PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN MELALUI METODE LATIHAN TERBIMBING DENGAN MEDIA TEKS LAGU SISWA KELAS X-7 SMA

NEGERI 1 PEMALANG

SARI
Azizah, Wiwin Nur. 2007. Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen Melalui Metode Latihan Terbimbing dengan Media Teks Lagu pada Siswa Kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I : Drs. Agus Nuryatin, M.Hum, Pembimbing II : Drs. Mukh. Doyin, M. Si. Kata Kunci : Keterampilan menulis cerpen, metode latihan terbimbing, media teks lagu. Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia aspek bersastra SMA kelas X untuk subaspek menulis menyebutkan bahwa peserta didik harus mampu mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan orang lain ke dalam cerpen. Dalam hal ini siswa dituntut untuk mampu menulis cerpen yang baik, namun kemampuan menulis cerpen siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang masih rendah. Rendahnya kemampuan menulis tersebut disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari siswa sendiri, sedangkan faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari lingkungan siswa. Guru masih terbiasa dengan metode pembelajaran yang monoton dan terkesan hanya mengejar meteri. Oleh karena itu, untuk meningkatkan keterampilan menulis cerpen pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang digunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Berdasarkan uraian di atas, permasalahan yang dipaparkan dalam penelitian ini adalah 1) seberapa besar peningkatan kemampuan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X SMA N 1 Pemalang, dan 2) adakah perubahan tingkah laku siswa dalam pembelajaran menulis cerpen setelah mengikuti pembelajaran melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. Tujuan Penelitian ini yaitu 1) mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang dan 2) mendeskripsikan perubahan tingkah laku siswa setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen menggunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. Penelitian ini merupakan penelitian yang berbasis kelas. Dengan demikian penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang meliputi dua siklus. Tiap-tiap siklus dilakukan secara teratur yang terdiri atas empat tahap, yaitu 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) pengamatan, dan 4) refleksi. Data penelitian yang diambil melalui tes dan nontes. Alat pengambilan data tes yang digunakan berupa instrumen tes perbuatan yang berisi aspek-aspek kriteria penilaian kemampuan menulis cerpen berupa penilaian kemampuan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Alat pengambilan data nontes yang digunakan berupa pedoman observasi, wawancara, jurnal, angket, dan dokumentasi foto. Selanjutnya data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif.

ii

Berdasarkan analisis data penelitian, disimpulkan bahwa melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu, kemampuan menulis cerpen siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang meningkat sebesar 20,44% setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Hasil rata-rata tes menulis cerpen pratindakan sebesar 61,30 dan pada siklus I diperoleh hasil rata-rata sebesar 68,62, kemudian pada siklus II diperoleh hasil rata-rata sebesar 77,05 atau meningkat sebesar 12,29% dari siklus I. Perilaku siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pun mengalami perubahan ke arah positif. Perubahan tersebut ditunjukkan dengan perilaku siswa yang lebih serius dan bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran menulis cerpen. Selanjutnya, dari hasil penelitian tersebut, penulis memberikan saran 1) guru bahasa dan sastra Indonesia dapat menggunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam membelajarkan menulis cerpen kepada siswa, 2) peneliti lain dapat melakukan penelitian yang serupa dengan metode yang berbeda.

iii

iv

baik sebagian atau seluruhnya.PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini benar-benar hasil karya saya sendiri. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah. bukan jiplakan dari karya tulis orang lain. Semarang. Agustus 2007 Wiwin Nur Azizah v .

.

vi .

Ibu dan kakak-kakakku tercinta.8). maka apabila kamu sudah selesai (dari suatu urusan) kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhan-mulah hendaknya kamu berharap (QS. Al-Insyirah : 6 . •Doa adalah senjata ampuh orang mukmin Persembahan Karya kecil ini kupersembahkan untuk orang-orang yang senantiasa mengisi batin dan jiwaku 1)Bapak. •Hidup artinya berani menghadapi tantangan. tantangan terbesar dari hidup adalah tetap tumbuh dalam situasi apapun.MOTTO DAN PERSEMBAHAN Motto : •Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. dari kalian aku mengerti arti pengorbanan 2)Keluarga dan sahabat-sahabatku 3)Teman-teman PBSI’03 4)Almamater vii .

Dekan Fakultas Bahasa dan Seni serta Rektor Universitas Negeri Semarang. bantuan.PRAKATA Puji syukur tiada terhingga ke hadirat Allah swt. arahan dan masukan kepada penulis. Doyin M.Hum dan Drs. kepala SMA Negeri 1 Pemalang yang telah memberikan izin kepada penulis untuk mengadakan penelitian ini. 4.Si. Penulis menyadari bahwa dalam skripsi ini tidak terlepas dari bimbingan. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada yang terhormat: 1.Bapak dan Ibu dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia yang telah menyemaikan ladang dan menanamkan ilmu sebagai bekal yang sangat bermanfaat. dan sumbang saran dari segala pihak. Mukh. dan kebijaksanaan memberikan bimbingan.Drs. meskipun penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kelemahan-kelemahan dan semata-mata karena keterbatasan penulis. keikhlasan. Rishi Mardiningsih.Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. viii . 2. sehingga penulis memperoleh kekuatan untuk menyelesaikan skripsi ini.Dra. yang telah memberikan izin penelitian ini. atas segala limpahan nikmat dan karunia yang diberikan kepada penulis. baik dalam ilmu maupun pengetahuan. 3. dosen pembimbing I dan dosen pembimbing II yang disela-sela kesibukannya dengan penuh kesabaran. Agus Nuryatin M.

yang telah ikut memberikan bantuan dalam menyelesaikan penelitian ini. Mba Is. Achel. atas segala motivasi dan kasih sayangnya. S. Somsay. Ari. atas doa.Teman-teman Florist kos Aee. 8. 10. Mamih. 6.Mas Aris.5. Bilqis. 9.Teman-teman seperjuangan di PBSI angkatan 2003 terima kasih atas segala informasi. dan dukungan yang telah diberikan. dan De Ian. kasih sayang dan pengorbanannya selama ini. 7.Roger. Upi. kesabaran.Sahabat-sahabatku Melti.Saptorini Wahyuningsih.Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Kiki. perhatian. dukungan. terima kasih bangkitkan semangatku untuk maju.Siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. guru Bahasa dan Sastra Indonesia SMA Negeri 1 Pemalang yang telah memberikan bantuan dan kerelaannya untuk diajak bertukar pikiran dengan penulis dalam penelitian. dan Lusi bersama mereka aku belajar hidup. Utty. Insya Allah jasa-jasa mereka akan saya kenang sepanjang hayat dan semoga Yang Mahakuasa memberikan yang terbaik dan Ridlo-Nya kepada kita semua di kehidupan sekarang dan yang akan datang. Ibu. Mas Sulis.S. Dany. bantuan. Mar. 11. Anna.Bapak. Mas Agus. terima kasih bantuan komputernya. 12. 13. ix . yang telah bersedia membantu pelaksanaan penelitian.

Oleh karena itu.Penulis sadar bahwa kesempurnaan hanyalah milik Yang Mahasempurna dan skripsi ini pun masih jauh dari kesempurnaan. Penulis juga sangat berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. kritik dan saran yang membangun dari pembaca saya harapkan. Semarang. Agustus 2007 Wiwin Nur Azizah x .

........................3Pembatasan Masalah ........................................... 1................................ 1.............................................................................................................................1Latar Belakang ............4Rumusan Masalah .2Identifikasi Permasalahan ............. HALAMAN PENGESAHAN....................... PERSETUJUAN PEMBIMBING.......................................1 Hakikat Menulis Cerpen ..............................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.................................... 1............... i ii iv v vi MOTTO DAN PERSEMBAHAN ........................................................... 11 2............2 Tujuan Menulis Cerpen.............................................2............... viii DAFTAR ISI........................................................................................................................................................................................ xvi DAFTAR LAMPIRAN..... PERNYATAAN..................................................... 1....................... BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2........................... xvii BAB I PENDAHULUAN 1......................................................................................................................................................................................................................................................................................2.................. SARI.. xi DAFTAR TABEL................................................................................... 14 2...........................1Kajian Pustaka ..2Landasan Teoretis ........................................... 14 2................. xiv DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... 17 xi 1 7 8 9 9 9 ..................................................................5Tujuan Penelitian .................................................... xv DARTAR DIAGRAM DAN GRAFIK...................................... vii PRAKATA...................................6Manfaat Penelitian ................................................................................... 1..............

.......................2.............................5 Teknik Pengumpulan Data ... 60 4................................................ 22 2...........................................1..............4Hipotesis Tindakan .....2....3.......1 Hasil Penelitian .............3Kerangka Berpikir ........................................................................................................2 Instrumen Nontes ...... 46 3............................ 48 3..1 Proses Tindakan Siklus I ...........................................6 Menulis Cerpen Melalui Metode Latihan Terbimbing dengan Media Teks Lagu.................2 Proses Tindakan Siklus II......4.. 55 3.........................4.....1.......................1...........................2 Unsur-unsur Pembangun Cerpen ... 62 4......1 Desain Penelitian ..........3........ 20 2.......1 4...................................... 39 BAB III METODE PENELITIAN 3.3 Cerpen ...................... 70 Hasil Tes ...............1 Hasil Pratindakan ....................................2..........6 Teknik Analisis Data .........................4 Metode Latihan Terbimbing ............2..4.............................. 52 3......................... 40 3... 91 Hasil Nontes ............. 32 2........2......................... 100 xii 4..................3 Variabel Penilaian ..... 48 3......1 4.................... 35 2...................................... 44 3.........................................................1............................................................1 Pengertian Cerpen. 41 3.............................................................3 Hasil Penelitian Siklus II ........................ 58 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4...................................................... 38 2..... 90 .............2......1..........................................3.........1..1...3 Validitas Instrumen ... 20 2.......1......2..................2 4.2 Hasil Tes ..................................................................2...............1 Instrumen Tes ......................... 62 Hasil Nontes ......4 Instrumen Penelitian .................. 34 2..1.........5 Media Teks Lagu ...................................... 47 3.................... 55 3.3.......................2..............................................2 Hasil Penelitian Siklus I .2 Subjek Penelitian ........................ 60 4............................

......................... 125 BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.....................................................2 Saran . 129 DAFTAR PUSTAKA .....................................1 Simpulan .........2................. 117 4....................... 128 5..................................2 Pembahasan .....................2........4.....................1 Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen Siswa Kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang ........................................................... 117 4......................................................................................................2 Peningkatan Pengaruh Penggunaan Metode Latihan Terbimbing dengan Media Teks Lagu terhadap Perubahan Perilaku Siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang.. 130 LAMPIRAN-LAMPIRAN xiii ..........................

................................................. 96 Tabel 19 Perolehan Skor Aspek Diksi dan Gaya Bahasa Siklus II........................................................... 68 Tabel 11 Perolehan Skor Aspek Sudut Pandang Siklus I ............................................. 10 9 Tabel 23 Perolehan Nilai Rata-rata dan peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen pada Pratindakan........................... 93 Tabel 16 Perolehan Skor Aspek Alur Siklus II .............................................................................................. dan Siklus II.................................................................................................. 49 Aspek Penilaian Keterampilan Menulis Cerpen .............. 60 Hasil Menulis Cerpen Siklus I ........................................................... 98 Tabel 21 Perolehan Skor Aspek Kepaduan Unsur-unsur Pembangun Cerpen Siklus II ............. 51 Hasil Menulis Cerpen Pratindakan.............................................................................................. 97 Tabel 20 Perolehan Skor Aspek Sudut Pandang Siklus I .............. 95 Tabel 18 Perolehan Skor Aspek Latar Siklus II...................................................... 94 Tabel 17 Perolehan Skor Aspek tokoh dan Penokohan Siklus II......................... Siklus I.................. 49 Pedoman Penilaian Keterampilan Menulis Cerpen.............................. 67 Tabel 10 Perolehan Skor Aspek Diksi dan Gaya Bahasa Siklus I ....................................................................................................... 83 Tabel 14 Hasil Tes Menulis Cerpen Siklus II .............. 67 Perolehan Skor Aspek Latar Siklus I .. 99 Tabel 22 Perolehan Angket Siklus I .DAFTAR TABEL Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Skor Penilaian Tes Menulis Cerpen.............. 66 Perolehan Skor Aspek tokoh dan Penokohan Siklus I .................. 63 Perolehan Skor Aspek Tema dan Amanat Siklus I ................................................................................................................................. 70 Tabel 13 Perolehan Angket Siklus I. 65 Perolehan Skor Aspek Alur Siklus I ........ 119 xiv ........... 91 Tabel 15 Perolehan Skor Aspek Tema dan Amanat Siklus II..................................................................... 69 Tabel 12 Perolehan Skor Aspek Kepaduan Unsur-unsur Pembangun Cerpen Siklus I .....

..................................................................... 90 Gambar 5 Aktivitas Awal Pembelajaran Siklus II .................................... 115 Gambar 7 Aktivitas Guru Membimbing Siswa Menulis Cerpen Siklus II ............................. 114 Gambar 6 Aktivitas Siswa Menulis Cerpen Siklus II .............. 89 Gambar 4 Aktivitas Guru Melakukan Bimbingan Siklus I.......... 87 Gambar 2 Aktivitas Siswa mengamati dan Memperhatikan Teks Lagu Siklus I ................................................ 116 xv .......................... 116 Gambar 8 Aktivitas Siswa Membacakan Cerpen .. 88 Gambar 3 Aktivitas Siswa Menulis Cerpen Siklus I .....................................DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Aktivitas Awal Pembelajaran Siklus I ....................................................

....................92 Grafik 1 Grafik Hasil Tes Keterampilan Menulis Cerpen .......124 xvi .64 Diagram batang 3 Hasil Tes Keterampilan Menulis pada Siklus II ....................61 Diagram batang 2 Hasil Tes Keterampilan Menulis pada Siklus I .....................DAFTAR DIAGRAM DAN GRAFIK Diagram batang 1 Hasil Tes Keterampilan Menulis pada Pratindakan ........

......................................... 156 Lampiran 13 Pedoman Observasi Kelas Siklus I dan Siklus II ............................................... 146 Hasil Tes Menulis Cerpen Siklus II......................... 167 Lampiran 21 Hasil Jurnal Siswa Siklus II............ 148 Pedoman Observasi Siswa Siklus I dan Siklus II .. 133 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus II ............................................. 136 Contoh Cerpen Berdasarkan Teks Lagu....................... 144 Hasil Tes Menulis Cerpen Siklus I ...............................................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Daftar Nama Siswa Kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang ..................................................... 157 Lampiran 14 Hasil Observasi Kelas Siklus I ............................................................................. 171 Lampiran 22 Rekapitulasi Jurnal Siswa Siklus I dan Siklus II .......................................... 164 Lampiran 18 Hasil Jurnal Guru Siklus II ........ 175 xvii ................. 152 Lampiran 11 Hasil Observasi Siswa Siklus II......... 166 Lampiran 20 Hasil Jurnal Siswa Siklus I .......................................... 132 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus I..................................... 161 Lampiran 16 Pedoman Jurnal Guru Siklus I dan Siklus II................................................................................................. 150 Lampiran 10 Hasil Observasi Siswa Siklus I............................................. 154 Lampiran 12 Rekapitulasi Observasi Siswa Siklus I dan Siklus II................................. 142 Hasil Tes Menulis Cerpen Prasiklus.......................................... 165 Lampiran 19 Pedoman Jurnal Siswa Siklus I dan Siklus II ...................................... 159 Lampiran 15 Hasil Observasi Kelas Siklus II ......... 139 Teks Lagu Siklusi dan Siklus II...... 163 Lampiran 17 Hasil Jurnal Guru Siklus I .......................................

.................Lampiran 23 Pedoman Angket Siklus I dan Siklus II.................................................................. 226 Lampiran 36 Surat Keterangan Penelitian ........................................................................................ 228 xviii ............................ 178 Lampiran 25 Hasil Angket Siklus II ..................... 205 Lampiran 32 Hasil Menulis Cerpen Siswa Siklus II.................................. 200 Lampiran 31 Hasil Menulis Cerpen Siswa Siklus I ................... 227 Lampiran 37 Surat Keterangan Panitia Ujian Skripsi ..................................................................... 186 Lampiran 26 Rekapitulasi Angket Siklus I dan Siklus II....................................................................................................... 196 Lampiran 29 Hasil Wawancara Siklus II ............... 225 Lampiran 35 Surat Izin Penelitian........................... 224 Lampiran 34 Surat Keputusan Pengangkatan Dosen Pembimbing Skripsi .... 194 Lampiran 27 Pedoman Wawancara Siklus I dan Siklus II................. 176 Lampiran 24 Hasil Angket Siklus I.. 195 Lampiran 28 Hasil Wawancara Siklus I.. 198 Lampiran 30 Hasil Menulis Cerpen Siswa Pratindakan ................................................................................. 212 Lampiran 33 Surat Izin Observasi..........................................................................................

..... 96 4.............................................................. 105 9....................................................Rencana Pembelajaran Siklus I Pertemuan ke-1 .............. 92 2........................................Lembar Pengamatan Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Guru Siklus I I ...............Rencana Pembelajaran Siklus II. 99 5.....Daftar Nama Siswa Kelas VII D .... ...................... 93 3........................... 104 8.... 107 10........................ 111 xix ..................Lembar Kerja Siswa Siklus I Pertemuam ke-1 ....................................................................................Lembar Pengamatan Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Guru Siklus I Pertemuan Ke-1 .....................Hala man 1................ 103 7..................Lembar Kerja Siswa Siklus I Pertemuam ke-2 ........ 102 6....Lembar Pengamatan Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Guru Siklus I Pertemuan Ke-2 ..........Lembar Kerja Siswa Siklus II ................................................................... 109 11...Rencana Pembelajaran Siklus I Pertemuan ke-2..Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus I Pertemuan ke-1 ...... ................................................

....................Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus I Pertemuan ke-2............................. 149 26.... 161 xx .............................................. 142 22.... 148 25......................Soal Evaluasi Siklus I .......................Soal Uji Coba .......................................... 119 17.............................. 146 23...............Kurikulum 2004 .Silabus .... 117 15..........Surat Ijin Observasi dari Fakultas Ekonomi .................................................Kunci Jawaban Soal Evaluasi Siklus I ............................Kisi-kisi Penyebaran Butir Soal .........Daftar Nilai Ulangan Sebelum Tindakan..Kunci Jawaban Soal Uji Coba ............... 138 20.................................................................................................................... Tingkat Kesukaran dan Daya Pembeda...... 160 32......................................................................................... Siklus I........ 147 24........................... 150 27................................. 115 14...................Daftar Kelompok..............Surat Keterangan Penelitian dari SMP N 4 Randudongkal ................. 113 13..............Kunci Jawaban Soal Evaluasi Siklus II................................................................................ 157 29....Daftar Nilai Ulangan IPS Ekonomi Pokok Bahasan Perusahaan dan Badan Usaha Siswa Kelas VII SMP N 4 Randudongkal .................Surat Ijin Penelitian dari Fakultas Ekonomi ..Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus II ...................................Daftar Nilai Ulangan Siklus II .................................. 159 31....... dan Siklus II........................ 158 30........................................ 128 19..........Analisis Validitas....................................................... 127 18.....................................................Soal Evaluasi Siklus II .......................................Rekapitulasi Hasil Belajar Sebelum Tindakan......................................................Daftar Nilai Ulangan Siklus I.......................... 151 28.....................12..... 141 21................ 118 16......................... Reabilitas.......

Keempat keterampilan tersebut selalu berkait satu dengan yang lain. Bahasa Indonesia yang dipakai 1 . Sebagai bahasa negara berarti bahasa Indonesia harus digunakan sesuai dengan kaidah. Sebagai bahasa nasional. Tugas pertama adalah bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. keterampilan membaca. cermat. keagamaan. tertib. sedangkan keterampilan berbicara dan keterampilan menulis merupakan keterampilan produktif. dan dapat meningkatkan kemampuan intelektualnya. Pengajaran keterampilan bahasa dan sastra Indonesia mencakupi keterampilan mendengarkan. bahasa Indonesia tidak mengikat pemakainya untuk sesuai dengan kaidah dasar. Manusia berkomunikasi agar dapat saling belajar. perdagangan. dan masuk akal.1Latar Belakang Bahasa merupakan alat yang sangat vital bagi manusia dalam berkomunikasi. dan keterampilan menulis. Penggunaan bahasa dalam berkomunikasi ada dua macam yaitu bahasa lisan dan bahasa tulis. Tugas kedua adalah bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi baik secara lisan maupun tulis tersebut muncul dalam segala aktivitas seperti pendidikan. berbagi pengalaman. dan sebagainya.BAB I PENDAHULUAN 1. Suyatno (2004:6) menyatakan bahwa posisi bahasa Indonesia berada dalam dua tugas. politik. Di antara keterampilan tersebut keterampilan mendengarkan dan keterampilan membaca merupakan keterampilan reseptif. keterampilan berbicara.

(5) sekolah dapat menyusun program pendidikan tentang kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan keadaan siswa dan sumber belajar yang tersedia. Dengan demikian pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah tidak hanya mempelajari bahasa yang resmi. Tingkat kebakuannya diukur oleh aturan kebahasaan dan logika pemakaian. kebutuhan. (3) guru lebih mandiri dan leluasa dalam menentukan bahan ajar kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah dan siswanya. Diberlakukannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) oleh pemerintah menghendaki (1) peserta didik dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuan. dan minatnya. bahasa yang sesuai dengan tata bahasa dan kaidah-kaidah penggunaannya saja tetapi juga mempelajari bahasa dalam bentuk yang tidak resmi seperti dalam bahasa sastra. Hal ini mengandung pengertian betapa pentingnya keterampilan dan kemampuan menulis dalam kehidupan sehari-hari. (6) daerah dapat menentukan bahan dan sumber belajar 2 . Keterampilan menulis merupakan syarat untuk berkecimpung dalam berbagai macam bidang atau kegiatan. Keterampilan menulis mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.2 harus lengkap dan baku. serta dapat menumbuhkan penghargaan terhadap hasil karya kesastraan dan hasil intelektual bangsa sendiri. (4) orang tua dan masyarakat dapat secara aktif terlibat dalam pelaksanaan program kebahasaan dan kesastraan di sekolah. Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus diajarkan pada siswa. (2) guru dapat memusatkan perhatian kepada pengembangan kompetensi bahasa siswa dengan menyediakan berbagai kegiatan berbahasa dan sumber belajar.

dan mencatat penjelasan guru. Dalam kajian ini dipilih cerpen sebagai objek penelitian. pendapat. gagasan. Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia aspek bersastra SMA kelas X untuk subaspek menulis menyebutkan bahwa siswa harus mampu mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan orang lain ke dalam cerpen (Depdiknas. Untuk mencapai standar kompetensi di atas proses pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia bukan sekadar pengajaran mengenai teori-teori sastra. mendengarkan penjelasan guru. dalam hal ini dapat berupa puisi. dan novel. lebih sederhana jika dibandingkan dengan bahasa dalam puisi yang mempunyai arti lebih kompleks. sehingga cerpen sering disebut bacaan yang dapat dibaca sekali duduk. Siswa tidak akan memperoleh keterampilan menulis hanya dengan duduk. 2005:1). Di samping memperoleh pengetahuan tentang teori-teorinya siswa pun dituntut untuk dapat mengungkapkan pikiran. Tulisan imajinatif yang merupakan tulisan kreatif. Bahasa yang digunakan dalam cerpen pun menggunakan bahasa yang sederhana. novelet. Keterampilan menulis cerpen dapat ditingkatkan 3 . Keterampilan menulis cerpen bukanlah sesuatu yang dapat diajarkan melalui uraian atau penjelasan semata-mata.3 kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi dan kekhasan daerah dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional (Depdiknas. perasaan ataupun pengalaman penulisnya. 2005:4). dan perasaannya melalui sebuah karya sastra yang berupa cerpen. begitu pun untuk membacanya. serta berupa pemadatan kata yang di dalamnya menceritakan gagasan. cerpen. Pemilihan cerpen karena cerpen tidak memerlukan waktu yang lama untuk membuatnya karena bentuknya yang lebih pendek daripada novel.

tidak diungkapkan khususnya dalam bentuk karya sastra. gagasan. Keterampilan menulis cerpen yang diajarkan di sekolah-sekolah selama ini menggunakan metode konvensional. Proses belajar mengajar Bahasa dan Sastra Indonesia di sekolah-sekolah umumnya berorientasi pada teori dan pengetahuan semata-mata sehingga keterampilan berbahasa khususnya keterampilan menulis kurang dapat perhatian. Hal ini juga dialami siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. hambatan-hambatan tersebut yaitu daya imajinasi siswa masih kurang. Ide. dan kurang dapat mengembangkan ide. keterampilan maupun psikomotor. dan perasaan mereka berlalu begitu saja. pengembangan topik. Peran guru amat dominan dalam proses pembelajaran. pikiran. dan pengembangan ide atau gagasan kurang bervariasi. Cerpen yang dibuatnya kurang menarik karena bahasa yang digunakan monoton. Hasil dan prestasi dapat meningkat apabila ada perubahan sikap dan tingkah laku siswa baik pada aspek pengetahuan.4 dengan melakukan kegiatan menulis cerpen secara terus-menerus sehingga akan mempengaruhi hasil dan prestasi siswa dalam menulis cerpen. 4 . Siswa kurang aktif dan sering kali metode ini menimbulkan kebosanan bagi siswa dalam pembelajaran menulis cerpen sehingga karya yang dihasilkan siswa kurang maksimal. diksi yang digunakan dalam menulis cerpen kurang bervariasi. kesulitan menentukan tema. dan diksi yang belum mendapat perhatian dari siswa. Tidak sedikit siswa yang mengalami hambatan dalam mengembangkan keterampilannya menulis cerpen. Hal ini dapat dilihat dari kesesuaian isi cerpen dengan tema.

Hal tersebut akan berdampak pada keberhasilan siswa dalam mengikuti pembelajaran dan mengerjakan tugas yang diberikan guru. keterampilan menulis akan meningkat. Keterampilan menulis merupakan proses belajar yang memerlukan ketekunan berlatih.5 Guru sebagai penyampai materi kepada siswa harus dapat menyampaikan materi yang akan dibahas dengan metode dan media yang tepat dan menarik. Strategi pembelajaran yang tepat dan dapat menarik perhatian siswa sehingga menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Keprofesionalan seorang guru dituntut demi lancarnya proses belajar mengajar. fasilitator. melainkan dengan latihan yang sungguhsungguh keterampilan itu dapat dimiliki oleh siapa saja. untuk dapat menulisnya diperlukan usaha yang keras dan latihan terbimbing secara terus-menerus untuk menghasilkan cerpen yang baik. Ada tiga persyaratan utama yang harus dimiliki oleh seorang guru agar menjadi guru yang baik. Pembelajaran menulis cerpen dalam penelitian ini menggunakan metode latihan terbimbing karena keterampilan menulis bukanlah semata-mata milik golongan orang yang berbakat menulis. semakin rajin berlatih. Begitu juga dengan keterampilan menulis cerpen. sekaligus inspirator bagi siswa sangat diperlukan dalam hal ini yaitu memberikan latihan terbimbing kepada siswa dalam menulis kreatif cerpen. Dalam penguasaan keterampilan pembelajaran guru dituntut untuk menggunakan berbagai strategi pembelajaran. dan (3) evaluasi pembelajaran. 5 . Peran guru sebagai motivator. yaitu menguasai (1) bahan ajar (2) keterampilan pembelajaran.

dengan teks lagu tersebut dapat diketahui alur dan temanya yang akan mempermudah siswa dalam menulis cerpen. namun metode-metode dan media yang digunakan 6 . pengalaman ataupun sebuah peristiwa. Beberapa penelitian mengenai keterampilan menulis cerpen telah banyak dilakukan. Berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas tentang keterampilan menulis cerpen telah banyak dilakukan. Media memegang peran penting dalam pembelajaran karena dengan adanya media siswa dapat menangkap penjelasan yang disampaikan guru dengan mudah. (2) lagu merupakan sarana hiburan yang menyenangkan dan dapat menciptakan kepuasan. Pemilihan teks lagu sebagai media dalam pembelajaran menulis cerpen didasarkan pada alasanalasan berikut: (1) pada usianya yang masih tergolong remaja kebanyakan siswa SMA menyukai lagu-lagu. kebahagiaan dan keharuan bagi yang menikmatinya. sehingga dengan media ini diharapkan dapat menstimulus siswa untuk menghasilkan karya terbaiknya dan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. (3) teks lagu berisi rangkaian kata indah yang mengisahkan sebuah cerita.6 Media yang digunakan dalam pembelajaran menulis cerpen yaitu teks lagu. begitu juga dengan media yang digunakan dalam pembelajaran menulis cerpen dengan media teks lagu ini. Teks lagu merupakan sebuah naskah yang berisi lirik lagu yang berisi rangkaian kata yang merupakan ungkapan pikiran dan perasaan penyair. baik mengenai kehidupan. Siswa diharapkan dapat meningkatkan kemampuannya menuangkan ide-ide atau pengalamannya ke dalam sebuah karya sastra yaitu cerita pendek dengan mudah dan dapat menghasilkan karya yang baik.

Oleh karena itu.2Identifikasi Masalah Masalah yang muncul dalam keterampilan menulis cerpen dapat dipengaruhi oleh faktor siswa dan faktor guru. pengalaman pribadi sebagai basis melalui pendekatan keterampilan proses dan pemodelan. Masalah yang muncul pada siswa dapat diatasi dengan menyajikan pembelajaran menulis cerpen yang lebih menarik dengan menggunakan metode yang tepat yaitu latihan terbimbing dengan media yang sesuai dan menarik yaitu menggunakan teks lagu. 1. Hal tersebut memberi kemungkinan untuk menemukan metodemetode yang lain untuk dijadikan penelitian lebih lanjut. Teks lagu yang digunakan sebagai media dalam 7 . Metode dan media yang telah digunakan antara lain karya wisata. Metode latihan terbimbing membantu siswa dalam menulis cerpen karena melalui metode ini guru memberikan latihan terbimbing kepada siswa untuk dapat menulis cerpen yang baik dan kreatif. peneliti melakukan penelitian tindakan kelas sekaligus sebagai bahan penyusunan skripsi dengan judul Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen melalui Metode Latihan Terbimbing dengan Media Teks Lagu Siswa Kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. Keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu diasumsikan dapat mengatasi permasalahan siswa dalam pembelajaran keterampilan menulis cerpen.7 berbeda-beda. Masalah yang dialami siswa yaitu masih rendahnya kemampuan menulis cerpen. Penelitian ini akan mencoba metode latihan terbimbing dengan media teks lagu untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen.

tidak menggunakan metode yang tepat. tidak menindaklanjuti hasil karangan siswa. dan pujian seperlunya sehingga dapat tercapai tujuan yang diharapkan. Masalah yang dialami guru. 8 .3Pembatasan Masalah Berdasarkan uraian di atas. Pembelajaran menulis cerpen harus mendapat porsi yang cukup. menghargai hasil karya siswa dengan memberi penilaian. Masalah-masalah guru ini dapat diatasi dengan menumbuhkan kesadaran bagi guru bahwa pembelajaran menulis cerpen merupakan bagian yang penting dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang tidak bisa diremehkan dan dilewati begitu saja. serta kurang menggunakan media yang tepat dan menarik perhatian siswa. Permasalahan tersebut akan diatasi dengan cara menggunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.8 pembelajaran menulis cerpen yaitu sebagai sarana untuk mempermudah siswa menentukan tema dan alur cerpen. Guru hendaknya dapat menggunakan metode pembelajaran menulis cerpen yang tepat agar menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan secara kreatif menggunakan sarana serta media yang ada untuk menarik minat siswa. dan kurang kreatif dalam mengembangkan pelajaran menulis cerpen. 1. kurang memberi pelatihan menulis cerpen. yaitu kurang memberi respon terhadap pelajaran menulis (mengarang) sehingga sering dilewati. dipilih masalah yang akan diteliti yaitu rendahnya keterampilan menulis cerpen dan kurangnya respon siswa terhadap pembelajaran menulis cerpen pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang.

4Rumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah di atas.Manfaat Teoritis Manfaat teoritis setelah dilakukan latihan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu adalah berupa ditemukannya metode pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen.9 1.Mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang.5Tujuan Penelitian 1. 2. 1. rumusan masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.Adakah perubahan perilaku siswa setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang? 1. 9 .Mendeskripsikan perubahan perilaku siswa setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen menggunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang.Seberapa besar peningkatan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang? 2.6Manfaat Penelitian Penelitian ini mempunyai manfaat teoretis dan praktis sebagai berikut: 1.

hasil penelitian ini dapat dijadikan pembanding terutama dalam hal cara meningkatkan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Bagi siswa. Bagi peneliti yang lain. 10 .Manfaat Praktis Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat. penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam upaya meningkatkan keterampilan menulis cerpen bagi siswanya. dan peneliti yang lain. dengan adanya penelitian ini siswa mendapat pengalaman belajar yang bermakna melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dan dapat meningkatkan keterampilannya menulis cerpen. Bagi guru. guru.10 2. khususnya bagi siswa.

25% menjadi 76. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa keterampilan siswa dalam menulis cerpen dapat ditingkatkan dengan metode karya wisata. Penelitian tersebut dilakukan oleh Farikoh (2003). Maulana (2005). dan Kusworosari (2007). pada siklus II meningkat 7. Peningkatan ini dapat terlihat pada daya serap siswa sebelum ada tindakan yaitu 58. Farikoh (2003) melakukan penelitian tentang peningkatan menulis cerpen dengan judul Peningkatan Kemampuan Menulis Cerpen dengan Metode Karya Wisata pada siswa Kelas I3 MA Ma`hadut Thalabah Babakan Lebaksiu Tegal.66% kemudian meningkat 10. Dengan demikian peninjauan terhadap penelitian lain sangat penting untuk mengetahui relevansi penelitian yang telah lampau dengan penelitian yang akan dilakukan. karena biasanya suatu penelitian mengacu pada penelitian lain yang dapat dijadikan titik tolak penelitian selanjutnya.63%.BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2. Dengan demikian 11 .1Kajian Pustaka Penelitian murni yang beranjak dari nol atau dari awal jarang ditemui. Penelitian tindakan kelas tentang menulis cerpen merupakan penelitian yang menarik.38%. Tutiyah (2005).22% setelah ada siklus I menjadi 69. Banyaknya penelitian tentang menulis cerpen tersebut dapat dijadikan salah satu bukti bahwa menulis cerpen-cerpen di sekolah-sekolah sangat menarik untuk diteliti.

Hasil analisis dari data siklus I dan siklus II mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan peningkatan dari siklus I dan siklus II.65. Hasil tes pada siklus I diperoleh hasil rata-rata kelas sebesar 62. Penelitian yang sama juga dilakukan oleh Tutiyah (2005) berjudul Peningkatan Kemampuan Menulis Cerkak dengan Metode Karya Wisata pada Siswa Kelas IE SMP Negeri 1 Banjarmangun. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keterampilan menulis cerpen pada siswa kelas X-1 SMA Negeri 5 Semarang mengalami peningkatan. Kusworosari (2007) melalukan penelitian dengan judul Peningkatan Menulis Cerpen dengan Pengalaman Pribadi sebagai Basis Melalui pendekatan Keterampilan Proses pada Siswa Kelas X-1 SMA Negeri 5 Semarang. Perilaku siswa kelas X-1 SMA Negeri 5 Semarang dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen mengalami perubahan dari perilaku negatif menjadi perilaku positif.27. Penelitiannya mengkaji tentang metode karya wisata yang berguna untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerkak. Penelitian yang telah dilakukan memperoleh hasil peningkatan keterampilan siswa yang signifikan dengan nilai rata-rata siswa pada kegiatan pembelajaran prasiklus ke siklus I meningkat sebesar 2.51.12 belajar menulis cerpen dengan metode karya wisata dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen. Setelah menggunakan metode karya wisata nilai rata-rata keterampilan siswa dalam menulis cerkak meningkat sebesar 0. .37. Pada siklus II diperoleh hasil rata-rata kelas 73.

sedangkan penelitian kali ini menerapkan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu untuk meningkatkan keterampilan menulis cerpen. siswa sudah berperilaku positif terhadap pembelajaran.13 Penelitian yang dilakukan Maulana (2005). dan Kusworosari (2007). yang berjudul Peningkatan Keterampilan Menulis Iklan dengan Menggunakan Metode Latihan Terbimbing pada Siswa Kelas 2B SMP Cinde Semarang Tahun Ajaran 2004/2005. penelitian ini mempunyai perbedaan dengan penelitian sebelumnya. Begitu juga dengan penelitian yang dilakukan penulis kali ini. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan ternyata ditemukan adanya peningkatan keterampilan menulis siswa kelas 2 B SMP Cinde Semarang setelah mengikuti pembelajaran menulis iklan dengan menggunakan metode latihan terbimbing. Farikoh (2003) dan Tutiyah (2005) menerapkan keterampilan menulis cerpen dengan menggunakan metode karya wisata. Namun demikian. Perubahan perilaku siswa juga tampak selama penelitian berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis cerpen seperti yang dilakukan oleh Farikoh (2003). Kusworosari (2007) menerapkan pengalaman pribadi sebagai basis melalui pendekatan proses. . Penelitian yang telah ada tersebut memiliki kekhasan masing-masing. Berdasarkan kajian pustaka yang dipaparkan dapat diketahui bahwa penelitian tindakan kelas tentang menulis cerpen maupun metode latihan terbimbing yang digunakan untuk meningkatkan berbagai keterampilan menulis cerpen memang sangat menarik dan banyak dilakukan. Tutiyah (2005).

2. metode latihan terbimbing. tujuan menulis kreatif cerpen. Unsur kreativitas mendapat tekanan dan perhatian besar karena dalam hal ini sangat penting peranannya dalam pengembangan proses kreatif . pada umumnya. 2. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi terhadap masalah-masalah yang dihadapi siswa di sekolah ini. tidak tatap muka dengan orang lain (Tarigan. sehingga siswa dapat menulis cerpen yang baik. dan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. khususnya masalah kelemahan atau rendahnya keterampilan siswa dalam menulis cerpen.2Landasan Teoretis Teori-teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah hakikat menulis kreatif cerpen. hakikat cerpen. Dasar penulisan kreatif atau creatif writing sama dengan menulis biasa. 1986:3). dengan menggunakan lambang-lambang bahasa. media teks lagu. unsur-unsur pembangun cerpen. Pada penelitian ini guru memberikan latihan terbimbing dengan media teks lagu saat pembelajaran.2.1Hakikat Menulis Cerpen Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung.14 Penelitian ini mengkaji tentang peningkatan keterampilan menulis cerpen dan perubahan tingkah laku siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang setelah mengikuti pembelajaran melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Komunikasi tidak langsung ini dilakukan dengan menggunakan media tulis.

Pendapat . keberhasilan kita kini. tidak ada bagiannya yang hanya berfungsi sebagai embel-embel. yakni nilai-nilai yang bermakna bagi kehidupan. semuanya memberi saham yang penting untuk menggerakkan jalan cerita. Menulis merupakan suatu kegiatan produktif dan ekspresif. Tidak ada bagian yang ompong. tidak ada bagian yang berlebihan (Diponegoro 1994:6). yang mengarahkan dan meningkatkan kualitas hidup kita sebagai manusia. Dalam hal kreativitas menulis cerpen. tiap tanda bacanya. atau mengungkapkan watak tokoh. dan mengarang termasuk tulisan kreatif yang penulisannya dipengaruhi oleh hasil rekaan atau imajinasi pengarang. kreativitas ini dalam ide maupun (hasil) akhirnya (Titik 2003:31). tiap katanya. Oleh karena itu di dalam karya sastra menyuguhkan nilai kehidupan. atau melukiskan suasana. Tamsir (dalam Endraswara 2003:239) memberikan petunjuk bahwa penulis ibarat kamerawan yang membidik perjalanan panjang kehidupan manusia atau sesuatu yang dimanusiakan. Tiap bagiannya. Cerita dalam cerpen sangat kompak. Karya kreatif bisa saja merupakan penemuan kembali kekuatan dan kelemahan kita di masa lalu. Menulis cerpen merupakan cara menulis yang paling selektif dan ekonomis. Menulis cerpen pada hakikatnya merujuk pada kegiatan mengarang. atau juga kegagalan kita dalam menyongsong masa depan. tiap kalimatnya. Karya kreatif merupakan interpretasi evaluatif yang dilakukan pengarang terhadap kehidupan yang kemudian direfleksikan melalui medium bahasa pilihan. tidak ada bagian yang sia-sia. Jadi sumber penciptaan karya sastra tidak lain adalah kehidupan kita secara keseluruhannya.15 seorang penulis/pengarang dalam karya-karyanya.

Cerita selamanya akan menyangkut manusia atau makhluk dan hal lain yang diperinsankan (dipersonifikasikan). dan suasana terjadinya peristiwa pun hanya direka-reka oleh pengarangnya. Wiyanto (2005:96) mengemukakan bahwa menulis cerpen harus banyak berkhayal karena cerpen memang karya fiksi yang berbentuk prosa. bahkan dari mimpi bisa menjadi ide cerita yang mampu menggerakkan imajinasi untuk berkreasi membuat cerpen. Bisa juga cerita itu berasal dari kisah yang benar-benar dialami sendiri oleh pengarangnya yang diolah sedemikian rupa dalam bentuk cerpen menjadi cerita fiksi. Demikian pula para pelaku yang terlibat dalam peristiwa itu. ceritanya masih masuk akal sehingga mungkin saja terjadi. Oleh karena itu. Bahan baku cerpen memang bisa berasal dari kisah yang benar-benar terjadi dalam masyarakat. Pengalaman pribadi. Wujud dari interaksi itu dilahirkan dengan hal-hal yang dinyatakan dari pikiran dan perasaan dan hal-hal yang dinyatakan dengan perbuatan. atau cerita rekaan. cerpen (dan semua cerita fiksi) disebut cerita rekaan. Selanjutnya Siregar dalam Gie (2002:197) menyatakan bahwa cerita adalah ekspresi yang menggunakan kata-kata atas suatu kejadian atau peristiwa yang dialami manusia. . tempat. Cerita dalam cerpen meskipun khayal. Waktu. Kejadian itu berlangsung pada saat seseorang tersebut berinteraksi dengan manusia lain dan alam sekelilingnya. Peristiwaperistiwa yang terjadi dalam cerpen hanya direkayasa pengarangnya.16 itu memberikan gambaran bahwa penulis cerpen harus tanggap terhadap lingkungan dan perubahan waktu. dari membaca buku atau menonton film. cerita khayal. pengamatan atas kejadiankejadian di sekitar kita.

dapat diketahui bahwa menulis cerpen merupakan proses kreatif yang melahirkan pikiran.17 Namun. pelaku.2Tujuan Menulis Cerpen Hartig (dalam Tarigan 1982:24) menyebutkan tujuan menulis sebagai berikut: 1. Trianto (dalam Kholifah 2006:19) menyebutkan bahwa tulisan yang bersifat kreatif merupakan tulisan yang bersifat apresiatif dan ekspresif. ceritanya benarbenar hasil imajinasi pengarangnya yang jauh dari kenyataan. menyenangi. perasaan. Apresiatif maksudnya melalui kegiatan menulis kreatif orang dapat mengenali. tempat. dan suasana yang terjadi dalam cerpen hanya bersifat rekaan atau khayal. ada beberapa cerpen yang ceritanya tidak masuk akal. secara ekspresif dan apresiatif. Penulis menulis sesuatu karena ditugaskan. Ekspresif dalam arti bahwa kita dimungkinkan mengekspresikan atau mengungkapkan berbagai pengalaman/berbagai hal yang menggejala dalam diri kita untuk dikomunikasikan kepada orang lain melalui tulisan kreatif sebagai sesuatu yang bermakna. Salah satu teks bersifat kreatif adalah teks cerpen. dan mungkin menciptakan kembali secara kritis berbagai hal yang dijumpai dalam teks-teks kreatif karya orang lain dengan caranya sendiri dan memanfaatkan berbagai hal tersebut ke dalam kehidupan nyata. Berdasarkan uraian menulis kreatif cerpen yang disampaikan di atas. menikmati. bukan atas kemauannya . Peristiwa. 2.2.Assignment purpose (tujuan penugasan) Tujuan penugasan ini sebenarnya tidak mempunyai tujuan sama sekali. waktu.

5. 7.Problem-solving purpose (tujuan pemecahan masalah). 2. ingin menolong para pembaca memahami. atau seni yang ideal. Tulisan yang bertujuan meyakinkan para pembaca akan kebenaran gagasan yang diutarakan. notulen rapat).Creative purpose (tujuan kreatif).Self-expressive purpose (tujuan pernyataan diri). seni idaman. 6. . Tulisan yang bertujuan mencapai nilai-nilai artistik. menghindarkan kedukaan para pembaca. menghargai perasaan dan penalarannya. Penulis bertujuan untuk menyenangkan para pembaca. ingin membuat hidup para pembaca lebih menyenangkan dengan karyanya itu. 3. Tulisan yang bertujuan memperkenalkan atau menyatakan diri sang pengarang kepada pembaca. nilai-nilai kesenian.Persuasive purpose (tujuan persuasif). tujuan penerangan) Tulisan yang bertujuan memberi informasi atau keterangan/penerangan kepada para pembaca.Altruistik purpose (tujuan altruistik). 4. Tetapi ”keinginan kreatif” di sini melebihi pernyataan diri.18 sendiri(misalnya para siswa yang diberi tugas merangkum buku. sekretaris yang ditugaskan membuat laporan.Informational purpose (tujuan informasional. dan melibatkan dirinya dengan keinginan mencapai norma artistik. Tujuan ini erat hubungannya dengan tujuan pernyataan diri.

menjernihkan serta menjelajahi serta meneliti secara cermat pikiran-pikiran dan gagasan-gagasannya sendiri agar dapat dimengerti dan diterima oleh para pembaca. Selanjutnya Jabrohim (2003:71) menyebutkan bahwa tujuan yang dicapai melalui kegiatan pengembangan menulis kreatif. atau apakah cerpen itu hanya dimuat dalam majalah lokal dengan sirkulasi mini. Sang penulis ingin menjelaskan. yakni yang bersifat apresiatif dan yang bersifat ekspresif. Dan anda ingin menulis lagi cerpen yang lebih baik. Samuel Jonson (dalam Diponegoro 1994:4) menyatakan bahwa ”tidak ada seorang pun. kecuali orang goblog. kepuasan batin yang paling penting. Keluar dari sekapan itu haknya yang mutlak. anda baru mencapai puncak kepuasan. Hasrat itu begitu besar sehingga seperti orang tak bersalah yang disekap dan berontak menggebrak pintu untuk keluar.19 Dalam tulisan seperti ini sang penulis ingin memecahkan masalah yang dihadapi. Kemungkinan lain ialah anda berhasrat menulis cerpen karena anda dilahirkan memang untuk menulis cerpen. Namun lain halnya pendapat Diponegoro (1994:4) yang menyangkal pendapat tersebut ia menyatakan bahwa ”Saya juga tidak setuju. puncak demi puncak kepuasan. Apresiatif maksudnya bahwa melalui kegiatan penulisan . Dan anda tidak peduli lagi. seperti perasaan ibu yang terbaring di ranjang bersalin ketika mendengar tangis awal bayinya yang baru lahir”. yang mau menulis tidak untuk cari uang”. Dr. atau malah hanya terjepit dalam map anda yang ketlingsut . Dan jika cerpen itu sudah lahir dari mesin ketik anda. sebab ada juga orang menulis tidak untuk cari uang dan toh ia bukan orang yang goblog. apakah hanya sedikit orang yang suka membaca cerpen itu.

dan mungkin menciptakan kembali secara kritis berbagai hal yang dijumpai dalam teks-teks kreatif karya orang lain dengan caranya sendiri. Selain itu tujuan menulis kreatif cerpen juga untuk mendapatkan finansial. menyenangi. Bagi siswa menulis cerpen mengandung tujuan untuk melatih diri para siswa untuk mengembangkan kompetensi perasaannya. dan 2.20 kreatif orang dapat mengenal. menulisnya dalam menyampaikan pendapat. menikmati. dan dapat menciptakan cerpen-cerpen yang lebih kreatif.1Pengertian Cerpen Cerpen sebenarnya sudah banyak diketahui dan bahkan sering dinikmati oleh banyak orang. Namun.2.3Cerpen Cerita pendek atau cerpen merupakan satu genre sastra bentuk prosa. Pemaparan secara mendalam tentang cerpen akan dibahas pada subbab berikut. dapat mengekspresikan atau mengungkapkan pengalaman serta didapat kepuasan batin. Ekspresif dalam arti bahwa kita dimungkinkan mengekspresikan atau mengungkapkan berbagai pengalaman atau berbagai hal yang menggejala dalam diri kita untuk dikomunikasikan kepada orang lain. 2. Suharianto (1982:39) menyatakan bahwa cerita pendek bukan ditentukan oleh banyaknya halaman untuk mewujudkan cerita tersebut atau sedikit . menyenangi dan menikmati. para ahli memberikan definisi atau batasan yang berbeda-beda.3.2. pikiran. Berdasarkan uraian di atas tentang tujuan menulis kreatif cerpen dapat disimpulkan bahwa tujuan menulis kreatif cerpen yaitu melalui kegiatan penulisan kreatif cerpen ini orang dapat mengenal.

Bila ditinjau dari bentuknya cerpen adalah cerita yang pendek. Ciri dasar yang ketiga adalah sifat naratif atau penceritaan (Sumardjo 1986:36-37).M juga menyatakan bahwa cerpen adalah cerita atau narasi (bukan analisis) yang fiktif (tidak benar-benar telah terjadi tetapi dapat terjadi di mana saja dan kapan saja) serta relatif pendek.21 tokoh yang terdapat di dalam cerita itu. yaitu cerita yang pendek ciri dasar yang lain adalah sifat rekaan (fiction). Cerpen bukan penuturan kejadian yang pernah terjadi berdasarkan kenyataan yang sebenarnya. Jadi sebuah cerita pendek senantiasa hanya akan memusatkan perhatiannya pada tokoh utama dan permasalahannya yang paling menonjol dan menjadi pokok cerita pengarang. jika ruang lingkup yang permasalahan yang diungkapkan tidak memenuhi persyaratan yang dituntut oleh cerita pendek. direka oleh pengarangnya. Jadi sebuah cerita yang pendek belum tentu dapat digolongkan ke dalam jenis cerita pendek. Wiyanto (2005:77) juga mengungkapkan bahwa cerpen adalah cerita yang hanya menceritakan satu peristiwa dari keseluruhan kehidupan pelakunya. Akan tetapi dengan hanya melihat fisik yang pendek saja. . Di samping ciri dasar yang tadi. Selain itu. melainkan lebih disebabkan oleh ruang lingkup permasalahan yang ingin disampaikan oleh bentuk karya sastra tersebut. orang belum dapat menetapkan cerita yang pendek adalah sebuah cerpen. Jakob Sumardjo dan Saini K. Selanjutnya Suharianto (1982:39) juga menambahkan bahwa ”cerita pendek adalah wadah yang biasanya dipakai oleh pengarang untuk menyuguhkan sebagian kecil saja dari kehidupan tokoh yang paling menarik perhatian pengarang”. tetapi murni ciptaan saja.

latar (setting). yakni bagian .2.22 Dari beberapa pendapat tersebut peneliti dapat menyimpulkan bahwa cerita pendek adalah cerita fiksi yang bentuknya pendek dan ruang lingkup permasalahannya menyuguhkan sebagian kecil saja dari kehidupan tokoh yang menarik perhatian pengarang. tokoh penokohan.2Unsur Pembangun Cerpen Cerpen tersusun atas unsur-unsur pembangun cerita yang saling berkaitan erat antara satu dengan yang lainnya. Unsur-unsur dalam cerpen terdiri atas: alur atau plot. tema.3. Koherensi dan keterpaduan semua unsur cerita yang membentuk sebuah totalitas amat menentukan keindahan dan keberhasilan cerpen sebagai suatu bentuk ciptaan sastra. 2. gaya bahasa. Selanjutnya Suharianto (1982:28) menyebutkan bahwa alur atau plot terdiri atas lima bagian.3. dan keseluruhan cerita memberi kesan tunggal. 2. dan amanat.2.1Alur atau Plot Pengertian alur dalam cerita pendek atau dalam karya fiksi pada umumnya adalah ”rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapan-tahapan peristiwa sehingga menjalin suatu cerita yang dihadirkan oleh para pelaku dalam suatu cerita” (Aminuddin 1987:83). Keterkaitan antara unsur-unsur pembangun cerita tersebut membentuk totalitas yang bersifat abstrak.2. dan utuh”. yaitu (1) pemaparan atau pendahuluan. Menurut Suharianto (1987:28) alur atau plot yakni cara pengarang menjalin kejadian-kejadian secara beruntun dengan memperhatikan hukum sebab akibat sehingga merupakan kesatuan yang padu. sudut pandang (poin of view). bulat.

23 cerita tempat pengarang mulai melukiskan suatu keadaan yang merupakan awal cerita. bulat dan utuh. Dilihat dari cara penyusunannya bagian-bagian alur tersebut. Sedangkan alur campuran yakni gabungan dari sebagian alur lurus dan sebagian alur sorot balik. . Tetapi keduanya dijalin dalam kesatuan yang padu sehingga tidak menimbulkan kesan ada dua buah cerita atau peristiwa yang terpisah. (3) penanjakan. antara tokoh dan masyarakat sekitar. (2) penggawatan. Apabila cerita disusun sebaliknya. baik waktu maupun tempat kejadian (Suharianto 1982:29) Dari pendapat-pendapat tersebut dapat peneliti simpulkan bahwa alur atau plot adalah jalinan peristiwa secara beruntutan dalam cerita dengan memperhatikan hubungan sebab akibat sehingga cerita itu merupakan kesatuan yang padu. Konflik itu dapat terjadi antara tokoh dan tokoh. yaitu bagian cerita yang melukiskan konflik-konflik seperti yang disebutkan di atas mulai memuncak. alur sorot balik (flash back). Mulai bagian ini secara bertahap terasakan adanya konflik dalam cerita tersebut. (4) puncak atau klimaks yaitu bagian yang melukiskan peristiwa mencapai puncaknya (5) peleraian yaitu bagian cerita tempat pengarang memberikan pemecahan dari semua peristiwa yang telah terjadi dalam cerita atau bagian. atau antara tokoh dan nuraninya sendiri. yakni dari bagan akhir dan bergerak ke muka menuju titik awal cerita disebut alur sorot balik. Disebut alur lurus apabila cerita disusun mulai dari awal diteruskan dengan kejadian-kejadian berikutnya dan berakhir pada pemecahan masalah. dan alur campuran. yaitu bagian yang melukiskan tokoh-tokoh yang terlibat dalam cerita mulai bergerak. alur atau plot cerita dapat dibedakan menjadi alur lurus.

24

2.2.3.2.2Tokoh dan Penokohan Tokoh dan penokohan merupakan dua hal yang berhubungan erat. Berikut penjelasan mengenai tokoh dan penokohan.

2.2.3.2.2.1Tokoh Tokoh cerita (charakter ), menurut Abrams (dalam Nurgiyantoro 1994:165), adalah orang-orang yang ditampilkan dalam suatu karya naratif. Atau drama, yang oleh pembaca ditafsirkan memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu seperti yang diekspresikan dalam ucapan dan apa yang dilakukan dalam tindakan. Tokoh adalah individu rekaan yang mengalami peristiwa dalam cerita atau perlakuan dalam cerita (Sudjiman dalam Faozan 2002:20). Tokoh dalam cerpen bersifat fiktif. Sudjiman juga mengemukakan pembagian tokoh dalam cerita dapat dilihat dari fungsi dan cara penampilannya. Berdasarkan fungsinya, tokoh dapat dibedakan menjadi dua yaitu: a)Tokoh sentral adalah tokoh utama yang diceritakan dalam cerita. Tokoh sentral dibedakan menjadi : 1)Tokoh utama atau protagonis yakni tokoh yang memegang peran pimpinan. Ia menjadi sorotan dalam cerita. 2)Tokoh antagonis yaitu tokoh penentang protagonis. 3)Tokoh wirawan/wirawati dan antiwirawan b)Tokoh bawahan adalah tokoh yang tidak sentral kedudukannya dalam cerita, tetapi kehadirannya sangat diperlukan untuk menunjang atau mendukung tokoh utama.

25

Tokoh bawahan dibedakan menjadi: (1)Tokoh andalan, yakni tokoh bawahan yang menjadi kepercayaan protagonis yang dimanfaatkan untuk memberi gambaran yang terperinci mengenai tokoh utama. (2)Tokoh tambahan, yakni tokoh yang tidak memegang peran penting dalam cerita, misalnya tokoh lataran. Berdasarkan cara penampilan tokoh dalam cerita, tokoh dibedakan menjadi: a)Tokoh datar/sederhana atau pipih, yakni tokoh yang hanya diungkapkan salah satu segi wataknya saja. Watak tokoh datar sedikit sekali berubah. Termasuk di dalamnya adalah tokoh stereotif. b)Tokoh bulat/kompleks atau bundar, yakni tokoh yang wataknya kompleks, terlihat kekuatan dan kelemahannya. Ia mempunyai watak yang dapat dibedakan dengan tokoh-tokoh yang lain. Tokoh ini juga dapat mengejutkan pembaca, karena kadang-kadang dalam dirinya dapat terungkap watak yang tidak terduga sebelumnya. Bagan berikut akan memperjelas uraian diatas

Tokoh utama/protagonist Tokoh sentral Menurut fungsinya Tokoh bawahan Tokoh andalan Tokoh tambahan Tokoh antagonis Tokoh wirawan/wirawati

Tokoh Menurut cara menampilkan

Tokoh datar/sederhana/pipih Tokoh bulat/kompleks/bundar

26

2.2.3.2.2.2Penokohan Menurut Aminuddin (1987:79) penokohan adalah cara pengarang menampilkan tokoh atau pelaku. Suharianto (1982:31) mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan penokohan adalah pelukisan mengenai tokoh cerita, baik keadaan lahirnya maupun batinnya yang dapat berupa pandangan hidupnya, sikapnya, keyakinannya, adat-istiadatnya, dan sebagainya. Watak adalah kualitas tokoh, kualitas nalar dan jiwanya yang membedakan dengan tokoh lain. Ada dua macam cara yang sering digunakan pengarang untuk melukiskan tokoh ceritanya, yaitu dengan cara langsung dan cara tak langsung. Disebut dengan cara langsung apabila pengarang langsung menguraikan atau

menggambarkan keadaan tokoh, misalnya dikatakan bahwa tokoh ceritanya cantik, tampan, cerewet, dan sebagainya. Sebaliknya apabila pengarang secara tersamar dalam memberitahukan wujud atau keadaan tokoh ceritanya, maka dikatakan pelukisan tokohnya sebagai tidak langsung. Yang termasuk dalam cara tidak langsung misalnya (a) dengan melukiskan keadaan kamar atau tempat tinggalnya, cara berpakaiannya, cara berbicaranya, dan sebagainya, (b) dengan melukiskan sikap tokoh dalam menanggapi suatu kejadian atau peristiwa dan sebagainya, dan (c) dengan melukiskan bagaimana tanggapan tokoh-tokoh lain dalam cerita bersangkutan (Suharianto 1982:31). Cerita rekaan modern cenderung menekankan unsur perwatakan atau penokohan. Tokoh-tokoh cerita rekaan modern mendapat sorotan yang lebih tajam dibandingkan dengan cerita rekaan pada awal perkembangan sastra Indonesia. Kejadian-kejadian berpusat pada konflik watak tokoh utamanya. Mutu ceria

27

rekaan banyak ditentukan oleh kepandaian pengarang dalam menghidupkan watak tokoh-tokohnya. Pengarang yang berhasil menghidupkan watak tokoh-tokohnya akan meyakinkan kebenaran cerita yang disampaikan.

2.2.3.2.3Latar atau Setting Latar atau setting adalah tempat, waktu, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita (Wiyanto 2005:82). Selanjutnya Nurgiyantoro (2005:217)

menyebutkan bahwa latar memberikan pijakan cerita secara konkret dan jelas. Hal ini penting untuk memberikan kesan realistis kepada pembaca, meciptakan suasana tertentu yang seolah-olah sungguh-sungguh ada dan terjadi. Setting bukan hanya menunjukkan tempat dan waktu tertentu tetapi juga hal-hal yang hakiki dari suatu wilayah, sampai pada macam debunya, pemikiran rakyatnya, kegilaan mereka, gaya hidup mereka, kecurigaan mereka dan sebagainya (Sumardjo 1991:76). Selain itu Suharianto (1982:33) mengemukakan bahwa latar disebut juga setting: yaitu tempat atau waktu terjadinya cerita. Waktu terjadinya cerita dapat semasa dengan kehidupan pembaca dan dapat pula sekian bulan, tahun atau abad yang lalu. Tempat terjadinya peristiwa dapat di suatu desa, kantor, daerah, bahkan negara mana saja. Wiyanto (2005:82) menyebutkan bahwa latar atau setting mencakupi tiga hal, yaitu setting tempat, setting waktu, dan setting suasana . 1)Setting Tempat Setting tempat adalah tempat peristiwa itu terjadi. Sebuah peristiwa bisa terjadi di halaman rumah, di ruang tamu, atau di kamar belajar.

28

2)Setting Waktu Setting waktu adalah kapan peristiwa itu terjadi. Sebuah peristiwa bisa saja terjadi pada masa sepuluh tahun yang lalu, zaman Majapahit, zaman revolusi fisik, atau zaman sekarang. 3)Setting Suasana Peristiwa itu terjadi dalam suasana apa? Suasana ada dua macam, yaitu suasana batin, dan suasana lahir. Yang termasuk suasana batin, yaitu perasaan bahagia, sedih, tegang, cemas, marah, dan sebagainya yang dialami oleh pelaku. Sementara yang termasuk suasana lahir ialah sepi (tak ada gerak), sunyi (tak ada suara), senyap (tak ada suara dan gerak). Romantis, hirukpikuk, dan lain-lain. Dari pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa latar (setting) adalah segala keterangan, petunjuk, pengacuan yang berkaitan dengan tempat dan waktu dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita.

2.2.3.2.4Sudut Pandang atau Point of View Yang dimaksud titik pandang atau point of view adalah cara pengarang menampilkan para pelaku dalam cerita yang dipaparkan (Aminuddin 1987:90). Sudut pandang atau titik kisah ( point of view) adalah posisi pencerita (pengarang) terhadap kisah yang diceritakan (Wiyanto 2005:83). Point of view pada dasarnya adalah visi pengarang artinya sudut pandangan yang diambil pengarang untuk melihat suatu kejadian cerita (Sumardjo 1986:82). Selain itu Nurgiyantoro (2005: 248) juga menyebutkan bahwa sudut pandang pada hakikatnya merupakan

2. Pelaku utama cerita tersebut orang lain. teknik. yaitu (1) pengarang sebagai pelaku utama cerita. Pengarang sepenuhnya hanya mengatakan/menceritakan apa yang dilihatnya. tetapi bukan sebagai pelaku utama. 2. Dalam hal ini pengarang tidak berperan sebagai apa-apa. Menurut Suharianto (1982:36) jenis pusat pengisahan.3. dan siasat. Aminuddin (1987:72) mengemukakan bahwa gaya bahasa mengandung pengertian cara pengarang menyampaikan gagasannya dengan menggunakan . (2) pengarang ikut main. Pengertian gaya dikemukakan oleh beberapa pengarang seperti yang tersebut berikut.29 strategi. (3) pengarang serba hadir. Tokoh yang akan menyebutkan dirinya sebagai “aku”. (4) pengarang peninjau. Dari beberapa pendapat dapat peneliti simpulkan bahwa sudut pandang atau point of view adalah cara memandang yang digunakan pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh. tindakan latar. dalam pusat pengisahan ini pengarang seakan-akan tidak tahu apa yang akan dilakukan pelaku cerita atau yang ada dalam pikirannya. Gaya merupakan pemakaian bahasa yang spesifik dari seorang pengarang. dan sebagai peristiwa yang membentuk cerita dalam sebuah cerita kepada pembaca.2. Ada beberapa jenis pusat pengisahan (point of view). dapat “dia” atau kadang-kadang disebut namanya tetapi pengarang serba tahu apa yang akan dilakukan atau bahkan apa yang ada dalam pikiran pelaku cerita. ”gaya bahasa adalah cara pengarang menggunakan bahasa untuk menghasilkan karya sastra”(Wiyanto 2005:84).5Gaya Gaya erat hubungannya dengan nada cerita. yang secara sengaja dipilih pengarang untuk mengemukakan gagasan dan ceritanya.

2. Dari berbagai pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa gaya adalah keterampilan pengarang dalam mengolah dan memilih bahasa secara tepat dan sesuai dengan watak pikiran dan perasaan. persoalan. itulah gaya seorang pengarang.3. meninjau. persoalan dan menceritakannya dalam sebuah cerpen. Setiap pengarang mempunyai gaya yang berbeda-beda dalam mengungkapkan hasil karyanya. Hakikatnya tema adalah permasalahan yang merupakan titik tolak pengarang dalam menyusun cerita atau karya sastra tersebut. Menurut Aminuddin (1987:91) tema adalah ide yang mendasari suatu cerita sehingga berperanan juga sebagai pangkal tolak pengarang dalam . Dan sebagai pribadi. Selanjutnya Suharianto (1982:28) mengatakan bahwa tema sering disebut juga dasar cerita.30 media bahasa yang indah dan harmonis serta mampu menuansakan makna dan suasana yang dapat menyentuh daya intelektual dan emosi pembaca. 2.6Tema Tema adalah ide cerita (Sumardjo 1986:56). ia berada secara khas di dunia ini. Dengan kata lain gaya adalah pribadi pengarang itu sendiri. Ia tak bisa lain dari dirinya. yakni pokok permasalahan yang mendominasi suatu karya sastra. Selanjutnya Sumardjo (1986:92) mengemukakan gaya bahasa adalah cara khas pengungkapan seseorang. sekaligus merupakan permasalahan yang ingin dipecahkan pengarang dengan karyanya itu. Cara bagaimana seorang pengarang memilih tema. Ia terasa dan mewarnai karya sastra tersebut dari halaman pertama hingga halaman terakhir.2.

Amanat adalah unsur pendidikan.3. Menurut Suharianto (1982:71) ”amanat dapat disampaikan dengan cara tersirat dan tersurat”. . Menurut Suharianto (1982:70) ”amanat ialah nilai-nilai yang ada dalam cerita”. sedangkan eksplisit atau tersurat berarti pengarang menyampaikan langsung pada pembaca melalui kalimat . Tersirat artinya pengarang tidak menyampaikan langsung melalui kalimat-kalimat. Dengan kata lain.2. terutama pendidikan moral. juga berfungsi sebagai sarana pendidikan. Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud tema adalah ide atau gagasan atau permasalahan yang mendasari suatu cerita yang merupakan titik tolak pengarang dalam menyusun cerita atau karya sastra. Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan amanat adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca lewat karya sastra yang ditulisnya. pengarang selain untuk menghibur pembaca (penikmat) juga ingin mengajari pembaca. tetapi melalui jalan nasib atau penghidupan pelakunya. Selanjutnya Wiyanto (2005: 78) menyatakan bahwa tema adalah pokok pembicaraan yang mendasari cerita. Ajaran yang ingin disampaikan pengarang itu dinamakan amanat. baik itu berbentuk keterangan pengarangnya atau dialog pelaku.31 memaparkan karya fiksi yang diciptakannya. yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca lewat karya sastra yang ditulisnya (Wiyanto 2005:84).2.7Amanat Karya sastra selain berfungsi sebagai hiburan bagi pembacanya. 2.

sehingga sulit menentukan bagaimana sebenarnya mengajar yang baik. dan keterampilan untuk merealisasikan dirinya sesuai . Metode adalah cara yang berkaitan dengan pengorganisasian kegiatan belajar bagi warga belajar (Syamsu 1994:155). Di dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode latihan terbimbing.2. Hal ini mendorong seorang guru untuk mencari metode yang tepat dalam penyampaian materinya agar dapat diserap dengan baik oleh siswa.32 2. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode dalam pembelajaran adalah strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru sebagai media untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Sedangkan metode mengajar adalah strategi pengajaran untuk mencapai tujuan yang diharapkan (Djamarah 2002: 84). keterampilan untuk menerima dirinya. Sedangkan pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa sehingga tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik (Darsono 2000:24). Mengajar secara efektif sangat bergantung pada pemilihan dan penggunaan metode mengajar. sebagai sarana untuk memelihara kebiasaan-kebiasaan yang baik. Metode adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan. Menurut peneliti metode latihan terbimbing adalah suatu cara mengajar yang baik digunakan untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. kesempatan dan keterampilan dengan proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis kepada individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya agar tercapai keterampilan untuk dapat memahami dirinya. keterampilan untuk mengarahkan dirinya. dan juga digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan.4Metode Latihan Terbimbing Mengajar adalah suatu usaha yang sangat kompleks.

33

dengan keterampilannya dalam mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan, baik di dalam keluarga, sekolah dan masyarakat. Bimbingan dan arahan dilakukan oleh seseorang yang ahli dan berkompetensi di bidangnya. Metode latihan terbimbing yang digunakan dalam proses pembelajaran akan menciptakan kondisi siswa yang aktif. Dalam menggunakan metode tersebut guru harus berhati-hati karena hasil dari suatu latihan terbimbing akan tertanam dan kemudian menjadi kebiasaan. Selain untuk menanamkan kebiasaan metode latihan terbimbing ini juga dapat menambah kecepatan, ketepatan dan kesempurnaan dalam melakukan sesuatu, serta dapat pula dipakai sebagai suatu cara untuk mengulangi bahan yang telah dikaji. Untuk menunjang keberhasilan penggunaan metode latihan terbimbing dalam pembelajaran keterampilan menulis cerpen diperlukan guru yang benarbenar berkompetensi di bidangnya, dalam hal ini yaitu guru yang menguasai keterampilan mengajar dan menguasai sastra. Bimbingan adalah bantuan yang diberikan oleh seseorang, baik pria maupun wanita, yang terlatih dengan baik dan memiliki kepribadian dan pendidikan yang memadahi kepada seseorang, dari semua usia untuk membantunya mengatur kegiatan, keputusan sendiri, dan menanggung bebannya sendiri (Crow&Crow dalam Mugiarso 2004:2). Kegiatan bimbingan bukan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara kebetulan, insidental, sewaktu-waktu tidak sengaja, atau asal saja, melainkan suatu kegiatan yang dilakukan dengan sistematis, sengaja, berencana, terus-menerus dan terarah pada tujuan. Setiap kegiatan bimbingan merupakan kegiatan yang berkelanjutan artinya senantiasa diikuti secara terus menerus dan aktif sampai sejauh mana individu telah berhasil mencapai tujuan dan penyesuaian diri.

34

2.2.5Media Teks Lagu Media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran (Djamarah dan Zain 2002:137). Dalam proses belajar mengajar kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting. Karena dalam kegiatan belajar mengajar ketidakjelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Secara umum fungsi media adalah sebagai penyalur pesan. Media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapai (Sudjana dan Rivai 2001: 2). Selain itu, media pembelajaran dapat menambah efektivitas komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa. Penggunaan media harus sejalan dengan tujuan pengajaran yang telah dirumuskan. Manakala tujuan pembelajaran diabaikan dalam menggunakan media maka media bukan lagi sebagai alat bantu pengajaran tetapi sebagai penghambat dalam pencapaian tujuan secara efektif dan efisien. Penggunaan media dalam proses belajar mengajar juga dapat membangkitkan rasa ingin tahu dan minat, membangkitkan motivasi dan rangsangan dalam proses belajar mengajar, serta dapat mempengaruhi psikologi siswa. Oleh karena itu media dapat digunakan secara tepat, secara nyata membantu dan mempermudah proses belajar mengajar. Dengan demikian, hasil pembelajaran dapat lebih optimal Teks lagu adalah naskah yang berisi syair lagu yang merupakan ragam suara yang berirama. Lagu merupakan karya yang estetis yang bermakna dan mempunyai arti bukan hanya sesuatu yang kosong tanpa makna. Oleh karena itu

35

sebelum mengkaji aspek-aspek yang lain perlu lebih dahulu dikaji lagu sebagai sebuah struktur yang bermakna dan bernilai estetis. Penciptaan lagu dapat memberikan kesenangan juga berharap bagi para penikmat dapat mengerti maksud yang terkandung dalam lagu tersebut yang merupakan jalinan komunikasi. Suharto dalam Wardah (2005:37) mengungkapkan bahwa lagu adalah sarana informasi dan edukasi bagi negara dan bagi masyarakat. Sebagai sarana informasi yaitu lagu sebagai sarana penyampaian ungkapan hati atau ungkapan perasaan seorang penyair kepada pendengar. Sebagai sarana edukasi lagu dapat digunakan sebagai media dalam pembelajaran di sekolah karena lagu merupakan salah satu bentuk karya seni. Teks lagu yang berisi syair lagu dapat dijadikan sebagai media pembelajaran menulis cerpen yaitu dengan menyoroti teks lagu tersebut dari tema dan alur. Dengan menyoroti dua hal tersebut media teks lagu dapat mempermudah siswa dalam mengembangkan ide, gagasan, atau perasaannya ke dalam sebuah karya sastra yang berupa cerpen.

2.2.6Menulis Cerpen melalui Metode Latihan Terbimbing dengan Media Teks Lagu Mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan orang lain ke dalam cerpen merupakan salah satu standar kompetensi yang harus ditempuh oleh siswa dalam pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Dalam hal ini, siswa sebagai subjek penelitian dituntut untuk mampu menulis cerpen yang baik berdasarkan pengalaman diri

36

sendiri maupun orang lain. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis cerpen yaitu menentukan tema, membuat kerangka karangan, menentukan tokoh, latar, plot, sudut pandangnya dan mengembangkan kerangka karangan menjadi cerpen. Keterampilan menulis cerpen dengan baik tidak dapat dimiliki oleh seseorang dengan begitu saja. Namun, perlu adanya latihan terbimbing dari seorang guru yang berkompeten dalam bidang sastra dengan terus menerus dan teratur. Dengan demikian pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing adalah kegiatan belajar mengajar yang menerapkan proses bimbingan dan latihan dalam menulis cerpen. Peranan guru dalam pembelajaran ini menjadi sangat penting dan esensial guna melaksanakan pembelajaran dengan metode latihan terbimbing agar siswa dapat menulis cerpen dengan baik. Langkah awal yang perlu dilakukan dalam pembelajaran menulis puisi yaitu menjelaskan tentang unsur-unsur pembangun cerpen yang meliputi: alur atau plot, tokoh dan penokohan latar (setting), sudut pandang (point of fiew), gaya (bahasa), dan tema. Langkah yang kedua yaitu mengarahkan siswa untuk menulis cerpen. Tiap bagian cerpen memberikan saham penting untuk menggerakkan cerita, mengungkapkan watak tokoh, dan melukiskan suasana. Karena itu, kegiatan menulis cerpen merupakan cara yang selekif dan ekonomis (Diponegoro 1994:6). Hal-hal berikut dapat dijadikan pengarahan bagi siswa agar mau dan mampu menulis cerpen. Pertama, guru mengarahkan siswa untuk dapat menemukan ide cerita dan merumuskannya menjadi sebuah tema. Ide cerita dapat di peroleh dari pengalaman dan kehidupan siswa dalam hal ini siswa dapat

37

menentukan tema dari teks lagu. Kedua membuat kerangka karangan. Kerangka karangan berfungsi untuk menyusuri jalan cerita, sehingga tidak banyak yang menyimpang. Ketiga, setelah garis besar dibuat biarkan siswa bermain dengan imajinasinya untuk mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya, kemudian siswa diarahkan untuk menentukan siapa tokoh utamanya, apa masalahnya, siapa antagonisnya, dan bagaimana latar belakang ceritanya, bagaimana watak tokohnya, bagaimana plotnya, di mana klimaksnya, sudut pandang yang digunakan, dari mana cerita awal dan bagaimana cerita penutupnya. Dalam hal ini diperlukan keterampilan berpikir yang penuh konsentrasi, logika yang tajam, dan nalar yang kritis untuk berkreasi secara produktif menciptakan sebuah cerpen. Setelah diketahui uraian tentang metode latihan terbimbing dengan media teks lagu, dapat disimpulkan bahwa metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam pembelajaran menulis cerpen merupakan proses siswa di dalam menulis cerpen dengan bimbingan dari guru. Langkah pertama guru menjelaskan unsur-unsur pembangun cerpen, dan menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum memulai, menulis cerpen, kemudian siswa diminta membuat cerpen dengan media teks lagu. Di saat siswa bekerja guru berkeliling melihat pekerjaan siswa satu persatu, kesulitan perseorangan siswa, dibantu untuk perseorangan dan jika kesalahan yang terjadi sama permasalahannya untuk seluruh siswa maka guru akan membahasnya pada refleksi akhir pembelajaran.

pengalaman. Pada umumnya siswa belum mampu menyampaikan ide.3Kerangka Berpikir Pada dasarnya pengajaran menulis mempunyai tujuan supaya siswa memiliki keterampilan. (2) guru membagikan sebuah teks lagu pada siswa. (3) siswa mengamati dan memperhatikan teks lagu tersebut. pikiran dan perasaannya dengan baik dalam sebuah karya sastra khususnya cerpen. Keterampilan menulis cerpen bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. (4) guru menjelaskan langkah-langkah menulis cerpen dengan memperhatikan unsur-unsur pembangun . Agar proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dapat tepat guna dan siswa mudah menangkap materi yang disampaikan maka guru menggunakan media yang dapat membantu proses latihan terbimbing tersebut yaitu dengan menggunakan media teks lagu. gagasan. Kenyataan yang ada dalam pembelajaran menulis cerpen belum memenuhi tujuan yang akan dicapai. Secara garis besar pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) guru melakukan apersepsi mengenai pembelajaran menulis cerpen. Upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan metode pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran menulis cerpen.38 2. dan memanfaatkan keterampilan menulis dalam berbagai keperluan. keterampilan menulis cerpen siswa dapat ditingkatkan secara maksimal. Melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam menulis cerpen. Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam mengajarkan keterampilan menulis cerpen masih menggunakan metode konvensional jadi siswa kurang dapat mengembangkan kemampuan bersastranya.

kesulitan perseorangan dibimbing secara perseorangan. (9) salah satu dari hasil pekerjaan siswa dibacakan di depan kelas. (8) hasil pekerjaan menulis cerpen dikumpulkan. 2. (12) guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran menulis cerpen.39 cerpen. . (7) guru membimbing siswa dalam menulis cerpen.4Hipotesis Tindakan Hipotesis dalam penelitian ini adalah pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen pada siswa kelas X-7 SMA negeri 1 Pemalang. (6) siswa ditugaskan untuk menulis cerpen berdasarkan kehidupan diri sendiri. (11) guru memberikan penguatan terhadap pembelajaran menulis cerpen. (5) berdasarkan teks lagu tersebut siswa diminta untuk memperhatikan tema dan jalan cerita yang ada dalam teks lagu tersebut untuk dijadikan tema dan alur dalam cerpen yang akan dibuatnya. (10) siswa lain mengomentari hasil pekerjaan temannya. (13) guru dan siswa merefleksi kegiatan pembelajaran menulis cerpen. dan kesulitan siswa yang terjadi secara klasikal dibahas bersama-sama secara klasikal.

wawancara. 6 1 . Adapun hasil nontes diperoleh dari data observasi.1 Hasil Tes Pratindakan Hasil tes pratindakan yaitu berupa keterampilan siswa dalam menulis cerpen sebelum dilakukan tindakan penelitian. Hasil tes pratindakan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi awal keterampilan menulis cerpen siswa kelas X7 SMA Negeri 1 Pemalang. Hasil tes pada tindakan siklus I dan siklus II adalah hasil tes menulis cerpen setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Hasil penelitian ini terdiri atas hasil tes dan hasil nontes.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. 3. 4. tindakan kelas pada siklus I.5 27. 2.5 5 100 X= 2459 40 = 30. Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Jumlah Rentang Nilai 85-100 75-84 60-74 50-59 0-49 Frekuensi Bobot 2 25 11 2 40 150 1591 623 88 2452 Persentase Rata-rata Skor 5 62. Hasil pratindakan dapat dilihat pada tabel 4 berikut: Tabel 4 Hasil Menulis Cerpen Pratindakan No Kategori 1. dan siklus II.1. dan dokumentasi. jurnal. Hasil tes pratindakan adalah hasil tes menulis cerpen sebelum pembelajaran menulis cerpen dilakukan. 4.1 Hasil Penelitian Hasil penelitian tindakan kelas ini diperoleh dari pratindakan. Jumlah siswa yang mengikuti tes pratindakan ini berjumlah 40 siswa. angket. 5.

60 .

11 siswa atau sebanyak 27. 2 siswa atau sebesar 5% termasuk ke dalam kategori baik. 2 siswa atau sebanyak 5% mendapat kategori sangat kurang. Walaupun sudah berada pada kategori cukup tetapi masih perlu adanya perbaikan untuk meningkatkan hasil nilai siswa. Dari 40 siswa.5% termasuk ke dalam kategori cukup.61 Pada tabel di atas tersebut menunjukkan bahwa keterampilan menulis cerpen pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang sudah termasuk ke dalam kategori cukup yaitu 61. 25 20 21 15 10 5 0 0 1 2 3 4 16 3 0 .5% termasuk ke dalam kategori kurang. Untuk lebih jelasnya perolehan nilai hasil tes pada pratindakan dapat dilihat pada diagram batang berikut.30. 25 siswa atau sebesar 62.

2=Baik. 61 . 4=Kurang. 5=Sangat Kurang.Diagram batang 1. 3=Cukup. Hasil Menulis Cerpen Pratindakan Keterangan: 1=Sangat Baik.

2.62 Pada diagram batang 1 di atas terlihat batang yang paling tinggi adalah batang untuk kategori cukup yaitu 52.5%.1 Hasil Tes Siklus I Siklus I yaitu berupa keterampilan siswa dalam menulis cerpen setelah 62 . dan pada kategori baik berada angka 7. Tindakan siklus ini dilakukan sebagai upaya untuk memperbaiki dan memecahkan masalah yang muncul pada pratindakan.1. Setelah melihat hasil tes pratindakan (keadaan awal) siswa yang telah dipaparkan. 4.5%.1. Hal ini berarti bahwa 52. 4.2 Hasil Penelitian Siklus I Siklus I merupakan pemberlakuan awal penelitian melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. perlu dilakukan sebuah tindakan agar dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen. Pelaksanaan pembelajaran menulis cerpen siklus I terdiri atas data tes dan nontes.5% keterampilan menulis cerpen siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang berada pada kategori cukup Sisanya berada pada kategori kurang dan baik. Pada kategori kurang berada pada angka 40%. Tindakan yang dilakukan adalah berupa pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.

6 100 8 Pada tabel 5 menunjukkan hasil tes keterampilan menulis cerpen secara menyeluruh mencapai rata-rata 68. Agar lebih jelas dapat dilihat pada diagram batang berikut hasil tes menulis cerpen siklus I. dan 25 siswa atau 62.5 2746 X= 62.65 dan termasuk ke dalam kategori cukup. Rentang Nilai Sangat Baik 85-100 Baik 70-84 Cukup 60-69 Kurang 50-59 Sangat Kurang Jumlah 0-49 Frekuensi Bobot 11 25 4 40 862 1653 231 2746 Persentase Rata-rata Skor 27. 3. . 2. 4.5 40 10 = 65.5% dari jumlah keseluruhan siswa yang mencapai kategori cukup. Walaupun sudah ada peningkatan.48 hanya 11 siswa atau 27. Ratarata yang dicapai oleh siswa adalah klasikal sebesar 68. 5. 4 siswa atau 10% dari jumlah keseluruhan siswa yang mencapai kategori kurang. tetapi hasil yang ada belum maksimal.5% dari jumlah keseluruhan siswa yang mencapai kategori baik.63 Tabel 5 Hasil Menulis Cerpen pada Siklus I No Kategori 1. Rata-rata tersebut menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor siswa dalam menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.

63 .

5% atau sebanyak 25 siswa. Pada jumlah yang paling sedikit. 64 . 5=Sangat Kurang. tetapi jumlah yang memperoleh kategori cukup dan baik menjadi bertambah dan yang berada pada kategori kurang menjadi berkurang. Tetapi jumlah persentase pada siklus I ini lebih besar dibandingkan pada hasil tes pratindakan yaitu sebesar 62. sebanyak 4 siswa atau sebesar 10%. Nilai pada siklus I ini merupakan penjumlahan skor dari 7 aspek keterampilan menulis cerpen. 4=Kurang. Setelah pada kategori cukup batang yang berada di bawah kategori cukup adalah kategori baik.5 27. yaitu aspek tema dan amanat. 2=Baik. tokoh dan penokohan. Diagram batang 2 di atas menunjukkan bahwa batang yang paling tinggi adalah kategori cukup. Walaupun tidak ada yang berada pada kategori sangat baik. Hasil Menulis Cerpen Siklus I Keterangan: 1=Sangat Baik. yaitu yang memperoleh kategori kurang. yaitu sebesar 27.5 10 0 4 5 Diagram batang 2.5% atau sebanyak 11 siswa. 3=Cukup.64 70 60 50 40 30 20 10 0 0 1 2 3 kategori 62. Keadaan tersebut sama dengan keadaan pada hasil tes pratindakan.

kategori baik dicapai 25 siswa atau sebesar 62. Tabel 6 Perolehan Skor Aspek Tema dan Amanat Siklus I No Kategori 1. 3. sudut pandang. Hasil perolehan aspek tema dan amanat dapat dilihat pada tabel 6.10 15 6-8 25 3-5 0-2 40 317 Persentase Skor 135 182 Rata-rata (%) 37.5% dari jumlah keseluruhan siswa. 4.1 Hasil Tes Menulis Cerpen Aspek Tema dan Amanat Penilaian aspek tema dan amanat difokuskan pada kerelevanan tema dan amanat dengan teks lagu yang digunakan sebagai media pembelajaran. Sangat Baik Cukup Kurang Rentang Frekuensi Bobot Nilai Baik 9. Hasil tersebut termasuk kategori baik. . kategori cukup dan kurang tidak ada.5 317 X= 40 = 93. siswa yang mencapai kategori sangat baik berjumlah 15 siswa atau sebanyak 37.93. latar.7 Jumlah 100 Data tabel 6 menunjukkan rata-rata skor yang dicapai dalam aspek tema dan amanat sebesar 7.5 62.1. diksi dan gaya bahasa.65 alur.1.5% dari jumlah keseluruhan siswa. artinya keterampilan siswa dalam menentukan tema dan amanat sudah baik.2. 2. dan kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen. Hasil dari masing-masing aspek dipaparkan sebagai berikut 4. Dari tabel tersebut dapat dilihat.

65 .

kategori cukup dicapai 3 siswa atau sebesar 7. Hasil perolehan nilai pada aspek alur dapat dilihat pada tabel 7.5%. . dan tidak ada satu pun siswa yang mendapat kategori kurang.3 Hasil Menulis Cerpen Aspek Tokoh dan Penokohan Hasil perolehan nilai pada aspek tokoh dan penokohan dapat dilihat pada tabel 8 berikut . 3. Rentang Nilai Sangat Baik 16-20 Baik 11-15 Cukup 6-10 Kurang 0-5 Frekuensi Bobot 4 33 3 65 421 30 Persentase Rata-rata Skor 10 82.2.2. 1 2 Jumlah 40 516 100 Data pada tabel 7 menunjukkan bahwa rata-rata skor aspek alur dalam cerpen yang dicapai siswa sebesar 12.1. 4.66 4.1. Perolehan nilai dalam kategori sangat baik dicapai 4 siswa atau sebesar 10% dari jumlah keseluruhan. 4. 2.5% dari jumlah keseluruhan.2 Hasil Tes Menulis Cerpen Aspek Alur Hasil perolehan nilai pada aspek alur difokuskan pada keterampilan siswa menciptakan alur yang menarik.90 termasuk dalam kategori baik .5 40 = 90.1. artinya keterampilan siswa dalam menciptakan alur yang menarik dalam menulis cerpen sudah baik.1. kategori baik dicapai oleh 33 siswa atau sebesar 82.5 516 X= 7. Tabel 7 Perolehan Skor Aspek Alur Siklus I No Kategori 1.

66 .

5% dari jumlah keseluruhan siswa.67 Tabel 8 Perolehan Skor Aspek Tokoh dan Penokohan Siklus I No Kategori 1. Rentang Nilai Sangat Baik 16-20 Baik 11-15 Cukup 6-10 Kurang 0-5 Jumlah Frekuensi Bobot 10 29 1 40 163 372 10 545 Persentase Rata-rata Skor 25 545 X= 72. Tabel 9 No Kategori Perolehan Skor Aspek Latar Rentang Nilai Frekuensi Bobot Siklus I Persentase Rata-rata Skor 1. 1 3 100 Data pada tabel 8 menunjukkan bahwa rata-rata skor dalam aspek tokoh dan penokohan yang dicapai siswa sebesar 13.1.5 40 2.5 5 X = = . 4.5 87.63 (termasuk pada kategori baik). Sangat Baik Baik Cukup Kurang 9-10 6-8 3-5 0-2 3 35 2 - 27 263 10 7. 2. Perolehan nilai dalam kategori sangat baik dicapai oleh 10 siswa atau sebesar 25%.5 = 63.1.4 Hasil Menulis Cerpen Aspek Latar Penilaian aspek pemilihan latar difokuskan pada ketepatan pemilihan latar yang sesuai dengan situasi dan kondisi dalam cerpen. 3. 2. kategori baik 29 siswa atau sebesar 72. 3. dan tidak ada siswa yang mendapat kategori kurang. Hasil penilaian pemilihan latar dapat dilihat pada tabel 9. artinya keterampilan siswa dalam menulis cerpen aspek tokoh dan penokohan sudah baik. 4.2.5%. 4. kategori cukup 1 siswa atau sebesar 2.

7 Jumlah 40 300 100 67 .300 40 5.

5 Hasil Menulis Cerpen Aspek Diksi dan Gaya Bahasa Penilaian aspek pemilihan diksi dan gaya bahasa difokuskan pada ketepatan penggunaan bahasa yang sesuai dengan situasi dan kondisi dalam cerpen. kategori cukup dicapai 2 siswa atau 5% dari jumlah keseluruhan siswa.2. Rentang Nilai Sangat Baik 9-10 Baik 6-8 Cukup 3-5 Kurang 0-2 Jumlah Frekuensi Bobot 37 3 40 0 247 15 262 Persentase Rata-rata Skor 0 262 X = 92.55. 4. Hasil tersebut termasuk kategori baik. Dari tabel tersebut dapat dilihat.68 Data pada tabel 9 menunjukkan rata-rata skor yang dicapai siswa dalam aspek pemilihan latar sebesar 7. artinya keterampilan siswa dalam pemilihan latar yang sesuai dengan situasi dan kondisi yang diceritakan dalam cerpen sudah baik.5.5%.5 = 55. 2. Dari tabel tersebut dapat dilihat. 4. 6 100 Data tabel 10 menunjukkan rata-rata skor yang dicapai dalam aspek diksi dan gaya bahasa sebesar 6. kategori cukup dicapai 3 . siswa yang mencapai kategori baik berjumlah 37 siswa. dan untuk kategori dan kurang tidak ada.5% dari jumlah keseluruhan siswa. Atau sebanyak 92. Hasil tersebut termasuk kategori baik. artinya keterampilan siswa dalam memilih diksi dan gaya bahasa sudah baik.5%.1. 3. kategori baik 35 siswa atau sebesar 87. siswa yang mencapai kategori sangat baik berjumlah 3 siswa atau sebesar 7.5 40 7. Hasil penilaian pemilihan latar dapat dilihat pada tabel 10 Tabel 10 Perolehan Skor Aspek Diksi dan Gaya Bahasa Siklus I No Kategori 1.1.

68 .

kategori cukup dicapai 2 siswa atau 5% dari jumlah keseluruhan siswa. 4.5% dari jumlah keseluruhan siswa.69 siswa atau sebesar 7. .1. 2. Dari tabel tersebut dapat dilihat.7 Hasil Menulis Cerpen Aspek Kepaduan Unsur-unsur Pembangun Cerpen Siklus I Penilaian aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen difokuskan pada ketepatan dalam memadukan unsur-unsur pembangun cerpen. 4. 7 100 Data pada tabel 11 menunjukkan rata-rata skor yang dicapai siswa dalam aspek penggunaan sudut pandang sebesar 7. Hasil penilaian kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen dapat dilihat pada tabel 12. artinya keterampilan siswa dalam pemilihan sudut pandang sudah dapat menjelaskan tokoh yang ada dalam cerpen.2.1. dan untuk kategori sangat baik dan kurang tidak ada.6 Hasil Menulis Cerpen Aspek Sudut Pandang Hasil perolehan nilai pada aspek tokoh dan penokohan dapat dilihat pada tabel 11 berikut . kategori baik 34 siswa atau sebesar 85%. siswa yang mencapai kategori sangat baik berjumlah 4 siswa atau sebesar 10%. dan untuk kategori kurang tidak ada. Rentang Nilai Sangat Baik 9-10 Baik 6-8 Cukup 3-5 Kurang 0-2 Jumlah Frekuensi Bobot 4 34 2 40 36 257 10 303 Persentase Rata-rata Skor 10 85 303 X = 5 40 = 58. 3.2.1.58. Hasil tersebut termasuk kategori baik.1. 4. Tabel 11 Perolehan Skor Aspek Sudut Pandang Siklus I No Kategori 1.

69 .

2 Hasil Nontes Siklus I Hasil nontes pada siklus I ini diperoleh dari hasil observasi.1.1 Hasil Observasi Siklus I Observasi dalam penelitian ini ada dua macam yaitu observasi siswa dan observasi kelas. Observasi dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perilaku siswa selama pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing .2. kategori cukup dicapai 2 siswa atau sebesar 5% dari jumlah keseluruhan siswa. wawancara.2. 1 3 523 100 Data tabel 12 menunjukkan rata-rata skor yang dicapai dalam aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen sebesar 13. kategori baik dicapai 33 siswa atau sebesar 82. dan untuk kategori kurang tidak ada.1.08. Rentang Nilai Sangat Baik 16-20 Baik 11-15 Cukup 6-10 Kurang 0-5 Jumlah Frekuensi Bobot 5 33 2 40 81 422 20 Persentase Rata-rata Skor 12. 4. 4.5% dari jumlah keseluruhan siswa.2.70 Tabel 12 Perolehan Skor Aspek Kepaduan Unsur-unsur Pembangun Cerpen No Kategori 1. siswa yang mencapai kategori sangat baik berjumlah 5 siswa atau sebanyak 12.5 523 X = 82. Dari tabel tersebut dapat dilihat. Hasil selengkapnya diuraikan berikut ini. Hasil tersebut termasuk kategori baik.5% dari jumlah keseluruhan siswa. artinya keterampilan siswa dalam memadukan unsur-unsur pembangun cerpen sudah baik. 4. 2. dan dokumentasi foto.5 40 5 = 08. jurnal. 3.

70 .

(6) siswa dapat menulis cerpen dengan senang hati. (6) siswa kurang bersemangat dalam menulis cerpen.2. perilaku siswa yang terdeskripsi pada saat observasi menunjukkan sikap positif dan ada pula sikap yang negatif. (3) siswa berpartisipasi aktif. (7) siswa dapat menulis cerpen dengan cepat. (5) siswa jalan-jalan/mondar-mandir pada saat pembelajaran berlangsung. (4) siswa dapat mengidentifikasi dan menyebutkan unsur-unsur yang ada dalam cerpen. (4) siswa pasif dalam pembelajaran. Observasi siswa dilakukan oleh peneliti sedangkan observasi kelas dilakukan oleh teman peneliti. (2) siswa banyak bertanya kepada guru. (3) siswa banyak bicara dan bergurau dengan temannya. (5) siswa merespon positif (senang) terhadap metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Berdasarkan hasil pengamatan (observasi) peneliti pada saat pembelajaran pada siklus I.71 dengan media teks lagu dan keterampilan peneliti dalam mengajar. (8) siswa enggan memberikan sanggahan terhadap pembacaan cerpen temannya. Adapun objek sasaran perilaku positif meliputi: (1) siswa memperhatikan penjelasan guru.1. Perilaku negatif meliputi: (1) siswa kurang merespon penjelasan guru.1 Hasil Observasi Siswa Siklus I Objek sasaran yang diamati dalam observasi siswa meliputi 8 perilaku positif dan 8 perilaku negatif. (2) siswa kurang bersemangat terhadap metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Perilaku positif ditunjukkan oleh sikap siswa yang aktif mengikuti pembelajaran menulis cerpen.2.1. (7) siswa sangat lambat dalam menulis cerpen. terlihat juga 71 . 4.

Perilaku negatif ditunjukkan dengan sikap masa bodoh dan kurang bersemangat mengikuti pembelajaran. Selama pembelajaran tidak semua siswa mengikuti pembelajaran dengan baik. Siswa yang kurang merespon penjelasan guru. Namun. tetapi masih ada beberapa siswa yang melakukan perilaku negatif. Siswa yang 72 . Dari data observasi dapat dilihat jumlah siswa yang melakukan perilaku positif dan siswa yang melakukan perilaku negatif. perilakunya bermacam-macam seperti memperhatikan keadaan di luar kelas. Selain itu siswa melakukan kegiatan seperti bicara dan bergurau dengan temannya. Sisanya sebanyak 6 siswa atau sebanyak 15% dari jumlah keseluruhan siswa kurang merespon penjelasan guru. peneliti sadar akan hal ini karena setiap siswa memiliki karakteristik dan keterampilan yang berbeda. berbicara dan bergurau dengan temannya. Berdasarkan data yang diperoleh sebagian besar siswa atau sebanyak 34 siswa atau 85% dari jumlah keseluruhan siswa memperhatikan penjelasan guru dengan baik. pola pembelajaran yang diterapkan peneliti merupakan hal baru bagi mereka sehingga perlu proses untuk menyesuaikannya. yang menunjukkan siswa banyak melakukan perilaku positif daripada perilaku negatif.72 sebagian besar siswa merespon baik pembelajaran menulis cerpen dengan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. serta jalan-jalan/mondar-mandir pada saat pembelajaran berlangsung. Apalagi. Pada siklus I ini hanya ada 4 atau sebanyak 10% dari jumlah keseluruhan siswa yang berani mengajukan pertanyaan kepada peneliti. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi. sisanya sebanyak 36 siswa atau sebanyak 90% tidak berani bertanya kepada peneliti.

Dalam hal ini. sebagian besar siswa 73 . Hal tersebut disebabkan mereka kurang mengetahui unsur-unsur pembangun cerpen dan ada pula yang kurang mengikuti pembelajaran dengan baik.73 kurang berani mengajukan pertanyaan pada guru ini perilakunya bermacammacam seperti ada yang malu-malu ketika guru memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya. Salah satu hal yang penting dalam penelitian ini adalah metode dan media yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran menulis cerpen yaitu metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. serta memberikan contoh-contohnya dengan bantuan guru. Mereka secara aktif menyebutkan satu per satu unsur-unsur pembangun cerpen dan mendefinisikannya.5% dari jumlah keseluruhan siswa aktif dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen dengan baik. Sebanyak 27 siswa atau 67. Siswa yang kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen disebabkan karena peneliti bukanlah guru yang biasa mengajar di kelas sehingga siswa masih merasa asing dengan guru (peneliti). Sebanyak 32 siswa atau sebanyak 80% dari jumlah keseluruhan siswa aktif berpartisipasi menyebutkan unsur-unsur pembangun cerpen. dan ada pula yang asyik berbicara sendiri dengan teman sebangkunya. Sisanya 8 siswa atau sebanyak 8 siswa atau sebanyak 20% dari jumlah keseluruhan siswa kurang aktif berpartisipasi menyebutkan unsur-unsur pembangun karya sastra. sebanyak 13 siswa atau sebanyak 32. Sisanya.5% dari jumlah keseluruhan siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen. Ada yang masih kurang percaya diri.

5% dari jumlah keseluruhan siswa dapat mengerjakan atau dapat menulis cerpen dengan cepat. Dari data observasi dapat dilihat. Selain itu juga mereka merasa dipermudah dalam menulis cerpen. Sisanya sebanyak 8 siswa atau 20% dari jumlah keseluruhan siswa yang kurang merespon metode dan media yang digunakan guru dalam menulis cerpen.5% dari jumlah keseluruhan siswa kurang senang menulis cerpen.5% dari jumlah keseluruhan siswa belum dapat menyelesaikan cerpen yang dibuatnya dengan cepat. Tujuh siswa tersebut mampu menyelesaikan cerpen yang ditulisnya sebelum waktu yang ditentukan selesai.74 sebanyak 32 atau 80% dari jumlah keseluruhan siswa merespon positif metode yang digunakan oleh peneliti. 74 . selain mereka terhibur mereka juga dapat menulis cerpen. hal ini disebabkan karena siswa kurang tertarik atau kurang senang menulis cerpen. Sisanya sebanyak 9 siswa atau 22. Hal ini disebabkan karena mereka senang dengan media yang dihadirkan guru. Sisanya 33 siswa atau 82. Hal ini disebabkan mereka sudah merasa mudah mengungkapkan ide dan mampu mengembangkan lirik yang berada dalam teks lagu. sebagian besar dari jumlah keseluruhan siswa tersebut banyak yang menyukai lagu-lagu.5% dari jumlah keseluruhan siswa dapat menulis cerpen dengan senang hati. teks lagu tersebut sudah ada sebagai kerangka karangan sehingga siswa hanya mengembangkan cerita berdasarkan teks lagu. Media teks lagu yang dihadirkan oleh guru juga mendapat respon yang positif. mereka merasa senang karena mereka dapat bertanya-tanya kepada guru pada saat mengalami kesulitan dalam menulis cerpen. sebanyak 31 siswa atau 77. Sebanyak 7 siswa atau 17.

Sebanyak 11 siswa atau 27. 37 siswa atau sebesar 92. Sebanyak 8 siswa atau sebesar 20% dari jumlah keseluruhan siswa sering jalan-jalan/mondar-mandir pada saat proses pembelajaran berlangsung.5% kurang berani memberikan komentar terhadap hasil penulisan cerpen yang dibacakan di depan kelas. tetapi masih ada beberapa siswa yang masih kurang tertib dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen. Sebanyak 14 siswa atau sebesar 35% dan sering melihat pekerjaan temannya. Hal ini dilakukan ketika merasa bingung untuk memulai menulis cerpen pada saat tes menulis cerpen berlangsung. Siswa tersebut melakukan kegiatan kurang positif seperti mengganggu temannya yang sedang serius menulis cerpen ataupun hanya sekadar meminjam alat tulis yang sebenarnya tidak begitu diperlukan.75 Sebanyak 3 siswa atau sebesar 7. mereka juga mempunyai pendapat yang sama dengan teman yang telah mengajukan pertanyaan sehingga mereka tidak memberikan komentarnya.5% dari jumlah keseluruhan siswa berani memberikan komentar terhadap hasil penulisan cerpen temannya yang dibacakan di depan kelas. Siswa yang menunjukkan sikap kurang berani memberikan komentar terhadap hasil penulisan cerpen yang dibacakan di depan kelas juga disebabkan karena mereka tidak memperhatikan pada saat temannya membacakan cerpen di depan kelas. Hal tersebut disebabkan karena mereka malu atau kurang percaya diri berbicara di kelas.5% dari jumlah keseluruhan siswa banyak berbicara dan bergurau dengan temannya. Meskipun proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar. selain itu. 75 .5% dari jumlah keseluruhan siswa tertib dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen. Sisanya 29 siswa atau sebanyak 72.

berkaitan dengan komunikasi. meskipun jumlah siswa yang melakukan perilaku positif lebih banyak daripada perilaku negatif.2 Hasil Observasi Kelas Siklus I Observasi kelas ini dilakukan untuk mengevaluasi cara kerja peneliti dalam memberikan pembelajaran menulis cerpen.2. Dalam menerapkan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu sudah cukup baik. 4. Hasil pengamatan observator terhadap peneliti.1. Guru harus berupaya agar siswa lebih aktif dan perilaku negatif yang muncul pada siklus I ini dapat dikurangi pada siklus berikutnya. Namun. 4. ada hambatan dari siklus I ini.2 Hasil Jurnal Siklus I 76 . Saran dari observator bahwa peneliti perlu memberikan pujian kepada siswa yang mau memberikan tanggapan terhadap hasil penulisan cerpen temannya. cara peneliti mengajar. Walaupun baru dua kali masuk di kelas tersebut.2. namun siswa menerima dengan sangat baik. dikatakan bahwa keterampilan peneliti dalam membuka pelajaran. penyampaian materi. Keterampilan berkomunikasi peneliti dengan siswa sudah cukup baik.1. dan komunikasi dengan siswa cukup baik. sehingga pada saat siswa bertanya atau memberikan pendapat guru harus bertanya terlebih dahulu nama siswa tersebut.76 Berdasarkan pada uraian di atas. yaitu peneliti belum begitu kenal dan hafal nama siswa.1. Cara menutup pelajaran dengan refleksi sudah cukup baik.2.2. tetapi pembelajaran menulis cerpen di kelas ini perlu ditingkatkan lebih baik lagi. Sehingga siswa merasa pendapatnya tersebut merupakan nilai plus dalam pembelajaran. penguasaan materi.

Hal tersebut disebabkan guru membimbing dalam penulisan cerpen dan teks lagu dapat yang dihadirkan oleh guru dapat menghibur siswa. sehingga siswa akan merasa senang dalam menulis cerpen. Pertanyaan berikutnya mengenai kesulitan siswa dalam menulis cerpen.2. gagasan dan idenya ke dalam sebuah cerpen. sehingga siswa tidak merasa terbebani dengan materi pembelajaran yang harus mereka tempuh. Mereka berpendapat bahwa dengan pembelajaran seperti ini akan mempermudah siswa dalam menulis cerpen dan memotivasi siswa untuk menulis cerpen. memulai menulis. 4.2.1 Jurnal Siswa Siklus I Pada jurnal siswa. Jurnal yang pertama adalah jurnal guru dan yang kedua adalah jurnal siswa.1.2. Ada juga siswa yang berpendapat bahwa dengan teks lagu akan dapat memberi pengetahuan tentang menyusun kerangka karangan. namun ada beberapa siswa yang berpendapat tidak mengalami kesulitan.77 Jurnal yang digunakan dalam penelitian ini ada dua jurnal. dan menggunakan diksi yang tepat. peneliti menyimpulkan bahwa pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu menyenangkan bagi siswa. Berdasarkan hasil dari jurnal. walaupun ada beberapa siswa yang tidak suka dengan lirik lagu yang ada dalam teks lagu. Siswa yang tidak mengalami kesulitan berpendapat bahwa 77 . Selain itu teks lagu yang dihadirkan guru sesuai dengan pengalaman siswa sehingga siswa mudah untuk menuangkan pikiran. Pada aspek yang kedua ini kebanyakan siswa mengalami kesulitan dalam menuangkan ide atau gagasannya ke dalam cerpen. sebagian besar siswa menyatakan senang terhadap pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.

Kesan yang dikemukakan siswa adalah belajar menulis cerpen melalui metode latihan 78 . Siswa lebih bersemangat dan lebih senang.78 metode latihan terbimbing membantu siswa dan media teks lagu dapat membantu siswa dalam menentukan tema dan merumuskan kerangka karangan. Pada dasarnya kesulitan tersebut dapat diatasi dengan membiasakan menulis cerpen. jadi mereka berpendapat dari teks lagu tersebut hanya mengubahnya ke dalam sebuah cerpen. Sebagian besar siswa berpendapat mereka sangat terbantu karena tema sudah terdapat dalam teks lagu. Aspek berikutnya adalah mengenai metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat mempermudah siswa dalam menulis cerpen. jadi kesulitan yang dihadapi siswa dapat langsung ditanyakan kepada guru. dan kerangka karangannya pun sudah ada. Siswa yang mengalami kesulitan menuangkan ide berpendapat bahwa dalam pikirannya sudah ada namun sulit untuk menuangkan. Menurut siswa melalui metode latihan terbimbing ini dapat lebih memahami materi menulis cerpen dan memotivasi siswa dalam menulis cerpen. sehingga melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat membuat siswa lebih bersemangat. Mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia merupakan mata pelajaran yang disepelekan oleh siswa. khususnya materi mengarang. ditambah guru membimbing siswa dalam menulis cerpen. Aspek yang keempat adalah mengenai kepahaman siswa dengan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. atau mengungkapkannya dengan kata-kata. Aspek yang terakhir adalah pesan dan kesan terhadap pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.

dan masih ada beberapa siswa yang pasif.2. Berdasarkan pengamatan guru pada saat pembelajaran berlangsung.1.2. Namun. mereka menyatakan kurang suka menulis cerpen dan tidak dapat mengungkapkan ide dan gagasannya dengan kata-kata. Tingkah laku siswa dalam mengerjakan tugas 79 .2. Walaupun yang aktif hanya siswa yang sama. Saran yang telah diungkapkan oleh siswa dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk pembelajaran berikutnya. ada sebagian kecil siswa yang masih kurang berminat dan bersemangat untuk mengikuti pembelajaran.2 Jurnal Guru Siklus I Jurnal guru ini berisi uraian pendapat dan seluruh kejadian yang dapat ditangkap guru selama proses pembelajaran berlangsung. Sebagian besar siswa tertarik dan senang terhadap metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam menulis cerpen. Keaktifan siswa pada kelas ini sudah dapat dikatakan baik dalam mengikuti pembelajaran. dan bahkan ada yang jalan-jalan atau mondar-mandir pada saat proses pembelajaran berlangsung. bercerita sendiri dengan temannya. Siswa yang kurang berminat menunjukkan perilaku malas seperti tidak memperhatikan sungguh-sungguh penjelasan dari guru (peneliti). demikian. respon siswa terhadap metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam pembelajaran menulis cerpen cukup baik. Adapun saran yang diungkapkan yaitu dalam menerangkan hendaknya pelan-pelan.79 terbimbing dengan media teks lagu lebih menarik dan menyenangkan. 4.

Fenomena-fenomena lain yang ditangkap oleh guru selama proses pembelajaran yaitu banyak siswa yang bersorak-sorak saat hasil penulisan cerpen temannya dibacakan di depan kelas.2. Keantusiasan siswa dalam mengikuti pembelajaran cukup antusias. Sisanya 1 siswa menyatakan kurang suka dengan pembelajaran yang dilakukan oleh guru.80 menulis cerpen masih banyak siswa yang asyik menyanyikan lagu yang terdapat pada lembar menulis yang diberikan guru dan enggan menulis cerpen.2. Dari keempat siswa yang diwawancarai.3 Hasil Wawancara Siklus I Siswa yang diwawancarai pada siklus ini ada 4 siswa. dari keempat siswa hanya satu yang menjawab kurang mampu memahami materi yang diberikan guru. Hal tersebut memang diakui karena memang siswa tersebut tidak suka dengan menulis atau 80 . Namun demikian ada sebagian kecil siswa yang kurang antusias mengikuti pembelajaran menulis cerpen dan tidak memperhatikan pembacaan cerpen di depan kelas. Hal ini disebabkan karena cerpen yang ditulis merupakan kejadian yang pernah dialami penulisnya. Pada pertanyaan yang kedua.1. yang menyatakan senang terhadap pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu ada 3 siswa. Siswa yang menyatakan senang adalah karena pembelajarannya menyenangkan. Alasannya yang menyatakan tidak suka adalah karena siswa tersebut tidak suka dengan pembelajaran menulis. 4. Sebagian besar siswa nampak senang dan bersemangat ketika guru membimbing siswa.

sehingga memahami materi yang disampaikan oleh guru (peneliti). Tiga menyatakan bahwa suasana kelas dapat mempengaruhi pembelajaran. dari keempat siswa ada satu siswa yang menyatakan tidak begitu terpengaruh dengan suasana kelas. Menurut mereka pembelajaran yang diberikan guru sekarang lebih mudah dipahami. walaupun kelas dalam keadaan ramai tetap bisa menulis cerpen. maka pembelajaran tidak menyenangkan dan sulit berkonsentrasi dalam pembelajaran. Pada pertanyaan keenam. sehingga kurang paham terhadap materi yang disampaikan guru. 81 .81 mengarang dan selama proses pembelajaran berlangsung tidak memperhatikan guru. menurut ketiga siswa tersebut jika suasana kelas ramai dan tidak menyenangkan. Mereka termotivasi dengan metode yang dilakukan guru yaitu metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. dari keempat siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa metode latihan terbimbing yang digunakan guru dapat membantu mereka dalam menulis cerpen. apalagi guru memberikan bimbingan pada saat siswa mengalami kesulitan. Pada pertanyaan yang kelima mengenai suasana kelas. serta media yang digunakan juga dapat mempermudah siswa dalam menulis cerpen sehingga siswa paham terhadap pembelajaran menulis cerpen. Ada juga yang menyatakan termotivasi karena teks lagu tersebut sesuai dengan pengalamannya. Siswa yang menyatakan senang karena memang sejak awal pelajaran sudah tertarik dan memperhatikan penjelasan dari guru. keempat siswa yang ditanyai semua merasa termotivasi setelah mengikuti pembelajaran. Pada pertanyaan yang ketiga.

82 Pada pertanyaan yang ketujuh dan kedelapan. semua siswa yang diwawancarai dapat disimpulkan bahwa banyak manfaat yang siswa dapatkan dari pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.1.4 Hasil Angket Siklus I 82 . Menurut mereka manfaat yang didapatkan antara lebih paham materi menulis cerpen. Pertanyaan yang kesepuluh. lebih kreatif. lebih bersemangat untuk menulis cerpen. Adapun kesulitan yang mereka alami antara lain dalam menentukan judul. Pada pertanyaan yang kesembilan.2. dan mengembangkan lirik yang ada dalam teks lagu.2. menuangkan ide yang ada dalam pikiran dengan kata-kata. Menurut mereka hal tersebut dikarenakan guru mengadakan bimbingan dan media teks lagu dapat digunakan untuk merumuskan kerangka karangan. semua siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat membantu kesulitan yang dihadapi mereka. Tetapi tingkat kesulitan yang mereka alami berbeda-beda. dari empat siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa mereka masih merasa kesulitan. 4.

5 22.83 Angket di dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui minat siswa dalam pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. KS (Kurang Setuju).5 52.5 57.5 50 50 52. TS (Tidak Setuju). S (Setuju).5 57.5 25 20 15 15 27. dan STS (Sangat Tidak Setuju) pada setiap aspek angket. Hasil angket pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut. dan 14 siswa .5 ∑ 2 - TS % 5 ∑ - STS % - Pada tabel 13 dapat dilihat.5 40 37.5 27. Pada aspek pertama ada 24 siswa atau 60% dari jumlah keseluruhan siswa yang menyatakan sangat setuju bahwa keterampilan menulis dapat meningkatkan kreativitas dalam belajar. Perolehan Angket siklus I Aspek ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 SS ∑ 24 10 10 12 13 11 11 18 14 10 % 60 25 25 30 32. jumlah siswa yang memilih SS (Sangat Setuju).5 ∑ 2 7 10 8 6 6 11 7 3 9 KS % 5 17.5 45 35 25 ∑ 14 23 20 20 21 23 16 15 23 21 S % 35 57.5 7. Tabel 13.5 17.5 27.

83 .atau sebanyak 35% dijumlah keseluruhan siswa yang menyatakan setuju. Hal ini berarti bahwa kebanyakan siswa menyetujui bahwa keterampilan menulis dapat meningkatkan kreativitas. Siswa yang kurang setuju ada 2 siswa atau sebesar 5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan kurang setuju. sedangkan siswa yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada.

5% merasa kurang senang. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang. Pada aspek keempat ini diperoleh 12 siswa atau sebesar 30% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan sangat senang terhadap metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk menulis cerpen. dan 7 siswa atau 17. ada 10 siswa atau 25% menyatakan bahwa mereka merasa sangat senang terhadap cara guru menerangkan. tidak 84 .84 Pada aspek kedua. Sebanyak 20 siswa atau sebesar 50% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa mereka senang terhadap metode yang digunakan guru yang dapat memotivasi siswa untuk menulis cerpen. Sebanyak 10 siswa atau 25% menyatakan kurang senang terhadap metode yang digunakan guru dalam pembelajaran. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang tidak ada. Siswa yang tidak senang sama sekali tidak ada. 23 siswa atau 57. siswa yang menyatakan kurang senang sebanyak 8 siswa atau sebesar 20% dari jumlah keseluruhan siswa. Pada aspek yang ketiga. Hal ini berarti sebagian besar siswa merasa senang terhadap cara guru menerangkan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.5% menyatakan senang. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa merasa senang terhadap metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran menulis cerpen. siswa yang sangat senang terhadap metode pembelajaran yang digunakan oleh guru. ada 10 siswa atau sebanyak 25%. Sebanyak 20 siswa atau sebesar 50% siswa menyatakan merasa senang terhadap metode yang digunakan guru.

Berkaitan dengan metode pembelajaran. Pada aspek ini diperoleh 11 siswa atau sebesar 27.5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa suasana kelas sangat mempengaruhi pemahaman siswa mengenai materi menulis cerpen. Pada aspek yang keenam ini. sedangkan tidak dapat memahami meteri pembelajaran menulis cerpen tidak ada.5% dari jumlah keseluruhan siswa. Perolehan hasil ini berarti sebagian besar siswa senang terhadap media yang digunakan oleh guru dalam membelajarkan cerpen. pada aspek ini diperoleh siswa yang sangat paham dengan materi pembelajaran menulis cerpen sebanyak 13 siswa atau sebesar 32. Hal ini dapat disimpulkan bahwa metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran dapat memotivasi siswa dalam menulis cerpen. 23 siswa atau sebesar 57. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa memahami materi pembelajaran menulis cerpen dengan baik walaupun ada siswa yang menyatakan kurang setuju. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang tidak ada. Ada 10 siswa atau sebesar 25% siswa yang kurang memahami materi pembelajaran menulis cerpen. sebanyak 11 siswa atau sebesar 27. 16 siswa atau sebesar 40% menyatakan suasana kelas mempengaruhi 85 . 21 siswa atau 52. Aspek berikutnya yaitu aspek yang ketujuh.5% dapat memahami materi pembelajaran menulis cerpen.85 ada.5% menyatakan sangat senang terhadap media yang digunakan guru untuk menulis cerpen.5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan setuju. Sebanyak 6 siswa atau 15% menyatakan kurang senang terhadap media yang digunakan guru dalam pembelajaran menulis cerpen.

5% menyatakan setuju. sedangkan sisanya yaitu 3 siswa atau sebanyak 7. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang tidak ada.5% menyatakan bahwa mereka merasa senang terhadap metode yang dapat menarik perhatian siswa dalam pembelajaran. Selanjutnya aspek yang kesembilan. Dari data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa siswa menginginkan suasana kelas yang nyaman pada saat menulis cerpen.5% menyatakan bahwa suasana kelas kurang mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Sebanyak 15 siswa atau 37.5% menyatakan kurang setuju. Pada aspek ini diperoleh 18 siswa atau sebesar 45% menyatakan bahwa mereka sangat senang terhadap metode yang menarik perhatian siswa pada saat pembelajaran berlangsung. meskipun ada beberapa siswa yang menyatakan tidak terpengaruh dengan suasana kelas. 15 siswa atau sebesar 37.86 pemahaman siswa terhadap materi menulis cerpen.5% menyatakan bahwa kurang senang terhadap penggunaan metode yang dapat menarik perhatian siswa. 11 siswa atau 27. 7 siswa atau sebesar 17. Sedangkan 2 siswa atau sebesar 5% menyatakan tidak setuju bahwa suasana kelas dapat mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. yaitu pendapat siswa mengenai kebiasaan siswa dalam mengungkapkan ide. Aspek berikutnya masih berkaitan dengan metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran menulis cerpen. gagasan dan perasaannya ke dalam sebuah cerpen banyak manfaatnya ada 14 siswa atau sebesar 35% menyatakan mereka sangat setuju. Dengan 86 . Hal ini berarti siswa senang terhadap metode yang dapat menarik perhatian mereka. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada.

5% menyatakan kurang senang terhadap pembelajaran yang dilakukan guru (peneliti).87 demikian dapat disimpulkan bahwa kebiasaan mengungkapkan ide. dan perasaan ke dalam cerpen banyak manfaatnya. gagasan. 21 siswa atau sebesar 52.5 Hasil Dokumentasi Foto Dokumentasi di dalam penelitian ini digunakan sebagai bukti otentik dari kegiatan pembelajaran menulis cerpen telah dilakukan. Berikut merupakan gambar yang menunjukkan fenomena pada saat menulis cerpen siklus I Gambar 1. siswa juga merasa senang terhadap pembelajaran yang dilakukan guru. Sebanyak 10 siswa atau 25% yang menyatakan sangat senang. 4. Aktivitas awal pembelajaran siklus I Gambar di atas menunjukkan kondisi awal pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu siklus I.2.2. dan sebanyak 9 siswa atau sebesar 22. Pada gambar 87 .1. Selain siswa senang terhadap metode dan media yang dihadirkan guru.5%.

Setelah guru atau peneliti menjelaskan materi tentang menulis cerpen dan menunjukkan sebuah contoh cerpen yang dibuat berdasarkan teks lagu kemudian 88 . Siswa terlihat serius dalam mengikuti penjelasan yang disampaikan oleh guru atau peneliti. Meskipun demikian. selalu memperhatikan orang yang memotret sehingga mereka sering menunjukkan tingkah laku yang tidak semestinya mereka lakukan. sebagian besar siswa mengikuti penjelasan guru dengan baik.88 tersebut di atas tampak guru atau peneliti sedang menjelaskan materi menulis cerpen dan menunjukkan sebuah teks lagu yang digunakan sebagai media dalam menulis cerpen. Gambar 2. Tetapi ada beberapa siswa yang tidak memperhatikan penjelasan guru. Siswa tidak merasa takut diajar oleh guru atau peneliti. mereka merasa lebih santai. Aktivitas mengamati dan memperhatikan teks lagu siklus I Pada gambar di atas menunjukkan siswa sedang mengamati dan memperhatikan sebuah teks lagu yang digunakan sebagai media menulis cerpen.

tetapi ada beberapa siswa yang tidak mengamati dan memperhatikan teks lagu. Hal ini diharapkan tidak terjadi pada siklus berikutnya.89 guru membagikan sebuah teks lagu. Pada gambar di atas terlihat beberapa siswa yang sedang seriau mengamati dan memperhatikan teks lagu. Aktivitas Siswa Menulis Cerpen siklus I Gambar di atas diambil pada saat siswa mengerjakan tugas dari guru yaitu . ada pula yang memperhatikan orang yang sedang memotret. siswa tersebut melihat keadaan di luar kelas. siswa memperhatikan dan mengamati teks lagu tersebut. Gambar 3.

Namun demikian. Mereka menunjukkan sikap yang tidak semestinya. Ada yang bergurau dan asyik berbicara dengan temannya. Pada gambar tersebut. ada beberapa siswa yang tidak segera memulai menulis cerpen. 89 . terlihat siswa bersungguh-sungguh dalam menulis cerpen. Hal ini diharapkan tidak terjadi pada siklus berikutnya.menulis cerpen dengan media teks lagu.

.90 Gambar 4. Aktivitas Guru Melakukan Bimbingan pada siklus I Pada gambar 4 menunjukkan aktivitas guru yang sedang melakukan proses bimbingan terhadap siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis cerpen. Terlihat siswa menerima baik bimbingan yang diberikan oleh guru. Guru atau peneliti berkeliling untuk melihat aktivitas siswa yang sedang menulis cerpen.1.3 Hasil Penelitian Siklus II Hasil penelitian siklus II ini akan membahas hasil tes dan nontes setelah dilakukan perbaikan perencanaan pembelajaran melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Kesulitan secara individu dibimbing secara individu tetapi apabila ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan yang sama hal itu dibahas secara klasikal di kelas. 4. Hal ini diharapkan dapat memberikan masukkan bagi siswa untuk dapat menciptakan hasil karya sastra yang berupa cerpen dengan baik.

90 .

91 4. Tabel 14 Hasil Menulis Cerpen pada Siklus II No Kategori 1. (2) aspek tokoh dan penokohan. dan (7) aspek kesesuaian unsur-unsur pembangun cerpen.1. Adapun kriteria penilaiannya masih sama. Rentang Nilai Sangat Baik 85-100 Baik 70-84 Cukup 60-69 Kurang 50-59 Sangat 0-49 Kurang Jumlah Frekuensi Bobot 5 24 10 1 40 433 1914 677 58 3082 Persentase Rata-rata Skor 15 57.5% dari jumlah keseluruhan siswa. Rata-rata skor yang dicapai sebesar 77. (3) aspek alur.3.5 3082 X = 25 40 2.1 Hasil Tes Siklus II Hasil tes siklus II adalah hasil tes menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu yang kedua setelah diadakan perbaikanperbaikan pembelajaran pada siklus I. 3. Pada tabel tersebut dapat dilihat siswa yang memperoleh nilai sangat baik berjumlah 5 siswa atau sebanyak 15% dari jumlah keseluruhan siswa. (1) aspek tema dan amanat. Siswa yang mendapat nilai cukup berjumlah 10 siswa atau . (5) aspek diksi dan gaya bahasa.5 = 05. 4. (4) aspek latar. (6) aspek sudut pandang. 2. 5.05 dan termasuk dalam kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa target yang ingin dicapai oleh peneliti (rata-rata klasikal 75) telah tercapai. yaitu meliputi tujuh aspek. siswa yang mendapat nilai baik berjumlah 24 siswa atau sebanyak 57. Perolehan hasil tes menulis cerpen pada siklus II dapat dilihat pada tabel di atas. 7 7 100 Data pada tabel di atas menunjukkan keterampilan siswa kelas X SMA Ngeri 1 Pemalang dalam menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu selama siklus II.

91 .

dan sangat kurang tidak ada (0%). Diagram 3 menunjukkan batang yang paling tinggi adalah batang untuk kategori baik yang berada pada angka 82. 5=Sangat Kurang.92 sebanyak 25% dari jumlah keseluruhan siswa.5 0 5 4 Diagram batang 3 Hasil Menulis Cerpen Siklus II Keterangan: 1=Sangat Baik. dan siswa yang mendapat nilai kurang hanya 1 siswa atau 2. 60 50 40 30 20 10 25 15 0 2. 2=Baik. Berdasarkan perolehan hasil ini. 3=Cukup.5 1 2 3 kategori 57. dapat diartikan bahwa keterampilan siswa SMA Negeri 1 Pemalang sudah dapat dikatakan baik karena rata-rata skor yang diperoleh siswa dalam menulis cerpen pada siklus II ini sudah berada dalam kategori baik. Hal ini berarti keterampilan siswa dalam menulis cerpen sebagian besar siswa sudah berada pada kategori baik. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram batang berikut ini.5%. .5% dari jumlah keseluruhan siswa. 4=Kurang.

Sisanya berada pada kategori sangat baik dan cukup. Batang tertinggi yang kedua 92 .

sedangkan kategori kurang dan sangat kurang berada pada angka 0% (tidak ada yang keterampilan menulis cerpen pada kategori kurang dan sangat kurang. Kategori baik dicapai 18 siswa atau sebesar 45% dari jumlah keseluruhan siswa. 2.18 atau termasuk dalam kategori baik.1.3.1 Perolehan Skor Aspek Tema dan Amanat Siklus II Hasil penilaian tes pada aspek tema dan amanat dapat dilihat pada tabel 14 berikut. Hal ini berarti keterampilan siswa dalam merumuskan tema dan amanat dalam menulis cerpen sudah baik. 8 100 Data tabel 15 menunjukkan nilai rata-rata skor yang dicapai dalam aspek tema dan amanat yaitu sebesar 8.93 yaitu untuk kategori cukup yang berada pada angka 25%. 4.1. Hal ini merupakan suatu peningkatan yang baik. Kategori sangat baik berada pada angka 15% dan kategori kurang berada pada angka 2. siswa yang berada pada kategori cukup dan kurang tidak ada.5%. 4. Rentang Nilai Sangat Baik 9-10 Baik 6-8 Cukup 3-5 Kurang 0-2 Jumlah Frekuensi Bobot 22 18 40 198 139 327 Persentase Rata-rata Skor 55 327 X = 45 40 = 18. Seperti halnya . 3. Tabel 15 Perolehan Skor Aspek Tema dan Amanat No Kategori 1. Pada siklus II. siswa sudah mampu merumuskan tema dan amanat dalam menulis cerpen. Perolehan nilai dalam kategori sangat baik dicapai oleh 22 siswa atau sebesar 55% dari jumlah keseluruhan siswa.

93 .

pada siklus II ini pun tema dan amanat dapat mengambilnya dari teks lagu yang digunakan media dalam menulis cerpen.5 = 15. sedangkan siswa yang berada pada kategori kurang tidak ada (0%).15. siswa yang memperoleh kategori nilai cukup sebanyak 3 siswa atau sebesar 7.2 Perolehan Skor Aspek Alur Siklus II Penilaian tes pada aspek alur masih difokuskan pada keterampilan siswa dalam menciptakan alur yang menarik dan sesuai dengan teks lagu yang digunakan sebagai media pembelajaran dalam menulis cerpen.5% dari jumlah keseluruhan siswa. 1 4 100 Data tabel 16 menunjukkan nilai rata-rata skor yang dicapai dalam aspek alur dalam menulis cerpen yaitu sebesar 14.5% dari jumlah keseluruhan siswa. .3. Rentang Nilai Sangat Baik 16-20 Baik 11-15 Cukup 6-10 Kurang 0-5 Jumlah Frekuensi Bobot 13 24 3 40 215 321 30 566 Persentase Rata-rata Skor 32. hasil ini termasuk dalam kategori baik.94 pada siklus I. Adapun siswa yang memperoleh kategori nilai baik yaitu sebanyak 24 siswa atau sebesar 60% dari jumlah keseluruhan siswa. 4.1. artinya keterampilan siswa dalam menciptakan alur yang menarik dan sesuai dengan teks lagu yang digunakan sebagai media dalam pembelajaran menulis cerpen sudah baik. Tabel 16 Perolehan Skor Aspek Alur No Kategori 1. Siswa yang memperoleh kategori nilai sangat baik sebanyak 13 siswa atau sebesar 32. 2. 3. Hasil penilaian tes pada aspek alur dapat dilihat pada tabel 16 berikut.1.5 566 X = 60 40 7. 4.

94 .

Hal ini berarti siswa sudah mampu menentukan tokoh dan dapat menggambarkan tokoh-tokohnya dengan sudah baik. 2.3. 4. Pada siklus II ini. Pada aspek tokoh dan penokohan sudah tidak ada yang mendapat kategori nilai cukup dan kurang.95 4. 1 5 Jumlah 40 612 100 Data pada tabel 17 menunjukkan nilai rata-rata skor yang dicapai dalam aspek tokoh dan penokohan yaitu sebesar 15. perolehan nilai dalam kategori baik sebanyak 14 siswa atau sebesar 35% dari jumlah keseluruhan siswa.3 Perolehan Skor Aspek Tokoh dan Penokohan Siklus II Hasil penilaian tes pada aspek tokoh dan penokohan dapat dilihat pada tabel 17 berikut Tabel 17 Perolehan Skor Aspek Tokoh dan Penokohan No Kategori 1. Rentang Nilai Sangat Baik 16-20 Baik 11-15 Cukup 6-10 Kurang 0-5 Frekuensi Bobot 26 14 420 192 - Persentase Rata-rata Skor 65 35 612 X = 40 = 03. Perolehan nilai dalam kategori sangat baik dicapai oleh 26 siswa atau sebesar 65% dari jumlah keseluruhan siswa. siswa tidak lagi mengalami kebingungan dalam menentukan tokoh dan menggambarkan penokohannya. . Pada aspek tokoh dan penokohan ini ada perubahan yang baik.1. 3.30 atau termasuk pada kategori baik.1. sedangkan siswa yang memperoleh kategori nilai cukup dan kurang tidak ada (0%).

1.4.1.3.4 Perolehan Skor Aspek Latar Siklus II 95 .

65 atau termasuk dalam kategori baik.1. sudah tidak ada siswa yang berada pada kategori nilai cukup dan kurang. 8 100 Data tabel 18 menunjukkan nilai rata-rata skor pada aspek latar yaitu sebesar 8.1. Adapun perincian perolehan nilai tersebut adalah sebagai berikut: perolehan nilai dalam kategori sangat baik dicapai oleh 30 siswa atau sebesar 75% dari jumlah keseluruhan siswa. 4.5 Perolehan Skor Aspek Diksi dan Gaya Bahasa Siklus II . 4. Pada aspek latar ini. 2. perolehan nilai pada kategori cukup dan kurang tidak ada (0%).96 Penilaian tes pada aspek latar masih difokuskan pada ketepatan dalam memilih latar sesuai dengan situasi dan kondisi dalam cerpen. Tabel 18 Perolehan Skor Aspek Latar No Kategori 1. Rentang Nilai Sangat Baik 9-10 Baik 6-8 Cukup 3-5 Kurang 0-2 Jumlah Frekuensi Bobot 30 10 40 270 76 346 Persentase Rata-rata Skor 75 346 X = 25 40 = 65. Hasil penilaian tes pada aspek latar dapat dilihat pada tabel 18 berikut. perolehan nilai dalam kategori baik dicapai oleh 10 siswa atau sebesar 25% dari jumlah keseluruhan siswa.3. 3. Pada siklus II ini sebagian besar siswa sudah dapat memilih latar yang sesuai dengan situasi dan kondisi sesuai dengan cerita yang dibuat siswa dalam menulis cerpen.

96 .

Pada siklus II ini. Rentang Nilai Sangat Baik 9-10 Baik 6-8 Cukup 3-5 Kurang 0-2 Jumlah Frekuensi Bobot 9 21 40 81 237 318 Persentase Rata-rata Skor 22. artinya keterampilan siswa dalam memilih diksi dan gaya bahasa yang sesuai dengan konteksnya sudah baik.5% dari jumlah keseluruhan siswa. sedangkan siswa yang memperoleh nilai dalam kategori cukup dan kategori kurang tidak ada. Hasil penilaian tes pada aspek diksi dan gaya bahasa dapat dilihat pada tabel 19. Adapun siswa yang memperoleh kategori nilai baik yaitu sebanyak 21 siswa atau sebesar 52. Pada aspek diksi dan gaya bahasa dalam menulis cerpen ini. Tabel 19 Perolehan Skor Aspek Diksi dan Gaya Bahasa No Kategori 1.97 Penilaian tes pada aspek diksi dan gaya bahasa masih difokuskan pada kesesuaian pemilihan diksi dan gaya bahasa dengan konteksnya. . sebagian besar siswa menggunakan diksi dan gaya bahasa yang sesuai dengan konteks yang dibuatnya dalam menulis cerpen.5% dari jumlah keseluruhan siswa. 2. 3. Hasil ini termasuk dalam kategori baik. sebagian besar siswa sudah dapat menggunakan diksi dan gaya bahasa yang tepat.95. 7 100 Data pada tabel 18 menunjukkan nilai rata-rata skor yang dicapai dalam aspek diksi dan gaya bahasa dalam menulis cerpen yaitu sebesar 7. 4.5 318 X = 52. Siswa yang memperoleh kategori nilai sangat baik sebanyak 9 siswa atau sebesar 22.5 40 = 95.

3.1.1.4.6 Perolehan Skor Aspek Sudut Pandan .

2. tokoh-tokoh yang dihadirkan dalam cerpen digambarkan dengan jelas.48 atau termasuk dalam kategori baik. siswa sudah mampu menggunakan sudut pandang yang tepat dalam menggambarkan tokoh dalam menulis cerpen. Hal ini merupakan suatu peningkatan yang baik. Siswa yang berada pada kategori cukup dan kategori kurang tidak ada. Hal ini berarti keterampilan siswa dalam menggunakan sudut pandang dalam menggambarkan tokoh dalam menulis cerpen sudah baik. 4. 8 100 Data tabel 20 menunjukkan nilai rata-rata skor yang dicapai dalam aspek sudut pandang yaitu sebesar 8. Pada siklus II. 3. Kategori baik dicapai oleh 18 siswa atau sebesar 45% dari jumlah keseluruhan siswa. Tabel 20 Perolehan Skor Aspek Sudut Pandang No Kategori 1.98 Hasil penilaian tes pada aspek sudut pandang dapat dilihat pada tabel 20 berikut. Dengan kata lain. Perolehan nilai dalam kategori sangat baik dicapai oleh 22 siswa atau sebesar 55% dari jumlah keseluruhan siswa. Rentang Nilai Sangat Baik 9-10 Baik 6-8 Cukup 3-5 Kurang 0-2 Jumlah Frekuensi Bobot 22 18 40 198 141 339 Persentase Rata-rata Skor 55 45 339 X = 40 = 48. .

98

99

4.1.3.1.7 Perolehan Skor Aspek Kepaduan Unsur-unsur Pembangun Cerpen Siklus II Hasil penilaian tes pada aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen dalam menulis cerpen dapat dilihat pada tabel 20 berikut. Tabel 21 Perolehan Skor Aspek Kepaduan Unsur-unsur Pembangun Cerpen

No Kategori 1. 2. 3. 4.

Rentang Nilai Sangat Baik 16-20 Baik 11-15 Cukup 6-10 Kurang 0-5 Jumlah

Frekuensi Bobot 14 23 3 40 228 316 30 574

Persentase Rata-rata Skor 35 57,5 574 X = 7,5 40 = 35,1 4 100

Data pada tabel 21 menunjukkan nilai rata-rata skor yang dicapai dalam aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen yaitu sebesar 14,35 atau termasuk pada kategori baik. Hal ini berarti keterampilan siswa dalam menulis cerpen dengan unsur-unsur pembangunnya yang padu sudah baik. Perolehan nilai dalam kategori yang sangat baik dicapai oleh 14 siswa atau sebesar 35% dari jumlah keseluruhan siswa. Perolehan nilai dalam kategori baik sebanyak 23 siswa atau sebesar 57,5% dari jumlah keseluruhan siswa, perolehan nilai dalam kategori cukup dicapai oleh 3 siswa atau sebesar 7,5% dari jumlah keseluruhan, sedangkan siswa yang memperoleh nilai dalam kategori kurang tidak ada (0%).Pada aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen sudah baik. Pada siklus II ini, siswa tidak lagi mengalami kebingungan dalam menentukan salah satu unsur pembangun cerpen dalam menulis cerpen.

99

100

4.1.3.2 Hasil Nontes Siklus II Hasil penelitian nontes pada siklus II ini masih diperoleh dari data observasi, jurnal, angket, wawancara, dan dokumentasi. Keempat hasil nontes tersebut dijelaskan sebagai berikut.

4.1.3.2.1 Hasil Observasi Siswa Siklus II Berdasarkan pengamatan peneliti, secara keseluruhan proses pembelajaran menulis cerpen pada siklus II ini dapat dikatakan baik karena jumlah siswa yang melakukan perilaku negatif telah berkurang. Pada siklus II, terdapat beberapa perilaku siswa yang terdeskripsi melalui kegiatan observasi. Selama melakukan kegiatan pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu, guru (peneliti) merasakan adanya perubahan pada prilaku siswa. Pada saat guru menjelaskan materi tentang cerpen, sebagian siswa menunjukkan perilaku yang positif dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Berdasarkan data yang diperoleh sebagian besar siswa atau sebanyak 38 siswa atau sebesar 95% dari jumlah keseluruhan siswa memperhatikan penjelasan guru dengan baik. Sisanya sebanyak 2 siswa atau sebesar 5% dari jumlah keseluruhan siswa kurang merespon penjelasan guru. Dari jumlah ini berarti terjadi peningkatan siswa yang berperilaku positif. Siswa yang memperhatikan penjelasan guru berdasarkan pengamatan peneliti siswa yang memperhatikan merupakan siswa yang pada siklus I mendapat nilai baik, tetapi ada juga beberapa siswa yang pada siklus I kurang memperhatikan di siklus II ini memperhatikan penjelasan guru.

100

101

Siswa yang aktif bertanya pada siklus II ini sebanyak 7 siswa atau sebesar 17,5% dari jumlah keseluruhan siswa dan yang tidak berani mengajukan pertanyaan kepada peneliti yaitu sebanyak 33 siswa atau sebesar 82,5% dari jumlah keseluruhan siswa. Siswa yang kurang berani mengajukan pertanyaan kepada guru disebabkan kurang percaya diri, dan ada pula yang memang sudah paham dengan materi menulis cerpen. Sebanyak 36 siswa atau sebesar 90% dari jumlah keseluruhan siswa yang aktif dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Sisanya sebanyak 4 siswa atau sebesar 10% dari jumlah keseluruhan siswa yang tidak aktif dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen. Mereka asyik bercanda dengan teman sebangkunya dan enggan mempelajari teks lagu yang diberikan oleh guru sebagai media dalam membelajarkan menulis cerpen. Seperti halnya pada siklus I, hal yang paling penting dalam penelitian ini adalah metode yang digunakan oleh guru dalam membelajarkan mengenai menulis cerpen. Sebagian besar siswa atau sebanyak 37 atau sebesar 92,5% dari jumlah keseluruhan siswa yang merespons positif metode yang digunakan oleh peneliti, mereka merasa senang dapat bertanya langsung dengan guru mengenai kesulitan-kesulitan siswa dalam menulis cerpen. Siswa lebih akrab dengan peneliti karena pada siklus II ini merupakan pertemuan untuk ketiga kalinya sehingga siswa tidak lagi merasa asing dengan guru. Sisanya 3 siswa atau sebesar 7,5% dari jumlah keseluruhan siswa yang merasa kurang senang dengan metode yang digunakan guru karena seolah-olah mereka begitu diawasi oleh guru sehingga merasa cemas dan malu apabila yang dituliskannya salah. Dari data tersebut berarti terjadi peningkatan siswa yang melakukan perilaku positif. 101

Data tersebut menunjukkan bahwa sebanyak 38 siswa atau sebesar 95% dari jumlah keseluruhan siswa yang merasa lebih bersenang hati dalam menulis cerpen. Dalam memberikan komentar terhadap pembacaan cerpen temannya di depan kelas pada siklus II ini juga mengalami peningkatan.5% dari jumlah keseluruhan siswa yang kurang begitu cepat dalam menyelesaikan tugas menulis cerpen. Pada siklus II ini sebanyak 5 siswa atau sebesar 12. Sebanyak 13 siswa atau sebesar 32.5% dari jumlah keseluruhan siswa yang berani memberikan komentar terhadap pembacaan cerpen milik temannya.5% dari jumlah keseluruhan siswa yang dapat dengan cepat menyelesaikan tugas menulis cerpennya dengan baik. Hal ini disebabkan siswa kurang berminat dalam menulis cerpen. Hal ini disebabkan karena mereka lebih terbiasa menulis cerpen dan lebih mudah menuangkan kata-kata ke dalam cerpen.% dari jumlah keseluruhan siswa kurang berani memberikan komentar terhadap hasil penulisan cerpen temannya. Proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat berjalan dengan lancar. Namun mereka dapat menyelesaikan tugas tersebut dengan tepat sesuai dengan waktu yang ditentukan. Sisanya 27 siswa atau sebesar 67. Sisanya sebanyak 2 siswa atau sebesar 5% yang kurang bersenang hati dalam menulis cerpen. 102 . Sisanya sebanyak 35 siswa atau 87. Hal tersebut disebabkan siswa kurang berani mengungkapkan pendapatnya mengenai cerpen.102 Dari data observasi dapat dilihat terjadinya peningkatan perilaku positif siswa dalam menulis cerpen. Siswa yang pada siklus I melakukan perilaku negatif dalam siklus II ini lebih banyak berperilaku positif.

Begitu juga dengan keterampilan guru atau peneliti dalam mengajarkan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.1. 103 .103 Suasana kelas terlihat lebih tertib daripada pada siklus yang ke II.2. Dan siswa yang melakukan perilaku negatif yaitu mondarmandir atau jalan-jalan tanpa tujuan yang jelas tidak ada.3.2 Hasil Observasi Kelas Siklus II Berdasarkan hasil observasi kelas. Kesungguhan siswa ini juga mencerminkan perilaku yang baik dalam mengerjakan tugas. Suasana kelas pun sangat mendukung. berbicara dengan temannya. siswa sudah aktif dalam mengikuti pembelajaran. Perilakuperilaku negatif siswa dapat dikurangi sehingga pembelajaran ini dapat berhasil . suasana yang tenang. serta siswa yang sering mondar-mandir atau berjalan jalan pada saat pembelajaran menulis cerpen berlangsung berkurang. Kesungguhan siswa dalam mendengarkan penjelasan guru pada siklus II ini sudah baik. mereka terlihat serius dalam mengerjakannya. Keaktifan siswa juga terlihat pada saat siswa menulis cerpen.1. 4. secara keseluruhan keaktifan siswa pada pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu siklus II ini sudah cukup baik. tidak ramai sehingga siswa dapat menulis cerpen dengan baik. Sebanyak 2 siswa atau sebesar 5% dari jumlah keseluruhan siswa yang bergurau dan berbicara dengan teman sebangkunya. Berdasarkan uraian di atas menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan perilaku siswa dalam mengikuti proses pembelajaran pada siklus II ini. Sisanya sebesar 38 siswa atau sebesar 95 dari jumlah keseluruhan siswa. Siswa yang berperilaku negatif seperti sering bergurau dengan temannya.

2. 4.2 Hasil Jurnal Siklus II Aspek yang ada dalam jurnal siswa siklus II masih sama dengan aspek yang ada pada siklus I. 104 . Jurnal ini juga diisi setelah pembelajaran menulis cerpen.2. keterampilan menggunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.2.3. keterampilan memberikan umpan balik atau bertanya sudah cukup baik. Selain itu siswa juga dapat melatih keterampilan menulis mereka.1 Jurnal Siswa Siklus II Materi menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu merupakan materi yang disenangi siswa hampir seluruh siswa menyatakan bahwa dengan materi tersebut materi dapat mengungkapkan perasaan. keterampilan mengelola kelas. Hal ini disebabkan guru sudah lebih mengenal siswa sehingga komunikasi guru dengan siswa lebih baik daripada pada siklus I.1. Keterampilan guru dalam menjalin komunikasi dengan siswa dan keterampilan guru memberikan motivasi dalam menulis cerpen juga sudah cukup baik. Berdasarkan pendapat ini peneliti menilai bahwa metode latihan terbimbing dengan media teks lagu selain dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen juga dapat menari minat siswa untuk terus menulis cerpen. pengalaman siswa. Jurnal pada siklus II terdiri atas dua jurnal yaitu jurnal siswa dan jurnal guru. Adapun hasil jurnal siklus II diuraikan sebagai berikut.1.3. 4.104 Keterampilan guru dalam membuka pelajaran.

Hal tersebut disebabkan siswa merasa terbantu dengan adanya bimbingan yang dilakukan oleh guru serta media yang digunakan dapat mempermudah siswa dalam menulis cerpen. Guru hendaknya memberikan motivasi pada siswa untuk membiasakan menulis cerpen selain di sekolah sehingga siswa dapat terampil dalam menulis cerpen. Berdasarkan jurnal siswa siklus II pada aspek yang ketiga mereka berpendapat bahwa melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu siswa dapat memahami materi menulis cerpen. 105 . Hampir seluruh siswa berpendapat bahwa metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat mempermudah siswa dalam menulis cerpen. Pada siklus II ini sudah banyak siswa yang tidak lagi mengalami kesulitan dalam menulis cerpen. Kesulitan tersebut seperti siswa masih ada yang kesulitan mengembangkan ide dan kurang dapat mengungkapkan ide yang ada dalam pikiran mereka ke dalam cerpen. Pada dasarnya kesulitan-kesulitan tersebut dapat diatasi dengan banyak latihan menulis cerpen.105 Pada aspek yang kedua mengenai kesulitan siswa dalam menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Menurut mereka dengan metode ini siswa dapat menulis cerpen dengan baik karena kesulitan-kesulitan yang dialami mereka bisa langsung ditanyakan pada guru dan teks lagu yang digunakan sebagai media dalam menulis cerpen juga dapat membantu siswa dalam menulis cerpen. Namun dari jurnal yang diperoleh masih ada juga siswa yang masih mengalami kesulitan dalam menulis cerpen. Aspek berikutnya adalah mengenai metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat mempermudah siswa dalam menulis cerpen.

2. Hal ini dapat terlihat ketika siswa menulis cerpen dengan serius.3.106 Pesan dan kesan yang diberikan oleh siswa yaitu semoga metode latihan terbimbing dengan media teks lagu tetap digunakan dalam membelajarkan menulis cerpen. Fenomena-fenomena yang lain pada saat pembelajaran berlangsung adalah ada siswa yang bertanya lagu-lagu lain. Siswa merasa senang menerima pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.2 Jurnal Guru Siklus II Seperti yang dipaparkan di dalam jurnal siswa.1. Mereka tak lagi segan bertanya kepada guru apabila merasa kesulitan. selain lagu yang digunakan oleh guru dapat dijadikan sebagai media dalam menulis cerpen atau tidak.3 Hasil Wawancara Siklus II 106 . Perilaku negatif yang biasa dilakukan seperti bergurau dan jalan-jalan ketika proses pembelajaran menulis cerpen sudah tidak lagi dilakukannya. Keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen sudah baik. dan guru pun langsung menjawab pertanyaan tersebut kalau lagu-lagu selain yang digunakan oleh guru sebagai media dalam menulis cerpen dapat digunakan siswa sebagai media dalam menulis cerpen. minat siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu sudah cukup baik.2.2.2. Siswa juga mengungkapkan kesannya yaitu bahwa menulis cerpen dengan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu lebih menyenangkan dan dapat lebih memahami materi menulis cerpen. 4. 4.1.

Dari keempat siswa tersebut menyatakan termotivasi untuk belajar menulis setelah mengalami proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Aspek wawancara yang ketiga adalah motivasi yang didapatkan siswa setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi. Satu siswa yang mendapat nilai cukup menyatakan mampu memahami materi tetapi siswa tersebut sulit untuk mengungkapkan pikirannya dengan kata-kata. Pada pertanyaan yang kedua. 107 . Wawancara ini dilakukan tiga hari setelah pembelajaran menulis buku harian dilaksanakan Empat siswa yang diwawancarai menyatakan senang terhadap pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Menurut mereka pelajaran yang sekarang lebih menyenangkan.107 Pada siklus II ini jumlah siswa yang diwawancarai ada 4 siswa (1 siswa yang mendapat nilai baik. dari keempat siswa yang diwawancarai menyatakan mampu memahami materi yang diajarkan oleh guru. 1 siswa yang mendapat nilai baik. dan 2 siswa yang mendapat nilai cukup). Siswa yang mendapat nilai baik menyatakan bahwa dengan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat mempermudah siswa dalam menulis cerpen. karena teks lagu yang digunakan sebagai media dalam pembelajaran dapat memberikan hiburan. media yang digunakan juga sangat cocok dengan pengalaman pribadinya dan dari teks lagu tersebut ia hanya mengembangkan saja sehingga alurnya jelas.

Aspek yang kelima yaitu mengenai pengaruh suasana kelas terhadap proses pembelajaran di kelas. Keempat siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa suasana kelas sangat terpengaruh terhadap proses pembelajaran. Apabila suasana kelas ramai maka siswa tidak bisa berkonsentrasi menulis cerpen. Dari keempat siswa siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa teks lagu yang digunakan sebagai media dalam pembelajaran menulis cerpen dengan metode latihan terbimbing karena dalam teks lagu tersebut merupakan pengalaman yang pernah dialami siswa.108 Aspek yang keempat adalah mengenai teks lagu yang digunakan oleh guru dapat memberikan ide untuk membuat cerpen. Aspek yang ketujuh dan kedelapan yaitu mengenai kesulitan siswa dalam menulis cerpen. Semua siswa yang diwawancarai menyatakan masih merasa kesulitan dalam membuat cerpen. Aspek yang kesembilan yaitu mengenai metode latihan terbimbing dengan media teks lagu yang digunakan oleh guru dapat membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi siswa. Aspek wawancara selanjutnya yaitu mengenai metode latihan terbimbing dapat membantu siswa dalam menulis cerpen. Dari keempat siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa metode tersebut dapat mengatasi kesulitan yang mereka hadapi dalam menulis cerpen. Kesulitan yang mereka hadapi rata-rata mengenai pembuatan cerita yang lebih menarik. 108 . karena mereka dapat menanyakan kesulitan yang dialami kepada guru. Dari keempat siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa mereka sangat terbantu.

5 ∑ - TS % ∑ - STS % - .4 Hasil Angket Siklus II Angket di dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui minat siswa dalam pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.109 Aspek yang terakhir yaitu mengenai manfaat yang mereka dapatkan setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Selain itu mereka menyatakan bahwa mereka setelah pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.5 65 ∑ 1 1 KS % 2.5 2. Manfaat yang mereka dapatkan adalah dapat membantu mereka memahami materi cerpen dengan baik dan mempermudah mereka dalam menulis cerpen. Tabel 22.5 ∑ 11 25 26 S % 27.2. Perolehan Angket siklus I Aspek ke 1 2 3 SS ∑ 29 14 13 % 72. 4.5 35 32.1. Hasil angket pada siklus II dapat dilihat pada tabel berikut.5 62. mereka lebih senang mengungkapkan pengalaman mereka ke dalam sebuah cerpen.2.

KS (Kurang Setuju). jumlah siswa yang memilih SS (Sangat Setuju).5 17 22 24 16 16 20 24 42.4 5 6 7 8 9 10 21 16 14 14 22 18 11 52. TS (Tidak Setuju).5 40 35 35 55 45 27.5 - - - - Pada tabel 22 dapat dilihat.5 55 60 40 40 50 60 2 2 2 10 2 2 5 5 5 5 25 5 5 12. dan STS (Sangat 109 . S (Setuju).

Sebanyak 11 siswa atau sebesar 27. Sebanyak 26 siswa atau sebesar 65% dari jumlah keseluruhan siswa yang menyatakan senang terhadap metode yang digunakan guru.5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan senang.5% dari jumlah keseluruhan siswa merasa kurang senang. sebanyak 14 siswa atau sebesar 35% dari jumlah keseluruhan siswa yang menyatakan bahwa mereka merasa sangat senang terhadap cara guru menerangkan. 110 . Pada aspek kedua. 25 siswa atau sebesar 57.5% dari jumlah keseluruhan siswa.5% dari jumlah keseluruhan siswa yang menyatakan setuju. tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada. siswa yang sangat senang terhadap metode pembelajaran yang digunakan oleh guru. Pada aspek yang ketiga. Siswa yang menyatakan tidak senang sekali tidak ada (0%).5% dari jumlah keseluruhan siswa yang menyatakan kurang senang terhadap metode yang digunakan guru dalam pembelajaran. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa merasa senang terhadap metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran menulis cerpen.110 Tidak Setuju) pada setiap aspek angket. Hal ini berarti bahwa kebanyakan siswa menyetujui bahwa keterampilan menulis dapat meningkatkan kreativitas. Pada aspek pertama ada 2 siswa atau sebesar 60% dari jumlah keseluruhan siswa yang menyatakan sangat setuju bahwa keterampilan menulis dapat meningkatkan kreativitas dalam belajar. dan 1 siswa atau 2. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang tidak ada (0%). Hal ini berarti sebagian besar siswa merasa senang terhadap cara guru menerangkan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Hanya 1 siswa atau 2. Siswa menyatakan kurang setuju. ada 13 siswa atau sebanyak 32.

111 Pada aspek keempat ini diperoleh data. Ada 2 siswa atau sebesar 2.5% siswa yang kurang memahami materi pembelajaran menulis cerpen. pada aspek ini diperoleh siswa yang sangat paham dengan materi pembelajaran menulis cerpen.5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan sangat senang terhadap metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk menulis cerpen. siswa yang menyatakan kurang senang sebanyak 2 siswa atau sebesar 5% dari jumlah keseluruhan siswa. Berkaitan dengan metode pembelajaran. sebanyak 22 siswa atau sebesar 55% dari jumlah keseluruhan siswa dapat memahami materi pembelajaran menulis cerpen. tidak ada (0%).5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa mereka senang terhadap metode yang digunakan guru yang dapat memotivasi siswa untuk menulis cerpen. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa memahami materi pembelajaran menulis cerpen dengan baik walaupun ada siswa yang menyatakan kurang setuju. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang terhadap metode yang digunakan guru yang dapat memotivasi siswa untuk menulis cerpen. sebanyak 16 siswa atau sebesar 32. sebanyak 14 siswa atau sebesar 35% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan sangat senang terhadap media yang 111 . sebanyak 21 siswa atau sebesar 52. Hal ini dapat disimpulkan bahwa metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran dapat memotivasi siswa dalam menulis cerpen. Sebanyak 17 siswa atau sebesar 42. sedangkan siswa yang tidak dapat memahami meteri pembelajaran menulis cerpen tidak ada (0%).5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan sangat setuju. Pada aspek yang keenam ini.

Pada aspek ini diperoleh 22 siswa atau sebesar 55% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa mereka sangat senang terhadap metode yang menarik perhatian siswa pada saat pembelajaran berlangsung. 16 siswa atau sebesar 40% menyatakan suasana kelas mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi menulis cerpen. Sebanyak 2 siswa atau sebesar 5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan kurang senang terhadap media yang digunakan guru dalam pembelajaran menulis cerpen. Aspek berikutnya masih berkaitan dengan metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran menulis cerpen. Perolehan hasil ini berarti sebagian besar siswa senang terhadap media yang digunakan oleh guru dalam membelajarkan cerpen. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang sekali tidak ada (0%). Sebanyak 16 siswa atau 40% dari jumlah keseluruhan siswa 112 . sebanyak 24 siswa atau sebesar 60% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan setuju.112 digunakan guru untuk menulis cerpen. Pada aspek ini diperoleh 14 siswa atau sebesar 35% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa suasana kelas sangat mempengaruhi pemahaman siswa mengenai materi menulis cerpen. Aspek berikutnya yaitu aspek yang ketujuh. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak setuju bahwa suasana kelas dapat mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. meskipun ada beberapa siswa yang menyatakan tidak terpengaruh dengan suasana kelas. sebanyak 10 siswa atau sebesar 25% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa suasana kelas kurang mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Dari data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa siswa menginginkan suasana kelas yang nyaman pada saat menulis cerpen.

113

menyatakan bahwa mereka merasa senang terhadap metode yang dapat menarik perhatian siswa dalam pembelajaran, sebanyak 2 siswa atau sebesar5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa kurang senang terhadap penggunaan metode yang dapat menarik perhatian siswa. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang tidak ada. Hal ini berarti siswa senang terhadap metode yang dapat menarik perhatian mereka. Selanjutnya aspek yang kesembilan, yaitu pendapat siswa mengenai kebiasaan siswa dalam mengungkapkan ide, gagasan dan perasaannya ke dalam sebuah cerpen banyak manfaatnya, ada 18 siswa atau sebesar 45% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa mereka sangat setuju. Sebanyak 20 siswa atau sebesar 50% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan setuju, sedangkan sisanya yaitu 2 siswa atau sebanyak 5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan kurang setuju. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada (0%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kebiasaan mengungkapkan ide, gagasan, dan perasaan ke dalam cerpen banyak manfaatnya. Selain siswa senang terhadap metode dan media yang dihadirkan guru dalam pembelajaran menulis cerpen, siswa juga merasa senang terhadap pembelajaran yang dilakukan guru. Sebanyak 11 siswa atau 27,5% dari jumlah keseluruhan siswa yang menyatakan sangat senang, sebanyak 24 siswa atau sebesar 60% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan senang, dan sebanyak 5 siswa atau sebesar 12,5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan kurang senang terhadap pembelajaran yang dilakukan guru (peneliti). Sedangkan siswa yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada (0%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa senang terhadap pembelajaran yang dilakukan guru. 113

114

4.1.3.2.4 Dokumentasi Foto Pada siklus II ini, pengambilan foto difokuskan pada kegiatan selama proses pembelajaran menulis cerpen yang berupa aktivitas menulis cerpen pada siklus II, aktivitas guru mengadakan latihan terbimbing, dan aktivitas siswa yang sedang

membacakan cerpen di depan kelas.

Gambar 5. Aktivitas Awal Pembelajaran Siklus II Gambar di atas diambil pada saat siswa mendengarkan penjelasan guru, yaitu pada saat guru menjelaskan kesulitan-kesulitan pembelajaran pada siklus I

dan mengevaluasi kegiatan pada siklus I. Pada gambar tersebut sebagian besar siswa sudah menunjukkan perilaku yang positif, yaitu memperhatikan penjelasan guru dengan seksama, tetapi masih ada sebagian kecil dari jumlah siswa yang masih menunjukkan perilaku yang negatif.

114

115

Gambar 6. Aktivitas Menulis Cerpen Siklus II Gambar tersebut menunjukkan aktivitas siswa pada saat mengerjakan tugas dari guru, yaitu menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siklus II. Kegiatan ini diambil sebagai penilaian tes menulis cerpen pada siklus II. Berdasarkan gambar tersebut, siswa tampak segera menulis cerpen dengan sungguh-sungguh. Tidak ada lagi siswa yang terlihat menunjukkan perilaku negatif dalam menulis cerpen seperti yang terjadi pada siklus I. Semua siswa terlihat serius dan mengerjakan tugas menulis cerpen, dilakukan sendiri, tidak mencontoh pekerjaan temannya. Hal ini merupakan peningkatan dari siswa yaitu adanya perubahan perilaku yang positif.

115

116

Gambar 7. Aktivitas Guru Membimbing Siswa Menulis Cerpen Siklus II Pada gambar 7 menunjukkan aktivitas guru dalam memberikan latihan terbimbing kepada siswa. Seperti pada siklus I guru berkeliling untuk melihat aktivitas siswa dalam menulis cerpen. Siswa yang bertanya kepada guru jumlahnya meningkat daripada pada siklus I. Siswa sudah mulai akrab dengan guru sehingga kesulitan-kesulitan yang dihadapi langsung ditanyakan pada guru.

Gambar 8. Aktivitas Siswa membacakan Cerpen Siklus II

116

Hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata yang diperoleh siswa sebesar 61. 4. 4. dan hasil tindakan siklus II.30.117 Gambar tersebut menunjukkan aktivitas siswa yang sedang membacakan hasil cerpen yang ditulisnya di depan kelas. Siswa yang lain mendengarkan pembacaan cerpen tersebut. Tes ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kondisi awal keterampilan siswa kelas X7 SMA Negeri 1 Pemalang dalam menulis cerpen. Pembahasan ini didasarkan pada hasil pratindakan. Hasil pratindakan ini dianalisis dan diperoleh sebuah simpulan bahwa keterampilan menulis cerpen siswa kelas X7 SMA Negeri 1 Pemalang masih kurang memuaskan. dan memperhatikan cerpen hasil karya temannya agar dapat dinilai atau dikomentari. 117 . terlebih dahulu dilakukan tes pratindakan. hasil tindakan siklus I.2. Dalam kegiatan ini suasana kelas sedikit ramai karena cerpen yang dibacakan di depan kelas merupakan pengalaman siswa kebanyakan temannya juga sudah mengetahuinya.2 Pembahasan Pembahasan dalam skripsi ini meliputi pembahasan mengenai peningkatan keterampilan menulis cerpen pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dan perubahan perilaku siswa tersebut.1 Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen Siswa Kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang Sebelum pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dilakukan.

Setelah peneliti melihat kondisi awal keterampilan siswa menulis cerpen melalui hasil pratindakan tersebut. menggunakan diksi dan gaya bahasa. menentukan tokoh dan penokohan. dan keterpaduan unsur-unsur dalam cerpen termasuk dalam kategori cukup. peningkatan penguasaan aspek diksi dan gaya bahasa sebesar 0. Setelah dilakukan pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siklus I. membuat alur.94%. Hal ini juga ditandai dengan peningkatan penguasaan aspek tema dan amanat sebesar 1.12%. peningkatan penguasaan aspek sudut pandang sebesar 0.20%. maka peneliti melakukan pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. namun hasil tes yang diperoleh siswa pada siklus ini belum memuaskan dan belum memenuhi target. Meskipun pembelajaran siklus I telah dioptimalkan perencanaan dan pelaksanaannya melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. sebesar 1.118 keterampilan siswa dalam menentukan tema dan amanat.62 yang berarti bahwa pada siklus I keterampilan menulis cerpen siswa sudah cukup baik.93.35%. peningkatan penguasaan aspek tokoh dan penokohan.43%. Hal ini karena sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan menulis cerpen terutama dalam mengembangkan kerangka cerpen yang ada dalam teks lagu dan menuangkan ide yang ada dalam pikiran mereka.20%. peningkatan penguasaan aspek alur sebesar 1. dan peningkatan penguasaan aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen sebesar 1. menentukan sudut pandang.Nilai rata-rata yang dicapai pada siklus I sebesar 68. peningkatan penguasaan aspek latar sebesar 0.70%. menentukan latar. 118 . keterampilan menulis cerpen siswa mengalami peningkatan sebesar 11.

Dan hasil siklus II mengalami peningkatan dari hasil tes siklus I. peningkatan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat dilihat pada tabel di bawah ini Tabel 23.rata Kelas Peningkatan PT SI SII PT – (%) SI(%) PT(%) . Siklus I.119 Setelah dilaksanakan pembelajaran melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siklus II dengan tema yang masih sama. ternyata kesulitan siswa dalam mengembangkan kerangka cerpen dan mengungkapkan ide ke dalam sebuah cerpen dapat diatasi. dan Siklus II Aspek Nilai Rata. Perolehan Nilai Rata-Rata dan Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen pada Pratindakan.

58 7.32 13.80 = 80 1.48 0.SI 1 2 3 4 5 6 7 Nilai Ratarata 6.30 68.20 2.85 8.01 16.60 3.27 20.73 22.33 = 79 2.08 14.62 = 87 1.52 = 77 2.05 = 61 7.54 23.70 6.40 = 71 1.99 7.44 19.27 = 65 8.65 0.78 = 60 11.15 11.82 6.50 = 65 11.35 0.38 = 85 2.68 = 82 3.20 18.42 = 72 1.47 1.43 7.68 14.44 = 69 = 69 119 .97 = 72 15.16 9.75 = 77 SII 20.64 20.77 0.75 = 59 7.84 13.37 = 66 1.18 1.23 8.93 12.03 = 70 6.64 16.95 0.70 20.20 2.12 9.18 = 73 1.62 77.10 = 71 11.82 16.43 SII 4.94 7.30 8.71 12.43 6.15 = 62 7.96 18.38 = 60 61.15 1.90 15.40 = 65 0.29 1.35 20.30 1.51 16.

Hal ini dapat dilihat pada hasil tes yang belum menunjukkan hasil yang memuaskan (belum mencapai kategori baik).75 (termasuk kategori kurang). perolehan nilai rata-rata kelas aspek tema dan amanat sebesar 65 (termasuk kategori cukup).120 Keterangan: PT = Pratindakan SI = Siklus I SII = Siklus II 1 = Tema dan Amanat 2 = Alur 3 = Tokoh dan Penokohan 4 = Latar 5 = Diksi dan Gaya Bahasa 6 = Sudut Pandang 7 = Kepaduan Unsur-unsur Pembangun Cerpen Dari tabel di atas. Pada pratindakan. skor rata-rata kelas mencapai 63. Adapun faktor eksternal berasal dari pola pembelajaran 120 . Uraian tabel tersebut dijelaskan secara rinci sebagai berikut. dan aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen sebesar 63.5 (termasuk kategori cukup). Pada hasil pratindakan.9 (termasuk kategori kurang).19 termasuk dalam kategori cukup. aspek diksi dan gaya bahasa sebesar 61. Keterampilan siswa dalam menulis cerpen masih rendah disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. aspek tokoh dan penokohan sebesar 58. aspek alur sebesar 58. dapat diketahui bahwa keterampilan siswa setiap aspek penilaian menulis cerpen mengalami peningkatan.19 (termasuk kategori cukup). aspek latar sebesar 70. aspek sudut pandang sebesar 71 (termasuk kategori cukup).3 (termasuk kategori cukup). Faktor internal ini dapat dilihat pada keterampilan siswa dalam aspek bahasa dan nonkebahasaan yang masih kurang. Skor rata-rata ini berasal dari jumlah rata-rata masingmasing aspek yang dinilai.

Meskipun hasil ini sudah mengalami peningkatan. Adapun peningkatan tiap aspek penilaian siklus I terhadap nilai rata-rata tiap aspek penilaian pratindakan yaitu (1) aspek tema dan amanat meningkat sebesar 20.7 dan termasuk kategori cukup. dan aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen sebesar 65.84% dari skor pratindakan.4 (termasuk kategori baik).3 (termasuk kategori cukup). aspek tokoh dan penokohan sebesar 68.94% dari skor pratindakan. Selanjutnya.32% dari hasil pratindakan. Skor ini juga diperoleh dari penjumlahan tujuh aspek penilaian. (5) aspek diksi dan gaya bahasa meningkat sebesar 6. hasil tes menulis cerpen siklus I dengan rata-rata skor klasikal mencapai 69.5 (termasuk kategori baik).82% dari skor pratindakan. aspek alur sebesar 67. aspek sudut pandang sebesar 73 (termasuk kategori cukup). monoton. aspek diksi dan gaya bahasa sebesar 65. (4) aspek latar meningkat sebesar 2. dan terkesan hanya mengejar materi pelajaran tanpa pertimbangan pengalaman yang akan didapatkan siswa dalam pembelajaran. (6) aspek sudut pandang meningkat sebesar 2.43% dari skor pratindakan. dan aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen meningkat sebesar 14.51% dari skor pratindakan. (2) aspek alur meningkat sebesar 9.77% dari skor pratindakan. (3) aspek tokoh dan penokohan meningkat sebesar 16.8 (termasuk kategori cukup).121 guru yang masih tradisional dan kurang bervariasi. Hasil ini mengalami peningkatan sebesar 7. . ceramah. Perolehan aspek tema dan amanat sebesar 78.99% dari skor pratindakan.4 (termasuk kategori baik). Pola pembelajaran yang lebih mengutamakan teori. aspek latar sebesar 72. tetapi nilai rata-rata ini belum mencapai target nilai yang telah ditetapkan.5 (termasuk kategori cukup).

121 .

walaupun ada beberapa siswa yang menyimpang dari tema yang telah ada dalam teks lagu. Pada aspek tema dan amanat. Pada aspek diksi dan gaya bahasa siswa sudah dapat menggunakan kata-kata yang sesuai dengan konteksnya. namun masih ada beberapa siswa yang belum bisa menghadirkan tokoh dengan karakternya yang menarik. hal ini disebabkan siswa mengabaikan aspek ini dan menganggapnya mudah. Hal ini terjadi karena pembuatan alur dalam menulis cerpen berdasarkan teks lagu yang digunakan sebagai media dalam metode latihan terbimbing pembelajaran menulis cerpen. Pada aspek latar siswa sudah dapat menentukan latar yang cocok sesuai dengan situasi dan kondisi dalam cerpen yang ditulisnya. Pada aspek yang terakhir yaitu kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen siswa sudah cukup baik dalam menulis cerpen. Pada aspek alur siswa sudah banyak mengalami peningkatan karena alur dalam menulis cerpen sudah ada. Adapun peningkatan skor rata-rata dari pratindakan ke siklus I yang paling kecil yaitu pada aspek sudut pandang. siswa sudah bisa mengaplikasikan tema dan amanat berdasarkan teks lagu yang digunakan sebagai media sudah cukup baik. Aspek tokoh dan penokohan siswa juga sudah dapat menghadirkan tokoh dengan karakternya yang menarik. Pada aspek sudut pandang siswa sudah bisa menggunakan kata ganti untuk menjelaskan tokoh dengan baik. . terbukti dengan hasil cerpen yang cukup menarik.122 Nilai pada aspek menulis cerpen siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang semua mengalami peningkatan dari hasil pratindakan. peningkatan skor rata-rata dari pratindakan ke siklus I yang paling besar yaitu pada aspek yang kedua yaitu alur. Berdasarkan pada uraian di atas. jadi siswa lumayan tidak mengalami kesulitan.

122 .

mereka semakin terampil menggunakan kata-kata serta gaya bahasa yang tepat dalam menulis .60% dari skor siklus I. Perolehan skor aspek tema dan amanat sebesar 81.5 (termasuk kategori baik).75 (termasuk kategori cukup). tidak perlu dilakukan. dan aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen sebesar 71. Peningkatan skor rata-rata siklus I ke siklus II yang paling besar yaitu pada aspek diksi dan gaya bahasa. aspek latar sebesar 86. aspek sudut pandang sebesar 84.82% dari skor siklus I. aspek diksi dan gaya bahasa sebesar 79. dan aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen meningkat sebesar 12.8 (termasuk kategori baik).8 dan termasuk dalam kategori baik. (3) aspek tokoh dan penokohan meningkat sebesar 3.64% dari skor siklus I. Dengan demikian tindakan siklus III. aspek tokoh dan penokohan sebesar 70. aspek alur sebesar 76. Adapun peningkatan tiap aspek penilaian siklus II terhadap nilai rata-rata tiap aspek penilaian siklus I yaitu (1) aspek tema dan amanat meningkat sebesar 4. (5) aspek diksi dan gaya bahasa meningkat sebesar 20. (2) aspek alur meningkat sebesar 18.20% dari skor siklus I.5 (termasuk kategori baik). diperoleh nilai rata-rata kelas 78.29% dari skor siklus I. (6) aspek sudut pandang meningkat sebesar 16.8 (termasuk kategori baik).123 Berikutnya. pada hasil tes menulis cerpen siklus II.75 (termasuk kategori baik). Hal ini disebabkan karena pada siklus II ini siswa sudah mulai terbiasa mengungkapkan idenya dan imajinasinya ke dalam cerpen. Pencapaian skor ini menunjukkan bahwa pembelajaran menulis cerpen pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang dapat dikatakan berhasil karena sudah mencapai target yaitu berada pada kategori baik.5 (termasuk kategori baik).16% dari skor siklus I. (4) aspek latar meningkat sebesar 19.44% dari skor siklus I.

123 .

Adapun peningkatan skor rata-rata siklus I ke siklus II yang paling kecil yaitu pada aspek tokoh dan penokohan hal ini disebabkan pada siklus I nilai tokoh dan penokohan sudah berada pada kategori baik. prestasi dan efektivitas pembelajaran siswa dalam menulis cerita pendek serta dapat meningkatkan apresiasi sastra siswa khususnya terhadap karya sastra yang berupa cerpen. jadi peningkatan pada siklus II tidak terlalu besar. Hasil Keterampilan Menulis Cerpen pada .124 cerpen. Peningkatan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang dari pratindakan. siklus I. kreativitas. Peningkatan keterampilan siswa dalam menulis cerpen merupakan bukti bahwa pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat meningkatkan kualitas. dan siklus II dapat dilihat pada diagram batang sebagai berikut 80 70 60 50 40 30 20 10 0 PT SI S II 69 77 61 Diagram batang 4.

3=Cukup. 124 . 4=Kurang. Siklus I. dan Siklus II Keterangan: 1=Sangat Baik. 5=Sangat Kurang. 2=Baik.Pratindakan.

pada siklus II banyak berkurang.2 Perubahan Perilaku Siswa Kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang dalam mengikuti Pembelajaran Menulis Cerpen Pembahasan selanjutnya yaitu mengenai perubahan perilaku siswa dalam mengikuti proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siklus I dan siklus II.125 4. Hal ini dibuktikan dengan data pada hasil observasi siswa yang tercatat ada 11 atau sebesar 27. masih ada beberapa siswa yang melakukan perilaku negatif walaupun jumlahnya lebih sedikit daripada siswa yang melakukan perilaku positif dalam mengikuti proses pembelajaran tersebut. Siswa yang melakukan perilaku negatif berbicara dan bercanda dengan temannya menurun dari 11 siswa atau sebesar . Perilaku negatif pada siklus I. dan mereka sudah lebih aktif dalam mengikuti pelajaran dibandingkan pada siklus I.5% dari jumlah keseluruhan siswa yang berbicara dan bercanda dengan temannya pada saat proses pembelajaran menulis cerpen. Perubahan perilaku tersebut diperoleh dari observasi. Siswa terlihat sangat bersungguhsungguh dalam mengikuti penjelasan dari guru. wawancara dan dokumentasi foto. Pada siklus II sudah ada perubahan perilaku siswa yaitu siswa sudah mengikuti proses pembelajaran menulis cerpen dengan baik dan dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman. Dari hasil nontes yaitu melalui observasi dapat dilihat bahwa pada siklus I siswa belum mengikuti proses pembelajaran menulis cerpen dengan baik.2. jurnal. Sebanyak 8 siswa atau sebesar 20% dari jumlah keseluruhan siswa yang mondar-mandir atau jalan-jalan untuk kepentingan yang tidak jelas pada saat proses pembelajaran berlangsung. yang dipaparkan dalam uraian di bawah ini.

125 .

Berdasarkan hasil jurnal dari siklus I ke siklus II yaitu siswa semakin senang terhadap metode latihan terbimbing dengan media teks lagu yang dihadirkan guru (peneliti). Berdasarkan hasil wawancara didapatkan hasil bahwa siswa senang dan tertarik dengan pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.5% dari jumlah keseluruhan siswa menjadi 2 siswa atau sebesar 5% dari jumlah keseluruhan siswa. siswa semakin tahu banyak tentang cerpen dan bagaimana menulis cerpen. Berdasarkan hasil dokumen foto siklus I ke siklus II yaitu siswa semakin tertib dan aktif dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Selain itu pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu siswa semakin berminat menulis cerpen. Dari hasil foto (gambar 3) . Sedangkan siswa yang berjalan-jalan atau mondarmandir pada saat berlangsungnya proses pembelajaran tidak ada. Menurut sebagian besar dari jumlah siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang yang menyatakan bahwa metode tersebut dapat mempermudah mereka dalam menulis cerpen karena kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi dapat diatasi dengan metode tersebut. Berdasarkan hasil angket dari siklus I ke siklus II diperoleh hasil bahwa sebagian dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan setuju bahwa metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam menulis cerpen sangat menyenangkan dan dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam menulis cerpen.126 27. Selain itu metode tersebut juga dapat memotivasi dan menumbuhkan minat bagi siswa untuk menulis cerpen. Siswa juga dapat mengambil manfaat dari pembelajaran tersebut.

126 .

siswa terlihat sangat serius dalam menulis cerpen. sedangkan pada siklus II yang ditunjukkan pada gambar 6.127 menunjukkan aktivitas saat menulis cerpen pada siklus I. Selain itu. . Berdasarkan kedua gambar tersebut dapat disimpulkan bahwa perilaku negatif siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen mengalami peningkatan. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa belajar menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu mampu meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen. terdapat perubahan perilaku yaitu dari perilaku negatif ke perilaku positif siswa dalam mengikuti proses pembelajaran menulis cerita pendek. terlihat masih ada siswa yang melakukan perilaku negatif yaitu bercanda dengan temannya saat proses belajar di kelas.

127 .

Keterampilan menulis cerpen siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang mengalami peningkatan sebesar 20.120 BAB V PENUTUP 5. Perubahan tersebut ditunjukkan dengan perilaku siswa yang lebih serius dan bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran menulis cerpen.Perilaku siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu mengalami perubahan ke arah positif.44% setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. 2. Hasil rata-rata tes menulis cerpen pratindakan sebesar 61 (hasil pembulatan ke bawah dari 61.75% dari siklus I.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan. .30) dan pada siklus I diperoleh hasil rata-rata sebesar 69 (hasil pembulatan ke atas dari 68.62) kemudian pada siklus II diperoleh hasil rata-rata sebesar 77 (hasil pembulatan ke bawah dari 77. Perolehan hasil rata-rata nilai tes menulis cerpen ini menunjukkan bahwa pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang dapat meningkat dan berhasil.05) atau meningkat sebesar 15. peneliti menyimpulkan sebagai berikut: 1.

120 .

penulis memberikan saran.Peneliti lain dapat melakukan penelitian yang serupa dengan metode yang berbeda.121 5.Guru bahasa dan sastra Indonesia dapat menggunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam membelajarkan menulis cerpen kepada siswa karena metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen dan dapat memotivasi siswa menulis cerpen. . 2. Selain itu. 1. peneliti memberikan saran sebagai berikut. sebelum melakukan penelitian. peneliti lain hendaknya mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan proses penelitian dengan matang agar dalam melakukan penelitian kesalahan-kesalahan teknis dapat diminimalisir.2 Saran Berdasarkan simpulan hasil penelitian tersebut.

121 .

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Diharapkan dari penelitian ini hasil belajar dapat lebih maksimal. dan metode pembelajaran Tujuan dari penelitian ini tidak lain adalah untuk memperbaiki pembelajaran menulis dan meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. dan diterapkan dalam dua siklus. karena dilakukan dengan melibatkan komponen yang terdapat di dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. penelitian ini sifatnya berbasis kelas.1Desain Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu penelitian tindakan kelas. Perencanaan 2. yaitu proses tindakan siklus I dan proses tindakan siklus II. Empat tahapan digunakan secara sistematis dalam proses penelitian ini. Keempat tahap dalam sebuah PTK dapat digambarkan sebagai berikut: 1. Perencanaan . yang lazim disebut PTK. Dengan demikian. materi pelajaran.BAB III METODE PENELITIAN 3.

Tindakan Siklus II 3. Refleksi Siklus I 2. Pengamatan .4. Pengamatan 40 3.

Dengan adanya perencanaan. tindakan pembelajaran yang dilakukan akan lebih terarah dan sistematis. dan refleksi. uraian selengkapnya dijelaskan di bawah ini. Dengan demikian dalam tahap perencanaan. Tindakan Langkah-langkah proses perencanaan ini antara lain: (1) menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran yang berisi langkah-langkah yang dilakukan guru di samping bentuk-bentuk kegiatan yang dilakukan siswa dalam rangka implementasi tindakan perbaikan tindakan yang telah direncanakan. peneliti memerlukan kajian awal berupa renungan atau refleksi awal sebagai studi pendahuluan sebelum melakukan perencanaan penelitian.41 Namun dalam hal ini. (2) . yaitu perencanaan.1 Perencanaan Tahap ini dimulai dengan refleksi awal. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui semua gejala atau informasi tentang situasi-situasi yang relevan dengan topik penelitian.1. 3.1. Kegiatan yang dilakukan berupa renungan atau pemikiran terhadap wawancara dengan guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang.1 Proses Tindakan Siklus I Proses penelitian tindakan kelas dalam siklus I terdiri dari empat tahap. Kegiatan dilanjutkan dengan perencanaan pembelajaran yang dilakukan sebagai upaya memecahkan segala permasalahan yang dilakukan yang telah ditemukan pada refleksi awal. 4. pengamatan. dan segala hal yang perlu dilakukan pada tahap tindakan. Proses penelitian tersebut dapat diuraikan sebagai berikut: 3. tindakan. Refleksi 2.1.

2Tindakan Tindakan yang dilakukan peneliti dalam meneliti proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siklus I ini sesuai tindakan dengan perencanaan yang telah disusun. seperti media pembelajaran dan alat peraga. tahap pelaksanaan. (3) mempersiapkan cara merekam dan menganalisis data mengenai proses dan hasil tindakan perbaikan.42 mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung yang diperlukan di kelas. yang dapat digunakan untuk mempermudah menentukan tema . memancing siswa menyampaikan hambatan yang dialami saat proses pembelajaran menulis cerpen. antara lain: (1) guru memberikan materi tentang unsurunsur pembangun cerpen. Tahap persiapan yaitu tahap mengkondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran. Tahap ini meliputi beberapa bagian. (2) guru memberikan langkah-langkah dalam menulis cerpen. sehingga dapat menumbuhkan kepercayaan diri dalam pelaksanaan yang sebenarnya. menanyakan keadaan. Tindakan ini meliputi tiga tahap yaitu tahap persiapan. Tahap persiapan ini berupa kegiatan guru menyapa siswa.1. Tahap pelaksanaan yaitu tahap melakukan kegiatan pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.1. (4) melakukan simulasi (bermain peran) pelaksanaan tindakan untuk menguji keterlaksanaan rancangan. dan tahap tindak lanjut. 3. (3) guru memberikan teks lagu ”Dunia Milik Berdua” dinyanyikan oleh Melly Goeslow. Tindakan yang dilakukan peneliti secara garis besar adalah melaksanakan proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.

data diperoleh melalui beberapa cara.1. dan bagaimana cerita ditutup. Dalam proses pengamatan ini. antara lain (1) tes tertulis untuk mengetahui kemampuan menulis cerpen siswa serta peningkatannya setelah melakukan selama dua siklus. berdasarkan lirik yang ada dalam teks lagu siswa diarahkan untuk dapat bermain dengan imajinasinya untuk dapat mengembangkan kerangka karangan tersebut. siswa diarahkan untuk menentukan siapa tokoh utamanya.43 dan dapat juga untuk menentukan alur dengan teks lagu tersebut. (2) observasi siswa untuk mengetahui semua perilaku atau aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. (5) hasil pekerjaan siswa dikumpulkan. (5) guru berkeliling untuk memberikan bimbingan kepada siswa yaitu mengarahkan siswa untuk dapat menemukan ide cerita dan merumuskannya ke dalam tema yang sudah ada dalam teks lagu. mengarahkan siswa untuk memperhatikan tiap baris dalam lagu tersebut yang dapat digunakan sebagai kerangka karangan dari jalan cerita. 3. apa masalahnya. Hal ini memperkuat data yang lain. Dalam pengamatan ini. baik aktivitas siswa selama melakukan kegiatan pembelajaran maupun respon siswa terhadap metode dan media pembelajaran.1. akan diungkap segala peristiwa yang berhubungan dengan pembelajaran. siapa tokoh antagonisnya.3Pengamatan Pengamatan atau yang sering disebut observasi dilakukan selam proses pembelajaran berlangsung. (7) siswa yang lain menanggapi hasil pekerjaan temannya. (4) siswa diminta untuk membuat cerpen dengan media teks lagu. . bagaimana latarnya dari mana awal ceritanya. (6) salah satu siswa membacakan hasil pekerjaan itu untuk dijadikan contoh. (3) dokumentasi foto yang sangat penting sebagai laporan berupa gambaran aktivitas siswa selama penelitian. Pengambilan data dilakukan melalui tes dan nontes.

hasil observasi. Dengan kata lain refleksi merupakan pengkajian terhadap keberhasilan atau kegagalan dalam mencapai tujuan. 3. Hasil refleksi digunakan untuk menetapkan langkah lebih lanjut dalam upaya mencapai tujuan PTK.2Proses Tindakan Siklus II Proses tindakan pada siklus II merupakan kelanjutan dari siklus I. Siklus I bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis cerpen pada tahap awal tindakan penelitian. hasil jurnal. Setelah dianalisis akan terlihat permasalahan atau muncul pemikiran baru yang memerlukan tindakan baru. Siklus ini sekaligus digunakan dalam refleksi untuk melakukan siklus II. Semua data tersebut nantinya dijelaskan dalam bentuk deskripsi secara lengkap.4Refleksi Refleksi di dalam PTK adalah upaya untuk mengkaji apa yang telah terjadi. sehingga perlu perencanaan ulang dan tindakan ulang. Pada tahap ini yang dilakukan oleh peneliti yaitu menganalisis hasil tes. Siklus II ini digunakan untuk mengetahui peningkatan kemampuan menulis cerpen setelah dilakukan perbaikan-perbaikan terhadap pelaksanaan proses belajar mengajar yang didasarkan pada siklus I. Penelitian dilakukan dengan melalui dua siklus. perbaikan pada proses pembelajaran siklus II terletak pada persiapan pembelajaran. apa yang telah dihasilkan atau yang belum berhasil dituntaskan dengan tindakan perbaikan yang telah dilakukan.1. dan . hasil angket dan hasil wawancara. 3.1.1.44 yakni sebagai pemerjelas dan pendukung data yang lain. pengkondisian suasana pembelajaran agar lebih tenang dan konsentrasi.

2. walaupun berbeda namun.2Tindakan Tindakan yang dilakukan peneliti dalam meneliti proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siklus II ini sesuai dengan tindakan dengan perencanaan yang telah disusun.1 Perencanaan Langkah-langkah proses perencanaan ini antara lain: (1) mengadakan perbaikan rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan tindakan yang akan dilakukan. 3.2. jurnal siswa dan jurnal guru.45 pemilihan teks lagu yang lebih menarik.1. teks lagu pada siklus II mempunyai karakteristik yang sama dengan teks lagu pada tindakan pada siklus I. (2) menyusun pedoman pengamatan yaitu meliputi tes tertulis. kemudian siswa diberi arahan dan bimbingan agar dalam pelaksanaan kegiatan menulis cerpen pada siklus II menjadi lebih baik.1. dan refleksi atau evaluasi. pengamatan. Teks lagu yang digunakan dalam tindakan pada siklus II ini berbeda dengan teks lagu pada tindakan pada siklus I. 3. Tindakan yang dilakukan pada siklus II berbeda dengan tindakan siklus I walaupun ada tindakan dalam siklus I yang tetap dilakukan pada siklus II. dengan menekankan pada penjelasan tentang pentingnya menulis cerpen. observasi siswa. dijelaskan terlebih dahulu kesalahan-kesalahan yang terjadi pada siklus I. wawancara. serta (3) menyusun rancangan evaluasi program. Langkah-langkah siklus II adalah perencanaan. Teks lagu . Ada beberapa perubahan antara lain sebelum siswa memulai menulis cerpen. tindakan.

2. 3. keaktifan siswa dalam mengerjakan tugas. cara siswa menyampaikan hasil tugasnya.1. subjek yang menjadi sasaran penelitian yaitu kemampuan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. pada siklus I ini terlihat peningkatan hasil tes dan perilaku siswa. evaluasi dilakukan untuk mengetahui keefektifan penggunaan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam menulis cerpen dan untuk melihat peningkatan kemampuan menulis cerpen.3Pengamatan Pengamatan terhadap siswa dilakukan selama pembelajaran berlangsung. jurnal guru.2 Subjek Penelitian Dalam penelitian tindakan kelas ini.1. wawancara.2. 3. 3. serta untuk mengetahui perubahan perilaku siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. dan cara siswa menyampaikan tanggapan.4Refleksi Refleksi ini diperoleh dengan memperhatikan hasil tes tertulis dan hasil nontes yang meliputi observasi siswa. Penelitian ini . dan dokumentasi foto. Perilaku siswa yang diamati antara lain keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan. Pada siklus II ini.46 yang digunakan pada tindakan pada siklus II yaitu“Cinta Sejati” yang dinyanyikan oleh Ari Laso.

3. Maka diperlukan usaha untuk meningkatkan keterampilan menulis tersebut salah satunya yaitu dengan mengubah metode yang biasa digunakan oleh guru melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. yang terdiri atas 12 siswa putra. yang jumlahnya 40 siswa. salah satunya yaitu kemampuan mengungkapkan pengalaman diri sendiri atau orang lain ke dalam cerpen. dan 28 siswa putri. 2)Hasil wawancara dengan Guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan guru mata pelajaran kelas X-7 diperoleh informasi bahwa siswa kelas X-7 memiliki kemampuan menulis cerpen yang rendah. Dipilihnya kelas X-7 sebagai responden penelitian didasarkan beberapa pertimbangan sebagai berikut: 1)Sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Di dalam kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) kelas X semester dua terdapat beberapa kompetensi dasar. Padahal menulis merupakan tuntutan kurikulum. 3)Kelas X-7 memiliki keterampilan menulis cerpen rendah.3 Variabel Penelitian Variabel adalah gejala yang menjadi pusat peneliti untuk diteliti yang menjadi atribut dari sekelompok objek yang mempunyai variasi antara satu . Proses pembelajaran menulis cerpen yang dilakukan selama ini masih menggunakan metode ceramah tanpa bantuan media pembelajaran.47 hanya dilakukan di salah satu kelas yaitu kelas X-7.

Waktu yang digunakan untuk menulis cerpen adalah 60 menit.48 dengan yang lainnya dalam kelompok itu (Sugiyono 2003:21). (2) tokoh dan penokohannya. (5) diksi dan gaya bahasa. nontes. Tes menulis cerpen adalah tes yang menuntut siswa untuk menulis cerpen. (4) latar yang ditampilkan. Alat tes menulis cerpen berupa lembar tugas berisi perintah kepada siswa untuk menulis cerpen. (7) kepaduan antarunsur pembangun cerpen .4. (6) sudut pandang yang digunakan.1Instrumen Tes Bentuk instrumen tes yaitu tes menulis cerpen. 3. Tes ini bertujuan mengetahui kemampuan siswa dalam menulis cerpen melalui latihan terbimbing dengan media teks lagu.4 Instrumen Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas instrumen tes. (3) penyusunan alur. Dalam penelitian ini terdapat dua macam variabel. 3. yaitu kemampuan menulis cerpen dan penggunaan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Kriteria penilaian menulis cerpen meliputi : (1) tema dan amanat yang disampaikan. dan dokumentasi yang berbentuk foto.

Tema amanat 11-15 6-10 0-5 Aspek Skor dan 16-20 Penilaian Menulis Cerpen Kriteria Kategori 100 10 20 Tema dan amanat sangat relevan Sangat baik dengan cerpen yang ditulis Tema dan amanat cukup relevan Baik dengan cerpen yang ditulis Tema dan amanat kurang relevan Cukup dengan cerpen yang ditulis Tema dan amanat tidak relevan Kurang dengan cerpen yang ditulis 2. Aspek 1. Skor Penilaian Tes Menulis Cerpen Aspek -Tema dan amanat -Tokoh dan penokohan -Alur -Latar Skor Maksimal 10 20 20 10 -Diksi dan gaya bahasa 10 -Sudut pandang -Kepaduan unsur.unsur pembangun cerpen Jumlah Tabel 2.49 Tabel 1. Tokoh dan 16-20 Penggambaran penokohan jelas tokoh dan Sangat baik penokohan .

11-15 6-10 0-5 Penggambaran Penggambaran Penggambaran tokoh tokoh tokoh dan Baik dan Cukup dan kurang penokohan cukup jelas penokohan kurang jelas penokohan tidak jelas .

Latar 9-10 6-8 Pemilihan tempat. Alur 16-20 11-15 Rangkaian peristiwa dalam cerpen Sangat baik disusun secara logis dan sesuai dengan lirik dalam teks lagu Rangkaian peristiwa dalam Baik cerpen disusun cukup logis dan cukup sesuai dengan lirik dalam teks lagu Rangkaian peristiwa dalam cerpen disusun kurang logis dan kurang sesuai dengan lirik dalam teks lagu Rangkaian peristiwa dalam cerpen disusun tidak logis dan tidak sesuai dengan lirik dalam teks lagu 6-10 Cukup 0-5 Kurang 4. dan 3-5 Cukup 0-2 suasana yang menggambarkan terjadinya peristiwa dalam cerpen sangat tepat Pemilihan tempat. suasana yang menggambarkan terjadinya peristiwa dalam cerpen sangat tepat Kurang dan . waktu. dan Sangat baik suasana yang menggambarkan terjadinya peristiwa dalam cerpen sangat tepat Baik Pemilihan tempat. dan suasana yang menggambarkan terjadinya peristiwa dalam cerpen cukup tepat Pemilihan tempat. waktu. waktu.50 3. waktu.

5. Diksi dan gaya bahasa 9-10 6-8 3-5 0-2 Penggunaan diksi dan gaya bahasa Sangat baik sesuai dengan situasi Penggunaan diksi dan gaya bahasa Baik cukup sesuai dengan situasi Penggunaan diksi dan gaya bahasa Cukup kurang sesuai dengan situasi Penggunaan diksi dan gaya bahasa Kurang tidak sesuai dengan situasi .

Sudut pandang 9-10 6-8 3-5 0-2 Sudut pandang yang digunakan Sangat baik dapat menjelaskan tokoh Sudut pandang yang digunakan Baik cukup dapat menjelaskan tokoh Sudut pandang yang digunakan Cukup kurang dapat menjelaskan tokoh Sudut pandang yang digunakan Kurang tidak dapat menjelaskan tokoh 8.51 6. Kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen 16-20 11-15 Kepaduan unsur-unsur pembangun Sangat baik cerpen sudah tepat Kepaduan unsur-unsur pembangun Baik cerpen cukup tepat Kepaduan unsur-unsur pembangun Cukup cerpen kurang tepat Kepaduan unsur-unsur pembangun Kurang cerpen tidak tepat 6-10 0-5 Tabel 3.84 60 – 74 50 – 59 0 – 49 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Berdasarkan pedoman penilaian penilaian kemampuan menulis cerpen tersebut. dapat diketahui kemampuan siswa dalam menulis cerpen berhasil dengan . Pedoman Penilaian Kemampuan Menulis Cerpen No Nilai 1 2 3 4 5 85 – 100 75 .

berhasil baik. . dan tidak berhasil.sangat baik. berhasil cukup baik. kurang berhasil.

dan siswa yang tidak berhasil yaitu siswa yang memperoleh nilai 0-49. 1)Pedoman Observasi Observasi dilakukan untuk mengambil data melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku siswa pada proses belajar mengajar yang terjadi selama proses penelitian. siswa yang berhasil dengan kategori cukup baik yaitu siswa yang memperoleh nilai 6074.4. 3. Respon positif siswa maupun respon negatif siswa terhadap menulis cerpen melalui latihan terbimbing dengan media teks lagu diamati dengan sebaik-baiknya agar menghasilkan data yang akurat. Pertanyaan-pertanyaan yang ada bertujuan memperoleh data . siswa yang berhasil dengan kategori kurang baik yaitu siswa yang memperoleh nilai 50-59. atau paling tidak secara langsung. inggris testee) tanpa dengan alat tes.52 Siswa yang berhasil sangat baik adalah siswa yang memperoleh nilai 85-100. berkaitan dengan laku kognitif. 2)Pedoman Wawancara Pedoman wawancara berisi beberapa pertanyaan untuk siswa sebagai respondennya. Pedoman pengamatan atau observasi ini adalah sikap positif maupun negatif siswa pada proses belajar mengajar menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. siswa yang berhasil dengan baik adalah siswa yang memperoleh nilai 75-84.2Instrumen Nontes Teknik nontes alat penilaian yang dipergunakan untuk mendapatkan informasi tentang keadaan di tertes (testi. Teknik nontes diperlukan untuk mendapatkan data yang tidak . tercoba.

Garis besar isi angket antara lain.53 tentang respon siswa terhadap meteri keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. (3) penelitian proses pembelajaran. (2) minat siswa terhadap metode yang digunakan guru. Dalam penelitian ini. Pertanyaan dalam angket adalah tentang sekitar kejadian dalam proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Jurnal tersebut dibuat setiap akhir pembelajaran pada sebuah lembar yang telah dipersiapkan. kesan siswa saat mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. . 3)Angket Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden. Pelaksanaan pemberian angket ditujukan kepada semua siswa yang menjadi responden dalam penelitian ini. 4)Pedoman Jurnal Guru dan Jurnal Siswa Pedoman jurnal guru digunakan untuk mengetahui segala sesuatu yang terjadi pada proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. dan kesulitan yang dirasakan dalam menulis cerpen melalui latihan terbimbing dengan media teks lagu. Jurnal dibuat oleh guru. pendapat siswa tentang metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. yaitu: (1) kegiatan guru dalam proses pembelajaran. Angket diberikan setelah pembelajaran pada siklus I selesai dilakukan. aspek yang diungkap melalui wawancara antara lain perasaan siswa saat mendapatkan latihan dan bimbingan dengan media teks lagu dalam menulis cerpen.

topik-topik. Hasil dari pengambilan gambar ini dideskripsikan dan dipadukan dengan data lain. Dalam penelitian ini. pendapat pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. dapat memperjelas data yang lain. Foto yang diambil sebagai sumber data. dan pada saat guru memberikan bimbingan kepada siswa saat pembelajaran. Validitas isi adalah derajat tes yang menggambarkan esensi. 6)Pengambilan gambar dilakukan pada saat siswa melakukan beberapa aktivitas yaitu menulis cerpen.3Validitas Instrumen Uji instrumen ini menggunakan validitas isi dan permukaan. 5)Dokumentasi (Foto) Metode dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengambilan gambar (foto). Aspek pertanyaan yang digunakan dalam jurnal guru meliputi kesan yang dirasakan setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.54 Jurnal guru berisi pendapat dan seluruh kejadian yang dianggap penting selama pembelajaran berlangsung secara tertulis. Validitas isi dilakukan dengan menyesuaikan aspek keterampilan menulis cerpen berdasarkan landasan teori yang ada. peneliti memandang perlu menggunakan dokumentasi sebagai salah satu data instrumen nontes. Dokumentasi merupakan data yang cukup penting sebagai bukti terjadinya suatu peristiwa. dan ruang lingkup tes yang dirancang untuk pengukuran. 3. (Sevilla dalam Hardani 2006:39).4. .

Tes dilakukan sebanyak dua kali. Validitas permukaan dilakukan dengan cara dikonsultasikan dengan dosen pembimbing dan guru. Hasil tes siklus I dianalisis tersebut dapat diketahui kelemahan siswa. sehingga dari pendapat mereka dapat disepakati bahwa instrumen yang akan digunakan dalam penelitian sudah valid. Tipe validitas ini tidak didukung oleh bukti-bukti bahwa tes tersebut dapat mengukur sesuatu (Sevilla dalam Hardani 2006:39). yang selanjutnya sebagai dasar untuk melengkapi siklus II. 3.5. .55 Validitas permukaan (paras) adalah tipe validitas yang berkaitan dengan tipe tes. Teknik tes digunakan untuk mengetahui tingkatan kemampuan menulis cerpen melalui latihan terbimbing dengan media teks lagu. 3.5 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah teknik tes dan nontes.. yaitu pada siklus I dan pada siklus II. Materi tes mengacu pada aspek-aspek menulis cerpen. Hasil siklus II dianalisis sehingga dapat diketahui peningkatan kemampuan menulis cerpen melalui latihan terbimbing dengan media teks lagu. Tes digunakan untuk mengukur dasar dan pencapaian prestasi (Arikunto. 2002:196). Teknik nontes digunakan untuk mengetahui perubahan tingkah laku siswa setelah pembelajaran menulis cerpen melalui latihan terbimbing dengan media teks lagu.1Teknik Tes Teknik tes adalah teknik yang dilakukan untuk memperoleh data dengan menggunakan tes.

Observator yang pertama adalah peneliti sendiri. angket. Peneliti mengamati perilaku positif dan negatif yang muncul pada siswa. siswa yang telah dipilih. jurnal siswa dan guru. Artinya peneliti terlebih dahulu membuat pedoman wawancara yang kemudian dikembangkan sendiri pada saat wawancara. 2)Wawancara Wawancara dilakukan oleh peneliti secara bebas terpimpin. peneliti tinggal memberi tanda cek list saja. Teknik nontes meliputi lembar observasi. 1)Observasi Observasi dalam PTK ini dilakukan oleh dua orang. dan dokumentasi foto.2Teknik Nontes Teknik nontes digunakan untuk mengetahui sejauh mana perubahan perilaku siswa diadakan proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Wawancara ditujukan kepada orangorang yang bersangkutan dengan penelitian. dan lain-lain. Observator kedua ini juga mengadakan pengamatan sesuai dengan pedoman observasi kelas. wawancara. Perilaku positif atau negatif ini sudah dituliskan pada lembar observasi siswa. .5.56 3. Maksudnya observator kedua mengamati keadaan siswa secara keseluruhan pada saat membelajarkan materi menulis cerpen kepada siswa. Pihak-pihak yang bersangkutan tersebut antara lain. guru mata pelajaran. Observator yang kedua dilakukan oleh orang lain yang tugasnya adalah mengobservasi kelas. kepala sekolah.

. Jurnal guru digunakan oleh guru untuk mendeskripsikan atau mencatat fenomena-fenomena pada saat pembelajaran menulis cerpen yaitu respon siswa terhadap pembelajaran. Jurnal diisi pada akhir pembelajaran. TS (tidak setuju).57 3)Jurnal Jurnal guru dan siswa diisi pada akhir pembelajaran menulis cerpen. 5)Dokumentasi Foto Foto digunakan untuk merekam perilaku selama pembelajaran berlangsung. Hal ini bertujuan untuk memudahkan siswa dalam memberi jawaban dan kemudahan peneliti menganalisisnya. Gambar yang sudah diambil selanjutnya dideskripsikan sesuai dengan kondisi pada saat itu. Pada angket responden tinggal membubuhkan tanda cek list (√) pada kolom SS (sangat setuju). dan STS (sangat tidak setuju). Jurnal guru diisi oleh guru ketika pembelajaran sudah berakhir. dan pada saat menggunakan media teks lagu. Angket diberikan kepada siswa setelah pembelajaran menulis cerpen. yaitu pada saat siswa menulis cerpen. Tingkah laku siswa yang perlu diambil gambarnya. serta tingkah laku pada saat pembelajaran berlangsung. 4)Angket Angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup. Pengisian angket lebih mudah dibandingkan dengan jurnal. Angket ini diisi setelah siswa mengisi jurnal. S (setuju). keaktifan siswa. Jurnal siswa berisi pada tentang kesulitan siswa dalam menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Foto ini merupakan bukti otentik mengenai tingkah laku siswa pada saat pembelajaran menulis cerpen. pada saat guru membimbing dalam penulisan cerpen.

Nilai dihitung dengan menggunakan persen atau disebut percentages correction (Hardani 1997:41).Menghitung persentase nilai.6.Merekap nilai yang diperoleh siswa b. d.Menghitung nilai masing-masing aspek c.58 3.1Analisis kuantitatif Analisis kuantitatif dilakukan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil tes secara tertulis. Rumus-rumus penelitian adalah sebagai berikut: NP = SM 100 . Hasil analisis hasil tes secara kuantitatif dihitung secara persentase dengan langkah-langkah sebagai berikut: a.6 Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu secara kuantitatif dan kualitatif 3.Menghitung nilai rata-rata.

2Analisis Kualitatif Analisis data secara kualitatif dilakukan untuk menganalisis data nontes yang diperoleh dari siswa selama proses pembelajaran berlangsung. lembar pengamatan.6. dan pedoman wawancara. Analisis data secara kualitatif dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. .Menelaah seluruh data yang diperoleh dari hasil nontes b. Untuk memperoleh data nontes dari responden. Selain itu data nontes juga digunakan untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap metode pembelajaran yang digunakan. digunakan lembar angket.Menyusun dalam satuan-satuan c.Mengkategorisasikan Analisis data secara kualitatif ini digunakan untuk mengetahui perubahan perilaku siswa dalam menulis cerpen pada siklus I dan siklus II. Responden memberikan jawaban sesuai dengan kriteria yang dilakukan peneliti.59 3.

Sastra. Cara Menulis Kreatif. 1994. Skripsi: Universitas Negeri Semarang 130 . Yogyakarta: Rineka Cipta Darsono. Jakarta: Grasindo Diknas 2005. Prosedur Penelitian . Media Pengajaran . 2003. 1996. 2003. Mohammad. Suwardi. Peningkatan Pemahaman Tema dan Amanat Cerita Pendek dengan Metode Pemberian Tugas Rumah Siswa Kelas II Madrasah Aliyah Hidayatul Murtadi’in Kabupaten Demak Tahun Pelajaran 2001-2002. 2002. 2004. Yogyakarta:ANDI Jabrohim. Kurikulum Pendidikan Dasar. 2002. Burhan. Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi Berbasis Pengalaman Pribadi Melalui Pendekatan Kontekstual Komponen Pemodelan Pada Siswa Kelas VIIIA SMP Negeri 11 Semarang. Ummi. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Mengajarkan Faozan. Semarang: UNNES Press Nana Sudjana dan Ahmad Rivai. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Kholifah. Bimbingan Konseling. 2002. Skripsi: Universitas Negeri Semarang Gie. Belajar dan Pembelajaran . 1987. Bandung: Sinar Baru Algensindo Nurgiantoro.130 DAFTAR PUSTAKA Aminuddin. Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Narasi Siswa Kelas VIIA SMP Negeri 1 Limpung dengan Teknik Menulis Buku Harian . Hardani. Yuk. 1994. dkk.Yogyakarta: Kota Kembang Menulis. Nulis Cerpen Yuk. Jakarta: Diknas Diponegoro. Max 2001. Syaiful Bahri. Membaca. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo Arikunto. Jakarta: Erlangga Endraswara. Suharsimi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Rahayu. 2004. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Djamarah. Terampil Mengarang. 2006. Skripsi: Universitas Negeri Semarang Mugiarso. Teori Pengkajian Fiksi. The Liang.

Teori Belajar Orang Dewasa. 2005. 2003. Hilma. Apresiasi Kesusastraan. 1985. 2005. Henry Guntur.M. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Teknik Pembelajaran Bahasa dan Sastra. Maopa. Asul. Jakarta: Gramedia Sugiyono. Teknik Menulis Cerita Anak. 1986. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Tarigan. 1994. Jakarta: Grasindo 131 . Bandung: Alfabeta Suyatno. 2003. Surabaya: SIC Syamsu. S.131 Suharianto. Makna dan Fungsi. 2004. dkk. Yogyakarta: PUSBUK Wardah. Surakarta: Widya Duta Sumardjo. Kesastraan Sekolah Penunjang Pembelajaran Bahasa Indonesia SMP dan SMA. 1982. Jakob dan Saini K. Skripsi: UNNES Wiyanto. Wacana Lirik Lagu Aksi Pergerakan Mahasiswa Kajian Diksi. Statistika Untuk Penelitian. Dasar-Dasar Teori Sastra . Bandung: Angkasa Titik.

Lampiran 2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS I Sekolah Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : SMA Negeri 1 Pemalang : Bahasa dan Sastra Indonesia : Mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan orang lain ke dalam cerpen : Menulis karangan berdasarkan kehidupan diri sendiri dalam cerpen (pelaku.Guru bertanya jawab dengan siswa tentang cerpen yang pernah dibaca dan disukainya .Tujuan Pembelajaran Siswa mampu: -Mampu menuangkan pikiran dan perasaannya melalui cerpen -Mampu menerapkan unsur-unsur pembangun cerpen ke dalam cerpen -Mampu menulis kreatif naskah cerpen B.Metode Pembelajaran Latihan Terbimbing D. peristiwa.Materi Pembelajaran Menulis cerpen C. latar) :Mampu menulis cerpen dengan memperhatikan ketepatan dan kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen Alokasi Waktu : 2 X 40 menit A.Langkah-langkah Pembelajaran 1.Kegiatan Pendahuluan a.

Salah satu dari hasil pekerjaan siswa dibacakan di depan kelas j.Siswa ditugaskan untuk menulis cerpen berdasarkan kehidupan diri sendiri g.Guru menjelaskan kompetensi dasar yang akan dicapai.Guru membimbing siswa untuk dapat menulis dengan baik dengan: -Guru mengarahkan siswa untuk dapat menemukan ide cerita dan merumuskannya ke dalam tema yang sudah ada dalam teks lagu -Guru mengarahkan siswa untuk memperhatikan tiap baris dalam lagu tersebut yang dapat digunakan sebagai kerangka karangan -Berdasarkan lirik yang ada dalam teks lagu siswa diarahkan untuk dapat bermain dengan imajinasinya untuk dapat mengembangkan kerangka karangan tersebut -Siswa diarahkan untuk menentukan siapa tokoh utamanya. f. siapa tokoh antagonisnya.Kegiatan Inti a.Hasil pekerjaan menulis cerpen dikumpulkan i.Guru membagikan sebuah teks lagu pada siswa d. bagaimana latarnya dari mana awal ceritanya. dan manfaat yang akan diperoleh dalam pembelajaran menulis cerpen 2.Guru menjelaskan langkah-langkah menulis cerpen dengan memperhatikan unsur-unsur pembangun cerpen c. dan bagaimana cerita ditutup.Siswa dan guru bertanya jawab tentang unsur-unsur pembangun cerpen b. apa masalahnya.Siswa mengamati dan memperhatikan teks lagu tersebut e.Siswa yang lain mengomentari hasil pekerjaan temannya yang dibacakan di depan kelas .b.Di saat siswa mengerjakan tugas menulis cerpen guru berkeliling memberikan bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis cerpen h.

Guru dan siswa merefleksi kegiatan pembelajaran menulis cerpen c. Erlangga F.Penilaian 1)Penilaian Proses Penilaian proses dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung.Guru meminta siswa untuk mengisi angket dan menuliskan pendapatnya pada jurnal siswa E.Guru memberikan penguatan terhadap pembelajaran menulis cerpen 3. Kegiatan Penutup a.S NIP Wiwin Nur Azizah NIM. 10 Maret 2007 Guru Bahasa dan Sastra Indonesia. Penilaian ini dapat dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan.k. 2101403568 . Peneliti. Saptorini Wahyuningsih.Media/Sumber Media Sumber : Teks Lagu : 1)Buku paket Bahasa dan Sastra Indonesia untuk siswa kelas X 2)Buku paket Bahasa dan Sastra Indonesia untuk siswa kelas X. 2)Penilaian Hasil Berdasarkan teks lagu buatlah sebuah cerpen dengan memperhatikan kesesuaian unsur-unsurnya! Pemalang.S.Guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran menulis cerpen b.

Lampiran 3 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS II Sekolah Mata Pelajaran : SMA Negeri 1 Pemalang : Bahasa dan Sastra Indonesia ke dalam cerpen Standar Kompetensi : Mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan orang lain Kompetensi Dasar Indikator : Menulis karangan berdasarkan kehidupan diri sendiri dalam cerpen (pelaku.Kegiatan Pendahuluan a.Langkah-langkah Pembelajaran 1.Guru mengulas sedikit tentang hal-hal yang dibahas pada pertemuan sebelumnya . latar) : Mampu menulis cerpen dengan memperhatikan ketepatan dan kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen Alokasi Waktu : 2 X 40 menit A.Materi Pembelajaran Menulis cerpen C.Metode Pembelajaran Latihan Terbimbing D. peristiwa.Tujuan Pembelajaran Siswa mampu: -Mampu menuangkan pikiran dan perasaannya melalui cerpen -Mampu menerapkan unsur-unsur pembangun cerpen ke dalam cerpen -Mampu menulis kreatif naskah cerpen B.

Siswa dan guru bertanya jawab tentang unsur-unsur pembangun cerpen b.Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari itu.Siswa mengamati dan memperhatikan teks lagu tersebut e.Salah satu dari hasil pekerjaan siswa dibacakan di depan kelas . 2. apa masalahnya. dengan: -Guru mengarahkan siswa untuk dapat menemukan ide cerita dan merumuskannya ke dalam tema yang sudah ada dalam teks lagu -Guru mengarahkan siswa untuk memperhatikan tiap baris dalam lagu tersebut yang dapat digunakan sebagai kerangka karangan dari jalan cerita -Berdasarkan lirik yang ada dalam teks lagu siswa diarahkan untuk dapat bermain dengan imajinasinya untuk dapat mengembangkan kerangka karangan tersebut -Siswa diarahkan untuk menentukan siapa tokoh utamanya. guru berkeliling memberikan bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis cerpen h.Guru membagikan sebuah teks lagu pada siswa d.Siswa ditugaskan untuk menulis cerpen berdasarkan kehidupan diri sendiri g.Di saat siswa sedang menulis cerpen.Guru membimbing siswa untuk dapat menulis cerpen dengan baik. siapa tokoh antagonisnya.Hasil pekerjaan menulis cerpen dikumpulkan i. yakni mengevaluasi cerpen yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya. dan bagaimana cerita ditutup.Guru menjelaskan langkah-langkah menulis cerpen dengan memperhatikan unsur-unsur pembangun cerpen c.Kegiatan Inti a.b. bagaimana latarnya dari mana awal ceritanya. f.

Guru meminta siswa untuk mengisi angket dan menuliskan pendapatnya pada jurnal siswa E.Buku paket Bahasa dan Sastra Indonesia untuk siswa kelas X F. Saptorini Wahyuningsih.Guru memberikan penguatan terhadap pembelajaran menulis cerpen 3.S NIP Wiwin Nur Azizah NIM. 2101403568 .Siswa yang lain mengomentari hasil pekerjaan temannya yang dibacakan di depan kelas k. 2)Penilaian Hasil Berdasarkan teks lagu buatlah sebuah cerpen dengan memperhatikan kesesuaian unsur-unsurnya.Guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran menulis cerpen b.Penilaian 1)Penilaian Proses Penilaian proses dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung.Guru dan siswa merefleksi kegiatan pembelajaran menulis cerpen c.Media/Sumber Media Sumber : Teks Lagu : .j. Pemalang. Kegiatan Penutup a. Peneliti. Penilaian ini dapat dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan.S. 10 Maret 2007 Guru Bahasa dan Sastra Indonesia.

FORMAT HASIL PENILAIAN TES KETERAMPILAN MENULIS CERPEN PRATINDAKAN. SIKLUS I DAN SIKLUS II No No Aspek Responden Nilai Kategori 1 001 2 002 5 3 4 003 004 005 6 006 .

7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 019 020 021 022 023 024 1 2 3 4 5 6 7 .

25 025 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 026 027 028 029 030 031 032 033 034 035 036 037 038 039 .

40 040 Jumlah Skor Rata-rata Keterangan : Aspek 1 : Tema dan amanat Aspek 2 : Tokoh dan penokohan Aspek 3 : Alur Aspek 4 : Latar Aspek 5 : Diksi dan gaya bahasa Aspek 6 : Sudut pandang Aspek 7 : Kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen .

√ √ ..√ - - - - - √ - - - - dengan cepat √ ... Siswa menulis cerpen dengan senang hati √ - √√ - - - - √√√ √ - √√ √ - √ - .√√ √ . Siswa berpartisipasi aktif 4. Siswa banyak bertanya pada guru 3.√√√√√√ √ . Siswa dapat menulis cerpen √ - - √ - 18 19 -20 018 019 020 √ .√√√√ √ .√√√√ √√√√√√ - - - - 7.√√√√ √ .√√√ .√√√ √ ..√√ ..√√ √√ - - - 13 14 15 16 17 013 014 015 016 017 √ . Siswa merespon positif √ -√ √ .√√√√ .√ - - 9 10 11 12 009 010 011 012 √ .√√√√ .√√√√ .Lampiran LEMBAR OBSERVASI SIKLUS I Hari.√√ - √ - - √ √ √ - - √ √ - √ √ √ - √ √ - PERILAKU POSITIF 1.√√√ √ . Siswa memperhatikan penjelasan guru 2. Siswa berani memberikan sanggahan terhadap hasil penulisan cerpen yang dibacakan di depan kelas 8.√ - √ - - - √ .√√√ √ . 12 April 2007 : Nurul Melti : X7/SMA Negeri 1 Pemalang Aspek Observasi 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Keterangan - 001 002 003 004 005 006 007 008 - .√ -√ √ . tanggal Nama Pengamat Kelas/Sekolah No 1 2 3 4 5 6 7 8 No 1 2 3 - : Kamis. Siswa dapat mengidentifikasi dan menyebutkan unsurunsur yang ada dalam cerpen 5.√√√√ √ .√ - - - - - - √ √ - - - - (senang) terhadap metode latihan terbimbing yang diberikan guru dengan media teks lagu 6.

Siswa kurang merespon penjelasan guru 10.√√√ √ √√√√ √ - - - - - - √ - - - - 9. Siswa kurang bersemangat ..PERILAKU NEGATIF 21 22 021 022 √ .

√ √ -√ √ - - - - - - √ - - - pembelajaran yang dilakukan guru 11.12... Siswa sering melihat pekerjaan temannya pada saat mengerjakan tes 15.. Siswa pasif dalam pembelajaran √ -√ - - √√ - √√√ √ √ - √ - √ . Siswa banyak bicara dan bergurau dengan temannya .√ .√√√ √ .√√√ √√√√√√√√ .23 023 ..14.√√√ √ .- - √√ - - - - - - - terhadap metode √√√√ 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 024 025 026 027 028 029 030 031 032 033 034 035 √√√√√√ .√√√√ - √√ - -- √ - .√√√√ √ . Siswa kurang bersemangat pada saat menulis cerpen .√√√ - √ √√√ - √ √√ - - 13. Siswa jalan-jalan/mondarmandir pada saat pembelajaran berlangsung . Siswa tidak tertarik dengan √ - - √ - - - - √ √ √ ..√√√ √ .√√√√ √ .16.

- √√√ √ .36 37 38 39 40 036 037 038 039 040 - - √√√ - - - - √ - - - - √ - - media teks lagu yang digunakan oleh guru PENGISIAN (√)= melakukan (√)= tidak melakukan - √ .√√√√ √ .√√√√ √ √√√√ - √ - √ - √ .

REKAP HASIL PENILAIAN TES KETERAMPILAN MENULIS CERPEN SIKLUS I No Aspek 1 1 001 9 2 11 3 13 4 7 5 7 6 7 7 13 67 Nilai Kategori Cukup 2 002 8 11 12 7 6 8 12 64 Cukup 3 003 9 14 14 8 8 8 14 75 Baik .

4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 004 005 006 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 019 020 021 022 023 024 025 6 8 9 7 8 9 9 7 8 9 8 8 9 9 7 7 9 9 9 8 9 9 11 12 13 12 11 12 13 11 12 10 12 15 16 15 10 15 14 13 17 11 15 16 12 12 13 13 12 13 13 12 13 10 11 16 16 16 11 16 15 14 17 12 16 16 7 7 9 8 7 7 8 7 8 7 7 9 8 8 7 8 5 8 8 7 8 7 8 8 8 6 7 5 7 6 6 6 6 7 7 7 6 7 6 6 7 6 7 7 7 6 8 7 7 7 9 7 7 5 7 8 8 8 6 9 7 8 8 9 8 8 11 12 14 13 11 13 13 12 13 10 12 15 15 15 10 16 14 14 17 12 15 16 62 65 74 66 63 66 72 62 67 57 63 78 79 78 57 78 70 71 83 65 78 79 Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Kurang Cukup Baik Baik Baik Kurang Baik Cukup Cukup Baik Cukup Baik Baik .

08 Cukup 62 80 59 63 67 66 68 65 64 79 75 70 2744 68.30 67 12 16 11 12 12 13 13 11 12 16 15 12 523 13.26 026 7 11 12 7 7 7 12 63 Cukup 27 027 6 Responden No 11 12 6 5 7 12 59 Kurang 28 028 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 6 029 030 031 032 033 034 035 036 037 038 039 040 14 6 9 7 6 8 7 8 8 8 9 7 9 314 7.85 14 12 15 10 13 13 12 14 13 12 16 15 13 516 12.23 7 6 7 5 6 7 6 6 6 6 6 7 8 263 6.58 12 7 8 7 5 8 7 7 7 7 8 8 7 292 7.68 7 7 9 7 7 6 8 6 7 5 7 7 7 289 7.9 7 12 16 12 14 13 13 14 13 14 17 16 14 547 13.62 Cukup Cukup Baik Kurang Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Baik Baik Cukup Jumlah Skor Rata-rata .

Keterangan : Aspek 1 : Tema dan amanat Aspek 2 : Alur Aspek 3 : Tokoh dan penokohan Aspek 4 : Latar Aspek 5 : Diksi dan gaya bahasa Aspek 6 : Sudut pandang Aspek 7 : Kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen .

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

REKAP HASIL PENILAIAN TES KETERAMPILAN MENULIS CERPEN SIKLUS II No Aspek 1 1 001 9 2 16 3 16 4 8 5 7 6 8 7 15 79 Nilai Baik Kategori 2 002 7 13 14 9 8 9 13 73 Baik 3 003 4 6 004 10 8 13 13 8 16 7 9 8 8 10 8 62 15 Cukup 77 Baik .

5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 005 006 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 019 020 021 022 023 024 7 9 9 9 7 9 7 6 9 9 9 8 9 9 7 9 8 9 9 9 14 14 15 15 13 16 11 11 16 17 17 14 14 17 14 17 15 17 16 15 16 16 16 16 15 16 13 13 16 16 16 16 15 16 15 17 16 17 16 16 9 9 9 9 9 9 9 7 9 9 9 9 9 9 8 9 9 9 8 8 8 8 8 8 8 9 8 6 9 9 9 7 9 8 8 9 9 9 8 8 8 9 8 8 8 9 9 7 9 9 9 8 7 8 9 9 9 9 8 8 14 15 16 15 14 16 11 11 16 16 17 15 15 15 14 17 16 17 16 15 76 80 81 80 74 84 68 61 84 85 86 77 78 83 75 87 82 87 81 79 Baik Baik Baik Baik Cukup Baik Cukup Cukup Baik Sangat Baik Sangat Baik Baik Baik Baik Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Baik Baik .

25 025 8 15 16 8 8 8 15 78 Baik No Responden 26 026 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 9 027 028 029 030 031 032 033 034 035 036 037 038 039 8 8 11 9 9 6 9 6 8 9 8 9 6 9 15 15 16 10 16 11 13 14 12 16 10 14 12 13 9 16 17 12 16 12 14 16 15 16 11 15 16 16 8 9 9 7 9 7 9 9 9 9 7 9 9 9 9 8 8 7 8 7 8 8 7 8 6 8 7 8 14 9 9 8 9 7 9 9 8 9 8 9 9 9 75 16 15 10 16 11 13 14 12 16 10 15 12 13 Baik 82 83 60 83 61 74 79 71 83 58 79 73 76 Baik Baik Cukup Baik Cukup Cukup Baik Cukup Baik Kurang Baik Cukup Baik .

3 9 346 8.15 17 612 15.35 88 3082 77.40 040 9 327 8.65 9 318 7.95 9 339 8.18 18 566 14.48 17 574 14.05 Sangat Baik Baik Jumlah Skor Rata-rata Keterangan : Aspek 1 : Tema dan amanat Aspek 2 : Alur Aspek 3 : Tokoh dan penokohan Aspek 4 : Latar Aspek 5 : Diksi dan gaya bahasa Aspek 6 : Sudut pandang Aspek 7 : Kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen .

B.Kesulitan apakah yang anda alami dalam menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu? Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… ….Nama : No/ kelas : FORMAT JURNAL SISWA Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jujur! A. C.Apakah Anda senang dengan meteri menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu? Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… ….Apakah dengan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu anda mengalami kemudahan dalam menulis cerpen? Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … .

D.Apakah anda sekarang lebih paham diajar menulis melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu? Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … E.Berilah kesan dan pesan tentang pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu yang telah diajarkan oleh guru (peneliti)! Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … .…… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… ….

Bagaimanakah minat siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu? Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … B.Lampiran JURNAL GURU SIKLUS II Guru Pengampu Hari.Bagaimanakah keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… .Bagaimanakah respon siswa terhadap pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … C. tanggal : : A.

Uraikan fenomena-fenomena lain yang muncul pada saat pembelajaran berlangsung Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … .Bagaimanakah tingkah laku siswa di kelas pada saat mengerjakan tugas menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu? Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … E.…… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … D.

Lampiran Nama : No/kelas: FORMAT ANGKET Berilah tanda (√) pada setiap pertanyaan siswa yang sesuai dengan skala penelitian yang tersedia di bawah ini : No Pertanyaan Skala Penilaian SS S 1 Keterampilan menulis dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam belajar 2 Saya merasa senang terhadap cara guru KS TS STS .

menerangkan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu 3 4 5 Saya senang dengan metode yang digunakan dalam pembelajaran Metode yang digunakan oleh guru dapat memotivasi siswa untuk menulis cerpen Latihan terbimbing yang diberi oleh guru dapat membantu pemahaman siswa tentang menulis cerpen yang baik 6 7 Saya senang dengan media teks lagu yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran Suasana kelas dapat membantu pemahaman siswa dalam menulis cerpen .

gagasan dan perasaan ke dalam sebuah cerpen banyak manfaatnya 10 Pembelajaran yang dilakukan oleh guru sekarang lebih menyenangkan Keterangan: SS : Sangat Setuju S : Setuju KS : Kurang Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju .8 Saya senang dengan pembelajaran menulis cerpen yang dengan metode yang dapat menarik perhatian siswa 9 Kebiasaan mengungkapkan ide.

Apa saja kesulitan-kesulitan yang kamu hadapi dalam pembelajaran menulis cerpen? 9.Menurut kamu apakah dengan adanya latihan dan bimbingan yang diberikan oleh guru dapat membantu pembelajaran menulis cerpen? 7.Apakah suasana kelas dapat membantu pemahaman siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu? Mengapa? 6. responden Hari dan Tanggal Tempat Kelas Waktu Topik : : : : : : : Hal-hal yang harus diperhatikan dalam wawancara adalah sebagai berikut: 1.Manfaat yang kamu dapatkan setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu? .Apakah kamu senang dengan pembelajaran menulis cerpen? Mengapa? 2.Lampiran PEDOMAN WAWANCARA Responden No.Menurut kamu apakah melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat mengatasi kesulitan yang kamu hadapi? 10.Apakah kamu merasa kesulitan dalam pembelajaran menulis cerpen? 8.Apakah media teks lagu yang digunakan oleh guru dapat memberikan ide untuk membuat sebuah cerpen? 5.Apakah kamu merasa mampu memahami materi dengan metode yang digunakan oleh guru dalam mengajar (metode latihan terbimbing dengan media teks lagu)? 3.Apakah kamu merasa termotivasi dengan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam pembelajaran menulis cerpen? 4.

5 22.5 15 5 Rekap Observasi Perilaku No Aspek Observasi 1 2.5 12.5 20 35 20 12. 3.5 Negatif Siklus II (%) 5 7. 8. 7. 4.5 80 80 Siklus II (%) 95 17.5 5 0 0 5 0 0 Siswa Peningkatan (%) -10 -12.5 12. Siklus I (%) merespon 15 20 27. 7.5 90 92. 3.5 92.5 32.5 95 32.Rekap Observasi Perilaku Positif Siswa No Aspek Observasi 1 2. 6.5 7.5 -22.5 6.5 17.5 17.5 -32. 5.5 Peningkatan (%) 10 7.5 Siswa kurang penjelasan guru Siswa kurang senang terhadap metode yang digunakan guru Siswa banyak bicara dan bergurau dengan temannya Siswa pasif dalam pembelajaran Siswa jalan-jalan/mondarmandir pada saat pembelajaran berlangsung Siswa sering melihat pekerjaan temannya pada saat mengerjakan tes Siswa kurang bersemangat pada saat menulis cerpen Siswa tidak tertarik dengan media teks lagu yang digunakan oleh guru . Siklus I (%) memperhatikan 85 10 67. Siswa penjelasan guru Siswa banyak bertanya kepada guru Siswa berpartisipasi aktif Siswa dapat mengidentifikasi dan menyebutkan unsur-unsur yang ada dalam cerpen Siswa merespons positif (senang) terhadap metode latihan terbimbing yang digunakan oleh guru Siswa dapat menggunakan media yang dihadirkan oleh guru Siswa dapat menulis cerpen dengan cepat Siswa dapat memberikan komentar terhadap hasil menulis cerpen temannya 77. 4.5 -20 -30 -20 -12. 5.5 12. 8.

5 b.5 67.Rekap Jurnal Siswa Siklus I dan Siklus II No 1 Aspek Jurnal Kesan siswa terhadap meteri cerpen a.5 3 .5 Jurnal Siswa Persentase (%) Peningkatan Siklus Siklus Siklus Siklus (%) I II I II 92.5 28 12 13 27 70 30 32. Ya b. Senang menulis 37 40 7. Tidak senang 2 Kesulitan siswa terhadap materi menulis cerpen a.5 37.5 100 0 -7.5 -37. Tidak Tanggapan siswa terhadap metode latihan terbimbing dengan media teks lagu 3 0 7.

Tidak dapat dipahami 4 Pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran setelah diajarkan melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu a.5 100 0 7.5 5 35 5 40 0 87. Mendukung b.5 7.5 -12.5 37 3 40 0 92.5 100 0 7.5 12. Paham b.5 -7. Tidak paham Saran terhadap kegiatan pembelajaran a.5 7.5 100 0 12. Dapat dipahami b.Kurang mendukung 37 3 40 0 92.5 -7.5 .a.

Rekap Angket Siklus I dan Siklus II A Pe STS S KS TS Pe s SI p e (%) k SS S II (%) 72.5 52.5 50 65 15 25 2.5 -7.5 62.5 27.5 -22.5 20 5 -15 0 0 0 0 0 5 32.5 (%) (%) -7.5 0 2.5 (%) (%) -5 -15 0 0 0 0 (%) (%) 0 0 0 0 ning kata n (%) 1 0 2 0 3 0 4 0 60 25 12.5 22.5 7.5 15 5 -10 0 0 0 0 0 .5 0 40 8.5 0 0 0 0 0 30 52.5 55 2.5 35 ning kata n (%) SI S II SI S II SI S II SI S II (%) (%) 35 57.5 5 5 17.5 50 42.5 10 0 0 25 32.

5 57.5 40 40 0 27.5 17.5 -5 0 5 0 0 45 35 25 0 55 45 27.5 10 10 2.5 -7.5 0 7 27.5 5 -12.5 52.5 -7.5 60 2.6 27.5 37.5 57.5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 -2.5 15 5 -10 0 0 0 0 0 35 7.5 .5 40 50 60 -2.5 25 -2.5 0 8 5 9 0 1 0 35 7.5 7.5 10 12.5 22.

misalkan ramai saya tetap bisa menulis cerpen 6)Ya. kesulitan mengembangkan kerangka karangan. dapat bertanya-tanya dengan guru tentang cerpen. 7)Ya. 2)Mampu. termotivasi. kelas yang tenang menulis cerpen pun akan mudah. kesulitan-kesulitan dapat langsung ditanyakan. 6)Ya. masih kesulitan. 3)Ya. 2)Mampu. 5)Ya. 8)Ya. lebih mudah menulis cerpen. 2. 10)Jadi senang menulis cerpen.Hasil Wawancara Siklus I Waktu Pelaksanaan Tempat Pelaksanaan Jumlah Siswa yang : Sabtu. 3)Ya. 7)Ya. 5)Ya.Responden Nomor 22 (siswa yang mendapat nilai baik) 1)Senang. membantu mengatasi kesulitan. 4)Ya. menuangkan pikiran ke dalam kata-kata. masih ada kesulitan. 9)Ya.Responden Nomor 6 (siswa yang mendapat nilai cukup) 1)Senang. termotivasi 4)Ya. 14 April 2007 Pe ning : Diwawancarai kata n (%) : Ruang kelasPe SMA NegeriPe Pemalang X-7 1 4 siswa ning kata n (%) ning kata n (%) 1. membantu mengatasi kesulitan 10)Senang menulis cerpen . 8)Ya. 9)Ya. lagunya sesuai dengan pengalaman. lagunya sesuai dan mudah dimengerti. lebih tahu menulis cerpen.

bisa diungkapkan lewat cerpen 2)Mampu 3)Ya. masih ada kesulitan 8)Ya. termotivasi 4)Ya. masih ada kesulitan. 8)Ya. lagunya saya suka dan sesuai dengan pengalaman 5)Ya. 7)Ya. 5)Tidak berpengaruh. kesulitan merangkai kata-kata dan mengembangkan kerangka yang ada dalam teks lagu. 10)Lebih mudah menulis cerpen. 9)Ya. 2)Mampu.Responden Nomor 40 (siswa yang mendapat nilai cukup) 1)Senang. sulit membuatnya.Responden Nomor 14 (siswa yang mendapat nilai kurang) 1)Tidak terlalu suka. guru memberi tahu cara menulis cerpen yang baik. membantu mengatasi kesulitan. . membantu mengatasi kesulitan 10)Lebih senang menulis cerpen 4. 6)Ya. membantu untuk dapat menulis cerpen. kesulitan mengungkapkan pikiran dalam kalimat-kalimat 9)Ya.3. 3)Ya. kelas yang ramai jadi tidak dapat berkonsentrasi 6)Ya. termotivasi 4)Ya. lagunya bagus. guru mengajari menulis cerpen 7)Ya.

misalkan kelas ramai akan menganggu menulis cerpen 6)Ya. membantu mengatasi kesulitan yang saya hadapi 10)Sekarang saya senang menulis cerpen 2. 8)Membuat diksi yang menarik 9)Ya. saya mampu 3)Ya. 5)Ya. 2)Ya. 7)Masih ada. 3)Ya. termotivasi untuk menulis cerpen. 6)Ya. membantu mengatasi kesulitan 10)Lebih tahu tentang cerpen dan saya lebih senang menulis cerpen . kelas yang tenang dapat membantu kita untuk berimajinasi. lebih tahu menulis cerpen 2)Ya. mampu. suasana kelas mempengaruhi dalam menulis cerpen. guru membimbing dan menjelaskan menulis cerpen yang baik 7)Tidak ada 8)Tidak ada 9)Ya. 10 Mei 2007 : Ruang kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang : 4 siswa 1. guru membantu mengatasi kesulitan dalam menulis cerpen. lagunya sesuai dengan pengalaman.Hasil Wawancara Siklus II Waktu Pelaksanaan Tempat Pelaksanaan Jumlah Siswa yang Diwawancarai : Kamis.Responden Nomor 40 (siswa yang mendapat nilai sangat baik) 1)Senang. 4)Ya. dapat mengungkapkan pengalaman ke dalam cerpen.Responden Nomor 22 (siswa yang mendapat nilai sangat baik) 1)Senang. termotivasi menulis cerpen 4)Ya. lagunya sesuai dengan pengalaman 5)Ya.

membantu mengatasi kesulitan 10)Dapat menulis cerpen dengan mudah dan menyenangkan 4. guru mengajari menulis cerpen 7)Ya. masih ada kesulitan 8)Ya. masih ada kesulitan 8)Ya. termotivasi menulis cerpen 4)Ya. pembelajarannya menyenangkan 2)Ya. membantu mengatasi kesulitan 10)Lebih mudah menulis cerpen . kelas tenang. kesulitan membuat kata-kata yang menarik untuk mewakili ide-ide yang ada dalam pikiran 9)Ya. membuat kata-kata yang menarik 9)Ya. pembelajarannya menyenangkan 2)Ya. mampu 3)Ya.Responden Nomor 31 = Siswa yang mendapat nilai cukup 1)Senang. termotivasi menulis cerpen 4)Ya. kita dapat menulis cerpen dengan sungguh-sungguh 6)Ya.Responden Nomor 9 = Siswa yang mendapat nilai cukup 1)Senang. kelas yang ramai akan mengganggu konsentrasi dalam menulis cerpen 6)Ya. mampu memahami materi 3)Ya.3. lagunya sesuai pengalaman dan memudahkan menulis cerpen 5)Ya. lagu mengasyikan 5)Ya. guru membimbing siswa jadi siswa terbantu dalam menulis cerpen 7)Ya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful