.1 Latar Belakang Dalam beberapa aspek fisiologi tumbuhan berbeda dengan fisiologi hewan atau fisiologi sel.

Tumbuhan dan hewan pada dasarnya telah berkembang melalui pola atau kebiasaan yang berbeda. Tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang melalui pola atau kebiasaan yang berbeda. Tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang sepanjang hidupnya. Kebanyakan tumbuhan tidak berpindah, memproduksi makanannya sendiri, menggantungkan diri pada apa yang diperolehnya dari lingkungannya sampai batas-batas yang tersedia. Hewan sebagian besar harus bergerak, harus mencari makan, ukuran tubuhnya terbatas pada ukuran tertentu dan harus menjaga integritas mekaniknya unntuk hidup dan pertumbuhan. Suatu ciri hidup yang hanya dimiliki khusus oleh tumbuhan hijau adalah kemampuan dalam menggunakan zat karbon dari udara untuk diubah menjadi bahan organik serta diasimilasi dalam tubuh tumbuhan. Tumbuhan tingkat tinggi pada umumnya tergolong pada organisme autotrof, yaitu makhluk hidup yang dapat mensintesis sendiri senyawa organik yang dibutuhkannya. Senyawa organik yang baku adalah rantai karbon yang dibentuk oleh tumbuhan hijau dari proses fotosintesis. Fotosintesis atau asimilasi karbon adalah proses pengoubahan zat-zat anorganik H2O dan CO2 oleh klorofil menjadi zat organik karbohidrat dengan bantuan cahaya. Proses fotosintesis hanya bisa dilakukan oleh tumbuhan yang mempunyai klorofil. Proses ini hanya akan terjadi jika ada cahaya dan melalui perantara pigmen hijau daun yaitu klorofil yang terdapat dalam kloroplas. Kalau fotosintesis adalah suatu proses penyusunan (anabolisme atau asimilasi) di mana energi diperoleh dari sumber cahaya dan disimpan sebagai zat kimia, maka proses respirasi adalah suatu proses pembongkaran (katabolisme atau disasimilasi) di mana energi yang tersimpan dibongkar kembali untuk menyelenggarakan proses – proses kehidupan. 1.2 Tujuan Percobaan Tujuan praktikum ini adalah untuk membuktikan bahwa dalam fotosintesis dihasilkan oksigen (O2) dan untuk mengamati pengaruh cahaya dan CO2 terhadap pembentukan oksigen pada proses fotosintesis; untuk mengetahui ada tidaknya simpanan amilum dalam jaringan daun yang diberi perlakuan cahaya matahari berbeda. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tumbuhan terutama tumbuhan tingkat tinggi, untuk memperoleh makanan sebagai kebutuhan pokoknya agar tetap bertahan hidup, tumbuhan tersebut harus melakukan suatu proses yang dinamakan proses sintesis karbohidrat yang terjadi dibagian daun satu tumbuhan yang memiliki kloropil, dengan menggunakan cahaya matahari. Cahaya matahari merupakan sumber energi yang diperlukan tumbuhan untuk proses tersebut. Tanpa adanya cahaya matahari tumbuhan tidak akan mampu melakukan proses fotosintesis, hal ini disebabkan kloropil yang berada didalam daun tidak dapat menggunakan cahaya matahari karena kloropil hanya akan berfungsi bila ada cahaya matahari (Dwidjoseputro, 1986)

1984). Dimer merupakan gabungan antara dua monosakarida dan trimer terdiri dari tiga monosakarida (Kimball. trimer dan lainlain. dimasukkan kedalam alkoholdan ditetesi dengan iodium. Karbohidrat sangat beraneka ragam contohnya seperti sukrosa. Fotosintesis merupakan proses sintesis senyawa organik (glukosa) dari zat anorganik (CO2 dan H2O) dengan bantuan energi cahaya matahari. 1993). monosakarida. Ia menyimpulkan bahwa warna biru kehitaman pada daun yang tidak ditutupi kertas timah menandakan adanya amilum (Malcome. Fotosintesis hanya dapat terjadi pada tumbuhan yang mempunyai klorofil. Jadi fotosintesis adalah proses penyusunan dari zat organic H2O dan CO2 menjadi senyawa organik yang kompleks yang memerlukan cahaya. yang secara termodinamis mampu mereduksi CO2 di dalam fotosistem II dari air dengan pelepasan O2. Monosakarida adalah karbohidrat yang paling sederhana. Maka persamaan reaksinya dapat dituliskan : Kloropil 6CO2 + 6H2O C6H12O6 + 6O2 + Energi . 2000). dengan fotosintesis ini tumbuhan menyediakan bagi organisme lain baik secara langsung maupun tidak langsung. kemudian bejana itu diletakkan di terik matahari. 2002). Fotosintesis merupakan suatu proses yang penting bagi organisme di bumi. Sach membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum. 2002). karena satu elektronnya pada keadaan dasar pindah ke orbit (Anwar. Bejana gelas itu ditutup dengan corong terbalik dan diatasnya diberi tabung reaksi yang diisi air hingga penuh. yaitu pigmen yang berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari (Kimball. Pada fotosistem II perbandingan klorofil a dan klorofil b yaitu 1:2 dan tereksitasi secara maksimum oleh cahaya pada panjang gelombang 680 nm (Syamsuri. Dalam proses ini energi radiasi diubah menjadi energi kimia dalam bentuk ATP dan NADPH + H yang selanjutnya akan digunakan untuk mereduksi CO2 menjadi glukosa. Tak lama kemudian muncul gelembung udara dari tumbuhan air itu yang menandakan adanya oksigen (Kimball. yaitu fotosistem I dan fotosistem II. Pada tahun 1860. Dalam percobaannya tersebut ia mengguanakan daun segar yang sebagian dibungkus dengan kertas timah kemudian daun tersebut direbus. Orang yang pertama kali menemukan fotosintesis adalah Jan Ingenhousz. Monosakarida dapat diikat secara bersama-sama untuk membentuk dimer. Fotosistem ada dua macam. Jan Ingenhosz melakukan percobaan dengan memasukkan tumbuhan Hydrilla verticillata ke dalam bejana yang berisi air. Energi foton yang digunakan untuk menggerakkan elektron melawanan gradient panas di dalam fotosistem I dari sebuah agen dengan tenaga reduksi kuat.Karbohidrat merupakan senyawa karbon yang terdapat di alam sebagai molekul yang kompleks dan besar. jika sebuah molekul pigmen menyerap sebuah foton masuk ke dalam sebuah keadaan tereksitasi. 1990). Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya dan sintesis yang berarti penyusunan. Fotosistem I tersusun oleh klorifil a dan klorifil b dengan perbandingan 12:1 dan tereksitasi secara maksimum oleh cahaya pada panjang gelombang 700 nm. dan polisakarida.

tabung reaksi. yaitu : 1.Sinar matahari Tergantung pada bahan yang digunakan.2 Alat dan Bahan 1. 2000). Persamaan reaksi kimia respirasi merupakan kebalikan dari reaksi kimia fotosintesis (Syamsuri. 3.00 – 10. Fotosintesis berlangsung dalam 2 tahap. Tersusun atas kompleks antene pusat reaksi dan akseptor elektrona (Saimbolon. Bertempat di Laboratorium Dasar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.1 Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 21 November 2007 dari pukul 08. Fotosistem merupakan unit yang mampu menangkap energi cahay matahari dalam rantai transfor elektron pada fotosintesis. merupakan pengikatan CO2 oleh RPB untuk membentuk molekul PGA. yaitu: a. BAB III METODE PRAKTIKUM 3. Regenerasi . pembentukan kembali RBP. Karboksilasi. 2. kawat dan cutter. Reaksi gelap Reaksi gelap fotosintesis merupakan reaksi pengikatan CO2 oleh molekul RBP (Ribolosa Bifosfat) untuk mensintesis gula yang berlangsung distroma. Reduksi . PGA (3C) direduksi oleh NADPH menjadi PGAL (3C). c.00 Wita. Fotosintesis Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah beaker gelas. Reaksi Terang Reaksi terang fotosintesis merupakan reaksi pengikatan energi cahaya oleh klorofil yang berlangsung digrana yang dilaksanakan oleh fotosistem. b. 1989). . corong kaca. reaksi gelap meliputi 3 hal penting. maka jumlah mol Co2 yang dilepaskan dan jumlah mol O2 yang diperlukan tidak selalu sama.

ditempat ysng terbuka (intensutas cahaya III). B = medium air dan diletakkan di luar ruangan dibawah pohon (intensitas cahaya II ).3 Prosedur Kerja 1.Bahan yang diperlukan adalah Hydrilla verticillata. air kolam dan larutan 0. F = medium air + larutan NaHCO3. alkohol 95 %. diletakkan ditempat terang dalam ruangan (intensitas cahaya I) E = medium air + larutan NaCO3. 2. 3. C. D. cawan petri. diletakkan dilur ruangan terbuka (intensitas cahayaa III). dalam keadaan terbalik ( di dalam bak yang berisi air). D = medium air + larutan NaHCO3. di mana setiap 100 ml air ditambahkan 2 ml NaHCO3 0.30’ dan 45’. Mengamati timbulnya gelembung-gelembung gas yang muncul dari potongan cabang / ranting yang terjadi selama 15’ . kaki tiga dan penjepit. C = medium air dan diletakkan diluar ruangan. Memasukkan corong kaca (1) ke dalam beaker gelas yang berisi medium. Banyaknya gelembung per satuan waktu . Menandai masing-masing perlakuan dengan label A. E dan F. Fotosintesis Memasukkan beberapa cabang Hydrilla verticillata yang sehat sepanjang kira-kira 15 cm ke dalam corong kaca. yang mana keterangannya sebagai berikut : A = medium air dan diletakan ditempat terang dalam ruangan(intensitas cahaya I). air dan kertas karbon/aluminium foil. lampu spiritus/ kompor. Menutup bagian atas corong dengan tabung reaksi yang diusahakan berisi sebagian besar medium. Bahan yang digunakan adalah daun tumbuhan segar. B. Pembentukan karbohidrat pada fotosintesis Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah beaker gelas.25 % NaHCO3. larutan JKJ.25 % dengan posisi corong menghadap ke bawah. Diletakkan diluar ruangan dibawah pohon (intensitas cahaya II).

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.dapat digunakan sebagai petunjuk laju fotosintesis. 2. Merebus air dalam beaker gelas sampai mendidih pada lampu spiritus atau panci berisi air mendidih di atas kompor. Dengan medium air ditempat terang Data hasil pengamatan dengan medium air di tempat yang gelap. Waktu 5 menit 10 menit 15 menit Jumlah gelembung 0 14 17 Air + NaHCO3 9 16 21 Tabel 1. Buatlah pembahasan dan kesimpulannya. Hasil pengamatan / data yang diperoleh ditampilkan dalam bentuk grafik.1 Hasil Hasil yang didapatkan setelah melakukan percobaan adalah : 1. (Ingatlah amilum + JKJ memberikan warna biru sampai kehitam-hitaman). Memanaskan alkohol di dalam beaker gelas kecil pada air mendidih(2). Fotosintesis Data hasil pengamatan dengan medium air di tempat yang terang. Mengulangi percobaan ini dengan daun yang lain yang tidak diberi perlakuan air panas. Mencuci daun (4) tersebut dengan air panas dan masukkan ke dalam larutan JKJ selama beberapa menit. kemudian ke dalam alkohol panas (5 menit). Pembentukan Karbohidrat Pada Fotosintesis Menutup daun tumbuhan yang belum kena sinar matahari sebagiannya dengan aluminium foil / kertas karbon dan jepit selama 2 x 24 jam. . Memasukkan daun tumbuhan yang akan diuji ke dalam air panas (5 menit) sampai layu. Mencuci daun dengan air kemudian bentangkan dan amatilah perubahan yang terjadi. Perhitungan dilakukan sebanyak 3 kali dan diambil rata-ratanya.

Pembentukan karbohidrat pada fotosintesis No. Hydrilla dimasukkan ke dalam gelas beaker yang terlebih dahulu telah dilengkapi dengan corong penutup dan gelas kimia. Fotosintesis selain memerlukan cahaya matahari sebagai bahan bakar juga memerlukan karbondioksida dan air sebagai bahan anorganik yang akan diproses untuk menghasilkan karbohidrat dan melepaskan oksigen. 10 menit. kemudian dimasukkan air yakinkan pada saat air memenuhi gelas beaker dan masuk kedalam gelas kimia tidak terdapat gelembung udara dari luar. .2 Pembahasan Pada praktikum kali ini ada terdapat tiga percobaan yang akan dibahas yaitu tentang fotosintesis. Reaksi yang terjadi saat fotosintesis adalah : Dari reaksi tersebut kita dapat memperkirakan bahwa pada fotosintesis terbentuk oksigen. Daun yang tidak tertutup aluminium foil berwarna kehitaman biru 4. dan penentuan karbohidrat pada daun tumbuhan.Waktu Jumlah gelembung Air + NaHCO3 5 Menit 0 0 10 Menit 0 0 15 Menit 2 0 Tabel 2. Perlakuan 1 Bekas tertutup aluminium foil 2 3 Direndam mendidih Direndam mendidh di dalam air Gambar Keterangan Daun berwarna hijau tua Daun menjadi layu Warna lebih 4 Setelah direndam larutan JKJ daun muda bekas daripada dalam alkohol ditutup aluminium foil yang tidak tertutup. Fotosintesis adalah suatu proses biologi yang kompleks. dan 15 menit. proses ini menggunakan energi matahari yang dapat dimanfaatkan oleh kloropil yang terdapat dalam kloroplas. Tempat yang dipilih adalah didalam ruangan dan diluar ruangan dengan cahaya yang maksimum dengan lama pengamatan bervariasi dari 5 menit. Dengan medium air diluar ruangan dibawah pohon 2. Percobaan pertama mencoba membuktikan hal tersebut. Gelas beaker yang berisi air ini diletakkan di 2 tempat yang berbeda kadar cahaya yang bertujuan untuk memperoleh hasil gelembung yang berbeda pula jumlahnya sehingga didapatkan hubungan antara jumlah gelembung dengan kadar cahaya yang ada.

Berdasarkan hasil pengamatan jumlah gelembung udara yang dihasilkan pada perlakuan A dalam medium air di tempat terang dalam ruangan lebih sedikit dibandingkan dengan perlakuan B yang ditempatkan diluar ruangan ditempat terbuka dengan intensitas cahaya II walaupun waktu yang digunakan sama. daun yang telah dimasukkan kedalam alkohol tadi kemudian dimasukkan kembali ke dalam air panas dan selanjutnya kedalam larutan JKJ dan kemudian diangkat. Intensitas cahaya yang optimum sangat baik untuk proses fotosintesis. . kemudian daun tersebut dimasukkan kedalam air panas setelah dilepas dari pohonnya yang bertujuan untuk mematikan sel-sel yang ada. kadar 02. 2) Selain klorofil fotosintesis juga memerlukan CO2 dan cahaya matahari. Dari hasil pengamatan di peroleh bahwa warna daun setelah diberi perlakuan seperti diatas berubah menjadi pucat untuk bagian yang tertutup dengan kertas aluminium foil dan bagian yang tidak ditutup menjadi berwarna cokelat tua. Setelah direbus kemudian daun dimasukkan kedalam larutan alkohol agar klorofil pada daun tersebut larut sehingga warna daun berubah menjadi pucat. Laju pembentukan oksigen dapat digunakan sebagai suatu petunjuk untuk laju fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan. Hal ini menandakan bahwa cahaya sangat berperan dalam peristiwa fotosintesis. Selain intensitas cahaya dan kadar CO2. sebaliknya dengan intensitas cahaya yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat menghambat berlangsungnya proses fotosintesis. Warna cokelat tua menandakan bahwa telah terjadi proses fotosintesis yang telah terbentuk amilum yang berwarna cokelat jika bereaksi dengan larutan iod (larutan JKJ). dimana cahaya yang diterima dengan bebas tanpa adanya suatu penghalang.1 Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum kali ini adalah: 1) Fotosintesis adalah proses pembentukan bahan organik dari bahan anorganik dengan bantuan cahaya dan kloroplas. kadar air dan unsur mineral yang ada. Percobaan kedua yaitu penentuan karbohidrat pada fotosintesis pada daun tumbuhan berupa daun mangga. 5. Hal ini disebabkan karena intensitas cahaya dan larutan NaHCO3 yang terurai menjadi NaOH dan CO2. juga terdapat faktor lain yang mempengaruhi proses fotosintesis adalah temperatur. Hal ini membuktikan bahwa intensitas cahaya sangat mempengaruhi proses fotosintesis.Gelembung udara yang dihasilkan menandakan bahwa proses fotosintesis pada Hydrilla verticilata menghasilkan oksigen. Sedangkan perlakuan C yang menggunakan medium air ditambah larutan NaHCO3 yang diletakkan ditempat terang dalam ruangan menghasilkan jumlah gelembung udara yang lebih sedikit dibandingkan dengan perlakukan D yang diletakkan di luar ruangan (ditempat terbuka) yang mengunakan medium tambahan yaitu NaHO3. maka akan membuat perubahan pada daun. Percobaan ini dilakukan pada daun yang segar dan dibungkus dengan kertas karbon kurang lebih 24 jam. Secara garis besar dapat dikatakan stomata akan berperan sebagai pengatur penguapan dalam peristiwa fotosintesis.

Dalam proses ini energi radiasi diubah menjadi energi kimia dalam bentuk ATP dan NADPH + H yang selanjutnya akan digunakan untuk mereduksi CO2 menjadi glukosa. 1984). Pada fotosistem II perbandingan klorofil a dan klorofil b yaitu 1:2 dan tereksitasi secara maksimum oleh cahaya pada panjang gelombang 680 nm (Syamsuri. Fotosintesis hanya dapat terjadi pada tumbuhan yang mempunyai klorofil. hal ini disebabkan kloropil yang berada didalam daun tidak dapat menggunakan cahaya matahari karena kloropil hanya akan berfungsi bila ada cahaya matahari (Dwidjoseputro. yang secara termodinamis mampu mereduksi CO2 di dalam fotosistem II dari air dengan pelepasan O2. Maka persamaan reaksinya dapat dituliskan : . Fotosintesis merupakan proses sintesis senyawa organik (glukosa) dari zat anorganik (CO2 dan H2O) dengan bantuan energi cahaya matahari. Fotosistem I tersusun oleh klorifil a dan klorifil b dengan perbandingan 12:1 dan tereksitasi secara maksimum oleh cahaya pada panjang gelombang 700 nm. 1986) Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya dan sintesis yang berarti penyusunan. jika sebuah molekul pigmen menyerap sebuah foton masuk ke dalam sebuah keadaan tereksitasi. Tanpa adanya cahaya matahari tumbuhan tidak akan mampu melakukan proses fotosintesis. 2002). 2000). BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tumbuhan terutama tumbuhan tingkat tinggi. Energi foton yang digunakan untuk menggerakkan elektron melawanan gradient panas di dalam fotosistem I dari sebuah agen dengan tenaga reduksi kuat. yaitu pigmen yang berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari (Kimball. untuk memperoleh makanan sebagai kebutuhan pokoknya agar tetap bertahan hidup.3) Semakin besar intensitas cahaya dan konsentrasi CO2 maka proses fotosintesis berlangsung semakin cepat. Cahaya matahari merupakan sumber energi yang diperlukan tumbuhan untuk proses tersebut. tumbuhan tersebut harus melakukan suatu proses yang dinamakan proses sintesis karbohidrat yang terjadi dibagian daun satu tumbuhan yang memiliki kloropil. Jadi fotosintesis adalah proses penyusunan dari zat organic H2O dan CO2 menjadi senyawa organik yang kompleks yang memerlukan cahaya. Fotosistem ada dua macam. 4) Hasil dari fotosintesis adalah glukosa dan oksigen. yaitu fotosistem I dan fotosistem II. karena satu elektronnya pada keadaan dasar pindah ke orbit (Anwar. dengan menggunakan cahaya matahari.

Kloropil 6CO2 + 6H2O C6H12O6 + 6O2 + Energi Sinar matahari Tergantung pada bahan yang digunakan. Masing-masing jenis cahaya berbeda pengaruhnya terhadap fotosintesis. Kloroplas mengandung beberapa pigmen. sedangkan klorofil b tidak secara langsung berperan dalam reaksi terang. hanya panjang gelombang tertentu yang dimanfaatkan tumbuhan untuk proses fotosintesis. Reaksi gelap bertujuan untuk mengubah senyawa yang mengandung atom karbon menjadi molekul gula.500 nm) dan violet (< 400 nm). Sedangkan dalam reaksi gelap terjadi seri reaksi siklik yang membentuk gula dari bahan dasar CO2 dan energi (ATP dan NADPH).Pada proses reaksi gelap tidak dibutuhkan cahaya matahari. Pigmen yang terdapat pada membran grana menyerap cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu. Proses absorpsi energi cahaya menyebabkan lepasnya elektron berenergi tinggi dari klorofil a yang selanjutnya akan disalurkan dan ditangkap oleh akseptor elektron. Dari semua radiasi matahari yang dipancarkan. maka jumlah mol Co2 yang dilepaskan dan jumlah mol O2 yang diperlukan tidak selalu sama.Dalam reaksi terang. Energi yang digunakan dalam reaksi gelap ini diperoleh dari reaksi terang . rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama: reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida) Reaksi terang terjadi pada grana (tunggal: granum). Proses ini merupakan awal dari rangkaian panjang reaksi fotosintesis.700 nm).]Pigmen yang berbeda menyerap cahaya pada panjang gelombang yang berbeda. 2000). Persamaan reaksi kimia respirasi merupakan kebalikan dari reaksi kimia fotosintesis (Syamsuri. Hal ini terkait pada sifat pigmen penangkap cahaya yang bekerja dalam fotosintesis. Pada dasarnya. yaitu panjang gelombang yang berada pada kisaran cahaya tampak (380-700 nm).600 nm). Reaksi terang Reaksi terang dari fotosintesis pada membran tilakoid . biru (410 . klorofil a terutama menyerap cahaya biru-violet dan merah.[ Cahaya tampak terbagi atas cahaya merah (610 . hijau kuning (510 . sedangkan reaksi gelap terjadi di dalam strom . Klorofil a berperan langsung dalam reaksi terang. terjadi konversi energi cahaya menjadi energi kimia dan menghasilkan oksigen (O2). Sebagai contoh.] Klorofil b menyerap cahaya biru dan oranye dan memantulkan cahaya kuning-hijau.

[21] Fotosistem I (PS I) berisi pusat reaksi P700. selanjutnya PS II akan mereduksi plastokuinon (PQ) membentuk PQH2.[20] Reaksi ini memerlukan molekul air dan cahaya matahari. yang dinamakan plastosianin (PC).[21] Reaksi ini dikatalisis dalam stroma oleh enzim feredoksin-NADP+ reduktase.→ 4H+ + O2 + 2PQH2 Sitokrom b6-f kompleks berfungsi untuk membawa elektron dari PS II ke PS I dengan mengoksidasi PQH2 dan mereduksi protein kecil yang sangat mudah bergerak dan mengandung tembaga. sedangkan fotosistem II (PS II) berisi pusat reaksi P680 dan optimal menyerap cahaya pada panjang gelombang 680 nm.[21] Fotosistem ini menyerap energi cahaya terpisah dari PS II. yang berarti bahwa fotosistem ini optimal menyerap cahaya pada panjang gelombang 700 nm. Proses diawali dengan penangkapan foton oleh pigmen sebagai antena.[21] Reaksi yang terjadi pada sitokrom b6-f kompleks adalah[21]: 2PQH2 + 4PC(Cu2+) → 2PQ + 4PC(Cu+) + 4 H+ (lumen) Elektron dari sitokrom b6-f kompleks akan diterima oleh fotosistem I.[21] Hal ini akan mengakibatkan pelepasan H+ di lumen tilakoid.[21] Sebagai sistem yang bergantung pada cahaya. tapi mengandung kompleks inti terpisahkan.[20] Reaksi terang melibatkan dua fotosistem yang saling bekerja sama.[21] Untuk menstabilkan kembali.[20] Reaksi keseluruhan yang terjadi di PS II adalah[21]: 2H2O + 4 foton + 2PQ + 4H. yang menerima elektron yang berasal dari H2O melalui kompleks inti PS II lebih dahulu. Molekul air akan dipecahkan oleh ion mangan (Mn) yang bertindak sebagai enzim. PS II akan mengambil elektron dari molekul H2O yang ada disekitarnya.[21] Reaksinya adalah[21]: . Plastokuinon ini akan mengirimkan elektron dari PS II ke suatu pompa H+ yang disebut sitokrom b6-f kompleks.Reaksi terang adalah proses untuk menghasilkan ATP dan reduksi NADPH2. yaitu fotosistem I dan II.[21] Plastokuinon merupakan molekul kuinon yang terdapat pada membran lipid bilayer tilakoid.[21] Reaksi keseluruhan pada PS I adalah[21]: Cahaya + 4PC(Cu+) + 4Fd(Fe3+) → 4PC(Cu2+) + 4Fd(Fe2+) Selanjutnya elektron dari feredoksin digunakan dalam tahap akhir pengangkutan elektron untuk mereduksi NADP+ dan membentuk NADPH. Dengan menggunakan elektron dari air.[21] Mekanisme reaksi terang diawali dengan tahap dimana fotosistem II menyerap cahaya matahari sehingga elektron klorofil pada PS II tereksitasi dan menyebabkan muatan menjadi tidak stabil. PS I berfungsi mengoksidasi plastosianin tereduksi dan memindahkan elektron ke protein Fe-S larut yang disebut feredoksin.[21] Kejadian ini juga menyebabkan terjadinya pompa H+ dari stroma ke membran tilakoid.

[22] Jika kloroplas diberi cahaya.[22] RuBP merupakan enzim alosetrik yang distimulasi oleh tiga jenis perubahan yang dihasilkan dari pencahayaan kloroplas.[23] Karboksilasi .[22] Penambatan CO2 sebagai sumber karbon pada tumbuhan ini dibantu oleh enzim rubisco.[22] Tumbuhan yang reaksi gelapnya mengikuti jalur Hatch-Slack disebut tumbuhan C-4 karena senyawa yang terbentuk setelah penambatan CO2 adalah oksaloasetat yang memiliki empat atom karbon. jika kloroplas diberi cahaya. reaksi ini distimulasi oleh Mg2+. yaitu siklus Calvin-Benson dan siklus Hatch-Slack. Enzim yang berperan adalah phosphoenolpyruvate carboxilase.[22] Siklus Calvin-Benson Siklus Calvin-Benson Mekanisme siklus Calvin-Benson dimulai dengan fiksasi CO2 oleh ribulosa difosfat karboksilase (RuBP) membentuk 3-fosfogliserat.5 bisfosfat menjadi senyawa dengan jumlah atom karbon tiga yaitu senyawa 3-phosphogliserat. dan regenerasi.[12] Fikasasi CO2 melewati proses karboksilasi. yang dihasilkan oleh fotosistem I selama pemberian cahaya.[1] Reaksi keseluruhan yang terjadi pada reaksi terang adalah sebagai berikut Sinar + ADP + Pi + NADP+ + 2H2O → ATP + NADPH + 3H+ + O2 Reaksi gelap Reaksi gelap pada tumbuhan dapat terjadi melalui dua jalur. reaksi dari enzim ini distimulasi oleh peningkatan pH. yang memasuki stroma daun sebagai ion H+.[22] Ketiga. reaksi ini distimulasi oleh NADPH. [22] Oleh karena itulah tumbuhan yang menjalankan reaksi gelap melalui jalur ini dinamakan tumbuhan C-3.[22] Kedua. Pertama.4Fd (Fe2+) + 2NADP+ + 2H+ → 4Fd (Fe3+) + 2NADPH Ion H+ yang telah dipompa ke dalam membran tilakoid akan masuk ke dalam ATP sintase. reduksi.[1] ATP sintase akan menggandengkan pembentukan ATP dengan pengangkutan elektron dan H+ melintasi membran tilakoid. ion H+ ditranspor dari stroma ke dalam tilakoid menghasilkan peningkatan pH stroma yang menstimulasi enzim karboksilase. terletak di permukaan luar membran tilakoid.[1] Masuknya H+ pada ATP sintase akan membuat ATP sintase bekerja mengubah ADP dan fosfat anorganik (Pi) menjadi ATP.[22] Pada siklus Calvin-Benson tumbuhan mengubah senyawa ribulosa 1.[22] Fiksasi CO2 ini merupakan reaksi gelap yang distimulasi oleh pencahayaan kloroplas.

[23] ATP ini timbul dari fotofosforilasi dan ADP yang dilepas ketika 1. yang diregenerasi adalah RuBP yang diperlukan untuk bereaksi dengan CO2 tambahan yang berdifusi secara konstan ke dalam dan melalui stomata.[23] Secara bersamaan. yang menyumbang 2 elektron. tapi gugus karboksil dari 3-PGA pertama-tama diubah menjadi ester jenis anhidrida asam pada asam 1.[12] Triosa fosfat digunakan sitosol untuk membentuk sukrosa.[12] Sistem ini membuat jumlah total fosfat menjadi konstan di kloroplas. Pi dilepas dan digunakan kembali untuk mengubah ADP menjadi ATP.[24] Pada akhir reaksi Calvin.3-bisPGA terbentuk. sebagian lainnya dibawa keluar.3-bisPGA) dengan penambahan gugus fosfat terakhir dari ATP. tetapi menyebabkan munculnya triosafosfat di sitosol. kemudian daur dimulai lagi.[23] Pada fase regenerasi.melibatkan penambahan CO2 dan H2O ke RuBP membentuk dua molekul 3-fosfogliserat(3PGA).3-bifosfogliserat (1.[12] Sebagian digunakan kloroplas untuk membentuk pati. gugus karboksil dalam 3-PGA direduksi menjadi 1 gugus aldehida dalam 3-fosforgliseradehida (3-Pgaldehida).[12][24] .[24] Tiga putaran daur akan menambatkan 3 molekul CO2 dan produk akhirnya adalah 1. digunakan untuk mengubah ribulosa-5-fosfat menjadi RuBP.3Pgaldehida. ATP ketiga yang diperlukan bagi tiap molekul CO2 yang ditambat.[23] Bahan pereduksi yang sebenarnya adalah NADPH.[23] Kemudian pada fase reduksi. yang diubah kembali dengan cepat menjadi ATP oleh reaksi fotofosforilasi tambahan.[23] Reduksi ini tidak terjadi secara langsung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful