TUGAS KONVERSI & PEMANFAATAN BATUBARA

Oleh Michael Chandra 030910020 33

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2011

Umum Semen portland adalah semen hidrolis yang dihasilkan dengan cara menghaluskan klinker yang terdiri dari silikat-silikat kalsium yang bersifat hidrolis dengan gips sebagai bahan tambahan (PUBI-1982). dan jika ditambah lagi dengan kerikil/batu pecah disebut beton. namun karena merupakan bahan yang aktif maka perlu dipelajari maupun dikontrol secara ilmiah. 2. Bahan-bahan tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok. Di dunia sebenarnya terdapat berbagai macam semen. bukan tali yang biasa untuk mengikat kayu bakar atau jerami. yaitu: bahan aktif dan bahan pasif. Selain itu juga untuk mengisi rongga-rongga di antara butiran agregat. Kelompok aktif yaitu semen dan air. Walaupun semen hanya kira-kira mengisi 10 persen saja dari volume beton. Suatu semen jika diaduk dengan air akan terbentuk adukan pasta semen. agregat halus dan agregat kasar). Sejarah Semen Portland . sedangkan jika diaduk dengan air kemudian ditambah pasir menjadi mortar semen. dan tiap macamnya digunakan untuk kondisi-kondisi tertentu sesuai dengan sifat-sifatnya yang khusus. Fungsi semen adalah untuk merekatkan butir-butir agregat agar terjadi suatu massa yang kompak/padat. sedangkan yang pasif yaitu pasir dan kerikil (disebut agregat. Semen Portland merupakan bahan ikat yang penting dan banyak dipakai dalam pembangunan fisik. Kelompok yang pasif disebut bahan pengisi sedangkan yang aktif disebut perekat/pengikat. Istilah perekat tampaknya lebih cocok mengingat fungsinya seperti lem.SEMEN PORTLAND (PORTLAND CEMENT/ PC) 1.

Perbandingan bahan-bahan utama penyusun semen portaland adalah: kapur (CaO) sekitar 60-65%. Setelah itu kemudian dikeluarkan. Kemudian dimasukkan ke dalam kantong dengan berat tiap-tiap kantong 50kg. silika (SiO2) sekitar 20-25%. suatu campuran dari calcareous (yang mengandung kalsium karbonat atau batu gamping) dan argillaceous (yang mengandung clumina) dengan perbandingan tertentu. yaitu sifat kimia dan sifat fisika. Sifat-sifat Semen Portland Sifat semen dapat dibedakan menjadi dua. kandungan semen portland adalah: kapur. Inggris. dan oksida besi serta alumunium (Fe2O3 dan Al2O3) sekitar 7-12%. Pertama kali semen Portland di produksi (dengan pabrik) di Amerika Serikat oleh David Saylor di kota Coplay. Sifat Kimia. 1. didinginkan dan dihaluskan sampai halus seperti bubuk. 3. Nama itu diusulkan karena berbentuk bubuk yang dicampur dengan air. silica dan alumina. Semen dapat dibedakan berdasarkan susunan kimianya dan kehalusan butirnya. Pennsylvania. Ketiga bahan dasar tadi dicampur dan dibakar dengan suhu 1550oC dan menjadi klinker. Pemeriksaan untuk mengetahui mutu semen antara lain: . pada tahun 1875.Nama “Portland cement” diusulkan oleh Joseph Aspidin pada tahun 1824. misalnya: kalsium klorida ditambahkan untuk menjadikan semen yang cepat mengeras. 4. Pembuatan Semen Portland Semen Portland dibuat melalui beberapa langkah. Semen diperoleh dengan membakar secara bersamaan. Secara mudanya. Biasanya lalu ditambahkan gips atau kalsium sulfat (CaSO4) kira-kira 2 sampai 4 persen sebagai bahan pengontrol waktu pengikatan. sehingga sangat halus dan memiliki sifat adhesive maupun kohesif. pasir dan batu-batuan yang ada di pulau Portland. Bahan tambah lain kadang-kadang ditambahkan pula untuk membentuk semen khusus.

waktu pengikatan. panas hidrasi dll. terhitung sejak berekasinya air dan menjadi pasta semen cukup kaku menahan tekan. makin halus butiran semen. Kehalusan butir semen yang tinggi dapat mengurangi terjadinya Bleeding. ü Kepadatan (density) Berat jenis semen yang disyaratkan oleh ASTM adalah 3.00 kg/m3. ü Panas Hidrasi Panas hidrasi adalah panas yang terjadi pada saat semen bereaksi dengan air. yaitu untuk mengetahui jumlah atau sisa bahan dalam semen yang tidak habis bereaksi atau bahan yang tidak aktif dari semen (maksimum 1. waktu pengikatan (setting time). kekuatan tekan. 5. kandungan karbon dioksida atau magnesium dalam semen (maksimum 3. Berat jenis semen berpengaruh pada proporsi semen dalam campuran beton. Sifat-sifat fisika semen portland meliputi kehalusan butir. perkembangan panas ini dapat menimbulkan retakan pada saat pendinginan.Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan pendinginan melalui perawatan (curing) pada saat pelaksanaan.15 Mg/m3 = 3. ü Sisa Bahan yang tak Larut dalam Semen. ü Kehalusan Butir (fineness) Kehalusan butir semen akan berpengaruh pada proses hidrasi. Jenis-jenis Semen .ü Kesegaran Semen. Dalam pelaksanaan. yaitu untuk mengetahui tingkat kelembapan. 2.0 %). Sifat Fisika. ü Waktu Pengikatan (setting time) Waktu ikat adalah waktu yang diperlukan semen untuk mengeras.5 %). sehingga kekuatan awal tinggi tetapi kekuatan akhir akan berkurang. Pengujian berat jenis semen dapat dilakukan dengan alat “Turbidimeter” dari Wagner.150. maka proses hidrasinya semakin cepat.

maka untuk mengurangi penggunaan air selama pengeringan agar tidak terjadiSrinkege (penyusutan) yang besar perlu ditambahkan sifat moderat“Heat of hydration”. Semen Portland tipe II ini disarankan untuk dipakai pada bangunan seperti bendungan. 1) Sement Portland (OPC) Semen portland diklasifikasikan dalam lima tipe yaitu : a.Semen tipe III ini dibuat dengan kehalusan yang tinggi blaine biasa mencapai 5000 cm2/gr dengan nilai C3S nya juga tinggi. dan dalam umur 7 hari semen Portland tipe . c. Pada daerah–daerah tertentu dimana suhu agak tinggi. maka para pengusaha industri semen berusaha untuk memenuhinya dengan berbagai penelitian. Tipe III (High Early Strength) Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan kekuatan yang tinggi pada tahap permulaan setelah pengikatan terjadi. sehingga ditemukan berbagai jenis semen. Beton yang dibuat dengan menggunakan semen Portland tipe III ini dalam waktu 24 jam dapat mencapai kekuatan yang sama dengan kekuatan yang dicapai semen Portland tipe I pada umur 3 hari. Tipe II (Moderate sulfat resistance) Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahanan terhadap sulfat atau panas hidrasi sedang. b. Tipe semen ini paling banyak diproduksi dan banyak dipasaran.Sesuai dengan kebutuhan pemakai. Tipe II ini mempunyai panas hidrasi yang lebih rendah dibanding semen Portland Tipe I. Tipe I (Ordinary Portland Cement) Semen Portland untuk penggunaan umum yang tidak memerlukan persyaratn khusus seperti yang dipersyaratkan pada tipe-tipe lain. dermaga dan landasan berat yang ditandai adanya kolom-kolom dan dimana proses hidrasi rendah juga merupakan pertimbangan utama.

. air payau dsb. Tipe V (Sulfat Resistance Cement) Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahanan tinggi terhadap sulfat. d. Tipe IV (Low Heat Of Hydration) Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan panas hidrasi rendah. Semen jenis ini cocok digunakan untuk pembuatan beton pada daerah yang tanah dan airnya mempunyai kandungan garam sulfat tinggi seperti : air laut.III ini kekuatannya menyamai beton dengan menggunakan semen portlan tipe I pada umur 28 hari. Semen Portland Pozzolan (SPP)/(PPC) Semen Portland pozzolan (SPP) atau dikenal juga sebagai Portland Pozzolan Cement (PPC) adalah merupakan semen hidrolisis yang terdiri dari campuran yang homogen antara semen Portland dengan bahan pozzolan (Trass atau Fly Ash) halus.Jenis semen campur : 1. Untuk mendapatkan sifat khusus tersebut diperlukan material lain sebagai pencampur. daerah tambang. e. 2) Blended Cement (Semen Campur) Semen campur dibuat karena dibutuhkannya sifat-sifat khusus yang tidak dimiliki oleh semen portland. lapangan udara. seprti bendungan. yang diproduksi dengan menggiling klinker semen Portland dan bahan pozzolan bersamasama atau mencampur secara merata semen Portland dan bahan pozzolon atau gabungan antara menggiling dan mencampur. Penggunaan semen ini banyak ditujukan untuk struktur Concrette (beton) yang massive dan dengan volume yang besar. Pengembangan kuat tekan (strength) dari semen jenis ini juga sangat lambat jika dibanding semen portland tipe I. dam. Dimana kenaikan temperatur dari panas yang dihasilkan selama periode pengerasan diusahakan seminimal mungkin sehingga tidak terjadi pengembangan volume beton yang bisa menimbulkan cracking (retak).

pozzoland. atau hasil pencampuran antara bubuk semen portland dengan bubuk bahan bahan anorganik lain. Gambar A. Beberapa sifat slag semen adalah sabagai berikut : . Type II/A-M mengandung 6 – 20 % aditif Type II/B-M mengandung 21 – 35 % aditif Kalau pada Portland Pozzolan Cement (Semen Portland Pozzolan) aditif yang digunakan hanya 1 jenis maka pada Portland Composite Cement ini aditif yang digunakan lebih dari 1 jenis atau 2 jenis maka semen ini dikelompokkan pada Ternary Cement. Tetapi biasanyan keberadaan ratio oksida dan glass Content tersebut saling berkebalikan. Bahan anorganik tersebut antara lain terak tanur tinggi (blastfurnace slag).6 Portland Composite Cement (PCC-SPC) 3. Semen Portland Campur adalah Bahan pengikat hidrolisis hasil penggilingan bersama sama terak (clinker) semen portland dan gibs dengan satu atau lebih bahan anorganik. senyawa silika. 2. Menurut Standard Eropa EN 197-1 Portland Composite Cement atau Semen Portland Campur dibagi menjadi 2 Type berdasarkan jumlah Aditive material aktif: 1. Portland Blast Furnace Slag Cement Portland Blast Furnace Slag Cement adalah semen Portland yang dicampur dengan kerak dapur tinggi secara homogen dengan cara mencampur bubuk halus semen Portland dengan bubuk halus slag atau menggiling bersama antara klinker porland dengan butiran slag. batu kapur. dengan kadar total bahan anorganik 6 – 35 % dari massa semen portland composite. Activitas slag (Slag Activity) bertambah dengan bertambahnya ratio CaO + MgO/SiO2 + Al2O3 dan glass content.2. Portland Composite Cement (Semen Portland Campur)PCC –SPC Menurut SNI 17064-2004.

a. Namun karena dianggap kurang praktis maka diperkanalkan Semen Masonry. lignin.Secara tradisional plesteran untuk bangunan umumnya menggunakan kapur padam. Fungsi dari retarder disini adalah untuk mengurangi kecepatan pengerasan semen. yaitu : Kelas A Kelas B Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 meter. apabila kondisi membutuhkan tahan terhadap sulfat sedang . b. casein. 4. kemudian berkembang kebeberapa negara. gula atau organic hidroxid acid. Pada kedalaman 1800 sampai dengan 4900 meter tekanan dan suhu didasar sumur minyak atau adalah tinggi. kemudian meningkat dengan dipakainya semen portland yang dicampur dengan kapur padam. 3) Oil Well Cement Oil well cement adalah semen Portland semen yang dicampur dengan bahan retarder khusus seperti asam borat. Karena pengentalan dan pengerasan semen itu dipercepat oleh kenaikan temperature dan tekanan. Jika kehalusannya cukup. sehingga adukan dapat dipompakan kedalam sumur minyak atau gas. Betonnya lebih stabil dari pada beton semen portland Mempunyai permebility yang rendah Semen Masonry Semen masonry pertama kali diperkenalkan di USA. c. Semen ini masih dibedakan lagi menjadi beberapa kelas sesuai denganAPI Spesification 10 1986. maka semen yang mengental dan mengeras secara normal tidak dapat digunakan pada pengeboran sumur yang dalam. apabila sifat-sifat khusus tidak dipersyaratkan Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 meter. mempunyai kekuatan tekan yang sama dengan semen portland.

Pembuatan semen ini membutuhkan persyaratan bahan baku dan proses pembuatan yang khusus. dengan kondisi suhu dan tekanan yang sedang Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 3050 sampai 4270 meter.Kelas C Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 meter. Semen tahan api juga dibuat dari High Alumina Cement. asam akan tetapi tidak tahan terhadap serangan alkali. Dapat digunakan untuk semua range pemakaian. 6) High Alumina Cement High Alumina cement dapat menghasilkan beton dengan kecepatan pengersan yang cepat dan tahan terhadap serangan sulfat. dengan kondisi suhu dan tekanan yang tinggi Digunakan untuk cementing mulai surface casing sampai dengan kedalaman 2440 meter. bukan untuk tujuan konstruktif. apabila kondisi membutuhkan sifat kekuatan tekan awal yang tinggi Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 sampai 3050 meter. atau logam stearat lainnya. semen ini juga mempunyai kecepatan pengerasan awal yang lebih baik dari semen Portland tipe . dalam jumlah yang kecil seperti : Calcium. 5) Water Proofed Cement Water proofed cement adalah campuran yang homogen antara semen Portland dengan “Water proofing agent”. seperti misalnya bahan mentahnya mengandung oksida besi dan oksida manganese yang sangat rendah (dibawah 1 %). Aluminium. akan tetapi dengan penambahan accelerator atau retarder.Semen ini banyak dipakai untuk konstruksi beton yang berfungsi menahan tekanan hidrostatis. dengan kondisi suhu dan tekanan yang tinggi Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 3050 sampai 4880 meter. mulai dari kelas A sampai kelas E Kelas D Kelas E Kelas F Kelas G 4) White Cement (Semen Putih) Semen putih dibuat umtuk tujuan dekoratif. misalnya tangki penyimpanan cairan kimia.

sedangkan penggunaannya adalah antara lain : o o o Rafractory Concrette Heat resistance concrete Corrosion resistance concrete 7) Semen Anti Bakteri Semen anti bakteri adalah campuran yang homogen antara semen Portland dengan “anti bacterial agent” seperti germicide. Sedangkan sifat-sifat kimia dan fisiknya hampir sama dengan semen Portland tipe I. Penggunaan semen anti bakteri antara lain : o o o o o Kamar mandi Kolam-kolam Lantai industri makanan Keramik Bangunan dimana terdapat jamur pathogenic dan bakteri .III. Bahan baku semen ini terbuat dari batu kapur dan bauxite. Bahan tersebut ditambahkan pada semen Portland untuk “Self Desinfectant” beton terhadap serangan bakteri dan jamur yang tumbuh.