BAB II PEMBAHASAN 2.1 Dana Pensiun 2.1.1 Ruang Lingkup Akuntansi a.

Pernyataan ini mengatur tentang akuntansi dan pelaporan oleh Dana Pensiun kepada pihak yang berkepentingan. Pernyataan ini tidak mengatur pelaporan kepada masing-masing peserta program pensiun tentang hak manfaat pensiun mereka masing-masing. b. PSAK No. 24 tentang Imbalan Kerja, mengatur tentang penentuan biaya pensiun dan Aset/kewajiban sehubungan program pensiun yang harus dilaporkan dalam laporan keuangan Pemberi Kerja. Dengan demikian, pernyataan ini perlu dikaji dalam kaitannya dengan Standar Akuntansi Keuangan tersebut. c. Standar Akuntansi Keuangan lainnya juga berlaku dalam penyusunan laporan keuangan Dana Pensiun sepanjang tidak diatur dalam Pernyataan ini. d. Pernyataan ini beraku untuk Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) dan Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP), sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundangan yang berlaku di bidang Dana Pensiun. e. Pernyataan ini tidak mengatur tentang kesejahteraan karyawan dalam bentuk lain, misalnya kewajiban pemberian pesangon, pengaturan kompensasi yang ditangguhkan (deferred compensation management), tunjangan kesehatan, kesejahteraan program bonus, dan lain-lain. 2.1.2 Pengertian Dana Pensiun adalah hak seseorang untuk memperoleh penghasilan setelah bekerja sekian tahun dan sudah memasuki usia pensiun atau ada sebab-sebab lain sesuai dengan perjanjian yang telah ditetapkan. Penghasilan ini biasanya berupa uang yang dapat diambil setiap bulannya atau diambil sekaligus pada saat seseorang memasuki masa pensiun, hal ini tergantung dari kebijakan yang terdapat dalam suatu perusahaan. Menurut A. Setiadi (1995:4) Dana Pensiun adalah dana yang sengaja dihimpun secara khusus dengan tujuan untuk memberikan manfaat kepada karyawan pada saat mereka usia pensiun, meninggal dunia atau cacat. Tunjangan pensiun ini biasanya dibayarkan secara bulanan ditentukan berdasarkan gaji kotor pegawai dan lamanya masa kerja pada perusahaan. Adapun Tujuan umum program dana pensiun adalah menyisihkan sebagian dana selama produktif karyawan, sehingga pada saat berhenti bekerja dana dan hasil yang diperoleh dari investasinya. Berdasarkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Dana Pensiun N0. 11 tahun 1992 : Dana pensiun adalah badan hukum yang didirikan berdasarkan syarat-syarat dan tata cara yang diatur dalam undangundang Dana Pensiun yang mengelola dan menjalankan program pensiun yang menjanjikan manfaat pensiun. Dari Definisi ini ada beberapa makna yang terkandung, yaitu : 1. Dana Pensiun sebagai badan hukum yang terpisah dari badan hukum pendirinya,Artinya : a. Kekayaan dana pensiun harus dipisahkan dari kekayaan pemberi kerja. b. Dana pensiun mempunyai kewajiban yang sama sebagaimana badan hukum lainnya, misalnya : - Harus mendapat pengesahan Pemerintah. - Harus melaporkan kegiatan kepada Pemerintah. - Harus dibina dan diawasi. 2. Dana Pensiun bertugas mengelola dana mayarakat yang berasal iuran pemberi kerja atau pemberi kerja dan peserta, selanjutnya diinvestasikan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan,Artinya : a. Dana Pensiun bertugas menghimpun dana berupa iuran. b. Mengembangkan dana melalui investasi dalam jenis yg telah ditetapkan(SK Menteri Keuangan 23 /KMK. 17 / 1993). 3. Dana Pensiun bertugas menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun, artinya Dana Pensiun hanya melakukan kegiatan yang berhubungan dengan program pensiun sehingga kegiatan tidak terkait dengan program pensiun tidak diperbolehkan, misalnya : kegiatan pemberian kredit dan meminjamkan kredit. 2.1.3 Azas-Azas Dana Pensiun Dalam pembentukan Dana Pensiun harus memperhatikan Perundang-undangan yang mengandung azas-azas yaitu : 1. Azas Penyelenggaraan (voluntary) Bahwa pembentukan Dana Pensiun bukan merupakan hal yang wajib bagi pemberi kerja, tetapi hanya anggaran pemerintah dalam menuju terciptanya hubungan yang harmonis antara pemberi kerja dan karyawan. Akan tetapi sekali sudah membentuk Dana Pensiun maka berlaku kewajiban terhadap aturan yang telah ditetapkan. 2. Azas Keterpisahan (Segregated Assets) Harus ada keterpisahan Dana Pensiun dengan kekayaan Pemberi Kerja mengingat Dana Pensiun sudah merupakan badan hukum tersendiri. Sehingga terlihat perkembangan kekayaan dari waktu ke waktu. 3. Azas Pendanaan (Funded System) Dana Pensiun dalam menyelenggarakan program pensiun harus dilakukan dengan cara pemupukan dana sebagaimana ditetapkan oleh pemerintah sehingga sistem pembentukan cadangan di perusahaan tidak diperkenankan menurut peraturan perundangan di bidang Dana Pensiun. 4. Azas Hak atas Manfaat Pensiun (Locking In) Bahwa setiap peserta Dana Pensiun tidak dapat menuntut haknya apabila masih memenuhi syarat kepesertaan. Hak atas manfaat hanya dapat dibayarkan apabila : 1

Pensiun Cacat. 2 . b. Peserta akan terlindungi dengan hak atas dana. dan menimbulkan kewajiban terhadap pemberi kerja.1. Pengurus. pengelolaan dana maupun program programnya terlepas dari badan pendirinya. d. • Memiliki kinerja investasi yang sehat. Peserta pensiun normal  Peserta pensiun dipercepat  Pensiun ditunda  Peserta pensiun cacat  Peserta pensiun meninggal dunia  Iuran Peserta (kurang dari tiga tahun) 5. b) Dana pensiun lembaga keuangan adalah dana pensiun yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa untuk menyelenggarakan program pensiun iuran pasti. Yang diperkenankan untuk mendirikan dana pensiun hanyalah bank umum dan perusahaan asuransi jiwa dengan batasan bahwa kekayaan.4 Jenis-Jenis Pensiun Di dalam proses pelaksanaannya para penerima pensiun dapat memilih salah satu dari beberapa jenis pensiin yang ditawarkan kepada para karyawan. Pembinaan dan pengawasan dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain: a. Portabilitas Setiap peserta berhak untuk memindahkan hak atas manfaat pensiunnya ke Dana Pensiun lainnya apabila peserta berhenti bekerja sebelum usia pensiun. 6. Berikut jenis-jenis pensiun yang ditawarkan oleh perusahaan : a. b. Azas Hak atas Dana (Vesting Right) Peserta mempunyai hak atas dana. pensiun yang diberikan kepada karyawan yang mengalamai kecelakaan sehingga dianggap tidak mampu dipekerjakan seperti semula. Yaitu pensiun yang diberikan untuk karyawan yang usianya telah mencapai masa pensiun yang telah ditetapkan perusahaan. Memonitor penyelenggaraan Dana Pensiun melalui laporan : o Laporan keuangan o Informasi tentang kepesertaan 2. Pensiun normal. Memberikan pemahaman peraturan Perundangan dan peraturan Dana Pensiun kepada semua pihak yang berkaitan dengan penyelenggaraan Dana Pensiun (Pemberi kerja. di Indonesia mengenal 3 jenis dana pensiun yaitu : a) Dana pensiun pemberi kerja adalah dana pensiun yang dibentuk oleh orang atau badan yang memperkerjakan karyawan. Untuk menyelenggarakan program pensiun iuran pasti bagi pesertanya. bagi kepentingan sebagian atau seluruh karyawannya sebagai peserta. maka penyelenggara Dana Pensiun perlu dibina dan diawasi agar pelaksanaannya sesuai dengan tujuan pembentukan Dana Pensiun. jika memenuhi persyaratan yang diatur dalam Dana Pensiun. Hal ini berarti bahwa setiap iuran yang dibayarkan. Dewan pengawas dan Peserta). Adapun persyaratan yang harus dimiliki agar dapat menyelenggarakan dana pensiun adalah sebagai berikut : 1. • Memiliki kesiapan untuk menyelenggrakan DPLK yang dibuktikan dengan kesiapan dalam bidang organisasi dan personil serta kesiapan sistem administrasi. selaku pendiri. 11 tahun 1992. namun umurnya belum memenuhi untuk pensiun. hal ini dilakukan bila perusahaan menginginkan pengurangan karyawan didlm tubuh perusahaan c. Bagi perusahaan asuransi jiwa • Memenuhi tingkat solvabilitas sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundangan di bidang asuransi sekurang kurangnya selama 8 bulan terakhir. Memiliki tingkat kesinambungan pertanggungjawaban yang sehat sekurang kurangnya dalam 2 tahun terakhir. 11 tahun 1992 menyatakan bahwa dana pensiun lembaga keuangan yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa. Pensiun dipercepat. sedangkan umurnya belum memenuhi masa pensiun. untuk menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti atau program pensiun iuran pasti.hal ini dilakukan agar kelangsungan hidup dana pensiun lembaga keuangan dan pesertanya dapat terjamin. seorang karyawan meminta pensiun sendiri. Pasal 1 butir 4 UU No. Pembinaan dan Pengawasan Sebagai suatu badan hukum yang mengelola dana dan melakukan pembayaran manfaat pensiun. dgn melihat situasi dan kondisi yang terjadi. baik karyawan maupun pekerja mandiri yang terpisah dari dana pensiun pemberi kerja bagi karyawan bank atau perusahaan asuransi jiwa. Pensiun ditunda. Berdasarkan UU No. bagi perorangan. 7. Untuk wilayah Indonesia rata-rata seseorang memasuki masa pensiun pada usia 55 tahun dan 60 tahun pada profesi tertentu. sehingga karyawan tersebut keluar namun dana pensiun miliknya diperusahaan tempat dia bekerja baru akan keluar pada masa umur karyawan ini telah memasuki masa pensiun.

000 maka akumulasi dananya bisa diberikan secara tunai oleh DPLK. Prinsip Transparansi : Pengurus wajib menyampaikan keterangan mengenai setiap perubahan peraturan Dana pensiun dan hal-hal yang terjadi dalam rangka kepesertaan. b) Manfaat pensiun diprcepat. 2. kualitas aktiva produktif dan pemenuhan batas minimum pemberian kredit / BMPK setiap tri wulan. c. 2. karyawan suatu lembaga atau perusahaan masih berkesempatan untuk mengikuti dana pensiun lembaga keuangan.000. 2.1. c) Dana pensiun berdasarkan keuntungan adalah dana pensiun pemberi kerja yang menyelenggarakan program pensiun iuran pasti.6 Manfaat dana pensiun a) Manfaat pensiun normal. Bagi bank umum • Memenuhi tingkat kesehatan bank. Pengurus. 2. Setiap orang berkesempatan untuk dapat menjadi peserta dana pensiun lembaga keuangan dengan persyaratan berusia 18 tahun atau sudah menikah dan mempunyai penghasilan. Hak 3 . c) Manfaat pensiun cacat. Funded pensiun plan dilakukan dengan menyetorkan dana kepada suatu badan terpisah dari perusahaan untuk mengelola pensiun karyawannya. Pendiri/Mitra pendiri. baik karyawan suatu lembaga atau perusahaan maupun pekerja mandiri. • Menyanggupi untuk menyampaikan laporan terakhir tingkat kesehatan bank baik secara keseluruhan maupun aspek permodalan. Walaupun telah mengikuti program pensiun dalam perusahaannya. bila berusia 18 tahun atau telah menikah. Unfunded pensiun plan apabila perusahaan atau organisasi sendiri yang melakukan pembayaran pensiun kepada karyawan. dan memiliki masa kerja satu tahun. Prinsip Independensi. Perusahaan asuransi tersebut telah menjalankan usahanya sekurang kurangnya selama 5 tahun. d.1.000 maka DPLK wajib membelikan anuitas seumur hidup peserta kepada perusahaan asuransi jiwa.DPLK memaantau pelaksanaan pembayaran pensiun yang dilakukan oleh perusahaan asuransi jiwa. Prinsip Akuntanbilitas : Dewan pengawas wajib mengumumkan laporan hasil pengawasannya kepada peserta.8 Prosedur Dana Pensiun Lembaga Keuangan 1.7 Sistem Pembayaran Manfaat Pensiun Cara pembayaran manfaat pensiun kepada karyawan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu : 1) Pembayaran sekaligus (Lumpsum) 2) Pembayaran secara berkala (annuity) 2.1.1.• Memiliki kesanggupan untuk menyampaikan laporan hasil penilaian solvabilitas dan laporan investasi perusahaan. 4.Perusahaan asuransi jiwa akan membayara anuitas berupa manfaat pensiun kepada peserta secara berkala. • Memiliki kesiapan untuk menyelenggarakan dana pensiun. Contributory adalah apabila karyawan dan perusahaan bersama sama melakukan kontribusi atas pemupukan dana pensiun b. Pengurus wajib mengumumkan perkembangan portofolio investasi dan hasil pengembangan kepada peserta dan melaporkannya kepada pendiri dan Dewan Pengawas. kelembagaan berstatus badan hokum. 6. sesuai dengan permintaan peserta 3.Peserta menyetorkan iuran kepada DPLK yang besarnya sesuai dengan kehendak dan kemampuan peserta. dengan iuran hanya dari pemebri kerja yang didasarkan pada rumus yang dikaitkan dengan keuntungan pemberi kerja. Prinsip Perlindungan Konsumen : Perubahan peraturan dana pensiun tidak boleh mengurangi manfaat pensiun. • Peserta dana pensiun lembaga keuangan adalah perorangan atau pribadi.1. 5. jaminan terhadap kesinambungan penghasilan b. manajemen operasional dimana asas keterpisahaan kekayaan hak pengurus mengadakan perjanjian dngan pihak ketiga. Yang dimaksud dengan pekerja mandiri disini adalah pekerja atas usaha sendiri bukan di perusahaan atau badan usaha.maka bagi peserta yg akumulasinya lebih besar dan sama dengan Rp. Dana pensiun wajib mengumumkan neraca dan perhitungan hasil usahanya kepada peserta. c. 2. 2.5 Jenis-Jenis Dana Pensiun a. Non contributory adalah apabila hanya perusahaan yang memberikan kontribusi dalam pemupukan dana pensiun.36. adalah manfaat pensiun bagi peserta yang dibayarkan bila peserta menjadi cacat.Pada saat peserta jatuh tempo pensiun. d.DPLK menginvestasikan setoran iuaran para peserta ke instistusi/lembaga investasi.9 Prinsip Penyelenggaraan Dana Pensiun a. adalah manfaat pensiun bagi peserta yang mulai dibayarkan pada saat peserta pensiun setelah mencapai usia pensiun normal atau sesudahnya.000. e. 36. Prinsip kejelasan maksud dan tujuan program. dan Penerima Titipan wajib memperlihatkan seluruh dokumen/keterangan untuk keperluan pemeriksaan. Sedangkan bagi peserta yg akumulasi dananya kurang dari Rp. adalah manfaat pensiun bagi peserta yang dibayarkan bila peserta pensiun pada usia tertentu sebelum usia pensiun normal. Laporan keuangan dana pensiun setiap tahun harus diaudit oleh akuntan public yang ditunjuk oleh Dewan Pengawas. pengawasam dimana pengawas dilakukan oleh Dewan Pengawas yang terdiri atas wakil-wakil pemberi kerja dan peserta dengan jumlah yang sama.Iuran dan beserta hasil pengembangannya di bukukan dan di administrasikan di masing masing buku peserta. setiap karyawan berhak menjadi peserta.

tidak satu bagianpun dari kekayaan dana pensiun dapat dipinjamkan atau diinvestasikan pada piak-pihak terafiliasi.Penghasilan pada saat mencapai usia pensiun lebih sulit untuk diperkirakan .11 Jenis Program Pensiun 1.1. dan penghasilan dasar pensiun. Perhitungan kewajiban aktuaria berdasarkan laporan aktuaris yang terakhir. Dalam laporan keuangan Dana Pensiun harus disebutkan tanggal laporan aktuaris terakhir yang digunakan sebagai dasar penyusunan laporan keuangan yang bersangkutan.10 Peraturan Dana Pensiun Hal-hal penting yang umumnya diatur dalam suatu peraturan pensiun antara lain: a. semua transaksi penyerahan. Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) Dalam PPMP. Saat likuidasi. Laporan tentang transaksi dan kinerja investasi selama periode pelaporan dan posisi keuangan Dana Pensiun pada akhir periode pelaporan. Frekuensi Penilaian Aktuarial Dana Pensiun yang menyelenggarakan PPMP wajib memiliki laporan aktuaris sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Siapa yang berhak menjadi peserta b. Penjelasan mengenai kegiatan penting selama satu periode pelaporan dan dampak dari setiap perubahan peraturan Dana Pensiun. belum pernah dihukum pidana ekonomi. pengurus tidak boleh merangkap jabatan pengurus dana pensiun lain. besarnya manfaat pensiun yang dijanjikan kepada peserta dientukan dengan rumus manfaat pensiun yang telah ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun. dana pensiun tidak diperkenankan melakukan pembayaran apapun. Bantuan aktuaris biasanya tidak diperlukan. Tujuan pelaporan Dana Pensiun yang menyelenggarakan PPMP adalah menyediakan informasi secara periodik mengenai penyelenggaran program pensiun. atau iuran peserta dan pemberi kerja atau iuran peserta. atau jabatan eksekutif lainnya. posisi keuangan. dan berpengetahuan atau berpengalaman di bidang Dana pensiun. Sumber pembiayaanya 2. pembayaran sebelum jatuh tempo atau penjaminan manfaat pensiun dinyatakan batal demi oknum. faktor penghargaan per tahun masa kerja. kewajiban. peserta dan pensiunan/ahli waris memiliki hak utama dalam pembagian kekayaan dana pensiun.1. dan d. 2.Karyawan dapat memperhitungkan besarnya iuran yang dilakukan setiap tahunnya . Dewan pengawas. dan tanggal laporan aktuaris yang terakhir. pembebanan. Kapan dapat dinikmatinya dan berapa besar manfaat yang dijanjikan kepada peserta d. Kewajiban dari pemberi kerja adalah membayar iuran sesuai dengan yang ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun.Pendanaan (biaya/iuran) dari perusahaan lbih dapat diperhitungkan/diperkirakan . 4 . c. perlu diungkapkan penjelasan yang memadai mengenai sumber perhitungan kewajiban aktuaria. Rumus tersebut dipengaruhi oleh masa kerja. Mitra pendiri. bentuk dan susunan laporan keuangan dana pensiun harus sesuai dengan keputusan Direktur Jendral Lembaga Keuangan Nomor 2345/KEP-LK/2003. f. atau direksi. Penjelasan mengenai kebijakan/arahan investasi. 2. dan pengurus diatur dalam undang-undang dana pensiun dan peraturan pelaksanaanya.atas manfaat pensiun tidak dapat dijaminkan. dana pensiun tidak diperkenankan meminjam atau mengangunkan kekayaannya sebagai jaminan atas suatu pinjaman.Tidak dapat mengakomodasikan masa kerja yang telah dilalui karyawan Kewajiban Aktuaria Dalam laporan keuangan Dana Pensiun yang menyelenggarakan PPMP. kecuali pembayran yang ditetapkan dalam peraturan dana pensiun. kekayaan dana pensiun Lembaga keuangan dikecualikan dari setiap tuntutan hukum atas kekayaan pendirinya. serta kinerja investasi yang berguna untuk menentukan besarnya kekayaan Dana Pensiun dihubungkan dengan besarnya kewajibannya membayar manfaat pensiun kepada peserta pada saat tertentu. Prinsip kualifikasi penyelenggara : Kualifikasi pengurus dan dewan pengawas (kecuali yang terakhir) adalah WNI berakhlak moral yang baik.Lebih mudah diadministrasikan Kekurangannya yaitu : . mengkaji kembali asumsi aktuarial yang digunakan dan merekomendasikan tingkat iuran yang seharusnya. seperti metode penilaian dan asumsi aktuarial yang digunakan aktuaris. Pengembalian kekayaan Dana Pensiun kepada pemeberi kerja dilarang. PPMP menbutuhkan bantuan akturis secara periodik untuk menentukan nilai kewajiban aktuaria. Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) Dalam PPIP. g. b. dialihkan/disita. jumlah yang diterima oleh peserta pada saat pensiun bergantung pada jumlah iuran dari pemberi kerja. Prinsip struktur pengendalian intern : Tugas. nama aktuaris. Tujuan ini lazimnya dapat dipenuhi dengan menyusun laporan yang antara lain terdiri dari : a. dan tanggung jawab pendiri. Manfaat apa saja yang akan diberikan dan dalam bentuk apa c. Kelebihannya yaitu : . dan hasil usaha.Karyawan menanggung resiko atas ketidakberhasilan investasi . pengikatan.

11 tahun 1992. 5. Keunggulan Dana Pensiun 1. mengingat manfaat dikaitkan dengan gaji karyawan . Banyak investasi dilakukan pada aktiva tetap yang kurang produktif sehingga kurang cepat menghasilkan. janda/duda dan anak yatim/piatu dari para pensiunan. 4.. 5. 4. Investasi gedung kantor yang berlebihan/mewah. Seluruh himpunan iuran dan hasil pengelolaan kekayaan. Pengelolaan YDP masih banyak yang kurang profesional. jaminan sosial tenaga kerja / jamsostek. dan c) Penjelasan mengenai kebijakan/arahan investasi.1. 2. dsb.Perusahaan menanggung resiko atas kekurangan dana apabila hasil investasi tidak mencukupi . Keuntungan lembaga / yayasan dana pensiun yang besar tidak diimbangi Beberapa program pensiun masih membedakan jumnlah manfaat pensiun untuk kalangan pensiunan. Sesuai dengan UU No. Peserta berkepentingan untuk mengetahui kegiatan investasi Dana Pensiun karena sangat menentukan manfaat pensiun yang diterima. 2. 2. 5 . 11 tahun 1992. Dana pensiun mempunyai prospek menjadi suatu lembaga keuangan dengan likuiditas dan solvabilitas yang tinggi sehingga memberikan posisi tawar menawar / bargaining position yang kuat dalam melakukan kerjasama dengan lembaga keuangan lain . Kelemahannya yaitu : . pengawasan atas kekayaan Dana Pensiun telah dilakukan secar tepat.Relative lebih sulit untuk diadministrasikan. 2. b) Laporan tentang transaksi dan kinerja investasi selama periode pelaporan dan posisi keuangan Dana Pensiun pada akhir periode pelaporan.Dapat mengakomodasikan masa kerja yang telah dilalui karyawan apabila program pensiun dibentuk jauh setelah perusahaan berjalan . Di bawah ini terdapat beberapa kelemahan dari beberapa program YDP tersebut : 1. dana pensiun dibebaskan dari pajak penghasilan dengan demikian para peserta dapat menikmati manfaat pensiun sekurang kurangnya 15% lebih tinggi dari manfaat program lain. Belum ada ketentuan yang mengatur hal hal mendasar untuk menjamin terpenuhinya hak dan kewajiban para pihak penyelenggara program pensiun. Tujuan dari pelaporan Dana Pensiun yang menyelenggarakan PPIP adalah menyediakan informasi secara periodik mengenai penyelenggaraan program pensiun. setia. Baik peserta maupun pemberi kerja berkepentingan untuk mengetahui apakah iuran telah dilakukan sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun. atau kegiatan operasional Dana Pensiun telah dilaksanakan secara efisien dan wajar.Karyawan lebih dapat menentukan besarnya manfaat yang akan diterima pada saat mencapai usia pensiun. Sedangkan Pemerintah berkepentingan untuk mengetahui apakah Dana Pensiun telah dikelola sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Biaya tetap relatif rendah. Asuransi yang berkaitan dengan kesejahteraan karyawan disediakan melalui berbagai lembaga seperti : tabungan dan asuransi sosial pegawai negeri / TASPEN. 3. Disamping itu ada berbagai jaminan hari tua dan jaminan kesejahteraan karyawan. jujur serta mampu menyusun rencana dan berpikir jangka panjang. Pengelola yang ditunjuk harusnya loyal. 6. Kelebihannya yaitu : . serta kinerja investasi. layanan kesejahteraan pensiun dilakukan oleh Yayasan Dana Pensiun / YDP.Lebih menekankan pada hasil akhir . 3. berdasarkan jumlah iuran saat ini dan dimasa depan serta estimasi hasil investasi Dana Pensiun. Kelemanahan Dana Pensiun Sebelum UU no.12 Kelemahan dan Keunggulan Dana Pensiun 1. posisi keuangan.meskipun nasihat aktuaris kadang-kadang digunakan untuk memperkirakan manfaat pensiun yang akan diterima peserta pada saat pensiun. investasi dibagikan kepada peserta atau ahli warisnya secara merata menurut jumlah iuran dan masa kepesertaannya. Tujuan tersebut lazimnya dapat dipenuhi dengan menyusun laporan yang antara lain terdiri dari : a) Penjelasan atas kegiatan penting Dana Pensiun selama satu periode pelaporan dan dampak setiap perubahan Peraturan Dana Pensiun. profesional. 7. Arahan investasi kurang jelas dan kurang konsisten terhadap pencapaian tujuan program pensiun.Manfaat pensiun ditentukan terlebih dahulu.

dinilai berdasarkan nilai jatuh temponya dengan asumsi tingkat pengembalian yang tetap. (e) Laporan Arus Kas : Laporan arus kas disajikan sesuai dengan sifat kegiatan usaha Dana Pensiun selama periode pelaporan. investasi Dana Pensiun dinilai berdasarkan nilai wajar (fair value). maka perlu diungkapkan alasan mengapa nilai wajar tidak dapat ditentukan. (c) Neraca : (i) Posisi keuangan Dana Pensiun. Selisih antara nilai historis dan nilai wajar disajikan sebagai Selisih Penilaian Investasi. neraca. (ii) Dasar penilaian aset. Khusus untuk Dana Pensiun yang menyelenggarakan PPMP. baik yang berasal dari pemberi kerja atau pemberi kerja dan peserta atau peserta.3 Penilaian Aset Dana Pensiun Aset Dana Pensiun dinilai sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku. laporan arus kas.4 Penyajian Informasi dalam Laporan Keuangan Laporan Keuangan Dana Pensiun perlu mengungkapkan informasi relevan antara lain sebagai berikut : (a) Laporan Aset Bersih: (i) Nilai aset pada akhir periode dengan klasifikasi yang teapat. Jika suatu investasi tidak memiliki nilai wajar. (x) Keuntungan atau kerugian dari pelepasan investasi dan penurunan atau kenaikan nilai investasi. (b) Laporan Perubahan Aset Bersih: (i) Biaya jasa kini (iuran normal) yang jatuh tempo. (ii) Beban administrasi. 2. dan (iv) Kewajiban selain daripada kewajiban aktuaria. Untuk tujuan penyusunan laporan aset bersih dan laporan perubahan aset bersih. dan catatan atas laporan keuangan. (iii) Investasi sesuai dengan rincian jumlah investasi menurut jenis. 6 . (vi) Beban administrasi. 2. baik yang menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) maupun Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP). perlu ditentukan pula nilai wajarnya. dirinci untuk peserta yang pensiun. Dana pensiun dapat mempunyai 3 fungsi yang terpadu yang dapat dilakukan dengan cara kerjasama antar 3 lembaga. juga untuk pembayaran manfaat secara sekaligus. dan (xi) Pengaihan dana ke dan dari Dana Pensiun lain. Suratsurat berharga yang nilai jatuh temponyasudah ditetapkan dan memang dimaksudkan untuk membayar manfaat pensiun. atau rincian biaya yang dapaat dipungut dari Peserta atau dibebankan pada rekening Peserta selama satu perode sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun (untuk Dana Pensiun Lembaga Keuangan). maka dalam neraca. dan (iii) Pendapatan lain-lain. dan sewa. atau cacat. Untuk mengurangi resiko kematian/kecelakaan dari peserta. Laporan keuangan Dana Pensiun. maka seluruh peserta dapat dipertanggungjawabkan dengan asuransi jiwa/kecelakaan kepada perusahaan asuransi dengan premi asuransi relatif rendah karena sifat kolektif.6. khusus untuk investasi ditentukan juga nilai wajarnya. Aset operasional dinilai berdasarkan nilai buku. 2. (iii) Hasil investasi. dan (ii) Nilai historis. namun mengingat tujuan Dana Pensiun dan kekhususan informasi yang diperlukan. 7. (d) Perhitungan Hasil Usaha : (i) Pendapatan dan beban investasi. meninggal. mencakup : (a) Laporan aset bersih. (viii) Beban lain-lain. (iv) Pendapatan lain-lain. (v) Manfaat yang sudah dibayarkan dan yang masih terutang. dividen. Sebagai informasi tambahan atas laporan keuangan perlu disajikan antara lain portofolio investasi. laporan perubahan aset bersih. laporan mengenai kewajiban akturia dan perubahannya perlu disusun sebagai lampiran laporan keuangan. Surat-surat berharga dinilai berdasarkan harga pasar karena dianggap sebagai nilai yang paling tepat untuk mengukur nilai surat berharga pada tanggal laporan dan hasil investasi selama satu periode tersebut. untuk aset tertentu disamping nilai historis. (ii) Biaya jasa lalu (iuran tambahan) yang jatuh tempo. (ix) Pajak penghasilan. perhitungan hasil usaha.2 Laporan Keuangan Dana Pensiun Laporan keuangan Dana Pensiun terdiri atas laporan aset bersih. dan (f) Catatan atas Laporan Keuangan. (vii) Beban investasi. antara lain bunga. rincian biaya yang merupakan beban Dana Pensiun selama satu periode sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun (untuk Dana Pensiun Pemberi Kerja).

dan (vii) Penjelasan mengenai rencana penggabungan. (g) Aset operasional antara lain komputer. maka penggolongan aset sebagai investasi atau aset operasional ditentukan berdasarkan mana yang lebih signifikan. Selisih antara nilai historis dan nilai wajar disajikan sebagai Selisih Penilaian Investasi. setelah memperhitungkan penyisihan piutang tidak tertagih. (d) Rincian portofolio investasi. serta nama dan tanggal laporan aktuaris terakhir (dalam hal PPMP). (d) Perhitungan hasil usaha. peralatan kantor. Dalan nearaca Dana Pensiun yang menyelenggaraka PPMP. penjelasan mengenai manfaat pensiun yang dijanjikan. (c) Penjelasan mengenai kebijakan pendanaan. 2. menunjukan jumlah aset bersih yang tersedia untuk manfaat pensiun pada tanggal laporan. dikurangi seluruh kewajiban kecuali kewajiban aktuaria. (b) Sertifikat deposito. digunakan sebagian untuk investasi dan sebagian untuk kegiatan operasional. dan (e) Perhitungan kewajiban aktuaria. (e) Laporan arus kas. ditentukan juga nilai wajanya. (ii) Kelompok karyawan yang menjadi peserta program jumlah pensiun. dan laporan arus kas disusun berdasarkan Kerangka Dasar Penyusunan dan Pelaporan Laporan Keuangan yang berazas utama biaya historis.7 Neraca. asumsi aktuarial. Dalam Neraca. metode penilaian. dan Laporan Arus Kas Neraca. 2. serta menguraikan penyebab perubahan tersebut yang terperinci atas penambahan dan/atau pengurangan yang terjadi selam satu periode tertentu. pemindahan kelompok peserta. Total seluruh aset Dana Pensiun tidak termasuk piutang jasa lalu (past service) yang belum jath tempo. dilaporkan berdasarkan nilai appraisal sebagai hasil penilaian independen. (iv) Jenis program pensiun. dan surat pengakuan utang lebih dari setahun dinilai berdasarkan nilai tunai. Bila suatu aset. dan peralatan lainnya dilaporkan berdasarkan nilai buku. (f) Piutang dilaporkan berdasarkan jumlah yang dapat ditagih. misalnya gedung. selisih antara nilai kewajiban aktuaria dan aset bersih disajikan sebagai Selisih Kewajiban Aktuaria. 2. aset dinilai sebagai berikut : (a) Uang tunai. laporan hasil usaha. dan deposito di bank dinilai menurut nilai nominal. pemisahan. jika ada. Perhitungan Hasil Usaha. (d) Penyertaan pada perusahaan yang sahamnya tidak diperdagangkan dibursa eek. (e) Investasi pada tanah dan bangunan dilaporkan berdasarkan nilai appraisal sebagai hasil penilaian independen .8 Penilaian Aset Dana Pensiun Untuk tujuan penyusunan laporan aset bersih dan laporan perubahan aset bersih.6 Laporan Perubahan Aset Bersih Laporan ini berisi informasi tentang perubahan atas jumlah aset bersih yang tersedia untuk manfaat pensiun.9 Pengungkapan Informasi tentang hal tersebut dibawah ini perlu diungkapkan secukupnya dalam catatan atas laporan keuangan. dan (f) Catatan atas laporan keuangan. tetapi akan mengoreksi nilai historis mnjadi nilai wajar.5 Laporan Aset Bersih Laporan ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang jumlah aset bersih yang tersedia untuk membayar manfaat pensiun kepada peserta pada tanggal laporan. 2. piutang kepada pemberi kerja sehubungan dengan jasa masa lalu karyawan diakui sebesar jumlah yang telah jatuh tempo pada tanggal laporan. antara lain : (a) Penjelasan mengenai program pensiun serta perubahan yang terjadi selama periode laporan : (i) Nama pendiri Dana Pensiun dan mitra pendiri (jika ada). penentuan kewajiban aktuaria berdasarkan laporan aktuaris terakhir. Surat Berharga Bank Indonesia. rekening giro. (vi) Untuk PPMP. Surat Berharga Pasar Uang. (c) Surat berharga berupa saham dan obligasi yang diperjualbelikan di bursa efek. Selisih Penilaian Investasi bukan merupakan unsur hasil usaha. dinilai menurut nilai pasar yang wajar pada tanggal laporan. Aset untuk tujuan penyusunan laporan ini.(b) Laporan perubahan aset bersih. (v) Iuran yang berasal dari peserta. dan pembubaran Dana Pensiun (jika besar kemungkinannya terjadi). (b) Penjelasan singkat mengenai kebijakan akuntansi yang penting. (c) Neraca. (iii) Jumlah peserta program pensiun dan jumlah pensiunan. 2. 7 . Untuk penyusunan laporan keuangan Dana Pensiun yang menyelenggarakan PPMP. Khusus untuk investasi.

atau rincian biaya yang dapaat dipungut dari Peserta atau dibebankan pada rekening Peserta selama satu perode sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun (untuk Dana Pensiun Lembaga Keuangan). Aset Dana Pensiun dinilai sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku. 8 . Surat-surat berharga dinilai berdasarkan harga pasar karena dianggap sebagai nilai yang paling tepat untuk mengukur nilai surat berharga pada tanggal laporan dan hasil investasi selama satu periode tersebut. sehingga tercipta hubungan sinergis yang bermuara pada kinerja dana pensiun yang profesional. laporan mengenai kewajiban akturia dan perubahannya perlu disusun sebagai lampiran laporan keuangan. Secara eksplisit profesionalisme di dalam pengelolaan dana pensiun ini dicerminkan oleh persyaratan bahwa setiap pengurus dana pensiun harus memiliki kemampuan mengelola dana pensiun sebagaimana dibuktikan oleh kepemilikan sertifikat lembaga standar profesi dana pensiun. Utuk tujuan penyusunan laporan aset bersih dan laporan perubahan aset bersih. Aset operasional dinilai berdasarkan nilai buku. Keyakinan akan adanya kesinambungan penghasilan menimbulkan iklim kondusif bagi peningkatan produktivitas kerja karyawan. Suratsurat berharga yang nilai jatuh temponyasudah ditetapkan dan memang dimaksudkan untuk membayar manfaat pensiun. sedangkan perusahaan dituntutuntuk selalu siap setiap saat memberikan hak peserta dana baik dalam rangka memenuhi kewajiban aktuaria perusahaan. Dana pensiun adalah badan hukum yang didirikan berdasarkan syarat-syarat dan tata cara yang diatur dalam undangundang Dana Pensiun yang mengelola dan menjalankan program pensiun yang menjanjikan manfaat pensiun. yang baru akan diperoleh setelah seorang pengurus dana pensiun lulus dari ujian yang diselenggarakan oleh lembaga yang bersangkutan.2 Saran Sebagai sebuah badan hukum. laporan perubahan aset bersih. Jika suatu investasi tidak memiliki nilai wajar. rincian biaya yang merupakan beban Dana Pensiun selama satu periode sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun (untuk Dana Pensiun Pemberi Kerja). yaitu Pendiri. maka dalam neraca. maka perlu diungkapkan alasan mengapa nilai wajar tidak dapat ditentukan. dana pensiun diharapkan dikelola secara profesional. laporan arus kas. dinilai berdasarkan nilai jatuh temponya dengan asumsi tingkat pengembalian yang tetap. dan catatan atas laporan keuangan. Sebagai informasi tambahan atas laporan keuangan perlu disajikan antara lain portofolio investasi. Laporan keuangan Dana Pensiun terdiri atas laporan aset bersih. perhitungan hasil usaha. Khusus untuk Dana Pensiun yang menyelenggarakan PPMP. investasi Dana Pensiun dinilai berdasarkan nilai wajar (fair value). Dalam rangka inilah perlu pembentukan suatu lembaga yang diharapkan dapat menunjangupaya-upaya memenuhi kebutuhan ini. perlu ditentukan pula nilai wajarnya. neraca.1 Kesimpulan Pemerintah sepetinya telah menyadari bahawa upaya pemeliharaan kesinambungan penghasilan pada hari tua perlu mendapat perhatian dan penanganan serius. Menurut Undang-undang Dana Pensiun.BAB III KESIMPULAN 3. Hubungan di antara ketiga organ ini diatur sedemikian rupa di dalam Undang-undang Dana Pensiun dan peraturan pelaksanaannya. namun mengingat tujuan Dana Pensiun dan kekhususan informasi yang diperlukan. Perusahaan Dana Pensiun bertujuan untuk memberikan manfaat pensiun pada anggota pada saat anggota yang bersangkutan memasuki masa pensiun. Tuntutan profesionalisme juga tampak dari struktur organisasi yang harus ada di dalam lembaga dana pensiun. ada tiga organ yang menjadi tulang punggung organisasi dana pensiun. untuk aset tertentu disamping nilai historis. 3. Masa pensiun ini tidak sama untuk setiap peserta. Dewan Pengawas dan Pengurus. Lembaga tersebut adalah Dana Pensiun. Selisih antara nilai historis dan nilai wajar disajikan sebagai Selisih Penilaian Investasi. Dengan adanya Dana Pensiun ini memungkinkan terbentuknya suatu akumulasi dana yang dibutuhkan untuk memelihara kesinambungan penghasilan peserta program hari tua.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful