BAB II PEMBAHASAN 2.1 Dana Pensiun 2.1.1 Ruang Lingkup Akuntansi a.

Pernyataan ini mengatur tentang akuntansi dan pelaporan oleh Dana Pensiun kepada pihak yang berkepentingan. Pernyataan ini tidak mengatur pelaporan kepada masing-masing peserta program pensiun tentang hak manfaat pensiun mereka masing-masing. b. PSAK No. 24 tentang Imbalan Kerja, mengatur tentang penentuan biaya pensiun dan Aset/kewajiban sehubungan program pensiun yang harus dilaporkan dalam laporan keuangan Pemberi Kerja. Dengan demikian, pernyataan ini perlu dikaji dalam kaitannya dengan Standar Akuntansi Keuangan tersebut. c. Standar Akuntansi Keuangan lainnya juga berlaku dalam penyusunan laporan keuangan Dana Pensiun sepanjang tidak diatur dalam Pernyataan ini. d. Pernyataan ini beraku untuk Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) dan Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP), sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundangan yang berlaku di bidang Dana Pensiun. e. Pernyataan ini tidak mengatur tentang kesejahteraan karyawan dalam bentuk lain, misalnya kewajiban pemberian pesangon, pengaturan kompensasi yang ditangguhkan (deferred compensation management), tunjangan kesehatan, kesejahteraan program bonus, dan lain-lain. 2.1.2 Pengertian Dana Pensiun adalah hak seseorang untuk memperoleh penghasilan setelah bekerja sekian tahun dan sudah memasuki usia pensiun atau ada sebab-sebab lain sesuai dengan perjanjian yang telah ditetapkan. Penghasilan ini biasanya berupa uang yang dapat diambil setiap bulannya atau diambil sekaligus pada saat seseorang memasuki masa pensiun, hal ini tergantung dari kebijakan yang terdapat dalam suatu perusahaan. Menurut A. Setiadi (1995:4) Dana Pensiun adalah dana yang sengaja dihimpun secara khusus dengan tujuan untuk memberikan manfaat kepada karyawan pada saat mereka usia pensiun, meninggal dunia atau cacat. Tunjangan pensiun ini biasanya dibayarkan secara bulanan ditentukan berdasarkan gaji kotor pegawai dan lamanya masa kerja pada perusahaan. Adapun Tujuan umum program dana pensiun adalah menyisihkan sebagian dana selama produktif karyawan, sehingga pada saat berhenti bekerja dana dan hasil yang diperoleh dari investasinya. Berdasarkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Dana Pensiun N0. 11 tahun 1992 : Dana pensiun adalah badan hukum yang didirikan berdasarkan syarat-syarat dan tata cara yang diatur dalam undangundang Dana Pensiun yang mengelola dan menjalankan program pensiun yang menjanjikan manfaat pensiun. Dari Definisi ini ada beberapa makna yang terkandung, yaitu : 1. Dana Pensiun sebagai badan hukum yang terpisah dari badan hukum pendirinya,Artinya : a. Kekayaan dana pensiun harus dipisahkan dari kekayaan pemberi kerja. b. Dana pensiun mempunyai kewajiban yang sama sebagaimana badan hukum lainnya, misalnya : - Harus mendapat pengesahan Pemerintah. - Harus melaporkan kegiatan kepada Pemerintah. - Harus dibina dan diawasi. 2. Dana Pensiun bertugas mengelola dana mayarakat yang berasal iuran pemberi kerja atau pemberi kerja dan peserta, selanjutnya diinvestasikan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan,Artinya : a. Dana Pensiun bertugas menghimpun dana berupa iuran. b. Mengembangkan dana melalui investasi dalam jenis yg telah ditetapkan(SK Menteri Keuangan 23 /KMK. 17 / 1993). 3. Dana Pensiun bertugas menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun, artinya Dana Pensiun hanya melakukan kegiatan yang berhubungan dengan program pensiun sehingga kegiatan tidak terkait dengan program pensiun tidak diperbolehkan, misalnya : kegiatan pemberian kredit dan meminjamkan kredit. 2.1.3 Azas-Azas Dana Pensiun Dalam pembentukan Dana Pensiun harus memperhatikan Perundang-undangan yang mengandung azas-azas yaitu : 1. Azas Penyelenggaraan (voluntary) Bahwa pembentukan Dana Pensiun bukan merupakan hal yang wajib bagi pemberi kerja, tetapi hanya anggaran pemerintah dalam menuju terciptanya hubungan yang harmonis antara pemberi kerja dan karyawan. Akan tetapi sekali sudah membentuk Dana Pensiun maka berlaku kewajiban terhadap aturan yang telah ditetapkan. 2. Azas Keterpisahan (Segregated Assets) Harus ada keterpisahan Dana Pensiun dengan kekayaan Pemberi Kerja mengingat Dana Pensiun sudah merupakan badan hukum tersendiri. Sehingga terlihat perkembangan kekayaan dari waktu ke waktu. 3. Azas Pendanaan (Funded System) Dana Pensiun dalam menyelenggarakan program pensiun harus dilakukan dengan cara pemupukan dana sebagaimana ditetapkan oleh pemerintah sehingga sistem pembentukan cadangan di perusahaan tidak diperkenankan menurut peraturan perundangan di bidang Dana Pensiun. 4. Azas Hak atas Manfaat Pensiun (Locking In) Bahwa setiap peserta Dana Pensiun tidak dapat menuntut haknya apabila masih memenuhi syarat kepesertaan. Hak atas manfaat hanya dapat dibayarkan apabila : 1

seorang karyawan meminta pensiun sendiri. dan menimbulkan kewajiban terhadap pemberi kerja. Peserta pensiun normal  Peserta pensiun dipercepat  Pensiun ditunda  Peserta pensiun cacat  Peserta pensiun meninggal dunia  Iuran Peserta (kurang dari tiga tahun) 5. Adapun persyaratan yang harus dimiliki agar dapat menyelenggarakan dana pensiun adalah sebagai berikut : 1. 11 tahun 1992. Berdasarkan UU No. Peserta akan terlindungi dengan hak atas dana. Yaitu pensiun yang diberikan untuk karyawan yang usianya telah mencapai masa pensiun yang telah ditetapkan perusahaan. Memonitor penyelenggaraan Dana Pensiun melalui laporan : o Laporan keuangan o Informasi tentang kepesertaan 2. 6. b. Memiliki tingkat kesinambungan pertanggungjawaban yang sehat sekurang kurangnya dalam 2 tahun terakhir. bagi kepentingan sebagian atau seluruh karyawannya sebagai peserta. 11 tahun 1992 menyatakan bahwa dana pensiun lembaga keuangan yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa. Pensiun dipercepat. Pembinaan dan pengawasan dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain: a. Portabilitas Setiap peserta berhak untuk memindahkan hak atas manfaat pensiunnya ke Dana Pensiun lainnya apabila peserta berhenti bekerja sebelum usia pensiun. Berikut jenis-jenis pensiun yang ditawarkan oleh perusahaan : a.hal ini dilakukan agar kelangsungan hidup dana pensiun lembaga keuangan dan pesertanya dapat terjamin. namun umurnya belum memenuhi untuk pensiun. • Memiliki kinerja investasi yang sehat. Azas Hak atas Dana (Vesting Right) Peserta mempunyai hak atas dana. pensiun yang diberikan kepada karyawan yang mengalamai kecelakaan sehingga dianggap tidak mampu dipekerjakan seperti semula. selaku pendiri. Pensiun Cacat. Untuk wilayah Indonesia rata-rata seseorang memasuki masa pensiun pada usia 55 tahun dan 60 tahun pada profesi tertentu. jika memenuhi persyaratan yang diatur dalam Dana Pensiun. sehingga karyawan tersebut keluar namun dana pensiun miliknya diperusahaan tempat dia bekerja baru akan keluar pada masa umur karyawan ini telah memasuki masa pensiun. Pensiun ditunda. Memberikan pemahaman peraturan Perundangan dan peraturan Dana Pensiun kepada semua pihak yang berkaitan dengan penyelenggaraan Dana Pensiun (Pemberi kerja. • Memiliki kesiapan untuk menyelenggrakan DPLK yang dibuktikan dengan kesiapan dalam bidang organisasi dan personil serta kesiapan sistem administrasi. Dewan pengawas dan Peserta). Pensiun normal. Pembinaan dan Pengawasan Sebagai suatu badan hukum yang mengelola dana dan melakukan pembayaran manfaat pensiun. b. Hal ini berarti bahwa setiap iuran yang dibayarkan. Untuk menyelenggarakan program pensiun iuran pasti bagi pesertanya. d. bagi perorangan. sedangkan umurnya belum memenuhi masa pensiun. di Indonesia mengenal 3 jenis dana pensiun yaitu : a) Dana pensiun pemberi kerja adalah dana pensiun yang dibentuk oleh orang atau badan yang memperkerjakan karyawan.1. 7. 2 . baik karyawan maupun pekerja mandiri yang terpisah dari dana pensiun pemberi kerja bagi karyawan bank atau perusahaan asuransi jiwa. maka penyelenggara Dana Pensiun perlu dibina dan diawasi agar pelaksanaannya sesuai dengan tujuan pembentukan Dana Pensiun. dgn melihat situasi dan kondisi yang terjadi.4 Jenis-Jenis Pensiun Di dalam proses pelaksanaannya para penerima pensiun dapat memilih salah satu dari beberapa jenis pensiin yang ditawarkan kepada para karyawan. untuk menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti atau program pensiun iuran pasti. Bagi perusahaan asuransi jiwa • Memenuhi tingkat solvabilitas sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundangan di bidang asuransi sekurang kurangnya selama 8 bulan terakhir. Pasal 1 butir 4 UU No. pengelolaan dana maupun program programnya terlepas dari badan pendirinya. hal ini dilakukan bila perusahaan menginginkan pengurangan karyawan didlm tubuh perusahaan c. Pengurus. b) Dana pensiun lembaga keuangan adalah dana pensiun yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa untuk menyelenggarakan program pensiun iuran pasti. Yang diperkenankan untuk mendirikan dana pensiun hanyalah bank umum dan perusahaan asuransi jiwa dengan batasan bahwa kekayaan.

manajemen operasional dimana asas keterpisahaan kekayaan hak pengurus mengadakan perjanjian dngan pihak ketiga. pengawasam dimana pengawas dilakukan oleh Dewan Pengawas yang terdiri atas wakil-wakil pemberi kerja dan peserta dengan jumlah yang sama. dan Penerima Titipan wajib memperlihatkan seluruh dokumen/keterangan untuk keperluan pemeriksaan. • Menyanggupi untuk menyampaikan laporan terakhir tingkat kesehatan bank baik secara keseluruhan maupun aspek permodalan. 2. adalah manfaat pensiun bagi peserta yang dibayarkan bila peserta menjadi cacat.000. baik karyawan suatu lembaga atau perusahaan maupun pekerja mandiri. 2.8 Prosedur Dana Pensiun Lembaga Keuangan 1. kelembagaan berstatus badan hokum.Perusahaan asuransi jiwa akan membayara anuitas berupa manfaat pensiun kepada peserta secara berkala. Non contributory adalah apabila hanya perusahaan yang memberikan kontribusi dalam pemupukan dana pensiun.1.000 maka akumulasi dananya bisa diberikan secara tunai oleh DPLK.1.6 Manfaat dana pensiun a) Manfaat pensiun normal.7 Sistem Pembayaran Manfaat Pensiun Cara pembayaran manfaat pensiun kepada karyawan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu : 1) Pembayaran sekaligus (Lumpsum) 2) Pembayaran secara berkala (annuity) 2. Sedangkan bagi peserta yg akumulasi dananya kurang dari Rp. adalah manfaat pensiun bagi peserta yang dibayarkan bila peserta pensiun pada usia tertentu sebelum usia pensiun normal. jaminan terhadap kesinambungan penghasilan b.36.Iuran dan beserta hasil pengembangannya di bukukan dan di administrasikan di masing masing buku peserta.1. karyawan suatu lembaga atau perusahaan masih berkesempatan untuk mengikuti dana pensiun lembaga keuangan. Dana pensiun wajib mengumumkan neraca dan perhitungan hasil usahanya kepada peserta. Contributory adalah apabila karyawan dan perusahaan bersama sama melakukan kontribusi atas pemupukan dana pensiun b. Pendiri/Mitra pendiri. Pengurus wajib mengumumkan perkembangan portofolio investasi dan hasil pengembangan kepada peserta dan melaporkannya kepada pendiri dan Dewan Pengawas. • Peserta dana pensiun lembaga keuangan adalah perorangan atau pribadi. b) Manfaat pensiun diprcepat. dengan iuran hanya dari pemebri kerja yang didasarkan pada rumus yang dikaitkan dengan keuntungan pemberi kerja. c. 2. setiap karyawan berhak menjadi peserta. Prinsip Akuntanbilitas : Dewan pengawas wajib mengumumkan laporan hasil pengawasannya kepada peserta.000. Hak 3 . Perusahaan asuransi tersebut telah menjalankan usahanya sekurang kurangnya selama 5 tahun.Peserta menyetorkan iuran kepada DPLK yang besarnya sesuai dengan kehendak dan kemampuan peserta. bila berusia 18 tahun atau telah menikah. dan memiliki masa kerja satu tahun.Pada saat peserta jatuh tempo pensiun. 4. Laporan keuangan dana pensiun setiap tahun harus diaudit oleh akuntan public yang ditunjuk oleh Dewan Pengawas.1. Unfunded pensiun plan apabila perusahaan atau organisasi sendiri yang melakukan pembayaran pensiun kepada karyawan.9 Prinsip Penyelenggaraan Dana Pensiun a. 36. d. • Memiliki kesiapan untuk menyelenggarakan dana pensiun. Prinsip Perlindungan Konsumen : Perubahan peraturan dana pensiun tidak boleh mengurangi manfaat pensiun. 2. c. adalah manfaat pensiun bagi peserta yang mulai dibayarkan pada saat peserta pensiun setelah mencapai usia pensiun normal atau sesudahnya. Prinsip Transparansi : Pengurus wajib menyampaikan keterangan mengenai setiap perubahan peraturan Dana pensiun dan hal-hal yang terjadi dalam rangka kepesertaan. Prinsip kejelasan maksud dan tujuan program. Walaupun telah mengikuti program pensiun dalam perusahaannya.1. Prinsip Independensi. e. Pengurus. d. Setiap orang berkesempatan untuk dapat menjadi peserta dana pensiun lembaga keuangan dengan persyaratan berusia 18 tahun atau sudah menikah dan mempunyai penghasilan.DPLK memaantau pelaksanaan pembayaran pensiun yang dilakukan oleh perusahaan asuransi jiwa. 5.5 Jenis-Jenis Dana Pensiun a. kualitas aktiva produktif dan pemenuhan batas minimum pemberian kredit / BMPK setiap tri wulan. 6. Yang dimaksud dengan pekerja mandiri disini adalah pekerja atas usaha sendiri bukan di perusahaan atau badan usaha. sesuai dengan permintaan peserta 3.• Memiliki kesanggupan untuk menyampaikan laporan hasil penilaian solvabilitas dan laporan investasi perusahaan. Funded pensiun plan dilakukan dengan menyetorkan dana kepada suatu badan terpisah dari perusahaan untuk mengelola pensiun karyawannya.000 maka DPLK wajib membelikan anuitas seumur hidup peserta kepada perusahaan asuransi jiwa. Bagi bank umum • Memenuhi tingkat kesehatan bank.DPLK menginvestasikan setoran iuaran para peserta ke instistusi/lembaga investasi. 2. c) Manfaat pensiun cacat. c) Dana pensiun berdasarkan keuntungan adalah dana pensiun pemberi kerja yang menyelenggarakan program pensiun iuran pasti.maka bagi peserta yg akumulasinya lebih besar dan sama dengan Rp. 2.

1. Kewajiban dari pemberi kerja adalah membayar iuran sesuai dengan yang ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun. pengurus tidak boleh merangkap jabatan pengurus dana pensiun lain. dan pengurus diatur dalam undang-undang dana pensiun dan peraturan pelaksanaanya. Penjelasan mengenai kebijakan/arahan investasi. Prinsip struktur pengendalian intern : Tugas. Siapa yang berhak menjadi peserta b.atas manfaat pensiun tidak dapat dijaminkan. kewajiban. Perhitungan kewajiban aktuaria berdasarkan laporan aktuaris yang terakhir.1.Lebih mudah diadministrasikan Kekurangannya yaitu : . Tujuan ini lazimnya dapat dipenuhi dengan menyusun laporan yang antara lain terdiri dari : a.Pendanaan (biaya/iuran) dari perusahaan lbih dapat diperhitungkan/diperkirakan . atau jabatan eksekutif lainnya. tidak satu bagianpun dari kekayaan dana pensiun dapat dipinjamkan atau diinvestasikan pada piak-pihak terafiliasi. g. besarnya manfaat pensiun yang dijanjikan kepada peserta dientukan dengan rumus manfaat pensiun yang telah ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun. serta kinerja investasi yang berguna untuk menentukan besarnya kekayaan Dana Pensiun dihubungkan dengan besarnya kewajibannya membayar manfaat pensiun kepada peserta pada saat tertentu. 2. atau iuran peserta dan pemberi kerja atau iuran peserta. f. Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) Dalam PPIP. faktor penghargaan per tahun masa kerja. Kapan dapat dinikmatinya dan berapa besar manfaat yang dijanjikan kepada peserta d. dana pensiun tidak diperkenankan meminjam atau mengangunkan kekayaannya sebagai jaminan atas suatu pinjaman. seperti metode penilaian dan asumsi aktuarial yang digunakan aktuaris. Dalam laporan keuangan Dana Pensiun harus disebutkan tanggal laporan aktuaris terakhir yang digunakan sebagai dasar penyusunan laporan keuangan yang bersangkutan. 4 . Manfaat apa saja yang akan diberikan dan dalam bentuk apa c.10 Peraturan Dana Pensiun Hal-hal penting yang umumnya diatur dalam suatu peraturan pensiun antara lain: a. dan tanggung jawab pendiri. dialihkan/disita. belum pernah dihukum pidana ekonomi. Prinsip kualifikasi penyelenggara : Kualifikasi pengurus dan dewan pengawas (kecuali yang terakhir) adalah WNI berakhlak moral yang baik. bentuk dan susunan laporan keuangan dana pensiun harus sesuai dengan keputusan Direktur Jendral Lembaga Keuangan Nomor 2345/KEP-LK/2003. kecuali pembayran yang ditetapkan dalam peraturan dana pensiun. c. atau direksi. Laporan tentang transaksi dan kinerja investasi selama periode pelaporan dan posisi keuangan Dana Pensiun pada akhir periode pelaporan. peserta dan pensiunan/ahli waris memiliki hak utama dalam pembagian kekayaan dana pensiun. Pengembalian kekayaan Dana Pensiun kepada pemeberi kerja dilarang. semua transaksi penyerahan. pengikatan. Penjelasan mengenai kegiatan penting selama satu periode pelaporan dan dampak dari setiap perubahan peraturan Dana Pensiun. Bantuan aktuaris biasanya tidak diperlukan.Karyawan menanggung resiko atas ketidakberhasilan investasi . Saat likuidasi. PPMP menbutuhkan bantuan akturis secara periodik untuk menentukan nilai kewajiban aktuaria. dan d. nama aktuaris. dan hasil usaha. Rumus tersebut dipengaruhi oleh masa kerja. dan tanggal laporan aktuaris yang terakhir. Mitra pendiri. Dewan pengawas. Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) Dalam PPMP.Tidak dapat mengakomodasikan masa kerja yang telah dilalui karyawan Kewajiban Aktuaria Dalam laporan keuangan Dana Pensiun yang menyelenggarakan PPMP. Kelebihannya yaitu : . Tujuan pelaporan Dana Pensiun yang menyelenggarakan PPMP adalah menyediakan informasi secara periodik mengenai penyelenggaran program pensiun. pembebanan. dan berpengetahuan atau berpengalaman di bidang Dana pensiun. 2. kekayaan dana pensiun Lembaga keuangan dikecualikan dari setiap tuntutan hukum atas kekayaan pendirinya.Karyawan dapat memperhitungkan besarnya iuran yang dilakukan setiap tahunnya . posisi keuangan. b. perlu diungkapkan penjelasan yang memadai mengenai sumber perhitungan kewajiban aktuaria. Frekuensi Penilaian Aktuarial Dana Pensiun yang menyelenggarakan PPMP wajib memiliki laporan aktuaris sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. jumlah yang diterima oleh peserta pada saat pensiun bergantung pada jumlah iuran dari pemberi kerja. pembayaran sebelum jatuh tempo atau penjaminan manfaat pensiun dinyatakan batal demi oknum. mengkaji kembali asumsi aktuarial yang digunakan dan merekomendasikan tingkat iuran yang seharusnya. Sumber pembiayaanya 2.Penghasilan pada saat mencapai usia pensiun lebih sulit untuk diperkirakan . dana pensiun tidak diperkenankan melakukan pembayaran apapun. dan penghasilan dasar pensiun.11 Jenis Program Pensiun 1.

5 . Kelemahannya yaitu : . layanan kesejahteraan pensiun dilakukan oleh Yayasan Dana Pensiun / YDP. Dana pensiun mempunyai prospek menjadi suatu lembaga keuangan dengan likuiditas dan solvabilitas yang tinggi sehingga memberikan posisi tawar menawar / bargaining position yang kuat dalam melakukan kerjasama dengan lembaga keuangan lain .Dapat mengakomodasikan masa kerja yang telah dilalui karyawan apabila program pensiun dibentuk jauh setelah perusahaan berjalan . 7. 2. 3.1. janda/duda dan anak yatim/piatu dari para pensiunan. berdasarkan jumlah iuran saat ini dan dimasa depan serta estimasi hasil investasi Dana Pensiun. profesional. Asuransi yang berkaitan dengan kesejahteraan karyawan disediakan melalui berbagai lembaga seperti : tabungan dan asuransi sosial pegawai negeri / TASPEN. dan c) Penjelasan mengenai kebijakan/arahan investasi. dsb. jujur serta mampu menyusun rencana dan berpikir jangka panjang. 5. 2. Pengelolaan YDP masih banyak yang kurang profesional. investasi dibagikan kepada peserta atau ahli warisnya secara merata menurut jumlah iuran dan masa kepesertaannya. 6. 2. 3.Perusahaan menanggung resiko atas kekurangan dana apabila hasil investasi tidak mencukupi . Sedangkan Pemerintah berkepentingan untuk mengetahui apakah Dana Pensiun telah dikelola sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Seluruh himpunan iuran dan hasil pengelolaan kekayaan. Sesuai dengan UU No.Karyawan lebih dapat menentukan besarnya manfaat yang akan diterima pada saat mencapai usia pensiun. dana pensiun dibebaskan dari pajak penghasilan dengan demikian para peserta dapat menikmati manfaat pensiun sekurang kurangnya 15% lebih tinggi dari manfaat program lain. Pengelola yang ditunjuk harusnya loyal. Disamping itu ada berbagai jaminan hari tua dan jaminan kesejahteraan karyawan. b) Laporan tentang transaksi dan kinerja investasi selama periode pelaporan dan posisi keuangan Dana Pensiun pada akhir periode pelaporan. Baik peserta maupun pemberi kerja berkepentingan untuk mengetahui apakah iuran telah dilakukan sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun.meskipun nasihat aktuaris kadang-kadang digunakan untuk memperkirakan manfaat pensiun yang akan diterima peserta pada saat pensiun. Belum ada ketentuan yang mengatur hal hal mendasar untuk menjamin terpenuhinya hak dan kewajiban para pihak penyelenggara program pensiun. setia.11 tahun 1992. Biaya tetap relatif rendah. 4. 11 tahun 1992. Di bawah ini terdapat beberapa kelemahan dari beberapa program YDP tersebut : 1. posisi keuangan.Lebih menekankan pada hasil akhir . 5. Kelemanahan Dana Pensiun Sebelum UU no. serta kinerja investasi. Tujuan tersebut lazimnya dapat dipenuhi dengan menyusun laporan yang antara lain terdiri dari : a) Penjelasan atas kegiatan penting Dana Pensiun selama satu periode pelaporan dan dampak setiap perubahan Peraturan Dana Pensiun.. Kelebihannya yaitu : . atau kegiatan operasional Dana Pensiun telah dilaksanakan secara efisien dan wajar. jaminan sosial tenaga kerja / jamsostek. Peserta berkepentingan untuk mengetahui kegiatan investasi Dana Pensiun karena sangat menentukan manfaat pensiun yang diterima. 2. Banyak investasi dilakukan pada aktiva tetap yang kurang produktif sehingga kurang cepat menghasilkan. 4.Relative lebih sulit untuk diadministrasikan. Investasi gedung kantor yang berlebihan/mewah. pengawasan atas kekayaan Dana Pensiun telah dilakukan secar tepat.12 Kelemahan dan Keunggulan Dana Pensiun 1. Arahan investasi kurang jelas dan kurang konsisten terhadap pencapaian tujuan program pensiun. Keunggulan Dana Pensiun 1.Manfaat pensiun ditentukan terlebih dahulu. mengingat manfaat dikaitkan dengan gaji karyawan . Tujuan dari pelaporan Dana Pensiun yang menyelenggarakan PPIP adalah menyediakan informasi secara periodik mengenai penyelenggaraan program pensiun. Keuntungan lembaga / yayasan dana pensiun yang besar tidak diimbangi Beberapa program pensiun masih membedakan jumnlah manfaat pensiun untuk kalangan pensiunan.

(viii) Beban lain-lain. Selisih antara nilai historis dan nilai wajar disajikan sebagai Selisih Penilaian Investasi. atau cacat. dan catatan atas laporan keuangan. laporan mengenai kewajiban akturia dan perubahannya perlu disusun sebagai lampiran laporan keuangan. (iv) Pendapatan lain-lain. (e) Laporan Arus Kas : Laporan arus kas disajikan sesuai dengan sifat kegiatan usaha Dana Pensiun selama periode pelaporan. dinilai berdasarkan nilai jatuh temponya dengan asumsi tingkat pengembalian yang tetap. (v) Manfaat yang sudah dibayarkan dan yang masih terutang. (ii) Dasar penilaian aset. laporan perubahan aset bersih. antara lain bunga. neraca. Laporan keuangan Dana Pensiun. baik yang berasal dari pemberi kerja atau pemberi kerja dan peserta atau peserta. dan (ii) Nilai historis. (vii) Beban investasi. namun mengingat tujuan Dana Pensiun dan kekhususan informasi yang diperlukan. 6 . Untuk tujuan penyusunan laporan aset bersih dan laporan perubahan aset bersih. perlu ditentukan pula nilai wajarnya. Dana pensiun dapat mempunyai 3 fungsi yang terpadu yang dapat dilakukan dengan cara kerjasama antar 3 lembaga. perhitungan hasil usaha.3 Penilaian Aset Dana Pensiun Aset Dana Pensiun dinilai sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku. 2. (c) Neraca : (i) Posisi keuangan Dana Pensiun. dan (f) Catatan atas Laporan Keuangan. Untuk mengurangi resiko kematian/kecelakaan dari peserta. khusus untuk investasi ditentukan juga nilai wajarnya. 2. Khusus untuk Dana Pensiun yang menyelenggarakan PPMP. Surat-surat berharga dinilai berdasarkan harga pasar karena dianggap sebagai nilai yang paling tepat untuk mengukur nilai surat berharga pada tanggal laporan dan hasil investasi selama satu periode tersebut. (vi) Beban administrasi. Suratsurat berharga yang nilai jatuh temponyasudah ditetapkan dan memang dimaksudkan untuk membayar manfaat pensiun. (ii) Biaya jasa lalu (iuran tambahan) yang jatuh tempo. dirinci untuk peserta yang pensiun. (ix) Pajak penghasilan. untuk aset tertentu disamping nilai historis. juga untuk pembayaran manfaat secara sekaligus. dan (xi) Pengaihan dana ke dan dari Dana Pensiun lain. 2. dan (iv) Kewajiban selain daripada kewajiban aktuaria. Jika suatu investasi tidak memiliki nilai wajar. (iii) Investasi sesuai dengan rincian jumlah investasi menurut jenis. maka perlu diungkapkan alasan mengapa nilai wajar tidak dapat ditentukan. (iii) Hasil investasi. dividen. (ii) Beban administrasi. dan (iii) Pendapatan lain-lain.2 Laporan Keuangan Dana Pensiun Laporan keuangan Dana Pensiun terdiri atas laporan aset bersih. Aset operasional dinilai berdasarkan nilai buku. (d) Perhitungan Hasil Usaha : (i) Pendapatan dan beban investasi.4 Penyajian Informasi dalam Laporan Keuangan Laporan Keuangan Dana Pensiun perlu mengungkapkan informasi relevan antara lain sebagai berikut : (a) Laporan Aset Bersih: (i) Nilai aset pada akhir periode dengan klasifikasi yang teapat. Sebagai informasi tambahan atas laporan keuangan perlu disajikan antara lain portofolio investasi. (b) Laporan Perubahan Aset Bersih: (i) Biaya jasa kini (iuran normal) yang jatuh tempo. meninggal. baik yang menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) maupun Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP). maka seluruh peserta dapat dipertanggungjawabkan dengan asuransi jiwa/kecelakaan kepada perusahaan asuransi dengan premi asuransi relatif rendah karena sifat kolektif. mencakup : (a) Laporan aset bersih. laporan arus kas. (x) Keuntungan atau kerugian dari pelepasan investasi dan penurunan atau kenaikan nilai investasi. maka dalam neraca. rincian biaya yang merupakan beban Dana Pensiun selama satu periode sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun (untuk Dana Pensiun Pemberi Kerja). atau rincian biaya yang dapaat dipungut dari Peserta atau dibebankan pada rekening Peserta selama satu perode sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun (untuk Dana Pensiun Lembaga Keuangan). 7. dan sewa.6. investasi Dana Pensiun dinilai berdasarkan nilai wajar (fair value).

(d) Rincian portofolio investasi. dan surat pengakuan utang lebih dari setahun dinilai berdasarkan nilai tunai. (d) Perhitungan hasil usaha. antara lain : (a) Penjelasan mengenai program pensiun serta perubahan yang terjadi selama periode laporan : (i) Nama pendiri Dana Pensiun dan mitra pendiri (jika ada). dinilai menurut nilai pasar yang wajar pada tanggal laporan. serta nama dan tanggal laporan aktuaris terakhir (dalam hal PPMP). (v) Iuran yang berasal dari peserta. (e) Investasi pada tanah dan bangunan dilaporkan berdasarkan nilai appraisal sebagai hasil penilaian independen . selisih antara nilai kewajiban aktuaria dan aset bersih disajikan sebagai Selisih Kewajiban Aktuaria. rekening giro.7 Neraca. penentuan kewajiban aktuaria berdasarkan laporan aktuaris terakhir. Aset untuk tujuan penyusunan laporan ini. (e) Laporan arus kas. dan (e) Perhitungan kewajiban aktuaria. dan laporan arus kas disusun berdasarkan Kerangka Dasar Penyusunan dan Pelaporan Laporan Keuangan yang berazas utama biaya historis. Untuk penyusunan laporan keuangan Dana Pensiun yang menyelenggarakan PPMP. dan Laporan Arus Kas Neraca. metode penilaian. dan (f) Catatan atas laporan keuangan. dan deposito di bank dinilai menurut nilai nominal. 2. setelah memperhitungkan penyisihan piutang tidak tertagih. Selisih antara nilai historis dan nilai wajar disajikan sebagai Selisih Penilaian Investasi. (c) Neraca. tetapi akan mengoreksi nilai historis mnjadi nilai wajar. laporan hasil usaha. peralatan kantor. dikurangi seluruh kewajiban kecuali kewajiban aktuaria. Surat Berharga Bank Indonesia. jika ada. pemindahan kelompok peserta. (vi) Untuk PPMP. dilaporkan berdasarkan nilai appraisal sebagai hasil penilaian independen.6 Laporan Perubahan Aset Bersih Laporan ini berisi informasi tentang perubahan atas jumlah aset bersih yang tersedia untuk manfaat pensiun. Surat Berharga Pasar Uang. piutang kepada pemberi kerja sehubungan dengan jasa masa lalu karyawan diakui sebesar jumlah yang telah jatuh tempo pada tanggal laporan. Bila suatu aset. 2. (iv) Jenis program pensiun. (b) Penjelasan singkat mengenai kebijakan akuntansi yang penting. penjelasan mengenai manfaat pensiun yang dijanjikan. Dalan nearaca Dana Pensiun yang menyelenggaraka PPMP.8 Penilaian Aset Dana Pensiun Untuk tujuan penyusunan laporan aset bersih dan laporan perubahan aset bersih. dan peralatan lainnya dilaporkan berdasarkan nilai buku. serta menguraikan penyebab perubahan tersebut yang terperinci atas penambahan dan/atau pengurangan yang terjadi selam satu periode tertentu. (b) Sertifikat deposito. menunjukan jumlah aset bersih yang tersedia untuk manfaat pensiun pada tanggal laporan. 7 . asumsi aktuarial. (iii) Jumlah peserta program pensiun dan jumlah pensiunan. 2.5 Laporan Aset Bersih Laporan ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang jumlah aset bersih yang tersedia untuk membayar manfaat pensiun kepada peserta pada tanggal laporan. digunakan sebagian untuk investasi dan sebagian untuk kegiatan operasional.9 Pengungkapan Informasi tentang hal tersebut dibawah ini perlu diungkapkan secukupnya dalam catatan atas laporan keuangan. (g) Aset operasional antara lain komputer. (f) Piutang dilaporkan berdasarkan jumlah yang dapat ditagih. maka penggolongan aset sebagai investasi atau aset operasional ditentukan berdasarkan mana yang lebih signifikan. dan (vii) Penjelasan mengenai rencana penggabungan. misalnya gedung. (d) Penyertaan pada perusahaan yang sahamnya tidak diperdagangkan dibursa eek. Perhitungan Hasil Usaha. (ii) Kelompok karyawan yang menjadi peserta program jumlah pensiun. ditentukan juga nilai wajanya. dan pembubaran Dana Pensiun (jika besar kemungkinannya terjadi). Khusus untuk investasi. Dalam Neraca. Total seluruh aset Dana Pensiun tidak termasuk piutang jasa lalu (past service) yang belum jath tempo.(b) Laporan perubahan aset bersih. (c) Penjelasan mengenai kebijakan pendanaan. pemisahan. 2. (c) Surat berharga berupa saham dan obligasi yang diperjualbelikan di bursa efek. 2. Selisih Penilaian Investasi bukan merupakan unsur hasil usaha. aset dinilai sebagai berikut : (a) Uang tunai.

rincian biaya yang merupakan beban Dana Pensiun selama satu periode sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun (untuk Dana Pensiun Pemberi Kerja). perlu ditentukan pula nilai wajarnya. untuk aset tertentu disamping nilai historis. yang baru akan diperoleh setelah seorang pengurus dana pensiun lulus dari ujian yang diselenggarakan oleh lembaga yang bersangkutan.BAB III KESIMPULAN 3. maka dalam neraca. dan catatan atas laporan keuangan. Dengan adanya Dana Pensiun ini memungkinkan terbentuknya suatu akumulasi dana yang dibutuhkan untuk memelihara kesinambungan penghasilan peserta program hari tua. dana pensiun diharapkan dikelola secara profesional. ada tiga organ yang menjadi tulang punggung organisasi dana pensiun. laporan arus kas. Dewan Pengawas dan Pengurus. Utuk tujuan penyusunan laporan aset bersih dan laporan perubahan aset bersih. Menurut Undang-undang Dana Pensiun.2 Saran Sebagai sebuah badan hukum. neraca. Secara eksplisit profesionalisme di dalam pengelolaan dana pensiun ini dicerminkan oleh persyaratan bahwa setiap pengurus dana pensiun harus memiliki kemampuan mengelola dana pensiun sebagaimana dibuktikan oleh kepemilikan sertifikat lembaga standar profesi dana pensiun. sehingga tercipta hubungan sinergis yang bermuara pada kinerja dana pensiun yang profesional. Jika suatu investasi tidak memiliki nilai wajar. Laporan keuangan Dana Pensiun terdiri atas laporan aset bersih. atau rincian biaya yang dapaat dipungut dari Peserta atau dibebankan pada rekening Peserta selama satu perode sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun (untuk Dana Pensiun Lembaga Keuangan). Sebagai informasi tambahan atas laporan keuangan perlu disajikan antara lain portofolio investasi. investasi Dana Pensiun dinilai berdasarkan nilai wajar (fair value). Lembaga tersebut adalah Dana Pensiun. Selisih antara nilai historis dan nilai wajar disajikan sebagai Selisih Penilaian Investasi.1 Kesimpulan Pemerintah sepetinya telah menyadari bahawa upaya pemeliharaan kesinambungan penghasilan pada hari tua perlu mendapat perhatian dan penanganan serius. dinilai berdasarkan nilai jatuh temponya dengan asumsi tingkat pengembalian yang tetap. laporan mengenai kewajiban akturia dan perubahannya perlu disusun sebagai lampiran laporan keuangan. Aset Dana Pensiun dinilai sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku. 8 . Dana pensiun adalah badan hukum yang didirikan berdasarkan syarat-syarat dan tata cara yang diatur dalam undangundang Dana Pensiun yang mengelola dan menjalankan program pensiun yang menjanjikan manfaat pensiun. Tuntutan profesionalisme juga tampak dari struktur organisasi yang harus ada di dalam lembaga dana pensiun. namun mengingat tujuan Dana Pensiun dan kekhususan informasi yang diperlukan. Perusahaan Dana Pensiun bertujuan untuk memberikan manfaat pensiun pada anggota pada saat anggota yang bersangkutan memasuki masa pensiun. Khusus untuk Dana Pensiun yang menyelenggarakan PPMP. sedangkan perusahaan dituntutuntuk selalu siap setiap saat memberikan hak peserta dana baik dalam rangka memenuhi kewajiban aktuaria perusahaan. Dalam rangka inilah perlu pembentukan suatu lembaga yang diharapkan dapat menunjangupaya-upaya memenuhi kebutuhan ini. Hubungan di antara ketiga organ ini diatur sedemikian rupa di dalam Undang-undang Dana Pensiun dan peraturan pelaksanaannya. Surat-surat berharga dinilai berdasarkan harga pasar karena dianggap sebagai nilai yang paling tepat untuk mengukur nilai surat berharga pada tanggal laporan dan hasil investasi selama satu periode tersebut. yaitu Pendiri. Aset operasional dinilai berdasarkan nilai buku. maka perlu diungkapkan alasan mengapa nilai wajar tidak dapat ditentukan. laporan perubahan aset bersih. 3. Suratsurat berharga yang nilai jatuh temponyasudah ditetapkan dan memang dimaksudkan untuk membayar manfaat pensiun. Masa pensiun ini tidak sama untuk setiap peserta. Keyakinan akan adanya kesinambungan penghasilan menimbulkan iklim kondusif bagi peningkatan produktivitas kerja karyawan. perhitungan hasil usaha.