PERPINDAHAN PANAS

PERPINDAHAN PANAS Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa energi tidak musnah yaitu seperti hukum asas yang

lain, contohnya hukum kekekalan masa dan momentum, ini artinya kalor tidak hilang. Energi hanya berubah bentuk dari bentuk yang pertama ke bentuk yang ke dua. Bila diperhatikan misalnya jumlah energi kalor api unggun kayu yang ditumpukkan, semua ini .menyimpan sejum1ah energi dalam yang ditandai dengan kuantitas yang lazim disebut muatan kalor bahan. Apabila api dinyalakan, energi terma yang tersimpan di dalam bahan tadi akan bertukar menjadi energi kalor yang dapat kita rasakan. Energi kalor ini mengalir jika terdapat suatu perbedaan suhu. Bila diperhatikan sebatang logam yang dicelupkan ke dalam suatu tangki yang berisi air kalor. Karena suhu awal logam ialah T1 dan suhu air ialah T2, dengan T2 >> T1, maka logam dikatakan lebih dingin daripada air. Ha1 yang penting dalam sistem yang terdiri dari air dan logam ialah adanya suatu perbedaan suhu yang nyata yaitu (T2- T1). Kalor dapat diangkut dengan tiga macam cara yaitu: 1. Pancaran, sering juga dinamakan radiasi. 2. Hantaran, sering juga disebut konduksi. 3. Aliran, sering juga disebut radiasi. 1.1. Pancaran (Radiasi) Yang dimaksud dengan pancaran (radiasi) ia1ah perpindahan ka1or mela1ui gelombang dari suatu zat ke zat yang lain. Semua benda memancarkan ka1or. Keadaan ini baru terbukti setelah suhu meningkat. Pada hakekatnya proses perpindahan ka1or radiasi terjadi dengan perantaraan foton dan juga gelombang elektromagnet. Terdapat dua teori yang berbeda untuk menerangkan bagaimana proses radiasi itu terjadi. Semua bahan pada suhu mutlak tertentu akan menyinari sejumlah energi ka1or tertentu. Semakin tinggi suhu bahan tadi maka semakin tinggi pula energi ka1or yang disinarkan. Proses radiasi adalah fenomena permukaan. Proses radiasi tidak terjadi pada bagian da1am bahan. Tetapi suatu bahan apabila menerima sinar, maka banyak ha1 yang boleh terjadi. Apabila sejumlah energi ka1or menimpa suatu permukaan, sebahagian akan dipantulkan, sebahagian akan diserap ke da1am bahan, dan sebagian akan menembusi bahan dan terus ke luar. Jadi da1am mempelajari perpindahan ka1or radiasi akan dilibatkan suatu fisik permukaan. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM PERPINDAHAN PANAS Bahan yang dianggap mempunyai ciri yang sempurna ada1ah jasad hitam. Disamping itu, sama seperti cahaya lampu, adaka1anya tidak semua sinar mengenai permukaan yang dituju. Jadi

da1am masalah ini kita mengena1 satu faktor pandangan yang lazimnya dinamakan faktor bentuk. Maka jumlah ka1or yang diterima dari satu sumber akan berbanding langsung sebahagiannya terhadap faktor bentuk ini. Dalam pada itu, sifat terma permukaan bahan juga penting. Berbeda dengan proses konveksi, medan a1iran fluida disekeliling permukaan tidak penting, yang penting ialah sifat terma saja. Dengan demikian, untuk memahami proses radiasi dari satu permukaan kita perlu memahami juga keadaan fisik permukaan bahan yang terlibat dengan proses radiasi yang berlaku. Proses perpindahan kalor sering terjadi secara serentak. Misa1nya sekeping plat yang dicat hitam. La1u dikenakan dengan sinar matahari. Plat akan menyerap sebahagian energi matahari. Suhu plat akan naik ke satu tahap tertentu. Oleh karena suhu permukaan atas naik maka kalor akan berkonduksi dari permukaan atas ke permukaan bawah. Da1am pada itu, permukaan bagian atas kini mempunyai suhu yang lebih tinggi dari suhu udara sekeliling, maka jumlah kalor akan disebarkan secara konveksi. Tetapi energi kalor juga disebarkan secara radiasi. Dalam hal ini dua hal terjadi, ada kalor yang dipantulkan dan ada kalor yang dipindahkan ke sekeliling. Gambar 1.1. Perpindahan panas radiasi (a) pada permukaan, (b) antara permukaan dan lingkungan Berdasarkan kepada keadaan terma permukaan, bahan yang di pindahkan dan dipantulkan ini dapat berbeda. Proses radiasi tidak melibatkan perbedaan suhu. Keterlibatan suhu hanya terjadi jika terdapat dua permukaan yang mempunyai suhu yang berbeda. Dalam hal ini, setiap permukaan akan menyinarkan energi kalor secara radiasi jika permukaan itu bersuhu T dalam unit suhu mutlak. Lazimnya jika terdapat satu permukaan lain yang saling berhadapan, dan jika file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM PERPINDAHAN PANAS permukaan pertama mempunyai suhu T1 mutlak sedangkan permukaan kedua mempunyai suhu T2 mutlak, maka permukaan tadi akan saling memindahkan kalor . Selanjutnya juga penting untuk diketahui bahwa : 1. Kalor radiasi merambat lurus. 2. Untuk perambatan itu tidak diperlukan medium (misalnya zat cair atau gas) 1.2. Hantaran (Konduksi) Yang dimaksud dengan hantaran ialah pengangkutan kalor melalui satu jenis zat. Sehingga perpindahan kalor secara hantaran/konduksi merupakan satu proses pendalaman karena proses perpindahan kalor ini hanya terjadi di dalam bahan. Arah aliran energi kalor, adalah dari titik bersuhu tinggi ke titik bersuhu rendah.

koefisien ini bernilai kecil. Keadaan permukaan dan keadaan sekelilingnya serta kedudukan permukaan itu . Hal ini disebabkan karena susunan molekul dan juga atom di dalam setiap bahan adalah berbeda. Sifat bahan yang digunakan untuk menyatakan bahwa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Penghantar yang buruk disebut isolator. Moleku1 dan elektron merupakan alat pengangkut kalor di dalam bahan menurut proses perpindahan kalor konduksi. dan udara yang terperangkat. berbeda dengan satu bahan berfasa gas seperti udara. Dengan demikian. Untuk bahan isolator. Proses perpindahan ka1or secara aliran/konveksi merupakan satu fenomena permukaan. umpamanya seorang tukang hembus kaca dapat memegang suatu barang kaca. bahan yang dapat menghantar arus listrik dengan sempurna (logam) merupakan penghantar yang baik juga untuk kalor dan sebaliknya. Apabila ujung batang logam tadi menerima energi kalor dari api. dan besi .html (4 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM PERPINDAHAN PANAS bahan tersebut merupakan suatu isolator atau konduktor ialah koefisien konduksi terma.Gambar 1. Persoalan yang patut diajukan pada pengamatan ini ialah mengapa kadar alir energi kalor adalah berbeda.2. Dapat diperhatikan bagaimana kalor dipindahkan dari ujung yang panas ke ujung yang dingin. Besi adalah besi. Perpindahan panas konduksi dan difusi energi akibat aktivitas molekul Sudah diketahui bahwa tidak semua bahan dapat menghantar kalor sama sempurnanya. bahan kimia unsur besi adalah lebih banyak. Bahan kayu terdiri dari gabungan bahan kimia seperti karbon. yang beberapa cm lebih jauh dari tempat pegangan itu adalah demikian panasnya. Proses konveksi hanya terjadi di permukaan bahan. 1. Tetapi dibandingkan dengan bahan padat seperti kayu. Jadi dalam proses ini struktur bagian dalam bahan kurang penting. maka bahan mempunyai kemampuan mengalirkan kalor dengan cepat. Pada umumnya.3. Molekul udara adalalah renggang seka1i. Akan tetapi seorang pandai tempa harus memegang benda yang akan ditempa dengan sebuah tang. aliran elektron akan memainkan peranan penting . Untuk satu bahan berfasa padat molekulnya tersusun rapat. maka molekul besi adalah lebih rapat susunannya daripada molekul kayu. Apabila nilai koefisien ini tinggi. Kalaupun ada bahan asing. uap air. Dengan demikian dalam proses pengangkutan kalor di dalam bahan. Bahan yang dapat menghantar ka1or dengan baik dinamakan konduktor. Aliran (Konveksi) Yang dimaksud dengan aliran ialah pengangkutan ka1or oleh gerak dari zat yang dipanaskan. sehingga bentuknya dapat berubah. energi ini akan memindahkan sebahagian energi kepada molekul dan elektron yang membangun bahan tersebut. Selanjutnya bila diandaikan sebatang besi atau sembarang jenis logam dan salah satu ujungnya diulurkan ke dalam nyala api.

Setelah masa ini juga menerima energi kalor dari permukan bahan yang kalor dasi. Gerakan fluida melibatkan kecepatan yang seterusnya akan menghasilkan aliran momentum. Perpindahan kalor dengan jalan aliran dalam industri kimia merupakan cara pengangkutan kalor yang paling banyak dipakai.adalah yang utama. faktor yang paling penting yang menjadi penyebab dan pendorong proses . Lazimnya. Proses ini akan berlangsung berulang-ulang. Oleh karena konveksi hanya dapat terjadi melalui zat yang mengalir. energi kalor ini akan dipindahkan ke sekelilingnya dengan perantaraan aliran fluida. (a) konveksi paksa. Dalam hal ini dikatakan suhu permukaan adalah T1 dan suhu udara sekeliling adalah T2 dengan Tl>T2. maka bentuk pengangkutan ka1or ini hanya terdapat pada zat cair dan gas.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM PERPINDAHAN PANAS Fluida yang panas karena menerima kalor dari permukaan bahan akan naik ke atas. (d) kondensasi Pada perpindahan kalor secara konveksi. maka selama pengaliran fluida bersentuhan dengan permukaan bahan yang panas. Dalam kedua proses konduksi dan konveksi. suhu fluida akan naik.3. Oleh karena itu bagian yang paling banyak atau yang pertama dipanaskan memperoleh masa jenis yang lebih kecil daripada bagian masa yang lebih dingin. suhu permukaan bahan akan berbeda dari suhu sekelilingnya. keadaan keseirnbangan termodinamik di dalam bahan akibat proses konduksi. sehingga kalor akhimya tersebar pada seluruh zat. Malahan masa fluida menjadi berkurang karena kini fluida menerima energi kalor. Oleh karena pengaliran fluida melibatkan pengangkutan masa. Peningkatan momentum ini bukan disebabkan masanya akan bertambah. Kini file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Perpindahan panas konveksi. Sebagai akibatnya terjadi sirkulasi. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Jadi masa fluida yang mempunyai energi terma yang lebih tinggi akan mempunyai momentum yang juga tinggi. Kekosongan tempat masa bendalir yang telah naik itu diisi pula oleh masa fluida yang bersuhu rendah. (b) konveksi alamiah. karena masa yang akan dipanaskan tidak sekaligus di bawa kesuhu yang sama tinggi. (c) pendidihan.html (5 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM PERPINDAHAN PANAS terdapat keadaan suhu tidak seimbang diantara bahan dengan sekelilingnya. Pada pemanasan zat ini terjadi aliran. Gambar 1. Kekosongan ini diisi pula oleh masa fluida bersuhu renah yang lain. masa ini juga akan naik ke atas permukaan meninggalkan tempat asalnya.

Yang membedakan kedua proses ini adalah dari nilai koefisien h-nya. Tidak semua bahan dapat menghantar kalor sama sempurnanya. Keadaan tidak stabil ini perlu diselesaikan melalui proses perpindahan kalor. Koefisien konduksi terma. Sedangkan bila kecepatan medan dipengaruhi oleh unsur luar seperti kipas atau peniup. Apabila perbedaan suhu . Jika cepatan medan tetap. artinya tidak ada pengaruh luar yang mendoromg fluida bergerak. masalah yang utama terletak pada cara mencari metode penentuan nilai h dengan tepat. Isolator: penghantar kalor yang buruk. k: § sifat bahan yang digunakan untuk menyatakan bahwa bahan tersebut merupakan suatu isolator atau konduktor § menunjukkan berapa sepat kalor mengalir dalam suatu bahan kkonduktor>kisolator Konduksi panas mengikuti Hukum Fourier yang dapat dinyatakan dengan persamaan yang berikut: atau: q = laju perpindahan panas dT/dx = gradien suhu ke arah perpindahan panas Dalam persamaan di atas Hukum Fourier telah dinyatakan dalam bentuk persamaan laju alir. Dalam pengamatan proses perpindahan kalor konveksi.html (7 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM BAB II BAB II PERPINDAHAN PANAS KONDUKSI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas %20konduksi. tetapi melaui satu jenis zat. Jumlah kalor yang dipindahkan. bergantung pada nilai h. yang bentuk umumnya adalah: BAB II . Nilai koefisien ini tergantung kepada banyak faktor. Konduktor: bahan yang dapat menghantar kalor dengan baik. maka proses konveksi yang akan terjadi merupakan proses perpindahan kalor konveksi paksa.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM Pada perpindahan panas secara konduksi. maka proses perpindahan ka1or berlaku. kalor/panas mengalir tanpa disertai gerakan zat. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan.terjadi maka keadaan tidak stabil terma akan terjadi.tersebut adalah perbedaan suhu. Arah aliran energi kalor dari titik bersuhu tinggi ke titik bersuh rendah.

distribusi suhu konstan. Digunakan R. maka aliran kalor dapat dituliskan: Analogi listrik dapat digunakan untuk memecahkan persoalan yang lebih rumit.1.Dengan demikian persamaan konduksi panas mendefinisikan tahanan terhadap konduksi panas k adalah konduktiviti panas suatu zat. Konduksi Keadaan Steady (Tunak) Persamaan neraca energi: Analisa satu dimensi arah sumbu x ditunjukkan sebagai berikut: Kuantitas energi panas adalah sebagai berikut: Energi masuk : Energi yang dibangkitkan : Perubahan energi dalam Energi keluar = Pada keadaan steady.1.1. Jika ketiga persamaan akan diselesaikan bersamaan. hukum Fourier dapat diintegrasi: 2. tahanan termal/panas/kalor.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM BAB II Sehingga: = penurunan suhu total melintas keseluruhan tebing Aliran kalor melalui beberapa tahanan dalam susunan seri mempunyai analogi dengan arus listrik yang mengalir melalui beberapa tahanan listrik dalam rangkaian seri. Biasanya perubahan k dapat diperkirakan cukup dengan fungsi liniar 2. analisisnya akan menjadi seperti berikut: Untuk gradien suhu seperti gambar di atas. suhu hanya merupakan fungsi posisi dan akumulasi = 0. seperti dinding lapis rangkap. yang besarnya tergantung pada temperatur zat itu. laju perpindahan panas: Aliran panas pada setiap bagian adalah sama. Aliran kalor melalui beberapa tahanan dalam susunan paralel: Jika suhu awal dan akhir kedua lapisan sama: . untuk menyatakan : file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas %20konduksi. sehingga: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas %20konduksi.Dinding Datar Sistem dengan lebih dari satu macam bahan.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM BAB II Untuk konduksi keadaan steady.

Penyelesaian: Dari App. r2 = 20/1000 = 0.1 K.151 W/m.005 m.3-1 (Geankoplis. 1987). jika suhu permukaan luar tabung 297.02 m Ambil L= 1 m. A-3 Geankoplis.151 W/m. 1987: Khardbutter= 0.7 mm kayu pine. Hitung panjang tabung yang diperlukan. Nilai: kpine = 0. 1987). 101. dinding dalam.K file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas %20konduksi.html (5 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM BAB II r1 = 5/100 = 0.0433 W/m. Sebanyak 14.K . dimana: r1= jari-jari dalam r0=jari-jari luar file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas %20konduksi. Tanda negatif menunjukkan bahwa arah aliran panas adalah dari r2.2.2-1 (Geankoplis.65 W panas harus dipindahkan dengan pendinginan ini.K kcorkboard = 0. dinding luar ke r1.6 mm cork board dan lapisan terluar 76.1 K.html (4 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM BAB II L=panjang Ti-To=beda suhu Laju perpindahan panas dapat ditentukan dari Hukum Fourier dengan penyesuaian rumus luas menjadi: Konsep tahanan termal dapat juga digunakan untuk dinding lapis rangkap seperti gambar di atas: Contoh 4. Panjang tabung untuk koil pendingin Tabung silinder berdinding tipis dari karet dengan ID 5 mm dan OD 20 mm digunakan sebagai koil pendingin.K kconcrete = 0. Sistem Radial-Silinder Suatu silinder.1.2. Temperatur permukaan luar 255.762 W/m.4 K (ruang pendingin) dan permukaan luar concrete 297. Aliran panas melalui dinding isolasi ruang pendingin Ruang pendingin dilapisi dengan 12. Air pendingin dalam tabung mengalir pada suhu 274. Panjang tabung yang diperlukan: Contoh 4.2 mm concrete.9 K.

0254 m dan OD = 0. xA= 0.Hitung panas yang hilang (dalam W) untuk 1 m2. Pipa dilapisi asbestos (B) sebagai isolasi setebal 0. karena nilai k yang tinggi. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas %20konduksi. Panas yang hilang dari isolasi pipa.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM BAB II Contoh 4.K dengan ID=0. Temperatur permukaan dalam pipa 811 K dan permukaan luar isolasi 310. Temperatur antara pipa dengan isolasi Penyelesaian: T1= 811 K.305 m: Tahanan masing-masing: Laju perpindahan panas: Untuk menghitung temperatur T2: Hanya terjadi penurunan T yang kecil melintasi pipa. xB= 0.4 K.1016 m kC= 0.0508 m.html (1 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM Perpindahan panas antara suatu permukaan padat dan suatu fluida berlangsung secara konveksi.0433 . Pipa stainless stell berdinding tipis (A) mempunyai k= 21.151 .1 K.2433 W/ m.8 K Luas permukaan pada L=0.63 W/m.3-2 (Geankoplis.K.html (7 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM BAB III BAB III PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas %20konveksi. kA= 0. xC= 0. Penyelesaian: T1 = 255.0127 m kB= 0. Untuk pipa 0. T2 = T antara. T4= 297.0254 m dengan k=0.305 m panjang. dan temperatur antara pine dan cork board. 1987). .762 . T3=310.8 K. Panas yang hilang b. hitung: a.0762 m Tahanan masing-masing material: Dengan cara yang sama: Untuk menghitung temperatur T2. antara pine dan cork board: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas %20konduksi.

Fluks kalor boleh didasarkan atas luas permukaan luar atau dalam pipa. Fluks Kalor: Adalah laju perpindahan panas persatuan luas (q/A).Konveksi panas dapat dihitung dengan persamaan pendinginan Newton: …(3. Koefisien pindah panas permukaan h. h: Merupakan koefisien perpindahan panas untuk masing-masing fluida. koefisien yang didasarkan atas luas permukaan luar. maka berbagai tahanan panas yang tersangkut dapat dijumlahkan untuk memperoleh koefisien pindah panas keseluruhan U. Persamaan perpindahan panas menjadi: BAB III Th= suhu fluida panas Tc=suhu fluida dingin Th – Tc = gaya dorong atau beda suhu lokal menyeluruh A = luas permukaan dalam/luar pipa U = koefisien pindah panas keseluruhan berdasarkan A = faktor proporsionalitas antara q/A dan •T Jika A = Ao. maka U = Uo.1) Persamaan (3. Suhu arus rata-rata: Adalah suhu yang dicapai apabila keseluruhan fluida yang mengalir melalui penampang itu dikeluarkan lalu dicampur secara adiabatik. Koefisien perpindahan panas individual. luas permukaan luar tabung. akan tetapi menyatakan besarnya laju pindah panas di daerah dekat pada permukaan itu. bukanlah suatu sifat zat. Koefisien perpindahan kalor menyeluruh: Jika terjadi konduksi dan konveksi secara berturutan.1) mendefinisikan tahanan panas terhadap konveksi. T = suhu rata-rata lokal Tw= suhu dinding yang dalam kontak dengan fluida Nilai h bila diterapkan: § Untuk sisi panas (bagian dalam tabung) Th=suhu fluida panas Twh=suhu dinding panas § Untuk sisi dingin (bagian luar tabung) Tc=suhu fluida dingin .

pemanasan air dalam ketel. rasio antara diameter tabung terhadap tebal ekivalen lapisan laminar h =koefisien konveksi k =konduktivitas panas D =diameter tabung X =tebal lapisan film (lapisan batas laminar) Korelasi untuk menentukan nilai h dipengaruhi oleh: § Sifat fisika fluida § Jenis dan kecepatan aliran § Perbedaan temperatur § Geometri sistem Beberapa nilai h dapat dilihat pada Tabel 4. dengan bentuk umum: Nu = K Rep Prq Grr (L/d)s dimana K = bilangan tetap. dan perbedaan densitas akibat file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas %20konveksi. kekosongan tempat massa fluida yang telah naik diisi oleh massa fluida yang bersuhu rendah.file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas %20konveksi. Nu = angka Nusselt. Konveksi paksa § Jika aliran fluida digerakkan oleh piranti mekanik seperti pompa dan pengaduk.html (2 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM BAB III Twc=suhu dinding dingin Koefisien pindah panas permukaan dapat diperkirakan dari fungsi-fungsi empiris. 2. 1987. Konveksi bebas/alamiah § Contohnya adalah pemanasan aliran udara yang melalui radiator. yang tersusun dari bilangan-bilangan tanpa dimensi. § Aliran/perpindahan panas tidak bergantung pada gradien densitas.html (3 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM BAB III adanya gradien suhu di dalam massa fluida itu. § Contohnya aliran kalor melalui pipa panas.1-2 Geankoplis. § Fluida panas yang menerima panas akan naik ke atas. . Perpindahan panas konveksi dapat dikelompokkan kepada dua bahagian: 1. § Aliran fluida terjadi akibat perbedaan densitas.

Bagaimana beraneka ragamnya persamaan-persamaan itu dapat dilihat dari contoh-contoh di bawah ini.3.1. . Karena terdapat berbagai persamaan dan nomogram. Tanpa adanya aliran yang dipaksakan terhadap fluida. ternyata dapat diperoleh persamaan empiris dalam bilangan-bilangan tanpa dimensi. maka sekitar permukaan akan terjadi konveksi secara alamiah. Besarnya koefisien perpindahan panas harus didapat dari hasil percobaan. Jika berbagai hasil penyelidikan itu dikumpulkan. Bentuk umum: Bilangan-bilangan tanpa dimensi itu adalah: Dimana: L =panjang pipa • =viskositas fluida r =densitas fluida g =percepatan gravitasi file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas %20konveksi. Aliran alamiah ini memperbesar perpindahan panas yang semula sampai tercapai keadaan yang tecap. yang dibuat untuk menunjukkan sifatsifat konveksi bebas . salah satu di antaranya adalah bilangan Grashof. Persamaan empiris dan nomogram itu dapat dipakai guna memperkirakan koefisien perpindahan panas untuk konveksi bebas. Biasanya temperatur permukaan itu cukup tinggi untuk menimbulkan pula radiasi.html (4 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM BAB III Cp =kapasitas panas b =koefisien ekspansi termal hc =koefisien konveksi k =konduktivitas termal Hasil percobaan itu sering juga dinyatakan sebagai nomogram (alignment chart) atau grafik. maka haruslah dicari yang keadaan sistemnya sama dengan sistem yang sedang ditinjau. Cara perpindahan panas semacam ini disebut konveksi alamiah atau konveksi bebas. Perbedaan temperatur antara bagian-bagian fluida menyebabkan perbedaan densiti dan karena itu timbul gerakan dan aliran dalam fluida. Konveksi Alamiah Pada perbatasan suatu permukaan dan suatu fluida akan terjadi perpindahan panas secara konduksi dan konveksi. Banyak penyelidikan telah dilakukan untuk menentukan koefisien pindah panas itu.

Seringkali salah satu fluida dalam sebuah penukar-panas mengalir dalam pipa. baik hambatan gesekan maupun hambatan bentuk berpengaruh. yang didinginkan. yaitu hambatan gesekan dan hambatan bentuk. Di luar pipa terjadi lagi konveksi. Jika bilangan Reynolds bertambah besar. Persamaan-persamaan empiris tentang koefisien pindah panas antara benda dan fluida hanya berlaku untuk benda dengan bentuk tertentu. Perpindahan panas berlangsung secara radial terhadap pipa. Dalam hal ini radiasi biasanya terjadi pada permukaan luar yang berhubungan dengan lingkungan yang tetap temperaturnya. menghadap ke bawah: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas %20konveksi. Juga di sini pada waktu yang sama berlangsung perpindahan panas secara konduksi. menghadap ke atas: 3.html (5 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM BAB III Untuk lempeng mendatar yang dipanaskan. Dalam bilangan Reynolds yang sangat rendah hanya hambatan gesekan yang berpengaruh. menghadap ke atas. konveksi dan radiasi. Pengaruh aliran ini juga terlihat pada perpindahan panas antara fluida dan benda-benda yang terendam. maka perpindahan panas selalu terjadi secara konveksi paksa. kemudian panas menjalar secara konduksi melalui logam dinding pipa. yang seluruhnya diliputi oleh fluida itu.2. mengalami dua macam hambatan. akan tetapi pengaruh hambatan gesekan makin lama makin berkurang dan hambatan bentuk lebih berpengaruh. sedang fluida yang lain mengalir dalam ruang anulus sebuah pipa yang lebih besar atau dalam ruang sebuah shell yang memuat banyak pipa.Untuk bidang tegaklurus dan silinder tegak lurus Aliran bergolak: Aliran berlapis: Untuk silinder mendatar Untuk lempeng mendatar yang dipanaskan. panas dipertukarkan secara konveksi. Perhitungan dilakukan dengan persamaan yang berikut: . menghadap ke bawah atau lempeng mendatar. yang didinginkan. Jika dalam alat dikehendaki pertukaran panas. Konveksi Paksa Seperti telah diketahui fluida sekitar benda. karena laju panas yang dipindahkan naik dengan adanya aliran atau pengadukan. Antara fluida di dalam pipa dan permukaan dinding pipa sebelah dalam. atau lempeng mendatar.

Selama pemakaian pada permukaan itu akan tertentuk lapisan kotoran atau kerak. Dalam mencari persamaan-persamaan empiris itu harus diperhatikan sifat fluida. letak pipa dan lain sebagainya. Biarpun tipis lapisan itu merupakan tahanan . Karena terjadi perpindahan panas. Pada ujung keluar pipa itu akan terdapat selisih temperatur yang berbeda dengan pada ujung awal. Sebab untuk keadaan yang berlainan mungkin berlaku persamaan yang lain pula. dan haruslah ditemukan persamaan yang keadaan berlakunya sama dengan masalah yang dihadapi. Untuk konveksi dalam pipa sudah tentu persamaan empirisnya lain daripada untuk konveksi luar pipa. karena temperatur fluida berbeda. sifat aliran. Besarnya koefisien pindah panas secara konveksi diperkirakan dari persamaan-persamaan empiris. maka dilakukan rata-rata dengan persamaan yang berikut: U dihitung dari jumlah tahanan panas keseluruhan. Sewaktu masih baru permukaan logam pipa-pipa itu bersih. Begitu juga besarnya koefisien perpindahan panas konveksi akan berubah.html (7 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM BAB III Koefisien pindah panas sebuah alat penukar panas mengalami perubahan selama pemakaian. sesuai dengan persoalannya. Banyak buku yang memuat keterangan tentang koefisien pindah panas. Begitu juga koefisien perpindahan panas keseluruhan harus dihitung melalui penjumlahan masing-masing tahanan panas. harus dihitung sesuai dengan keadaan sistem.html (6 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM BAB III Kalau persamaan di atas diterapkan di satu tempat. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas %20konveksi.file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas %20konveksi. Biasanya selisih temperatur dirata-ratakan secara logaritma antara kedua ujung alat menjadi: (Selisih temperatur rata-rata logaritma) Dalam hal ini U dianggap tidak berubah banyak antara kedua ujung alat itu. maka sepanjang pipa fluida yang panas berkurang temperaturnya dan fluida yang dingin naik temperaturnya. jenis perpindahan panas (pemanasan atau pendinginan). maupun dalam bentuk nomogram. baik dalam bentuk persamaan. maka U adalah koefisien perpindahan panas keseluruhan setempat dan DT adalah selisih temperatur fluida di dalam pipa dan fluida di luar pipa di tempat itu. Luas permukaan perpindahan panas A. Untuk menerapkan persamaan pindah panas pada satu alat. maka haruslah ada harga yang dirata-ratakan. Kalau U sangat berbeda di kedua tempat itu.

tambahan terhadap perpindahan panas. Untuk perhitungan selisih temperatur selalu diambil antara permukaan dan tengah-tengah aliran yang bergolak. seluruh tahanan pindah panas dianggap berada dalam lapisan batas. asalkan tetap hanya satu sistem satuan yang dipakai. Karena persamaan empiris itu dinyatakan dengan bilangan tanpa dimensi maka sistem satuan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas %20konveksi. Karena keadaan dalam lapisan batas itu berlapis. Di bawah ini akan diberikan berbagai contoh persamaan empiris yang sering dijumpai dengan batas-batas berlakunya. suatu lapisan tipis fluida. Banyak data telah diperoleh dalam percobaan-percobaan untuk menentukan koefisien pindah panas h. Pada dasarnya rumus empiris untuk konveksi paksa meliputi benda mempunyai bentuk umum yang sama dengan rumus empiris untuk konveksi dalam pipa. Menurut teori "dua lapisan" pada permukaan yang berhubungan dengan fluida terdapat. maka tahanan terhadap perpindahan panas di 1apisan lebih besar daripada di daerah yang bergolak. Pada dinding pipa yang kedua belah permukaannya terdapat fluida. Aliran laminar Untuk aliran berlapis (laminar) dalam pipa tegak atau datar. biarpun agak berjauhan dari permukaan fluidanya mengalir secara bergolak. Data dapat disajikan dalam grafik atau sebagai persamaan. sedang hd koefisien pindah panas untuk lapisan kotoran atau kerak. didapati dua lapisan batas itu. Dalam menggunakan persamaan-persamaan itu. di mana konveksi bebas dapat diabaikan. yaitu: Persamaan-persamaan itu dapat juga disajikan dalam bentuk grafik. Karena itu dalam menggunakan persamaan empiris semua sifat fisis fluida dinilai sesuai dengan temperatur lapisan batas itu. Karena itu untuk perhitungan-perhitungan. Lapisan ini terutama timbul pada permukaan yang berhubungan dengan air. Besarnya tahanan karena pengotoran itu dapat dihitung dari persamaan yang berikut: di mana Ud adalah koefisien pindah panas keseluruhan untuk alat yang kotor dan untuk alat yang bersih. Persamaan empiris hanya memberikan cara untuk memperkirakan besarnya koefisien pindah panas. yang keadaan alirannya berlapis.html (8 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM BAB III mana yang digunakan tidak menjadi soal. berlaku persamaan: Re <> Dimana: . Selisih temperaturpun lebih besar. Tahanan panas konveksi digambarkan sebagai terpusat dalam lapisan batas fluida pada permukaan padat. arah perpindahan panas perlu terus diingat.

s Cp =kapasitas panas. •Tm Merupakan selisih suhu rata-rata secara logaritma pada kedua ujung peralatan. karena nilai bilangan Reynolds terlalu tinggi untuk adanya pengaruh konveksi bebas.K hc =koefisien perpindahan panas rata-rata k =konduktivitas termal. Bilangan Grashof tidak ada dalam persamaan di atas. Pa.s •w =viskositas fluida pada suhudinding. aliran turbulen Nilai h untuk air. T rata-rata secara aritmetik: Tw= suhu dinding Tbi= suhu fluida masuk Tbo=suhu fluida keluar Aliran turbulen Untuk aliran bergolak (turbulen) dalam pipa yang bersih berlaku persamaan: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas %20konveksi.html (9 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM BAB III hL = koefisien konveksi didasarkan pada •Tm. Persamaan-persamaan empiris yang ada pada waktu ini belum mencakup semua keadaan yang dijumpai dalam praktek. T=4-105oC. d =diameter pipa. m •b =viskositas fluida pada suhu rata-rata. m. W/m. jika viskositas fluida di dekat dinding dan di tengah pipa terlalu berbeda. J/kg.html (10 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .LMTD. Dalam hal ini h harus diperkirakan dari data empiris. Banyak hal yang tidak dapat di hitung koefisiep pindah panasnya. aliran turbulen Nilai h aliran fluida yang melintasi plat datar file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas %20konveksi. Semua sifat fluida dihitung pada suhu rata-rata kecuali • w Untuk fluida masuk dan keluar pada T berbeda. Pa. Ptotal= 1 atm. Data yang dilaporkan dalam buku maupun dalam majalah banyak berguna dalam memperkirakan koefisien pindah panas secara konveksi. yang biasanya dalam buku-buku referensi diberikan sebagai batas-batas nilai.K Faktor (•/• w) digunakan sebagai koreksi. Sifat-sifat fluida harus dinilai pada temperatur rata-rata antara temperatur masuk dan keluar. Nila h untuk udara. Beda suhu rata-rata logaritmik.L =adalah panjang pipa di mana terjadi perpindahan panas.

1 <> 0.618 0.3. dihitung melalui penjumlahan masing-masing tahanan panas. digunakan: Nilai K dan n diperoleh dari daftar berikut: Re n K Nu 1-4 0.6 4000-40000 0.6 <> Nilai h aliran udara yang mengalir tegak lurus terhadap silinder tunggal dan udara yang mengalir tegak lurus pada silinder.L. T1 = suhu fluida panas T2 = suhu fluida dingin file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas %20konveksi. Pr > 0.891 0.4 – 3. U.385 0.html (12 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM BAB III .33 0.821 1. sesuai dengan persoalannya.615 3.805 0. gabungan konduksi dan konveksi.0239 121 .529 3.891-1.html (11 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM BAB III Laju perpindahan panas (gambar a): Koefisien perpindahan panas menyeluruh.K Laju perpindahan panas (gambar b): A1 = 2p.7 Nilai h untuk aliran melintasi bola Sebuah bola yang akan dipanaskan atau didinginkan oleh fluida yang mengalir tegak lurus terhadap sumber bola.BAB III Aliran laminar : Re <>5.105.43 – 29. Pr > 0.42 4-40 0. U dalam W/m2.7 Aliran turbulen: Re > 3.r1 = luas permukaan dalam tabung Aalm = luas permukaan rata-rata tabung Ao = luas permukaan luar tabung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas %20konveksi.466 0.5 – 121 40000-250000 0.4 40-4000 0. Gabungan Konduksi dan Konveksi Terdapat dua jenis fluida pada kedua sisi permukaan padatan.174 29.

62 m/dt. 1987).98 (1000) = 980 kg/m3 k = 0.Contoh 4.6 K akan dipanaskan melalui pipa dengan ID 25. A.3.633 W/m.64. Air pada T = 65.s file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas %20konveksi.6 K: mb = 2. didasarkan atas permukaan dalam pipa.html (13 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM BAB III mb = 2.6.6.5-2 (Geankoplis.4 mm dan kecepatan 7. b.8 oC diluar dinding pipa.8 kPa dan temperatur rata-rata 477. Air akan dipanaskan dengan steam pada 107.6 oC dan kecepatan 2.7 K. Geankoplis 1987.6. Karena koefisien konveksi steam besar sedangkan tahanan dinding pipa sangat kecil. udara pada 477. (Geankoplis. 1987). pipa baja pada temperatur rata-rata 65. Hitung : a.686 Pada 488.03894 W/m Pr = 0. Sebagai media pemanas digunakan steam pada 488. Penyelesaian: Dari App. Hitung hi untuk air didalam pipa. dianggap temperatur dinding pipa yang kontak dengan udara juga 488. Udara pada 206. Koefisien perpindahan panas untuk L/D > 60.10-5 Pa.6 oC dari App. Pemanasan air menggunakan steam dan penyelesaian dengan trial and error.s = 2. mw = 2.44 m/dt.K . Pemanasan udara dalam aliran turbulen.7 K. koefisien perpindahan panas keseluruhan. Hitung U.10-5 Pa.72 r = 0. A. A-5 (Geankoplis. c. Air mengalir melalui pipa horizontal 1” sch 40.s k = 0.0334 m.0266 m dan OD = 0.305 m pipa.10-5 kg/m. b. Fluks panas (q/A) Penyelesaian: Dari App. a. Hitung q untuk 0.7 K diluar pipa.10-5 Pa. 1987): 1” sch 40 : ID= 0.2 : NPr = 2.5-1.K.dt (a) Aliran turbulen: (b) Contoh soal 4. Koefisien sisi uap diperkirakan ho = 10500 W/m2.

K Tahanan menjadi: Penurunan temperatur melalui lapisan air: =16. dan penurunan temperatur minyak bumi besarnya 0.6oC dan 107. yang terpasang dalam udara terbuka.html (15 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM BAB III (c) Soal latihan.7oC Ini sangat dekat dengan nilai Trial I yaitu 80oC. diambil 80 oC = Tw. 40. Suatu aliran minyak bumi. Perpindahan panas mengikuti persaman: Dimana: = tahanan panas konveksi dalam pipa .56. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas %20konveksi.html (14 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM BAB III TRIAL I Temperatur dinding pipa diperlukan. Sifat fisika yang berubah adalah mw jika dilakukan Trial II yaitu mw.1=81.10-4 Pa.8 oC.7oC=3. dipanaskan dalam tungku dan keluar tungku pada temperatur 300oC melalui pipa baja 4 inci sch.80oC = 3.305 m K untuk baja adalah 45 W/m.10-4.80oC= 3.53.5+16. Tetapi efeknya terhadap hi cukup kecil dan dapat diabaikan. sehingga tidak diperlukan trial ke-2.S file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas %20konveksi. agar temperatur permukaan asbes dapat mencapai 50oC.s Nre air pada temperatur rata-rata: (b) Untuk L=0. Analisa Keadaan masalah digambarkan pada sketsa berikut.10-4 Pa.μ = 4. Berapa tebal lapisan asbes. Pipa ini hendak diinsulasi dengan lapisan asbes.32.10-4 menjadi mw.1 oC/m panjang pipa.1oC Sehingga Tw=65. sebanyak 1 kg/detik.56. dan diasumsikan berada diantara 65.81. •w. Arah perpindahan panas adalah radial.

103 J/kg.358 m2/m Harga konduktivitas panas.K r (100 oC) = 890 kg/m3 Cp (100 oC) = 1.10-3 N.K Asbes (100 oC) = 0.html (16 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM BAB III = tahanan konduksi panas melalui pipa = tahanan konduksi panas melalui asbes = tahanan panas konveksi bebas dalam udara Untuk menghitung besarnya tahanan panas.html (17 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM BAB III konveksi bebas tidak perlu diikut sertakan.K μ(lembab) = 19. Untuk perhitungan pertama tahanan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas %20konveksi. 40 mempunyai ukuran sbb: ID = 102 mm OD = 114 mm Tebal dinding = 6.0 N.07 kJ/kg. ialah: Baja (300 oC) = 43 W/m.02 mm Luas permukaan = 0.6 mW/m. k.detik/m2 Tf diambil 35 oC = 308 K b= koefisien ekspansi termal = 1/Tf = 1/308 Keterangan tentang minyak bumi: K = 0.K Keterangan tentang udara: K (kering) = 26.K μ (100 oC) = 0.detik/m2 Pada permukaan luar insulasi asbes terjadi konveksi bebas.K r(lembab) = 1. karena temperatur permukaan diketahui yaitu 50 oC.97.107 kg/m3 Cp (lembab) = 1.178 W/m.138 W/m. perlu dikumpulkan keterangan dan data dari pustaka sbb: Pipa 4” sch.27. Rencana: Persaman pokok untuk perpindahan panas adalah: .file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas %20konveksi.

Penyelesaian: Untuk dapat memilih persamaan empiris untuk menghitung h. Substitusi harga besaran-besaran di atas ke dalam persamaan perpindahan panas.114 + (2.K Laju perpindahan panas permeter pipa: R = R1 + R2 + R3 1. Besaran ini terdapat dalam tahanan panas R.178 W/m.pipa.Cp.0109+0.3 = 0. maka temperatur lapisan batas udara Tf pada permukaan insulasi dapat diambil Tf = ½ (50+20) = 35 oC Perhitungan tahanan konveksi bebas: .html (18 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM BAB III Kp=43 W/m. yang kemudian menghasilkan tebal insulasi.0004+R3 d= 0.27=0.647 m Penilaian: Hasil perhitungan diatas perlu diperiksa dengan tahanan konveksi bebas.K Tahanan konduksi melalui insulasi: ka= 0. R4 untuk sementara tidak diperlukan.267) = 0. 0. G = 1 kg/dt D = 0.7 (0. memberikan harga untuk R3. Kalau dimisalkan temperatur udara 20 oC. 10-3 N.7 d d = 0.114 + d) = 0.1 oC DT diperoleh dari selisih temperatur keseluruhan 300 – 50 = 250 oC Dari keempat tahanan panas R1 dan R2 dapat dihitung. Jadi q dan DT harus diketahui terlebih dahulu. DT = 0.08/0.Yang ditanyakan adalah tebal insulasi. karena semua keterangan diketahui.102 m m= 0.27 .267 m d ins = 0. Untuk minyak bumi perhitungan adalah sebagai berikut. maka bilangan Reynold harus dihitung. DT Watt/m. Q diperoleh dari penurunan temperatur minyak bumi sebesar G.08 + 0.det/m2 Dipakai persamaan berikut Nre = 46.200 Tahanan konduksi melalui dinding pipa: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas %20konveksi.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas %20konveksi.Pr)1/4 Menurut perhitungan ini temperatur permukaan insulasi besarnya = 20 + 33 = 53 oC. Soal Latihan Gas karbondioksida kering sebanyak 8. hendak didinginkan menjadi 40 oC. akan tetapi lebih tinggi maka temperatur permukaan insulasi akan lebih tinggi dari 50 oC. Rencana: 1. Untuk mempertahankannya pada 50 oC.5” dan dinding BWG no.647 m Berlaku 103 <>9 .html (19 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM BAB III Perbedaan sebesar 3 oC atau lebih kurang 6% masih baik untuk perhitungan rancangan seperti ini. Analisa: n Perhitungan dilakukan dengan persamaan n Banyaknya pipa terdapat adlam luas permukaan A n Faktor lain harus dihitung.16. Jika ada faktor yang tidak dapat dihitung. Gas berada dalam pipa tembaga ukuran 1” dengan dinding BWG no.html (20 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM BAB III . Hitung laju perpindahan panas q 2. harus diadakan perhitungan tebal insulasi lagi. pada tekanan mutlak 2 bar dan temperatur 60 oC. U 4. Hitung luas permukaan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas %20konveksi.0 .b= 0. Air mengalir melalui ruang anulus antara kedua pipa dengan kecepatan 0. Berapakah banyaknya dan panjang pipa yang diperlukan?. Hitung selisih temperatur rata-rata •Tm 3. n U dihitung dengan menghitung masing-masing tahanan panas dan menjumlahkannya.10-3 m3/detik. sehingga dipakai persamaan Nu = 0. Air mengalir berlawanan arah dengan gas dan masuk pada 25 oC. n •Tm dapat dihitung dari kenaikan temperatur ini dan laju alirnya.3 m/detik. berdasarkan anggapan semua energi gas diserap oleh air. n Q dapat dihitung dari laju alir dan penurunan temperatur gas CO2. Gas masuk dengan kecepatan 5. Hitung koefisien perpindahan panas keseluruhan. Setiap pipa berada dalam pipa tembaga yang lain dengan ukuran 1.14.525 (Gr.7 m/detik. Kalau temperatur udara bukan 20 oC. yang berarti insulasi harus dipertebal. lakukan trial (cobacoba).

474 kg/detik .4.03.5” : Luas penampang luar pipa 1” : Luas penampang anulus : 9.10-3 (874) (60-40) = 445 J/dt 2.013 bar V1 = 22. 1. Banyaknya air yang mengalir: (15.53 .8 . 10-4) (0. oC Berat keseluruhan gas: Jadi panas yang dipindahkan: Q = 25.96 .10-4 (5.10-4 – 5.7 m/dt tiap pipa dapat mengalirkan: 3. Gas CO2 dianggap gas ideal.96.10-4) = 15.1. Selisih temperatur Luas penampang dalam pipa 1.415 cm3/mol = 22.10-4 = 3.10-4 m2 Luas penampang dalam pipa 1” : Dengan kecepatan 5.8 . 10-4 m2.Penyelesaian: Semua keterangan didapat dari lampiran atau pustaka.07.oF = 874 J/kg.html (21 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM BAB III Dengan interpolasi didapat harga = 0. 60 oC: Pada kondisi standar: P1 = 1 atm = 1.10-4 m3/dt Jadi diperlukan pipa sebanyak: Luas total penampang anulus menjadi 4 (3. Laju perpindahan panas Berat 1 m3 gas pada 2 bar.7) = 20.208 Btu/lb.415 m3/kgmol T1 = 273.3) (1000) = 0.15 K N1 = 1 kgmol Kondisi 2: P2 = 2 bar V2 = 1 m3/n2 kgmol T2 = 273+60 = 333 K N2 = kgmol Cp CO2 diperhitungkan pada temperatur rata-rata = ½ (60+40) = 50 oC file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas %20konveksi.

967.73)=0.ft/ft2.96. Koefisien perpindahan panas Untuk dapat memilih persamaan empiris yang akan digunakan.606 W/m. karena temperatur pipa diperkirakan hampir sama dengan temperatur air.0182 W/m.6.dtk/m2 Cp = 4.10-5 N/dt.0. untuk L/d = 60 (perkiraan) terbaca dari grafik untuk absis Nre = 6300: Untuk air didapat keterangan: d=de=2.K Kenaikan temperatur air ialah: Temperatur keluar air menjadi 25.dtk/m2 Persamaan yang akan digunakan: Dengan menggunakan grafik.10-4 m2 Diameter anulus = diameter setara de = 4 x faktor bentuk S Untuk perpindahan panas De=4(0.5.K file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas %20konveksi.0105(1.105 BTU.jam=0.10-2 m k= 0.html (22 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM BAB III 3.m2 Untuk aliran air: Luas penampang anulus = 3.K m = 0.oF.Cp(25 oC) air = 4180 J/kg.180 J/kg.10-3 N.10-2)meter=2.10-2 m m25 oC = 0.10-3 N.967.oC μ= 1. Untuk pipa tembaga: Keliling pipa 1” rata-rata: Tahanan dinding pipa permeter pipa: . Sehingga Nre harus dihitung.K Cp=874 J/kg.22 oC file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas %20konveksi. selalu perlu diketahui apakah aliran laminar atau turbulen.html (23 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM BAB III Faktor diperkirakan mendekati 1. Untuk CO2: k=0.

Tahanan keseluruhan : Tahanan dinding pipa: Tahanan air: Tahanan gas: A=0.1587 m2 Luas permukaan pipa: 0.080 m2/m Panjang pipa yang diperlukan: .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful