P. 1
TEHNIK MELALUI LAGU

TEHNIK MELALUI LAGU

|Views: 324|Likes:
Published by Warman Harahap

More info:

Published by: Warman Harahap on Nov 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/26/2015

pdf

text

original

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN MELALUI METODE LATIHAN TERBIMBING DENGAN MEDIA TEKS LAGU SISWA KELAS X-7 SMA

NEGERI 1 PEMALANG

SARI
Azizah, Wiwin Nur. 2007. Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen Melalui Metode Latihan Terbimbing dengan Media Teks Lagu pada Siswa Kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I : Drs. Agus Nuryatin, M.Hum, Pembimbing II : Drs. Mukh. Doyin, M. Si. Kata Kunci : Keterampilan menulis cerpen, metode latihan terbimbing, media teks lagu. Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia aspek bersastra SMA kelas X untuk subaspek menulis menyebutkan bahwa peserta didik harus mampu mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan orang lain ke dalam cerpen. Dalam hal ini siswa dituntut untuk mampu menulis cerpen yang baik, namun kemampuan menulis cerpen siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang masih rendah. Rendahnya kemampuan menulis tersebut disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari siswa sendiri, sedangkan faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari lingkungan siswa. Guru masih terbiasa dengan metode pembelajaran yang monoton dan terkesan hanya mengejar meteri. Oleh karena itu, untuk meningkatkan keterampilan menulis cerpen pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang digunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Berdasarkan uraian di atas, permasalahan yang dipaparkan dalam penelitian ini adalah 1) seberapa besar peningkatan kemampuan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X SMA N 1 Pemalang, dan 2) adakah perubahan tingkah laku siswa dalam pembelajaran menulis cerpen setelah mengikuti pembelajaran melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. Tujuan Penelitian ini yaitu 1) mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang dan 2) mendeskripsikan perubahan tingkah laku siswa setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen menggunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. Penelitian ini merupakan penelitian yang berbasis kelas. Dengan demikian penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang meliputi dua siklus. Tiap-tiap siklus dilakukan secara teratur yang terdiri atas empat tahap, yaitu 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) pengamatan, dan 4) refleksi. Data penelitian yang diambil melalui tes dan nontes. Alat pengambilan data tes yang digunakan berupa instrumen tes perbuatan yang berisi aspek-aspek kriteria penilaian kemampuan menulis cerpen berupa penilaian kemampuan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Alat pengambilan data nontes yang digunakan berupa pedoman observasi, wawancara, jurnal, angket, dan dokumentasi foto. Selanjutnya data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif.

ii

Berdasarkan analisis data penelitian, disimpulkan bahwa melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu, kemampuan menulis cerpen siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang meningkat sebesar 20,44% setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Hasil rata-rata tes menulis cerpen pratindakan sebesar 61,30 dan pada siklus I diperoleh hasil rata-rata sebesar 68,62, kemudian pada siklus II diperoleh hasil rata-rata sebesar 77,05 atau meningkat sebesar 12,29% dari siklus I. Perilaku siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pun mengalami perubahan ke arah positif. Perubahan tersebut ditunjukkan dengan perilaku siswa yang lebih serius dan bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran menulis cerpen. Selanjutnya, dari hasil penelitian tersebut, penulis memberikan saran 1) guru bahasa dan sastra Indonesia dapat menggunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam membelajarkan menulis cerpen kepada siswa, 2) peneliti lain dapat melakukan penelitian yang serupa dengan metode yang berbeda.

iii

iv

bukan jiplakan dari karya tulis orang lain. Semarang.PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini benar-benar hasil karya saya sendiri. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah. Agustus 2007 Wiwin Nur Azizah v . baik sebagian atau seluruhnya.

.

vi .

dari kalian aku mengerti arti pengorbanan 2)Keluarga dan sahabat-sahabatku 3)Teman-teman PBSI’03 4)Almamater vii . Ibu dan kakak-kakakku tercinta. maka apabila kamu sudah selesai (dari suatu urusan) kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Al-Insyirah : 6 . •Hidup artinya berani menghadapi tantangan.MOTTO DAN PERSEMBAHAN Motto : •Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. tantangan terbesar dari hidup adalah tetap tumbuh dalam situasi apapun.8). Dan hanya kepada Tuhan-mulah hendaknya kamu berharap (QS. •Doa adalah senjata ampuh orang mukmin Persembahan Karya kecil ini kupersembahkan untuk orang-orang yang senantiasa mengisi batin dan jiwaku 1)Bapak.

Dekan Fakultas Bahasa dan Seni serta Rektor Universitas Negeri Semarang. dosen pembimbing I dan dosen pembimbing II yang disela-sela kesibukannya dengan penuh kesabaran.Bapak dan Ibu dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia yang telah menyemaikan ladang dan menanamkan ilmu sebagai bekal yang sangat bermanfaat. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada yang terhormat: 1.Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. bantuan.Si. kepala SMA Negeri 1 Pemalang yang telah memberikan izin kepada penulis untuk mengadakan penelitian ini. sehingga penulis memperoleh kekuatan untuk menyelesaikan skripsi ini. 4. arahan dan masukan kepada penulis. Agus Nuryatin M. baik dalam ilmu maupun pengetahuan. 2.Dra. dan sumbang saran dari segala pihak. meskipun penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kelemahan-kelemahan dan semata-mata karena keterbatasan penulis. viii . Penulis menyadari bahwa dalam skripsi ini tidak terlepas dari bimbingan.Hum dan Drs. 3. Doyin M. keikhlasan. dan kebijaksanaan memberikan bimbingan.Drs. yang telah memberikan izin penelitian ini. Mukh. Rishi Mardiningsih.PRAKATA Puji syukur tiada terhingga ke hadirat Allah swt. atas segala limpahan nikmat dan karunia yang diberikan kepada penulis.

Siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. kasih sayang dan pengorbanannya selama ini. dukungan. Ibu. 10. Kiki. ix .S. Mas Agus. bantuan.5. terima kasih bantuan komputernya. 12. yang telah ikut memberikan bantuan dalam menyelesaikan penelitian ini. Insya Allah jasa-jasa mereka akan saya kenang sepanjang hayat dan semoga Yang Mahakuasa memberikan yang terbaik dan Ridlo-Nya kepada kita semua di kehidupan sekarang dan yang akan datang. Utty. 11. Ari. 6. Achel. Anna. Somsay.Saptorini Wahyuningsih. guru Bahasa dan Sastra Indonesia SMA Negeri 1 Pemalang yang telah memberikan bantuan dan kerelaannya untuk diajak bertukar pikiran dengan penulis dalam penelitian. Dany. perhatian.Sahabat-sahabatku Melti. yang telah bersedia membantu pelaksanaan penelitian. kesabaran. Mba Is.Roger. dan dukungan yang telah diberikan. 7. Bilqis. 8. Upi. terima kasih bangkitkan semangatku untuk maju. 9. S. atas doa.Mas Aris. dan Lusi bersama mereka aku belajar hidup. 13. Mar. dan De Ian.Teman-teman Florist kos Aee. Mamih. atas segala motivasi dan kasih sayangnya.Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Mas Sulis.Teman-teman seperjuangan di PBSI angkatan 2003 terima kasih atas segala informasi.Bapak.

kritik dan saran yang membangun dari pembaca saya harapkan. Agustus 2007 Wiwin Nur Azizah x . Penulis juga sangat berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.Penulis sadar bahwa kesempurnaan hanyalah milik Yang Mahasempurna dan skripsi ini pun masih jauh dari kesempurnaan. Semarang. Oleh karena itu.

.6Manfaat Penelitian .3Pembatasan Masalah .........DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.....2 Tujuan Menulis Cerpen........................................................................................ 14 2.............................................................. 1.....................................................................................2.............................................................1Kajian Pustaka ...................................... xv DARTAR DIAGRAM DAN GRAFIK. HALAMAN PENGESAHAN................................... xvii BAB I PENDAHULUAN 1.................................. 1......................................................................................................... 1....................................................................... vii PRAKATA....................5Tujuan Penelitian ......................................................................................................................... xi DAFTAR TABEL........2..................................................................................................................................... BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.......... 1..........................................1 Hakikat Menulis Cerpen .......... PERNYATAAN................. xiv DAFTAR GAMBAR ....................................................... 11 2..............................................................................................................4Rumusan Masalah ............................................. viii DAFTAR ISI.................................... 1.................................................................................................................................................. SARI....................................2Landasan Teoretis ........................................................ PERSETUJUAN PEMBIMBING.. 17 xi 1 7 8 9 9 9 ............................... i ii iv v vi MOTTO DAN PERSEMBAHAN ........................................................................................................ 14 2...............1Latar Belakang ............ xvi DAFTAR LAMPIRAN.......................................2Identifikasi Permasalahan ................

.2 Unsur-unsur Pembangun Cerpen ......1 Desain Penelitian ................... 48 3.......................... 48 3....1. 60 4........2............................................................................................................3 Cerpen ......... 47 3..2 Hasil Penelitian Siklus I ....2.................2 4..................................3 Hasil Penelitian Siklus II ......................5 Media Teks Lagu .... 40 3.............................1 Proses Tindakan Siklus I ... 91 Hasil Nontes ................5 Teknik Pengumpulan Data .............1 Instrumen Tes ..................6 Menulis Cerpen Melalui Metode Latihan Terbimbing dengan Media Teks Lagu................... 62 Hasil Nontes ........ 20 2................................................................................4............1....1 Hasil Penelitian ...................1 4...............................4. 100 xii 4..........3.........................1....................................................1..........................3......................................... 55 3.......................4..................... 90 ................................................ 58 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.................................................. 35 2......................................2 Hasil Tes ..................2..1......................1....2............................2..........4Hipotesis Tindakan ....2 Subjek Penelitian .............................................. 44 3..........................6 Teknik Analisis Data ................ 52 3.......... 39 BAB III METODE PENELITIAN 3............ 34 2..................................1 Hasil Pratindakan ...........................3 Validitas Instrumen ...............3Kerangka Berpikir .1....1 Pengertian Cerpen.............. 55 3.....1............2..........................................1 4.......................................................3...3 Variabel Penilaian .........................................1....................... 32 2........ 60 4.......2 Instrumen Nontes .2.............4 Metode Latihan Terbimbing ...... 62 4........................ 38 2. 46 3.................. 70 Hasil Tes ..... 41 3.....................3........2 Proses Tindakan Siklus II.....2........................ 22 2......................4 Instrumen Penelitian ................................... 20 2..............................2...

........................................................................................................................... 130 LAMPIRAN-LAMPIRAN xiii ............... 117 4.2 Peningkatan Pengaruh Penggunaan Metode Latihan Terbimbing dengan Media Teks Lagu terhadap Perubahan Perilaku Siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang.........................2..............1 Simpulan ........................4.... 128 5.............1 Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen Siswa Kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang ..................................................................................2 Pembahasan ........................ 117 4........................................... 129 DAFTAR PUSTAKA . 125 BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.............2....................2 Saran ....................................

........ 95 Tabel 18 Perolehan Skor Aspek Latar Siklus II................................................................................................. 70 Tabel 13 Perolehan Angket Siklus I........................................................... 98 Tabel 21 Perolehan Skor Aspek Kepaduan Unsur-unsur Pembangun Cerpen Siklus II ................................. 67 Perolehan Skor Aspek Latar Siklus I .................................... 99 Tabel 22 Perolehan Angket Siklus I ...................................................................................... 49 Aspek Penilaian Keterampilan Menulis Cerpen ............................ 68 Tabel 11 Perolehan Skor Aspek Sudut Pandang Siklus I ................................................. 91 Tabel 15 Perolehan Skor Aspek Tema dan Amanat Siklus II............................ 66 Perolehan Skor Aspek tokoh dan Penokohan Siklus I ........................................... 93 Tabel 16 Perolehan Skor Aspek Alur Siklus II ................................................... 63 Perolehan Skor Aspek Tema dan Amanat Siklus I ................................................................................. 65 Perolehan Skor Aspek Alur Siklus I ..................... Siklus I.......................................... 119 xiv ......... 94 Tabel 17 Perolehan Skor Aspek tokoh dan Penokohan Siklus II.............. 51 Hasil Menulis Cerpen Pratindakan....................................... 10 9 Tabel 23 Perolehan Nilai Rata-rata dan peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen pada Pratindakan......... 69 Tabel 12 Perolehan Skor Aspek Kepaduan Unsur-unsur Pembangun Cerpen Siklus I ......................................................................... 60 Hasil Menulis Cerpen Siklus I ........................... 49 Pedoman Penilaian Keterampilan Menulis Cerpen....... 67 Tabel 10 Perolehan Skor Aspek Diksi dan Gaya Bahasa Siklus I ............ dan Siklus II....................................................... 97 Tabel 20 Perolehan Skor Aspek Sudut Pandang Siklus I ........DAFTAR TABEL Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Skor Penilaian Tes Menulis Cerpen........ 96 Tabel 19 Perolehan Skor Aspek Diksi dan Gaya Bahasa Siklus II................................................................................. 83 Tabel 14 Hasil Tes Menulis Cerpen Siklus II ................................................................

............................ 88 Gambar 3 Aktivitas Siswa Menulis Cerpen Siklus I .................... 116 Gambar 8 Aktivitas Siswa Membacakan Cerpen ....... 116 xv ....DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Aktivitas Awal Pembelajaran Siklus I ........... 89 Gambar 4 Aktivitas Guru Melakukan Bimbingan Siklus I...... 87 Gambar 2 Aktivitas Siswa mengamati dan Memperhatikan Teks Lagu Siklus I ................... 114 Gambar 6 Aktivitas Siswa Menulis Cerpen Siklus II ..................................................................................................................................................................................................................... 115 Gambar 7 Aktivitas Guru Membimbing Siswa Menulis Cerpen Siklus II .............. 90 Gambar 5 Aktivitas Awal Pembelajaran Siklus II .

...DAFTAR DIAGRAM DAN GRAFIK Diagram batang 1 Hasil Tes Keterampilan Menulis pada Pratindakan ...............92 Grafik 1 Grafik Hasil Tes Keterampilan Menulis Cerpen ........64 Diagram batang 3 Hasil Tes Keterampilan Menulis pada Siklus II ..................................124 xvi .........61 Diagram batang 2 Hasil Tes Keterampilan Menulis pada Siklus I ........

.................. 139 Teks Lagu Siklusi dan Siklus II........... 132 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus I......................................... 167 Lampiran 21 Hasil Jurnal Siswa Siklus II................................................................................. 175 xvii ......DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Daftar Nama Siswa Kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang ........................ 161 Lampiran 16 Pedoman Jurnal Guru Siklus I dan Siklus II.. 152 Lampiran 11 Hasil Observasi Siswa Siklus II.......... 164 Lampiran 18 Hasil Jurnal Guru Siklus II ..... 165 Lampiran 19 Pedoman Jurnal Siswa Siklus I dan Siklus II ................................................................................................... 157 Lampiran 14 Hasil Observasi Kelas Siklus I .... 150 Lampiran 10 Hasil Observasi Siswa Siklus I... 142 Hasil Tes Menulis Cerpen Prasiklus............... 154 Lampiran 12 Rekapitulasi Observasi Siswa Siklus I dan Siklus II..................... 148 Pedoman Observasi Siswa Siklus I dan Siklus II ............................................................................................................................................................................................................................... 156 Lampiran 13 Pedoman Observasi Kelas Siklus I dan Siklus II ........... 133 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus II ........... 159 Lampiran 15 Hasil Observasi Kelas Siklus II ................. 171 Lampiran 22 Rekapitulasi Jurnal Siswa Siklus I dan Siklus II .............................................. 136 Contoh Cerpen Berdasarkan Teks Lagu.................. 163 Lampiran 17 Hasil Jurnal Guru Siklus I ................................. 166 Lampiran 20 Hasil Jurnal Siswa Siklus I ............................... 146 Hasil Tes Menulis Cerpen Siklus II............................................................................. 144 Hasil Tes Menulis Cerpen Siklus I .............................

..................... 198 Lampiran 30 Hasil Menulis Cerpen Siswa Pratindakan .......................................................................... 205 Lampiran 32 Hasil Menulis Cerpen Siswa Siklus II..................................... 226 Lampiran 36 Surat Keterangan Penelitian ..................... 225 Lampiran 35 Surat Izin Penelitian........... 228 xviii ................... 227 Lampiran 37 Surat Keterangan Panitia Ujian Skripsi .......... 194 Lampiran 27 Pedoman Wawancara Siklus I dan Siklus II....................... 176 Lampiran 24 Hasil Angket Siklus I.......................................... 224 Lampiran 34 Surat Keputusan Pengangkatan Dosen Pembimbing Skripsi ................. 200 Lampiran 31 Hasil Menulis Cerpen Siswa Siklus I ........................................... 212 Lampiran 33 Surat Izin Observasi.......................................................Lampiran 23 Pedoman Angket Siklus I dan Siklus II................... 178 Lampiran 25 Hasil Angket Siklus II ............................................................................... 195 Lampiran 28 Hasil Wawancara Siklus I............................................................................................................................................................................. 186 Lampiran 26 Rekapitulasi Angket Siklus I dan Siklus II.................................... 196 Lampiran 29 Hasil Wawancara Siklus II ...

...................................................... 109 11... 105 9...................................................................................... 104 8............ 107 10...Lembar Kerja Siswa Siklus I Pertemuam ke-2 ..............Daftar Nama Siswa Kelas VII D ...Rencana Pembelajaran Siklus I Pertemuan ke-2....................................Lembar Pengamatan Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Guru Siklus I Pertemuan Ke-1 .............................................Rencana Pembelajaran Siklus I Pertemuan ke-1 ............. 92 2..........Lembar Pengamatan Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Guru Siklus I I ..... 103 7...........................................................................Lembar Kerja Siswa Siklus I Pertemuam ke-1 .......... 99 5.................. ........................... 93 3..... 111 xix ...................................................................................................Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus I Pertemuan ke-1 . 96 4.....Hala man 1.................. .....................Lembar Pengamatan Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Guru Siklus I Pertemuan Ke-2 .....Rencana Pembelajaran Siklus II....Lembar Kerja Siswa Siklus II .. 102 6......

.................................................................................Kurikulum 2004 .Soal Uji Coba ......... 149 26........................... 151 28.......................Daftar Nilai Ulangan IPS Ekonomi Pokok Bahasan Perusahaan dan Badan Usaha Siswa Kelas VII SMP N 4 Randudongkal ..Silabus ................Kunci Jawaban Soal Evaluasi Siklus II.................. 146 23....................................................Kunci Jawaban Soal Evaluasi Siklus I .Daftar Kelompok......Analisis Validitas........... 158 30............................................................. 142 22............................................................................................................... 115 14.....Kunci Jawaban Soal Uji Coba ......................................................... 119 17..... 113 13....................................................Surat Keterangan Penelitian dari SMP N 4 Randudongkal ..............................Daftar Nilai Ulangan Sebelum Tindakan............................................Soal Evaluasi Siklus I ............................. 148 25........ dan Siklus II...............Surat Ijin Penelitian dari Fakultas Ekonomi .............. Reabilitas...................Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus II ............ 147 24......................... 118 16.......... 157 29..........................................................................Daftar Nilai Ulangan Siklus II .. 128 19....................Soal Evaluasi Siklus II .Rekapitulasi Hasil Belajar Sebelum Tindakan....................... 160 32..............................Kisi-kisi Penyebaran Butir Soal ................ 141 21............ 159 31................................Surat Ijin Observasi dari Fakultas Ekonomi ............................ 150 27....... 161 xx ............................................. Siklus I........... 138 20................................12......................................................Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus I Pertemuan ke-2...... Tingkat Kesukaran dan Daya Pembeda....................................... 127 18............................ 117 15...................................Daftar Nilai Ulangan Siklus I...........

berbagi pengalaman. Sebagai bahasa nasional. keterampilan berbicara. tertib.BAB I PENDAHULUAN 1. perdagangan. Di antara keterampilan tersebut keterampilan mendengarkan dan keterampilan membaca merupakan keterampilan reseptif. Keempat keterampilan tersebut selalu berkait satu dengan yang lain. Sebagai bahasa negara berarti bahasa Indonesia harus digunakan sesuai dengan kaidah. sedangkan keterampilan berbicara dan keterampilan menulis merupakan keterampilan produktif. cermat. Penggunaan bahasa dalam berkomunikasi ada dua macam yaitu bahasa lisan dan bahasa tulis. keterampilan membaca. bahasa Indonesia tidak mengikat pemakainya untuk sesuai dengan kaidah dasar. Suyatno (2004:6) menyatakan bahwa posisi bahasa Indonesia berada dalam dua tugas. Tugas pertama adalah bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Pengajaran keterampilan bahasa dan sastra Indonesia mencakupi keterampilan mendengarkan. Tugas kedua adalah bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. dan sebagainya. Manusia berkomunikasi agar dapat saling belajar. politik. dan dapat meningkatkan kemampuan intelektualnya. keagamaan. Bahasa Indonesia yang dipakai 1 . Bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi baik secara lisan maupun tulis tersebut muncul dalam segala aktivitas seperti pendidikan.1Latar Belakang Bahasa merupakan alat yang sangat vital bagi manusia dalam berkomunikasi. dan keterampilan menulis. dan masuk akal.

Dengan demikian pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah tidak hanya mempelajari bahasa yang resmi. Keterampilan menulis mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. kebutuhan. dan minatnya. serta dapat menumbuhkan penghargaan terhadap hasil karya kesastraan dan hasil intelektual bangsa sendiri. Diberlakukannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) oleh pemerintah menghendaki (1) peserta didik dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuan. (2) guru dapat memusatkan perhatian kepada pengembangan kompetensi bahasa siswa dengan menyediakan berbagai kegiatan berbahasa dan sumber belajar. Tingkat kebakuannya diukur oleh aturan kebahasaan dan logika pemakaian. (3) guru lebih mandiri dan leluasa dalam menentukan bahan ajar kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah dan siswanya. Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus diajarkan pada siswa. (4) orang tua dan masyarakat dapat secara aktif terlibat dalam pelaksanaan program kebahasaan dan kesastraan di sekolah. (6) daerah dapat menentukan bahan dan sumber belajar 2 . Keterampilan menulis merupakan syarat untuk berkecimpung dalam berbagai macam bidang atau kegiatan.2 harus lengkap dan baku. bahasa yang sesuai dengan tata bahasa dan kaidah-kaidah penggunaannya saja tetapi juga mempelajari bahasa dalam bentuk yang tidak resmi seperti dalam bahasa sastra. Hal ini mengandung pengertian betapa pentingnya keterampilan dan kemampuan menulis dalam kehidupan sehari-hari. (5) sekolah dapat menyusun program pendidikan tentang kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan keadaan siswa dan sumber belajar yang tersedia.

Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia aspek bersastra SMA kelas X untuk subaspek menulis menyebutkan bahwa siswa harus mampu mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan orang lain ke dalam cerpen (Depdiknas. dan perasaannya melalui sebuah karya sastra yang berupa cerpen. 2005:4). Bahasa yang digunakan dalam cerpen pun menggunakan bahasa yang sederhana. gagasan. dan novel. serta berupa pemadatan kata yang di dalamnya menceritakan gagasan. pendapat. sehingga cerpen sering disebut bacaan yang dapat dibaca sekali duduk. Keterampilan menulis cerpen dapat ditingkatkan 3 . Keterampilan menulis cerpen bukanlah sesuatu yang dapat diajarkan melalui uraian atau penjelasan semata-mata. lebih sederhana jika dibandingkan dengan bahasa dalam puisi yang mempunyai arti lebih kompleks. dalam hal ini dapat berupa puisi. perasaan ataupun pengalaman penulisnya. novelet. Dalam kajian ini dipilih cerpen sebagai objek penelitian. mendengarkan penjelasan guru. Pemilihan cerpen karena cerpen tidak memerlukan waktu yang lama untuk membuatnya karena bentuknya yang lebih pendek daripada novel. begitu pun untuk membacanya. Di samping memperoleh pengetahuan tentang teori-teorinya siswa pun dituntut untuk dapat mengungkapkan pikiran. cerpen.3 kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi dan kekhasan daerah dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional (Depdiknas. Untuk mencapai standar kompetensi di atas proses pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia bukan sekadar pengajaran mengenai teori-teori sastra. 2005:1). Siswa tidak akan memperoleh keterampilan menulis hanya dengan duduk. Tulisan imajinatif yang merupakan tulisan kreatif. dan mencatat penjelasan guru.

4 . Proses belajar mengajar Bahasa dan Sastra Indonesia di sekolah-sekolah umumnya berorientasi pada teori dan pengetahuan semata-mata sehingga keterampilan berbahasa khususnya keterampilan menulis kurang dapat perhatian.4 dengan melakukan kegiatan menulis cerpen secara terus-menerus sehingga akan mempengaruhi hasil dan prestasi siswa dalam menulis cerpen. keterampilan maupun psikomotor. Tidak sedikit siswa yang mengalami hambatan dalam mengembangkan keterampilannya menulis cerpen. hambatan-hambatan tersebut yaitu daya imajinasi siswa masih kurang. tidak diungkapkan khususnya dalam bentuk karya sastra. dan kurang dapat mengembangkan ide. pikiran. kesulitan menentukan tema. pengembangan topik. dan perasaan mereka berlalu begitu saja. diksi yang digunakan dalam menulis cerpen kurang bervariasi. Hal ini juga dialami siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. Hasil dan prestasi dapat meningkat apabila ada perubahan sikap dan tingkah laku siswa baik pada aspek pengetahuan. Cerpen yang dibuatnya kurang menarik karena bahasa yang digunakan monoton. dan pengembangan ide atau gagasan kurang bervariasi. Hal ini dapat dilihat dari kesesuaian isi cerpen dengan tema. gagasan. dan diksi yang belum mendapat perhatian dari siswa. Ide. Siswa kurang aktif dan sering kali metode ini menimbulkan kebosanan bagi siswa dalam pembelajaran menulis cerpen sehingga karya yang dihasilkan siswa kurang maksimal. Peran guru amat dominan dalam proses pembelajaran. Keterampilan menulis cerpen yang diajarkan di sekolah-sekolah selama ini menggunakan metode konvensional.

semakin rajin berlatih. Hal tersebut akan berdampak pada keberhasilan siswa dalam mengikuti pembelajaran dan mengerjakan tugas yang diberikan guru. Dalam penguasaan keterampilan pembelajaran guru dituntut untuk menggunakan berbagai strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran yang tepat dan dapat menarik perhatian siswa sehingga menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. melainkan dengan latihan yang sungguhsungguh keterampilan itu dapat dimiliki oleh siapa saja. Keterampilan menulis merupakan proses belajar yang memerlukan ketekunan berlatih. Begitu juga dengan keterampilan menulis cerpen. fasilitator.5 Guru sebagai penyampai materi kepada siswa harus dapat menyampaikan materi yang akan dibahas dengan metode dan media yang tepat dan menarik. sekaligus inspirator bagi siswa sangat diperlukan dalam hal ini yaitu memberikan latihan terbimbing kepada siswa dalam menulis kreatif cerpen. yaitu menguasai (1) bahan ajar (2) keterampilan pembelajaran. untuk dapat menulisnya diperlukan usaha yang keras dan latihan terbimbing secara terus-menerus untuk menghasilkan cerpen yang baik. Pembelajaran menulis cerpen dalam penelitian ini menggunakan metode latihan terbimbing karena keterampilan menulis bukanlah semata-mata milik golongan orang yang berbakat menulis. 5 . Keprofesionalan seorang guru dituntut demi lancarnya proses belajar mengajar. dan (3) evaluasi pembelajaran. Ada tiga persyaratan utama yang harus dimiliki oleh seorang guru agar menjadi guru yang baik. keterampilan menulis akan meningkat. Peran guru sebagai motivator.

Pemilihan teks lagu sebagai media dalam pembelajaran menulis cerpen didasarkan pada alasanalasan berikut: (1) pada usianya yang masih tergolong remaja kebanyakan siswa SMA menyukai lagu-lagu. Beberapa penelitian mengenai keterampilan menulis cerpen telah banyak dilakukan. Berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas tentang keterampilan menulis cerpen telah banyak dilakukan. begitu juga dengan media yang digunakan dalam pembelajaran menulis cerpen dengan media teks lagu ini. pengalaman ataupun sebuah peristiwa.6 Media yang digunakan dalam pembelajaran menulis cerpen yaitu teks lagu. dengan teks lagu tersebut dapat diketahui alur dan temanya yang akan mempermudah siswa dalam menulis cerpen. (3) teks lagu berisi rangkaian kata indah yang mengisahkan sebuah cerita. kebahagiaan dan keharuan bagi yang menikmatinya. Siswa diharapkan dapat meningkatkan kemampuannya menuangkan ide-ide atau pengalamannya ke dalam sebuah karya sastra yaitu cerita pendek dengan mudah dan dapat menghasilkan karya yang baik. (2) lagu merupakan sarana hiburan yang menyenangkan dan dapat menciptakan kepuasan. namun metode-metode dan media yang digunakan 6 . sehingga dengan media ini diharapkan dapat menstimulus siswa untuk menghasilkan karya terbaiknya dan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Media memegang peran penting dalam pembelajaran karena dengan adanya media siswa dapat menangkap penjelasan yang disampaikan guru dengan mudah. baik mengenai kehidupan. Teks lagu merupakan sebuah naskah yang berisi lirik lagu yang berisi rangkaian kata yang merupakan ungkapan pikiran dan perasaan penyair.

Masalah yang muncul pada siswa dapat diatasi dengan menyajikan pembelajaran menulis cerpen yang lebih menarik dengan menggunakan metode yang tepat yaitu latihan terbimbing dengan media yang sesuai dan menarik yaitu menggunakan teks lagu. Oleh karena itu. pengalaman pribadi sebagai basis melalui pendekatan keterampilan proses dan pemodelan.7 berbeda-beda. Masalah yang dialami siswa yaitu masih rendahnya kemampuan menulis cerpen. 1. Hal tersebut memberi kemungkinan untuk menemukan metodemetode yang lain untuk dijadikan penelitian lebih lanjut. Keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu diasumsikan dapat mengatasi permasalahan siswa dalam pembelajaran keterampilan menulis cerpen.2Identifikasi Masalah Masalah yang muncul dalam keterampilan menulis cerpen dapat dipengaruhi oleh faktor siswa dan faktor guru. Metode latihan terbimbing membantu siswa dalam menulis cerpen karena melalui metode ini guru memberikan latihan terbimbing kepada siswa untuk dapat menulis cerpen yang baik dan kreatif. Teks lagu yang digunakan sebagai media dalam 7 . peneliti melakukan penelitian tindakan kelas sekaligus sebagai bahan penyusunan skripsi dengan judul Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen melalui Metode Latihan Terbimbing dengan Media Teks Lagu Siswa Kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. Penelitian ini akan mencoba metode latihan terbimbing dengan media teks lagu untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen. Metode dan media yang telah digunakan antara lain karya wisata.

Permasalahan tersebut akan diatasi dengan cara menggunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. yaitu kurang memberi respon terhadap pelajaran menulis (mengarang) sehingga sering dilewati. kurang memberi pelatihan menulis cerpen. dan pujian seperlunya sehingga dapat tercapai tujuan yang diharapkan. Pembelajaran menulis cerpen harus mendapat porsi yang cukup. tidak menggunakan metode yang tepat. tidak menindaklanjuti hasil karangan siswa. dan kurang kreatif dalam mengembangkan pelajaran menulis cerpen.3Pembatasan Masalah Berdasarkan uraian di atas. Masalah yang dialami guru. 8 . Guru hendaknya dapat menggunakan metode pembelajaran menulis cerpen yang tepat agar menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan secara kreatif menggunakan sarana serta media yang ada untuk menarik minat siswa. Masalah-masalah guru ini dapat diatasi dengan menumbuhkan kesadaran bagi guru bahwa pembelajaran menulis cerpen merupakan bagian yang penting dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang tidak bisa diremehkan dan dilewati begitu saja. menghargai hasil karya siswa dengan memberi penilaian. dipilih masalah yang akan diteliti yaitu rendahnya keterampilan menulis cerpen dan kurangnya respon siswa terhadap pembelajaran menulis cerpen pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. 1. serta kurang menggunakan media yang tepat dan menarik perhatian siswa.8 pembelajaran menulis cerpen yaitu sebagai sarana untuk mempermudah siswa menentukan tema dan alur cerpen.

1.Seberapa besar peningkatan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang? 2.Manfaat Teoritis Manfaat teoritis setelah dilakukan latihan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu adalah berupa ditemukannya metode pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen.Adakah perubahan perilaku siswa setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang? 1.6Manfaat Penelitian Penelitian ini mempunyai manfaat teoretis dan praktis sebagai berikut: 1. 2. 9 .Mendeskripsikan perubahan perilaku siswa setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen menggunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang.Mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang.5Tujuan Penelitian 1.4Rumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah di atas. rumusan masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.9 1.

dengan adanya penelitian ini siswa mendapat pengalaman belajar yang bermakna melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dan dapat meningkatkan keterampilannya menulis cerpen. guru. Bagi guru. Bagi peneliti yang lain.10 2. dan peneliti yang lain. penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam upaya meningkatkan keterampilan menulis cerpen bagi siswanya. khususnya bagi siswa. 10 . Bagi siswa.Manfaat Praktis Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat. hasil penelitian ini dapat dijadikan pembanding terutama dalam hal cara meningkatkan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.

Farikoh (2003) melakukan penelitian tentang peningkatan menulis cerpen dengan judul Peningkatan Kemampuan Menulis Cerpen dengan Metode Karya Wisata pada siswa Kelas I3 MA Ma`hadut Thalabah Babakan Lebaksiu Tegal. Penelitian tindakan kelas tentang menulis cerpen merupakan penelitian yang menarik.22% setelah ada siklus I menjadi 69.25% menjadi 76.1Kajian Pustaka Penelitian murni yang beranjak dari nol atau dari awal jarang ditemui. karena biasanya suatu penelitian mengacu pada penelitian lain yang dapat dijadikan titik tolak penelitian selanjutnya. Banyaknya penelitian tentang menulis cerpen tersebut dapat dijadikan salah satu bukti bahwa menulis cerpen-cerpen di sekolah-sekolah sangat menarik untuk diteliti.38%.63%. Penelitian tersebut dilakukan oleh Farikoh (2003). Dengan demikian 11 . Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa keterampilan siswa dalam menulis cerpen dapat ditingkatkan dengan metode karya wisata. Dengan demikian peninjauan terhadap penelitian lain sangat penting untuk mengetahui relevansi penelitian yang telah lampau dengan penelitian yang akan dilakukan.66% kemudian meningkat 10. pada siklus II meningkat 7. Peningkatan ini dapat terlihat pada daya serap siswa sebelum ada tindakan yaitu 58. Tutiyah (2005).BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2. dan Kusworosari (2007). Maulana (2005).

51. Penelitiannya mengkaji tentang metode karya wisata yang berguna untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerkak. Kusworosari (2007) melalukan penelitian dengan judul Peningkatan Menulis Cerpen dengan Pengalaman Pribadi sebagai Basis Melalui pendekatan Keterampilan Proses pada Siswa Kelas X-1 SMA Negeri 5 Semarang.12 belajar menulis cerpen dengan metode karya wisata dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen. Hasil tes pada siklus I diperoleh hasil rata-rata kelas sebesar 62.65. . Penelitian yang telah dilakukan memperoleh hasil peningkatan keterampilan siswa yang signifikan dengan nilai rata-rata siswa pada kegiatan pembelajaran prasiklus ke siklus I meningkat sebesar 2.37. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keterampilan menulis cerpen pada siswa kelas X-1 SMA Negeri 5 Semarang mengalami peningkatan. Pada siklus II diperoleh hasil rata-rata kelas 73.27. Penelitian yang sama juga dilakukan oleh Tutiyah (2005) berjudul Peningkatan Kemampuan Menulis Cerkak dengan Metode Karya Wisata pada Siswa Kelas IE SMP Negeri 1 Banjarmangun. Perilaku siswa kelas X-1 SMA Negeri 5 Semarang dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen mengalami perubahan dari perilaku negatif menjadi perilaku positif. Hal ini menunjukkan peningkatan dari siklus I dan siklus II. Hasil analisis dari data siklus I dan siklus II mengalami peningkatan. Setelah menggunakan metode karya wisata nilai rata-rata keterampilan siswa dalam menulis cerkak meningkat sebesar 0.

Kusworosari (2007) menerapkan pengalaman pribadi sebagai basis melalui pendekatan proses. penelitian ini mempunyai perbedaan dengan penelitian sebelumnya. Penelitian yang telah ada tersebut memiliki kekhasan masing-masing. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan ternyata ditemukan adanya peningkatan keterampilan menulis siswa kelas 2 B SMP Cinde Semarang setelah mengikuti pembelajaran menulis iklan dengan menggunakan metode latihan terbimbing. siswa sudah berperilaku positif terhadap pembelajaran. Farikoh (2003) dan Tutiyah (2005) menerapkan keterampilan menulis cerpen dengan menggunakan metode karya wisata. . sedangkan penelitian kali ini menerapkan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu untuk meningkatkan keterampilan menulis cerpen. yang berjudul Peningkatan Keterampilan Menulis Iklan dengan Menggunakan Metode Latihan Terbimbing pada Siswa Kelas 2B SMP Cinde Semarang Tahun Ajaran 2004/2005.13 Penelitian yang dilakukan Maulana (2005). Berdasarkan kajian pustaka yang dipaparkan dapat diketahui bahwa penelitian tindakan kelas tentang menulis cerpen maupun metode latihan terbimbing yang digunakan untuk meningkatkan berbagai keterampilan menulis cerpen memang sangat menarik dan banyak dilakukan. Perubahan perilaku siswa juga tampak selama penelitian berlangsung. Tutiyah (2005). dan Kusworosari (2007). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis cerpen seperti yang dilakukan oleh Farikoh (2003). Begitu juga dengan penelitian yang dilakukan penulis kali ini. Namun demikian.

1Hakikat Menulis Cerpen Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung. khususnya masalah kelemahan atau rendahnya keterampilan siswa dalam menulis cerpen. sehingga siswa dapat menulis cerpen yang baik. dan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. tidak tatap muka dengan orang lain (Tarigan.2.14 Penelitian ini mengkaji tentang peningkatan keterampilan menulis cerpen dan perubahan tingkah laku siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang setelah mengikuti pembelajaran melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Komunikasi tidak langsung ini dilakukan dengan menggunakan media tulis. unsur-unsur pembangun cerpen. tujuan menulis kreatif cerpen. dengan menggunakan lambang-lambang bahasa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi terhadap masalah-masalah yang dihadapi siswa di sekolah ini. Pada penelitian ini guru memberikan latihan terbimbing dengan media teks lagu saat pembelajaran. media teks lagu. Unsur kreativitas mendapat tekanan dan perhatian besar karena dalam hal ini sangat penting peranannya dalam pengembangan proses kreatif .2Landasan Teoretis Teori-teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah hakikat menulis kreatif cerpen. pada umumnya. Dasar penulisan kreatif atau creatif writing sama dengan menulis biasa. hakikat cerpen. 2. metode latihan terbimbing. 2. 1986:3).

Karya kreatif merupakan interpretasi evaluatif yang dilakukan pengarang terhadap kehidupan yang kemudian direfleksikan melalui medium bahasa pilihan. Tamsir (dalam Endraswara 2003:239) memberikan petunjuk bahwa penulis ibarat kamerawan yang membidik perjalanan panjang kehidupan manusia atau sesuatu yang dimanusiakan.15 seorang penulis/pengarang dalam karya-karyanya. tiap tanda bacanya. yakni nilai-nilai yang bermakna bagi kehidupan. Pendapat . tiap katanya. Menulis merupakan suatu kegiatan produktif dan ekspresif. tidak ada bagian yang berlebihan (Diponegoro 1994:6). Menulis cerpen merupakan cara menulis yang paling selektif dan ekonomis. tiap kalimatnya. kreativitas ini dalam ide maupun (hasil) akhirnya (Titik 2003:31). semuanya memberi saham yang penting untuk menggerakkan jalan cerita. tidak ada bagiannya yang hanya berfungsi sebagai embel-embel. yang mengarahkan dan meningkatkan kualitas hidup kita sebagai manusia. Tiap bagiannya. Tidak ada bagian yang ompong. dan mengarang termasuk tulisan kreatif yang penulisannya dipengaruhi oleh hasil rekaan atau imajinasi pengarang. atau juga kegagalan kita dalam menyongsong masa depan. keberhasilan kita kini. atau mengungkapkan watak tokoh. Jadi sumber penciptaan karya sastra tidak lain adalah kehidupan kita secara keseluruhannya. Menulis cerpen pada hakikatnya merujuk pada kegiatan mengarang. Karya kreatif bisa saja merupakan penemuan kembali kekuatan dan kelemahan kita di masa lalu. Dalam hal kreativitas menulis cerpen. tidak ada bagian yang sia-sia. Cerita dalam cerpen sangat kompak. atau melukiskan suasana. Oleh karena itu di dalam karya sastra menyuguhkan nilai kehidupan.

Demikian pula para pelaku yang terlibat dalam peristiwa itu. Waktu. Wujud dari interaksi itu dilahirkan dengan hal-hal yang dinyatakan dari pikiran dan perasaan dan hal-hal yang dinyatakan dengan perbuatan. Selanjutnya Siregar dalam Gie (2002:197) menyatakan bahwa cerita adalah ekspresi yang menggunakan kata-kata atas suatu kejadian atau peristiwa yang dialami manusia. ceritanya masih masuk akal sehingga mungkin saja terjadi. . Cerita selamanya akan menyangkut manusia atau makhluk dan hal lain yang diperinsankan (dipersonifikasikan). pengamatan atas kejadiankejadian di sekitar kita. Peristiwaperistiwa yang terjadi dalam cerpen hanya direkayasa pengarangnya. Bahan baku cerpen memang bisa berasal dari kisah yang benar-benar terjadi dalam masyarakat.16 itu memberikan gambaran bahwa penulis cerpen harus tanggap terhadap lingkungan dan perubahan waktu. Bisa juga cerita itu berasal dari kisah yang benar-benar dialami sendiri oleh pengarangnya yang diolah sedemikian rupa dalam bentuk cerpen menjadi cerita fiksi. atau cerita rekaan. Kejadian itu berlangsung pada saat seseorang tersebut berinteraksi dengan manusia lain dan alam sekelilingnya. Wiyanto (2005:96) mengemukakan bahwa menulis cerpen harus banyak berkhayal karena cerpen memang karya fiksi yang berbentuk prosa. dan suasana terjadinya peristiwa pun hanya direka-reka oleh pengarangnya. Oleh karena itu. Cerita dalam cerpen meskipun khayal. Pengalaman pribadi. tempat. cerpen (dan semua cerita fiksi) disebut cerita rekaan. cerita khayal. dari membaca buku atau menonton film. bahkan dari mimpi bisa menjadi ide cerita yang mampu menggerakkan imajinasi untuk berkreasi membuat cerpen.

2. tempat.2Tujuan Menulis Cerpen Hartig (dalam Tarigan 1982:24) menyebutkan tujuan menulis sebagai berikut: 1. Ekspresif dalam arti bahwa kita dimungkinkan mengekspresikan atau mengungkapkan berbagai pengalaman/berbagai hal yang menggejala dalam diri kita untuk dikomunikasikan kepada orang lain melalui tulisan kreatif sebagai sesuatu yang bermakna. ada beberapa cerpen yang ceritanya tidak masuk akal. menikmati. Trianto (dalam Kholifah 2006:19) menyebutkan bahwa tulisan yang bersifat kreatif merupakan tulisan yang bersifat apresiatif dan ekspresif.17 Namun. Peristiwa. dapat diketahui bahwa menulis cerpen merupakan proses kreatif yang melahirkan pikiran. pelaku.2. Penulis menulis sesuatu karena ditugaskan. perasaan. dan mungkin menciptakan kembali secara kritis berbagai hal yang dijumpai dalam teks-teks kreatif karya orang lain dengan caranya sendiri dan memanfaatkan berbagai hal tersebut ke dalam kehidupan nyata. dan suasana yang terjadi dalam cerpen hanya bersifat rekaan atau khayal. menyenangi. Berdasarkan uraian menulis kreatif cerpen yang disampaikan di atas. ceritanya benarbenar hasil imajinasi pengarangnya yang jauh dari kenyataan.Assignment purpose (tujuan penugasan) Tujuan penugasan ini sebenarnya tidak mempunyai tujuan sama sekali. waktu. Salah satu teks bersifat kreatif adalah teks cerpen. Apresiatif maksudnya melalui kegiatan menulis kreatif orang dapat mengenali. bukan atas kemauannya . secara ekspresif dan apresiatif.

Tulisan yang bertujuan mencapai nilai-nilai artistik. seni idaman. atau seni yang ideal.Creative purpose (tujuan kreatif). menghargai perasaan dan penalarannya.Informational purpose (tujuan informasional. Tetapi ”keinginan kreatif” di sini melebihi pernyataan diri. 3. tujuan penerangan) Tulisan yang bertujuan memberi informasi atau keterangan/penerangan kepada para pembaca. ingin membuat hidup para pembaca lebih menyenangkan dengan karyanya itu. menghindarkan kedukaan para pembaca. ingin menolong para pembaca memahami. 6. notulen rapat). Penulis bertujuan untuk menyenangkan para pembaca. Tujuan ini erat hubungannya dengan tujuan pernyataan diri. 5. Tulisan yang bertujuan meyakinkan para pembaca akan kebenaran gagasan yang diutarakan. Tulisan yang bertujuan memperkenalkan atau menyatakan diri sang pengarang kepada pembaca.18 sendiri(misalnya para siswa yang diberi tugas merangkum buku. nilai-nilai kesenian.Self-expressive purpose (tujuan pernyataan diri). .Problem-solving purpose (tujuan pemecahan masalah). dan melibatkan dirinya dengan keinginan mencapai norma artistik.Altruistik purpose (tujuan altruistik).Persuasive purpose (tujuan persuasif). 7. 4. 2. sekretaris yang ditugaskan membuat laporan.

atau malah hanya terjepit dalam map anda yang ketlingsut . Dan jika cerpen itu sudah lahir dari mesin ketik anda. Hasrat itu begitu besar sehingga seperti orang tak bersalah yang disekap dan berontak menggebrak pintu untuk keluar. menjernihkan serta menjelajahi serta meneliti secara cermat pikiran-pikiran dan gagasan-gagasannya sendiri agar dapat dimengerti dan diterima oleh para pembaca. Selanjutnya Jabrohim (2003:71) menyebutkan bahwa tujuan yang dicapai melalui kegiatan pengembangan menulis kreatif. Dan anda ingin menulis lagi cerpen yang lebih baik. Keluar dari sekapan itu haknya yang mutlak. yakni yang bersifat apresiatif dan yang bersifat ekspresif. atau apakah cerpen itu hanya dimuat dalam majalah lokal dengan sirkulasi mini. Dan anda tidak peduli lagi. kecuali orang goblog. anda baru mencapai puncak kepuasan. seperti perasaan ibu yang terbaring di ranjang bersalin ketika mendengar tangis awal bayinya yang baru lahir”. yang mau menulis tidak untuk cari uang”. Kemungkinan lain ialah anda berhasrat menulis cerpen karena anda dilahirkan memang untuk menulis cerpen. Namun lain halnya pendapat Diponegoro (1994:4) yang menyangkal pendapat tersebut ia menyatakan bahwa ”Saya juga tidak setuju. Apresiatif maksudnya bahwa melalui kegiatan penulisan .19 Dalam tulisan seperti ini sang penulis ingin memecahkan masalah yang dihadapi. Dr. Sang penulis ingin menjelaskan. puncak demi puncak kepuasan. Samuel Jonson (dalam Diponegoro 1994:4) menyatakan bahwa ”tidak ada seorang pun. apakah hanya sedikit orang yang suka membaca cerpen itu. sebab ada juga orang menulis tidak untuk cari uang dan toh ia bukan orang yang goblog. kepuasan batin yang paling penting.

menikmati.1Pengertian Cerpen Cerpen sebenarnya sudah banyak diketahui dan bahkan sering dinikmati oleh banyak orang. Berdasarkan uraian di atas tentang tujuan menulis kreatif cerpen dapat disimpulkan bahwa tujuan menulis kreatif cerpen yaitu melalui kegiatan penulisan kreatif cerpen ini orang dapat mengenal.2. Namun.3.3Cerpen Cerita pendek atau cerpen merupakan satu genre sastra bentuk prosa. Bagi siswa menulis cerpen mengandung tujuan untuk melatih diri para siswa untuk mengembangkan kompetensi perasaannya. menulisnya dalam menyampaikan pendapat. pikiran. menyenangi. Ekspresif dalam arti bahwa kita dimungkinkan mengekspresikan atau mengungkapkan berbagai pengalaman atau berbagai hal yang menggejala dalam diri kita untuk dikomunikasikan kepada orang lain. Selain itu tujuan menulis kreatif cerpen juga untuk mendapatkan finansial.20 kreatif orang dapat mengenal. Suharianto (1982:39) menyatakan bahwa cerita pendek bukan ditentukan oleh banyaknya halaman untuk mewujudkan cerita tersebut atau sedikit .2. Pemaparan secara mendalam tentang cerpen akan dibahas pada subbab berikut. dan dapat menciptakan cerpen-cerpen yang lebih kreatif. para ahli memberikan definisi atau batasan yang berbeda-beda. dapat mengekspresikan atau mengungkapkan pengalaman serta didapat kepuasan batin. dan 2. 2. menyenangi dan menikmati. dan mungkin menciptakan kembali secara kritis berbagai hal yang dijumpai dalam teks-teks kreatif karya orang lain dengan caranya sendiri.

Jadi sebuah cerita yang pendek belum tentu dapat digolongkan ke dalam jenis cerita pendek. Bila ditinjau dari bentuknya cerpen adalah cerita yang pendek. Ciri dasar yang ketiga adalah sifat naratif atau penceritaan (Sumardjo 1986:36-37). melainkan lebih disebabkan oleh ruang lingkup permasalahan yang ingin disampaikan oleh bentuk karya sastra tersebut. Cerpen bukan penuturan kejadian yang pernah terjadi berdasarkan kenyataan yang sebenarnya. Akan tetapi dengan hanya melihat fisik yang pendek saja. Di samping ciri dasar yang tadi.M juga menyatakan bahwa cerpen adalah cerita atau narasi (bukan analisis) yang fiktif (tidak benar-benar telah terjadi tetapi dapat terjadi di mana saja dan kapan saja) serta relatif pendek. Wiyanto (2005:77) juga mengungkapkan bahwa cerpen adalah cerita yang hanya menceritakan satu peristiwa dari keseluruhan kehidupan pelakunya. Selain itu. Selanjutnya Suharianto (1982:39) juga menambahkan bahwa ”cerita pendek adalah wadah yang biasanya dipakai oleh pengarang untuk menyuguhkan sebagian kecil saja dari kehidupan tokoh yang paling menarik perhatian pengarang”. .21 tokoh yang terdapat di dalam cerita itu. Jakob Sumardjo dan Saini K. orang belum dapat menetapkan cerita yang pendek adalah sebuah cerpen. tetapi murni ciptaan saja. yaitu cerita yang pendek ciri dasar yang lain adalah sifat rekaan (fiction). Jadi sebuah cerita pendek senantiasa hanya akan memusatkan perhatiannya pada tokoh utama dan permasalahannya yang paling menonjol dan menjadi pokok cerita pengarang. jika ruang lingkup yang permasalahan yang diungkapkan tidak memenuhi persyaratan yang dituntut oleh cerita pendek. direka oleh pengarangnya.

dan keseluruhan cerita memberi kesan tunggal. 2.1Alur atau Plot Pengertian alur dalam cerita pendek atau dalam karya fiksi pada umumnya adalah ”rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapan-tahapan peristiwa sehingga menjalin suatu cerita yang dihadirkan oleh para pelaku dalam suatu cerita” (Aminuddin 1987:83). 2.3. dan amanat. sudut pandang (poin of view). Keterkaitan antara unsur-unsur pembangun cerita tersebut membentuk totalitas yang bersifat abstrak.2.2Unsur Pembangun Cerpen Cerpen tersusun atas unsur-unsur pembangun cerita yang saling berkaitan erat antara satu dengan yang lainnya. tema. yakni bagian . dan utuh”. tokoh penokohan. bulat.2. Menurut Suharianto (1987:28) alur atau plot yakni cara pengarang menjalin kejadian-kejadian secara beruntun dengan memperhatikan hukum sebab akibat sehingga merupakan kesatuan yang padu.2. Unsur-unsur dalam cerpen terdiri atas: alur atau plot. latar (setting). yaitu (1) pemaparan atau pendahuluan. Selanjutnya Suharianto (1982:28) menyebutkan bahwa alur atau plot terdiri atas lima bagian.22 Dari beberapa pendapat tersebut peneliti dapat menyimpulkan bahwa cerita pendek adalah cerita fiksi yang bentuknya pendek dan ruang lingkup permasalahannya menyuguhkan sebagian kecil saja dari kehidupan tokoh yang menarik perhatian pengarang. Koherensi dan keterpaduan semua unsur cerita yang membentuk sebuah totalitas amat menentukan keindahan dan keberhasilan cerpen sebagai suatu bentuk ciptaan sastra.3. gaya bahasa.

antara tokoh dan masyarakat sekitar. Apabila cerita disusun sebaliknya. Disebut alur lurus apabila cerita disusun mulai dari awal diteruskan dengan kejadian-kejadian berikutnya dan berakhir pada pemecahan masalah. atau antara tokoh dan nuraninya sendiri. (3) penanjakan. Sedangkan alur campuran yakni gabungan dari sebagian alur lurus dan sebagian alur sorot balik. Konflik itu dapat terjadi antara tokoh dan tokoh. . baik waktu maupun tempat kejadian (Suharianto 1982:29) Dari pendapat-pendapat tersebut dapat peneliti simpulkan bahwa alur atau plot adalah jalinan peristiwa secara beruntutan dalam cerita dengan memperhatikan hubungan sebab akibat sehingga cerita itu merupakan kesatuan yang padu. yaitu bagian cerita yang melukiskan konflik-konflik seperti yang disebutkan di atas mulai memuncak. alur sorot balik (flash back).23 cerita tempat pengarang mulai melukiskan suatu keadaan yang merupakan awal cerita. bulat dan utuh. yakni dari bagan akhir dan bergerak ke muka menuju titik awal cerita disebut alur sorot balik. yaitu bagian yang melukiskan tokoh-tokoh yang terlibat dalam cerita mulai bergerak. Tetapi keduanya dijalin dalam kesatuan yang padu sehingga tidak menimbulkan kesan ada dua buah cerita atau peristiwa yang terpisah. (4) puncak atau klimaks yaitu bagian yang melukiskan peristiwa mencapai puncaknya (5) peleraian yaitu bagian cerita tempat pengarang memberikan pemecahan dari semua peristiwa yang telah terjadi dalam cerita atau bagian. (2) penggawatan. dan alur campuran. Mulai bagian ini secara bertahap terasakan adanya konflik dalam cerita tersebut. alur atau plot cerita dapat dibedakan menjadi alur lurus. Dilihat dari cara penyusunannya bagian-bagian alur tersebut.

24

2.2.3.2.2Tokoh dan Penokohan Tokoh dan penokohan merupakan dua hal yang berhubungan erat. Berikut penjelasan mengenai tokoh dan penokohan.

2.2.3.2.2.1Tokoh Tokoh cerita (charakter ), menurut Abrams (dalam Nurgiyantoro 1994:165), adalah orang-orang yang ditampilkan dalam suatu karya naratif. Atau drama, yang oleh pembaca ditafsirkan memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu seperti yang diekspresikan dalam ucapan dan apa yang dilakukan dalam tindakan. Tokoh adalah individu rekaan yang mengalami peristiwa dalam cerita atau perlakuan dalam cerita (Sudjiman dalam Faozan 2002:20). Tokoh dalam cerpen bersifat fiktif. Sudjiman juga mengemukakan pembagian tokoh dalam cerita dapat dilihat dari fungsi dan cara penampilannya. Berdasarkan fungsinya, tokoh dapat dibedakan menjadi dua yaitu: a)Tokoh sentral adalah tokoh utama yang diceritakan dalam cerita. Tokoh sentral dibedakan menjadi : 1)Tokoh utama atau protagonis yakni tokoh yang memegang peran pimpinan. Ia menjadi sorotan dalam cerita. 2)Tokoh antagonis yaitu tokoh penentang protagonis. 3)Tokoh wirawan/wirawati dan antiwirawan b)Tokoh bawahan adalah tokoh yang tidak sentral kedudukannya dalam cerita, tetapi kehadirannya sangat diperlukan untuk menunjang atau mendukung tokoh utama.

25

Tokoh bawahan dibedakan menjadi: (1)Tokoh andalan, yakni tokoh bawahan yang menjadi kepercayaan protagonis yang dimanfaatkan untuk memberi gambaran yang terperinci mengenai tokoh utama. (2)Tokoh tambahan, yakni tokoh yang tidak memegang peran penting dalam cerita, misalnya tokoh lataran. Berdasarkan cara penampilan tokoh dalam cerita, tokoh dibedakan menjadi: a)Tokoh datar/sederhana atau pipih, yakni tokoh yang hanya diungkapkan salah satu segi wataknya saja. Watak tokoh datar sedikit sekali berubah. Termasuk di dalamnya adalah tokoh stereotif. b)Tokoh bulat/kompleks atau bundar, yakni tokoh yang wataknya kompleks, terlihat kekuatan dan kelemahannya. Ia mempunyai watak yang dapat dibedakan dengan tokoh-tokoh yang lain. Tokoh ini juga dapat mengejutkan pembaca, karena kadang-kadang dalam dirinya dapat terungkap watak yang tidak terduga sebelumnya. Bagan berikut akan memperjelas uraian diatas

Tokoh utama/protagonist Tokoh sentral Menurut fungsinya Tokoh bawahan Tokoh andalan Tokoh tambahan Tokoh antagonis Tokoh wirawan/wirawati

Tokoh Menurut cara menampilkan

Tokoh datar/sederhana/pipih Tokoh bulat/kompleks/bundar

26

2.2.3.2.2.2Penokohan Menurut Aminuddin (1987:79) penokohan adalah cara pengarang menampilkan tokoh atau pelaku. Suharianto (1982:31) mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan penokohan adalah pelukisan mengenai tokoh cerita, baik keadaan lahirnya maupun batinnya yang dapat berupa pandangan hidupnya, sikapnya, keyakinannya, adat-istiadatnya, dan sebagainya. Watak adalah kualitas tokoh, kualitas nalar dan jiwanya yang membedakan dengan tokoh lain. Ada dua macam cara yang sering digunakan pengarang untuk melukiskan tokoh ceritanya, yaitu dengan cara langsung dan cara tak langsung. Disebut dengan cara langsung apabila pengarang langsung menguraikan atau

menggambarkan keadaan tokoh, misalnya dikatakan bahwa tokoh ceritanya cantik, tampan, cerewet, dan sebagainya. Sebaliknya apabila pengarang secara tersamar dalam memberitahukan wujud atau keadaan tokoh ceritanya, maka dikatakan pelukisan tokohnya sebagai tidak langsung. Yang termasuk dalam cara tidak langsung misalnya (a) dengan melukiskan keadaan kamar atau tempat tinggalnya, cara berpakaiannya, cara berbicaranya, dan sebagainya, (b) dengan melukiskan sikap tokoh dalam menanggapi suatu kejadian atau peristiwa dan sebagainya, dan (c) dengan melukiskan bagaimana tanggapan tokoh-tokoh lain dalam cerita bersangkutan (Suharianto 1982:31). Cerita rekaan modern cenderung menekankan unsur perwatakan atau penokohan. Tokoh-tokoh cerita rekaan modern mendapat sorotan yang lebih tajam dibandingkan dengan cerita rekaan pada awal perkembangan sastra Indonesia. Kejadian-kejadian berpusat pada konflik watak tokoh utamanya. Mutu ceria

27

rekaan banyak ditentukan oleh kepandaian pengarang dalam menghidupkan watak tokoh-tokohnya. Pengarang yang berhasil menghidupkan watak tokoh-tokohnya akan meyakinkan kebenaran cerita yang disampaikan.

2.2.3.2.3Latar atau Setting Latar atau setting adalah tempat, waktu, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita (Wiyanto 2005:82). Selanjutnya Nurgiyantoro (2005:217)

menyebutkan bahwa latar memberikan pijakan cerita secara konkret dan jelas. Hal ini penting untuk memberikan kesan realistis kepada pembaca, meciptakan suasana tertentu yang seolah-olah sungguh-sungguh ada dan terjadi. Setting bukan hanya menunjukkan tempat dan waktu tertentu tetapi juga hal-hal yang hakiki dari suatu wilayah, sampai pada macam debunya, pemikiran rakyatnya, kegilaan mereka, gaya hidup mereka, kecurigaan mereka dan sebagainya (Sumardjo 1991:76). Selain itu Suharianto (1982:33) mengemukakan bahwa latar disebut juga setting: yaitu tempat atau waktu terjadinya cerita. Waktu terjadinya cerita dapat semasa dengan kehidupan pembaca dan dapat pula sekian bulan, tahun atau abad yang lalu. Tempat terjadinya peristiwa dapat di suatu desa, kantor, daerah, bahkan negara mana saja. Wiyanto (2005:82) menyebutkan bahwa latar atau setting mencakupi tiga hal, yaitu setting tempat, setting waktu, dan setting suasana . 1)Setting Tempat Setting tempat adalah tempat peristiwa itu terjadi. Sebuah peristiwa bisa terjadi di halaman rumah, di ruang tamu, atau di kamar belajar.

28

2)Setting Waktu Setting waktu adalah kapan peristiwa itu terjadi. Sebuah peristiwa bisa saja terjadi pada masa sepuluh tahun yang lalu, zaman Majapahit, zaman revolusi fisik, atau zaman sekarang. 3)Setting Suasana Peristiwa itu terjadi dalam suasana apa? Suasana ada dua macam, yaitu suasana batin, dan suasana lahir. Yang termasuk suasana batin, yaitu perasaan bahagia, sedih, tegang, cemas, marah, dan sebagainya yang dialami oleh pelaku. Sementara yang termasuk suasana lahir ialah sepi (tak ada gerak), sunyi (tak ada suara), senyap (tak ada suara dan gerak). Romantis, hirukpikuk, dan lain-lain. Dari pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa latar (setting) adalah segala keterangan, petunjuk, pengacuan yang berkaitan dengan tempat dan waktu dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita.

2.2.3.2.4Sudut Pandang atau Point of View Yang dimaksud titik pandang atau point of view adalah cara pengarang menampilkan para pelaku dalam cerita yang dipaparkan (Aminuddin 1987:90). Sudut pandang atau titik kisah ( point of view) adalah posisi pencerita (pengarang) terhadap kisah yang diceritakan (Wiyanto 2005:83). Point of view pada dasarnya adalah visi pengarang artinya sudut pandangan yang diambil pengarang untuk melihat suatu kejadian cerita (Sumardjo 1986:82). Selain itu Nurgiyantoro (2005: 248) juga menyebutkan bahwa sudut pandang pada hakikatnya merupakan

dan siasat. dalam pusat pengisahan ini pengarang seakan-akan tidak tahu apa yang akan dilakukan pelaku cerita atau yang ada dalam pikirannya. teknik.29 strategi.5Gaya Gaya erat hubungannya dengan nada cerita. Aminuddin (1987:72) mengemukakan bahwa gaya bahasa mengandung pengertian cara pengarang menyampaikan gagasannya dengan menggunakan . Pengarang sepenuhnya hanya mengatakan/menceritakan apa yang dilihatnya. tindakan latar. dapat “dia” atau kadang-kadang disebut namanya tetapi pengarang serba tahu apa yang akan dilakukan atau bahkan apa yang ada dalam pikiran pelaku cerita. Dari beberapa pendapat dapat peneliti simpulkan bahwa sudut pandang atau point of view adalah cara memandang yang digunakan pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh. 2. ”gaya bahasa adalah cara pengarang menggunakan bahasa untuk menghasilkan karya sastra”(Wiyanto 2005:84). yang secara sengaja dipilih pengarang untuk mengemukakan gagasan dan ceritanya. (3) pengarang serba hadir. dan sebagai peristiwa yang membentuk cerita dalam sebuah cerita kepada pembaca. tetapi bukan sebagai pelaku utama.2. yaitu (1) pengarang sebagai pelaku utama cerita. (2) pengarang ikut main. (4) pengarang peninjau. Ada beberapa jenis pusat pengisahan (point of view). Dalam hal ini pengarang tidak berperan sebagai apa-apa. Menurut Suharianto (1982:36) jenis pusat pengisahan. Pengertian gaya dikemukakan oleh beberapa pengarang seperti yang tersebut berikut. Tokoh yang akan menyebutkan dirinya sebagai “aku”.2. Gaya merupakan pemakaian bahasa yang spesifik dari seorang pengarang. Pelaku utama cerita tersebut orang lain.3.

3. Hakikatnya tema adalah permasalahan yang merupakan titik tolak pengarang dalam menyusun cerita atau karya sastra tersebut.30 media bahasa yang indah dan harmonis serta mampu menuansakan makna dan suasana yang dapat menyentuh daya intelektual dan emosi pembaca. itulah gaya seorang pengarang. 2. Cara bagaimana seorang pengarang memilih tema. meninjau.6Tema Tema adalah ide cerita (Sumardjo 1986:56). Setiap pengarang mempunyai gaya yang berbeda-beda dalam mengungkapkan hasil karyanya. Selanjutnya Sumardjo (1986:92) mengemukakan gaya bahasa adalah cara khas pengungkapan seseorang. Menurut Aminuddin (1987:91) tema adalah ide yang mendasari suatu cerita sehingga berperanan juga sebagai pangkal tolak pengarang dalam .2. Ia tak bisa lain dari dirinya. sekaligus merupakan permasalahan yang ingin dipecahkan pengarang dengan karyanya itu.2. Dan sebagai pribadi. Selanjutnya Suharianto (1982:28) mengatakan bahwa tema sering disebut juga dasar cerita. yakni pokok permasalahan yang mendominasi suatu karya sastra. persoalan dan menceritakannya dalam sebuah cerpen. Dari berbagai pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa gaya adalah keterampilan pengarang dalam mengolah dan memilih bahasa secara tepat dan sesuai dengan watak pikiran dan perasaan. Ia terasa dan mewarnai karya sastra tersebut dari halaman pertama hingga halaman terakhir. Dengan kata lain gaya adalah pribadi pengarang itu sendiri. persoalan. ia berada secara khas di dunia ini.

yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca lewat karya sastra yang ditulisnya (Wiyanto 2005:84). Menurut Suharianto (1982:70) ”amanat ialah nilai-nilai yang ada dalam cerita”.2. tetapi melalui jalan nasib atau penghidupan pelakunya. 2. Menurut Suharianto (1982:71) ”amanat dapat disampaikan dengan cara tersirat dan tersurat”.3. terutama pendidikan moral. . Ajaran yang ingin disampaikan pengarang itu dinamakan amanat. Dengan kata lain. Selanjutnya Wiyanto (2005: 78) menyatakan bahwa tema adalah pokok pembicaraan yang mendasari cerita. Amanat adalah unsur pendidikan. Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud tema adalah ide atau gagasan atau permasalahan yang mendasari suatu cerita yang merupakan titik tolak pengarang dalam menyusun cerita atau karya sastra.7Amanat Karya sastra selain berfungsi sebagai hiburan bagi pembacanya.2. sedangkan eksplisit atau tersurat berarti pengarang menyampaikan langsung pada pembaca melalui kalimat .31 memaparkan karya fiksi yang diciptakannya. pengarang selain untuk menghibur pembaca (penikmat) juga ingin mengajari pembaca. Tersirat artinya pengarang tidak menyampaikan langsung melalui kalimat-kalimat. baik itu berbentuk keterangan pengarangnya atau dialog pelaku. Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan amanat adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca lewat karya sastra yang ditulisnya. juga berfungsi sebagai sarana pendidikan.

sebagai sarana untuk memelihara kebiasaan-kebiasaan yang baik.2. keterampilan untuk menerima dirinya. Sedangkan metode mengajar adalah strategi pengajaran untuk mencapai tujuan yang diharapkan (Djamarah 2002: 84). Menurut peneliti metode latihan terbimbing adalah suatu cara mengajar yang baik digunakan untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Hal ini mendorong seorang guru untuk mencari metode yang tepat dalam penyampaian materinya agar dapat diserap dengan baik oleh siswa. Metode adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan. dan keterampilan untuk merealisasikan dirinya sesuai . Sedangkan pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa sehingga tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik (Darsono 2000:24). kesempatan dan keterampilan dengan proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis kepada individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya agar tercapai keterampilan untuk dapat memahami dirinya. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode dalam pembelajaran adalah strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru sebagai media untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. dan juga digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan. keterampilan untuk mengarahkan dirinya. Di dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode latihan terbimbing. sehingga sulit menentukan bagaimana sebenarnya mengajar yang baik. Metode adalah cara yang berkaitan dengan pengorganisasian kegiatan belajar bagi warga belajar (Syamsu 1994:155). Mengajar secara efektif sangat bergantung pada pemilihan dan penggunaan metode mengajar.32 2.4Metode Latihan Terbimbing Mengajar adalah suatu usaha yang sangat kompleks.

33

dengan keterampilannya dalam mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan, baik di dalam keluarga, sekolah dan masyarakat. Bimbingan dan arahan dilakukan oleh seseorang yang ahli dan berkompetensi di bidangnya. Metode latihan terbimbing yang digunakan dalam proses pembelajaran akan menciptakan kondisi siswa yang aktif. Dalam menggunakan metode tersebut guru harus berhati-hati karena hasil dari suatu latihan terbimbing akan tertanam dan kemudian menjadi kebiasaan. Selain untuk menanamkan kebiasaan metode latihan terbimbing ini juga dapat menambah kecepatan, ketepatan dan kesempurnaan dalam melakukan sesuatu, serta dapat pula dipakai sebagai suatu cara untuk mengulangi bahan yang telah dikaji. Untuk menunjang keberhasilan penggunaan metode latihan terbimbing dalam pembelajaran keterampilan menulis cerpen diperlukan guru yang benarbenar berkompetensi di bidangnya, dalam hal ini yaitu guru yang menguasai keterampilan mengajar dan menguasai sastra. Bimbingan adalah bantuan yang diberikan oleh seseorang, baik pria maupun wanita, yang terlatih dengan baik dan memiliki kepribadian dan pendidikan yang memadahi kepada seseorang, dari semua usia untuk membantunya mengatur kegiatan, keputusan sendiri, dan menanggung bebannya sendiri (Crow&Crow dalam Mugiarso 2004:2). Kegiatan bimbingan bukan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara kebetulan, insidental, sewaktu-waktu tidak sengaja, atau asal saja, melainkan suatu kegiatan yang dilakukan dengan sistematis, sengaja, berencana, terus-menerus dan terarah pada tujuan. Setiap kegiatan bimbingan merupakan kegiatan yang berkelanjutan artinya senantiasa diikuti secara terus menerus dan aktif sampai sejauh mana individu telah berhasil mencapai tujuan dan penyesuaian diri.

34

2.2.5Media Teks Lagu Media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran (Djamarah dan Zain 2002:137). Dalam proses belajar mengajar kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting. Karena dalam kegiatan belajar mengajar ketidakjelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Secara umum fungsi media adalah sebagai penyalur pesan. Media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapai (Sudjana dan Rivai 2001: 2). Selain itu, media pembelajaran dapat menambah efektivitas komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa. Penggunaan media harus sejalan dengan tujuan pengajaran yang telah dirumuskan. Manakala tujuan pembelajaran diabaikan dalam menggunakan media maka media bukan lagi sebagai alat bantu pengajaran tetapi sebagai penghambat dalam pencapaian tujuan secara efektif dan efisien. Penggunaan media dalam proses belajar mengajar juga dapat membangkitkan rasa ingin tahu dan minat, membangkitkan motivasi dan rangsangan dalam proses belajar mengajar, serta dapat mempengaruhi psikologi siswa. Oleh karena itu media dapat digunakan secara tepat, secara nyata membantu dan mempermudah proses belajar mengajar. Dengan demikian, hasil pembelajaran dapat lebih optimal Teks lagu adalah naskah yang berisi syair lagu yang merupakan ragam suara yang berirama. Lagu merupakan karya yang estetis yang bermakna dan mempunyai arti bukan hanya sesuatu yang kosong tanpa makna. Oleh karena itu

35

sebelum mengkaji aspek-aspek yang lain perlu lebih dahulu dikaji lagu sebagai sebuah struktur yang bermakna dan bernilai estetis. Penciptaan lagu dapat memberikan kesenangan juga berharap bagi para penikmat dapat mengerti maksud yang terkandung dalam lagu tersebut yang merupakan jalinan komunikasi. Suharto dalam Wardah (2005:37) mengungkapkan bahwa lagu adalah sarana informasi dan edukasi bagi negara dan bagi masyarakat. Sebagai sarana informasi yaitu lagu sebagai sarana penyampaian ungkapan hati atau ungkapan perasaan seorang penyair kepada pendengar. Sebagai sarana edukasi lagu dapat digunakan sebagai media dalam pembelajaran di sekolah karena lagu merupakan salah satu bentuk karya seni. Teks lagu yang berisi syair lagu dapat dijadikan sebagai media pembelajaran menulis cerpen yaitu dengan menyoroti teks lagu tersebut dari tema dan alur. Dengan menyoroti dua hal tersebut media teks lagu dapat mempermudah siswa dalam mengembangkan ide, gagasan, atau perasaannya ke dalam sebuah karya sastra yang berupa cerpen.

2.2.6Menulis Cerpen melalui Metode Latihan Terbimbing dengan Media Teks Lagu Mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan orang lain ke dalam cerpen merupakan salah satu standar kompetensi yang harus ditempuh oleh siswa dalam pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Dalam hal ini, siswa sebagai subjek penelitian dituntut untuk mampu menulis cerpen yang baik berdasarkan pengalaman diri

36

sendiri maupun orang lain. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis cerpen yaitu menentukan tema, membuat kerangka karangan, menentukan tokoh, latar, plot, sudut pandangnya dan mengembangkan kerangka karangan menjadi cerpen. Keterampilan menulis cerpen dengan baik tidak dapat dimiliki oleh seseorang dengan begitu saja. Namun, perlu adanya latihan terbimbing dari seorang guru yang berkompeten dalam bidang sastra dengan terus menerus dan teratur. Dengan demikian pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing adalah kegiatan belajar mengajar yang menerapkan proses bimbingan dan latihan dalam menulis cerpen. Peranan guru dalam pembelajaran ini menjadi sangat penting dan esensial guna melaksanakan pembelajaran dengan metode latihan terbimbing agar siswa dapat menulis cerpen dengan baik. Langkah awal yang perlu dilakukan dalam pembelajaran menulis puisi yaitu menjelaskan tentang unsur-unsur pembangun cerpen yang meliputi: alur atau plot, tokoh dan penokohan latar (setting), sudut pandang (point of fiew), gaya (bahasa), dan tema. Langkah yang kedua yaitu mengarahkan siswa untuk menulis cerpen. Tiap bagian cerpen memberikan saham penting untuk menggerakkan cerita, mengungkapkan watak tokoh, dan melukiskan suasana. Karena itu, kegiatan menulis cerpen merupakan cara yang selekif dan ekonomis (Diponegoro 1994:6). Hal-hal berikut dapat dijadikan pengarahan bagi siswa agar mau dan mampu menulis cerpen. Pertama, guru mengarahkan siswa untuk dapat menemukan ide cerita dan merumuskannya menjadi sebuah tema. Ide cerita dapat di peroleh dari pengalaman dan kehidupan siswa dalam hal ini siswa dapat

37

menentukan tema dari teks lagu. Kedua membuat kerangka karangan. Kerangka karangan berfungsi untuk menyusuri jalan cerita, sehingga tidak banyak yang menyimpang. Ketiga, setelah garis besar dibuat biarkan siswa bermain dengan imajinasinya untuk mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya, kemudian siswa diarahkan untuk menentukan siapa tokoh utamanya, apa masalahnya, siapa antagonisnya, dan bagaimana latar belakang ceritanya, bagaimana watak tokohnya, bagaimana plotnya, di mana klimaksnya, sudut pandang yang digunakan, dari mana cerita awal dan bagaimana cerita penutupnya. Dalam hal ini diperlukan keterampilan berpikir yang penuh konsentrasi, logika yang tajam, dan nalar yang kritis untuk berkreasi secara produktif menciptakan sebuah cerpen. Setelah diketahui uraian tentang metode latihan terbimbing dengan media teks lagu, dapat disimpulkan bahwa metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam pembelajaran menulis cerpen merupakan proses siswa di dalam menulis cerpen dengan bimbingan dari guru. Langkah pertama guru menjelaskan unsur-unsur pembangun cerpen, dan menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum memulai, menulis cerpen, kemudian siswa diminta membuat cerpen dengan media teks lagu. Di saat siswa bekerja guru berkeliling melihat pekerjaan siswa satu persatu, kesulitan perseorangan siswa, dibantu untuk perseorangan dan jika kesalahan yang terjadi sama permasalahannya untuk seluruh siswa maka guru akan membahasnya pada refleksi akhir pembelajaran.

3Kerangka Berpikir Pada dasarnya pengajaran menulis mempunyai tujuan supaya siswa memiliki keterampilan. Kenyataan yang ada dalam pembelajaran menulis cerpen belum memenuhi tujuan yang akan dicapai. (4) guru menjelaskan langkah-langkah menulis cerpen dengan memperhatikan unsur-unsur pembangun . Melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam menulis cerpen. gagasan. Agar proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dapat tepat guna dan siswa mudah menangkap materi yang disampaikan maka guru menggunakan media yang dapat membantu proses latihan terbimbing tersebut yaitu dengan menggunakan media teks lagu. (2) guru membagikan sebuah teks lagu pada siswa. Keterampilan menulis cerpen bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. (3) siswa mengamati dan memperhatikan teks lagu tersebut. Secara garis besar pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) guru melakukan apersepsi mengenai pembelajaran menulis cerpen. pikiran dan perasaannya dengan baik dalam sebuah karya sastra khususnya cerpen. keterampilan menulis cerpen siswa dapat ditingkatkan secara maksimal. Upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan metode pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran menulis cerpen.38 2. pengalaman. Pada umumnya siswa belum mampu menyampaikan ide. Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam mengajarkan keterampilan menulis cerpen masih menggunakan metode konvensional jadi siswa kurang dapat mengembangkan kemampuan bersastranya. dan memanfaatkan keterampilan menulis dalam berbagai keperluan.

(11) guru memberikan penguatan terhadap pembelajaran menulis cerpen. (9) salah satu dari hasil pekerjaan siswa dibacakan di depan kelas. (5) berdasarkan teks lagu tersebut siswa diminta untuk memperhatikan tema dan jalan cerita yang ada dalam teks lagu tersebut untuk dijadikan tema dan alur dalam cerpen yang akan dibuatnya. (10) siswa lain mengomentari hasil pekerjaan temannya. (7) guru membimbing siswa dalam menulis cerpen. (13) guru dan siswa merefleksi kegiatan pembelajaran menulis cerpen. (8) hasil pekerjaan menulis cerpen dikumpulkan.39 cerpen. (12) guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran menulis cerpen. (6) siswa ditugaskan untuk menulis cerpen berdasarkan kehidupan diri sendiri. kesulitan perseorangan dibimbing secara perseorangan. 2.4Hipotesis Tindakan Hipotesis dalam penelitian ini adalah pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen pada siswa kelas X-7 SMA negeri 1 Pemalang. dan kesulitan siswa yang terjadi secara klasikal dibahas bersama-sama secara klasikal. .

1 Hasil Tes Pratindakan Hasil tes pratindakan yaitu berupa keterampilan siswa dalam menulis cerpen sebelum dilakukan tindakan penelitian. 4. angket. 6 1 .5 5 100 X= 2459 40 = 30. wawancara.1 Hasil Penelitian Hasil penelitian tindakan kelas ini diperoleh dari pratindakan. jurnal. Jumlah siswa yang mengikuti tes pratindakan ini berjumlah 40 siswa. Hasil tes pratindakan adalah hasil tes menulis cerpen sebelum pembelajaran menulis cerpen dilakukan. Hasil tes pada tindakan siklus I dan siklus II adalah hasil tes menulis cerpen setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.1.5 27. 2. 4. Hasil tes pratindakan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi awal keterampilan menulis cerpen siswa kelas X7 SMA Negeri 1 Pemalang. dan dokumentasi. 3. tindakan kelas pada siklus I. 5. Hasil penelitian ini terdiri atas hasil tes dan hasil nontes. Hasil pratindakan dapat dilihat pada tabel 4 berikut: Tabel 4 Hasil Menulis Cerpen Pratindakan No Kategori 1. Adapun hasil nontes diperoleh dari data observasi.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Jumlah Rentang Nilai 85-100 75-84 60-74 50-59 0-49 Frekuensi Bobot 2 25 11 2 40 150 1591 623 88 2452 Persentase Rata-rata Skor 5 62. dan siklus II.

60 .

2 siswa atau sebesar 5% termasuk ke dalam kategori baik. 25 siswa atau sebesar 62. Dari 40 siswa.5% termasuk ke dalam kategori cukup.61 Pada tabel di atas tersebut menunjukkan bahwa keterampilan menulis cerpen pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang sudah termasuk ke dalam kategori cukup yaitu 61. 2 siswa atau sebanyak 5% mendapat kategori sangat kurang. 25 20 21 15 10 5 0 0 1 2 3 4 16 3 0 . 11 siswa atau sebanyak 27. Walaupun sudah berada pada kategori cukup tetapi masih perlu adanya perbaikan untuk meningkatkan hasil nilai siswa.5% termasuk ke dalam kategori kurang. Untuk lebih jelasnya perolehan nilai hasil tes pada pratindakan dapat dilihat pada diagram batang berikut.30.

Diagram batang 1. 61 . Hasil Menulis Cerpen Pratindakan Keterangan: 1=Sangat Baik. 4=Kurang. 3=Cukup. 5=Sangat Kurang. 2=Baik.

Pelaksanaan pembelajaran menulis cerpen siklus I terdiri atas data tes dan nontes. Setelah melihat hasil tes pratindakan (keadaan awal) siswa yang telah dipaparkan. perlu dilakukan sebuah tindakan agar dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen. dan pada kategori baik berada angka 7.5%. Hal ini berarti bahwa 52. Tindakan yang dilakukan adalah berupa pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.1 Hasil Tes Siklus I Siklus I yaitu berupa keterampilan siswa dalam menulis cerpen setelah 62 .1.5%.2. Pada kategori kurang berada pada angka 40%.62 Pada diagram batang 1 di atas terlihat batang yang paling tinggi adalah batang untuk kategori cukup yaitu 52. 4.2 Hasil Penelitian Siklus I Siklus I merupakan pemberlakuan awal penelitian melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.1. Tindakan siklus ini dilakukan sebagai upaya untuk memperbaiki dan memecahkan masalah yang muncul pada pratindakan.5% keterampilan menulis cerpen siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang berada pada kategori cukup Sisanya berada pada kategori kurang dan baik. 4.

Rentang Nilai Sangat Baik 85-100 Baik 70-84 Cukup 60-69 Kurang 50-59 Sangat Kurang Jumlah 0-49 Frekuensi Bobot 11 25 4 40 862 1653 231 2746 Persentase Rata-rata Skor 27.63 Tabel 5 Hasil Menulis Cerpen pada Siklus I No Kategori 1. 6 100 8 Pada tabel 5 menunjukkan hasil tes keterampilan menulis cerpen secara menyeluruh mencapai rata-rata 68.48 hanya 11 siswa atau 27. Ratarata yang dicapai oleh siswa adalah klasikal sebesar 68.5 2746 X= 62. Agar lebih jelas dapat dilihat pada diagram batang berikut hasil tes menulis cerpen siklus I.5% dari jumlah keseluruhan siswa yang mencapai kategori cukup. tetapi hasil yang ada belum maksimal. 3. dan 25 siswa atau 62.65 dan termasuk ke dalam kategori cukup. 5. 2.5% dari jumlah keseluruhan siswa yang mencapai kategori baik. . 4. Rata-rata tersebut menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor siswa dalam menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. 4 siswa atau 10% dari jumlah keseluruhan siswa yang mencapai kategori kurang. Walaupun sudah ada peningkatan.5 40 10 = 65.

63 .

5% atau sebanyak 11 siswa. yaitu sebesar 27. yaitu yang memperoleh kategori kurang. Walaupun tidak ada yang berada pada kategori sangat baik. 4=Kurang. yaitu aspek tema dan amanat.5% atau sebanyak 25 siswa. 5=Sangat Kurang. sebanyak 4 siswa atau sebesar 10%. tetapi jumlah yang memperoleh kategori cukup dan baik menjadi bertambah dan yang berada pada kategori kurang menjadi berkurang. Hasil Menulis Cerpen Siklus I Keterangan: 1=Sangat Baik. Tetapi jumlah persentase pada siklus I ini lebih besar dibandingkan pada hasil tes pratindakan yaitu sebesar 62. Keadaan tersebut sama dengan keadaan pada hasil tes pratindakan. 3=Cukup.64 70 60 50 40 30 20 10 0 0 1 2 3 kategori 62. 64 . Diagram batang 2 di atas menunjukkan bahwa batang yang paling tinggi adalah kategori cukup.5 27.5 10 0 4 5 Diagram batang 2. tokoh dan penokohan. Setelah pada kategori cukup batang yang berada di bawah kategori cukup adalah kategori baik. 2=Baik. Nilai pada siklus I ini merupakan penjumlahan skor dari 7 aspek keterampilan menulis cerpen. Pada jumlah yang paling sedikit.

Dari tabel tersebut dapat dilihat. kategori baik dicapai 25 siswa atau sebesar 62. artinya keterampilan siswa dalam menentukan tema dan amanat sudah baik. sudut pandang.65 alur.1. 4. dan kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen.7 Jumlah 100 Data tabel 6 menunjukkan rata-rata skor yang dicapai dalam aspek tema dan amanat sebesar 7. siswa yang mencapai kategori sangat baik berjumlah 15 siswa atau sebanyak 37. Hasil perolehan aspek tema dan amanat dapat dilihat pada tabel 6. Hasil dari masing-masing aspek dipaparkan sebagai berikut 4. Tabel 6 Perolehan Skor Aspek Tema dan Amanat Siklus I No Kategori 1.93.2. 3. diksi dan gaya bahasa.5 317 X= 40 = 93. latar.10 15 6-8 25 3-5 0-2 40 317 Persentase Skor 135 182 Rata-rata (%) 37.5% dari jumlah keseluruhan siswa.5% dari jumlah keseluruhan siswa.1.1 Hasil Tes Menulis Cerpen Aspek Tema dan Amanat Penilaian aspek tema dan amanat difokuskan pada kerelevanan tema dan amanat dengan teks lagu yang digunakan sebagai media pembelajaran. . Hasil tersebut termasuk kategori baik. kategori cukup dan kurang tidak ada. Sangat Baik Cukup Kurang Rentang Frekuensi Bobot Nilai Baik 9.5 62. 2.

65 .

5%.1.90 termasuk dalam kategori baik . Rentang Nilai Sangat Baik 16-20 Baik 11-15 Cukup 6-10 Kurang 0-5 Frekuensi Bobot 4 33 3 65 421 30 Persentase Rata-rata Skor 10 82.5 516 X= 7. dan tidak ada satu pun siswa yang mendapat kategori kurang. 4.2 Hasil Tes Menulis Cerpen Aspek Alur Hasil perolehan nilai pada aspek alur difokuskan pada keterampilan siswa menciptakan alur yang menarik. Perolehan nilai dalam kategori sangat baik dicapai 4 siswa atau sebesar 10% dari jumlah keseluruhan.2.1. kategori baik dicapai oleh 33 siswa atau sebesar 82.5% dari jumlah keseluruhan.1. Hasil perolehan nilai pada aspek alur dapat dilihat pada tabel 7. kategori cukup dicapai 3 siswa atau sebesar 7. 4. 3.2. Tabel 7 Perolehan Skor Aspek Alur Siklus I No Kategori 1.3 Hasil Menulis Cerpen Aspek Tokoh dan Penokohan Hasil perolehan nilai pada aspek tokoh dan penokohan dapat dilihat pada tabel 8 berikut . artinya keterampilan siswa dalam menciptakan alur yang menarik dalam menulis cerpen sudah baik.66 4.1. 1 2 Jumlah 40 516 100 Data pada tabel 7 menunjukkan bahwa rata-rata skor aspek alur dalam cerpen yang dicapai siswa sebesar 12. .5 40 = 90. 2.

66 .

artinya keterampilan siswa dalam menulis cerpen aspek tokoh dan penokohan sudah baik.5%.1.67 Tabel 8 Perolehan Skor Aspek Tokoh dan Penokohan Siklus I No Kategori 1.4 Hasil Menulis Cerpen Aspek Latar Penilaian aspek pemilihan latar difokuskan pada ketepatan pemilihan latar yang sesuai dengan situasi dan kondisi dalam cerpen. 2. Rentang Nilai Sangat Baik 16-20 Baik 11-15 Cukup 6-10 Kurang 0-5 Jumlah Frekuensi Bobot 10 29 1 40 163 372 10 545 Persentase Rata-rata Skor 25 545 X= 72.5% dari jumlah keseluruhan siswa. 4.5 5 X = = . 2. kategori cukup 1 siswa atau sebesar 2. Tabel 9 No Kategori Perolehan Skor Aspek Latar Rentang Nilai Frekuensi Bobot Siklus I Persentase Rata-rata Skor 1.5 = 63. 3. Hasil penilaian pemilihan latar dapat dilihat pada tabel 9. 3. 1 3 100 Data pada tabel 8 menunjukkan bahwa rata-rata skor dalam aspek tokoh dan penokohan yang dicapai siswa sebesar 13.5 87.63 (termasuk pada kategori baik). dan tidak ada siswa yang mendapat kategori kurang. 4.5 40 2.1. kategori baik 29 siswa atau sebesar 72.2. Perolehan nilai dalam kategori sangat baik dicapai oleh 10 siswa atau sebesar 25%. Sangat Baik Baik Cukup Kurang 9-10 6-8 3-5 0-2 3 35 2 - 27 263 10 7. 4.

7 Jumlah 40 300 100 67 .300 40 5.

5%. artinya keterampilan siswa dalam pemilihan latar yang sesuai dengan situasi dan kondisi yang diceritakan dalam cerpen sudah baik.5% dari jumlah keseluruhan siswa. 6 100 Data tabel 10 menunjukkan rata-rata skor yang dicapai dalam aspek diksi dan gaya bahasa sebesar 6. siswa yang mencapai kategori baik berjumlah 37 siswa. 2. Rentang Nilai Sangat Baik 9-10 Baik 6-8 Cukup 3-5 Kurang 0-2 Jumlah Frekuensi Bobot 37 3 40 0 247 15 262 Persentase Rata-rata Skor 0 262 X = 92. artinya keterampilan siswa dalam memilih diksi dan gaya bahasa sudah baik. dan untuk kategori dan kurang tidak ada. Dari tabel tersebut dapat dilihat. kategori cukup dicapai 3 .5 = 55. Hasil penilaian pemilihan latar dapat dilihat pada tabel 10 Tabel 10 Perolehan Skor Aspek Diksi dan Gaya Bahasa Siklus I No Kategori 1.55.68 Data pada tabel 9 menunjukkan rata-rata skor yang dicapai siswa dalam aspek pemilihan latar sebesar 7. kategori cukup dicapai 2 siswa atau 5% dari jumlah keseluruhan siswa.5 Hasil Menulis Cerpen Aspek Diksi dan Gaya Bahasa Penilaian aspek pemilihan diksi dan gaya bahasa difokuskan pada ketepatan penggunaan bahasa yang sesuai dengan situasi dan kondisi dalam cerpen.5.1. Dari tabel tersebut dapat dilihat.5%. Hasil tersebut termasuk kategori baik.5 40 7. 4. kategori baik 35 siswa atau sebesar 87. Hasil tersebut termasuk kategori baik.2. Atau sebanyak 92. siswa yang mencapai kategori sangat baik berjumlah 3 siswa atau sebesar 7. 3. 4.1.

68 .

69 siswa atau sebesar 7.58. siswa yang mencapai kategori sangat baik berjumlah 4 siswa atau sebesar 10%.1.1. Hasil penilaian kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen dapat dilihat pada tabel 12. . Dari tabel tersebut dapat dilihat. Tabel 11 Perolehan Skor Aspek Sudut Pandang Siklus I No Kategori 1. Hasil tersebut termasuk kategori baik. dan untuk kategori kurang tidak ada. kategori baik 34 siswa atau sebesar 85%.7 Hasil Menulis Cerpen Aspek Kepaduan Unsur-unsur Pembangun Cerpen Siklus I Penilaian aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen difokuskan pada ketepatan dalam memadukan unsur-unsur pembangun cerpen.5% dari jumlah keseluruhan siswa.6 Hasil Menulis Cerpen Aspek Sudut Pandang Hasil perolehan nilai pada aspek tokoh dan penokohan dapat dilihat pada tabel 11 berikut . Rentang Nilai Sangat Baik 9-10 Baik 6-8 Cukup 3-5 Kurang 0-2 Jumlah Frekuensi Bobot 4 34 2 40 36 257 10 303 Persentase Rata-rata Skor 10 85 303 X = 5 40 = 58. dan untuk kategori sangat baik dan kurang tidak ada. 7 100 Data pada tabel 11 menunjukkan rata-rata skor yang dicapai siswa dalam aspek penggunaan sudut pandang sebesar 7. 4. 4.2. 4.1. 2. kategori cukup dicapai 2 siswa atau 5% dari jumlah keseluruhan siswa.2. artinya keterampilan siswa dalam pemilihan sudut pandang sudah dapat menjelaskan tokoh yang ada dalam cerpen.1. 3.

69 .

1. Hasil tersebut termasuk kategori baik. siswa yang mencapai kategori sangat baik berjumlah 5 siswa atau sebanyak 12. Dari tabel tersebut dapat dilihat. artinya keterampilan siswa dalam memadukan unsur-unsur pembangun cerpen sudah baik. kategori cukup dicapai 2 siswa atau sebesar 5% dari jumlah keseluruhan siswa. 4.5 40 5 = 08. 2. dan dokumentasi foto. jurnal.70 Tabel 12 Perolehan Skor Aspek Kepaduan Unsur-unsur Pembangun Cerpen No Kategori 1.2 Hasil Nontes Siklus I Hasil nontes pada siklus I ini diperoleh dari hasil observasi. 4.5 523 X = 82.1. dan untuk kategori kurang tidak ada. wawancara. Hasil selengkapnya diuraikan berikut ini. 1 3 523 100 Data tabel 12 menunjukkan rata-rata skor yang dicapai dalam aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen sebesar 13. Observasi dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perilaku siswa selama pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing .1 Hasil Observasi Siklus I Observasi dalam penelitian ini ada dua macam yaitu observasi siswa dan observasi kelas.5% dari jumlah keseluruhan siswa. Rentang Nilai Sangat Baik 16-20 Baik 11-15 Cukup 6-10 Kurang 0-5 Jumlah Frekuensi Bobot 5 33 2 40 81 422 20 Persentase Rata-rata Skor 12.5% dari jumlah keseluruhan siswa. 4. 3.2.2.08.2. kategori baik dicapai 33 siswa atau sebesar 82.

70 .

71 dengan media teks lagu dan keterampilan peneliti dalam mengajar. Perilaku negatif meliputi: (1) siswa kurang merespon penjelasan guru. (4) siswa pasif dalam pembelajaran. (6) siswa dapat menulis cerpen dengan senang hati.1 Hasil Observasi Siswa Siklus I Objek sasaran yang diamati dalam observasi siswa meliputi 8 perilaku positif dan 8 perilaku negatif. Observasi siswa dilakukan oleh peneliti sedangkan observasi kelas dilakukan oleh teman peneliti. Berdasarkan hasil pengamatan (observasi) peneliti pada saat pembelajaran pada siklus I. perilaku siswa yang terdeskripsi pada saat observasi menunjukkan sikap positif dan ada pula sikap yang negatif. (7) siswa dapat menulis cerpen dengan cepat.2. Adapun objek sasaran perilaku positif meliputi: (1) siswa memperhatikan penjelasan guru. (3) siswa berpartisipasi aktif. (6) siswa kurang bersemangat dalam menulis cerpen. 4. (7) siswa sangat lambat dalam menulis cerpen. (5) siswa merespon positif (senang) terhadap metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. (5) siswa jalan-jalan/mondar-mandir pada saat pembelajaran berlangsung. (4) siswa dapat mengidentifikasi dan menyebutkan unsur-unsur yang ada dalam cerpen. (2) siswa banyak bertanya kepada guru. terlihat juga 71 . (8) siswa enggan memberikan sanggahan terhadap pembacaan cerpen temannya.1. (3) siswa banyak bicara dan bergurau dengan temannya. Perilaku positif ditunjukkan oleh sikap siswa yang aktif mengikuti pembelajaran menulis cerpen.2. (2) siswa kurang bersemangat terhadap metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.1.

tetapi masih ada beberapa siswa yang melakukan perilaku negatif. Siswa yang kurang merespon penjelasan guru. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi. pola pembelajaran yang diterapkan peneliti merupakan hal baru bagi mereka sehingga perlu proses untuk menyesuaikannya. berbicara dan bergurau dengan temannya. Selain itu siswa melakukan kegiatan seperti bicara dan bergurau dengan temannya. Dari data observasi dapat dilihat jumlah siswa yang melakukan perilaku positif dan siswa yang melakukan perilaku negatif. sisanya sebanyak 36 siswa atau sebanyak 90% tidak berani bertanya kepada peneliti. Apalagi.72 sebagian besar siswa merespon baik pembelajaran menulis cerpen dengan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. yang menunjukkan siswa banyak melakukan perilaku positif daripada perilaku negatif. Pada siklus I ini hanya ada 4 atau sebanyak 10% dari jumlah keseluruhan siswa yang berani mengajukan pertanyaan kepada peneliti. Siswa yang 72 . Selama pembelajaran tidak semua siswa mengikuti pembelajaran dengan baik. peneliti sadar akan hal ini karena setiap siswa memiliki karakteristik dan keterampilan yang berbeda. Namun. Sisanya sebanyak 6 siswa atau sebanyak 15% dari jumlah keseluruhan siswa kurang merespon penjelasan guru. Berdasarkan data yang diperoleh sebagian besar siswa atau sebanyak 34 siswa atau 85% dari jumlah keseluruhan siswa memperhatikan penjelasan guru dengan baik. serta jalan-jalan/mondar-mandir pada saat pembelajaran berlangsung. perilakunya bermacam-macam seperti memperhatikan keadaan di luar kelas. Perilaku negatif ditunjukkan dengan sikap masa bodoh dan kurang bersemangat mengikuti pembelajaran.

Hal tersebut disebabkan mereka kurang mengetahui unsur-unsur pembangun cerpen dan ada pula yang kurang mengikuti pembelajaran dengan baik. Mereka secara aktif menyebutkan satu per satu unsur-unsur pembangun cerpen dan mendefinisikannya. serta memberikan contoh-contohnya dengan bantuan guru. Dalam hal ini.5% dari jumlah keseluruhan siswa aktif dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen dengan baik. Salah satu hal yang penting dalam penelitian ini adalah metode dan media yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran menulis cerpen yaitu metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. sebagian besar siswa 73 .5% dari jumlah keseluruhan siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen. Sisanya. Ada yang masih kurang percaya diri. Sebanyak 27 siswa atau 67. Siswa yang kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen disebabkan karena peneliti bukanlah guru yang biasa mengajar di kelas sehingga siswa masih merasa asing dengan guru (peneliti).73 kurang berani mengajukan pertanyaan pada guru ini perilakunya bermacammacam seperti ada yang malu-malu ketika guru memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya. Sisanya 8 siswa atau sebanyak 8 siswa atau sebanyak 20% dari jumlah keseluruhan siswa kurang aktif berpartisipasi menyebutkan unsur-unsur pembangun karya sastra. Sebanyak 32 siswa atau sebanyak 80% dari jumlah keseluruhan siswa aktif berpartisipasi menyebutkan unsur-unsur pembangun cerpen. dan ada pula yang asyik berbicara sendiri dengan teman sebangkunya. sebanyak 13 siswa atau sebanyak 32.

74 sebanyak 32 atau 80% dari jumlah keseluruhan siswa merespon positif metode yang digunakan oleh peneliti.5% dari jumlah keseluruhan siswa belum dapat menyelesaikan cerpen yang dibuatnya dengan cepat. Sebanyak 7 siswa atau 17. Media teks lagu yang dihadirkan oleh guru juga mendapat respon yang positif. Sisanya sebanyak 8 siswa atau 20% dari jumlah keseluruhan siswa yang kurang merespon metode dan media yang digunakan guru dalam menulis cerpen. Selain itu juga mereka merasa dipermudah dalam menulis cerpen. hal ini disebabkan karena siswa kurang tertarik atau kurang senang menulis cerpen.5% dari jumlah keseluruhan siswa dapat menulis cerpen dengan senang hati. sebanyak 31 siswa atau 77. Hal ini disebabkan karena mereka senang dengan media yang dihadirkan guru. Hal ini disebabkan mereka sudah merasa mudah mengungkapkan ide dan mampu mengembangkan lirik yang berada dalam teks lagu.5% dari jumlah keseluruhan siswa dapat mengerjakan atau dapat menulis cerpen dengan cepat. Sisanya sebanyak 9 siswa atau 22. 74 . selain mereka terhibur mereka juga dapat menulis cerpen. Tujuh siswa tersebut mampu menyelesaikan cerpen yang ditulisnya sebelum waktu yang ditentukan selesai. teks lagu tersebut sudah ada sebagai kerangka karangan sehingga siswa hanya mengembangkan cerita berdasarkan teks lagu. Sisanya 33 siswa atau 82. mereka merasa senang karena mereka dapat bertanya-tanya kepada guru pada saat mengalami kesulitan dalam menulis cerpen. Dari data observasi dapat dilihat. sebagian besar dari jumlah keseluruhan siswa tersebut banyak yang menyukai lagu-lagu.5% dari jumlah keseluruhan siswa kurang senang menulis cerpen.

5% dari jumlah keseluruhan siswa banyak berbicara dan bergurau dengan temannya. 37 siswa atau sebesar 92. Siswa yang menunjukkan sikap kurang berani memberikan komentar terhadap hasil penulisan cerpen yang dibacakan di depan kelas juga disebabkan karena mereka tidak memperhatikan pada saat temannya membacakan cerpen di depan kelas. Sebanyak 14 siswa atau sebesar 35% dan sering melihat pekerjaan temannya. Hal tersebut disebabkan karena mereka malu atau kurang percaya diri berbicara di kelas.5% dari jumlah keseluruhan siswa berani memberikan komentar terhadap hasil penulisan cerpen temannya yang dibacakan di depan kelas. Hal ini dilakukan ketika merasa bingung untuk memulai menulis cerpen pada saat tes menulis cerpen berlangsung. 75 . selain itu. Sisanya 29 siswa atau sebanyak 72.5% kurang berani memberikan komentar terhadap hasil penulisan cerpen yang dibacakan di depan kelas.5% dari jumlah keseluruhan siswa tertib dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen. mereka juga mempunyai pendapat yang sama dengan teman yang telah mengajukan pertanyaan sehingga mereka tidak memberikan komentarnya. Siswa tersebut melakukan kegiatan kurang positif seperti mengganggu temannya yang sedang serius menulis cerpen ataupun hanya sekadar meminjam alat tulis yang sebenarnya tidak begitu diperlukan.75 Sebanyak 3 siswa atau sebesar 7. tetapi masih ada beberapa siswa yang masih kurang tertib dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen. Meskipun proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar. Sebanyak 11 siswa atau 27. Sebanyak 8 siswa atau sebesar 20% dari jumlah keseluruhan siswa sering jalan-jalan/mondar-mandir pada saat proses pembelajaran berlangsung.

meskipun jumlah siswa yang melakukan perilaku positif lebih banyak daripada perilaku negatif. Guru harus berupaya agar siswa lebih aktif dan perilaku negatif yang muncul pada siklus I ini dapat dikurangi pada siklus berikutnya. 4.76 Berdasarkan pada uraian di atas.2. berkaitan dengan komunikasi.2 Hasil Observasi Kelas Siklus I Observasi kelas ini dilakukan untuk mengevaluasi cara kerja peneliti dalam memberikan pembelajaran menulis cerpen.2. ada hambatan dari siklus I ini. Hasil pengamatan observator terhadap peneliti. dan komunikasi dengan siswa cukup baik. Dalam menerapkan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu sudah cukup baik. 4.1. Keterampilan berkomunikasi peneliti dengan siswa sudah cukup baik.1. tetapi pembelajaran menulis cerpen di kelas ini perlu ditingkatkan lebih baik lagi. namun siswa menerima dengan sangat baik. yaitu peneliti belum begitu kenal dan hafal nama siswa. sehingga pada saat siswa bertanya atau memberikan pendapat guru harus bertanya terlebih dahulu nama siswa tersebut. dikatakan bahwa keterampilan peneliti dalam membuka pelajaran.2. Cara menutup pelajaran dengan refleksi sudah cukup baik. penguasaan materi. Saran dari observator bahwa peneliti perlu memberikan pujian kepada siswa yang mau memberikan tanggapan terhadap hasil penulisan cerpen temannya. penyampaian materi.2 Hasil Jurnal Siklus I 76 . Sehingga siswa merasa pendapatnya tersebut merupakan nilai plus dalam pembelajaran. cara peneliti mengajar. Walaupun baru dua kali masuk di kelas tersebut.2.1. Namun.

Jurnal yang pertama adalah jurnal guru dan yang kedua adalah jurnal siswa. sehingga siswa akan merasa senang dalam menulis cerpen. Ada juga siswa yang berpendapat bahwa dengan teks lagu akan dapat memberi pengetahuan tentang menyusun kerangka karangan. Siswa yang tidak mengalami kesulitan berpendapat bahwa 77 .2. Pertanyaan berikutnya mengenai kesulitan siswa dalam menulis cerpen. 4. sebagian besar siswa menyatakan senang terhadap pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.77 Jurnal yang digunakan dalam penelitian ini ada dua jurnal. memulai menulis.1. Mereka berpendapat bahwa dengan pembelajaran seperti ini akan mempermudah siswa dalam menulis cerpen dan memotivasi siswa untuk menulis cerpen. Pada aspek yang kedua ini kebanyakan siswa mengalami kesulitan dalam menuangkan ide atau gagasannya ke dalam cerpen. Hal tersebut disebabkan guru membimbing dalam penulisan cerpen dan teks lagu dapat yang dihadirkan oleh guru dapat menghibur siswa.2.2. namun ada beberapa siswa yang berpendapat tidak mengalami kesulitan. peneliti menyimpulkan bahwa pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu menyenangkan bagi siswa. sehingga siswa tidak merasa terbebani dengan materi pembelajaran yang harus mereka tempuh. Selain itu teks lagu yang dihadirkan guru sesuai dengan pengalaman siswa sehingga siswa mudah untuk menuangkan pikiran. Berdasarkan hasil dari jurnal. dan menggunakan diksi yang tepat. gagasan dan idenya ke dalam sebuah cerpen.1 Jurnal Siswa Siklus I Pada jurnal siswa. walaupun ada beberapa siswa yang tidak suka dengan lirik lagu yang ada dalam teks lagu.

Siswa yang mengalami kesulitan menuangkan ide berpendapat bahwa dalam pikirannya sudah ada namun sulit untuk menuangkan. khususnya materi mengarang. dan kerangka karangannya pun sudah ada. jadi kesulitan yang dihadapi siswa dapat langsung ditanyakan kepada guru.78 metode latihan terbimbing membantu siswa dan media teks lagu dapat membantu siswa dalam menentukan tema dan merumuskan kerangka karangan. Pada dasarnya kesulitan tersebut dapat diatasi dengan membiasakan menulis cerpen. Kesan yang dikemukakan siswa adalah belajar menulis cerpen melalui metode latihan 78 . Aspek yang terakhir adalah pesan dan kesan terhadap pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia merupakan mata pelajaran yang disepelekan oleh siswa. Aspek berikutnya adalah mengenai metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat mempermudah siswa dalam menulis cerpen. jadi mereka berpendapat dari teks lagu tersebut hanya mengubahnya ke dalam sebuah cerpen. sehingga melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat membuat siswa lebih bersemangat. ditambah guru membimbing siswa dalam menulis cerpen. Aspek yang keempat adalah mengenai kepahaman siswa dengan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Sebagian besar siswa berpendapat mereka sangat terbantu karena tema sudah terdapat dalam teks lagu. atau mengungkapkannya dengan kata-kata. Siswa lebih bersemangat dan lebih senang. Menurut siswa melalui metode latihan terbimbing ini dapat lebih memahami materi menulis cerpen dan memotivasi siswa dalam menulis cerpen.

Berdasarkan pengamatan guru pada saat pembelajaran berlangsung. Sebagian besar siswa tertarik dan senang terhadap metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam menulis cerpen. Namun.2 Jurnal Guru Siklus I Jurnal guru ini berisi uraian pendapat dan seluruh kejadian yang dapat ditangkap guru selama proses pembelajaran berlangsung. demikian. respon siswa terhadap metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam pembelajaran menulis cerpen cukup baik.2.2. Walaupun yang aktif hanya siswa yang sama. Adapun saran yang diungkapkan yaitu dalam menerangkan hendaknya pelan-pelan. dan masih ada beberapa siswa yang pasif.2. 4. Saran yang telah diungkapkan oleh siswa dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk pembelajaran berikutnya. bercerita sendiri dengan temannya. mereka menyatakan kurang suka menulis cerpen dan tidak dapat mengungkapkan ide dan gagasannya dengan kata-kata. Keaktifan siswa pada kelas ini sudah dapat dikatakan baik dalam mengikuti pembelajaran. dan bahkan ada yang jalan-jalan atau mondar-mandir pada saat proses pembelajaran berlangsung. ada sebagian kecil siswa yang masih kurang berminat dan bersemangat untuk mengikuti pembelajaran. Siswa yang kurang berminat menunjukkan perilaku malas seperti tidak memperhatikan sungguh-sungguh penjelasan dari guru (peneliti).79 terbimbing dengan media teks lagu lebih menarik dan menyenangkan. Tingkah laku siswa dalam mengerjakan tugas 79 .1.

yang menyatakan senang terhadap pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu ada 3 siswa. Sebagian besar siswa nampak senang dan bersemangat ketika guru membimbing siswa. Pada pertanyaan yang kedua. Fenomena-fenomena lain yang ditangkap oleh guru selama proses pembelajaran yaitu banyak siswa yang bersorak-sorak saat hasil penulisan cerpen temannya dibacakan di depan kelas. Alasannya yang menyatakan tidak suka adalah karena siswa tersebut tidak suka dengan pembelajaran menulis. Keantusiasan siswa dalam mengikuti pembelajaran cukup antusias. dari keempat siswa hanya satu yang menjawab kurang mampu memahami materi yang diberikan guru. Namun demikian ada sebagian kecil siswa yang kurang antusias mengikuti pembelajaran menulis cerpen dan tidak memperhatikan pembacaan cerpen di depan kelas.80 menulis cerpen masih banyak siswa yang asyik menyanyikan lagu yang terdapat pada lembar menulis yang diberikan guru dan enggan menulis cerpen. Hal tersebut memang diakui karena memang siswa tersebut tidak suka dengan menulis atau 80 . Dari keempat siswa yang diwawancarai.2. Siswa yang menyatakan senang adalah karena pembelajarannya menyenangkan.2. Hal ini disebabkan karena cerpen yang ditulis merupakan kejadian yang pernah dialami penulisnya. 4.3 Hasil Wawancara Siklus I Siswa yang diwawancarai pada siklus ini ada 4 siswa. Sisanya 1 siswa menyatakan kurang suka dengan pembelajaran yang dilakukan oleh guru.1.

Pada pertanyaan yang ketiga. maka pembelajaran tidak menyenangkan dan sulit berkonsentrasi dalam pembelajaran. walaupun kelas dalam keadaan ramai tetap bisa menulis cerpen. menurut ketiga siswa tersebut jika suasana kelas ramai dan tidak menyenangkan. Mereka termotivasi dengan metode yang dilakukan guru yaitu metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. sehingga memahami materi yang disampaikan oleh guru (peneliti). dari keempat siswa ada satu siswa yang menyatakan tidak begitu terpengaruh dengan suasana kelas. Ada juga yang menyatakan termotivasi karena teks lagu tersebut sesuai dengan pengalamannya. Pada pertanyaan keenam. apalagi guru memberikan bimbingan pada saat siswa mengalami kesulitan. serta media yang digunakan juga dapat mempermudah siswa dalam menulis cerpen sehingga siswa paham terhadap pembelajaran menulis cerpen.81 mengarang dan selama proses pembelajaran berlangsung tidak memperhatikan guru. sehingga kurang paham terhadap materi yang disampaikan guru. 81 . Menurut mereka pembelajaran yang diberikan guru sekarang lebih mudah dipahami. keempat siswa yang ditanyai semua merasa termotivasi setelah mengikuti pembelajaran. Pada pertanyaan yang kelima mengenai suasana kelas. Tiga menyatakan bahwa suasana kelas dapat mempengaruhi pembelajaran. Siswa yang menyatakan senang karena memang sejak awal pelajaran sudah tertarik dan memperhatikan penjelasan dari guru. dari keempat siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa metode latihan terbimbing yang digunakan guru dapat membantu mereka dalam menulis cerpen.

dari empat siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa mereka masih merasa kesulitan. Adapun kesulitan yang mereka alami antara lain dalam menentukan judul.1. lebih bersemangat untuk menulis cerpen. semua siswa yang diwawancarai dapat disimpulkan bahwa banyak manfaat yang siswa dapatkan dari pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.2.4 Hasil Angket Siklus I 82 . 4. Menurut mereka manfaat yang didapatkan antara lebih paham materi menulis cerpen. lebih kreatif. Pertanyaan yang kesepuluh.2. Menurut mereka hal tersebut dikarenakan guru mengadakan bimbingan dan media teks lagu dapat digunakan untuk merumuskan kerangka karangan. semua siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat membantu kesulitan yang dihadapi mereka. Pada pertanyaan yang kesembilan.82 Pada pertanyaan yang ketujuh dan kedelapan. dan mengembangkan lirik yang ada dalam teks lagu. Tetapi tingkat kesulitan yang mereka alami berbeda-beda. menuangkan ide yang ada dalam pikiran dengan kata-kata.

5 ∑ 2 7 10 8 6 6 11 7 3 9 KS % 5 17.83 Angket di dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui minat siswa dalam pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.5 17. TS (Tidak Setuju).5 ∑ 2 - TS % 5 ∑ - STS % - Pada tabel 13 dapat dilihat.5 25 20 15 15 27. Hasil angket pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut. dan 14 siswa . KS (Kurang Setuju).5 27.5 22. Perolehan Angket siklus I Aspek ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 SS ∑ 24 10 10 12 13 11 11 18 14 10 % 60 25 25 30 32.5 45 35 25 ∑ 14 23 20 20 21 23 16 15 23 21 S % 35 57. Pada aspek pertama ada 24 siswa atau 60% dari jumlah keseluruhan siswa yang menyatakan sangat setuju bahwa keterampilan menulis dapat meningkatkan kreativitas dalam belajar.5 40 37. Tabel 13.5 57.5 7. dan STS (Sangat Tidak Setuju) pada setiap aspek angket.5 52. jumlah siswa yang memilih SS (Sangat Setuju).5 27. S (Setuju).5 50 50 52.5 57.

atau sebanyak 35% dijumlah keseluruhan siswa yang menyatakan setuju. sedangkan siswa yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada. Hal ini berarti bahwa kebanyakan siswa menyetujui bahwa keterampilan menulis dapat meningkatkan kreativitas. Siswa yang kurang setuju ada 2 siswa atau sebesar 5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan kurang setuju. 83 .

Sebanyak 20 siswa atau sebesar 50% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa mereka senang terhadap metode yang digunakan guru yang dapat memotivasi siswa untuk menulis cerpen. ada 10 siswa atau sebanyak 25%. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa merasa senang terhadap metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran menulis cerpen. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang tidak ada. dan 7 siswa atau 17. siswa yang menyatakan kurang senang sebanyak 8 siswa atau sebesar 20% dari jumlah keseluruhan siswa. Sebanyak 10 siswa atau 25% menyatakan kurang senang terhadap metode yang digunakan guru dalam pembelajaran.5% menyatakan senang. Pada aspek keempat ini diperoleh 12 siswa atau sebesar 30% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan sangat senang terhadap metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk menulis cerpen. siswa yang sangat senang terhadap metode pembelajaran yang digunakan oleh guru. Siswa yang tidak senang sama sekali tidak ada. tidak 84 . Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang.84 Pada aspek kedua.5% merasa kurang senang. Sebanyak 20 siswa atau sebesar 50% siswa menyatakan merasa senang terhadap metode yang digunakan guru. Hal ini berarti sebagian besar siswa merasa senang terhadap cara guru menerangkan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Pada aspek yang ketiga. 23 siswa atau 57. ada 10 siswa atau 25% menyatakan bahwa mereka merasa sangat senang terhadap cara guru menerangkan.

Hal ini dapat disimpulkan bahwa metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran dapat memotivasi siswa dalam menulis cerpen. Aspek berikutnya yaitu aspek yang ketujuh. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa memahami materi pembelajaran menulis cerpen dengan baik walaupun ada siswa yang menyatakan kurang setuju. Berkaitan dengan metode pembelajaran. 23 siswa atau sebesar 57. Perolehan hasil ini berarti sebagian besar siswa senang terhadap media yang digunakan oleh guru dalam membelajarkan cerpen. 21 siswa atau 52. Pada aspek yang keenam ini.5% menyatakan sangat senang terhadap media yang digunakan guru untuk menulis cerpen. 16 siswa atau sebesar 40% menyatakan suasana kelas mempengaruhi 85 .85 ada. sedangkan tidak dapat memahami meteri pembelajaran menulis cerpen tidak ada. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang tidak ada.5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa suasana kelas sangat mempengaruhi pemahaman siswa mengenai materi menulis cerpen.5% dari jumlah keseluruhan siswa.5% dapat memahami materi pembelajaran menulis cerpen. sebanyak 11 siswa atau sebesar 27. Sebanyak 6 siswa atau 15% menyatakan kurang senang terhadap media yang digunakan guru dalam pembelajaran menulis cerpen. Ada 10 siswa atau sebesar 25% siswa yang kurang memahami materi pembelajaran menulis cerpen. pada aspek ini diperoleh siswa yang sangat paham dengan materi pembelajaran menulis cerpen sebanyak 13 siswa atau sebesar 32.5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan setuju. Pada aspek ini diperoleh 11 siswa atau sebesar 27.

Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang tidak ada. Dengan 86 . Aspek berikutnya masih berkaitan dengan metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran menulis cerpen. Sebanyak 15 siswa atau 37.5% menyatakan bahwa kurang senang terhadap penggunaan metode yang dapat menarik perhatian siswa. yaitu pendapat siswa mengenai kebiasaan siswa dalam mengungkapkan ide. Dari data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa siswa menginginkan suasana kelas yang nyaman pada saat menulis cerpen. Selanjutnya aspek yang kesembilan. gagasan dan perasaannya ke dalam sebuah cerpen banyak manfaatnya ada 14 siswa atau sebesar 35% menyatakan mereka sangat setuju. 15 siswa atau sebesar 37. 7 siswa atau sebesar 17.5% menyatakan bahwa mereka merasa senang terhadap metode yang dapat menarik perhatian siswa dalam pembelajaran. 11 siswa atau 27. meskipun ada beberapa siswa yang menyatakan tidak terpengaruh dengan suasana kelas. Pada aspek ini diperoleh 18 siswa atau sebesar 45% menyatakan bahwa mereka sangat senang terhadap metode yang menarik perhatian siswa pada saat pembelajaran berlangsung.5% menyatakan setuju. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada.5% menyatakan bahwa suasana kelas kurang mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Hal ini berarti siswa senang terhadap metode yang dapat menarik perhatian mereka.86 pemahaman siswa terhadap materi menulis cerpen. sedangkan sisanya yaitu 3 siswa atau sebanyak 7. Sedangkan 2 siswa atau sebesar 5% menyatakan tidak setuju bahwa suasana kelas dapat mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.5% menyatakan kurang setuju.

2.87 demikian dapat disimpulkan bahwa kebiasaan mengungkapkan ide.5 Hasil Dokumentasi Foto Dokumentasi di dalam penelitian ini digunakan sebagai bukti otentik dari kegiatan pembelajaran menulis cerpen telah dilakukan. dan perasaan ke dalam cerpen banyak manfaatnya.5% menyatakan kurang senang terhadap pembelajaran yang dilakukan guru (peneliti).5%. gagasan. 4. Sebanyak 10 siswa atau 25% yang menyatakan sangat senang. Aktivitas awal pembelajaran siklus I Gambar di atas menunjukkan kondisi awal pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu siklus I.1.2. Pada gambar 87 . siswa juga merasa senang terhadap pembelajaran yang dilakukan guru. 21 siswa atau sebesar 52. Selain siswa senang terhadap metode dan media yang dihadirkan guru. Berikut merupakan gambar yang menunjukkan fenomena pada saat menulis cerpen siklus I Gambar 1. dan sebanyak 9 siswa atau sebesar 22.

sebagian besar siswa mengikuti penjelasan guru dengan baik. Setelah guru atau peneliti menjelaskan materi tentang menulis cerpen dan menunjukkan sebuah contoh cerpen yang dibuat berdasarkan teks lagu kemudian 88 .88 tersebut di atas tampak guru atau peneliti sedang menjelaskan materi menulis cerpen dan menunjukkan sebuah teks lagu yang digunakan sebagai media dalam menulis cerpen. Aktivitas mengamati dan memperhatikan teks lagu siklus I Pada gambar di atas menunjukkan siswa sedang mengamati dan memperhatikan sebuah teks lagu yang digunakan sebagai media menulis cerpen. Meskipun demikian. Tetapi ada beberapa siswa yang tidak memperhatikan penjelasan guru. mereka merasa lebih santai. selalu memperhatikan orang yang memotret sehingga mereka sering menunjukkan tingkah laku yang tidak semestinya mereka lakukan. Gambar 2. Siswa tidak merasa takut diajar oleh guru atau peneliti. Siswa terlihat serius dalam mengikuti penjelasan yang disampaikan oleh guru atau peneliti.

Hal ini diharapkan tidak terjadi pada siklus berikutnya. tetapi ada beberapa siswa yang tidak mengamati dan memperhatikan teks lagu. siswa tersebut melihat keadaan di luar kelas. Pada gambar di atas terlihat beberapa siswa yang sedang seriau mengamati dan memperhatikan teks lagu. Aktivitas Siswa Menulis Cerpen siklus I Gambar di atas diambil pada saat siswa mengerjakan tugas dari guru yaitu . siswa memperhatikan dan mengamati teks lagu tersebut. ada pula yang memperhatikan orang yang sedang memotret. Gambar 3.89 guru membagikan sebuah teks lagu.

terlihat siswa bersungguh-sungguh dalam menulis cerpen. ada beberapa siswa yang tidak segera memulai menulis cerpen. Pada gambar tersebut. Namun demikian. Mereka menunjukkan sikap yang tidak semestinya.menulis cerpen dengan media teks lagu. Ada yang bergurau dan asyik berbicara dengan temannya. Hal ini diharapkan tidak terjadi pada siklus berikutnya. 89 .

Kesulitan secara individu dibimbing secara individu tetapi apabila ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan yang sama hal itu dibahas secara klasikal di kelas. 4. Hal ini diharapkan dapat memberikan masukkan bagi siswa untuk dapat menciptakan hasil karya sastra yang berupa cerpen dengan baik. . Aktivitas Guru Melakukan Bimbingan pada siklus I Pada gambar 4 menunjukkan aktivitas guru yang sedang melakukan proses bimbingan terhadap siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis cerpen. Terlihat siswa menerima baik bimbingan yang diberikan oleh guru.90 Gambar 4. Guru atau peneliti berkeliling untuk melihat aktivitas siswa yang sedang menulis cerpen.3 Hasil Penelitian Siklus II Hasil penelitian siklus II ini akan membahas hasil tes dan nontes setelah dilakukan perbaikan perencanaan pembelajaran melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.1.

90 .

(2) aspek tokoh dan penokohan. (1) aspek tema dan amanat. yaitu meliputi tujuh aspek. Pada tabel tersebut dapat dilihat siswa yang memperoleh nilai sangat baik berjumlah 5 siswa atau sebanyak 15% dari jumlah keseluruhan siswa. siswa yang mendapat nilai baik berjumlah 24 siswa atau sebanyak 57.1. Perolehan hasil tes menulis cerpen pada siklus II dapat dilihat pada tabel di atas. Adapun kriteria penilaiannya masih sama. 2.1 Hasil Tes Siklus II Hasil tes siklus II adalah hasil tes menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu yang kedua setelah diadakan perbaikanperbaikan pembelajaran pada siklus I.05 dan termasuk dalam kategori baik. (5) aspek diksi dan gaya bahasa. Hal ini menunjukkan bahwa target yang ingin dicapai oleh peneliti (rata-rata klasikal 75) telah tercapai. (3) aspek alur.5 = 05. dan (7) aspek kesesuaian unsur-unsur pembangun cerpen. 5.5 3082 X = 25 40 2. (4) aspek latar. 3.5% dari jumlah keseluruhan siswa. Tabel 14 Hasil Menulis Cerpen pada Siklus II No Kategori 1. Rata-rata skor yang dicapai sebesar 77. Rentang Nilai Sangat Baik 85-100 Baik 70-84 Cukup 60-69 Kurang 50-59 Sangat 0-49 Kurang Jumlah Frekuensi Bobot 5 24 10 1 40 433 1914 677 58 3082 Persentase Rata-rata Skor 15 57.3.91 4. (6) aspek sudut pandang. Siswa yang mendapat nilai cukup berjumlah 10 siswa atau . 7 7 100 Data pada tabel di atas menunjukkan keterampilan siswa kelas X SMA Ngeri 1 Pemalang dalam menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu selama siklus II. 4.

91 .

60 50 40 30 20 10 25 15 0 2.5% dari jumlah keseluruhan siswa. 3=Cukup. 2=Baik. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram batang berikut ini.5 1 2 3 kategori 57.92 sebanyak 25% dari jumlah keseluruhan siswa. Diagram 3 menunjukkan batang yang paling tinggi adalah batang untuk kategori baik yang berada pada angka 82. Berdasarkan perolehan hasil ini. .5%. Hal ini berarti keterampilan siswa dalam menulis cerpen sebagian besar siswa sudah berada pada kategori baik. dapat diartikan bahwa keterampilan siswa SMA Negeri 1 Pemalang sudah dapat dikatakan baik karena rata-rata skor yang diperoleh siswa dalam menulis cerpen pada siklus II ini sudah berada dalam kategori baik. 4=Kurang. dan sangat kurang tidak ada (0%).5 0 5 4 Diagram batang 3 Hasil Menulis Cerpen Siklus II Keterangan: 1=Sangat Baik. dan siswa yang mendapat nilai kurang hanya 1 siswa atau 2. 5=Sangat Kurang.

Batang tertinggi yang kedua 92 .Sisanya berada pada kategori sangat baik dan cukup.

Kategori baik dicapai 18 siswa atau sebesar 45% dari jumlah keseluruhan siswa. siswa sudah mampu merumuskan tema dan amanat dalam menulis cerpen.1. 3. Tabel 15 Perolehan Skor Aspek Tema dan Amanat No Kategori 1.93 yaitu untuk kategori cukup yang berada pada angka 25%. 4.3. siswa yang berada pada kategori cukup dan kurang tidak ada. Hal ini berarti keterampilan siswa dalam merumuskan tema dan amanat dalam menulis cerpen sudah baik. 4. Seperti halnya .5%.18 atau termasuk dalam kategori baik. Pada siklus II.1 Perolehan Skor Aspek Tema dan Amanat Siklus II Hasil penilaian tes pada aspek tema dan amanat dapat dilihat pada tabel 14 berikut. Perolehan nilai dalam kategori sangat baik dicapai oleh 22 siswa atau sebesar 55% dari jumlah keseluruhan siswa. Kategori sangat baik berada pada angka 15% dan kategori kurang berada pada angka 2. 8 100 Data tabel 15 menunjukkan nilai rata-rata skor yang dicapai dalam aspek tema dan amanat yaitu sebesar 8.1. sedangkan kategori kurang dan sangat kurang berada pada angka 0% (tidak ada yang keterampilan menulis cerpen pada kategori kurang dan sangat kurang. 2. Hal ini merupakan suatu peningkatan yang baik. Rentang Nilai Sangat Baik 9-10 Baik 6-8 Cukup 3-5 Kurang 0-2 Jumlah Frekuensi Bobot 22 18 40 198 139 327 Persentase Rata-rata Skor 55 327 X = 45 40 = 18.

93 .

.5 566 X = 60 40 7. 4. Hasil penilaian tes pada aspek alur dapat dilihat pada tabel 16 berikut. 4. pada siklus II ini pun tema dan amanat dapat mengambilnya dari teks lagu yang digunakan media dalam menulis cerpen. siswa yang memperoleh kategori nilai cukup sebanyak 3 siswa atau sebesar 7.1. sedangkan siswa yang berada pada kategori kurang tidak ada (0%).94 pada siklus I. hasil ini termasuk dalam kategori baik. 2. Adapun siswa yang memperoleh kategori nilai baik yaitu sebanyak 24 siswa atau sebesar 60% dari jumlah keseluruhan siswa. Tabel 16 Perolehan Skor Aspek Alur No Kategori 1.1.3. artinya keterampilan siswa dalam menciptakan alur yang menarik dan sesuai dengan teks lagu yang digunakan sebagai media dalam pembelajaran menulis cerpen sudah baik. 1 4 100 Data tabel 16 menunjukkan nilai rata-rata skor yang dicapai dalam aspek alur dalam menulis cerpen yaitu sebesar 14.15.2 Perolehan Skor Aspek Alur Siklus II Penilaian tes pada aspek alur masih difokuskan pada keterampilan siswa dalam menciptakan alur yang menarik dan sesuai dengan teks lagu yang digunakan sebagai media pembelajaran dalam menulis cerpen.5 = 15. Rentang Nilai Sangat Baik 16-20 Baik 11-15 Cukup 6-10 Kurang 0-5 Jumlah Frekuensi Bobot 13 24 3 40 215 321 30 566 Persentase Rata-rata Skor 32.5% dari jumlah keseluruhan siswa. Siswa yang memperoleh kategori nilai sangat baik sebanyak 13 siswa atau sebesar 32.5% dari jumlah keseluruhan siswa. 3.

94 .

95 4. Pada aspek tokoh dan penokohan sudah tidak ada yang mendapat kategori nilai cukup dan kurang. 4. sedangkan siswa yang memperoleh kategori nilai cukup dan kurang tidak ada (0%). siswa tidak lagi mengalami kebingungan dalam menentukan tokoh dan menggambarkan penokohannya.3. perolehan nilai dalam kategori baik sebanyak 14 siswa atau sebesar 35% dari jumlah keseluruhan siswa. Pada siklus II ini.30 atau termasuk pada kategori baik. Rentang Nilai Sangat Baik 16-20 Baik 11-15 Cukup 6-10 Kurang 0-5 Frekuensi Bobot 26 14 420 192 - Persentase Rata-rata Skor 65 35 612 X = 40 = 03. Perolehan nilai dalam kategori sangat baik dicapai oleh 26 siswa atau sebesar 65% dari jumlah keseluruhan siswa. 3.3 Perolehan Skor Aspek Tokoh dan Penokohan Siklus II Hasil penilaian tes pada aspek tokoh dan penokohan dapat dilihat pada tabel 17 berikut Tabel 17 Perolehan Skor Aspek Tokoh dan Penokohan No Kategori 1. . 1 5 Jumlah 40 612 100 Data pada tabel 17 menunjukkan nilai rata-rata skor yang dicapai dalam aspek tokoh dan penokohan yaitu sebesar 15. Pada aspek tokoh dan penokohan ini ada perubahan yang baik. Hal ini berarti siswa sudah mampu menentukan tokoh dan dapat menggambarkan tokoh-tokohnya dengan sudah baik.1.1. 2.

1.4 Perolehan Skor Aspek Latar Siklus II 95 .1.4.3.

2.5 Perolehan Skor Aspek Diksi dan Gaya Bahasa Siklus II .65 atau termasuk dalam kategori baik.1. Tabel 18 Perolehan Skor Aspek Latar No Kategori 1. perolehan nilai pada kategori cukup dan kurang tidak ada (0%). 8 100 Data tabel 18 menunjukkan nilai rata-rata skor pada aspek latar yaitu sebesar 8. perolehan nilai dalam kategori baik dicapai oleh 10 siswa atau sebesar 25% dari jumlah keseluruhan siswa. sudah tidak ada siswa yang berada pada kategori nilai cukup dan kurang.3. Pada siklus II ini sebagian besar siswa sudah dapat memilih latar yang sesuai dengan situasi dan kondisi sesuai dengan cerita yang dibuat siswa dalam menulis cerpen. 4. Adapun perincian perolehan nilai tersebut adalah sebagai berikut: perolehan nilai dalam kategori sangat baik dicapai oleh 30 siswa atau sebesar 75% dari jumlah keseluruhan siswa. 3. Rentang Nilai Sangat Baik 9-10 Baik 6-8 Cukup 3-5 Kurang 0-2 Jumlah Frekuensi Bobot 30 10 40 270 76 346 Persentase Rata-rata Skor 75 346 X = 25 40 = 65. Pada aspek latar ini.96 Penilaian tes pada aspek latar masih difokuskan pada ketepatan dalam memilih latar sesuai dengan situasi dan kondisi dalam cerpen.1. Hasil penilaian tes pada aspek latar dapat dilihat pada tabel 18 berikut. 4.

96 .

95. Pada siklus II ini. Hasil ini termasuk dalam kategori baik.5 40 = 95. Adapun siswa yang memperoleh kategori nilai baik yaitu sebanyak 21 siswa atau sebesar 52. 7 100 Data pada tabel 18 menunjukkan nilai rata-rata skor yang dicapai dalam aspek diksi dan gaya bahasa dalam menulis cerpen yaitu sebesar 7. 4.97 Penilaian tes pada aspek diksi dan gaya bahasa masih difokuskan pada kesesuaian pemilihan diksi dan gaya bahasa dengan konteksnya. sebagian besar siswa menggunakan diksi dan gaya bahasa yang sesuai dengan konteks yang dibuatnya dalam menulis cerpen. Siswa yang memperoleh kategori nilai sangat baik sebanyak 9 siswa atau sebesar 22. 2.5% dari jumlah keseluruhan siswa. artinya keterampilan siswa dalam memilih diksi dan gaya bahasa yang sesuai dengan konteksnya sudah baik. 3.5% dari jumlah keseluruhan siswa. Hasil penilaian tes pada aspek diksi dan gaya bahasa dapat dilihat pada tabel 19. . sedangkan siswa yang memperoleh nilai dalam kategori cukup dan kategori kurang tidak ada. sebagian besar siswa sudah dapat menggunakan diksi dan gaya bahasa yang tepat. Rentang Nilai Sangat Baik 9-10 Baik 6-8 Cukup 3-5 Kurang 0-2 Jumlah Frekuensi Bobot 9 21 40 81 237 318 Persentase Rata-rata Skor 22. Tabel 19 Perolehan Skor Aspek Diksi dan Gaya Bahasa No Kategori 1. Pada aspek diksi dan gaya bahasa dalam menulis cerpen ini.5 318 X = 52.

1.3.1.6 Perolehan Skor Aspek Sudut Pandan .4.

Hal ini berarti keterampilan siswa dalam menggunakan sudut pandang dalam menggambarkan tokoh dalam menulis cerpen sudah baik. Siswa yang berada pada kategori cukup dan kategori kurang tidak ada. Rentang Nilai Sangat Baik 9-10 Baik 6-8 Cukup 3-5 Kurang 0-2 Jumlah Frekuensi Bobot 22 18 40 198 141 339 Persentase Rata-rata Skor 55 45 339 X = 40 = 48. Kategori baik dicapai oleh 18 siswa atau sebesar 45% dari jumlah keseluruhan siswa. Tabel 20 Perolehan Skor Aspek Sudut Pandang No Kategori 1. tokoh-tokoh yang dihadirkan dalam cerpen digambarkan dengan jelas. 8 100 Data tabel 20 menunjukkan nilai rata-rata skor yang dicapai dalam aspek sudut pandang yaitu sebesar 8. Dengan kata lain.98 Hasil penilaian tes pada aspek sudut pandang dapat dilihat pada tabel 20 berikut. . Hal ini merupakan suatu peningkatan yang baik. 4.48 atau termasuk dalam kategori baik. 2. 3. Perolehan nilai dalam kategori sangat baik dicapai oleh 22 siswa atau sebesar 55% dari jumlah keseluruhan siswa. Pada siklus II. siswa sudah mampu menggunakan sudut pandang yang tepat dalam menggambarkan tokoh dalam menulis cerpen.

98

99

4.1.3.1.7 Perolehan Skor Aspek Kepaduan Unsur-unsur Pembangun Cerpen Siklus II Hasil penilaian tes pada aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen dalam menulis cerpen dapat dilihat pada tabel 20 berikut. Tabel 21 Perolehan Skor Aspek Kepaduan Unsur-unsur Pembangun Cerpen

No Kategori 1. 2. 3. 4.

Rentang Nilai Sangat Baik 16-20 Baik 11-15 Cukup 6-10 Kurang 0-5 Jumlah

Frekuensi Bobot 14 23 3 40 228 316 30 574

Persentase Rata-rata Skor 35 57,5 574 X = 7,5 40 = 35,1 4 100

Data pada tabel 21 menunjukkan nilai rata-rata skor yang dicapai dalam aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen yaitu sebesar 14,35 atau termasuk pada kategori baik. Hal ini berarti keterampilan siswa dalam menulis cerpen dengan unsur-unsur pembangunnya yang padu sudah baik. Perolehan nilai dalam kategori yang sangat baik dicapai oleh 14 siswa atau sebesar 35% dari jumlah keseluruhan siswa. Perolehan nilai dalam kategori baik sebanyak 23 siswa atau sebesar 57,5% dari jumlah keseluruhan siswa, perolehan nilai dalam kategori cukup dicapai oleh 3 siswa atau sebesar 7,5% dari jumlah keseluruhan, sedangkan siswa yang memperoleh nilai dalam kategori kurang tidak ada (0%).Pada aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen sudah baik. Pada siklus II ini, siswa tidak lagi mengalami kebingungan dalam menentukan salah satu unsur pembangun cerpen dalam menulis cerpen.

99

100

4.1.3.2 Hasil Nontes Siklus II Hasil penelitian nontes pada siklus II ini masih diperoleh dari data observasi, jurnal, angket, wawancara, dan dokumentasi. Keempat hasil nontes tersebut dijelaskan sebagai berikut.

4.1.3.2.1 Hasil Observasi Siswa Siklus II Berdasarkan pengamatan peneliti, secara keseluruhan proses pembelajaran menulis cerpen pada siklus II ini dapat dikatakan baik karena jumlah siswa yang melakukan perilaku negatif telah berkurang. Pada siklus II, terdapat beberapa perilaku siswa yang terdeskripsi melalui kegiatan observasi. Selama melakukan kegiatan pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu, guru (peneliti) merasakan adanya perubahan pada prilaku siswa. Pada saat guru menjelaskan materi tentang cerpen, sebagian siswa menunjukkan perilaku yang positif dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Berdasarkan data yang diperoleh sebagian besar siswa atau sebanyak 38 siswa atau sebesar 95% dari jumlah keseluruhan siswa memperhatikan penjelasan guru dengan baik. Sisanya sebanyak 2 siswa atau sebesar 5% dari jumlah keseluruhan siswa kurang merespon penjelasan guru. Dari jumlah ini berarti terjadi peningkatan siswa yang berperilaku positif. Siswa yang memperhatikan penjelasan guru berdasarkan pengamatan peneliti siswa yang memperhatikan merupakan siswa yang pada siklus I mendapat nilai baik, tetapi ada juga beberapa siswa yang pada siklus I kurang memperhatikan di siklus II ini memperhatikan penjelasan guru.

100

101

Siswa yang aktif bertanya pada siklus II ini sebanyak 7 siswa atau sebesar 17,5% dari jumlah keseluruhan siswa dan yang tidak berani mengajukan pertanyaan kepada peneliti yaitu sebanyak 33 siswa atau sebesar 82,5% dari jumlah keseluruhan siswa. Siswa yang kurang berani mengajukan pertanyaan kepada guru disebabkan kurang percaya diri, dan ada pula yang memang sudah paham dengan materi menulis cerpen. Sebanyak 36 siswa atau sebesar 90% dari jumlah keseluruhan siswa yang aktif dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Sisanya sebanyak 4 siswa atau sebesar 10% dari jumlah keseluruhan siswa yang tidak aktif dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen. Mereka asyik bercanda dengan teman sebangkunya dan enggan mempelajari teks lagu yang diberikan oleh guru sebagai media dalam membelajarkan menulis cerpen. Seperti halnya pada siklus I, hal yang paling penting dalam penelitian ini adalah metode yang digunakan oleh guru dalam membelajarkan mengenai menulis cerpen. Sebagian besar siswa atau sebanyak 37 atau sebesar 92,5% dari jumlah keseluruhan siswa yang merespons positif metode yang digunakan oleh peneliti, mereka merasa senang dapat bertanya langsung dengan guru mengenai kesulitan-kesulitan siswa dalam menulis cerpen. Siswa lebih akrab dengan peneliti karena pada siklus II ini merupakan pertemuan untuk ketiga kalinya sehingga siswa tidak lagi merasa asing dengan guru. Sisanya 3 siswa atau sebesar 7,5% dari jumlah keseluruhan siswa yang merasa kurang senang dengan metode yang digunakan guru karena seolah-olah mereka begitu diawasi oleh guru sehingga merasa cemas dan malu apabila yang dituliskannya salah. Dari data tersebut berarti terjadi peningkatan siswa yang melakukan perilaku positif. 101

5% dari jumlah keseluruhan siswa yang kurang begitu cepat dalam menyelesaikan tugas menulis cerpen.5% dari jumlah keseluruhan siswa yang berani memberikan komentar terhadap pembacaan cerpen milik temannya. Sisanya sebanyak 35 siswa atau 87. Sebanyak 13 siswa atau sebesar 32.% dari jumlah keseluruhan siswa kurang berani memberikan komentar terhadap hasil penulisan cerpen temannya. 102 . Data tersebut menunjukkan bahwa sebanyak 38 siswa atau sebesar 95% dari jumlah keseluruhan siswa yang merasa lebih bersenang hati dalam menulis cerpen.5% dari jumlah keseluruhan siswa yang dapat dengan cepat menyelesaikan tugas menulis cerpennya dengan baik. Sisanya 27 siswa atau sebesar 67. Hal ini disebabkan karena mereka lebih terbiasa menulis cerpen dan lebih mudah menuangkan kata-kata ke dalam cerpen. Hal ini disebabkan siswa kurang berminat dalam menulis cerpen. Hal tersebut disebabkan siswa kurang berani mengungkapkan pendapatnya mengenai cerpen. Namun mereka dapat menyelesaikan tugas tersebut dengan tepat sesuai dengan waktu yang ditentukan.102 Dari data observasi dapat dilihat terjadinya peningkatan perilaku positif siswa dalam menulis cerpen. Dalam memberikan komentar terhadap pembacaan cerpen temannya di depan kelas pada siklus II ini juga mengalami peningkatan. Sisanya sebanyak 2 siswa atau sebesar 5% yang kurang bersenang hati dalam menulis cerpen. Siswa yang pada siklus I melakukan perilaku negatif dalam siklus II ini lebih banyak berperilaku positif. Proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat berjalan dengan lancar. Pada siklus II ini sebanyak 5 siswa atau sebesar 12.

4. Kesungguhan siswa dalam mendengarkan penjelasan guru pada siklus II ini sudah baik. Kesungguhan siswa ini juga mencerminkan perilaku yang baik dalam mengerjakan tugas. berbicara dengan temannya.1. Dan siswa yang melakukan perilaku negatif yaitu mondarmandir atau jalan-jalan tanpa tujuan yang jelas tidak ada.2. secara keseluruhan keaktifan siswa pada pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu siklus II ini sudah cukup baik. serta siswa yang sering mondar-mandir atau berjalan jalan pada saat pembelajaran menulis cerpen berlangsung berkurang. Sisanya sebesar 38 siswa atau sebesar 95 dari jumlah keseluruhan siswa.103 Suasana kelas terlihat lebih tertib daripada pada siklus yang ke II. Keaktifan siswa juga terlihat pada saat siswa menulis cerpen. siswa sudah aktif dalam mengikuti pembelajaran. suasana yang tenang. 103 . Siswa yang berperilaku negatif seperti sering bergurau dengan temannya. Suasana kelas pun sangat mendukung. Perilakuperilaku negatif siswa dapat dikurangi sehingga pembelajaran ini dapat berhasil . tidak ramai sehingga siswa dapat menulis cerpen dengan baik.2 Hasil Observasi Kelas Siklus II Berdasarkan hasil observasi kelas. Begitu juga dengan keterampilan guru atau peneliti dalam mengajarkan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. mereka terlihat serius dalam mengerjakannya. Berdasarkan uraian di atas menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan perilaku siswa dalam mengikuti proses pembelajaran pada siklus II ini.1.3. Sebanyak 2 siswa atau sebesar 5% dari jumlah keseluruhan siswa yang bergurau dan berbicara dengan teman sebangkunya.

Berdasarkan pendapat ini peneliti menilai bahwa metode latihan terbimbing dengan media teks lagu selain dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen juga dapat menari minat siswa untuk terus menulis cerpen.1 Jurnal Siswa Siklus II Materi menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu merupakan materi yang disenangi siswa hampir seluruh siswa menyatakan bahwa dengan materi tersebut materi dapat mengungkapkan perasaan.1. Hal ini disebabkan guru sudah lebih mengenal siswa sehingga komunikasi guru dengan siswa lebih baik daripada pada siklus I. Keterampilan guru dalam menjalin komunikasi dengan siswa dan keterampilan guru memberikan motivasi dalam menulis cerpen juga sudah cukup baik.1. keterampilan memberikan umpan balik atau bertanya sudah cukup baik. Jurnal ini juga diisi setelah pembelajaran menulis cerpen. keterampilan mengelola kelas. Selain itu siswa juga dapat melatih keterampilan menulis mereka. keterampilan menggunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.2.2. 4.2.3.3. Jurnal pada siklus II terdiri atas dua jurnal yaitu jurnal siswa dan jurnal guru. Adapun hasil jurnal siklus II diuraikan sebagai berikut.2 Hasil Jurnal Siklus II Aspek yang ada dalam jurnal siswa siklus II masih sama dengan aspek yang ada pada siklus I. 104 . pengalaman siswa. 4.104 Keterampilan guru dalam membuka pelajaran.

Berdasarkan jurnal siswa siklus II pada aspek yang ketiga mereka berpendapat bahwa melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu siswa dapat memahami materi menulis cerpen. Menurut mereka dengan metode ini siswa dapat menulis cerpen dengan baik karena kesulitan-kesulitan yang dialami mereka bisa langsung ditanyakan pada guru dan teks lagu yang digunakan sebagai media dalam menulis cerpen juga dapat membantu siswa dalam menulis cerpen.105 Pada aspek yang kedua mengenai kesulitan siswa dalam menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Hal tersebut disebabkan siswa merasa terbantu dengan adanya bimbingan yang dilakukan oleh guru serta media yang digunakan dapat mempermudah siswa dalam menulis cerpen. Namun dari jurnal yang diperoleh masih ada juga siswa yang masih mengalami kesulitan dalam menulis cerpen. Kesulitan tersebut seperti siswa masih ada yang kesulitan mengembangkan ide dan kurang dapat mengungkapkan ide yang ada dalam pikiran mereka ke dalam cerpen. Hampir seluruh siswa berpendapat bahwa metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat mempermudah siswa dalam menulis cerpen. Aspek berikutnya adalah mengenai metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat mempermudah siswa dalam menulis cerpen. Pada dasarnya kesulitan-kesulitan tersebut dapat diatasi dengan banyak latihan menulis cerpen. 105 . Pada siklus II ini sudah banyak siswa yang tidak lagi mengalami kesulitan dalam menulis cerpen. Guru hendaknya memberikan motivasi pada siswa untuk membiasakan menulis cerpen selain di sekolah sehingga siswa dapat terampil dalam menulis cerpen.

2.106 Pesan dan kesan yang diberikan oleh siswa yaitu semoga metode latihan terbimbing dengan media teks lagu tetap digunakan dalam membelajarkan menulis cerpen. 4. Siswa juga mengungkapkan kesannya yaitu bahwa menulis cerpen dengan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu lebih menyenangkan dan dapat lebih memahami materi menulis cerpen. Keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen sudah baik. 4.2 Jurnal Guru Siklus II Seperti yang dipaparkan di dalam jurnal siswa.3 Hasil Wawancara Siklus II 106 . Mereka tak lagi segan bertanya kepada guru apabila merasa kesulitan.1. Hal ini dapat terlihat ketika siswa menulis cerpen dengan serius. Fenomena-fenomena yang lain pada saat pembelajaran berlangsung adalah ada siswa yang bertanya lagu-lagu lain.3.1. minat siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu sudah cukup baik. dan guru pun langsung menjawab pertanyaan tersebut kalau lagu-lagu selain yang digunakan oleh guru sebagai media dalam menulis cerpen dapat digunakan siswa sebagai media dalam menulis cerpen. selain lagu yang digunakan oleh guru dapat dijadikan sebagai media dalam menulis cerpen atau tidak. Siswa merasa senang menerima pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.2.2. Perilaku negatif yang biasa dilakukan seperti bergurau dan jalan-jalan ketika proses pembelajaran menulis cerpen sudah tidak lagi dilakukannya.2.

media yang digunakan juga sangat cocok dengan pengalaman pribadinya dan dari teks lagu tersebut ia hanya mengembangkan saja sehingga alurnya jelas. dari keempat siswa yang diwawancarai menyatakan mampu memahami materi yang diajarkan oleh guru.107 Pada siklus II ini jumlah siswa yang diwawancarai ada 4 siswa (1 siswa yang mendapat nilai baik. dan 2 siswa yang mendapat nilai cukup). Dari keempat siswa tersebut menyatakan termotivasi untuk belajar menulis setelah mengalami proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. 1 siswa yang mendapat nilai baik. karena teks lagu yang digunakan sebagai media dalam pembelajaran dapat memberikan hiburan. 107 . Pada pertanyaan yang kedua. Aspek wawancara yang ketiga adalah motivasi yang didapatkan siswa setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi. Wawancara ini dilakukan tiga hari setelah pembelajaran menulis buku harian dilaksanakan Empat siswa yang diwawancarai menyatakan senang terhadap pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Menurut mereka pelajaran yang sekarang lebih menyenangkan. Satu siswa yang mendapat nilai cukup menyatakan mampu memahami materi tetapi siswa tersebut sulit untuk mengungkapkan pikirannya dengan kata-kata. Siswa yang mendapat nilai baik menyatakan bahwa dengan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat mempermudah siswa dalam menulis cerpen.

karena mereka dapat menanyakan kesulitan yang dialami kepada guru. Aspek yang kesembilan yaitu mengenai metode latihan terbimbing dengan media teks lagu yang digunakan oleh guru dapat membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi siswa. 108 . Dari keempat siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa mereka sangat terbantu. Dari keempat siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa metode tersebut dapat mengatasi kesulitan yang mereka hadapi dalam menulis cerpen. Semua siswa yang diwawancarai menyatakan masih merasa kesulitan dalam membuat cerpen. Dari keempat siswa siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa teks lagu yang digunakan sebagai media dalam pembelajaran menulis cerpen dengan metode latihan terbimbing karena dalam teks lagu tersebut merupakan pengalaman yang pernah dialami siswa. Aspek yang kelima yaitu mengenai pengaruh suasana kelas terhadap proses pembelajaran di kelas. Kesulitan yang mereka hadapi rata-rata mengenai pembuatan cerita yang lebih menarik. Aspek yang ketujuh dan kedelapan yaitu mengenai kesulitan siswa dalam menulis cerpen. Aspek wawancara selanjutnya yaitu mengenai metode latihan terbimbing dapat membantu siswa dalam menulis cerpen. Keempat siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa suasana kelas sangat terpengaruh terhadap proses pembelajaran.108 Aspek yang keempat adalah mengenai teks lagu yang digunakan oleh guru dapat memberikan ide untuk membuat cerpen. Apabila suasana kelas ramai maka siswa tidak bisa berkonsentrasi menulis cerpen.

5 62.5 65 ∑ 1 1 KS % 2.2. Selain itu mereka menyatakan bahwa mereka setelah pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Tabel 22.5 2.2. mereka lebih senang mengungkapkan pengalaman mereka ke dalam sebuah cerpen.5 ∑ - TS % ∑ - STS % - . Hasil angket pada siklus II dapat dilihat pada tabel berikut. 4.4 Hasil Angket Siklus II Angket di dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui minat siswa dalam pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.1. Perolehan Angket siklus I Aspek ke 1 2 3 SS ∑ 29 14 13 % 72.5 ∑ 11 25 26 S % 27.109 Aspek yang terakhir yaitu mengenai manfaat yang mereka dapatkan setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.5 35 32. Manfaat yang mereka dapatkan adalah dapat membantu mereka memahami materi cerpen dengan baik dan mempermudah mereka dalam menulis cerpen.

jumlah siswa yang memilih SS (Sangat Setuju).4 5 6 7 8 9 10 21 16 14 14 22 18 11 52.5 40 35 35 55 45 27.5 17 22 24 16 16 20 24 42.5 - - - - Pada tabel 22 dapat dilihat. S (Setuju).5 55 60 40 40 50 60 2 2 2 10 2 2 5 5 5 5 25 5 5 12. TS (Tidak Setuju). KS (Kurang Setuju). dan STS (Sangat 109 .

Sebanyak 26 siswa atau sebesar 65% dari jumlah keseluruhan siswa yang menyatakan senang terhadap metode yang digunakan guru. Pada aspek kedua. siswa yang sangat senang terhadap metode pembelajaran yang digunakan oleh guru. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang tidak ada (0%).5% dari jumlah keseluruhan siswa. Pada aspek yang ketiga.110 Tidak Setuju) pada setiap aspek angket. dan 1 siswa atau 2. ada 13 siswa atau sebanyak 32.5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan senang. sebanyak 14 siswa atau sebesar 35% dari jumlah keseluruhan siswa yang menyatakan bahwa mereka merasa sangat senang terhadap cara guru menerangkan. Sebanyak 11 siswa atau sebesar 27. Hal ini berarti bahwa kebanyakan siswa menyetujui bahwa keterampilan menulis dapat meningkatkan kreativitas. Hal ini berarti sebagian besar siswa merasa senang terhadap cara guru menerangkan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Pada aspek pertama ada 2 siswa atau sebesar 60% dari jumlah keseluruhan siswa yang menyatakan sangat setuju bahwa keterampilan menulis dapat meningkatkan kreativitas dalam belajar. Siswa yang menyatakan tidak senang sekali tidak ada (0%).5% dari jumlah keseluruhan siswa merasa kurang senang. 25 siswa atau sebesar 57.5% dari jumlah keseluruhan siswa yang menyatakan setuju. tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada. Hanya 1 siswa atau 2.5% dari jumlah keseluruhan siswa yang menyatakan kurang senang terhadap metode yang digunakan guru dalam pembelajaran. Siswa menyatakan kurang setuju. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa merasa senang terhadap metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran menulis cerpen. 110 .

sebanyak 22 siswa atau sebesar 55% dari jumlah keseluruhan siswa dapat memahami materi pembelajaran menulis cerpen. Sebanyak 17 siswa atau sebesar 42. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa memahami materi pembelajaran menulis cerpen dengan baik walaupun ada siswa yang menyatakan kurang setuju. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang terhadap metode yang digunakan guru yang dapat memotivasi siswa untuk menulis cerpen. Pada aspek yang keenam ini.5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan sangat senang terhadap metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk menulis cerpen.5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan sangat setuju. siswa yang menyatakan kurang senang sebanyak 2 siswa atau sebesar 5% dari jumlah keseluruhan siswa. sebanyak 21 siswa atau sebesar 52. sebanyak 16 siswa atau sebesar 32. sedangkan siswa yang tidak dapat memahami meteri pembelajaran menulis cerpen tidak ada (0%).5% siswa yang kurang memahami materi pembelajaran menulis cerpen. pada aspek ini diperoleh siswa yang sangat paham dengan materi pembelajaran menulis cerpen.5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa mereka senang terhadap metode yang digunakan guru yang dapat memotivasi siswa untuk menulis cerpen.111 Pada aspek keempat ini diperoleh data. sebanyak 14 siswa atau sebesar 35% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan sangat senang terhadap media yang 111 . Hal ini dapat disimpulkan bahwa metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran dapat memotivasi siswa dalam menulis cerpen. Ada 2 siswa atau sebesar 2. Berkaitan dengan metode pembelajaran. tidak ada (0%).

Pada aspek ini diperoleh 14 siswa atau sebesar 35% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa suasana kelas sangat mempengaruhi pemahaman siswa mengenai materi menulis cerpen. meskipun ada beberapa siswa yang menyatakan tidak terpengaruh dengan suasana kelas. Aspek berikutnya yaitu aspek yang ketujuh. sebanyak 24 siswa atau sebesar 60% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan setuju. Sebanyak 16 siswa atau 40% dari jumlah keseluruhan siswa 112 . Dari data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa siswa menginginkan suasana kelas yang nyaman pada saat menulis cerpen. Pada aspek ini diperoleh 22 siswa atau sebesar 55% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa mereka sangat senang terhadap metode yang menarik perhatian siswa pada saat pembelajaran berlangsung. Aspek berikutnya masih berkaitan dengan metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran menulis cerpen. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak setuju bahwa suasana kelas dapat mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang sekali tidak ada (0%). Sebanyak 2 siswa atau sebesar 5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan kurang senang terhadap media yang digunakan guru dalam pembelajaran menulis cerpen. sebanyak 10 siswa atau sebesar 25% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa suasana kelas kurang mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. 16 siswa atau sebesar 40% menyatakan suasana kelas mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi menulis cerpen.112 digunakan guru untuk menulis cerpen. Perolehan hasil ini berarti sebagian besar siswa senang terhadap media yang digunakan oleh guru dalam membelajarkan cerpen.

113

menyatakan bahwa mereka merasa senang terhadap metode yang dapat menarik perhatian siswa dalam pembelajaran, sebanyak 2 siswa atau sebesar5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa kurang senang terhadap penggunaan metode yang dapat menarik perhatian siswa. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak senang dan sangat tidak senang tidak ada. Hal ini berarti siswa senang terhadap metode yang dapat menarik perhatian mereka. Selanjutnya aspek yang kesembilan, yaitu pendapat siswa mengenai kebiasaan siswa dalam mengungkapkan ide, gagasan dan perasaannya ke dalam sebuah cerpen banyak manfaatnya, ada 18 siswa atau sebesar 45% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan bahwa mereka sangat setuju. Sebanyak 20 siswa atau sebesar 50% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan setuju, sedangkan sisanya yaitu 2 siswa atau sebanyak 5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan kurang setuju. Sedangkan siswa yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada (0%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kebiasaan mengungkapkan ide, gagasan, dan perasaan ke dalam cerpen banyak manfaatnya. Selain siswa senang terhadap metode dan media yang dihadirkan guru dalam pembelajaran menulis cerpen, siswa juga merasa senang terhadap pembelajaran yang dilakukan guru. Sebanyak 11 siswa atau 27,5% dari jumlah keseluruhan siswa yang menyatakan sangat senang, sebanyak 24 siswa atau sebesar 60% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan senang, dan sebanyak 5 siswa atau sebesar 12,5% dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan kurang senang terhadap pembelajaran yang dilakukan guru (peneliti). Sedangkan siswa yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada (0%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa senang terhadap pembelajaran yang dilakukan guru. 113

114

4.1.3.2.4 Dokumentasi Foto Pada siklus II ini, pengambilan foto difokuskan pada kegiatan selama proses pembelajaran menulis cerpen yang berupa aktivitas menulis cerpen pada siklus II, aktivitas guru mengadakan latihan terbimbing, dan aktivitas siswa yang sedang

membacakan cerpen di depan kelas.

Gambar 5. Aktivitas Awal Pembelajaran Siklus II Gambar di atas diambil pada saat siswa mendengarkan penjelasan guru, yaitu pada saat guru menjelaskan kesulitan-kesulitan pembelajaran pada siklus I

dan mengevaluasi kegiatan pada siklus I. Pada gambar tersebut sebagian besar siswa sudah menunjukkan perilaku yang positif, yaitu memperhatikan penjelasan guru dengan seksama, tetapi masih ada sebagian kecil dari jumlah siswa yang masih menunjukkan perilaku yang negatif.

114

115

Gambar 6. Aktivitas Menulis Cerpen Siklus II Gambar tersebut menunjukkan aktivitas siswa pada saat mengerjakan tugas dari guru, yaitu menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siklus II. Kegiatan ini diambil sebagai penilaian tes menulis cerpen pada siklus II. Berdasarkan gambar tersebut, siswa tampak segera menulis cerpen dengan sungguh-sungguh. Tidak ada lagi siswa yang terlihat menunjukkan perilaku negatif dalam menulis cerpen seperti yang terjadi pada siklus I. Semua siswa terlihat serius dan mengerjakan tugas menulis cerpen, dilakukan sendiri, tidak mencontoh pekerjaan temannya. Hal ini merupakan peningkatan dari siswa yaitu adanya perubahan perilaku yang positif.

115

116

Gambar 7. Aktivitas Guru Membimbing Siswa Menulis Cerpen Siklus II Pada gambar 7 menunjukkan aktivitas guru dalam memberikan latihan terbimbing kepada siswa. Seperti pada siklus I guru berkeliling untuk melihat aktivitas siswa dalam menulis cerpen. Siswa yang bertanya kepada guru jumlahnya meningkat daripada pada siklus I. Siswa sudah mulai akrab dengan guru sehingga kesulitan-kesulitan yang dihadapi langsung ditanyakan pada guru.

Gambar 8. Aktivitas Siswa membacakan Cerpen Siklus II

116

Hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata yang diperoleh siswa sebesar 61. dan hasil tindakan siklus II.117 Gambar tersebut menunjukkan aktivitas siswa yang sedang membacakan hasil cerpen yang ditulisnya di depan kelas. 4.1 Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen Siswa Kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang Sebelum pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dilakukan. 117 . Hasil pratindakan ini dianalisis dan diperoleh sebuah simpulan bahwa keterampilan menulis cerpen siswa kelas X7 SMA Negeri 1 Pemalang masih kurang memuaskan. dan memperhatikan cerpen hasil karya temannya agar dapat dinilai atau dikomentari. hasil tindakan siklus I. terlebih dahulu dilakukan tes pratindakan.30. Dalam kegiatan ini suasana kelas sedikit ramai karena cerpen yang dibacakan di depan kelas merupakan pengalaman siswa kebanyakan temannya juga sudah mengetahuinya. Pembahasan ini didasarkan pada hasil pratindakan.2 Pembahasan Pembahasan dalam skripsi ini meliputi pembahasan mengenai peningkatan keterampilan menulis cerpen pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dan perubahan perilaku siswa tersebut. Siswa yang lain mendengarkan pembacaan cerpen tersebut. 4. Tes ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kondisi awal keterampilan siswa kelas X7 SMA Negeri 1 Pemalang dalam menulis cerpen.2.

93. Meskipun pembelajaran siklus I telah dioptimalkan perencanaan dan pelaksanaannya melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. menentukan latar. menggunakan diksi dan gaya bahasa. peningkatan penguasaan aspek tokoh dan penokohan. Hal ini juga ditandai dengan peningkatan penguasaan aspek tema dan amanat sebesar 1. membuat alur. peningkatan penguasaan aspek sudut pandang sebesar 0.12%. 118 . namun hasil tes yang diperoleh siswa pada siklus ini belum memuaskan dan belum memenuhi target. Setelah dilakukan pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siklus I. peningkatan penguasaan aspek diksi dan gaya bahasa sebesar 0.118 keterampilan siswa dalam menentukan tema dan amanat. sebesar 1.20%.62 yang berarti bahwa pada siklus I keterampilan menulis cerpen siswa sudah cukup baik.43%.20%. peningkatan penguasaan aspek alur sebesar 1.70%.35%. menentukan sudut pandang. dan peningkatan penguasaan aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen sebesar 1. Setelah peneliti melihat kondisi awal keterampilan siswa menulis cerpen melalui hasil pratindakan tersebut.94%. menentukan tokoh dan penokohan. keterampilan menulis cerpen siswa mengalami peningkatan sebesar 11. dan keterpaduan unsur-unsur dalam cerpen termasuk dalam kategori cukup. Hal ini karena sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan menulis cerpen terutama dalam mengembangkan kerangka cerpen yang ada dalam teks lagu dan menuangkan ide yang ada dalam pikiran mereka.Nilai rata-rata yang dicapai pada siklus I sebesar 68. peningkatan penguasaan aspek latar sebesar 0. maka peneliti melakukan pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.

peningkatan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat dilihat pada tabel di bawah ini Tabel 23. dan Siklus II Aspek Nilai Rata.119 Setelah dilaksanakan pembelajaran melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siklus II dengan tema yang masih sama. ternyata kesulitan siswa dalam mengembangkan kerangka cerpen dan mengungkapkan ide ke dalam sebuah cerpen dapat diatasi.rata Kelas Peningkatan PT SI SII PT – (%) SI(%) PT(%) . Perolehan Nilai Rata-Rata dan Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen pada Pratindakan. Dan hasil siklus II mengalami peningkatan dari hasil tes siklus I. Siklus I.

64 20.44 19.73 22.03 = 70 6.75 = 77 SII 20.93 12.97 = 72 15.08 14.64 16.27 20.62 = 87 1.12 9.62 77.43 7.43 6.38 = 60 61.75 = 59 7.10 = 71 11.54 23.20 2.48 0.01 16.60 3.99 7.82 16.27 = 65 8.84 13.68 = 82 3.71 12.30 1.82 6.18 = 73 1.70 6.78 = 60 11.42 = 72 1.96 18.90 15.40 = 71 1.47 1.95 0.20 18.35 20.43 SII 4.15 = 62 7.77 0.35 0.23 8.15 11.30 8.05 = 61 7.44 = 69 = 69 119 .20 2.16 9.37 = 66 1.30 68.52 = 77 2.33 = 79 2.70 20.29 1.50 = 65 11.51 16.15 1.85 8.68 14.SI 1 2 3 4 5 6 7 Nilai Ratarata 6.80 = 80 1.65 0.58 7.94 7.38 = 85 2.40 = 65 0.32 13.18 1.

Adapun faktor eksternal berasal dari pola pembelajaran 120 . aspek diksi dan gaya bahasa sebesar 61. Keterampilan siswa dalam menulis cerpen masih rendah disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal.3 (termasuk kategori cukup). aspek latar sebesar 70. aspek tokoh dan penokohan sebesar 58.75 (termasuk kategori kurang). aspek alur sebesar 58.120 Keterangan: PT = Pratindakan SI = Siklus I SII = Siklus II 1 = Tema dan Amanat 2 = Alur 3 = Tokoh dan Penokohan 4 = Latar 5 = Diksi dan Gaya Bahasa 6 = Sudut Pandang 7 = Kepaduan Unsur-unsur Pembangun Cerpen Dari tabel di atas. perolehan nilai rata-rata kelas aspek tema dan amanat sebesar 65 (termasuk kategori cukup). aspek sudut pandang sebesar 71 (termasuk kategori cukup).5 (termasuk kategori cukup).9 (termasuk kategori kurang). Faktor internal ini dapat dilihat pada keterampilan siswa dalam aspek bahasa dan nonkebahasaan yang masih kurang. skor rata-rata kelas mencapai 63. Uraian tabel tersebut dijelaskan secara rinci sebagai berikut. Hal ini dapat dilihat pada hasil tes yang belum menunjukkan hasil yang memuaskan (belum mencapai kategori baik). Skor rata-rata ini berasal dari jumlah rata-rata masingmasing aspek yang dinilai. dapat diketahui bahwa keterampilan siswa setiap aspek penilaian menulis cerpen mengalami peningkatan. Pada pratindakan. dan aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen sebesar 63.19 termasuk dalam kategori cukup. Pada hasil pratindakan.19 (termasuk kategori cukup).

8 (termasuk kategori cukup). aspek tokoh dan penokohan sebesar 68.7 dan termasuk kategori cukup.51% dari skor pratindakan.121 guru yang masih tradisional dan kurang bervariasi. (6) aspek sudut pandang meningkat sebesar 2.3 (termasuk kategori cukup). Hasil ini mengalami peningkatan sebesar 7.43% dari skor pratindakan.77% dari skor pratindakan. dan terkesan hanya mengejar materi pelajaran tanpa pertimbangan pengalaman yang akan didapatkan siswa dalam pembelajaran. aspek alur sebesar 67. dan aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen meningkat sebesar 14. aspek diksi dan gaya bahasa sebesar 65.5 (termasuk kategori cukup). Adapun peningkatan tiap aspek penilaian siklus I terhadap nilai rata-rata tiap aspek penilaian pratindakan yaitu (1) aspek tema dan amanat meningkat sebesar 20. hasil tes menulis cerpen siklus I dengan rata-rata skor klasikal mencapai 69. Skor ini juga diperoleh dari penjumlahan tujuh aspek penilaian. (4) aspek latar meningkat sebesar 2.4 (termasuk kategori baik).94% dari skor pratindakan. Meskipun hasil ini sudah mengalami peningkatan. (2) aspek alur meningkat sebesar 9.84% dari skor pratindakan. aspek latar sebesar 72.82% dari skor pratindakan. ceramah.5 (termasuk kategori baik).4 (termasuk kategori baik). dan aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen sebesar 65.32% dari hasil pratindakan. (5) aspek diksi dan gaya bahasa meningkat sebesar 6. tetapi nilai rata-rata ini belum mencapai target nilai yang telah ditetapkan.99% dari skor pratindakan. . Perolehan aspek tema dan amanat sebesar 78. monoton. Selanjutnya. (3) aspek tokoh dan penokohan meningkat sebesar 16. aspek sudut pandang sebesar 73 (termasuk kategori cukup). Pola pembelajaran yang lebih mengutamakan teori.

121 .

. Pada aspek alur siswa sudah banyak mengalami peningkatan karena alur dalam menulis cerpen sudah ada. Pada aspek latar siswa sudah dapat menentukan latar yang cocok sesuai dengan situasi dan kondisi dalam cerpen yang ditulisnya. siswa sudah bisa mengaplikasikan tema dan amanat berdasarkan teks lagu yang digunakan sebagai media sudah cukup baik. Pada aspek yang terakhir yaitu kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen siswa sudah cukup baik dalam menulis cerpen. Aspek tokoh dan penokohan siswa juga sudah dapat menghadirkan tokoh dengan karakternya yang menarik. hal ini disebabkan siswa mengabaikan aspek ini dan menganggapnya mudah.122 Nilai pada aspek menulis cerpen siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang semua mengalami peningkatan dari hasil pratindakan. peningkatan skor rata-rata dari pratindakan ke siklus I yang paling besar yaitu pada aspek yang kedua yaitu alur. Pada aspek diksi dan gaya bahasa siswa sudah dapat menggunakan kata-kata yang sesuai dengan konteksnya. Berdasarkan pada uraian di atas. walaupun ada beberapa siswa yang menyimpang dari tema yang telah ada dalam teks lagu. Adapun peningkatan skor rata-rata dari pratindakan ke siklus I yang paling kecil yaitu pada aspek sudut pandang. terbukti dengan hasil cerpen yang cukup menarik. jadi siswa lumayan tidak mengalami kesulitan. Pada aspek sudut pandang siswa sudah bisa menggunakan kata ganti untuk menjelaskan tokoh dengan baik. Hal ini terjadi karena pembuatan alur dalam menulis cerpen berdasarkan teks lagu yang digunakan sebagai media dalam metode latihan terbimbing pembelajaran menulis cerpen. namun masih ada beberapa siswa yang belum bisa menghadirkan tokoh dengan karakternya yang menarik. Pada aspek tema dan amanat.

122 .

82% dari skor siklus I.75 (termasuk kategori cukup).64% dari skor siklus I. (6) aspek sudut pandang meningkat sebesar 16. pada hasil tes menulis cerpen siklus II. Pencapaian skor ini menunjukkan bahwa pembelajaran menulis cerpen pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang dapat dikatakan berhasil karena sudah mencapai target yaitu berada pada kategori baik.8 (termasuk kategori baik). Peningkatan skor rata-rata siklus I ke siklus II yang paling besar yaitu pada aspek diksi dan gaya bahasa.44% dari skor siklus I. Hal ini disebabkan karena pada siklus II ini siswa sudah mulai terbiasa mengungkapkan idenya dan imajinasinya ke dalam cerpen. Dengan demikian tindakan siklus III. aspek alur sebesar 76.75 (termasuk kategori baik). Adapun peningkatan tiap aspek penilaian siklus II terhadap nilai rata-rata tiap aspek penilaian siklus I yaitu (1) aspek tema dan amanat meningkat sebesar 4.29% dari skor siklus I. dan aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen meningkat sebesar 12. aspek tokoh dan penokohan sebesar 70. (4) aspek latar meningkat sebesar 19.8 (termasuk kategori baik). (5) aspek diksi dan gaya bahasa meningkat sebesar 20. (2) aspek alur meningkat sebesar 18. (3) aspek tokoh dan penokohan meningkat sebesar 3.16% dari skor siklus I. aspek latar sebesar 86.20% dari skor siklus I. dan aspek kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen sebesar 71.123 Berikutnya.60% dari skor siklus I.5 (termasuk kategori baik). aspek sudut pandang sebesar 84. Perolehan skor aspek tema dan amanat sebesar 81. diperoleh nilai rata-rata kelas 78. tidak perlu dilakukan.5 (termasuk kategori baik). aspek diksi dan gaya bahasa sebesar 79. mereka semakin terampil menggunakan kata-kata serta gaya bahasa yang tepat dalam menulis .8 dan termasuk dalam kategori baik.5 (termasuk kategori baik).

123 .

jadi peningkatan pada siklus II tidak terlalu besar. Peningkatan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang dari pratindakan. dan siklus II dapat dilihat pada diagram batang sebagai berikut 80 70 60 50 40 30 20 10 0 PT SI S II 69 77 61 Diagram batang 4. Peningkatan keterampilan siswa dalam menulis cerpen merupakan bukti bahwa pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat meningkatkan kualitas. kreativitas. siklus I. prestasi dan efektivitas pembelajaran siswa dalam menulis cerita pendek serta dapat meningkatkan apresiasi sastra siswa khususnya terhadap karya sastra yang berupa cerpen. Adapun peningkatan skor rata-rata siklus I ke siklus II yang paling kecil yaitu pada aspek tokoh dan penokohan hal ini disebabkan pada siklus I nilai tokoh dan penokohan sudah berada pada kategori baik.124 cerpen. Hasil Keterampilan Menulis Cerpen pada .

3=Cukup. Siklus I. 4=Kurang.Pratindakan. 124 . 5=Sangat Kurang. dan Siklus II Keterangan: 1=Sangat Baik. 2=Baik.

2. dan mereka sudah lebih aktif dalam mengikuti pelajaran dibandingkan pada siklus I. yang dipaparkan dalam uraian di bawah ini. Perilaku negatif pada siklus I. Siswa yang melakukan perilaku negatif berbicara dan bercanda dengan temannya menurun dari 11 siswa atau sebesar . jurnal. Dari hasil nontes yaitu melalui observasi dapat dilihat bahwa pada siklus I siswa belum mengikuti proses pembelajaran menulis cerpen dengan baik. masih ada beberapa siswa yang melakukan perilaku negatif walaupun jumlahnya lebih sedikit daripada siswa yang melakukan perilaku positif dalam mengikuti proses pembelajaran tersebut. pada siklus II banyak berkurang.125 4. wawancara dan dokumentasi foto.5% dari jumlah keseluruhan siswa yang berbicara dan bercanda dengan temannya pada saat proses pembelajaran menulis cerpen. Siswa terlihat sangat bersungguhsungguh dalam mengikuti penjelasan dari guru. Hal ini dibuktikan dengan data pada hasil observasi siswa yang tercatat ada 11 atau sebesar 27. Pada siklus II sudah ada perubahan perilaku siswa yaitu siswa sudah mengikuti proses pembelajaran menulis cerpen dengan baik dan dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman. Sebanyak 8 siswa atau sebesar 20% dari jumlah keseluruhan siswa yang mondar-mandir atau jalan-jalan untuk kepentingan yang tidak jelas pada saat proses pembelajaran berlangsung. Perubahan perilaku tersebut diperoleh dari observasi.2 Perubahan Perilaku Siswa Kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang dalam mengikuti Pembelajaran Menulis Cerpen Pembahasan selanjutnya yaitu mengenai perubahan perilaku siswa dalam mengikuti proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siklus I dan siklus II.

125 .

Selain itu metode tersebut juga dapat memotivasi dan menumbuhkan minat bagi siswa untuk menulis cerpen. Menurut sebagian besar dari jumlah siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang yang menyatakan bahwa metode tersebut dapat mempermudah mereka dalam menulis cerpen karena kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi dapat diatasi dengan metode tersebut. Berdasarkan hasil jurnal dari siklus I ke siklus II yaitu siswa semakin senang terhadap metode latihan terbimbing dengan media teks lagu yang dihadirkan guru (peneliti). Berdasarkan hasil dokumen foto siklus I ke siklus II yaitu siswa semakin tertib dan aktif dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Berdasarkan hasil wawancara didapatkan hasil bahwa siswa senang dan tertarik dengan pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. siswa semakin tahu banyak tentang cerpen dan bagaimana menulis cerpen.126 27. Sedangkan siswa yang berjalan-jalan atau mondarmandir pada saat berlangsungnya proses pembelajaran tidak ada. Selain itu pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu siswa semakin berminat menulis cerpen.5% dari jumlah keseluruhan siswa menjadi 2 siswa atau sebesar 5% dari jumlah keseluruhan siswa. Siswa juga dapat mengambil manfaat dari pembelajaran tersebut. Berdasarkan hasil angket dari siklus I ke siklus II diperoleh hasil bahwa sebagian dari jumlah keseluruhan siswa menyatakan setuju bahwa metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam menulis cerpen sangat menyenangkan dan dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam menulis cerpen. Dari hasil foto (gambar 3) .

126 .

terlihat masih ada siswa yang melakukan perilaku negatif yaitu bercanda dengan temannya saat proses belajar di kelas. siswa terlihat sangat serius dalam menulis cerpen. sedangkan pada siklus II yang ditunjukkan pada gambar 6.127 menunjukkan aktivitas saat menulis cerpen pada siklus I. terdapat perubahan perilaku yaitu dari perilaku negatif ke perilaku positif siswa dalam mengikuti proses pembelajaran menulis cerita pendek. . Selain itu. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa belajar menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu mampu meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen. Berdasarkan kedua gambar tersebut dapat disimpulkan bahwa perilaku negatif siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen mengalami peningkatan.

127 .

62) kemudian pada siklus II diperoleh hasil rata-rata sebesar 77 (hasil pembulatan ke bawah dari 77. peneliti menyimpulkan sebagai berikut: 1.Perilaku siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu mengalami perubahan ke arah positif.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan.120 BAB V PENUTUP 5. Hasil rata-rata tes menulis cerpen pratindakan sebesar 61 (hasil pembulatan ke bawah dari 61. Perubahan tersebut ditunjukkan dengan perilaku siswa yang lebih serius dan bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran menulis cerpen. Perolehan hasil rata-rata nilai tes menulis cerpen ini menunjukkan bahwa pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang dapat meningkat dan berhasil.30) dan pada siklus I diperoleh hasil rata-rata sebesar 69 (hasil pembulatan ke atas dari 68.Keterampilan menulis cerpen siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang mengalami peningkatan sebesar 20. .05) atau meningkat sebesar 15. 2.75% dari siklus I.44% setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.

120 .

sebelum melakukan penelitian. penulis memberikan saran.Peneliti lain dapat melakukan penelitian yang serupa dengan metode yang berbeda.121 5. 1. 2. . peneliti lain hendaknya mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan proses penelitian dengan matang agar dalam melakukan penelitian kesalahan-kesalahan teknis dapat diminimalisir. peneliti memberikan saran sebagai berikut.Guru bahasa dan sastra Indonesia dapat menggunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam membelajarkan menulis cerpen kepada siswa karena metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen dan dapat memotivasi siswa menulis cerpen.2 Saran Berdasarkan simpulan hasil penelitian tersebut. Selain itu.

121 .

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Diharapkan dari penelitian ini hasil belajar dapat lebih maksimal. penelitian ini sifatnya berbasis kelas. Perencanaan 2. dan diterapkan dalam dua siklus. materi pelajaran.BAB III METODE PENELITIAN 3. Perencanaan . dan metode pembelajaran Tujuan dari penelitian ini tidak lain adalah untuk memperbaiki pembelajaran menulis dan meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Dengan demikian. Empat tahapan digunakan secara sistematis dalam proses penelitian ini.1Desain Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu penelitian tindakan kelas. yaitu proses tindakan siklus I dan proses tindakan siklus II. karena dilakukan dengan melibatkan komponen yang terdapat di dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. yang lazim disebut PTK. Keempat tahap dalam sebuah PTK dapat digambarkan sebagai berikut: 1.

Pengamatan . Refleksi Siklus I 2. Tindakan Siklus II 3.4. Pengamatan 40 3.

Dengan adanya perencanaan. Dengan demikian dalam tahap perencanaan. 4. peneliti memerlukan kajian awal berupa renungan atau refleksi awal sebagai studi pendahuluan sebelum melakukan perencanaan penelitian.1 Proses Tindakan Siklus I Proses penelitian tindakan kelas dalam siklus I terdiri dari empat tahap.1 Perencanaan Tahap ini dimulai dengan refleksi awal.1. pengamatan. dan segala hal yang perlu dilakukan pada tahap tindakan. 3. yaitu perencanaan. Kegiatan yang dilakukan berupa renungan atau pemikiran terhadap wawancara dengan guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. Proses penelitian tersebut dapat diuraikan sebagai berikut: 3. dan refleksi. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui semua gejala atau informasi tentang situasi-situasi yang relevan dengan topik penelitian.1. tindakan pembelajaran yang dilakukan akan lebih terarah dan sistematis. uraian selengkapnya dijelaskan di bawah ini. Kegiatan dilanjutkan dengan perencanaan pembelajaran yang dilakukan sebagai upaya memecahkan segala permasalahan yang dilakukan yang telah ditemukan pada refleksi awal.41 Namun dalam hal ini. (2) .1. tindakan. Refleksi 2. Tindakan Langkah-langkah proses perencanaan ini antara lain: (1) menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran yang berisi langkah-langkah yang dilakukan guru di samping bentuk-bentuk kegiatan yang dilakukan siswa dalam rangka implementasi tindakan perbaikan tindakan yang telah direncanakan.

antara lain: (1) guru memberikan materi tentang unsurunsur pembangun cerpen. Tindakan yang dilakukan peneliti secara garis besar adalah melaksanakan proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. menanyakan keadaan. dan tahap tindak lanjut. (3) mempersiapkan cara merekam dan menganalisis data mengenai proses dan hasil tindakan perbaikan. Tahap ini meliputi beberapa bagian. Tahap persiapan yaitu tahap mengkondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran.42 mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung yang diperlukan di kelas. (2) guru memberikan langkah-langkah dalam menulis cerpen. Tahap persiapan ini berupa kegiatan guru menyapa siswa. yang dapat digunakan untuk mempermudah menentukan tema . (4) melakukan simulasi (bermain peran) pelaksanaan tindakan untuk menguji keterlaksanaan rancangan. 3. seperti media pembelajaran dan alat peraga. Tahap pelaksanaan yaitu tahap melakukan kegiatan pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. tahap pelaksanaan. memancing siswa menyampaikan hambatan yang dialami saat proses pembelajaran menulis cerpen. sehingga dapat menumbuhkan kepercayaan diri dalam pelaksanaan yang sebenarnya. Tindakan ini meliputi tiga tahap yaitu tahap persiapan.1.2Tindakan Tindakan yang dilakukan peneliti dalam meneliti proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siklus I ini sesuai tindakan dengan perencanaan yang telah disusun. (3) guru memberikan teks lagu ”Dunia Milik Berdua” dinyanyikan oleh Melly Goeslow.1.

siswa diarahkan untuk menentukan siapa tokoh utamanya. akan diungkap segala peristiwa yang berhubungan dengan pembelajaran. bagaimana latarnya dari mana awal ceritanya. data diperoleh melalui beberapa cara. Dalam proses pengamatan ini. (2) observasi siswa untuk mengetahui semua perilaku atau aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. mengarahkan siswa untuk memperhatikan tiap baris dalam lagu tersebut yang dapat digunakan sebagai kerangka karangan dari jalan cerita. baik aktivitas siswa selama melakukan kegiatan pembelajaran maupun respon siswa terhadap metode dan media pembelajaran. (5) hasil pekerjaan siswa dikumpulkan.1. 3. Hal ini memperkuat data yang lain. dan bagaimana cerita ditutup. siapa tokoh antagonisnya. berdasarkan lirik yang ada dalam teks lagu siswa diarahkan untuk dapat bermain dengan imajinasinya untuk dapat mengembangkan kerangka karangan tersebut. (5) guru berkeliling untuk memberikan bimbingan kepada siswa yaitu mengarahkan siswa untuk dapat menemukan ide cerita dan merumuskannya ke dalam tema yang sudah ada dalam teks lagu. antara lain (1) tes tertulis untuk mengetahui kemampuan menulis cerpen siswa serta peningkatannya setelah melakukan selama dua siklus. (7) siswa yang lain menanggapi hasil pekerjaan temannya. . (4) siswa diminta untuk membuat cerpen dengan media teks lagu. Pengambilan data dilakukan melalui tes dan nontes. (6) salah satu siswa membacakan hasil pekerjaan itu untuk dijadikan contoh. Dalam pengamatan ini.3Pengamatan Pengamatan atau yang sering disebut observasi dilakukan selam proses pembelajaran berlangsung. apa masalahnya.43 dan dapat juga untuk menentukan alur dengan teks lagu tersebut. (3) dokumentasi foto yang sangat penting sebagai laporan berupa gambaran aktivitas siswa selama penelitian.1.

1. dan . Hasil refleksi digunakan untuk menetapkan langkah lebih lanjut dalam upaya mencapai tujuan PTK. sehingga perlu perencanaan ulang dan tindakan ulang. hasil jurnal. pengkondisian suasana pembelajaran agar lebih tenang dan konsentrasi. Semua data tersebut nantinya dijelaskan dalam bentuk deskripsi secara lengkap. Siklus I bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis cerpen pada tahap awal tindakan penelitian. Penelitian dilakukan dengan melalui dua siklus. hasil observasi. 3. Setelah dianalisis akan terlihat permasalahan atau muncul pemikiran baru yang memerlukan tindakan baru.44 yakni sebagai pemerjelas dan pendukung data yang lain.2Proses Tindakan Siklus II Proses tindakan pada siklus II merupakan kelanjutan dari siklus I. Pada tahap ini yang dilakukan oleh peneliti yaitu menganalisis hasil tes. Siklus ini sekaligus digunakan dalam refleksi untuk melakukan siklus II. Dengan kata lain refleksi merupakan pengkajian terhadap keberhasilan atau kegagalan dalam mencapai tujuan.4Refleksi Refleksi di dalam PTK adalah upaya untuk mengkaji apa yang telah terjadi. apa yang telah dihasilkan atau yang belum berhasil dituntaskan dengan tindakan perbaikan yang telah dilakukan. hasil angket dan hasil wawancara. Siklus II ini digunakan untuk mengetahui peningkatan kemampuan menulis cerpen setelah dilakukan perbaikan-perbaikan terhadap pelaksanaan proses belajar mengajar yang didasarkan pada siklus I. perbaikan pada proses pembelajaran siklus II terletak pada persiapan pembelajaran.1.1. 3.

jurnal siswa dan jurnal guru.1 Perencanaan Langkah-langkah proses perencanaan ini antara lain: (1) mengadakan perbaikan rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan tindakan yang akan dilakukan. pengamatan.2.1. walaupun berbeda namun.1. 3. (2) menyusun pedoman pengamatan yaitu meliputi tes tertulis.45 pemilihan teks lagu yang lebih menarik. Ada beberapa perubahan antara lain sebelum siswa memulai menulis cerpen. teks lagu pada siklus II mempunyai karakteristik yang sama dengan teks lagu pada tindakan pada siklus I. Tindakan yang dilakukan pada siklus II berbeda dengan tindakan siklus I walaupun ada tindakan dalam siklus I yang tetap dilakukan pada siklus II. wawancara. dengan menekankan pada penjelasan tentang pentingnya menulis cerpen. Teks lagu yang digunakan dalam tindakan pada siklus II ini berbeda dengan teks lagu pada tindakan pada siklus I. serta (3) menyusun rancangan evaluasi program. dan refleksi atau evaluasi. kemudian siswa diberi arahan dan bimbingan agar dalam pelaksanaan kegiatan menulis cerpen pada siklus II menjadi lebih baik. tindakan. Langkah-langkah siklus II adalah perencanaan. 3. Teks lagu .2. observasi siswa. dijelaskan terlebih dahulu kesalahan-kesalahan yang terjadi pada siklus I.2Tindakan Tindakan yang dilakukan peneliti dalam meneliti proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siklus II ini sesuai dengan tindakan dengan perencanaan yang telah disusun.

keaktifan siswa dalam mengerjakan tugas.46 yang digunakan pada tindakan pada siklus II yaitu“Cinta Sejati” yang dinyanyikan oleh Ari Laso.2 Subjek Penelitian Dalam penelitian tindakan kelas ini.4Refleksi Refleksi ini diperoleh dengan memperhatikan hasil tes tertulis dan hasil nontes yang meliputi observasi siswa. 3.3Pengamatan Pengamatan terhadap siswa dilakukan selama pembelajaran berlangsung. 3. dan cara siswa menyampaikan tanggapan. dan dokumentasi foto. wawancara. pada siklus I ini terlihat peningkatan hasil tes dan perilaku siswa.2. evaluasi dilakukan untuk mengetahui keefektifan penggunaan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam menulis cerpen dan untuk melihat peningkatan kemampuan menulis cerpen. 3. serta untuk mengetahui perubahan perilaku siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran.1.1.2. jurnal guru. cara siswa menyampaikan hasil tugasnya. subjek yang menjadi sasaran penelitian yaitu kemampuan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang. Penelitian ini . Perilaku siswa yang diamati antara lain keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan. Pada siklus II ini.

Dipilihnya kelas X-7 sebagai responden penelitian didasarkan beberapa pertimbangan sebagai berikut: 1)Sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Di dalam kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) kelas X semester dua terdapat beberapa kompetensi dasar. Proses pembelajaran menulis cerpen yang dilakukan selama ini masih menggunakan metode ceramah tanpa bantuan media pembelajaran. 3)Kelas X-7 memiliki keterampilan menulis cerpen rendah. Maka diperlukan usaha untuk meningkatkan keterampilan menulis tersebut salah satunya yaitu dengan mengubah metode yang biasa digunakan oleh guru melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. dan 28 siswa putri. 2)Hasil wawancara dengan Guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan guru mata pelajaran kelas X-7 diperoleh informasi bahwa siswa kelas X-7 memiliki kemampuan menulis cerpen yang rendah.47 hanya dilakukan di salah satu kelas yaitu kelas X-7. yang terdiri atas 12 siswa putra. salah satunya yaitu kemampuan mengungkapkan pengalaman diri sendiri atau orang lain ke dalam cerpen.3 Variabel Penelitian Variabel adalah gejala yang menjadi pusat peneliti untuk diteliti yang menjadi atribut dari sekelompok objek yang mempunyai variasi antara satu . 3. yang jumlahnya 40 siswa. Padahal menulis merupakan tuntutan kurikulum.

3. Tes menulis cerpen adalah tes yang menuntut siswa untuk menulis cerpen. (6) sudut pandang yang digunakan. Alat tes menulis cerpen berupa lembar tugas berisi perintah kepada siswa untuk menulis cerpen. nontes. (7) kepaduan antarunsur pembangun cerpen .4 Instrumen Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas instrumen tes. (5) diksi dan gaya bahasa.1Instrumen Tes Bentuk instrumen tes yaitu tes menulis cerpen. (4) latar yang ditampilkan. Tes ini bertujuan mengetahui kemampuan siswa dalam menulis cerpen melalui latihan terbimbing dengan media teks lagu. Kriteria penilaian menulis cerpen meliputi : (1) tema dan amanat yang disampaikan. 3. Waktu yang digunakan untuk menulis cerpen adalah 60 menit. dan dokumentasi yang berbentuk foto.4.48 dengan yang lainnya dalam kelompok itu (Sugiyono 2003:21). (2) tokoh dan penokohannya. Dalam penelitian ini terdapat dua macam variabel. (3) penyusunan alur. yaitu kemampuan menulis cerpen dan penggunaan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.

Tema amanat 11-15 6-10 0-5 Aspek Skor dan 16-20 Penilaian Menulis Cerpen Kriteria Kategori 100 10 20 Tema dan amanat sangat relevan Sangat baik dengan cerpen yang ditulis Tema dan amanat cukup relevan Baik dengan cerpen yang ditulis Tema dan amanat kurang relevan Cukup dengan cerpen yang ditulis Tema dan amanat tidak relevan Kurang dengan cerpen yang ditulis 2. Aspek 1.49 Tabel 1.unsur pembangun cerpen Jumlah Tabel 2. Tokoh dan 16-20 Penggambaran penokohan jelas tokoh dan Sangat baik penokohan . Skor Penilaian Tes Menulis Cerpen Aspek -Tema dan amanat -Tokoh dan penokohan -Alur -Latar Skor Maksimal 10 20 20 10 -Diksi dan gaya bahasa 10 -Sudut pandang -Kepaduan unsur.

11-15 6-10 0-5 Penggambaran Penggambaran Penggambaran tokoh tokoh tokoh dan Baik dan Cukup dan kurang penokohan cukup jelas penokohan kurang jelas penokohan tidak jelas .

dan suasana yang menggambarkan terjadinya peristiwa dalam cerpen cukup tepat Pemilihan tempat. suasana yang menggambarkan terjadinya peristiwa dalam cerpen sangat tepat Kurang dan . waktu. waktu. waktu. dan 3-5 Cukup 0-2 suasana yang menggambarkan terjadinya peristiwa dalam cerpen sangat tepat Pemilihan tempat. Latar 9-10 6-8 Pemilihan tempat.50 3. waktu. dan Sangat baik suasana yang menggambarkan terjadinya peristiwa dalam cerpen sangat tepat Baik Pemilihan tempat. Alur 16-20 11-15 Rangkaian peristiwa dalam cerpen Sangat baik disusun secara logis dan sesuai dengan lirik dalam teks lagu Rangkaian peristiwa dalam Baik cerpen disusun cukup logis dan cukup sesuai dengan lirik dalam teks lagu Rangkaian peristiwa dalam cerpen disusun kurang logis dan kurang sesuai dengan lirik dalam teks lagu Rangkaian peristiwa dalam cerpen disusun tidak logis dan tidak sesuai dengan lirik dalam teks lagu 6-10 Cukup 0-5 Kurang 4.

Diksi dan gaya bahasa 9-10 6-8 3-5 0-2 Penggunaan diksi dan gaya bahasa Sangat baik sesuai dengan situasi Penggunaan diksi dan gaya bahasa Baik cukup sesuai dengan situasi Penggunaan diksi dan gaya bahasa Cukup kurang sesuai dengan situasi Penggunaan diksi dan gaya bahasa Kurang tidak sesuai dengan situasi .5.

dapat diketahui kemampuan siswa dalam menulis cerpen berhasil dengan . Sudut pandang 9-10 6-8 3-5 0-2 Sudut pandang yang digunakan Sangat baik dapat menjelaskan tokoh Sudut pandang yang digunakan Baik cukup dapat menjelaskan tokoh Sudut pandang yang digunakan Cukup kurang dapat menjelaskan tokoh Sudut pandang yang digunakan Kurang tidak dapat menjelaskan tokoh 8. Pedoman Penilaian Kemampuan Menulis Cerpen No Nilai 1 2 3 4 5 85 – 100 75 .51 6. Kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen 16-20 11-15 Kepaduan unsur-unsur pembangun Sangat baik cerpen sudah tepat Kepaduan unsur-unsur pembangun Baik cerpen cukup tepat Kepaduan unsur-unsur pembangun Cukup cerpen kurang tepat Kepaduan unsur-unsur pembangun Kurang cerpen tidak tepat 6-10 0-5 Tabel 3.84 60 – 74 50 – 59 0 – 49 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Berdasarkan pedoman penilaian penilaian kemampuan menulis cerpen tersebut.

. berhasil cukup baik.sangat baik. dan tidak berhasil. kurang berhasil. berhasil baik.

dan siswa yang tidak berhasil yaitu siswa yang memperoleh nilai 0-49. atau paling tidak secara langsung. Pedoman pengamatan atau observasi ini adalah sikap positif maupun negatif siswa pada proses belajar mengajar menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. siswa yang berhasil dengan kategori cukup baik yaitu siswa yang memperoleh nilai 6074. 3. Teknik nontes diperlukan untuk mendapatkan data yang tidak . siswa yang berhasil dengan kategori kurang baik yaitu siswa yang memperoleh nilai 50-59. Respon positif siswa maupun respon negatif siswa terhadap menulis cerpen melalui latihan terbimbing dengan media teks lagu diamati dengan sebaik-baiknya agar menghasilkan data yang akurat. 1)Pedoman Observasi Observasi dilakukan untuk mengambil data melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku siswa pada proses belajar mengajar yang terjadi selama proses penelitian. Pertanyaan-pertanyaan yang ada bertujuan memperoleh data .52 Siswa yang berhasil sangat baik adalah siswa yang memperoleh nilai 85-100.4. siswa yang berhasil dengan baik adalah siswa yang memperoleh nilai 75-84. tercoba. berkaitan dengan laku kognitif. inggris testee) tanpa dengan alat tes.2Instrumen Nontes Teknik nontes alat penilaian yang dipergunakan untuk mendapatkan informasi tentang keadaan di tertes (testi. 2)Pedoman Wawancara Pedoman wawancara berisi beberapa pertanyaan untuk siswa sebagai respondennya.

Pelaksanaan pemberian angket ditujukan kepada semua siswa yang menjadi responden dalam penelitian ini. 4)Pedoman Jurnal Guru dan Jurnal Siswa Pedoman jurnal guru digunakan untuk mengetahui segala sesuatu yang terjadi pada proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. aspek yang diungkap melalui wawancara antara lain perasaan siswa saat mendapatkan latihan dan bimbingan dengan media teks lagu dalam menulis cerpen. Angket diberikan setelah pembelajaran pada siklus I selesai dilakukan. Jurnal dibuat oleh guru. yaitu: (1) kegiatan guru dalam proses pembelajaran. Pertanyaan dalam angket adalah tentang sekitar kejadian dalam proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. pendapat siswa tentang metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. (2) minat siswa terhadap metode yang digunakan guru. Garis besar isi angket antara lain. kesan siswa saat mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Jurnal tersebut dibuat setiap akhir pembelajaran pada sebuah lembar yang telah dipersiapkan. dan kesulitan yang dirasakan dalam menulis cerpen melalui latihan terbimbing dengan media teks lagu. 3)Angket Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden. Dalam penelitian ini.53 tentang respon siswa terhadap meteri keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. . (3) penelitian proses pembelajaran.

(Sevilla dalam Hardani 2006:39). Dalam penelitian ini. dapat memperjelas data yang lain. dan ruang lingkup tes yang dirancang untuk pengukuran. dan pada saat guru memberikan bimbingan kepada siswa saat pembelajaran. 3.4. Foto yang diambil sebagai sumber data. Validitas isi dilakukan dengan menyesuaikan aspek keterampilan menulis cerpen berdasarkan landasan teori yang ada. topik-topik. Dokumentasi merupakan data yang cukup penting sebagai bukti terjadinya suatu peristiwa. 6)Pengambilan gambar dilakukan pada saat siswa melakukan beberapa aktivitas yaitu menulis cerpen. . 5)Dokumentasi (Foto) Metode dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengambilan gambar (foto).3Validitas Instrumen Uji instrumen ini menggunakan validitas isi dan permukaan.54 Jurnal guru berisi pendapat dan seluruh kejadian yang dianggap penting selama pembelajaran berlangsung secara tertulis. Hasil dari pengambilan gambar ini dideskripsikan dan dipadukan dengan data lain. peneliti memandang perlu menggunakan dokumentasi sebagai salah satu data instrumen nontes. pendapat pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Aspek pertanyaan yang digunakan dalam jurnal guru meliputi kesan yang dirasakan setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Validitas isi adalah derajat tes yang menggambarkan esensi.

yang selanjutnya sebagai dasar untuk melengkapi siklus II. sehingga dari pendapat mereka dapat disepakati bahwa instrumen yang akan digunakan dalam penelitian sudah valid.5. yaitu pada siklus I dan pada siklus II. 3. Hasil tes siklus I dianalisis tersebut dapat diketahui kelemahan siswa.. Teknik nontes digunakan untuk mengetahui perubahan tingkah laku siswa setelah pembelajaran menulis cerpen melalui latihan terbimbing dengan media teks lagu.5 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah teknik tes dan nontes. 3.1Teknik Tes Teknik tes adalah teknik yang dilakukan untuk memperoleh data dengan menggunakan tes. Tipe validitas ini tidak didukung oleh bukti-bukti bahwa tes tersebut dapat mengukur sesuatu (Sevilla dalam Hardani 2006:39). Validitas permukaan dilakukan dengan cara dikonsultasikan dengan dosen pembimbing dan guru. . Materi tes mengacu pada aspek-aspek menulis cerpen. Tes dilakukan sebanyak dua kali. Teknik tes digunakan untuk mengetahui tingkatan kemampuan menulis cerpen melalui latihan terbimbing dengan media teks lagu. Hasil siklus II dianalisis sehingga dapat diketahui peningkatan kemampuan menulis cerpen melalui latihan terbimbing dengan media teks lagu. 2002:196). Tes digunakan untuk mengukur dasar dan pencapaian prestasi (Arikunto.55 Validitas permukaan (paras) adalah tipe validitas yang berkaitan dengan tipe tes.

angket.5. dan lain-lain. 2)Wawancara Wawancara dilakukan oleh peneliti secara bebas terpimpin. . Pihak-pihak yang bersangkutan tersebut antara lain. Observator yang kedua dilakukan oleh orang lain yang tugasnya adalah mengobservasi kelas. 1)Observasi Observasi dalam PTK ini dilakukan oleh dua orang. Wawancara ditujukan kepada orangorang yang bersangkutan dengan penelitian. Peneliti mengamati perilaku positif dan negatif yang muncul pada siswa. jurnal siswa dan guru.2Teknik Nontes Teknik nontes digunakan untuk mengetahui sejauh mana perubahan perilaku siswa diadakan proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Maksudnya observator kedua mengamati keadaan siswa secara keseluruhan pada saat membelajarkan materi menulis cerpen kepada siswa. Artinya peneliti terlebih dahulu membuat pedoman wawancara yang kemudian dikembangkan sendiri pada saat wawancara. peneliti tinggal memberi tanda cek list saja. dan dokumentasi foto.56 3. siswa yang telah dipilih. Observator kedua ini juga mengadakan pengamatan sesuai dengan pedoman observasi kelas. guru mata pelajaran. Teknik nontes meliputi lembar observasi. Perilaku positif atau negatif ini sudah dituliskan pada lembar observasi siswa. wawancara. Observator yang pertama adalah peneliti sendiri. kepala sekolah.

5)Dokumentasi Foto Foto digunakan untuk merekam perilaku selama pembelajaran berlangsung. dan pada saat menggunakan media teks lagu. Jurnal guru digunakan oleh guru untuk mendeskripsikan atau mencatat fenomena-fenomena pada saat pembelajaran menulis cerpen yaitu respon siswa terhadap pembelajaran. serta tingkah laku pada saat pembelajaran berlangsung. 4)Angket Angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup. Pada angket responden tinggal membubuhkan tanda cek list (√) pada kolom SS (sangat setuju). S (setuju). Jurnal siswa berisi pada tentang kesulitan siswa dalam menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Jurnal diisi pada akhir pembelajaran. Tingkah laku siswa yang perlu diambil gambarnya. Gambar yang sudah diambil selanjutnya dideskripsikan sesuai dengan kondisi pada saat itu.57 3)Jurnal Jurnal guru dan siswa diisi pada akhir pembelajaran menulis cerpen. TS (tidak setuju). Jurnal guru diisi oleh guru ketika pembelajaran sudah berakhir. yaitu pada saat siswa menulis cerpen. Pengisian angket lebih mudah dibandingkan dengan jurnal. pada saat guru membimbing dalam penulisan cerpen. keaktifan siswa. . Foto ini merupakan bukti otentik mengenai tingkah laku siswa pada saat pembelajaran menulis cerpen. dan STS (sangat tidak setuju). Angket diberikan kepada siswa setelah pembelajaran menulis cerpen. Angket ini diisi setelah siswa mengisi jurnal. Hal ini bertujuan untuk memudahkan siswa dalam memberi jawaban dan kemudahan peneliti menganalisisnya.

6. Hasil analisis hasil tes secara kuantitatif dihitung secara persentase dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. Nilai dihitung dengan menggunakan persen atau disebut percentages correction (Hardani 1997:41).1Analisis kuantitatif Analisis kuantitatif dilakukan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil tes secara tertulis. Rumus-rumus penelitian adalah sebagai berikut: NP = SM 100 .6 Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu secara kuantitatif dan kualitatif 3.Menghitung persentase nilai.Menghitung nilai rata-rata.Merekap nilai yang diperoleh siswa b.58 3. d.Menghitung nilai masing-masing aspek c.

dan pedoman wawancara. Analisis data secara kualitatif dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. .59 3. Untuk memperoleh data nontes dari responden. Responden memberikan jawaban sesuai dengan kriteria yang dilakukan peneliti. digunakan lembar angket.Menyusun dalam satuan-satuan c.Menelaah seluruh data yang diperoleh dari hasil nontes b.Mengkategorisasikan Analisis data secara kualitatif ini digunakan untuk mengetahui perubahan perilaku siswa dalam menulis cerpen pada siklus I dan siklus II. Selain itu data nontes juga digunakan untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap metode pembelajaran yang digunakan.6. lembar pengamatan.2Analisis Kualitatif Analisis data secara kualitatif dilakukan untuk menganalisis data nontes yang diperoleh dari siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

Syaiful Bahri. Semarang: UNNES Press Nana Sudjana dan Ahmad Rivai. Peningkatan Pemahaman Tema dan Amanat Cerita Pendek dengan Metode Pemberian Tugas Rumah Siswa Kelas II Madrasah Aliyah Hidayatul Murtadi’in Kabupaten Demak Tahun Pelajaran 2001-2002. 2003. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Djamarah. 2003. Yogyakarta: Rineka Cipta Darsono. The Liang. Belajar dan Pembelajaran . Bandung: Sinar Baru Algensindo Nurgiantoro. 2006. Bimbingan Konseling. Hardani. Bandung: Sinar Baru Algensindo Arikunto. 2004. Burhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Rahayu. 2002. Mengajarkan Faozan. Skripsi: Universitas Negeri Semarang Gie. Kurikulum Pendidikan Dasar. Media Pengajaran . dkk. 1996. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Kholifah.Yogyakarta: Kota Kembang Menulis. Skripsi: Universitas Negeri Semarang Mugiarso. Prosedur Penelitian . Jakarta: Erlangga Endraswara. 1987.130 DAFTAR PUSTAKA Aminuddin. Ummi. Nulis Cerpen Yuk. 2002. Yuk. Max 2001. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Terampil Mengarang. Skripsi: Universitas Negeri Semarang 130 . Cara Menulis Kreatif. Jakarta: Grasindo Diknas 2005. 1994. 1994. Sastra. Jakarta: Diknas Diponegoro. Strategi Belajar Mengajar. Suwardi. Suharsimi. Mohammad. Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi Berbasis Pengalaman Pribadi Melalui Pendekatan Kontekstual Komponen Pemodelan Pada Siswa Kelas VIIIA SMP Negeri 11 Semarang. 2004. Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Narasi Siswa Kelas VIIA SMP Negeri 1 Limpung dengan Teknik Menulis Buku Harian . 2002. Membaca. Yogyakarta:ANDI Jabrohim.

Skripsi: UNNES Wiyanto. Surabaya: SIC Syamsu. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Tarigan. Dasar-Dasar Teori Sastra . 2004. Bandung: Angkasa Titik. dkk. Bandung: Alfabeta Suyatno.M. S. 1982. 1994. Jakarta: Gramedia Sugiyono. Teknik Pembelajaran Bahasa dan Sastra. Apresiasi Kesusastraan. Hilma. Teori Belajar Orang Dewasa. 2005. Surakarta: Widya Duta Sumardjo. Henry Guntur. 2003. 1986. Jakob dan Saini K. Wacana Lirik Lagu Aksi Pergerakan Mahasiswa Kajian Diksi. Kesastraan Sekolah Penunjang Pembelajaran Bahasa Indonesia SMP dan SMA. 1985. Asul. Jakarta: Grasindo 131 . Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Yogyakarta: PUSBUK Wardah. Statistika Untuk Penelitian. 2005. 2003. Maopa. Teknik Menulis Cerita Anak. Makna dan Fungsi.131 Suharianto.

Lampiran 2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS I Sekolah Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : SMA Negeri 1 Pemalang : Bahasa dan Sastra Indonesia : Mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan orang lain ke dalam cerpen : Menulis karangan berdasarkan kehidupan diri sendiri dalam cerpen (pelaku. peristiwa.Langkah-langkah Pembelajaran 1.Metode Pembelajaran Latihan Terbimbing D.Tujuan Pembelajaran Siswa mampu: -Mampu menuangkan pikiran dan perasaannya melalui cerpen -Mampu menerapkan unsur-unsur pembangun cerpen ke dalam cerpen -Mampu menulis kreatif naskah cerpen B.Materi Pembelajaran Menulis cerpen C.Kegiatan Pendahuluan a. latar) :Mampu menulis cerpen dengan memperhatikan ketepatan dan kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen Alokasi Waktu : 2 X 40 menit A.Guru bertanya jawab dengan siswa tentang cerpen yang pernah dibaca dan disukainya .

Salah satu dari hasil pekerjaan siswa dibacakan di depan kelas j.Guru membimbing siswa untuk dapat menulis dengan baik dengan: -Guru mengarahkan siswa untuk dapat menemukan ide cerita dan merumuskannya ke dalam tema yang sudah ada dalam teks lagu -Guru mengarahkan siswa untuk memperhatikan tiap baris dalam lagu tersebut yang dapat digunakan sebagai kerangka karangan -Berdasarkan lirik yang ada dalam teks lagu siswa diarahkan untuk dapat bermain dengan imajinasinya untuk dapat mengembangkan kerangka karangan tersebut -Siswa diarahkan untuk menentukan siapa tokoh utamanya.b.Hasil pekerjaan menulis cerpen dikumpulkan i. siapa tokoh antagonisnya. apa masalahnya. dan manfaat yang akan diperoleh dalam pembelajaran menulis cerpen 2. bagaimana latarnya dari mana awal ceritanya.Siswa dan guru bertanya jawab tentang unsur-unsur pembangun cerpen b.Guru menjelaskan langkah-langkah menulis cerpen dengan memperhatikan unsur-unsur pembangun cerpen c. dan bagaimana cerita ditutup. f.Di saat siswa mengerjakan tugas menulis cerpen guru berkeliling memberikan bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis cerpen h.Guru menjelaskan kompetensi dasar yang akan dicapai.Siswa ditugaskan untuk menulis cerpen berdasarkan kehidupan diri sendiri g.Siswa mengamati dan memperhatikan teks lagu tersebut e.Kegiatan Inti a.Guru membagikan sebuah teks lagu pada siswa d.Siswa yang lain mengomentari hasil pekerjaan temannya yang dibacakan di depan kelas .

Guru meminta siswa untuk mengisi angket dan menuliskan pendapatnya pada jurnal siswa E.Guru dan siswa merefleksi kegiatan pembelajaran menulis cerpen c.Penilaian 1)Penilaian Proses Penilaian proses dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. Saptorini Wahyuningsih. Kegiatan Penutup a.Media/Sumber Media Sumber : Teks Lagu : 1)Buku paket Bahasa dan Sastra Indonesia untuk siswa kelas X 2)Buku paket Bahasa dan Sastra Indonesia untuk siswa kelas X.S.k. 2)Penilaian Hasil Berdasarkan teks lagu buatlah sebuah cerpen dengan memperhatikan kesesuaian unsur-unsurnya! Pemalang. Peneliti.Guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran menulis cerpen b. 2101403568 . Penilaian ini dapat dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan. 10 Maret 2007 Guru Bahasa dan Sastra Indonesia.S NIP Wiwin Nur Azizah NIM.Guru memberikan penguatan terhadap pembelajaran menulis cerpen 3. Erlangga F.

Guru mengulas sedikit tentang hal-hal yang dibahas pada pertemuan sebelumnya .Lampiran 3 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS II Sekolah Mata Pelajaran : SMA Negeri 1 Pemalang : Bahasa dan Sastra Indonesia ke dalam cerpen Standar Kompetensi : Mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan orang lain Kompetensi Dasar Indikator : Menulis karangan berdasarkan kehidupan diri sendiri dalam cerpen (pelaku. peristiwa.Metode Pembelajaran Latihan Terbimbing D. latar) : Mampu menulis cerpen dengan memperhatikan ketepatan dan kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen Alokasi Waktu : 2 X 40 menit A.Materi Pembelajaran Menulis cerpen C.Kegiatan Pendahuluan a.Tujuan Pembelajaran Siswa mampu: -Mampu menuangkan pikiran dan perasaannya melalui cerpen -Mampu menerapkan unsur-unsur pembangun cerpen ke dalam cerpen -Mampu menulis kreatif naskah cerpen B.Langkah-langkah Pembelajaran 1.

Siswa ditugaskan untuk menulis cerpen berdasarkan kehidupan diri sendiri g. f.Siswa mengamati dan memperhatikan teks lagu tersebut e.Siswa dan guru bertanya jawab tentang unsur-unsur pembangun cerpen b. dan bagaimana cerita ditutup.Di saat siswa sedang menulis cerpen.Guru membimbing siswa untuk dapat menulis cerpen dengan baik.Guru menjelaskan langkah-langkah menulis cerpen dengan memperhatikan unsur-unsur pembangun cerpen c.Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari itu. apa masalahnya. siapa tokoh antagonisnya. yakni mengevaluasi cerpen yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya.Kegiatan Inti a. 2.b. bagaimana latarnya dari mana awal ceritanya. dengan: -Guru mengarahkan siswa untuk dapat menemukan ide cerita dan merumuskannya ke dalam tema yang sudah ada dalam teks lagu -Guru mengarahkan siswa untuk memperhatikan tiap baris dalam lagu tersebut yang dapat digunakan sebagai kerangka karangan dari jalan cerita -Berdasarkan lirik yang ada dalam teks lagu siswa diarahkan untuk dapat bermain dengan imajinasinya untuk dapat mengembangkan kerangka karangan tersebut -Siswa diarahkan untuk menentukan siapa tokoh utamanya.Hasil pekerjaan menulis cerpen dikumpulkan i.Salah satu dari hasil pekerjaan siswa dibacakan di depan kelas . guru berkeliling memberikan bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis cerpen h.Guru membagikan sebuah teks lagu pada siswa d.

Siswa yang lain mengomentari hasil pekerjaan temannya yang dibacakan di depan kelas k.S NIP Wiwin Nur Azizah NIM.Guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran menulis cerpen b.S. 10 Maret 2007 Guru Bahasa dan Sastra Indonesia.Penilaian 1)Penilaian Proses Penilaian proses dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung.Buku paket Bahasa dan Sastra Indonesia untuk siswa kelas X F.j. Pemalang. 2)Penilaian Hasil Berdasarkan teks lagu buatlah sebuah cerpen dengan memperhatikan kesesuaian unsur-unsurnya. Peneliti. 2101403568 . Penilaian ini dapat dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan. Kegiatan Penutup a. Saptorini Wahyuningsih.Guru memberikan penguatan terhadap pembelajaran menulis cerpen 3.Guru meminta siswa untuk mengisi angket dan menuliskan pendapatnya pada jurnal siswa E.Guru dan siswa merefleksi kegiatan pembelajaran menulis cerpen c.Media/Sumber Media Sumber : Teks Lagu : .

SIKLUS I DAN SIKLUS II No No Aspek Responden Nilai Kategori 1 001 2 002 5 3 4 003 004 005 6 006 .FORMAT HASIL PENILAIAN TES KETERAMPILAN MENULIS CERPEN PRATINDAKAN.

7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 019 020 021 022 023 024 1 2 3 4 5 6 7 .

25 025 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 026 027 028 029 030 031 032 033 034 035 036 037 038 039 .

40 040 Jumlah Skor Rata-rata Keterangan : Aspek 1 : Tema dan amanat Aspek 2 : Tokoh dan penokohan Aspek 3 : Alur Aspek 4 : Latar Aspek 5 : Diksi dan gaya bahasa Aspek 6 : Sudut pandang Aspek 7 : Kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen .

√√√√ √√√√√√ - - - - 7.√ - √ - - - √ . Siswa memperhatikan penjelasan guru 2. Siswa dapat menulis cerpen √ - - √ - 18 19 -20 018 019 020 √ .√ -√ √ .√ - - - - - √ - - - - dengan cepat √ .√√√ .√√ √ . tanggal Nama Pengamat Kelas/Sekolah No 1 2 3 4 5 6 7 8 No 1 2 3 - : Kamis.√√ √√ - - - 13 14 15 16 17 013 014 015 016 017 √ ..Lampiran LEMBAR OBSERVASI SIKLUS I Hari.√√√√ . Siswa berani memberikan sanggahan terhadap hasil penulisan cerpen yang dibacakan di depan kelas 8.√ - - 9 10 11 12 009 010 011 012 √ ..√ - - - - - - √ √ - - - - (senang) terhadap metode latihan terbimbing yang diberikan guru dengan media teks lagu 6.√√√ √ .√ √ ..√√√√ √ .√√√ √ .√√√ √ . Siswa merespon positif √ -√ √ . Siswa menulis cerpen dengan senang hati √ - √√ - - - - √√√ √ - √√ √ - √ - .√√√√√√ √ . 12 April 2007 : Nurul Melti : X7/SMA Negeri 1 Pemalang Aspek Observasi 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Keterangan - 001 002 003 004 005 006 007 008 - .√√√√ .√√√√ √ .√√√√ .√√√√ √ .√√ - √ - - √ √ √ - - √ √ - √ √ √ - √ √ - PERILAKU POSITIF 1. Siswa dapat mengidentifikasi dan menyebutkan unsurunsur yang ada dalam cerpen 5.√√ . Siswa banyak bertanya pada guru 3... Siswa berpartisipasi aktif 4.

. Siswa kurang merespon penjelasan guru 10.√√√ √ √√√√ √ - - - - - - √ - - - - 9.PERILAKU NEGATIF 21 22 021 022 √ . Siswa kurang bersemangat .

.√ √ -√ √ - - - - - - √ - - - pembelajaran yang dilakukan guru 11.- - √√ - - - - - - - terhadap metode √√√√ 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 024 025 026 027 028 029 030 031 032 033 034 035 √√√√√√ .√√√√ √ .√√√√ √ .14.23 023 . Siswa sering melihat pekerjaan temannya pada saat mengerjakan tes 15.√√√ √ . Siswa tidak tertarik dengan √ - - √ - - - - √ √ √ . Siswa banyak bicara dan bergurau dengan temannya .√√√√ - √√ - -- √ - .√√√ √√√√√√√√ .12. Siswa jalan-jalan/mondarmandir pada saat pembelajaran berlangsung .√ .√√√ - √ √√√ - √ √√ - - 13..√√√ √ .16.. Siswa pasif dalam pembelajaran √ -√ - - √√ - √√√ √ √ - √ - √ . Siswa kurang bersemangat pada saat menulis cerpen .√√√ √ ...

√√√√ √ .36 37 38 39 40 036 037 038 039 040 - - √√√ - - - - √ - - - - √ - - media teks lagu yang digunakan oleh guru PENGISIAN (√)= melakukan (√)= tidak melakukan - √ .√√√√ √ √√√√ - √ - √ - √ .- √√√ √ .

REKAP HASIL PENILAIAN TES KETERAMPILAN MENULIS CERPEN SIKLUS I No Aspek 1 1 001 9 2 11 3 13 4 7 5 7 6 7 7 13 67 Nilai Kategori Cukup 2 002 8 11 12 7 6 8 12 64 Cukup 3 003 9 14 14 8 8 8 14 75 Baik .

4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 004 005 006 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 019 020 021 022 023 024 025 6 8 9 7 8 9 9 7 8 9 8 8 9 9 7 7 9 9 9 8 9 9 11 12 13 12 11 12 13 11 12 10 12 15 16 15 10 15 14 13 17 11 15 16 12 12 13 13 12 13 13 12 13 10 11 16 16 16 11 16 15 14 17 12 16 16 7 7 9 8 7 7 8 7 8 7 7 9 8 8 7 8 5 8 8 7 8 7 8 8 8 6 7 5 7 6 6 6 6 7 7 7 6 7 6 6 7 6 7 7 7 6 8 7 7 7 9 7 7 5 7 8 8 8 6 9 7 8 8 9 8 8 11 12 14 13 11 13 13 12 13 10 12 15 15 15 10 16 14 14 17 12 15 16 62 65 74 66 63 66 72 62 67 57 63 78 79 78 57 78 70 71 83 65 78 79 Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Kurang Cukup Baik Baik Baik Kurang Baik Cukup Cukup Baik Cukup Baik Baik .

08 Cukup 62 80 59 63 67 66 68 65 64 79 75 70 2744 68.85 14 12 15 10 13 13 12 14 13 12 16 15 13 516 12.58 12 7 8 7 5 8 7 7 7 7 8 8 7 292 7.23 7 6 7 5 6 7 6 6 6 6 6 7 8 263 6.68 7 7 9 7 7 6 8 6 7 5 7 7 7 289 7.62 Cukup Cukup Baik Kurang Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Baik Baik Cukup Jumlah Skor Rata-rata .30 67 12 16 11 12 12 13 13 11 12 16 15 12 523 13.26 026 7 11 12 7 7 7 12 63 Cukup 27 027 6 Responden No 11 12 6 5 7 12 59 Kurang 28 028 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 6 029 030 031 032 033 034 035 036 037 038 039 040 14 6 9 7 6 8 7 8 8 8 9 7 9 314 7.9 7 12 16 12 14 13 13 14 13 14 17 16 14 547 13.

Keterangan : Aspek 1 : Tema dan amanat Aspek 2 : Alur Aspek 3 : Tokoh dan penokohan Aspek 4 : Latar Aspek 5 : Diksi dan gaya bahasa Aspek 6 : Sudut pandang Aspek 7 : Kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen .

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

REKAP HASIL PENILAIAN TES KETERAMPILAN MENULIS CERPEN SIKLUS II No Aspek 1 1 001 9 2 16 3 16 4 8 5 7 6 8 7 15 79 Nilai Baik Kategori 2 002 7 13 14 9 8 9 13 73 Baik 3 003 4 6 004 10 8 13 13 8 16 7 9 8 8 10 8 62 15 Cukup 77 Baik .

5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 005 006 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 019 020 021 022 023 024 7 9 9 9 7 9 7 6 9 9 9 8 9 9 7 9 8 9 9 9 14 14 15 15 13 16 11 11 16 17 17 14 14 17 14 17 15 17 16 15 16 16 16 16 15 16 13 13 16 16 16 16 15 16 15 17 16 17 16 16 9 9 9 9 9 9 9 7 9 9 9 9 9 9 8 9 9 9 8 8 8 8 8 8 8 9 8 6 9 9 9 7 9 8 8 9 9 9 8 8 8 9 8 8 8 9 9 7 9 9 9 8 7 8 9 9 9 9 8 8 14 15 16 15 14 16 11 11 16 16 17 15 15 15 14 17 16 17 16 15 76 80 81 80 74 84 68 61 84 85 86 77 78 83 75 87 82 87 81 79 Baik Baik Baik Baik Cukup Baik Cukup Cukup Baik Sangat Baik Sangat Baik Baik Baik Baik Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Baik Baik .

25 025 8 15 16 8 8 8 15 78 Baik No Responden 26 026 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 9 027 028 029 030 031 032 033 034 035 036 037 038 039 8 8 11 9 9 6 9 6 8 9 8 9 6 9 15 15 16 10 16 11 13 14 12 16 10 14 12 13 9 16 17 12 16 12 14 16 15 16 11 15 16 16 8 9 9 7 9 7 9 9 9 9 7 9 9 9 9 8 8 7 8 7 8 8 7 8 6 8 7 8 14 9 9 8 9 7 9 9 8 9 8 9 9 9 75 16 15 10 16 11 13 14 12 16 10 15 12 13 Baik 82 83 60 83 61 74 79 71 83 58 79 73 76 Baik Baik Cukup Baik Cukup Cukup Baik Cukup Baik Kurang Baik Cukup Baik .

95 9 339 8.65 9 318 7.48 17 574 14.35 88 3082 77.18 18 566 14.3 9 346 8.05 Sangat Baik Baik Jumlah Skor Rata-rata Keterangan : Aspek 1 : Tema dan amanat Aspek 2 : Alur Aspek 3 : Tokoh dan penokohan Aspek 4 : Latar Aspek 5 : Diksi dan gaya bahasa Aspek 6 : Sudut pandang Aspek 7 : Kepaduan unsur-unsur pembangun cerpen .40 040 9 327 8.15 17 612 15.

Nama : No/ kelas : FORMAT JURNAL SISWA Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jujur! A. B.Kesulitan apakah yang anda alami dalam menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu? Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… ….Apakah Anda senang dengan meteri menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu? Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …. C.Apakah dengan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu anda mengalami kemudahan dalam menulis cerpen? Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … .

Berilah kesan dan pesan tentang pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu yang telah diajarkan oleh guru (peneliti)! Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … .…… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… ….Apakah anda sekarang lebih paham diajar menulis melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu? Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … E. D.

tanggal : : A.Bagaimanakah keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… .Bagaimanakah minat siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu? Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … B.Lampiran JURNAL GURU SIKLUS II Guru Pengampu Hari.Bagaimanakah respon siswa terhadap pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … C.

Uraikan fenomena-fenomena lain yang muncul pada saat pembelajaran berlangsung Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … .Bagaimanakah tingkah laku siswa di kelas pada saat mengerjakan tugas menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu? Jawaban: …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … E.…… …… …… …… …… …… …… … …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… … D.

Lampiran Nama : No/kelas: FORMAT ANGKET Berilah tanda (√) pada setiap pertanyaan siswa yang sesuai dengan skala penelitian yang tersedia di bawah ini : No Pertanyaan Skala Penilaian SS S 1 Keterampilan menulis dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam belajar 2 Saya merasa senang terhadap cara guru KS TS STS .

menerangkan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu 3 4 5 Saya senang dengan metode yang digunakan dalam pembelajaran Metode yang digunakan oleh guru dapat memotivasi siswa untuk menulis cerpen Latihan terbimbing yang diberi oleh guru dapat membantu pemahaman siswa tentang menulis cerpen yang baik 6 7 Saya senang dengan media teks lagu yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran Suasana kelas dapat membantu pemahaman siswa dalam menulis cerpen .

gagasan dan perasaan ke dalam sebuah cerpen banyak manfaatnya 10 Pembelajaran yang dilakukan oleh guru sekarang lebih menyenangkan Keterangan: SS : Sangat Setuju S : Setuju KS : Kurang Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju .8 Saya senang dengan pembelajaran menulis cerpen yang dengan metode yang dapat menarik perhatian siswa 9 Kebiasaan mengungkapkan ide.

Manfaat yang kamu dapatkan setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu? .Lampiran PEDOMAN WAWANCARA Responden No.Apakah media teks lagu yang digunakan oleh guru dapat memberikan ide untuk membuat sebuah cerpen? 5.Apakah kamu merasa mampu memahami materi dengan metode yang digunakan oleh guru dalam mengajar (metode latihan terbimbing dengan media teks lagu)? 3. responden Hari dan Tanggal Tempat Kelas Waktu Topik : : : : : : : Hal-hal yang harus diperhatikan dalam wawancara adalah sebagai berikut: 1.Apakah kamu merasa kesulitan dalam pembelajaran menulis cerpen? 8.Apa saja kesulitan-kesulitan yang kamu hadapi dalam pembelajaran menulis cerpen? 9.Apakah kamu senang dengan pembelajaran menulis cerpen? Mengapa? 2.Menurut kamu apakah dengan adanya latihan dan bimbingan yang diberikan oleh guru dapat membantu pembelajaran menulis cerpen? 7.Apakah kamu merasa termotivasi dengan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam pembelajaran menulis cerpen? 4.Menurut kamu apakah melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dapat mengatasi kesulitan yang kamu hadapi? 10.Apakah suasana kelas dapat membantu pemahaman siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu? Mengapa? 6.

7.Rekap Observasi Perilaku Positif Siswa No Aspek Observasi 1 2. 8.5 7.5 5 0 0 5 0 0 Siswa Peningkatan (%) -10 -12.5 17. 8.5 17. Siklus I (%) merespon 15 20 27. Siswa penjelasan guru Siswa banyak bertanya kepada guru Siswa berpartisipasi aktif Siswa dapat mengidentifikasi dan menyebutkan unsur-unsur yang ada dalam cerpen Siswa merespons positif (senang) terhadap metode latihan terbimbing yang digunakan oleh guru Siswa dapat menggunakan media yang dihadirkan oleh guru Siswa dapat menulis cerpen dengan cepat Siswa dapat memberikan komentar terhadap hasil menulis cerpen temannya 77.5 Siswa kurang penjelasan guru Siswa kurang senang terhadap metode yang digunakan guru Siswa banyak bicara dan bergurau dengan temannya Siswa pasif dalam pembelajaran Siswa jalan-jalan/mondarmandir pada saat pembelajaran berlangsung Siswa sering melihat pekerjaan temannya pada saat mengerjakan tes Siswa kurang bersemangat pada saat menulis cerpen Siswa tidak tertarik dengan media teks lagu yang digunakan oleh guru . 3. 3.5 12. 5.5 Negatif Siklus II (%) 5 7.5 12.5 92.5 Peningkatan (%) 10 7.5 15 5 Rekap Observasi Perilaku No Aspek Observasi 1 2. 5.5 80 80 Siklus II (%) 95 17. 6.5 6.5 22.5 20 35 20 12.5 -22.5 -20 -30 -20 -12.5 90 92.5 12.5 32.5 -32.5 95 32. 7. 4. Siklus I (%) memperhatikan 85 10 67. 4.

Rekap Jurnal Siswa Siklus I dan Siklus II No 1 Aspek Jurnal Kesan siswa terhadap meteri cerpen a.5 100 0 -7.5 37. Ya b. Tidak senang 2 Kesulitan siswa terhadap materi menulis cerpen a. Tidak Tanggapan siswa terhadap metode latihan terbimbing dengan media teks lagu 3 0 7.5 28 12 13 27 70 30 32.5 3 . Senang menulis 37 40 7.5 67.5 Jurnal Siswa Persentase (%) Peningkatan Siklus Siklus Siklus Siklus (%) I II I II 92.5 b.5 -37.

5 100 0 12.5 100 0 7. Paham b.5 7.Kurang mendukung 37 3 40 0 92.5 -12.5 -7.5 37 3 40 0 92.5 5 35 5 40 0 87.5 -7. Dapat dipahami b.5 7. Tidak dapat dipahami 4 Pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran setelah diajarkan melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu a. Tidak paham Saran terhadap kegiatan pembelajaran a.5 100 0 7.5 .a.5 12. Mendukung b.

5 50 65 15 25 2.5 -7.5 0 0 0 0 0 30 52.5 5 5 17.5 52.5 (%) (%) -7.Rekap Angket Siklus I dan Siklus II A Pe STS S KS TS Pe s SI p e (%) k SS S II (%) 72.5 50 42.5 -22.5 27.5 0 2.5 7.5 10 0 0 25 32.5 35 ning kata n (%) SI S II SI S II SI S II SI S II (%) (%) 35 57.5 20 5 -15 0 0 0 0 0 5 32.5 (%) (%) -5 -15 0 0 0 0 (%) (%) 0 0 0 0 ning kata n (%) 1 0 2 0 3 0 4 0 60 25 12.5 0 40 8.5 62.5 22.5 15 5 -10 0 0 0 0 0 .5 55 2.

5 60 2.5 -5 0 5 0 0 45 35 25 0 55 45 27.5 52.5 -7.5 17.5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 -2.5 40 40 0 27.5 25 -2.5 10 10 2.5 57.5 40 50 60 -2.5 15 5 -10 0 0 0 0 0 35 7.5 22.6 27.5 0 8 5 9 0 1 0 35 7.5 37.5 57.5 -7.5 7.5 .5 0 7 27.5 5 -12.5 10 12.

kesulitan mengembangkan kerangka karangan. 4)Ya. 7)Ya. 5)Ya. masih ada kesulitan. 2)Mampu. membantu mengatasi kesulitan. masih kesulitan. 14 April 2007 Pe ning : Diwawancarai kata n (%) : Ruang kelasPe SMA NegeriPe Pemalang X-7 1 4 siswa ning kata n (%) ning kata n (%) 1. lagunya sesuai dan mudah dimengerti. 9)Ya.Responden Nomor 22 (siswa yang mendapat nilai baik) 1)Senang. membantu mengatasi kesulitan 10)Senang menulis cerpen . 8)Ya. kesulitan-kesulitan dapat langsung ditanyakan. 2.Hasil Wawancara Siklus I Waktu Pelaksanaan Tempat Pelaksanaan Jumlah Siswa yang : Sabtu. lebih tahu menulis cerpen. lagunya sesuai dengan pengalaman. dapat bertanya-tanya dengan guru tentang cerpen. lebih mudah menulis cerpen. 5)Ya. 3)Ya. 6)Ya. 2)Mampu. 8)Ya. termotivasi 4)Ya.Responden Nomor 6 (siswa yang mendapat nilai cukup) 1)Senang. 3)Ya. 7)Ya. termotivasi. 10)Jadi senang menulis cerpen. kelas yang tenang menulis cerpen pun akan mudah. 9)Ya. menuangkan pikiran ke dalam kata-kata. misalkan ramai saya tetap bisa menulis cerpen 6)Ya.

7)Ya. masih ada kesulitan. 6)Ya. 8)Ya. . 5)Tidak berpengaruh. lagunya saya suka dan sesuai dengan pengalaman 5)Ya. 2)Mampu. sulit membuatnya. masih ada kesulitan 8)Ya.Responden Nomor 40 (siswa yang mendapat nilai cukup) 1)Senang. 10)Lebih mudah menulis cerpen. bisa diungkapkan lewat cerpen 2)Mampu 3)Ya. 9)Ya.Responden Nomor 14 (siswa yang mendapat nilai kurang) 1)Tidak terlalu suka. kesulitan merangkai kata-kata dan mengembangkan kerangka yang ada dalam teks lagu. kelas yang ramai jadi tidak dapat berkonsentrasi 6)Ya. lagunya bagus. kesulitan mengungkapkan pikiran dalam kalimat-kalimat 9)Ya. termotivasi 4)Ya. membantu untuk dapat menulis cerpen. 3)Ya. guru mengajari menulis cerpen 7)Ya. membantu mengatasi kesulitan 10)Lebih senang menulis cerpen 4. guru memberi tahu cara menulis cerpen yang baik. membantu mengatasi kesulitan. termotivasi 4)Ya.3.

mampu. saya mampu 3)Ya. guru membimbing dan menjelaskan menulis cerpen yang baik 7)Tidak ada 8)Tidak ada 9)Ya.Responden Nomor 22 (siswa yang mendapat nilai sangat baik) 1)Senang. 5)Ya. 4)Ya. lagunya sesuai dengan pengalaman 5)Ya. misalkan kelas ramai akan menganggu menulis cerpen 6)Ya. lebih tahu menulis cerpen 2)Ya. kelas yang tenang dapat membantu kita untuk berimajinasi. termotivasi menulis cerpen 4)Ya. 2)Ya. dapat mengungkapkan pengalaman ke dalam cerpen. guru membantu mengatasi kesulitan dalam menulis cerpen. suasana kelas mempengaruhi dalam menulis cerpen. 8)Membuat diksi yang menarik 9)Ya.Responden Nomor 40 (siswa yang mendapat nilai sangat baik) 1)Senang.Hasil Wawancara Siklus II Waktu Pelaksanaan Tempat Pelaksanaan Jumlah Siswa yang Diwawancarai : Kamis. membantu mengatasi kesulitan 10)Lebih tahu tentang cerpen dan saya lebih senang menulis cerpen . 6)Ya. lagunya sesuai dengan pengalaman. 3)Ya. termotivasi untuk menulis cerpen. membantu mengatasi kesulitan yang saya hadapi 10)Sekarang saya senang menulis cerpen 2. 7)Masih ada. 10 Mei 2007 : Ruang kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang : 4 siswa 1.

guru membimbing siswa jadi siswa terbantu dalam menulis cerpen 7)Ya. termotivasi menulis cerpen 4)Ya. pembelajarannya menyenangkan 2)Ya. masih ada kesulitan 8)Ya.3.Responden Nomor 9 = Siswa yang mendapat nilai cukup 1)Senang. membuat kata-kata yang menarik 9)Ya. termotivasi menulis cerpen 4)Ya. lagu mengasyikan 5)Ya. guru mengajari menulis cerpen 7)Ya. kelas tenang. masih ada kesulitan 8)Ya. mampu 3)Ya. kelas yang ramai akan mengganggu konsentrasi dalam menulis cerpen 6)Ya. kita dapat menulis cerpen dengan sungguh-sungguh 6)Ya.Responden Nomor 31 = Siswa yang mendapat nilai cukup 1)Senang. pembelajarannya menyenangkan 2)Ya. membantu mengatasi kesulitan 10)Dapat menulis cerpen dengan mudah dan menyenangkan 4. lagunya sesuai pengalaman dan memudahkan menulis cerpen 5)Ya. kesulitan membuat kata-kata yang menarik untuk mewakili ide-ide yang ada dalam pikiran 9)Ya. mampu memahami materi 3)Ya. membantu mengatasi kesulitan 10)Lebih mudah menulis cerpen .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->