P. 1
Pengertian TBC

Pengertian TBC

|Views: 558|Likes:
Published by Iman Delonge

More info:

Published by: Iman Delonge on Nov 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/27/2013

pdf

text

original

Penyakit TBC adalah merupakan suatu penyakit yang tergolong dalam infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium

tuberkulosa. Penyakit TBC dapat menyerang pada siapa saja tak terkecuali pria, wanita, tua, muda, kaya dan miskin serta dimana saja. Di Indonesia khususnya, Penyakit ini terus berkembang setiap tahunnya dan saat ini mencapai angka 250 juta kasus baru diantaranya 140.000 menyebabkan kematian. Bahkan Indonesia menduduki negara terbesar ketiga didunia dalam masalah penyakit TBC ini. Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa, Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA). Jenis bakteri ini pertama kali ditemukan oleh seseorang yang bernama Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882, Untuk mengenang jasa beliau maka bakteri tersebut diberi nama baksil Koch. Bahkan penyakit TBCpada paru-paru pun dikenal juga sebagai Koch Pulmonum (KP).Penyakit Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosis), sebagian besar kuman TB menyerang Paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. Kuman Tuberkulosis berbentuk batang, mempunyai sifat khusus yaitu tahan terhadap asam pada pewarnaan, Oleh karena itu disebut pula sebagai Basil Tahan Asam (BTA), kuman TB cepat mati dengan sinar matahari langsung, tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam ditempat yang gelap dan lembab. Dalam jaringan tubuh kuman ini dapat Dormant, tertidur lama selama beberapa tahun. Penularan penyakit TBC adalah melalui udara yang tercemar oleh Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan/dikeluarkan oleh si penderita TBC saat batuk, dimana pada anak-anak umumnya sumber infeksi adalah berasal dari orang dewasa yang menderita TBC. Bakteri ini masuk kedalam paru-paru dan berkumpul hingga berkembang menjadi banyak (terutama pada orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah), Bahkan bakteri ini pula dapat mengalami penyebaran melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening sehingga menyebabkan terinfeksinya organ tubuh yang lain seperti otak, ginjal, saluran cerna, tulang, kelenjar getah bening dan lainnya meski yang paling banyak adalah organ paru. Masuknya Mikobakterium tuberkulosa kedalam organ paru menyebabkan infeksi pada paruparu, dimana segeralah terjadi pertumbuhan koloni bakteri yang berbentuk bulat (globular). Dengan reaksi imunologis, sel-sel pada dinding paru berusaha menghambat bakteri TBC ini melalui mekanisme alamianya membentuk jaringan parut. Akibatnya bakteri TBC tersebut akan berdiam/istirahat (dormant) seperti yang tampak sebagai tuberkel pada pemeriksaan Xray atau photo rontgen.Seseorang dengan kondisi daya tahan tubuh (Imun) yang baik, bentuk tuberkel ini akan tetap dormant sepanjang hidupnya. Lain hal pada orang yang memilki sistem kekebelan tubuh rendah atau kurang, bakteri ini akan mengalami perkembangbiakan sehingga tuberkel bertambah banyak. Sehingga tuberkel yang banyak ini berkumpul membentuk sebuah ruang didalam rongga paru, Ruang inilah yang nantinya menjadi sumber produksi sputum (riak/dahak). Maka orang yang rongga parunya memproduksi sputum dan didapati mikroba tuberkulosa disebut sedang mengalami pertumbuhan tuberkel dan positif terinfeksi TBC. Berkembangnya penyakit TBC di Indonesia ini tidak lain berkaitan dengan memburuknya kondisi sosial ekonomi, belum optimalnya fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat, meningkatnya jumlah penduduk yang tidak mempunyai tempat tinggal dan adanya epidemi dari infeksi HIV. Hal ini juga tentunya mendapat pengaruh besar dari daya tahan tubuh yang lemah/menurun, virulensi dan jumlah kuman yang memegang peranan penting dalam terjadinya infeksi TBC. BAKTERI PENYEBAB

Mycobacterium tuberculosis (MTB) adalah patogen bakteri spesies dalam genus Mycobacterium dan agen penyebab kebanyakan kasus TB . Pertama kali ditemukan pada tahun 1882 oleh Robert Koch. TB memiliki lilin, lapisan yang tidak biasa di permukaan sel (terutama asam mycolic ), yang membuat sel-sel tahan terhadap pewarnaan Gram sehingga asam-cepat teknik deteksi yang digunakan sebagai gantinya. TB sangat aerobik dan membutuhkan tingkat tinggi oksigen. MTB menginfeksi paru-paru dan merupakan agen penyebab TB . diagnostik yang digunakan metode yang paling sering untuk TB adalah tes kulit tuberkulin, asam-cepat noda, dan radiografi dada. M. tuberculosis membutuhkan oksigen untuk tumbuh . Ia tidak mempertahankan apapun untuk karena lemak tinggi kandungan bakteriologis noda di dinding, dan dengan demikian tidak Gram positif maupun Gram negatif; maka Ziehl-Neelsen , atau asam-cepat pewarnaan, digunakan. Sementara mikobakteri tampaknya tidak sesuai dengan kategori Gram-positif dari sudut pandang empiris (yaitu, mereka tidak mempertahankan noda violet kristal), mereka diklasifikasikan sebagai asam-cepat -bakteri Gram positif karena kurangnya mereka dari luar membran sel M. tuberculosis membagi setiap 15-20 jam, yang sangat lambat dibandingkan dengan bakteri lainnya, yang cenderung memiliki divisi kali dalam hitungan menit ( Escherichia coli (E. coli) dapat membagi kira-kira setiap 20 menit). Ini adalah kecil basil yang dapat menahan lemah desinfektan dan dapat bertahan dalam keadaan kering selama berminggu-minggu. dinding sel yang tidak biasa, kaya lipid (misalnya, asam mycolic ), kemungkinan bertanggung jawab untuk ketahanan ini dan merupakan faktor virulensi utama. TB diambil oleh alveolar makrofag , tetapi mereka tidak dapat mencerna bakteri. Dinding selnya mencegah fusi dari fagosom dengan lisosom. TB blok molekul bridging, autoantigen endosomal awal 1 (EEA1), namun, blokade ini tidak mencegah fusi vesikel penuh dengan nutrisi. Akibatnya, bakteri berkembang biak dicentang dalam makrofag. Bakteri juga menghindari makrofag-membunuh dengan menetralisir nitrogen intermediet reaktif. TB mutan dan individu produk gen uji untuk fungsi-fungsi tertentu secara signifikan telah maju pemahaman kita tentang patogenesis dan faktor virulensi M. tuberculosis . protein disekresikan dan diekspor Banyak diketahui penting dalam patogenesis. M. tuberkulosis ditandai dengan caseating granuloma mengandung sel Langhans raksasa , yang memiliki “tapal kuda” pola inti. Organisms are identified by their red color on acid-fast staining. Organisme diidentifikasi dengan warna merah pada asam-cepat pewarnaan. Tuberkulosis menyebabkan penyakit paru-paru dapat menyebabkan pleuritis TBC, suatu kondisi yang dapat menyebabkan gejala seperti nyeri dada, batuk tidak produktif dan demam. Selain itu, infeksi dengan M. tuberculosis dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh, terutama pada pasien dengan lemah sistem kekebalan tubuh . Kondisi ini disebut sebagai miliaria TB dan menghubungi orang-orang mungkin mengalami demam, penurunan berat badan, kelemahan dan nafsu makan yang buruk Dalam kasus yang jarang terjadi lebih, tuberkulosis miliaria dapat menyebabkan batuk dan kesulitan bernafas (anonim, 2010). Micobacterium tuberculosis (TB) telah menginfeksi sepertiga penduduk dunia, menurut WHO sekitar 8 juta penduduk dunia diserang TB dengan kematian 3 juta orang per tahun (WHO, 1993). Di negara berkembang kematian ini merupakan 25% dari kematian penyakit yang sebenarnya dapat diadakan pencegahan. Diperkirakan 95% penderita TB berada di negara-negara berkembang Dengan munculnya epidemi HIV/AIDS di dunia jumlah penderita TB akan meningkat. Kematian wanita karena TB lebih banyak dari pada kematian karena kehamilan, persalinan serta nifas (WHO). WHO mencanangkan keadaan darurat global untuk

Kemungkinan seseorang terinfeksi TB ditentukan oleh konsentrasi droplet dalam udara dan lamanya menghirup udara tersebut. dan terus berjalan sehinga sampai di alveolus dan menetap disana. Meskipun demikian. Batuk darah. Orang dapat terinfeksi kalau droplet tersebut terhirup kedalam saluran pernapasan. Riwayat terjadinya Tuberkulosis Infeksi Primer : Infeksi primer terjadi saat seseorang terpapar pertama kali dengan kuman TB. sehingga dapat melewati sistem pertahanan mukosillier bronkus.Kelanjutan setelah infeksi primer tergantung kuman yang masuk dan besarnya respon daya tahan tubuh (imunitas seluler). Tuberkulosis Pasca Primer (Post Primary TB) : Tuberkulosis pasca primer biasanya terjadi setelah beberapa bulan atau tahun sesudah infeksi primer. Badan lemah. Bila hasil pemeriksaan dahak negatif (tidak terlihat kuman). Pada waktu batuk atau bersin. Adanya infeksi dapat dibuktikan dengan terjadinya perubahan reaksi tuberkulin dari negatif menjadi positif. PATOGENESIS PENYAKIT Sumber penularana adalah penderita TB BTA positif. akibatnya dalam beberapa bulan. Infeksi dimulai saat kuman TB berhasil berkembang biak dengan cara pembelahan diri di Paru. Droplet yang mengandung kuman dapat bertahan diudara pada suhu kamar selama beberapa jam. sistem saluran linfe. yaitu waktu yang diperlukan mulai terinfeksi sampai menjadi sakit.saluran napas. misalnya karena daya tahan tubuh menurun akibat terinfeksi HIV atau status gizi yang buruk. nafsu makan menurun. berat badan turun. Waktu antara terjadinya infeksi sampai pembentukan kompleks primer adalah 4 / 6 minggu. Sesak napas dan rasa nyeri dada. Masa inkubasi.penyakit TB pada tahun 1993 karena diperkirakan sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi kuman TB. saluran linfe akan membawa kuma TB ke kelenjar linfe disekitar hilus paru.Komplikasi Pada Penderita Tuberkulosis : Komplikasi berikut sering terjadi pada penderita stadium lanjut : Gejala – gejala Tuberkulosis: Gejala Umum : Batuk terus menerus dan berdahak selama 3 (tiga) minggu atau lebih Gejala Lain Yang Sering Dijumpai : Dahak bercampur darah. Droplet yang terhirup sangat kecil ukurannya. dan ini disebut sebagai kompleks primer. yang mengakibatkan peradangan di dalam paru. diperkirakan sekitar 6 bulan. yang bersangkutan akan menjadi penderita Tuberkulosis. Makin tinggi derajat positif hasil pemeriksaan dahak. Pada umumnya reaksi daya tahan tubuh tersebut dapat menghentikan perkembangan kuman TB. Kadang-kadang daya tahan tubuh tidak mampu mengehentikan perkembangan kuman. melalui sistem peredaran darah. Daya penularan dari seorang penderita ditentukan oleh banyaknya kuman yang dikeluarkan dari parunya. ada beberapa kuman akan menetap sebagai kuman persister atau dormant (tidur). Ciri khas dari tuberkulosis pasca primer adalah kerusakan paru yang luas dengan terjadinya kavitas atau efusi pleura. penderita menyebarkan kuman keudara dalam bentuk Droplet (percikan Dahak). Selama kuman TB masuk kedalam tubuh manusia melalui pernapasan. atau penyebaran langsung kebagian-nagian tubuh lainnya. rasa kurang enak . kuman TB tersebut dapat menyebar dari paru kebagian tubuh lainnya. maka penderita tersebut dianggap tidak menular. makin menular penderita tersebut.

sedangkan diagnosa secara molekular seperti Polymerase Chain Reaction (PCR) belum bisa diterapkan. Jika pasien telah diidentifikasi mengidap TBC. Vaksin ini dikembangkan pada tahun 1950 dari bakteri M tuberculosis yang hidup (live vaccine). dokter akan memberikan obat dengan komposisi dan dosis sesuai dengan kondisi pasien tersebut. Ada dua cara yang tengah dilakukan untuk mengurangi penderita TBC saat ini. TERAPI TUBERKULOSIS Karena yang menjadi sumber penyebaran TBC adalah penderita TBC itu sendiri. Bakteri ini menyebabkan TBC pada sapi. Jika ini terjadi. dengan tingkat kesembuhan bahkan sampai 95 persen. DOTS adalah strategi yang paling efektif untuk menangani pasien TBC saat ini. Imunisasi ini akan memberikan kekebalan aktif terhadap penyaki TBC. Sampai saat ini. Ini sangat penting karena ada kecendrungan pasien berhenti minum obat karena gejalanya telah hilang. tapi sangat disayangkan bahwa tingkat deteksi kasus baru di Indonesia masih rendah. Orang ini kemudian harus didiagnosa dan dikonfirmasikan terinfeksi kuman TBC atau tidak. vaksinasi BCG hanya diperlukan sekali seumur hidup. Karena itu. Efek negatif yang muncul jika kita berhenti minum obat adalah munculnya kuman TBC yang resisten terhadap obat. yaitu mendeteksi pasien. Adapun obat TBC yang biasanya digunakan adalah isoniazid. pengontrolan efektif TBC mengurangi pasien TBC tersebut. tingkat deteksi hanya 21 persen. yaitu 85 persen. Karena itu. Seseorang yang batuk lebih dari 3 minggu bisa diduga mengidap TBC. Di Indonesia sendiri DOTS diperkenalkan pada tahun 1995 dengan tingkat kesembuhan 87 persen pada tahun 2000 (http:www. untuk benar-benar sembuh dari TBC diharuskan untuk mengkonsumsi obat minimal selama 6 bulan. Vaksin TBC. Walaupun demikian. dan kuman tersebut menyebar. Diagnosa dengan sinar-X kurang spesifik. diberikan sebelum berumur dua bulan. pengendalian TBC akan semakin sulit dilaksanakan. Di Indonesia. berkeringat malam walaupun tanpa kegiatan. pemberian dua atau tiga kali tidak berpengaruh. Untuk menghindari munculnya bakteri TBC yang resisten. usaha untuk medeteksi kasus baru perlu lebih ditingkatkan lagi. streptomycin. WHO merekomendasikan strategi penyembuhan TBC jangka pendek dengan pengawasan langsung atau dikenal dengan istilah DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse Chemotherapy). Imunisasi TBC ini tidak . DOTS diperkenalkan sejak tahun 1991 dan sekitar 10 juta pasien telah menerima perlakuan DOTS ini. demam meriang lebih dari sebulan.badan (malaise). jauh di bawah target WHO. tapi tidak pada manusia. Deteksi atau diagnosa pasien sangat penting karena pasien yang lepas dari deteksi akan menjadi sumber penyebaran TBC berikutnya. biasanya diberikan obat yang terdiri dari kombinasi 34 macam obat ini. melakukan pengobatan. Selain itu. Setelah minum obat TBC biasanya gejala TBC bisa hilang dalam waktu 2-4 minggu. karenanya bisa berkembang biak di dalam tubuh dan diharapkan bisa mengindus antibodi seumur hidup. rifampicin. Berdasarkan data WHO. Dokter atau tenaga kesehatan kemudian mengawasi proses peminuman obat serta perkembangan pasien. dan melakukan pengawasan langsung. pyrazinamide. Untuk terapi. 70 persen. Angka ini melebihi target WHO. yang dikenal dengan nama BCG terbuat dari bakteri M tuberculosis strain Bacillus Calmette-Guerin (BCG). Imunisasi Pengontrolan TBC yang kedua adalah imunisasi.who. dan ethambutol. untuk tahun 2001. diagnosa yang akurat adalah dengan menggunakan mikroskop. Dalam strategi ini ada tiga tahapan penting. yaitu terapi dan imunisasi.int).

Karena tingkat efektivitasnya 70-80 persen. sebagian besar rakyat bisa dilindungi dari infeksi kuman TBC. Pasien yang terdeteksi akan langsung diobati. yaitu vaksinasi dan terapi perlu dilakukan untuk memberantas TBC dari bumi Indonesia. tes yang dilakukan untuk mendeteksi ada-tidaknya antibodi yang dihasikan oleh infeksi kuman TBC. Tingkat efektivitas vaksin ini berkisar antara 70-80 persen.sepenuhnya melindungi kita dari serangan TBC. untuk selanjutnya dilakukan terapi DOTS untuk pasien yang terdeteksi. Negara-negara Eropa dan Jepang adalah negara yang menganggap perlunya imunisasi. pirazinamid. streptomisin bisa menyebabkan gangguan pendengaran dan keseimbangan. Isoniazid. kita masih harus waspada terhadap serangan TBC ini. Dengan melaksanakan vaksinasi ini.Jika tes fungsi hati menunjukkan adanya reaksi terhadap salah dari ketiga obat tersebut. Pendapat yang kedua adalah perlunya imunisasi. maka biasanya obat yang bersangkutan diganti dengan obat yang lain. Amerika Serikat adalah salah satu di antaranya. sehingga pemberian 1 macam obat akan menyisakan ribuan organisme yang benar-benar resisten terhadap obat tersebut. Jika timbul mual dan muntah. agaknya masih perlu melaksanakan vaksinasi BCG ini. Antibiotik yang paling sering digunakan adalah isoniazid. sehingga mengurangi jumlah pil yang harus ditelan oleh penderita. Jika penderita benar-benar mengikuti pengobatan dengan teratur. rifampin. Kadang pembedahan dilakukan untuk membuang nanah atau memperbaiki kelainan bentuk tulang belakang akibat tuberkulosis. Karena jarangnya kasus TBC di Jepang. streptomisin dan etambutol. Karena itu. Bagaimana dengan Indonesia? Karena Indonesia adalah negara yang besar dengan jumlah penduduk yang banyak. Suatu infeksi tuberkulosis pulmoner aktif seringkali mengandung 1 miliar atau lebih bakteri. dosisnya dikurangi untuk menghindari efek samping yang berbahaya terhadap mata. . jumlah kasus dugaan (suspected cases) jauh akan berkurang. karena diperlukan waktu yang lama untuk memusnahkan semua bakteri dan untuk mengurangi kemungkinan terjadi kekambuhan. sehingga diputuskan bahwa tes Tuberculin tidak perlu lagi dilaksanakan. Amerika Serikat tidak melakukan vaksinasi BCG. dianggap telah terinfeksi TBC dan tidak akan diberikan vaksin. tetapi harus diberikan dalam bentuk suntikan. Jika hasil tes positif. secara global ada dua pendapat tentang imunisasi TBC ini. Bahkan Jepang telah memutuskan untuk melakukan vaksinasi BCG terhadap semua bayi yang lahir tanpa melakukan tes Tuberculin. Kedua pendekatan. maka pemakaian obat harus dihentikan sampai dilakukan tes fungsi hati. pengobatan harus terus dilanjutkan. diberikan 2 macam obat yang memiliki mekanisme kerja yang berlainan dan kedua obat ini akan bersama-sama memusnahkan semua bakteri. Setelah penderita benar-benar sembuh. sehingga memudahkan kita untuk mendeteksi pasien TBC. Setelah 2 bulan. Streptomisin merupakan obat pertama yang efektif melawan tuberkulosis. tetapi mereka menjaga ketat terhadap orang atau kelompok yang berisiko tinggi serta melakukan diagnosa terhadap mereka. Pemberian etambutol diawali dengan dosis yang relatif tinggi untuk membantu mengurangi jumlah bakteri dengan segera. Terdapat 5 jenis antibotik yang dapat digunakan. rifampin dan pirazinamid dapat digabungkan dalam 1 kapsul. paling tidak. Ketiga obat ini bisa menyebabkan mual dan muntah sebagai akibat dari efeknya terhadap hati. Pendapat pertama adalah tidak perlu imunisasi. Jika diberikan dalam dosis tinggi atau pemakaiannya berlanjut sampai lebih dari 3 bulan. walaupun telah menerima vaksin. Karena itu. Karena efektivitas vaksin ini tidak sempurna. Sistem deteksi dan diagnosa yang rapi inilah yang menjadi kunci pengontorlan TBC di AS. dianggap semua anak tidak terinfeksi kuman TBC. maka tidak perlu dilakukan pembedahan untuk mengangkat sebagian paru-paru.

Tetapi penderita yang mengalami batuk dan tidak menjalani pengobatan secara teratur. tetapi hasil rontgen tidak menunjukkan adanya penyakit. ruang tunggu gawat darurat). Isoniazid sangat efektif jika diberikan kepada orang-orang dengan resiko tinggi tuberkulosis. Penderita tuberkulosis pulmoner yang sedang menjalani pengobatan tidak perlu diisolasi lebih dari beberapa hari karena obatnya bekerja secara cepat sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya penularan. Sinar ini bisa membunuh bakteri yang terdapat di dalam udara. perlu diisolasi lebih lama karena bisa menularkan penyakitnya Penderita biasanya tidak lagi dapat menularkan penyakitnya setalah menjalani pengobatan selama 10-14 hari. Isoniazid diminum setiap hari selama 6-9 bulan.PENCEGAHAN Terdapat beberapa cara untuk mencegah tuberkulosis: • • Sinar ultraviolet pembasmi bakteri. misalnya petugas kesehatan dengan hasil tes tuberkulin positif. . bisa digunakan di tempat-tempat dimana sekumpulan orang dengan berbagai penyakit harus duduk bersama-sama selama beberapa jam (misalnya di rumah sakit.

Sedihnya. akan menyebabkan meningeal TB. gelap. anak atau bayi yang sehat. Tetapi penyebab mandeknya kenaikan berat badan anak bukan monopoli TBC. sendi. Bagaimana TB Menular? Bakteri TB menyebar bila orang dewasa penderita TB aktif yang tidak tertangani dengan baik (baca: memperoleh pengobatan). Bakteri TB akan cepat mati bila terkena sinar matahari langsung.TBC pada anak http://ibudananak. lho! Ada banyak penyakit selain TBC. berat badan seret naik atau malah tidak naik-naik.com/index. What is TBC? Tuberculosis – yang disingkat TBC atau TB . otot. Orangtua mana sih.. Bila kuman terhirup oleh orang dewasa lain. sehingga sering disebut juga sebagai Basil/bakteri Tahan Asam (BTA). anak jadi memperoleh pengobatan yang salah. utamanya balita. menyebabkan mereka terinfeksi M. seperti ginjal. Dalam tubuh. Anak kurus. Umumnya TB menyerang paru-paru. Dapat dimaklumi kalau orangtua sangat menaruh perhatian (malah kadang berlebihan) pada hal yang satu ini. kuman ini dapat tertidur lama (dorman) selama beberapa tahun. Bila (kuman TB) menginfeksi hampir seluruh organ tubuh. lho.. yang tidak gelisah ketika berat badan anaknya yang masih batita. kuman dapat bertahan hidup selama beberapa jam. Akibatnya. Namun orang yang tertular tidak selalu akan sakit TBC paru-paru juga. saluran kencing. hanya TBC paru-paru (pulmonary TB) yang menular. Secara umum. tulang. dan TB jenis ini lebih berbahaya dari pulmonary TB. Karena itu. karena kenaikan berat badan merupakan salah satu indikator tumbuh kembang anak. Tetapi dalam tempat yang lembab. usus. stagnan di kilogram tertentu. dan pada suhu kamar. jantung. karena negara kita tercinta ini termasuk daerah endemis TBC.. Bukan untuk berlagak atau sok-sokan menjadi dokter. bersin atau batuk sehingga mengeluarkan sputum droplet (percikan dahak) yang mengandung kuman TB. disebut miliary TB atau extrapulmonary TB. masih banyak anak di republik ini yang ’didiagnosis’ sakit TBC padahal penyakit sebenarnya bukan itu. Tentu kita tidak mau dong. susah/tidak mau makan. yang menyebabkan berat badan anak terganggu... acapkali dicurigai mengidap TBC. Bila kuman TB menyerang otak dan sistem saraf pusat. ngga ada salahnya orangtua belajar untuk mengenal serba-serbi penyakit ini. Maklum saja. Tetapi kuman TB juga bisa menyebar ke bagian/organ lain dalam tubuh. sehingga disebut dengan Pulmonary TB. Kuman TB berbentuk batang dan memiliki sifat khusus. Tetapi menambah pengetahuan merupakan salah satu upaya untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga. hal itu terjadi pada si kecil. penyakit TBC memang masih menjadi momok.adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. tuberculosis.php? option=com_content&task=view&id=266&Itemid=9 ada Anak Di Indonesia. yaitu tahan terhadap asam pada pewarnaan. kulit. tergantung bagian tubuh (organ) mana yang diserang oleh .

Meskipun menular. seseorang yang kesehatan fisiknya baik. Karenanya. Davide Manissero dari WHO Indonesia (pada seminar PESAT 5 Jakarta. tanda-tanda dan gejala TB pada anak seringkali tidak spesifik (khas). Bagaimana Mendiagnosa TB Pada Anak ? Sesungguhnya mendiagnosa tuberculosis pada anak. Diagnosa TBC pada anak tidak dapat ditegakkan hanya dengan 1 atau 2 tes saja. kuman TB juga dapat masuk ke tubuh manusia dari susu sapi murni yang tidak diolah (dimasak) dengan sempurna. Kelompok yang paling rawan terinfeksi bakteri TB adalah bayi dan anak usia kurang dari 1 tahun. jika memungkinkan dilakukan uji bakteriologi (yang dilambangkan sebagai tangkai bunga) untuk menemukan ’biang keladinya’ alias kuman TBC. Tapi lain ceritanya. Meski demikian. tingkat kerawanannya menurun. sementara 4 mahkota bunga yang melingkupi putik adalah riwayat kontak/pemaparan dengan penderita TB aktif. diperkirakan sekitar 6 bulan. memerlukan kontak dengan penderita TB aktif setidaknya 8 jam sehari selama 6 bulan. Kemudian. tetapi orang tertular tuberculosis tidak semudah tertular flu. hal ini tak sulit dilakukan. Setelah itu. . Menurut Mayoclinic. tingkat kerawanan infeksi itu kemudian akan meningkat kembali. padahal sebenarnya tidak. Orang dewasa penderita TB aktif yang telah menjalani pengobatan selama 2 minggu juga sudah aman. maksudnya terinfeksi atau malah sakit TB tetapi tidak terdeteksi sehingga tidak memperoleh penanganan yang tepat. dr. Kalaupun ada sekresi dahak. sudah pasti sumber penularnya adalah orang dewasa yang ’dekat’ dengannya. Bahkan pada kisaran usia 5-9 tahun. Diagnosa tepat TBC tak lain dan tak bukan adalah dengan menemukan adanya Mycobacterium tuberculosis yang hidup dan aktif dalam tubuh suspect TB atau orang yang diduga TBC. yaitu waktu yang diperlukan dari mula terinfeksi sampai menjadi sakit. pada anak biasanya TB bersifat tertutup. melainkan harus komprehensif. ia sudah tidak menularkan kuman TB lagi. Menurut TB/HIV Clinical Manual hanya sekitar 10% dari yang terinfeksi. dan foto rontgen. gejala. Usia 10 tahun ke atas. Anak-anak yang sakit TBC tidak dapat menularkan kuman TB ke anak lain atau ke orang dewasa. Caranya? Yang paling mudah adalah dengan melakukan tes dahak. Sementara masa inkubasi TB sendiri. Jadi kalau ada anak yang terinfeksi TBC. berlanjut menjadi penderita TB (TB aktif). untuk dapat terinfeksi. untuk menghindari MDR (multi-drugs resistant) TB atau kuman TB yang resisten terhadap obat anti TB. tes Mantoux (uji Tuberkulin). Sebab. lalu menjadi sakit TB. meskipun tidak setinggi kelompok usia 0-1 tahun. terlebih pada anak-anak yang masih sangat kecil.bakteri TB. Dalam arti. Atau underdiagnosed. apalagi yang masih usia balita. Kesulitan lainnya. Selain dari droplet dahak penderita TBC aktif. Pada orang dewasa. belum mampu mengeluarkan dahak. diperlukan alternatif lain untuk mendiagnosa TB pada anak. Cukup banyak anak yang overdiagnosed sebagai pengidap TB. yang bersangkutan tetap harus meneruskan terapi obatnya hingga selesai. Penularan penyakit ini memerlukan waktu pemaparan yang cukup lama dan intensif dengan sumber penyakit (penular). anak-anak memiliki tingkat resiko terinfeksi yang paling rendah. pada anak-anak karena mereka. konsentrasi atau jumlah bakteri dalam droplet cenderung sedikit. sangat sulit. 4 Maret 2006) mengibaratkan diagnosa TBC itu bagaikan menggambar sekuntum bunga. Tidak semua orang yang terinfeksi bakteri TB. Penyakit TBC diibaratkan sebagai putik bunga.

menyebabkan uji Tuberkulin (Mantoux test) tak lagi efektif untuk mendiagnosa TBC pada orang dewasa karena sebagian besar orang dewasa yang tinggal dan hidup di sini sudah terinfeksi Mycobacterium tuberculosis. sebaiknya orangtua juga proaktif berdiskusi dengan sang dokter dan membekali diri dengan pengetahuan tentang penyakit ini. Riwayat Kontak atau Pemaparan Penyakit TBC adalah penyakit infeksi. untuk mencegahnya menjadi sakit TB. Pada orang dewasa. maka apabila anak menderita TBC pastilah ’sumbernya’ adalah orang yang sehari-hari dekat dengannya. pengasuh. Maka dari itu. ibu. Bambang Supriyatno. Tingginya prevalensi (angka kejadian) TBC di Indonesia. supir keluarga). Entah itu ayah. Memang hanya dokter yang berwenang untuk melakukan pembobotan (scoring). Ikatan Dokter Anak Indonesia telah mengeluarkan standar untuk sistem scoring ini. untuk memastikan apakah anak benar sakit TBC. SpAK dalam seminar Tuberculosis (24 Juni 2006). Foto rontgen paru-paru dari orang dewasa yang mengidap TB aktif. gejala umum TB pada anak-anak adalah sebagai berikut : • • • Berat badan turun selama 3 bulan berturut-turut tanpa sebab yang jelas dan tidak naik dalam 1 bulan meskipun sudah dengan penanganan gizi yang baik. 1. kakek. juga bisa manifestasi dari alergi. setelah disingkirkan kemungkinan penyebab lainnya (bukan tifus. nenek. sebelum mempekerjakan orang di rumah (pembantu rumah tangga. Walaupun anak tak tampak sakit tapi bila terbukti ada orang dewasa (yang dekat dengan anak) yang sakit TBC. Demam lama/berulang tanpa sebab yang jelas. 2. Gejala utama TB pada orang dewasa adalah batuk berdahak yang terus menerus selama 3 minggu atau lebih. pasti ada sumber penularnya. ketika seorang anak/bayi diduga menderita TB. Menurut Pedoman Nasional Tuberkulosis (2002). sebaiknya orangtua memastikan lebih dulu kondisi kesehatan orangorang tersebut. malaria atau infeksi saluran nafas akut). Nafsu makan tidak ada (anorexia) dengan gagal tumbuh dan berat badan tidak naik (failure to thrive) dengan adekuat. atau orang lain yang tinggal satu rumah dengan anak dalam waktu yang cukup lama. dokter memerlukan satu alat diagnostik gabungan. Tempat yang tepat (dan murah) untuk melakukan uji ini adalah Puskesmas. maka orangtua ’harus’ curiga anak terinfeksi TB dan membawanya ke dokter/RS/puskesmas agar anak mendapatkan penanganan yang tepat. Namun demi kepentingan anak. Gejala Tuberculosis pada anak-anak seringkali tidak menimbulkan gejala khusus. Dapat juga . Karena penularan TB memerlukan waktu pemaparan (exposure) yang cukup lama. pengasuh anak. Uji dahak dilakukan untuk mengetahui keberadaan BTA dalam dahak. yaitu sistem pembobotan (scoring). Batuk lama.Menurut dr. semua orang yang sehari-hari dekat dengan si kecil harus dipastikan mengidap TBC atau tidak. Karena mereka lah yang lebih banyak berada di sekitar anak. memberikan gambaran yang sangat khas. apalagi bila kedua orangtua (ayah dan ibu) bekerja penuh waktu. Sayangnya. Oleh sebab itu. pada anak-anak. Artinya. diagnosis TB dapat dilakukan melalui uji dahak (sputum test) dan foto rontgen paru-paru. umumnya batuk lama bukan gejala utama TB.

muntah-muntah. jika anak menderita batuk berulang. Selain gejala-gejala tersebut di atas. pada TBC tulang & sendi Namun harus dicermati pula bahwa gejala-gejala di atas bukan monopoli TBC. lutut. Terlebih bila ada orang dewasa (yang sehari-hari bergaul dekat dengan anak) yang sakit TBC. Dibarengi dengan upaya perbaikan gizi selama 1 bulan. Karena hal itu menunjukkan sistem imun tubuhnya sedang ’dilatih’ menghadapi serangan mikroorganisme. ISK. maka orangtua harus ’khawatir’. Karena itu. Begitu pula dengan demam. Anak-anak cenderung belum bisa menceritakan dengan jelas apa yang mereka rasakan. ketiak dan paha. Misalnya. maka orangtua ’wajib’ untuk curiga. Pembesaran kelenjar getah bening yang tidak sakit. . misalnya batuk lama lebih dari 30 hari (setelah disingkirkan sebab lain dari batuk).• • disertai keringat malam. juga bisa disebabkan oleh banyak penyakit selain TBC. Anak-anak usia balita juga seringkali mengalami pembengkakan kelenjar getah bening di bagian belakang telinga. nyeri dada ketika bernafas atau batuk. malaria atau penyakit lain selain TBC. Namun apabila setelah upaya tersebut. pastikan terlebih dahulu kemungkinan penyakit lain. orangtua juga harus mengamati perilaku sehari-hari anak. apakah batuk anak berlangsung dalam waktu lama (tanpa jeda) ataukah berulang? Sebab. infeksi saluran kemih (ISK). di leher. maka orangtua harus ’mencurigai’ penyakit lain. • • Kaku kuduk. karena banyak juga jenis penyakit lain yang menimbulkan gejala serupa. kaki dan tangan. dengan cara memastikan dengan sebenar-benarnya apakah anak mengidap TBC atau tidak. Bila setelah itu berat badan anak meningkat. gangguan tiroid. sebelum terburu-buru menduga anak mengidap TB. dan bengkaknya berukuran besar (diameternya lebih dari 1 cm). Demam yang perlu dicurigai TB adalah demam tingkat rendah atau sumeng yang berlangsung lebih dari 2 minggu dan bukan disebabkan oleh tifus. Tetapi kecurigaan ini harus dimanisfestasikan secara rasional. Gejala –gejala dari saluran nafas. pembengkakan tulang pinggul. Juga harus dibedakan antara susah makan dengan kehilangan nafsu makan. Antara lain gangguan pencernaan. sah-sah saja bila orangtua curiga. Orangtua baru harus khawatir bila pembengkakan terjadi di leher (bukan bagian belakang telinga). Memang ada masanya dimana anak jadi susah makan. Meski begitu. ketiak dan lipatan paha. maka orangtua ’wajib’ memeriksakan kondisi kesehatan anak. Bambang Supriyatno. dan kehilangan kesadaran pada TBC otak & saraf (meningitis TB) Gibbus. Batuk lama. Berat badan tidak naik-naik misalnya. refluks. menurut dr. dan itu normal. berat badan anak tidak meningkat atau malah semakin turun dan terbukti tidak disebabkan oleh penyakit lain. seperti asma. atau bahkan makin memburuk. bila anak mengalami gejala-gejala seperti tersebut di atas. atau lainnya. Orangtua harus benar-benar memastikan. Tetapi bila tiba-tiba anak sampai tidak mau makan sama sekali (anorexia) dan hal itu berlangsung lama. berarti kemungkinan anak tidak mengidap TB. gejala yang ditimbulkan akan berbeda-beda. Apabila bakteri TB menyebar ke organ-organ tubuh yang lain. SpAK dalam seminar Tuberkulosis (24 Juni 2006). atau sinusitis untuk anak usia di atas 5 tahun. penyakit jantung bawaan (PJB).

Apabila dicurigai terjadi anergi. Ukuran dinyatakan dalam milimeter. 4. untuk bayi dan anak sampai usia 2 tahun yang tanpa faktor resiko TB. gambar rontgen dari TBC paru pada anak umumnya tidak khas sehingga menyulitkan interpretasi foto. baru saja terinfeksi bakteri TB. diperlukan foto rontgen paru-paru. bakteri akan mati dan tidak ada lagi infeksi dalam tubuh. foto rontgen juga harus dilakukan dari arah samping. Namun pada orang lain. Foto Rontgen Untuk memperkuat diagnosis. sudah dianggap positif bila diameter indurasinya 5 mm atau lebih. Secara umum. dikatakan positif bila indurasinya berdiameter 15 mm atau lebih. Sebab. kuman TB membangun sarang di kelenjar getah bening yang lokasinya berdekatan dengan jantung. yang terjadi adalah bakteri tidak aktif tetapi bertahan lama di dalam tubuh dan sama sekali tidak menimbulkan gejala. Atau pada orang lainnya lagi. hasil tetap harus ditulis sebagai 0 mm. artinya hasil negatif padahal sesungguhnya terinfeksi kuman TB. Namun. tata laksana tes Mantoux yang kurang benar. tenaga medis harus melihat hasilnya untuk diukur. Anergi dapat terjadi apabila anak mengalami malnutrisi berat atau gizi buruk (gizi kurang tidak menyebabkan anergi). satu-satunya cara untuk memastikan anak terinfeksi oleh kuman TB. Lalu. kuman TBC membangun sarangnya pada paru-paru bagian atas. cenderung dimanifestasikan melalui perubahan sikap. Tapi masalahnya. bakteri tetap aktif dan orang tersebut menjadi sakit TB. Sistem imun tubuh mulai menyerang bakteri TB. Uji ini dilakukan dengan cara menyuntikkan sejumlah kecil (0. ke dalam lapisan atas (lapisan dermis) kulit pada lengan bawah.Rasa tidak enak badan. untuk menghindari terjadinya overdiagnosis atau underdiagnosis. hasil tes Mantoux ini dinyatakan positif bila diameter indurasi berukuran sama dengan atau lebih dari 10 mm. . sakit. sedang terkena infeksi virus. Tes Mantoux atau Uji Tuberkulin Karena tanda-tanda dan gejala TB pada anak sangat sulit dideteksi. Yang diukur adalah indurasi (tonjolan keras tapi tidak sakit) yang terbentuk. Pada kurun waktu inilah tes Mantoux mulai bereaksi. adalah melalui uji Tuberkulin (tes Mantoux). maka tes harus diulang. Pengecualian lainnya adalah. Ketika pada saat terinfeksi daya tahan tubuh orang tersebut sangat baik. Sedangkan pada anak-anak.1 ml) kuman TBC. Pada orang dewasa. 48 sampai 72 jam kemudian. sehingga pada gambar rontgennya akan terlihat adanya infiltrat pada daerah tersebut. masih kuat. sistem imun tubuhnya sedang sangat menurun akibat mengkonsumsi obat-obat tertentu. baru saja divaksinasi dengan virus hidup. dan sama sekali bukan untuk menegakkan diagnosa atas penyakit TB. Tes Mantoux ini hanya menunjukkan apakah seseorang terinfeksi Mycobacterium tuberculosis atau tidak. kira-kira 2-8 minggu setelah terinfeksi. menjadi cengeng atau gampang marah. Bahkan bila ternyata tidak ada indurasi. atau ketidaknyamanan yang mereka rasakan. tidak semua orang yang terinfeksi kuman TB lalu menjadi sakit TB. Diperlukan orang yang benar-benar ahli. Hal ini dikarenakan pengaruh vaksin BCG yang diperolehnya ketika baru lahir. untuk anak dengan gizi buruk atau anak dengan HIV. Jika hanya difoto dari depan akan sulit melihat adanya infiltrat. untuk memperkuat diagnosis. 3. yang telah dimatikan dan dimurnikan. misalnya tiba-tiba rewel terus menerus. bukan warna kemerahannya (erythema). bukan centimeter. Oleh karena itu. karena terutup oleh bayangan jantung. Namun tes Mantoux ini dapat memberikan hasil yang negatif palsu (anergi).

maka harus diobati sampai benar-benar sembuh. berarti orang tersebut dikatakan positif mengidap TBC paru aktif. lamanya pengobatan TB ini tergantung dari jenis TB yang diderita. dan dalam jangka waktu lama. Ketiga obat tersebut diberikan selama 2 bulan pertama. maksudnya Sewaktu kunjungan pertama. gambaran paru-paru tidak ’diganggu’ oleh bayangan jantung. Kombinasi obat anti TBC (OAT) untuk anak adalah Isoniasid (INH). Bakteri TB ini ’mati’ secara sangat perlahan. Akan tetapi. Kenapa bisa begitu? Ini adalah berkat ’perlindungan’ dari imunisasi BCG. Pada anak. esok Paginya. lama pengobatan cukup 6 bulan saja. Pendambilan sampel dilakukan secara SPS. pilih waktu ketika batuknya minimal. setiap hari. sehingga hanya dapat digunakan sebagai data pendukung. Setelah mengkonsumsi OAT selama 2 minggu. foto rontgen saja tidak dapat digunakan sebagai alat untuk mendiagnosis TBC. Pengobatan TBC Bila anak positif sakit TBC. Namun tes dahak sangat sulit dilakukan pada anak-anak. Oleh karenanya. Namun. parameter yang diuji pada pemeriksaan darah adalah LED (laju endap darah) dan kadar limfosit. Rifampisin. kuman TB yang ’hidup’ dalam tubuh anak penderita TB aktif. sudah tidak dapat berkembang biak lagi sehingga tidak berbahaya. Untuk bisa sembuh. Nilai LED dan limfosit yang tinggi (di atas kadar normal) hanya menunjukkan terjadinya infeksi di dalam tubuh. Sisa kuman yang masih ada setelah terapi pengobatan selesai. lagi-lagi keberadaan infiltrat bukan mutlak menunjukkan anak mengidap TBC. anak (dan orang dewasa) penderita TB harus mengkonsumsi OAT secara teratur. karena pada saat itu belum semua bakteri TB mati. Bagi anak yang sudah mampu mengeluarkan dahaknya. Alasannya. untuk . dan Sewaktu kunjungan berikut (kedua). semua jenis infeksi juga dapat meningkatkan nilai LED dan limfosit dalam darah. Tetapi cara ini dinilai menyakitkan bagi anak. jumlahnya jauh lebih sedikit daripada kuman yang ada dalam orang dewasa penderita TB aktif. meski tidak mengidap TB bila difoto rontgen dadanya. Selain diperiksa melalui mikroskop. 6. Kalaupun ingin melakukan pemeriksaan mikroskopis BTA pada anak. Bila tidak memungkinkan. Tetapi tes ini memakan waktu yang lama. Bila ditemukan adanya bakteri TB di dalam 2 sampel dari 3 sampel dahak seseorang.Dengan begitu. Paling baik memang setelah anak sembuh dari batuknya. dan Pirazinamid. Anak yang sedang batuk dengan dahak yang banyak. Untuk TB paru-paru (pulmonary TB). Tetapi keduanya ini nilai diagnostiknya bahkan lebih rendah daripada foto rontgen. Tetapi ia tetap harus mengonsumsi OAT sampai selesai masa pengobatannya. bisa memberikan gambaran infiltrat. yaitu mulai bukan ketiga sampai keenam (4 bulan berikutnya) hanya diberikan kombinasi INH dan Rifampisin. anak mungkin akan merasa lebih baik dan tampak sehat. foto rontgen harus dilakukan pada saat anak dalam kondisi terbaik. lalu setelah itu. Butuh waktu minimal 6 bulan untuk ’membunuh’ semua bakteri Tb dalam tubuh. caranya dengan menggunakan bilasan lambung anak. Sekali lagi. Tes Darah Biasanya. Uji Bakteriologi Uji bakteriologi yang umum dilakukan adalah melalui pemeriksaan sampel dahak (tes dahak atau sputum test). karena mereka cenderung menelan dahaknya. maka tes dahak menjadi satu keharusan. sementara tes dahak yang biasa hanya memakan waktu beberapa jam saja untuk mendapatkan hasilnya. 5. sampel dahak juga dapat diperiksa dengan cara dibiakkan dalam medium tertentu (tes kultur dahak). sehingga tidak digunakan untuk deteksi dini. Tetapi.

selain INH. apabila anak penderita TBC aktif melewatkan dosis OAT sampai maksimal 7 dosis (berarti 1 minggu). Bahkan foto rontgen paru-parunya normal dan bila dites dahaknya pun akan negatif. TB pada kondisi ini tidak menular. Pada kondisi-kondisi tersebut. cukup meneruskan saja sisa masa terapinya. orangtua harus segera berkonsultasi dengan petugas kesehatan (dokter) yang berwenang. dengan sendirinya perkembangan penyakit itu juga lebih lambat pada anak. diberikan suplemen vitamin B6 (piridoxin) selama masa pengobatan. yakni meningeal TB dan miliary TB. Mengingat demikian beratnya efek samping OAT. apalagi karena harus dikonsumsi dalam jangka panjang. Jumlah kuman TBC yang ada dalam tubuh anak jauh lebih sedikit dari jumlah yang ada dalam tubuh orang dewasa. Dengan kata lain TB laten adalah infeksi TB. yang dimaksud dengan TB laten adalah orang yang terinfeksi bakteri TB tetapi tidak menjadi sakit TB (mengidap TB aktif). TB/HIV Clinical Manual yang diterbitkan oleh WHO menyebutkan bahwa inisiasi (pemulaian) pengobatan TBC pada anak merupakan proses aktif. TB Laten. Bagaimana bila anak melewatkan dosis OAT-nya? Menurut dr. ia tidak perlu mengulang dari awal lagi. Ini karena kerja TBC pada anak tidak sama seperti TBC pada orang dewasa. nyeri otot. tak perlu terburuburu untuk memulainya! Alih-alih demikian. Karena jumlah kuman TB dalam tubuh anak jauh lebih sedikit daripada yang ada dalam tubuh orang dewasa. Meski demikian. sebaiknya orangtua bersama-sama dengan dokter yang menangani anak. Obat anti TBC untuk orang dewasa. Rifampisin dan Pirazinamid. lamanya pengobatan setidaknya 9 bulan. Oleh karena. pengobatan mau tidak mau harus segera dimulai. Orang dengan infeksi ini. Sesungguhnya. juga ada satu jenis obat lagi yaitu etambutol. dengan catatan dosisnya harus tepat. pada anak dengan kasus sakit TB yang berat (TB meningitis atau milier). Apakah Itu? Istilah laten TB atau TB laten ini sering kita temui di internet. Tetapi bila lewat lebih dari 1 minggu dan atau hal itu terjadi berulangkali. tidak menunjukkan gejala-gejala TB dan sama sekali tidak merasa sakit.jenis TB yang lebih berat. Tapi lain ceritanya. Efek Samping OAT Ketiga obat anti TBC tersebut sebenarnya bersifat racun bagi hati. Davide dari WHO Indonesia pada seminar PESAT 5 (4 Maret 2006). misalnya – atau usia anak masih sangat muda (di bawah 1 tahun). Apabila secara umum anak tidak tampak ’sakit’. melainkan tidur lama (dorman). biasanya dokter memeriksa fungsi kerja hati (SGOT/SGPT). . setelah selesai masa pengobatan. sehingga resistensi kuman juga menjadi jauh lebih rendah. bahkan gangguan kesadaran. bila kondisi anak terlihat parah – sampai tidak dapat bangun. ’terpaksa’ harus menggunakan etambutol. Tetapi. melakukan pengamatan yang lebih mendalam lagi tentang kondisi anak. Karena efek samping etambutol pada anak berusia kurang dari 8 tahun adalah buta warna dan/atau pandangan terbatas (seperti memakai kacamata kuda). Dikatakan laten karena kuman TB tidak aktif tetapi juga tidak mati. jenis obat yang satu ini tidak diberikan untuk anakanak yang ’hanya’ sakit TB paru-paru. sudah seharusnya bila orangtua benarbenar memastikan apakah anak sakit TB atau tidak. Untuk mengurangi efek tersebut. Isoniazid atau INH juga dapat menimbulkan reaksi negatif berupa kesemutan.

membuat anak tidak berkembang menjadi sakit TB. profilaksis hanya efektif bila anak berusia < 5 tahun. biasanya perkembangbiakan kuman akan terlokalisir di paru-paru saja (pulmonary TB). vaksin ini masih sangat dibutuhkan. Lama pengobatan pencegahan ini. . Imunisasi dengan vaksin BCG sangat penting untuk mengendalikan penyebaran penyakit TBC. Meskipun BCG tidak dapat 100% mencegah TBC paru-paru. tidak lebih! Akan tetapi. tentunya anak harus diberi profilaksis INH. Kalaupun sampai berkembang menjadi TB aktif. Karena sistem imun tubuhnya memang belum sempurna. Mengapa demikian? Karena negara Indonesia ini bisa dibaratkan sebagai reservoir besar kuman TB. Asupan gizi yang baik ditambah imunisasi BCG. menurut Pedoman Nasional Tuberkulosis. Karenanya. Beberapa negara maju menetapkan kebijakan tidak perlu imunisasi BCG. apabila anak positif terinfeksi TB. sama sekali tidak efektif alias percuma. Anak yang terinfeksi TB ini ibarat bom waktu. Tetapi berkat vaksin BCG yang diberikan segera setelah bayi lahir. Jika orangtua mencurigai dirinya atau anggota keluarga (yang serumah) lain memiliki gejala-gejala TBC. tetap perlu diberi pengobatan pencegahan (profilaksis). walaupun tidak berkembang menjadi sakit TB.Keberadaan TB laten atau infeksi TB ini hanya bisa dideteksi melalui uji tuberkulin atau pemeriksaan darah khusus TB. Vaksin ini akan memberi tubuh kekebalan aktif terhadap penyakit TBC. mengingat posisi Indonesia yang no 3 di dunia sebagai negara dengan jumlah penderita TBC terbanyak. Kalaupun anak sampai terinfeksi. Tingkat efektivitas vaksin BCG memang ’hanya’ 70-80 %. orangtua juga harus memperhatikan asupan gizi anak. Tetapi imunisasi BCG juga tidak sepenuhnya dapat melindungi manusia dari serangan TBC. umumnya tidak berkembang menjadi sakit. Sedangkan orang yang positif mengidap TBC aktif harus dipastikan mengkonsumsi OAT-nya secara teratur sampai masa pengobatannya selesai. sehingga bisa dikatakan sebagian besar orang dewasa di Indonesia sudah terinfeksi kuman TB. Pengobatan pencegahan TBC untuk orang dewasa yang tinggal di Indonesia. karena pemberian lebih dari sekali pun tidak berpengaruh. Selain imunisasi. atau bisa juga penyakit TBC-nya muncul setelah si anak tumbuh dewasa atau berusia lanjut. Jika ternyata ada yang positif mengidap TBC aktif. Anak yang sudah diimunisasi BCG. diharapkan cukup ampuh menangkal serangan bakteri TB. Tetapi untuk Indonesia. cukup dengan satu jenis obat saja. maka anak-anak balita adalah kelompok yang paling rentan terinfeksi kuman TB. dan orangorang lain yang tinggal serumah juga harus segera diperiksa kondisi kesehatannya. cukup mengawasi dengan ketat kelompok yang beresiko tinggi. yang akan ’meledak’ sewaktu-waktu bila kondisinya tepat. sehingga penanganannya pun lebih mudah. Yang dimaksud dengan kondisi yang tepat adalah pada saat daya tahan tubuh anak sedang menurun karena sedang sakit berat (karena penyakit lain). Vaksin ini hanya perlu diberikan sekali seumur hidup. maka mereka lah yang harus ditangani dengan baik dan benar. Pencegahan Tuberculosis Karena sumber penularan TB adalah orang-orang dewasa yang sehari-hari dekat dengan anak. Akan lebih baik apabila screening ini dilakukan sebelum bayi lahir atau bahkan sebelum ibu hamil. tetapi pemberian vaksin ini akan melindungi anak dari bentuk-bentuk TBC yang lebih ganas (meningeal TB dan miliary TB). Jumlah bakteri TB dalam infeksi TB lebih sedikit dari TB aktif. yaitu INH (isoniazid). Vaksin BCG akan sangat efektif bila diberikan segera setelah lahir atau paling lambat 2 bulan setelah lahir (dengan catatan selama itu bayi tidak kontak dengan pengidap TB aktif). berlangsung selama 6 bulan saja. segera periksakan ke dokter untuk memastikan apakah menderita TBC aktif atau tidak. lalu terinfeksi kuman TB.

Jakarta. Jakart • . SpAK. TBC di Indonesia oleh dr.cdc.org Tuberculosis dalam www. Tuberkulosis Anak oleh dr.com Tuberkulin Skin Testing dalam www.com Tuberculosis dalam www. Purnamawati S.cdc. Materi Seminar Program Edukasi Orangtua Sehat ke-5.gov Latent TB Infection dalam www. www.dampaknya akan lebih ringan. ”Flek Paru yang Mengecoh” dalam Intisari Edisi April 2005. Tuberculosis dalam www. Davide Manissero (WHO Indonesia). 2002. Carmelia Basri.gov TBC Anak oleh dr. MMPed dalam Cyberwoman tanggal 22 Februari 2005 Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberculosis. Departemen Kesehatan RI. 4 Maret 2006. Makalah Seminar Tuberkulosis 24 Juni 2006. Jakarta Tuberculosis oleh Gendi Jatikusumah. Bambang Supriyatno. (EG-index) Daftar Kepustakaan : • • • • • • • • • • • Konsultasi dengan dr.cdc.infeksi. Jakarta. Pujiarto.mayoclinic. Materi Seminar Program Edukasi Orangtua Sehat ke-5 pada tanggal 4 Maret 2006. SpAK.com .aap. Makalah Seminar Tuberkulosis 24 Juni 2006.

TBC menular melalui droplet infeksius yang terinhalasi oleh orang sehat. (http://www. (http://www. Berdasarkan uraian diatas. Seorang penderita TBC dapat menularkan penyakit kepada 10 orang di sekitarnya. Menurut perkiraan WHO. perempuan.65%. penulis tertarik untuk mengambil studi kasus dengan judul Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan TBC pada Tn. baik dari sisi angka kematian (mortalitas). Demikian pula di Indonesia.PENDAHULUAN KTI TBC BAB I PENDAHULUAN A. Berdasarkan data yang penulis peroleh dari bulan Januari sampai bulan Desember di wilayah Pekalongan terdapat 915 kasus TBC. menunjukkan bahwa Tuberkulosis atau TBC merupakan penyakit kedua penyebab kematian. Kematian akibat Tuberkulosis atau TBC diperkirakan menimpa 140.com/tbc) Survei prevalensi TBC yang dilakukan di enam propinsi pada tahun 1983-1993 menunjukkan bahwa prevalensi TBC di Indonesia berkisar antara 0. Dengan adanya data tersebut terlihat peningkatan kasus TBC.com/2007/12/penyakit-tuberkulosis-tbc.htm) Hasil survei Kesehatan Rumah Tangga Depkes RI tahun 1992. angka insidensi TBC pada tahun 2002 mencapai 555.medicastore. laki-laki. sedangkan pada tahun 1986 merupakan penyebab kematian keempat. maupun diagnosis dan terapinya. Setiap tahunnya. (http://www.infopenyakit.000 kasus (256 kasus/100. TBC dapat juga menyerang kulit. imunitas tubuh sangat berperan untuk membatasi infeksi sehingga tidak bermanifestasi menjadi penyakit TBC. Indonesia bertambah dengan seperempat juta kasus baru TBC dan sekitar 140. Dengan penduduk lebih dari 200 juta orang.html) TBC merupakan penyakit yang sangat infeksius.000 penderita Tuberkulosis atau TBC baru pertahun dengan 262. miskin.000 BTA positif atau insidens rate kira-kira 130 per 100. Dalam hal ini.000 penduduk). 1/3 penduduk dunia saat ini telah terinfeksi M. Tuberkulosis atau TBC merupakan masalah kesehatan. atau kaya) dan dimana saja. muda.2 – 0. tulang. angka kejadian penyakit (morbiditas).000 penduduk tiap tahun.000 penduduk. dan 46% diantaranya diperkirakan merupakan kasus baru. kelenjar limfe. X di Pekalongan. Latar Belakang Insidensi TBC dilaporkan meningkat secara drastis pada dekade terakhir ini di seluruh dunia. Sedangkan menurut laporan Penanggulangan TBC Global yang dikeluarkan oleh WHO pada tahun 2004. Kabar baiknya adalah orang yang terinfeksi M. Indonesia menempati urutan ketiga setelah India dan China dalam hal jumlah penderita di antara 22 negara dengan masalah TBC terbesar di dunia. Jumlah penderita TBC paru dari tahun ke tahun di Indonesia terus meningkat.000 kematian terjadi setiap tahunnya disebabkan oleh TBC. Pada tahun 1999 WHO Global Surveillance memperkirakan di Indonesia terdapat 583.com/tbc/penyakit_tbc.medicastore. TBC terutama menyerang paru-paru sebagai tempat infeksi primer. tuberculosis tidak selalu menderita penyakit TBC. Selain itu. tuberculosis. Penyakit TBC dapat menyerang siapa saja (tua. . dan selaput otak. Tuberculosis (TBC) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.

info/health/kti-kesehatan-lingkungan-pdf . 2. Dapat mengevaluasi asuhan kaperawatan keluarga pada keluarga dengan penyakit TBC. Dapat menyusun rencana kaperawatan keluarga pada keluarga dengan penyakit TBC. Manfaat Manfaat yang diharapkan dari penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini adalah : 1. b. b. c. 2. Bagi ilmu pengetahuan Diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran dalam penanganan kasus TBC. Bagi lahan praktik Dengan adanya penulisan karya tulis ilmiah ini dapat menambah bahan bacaan untuk meningkatkan mutu pelayanan yang lebih baik khususnya pasien TBC. Bagi penulis Diharapkan menambahkan pengalaman bagi penulis tentang penanganan kasus TBC dalam keluarga TBC. Tujuan Penulisan 1. Dapat mengkaji kasus keluarga dengan penyakit TBC . 3. Diposkan oleh taufik blog di 10:43 http://www. Untuk memberikan informasi yang lebih memadai tentang TBC. Tujuan umum Penulis mampu menerapkan asuhan keperawatan keluarga yang tepat pada pasien TBC dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. 6.4healthy-life. Dapat menganalisa masalah-masalah yang muncul pada keluarga dengan penyakit TBC. Bagi institusi Dapat di gunakan sebagai informasi bagi institusi pendidikan dalam pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan dimasa yang akan datang. f. Dapat melakukan tindakan kaperawatan keluarga pada keluarga dengan penyakit TBC. Tujuan khusus a. Klien dan keluarga klien Dapat meningkatkan pengetahuan dan pengalaman dalam merawat diri sendiri maupun orang lain yang sehubungan dengan TBC. Bagi masyarakat a. Dapat memprioritaskan masalah dan merumuskan diagnosa kaperawatan keluarga pada keluarga dengan penyakit TBC.B. 5. C. d. e. 4. Agar masyarakat mampu mengetahui lebih dini dan dapat menanggulangi lebih awal tanda dan gejala dari TBC.

muda. • Penyebab Penyakit (TBC) baca juga Penyakit TBC. Jenis bakteri ini pertama kali ditemukan oleh seseorang yang bernama Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882.Penyakit Tuberkulosis (TBC) Penyakit TBC adalah merupakan suatu penyakit yang tergolong dalam infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa. Bahkan bakteri ini pula dapat . Penyakit ini terus berkembang setiap tahunnya dan saat ini mencapai angka 250 juta kasus baru diantaranya 140.000 menyebabkan kematian. wanita. Untuk mengenang jasa beliau maka bakteri tersebut diberi nama baksil Koch. Di Indonesia khususnya. Penyakit TBC dapat menyerang pada siapa saja tak terkecuali pria. dimana pada anak-anak umumnya sumber infeksi adalah berasal dari orang dewasa yang menderita TBC. Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA). tua. • Cara Penularan Penyakit TBC Penularan penyakit TBC adalah melalui udara yang tercemar oleh Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan/dikeluarkan oleh si penderita TBC saat batuk. Bakteri ini masuk kedalam paru-paru dan berkumpul hingga berkembang menjadi banyak (terutama pada orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah). Bahkan Indonesia menduduki negara terbesar ketiga didunia dalam masalah penyakit TBC ini. Bahkan penyakit TBCpada paru-paru pun dikenal juga sebagai Koch Pulmonum (KP). kaya dan miskin serta dimana saja. Gejala Tuberkulosis. Pencegahan dan Pengobatannya Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa.

Tergantung dari organ tubuh mana yang terkena. Baca juga Mengenali Paru-paru Berkembangnya penyakit TBC di Indonesia ini tidak lain berkaitan dengan memburuknya kondisi sosial ekonomi. yaitu gejala umum dan gejala khusus. dimana segeralah terjadi pertumbuhan koloni bakteri yang berbentuk bulat (globular). maka akan terjadi gejala seperti infeksi tulang yang pada suatu saat dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya. lemah. Sehingga tuberkel yang banyak ini berkumpul membentuk sebuah ruang didalam rongga paru. bila terjadi sumbatan sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang membesar.Kalau ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru). . Hal ini juga tentunya mendapat pengaruh besar dari daya tahan tubuh yang lemah/menurun. ginjal. belum optimalnya fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat. 2.Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah). dapat disertai dengan keluhan sakit dada. . Seseorang dengan kondisi daya tahan tubuh (Imun) yang baik.Penurunan nafsu makan dan berat badan. akan menimbulkan suara “mengi”. 1. Maka orang yang rongga parunya memproduksi sputum dan didapati mikroba tuberkulosa disebut sedang mengalami pertumbuhan tuberkel dan positif terinfeksi TBC. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul. meningkatnya jumlah penduduk yang tidak mempunyai tempat tinggal dan adanya epidemi dari infeksi HIV.Bila mengenai tulang. Gejala umum (Sistemik) . kelenjar getah bening dan lainnya meski yang paling banyak adalah organ paru. Dengan reaksi imunologis. Ruang inilah yang nantinya menjadi sumber produksi sputum (riak/dahak). . • Gejala Penyakit TBC Gejala penyakit TBC digolongkan menjadi dua bagian. Gejala khusus (Khas) . terutama pada kasus-kasus baru. bentuk tuberkel ini akan tetap dormant sepanjang hidupnya. virulensi dan jumlah kuman yang memegang peranan penting dalam terjadinya infeksi TBC. bakteri ini akan mengalami perkembangbiakan sehingga tuberkel bertambah banyak. Masuknya Mikobakterium tuberkulosa kedalam organ paru menyebabkan infeksi pada paru-paru.mengalami penyebaran melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening sehingga menyebabkan terinfeksinya organ tubuh yang lain seperti otak. biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam.Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama.Perasaan tidak enak (malaise). tulang. suara nafas melemah yang disertai sesak. Akibatnya bakteri TBC tersebut akan berdiam/istirahat (dormant) seperti yang tampak sebagai tuberkel pada pemeriksaan X-ray atau photo rontgen. pada muara ini akan keluar . Sulitnya mendeteksi dan menegakkan diagnosa TBC adalah disebabkan gambaran secara klinis dari si penderita yang tidak khas. Lain hal pada orang yang memilki sistem kekebelan tubuh rendah atau kurang. . . saluran cerna. sel-sel pada dinding paru berusaha menghambat bakteri TBC ini melalui mekanisme alamianya membentuk jaringan parut.

yaitu berkisar dari 6 bulan sampai 9 bulan atau bahkan bisa lebih. Pada penderita usia anak-anak apabila tidak menimbulkan gejala. . dilaporkan 30% terinfeksi berdasarkan pemeriksaan serologi/darah. Penyakit TBC dapat disembuhkan secara total apabila penderita secara rutin mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan dokter dan memperbaiki daya tahan tubuhnya dengan gizi yang cukup baik.Anamnesa baik terhadap pasien maupun keluarganya. Maka ada beberapa hal pemeriksaan yang perlu dilakukan untuk memeberikan diagnosa yang tepat antara lain : . urine dan X-ray atau rontgen setiap 3 bulannya. . Pada anak usia 3 bulan – 5 tahun yang tinggal serumah dengan penderita TBC paru dewasa dengan BTA positif. .Pemeriksaan patologi anatomi (PA). Maka TBC dapat terdeteksi kalau diketahui adanya kontak dengan pasien TBC dewasa.Pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut sebagai meningitis (radang selaput otak).cairan nanah. . • Pengobatan Penyakit TBC Pengobatan bagi penderita penyakit TBC akan menjalani proses yang cukup lama. untuk mengetahui perkembangannya yang lebih baik maka disarankan pada penderita untuk menjalani pemeriksaan baik darah. . . Sekitar 30-50% anak-anak yang terjadi kontak dengan penderita TBC paru dewasa memberikan hasil uji tuberkulin positif. gejalanya adalah demam tinggi.dan Uji tuberkulin.Rontgen dada (thorax photo). Selama proses pengobatan. • Penegakan Diagnosis pada TBC Apabila seseorang dicurigai menderita atau tertular penyakit TBC. namun karena adanya kemungkinan resistensi dengan kedua obat tersebut maka dokter akan memutuskan memberikan tambahan obat seperti pyrazinamide dan streptomycin sulfate atau ethambutol HCL sebagai satu kesatuan yang dikenal ‘Triple Drug’. dahak.Pemeriksaan fisik secara langsung. sputum.Pemeriksaan laboratorium (darah. Adapun obat-obtan yang umumnya diberikan adalah Isoniazid dan rifampin sebagai pengobatan dasar bagi penderita TBC. cairan otak). . adanya penurunan kesadaran dan kejang-kejang.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->