BAB II PEMBAHASAN 2.1 Dana Pensiun 2.1.1 Ruang Lingkup Akuntansi a.

Pernyataan ini mengatur tentang akuntansi dan pelaporan oleh Dana Pensiun kepada pihak yang berkepentingan. Pernyataan ini tidak mengatur pelaporan kepada masing-masing peserta program pensiun tentang hak manfaat pensiun mereka masing-masing. b. PSAK No. 24 tentang Imbalan Kerja, mengatur tentang penentuan biaya pensiun dan Aset/kewajiban sehubungan program pensiun yang harus dilaporkan dalam laporan keuangan Pemberi Kerja. Dengan demikian, pernyataan ini perlu dikaji dalam kaitannya dengan Standar Akuntansi Keuangan tersebut. c. Standar Akuntansi Keuangan lainnya juga berlaku dalam penyusunan laporan keuangan Dana Pensiun sepanjang tidak diatur dalam Pernyataan ini. d. Pernyataan ini beraku untuk Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) dan Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP), sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundangan yang berlaku di bidang Dana Pensiun. e. Pernyataan ini tidak mengatur tentang kesejahteraan karyawan dalam bentuk lain, misalnya kewajiban pemberian pesangon, pengaturan kompensasi yang ditangguhkan (deferred compensation management), tunjangan kesehatan, kesejahteraan program bonus, dan lain-lain. 2.1.2 Pengertian Dana Pensiun adalah hak seseorang untuk memperoleh penghasilan setelah bekerja sekian tahun dan sudah memasuki usia pensiun atau ada sebab-sebab lain sesuai dengan perjanjian yang telah ditetapkan. Penghasilan ini biasanya berupa uang yang dapat diambil setiap bulannya atau diambil sekaligus pada saat seseorang memasuki masa pensiun, hal ini tergantung dari kebijakan yang terdapat dalam suatu perusahaan. Menurut A. Setiadi (1995:4) Dana Pensiun adalah dana yang sengaja dihimpun secara khusus dengan tujuan untuk memberikan manfaat kepada karyawan pada saat mereka usia pensiun, meninggal dunia atau cacat. Tunjangan pensiun ini biasanya dibayarkan secara bulanan ditentukan berdasarkan gaji kotor pegawai dan lamanya masa kerja pada perusahaan. Adapun Tujuan umum program dana pensiun adalah menyisihkan sebagian dana selama produktif karyawan, sehingga pada saat berhenti bekerja dana dan hasil yang diperoleh dari investasinya. Berdasarkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Dana Pensiun N0. 11 tahun 1992 : Dana pensiun adalah badan hukum yang didirikan berdasarkan syarat-syarat dan tata cara yang diatur dalam undangundang Dana Pensiun yang mengelola dan menjalankan program pensiun yang menjanjikan manfaat pensiun. Dari Definisi ini ada beberapa makna yang terkandung, yaitu : 1. Dana Pensiun sebagai badan hukum yang terpisah dari badan hukum pendirinya,Artinya : a. Kekayaan dana pensiun harus dipisahkan dari kekayaan pemberi kerja. b. Dana pensiun mempunyai kewajiban yang sama sebagaimana badan hukum lainnya, misalnya : - Harus mendapat pengesahan Pemerintah. - Harus melaporkan kegiatan kepada Pemerintah. - Harus dibina dan diawasi. 2. Dana Pensiun bertugas mengelola dana mayarakat yang berasal iuran pemberi kerja atau pemberi kerja dan peserta, selanjutnya diinvestasikan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan,Artinya : a. Dana Pensiun bertugas menghimpun dana berupa iuran. b. Mengembangkan dana melalui investasi dalam jenis yg telah ditetapkan(SK Menteri Keuangan 23 /KMK. 17 / 1993). 3. Dana Pensiun bertugas menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun, artinya Dana Pensiun hanya melakukan kegiatan yang berhubungan dengan program pensiun sehingga kegiatan tidak terkait dengan program pensiun tidak diperbolehkan, misalnya : kegiatan pemberian kredit dan meminjamkan kredit. 2.1.3 Azas-Azas Dana Pensiun Dalam pembentukan Dana Pensiun harus memperhatikan Perundang-undangan yang mengandung azas-azas yaitu : 1. Azas Penyelenggaraan (voluntary) Bahwa pembentukan Dana Pensiun bukan merupakan hal yang wajib bagi pemberi kerja, tetapi hanya anggaran pemerintah dalam menuju terciptanya hubungan yang harmonis antara pemberi kerja dan karyawan. Akan tetapi sekali sudah membentuk Dana Pensiun maka berlaku kewajiban terhadap aturan yang telah ditetapkan. 2. Azas Keterpisahan (Segregated Assets) Harus ada keterpisahan Dana Pensiun dengan kekayaan Pemberi Kerja mengingat Dana Pensiun sudah merupakan badan hukum tersendiri. Sehingga terlihat perkembangan kekayaan dari waktu ke waktu. 3. Azas Pendanaan (Funded System) Dana Pensiun dalam menyelenggarakan program pensiun harus dilakukan dengan cara pemupukan dana sebagaimana ditetapkan oleh pemerintah sehingga sistem pembentukan cadangan di perusahaan tidak diperkenankan menurut peraturan perundangan di bidang Dana Pensiun. 4. Azas Hak atas Manfaat Pensiun (Locking In) Bahwa setiap peserta Dana Pensiun tidak dapat menuntut haknya apabila masih memenuhi syarat kepesertaan. Hak atas manfaat hanya dapat dibayarkan apabila : 1

b. selaku pendiri. Untuk menyelenggarakan program pensiun iuran pasti bagi pesertanya. 2 . Dewan pengawas dan Peserta). Pembinaan dan pengawasan dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain: a.hal ini dilakukan agar kelangsungan hidup dana pensiun lembaga keuangan dan pesertanya dapat terjamin. Azas Hak atas Dana (Vesting Right) Peserta mempunyai hak atas dana. Pensiun Cacat. • Memiliki kinerja investasi yang sehat. Memberikan pemahaman peraturan Perundangan dan peraturan Dana Pensiun kepada semua pihak yang berkaitan dengan penyelenggaraan Dana Pensiun (Pemberi kerja. Pengurus. pensiun yang diberikan kepada karyawan yang mengalamai kecelakaan sehingga dianggap tidak mampu dipekerjakan seperti semula. 6. Yang diperkenankan untuk mendirikan dana pensiun hanyalah bank umum dan perusahaan asuransi jiwa dengan batasan bahwa kekayaan. untuk menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti atau program pensiun iuran pasti. Hal ini berarti bahwa setiap iuran yang dibayarkan. Pembinaan dan Pengawasan Sebagai suatu badan hukum yang mengelola dana dan melakukan pembayaran manfaat pensiun. dgn melihat situasi dan kondisi yang terjadi. Pensiun dipercepat. seorang karyawan meminta pensiun sendiri.1. Peserta pensiun normal  Peserta pensiun dipercepat  Pensiun ditunda  Peserta pensiun cacat  Peserta pensiun meninggal dunia  Iuran Peserta (kurang dari tiga tahun) 5. Peserta akan terlindungi dengan hak atas dana. b) Dana pensiun lembaga keuangan adalah dana pensiun yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa untuk menyelenggarakan program pensiun iuran pasti. dan menimbulkan kewajiban terhadap pemberi kerja. Untuk wilayah Indonesia rata-rata seseorang memasuki masa pensiun pada usia 55 tahun dan 60 tahun pada profesi tertentu. maka penyelenggara Dana Pensiun perlu dibina dan diawasi agar pelaksanaannya sesuai dengan tujuan pembentukan Dana Pensiun. bagi kepentingan sebagian atau seluruh karyawannya sebagai peserta. namun umurnya belum memenuhi untuk pensiun. Bagi perusahaan asuransi jiwa • Memenuhi tingkat solvabilitas sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundangan di bidang asuransi sekurang kurangnya selama 8 bulan terakhir. di Indonesia mengenal 3 jenis dana pensiun yaitu : a) Dana pensiun pemberi kerja adalah dana pensiun yang dibentuk oleh orang atau badan yang memperkerjakan karyawan. pengelolaan dana maupun program programnya terlepas dari badan pendirinya. • Memiliki kesiapan untuk menyelenggrakan DPLK yang dibuktikan dengan kesiapan dalam bidang organisasi dan personil serta kesiapan sistem administrasi. Berikut jenis-jenis pensiun yang ditawarkan oleh perusahaan : a. sehingga karyawan tersebut keluar namun dana pensiun miliknya diperusahaan tempat dia bekerja baru akan keluar pada masa umur karyawan ini telah memasuki masa pensiun. Memiliki tingkat kesinambungan pertanggungjawaban yang sehat sekurang kurangnya dalam 2 tahun terakhir. Berdasarkan UU No. Pasal 1 butir 4 UU No. Memonitor penyelenggaraan Dana Pensiun melalui laporan : o Laporan keuangan o Informasi tentang kepesertaan 2. d. Yaitu pensiun yang diberikan untuk karyawan yang usianya telah mencapai masa pensiun yang telah ditetapkan perusahaan. b. 11 tahun 1992. Pensiun ditunda. baik karyawan maupun pekerja mandiri yang terpisah dari dana pensiun pemberi kerja bagi karyawan bank atau perusahaan asuransi jiwa. Adapun persyaratan yang harus dimiliki agar dapat menyelenggarakan dana pensiun adalah sebagai berikut : 1. 7. Portabilitas Setiap peserta berhak untuk memindahkan hak atas manfaat pensiunnya ke Dana Pensiun lainnya apabila peserta berhenti bekerja sebelum usia pensiun. bagi perorangan.4 Jenis-Jenis Pensiun Di dalam proses pelaksanaannya para penerima pensiun dapat memilih salah satu dari beberapa jenis pensiin yang ditawarkan kepada para karyawan. Pensiun normal. sedangkan umurnya belum memenuhi masa pensiun. jika memenuhi persyaratan yang diatur dalam Dana Pensiun. hal ini dilakukan bila perusahaan menginginkan pengurangan karyawan didlm tubuh perusahaan c. 11 tahun 1992 menyatakan bahwa dana pensiun lembaga keuangan yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa.

baik karyawan suatu lembaga atau perusahaan maupun pekerja mandiri. 5. Funded pensiun plan dilakukan dengan menyetorkan dana kepada suatu badan terpisah dari perusahaan untuk mengelola pensiun karyawannya.1.6 Manfaat dana pensiun a) Manfaat pensiun normal. dan Penerima Titipan wajib memperlihatkan seluruh dokumen/keterangan untuk keperluan pemeriksaan. 6. d. dan memiliki masa kerja satu tahun. Hak 3 .000 maka akumulasi dananya bisa diberikan secara tunai oleh DPLK. c) Dana pensiun berdasarkan keuntungan adalah dana pensiun pemberi kerja yang menyelenggarakan program pensiun iuran pasti. • Memiliki kesiapan untuk menyelenggarakan dana pensiun. Prinsip Perlindungan Konsumen : Perubahan peraturan dana pensiun tidak boleh mengurangi manfaat pensiun.Pada saat peserta jatuh tempo pensiun. c. adalah manfaat pensiun bagi peserta yang dibayarkan bila peserta pensiun pada usia tertentu sebelum usia pensiun normal. 4.Iuran dan beserta hasil pengembangannya di bukukan dan di administrasikan di masing masing buku peserta.• Memiliki kesanggupan untuk menyampaikan laporan hasil penilaian solvabilitas dan laporan investasi perusahaan. 36. • Menyanggupi untuk menyampaikan laporan terakhir tingkat kesehatan bank baik secara keseluruhan maupun aspek permodalan. 2. Dana pensiun wajib mengumumkan neraca dan perhitungan hasil usahanya kepada peserta.Peserta menyetorkan iuran kepada DPLK yang besarnya sesuai dengan kehendak dan kemampuan peserta.1. Prinsip Akuntanbilitas : Dewan pengawas wajib mengumumkan laporan hasil pengawasannya kepada peserta.DPLK menginvestasikan setoran iuaran para peserta ke instistusi/lembaga investasi.1. Yang dimaksud dengan pekerja mandiri disini adalah pekerja atas usaha sendiri bukan di perusahaan atau badan usaha. Prinsip kejelasan maksud dan tujuan program.1.DPLK memaantau pelaksanaan pembayaran pensiun yang dilakukan oleh perusahaan asuransi jiwa.7 Sistem Pembayaran Manfaat Pensiun Cara pembayaran manfaat pensiun kepada karyawan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu : 1) Pembayaran sekaligus (Lumpsum) 2) Pembayaran secara berkala (annuity) 2.Perusahaan asuransi jiwa akan membayara anuitas berupa manfaat pensiun kepada peserta secara berkala. d. Contributory adalah apabila karyawan dan perusahaan bersama sama melakukan kontribusi atas pemupukan dana pensiun b. 2. jaminan terhadap kesinambungan penghasilan b. Walaupun telah mengikuti program pensiun dalam perusahaannya. Pengurus.5 Jenis-Jenis Dana Pensiun a.000. c. e.000.1. manajemen operasional dimana asas keterpisahaan kekayaan hak pengurus mengadakan perjanjian dngan pihak ketiga. 2. setiap karyawan berhak menjadi peserta.36. Perusahaan asuransi tersebut telah menjalankan usahanya sekurang kurangnya selama 5 tahun. 2. sesuai dengan permintaan peserta 3. Prinsip Transparansi : Pengurus wajib menyampaikan keterangan mengenai setiap perubahan peraturan Dana pensiun dan hal-hal yang terjadi dalam rangka kepesertaan.maka bagi peserta yg akumulasinya lebih besar dan sama dengan Rp. Prinsip Independensi.8 Prosedur Dana Pensiun Lembaga Keuangan 1. Unfunded pensiun plan apabila perusahaan atau organisasi sendiri yang melakukan pembayaran pensiun kepada karyawan. Pendiri/Mitra pendiri. Non contributory adalah apabila hanya perusahaan yang memberikan kontribusi dalam pemupukan dana pensiun. adalah manfaat pensiun bagi peserta yang mulai dibayarkan pada saat peserta pensiun setelah mencapai usia pensiun normal atau sesudahnya. Bagi bank umum • Memenuhi tingkat kesehatan bank. Sedangkan bagi peserta yg akumulasi dananya kurang dari Rp. kualitas aktiva produktif dan pemenuhan batas minimum pemberian kredit / BMPK setiap tri wulan. 2. kelembagaan berstatus badan hokum. bila berusia 18 tahun atau telah menikah.9 Prinsip Penyelenggaraan Dana Pensiun a. adalah manfaat pensiun bagi peserta yang dibayarkan bila peserta menjadi cacat. dengan iuran hanya dari pemebri kerja yang didasarkan pada rumus yang dikaitkan dengan keuntungan pemberi kerja. Pengurus wajib mengumumkan perkembangan portofolio investasi dan hasil pengembangan kepada peserta dan melaporkannya kepada pendiri dan Dewan Pengawas. Laporan keuangan dana pensiun setiap tahun harus diaudit oleh akuntan public yang ditunjuk oleh Dewan Pengawas. 2. Setiap orang berkesempatan untuk dapat menjadi peserta dana pensiun lembaga keuangan dengan persyaratan berusia 18 tahun atau sudah menikah dan mempunyai penghasilan. • Peserta dana pensiun lembaga keuangan adalah perorangan atau pribadi. pengawasam dimana pengawas dilakukan oleh Dewan Pengawas yang terdiri atas wakil-wakil pemberi kerja dan peserta dengan jumlah yang sama. karyawan suatu lembaga atau perusahaan masih berkesempatan untuk mengikuti dana pensiun lembaga keuangan. b) Manfaat pensiun diprcepat. c) Manfaat pensiun cacat.000 maka DPLK wajib membelikan anuitas seumur hidup peserta kepada perusahaan asuransi jiwa.

serta kinerja investasi yang berguna untuk menentukan besarnya kekayaan Dana Pensiun dihubungkan dengan besarnya kewajibannya membayar manfaat pensiun kepada peserta pada saat tertentu. Kapan dapat dinikmatinya dan berapa besar manfaat yang dijanjikan kepada peserta d. Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) Dalam PPIP. pengurus tidak boleh merangkap jabatan pengurus dana pensiun lain. dana pensiun tidak diperkenankan meminjam atau mengangunkan kekayaannya sebagai jaminan atas suatu pinjaman. Dewan pengawas.atas manfaat pensiun tidak dapat dijaminkan. Pengembalian kekayaan Dana Pensiun kepada pemeberi kerja dilarang. 2. dialihkan/disita. dan tanggal laporan aktuaris yang terakhir. kewajiban.Tidak dapat mengakomodasikan masa kerja yang telah dilalui karyawan Kewajiban Aktuaria Dalam laporan keuangan Dana Pensiun yang menyelenggarakan PPMP. pengikatan. faktor penghargaan per tahun masa kerja. belum pernah dihukum pidana ekonomi. jumlah yang diterima oleh peserta pada saat pensiun bergantung pada jumlah iuran dari pemberi kerja. seperti metode penilaian dan asumsi aktuarial yang digunakan aktuaris. bentuk dan susunan laporan keuangan dana pensiun harus sesuai dengan keputusan Direktur Jendral Lembaga Keuangan Nomor 2345/KEP-LK/2003. Prinsip struktur pengendalian intern : Tugas. Kelebihannya yaitu : . Penjelasan mengenai kebijakan/arahan investasi.Lebih mudah diadministrasikan Kekurangannya yaitu : .11 Jenis Program Pensiun 1. Rumus tersebut dipengaruhi oleh masa kerja. c. Perhitungan kewajiban aktuaria berdasarkan laporan aktuaris yang terakhir. Dalam laporan keuangan Dana Pensiun harus disebutkan tanggal laporan aktuaris terakhir yang digunakan sebagai dasar penyusunan laporan keuangan yang bersangkutan. dan tanggung jawab pendiri.Karyawan menanggung resiko atas ketidakberhasilan investasi . peserta dan pensiunan/ahli waris memiliki hak utama dalam pembagian kekayaan dana pensiun. pembebanan. Saat likuidasi. Tujuan ini lazimnya dapat dipenuhi dengan menyusun laporan yang antara lain terdiri dari : a. Tujuan pelaporan Dana Pensiun yang menyelenggarakan PPMP adalah menyediakan informasi secara periodik mengenai penyelenggaran program pensiun. kekayaan dana pensiun Lembaga keuangan dikecualikan dari setiap tuntutan hukum atas kekayaan pendirinya. Laporan tentang transaksi dan kinerja investasi selama periode pelaporan dan posisi keuangan Dana Pensiun pada akhir periode pelaporan. dan penghasilan dasar pensiun. nama aktuaris. dan pengurus diatur dalam undang-undang dana pensiun dan peraturan pelaksanaanya. Bantuan aktuaris biasanya tidak diperlukan. dan berpengetahuan atau berpengalaman di bidang Dana pensiun. g. mengkaji kembali asumsi aktuarial yang digunakan dan merekomendasikan tingkat iuran yang seharusnya. dan d. Manfaat apa saja yang akan diberikan dan dalam bentuk apa c. Siapa yang berhak menjadi peserta b. atau direksi. 2. posisi keuangan. Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) Dalam PPMP. pembayaran sebelum jatuh tempo atau penjaminan manfaat pensiun dinyatakan batal demi oknum. Sumber pembiayaanya 2. 4 .10 Peraturan Dana Pensiun Hal-hal penting yang umumnya diatur dalam suatu peraturan pensiun antara lain: a. dan hasil usaha. atau jabatan eksekutif lainnya. Mitra pendiri. semua transaksi penyerahan.1. tidak satu bagianpun dari kekayaan dana pensiun dapat dipinjamkan atau diinvestasikan pada piak-pihak terafiliasi. kecuali pembayran yang ditetapkan dalam peraturan dana pensiun. Kewajiban dari pemberi kerja adalah membayar iuran sesuai dengan yang ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun.Pendanaan (biaya/iuran) dari perusahaan lbih dapat diperhitungkan/diperkirakan .1. b. f. Prinsip kualifikasi penyelenggara : Kualifikasi pengurus dan dewan pengawas (kecuali yang terakhir) adalah WNI berakhlak moral yang baik. PPMP menbutuhkan bantuan akturis secara periodik untuk menentukan nilai kewajiban aktuaria. Frekuensi Penilaian Aktuarial Dana Pensiun yang menyelenggarakan PPMP wajib memiliki laporan aktuaris sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. dana pensiun tidak diperkenankan melakukan pembayaran apapun.Penghasilan pada saat mencapai usia pensiun lebih sulit untuk diperkirakan . perlu diungkapkan penjelasan yang memadai mengenai sumber perhitungan kewajiban aktuaria. atau iuran peserta dan pemberi kerja atau iuran peserta. Penjelasan mengenai kegiatan penting selama satu periode pelaporan dan dampak dari setiap perubahan peraturan Dana Pensiun.Karyawan dapat memperhitungkan besarnya iuran yang dilakukan setiap tahunnya . besarnya manfaat pensiun yang dijanjikan kepada peserta dientukan dengan rumus manfaat pensiun yang telah ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun.

Tujuan tersebut lazimnya dapat dipenuhi dengan menyusun laporan yang antara lain terdiri dari : a) Penjelasan atas kegiatan penting Dana Pensiun selama satu periode pelaporan dan dampak setiap perubahan Peraturan Dana Pensiun. 5 .Karyawan lebih dapat menentukan besarnya manfaat yang akan diterima pada saat mencapai usia pensiun.. 2. 4. b) Laporan tentang transaksi dan kinerja investasi selama periode pelaporan dan posisi keuangan Dana Pensiun pada akhir periode pelaporan. berdasarkan jumlah iuran saat ini dan dimasa depan serta estimasi hasil investasi Dana Pensiun.11 tahun 1992. 2. Pengelolaan YDP masih banyak yang kurang profesional. mengingat manfaat dikaitkan dengan gaji karyawan . janda/duda dan anak yatim/piatu dari para pensiunan. Peserta berkepentingan untuk mengetahui kegiatan investasi Dana Pensiun karena sangat menentukan manfaat pensiun yang diterima. Banyak investasi dilakukan pada aktiva tetap yang kurang produktif sehingga kurang cepat menghasilkan. 5. 6. posisi keuangan. Di bawah ini terdapat beberapa kelemahan dari beberapa program YDP tersebut : 1. 3. layanan kesejahteraan pensiun dilakukan oleh Yayasan Dana Pensiun / YDP. Asuransi yang berkaitan dengan kesejahteraan karyawan disediakan melalui berbagai lembaga seperti : tabungan dan asuransi sosial pegawai negeri / TASPEN. pengawasan atas kekayaan Dana Pensiun telah dilakukan secar tepat. 3. 11 tahun 1992. jaminan sosial tenaga kerja / jamsostek. Sesuai dengan UU No. Disamping itu ada berbagai jaminan hari tua dan jaminan kesejahteraan karyawan. Tujuan dari pelaporan Dana Pensiun yang menyelenggarakan PPIP adalah menyediakan informasi secara periodik mengenai penyelenggaraan program pensiun. 4. profesional. jujur serta mampu menyusun rencana dan berpikir jangka panjang. setia. serta kinerja investasi.meskipun nasihat aktuaris kadang-kadang digunakan untuk memperkirakan manfaat pensiun yang akan diterima peserta pada saat pensiun. investasi dibagikan kepada peserta atau ahli warisnya secara merata menurut jumlah iuran dan masa kepesertaannya.1.12 Kelemahan dan Keunggulan Dana Pensiun 1. atau kegiatan operasional Dana Pensiun telah dilaksanakan secara efisien dan wajar. Seluruh himpunan iuran dan hasil pengelolaan kekayaan. Dana pensiun mempunyai prospek menjadi suatu lembaga keuangan dengan likuiditas dan solvabilitas yang tinggi sehingga memberikan posisi tawar menawar / bargaining position yang kuat dalam melakukan kerjasama dengan lembaga keuangan lain . 2. Keunggulan Dana Pensiun 1.Relative lebih sulit untuk diadministrasikan. 2. Keuntungan lembaga / yayasan dana pensiun yang besar tidak diimbangi Beberapa program pensiun masih membedakan jumnlah manfaat pensiun untuk kalangan pensiunan. Sedangkan Pemerintah berkepentingan untuk mengetahui apakah Dana Pensiun telah dikelola sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. dsb.Lebih menekankan pada hasil akhir . Kelemanahan Dana Pensiun Sebelum UU no. Pengelola yang ditunjuk harusnya loyal. Biaya tetap relatif rendah. dan c) Penjelasan mengenai kebijakan/arahan investasi. 5. Baik peserta maupun pemberi kerja berkepentingan untuk mengetahui apakah iuran telah dilakukan sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun. dana pensiun dibebaskan dari pajak penghasilan dengan demikian para peserta dapat menikmati manfaat pensiun sekurang kurangnya 15% lebih tinggi dari manfaat program lain.Dapat mengakomodasikan masa kerja yang telah dilalui karyawan apabila program pensiun dibentuk jauh setelah perusahaan berjalan .Perusahaan menanggung resiko atas kekurangan dana apabila hasil investasi tidak mencukupi . 7. Belum ada ketentuan yang mengatur hal hal mendasar untuk menjamin terpenuhinya hak dan kewajiban para pihak penyelenggara program pensiun.Manfaat pensiun ditentukan terlebih dahulu. Investasi gedung kantor yang berlebihan/mewah. Kelemahannya yaitu : . Kelebihannya yaitu : . Arahan investasi kurang jelas dan kurang konsisten terhadap pencapaian tujuan program pensiun.

namun mengingat tujuan Dana Pensiun dan kekhususan informasi yang diperlukan. meninggal. (x) Keuntungan atau kerugian dari pelepasan investasi dan penurunan atau kenaikan nilai investasi. dan (xi) Pengaihan dana ke dan dari Dana Pensiun lain. rincian biaya yang merupakan beban Dana Pensiun selama satu periode sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun (untuk Dana Pensiun Pemberi Kerja). 6 . baik yang menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) maupun Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP). laporan arus kas. khusus untuk investasi ditentukan juga nilai wajarnya. dinilai berdasarkan nilai jatuh temponya dengan asumsi tingkat pengembalian yang tetap. Aset operasional dinilai berdasarkan nilai buku. dirinci untuk peserta yang pensiun. Khusus untuk Dana Pensiun yang menyelenggarakan PPMP. untuk aset tertentu disamping nilai historis.4 Penyajian Informasi dalam Laporan Keuangan Laporan Keuangan Dana Pensiun perlu mengungkapkan informasi relevan antara lain sebagai berikut : (a) Laporan Aset Bersih: (i) Nilai aset pada akhir periode dengan klasifikasi yang teapat. dan sewa.3 Penilaian Aset Dana Pensiun Aset Dana Pensiun dinilai sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku. maka seluruh peserta dapat dipertanggungjawabkan dengan asuransi jiwa/kecelakaan kepada perusahaan asuransi dengan premi asuransi relatif rendah karena sifat kolektif. (e) Laporan Arus Kas : Laporan arus kas disajikan sesuai dengan sifat kegiatan usaha Dana Pensiun selama periode pelaporan. investasi Dana Pensiun dinilai berdasarkan nilai wajar (fair value). 2. dividen. Untuk tujuan penyusunan laporan aset bersih dan laporan perubahan aset bersih. dan catatan atas laporan keuangan. dan (iv) Kewajiban selain daripada kewajiban aktuaria. (ii) Biaya jasa lalu (iuran tambahan) yang jatuh tempo. dan (f) Catatan atas Laporan Keuangan. (iii) Hasil investasi. Laporan keuangan Dana Pensiun. (c) Neraca : (i) Posisi keuangan Dana Pensiun. dan (iii) Pendapatan lain-lain. Sebagai informasi tambahan atas laporan keuangan perlu disajikan antara lain portofolio investasi. dan (ii) Nilai historis. perhitungan hasil usaha. mencakup : (a) Laporan aset bersih.6. (v) Manfaat yang sudah dibayarkan dan yang masih terutang. antara lain bunga. (b) Laporan Perubahan Aset Bersih: (i) Biaya jasa kini (iuran normal) yang jatuh tempo. (d) Perhitungan Hasil Usaha : (i) Pendapatan dan beban investasi. Surat-surat berharga dinilai berdasarkan harga pasar karena dianggap sebagai nilai yang paling tepat untuk mengukur nilai surat berharga pada tanggal laporan dan hasil investasi selama satu periode tersebut. baik yang berasal dari pemberi kerja atau pemberi kerja dan peserta atau peserta. perlu ditentukan pula nilai wajarnya. laporan mengenai kewajiban akturia dan perubahannya perlu disusun sebagai lampiran laporan keuangan.2 Laporan Keuangan Dana Pensiun Laporan keuangan Dana Pensiun terdiri atas laporan aset bersih. (vi) Beban administrasi. (vii) Beban investasi. laporan perubahan aset bersih. juga untuk pembayaran manfaat secara sekaligus. Selisih antara nilai historis dan nilai wajar disajikan sebagai Selisih Penilaian Investasi. 2. Suratsurat berharga yang nilai jatuh temponyasudah ditetapkan dan memang dimaksudkan untuk membayar manfaat pensiun. atau cacat. Untuk mengurangi resiko kematian/kecelakaan dari peserta. 2. (ii) Dasar penilaian aset. Dana pensiun dapat mempunyai 3 fungsi yang terpadu yang dapat dilakukan dengan cara kerjasama antar 3 lembaga. (iv) Pendapatan lain-lain. maka dalam neraca. 7. atau rincian biaya yang dapaat dipungut dari Peserta atau dibebankan pada rekening Peserta selama satu perode sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun (untuk Dana Pensiun Lembaga Keuangan). (iii) Investasi sesuai dengan rincian jumlah investasi menurut jenis. (viii) Beban lain-lain. (ii) Beban administrasi. neraca. maka perlu diungkapkan alasan mengapa nilai wajar tidak dapat ditentukan. Jika suatu investasi tidak memiliki nilai wajar. (ix) Pajak penghasilan.

(b) Laporan perubahan aset bersih. dikurangi seluruh kewajiban kecuali kewajiban aktuaria. (b) Sertifikat deposito. selisih antara nilai kewajiban aktuaria dan aset bersih disajikan sebagai Selisih Kewajiban Aktuaria. Untuk penyusunan laporan keuangan Dana Pensiun yang menyelenggarakan PPMP. dan pembubaran Dana Pensiun (jika besar kemungkinannya terjadi). (e) Laporan arus kas. (f) Piutang dilaporkan berdasarkan jumlah yang dapat ditagih. (d) Penyertaan pada perusahaan yang sahamnya tidak diperdagangkan dibursa eek. 2. rekening giro. misalnya gedung. dan Laporan Arus Kas Neraca.7 Neraca. (d) Rincian portofolio investasi. Perhitungan Hasil Usaha. (d) Perhitungan hasil usaha. 2. aset dinilai sebagai berikut : (a) Uang tunai. serta menguraikan penyebab perubahan tersebut yang terperinci atas penambahan dan/atau pengurangan yang terjadi selam satu periode tertentu. Selisih antara nilai historis dan nilai wajar disajikan sebagai Selisih Penilaian Investasi. 2. 7 . Dalam Neraca. (c) Penjelasan mengenai kebijakan pendanaan. penentuan kewajiban aktuaria berdasarkan laporan aktuaris terakhir.8 Penilaian Aset Dana Pensiun Untuk tujuan penyusunan laporan aset bersih dan laporan perubahan aset bersih. dan peralatan lainnya dilaporkan berdasarkan nilai buku. Surat Berharga Bank Indonesia. (v) Iuran yang berasal dari peserta. laporan hasil usaha. Selisih Penilaian Investasi bukan merupakan unsur hasil usaha. (ii) Kelompok karyawan yang menjadi peserta program jumlah pensiun. dilaporkan berdasarkan nilai appraisal sebagai hasil penilaian independen. asumsi aktuarial. jika ada. digunakan sebagian untuk investasi dan sebagian untuk kegiatan operasional. peralatan kantor. menunjukan jumlah aset bersih yang tersedia untuk manfaat pensiun pada tanggal laporan. ditentukan juga nilai wajanya. (c) Neraca. dinilai menurut nilai pasar yang wajar pada tanggal laporan. setelah memperhitungkan penyisihan piutang tidak tertagih. tetapi akan mengoreksi nilai historis mnjadi nilai wajar. penjelasan mengenai manfaat pensiun yang dijanjikan. serta nama dan tanggal laporan aktuaris terakhir (dalam hal PPMP). dan (f) Catatan atas laporan keuangan. 2. dan surat pengakuan utang lebih dari setahun dinilai berdasarkan nilai tunai. piutang kepada pemberi kerja sehubungan dengan jasa masa lalu karyawan diakui sebesar jumlah yang telah jatuh tempo pada tanggal laporan. pemisahan. (g) Aset operasional antara lain komputer. (vi) Untuk PPMP.6 Laporan Perubahan Aset Bersih Laporan ini berisi informasi tentang perubahan atas jumlah aset bersih yang tersedia untuk manfaat pensiun. Bila suatu aset. maka penggolongan aset sebagai investasi atau aset operasional ditentukan berdasarkan mana yang lebih signifikan. dan (e) Perhitungan kewajiban aktuaria. metode penilaian. (iv) Jenis program pensiun.5 Laporan Aset Bersih Laporan ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang jumlah aset bersih yang tersedia untuk membayar manfaat pensiun kepada peserta pada tanggal laporan. antara lain : (a) Penjelasan mengenai program pensiun serta perubahan yang terjadi selama periode laporan : (i) Nama pendiri Dana Pensiun dan mitra pendiri (jika ada). 2. Dalan nearaca Dana Pensiun yang menyelenggaraka PPMP. dan deposito di bank dinilai menurut nilai nominal. (c) Surat berharga berupa saham dan obligasi yang diperjualbelikan di bursa efek. Aset untuk tujuan penyusunan laporan ini. (e) Investasi pada tanah dan bangunan dilaporkan berdasarkan nilai appraisal sebagai hasil penilaian independen . dan laporan arus kas disusun berdasarkan Kerangka Dasar Penyusunan dan Pelaporan Laporan Keuangan yang berazas utama biaya historis. Khusus untuk investasi. (iii) Jumlah peserta program pensiun dan jumlah pensiunan. Total seluruh aset Dana Pensiun tidak termasuk piutang jasa lalu (past service) yang belum jath tempo. (b) Penjelasan singkat mengenai kebijakan akuntansi yang penting. dan (vii) Penjelasan mengenai rencana penggabungan. pemindahan kelompok peserta.9 Pengungkapan Informasi tentang hal tersebut dibawah ini perlu diungkapkan secukupnya dalam catatan atas laporan keuangan. Surat Berharga Pasar Uang.

sehingga tercipta hubungan sinergis yang bermuara pada kinerja dana pensiun yang profesional. Masa pensiun ini tidak sama untuk setiap peserta. laporan arus kas. rincian biaya yang merupakan beban Dana Pensiun selama satu periode sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun (untuk Dana Pensiun Pemberi Kerja).1 Kesimpulan Pemerintah sepetinya telah menyadari bahawa upaya pemeliharaan kesinambungan penghasilan pada hari tua perlu mendapat perhatian dan penanganan serius. Jika suatu investasi tidak memiliki nilai wajar. Khusus untuk Dana Pensiun yang menyelenggarakan PPMP. Dengan adanya Dana Pensiun ini memungkinkan terbentuknya suatu akumulasi dana yang dibutuhkan untuk memelihara kesinambungan penghasilan peserta program hari tua. Keyakinan akan adanya kesinambungan penghasilan menimbulkan iklim kondusif bagi peningkatan produktivitas kerja karyawan. Surat-surat berharga dinilai berdasarkan harga pasar karena dianggap sebagai nilai yang paling tepat untuk mengukur nilai surat berharga pada tanggal laporan dan hasil investasi selama satu periode tersebut. ada tiga organ yang menjadi tulang punggung organisasi dana pensiun. investasi Dana Pensiun dinilai berdasarkan nilai wajar (fair value). perhitungan hasil usaha. perlu ditentukan pula nilai wajarnya. Dalam rangka inilah perlu pembentukan suatu lembaga yang diharapkan dapat menunjangupaya-upaya memenuhi kebutuhan ini. laporan perubahan aset bersih. Laporan keuangan Dana Pensiun terdiri atas laporan aset bersih. maka perlu diungkapkan alasan mengapa nilai wajar tidak dapat ditentukan. atau rincian biaya yang dapaat dipungut dari Peserta atau dibebankan pada rekening Peserta selama satu perode sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun (untuk Dana Pensiun Lembaga Keuangan). namun mengingat tujuan Dana Pensiun dan kekhususan informasi yang diperlukan. Suratsurat berharga yang nilai jatuh temponyasudah ditetapkan dan memang dimaksudkan untuk membayar manfaat pensiun. Aset operasional dinilai berdasarkan nilai buku. Lembaga tersebut adalah Dana Pensiun. Menurut Undang-undang Dana Pensiun. Sebagai informasi tambahan atas laporan keuangan perlu disajikan antara lain portofolio investasi. Hubungan di antara ketiga organ ini diatur sedemikian rupa di dalam Undang-undang Dana Pensiun dan peraturan pelaksanaannya.BAB III KESIMPULAN 3. dana pensiun diharapkan dikelola secara profesional. untuk aset tertentu disamping nilai historis.2 Saran Sebagai sebuah badan hukum. dan catatan atas laporan keuangan. Dewan Pengawas dan Pengurus. yang baru akan diperoleh setelah seorang pengurus dana pensiun lulus dari ujian yang diselenggarakan oleh lembaga yang bersangkutan. neraca. Aset Dana Pensiun dinilai sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku. yaitu Pendiri. 8 . laporan mengenai kewajiban akturia dan perubahannya perlu disusun sebagai lampiran laporan keuangan. maka dalam neraca. Secara eksplisit profesionalisme di dalam pengelolaan dana pensiun ini dicerminkan oleh persyaratan bahwa setiap pengurus dana pensiun harus memiliki kemampuan mengelola dana pensiun sebagaimana dibuktikan oleh kepemilikan sertifikat lembaga standar profesi dana pensiun. 3. Utuk tujuan penyusunan laporan aset bersih dan laporan perubahan aset bersih. Selisih antara nilai historis dan nilai wajar disajikan sebagai Selisih Penilaian Investasi. Dana pensiun adalah badan hukum yang didirikan berdasarkan syarat-syarat dan tata cara yang diatur dalam undangundang Dana Pensiun yang mengelola dan menjalankan program pensiun yang menjanjikan manfaat pensiun. Tuntutan profesionalisme juga tampak dari struktur organisasi yang harus ada di dalam lembaga dana pensiun. sedangkan perusahaan dituntutuntuk selalu siap setiap saat memberikan hak peserta dana baik dalam rangka memenuhi kewajiban aktuaria perusahaan. dinilai berdasarkan nilai jatuh temponya dengan asumsi tingkat pengembalian yang tetap. Perusahaan Dana Pensiun bertujuan untuk memberikan manfaat pensiun pada anggota pada saat anggota yang bersangkutan memasuki masa pensiun.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful