Hakikat Pendidik Dan Peserta Didik

HAKIKAT PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM A.

Pendahuluan Sebelum kami menjelskan Hakekat Pendidik dan Peserta Didik pelu kiranya kami menjelaskan apa pendidikan itu. Menurut Ki Hajar Dewantara, pengertian secara umum adalah selalu berdasarkan pada apa yang dapat kita saksikan dalam semua macam pendidikan, maka dengan demikian teranglah bahwa yang dinamakan pendidikan yaitu tuntunan dadalam hidup tumbuhnya anak-anak. Adapun yang di maksud dengan pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak tersebut agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Dan perlu kita ketahui bahwa di dalam “pendidikan” mempunyai pengertian suatu proses bimbingan, tuntunan atau pimpinan yang didalamnya mengandung beberapa unsur-unsur yang harus diperhatikan, diantaranya adalah : 1) 2) 3) 4) 5) inginkan. 6) Didalam bimbingan menggunakan metode tertentu. Di selanjutnya di dalam makalah ini penulis akan menjelaskan hakikat pendidik dan peserta didik dalam pendidikan Islam. Didalam bimbingan ada pembimbingnya ( pendidik ) dan yang dibimbing (terdidik). Bimbingan mempunyai arah yang bertitik tolak pada dasar pendidikan dan berakhir pada tujuaqn pendidikan. Bimbingan berlangsung pada suatu tempat, lingkungan atau lembaga pendidikan tertentu. Bimbingan merupakan proses, maka harus proses ini berlangsung dalam jangka waktu terntu. Didalam bimbingan harus mempunyai bahan yang akan disampaikan pada anak didik untuk mengembangkan pribadi seperti yang di

1

B. Hakekat Pendidik a. Pengertian Pendidik Dari segi bahasa, seperti yang dikutip Abudin Nata dari WJS, Poerwadarminta pengertian pendidik adalah orang yang mendidik. Pengertian ini memberikan kesan, bahwa pendidik adalah orang yang melakukan kegiatan dalam bidang mendidik. Pendidik dalam bahasa Inggris disebut Teacher, dalam bahasa Arab disebut Ustadz, Mudarris, Mu’alim dan Mu’adib. Dalam literatur lainya kita mengenal guru, dosen, pengajar, tutor, lecturer, educator, trainer dan lain sebagainya. Sedangkan Pendidik dalam perspektif pendidikan Islam adalah orangorang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan seluruh potensi peserta didik , baik petensi afektif, kognitif, maupun psikomotorik sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.1 Beberapa kata di atas secara keseluruhan terhimpun dalam kata pendidik, karena keseluruhan kata tersebut mengacu kepada seorang yang memberikan pengetahuan, keterampilan atau pengalaman kepada orang lain. Kata-kata yang bervariasi tersebut menunjukan adanya perbedaan ruang gerak dan lingkungan di mana pengetahuan dan keterampilan diberikan. Dikutip dari Abudin Nata, pengertian pendidik adalah orang yang mendidik.Pengertian ini memberikan kesan bahwa pendidik adalah orang yang melakukan kegiatan dalam bidang mendidik. Secara khusus pendidikan dalam persepektif pendidikan Islam adalah orang-orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan seluruh potensi peseta didik. Kalau kita melihat secara fungsional kata pendidik dapat di artikan sebagai pemberi atau penyalur pengetahuan, keterampilan. Dari istilah-istilah sinonim di atas, kata pendidik secara fungsional menunjukan kepada seseorang yang melakukan kegiatan
1

dalam

memberikan

pengetahuan,

keterampilan,

pendidikan,

Ramayulis, Metodologi Pembelajaran Agama Islam, (Padang: Kalam Mulia, 1990), hlm. 19.

2

(Bandung : Remaja Rosdakarya. di kampus disebut dosen. Secara luas dalam keluarga adalah orang tua. karena kepentingan kedua orangtua yaitu orangtua berkepentingan terhadap kemajuan perkembangan anaknya. Sederhananya guru bisa disebut sebagai pengajar dan pendidik Ahmad Tafsir. dan sebagainya. hlm. karena kodrat yaitu karena orangtua ditakdirkan menjadi orangtua anaknya. (Jakarta : Kencana. Bandingkan pula dengan Abdul Mujib dkk. Al-Tahrim : 6 yang berbunyi: ‫يا أيها الذين آمنوا قوا أنفسكم وأهليكم نارا‬ ً َ ْ ُ ِْ ََ ْ ُ َ ُ ْ َ ُ ُ َ َ َ ِ ّ َ ّ َ َ Terjemah : “Wahai orang-orang beriman. Uraian singkat di atas tampak bahwa ketika menjelaskan pengertian pendidik selalu dikaitkan dengan bidang tugas atau pekerjaan. 1994). 2006). orang yang paling bertanggung-jawab terhadap pendidikan adalah orangtua (ayah dan ibu) anak didik. 2 3 . Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. Didalam pendidikan ada proses belajar mengajar dengan kata lain adalah pengajaran. hlm. bisa siapa saja dan dimana saja. Dalam Islam. peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”. guru jika itu disekolah. Ilmu Pendidikan Islam. 74. Kemudian pendidik berikutnya dalam pandangan Islam adalah guru/dosen. Ini menunjukan bahwa pada akhirnya pendidik merupakan profesi atau keahlian tertentu yang melekat pada seseorang yang tugasnya berkaitan dengan pendidikan.2 Inilah yang tercermin dalam QS.pengalaman. 88. Selain itu sukses tidaknya anak mereka juga sangat tergantung pada pola pengasuhan dan pendidikan yang diberikan di lingkungan rumah tangga. walau secara luas pengertian pendidik tidak terikat dengan lembaga pendidikan. di pesantren disebut murabbi atau kyai dan lain sebagainya. Jika dikaitakan dengan pekerjaan maka variabel yang melekat adalah lembaga pendidikan. Kedua. Tanggung jawab itu disebabkan oleh dua hal yaitu pertama. dan karena itu ia ditakdirkan pula bertanggung-jawab mendidik anaknya.

Ketiga. dan yang mengajar adalah pendidik.4 3 4 Ramayulis. orang tua sebagai pendidik dalam lingkungan keluarga bagi anak-anaknya. Allah SWT sebagai pendidik bagi hamba-hamba dan sekalian makhluk-Nya. Ilmu Pendidikan Islam. seperti di sekolah atau madrasah.3 Namun pendidik yang lebih banyak dibicarakan dalam pembahasan ini adalah pendidik dalam bentuk yang keempat. sedangkan pada perguruan tinggi disebut dengan dosen. Maka. Menurut Ramayulis. Islam memuliakan pengetahuan. Karena Islam adalah agama. 85. Pertama. tidak boleh tidak. Keempat. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. pengetahuan itu didapat dari belajar dan mengajar. tidak terlepas dari nilai-nilai kelangitan. Kedua. Dalam pendidikan formal tingkat dasar dan menengah disebut pendidik. hlm. Islam pasti memuliakan pendidik. Begitu tingginya penghargaan itu sehingga menempatkan kedudukan guru setingkat di bawah kedudukan nabi dan rasul. Tak terbayangkan terjadinya perkembangan pengetahuan tanpa adanya orang yang belajar dan mengajar. kedudukan pendidik. sedangkan Islam sangat menghargai pengetahuan. Salah satu hal yang menarik pada ajaran Islam ialah penghargaan Islam yang sangat tinggi terhadap guru / pendidik. pendidik dalam pendidikan Islam setidaknya ada empat macam. Mengapa demikian? Karena pendidik selalu terkait dengan ilmu (pengetahuan). Sebenarnya tingginya kedudukan pendidik dalam Islam merupakan realisasi ajaran Islam itu sendiri. yang belajar adalah calon pendidik. maka pandangan tentang pendidik. Ahmad Tafsir. 2002). 76 4 . (Jakarta: Kalam Mulia.sekaligus. hlm. Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya telah menerima wahyu dari Allah kemudian bertugas untuk menyampaikan petunjuk-petunjuk yang ada di dalamnya kepada seluruh manusia. tidak terbayangkan adanya belajar dan mengajar tanpa adanya pendidik. guru sebagai pendidik di lingkungan pendidikan formal.

.ل علم لنا إل ما علمتنا إنك أنت العليم الحكيم‬ ُ ِ َ ْ ُ َِ ْ َ ْ َ َ ّ ِ َ َ ْ َّ َ ِ َ َ َ ْ ِ Terjemah : “………. Tegasnya. Al-Baqarah : 32) Ilmu datang dari Tuhan. pendidik pertama adalah Tuhan. pendidik adalah pewaris para nabi. dan diriwayatkan oleh Ibn Majah) Hadis di atas juga menunjukkan bahwa Rasulullah SAW memberikan perhatian yang besar terhadap ”pendidik” sekaligus memberikan posisi terhormat kepadanya.a.Ada penyebab khas mengapa orang Islam amat menghargai pendidik. pendidik termasuk ulama.…‫…. ilmu tidak terpisah dari pendidik.. 5 . Ini bisa dilihat misalnya pada contoh hadis berikut: . Kemudian ada pula hadits yang menjelaskan bahwa kedudukan orang ‘alim itu lebih unggul dibanding ‘abid. Pandangan yang menembus langit ini tidak boleh tidak telah melahirkan sikap pada orang Islam bahwa ilmu itu tidak terpisah dari Allah. Juga hadits tentang pujian Nabi SAW terhadap orang yang belajar ilmu Al-Qur’an dan mengajarkannya kepada orang lain. Dari beberapa hadis dapat dilihat bahwa Nabi Muhammad SAW juga memposisikan pendidik di tempat yang mulia dan terhormat. Hal ini beralasan mengingat peran pendidik sangat menentukan dalam mendidik manusia untuk tetap konsisten dan komitmen dalam menjalankan risalah yang dibawa oleh Rasulullah SAW.العلماء وراثت النبياء‬ ِ َ ِ ْ َ ْ ُ َ َ َ ُ َ َُ ْ Artinya : ……Para ulama (pendidik) adalah pewaris para nabi (Dari Abu Darda’ r. Dia menegaskan bahwa ulama adalah pewaris para nabi. maka kedudukan pendidik amat tinggi dalam Islam. Dalam perspektif pendidikan Islam. sementara makna ulama adalah orang yang berilmu. yaitu pandangan bahwa ilmu (pengetahuan) itu semuanya bersumber pada Tuhan : (٣٢) ‫……….Tidak ada pengetahuan yang kami miliki kecuali yang Engkau ajarkan kepada kami” (QS..

sebagai inovator dan kooperatif. Peranan pendidik dapat ditinjau dalam arti luas dan dalam arti sempit. 6 . bahkan juga berperan sebagai pelaksana administrasi. Dalam arti luas pendidik mengemban peranan–peranan sebagai ukuran kognitif. Perubahan dan perkembangan itu menuntut terjadinya inovasi 5 Syaiful Akhyar. Pendidik sebagai agen moral dan politik. karena masyarakat yang telah pandai membaca dan pengetahuan. pandai berhitung dan berbagai keterampilan kognitif lainnya. Halhal yang akan diwariskan itu sudah tentu harus sesuai ukuran yang telah ditentukan masyarakat dan merupakan gambaran tentang keadaan sosial. karena fungsinya mendidik warga masyarakat agar melek huruf. dan politik. Pendidik sebagai innovator. sebagai pengembangan ilmu dan penjabaran luasan ilmu (innovator). 2006). Tugas pendidik umumnya adalah mewariskan pengetahuan berbagai keterampilan kepada generasi muda. Dasar-Dasar Kependidikan. sebagai komunikator dengan masyarakat. Keterampilan-keterampilan itu dipandang sebagai bagian dari proses moral. Oleh karena itu peran pendidik tidak hanya sebagai pengajar tetapi sekaligus sebagai pembimbing yaitu sebagai wali yang membantu anak didik mengatasi kesulitan dalam studinya dan pemecahan bagi permasalahan lainya. sebagai agen moral. Karena itu pendidik harus mampu memenuhi ukuran kemampuan tersebut. (Bandung: Cita Pustaka Media. maka masyarakat senantiasa berubah dan berkembang dalam semua aspek. Pendidik bertindak sebagai agen moral masyarakat.5 Pendidik sebagai ukuran kognitif. 18. hlm. akan berusaha menghindari dari tindakan-tindakan kriminal dan menyimpang dari aturan masyarakat. Dilain pihak pendidik juga berperan sebagai pemimpin (khusus diruang kuliah/kelas). Berkat kamajuan ilmu pengetahuan dan teknoligi.b. Peran Pendidik dalam Pengajaran Pendidik dalam rangka pengajaran dituntut untuk melakukan kegiatan yang bersifat edukatif dan ilmiah. ekonomi.

(c) Pendidik sebagai peramal (d) pendidik sebagai Pemimpin (e) Pendidik sebagai penunjuk jalan atau sebagai pembimbing kearah pusat-pusat belajar. (b) Pendidik sebagai perencana.pendidikan. e. pendidik menjadi inspirator/ilham bagi kemajuan belajar mahasiswa. pendidik harus dapat memberikan informasi Organisator. a. c. Menambahkan hal itu Djamarah. (a) Pendidik sebagai model. Mampu mendorong peserta didik agar bergairah Inisiator. menuliskan peran pendidik adalah. petunjuk bagaimana belajar yang baik dan mengatasi permasalahan lainya. Informator. Karena itu para pendidik perlu bekerja sama antara sesama pendidik dan dengan pekerja-pekerja sosial. Korektor. lembaga-lembaga kemasyarakatan. Peranan itu meliputi lima hal yaitu. Peranan kooperatif dalam melaksanakan tugasnya pendidik tidak mungkin bekerjasama sendiri dan mengandalkan kemampuan diri sendiri. koreksi yang dilakukan bersifat menyeluruh dari afektif sampai ke psikomotor b. Dalam proses pengajaran dikelas peranan pendidik (mengadopsi istilah ‘guru’) lebih spesifik sifatnya. Tanggung jawab melaksanakan inovasi itu diantaranya terletak pada penyelenggaraan pendidikan. Inspirator. pendidik menjadi pencetus ide-ide kemajuan dalam Fasilitator. g. pendidik dapat memberikan fasilitas yang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mampu mengelola kegiatan akademik (belajar) Motivator. d. dan aktif belajar pendidikan dan pengajaran memungkinkan kemudahan kegiatan belajar 7 . dan dengan persatuan orang tua murid. f. Yaitu pendidik bisa membedakan mana nilai yang baik dan mana nilai yang buruk.

makhluk sosial dan sebagai individu yang sanggup berdiri sendiri. jika diperlukan pendidik bisa yang cakap mendemontrasikan bahan pelajaran yang susah dipahami Pengelola kelas.facebook. j. maka mereka menyerahkan sebagian tanggung jawabnya kepada orang lain yang dikira mampu atau berkompeten untuk melaksanakan tugas mendidik.com/?sk=messages Hamdani Ihsan Dan Fuad Ihsan. Namun karena mereka tidak mempunayai kemampuan. pendidik hendaknya dapat.8 6 7 http://www. dan Evaluator. Pustaka Media. mampu melaksanakan tugasnya sebagai makhluk tuhan. mengelola kelas untuk menunjang interaksi Mediator. (Bandung: CV. hlm. 8 Ibid.6 Pembimbing. membimbing anak didik manusia dewasa susila Demonstrator. pendidik menjadi media yag berfungsi sebagai alat Supervisor. 8 . Tujuan Pendidik. 93. m. Orang tua disebut juga sebagai pendidik kodrat. Filsafat Pendidikan Islam. jujur. memperbaiki. Pendidik adalah orang dewasa yang mempunyai rasa tanggung jawab untuk memberi bimbingan atau bantuan kepada anak didik dalam perkembangan jasmani dan rohaninya demi mencapai kedewasaannya. pendidik dituntut menjadi evaluator yag baik dan komunikasi guna mengefektifkan proses interaktif edukatif menilai secara kritis terhadap proses pengajaran dan a. waktu dan sebagainya.h. l. karena adanya pertalian darah secara langsung sehingga ia mempunyai rasa tanggung jawab terhadap masa depan anaknya. edukatif k. i. 1998).7 Orang yang pertama yang bertanggung jawab terhadap perkembangan anak atau pendidikan anak adalah orang tuanya.

5) Harus mencintai peserta didiknya. seperti yang diungkapkan oleh beliau adalah : 1) Memiliki sifat Zuhud. 2) Mampu bertanggung jawab atas kesejahteraan agama.. 3) Integritas susila. Dr. Syarat-syarat umum bagi seorang pendidik adalah : Sehat Jasmani dan Sehat Rohani. 9 Ibid. 3) Tidak kalah dengan guru-guru umum lainnya dalam membentuk Negara yang demokratis. hlm. 4) Bersifat pemaaf. 103. Athiyah al-Abrasyi. syarat untuk menjadi seorang pendidik yaitu : 1) Harus beragama. Mubangit. 3) Ikhlas dalam pekerjaan. Menurut H. yaitu peribadi yang merupakan satuan dengan masyarakat.9 Adapun menurut Prof. yaitu peribadi yang telah menyatukan diri dengan normanorma susila yang dipilihnya. 4) Harus memiliki perasaan panggilan murni. Sedangkan sifat-sifat yang harus dimiliki seorang pendidik adalah : 1) Integritas peribadi. peribadi yang segala aspeknya berkembang secara harmonis.b. dalam artian tidak mengutamakan materi dan mengajar karena mencari ridha Allah. 2) Seorang Guru harus jauh dari dosa besar. Syarat-syarat dan Sifat-sifat Yang Harus dimiliki oleh Seorang Pendidik. 2) Integritas sosial. 9 . Moh. seorang pendidik harus memiliki sifat-sifat tertenru agar ia dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik.

hlm. 1996). 169. sebagian dalam bentuk memberikan dorongan. menghukum. memberi contoh. lalu dia berkata kepada manusia: “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah. Ali Imran : 79) Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung mengisyaratkan bahwa tugas terpenting yang diemban oleh Rasulullah Saw. Abdurrahman An-Nahlawi. hlm. Al-Qur’an telah mengisyaratkan peran para nabi dan pengikutnya dalam pendidikan dan fungsi fundamental mereka dalam pengkajian ilmuilmu Ilahi serta aplikasinya. dan lain-lain. memuji. 10 . karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya. salah satunya terdapat dalam firman-Nya berikut ini :11 ‫ما كان لبشر أن يؤتيه ال الكتاب والحكم والنبوة ثم يقول للناس كونوا عبللادا لللي ملن دون الل‬ ِ ّ ِ ُ ْ ِ ِ ً َِ ُ ُ ِ ّ ِ َ ُ َ ّ ُ َ ّ ُّ َ َ ْ ُ ْ َ َ َِ ْ ّ ُ َِْ ُ ْ َ ٍ َ َِ َ َ َ ُ (٧٩) ‫ولكنْ كونوا ربانيين بما كنتم تعلمون الكتاب وبما كنتم تدرسون‬ َ ُ ُ ْ َ ْ ُ ْ ُ َ ِ َ َ َ ِ ْ َ ُ َّ ُ ْ ُ ْ ُ َ ِ َ ّ ِ ّ َ ُ ُ ِ ََ Terjemah : Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab. hikmah dan penyucian diri sebagaimana difirmankan Allah berikut ini:12 َ ْ َ َ ِّ ْ ِ ّ َ ُ َ َ َ ْ ِ ْ َ َ َ ِ ْ ُ ُ ُ َّ ُ َ َ ِ َ ْ ِ ْ ََ ُْ َ ْ ُ ْ ِ ُ َ ْ ِ ِ ْ َ ْ َ َ َّ ‫ربنا وابعث فيهم رسول منهم يتلو عليهم آياتك ويعلمهلم الكتللاب والحكملة ويزكيهلم إنلك أنلت‬ (١٢٩) ‫العزيز الحكيم‬ ُ َِ ْ ُ ِ َْ 10 11 Ibid. Isyarat tersebut.10 Dalam Al-Qur’an juga dijelaskan tentang tugas seorang pendidik atau pendidik. 78. hikmah dan kenabian. 168. adalah mengajarkan alkitab. Tugas dan Tanggung Jawab Pendidik Mengenai tugas pendidik. dan Masyarakat (Jakarta : Gema Insani Press. ahli-ahli pendidikan Islam juga ahli pendidikan Barat telah sepakat bahwa tugas pendidik ialah mendidik. Mendidik adalah tugas yang amat luas. Pendidikan Islam di Rumah. Mendidik itu sebagian dilakukan dalam bentuk mengajar.” Akan tetapi (dia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani. Sekolah.” (QS. 12 Ibid. membiasakan..c.

hlm. utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka. tugas pendidik adalah lebih mulia daripada tugas kedua orang tua. Athiyah Al-Abrasyi. Al-Baqarah : 129 Pendidik. Kedua. baik dalam cara belajar maupun dalam menentukan urutan pelajaran. dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan AlHikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka.menjelaskan tugas dan kewajiban pendidik sebagai berikut :13 Pertama. 1993). Ia harus memulai pelajaran dari yang mudah dan berangsur meningkat kepada yang sukar. mengikuti akhlak dan keteladanan Nabi Muhamad SAW.Terjemah : “Ya Tuhan kami. Pendidik adalah sebab bagi kebahagiaan dunia dan akhirat. membimbing murid secara penuh. Ia harus menjelaskan juga pada murid bahwa menuntut ilmu itu tidak boleh bercampur dengan niat lain kecuali karena Allah semata-mata. harus mematuhi 8 adab atau etika yang bisa dimaknai juga sebagai tugas kewajiban selaku pendidik yang telah diatur pedomannya berlandaskan nilainilai luhur Islam. Ketiga. Oleh karena itu. menasehati murid agar senantiasa berakhlak baik. seorang pendidik tidak boleh mengharapkan gaji.”. QS. jika ingin berhasil dalam dalam kegiatannya mendidik anak. 150-151. sayang kepada murid sebagaimana sayangnya kepada anaknya sendiri dan berusah memberi pelajaran yang dapat membebaskannya dari api neraka. (Jakarta : Bulan Bintang. Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam. sedang orang tua hanyalah sebab bagi kelahiran anak ke dalam dunia fana. Ia mengajar harus dengan niat beribadat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. 11 . Oleh karena itu. Ia harus memualai nasehat itu dari hanya sekedar sindiran serta dengan penuh kasih 13 Moh. upah atau ucapan terima kasih. Keempat. yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau. Al-Ghazali -sebagaimana dikutip Al-Abrasy.

Keenam. Ia tidak boleh memberikan pelajaran yang belum terjangkau oleh potensi inteljensi anak didiknya.t. (Mesir : Darul Ihya al-Kutub.15 Kedelapan. ingin memperlihatkan dirinya sebagai seorang yang sangat dalam ilmunya sehingga orang banyak harus berpendidik kepadanya . Kadang-kadang pendidik. hlm. merasa terpaksa dan akhirnya malah meninggalkan pelajaran tersebut. pendidik fikih mengatakan ilmu tafsir tidak perlu dan sebagainya. Sebab. ibid. dengan sikap menyembunyikan semacam itu. misalnya pendidik bahasa mengatakan ilmu fikih tidak penting.16 Ada beberapa hal penting yang perlu ditampilkan ke permukaan dari teori Al-Ghazali mengenai pendidik tersebut.). I. mengamalkan ilmunya. 36. 12 . jika demikian halnya maka murid-murid tidak akan hormat kepadanya. apalagi dengan kasar dan mengejek. Kelima. Bahtsun fi Al Madzahibi Al Tarbawi ‘inda Al Ghazali. 55-58. menghindarkan diri dari sikap merendahkan ilmu-ilmu lain di hadapan anak. 1964). menjaga agar materi yang diajarkanya sesuai dengan tingkat kematangan dan daya tangkap muridnya. Ia tidak boleh menyebut-menyebut bahwa di belakang dari ilmu yang sedang diajarkanya masih banyak rahasia yang hanya ia sendiri mengetahuinya.sayang. yang malah akan membuat murid menjadi kebal atau keras kepala sehingga nasehat itu akan menjadi seumpama air dalam dalam keranjang menetes ke dalam pasir. 15 Fathiyah Hasan Sulaeman. Lihat Fathiyah Hasan Sulaiman Madzahibu fi Al Tarbiyah. 14 Mengajar dengan kasih sayang Teori Al-Ghazali mengenai penyesuaian pelajaran dengan tingkat kematangan anak telah menyebabkannya tampil sebagai pelopor dari pemeransertaan ilmu jiwa ke dalam kegiatan pendidikan.14 Ketujuh. hlm. Ihya Ulumuddin. tidak dengan cara dengan terang-terangan. memilihkan mata pelajaran yang sesuai untuk anak-anak yang kurang pandai atau bodoh. Pelajaran yang tidak disesuaikan malah akan membuat anak benci. Di antaranya adalah: 1. serta perkataannya tidak boleh berlawanan dengan realitas zhahir perbuatannya. 16 Al-Ghazali. t. (Al Qahirah : Maktabah Nahdah. hlm. 37.

30. Oleh karena. 1984). 3. Pelajaran harus dimulai dari materi-materi yang sesuai dengan tingkat kemampuan pemahaman anak. sedang di Eropa di zaman reformasi Martin Luther pada abad 15 –jadi 6 abad kemudian– anak-anak masih didik dengan kasar dan bengis berdasrkan teori bahwa mereka. itu ia harus berakhlak mulia. Pendidik akan ditiru dan diteladani oleh murid. hlm. Untuk itu pendidik harus bersikap motivator. benar-benar berkodrat jahat. lalu secara berangsur meningkat kepada yang abstrak dan sukar. Suparlan. 4. 5. 18 2. Dalam memberi nasehat kepada anak (murid) tidak boleh langsung atau secara belak-belakkan.Al-Ghazali telah mengemukakan teorinya pada abad 9. Memberi nasehat dengan kiasan/ kasih sayang. 44. Aliran-Aliran Baru dalam Pendidikan. merangsang murid agar mencintai ilmu dan dengan bersungguh-sungguh mempelajarinya. Oleh karena 17 Y. karena dosa asal. Kecintaan tersebut tidak boleh diarahkan kepada satu atau dua macam ilmu saja. 18 13 . Oleh karena itu pelajaran harus dimuali dari yang konkrit dan mudah. Memperhatikan tingkat kemampuan anak. berbudi tinggi dan memiliki sikap toleransi (tasamuh) dalam menghadapi murid-muridnya..17 Juan Luis Vives (1492-1540) mulai mengemukakan bahwa dalam kegiatan pendidikan. Bersikap sebagai motivator. Nasehat yang blakblakkan hanya diberikan pada saat-saat tertentu yang dipandang sangat diperlukan. Ibid. anak harus mendapatkan perhatian. (Yogyakarta: Andi Offset. Setiap murid harus diusahakan berhasil memperoleh ilmu. tetapi harus dimulai dengan sindiran atau kiasan dan menyampaikanya secara sopan dan lembut. Tetapi pendidikan anak dengan kasih sayang baru dimulai di Eropa pada abad 18. hlm. Berakhlak mulia.B.

19 Mungkin boleh jadi beliau lah orang pertama yang memasukan teori Ilmu Jiwa ke dalam Ilmu Pendidikan yang kemudian berkembang amat pesat di belakangnya terutama mengenai keharusan menyesuaikan pelajaran dengan pribadi anak didik. Berdasarkan teorinya itu.wordpress. 33-36. ia menganjurkan supaya pelajaran disesuaikan dengan kondisi individual masing-masing anak.itu ia tidak boleh mengatakan ilmu yang dimilikinya lebih penting dari pada ilmu yang dikuasai oleh pendidik yang lain. sesuai cita-cita dan dasar negara kita pancasila.com/2009/12/13/hakekat-pendidik-dalam-pandangan-islam-bagian3-dari-5-seri-tulisan/ 14 . Pendidik harus memperhatikanya dan menyesuaikan pelajaran dengan kondisi anak agar benar-benar dapat diserap serta difahaminya dengan baik. Anak-anak.20 Menurut Roestiyah N. kematangan jiwa dan kemampuan memahami maupun tingkat intelejensi. kecakapan dan pengalaman-pengalaman. termasuk yang kembar.K. berbeda antar yang satu dengan yang lainnya (individual differences). Bahtsun fi Al Madzahibi Al Tarbawi ‘inda Al Ghazali. yang dikutip oleh Djamarah bahwa pendidik dalam mendidik anak didik bertugas untuk: 5) Menyerahkan kebudayaan kepada anak didik berupa kepandaian. baik dilihat dari segi tingkatan umur. 20 http://izaskia. Memperhatikan perbedaan individual. hlm. 6) Membentuk kepribadian anak didik yang harmonis. Al-Ghazali sudah mengemukakan apa yang kemudian pada abad 20 dikenal dengan individual differences yang olehnya diistilahkan dengan alfuruq al-fardiyyah (perbedaan individual). 7) Menyiapkan anak didik menjadi warga negara yang baik sesuai undang-undang pendidikan yang merupakan keputusan MPR No II Tahun 1983 19 Fathiyah Hasan Sulaeman Madzahibu fi Al Tarbiyah. 6.

12) Pendidik administrator dan manajer 13) Pendidik sebagai suatu profesi. tidak dapat membentuk anak didik menurut sekehendaknya. 4) Menghargai orang lain termasuk anak didik. Dikutib dari Wens Tanlani. 15 . Tenaga profesional berkewajiban menghayati dan mengamalkan pancasila dan mewariskan moral Pancasila kemahasiswa dan generasi muda 2) Tanggung jawab dalam bidang pendidikan. Dan sedangkan tanggung jawab pendidik sebagai tenaga profesional antara lain. Tenaga profesional bertanggung jawab mengelola proses pendidikan dalam pengajaran. bimbingan. Djamarah menuliskan bahwa pendidik yang bertanggung jawab memiliki sifat. berani gembira (tugas bukan menjadi beban baginya). 1) Menerima dan mematuhi norma. 16) Pendidik sebagai sponsor kegiatan anak-anak. tidak singkat akal) Taqwa terhadap Tuhan yang Maha Esa. 2) Memikul tugas mendidik dengan baik. 5) Bijaksana dan hati-hati (tidat nakat tidak semberono. 15) Pendidik sebagai pemimpin. pendidik tidak maha kuasa. 10) Pendidik sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat 11) Pendidik sebagai penegek disiplin. 14) Pendidik sebagai perencana kurikulum. 1) Tanggung jawab moral. dan lain sebaginya. 3) Sadar akan nilai–nilai yang berkaitan dengan perbuatannya serta akibat-akibat yang timbul (kata hati).8) Sebagai perantara dalam belajar 9) Pendidik sebagai pembimbing untuk membawa anak didik kedalam kearah kedewasaan. nilai kemanusiaan.

Kehadiran lembaga pengontrol mutu di lembaga-lembaga pendidikan sangat membantu dalam menciptakan profil pendidik yang ideal. kesanggupan. Dari pembahasan tersebut maka secara khusus tugas-tugas dari seorang pendidik adalah sebagai berikut : 1) Membimbing peserta didik. minat dan sebagainya.3) Tanggung jawab kemasyarakatan. 2) Menciptakan situasi untuk pendidikan. yaitu . 3) Seorang penddidik harus memiliki pengetahuan yang diperlukan. bahwa tugas pendidik adalah menyempurnakan. Dalam melengkapi keahlian sebagai seorang pendidik tentunya tidak terlepas juga dari keahlihan dia dalam memahami metode. yang selanjutnya untuk mewujudkan tujuan pendidikan. menyempurnakan serta membaha hati manusia untuk Taqarrub kepada Allah SWT. bakat. pembimbingan dan penjaminan. suatu keadaan dimana tindakan-tindakan pendidik dapat berlangsung dengan baik dan hasil yang memuaskan. Maka sangatlah penting untuk memahami hakekat metode dalam pendidikan. membersihkan. dan lain sebagainya. pengawasan. pendidik bertanggung jawab memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi. Disamping itu menurut pemakalah adalah perlunya adanya lembaga yang selanjutnya akan mengevaluasi kompetensi seorang pendidik. Seperti yang dikemukakan oleh Imam al-Ghazali. terutama bidang keahlianya. baik secara mentalitas maupun kapabilitasnya. dalam hal ini mungkin diterjemahkan dalam bentuk program pelatihan. dalam artian mencari pengenalan terhadap anak didik mengenai kebutuhan. pendidik tidak boleh melepaskan diri dari kehidupan masyarakat 4) Tanggung jawab di bidang keilmuan. Disamping evaluasi perlu juga adanya lembaga yang konsen dibidang peningkatan mutu seorang pendidik. 16 . seperti pengetahuan keagamaan.

bimbingan dan pengarahan. mereka memerlukan bimbingan dan pengarahan yang konsisten menuju kearah titik optimal kemampuan fitrahnya. secara kodrati anak membutuhkan dari orang tuanya. maka anak didik dapat dicirikan sebagai orang yang tengah memerlukan pengetahuan atau ilmu. melainkan juga mereka harus diperlukan sebagai subjek pendidikan. artinya binatang yang dapat 17 .Sedangkan tanggung jawab dari seorang pendidik adalah : 1) 2) 3) 4) Bertanggung moral. C. Berdasarkan pengertian ini. Dasar-dasar kebutuhan anak untuk memperoleh pendidikan. Didalam pandangan yang lebih modern anak didik tidak hanya dianggap sebagai objek atau sasaran pendidikan. Dalam kenyataannya manusia dapat dikategorikan sebagai animal. Pengertian Peserta Didik Peserta didik adalah makhluk yang berada dalam proses perkembangan dan pertumbuhan menurut fitrahnya masing-masing. Tanggung jawab kemasyarakatan. Bertanggung jawab dalam bidang pedidikan. antara lain : a. Aspek Paedogogis Dalam aspek ini para pendidik mendorang manusia sebagai animal educandum. Hakekat Peserta Didik a. diantaranya adalah dengan cara melibatkan peserta didik dalam memecahkan masalah dalam proses belajar mengajar. Bertanggung jawab dalam bidang keilmuan. dalam hal ini keharusan untuk mendapatkan pendidikan itu jika diamati lebih jauh sebenarnya mengandung aspek-aspek kepentingan. makhluk yang memerlukan pendidikan. Dasar-dasar kodrati ini dapat dimengerti dari kebutuhan-kebutuhan dasar yang dimiliki oleh setiap anak dalam kehidupannya.

Tujuan belajar hendaknya ditujukan untuk menghiasi ruh dengan berbagai sifat keimanan. 3. Aspek Sosiologi dan Kultural Menurut ahli sosiologi. menurut para ahli disebut homodivinous (makhluk yang percaya adanya tuhan) atau disebut juga homoriligius (makhluk yang beragama). Peserta didik hendaknya belajar secara bersungguh-sungguh dan tabah dalam belajar. c. 2. Peserta didik hendaknya senantiasa membersihkan hatinya sebelum menuntut ilmu. Adapun manusia dengan potensi yang dimilikinya dapat dididik dan dikembangkan kearah yang diciptakan. pada perinsipnya manusia adalah moscrus.dididik. yaitu makhlik yang berwatak dan berkemampuan dasar untuk hidup bermasyarakat. Tugas dan Kewajiban Peserta Didik Agar pelaksanaan proses pendidikan Islam dapat mencapai tujuan yang diinginkan maka setiap peserta didik hendaknya. b. melainkan hanya dilatih secara dresser. Sebelum belajar hendaknya terlebih dahulu membersihkan hatinya dari segala sifat buruk. 18 . 4. Niat belajar hendaknya ditujukan untuk mengisi jiwa dengan berbagai fadillah.. senantiasa menyadari tugas dan kewajibannya. Setiap peserta didik wajib menghormati pendidiknya. Dan adapun kewajiban peserta didik diantaranya adalah: 1. sedangkan binatang pada umumnya tidak dapat dididik. 1. Aspek tauhid ini adalah aspek pandangan yang mengakui bahwa manusia adalah makhluk yang berketuhanan. b. Menurut Asma Hasan Fahmi tugas dan kewajiban yang harus dipenuhi peserta didik diantaranya adalah. Aspek Tauhid. 2.

3. Diantara sifat-sifat ideal ynag perlu dimiliki peserta didik misalnya . membahagiakan. Berkenaan dengan sifat ideal diatas. 10. Mempelajari ilmu sampai tuntas untuk kemudian beralih kepada ilmu yang lainnya. Sifat-sifat Ideal Peserta Didik Dalam upaya mencapai tujuan Pendidikan Islam. memiliki motivasi yang tinggi. Imam Al-Ghazali. 2. dan tabah. serta memeberi keselematan dunia dan akhirat. Mengenal nilai-nilai pragmatis bagi suatu ilmu pengetahuan yang dapat bermanfaat. 1. sebagaimana dikutip Fatahiyah Hasan Sulaiman. Mempelajari ilmu-ilmu yang terpuji baik ilmu umum dan agama.3. Menjaga pikiran dari berbagai pertentangan dan aliran. 4. 8. wajib saling mengasihi dan menyayangi diantara sesama. sabar. bergaul baik terhadap guru-gurunya. Memprioritaskan ilmu diniyah sebelum memasuki ilmu duniawi.html 19 . tidak mudah putus asa dan sebagainya. Bersifat tawadhu’ (rendah hati). 7. merumuskan sifat-sifat ideal yang patut dimiliki peserta didik yaitu . Mempunyai ahklak yang baik dan meninggalkan yang buruk. 6.com/2010/05/hakekat-pendidikan-islam. Kesimpulan 21 http://delsajoesafira. Belajar dengan niat ibadah dalam rangka taqarrub ila Allah. c. 21 D.blogspot. 5. berkemauan keras atau pantang menyerah. peserta didik hendaknya memiliki dan menanamkan sifat-sifat yang baik dalam dari dan kepribadiannya. Mengurangi kecendrungan pada kehidupan duniawi disbanding ukhrawi dan sebaliknya. Belajar secara bertahap atau berjenjang dengan melalui pelajaran yang mudah menuju pelajran yang sulit. Wajib bersungguh – sungguh dalam belajar. Memahami nilai-nilai ilmiah atas ilmu pengetahuan yang dipelajari 9.

menyempurnakan serta membawa hati manusia untuk Taqarrub kepada Allah 20 . Sedangkan peserta didik adalah makhluk yang berada dalam proses perkembangan dan pertumbuhan menurut fitrahnya masing-masing. Secara khusus pendidikan dalam persepektif pendidikan islam adalah orang-orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan seluruh potensi peseta didik. Kalau kita melihat secara fungsional kata pendidik dapat di artikan sebagai pemberi atau penyalur pengetahuan. Seperti yang dikatakan oleh Imam Ghazali bahwa” SWT. membersihkan. bimbingan dan pengarahan. keterampilan. Seorang pendidik mempunyai rasa tanggung jawab terhadap tugastugasnya sebagai seorang pendidik. Berdasarkan pengertian ini. maka anak didik dapat dicirikan sebagai orang yang tengah memerlukan pengetahuan atau ilmu.Pendidik adalah orang yang melakukan kegiatan dalam bidang mendidik. dimana mereka sangat memerlukan bimbingan dan pengarahan yang konsisten menuju kearah titik optimal kemampuan fitrahnya. tugas pendidik adalah menyempurnakan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful