P. 1
2. Isi

2. Isi

|Views: 294|Likes:
Published by Alek Susanto

More info:

Published by: Alek Susanto on Nov 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/04/2014

pdf

text

original

BAB I Pendahuluan Kewajaran menempati peranan yang penting dalam Akuntansi karena memberikan jaminan kepada pengguna dan

pasar bahwa akuntan (sebagai pembuat laporan) dan auditor (sebagai pemerikasa) telah berusaha untuk bertindak adil.Hakikat konvensional dari konsep kewajaran adalah kewajaran dalam penyajian. Jaminan akan adanya ketekunan dan perhatian dalam pembuatan dan pemeriksaan laporan keuangan adalah untuk memastikan bahwa transaksi-transaksi keuangan perusahaan telah disajikan secara memadai. Pembahasan ini akan memperluas konsep kewajaran kearah pemikiran yang lebih progresif bagi kewajaran dalam distribusi dan dalam pengungkapan yang ditujukan untuk memotivasi tuntutan diperluasnya pengungkapan dan inovasi-inovasi akuntansi.

Doktrin “benar dan wajar” Hukum perusahaan masyarakat ekonomi eropa (Europian Economic CommunityEEC) menyajikan pandangan “benar dan wajar” sebagai berikut: 1. prosedur. Mereka hendaknya tidak bertindak untuk melayani satu kepentingan tertentu.Meraka akan disusun dengan jalas dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang terkandung dalam directive. Secara umum konsep kewajaran memiliki arti tidak langsung bahwa pernyataan-pernyataan akuntansi belum menjadi subjek dari pengaruh yang tidak seharusnya atau bias. pembuatan dan audit atas hasilhasil akuntansi. kewajiban. Apabila dalam kasus-kasus luar biasa penerapan salah satu ketentuan dari directive ini tidak sesuai dengan kewajiban yang tertera dalam paragraf 5. dan teknik akuntansi hendaknya wajar. ketika ia mencantumkannya sebagai salah satu prinsip akuntansi dan menyatakan : “Aturan.1. . dan laba atau rugi. posisi keuangan. laporan laba rugi. posisi keuangan. Kewajaran sebagai netralitas dalam penyajian Usulan pertama digunakannya kewajaran dalam akuntansi diutarankan oleh Scott pada tahun 1941.Apabila penerapan ketentuan dari direktive tersebut tidak memadai untuk memberikan pandangan yang benar dan wajar sesuai dengan arti dari paragraf tiga informasi tambahan harus diberikan. Kewajaran diartikan bahwa pembuat informasi akuntansi telah bekerja dengan niat yang baik dan menerapkan praktik-praktik etika bisnis dan beberapa pertimbangan akuntansi dalam penyajian. kewajiban. dan laba atau rugi perusahaan.Laporan tahunan akan terdiri atas neraca.BAB II Kewajaran Dalam Akuntansi 2. dan catatan atas laporan.2.Laporan tahunan akan memberikan pandangan yang benar dan wajar atas aktiva. 5. 2. tidak bis dan tidak memihak”. Penghapusan semacam itu harus diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan bersama-sama dengan penjelasan alasannya dan pernyataan mengenai dampaknya terhadap aktiva. 3. ketentuan tersebut harrus dihapuskan agar dapat memberikan pandangan yang benar dan wajar sesuai dengan yang dimaksudkan oleh paragraf 5. 4.Dokumen-dokumen ini akan membentuk satu gabungan keseluruhan . Interpretasi profesional kini terbatas kepada kewajaran dalam penyajian. 2.

BAB III Kewajaran Dalam Distribusi Pada dasarnya.2.A. Kewajaran Sebagai Konsep Moral Dari Keadilan Agar kewajaran dapat diterima sebagai konsep moral dari keadilan. Pandangan atas kewajaran sebagai netralitas dalam penyajian bukanya tanpa kritikan.Gerwith a.Bahwa pengevaluasi (evaluator) sadar akan adanya kondisi bahw segala konsekwensi dari tindakan yang ia lakukan akan dinilai kewajarannya. prinsip pengorganisasian riset dan praktik akuntansi adalah tidak lengkap. dalam penyajian. dan 2. Perhatian Atas Pertanyan-Pertanyaan Mengenai Distribusi Masalah pendistribusian hampir selalu diabaikan dalam pandangan konvensional atas kewajaran sebagi netralitas. William menandainya sebagai proses evaluasi dengan dua atribut sebagai berikut: 1.1. sedangkan akuntabilitas. kewajaran dapat dipandang sebagai konsep moral dari keadilan yang menjadi subyek dari tiga interpretasi yang berbeda mengenai pemikiran keadilan distributif. memiliki kewajaran sebagai sifat inhernnya. William menyajikan dua argumentasi yang menarik sebagai berikut: 1. harus dibuat paralel-paralel dari teori utama mengenai keadilan distributif. dan bukannya tidak ada.Rawls. .Bahwa kegunaan dari keputusan . dan A. paling tidak. Yang menjadi perhatian disini hanyalah hasil akhir dan pengungkapan dari hasil-hasil akuntansi bukan pendistribuasiannya.Bahwa perhatian akan akuntansi secara efisien menjadikan pertimbangan keawajaran dari akuntansi menjadi suatu hal yang implisit. R. 3. yaitu teori-teori yang dinyatakan oleh J.Nozick. 3.Bahwa evaluasi tersebut mencoba menggunakan perspektif yang tidak memihak. Setiap orang memiliki hak yang sama atas kebebasan dasar yang serupa dengan kebebasan bagi orang lain. Kontribusi dari Rawls Teori Keadilan Rawls: Pendistribusian barang dan jasa ekonomi secara merata akan menguntungkan golongan yang paling tidak beruntung dari masyarakat Prinsip Keadilan Rawls: 1. 2.

Ketidaksamaan sosial dan ekonomi akan disusun sehingga mereka akan: a. dan b. Kontribusi dari Gerwith Teori Keadilan Gerwith: memberikan justifikasi rasional bagi prinsip-prinsip moral moral untuk secara objektif membedakan tindakan-tindakan dan institusi-institusi yang tepat secara moral dari tindakan-tindakan yang salah secara moral Kewajaran akuntansi menurut Gerwith: kewajaran meliputi pengakuan akan hak-hak dari semua pihak yang dipengaruhi oleh aktivitas-aktivitas organisasi . Peluang kerja yang terbuka bagi semua orang Kedua prinsip keadilan ini menunjukkan suatu anggapan demokratis yang menghapuskan aspek-aspek bidang sosial yang tampak sewenang-wenang jika dilihat dari sudut pandang moral. Hal ini tidak berarti menghapuskan ketidaksetaraan ekonomi karena: sebagai insentif orang-orang untuk berprestasi dan sebagai suatu jaminan terisinya posisi-posisi terkait kepentingan publik (pemerintahan). atau sebagai hadiah Kewajaran dalam akuntansi menurut Nozick: Pasar sebagai pendistribusi hasil usaha sosial tidak akan memberikan jaminan bahwa hal tersebut (akuntansi) adalah wajar c.2. Kewajaran dalam akuntansi menurut Rawls Konsep kewajaran Rawls diambil dari Teori kontrak Rawls (teori institusi sosial yang adil): • Menawarkan potensi untuk memercayakan pada bentuk ketidaktahuan di semua situasi yang meminta adanya pilihan akuntansi sehingga memberikan hasil solusi yang netral. Secara wajar diharapkan memberikan manfaat bagi semua orang. ia terima dari orang lain yang memberikan kepadanya sebagai pertukaran atas sesuatu. dan adil secara sosial • Menawarkan peran akuntansi yang diperluas dalam penciptaan institusi yang adil b. wajar. Kontribusi dari Nozick Teori keadilan Nozick: Apa yang diterima oleh setiap orang.

Perluasan teknik pengukuran 5.BAB IV Kewajaran Dalam Pengungkapan 4.1. Perluasan kualitas pengungkapan kebutuhan masa lalu dan perbaikan di masa mendatang 6. Perluasan jenis informasi valuasi moneter 4. Perluasan ruang lingkup pengguna (stakeholder) 2. Usulan Pengungkapan Bedford Bedford mengusulkan perluasan pada pengungkapan akuntansi untuk mengurangi masalah2 yang diciptakan oleh doktrin kewajaran dalam akuntansi. Teori kebijakan akuntansi yang efisien dan adil dari Lev Lev berpendapat bahwa kemajuan dalam menangani masalah kebijakan akuntansi fundamental dapat dicapai dengan memuat kepentingan eksplisit dari para pembuat kebijakan (keadilan dari pasar modal) Keadilan ini didefinisikan sebagai kesamaan kesempatan atau informasi simetris ketika seluruh investor sama2 diberikan informasi dan ekspektasi pengembalian setelah disesuaikan dengan risiko yang identik bagi semua investor . Tuntutan Untuk Memperluas Pengungkapan a. Perluasan ruang lingkup manajemen 3. Perluasan sarana pengungkapan laporan keuangan konvensional Teori yang Mempengaruhi Pemikiran Bedford • Teori mengenai “hak untuk mengetahui” • Teori “informasi yang berlebihan” • Teori “pemulihan sistem” • Teori “relevansi” • Teori “ketepatan” b. Perluasan pengungkapan yang terjadi: 1.

Temuan. Analisis Manajemen terhadap data keuangan dan nonkeuangan • Alasan-alasan untuk perubahan yang terjadi dalam data keuangan. Meningkatkan pengungkapan dari informasi segmen bisnis 2. Menangani pengungkapan dan akuntansi untuk instrumen-instrumen keuangan yang inovatif 3. yaitu: 1. Informasi yang menatap masa depan . sosial dan politik. dengan didasarkan pada karya-karya kontemporer dalam filosofi etika. Melaporkan secara terpisah dampak-dampak dari aktivitas-aktivitas 5.c. Meningkatkan pengungkapan mengenai ketidakpastian pengukuran atas aktiva dan kewajiban tertentu 6. Keunggulan pengguna dari Gaa Gaa menyelidiki perumusan logis dari prinsip keunggualan pengguna. serta identitas dan dampak masa lalu dari tren-tren kunci 3. dimana prinsip-prinsip yang mengatur perilaku indvidu da kelompok adalah hasil dari keputusan rasional. dan risiko dari rencana-rencana pembiayaan di luar buku 4. Meningkatkan pengungkapan mengenai identitas. Data keuangan dan nonkeuangan • Laporan Keuangan dan pengungkapan-pengungkapan yang berkaitan • Data operasi tingkat tinggi dan pengukuran kinerja yang digunakan oleh manajemen dalam mengelola bisnisnya 2. Meningkatkan pelaporan triwulan dengan memasukkandata segmen bisnis Elemen-elemen dari Informasi yang dirancang guna pengambilan keputusan berdasarkan Komite Jenkins 1. operasional. dimana manusia di pandang sebagai pembuat keputusan.Temuan Komite Jenkins Komite Jenkins yang dibentuk oleh AICPA pada Nov 1995 untuk menangani Pelaporan Keuangan mengeluarkan laporan mengenai pos-pos yang harus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan pengguna. d. peluang. dan yang berhubungan dengan kinerja.

seperti penelitian dan pengembangan. kompensasi. dan simpanan tidak berwujud. Lapisan ketiga ditujukan untuk hal-hal yang memiliki keandalan dan dfinisinya di pertanyakan. Latar belakang perusahaan • Sasaran dan strategi umum • Ruang lingkup dan uraian mengenai bisnis dan sifatnya • Dampak dari struktur industri terhadap perusahaan e. 2. Konsep dari perusahaan 4. seperti misalnya pengukuran kepuasan pelanggan. Model Pelaporan multilapisan Usulan Steven Wallman tentang permasalahan umum dalam akuntansi dan pengungkapan yang penting untuk tren ke depannya: 1. pemegang saham mayoritas. Pengakuan dan pelaporan dari keuntungan dan kewajiban suatu bisnis 2. nilai merek. Informasi mengenai manajemen dan para pemegang saham • Direktur. dan rencana manajemen yang telah diungkapkan sebelumnya 4. 3. . periklanan. Lapisan kedua di tujukan untuk hal-hal ang memenuhi kriteria pengakuan namun tidak termasuk ke dalam bagian inti karena menyangkut mengenai keandalannya yang di pertanyakan. manajemen. Ketepatan waktu dari pelaporan keuangan 3. serta transaksi dan hubungan di antara pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa 5.• Peluang dan risiko • Rencana Manajemen • Perbandingan antara kinerja bisnis aktual dengan peluang. Saluran dan media distribusi Model pelaporan multi lapisan (Multi layered Reporting Model)dapat di jelaskan sebagai berikut: 1. risiko. Lapisan Pertama di tujukan untuk hal-hal yang memenuhi kriteria pengakuan dan akan mencerminkan inti dari laporan keuangan saat ini.

Untuk memberikan informasi mengenai arus kas masuk atau keluar di masa depan 6. Pengungkapan akuntansi yang diperluas Banyaknya tuntutan untuk perluasan pengungakapan di motivasi oleh prinsip kewajaran dalam pengungkapan. Untuk memberikan informasi yang akan membantu investor dan kreditor menilai risiko dan potensial dari hal-hal yang diakui dan tidak diakui 4. Untuk memberikan informasi penting yang memungkinkan para pengguna laporan keuangan untuk melakukan perbandingan dalam satu tahun dan di antara beberapa tahun 5. Untuk membantu para investor menilai pengembalian dari invetasi mereka . seperti misalnya metrik sensitifitas risiko. Lapisan kelima di tujukan untuk hal-hal relevan yang tidak memenuhi definisi dari elemen da tidak dapat di ukur secara anadal. Untuk menguraikan hal-hal yang diakui dan memberikan pengukuran yang relevan atas hal-hal tersebut di luar pengakuan yang digunakan dalam laporan keuangan 2. 5. keandalan. dan relevansi tetapi tidak memenuhi definisi dari elemen laporan keuangan.4. Lapisan keempat di tujukan untuk hal-hal yang memenuhi kriteria pengukuran. Prinsip tersebut akan menganjurkan perluasan ruang lingkup dari informasi akuntansi di luar informas akuntasni konvensional. Contoh pengungkapan-pengungkapan baru aas akuntasni menurut prinsip kewajaran dalam pengungkapan ini antara lain: Pelaporan Nilai Tambah Pelaporan Karyawan Akuntansi Sumber Daya Manusia Akuntansi dan Pelaporan Sosial Pengungkapan Informasi Anggaran Akuntasi dan Pelaporan Arus kas Adapun tujuan dari pengungkapan yang seharusnya adalah sebagai berikut: 1. seperti msalnya modal intelektual para karyawan f. Untuk menguraikan hal-hal yang diakui dan untuk memberikan pengukuran yang bermanfaat bagi hal-hal tersebut 3.

pemegang obligasi. pajak. di sisi lainnya: R = S – B –DP – W – I – DD – T dimana : R S B = laba ditahan (Retained Earning) = pendapatan dari penjualan (Sales Revenue) =bahan baku dan jasa yang di beli (bought-in materials and services) (1) DP =depresiasi (depreciation) W =upah (wages) I =bunga (interest) DD =dividen (dividend) T =pajak (tax) Langkah 2 Rumus nilai tambah dapat di peroleh dengan menyusun kembali rumus laba menjadi : S – B = R + DP + W + I + DD + T Atau S – B –DP = R + W – t – I + DD + T (3) (2) Rumus 2 menghitung metode nilai tambah ( gross value added method). Sisi sebelah kanan di kenal juga sebagai metode penambahan (additive method) sedangkan sisi kiri sebagai metode penguranagn (substractive method) . serta biaya.4. pemegang obligasi. pekerja dan pemerintah. Nilai tambah dapat dengan mudah di hitung melalui suatu modifikasi dari laporan laba rugi : Langkah 1 : Laporan laba rugi menghitung jumlah laba di tahan sebagai perbedaa antara pendapatan dari penjualan. di satu sisi. dan pemerintah). Sedangkan rumus 3 menghitung metode nilai tambah ( net value added method). dan dividen. Pelaporan Nilai Tambah Nilai tambah adalah peningkatan kekayaan yang dihasilkan oleh penggunaan sumber daya perusahaan secara produktif sebelum dialokasikan diantara para pemegang saham. sisi kiri dari perhitungan menunjukan nilai tambah di antara kelompok yang terlibat dalam tim manajerial produksi (para pekerja.2. pemegang saham. Dalam kedua kasus.

karyawan mendapatkan kepuasan dari mengetahui nilai kontribusi mereka terhadap total kekayaan perusahaan • Nilai tambah yang lebih baik merupakan dasar untuk perhitungan bonus pekerja • Nilai informasi tambahan telah terbukti menjadi prediktor yang baik dari peristiwa ekonomi dan reaksi pasar • Nilai tambah adalah ukuran pengukuran yang lebih baik dari penjualan • Nilai tambah mungkin berguna untuk kelompok karyawan karena dapat mempengaruhi aspirasi dan pikiran wakil-wakilnya bernegosiasi • Nilai tambah mungkin sangat berguna dalam analisis keuangan dengan peristiwa penting yang berkaitan berbagai variabel ditambahkan 4. Jumlah jam kerja selama setahun (telah di analisis) 5. Lokasi Pekerjaan 3.Manfaat dari laporan nilai tambah • Dengan pengungkapan nilai tambah. Informasi pensiun 7.3. Biaya-biaya karyawan 6. menunjukan data kuantitatif menurut judul-judul berikut ini: 1. Jumlah karyawan yang di pekerjakan (dengan berbagai cara analisis) 2. data statistik kesehatan dan keselamatan. yang di masukan sebagai satu lampiran dari The Corporate Report. Distribusi umur dari tenaga kerja permanen 4. Pelaporan karyawan Karena setiap karyawan dan serikat pekerja memiliki faktor yang berbeda. Serikat dagang yang di akui 9. sampel laporan kepegwaian. Informasi tambahan (realisasi ras. Rasio ketenagakerjaan . masingmasing akan di tinjau secara terpisah. Pendidikan dan Pelatihan (termasuk biaya-biayanya) 8. dan lain-lain) 10. Bahkan.

dan secara umum memperlemah potensi dari serikat pekerja untuk mengganggu operasi 4. Mengambil keuntungan dari masyarakat antiserikat pekerja dengan memberikan laporan langsung kepada para karyawan. Mengatasi ketakutan akan kekuatan monopoli. keahlian. Menghilangkan ketakutan akan kehilangan peringkat. b. atau pekerjaan akibat kemajuan teknologi 2. Argumen ketiga berkaitan dengan kebutuhan para pengguna. d.Dengan data kuantitatif yang ada. menekankan hak prerogatif manajemen dan kebutuhan untuk mengendalikan upah dan biayabiaya langsung yang berhubungan. karena pada dasarnya para pengguna laporan keuangan membutuhkan informasi sosial untuk keputusan alokasi pendapatan mereka. Lewis dkk dalam hasil surveinya berspekulasi dalam kaitannya dengan pelaporan karywan bahwa manajemen mungkin telah berharap untuk: 1. Akuntansi Tanggung Jawab Sosial (Social Responsibility Accounting – SRA ) Akuntansi Dampak Sosial (Total Impact Accounting – TIA ) Akuntansi Sosio Ekonomi (Sosio Economic Accounting – SEA) Akuntansi Indikator-Indikator Sosial (Socials Indicators Accounting – SIA) Berbagai argumen telah digunakan dalam pengukuran dan pengungkapan kinrja sosial. Dalam area ini terdapat empat aktivitas beragam yang dapat di beriakan pembatasannya : a. Model Rawls maupun Gerwith yang memberikan opini mengenai konsep kewajaran yang menguntungkan bagi akuntansi sosial c. c.4. diasumsikan bahwa saat ini suatu kelompok investor yang etis mengandalkan informasi sosial yang di sajikan dalam laporan tahunan untuk membuat keputusan investasinya. relokasi karyawan. Argumen pertama berkaitan dengan kontrak sosial b. d. Akuntansi dan pelaporan sosial Ukuran dari kinerja sosial berada dalam area umum akuntansi sosial. . Argumentasi keempat berkaitan dengan invstasi sosial. dan hilangnya identitas melalui penggabungan usaha 3. antara lain: a.

Ijiri pun nampak setuju dengan tujuan yang diungkapkan sebelumnya. karena adanya sejumlah alokasi yang berubah-ubah yang digunakan dalam menghitung laba per saham.4. Beliau menambahkan mengenai permasalahan utama yang terkait dengan peramalan keuangan perusahan menjadi: • • • Keandalan Tanggung Jawab Ketertutupan 4. Akuntansi Sumber Daya Manusia a. Akuntansi dan Pelaporan Arus kas Akuntansi arus kas di pandang oleh para pendukungnya lebih unggul dibandingkan dengan akuntansi akrual yang konvensional karena : Sistem akuntansi arus kas mungkin dapat memberikan sebuah kerangka analitis untuk menghubungkan kinerja keuangan masa lalu. masa depan. Akuntansi arus kas mungkin dapat di gunakan untuk menutupi jurang yang terdapat dalam praktik antara cara bagaimana investas di buat ( biasanya didasarkan pada arus kas ) dengan cara bagaimana hasilnya di evaluasi ( biasanya di dasarkan atas laba) 4.7. proyeksi arus kas mencerminka baik kemampuan perusahaan untuk membayar operasinya di masa depan maupun kebijakan keungannya yang telah di rencanakan - Rasio arus harga diskonto menjadi indikator investasi yang lebih terpercaya daripada rasio harga laba saat ini.6.5. Manfaat Sumbber Daya Manusia Definisi akuntansi sumber daya manusia secara luas adalah proses pengidentifikasian dan pengukuran data mengenai sumber daya manusia dan mengomunikasikan informasi ini . Pengungkapan Informasi Anggaran Salah satu tujuan laporan keuangan oleh “Laporan Trouble Blood” adalah memberikan informasi yang berguna dalam proses peramalan. Peramalan digunakan untuk meningkatkan keandalan perdiksi para pembuat keputusan. masa kini. Dari sudut pandang para investor.

Pengukuran biaya dan nilai orang bagi organisasi. Model Kompensasi (Compensation Model) 5. Metode Biaya Penggantian (Replacement Cost Method) 3. Teori Nilai Sumber Daya Manusia Konsep dari nilai manusia (Human Value) di peroleh dari teori nilai ekonomi secara umum. dan . Metode Biaya Historis /Biaya Akuisisi (Historical/ Acquisition Cost Method) 2. Metode Upah Diskonto Masa Depan yang Telah Disesuaikan Pengukuran Nononeter sumber daya manusia antara lain penggunaan model “Survei Organisasi” . Definisi ini mengandung arti tidak langsung bahwa terdapat tiga tujuan utama dalam akuntasni sumber daya manusia: .” . b. untuk menjelaskan hakikat dan determinan (faktor-faktor yang menentukan ) dari nilai seseorang bagi sebuah organisasi. Pengukuran Moneter sumber daya manusia terdiri dari: 1. c. Pengukuran Aktiva Sumber Daya Manusia Pengukuran sumber daya manusia terdiri dari dua macam yakni pengukuran moneter dan pengukuran non moneter. atau teori nilai sumber daya manusia (human resource value theory).Identifikasi dari “nilai sumber daya manusia.kepada pihak-pihak yang berkepentingan.Investigasi mengenai dampak kognitif dan perilaku dari informasi tersebut. kita harus merumuskan sebuah kerangka teoretis. Metode Biaya Opportunitas (Opportunity Cost Method ) 4. Untuk mengukur dan mengungkapkan nilai sumber daya manusia (human resource value).

Akuntansi sumber daya manusia . Akuntansi dan pelaporan arus kas 6. inovasi-inovasi ini tentu akan menjadi tren untuk akuntansi ke depannya. Pengungkapan informasi anggaran 5. perluasan pengungkapan. Akuntansi dan pelaporan sosial 4. serta inovasi-inovasi lain yang dikembangkan. Pelaporan karyawan 3. Selanjutnya. Pelaporan nilai tambah 2. distribusi. Adapun tren yang mungkin terjadi untuk akuntansi ke depannya mencakup: 1. dapat kita lihat hakikat dan konsekuensi dari konsep-konsep kewajaran. seperti kewajaran dalam penyajian.BAB V Kesimpulan Pada pembahasan dari makalah ini.

Teori Akuntansi Edisi 5. Ahmed dan Belkaoui. Jakarta: Salemba Empat .2006. Terj.DAFTAR PUSTAKA Riahi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->