AM02

:
Teori Kepemimpinan
Posted by Aynul Labels: Ruang Lingkup

Kajian Teori Kepemimpinan pada hakekatnya untuk menjawab : a. Why Individual become leaders ? b. Why Leaders are more effective than others ? Dalam hubungan ini dapat dikemukakan beberapa teori kepemimpinan sebagaimana yang dikemukakan oleh para ahli.

A. Teori Timbulnya Kepemimpinan Di antara berbagai teori yang menjelaskan sebab-sebab timbulnya kepemimpinan terdapat tiga teori yang menonjol, yaitu : 1. Teori Keturunan (Heriditary Theory) 2. Teori Kejiwaan (Psychological Theory) 3. Teori Lingkungan (Ecological Theory) Masing – masing teori dapat dikemukakan secara singkat : 1. Teori Keturunan Inti daripada teori ini, ialah : a. Leaders are born not made. b. Seorang pemimpin menjadi pemimpin karena bakat – bakat yang dimiliki sejak dalam kandungan. c. Seorang pemimpin lahir karena memamng ditakdirkan. Dalam situasi apapun tetap muncul menjadi pemimpin karena bakat-bakatnya. 2. Teori Kejiwaan. a. Leaders are made and not born. b. Merupakan kebalikan atau lawan dari teori keturunan. c. Setiap orang bias menjadi pemimpin melalui proses pendidikan dan pengalaman yang cukup. 3. Teori Ekologis a. Timbul sebagai reaksi terhadap teori genetis dan teori social. b. Seseorang hanya akan berhasil menjadi seorang pemimpin, apabila pada waktu ahir telah memiliki bakat, dan bakat tersebut kemudian dikembangkan melalui proses pendidikan yang teratur dan pengalaman. c. Teori ini memanfaatkan segi-segi positif teori genetis dan teori social. d. Teori yang mendekati kebenaran.

B. Teori Kepemimpinan Berdasarkan Sifat Di tinjau dari segi sejarah, pemimpin atau kepemimpinan lahir sejak nenek moyang, sejak terjadinya hubungan kerjasama atau usaha bersama antara manusia yang satu dengan dengan manusia yang lain untuk menjapai tujuan bersama yang telah ditetapkan. Jadi kepemimpinan lahir bersama – sama timbulnya peradaban manusia. • Machiavelli Ia terkenal tentang nasehatnya mengenai kebijaksanaan yang harus dimiliki oleh seorang Perdana Mentri, yaitu antara lain harus mempunyai keahlian dalam :

1

a. Upacara – upacara ritual, kebaktian keagamaan b. Peratuaran dan perundang – undangan c. Pemindahan dan pengangkutan d. Pemberian honorium/pembayaran dan kepangkatan e. Upacara – upacara dan adat kebiasaan. f. Pemindahan pegawai untuk menhindarkan kegagalan g. Bertani dan pekerjaan lainnya. • Empuh Prapanca dengan bukunya yang terkenal Negara Kertagama menyebut 15 sifat yang baik yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin yaitu: a. Wijana, sikap bijaksana b. Mantri wira, sebagai pembela negara sejati c. Wicaksaning naya, bijaksana dalam arti melihat masa lalu, kemampuan analisa, mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. d. Matanggwan, mendapat kepercayaan yang tinggi dari yang dipimpinnya. e. Satya bakti haprabu, setia dan bakati kepada atasan (loyalitas). f. Wakjana, pandai berpidato dan berdiplomasi. g. Sajjawopasama, tidak sombong, rendah hati, manusiawi. h. Dhirrottsaha, bersifat rajin sungguh- sungguh kreatif dan penuh inisiatif. i. Tan-lalana, bersifat gembira, periang. j. Disyacitra, Jujur terbuka. k. Tancatrisan, tidak egoistis. l. Masihi Samastha Bhuwana, bersifat penyayang, cinta alam. m. Ginong Pratidina, tekun menegakkan kebenaran. n. Sumantri, sebagai abdi negara yang baik. o. Ansyaken musuh, mampuh memusnakan setiap lawan. • Ajaran Hasta Brata. Hasta Bhrata (delapan pedoman pilihan) yang terdapat dalam kitab Ramayana berisi sifat - sifat positif sebagai pedoman bagi setiap pemimpin adalah : a. Sifat matahari (surya) Yaitu: - Menerangi dunia dan memberi kehidupan pada semua mahluk. - Menjadi penerang selurah rakyat. - Jujur dan rajin bekerja sehingga negara aman dan sentosa. b. Sifat bulan (candra) yaitu: - Memberi penerangan terhadap rakyat yang sedang dalam kegelapan (kesulitan) - Menerangkan perasaan dan melindungi rakyat sehingga terasa tentram untuk menjalankan tugas masing- masing. c. Sifat Bintang (kartika) yaitu: - Menjadi pusat pandangan sumber susila dan budaya, dan menjadi suri tauladan d. Sifat Awan yaitu : - Dapat menciptakan kewibawaan - Tindakan mendorong agar rakyat tetap taat. e. Sifat Bumi yaitu: - Ucapanya sederhana. - Teguh, dan kokoh pendiriannya. f. Sifat Samudera,yaitu: - mempunyai pandangan yang luas - membuat rakyat seia sekata. g. Sifat Api (Agni) yaitu: - Menghukum siapa saja yang bersalah tanpa pandang bulu. h. Sifat Angin (Bayu) yaitu : - terbuka dan tidak ragu – ragu terhadap semua masalah. - Bersikap adil terhadap siapa pun.

2

• The Traits and abilities Theory yang dikemukakan oleh stogdill dengan menekan pada kwalitas individu dan terdapat relevansi yang erat antara sifat dan kepemimpinan (capacity, status, participation, responsibility,achievement).

C. Teori Kepemimpinan Berdasarkan Tingkah Laku Dengan memusatkan pada ciri-ciri dan gaya yang dimiliki oleh setiap pemimpin yang bersangkutan, mereka yakin akan berhasil dalam melaksanakan tugas kepemimpinannya. Sehingga gaya dan ciri-ciri tersebut akan menimbulkan berbagai tipe. Ada beberapa tipe kepemimpinan. 1. Tipe Otoriter Tipe ini mempunyai sifat-sifat: a. Semua kebijaksanaan ditentukan oleh pemimpin b. Organisasi dianggap milik pribadi pemimpin c. Segala tugas dan pelaksanaannya ditentukan oleh pemimpin . d. Kurang ada partisipasi dari bawahan . e. Tidak menerima kritik, saran dan pendapat bawahan . 2. Tipe Demokratis a. Semua kebijaksanaan dan keputusan dilakukan sebagai hasil diskusi dan musyawarah . b. Kebijaksanaan yang akan dating ditentukan melalui musyawarah dan diskusi. c. Anggota kelompok, bebas bekerjasama dengan anggota yang lain, dan berbagai tugas diserahkan kepada kelompok . d. Kritik dan pujian bersifat objektif dan berdasarkan fakta-fakta . e. Pemimpin ikut berpartisipasi dalam kegiatan sebagai anggota biasa . f. Mengutamakan kerjasama . 3. Tipe Semuanya a. Kebebasan diberikan sepenuhnya kepada kelompok atau perseorangan di dalam pengambilan kebijaksanaan maupun keputusan . b. Pemimpin tidak terlibat dalam musyawarah kerja . c. Kerjasama antara anggota tanpa campur tangan pemimpin . d. Tidak ada kritik, pujian atau usaha mengatur kegiatan pemimpin . Di samping ketiga gaya kepemimpinan diatas Sondang P.Siagian, MPA.,Ph.D. mengemukakan tipe pemimpin yang lain, ialah: 4. Tipe Militeristis a. Lebih sering mempergunakan perintah terhadap bawahan . b. Perintah terhadap bawahan sangat tergantung pada pangkat dan jabatan . c. Menyenangi hal-hal yang bersifat formal . d. Sukar menerima kritik . e. Menggemari berbagai upacara . 5. Tipe Paternalistik a. Bersikap melindungi bawahan . b. Bawahan dianggap manusia yang belum dewasa . c. Jarang ada kesempatan pada bawahan untuk mengambil inisiatif . d. Bersikap maha tahu . 6. Tipe Karismatis a. Mempunyai daya tarik yang besar, oleh karenanya mempunyai pengikut yang besar .

3

2. Developer 5. Executive 0 comments Post a Comment Newer Post Older Post Home Subscribe to: Post Comments (Atom) 1. Autocrat 6.b. Unifah Rosyidi mengupas tentang apa. pengrajin. Disamping teori yang telah dikemukakan diatas.com/2009/03/teori-kepemimpinan.[2] Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi. Compromiser 8. silahkan klik tautan di bawah ini. Anda ingin mengetahui lebih jauh. ada teori lain yang Dikemukakan oleh W. atau praktisi. Bureaucrat 3. Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.[1] Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukanya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang senima ahli. Missionary 4. Daya tarik yang besar tersebut kemungkinan disebabkan adanya kekuatan gaib (supernature) .[2] 4 . Reddin dalam artikelnya yang berjudul “What Kind of Manager”. Berorientasi pada hubungan kerja (Relationship orientation).com/2008/02/14/kepemimpinan-kepala-sekolah/ Kepala Sekolah memiliki dua peran strategis sebagai leader dan manajer di sekolah. Ada tiga pola dasar yang dapat dipakai untuk menentukan watak atau tipe seorang pemimpin. Sahabat saya. Berdasarkan sedikit banyaknya orientasi atau penekanan ketiga hal diatas pada diri seorang pemimpin akan dapat ditentukan delapan tipe pemimpin masing-masing ialah: 1.J. Berorientasi pada hasil (effectiveness orientation). namun jangan lupa komentar Anda sangat diharapkan.blogspot. bagaimana dan untuk apa kepemimpinan kepala sekolah dikaitkan dengan learning organization.http://kepemimpinan-fisipuh.wordpress. Berorientasi tugas (task orientation). Benevolent autocrat 7.html 2. 3. Deserter 2. Ketiga pola dasar tersebut : 1. http://akhmadsudrajat.

bulan. Democratic & Laissez Faire Penelitian ini dilakukan oleh Lewin.Statuts Sosial Ekonomi . dan kemampuan sosial. democratic yang mengikut sertakan bawahannya dan Laissez . Seorang pemimpin harus memadukan unsur kekuatan diri. yaitu authoritarian yang menerapkan kepemimpinan otoriter. wewenang yang dimiliki.Human Relation .Kemampuan Intelektual . Mereka mengemukakan 3 tipe perilaku pemimpin.faire dengan titik dengan demokratis. Robert Tannenbaum dan Warren H Schmidt memperkenalkan continnum of leadership yang menjelaskan pembagian kekuasaan pemimpin dan bawahannya. Continuum of Leadership behavior. Sifat-sifat yang dimiliki antara lain kepribadian. api. para peneliti mulai mengembangkan pemikiran untuk meneliti perilaku pemimpin sebagai cara untuk meningkatkan efektivitas kepemimpinan. Konsepnya beralih dari siapa yang memiliki memimpin ke bagaimana perilaku seorang untuk memimpin secara efektif. Genetic Theory Pemimpin adalah dilahirkan dengan membawa sifat-sifat kepemimpinan dan tidak perlu belajar lagi. bintang. a.Faire yang menyerahkan kekuasaannya pada bawahannya. b.Pendidikan . Authoritarian. matahari. Behavioral Theory Karena ketyerbatasan peramalan efektivitas kepemimpinan melalui trait. Sifat utama seorang pemimpin diperoleh secara genetik dari orang tuanya.Dorongan untuk maju Ronggowarsito menyebutkan seorang pemimpin harus memiliki astabrata. Continuum membagi 7 daerah mulai dari otoriter sd laissez . Gordon mencakup kemampuan istimewa dalam: .Kematangan Pribadi . Traits theory Teori ini menyatakan bahwa efektivitas kepemimpinan tergantung pada karakter pemimpinnya. ciri kepribadian dan kemampuan sosial untuk bisa mempengaruhi perilaku orang lain. yakni delapan sifat unggul yang dikaitkan dengan sifat alam seperti tanah. 5 . White & Lippit pada tahun 1930 an. keunggulan fisik. angkasa. angin.Leadership: Teori Kepemimpinan Leadership: Teori Kepemimpinan Kreiner menyatakan bahwa leadership adalah proses mempengaruhi orang lain yang mana seorang pemimpin mengajak anak buahnya secara sekarela berpartisipasi guna mencapai tujuan organisasi.Motivasi Intrinsik . Karakter yang harus dimiliki seseorang manurut judith R. Sedangkan Hersey menambahkan bahwa leadership adalah usaha untuk mempengaruhi individual lain atau kelompok.

birokrasi merupakan faktor yang berpengaruh pada efektivitas pemimpinnya. kebijakan.Tidak ada satupun gaya yang paling benar.leader-member relationship : hubungan antara pimpinan dengan bawahan. Dari teori-teori diatas dapatlah disimpulkan bahwa behavioral theory memiliki karakteristik antara lain: . Blake & Mouton mengembangkan matriks yang memfokuskan pada penggambaran lima gaya kepemimpinan sesuai denan lokasinya. Dasarnya adalah teori contingensi dimana pemimpin efektif akan melakukan diagnose situasi.Kemampuan manajerial : kemampuan ini meliputi kemampuan sosial. 6 . Sedangkan kelompok Michigan memakai istilah job-centered dan employee-centered.Kepemimpinan memiliki paling tidak dua dimensi yang lebih kompleks dibanding teori pendahulunya yaitu genetik dan trait.Karakteristik pekerjaan : tugas yang penuh tantangan akan membuat seseorang lebih bersemangat. Fiedler memperkenalkan tiga variabel yaitu: . .Blake dan Jane Srygley Mouton dengan melakukan adaptasi dan pengembangan data penelitian kelompok Ohio dan Michigan. The Managerial Grid Teori ini diperkenalkan oleh Robert R.Kepemimpinan yang berorientasi pada pekerjaan dimana perilaku pemimpinnya dalam penyelesaiannya tugasnya memberikan tugas.c. efektivitas kepemimpinan tergantung pada kebutuhan dan situasi Situational Leadership Pengembangan teori ini merupakan penyempurnaan dari kelemahan-kelemahan teori yang ada sebelumnya. yaitu initiating structure yang berorientasi pada tugas dan consideration yang berorientasi pada manusia. pemimpin dapat mengganti atau memodifikasi orientasi tugas atau pada manusianya sesuai kebutuhan.task structure : keadaan tugas yang dihadapi apakah structured task atau unstructured task . .Karakteristik organisasi : budaya organisasi. Teori Employee Oriented and Task Oriented Leadership . Kelompok Ohio mengungkapkan dua dimensi kepemimpinan. Fiedler Contingency model Model ini menyatakan bahwa gaya kepemimpinan yang paling efektif tergantung pada situasi yang dihadapi dan perubahan gaya bukan merupakan suatu hal yang sulit. d.Kepemimpinan yang berorientasi pada pegawai akan ditandai dengan perilaku pemimpinnya yang memandang penting hubungan baik dan manusiawi dengan bawahannya.Leadership style matrix.Karakteristik pekerja : kepribadian. apakah kuat (saling percaya. Pembahasan model ini dikembangkan oleh ahli psikologi industri dari Ohio State University dan Universitas of Michigan. tingkat kerjasama kelompok berpengaruh efektivitas pemimpinnya. ketrampilan. mengawasi dan mengevaluasi kinerja bawahan sebagai hasil pelaksanaan tugas. . pengalaman. kebutuhan. . pengalaman bawahan akan berpengaruh pada gaya memimpinnya. Konsep ini membahas dua orientasi kepemimpinan yaitu . . saling menghargai) atau lemah. memilih gaya kepemimpinan yang efektif dan menerapkan secara tepat.Gaya kepemimpinan tidak gifted tetapi dapat dipelajari . a. . mengatur pelaksanaan. Empat dimensi situasi secara dinamis akan memberikan pengaruh terhadap kepemimpinan seseorang.Gaya kepemimpinan lebih fleksibel. . motivasi dan penelitian terhadap reward yang disediakan oleh perusahaan.

. pemimpin melimpahkan keputusan dan pelaksanaan tugas kepada bawahannya. Ada 4 tingkat kematangan bawahan. Beberapa contoh pemimpin transformational Lee Lacoca. yaitu: .Gaya 3 : participating. memiliki keyakinan diri. Transformational Leadership Robert house menyampaikan teorinya bahwa kepemimpinan yang efektif menggunakan dominasi.Gaya 4 : delegating. . ada beberapa power yaitu: -> -> -> -> -> -> legitimate power : adanya kekuatan legal pemimpin reward power : kekuatan yang berasal imbalan yang diberikan pimpinan coercive power : kekuatan pemimpin dalam memberikan ancaman expert power : kekuatan yang muncul karena keahlian pemimpinnya referent power : kekuatan yang muncul karena bawahan menyukai pemimpinnya information power : pemimpin mempunyai informasi yang lebih dari bawahannya. b. Ada 4 gaya yang efektif untuk diterapkan yaitu: . pemimpin memberikan kesempatan untuk menyampaikan ide-ide sebagai dasar pengambilan keputusan. Model kepemimpinan situasional 'Life Cycle' Harsey & Blanchard mengembangkan model kepemimpinan situasional efektif dengan memadukan tingkat kematangan anak buah dengan pola perilaku yang dimiliki pimpinannya. bagaimana istimewanya kelompok yang akan menghasilkan karya luar biasa.M 4 : bawahan mampu dan memiliki kemauan dan keyakinan untuk menyelesaikan tugas. Dengan kharismanya pemimpin transformational akan menantang bawahannya untuk melahirkan karya istimewa. bagaimana bangga dan yakinnya mereka sebagai anggota kelompok. . mempengaruhi dan menampilkan moralitas tinggi untuk meningkatkan karismatiknya.Gaya 2 : selling.Gaya 1 : telling. pemimpin menjelaskan keputusannya dan membuka kesempatan untuk bertanya bila kurang jelas.M 3 : bawahan mampu tetapi tidak mempunyai kemauan dan tidak yakin .M 1 : bawahan tidak mampu dan tidak mau atau tidak ada keyakinan . pemimpin memberi instruksi dan mengawasi pelaksanaan tugas dan kinerja anak buahnya.M 2 : bawahan tidak mampu tetapi memiliki kemauan dan keyakinan bahwa ia bisa .Position power : ukuran aktual seorang pemimpin.. Jack Welch Closed Thread « Previous Thread | Next Thread » Posting Permissions   You may not post new threads You may not post replies 7 . Langkah yang dilaksanakan pemimpin ini biasanya membicarakan dengan pengikutnya bagaimana pentingnya kinerja mereka.

Copyright © 2000 . Jelsoft Enterprises Ltd.2011. The time now is 01:25.      You may not post attachments You may not edit your posts BB code is On Smilies are On [IMG] code is On HTML code is Off Forum Rules Testing Advertising      Contact Us SiuTao Archive Privacy Statement Top All times are GMT +8. Powered by vBulletin® Copyright ©2000 . All rights reserved.2008 SiuTao. 8 .

Uhar Suharsaputra M. Dimana dewasa ini keunggulan suatu bangsa tidak lagi ditandai dengan melimpahnya kekayaan alam.perbaikan penulisan selanjutnya. Akhirnya semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penyusun. Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyajian makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu. mutu pendidikan 9 .wordpress. Juli 2008 Penyusun ============================== BAB I PENDAHULUAN A. selaku Dosen dan Bapak Akhmad Sudrajat selaku Asisten Dosen Mata Kuliah Seminar Ilmu Manajemen. umumnya bagi pembaca. pendidikan merupakan hal yang sangat penting karena pendidikan salah satu penentu mutu Sumber Daya Manusia. Latar Belakang Masalah Sejalan dengan tantangan kehidupan global. Kuningan. Dimana mutu Sember Daya Manusia (SDM) berkorelasi positif dengan mutu pendidikan. Oleh karena itu. kritik dan saran sangat diharapkan guna. kiranya Allah SWT memberikan balasan yang berlipat ganda.Pd. Makalah ini disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah Seminar Ilmu Manajemen. akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berisikan tentang Perencanaan Lokasi Pabrik.http://akhmadsudrajat.com/2008/07/18/profesionalisme-kepemimpinankepala-sekolah/ Oleh : ============================== KATA PENGANTAR Sri Damayanti*)) Puji dan syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT. Dalam menyelesaikan makalah ini tidak lepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. pada kesempatan ini izinkan penyusun untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Dr. melainkan pada keunggulan Sumber Daya Manusia (SDM). karena atas segala limpahan rahmat dan pertolongan-Nya.

Ketercapaian tujuan pendidikan sangat bergantung pada kecakapan dan kebijaksanaan kepemimpinan kepala sekolah yang merupakan salah satu pemimpin pendidikan. 10 . proses. komponen-komponen tersebut adalah masukan. proses. Tenaga kependidikan pada masa mendatang akan semakin kompleks. sarana dan prasarana serta biaya. dimana kepala sekolah merupakan pemimpin pendidikan yang sangat penting karena kepala sekolah berhubungan langsung dengan pelaksanaan program pendidikan di sekolah. keluaran. guru. Namun dari beberapa komponen tersebut yang lebih banyak berperan adalah tenaga kependidikan yang bermutu yaitu yang mampu menjawab tantangan-tantangan dengan cepat dan tanggung jawab. sehingga menuntut tenaga kependidikan untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan dan penyesuaian penguasaan kompetensinya. Karena kepala sekolah merupakan seorang pejabat yang profesional dalam organisasi sekolah yang bertugas mengatur semua sumber organisasi dan bekerjasama dengan guru-guru dalam mendidik siswa untuk mencapai tujuan pendidikan. ketrampilan. Menjadi tenaga kependidikan yang profesional tidak akan terwujud begitu saja tanpa adanya upaya untuk meningkatkannya. Dengan keprofesionalan kepala sekolah ini pengembangan profesionalisme tenaga kependidikan mudah dilakukan karena sesuai dengan fungsinya. memenuhi syarat. tenaga kependidikan. dan karakter peserta didik. adapun salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan pengembangan profesionalisme ini membutuhkan dukungan dari pihak yang mempunyai peran penting dalam hal ini adalah kepala sekolah. kepala sekolah memahami kebutuhan sekolah yang ia pimpin sehingga kompetensi guru tidak hanya mandeg pada kompetensi yang ia miliki sebelumnya. dan segala komponen yang harus terdapat dalam pendidikan. Mutu pendidikan tercapai apabila masukan. Tenaga kependidikan mempunyai peran yang sangat strategis dalam pembentukan pengetahuan. Pendidikan yang bermutu sangat membutuhkan tenaga kependidikan yang professional.sering diindikasikan dengan kondisi yang baik. Oleh karena itu tenaga kependidikan yang professional akan melaksanakan tugasnya secara professional sehingga menghasilkan tamatan yang lebih bermutu. sarana dan prasarana serta biaya apabila seluruh komponen tersebut memenuhi syarat tertentu. keluaran. melainkan bertambah dan berkembang dengan baik sehingga profesionalisme guru akan terwujud.

Profesionalisme tenaga kependidikan juga secara konsinten menjadi salah satu faktor terpenting dari mutu pendidikan. rendahnya mental kepala sekolah yang ditandai dengan kurangnya motivasi dan semangat serta kurangnya disiplin dalam melakukan tugas. dan seringnya datang terlambat. Tujuan Penulisan Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah dalam penelitian ini adalah: 1. Namun. serta banyak faktor penghambat lainnya yang menghambat tumbuhnya kepala sekolah yang professional untuk meningkatkan kualitas pendidikan. 11 . memiliki keterampilan yang tinggi dan wawasan yang luas terhadap dunia pendidikan. Untuk mengaetahui masalah-masalah yang dihadapi dalam merealisasikan keprofesionalan kepala sekolah 5. wawasan kepala sekolah yang masih sempit . dan output) Berdasarkan uraian tersebut penulis tertarik untuk mengkaji Pepemimpinan Kepala Sekolah” B. guru dituntut memiliki kompetensi yang memadai. Namun banyak faktor penghambat tercapainya kualitas keprofesionalan kepemimpinan kepala sekolah seperti proses pengangkatannya tidak trasnparan. Untuk mengetahui bagaimana gambaran profesionalisme kepemimpinan kepala sekolah. dan metode yang tepat. Ini mengimplikasikan rendahnya produktivitas kerja kepala sekolah yang berimplikasi juga pada mutu (input. “Profesionalisme 2. Untuk mengetahui bagaimana tugas yang dijalankan oleh kepala sekolah 3. Guru harus harus lebih dinamis dan kreatif dalam mengembangkan proses pembelajaran siswa.Karena tenaga kependidikan profesional tidak hanya menguasai bidang ilmu. baik dari segi jenis maupun isinya. Untuk mengetahui dan memahami upaya pemecahan dalam merealisasikan peningkatan profesionalisme kepala sekolah. akan tetapi mampu memotivasi peserta didik. untuk menghasilkan guru yang profesional juga bukanlah tugas yang mudah. proses. Agar proses pendidikan dapat berjalan efektif dan efisien. bahan ajar. Tenaga kependidikan yang profesional mampu membelajarkan murid secara efektif sesuai dengan kendala sumber daya dan lingkungan. Untuk memahami peran kepala sekolah 4.

dan pendayagunaan serta pememliharaan sarana dan prasarana”. perlu didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. 5. sekolah Dapat mengetahui bagaimana tugas yang dijalanka oleh kepala sekolah Dapat memahami peran kepala sekolah Dapat mengaetahui masalah-masalah yang dihadapi dalam merealisasikan keprofesionalan kepala sekolah Dapat mengetahui dan memahami upaya pemecahan dalam merealisasikan peningkatan profesionalisme kepala sekolah. BAB II PROFESIONALISME KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH Paradigma baru manajemen pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas secara efektif dan efisien. Manfaat Penelitian 1. termasuk pemimpin pendidikan. Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan.C. rendahnya mental kepala sekolah yang ditandai dengan kurangnya motivasi dan semangat serta kurangnya disiplin dalam melakukan tugas. pengembangan SDM merupakan proses peningkatan kemampuan manusia agar mampu melakukan pilihan-pilahan. Dapat mengetahui bagaimana gambaran profesionalisme kepemimpinan kepala 2. Sebagaimana dikemukakan dalam Pasal 12 ayat 1 PP 28 tahun 1990 bahwa: “Kepala sekolah bertanggungjawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan. 3. seperti kepala sekolah. Dalam hal ini. administrasi sekolah. Namun kenyataan dilapangan masih banyak kepala sekolah yang tidak menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pemimpin pendidikan ini disebabkan karena dalam proses pengangkatannya tidak ada trasnfaransi. Proses pengembangan SDM tersebut harus menyentuh berbagai bidang kehidupan yang tercermin dalam pribadi pimpinan. proses. 4. dan seringnya datang terlambat serta banyak faktor penghambat lainnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang mengimplikasikan rendahnya produktivitas kerja kepala sekolah yang berimplikasi juga pada mutu (input. dan output) 12 . pembinaan tenaga kependidikan lainnya.

Berdasarkan uraian di atas penyusun sangat tertarik untuk membahas profesionalisme kepemimpinan kepala sekolah. Black pada Manajemem: a Guide to Executive Command dalam Sadili Samsudin (2006:287) yang dimaksud dengan “Kepemimpinan adalah kemampuan meyakinkan dan menggerakkan orang lain agar mau bekerja sama di bawah kepemimpinannya sebagai suatu tim untuk mencapai suatu tujuan tertentu”. Kepemimpinan. Sementara Sudarwan Danin (2002:23) mendefinisikan bahwa: “Profesionalisme adalah komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya dan terus-menerus mengmbangkan strategi-strategi yang digunakanny dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan profesinya itu Kemudian Freidson (1970) dalam Syaiful Sagala (2005:199) mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan profesionalisme adalah “sebagai komitmen untuk ide-ide professional dan karir”. Profesionalisme Kusnandar (2007:46) mengemukakan bahwa “Profesionalisme adalah kondisi. A. dan kualitas suatu keahlian dan kewenangan yang berkaitan dengan mata pencaharian sesseorang”. dan Kepala Sekolah 1. Sementara R. Jadi dapat disimpulkan bahwa profesionalisme adalah suatu bentuk komitmen para anggota suatu profesi untuk selalu meningkatkan dan mengembangkan kompetensinya yang bertujuan agar kualitas keprofesionalannya dapat tercapai secara berkesinambungan. nilai. 2. tujuan. berikut penyusun sajikan kerangka teoritisnya. Selanjutnya Profesionalisme menurut Mohamad Surya (2007:214) adalah: Sebutan yang mengacu pada sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota asuatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionlanya. arah. Soekarto Indrafachrudi (2006:2) mengartikan “Kepemimpinan adalah suatu kegiatan dalam membimbing suatu kelompok sedemikian rupa sehingga 13 . Kepemimpinan Kepemimpinan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu organisai karena sebagian besar keberhasilan dan kegagalan suatu organisasi ditentukan oleh kepemimpinan dalam organisasi tersebut. Pengertian Profesionalisme. Untuk mempermudah dalam pemahaman pemabahasan ini. Pentingnya kepemimipinan seperti yang dikemukakan oleh James M.

3. Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah adalah sorang guru yang mempunyai kemampuan untuk memimpin segala sumber daya yang ada pada suatu sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan bersama. Sedang sekolah adalah sebuah lembaga di mana menjadi tempat menerima dan memberi pelejaran. Kemudian menurut Maman Ukas (2004:268) “Kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk dapat mempengaruhi orang lain. Berdasarkan beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mempangaruhi orang lain untuk mau bekerja sama agar mau melakukan tindakan dan perbuatan dalam mencapai tujuan bersama. Sementara Rahman dkk (2006:106) mengungkapkan bahwa “Kepala sekolah adalah seorang guru (jabatan fungsional) yang diangkat untuk menduduki jabatan structural (kepala sekolah) di sekolah”. atau tempat di mana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. Wahjosumidjo (2002:83) mengartikan bahwa: “Kepala sekolah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah di mana diselenggarakan proses belajar mengajar. Jadi secara umum kepala sekolah dapat diartikan pemimpin sekolah atau suatu lembaga di mana temapat menerima dan memberi pelajaran. Jadi profesionalisme kepemimpinan kepala sekolah berarti suatu bentuk komitmen para anggota suatu profesi untuk selalu meningkatkan dan mengembangkan kompetensinya yang bertujuan agar kualitas keprofesionalannya dalam menjalankan dan memimpin segala sumber daya ayang ada pada suatu sekolah untuk mau bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama.tercapailah tujuan itu”. Sedangkan George R. 14 . agar ia mau berbuat sesuatu yang dapat membantu pencapaian suatu maksud dan tujuan”. Kepala Sekolah Kepala sekolah bersal dari dua kata yaitu “Kepala” dan “Sekolah” kata kepala dapat diartikan ketua atau pemimpin dalam suatu organisasi atau sebuah lembaga. Terry dalam Miftah Thoha (2003:5) mengartikan bahwa “Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan mencapai tujuan organisasi”.

OSIS.  lain. Kepala sekolah adalah seorang mediator atau juru penengah. Serta harus dapat melihatsetiap tugas sebagai satu keseluruhan yang saling berkaitan. (2) terbentuknya aliasi atau koalisi. staf. seorang kepala sekolah harus dapat mengatur pemberian tugas secara cepat serta dapat memprioritaskan bila terjadi konflik antara kepentingan bawahan dengan kepentingan sekolah. sehingga aneka macam aktivitas dapat dilaksanakan. Kepala sekolah bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan. Kepala sekolah harus dapat membangun hubungan kerja sama melalui pendekatan persuasi dan kesepakatan (compromise).  Kepala sekolah harus berfikir secara analitik dan konsepsional. Kepala sekolah harus dapat memecahkan persoalan melalui satu analisis. dan sebagainya. Perbuatan yang dilakukan oleh para guru. seperti organisasi profesi. Dalam lingkungan sekolah sebagai suatu organisasi di dalamnya terdiri dari manusia yang mempunyai latar belakang yang berbeda-beda yang bisa menimbulkan konflik untuk itu kepala sekolah harus jadi penengah dalam konflik tersebut. Peran politis kepala sekolah dapat berkembang secara efektif. siswa. (3) terciptanya kerjasama (cooperation) dengan berbagai pihak. apabila: (1) dapat dikembangkan prinsip jaringan saling pengertian terhadap kewajiban masing-masing. Kepala sekolah bekerja dengan dan melalui orang Kepala sekolah berperilaku sebagai saluran komunikasi di leingkungan sekolah. BP3. Profesionalisme Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan.B.   15 . dan orang tua siswa tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab kepala sekolah  Dengan waktu dan sumber yang terbatas seorang kepala sekolah harus mampu menghadapi berbagai persoalan. Adapun tugas-tugas dari kepala sekolah seperti yang dikemukakan Wahjosumidjo (2002:97) adalah: 1. Kepala sekolah adalah seorang politisi. Untuk itu kepala sekolah harus mengetahui tugas-tugas yang harus ia laksankan.Dengan segala keterbatasan. Kepala sekola bertindak dan bertanggungjawab atas segala tindakan yang dilakukan oleh bawahan. kemudian menyelesaikan persoalan dengan satu solusi yang feasible.

Kepala sekolah selalu mengadakan pengamatan terhadap lingkungan karena kemungkinan adanya informasi-informasi yang berpengaruh terhadap sekolah. Peranan informasional  Sebagai monitor. 16 . (b) Peranan informasional. staf dan siswa.  Dalam menjalankan kepemimpinannya.  Penghubung (liasion). figurehead berarti lambang dengan pengertian sebagai kepala sekolah sebagai lambang sekolah. Dan apabila terjadi kesulitan-kesulitan kepala sekolah diharapkan berperan sebagai orang yang dapat menyelesaikan persoalan yang sulit tersebut. Tidak ada satu organisasi pun yang berjalan mulus tanpa problem. b. selain harus tahu dan paham tugasnya sebagai pemimpin. Sedangkan secara internal kepala sekolah menjadi perantara antara guru. Demikian pula sekolah sebagai suatu organisasi tidak luput dari persoalan dn kesulitan-kesulitan. yang tak kalah penting dari itu semua seyogyanya kepala sekolah memahami dan mengatahui perannya. dapat penulis uraikan sebagai berikut: a. Kepala sekolah adalah pemimpin untuk menggerakkan seluruh sumber daya yang ada di sekolah sehingga dapat melahirkan etos kerja dan peoduktivitas yang tinggi untuk mencapai tujuan. Kepala sekolah adalah seorang diplomat. Peranan hubungan antar perseorangan  Figurehead. Dari tiga peranan kepala sekolah sebagai manajer tersebut. Kepala sekolah menjadi penghubung antara kepentingan kepala sekolah dengan kepentingan lingkungan di luar sekolah.  Kepala sekolah mengambil keputusan-keputusan sulit. (c) Sebagai pengambil keputusan. Adapun peran-peran kepala sekolah yang menjalankan peranannya sebagai manajer seperti yang diungkapkan oleh Wahjosumidjo (2002:90) adalah: (a)Peranan hubungan antar perseorangan. Dalam berbagai macam pertemuan kepala sekolah adalah wakil resmi sekolah yang dipimpinnya.  Kepemimpinan (Leadership).

 Seperti halnya diungkapkan di muka. Kepala sekolah bertanggungjawab untuk menyebarluaskan dan memabagi-bagi informasi kepada para guru. dan seringnya datang terlambat. serta banyak faktor penghambat lainnya yang menghambat tumbuhnya kepala sekolah yang professional untuk meningkatkan kualitas pendidikan. proses. dan orang tua murid. Kepala sekolah harus mampu mengantisipasi gangguan yang timbul dengan memperhatikan situasi dan ketepatan keputusan yang diambil. Spokesman. Kepala sekolah selalu berusaha memperbaiki penampilan sekolah melalui berbagai macam pemikiran program-program yang baru serta malakukan survey untuk mempelajari berbagai persoalan yang timbul di lingkungan sekolah. Ini mengimplikasikan rendahnya produktivitas kerja kepala sekolah yang berimplikasi juga pada mutu (input.  Orang yang memperhatikan gangguan (Disturbance handler).  A negotiator roles. wawasan kepala sekolah yang masih sempit . Kepala sekolah menyabarkan informasi kepada lingkungan di luar yang dianggap perlu. Sebagai pengambil keputusan  Enterpreneur. Kepala sekolah harus mampu untuk mengadakan pembicaraan dan musyawarah dengan pihak luar dalam memnuhi kebutuhan sekolah. Kepala sekolah bertanggungjawab untuk menentukan dan meneliti siapa yang akan memperoleh atau menerima sumber-sumber yang disediakan dan dibagikan. c. rendahnya mental kepala sekolah yang ditandai dengan kurangnya motivasi dan semangat serta kurangnya disiplin dalam melakukan tugas. staf.  Sebagai disseminator. dan output) 17 .  Orang yang menyediakan segala sumber (A Resource Allocater). banyak faktor penghambat tercapainya kualitas keprofesionalan kepemimpinan kepala sekolah seperti proses pengangkatannya tidak trasnparan.

Berdasarkan masalah-masalah tersebut. Disamping itu peningkatan dapat dilakukan melalui pendidikan. 18 . Peningkatan disiplin Dalam menumbuhkan kepala sekolah profesional dalam paradigma baru manajemen pandidikan di sekolah diperlukan adanya peningkatan disiplin untuk menciptakan iklim sekolah yang lebih kondusif dan dapat memotivasi kerja. Pembinaan kemampuan profesional kepala sekolah Wadah-wadah yang telah dikembangkan dalam pembinaan kemampuan profesional kepala sekolah adalah musyawarah kepala sekolah (MKS) . adapun pemecahannya adalah: 1. 2. dan diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. sehingga tidak terlepas dari koridor disiplin ilmu masing-masing. Dengan mengefektifkan MGMP dan MKKS semua kesulitan dan permasalahan yang dihadapi oleh guru dan kepala sekolah dalam kegiatan pendidikan dapat dipecahkan. pusat kegiatan kepala sekolah (PKKS). Pembentukan kelompok diskusi profesi Kelompok diskusi profesi dapat dibentuk untuk mengatasi tenaga kependidikan yang kurang semangat dalam melakukan tugas-tugas kependidikan di sekolah yang melibatkan pengawas sekolah. 3. komite sekolah atau orang lain yang ahli dalam memecahkan masalah yang dihadapi kepala sekolah dan tenaga kependidikan. Revitalisasi MGMP dan MKKS di sekolah Melalui MGMP dan MKKS dapat dipikirkan bagaimana menyiasati kurikulum yang padat dan mencari alternatif pembelajaran yang tepat serta menemukan berbagai variasi metoda dan variasi media untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. kelompok kerja kepala sekolah (KKKS). serta menciptakan budaya kerja dan budaya disiplin para tenaga kependidikan dalam melakukan tugasnya di sekolah. dengan program sarjana atau pasca sarjana bagi para kepala sekolah sesuai dengan bidang kehaliannya. 4.

Peningkatan layanan perpustakaan dan penambahan koleksi Salah satu sarana peningkatan profesionalisme kepala sekolah adalah tersedianya buku yang dapat menunjang kegiatan sekolah dalam mendorong visi menjadi aksi. memberikan perhatian penuh kepada peserta didik (emphaty). yakni layanan sesuai dengan yang dijanjikan (reliability). serta strategi manajemen pendidikan secara utuh yang berorientasi kepada mutu.5. Yang merupakan usaha sistematis dan terkoordinasi untuk secara terus-menerus memperbaiki kualitas layanan. Kepala sekolah yang professional akan berfikir untuk membuat perubahan tidak lagi berfikir bagaimana suatu perubahan sebagaimana adanya sehingga tidak terlindas 19 . Karena akan sangat sulit dapat mengembangkan dan meningkatkan profesionalisme kepala sekolah jika tidak ditunjangkan oleh sumber belajar yang memadai. Sedikitnya terdapat lima sifat layanan yang harus diwujudkan oleh kepala sekolah agar “pelanggan” puas. Dengan kepemimpinan kepala sekolah inilah. Strategi ini dikenal dengan manajemen mutu terpadu (MMT) atau kalau dunia bisnis dikenal dengan nama total quality management (TQM). Selain itu kepala sekolah harus memiliki visi dan misi. Kepala sekolah diangkat melalui prosedur serta persyaratan tertentu yang bertanggung jawab atas tercapainya tujuan pendidikan melalui upaya peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan yang mengimplikasikan meningkatkanya prestasi belajar peserta didik. Kesimpulan Kepala sekolah merupakan peimipin formal yang tidak bisa diisi oleh orang-orang tanpa didasarkan atas pertimbangan tertentu. Untuk itu kepal sekolah bertangggung jawab melaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinan baik yang berhubungan dengan pencapaian tujuan pendidikan maupun dalam mencipatakan iklim sekolah yang kondusif yang menumbuhnkan semangat tenaga pendidik maupun peserta didik. iklim sekolah yang kondusif (tangible). dan cepat tanggap terhadap kebutuhan peserta didik (responsiveness) BAB III PENUTUP A. mampu menajmin kualitas pembelajaran (assurance). kepala sekolah diharapakan dapat memberikan dorongan serta memberikan kemudahan untuk kemajuan serta dapat memberikan inspirasi dalam proses pencapaian tujuan.

oleh perubahan tersebut. Peningkatan profesionalisme kepala sekolah perlu dilaksankan secara berkeinambungan dan terncana dengan melihat permaslahan-permasalahan dan keterbatasan yang ada. sehingga menuntut penguasaan kepala sekolah secara professional. Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. 20 .<!–Saran Melalui strategi perbaikan mutu inilah diharapkan dapat mengatasi masalah rendahnya pendidikan mutu pendidikan yang mengoptimalkan segala sumber daya yang terdapat di sekolah. tenaga kependidikan yang tadinya tidak professional belum tentu akan selamanya tidak professional. seni dan budaya yang diterapkan dunia pendidikan. Untuk itu kepala sekolah dihadapkan pada tantangan untuk melasnakan pengembangan pendidikan secara terarah dan berkesinambungan. semua itu butuh proses yang panjang. Ada istilah seorang tenaga pendidik yang tadinya professional belum tentu akan terus professional bergitupun sebaliknya. Dari pernyataan itu jelas kalau perubahan akan selalu terjadi dan menuntut adanya penyasuaian sehingga kita dapat mengatasi perubahan tersebut dengan penuh persiapan. teknologi. Untuk mewujudkan kepala sekolah yang professional tidak semudah memabalikkan telapak tangan. Sebab kepala sekolah merupakan pemimpin pendidikan yang juga bertanggung jawab dalam meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan lainnya. Upaya peningkatan profesionalisme kepala sekolah merupakan proses keseluruhan dan organisasi sekolah serta harus dilakukan secara berkesinambungan karena peubahan yang terjadi selalu dinamis serta tidak bisa diprediksi sehingga kepala sekolah maupun tenaga kependidikan harus selalu siap dihadapkan pada kondisi perubahan. dengan begitu kepala sekolah akan melakukan penyesuian-penyesuian agar pendidikan berkembang dan maju sesuai dengan kebutuhan pembangunan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Peningkatan profesionalisme kepemimpinan kepala sekolah harus dilakukan melalui suatu strategi. Kepala sekolah yang professional akan mengetahui kabutuhan dunia pendidikan. B.

Bagaimana Memimpin Sekolah yang efektif. Jatinangor: Alqaprint. Jakarta: PT Raja Grafindo Muhammad Surya. 2002. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Maman Ukas. kode etik dan Dewan Kehormatan Guru. Manajemen Sumber Daya Manusia. 2003. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. 2006. Dan ini merupakan faktor yang paling penting sebab tanapa adanya kesadaran dan motivasi semangat mengabdi inilah semua usaha yang dilakukan untuk meningkatkan keprofesionalannya hasilnya tidak akan maksimal dan perealisasiannyapun tidak akan optimal. 2006. Bandung: Agini Kusnandar. 2006. Dan yang berperan dalam peningkatan profesionalisme kepala sekolah adalah pengawas sekolah yang juga merupakan pemimpin pendidikan yang bersama-sama kepala sekolah memiliki tanggung jawab terhadap perkembangan sekolah. Sadili Samsudin. Berdasarkan hal itu kepala sekolah harus memiliki DAFTAR PUSTAKA       E. Bogor: Ghalia Indonesia Sudarwan Danim. Inovasi Pendidikan dalam Upaya Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kepandidikan. Mulyasa.    21 . Organisasi profesi. Upaya peningkatan keprofesionalan kepala sekolah tidak akan terwujud begitu tanpa adanya motivasi dan adanya kesadaran dalam diri kepala sekolah tersebut serta semangat mengabdi yang akan melahirkan visi kelembagaan maupun kemampuan konsepsional yang jelas.Dalam upaya peningkatan mutu sekolah dan profesionalisme kepala sekolah harus ada pihak yang berperan dalam peningkatan mutu tersebut. Guru Profesional. Miftah Toha. Bandung: CV Pustaka Setia. 2007. 2004. Jakarta: PT Raja Grafindo. Bandung: CV Pustaka Setia Soekarto Indarafachrudi. Rahman (at all). Kepemimpinan dalam Manajemen. Manajemen.2006. Peran Strategis Kapala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan.

Pd. Uhar Suharsaputra. Administrasi Pendidikan Kontemporer. 2002. 2002. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. dan Bapak Akhmad Sudrajat. Makalah ini dibuat dalam rangka memenuhi salah satu tugas mata kuliah seminar Ilmu Manajemen.   Syaiful Sagala. Bandung : Alfabeta CV Wahjosumidjo. M. )) Sri Damayanti adalah mahasiswa tingkat IV pada Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP-Universitas Kuningan. yang disampaikan oleh Bapak Dr.Pd. Kepemimpinan Kepala Sekolah. 22 . M.

Teori Kepemimpinan Sifat ( Trait Theory ) Analisis ilmiah tentang kepemimpinan berangkat dari pemusatan perhatian pemimpin itu sendiri. Dengan kata lain.Makalah Tentang Kepemimpinan – Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. dalam artian menerima kepercayaan etnis dan moral dari berbagai agama secara kumulatif. Tut Wuri Handayani : Pemimpin harus mampu mendorong orang – orang yang diasuhnya berani berjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab. 23 . dan kepribadian. c. mengarahkan. sehingga akhirnya mereka tidak lagi memerlukan pemimpinnya itu. • Lao Tzu. Pemimpin yang baik adalah seorang yang membantu mengembangkan orang lain. memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan. Sifat – sifat itu antara lain : sifat fisik. Hasibuan. mental. kendatipun ia sendiri mungkin menolak ketentuan gaib dan ide ketuhanan yang berlainan. Dalam karya tulis ini akan dibahas tentang teori dan gaya kepemimpinan. dan membimbing asuhannya. Pemimpin pertama-tama harus seorang yang mampu menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri para bawahannya. Ing Ngarsa Sung Tuladha : Pemimpin harus mampu dengan sifat dan perbuatannya menjadikan dirinya pola anutan dan ikutan bagi orang – orang yang dipimpinnya. Pemimpin harus bersikap sebagai pengasuh yang mendorong. H. • Davis and Filley. Ing Madya Mangun Karsa : Pemimpin harus mampu membangkitkan semangat berswakarsa dan berkreasi pada orang – orang yang dibimbingnya. • Robert Tanembaum. b. bukan diciptakan yang kemudian teori ini dikenal dengan ”The Greatma Theory”. Dalam perkembanganya. Pengertian Pemimpin menurut para ahli: • Drs. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi. Beberapa teori tentang kepemimpinan antara lain : 1. Malayu S. beberapa asas utama dari kepemimpinan Pancasila adalah : a. Teori Kepemimpinan Memahami teori-teori kepemimpinan sangat besar artinya untuk mengkaji sejauh mana kepemimpinan dalam suatu organisasi telah dapat dilaksanakan secara efektif serta menunjang kepada produktifitas organisasi secara keseluruhan. Maccoby. Seorang pemimpin harus mengerti tentang teori kepemimpinan agar nantinya mempunyai referensi dalam menjalankan sebuah organisasi. mengontrol para bawahan yang bertanggung jawab. teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwa sifat – sifat kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan akan tetapi juga dapat dicapai melalui pendidikan dan pengalaman. Pemimpin adalah seseorang dengan wewenang kepemimpinannya mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian dari pekerjaannya dalam mencapai tujuan. Pemimpin yang baik untuk masa kini adalah orang yang religius. Pemimpin adalah seseorang yang menduduki suatu posisi manajemen atau seseorang yang melakukan suatu pekerjaan memimpin. Pemimpin adalah mereka yang menggunakan wewenang formal untuk mengorganisasikan. supaya semua bagian pekerjaan dikoordinasi demi mencapai tujuan perusahaan. • Pancasila. menuntun. • Prof. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan.P.

Contoh gejala yang ada dalam hal ini seperti : membela bawahan. memberi masukan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan. sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan. 5. Jadi. c. Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi Berdasarkan penelitian.html 24 . harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dengan pengikutnya. perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki kecendrungan kearah 2 hal. dan hasil yang akan dicapai. bagaimana pekerjaan dilakukan. Karena pemimpin pada umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengikutnya. d. seorang pemimpin yang baik adalah bagaimana seorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi kepada bawahan dan terhadap hasil yang tinggi pula. efektif dan efisien. Kedewasaan dan Keluasan Hubungan Sosial Umumnya di dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan internal maupun eksternal. Kedua disebut Struktur Inisiasi yaitu Kecendrungan seorang pemimpin yang memberikan batasan kepada bawahan. yaitu : Pertama yang disebut dengan Konsiderasi yaitu kecendrungan seorang pemimpin yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. pemimpin yang mempunyai kecerdasan yang tinggi di atas kecerdasan rata – rata dari pengikutnya akan mempunyai kesempatan berhasil yang lebih tinggi pula.com/hakekat-dan-teori-kepemimpinan. 4. Dorongan yang kuat ini kemudian tercermin pada kinerja yang optimal. Motivasi Diri dan Dorongan Berprestasi Seorang pemimpin yang berhasil umumnya memiliki motivasi diri yang tinggi serta dorongan untuk berprestasi. berdasarkan teori ini. Hal ini membuat pemimpin tidak mudah panik dan goyah dalam mempertahankan pendirian yang diyakini kebenarannya. antara lain : a. Teori Kewibawaan Pemimpin Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kehidupan kepemimpinan. Teori Kepemimpinan Situasi Seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel. 2. b. http://duniabaca. Teori Kelompok Agar tujuan kelompok (organisasi) dapat tercapai. Contoh yang dapat dilihat . bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas. Kecerdasan Berdasarkan hasil penelitian. seorang pemimpin yang berhasil mempunyai emosi yang matang dan stabil. Sikap Hubungan Kemanusiaan Adanya pengakuan terhadap harga diri dan kehormatan sehingga para pengikutnya mampu berpihak kepadanya. kapan. sebab dengan faktor itu seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi perilaku orang lain baik secara perorangan maupun kelompok sehingga orang tersebut bersedia untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin. 3.Keith Devis merumuskan 4 sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi.

WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB KEPALA SEKOLAH oleh A.3. Jadi pimpinan/kepala sekolah harus memberikan kepada orang lain wewenang membuat keputusan dan melaksanakan beberapa fungsi. pimpinan tingkat atas/kepala sekolah tetap bertanggung jawab atas hasil yang menyeluruh. memberi tugas. Pendelegasian dapat diartikan : Kegiatan seseorang untuk menugaskan stafnya/bawahannya untuk melaksanakan bagian dari tugas manajer yang bersangkutan dan pada waktu bersamaan memberikan kekuasaan kepada staf/bawahan tersebut.2.1. Pimpinan/kepala sekolah yang enggan mendelegasikan tugas dan wewenang acapkali disebabkan oleh dirinya sendiri yang kurang percaya terhadap orang lain. Yang harus dipertimbangkan dalam mendelegasikan wewenang Untuk pendelegasian wewenang secara efektif membutuhkan tingkat keahlian yang tinggi. harus diputuskan apakah menyokong atau tidak keputusan staf yang menurut dia kurang Bijaksana B. 1990) Dari pengertian diatas dapat kita simpulkan bahwa tugas dan wewenang bisa didelegasikan. sebab pimpinan tak kan sanggup melakukan segala sesuatu dan membuat setiap keputusan.2. ( Manulang.2.1. Jadi untuk mengatakan bahwa tanggung jawab tidak dapat didelegasikan. wewenang dan tanggung jawab kepada bawahan. guru pembina dan/atau staf lainnya) untuk mencapai tujuan tertentu. barang kali perlu dievaluasi kembali. hanya barangkali dianalisis.1. Fatah Munzali Berdasarkan tugas dan fungsi Kepala sekolah. PENGERTIAN PENDELEGASIAN 1. wewenang dan tanggung jawab yang berat dan cukup banyak. 1. harus mengukur keputusan staf yang nantinya akan dipertanggungjawabkan juga 1. Oleh kerena itu agar semua tugas dan tanggung jawab yang dijalankan dapat terlaksana. dan tanggung jawab kepada staf/bawahan secara proporsional 25 . ( Sujak. sehingga bawahan itu dapat melaksanakan tugas-tugas itu sebaik baiknya serta dapat mempertanggung jawabkan hal-hal yang didelegasikan kepadanya.PENDELEGASIAN TUGAS.1988) Pendelegasian merupakan proses penugasan.2. karena memberi delegasi : 1. kaprog. bahwa seseorang yang menjadi kepala sekolah akan mempunyai tugas. Pertanyaan yang timbul adalah apakah tanggung jawab bisa didelegasikan.2. Delegasai wewenang adalah proses yang paling fundamental dalam organisasi. Harus melepas wewenang bahkan melupakannya 1. Pertanyaan ini kalau direnungkan bahwa wewenang pimpinan tingkat atas/kepala sekolah dapat meletakkan tanggung jawab kepada manajer lini (wakil. Tujuan Pendelegasian Berdasarkan pengertian diatas maka tujuan pendelegasian adalah : 2. maka pendelegasaian tugas dan wewenang tertentu perlu dilakukan A. wewenang.

6.1.3. Tugas pimpinan yang termasuk perencanaan dan pelaksanaan semakin berkurang.5. Punya minat dan kemampuan 5.1.1. Sedang dipersiapkan untuk promosi 5.1. kurang percaya diri 4. 2. tidak berani menanggung resiko atau bertanggung jawab terhadap keputusan yang dibuat 4. Lingkup tugas yang didelegasikan Tugas seorang pemimpin/kepala sekolah dapat diringkas menjadi tiga kelompok besar yaitu : Perencanaan. tidak siap ilmu/kurang kompeten 4.2.4. Belum mendapat kesempatan 5. tidak ada motivasi instrinsik atau motivasi internal nya 4. Tentukan staf yang tepat untuk menerima delegasi yaitu seorang yang : 5. 4. meningkatkan mekanisme kerja organisasi mendorong staf untuk berorientasi pada target dan sekaligus kualitas C.4.7.3.1. Langkah Pendelagasian yang Efektif 5. Sering staf/guru yang menerima pendelegasian : 4.6. Merasa terpacu untuk maju dengan tugas yang diberikan 5. pelaksanaan dan pengawasan. maka sebagian dari tugas perencanaan dan pelaksanaan dapat didelegasikan kepada para staf.3.2. terbatasnya data dan bahan pendukung 4. Cukup punya waktu 26 .1.2. delegasi menambah beban kerja yang sudah padat E.4. D.1.1. Senang menghadapi tantangan 5. Problem dalam pendelegasaian.5. akan tetapi perhatiannya semakin banyak pada tugas supervisi dan pengawasan. Jika organisasi semakin luas aktivitasnya.2.1. memberi kesempatan kepada staf/bawahan untuk mengembangkan diri 2.

3.3.1 5. 5.1 5.4.1 5.3.3.3 Siapkan staf yang akan menerima delegasi melalui : Motivasi memberi kepercayaan yang penuh Siap memberi bantuan Tentukan tugas yang akan didelegasikan : Deskripsi tugas Hasil dan standar yang diharapkan Tugas tugas yang bersifat : keputusan yang sering dibuat.3.3.3 5.3 Umumkan kepada staf yang relevan tentang siapa betanggung jawab terhadap tugas yang telah didelegasikan.2.6 5.7 5.2.3 5.5 5.3 5.5.2 Lakukan pengawasan agar : Tugas dilakukan menurut standar Penyelesaian tugas pada waktunya 27 .3.3. fungsi yang tidak disenangi tetapi dapat dilakukan secara bebas.4.3.1 5.3.3.3. tugas yang tidak bisa ditangani. tugas yang memberi pengalaman pada staf.3.2 5.2 5.8 5.3.5.5.2 5.3.2.3. tugas yang memberi variasi kerja rutin kegiatan yang akan membuat suatu jabatan lebih lengkap tugas yang akan menambah jumlah orang yang dapat mengerjakan tugas yang sulit peluang untuk menggunakan dan mengukuhkan bakat ktratif.3.1 5.3.3.4 5.4.2 Tentukan kesepakan wewenang yang akan diberikan Tentukan sumber daya termasuk anggaran yang tersedia dan dibutuhkan 5.4 Buat persetujuan : 5.p n 5.2 5.5 5.

<!--[endif]-->Mempengaruhi orang lain agar mau melakukan sesuatu. <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Untuk memperoleh manfaat bersama.5. <!--[endif]-->Untuk mencapai tujuan manajer. adanya komunikasi. <!--[endif]-->Menurut George Terry. Kepemimpinan juga sering dikenal sebagai kemampuan untuk memperoleh konsensus anggota organisasi untuk melakukan tugas manajemen agar tujuan organisasi tercapai. adanya peserta yang digerakkan.5.3 Hasil kerja memenuhi standar 5.5. Kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi orang lain agar mau bekerja dengan suka rela untuk mencapai tujuan kelompok. <!--[endif]-->Memperoleh konsensus atau suatu pekerjaan. 28 . <!--[if !supportLists]-->3.Unsurnya Kepemimpinan adalah suatu kegiatan mempengaruhi orang lain agar orang tersebut mau bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan terdiri atas : <!--[if !supportLists]-->1. kepemimpinan adalah mempengaruhi orang lain agar ikut serta dalam mencapai tujuan umum. <!--[if !supportLists]-->4. <!--[if !supportLists]-->b.4 Minta laporan tentang tugas yang diembannya serta bagaimana dia menggunakan wewenang yang diberikan C:\Users\TOSHIBA\Documents\Teori_Kepemimpinan_Leadership.htm Teori Kepemimpinan (Leadership) Apr 14. <!--[endif]-->Menurut Cyriel O'Donnell. '08 12:15 AM untuk semuanya edushandsome edy   Pesan Pribadi Laporkan Pelanggaran A. Sehingga jika dilihat pada konteks kepemimpinan hal yang saling terkait adalah adanya unsur kader penggerak. adanya tujuan organisasi dan adanya manfaat yang tidak hanya dinikmati oleh sebagian anggota. <!--[if !supportLists]-->2. Dari dua pengertian tersebut diatas. Pengertian dan Unsur .

Level dan Keterampilan Yang Perlu Dimiliki Kepemimpinan dibagi menjadi sebagai berikut : 1.Memberikan informasi .Mendorong. Gaya Kepemimpinan Gaya kepemimpinan secara umum dapat dikategorikan sebagai berikut : 29 .Memberi pemikiran .Mengambil suatu kesimpulan b.Berkemampuan mengubah dan menyesuaikan pendapat . <!--[endif]-->Melakukan pengawasan atas pelaksanaan kegiatan <!--[if !supportLists]-->7. Fungsi dan Tugas Seorang pemimpin secara umum berfungsi sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->1. Lower Leader/Lower Management Golongan bawah. <!--[endif]-->Bertanggungjawab atas semua aktivitas kegiatan <!--[if !supportLists]-->6.Memberikan dukungan . manajer keuangan. Melakukan tugas yang bersifat konseptual. misalnya. D. <!--[endif]-->Mengembangkan informasi <!--[if !supportLists]-->3. bersahabat. <!--[endif]-->Memberi dorongan dan semangat pada anggota <!--[if !supportLists]-->5.Memberikan aturan main C.Bersikap mendamaikan . bersikap menerima .Memperlancar pelaksanaan tugas . Misalnya.Mengungkapkan perasaan . Harus menguasai teknis walaupun secara konseptual tidak begitu penting. Level Top Leader/Top Management Pimpinan puncak. Penguasaan teknis relatif penting. 2. <!--[endif]-->Memberikan penghargaan pada anggota yang berprestasi Sedangkan tugas kepemimpinan dapat dijelaskan sebagai berikut : a. mandor dan pelaksana teknis.Mengambil inisiatif . misalnya. 3. misalnya.B.Mengatur langkah dan arah . staf produksi. <!--[endif]-->Memelihara dan mengembangkan loyalitas anggota <!--[if !supportLists]-->4. juga melakukan pekerjaan tersebut. <!--[endif]-->Mengambil keputusan <!--[if !supportLists]-->2. Level Middle Leader/Middle Management Golongan menengah. Yang berkaitan dengan kerja : . yang berkaitan dengan kekompakan anggota : . supervisor. melakukan perencanaan yang akan dilakukan seluruh anggota. Melakukan tugas konseptual sebagai penjabaran dari top management. direktur utama.

<!--[endif]-->Cakap untuk mengajar. <!--[endif]-->Berpengetahuan luas dalam hal teknikal dan manajerial Menurut Horold Koontz dan Cyrel O'Donnel. pemimpin harus memiliki ciri sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Ahli dalam bidang sosial <!--[if !supportLists]-->8. Terry. <!--[endif]-->Emosi yang stabil <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Penghayatan terhadap kerja sama Sebelumnya: 164 Santri Pabelan Raih Penghargaan Selanjutnya : RILIS ULANG balas 30 . kerja rendah . <!--[endif]-->Motivasi personal yang baik <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Motivasi yang kuat <!--[if !supportLists]-->f.Gaya kerja tinggi.Gaya kerja tinggi. <!--[endif]-->Tingkat kecerdasan yang tinggi <!--[if !supportLists]-->b.1.Pengetahuan human relation yang baik <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->3.Gaya kerja rendah. Orientasi kekompakan (human oriented) Dari dua gaya kepemimpinan tersebut kepemimpinan yang lain seperti : . kekompakan tinggi . <!--[endif]-->Mental dan fisik yang energik <!--[if !supportLists]-->2. Persyaratan Ideal Bagi Pimpinan Menurut George R. <!--[endif]-->Perhatian terhadap keseluruhan kepentingan <!--[if !supportLists]-->c. kekompakan rendah . ciri-ciri pemimpin yang baik adalah : <!--[if !supportLists]-->a. mendidik dan mengembangkan bawahan <!--[if !supportLists]-->7. <!--[endif]-->Matang dalam emosi dan pikiran <!--[if !supportLists]-->e.Gaya kekompakan tinggi. kekompakan rendah berkembang gaya E. Orientasi pekerjaan (task oriented) 2. <!--[endif]-->Cakap berbicara <!--[if !supportLists]-->d. <!--[endif]-->Cakap berkomunikasi <!--[if !supportLists]-->6.

Gratis   Komputer & Internet Tips & Trik Kepala sekolah KEPALA SEKOLAH 31 .U2FsdGVkX1-N8 reply reply 1 7612:U2FsdGVkX Kutip pesan asli Kirim Pratinjau dan Cek Ejaan submitted Pasar Filipina · Pasar Indonesia · Buka Toko.

Wewenang dan tanggung jawab dan keterkaitannya tersebut dikomunikasikan pada seluruh jajaran dalam organisasi Wewenang sebagai Kepala Sekolah: 1. Mingguan 1. Guru SMA Islam Kepanjen 32  . Top Management telah menetapkan struktur organisasi SMA Islam Kepanjen yang dilengkapi dengan pembagian Tugas dan Wewenang sebagai gambaran umum tanggung jawab. Mengimplementasikan kebijaksanaan yang dilaksanakan oleh : 2. Departemen Pendidikan Nasional 2. Yayasan Pendidikan Islam "Hasyim Asy'ari" 5.1. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur 2.4. Yayasan Pendidikan Islam "Hasyim Asy'ari" 2. Mengawasi dan mengevaluasi kegiatan pendidikan di tingkat sekolah 5. Komite Sekolah . Dinas/Departemen Pendidikan Nasional Standar Kompetensi Kepala Sekolah : 1.3. Mengatur seluruh proses kegiatan pendidikan  Tugas : 1.3. Semester 1.2. Mengorganisasikan.5.3.7. Dinas Pendidikan Kabupaten Malang 2. H a r i a n 1. Tengah Semester 1. Melaporkan Kegiatan/mempertanggungjawabkan kegiatan kepada : 5. Akhir Tahun Pelajaran 2. mengkoordinasikan serta membina kegiatan pendidikan yang dilaksanakan oleh : 3. Bulanan 1.3. wewenang dan keterkaitannya dari para personel atau bagian yang aktifitasnya berpengaruh langsung terhadap mutu produk dan kepuasan pelanggan.4. Orang Tua Murid 5.5. Pengambilan keputusan dan kebijakan manajemen 2.2.1.6. 2.2. Awal Tahun Pelajaran 1. Wakil-wakil Kepala Sekolah 3. Bendahara dan Tata Usaha 4.1. Merencanakan dan mengarahkan kegiatan pendidikan yang meliputi kegitan : 1. Penanggungjawab kegiatan 3. Dinas-dinas/ Departemen lain yang telah mendapatkan rekomendasi Depdiknas/ Dinas Pendidikan Kabupaten Malang 3.2.1.Sebagai Top Management mempunyai Tanggung jawab dan Wewenang : 1.

(3) Prilaku. yaitu dari pandangan masyarakat barat. Masa kerja minimal 10 tahun 3.menjadi wakil Jurnal Taqin Small Scratch to The World Pages  Beranda Submit Teori – teori Kepemimpinan oleh taqin plw04 On 9 komentar Sesuai dengan beragamnya definisi mengenai kepemimpinan. (2) Bakat.mengikuti pelatihan leadership/ manajerial . yaitu menggunakan pendekatan (1) Pengaruh kekuasaan. Tapi ini baru sebagian teori.50 Tahun 4. 1) Teori dengan Pengaruh Kepemimpinan 33 . kewirausahaan. manajerial. keadilan. 5.2. sosial. Memiliki jiwa kepemimpinan. Usia 40 . Pernah : . Tapi tidak ada salahnya Kita akan coba ulas satu demi satu. teori-teori kepemimpinan pun ada beberapa macam. dan (4) Situasi. belum dari masyakat timur. Teori kepemimpinan secara umum dapat digolongkan ke dalam empat kategori besar.

memimpin berdasarkan sumber kekuasaan seperti ini. presiden atau perdana mentri dan sebagainya yang mendapat kekuasaan karena ditunjuk dan/atau diperkuat dengan peraturan atau perundangan yang resmi. 1975). Misal adalah orang yang paling tahu arah jalan maka otomatis dia akan menjadi pimpinan rombingan. e) Kendali Ekologi (lingkungan) sumber kekuasaan ini dinamakan juga perekayasa situasi (situational sengineering). ada kepemimpinan yang yang sumbernya hanya kendali atas hukuman saja. ini merupakan kepemimpinan yang didasarkan pada rasa takut. Contoh para preman yang memungut pajak kepada pedagang.Teori yang dikemukakan oleh French dan Raven (1959) ini menyatakan bahwa kepemimpinan bersumber pada kekuasaan dalam satu kelompok atau organisasi. 1959) Majikan yang menggaji karyawan. manager. kepala suku atau kepala kantor yang dapat member ganjaran kepada bawahannya. orang atauorang-orang yang memiliki akses terhadap sumber kekuasaan dalam suatu kelompok atau organisasi tertentu akan mengendalikan atau memimpin kelompok atau organisasi itu. 1959) informasi adalah ganjaran positif bagi orang yang memerlukannya. dan sebagainya. Contoh adalah kendali atas penempatan jabatan (Oldham. Adapun sumber kekuasaan itu sendiri ada tiga macam. yaitu (1) kedudukan. majikan yang mengupah buruh. kepala dinas. 1959) ganjaran biasanya terkait dengan hukuman sehingga kendali atas ganjaran biasa juga kendali atas hukuman. dan (3) politik.1) Kekuasaan yang bersumber pada kedudukan Kekuasaan yang bersumber pada kedudukan terbagi lagi ke dalam beberapa jenis. pedagang akan tunduk kepada preman karena takut akan mendapat perlakuan kasar. 1959) termasuk dalam jenis ini adalah komandan tentara. Seorang atasan. 1. (2) kepribadian. 1. atau kepala bagian personality mempunyai kekuasaan atas bawahannya. c) Kendali atas Hukum (French & Raven. sehingga siapa pun yang menguasai informasi dapat menjadipemimpin. d) Kendali atas Informasi (French & Raven.2) Kekuasaan yang Bersumber pada Kepribadian 34 . Dengan perkataan lai. karena ia boleh menentukan posisi anggotanya. b) Kendali atas Sumber dan Ganjaran (French & raven. Walaupun demikian. a) Kekuasaan Formal atau legal (French & Raven.

3) Kekuasaan yang Bersumber pada Politik Kekuasaan yang bersumber pada politik terdiri atas beberapa jenis (Pfeffer. b) Persahabatan atau Kesetiaan (French & Raven. Dan sebagainya. Sifat atau bakat itu dinamakan karisma atau wibawa. ketua menetukan apakah suatu keputusan akan dibuat dan dilaksanakan atau tidak. Demikian pula dalam pesawat atau kapal. Ibu Theresa dan Martin Luther King. b) Koalisi (Stevenson. c) Partisipasi (Pfeffer. Dan sebagainya. Mengenai hal ini dibicarakan tersendiri dalam teori bakat. Inti dari teori ini adalah bahwa kepemimpinan terjadi karena sifatsifat atau bakat yang khas yang terdapat dalam diri pemimpin yang dapat diwujudkan dalam prilaku kepemimpinan. teori karismatik atau teori transformasi. 2) Teori Bakat Teori bakat dinamakan juga teori sifat (trait).Berbeda dari kepemimpinan kekuasaan. sehingga seseorang dianggap sebagai pemimpin. 1985) kepemimpinan atas dasar sumber kekuasaan politik ditentukan juga atas hak atau kewenangan untuk membuat kerja sama denga kelompok lain. Notaris atau hakim menetukan berdirinya suatu yayasan atau perusahaan baru. orang yang paling ahli dalam mengemudilah yang akan menjadi pemimpin. Fidel Castro. a) Keahlian atau Ketrampilan (French & Raven. 1981) a) Kendali atas Proses Pembuatan Keputusan (Pfeffer & Salanick. 1977) Ciri kepribadian yang menyebabkan timulnya kewibawaan pribadi dari pemimpin juga merupakan salah satu sumber kekuasaan dalam proses kepemimpinan. Mahatma Gandhi. 1. 1974) dalam organisasi. 1959) Sifat dapat bergaul. yaitu sebagai berikut. setia kawan atau setia kepada kelompok dapat merupakan sumber kekuasaan. Tokoh-tokoh ini memiliki 35 . 1959) Dalam agama Islam. kekuasaan yang bersumber pada kepribadian berawal dari sifat-sifat pribadi. siapa yang boleh berpartisipasi. orang yang menjadi imam adalah orang yang paling fasih membaca ayat Al-Qur’an. dalam bentuk apa tiap anggota berpartisipasi. Perace & Porter. d) Institusionalisasi Pemimpin agama menikahkan pasangan suami istri. Sebagai contoh adalah Bung Karno. menentukan terbentuknya keluarga baru. dan sebagainya. c) Karisma (House. Adolf Hitler. 1981) pemimpin mengatur partisipasi anggotanya.

bahkan terhadap umat manusia secara keseluruhan. orang sakti. dan diuktikan keberadaanya. Di pihak lain sejarah juga mencatat pemimpin-pemimpin karismatik yang memberikan dampak negative dan kehancuran.sifat yang tidak dimiliki pemimpin-pemimpin lain. Bahkan ada yang berpengaruh negatif di satu pihak namun positif di pihak yang lain. sehingga dapat diteliti. kekuasaan atau kepemimpinannya bersumber atau ditopang oleh legenda-legenda. sehingga tidak dapat digolongkan dalam teori bakat yang sedang kita bicarakan ini. Teori bakat menurut Conger dan Kanungo (1987) bahwa kepemimpinan karismatik terutama bersifat atributif. Musser (1987) mengusukan kriteria yang berbeda antara pemimpin karismatik 36 . diukur. Misal keturunan raja. Karisma: Negatif atau Positif? Ykul (1989) mengemukakan bahwa sejarah telah mencatat pemimpin-pemimpin karismatik yang telah member dampak positif yang sangat luar biasa kepada kelompoknya. Teori bakat menurut Baas (1985) ada factor-faktor tambahan lain yang menyebabkan lahirnya kepemimpinan karismatik selain faktor bawaan sejak lahir yang dikemukakan oleh Hourse. pemimpin-pemimpin karismatik tidak dapat disamakan dengan tokoh-tokoh yang kewibawaan. Di pihak lain. keturunan yang dianggap titisan dewa dan sebagainya. mitos. yaitu karena adanya ciri-ciri tertentu dari pemimpin yang dipersepsikan oleh para pengikut bersarkan pengamatan pengikut terhadap prilaku pemimpin. dan dongeng-dongeng. Karisma yang ditunjang oleh oleh mitos dan legenda ini bukanlah dating dari bakat atau sifat pribadi yang bersangkutan. seperti Mahatma Gandhi dan Martin Luther King. Teori bakat menurut Hourse (1977) bahwa karisma yang berupa bakat atau sifat adalah hal yang dapat dijelaskan secara objektif ilmiyah. faktor atribusi (keyakinan sendiri) dan faktor konsekuensi dari kepemimpinan. Pertanyaan yang timbul adalah “Apakah pemimpin karismatik berdampak positif atau negatif bagi pengikutnya?”. Teori Tranformasional menurut Robert (1984) bahwa pemimpin karismatik dapat juga terjadi dalam kelompok-kelompok yang sangat terorganisasi. Berbeda dari pendapat sebelumnya yang seakan-akan menyatakan bahwa kepemimpinan karismatik tidak dapat berjan pada kelompok-kelompok yang sangat terorgaisasi. yaitu factor anteseden (hal yang mendahului terjadinya seorang pemimpin). seperti Adolf Hitler. bangsawan. Pertanyaan ini semakin perlu dijawab karena banyak pemimpin karismatik yang sulit digolongkan dalam salah satu jenis tersebut.

Namun. yaitu (1) perilaku pemimpin yang merupakan hasil atau akibat dari situasi dan (2) perilaku pemimpin merupakan penentu atau penyebab situasi. sedangkan yang kedua masuk dalam variabel bebas (independent variable). Bagaimana seorang pemimpin memenuhi kesepuluh peran itu. Dengan perkataan lain. Peran dalam hubungan antarpribadi adalah sebagai pemimpin. setiap orang memiliki kemampuan tersendiri. Page (Page. Mintzberg (1973) mengemukakan sepuluh peran pemimpin (manager) sebagai berikut. dan administrasi. perencan dan pengorganisasi. Sebagai manager sudah barang tentu seseorang yang dapat menduduki sembilan peran tersebut.1) Perilaku Pemimpin sebagai Akibat Situasi 37 . Yaitu penyelia (supervising).yang positif dan negatif. penyelesaian gangguan. 1985 & Tornow. 4. pengkooordinasi. pemantau indicator. Mereka akan memiliki kecocokan dengan salah satu peran. konsultasi. pembuat keputusan. Teori perilaku menurut beberapa ahli.dalam hal ini ada dua macam hubungan. 3) Teori Perilaku Teori prilaku memusatkan perhatiannya pada perilaku pemimpin dalamkaitannya dengan struktur dan organisasi kelompok. karena peran pemimpin digariskan dengan jelas. hal itu akan ditentukan bagaimana kepemimpinannya. dan biasanya mereka akan unggul dalam hal itu. Peran yang berkaitan dengan pembuatan keputusan adalah sebagai wiraswasta. pengalokasian sumber. Peran yang berkaitan dengan pemrosesan informasi adalah sebagai pemantau. 1987) juga memusatka teori kepemimpinannya pada peran yang dibawakan pemimipin dalam posisi managerial. pengendalian. 4) Teori Situasional Teori situasional berintikan hubungan antara perilaku pemimpin dan situasi dilingkungan pemimpin itu. antara lain. penghubung dan panutan (figurehead). pada hubungan pertama. teori prilaku ini lebih sesuai untuk kepemimpinan dalam lingkungan organisasi atau perusahaan. dan negosiator. Oleh karena itu. Menurutnya ada Sembilan kewajiban dan tanggung jawab manager dalam organisasi. pemimpin merupakan variabel ikutan (dependent variable). sehingga ada yang kuat di peran tertentu dan lemah di peran yang lain. perwakilan. Ciri pemimpin karismatik yang negatif adalah yang lebih mementingkan tujuan dirinya sendiri daripada idiologi-idiologinya. penyebaran informasi dan juru bicara.

4. namun baila sebaliknya.2) Perilaku Pemimpin sebagai Penyebab Situasi Dalam teori ini pemimpin dipandang sebagai pihak yang bereaksi terhadap situasi semat-mata. yaitu. Hourse & Mitchell (1974) mengemukakan empat tipe perilaku pemimpin. jika mengambil suatu tindakan kemungkinan korban sedikit dan kemenangan akan dicapai maka komandan akan melaksanakan hal itu. partisipatif (ikut terlibat). sehingga perilaku seorang pemimpin berbeda ketika dia sedang berperan sebagai komandan dan ketika dia sedang menjadi ayah. 1976. yang mengambil inisiatif. dan orientasi prestasi (tujuan pencapaian terbaik). yaitu.Teori-teori yang membicarakan hal ini adalah. a) Teori Peran (role theory) dari Merton (1957) perilaku pemimpin disesuaikan pada perannya dalam kelompok. dan yang member dampak pada situasi. lebih baik menunggu sampai situasi menguntungkan. Ia akan memilih perilaku yang kendalanya terkecil. perilaku komandan berbeda pada saat perang dan pada saat damai. misalkan seorang ayah diharapkan untuk mencari nafkah bagi keluarganya. c) Teori Adptif-Reaktif (adaptive-reactive theory) dari Osborne & Hunt (1975) perilaku pemimpin tidak ditentukan oleh satu faktor tertentu. Teori ini dinamakan juga teori model kontingensi (contingency models). Beberapa ahli mengemukakan. d) Teori Pilihan Kendala (Constraints choices model) dari Stewan (1967. sedangkan ayah yang lain diharapkan untuk memberikan pendidikan bagi anak-anaknya. Misalnya seorang komandan tetara dalam situasi pertempuran. yaitu (1) 38 . Misalnya. b) Teori Harapan (expectancy theory) dari Nebecker & Mitchell (1974) perilaku pemimpin ditentukan oleh harapan kelompoknya. lebih mementingkan tugas (task behavior) dan lebih mementingkan hubungan (relationship behavior) Kerr & Jernier (1978) menyatakan. Hersey & Blanchard (1969. 1982) perilaku pemimpin disesuaikan dengan kendala-kendala yang ada. detektif (memeberi petunjuk). suportif (mendukung). Dengan kata lain. tetapi oleh interaksi antara bebrapa faktor dalam suatu situasi (multiple influence model). 1977. 1982) mengemukakan dua tipe perilaku pemimpin. misalnya peran seorang komandan berbeda denga peran seorang ayah. pemimpin setiap kali menyesuaikan perilakunya pada perubahan situasi. ada dua macam variabel situasi. tetapi dipandang sebagai pihak yang lebih aktif.

semoga bermanfaat 39 .yang mendukung efektivitas kepemimpinan (substitutes) dan (2) menghambat efektivitas Kepemimpinan. Mengahadapi dua situasi itu memiliki sikap kepemimpinan yang berbeda. Dalam ha ini ada dua jenis pemimpin. Fiedler (1964. 1967) dan Sarwono (1995) Efektivisas kepemimpinan tergantung pada persepsi pemimpin terhadap anggota kelompoknya. konsultasi (konsultasi terlebih dahulu). paling rendah prestasinya atau paling tidak disukai (LPC/ last preferred co-worked) Itulah beberapa teori tentang kepemimpinan. yaitu. Ada tiga prosedur pembuatan keputusan. otokratik (membuat sendiri). mempertahankan). yaitu. instrumental (mengawali. merangsang) dan suportif (melanjutkan. Vroom & Yettom (1973) mendasarkan pada bagaimana perilaku pembuatan keputusan pemimpin mempengaruhi kualitas pembuatan keputusan bawahan dan penerimaan bawahan terhadap keputusan. dan keputusan bersama. Persepsi pemimpin terhadap anggotanya diukur berdasarkan pada pandangannya terhadap anggota yang paling lemah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful