PENGARUH KUALITAS MANAJEMEN PERUSAHAAN TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI

TESIS

GATOT BENTORO 6402014051

Disusun untuk melengkapi persyaratan kurikulum Program Pascasarjana Bidang Ilmu Teknik Universitas Indonesia guna memperoleh gelar Magister Teknik

Program Pascasarjana Bidang Ilmu Teknik Program Studi Teknik Sipil Kekhususan Manajemen Proyek Universitas Indonesia 2004

Abstrak
Keuntungan perusahaan konstruksi tidak hanya diperoleh dari pengendalian terhadap total aset dan produksi peralatan saja, melainkan diperoleh dari kemampuan manajemen, sumber daya manusia, kemampuan teknik, penggunaan solusi yang inovatif, sistem infrastruktur, kemampuan untuk menanggapi segala keperluan yang kompleks, kemampuan untuk menerima dan mengelola risiko. Jika faktor-faktor tersebut dapat dikelola dan diperhatikan dengan baik, maka besar kemungkinan perusahaan-perusahaan jasa konstruksi di Indonesia dapat mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan asing didalam dan diluar negeri. Banyak masalah internal dihasilkan sendiri oleh perusahaan dan sebenarnya ada dalam kendali organisasi perusahaan. Masalah ini biasanya berhubungan dengan lemahnya manajemen perusahaan. Sehingga masalah manajemen adalah salah satu faktor terbesar dibalik banyaknya kegagalan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisa faktor-faktor dari manajemen perusahaan yang mempunyai pengaruh terhadap kinerja perusahaan jasa konstruksi. Dengan analisis statistik diketahui faktor dari manajemen perusahaan yang mempengaruhi kinerja perusahaan. Dengan analisis simulasi Monte Carlo diketahui batasan wilayah kesuksesan kinerja perusahaan jasa konstruksi. Kata Kunci: manajemen perusahaan, kinerja perusahaan, analisis statistik, analisis simulasi Monte Carlo

Abstract
A Construction Company’s profit is not only obtained from controlling the production from total assets and equipment, but also from management capability, human resources, technical capability, innovative solution, application available infrastructure system, the ability in perceiving complex needs, the ability to handle and manage risk. Management of such is will then Construction Companies in Indonesia with the ability compete with foreign companies inside and outside the country. There are many internal problems caused by the company itself and actually are in the control of the Company’s organization. These problems usually relate to the frailty of business management. Therefore, management problem is one of key factor behind the company’s failures. The purpose of that study was to identify and analyze the factors in business management influence the construction company’s performance capability. Using statistic analysis detected the factors in business management that influence the company’s performance. Using simulation Monte Carlo Analysis identified the windows of success boundaries of the ideal Construction Company’s performance. Keywords: business management, company’s simulation Monte Carlo analysis performance, statistic analysis,

iii

LEMBAR PERSETUJUAN
JUDUL TESIS:

PENGARUH KUALITAS MANAJEMEN PERUSAHAAN TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI

Disusun NPM Program Studi Kekhususan

: Gatot Bentoro : 6402014051 : Teknik Sipil : Manajemen Proyek

Disusun untuk melengkapi persyaratan kurikulum Program Magister Bidang Ilmu Teknik Universitas Indonesia guna memperoleh gelar Magister Teknik pada Program Pascasarjana Program Studi Teknik Sipil Tesis ini telah diajukan dalam sidang ujian tesis dan disetujui

Depok,

Agustus 2004

Menyetujui,

Dosen Pembimbing I

Dosen Pembimbing II

Bambang Trigunarsyah, PhD, PMP

Alin Veronika, ST, MT

ii

PERNYATAAN KEASLIAN TESIS

Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NPM Program Studi Kekhususan : Gatot Bentoro : 6402014051 : Teknik Sipil : Manajemen Proyek

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa tesis dengan judul :

PENGARUH KUALITAS MANAJEMEN TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI
Yang disusun untuk melengkapi persyaratan kurikulum Program Magister Bidang Ilmu Teknik Universitas Indonesia, sejauh yang saya ketahui bukan merupakan tiruan atau duplikasi dari tesis yang sudah dipublikasikan dan atau pernah dipakai untuk mendapatkan gelar Magister dari lingkungan Universitas Indonesia maupun di Perguruan Tinggi atau Instansi manapun, kecuali bagian yang bersumber informasinya dicantumkan sebagaimana mestinya. Apabila dikemudian hari ternyata tidak sesuai dengan pernyataan diatas, penulis bersedia menerima segala sanksi yang akan dikenakan.

Depok,

Agustus 2004

Gatot Bentoro 6402014051

iv

berkat rahmat dan kemurahan-Nya penulis dapat menyelesaikan seminar tesis ini dengan sebaik-baiknya. Dalam hal ini penulis membahas mengenai manajemen perusahaan sebagai faktor internal. penulis melakukan penelitian untuk mengukur seberapa besar pengaruhnya terhadap peningkatan kinerja perusahaan jasa konstruksi di Indonesia khususnya perusahaan kontraktor. Berdasarkan hal tersebut. eksternal dan market forces. Seminar tesis ini berjudul “PENGARUH KUALITAS MANAJEMEN PERUSAHAAN TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI”. Adapun materi yang diuraikan pada sidang tesis ini adalah tentang pengukuran kualitas manajemen perusahaan.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Penelitian ini disusun dalam kerangka penelitian yang lebih besar tentang peningkatan kinerja perusahaan yang faktor kesuksesannya dipengaruh oleh faktor internal. Oleh karena itu. sedangkan faktor internal lainnya yaitu manajemen sumber daya manusia dibahas oleh Sugiarto Rustan (6402010552). Depok. model penelitian. disain kuesioner dan metode analisa yang digunakan mempunyai persamaan satu sama lainnya. Agustus 2004 Gatot Bentoro 6402014051 v . hal ini dilakukan untuk memudahkan dalam melakukan penelitian dan penulisan tesis ini. dan capturing market sebagai market forces dibahas oleh Agung Winarno (6402010013). Penelitian mengenai peningkatan kinerja perusahaan jasa konstruksi di Indonesia ini dikerjakan bersama-sama tim corporate performance. Pada bab 2 dan bab 3 juga ada kesamaan dengan tim corporate performance yang lain.

terimakasih buat doa dan dorongan yang pernah diberikan. MBA. dan juga untuk Wati MP-UI 2001. terimakasih yang dengan setia selalu memberikan doa. ST. 13. Bapak Dr. Eyangku yang tercinta (Alm) R. yang telah memberikan informasi dan saran selama penulisan tesis ini. Agung Winarno. 2. MT. yang telah banyak memberikan masukan dan saran selama penulisan tesis ini. Penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada yang terhormat : 1. 11. 6. 3. dengan sabarnya telah banyak memberikan arahan dan waktunya selama penulisan ini. dukungan moral dan materi. Yusuf Latief. Orang tua dan saudara-saudaraku yang tak henti-hentinya selalu memberikan doa. Soekirman Adiwiyoto. Bapak Ir. ST. perhatian dan dorongan. yang telah banyak memberikan dorongan dan masukan yang berguna selama penulisan tesis ini. 4. SH. 8. MT. Pegawai sekretariat Pascasarjana Bidang Ilmu Teknik Universitas Indonesia. Yang tercinta Irma Irfawanti. Bapak Dr. 7. Seluruh teman-teman Manajemen Proyek Universitas Indonesia angkatan 2002. Ismeth S. Sudarto. selaku Dosen Pembimbing I dalam penulisan seminar ini yang telah banyak memberikan bimbingan dan saran selama penulisan tesis ini. berkat rahmat dan kemurahan-Nya penulis dapat menyelesaikan tesis ini dengan sebaik-baiknya. Bapak Ir. IPM. selaku Pembimbing II dalam penulisan tesis ini yang telah banyak memberikan bimbingan. Ir. 10. Abidin. 9. Bapak Ir. terimakasih atas segala kerjasama dan bantuannya. Bapak Bambang Trigunarsyah. Irdham Alamsyah. MBA yang telah telah banyak memberikan masukan yang berguna selama penulisan ini. PhD. MM. Alin Veronika. MT.UCAPAN TERIMA KASIH Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Para dosen pengajar Program Studi Ilmu Teknik Sipil Manajemen Proyek Universitas Indonesia. MT. 12. 14. Asiyanto. 5. Partner-partnerku Sugiarto Rustan. tulisan ini secara khusus dipersembahkan untuknya. 15. PMP. Yang telah banyak memberikan masukan dan saran penulisan tesis ini. vi . selaku Pembimbing dalam penulisan tesis ini yang telah memberikan arahan dan falsafah hidup selama penulisan tesis ini. Sulhaemi.

Semoga Tuhan memberikan imbalan dan balas jasa yang berlipat ganda atas kebaikan hati yang telah ikhlas membantu menyusun tesis ini. baik dalam pengisian kuesioner maupun penulisan tesis ini. Semua pihak yang telah banyak membantu menyelesaikan tesis ini. Akhirnya atas kritik. Agustus 2004 Gatot Bentoro 6402014051 vii .16. penulis mengucapkan terima kasih. saran dan dorongan dari semua pihak. Depok.

......5.................... Peranan dan Kondisi Perusahaan Jasa Konstruksi di Indonesia ........................................................................................ Manfaat Kualitas bagi Perusahaan Jasa Konstruksi .......... PERNYATAAN KEASLIAN TESIS ..................................... LEMBAR PERSETUJUAN ....................................4............................................1.......................... POKOK PERMASALAHAN ...............................................1........ MANAJEMEN PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI .. PENDEKATAN MANAJEMEN STRATEGI PADA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI ....... KATA PENGANTAR ...................2.......... 2.......2..........2...................... i ii iii iv v vi viii x xii xiii xiv 1 1 3 3 4 4 MANAJEMEN PERUSAHAAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI ........................................................................... BAB 1................ 2..........2.................................. 2....................................................3... INDUSTRI KONSTRUKSI DI INDONESIA . LATAR BELAKANG .......... 1............ Perusahaan Jasa Konstruksi ..................................... DAFTAR LAMPIRAN CD ROM ... DAFTAR GAMBAR ......................................................... MAKSUD DAN TUJUAN ........ Manajemen Perusahaan ......................................DAFTAR ISI HALAMAN HALAMAN JUDUL ..... UCAPAN TERIMA KASIH .................................................................................................1............................... BAB 2...............................................................4....... 30 27 11 15 19 22 25 5 5 6 viii .......................................... 1.......................................3...... MANFAAT PENELITIAN .......................................... 2............1....... 2...........2................................. PENDEKATAN PENULISAN ... ABSTRAK ...................................................... 2............................................................................... 1.......................... PENDAHULUAN ........................ 2...........................................1......................................... DAFTAR TABEL ...................... Proses Manajemen .......................... Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Oganisasi Perusahaan Jasa Konstruksi ............. DAFTAR ISI ........................................ 2........................... DAFTAR LAMPIRAN ... 2.............................. I.........1......3..........2..............2.............................. 1............................2...........................................................................................................................................................

..................................................... ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI ........ 4............... 4..........................................................7. ix ............. METODE PENGUMPULAN DATA ............................. SIMULASI KINERJA PERUSAHAAN ............................................ 3............... BAB 4........ 5..........1..........6............................................... 4........................................ 4........................................................ 3..... UJI MODEL ...........7.................................................................. METODE ANALISIS ..................... 34 40 40 41 42 45 47 55 59 59 61 62 65 65 66 69 78 87 90 103 106 111 111 111 113 196 33 BAB 3. 3...... HUBUNGAN FUNGSI MANAJEMEN DENGAN MANAJEMEN STRATEGI ... KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI SEBAGAI ALAT UKUR ...............................2... PENENTUAN MODEL ................... TEMUAN-TEMUAN .................................. 4... 4..........6.....................2........5.........9.................. 3.....1.......................4............. PEMBAHASAN PENELITIAN ... 3............................... DATA PERUSAHAAN DAN RESPONDEN ..................................................................................... METODOLOGI PENELITIAN ............................................................. 3........... 2......... 5... SARAN .............. 4............8.................. SIMULASI MONTE CARLO ....... REFERENSI ................................. PEMILIHAN METODE PENELITIAN ........... UJI VALIDASI ............8.......5............................. PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN ............................................................. KERANGKA METODE PENELITIAN .................................. 3.1........... KESIMPULAN .. KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESA ................. ANALISIS NON PARAMETRIK .............................. IDENTIFIKASI VARIABEL PENENTU TAMBAHAN DENGAN DUMMY .................................3... 3........ KESIMPULAN DAN SARAN ............. RISALAH TESIS ....... 4........2.... ANALISIS VARIABEL DUMMY .... BAB 5.......................3.....4................... UJI MODEL KINERJA PERUSAHAAN....................................................4............ 3................................................................... 3.................................2..........................................................................................5.......10..

... 69 Prosentase Perspektif Kinerja Perusahan ........ 47 Tabel Besaran Hubungan Korelasi Pearson r ..... Nilai Konstruksi yang Diselesaikan Perusahaan Jasa Konstruksi .......6....2..................................8......................................... Tabel 4..........................9............................... Tabel 4....................6.......... Tabel 4................................... 46 Format Pengumpulan Data untuk Mendapatkan Nilai Kualitas ................................. Tabel 4..7.3........... 67 Ranking untuk Uji Kruskal Wallis ............................... Tabel 4........... Tabel 4............19....... Tabel 4..d............. 82 Validasi Model Regresi Linier Perspektif Proses Bisnis Internal .............................. Tabel 4..... 72 Variabel Penentu Kinerja .... Tabel 4.................. Tabel 3......................... Tabel 4... Tabel 3........................................................... Tabel 4.....................5...............1.............. 44 Format Pengumpulan Data untuk Mendapatkan Frekuensi Kejadian . 82 Validasi Model Regresi Linier Perspektif Keuangan ................................................4................................. Tabel 3. Tabel 4.....14. 69 Nilai Korelasi Pearson r Terhadap Masing-masing Variabel Terikat . 84 Validasi Model Regresi Linier Kinerja Perusahaan .10.. Tabel 4..................... 52 ANOVA .........................................1.........5.............. 83 Validasi Model Regresi Linier Perspektif Pertumbuhan Dan Pembelajaran .8. Tabel 3............ 68 Statistik untuk Uji Kruskal Wallis .................. 56 Data Profil Umum Perusahaan ......... 42 Contoh Variabel/Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan ... 10 Strategi Penelitian untuk Masing-masing Situasi ......................11............. Tabel 4.................DAFTAR TABEL HALAMAN Tabel 2... Tabel 3............................13............... 81 Parameter Model Regresi Linier Kinerja Perusahaan ................ Tabel 3....... 75 Model Regresi Berganda untuk Y1 s....... 83 Validasi Model Regresi Linier Perspektif Pelanggan ........... Tabel 4.................... Tabel 4....... 79 Hasil Analisis Residual ................................. 46 Format Pengumpulan Data untuk Mendapatkan Ranking Kinerja Perusahaan ......... Tabel 3.... 67 Statistik untuk Uji Mann-Whitney U ......17...................... Tabel 4...............................................2.3.. 77 Uji Model Linier dan Non Linier Tanpa Dummy Untuk Kinerja Perusahaan . Tabel 3.... Tabel 4................................ Tabel 4..................16.......1.......... 88 x ...12.... 68 Proses Scoring Ranking Kinerja Perusahaan ...................... 66 Ranking untuk Uji Mann-Whitney U ..... 47 Format Pengumpulan Data untuk Mendapatkan Nilai Kualitas Kinerja Perusahaan .......18................. 84 Korelasi Variabel Bebas Lainnya dengan Dummy ......7...................................4.........................15...... Y5 ...............

Tabel 4.20. Tabel 4.21. Tabel 4.22. Tabel 4.23. Tabel 4.24. Tabel 4.25. Tabel 4.26.

Model Regresi Berganda untuk Y1 s.d. Y5 dengan Memasukkan Dummy ................................................................... 90 Skenario yang Digunakan untuk Proses Simulasi .............................. 91 Luasan Windows of Success Kinerja Perusahaan .............................. 102 Variabel Penentu dan Kontribusinya Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi ................................................ 104 Variabel Penentu Lainnya Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi ................................................ 105 Rentang Nilai Kualitas Kinerja Berdasarkan Hasil Simulasi ................. 105 Skala Pengukuran Kualitas Kinerja Perusahaan ................................ 106

xi

DAFTAR GAMBAR

HALAMAN Gambar 2.1. Gambar 2.2. Gambar 2.3. Gambar 2.4. Gambar 2.5. Gambar 2.6. Gambar 2.7. Gambar 2.8. Gambar 3.1. Gambar 3.2. Gambar 3.3. Gambar 3.4. Gambar 3.5. Gambar 3.6. Gambar 4.1. Gambar 4.2. Gambar 4.3. Gambar 4.4. Gambar 4.5. Tiga Faktor Penentu Kesuksesan untuk Mengelola Suatu Organisasi ......................................................................... 7 Upaya Jasa Konstruksi Indonesia dalam Menghadapi Globalisasi ........ 14 Keuntungan Peningkatan Kualitas Ditinjau dari Pasar ....................... 26 Keuntungan Peningkatan Kualitas Ditinjau dari Segi Biaya ................ 26 Faktor-Faktor Penting dalam Organisasi ......................................... 28 Elemen-Elemen Dasar dari Proses Manajemen Strategi .................... 30 Hubungan Fungsi Manajemen dengan Manajemen Strategi ............... 33 Skema Usaha Kegiatan dalam Manajemen ..................................... 39 Diagram Alir Kerangka Pemikiran .................................................. 41 Model Hubungan Kualitas Manajemen Perusahaan Dengan Kinerja Perusahaan...................................................................... 43 Diagram Analisa Statistik dengan Bantuan Program SPSS 11.5 ......... 48 Grafik Pendugaan Interval untuk Nilai Rata-Rata Y dan Individu Y ...... 60 Skala Pengukuran Dummy ........................................................... 62 Skematik Teknik Monte Carlo ....................................................... 64 Grafik Kinerja Perusahaan Perspektif Keuangan .............................. 92 Grafik Kinerja Perusahaan Perspektif Proses Bisnis .......................... 93 Grafik Kinerja Perusahaan Perspektif Pelanggan .............................. 94 Grafik Kinerja Perusahaan Perspektif Pertumbuhan Dan Pembelajaran ....................................................................... 95 Grafik Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi ..................................... 96

xii

DAFTAR LAMPIRAN

HALAMAN Lampiran A Lampiran B Lampiran C Lampiran D Lampiran E Lampiran F Lampiran G Lampiran H Lampiran I Lampiran J Lampiran K : : : : : : : : : : : VARIABEL DAN KUESIONER PENELITIAN ................................... 117 TABULASI DATA .................................................................... 131 PROSES ANALISA PROSENTASE DAN KINERJA PERUSAHAAN ....... 132 ANALISIS KORELASI .............................................................. 138 ANALISIS FAKTOR ................................................................. 140 KOMBINASI ANALISIS FAKTOR ................................................ 142 ANALISIS REGRESI LINIER DAN NON LINIER ............................ 156 ANALISIS RESIDUAL .............................................................. 158 ANALISIS DUMMY .................................................................. 173 ANALISIS DISTRIBUSI DENGAN METODE BATCH FIT .................. 185 ANALISIS SIMULASI MONTE CARLO .......................................... 188

xiii

DAFTAR LAMPIRAN CD ROM

Lampiran B Lampiran D Lampiran E Lampiran G Lampiran J Lampiran K

: : : : : :

TABULASI DATA OUTPUT KORELASI OUTPUT FAKTOR ANALISIS OUTPUT REGRESI BATCH FIT REPORT SIMULASI

xiv

baik variabel bebas maupun variabel terikat. yaitu : • • • • • Perencanaan Pengorganisasian Pemotivasian Penggerakkan Pengendalian .Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi VARIABEL DAN KUESIONER PENELITIAN Lampiran A terdiri dari variabel-variabel yang digunakan pada penelitian ini. Variabel-variabel penelitian terdiri dari faktor-faktor kualitas manajemen perusahaan yang dibagi menjadi 5 (lima) kelompok. Berdasarkan variabel-variabel penelitian tersebut disusun suatu daftar pertanyaan ke dalam kuesioner penelitian yang digunakan untuk keperluan survai.

1989 David (2002). Terry (1986) David (2002). Madu et al (1996) Terry (1986) Terry (1986) Porter (1980). wewenang dan tanggung jawab karyawan Gatot Bentoro . Ivancevich et al. Pinnington (2000) Kotter & Hesket (1992) Kotter & Hesket (1992) Oglesby et al .(1985) David (2002) Robins (1989) Russell & Fayek (1994) Kast & Rosenzweig (1995) Kerzner (1995) Kerzner (1995) Russell & Fayek (1994) Russell & Fayek (1994) Sistem Komunikasi : X14 Kerjasama personil inti dengan bawahan Sistem dan Prosedur Perusahaan : X15 Kemampuan pimpinan Perusahaan dalam menyelesaikan konflik PENGGERAKAN Pengarahan terhadap karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan Kualitas hubungan antar karyawan Peranan pimpinan perusahaan sebagai fasilitator Dukungan dan dorongan dari pimpinan perusahaan perusahaan terhadap karyawan Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menghadapi peluang bisnis Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menanggapi persaingan Tindakan penggerakan terhadap karyawan Koordinasi Pelaksanaan Pekerjaan : X16 X19 X17 X18 X21 X22 X23 Terry (1986) Terry (1986) Terry (1986) Pinnington (2000) Kotter & Hesket (1992) Clough (1986). Hanger & Wheelen (1996) David (2002) Cambell & Tawadey (1992) Flippo (1984) Penyusunan Strategi Rencana Jangka Panjang : X6 X9 Tingkat keberhasilan dari strategi yang diterapkan Kualitas dari strategi rencana jangka panjang Kebijakan Perusahaan : X7 X8 Kualitas implementasi kebijakan perusahaan Kinerja dan produktifitas karyawan PENGORGANISASIAN Struktur Organisasi Perusahaan : X10 X11 X12 X13 Kemampuan personil inti dalam menjalankan fungsi tugas Kemampuan pimpinan perusahaan dalam membuat rencana sumber daya Kurangnya kemampuan karyawan dalam menjalankan tugas dan kewajiban Kurangnya tanggung jawab karyawan Gibson.6402014051 118 . Terry (1986) Kualitas Pimpinan Perusahaan : Pendistribusian Tugas dan Wewenang : X20 Kualitas pendistribusian tugas.Lampiran A Variabel dan Kuesioner Penelitian LAMPIRAN A-1 VARIABEL PENELITIAN VARIABEL FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAA PERENCANAAN REFERENSI Penetapan Tujuan dan Sasaran : X1 X2 X3 X4 X5 Tujuan dan sasaran mengacu pada sumber daya Mempertimbangkan dan menganalisa situasi pasar Program Pengembangan manajemen Profit yang diperoleh perusahaan Kualitas hasil akhir pekerjaan Porter (1980) Porter (1980) Stukhart (1995) Terry (1986) Kaizen (1994) Benson et al (1991).

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi VARIABEL FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAA PEMOTIVASIAN REFERENSI Kebutuhan Karyawan : Harga diri karyawan Kesempatan untuk pertumbuhan dan perkembangan Prestise pekerjaan didalam perusahaan Perasaan aman dalam pekerjaan Prestise pekerjaan diluar perusahaan Rasa berprestasi yang bermanfaat dalam pekerjaan Kebutuhan untuk berprestasi dalam menentukan metode X30 dan prosedur X31 Wewenang karyawan terhadap pekerjaan X32 Rotasi pekerjaan terhadap karyawan Kepuasan Karyawan : Kesempatan berpartisipasi menentukan metode dan X33 prosedur X34 Kurang adanya Reward & Punishment terhadap karyawan X35 X36 Kualitas penghargaan perusahaan terhadap karyawan Iklim dan suasana pekerjaan PENGENDALIAN Pengukuran Kualitas Perusahaan : X37 Pengukuran terhadap kualitas hasil pekerjaan Mengalami hambatan dalam melakukan penilaian X40 terhadap prestasi kerja X42 Standar kinerja yang digunakan untuk mengukur kualitas Kualitas perusahaan dalam peningkatan peranan sistem X45 informasi Evaluasi Terhadap Penyimpangan yang Terjadi : Mengalami hambatan dalam melakukan evaluasi terhadap X38 hasil pekerjaan Pengawasan Pekerjaan : Mengalami hambatan dalam melakukan penyusunan X39 laporan kegiatan X43 Pengawasan terhadap keuangan perusahaan karyawan X44 Pengawasan terhadap inventaris perusahaan Tindakan Perbaikan : X41 Tindakan perbaikan terhadap penyimpangan X46 Tindakan pengendalian terhadap perusahaan X24 X25 X26 X27 X28 X29 Terry (1986) Terry (1986) (Horrison 1972) Terry (1986) Terry (1986) Terry (1986) Terry (1986) Stoner & Freeman (1995) (Horrison 1972) (Pinnington .1986 . Pinnington .2000) David (2002) Robins (1989) Robins (1989) Stoner & Freeman (1995) Robins (1989) (Ahuja 1976) Robins (1989) Rowe (1975) David (2002) Kerzner (1995) David (2002) David (2002) Robins (1989) Robins (1989) Stoner & Freeman (1995) 119 .1980 . Maloney.2000) David (2002) (Horrison 1972) David (2002) (Borcherding.

teknologi dan inovasi. Langkah-langkah perbaikan pada perusahaan jasa konstruksi tersebut dapat berupa suatu sistem pengendalian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan perusahaan jasa konstruksi. Sedangkan menurut (Teng 2002) dalam menentukan strategi untuk mengembangkan perusahaan harus memperhatikan faktor internal yang terdiri dari manajemen. menunjukkan cara kearah pelaksanaan pekerjaan yang lebih baik. sistem infrastruktur. perlu dilakukan langkah-langkah antisipatif yang harus dipersiapkan oleh perusahaan-perusahaan jasa konstruksi. penempatan sumber daya manusia. Tujuan suatu perusahaan adalah mempertahankan kelangsungan hidup. Keuntungan perusahaan konstruksi tidak hanya diperoleh dari pengendalian terhadap total aset dan produksi peralatan saja. Sehingga masalah manajemen adalah satusatunya faktor terbesar dibalik banyaknya kegagalan perusahaan. Manajemen menyebabkan bahwa kita menyadari kemampuan-kemampuan kita. pemberian balas jasa dan pengelolaan individu anggota organisasi atau kelompok kerja. Kendala tersebut terbagi dalam perencanaan sumber daya manusia.6402014051 120 . sumber daya manusia. penggunaan solusi yang inovatif. seleksi sumber daya manusia. hubungan antar karyawan yang berada dalam satu organisasi. evaluasi kinerja. serta meningkatkan profitabilitas. operasional. Faktor-faktor penentu kesuksesan perusahaan jasa konstruksi tersebut terdiri dari faktor internal. Dan faktor eksternal yang terdiri dari ekonomi makro. sumberdaya manusia dan keuangan. mampu meningkatkan laba (profitable). Menurut (Porter 1980) perusahaan yang ideal adalah perusahaan yang mampu bertahan (sustainable).Lampiran A Variabel dan Kuesioner Penelitian LAMPIRAN A-2 KUESIONER PENELITIAN Dalam menghadapi persaingan pasar bebas. Banyak masalah internal dihasilkan sendiri oleh perusahaan dan sebenarnya ada dalam kendali organisasi perusahaan. Masalah ini biasanya berhubungan dengan lemahnya manajemen perusahaan. organisasi perusahaan. growth (bertumbuh) dan juga memiliki kemampuan untuk bersaing (competitive) dengan perusahaanperusahaan asing diluar maupun dalam negeri. pelatihan dan pengembangan. penilaian. dapat mengurangi hambatan-hambatan dan memungkinkan kita mencapai tujuan-tujuan yang kita harapkan. kemampuan untuk menerima dan mengelola risiko. maka besar kemungkinan perusahaan-perusahaan jasa konstruksi di Indonesia dapat mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan asing didalam dan diluar negeri. kemampuan untuk menanggapi segala keperluan yang kompleks. Pedoman tersebut dalam Proses bisnis kontraktor dimulai dengan kegiatan pemasaran yang Gatot Bentoro . kemampuan teknik. Jika faktor-faktor tersebut dapat dikelola dan diperhatikan dengan baik. Tiga tujuan ekonomis tersebut merupakan pedoman arah strategis semua organisasi bisnis. melainkan diperoleh dari kemampuan manajemen. melakukan pertumbuhan. dan hubungan perburuhan yang mulus. pengembangan karyawan. dari sekian banyaknya kendala yang terindentifikasi hanya beberapa yang dominan yang perlu untuk diteliti. kompensasi karyawan. serta penilaian terhadap kinerjanya. pengelolaan karir. Disamping itu manajemen sumber daya manusia juga menyangkut dengan desain dan implementasi sistem perencanaan. Manajemen sumber daya manusia adalah pendayagunaan. pengembangan. sosial politik dan lingkungan yang kompetitif. Dalam perusahaan jasa konstruksi terdapat banyak kendala utamanya dari segi manusia serta faktor yang mempengaruhinya. baik pihak swasta maupun BUMN yang ada di Indonesia dengan melakukan berbagai macam perbaikan guna meningkatkan kualitas kinerja manajemen sehingga dapat menghasilkan suatu sistem bisnis perusahaan jasa konstruksi yang ideal (Sudarto 2003). hukum dan undang-undang. faktor eksternal dan market forces (Wideman and Myers 1992). penyusunan karyawan.

yang merupakan faktor penentu untuk mengetahui kualitas perusahaan.com Terima kasih atas kesediaan anda meluangkan waktu untuk mengisi kuisioner penelitian ini. Apabila anda memiliki pertanyaan dan memerlukan keterangan lebih lanjut mengenai survey ini.com Alin Veronika. Bambang Trigunarsyah. Bsc. sehingga dapat meningkatkan kinerja perusahaan jasa konstruksi kontraktor. ST : Telp : (021) 70737361 atau (0812) 8445871 E-mail : agungwinarno@yahoo. Sehingga masalah manajemen pemasaran adalah satu-satunya faktor terbesar dibalik banyaknya kegagalan perusahaan.com Agung Winarno.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi dalam penelitian ini mencari. 121 . ST : Telp : (0815) 8791481 E-mail : arto_mp02@yahoo.ui.MT: Telp : (021) 7205880 atau (0811) 165870 E-mail : sudarto@findo-group.com Sulhaemi. MT : Telp : (021) 7863745 atau (0812) 8365358 E-mail : alin_veronika@yahoo.com DR. ST. Tujuan utama dari survey : Menilai faktor-faktor yang berpengaruh dalam manajemen perusahaan. ST.com Sugiarto Rustan. manajemen sumber daya manusia dan dalam menjaring market serta menilai kualitas standar kinerja perusahaan jasa konstruksi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. ST : Telp : (021) 8620387 atau (0812) 9287969 E-mail : ben_igo@yahoo. Masalah ini biasanya berhubungan dengan lemahnya manajemen pemasaran perusahaan. mengumpulkan.com Ir. Proses bisnis tersebut banyak kendala terutama masalah penjaringan market/pemasaran dihasilkan sendiri oleh perusahaan dan sebenarnya ada dalam kendali organisasi perusahaan.ac. MT : Telp : (021) 7402591 atau (0815) 1664496 E-mail : emi_8634@yahoo. Ismeth S Abidin : Telp : (0818) 129 009 E-mail : ismeth_abidin@hotmail. silakan hubungi kami pada : Gatot Bentoro. MM.id Dr. Sudarto.MT. dan menggarap pasar proyek baik itu proyek pemerintah maupun swasta serta mempromosikan perusahaan kepada para calon pelanggan.PMP: Telp: (021) 7270029 atau (0818) 785715 E-mail : btriguna@eng.

“In-house” sistem mutu 2. >80%-100% 2. Belum memiliki sertifikat ISO 9000 Bila anda memilih (1) atau (3). Gatot Bentoro . sudah berapa lama perusahaan anda mendapatkan sertifikat ISO 9000 atau menjalankan “in-house” sistem mutu : ____________ tahun. yang menjadi inovasi dalam menjaring proyek-proyek baru perusahaan Saudara? Kerjasama dengan Industri Manufaktur Kerjasama dengan Perbankan dan Investor Kerjasama dengan Pemilik Lahan …………………………………………… …………………………………………… …………………………………………… Bila anda menginginkan salinan hasil survey ini. Dalam proses mendapatkan ISO 9000 4. Nama Perusahaan : _____________________________________________________ Alamat Perusahaan : ____________________________________________________ ________________________________________________Kode pos : ____________ Telepon : ( ) ____________________ Fax : ( ) ______________________ E-mail : ______________________________________________________________ Nama responden : ______________________________________________________ Posisi : _________________________ Pendidikan :___________________________ Berapa lama anda sudah bekerja pada perusahaan ini ? __________________ tahun.Lampiran A Variabel dan Kuesioner Penelitian Mohon lengkapi data responden dan data perusahaan di bawah ini untuk memudahkan kami menghubungi kembali bila klarifikasi data diperlukan. Pemerintah (BUMN) 2. >20%-40% 4. Jenis kepemilikan perusahaan (berikan tanda “√” pada kotak yang sesuai) : 1. berikan tanda “√” pada kotak Tanggal pengisian survey : ________/_________/___________ Semua informasi yang anda berikan dalam survey ini dijamin kerahasiaannya dan hanya akan dipakai untuk keperluan penelitian saja. >40%-60% 5. 0%-20% 3. Swasta Sistem mutu yang dimiliki perusahaan (berikan tanda “√” pada kotak yang sesuai) : 1.6402014051 122 . Memiliki sertifikat ISO 9000 3. Berapa lama anda sudah bekerja dalam dunia konstruksi ? ________________ tahun. >60%-80% Metode kontrak dan kerjasama apa saja. Berapakah rata-rata presentase keberhasilan proyek yang dikerjakan selama kurun waktu 5 tahun terakhir ? 1.

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi KUESIONER UNTUK MENGUKUR PENGARUH KUALITAS MANAJEMEN PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI MANAJEMEN PERUSAHAAN 123 .

Gatot Bentoro .6402014051 124 .Lampiran A Variabel dan Kuesioner Penelitian TEMA PENELITIAN MENGUKUR PENGARUH KUALITAS MANAJEMEN PERUSAHAAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI TUJUAN KUESIONER : Menilai faktor-faktor yang berpengaruh dalam manajemen perusahaan dan menilai kualitas standar kinerja perusahaan jasa konstruksi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Untuk itu disini akan ditinjau tentang kualitas perusahaan jasa konstruksi kontraktor yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan jasa konstruksi kontraktor baik BUMN maupun Swasta. sehingga dapat meningkatkan kinerja perusahaan jasa konstruksi kontraktor. GAMBARAN UMUM Untuk meningkatkan kualitas perusahaan jasa konstruksi kontraktor perlu dilakukan penilaian kualitas manajemen perusahaan dan menilai kualitas standar kinerja perusahaan. yang merupakan faktor penentu untuk mengetahui kualitas perusahaan.

Komponen-komponen penting yang merupakan bagian dari suatu manajemen perusahaan terdiri dari perencanaan. dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 1. 125 . berikan penilaian Saudara mengenai nilai kualitas komponen-komponen berikut ini. apakah perusahaan Saudara mengacu pada sumber daya (resources) yang dimiliki perusahaan? Apakah perusahaan Saudara. 7. No. 6.d. 1. KOMPONEN Bagaimanakah profit yang diperoleh perusahaan Saudara berdasarkan pada tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan? Bagaimanakah hasil akhir (output) yang dikeluarkan oleh perusahaan Saudara berdasarkan pada tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan? Bagaimanakah tingkat keberhasilan dari strategi perusahaan Saudara dalam pelaksanaan rencana jangka panjangnya? 1 2 NILAI KUALITAS 3 4 5 6 5. penggerakan. pengorganisasian. berdasarkan pengalaman Saudara dengan menggunakan skala pengukuran 1 s. 6.d. 3. KOMPONEN Dalam menetapkan tujuan dan sasaran perusahaan. PERENCANAAN Untuk pertanyaan 1 s. Permasalahan : Kualitas manajemen perusahaan merupakan faktor yang sangat menentukan untuk mengetahui kualitas dari suatu perusahaan pada umumnya dan perusahaan jasa konstruksi pada khususnya. No. 4. selalu mempertimbangkan dan menganalisa situasi pasar dalam menetapkan tujuan dan sasaran perusahaan Saudara? Apakah perusahaan Saudara mengadakan program pengembangan manajemen dalam menetapkan tujuan dan sasaran? 1 FREKUENSI KEJADIAN 2 3 4 5 6 2. 8. berikan penilaian Saudara mengenai frekuensi terjadinya komponen-komponen berikut ini. Untuk pertanyaan 4 s. Survey untuk menilai kualitas manajemen perusahaan perusahaan jasa konstruksi kontraktor. berdasarkan pengalaman Saudara dengan menggunakan skala pengukuran (Tidak Pernah) 1 2 3 4 5 6 (Selalu).d. pemotivasian dan pengendalian. Pertanyaan : Bagaimanakah tingkat kualitas komponen-komponen dari variabel manajemen perusahaan dibawah ini terhadap kenyataan yang ada pada perusahaan jasa konstruksi yang Saudara pimpin. Petunjuk Pengisian : Berilah tanda silang (X) atau “√” pada kotak isian sesuai dengan jawaban yang dikehendaki.

Skala Pengukuran : 1 = 0 – 20% (Sangat Rendah) 2 = >20% . PENGORGANISASIAN Untuk pertanyaan 10 s.100% 6 = >100% (Sangat Tinggi) 9.6402014051 126 . berdasarkan struktur organisasi yang telah ditetapkan? Bagaimanakah kemampuan pimpinan perusahaan 11.40% 6 = >100% (Sangat Tinggi) 3 = >40% .60% 4 = >60% .80% 1 = 0 – 20% (Sangat Rendah) 5 = >80% . Saudara dalam membuat rencana sumber daya yang diperlukan oleh perusahaan? Bagaimanakah kemampuan karyawan perusahaan 12.100% 2 = >20% . bagaimanakah kinerja dan produktivitas karyawannya? 1 2 NILAI KUALITAS 3 4 5 6 8.d.60% Gatot Bentoro . perusahaan dengan bawahannya pada perusahaan Saudara? Bagaimanakah kemampuan pimpinan perusahaan 15. KOMPONEN 1 2 NILAI KUALITAS 3 4 5 6 Bagaimanakah kemampuan personil inti perusahaan Saudara dalam menjalankan fungsi tugas 10. Saudara dalam menjalankan tugas dan kewajibannya? Bagaimanakah tanggung jawab karyawan 13.d.80% 5 = >80% . 7. No. KOMPONEN Bagaimana implementasi perusahaan Saudara terhadap peraturan/kebijakan yang ada didalam perusahaan? Berdasarkan kebijakan yang ada pada perusahaan Saudara. apa yang perusahaan Saudara lakukan agar strategi dari perusahaan Saudara dapat mencapai tujuan dan sasaran yang sudah ditetapkan? Tidak melakukan apa-apa Hanya menyiapkan manajer yang handal Hanya melakukan identifikasi faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) dari perusahaan Melakukan identifikasi dan menyeleksi faktor-faktor internal dan eksternal perusahaan Menganalisa faktor-faktor internal dan eksternal perusahaan setelah diseleksi terlebih dahulu faktor-faktor tersebut Mempersiapkan tindakan penanganan atau revisi setelah melakukan analisa faktor-faktor internal dan eksternal. Dalam membuat rencana jangka panjang. berdasarkan pengalaman Saudara dengan menggunakan skala pengukuran 1 s. berikan penilaian Saudara mengenai nilai kualitas komponen-komponen berikut ini.Lampiran A Variabel dan Kuesioner Penelitian No. perusahaan Saudara dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya? Bagaimanakah kerja sama antara personil inti 14. Saudara dalam menyelesaikan konflik yang timbul dalam perusahaan Saudara? Skala Pengukuran : 4 = >60% . 15.40% 3 = >40% . 6.

17. berdasarkan pengalaman Saudara dengan menggunakan skala pengukuran 1 s. No. 18. dinamis. berdasarkan pengalaman Saudara dengan menggunakan skala pengukuran (Tidak Pernah) 1 2 3 4 5 6 (Selalu). berikan penilaian Saudara mengenai nilai kualitas komponen-komponen berikut ini. 19. dukungan. apakah yang dilakukan oleh perusahaan tempat Saudara bekerja? Tidak melakukan apa-apa Hanya memberikan pengarahan Hanya memberikan dukungan dan dorongan Memberikan pengarahan. dukungan. KOMPONEN Bagaimanakah kualitas hubungan yang dibangun dan dibina antar karyawan pada perusahaan tempat Saudara bekerja? Bagimanakah kualitas pendistribusian tugas.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi PENGGERAKKAN Untuk pertanyaan 16 s. berikan penilaian Saudara mengenai frekuensi terjadinya komponen-komponen berikut ini.100% 6 = >100% (Sangat Tinggi) 23.80% 5 = >80% . dorongan dan membina hubungan yang baik antara karyawan dan pimpinan.d. 8. Dalam menggerakkan karyawannya. 21. 16. 22. dan tanggung jawab karyawan pada perusahaan Saudara? Bagaimanakah kemampuan pimpinan perusahaan Saudara dalam menghadapi peluang bisnis yang baru? Bagaimanakah kemampuan pimpinan perusahaan Saudara dalam menanggapi persaingan yang ada? 1 2 NILAI KUALITAS 3 4 5 6 20. serta melakukan pelatihan Memberikan pengarahan.d. dorongan dan membina hubungan yang baik antara karyawan dan pimpinan.d.60% 4 = >60% . Skala Pengukuran : 1 = 0 – 20% (Sangat Rendah) 2 = >20% . serta mempunyai pimpinaan perusahaan yang berkualitas dan mampu menjadi fasalitator. melakukan pelatihan. dorongan dan membina hubungan yang baik antara karyawan dan pimpinan Memberikan pengarahan. dan tanpa birokrasi 127 . 18. No. dukungan. wewenang. KOMPONEN Apakah perusahaan Saudara sering melakukan pengarahan terhadap karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya? Apakah pimpinan perusahaan Saudara sering bertindak sebagai fasilitator bagi karyawannya? Apakah pimpinan perusahaan Saudara sering memberikan dukungan dan dorongan terhadap karyawannya? 1 FREKUENSI KEJADIAN 2 3 4 5 6 Untuk pertanyaan 5 s.40% 3 = >40% . 6.

30. 31. 32. 31.d. No. berikan penilaian Saudara mengenai nilai kualitas komponen-komponen berikut ini.6402014051 128 . KARAKTERISTIK KEBUTUHAN Perasaan harga diri seseorang yang diperoleh karena memegang pekerjaan tersebut Kesempatan untuk pertumbuhan dan perkembangan pribadi dalam pekerjaan tersebut Prestise pekerjaan tersebut dalam perusahaan yang bersangkutan (hormat yang diterima dari karyawan lain dalam perusahaan) Perasaan aman dalam pekerjaan Prestise pekerjaan tersebut diluar perusahaan (yaitu. Untuk pertanyaan 35 s. 34. 36. berikan penilaian Saudara mengenai frekuensi terjadinya komponen-komponen berikut ini.d. No. 35. No.d. 28. hormat yang diterima dari orang lain di luar perusahaan) Rasa berprestasi yang bermanfaat dalam pekerjaan Kesempatan dalam pekerjaan untuk berpatisipasi menentukan metode dan prosedur Wewenang sehubungan dengan pekerjaan SKALA PENGUKURAN 1 2 3 4 5 6 Untuk pertanyaan 32 s. 29. KOMPONEN Bagaimanakah perhargaan yang diberikan oleh perusahaan Saudara terhadap hasil pekerjaan karyawannya? Bagaimanakah iklim dan suasana tempat perusahaan tempat Saudara bekerja? 1 2 NILAI KUALITAS 3 4 5 6 Gatot Bentoro . 34. 24.Lampiran A Variabel dan Kuesioner Penelitian PEMOTIVASIAN Untuk pertanyaan 24 s. KOMPONEN Apakah perusahaan Saudara sering melakukan rotasi pekerjaan terhadap karyawan? Apakah perusahaan Saudara sering memberikan kesempatan kepada karyawan untuk berpartisipasi dalam menentukan metode dan prosedur pekerjaan? Apakah perusahaan Saudara kurang melakukan reward & punishmant terhadap para karyawan? 1 FREKUENSI KEJADIAN 2 3 4 5 6 33. berdasarkan pengalaman Saudara dengan menggunakan skala pengukuran (Sangat Buruk) 1 2 3 4 5 6 (Sangat Baik). 27. 25. berdasarkan pengalaman Saudara dengan menggunakan skala pengukuran (Tidak Pernah) 1 2 3 4 5 6 (Selalu). 36. 26. berikan penilaian Saudara mengenai betapa pentingnya karakteristik kebutuhan bagi Saudara dengan menggunakan skala pengukuran (Sangat Tidak Penting) 1 2 3 4 5 6 (Sangat Penting).

No. pengevaluasian. pengawasan. No. KOMPONEN Apakah perusahaan Saudara sering melakukan pengukuran terhadap kualitas hasil pekerjaan? Apakah perusahaan Saudara sering mengalami hambatan dalam melakukan evaluasi hasil pekerjaan? Apakah perusahaan Saudara sering mengalami hambatan dalam melakukan penyusunan laporan kegiatan? Apakah perusahaan Saudara sering mengalami hambatan dalam melakukan penilaian terhadap prestasi kerja? Apakah perusahaan Saudara sering melakukan tindakan perbaikan terhadap penyimpangan yang terjadi? 1 FREKUENSI KEJADIAN 2 3 4 5 6 39. tindakan perbaikan serta membuat standar pengukuran untuk mencegah terjadinya penyimpangan 129 . 40.40% 3 = >40% . 45. 45. 44. 41. 43. 41.80% 5 = >80% . pengawasan dan pengevaluasian Melakukan pengukuran. 42. KOMPONEN Bagaimanakah standar kinerja yang digunakan oleh perusahaan Saudara untuk mengukur kualitas hasil pekerjaan? Bagaimanakah pengawasan terhadap keuangan perusahaan Saudara? Bagaimanakah pengawasan terhadap inventaris perusahaan Saudara? Bagaimanakah kualitas perusahaan Saudara dalam melakukan peningkatan peranan sistem informasi (MIS-IT)? 1 2 NILAI KUALITAS 3 4 5 6 Skala Pengukuran : 1 = 0 – 20% (Sangat Rendah) 2 = >20% . berdasarkan pengalaman Saudara dengan menggunakan skala pengukuran 1 s. Tindakan apa saja yang dilakukan perusahaan Saudara dalam melakukan pengendalian terhadap perusahaan? Tidak melakukan apa-apa Hanya melakukan pengukuran Melakukan pengukuran dan pengawasan Melakukan pengukuran.d.100% 6 = >100% (Sangat Tinggi) 46. 37. 6.d. berikan penilaian Saudara mengenai frekuensi terjadinya komponen-komponen berikut ini. pengevaluasian serta melakukan tindakan perbaikan Melakukan pengukuran. berdasarkan pengalaman Saudara dengan menggunakan skala pengukuran (Tidak Pernah) 1 2 3 4 5 6 (Selalu). Untuk pertanyaan 42 s. pengawasan.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi PENGENDALIAN Untuk pertanyaan 37 s. 38.d. berikan penilaian Saudara mengenai nilai kualitas komponen-komponen berikut ini.60% 4 = >60% .

100%) 4.80%) (>80% . pertumbuhan produktivitas. berdasarkan skala pengukuran : 1. Sangat Buruk Buruk Cukup (0-60%) (>60% . PERSPEKTIF KEUANGAN B.6402014051 130 . 1 (Paling Berpengaruh) – 4 (Kurang Berpengaruh). PERSPEKTIF PERTUMBUHAN DAN PEMBELAJARAN 2 3 4 5 6 Keterangan nilai kualitas kinerja. Sedangkan untuk Perpektif Pembelajaran dan Pertumbuhan ditandai dengan meningkatnya meningkatkan kapabilitas personil. Perspektif Pelanggan ditandai dengan meningkatnya kepuasan pelanggan. pemberdayaan dan keselarasan. Sangat Cukup Baik Sangat Baik (>100% .Lampiran A Variabel dan Kuesioner Penelitian Survey untuk menilai kualitas standar kinerja perusahaan jasa konstruksi kontraktor. berikan ranking pengaruh kinerja perusahaan terhadap kualitas manajemen perusahaan antara 1-4. perpektif pembelajaran dan pertumbuhan. pangsa pasar dan kemampulabaan pelanggan. Berdasarkan pengalaman Saudara. PERSPEKTIF PERTUMBUHAN DAN PEMBELAJARAN RANKING Berdasarkan pengalaman Saudara. PERSPEKTIF KEUANGAN B. PERSPEKTIF PROSES BISNIS INTERNAL C.140%) (>140%) Gatot Bentoro . perspektif bisnis internal. NILAI KUALITAS KINERJA PERUSAHAAN 1 A. 2. 6. Perspektif Bisnis/Intern ditandai dengan meningkatnya inovasi. untuk menentukan kualitas kinerja tersebut terhadap perusahaan jasa konstruksi selama kurun waktu 5 tahun terakhir. PERSPEKTIF PELANGGAN D. penghematan biaya dan pemanfaatan aktiva. PERSPEKTIF PELANGGAN D. dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. perpektif pelanggan. akuisisi Pelanggan (sejauh mana perusahaan dapat menarik pelanggan). KINERJA PERUSAHAAN A. meningkatkan kapabilitas sistem informasi dan motivasi. retensi pelanggan. 3.120%) (>120% . Kinerja perusahaan memiliki 4 perspektif yaitu perspektif keuangan. 5. Perspektif Keuangan ditandai dengan meningkatnya pendapatan. proses operasi dan pelayanan purna jual. berikan tanda silang (X) atau “√” pada kotak yang sesuai. PERSPEKTIF PROSES BISNIS INTERNAL C.

File tabulasi ini terdiri dari 5 (lima) sheet excel yang terdiri dari : • • Keuangan Pentabulasian data untuk analisis statistik Perspektif Keuangan Proses Bisnis Pentabulasian data untuk analisis statistik Perspektif Proses Bisnis Internal • • Pelanggan Pentabulasian data untuk analisis statistik Perspektif Pelanggan Pertumbuhan Pentabulasian data untuk analisis statistik Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran • Kinerja Perusahaan Pentabulasian data untuk analisis statistik Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi .Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi TABULASI DATA Lampiran B terdiri dari pentabulasian data yang digunakan pada proses statistik. Tabulasi data tersebut dapat dilihat pada CD ROM (terlampir. file “Lampiran B – Tabulasi Data dalam program Excel”).

Kinerja perusahaan jasa konstruksi pada penelitian ini merupakan penjumlahan dan kontribusi dari masing-masing perspektif kinerja. . Proses analisis menggunakan metode scoring berdasarkan ranking dari masing-masing perspektif kinerja perusahan yang diperoleh dari data kuesioner.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi PROSES ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI Lampiran C terdiri dari proses analisis untuk memperoleh kinerja perusahaan jasa konstruksi yang dalam penelitian ini disebut Y5.

Untuk memperoleh nilai kualitas dari Y5.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi LAMPIRAN C PROSES ANALISIS UNTUK MEMPEROLEH NILAI KUALITAS DARI KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI (Y5) Y5 sebagai variabel terikat pada penelitian ini merupakan kinerja perusahaan jasa konstruksi. Score terhadap Ranking Kinerja Perusahaan Ranking Score 1 4 2 3 3 2 4 1 Sumber: Hasil Olahan Dengan menggunakan score yang ada pada Tabel C. didapatkan data ranking dengan skala 1 s. Kemudian dilakukan proses pembobotan dengan memberikan skor kepada ranking tersebut yang dapat dilihat pada Tabel C. Tabel C.2 Proses Scoring Ranking Kinerja Perusahaan RANKING 1 Y1 3 2 1 1 1 3 2 1 3 1 1 1 2 Y2 2 3 3 4 2 2 3 3 1 2 3 4 3 Y3 1 1 2 2 3 1 1 2 4 3 2 2 4 Y4 4 4 4 3 4 4 4 4 2 4 4 3 4 Y1' 6 6 4 4 4 6 6 4 6 4 4 4 SCORE 3 2 Y2' 6 6 6 4 6 6 6 6 4 6 6 4 Y3' 4 4 6 6 6 4 4 6 4 6 6 6 1 Y4' 4 4 4 6 4 4 4 4 6 4 4 6 133 . Asumsi yang digunakan pada penelitian ini bahwa nilai kualitas kinerja perusahaan jasa konstruksi merupakan penjumlahan dari masing-masing persepktif kinerja dikalikan prosentasi kontribusinya. dilakukan proses analisis terhadap data ranking dari persepktif kinerja yang diperoleh dari dara kuesioner.d.1. dilakukan proses scoring terhadap data kuesioner yang dapat dilihat pada Tabel C. Tabel C.d. Berdasarkan data yang diperoleh dari penyebaran kuesioner. Y4).1.1. 4 untuk perspektif kinerja (Y1 s.2.

Lampiran C Proses Analisis Kinerja Preusan Jasa Konstruksi RANKING 1 Y1 1 2 1 4 4 4 2 1 1 1 2 1 1 1 1 2 1 2 1 1 3 3 2 2 2 1 1 2 2 3 1 2 1 1 2 2 2 1 2 Y2 3 3 3 2 2 2 3 2 3 2 1 2 3 2 3 3 2 3 2 4 2 4 3 4 4 2 2 3 3 1 4 3 2 4 3 3 1 3 3 Y3 2 1 2 1 1 1 4 3 4 3 3 3 2 3 2 1 1 1 3 2 1 2 1 1 1 3 3 1 1 2 2 1 3 2 1 1 3 2 4 Y4 4 4 4 3 3 3 1 4 2 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 1 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 TOTAL 4 Y1' 4 6 4 4 4 4 6 4 4 4 6 4 4 4 4 6 4 6 4 4 6 6 6 6 6 4 4 6 6 6 4 6 4 4 6 6 6 4 SCORE 3 2 Y2' 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 4 6 6 6 6 6 6 6 6 4 6 4 6 4 4 6 6 6 6 4 4 6 6 4 6 6 4 6 Y3' 6 4 6 4 4 4 4 6 4 6 6 6 6 6 6 4 4 4 6 6 4 6 4 4 4 6 6 4 4 6 6 4 6 6 4 4 6 6 1 Y4' 4 4 4 6 6 6 4 4 6 4 4 4 4 4 4 4 6 4 4 6 4 4 4 6 6 4 4 4 4 4 6 4 4 6 4 4 4 4 244 276 254 226 Gatot Bentoro .6402014051 134 .

.4. (C. dengan menggunakan rumus : % Yn = Yn’ x 100% ΣY’ ………………….(C.2 yang digunakan untuk memperoleh nilai kualitas Y5 dapat dilihat pada Tabel C. Y4.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Berdasarkan menggunakan hasil analisis dari Tabel C. Prosentase Perspektif Kinerja Perusahaan No..d..2. 2. YT = ∑ KYij * PYij .d..2) Dimana: YT KYij = Nilai Kualitas Kinerja Perusahan = Nilai Kualitas masing-masing Perspektif Kinerja Perusahaan PYij = Prosentasi masing-masing Perspektif Kinerja Perusahaan 135 .. 1..3. dapat dihitung prosentase Y1 s. 4. diperoleh prosentase masing-masing Y.......3. Dengan menggunakan rumus C. yang dapat dilihat pada Tabel C. 4) Y’ = Kinerja dari hasil scoring Dengan menggunakan rumus C..1) Dimana : Yn = Kinerja Y (1 s.3.... Variabel Terikat Y1 Y2 Y3 Y4 Prosentase 24% 28% 25% 23% Sumber: Hasil Olahan Prosentase yang diperoleh dari Tabel C. Tabel C....1...... 3. merupakan prosentase yang digunakan untuk memperoleh nilai kualitas Y5..

498 2.498 5.4.48 5 3 3.484 4.254 3.254 5.254 5 5 4 3.954 2.756 3.548 4.774 2. Nilai Kualitas Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi (Y5) NILAI KUALITAS KINERJA 24% Y1 4 3 3 4 4 5 3 4 1 4 5 4 3 5 4 3 3 3 3 5 5 5 5 5 5 4 3 6 3 3 2 5 4 4 3 4 4 2 4 4 5 28% Y2 4 3 5 1 4 5 3 4 2 4 5 3 3 5 4 3 3 3 4 1 5 4 5 5 5 4 3 5 2 3 2 3 3 5 3 3 3 3 3 3 4 25% Y3 4 3 5 2 5 5 3 3 1 4 6 5 3 5 4 3 3 3 3 3 5 5 6 5 5 4 4 6 3 3 3 4 5 5 3 3 3 3 3 4 4 23% Y4 4 3 4 3 5 5 3 5 5 4 5 4 3 5 3 3 3 3 6 1 3 4 5 5 5 4 3 5 2 2 2 3 3 5 3 2 3 3 3 3 4 Y5 4 3 4.926 4 5.756 3 3.742 3.254 3.Lampiran C Proses Analisis Kinerja Preusan Jasa Konstruksi Tabel C.244 Gatot Bentoro .752 4.286 2.244 3.498 2.244 2.018 3.438 4.774 3 3 3 3.972 1.498 4.978 3 5 3.6402014051 136 .

244 3.724 3.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi NILAI KUALITAS KINERJA 24% Y1 2 3 4 4 4 4 4 4 3 28% Y2 2 3 3 3 4 3 3 5 3 25% Y3 3 3 4 3 4 3 3 5 4 23% Y4 2 3 4 2 3 3 3 5 5 Y5 2.244 4.706 137 .756 3.018 3.774 3.254 3 3.

....... mempunyai korelasi...... (D... Hubungan antara variabel menghasilkan nilai positif atau negatif dengan batasan nilai koefisien korelasi r (Pearson Correlation Coeficient) adalah 1 untuk hubungan positif dan -1 untuk hubungan negatif (Siegel 1990). Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi momen product moment correlation) Pearson... Dua variabel dikatakan berkorelasi apabila perubahan yang lain secara teratur.. derajat korelasi dapat dicari dengan menggunakan koefisien korelasi pearson yang rumusnya adalah sebagai berikut : Σ xi yi r= (Σ Xi2) (Σ Yi2) .... dapat pula karena merupakan hubungan yang sebab akibat... X dan Y.....Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi HASIL KORELASI VARIABEL PENELITIAN Analisa korelasi digunakan untuk mempelajari hubungan antara dua variabel... Hubungan antara dua variabel dapat karena hanya kebetulan...... atau merupakan alat analisis yang dipergunakan untuk mengukur keeratan hubungan antara variabel terikat (Y) dengan variabel bebas (X) (Syamsudin 2002)....... yaitu: jika sepasang variabel kontinu.1) ...... dengan arah yang sama atau arah yang berlawanan (Syamsudin 2002).. yaitu variabel pengharapan (predictor) yang merupakan variabel terikat dengan variabelvariabel kriteria ukuran yang merupakan variabel bebas (Dillon dan Goldstein 1984).

maka ada hubungan positif r < 0.Y4.5”). Lampiran D terdiri dari hasil korelasi variabel bebas dan dummy dengan variabel terikat untuk masing-masing perspektif kinerja dan kinerja perusahaan jasa konstruksi yang diperoleh dari hasil analisis data statistik dengan menggunakan program SPSS 11.5. 1973).Y2. Pada umumnya untuk sample kurang dari 100. Untuk melihat hasil korelasi variabel bebas. maka ada hubungan negatif Jenis korelasi bivariate pada program SPSS 11.5 yang digunakan adalah pearson correlation coefficient.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Dengan : r xi yi Y Xλ = Koefisien korelasi yang dicari = Xi-X = Yi-Y = Nilai rata-rata variabel Y = Nilai rata-rata variabel X yang ke λ Pengujian hipotesis/model tentang korelasi : r = 0.300 (Dillon & Goldstein. Penelitian ini menggunakan pertimbangan atas dasar r berikut degree of freedom yang diperoleh dari tabel Fisher and Yates (Fisher & Yates.Y3. maka tidak ada hubungan antara dua variabel tersebut r > 0.Y5) dapat dilihat pada CD ROM (terlampir. file “Lampiran D Output Korelasi dalam program SPSS 11. dummy dan variabel terikat (Y1. 139 . angka korelasi terkecil yang dapat dipertimbangkan adalah ± 0. 1984).

penyederhanaan jumlah variabel yang cukup besar menjadi beberapa kelompok yang lebih kecil dilakukan dengan analisis faktor. dimana kriteria ini mengambil komponen- . sedangkan dalam penelitian ini analisa faktor yang digunakan adalah principal component analysis. medium dan kecil kedalam suatu komponen tertentu. Komponen-komponen (Principal component analysis) yang dihasilkan kemudian dibuat supaya masing-masing komponen ini menjadi bervariasi berbeda antara satu dengan lainnya. Sedangkan metode untuk menetapkan berapa banyak komponen yang akan diambil adalah dengan menggunakan kriteria dari Kaiser. yaitu berdasarkan faktor yang sama dengan tetap mempertahankan sebanyak mungkin informasi aslinya.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi ANALISIS FAKTOR Menurut Dillon dan Goldstein. Prosedur dari metode ini adalah dengan merotasi sumbu-sumbu komponen sedemikian rupa sehingga variasi dari component loadings untuk suatu komponen tertentu dibuat besar. yaitu root greater than one. Hal ini dapat dicapai dengan mendapatkan loadings yang besar. Ada beberapa jenis analisa faktor. oleh karena itu jika suatu variabel mempunyai loadings yang tinggi pada satu komponen. Hal ini dapat dicapai dengan merotasi sumbu-sumbu komponen dengan menggunakan metode varimax rotation. yang berfungsi mentransformasikan himpunan variabel asli menjadi himpunan kombinasi linier yang lebih kecil berdasarkan sebagian besar dari variabel asli. maka dibuat loadings mendekati nol pada komponen-komponen lainnya.

Output tambahan dari SPSS dalam penelitian ini yang bernilai tinggi adalah Factor Scores. 1994).Y4.5 adalah rotated component matrix.Y2. yaitu matrix principal component hasil ekstraksi yang dirotasi berdasarkan metode varimax dan jumlah komponen yang diambil adalah komponen yang mempunyai eigenvalue>1.2.. Untuk melihat hasil analisis faktor (Y1. file “Lampiran E Output Faktor Analisis”).. 141 ..Y5) dapat dilihat pada CD ROM (terlampir. Output yang diharapkan dari analisis oleh SPSS 11. dalam penelitian ini. Factor Scores akan berguna untuk meneliti data Ti penelitian ini.3.n) dari variabel-variabel X. dimana eigenvalue menyatakan nilai dari information content yang diperoleh dari faktor tertentu (1.Y3. Hasilnya adalah bahwa setiap faktor mempunyai sekelompok variabel bebas yang dapat menggambarkan karakteristik umum dari faktor tersebut. dimana Faktor adalah yang merupakan nilai para responden sesuai ukuran tiap faktor secara langsung..Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi komponen yang mempunyai eigenvalue lebih besar dari satu (Dillon & Goldstein.

dan Fn). akan dipilih variable-variabel penentu dengan cara menganalisis beberapa kombinasi antara setiap variable bebas yang potensial dari setiap faktor (F1. yang terdiri dari: • Lampiran F1 Hasil Regresi dari Kombinasi Variabel Bebas dengan Variabel Terikat Kinerja Y1 • Lampiran F2 Hasil Regresi dari Kombinasi Variabel Bebas dengan Variabel Terikat Kinerja Y2 • Lampiran F3 Hasil Regresi dari Kombinasi Variabel Bebas dengan Variabel Terikat Kinerja Y3 . Adapun hasil kombinasi faktor-faktor tersebut berserta nilai Adjusted R2 dapat dirangkum pada Lampiran F. Dari kombinasi faktor-faktor tersebut dicari kombinasi yang memiliki nilai Adjusted R2 yang paling tinggi dengan cara melakukan regresi terhadap kombinasi dari faktor tersebut terhadap variable terikat.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi KOMBINASI FAKTOR DARI HASIL ANALISIS FAKTOR TERHADAP VARIABEL TERIKAT Berdasarkan faktor analisis terhadap variable terikat (perspektif kinerja dan kinerja perusahaan jasa konstruksi) pada lampiran E. F2.

358 0.236 0.505 0.557 0.554 0.308 0.339 0.369 0.392 0.236 0.421 0.369 0.235 143 .234 0.334 0.554 0.425 0.585 0.780 0.550 0.527 0.296 0.467 0.369 0.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi • Lampiran F4 Hasil Regresi dari Kombinasi Variabel Bebas dengan Variabel Terikat Kinerja Y4 • Lampiran F5 Hasil Regresi dari Kombinasi Variabel Bebas dengan Variabel Terikat Kinerja Y5 LAMPIRAN F-1 KOMBINASI FAKTOR PERSPEKTIF KEUANGAN NO.367 0. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 KOMBINASI F1 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 F2 X38 X38 X38 X38 X39 X39 X39 X39 X40 X40 X40 X40 X38 X38 X38 X38 X39 X39 X39 X39 X40 X40 X40 X40 X38 X38 X38 X38 X39 X39 X39 X39 F3 X11 X10 X12 X22 X11 X10 X12 X22 X11 X10 X12 X22 X11 X10 X12 X22 X11 X10 X12 X22 X11 X10 X12 X22 X11 X10 X12 X22 X11 X10 X12 X22 Adjusted R2 0.529 0.367 0.554 0.559 0.352 0.371 0.334 0.

33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 KOMBINASI F1 X6 X6 X6 X6 X32 X32 X32 X32 X32 X32 X32 X32 X32 X32 X32 X32 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X13 F2 X40 X40 X40 X40 X38 X38 X38 X38 X39 X39 X39 X39 X40 X40 X40 X40 X38 X38 X38 X38 X39 X39 X39 X39 X40 X40 X40 X40 F3 X11 X10 X12 X22 X11 X10 X12 X22 X11 X10 X12 X22 X11 X10 X12 X22 X11 X10 X12 X22 X11 X10 X12 X22 X11 X10 X12 X22 Adjusted R2 0.478 0.191 0.478 0.211 0.235 0.273 0.364 0.233 0.364 0.341 0.336 0.364 0.350 0.313 0.545 Gatot Bentoro .414 0.431 0.191 0.348 0.235 0.191 0.386 0.364 0.386 0.233 0.6402014051 144 .Lampiran F Kombinasi Faktor dari Hasil Analisis Faktor terhadap Variabel Terikat NO.423 0.478 0.305 0.

481 0.527 0.38 0.284 0.321 0.313 0.348 0.363 145 .377 0.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi LAMPIRAN F-2 KOMBINASI FAKTOR PERSPEKTIF PROSES BISNIS INTERNAL NO.25 0.306 0.47 0.352 0.38 0.468 0.47 0.437 0.481 0.396 0.377 0.47 0.26 0.366 0.469 0.481 0.38 0.478 0.284 0.469 0.427 0.445 0.412 0.273 0.472 0.348 0.47 0.427 0.478 0. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 KOMBINASI F1 X21 X21 X21 X21 X21 X21 X21 X21 X21 X21 X21 X21 X21 X21 X21 X21 X21 X21 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 F2 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X5 X5 F3 X13 X13 X12 X12 X14 X14 X13 X13 X12 X12 X14 X14 X13 X13 X12 X12 X14 X14 X13 X13 X12 X12 X14 X14 X13 X13 X12 X12 X14 X14 X13 X13 X12 X12 X14 X14 X13 X13 X12 X12 X14 X14 X13 X13 F4 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 Adjusted R2 0.412 0.473 0.366 0.318 0.306 0.38 0.

412 0.480 0.676 0.478 0.612 0.478 0.580 0.363 0.533 0.764 0.490 0.561 0.325 0.313 0.580 0. 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 KOMBINASI F1 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X10 X10 X10 X10 X10 X10 X10 X10 X10 X10 X10 X10 X10 X10 X10 X10 X10 X10 F2 X5 X5 X5 X5 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X6 X6 X6 X6 X6 X6 F3 X12 X12 X14 X14 X13 X13 X12 X12 X14 X14 X13 X13 X12 X12 X14 X14 X13 X13 X12 X12 X14 X14 X13 X13 X12 X12 X14 X14 X13 X13 X12 X12 X14 X14 X13 X13 X12 X12 X14 X14 X13 X13 X12 X12 X14 X14 F4 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 Adjusted R2 0.468 0.406 0.Lampiran F Kombinasi Faktor dari Hasil Analisis Faktor terhadap Variabel Terikat NO.528 0.587 0.490 0.528 0.536 0.560 0.427 0.490 Gatot Bentoro .406 0.533 0.587 0.38 0.309 0.528 0.480 0.533 0.612 0.490 0.676 0.580 0.612 0.617 0.490 0.6402014051 146 .38 0.490 0.560 0.276 0.560 0.485 0.

154 0.296 0.407 0.093 0.241 0.252 0.292 0.292 0.313 0.407 0.407 147 .342 0.355 0.134 0.257 0.163 0.355 0.210 0.375 0. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 KOMBINASI F1 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 F2 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X15 X15 X15 X15 X15 X15 X15 X15 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X15 X15 X15 X15 F3 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 F4 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 Adjusted R2 0.154 0.078 0.139 0.078 0.186 0.214 0.259 0.383 0.240 0.261 0.339 0.300 0.737 0.346 0.355 0.375 0.355 0.234 0.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi LAMPIRAN F-3 KOMBINASI FAKTOR PERSPEKTIF PELANGGAN NO.257 0.346 0.240 0.134 0.252 0.274 0.214 0.

Lampiran F Kombinasi Faktor dari Hasil Analisis Faktor terhadap Variabel Terikat NO.355 0.290 0.259 0.274 0.252 0.234 0.339 0.134 0.134 0.300 0.146 0.093 0.257 0.261 0.355 0.207 0.241 0.313 0.154 0.252 0.139 0.186 0.186 0. 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 KOMBINASI F1 X11 X11 X11 X11 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 F2 X15 X15 X15 X15 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X15 X15 X15 X15 X15 X15 X15 X15 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X15 X15 X15 F3 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 F4 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 Adjusted R2 0.6402014051 148 .078 0.234 0.134 0.355 0.257 0.146 0.290 0.313 0.257 0.207 0.355 0.134 0.154 0.078 0.078 0.355 Gatot Bentoro .257 0.241 0.355 0.300 0.335 0.276 0.078 0.347 0.

333 149 .257 0.252 0.278 0.296 0.300 0.273 0.355 0.278 0.308 0.242 0.273 0.189 0.242 0.189 0.261 0.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi NO.334 0.355 0. 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 KOMBINASI F1 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 F2 X15 X15 X15 X15 X15 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X15 X15 X15 X15 X15 X15 X15 X15 F3 X4 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 F4 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 Adjusted R2 0.259 0.355 0.249 0.145 0.355 0.145 0.339 0.252 0.355 0.257 0.334 0.

342 0.455 0.296 0.455 0.351 0.505 0. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 KOMBINASI F1 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 F2 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X7 X7 X7 X7 X7 X7 X7 X7 F3 X11 X11 X11 X18 X18 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 X18 X18 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 X18 X18 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 X18 X18 X18 X10 X10 F4 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 Adjusted R2 0.342 0.322 0.434 0.413 0.307 Gatot Bentoro .342 0.483 0.451 0.459 0.334 0.487 0.424 0.299 0.295 0.534 0.480 0.243 0.383 0.451 0.511 0.373 0.480 0.310 0.483 0.480 0.453 0.451 0.6402014051 150 .284 0.373 0.408 0.348 0.428 0.343 0.Lampiran F Kombinasi Faktor dari Hasil Analisis Faktor terhadap Variabel Terikat LAMPIRAN F-4 KOMBINASI FAKTOR PERSPEKTIF PERTUMBUHAN & PEMBELAJARAN NO.413 0.385 0.307 0.428 0.352 0.

422 0.480 0.310 0.422 0.382 0.483 0.284 0.348 0.385 0.373 0.347 0.428 0.352 0.505 0.307 0.295 0.296 151 .373 0.511 0.383 0.455 0.480 0.434 0. 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 KOMBINASI F1 X35 X35 X35 X35 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 F2 X7 X7 X7 X7 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X7 X7 X7 X7 X7 X7 F3 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 X18 X18 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 X18 X18 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 X18 X18 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 X18 X18 X18 F4 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 Adjusted R2 0.342 0.534 0.382 0.459 0.359 0.383 0.334 0.342 0.785 0.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi NO.408 0.322 0.487 0.299 0.342 0.262 0.424 0.483 0.453 0.343 0.351 0.422 0.480 0.445 0.

384 0.6402014051 152 .434 0.408 0.511 0.534 0.262 0.352 0.459 0.455 0.307 0.483 0.445 0.475 0.508 0.299 0.243 0.508 0.310 0.359 0.348 0.348 0.483 0.351 0.475 0.508 0.385 0.284 0.312 Gatot Bentoro .322 0.295 0.428 0.382 0. 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 KOMBINASI F1 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 F2 X7 X7 X7 X7 X7 X7 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X7 X7 X7 X7 X7 F3 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 X18 X18 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 X18 X18 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 X18 X18 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 X18 X18 F4 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 Adjusted R2 0.424 0.312 0.475 0.Lampiran F Kombinasi Faktor dari Hasil Analisis Faktor terhadap Variabel Terikat NO.347 0.487 0.384 0.453 0.382 0.428 0.373 0.383 0.373 0.383 0.505 0.348 0.

359 0.260 0.262 0.331 0.296 0.307 0.420 0.182 0.323 0.347 0.170 0.254 0.154 0.270 0.267 0.395 0.383 0.293 0.385 0.331 0.443 0.331 0. 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 KOMBINASI F1 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 F2 X7 X7 X7 X7 X7 X7 X7 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X7 X7 X7 F3 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 X18 X18 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 X18 X18 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 X18 X18 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 F4 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 Adjusted R2 0.381 0.272 0.231 0.168 0.392 0.244 0.260 0.231 0.285 0.450 0.382 0.262 0.261 0.312 0.310 0.323 0.151 0.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi NO.243 0.260 0.331 0.333 0.382 0.270 153 .299 0.

6402014051 154 .182 0.245 Gatot Bentoro .310 0.207 0.245 0.450 0.214 0.285 0.420 0.Lampiran F Kombinasi Faktor dari Hasil Analisis Faktor terhadap Variabel Terikat NO.219 0.260 0.231 0.271 0.260 0.245 0.321 0.333 0.299 0.244 0.245 0.380 0.271 0.292 0.216 0.331 0.260 0.381 0.170 0.154 0.385 0.392 0.271 0.307 0.382 0.395 0.197 0.292 0.214 0.331 0.292 0.317 0.443 0.331 1.214 0.231 0.331 0. 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 KOMBINASI F1 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 F2 X7 X7 X7 X7 X7 X7 X7 X7 X7 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X7 X7 F3 X18 X18 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 X18 X18 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 X18 X18 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 X18 X18 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 F4 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 Adjusted R2 0.323 0.

383 0.270 LAMPIRAN F-5 KOMBINASI FAKTOR KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI NO.445 0.260 0.386 0.436 0.331 0.476 0.331 0.476 0.382 0.280 0. 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 KOMBINASI F1 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 F2 X7 X7 X7 X7 X7 X7 X7 X7 X7 X7 F3 X11 X18 X18 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 F4 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 Adjusted R2 0.385 0. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 KOMBINASI F1 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X10 X10 X10 X10 X10 X10 X10 X10 F2 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 F3 X14 X15 X13 X7 X14 X15 X13 X7 X14 X15 X13 X7 X14 X15 X13 X7 X14 X15 X13 X7 X14 X15 X13 X7 F4 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 Adjusted R2 0.323 0.197 0.219 0.452 0.487 0.445 0.433 0.207 0.481 0.260 0.405 0.394 0.445 0.533 0.485 0.394 155 .366 0.307 0.510 0.366 0.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi NO.394 0.

.. digunakan untuk menaksir variabel terikat (Y) setiap ada perubahan variabel bebas (X).... yaitu model yang memperlihatkan hubungan secara kuantitatif antara variabel-variabel bebas Xi denganY...Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi ANALISIS REGRESI LINIER DAN NON LINIER Regresi merupakan alat yang dipergunakan untuk mengukur pengaruh dari setiap perubahan variabel bebas terhadap variabel terikat..Xk + ε .. Model analisa regresi berganda ini merupakan model matematis. maka model regresi berganda untuk hubungan Y dan Xi dapat dinyatakan sebagai berikut (Katz... maka dilakukan analisa regresi berganda secara transformasi logaritma natural terhadap variabel-variabelnya... Analisa regresi berganda dalam penelitian ini menggunakan analisa hubungan antara satu variabel terikat dengan variabel-variabel bebas.... Selain itu analisa ini juga digunakan untuk mengidentifikasikan variabel-variabel yang berpengaruh terhadap variabel terikat dan kontribusi variabel-variabel tersebut (Syamsudin 2002). Dengan kata lain.. Untuk mengetahui bantuk hubungan dari variabel-variabel tersebut linier atau non linier... + βk.. (G. 1982): Y = β0 + β1.X1 + β2. Jika hubungan antara variabel Y dengan variabel bebas Xi adalah linier dan dianggap terhadap k variabel bebas serta n pengamatan.X2 + .1) .

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi

Dengan : β0 β1, β2, β3 ε = Konstanta = Dugaan koefisien regresi = Kesalahan pengganggu

Selain model regresi linier akan dibuat juga model non linier yang berupa transformasi logaritma. Kemudian kedua model ini akan dibandingkan, model yang dipilih adalah model yang teruji baik. Model transformasi logaritma adalah model dengan fungsi non linier yang ditransformasikan kebentuk logaritma normal menjadi non linier. Model non liniernya adalah sebagai berikut (Draper & Smith, 1966) : Y = β0.X1β1.X2β2. ... Xkβk .......................................... (G.2)

Model ini ditransformasikan kebentuk logaritma normal menjadi bentuk linier dengan persamaan sebagai berikut : lnY = β0 + β1.lnX1 + β2.lnX2 + ... + βk.lnXk ............. (G.3)

Dalam analisa regresi berganda ini dipergunakan metode stepwise regression, untuk mengetahui tingkat pengaruh dari variabel-variabel yang dipergunakan. Setiap variabel dimasukkan kedalam model regresi satu persatu secara berurutan dan berdasarkan urutan tingkat kontribusi R2 terhadap model regresi yang diharapkan (Walpole & Myers 1993). Dalam analisa regresi terdapat beberapa ukuran yang akan dicari, yaitu (Arikunto, 1993): Garis regresi, yaitu yang menyatakan dan menggambarkan karakteristik hubungan antara variabel-variabel dalam penelitian. Standard error of estimate, yaitu hanya mengukur pemencaran tiap-tiap titik (data) terhadap garis regresinya atau merupakan penyimpangan standar dari harga-harga variabel pengaruh (Y) terhadap garis regresinya. Untuk melihat hasil regresi (Y1,Y2,Y3,Y4,Y5) dapat dilihat pada CD ROM (terlampir, file “Lampiran G Output Regresi”).

157

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi

ANALISIS RESIDUAL
Sebelum menggunakan model regresi berganda yang telah dihasilkan, perlu dilakukan analisa kelayakan model melalui analisa residual. Untuk menguji kelayakan fungsi regresi dan kekonstanan (constancy) dari error variance digunakan plot residual terhadap fitted values. Untuk menentukan normalitas dari error, digunakan plot probabilitas normal (normal probability plot) (Neter & Whitmore, 1993). Analisis ini dilakukan untuk menentukan model regresi yang akan digunakan pada penelitian. Syarat yang digunakan dalam menentukan model regresi adalah dengan melihat nilai residual yang paling mendekati nol. Lampiran H terdiri dari hasil analisis residual model regresi linier dan non linier untuk masing-masing perspektif kinerja dan kinerja perusahaan jasa konstruksi. Lampiran H terdiri dari: Lampiran H1 Lampiran H2 Lampiran H3 Lampiran H4 Lampiran H5 : Hasil Regresi Variabel Bebas dengan Variabel Terikat Kinerja Y1 : Hasil Regresi Variabel Bebas dengan Variabel Terikat Kinerja Y2 : Hasil Regresi Variabel Bebas dengan Variabel Terikat Kinerja Y3 : Hasil Regresi Variabel Bebas dengan Variabel Terikat Kinerja Y4 : Hasil Regresi Variabel Bebas dengan Variabel Terikat Kinerja Y5

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi

LAMPIRAN H-1 ANALISIS RESIDUAL KINERJA PERUSAHAAN PERSPEKTIF KEUANGAN (Y1)

Tabel H.1 Analisis Residual Perspektif Keuangan
Y' Y Linier 4.100 3.380 3.380 3.691 4.844 4.411 4.411 4.265 3.667 4.698 3.978 3.691 3.258 3.258 4.124 3.356 4.961 3.112 3.234 3.112 4.411 3.978 4.002 4.411 4.246 4.698 4.868 4.674 4.124 3.978 3.356 3.691 3.234 3.380 4.411 Y" Y Non Linier 3.354 3.354 3.620 4.577 4.202 4.202 3.998 3.507 4.439 3.786 3.620 3.164 3.164 4.019 3.177 4.873 2.737 3.065 2.737 4.202 3.786 3.854 4.202 4.054 4.439 4.659 4.412 4.019 3.786 3.177 3.620 3.065 3.354 4.202 3.507 Hasil Y' (Y-Y')^2 0.0100 0.1444 0.1444 0.4775 0.7123 0.1689 0.3469 1.6002 0.1109 0.4872 0.0005 0.0955 0.0666 0.0666 0.7674 0.4147 0.9235 0.0125 0.0548 0.0125 0.1689 0.9565 0.9960 0.3469 0.5685 0.0912 0.0174 0.1063 0.0154 0.9565 0.1267 0.4775 0.0548 0.3844 0.1689 Hasil Y" (Y-Y'')^2 0.4178 0.1250 0.3848 2.4863 0.0410 0.0410 1.0031 0.2568 0.1924 0.0459 0.1441 0.6984 0.0270 1.0381 3.3223 0.7614 1.5953 0.0042 0.0692 1.4459 0.0459 0.7293 0.6361 0.8943 0.3152 0.1161 0.3460 0.9626 0.0459 0.0314 0.3848 0.0042 0.1250 0.0410 0.2433

KUESIONER 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35

Y 4 3 3 3 4 4 5 3 4 4 4 4 3 3 5 4 4 3 3 3 4 3 5 5 5 5 5 5 4 3 3 3 3 4 4

X5 5 4 4 4 6 5 5 4 4 5 4 4 3 3 5 4 5 2 3 2 5 4 4 5 6 5 6 5 5 4 4 4 3 4 5

X22 4 4 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 3 4 5 4 5 5 5 6 5 4 5 6 4 5 5 3 5 4 4 5

X40 5 6 6 6 5 5 5 4 5 4 5 6 6 6 6 5 2 5 5 5 5 5 6 5 6 4 6 3 6 5 5 6 5 6 5

159

Lampiran H Analisis Residual

KUESIONER 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50

Y 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4

X5 4 4 5 5 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4

X22 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 5 5 TOTAL

X40 5 5 5 5 5 5 5 6 5 5 5 5 5 5 4

Y' Y Linier 3.667 3.667 4.100 4.100 3.667 3.978 3.667 3.380 3.667 4.100 3.667 3.667 3.667 3.978 4.265

Y" Y Non Linier 3.507 3.893 3.893 3.507 3.786 3.507 3.354 3.507 3.893 3.507 3.507 3.507 3.786 3.998 3.998

Hasil Y' (Y-Y')^2 0.1109 0.1109 0.0100 0.0100 0.4449 0.0005 0.4449 0.3844 0.1109 0.0100 0.1109 0.4449 0.1109 0.0005 0.0702 14.4280

Hasil Y" (Y-Y'')^2 0.2433 0.0115 0.0115 0.2433 0.6174 0.2433 0.1250 0.2433 0.0115 0.2433 0.2433 0.2568 0.0459 0.0000 0.0000 21.5602

Sumber : Hasil Olahan

3.5000 3.0000 2.5000 2.0000 1.5000 1.0000 0.5000 0.0000 1 5 9 13 17 21 25 29 33 37 41 45 49

(Y-Y')^2
(Y-Y'')^2

Sumber : Hasil Olahan

Gambar H. 1. Perbandingan Residual Model Regresi Linier dan Non Linier Perspektif Keuangan

Gatot Bentoro - 6402014051

160

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 6 5 4 Y 3 2 1 0 Sumber : Hasil Olahan Y Linier Y Non Linier Gambar H. Grafik Analisa Residual Perspektif Keuangan 161 . 2.

311 2.2121 0.862 4.068 3.0047 0.1609 0.470 2.311 3.0119 Hasil Y" (Y-Y'')^2 0.6569 0.670 3.2209 0.920 3.0973 0.2809 0.848 4.0119 0.0355 0.109 2.1945 0.0434 0.370 4.0119 0.981 4.0713 0.493 4.208 2.0047 0.470 3.2209 0.0745 0.109 Y" Y Non Linier 3.2209 0.670 3.470 3.0047 Gatot Bentoro .920 3.530 4.5276 0.0645 1.590 3.461 4.889 2.628 2.688 2.2910 0.6402014051 162 .4744 0.559 5.2571 0.2910 0.0190 0.4744 0.0047 0.470 2.311 3.8464 0.8464 0.311 3.470 3.470 2.0135 0.068 2.461 3.461 3.750 3.530 3.2809 0.0969 0.812 4.1386 0.2809 0.0625 0.530 4.254 4.8081 2.470 3.4486 0.4486 0.918 2.0123 5.0068 0.Lampiran H Analisis Residual LAMPIRAN H-2 ANALISIS RESIDUAL KINERJA PERUSAHAAN PERSPEKTIF PROSES BISNIS (Y2) Tabel H.311 3.0119 0.0047 0.884 3.140 2.2490 2.274 2.628 2.311 2.2209 0.109 4.0119 0.0969 0.2 Analisis Residual Perspektif Proses Bisnis KUESIONER 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Y 3 3 3 5 4 3 4 3 3 5 4 4 3 3 3 4 5 4 5 5 4 3 5 2 3 3 5 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 X5 4 4 4 5 4 4 5 4 3 5 4 5 2 3 2 4 5 6 3 5 5 4 5 4 4 4 5 4 5 5 4 5 5 5 5 4 5 4 X10 4 4 4 5 4 4 5 4 5 5 4 5 4 4 4 4 5 4 3 3 5 3 6 4 4 3 5 4 4 5 3 5 4 4 4 4 5 4 X15 4 4 4 5 5 4 5 3 3 5 5 3 5 5 5 5 5 4 5 5 5 4 5 2 4 5 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 4 Y' Y Linier 3.109 3.530 3.311 2.2809 0.068 Hasil Y' (Y-Y')^2 0.2209 0.2809 0.607 2.068 4.068 4.461 4.2209 0.020 2.559 4.2571 0.068 3.0135 0.1384 0.980 4.750 3.0969 0.0125 0.884 3.0047 0.461 3.3437 5.499 4.4486 0.109 3.0196 0.2809 0.0004 0.0969 0.8464 0.0231 0.0119 0.2121 0.4744 0.267 3.4744 0.470 3.0625 0.530 3.470 3.311 3.0004 0.109 4.7194 0.1945 0.920 3.112 3.493 4.2209 0.7281 4.670 3.311 3.2910 0.414 2.

2571 18.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi KUESIONER 39 40 41 Y 3 3 3 X5 4 4 4 X10 3 4 3 TOTAL X15 5 5 4 Y' Y Linier 2.2121 0.0000 1 4 7 10 13 16 19 22 25 28 31 34 37 40 (Y-Y')^2 (Y-Y'')^2 Sumber : Hasil Olahan Gambar H. 3.0000 4.461 2.0000 1.530 2.0697 Hasil Y" (Y-Y'')^2 0.1945 18.0000 2.980 3.7156 Sumber : Hasil Olahan 7.2809 0.812 3.559 Y" Y Non Linier 2.493 Hasil Y' (Y-Y')^2 0. Perbandingan Residual Model Regresi Linier dan Non Linier Perspektif Proses Bisnis 163 .0355 0.0000 6.0000 3.0000 5.0000 0.0004 0.

Lampiran H Analisis Residual 6 5 4 Y 3 2 1 0 Sumber : Hasil Olahan Y Linier Y Non Linier Gambar H. Grafik Analisa Residual Perspektif Proses Bisnis Gatot Bentoro .6402014051 164 . 4.

0680 0.0053 0.388 3.0053 0.1505 0.388 4.4382 Hasil Y" (Y-Y'')^2 0.946 3.094 3.154 4.2693 1.1340 0.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi LAMPIRAN H-3 ANALISIS RESIDUAL KINERJA PERUSAHAAN PERSPEKTIF PELANGGAN (Y3) Tabel H.0160 0.9876 0.846 2.2735 0.4957 1.338 Y" Y Non Linier 3.021 5.477 3.0143 0.0029 1.4010 0.1399 0.1505 0.625 3.388 5.104 4.004 3.4957 0.0000 0.777 4.9262 0.0018 0.156 4.612 3.0778 0.388 2.388 2.073 3.0143 0.739 3.560 3.8593 0.237 3.690 3.388 2.903 4.873 3.990 3.459 3.0094 0.638 2.187 4.739 3.866 3.777 3.1823 165 .388 3.073 4.004 2.119 3.638 3.721 3.9262 1.8593 0.851 4.0004 0.1505 0.2218 0.0001 0.477 4.8593 0.119 3.0053 0.6610 0.3 Analisis Residual Perspektif Pelanggan KUESIONER 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Y 4 3 3 3 2 5 5 3 4 4 6 3 5 4 4 3 3 3 3 5 5 5 5 4 4 3 3 3 5 3 3 4 4 3 3 4 4 X4 5 4 4 4 4 5 5 3 4 4 5 3 4 4 5 1 1 1 2 5 6 6 5 4 4 5 4 3 5 4 3 4 4 4 4 4 3 X11 4 4 3 4 3 5 5 5 5 4 6 4 6 4 4 4 4 4 5 4 4 4 5 5 4 5 3 3 5 4 4 4 5 4 4 4 4 X15 5 4 4 4 3 6 4 4 5 4 6 3 5 5 5 5 5 5 3 5 4 4 5 5 4 2 4 5 5 4 4 4 5 4 4 5 5 Y' Y Linier 4.612 4.3746 0.125 3.634 2.0053 0.0961 0.873 3.5369 0.0564 0.1404 1.0143 0.1310 0.633 4.0156 0.1340 0.9178 1.1936 0.125 3.690 4.042 3.042 3.634 2.0001 0.042 2.1310 0.0000 0.0018 0.3746 0.0243 0.873 3.0237 0.860 3.2735 0.2996 0.125 3.073 2.0961 0.8028 0.3211 0.0156 0.573 Hasil Y' (Y-Y')^2 0.073 5.119 3.0222 0.2931 0.3746 0.529 2.567 4.1340 0.073 2.0088 1.5369 0.990 3.0160 0.073 3.0000 0.0053 0.2849 0.0680 0.004 3.388 3.073 2.006 2.1505 0.267 4.634 2.0156 0.073 2.0236 0.1505 0.267 3.626 2.

7161 14.125 1.7286 Sumber : Hasil Olahan 2. 5.6402014051 166 .934 3.690 Y" Y Non Linier 4.Lampiran H Analisis Residual KUESIONER 38 39 40 Y 4 3 5 X4 4 2 4 X11 5 3 4 TOTAL X15 5 4 5 Y' Y Linier 4.1364 1.0143 0.5897 13.0156 1.0000 0.7134 Hasil Y" (Y-Y'')^2 0.1023 1.739 Hasil Y' (Y-Y')^2 0.5000 0.5000 1.0000 1 4 7 10 13 16 19 22 25 28 31 34 37 40 (Y-Y')^2 (Y-Y'')^2 Sumber : Hasil Olahan Gambar H.119 2.0000 1.680 3.5000 2. Perbandingan Residual Model Regresi Linier dan Non Linier Perspektif Pelanggan Gatot Bentoro .

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 7 6 5 4 3 2 1 0 Sumber : Hasil Olahan Y Y Linier Y Non Linier Gambar H. 6. Grafik Analisa Residual Perspektif Pelanggan 167 .

0655 0.135 3.598 4.545 2.655 4.0202 0.1620 0.0213 0.0019 0.720 2.999 3.0655 0.971 4.209 2.7482 0.409 2.545 4.0005 0.346 3.203 2.2066 0.888 2.177 3.1731 0.964 4.4 Analisis Residual Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran KUESIONER 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Y 4 3 3 4 5 4 4 5 6 4 4 3 3 5 3 3 3 4 4 5 5 5 4 5 2 3 5 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 X5 5 4 4 5 5 5 4 5 5 4 4 3 3 5 2 3 2 6 5 5 6 5 5 5 3 4 5 4 4 5 4 5 4 4 5 4 4 4 X16 5 4 2 2 3 4 4 6 6 5 3 4 4 5 5 5 5 4 5 6 5 5 5 6 4 3 6 3 5 4 3 3 5 4 5 5 5 3 X18 5 3 4 6 6 3 4 5 6 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 4 6 4 4 5 5 4 3 4 5 3 5 4 Y' Y Linier 4.6402014051 168 .786 4.1673 0.060 4.0782 0.173 2.0036 0.259 2.0876 0.6259 0.0671 0.0013 0.608 4.060 4.416 4.142 2.209 2.0412 0.1180 0.3697 0.299 2.765 2.919 3.0287 0.0894 0.0436 0.2155 0.765 5.6352 0.999 2.9894 0.0300 0.8836 0.203 3.704 3.409 4.2066 0.2450 0.0066 0.704 Y" Y Non Linier 4.978 3.505 2.765 4.0876 Hasil Y" (Y-Y'')^2 0.4251 0.6259 0.0488 0.209 2.0885 0.0436 0.0552 0.854 3.2066 1.656 2.700 3.0552 0.744 3.720 2.744 4.409 2.622 2.978 3.045 4.0552 0.0917 0.0876 0.1673 0.0000 0.9112 0.348 3.919 3.1198 0.052 2.0126 0.0021 0.045 4.943 2.831 2.1429 0.3570 0.Lampiran H Analisis Residual LAMPIRAN H-4 ANALISIS RESIDUAL KINERJA PERUSAHAAN PERSPEKTIF PERTUMBUHAN DAN PEMBELAJARAN (Y4) Tabel H.0562 0.0028 0.0917 Gatot Bentoro .7783 1.1673 0.0917 0.957 3.536 4.0213 0.273 3.005 3.697 3.505 4.697 4.0008 0.0005 0.118 3.854 2.0782 1.0023 0.053 3.1188 0.3493 0.6773 0.545 4.7362 0.779 4.6910 0.0032 0.0436 0.697 Hasil Y' (Y-Y')^2 0.409 3.0027 0.2155 0.2550 0.409 2.5284 0.3493 0.0066 0.142 3.237 4.209 4.957 2.536 3.0460 0.598 2.704 5.209 3.

4000 1.409 Y" Y Non Linier 2.3493 7.4000 0.6000 0.1429 0.656 4.8000 0.8655 Hasil Y" (Y-Y'')^2 0.6000 1.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi KUESIONER 39 40 Y 3 5 X5 4 5 X16 4 5 TOTAL X18 3 5 Y' Y Linier 2.2000 1.6666 Sumber : Hasil Olahan 1. Perbandingan Residual Model Regresi Linier dan Non Linier Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan 169 .209 Hasil Y' (Y-Y')^2 0. 7.622 4.0000 1 4 7 10 13 16 19 22 25 28 31 34 37 40 (Y-Y')^2 (Y-Y'')^2 Sumber : Hasil Olahan Gambar H.1180 0.0000 0.8000 1.6259 11.2000 0.

6402014051 170 .Lampiran H Analisis Residual 7 6 5 4 3 2 1 0 Sumber : Hasil Olahan Y Y Linier Y Non Linier Gambar H. 8. Grafik Analisa Residual Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran Gatot Bentoro .

216 4.982 3.000 4.539 3.3844 0.145 2.8986 18.8791 171 .286 4.000 3.984 2.873 3.2591 0.825 2.000 3.760 3.0724 0.150 4.480 5.7434 1.1802 Hasil Y" (Y-Y'')^2 8.743 3.000 3.000 5.516 3.952 3.8961 6.8455 11.9838 6.495 3.500 2.980 3.3102 0.6610 0.480 4.2411 0.415 2.1295 21.970 1.0876 5.898 2.191 2.5761 0.495 3.516 3.152 4.415 4.2727 5.000 3.415 4.0181 0.8655 18.8399 20.6148 13.491 4.000 4.914 2.191 4.0007 0.491 4.0548 0.948 2.2411 0.550 4.084 4.290 4.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi LAMPIRAN H-5 ANALISIS RESIDUAL KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI (Y5) Tabel H.152 4.8414 3.145 3.539 3.8414 8.020 3.380 2.500 2.799 3.2172 0.9299 7.557 3.3844 0.952 Hasil Y' (Y-Y')^2 0.662 4.4734 7.286 4.1619 22.491 4.4618 10.0591 18.0225 0.491 3.6548 21.109 3.923 2.415 3.0172 9.857 4.0027 0.000 5.250 5.1056 0.1421 0.0404 0.415 4.250 3.109 Y" Y Non Linier 3.804 3.5055 0.593 3.240 X5 4 5 5 5 4 4 4 5 5 4 3 5 2 3 2 4 5 6 6 5 5 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 4 X11 4 5 5 5 5 5 3 5 5 5 4 6 4 4 4 5 4 4 4 5 5 4 5 5 3 3 4 4 5 4 5 3 TOTAL Sumber : Hasil Olahan X15 4 5 6 4 4 5 4 5 5 3 3 5 5 5 5 3 5 4 4 5 5 4 5 2 4 5 5 5 5 5 4 5 Y' Y Linier 3.000 3.380 3.7330 7.3867 408.416 4.516 4.0458 0.750 4.6689 2.557 3.061 2.491 3.0022 0.000 3.9740 7.770 2.000 3.491 3.125 3.0100 1.491 2.415 3.500 5.000 2.606 2.6899 24.4763 14.0104 0.8171 17.415 3.0502 0.7379 0.6147 0.7656 0.1295 10.6225 0.4976 20.2348 15.6104 14.740 3.5 Analisis Residual Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi KUESIONER 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Y 3.2865 13.593 2.250 3.495 4.5098 0.000 5.743 4.150 4.799 4.662 2.7735 19.930 4.2884 0.2663 0.

Grafik Analisa Residual Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Gatot Bentoro .0000 10.000 Y 3.000 5. Perbandingan Residual Model Regresi Linier dan Non Linier Kinerja Perusahaan Konstruksi 6.000 1.000 2.0000 0.Lampiran H Analisis Residual 30.0000 1 4 7 10 13 16 19 22 25 28 31 (Y-Y')^2 (Y-Y'')^2 Sumber : Hasil Olahan Gambar H.0000 15. 10.000 0.6402014051 172 .0000 5.000 4.0000 25.0000 20.000 Y Linier Y Non Linier Sumber : Hasil Olahan Gambar H. 9.

Variabel-variabel itu yang disebut variabel dummy. Untuk mencari adanya kemungkinan variabel penentu lainnya dilakukan dengan cara memasukkan variabel dummy. 1988). maka model tersebut menyatakan bahwa kemungkinan ada variabel penentu lainnya yang masih belum teridentifikasi atau terjelaskan. Ketentuan nilai-nilai dummy untuk setiap sampel diberikan berdasarkan grafik model regresi awal yang memperlihatkan scatter plot setiap nomor sampel dan menunjukkan confidence interval untuk nilai rata-rata Y serta confidence interval untuk nilai tunggal Y tersebut maka nilai dummy untuk masing-masing nomor sampelnya adalah seperti yang dijelaskan berikut. Seperti pada gambar I.1 bahwa apabila nomor sampel model . Variabel dummy biasanya dimana kita harus memasukkan suatu faktor yang hanya memiliki dua atau lebih tingkat yang berbeda dan tidak bisa memberikan skala kontinu. Dalam situasi ini kita harus memberikan tingkat kepada variabel-variabel itu yang mungkin mempunyai pengaruh determenistik yang terpisah dan berbeda terhadap variabel tidak bebas. yaitu dengan memasukkan satu atau beberapa variabel dummy disamping variabel yang telah teridentifikasi kedalam analisis regresi sampai model regresi yang terbentuk menghasilkan niali Adjusted R2=1 atau R2≈1. Apabila nilai Adjusted R2<1. artinya sisanya yaitu (1-Adjusted R2) dapat dikontribusi oleh variabel penentu lainnya (Supranto.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi ANALISIS DUMMY Suatu persamaan dari model regresi yang terbentuk dikatakan sempurna apabila mempunyai nilai koefisien penentu atau coeficient of determination R2 = 1.

5). file “ Lampiran I Output Korelasi” dalam program SPSS 11.Y4. maka selanjutnya dilakukan korelasi antara dummy-dummy tersebut dengan variabel-variabel lainnya yang tidalk termasuk variabel didalam kelompok rotated component matrix yang sudah terwakili oleh variabel penentu sebelumnya. Jika dummy yang diperoleh telah digunakan untuk mengidentifikasi variabel penentu lainnya. Selanjutnya apabila model belum mencapai R2=1. Skala Pengukuran Dummy (Sumber: Walpole & Myers.Y3.6402014051 174 . dilakukan analisa regresi yang terdiri dari variabel penentu sebelumnya ditambah dengan dummy pertama.1.Y5) dapat dilihat pada CD ROM (terlampir. Apabila berada didalam daerah antara batas bawah dan batas atas confidence interval rata-rata Y dberikan nilai 2. ditambah dummy berikutnya dan proses dilakukan seperti diatas dengan menggunakan grafik model yang baru terbentuk. Untuk melihat hasil dummy (Y1. 1993) Setelah nilai dummy diperoleh. Gatot Bentoro . sedangkan apabila berada didalam daerah antara batas atas confidence interval nilai rata-rata Y dan batas atas confidence interval nilai individu Y diberikan nilai 3.Lampiran H Analisis Residual awal berada didaerah antara batas bawah confidence interval nilai individu Y bawah dan batas bawah confidence interval nilai rata-rata Y diberikan nilai 1. Y Pendugaan Interval Untuk individu Y 3 2 Model Regresi Pendugaan Interval untuk rata-rata Y 1 X Gambar I.Y2. Variabel yang mempunyai korelasi tertinggi dengan dummy tersebut adalah berpotensi menjadi variabel penentu tambahan untuk penelitian lanjutan.

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi LAMPIRAN I-1 ANALISIS DUMMY PERSPEKTIF KEUANGAN KODE Dummy 1 Dummy 2 Dummy 3 SAMPEL 1 2 5 1 2 1 4 3 3 3 4 1 4 3 4 1 5 1 3 3 6 2 5 2 7 3 4 2 8 1 5 1 9 1 5 2 10 3 5 2 11 2 5 3 12 2 5 2 13 2 4 1 14 3 4 1 15 2 5 2 16 1 5 2 17 2 5 2 18 2 5 2 19 2 5 2 20 2 5 2 KODE Dummy 1 Dummy 2 Dummy 3 SAMPEL 21 2 6 3 22 2 3 3 23 3 6 3 24 1 4 1 25 1 5 2 26 2 5 2 27 2 5 2 28 3 5 3 29 3 5 2 30 1 5 1 31 1 5 1 32 3 4 1 33 3 4 1 34 2 5 2 35 3 6 3 36 2 5 3 37 1 6 3 38 2 4 1 39 2 4 1 40 2 3 3 KODE Dummy 1 Dummy 2 Dummy 3 SAMPEL 41 2 5 3 42 1 4 3 43 3 4 2 44 2 4 2 45 2 4 1 46 2 4 2 47 1 4 3 48 2 4 2 49 1 5 2 175 .

5 2.02055 Durbin-W atson Model 1 2 3 4 5 6 R R Square .5 -1.5 17 4 43 35 39 38 37 19 45 541 16 29 10 49 648 12 34 50 11 36 4 46 21 4.5 0.51799 . Predictors: (Constant).0 4.31428 .0 3. X5.950 .793 .670a .21480 . X5.000f .5 26 15 23 25 28 27 24 7 5.438 .Lampiran H Analisis Residual Model Summaryg Adjusted R Square .895b . DUMMY1.5 keuangan 18 209 338 42 47 24 32 1 22 40 13 30 31 3 14 3. X5.993 .999 Std.0 Regression Standardized Predicted Value Gatot Bentoro .994 1.316 a.903 . Error of the Estimate .977d .5 1. X22.0 2. X22. X22. Predictors: (Constant). DUMMY2 f.909 . Predictors: (Constant).15472 .6402014051 176 . X40 d.954 . DUMMY3 g. X5.999 2. X5. Predictors: (Constant). DUMMY2. DUMMY1.997 . DUMMY1 e. Predictors: (Constant). Predictors: (Constant). X22.0 . X22 c.801 c . Dependent Variable: keuangan Scatterplot Dependent Variable: keuangan 5. X40.449 . X40.0 -.05760 . X40. X5 b.0 1.5 -1.954 e .

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi LAMPIRAN I-2 ANALISIS DUMMY PERSPEKTIF PROSES BISNIS KODE Dummy 1 Dummy 2 Dummy 3 SAMPEL 1 2 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 4 1 2 2 5 1 2 2 6 2 3 3 7 3 3 1 8 1 2 2 9 2 1 3 10 3 2 2 11 1 2 2 12 3 3 1 13 2 1 3 14 2 1 1 15 2 1 3 16 1 3 2 17 1 3 2 18 2 3 2 19 1 3 2 20 1 3 2 21 3 2 1 KODE Dummy 1 Dummy 2 Dummy 3 SAMPEL 22 3 2 3 23 3 2 3 24 2 1 1 25 2 3 3 26 3 1 3 27 1 2 2 28 2 3 1 29 2 3 3 30 2 3 3 31 1 2 2 32 3 3 1 33 2 3 3 34 2 3 1 35 2 3 1 36 2 3 1 37 3 3 1 38 2 3 3 39 3 1 3 40 3 3 1 41 1 2 2 177 .

942d . DUMMY1 e.5 10 5. Predictors: (Constant). Predictors: (Constant). X15. DUMMY1. X10.919 .56105 .47436 .962 Std. X15.5 16 37 21 32 12 75 18 11 4.519 .Lampiran H Analisis Residual Model Summaryg Adjusted R Square .22979 . DUMMY1.39300 . DUMMY3 g. Predictors: (Constant). X10.0 1. DUMMY2.656 .28515 . Error of the Estimate .782 .0 4022 96 36 31 3035 41 2534 13 33 15 38 8 2928 14 1 2 3 39 26 17 20 19 27 4 23 proses bisnis 2.5 2.531 .5 -2 -1 0 1 2 3 24 Regression Standardized Predicted Value Gatot Bentoro .964 .884 . X15.968 1. X10.984f .876 . X15. X5. X15 c. X10. X5.5 3.674 c . X5 d. DUMMY2 f.0 4. Dependent Variable: proses bisnis Scatterplot Dependent Variable: proses bisnis 5.929 . X10 b.6402014051 178 . Predictors: (Constant). X10.0 3. Predictors: (Constant).729a .685 a. Predictors: (Constant).15716 Durbin-W atson Model 1 2 3 4 5 6 R R Square .888 e . X5.764 .821b .

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi LAMPIRAN I-3 ANALISIS DUMMY PERSPEKTIF PELANGGAN KODE Dummy 1 Dummy 2 Dummy 3 Dummy 4 SAMPEL 1 1 2 3 3 2 1 3 3 1 3 3 1 2 2 4 1 1 3 3 5 2 1 2 3 6 2 1 3 2 7 3 3 2 1 8 1 1 2 2 9 1 2 3 2 10 3 3 1 1 11 1 2 3 3 12 3 2 1 2 13 3 1 2 1 14 3 2 2 1 15 1 2 3 2 16 3 3 3 1 17 3 1 1 2 18 3 1 1 2 19 2 3 2 1 20 3 3 3 3 KODE Dummy 1 Dummy 2 Dummy 3 Dummy 4 SAMPEL 21 3 3 3 1 22 3 2 1 2 23 3 1 1 1 24 1 1 1 1 25 1 3 1 3 26 2 1 3 1 27 3 2 3 2 28 2 2 1 1 29 3 2 3 2 30 1 2 3 2 31 3 1 1 1 32 1 3 1 3 33 1 2 2 1 34 2 1 2 1 35 1 2 2 1 36 2 2 2 2 37 2 2 1 3 38 1 2 2 1 39 3 3 1 3 40 3 3 1 1 179 .

X11. Predictors: (Constant). DUMMY3 g.608a . X11 d. Predictors: (Constant).921 . X15. X11.20280 . DUMMY2.6402014051 180 . X11. X4 b. X11.923d .73285 . Predictors: (Constant).981 2. DUMMY1.820b .976 Std.965e .870c .990g R Square . Predictors: (Constant). DUMMY3. X4.14018 Durbin-W atson Model 1 2 3 4 5 6 7 R . DUMMY2. X4. X15.354 .931 . Predictors: (Constant). DUMMY1 e.979f .655 .958 .25669 . Dependent Variable: pelanggan Scatterplot Dependent Variable: pelanggan 7 11 6 40 21 2267 29 23 20 13 5 25 33 32 110 37 9 24 14 36 15 38 4 2616 12 34 30 31 39 4328 2 1727 1835 198 3 pelanggan 5 2 1 -2 -1 0 1 2 3 Regression Standardized Predicted Value Gatot Bentoro . Error of the Estimate .53563 .835 . Predictors: (Constant). X4. X15. X15. X4.092 a. X15.37033 .46786 . X4.672 .950 . X15 c. DUMMY1. X4.757 .Lampiran H Analisis Residual Model Summary h Adjusted R Square . DUMMY1.370 . Predictors: (Constant).737 . DUMMY4 h.852 . DUMMY2 f.

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi LAMPIRAN I-4 ANALISIS DUMMY PERSPEKTIF PEMBELAJARAN DAN PERTUMBUHAN KODE Dummy 1 Dummy 2 Dummy 3 SAMPEL 1 1 2 2 2 2 3 1 3 3 3 1 4 3 1 1 5 2 3 3 6 3 3 3 7 3 3 3 8 2 3 1 9 3 3 3 10 3 1 3 11 3 3 3 12 3 1 1 13 3 3 1 14 2 3 3 15 2 3 1 16 1 2 2 17 2 3 1 18 1 2 2 19 1 2 2 20 2 3 1 KODE Dummy 1 Dummy 2 Dummy 3 SAMPEL 21 2 1 3 22 2 3 3 23 2 1 3 24 2 3 1 25 1 2 2 26 2 1 3 27 3 1 1 28 3 1 3 29 1 2 2 30 3 1 1 31 1 2 2 32 1 2 2 33 2 1 3 34 3 1 1 35 1 2 2 36 2 1 3 37 3 1 3 38 2 1 3 39 2 3 1 40 2 3 3 181 .

X5. X5.21326 .694 c .833b . X18 c. X16. Predictors: (Constant).979 2.678 .694a . Predictors: (Constant).66523 .945 .51756 . X5. DUMMY3 g.896 .976e . X18. X18.6402014051 182 .Lampiran H Analisis Residual Model Summaryg Adjusted R Square .481 . Predictors: (Constant). Predictors: (Constant). DUMMY1. Dependent Variable: pertumbuhan&pembelajaran Scatterplot Dependent Variable: pertumbuhan&pembelajaran 7 9 6 pertumbuhan&pembelajaran 14 5 21 27 20 24 8 22 40 5 4 23 3010 18 4 716 19 11 35 37 12 15 13 17 28 26 3916 3 38 2 34 33 29 36 32 31 3 25 2 1 -2 -1 0 1 2 3 Regression Standardized Predicted Value Gatot Bentoro . X18.975 Std.14442 Durbin-W atson Model 1 2 3 4 5 6 R R Square .42214 . X18.879 . Predictors: (Constant). X16. X5.295 a. X16 d. DUMMY1 e. X5. Predictors: (Constant).937d . DUMMY1.467 . X16. Error of the Estimate .33510 .952 f . X5 b.785 .802 . DUMMY2.989 .865 . DUMMY2 f.

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi LAMPIRAN I-5 ANALISIS DUMMY KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI KODE Dummy 1 Dummy 2 Dummy 3 SAMPEL 1 3 1 3 2 1 3 3 3 2 2 2 4 3 3 1 5 2 2 2 6 3 1 3 7 2 2 2 8 2 2 2 9 3 1 3 10 3 3 1 11 3 3 1 12 3 1 3 13 1 3 3 14 3 1 3 15 1 3 3 16 2 2 2 17 3 1 3 18 3 3 1 19 3 3 1 20 1 3 3 21 2 2 2 KODE Dummy 1 Dummy 2 Dummy 3 SAMPEL 22 3 3 1 23 3 3 1 24 1 3 3 25 3 3 1 26 2 2 2 27 1 3 3 28 1 3 3 29 1 3 3 30 2 2 2 31 2 2 2 32 3 3 1 33 2 2 2 34 1 3 3 35 1 3 3 36 2 2 2 37 3 1 3 38 1 3 3 39 2 2 2 40 2 2 2 41 2 2 2 42 3 1 3 183 .

925f .619 . X15. DUMMY1.745b . DUMMY4 h. X15 c.892e . X11.830 . DUMMY3. DUMMY3 g. X11. X5 b.991 1.647 . Predictors: (Constant).464 . X15.795 .451 .805c . X5. X5.6402014051 184 . X5.37453 . Predictors: (Constant).48944 . X5.43920 . X15.67397 . DUMMY1 e. DUMMY2.681a . DUMMY1. X5. Predictors: (Constant).56094 .739 .09608 Durbin-W atson Model 1 2 3 4 5 6 7 R . Error of the Estimate .Lampiran H Analisis Residual Model Summaryh Adjusted R Square . Predictors: (Constant).991 a. DUMMY1. X15. X5.556 . Dependent Variable: Y5 Scatterplot Dependent Variable: Y5 6 23 9 5 2 35 4 34 22 4241 32 39 31 37 30 13 15 51 11 14 25 33 24 16 36 26 2 7 21 6 810 40 27 28 38 1 3 18 7 204 1912 29 3 Y5 1 -2 -1 0 1 2 3 Regression Standardized Predicted Value Gatot Bentoro . Predictors: (Constant). Predictors: (Constant). Predictors: (Constant). DUMMY2 f. X11 d. X11.859d .62146 .989 Std.533 . X11.995g R Square . DUMMY2. X15.710 .855 .767 .

yang ingin dilukiskan adalah kelakuan peubah acaknya (variabel bebas). Histogram distribusi seragam akan selalu membentuk susunan persegi panjang dengan tinggi yang sama.k) = 1/k... .k) telah dipakai sebagai pengganti f(x) untuk menunjukkan bahwa distribusi seragam tersebut bergantung pada parameter k. Proses analisis ini dilakukan untuk mengetahui bentuk distribusi yang optimal setiap kinerja perusahaan. x = x1. Distribusi dapat disajikan secara grafik dalam bentuk histogram. yang diantaranya (Walpole & Myers 1995): • Distribusi Uniform/Seragam Peubah acaknya memperoleh semua nilainya dengan peluang yang sama dan karena itu dapat dinyatakan oleh rumus yang sama. x2.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi ANALISA DISTRIBUSI DENGAN METODE BATCH FIT Lampiran J terdiri dari hasil analisis distribusi masing-masing kinerja perusahaan dengan menggunakan metode Batch Fit. . dalam bentuk tabel. Ada beberapa macam bentuk distribusi. atau melalui rumus bukan masalah. Dengan rumus: f(x.. xk Dimana: f(x.

x = 0. Distribusi Poisson adalh distribusi peluang peubah acak Pisson . 1.N. Percobaan terdiri atas n usaha yang berulang 2. Dengan rumus: p(x. .Lampiran H Analisis Residual • Distribusi Binomial Suatu usaha Bernoulli dapat menghasilkan sukses dengan peluang p dan gagal q = 1-p. tidak berubah dari usaha yang satu ke yang berikutnya 4. n Proses Bernoulli harus memenuhi persyaratan berikut: 1. 1. 1. Di pihak lain. misalnya pada sampling sejumlah barang. yaitu banyaknya sukses dalam n usaha bebas. yang menyatakan banyaknya sukses yang terjadi dalam suatu selang waktu atau daerah tertentu dinyatakan dengat t. x = 0. Distribusi hipergeometrik adalah distribusi hipergeometrik X. gagal. sampling harus dikerjakan dengan pengembalian setiap barang setelah diamati. distribusi hipergeometrik tidak memerlukan kebebasan dan didasarkan pada sampling tanpa pengembalian. 2. Banyaknya sukses x dalam percobaan hipergeometrik disebut peubah acak. n N n yaitu banyaknya sukses dalam sampel acak ukuran n yang bernama diambil dari N benda yang mengandung k bernama sukses dan N-k h(x. 2. Dengan rumus: k x N-k n-k . Dengan rumus: b(x.. Tiap usaha memberi hasil yang dapat dikelompokkan menjadi sukses atau gagal 3. x = 0. 2. Peluang sukses.n. maka distribusi peluang peubah acak binomial x. ..6402014051 186 .p) = n x px qn-x...3) = • Distribusi Poisson Banyaknya hasil X dalam suatu percobaan Poisson disebut peubah acak Poisson.. • Distribusi Hipergeometrik Jika binomial diterapkan.λt) = e-λt(λt)x x! . … Gatot Bentoro . Tiap usaha bebas dengan usaha lainnya..n. dinyatakan dengan p.

Y4. • Distribusi Weibull Distribusi Weibull juga digunakan untuk persoalan keandalan dan pengujian panjang umur (life testing).µ. Suatu peubah acak kontinu X yang distribusinya berbentuk lonceng disebut peubah acak normal.71828 Distribusi Normal Distribusi normal sering juga disebut distribusi Gauss.Y5) dapat dilihat pada CD ROM (terlampir.µ. diukur dari suatu waktu tertentu sampai rusak Distribusi ini juga mengfgunakan parameter α dan β. Dengan rumus: n(x. Distribusi normal adalah pengukuran yang dilakukan berulang-ulang mengenai sampel yang sama. Distribusi gamma yang khusus dengan α =1 disebut distribusi eksponensial.σ). -∞<x<∞ • Distribusi Gamma dan Eksponensial Distribusi Gamma dan Eksponensial memainkan peran yang penting dalam teori antian dan teori keandalan (reliabilitas).Y2. file “Lampiran J Batch Fit dalam program excel”). yaitu rata-rata dan simpangan bakunya. Bila Wibull menjadi distribusi eksponensial. Persamaan matematika distribusi peluang peubah normal kontinu bergantung pada dua parameter µ dan σ.Y3. Jadi fungsi padat X akan dinyatakan dalam n(x. 187 . dengan parameter α dan β. β = 1 maka distribusi Untuk melihat hasil batch fit (Y1.σ) = 1 √ 2πσ e-(1/2)[(x-µ)/σ]2.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Dimana: Λt e • = menyatakan banyaknya sukses yang terjadi persatuan waktu atau dengan daerah tersebut = 2. Peubah acak kontinu X berdistribusi gamma.

khususnya saat analisa lain secara matematis terlalu kompleks atau terlalu sulit untuk dihasilkan. Simulasi adalah proses model matematika atau model logika dari suatu system atau masalah pengambilan keputusan. Simulasi Monte Carlo menggunakan asumsi bahwa parameter ketidakpastian yang akan terjadi dapat digambarkan melalui distribusi probabilitas (Flanagan and Norman 1993). yang merupakan metode analitis yang digunakan untuk mencontoh suatu sistem kehidupan. Sebuah simulasi.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi ANALISIS SIMULASI MONTE CARLO Simulation is the process of building a mathematical or logical model of a system or a decision problem. Kemudian dilakukan eksperimen dengan model tersebut untuk menganalisa hasilnya sehingga dilakukan eksperimen dengan model tersebut untuk menganalisa hasilnya sehingga dapat membantu dalam pengambilan keputusan (Evans dan Olson 1998). and experimenting with the model to obtain insight into the system’s behavior or to assist in solving the decasion problem (Evans and Olson 1998). Menurut Evans dan Olson “Monte Carlo Simulation is basically a sampling experiment whose purpose is to estimate the distribution of an outcome variable that depends on several probabilistic input variables” (Evans and Olson 1998). yaitu adalah model dan eksperimen. Simulasi adalah teknik dengan menggunakan data yang dibuat untuk berbagai kondisi yang mungkin terjadi. Ada dua kunci utama dalam simulasi. Pada penelitian ini. Simulasi sangat bermanfaat ketika permasalahan yang dihadapi secara signifikan mengandung unsur ketidakpastian. yang secara umum sangat sulit dilakukan pendekatan secara analitikal (Evans and Olson 1998). biasanya . penekanan lebih difokuskan pada penggunaan simulasi Monte Carlo.

Teknik Monte Carlo dapat digunakan untuk kasus-kasus dengan hasil yang diinginkan bersifat random. sabagai berikut (Walpole & Myers 1993) : Z2 n= α/2 σ2 δ2 189 . yang pada penelitian ini lebih menekankan pada penggunaan simulasi Monte Carlo. Perhitungan ini dilakukan berulang-ulang sehingga menghasilkan trial outcome (hasil coba-coba) yang mendekati nilai rata-rata µ (mean). Simulasi Monte Carlo merupakan suatu teknik simulasi untuk situasi yang. Analisis dalam penelitian ini dimulai dengan pemilihan hasil (outcaome) dengan suatu jumlah (angka) yang tetap dan melakukan perhitungan jika diperlukan untuk memperoleh trial outcome dalam memperoleh jawaban yang diinginkan (measure of merit). dipilah secara acak (random). Fenomena random. yang kemungkinan dipengaruhi oleh variabel-variabel bebas. variant σ2. umumnya memiliki suatu distribusi normal dan hasil (element outcomes) yang diingi8nkan juga membentuk suatu distribusi normal. yaitu simulasi sistem dan simulasi Monte Carlo. Teknik Monte Carlo sering digunakan dan diterapkan dalam praktek analisis perubahan karena kemampuan analisis dapat mengantisipasi dan menyederhanakan rumusan matematis yang kompleks. diliputi ketidakpastian untuk mendapatkan suatu pendekatan. Persyaratan utama dari teknik Monte Carlo adalah outcome dari seluruh variabel. Simulasi Monte Carlo pada dasarnya adalah sebuah eksperimen sampling. yang bertujuan untuk mengestimasi distribusi dari variabel-variabel terikat. Jumlah trials ditentukan pada saat hasil simulasi sudah cukup stabil dalam batas-batas ketelitian yang diinginkan.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi memberikan hasil yang diperlukan secara komprehensif dan merupakan sebuah pendekatan yang kuantitatif bagi pembelajaran sebuah sistem yang sesuai dengan kenyataan. bentuk distribusi atau karakteristik lainnya dari jawaban yang diinginkan. Simulasi memiliki dua jenis. Teknik Monte Carlo dapat digunakan untuk kasus-kasus dengan hasil yang diinginkan bersifat random (random outcomes) yang diingikan juga membentuk suatu distribusi normal. Metode yang paling mudah untuk menentukan jumlah tials dengan teknik ini untuk mendapatkan hasil yang akurat adalah dengan memperhatiokan nilai rata-rata yang dihasilkan. Jumlah kejadian yang disimulasi untuk memberikan gambaran yang mungkin terjadi di lapangan adalah menggunakan rumus n. bila eksperimen secara fisik atau pendekatan analitis tidak memungkinkan secara ekonomis. bila eksperimen secara fisik atau pendekatan analitis tidak memungkinkan. Teknik simulasi dengan Monte Carlo terbukti adalah suatu teknik yang sangat bermanfaat terutama dalam menganalisa perubahan untuk memperoleh suatu jawaban yang mendekati.

mean dan range. file “Lampiran K-Report Simulasi”).1.Lampiran k Analisis Simulasi Monte Carlo Dimana : n Z σ 2 α/2 2 = = = = Jumlah sampel simulasi Degree of Confidence Level at Half Width Standard Deviation Error Tolerance Level δ2 Dari jumlah kejadian n tersebut diatas yang di random untuk mendapatkan nilai standard deviation. Gatot Bentoro . Penggunaan teknik simulasi Monte Carlo dalam probabilistic company’s performance telah didokumentasi dengan baik (Touran and Wiser 1992).Y2.Y4.Y3.6402014051 190 . Alur proses simulasi Monte Carlo untuk kinerja perusahaan jasa konstruksi terdiri dari: Identify Particular Cost Element Category Developing Equation for The Total Construction Company’s Performance Modeling Cost Component with Suitable Statistical Distribution Selecting A Probability Distribution Generating Random Number According to Specified Distribution Compute Summary Statistics for Analysis Construction Company’s Performance Gambar K. Teknik simulasi Monte Carlo dalam probabilistic company’s performance Untuk melihat hasil simulasi (Y1.Y5) dapat dilihat pada CD ROM (terlampir.

Keseluruhan hubungan ini dapat menyerap tenaga kerja sampai 40 juta jiwa. faktor eksternal dan market forces (Wideman and Myers 1992). Dalam menghadapi persaingan pasar bebas. organisasi perusahaan. Demikian juga hubungannya dengan usaha jasa konstruksi yang meliputi bidangbidang pekerjaan arsitektur. 1 . mekanikal. baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta (Kadin 2002). bahan baku. operasional. Faktor-faktor penentu kesuksesan perusahaan jasa konstruksi tersebut terdiri dari faktor internal. LATAR BELAKANG Kegiatan jasa konstruksi telah terbukti memberikan kontribusi penting dalam dan pertumbuhan ekonomi disemua negara didunia. sedangkan khusus dibidang usaha jasa konstruksi sendiri melibatkan tenaga kerja sekitar 4 juta jiwa (Depkimpraswil 2002). mampu meningkatkan laba (profitable). Industri jasa konstruksi nasional mampu menyumbangkan GDP cukup besar bagi bangsa yakni antara 4% sampai 8% (BPS 2002). elektrikal dan tata lingkungan dengan tujuan akhir berupa pembangunan nasional. sipil. sumberdaya manusia dan keuangan. sistem manajemen.1. baik pihak swasta maupun BUMN yang ada di Indonesia dengan melakukan berbagai macam perbaikan guna meningkatkan kualitas kinerja manajemen sehingga dapat menghasilkan suatu sistem bisnis perusahaan jasa konstruksi yang ideal (Sudarto 2003).BA B 1 PENDAHULUAN 1. Langkah-langkah perbaikan pada perusahaan jasa konstruksi tersebut dapat berupa suatu sistem pengendalian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan perusahaan jasa konstruksi. peralatan. Menurut (Porter 1980) perusahaan yang ideal adalah perusahaan yang mampu bertahan (sustainable). pendanaan. Sedangkan menurut (Teng 2002) dalam menentukan strategi untuk mengembangkan perusahaan harus memperhatikan faktor internal yang terdiri dari manajemen. termasuk perkembangan Indonesia. perlu dilakukan langkah-langkah antisipatif yang harus dipersiapkan oleh perusahaan-perusahaan jasa konstruksi. growth (bertumbuh) dan juga memiliki kemampuan untuk bersaing (competitive) dengan perusahaanperusahaan asing diluar maupun dalam negeri. Sektor konstruksi sendiri mempunyai hubungan dengan sektor-sektor lainnya berupa ketenagakerjaan. dan sistem transportasi.

Bab I Pendahuluan Dan faktor eksternal yang terdiri dari ekonomi makro. sumber daya manusia. Keuntungan perusahaan konstruksi tidak hanya diperoleh dari pengendalian terhadap total aset dan produksi peralatan saja. sosial politik dan lingkungan yang kompetitif. Penilaian kinerja perusahaan BUMN terdiri dari aspek administrasi dan kinerja Gatot Bentoro . melainkan diperoleh dari kemampuan manajemen. Banyak masalah internal dihasilkan sendiri oleh perusahaan dan sebenarnya ada dalam kendali organisasi perusahaan. hukum dan undang-undang. penggunaan solusi yang inovatif. kemampuan untuk menanggapi segala keperluan yang kompleks. Jika faktor-faktor tersebut dapat dikelola dan diperhatikan dengan baik. Besarnya peranan manajemen perusahaan dengan menggunakan pendekatan manajemen strategis semakin banyak diakui pada masamasa ini dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya.6402014051 2 . Sasaran perusahaan yang diuraikan dalam rencana jangka panjang akan diukur pencapaiannya melalui penilaian kinerja perusahaan yang uraiannya tercantum dalam Keputusan Meneg BUMN Nomor KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002. Dalam perekonomian global yang memungkinkan pergerakan barang dan jasa secara bebas diantara berbagai negara. dapat mengurangi hambatan-hambatan dan memungkinkan kita mencapai tujuan-tujuan yang kita harapkan (Terry 1986) Salah satu penyebab perusahaan jasa konstruksi tidak berkembang adalah karena pengusaha dan top manajer tidak mau mengakui bahwa mereka perlu untuk membentuk kembali budaya perusahaan dan/atau mengambil cara baru dalam mengatur orang pada suatu tahap awal yang menjadi titik kritis dalam sejarah perusahaan. Sehingga masalah manajemen adalah satusatunya faktor terbesar dibalik banyaknya kegagalan perusahaan (Teng 2002). perusahaan-perusahaan terus ditantang untuk semakin kompetitif (Hitt. Ireland dan Hoslisson 1997). dan bagaimana seharusnya mereka mencapai hasil yang bernilai. teknologi dan inovasi. Intervensi untuk mendorong perkembangan perusahaan dari manajer yang profesional seharusnya terjadi diawal perjalanan suatu perusahaan dan sebelum terjadinya pengaruh negatif dari perkembangan kebudayaan organisasi yang cepat dan kepemimpinan yang dianggap dominan (Leach and Kenny 2000) Manajemen strategis adalah proses untuk membantu organisasi dalam mengidentifikasikan apa yang ingin mereka capai. Masalah ini biasanya berhubungan dengan lemahnya manajemen perusahaan. kemampuan untuk menerima dan mengelola risiko (Jaafari 2000). sistem infrastruktur. menunjukkan cara kearah pelaksanaan pekerjaan yang lebih baik. kemampuan teknik. maka besar kemungkinan perusahaan-perusahaan jasa konstruksi di Indonesia dapat mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan asing didalam dan diluar negeri. Manajemen menyebabkan bahwa kita menyadari kemampuan-kemampuan kita.

Perspektif bisnis/intern ditandai dengan meningkatnya inovasi. Banyak masalah internal dihasilkan sendiri oleh perusahaan dan sebenarnya ada dalam kendali organisasi perusahaan. Masalah ini biasanya berhubungan dengan lemahnya manajemen perusahaan. proses operasi dan pelayanan purna jual. 1. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dilakukan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisa kualitas manajemen perusahaan yang dapat meningkatkan kinerja pengaruh perusahaan jasa konstruksi. Sehingga masalah manajemen adalah satusatunya faktor terbesar dibalik banyaknya kegagalan perusahaan. hal ini dapat dicermati dengan demikian ketatnya kompetisi. meningkatkan kapabilitas sistem informasi dan motivasi. pertumbuhan produktivitas. Sedangkan menurut Kaplan and Norton (1996) bahwa kinerja perusahaan memiliki 4 perspektif yaitu perspektif keuangan. Bila ditinjau dari berbagai aspek jelas sarat dengan risiko bagi pihak yang terlibat didalamnya.2. Dengan melihat kenyataan ini maka dalam menjalankan bisnis jasa konstruksi dalam bidang pelaksanaan (kontraktor) pada perusahaan jasa konstruksi swasta dan BUMN harus mampu menganalisa kualitas manajemen perusahaan agar dapat meningkatkan kinerja perusahaannya. POKOK PERMASALAHAN Ada fenomena yang menarik dan unik yang dimiliki industri konstruksi. Kedua. akuisisi Pelanggan (sejauh mana perusahaan dapat menarik pelanggan). perpektif pembelajaran dan pertumbuhan. perpektif pelanggan. pemberdayaan dan keserasian. industri konstruksi merupakan sebuah industri yang tidak sekedar berorientasi pada produk jadi. 3 . tetapi berorientasi pada proses. kinerja korporasi dibagi lagi menjadi dua bagian yaitu kinerja keuangan dan kinerja operasional. sebagaimana pada industri lain. Perspektif keuangan ditandai dengan meningkatnya pendapatan.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi korporasi. 1. penghematan biaya dan pemanfaatan aktiva. retensi pelanggan. yaitu pertama. Sedangkan untuk perpektif pembelajaran dan pertumbuhan ditandai dengan meningkatnya meningkatkan kapabilitas personil. industri jasa konstruksi adalah sebuah industri yang tergolong berisiko besar akan tetapi banyak peminatnya. Perspektif pelanggan ditandai dengan meningkatnya kepuasan pelanggan. pangsa pasar dan kemampulabaan pelanggan.3. perspektif bisnis internal.

dimulai dari menjelaskan kerangka pemikiran yang digunakan sebagai dasar untuk melakukan hipotesa. pendekatan manajemen strategi pada perusahaan jasa konstruksi. Sedangkan kesimpulan dan saran dibahas pada bab 5. Gatot Bentoro .4. Sedangkan pelaksanaan penelitian pengaruh kualitas manajemen terhadap peningkatan kinerja jasa konstruksi dibahas pada bab 4 yang dimulai dengan dengan penjabaran hasil penyebaran kuesioner. 1.Bab I Pendahuluan Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan mengukur pengaruh faktorfaktor dari manajemen perusahaan yang dapat berpengaruh dalam peningkatan kinerja perusahaan jasa konstruksi. bab 3 membahas metodologi penelitian yang digunakan. uraian umum tentang pemilihan metode penelitian.6402014051 4 . metode pengumpulan data dan metode analisa. 1.5. kerangka metode penelitian. uji model kinerja perusahaan dan simulasi kinerja perusahaan dengan menggunakan metode analisis simulasi monte carlo. manajemen perusahaan jasa konstruksi. hubungan fungsi manajemen dengan manajemen strategi. PENDEKATAN PENULISAN Untuk mencapai maksud dan tujuan penelitian. analisis kinerja perusahaan. yang dimulai dengan pembahasan industri konstruksi di Indonesia. maka penulisan tesis dimulai dengan menyajikan kajian teori tentang manajemen perusahaan jasa konstruksi (kontraktor) swasta dan BUMN pada bab 2. diharapkan agar penelitian ini dapat sumbangan pemikiran pada perusahaan-perusahaan jasa memberikan manfaat konstruksi yang bergerak dalam bidang pelaksanaan (kontraktor) swasta dan BUMN agar dapat mengukur kualitas manajemen perusahaan dalam meningkatkan kinerja perusahaannya sehingga mampu bersaing dengan perusahaan asing baik didalam maupun diluar negeri. Berdasarkan bab sebelumnya. dan kinerja perusahaan jasa konstruksi sebagai alat ukur. MANFAAT PENELITIAN Sesuai dengan maksud dan tujuan diatas.

sipil. 2. Jasa konstruksi tidak akan terlepas dari definisi tentang bentuk dan jenis pekerjaan yang terkait dengan jasa konstruksi tersebut. 6. maka bidang konstruksi mempunyai karakteristik yang sangat spesifik. 5. bahkan unik. 7. Produk jual sebelum proses produksi dimulai Produk bersifat ”custom-made” Lokasi produk berpindah-pindah Proses produk berlangsung dialam terbuka Penjualan produk dilakukan dialam terbuka Proses produk melibatkan berbagai jenis peralatan berbagai klasifikasi dan kualifikasi tenaga kerja. INDUSTRI KONSTRUKSI DI INDONESIA Industri konstruksi adalah industri yang mencakup semua pihak yang terkait dengan proses konstruksi termasuk tenaga profesi.BA B 2 MANAJEMEN PERUSAHAAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI 2. 3. Karakteristik usaha jasa konstruksi terdiri dari (Trisnowardono 2002) : 1. 8.1. misalnya industri pabrikan (manufacture). elektrikal dan tata yang sangat divergen yang semua baru dapat diketahui pada saat proyek selesai 5 . serta berbagai tingkatan teknologi Penawaran suatu pekerjaan konstruksi umumnya berdasarkan pengalaman melaksanakan pekerjaan sejenis Pelaksanaan konstruksi mempunyai risiko untung atau rugi dilaksanakan secara tuntas. pelaksana konstruksi dan juga para pemasok yang bersama-sama memenuhi kebutuhan pelaku dalam industri (Hillebrandt 1985) Dibandingkan dengan industri lain. 4. Dalam undang-undang jasa konstruksi dijelaskan tentang pengertian dari ”pekerjaan konstruksi” yaitu keseluruhan atau sebagian rangkaian kegiatan perencanaan dan/atau pelaksanaan beserta pengawasan yang mencakup pekerjaan arsitektur. mekanikal.

menghasilkan produk yang efisien serta memperhatikan kepuasan pelanggan (Kaplan dan Norton 1996). Tiga tujuan tersebut merupakan pedoman arah strategis semua organisasi bisnis. sebagai pelaksana konstruksi. organisasi perusahaan konstruksi harus menyebutkan beberapa isu (Maloney 1997) seperti : Porter (1980) perusahaan adalah sekumpulan kegiatan dan yang untuk merancang. untuk mewujudkan suatu bangunan atau bentuk fisik lain (Suraji 2003). Selain itu harus mempertimbangkan kualitas kerja. serta meningkatkan profitabilitas. Usaha jasa konstruksi adalah usaha dibidang jasa yang berhubungan dengan perencanaan pembangunan dan pemeliharaan bangunan yang dalam pelaksanaan. profesional dibidang pelaksanaan jasa konstruksi. Dalam mengembangkan strategi untuk manajemen sumberdaya manusia. 5. 4. mengantarkan. memasarkan. yang mampu menyelenggarakan kegiatannya untuk mewujudkan suatu hasil perencanaan menjadi bentuk bangunan atau bentuk fisik lainnya dan terikat kontrak untuk menyelesaikan kontrak konstruksi (Triwidodo 2003).1. sehingga perusahaan tidak mengalami kesulitan dalam persaingan bebas. Kata jasa konstruksi bermakna sangat luas. pada umumnya bidang-bidang jasa konstruksi meliputi [(Triwidodo 2003)]: 1. Perusahaan yang kompetitif diindikasikan dengan adanya sumber daya manusia yang mempunyai keterampilan dan kecakapan kerja yang baik dan inovatif. penggunaan atau pemanfaatannya menyangkut kepentingan dan keselamatan masyarakat/pemanfaat bangunan tersebut. mendukung Gatot Bentoro . Perusahaan yang tidak mampu bertahan hidup tidak akan mampu memberi harapan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Tujuan suatu perusahaan adalah mempertahankan kelangsungan hidup. 3. 2. Bidang perencanaan (design) Bidang pelaksanaan (construction) Bidang pengawasan (supervision/construction management) Bidang pengelolaan lahan (property management) Bidang pengembangan lahan (developer) Jasa konstruksi kontraktor. tertib pembangunannya serta kelestarian lingkungan hidupnya (Trisnowardono 2002).6402014051 6 .Bab II Manajemen Perusahaan dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi lingkungan masing-masing beserta kelengkapannya. memiliki kecepatan. didefinisikan sebagai penyedia jasa orang perseorangan atau badan usaha yang dinyatakan ahli. melakukan pertumbuhan.1. 2. Perusahaan Jasa Konstruksi Menurut dilaksanakan produknya.

Tiga Faktor Penentu Kesuksesan untuk Mengelola suatu Organisasi (Sumber: Chung 1987) 7 . jalur pelaporan. Tiga faktor penentu kesuksesan untuk mengelola suatu organisasi (Chung 1987) : 1.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi - Visi-visi strategis Pandangan dari sumber daya manusia Orientasi manajemen versus orientasi pekerja Orientasi jangka pendek versus orientasi jangka panjang Teknologi produksi Perbedaan kemampuan kerja Ketersediaan kemampuan kerja yang terlatih Selain yang tersebut diatas. Mengatur Strategi Perusahaan Mengatur Sumber Daya Mengatur Sistem Operasional Kekuatan Pasar Ekonomi Global Teknologi Tugas Strategi Perusahaan Kekuatan Budaya Sumber Daya Manusia Manusia Sistem Operasional Kekuatan Ekonomi Sistem Gambar 2. dalam suatu organisasi perlu disusun dan diletakkan dasar-dasar pedoman dan petunjuk kegiatan. 2. 3. pembagian tugas. Suatu organisasi melakukan investasi dalam sumber dayanya dan berupaya untuk mengembangkan sumber daya tersebut sebaik-baiknya.1. Investasi tersebut akan memberikan keuntungan bagi organisasi melakukan peningkatan kinerjanya (Maloney 1997). dan tanggung jawab masing-masing kelompok dan pimpinan (Soeharto 1995).

menentukan biaya hidup. jam kerja yang fleksibel. Gedung (bangunan perdagangan. kontraktor menengah (M) yang menangani proyek Rp 1 – 10 Milyar. 8 Gatot Bentoro . pengendalian banjir dan distribusi air minum. pabrik peleburan logam. yang terdiri dari: kontraktor kecil (K) yang mengani proyek sampai dengan Rp 1 Milyar. Mengatur Sistem Operasional Operasional yang efisien dapat dicapai pada tingkat administratif. manajemen yang efektif. Jumlah perusahaan jasa yang aktif dalam industri konstruksi pada tahun 2003 mencapai 38. Industri (pabrik pengilangan minyak bumi. kontrol kualitas dan pelatihan dengan banyak keterampilan. pengembangan usaha pertambangan dan fasilitas lainnya yang dibutuhkan oleh pelayanan umum dan industri dasar.000 perusahaan yang ada di Indonesia. Mengatur Sumber Daya Pemimpin perusahaan dididik dengan motivasi. Jumlah tersebut diperkirakan meningkat lagi pada tahun 2004 menjadi 50 persen dari jumlah seluruh perusahaan yang ada (Kompas Cyber Media 2003). baja dan alumunium. pemerintahan. 2. Berdasarkan Keppres 18/2000 perusahaan jasa konstruksi di Indonesia dibedakan menjadi 3 (tiga) golongan. pimpinan perusahaan harus tahu apa yang diinginkan. pendidikan. apartemen dan kondominium) Rekayasa berat (struktur untuk tenaga listrik. Mengatur Strategi Perusahaan Dalam mengatur strategi perusahaan. 3. Lingkup kerja jasa konstruksi cukup luas. sistem penanganan dan pembuangan bahan limbah. 2. biaya liburan. dan kontraktor besar (B) yang menangani proyek diatas Rp 10 Milyar dan mengerjakan proyek-proyek yang kompleks dan besar. pabrik industri dasar/berat.Bab II Manajemen Perusahaan dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 1.6402014051 . kepemimpinan dan komunikasi dehingga mereka dapat lebih efektif dalam berhubungan dengan pegawai. perumahan kota unit ganda. keagamaan dan rekreasi) Pemukiman (perumahan keluarga. dan partisipasi pegawai untuk dapat meningkatkan kualitas kehidupan kerja. Sebagai tambahan perusahaan harus membuat program sumberdaya manusia seperti memperkaya pekerjaan. jaringan listrik dan jaringan telekomunikasi) 4.800 buah atau 40 persen dari 97. dan secara garis besar meliputi (Barrie and Paulson 1984): 1. 3. dan memberikan produk lebih baik daripada lainnya. mengetahui apa yang dilakukan oleh pesaing.

498 perusahaan kontraktor dan 2. adapun data yang disampaikan oleh ketua Bappenas tahun 1995 (Prabono 1999) yaitu: 1.9% dari total nilai konstruksi perusahaan anggota AKI berada dipulau Jawa dan bali. namun diperkirakan keberadaan perusahaan-perusahaan spesialis masih sangat sedikit.8 Milyar dan porsi nasional USD 0.1 miliar diantaranya untuk jasa konsultan. 2.com downloaded 21 April 2003).3 milyar maka pada tahun 1998 menjadi Rp.2 Miliar. Nilai konstruksi dapat dilihat pada tabel 2. 19. Dari banyaknya proyek yang ada. ADB. menunjukkan pada tahun 2001 sekitar 50. Sedangkan sisanya yaitu Sumatera.1 9 .846.com downloaded 15 Februari 2003). berdasar kualifikasi. Total nilai konstruksi yang diselesaikan pada tahun 1998. Jika pada tahun 1997 nilai konstruksi mencapai sebesar Rp. Belum dapat dirinci berapa jumlah perusahaan kontraktor dan konsultan spesialis.841 miliar. terdapat 80. atau sekitar 56. mengalami penurunan ketimbang tahun 1997.2%.197 perusahaan konsultan. kurang dari 10% dibanding dengan jumlah kontraktor umum (www. OECF (±80% total bantuan) sebesar USD 1. 384 perusahaan menengah (M) dan 769 perusahaan besar (B).89 % dari jumlah perusahaan kontraktor kelas B yang ada di Indonesia (www.826. Sedangkan rekapitulasi jumlah badan usaha yang telah diregistrasi oleh LPJK tahun 2002. Nusa Tenggara. Dari data BPS yang ada.lpjk. Proyek bantuan luar negeri dari tiga sumber utama : IBRD. Biaya konsultan rata-rata sebagai persentase biaya total proyek: Proyek IBRD Proyek ADB : 13% : 9% Proyek OECF : 12% Nilai konstruksi merupakan komponen utama dalam struktur output perusahaan jasa konstruksi. Kalimantan dan Sulawesi mengalami peningkatan nilai. USD 2. Pada kelompok pulau lainnya. 29. Berdasarkan data yang didapat dari LPJK tahun 2002 bahwa jumlah kontraktor kelas B yang ada di DKI Jakarta adalah 458 perusahaan.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Dari daftar registrasi perusahaan nasional yang terdaftar di LPJK tahun 20022003. hanya Maluku dan Papua yang mengalami penurunan nilai pekerjaan. terdiri dari 5.6 milyar atau turun 47. sebagian besar sumber pendanaannya berasal dari rekanan Internasional. Namun konsentrasi pekerjaan di pulau itu mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Porsi asing USD 1.737 perusahaan kecil (K).lpjk.

5%) 1.9%) 1.3%) 1.1 (15.808.3 (100%) 2000 2.3 (61.6 (5.3%) 8.4 (2. Memberikan sumbangan bagi perkembangan perekonomian nasional pada umumnya dan penerimaan negara pada khususnya Mengejar keuntungan Menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang banyak d.350.19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) : Pasal 1 ayat (1) : Badan Usaha Milik Negara.314.964.0%) 3.2 (7.8 (1.7%) 16.0%) 22.921.5%) 1.1 (2.4%) 1. Kalimantan 5.495.0%) 882.4 (13.846.6 (100%) 1999 2. b.313.3 (9.299.0 (9.6 (7.1 (100%) Jumlah Sumber: Biro Pusat Statistik.1 (5.592.901.826.7%) 7.4%) 836. Sumatera 2.1%) 1.1%) 14.8%) 1.402.1 (4. Jawa dan Bali 3.104.6402014051 10 . Sulawesi 6. c.034.8%) 801.3%) 20.1 Nilai Konstruksi yang Diselesaikan Perusahaan Jasa Konstruksi (milyar rupiah) Pulau 1.9 (15.3 (100%) 1998 3.3 (50.5%) 412.5%) 872. Nusa Tenggara 4.6%) 12.9 (4.0 (52.757.8 (8.9%) 29.163.396.Bab II Manajemen Perusahaan dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Tabel 2.4 (4.1 (16.6 (100%) 2001 2.4%) 1.1%) 1.4%) 1.268.905.202. yang selanjutnya disebut BUMN. e.222.9%) 10. 2001 Undang-Undang No. Menjadi perintis kegiatan-kegiatan usaha yang belum dapat dilaksanakan oleh sektor swasta dan koperasi Turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan ekonomi lemah.6%) 1.1 (52.8 (9.2%) 737.4 (72.3 (11.706.956.2%) 1. bermutu tinggi dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang Gatot Bentoro .3 (9. koperasi dan masyarakat.3 (4. Pasal 2 ayat (1) : Maksud dan tujuan pendirian BUMN adalah: a.156.2 (7.346.080.521. adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara dipisahkan.5%) 886.2%) 19.1 (16.0 (6. Maluku dan Irian Jaya 1997 2.9 (8.

000 paket proyek. dikelola secara profesional. Peluang tersebut telah berhasil mendorong kontraktor nasional untuk tumbuh berkembang dan sebagian telah berhasil menjadi perusahaan konstruksi yang besar. Sedangkan kontraktor yang kolaborasi masuk menjadi anggota Assosiasi Kontraktok Indonesia (AKI) ± 108 kontraktor (data anggota AKI 2003).Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Visi BUMN adalah menjadikan BUMN sebagai salah satu pelaku perekonomian yang tangguh. Sebagian misi dari BUMN adalah (www. Seluruh proyek konstruksi yang ada di Indonesia tahun 2001 mencapai jumlah ± 17. Meningkatkan daya saing BUMN sehingga mampu bersaing di pasar global. tertib pembangunannya serta kelestarian lingkungan hidupnya. mampu bersaing secara global. Dengan perincian Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) mempunyai anggota 80. pembentukan dan pengelompokan tanggung jawab kerja. Organisasi perusahaan adalah suatu proses identifikasi. diseluruh Indonesia tercatat ± 100.2.000. Namun demikian sampai saat ini perusahaan jasa konstruksi milik negara BUMN masih memegang peranan dalam penguasaan pangsa pasar konstruksi nasional (Sutjipto 1991).000 kontraktor (Buletin Bapekin 2001).com Selasa 16 Juli 2002) : Meningkatkan pertumbuhan kinerja BUMN.192 paket. Sedangkan jumlah paket proyek dalam tahun anggaran 2001 di Depkimpraswil sebanyak 4.1. mampu meningkatkan kinerjanya (baik secara operasional dan finansial). usahanya dibidang jasa yang berhubungan dengan perencanaan pembangunan dan pemeliharaan bangunan yang dalam pelaksanaan. 11 .bumn-ri. penggunaan atau pemanfaatannya menyangkut kepentingan dan keselamatan masyarakat/pemanfaat bangunan tersebut. 2. Sedangkan Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional Indonesia (GAPEKNAS) memiliki anggota sebanyak 20. Sehingga perusahaan jasa konstruksi BUMN adalah perusahaan yang seluruh atau sebagian modalnya dimiliki oleh negara. dan mendefinisikan menetapkan dan mendelegasikan wewenang maupun untuk hubungan-hubungan dengan maksud memungkinkan orang-orang bekerja sama secara efektif dalam menuju tujuan yang ditetapkan (Allen 1998). peningkatan efisiensi dan keuntungan guna menunjang pemulihan ekonomi nasional serta meningkatkan mutu pelayanan yang diberikan BUMN kepada masyarakat. Jika kita melihat data dari jumlah anggota gabungan kontraktor yang menangani pekerjaan tadi. dari besar sampai kecil. Peranan dan Kondisi Perusahaan Jasa Konstruksi di Indonesia Peranan industri jasa konstruksi dalam Produk Domestik Bruto (PDB) makin tahun makin meningkat. Meningkatnya kegiatan pembangunan proyek-proyek pemerintah maupun swasta telah menarik banyak pendatang baru yang potensial.000 kontraktor.

Untuk mencapai industri jasa konstruksi yang kuat. 2. kondisi yang diperlukan untuk pertumbuhan yang baik. 5. Saat ini kontraktor nasional masih sangat kesulitan dalam bersaing dengan kontraktor asing yang mampu memperoleh finansial dengan bunga rendah dinegaranya. Fasilitas tersebut lantaran kontraktor di Korea atau Jepang digandeng investor swasta maupun pemerintah dari negaranya sendiri (Konstruksi 2002). Akibatnya secara langsung kontraktor-kontraktor asing masuk bersama dengan datangnya pinjaman luar negeri tersebut (Sutjipto 1991). antara lain dalam hal manajemen organisasi. Cina dan Korea.Bab II Manajemen Perusahaan dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Sementara itu. Kondisi-kondisi yang diperlukan bagi tumbuhnya industri jasa konstruksi yang tangguh adalah (Kadin 2002) : 1. investor asing cenderung membawa kontraktor dari negaranya.6402014051 . Malaysia. Selain itu ada beberapa yang menjadi kelemahan kontraktor nasional. Sementara kontraktor Indonesia. akibat keterbatasan kemampuan pemerintah maupun swasta untuk membiayai pembangunan proyek-proyeknya dengan anggaran dalam negeri. Tersedianya tenaga manajemen maupun tenaga ahli yang profesional dalam jumlah yang cukup Bahan baku/material yang distandardisasi secara nasional dan diproduksi sesuai dengan kebutuhan Peralatan konstruksi harus diperoleh dengan mudah dan kompetitif Sistem informasi industri jasa konstruksi yang tepat dan terbuka mulai dari konsepsi proyek sampai saat-saat pelelangan Pengenalan terhadap metode-metode konstruksi yang mutakhir dan efisien sehingga dapat unggul dalam pelelangan internasional. Namun kelemahan ini bisa diatasi dengan beberapa kiat. 3. serta minimnya pengalaman terjun ke luar negeri. fasilitas jaminan bank-nya saja masih sering ditolak oleh pemilik proyek diluar negeri. telah menyebabkan hampir semua proyek-proyek besar milik pemerintah maupun swasta dibiayai oleh dana pinjaman luar negeri. 4. misalnya 12 Gatot Bentoro . dengan harapan usaha jasa konstruksinya dapat menghasilkan devisa bagi negara. Kedatangan kontraktor asing telah memaksa kontraktor dalam negeri untuk meningkatkan kemampuannya dalam persaingan dan belajar alih teknologi untuk dapat menghasilkan produk jasa sesuai dengan persyaratan internasional (Sutjipto 1991). Pemberian fasilitas khususnya bagi kontraktor yang berupaya mendapatkan tender diluar negeri sudah banyak dilakukan di negara-negara lain seperti Singapura. Dengan menggunakan alasan bahwa kontraktor nasional belum berpengalaman dan berkemampuan dalam teknologinya. dalam beberapa hal masih belum dipenuhi. sehingga boleh dibilang ”lapangan” di mancanegara itu masih asing bagi kontraktor nasional.

13 . serta kontraktor terus asing.2. Upaya perusahaan jasa konstruksi Indonesia dalam menghadapi era globalisasi saat ini apat dilihat pada gambar 2. memperbaiki profesionalisme manajemen menerus mempelajari karakteristik bisnis di berbagai negara (Suara Kontraktor 2000).Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi dengan menjalin kerjasama kemitraan dan dengan perusahaan usaha.

Bab II Manajemen Perusahaan dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 1. Pemaketan sesuai dengan tingkat kemampuan pengusaha nasional 2. Jasa Konstruksi a. Pengusaha nasional mampu bersaing di pasar dalam negeri 2010 1. Infrastruktur a. Pengusaha nasional semakin mampu bersaing didalam negeri dan mampu melakukan 2020 Paket pekerjaan konstruksi dan nilai investasi disusun sepenuhnya berdasarkan tuntutan pasar dan kepentingan investasi 1. Usaha nasional mampu berpartisipasi dalam investasi bidang infrastruktur 3. Pelonggaran paket sesuai dengan tingkat kemampuan pengusaha nasional 2. Peningkatan semangat “Cinta Produksi Nasional”. terbatas dan substandard b. Keterbatasan kemampuan investor nasional 2. Tuntutan Reformasi 2.2. Ketersediaan infrastruktur yang lengkap untuk mendukung produktifitas dan distribusi barang dan jasa 2. Jasa Konstruksi Nasional yang professional didukung oleh struktur usaha yang kokoh penetrasi ke pasar luar negeri 1. ERA GLOBALISASI 2003 1. Upaya Jasa Konstruksi Indonesia dalam Menghadapi Globalisasi (Sumber: Buletin Bapekin 2003) Gatot Bentoro . Jasa. Tingkat professionalisme belum mantap Bangsa yang mandiri serta mampu bersaing dalam era perdagangan bebas dan investasi CATATAN : Didukung oleh : 1.6402014051 14 . Kewenangan Pemerintah untuk melakukan pengaturan dan pembinaan Gambar 2. Teknologi dan Modal Asing yang perlu dihadirkan atau yang akan beroperasi di Indonesia dalam pengembangan usaha 2. Struktur usaha lemah b. Pelonggaran dilaksanakan sesuai tingkat kemampuan usaha nasional 3. Menjalin kerjasama dengan pengusaha asing 5. Tersedianya kesempatan bagi pengusaha nasional 2. Tuntutan Liberalisasi UPAYA-UPAYA KONDISI DEWASA INI UPAYA DASAR 1. Peningkatan kemampuan pengusaha nasional 4.

2. Leadership adalah people oriented. Sumber daya manusia didalam organisasi harus dikelola dengan baik. mengawasi dan memotivasi. MANAJEMEN PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI Manajemen adalah proses merencanakan. Penerapan manajemen terhadap jasa konstruksi dikaitkan dengan satu tujuan yakni meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan jasa konstruksi nasional. memimpin. Sumber daya manusia dan sumber daya yang lain yang diperlukan tersebut adalah unsur-unsur manajemen yang dikenal dengan 6 M. Manusia (Men) Bahan (Materials) Mesin/peralatan (Machines) Metode/cara kerja (Methods) Uang (Money) Pasar (Markets) Manusia (Men) Manusia merupakan elemen yang paling dinamis dan kompleks. 1. mengorganisasikan.2. yang terdiri dari tindakan-tindakan merencanakan. mengendalikan usaha-usaha anggota organisasi dan proses penggunaan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi yang ditetapkan (Stoner and Wankel 1986). Kompleksitas dan kedinamisan itu dapat dilihat dari usahanya untuk menanggapi lingkungannya dan mempertahankan eksistensinya dari waktu kewaktu. menggerakkan. Manajemen terhadap badan usaha jasa konstruksi bertujuan untuk menjamin tercapainya laba usaha dan tertib penyelenggaraan pekerjaan konstruksi tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat dan negara. 6. 5. Sedangkan menurut Terry (1986) manajemen merupakan sebuah proses yang khas. sedangkan manajemen adalah process oriented (Genaga July/August 1997). 3. Pengelolaan sumber daya manusia dalam organisasi terdiri dari (Flippo 1984): Pengadaan personil Pengembangan personil melalui pelatihan dan pendidikan Pemberian imbalan Integrasi personil kedalam organisasi 15 . yaitu (Terry 1986) : 1. Dari pengertian manajemen diatas telah dikemukakan bahwa manajemen adalah suatu proses untuk memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya dalam mencapai tujuan tertentu.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 2. 4. mengorganisasikan. yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia serta sumber-sumber yang lain.

memperlancar (expediting) kedatangan gambar-gambar dan data material yang dibeli dari pemasok (supplier). meminta penawaran (bid). menyimpan. 2. menerima kedatangan material. serta menangani kelebihan material”.6402014051 16 . Untuk mengkaji tingkat penggunaan mesin atau peralatan. menginspeksi. negosiasi. menilai dan memilih pemasok (bidders). pencatatan penyaluran biaya peralatan. memilih transportasi yang tepat dan ekonomis ke lokasi proyek. memperlancar jadwal pengiriman. tetapi bisa juga berarti informasi yang diolah misalkan dalam manajemen perkantoran (Stoner dan Wankel 1986). mengevaluasi penawaran. menyetujui sesuatu yang ditawarkan. operasional. menjamin kesesuaian material terhadap spesifikasi. waktu pemeriksaan peralatan. waktu penyiapan peralatan. penggantian komponen peralatan serta administrasi peralatan. pengendalian dan usaha-usaha untuk mencapai fungsi-fungsi antara lain (Stukhart 1995) : ”material takeoff. 3. Bahan (Materials) Bahan (Materials) tidak harus diartikan sebagai logam seperti dalam industri manufaktur logam. kepemilikan peralatan. agar sesuai dengan kondisi pekerjaan dan total biaya peralatan yang rendah. penyerahan requisition kepada pihak yang melakukan pembelian (purchasing). mendistribusikan kepada pekerja lapangan. Manajemen material konstruksi adalah sistem manajemen yang terintegrasi antara perencanaan. diantaranya (Radke 1972): waktu peralatan berproduksi. Menurut (O'Brien 1991) manajemen peralatan dimulai dengan merencanakan. Gatot Bentoro . membuat kontrak pembelian. perlu dilakukan pengaturan kerja sedemikian rupa pada mesin atau peralatan tersebut sehingga efektifitas dan efisiensi kerjanya dapat tercapai. pemeliharaan peralatan dan perbaikan peralatan. mengatur. memelihara. dan waktu operator. mengelola dan mengendalikan dalam pemilihan peralatan.Bab II Manajemen Perusahaan dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi - Pemeliharaan terhadap personil yang ada Pemberhentian personil Sumber daya manusia yang unggul dalam persaingan global adalah sumber daya manusia yang memiliki keterampilan dan keahlian dalam teknologi maju dalam globalisasi serta memiliki moral yang baik (Supriyono 1999). persiapan requisition (daftar permintaan). perlu dipahami beberapa elemen waktu dalam proses operasi. Mesin/Peralatan (Mechines) Untuk bisa memaksimumkan tingkat penggunaan mesin atau peralatan.

maka perusahaan bisa memperoleh uang tunai lebih awal atau jika perusahaan bisa mempercepat proses penjualannya. Pendapatan yang diterima perusahaan berasal dari penjualan produk atau jasa. Kedua sumber dana ini tergolong sumber dana jangka pendek. Cara kerja juga dapat membantu dalam menentukan urutan pekerjaan menyusun jadwal sehingga dapat menentukan penyelesaian suatu pekerjaan. perusahaan mengeluarkan dana untuk membeli mesin. khususnya aspek keuangan. Sumber dana eksternal bisa berasal dari kredit dagang (pembelian bahan baku dari pemasok yang dibayar kemudian). Peranan metode konstruksi adalah untuk menyusun cara-cara kerja dalam melaksanakan suatu pekerjaan dan suatu cara untuk memenuhi menentukan sarana-sarana pekerjaan yang akan mendukung terlaksananya suatu pekerjaan. Tujuan perusahaan adalah mencari keuntungan dan untuk itu perusahaan harus mengeluarkan biaya-biaya investasi maupun operasional. anjak piutang atau penerbitan surat hutang. Dengan cara mempercepat penagihan piutang. Sumber dana internal berasal dari keuntungan yang diperoleh perusahaan. disinilah letaknya peran fungsi uang yang dianggap sebagai urat nadi perusahaan. Dalam kegiatan usahanya. bahan baku dan biaya operasional lain untuk menghasilkan barang atau jasa yang akan dijual. Uang (Money) Dalam perencanaan perusahaan. Sumber dana jangka panjang yang jatuh tempo lebih dari satu tahun adalah pinjaman jangka panjang dan penerbitan obligasi. Metode /cara kerja (Methods) Jasa perusahaan konstruksi atau kontraktor merupakan jasa diperoleh dari pelaksanaan pembangunan konstruksi. Penjualan barang atau jasa itu ada yang tunai dan yang dijual secara kredit. pinjaman. Peran fungsi keuangan di perusahaan pada dasarnya adalah menjaga keseimbangan antara sumber dan penggunaan dana tersebut. yang dalam terminologi manajemen keuangan biasanya tergolong jatuh tempo kurang dari satu tahun. maka bisa juga mempercepat perolehan uang tunai. Keduanya tergolong pembiayaan 17 . Peran metode konstruksi akan mempengaruhi perencanaan suatu konstruksi.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 4. antara lain (Trisnowardono 2002) : Jadwal Pelaksanaan Jadwal Tenaga Kerja Jadwal Bahan Jadwal Alat dan Jadwal Penggunaannya Arus Kas Kurva-S 5.

manajemen mengenal suatu urutan pelaksanaan yang logis. penetapan tujuan/sasaran merupakan tindakan manajemen yang pertama. yang menggambarkan bahwa ada tindakan-tindakan manajemen semata-mata diarahkan pada pencapaian sasaran yang telah ditetapkan. kemudian diikuti tindakan perencanaan (planning). fungsi keuangan dalam perusahaan harus merencanakan penggunaannya dengan tepat. Kekeliruan dalam penggunaan dana bisa berakibatkan kepada krisis atau kesulitan keuangan (Weston and Copeland 1991). Dengan pengertian sumber dana jangka pendek dan jangka panjang. dan mau menyediakan sumber daya tersebut untuk memperoleh apa yang mereka inginkan. Gatot Bentoro . Pasar (Market) Pasar terdiri dari customer potensial dengan kebutuhan atau keinginan tertentu yang mungkin mau dan mampu untuk ambil bagian dalam transaksi guna memuaskan kebutuhan atau keinginan tersebut. karena penggunaannyapun dapat tergolong menjadi penggunaan jangka pendek dan jangka panjang. 6. Ada keterbatasan yang mengakibatkan pemanfaatannya harus dilakukan sehemat mungkin. yaitu dengan cara menerbitkan saham. Dengan demikian proses manajemen yang baik harus bisa memanfaatkan keterbatasan tersebut untuk pencapaian tujuan yang telah ditetapkan (Basyah Siregar and Samadhi 1987). pemotivasian (motivating) pengendalian (controlling) pemanfaatan sumber daya yang tersedia secara efisien dan efektif. Pemasaran berarti bekerja dengan pasar untuk mewujudkan pertukaran yang potensial dengan maksud memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia Konsep pemasaran adalah bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran dan penyerahan produk yang memuaskan secara lebih efektif dan lebih efisien dibanding para pesaing (Kotler 1984). mempunyai sumber daya yang menarik bagi orang lain. Oleh karena itu.6402014051 18 . baik saham biasa maupun saham preferensi.Bab II Manajemen Perusahaan dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi hutang (debt financing) dan jenis lainnya adalah pembiayaan modal atau modal sendiri (equity financing). Karena itu besar kecilnya suatu pasar tergantung pada jumlah orang yang menunjukkan kebutuhan. Sebagai suatu proses. Tindakan-tindakan ini pada dasarnya merupakan fungsi-fungsi dari manajemen (Terry 1986). pengorganisasian dan (organizing). Berkenaan dengan unsur-unsur atau sumber daya tersebut harus diingat bahwa semua itu tidak tersedia secara berlimpah. penggerakan dengan (actuating).

Dalam rangka pencapaian tujuan-tujuan inilah diperlukan serangkaian kegiatan. 1.1. Proses Manajemen Setiap organisasi dapat dipastikan memiliki satu atau beberapa tujuan yang memberikan arah dan menyatukan pandangan unsur yang terdapat didalam organisasi tersebut. Dimana tujuan yang akan dicapai dimasa yang akan datang tersebut adalah suatu keadaan yang lebih baik daripada keadaan yang sebelumnya. Kemampuan yang diperlukan bagi seorang pimpinan adalah kemampuan komunikasi dan pengelolaan informasi untuk menentukan kebutuhan sumber daya dan dukungan administratif yang diperlukan (Kerzner 1998). asumsi maupun fakta kegiatan yang akan dipilih dan akan dilakukan pada masa mendatang. Bentuk tindakan tersebut antara (Robbins 1998). Perencanaan (Planning) Berupa tindakan pengambilan keputusan yang mengandung data/informasi.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 2.2. yang dikenal dengan proses manajemen (Stoner & Wankel 1986). • • • Menetapkan tujuan dan sasaran usaha Menyusun rencana induk jangka panjang dan jangka pendek Menyumbang strategi dan prosedur operasi Manfaat yang didapat dari perencanaan (Terry 1986): • • • • • • • Timbulnya aktivitas-aktivitas teratur yang ditujukan kearah pencapaian sasaran Perencanaan menunjukan perlu tidaknya perubahan pada masa yang akan datang Perencanaan menjawab pertanyaan-pertanyaan : apabila”. ”Apakah yang terjadi 19 . Dapat memberikan sebuah dasar atau landasan untuk pengawasan Perencanaan mendorong orang memberikan prestasi sebaik mungkin Perencanaan memaksa orang untuk memandang perusahaan secara menyeluruh Perencanaan memperbesar dan mengimbangkan pemanfaatan fasilitasfasilitas. Perencana yang efektif membutuhkan keahlian khusus yang lebih dari hanya sekedar membuat dokumen jadwal dan biaya. Kemampuan merencanakan sangat penting bagi kesuksesan manajemen.

2. Keterkaitan dengan alokasi sumber dan anggaran Untuk pencapaian sasaran dalam rencana strategis yang lebih menunjukkan kinerja pencapaian target jangka panjang perlu diperhatikan pengalokasian sumber daya yang digunakan dan penetapan target anggaran yang jelas. • Identifikasi sasaran kritis antar unit kerja Sebagai langkah • penting pada proses perencanaan satuan kerja adalah identifikasi terhadap perencanaan dari unit kerja lain. dimana pembagian tugas serta hubungan tanggung jawab serta delegasi wewenang terlihat jelas. durasi dan sumber daya.6402014051 . Tindakan-tindakannya berupa (Robbins 1989): • • • • Menetapkan daftar penugasan Menyusun lingkup kegiatan Menyusun struktur kegiatan Menyusun daftar personil organisasi berikut lingkup tugasnya Manfaat yang didapat dari fungsi organisasi adalah merupakan pedoman pelaksanaan fungsi. Manfaat dari komunikasi yang terbuka antar personil dalam tim kerja adalah tidak hanya menunjang 20 Gatot Bentoro . serta fasilitas yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu aktivitas (Goodwin July 1993). kemudian dilakukan identifikasi terhadap sasaran-sasaran strategis terdahulu yang cukup relevan mendukung sasaran strategis dimasa yang akan datang.Bab II Manajemen Perusahaan dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Perencanaan membutuhkan pemahaman yang komprehensif mengenai semua kegiatan. Pengorganisasian (Organizing) Berupa tindakan-tindakan yang dapat mempersatukan kumpulan kegiatankegiatan manusia. yang mempunyai pekerjaan masing-masing. urutan. Komunikasi dibutuhkan untuk menunjang teamwork. Menurut Kaplan dan Norton (1996) penerapan perencanaan strategik jangka panjang yang terintegrasi membutuhkan adanya empat tahapan yang meliputi: • Penetapan target sasaran Menentukan sasaran yang jelas dengan perencanaan target yang relevan terhadap pencapaian visi dan sasaran rencana strategis yang diimbangi dengan pengembangan pengetahuan personil • Identifikasi dan penjabaran sasaran strategis Melalui penetapan target yang ingin dicapai. saling berhubungan satu sama lain dengan tata cara tertentu dan berinteraksi dengan lingkungannya dalam rangka mendukung tercapainya tujuan.

walaupun pekerjaan tersebut penuh tantangan. 4. antara lain (Terry 1986): • • • Mengetahui kebutuhan-kebutuhan dari personil Mengetahui tujuan-tujuan dan persepsi-persepsi orang atau kelompok yang bersangkutan Bagaimana caranya agar kebutuhan-kebutuhan serta tujuan-tujuan tersebut dapat direalisasikan. Pemotivasian (Motivating) Berupa tindakan yang dapat merangsang anggota tim untuk melakuakan pekerjaan sesuai dengan yang telah direncanakan dengan sebaik mungkin. Seseorang yang memiliki kemampuan bekerjasama dalam teamwork telah mengambil langkah lebih dekat kearah profesionalisme. penghargaan dan terhadap prestasi kerja. besarnya kepercayaan yang diberikan oleh perusahaan dan dukungan perusahaan melalui peningkatan sarana dan fasilitas kerja. 3. Penggerakan (Actuating) Berupa tindakan untuk menyelaraskan seluruh anggota organisasi dalam kegiatan pelaksanaan. serta agar seluruh organisasi dapat bekerja sama dalam pencapaian tujuan bersama. Membangun motivasi individu dalam perusahaan pada hakekatnya didasarkan pada tiga hal utama yang meliputi bentuk pengakuan. dan mendorong tercapainya efisiensi serta kebersamaan dalam bekerjasama untuk tujuan bersama. 21 . Keuntungan bekerja dalam temwork adalah setiap personil dalam tim melihat permasalahan dari sudut pandang lain sehingga memberikan masukan dan mengambil solusi yang tepat (Smith 1992). Manfaat dari fungsi memotivasi adalah dapat menjaga suasana yang kondusif dalam lingkungan pekerjaan. wewenang dan tanggung jawab Memberikan pengarahan penugasan. Tindakan tersebut antara lain (Terry 1986): • • • Mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan Mendistribusikan tugas. setiap orang atau kelompok dapat tetap fokus pada pekerjannya. Melalui motivasi dan pemberdayaan karyawan dapat terjalin kesesuaian antara tujuan dari masing-masing karyawan dengan tujuan perusahaan (Tangkilisan 2003).Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi kesuksesan perusahaan tetapi juga membuat seseorang bekerja secara efisien. Manfaat dari fungsi pelaksanaan ini adalah terciptanya keseimbangan tugas. hak dan kewajiban masing-masing bagian dalam organisasi.

yaitu setiap anggota dari perusahaan memiliki pemahaman yang jelas terhadap tujuan dari kebersamaan mereka.Bab II Manajemen Perusahaan dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 5. ada empat pengendalian yaitu : a. d.6402014051 22 .2. menganalisa kemungkinan adanya penyimpangan antara pelaksanaan dan standar. membandingkan pelaksanaan dengan standar. Manajemen Perusahaan Prinsip dasar bagi suksesnya sebuah perusahaan adalah dengan manajemen berdasarkan tujuan. biaya maupun waktu. c. Perencanaan pekerjaan dengan perhitungan kinerja Memonitoring dan membuat hasil laporan Membandingkan hasil perencanaan dan memprediksi hasil kedepan Merencanakan dan mengambil langkah tindakan efektif/koreksi sesuai dengan perencanaan. merancang sistem informasi. kemudian mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan agar sumber daya digunakan secara efektif dan efisien dalam rangka mencapai sasaran. Menurut Turner (1993). Tujuan pokok dari manajemen adalah mengelola fungsi-fungsi manajemen sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil optimum sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Pengendalian menurut Mokler (1972) merupakan usaha yang sistematis untuk menentukan standar yang sesuai dengan sarana perencanaan. Tindakan tersebut antara lain (Robbins1989): Mengukur kualitas hasil Membandingkan hasil terhadap standar kualitas Mengevaluasi penyimpangan Memberikan saran-saran perbaikan Menyusun laporan kegiatan Manfaat dari fungsi pengendalian adalah memperkecil kemungkinan kesalahan yang terjadi dari segi kualitas. b. Untuk mencapai tujuan manajemen. waktu dan biaya (Terry 1986). penting dalam 2. kuantitas. Pengendalian (Controlling) Berupa tindakan pengukuran kualitas penampilan dan penganalisaan serta pengevaluasian penampilan yang diikuti dengan tindakan perbaikan yang harus diambil • • • • • terhadap penyimpangan yang terjadi. Sistem pengendalian bertindak sebagai sistem peringatan awal untuk mendiagnosa permasalahan langkah utama ketika tindakan proses pengendalian masih efektif dalam mencapai diagnosa (Barrie 1992). Dengan demikian semua anggota Gatot Bentoro . serta penggunaan sumber daya yang seefisien dan seefektif mungkin. maka perlu diusahakan pengawasan terhadap mutu.2.

4. Dengan terbentuknya suatu perusahaan. Tujuan bersamanya itu adalah perusahaan dapat terus bertahan. Para manajer (top manajemen) yang memberikan kontribusi keahlian.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi organisasi menentukan pentingnya tugas-tugas mereka dalam berkontribusi kepada tujuan secara keseluruhan. yaitu (Young. Ada dua kriteria penting dalam menetapkan suatu tujuan. Ada empat prinsip dasar bagi pengelolaan Perusahaan yang baik (Witherell 2000): 1. mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dan dapat mensejahterakan karyawan (Tjager. Keadilan (Fairness) Transparansi (Transparancy) Dapat Dipertanggung Jawabkan (Accountability) Pertanggungjawaban (Responsibility) Keadilan (Fairness) • Perlindungan bagi seluruh hak para pemegang saham : Mengamankan metode pendaftaran kepemilikan Pengalihan saham Memperolah informasi mengenai perusahaan secara tepat waktu dan teratur Partisipasi dan pemberian suara dalam rapat pemegang saham Memilih anggota direksi dan komisaris Pembagian laba perusahaan 23 . 3. 1. Duffield et al. Menurut Hunger dan Wheelen (2000) perusahaan adalah mekanisme yang dibangun agar berbagai pihak dapat memberikan kontribusi berupa modal. para investor (shareholder) yang memberi kontribusi berupa modal. keahlian (expertise) dan tenaga. Djemat et al 2003). kelompok maupun secara keseluruhan. 2. Harus dapat diukur Tujuan harus sedemikian rupa sehingga orang-orang didalam perusahaaan dapat mengukur kemajuan mereka dalam mencapai tujuan tersebut secara perorangan. demi manfaat bersama. 1999) : Harus dapat dicapai Cara terbaik dalam menetapkan tujuan yang akan dicapai adalah dengan melibatkan orang-orang yang berkualitas didalam struktur perusahaan. Sehingga manajemen perusahaan adalah proses memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan bersama. Dan para karyawan yang memberi kontribusi tenaga.

Penyebaran informasi harus bersifat adil.6402014051 24 . diaudit dan diungkapkan sejalan dengan pembukuan yang berkualitas.Bab II Manajemen Perusahaan dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Perlakuan yang sama bagi para pemegang saham : Para pemegang saham untuk kelas yang sama harus diperlakukan sama Informasi orang dalam (insider trading) dan penjualan internal yang disalahgunakan harus dilarang Anggota direksi dan komisaris serta para manajer diharuskan untuk mengungkapkan kepentingannya yang bersifat substansial dalam transaksi atau hal-hal yang berhubungan dengan perusahaan 2. relevan dan tepat waktu Gatot Bentoro . Keterbukaan (Transparancy) • Pengungkapan informasi yang bersifat penting : • • 3. termasuk : • • Mengamankan strategi perusahaan Pengawasan atas karyawan penting Terjaminnya (transparan) Pemantauan kemungkinan adanya konflik kepengingan Pengawasan atas proses pengungkapan dan komunikasi proses pencalonan anggota direksi yang terbuka Penilaian yang bersifat independen atau terlepas dari manajemen Adanya akses terhadap informasi yang akurat. Perolehan operasional dan keuangan Maksud dan tujuan perusahaan Kepemilikan saham mayoritas dan hak suara Para anggota direksi dan komisaris dan karyawan penting lainnya serta imbalan yang diberikan kepada mereka Faktor resiko yang penting yang dapat diperkirakan Hal-hal penting mengenai karyawan dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya Struktur dan kebijakan pengelolaan Informasi harus dipersiapkan. tepat waktu dan efisien Pertanggungjawaban Direksi/Komisaris (Accountability) • • Angota dewan direksi/komisaris harus bertindak untuk kepentingan perusahaan dan para pemegang saham Pemenuhan fungsi-fungsi penting.

Pertanggungjawaban (Responsibility) • • • • Menjamin dihormatinya segala hak pihak-pihak yang berkepentingan Para pihak yang berkepentinga harus mempunyai kesempatan untuk mendapatkan ganti rugi yang efektif atas pelanggaran hak-hak mereka Dibukanya mekanisme pengembangan prestasi bagi keikutsertaan pihak yang berkepentingan Dimana diperlukan. Pendekatan Juran adalah orientasi pada pemenuhan harapan customer. rangkaian kegiatan pelaksanaan. definisi-definisi tersebut antara lain (Kaizen 1994): • Phillip B. Para pakar kualitas telah mencoba mendefinisikan arti dari kualitas. • K. • W.2. Juran Kualitas berarti kesesuaian dengan penggunaan. Crosby Kualitas berarti kesesuaian terhadap persyaratan. kualitas selalu menjadi sifat dan melekat pada produk. • Joseph M. baik barang maupun jasa serta rangkaian kerja. Sekurang-kurangnya ada dua keuntungan yang akan didapat. para pihak yang berkepentingan harus mempunyai akses terhadap informasi yang relevan 2. Edwards Deming Kualitas berarti pemecahan masalah untuk mencapai penyempurnaan secara terus menerus. Secara umum. 2. Peningkatan Pasar Penghematan Biaya 25 . Ishikawa Kualitas berarti kepuasan customer. baik dalam hal jasa pelayanan maupun jasa produksi (Triwidodo 1997). Dengan demikian. yaitu : 1.3. Jadi kualitas menjadi sifat dari suatu produk. Perusahaan jasa konstruksi yang selalu memperhatian peningkatan mutu akan mendatangkan manfaat atau keuntungan bagi perusahaan. atau sistem kerja (Triwidodo 1997).Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 4. Manfaat Kualitas bagi Perusahaan Jasa Konstruksi Kualitas atau mutu adalah suatu citra yang sangat didambakan oleh setiap perusahaaan jasa konstruksi (kontraktor).

Selain itu peningkatan pangsa pasar dapat langsung mengakibatkan peningkatan keuntungan.Bab II Manajemen Perusahaan dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 1. turunnya bahkan dapat menghilangnya biaya garansi. kemudian akan meningkatkan produktivitas. Penghematan Biaya Pertama-tama juga akan terjadi peningkatan kinerja.3.4. Meningkatnya Produktivitas Peningkatan Kinerja Peningkatan keuntungan Turun/Hilangnya biaya garansi Gambar 2. kemudian akan terjadi peningkatan pangsa pasar. Peningkatan kinerja dan reliabilitas Peningkatan reputasi Peningkatan pangsa pasar Peningkatan volume dan efisiensi produk Peningkatan harga Peningkatan keuntungan Gambar 2. Peningkatan pasar Pertama-tama akan terjadi peningkatan kinerja. reputasi dan reliability. Hal-hal tersebut dapat dilihat pada gambar 2. yang pada akhirnya terjadi peningkatan keuntungan. Keuntungan Peningkatan Kualitas Ditinjau dari Segi Biaya (Sumber: Kaizen 1994) Gatot Bentoro . Peningkatan pangsa pasar dapat diikuti peningkatan volume produksi dan peningkatan efisiensi produksi. Dan itu semua pada akhirnya akan dapat meningkatkan keuntungan.6402014051 26 . Keuntungan Peningkatan Kualitas Ditinjau dari Pasar (Sumber: Kaizen 1994) 2. sehingga permintaan produk semakin besar dan perusahaan dapat meningkatkan harga.3. Peningkatan harga akan menyebabkan peningkatan keuntungan.

Perusahaan global yang tidak menerapkan ISO 9000 dapat kehilangan bisnisnya. terdapat standar sistem mutu lainnya misalnya sistem mutu Baladrge . 2. ISO 9000 (Supriyono 1999) adalah standar sistem mutu yang diterapkan pada proses yang diciptakannya. Keuntungan utama menyatakan misi adalah membantu memberikan pengertian yang jelas untuk apa sebenarnya organisasi itu ada kepada para pegawai.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Sedangkan mutu menurut ISO 9000 adalah derajat/tingkat yang melekat pada produk yang mencukupi persyaratan/keinginan (Suardi 2003). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Oganisasi Perusahaan Jasa Konstruksi Misi suatu organisasi mungkin dapat digambarkan sebagai pernyataan umum yang merumuskan tujuan inti atau falsafah dasar organisasi. sistem mutu Juran dan sistem mutu Crosby. ISO 9000 bukanlah satu-satunya standar sistem mutu yang harus dipenuhi dalam rangka persaingan global. Menurut (Campbell and Tawadey 1992) misi adalah sebuah pernyataan. sistem mutu Deming.4. Sistem mutu adalah sistem yang komprehensif yang mencakup semua rencana. sehingga dapat meningkatkan kinerja dan keunggulan kompetitif organisasi dan pada akhirnya organisasi mampu menghadapi persaingan global (Bounds et al 1994).2. Pernyataan misi akan memperjelas obyektifitas mereka sendiri dan meningkatkan kesepakatan tanggung jawab mereka untuk mencapai tujuan tersebut (Drucker 1968). Namun ISO 9000 lebih banyak diakui dunia dan bersifat global (LIPBI 2003). struktur organisasi dan semua aktivitas yang didokumentasikan dan diimplementasikan untuk mengendalikan kesesuaian produk atau jasa terhadap persyaratan–persyaratan khusus dan untuk menyediakan bukti mengenai kesesuaian tersebut. Selain ISO 9000. kualitas menuntut adanya komitmen dari seluruh anggota Pencapaian organisasi. 27 . yang menjawab pertanyaan ”mengapa organisasi ini ada?”. karena (LIPBI 2003) : • • • • Registrasi ISO 9000 merupakan keharusan untuk dapat memasuki pasar yang semakin luas Para konsumen besar banyak yang mensyaratkan ISO 9000 bagi para pemasok Para pesaing banyak yang mengadopsi ISO 9000 Menurunkan keunggulan daya saing perusahaan.

Gatot Bentoro . tugas dan peran dialokasikan didalam organisasi. Struktur Organisasi Menjelaskan bagaimana kewajiban. Tujuan menandai maksud tertentu bagi organisasi. Hal ini penting karena dampaknya terhadap cara orang bekerja dan terhadap efektifitas proses-proses organisasi.5. yaitu antara lain : 1. Struktur Organisasi Proses Organisasi Sumber Daya Manusia/Tenaga Kerja Budaya Organisasi MISI STRATEGI STRUKTUR ORGANISASI PROSES ORGANISASI SUMBER DAYA BUDAYA ORGANISASI Gambar 2. 4. Faktor-Faktor Penting dalam Organisasi (Sumber: Cusway dan Lodge 2002) 1. setelah misi dan strategi yang jelas telah ada. 2. Struktur organisasi adalah kerangka-kerangka yang menjelaskan bagaimana sumber-sumber daya dan alur komunikasi serta pembuatan keputusan dialokasikan atau ditangani (Woodward 1980). 3. Tujuan diperlukan dalam setiap kawasan apabila hasilnya secara langsung dan vital mempengaruhi kelangsungan hidup dan kesejahteraan bisnis (Drucker 1968).6402014051 28 . Menurut Cusway dan Lodge (2002) terdapat faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam organisasi.Bab II Manajemen Perusahaan dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Strategi adalah sebuah cara menentukan bagaimana tujuan-tujuan itu akan dicapai dan mengamati kemajuan kearah pencapaian tujuan-tujuan itu bagi organisasi secara keseluruhan (Cushway and Lodge 1993) Tujuan lebih banyak menggambarkan secara khusus bagaimana misi organisasi akan dicapai.

seni. Mekanisme itu juga yang akan mempengaruhi jenis tenaga yang akan dipekerjakan. Budaya mencakup seluruh unsur-unsur kemasyarakatan yang kompleks termasuk pengetahuan. 2.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Maksud utama struktur itu adalah memastikan bahwa organisasi dirancang dengan cara yang paling baik untuk mencapai sasaran atau tujuannya (Cusway dan Lodge 2002). 4. sikap dan nilai-nilai yang dimiliki bersama-sama oleh karyawankaryawan. Proses Organisasi Proses adalah mekanisme yang mendasari dilaksanakannya kegiatan-kegiatan organisasi. kebiasaan dan sikap lain yang diperlukan individu sebagai anggota masyarakat (Cleland and Gareis 1994) Menurut Duncan (1989) konsep budaya organisasi sebagai sesuatu yang tidak dapat di abaikan demi mendukung jalannya strategi perusahaan. Sumber daya yang efektif dan dimotivasi dengan baik akan mengatasi kekurangan pada struktur dan proses yang kurang baik. Proses biasanya menentukan bagaimana organisasi itu disusun. Oleh karena itu. hukum. etika. meskipun mekanisme tersebut mungkin dibuat sangat sesuai dengan struktur organisasi. Budaya organisasi dibangun dari kepercayaan yang dipegang teguh secara mendalam tentang bagaimana organisasi seharusnya dijalankan atau beroperasi. 3. dan budaya yang kuat dapat merupakan kontribusi bagi kesuksesan sebuah organisasi perusahaan dalam mencapi tujuan. Sebaliknya tenaga kerja (manusia) menentukan struktur dan proses organisasi. adat istiadat. 29 . organisasi merupakan bagian penting guna memperoleh pemahaman sepenuhnya tentang organisasi. Menurut (Riley and Clare-Brown 2001) kebudayaan perusahaan adalah campuran aspirasi. sedangkan struktur dan proses yang terbaik tidak akan berjalan tanpa peran serta sumber daya manusia. Budaya Organisasi Budaya memiliki dampak pada efisiensi dan efektivitas organisasi. Sumber Daya Manusia/Tenaga Kerja Sumber daya inti setiap organisasi adalah tenaga kerja (manusia). kepercayaan. Budaya merupakan sistem nilai organisasi dan akan mempengaruhi cara pekerjaan dilakukan dan cara para pegawai berprilaku. moral.

6. Perusahaan mengimplementasikan strategi dan kebijakan tersebut melalui program. 4. Manajemen mengamati lingkungan internal untuk melihat kekuatan dan kelemahan perusahaannya. Dalam perekonomian global yang memungkinkan pergerakan barang dan jasa secara bebas diantara berbagai negara. Variabel-variabel tersebut membentuk suasana dimana pekerjaan dilakukan. 3. strategi dan kebijakan perusahaan. perusahaanperusahaan terus ditantang untuk semakin kompetitif (Hitt. Langkah pertama untuk dalam merumuskan strategi adalah pernyataan misi. dan bagaimana seharusnya mereka mencapai hasil yang bernilai. Elemen-Elemen Dasar dari Proses Manajemen Strategis (Sumber: Wheleen & Hunger 2000) Pada level korporasi. PENDEKATAN MANAJEMEN STRATEGI PADA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI Manajemen strategi adalah proses untuk membantu organisasi dalam mengidentifikasikan apa yang ingin mereka capai. Lingkungan internal terdiri dari variabel-variabel kekuatan dan kelemahan yang ada didalam organisasi.6402014051 30 . 2. anggaran dan prosedur. Proses manajemen strategi meliputi empat elemen dasar (Wheleen dan Hunger 2000) : 1.3. evaluasi kinerja dan umpan balik untuk memastikan tepatnya pengendalian aktivitas perusahaan (Wheleen & Hunger 2000). Ireland dan Hoslisson 1997).Bab II Manajemen Perusahaan dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 2. Akhirnya. yang berperan penting dalam menentukan tujuan. Pengamatan lingkungan Perumusan strategi Implementasi strategi Evaluasi dan pengendalian Pengamatan Lingkungan Perumusan Strategi Implementasi Strategi Evaluasi dan Pengendalian Gambar 2. proses manajemen strategis meliputi aktivitas-aktivitas mulai dari pengamatan lingkungan sampai evaluasi kinerja. yang meliputi (Wheleen & Hunger 2000): Gatot Bentoro .

diperlukan budaya yang dapat mendukung dan menggerakan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan (Hagberg dan Heifetz 2000). maka struktur tersebut akan menjadi kelemahan perusahaan dan akan membuat strategi tidak dapat dijalankan dengan benar.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 1. Dengan kata lain organisasi tersebut mampu untuk melakukan tindakan yang lazim disebut "think beyond". Namun selalu diperbaiki dan diperbaiki sehingga mencapai hasil yang optimal. Hal ini kita kenal sebagai organisasi yang bersifat "team based" dan "virtual organization". Organisasi tersebut cepat dan tanggap terhadap peluang bisnis baru sebelum kompetitornya memikirkan hal yang sama. improve it". Akan tetapi bila tidak sesuai dengan strategi yang diusulkan. 1997). 3. Norma-norma organisasi secara khusus memunculkan dan mendefinisikan perilaku yang dapat diterima anggota puncak sampai karyawan operatif. Sistem yang menghasilkan produk dan jasa yang tidak rusak tidak didiamkan begitu saja. maka struktur tersebut merupakan kekuatan perusahaan. 2. Tahapan yang paling maju dalam perubahan budaya organisasi adalah menciptakan budaya organisasi yang bersifat pelopor. Yaitu sebuah organisasi yang memiliki pemimpin yang bertindak sebagai fasilitator sekaligus supporter. pengharapan dan nilai yang dibagikan oleh anggota organisasi. Struktur organisasi Apabila struktur perusahaan cocok dengan strategi yang diusulkan. 2. Budaya pelopor berarti berpikir jauh melebihi kecepatan pemikiran normal. baik dari sisi manusia ataupun sisi organisasi yang bersangkutan. Jika organisasi ingin memaksimalkan kemampuannya dalam mencapai tujuan. Organisasi tersebut sangat dinamis dan tanpa birokrasi. Budaya organisasi Budaya adalah pola keyakinan. Olomolaiye et al. Adanya kemampuan berpikir dan menciptakan produk-produk dan jasajasa baru melampaui apa yang diinginkan konsumen baik untuk jangka waktu pendek ataupun jangka waktu panjang. Di sini organisasi ini telah mengaplikasikan paradigma manajemen mutu yang baru yaitu "if not broken. Beberapa ciri dari organisasi yang memiliki budaya pelopor (frontier) sebagai berikut (Kotter and Heskett 1992) 1. Organisasi akan dijalankan oleh 31 . Konsep budaya organisasi sebagai sesuatu yang tidak dapat diabaikan demi mendukung jalannya strategi perusahaan dan budaya yang kuat merupakan kontribusi bagi kesuksesan sebuah organisasi perusahaan dalam mencapai tujuannya (Kaming.

4. kemampuan dan bakat manajerial (Wheleen & Hunger 2000). tingkat yang menunjukkan daya tahan sumber daya dan perusahaan menjadi berkurang atau ketinggalan jaman. Grant (1991) menyatakan bahwa ada empat karakter sumber daya organisasi perusahaan dan merupakan faktor penting dalam mempertahankan keunggulan kompetitif : • • Durabilitas: yaitu. Birokrasi yang rumit akan terpangkas dengan makin intensifnya penggunaan internet sehingga informasi yang dibutuhkan oleh sebuah organisasi akan dapat disebarkan dengan cepat dan merata ke seluruh bagian dalam organisasi tersebut. Sumber daya adalah aset yang meliputi keahlian orang. Sumber Daya Organisasi. Budaya • • • • perusahaan memenuhi beberapa fungsi penting dalam sebuah organisasi (Smircich 1983) : Budaya memberikan nuansa identitas bagi karyawan Budaya membantu menimbulkan komitmen karyawan terhadap sesuatu yang lebih besar dari pada diri mereka sendiri Budaya menambah stabilitas perusahaan sebagai suatu sistem sosial Budaya adalah kerangka referensi bagi karyawan agar digunakan untuk menerima berbagai kegiatan organiosasional dan juga sebagai pedoman bagi perilaku yang tepat.Bab II Manajemen Perusahaan dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi para pekerja pengetahuan (knowledge worker). sumber daya manusia dan organisasi (Hitt. keuangan dan manajer yang berbakat. setiap orang dalam sebuah organisasi akan bergerak menuju posisi profesional. Maksudnya. seperti barang. 32 Gatot Bentoro . Yang harus diperhatikan untuk meletakkan budaya organisasi yang bersifat pelopor adalah inovasi dan mulai memperhatikan spesialisasi. kecepatan perusahaan pesaing untuk mampu memahami sumber daya dan mendukung kesuksesan strategi perusahaan. Ireland & Hoslisson 1997). Organisasi tersebut lebih menitik-beratkan pada pengembangan jalur karir daripada jalur manajerial. paten. Sumber daya adalah input bagi proses produksi perusahaan. 3. yaitu modal fisik.6402014051 . Inilah yang membentuk terciptanya virtual organization. Budaya perusahaan adalah sekumpulan keyakinan. Transparansi: yaitu. yang memicu penciptaan dan internalisasi budaya pelopor dalam sebuah organisasi. modal. Umumnya sumber daya perusahaan dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori. kemampuan para pekerjanya. harapan dan nilai yang dipelajari dan dibagikan oleh anggota-anggota organisasi dan disampaikan dari satu generasi ke generasi berikutnya (Duncan 1989).

. Apabila kriteria-kriteria ini terpenuhi. kecakapan para pesaing untuk mengumpulkan sumber daya yang perlu untuk mendukung tantangan bersaing. menggunakan adalah daya kapasitas dapat dan/atau sekumpulan berharga jika sumber daya untuk secara integratif melakukan suatu tugas atau aktivitas. kecakapan pesaing untuk menggunakan sumber daya dan untuk meniru kesuksesan perusahaan. Kemampuan kemampuan.. jika ada. Gambar 2. Daya saing perusahaan pada dasarnya adalah kemampuan perusahaan untuk memproduksi dengan biaya murah dari pesaing. Serta sumber daya dapat digantikan jika tidak memiliki equivalen yang strategis. Istilah sumber daya juga mencakup sumber memungkinkan ancaman dalam perusahaan lingkungan kesempatan menetralisir eksternalnya. .7. sumber daya dan kemampuan menjadi kompetensi inti dan dapat berlaku sebagai dasar keunggulan bersaing perusahaan. Replikabilitas: yaitu. . Pada saat pengorganisasian (organizing).. yang singkatnya dapat diukur dari kinerja perusahaannya (Soeparto 2003). Hubungan Fungsi Manajemen dengan Manajemen strategi (Sumber: David 2002) 33 . daya saing strategis (Hitt. .Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi • • Transferabilitas: yaitu. Sumber daya disebut tidak dapat ditiru apabila perusahaan lain tidak dapat memperolehnya. hanya dimiliki oleh sedikit pesaing yang ada maupun yang mungkin ada.4. Dan pada saat pengawasan (controlling) sangat diperlukan ditahap strategy evalaluation. Ireland & Hoslisson 1997). 2. Evaluasi dan Pengendalian . Fungsi Manajemen : Planning Organizing Actuating Motivating Controlling Manajemen Strategi : Perumusan strategi Implementasi Strategi Implementasi Strategi Implementasi Strategi. HUBUNGAN FUNGSI MANAJEMEN DENGAN MANAJEMEN STRATEGI Menurut David (2002) hubungan antara fungsi manajemen dengan manajemen strategi bagi suatu organisasi perusahaan adalah pada saat perencanaan (planning) sangat diperlukan ditahap strategy formulation. Sumber daya disebut langka apabila. pelaksanaan (actuating) dan menggerakkan (motivating) sangat diperlukan ditahap strategy implementation. mampu menguasai pasar dan sumber daya serta dapat terus menerus mengimbangi tuntutan pasar.

wewenang dan tanggung jawab Memberikan pengarahan penugasan Membangun hubungan antar personil Motivating : • • • • • • • Menciptakan kepemimpinan yang baik Komunikasi yang baik Menciptakan kerja tim yang baik Job enrichment Job satisfaction Pemenuhan kebutuhan Perubahan sikap dan sifat dalam bekerja Controlling : • • • • Pengawasan terhadap kualitas Pengawasan terhadap keuangan Pengawasan terhadap inventaris Menentukan reward and punishment Gatot Bentoro .6402014051 34 .Bab II Manajemen Perusahaan dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Yang perlu dilakukan pada fungsi manajemen pada manajemen strategi adalah sebagai berikut (David 2002): Planning : • • • • Melakukan forecasting Menetapkan tujuan Membuat strategi Menyusun peraturan/kebijakan Organizing : • • • • • Membentuk struktur organisasi Membuat jalur pelaporan dan perintah yang jelas Menentukan spesialisasi pekerjaan Menyusun deskripsi pekerjaan Menentukan spesifikasi pekerjaan Actuating : • • • Mendistribusikan tugas.

bagian operasional dan karyawannya berdasarkan sasaran. standar dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya (Siegel & Marconi 1989).5.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 2. KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI SEBAGAI ALAT UKUR Kinerja adalah suatu hasil prestasi kerja optimal yang dilakukan oleh seseorang ataupun kelompok ataupun badan usaha. Menurut Horgen (1996) ukuran kinerja yang efektif mempunyai karakteristik sebagai berikut: • • • • • • • • Berhubungan dengan tujuan karyawan Mempunyai perhatian yang seimbang antara panjang Menggambarkan aktivitas kunci manajemen Dipengaruhi oleh tindakan karyawan Mudah dipahami oleh karyawan Dipergunakan dalam evaluasi dan pemberian imbalan karyawan Bertujuan logis dan merupakan pengukuran yang mudah Digunakan secara konsisten dan teratur. Pengukuran kinerja merupakan hal penting dalam proses evaluasi dan pengendalian. adalah dua hal nyata yang menjadi masalah dalam pengendalian (Hrebiniak & Joyce 1984). mengkomunikasikan strategi. sarana untuk kemajuan. Pengukuran kinerja secara tradisional adalah pengukuran kinerja yang berorientasi kepada bidang keuangan dan kemampuan untuk mendapatkan laba. Sedangkan menurut Hansen dan Mowen (1995) bahwa pengukuran kinerja bertujuan untuk dapat mengeleminasi aktivitas yang tidak bernilai tambah dan mengoptimalkan aktivitas yang bernilai tambah. Tujuan pokok penilaian kinerja adalah membantu dalam menetapkan standar dan target. organisasi dan mempengaruhi perubahan perilaku (Tatikonda 1998). serta tidak validnya informasi yang diberikan. biaya dan mutu harus betul-betul digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan (Wheleen & Hunger 2000). jangka pendek dan jangka 35 . sesuai dengan target yang telah ditetapkan sebelumnya (Mulyadi 2001). Suatu perusahaan dikatakan mempunyai kinerja yang baik kalau dalam laporan keuangannya mendapat keuntungan. memotivasi. Penilaian kinerja adalah menentukan secara periodik efektifitas operasional suatu organisasi. Keefektifan pengukuran kinerja ditentukan dari kemampuannya memenuhi tujuan dari pengukuran kinerja tersebut (Sellenheim 1991). Sasaran yang ditetapkan pada manajemen strategis dengan memperhatikan profitabilitas. Pengukuran-pengukuran yang digunakan untuk menilai kinerja tergantung pada bagaimana suatu organisasi akan dinilai dan bagaimana sasaran akan dicapai. Minimnya sasaran-sasaran yang dapat diukur atau tidak adanya standar kinerja dan tidak mampunya sistem informasi untuk memberikan hasil tepat pada waktunya. pangsa pasar.

Aspek Administrasi • • • • 2. Hasil analisis menunjukkan bahwa infrastruktur berpengaruh terhadap kualitas manajemen.6402014051 . Laporan Perhitungan Tahunan Rancangan RKAP Laporan periodik Kinerja PUKK Kinerja Korporasi • Kinerja Keuangan • ROE (imbalan terhadap pemegang saham) ROI (imbalan Investasi) ROA (perputaran total aset) CAR (Rasio Kas) COP (Collection Periods) Perputaran persediaan Rasio Modal Sendiri terhadap Total Aktiva Inovasi produk baru 36 Kinerja Operasional - Gatot Bentoro . Selain itu dianalisis juga infrastruktur yang menciptakan lingkungan pendukung pelaksanaan manajemen. Sasaran perusahaan yang diuraikan dalam rencana jangka panjang akan diukur pencapaiannya melalui penilaian kinerja perusahaan yang uraiannya tercantum dalam Keputusan Meneg BUMN Nomor KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002.Bab II Manajemen Perusahaan dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Hasil analisis Benson et al (1991) didukung oleh hasil analisis Madu et al (1996) menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara dimensi kualitas dengan kinerja perusahaan. Penilaian kinerja perusahaan BUMN terdiri dari : 1. kualitas manajemen berpengaruh terhadap kinerja perusahaan dan kinerja perusahaan berpengaruh terhadap keunggulan kompetitif perusahaan. Analisis ini juga menunjukkan bahwa tipologi perusahaan mempengaruhi hubungan antara dimensi kualitas dengan kinerja perusahaan. Yang dimaksud infrastruktur disini yaitu terdiri dari: • • • • • Hubungan jangka panjang dengan pelanggan Dukungan manajemen puncak Perencanaan kebutuhan tenaga kerja Hubungan jangka panjang dengan supplier Sikap kerja. Sedangkan analisis yang dilakukan oleh Flynn et al (1995) adalah menguji pengaruh kualitas manajemen terhadap kinerja dan keunggulan kompetitif perusahaan.

Perspektif keuangan : • • • • 2. Sasaran utama perpektif keuangan diarahkan pada pencapaian efisiensi penggunaan anggaran. Pertumbuhan pendapatan Pertumbuhan produktivitas Penghematan biaya Pemanfaatan Aktiva Perspektif proses bisnis internal : • • • Meningkatkan inovasi Proses operasi Pelayanan purna jual 3. organisasi serta personil. yaitu : 1. pemberdayaan dan keselarasan Tolak ukur kinerja keuangan menunjukkan apakah strategi. dengan tetap berada dalam kerangka pengembangan kualitas output dan pelayanan.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi - Peningkatan kualitas SDM R & D (Research & Development) Sedangkan menurut Kaplan dan Norton (1996) ada 4 perspektif dalam penilaian kinerja suatu perusahaan. Perpektif pembelajaran dan pertumbuhan : • • • Meningkatkan kapabilitas personil Meningkatkan kapabilitas system informasi Motivasi. Tujuan keuangan alternatif dapat berupa pertumbuhan penjualan yang cepat atau perolehan arus kas. Perspektif pelanggan : • • • • • Kepuasan pelanggan Akuisisi pelanggan (sejauh mana perusahaan dapat menarik pelanggan) Retensi pelanggan Pangsa pasar Kemampulabaan pelanggan 4. 37 . Perspektif proses bisnis internal melukiskan proses internal yang diperlukan untuk memberikan nilai untuk pelanggan dan pemilik. implementasi dan eksekusi perusahaan memberi kontribusi pada perbaikan laba. Tujuan finansial biasanya berkaitan dengan pengukuran kemampulabaan.

maka (Terry 1986): • • • Sumber daya yang tersedia merupakan input Fungsi-fungsi manajemen merupakan proses Tujuan merupakan output Gatot Bentoro . Manajemen dapat dinyatakan sebagai aktivitas manusia yang paling komprehensif. 2. dalam hal ini adalah tujuan dari perusahaan jasa konstruksi (kontraktor). dapat dikatakan bahwa aktivitasaktivitas tersebut dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan sebelumnya dan pelaksanaan berlangsung dengan bantuan manusia dengan sumbersumber daya lainnya. Disamping itu. Sehingga pelanggan menjadi penentu kelangsungan hidup perusahaan (Bounds 1994). Proses inovasi Proses operasional Proses Pelayanan Perspektif pelanggan mendefinisikan pelanggan dan segmen pasar dimana unit usaha akan bersaing. yaitu: 1. Sumber-sumber daya dikelola oleh fungsi-fungsi dasar manajemen yaitu: perencanaan.. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan mendefinisikan kapabilitas yang diperlukan induk organisasi untuk menciptakan pertumbuhan jangka panjang dan perbaikan. 2. yang paling banyak menuntut. penggerakan. Perspektif ini berhubungan dengan tiga faktor utama.6402014051 38 . Kapabilitas karyawan Kapabilitas sistem informasi Sikap karyawan Menurut Terry (1986) terdapat aktivitas-aktivitas khusus yang merupakan bagian dari suatu proses manajemen. Oleh karena itu jika seluruh usaha kegiatan diilustrasikan sebagai input. Perusahaan yang dapat menghasilkan produk atau jasa yang sesuai dengan tuntutan pelangganlah yang akan memengkan persaingan (Tangkilisan 2003).Bab II Manajemen Perusahaan dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Ada tiga prinsip utama dalam proses bisnis internal. pemotivasian dan pengawasan. Apabila pelanggan tidak merasa puas dengan kualitas barang atau jasa yang merekanikmati. agar tujuan-tujuan yang ditetapkan dapat dicapai. yang paling penting dan paling peka. yaitu : 1. pengorganisasian. persaingan menjadi sangat tajam. proses dan output. Perusahaan-perusahaan yang pada masa lalu hanya bersaing pada tingkat regional dan nasional. Dalam era global. 3. pada masa sekarang harus menghadapi persaingan global. pelanggan akan dengan mudah berpindah ke perusahaan lain. 3.

Perspektif Keuangan 2. Skema Usaha Kegiatan dalam Manajemen 39 . 3.8. Actuating 4. dan Kaplan dan Norton 1996) Gambar 2.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Pernyataan ini dapat digambarkan dan dapat dilihat pada gambar 2. Organizing 3. Motivating 5. Perpektif Pembelajaran dan Pertumbuhan (Sumber: Adaptasi dari Terry 1986. Planning 2. Man Money Material Method Machine Market FUNGSI MANAJEMEN : ( Terry 1986) 1. Perspektif Pelanggan 4. 2.8. 4. Perspektif Proses Bisnis Internal 3. INPUT PROSES OUTPUT SUMBER DAYA (6 M) : (Terry 1986) 1. 5. 6. Controlling TUJUAN PERUSAHAAN : MENINGKATKAN KINERJA (Kaplan dan Norton 1996) Ada 4 Perspektif : 1.

eksternal. pengukuran kinerja perusahaan yang digunakan adalah standar kinerja yang ada pada faktor manajemen perusahaan.1. kerangka metode penelitian yang terdiri dari penjelasan tentang model penelitian yang digunakan dan identifikasi variabel penelitian. pemilihan metode penelitian yang digunakan. Manajemen menyebabkan bahwa kita menyadari kemampuan-kemampuan kita serta menunjukkan arah pelaksanaan pekerjaan yang lebih baik sehingga dapat mengurangi hambatan-hambatan dan memungkinkan kita mencapai tujuan-tujuan yang kita harapkan. serta metode analisis yang digunakan. Pada penelitian ini. dan market forces. Sehingga masalah manajemen adalah satu-satunya faktor terbesar dibalik kegagalan perusahaan yang sering terjadi. maka disusun kerangka pemikiran sebagai berikut: Kesuksesan perusahaan jasa konstruksi dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu faktor internal. Salah satu cara untuk mengetahui kesuksesan suatu perusahaan jasa konstruksi yaitu dengan mengukur kinerja dari perusahaan tersebut. Masalah internal yang banyak terjadi di dalam suatu perusahaan biasanya berhubungan dengan lemahnya manajemen perusahaan. 40 .BA B 3 METODOLOGI PENELITIAN Untuk mendapatkan hasil penelitian yang akurat. metode pengumpulan data. 3. Manajemen perusahaan merupakan variabel terpenting dalam faktor internal yang mempengaruhi kesuksesan suatu perusahaan. maka pada bab 3 akan diuraikan tentang metodologi penelitian yang menjelaskan kerangka pemikiran dan hipotesa. Diagram alir kerangka pemikiran diatas dapat dilihat pada gambar 3.1. mengenai pengaruh kualitas manajemen perusahaan dalam meningkatkan kinerja perusahaan jasa konstruksi. KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESA Berdasarkan kajian pustaka pada bab 2.

Strategi dalam penentuan metode penelitian dapat dilihat tabel 3. 3.1.2. yaitu jenis pertanyaan yang digunakan. penelitian ini akan membuktikan hipotesis yang dirumuskan sebagai berikut : Peningkatan kualitas manajemen perusahaan akan meningkatkan kinerja perusahaan jasa konstruksi. 2. Menurut Yin (1994) bahwa strategi metode penelitian perlu mempertimbangkan 3 (tiga) hal. 3. Diagram Alir Kerangka Pemikiran (Sumber: Hasil Olahan) Berdasarkan kerangka pemikiran diatas.1. 2. 3. PEMILIHAN METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan untuk mengukur pengaruh kualitas manajemen perusahaan pada perusahaan jasa konstruksi (kontraktor) swasta kelas B (besar) dan BUMN yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Faktor Internal Faktor Eskternal Market Forces 1. Perspektif Kinerja Keuangan Proses Bisnis Internal Pelanggan Pembelajaran & Pertumbuhan Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Manajemen Perusahaan Analisa Tingkat Pengaruh terhadap Kinerja Perusahaan Gambar 3.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI Kunci Kesuksesan Perusahaan Jasa Konstruksi 1. 4. 41 . kendali terhadap peristiwa yang diteliti dan fokus terhadap peristiwa yang sedang berjalan atau baru diselesaikan.

mengapa Bagaimana. Mengacu pada strategi penelitian yang disarankan Yin.2. seperti apa. berapa besar Siapa. dimana. berapa besar Bagaimana. dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1. Responden dari kuesioner ini adalah pihak perusahaan jasa konstruksi (kontraktor) baik swasta maupun BUMN dan pihak-pihak yang terkait lainnya. maka model penelitian yang digunakan adalah model hubungan antara faktor-faktor manajemen perusahaan dengan kinerja perusahaan. mengapa Analisis Sejarah Studi Kasus Tidak Tidak Tidak Ya/Tidak Tidak Ya Sumber: Diterjemahkan dari (Yin 1994) Berdasarkan teori tersebut. maka dilanjutkan dengan membuat suatu penelitian yang lebih detail.1. apa. apa. berapa banyak.Bab III Metodologi Penelitian Tabel 3. dapat dijelaskan bahwa setelah menemukan maksud dan tujuan penelitian yang telah didukung dengan tinjauan pustaka pada bab 2. Gatot Bentoro . pertanyaan pertama dan kedua dapat dijawab dengan pendekatan survey menggunakan kuesioner. Faktor-faktor ’apa’ saja dari manajemen perusahaan yang berpengaruh terhadap peningkatan kinerja perusahaan jasa konstruksi.6402014051 42 . dimana. dimana diperlukan suatu usaha atau tahapan untuk membuat suatu pertanyaan yang harus dijawab dalam rangka pengumpulan data yang relevan. ’Berapa besar’ pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap kinerja perusahaan jasa konstruksi. berapa besar. Strategi Metode Penelitian untuk Masing-Masing Situasi Kendala terhadap peristiwa yang diteliti Ya Tidak Fokus terhadap peristiwa yang berjalan/baru diselesaikan Ya Ya STRATEGI Jenis Pertanyaan yang digunakan Eksperimen Survey Bagaimana. KERANGKA METODE PENELITIAN Berdasarkan tujuan penelitian serta hipotesa. seperti pada gambar 3.3. mengapa Siapa. berapa banyak. 3. Dalam penelitian ini kuesioner akan disebarkan pada para responden serta jika memungkinkan dilakukan wawancara secara langsung. Jenis pertanyaan yang diperlukan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. 2.

serta variabel bebas (dependent variabel) berupa faktor-faktor yang berpengaruh dalam peningkatan kinerja perusahaan. yaitu : variabel terikat (dependent variable) sebagai obyek pokok yang difokuskan berupa peningkatan kinerja perusahaan. yaitu : Y = f ( X ijkl ) Dimana : Y X i j k l = Kinerja Perusahaan = Kualitas Manajemen dan Organisasi Perusahaan = Variabel bebas = Sampel perusahaan = Jenis variabel k yang mempunyai keterkaitan terhadap variabel i = Sampel perusahaan l yang mempunyai keterkaitan terhadap sampel j Variabel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 2 (dua) variabel.2. 43 .2. Model Hubungan Kualitas Manajemen Perusahaan dengan Kinerja Perusahaan Berdasarkan model hubungan pada Gambar 3. maka dapat disederhanakan ke dalam persamaan matematik.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Tinggi Y = f ( X ijkl ) Kinerja Perusahaan (Y) Rendah Kualitas Manajemen Perusahaan (X ijkl ) Tinggi Gambar 3.

Variabel-variabel tersebut diperoleh melalui studi literatur dan survey kepada para responden.6402014051 44 . Kinerja Perspektif Proses Bisnis Internal Sedangkan variabel bebas merupakan faktor-faktor yang berperan dan berpengaruh terhadap peningkatan kinerja perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini.2. Kinerja Perspektif Keuangan Kinerja Perspektif Pelanggan Kinerja Perpektif Pembelajaran dan Pertumbuhan. Contoh Variabel/Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAA PERENCANAAN Penetapan Tujuan dan Sasaran : X1 X2 X3 X4 X5 Tujuan dan sasaran mengacu pada sumber daya Mempertimbangkan dan menganalisis situasi pasar Program Pengembangan manajemen Kemampuan untuk menghasilkan laba Kualitas hasil akhir pekerjaan Porter (1980) Porter (1980) Stukhart (1995) Terry (1986) Kaizen (1994) Benson et al (1991). sebagai kinerja total.2. Hanger & Wheelen (1996) David (2002) Cambell & Tawadey (1992) (Flippo 1984) VARIABEL REFERENSI Penyusunan Strategi Rencana Jangka Panjang : X6 X9 Tingkat keberhasilan dari strategi yang diterapkan Kualitas dari strategi rencana jangka panjang Kebijakan Perusahaan : X7 X8 Kualitas implementasi kebijakan perusahaan Kinerja dan produktifitas karyawan Sumber: Hasil Olahan Dari variabel diatas. 2. 4. 3. Madu et al (1996) Terry (1986) Terry (1986) Porter (1980). dan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi. Masing-masing faktor tersebut menghasilkan tingkat pengaruh terhadap peningkatan kinerja perusahaan. variabel terikat berupa kinerja perusahaan dapat diukur dari (Kaplan dan Norton 1996): 1. Beberapa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan kinerja perusahaan dapat dilihat pada tabel 3. 5. Gatot Bentoro . kemudian dicari tingkat pengaruh dari masing-masing variabel. Tabel 3.Bab III Metodologi Penelitian Pada penelitian ini.

Perusahaan-perusahaan jasa konstruksi (kontraktor) Yang ditinjau adalah perusahaan jasa konstruksi kontraktor swasta kelas B (besar) dan BUMN.4. 1. Data Primer Data primer didapat dengan melakukan studi lapangan. yaitu data primer dan data sekunder. Seperti yang telah diuraikan diatas. profesional dibidang pelaksanaan kegiatannya jasa untuk konstruksi. sehingga memerlukan penanganan manajemen yang cukup kompleks. 2. dimana tujuan yang diungkapkan dalam bentuk hipotesa merupakan jawaban sementara terhadap pertanyaan penelitian. sehingga jawabannya masih perlu diuji secara empiris. Sampel yang digunakan adalah responden yang memenuhi kriteria dalam penelitian ini berdasarkan dari pengalaman. mewujudkan yang suatu mampu hasil menyelenggarakan perencanaan menjadi bentuk bangunan atau bentuk fisik lainnya dan terikat kontrak untuk menyelesaikan kontrak konstruksi. Survey merupakan suatu metode yang sistematis untuk mengumpulkan data berdasarkan suatu sampel agar mendapatkan informasi dari populasi 45 . dan untuk maksud inilah dibutuhkan pengumpulan data (Gulo 2002). 3. Studi lapangan merupakan cara pengumpulan data dengan melakukan survey kepada perusahaan–perusahaan konstruksi yang berkompeten terhadap permasalahan yang diteliti.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 3. Pendekatan untuk pengumpulan data primer dilakukan dengan cara survey. Yang dimaksud dengan perusahaan jasa konstruksi kontraktor adalah perusahaan sebagai pelaksana konstruksi. reputasi dan kerjasama. dengan mempertimbangkan nilai proyek sebesar diatas 10 miliar yang ditangani oleh perusahaan. Karena adanya keterbatasan waktu penelitian maka penelitian ini akan dibatasi sebagai berikut : 1. METODE PENGUMPULAN DATA Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Data yang akan diteliti dan dianalisis dalam penelitian ini terdiri dari 2 (dua) data. Responden penelitian ini adalah mereka yang secara purposif terpilih menjadi sampel penelitian. pendekatan yang digunakan adalah dengan menggunakan survey kuesioner. 4. Perusahaan-perusahaan jasa konstruksi (kontraktor) swasta dan BUMN yang berada di wilayah Jabodetabek. didefinisikan sebagai penyedia jasa orang perseorangan atau badan usaha yang dinyatakan ahli.

dan lain–lain. majalah dan artikel.Bab III Metodologi Penelitian yang serupa (Tan 1995).60% 4 = >60% . jurnal. 4.6402014051 46 . Sebagai landasan teori dalam pengumpulan data primer. apakah perusahaan Saudara mengacu pada sumber daya (resources) yang dimiliki perusahaan? Sumber: Hasil Olahan Skala pengukuran (Tidak Pernah) 1 2 3 4 5 6 (Selalu). Dan mengetahui kualitas kinerja tersebut terhadap perusahaan jasa konstruksi selama kurun waktu lima (5) tahun terakhir. Format Pengumpulan Data untuk Mendapatkan Frekuensi Kejadian No.6. Tabel 3. ranking pengaruh kinerja perusahaan terhadap kualitas manajemen perusahaan. Data Sekunder Merupakan data atau informasi yang diperoleh dari studi literatur. dilakukan studi literatur melalui buku-buku. dapat dilihat pada Tabel 3. Pengumpulan data dilakukan dengan cara survai ke perusahaan jasa konstruksi (kontraktor) swasta kelas B dan perusahaan jasa konstruksi (kontraktor) BUMN untuk mengetahui frekuensi kejadian pada Tabel 3.3. Data untuk variabel–variabel penelitian diambil dari penelitian yang berkaitan sebelumnya.4. meliputi : • • Data yang digunakan sebagai landasan teori dari penelitian. KOMPONEN Bagaimanakah profit yang diperoleh perusahaan Saudara berdasarkan pada tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan? 1 2 NILAI KUALITAS 3 4 5 6 Sumber: Hasil Olahan Skala Pengukuran : 1 = 0 – 20% (Sangat Rendah) 2 = >20% . Tabel 3. yang diperoleh dari buku-buku. jurnal. penelitian–penelitian berkaitan sebelumnya. pada Tabel 3. KOMPONEN 1 FREKUENSI KEJADIAN 2 3 4 5 6 Dalam menetapkan tujuan dan sasaran perusahaan. Selain itu tujuan utama dari survey bukan untuk menentukan suatu kasus yang spesifik.4. Format Pengumpulan Data untuk Mendapatkan Nilai Kualitas No.100% 6 = >100% (Sangat Tinggi) Gatot Bentoro . dan dapat juga disebut data yang sudah diolah. makalah. makalah.40% 3 = >40% . 1.3. nilai kualitas Tabel 3. seperti buku–buku.80% 5 = >80% .5. jurnal. 2. namun untuk mendapatkan karakteristik utama dari populasi yang dituju pada suatu waktu yang telah ditentukan (Naoum 1999).

PERSPEKTIF PELANGGAN 4. PERSPEKTIF PERTUMBUHAN DAN PEMBELAJARAN Sumber: Hasil Olahan RANKING 1 2 3 4 Tabel 3. 3.100%) 4.140%) (>140%) Kriteria responden adalah sebagai berikut: • Responden dari kuesioner ini adalah pihak perusahaan jasa konstruksi (kontraktor) baik swasta kelas B maupun BUMN dan pihak-pihak yang terkait lainnya • • • • Memiliki pengalaman memimpin perusahaan jasa konstruksi atau instansi yang terkait lainnya minimal 12 tahun Level manajemen yang ditinjau adalah level top manajemen Memiliki reputasi yang baik dalam perusahaan jasa konstruksi Memiliki pendidikan yang menunjang dibidangnya. berdasarkan skala pengukuran : 1. PERSPEKTIF KEUANGAN 2. PERSPEKTIF PERTUMBUHAN DAN PEMBELAJARAN Sumber: Hasil Olahan NILAI KUALITAS 1 2 3 4 5 6 Keterangan kualitas kinerja. PERSPEKTIF PROSES BISNIS INTERNAL 3. Format Pengumpulan Data untuk Mendapatkan Ranking Kinerja Perusahaan KINERJA PERUSAHAAN 1.80%) (>80% .Tabel 3. Format Pengumpulan Data untuk Mendapatkan Nilai Kualitas Kinerja Perusahaan KINERJA PERUSAHAAN 1.120%) (> 120% .6. METODE ANALISIS Data dan informasi yang dikumpulkan dari kuesioner ini diharapkan dapat menghasilkan suatu analisis yang tepat terhadap peningkatan kinerja Perusahaan 47 . 3. Sangat Cukup Baik Sangat Baik (>100% .5. PERSPEKTIF KEUANGAN 2. 2. PERSPEKTIF PROSES BISNIS INTERNAL 3. 6. 5.5. Sangat Buru Buruk Cukup (0-60%) (>60% . PERSPEKTIF PELANGGAN 4.

Bab III Metodologi Penelitian Jasa Konstruksi (Kontraktor) Swasta dan BUMN di Jabodetabek. t. Setelah semua data terkumpul.3.5 dapat digambarkan seperti pada Gambar 3.3.5 serta simulasi Monte Carlo. F. Durbin-Watson Validasi Output: Model Valid / Tidak Valid Model Terpilih Stop Gambar 3.5 (Sumber: Hasil Olahan) Gatot Bentoro . Adapun metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis statistik dengan menggunakan program statistik SPSS (Statistical Program for Social Science) 11. kemudian dilakukan analisis data dengan cara kuantitatif. sehingga hasil yang diperoleh sesuai dengan topik dan tujuan. Diagram analisis Statistik dengan Bantuan Program SPSS 11. yaitu hasil survey berupa kuesioner dan wawancara dari pakar dan responden diolah sesuai dengan metode yang digunakan.6402014051 48 . Start Input Data Analisa Korelasi dan Interkorelasi Analisa Faktor (Data Reduction) Analisa Variabel Penentu Analisa Regresi Output: Model Regresi Linier dan Non Linier Uji Model Uji Terhadap: R2. Adapun tahapan-tahapan yang dilakukan dengan menggunakan SPSS 11.

metode ini dapat dipakai untuk segala distribusi data dan lebih luas penggunaannya. data dengan kategori nominal dimana tidak diketahui apakah berdistribusi normal atau tidak. Data interval/rasio. perilaku konsumen. Hal ini penting bagi para peneliti yang meneliti tentang sikap manusia. Ada 3 jenis data dalam statistik (Bryman and Cramer 1997). merupakan data yang dikelompokkan dalam suatu kategori seperti 20-29. diuji dengan Kruskal-Wallis. 2. merupakan data yang berada dalam suatu konsep dimana tidak ada ukuran atau “lebih” dari lainnya. Metode non parametrik dapat dipakai untuk level data seperti nominal dan ordinal. 49 . dan lain-lain yang mengalami kendala dengan hasil pengukuran yang tidak berlevel atau rasio.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Analisis Statistik Sebelum dilakukan analisis statistik perlu diketahui jenis data yang akan diolah. diuji dengan Mann-Whitney. atau jumlah data sangat sedikit serta level data adalah nominal atau ordinal. Sedangkan untuk data yang tidak berhubungan antara satu dengan lainnya dengan jumlah perbandingan grup lebih dari 3. Selain itu diketahui juga data yang terkumpul akan dianalisis dalam metode statistik parametrik atau nonparametrik. Sedangkan metode statistik non parametrik digunakan jika pengujian tidak tergantung dari pengasumsian tentang distribusi data tersebut. merupakan data yang dikategorikan dalam suatu konsep dimana kategori satu ”lebih” atau ”kurang” dari lainnya. Dengan demikian. Untuk data dengan kriteria data interval/rasio yang berdistribusi normal dapat dilakukan analisis data dengan metode statistik parametrik. Metode non parametrik tidak mengharuskan data berdistribusi normal. Metode statistik parametrik dilakukan jika data memiliki distribusi normal. 30-39. karena itu metode ini sering dinamakan uji distribusi bebas (distribution free test). Dalam penelitian ini dilakukan beberapa analisis data dengan tahapan sebagai berikut : a. Analisis Non Parametrik Metode statistik non parametrik merupakan metode yang digunakan jika data yang ada tidak berdistribusi normal. Data ordinal. Untuk data dengan jumlah dari perbandingan grup 2 dimana data-data tersebut tidak berhubungan antara satu dengan yang lainnya. dianalisis dengan metode statistik non parametrik. Menurut Bryman dan Cramer (1997). Keuntungan dari penggunaan metode non parametrik antara lain: 1. yaitu: • • • Data nominal.

metode yang digunakan: Kruskal-Wallis test. 4. Aplikasi tes non parametrik terdiri dari beberapa metode non parametrik yang dapat digunakan. uji yang dilakukan adalah uji dua sampel yang tidak berhubungan dengan menggunakan metode non parametrik yang dipakai adalah Mann-Whitney U Test. (Several Independent Samples). yaitu: 1. Untuk menguji beberapa sampel yang tidak berhubungan Chi Square test. Untuk menguji dua sampel yang tidak berhubungan (Two Independent Samples). Moses Extreme reactions. 3. Untuk menguji dua sampel yang saling berhubungan (Two Dependent Samples).6402014051 50 . Walt-Wolfowitz runs. metode yang digunakan: Friedman test. Atau merupakan alat analisis yang dipergunakan untuk mengukur keeratan hubungan antara variabel terikat (Y) dengan variabel bebas (X) (Syamsudin 2002). b. Wilcoxon Signed-Rank.metode yang digunakan: Mann-Whitney U Test. Sedangkan untuk menguji beberapa sampel yang tidak berhubungan dengan menggunakan metode non parametrik yang dipakai adalah Kruskal-Wallis test. yaitu variabel pengharapan (predictor) yang merupakan variabel terikat dengan variabel-variabel kriteria ukuran yang merupakan variabel bebas (Dillon and Goldstein 1984). Kendall W test. 2. Beberapa sampel yang tidak berhubungan adalah mutu perusahaan jasa konstruksi. Analisis Korelasi Analisis korelasi digunakan untuk mempelajari hubungan antara dua variabel. Mc Nemar Change Test. Dua sampel yang tidak berhubungan adalah jenis perusahaan jasa konstruksi BUMN dan Swasta. Gatot Bentoro . Hubungan antara variabel menghasilkan nilai positif atau negatif dengan batasan nilai koefisien korelasi r (Pearson Correlation Coeficient) adalah 1 untuk hubungan positif dan -1 untuk hubungan negatif (Siegel 1990). Kolmogorov-Smirnov test. Metode non parametrik cenderung lebih sederhana dan mudah dimengerti daripada pengerjaan Metode Parametric. Cochran’s Q.Bab III Metodologi Penelitian 3. Median test. metode yang digunakan: Sign test. Chi-Square test. Pada penelitian ini. Untuk menguji beberapa sampel yang berhubungan (Several Dependent Samples).

Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi momen product moment correlation) Pearson.. yaitu variabel Xi yang mempunyai hubungan berarti dengan variabel Y yang dipilih berdasarkan criteria dengan tingkat hubungan yang sedang sampai tinggi seperti terlihat pada Tabel 3.... maka ada hubungan positif r < 0....300 (Dillon & Goldstein... dengan arah yang sama atau arah yang berlawanan (Syamsudin 2002).. dapat pula karena merupakan hubungan yang sebab akibat. Penelitian ini menggunakan pertimbangan atas dasar r berikut degree of freedom yang diperoleh dari table Fisher and Yates (Yates 1973).5.. 51 . maka tidak ada hubungan antara dua variabel tersebut r > 0... Dari hasil korelasi dipilih variabel-variabel Xi untuk diproses lebih lanjut..... Pada umumnya untuk sample kurang dari 100. maka ada hubungan negatif Jenis korelasi bivariate pada program SPSS yang digunakan adalah pearson correlation coefficient. Dua variabel dikatakan berkorelasi apabila perubahan yang lain secara teratur....7.... angka korelasi terkecil yang dapat dipertimbangkan adalah ± 0..Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Hubungan antara dua variabel dapat karena hanya kebetulan.... (3..... derajat korelasi dapat dicari dengan menggunakan koefisien korelasi pearson yang rumusnya adalah sebagai berikut : Σ xi yi (Σ Xi2) (Σ Yi2) Dengan : r xi yi Y Xλ = Koefisien korelasi yang dicari = Xi-X = Yi-Y = Nilai rata-rata variabel Y = Nilai rata-rata variabel X yang ke λ r= . X dan Y....1..... 1984). yaitu: jika sepasang variabel kontinu.... mempunyai korelasi.) Pengujian hipotesis/model tentang korelasi : r = 0.

yaitu berdasarkan faktor yang sama dengan tetap mempertahankan sebanyak mungkin informasi aslinya. sedangkan dalam penelitian ini analisis faktor yang digunakan adalah principal component analysis. penyederhanaan jumlah variabel yang cukup besar menjadi beberapa kelompok yang lebih kecil dilakukan dengan analisis faktor. medium dan kecil kedalam suatu komponen tertentu. Hal ini dapat dicapai dengan merotasi sumbu-sumbu komponen dengan menggunakan metode varimax rotation. Tabel Besaran Hubungan Korelasi Pearson r No.8 0. 1. Ada beberapa jenis analisis faktor. yaitu root greater than one.7. 2.2 < r < 0. Sedangkan metode untuk menetapkan berapa banyak komponen yang akan diambil adalah dengan menggunakan kriteria dari Kaiser. 4. R (Koefisien Korelasi) 0. 3.4 0. lebih kecil berdasarkan sebagian besar dari variabel asli. Hal ini dapat dicapai dengan mendapatkan loadings yang besar.8 < r < 1.Bab III Metodologi Penelitian Tabel 3. oleh karena itu jika suatu variabel mempunyai loadings yang tinggi pada satu komponen. dalam pembuatan model dianggap interkorelasi yang diijinkan adalah yang mempunyai korelasi tingkat rendah kebawah. Sebagai pembanding.4 < r < 0. sesuai Yates dan Fisher dimana adanya tingkat korelasi yang besar akan dapat mengganggu stabilitas model yang pada model regresi dianggap bahwa masing-masing variabel bebas tidak ada interkorelasi. dimana kriteria ini yang berfungsi mentransformasikan himpunan variabel asli menjadi himpunan kombinasi linier yang Gatot Bentoro . Komponen-komponen (Principal component analysis) yang dihasilkan kemudian dibuat supaya masing-masing komponen ini menjadi bervariasi berbeda antara satu dengan lainnya.6 < r < 0.6 0. c.6402014051 52 .0 < r < 0. Analisis Faktor Menurut Dillon dan Goldstein. maka dibuat loadings mendekati nol pada komponen-komponen lainnya. Prosedur dari metode ini adalah dengan merotasi sumbu-sumbu komponen sedemikian rupa sehingga variasi dari component loadings untuk suatu komponen tertentu dibuat besar.2 0. 5.0 Keterangan Sangat Rendah Rendah Sedang Kuat Sangat Kuat Sumber: (Hadi 1979) Output dari interkorelasi antara variabel Xij terhadap Xkl.

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi mengambil komponen-komponen yang mempunyai eigenvalue lebih besar dari satu (Dillon & Goldstein. Model analisis regresi berganda ini merupakan model matematis. maka model regresi berganda untuk hubungan Y dan Xi dapat dinyatakan sebagai berikut (Katz 1982): 53 .2. dalam penelitian ini. Selain itu analisis ini juga digunakan untuk mengidentifikasikan variabel-variabel yang berpengaruh terhadap variabel terikat serta seberapa besar kontribusi variabelvariabel tersebut (Syamsudin 2002). yang dipilih masing-masing mewakili tiap faktor.5 adalah rotated component matrix. Output yang diharapkan dari analisis oleh SPSS 11. Dengan kata lain. 1994). maka dilakukan analisis regresi berganda secara transformasi logaritma natural terhadap variabel-variabelnya.. e. Analisis Variabel Penentu Analisis ini digunakan untuk mendapatkan variabel-variabel penentu terhadap Kinerja Perusahaan dari Kualitas Manajemen Perusahaan. Untuk mengetahui bantuk hubungan dari variabel-variabel tersebut linier atau non linier. dimana eigenvalue menyatakan nilai dari information content yang diperoleh dari faktor tertentu (1. d..n) dari variabel-variabel X. Analisis Regresi Berganda Regresi merupakan alat yang dipergunakan untuk mengukur pengaruh dari setiap perubahan variabel bebas terhadap variabel terikat. Variabel-variabel penentu ini dipilih dari hasil pengelompokkan yang didapat dari analisis faktor..3. Output tambahan dari SPSS dalam penelitian ini yang bernilai tinggi adalah Factor Scores. Variabel penentu yang terpilih akan menjadi variabel dari model hubungan Kualitas Manajemen Perusahaan terhadap Kinerja Perusahaan. yaitu model yang memperlihatkan hubungan secara kuantitatif antara variabel-variabel bebas Xi dengan Y. yaitu matrix principal component hasil ekstraksi yang dirotasi berdasarkan metode varimax dan jumlah komponen yang diambil adalah komponen yang mempunyai eigenvalue>1. digunakan untuk menaksir variabel terikat (Y) setiap ada perubahan variabel bebas (X).. dimana Faktor adalah yang merupakan nilai para responden sesuai ukuran tiap faktor secara langsung. Analisis regresi berganda dalam penelitian ini menggunakan analisis hubungan antara satu variabel terikat dengan variabel-variabel bebas. Faktor Scores akan berguna untuk meneliti data Ti penelitian ini. Jika hubungan antara variabel Y dengan variabel bebas Xi adalah linier dan dianggap terhadap k variabel bebas serta n pengamatan.

yaitu hanya mengukur pemencaran tiap-tiap titik (data) terhadap garis regresinya atau merupakan penyimpangan standar dari harga-harga variabel pengaruh (Y) terhadap garis regresinya.... model yang dipilih adalah model yang teruji baik. Xkβk .Bab III Metodologi Penelitian Y = β0 + β1. β3 ε = Konstanta = Dugaan koefisien regresi = Kesalahan pengganggu (3. Kemudian kedua model ini akan dibandingkan. Model transformasi logaritma adalah model dengan fungsi non linier yang ditransformasikan kebentuk logaritma normal menjadi non linier. Gatot Bentoro ..5......2. + βk. Dengan : β0 β1......... + βk....... β2..5.... untuk mengetahui tingkat pengaruh dari variabel-variabel yang dipergunakan....Xk + ε .. yaitu (Arikunto 1993): Garis regresi.. ..X1 + β2.. (3...............lnXk . Model non liniernya adalah sebagai berikut (Draper 1966) : Y = β0.. Dalam analisis regresi terdapat beberapa ukuran yang akan dicari...X2 + . (3.4) Dalam analisis regresi berganda ini dipergunakan metode stepwise regression.5...... Standard error of estimate...3) Model ini ditransformasikan kebentuk logaritma normal menjadi bentuk linier dengan persamaan sebagai berikut : lnY = β0 + β1.....X1β1.X2β2. Setiap variabel dimasukkan kedalam model regresi satu persatu secara berurutan dan berdasarkan urutan tingkat kontribusi R2 terhadap model regresi yang diharapkan (Walpole and Myers 1993)...) Selain model regresi linier akan dibuat juga model non linier yang berupa transformasi logaritma.lnX1 + β2.....6402014051 54 ..lnX2 + . yaitu yang menyatakan dan menggambarkan karakteristik hubungan antara variabel-variabel dalam penelitian.........

....... Daerah nilai R2 adalah dari nol sampai satu..5..6. kemudian dilakukan beberapa uji model.....Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 3....6) b...... Variasi Y yang lainnya disebabkan oleh faktor lain yang juga mempengaruhi Y dan sudah termasuk dalam kesalahan pengganggu (disturbance error) (Supranto 1988)..... Dengan kata 55 .....5) R2 = 1 - Dengan : Yi Yc Y = Nilai Y aktual (sampel) = Nilai Y yang dihitung dari model regresi = Nilai Y rata-rata Output SPSS ini juga menghasilkan adjusted R2 (R2 yang disesuaikan) yang merupakan koreksi dari R2 sehingga gambarannya lebih mendekati mutu penjajagan model dalam populasi (Sandy 1980)....... dan hipotesis alternatifnya (Ha) adalah bahwa seluruh nilai koefisien variabel X tidak sama dengan nol. yaitu : a....... (3... Adjusted R2 (Ra2) dirumuskan sebagai berikut (Supranto 1988) : k(1-R2) n-k-1 Ra = R - 2 2 .... 1982). UJI MODEL Dari model regresi yang telah diperoleh baik model linier maupun non linier. Coeficient of Determination Test atau R2 Test R2 test digunakan untuk mengukur besarnya kontribusi variabel bebas X terhadap variasi (naik turunnya) variabel terikat Y.... maka nilai R2 semakin tinggi (Katz........... R2 juga digunakan untuk mengukur seberapa dekat garis regresi terhadap data...... Uji F (F-Test) Uji F digunakan untuk menguji hipotesis nol (Ho) bahwa seluruh nilai koefisien variabel babas Xi dari model regresi sama dengan nol....5. Semakin dekat nilai Y dari model regresi kepada titik-titik data...... (3............... Rumus R2 adalah : n Σ (Yi-Y)2 i=1 n Σ (Yi-Yc)2 i=1 .........

Secara notasi dapat dituliskan sebagai berikut (Sandy 1990) : Ho : β1 = β2 = β3 = ………. 1988) : Tolak H0 jika F0 hitung > Fα (k-1)(n-k) tabel Tidak ditolak jika F0 hitung < Fα (k-1)(n-k) tabel Dimana : α n k = tingkat signifikasi (significant level) = 0..6402014051 56 .. yaitu bahwa variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat. 1988 Jumlah Kuadrat β’X’Y’ = Y’Y (R2) E’E = Y’Y (1-R2) Y’Y Derajat Kebebasan K n-k-1 n-1 Ratra-rata Kuadrat Y’Y (R2)/(k-1) Y’Y (1-R2)/(k-1) Gatot Bentoro .Bab III Metodologi Penelitian lain rasio F digunakan untuk menguji hipotesis nol (Ho). yaitu bahwa variabel-variabel bebas secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap variabel terikat. ≠ Βk ≠ 0 Rumus yang digunakan untuk menghitung rasio F adalah sebagai berikut (Hair. = Βk = 0 Ha : β1 ≠ β2 ≠ β3 ≠ ………. 1995) : F ratio = Sum of squared error / Degrees of freedom regression total regression Sum of squared error / Degrees of freedom residual Dimana derajat kebebasan regresi adalah jumlah koefisien yang diperkirakan (termasuk konstanta)-1. . Tabel 3.05 = jumlah sampel = variasi bebas dalam model regresi berganda F0 diperoleh dengan menggunakan tabel analisis Varians (ANOVA) yang terlihat pada Tabel 3. sedangkan derajat kebebasan residual adalah jumlah sampeljumlah koefisien yang diperkirakan (termasuk konstanta). Kriteria yang digunakan dalam pengujian adalah (Supranto. serta hipotesis alternatifnya (Ha). ANOVA Sumber Variasi Regresi X1..8.8. Xk Residu Total Sumber: Supranto. X2.

. t0 untuk koefisien konstanta (β0) : tβ0 = β0 Sa .8) nilai Y....5........ Dengan demikian dapat dinyatakan sebagai berikut : Ho : β1 = 0... (3........7) c... t0 un tuk koefisien varaiabel X (βi) : tβ0 = β0 Sb ... Uji t (t-Test) Uji t digunakan untuk menguji hipotesis nol (H0) bahwa masing-masing koefisien dari model regresi sama dengan nol dan hipotesis alternatifnya (Ha) adalah jika masing-masing koefisien dari model tidak sama dengan nol........ (3.................9) Dimana Sb adalah kesalahan dari koefisien variabel X dan Sa adalah kesalahan baku dari konstanta regresi. = Βk = 0 Ha : β1 ≠ 0...5..Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Dari analisis varians didapat nilai F0 berdasarkan rumus sebagai berikut : Y’Y (R2)/(k-1) F0 = Y’Y (1-R2)/(n-k-1) = R2/k (1-R2)/(n-k-1) .... ≠ Βk ≠ 0 Jika hipotesis nol diterima berarti model yang dihasilkan tidak dapat digunakan untiuk memprediksi nilai Y....... β3 ≠ 0.. β3 = 0... β2 = 0.. Kriteria pengujian hipotesis ini adalah sebagai berikut : H0 ditolak jika t0 hitung > ta (n-k-1) tabel H0 diterima jika t0 hitung ≤ ta (n-k-1) tabel 57 . Nilai t dari koefisien variabel X dan konstanta regresi dapat dicari dengan 2)...5........ maka nilai model yang dihasilkan dapat dipergunakan untuk memprediksi menggunakan rumus (Katz 1982) : 1).... (3... sebaliknya jika hipotesis nol ditolak... β2 ≠ 0...................... ………. ……….

..... Kriteria pengujian (Katz 1982) : H0 akan diterima atau nilai d adalah nyata (significant) dan ada korelasi (positif atau negatif) jika d > d1.... Gatot Bentoro ...Bab III Metodologi Penelitian d. Model regresi yang baik harus tidak ada multikolinieritas (Santoso 1999)..... dilakukan untuk menguji ada tidaknya auto korelasi antara variabel-variabel yang teliti. Untuk menguji kelayakan fungsi regresi dan kekonstanan (constancy) dari error variance digunakan plot residual terhadap fitted values.. Ha : tidak ada autokorelasi positif dan negatif.... H0 akan ditolak atau tidak ada korelasi jika d<du dan (4-du)>d...5........... perlu dilakukan analisis kelayakan model melalui analisis residual. f. Dan hasil pengujian tidak dapat disimpulkan..6402014051 58 .. (3.. Analisis Residual (Residual analysis) Sebelum menggunakan model regresi berganda yang telah dihasilkan... Pengujian dilakukan dengan menggunakan rumus (Katz 1982) : m Σ (ej-ej-1)2 j=2 d= m Σ ej2 j=1 . Untuk menentukan normalitas dari error..10) Statistik pengujian Durbin-Watson untuk hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatif (Ha) adalah sebgai berikut : H0 : ada autokorelasi positif dan negatif.... Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat multikolinieritas atau terjadinya korelasi diantara sesama variabel terpilih... digunakan plot probabilitas normal (normal probability plot) (Neter & Whitmore 1993).. Menurut Tabachnick (2001) tidak terdapat multicolinearity diantara variabel penentu jika angka condition index < 30 dan angka variance proportion < 0. e.5.. Uji Auto Korelasi (Durbin-Watson Test) Durbin-Watson test.... dan du<d<(4-du)..

3. Confidence interval untuk nilai rata-rata µy/x didapat dengan rumus (Walpole & Myers 1993) : Y0 . dipilih model yang terbaik sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Uji Nilai Rata-rata Y (µy) Pada bagian ini akan diuji apakah nilai rata-rata Y (µy) untuk nilai variabel Xi tertentu (nilai Xi dari sampel yang divalidasi) masuk kedalam confidence interval yang terbentuk bila nilai µy/x berada didalam confidence interval berarti model ini valid untuk meramalkan nilai rata-rata Y populasi keseluruhan.tα/2S√x0’(X”X)-1x0 < µy/x < Y0+tα/2S√x0’(X”X)-1x0 Dengan : Y0 tα/2 S X X’ X0 X0’ = Nilai Y dari model untuk nilai variabel Xi sampel yang divalidasi = Nilai distribusi t dengan derajat kebebasan n-k-1 = Standard error of estimate = Matriks data variabel bebas sampel yang membentuk model = Nilai transpose dari X = Matriks baris dari variabel bebas sampel yang divalidasi = Matriks transpose dari X0 . (3.8. Dari model yang terbentuk ada 2 macam pendugaan yang diperoleh.. yang masing-masing karakteristiknya dapat dijelaskan sebagai berikut: a. UJI VALIDASI Digunakan untuk menguji apakah nilai dari koefisien variabel yang diteliti masih terdapat dalam selang prediksi apabila dilakukan pengujian terhadap n sampel yang tidak dimasukkan kedalam analisis regresi tersebut dan diambil secara acak.. yaitu pendugaan confidence interval untuk nilai rata-rata Y dan prediction interval untuk nilai individu Y.7.5.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 3. PENENTUAN MODEL Berdasarkan hasil pengujian terhadap kedua model. yaitu linier dan nonlinier.. yang disebut uji validasi. Selanjutnya dilakukan uji model dengan menggunakan sampel diluar sampel yang membentuk model. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk menilai apakah model yang terbentuk tersebut dapat mewakili populasi secara keseluruhan (Trigunarsyah 2003).11) 59 ..

Bab III Metodologi Penelitian Kuantitas dari S√x0’(X”X)-1x0 disebut standard error of prediction dan standard error of the estimate diperoleh rumus (Katz 1982) : Σ ei2 √ (n-k-1) S= ………………………………………….. Apakah nilai Y berada didalam prediction interval model ini valid untuk meramalkan nilai Y tunggal populasi keseluruhan. Nilai prediction interval untuk nilai y0 didapat dengan rumus (Walpole & Myers. (3. Uji Nilai Tunggal (y0) Pengujian dilakukan apakah nilai Y(y0) tunggal dari sampel yang divalidasi untuk nilai variabel Xi tertentu (nilai Xi dari sampel yang divalidasi) masuk dalam prediction interval yang terbentuk.tα/2S√x0’(X”X)-1x0 < y0 < Y0+tα/2S√x0’(X”X)-1x0 .12) Dimana nilai-nilai y0.12) b. Pendugaan interval untuk nilai rata-rata Y dan nilai individu Y terhadap variabel X dapat dibuat suatu grafik seperti pada gambar 3. X. Grafik Pendugaan Interval untuk Nilai Rata-Rata Y dan Individu Y (Sumber: Walpole & Myers.. 1993) : Y0 .5. 1993) Gatot Bentoro .5...4. S. x0 adalah sama dengan nilai-nilai pada uji confidence interval untuk nilai rata-rata Y. tα/2..4 berikut ini : Y Pendugaan Interval Untuk individu Y Pendugaan Interval untuk rata-rata Y Model Regresi X Gambar 3..6402014051 60 . (3.

Untuk mencari adanya kemungkinan variabel penentu lainnya dilakukan dengan cara memasukkan variabel dummy. ANALISIS VARIABEL DUMMY Suatu persamaan dari model regresi yang terbentuk dikatakan sempurna apabila mempunyai nilai koefisien penentu atau coeficient of determination R2 = 1.9. Variabel-variabel itu yang disebut variabel dummy. Apabila nilai Adjusted R2<1.5 bahwa apabila nomor sampel model awal berada didaerah antara batas bawah confidence interval nilai individu Y bawah dan batas bawah confidence interval nilai rata-rata Y diberikan nilai 1. Dalam situasi ini kita harus memberikan tingkat kepada variabel-variabel itu yang mungkin mempunyai pengaruh determenistik yang terpisah dan berbeda terhadap variabel tidak bebas. yaitu dengan memasukkan satu atau beberapa variabel dummy disamping variabel yang telah teridentifikasi kedalam analisis regresi sampai model regresi yang terbentuk menghasilkan nilai Adjusted R2=1 atau R2≈1. Seperti pada gambar 3. Apabila berada didalam daerah antara batas bawah dan batas atas confidence interval rata-rata Y dberikan nilai 2. Ketentuan dari nilai-nilai dummy untuk setiap sampel diberikan berdasarkan grafik model regresi awal yang memperlihatkan scatter plot setiap nomor sampel dan menunjukkan confidence interval untuk nilai rata-rata Y serta confidence interval untuk nilai tunggal Y tersebut maka nilai dummy untuk masing-masing nomor sampelnya adalah seperti yang dijelaskan berikut. Variabel dummy biasanya dimana kita harus memasukkan suatu faktor yang hanya memiliki dua atau lebih tingkat yang berbeda dan tidak bisa memberikan skala kontinu. 61 . maka model tersebut menyatakan bahwa kemungkinan ada variabel penentu lainnya yang masih belum teridentifikasi atau terjelaskan. sedangkan apabila berada didalam daerah antara batas atas confidence interval nilai rata-rata Y dan batas atas confidence interval nilai individu Y diberikan nilai 3. artinya sisanya yaitu (1-Adjusted R2) dapat dikontribusi oleh variabel penentu lainnya (Supranto 1988).Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 3.

5. biasanya memberikan hasil yang diperlukan secara komprehensif dan merupakan sebuah Gatot Bentoro . yaitu adalah model dan eksperimen. 1993) Setelah nilai dummy diperoleh. Simulasi adalah teknik dengan menggunakan data yang dibuat untuk berbagai kondisi yang mungkin terjadi. khususnya saat analisis lain secara matematis terlalu kompleks atau terlalu sulit untuk dihasilkan. maka selanjutnya dilakukan korelasi antara dummy-dummy tersebut dengan variabel-variabel lainnya yang tidak termasuk variabel didalam kelompok rotated component matrix yang sudah terwakili oleh variabel penentu sebelumnya. Ada dua kunci utama dalam simulasi. Variabel yang mempunyai korelasi tertinggi dengan dummy tersebut adalah berpotensi menjadi variabel penentu tambahan untuk penelitian lanjutan. Skala Pengukuran Dummy (Sumber: Walpole & Myers.6402014051 62 . Sebuah simulasi. SIMULASI MONTE CARLO Simulasi adalah proses model matematika atau model logika dari suatu sistem atau masalah pengambilan keputusan. Selanjutnya apabila model belum mencapai R2=1. ditambah dummy berikutnya dan proses dilakukan seperti diatas dengan menggunakan grafik model yang baru terbentuk.10.Bab III Metodologi Penelitian Y Pendugaan Interval Untuk individu Y 3 2 Model Regresi Pendugaan Interval untuk rata-rata Y 1 X Gambar 3. dilakukan analisis regresi yang terdiri dari variabel penentu sebelumnya ditambah dengan dummy pertama. Jika dummy yang diperoleh telah digunakan untuk mengidentifikasi variabel penentu lainnya. yang merupakan metode analitis yang digunakan untuk mencontoh suatu sistem kehidupan. 3. Kemudian dilakukan eksperimen dengan model tersebut untuk menganalisis hasilnya sehingga dilakukan eksperimen dengan model tersebut untuk menganalisis hasilnya sehingga dapat membantu dalam pengambilan keputusan (Evans 1998).

Fenomena random. Simulasi memiliki dua jenis. Teknik simulasi dengan Monte Carlo terbukti adalah suatu teknik yang sangat bermanfaat terutama dalam menganalisis perubahan untuk memperoleh suatu jawaban yang mendekati. umumnya memiliki suatu distribusi normal dan hasil (element outcomes) yang diinginkan juga membentuk suatu distribusi normal. Teknik Monte Carlo dapat digunakan untuk kasus-kasus dengan hasil yang diinginkan bersifat random (random outcomes) yang diinginkan juga membentuk suatu distribusi normal. Simulasi Monte Carlo pada dasarnya adalah sebuah eksperimen sampling. Analisis dalam penelitian ini dimulai dengan pemilihan hasil (outcome) dengan suatu jumlah (angka) yang tetap dan melakukan perhitungan jika diperlukan untuk memperoleh trial outcome dalam memperoleh jawaban yang diinginkan (measure of merit). yaitu simulasi sistem dan simulasi Monte Carlo. dipilah secara acak (random). bentuk distribusi atau karakteristik lainnya dari jawaban yang diinginkan. variant σ . Jumlah trials ditentukan pada saat hasil simulasi sudah cukup stabil dalam batas-batas ketelitian yang diinginkan. Teknik Monte Carlo dapat digunakan untuk kasus-kasus dengan hasil yang diinginkan bersifat random. Persyaratan utama dari teknik Monte Carlo adalah outcome dari seluruh variabel. Metode yang paling mudah untuk menentukan jumlah trials dengan teknik ini untuk mendapatkan hasil yang akurat adalah dengan memperhatiokan nilai rata-rata yang dihasilkan. yang kemungkinan dipengaruhi oleh variabel-variabel bebas. bila eksperimen secara fisik atau pendekatan analitis tidak memungkinkan secara ekonomis. bila eksperimen secara fisik atau pendekatan analitis tidak memungkinkan.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi pendekatan yang kuantitatif bagi pembelajaran sebuah sistem yang sesuai dengan kenyataan. Perhitungan ini dilakukan berulang-ulang sehingga menghasilkan trial 2 outcome (hasil coba-coba) yang mendekati nilai rata-rata µ (mean). yang pada penelitian ini lebih menekankan pada penggunaan simulasi Monte Carlo. yang bertujuan untuk mengestimasi distribusi dari variabel-variabel terikat. Simulasi Monte Carlo merupakan suatu teknik simulasi untuk situasi yang diliputi ketidakpastian untuk mendapatkan suatu pendekatan. Teknik Monte Carlo sering digunakan dan diterapkan dalam praktek analisis perubahan karena kemampuan analisis dapat mengantisipasi dan menyederhanakan rumusan matematis yang kompleks. Jumlah kejadian yang disimulasi untuk memberikan gambaran yang mungkin terjadi di lapangan adalah menggunakan rumus n. sabagai berikut (Walpole & Myers 1993) : Z2 n= α/2 σ2 δ2 63 .

Bab III Metodologi Penelitian Dimana : n Z σ 2 α/2 2 = = = = Jumlah sampel simulasi Degree of Confidence Level at Half Width Standard Deviation Error Tolerance Level δ2 Dari jumlah kejadian n tersebut diatas yang di random untuk mendapatkan nilai standard deviation. Skematik Teknik Monte Carlo (Sumber: Walpole.6. berikut : Monte Carlo Sample or Trial Model for Measure of Merit Calculate Single Outcome of Measure of Merit Combine Result to From Distribution or Other Characteristic (s) of Measure of Merit Are Three Sufficient Trials for Desired Accuracy Stop Gambar 3. teknik Monte Carlo dapat dilihat pada gambar 3.E. Secara skematis. R. 1993) Gatot Bentoro .6402014051 64 .6. mean dan range.

65 .BA B 4 PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Seperti yang telah dijelaskan pada Bab 1 dan 3. prosentase keberhasilan perusahaan dalam menyelesaikan proyek yang dikerjakan selama kurun waktu 5 tahun terakhir dan perbandingan rata-rata prosentase proyek yang dikerjakan antara proyek pemerintah dan proyek swasta. analisis kinerja perusahaan. Dari 69 sampel penelitian yang diperoleh. maka dapat diidentifikasikan sebagai data umum profil perusahaan seperti posisi jabatan dari responden. 4. serta simulasi kinerja perusahaan dengan menggunakan metode optimasi. pendidikan terakhir responden. Maka pada bab ini akan dijelaskan mengenai pelaksanaan dari penelitian. Dari wawancara yang dilanjutkan dengan penyebaran kuesioner kepada 150 responden. uji model kinerja perusahaan. Data tersebut dirangkum secara rinci seperti terlihat dalam Tabel 4.1. Angket kuesioner dapat dilihat pada lampiran A.1. DATA PERUSAHAAN DAN RESPONDEN Pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran angket kuesioner. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengukur pengaruh faktor-faktor dari manajemen perusahaan yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan jasa konstruksi (kontraktor). serta wawancara dari level Direktur Utama sampai pada Manajer Proyek perusahaan kontraktor baik swasta maupun BUMN. dan yang kembali sebanyak 69 kuesioner. yang dimulai dari penjabaran data hasil penyebaran kuesioner. jenis perusahaan kontraktor.

proses hal ini bisnis dapat internal dilihat serta dari pertumbuhan besarnya dan nilai pembelajaran ada perbedaan kinerja yang cukup signifikan berdasarkan jenis nilai siginifikan≤0. Untuk mengetahui perbedaan kinerja perusahaan berdasarkan jenis perusahaan kontraktor maka dilakukan proses non parametric test berdasarkan data sampel pada Tabel 4. Dua sampel yang tidak berhubungan adalah jenis perusahaan jasa konstruksi BUMN dan Swasta.05. Analisis non parametrik adalah metode yang digunakan jika data yang ada tidak berdistribusi normal. Pada penelitian ini dilakukan analisis non parametrik untuk menguji data dua sampel yang tidak berhubungan dengan menggunakan uji Mann-Whitney U. 4. Hasil analisis uji Mann-Whitney U dengan menggunakan program SPSS 11. Hasil analisis statistik non parametric secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran B. ANALISIS NON PARAMETRIK Untuk mengetahui perbedaan kinerja perusahaan berdasarkan jenis perusahaan kontraktor maka dilakukan proses non parametric test berdasarkan data sampel pada Tabel 4. 3.6402014051 66 . 4. Uraian Kegiatan POSISI RESPONDEN Direktur Utama Direktur Manajer Kasi Kabag Profesional Staff PENDIDIKAN TERAKHIR RESPONDEN D3 S1 S2 S3 JENIS PERUSAHAAN KONTRAKTOR BUMN Swasta SISTEM MUTU PERUSAHAAN • Sertifikat ISO 9000 • Dalam Proses ISO 9000 • Belum Memiliki ISO 9000 • Lainnya Sumber: Hasil Olahan Jumlah Sampel 10 17 25 1 4 10 1 52 16 26 43 45 6 18 - 2.Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian Tabel 4.5 Gatot Bentoro .1. hal ini dapat dilihat dari nilai besarnya nilai siginifikan≥0. atau jumlah data sangat sedikit serta level data adalah nominal atau ordinal.1.1. Sedangkan perusahaan untuk jasa perspektif konstruks.2. dapat diketahui bahwa tidak ada perbedaan kinerja yang signifikan berdasarkan jenis perusahaan jasa kontraktor untuk perspektif keuangan dan pelanggan. 1. Data Profil Umum Perusahaan No.05.

Grouping Variable: JNS_PRSH Berdasarkan Tabel 4.4 dan Tabel 4.000 1273.007 pelanggan 493.000 -.2.47 43.00 1114.000 -2.00 1510.2 dan Tabel 4.05.065 .12 42.81 35.703 .948 proses bisnis 355.00 1273. (2-tailed) Sumber: Hasil Olahan keuangan 554.014 .00 proses bisnis pelanggan pertumbuhan& pembelajaran Sumber: Hasil Olahan Tabel 4. Statistik untuk Uji Mann-Whitney U a Test Statistics pertumbu han&pem belajaran 327.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi dapat dilihat pada Tabel 4.00 976.3. hal ini dapat dilihat dari nilai besarnya nilai siginifikan>0. Ranking untuk Uji Mann-Whitney U keuangan JNS_PRSH BUMN Swasta Total BUMN Swasta Total BUMN Swasta Total BUMN Swasta Total N 26 43 69 26 43 69 26 43 69 26 43 69 Mean Rank 34. Ranks Tabel 4.54 33.85 30.000 905.3 dapat dilihat bahwa tidak ada perbedaan kinerja yang signifikan berdasarkan jenis perusahaan jasa kontraktor untuk perspektif keuangan dan pelanggan.000 1301.92 29.389 a.5. Sedangkan untuk menguji beberapa sampel yang tidak berhubungan dengan menggunakan metode non parametrik yang dipakai adalah uji Kruskal-Wallis.2 dan Tabel 4. Sig.00 1142.862 .60 Sum of Ranks 905.3. Sedangkan untuk perspektif proses bisnis internal serta pertumbuhan dan pembelajaran ada perbedaan kinerja yang cukup signifikan berdasarkan jenis 67 .000 1439.26 37. Beberapa sampel yang tidak berhubungan adalah mutu perusahaan jasa konstruksi.000 -.00 1439.5 dapat dilihat pada Tabel 4.00 1301. Hasil analisis uji Kruskal-Wallis dengan menggunakan program SPSS 11.003 Mann-Whitney U Wilcoxon W Z Asymp.000 -3.

05. Statistik untuk Uji Kruskal Wallis a.000 pelanggan 8. hal ini dapat dilihat dari nilai besarnya nilai siginifikan<0.17 21. proses bisnis internal. Sig.000 Chi-Square df Asymp.515 2 . Gatot Bentoro .00 39.012 a.87 21.4.5.67 22. Ranking untuk Uji Kruskal Wallis keuangan MUTU_PRS Sertifikat ISO 9000 Dlm Proses ISO 9000 Blm Memiliki ISO 9000 Total Sertifikat ISO 9000 Dlm Proses ISO 9000 Blm Memiliki ISO 9000 Total Sertifikat ISO 9000 Dlm Proses ISO 9000 Blm Memiliki ISO 9000 Total Sertifikat ISO 9000 Dlm Proses ISO 9000 Blm Memiliki ISO 9000 Total N 45 6 18 69 45 6 18 69 45 6 18 69 45 6 18 69 Mean Rank 39.810 2 .6402014051 68 .42 16.Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian perusahaan jasa konstruks.92 27.20 18. keuangan 6.4 dapat dilihat bahwa mean rank kinerja perusahaan perspektif keuangan.969 2 .b Test Statistics pertumbu han&pem belajaran 18.44 proses bisnis pelanggan pertumbuhan& pembelajaran Sumber: Hasil Olahan Tabel 4.25 41. Ranks Tabel 4. Grouping Variable: MUTU_PRS Sumber: Hasil Olahan Berdasarkan Tabel 4. Kruskal Wallis Test b.83 25.031 proses bisnis 16.19 42.00 29.029 2 . Hal ini menunjukkan bahwa ada faktorfaktor tertentu yang mempengaruhi kinerja perusahaan yang sedang dalam proses ISO 9000. pelanggan serta pertumbuhan dan pembelajaran yang belum memiliki ISO 9000 ternyata lebih tinggi dari kinerja perusahaan yang dalam proses ISO 9000.

d. yang dapat dilihat pada Tabel 4. 2. atau memang Kinerja Keuangan. Dari ranking tersebut dilakukan proses scoring. dengan score (penilaian)sesuai Tabel 4.031. kolom Asymp. dapat dilihat pada Tabel 4. 4. atau probabilitas dibawah 0. 1. 3. Kinerja Proses Bisnis adalah 0.012. Kinerja Keuangan adalah 0. Berdasarkan hasil kuesioner yang telah disebar.3. Kinerja Perusahaan Perspektif Keuangan Perspektif Proses Bisnis Internal Perspektif Pelanggan Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran Prosentase 24% 28% 25% 23% Sumber: Hasil Olahan 69 . Prosentase Perspektif Kinerja Perusahaan No.7.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Sedangkan berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan metode KruskalWallis Test.7. Tabel 4. Maka H0 ditolak. Proses Bisnis. Kinerja Pertumbuhan dan Pembelajaran adalah 0. 4) dari masing-masing kinerja. Proses Scoring Ranking Kinerja Perusahaan Ranking Score 1 4 2 3 3 2 4 1 Sumber: Hasil Olahan Berdasarkan Tabel 4. yang terdiri dari 5 variabel terikat (dependent variable) dan 46 variabel bebas (independent variable). Pelanggan serta Pertumbuhan dan Pembelajaran benarbenar berbeda antara jenis mutu yang dimiliki oleh perusahaan jasa konstruksi.6 dilakukan proses analisis sehingga diperoleh prosentase dari masing-masing kinerja. Kinerja Pelanggan adalah 0.5. ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI Semua data hasil wawancara dan kuesioner yang telah diisi oleh para responden tentang pengaruh kualitas manajemen perusahaan dalam meningkatkan kinerja perusahaan jasa konstruksi ditabulasikan seperti terlihat pada lampiran C. Tabel 4. 4. Sig/asysmptotic significance untuk uji beberapa sisi.00.05.00.6. juga diperoleh ranking (1 s.6.

YT = ∑ KYij * PYij . dan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi sebagai 5 variabel terikat yang dipengaruhi oleh 46 variabel bebas berupa kualitas manajemen perusahaan. Pada penelitian ini....1 sehingga dapat diperoleh nilai kualitas kinerja perusahaan.. Dengan menggunakan program SPSS 11... maka dilakukan suatu proses seleksi terhadap 69 kuesioner yang didapat dengan melakukan analisis korelasi dan regresi...(4.. Analisis korelasi dilakukan dengan metode korelasi pearson (product moment correlations).... D3 untuk Perspektif Pelanggan.. Dalam memperoleh sampel penelitian yang layak untuk dapat dilakukan penelitian lebih lanjut.7 dilakukan dengan menggunakan persamaan 4.. Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran. Hasil tabulasi data disusun dalam suatu format yang akan digunakan sebagai input data dalam proses analisis yang menggunakan program SPSS 11.. D4 untuk Perspektif Pertumbuhan dan Pembalajaran. analisis korelasi pada penelitian ini dilakukan untuk mengukur kekuatan hubungan antara variabel terikat pada Kinerja Perusahaan dengan variabel bebas pada Kualitas Manajemen Perusahaan. Perspektif Pelanggan. perhitungan metode korelasi pearson menghasilkan jenis koefisien korelasi bivariate seperti pada lampiran D (D1 untuk Perspektif Keuangan.Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan Tabel 4.. Setelah itu dilakukan analisis regresi linier terhadap variabel-variabel bebas yang berhubungan dengan variabel terikat... Maksudnya adalah untuk menentukan variabel-variabel yang tidak layak (outlier) yang dapat dilihat pada scatterplot.. D2 untuk Perspektif Proses Bisnis Internal.. Data yang digunakan sebagai input tersebut adalah Kinerja Perusahaan Perspektif Keuangan.5.. tetapi input data dilakukan masing-masing dari kelima variabel terikat tersebut dan tetap dipengaruhi oleh 46 variabel bebas yang sama. dan D5 untuk Kinerja Perusahaan).6402014051 70 ..1) Dimana: YT KYij PYij = Nilai Kualitas Kinerja Perusahan = Nilai Kualitas masing-masing Perspektif Kinerja Perusahaan = Prosentasi masing-masing Perspektif Kinerja Perusahaan Proses analisa dan pentabulasian data untuk memperoleh prosentase masingmasing perspektif kinerja perusahaan dan nilai kualitas kinerja perusahaan dapat dilihat pada Lampiran B..5.. Gatot Bentoro . proses analisis terhadap 5 variabel terikat Kinerja Perusahaan tidak di input bersama.. Perspektif Proses Bisnis Internal.

71 .Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Jika terdapat variabel yang tidak layak. maka variabel tersebut harus dibuang.05 terhadap masing-masing variabel terikat yang dirangkum pada Tabel 4. Variabel-variabel bebas yang berhubungan dengan variabel terikat dengan tingkat signifikan≤0.8 dan data koefisien korelasi selengkapnya dapat dilihat pada lampiran D. Demikian seterusnya sampai tidak ditemukan variabel yang outlier pada scatterplot. Kemudian dilakukan analisis korelasi dan regresi kembali tanpa memasukkan variabel yang outlier.

503 X11 0.370 0.332 0.333 0.478 0.434 0.367 0.365 0.462 X5 0.424 0.470 0.435 0.396 0.362 X6 0.525 0. Nilai Korelasi Pearson r Terhadap masing-masing Variabel Terikat VARIABEL TERIKAT Y1 (n=50) Y2 (n=41) Y3 (n-40) Y4 (n-40) Y5 (n=42) NILAI r VARIABEL X1 X4 0.388 0.355 0.503 0.404 0.381 0.351 0.372 0.407 0.562 0.499 0.470 0.499 X46 Sumber: Hasil Olahan Gatot Bentoro .385 0.390 0.400 0.538 0.507 X13 0.405 0.355 0.337 0.503 0.389 X39 -0.389 0.388 0.341 0.399 0.399 0.327 0.587 0.380 X12 0.304 0.434 0.543 0.355 X7 X8 X10 0.343 X40 -0.332 X34 X35 X38 -0.6402014051 72 .668 0.8.306 0.335 0.451 X14 X15 X16 VARIABEL TERIKAT Y1 (n=50) Y2 (n=41) Y3 (n-40) Y4 (n-40) Y5 (n=42) NILAI r VARIABEL X17 X18 X20 X21 X22 0.362 X26 X32 0.421 0.450 0.Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian Tabel 4.361 0.454 0.435 0.670 0.387 0.395 0.371 0.

wewenang dan tanggung jawab karyawan = Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menghadapi peluang bisnis = Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menanggapi persaingan = Prestise pekerjaan didalam perusahaan = Rotasi pekerjaan terhadap karyawan = Kurang adanya Reward & Punishment terhadap karyawan = Kualitas penghargaan perusahaan terhadap karyawan = Mengalami hambatan dalam melakukan evaluasi terhadap kualitas hasil pekerjaan = Mengalami hambatan dalam melakukan penyusunan laporan kegiatan = Mengalami hambatan dalam melakukan penilaian terhadap prestasi kerja = Tindakan pengendalian terhadap perusahaan. X46 X40 X39 X38 X35 X26 X32 X34 X22 X21 X20 X16 X17 X18 = Pengarahan thdp karyawan dlm menyelesaikan pekerjaan = Peranan pimpinan perusahaan sebagai fasilitator = Dukungan dan dorongan dari pimpinan perusahaan terhadap karyawan = Kualitas pendistribusian tugas.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Keterangan : Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 n X1 = Kinerja Perusahaan Perspektif Keuangan = Kinerja Perusahaan Perspektif Bisnis Internal = Kinerja Perusahaan Perpektif Pelanggan = Kinerja Perusahaan Perspektif Pertumbuhan & pembelajaran = Kinerja Total = Jumlah sampel yang layak = Tujuan dan sasaran yang mengacu pada sumber daya X4 X5 X6 X7 X8 X10 = Kemampuan untuk mendapatkan laba = Kualitas hasil akhir pekerjaan = Tingkat keberhasilan strategi perusahaan = Kualitas implementasi kebijakan perusahaan = Kinerja dan produktifitas karyawan = Kemampuan personil inti dalam menjalankan fungsi tugas X11 = Kemampuan pimpinan perusahaan dalam membuat rencana sumber daya X12 = Kemampuan karyawan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya X13 X14 X15 = Tanggung jawab karyawan = Kerjasama personil inti dengan bawahan = Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menyelesaikan konflik. 73 .

Sedangkan variabel bebas X12. Korelasi positif maupun negatif disini. sehingga dapat mengurangi asumsi linier independence dan mengurangi real significant final of interpretation dari model yang terbuat dari variabel tersebut. sehingga perlu dilakukan analisa lebih lanjut.Y5).05 terhadap variabel terikat. maka mempunyai risiko akan terjadinya gangguan (noise) terhadap stabilitas model.6402014051 74 . nilai koefisien korelasi ”r” antar variabel-variabel bebas.Y4. X10 dan X11 berkorelasi terhadap semua variabel terikat (Y1. telah menghasilkan 3 komponen atau faktor. yang artinya bahwa tanda positif menunjukkan arah yang sama yaitu semakin baik kualitas variabel bebasnya maka semakin baik juga variabel terikatnya. Perspektif Bisnis Internal 4 faktor. Semua variabel bebas ada yang berkorelasi positif dan ada yang berkolerasi negatif. Analisis faktor dari variabel bebas yang berhubungan dengan variabel terikat untuk eigenvalues>1 dengan tingkat signifikan≤0. Apabila antar variabel-variabel tersebut terjadi hubungan interkorelasi dengan pengertian saling mempengaruhi satu sama lainnya dan variabel-variabel tersebut langsung digunakan sebagai variabel pada persamaan yang dihasilkan.Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan Tabel 4.Y2. Sebagai contoh variabel bebas X4. X5.Y3. Analisa Interkorelasi dilakukan untuk mengetahui besarnya hubungan interkorelasi r antara variabel bebas yang satu dengan variabel bebas yang lainnya.05.5 dapat dilihat pada Lampiran E. Setelah didapatkan variabel-variabel bebas dengan tingkat signifikan<0. Untuk menyederhanakan jumlah variabel bebas yang berhubungan dengan variabel terikat dengan tingkat signifikan≤0.05 terhadap Kinerja Perusahaan Perspektif Keuangan. X13. hanya menggambarkan logika hubungan antara variabel bebas (kualitas manajemen perusahaan) dengan variabel terikat (perspektif kinerja perusahaan). X14 dan X15 berkorelasi dengan 4 variabel terikat. Sedangkan tanda negatif disini menunjukkan arah yang berlawanan. Perspektif Pelanggan 4 faktor dan Perspektif Pertumbuhan dan Gatot Bentoro . dimana semakin menurun kualitas variabel bebasnya maka semakin baik variabel terikatnya.8 terlihat bahwa ada beberapa variabel terikat yang berkorelasi lebih dari satu dengan variabel terikat (Y). Dalam matriks interkorelasi yang dapat dilihat pada Lampiran D. Hasil analisis faktor dengan menggunakan SPSS 11. beberapa mempunyai nilai yang sangat berarti dan berpotensi menimbulkan gangguan (noise) bagi model yang terbentuk dari variabel bebas yang berinterkorelasi tersebut. selanjutnya terhadap variabel-variabel tersebut dilakukan pengukuran kekuatan hubungan antar variabel-variabel tersebut dengan cara analisa interkorelasi. maka dilakukan analisa faktor dengan menggunakan metode Principal Componenet Analysis dan metode rotasi Varimax dengan kriteria dari Kaiser yaitu mengambil komponen yang mempunyai eigenvalue>1.

9... .05 dan dipilih kombinasi yang mempunyai koefisien interkorelasi yang paling rendah. dilakukan analisis variabel penentu dengan cara menganalisis berbagai kombinasi antara variabel bebas yang potensial dari setiap faktor (F1. F2. Fn). sehingga kombinasi tersebut menghasilkan variabel-variabel penentu yang optimal terhadap kinerja perusahaan yang mempunyai nilai Adjusted R2 dan stabilitas model yang optimal. Variabel Penentu Kinerja Variabel Terikat Faktor I.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Pembelajaran 4 faktor. F3.. seperti terlihat pada Total Variance Explained maupun Rotated Component Matrix pada lampiran E. Kombinasi dari variabel penentu yang mewakili masing-masing faktor dan merupakan variabel kombinasi tersebut dapat dirinci seperti terlihat pada Tabel 4..9. serta memenuhi semua kriteria proses pengujian (F. analisis model regresi perspektif kinerja perusahaan. yaitu variabel-variabel dari faktor I. Analisis Variabel Penentu Perspektif Kinerja Perusahaan Dalam menentukan variabel-variabel penentu yang akan dipilih. dan identifikasi variabel dummy. Berdasarkan kriteria tersebut diatas.. X22 75 . diperoleh hanya 3 variabel penentu yang mewakili model hubungan Perspektif Kinerja Perusahaan terhadap Peningkatan Kualitas Manajemen Perusahaan. t. . dengan kriteria bahwa variabel bebas dari setiap faktor tersebut mempunyai koefisien interkorelasi yang berhubungan dengan variabel terikat dengan tingkat signifikan≤0. n dengan nilai koefisien interkorelasi r. Tabel 4. d dan validasi). III. Variabel Penentu X5 X40 Uraian Kualitas hasil akhir pekerjaan Adanya hambatan dalam melakukan penilaian terhadap prestasi kerja Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menanggapi persaingan Karakteristik Variabel Penetapan Tujuan dan Sasaran Pengukuran kualitas perusahaan Kualitas pimpinan perusahaan Y1 III. II. maka proses selanjutnya adalah melakukan analisis variabel penentu perspektif kinerja perusahaan. Setiap faktor mempunyai sekelompok variabel bebas yang dapat menggambarkan karakteristik umum dari faktor tersebut. Setelah didapat jumlah sampel yang layak dan setiap variabel sudah dikelompokkan untuk yang memiliki karakteristik umum yang sama. Dari kombinasi faktor tersebut dicari kombinasi yang memiliki nilai Adjusted R2 paling tinggi dengan cara melakukan regresi terhadap kombinasi faktor tadi.. II. Adapun kombinasi faktor dan nilai Adjusted R2 tersebut dapat dilihat pada lampiran F. validasi. pengujian model. penentuan model.

X5 X16 Kualitas hasil akhir pekerjaan Pengarahan terhadap karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan Dukungan pimpinan karyawan dan dorongan dari perusahaan terhadap Penetapan Sasaran Pengukuran perusahaan Kualitas perusahaan Penetapan Sasaran Struktur Perusahaan Tujuan dan Y4 kualitas pimpinan III.10. Gatot Bentoro . X4 X11 Profit yang diperoleh perusahaan Kemampuan pimpinan perusahaan dalam membuat rencana sumber daya Kemampuan pimpinan Tujuan dan Sasaran Koordinasi Pekerjaan Kualitas perusahaan Pelaksanaan pimpinan Y3 III.Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian Variabel Terikat Faktor I. II. Sumber: Hasil Olahan X15 perusahaan konflik dalam menyelesaikan Sistem dan Perusahaan Analisa regresi berganda linier dan non linier dilakukan terhadap kombinasi variabel penentu yang telah ditetapkan. X18 I. Y5 secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran G. X15 perusahaan konflik dalam menyelesaikan I. Variabel Penentu X5 X10 Uraian Kualitas hasil akhir pekerjaan Kemampuan personil inti menjalankan fungsi tugas Kemampuan pimpinan dalam Karakteristik Variabel Penetapan Sasaran Struktur Perusahaan Sistem dan Perusahaan Tujuan dan Organisasi Prosedur Y2 III. Sedangkan output hasil analisis regresi Y1 s. II. X15 perusahaan konflik dalam menyelesaikan I. Model regresi yang dihasilkan untuk masing-masing variabel terikat beserta Adjusted R2 model linier dan non linier dapat dilihat pada Tabel 4. X5 X11 Kualitas hasil akhir pekerjaan Kemampuan pimpinan perusahaan dalam membuat rencana sumber daya Kemampuan pimpinan Tujuan dan Organisasi Prosedur Y5 III. II.d.6402014051 76 . II.

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi

Tabel 4.10. Model Regresi Berganda untuk Y1 s.d. Y5 Variabel Terikat Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Keterangan : Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 X4 X5 X10 X11 = Kinerja Perusahaan Perspektif Keuangan = Kinerja Perusahaan Perspektif Bisnis Internal = Kinerja Perusahaan Perpektif Pelanggan = Kinerja Perusahaan Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran = Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi = Kemampuan untuk mendapatkan laba = Kualitas hasil akhir pekerjaan = Kemampuan personil inti dalam menjalankan fungsi tugas = Kemampuan pimpinan perusahaan dalam membuat rencana sumber daya X40 X22 X18 X16 X15 = Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menyelesaikan konflik. = Pengarahan terhadap karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan = Dukungan dan dorongan dari pimpinan perusahaan terhadap karyawan = Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menanggapi persaingan = Mengalami hambatan dalam melakukan penilaian terhadap prestasi kerja Model Regresi Berganda Linier 2.126 + 0,433X5 - 0,287X40 + 0,311X22 -2,377 + 0,274X5 + 0,652X10 + 0,428X15 -2,543 + 0,352X4 + 0,435X11 + 0,617X15 -2,336 + 0,555X5 + 0,356X16 + 0,438X18 -2,214 + 0,568X5 + 0,407X11 + 0,366X15 Non Linier 1,690 * X50,468 * X220,343 * X40 -0,245 0,371 * X50,263 * X100,722 * X150,539 0,808 * X40,158 * X110,434 * X150,442 0,408 * X50,553 * X160,422 * X180,475 0,388 * X50,461 * X110,587 * X150,463 Linier 0.780 0.764 0.737 0.786 0.619 Adjuste R2 Non Linier 0.605 0.758 0.685 0.751 0.555

77

Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian

4.4.

UJI MODEL KINERJA PERUSAHAAN
Uji model pada penelitian ini terdiri dari pengujian terhadap Adjusted R2, uji F,

uji T, uji autokolerasi (Durbin-Watson), analisis residual, penentuan model yang digunakan, validasi dan uji hipotesis.

Coefficient of Determination Test (Adjusted R2 –Test)
Dengan menggunakan metode stepwise pada SPSS 11,5 dihasilkan urutan kombinasi variabel bebas penentu dalam memberikan kontribusi terhadap nilai Adjusted R2 untuk model regresi linier maupun regresi non linier. Urutan kombinasi variabel bebas penentu dari model regresi tipe Kinerja Perusahaan menghasilkan nilai Adjusted R2 seperti terlihat pada lampiran G.

Uji F (F-Test) Kinerja Perusahaan
Langkah selanjutnya dilakukan Uji F dengan tujuan untuk menguji bahwa seluruh koefisien variabel bebas Xi dari model regresi tidak mempengaruhi variabel Y atau sering disebut uji hipotesis nol. Dilakukan Uji Hipotesis nol terhadap sekelompok variabel bebas X1, X2, X3, yang berarti: H0 : H0 : β1 = β2 = β3 = 0 β1 ≠ 0, β2 ≠ 0, β3 ≠ 0

Dimana: β1, β2, β3 adalah koefisien X1, X2,X3 Nilai F model (F0) maupun F tabel yang diperoleh dapat dilihat pada Tabel ANOVA (Lampiran G)

Uji t (t-Test) Kinerja Perusahaan
Langkah selanjutnya melakukan t-Test atau Student-t Distribution, dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kepercayaan tiap variabel bebas dalam persamaan atau model regresi dipergunakan dalam memprediksi nilai Y. Uji-t dilakukan dengan cara uji hipotesis nol yaitu bahwa konstanta dan koefisin variabel Xi sama dengan nol. Dilakukan uji hipotesis nol terhadap konstanta dan koefisien variabel X1, X2, X3 nilai t model (t0) maupun tabel yang diperoleh terlihat seperti pada Tabel Coefficients (Lampiran G).

Gatot Bentoro - 6402014051

78

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi

Uji Autokorelasi (Durbin-Watson Test)
Uji autokorelasi dilakukan untuk mengukur ada tidaknya autokorelasi antara variabel pada sampel yang berbeda. Adapun untuk mengukur ada tidaknya autokorelasi pada variabel dalam model yang diuji digunakan batasan nilai du<d<(4du) yang menunjukkan bahwa tidak adanya autokorelasi antara variabel. Uji autokorelasi dilakukan dengan bantuan SPSS 11,5 sehingga dihasilkan suatu nilai Durbin-Watson seperti terlihat pada Tabel Model Summary (Lampiran G).

Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat multikolinieritas atau terjadinya korelasi diantara sesama variabel terpilih. Model regresi yang baik harus tidak ada multikolinieritas (Santoso 2001). Menurut Tabachnick (2001) tidak terdapat multikolinieritas diantara variabel penentu jika angka condition index < 30 dan angka variance proportion < 0.5. Nilai condition index yang diperoleh dapat dilihat pada Tabel Collinearity Diagnostic (lampiran G). Hasil dari semua jenis pengujian model linier dan non linier kinerja perusahaan dapat dilihat pada Tabel 4.11.

Tabel 4.11. Uji Model Linier dan Non Linier Tanpa Dummy untuk Kinerja Perusahaan Variabel Terikat Nilai Parameter Linier
0.780 48.162 7.545 4.606 5.592 2.010 25.171 0.764 44.201 5.023 4.649 4.285 1.647 19.970

Jenis Uji
Adjusted R² Uji F Uji t untuk X5 Uji t untuk X22

Non Linier
0.605 26.013 6.264 3.479 3.390 2.008 34.073 0.758 42.719 5.293 5.809 4.077 1.498 27.457

Syarat
0.50 19.5 1.671 1.671 1.671 1.67 < d < 2.33 < 30 0.50 19.5 1.684 1.684 1.684 1.66 < d < 2.34 < 30

Kesimpulan
Signifikan Tolak Ho Tolak Ho Tolak Ho Tolak Ho Tidak ada otokorelasi Linier Tidak terdapat multikolinieritas, non linier terdapat multikolinieritas Signifikan Tolak Ho Tolak Ho Tolak Ho Tolak Ho Ada otokorelasi Tidak terdapat multikolinieritas

Y1

Uji t untuk X40 Uji Durbin Watson Uji Multikolinieritas (Nilai Condition Index) Adjusted R² Uji F Uji t untuk X5

Y2

Uji t untuk X10 Uji t untuk X15 Uji Durbin Watson Uji Multikolinieritas (Nilai Condition Index)

79

Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian

Variabel Terikat

Jenis Uji
Adjusted R² Uji F Uji t untuk X40 Uji t untuk X11 Uji t untuk X15 Uji Durbin Watson Uji Multikolinieritas (Nilai Condition Index) Adjusted R² Uji F Uji t untuk X5

Nilai Parameter Linier
0.737 37.339 6.149 5.387 3.535 1.37 17.437 0.785 48.606 7.097 5.315 4.429 1.386 16.588 0.619 23.249 4.941 3.195 3.142 1.958 20.377

Non Linier
0.685 29.323 4.034 5.334 4.865 1.343 24.473 0.751 40.270 7.141 5.454 3.986 1.472 23.508 0.555 18.059 3.635 3.664 3.486 1.916 27.840

Syarat
0.50 19.5 1.684 1.684 1.684 1.66 < d < 2.34 < 30 0.50 19.5 1.684 1.684 1.684 1.66 < d < 2.34 < 30 0.50 19.5 1.684 1.684 1.684 1.66 < d < 2.34 < 30

Kesimpulan
Signifikan Tolak Ho Tolak Ho Tolak Ho Tolak Ho Ada otokorelasi Tidak terdapat multikolinieritas Signifikan Tolak Ho Tolak Ho Tolak Ho Tolak Ho Ada otokorelasi Tidak terdapat multikolinieritas Signifikan Tolak Ho Tolak Ho Tolak Ho Tolak Ho Tidak ada otokorelasi Tidak terdapat multikolinieritas

Y3

Y4

Uji t untuk X16 Uji t untuk X18 Uji Durbin Watson Uji Multikolinieritas (Nilai Condition Index) Adjusted R² Uji F Uji t untuk X5

Y5

Uji t untuk X11 Uji t untuk X15 Uji Durbin Watson Uji Multikolinieritas (Nilai Condition Index) Sumber: Hasil Olahan

Berdasarkan Tabel 4.11, dapat dilihat bahwa model regresi untuk semua perspektif kinerja perusahaan (Y1 s.d. Y5) baik model regresi linier dan non linier telah memenuhi persyaratan pengujian.

Analisis Residual
Analisis residual dilakukan untuk menguji kelayakan model regresi yang didapat. Pengujian normalitas dilakukan dengan plot probabilitas normal. Analisis residual dan grafik analisis residual dapat dilihat lampiran H.

Gatot Bentoro - 6402014051

80

model yang dipilih untuk semua perspektif kinerja perusahaan adalah model linier.1802 Hasil Y" (Y-Y'')2 21. Pengujian ini dilakukan dengan cara membandingkan.7156 13. sebab dalam berbagai uji model tersebut model linier mempunyai nilai Adjusted R2 lebih besar dari model non linier.7134 7.4280 18.8655 9. dipilih jumlah total yang mendekati nol. X18 X5.0697 14. Model yang telah ditentukan dan akan dilakukan validasi adalah model regresi linier yang mempunyai parameter model regresi linier seperti pada Tabel 4. X15 Hasil Y' (Y-Y')2 14.8791 Sumber: Hasil Olahan Keterangan : Y Y’ Y’’ = Nilai Kualitas Kinerja Perusahaan yang diberikan oleh responden = Y Linier = Y Non Linier Dari analisa residual pada Tabel 4.10. Penentuan Model Berdasarkan uji R2. X10.5602 18. X11. uji t.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Tabel 4.12 didapat jumlah total hasil regresi linier dan non linier. X22.6666 40. uji F. dan uji d.12. 81 . X16. X40 X5. sehingga dipilih model regresi linier.7286 11. X15 X4. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk menilai apakah model yang terbentuk tersebut dapat mewakili populasinya. Hasil Analisis Residual Variabel Terikat Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Variabel Bebas X5. Variabel-variabel yang mempengaruhi masing-masing perspektif kinerja perusahaan dan rumus model regresi linier dijabarkan dalam bentuk matriks yang dapat dilihat pada Tabel 4.13. apakah nilai Y dari ke 3 sampel tersebut masuk dalam nilai confidence interval dan prediction. Validasi Model yang telah ditentukan perlu dilakukan validasi dengan menggunakan 3 sampel yang tidak diikutsertakan dalam pembentukan model. X15 X5. Dari kedua jumlah total hasil regresi tersebut. X11.

025(36) 2.433 -0.373 3.839 3.14.656 3.435 0.021 0.021 t0. Parameter Model Regresi Linier Perspektif Keuangan Variabel Terikat Model Konstanta Y1 X5 X40 X22 Y2 Konstanta X5 X10 X15 Konstanta X4 X11 X15 Konstanta X5 X16 X18 Konstanta Y5 X5 X11 X15 Sumber: Hasil Olahan Koefisien 2.468 4.214 0.025(38) 0.356 0.000 Y3 0.124 0.876 0.422 t0.653 1.134 Y4 0.021 Dengan nilai t tabel (tα/2 (n-k-1)).352 0.366 0.055 1.14.543 0.934 4.529 5 5 6 4 4.314 3.438 -2.685 Sampel 3 4 5 6 2 1.021 t0.13.656 2.223 2.336 0. maka nilai confidence interval dan prediction interval dapat dihitung dengan hasil seperti terlihat pada Tabel 4.780 Batas Bawah Batas Atas Batas Bawah Batas Atas Gatot Bentoro . Tabel 4.390 0.025(46) 2.314 SE of Estimate t0.10 s.179 0.560 0.393 t0.697 2. Tabel 4.d. Validasi Model Regresi Linier Perspektif Keuangan Sampel 1 X5 Variabel X X22 X40 Variabel Y -1 Sampel 2 5 6 5 3 3.025(46) SE (1 + (X0’(X’X) X0)) Confidence Interval Prediction Interval Sumber: Hasil Olahan 0.190 0.025(46) SE ((X0’(X’X) X0)) t0.6402014051 82 .Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian Tabel 4.568 0.025(36) 2.335 0.190 1/2 Y sampel Y model 1/2 -1 t0.421 -2.407 0.126 0.311 -2.029 0.219 2.025(n-k-1) t0.555 0.025(37) 2.617 -2.287 0.550 0.

056 0.108 4.769 6 3 3 3 2.017 0.928 Sampel 3 6 3 1 5 4.034 0.025(47) SE (1 + (X0’(X’X) X0)) Confidence Interval Prediction Interval Sumber: Hasil Olahan Batas Bawah Batas Atas Batas Bawah Batas Atas 83 .16.968 0.073 1.752 3. Validasi Model Regresi Linier Perspektif Bisnis Internal Sampel 1 X5 Variabel X X10 X15 Variabel Y -1 Sampel 2 6 1 2 4 4.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Tabel 4.987 4.025(37) SE (1 + (X0’(X’X) X0)) Confidence Interval Prediction Interval Sumber: Hasil Olahan 0.276 5.692 6.961 2.316 4.983 4.15.122 0.047 0.961 0.261 3.139 0.147 0.918 0.153 5.808 4.806 3.020 5.107 3.814 5.276 1.084 2.081 3.741 2.025(47) SE ((X0’(X’X)-1X0))1/2 t0.166 1/2 Y sampel Y model 1/2 -1 t0.811 2.759 4.275 3.309 Sampel 3 5 3 4 5 5.916 6.293 t0. Validasi Model Regresi Linier Perspektif Pelanggan Sampel 1 X40 Variabel X X11 X15 Variabel Y Y sampel Y model -1 1/2 Sampel 2 5 3 1 4 4.052 0.729 Batas Bawah Batas Atas Batas Bawah Batas Atas Tabel 4.025(37) SE ((X0’(X’X) X0)) t0.244 1 4 4 2 2.

948 0.025(32) SE ((X0’(X’X) X0)) t0.841 0.d.18.Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian Tabel 4.025(46) SE ((X0’(X’X)-1X0))1/2 t0.254 4 3 5 3 3.958 4.142 0.912 3.025(32) SE (1 + (X0’(X’X) X0)) Confidence Interval Prediction Interval Sumber: Hasil Olahan 1.875 2.133 5.193 1.197 1/2 Y sampel Y model 1/2 -1 t0.960 4.717 3.267 4.17.913 3.017 Sampel 2 5 1 3 5 5 0.106 0.14 s.025(46) SE (1 + (X0’(X’X)-1X0))1/2 Confidence Interval Prediction Interval Sumber: Hasil Olahan Batas Bawah Batas Atas Batas Bawah Batas Atas Tabel 4. Tabel 4.149 2.306 1.195 0.161 0.973 5.709 t0.148 2.153 4.18 terlihat bahwa nilai variabel Y untuk masing perspektif kinerja perusahaan dari ketiga sampel tersebut berada atau masuk dalam confidence interval maupun prediction interval.6402014051 84 .231 1. Validasi Model Regresi Linier Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran Sampel 1 X5 Variabel X X16 X18 Variabel Y Y sampel Y model 4 3 5 3 3.867 4.153 0.680 5. Sehingga model regresi linier ini telah memenuhi kriteria validasi yang telah ditentukan dan dapat digunakan untuk meramalkan nilai tengah Y dan dapat digunakan untuk memprediksi nilai tunggal Y.847 5.258 Batas Bawah Batas Atas Batas Bawah Batas Atas Berdasarkan Tabel 4.867 Sampel 3 3 3 4 5 4. Validasi Model Regresi Linier Kinerja Perusahaan Sampel 1 X5 Variabel X X11 X15 Variabel Y -1 Sampel 2 3 4 5 3 2.947 3.793 4.103 Sampel 3 6 2 3 3 3.868 4.179 1.002 3.155 2.337 2.109 0.299 1. Gatot Bentoro .

Durbin Watson. Kinerja Perusahaan Perspektif Proses Bisnis Internal Model ini mempunyai 3 variabel bebas dengan koefisien negatif. Semakin tinggi kemampuan personil inti dalam menjalankan fungsi tugas akan menyebabkan peningkatan kinerja perspektif proses bisnis internal. 85 . Perspektif Pelanggan. Semakin tinggi kemampuan akan pimpinan perusahaan peningkatan dalam kinerja menyelesaikan konflik menyebabkan akan menyebabkan peningkatan kinerja perspektif tinggi kerja hambatan akan dalam melakukan penurunan penilaian kinerja terhadap perspektif menyebabkan perspektif proses bisnis internal. Perspektif Proses Bisnis Internal. Oleh karena itu berdasarkan model-model yang telah diperoleh dilakukan pengujian terhadap hipotesis tersebut. Model dari masing-masing variabel terikat disini merupakan model Regresi Berganda Linier yang dapat diuraikan sebagai berikut : 1. 2. berdasarkan uji model (uji t. f.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Pengujian Hipotesis Hipotesis pada penelitian ini menyatakan bahwa “Peningkatan kualitas kualitas manajemen perusahaan akan meningkatkan kinerja perusahaan jasa konstruksi”. Model yang telah diperoleh akan digunakan untuk menguji hipotesis tersebut yaitu model hubungan antara variabel bebas yaitu Kualitas Manajemen Perusahaan dengan 5 variabel terikat (Kinerja Perusahaan Perspektif Keuangan. dari model ini dapat dinyatakan bahwa : Semakin tinggi kualitas hasil akhir perusahaan akan menyebabkan peningkatan kinerja perspektif proses bisnis internal. Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran dan Kinerja Perusahaan) telah dinyatakan valid. Semakin prestasi keuangan. Kinerja Perusahaan Perspektif Keuangan Model ini mempunyai 3 variabel bebas dengan koefisien positif dari model ini dapat dinyatakan bahwa : Semakin tinggi kualitas hasil akhir perusahaan akan menyebabkan peningkatan kinerja perspektif keuangan. Semakin tinggi kemampuan pimpinan perusahaan dalam menanggapi persaingan keuangan. residual dan validasi) yang telah dilakukan.

Semakin tinggi dukungan dan dorongan dari pimpinan perusahaan terhadap karyawan akan menyebabkan peningkatan kinerja perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Semakin tinggi kemampuan pimpinan perusahaan rencana sumber daya akan menyebabkan perusahaan. 86 konflik akan menyebabkan peningkatan kinerja dalam membuat kinerja peningkatan Gatot Bentoro . dari model ini dapat dinyatakan bahwa : Semakin tinggi profit yang diperoleh perusahaan akan menyebabkan peningkatan kinerja perspektif pelanggan. Semakin tinggi kemampuan pimpinan perusahaan dalam membuat rencana Semakin sumber daya akan menyebabkan peningkatan kinerja tinggi Kemampuan akan pimpinan perusahaan peningkatan dalam kinerja perspektif pelanggan. Jadi dengan mengidentifikasi dan menganalisa faktor-faktor dari manajemen perusahaan yang mempengaruhi kinerja maka akan meningkatkan kinerja perusahaan jasa konstruksi. Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Model ini mempunyai 3 variabel bebas dengan koefisien negatif. 4. dari model ini dapat dinyatakan bahwa : Semakin tinggi kualitas hasil akhir perusahaan akan menyebabkan peningkatan kinerja perspektif pertumbuhan dan pembelajaran.6402014051 . Kinerja Perusahaan Perspektif Pelanggan Model ini mempunyai 3 variabel bebas dengan koefisien negatif. dari model ini dapat dinyatakan bahwa : Semakin tinggi kualitas hasil akhir perusahaan akan menyebabkan peningkatan kinerja perusahaan. menyelesaikan konflik menyebabkan perspektif pelanggan.Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian 3. Semakin tinggi pengarahan terhadap karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan akan menyebabkan peningkatan kinerja perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. 5. Kinerja Perusahaan Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran Model ini mempunyai 3 variabel bebas dengan koefisien negatif. Semakin tinggi kemampuan Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menyelesaikan perusahaan.

Identifikasi terhadap variabel penentu lain yang menggunakan variabel dummy. kemudian dengan memasukkan variabel dummy dilakukan analisis regresi.... 87 .X3 Dimana: Y β0 βj = Kinerja = Konstanta model regresi = Koefisien model regresi dari variabel Xj.2) Dengan menggunakan persamaan 4... Oleh karena itu perlu dicari adanya kemungkinan variabel penentu lainnya yang tidak teridentifikasi dengan cara memasukkan satu atau beberapa variabel dummy ke dalam model yang telah diperoleh sampai model regresi yang terbentuk menghasilkan nilai Adjusted R2=1 atau Adjusted R2≈1..19.. maka model regresi masingmasing perspektif kinerja perusahaan mempunyai persamaan dapat dilihat pada Tabel 4.. Dari Scatter Plot pada hasil analisi regresi linier Perspektif Kinerja Perusahaan. model tersebut dapat diidentifikasikasi...2.. Model regresi dengan memasukkan variabel penentu lainnya mempunyai rumus umum sebagai berikut : Y = β0 + β1.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 4....5.. ditetapkan nilai variabel dummy untuk masing-masing sampel seperti terlihat pada Lampiran C.. sehingga didapat nilai Adjusted R2≈1.. (4. Hal ini menggambarkan bahwa masih ada kemungkinan variabel lainnya yang belum teridentifikasi dalam proses analisis tersebut.X2 + β3. . IDENTIFIKASI VARIABEL PENENTU TAMBAHAN DENGAN DUMMY Model regresi yang telah diperoleh dan ditentukan melalui proses analisis tersebut mempunyai Adjusted R2<1. dilakukan dengan cara memperhatikan scatter plot yang dihasilkan dari grafik model regresi yang telah ditentukan..X1 + β2.. Selanjutnya dengan melalui tahapan-tahapan seperti yang dijelaskan pada Bab 3.

918DumX43+ 0.508X15+ 0.989 Gatot Bentoro .677 + 0.187DumX2 -3.630 + 0.207DumX26 + 0.0.308DumX36 + 0.0.180DumX21 + 0.212DumX44 + 0.002+0.071DumX31 -2.210DumX27 -4.590X10 + 0.367DumX27 + 0.495X11+0.430X16 + 0.927 + 0.0.346DumX35 .466X5+ .325DumX10+ 0.19.851+0.538X15 + 0.297X18 + 0. Y5 dengan Memasukkan Dummy Variabel Terikat Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Keterangan : Y1 X5 X40 X22 DumX44 DumX21 DumX31 Y2 X10 X15 DumX34 DumX33 DumX27 = = = = = = = = = = = = = Kinerja Perusahaan Perspektif Keuangan Kualitas hasil akhir pekerjaan Hambatan dalam melakukan penilaian terhadap prestasi kerja Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menanggapi persaingan Pengawasan terhadap inventaris perusahaan Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menghadapi peluang bisnis Wewenang karyawan terhadap pekerjaan Kinerja Perusahaan Perspektif Bisnis Internal Kemampuan personil inti dalam menjalankan fungsi tugas Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menyelesaikan konflik Kurang adanya reward & punishment terhadap karyawan Tidak adanya kesempatan berpartisipasi menentukan metode dan prosedur Perasaan aman dalam pekerjaan Model Regresi Berganda 0.381DumX34 .962 0.440X4+0.581X5 .549X5 + 0.d.619X15 + 0.458X22 .Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian Tabel 4.177DumX12 -9.246DumX33 + 0.975 0.999 0. Model Regresi Berganda untuk Y1 s.344DumX35+1.073DumX36+0.256X40 + 0.765DumX2 Adjusted R2 0.494X5 + 0.541X11 + 0.0.6402014051 88 .976 0.

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Y3 X4 X11 X15 DumX10 DumX35 DumX26 DumX2 Y4 X5 X16 X18 DumX27 DumX36 DumX12 Y5 X5 X16 X18 DumX35 DumX36 DumX43 DumX2 = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = Kinerja Perusahaan Perspektif Pelanggan Profit yang diperoleh perusahaan Kemampuan pimpinan perusahaan dalam membuat rencana sumber daya Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menyelesaikan konflik Kemampuan personil inti dalam menjalankan tugas Kualitas penghargaan perusahaan terhadap karyawan Kurang adanya prestise pekerjaan didalam perusahaan Mempertimbangkan dan menganalisa situasi pasar Kinerja Perusahaan Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran Kualitas hasil akhir perusahaan Pengarahan terhadap karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan Dukungan dan dorongan dari pimpinan perusahaan terhadap karyawan Perasaan aman dalam pekerjaan Iklim dan suasana perusahaan Kemampuan karyawan dalam menjalankan tugas & kewajiban Kinerja Perusahaan Kualitas hasil akhir pekerjaan Pengarahan terhadap karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan Dukungan dan dorongan dari pimpinan perusahaan terhadap karyawan Kualitas penghargaan perusahaan terhadap karyawan Iklim dan suasana perusahaan Pengawasan terhadap keuangan perusahaan Mempertimbangkan dan menganalisa situasi pasar 89 .

525 0.Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan persamaan pada Tabel 4.303 0. Korelasi Variabel Bebas Lainnya dengan Dummy Variabel Terikat Y1 Variabel Bebas X44 X21 X31 X34 X33 X27 X10 X35 X26 X2 X27 Y4 X36 X12 X35 X36 Y5 X43 X33 Sumber: Hasil Olahan Dummy1 0.289 Dummy4 0. Maka teknik Simulasi yang digunakan adalah Monte Carlo. Tabel 4. dianggap masih terlalu sedikit untuk melakukan analisis yang diinginkan. di dalam populasinya. Kriteria variabel penentu lainnya yang dapat mewakili variabel dummy adalah yang mempunyai kolerasi tertinggi dengan dummy dan tidak termasuk dalam kelompok variabel hasil analisis faktor. digunakan untuk melakukan simulasi dengan teknik Monte Carlo yang bertujuan untuk mengetahui probabilitas terjadinya variabel penentu dengan skala penilaian 1 sampai 6.320 0. yang merupakan sebuah eksperimen sampling. Gatot Bentoro .415 0.20.355 -0. yang kemungkinan dipengaruhi oleh variabelvariabel bebas. SIMULASI KINERJA PERUSAHAAN Hasil dari analisis faktor dan regresi berganda telah mengeluarkan model matematis yang menggambarkan hubungan antara kualitas manajemen perusahaan terhadap kinerja perusahaan jasa konstruksi.297 0. Variabel penentu yang dihasilkan.6402014051 90 .386 0.20.263 0.264 0.19.320 Y2 Y3 4. yang bertujuan untuk mengestimasi distribusi dari variabel-variabel terikat. dilakukan korelasi variabel dummy terhadap variabel bebas lainnya mempunyai nilai seperti terlihat pada Tabel 4.343 0.221 0. Simulasi Monte Carlo merupakan suatu teknik simulasi untuk situasi yang diliputi ketidakpastian untuk mendapatkan suatu pendekatan.345 0. bila eksperimen secara fisik atau pendekatan analitis tidak memungkinkan. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah ±50 sampel proyek.334 0.328 0.6.323 Korelasi terhadap Dummy2 Dummy3 0.

Penggunaan nilai min. min. mean. mean. Tabel 4.17. bila eksperimen secara fisik atau pendekatan analitis tidak memungkinkan secara ekonomis. dan max pada skenario ini berfungsi dalam menentukan windows of success dari kinerja perusahaan yang merupakan standar untuk menentukan batas minimal kinerja perusahaan agar tidak terjadi kegagalan serta batasan maksimal dari kinerja perusahaan agar tidak terjadi over heating. Yang dimaksud dinamis pada skenario ini. Sedangkan skenario yang digunakan untuk proses simulasi terdiri dari 10 skenario untuk masing-masing variabel terikat. dan max. Simulasi terhadap masing-masing variabel terikat Y tersebut dilakukan sebanyak 3000 iterasi dengan beberapa skenario. Proses simulasi pada penelitian ini dilakukan terhadap ke-5 variabel terikat Y.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Teknik simulasi dengan Monte Carlo terbukti adalah suatu teknik yang sangat bermanfaat terutama dalam menganalisis perubahan untuk memperoleh suatu jawaban yang mendekati. dan max artinya variabel tersebut dianggap statis tidak berubah. Teknik Monte Carlo sering digunakan dan diterapkan dalam praktek analisis perubahan karena kemampuan analisis dapat mengantisipasi dan menyederhanakan rumusan matematis yang kompleks.5 dilakukan analisis simulasi Monte Carlo untuk kinerja perusahaan. Skenario yang digunakan dalam analisis simulasi Monte Carlo dapat dilihat pada Tabel 4. dimana angka yang digunakan pada skenario diperoleh dari nilai min. mean. Kombinasi yang digunakan untuk beberapa skenario antara lain dinamis. bahwa variabel tersebut dianggap berubah sesuai dengan proses simulasi. sedangkan proses dan hasil analisis secara lengkapnya dapat dilihat pada Lampiran K.21 Skenario yang digunakan untuk Proses Simulasi Skenario 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Sumber: Hasil Olahan Xi Dinamis Min Mean Max Dinamis Dinamis Dinamis Dinamis Dinamis Dinamis Variabel Bebas Xj Dinamis Dinamis Dinamis Dinamis Min Mean Max Dinamis Dinamis Dinamis Xk Dinamis Dinamis Dinamis Dinamis Dinamis Dinamis Dinamis Min Mean Max 91 . mean dan max variabel berdasarkan sampel yang ada. Berdasarkan persamaan model regresi linier yang terdapat pada Tabel 4. Sedangkan min.

00 4.630 .000 SKENARIO 1 Y1 SKENARIO 2 Y1 SKENARIO 3 Y1 SKENARIO 4 Y1 SKENARIO 5 Y1 SKENARIO 6 Y1 SKENARIO7 Y1 3 SKENARIO 8 Y1 SKENARIO 9 Y1 SKENARIO 10 Y1 .1 Grafik Kinerja Perusahaan Perspektif Keuangan Berdasarkan standar kinerja tersebut dan dari Gambar 4.00 Sumber: Hasil Olahan Gambar 4.6402014051 92 .00 5.21. Hal ini berarti hanya 37% yang lulus atau berada pada windows of success. dimana kinerja yang nilai kualitasnya diatas 3 berarti lebih dari cukup.000 2. dengan melakukan simulasi sebanyak 3000 iterasi didapat hasil berupa grafik kinerja perusahaan untuk masing-masing perspektif dan kinerja perusahaan jasa konstruksi yang dapat dilihat pada Gambar 4. Overlay Chart Kinerja Perusahaan Perspektif Keuangan 1.750 . kinerjanya sekitar 63% berada pada area kurang atau tidak lulus dari windows of success. Gatot Bentoro . s.500 . Nilai standar kinerja ini ditetapkan dengan tujuan untuk mengetahui suatu batasan area kinerja perusahaan yang optimal.00 6.d.Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan Tabel 4. sedangkan dibawah 3 dianggap kurang/tidak lulus.250 .1 dapat dilihat bahwa skenario 2.1.00 3.5. Gambar 4. Nilai standar kinerja yang digunakan pada penelitian ini adalah 3. Batas antara garis yang ditetapkan (standar kinerja=3) dan batas maksimum kinerja disebut dengan windows of succes.

Hal ini berarti hanya 12.820 SKENARIO 1 Y2 SKENARIO 2 Y2 SKENARIO 3 Y2 SKENARIO 4 Y2 SKENARIO 5 Y2 SKENARIO 6 Y2 SKENARIO 7 Y2 SKENARIO 8 Y2 SKENARIO 9 Y2 SKENARIO 10 Y2 1.250 .000 3.2 Grafik Kinerja Perusahaan Perspektif Proses Bisnis Berdasarkan Gambar 4. Untuk skenario 2. kinerjanya sekitar 68.00 Sumber: Hasil Olahan Gambar 4.00 2.2 dapat dilihat bahwa skenario 8.5% yang lulus atau berada pada windows of success.000 . Sedangkan skenario 5.5% berada pada area tidak lulus dari windows of success.875 .500 .75 6. 93 .25 3 .685 .50 4.750 .Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Overlay Chart Kinerja Perusahaan Perspektif Proses Bisnis 1.5% berada pada area kurang atau tidak lulus dari windows of success. kinerjanya sekitar 87. kinerjanya sekitar 82% berada pada area tidak lulus dari windows of success.

88 3 .250 .885 . Hal ini berarti hanya 11.755 SKENARIO 1 Y3 SKENARIO 2 Y3 SKENARIO 3 Y3 SKENARIO 4 Y3 SKENARIO 5 Y3 SKENARIO 6 Y3 SKENARIO 7 Y3 SKENARIO 8 Y3 SKENARIO 9 Y3 SKENARIO 10 Y3 0.25 4.5% yang lulus atau berada pada windows of success.50 1.500 .3 Grafik Kinerja Perusahaan Perspektif Pelanggan Berdasarkan Gambar 4.5% berada pada area tidak lulus dari windows of success.63 6.750 .3 dapat dilihat bahwa skenario 8. Gatot Bentoro .6402014051 94 . Untuk skenario 2. kinerjanya sekitar 75. kinerjanya sekitar 88.000 3.00 Sumber: Hasil Olahan Gambar 4.Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian Overlay Chart Kinerja Perusahaan Perspektif Pelanggan 1.000 .5% berada pada area kurang atau tidak lulus dari windows of success.

750 .00 Sumber: Hasil Olahan Gambar 4. Untuk skenario 5.930 SKENARIO 1 Y4 SKENARIO 2 Y4 SKENARIO 3 Y4 SKENARIO 4 Y4 SKENARIO 5 Y4 SKENARIO 6 Y4 SKENARIO 7 Y4 SKENARIO 8 Y4 SKENARIO 9 Y4 SKENARIO 10 Y4 1.730 .00 2. kinerjanya sekitar 93% berada pada area kurang atau tidak lulus dari windows of success. kinerjanya sekitar 61.5% berada pada area tidak lulus dari windows of success.4 dapat dilihat bahwa skenario 2. Hal ini berarti hanya 7% yang lulus atau berada pada windows of success.000 3.75 6.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Overlay Chart Perspektif Pertumbuhan & Pembelajaran 1.500 .25 3 .50 4.4 Grafik Kinerja Perusahaan Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran Berdasarkan Gambar 4.615 . Sedangkan skenario 8. kinerjanya sekitar 73% berada pada area tidak lulus dari windows of success.000 . 95 .250 .

2500 3 3.750 . kinerjanya sekitar 76% berada pada area tidak lulus dari windows of success. yang menghasilkan perbedaan ketajaman dari grafik cummulative density function (CDF) dan standard deviasi yang dihasilkan juga cukup kecil sehingga level of confidence terhadap expected value cukup konsisten.d.0000 2. Gatot Bentoro .5% berada pada area tidak lulus dari windows of success.5. Berdasarkan Gambar 4. dimana mulai dari skenario 1 sampai skenario 10 terjadi perubahan grafik. didapatkan bahwa berdasarkan skenario yang dibuat ternyata kinerja perusahaan masih bisa ditingkatkan lagi. diperhitungkan melalui bantuan software MatchCad 2001.5 dapat dilihat bahwa skenario 2. Asumsi skenario input data yang dilakukan untuk proses simulasi ini untuk mendapatkan windows of success dari kinerja perusahaan jasa konstruksi. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah merubah formula probability density function (PDF) menjadi cummulative density function (CDF). terlihat overlay chart suatu windows of success. 4.6402014051 96 .1 s. kinerjanya sekitar 61.5.0000 Sumber: Hasil Olahan Gambar 4. Dari kelima Gambar 4.1 s. seperti ditunjukkan oleh masingmasing grafik cummulative probability.615 .5000 4. Hal ini berarti hanya 10% yang lulus atau berada pada windows of success. 4.d.5 Grafik Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Berdasarkan Gambar 4.Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian Overlay Chart Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 1.900 .000 . kinerjanya sekitar 90% berada pada area kurang atau tidak lulus dari windows of success. Untuk mendukung hasil skenario diatas. Selanjutnya luasan area yang dihasilkan dengan batasan integral.250 .500 . Untuk skenario 8.7500 6. berikut ini dilakukan juga analisis terhadap luasan dari overlay chart yang dihasilkan untuk masing-masing skenario.760 SKNEARIO 1 Y5 SKENARIO 2 Y5 SKENARIO 3 Y5 SKENARIO 4 Y5 SKENARIO 5 Y5 SKENARIO 6 Y5 SKENARIO 7 Y5 SKENARIO 8 Y5 SKENARIO 9 Y5 SKENARIO 10 Y5 . Sedangkan skenario 5.000 1.

2.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Salah satu elemen terpenting dalam modeling untuk proses simulasi adalah pertama. fungsi distribusi statistik untuk keperluan estimasi kinerja perusahaan jasa konstruksi. Kedua. mengidentifikasi probabilitas data dan mendapatkan fungsi distribusi statistik yang tepat untuk input data. Tetapi. 97 . Menurut Alberts (Alberts 1972) ada beberapa kriteria yang dapat dipergunakan dalam penerapan 1. Oleh sebab itu. distribusi lognormal. seperti: distribusi normal. seperti ditunjukan pada gambar 4. Metode simulasi yang digunakan untuk mendapatkan distribusi kinerja perusahaan jasa konstruksi akan dipengaruhi oleh penilaian terhadap distribusi statistik dari masing-masing komponen kinerja. meliputi: Probability density function (PDF) yang diusulkan harus lebih dari satu Asumsi distribusi yang dipergunakan. pada bagian berikut ini akan didiskusikan distribusi probabilitas yang paling sesuai dan sering dipergunakan oleh peneliti. menginterpretasi hasil dari proses simulasi. penggunaan simulasi Monte Carlo untuk mendapatkan PDF dan CDF dari komponen kinerja sangat diperlukan. dan distribusi triangular. Secara umum bentuk probability density function (PDF) untuk distribution normal adalah 2 2 e − ( x − µ ) / (2 σ ) f (x ) = 1 2 πσ 2 untuk .∞ ≤ x ≤ ∞ Sedangkan cumulative density function (CDF) untuk distribusi normal memiliki bentuk sebagai berikut: F (x ) = −∞ ∫ x 2 2 1 e − ( y − µ ) / 2 σ dy 2πσ Bentuk PDF dan CDF dari distribusi normal (Gauss distribution) atau disebut juga dengan bell shape distribution.6. 3. memiliki nilai lebih besar dari nol Distribusi probabilitas relatif sangat mudah dipergunakan Ada beberapa distribusi probabilitas yang relevan dengan persyaratan di atas.

Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian

f(x) 0.5

0.4

0.3

0.2

0.1

0 -3

-2

-1

0

1

2

3

x

Gambar 4.6: Bentuk PDF Distribusi Normal
Sumber: Law dan Kelton (Law and Kelton 2000)

PDF dan CDF dari distribusi normal yang terstandardisasi dengan nilai mean (µ)= 0 dan standar deviasi (σ2) = 1 atau N(0,1). Sehingga secara umum distribusi normal memiliki 2 (dua) parameter utama, yaitu mean, µ dan standar deviasi, σ2. Kedua parameter utama ini sangat diperlukan sebagai input data yang sering dipergunakan untuk mengevaluasi permasalahan umum (general cases) karena: 1) Jenis distribusi ini telah distudi secara intensif dan standardisasi CDF-nya sudah tertabulasi, 2) Dari central limit theorem, disebutkan bahwa jumlah dari banyak aspek permasalahan mendekati distribusi normal, 3) Sangat sering dipergunakan sebagai asumsi input data dimana tidak terdapat data aktual untuk mendapatkan distribusi yang sesuai sebagai input data (Alberts 1972). Walaupun penggunaan distribusi normal relatif mudah untuk menginvestigasi setiap kondisi permasalahan secara umum baik sebagai asumsi input data maupun sebagai suatu bentuk algorithm untuk mengestimasi PDF dari kinerja perusahaan, tetapi menurut Alberts (Alberts 1972) menyebutkan terdapat beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam penggunaan distribusi normal untuk estimasi kinerja perusahaan jasa konstruksi: 1. 2. 3. 4. 5. Jumlah variabel yang termasuk dalam pembentukan model (sekitar 15 variabel) Tidak ada variabel yang lebih dominan Coefficient of variation setiap variabel relatif kecil, kurang dari 0,25 untuk total biaya Skewness dari setiap variabel tidak terlalu besar Tidak ada variabel dominan yang memiliki korelasi yang kuat.

Gatot Bentoro - 6402014051

98

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi

Perubahan formula dari PDF ke CDF adalah sebagai berikut:

⌠ ⎮ ⎮ ⎮ ⎮ ⌡a

b

− (x− µ )

2

1 2⋅ π ⋅ σ
2

⋅e

( 2 ⋅σ 2 )

dx

Keterangan: a = batas bawah area b = batas atas area µ = nilai mean dari kinerja perusahaan σ = standar deviasi

99

Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian

Perhitungan Luasan untuk Perspektif Keuangan: Berdasarkan grafik overlay chart pada Gambar 3.1, wilayah yang masuk ke dalam windows of success dibatasi oleh 4 wilayah. Dimana batas bawah dan batas atas yang digunakan untuk perspektif keuangan dapat dilihat dari perhitungan luas area dibawah ini, sedangkan µ = 3.913; σ=0.496.

2 ⌠ 2 ⌠ 2 ⌠ 2 ⌠ − (x−3.913 ) −(x−3.913 ) − (x−3.913 ) −(x−3.913 ) ⎮ ⎮ ⎮ ⎮ ⎮ ⎮ ⎮ ⎮ 1 (2⋅0.4962) 1 (2⋅0.4962) 1 ( 2⋅0.4962) 1 (2⋅0.4962) ⋅e dx − ⎮ ⋅e dx − ⎮ ⋅e dx − ⎮ ⋅e dx = 0.121 ⎮ 2 2 2 2 ⎮ 2⋅π⋅0.496 2⋅π⋅0.496 ⎮ 2⋅π⋅0.496 2⋅π⋅0.496 ⎮ ⎮ ⌡ ⌡ ⌡ ⌡ 2.2 2.2 3.75 4.30

6

3

6

6

Perhitungan Luasan untuk Perspektif Proses Bisnis: Berdasarkan grafik overlay chart pada Gambar 3.2, wilayah yang masuk ke dalam windows of success dibatasi oleh 3 wilayah. Dimana batas bawah dan batas atas yang digunakan untuk perspektif proses bisnis internal dapat dilihat dari perhitungan luas area dibawah ini, sedangkan µ = 3.507; σ=0.681.

⌠ ⎮ ⎮ ⎮ ⎮ ⌡1.25

6

− ( x − 3.507 )

2

1 2⋅ π ⋅ 0.681
2

⋅e

( 2 ⋅0.681 2)

⌠ ⎮ ⎮ dx − ⎮ ⎮ ⌡1.25

3

− ( x − 3.507 )

2

1 2⋅ π ⋅ 0.681
2

⋅e

( 2 ⋅0.681 2)

⌠ ⎮ ⎮ dx − ⎮ ⎮ ⌡3.5

6

− ( x − 3.507 )

2

1 2⋅ π ⋅ 0.681
2

⋅e

( 2 ⋅0.681 2)

dx = 0.268

Gatot Bentoro - 6402014051

100

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi

Perhitungan Luasan untuk Perspektif Pelanggan: Berdasarkan grafik overlay chart pada Gambar 3.3, wilayah yang masuk ke dalam windows of success dibatasi oleh 3 wilayah. Dimana batas bawah dan batas atas yang digunakan untuk perspektif pelanggan dapat dilihat dari perhitungan luas area dibawah ini, sedangkan µ = 3.406; σ=0.787.

⌠ ⎮ ⎮ ⎮ ⎮ ⌡0.5

6

− ( x − 3.406 )

2

1 2⋅ π ⋅ 0.787
2

⋅e

( 2 ⋅0.787 2)

⌠ ⎮ ⎮ dx − ⎮ ⎮ ⌡0.5

3

− ( x − 3.406 )

2

1 2⋅ π ⋅ 0.787
2

⋅e

( 2 ⋅0.787 2)

⌠ ⎮ ⎮ dx − ⎮ ⎮ ⌡3.125

6

− ( x − 3.406 )

2

1 2⋅ π ⋅ 0.787
2

⋅e

( 2 ⋅0.787 2)

dx = 0.058

Perhitungan Luasan untuk Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran: Berdasarkan grafik overlay chart pada Gambar 3.4, wilayah yang masuk ke dalam windows of success dibatasi oleh 3 wilayah. Dimana batas bawah dan batas atas yang digunakan untuk perspektif pertumbuhan dan pembelajaran dapat dilihat dari perhitungan luas area dibawah ini, sedangkan µ = 3.602; σ=0.796.

⌠ ⎮ ⎮ ⎮ ⎮ ⌡1

6

− ( x − 3.602 )

2

1 2⋅ π ⋅ 0.796
2

⋅e

( 2 ⋅0.796 2)

⌠ ⎮ ⎮ dx − ⎮ ⎮ ⌡1

3

− ( x − 3.602 )

2

1 2⋅ π ⋅ 0.796
2

⋅e

( 2 ⋅0.796 2)

⌠ ⎮ ⎮ dx − ⎮ ⎮ ⌡3.25

6

− ( x − 3.602 )

2

1 2⋅ π ⋅ 0.796
2

⋅e

( 2 ⋅0.796 2)

dx = 0.104

101

5.731 2 ⋅e ( 2 ⋅0.546 Dari hasil analisis untuk mendapatkan luasan windows of success.313 6 − ( x− 3. 2.104 0.22. ⌠ ⎮ ⎮ ⎮ ⎮ ⌡1. Dimana batas bawah dan batas atas yang digunakan untuk kinerja perusahaan jasa konstruksi dapat dilihat dari perhitungan luas area dibawah ini.731 2) dx = 0. 4.22 Luasan windows of success Kinerja Perusahaan No.731 2 ⋅e ( 2 ⋅0. 3.5.618 ) 2 1 2⋅ π⋅ 0. Kinerja Perusahaan Perspektif Keuangan Perspektif Proses Bisnis Internal Perspektif Pelanggan Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Windows of success (Probability) 0.Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian Perhitungan Luasan untuk Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi: Berdasarkan grafik overlay chart pada Gambar 3.731. σ=0. Tabel 4. 1.618 ) 2 1 2⋅ π⋅ 0.313 3 − ( x− 3. terlihat bagaimana luasan area (probability) yang dihasilkan yang dapat dilihat pada Tabel 4. sedangkan µ = 3.731 2) ⌠ ⎮ ⎮ dx − ⎮ ⎮ ⌡4.6402014051 102 .731 2) ⌠ ⎮ ⎮ dx − ⎮ ⎮ ⌡1.546 Sumber: Hasil Olahan Gatot Bentoro . wilayah yang masuk ke dalam windows of success dibatasi oleh 3 wilayah.268 0.10 6 − ( x− 3.058 0.618.618 ) 2 1 2⋅ π⋅ 0.731 2 ⋅e ( 2 ⋅0.121 0.

764 0. yang dihasilkan dari analisis data terhadap 40-50 sampel dari masing-masing perspektif kinerja perusahaan.685 0. sedangkan luas area windows of success yang paling besar adalah kinerja perusahaan jasa konstruksi. TEMUAN-TEMUAN Dari model regresi berganda mengenai hubungan antara faktor-faktor pada manajemen perusahaan dengan kinerja perusahaan.7.758 0.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Berdasarkan Tabel 4. sebagai alat kontrol semua komponen kinerja. sehingga harus cepat dicarikan solusi yang baik. Model regresi yang dihasilkan untuk masing-masing perspektif kinerja perusahaan adalah model regresi linier.780 0.22 dapat terlihat bahwa luas area windows of success yang paling sempit atau kecil adalah kinerja perusahaan perspektif pelanggan.751 0. Semakin sempit luas area windows of success maka akan semakin sulit dan kompleks dalam melakukan tindakan perbaikan untuk meningkatkan kinerja perusahaan jasa konstruksi. dengan rincian sebagai berikut : Kinerja Perusahaan Perspektif Keuangan Perspektif Proses Bisnis Internal Perspektif Pelanggan Perspektif Pertumbuhan & Pembelajaran Kinerja Perusahaan Adjusted R2 Linier 0. 4. dari analisis skenario di atas mengindikasikan bahwa dengan adanya windows of success ini. jelaslah. Kedua.785 0. penetapan bobot. Terjadi dimana pun bobot komponen kinerja perusahaan asalkan masih berada di dalam batasan area tersebut merupakan nilai yang optimal. telah diperoleh temuan-temuan sebagai berikut: 1. sebagai pedoman (reference point) bagi perusahaan jasa konstruksi untuk menetapkan masing-masing bobot komponen kinerja perusahaan. Masing-masing windows of success yang didapatkan dari hasil simulasi tersebut merupakan suatu area mengenai penetapan bobot untuk masing-masing komponen kinerja perusahaan. Bagaimanapun juga. Luasan yang dihasilkan merupakan windows of success yang perlu dilakukan pertimbangan secara terintegrasi dengan baik untuk menghasilkan kinerja perusahaan yang baik. menunjukan bahwa range estimate untuk komponen kinerja perusahaan tersebut masih bisa ditingkatkan baik dari rentang maupun dari tingkat akurasinya. strategi dan lain-lain.737 0. karena nilai Adjusted R2 model linier > nilai Adjusted R2 non linier. Apabila salah satu bobot komponen kinerja perusahaan keluar dari area tersebut berarti telah terjadi kesalahan baik dari perhitungan. Windows of success ini sangat berguna: pertama.619 Non Linier 0.555 103 .605 0.

3. Berdasarkan hasil analisis residual dari model regresi linier dan non linier untuk masing-masing perspektif kinerja perusahaan. Variabel Penentu dan Kontribusinya Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Kode Variabel Terikat Kode X5 Y1 Perspektif Keuangan X22 X40 X5 Y2 Perspektif Proses Bisnis Internal X10 X15 X4 Y3 Perspektif Pelanggan X11 X15 X5 Y4 Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran X16 X18 X5 Y5 Kinerja Perusahaan X11 X15 Sumber: Hasil Olahan Variabel Penentu Kualitas hasil akhir pekerjaan Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menanggapi persaingan Hambatan dalam melakukan penilaian terhadap prestasi kerja Kualitas hasil akhir pekerjaan Kemampuan personil inti dalam menjalankan fungsi tugas Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menyelesaikan konflik Kemampuan untuk mendapatkan laba Kemampuan pimpinan perusahaan dalam membuat rencana sumber daya Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menyelesaikan konflik Kualitas hasil akhir pekerjaan Pengarahan terhadap karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan Dukungan dan dorongan dari pimpinan perusahaan terhadap karyawan Kualitas hasil akhir pekerjaan Kemampuan pimpinan perusahaan dalam membuat rencana sumber daya Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menyelesaikan konflik Kontribusi 43% 32% 25% 37% 31% 32% 40% 36% 24% 42% 32% 26% 45% 27% 28% 4.6402014051 104 . Dari hasil regresi variabel penentu kualitas manajemen perusahaan dan kontribusinya terhadap peningkatan kinerja perusahaan jasa konstruksi dapat dilihat pada adalah : Tabel 4. menunjukkan bahwa model linier lebih mendekati nol sehingga dipilih model linier.23.Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian 2. Variabel penentu kualitas manajemen perusahaan lainnya yang belum teridentifikasi dan dikelompokkan ke dalam dummy adalah : Gatot Bentoro .

serta kinerja perusahaan jasa konstruksi berkisar antara : Tabel 4.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Tabel 4.d. pertumbuhan dan pembelajaran. Apabila kualitas kinerja perusahaan berada dibawah nilai min.53 4.1 s. hal ini berarti bahwa 105 . Gambar 4. proses bisnis.24.93 2. Rentang Nilai Kualitas Kinerja Berdasarkan Hasil Simulasi Kinerja Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Nilai kualitas Min 2. Variabel Penentu Lainnya Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Kode Variabel Terikat Dummy 1 Y1 Perspektif Keuangan 2 3 Y2 Perspektif Proses Bisnis Internal 1 2 3 1 Y3 Perspektif Pelanggan 2 3 4 Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran 1 2 3 1 Y5 Kinerja Perusahaan 2 3 4 Sumber: Hasil Olahan Kode X44 X21 X31 X34 X33 X27 X10 X35 X26 X2 X8 X36 X11 X35 X36 X43 X33 Variabel Penentu Lainnya Pengawasan terhadap inventaris kantor Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menghadapi peluang bisnis Wewenang karyawan terhadap pekerjaan Kurang adanya reward & punishment terhadap karyawan Kurangnya Kesempatan berpartisipasi untuk menentukan metode dan prosedur Perasaan aman dalam pekerjaan Kemampuan personil inti dalam menjalankan tugas Kualitas penghargaan perusahaan terhadap karyawan Kurangnyanya prestise pekerjaan didalam perusahaan Mempertimbangkan dan menganalisa situasi pasar Kinerja dan produktifitas karyawan Iklim dan suasana pekerjaan Kemampuan pimpinan perusahaandalam membuat rencana sumber daya Kualitas penghargaan perusahaan terhadap karyawan Iklim dan suasana pekerjaan Pengawasan terhadap keuangan karyawan Kesempatan berpartisipasi menentukan metode dan prosedur Y4 5. bahwa nilai kualitas kinerja perspektif keuangan.5.60 Prosentase Kualitas Kinerja >60% . Dari simulasi Monte Carlo didapatkan hasil Gambar 4.120% 0% . pelanggan.25.120% >60% .120% >60% .25.120% Keterangan Buruk – Sangat Cukup Buruk – Sangat Cukup Sangat Buruk – Sangat Cukup Buruk – Sangat Cukup Buruk – Sangat Cukup Sumber: Hasil Olahan Berdasarkan Tabel 4.55 4.80 4.35 4.33 2.44 1.120% >60% .33 Max 4. dapat dilihat bahwa kualitas dari kinerja perusahaan yang optimal harus berada di dalam range: min-max.88 2.

tapi dari hasil analisis mean rank.26. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari FCGI (Forum for Corporate in Indonesia. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan metode Mann-whitney U. bahwa dilingkungan BUMN seringkali terjadi mark up dimana para pengusaha dengan dukungan (backup) penguasa mendapatkan kontrak sebagai pemasok maupun distributor dengan harga yang amat mahal. juga tidak begitu bagus. Adapun pembahasannya adalah sebagai berikut: Pengaruh Jenis Perusahaan dan Sistem Mutu Perusahaan Jasa Konstruksi Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jenis perusahaan baik BUMN dan swasta mempunyai pengaruh yang signifikan untuk meningkatkan kinerja perusahaan jasa konstruksi. terutama pada perspektif proses bisnis internal dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. penulis akan mencoba melakukan pembahasan terhadap analisa yang sudah dilakukan pada sub bab sebelumnya. jenis perusahaan jasa konstruksi mempunyai pengaruh yang tidak begitu signifikan terhadap peningkatan kinerja perusahaan perspektif keuangan.6402014051 106 .Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian perusahaan tersebut kinerja perusahaan sangat buruk sehingga dapat menyebabkan kebangkrutan. yang kemudian hasil dari pembahasan tersebut akan disimpulkan pada bab 5.26 Skala Pengukuran Kualitas Kinerja Perusahaan Kriteria Good Profitable Growth Skala Management Sangat Buruk Buruk √ Cukup √ √ Sangat √ √ Cukup Baik √ √ √ Sangat √ √ √ Baik Sumber: Hasil Olahan dari berbagai referensi Sustainable √ √ √ √ √ Technology √ √ Competitiveness √ √ 4. 2003). hal ini dikarenakan jika kinerjanya terlalu tinggi akan dapat menyebabkan over heating. kinerja perusahaan jasa konstruksi perspektif keuangan BUMN lebih rendah dibandingkan perusahaan jasa konstruksi swasta. PEMBAHASAN PENELITIAN Pada sub bab ini.8. Skala pengukuran yang digunakan dalam menilai baik buruknya kinerja perusahaan dapat dilihan pada Tabel 4. Tabel 4. Sedangkan jika nilai kualitas kinerja perusahaan berada di atas nilai max. Dampak dari mark • Gatot Bentoro .

Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sellenheim (1991) yang mengatakan bahwa sistem mutu yang akan diterapkan oleh suatu perusahaan harus dipicu oleh permintaan pasar. Menurut Kaplan dan Norton (1996). Proses Bisnis Internal. Berdasarkan hasil analisis. jangka Hasilnya panjang adalah dengan menunjukkan pelanggan. kinerja perusahaan yang belum memiliki sistem mutu ISO 9000 lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang sedang dalam proses mendapatkan ISO 9000. penerapan manajemen yang baik dalam suatu perusahaan dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan perusahaan serta dapat menjamin tercapainya laba usaha. • Faktor-faktor dari Manajemen Perusahaan yang mempengaruhi Peningkatan Kinerja Perusahaan Sebelum mengetahui faktor-faktor dari manajemen perusahaan yang mempunyai pengaruh terhadap kinerja perusahaan. material. serta pasar. yaitu : Keuangan. Pelanggan serta Pembelajaran dan Pertumbuhan. mesin. mempertimbangkan faktor finansial dan non finansial dan juga memberikan penegasan yang positif. 107 . sederhana dan mudah dipahami. Faktor-faktor yang menyebabkan penurunan kinerja ini dikarenakan personil. Menurut analisis yang dilakukan Flynn et al (1995). dan kinerja perusahaan berpengaruh terhadap keunggulan kompetitif. kinerja perusahaan dapat diukur dari 4 (empat) perspektif. manajemen. dan organisasi perusahaan yang sedang dalam proses mendapatkan ISO 9000 perlu menyesuaikan dengan kondisi infrastruktur serta menerapkan standarisasi yang baru. uang. kualitas manajemen berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. bahwa (hubungan dukungan manajemen puncak. Sistem mutu ISO 9000 perusahaan jasa konstruksi untuk semua perspektif mempunyai pengaruh yang cukup signifikan terhadap peningkatan kinerja perusahaan. hubungan jangka panjang dengan pemasok. manajemen tenaga kerja. Menurut Terry (1986). dan sikap kerja) berpengaruh terhadap kualitas manajemen.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi up tersebut adalah tingginya biaya operasi BUMN dan pada gilirannya menimbulkan kerugian pada BUMN sehingga secara tidak langsung menurunkan kinerja keuangan. perlu diketahui beberapa perspektif dari kinerja perusahan yang dapat dijadikan alat ukur dalam meningkatkan kinerja perusahaan. metode. fleksibel untuk berubah. sehingga berakibat menurunnya kinerja perusahaan. sistem mutu ISO 9000 adalah standar kunci yang harus dipenuhi oleh perusahaan yang ingin meningkatkan infrastruktur kualitas kinerjanya. Hal ini disebabkan karena di dalam manajemen mengandung unsur-unsur sumber daya yaitu : manusia.

peningkatan keuntungan serta penghematan biaya. serta kemampuan pimpinan perusahaan dalam menyelesaikan konflik (pengorganisasian). pangsa pasar. Pada variabel kedua dan ketiga. proses bisnis internal. dimana kualitas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja perusahaan. serta variabel penentu yang cukup signifikan yaitu kemampuan pimpinan perusahaan dalam membuat perencanaan sumber daya (pengorganisasian).6402014051 108 . semakin tinggi kemampuan pimpinan perusahaan dalam merencanakan. Pada variabel pertama menunjukkan bahwa semakin baik kualitas hasil akhir pekerjaan maka akan semakin tinggi kinerja perusahaan jasa konstruksi. proses bisnis. dimana buruknya perencanaan dapat menyebabkan menurunnya kinerja perusahaan. mengarahkan. peningkatan harga. kemampuan pimpinan perusahaan dalam menyelesaikan konflik dan dalam membuat perencanaan sumber daya akan mempengaruhi kinerja perusahaan. Ishikawa juga menyatakan bahwa kualitas berarti kesesuaian dengan penggunaan serta pemenuhan harapan atau kepuasan pelanggan.Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian Sedangkan Kaizen (1994) menyatakan bahwa kualitas atau mutu merupakan salah satu tolak ukur dalam menilai baik buruknya kinerja perusahaan secara internal maupun eksternal. dengan variabel yang paling signifikan terhadap semua kinerja (keuangan. menurut Ivancevich (1997) fungsi-fungsi dasar manajemen yang sangat penting yaitu: perencanaan. Hal ini mendukung Kaplan dan Norton (1996) yang menyatakan bahwa kualitas yang baik dapat meningkatkan kinerja pelanggan yang juga mempengaruhi kinerja keuangan. peningkatan produk. Menurut Kerzner (1998). Juran dan K. pengorganisasian. reability. serta kinerja perusahaan sehingga dapat menciptakan suatu perusahaan yang mempunyai kemampuan daya saing. Perencanaan yang baik akan menghasilkan produk atau jasa yang baik pula. pelanggan. Peningkatan mutu akan dapat mendatangkan keuntungan dan manfaat bagi perusahaan jasa konstruksi. serta pengendalian. Dalam manajemen. Gatot Bentoro . Analisis regresi berganda yang dilakukan menghasilkan model regresi linier. antara lain: peningkatan kinerja. reputasi. Joseph M. pertumbuhan dan pembelajaran serta kinerja perusahaan jasa konstruksi) terdiri dari: kualitas hasil akhir pekerjaan yang termasuk dalam kelompok perencanaan. Hasil analisis yang dilakukan oleh Benson et al (1991) dan didukung oleh hasil analisis Madu et al (1996) menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara dimensi kualitas dengan kinerja perusahaan.

diperoleh prosentase masing-masing perspektif kinerja terhadap kinerja perusahaan jasa konstruksi. pengukuran kinerja dilakukan untuk mengetahui apakah perusahaan mendapatkan keuntungan atau laba. Berdasarkan pengelompokkan variabel. Sedangkan fungsi lain dari manajemen yang mempunyai pengaruh terhadap kinerja perusahaan adalah pengorganisasian. Hal ini berarti bahwa perencanaan dan pengorganisasian merupakan variabel yang berpengaruh terhadap peningkatan jasa konstruksi. berkomunikasi dan mengelola informasi untuk menentukan kebutuhan sumber daya maka akan semakin meningkat kinerja perusahaan. Pengukuran kinerja lebih cenderung berorientasi kepada bidang keuangan. • Pengaruh masing-masing Perspektif Kinerja terhadap Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Sebelum mengetahui pengaruh dari masing-masing perspektif kinerja terhadap kinerja perusahaan jasa konstruksi. Menurut Terry (1982).Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi memimpin. Dimana buruknya perencanaan dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. perlu diketahui beberapa tujuan dan sasaran dilakukannya pengukuran kinerja. Wheleen dan Hunger (2000) menyatakan bahwa sasaran dilakukan pengukuran kinerja adalah untuk mengetahui profitabilitas. konfilik Sedangkan dan kemampuan pimpinan perusahaan dalam menyelesaikan kualitas perusahaan dalam membuat perencanaan sumber daya merupakan bagian dari pengorganisasian. diketahui bahwa kualitas hasil akhir perusahaan pimpinan merupakan bagian dari perencanaan. Menurut Mulyadi (2001). pangsa pasar. perencanaan merupakan bagian yang penting dalam proses manajemen. yaitu: Perspektif Keuangan Perspektif Proses Bisnis Internal Perspektif Pelanggan Perspektif Pertumbuhan & Pembelajaran Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi : 24% : 28% : 25% : 23% : 100% 109 . Berdasarkan hasil perhitungan prosentase dengan menggunakan scoring terhadap ranking kinerja yang didapatkan dari hasil kuesioner. biaya dan mutu yang digunakan.

Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian Kontribusi dari masing-masing perspektif kinerja terhadap kinerja perusahaan jasa konstruksi tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antara satu sama lainnya.6402014051 110 . Hal ini sesuai dengan Kaplan dan Norton (1996) yang menyatakan bahwa kinerja perusahaan jasa konstruksi dipengaruhi oleh keempat perspektif tersebut. Gatot Bentoro .

2. Kinerja perusahaan jasa konstruksi dapat ditingkatkan dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan kinerja serta menganalisa seberapa besar pengaruh faktor tersebut terhadap kinerja perusahaan. dapat diuraikan sebagai Hasil-hasil dari penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar terjadinya peningkatan kinerja jika kualitas manajemen perusahaan ditingkatkan. Sedangkan faktor-faktor lain yang memberikan kontribusi cukup besar terhadap peningkatan kinerja yaitu kualitas pimpinan perusahaan dalam menyelesaikan konflik dan dalam membuat rencana sumber daya. Untuk beberapa perspektif kinerja. pengaruh yaitu yang signifikan terhadap dan dan kinerja perusahaan pelanggan jasa perspektif bisnis keuangan internal perspektif perspektif sedangkan perspektif proses pertumbuhan & pembelajaran mempunyai pengaruh yang signifikan. pembahasan serta interpretasi terhadap penelitian. temuan-temuan. berikut: 1. SARAN Sedangkan saran-saran untuk penelitian lebih lanjut. Sehingga dapat dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar pengaruhnya. 2. 5.1. maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. jenis perusahaan kontraktor (BUMN dan swasta) tidak mempunyai konstruksi. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis. .BA B 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.2. Kontribusi kualitas hasil akhir pekerjaan terhadap peningkatan kinerja perusahaan jasa konstruksi lebih besar dibandingkan faktor-faktor lain dari manajemen perusahaan.

6402014051 112 . 8. pelanggan serta pertumbuhan dan pembelajaran yang belum memiliki ISO 9000 ternyata lebih tinggi dari kinerja perusahaan yang dalam proses ISO 9000. 7. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut yang dapat mengukur tindakan koreksi yang harus dilakukan oleh perusahaan jasa konstruksi supaya kinerja perusahaan bisa berada dalam area windows of success. berkelanjutan. untuk mengetahui berapa besar keuntungan yang diperoleh perusahaan apabila kinerja perusahaannya ditingkatkan dengan menggunakan metode penelitian studi kasus serta metode analisis optimasi agar diperoleh suatu keuntungan maksimum. Sehingga dapat dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar pengaruhnya. Gatot Bentoro . yang meneliti batasan-batasan minimum dan maksimum suatu kinerja perusahaan jasa konstruksi yang dipengaruhi oleh manajemen perusahaan dengan menggunakan metode simulasi. Pada penelitian selanjutnya. 5. sehingga dapat dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor penentu tersebut dan seberapa besar pengaruhnya terhadap peningkatan kinerja perusahaan kontruksi. 9. dalam menentukan windows of success dari kinerja perusahaan jasa konstruksi perlu dilakukan dengan lebih akurat dengan menentukan batasan-batasan wilayah secara lebih detail dengan menggunakan teknik-teknik komputerisasi. Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa mean rank kinerja perusahaan perspektif keuangan. 6. dapat dibuat suatu sistem yang menggunakan program komputer yang dapat mendeteksi apakah kinerja perusahaan yang ingin dilihat berada pada windows of success dan dapat merekomendasikan suatu tindakan yang harus dilakukan agar dapat menghasilkan suatu perusahaan yang memiliki kemampuan daya saing. sistem mutu iso 9000 mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kinerja perusahaan jasa konstruksi. Hal ini menunjukkan bahwa ada faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi kinerja perusahaan yang sedang dalam proses ISO 9000. serta mempunyai kemampuan mendapatkan laba. berkembang. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. dapat dikembangkan suatu penelitian yang lebih spesifik. 4. proses bisnis internal. Pada penelitian lebih lanjut. Pada penelitian selanjutnya.Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian 3. Untuk semua perspektif kinerja.

The Practice of Management. Arikunto. John Willey & Sons. A. Evans. S. S. PT. New York. Samadhi (1987). L. (1993). D. Inc. Oxford. Organization. London. Dillon. N. Olson (1998). S. Clough. Bounds. Professional Construction Management. London. 16. No. McGraw-Hill. F. Goldstein (1984). Fifth Edition. 9. Tawadey (1992). P. Introduction to Simulation and Risk Analysis. (1986).Inc. A. Gareis (1994). H. (1987). Prentice Hall.” Journal of Management in Engineering Vol. C.. Beyond Total Quality Management: Toward the Emerging Paradigm. “Skill Required of Effective Project Manager. 24. Smith. Canada. Borcheding. I. Personel Management. Strategic Management: Concepts and Cases.H (1966). Barrie. Jakarta. Crystal Ball user's manual. Decisioneering. Ivancevich. K. (2002). Jakarta. Drucker. J. 14. Sistem Manajemen Kinerja Terintegrasi BALANCED SCORECARD DENGAN SIX SIGMA untuk Organisasi Bisnis dan Pemerintah. 8. (1993). Gibson. Jakarta. G. A. I.REFERENSI 1. G. 20. 15. Routledge. Critical Success Factors. 12. S. 10. Genaga. John Wiley & Sons. W. and D. 22. B. Inc. R. 3. (July/August 1997). “Work Force Motivation and Productivity on Large Jobs. (1992). 23. Douglas (1981). R. D. Donald and B. Cleland. Analisis Regresi Terapan. Allen. Construction Contracting. 11. R. Draper. McGraw-Hill.3. Bryman. Mission and Bussiness Philosophy. et al. Chung. 7. 18. J. Quantitative Data Analysis with SPSS for Windows. V. David. 6.9. e.” Journal of Management in Engineering. McGraw-Hill.. and G. Cushway. Mc Graw-Hill. Campbell. D. 4. E. Gaspersz. a. Prosedur Penelitian. S. 21. Allyn and Bacon. Prentice Hall. R. (2002). and A. 13. R. (1994). “Professional Practice Survey Results. Inc. Flippo. and D. New York. “Leadership is Essensial to Managing Success. 5. Lodge (1993). C. MacGraw Hill Book Inc. Cramer (1997). Management Second Edition.” ASCE Journal of the Construction Division Sept: 443-452. New Jersey. and M. R. Manajemen. 17. (July 1993). B. Proffesional Construction Basyah Siregar. Decisioneering. Inc. K. Organisational Behaviour and Design. Rineka Cipta. and D. Denver. (1998). Institut Teknologi Bandung. Pan Books. Bussiness Publications. Inc. Gramedia Pustaka Utama. Butterworth-Heinemann. Multivariate Analysis Methods and Application. Global Project Management Handbook. . (1968). Gramedia. 2. Goodwin. (1985). H. (1984). Colorado. and R. Paulson (1984).” Journal of Management in Engineering July/August. 19. Barrie. and K.

and Parker (1989).” Journal of Management in Engineering Vol. Balance Scorecard. Scheduling and Controlling. G. “The Role of Professional Development in Simulating Change in Small Growing Businesses. Jaafari. and J. E. Corporate Culture and Performance.C. (1989). E. Jakarta. Dissertation Research and Writing for Construction Students. LIPBI (2003).6402014051 114 . Kenny (2000). Macmillan Press. 32. A. A. Balanced Scorecard Translating Strategy Into Action. 13. S. and B. M. McGraw-Hill. H. Prentice Hall Inc. P. Naoum. (1985). Kaplan. R. New Jersey. (1997). N. L. Leach. (1972). D. New York. Z. e. (1997).” Journal of Management in Engineering Vol. Productivity Improvement in Construction. (1997). 36. Industri Jasa Konstruksi di Indonesia. New York. LIPBI (Lembaga Informasi Pembangunan & Bisnis Indonesia. Pinnington. 40. McGraw Hill. O'Brien. C. “Construction Business Competitiveness Benchmarking. Rosenzweig (2002). (1998). McGrawHill. Prentice Hall. and D. Kadin (2002). New York. S. Profile and Directory of Indonesian Companies ISO Certificate. Kast. 3 May/June. The Free Press A Division Simon & Schuster. (1991). (1998). Harvard Business School Press. (2000). 38. Hadi. 44. Konsultasi. Inc. and J. J. Heskett (1992). John Willey & Sons. Katz. (1984). A Division of Simon & Schuster Inc. Edward (2000). M. (1979). (1982). New York. (1999).. D. H. Radke. and T. P. Hillebrandt. F. Gatot Bentoro . S. G. J. F. Project Management: A system Approach to Planning. McGrawHill. B.. R. 43. Pustaka Binaman Pressindo. “Factors Influencing Construction Time and Cost Overruns on High-Rise Projects in Indonesia. Real Estate dan Teknologi Tinggi. Metodologi Research.” Construction Manajement and Economics 15: 83-94. 48. T. 29. Porter. Inc.: 449.M Morris.J. Contractor Management Handbook. 45. Kaizen (1994). Ivancevich. a. Norton (1996). Kaming. Manual of Cost Reduction Techniques. November/December. O. 41. J. to Human Resource 47. 46. No. et al. 6 30. 34. Introduction Management. Organization and Management. Salemba Empat. No. M. Kerzner. Oxford University Press. 37. Kotter. Jakarta. 27. Marketing Management. J. Olomolaiye. A. P. Economic Theory and The Construction Industry. Kadin Indonesia. 35. Second Edition. 39. London. Butterworth-Heinemann. J. 3. Economic Theory and Application. “Strategic Planning for Human Resource Management in Construction. Mulyadi (2001). 33. Howel. Jakarta. E. Competitive Strategy Techniques for analyzing Industries and Competitors. P. 31. W. 42. 26. Kotler. Maloney. Inc. a. 28. P. Inc. Oglesby. London. and Global 16.Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian 25. Productivity Improvement in Construction Human Behavior as a Factor in Construction Productivity. Jakarta. F. Inc. Kompartemen Jasa Konstruksi.G. Management Quality & Competitiveness.” CPD Journal Vol.

Prentice Hall International. Research Methods in Real Estate & Construction. M. Gramedia.Si (2003). R. Santoso. “Professionalism: Cornerstone of Engineering. Ally and Bacon. W. (1992). L. Sudarto (2003). 54. Surakarta. Statistik Deskriptif. (1995). Balairung & Co. Jakarta. SPSS Versi 10. Using Multivariate Statistics 4th Edition. 51. Rao J. Statistik Teori dan Aplikasi. Russell. Teng. McGraw-Hill. 71. 1 March): 11-33. Tatikonda. and C. M. P. 65. and A. New Jersey. Englewood Cliffs. National University. BPFE-Yogyakarta. 55. Jakarta. (1990). Management. H. (2002). July. J. Suardi. Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Sistem Manajemen Mutu ISO 9000:2000. Jakarta. 62. inc. Stoner. Pra Proposal Penelitian Program Doktor Pascasarjana Teknik Sipil Universitas Indonesia. 17 No. P. 69. 59. A. Peta Kesiapan Industri Jasa Konstruksi Menuju Liberalisasi Perdagangan Jasa Konstruksi. A. (2003). Prentice Hall. Prentice-Hall. (2001).” Journal of Proffesional Issues in Engineering Vol. 70. M. E. R. J. Yogyakarta. M. Kelima. Erlangga. Controversies. Jakarta. Wankel (1986). Sutjipto (1991). “Comparison of Cultures in Construction and Manufacturing Industries. S.. Manajemen Proyek dari Konseptual sampai Operasional. Singapore. 56. Construction Materials Management. Singapore. 60. Tangkilisan. F. Sellenheim. PPM. Sistem Bisnis Perusahaan Yang Ideal Yang Mendorong Industri Konstruksi di Indonesia. A. “Automated Corrective Action Selection Assistant. and L. Fayek (1994). 67. Soeharto.. G. Tatikonda (1998). Organizational Behavior: Applications. 68. 52. 72. No. D. Jakarta. Statistic for business and Economics. G. 118. Manajemen Biaya Suatu Reformasi Pengelolaan Bisnis. and D. 50. Stukhart. We Need Dynamic Performance Measures. 58. Fiddel (2001). Sandy. Tabachnick. Supranto. Erlangga. L. (1999). Smith. Manajemen Modern untuk Sektor Publik. 115 . (1995). Suraji. Statistik Non Parametrik. Supriyono. Tan. G. H. Corporate Turnaround. 53. B. Muhammadiyah University Press. Syamsudin (2002). (1990). Elex Media Komputindo. S. Aryaduta Hotel. Clare-Brown (2001). Marcel Dekker. A. (2003). (1998). Performance Measurement. Usulan Disertasi Program Pascasarjana Teknik Sipil Universitas Indonesia. Siegel. Singapore. Inc. S.” Journal of Management in Engineering Vol. Jakarta. J. 57. 63. R.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 49. Soeparto. Robbins. Inc. New York. R (1991). Proceeding Seminar Nasional Peran Jasa Industri Era Otonomi Daerah dan AFTA/AFAS. Strategi Industri Jasa Konstruksi Nasional dalam Era Globalisasi. Alexandra Road. (1988).3.. Riley. 61. Jakarta. Concepts. (1995). 3 July. S. (2003). 66. I. 64.” ASCE-Journal of Construction Engineering and Management 120(No.

A. A. Trigunarsyah. N. and E. a. ASCE 113(2): 258 . Woodward. Asiyanto (2003).272. Engineering Education Australia.D (1986). (1973). ISO 9000 untuk Kontraktor. Illinois. Pennysylvania. Probability and Statistics for Engineers and Scientists. Terry. E. The Hand Book of Project Based Management. Industrial Organisation: Theory and Practice. Design and Methods. (1997). Biological Agricultural and Medical 86. Menuju Usaha Jasa Konstruksi yang Handal. Weston. Drs. B. A Guide to Managing Project Risk and Opportunities. P. and T. J. R. Triwidodo. Jakarta. (2000). Abdi TANDUR. PT. D. Manajemen Proyek dari Konsepsi sampai Penyelesaian. in OECD Observer.” Journal of Construction Engineering and Management. Bandung.” Jurnal Teknologi No. Dorsey Press. Walpole. New Jersey. E. R. Buku Referensi untuk Kontraktor Bangunan Gedung Sipil. “Monte Carlo Technique with Correlated Random Variables. K. Copeland (1991). Yates. (1994). Turner. Tahun XVII September.. e. Perumahan. Oxford Univercity Press. New Delhi. P. F. 74. H. J.B. 85. 83. (1993). “Pengaruh Faktor-Faktor Penunjang sistem Bekisting Peri pada Pelaksanaan Konstruksi bangunan Bertingkat Struktur Beton terhadap Kinerja Waktu Proyek. Young. and R. Myers (1992). 87. Asas-asas Manajemen. Wiser (1992). The Dryden Press. Jakarta. Myers (1993). Project Management Institute. (1999). 5. PT. C. B.E (2002). and R. a. a.. (2003). 80. 5th Edition. Project and Program Risk Management. "Corporate Governance: a basic foundation for the global economy". H. Managerial Finance. et al. Statistical Tables for Research. North Melbourne.6402014051 116 . Touran. Case Study Research. E. Homewood. J. 79. Vol.. e. R.3.Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian 73. 75. Gatot Bentoro . G. Triwidodo. Duffield. Trisnowardono. Ph. R.J. B. 76.. Harris. (1980). Yin. Gramedia Pustaka Utama. Mc Graw-Hill. R. 77. 81. P. Sage Publications. 78. Gramedia. F. Witherell. Wideman. 84. Jakarta. Alumni. 82. Prentice Hall. William.

Temuan sistem mutu masuk kedalam peningkatan kinerja perusahaan. 2. Karena distribusi datanya normal dan sesuai dengan ketentuan. apa yang di teliti dan apa batasannya? Keterangan Sudah dijelaskan pada Bab 1 halaman 1. dengan meningkatkan kualitas manajemen perusahaan. Sehingga CDF didapat setelah mengetahui PDF tgerlebih dahulu. Mengapa PDF diperlukan? Dosen Penguji: Bambang Trigunarsyah. 3. Ismeth S. PDF adalah fungsi distribusi probabilitas untuk input data. Sudah dijelaskan pada Bab 4 halaman 66.PROGRAM PASCASARJANA BIDANG ILMU TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA RISALAH TESIS PASCASARJANA PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL KEKHUSUSAN MANAJEMEN PROYEK Nama NPM Judul Tesis : : : Gatot Bentoro 6402014051 Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Dosen Penguji: DR. Sedangkan CDF adalah fungsi distribusi kumulatif untuk input data. profitable. PMP No 1. growth dan competitive. Ir. bahwa bentuk grafik yang dihitung luasannya harus dengan cara integral dan bentuk overlay chartnya kumulatif. Abidin No 1. Pertanyaan/Saran Jelaskan manajemen pada tesis ini secara lebih rinci. Sudah dijelaskan pada Bab 4 halaman 96. 2. PhD. Pertanyaan/Saran Halaman berurutan termasuk untuk lampiran! Non parametrik dimasukkan kedalam pembahasan dalam penelitian! Hasil non parametrik dimasukkan kedalam pembahasan! Keterangan Sudah dilakukan. 196 . maka akan menjadikan perusahaan yang ideal. yaitu perusahaan yang sustainable. Yang diteliti adalah faktor-faktor manajemen perusahaan yang telah diidentifikasi yang dapat mempengaruhi peningkatan kinerja perusahaan jasa konstruksi.

MM. Dimana nilai kualitas min. Rentang nilai kualitas min. Pertanyaan/Saran Maksud skenario Monte Carlo. bila eksperimen secara fisik atau analitis tidak memungkinkan secara ekonomis. MT No 1. mean dan max artinya variabel tersebut dianggap statis tidak berubah. Sehingga dari rentang nilai kualitas ini akan diperoleh nilai global mean untuk menentukan standard penilaian kualitas kinerja perusahaan. Dinamis adalah bahwa variabel tersebut berubah berdasarkan proses simulasi.PROGRAM PASCASARJANA BIDANG ILMU TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA Dosen Penguji: Ir. Nilai kualitas min dan max yang didapat berdasarkan dari nilai mean (rata-rata) dari hasil skenario pada simulasi Monte Carlo. max. Sudarto. Pertanyaan/Saran Mengapa menggunakan analisa Monte Carlo? Jelaskan Simulasi Monte Carlo! Keterangan Sudah ada pada Bab 4 halaman 90 Hasil analisis faktor dan regresi berganda telah mengeluarkan model matematis yang menggambarkan hubungan antara variabel terikat dengan variabel bebas. artinya nilai mean pada skenario paling minimum (yang terletak paling kiri dari grafik overlay chart). Sudah dijelaskan pada Bab 4 halaman 90. Simulasi Monte Carlo suatu teknik untuk mendapatkan suatu pendekatan. Sedangkan min. apa maksudnya? 197 . sedangkan nilai max merupakan nilai mean pada skenario paling maksimum (yang terletak paling kanan). 2. artinya dinamis dan artinya statis? Keterangan Penggunaan skenario pada Monte Carlo adalah untuk menentukan windows of success dari kinerja perusahaan yang merupakan standard untuk menentukan batas minimal dan maksimal. dimana nilainya diambil berdasarkan sampel yang ada. Dosen Penguji: Alin Veronika. MT No 1. ST.

Diambil berdasarkan dari berbagai referensi dan ini bisa memperkuat hasil simulasi Monte Carlo. Pada Tabel 4. Pembimbing II Agustus 2004 Menyetujui.11. MT Bambang Trigunarsyah. MT No 1. Depok. PhD. Pertanyaan/Saran Pembahasan non parametrik sistem mutu perlu dimasukkan! Untuk hasil uji t pada Tabel 4. Keterangan Sudah dimasukkan kedalam Bab 4 hal aman 68. Skala pengukuran kualitas kinerja Perusahaan.26. ST. Menyetujui. tidak perlu di tulis semuanya. ST. 3. Sudah diperbaiki pada Bab 4 halaman 79. PMP 198 . Pembimbing I Alin Veronika. 2.PROGRAM PASCASARJANA BIDANG ILMU TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA Dosen Penguji: Sulhaemi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.