baik. serta siswa yang sering mondar-mandir atau berjalan jalan pada saat pembelajaran menulis cerpen berlangsung berkurang. Berdasarkan uraian di atas menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan perilaku siswa dalam mengikuti proses pembelajaran pada siklus II ini.103 Suasana kelas terlihat lebih tertib daripada pada siklus yang ke II. suasana yang tenang. 4.2 Hasil Observasi Kelas Siklus II Berdasarkan hasil observasi kelas. mereka terlihat serius dalam mengerjakannya.3.1. Siswa yang berperilaku negatif seperti sering bergurau dengan temannya. Perilakuperilaku negatif siswa dapat dikurangi sehingga pembelajaran ini dapat berhasil . 103 .1. berbicara dengan temannya. Suasana kelas pun sangat mendukung. Begitu juga dengan keterampilan guru atau peneliti dalam mengajarkan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Sebanyak 2 siswa atau sebesar 5% dari jumlah keseluruhan siswa yang bergurau dan berbicara dengan teman sebangkunya. siswa sudah aktif dalam mengikuti pembelajaran. secara keseluruhan keaktifan siswa pada pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu siklus II ini sudah cukup baik. Dan siswa yang melakukan perilaku negatif yaitu mondarmandir atau jalan-jalan tanpa tujuan yang jelas tidak ada. Kesungguhan siswa dalam mendengarkan penjelasan guru pada siklus II ini sudah baik. Kesungguhan siswa ini juga mencerminkan perilaku yang baik dalam mengerjakan tugas. Sisanya sebesar 38 siswa atau sebesar 95 dari jumlah keseluruhan siswa.2. Keaktifan siswa juga terlihat pada saat siswa menulis cerpen.

2. 4. Selain itu siswa juga dapat melatih keterampilan menulis mereka. keterampilan mengelola kelas.2. 4.1 Jurnal Siswa Siklus II Materi menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu merupakan materi yang disenangi siswa hampir seluruh siswa menyatakan bahwa dengan materi tersebut materi dapat mengungkapkan perasaan.3.3.1.1.104 Keterampilan guru dalam membuka pelajaran. Keterampilan guru dalam menjalin komunikasi dengan siswa dan keterampilan guru memberikan motivasi dalam menulis cerpen juga sudah cukup baik. Jurnal ini juga diisi setelah pembelajaran menulis cerpen. Adapun hasil jurnal siklus II diuraikan sebagai berikut. Hal ini disebabkan guru sudah lebih mengenal siswa sehingga komunikasi guru dengan siswa lebih baik daripada pada siklus I. keterampilan menggunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. keterampilan memberikan umpan balik atau bertanya sudah cukup baik. 104 . Berdasarkan pendapat ini peneliti menilai bahwa metode latihan terbimbing dengan media teks lagu selain dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen juga dapat menari minat siswa untuk terus menulis cerpen.2 Hasil Jurnal Siklus II Aspek yang ada dalam jurnal siswa siklus II masih sama dengan aspek yang ada pada siklus I. Jurnal pada siklus II terdiri atas dua jurnal yaitu jurnal siswa dan jurnal guru.2. pengalaman siswa.

Kesulitan tersebut seperti siswa masih ada yang kesulitan mengembangkan ide dan kurang dapat mengungkapkan ide yang ada dalam pikiran mereka ke dalam cerpen. Guru hendaknya memberikan motivasi pada siswa untuk membiasakan menulis cerpen selain di sekolah sehingga siswa dapat terampil dalam menulis cerpen. Namun dari jurnal yang diperoleh masih ada juga siswa yang masih mengalami kesulitan dalam menulis cerpen. Pada dasarnya kesulitan-kesulitan tersebut dapat diatasi dengan banyak latihan menulis cerpen. 105 . Pada siklus II ini sudah banyak siswa yang tidak lagi mengalami kesulitan dalam menulis cerpen. Menurut mereka dengan metode ini siswa dapat menulis cerpen dengan baik karena kesulitan-kesulitan yang dialami mereka bisa langsung ditanyakan pada guru dan teks lagu yang digunakan sebagai media dalam menulis cerpen juga dapat membantu siswa dalam menulis cerpen. Aspek berikutnya adalah mengenai metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat mempermudah siswa dalam menulis cerpen.105 Pada aspek yang kedua mengenai kesulitan siswa dalam menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Berdasarkan jurnal siswa siklus II pada aspek yang ketiga mereka berpendapat bahwa melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu siswa dapat memahami materi menulis cerpen. Hal tersebut disebabkan siswa merasa terbantu dengan adanya bimbingan yang dilakukan oleh guru serta media yang digunakan dapat mempermudah siswa dalam menulis cerpen. Hampir seluruh siswa berpendapat bahwa metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat mempermudah siswa dalam menulis cerpen.

minat siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu sudah cukup baik. Hal ini dapat terlihat ketika siswa menulis cerpen dengan serius.106 Pesan dan kesan yang diberikan oleh siswa yaitu semoga metode latihan terbimbing dengan media teks lagu tetap digunakan dalam membelajarkan menulis cerpen. Siswa merasa senang menerima pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.3. selain lagu yang digunakan oleh guru dapat dijadikan sebagai media dalam menulis cerpen atau tidak. Mereka tak lagi segan bertanya kepada guru apabila merasa kesulitan.2. Keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen sudah baik. 4. Fenomena-fenomena yang lain pada saat pembelajaran berlangsung adalah ada siswa yang bertanya lagu-lagu lain. dan guru pun langsung menjawab pertanyaan tersebut kalau lagu-lagu selain yang digunakan oleh guru sebagai media dalam menulis cerpen dapat digunakan siswa sebagai media dalam menulis cerpen. Perilaku negatif yang biasa dilakukan seperti bergurau dan jalan-jalan ketika proses pembelajaran menulis cerpen sudah tidak lagi dilakukannya.3 Hasil Wawancara Siklus II 106 .2.1.2.2 Jurnal Guru Siklus II Seperti yang dipaparkan di dalam jurnal siswa.1. 4.2. Siswa juga mengungkapkan kesannya yaitu bahwa menulis cerpen dengan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu lebih menyenangkan dan dapat lebih memahami materi menulis cerpen.

107 . Pada pertanyaan yang kedua. Aspek wawancara yang ketiga adalah motivasi yang didapatkan siswa setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi. Siswa yang mendapat nilai baik menyatakan bahwa dengan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat mempermudah siswa dalam menulis cerpen. Wawancara ini dilakukan tiga hari setelah pembelajaran menulis buku harian dilaksanakan Empat siswa yang diwawancarai menyatakan senang terhadap pembelajaran yang dilakukan oleh guru. 1 siswa yang mendapat nilai baik. dari keempat siswa yang diwawancarai menyatakan mampu memahami materi yang diajarkan oleh guru. Satu siswa yang mendapat nilai cukup menyatakan mampu memahami materi tetapi siswa tersebut sulit untuk mengungkapkan pikirannya dengan kata-kata. karena teks lagu yang digunakan sebagai media dalam pembelajaran dapat memberikan hiburan.107 Pada siklus II ini jumlah siswa yang diwawancarai ada 4 siswa (1 siswa yang mendapat nilai baik. dan 2 siswa yang mendapat nilai cukup). media yang digunakan juga sangat cocok dengan pengalaman pribadinya dan dari teks lagu tersebut ia hanya mengembangkan saja sehingga alurnya jelas. Dari keempat siswa tersebut menyatakan termotivasi untuk belajar menulis setelah mengalami proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Menurut mereka pelajaran yang sekarang lebih menyenangkan.

Kesulitan yang mereka hadapi rata-rata mengenai pembuatan cerita yang lebih menarik. Keempat siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa suasana kelas sangat terpengaruh terhadap proses pembelajaran. Aspek wawancara selanjutnya yaitu mengenai metode latihan terbimbing dapat membantu siswa dalam menulis cerpen. Aspek yang ketujuh dan kedelapan yaitu mengenai kesulitan siswa dalam menulis cerpen. Dari keempat siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa metode tersebut dapat mengatasi kesulitan yang mereka hadapi dalam menulis cerpen. 108 . Aspek yang kelima yaitu mengenai pengaruh suasana kelas terhadap proses pembelajaran di kelas. Aspek yang kesembilan yaitu mengenai metode latihan terbimbing dengan media teks lagu yang digunakan oleh guru dapat membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi siswa. Apabila suasana kelas ramai maka siswa tidak bisa berkonsentrasi menulis cerpen.108 Aspek yang keempat adalah mengenai teks lagu yang digunakan oleh guru dapat memberikan ide untuk membuat cerpen. Dari keempat siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa mereka sangat terbantu. Semua siswa yang diwawancarai menyatakan masih merasa kesulitan dalam membuat cerpen. karena mereka dapat menanyakan kesulitan yang dialami kepada guru. Dari keempat siswa siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa teks lagu yang digunakan sebagai media dalam pembelajaran menulis cerpen dengan metode latihan terbimbing karena dalam teks lagu tersebut merupakan pengalaman yang pernah dialami siswa.

4.5 2.5 65 ∑ 1 1 KS % 2.4 Hasil Angket Siklus II Angket di dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui minat siswa dalam pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Tabel 22.1. Hasil angket pada siklus II dapat dilihat pada tabel berikut.5 35 32. Selain itu mereka menyatakan bahwa mereka setelah pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.5 62. Perolehan Angket siklus I Aspek ke 1 2 3 SS ∑ 29 14 13 % 72.5 ∑ 11 25 26 S % 27.2. mereka lebih senang mengungkapkan pengalaman mereka ke dalam sebuah cerpen.2.109 Aspek yang terakhir yaitu mengenai manfaat yang mereka dapatkan setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Manfaat yang mereka dapatkan adalah dapat membantu mereka memahami materi cerpen dengan baik dan mempermudah mereka dalam menulis cerpen.5 ∑ - TS % ∑ - STS % - .

5 17 22 24 16 16 20 24 42. TS (Tidak Setuju). KS (Kurang Setuju).5 40 35 35 55 45 27. jumlah siswa yang memilih SS (Sangat Setuju).5 - - - - Pada tabel 22 dapat dilihat.4 5 6 7 8 9 10 21 16 14 14 22 18 11 52. dan STS (Sangat 109 .5 55 60 40 40 50 60 2 2 2 10 2 2 5 5 5 5 25 5 5 12. S (Setuju).

sebanyak 14 siswa atau sebesar 35% dari jumlah keseluruhan siswa yang menyatakan bahwa mereka merasa sangat senang terhadap cara guru menerangkan. siswa yang sangat senang terhadap metode pembelajaran yang digunakan oleh guru. Hal ini berarti sebagian besar siswa merasa senang terhadap cara guru menerangkan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. dan 1 siswa atau 2. Hal ini berarti bahwa kebanyakan siswa menyetujui bahwa keterampilan menulis dapat meningkatkan kreativitas. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang tidak ada (0%). Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa merasa senang terhadap metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran menulis cerpen.5% dari jumlah keseluruhan siswa merasa kurang senang. Hanya 1 siswa atau 2.5% dari jumlah keseluruhan siswa yang menyatakan kurang senang terhadap metode yang digunakan guru dalam pembelajaran. Pada aspek yang ketiga. Sebanyak 26 siswa atau sebesar 65% dari jumlah keseluruhan siswa yang menyatakan senang terhadap metode yang digunakan guru.5% dari jumlah keseluruhan siswa yang menyatakan setuju. tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada. Siswa yang menyatakan tidak senang sekali tidak ada (0%). 110 . Pada aspek pertama ada 2 siswa atau sebesar 60% dari jumlah keseluruhan siswa yang menyatakan sangat setuju bahwa keterampilan menulis dapat meningkatkan kreativitas dalam belajar. Sebanyak 11 siswa atau sebesar 27. Pada aspek kedua. 25 siswa atau sebesar 57.5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan senang. ada 13 siswa atau sebanyak 32.110 Tidak Setuju) pada setiap aspek angket. Siswa menyatakan kurang setuju.5% dari jumlah keseluruhan siswa.

Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang terhadap metode yang digunakan guru yang dapat memotivasi siswa untuk menulis cerpen.5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa mereka senang terhadap metode yang digunakan guru yang dapat memotivasi siswa untuk menulis cerpen. Hal ini dapat disimpulkan bahwa metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran dapat memotivasi siswa dalam menulis cerpen. sebanyak 22 siswa atau sebesar 55% dari jumlah keseluruhan siswa dapat memahami materi pembelajaran menulis cerpen. sebanyak 14 siswa atau sebesar 35% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan sangat senang terhadap media yang 111 . pada aspek ini diperoleh siswa yang sangat paham dengan materi pembelajaran menulis cerpen. siswa yang menyatakan kurang senang sebanyak 2 siswa atau sebesar 5% dari jumlah keseluruhan siswa. sebanyak 16 siswa atau sebesar 32. sedangkan siswa yang tidak dapat memahami meteri pembelajaran menulis cerpen tidak ada (0%).5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan sangat setuju.5% siswa yang kurang memahami materi pembelajaran menulis cerpen.111 Pada aspek keempat ini diperoleh data. Ada 2 siswa atau sebesar 2. sebanyak 21 siswa atau sebesar 52. Berkaitan dengan metode pembelajaran.5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan sangat senang terhadap metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk menulis cerpen. tidak ada (0%). Pada aspek yang keenam ini. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa memahami materi pembelajaran menulis cerpen dengan baik walaupun ada siswa yang menyatakan kurang setuju. Sebanyak 17 siswa atau sebesar 42.

Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang sekali tidak ada (0%). meskipun ada beberapa siswa yang menyatakan tidak terpengaruh dengan suasana kelas. sebanyak 10 siswa atau sebesar 25% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa suasana kelas kurang mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Pada aspek ini diperoleh 22 siswa atau sebesar 55% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa mereka sangat senang terhadap metode yang menarik perhatian siswa pada saat pembelajaran berlangsung. Pada aspek ini diperoleh 14 siswa atau sebesar 35% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa suasana kelas sangat mempengaruhi pemahaman siswa mengenai materi menulis cerpen. Sebanyak 2 siswa atau sebesar 5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan kurang senang terhadap media yang digunakan guru dalam pembelajaran menulis cerpen. sebanyak 24 siswa atau sebesar 60% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan setuju. Sebanyak 16 siswa atau 40% dari jumlah keseluruhan siswa 112 . Dari data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa siswa menginginkan suasana kelas yang nyaman pada saat menulis cerpen. Aspek berikutnya yaitu aspek yang ketujuh.112 digunakan guru untuk menulis cerpen. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak setuju bahwa suasana kelas dapat mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Perolehan hasil ini berarti sebagian besar siswa senang terhadap media yang digunakan oleh guru dalam membelajarkan cerpen. Aspek berikutnya masih berkaitan dengan metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran menulis cerpen. 16 siswa atau sebesar 40% menyatakan suasana kelas mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi menulis cerpen.

113

menyatakan bahwa mereka merasa senang terhadap metode yang dapat menarik perhatian siswa dalam pembelajaran, sebanyak 2 siswa atau sebesar5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa kurang senang terhadap penggunaan metode yang dapat menarik perhatian siswa. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang tidak ada. Hal ini berarti siswa senang terhadap metode yang dapat menarik perhatian mereka. Selanjutnya aspek yang kesembilan, yaitu pendapat siswa mengenai kebiasaan siswa dalam mengungkapkan ide, gagasan dan perasaannya ke dalam sebuah cerpen banyak manfaatnya, ada 18 siswa atau sebesar 45% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa mereka sangat setuju. Sebanyak 20 siswa atau sebesar 50% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan setuju, sedangkan sisanya yaitu 2 siswa atau sebanyak 5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan kurang setuju. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada (0%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kebiasaan mengungkapkan ide, gagasan, dan perasaan ke dalam cerpen banyak manfaatnya. Selain siswa senang terhadap metode dan media yang dihadirkan guru dalam pembelajaran menulis cerpen, siswa juga merasa senang terhadap pembelajaran yang dilakukan guru. Sebanyak 11 siswa atau 27,5% dari jumlah keseluruhan siswa yang menyatakan sangat senang, sebanyak 24 siswa atau sebesar 60% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan senang, dan sebanyak 5 siswa atau sebesar 12,5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan kurang senang terhadap pembelajaran yang dilakukan guru (peneliti). Sedangkan siswa yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada (0%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa senang terhadap pembelajaran yang dilakukan guru. 113

114

4.1.3.2.4 Dokumentasi Foto Pada siklus II ini, pengambilan foto difokuskan pada kegiatan selama proses pembelajaran menulis cerpen yang berupa aktivitas menulis cerpen pada siklus II, aktivitas guru mengadakan latihan terbimbing, dan aktivitas siswa yang sedang

membacakan cerpen di depan kelas.

Gambar 5. Aktivitas Awal Pembelajaran Siklus II Gambar di atas diambil pada saat siswa mendengarkan penjelasan guru, yaitu pada saat guru menjelaskan kesulitan-kesulitan pembelajaran pada siklus I

dan mengevaluasi kegiatan pada siklus I. Pada gambar tersebut sebagian besar siswa sudah menunjukkan perilaku yang positif, yaitu memperhatikan penjelasan guru dengan seksama, tetapi masih ada sebagian kecil dari jumlah siswa yang masih menunjukkan perilaku yang negatif.

114

115

Gambar 6. Aktivitas Menulis Cerpen Siklus II Gambar tersebut menunjukkan aktivitas siswa pada saat mengerjakan tugas dari guru, yaitu menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siklus II. Kegiatan ini diambil sebagai penilaian tes menulis cerpen pada siklus II. Berdasarkan gambar tersebut, siswa tampak segera menulis cerpen dengan sungguh-sungguh. Tidak ada lagi siswa yang terlihat menunjukkan perilaku negatif dalam menulis cerpen seperti yang terjadi pada siklus I. Semua siswa terlihat serius dan mengerjakan tugas menulis cerpen, dilakukan sendiri, tidak mencontoh pekerjaan temannya. Hal ini merupakan peningkatan dari siswa yaitu adanya perubahan perilaku yang positif.

115

116

Gambar 7. Aktivitas Guru Membimbing Siswa Menulis Cerpen Siklus II Pada gambar 7 menunjukkan aktivitas guru dalam memberikan latihan terbimbing kepada siswa. Seperti pada siklus I guru berkeliling untuk melihat aktivitas siswa dalam menulis cerpen. Siswa yang bertanya kepada guru jumlahnya meningkat daripada pada siklus I. Siswa sudah mulai akrab dengan guru sehingga kesulitan-kesulitan yang dihadapi langsung ditanyakan pada guru.

Gambar 8. Aktivitas Siswa membacakan Cerpen Siklus II

116

4. Tes ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kondisi awal keterampilan siswa kelas X7 SMA Negeri 1 Pemalang dalam menulis cerpen. hasil tindakan siklus I. Pembahasan ini didasarkan pada hasil pratindakan. Dalam kegiatan ini suasana kelas sedikit ramai karena cerpen yang dibacakan di depan kelas merupakan pengalaman siswa kebanyakan temannya juga sudah mengetahuinya.1 Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen Siswa Kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang Sebelum pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dilakukan. 4. 117 . terlebih dahulu dilakukan tes pratindakan.2.2 Pembahasan Pembahasan dalam skripsi ini meliputi pembahasan mengenai peningkatan keterampilan menulis cerpen pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dan perubahan perilaku siswa tersebut. dan memperhatikan cerpen hasil karya temannya agar dapat dinilai atau dikomentari. Hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata yang diperoleh siswa sebesar 61. Hasil pratindakan ini dianalisis dan diperoleh sebuah simpulan bahwa keterampilan menulis cerpen siswa kelas X7 SMA Negeri 1 Pemalang masih kurang memuaskan.117 Gambar tersebut menunjukkan aktivitas siswa yang sedang membacakan hasil cerpen yang ditulisnya di depan kelas. dan hasil tindakan siklus II. Siswa yang lain mendengarkan pembacaan cerpen tersebut.30.

peningkatan penguasaan aspek latar sebesar 0. peningkatan penguasaan aspek diksi dan gaya bahasa sebesar 0. namun hasil tes yang diperoleh siswa pada siklus ini belum memuaskan dan belum memenuhi target.70%. maka peneliti melakukan pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.12%. menentukan tokoh dan penokohan. Setelah dilakukan pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siklus I. sebesar 1. peningkatan penguasaan aspek sudut pandang sebesar 0.20%. Setelah peneliti melihat kondisi awal keterampilan siswa menulis cerpen melalui hasil pratindakan tersebut. Hal ini karena sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan menulis cerpen terutama dalam mengembangkan kerangka cerpen yang ada dalam teks lagu dan menuangkan ide yang ada dalam pikiran mereka.20%. dan keterpaduan unsur-unsur dalam cerpen termasuk dalam kategori cukup.93. dan peningkatan penguasaan aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen sebesar 1. menggunakan diksi dan gaya bahasa. 118 .Nilai rata-rata yang dicapai pada siklus I sebesar 68.94%. keterampilan menulis cerpen siswa mengalami peningkatan sebesar 11. menentukan latar.35%.118 keterampilan siswa dalam menentukan tema dan amanat.43%. peningkatan penguasaan aspek tokoh dan penokohan.62 yang berarti bahwa pada siklus I keterampilan menulis cerpen siswa sudah cukup baik. Hal ini juga ditandai dengan peningkatan penguasaan aspek tema dan amanat sebesar 1. peningkatan penguasaan aspek alur sebesar 1. Meskipun pembelajaran siklus I telah dioptimalkan perencanaan dan pelaksanaannya melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. membuat alur. menentukan sudut pandang.

dan Siklus II Aspek Nilai Rata. Siklus I. Dan hasil siklus II mengalami peningkatan dari hasil tes siklus I.rata Kelas Peningkatan PT SI SII PT – (%) SI(%) PT(%) . ternyata kesulitan siswa dalam mengembangkan kerangka cerpen dan mengungkapkan ide ke dalam sebuah cerpen dapat diatasi.119 Setelah dilaksanakan pembelajaran melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siklus II dengan tema yang masih sama. Perolehan Nilai Rata-Rata dan Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen pada Pratindakan. peningkatan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat dilihat pada tabel di bawah ini Tabel 23.

23 8.50 = 65 11.16 9.96 18.95 0.82 6.99 7.37 = 66 1.47 1.44 = 69 = 69 119 .68 14.94 7.18 1.08 14.05 = 61 7.85 8.65 0.01 16.77 0.40 = 71 1.38 = 60 61.73 22.75 = 77 SII 20.64 20.42 = 72 1.33 = 79 2.30 1.40 = 65 0.70 20.43 SII 4.29 1.03 = 70 6.15 = 62 7.20 2.75 = 59 7.27 = 65 8.10 = 71 11.43 7.80 = 80 1.97 = 72 15.64 16.30 8.62 = 87 1.43 6.12 9.82 16.SI 1 2 3 4 5 6 7 Nilai Ratarata 6.62 77.58 7.51 16.93 12.54 23.18 = 73 1.71 12.84 13.20 18.35 20.52 = 77 2.15 1.32 13.78 = 60 11.35 0.68 = 82 3.30 68.15 11.44 19.90 15.27 20.60 3.20 2.48 0.70 6.38 = 85 2.

Hal ini dapat dilihat pada hasil tes yang belum menunjukkan hasil yang memuaskan (belum mencapai kategori baik). aspek alur sebesar 58.5 (termasuk kategori cukup). perolehan nilai rata-rata kelas aspek tema dan amanat sebesar 65 (termasuk kategori cukup).9 (termasuk kategori kurang). Adapun faktor eksternal berasal dari pola pembelajaran 120 . Faktor internal ini dapat dilihat pada keterampilan siswa dalam aspek bahasa dan nonkebahasaan yang masih kurang.19 (termasuk kategori cukup). aspek latar sebesar 70. Pada hasil pratindakan. Pada pratindakan. Keterampilan siswa dalam menulis cerpen masih rendah disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. aspek tokoh dan penokohan sebesar 58.120 Keterangan: PT = Pratindakan SI = Siklus I SII = Siklus II 1 = Tema dan Amanat 2 = Alur 3 = Tokoh dan Penokohan 4 = Latar 5 = Diksi dan Gaya Bahasa 6 = Sudut Pandang 7 = Kepaduan Unsur-unsur Pembangun Cerpen Dari tabel di atas. Skor rata-rata ini berasal dari jumlah rata-rata masingmasing aspek yang dinilai.75 (termasuk kategori kurang). aspek diksi dan gaya bahasa sebesar 61. aspek sudut pandang sebesar 71 (termasuk kategori cukup).19 termasuk dalam kategori cukup. dapat diketahui bahwa keterampilan siswa setiap aspek penilaian menulis cerpen mengalami peningkatan. Uraian tabel tersebut dijelaskan secara rinci sebagai berikut. dan aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen sebesar 63.3 (termasuk kategori cukup). skor rata-rata kelas mencapai 63.

32% dari hasil pratindakan. dan aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen sebesar 65.43% dari skor pratindakan. aspek diksi dan gaya bahasa sebesar 65. aspek sudut pandang sebesar 73 (termasuk kategori cukup). (5) aspek diksi dan gaya bahasa meningkat sebesar 6. Meskipun hasil ini sudah mengalami peningkatan. Hasil ini mengalami peningkatan sebesar 7. tetapi nilai rata-rata ini belum mencapai target nilai yang telah ditetapkan.77% dari skor pratindakan. hasil tes menulis cerpen siklus I dengan rata-rata skor klasikal mencapai 69.94% dari skor pratindakan.3 (termasuk kategori cukup). Skor ini juga diperoleh dari penjumlahan tujuh aspek penilaian. monoton. ceramah. dan aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen meningkat sebesar 14.99% dari skor pratindakan. dan terkesan hanya mengejar materi pelajaran tanpa pertimbangan pengalaman yang akan didapatkan siswa dalam pembelajaran. (3) aspek tokoh dan penokohan meningkat sebesar 16. aspek tokoh dan penokohan sebesar 68.8 (termasuk kategori cukup).4 (termasuk kategori baik). .5 (termasuk kategori baik).51% dari skor pratindakan. Selanjutnya. Pola pembelajaran yang lebih mengutamakan teori. Adapun peningkatan tiap aspek penilaian siklus I terhadap nilai rata-rata tiap aspek penilaian pratindakan yaitu (1) aspek tema dan amanat meningkat sebesar 20.4 (termasuk kategori baik). (6) aspek sudut pandang meningkat sebesar 2. (4) aspek latar meningkat sebesar 2.7 dan termasuk kategori cukup. aspek latar sebesar 72. Perolehan aspek tema dan amanat sebesar 78.84% dari skor pratindakan. (2) aspek alur meningkat sebesar 9.82% dari skor pratindakan.121 guru yang masih tradisional dan kurang bervariasi. aspek alur sebesar 67.5 (termasuk kategori cukup).

121 .

hal ini disebabkan siswa mengabaikan aspek ini dan menganggapnya mudah. . Pada aspek yang terakhir yaitu kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen siswa sudah cukup baik dalam menulis cerpen. Aspek tokoh dan penokohan siswa juga sudah dapat menghadirkan tokoh dengan karakternya yang menarik. Berdasarkan pada uraian di atas. peningkatan skor rata-rata dari pratindakan ke siklus I yang paling besar yaitu pada aspek yang kedua yaitu alur. Pada aspek diksi dan gaya bahasa siswa sudah dapat menggunakan kata-kata yang sesuai dengan konteksnya. namun masih ada beberapa siswa yang belum bisa menghadirkan tokoh dengan karakternya yang menarik. Pada aspek tema dan amanat. walaupun ada beberapa siswa yang menyimpang dari tema yang telah ada dalam teks lagu. terbukti dengan hasil cerpen yang cukup menarik. Pada aspek latar siswa sudah dapat menentukan latar yang cocok sesuai dengan situasi dan kondisi dalam cerpen yang ditulisnya.122 Nilai pada aspek menulis cerpen siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang semua mengalami peningkatan dari hasil pratindakan. jadi siswa lumayan tidak mengalami kesulitan. siswa sudah bisa mengaplikasikan tema dan amanat berdasarkan teks lagu yang digunakan sebagai media sudah cukup baik. Pada aspek sudut pandang siswa sudah bisa menggunakan kata ganti untuk menjelaskan tokoh dengan baik. Pada aspek alur siswa sudah banyak mengalami peningkatan karena alur dalam menulis cerpen sudah ada. Hal ini terjadi karena pembuatan alur dalam menulis cerpen berdasarkan teks lagu yang digunakan sebagai media dalam metode latihan terbimbing pembelajaran menulis cerpen. Adapun peningkatan skor rata-rata dari pratindakan ke siklus I yang paling kecil yaitu pada aspek sudut pandang.

122 .

8 (termasuk kategori baik).64% dari skor siklus I. aspek latar sebesar 86. diperoleh nilai rata-rata kelas 78. Dengan demikian tindakan siklus III.29% dari skor siklus I.123 Berikutnya.75 (termasuk kategori cukup).8 (termasuk kategori baik). aspek tokoh dan penokohan sebesar 70.5 (termasuk kategori baik). Hal ini disebabkan karena pada siklus II ini siswa sudah mulai terbiasa mengungkapkan idenya dan imajinasinya ke dalam cerpen. aspek sudut pandang sebesar 84. aspek alur sebesar 76.44% dari skor siklus I. mereka semakin terampil menggunakan kata-kata serta gaya bahasa yang tepat dalam menulis . pada hasil tes menulis cerpen siklus II. dan aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen sebesar 71.8 dan termasuk dalam kategori baik.20% dari skor siklus I.5 (termasuk kategori baik). dan aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen meningkat sebesar 12. Adapun peningkatan tiap aspek penilaian siklus II terhadap nilai rata-rata tiap aspek penilaian siklus I yaitu (1) aspek tema dan amanat meningkat sebesar 4.75 (termasuk kategori baik). tidak perlu dilakukan. (5) aspek diksi dan gaya bahasa meningkat sebesar 20. (4) aspek latar meningkat sebesar 19. (6) aspek sudut pandang meningkat sebesar 16. (2) aspek alur meningkat sebesar 18.82% dari skor siklus I.5 (termasuk kategori baik). (3) aspek tokoh dan penokohan meningkat sebesar 3.16% dari skor siklus I.60% dari skor siklus I. aspek diksi dan gaya bahasa sebesar 79. Peningkatan skor rata-rata siklus I ke siklus II yang paling besar yaitu pada aspek diksi dan gaya bahasa. Pencapaian skor ini menunjukkan bahwa pembelajaran menulis cerpen pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang dapat dikatakan berhasil karena sudah mencapai target yaitu berada pada kategori baik. Perolehan skor aspek tema dan amanat sebesar 81.

123 .

Hasil Keterampilan Menulis Cerpen pada . siklus I. Adapun peningkatan skor rata-rata siklus I ke siklus II yang paling kecil yaitu pada aspek tokoh dan penokohan hal ini disebabkan pada siklus I nilai tokoh dan penokohan sudah berada pada kategori baik. kreativitas.124 cerpen. prestasi dan efektivitas pembelajaran siswa dalam menulis cerita pendek serta dapat meningkatkan apresiasi sastra siswa khususnya terhadap karya sastra yang berupa cerpen. Peningkatan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang dari pratindakan. dan siklus II dapat dilihat pada diagram batang sebagai berikut 80 70 60 50 40 30 20 10 0 PT SI S II 69 77 61 Diagram batang 4. Peningkatan keterampilan siswa dalam menulis cerpen merupakan bukti bahwa pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat meningkatkan kualitas. jadi peningkatan pada siklus II tidak terlalu besar.

2=Baik. 3=Cukup.Pratindakan. 124 . 5=Sangat Kurang. dan Siklus II Keterangan: 1=Sangat Baik. 4=Kurang. Siklus I.

Perubahan perilaku tersebut diperoleh dari observasi. Siswa terlihat sangat bersungguhsungguh dalam mengikuti penjelasan dari guru. Sebanyak 8 siswa atau sebesar 20% dari jumlah keseluruhan siswa yang mondar-mandir atau jalan-jalan untuk kepentingan yang tidak jelas pada saat proses pembelajaran berlangsung. Hal ini dibuktikan dengan data pada hasil observasi siswa yang tercatat ada 11 atau sebesar 27.125 4. masih ada beberapa siswa yang melakukan perilaku negatif walaupun jumlahnya lebih sedikit daripada siswa yang melakukan perilaku positif dalam mengikuti proses pembelajaran tersebut. dan mereka sudah lebih aktif dalam mengikuti pelajaran dibandingkan pada siklus I. yang dipaparkan dalam uraian di bawah ini.2. Perilaku negatif pada siklus I. wawancara dan dokumentasi foto.2 Perubahan Perilaku Siswa Kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang dalam mengikuti Pembelajaran Menulis Cerpen Pembahasan selanjutnya yaitu mengenai perubahan perilaku siswa dalam mengikuti proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siklus I dan siklus II. Siswa yang melakukan perilaku negatif berbicara dan bercanda dengan temannya menurun dari 11 siswa atau sebesar .5% dari jumlah keseluruhan siswa yang berbicara dan bercanda dengan temannya pada saat proses pembelajaran menulis cerpen. pada siklus II banyak berkurang. Pada siklus II sudah ada perubahan perilaku siswa yaitu siswa sudah mengikuti proses pembelajaran menulis cerpen dengan baik dan dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman. Dari hasil nontes yaitu melalui observasi dapat dilihat bahwa pada siklus I siswa belum mengikuti proses pembelajaran menulis cerpen dengan baik. jurnal.

125 .

Selain itu pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu siswa semakin berminat menulis cerpen. Berdasarkan hasil angket dari siklus I ke siklus II diperoleh hasil bahwa sebagian dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan setuju bahwa metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam menulis cerpen sangat menyenangkan dan dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam menulis cerpen. Dari hasil foto (gambar 3) . Berdasarkan hasil wawancara didapatkan hasil bahwa siswa senang dan tertarik dengan pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Berdasarkan hasil jurnal dari siklus I ke siklus II yaitu siswa semakin senang terhadap metode latihan terbimbing dengan media teks lagu yang dihadirkan guru (peneliti).126 27. Sedangkan siswa yang berjalan-jalan atau mondarmandir pada saat berlangsungnya proses pembelajaran tidak ada. Berdasarkan hasil dokumen foto siklus I ke siklus II yaitu siswa semakin tertib dan aktif dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Menurut sebagian besar dari jumlah siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang yang menyatakan bahwa metode tersebut dapat mempermudah mereka dalam menulis cerpen karena kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi dapat diatasi dengan metode tersebut. Siswa juga dapat mengambil manfaat dari pembelajaran tersebut. Selain itu metode tersebut juga dapat memotivasi dan menumbuhkan minat bagi siswa untuk menulis cerpen.5% dari jumlah keseluruhan siswa menjadi 2 siswa atau sebesar 5% dari jumlah keseluruhan siswa. siswa semakin tahu banyak tentang cerpen dan bagaimana menulis cerpen.

126 .

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa belajar menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu mampu meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen. sedangkan pada siklus II yang ditunjukkan pada gambar 6.127 menunjukkan aktivitas saat menulis cerpen pada siklus I. terlihat masih ada siswa yang melakukan perilaku negatif yaitu bercanda dengan temannya saat proses belajar di kelas. terdapat perubahan perilaku yaitu dari perilaku negatif ke perilaku positif siswa dalam mengikuti proses pembelajaran menulis cerita pendek. Berdasarkan kedua gambar tersebut dapat disimpulkan bahwa perilaku negatif siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen mengalami peningkatan. . siswa terlihat sangat serius dalam menulis cerpen. Selain itu.

127 .

Keterampilan menulis cerpen siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang mengalami peningkatan sebesar 20.44% setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. peneliti menyimpulkan sebagai berikut: 1.05) atau meningkat sebesar 15. . Perolehan hasil rata-rata nilai tes menulis cerpen ini menunjukkan bahwa pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang dapat meningkat dan berhasil.62) kemudian pada siklus II diperoleh hasil rata-rata sebesar 77 (hasil pembulatan ke bawah dari 77.Perilaku siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu mengalami perubahan ke arah positif. Perubahan tersebut ditunjukkan dengan perilaku siswa yang lebih serius dan bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran menulis cerpen.30) dan pada siklus I diperoleh hasil rata-rata sebesar 69 (hasil pembulatan ke atas dari 68. Hasil rata-rata tes menulis cerpen pratindakan sebesar 61 (hasil pembulatan ke bawah dari 61.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan. 2.120 BAB V PENUTUP 5.75% dari siklus I.

120 .

sebelum melakukan penelitian. . penulis memberikan saran. Selain itu.Peneliti lain dapat melakukan penelitian yang serupa dengan metode yang berbeda. 2.Guru bahasa dan sastra Indonesia dapat menggunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam membelajarkan menulis cerpen kepada siswa karena metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen dan dapat memotivasi siswa menulis cerpen. peneliti lain hendaknya mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan proses penelitian dengan matang agar dalam melakukan penelitian kesalahan-kesalahan teknis dapat diminimalisir. 1. peneliti memberikan saran sebagai berikut.2 Saran Berdasarkan simpulan hasil penelitian tersebut.121 5.

121 .

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Diharapkan dari penelitian ini hasil belajar dapat lebih maksimal. yaitu proses tindakan siklus I dan proses tindakan siklus II. Perencanaan . Perencanaan 2. Keempat tahap dalam sebuah PTK dapat digambarkan sebagai berikut: 1. Dengan demikian. penelitian ini sifatnya berbasis kelas. karena dilakukan dengan melibatkan komponen yang terdapat di dalam proses belajar mengajar di dalam kelas.1Desain Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu penelitian tindakan kelas. yang lazim disebut PTK. dan metode pembelajaran Tujuan dari penelitian ini tidak lain adalah untuk memperbaiki pembelajaran menulis dan meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.BAB III METODE PENELITIAN 3. dan diterapkan dalam dua siklus. materi pelajaran. Empat tahapan digunakan secara sistematis dalam proses penelitian ini.

Refleksi Siklus I 2. Pengamatan 40 3. Tindakan Siklus II 3. Pengamatan .4.

3. dan segala hal yang perlu dilakukan pada tahap tindakan. Kegiatan yang dilakukan berupa renungan atau pemikiran terhadap wawancara dengan guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. dan refleksi.1.1 Perencanaan Tahap ini dimulai dengan refleksi awal.1. 4. tindakan pembelajaran yang dilakukan akan lebih terarah dan sistematis.1. Refleksi 2.1 Proses Tindakan Siklus I Proses penelitian tindakan kelas dalam siklus I terdiri dari empat tahap. uraian selengkapnya dijelaskan di bawah ini. peneliti memerlukan kajian awal berupa renungan atau refleksi awal sebagai studi pendahuluan sebelum melakukan perencanaan penelitian. tindakan. Proses penelitian tersebut dapat diuraikan sebagai berikut: 3. Dengan adanya perencanaan. Dengan demikian dalam tahap perencanaan. pengamatan. (2) . Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui semua gejala atau informasi tentang situasi-situasi yang relevan dengan topik penelitian. yaitu perencanaan. Kegiatan dilanjutkan dengan perencanaan pembelajaran yang dilakukan sebagai upaya memecahkan segala permasalahan yang dilakukan yang telah ditemukan pada refleksi awal.41 Namun dalam hal ini. Tindakan Langkah-langkah proses perencanaan ini antara lain: (1) menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran yang berisi langkah-langkah yang dilakukan guru di samping bentuk-bentuk kegiatan yang dilakukan siswa dalam rangka implementasi tindakan perbaikan tindakan yang telah direncanakan.

memancing siswa menyampaikan hambatan yang dialami saat proses pembelajaran menulis cerpen. yang dapat digunakan untuk mempermudah menentukan tema .42 mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung yang diperlukan di kelas. (4) melakukan simulasi (bermain peran) pelaksanaan tindakan untuk menguji keterlaksanaan rancangan.2Tindakan Tindakan yang dilakukan peneliti dalam meneliti proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siklus I ini sesuai tindakan dengan perencanaan yang telah disusun. Tahap persiapan ini berupa kegiatan guru menyapa siswa.1. tahap pelaksanaan. (3) guru memberikan teks lagu ”Dunia Milik Berdua” dinyanyikan oleh Melly Goeslow. Tindakan ini meliputi tiga tahap yaitu tahap persiapan. seperti media pembelajaran dan alat peraga. Tahap persiapan yaitu tahap mengkondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran. menanyakan keadaan. (3) mempersiapkan cara merekam dan menganalisis data mengenai proses dan hasil tindakan perbaikan.1. Tahap ini meliputi beberapa bagian. dan tahap tindak lanjut. antara lain: (1) guru memberikan materi tentang unsurunsur pembangun cerpen. 3. Tindakan yang dilakukan peneliti secara garis besar adalah melaksanakan proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. sehingga dapat menumbuhkan kepercayaan diri dalam pelaksanaan yang sebenarnya. Tahap pelaksanaan yaitu tahap melakukan kegiatan pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. (2) guru memberikan langkah-langkah dalam menulis cerpen.

(7) siswa yang lain menanggapi hasil pekerjaan temannya. Pengambilan data dilakukan melalui tes dan nontes. 3. apa masalahnya. Hal ini memperkuat data yang lain.1. dan bagaimana cerita ditutup. . siapa tokoh antagonisnya. bagaimana latarnya dari mana awal ceritanya. (5) hasil pekerjaan siswa dikumpulkan. baik aktivitas siswa selama melakukan kegiatan pembelajaran maupun respon siswa terhadap metode dan media pembelajaran. Dalam proses pengamatan ini. (3) dokumentasi foto yang sangat penting sebagai laporan berupa gambaran aktivitas siswa selama penelitian. mengarahkan siswa untuk memperhatikan tiap baris dalam lagu tersebut yang dapat digunakan sebagai kerangka karangan dari jalan cerita. (4) siswa diminta untuk membuat cerpen dengan media teks lagu. (6) salah satu siswa membacakan hasil pekerjaan itu untuk dijadikan contoh. data diperoleh melalui beberapa cara. akan diungkap segala peristiwa yang berhubungan dengan pembelajaran. Dalam pengamatan ini.1.3Pengamatan Pengamatan atau yang sering disebut observasi dilakukan selam proses pembelajaran berlangsung. (5) guru berkeliling untuk memberikan bimbingan kepada siswa yaitu mengarahkan siswa untuk dapat menemukan ide cerita dan merumuskannya ke dalam tema yang sudah ada dalam teks lagu. (2) observasi siswa untuk mengetahui semua perilaku atau aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung.43 dan dapat juga untuk menentukan alur dengan teks lagu tersebut. antara lain (1) tes tertulis untuk mengetahui kemampuan menulis cerpen siswa serta peningkatannya setelah melakukan selama dua siklus. berdasarkan lirik yang ada dalam teks lagu siswa diarahkan untuk dapat bermain dengan imajinasinya untuk dapat mengembangkan kerangka karangan tersebut. siswa diarahkan untuk menentukan siapa tokoh utamanya.

3. Semua data tersebut nantinya dijelaskan dalam bentuk deskripsi secara lengkap. sehingga perlu perencanaan ulang dan tindakan ulang.2Proses Tindakan Siklus II Proses tindakan pada siklus II merupakan kelanjutan dari siklus I. apa yang telah dihasilkan atau yang belum berhasil dituntaskan dengan tindakan perbaikan yang telah dilakukan. Siklus ini sekaligus digunakan dalam refleksi untuk melakukan siklus II. Siklus I bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis cerpen pada tahap awal tindakan penelitian. Siklus II ini digunakan untuk mengetahui peningkatan kemampuan menulis cerpen setelah dilakukan perbaikan-perbaikan terhadap pelaksanaan proses belajar mengajar yang didasarkan pada siklus I. hasil observasi. 3. dan .44 yakni sebagai pemerjelas dan pendukung data yang lain. perbaikan pada proses pembelajaran siklus II terletak pada persiapan pembelajaran. Hasil refleksi digunakan untuk menetapkan langkah lebih lanjut dalam upaya mencapai tujuan PTK. hasil angket dan hasil wawancara. Dengan kata lain refleksi merupakan pengkajian terhadap keberhasilan atau kegagalan dalam mencapai tujuan. Pada tahap ini yang dilakukan oleh peneliti yaitu menganalisis hasil tes.1. pengkondisian suasana pembelajaran agar lebih tenang dan konsentrasi. hasil jurnal.1. Penelitian dilakukan dengan melalui dua siklus. Setelah dianalisis akan terlihat permasalahan atau muncul pemikiran baru yang memerlukan tindakan baru.4Refleksi Refleksi di dalam PTK adalah upaya untuk mengkaji apa yang telah terjadi.1.

(2) menyusun pedoman pengamatan yaitu meliputi tes tertulis.1 Perencanaan Langkah-langkah proses perencanaan ini antara lain: (1) mengadakan perbaikan rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan tindakan yang akan dilakukan. Langkah-langkah siklus II adalah perencanaan. dijelaskan terlebih dahulu kesalahan-kesalahan yang terjadi pada siklus I. Ada beberapa perubahan antara lain sebelum siswa memulai menulis cerpen.1. wawancara. dengan menekankan pada penjelasan tentang pentingnya menulis cerpen. dan refleksi atau evaluasi. observasi siswa. Teks lagu .2Tindakan Tindakan yang dilakukan peneliti dalam meneliti proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siklus II ini sesuai dengan tindakan dengan perencanaan yang telah disusun. Teks lagu yang digunakan dalam tindakan pada siklus II ini berbeda dengan teks lagu pada tindakan pada siklus I. kemudian siswa diberi arahan dan bimbingan agar dalam pelaksanaan kegiatan menulis cerpen pada siklus II menjadi lebih baik.2. 3. serta (3) menyusun rancangan evaluasi program.45 pemilihan teks lagu yang lebih menarik. teks lagu pada siklus II mempunyai karakteristik yang sama dengan teks lagu pada tindakan pada siklus I. Tindakan yang dilakukan pada siklus II berbeda dengan tindakan siklus I walaupun ada tindakan dalam siklus I yang tetap dilakukan pada siklus II.2. pengamatan. tindakan.1. 3. jurnal siswa dan jurnal guru. walaupun berbeda namun.

4Refleksi Refleksi ini diperoleh dengan memperhatikan hasil tes tertulis dan hasil nontes yang meliputi observasi siswa. Pada siklus II ini. keaktifan siswa dalam mengerjakan tugas. jurnal guru. 3. dan cara siswa menyampaikan tanggapan. cara siswa menyampaikan hasil tugasnya. serta untuk mengetahui perubahan perilaku siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran.2. Penelitian ini . dan dokumentasi foto. subjek yang menjadi sasaran penelitian yaitu kemampuan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang.2. 3. 3. wawancara.1.46 yang digunakan pada tindakan pada siklus II yaitu“Cinta Sejati” yang dinyanyikan oleh Ari Laso.2 Subjek Penelitian Dalam penelitian tindakan kelas ini. evaluasi dilakukan untuk mengetahui keefektifan penggunaan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam menulis cerpen dan untuk melihat peningkatan kemampuan menulis cerpen.3Pengamatan Pengamatan terhadap siswa dilakukan selama pembelajaran berlangsung. pada siklus I ini terlihat peningkatan hasil tes dan perilaku siswa. Perilaku siswa yang diamati antara lain keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan.1.

3)Kelas X-7 memiliki keterampilan menulis cerpen rendah.47 hanya dilakukan di salah satu kelas yaitu kelas X-7. Dipilihnya kelas X-7 sebagai responden penelitian didasarkan beberapa pertimbangan sebagai berikut: 1)Sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Di dalam kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) kelas X semester dua terdapat beberapa kompetensi dasar. yang terdiri atas 12 siswa putra. Padahal menulis merupakan tuntutan kurikulum. Proses pembelajaran menulis cerpen yang dilakukan selama ini masih menggunakan metode ceramah tanpa bantuan media pembelajaran. yang jumlahnya 40 siswa.3 Variabel Penelitian Variabel adalah gejala yang menjadi pusat peneliti untuk diteliti yang menjadi atribut dari sekelompok objek yang mempunyai variasi antara satu . Maka diperlukan usaha untuk meningkatkan keterampilan menulis tersebut salah satunya yaitu dengan mengubah metode yang biasa digunakan oleh guru melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. salah satunya yaitu kemampuan mengungkapkan pengalaman diri sendiri atau orang lain ke dalam cerpen. dan 28 siswa putri. 3. 2)Hasil wawancara dengan Guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan guru mata pelajaran kelas X-7 diperoleh informasi bahwa siswa kelas X-7 memiliki kemampuan menulis cerpen yang rendah.

4 Instrumen Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas instrumen tes. (7) kepaduan antarunsur pembangun cerpen . 3. Tes ini bertujuan mengetahui kemampuan siswa dalam menulis cerpen melalui latihan terbimbing dengan media teks lagu. (6) sudut pandang yang digunakan. Dalam penelitian ini terdapat dua macam variabel. dan dokumentasi yang berbentuk foto. 3. yaitu kemampuan menulis cerpen dan penggunaan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Kriteria penilaian menulis cerpen meliputi : (1) tema dan amanat yang disampaikan. (4) latar yang ditampilkan. (3) penyusunan alur.1Instrumen Tes Bentuk instrumen tes yaitu tes menulis cerpen. Tes menulis cerpen adalah tes yang menuntut siswa untuk menulis cerpen. nontes. Waktu yang digunakan untuk menulis cerpen adalah 60 menit. (2) tokoh dan penokohannya.48 dengan yang lainnya dalam kelompok itu (Sugiyono 2003:21). (5) diksi dan gaya bahasa.4. Alat tes menulis cerpen berupa lembar tugas berisi perintah kepada siswa untuk menulis cerpen.

Aspek 1. Tokoh dan 16-20 Penggambaran penokohan jelas tokoh dan Sangat baik penokohan . Tema amanat 11-15 6-10 0-5 Aspek Skor dan 16-20 Penilaian Menulis Cerpen Kriteria Kategori 100 10 20 Tema dan amanat sangat relevan Sangat baik dengan cerpen yang ditulis Tema dan amanat cukup relevan Baik dengan cerpen yang ditulis Tema dan amanat kurang relevan Cukup dengan cerpen yang ditulis Tema dan amanat tidak relevan Kurang dengan cerpen yang ditulis 2. Skor Penilaian Tes Menulis Cerpen Aspek -Tema dan amanat -Tokoh dan penokohan -Alur -Latar Skor Maksimal 10 20 20 10 -Diksi dan gaya bahasa 10 -Sudut pandang -Kepaduan unsur.unsur pembangun cerpen Jumlah Tabel 2.49 Tabel 1.

11-15 6-10 0-5 Penggambaran Penggambaran Penggambaran tokoh tokoh tokoh dan Baik dan Cukup dan kurang penokohan cukup jelas penokohan kurang jelas penokohan tidak jelas .

waktu. dan Sangat baik suasana yang menggambarkan terjadinya peristiwa dalam cerpen sangat tepat Baik Pemilihan tempat. dan 3-5 Cukup 0-2 suasana yang menggambarkan terjadinya peristiwa dalam cerpen sangat tepat Pemilihan tempat. Latar 9-10 6-8 Pemilihan tempat. waktu. waktu. suasana yang menggambarkan terjadinya peristiwa dalam cerpen sangat tepat Kurang dan . Alur 16-20 11-15 Rangkaian peristiwa dalam cerpen Sangat baik disusun secara logis dan sesuai dengan lirik dalam teks lagu Rangkaian peristiwa dalam Baik cerpen disusun cukup logis dan cukup sesuai dengan lirik dalam teks lagu Rangkaian peristiwa dalam cerpen disusun kurang logis dan kurang sesuai dengan lirik dalam teks lagu Rangkaian peristiwa dalam cerpen disusun tidak logis dan tidak sesuai dengan lirik dalam teks lagu 6-10 Cukup 0-5 Kurang 4. waktu.50 3. dan suasana yang menggambarkan terjadinya peristiwa dalam cerpen cukup tepat Pemilihan tempat.

5. Diksi dan gaya bahasa 9-10 6-8 3-5 0-2 Penggunaan diksi dan gaya bahasa Sangat baik sesuai dengan situasi Penggunaan diksi dan gaya bahasa Baik cukup sesuai dengan situasi Penggunaan diksi dan gaya bahasa Cukup kurang sesuai dengan situasi Penggunaan diksi dan gaya bahasa Kurang tidak sesuai dengan situasi .

Pedoman Penilaian Kemampuan Menulis Cerpen No Nilai 1 2 3 4 5 85 – 100 75 . dapat diketahui kemampuan siswa dalam menulis cerpen berhasil dengan .84 60 – 74 50 – 59 0 – 49 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Berdasarkan pedoman penilaian penilaian kemampuan menulis cerpen tersebut.51 6. Sudut pandang 9-10 6-8 3-5 0-2 Sudut pandang yang digunakan Sangat baik dapat menjelaskan tokoh Sudut pandang yang digunakan Baik cukup dapat menjelaskan tokoh Sudut pandang yang digunakan Cukup kurang dapat menjelaskan tokoh Sudut pandang yang digunakan Kurang tidak dapat menjelaskan tokoh 8. Kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen 16-20 11-15 Kepaduan unsur-unsur pembangun Sangat baik cerpen sudah tepat Kepaduan unsur-unsur pembangun Baik cerpen cukup tepat Kepaduan unsur-unsur pembangun Cukup cerpen kurang tepat Kepaduan unsur-unsur pembangun Kurang cerpen tidak tepat 6-10 0-5 Tabel 3.

berhasil cukup baik. . dan tidak berhasil.sangat baik. kurang berhasil. berhasil baik.

dan siswa yang tidak berhasil yaitu siswa yang memperoleh nilai 0-49. tercoba. atau paling tidak secara langsung. berkaitan dengan laku kognitif. Teknik nontes diperlukan untuk mendapatkan data yang tidak . Pertanyaan-pertanyaan yang ada bertujuan memperoleh data . siswa yang berhasil dengan kategori cukup baik yaitu siswa yang memperoleh nilai 6074. Respon positif siswa maupun respon negatif siswa terhadap menulis cerpen melalui latihan terbimbing dengan media teks lagu diamati dengan sebaik-baiknya agar menghasilkan data yang akurat. 2)Pedoman Wawancara Pedoman wawancara berisi beberapa pertanyaan untuk siswa sebagai respondennya. siswa yang berhasil dengan kategori kurang baik yaitu siswa yang memperoleh nilai 50-59.2Instrumen Nontes Teknik nontes alat penilaian yang dipergunakan untuk mendapatkan informasi tentang keadaan di tertes (testi.4. inggris testee) tanpa dengan alat tes. siswa yang berhasil dengan baik adalah siswa yang memperoleh nilai 75-84. 3.52 Siswa yang berhasil sangat baik adalah siswa yang memperoleh nilai 85-100. 1)Pedoman Observasi Observasi dilakukan untuk mengambil data melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku siswa pada proses belajar mengajar yang terjadi selama proses penelitian. Pedoman pengamatan atau observasi ini adalah sikap positif maupun negatif siswa pada proses belajar mengajar menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.

Pelaksanaan pemberian angket ditujukan kepada semua siswa yang menjadi responden dalam penelitian ini. dan kesulitan yang dirasakan dalam menulis cerpen melalui latihan terbimbing dengan media teks lagu. Angket diberikan setelah pembelajaran pada siklus I selesai dilakukan. 4)Pedoman Jurnal Guru dan Jurnal Siswa Pedoman jurnal guru digunakan untuk mengetahui segala sesuatu yang terjadi pada proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. yaitu: (1) kegiatan guru dalam proses pembelajaran. 3)Angket Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden. pendapat siswa tentang metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. . Pertanyaan dalam angket adalah tentang sekitar kejadian dalam proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Jurnal dibuat oleh guru.53 tentang respon siswa terhadap meteri keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Dalam penelitian ini. aspek yang diungkap melalui wawancara antara lain perasaan siswa saat mendapatkan latihan dan bimbingan dengan media teks lagu dalam menulis cerpen. Jurnal tersebut dibuat setiap akhir pembelajaran pada sebuah lembar yang telah dipersiapkan. kesan siswa saat mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Garis besar isi angket antara lain. (3) penelitian proses pembelajaran. (2) minat siswa terhadap metode yang digunakan guru.

dan ruang lingkup tes yang dirancang untuk pengukuran. 3. pendapat pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Validitas isi dilakukan dengan menyesuaikan aspek keterampilan menulis cerpen berdasarkan landasan teori yang ada. dan pada saat guru memberikan bimbingan kepada siswa saat pembelajaran. Validitas isi adalah derajat tes yang menggambarkan esensi. dapat memperjelas data yang lain. Hasil dari pengambilan gambar ini dideskripsikan dan dipadukan dengan data lain. 6)Pengambilan gambar dilakukan pada saat siswa melakukan beberapa aktivitas yaitu menulis cerpen.3Validitas Instrumen Uji instrumen ini menggunakan validitas isi dan permukaan. peneliti memandang perlu menggunakan dokumentasi sebagai salah satu data instrumen nontes. Dalam penelitian ini. Aspek pertanyaan yang digunakan dalam jurnal guru meliputi kesan yang dirasakan setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. . (Sevilla dalam Hardani 2006:39). 5)Dokumentasi (Foto) Metode dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengambilan gambar (foto). topik-topik. Dokumentasi merupakan data yang cukup penting sebagai bukti terjadinya suatu peristiwa. Foto yang diambil sebagai sumber data.54 Jurnal guru berisi pendapat dan seluruh kejadian yang dianggap penting selama pembelajaran berlangsung secara tertulis.4.

3. yang selanjutnya sebagai dasar untuk melengkapi siklus II.5. Validitas permukaan dilakukan dengan cara dikonsultasikan dengan dosen pembimbing dan guru. Teknik tes digunakan untuk mengetahui tingkatan kemampuan menulis cerpen melalui latihan terbimbing dengan media teks lagu.55 Validitas permukaan (paras) adalah tipe validitas yang berkaitan dengan tipe tes. 3. Hasil tes siklus I dianalisis tersebut dapat diketahui kelemahan siswa. Tipe validitas ini tidak didukung oleh bukti-bukti bahwa tes tersebut dapat mengukur sesuatu (Sevilla dalam Hardani 2006:39). sehingga dari pendapat mereka dapat disepakati bahwa instrumen yang akan digunakan dalam penelitian sudah valid. Tes dilakukan sebanyak dua kali. 2002:196).5 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah teknik tes dan nontes.1Teknik Tes Teknik tes adalah teknik yang dilakukan untuk memperoleh data dengan menggunakan tes. yaitu pada siklus I dan pada siklus II. Teknik nontes digunakan untuk mengetahui perubahan tingkah laku siswa setelah pembelajaran menulis cerpen melalui latihan terbimbing dengan media teks lagu. Hasil siklus II dianalisis sehingga dapat diketahui peningkatan kemampuan menulis cerpen melalui latihan terbimbing dengan media teks lagu. .. Materi tes mengacu pada aspek-aspek menulis cerpen. Tes digunakan untuk mengukur dasar dan pencapaian prestasi (Arikunto.

Perilaku positif atau negatif ini sudah dituliskan pada lembar observasi siswa. dan lain-lain. Teknik nontes meliputi lembar observasi. . Observator kedua ini juga mengadakan pengamatan sesuai dengan pedoman observasi kelas. guru mata pelajaran. Maksudnya observator kedua mengamati keadaan siswa secara keseluruhan pada saat membelajarkan materi menulis cerpen kepada siswa.2Teknik Nontes Teknik nontes digunakan untuk mengetahui sejauh mana perubahan perilaku siswa diadakan proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Wawancara ditujukan kepada orangorang yang bersangkutan dengan penelitian. 1)Observasi Observasi dalam PTK ini dilakukan oleh dua orang. siswa yang telah dipilih. 2)Wawancara Wawancara dilakukan oleh peneliti secara bebas terpimpin. Artinya peneliti terlebih dahulu membuat pedoman wawancara yang kemudian dikembangkan sendiri pada saat wawancara.56 3. kepala sekolah. angket. Pihak-pihak yang bersangkutan tersebut antara lain. peneliti tinggal memberi tanda cek list saja. dan dokumentasi foto. Peneliti mengamati perilaku positif dan negatif yang muncul pada siswa. jurnal siswa dan guru.5. Observator yang kedua dilakukan oleh orang lain yang tugasnya adalah mengobservasi kelas. wawancara. Observator yang pertama adalah peneliti sendiri.

Tingkah laku siswa yang perlu diambil gambarnya. Hal ini bertujuan untuk memudahkan siswa dalam memberi jawaban dan kemudahan peneliti menganalisisnya.57 3)Jurnal Jurnal guru dan siswa diisi pada akhir pembelajaran menulis cerpen. 4)Angket Angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup. 5)Dokumentasi Foto Foto digunakan untuk merekam perilaku selama pembelajaran berlangsung. pada saat guru membimbing dalam penulisan cerpen. dan STS (sangat tidak setuju). Jurnal guru digunakan oleh guru untuk mendeskripsikan atau mencatat fenomena-fenomena pada saat pembelajaran menulis cerpen yaitu respon siswa terhadap pembelajaran. yaitu pada saat siswa menulis cerpen. S (setuju). keaktifan siswa. dan pada saat menggunakan media teks lagu. Jurnal guru diisi oleh guru ketika pembelajaran sudah berakhir. serta tingkah laku pada saat pembelajaran berlangsung. Pada angket responden tinggal membubuhkan tanda cek list (√) pada kolom SS (sangat setuju). Jurnal siswa berisi pada tentang kesulitan siswa dalam menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. TS (tidak setuju). Angket diberikan kepada siswa setelah pembelajaran menulis cerpen. Foto ini merupakan bukti otentik mengenai tingkah laku siswa pada saat pembelajaran menulis cerpen. . Jurnal diisi pada akhir pembelajaran. Angket ini diisi setelah siswa mengisi jurnal. Gambar yang sudah diambil selanjutnya dideskripsikan sesuai dengan kondisi pada saat itu. Pengisian angket lebih mudah dibandingkan dengan jurnal.

6. Rumus-rumus penelitian adalah sebagai berikut: NP = SM 100 .Menghitung persentase nilai.Menghitung nilai rata-rata.Menghitung nilai masing-masing aspek c. Nilai dihitung dengan menggunakan persen atau disebut percentages correction (Hardani 1997:41).1Analisis kuantitatif Analisis kuantitatif dilakukan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil tes secara tertulis.58 3.Merekap nilai yang diperoleh siswa b. d. Hasil analisis hasil tes secara kuantitatif dihitung secara persentase dengan langkah-langkah sebagai berikut: a.6 Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu secara kuantitatif dan kualitatif 3.

Analisis data secara kualitatif dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: a.Mengkategorisasikan Analisis data secara kualitatif ini digunakan untuk mengetahui perubahan perilaku siswa dalam menulis cerpen pada siklus I dan siklus II.59 3. digunakan lembar angket.2Analisis Kualitatif Analisis data secara kualitatif dilakukan untuk menganalisis data nontes yang diperoleh dari siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Untuk memperoleh data nontes dari responden.Menyusun dalam satuan-satuan c. Responden memberikan jawaban sesuai dengan kriteria yang dilakukan peneliti. . dan pedoman wawancara. Selain itu data nontes juga digunakan untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap metode pembelajaran yang digunakan. lembar pengamatan.6.Menelaah seluruh data yang diperoleh dari hasil nontes b.

Yogyakarta: Kota Kembang Menulis. Yogyakarta:ANDI Jabrohim. Jakarta: Erlangga Endraswara. 1994. Media Pengajaran . Prosedur Penelitian . Skripsi: Universitas Negeri Semarang Gie. Sastra. Burhan. 2003. dkk. Suharsimi. Jakarta: Grasindo Diknas 2005. Suwardi. 2002. Hardani. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Rahayu. 1996. The Liang. Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Narasi Siswa Kelas VIIA SMP Negeri 1 Limpung dengan Teknik Menulis Buku Harian . Bandung: Sinar Baru Algensindo Nurgiantoro. 2003. Semarang: UNNES Press Nana Sudjana dan Ahmad Rivai. Bimbingan Konseling. 2004. Skripsi: Universitas Negeri Semarang 130 . 1987. Membaca. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Djamarah. Terampil Mengarang. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Kholifah. Belajar dan Pembelajaran . Ummi. Max 2001. Cara Menulis Kreatif.130 DAFTAR PUSTAKA Aminuddin. Bandung: Sinar Baru Algensindo Arikunto. Jakarta: Diknas Diponegoro. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. 1994. Skripsi: Universitas Negeri Semarang Mugiarso. Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi Berbasis Pengalaman Pribadi Melalui Pendekatan Kontekstual Komponen Pemodelan Pada Siswa Kelas VIIIA SMP Negeri 11 Semarang. Mohammad. 2006. Nulis Cerpen Yuk. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Kurikulum Pendidikan Dasar. Teori Pengkajian Fiksi. 2004. Syaiful Bahri. Yogyakarta: Rineka Cipta Darsono. Peningkatan Pemahaman Tema dan Amanat Cerita Pendek dengan Metode Pemberian Tugas Rumah Siswa Kelas II Madrasah Aliyah Hidayatul Murtadi’in Kabupaten Demak Tahun Pelajaran 2001-2002. Yuk. Mengajarkan Faozan. 2002.

S. Teori Belajar Orang Dewasa. Wacana Lirik Lagu Aksi Pergerakan Mahasiswa Kajian Diksi. Jakob dan Saini K. Henry Guntur. Surakarta: Widya Duta Sumardjo. Teknik Menulis Cerita Anak. Makna dan Fungsi. Surabaya: SIC Syamsu. Asul. 2005. Maopa. Hilma. Yogyakarta: PUSBUK Wardah. Bandung: Angkasa Titik. 2003.131 Suharianto. 1982. Apresiasi Kesusastraan. 1985.M. Kesastraan Sekolah Penunjang Pembelajaran Bahasa Indonesia SMP dan SMA. 2005. Dasar-Dasar Teori Sastra . dkk. 1986. Teknik Pembelajaran Bahasa dan Sastra. 2003. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. 2004. Bandung: Alfabeta Suyatno. Statistika Untuk Penelitian. Jakarta: Grasindo 131 . Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Tarigan. Skripsi: UNNES Wiyanto. 1994. Jakarta: Gramedia Sugiyono.

Langkah-langkah Pembelajaran 1.Tujuan Pembelajaran Siswa mampu: -Mampu menuangkan pikiran dan perasaannya melalui cerpen -Mampu menerapkan unsur-unsur pembangun cerpen ke dalam cerpen -Mampu menulis kreatif naskah cerpen B.Guru bertanya jawab dengan siswa tentang cerpen yang pernah dibaca dan disukainya .Materi Pembelajaran Menulis cerpen C. peristiwa.Metode Pembelajaran Latihan Terbimbing D. latar) :Mampu menulis cerpen dengan memperhatikan ketepatan dan kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen Alokasi Waktu : 2 X 40 menit A.Lampiran 2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS I Sekolah Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : SMA Negeri 1 Pemalang : Bahasa dan Sastra Indonesia : Mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan orang lain ke dalam cerpen : Menulis karangan berdasarkan kehidupan diri sendiri dalam cerpen (pelaku.Kegiatan Pendahuluan a.

Guru membimbing siswa untuk dapat menulis dengan baik dengan: -Guru mengarahkan siswa untuk dapat menemukan ide cerita dan merumuskannya ke dalam tema yang sudah ada dalam teks lagu -Guru mengarahkan siswa untuk memperhatikan tiap baris dalam lagu tersebut yang dapat digunakan sebagai kerangka karangan -Berdasarkan lirik yang ada dalam teks lagu siswa diarahkan untuk dapat bermain dengan imajinasinya untuk dapat mengembangkan kerangka karangan tersebut -Siswa diarahkan untuk menentukan siapa tokoh utamanya.Siswa mengamati dan memperhatikan teks lagu tersebut e.Guru menjelaskan kompetensi dasar yang akan dicapai. dan manfaat yang akan diperoleh dalam pembelajaran menulis cerpen 2. apa masalahnya. bagaimana latarnya dari mana awal ceritanya.Kegiatan Inti a.Guru menjelaskan langkah-langkah menulis cerpen dengan memperhatikan unsur-unsur pembangun cerpen c.Guru membagikan sebuah teks lagu pada siswa d.Siswa dan guru bertanya jawab tentang unsur-unsur pembangun cerpen b. siapa tokoh antagonisnya.Siswa yang lain mengomentari hasil pekerjaan temannya yang dibacakan di depan kelas .Siswa ditugaskan untuk menulis cerpen berdasarkan kehidupan diri sendiri g.Salah satu dari hasil pekerjaan siswa dibacakan di depan kelas j.Hasil pekerjaan menulis cerpen dikumpulkan i.Di saat siswa mengerjakan tugas menulis cerpen guru berkeliling memberikan bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis cerpen h.b. f. dan bagaimana cerita ditutup.

S NIP Wiwin Nur Azizah NIM.S.Guru memberikan penguatan terhadap pembelajaran menulis cerpen 3. Erlangga F. Penilaian ini dapat dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan. 2101403568 . Kegiatan Penutup a.Media/Sumber Media Sumber : Teks Lagu : 1)Buku paket Bahasa dan Sastra Indonesia untuk siswa kelas X 2)Buku paket Bahasa dan Sastra Indonesia untuk siswa kelas X.Guru dan siswa merefleksi kegiatan pembelajaran menulis cerpen c. 10 Maret 2007 Guru Bahasa dan Sastra Indonesia.Guru meminta siswa untuk mengisi angket dan menuliskan pendapatnya pada jurnal siswa E. Peneliti.Penilaian 1)Penilaian Proses Penilaian proses dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung.k. 2)Penilaian Hasil Berdasarkan teks lagu buatlah sebuah cerpen dengan memperhatikan kesesuaian unsur-unsurnya! Pemalang. Saptorini Wahyuningsih.Guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran menulis cerpen b.

Kegiatan Pendahuluan a.Guru mengulas sedikit tentang hal-hal yang dibahas pada pertemuan sebelumnya .Langkah-langkah Pembelajaran 1.Metode Pembelajaran Latihan Terbimbing D.Lampiran 3 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS II Sekolah Mata Pelajaran : SMA Negeri 1 Pemalang : Bahasa dan Sastra Indonesia ke dalam cerpen Standar Kompetensi : Mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan orang lain Kompetensi Dasar Indikator : Menulis karangan berdasarkan kehidupan diri sendiri dalam cerpen (pelaku. peristiwa.Tujuan Pembelajaran Siswa mampu: -Mampu menuangkan pikiran dan perasaannya melalui cerpen -Mampu menerapkan unsur-unsur pembangun cerpen ke dalam cerpen -Mampu menulis kreatif naskah cerpen B.Materi Pembelajaran Menulis cerpen C. latar) : Mampu menulis cerpen dengan memperhatikan ketepatan dan kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen Alokasi Waktu : 2 X 40 menit A.

2. guru berkeliling memberikan bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis cerpen h.Di saat siswa sedang menulis cerpen.Siswa mengamati dan memperhatikan teks lagu tersebut e.b.Siswa dan guru bertanya jawab tentang unsur-unsur pembangun cerpen b.Kegiatan Inti a. bagaimana latarnya dari mana awal ceritanya.Salah satu dari hasil pekerjaan siswa dibacakan di depan kelas . dan bagaimana cerita ditutup.Siswa ditugaskan untuk menulis cerpen berdasarkan kehidupan diri sendiri g. apa masalahnya. siapa tokoh antagonisnya.Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari itu.Guru menjelaskan langkah-langkah menulis cerpen dengan memperhatikan unsur-unsur pembangun cerpen c.Guru membagikan sebuah teks lagu pada siswa d.Hasil pekerjaan menulis cerpen dikumpulkan i. yakni mengevaluasi cerpen yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya. f. dengan: -Guru mengarahkan siswa untuk dapat menemukan ide cerita dan merumuskannya ke dalam tema yang sudah ada dalam teks lagu -Guru mengarahkan siswa untuk memperhatikan tiap baris dalam lagu tersebut yang dapat digunakan sebagai kerangka karangan dari jalan cerita -Berdasarkan lirik yang ada dalam teks lagu siswa diarahkan untuk dapat bermain dengan imajinasinya untuk dapat mengembangkan kerangka karangan tersebut -Siswa diarahkan untuk menentukan siapa tokoh utamanya.Guru membimbing siswa untuk dapat menulis cerpen dengan baik.

Buku paket Bahasa dan Sastra Indonesia untuk siswa kelas X F. Saptorini Wahyuningsih.Media/Sumber Media Sumber : Teks Lagu : .Siswa yang lain mengomentari hasil pekerjaan temannya yang dibacakan di depan kelas k. 2)Penilaian Hasil Berdasarkan teks lagu buatlah sebuah cerpen dengan memperhatikan kesesuaian unsur-unsurnya. Peneliti.Guru memberikan penguatan terhadap pembelajaran menulis cerpen 3. Penilaian ini dapat dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan.Guru dan siswa merefleksi kegiatan pembelajaran menulis cerpen c. 2101403568 .S.Penilaian 1)Penilaian Proses Penilaian proses dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. Kegiatan Penutup a. Pemalang.Guru meminta siswa untuk mengisi angket dan menuliskan pendapatnya pada jurnal siswa E.S NIP Wiwin Nur Azizah NIM. 10 Maret 2007 Guru Bahasa dan Sastra Indonesia.j.Guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran menulis cerpen b.

SIKLUS I DAN SIKLUS II No No Aspek Responden Nilai Kategori 1 001 2 002 5 3 4 003 004 005 6 006 .FORMAT HASIL PENILAIAN TES KETERAMPILAN MENULIS CERPEN PRATINDAKAN.

7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 019 020 021 022 023 024 1 2 3 4 5 6 7 .

25 025 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 026 027 028 029 030 031 032 033 034 035 036 037 038 039 .

40 040 Jumlah Skor Rata-rata Keterangan : Aspek 1 : Tema dan amanat Aspek 2 : Tokoh dan penokohan Aspek 3 : Alur Aspek 4 : Latar Aspek 5 : Diksi dan gaya bahasa Aspek 6 : Sudut pandang Aspek 7 : Kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen .

√ - - 9 10 11 12 009 010 011 012 √ .. tanggal Nama Pengamat Kelas/Sekolah No 1 2 3 4 5 6 7 8 No 1 2 3 - : Kamis.√√√ √ . Siswa memperhatikan penjelasan guru 2.√ √ .√√√√ .. Siswa banyak bertanya pada guru 3.√√√√ √√√√√√ - - - - 7.Lampiran LEMBAR OBSERVASI SIKLUS I Hari. 12 April 2007 : Nurul Melti : X7/SMA Negeri 1 Pemalang Aspek Observasi 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Keterangan - 001 002 003 004 005 006 007 008 - .√√ .√√√√ .√√√√ √ .√√ √√ - - - 13 14 15 16 17 013 014 015 016 017 √ . Siswa merespon positif √ -√ √ . Siswa dapat mengidentifikasi dan menyebutkan unsurunsur yang ada dalam cerpen 5. Siswa berani memberikan sanggahan terhadap hasil penulisan cerpen yang dibacakan di depan kelas 8.√√√√ √ ..√ - √ - - - √ ..√√√ .√√ √ .√√√√√√ √ . Siswa dapat menulis cerpen √ - - √ - 18 19 -20 018 019 020 √ .√√√√ √ .√√√ √ .√ - - - - - - √ √ - - - - (senang) terhadap metode latihan terbimbing yang diberikan guru dengan media teks lagu 6..√ -√ √ .√ - - - - - √ - - - - dengan cepat √ . Siswa berpartisipasi aktif 4.√√√√ .√√ - √ - - √ √ √ - - √ √ - √ √ √ - √ √ - PERILAKU POSITIF 1. Siswa menulis cerpen dengan senang hati √ - √√ - - - - √√√ √ - √√ √ - √ - .√√√ √ .

. Siswa kurang merespon penjelasan guru 10. Siswa kurang bersemangat .PERILAKU NEGATIF 21 22 021 022 √ .√√√ √ √√√√ √ - - - - - - √ - - - - 9.

12....14.√ √ -√ √ - - - - - - √ - - - pembelajaran yang dilakukan guru 11. Siswa kurang bersemangat pada saat menulis cerpen . Siswa pasif dalam pembelajaran √ -√ - - √√ - √√√ √ √ - √ - √ .√√√√ √ .√√√ √ ...- - √√ - - - - - - - terhadap metode √√√√ 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 024 025 026 027 028 029 030 031 032 033 034 035 √√√√√√ .23 023 .√√√ √ .√√√ √√√√√√√√ .√√√ - √ √√√ - √ √√ - - 13. Siswa jalan-jalan/mondarmandir pada saat pembelajaran berlangsung .√√√ √ . Siswa sering melihat pekerjaan temannya pada saat mengerjakan tes 15. Siswa banyak bicara dan bergurau dengan temannya .√ . Siswa tidak tertarik dengan √ - - √ - - - - √ √ √ .16.√√√√ - √√ - -- √ - .√√√√ √ .

√√√√ √ √√√√ - √ - √ - √ .- √√√ √ .√√√√ √ .36 37 38 39 40 036 037 038 039 040 - - √√√ - - - - √ - - - - √ - - media teks lagu yang digunakan oleh guru PENGISIAN (√)= melakukan (√)= tidak melakukan - √ .

REKAP HASIL PENILAIAN TES KETERAMPILAN MENULIS CERPEN SIKLUS I No Aspek 1 1 001 9 2 11 3 13 4 7 5 7 6 7 7 13 67 Nilai Kategori Cukup 2 002 8 11 12 7 6 8 12 64 Cukup 3 003 9 14 14 8 8 8 14 75 Baik .

4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 004 005 006 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 019 020 021 022 023 024 025 6 8 9 7 8 9 9 7 8 9 8 8 9 9 7 7 9 9 9 8 9 9 11 12 13 12 11 12 13 11 12 10 12 15 16 15 10 15 14 13 17 11 15 16 12 12 13 13 12 13 13 12 13 10 11 16 16 16 11 16 15 14 17 12 16 16 7 7 9 8 7 7 8 7 8 7 7 9 8 8 7 8 5 8 8 7 8 7 8 8 8 6 7 5 7 6 6 6 6 7 7 7 6 7 6 6 7 6 7 7 7 6 8 7 7 7 9 7 7 5 7 8 8 8 6 9 7 8 8 9 8 8 11 12 14 13 11 13 13 12 13 10 12 15 15 15 10 16 14 14 17 12 15 16 62 65 74 66 63 66 72 62 67 57 63 78 79 78 57 78 70 71 83 65 78 79 Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Kurang Cukup Baik Baik Baik Kurang Baik Cukup Cukup Baik Cukup Baik Baik .

9 7 12 16 12 14 13 13 14 13 14 17 16 14 547 13.08 Cukup 62 80 59 63 67 66 68 65 64 79 75 70 2744 68.85 14 12 15 10 13 13 12 14 13 12 16 15 13 516 12.62 Cukup Cukup Baik Kurang Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Baik Baik Cukup Jumlah Skor Rata-rata .58 12 7 8 7 5 8 7 7 7 7 8 8 7 292 7.68 7 7 9 7 7 6 8 6 7 5 7 7 7 289 7.26 026 7 11 12 7 7 7 12 63 Cukup 27 027 6 Responden No 11 12 6 5 7 12 59 Kurang 28 028 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 6 029 030 031 032 033 034 035 036 037 038 039 040 14 6 9 7 6 8 7 8 8 8 9 7 9 314 7.23 7 6 7 5 6 7 6 6 6 6 6 7 8 263 6.30 67 12 16 11 12 12 13 13 11 12 16 15 12 523 13.

Keterangan : Aspek 1 : Tema dan amanat Aspek 2 : Alur Aspek 3 : Tokoh dan penokohan Aspek 4 : Latar Aspek 5 : Diksi dan gaya bahasa Aspek 6 : Sudut pandang Aspek 7 : Kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen .

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

REKAP HASIL PENILAIAN TES KETERAMPILAN MENULIS CERPEN SIKLUS II No Aspek 1 1 001 9 2 16 3 16 4 8 5 7 6 8 7 15 79 Nilai Baik Kategori 2 002 7 13 14 9 8 9 13 73 Baik 3 003 4 6 004 10 8 13 13 8 16 7 9 8 8 10 8 62 15 Cukup 77 Baik .

5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 005 006 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 019 020 021 022 023 024 7 9 9 9 7 9 7 6 9 9 9 8 9 9 7 9 8 9 9 9 14 14 15 15 13 16 11 11 16 17 17 14 14 17 14 17 15 17 16 15 16 16 16 16 15 16 13 13 16 16 16 16 15 16 15 17 16 17 16 16 9 9 9 9 9 9 9 7 9 9 9 9 9 9 8 9 9 9 8 8 8 8 8 8 8 9 8 6 9 9 9 7 9 8 8 9 9 9 8 8 8 9 8 8 8 9 9 7 9 9 9 8 7 8 9 9 9 9 8 8 14 15 16 15 14 16 11 11 16 16 17 15 15 15 14 17 16 17 16 15 76 80 81 80 74 84 68 61 84 85 86 77 78 83 75 87 82 87 81 79 Baik Baik Baik Baik Cukup Baik Cukup Cukup Baik Sangat Baik Sangat Baik Baik Baik Baik Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Baik Baik .

25 025 8 15 16 8 8 8 15 78 Baik No Responden 26 026 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 9 027 028 029 030 031 032 033 034 035 036 037 038 039 8 8 11 9 9 6 9 6 8 9 8 9 6 9 15 15 16 10 16 11 13 14 12 16 10 14 12 13 9 16 17 12 16 12 14 16 15 16 11 15 16 16 8 9 9 7 9 7 9 9 9 9 7 9 9 9 9 8 8 7 8 7 8 8 7 8 6 8 7 8 14 9 9 8 9 7 9 9 8 9 8 9 9 9 75 16 15 10 16 11 13 14 12 16 10 15 12 13 Baik 82 83 60 83 61 74 79 71 83 58 79 73 76 Baik Baik Cukup Baik Cukup Cukup Baik Cukup Baik Kurang Baik Cukup Baik .

40 040 9 327 8.05 Sangat Baik Baik Jumlah Skor Rata-rata Keterangan : Aspek 1 : Tema dan amanat Aspek 2 : Alur Aspek 3 : Tokoh dan penokohan Aspek 4 : Latar Aspek 5 : Diksi dan gaya bahasa Aspek 6 : Sudut pandang Aspek 7 : Kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen .15 17 612 15.95 9 339 8.65 9 318 7.35 88 3082 77.3 9 346 8.48 17 574 14.18 18 566 14.

Apakah Anda senang dengan meteri menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu? Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… ….Nama : No/ kelas : FORMAT JURNAL SISWA Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jujur! A.Kesulitan apakah yang anda alami dalam menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu? Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… ….Apakah dengan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu anda mengalami kemudahan dalam menulis cerpen? Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … . B. C.

D.Apakah anda sekarang lebih paham diajar menulis melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu? Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … E.…… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… ….Berilah kesan dan pesan tentang pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu yang telah diajarkan oleh guru (peneliti)! Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … .

Bagaimanakah keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… .Bagaimanakah respon siswa terhadap pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … C. tanggal : : A.Lampiran JURNAL GURU SIKLUS II Guru Pengampu Hari.Bagaimanakah minat siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu? Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … B.

Bagaimanakah tingkah laku siswa di kelas pada saat mengerjakan tugas menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu? Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … E.Uraikan fenomena-fenomena lain yang muncul pada saat pembelajaran berlangsung Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … .…… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … D.

Lampiran Nama : No/kelas: FORMAT ANGKET Berilah tanda (√) pada setiap pertanyaan siswa yang sesuai dengan skala penelitian yang tersedia di bawah ini : No Pertanyaan Skala Penilaian SS S 1 Keterampilan menulis dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam belajar 2 Saya merasa senang terhadap cara guru KS TS STS .

menerangkan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu 3 4 5 Saya senang dengan metode yang digunakan dalam pembelajaran Metode yang digunakan oleh guru dapat memotivasi siswa untuk menulis cerpen Latihan terbimbing yang diberi oleh guru dapat membantu pemahaman siswa tentang menulis cerpen yang baik 6 7 Saya senang dengan media teks lagu yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran Suasana kelas dapat membantu pemahaman siswa dalam menulis cerpen .

8 Saya senang dengan pembelajaran menulis cerpen yang dengan metode yang dapat menarik perhatian siswa 9 Kebiasaan mengungkapkan ide. gagasan dan perasaan ke dalam sebuah cerpen banyak manfaatnya 10 Pembelajaran yang dilakukan oleh guru sekarang lebih menyenangkan Keterangan: SS : Sangat Setuju S : Setuju KS : Kurang Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju .

Manfaat yang kamu dapatkan setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu? . responden Hari dan Tanggal Tempat Kelas Waktu Topik : : : : : : : Hal-hal yang harus diperhatikan dalam wawancara adalah sebagai berikut: 1.Apakah kamu merasa kesulitan dalam pembelajaran menulis cerpen? 8.Apakah suasana kelas dapat membantu pemahaman siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu? Mengapa? 6.Menurut kamu apakah melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat mengatasi kesulitan yang kamu hadapi? 10.Apakah media teks lagu yang digunakan oleh guru dapat memberikan ide untuk membuat sebuah cerpen? 5.Apakah kamu merasa mampu memahami materi dengan metode yang digunakan oleh guru dalam mengajar (metode latihan terbimbing dengan media teks lagu)? 3.Lampiran PEDOMAN WAWANCARA Responden No.Apa saja kesulitan-kesulitan yang kamu hadapi dalam pembelajaran menulis cerpen? 9.Menurut kamu apakah dengan adanya latihan dan bimbingan yang diberikan oleh guru dapat membantu pembelajaran menulis cerpen? 7.Apakah kamu merasa termotivasi dengan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam pembelajaran menulis cerpen? 4.Apakah kamu senang dengan pembelajaran menulis cerpen? Mengapa? 2.

Siswa penjelasan guru Siswa banyak bertanya kepada guru Siswa berpartisipasi aktif Siswa dapat mengidentifikasi dan menyebutkan unsur-unsur yang ada dalam cerpen Siswa merespons positif (senang) terhadap metode latihan terbimbing yang digunakan oleh guru Siswa dapat menggunakan media yang dihadirkan oleh guru Siswa dapat menulis cerpen dengan cepat Siswa dapat memberikan komentar terhadap hasil menulis cerpen temannya 77. Siklus I (%) merespon 15 20 27.5 12.5 20 35 20 12.5 80 80 Siklus II (%) 95 17.5 12.5 92. 5.5 15 5 Rekap Observasi Perilaku No Aspek Observasi 1 2.5 -20 -30 -20 -12.5 7. 8.5 Peningkatan (%) 10 7.5 90 92.5 22. 7.5 32.5 -32.5 12. 8.5 Negatif Siklus II (%) 5 7.5 95 32.5 5 0 0 5 0 0 Siswa Peningkatan (%) -10 -12.5 Siswa kurang penjelasan guru Siswa kurang senang terhadap metode yang digunakan guru Siswa banyak bicara dan bergurau dengan temannya Siswa pasif dalam pembelajaran Siswa jalan-jalan/mondarmandir pada saat pembelajaran berlangsung Siswa sering melihat pekerjaan temannya pada saat mengerjakan tes Siswa kurang bersemangat pada saat menulis cerpen Siswa tidak tertarik dengan media teks lagu yang digunakan oleh guru . 4. 3. 4.5 17. 5. 6. 3.5 -22.Rekap Observasi Perilaku Positif Siswa No Aspek Observasi 1 2.5 17. 7.5 6. Siklus I (%) memperhatikan 85 10 67.

Tidak Tanggapan siswa terhadap metode latihan terbimbing dengan media teks lagu 3 0 7.5 3 .Rekap Jurnal Siswa Siklus I dan Siklus II No 1 Aspek Jurnal Kesan siswa terhadap meteri cerpen a.5 b.5 28 12 13 27 70 30 32. Ya b.5 67.5 Jurnal Siswa Persentase (%) Peningkatan Siklus Siklus Siklus Siklus (%) I II I II 92.5 -37.5 37. Senang menulis 37 40 7. Tidak senang 2 Kesulitan siswa terhadap materi menulis cerpen a.5 100 0 -7.

5 -7.5 100 0 7.5 7. Tidak dapat dipahami 4 Pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran setelah diajarkan melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu a.5 12.5 -12. Tidak paham Saran terhadap kegiatan pembelajaran a.5 100 0 12.a.Kurang mendukung 37 3 40 0 92.5 7.5 37 3 40 0 92.5 100 0 7. Mendukung b.5 -7. Paham b.5 . Dapat dipahami b.5 5 35 5 40 0 87.

5 0 40 8.5 50 42.5 (%) (%) -5 -15 0 0 0 0 (%) (%) 0 0 0 0 ning kata n (%) 1 0 2 0 3 0 4 0 60 25 12.5 (%) (%) -7.5 55 2.5 35 ning kata n (%) SI S II SI S II SI S II SI S II (%) (%) 35 57.5 20 5 -15 0 0 0 0 0 5 32.5 7.Rekap Angket Siklus I dan Siklus II A Pe STS S KS TS Pe s SI p e (%) k SS S II (%) 72.5 27.5 52.5 -7.5 -22.5 22.5 50 65 15 25 2.5 10 0 0 25 32.5 62.5 5 5 17.5 15 5 -10 0 0 0 0 0 .5 0 0 0 0 0 30 52.5 0 2.

5 -5 0 5 0 0 45 35 25 0 55 45 27.5 0 8 5 9 0 1 0 35 7.5 0 7 27.5 .5 7.5 -7.5 15 5 -10 0 0 0 0 0 35 7.5 57.5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 -2.5 10 12.5 25 -2.5 40 50 60 -2.5 52.5 60 2.6 27.5 5 -12.5 17.5 22.5 57.5 40 40 0 27.5 -7.5 37.5 10 10 2.

lebih mudah menulis cerpen. 14 April 2007 Pe ning : Diwawancarai kata n (%) : Ruang kelasPe SMA NegeriPe Pemalang X-7 1 4 siswa ning kata n (%) ning kata n (%) 1. dapat bertanya-tanya dengan guru tentang cerpen. 10)Jadi senang menulis cerpen. 4)Ya. 9)Ya. kelas yang tenang menulis cerpen pun akan mudah. masih ada kesulitan. 8)Ya. termotivasi. 6)Ya. membantu mengatasi kesulitan. 9)Ya. 3)Ya.Responden Nomor 6 (siswa yang mendapat nilai cukup) 1)Senang. 7)Ya. 8)Ya. 7)Ya. menuangkan pikiran ke dalam kata-kata. lagunya sesuai dengan pengalaman. misalkan ramai saya tetap bisa menulis cerpen 6)Ya. 3)Ya. termotivasi 4)Ya. 2)Mampu. lagunya sesuai dan mudah dimengerti. masih kesulitan. 2. membantu mengatasi kesulitan 10)Senang menulis cerpen .Hasil Wawancara Siklus I Waktu Pelaksanaan Tempat Pelaksanaan Jumlah Siswa yang : Sabtu. kesulitan mengembangkan kerangka karangan. lebih tahu menulis cerpen. 5)Ya. 2)Mampu.Responden Nomor 22 (siswa yang mendapat nilai baik) 1)Senang. kesulitan-kesulitan dapat langsung ditanyakan. 5)Ya.

membantu mengatasi kesulitan 10)Lebih senang menulis cerpen 4. 3)Ya. 6)Ya. membantu mengatasi kesulitan. bisa diungkapkan lewat cerpen 2)Mampu 3)Ya. guru mengajari menulis cerpen 7)Ya. kelas yang ramai jadi tidak dapat berkonsentrasi 6)Ya. masih ada kesulitan.3. sulit membuatnya. 10)Lebih mudah menulis cerpen. masih ada kesulitan 8)Ya. 9)Ya. membantu untuk dapat menulis cerpen. lagunya saya suka dan sesuai dengan pengalaman 5)Ya. guru memberi tahu cara menulis cerpen yang baik. termotivasi 4)Ya. 2)Mampu. kesulitan mengungkapkan pikiran dalam kalimat-kalimat 9)Ya. 8)Ya. 5)Tidak berpengaruh. kesulitan merangkai kata-kata dan mengembangkan kerangka yang ada dalam teks lagu. 7)Ya. lagunya bagus.Responden Nomor 40 (siswa yang mendapat nilai cukup) 1)Senang. termotivasi 4)Ya.Responden Nomor 14 (siswa yang mendapat nilai kurang) 1)Tidak terlalu suka. .

Responden Nomor 40 (siswa yang mendapat nilai sangat baik) 1)Senang. lebih tahu menulis cerpen 2)Ya. dapat mengungkapkan pengalaman ke dalam cerpen. termotivasi untuk menulis cerpen. 6)Ya.Hasil Wawancara Siklus II Waktu Pelaksanaan Tempat Pelaksanaan Jumlah Siswa yang Diwawancarai : Kamis. saya mampu 3)Ya. 3)Ya. mampu. lagunya sesuai dengan pengalaman 5)Ya. guru membimbing dan menjelaskan menulis cerpen yang baik 7)Tidak ada 8)Tidak ada 9)Ya. suasana kelas mempengaruhi dalam menulis cerpen. termotivasi menulis cerpen 4)Ya. 4)Ya. 7)Masih ada. guru membantu mengatasi kesulitan dalam menulis cerpen. membantu mengatasi kesulitan 10)Lebih tahu tentang cerpen dan saya lebih senang menulis cerpen . lagunya sesuai dengan pengalaman. membantu mengatasi kesulitan yang saya hadapi 10)Sekarang saya senang menulis cerpen 2. 10 Mei 2007 : Ruang kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang : 4 siswa 1. 2)Ya. misalkan kelas ramai akan menganggu menulis cerpen 6)Ya. 8)Membuat diksi yang menarik 9)Ya.Responden Nomor 22 (siswa yang mendapat nilai sangat baik) 1)Senang. 5)Ya. kelas yang tenang dapat membantu kita untuk berimajinasi.

lagu mengasyikan 5)Ya. kesulitan membuat kata-kata yang menarik untuk mewakili ide-ide yang ada dalam pikiran 9)Ya. lagunya sesuai pengalaman dan memudahkan menulis cerpen 5)Ya.Responden Nomor 9 = Siswa yang mendapat nilai cukup 1)Senang.3. kelas yang ramai akan mengganggu konsentrasi dalam menulis cerpen 6)Ya. mampu memahami materi 3)Ya. membantu mengatasi kesulitan 10)Lebih mudah menulis cerpen .Responden Nomor 31 = Siswa yang mendapat nilai cukup 1)Senang. termotivasi menulis cerpen 4)Ya. mampu 3)Ya. masih ada kesulitan 8)Ya. pembelajarannya menyenangkan 2)Ya. termotivasi menulis cerpen 4)Ya. pembelajarannya menyenangkan 2)Ya. membuat kata-kata yang menarik 9)Ya. kelas tenang. masih ada kesulitan 8)Ya. kita dapat menulis cerpen dengan sungguh-sungguh 6)Ya. membantu mengatasi kesulitan 10)Dapat menulis cerpen dengan mudah dan menyenangkan 4. guru membimbing siswa jadi siswa terbantu dalam menulis cerpen 7)Ya. guru mengajari menulis cerpen 7)Ya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful