P. 1
Dormansi

Dormansi

|Views: 63|Likes:
Published by Anggi D Resmosa

More info:

Published by: Anggi D Resmosa on Nov 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/24/2011

pdf

text

original

Dormansi Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Dormansi adalah suatu keadaan berhenti tumbuh yang dialami

organisme hidup atau bagiannya sebagai tanggapan atas suatu keadaan yang tidak mendukung pertumbuhan normal. Dengan demikian, dormansi merupakan suatu reaksi atas keadaan fisik atau lingkungan tertentu. Pemicu dormansi dapat bersifat mekanis, keadaan fisik lingkungan, atau kimiawi. Banyak biji tumbuhan budidaya yang menunjukkan perilaku ini. Penanaman benih secara normal tidak menghasilkan perkecambahan atau hanya sedikit perkecambahan. Perlakuan tertentu perlu dilakukan untuk mematahkan dormansi sehingga benih menjadi tanggap terhadap kondisi yang kondusif bagi pertumbuhan. Bagian tumbuhan yang lainnya yang juga diketahui berperilaku dorman adalah kuncup. PENYEBAB TERJADINYA DORMANSI Benih yang mengalami dormansi ditandai oleh : • Rendahnya / tidak adanya proses imbibisi air. • Proses respirasi tertekan / terhambat. • Rendahnya proses mobilisasi cadangan makanan. • Rendahnya proses metabolisme cadangan makanan. Kondisi dormansi mungkin dibawa sejak benih masak secara fisiologis ketika masih berada pada tanaman induknya atau mungkin setelah benih tersebut terlepas dari tanaman induknya. Dormansi pada benih dapat disebabkan oleh keadaan fisik dari kulit biji dan keadaan fisiologis dari embrio atau bahkan kombinasi dari kedua keadaan tersebut. Secara umum menurut Aldrich (1984) Dormansi dikelompokkan menjadi 3 tipe yaitu : • Innate dormansi (dormansi primer) • Induced dormansi (dormansi sekunder) • Enforced dormansi Sedangkan menurut Sutopo (1985) Dormansi dikelompokkan menjadi 2 tipe yaitu : • Dormansi Fisik, dan • Dormansi Fisiologis Dormansi Fisik disebabkan oleh pembatasan struktural terhadap perkecambahan biji, seperti kulit biji yang keras dan kedap sehingga menjadi penghalang mekanis terhadap masuknya air atau gas-gas ke dalam biji. Beberapa penyebab dormansi fisik adalah : • Impermeabilitas kulit biji terhadap air Benih-benih yang termasuk dalam type dormansi ini disebut sebagai "Benih keras" karena mempunyai kulit biji yang keras dan strukturnya terdiri dari lapisan sel-sel serupa palisade berdinding tebal terutama di permukaan paling luar. Dan bagian dalamnya mempunyai lapisan lilin dan bahan kutikula. • Resistensi mekanis kulit biji terhadap pertumbuhan embrio Disini kulit biji cukup kuat sehingga menghalangi pertumbuhan embrio. Jika kulit biji dihilangkan, maka embrio akan tumbuh dengan segera. • Permeabilitas yang rendah dari kulit biji terhadap gas-gas Pada dormansi ini, perkecambahan akan terjadi jika kulit biji dibuka atau jika tekanan oksigen di sekitar benih ditambah. Pada benih apel misalnya, suplai oksigen sangat dibatasi oleh keadaan kulit bijinya sehingga tidak cukup untuk kegiatan respirasi embrio. Keadaan ini terjadi apabila benih berimbibisi pada daerah dengan temperatur hangat. Dormansi Fisiologis, dapat disebabkan oleh sejumlah mekanisme, tetapi pada umumnya disebabkan oleh zat pengatur tumbuh, baik yang berupa penghambat maupun perangsang tumbuh Beberapa penyebab dormansi fisiologis adalah : • Immaturity Embrio Pada dormansi ini perkembangan embrionya tidak secepat jaringan sekelilingnya sehingga perkecambahan benih-benih yang demikian perlu ditunda. Sebaiknya benih ditempatkan pada tempe-ratur dan kelembaban tertentu agar viabilitasnya tetap terjaga sampai embrionya terbentuk secara sempurna dan mampu berkecambah.

• After ripening Benih yang mengalami dormansi ini memerlukan suatu jangkauan waktu simpan tertentu agar dapat berkecambah. Ethylene. Zat-zat penghambat perkecambahan yang diketahui terdapat pada tanaman antara lain : Ammonia. melubangi kulit biji dengan pisau. Kadang-kadang dormansi sekunder ditimbulkan bila benih diberi semua kondisi yang dibutuhkan untuk berkecambah kecuali satu. Cara praktis memecahkan dormansi pada benih tanaman pangan. sehingga diperlukan cara-cara agar dormansi dapat dipersingkat. Larutan asam kuat seperti asam sulfat. Abcisic acid. • Sebagai contoh perendaman benih ubi jalar dalam asam sulfat pekat selama 20 menit sebelum tanam. Skarifikasi mencakup cara-cara seperti mengkikir/menggosok kulit biji dengan kertas amplas. Selain itu dapat juga digunakan hormon tumbuh antara lain: Cytokinin. maka dormansi perlu dipecahkan. Alkaloid. asam hidrochlorit. Diantaranya yaitu dengan Skarifikasi. Dormansi ini dapat disebabkan oleh hadirnya zat penghambat perkecambahan dalam embrio. Misalnya kegagalan memberikan cahaya pada benih yang membutuhkan cahaya. Dormansi yang disebabkan oleh hambatan metabolis pada embrio. Tujuan dari perlakuan mekanis ini adalah untuk melemahkan kulit biji yang keras sehingga lebih permeabel terhadap air atau gas. Ada beberapa cara yang telah diketahui adalah : • Dengan perlakuan mekanis. Tujuan dari perlakuan kimia adalah menjadikan agar kulit biji lebih mudah dimasuki air pada waktu proses imbibisi. Dormansi Sekunder Dormansi sekunder disini adalah benih-benih yang pada keadaan normal maupun berkecambah. tetapi apabila dikenakan pada suatu keadaan yang tidak menguntungkan selama beberapa waktu dapat menjadi kehilangan kemampuannya untuk berkecambah. atau dika-takan membutuhkan jangka waktu "After Ripening". After Ripening diartikan sebagai setiap perubahan pada kondisi fisiologis benih selama penyimpanan yang mengubah benih menjadi mampu berkecambah. Counamin diketahui menghambat kerja enzim-enzim penting dalam perkecambahan seperti Alfa dan Beta amilase. Jangka waktu penyimpanan ini berbeda-beda dari beberapa hari sampai dengan beberapa tahun. . Diduga dormansi sekunder tersebut disebabkan oleh perubahan fisik yang terjadi pada kulit biji yang diakibatkan oleh pengeringan yang berlebihan sehingga pertukaran gas-gas pada saat imbibisi menjadi lebih terbatas. Tipe dormansi lain selain dormansi fisik dan fisiologis adalah kombinasi dari beberapa tipe dormansi. Sebagai contoh adalah dormansi yang disebabkan oleh kombinasi dari immaturity embrio. tergantung dari jenis benihnya. Alkaloids Lactone (Counamin) dll. asam nitrat dengan konsentrasi pekat membuat kulit biji menjadi lebih lunak sehingga dapat dilalui oleh air dengan mudah. Tipe dormansi ini disebabkan oleh lebih dari satu mekanisme.200 PPM. kulit biji indebiscent yang membatasi masuknya O2 dan keperluan akan perlakuan chilling. Gibberelin dan iuxil (IAA). Masalah utama yang dihadapi pada saat pengujian daya tumbuh/kecambah benih yang dormansi adalah bagaimana cara mengetahui dormansi. Untuk mengetahui dan membedakan/memisahkan apakah suatu benih yang tidak dapat berkecambah adalah dorman atau mati. potassium nitrat dan Thiourea. • Pemberian Gibberelin pada benih terong dengan dosis 100 . Benzoic acid. Bahan kimia lain yang sering digunakan adalah potassium hidroxide. memecah kulit biji maupun dengan perlakuan goncangan untuk benih-benih yang memiliki sumbat gabus. • Perendaman benih padi dalam HNO3 pekat selama 30 menit. • Dengan perlakuan kimia.

• Perlakuan perendaman dengan air. bahkan antar varietas dalam satu famili. Elis et . Cara yang sering dipakai adalah dengan memberi temperatur rendah pada keadaan lembab (Stratifikasi). Cahaya berpengaruh terhadap prosentase perkecambahan benih dan laju perkecambahan. Pengaruh cahaya pada benih bukan saja dalam jumlah cahaya yang diterima tetapi juga intensitas cahaya dan panjang hari. 2002) atau bisa juga dikatakan dormansi benih bisa menunjukkan suatu keadaan dimana benih-benih sehat (viable) tetapi gagal berkecambah ketika berada dalam kondisi yang secara normal baik untuk perkecambahan.70 0C dan dibiarkan sampai air menjadi dingin. 1998). selama beberapa waktu. mengandung zat-zat penghambat (dormansi kimia) 5. mencegah cahaya yang mencapai embrio (dormansi cahaya) 4. 1.al. dormansi dipatahkan secara perlahan-lahan atau disuatu kejadian lingkungan yang khas. Kulit biji dapat menyebabkan dormansi melalui beberapa cara. . Keuntungannya benih yang dorman adalah dapat mencegah agar tidak berkecambah selama penyimpanan. dengan demikian. 1994. suhu dan cahaya yang sesuai (Tait and Zeiger. Tipe dari kejadian lingkungan yang dapat mematahkan dormansi tergantung pada tipe dormansi. Perlakuan perendaman di dalam air panas dengan tujuan memudahkan penyerapan air oleh benih. (Thapliyal dan Naihani. Sesungguhya benih-benih yang tidak dorman seperti benih rekalsitran sagat sulit untuk ditangani. Di suatu sisi. seperti kelembaban yang cukup. apabila dormansi sangat kompleks dan benih membutuhkan perlakuan awal yang khusus. Lokasi dan tipe dormansi dapat diketahui dengan eksperimen. dapat disimpulkan bahwa dormansi terletak pada kulit biji tersebut. Kebutuhan stratifikasi berbeda untuk setiap jenis tanaman. Perlakuan dengan cahaya. bila benih dorman benih akan berkecambah setelah kulit biji dihilangkan. Di alam. • Perlakuan dengan suhu. dibiarkan selama 2 menit lalu diangkat keluar untuk dikecambahkan. Dormansi Benih Benih dikatakan dormansi apabila benih itu sebenarnya hidup (viable) tetapi tidak berkecambah walaupun diletakkan pada keadaan lingkungan yang memenuhi syarat bagi perkecambahan dan periode dormansi ini dapat berlangsung semusim atau tahunan tergantung pada tipe dormansinya (Sutopo. yaitu dengan menghilangkan atau memberi perlakuan beberapa bagian dari benih atau buah secara terpisah. Ada beberapa tipe dari dormansi dan kadang-kadang lebih dari satu tipe terjadi didalam benih yang sama. 1996 dalam Schmidt. Caranya yaitu : dengan memasukkan benih ke dalam air panas pada suhu 60 . Selama stratifikasi terjadi sejumlah perubahan dalam benih yang berakibat menghilangkan bahan-bahan penghambat perkecambahan atau terjadi pembentukan bahan-bahan yang merangsang pertumbuhan. penghalang fisik terhadap penyerapan air atau pertukaran gas (dormansi fisik) 3. direndam dalam air yang sedang mendidih. Benih yang dorman dapat menguntungkan atau merugikan dalam penanganan benih. 1995 dalam Schmidt 2002). mencegah hilangnya zat-zat penghambat dari embrio (Bewley dan Black. karena perkecambahan dapat terjadi selama pengangkutan atau penyimpanan sementara. membentuk suatu penghalang mekanis yang mencegah penembusan bakal akar atau pegembangan embrio (dormasi mekanis) 2. kegagalan untuk mengatasai masalah ini dapat bersifat kegagalan perkecambahan. Misalnya. Untuk benih apel. 2002).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->