P. 1
Sistem Pembelajaran Tuntas

Sistem Pembelajaran Tuntas

|Views: 3,211|Likes:
Published by randrahernos

More info:

Published by: randrahernos on Nov 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $0.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

04/26/2013

$0.99

USD

pdf

text

original

Sections

  • A. Latar Belakang
  • B. Kajian Teori
  • E. Pengembangan Kurikulum
  • F. Kompetensi
  • G. Kurikulum Berbasis Kompetensi
  • H. Perbandingan KBK dengan Kurikulum 1994
  • J. Komponen – Komponen Kurikulum Berbasis Kompetensi
  • K. Kurikulum Berbasis Kompetensi Untuk Pendidikan Tinggi
  • L. Kelebihan dan Kelemahan Kurikulum Berbasis Kompetensi
ilmu pengetahuan sosial. sepertiga sampai setengah termasuk golongan golongan sedang. khususnya bagi perkembangan pribadinya. berupa pengumpulan data yang bersifat menyeluruh. Pengembangan kurikulum realitas dengan pelaksanaannya. tutorial orang perorang. Ada bebarapa tahapan/ prosedur yang harus di ikuti dalam pengembangan kurikulum. semacam bilik yang kecil (audio-tutorial booth atau self-instruction learning carrel). Dirjen Diknasmen menerbitkan Buku Pedoman Pengembangan Silabus sebagai acuan yang mencakup standar kompetensi. 55. Dalam program linier (Skinner). mungkin karena sendiri memilihnya dan karena pilihan itu memang sesuai dengan pribadi mereka. Belajar yang ―terikat‖ jauh lebih mudah dilaksanakan dan dapat dilakukan oleh setiap guru karena banyak sedikit dapat dijalankan secara maksimal. Dalam pengertian luas. lembaga pendidikan harus mencakup pengembangan pribadi. (2) para ahli pendidikan dari perguruan tinggai atau sekolah dan guru-guru terpilih. Dalam menjalankan visi hal ini akan berkaitan dengan misi sesuai yang dibutuhkan yaitu melengkapi sarana dan prsarana yang dibutuhkan yang berupa sarana fisik maupun non fisik. sedangkan pengajar itu seakan-akan bicara kepada papan tulis atau kepada kertas catatannya. tingkat dan jenis pendidikan. perencanaan. serta kemungkinan pencapaian hasil yang optimal tetapi juga perlu disesuaikan dengan sistem pendidikan dan sistem pengelolaan pendidikan yang dianut serta model kosep pendidikan mana yang digunakan. Dalam perspektif pendidikan nasional. atau sampai nilai berapa seorang peserta didik dinyatakatan mencapai ketuntasan dalam belajar. Sistem Pembelajaran Tuntas (Tugas makul Orientasi Baru dalam Psikologi Belajar) SISTEM PEMBELAJARAN TUNTAS LATAR BELAKANG Tiap guru yang menghadapi kelas baru. dan metode evaluasi untuk mengukur pencapaian tujuan. Untuk menunjukkan kemampuan untuk mengidentifikasi fenomena alam dan sosial di lingkungan mereka. Pemilihan suatu model pengembangan kurikulum bukan saja didasarkan atas kelebihan dan kebaikan-kebaikannya. Pendidikan Tradisional : Guru berbicara murid menyimak. Proses pembelajaran di kelas I. jauh lebih sukar dan kompleks dari pada pelaksanaannya oleh seorang guru dalam kelasnya dalam bidang studi yang diajarkannya. Siswa yang dapat berdiri sendiri Siswa ini sangat inteligen mereka percaya akan dirinya. Penutup Keterangan 1) Dunia berubah dan begitu juga upaya pendidikan untuk memberdayakan individu untuk mengembangkan potensi mereka untuk menjalani hidup yang bertanggung jawab dan sehat sehingga dapat melakukan independen dan kooperatif dan saling membantu dalam harmoni. Juga guru mempunyai gaya mengajar masing-masing. Dengan wewenang administrasinya. Kemampuan untuk menghargai dan mengekspresikan keindahan dan harmoni terdiri dari apresiasi dan ekspresi. direktur atau kakanwil pendidikan dan kebudayaan) membentuk suatu komisi atau tim pengarah pengembangan kurikulum. Setelah hal-hal mendasar ini terumuskan dan mendapatkan pengkajian yang seksama. SISTEM TUTORIAL Sistem tutorial memberikan keleluasaan pada siswa untuk mengaplikasikan ketrampilannya dengan melaksanakan tugas atau mengerjakan latihan-latihan pada pelajaran tertentu secara interaktif. prosedur dan instrumen penilaian hasil belajar siswa sesuai dengan penilaian dalam hal ini merupakan proses pengimpulan dari pengolahan informasi untuk mengukur hasil dari proses pengembangan kurikulum yang telah dilaksanakan. Guru member arahan dan bimbingan sepenuhnya agar siswa menyadari bahwa hidup itu dinamis dan mengalami perubahan yang begitu cepat. Dapatkan sebuah buku teks paket yang digunakan di SD. Tentang standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah. dan pengembangan diri dikelola dalam keseimbangan yang tepat dan memadai. atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama. c. marah. sistem perolehan informasi (information retrivel systems). ada metode lain atau kombinasi dua metode. 2. Hal ini mencakup suatu proses yang melibatkan kepribadian orang tua. dan bahan pembelajaran serta metode yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan belajar dalam rangka mencapai tujuan pendidikan tertentu. keterampilan/kejuruan dan/teknologi informasi dan komunikasi serta muatan lokal yang relevan. Metode dan teknik pembelajaran yang digunakan pada umumnya bersifat penyajian (ekspositorik) secara massal. Tujuan proses mengajar-belajar secara ideal adalah agar bahan yang dipelajari dikuasai sepenuhnya oleh murid. Strategi pembelajaran yang berorientasi pada guru tersebut mendapat reaksi dari kalangan progresivisme. Kurikulum KTSP / Kurikulum 2006 Kurikulum KTSP atau yang disebut kurikulum 2006 adalah kurikulum tingkat satuan pendidikan yang mempunyai visi mengedepankan kompetensi siswa yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah atau sekolah tertentu. Sedangkan peserta didik hanya dianggap sebagai obyek yang secara pasif menerima sejumlah informasi dari guru. administrator menetapkan berlakunya kurikulum tersebut dan memerintahkan sekolah-sekolah untuk melaksanakan kurikulum tersebut. c. Peranan penguasa sangat dominan menentukan pendidikan. 3. Hal ini didasarkan pada asumsi bahwa pendidikan adalah evaluasi dan evaluasi adalah pendidikan. Dalam Permendiknas No. Langkah ini merupakan langkah mengimplementasikan atau melaksanakan kurikulum secara sistematis di sekolah. Langkah kedua. bahwa : ‖ Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. seperti melalui internet atau media elektronik lainnya. peserta didik dimungkinkan dapat menilai sendiri hasil tesnya. Banyak model dari pengembangan kurikulum yang dapat digunakan. Guru tidak menonjolkan dirinya dan berada di latar belakang untuk memberi bantuan bila diperlukan. 5. Kurikulum merupakan rancangan pendidikan yang merangkum semua pengalaman belajar yang disediakan bagi siswa di sekolah. mengutamakan pendidikan mandiri dan nasionalisme untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa. kebutuhan. Dengan mengutip pemikian Doll. Relevan dengan kebutuhan kehidupan Dilihat dari pengertian.Para peneliti menemukan adanya berbagai gaya belajar pada siswa yang dapat digolongkan menurut kategori-kategori tertentu. berbagai potensi daerah dan lingkungan. Evaluasi sendiri dan oleh teman lebih banyak terdapat dikalangan mereka yang belajar dalam kelompok kecil Tidak terdapat perbedaan hasil test akhir murid-murid yang mengikuti metode belajar yang berbdeda-beda menurut pilihan masing-masing. emosional dan moral kurang mendapat perhatian dibandingkan dnegan perkembangan intelektual. Dapat bekerja secara mandiri dalam memecahkan masalah. mengadakan kajian secara seksama tentang masalah kurikulum. yaitu siapa-siapa yang turut serta terlibat dalam pengembangan kurikulum. (5) memilih pengalaman belajar. dan bentuk pengajaran individual lainnya. Rancangan ini disusun dengan maksud memberi pedoman kepada para pelaksana pendidikan. Murid-murid berbeda secara individual dalam caranya belajar. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. kelaikan (feasibility) program. Untuk menunjukkan rasa percaya diri. Kewarganegaraan dan kepribadian Subjek ini dimaksudkan untuk membangun kesadaran peserta didik dan pengetahuan yang berkaitan dengan status mereka. bangsa. dan peserta didik. seminar. ia mengemukakan lima hal penting dalam pengembangan kurikulum. bila tidak turut dipertimbangkan pribadi dan keinginan murid-murid sendiri. Berkenaan dengan penentuan materi pembelajaran dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. dan mandiri dan perilaku. Sementara semakin lama manusia/ pelaku pendidikan dan alat yang digunakan untuk mengembangkan kurikulumnya selalu mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan zaman. tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. Muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan individu (sekolah atau sama). 2011 Take Home Test (tugas makul Pengembangan Kurikulum dan Program Pengajaran) TAKE HOME TEST 1. Seperempat atau sepertiga akan termasuk golongan anak pandai. Oleh sebab itu semua. atau mengubah kelakuannya. Untuk menghargai agama. 1997). Pada Satuan Pendidikan SMK/MAK. belajar sendiri. W7. 1975. maka tingkat penguasaan kompetensi peserta didik tersebut belum optimal. 7. akhlak mulia. guru yang paling tahu kebutuhan kelasnya. 1. tunduk kepada otoritas. dan potensi tersebut akan berkembang jika stimulusnya tepat. Kurikulum tua adalah subyek (bahan) dan guru tanpa berorientasi potensi peserta didik. Tetapi jika jawaban masih kurang tepat. hanya waktu yang diperlukan berbeda. di sekolah maupun di rumah. misalnya dalam bidang sosial. bawaan. oleh karena itu perlu dioperasionalkan dan dijabarkan lebih lanjut dalam bentuk tujuan pembelajaran. Kurikulum baru telah diterapkan secara nasional sejak tahun 2006. ulangan atau ujian. dan sebagainya. the degree to which objectives are implemented. Didalam unit eksperimen ini diadakan studi yang seksama tentang hubungan antara teori dan praktek. dan hasil evaluasi adalah lulus atau tidak lulus. keterampilan. FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUASAAN PENUH Bakat untuk mempelajari sesuatu Bakat. Masalah lain adalah bahwa pendekatan dalam pembelajaran masih terlalu didominasi peran guru (teacher centered). Bagaimanakah gaya belajar dapat dimanfaatkan oleh siswa sendiri. atau staf pendidikan lain yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstra-kurikuler. Keberhasilan pelaksanaan program pendidikan dasar. Penghutanan dan Ketrampilan. baik dalam kehidupan individu yang memungkinkan peserta didik untuk menikmati dan bersyukur hidup dan dalam masyarakat yang memungkinkan mereka untuk menciptakan kebersamaan dan harmoni. Penjelasan dan pertanyaan yang terdapat pada setiap langkah dibuat sedemikian rupa sehingga memberi peluang kepada siswa untuk menjawab secara benar. isi. Aspek keseimbangan antara aspek material dan spiritual akan tercapai. pendidikan Indonesia ditujukan untuk membina anak-anak dan pemuda melalui lembaganya masing-masing untuk mengembalikan harga diri dan martabatnya yang hilang akibat penjajahan Belanda. dan tingkat pendidikan: formal. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan untuk melanjutkan pendidikan mereka. Panjang satu jam pembelajaran adalah 35 menit di sekolah dasar dan 40 menit di sekolah SMP. Menyeimbangkan kepentingan nasional dan regional Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan regional dalam rangka untuk mengembangkan kehidupan yang seimbang di masyarakat. ruang lingkupnya luas menjadi satu kesatuan ( IPS. Murid yang sering frustasi karena mendapat angka yang rendah di samping teguran. diperkaya. The Computer-Based Model. Perkembangan pribadi anak. dan perkembangan kesiapan. dan aman serta untuk memanfaatkan waktu luang. tidak ketinggalan zaman. Bersifat desentralisasi 6.. Sebagaimana dikemukakan oleh Wright bahwa : ―curriculum evaluation may be defined as the estimation of growth and progress of students toward objectives or values of the curriculum‖ Sedangkan dalam pengertian yang lebih luas. BELAJAR BEBAS Psiko-terapi Sebagai Dasar Belajar. Hasil mengajar menurut kurva normal sesungguhnya menunjukkan suatu kegagalan. Pre-test yang diberikan sebelum memulai suatu satuan pelajaran. yang berupaya mengarahkan dan mengatur peserta didik untuk melakukan perbuatan-perbuatan belajar sesuai dengan apa yang telah didesain sebelumnya. f. Mengapa dan sejauh mana materi tersebut penting untuk dipelajari. tenaga pengajar dengan para siswa. Dari cita-cita tersebut kurikulum 2004/2006/KBK dalam pengembangannya menggunakan model HILDA TABA yang mengedepankan pengalaman belajar sebagai kompetensi yang harus dimiliki siswa. dan (e) belajar untuk mengidentifikasi dan mengembangkan identitas sendiri melalui proses pembelajaran aktif. Pengembangannya dimulai dengan mengidentifikasi seluruh unit kurikulum. Untuk menunjukkan kemampuan dalam mendengarkan. dan lingkungan. 22/2006. 5. akhlak mulia. the quality of personnel in charger of it. Menurut Skinner (1968) maslaah motivasi bukan soal memberikan motivasi. Bentuk-bentuk belajar-mengajar seperti perkuliahan. Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan. agama. maka perubahan perilaku tersebut meliputi perubahan dalam aspek kognitif. jasmani. Kesulitan dalam belajar Tak ada salahnya bila pelajaran dapat dilakukan dalam suasana gembira. semangat dan patriotisme dalam membela bangsa mereka. mengikutsertakan berbagai pihak bawah khususnya para pengajar. Untuk menunjukkan kasih sayang dan bangga bangsa mereka. manusia yang kreatif yang dapat senantiasa menyesuaikan diri dengan perubahan dunia. Macam-macam cara akan digunakan oleh guru untuk mengharuskan anak itu belajar. Pada model Wheeler pengembang GBPP dijabarkan menjadi tujuan umu dan tujuan khusus di mana dalam hal ini guru berpedoman pada GBPP B. aculturation. mengatakan bahwa satu metode lebih baik daripada metode lainnya. pengetahuan. Sedangkan manfaat non akademis dapat mengembangkan kecakapan hidup dan sikap yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. perilaku yang baik dalam hidup. mengubah sistem semester untuk menyesuaikannya dengan kecepatan belajar individual. perkembangan. seminar. dan VI dilakukan melalui pendekatan subjek. perintah. yang anggotanya terdiri atas pejabat di bawahnya.. Status sekolah standarisasi sekolah. Siswa ―pahlawan‖ Mereka ini senantiasa terlibat dalam tiap ―pemberontakan‖ dalam lingkungan sekolah. kurikulum masa reformasi ditandai dengan munculnya KTSP yang meskipun bersifat desentralistik tetapi lebih memperhatikan tidak hanya keilmuan tetapi juga aspek kerohanian. Isi dari ilmu alam dan sosial di sekolah SD dan SMP adalah terpadu ilmu pengetahuan alam dan sosial. pada akhir program bercabang juga diberikan tes.1989 tentang sistem pendidikan nasional. 1997) Selanjutnya. Dalam pembelajaran tuntas tes diusahakan disusun berdasarkan indikator sebagai alat diagnosis terhadap program pembelajaran. akan makin efektif pula pencapaian tujuan belajar (Winarno Surahmad. membaca. Dari itu dibentuknya generalisasi dan abstraksi Implikasi yang diambilnya dari konsep – konsep itu dijadikannya sebagai pegangannya dalam menghadapi pengalaman-pengalaman baru. ilmu pengetahuan dan teknologi. i. Periode belajar efektif dalam satu tahun sekolah adalah 34-38 minggu untuk kedua sekolah SD dan SMP dibagi menjadi dua semester. Ulangan mencakup aspek kognitif dan psikomotor Aspek afektif diukur melalui kegiatan inventori afektif seperti pengamatan. Menekankan penguasaan perilaku atau kemampuan. isi pelajaran maupun kegiatan penilaian yang dilakukan. b. Untuk menghargai karya seni dan budaya nasional. Kepada murid-murid diberi kesempatan untuk memilih metode yang tradisional. 2) Tingkat kepentingan. e. 7. C. Kurikulum KTSP bersifat desentralistik dalam pengembangannya kurikulum KTSP ini menuntut Guru sebagai pelaksana dan pengembang kurikulum harus mempersiapkan empat (4) perangkat awal. Tujuan Pembelajarn/Instruksional Dalam klasifikasi tujuan pendidikan. menulis. kebebasan juga merambah dunia pendidikan. di antaranya: potensi peserta didik berbeda-beda. tetapi juga mengakui dan memberikan layanan sesuai dengan perbedaan-perbedaan individual peserta didik. Kurikulum dilaksanakan dalam situasi di mana ada saling menghormati. 65. yang tak dapat diubah oleh guru. Guru Kreatif dan Siswa aktif 4. 3. Kita dapat menemukan gaya belajar itu dengan instrumen tertentu. guru. berakhlak mulia. Yang diutamakan adalah perkembangan pribadi anak khususnya dalam aspek emosional agar ia bebas dari kegoncangan jiwa dan menjadi manusia yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Untuk menunjukkan rasa tinggi penyelidikan dan kesadaran potensi mereka. pengembangan kurikulum pada masa orde lama bersifat kedaerahan dan agamis. konten lokal. Keputusan tentang metode mengajar Unsur keputusan tentang metode mengajar dalam proses kurikulum erat kaitannya dengan misi sekolah. Oleh karena itu. pribadinya serta kesanggupannya. Keterbukaan Guru Maksudnya guru jangan berkedok dan menutupi kepribadiannya yang sesungguhnya harus jujur menampakkan perasaanya seperti benci atau suka. yaitu (1) membentuk tim pengembang kurikulum. Apabila perencanaan sebelum mengembangkan kurikulum tidak dilaksanakan dapatkan kurikulum tidak dilaksanakan dapat berakibat fatal terhadap keberhasilan pendidikan lebih jelasnya kurikulum sebagai alat dalam proses pencapaian tujuan pendidikan dalam pengembangan harus dilakukan perencanaan lebih dahulu secara jelas. budaya.154 dan SMP adalah 12. Tujuan pendidikan nasional yang merupakan pendidikan pada tataran makroskopik. Dalam kehidupan yang riil manusia lebih banyak menghadapi tugas yang berat. sehat. yaitu tujuan pendidikan yang ingin dicapai dari setiap mata pelajaran yang dikembangkan di setiap sekolah atau satuan pendidikan 2. Penilaian dilakukan melalui mekanisme. dengan memperhatikan tahap perkembangan siswa dan kesesuaian dengan lingkungan dan kebutuhan pembangunan. masyarakat. Tahap Mentoring dan Evaluasi Dalam proses pengembangan kurikulum di samping perlu adanya persiapan penyusunan. Mengatur tempat belajar untuk kelompok besar. mulai berganti kurikulum . Sikap Rill Baik sikap otoriter maupun sikap ―permissive‖ mendapat kecaman.Filsafat pendidikan Indonesia yang berlandaskan Pancasila sebatas slogan dan doktrin dengan tidak adanya nilai afektif yang jelas untuk pelajaran agama dan kewarganegaraan. dan kesehatan Cluster ini subjek di sekolah dasar ini dimaksudkan untuk mengembangkan potensi fisik peserta didik serta implan semangat sportivitas dan kesadaran hidup sehat. ahli kurikulum. Impelementasi Gaya Belajar Sebagai Inovasi Pendidikan. Tujuan tersebut dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama. Hilda Taba menjelaskan hal-hal yang dievaluasi dalam kurikulum. Unit Pendidikan dapat menambah maksimum 4 jam pembelajaran per minggu. langsung. namun ini tidak berarti bahwa anak-anak harus dijauhi dari kesukaran. tekhnologi dan seni h) Agama i) Dinamika perkembangan sosial j) Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Berkaitan yang tertulis di atas. siswa. One man show dimana guru menjadi satu-satunya pelaku pendidikan. mutu hasil pendidikan yang masih rendah serta mengabaikan aspek-aspek moral. Bakat tinggi menyebabkan prestasi tinggi. Model III. Untuk hidup hidup bersih. model ini menekankan pada tiga hal. Pendidikan Progresif dan Pendidikan Modern. q. bentuk maupun bahan pelajaran. dan memberikan kontribusi untuk pemahaman ke depan. demokrasi. Pembelajaran tuntas (mastery learning) dalam proses pembelajaran berbasis kompetensi dimaksudkan adalah pendekatan dalam pembelajaran yang mempersyaratkan peserta didik menguasai secara tuntas seluruh standar kompetensi maupun kompetensi dasar mata pelajaran tertentu. Banyak model yang dapat digunakan dalam pengembangan kurikulum. kepribadian. sehingga sekolah sebagai pihak pengembang kurikulum dapat melaksankan dengan semestinya. Untuk mempertinggi efektivitas proses belajar-mengajar perlu diadakan penelitian yang mendalam tentang gaya belajar siswa. Model II belum memperhatikan masalah teknologi pendidikan yang sangat menunjang keberhasilan kegiatan pengajaran. antara kepala lembaga dengan administrasi. Estetika Ini cluster subjek ini dimaksudkan untuk mengembangkan kepekaan peserta didik ‗serta kemampuan untuk mengekspresikan dan menghargai keindahan dan harmoni. Pengajaran modul adalah pengajaran yang sebagian atau seluruhnya terdiri atas modul. peserta didik diberi kebebasan dalam menetapkan kecepatan pencapaian kompetensinya. maka strategi pembelajaran yang dikembangkan akan lebih berpusat kepada guru. Siswa pendiam Sebagian besar dari siswa termasuk golongan ini. dan mengevaluasi kurikulum sendiri dengan mengambil keuntungan dari informasi dan teknologi komunikasi. Selanjutnya. 1964. budi pekerti. Pelajar harus memiliki layanan pendidikan berkualitas dan kesempatan untuk bebas. Untuk menggunakan informasi lingkungan mereka secara logis. cakap. membantu peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berahlak mulia. USAHA – USAHA DALAM PENGAJARAN INDIVIDUAL Berbagai macam usaha yang telah dijalankan untuk memenuhi perbedaan individual dalam proses belajar mengajar. Tujuan kurikuler pada dasarnya merupakan tujuan antara untuk mencapai tujuan lembaga pendidikan. motivasi. terrmasuk hal-hal yang pelik sekali yang hanya dapat dipahami oleh siswa yang paling inteligen saja. yang tuntutan pembangunan daerah dan nasional. Kurikulum harus berisi subyek yang diperlukan. Pemilihan suatu model pengembangan kurikulum bukan saja didasarkan atas kelebihan dan kebaikan-kebaikannya serta kemungkinan pencapaian hasil yang optimal. Hukum Kerangka Kurikulum Sekolah 1. karena itu. Implementasi kurikulum. akhlak mulia. Penelitian diadakan dalam tiga bidang yakni. o. 3. serta menanamkan kebiasaan berpikir ilmiah yang kritis. Cara mana yang lebih efisien belum cukup bahan untuk membuktikannya. 7. Kurikulum dilaksanakan dengan menjaga lima pilar belajar: (a) belajar untuk setia dan berbakti kepada Tuhan. penataan isi/konten. pengetahuan. Apabila yang menjadi tujuan dalam pembelajaran adalah penguasaan informasi-intelektual. o. tuntutan kerja. kurang sistematis dalam organisasinya. dan pemberdayaan dalam rangka belajar seumur hidup. sehat. tetapi GBHN1993 tidak mencantumkan perlunya perumusan filsafat dan teori pendidikan itu.. sehingga guru berperan sebagai pelaksana di sekolah. Pemberian program pengayaan bagi peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar lebih awal. memandang guru sebagai orang yang memberikan pujian dan penghargaan. kebutuhan. juga materi yang diberikan merupakan materi yang aktual. Berfokus pada potensi peserta didik. Tetapi dalam hal ini ada melainkan 1 memperbaiki kurikulum dan disesuaikan dengan kebutuhan kurikulum 2004 ini merupakan penyempurnaan dari kurikulum 1994 yang berlaku sampai tahun 2006 dan dikenal sebagai kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Upaya merumuskan filsafat pendidikan di Indonesia sudah pernah dilakukan menjelang sidang umum MPR (Kompas. Oleh karena itu pengembangan kurikulum tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Kurikulum yang selama ini diterapkan antara lain : A. Data yang diperoleh dari hasil kegiatan evaluasi ini digunakan bagi penyempurnaan sistem dan desain kurikulum serta prinsip pelaksanaannya. kepala sekolah dan para pelaksana pendidikan lainnya dalam memahami dan membantu perkembangan peserta didik. 1952. Itulah sebabnya model ini disebut ―model terbalik‖. olahraga. jengkel atau gembira. dan memberdayakan. dan kreatif. Dalam hidupnya kini dan kelak setiap anak menghadapi kesukaran dan ia harus belajar untuk mengatasi sehingga kelakuannya berubah dan lebih mampu untuk menghadapi kesukaran-kesukaran baru. Berhasil tidaknya tujuan pendidikan bergantung pada keberhasilan pengembangan kurikulum tersebut. dan kesinambungan antara kelas. Program bercabang (Crowder) juga dibagi-bagi menjadi langkah-langkah tertentu. Sikap otoriter yang mengatur setiap perbuatan anak. minicourses ini merupakan kesatuan bulat yang lengkap. namun juga relevansi. membosankan dan menimbulkan konflik dan frustasi daripada kegiatan bebas yang menyenangkan. Test berdasarkan kurikulum untuk mengukur kemajuan murid. pembelajaran yang memadai dan sumber teknologi. ilmu pengetahuan sosial. pelajaran individual menurut kecepatan masing-masing dengan penilaian sendiri oleh para siswa dengan menyediakan hardware serta softwarenya. Menurut penelitian. ilmu pengetahuan sosial. Jadi hasil belajar tidak ditentukan oleh metode belajar yang digunakan. dan sejenisnya. Deskripsikan pengaruh dan perubahan sistem nilai (Filsafat Pendidikan dan Filsafat Negara terhadap pengembangan kurikulum sekolah kita sejak masa ORLA. kritis. namun kondisi-kondisi belajar dapat diatur dan diubah untuk mengembangkan bentuk kelakuan tertentu pada seseorang. berbicara. Langkah pertama. persatuan nasional dan nilai-nilai. maka pelajaran di sekolah harus merupakan pengalaman yang menyenangkan baginya. c) Pola Pendidikan Modern Adalah pola pendidikan yang dirancang untuk menciptakan generasi yang berorientasi pada masa depan. Sedangkan penentuan batas pencapaian ketuntasan belajar. KTSP menganut sistem Fleksibilitas Yakni sekolah diberi kebebasan merubah UJP dalam seminggu untuk di isi dengan muatan lokal sesuai situasi dan kondisi sekolah 2. menumbuhkan rasa ingin tahu sehingga memunculkan dorongan untuk mengembangkan sendiri kemampuan mereka. Sementara pembelajaran berbasis kompetensi mengharuskan pencapaian ketuntasan dalam pencapaian kompetensi untuk seluruh kompetensi dasar secara perorangan. Dalam pengertian terbatas. untuk belajar individual. Namun Carl R. (4) mengorganisasi isi. semangat dan isi kurikulum harus menyediakan peserta didik dengan pengalaman belajar yang memungkinkan mereka untuk mengikuti dan memanfaatkan ilmu pengetahuan. (7) mengevaluasi. sehingga sangat berpengaruh terhadap pengembangan kurikulum yang ditandai dengan pelaksanaan pendidikan dan pengajakan masih bersifat sederhana dans angat memprihatinkan. f. 1949. (2) pendekatan obyektif. Perkembangan yang dipergunakan untuk melakukan kegiatan yang berdasarkan pada pertanyaan-pertanyaan apa isi unit-unit yang disusun secara berurutan itu telah berimbang ke dalamnya dan keluasannya. sehingga perlu rumusan yang jelas mengenai standar kompetensi lulusan. Motivasi kelakuan manusia merupakan topik yang sangat luas. dan regional untuk program pendidikan yang berhasil mengandung subyek berguna dalam proses belajar yang optimal. Dalam sejarah penggunaan kurikulum di Indonesia setelah merdeka. Hal ini diperlukan sebagai alat ukur berhasil tidaknya pengembangan kurikulum yang telah dilaksankan disekolah. Masalah itu harus riil yang ada kaitannya dengan kehidupan murid. bahasa. selain memupuk rasa kejengkelan pada murid itu. Berbagai jenis metode (multi metode) pembelajaran harus digunakan untuk kelas atau kelompok. kritis. Pada Satuan Pendidikan SMP/MTs/SMP-LB/Paket B. Keputusan tentang tujuan institusi pendidikan Unsur Keputusan tentang tujuan institusi pendidikan dalam proses kurikulum terkait dengan visi misi dalam proses kurikulum terkait dengan visi misi yang ditetapkan oleh sekolah. Beragam dan Terpadu 8. dan celaan akan benci terhadap segala bentuk pelajaran formal dan tidak mempunyai cukup motivasi untuk melanjutkan pelajarannya. misalnya dengan menggunakan berbagai gaya mengajar sehingga murid-murid semuanya dapat memperoleh cara yang efektif baginya. 4) Kelompok mata pelajaran estetika bertujuan membentuk karakter peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa seni dan pemahaman budaya. maka Badan Standar Nasional Pendidikan merumuskan tujuan setiap kelompok mata pelajaran sebagai berikut: 1) Kelompok mata pelajaran agama dan ahlak mulia bertujuan. kompetitif. Untuk menggambarkan fenomena alam dan sosial. teknologi. larangan. karena terlebih dahulu kita perlu mendefinisikan tujuan pembelajaran/ instruksional dan tujuan kurikuler sehingga kita bisa melihat hubungan yang sangat jelas antara tujuan instruksinal dan tujuan kurikuler. namum situasi dan kondisi belum merdeka sepenuhnya. Membangun etos kerja pada diri masing-masing siswa d. memilih isi dan pengalaman belajar. Kurikulum mencerminkan keterkaitan pendidikan formal. Agar pelajaran berhasil baik tiap anak harus mendapat perhatian dan bantuan. d. 5) Kelompok mata pelajaran Jasmani. bila perlu dengan paksaan dan hukuman. d. kegiatan dibagi menurut langkah. dinamika perkembangan global. sehingga pembelajaran memungkinkan berkembangnya potensi masing-masing peserta didik secara optimal. maka dalam pelaksanaanya pengembangan kurikulum harus dilaksanakan sesuai dengan fungsi dan sasarannya seperti yang tertuang dalam undang-undang SISDIKNAS BAB X PASAL 3C yang berbunyi : a. yaitu dengan memasukkan unsur teknologi pendidikan ke dalamnya. sudah dipikirkan pemilihan metode yang efektif bagi berlangsungnya proses pengajaran. Ini disebut ―mastery learning‖ atau belajar tuntas. 4. Dalam pengembangan kurikulum pada Model II di atas. berfikir kritis ya. dan konten lokal. The System Analysis Model. Self kegiatan pembangunan. negara. matematika. dan seni Kurikulum dikembangkan berdasarkan kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. m. ilmu pengetahuan alam. serta meningkatkan kualitas mereka sebagai manusia. segar. ORBA dan ORDE Reformasi sekarang ini. dan khusus pada jenjang pendidikan dan menengah terdiri atas 5 Kelompok mata pelajaran. Pembelajaran cenderung bersifat kontekstual. V. para ahli pendidikan. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. pengajaran berprogram dibedakan atas dua. Dalam pembelajaran teknologis dimungkinkan peserta didik untuk belajar tanpa tatap muka langsung dengan guru. prinsip utama pembelajaran tuntas adalah: Kompetensi yang harus dicapai peserta didik dirumuskan dengan urutan yang hirarkis. Bila kita ingin agar seseorang mau belajar terus sepanjang hidupnya. Keputusan tentang materi pembelajaran Unsur keputusan tentang isi/ materi pembelajaran dalam proses kurikulum untuk melaksanakan keputusan tentang isi/materi pembelajaran di sekolah adalah dengan memahami tujuan instruksi /visi misi sekolah. yang didasarkannya atas prinsip. Materi pembelajaran yang berlandaskan pada teknologi pendidikan banyak diambil dari disiplin ilmu. dengan tidak mengabaikan stakeholder. the relative importance of various subject. Pengaruh pengembangan kurikulum pada masa ORDE BARU dapat dikatakan mengalami kemajuan melalui UU No. Pada Satuan Pendidikan SMA/MA/SMA-LB/Paket C. ―NURTURANT EFFECTS‖ yang berhasil dimiliki siswa adalah : a. (3) memilih isi. (3) para profesional dalam sistem pendidikan. kepribadian. the equipment and materials and so on. Sementara itu. kecerdasan dan minat peserta didik d) Keragaman potensi daerah dan lingkungan e) Tuntutan pembangunan daerah dan nasional f) Tuntutan dunia kerja g) Perkembangan ilmu pengetahuan. Untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan seseorang. proses belajar dengan mempertimbangkan gaya belajar siswa. b. Guru merupakan tokoh sentral di dalam proses pembelajaran dan dipandang sebagai pusat informasi dan pengetahuan. untuk bertanggung jawab atas perbuatannya. Balikan ini perlu bagi murid agar ia mengetahui beberapa banyak dan hingga mana ia telah menguasai bahan pelajaran. Kamar belajar ini biasanya terbuka hampir sepanjang hari. serta kebutuhan untuk menghubungkannya dengan lingkungan. Pertumbuhan ini tak seberapa dapat dipengaruhi. Manusia tumbuh dan berkembang dari bayi yang tak berdaya dan dalam segala kebutuhannya bergantung pada orang lain menjadi manusia yang dapat menyesuaikan diri dengan berbagai corak raga. questionnare. Merupakan penyempurnaan Model III. Memperbaharui management untuk mempelancar pembaharuan. Dapat disesuaikan dengan kemampuan anak secara individual dengan memberikan keluwesan tentang kecepatan mempelajarinya. kegiatan kelompok. Pada tingkat operasional ini. Hewitt (1968) mengemukakan bahwa ―attentional set‖ merupakan dasar bagi perkembangan motivasi yakni yang bersifat sosial. Apa yang masih harus dipelajari oleh murid. kebebasan mendapat pendidikan yang layak belum terpenuhi meskipun pada waktu itu sekitar tahun 1965 negara telah merdeka. menuju pembentukkan cita-cita yang diharapkan sebagai alat pendidikan serta sebagai perangkat bagi siswa dan guru. kemampuan berkomunikasi baik secara tertulis maupun lisan. dan lingkungan. Dari kurikulum yang ada. dan sebagainya. kuesioner. Mengenal (recognition). dan inovatif. Karakter mulia terdiri dari etika. belajar dengan bantuan komputer (computer-assisted instruction and management). mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. 22 Tahun 2007 dikemukakan bahwa tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah dirumuskan mengacu kepada tujuan umum pendidikan berikut. Contoh: Mata pelajaran IPA materi yang ada dihubungkan dengan mata pelajaran lain yaitu Biologi. dan jika dinilai telah cukup baik. Kurikulum pertama di Indonesia ada sejak Ki Hajar Dewantara meletakkan dasar pendidikan untuk pertama kalinya dengan asas taman siswanya. karena takut akan kegagalan dan hukuman. metode dan teknik pembelajaran yang digunakan tidak lagi dalam bentuk penyajian dari guru tetapi lebih bersifat individual. Hal ini berlaku baik bagi guru (dalam pemilihan metode mengajar) maupun bagi peserta didik (dalam memilih strategi belajar). dan III dilakukan melalui pendekatan tematik. Ella Yulaewati memaparkan psikologi yang mendasari KBK. Kompetensi standar untuk lulusan sekolah dasar: a. misalnya inteligensi.‖ Pada bagian lain. serta muatan lokal yang relevan. dan pada setiap halaman terdiri dari beberapa langkah. Pada Satuan Pendidikan SD/MI/SD-LB/Paket A. Tugas utama yang ditentukan untuk guru dalam perencanaan kurikulum adalah hanya menyiapkan rencana pelajaran dari subjek berdasarkan pelaksanaan dan instruksi teknis. yang kedua mengingat kembali informasi verbal. Prinsip-prinsip Umum Pengembangan Kurikulum 1. dan kejuruan. perkembangan ilmu pengetahuan.yaitu berupa kelas. buka. kreatif dan mandiri dalam memperoleh kompetensi lanjut. pengetahuan. Tahap Perencanaan ―Perencanaan ― Dalam hal ini pengembangan kurikulum (sekolah) haruslah penyusun rencana yang matang. Untuk menunjukkan kasih sayang dan peduli terhadap lingkungan mereka. Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengemukakan tiga pendekatan dalam evaluasi kurikulum. Telah disampaikan di atas bahwa dilihat dari filsafat dan teori pendidikan yang melandasi pengembangan kurikulum terdapat perbedaan dalam menentukan tujuan dan materi pembelajaran.Syafei. teknologi informasi dan komunikasi. Meninggalkan patokan itu akan membuka jalan baru untuk ke arah prestasi yang lebih tinggi yang mendorong guru untu mencari macam-macam usaha-usaha untuk membantu murid secara individual. Artinya. yaitu : hubungan insani. Tujuan pendidikan menengah kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan.. baik metode. Beragam dan terpadu Kurikulum dikembangkan oleh mengingat keragaman karakteristik peserta didik. 6. keterampilan / pendidikan kejuruan. berdasarkan pengalamannya bahwa murid-murid dalam kelas itu tidak sama pandainya. maka di masa yang akan datang kurikulum dapat dirubah atau dikembangkan dan tentunya disesuaikan dengan keadaan sekarang. juga mempengaruhi perkembangan model kurikulum. Komputer untuk manajemen pengajaran Komputer digunakan sekaligus oleh sejumlah besar pelajar. Tujuan pendidikan institusional tersebut kemudian dijabarkan lagi ke dalam tujuan kurikuler. Diskripsikan tahapan dalam pengembangan kurikulum. Untuk menghargai perbedaan pendapat. membuat tes untuk mengukur perkembangan dan pencapaian kompetensi. yaitu yang berkaitan dengan masalah tujuan. sedangkan prestasi yang rendah dicari sebabnya pada bakat yang rendah. Beauchamp‘s (1964). konsep diri. kejuruan. struktur sistem sekolah. III. Untuk bekerja sama dalam kelompok. Guru dengan cara belajar berdasarkan kebebasan bukanlah guru yang menyampaikan pelajaran akan tetapi yang menyediakan sebanyak mungkin sumber-sumber yang dapat digunakan oleh murid-murid untuk memecahkan masalah yang sedang dipelajarinya. keidealan . Mengapa diperlukan perencanaan untuk mengembangkan kurikulum untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah mengingat pentingnya kurikulum dalam pendidikan dan kehidupan manusia. 2. Di samping itu. dan bagi guru untuk mengetahui hingga manakah sebenarnya efektivitas modul itu. bantuan. Untuk menghargai tugas pekerjaan dan mampu melakukan produktif. Kurikulum 2004 / Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) Kurikulum 2004 dirancang sebagai pengembangan dari kurikulum 1994 yang dinilai sudah tidak sesuai dengan perubahan dan perkembangan zaman. diantaranya : The Behavioral Analysis Model. dan salah satu cara untuk mencapai hal itu adalah dengan prosedur action-research. Oleh karena itu. antara lain. Jadi setiap orang dapat mempelajari bidang studi apa pun hingga batas yang tinggi asal diberi waktu yang cukup di samping syarat-syarat lain. Pengaruh pengembangan kurikulum pada Era Reformasi. Mereka tidak diberikan norma-norma yang menjadi ukuran bagi kelakuan mereka. Menurut model ini belajar berlangsung melalui 4 fase atau tahap. Tak jarang guru menjadi otoriter dan menggunakan kekuasaannya untuk mencapai tujuannya tanpa lebih jauh mempertimbangkan akibatnya bagi anak. Kurikulum pendidikan dasar (dasar) dan sekunder harus termasuk pendidikan agama. dengan mengutip pemikiran Spencer. Hakekat Belajar menurut Psikologi Pendidikan adalah proses untuk merubah tingkah laku seseorang. Mengadakan revisi dan konsolidasi terhadap hasil unit eksperimen Menyusun kerangka kerja teoritis. l. Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan. Menetapkan personalia. Siswa yang patah semangat Mereka ini tidak puas dengan dirinya. yaitu mengkaitkan materi dengan kondisi nyata di masyarakat (melalui Pengamatan) serta cenderung lebih banyak menggunakan media sebagai sumber belajar. (2) merumuskan tujuan yang jelas. termasuk keunggulan lokal dimana isinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Gaya kognitif siswa (Cognitive Style Mapping (CSM)) CSM ini dikembangkan oleh Joseph E. Add comment March 11. melatih staf pengajar dan administrasi. maju menurut kecepatan masing-masing. Fokus program pembelajaran bukan pada ―Guru dan yang akan dikerjakannya‖ melainkan pada ‖Peserta didik dan yang akan dikerjakannya‖. 8. berpusat pada peserta didik. sosial-ekonomi status. Pendidikan dasar dilakukan di SD dan SMP (baik jenis umum dan agama madrasah = sekolah disebut madrasah ibtidaiyah untuk sekolah dasar dan madrasah tsanawiyah untuk SMP). sangat bergantung pada guru yang berkualitas dalam mengelola pengalaman belajar siswa berdasarkan kurikulum berkembang dengan baik. Sikap ―permissive‖ yang dicap sebagai sikap ―lunak‖ terlampau ―permissive‖ akan tetapi harus realitis. Sikap ini membiarkan anak berkembang dalam kebebasan tanpa banyak tekanan frustasi. makin banyak kesulitan yang harus dilalui untuk menguasainya. meskipun demikian pengembangan kurikulum pada pendidikan formal dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan pendidikan nasional. tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. dan lapangan kerja. ―Hakekat belajar menurut kurikulum yang berkonsep idealis yaitu ― Belajar adalah proses untuk mengambil keputusan. minat. Untuk memupuk perhatian pada anak-anak kecil ada yang menganjurkan digunakan reinforcement berupakan misalnya gula-gula. dikemukakan bahwa jika setiap peserta didik diberikan waktu sesuai dengan yang diperlukan untuk mencapai suatu tingkat penguasaan. Pendirian serupa ini membebaskan guru dari segala tanggung jawab atas prestasi yang rendah oleh sebab bakat itu dibawa lahir dan diturunkan dari nenek moyang. Ada korelasi yang cukup tinggi antara bakat dengan hasil belajar. Menciptakan kesenangan dan membangun kejujuran dengan mencari informasi yang relevan f. Model grass roots akan berkembang dalam sistem pendidikan yang bersifat desentralisasi. tapi dengan kedalaman yang beragam dan cakupan. Pemahaman pokok. 1994. Kepribadian siswa tampaknya juga berpengaruh terhadap keberhasilan pelajaran. Mengikuti falsafah esensialisme dan perenialisme. Salah satu keunggulan sistem tutor cerdas adalah mampu menilai tingkat kemampuan kognitif siswa dengan cara ―mengamati‖ maupun memberikan respon berupa rekomendasi materi yang harus dipelajari siswa di dalam suatu domain. tokoh dari dunia kerja dan perusahaan. Untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan sopan. dalam arti materi yang dituangkan dalam pembelajaran benar-benar telah teruji kebenaran dan kesahihannya. Metode apa pun mungkin baik. Hal ini dipengaruhi oleh keadaan negara pada waktu itu masih labil. 5) Menarik minat. Kyai Haji Ahmad Dahlan. 4. kelompok sedang. Perbedaan individual ini harus dipertimbangkan dalam strategi mengajar agar tiap anak dapat berkembang sepenuhnya serta menguasai bahan pelajaran secara tuntas. mungkin juga eksperimen yang harus dilakukan. Tatanan bangku berurut Masih diberlakukan bentuk hukuman bagi siswa yang tidak taat b) Pola Pengembangan pola pendidikan progresif adalah pola pendidikan yang mengacu pada pentingnya melayani perbedaan individual. (3) studi penjajagan tentang kemungkinan penyusunan kurikulum baru. Tingkat partisipasi bersih di sekolah dasar adalah sekitar 95% dan tingkat partisipasi kotor di SMP adalah 92%. Struktur kepemimpinan serta kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Manfaat akademis yaitu memberikan dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan yang akan dikembangkan lebih lanjut pada jenjang pendidikan lebih lanjut. Kemudian tutor mengajukan pertanyaan berdasarkan bacaan itu. Struktur Kurikulum dikembangkan berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran dengan mempertimbangkan pedoman berikut. Sebaiknya kecepatan disesuaikan dengan taraf kesulitan itu. dan melindungi diri mereka di rumah mereka dan kelompok sebaya. pembelajaran dengan teman atau sejawat (peer instruction). Sistem individual itu kebanyakan mempunyai ciri yang sama. motivator dan guider. Cara belajar memecahkan masalah yang digunakan oleh binatang tidak begitu saja dapat diterapkan pada manusia. Pendidikan dasar di Indonesia menyediakan pengalaman belajar sembilan tahun baik dalam pendidikan formal dan non-formal selama 7 – 15 usia anak sekolah. Untuk bertindak atas ajaran agama mereka sehubungan dengan tahap perkembangan anak. namun tingkat penguasaannya dapat sama. Strategi pembelajaran tuntas menekankan pada peran atau tanggung jawab guru dalam mendorong keberhasilan peserta didik secara individual. kepribadian dan keterampilan. dan kesehatan. Langkah pertama model ini adalah menentukan spesifikasi perangkat hasil belajar yang harus dikuasi siswa. mempengaruhi prestasi belajar. 6) Hal ini diperlukan untuk melakukan penelitian evaluasi untuk melihat efektivitas dari kurikulum baru yang terkait dengan prestasi peserta didik ‗diukur melalui pendekatan multi. menyusun silabus dan pertunjukan belajar. (4) merumuskan kriteria-kriteria bagi penentuan-penentuan kurikulum baru. Motivasi tercipta secara harmonis antara siswa dan guru 3. dan kreatif. konsep dan ciri-ciri KTSP. variasi pengalaman belajar dan proses. Dengan hukuman dan ancaman anak itu dipaksa untuk menguasai bahan pelajaran yang dianggap perlu untuk ujian dan masa depannya. ia tunjukkan untuk membuka halaman tertentu yang berisi kata-kata pujian bahwa jawabannya tepat dan memberi peluang melanjutkan ke langkah berikutnya. Ilmu dan teknologi Ilmu dan teknologi di sekolah dasar ini dimaksudkan untuk memperkenalkan. sehat. dalam bentuk apa visi ditentukan dan bagaimana cara supaya sekolah dalam melaksanakan visi itu sendiri. 2. Menurut jenisnya. Kesadaran dan pengetahuan termasuk kebangsaan. dikatakan bahwa luas atau tidaknya suatu program evaluasi kurikulum sebenarnya ditentukan oleh tujuan diadakannya evaluasi kurikulum. (b) belajar untuk mengerti dan memahami sepenuhnya. prioritas di bidang ekonomi. yaitu: Anak atau bahan pelajaran Tujuan yang ingin kita capai adalah agar anak-anak lulus dalam ujian dan kelak mendapat tempat di perguruan tinggi yang baik. etnis. dapat dilakukan melalui layanan konseling yang berkaitan dengan masalah pribadi peserta didik. Untuk mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan mereka dan sumber-sumber lain secara logis.dominan. dan pendidikan jasmani. Siswa yang tak dapat berdiri sendiri Siswa ini sangat bergantung kepada guru untuk membantu mereka dalam pelajaran. Agar sistem tutorial itu berhasil siswa harus sanggup belajar sendiri dengan penuh disiplin dan harus mampu untuk mengambil isi dan inti apa yang dibacanya dari buku. tujuannya. tujuan pendidikan tingkat operasional ini lebih menggambarkan perubahan perilaku spesifik apa yang hendak dicapai peserta didik melalui proses pembelajaran. kepribadian. yang disusun untuk dipelajari secara individual. kewarganegaraan. Evaluasi merupakan salah satu komponen kurikulum. Dan isi/materi pembelajaran yang akan diterapkan di sekolah pedalaman tentu tidak sama dengan sekolah pinggiran. maka untuk mengembangkan kurikulum perencanaan sangat diperlukan. Oleh karena itu. KTSP sebagai kurikulum penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 1. dan kewajiban dalam masyarakat. tradisi budaya. patuh kepada aturan. Belajar seumur hidup Kurikulum diarahkan proses perkembangan peserta didik. Akan tetapi kesulitan tidak dapat dielakkan untuk mempelajari banyak hal.Yang paling baru ialah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang lebih bercorak daerah dengan perubahan paradigma pendidikan yang menganut asas desentralisasi. termasuk memahami karakteristik siswa yang akan melakukan Sebelum guru melakukan proses belajar mengajar. 3. dan minat. materi pembelajaran dikemas sedemikian rupa dalam bentuk tema-tema dan topik-topik yang diangkat dari masalah-masalah sosial yang krusial. diharapkan sekolah tidak menjadi menara gading yang tidak menyentuh lingkungan sekitar dengan adanya pelajaran PKLH dan Mulok yang mengharuskan ada muatan budaya daerah setempat. seni & olah raga. non formal dan in-formal. olah raga dan kesehatan bertujuan membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani. inventori. Akibatnya banyak terjadi perilaku menyimpang yang terjadi karena pendidikan hanya menekankan aspek kognitif. Implikasi dari prinsip tersebut mengharuskan dilaksanakannya program-program remedial dan pengayaan sebagai bagian tak terpisahkan dari penerapan sistem pembelajaran tuntas. Tujuan Kurikuler Tujuan kurikuler adalah tujuan yang harus dicapai oleh setiap bidang studi atau mata pelajaran. Penilaian sebagai komponen terakhir dalam pelaksanaan pengembangan kurikulum berfungsi untuk mengukur sejauh mana tujuan yang telah ditentukan dapat tercapai sesuai dengan harapan. 1984. kelompok kecil. Langkah metode pembelajaran yang dipilih memainkan peranan utama. Memberi informasi tentang hasil belajar murid. Pada masa ini pendidikan sampai perguruan tinggi meskipun sangat sedikit orang Indonesia yang menikmatinya. pengembangan potensi ini dilakukan berdasarkan potensi peserta didik dan kebutuhan develomental. madrasah yang dikelola oleh Departemen Agama melalui lokal (kabupaten / kota) kantor Sepanjang Indonesia. dan muatan lokal yang relevan. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. ras. kemasyarakatan. akan tetapi ia mengandung bakat sebagai perbedaan waktu yang diperlukan untuk menguasai sesuatu. SD dan SMP kurikulum sekolah terdiri dari 8 dan 10 mata pelajaran berurutan. sehingga ia dapat meminum minuman itu. Mendidik anak-anak agar dapat berdiri sendiri atas usaha dan jiwa mereka. Rogers tak dapat menerima manusia itu sebagai hasil conditioning semata-mata. sedangkan rata-rata jam belajar di sekolah menengah pertama adalah 32. Kurikulum implementasi memungkinkan peserta didik untuk memiliki perbaikan. kekuatan dan kondisi yang mempengaruhi masalah tersebut. pembaharuan. Model Administratif Model pengembangan kurikulum ini merupakan model paling lama dan paling banyak dikenal. Mengembangkan indikator berdasarkan SK/KD. Banyak kurikulum yang mengadopsi barat dan diterapkan di Indonesia contoh kurikulum KBK menunjukkan kegagalan karena berorientasi pada pasar dengan menyamakan antara sekolah umum yang orientasi akademik dengan sekolah kejuruan yang berorientasi pada kerja tetapi di lain pihak sekolah kejuruan sangat sedikit. Salah satu komponen kurikulum penting yang perlu dievaluasi adalah berkenaan dengan proses dan hasil belajar siswa. sehingga perhatian juga diatur secara intern oleh anak itu. kelompok kecil. karena diharapkan oleh guru atau orang tua. Untuk menunjukkan kemampuan untuk memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari mereka. sehingga memungkinkan adanya perbedaan dalam penentuan batas ketuntasan untuk setiap KD maupun pada setiap sekolah dan atau daerah. segar. fasilitas dan lain-lain. Kurikulum yang terdiri dari seluruh komponen kompetensi mata pelajaran. dan kondisi dengan memperhatikan peserta didik‘ pengembangan terintegrasi pribadi mengandung spiritualitas. sering murid lebih mampu mengajar temannya sekelas daripada guru karena telah menyelami kesukaran-kesukaran yang dihadapi murid lainnya. Standar-standar yang ditetapkan oleh Kantor Standar Nasional Pendidikan. baik dari aspek tingkat kesulitannya (tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit) maupun aspek kelayakannya terhadap pemanfaatan materi dan kondisi setempat. unit fasilitas dengan staf pengajar. Implementasi kurikulum didasarkan pada potensi peserta didik. Apa hakekat belajar menurut psikologi pendidikan dan apa hakekat belajar menurut kurikulum yang berkonsep idealis. Buku teks paket SMP memuat materi pembelajaran yang menghubungkan materi kurikulum dari suatu mata pelajaran dengan materi kurikulum pelajaran lainnya. Beauchamp membagi kegiatan ini dalam lima langkah. akhlak. ilmu pengetahuan sosial. dkk. dengan munculnya pembelajaran berbasis teknologi yang menekankan pentingnya penguasaan kompetensi membawa implikasi tersendiri dalam penentuan strategi pembelajaran. 4 comments March 11. Sejak tahun 2006 (pada era desentralisasi) Indonesia telah menerapkan kompetensi dasar kurikulum tingkat sekolah berdasarkan standar nasional pendidikan (isi dan standar kompetensi tertentu) mempertimbangkan tujuan tingkat tertentu pendidikan. Kurikulum 1994 → Model Wheeler Pada awalnya kurikulum yang berlaku di Indonesia adalah kurikulum 1994.023 berurutan dan jumlah SD 44. Organisasi dan prosedur pengembangan kurikulum. yaitu kopentensi merupakan karakteristik mendasar dari seseorang yang merupakan hubungan kausal dengan referensi kreteria yang efektif dan penampilan yang terbaik dalam pekerjaan dalam suatu situasi ―Tipe Kompetensi yang dimaksud adalah : Motif. Memberikan secara khusus pelajaran ramedial untuk membantu anak dalam mengatasi kekurangannya. yang berakhir pada semakin meningkatnya prestasi belajar peserta didik. mengimplementasi dari keputusan yang diambil dengan kegiatan mengumpulkan data dan fakta. setiap tujuan kurikuler harus dapat mendukung dan diarahkan untuk mencapai tujuan institusional. Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. potensi peserta didik ‗. 6. Pengembangan kurikulum pada masa orde lama mengalami dilema. pokok yang penting dalam kuliah dihalangi pula oleh keharusan membuat catatan. Teori Rogers ini dapat diterapkan dalam pendidikan untuk mengembangkan individu yang merdeka yang dapat memilih dengan bebas atas tanggung jawab penuh. Setiap manusia akan belajar. olah raga. 1) agama dan akhlak mulia 2) kewarganegaraan dan kepribadian. b. Masing-masing kurikulum mempunyai ciri tersendiri berdasarkan periode (zaman) yang terbagi menjadi tiga kelompok yaitu zaman orde lama. Guru mengjaksertakan siswa dalam berbagai aktifitas kehidupan belajar di sekolah yg mencakup pengajaran. Pendekatan pembelajaran diarahkan pada upaya mengembangkan kemampuan peserta didik dalam mengelola perolehan belajar (kompetensi) yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing. kepribadian. Dengan memasukkan muatan lokal dalam pelajaran tersendiri tidak terintegrasi. 10. disain rumah. Untuk mematuhi aturan-aturan sosial di lingkungan mereka. evaluasi kurikulum dimaksudkan untuk memeriksa tingkat ketercapaian tujuan-tujuan pendidikan yang ingin diwujudkan melalui kurikulum yang bersangkutan. Ia mempelajari dengan terpaksa. karena cara belajar ini hanya mungkin berdasarkan keyakinan penuh dari pihak guru akan kemampuan murid untuk berbuat yang baik. matematika. disajikan dalam bentuk materi yang lebih spesifik dimaksudkan untuk mengenal. bahwa pendidikan itu adalah suatu proses untuk mencari makna. Model ini mendasar pada anggapan bahwa penerapan suatu kurikulum akan lebih efektif jika para pelaksananya diikutsertakan pada kegiatan pengembangan kurikulum. guru perlu merumuskan tujuan pembelajaran yang harus dikuasai oleh anak didik setelah mereka selesai mengikuti pelajaran. tes prestasi belajar. (5) penyusunan dan penulisan kurikulum baru. Sistem Kontrak Dasar sistem ini ialah bahwa angka-angka merupakan motivasi utama bagi murid untuk belajar. a. Guru dapat belajar dari murid tentang cara-cara mengatasi kesulitan belajar. Ausubel selanjutnya mengatakan adanya hubungan antara motivasi dan belajar. the capacity of students. dan moralitas. Bilamana ia telah menguasainya. Tujuan pembelajaran dapat didefinisikan sebagai kemampuan yang harus dimiliki anak didik setelah mereka mempelajari bahasan tertentu dalam bidang studi tertentu dalam satu kali pertemuan. Masa Orde Baru Masa pembangunan. Pengajaran Dengan Bantuan Komputer Menyimpan bahan pelajaran yang dapat dimanfaatkan kapan saja diperlukan. pembelajaran tuntas memungkinkan peserta didik lebih leluasa dalam menentukan jumlah waktu belajar yang diperlukan. teknologi informasi dan komunikasi. dan aman dan memanfaatkan waktu luang mereka. Metode pembelajaran yang sangat ditekankan dalam pembelajaran tuntas adalah pembelajaran individual. Sedangkan. mengidentifikasi faktor-faktor. akan tetapi perlawanan mereka tidak diperlihatkannya dengan nyata. misalnya dalam bentuk buku pelajaran. melainkan perlu adanya perencanaan yang matang. Di antaranya ada yang disebabkan oleh pertumbuhan. ahlak mulia. guru berupaya untuk mendorong dan menstimulasi peserta didiknya agar dapat melakukan perbuatan belajar. kurikulum adalah semua kegiatan yang dirancang untuk pengembanganan intelektual. afektif dan psikomotor. hasilnya dikai ulang oleh tim pengarah untuk mendapatkan penyempurnaan. kesetaraan gender. dan seni berkembang secara dinamis. Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik mendapat dukungan dari kalangan rekonstruktivisme yang menekankan pentingnya proses pembelajaran melalui dinamika kelompok. kreatif. sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang hendak dicapai dari setiap kegiatan pembelajaran. kebutuhan. memotivasi. Carl R. administrasi. Menghadapi Murid Guru harus menerima pribadi masing – masing murid dan dapat menghargai sifat – sifat mereka walaupun menyimpang dari apa yang umumnya dianggap baik. Menurut pengamatan. mulai ada sistem pendidikan mulai SD sampai SMA untuk warga Belanda dan kelas 3 untuk warga pribumi. 5. Tujuan-tujuan pendidikan mulai dari pendidikan nasional sampai dengan tujuan mata pelajaran masih bersifat abstrak dan konseptual. dan menugaskan siswa untuk mengadakan bacaan selanjutnya. dan menulis dalam bahasa Indonesia yang sederhana dan Inggris. pelaksana dan juga penyempurna dari pengajaran di kelasnya. Ada lima langkah pengembangan kurikulum model taba ini. Buku teks paket SMA. keterkaitan. meskipun umumnya disepakati pada skor/nilai 75 (75%) namun batas ketuntasan yang paling realistik atau paling sesuai adalah ditetapkan oleh guru mata pelajaran. Untuk menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan sosial dan nasional dalam rangka mewujudkan persatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. (disarikan dari Nana Syaodih Sukmadinata. e. memilih strategi pengajharan dan evaluasi serta menyusun pedoman-pedoman pelaksanaan kurikulum tersebut bagi pengajar. Ia mengakui adanya perbedaan bakat. belum memanfaatkan quantum learning sebagai salah satu paradigma menarik dalam pembelajaran. kuliah dan diskusi. akademis. Undang-undang SISDIKNAD BAB I Pasal 1 Secara garis besar proses pengembangan kurikulum melalui beberapa tahap antara lain: Dimulai dari menentukan tujuan di kurikulum. Block (1971) menyatakan tingkat penguasaan kompetensi peserta didik sebagai berikut : Degree of learning=f((time actually spent)/(time needed)) Model ini menggambarkan bahwa tingkat penguasaan kompetensi (degree of learning) ditentukan oleh seberapa banyak waktu yang benar-benar digunakan (time actually spent) untuk belajar dibagi dengan waktu yang diperlukan (time needed) untuk menguasai kompetensi tertentu. Dari konsep tersebut.admnistrasi dan bimbingan. Tugas tim kerja ini adalah untuk merumuskan tujuan-tujuan yang lebih operasional dari tujuan umum. Evaluasi kurikulum. pendidikan jasmani dan olahraga. METODE PEMBELAJARAN Metode pembelajaran adalah cara untuk mempermudah peserta didik mencapai kompetensi tertentu. t. Memanfaatkan gaya belajar siswa bagi seluruh lembaga pendidikan sekolah atau universitas. Emerging Technical Models Perkembangan bidang teknologi dan ilmu pengetahuan seerta nilai-nilai efisiensi dan efektivitas dalam bisnis. Sesuai dengan asumsi tersebut. cratively. dan tingkat pendidikan. Materi pokok standar penilaian serta sumber bahan pelajaran. j. dan gender. Proses mencapai kebebasan itu melalui fase-fase tertentu yakni: Frustasi pada taraf permulaan Inisiatif dan kerja individual Keakraban pribadi Perubahan individual Pengaruh atas pengajar GAYA BELAJAR Penelitian tentang metode mengajar yang paling sesuai ternyata semuanya gagal. Model Pengembangan Kurikulum Rogers Ada beberapa model yang dikemukakan Rogers.839. h. Oleh karena itu. catatan anekdot dan sebagainya Evaluasi kurikulum memegang peranan penting. Masa reformasi membawa dampak pada pendidikan. dan bertanggung jawab. karakter. 2) Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian bertujuan. Itu sebabnya dalam proses kurikulum keputusan tentang materi/isi pembelajaran perlu adanya perencanaan yang matang yang harus dilakukan oleh pihak-pihak yang merancang kurikulum. yaitu tentang metode dan organisasi bahan pelajaran. Mutu Pengajaran Pada dasarnya anak-anak tidak belajar secara kelompok. mempersiapkannya dengan sungguh-sungguh. Empathy (empati) Seperti telah dikemukakan empathy adalah kemampuan untuk memandang sesuatu dari segi pandangan orang lain. dan ingin mendapatkan harga-dirinya di kalangan kawan sekelasnya. Asas guru sebagai insan yang bersifat pemberi contoh. Teknologi pendidikan yang dimaksud adalah berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan : Buku-buku pelajaran apakah yang harus dipegrunakan dalam suatu mata pelajaran? Alat atau media pengakaran apa yang dapat dipergunakan dalam mata pelajaran tertentu. sehingga ada hasrat dan kesediaan untuk memecahkannya. Jelaskan masing-masing pola pendidikan tersebut serta Implikasinya terhadap kurikulum progresif. Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka negara kesatuan republik indonesia dengan memperhatikan : a) Meningkatkan Iman dan Taqwa b) Peningkatan anak murid c) Peningkatan potensi. d. Pada bagian bawah halaman diberikan satu pertanyaan yang telah disediakan kemungkinan jawaban. c.Tugas guru adalah menciptakan suasana dan fasilitas yang sebaik-baiknya agar belajar bebas ini dapat dilaksanakan. kepemimpinan dan kebiasaan bertanggung jawab serta keterandalan (Elias. atau melihat film. formal. Untuk merancang pembentukan dampak pengiring dapat dilakukan melalui pemanfaatan berbagai ragam format kegiatan seperti penugasan proyek yang memicu kerja kelompok sehingga berpeluang memberikan kontribusi dalam pembentukan kemampuan interpersonal serta kecerdasan emosional (Goleman. manusia merdeka yang turut menentukan arah hidupnya serta pribadinya. Merupakan makhluk hidup yang dapat bereaksi positif maupun negatif terhadap perangsang-perangsang yang diterimanya. Hasil-hasil evaluasi kurikulum dapat digunakan oleh para pemegang kebijakan pendidikan dan para pengembang kurikulum dalam memilih dan menetapkan kebijakan pengembangan sistem pendidikan dan pengembangan model kurikulum yang digunakan. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar pendidikan nasional pendidikan untuk menwujudkan tujuan pendidikan nasional. materi yang dipilih benar-benar diperlukan peserta didik. bila semua anak-anak yang bermacam-macam bakatnya diberi pengajaran yang sama. Pengembangan diri adalah dimaksudkan untuk memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan setiap pelajar. saling membantu. kreativitas. dan seni. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Dalam pengembangan KTSP dama dengaan konseptual. Hill. Berbagai Masalah Yang Dihadapi Bagaimana mengadakan perencanaan mengenai proses pembaharuan itu dan yang bertalian dengan itu antara lain. c. Tumbuh kecenderungan baru yang didasarkan atas hal itu. tes diagnostik dan lain-lain. Sistem pendidikan yang mencakup semua bentuk. Model pengembangan kurikulum dalam sistem pendidikan dan pengelolaan yang sifatnya sentralisasi berbeda dengan yang desentralisasi. Menguji unit eksperimen. instrumen untuk mengevaluasi dimensi kualitatif dapat digunakan. Pendidikan yang baik adalah usaha yang berhasil membawa semua anak didik kepada tujuan itu. 5. yang dilengkapi dengan audio-tape yang mengarahkan siswa kepada berbagai kegiatan-kegiatan belajar. antara lain. ada sepuluh kurikulum yang pernah dipakai yaitu kurikulum pascakemerdekaan 1947. perasaan dari otot-otot tangan dan lengan anak yang dihubungkan dengan respons untuk memegang botol itu dalam posisi yang tepat. Model ini dilakukan dengan menyempurnakan model I dengan menambahkan kedua jawaban pada pertanyaan (3 dan 4) tersebut. Kurikulum banyak mengadopsi dari negara luar. serta perhatian khusus bagi peserta didik yang lambat agar menguasai standar kompetensi atau kompetensi dasar. membaca. Pengembangan kurikulum yang bersifat desentralisasi dengan model ini memungkinkan terjadinya kompetisi didalam meningkatkan mutu dan sistem pendidikan sehingga dapat melahirkan manusia yang lebih mandiri dan kreatif. yaitu : 1) Keputusan tentang tujuan institusi pendidikan 2) Keputusan tentang metode mengajar 3) Keputusan tentang materi pembelajaran 4) Keputusan tentang evaluasi pendidikan Jelaskan masing-masing unsur tersebut ! 1. a) Pola Pendidikan tradisional adalah pola pendidikan yang dirancang berorientasi pada masa lalu. tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. dan nepotisme. PERTUMBUHAN DAN BELAJAR Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang memiliki pendekatan berbasis kompetensi sangat menjunjung tinggi dan menempatkan peran peserta didik sebagai subjek didik. Suatu pengembangan kurikulum dengan memanfaatkan komputer. Kurikulum harus terutama didasarkan pada pertimbangan meningkatkan minat peserta didik dalam mengidentifikasi dan mengembangkan potensi mereka sepenuhnya. Pelajaran yang tradisional. Secara tradisional Depdiknas memainkan peran sentral pengembangan kurikulum di Indonesia. dan memanfaatkan proses dinamika kelompok (kooperatif). potensi daerah dan peserta didik. Hidup manusia dari bayi sampai dewasa ia mengalami berbagai perubahan. Mungkin makin berharga pelajaran itu. Memberi informasi tentang ruangan belajar. dapat dikemukakan prinsip. untuk mencapai tujuan yang dirumuskan secara jelas dan spesifik. ilmu pengetahuan alam. dan perbedaan sosial-ekonomi dalam lingkup nasional. Sistematis – Inovatif Precept artinya aturan. Mengubah kebiasaan lama kebergantungan pada birokrat dengan mengurus diri sendiri rutinnya akademis. selanjutnya dijabarkan ke dalam tujuan institusional yaitu tujuan pendidikan yang ingin dicapai dari setiap jenis maupun jenjang sekolah atau satuan pendidikan tertentu. bahasa. Evaluasi dalam pendidikan juga bertujuan untuk menilai sejauh mana ketepatan kurikulum dengan keadaan dan perkembangan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi infomasi dan komunikasi seperti sekarang ini. it‘s scope. 3. mandiri. dalam pengembangan menggunakan model pengembangan yang sama dengan KBK yaitu HILDA TABA. bisnis. yang ada hanya filsafat dasar negara. 2) Kurikulum berfungsi sebagai zat yang memberikan jiwa untuk proses pembelajaran. dalam arti meskipun kegiatan belajar ditujukan kepada sekelompok peserta didik (klasikal). yaitu. tanpa perencanaan maka pengembangan kurikulum tidak akan membawa hasil yang maksimal. maka pengembangan kurikulum tak pernah berhenti. Kepribadian dan keterampilan yang dalam pengembangannya menggunakan berbagai metode pembelajaran dan menjadi sasaran target perubahan kurikulum sendiri adalah adanya perubahan yang terjadi dalam diri manusia dalam hal ini pelaku pendidikan. SMP dan SMA. Para guru seharusnya untuk pergi bersama dengan semua instruksi rapi dipersiapkan pedoman pelaksanaan kurikulum oleh Depdiknas. dan tanah air. lebih dulu sudah menerima. dan pengembangan seni. kewarganegaraan. dan pengembangan diri yang terintegrasi dan dikembangkan dalam integrasi intersubjects bermakna dan benar. teknologi. Pusat Kurikulum di Dinas Pendidikan Penelitian dan Pengembangan Depdiknas membantu sekolah mengembangkan kurikulum sendiri dengan menyediakan model kurikulum yang dapat diterapkan di tingkat sekolah. Sedangkan sebagai guider. dan apakah pengalaman belajar telah memungkinkan belajarnya kemampuan intelektual dan emosional. dan pengembangan karir. antar sekolah-sekolah. V. ada yang modern. Pengembangan kurikulum ini merupakan penyempurnaan Model II yang belum dapat memberikan jawaban terhadap pertanyaan 5 dan 6. Dapat didengar dengan jelas oleh semua. konten lokal. Relevan dengan kebutuhan kehidupan Kurikulum dikembangkan dengan melibatkan para pemangku kepentingan untuk memastikan relevansinya dengan kebutuhan hidup yang mencakup kehidupan sosial. ilmu pemngetahuan alam. Memelihara kontinuitas pertemuan pelajarannya. Proses Belajar Bebas Belajar bebas berarti belajar untuk menjadi bebas. atau melalui pengalaman dengan lingkungan. akan tetapi mengatur kondisi belajar sehingga memberikan reinforcement. Syarat-Syarat Untuk Belajar Bebas Belajar bebas berbeda sama sekali dengan belajar yang ―terikat‖ oleh peraturan dan pengawasan yang ketat. angka yang baik. Minicourses Minicourses sebenarnya tak dapat dibedakan dari modul. (3) mengusahakan partisipasi aktif dari pihak murid. dialah yang kompeten menyusun kurikulum bagi kelasnya. dan kondisi untuk menguasai kompetensi berguna. Prinsip Pelaksanaan Kurikulum 1. sebenarnya Indonesia belum memiliki landasan filsafat secara jelas dalam kurikulum pembelajarannya. obeservasi. Sistem penilaian mencakup jenis tagihan serta bentuk instrumen/soal. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. 2. Nampaknya memberi kesempatan bagi murid untuk menghadapi masalah nyata merupakan suatu syarat yang penting dalam belajar bebas. guru berusaha menciptakan dan menyediakan lingkungan belajar yang kondusif bagi peserta didiknya. serta kurang memperhatikan ketuntasan belajar secara individual. 2011 an kinesthetically) warga dan kompetitif. olah raga dan kesehatan. 4. b. dan bekerja dalam kelompok kecil. Sistematis – Intuitif Orang yang sistematis mencoba melihat struktur suatu masalah dan bekerja sistematis dengan data atau informasi untuk memecahkan suatu persoalan. maka dalam pelaksaan pengembangan kurikulum harus dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab dan sasaran. yaitu kebebasan batin. Diduga bahwa anak-anak justru mengalami gangguan mental karena tidak mempunyai pegangan yang tegas dalam hidupnya akibat kebebasan yang berlebihan pada masa kecilnya. Jelaskan ! Dapat. Sementara disekolah menengah umum SD dan SMP dikelola berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dan operasional dikendalikan oleh kabupaten otonom lokal / / kota administrasi. 4) estetika. keluarga maupun masyarakat. Akan tetapi jika diberi metode pengajaran yang lebih bermutu yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap anak serta waktu belajar yang lebih banyak. olah raga. Berkat penilaian yang kontinu maka kekurangan-kekurangan segera dapat ditemukan. Buku teks paket di SD termasuk organisasi kurikulum Subject Matter Curriculum karena dalam penyajian materi pelajaran kepada siswa dalam bentuk beberapa mata pelajaran yang relevan berdiri sendiri. Setiap pelajaran mengandung unsur kesukaran. masyarakat. Pada setiap langkah ada bagian yang harus diisi oleh siswa sebagai tes. Michigan dan bertujuan untuk ―memetakan‖ gaya kognitif atau gaya belajar seseorang dalam usaha untuk mengembangkan suatu educational science atau ilmu kependidikan. dan hubungan hangat antara peserta didik dan pendidik dengan mengingat prinsip-prinsip pemodelan yang baik. m. John Carrol mengemukakan pendirian yang radikal. Menteri Pendidikan Nasional No.. administrator pendidikan (dirjen.) a. dan dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. bebas memilih dengan bertanggung jawab penuh atas pilihannya itu. kehidupan sosial. Menyempurnakan dan melengkapi tenaga administratif yang serasi bagi pembaharuan. maka dalam pembelajaran terjadi perbedaan kecepatan belajar antara peserta didik yang sangat pandai dan pandai. penilaiannya. 8. Pengajaran Modul Pengajaran modul termasuk salah satu sistem individual yang paling baru dan menggabungkan keuntungan dari berbagai metode pengajaran individual lainnya. diperlukan juga monitoring untuk mengetahui sejauh mana kurikulum telah dilaksanakan dan perlu juga dilaksanakan evaluasi atau disebut juga adanya penilaian terhadap pengembangan kurikulum. 4. Dalam model yang paling sederhana. i. sehingga tidak ada feedback untuk mengetahui kekurangan murid dan memperbaikinya sambil mengembangkan pengetahuan anak selanjutnya secara bertahap. dan informal dengan memperhatikan kondisi lingkungan yang terus berubah dan permintaan. comprehensiveness. Cluster subjek ini di sekolah SMP ini dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik peserta didik serta memperkuat kebiasaan hidup yang sportif dan sehat. keterampilan/kejuruan. Hasilnya adalah sebagai berikut: Menyajikan bahan dengan jelas dan logis. tanpa perencanaan yang matang dapat berakibat fatal. Pola pendidikan ini banyak diterapkan di pondok Pesantren Salafiyah. yaitu: Individu memperoleh pengalaman langsung yang konkrit Kemudian ia mengembangkan onservasinya dan memikirkan atau merefleksikannya. (2) evaluasi desain kurikulum. Sekalipun seorang dipenjarakan atau hidup dalam negara yang diktatorial. sistem persekolahan regional atau nasional. ia harus kembali ke halaman pertama. Banyak macam motivasi dan para ahli meneliti tentang bagaimana asal dan perkembangannya dan menjadi suatu ―daya‖ dalam mengarahkan kelakuan seseorang. 3) Kurikulum nasional yang didirikan di Indonesia telah mengalami beberapa perubahan. g. pembelajaran terprogram. Sering pula pertanyaan dan tugas-tugas serupa itu tidak dilaksanakan. Memperlihatkan keahliannya dalam bidangnya. Adapun model-model tersebut (ada empat model) dapat dikemukakan sebagai berikut : Model I. Sebagai fasilitator. Jelaskan konsep pengembangan kurikulum seperti itu ! Mengapa diperlukan perencanaan untuk mengembangkan kurikulum itu ? Sebelum menjelaskan tentang kurikulum yang merupakan sebuah proses pengembangan yang tidak pernah berakhir. pembelajaran cenderung lebih bersifat tekstual. Kelompok Mata pelajaran dan Ruang Lingkup a. Menurut hasil percobaan dengan memberikan pilihan kepada siswa atas metode yang paling serasi bagi mereka. Model IV. Tugasnya komisi atau tim ini adalah merumuskan konsep-konsep dasar. Maka korelasi antara bakat dengan tingkat keberhasilan anak dalam pelajaran dapat dilenyapkan. dan afektif) Menggunakan teknik diagnostik Menyediakan sejumlah alternatif strategi pembelajaran bagi peserta didik yang mengalami kesulitan Ada pula kemungkinan bahwa orang-orang yang mempunyai sifat-sifat tertentu memilih jabatan sebagai guru. k. 3 comments March 11. Di samping itu. Materi pembelajaran atau kompetensi yang lebih luas dirinci menjadi bagian-bagian atau sub-sub kompetensi yang lebih kecil dan obyektif. Langkah ketiga mengidentifikasi tahap-tahap hasil yang dicapai serta perkiraan biaya yang diperlukan. Berasal dari gerakan efisiensi bisnis. Itu sebabnya perencanaan penting untuk dilakukan. life skills)(Kendall dan Marzano. Selain Ki Hajar Dewantara. Berhasil tidaknya pengembangan kurikulum bergantung pada bagaimana perencanaan dilakukan. pengasahan ketrampilan menemukan. hal ini tentunya memiliki konsekuensi pula terhadap penentuan strategi pembelajaran yang hendak dikembangkan. yang kesemuanya itu merupakan bagian dan perangkat kecakapan hidup (soft skills. (Gentile & Lalley: 2003) Sistem evaluasi menggunakan penilaian berkelanjutan. Untuk memahami sendiri dan hak orang lain dan kewajiban dalam / nya interaksi sosialnya. namun manusia masih mempunyai suatu kebebasan. Dalam hal ini guru menginduk pada GBPD yang sudah ditentukan oleh pusat. etnis. atau mempertinggi kemampuannya. 2. Mengatur sistem komunikasi antara berbagai unit. 4) Keberhasilan pelaksanaan kebijakan baru pada kurikulum tergantung pada kesiapan semua pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran pada tingkat operasional. sehingga dapat diketahui apakah kurikulum yang sudah dirancang dan dilaksankan dapat berjalan sesuai yang diharapkan. suatu hal yang seharusnya dipertimbangkan juga. melatih staf pengajar. (4) evaluasi dari keseluruhan sistem kurikulum. Selain masih bersifat kedaerahan juga dalam lingkup kecil. akan tetapi itu pun harus dibatasi demi efektivitas metode ini. kekejaman. dan mandiri. tahapan tersebut antara lain : I. bahwa: Tiap murid belajar menurut cara sendiri yang kita sebut gaya belajar. Nasional dan kepentingan daerah harus tetap seimbang sejajar dengan motto dari Negara Kesatuan Republik Indonesia: persatuan melalui keragaman.193. Raka Joni 2000). Peran guru hanya sebagai fasilitator. objektif. 5. bakat. Apakah evaluasi tersebut ditujukan untuk mengevaluasi keseluruhan sistem kurikulum atau komponen-komponen tertentu saja dalam sistem kurikulum tersebut. yaitu : (1) pendekatan penelitian (analisis komparatif). Padahal masih ada satu lagi masalah pokok yang harus diperhatikan. materi yang dipilih hendaknya menarik minat dan dapat memotivasi peserta didik untuk mempelajari lebih lanjut. murid-murid dan tenaga pengajar. Manusia berpikir lebih dahulu tentang akibat apa yang akan dilakukannya dan menyampingkan alternatif yang tidak akan memberi hasil. etnis. Pemberian pembelajaran remedial serta bimbingan yang diperlukan. 3) Kebermaknaan. b. Guru tidak cukup hanya menguasai bahan pelajaran akan tetapi harus pula mampu melibatkan pribadi anak dalam pelajaran untuk mencapai hasil yang diharapkan. Saat ini jumlah siswa sekolah SD dan SMP adalah 7. e. (4) sebagai bahan untuk menentukan tindakan lebih lanjut. Jadi di sini tutor itu bertindak sebagai manajer belajar dengan mengarahkan jalan pikiran siswa. serta promosi perilaku korupsi. yakni yang menginginkan sikap yang ―permissive‖ terhadap anak. Mereka berkesimpulan. Oleh karena itu. 6. karena kurang cermat dipersiapkan. 5) Pemerintah pusat (Departemen Pendidikan Nasional) telah melakukan berbagai program untuk membantu sekolah dalam mengembangkan. Pra-kondisi belajar ini terdiri atas: perhatian. Ilmu dan teknologi di sekolah SMP ini dimaksudkan untuk mengembangkan kompetensi dasar dalam pengetahuan dan ilmu serta meningkatkan kebiasaan peserta didik ‗berpikir ilmiah yang kritis. tepat dan tegas sesuai dengan stakeholder agar dapat mencapai tujuan yang maksimal. Sistem Keller Sistem Keller termasuk Personalized System of Instruction atau sistem pengajaran individual. kreatif. akibatnya tujuan tidak tercapai. b. Koordinasi program mengenai bidang akademis. Sikap ―permissive‖ Sebagai reaksi terhadap pengajaran yang otoriter timbul aliran yang menonjolkan anak sebagai manusia antara lain atas pengaruh ―progressive education‖ dan aliran psikologi seperti psikoanalisis. standar harus ditetapkan terlebih dahulu. Untuk menunjukkan kemampuan untuk menganalisa dan memecahkan masalah kehidupan sehari-hari. diagnostics worth and validity and integration. Dalam hal ini. Adapun beberapa tokoh yang meneliti soal motivasi belajar ini.932 (publik dan swasta). 3) Ilmu pengetahuan dan teknologi. Berikut ini akan dibicarakan beberapa macam model pengembangan kurikulum yang dikemukakan oleh para ahli. Di zaman Orde Lama kebanyakan orang mendidik sendiri atau bekerja di rumah. pola hubungan pribadi dan kelompok dari sekolah dan masyarakat. Untuk itu harus ada: Alat yang menentukan bahan yang sesuai dengan taraf perkembangan murid. dan optimisme. keterampilan. Rata-rata jam belajar bagi kelas I. PERAN GURU Pekerjaan guru terutama dalam menghadapi anak-anak banyak menimbulkan ketegangan dan frustasi. karena setiap metode mengajar bergantung pada cara atau gaya siswa belajar. sehingga anak itu dapat memberi perhatiannya. dimaksudkan untuk memberdayakan para guru untuk mengembangkan kegiatan belajar turun ke bumi yang relevan dengan kebutuhan peserta didik. Responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. non. pengetahuan. misalnya tentang ekonomi. 1985). Fungsi pendidikan adalah membimbing anak ke arah suatu tujuan yang kita nilai tinggi. materi memungkinkan untuk dipelajari. kondisi aktual sekolah. Menyusun kurikulum. yang ciri-cirinya adalah: Ulangan dilaksanakan untuk melihat ketuntasan setiap Kompetensi Dasar Ulangan dapat dilaksanakan terdiri atas satu atau lebih Kompetensi Dasar (KD) Hasil ulangan dianalisis dan ditindaklanjuti melalui program remedial dan program pengayaan. Kita bisa melihat contoh tujuan kurikuler di bawah ini: Pada Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 6 dinyatakan bahwa kurikulum untuk jenis pendidikan umum. bahwa manusia itu suatu makhluk sosial yang mempunyai kemampuan yang unik untuk menemukan makna dari lingkungan dan pengalaman pribadinya dengan menciptakan dan menggunakan lambang-lambang. yaitu : (1) para ahli pendidikan/kurikulum dan para ahli bidang dari luar. dan bunga. Dengan demikian makin baik metode. Dengan melihat pemaparan di atas. pendekatan pembelajaran. materi yang dipilih dapat memberikan manfaat akademis maupun non akademis. Sekolah (guru) keterlibatan diputar hanya bagian operasional kecil peran. Langkah ini untuk merumuskan tujuan umum dan tujuan khusus. Silahkan diidentifikasi organisasi kurikulum mana yang di gunakan untuk menyusun materi kurikulum di dalam buku itu. Untuk menghargai agama. yang kompetatif Siswa yang suka berpartisipasi Siswa yang mengelakkan pelajaran Model Stern Authoritarians Anti-authoritarians Rationalis Model Kolb Model ini juga didasarkan atas psikologi Jung. Pelajaran hendaknya menyenangkan. Pendidikan Progresif (John Dewey) Memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar secara perorangan (individually learning) Memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman (learning experiencing) Guru memberi dorongan semangat dan motivasi bukan hanya pemerintah . materi pembelajaran harus diambil dari dunia peserta didik dan oleh peserta didik itu sendiri. Oleh karena itu tahap perencanaan antara dalam pengembangan kurikulum ini sangat penting artinya bagi kelanjutan kurikulum. (Gentile & Lalley: 2003) Strategi pembelajaran tuntas sebenarnya menganut pendekatan individual. Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan multi-strategi dan pendekatan multi-media. mencapai tujuan yang dicita-citakan oleh siswa sendiri. Dengan demikian proses pembelajaran lebih mengacu kepada bagaimana peserta didik belajar dan bukan lagi pada apa yang dipelajari. Pengembangan Diri bukan merupakan subyek yang harus diajarkan semata-mata oleh guru. Untuk mengamati sesuatu diperlukan perhatian. Stelah diadakan pengolahan disesuaikan dengan kemampuan dan hasil belajar siswa disimpan dalam komputer. sebenrnya merupakan penyempurnaan dari model-model sebelumnya. sukar dipertahankan. masing-masing dengan tugas tersendiri. dengan (1) lebih mengutamakan proses belajar dari pada mengajar. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. tujuan pembelajaran atau tujuan instruksional merupakan tujuan yang paling khusus dan merupakan bagian dari tujuan kurikuler. Dengan kewenangan pada sekolah untuk mengembangkan kurikulumnya. Dari hasil kajian itu. Hal ini sejalan dengan pelaksanaan kebijakan pendidikan tentang pengelolaan sekolah dasar. Dapat membuat agar bahannya mengandung makna secara intelektual. Akan tetapi ia banyak berubah berkat belajar sebagai akibat pengaruh lingkungannya terhadap mana ia senantiasa berinteraksi. Pendidikan Modern : Guru sebagai fasilitator Peserta didik juga pelaku pendidikan Memanfaatkan perkembangan media pembelajaran Tidak melakukan hukuman fisik Tempat pembelajaran bisa dimana saja. artinya penguasaan penuh atau pola pembelajaran yang menggunakan prinsip ketuntasan secara individual. Hakekat belajar menurut psikologi pendidikan adalah Ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu dalam konteks belajar. dimana sekolah dalam hal ini lebih khusus lagi guru sebagai pelaksana dan pengembang kurikulum harus mampu memutuskan metode mengajar yang bagaimana yang sesuai dengan materi ajar dan disesuaikan pula keadaan siswa. 27 Nopember 1992) sebagai sumbangan untuk bahan sidang umum itu. SIKAP GURU Sikap Otoriter Bila guru mengajarkan suatu mata pelajaran. cerdas. Kurikulum pada semua jenjang dan jensi pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. Sekolah umum lebih banyak.864. membentuk peserta didik menjadi manusia menjadi memiliki rasa kebanggaan dan cinta tanah air. keterampilan/kejuruan. Model kurikulum seperti ini mudah dilaksanakan pada negara yang menganut sistem sentralisasi dan negara yang kemampuan profesional tenaga pengajarnya masih rendah. l. Seperti modul. (2) mengadakan penilaian atau penelitian terhadap kurikulum yang digunakan. Artinya. Terutama yang menggunakan model pembelajaran yang merupakan pendekatan pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran untuk memberikan pengalaman yang bermakna. serta pengetahuan adalah akumulasi materi dan informasi. Sementara itu. yaitu para pengajar yang merupakan pelaksana kurikulum di sekolah-sekolah. dan kehidupan peserta didik. dengan tuntutan atau keinginan orang lain. Evaluasi yang digunakan adalah penilaian acuan patokan. Silabus dan iv. dalam proses pembimbingan perkembangan siswa. II. 1997). bahwa subjek yang sama dapat disajikan pada tingkat yang berbeda. Model Beauchamp (Beauchamp‘s System) Sesuai dengan namanya. Tanpa kesiapan atau kesediaan ini proses belajar tidak akan terjadi. 6. dan III adalah 27 dan kelas IV. Suatu perilaku / kemampuan yang kompleks diuraikan menjadi perilaku yang sederhana yang tersusun secara hirarkis. Pengajaran Berprogram Pengajaran berprogram adalah salah satu sistem penyampaian pengajaran dengan media cetak yang memungkinkan siswa belajar secara individual sesuai dengan kemampuan dan kesempatan belajarnya serta memperoleh hasil sesuai dengan kemampuannya juga. sehingga kurikulum sebagai acuan dalam sebagaimana mestinya. Inisiatif dan upaya pengembangan kurikulum berasal dari bawah. efisiensi. ilmu sosial. yang lebih menekankan pada interaksi antara peserta didik dengan materi/objek belajar. keterampilan sosial. dan menghargai ilmu pengetahuan dan teknologi. pengetahuan. Di samping alat dan bahan audio itu selalu sedia seorang tenaga pengajar untuk memberikan bantuan sebagai tutor. bahan pelajaran juga sudah disusun secara sistematis. Motivasi bukan merupakan syarat mutlak untuk belajar. Proses kurikulum memiliki 4 unsur. Pengembangan atau penyempurnaan ini dapat berkenan dengan suatu komponen kurikulum. Berkaitan dengan pelaksanaan KBK. Self kegiatan pembangunan dapat difasilitasi oleh konselor. tujuan pendidikan dirumuskan lebih bersifat spesifik dan lebih menggambarkan tentang ―what will the student be able to do as result of the teaching that he was unable to do before‖ (Rowntree dalam Nana Syaodih Sukmadinata. Kurikulum dikembangkan sesuai dengan tingkat pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam upaya untuk meningkatkan iman religius. b. Bila siswa memilih kemungkinan jawaban benar. serta model sosialisasi. Standar kompetensi lulusan SMP: a. sanggup memilih atas tanggung jawab sendiri. Minicourses dapat disusun berbagai macam tujuan. tetapi dalam pembelajaran teknologis masih dimungkinkan bagi peserta didik untuk belajar secara individual. dan testing. yaitu jumlah dari model yang paling sederhana sampai dengan yang berikutnya. p. sekolah. Merupakan langkah terakhir yang mencakup empat hal. (d) belajar untuk hidup dengan dan bermanfaat bagi orang lain. Fisik. c. Para peserta didik seharusnya menjadi perhatian pusat kegiatan belajar (peserta didik kurikulum oriented). Pengembangan kurikulum yang berorientasi pada bahan pelajaran hanya akan sampai pada Model III. Agama dan akhlak mulia Subjek ini bertujuan untuk mengembangkan peserta didik untuk menjadi agama orang setia yang dimiliki karakter mulia. dan muatan lokal yang relevan. Kurikulum baru adalah ‗peserta didik dan kompetensi yang berorientasi dan dilaksanakan dengan memperhatikan potensi peserta didik. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah tersebut. karena inisiatif dan gagasan dari pada administrator pendidikan dan menggunakan prosedur administrasi. asal sesuai dengan pribadi dan keinginan murid. akan tetapi secara individual. PROSES BELAJAR MENGAJAR MENURUT PILIHAN SISWA Pendekatan yang berbeda dengan apa yang telah dikemukakan di atas ialah penyediaan berbagai kemungkinan metode belajar seperti metode kuliah. Dalam pengertian tersebut sudah jelas untuk mengembangkan Intelektual / Kecerdasan. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. orientation to goals. Model Terbaik Hilda Taba (Taba‘s Inverted Model) Model pengembangan kurikulum yang dikemukakan oleh Taba berbeda dengan cara lazim yang bersifat deduktif karena caranya yang bersifat induktif. minat. IPA dan PKN). minat. Tujuan itulah yang bersifat mengikat semua komponen yang lain. motivator dan pengevaluasi memang sampai kini dituntut ada pada diri guru Indonesia. Memasukkan dalam perkuliahannya hal-hal yang tidak dimuat dalam buku pelajaran. Untuk mematuhi aturan-aturan sosial di lingkungan mereka yang lebih luas. Menteri Pendidikan Nasional dekrit No 22 dan 23/2006 menetapkan standar isi dan kompetensi lulusan standard pengembangan kurikulum. Pancasila hanya sebatas menghapalkan dan doktrinasi. Menentukan sistem insentif untuk mereka yang memberi waktu dan tenaga khusus bagi pembaharuan. Program Tahunan ii. yaitu meliputi . Suatu modul ialah suatu kesatuan yang bulat dan lengkap yang terdiri atas serangkaian kegiatan belajar yang secara empiri telah terbukti memberi hasil belajar yang efektif. ilmu pengetahuan alam. Instrumen yang digunakan untuk mengevaluasi dimensi kuantitatif. model tersebut merupakan model tradisional yang masih dipergunakan. (c) belajar untuk bisa bekerja efektif. dikemukakan syarat-syarat evaluasi kurikulum yaitu ―acknowledge presence of value and valuing. r. metode yang digunakan untuk mengelola pengalaman belajar. Agar hasil evaluasi kurikulum tetap bermakna diperlukan persyaratan-persyaratan tertentu. Sistem Pendidikan Nasional Undang-Undang (No 20/2003) menyediakan kerangka hukum kurikulum diimplementasikan di Indonesia. berilmu. karena kurikulum merupakan inti dari bidang pendidikan dan dan memiliki pengaruh terhadap seluruh kegiatan pendidikan. Untuk menunjukkan kemampuan berpikir logis. 2011 Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) (tugas makul Pengembangan Kurikulum Dan Program Pengajaran) KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK). Kurikulum dilaksanakan dengan memanfaatkan sumber-sumber alam. Keuntungan-keuntungan pengajaran modul ini antara lain: Memberikan feedback atau balikan yang segera dan terus-menerus. Komprehensif dan terus Konten Kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara terus menerus melalui semua tingkat pendidikan. Dengan demikian. jadi tutor itu tidak memberi pelajaran. kolusi. yang seharusnya aktif dalam suatu proses pembelajaran adalah peserta didik itu sendiri. model ini benar-benar memadukan teori dan praktek. harus sanggup mengemukakannya dengan jelas. dan VI adalah 32 minggu. bersifat sentralistik. memberikan kerangka yang jelas dan bersedia untuk memberi respons kepada pernyataan mereka. dan lingkungan mereka Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki potensi yang unik untuk mengembangkan kompetensi mereka untuk menjadi warga negara agama setia. kondisi geografi. Untuk menunjukkan kemampuan berpikir logis. teknologis dan rekonstruksi sosial. Memberi informasi tentang berbagai referensi dan sumber-sumber serta alat audio-visual yang tersedia. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab‖. 1) Sahih (valid). pengetahuan. Model yang paling sederhana yang menggambarkan bahwa kegiatan pendidikan semata-mata terdiri atas kegiatan memberikan informasi (isi pelajaran). Program Semester iii. dan baru dinilai pada akhir pelajaran itu. individualitas. kreatif. 3) Kelompok mata pelajaran Ilmu pengetahuan dan teknologi bertujuan mengembangkan logika. yakni perhatian akan perbedaan individual di kalangan para pelajar dan usaha untuk menyesuaikan pelajaran dengan perbedaan itu. Memungkinkan siswa untuk memahami prinsip-prinsip pokoknya. yaitu : Mengadakan unit-unit eksperimen kerjasama guru-guru. Oleh karena itu. ―Bermain Peranan. maka dengan sendirinya juga mencapai tujuan kurikuler. Model II. persaingan global yang memungkinkan hanya mereka yang mampu akan berhasil. seni dan budaya. 4) Layak dipelajari. pada saat yang bersamaan mengambil test diagnostik yang berbeda-beda. Gaya respons siswa terhadap stimulus Impulsif – Reflektif Tipe orang yang impusif atau refleksif dapat diselidiki dengan test antara lain dengan memperlihatkan suatu gambar. Post-test untuk mengetahui tingkat penguasaan murid. Belajar sepanjang hayat 9. Kurikulum pada dasarnya dikembangkan berdasarkan prinsip diversifikasi yang terkait dengan satuan pendidikan. Prinsip dasar bagi bentuk pengajaran ini ialah kita harus mengetahui persis: Apa yang ingin kita ajarkan kepada murid. c. apakah seseorang rela untuk mengorbankan waktu yang begitu banyak agar mencapai tingkat penguasaan tertentu. lebih disesuaikan dengan perkembangan situasi dan kondisi serta era yang terjadi saat ini. tetapi juga perlu disesuaikan dengan sistem pendidikan mana yang digunakan. tahapan atau prosedur harus diikuti dengan benar. kebenaran dan keindahan dari pada warisan budaya dan dampak sosial tertentu. Model pengembangan dalam kurikulum yang sifatnya subjek akademis berbeda dengan kurikulum humanistik. landasan-landasan. Da kemungkinan seorang murid menguasainya dalam beberapa tahun. Tujuan pendidikan dasar adalah untuk mengembangkan kecerdasan dasar peserta didik ‗. Perencanaan ini di maksudkan untuk mengetahui langkah apa yang dapat dalam melaksankan kurikulum. Materi pembelajaran yang didasarkan pada filsafat konstruktivisme. termasuk mengenali di mana ia mengalami kesulitan dengan segera. mobil dan sebagainya. cara penilaian serta fasilitas pendidikan lainnya. muatan lokal. Nilai budaya dan agama hanya terintegrasi ke dalam mata pelajaran. ― objective. kurang jelas kedengaran bagi seluruh siswa. ternyata: Semangat belajar dalam tiap metode belajar tinggi. Guru adalah perencana. bersalah dan kemuraman. 3. Ini termasuk siswa yang menghadiri madrasah. Pengaruh dan perubahan sistem nilai (Filsafat Pendidikan dan Filsafat Negara terhadap pengembangan kurikulum sekolah. yang menggunakan model kurikulum ―WHEELER ― yaitu dari atas ke bawah atau dengan kata lain dari pusat ke daerah. Perjuangan bersifat kedaerahan berganti dengan bersifat kebangsaan. Tahap Pelaksanaan Seusai fungsinya kurikulum merupakan sarana untuk mencapai tujuan intruksional. Pengajaran itu harus menguasai betul bahan yang diberikannya. tiap unit kurikulum telah memiliki rumusan tentang hasil yang diharapkan. kreatif. “ Nurturant Effects” mana saja yang menurut pendapat anda telah berhasil dimiliki siswa anda. Konstruktif dan bersifat membantu dalam kritiknya. Instrumen yang digunakan untuk mengevaluasi diemensi kuantitaif berbeda dengan dimensi kualitatif. sehingga dapat digunakan oleh siswa menurut waktu yang sesuai dengan jadwal masing-masing. staf para siswa. Yang tidak baik. Pendidikan memerlukan kebebasan akan tetapi juga pengendalian. Tiap anak memerlukan metode tersendiri yang sesuai baginya. 1997. pengembangan. Kurikulum yang ada dibuat oleh Belanda. menyesuaikan diri dengan ketentuan-ketentuan. sehingga keberhasilan dan pencapaian tujuan akan mengalami hambatan. ini lebih menekankan pada hasil belajar pada proses. Bagaimanakah guru dapat memanfaatkannya dalam proses belajar-mengajar Manfaat Gaya Belajar Dengan mengetahui gaya belajar siswa guru dapat menyesuaikan gaya mengajarnya dengan kebutuhan siswa. Sikap menghargai pendapat teman satu kelompok maupun pendapat kelompok lain c. administrator pendidikan menyisin komisi atau tim kerja pengembangan kurikulum. pendidikan mengikuti kebijakan link dan match. Dalam hal ini batas ketuntasan belajar harus ditetapkan oleh guru. Orang yang preseptif dalam mengumpulkan informasi mencoba mengadakan organisasi dalam hal-hal yang diterimanya. Keuntungan model ini adalah proses pengambilan keputusan terletak pada para pelaksana. Kepercayaan Akan Kesanggupan Manusia Syarat ini mengenai diri guru. Pendekatan yang digunakan mendekati model Personalized System of Instruction (PSI) seperti dikembangkan oleh Keller. menurut cara-caranya masing-masing sekalipun ia berada dalam kelompok. Langkah kedua menyusun instrumen untuk menilai ketercapaian hasil belajar tersebut. h. Nurturant effects atau efek pengiring merupakan fungsi pembentukan yang dimiliki siswa sebelum dan saat kegiatan belajar terjadi. Guru lebih banyak menempatkan peserta didik sebagai objek dan bukan sebagai subjek didik. Langkah keempat membandingkan biaya dan keuntungan dari beberapa program pendidikan. Materi pembelajaran lebih memperhatikan tentang kebutuhan. Karena hanya guru yang memahami kondisi lapangan. Pola pendidikan ini menekankan pada pemecahan masalah. Kesesuaian gaya mengajar dengan gaya belajar mempertinggi efektivitas belajar. memilih metode dan alat-alat bantu pelajaran. Dikembangkan dengan menganut prinsip diversifikasi (memasukkan muatan lokal sesuai kebutuhan daerah/sekolah) 5. p. 7. Dengan demikian.instasi. melaksanakan. Indikator kinerja yang dievaluasi tidak hanya terbatas pada efektivitas saja. Pengembangan kurikulum model dari bawah ini menuntut adanya kerjasama antar guru. serta harus ada kerjasama antar pihak orang tua murid dan masyarakat. kurang jelas uraiannya. dan sebagainya. serta menghargai perbedaan agama. kepribadian. maka besar kemungkinan peserta didik akan mencapai tingkat penguasaan kompetensi. organisasi bahan. Penyusunan kurikulum dengan memasukkan pandangan dan harapan masyarakat. Caranya belajar lain dari orang lain untuk menguasai bahan tertentu. Undang-undang mendefinisikan kurikulum sebagai seperangkat rencana berkaitan dengan tujuan. 2. Pengembangan kurikulum diutamakan pada pembangunan manusia seutuhnya. Akan tetapi. Yang diulangi hanya bagian-bagian yang belum di kuasainya dan tidak perlu seluruh pelajaran itu. Penerapan Standar Isi yang berbasis pendekatan kompetensi sebagai upaya perbaikan kondisi pendidikan di tanah air ini memiliki beberapa alasan. dan nyaman mengekspresikan diri. jenis. Siswa penarik perhatian Mereka ini sangat berorientasi pada hubungan sosial. dan dengan demikian membimbing jalan pikiran siswa. yang hendak dicapai dari setiap kegiatan pembelajaran dari setiap mata pelajaran.531. dan seperempat sampai sepertiga termasuk golongan anak yang bodoh. Namun dalam implementasinya sangat sulit untuk menentukan materi pembelajaran yang beranjak hanya dari satu filsafat tertentu. (6) mengorganisasi pengalaman belajar. Apa yang telah diketahui murid tentang bahan yang akan diberikan. guru tidak banyak melakukan intervensi. ras. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama. atau ―recall of verbal information‖ dan yang ketiga yang mengenai keterampilan intelektual disebut :reinstatement‖ atau merumuskan kembali atau menggunakannya dalam situasi yang baru. Mempersiapkan dan menyediakan penasehat akademis yang membimbing siswa dalam cara belajar yang efektif menurut gaya belajar masing-masing. 3. estetika. Mulai dari menentukan materi metode yang akan digunakan. berbicara. Adanya Masalah Syarat pertama ialah adanya suatu masalah yang menarik dan bermakna bagi murid. Kerangka Dasar Kurikulum dan Kompetensi 1. dan logis. Artinya bahwa gurunmemberikan penjelasan tentang arah kegiatan pembelajaran yang merupakan kebutuhan siswa. pendidik memiliki wewenang penuh untuk menentukan materi pembelajaran. Mereorganisasi jadwal waktu. belajar. tutup. Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Dasar dan Junior Struktur Kurikulum SD termasuk konten pembelajaran pelajari dalam enam tahun pendidikan dimulai dari kelas I sampai kelas VI dan tiga tahun di sekolah menengah pertama dimulai dari Kelas VII sampai kelas IX. negara. sekaligus menentukan bagaimana cara-cara yang paling sesuai untuk memperoleh materi dan mencapai tujuan belajarnya. Dalam prakteknya untuk menentukan materi pembelajaran perlu memperhatikan hal-hal berikut :. dan perbedaan sosial-ekonomi di lingkungan mereka. matematika. teknologi. Tanggap terhadap perkembangan IPTEK dan Seni 7. yaitu : (1) evaluasi tentang pelaksanaan kurikulum oleh guru-guru. matematika. sedangkan pada kelas IV. Pembelajaran tuntas sangat mengandalkan pada pendekatan tutorial dengan sesion-sesion kelompok kecil. guru. Mereka ini merasa dirinya tak mampu dan tak berkuasa. dan negara. Pengajaran modul memberikan bahan yang sedikit sekaligus dan langsung diberi penilaian. persaingan yang terjadi pada lembaga pendidikan. tetapi telah diramu sedemikian rupa dan diambil hal-hal yang esensialnya saja untuk mendukung penguasaan suatu kompetensi. tahap pengembangan. e. Yang menjadi persoalan di sini adalah. II. kemampuan berpikir dan analisis peserta didik. dan kreatif dengan bimbingan guru mereka. yaitu dengan memasukkan tujuan ke dalamnya. Dalam dirinya berbaur rasa-harga diri dengan rasa. yang dikembangkan secara menyeluruh dan mendiseminasikan (menerapkan kurikulum pada daerah atau sekolah yang lebih luas). dan berhitung 3. (8) melihat sekuens dan keseimbangan. Sembilan tahun pendidikan dasar adalah wajib. bereaksi. Menyarankan kegiatan-kegiatan belajar yang diperlukan oleh seorang murid serta menilai kembali pekerjaan murid pada waktunya serta memberi tugas-tugas baru untuk dikerjakan selanjutnya. teknologi pengajaran. Tujuan pembelajaran merupakan tujuan pendidikan yang lebih operasional. Model I ini mengabaikan cara-cara (metode) dalam proses berlangsungnya kegiatan belajar mengajar dan urutan atau organisasi bahwa pelajaran secara sistematis. Siswa ―penembak tersembunyi‖ Seperti siswa ―pahlawan‖ mereka ini mempunyai jiwa pemberontak. dsb.‖ dan lain-lain untuk tiap bidang studi atau topik. ilmu alam. Langkah ini dimaksudkan untuk mengetahui validitas dan kepraktisannya untuk kelas-kelas atau tempat lain. Masa Orde Lama Pada masa ini. dan / atau program pendidikan akselerasi setara dengan pelajar ‗potensi panggung. Model dari Bawah (The Grass Roots Model) Model dari bawah ini merupakan lawan dari model administratif. Model Grasha – Riechmann Siswa berdikari Siswa yang tak dapat berdiri sendiri Siswa yang kooperatif Siswa yang suka bersaing. tetapi tiap halaman hanya mengandung satu langkah baik penjelasan maupun pertanyaan. Salah satu dimensi yang sering mendapat sorotan adalah dimensi kuantitas dan kualitas. penghargaan hak asasi manusia. j. kegunaan dan fungsi. Kurikulum masa orde baru. 5) jasmani. maka hasilnya akan berbeda menurut bakat mereka. Pemerintah Pusat memberikan panduan dalam mengembangkan kompetensi dasar kurikulum tingkat sekolah. Berpusat pada kebenaran dan guru. kemudian setiap langkah sebelumnya diikuti oleh langkah berikutnya. Ada pula yang mengeluh karena kuliah itu terlampau cepat diberikan sehingga tak dapat diikuti. Oleh sebab itu. Ada empat kategori orang yang turut berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum. dan puas. evaluasi kurikulum dimaksudkan untuk memeriksa kinerja kurikulum secara keseluruhan ditinjau dari berbagai kriteria. diskusi. tampak bahwa dilihat dari filsafat yang melandasi pengembangam kurikulum terdapat perbedaan dalam menentukan materi pembelajaran. Model-Model Gaya Respons Siswa penurut Siswa ini termasuk siswa yang ―baik‖ karena mengikuti apa yang disuruh lakukan. Untuk menunjukkan kebiasaan untuk hidup bersih. Artinya materi /isi pembelajaran di sekolah yang berstandar lokal atau yang berstandar nasional tentu berbeda dengan sekolah yang berstandar internasional. Yang menjadi stimulus ialah sebenarnya suatu kumpulan stimuli yang terdiri atas penglihatan. Inti pendekatan ini adalah belajar sendiri oleh murid dalam booth. Pendidikan nasional merupakan bagian dari pengembangan kurikulum di sekolah lebih baik dari sebelumnya. dan (3) pendekatan campuran multivariasi. memasukkan karakter kebangsaan kepada kurikulum dengan tujuan pembinaan watak kebangsaan sebagai warisan budaya luhur dapat diterapkan sehingga dapat menjadi penyaring generasi muda terhadap budaya luar yang merusak tidak hanya jiwanya tetapi juga keutuhan bangsanya. ia tidak hanya mengutamakan mata pelajaran akan tetapi harus juga memperhatikan anak itu sendiri sebagai manusia yang harus dikembangkan pribadinya. Setelah semua tugas ini dari tim kerja selesai. dan kepentingan. Anak – anak di sekolah sering dihadapkan dengan bahan pelajaran yang tidak disadari maknanya bagi dirinya. Kebijakan baru tentang kurikulum. maka dalam prakteknya cenderung digunakan secara eklektik dan fleksibel. Perspektif – Reseptif. Dengan menggunakan tes diagnostik yang dirancang secara baik. Merujuk pada pemikiran Bloom. Untuk menunjukkan semangat untuk membaca dan menulis artikel singkat dan sederhana. Orang yan Intuitif langsung mengemukakan jawaban tertentu tanpa menggunakan informasi secara sistematis. sehingga visi dan misi sekolah dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan. baik untuk penentuan kebijakan pendidikan pada umumnya maupun untuk pengambilan keputusan dalam kurikulum itu sendiri. kewarganegaraan. Menyusun program. walaupun ada hal-hal lain yang menarik perhatiannya. seperti sistem pendidikan. seperti tes standar. pendidikan kesehatan. Peran guru harus intensif dalam hal-hal berikut: Menjabarkan/memecah KD (Kompetensi Dasar) ke dalam satuan-satuan (unit-unit) yang lebih kecil dengan memperhatikan pengetahuan prasyaratnya. alat audio-visual. s.dalam arti kata pendidikan memiliki kaitan kuat dengan kebutuhan pasar. kemudian dapat diberikan ganjaran simbolis seperti pujian. aktivitas.–sebagaimana yang banyak dikembangkan oleh kalangan pendukung filsafat klasik dalam rangka pewarisan budaya ataupun keabadian. Menentukan taraf kemampuan permulaan siswa disangsikan bahwa tiap siswa memang mendapat tugas yang sesuai dengan kesanggupan masing-masing. Pandangan yang mendasari pengembangan kurikulum model ini adalah pengembangan kurikulum secara demokratis yaitu berasal dari bawah. merasa dirinya aman. Sekolah. Untuk menunjukkan kemampuan belajar mandiri setara dengan potensi mereka sendiri. permainan dan pembelajaran berbasis komputer (Kindsvatter. Ki Hajar Dewantara. teknologi. Untuk bertindak atas ajaran agama mereka sesuai dengan tahap pra-remaja perkembangan mereka. pengetahuan. misalnya bentuk geometris. yaitu melalui pengujian terlebih dahulu oleh staf pengajar yang profesional. tanggung jawab sosial. dan muatan lokal yang relevan. dan jika dia menghabiskan waktu yang diperlukan. guru melakukan pembimbingan dengan berusaha mengenal para peserta didiknya secara personal. serta kecakapan hidup (life skill). pelestarian lingkungan. kreatif. atau paksaan. Pendekatan audio-tutorial Pendekatan ini juga berdasarkan belajar secara individual. Basis kompetensi kurikulum sekolah disebut tingkat dikembangkan berdasarkan standar isi dan kompetensi. sosial-budaya. continuity. tahap pengembangan. pelaksanaan pengembangannya. karena biasanya kebanyakan staf pengajar tidak berminat dan tidak turut aktif dalam pembaharuan. yaitu : i. sekolah dan organisasi masyarakat serta wibawa dari pengetahuan profesional. terlebih dahulu akan kami ungkap pengertian kurikulum. buku-buku kerja. dan setiap kompetensi harus diberikan feedback. dari yang mudah ke yang lebih sukar dan juga memperhatikan luas dan dalamnya suatu bahan pelajaran. seperti ceramah atau seminar. Fisika. tujuan pendidikan nasional dapat dilihat secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. pengetahuan. (2) merumuskan tujuan khusus. Ada delapan langkah kegiatan dalam unit eksperimen ini : (1) mendiagnosis kebutuhan. dari yang sederhana dampai yang modern dan kompleks. seni dan budaya. Asumsi dasarnya adalah: bahwa semua orang bisa belajar apa saja.650 dan 3. Dalam sistem ini siswa harus lebih dahulu mengadakan bacaan atau belajar sendiri. Hanya memberi kesempatan belajar sendiri menurut kecepatan masing-masing. 2. akhlak mulia. 9. dimensi. bergantung pada dimensi-dimensi yang menjadi fokus evaluasi. sekolah sudah ada tetapi tidak benyak. tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. Kemudian dikembangkan menjadi pedoman pembelajaran lalu diimplementasikan dalam proses pembelajaran sampai akhirnya melakukan evaluasi yang hasilnya akan dijadikan bahan untuk menentukan orientasi dalam pengembangan kurikulum yang akan datang. 1996) EVALUASI Penting untuk dicatat bahwa ketuntasan belajar dalam KTSP ditetapkan dengan penilaian acuan patokan (criterion referenced) pada setiap kompetensi dasar dan tidak ditetapkan berdasarkan norma (norm referenced). berpikir. satu atau beberapa bidang studi ataupun seluruh bidang studi dan seluruh komponen kurikulum. seperti tentanga ―Metode pelajaran berprogram‖. Untuk menunjukkan semangat untuk membaca dan menulis. Dengan kata lain. jenis. Anda renungkan. ia menyeting informasi yang masuk dan memperhatikan hubungan-hubungan di antaranya. Model administratif sering pula disebut sebagai model ―garis staf‖ (line staff) atau ―dari atas ke bawah‖ (top down). Jadi. kegiatan evaluasi dan menentukan seluruh desain kurikulum. Untuk berkomunikasi dengan jelas dan sopan. menilai serta memanfaatkan informasi termasuk dengan pemanfaatan teknotogi informasi. Guru sebagai model Guru-guru yang membiarkan anak-anak melakukan apa yang mereka inginkan tidak memberi bimbingan dan juga tidak mengajar mereka. Di zaman Orde Baru untuk memenuhi standarisasi orang harus bersekolah dimana? Mereka dididik untuk mendapatkan keterampilan tertentu supaya siap bekerja di Era Reformasi sekarang ini atau disebut zaman internet kata bisa belajar dimana saja dan kapan saja tanpa ada batasan waktu dan ruang. Meski masih bersifat penguasaan materi atau kompetensi seperti dalam pendekatan klasik. Mengingat kecepatan tiap-tiap peserta didik dalam pencapaian KD tidak sama. kritis. yang tentu akan banyak menghamburkan waktu dan tenaga murid. Rogers seorang ahli psiko-terapi mengemukakan suatu cara pendidik yang perlu mendapatkan perhatian kita sebagai guru dan pendidik. hak. Kemajuan peserta didik sangat bertumpu pada usaha serta ketekunannya secara individual. Keputusan tentang evaluasi pendidikan Unsur keputusan tentang evaluasi dalam proses kurikulum adalah unsur keputusan tentang evaluasi dalam pendidikan tidak kalah pentingnya dengan unsur-unsur yang lain. seperti telah dikemukakan lebih dahulu. Kesiapan belajar adalah kondisi-kondisi yang mendahului kegiatan belajar itu sendiri. n. pengalaman belajar yang harus disediakan untuk mencapai tujuan . antara lain: belajar berprogram (programmed instruction). 1968.A. Peserta didik secara aktif menentukan materi dan tujuan belajarnya sesuai dengan minat dan kebutuhannya. untuk belajar sendiri. II. Siswa yang belajar dalam kelompok kecil mencapai angka yang paling tinggi pada test berbentuk essay yang diberikan secara tiba-tiba tanpa diberitahukan lebih dahulu. memilih bahan pelajaran. kritis. kejuruan . Hasil – hasil evaluasi kurikulum juga dapat digunakan oleh guru-guru. dinamis. simulasi atau role playing. 4. Cara pertama ialah mulai mengajarkan langkah terakhir. The Systemic Action-Research Model Model kurikulum ini didasarkan pada asumsi bahwa perkembangan kurikulu merupakan perubahan sosial. dan bangsa. d. ilmu pengetahuan alam. seperti : pembelajaran moduler. Model belajar. Ini tidak berarti bahwa pelajaran harus dibuat sulit agar ada nilainya. memberikan bahan pelajaran yang banyak serta panjang. Menurut kalangan progresivisme. dengan yang kurang pandai dalam pencapaian kompetensi. yaitu program linier (Skinner) dan program bercabang (Crowder). Bahan pelajaran (perkembangan intelektual) dan anak (perkembangan anak sebagai pribadi yang bulat). kebijaksanaan dan strategi utama dalam pengembangan kurikulum. Untuk menunjukkan kemampuan dalam mendengarkan. Menjaga kecepatan yang serasi selama pertemuan pelajarannya. khususnya para guru. Pendidikan kita kurang memberikan kesempatan kepada peserta didik dalam berbagai mata pelajaran. tokoh pendidikan Ahmad Dahlan mendirikan pendidikan dengan asas Islam yang bernama Muhammadiyah dengan lima butir dasar pendidikannya yaitu perubahan cara berpikir. sehingga apabila terdapat hal-hal yang kurang tepat atau kurang sesuai dengan perubahan zaman. langkah. interview. (4) profesional lain dan tokoh-tokoh masyarakat. Di akhir program diadakan tes untuk menilai keberhasilan pencapaian tujuan program. Sedangkan Hakekat Belajar menurut Kurikulum yang berkonsep idealis adalah belajar merupakan proses untuk mengambil keputusan. (4) menggunakan banyak feedback atau balikan dan evaluasi. secara umum secara kuantitatif cukup berhasil tetapi kualitatif tertinggal. danmenumbuhkan rasa sportifitas. Perkembangan Pola Pendidikan adalah pendiidkan tradisional. Adapun langkah-langkahnya adalah : mengidentifikasi prasyarat (prerequisite). Untuk menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk melanjutkan studi di pendidikan menengah. n. Selain itu pola pendidikan modern menekankan pada pengajaran dan ketuntasan belajar serta tanggap terhadap perkembangan modern siap menghadapi perubahan zaman. untuk mengembangkan kemampuan berpikir holistik (menyeluruh). misalnya apakah peserta didik harus mencapai nilai 75. disusun rencana menyeluruh tentang cara-cara mengatasi masalah dan tindakan apa yang harus diambil. ia mengharapkan penghargaan dari teman-temannya dan mencegah celaan mereka. Tidak ada satu metode tersendiri yang sesuai bagi semua anak. ahli disiplin ilmu. Peran guru dalam pembelajaran teknologis lebih cenderung sebagai director of learning. kecerdasan. menyikapi dan mengapresiasikan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menanamkan kebiasaan berpikir kritis. Ausubel (1968) berpendapat bahwa motivasi yang dikaitakan dengan motivasi sosial tidak begitu penting dibandingkan dengan motivasi yang bertalian dengan penguasaan tugas dan keberhasilan. pengembangan. dan pengembangan diri. model ini diformulasikan oleh G. Organisasi kurikulum yang digunakan untuk menyusun buku paket tersebut adalah Organisasi Integrates Curriculum. persaingan kemampuan SDM (Sumber Daya Manusia) produk lembaga pendidikan.‖ Evaluasi kurikulum juga bervariasi. senang dan sedih. menerapkan karakter bangsa secara tertulis dan dituangkan dalam silabus tidak lagi secara tersirat dan mulok yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah. 4. Konten lokal adalah kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi disesuaikan dengan karakteristik lokal yang unik dan potensi. keragaman bangsa. Pengembangan kurikulum pada hakekatnya adalah sebuah proses siklus yang tidak pernah berakhir. Sama halnya dengan program linier. Pendidikan dasar kurikulum dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh sekolah masing-masing (atau sama) / madrasah komite (sekolah kurikulum tingkat) dikoordinasikan dan diawasi oleh kantor pendidikan daerah (pemda) dan kantor kabupaten dari Departemen Agama. Murid-murid biasanya hanya belajar bila menghadapi test. maka dapat dicapai keberhasilan penuh bagi setiap anak dalam tiap bidang studi. diskusi. Tetapi jika peserta didik tidak diberi cukup waktu atau dia tidak dapat menggunakan waktu yang diperlukan secara penuh. IV. artinya anak itu suka bekerja sama dengan anak-anak lain dan dengan guru. antara lain. Dapatkah anda menjamin bahwa apabila siswa berhasil mencapai tujuan intruksional. atau kombinasi antara dua metode. tujuan kurikuler dapat didefinisikan sebagai kualifikasi yang harus dimiliki anak didik setelah mereka menyelesaikan suatu bidang studi tertentu dalam suatu lembaga pendidikan. Sebagai motivator. (3) sebagai bahan untuk menilai kembali dan mengadakan modifikasi. Upaya-upaya dalam rangka perbaikan dan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi meliputi: kewenangan pengembangan. Dapat menyelesaikan seluruh bahkan untuk sekolahnya. Pusat-pusat Pelatihan Depdiknas telah melakukan sesi pelatihan untuk kepala sekolah dan guru dalam mengembangkan kompetensi dasar kurikulum tingkat sekolah. potensi daerah. sosial bahkan tentang alam. karena sebagian besar anak-anak tidak mengerti dengan benar apa yang diajarkan. Organisasi kurikulum yang digunakan untuk menyusun materi kurikulum dalam penyusunan buku tersebut adalah Correlated Curriculum. 2 Th. 4. alat/bahan sebagai sumber yang akan digunakan dalam pengembangan kurikulum sampai pada masalah mentoring dan evaluasi yang akan diterapkannya termasuk menentukan visi misi yang akan dijadikan keluar dalam pengembangan kurikulum. Bisa jadi kurikulum yang akan dilaksanakan tidak sesuai dengan stakeholder atau tidak sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat yang ada. serta muatan lokal yang relevan. Analisilah kurikulum kita selama ini dikaitkan dengan model-model kurikulum. psikomotor. Jumlah guru di disekolah SD dan SMP (publik dan swasta) adalah 1. orde baru. matematika. Selain itu. Tokoh-tokoh pendidikan saat itu adalah M. Cara kedua ialah mulai dengan langkah pertama dan seterusnya langkah-langkah berikutnya sampai langkah terakhir. Maka karena itu. Menyajikan materi pembelajaran dalam bentuk yang bervariasi Memonitor seluruh pekerjaan peserta didik Menilai perkembangan peserta didik dalam pencapaian kompetensi (kognitif. Itu sebabnya setiap anak memerlukan bantuan individual. 1982). g. Untuk bertanggung jawab mengambil keuntungan dari lingkungan mereka. dengan adat kebiasaan serta norma-norma dunia sekitarnya. 23/2006 tentang Standar Kompetensi lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menegah dan peraturan menteri No. k. Untuk menunjukkan kemampuan dalam seni lokal dan kegiatan budaya. dan KBK yang disempurnakan menjadi kurikulum KTSP atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Namun lebih penting ialah memupuk ―attentional set‖ sikap memperhatikan pada anak. Belum lagi adanya perubahan yang terjadi pada berbagai komponen yang terkait. (3) evaluasi hasil belajar siswa. Cara penyampaian Kecepatan antara lain ditentukan oleh taraf kesulitan mata pelajaran dan bahan yang disampaikan. dan masa reformasi. Sikap solidaritas antar teman baik teman sekelompok maupun terhadap kelompok lain dalam pelaksanaan pembelajaran melalui metode pengajaran diskusi kelompok. q. Dalam penggembangan kurikulum tentu harus dilakukan dengan cermat artinya. Kegiatan ini mempunyai beberapa fungsi yaitu : (1) menyiapkan data bagi evaluasi tindakan. Apa yang diajarkan hendaknya dipahami sepenuhnya oleh semua anak. dan (5) memberi kesempatan kepada murid untuk maju dengan kecepatan masing-masing. seni dan budaya. menentukan waktu untuk tiap program/dengan tingkat keberhasilan tertentu. Guru yang baik harus meninggalkan dan menanggalkan kurva normal sebagai ukuran keberhasilan proses mengajar-belajar. Yang menekankan pada keabadian. (2) sebagai bahan pemahaman tentang masalah yang dihadapi. Termasuk mendesain intruksional atau memutuskan untuk menentukan model-model pembelajaran yang tepat. yaitu : Menetapkan ―arena atau lingkup wilayah‖ yang akan dicakup oleh kurikulum tersebut. tidak mendidik anak menjadi manusia merdeka yang demokratis yang sanggup berdiri sendiri. Kepada para siswa dan guru diminta untuk melengkapi pertanyaan tentang unit kurikulum tersebut. Melakukan berbagai percobaan. dengan menitikberatkan pada pengembangan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia indonesia dalam upaya mewujudkan tujuan nasional. Harapan dari proses pembelajaran dengan pendekatan belajar tuntas adalah untuk mempertinggi rata-rata prestasi peserta didik dalam belajar dengan memberikan kualitas pembelajaran yang lebih sesuai. e. Anak-anak dapat belajar menurut kecepatan masing-masing degan bahan pelajaran yang tidak seragam dengan yang lain dan memungkinkan pendalaman bagi individu menurut tujuan masing-masing. Membuka kemungkinan untuk melakukan test formatif. budaya. memilih dan menyusun sekuens bahan pelajaran

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->