PENGARUH KUALITAS MANAJEMEN PERUSAHAAN TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI

TESIS

GATOT BENTORO 6402014051

Disusun untuk melengkapi persyaratan kurikulum Program Pascasarjana Bidang Ilmu Teknik Universitas Indonesia guna memperoleh gelar Magister Teknik

Program Pascasarjana Bidang Ilmu Teknik Program Studi Teknik Sipil Kekhususan Manajemen Proyek Universitas Indonesia 2004

Abstrak
Keuntungan perusahaan konstruksi tidak hanya diperoleh dari pengendalian terhadap total aset dan produksi peralatan saja, melainkan diperoleh dari kemampuan manajemen, sumber daya manusia, kemampuan teknik, penggunaan solusi yang inovatif, sistem infrastruktur, kemampuan untuk menanggapi segala keperluan yang kompleks, kemampuan untuk menerima dan mengelola risiko. Jika faktor-faktor tersebut dapat dikelola dan diperhatikan dengan baik, maka besar kemungkinan perusahaan-perusahaan jasa konstruksi di Indonesia dapat mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan asing didalam dan diluar negeri. Banyak masalah internal dihasilkan sendiri oleh perusahaan dan sebenarnya ada dalam kendali organisasi perusahaan. Masalah ini biasanya berhubungan dengan lemahnya manajemen perusahaan. Sehingga masalah manajemen adalah salah satu faktor terbesar dibalik banyaknya kegagalan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisa faktor-faktor dari manajemen perusahaan yang mempunyai pengaruh terhadap kinerja perusahaan jasa konstruksi. Dengan analisis statistik diketahui faktor dari manajemen perusahaan yang mempengaruhi kinerja perusahaan. Dengan analisis simulasi Monte Carlo diketahui batasan wilayah kesuksesan kinerja perusahaan jasa konstruksi. Kata Kunci: manajemen perusahaan, kinerja perusahaan, analisis statistik, analisis simulasi Monte Carlo

Abstract
A Construction Company’s profit is not only obtained from controlling the production from total assets and equipment, but also from management capability, human resources, technical capability, innovative solution, application available infrastructure system, the ability in perceiving complex needs, the ability to handle and manage risk. Management of such is will then Construction Companies in Indonesia with the ability compete with foreign companies inside and outside the country. There are many internal problems caused by the company itself and actually are in the control of the Company’s organization. These problems usually relate to the frailty of business management. Therefore, management problem is one of key factor behind the company’s failures. The purpose of that study was to identify and analyze the factors in business management influence the construction company’s performance capability. Using statistic analysis detected the factors in business management that influence the company’s performance. Using simulation Monte Carlo Analysis identified the windows of success boundaries of the ideal Construction Company’s performance. Keywords: business management, company’s simulation Monte Carlo analysis performance, statistic analysis,

iii

LEMBAR PERSETUJUAN
JUDUL TESIS:

PENGARUH KUALITAS MANAJEMEN PERUSAHAAN TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI

Disusun NPM Program Studi Kekhususan

: Gatot Bentoro : 6402014051 : Teknik Sipil : Manajemen Proyek

Disusun untuk melengkapi persyaratan kurikulum Program Magister Bidang Ilmu Teknik Universitas Indonesia guna memperoleh gelar Magister Teknik pada Program Pascasarjana Program Studi Teknik Sipil Tesis ini telah diajukan dalam sidang ujian tesis dan disetujui

Depok,

Agustus 2004

Menyetujui,

Dosen Pembimbing I

Dosen Pembimbing II

Bambang Trigunarsyah, PhD, PMP

Alin Veronika, ST, MT

ii

PERNYATAAN KEASLIAN TESIS

Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NPM Program Studi Kekhususan : Gatot Bentoro : 6402014051 : Teknik Sipil : Manajemen Proyek

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa tesis dengan judul :

PENGARUH KUALITAS MANAJEMEN TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI
Yang disusun untuk melengkapi persyaratan kurikulum Program Magister Bidang Ilmu Teknik Universitas Indonesia, sejauh yang saya ketahui bukan merupakan tiruan atau duplikasi dari tesis yang sudah dipublikasikan dan atau pernah dipakai untuk mendapatkan gelar Magister dari lingkungan Universitas Indonesia maupun di Perguruan Tinggi atau Instansi manapun, kecuali bagian yang bersumber informasinya dicantumkan sebagaimana mestinya. Apabila dikemudian hari ternyata tidak sesuai dengan pernyataan diatas, penulis bersedia menerima segala sanksi yang akan dikenakan.

Depok,

Agustus 2004

Gatot Bentoro 6402014051

iv

model penelitian. Depok. hal ini dilakukan untuk memudahkan dalam melakukan penelitian dan penulisan tesis ini. Agustus 2004 Gatot Bentoro 6402014051 v . dan capturing market sebagai market forces dibahas oleh Agung Winarno (6402010013). sedangkan faktor internal lainnya yaitu manajemen sumber daya manusia dibahas oleh Sugiarto Rustan (6402010552). eksternal dan market forces.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Adapun materi yang diuraikan pada sidang tesis ini adalah tentang pengukuran kualitas manajemen perusahaan. Penelitian ini disusun dalam kerangka penelitian yang lebih besar tentang peningkatan kinerja perusahaan yang faktor kesuksesannya dipengaruh oleh faktor internal. Dalam hal ini penulis membahas mengenai manajemen perusahaan sebagai faktor internal. Penelitian mengenai peningkatan kinerja perusahaan jasa konstruksi di Indonesia ini dikerjakan bersama-sama tim corporate performance. Oleh karena itu. Berdasarkan hal tersebut. disain kuesioner dan metode analisa yang digunakan mempunyai persamaan satu sama lainnya. penulis melakukan penelitian untuk mengukur seberapa besar pengaruhnya terhadap peningkatan kinerja perusahaan jasa konstruksi di Indonesia khususnya perusahaan kontraktor. Pada bab 2 dan bab 3 juga ada kesamaan dengan tim corporate performance yang lain. berkat rahmat dan kemurahan-Nya penulis dapat menyelesaikan seminar tesis ini dengan sebaik-baiknya. Seminar tesis ini berjudul “PENGARUH KUALITAS MANAJEMEN PERUSAHAAN TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI”.

Alin Veronika. Yang telah banyak memberikan masukan dan saran penulisan tesis ini. yang telah memberikan informasi dan saran selama penulisan tesis ini. 6. Bapak Bambang Trigunarsyah. MT. 10. terimakasih buat doa dan dorongan yang pernah diberikan. 3. Orang tua dan saudara-saudaraku yang tak henti-hentinya selalu memberikan doa. selaku Dosen Pembimbing I dalam penulisan seminar ini yang telah banyak memberikan bimbingan dan saran selama penulisan tesis ini. Yusuf Latief. ST. Eyangku yang tercinta (Alm) R. MT. PMP. Bapak Ir. yang telah banyak memberikan dorongan dan masukan yang berguna selama penulisan tesis ini. 7. 12. terimakasih yang dengan setia selalu memberikan doa. Sudarto. PhD. Abidin. Bapak Ir. MBA. 9. Bapak Ir. Ismeth S. tulisan ini secara khusus dipersembahkan untuknya. Agung Winarno. Soekirman Adiwiyoto. ST. 11. IPM. Pegawai sekretariat Pascasarjana Bidang Ilmu Teknik Universitas Indonesia. MT. dengan sabarnya telah banyak memberikan arahan dan waktunya selama penulisan ini.UCAPAN TERIMA KASIH Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. terimakasih atas segala kerjasama dan bantuannya. vi . Yang tercinta Irma Irfawanti. perhatian dan dorongan. 5. selaku Pembimbing II dalam penulisan tesis ini yang telah banyak memberikan bimbingan. Irdham Alamsyah. Ir. Para dosen pengajar Program Studi Ilmu Teknik Sipil Manajemen Proyek Universitas Indonesia. Seluruh teman-teman Manajemen Proyek Universitas Indonesia angkatan 2002. 15. berkat rahmat dan kemurahan-Nya penulis dapat menyelesaikan tesis ini dengan sebaik-baiknya. MBA yang telah telah banyak memberikan masukan yang berguna selama penulisan ini. Asiyanto. dukungan moral dan materi. yang telah banyak memberikan masukan dan saran selama penulisan tesis ini. Partner-partnerku Sugiarto Rustan. Sulhaemi. MM. 14. selaku Pembimbing dalam penulisan tesis ini yang telah memberikan arahan dan falsafah hidup selama penulisan tesis ini. 4. 2. dan juga untuk Wati MP-UI 2001. MT. 8. Bapak Dr. 13. Bapak Dr. Penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada yang terhormat : 1. SH.

Akhirnya atas kritik. Agustus 2004 Gatot Bentoro 6402014051 vii .16. penulis mengucapkan terima kasih. Semoga Tuhan memberikan imbalan dan balas jasa yang berlipat ganda atas kebaikan hati yang telah ikhlas membantu menyusun tesis ini. baik dalam pengisian kuesioner maupun penulisan tesis ini. Depok. saran dan dorongan dari semua pihak. Semua pihak yang telah banyak membantu menyelesaikan tesis ini.

............................................ MAKSUD DAN TUJUAN ................. 2...........................................................................................................1.DAFTAR ISI HALAMAN HALAMAN JUDUL ......................................2........................ Proses Manajemen .1.2................... 2.........2..................... LATAR BELAKANG ..........................................................................................................................3............................ MANFAAT PENELITIAN ........... PENDEKATAN MANAJEMEN STRATEGI PADA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI .................................... 1.................... ABSTRAK ........................................................ LEMBAR PERSETUJUAN ............................................... Perusahaan Jasa Konstruksi ................ BAB 1.................. 30 27 11 15 19 22 25 5 5 6 viii ............... 2............................................................................................3... 2....................................... DAFTAR ISI ................2.1............ 1............ UCAPAN TERIMA KASIH .............. PENDAHULUAN ..................................................... i ii iii iv v vi viii x xii xiii xiv 1 1 3 3 4 4 MANAJEMEN PERUSAHAAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI .....................................................................1. Manfaat Kualitas bagi Perusahaan Jasa Konstruksi .........2................1................................. MANAJEMEN PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI ........................ 2..... DAFTAR TABEL .............................2..................... 2. KATA PENGANTAR ........................................................................................................................................5........................ PENDEKATAN PENULISAN .... BAB 2.. I.......................................... 1.....................................2.......... POKOK PERMASALAHAN ..................... Manajemen Perusahaan ...................................2................... DAFTAR GAMBAR .....4...................................................... DAFTAR LAMPIRAN CD ROM ................. PERNYATAAN KEASLIAN TESIS .. 1................................ Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Oganisasi Perusahaan Jasa Konstruksi ............................................3............................ 2. DAFTAR LAMPIRAN ......... 2...................................................... 2..... INDUSTRI KONSTRUKSI DI INDONESIA .................4............... Peranan dan Kondisi Perusahaan Jasa Konstruksi di Indonesia ...............................................................................1........................................

...... IDENTIFIKASI VARIABEL PENENTU TAMBAHAN DENGAN DUMMY ................................2............................................ 4................ 3.................. KERANGKA METODE PENELITIAN ..........................1. 3................................ KESIMPULAN ...........8...............7..................... 3....................... SIMULASI KINERJA PERUSAHAAN .................. TEMUAN-TEMUAN ............... METODE ANALISIS ............4.............. PENENTUAN MODEL ....................2.. 3...... 5........................................ METODOLOGI PENELITIAN .........1.10...........................................................................2.............................. 34 40 40 41 42 45 47 55 59 59 61 62 65 65 66 69 78 87 90 103 106 111 111 111 113 196 33 BAB 3................................................2..... BAB 4...................................... KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI SEBAGAI ALAT UKUR ....................... 4...................................8............7..................................... RISALAH TESIS ..5.....................5.............................................. 4.3..............1.6............................... 3............................................. 2........... 3............... ix .............................. KESIMPULAN DAN SARAN .. ANALISIS VARIABEL DUMMY ...................................................................... KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESA .........9...................................... PEMBAHASAN PENELITIAN ....... DATA PERUSAHAAN DAN RESPONDEN .. REFERENSI ...........................4........ 4......... ANALISIS NON PARAMETRIK ...3... 3...5..... 4.......... PEMILIHAN METODE PENELITIAN ......................................................6.................................... UJI VALIDASI .......................... UJI MODEL ......................... 3............. ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI ............. PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN ......... UJI MODEL KINERJA PERUSAHAAN....................................................................... BAB 5........... SIMULASI MONTE CARLO .......... METODE PENGUMPULAN DATA . 4. 4.......................................................... SARAN .............. HUBUNGAN FUNGSI MANAJEMEN DENGAN MANAJEMEN STRATEGI .....4....................................................................................................... 4.............................. 3.................... 5........ 3...

Tabel 3............ 84 Korelasi Variabel Bebas Lainnya dengan Dummy ......3......5...........19.....................7................................12..... 47 Tabel Besaran Hubungan Korelasi Pearson r ........... Tabel 4.....................4.................... Tabel 3... 83 Validasi Model Regresi Linier Perspektif Pelanggan ..8............. 56 Data Profil Umum Perusahaan .........11..........................7............. 66 Ranking untuk Uji Mann-Whitney U ........1............................ 72 Variabel Penentu Kinerja .................................................. 52 ANOVA ..... Tabel 4.5........... Tabel 4........ 75 Model Regresi Berganda untuk Y1 s............... Nilai Konstruksi yang Diselesaikan Perusahaan Jasa Konstruksi .8.... 83 Validasi Model Regresi Linier Perspektif Pertumbuhan Dan Pembelajaran ...9...... 47 Format Pengumpulan Data untuk Mendapatkan Nilai Kualitas Kinerja Perusahaan ....................6..d..............10.................. 67 Statistik untuk Uji Mann-Whitney U . 44 Format Pengumpulan Data untuk Mendapatkan Frekuensi Kejadian ........... 84 Validasi Model Regresi Linier Kinerja Perusahaan ....... Tabel 4... 77 Uji Model Linier dan Non Linier Tanpa Dummy Untuk Kinerja Perusahaan .............. 68 Statistik untuk Uji Kruskal Wallis ................................ Tabel 3.......15......18......... Tabel 3.. Tabel 4... 69 Nilai Korelasi Pearson r Terhadap Masing-masing Variabel Terikat .............17......................................................13............................ 79 Hasil Analisis Residual ... Tabel 4. Tabel 4...... Tabel 4.......... Tabel 3.. Tabel 4....................... Tabel 3............................................................................................................. 68 Proses Scoring Ranking Kinerja Perusahaan .... Tabel 4.. Tabel 4.......... Tabel 4.................3............................... Tabel 4................................1...... 46 Format Pengumpulan Data untuk Mendapatkan Nilai Kualitas ....... 46 Format Pengumpulan Data untuk Mendapatkan Ranking Kinerja Perusahaan .......... Tabel 3......6....... Y5 ........................................ Tabel 4.................14.............2. 42 Contoh Variabel/Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan .. 81 Parameter Model Regresi Linier Kinerja Perusahaan ..................... Tabel 4.............. 88 x .DAFTAR TABEL HALAMAN Tabel 2...................... 69 Prosentase Perspektif Kinerja Perusahan .................4...................... 67 Ranking untuk Uji Kruskal Wallis ............. 82 Validasi Model Regresi Linier Perspektif Keuangan .................. Tabel 3.. Tabel 4.. 10 Strategi Penelitian untuk Masing-masing Situasi ................... 82 Validasi Model Regresi Linier Perspektif Proses Bisnis Internal ................................ Tabel 4....... Tabel 4.................2..................................... Tabel 4.16...................................................1....................

Tabel 4.20. Tabel 4.21. Tabel 4.22. Tabel 4.23. Tabel 4.24. Tabel 4.25. Tabel 4.26.

Model Regresi Berganda untuk Y1 s.d. Y5 dengan Memasukkan Dummy ................................................................... 90 Skenario yang Digunakan untuk Proses Simulasi .............................. 91 Luasan Windows of Success Kinerja Perusahaan .............................. 102 Variabel Penentu dan Kontribusinya Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi ................................................ 104 Variabel Penentu Lainnya Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi ................................................ 105 Rentang Nilai Kualitas Kinerja Berdasarkan Hasil Simulasi ................. 105 Skala Pengukuran Kualitas Kinerja Perusahaan ................................ 106

xi

DAFTAR GAMBAR

HALAMAN Gambar 2.1. Gambar 2.2. Gambar 2.3. Gambar 2.4. Gambar 2.5. Gambar 2.6. Gambar 2.7. Gambar 2.8. Gambar 3.1. Gambar 3.2. Gambar 3.3. Gambar 3.4. Gambar 3.5. Gambar 3.6. Gambar 4.1. Gambar 4.2. Gambar 4.3. Gambar 4.4. Gambar 4.5. Tiga Faktor Penentu Kesuksesan untuk Mengelola Suatu Organisasi ......................................................................... 7 Upaya Jasa Konstruksi Indonesia dalam Menghadapi Globalisasi ........ 14 Keuntungan Peningkatan Kualitas Ditinjau dari Pasar ....................... 26 Keuntungan Peningkatan Kualitas Ditinjau dari Segi Biaya ................ 26 Faktor-Faktor Penting dalam Organisasi ......................................... 28 Elemen-Elemen Dasar dari Proses Manajemen Strategi .................... 30 Hubungan Fungsi Manajemen dengan Manajemen Strategi ............... 33 Skema Usaha Kegiatan dalam Manajemen ..................................... 39 Diagram Alir Kerangka Pemikiran .................................................. 41 Model Hubungan Kualitas Manajemen Perusahaan Dengan Kinerja Perusahaan...................................................................... 43 Diagram Analisa Statistik dengan Bantuan Program SPSS 11.5 ......... 48 Grafik Pendugaan Interval untuk Nilai Rata-Rata Y dan Individu Y ...... 60 Skala Pengukuran Dummy ........................................................... 62 Skematik Teknik Monte Carlo ....................................................... 64 Grafik Kinerja Perusahaan Perspektif Keuangan .............................. 92 Grafik Kinerja Perusahaan Perspektif Proses Bisnis .......................... 93 Grafik Kinerja Perusahaan Perspektif Pelanggan .............................. 94 Grafik Kinerja Perusahaan Perspektif Pertumbuhan Dan Pembelajaran ....................................................................... 95 Grafik Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi ..................................... 96

xii

DAFTAR LAMPIRAN

HALAMAN Lampiran A Lampiran B Lampiran C Lampiran D Lampiran E Lampiran F Lampiran G Lampiran H Lampiran I Lampiran J Lampiran K : : : : : : : : : : : VARIABEL DAN KUESIONER PENELITIAN ................................... 117 TABULASI DATA .................................................................... 131 PROSES ANALISA PROSENTASE DAN KINERJA PERUSAHAAN ....... 132 ANALISIS KORELASI .............................................................. 138 ANALISIS FAKTOR ................................................................. 140 KOMBINASI ANALISIS FAKTOR ................................................ 142 ANALISIS REGRESI LINIER DAN NON LINIER ............................ 156 ANALISIS RESIDUAL .............................................................. 158 ANALISIS DUMMY .................................................................. 173 ANALISIS DISTRIBUSI DENGAN METODE BATCH FIT .................. 185 ANALISIS SIMULASI MONTE CARLO .......................................... 188

xiii

DAFTAR LAMPIRAN CD ROM

Lampiran B Lampiran D Lampiran E Lampiran G Lampiran J Lampiran K

: : : : : :

TABULASI DATA OUTPUT KORELASI OUTPUT FAKTOR ANALISIS OUTPUT REGRESI BATCH FIT REPORT SIMULASI

xiv

baik variabel bebas maupun variabel terikat. Berdasarkan variabel-variabel penelitian tersebut disusun suatu daftar pertanyaan ke dalam kuesioner penelitian yang digunakan untuk keperluan survai. yaitu : • • • • • Perencanaan Pengorganisasian Pemotivasian Penggerakkan Pengendalian .Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi VARIABEL DAN KUESIONER PENELITIAN Lampiran A terdiri dari variabel-variabel yang digunakan pada penelitian ini. Variabel-variabel penelitian terdiri dari faktor-faktor kualitas manajemen perusahaan yang dibagi menjadi 5 (lima) kelompok.

6402014051 118 . Terry (1986) Kualitas Pimpinan Perusahaan : Pendistribusian Tugas dan Wewenang : X20 Kualitas pendistribusian tugas.Lampiran A Variabel dan Kuesioner Penelitian LAMPIRAN A-1 VARIABEL PENELITIAN VARIABEL FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAA PERENCANAAN REFERENSI Penetapan Tujuan dan Sasaran : X1 X2 X3 X4 X5 Tujuan dan sasaran mengacu pada sumber daya Mempertimbangkan dan menganalisa situasi pasar Program Pengembangan manajemen Profit yang diperoleh perusahaan Kualitas hasil akhir pekerjaan Porter (1980) Porter (1980) Stukhart (1995) Terry (1986) Kaizen (1994) Benson et al (1991). Pinnington (2000) Kotter & Hesket (1992) Kotter & Hesket (1992) Oglesby et al .(1985) David (2002) Robins (1989) Russell & Fayek (1994) Kast & Rosenzweig (1995) Kerzner (1995) Kerzner (1995) Russell & Fayek (1994) Russell & Fayek (1994) Sistem Komunikasi : X14 Kerjasama personil inti dengan bawahan Sistem dan Prosedur Perusahaan : X15 Kemampuan pimpinan Perusahaan dalam menyelesaikan konflik PENGGERAKAN Pengarahan terhadap karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan Kualitas hubungan antar karyawan Peranan pimpinan perusahaan sebagai fasilitator Dukungan dan dorongan dari pimpinan perusahaan perusahaan terhadap karyawan Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menghadapi peluang bisnis Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menanggapi persaingan Tindakan penggerakan terhadap karyawan Koordinasi Pelaksanaan Pekerjaan : X16 X19 X17 X18 X21 X22 X23 Terry (1986) Terry (1986) Terry (1986) Pinnington (2000) Kotter & Hesket (1992) Clough (1986). 1989 David (2002). Madu et al (1996) Terry (1986) Terry (1986) Porter (1980). Terry (1986) David (2002). Hanger & Wheelen (1996) David (2002) Cambell & Tawadey (1992) Flippo (1984) Penyusunan Strategi Rencana Jangka Panjang : X6 X9 Tingkat keberhasilan dari strategi yang diterapkan Kualitas dari strategi rencana jangka panjang Kebijakan Perusahaan : X7 X8 Kualitas implementasi kebijakan perusahaan Kinerja dan produktifitas karyawan PENGORGANISASIAN Struktur Organisasi Perusahaan : X10 X11 X12 X13 Kemampuan personil inti dalam menjalankan fungsi tugas Kemampuan pimpinan perusahaan dalam membuat rencana sumber daya Kurangnya kemampuan karyawan dalam menjalankan tugas dan kewajiban Kurangnya tanggung jawab karyawan Gibson. Ivancevich et al. wewenang dan tanggung jawab karyawan Gatot Bentoro .

2000) David (2002) (Horrison 1972) David (2002) (Borcherding.2000) David (2002) Robins (1989) Robins (1989) Stoner & Freeman (1995) Robins (1989) (Ahuja 1976) Robins (1989) Rowe (1975) David (2002) Kerzner (1995) David (2002) David (2002) Robins (1989) Robins (1989) Stoner & Freeman (1995) 119 .1980 .1986 . Maloney.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi VARIABEL FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAA PEMOTIVASIAN REFERENSI Kebutuhan Karyawan : Harga diri karyawan Kesempatan untuk pertumbuhan dan perkembangan Prestise pekerjaan didalam perusahaan Perasaan aman dalam pekerjaan Prestise pekerjaan diluar perusahaan Rasa berprestasi yang bermanfaat dalam pekerjaan Kebutuhan untuk berprestasi dalam menentukan metode X30 dan prosedur X31 Wewenang karyawan terhadap pekerjaan X32 Rotasi pekerjaan terhadap karyawan Kepuasan Karyawan : Kesempatan berpartisipasi menentukan metode dan X33 prosedur X34 Kurang adanya Reward & Punishment terhadap karyawan X35 X36 Kualitas penghargaan perusahaan terhadap karyawan Iklim dan suasana pekerjaan PENGENDALIAN Pengukuran Kualitas Perusahaan : X37 Pengukuran terhadap kualitas hasil pekerjaan Mengalami hambatan dalam melakukan penilaian X40 terhadap prestasi kerja X42 Standar kinerja yang digunakan untuk mengukur kualitas Kualitas perusahaan dalam peningkatan peranan sistem X45 informasi Evaluasi Terhadap Penyimpangan yang Terjadi : Mengalami hambatan dalam melakukan evaluasi terhadap X38 hasil pekerjaan Pengawasan Pekerjaan : Mengalami hambatan dalam melakukan penyusunan X39 laporan kegiatan X43 Pengawasan terhadap keuangan perusahaan karyawan X44 Pengawasan terhadap inventaris perusahaan Tindakan Perbaikan : X41 Tindakan perbaikan terhadap penyimpangan X46 Tindakan pengendalian terhadap perusahaan X24 X25 X26 X27 X28 X29 Terry (1986) Terry (1986) (Horrison 1972) Terry (1986) Terry (1986) Terry (1986) Terry (1986) Stoner & Freeman (1995) (Horrison 1972) (Pinnington . Pinnington .

kompensasi karyawan. Manajemen menyebabkan bahwa kita menyadari kemampuan-kemampuan kita. kemampuan untuk menerima dan mengelola risiko. baik pihak swasta maupun BUMN yang ada di Indonesia dengan melakukan berbagai macam perbaikan guna meningkatkan kualitas kinerja manajemen sehingga dapat menghasilkan suatu sistem bisnis perusahaan jasa konstruksi yang ideal (Sudarto 2003). Faktor-faktor penentu kesuksesan perusahaan jasa konstruksi tersebut terdiri dari faktor internal. operasional. dari sekian banyaknya kendala yang terindentifikasi hanya beberapa yang dominan yang perlu untuk diteliti. Sehingga masalah manajemen adalah satusatunya faktor terbesar dibalik banyaknya kegagalan perusahaan. Masalah ini biasanya berhubungan dengan lemahnya manajemen perusahaan. penempatan sumber daya manusia. Disamping itu manajemen sumber daya manusia juga menyangkut dengan desain dan implementasi sistem perencanaan. growth (bertumbuh) dan juga memiliki kemampuan untuk bersaing (competitive) dengan perusahaanperusahaan asing diluar maupun dalam negeri. organisasi perusahaan. Pedoman tersebut dalam Proses bisnis kontraktor dimulai dengan kegiatan pemasaran yang Gatot Bentoro . Dan faktor eksternal yang terdiri dari ekonomi makro. sumber daya manusia. Dalam perusahaan jasa konstruksi terdapat banyak kendala utamanya dari segi manusia serta faktor yang mempengaruhinya. Tiga tujuan ekonomis tersebut merupakan pedoman arah strategis semua organisasi bisnis. dan hubungan perburuhan yang mulus. sosial politik dan lingkungan yang kompetitif. maka besar kemungkinan perusahaan-perusahaan jasa konstruksi di Indonesia dapat mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan asing didalam dan diluar negeri. melainkan diperoleh dari kemampuan manajemen. Jika faktor-faktor tersebut dapat dikelola dan diperhatikan dengan baik. pengembangan karyawan. faktor eksternal dan market forces (Wideman and Myers 1992). sumberdaya manusia dan keuangan. serta meningkatkan profitabilitas. serta penilaian terhadap kinerjanya. hukum dan undang-undang. Sedangkan menurut (Teng 2002) dalam menentukan strategi untuk mengembangkan perusahaan harus memperhatikan faktor internal yang terdiri dari manajemen. menunjukkan cara kearah pelaksanaan pekerjaan yang lebih baik. Langkah-langkah perbaikan pada perusahaan jasa konstruksi tersebut dapat berupa suatu sistem pengendalian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan perusahaan jasa konstruksi. penyusunan karyawan. Banyak masalah internal dihasilkan sendiri oleh perusahaan dan sebenarnya ada dalam kendali organisasi perusahaan. teknologi dan inovasi. pelatihan dan pengembangan. pengelolaan karir. penggunaan solusi yang inovatif. seleksi sumber daya manusia. Manajemen sumber daya manusia adalah pendayagunaan. evaluasi kinerja. kemampuan untuk menanggapi segala keperluan yang kompleks. mampu meningkatkan laba (profitable).6402014051 120 . kemampuan teknik. Kendala tersebut terbagi dalam perencanaan sumber daya manusia. penilaian. hubungan antar karyawan yang berada dalam satu organisasi.Lampiran A Variabel dan Kuesioner Penelitian LAMPIRAN A-2 KUESIONER PENELITIAN Dalam menghadapi persaingan pasar bebas. dapat mengurangi hambatan-hambatan dan memungkinkan kita mencapai tujuan-tujuan yang kita harapkan. melakukan pertumbuhan. Tujuan suatu perusahaan adalah mempertahankan kelangsungan hidup. Menurut (Porter 1980) perusahaan yang ideal adalah perusahaan yang mampu bertahan (sustainable). sistem infrastruktur. perlu dilakukan langkah-langkah antisipatif yang harus dipersiapkan oleh perusahaan-perusahaan jasa konstruksi. pengembangan. Keuntungan perusahaan konstruksi tidak hanya diperoleh dari pengendalian terhadap total aset dan produksi peralatan saja. pemberian balas jasa dan pengelolaan individu anggota organisasi atau kelompok kerja.

MT : Telp : (021) 7863745 atau (0812) 8365358 E-mail : alin_veronika@yahoo.ac. Ismeth S Abidin : Telp : (0818) 129 009 E-mail : ismeth_abidin@hotmail. silakan hubungi kami pada : Gatot Bentoro.id Dr. Bambang Trigunarsyah. Masalah ini biasanya berhubungan dengan lemahnya manajemen pemasaran perusahaan.MT. ST.com Agung Winarno. sehingga dapat meningkatkan kinerja perusahaan jasa konstruksi kontraktor. Sehingga masalah manajemen pemasaran adalah satu-satunya faktor terbesar dibalik banyaknya kegagalan perusahaan. Tujuan utama dari survey : Menilai faktor-faktor yang berpengaruh dalam manajemen perusahaan.com Alin Veronika. MM.PMP: Telp: (021) 7270029 atau (0818) 785715 E-mail : btriguna@eng.ui.com Sulhaemi. dan menggarap pasar proyek baik itu proyek pemerintah maupun swasta serta mempromosikan perusahaan kepada para calon pelanggan.com Terima kasih atas kesediaan anda meluangkan waktu untuk mengisi kuisioner penelitian ini. Bsc.com Sugiarto Rustan. Proses bisnis tersebut banyak kendala terutama masalah penjaringan market/pemasaran dihasilkan sendiri oleh perusahaan dan sebenarnya ada dalam kendali organisasi perusahaan. 121 .MT: Telp : (021) 7205880 atau (0811) 165870 E-mail : sudarto@findo-group. yang merupakan faktor penentu untuk mengetahui kualitas perusahaan. ST : Telp : (021) 8620387 atau (0812) 9287969 E-mail : ben_igo@yahoo.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi dalam penelitian ini mencari. ST : Telp : (021) 70737361 atau (0812) 8445871 E-mail : agungwinarno@yahoo. ST. Apabila anda memiliki pertanyaan dan memerlukan keterangan lebih lanjut mengenai survey ini.com Ir. ST : Telp : (0815) 8791481 E-mail : arto_mp02@yahoo. MT : Telp : (021) 7402591 atau (0815) 1664496 E-mail : emi_8634@yahoo. mengumpulkan.com DR. Sudarto. manajemen sumber daya manusia dan dalam menjaring market serta menilai kualitas standar kinerja perusahaan jasa konstruksi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.

“In-house” sistem mutu 2. yang menjadi inovasi dalam menjaring proyek-proyek baru perusahaan Saudara? Kerjasama dengan Industri Manufaktur Kerjasama dengan Perbankan dan Investor Kerjasama dengan Pemilik Lahan …………………………………………… …………………………………………… …………………………………………… Bila anda menginginkan salinan hasil survey ini. Pemerintah (BUMN) 2. Belum memiliki sertifikat ISO 9000 Bila anda memilih (1) atau (3).Lampiran A Variabel dan Kuesioner Penelitian Mohon lengkapi data responden dan data perusahaan di bawah ini untuk memudahkan kami menghubungi kembali bila klarifikasi data diperlukan. 0%-20% 3. Berapa lama anda sudah bekerja dalam dunia konstruksi ? ________________ tahun.6402014051 122 . Jenis kepemilikan perusahaan (berikan tanda “√” pada kotak yang sesuai) : 1. berikan tanda “√” pada kotak Tanggal pengisian survey : ________/_________/___________ Semua informasi yang anda berikan dalam survey ini dijamin kerahasiaannya dan hanya akan dipakai untuk keperluan penelitian saja. Dalam proses mendapatkan ISO 9000 4. Berapakah rata-rata presentase keberhasilan proyek yang dikerjakan selama kurun waktu 5 tahun terakhir ? 1. Swasta Sistem mutu yang dimiliki perusahaan (berikan tanda “√” pada kotak yang sesuai) : 1. >60%-80% Metode kontrak dan kerjasama apa saja. >40%-60% 5. Gatot Bentoro . Nama Perusahaan : _____________________________________________________ Alamat Perusahaan : ____________________________________________________ ________________________________________________Kode pos : ____________ Telepon : ( ) ____________________ Fax : ( ) ______________________ E-mail : ______________________________________________________________ Nama responden : ______________________________________________________ Posisi : _________________________ Pendidikan :___________________________ Berapa lama anda sudah bekerja pada perusahaan ini ? __________________ tahun. >20%-40% 4. sudah berapa lama perusahaan anda mendapatkan sertifikat ISO 9000 atau menjalankan “in-house” sistem mutu : ____________ tahun. >80%-100% 2. Memiliki sertifikat ISO 9000 3.

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi KUESIONER UNTUK MENGUKUR PENGARUH KUALITAS MANAJEMEN PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI MANAJEMEN PERUSAHAAN 123 .

yang merupakan faktor penentu untuk mengetahui kualitas perusahaan. GAMBARAN UMUM Untuk meningkatkan kualitas perusahaan jasa konstruksi kontraktor perlu dilakukan penilaian kualitas manajemen perusahaan dan menilai kualitas standar kinerja perusahaan. Gatot Bentoro . sehingga dapat meningkatkan kinerja perusahaan jasa konstruksi kontraktor.6402014051 124 . Untuk itu disini akan ditinjau tentang kualitas perusahaan jasa konstruksi kontraktor yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan jasa konstruksi kontraktor baik BUMN maupun Swasta.Lampiran A Variabel dan Kuesioner Penelitian TEMA PENELITIAN MENGUKUR PENGARUH KUALITAS MANAJEMEN PERUSAHAAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI TUJUAN KUESIONER : Menilai faktor-faktor yang berpengaruh dalam manajemen perusahaan dan menilai kualitas standar kinerja perusahaan jasa konstruksi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.

berikan penilaian Saudara mengenai nilai kualitas komponen-komponen berikut ini. berdasarkan pengalaman Saudara dengan menggunakan skala pengukuran (Tidak Pernah) 1 2 3 4 5 6 (Selalu). KOMPONEN Dalam menetapkan tujuan dan sasaran perusahaan. Petunjuk Pengisian : Berilah tanda silang (X) atau “√” pada kotak isian sesuai dengan jawaban yang dikehendaki. selalu mempertimbangkan dan menganalisa situasi pasar dalam menetapkan tujuan dan sasaran perusahaan Saudara? Apakah perusahaan Saudara mengadakan program pengembangan manajemen dalam menetapkan tujuan dan sasaran? 1 FREKUENSI KEJADIAN 2 3 4 5 6 2. 6.d.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 1. apakah perusahaan Saudara mengacu pada sumber daya (resources) yang dimiliki perusahaan? Apakah perusahaan Saudara. 7.d. No. 125 . penggerakan. berdasarkan pengalaman Saudara dengan menggunakan skala pengukuran 1 s. pemotivasian dan pengendalian. berikan penilaian Saudara mengenai frekuensi terjadinya komponen-komponen berikut ini. 3. 6. KOMPONEN Bagaimanakah profit yang diperoleh perusahaan Saudara berdasarkan pada tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan? Bagaimanakah hasil akhir (output) yang dikeluarkan oleh perusahaan Saudara berdasarkan pada tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan? Bagaimanakah tingkat keberhasilan dari strategi perusahaan Saudara dalam pelaksanaan rencana jangka panjangnya? 1 2 NILAI KUALITAS 3 4 5 6 5. Komponen-komponen penting yang merupakan bagian dari suatu manajemen perusahaan terdiri dari perencanaan. Permasalahan : Kualitas manajemen perusahaan merupakan faktor yang sangat menentukan untuk mengetahui kualitas dari suatu perusahaan pada umumnya dan perusahaan jasa konstruksi pada khususnya.d. No. dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. pengorganisasian. Survey untuk menilai kualitas manajemen perusahaan perusahaan jasa konstruksi kontraktor. 8. 4. Untuk pertanyaan 4 s. Pertanyaan : Bagaimanakah tingkat kualitas komponen-komponen dari variabel manajemen perusahaan dibawah ini terhadap kenyataan yang ada pada perusahaan jasa konstruksi yang Saudara pimpin. PERENCANAAN Untuk pertanyaan 1 s. 1.

berdasarkan pengalaman Saudara dengan menggunakan skala pengukuran 1 s.6402014051 126 . perusahaan Saudara dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya? Bagaimanakah kerja sama antara personil inti 14.80% 5 = >80% . 6. 15.60% 4 = >60% . KOMPONEN 1 2 NILAI KUALITAS 3 4 5 6 Bagaimanakah kemampuan personil inti perusahaan Saudara dalam menjalankan fungsi tugas 10. bagaimanakah kinerja dan produktivitas karyawannya? 1 2 NILAI KUALITAS 3 4 5 6 8. KOMPONEN Bagaimana implementasi perusahaan Saudara terhadap peraturan/kebijakan yang ada didalam perusahaan? Berdasarkan kebijakan yang ada pada perusahaan Saudara. Saudara dalam menyelesaikan konflik yang timbul dalam perusahaan Saudara? Skala Pengukuran : 4 = >60% . Saudara dalam menjalankan tugas dan kewajibannya? Bagaimanakah tanggung jawab karyawan 13. Saudara dalam membuat rencana sumber daya yang diperlukan oleh perusahaan? Bagaimanakah kemampuan karyawan perusahaan 12. apa yang perusahaan Saudara lakukan agar strategi dari perusahaan Saudara dapat mencapai tujuan dan sasaran yang sudah ditetapkan? Tidak melakukan apa-apa Hanya menyiapkan manajer yang handal Hanya melakukan identifikasi faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) dari perusahaan Melakukan identifikasi dan menyeleksi faktor-faktor internal dan eksternal perusahaan Menganalisa faktor-faktor internal dan eksternal perusahaan setelah diseleksi terlebih dahulu faktor-faktor tersebut Mempersiapkan tindakan penanganan atau revisi setelah melakukan analisa faktor-faktor internal dan eksternal.100% 2 = >20% . Dalam membuat rencana jangka panjang.100% 6 = >100% (Sangat Tinggi) 9. perusahaan dengan bawahannya pada perusahaan Saudara? Bagaimanakah kemampuan pimpinan perusahaan 15. berdasarkan struktur organisasi yang telah ditetapkan? Bagaimanakah kemampuan pimpinan perusahaan 11. berikan penilaian Saudara mengenai nilai kualitas komponen-komponen berikut ini. No.60% Gatot Bentoro .80% 1 = 0 – 20% (Sangat Rendah) 5 = >80% .40% 6 = >100% (Sangat Tinggi) 3 = >40% .Lampiran A Variabel dan Kuesioner Penelitian No.d.40% 3 = >40% . 7. Skala Pengukuran : 1 = 0 – 20% (Sangat Rendah) 2 = >20% .d. PENGORGANISASIAN Untuk pertanyaan 10 s.

Skala Pengukuran : 1 = 0 – 20% (Sangat Rendah) 2 = >20% .d. dorongan dan membina hubungan yang baik antara karyawan dan pimpinan. berdasarkan pengalaman Saudara dengan menggunakan skala pengukuran (Tidak Pernah) 1 2 3 4 5 6 (Selalu).60% 4 = >60% . berikan penilaian Saudara mengenai nilai kualitas komponen-komponen berikut ini. 22. KOMPONEN Apakah perusahaan Saudara sering melakukan pengarahan terhadap karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya? Apakah pimpinan perusahaan Saudara sering bertindak sebagai fasilitator bagi karyawannya? Apakah pimpinan perusahaan Saudara sering memberikan dukungan dan dorongan terhadap karyawannya? 1 FREKUENSI KEJADIAN 2 3 4 5 6 Untuk pertanyaan 5 s. dukungan. 19.40% 3 = >40% . serta mempunyai pimpinaan perusahaan yang berkualitas dan mampu menjadi fasalitator. 18. berdasarkan pengalaman Saudara dengan menggunakan skala pengukuran 1 s. Dalam menggerakkan karyawannya. No. dukungan.d. No. 21. dan tanpa birokrasi 127 .Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi PENGGERAKKAN Untuk pertanyaan 16 s. apakah yang dilakukan oleh perusahaan tempat Saudara bekerja? Tidak melakukan apa-apa Hanya memberikan pengarahan Hanya memberikan dukungan dan dorongan Memberikan pengarahan. KOMPONEN Bagaimanakah kualitas hubungan yang dibangun dan dibina antar karyawan pada perusahaan tempat Saudara bekerja? Bagimanakah kualitas pendistribusian tugas. 18. melakukan pelatihan. 16.80% 5 = >80% . 17. dorongan dan membina hubungan yang baik antara karyawan dan pimpinan. 6. dan tanggung jawab karyawan pada perusahaan Saudara? Bagaimanakah kemampuan pimpinan perusahaan Saudara dalam menghadapi peluang bisnis yang baru? Bagaimanakah kemampuan pimpinan perusahaan Saudara dalam menanggapi persaingan yang ada? 1 2 NILAI KUALITAS 3 4 5 6 20. wewenang. 8. serta melakukan pelatihan Memberikan pengarahan.d. berikan penilaian Saudara mengenai frekuensi terjadinya komponen-komponen berikut ini. dorongan dan membina hubungan yang baik antara karyawan dan pimpinan Memberikan pengarahan.100% 6 = >100% (Sangat Tinggi) 23. dinamis. dukungan.

36. 34. 28. No. berikan penilaian Saudara mengenai nilai kualitas komponen-komponen berikut ini. 30.Lampiran A Variabel dan Kuesioner Penelitian PEMOTIVASIAN Untuk pertanyaan 24 s. berikan penilaian Saudara mengenai betapa pentingnya karakteristik kebutuhan bagi Saudara dengan menggunakan skala pengukuran (Sangat Tidak Penting) 1 2 3 4 5 6 (Sangat Penting). 24. 34.d. 35. 31. KOMPONEN Bagaimanakah perhargaan yang diberikan oleh perusahaan Saudara terhadap hasil pekerjaan karyawannya? Bagaimanakah iklim dan suasana tempat perusahaan tempat Saudara bekerja? 1 2 NILAI KUALITAS 3 4 5 6 Gatot Bentoro . 27. berdasarkan pengalaman Saudara dengan menggunakan skala pengukuran (Sangat Buruk) 1 2 3 4 5 6 (Sangat Baik). 36.d. KARAKTERISTIK KEBUTUHAN Perasaan harga diri seseorang yang diperoleh karena memegang pekerjaan tersebut Kesempatan untuk pertumbuhan dan perkembangan pribadi dalam pekerjaan tersebut Prestise pekerjaan tersebut dalam perusahaan yang bersangkutan (hormat yang diterima dari karyawan lain dalam perusahaan) Perasaan aman dalam pekerjaan Prestise pekerjaan tersebut diluar perusahaan (yaitu. No. 26.6402014051 128 . 29. berikan penilaian Saudara mengenai frekuensi terjadinya komponen-komponen berikut ini. 25. 31.d. No. Untuk pertanyaan 35 s. 32. KOMPONEN Apakah perusahaan Saudara sering melakukan rotasi pekerjaan terhadap karyawan? Apakah perusahaan Saudara sering memberikan kesempatan kepada karyawan untuk berpartisipasi dalam menentukan metode dan prosedur pekerjaan? Apakah perusahaan Saudara kurang melakukan reward & punishmant terhadap para karyawan? 1 FREKUENSI KEJADIAN 2 3 4 5 6 33. hormat yang diterima dari orang lain di luar perusahaan) Rasa berprestasi yang bermanfaat dalam pekerjaan Kesempatan dalam pekerjaan untuk berpatisipasi menentukan metode dan prosedur Wewenang sehubungan dengan pekerjaan SKALA PENGUKURAN 1 2 3 4 5 6 Untuk pertanyaan 32 s. berdasarkan pengalaman Saudara dengan menggunakan skala pengukuran (Tidak Pernah) 1 2 3 4 5 6 (Selalu).

berikan penilaian Saudara mengenai frekuensi terjadinya komponen-komponen berikut ini. 38. 45. Untuk pertanyaan 42 s. pengawasan. KOMPONEN Bagaimanakah standar kinerja yang digunakan oleh perusahaan Saudara untuk mengukur kualitas hasil pekerjaan? Bagaimanakah pengawasan terhadap keuangan perusahaan Saudara? Bagaimanakah pengawasan terhadap inventaris perusahaan Saudara? Bagaimanakah kualitas perusahaan Saudara dalam melakukan peningkatan peranan sistem informasi (MIS-IT)? 1 2 NILAI KUALITAS 3 4 5 6 Skala Pengukuran : 1 = 0 – 20% (Sangat Rendah) 2 = >20% . berdasarkan pengalaman Saudara dengan menggunakan skala pengukuran (Tidak Pernah) 1 2 3 4 5 6 (Selalu). tindakan perbaikan serta membuat standar pengukuran untuk mencegah terjadinya penyimpangan 129 . berdasarkan pengalaman Saudara dengan menggunakan skala pengukuran 1 s. pengevaluasian. Tindakan apa saja yang dilakukan perusahaan Saudara dalam melakukan pengendalian terhadap perusahaan? Tidak melakukan apa-apa Hanya melakukan pengukuran Melakukan pengukuran dan pengawasan Melakukan pengukuran.d.d. 40. KOMPONEN Apakah perusahaan Saudara sering melakukan pengukuran terhadap kualitas hasil pekerjaan? Apakah perusahaan Saudara sering mengalami hambatan dalam melakukan evaluasi hasil pekerjaan? Apakah perusahaan Saudara sering mengalami hambatan dalam melakukan penyusunan laporan kegiatan? Apakah perusahaan Saudara sering mengalami hambatan dalam melakukan penilaian terhadap prestasi kerja? Apakah perusahaan Saudara sering melakukan tindakan perbaikan terhadap penyimpangan yang terjadi? 1 FREKUENSI KEJADIAN 2 3 4 5 6 39.80% 5 = >80% .Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi PENGENDALIAN Untuk pertanyaan 37 s. 42.60% 4 = >60% .40% 3 = >40% . 6. 37. No. 45. 41. pengevaluasian serta melakukan tindakan perbaikan Melakukan pengukuran.d. pengawasan dan pengevaluasian Melakukan pengukuran. 43. berikan penilaian Saudara mengenai nilai kualitas komponen-komponen berikut ini. No. 41. 44.100% 6 = >100% (Sangat Tinggi) 46. pengawasan.

meningkatkan kapabilitas sistem informasi dan motivasi. dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. berikan ranking pengaruh kinerja perusahaan terhadap kualitas manajemen perusahaan antara 1-4. akuisisi Pelanggan (sejauh mana perusahaan dapat menarik pelanggan). Perspektif Pelanggan ditandai dengan meningkatnya kepuasan pelanggan. PERSPEKTIF PERTUMBUHAN DAN PEMBELAJARAN 2 3 4 5 6 Keterangan nilai kualitas kinerja. perspektif bisnis internal. 5. PERSPEKTIF PROSES BISNIS INTERNAL C. Sedangkan untuk Perpektif Pembelajaran dan Pertumbuhan ditandai dengan meningkatnya meningkatkan kapabilitas personil.Lampiran A Variabel dan Kuesioner Penelitian Survey untuk menilai kualitas standar kinerja perusahaan jasa konstruksi kontraktor. pemberdayaan dan keselarasan. Sangat Cukup Baik Sangat Baik (>100% . Sangat Buruk Buruk Cukup (0-60%) (>60% . retensi pelanggan. proses operasi dan pelayanan purna jual. 1 (Paling Berpengaruh) – 4 (Kurang Berpengaruh). Kinerja perusahaan memiliki 4 perspektif yaitu perspektif keuangan. pangsa pasar dan kemampulabaan pelanggan. berdasarkan skala pengukuran : 1.140%) (>140%) Gatot Bentoro . perpektif pelanggan. 2.6402014051 130 . KINERJA PERUSAHAAN A. perpektif pembelajaran dan pertumbuhan. Berdasarkan pengalaman Saudara. 6. untuk menentukan kualitas kinerja tersebut terhadap perusahaan jasa konstruksi selama kurun waktu 5 tahun terakhir. PERSPEKTIF KEUANGAN B. pertumbuhan produktivitas. PERSPEKTIF PELANGGAN D. penghematan biaya dan pemanfaatan aktiva. PERSPEKTIF PERTUMBUHAN DAN PEMBELAJARAN RANKING Berdasarkan pengalaman Saudara. NILAI KUALITAS KINERJA PERUSAHAAN 1 A. 3. PERSPEKTIF PROSES BISNIS INTERNAL C. Perspektif Keuangan ditandai dengan meningkatnya pendapatan. PERSPEKTIF PELANGGAN D.80%) (>80% . berikan tanda silang (X) atau “√” pada kotak yang sesuai. PERSPEKTIF KEUANGAN B.120%) (>120% .100%) 4. Perspektif Bisnis/Intern ditandai dengan meningkatnya inovasi.

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi TABULASI DATA Lampiran B terdiri dari pentabulasian data yang digunakan pada proses statistik. Tabulasi data tersebut dapat dilihat pada CD ROM (terlampir. File tabulasi ini terdiri dari 5 (lima) sheet excel yang terdiri dari : • • Keuangan Pentabulasian data untuk analisis statistik Perspektif Keuangan Proses Bisnis Pentabulasian data untuk analisis statistik Perspektif Proses Bisnis Internal • • Pelanggan Pentabulasian data untuk analisis statistik Perspektif Pelanggan Pertumbuhan Pentabulasian data untuk analisis statistik Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran • Kinerja Perusahaan Pentabulasian data untuk analisis statistik Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi . file “Lampiran B – Tabulasi Data dalam program Excel”).

Kinerja perusahaan jasa konstruksi pada penelitian ini merupakan penjumlahan dan kontribusi dari masing-masing perspektif kinerja. .Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi PROSES ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI Lampiran C terdiri dari proses analisis untuk memperoleh kinerja perusahaan jasa konstruksi yang dalam penelitian ini disebut Y5. Proses analisis menggunakan metode scoring berdasarkan ranking dari masing-masing perspektif kinerja perusahan yang diperoleh dari data kuesioner.

1. Untuk memperoleh nilai kualitas dari Y5.d.2. Tabel C. Tabel C. didapatkan data ranking dengan skala 1 s.2 Proses Scoring Ranking Kinerja Perusahaan RANKING 1 Y1 3 2 1 1 1 3 2 1 3 1 1 1 2 Y2 2 3 3 4 2 2 3 3 1 2 3 4 3 Y3 1 1 2 2 3 1 1 2 4 3 2 2 4 Y4 4 4 4 3 4 4 4 4 2 4 4 3 4 Y1' 6 6 4 4 4 6 6 4 6 4 4 4 SCORE 3 2 Y2' 6 6 6 4 6 6 6 6 4 6 6 4 Y3' 4 4 6 6 6 4 4 6 4 6 6 6 1 Y4' 4 4 4 6 4 4 4 4 6 4 4 6 133 .1. Y4). Berdasarkan data yang diperoleh dari penyebaran kuesioner.1. dilakukan proses scoring terhadap data kuesioner yang dapat dilihat pada Tabel C. Asumsi yang digunakan pada penelitian ini bahwa nilai kualitas kinerja perusahaan jasa konstruksi merupakan penjumlahan dari masing-masing persepktif kinerja dikalikan prosentasi kontribusinya.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi LAMPIRAN C PROSES ANALISIS UNTUK MEMPEROLEH NILAI KUALITAS DARI KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI (Y5) Y5 sebagai variabel terikat pada penelitian ini merupakan kinerja perusahaan jasa konstruksi. dilakukan proses analisis terhadap data ranking dari persepktif kinerja yang diperoleh dari dara kuesioner.d. Score terhadap Ranking Kinerja Perusahaan Ranking Score 1 4 2 3 3 2 4 1 Sumber: Hasil Olahan Dengan menggunakan score yang ada pada Tabel C. 4 untuk perspektif kinerja (Y1 s. Kemudian dilakukan proses pembobotan dengan memberikan skor kepada ranking tersebut yang dapat dilihat pada Tabel C.

6402014051 134 .Lampiran C Proses Analisis Kinerja Preusan Jasa Konstruksi RANKING 1 Y1 1 2 1 4 4 4 2 1 1 1 2 1 1 1 1 2 1 2 1 1 3 3 2 2 2 1 1 2 2 3 1 2 1 1 2 2 2 1 2 Y2 3 3 3 2 2 2 3 2 3 2 1 2 3 2 3 3 2 3 2 4 2 4 3 4 4 2 2 3 3 1 4 3 2 4 3 3 1 3 3 Y3 2 1 2 1 1 1 4 3 4 3 3 3 2 3 2 1 1 1 3 2 1 2 1 1 1 3 3 1 1 2 2 1 3 2 1 1 3 2 4 Y4 4 4 4 3 3 3 1 4 2 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 1 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 TOTAL 4 Y1' 4 6 4 4 4 4 6 4 4 4 6 4 4 4 4 6 4 6 4 4 6 6 6 6 6 4 4 6 6 6 4 6 4 4 6 6 6 4 SCORE 3 2 Y2' 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 4 6 6 6 6 6 6 6 6 4 6 4 6 4 4 6 6 6 6 4 4 6 6 4 6 6 4 6 Y3' 6 4 6 4 4 4 4 6 4 6 6 6 6 6 6 4 4 4 6 6 4 6 4 4 4 6 6 4 4 6 6 4 6 6 4 4 6 6 1 Y4' 4 4 4 6 6 6 4 4 6 4 4 4 4 4 4 4 6 4 4 6 4 4 4 6 6 4 4 4 4 4 6 4 4 6 4 4 4 4 244 276 254 226 Gatot Bentoro .

. 2... merupakan prosentase yang digunakan untuk memperoleh nilai kualitas Y5. 4.. 3. 4) Y’ = Kinerja dari hasil scoring Dengan menggunakan rumus C.1) Dimana : Yn = Kinerja Y (1 s. Prosentase Perspektif Kinerja Perusahaan No. YT = ∑ KYij * PYij . Tabel C...Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Berdasarkan menggunakan hasil analisis dari Tabel C....d. (C.2) Dimana: YT KYij = Nilai Kualitas Kinerja Perusahan = Nilai Kualitas masing-masing Perspektif Kinerja Perusahaan PYij = Prosentasi masing-masing Perspektif Kinerja Perusahaan 135 .4.(C. Y4...2. 1.3... yang dapat dilihat pada Tabel C.2 yang digunakan untuk memperoleh nilai kualitas Y5 dapat dilihat pada Tabel C... Variabel Terikat Y1 Y2 Y3 Y4 Prosentase 24% 28% 25% 23% Sumber: Hasil Olahan Prosentase yang diperoleh dari Tabel C... diperoleh prosentase masing-masing Y....1. Dengan menggunakan rumus C.3... dapat dihitung prosentase Y1 s..3.d. dengan menggunakan rumus : % Yn = Yn’ x 100% ΣY’ …………………...

48 5 3 3.244 2.774 3 3 3 3.Lampiran C Proses Analisis Kinerja Preusan Jasa Konstruksi Tabel C.498 5.498 2.978 3 5 3.018 3.548 4.498 2.752 4.774 2.254 5 5 4 3.6402014051 136 .756 3.254 5.926 4 5.254 3.484 4.972 1.498 4.438 4.244 3.756 3 3. Nilai Kualitas Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi (Y5) NILAI KUALITAS KINERJA 24% Y1 4 3 3 4 4 5 3 4 1 4 5 4 3 5 4 3 3 3 3 5 5 5 5 5 5 4 3 6 3 3 2 5 4 4 3 4 4 2 4 4 5 28% Y2 4 3 5 1 4 5 3 4 2 4 5 3 3 5 4 3 3 3 4 1 5 4 5 5 5 4 3 5 2 3 2 3 3 5 3 3 3 3 3 3 4 25% Y3 4 3 5 2 5 5 3 3 1 4 6 5 3 5 4 3 3 3 3 3 5 5 6 5 5 4 4 6 3 3 3 4 5 5 3 3 3 3 3 4 4 23% Y4 4 3 4 3 5 5 3 5 5 4 5 4 3 5 3 3 3 3 6 1 3 4 5 5 5 4 3 5 2 2 2 3 3 5 3 2 3 3 3 3 4 Y5 4 3 4.244 Gatot Bentoro .4.742 3.254 3.286 2.954 2.

706 137 .774 3.254 3 3.018 3.724 3.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi NILAI KUALITAS KINERJA 24% Y1 2 3 4 4 4 4 4 4 3 28% Y2 2 3 3 3 4 3 3 5 3 25% Y3 3 3 4 3 4 3 3 5 4 23% Y4 2 3 4 2 3 3 3 5 5 Y5 2.244 4.756 3.244 3.

. Hubungan antara variabel menghasilkan nilai positif atau negatif dengan batasan nilai koefisien korelasi r (Pearson Correlation Coeficient) adalah 1 untuk hubungan positif dan -1 untuk hubungan negatif (Siegel 1990)...1) ....... (D.. yaitu variabel pengharapan (predictor) yang merupakan variabel terikat dengan variabelvariabel kriteria ukuran yang merupakan variabel bebas (Dillon dan Goldstein 1984). mempunyai korelasi.... dengan arah yang sama atau arah yang berlawanan (Syamsudin 2002)... derajat korelasi dapat dicari dengan menggunakan koefisien korelasi pearson yang rumusnya adalah sebagai berikut : Σ xi yi r= (Σ Xi2) (Σ Yi2) ......Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi HASIL KORELASI VARIABEL PENELITIAN Analisa korelasi digunakan untuk mempelajari hubungan antara dua variabel.. atau merupakan alat analisis yang dipergunakan untuk mengukur keeratan hubungan antara variabel terikat (Y) dengan variabel bebas (X) (Syamsudin 2002).......... dapat pula karena merupakan hubungan yang sebab akibat..... Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi momen product moment correlation) Pearson..... yaitu: jika sepasang variabel kontinu... Hubungan antara dua variabel dapat karena hanya kebetulan..... Dua variabel dikatakan berkorelasi apabila perubahan yang lain secara teratur. X dan Y..

300 (Dillon & Goldstein. Lampiran D terdiri dari hasil korelasi variabel bebas dan dummy dengan variabel terikat untuk masing-masing perspektif kinerja dan kinerja perusahaan jasa konstruksi yang diperoleh dari hasil analisis data statistik dengan menggunakan program SPSS 11.5”).Y3.5. 139 . maka tidak ada hubungan antara dua variabel tersebut r > 0. 1984). Pada umumnya untuk sample kurang dari 100. Untuk melihat hasil korelasi variabel bebas.Y4. angka korelasi terkecil yang dapat dipertimbangkan adalah ± 0. 1973).5 yang digunakan adalah pearson correlation coefficient. file “Lampiran D Output Korelasi dalam program SPSS 11. maka ada hubungan positif r < 0. dummy dan variabel terikat (Y1.Y2.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Dengan : r xi yi Y Xλ = Koefisien korelasi yang dicari = Xi-X = Yi-Y = Nilai rata-rata variabel Y = Nilai rata-rata variabel X yang ke λ Pengujian hipotesis/model tentang korelasi : r = 0. Penelitian ini menggunakan pertimbangan atas dasar r berikut degree of freedom yang diperoleh dari tabel Fisher and Yates (Fisher & Yates.Y5) dapat dilihat pada CD ROM (terlampir. maka ada hubungan negatif Jenis korelasi bivariate pada program SPSS 11.

Sedangkan metode untuk menetapkan berapa banyak komponen yang akan diambil adalah dengan menggunakan kriteria dari Kaiser. medium dan kecil kedalam suatu komponen tertentu. Hal ini dapat dicapai dengan mendapatkan loadings yang besar. Komponen-komponen (Principal component analysis) yang dihasilkan kemudian dibuat supaya masing-masing komponen ini menjadi bervariasi berbeda antara satu dengan lainnya. Hal ini dapat dicapai dengan merotasi sumbu-sumbu komponen dengan menggunakan metode varimax rotation. yang berfungsi mentransformasikan himpunan variabel asli menjadi himpunan kombinasi linier yang lebih kecil berdasarkan sebagian besar dari variabel asli. penyederhanaan jumlah variabel yang cukup besar menjadi beberapa kelompok yang lebih kecil dilakukan dengan analisis faktor. Prosedur dari metode ini adalah dengan merotasi sumbu-sumbu komponen sedemikian rupa sehingga variasi dari component loadings untuk suatu komponen tertentu dibuat besar. dimana kriteria ini mengambil komponen- . yaitu root greater than one. oleh karena itu jika suatu variabel mempunyai loadings yang tinggi pada satu komponen. sedangkan dalam penelitian ini analisa faktor yang digunakan adalah principal component analysis. maka dibuat loadings mendekati nol pada komponen-komponen lainnya. Ada beberapa jenis analisa faktor. yaitu berdasarkan faktor yang sama dengan tetap mempertahankan sebanyak mungkin informasi aslinya.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi ANALISIS FAKTOR Menurut Dillon dan Goldstein.

. file “Lampiran E Output Faktor Analisis”). Output tambahan dari SPSS dalam penelitian ini yang bernilai tinggi adalah Factor Scores. Factor Scores akan berguna untuk meneliti data Ti penelitian ini. dalam penelitian ini. Output yang diharapkan dari analisis oleh SPSS 11.Y4. dimana eigenvalue menyatakan nilai dari information content yang diperoleh dari faktor tertentu (1. dimana Faktor adalah yang merupakan nilai para responden sesuai ukuran tiap faktor secara langsung. 141 . Untuk melihat hasil analisis faktor (Y1.2.5 adalah rotated component matrix. yaitu matrix principal component hasil ekstraksi yang dirotasi berdasarkan metode varimax dan jumlah komponen yang diambil adalah komponen yang mempunyai eigenvalue>1.Y5) dapat dilihat pada CD ROM (terlampir.3. 1994).n) dari variabel-variabel X.Y3.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi komponen yang mempunyai eigenvalue lebih besar dari satu (Dillon & Goldstein. Hasilnya adalah bahwa setiap faktor mempunyai sekelompok variabel bebas yang dapat menggambarkan karakteristik umum dari faktor tersebut....Y2.

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi KOMBINASI FAKTOR DARI HASIL ANALISIS FAKTOR TERHADAP VARIABEL TERIKAT Berdasarkan faktor analisis terhadap variable terikat (perspektif kinerja dan kinerja perusahaan jasa konstruksi) pada lampiran E. Dari kombinasi faktor-faktor tersebut dicari kombinasi yang memiliki nilai Adjusted R2 yang paling tinggi dengan cara melakukan regresi terhadap kombinasi dari faktor tersebut terhadap variable terikat. yang terdiri dari: • Lampiran F1 Hasil Regresi dari Kombinasi Variabel Bebas dengan Variabel Terikat Kinerja Y1 • Lampiran F2 Hasil Regresi dari Kombinasi Variabel Bebas dengan Variabel Terikat Kinerja Y2 • Lampiran F3 Hasil Regresi dari Kombinasi Variabel Bebas dengan Variabel Terikat Kinerja Y3 . F2. Adapun hasil kombinasi faktor-faktor tersebut berserta nilai Adjusted R2 dapat dirangkum pada Lampiran F. dan Fn). akan dipilih variable-variabel penentu dengan cara menganalisis beberapa kombinasi antara setiap variable bebas yang potensial dari setiap faktor (F1.

529 0.559 0.780 0.554 0.334 0.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi • Lampiran F4 Hasil Regresi dari Kombinasi Variabel Bebas dengan Variabel Terikat Kinerja Y4 • Lampiran F5 Hasil Regresi dari Kombinasi Variabel Bebas dengan Variabel Terikat Kinerja Y5 LAMPIRAN F-1 KOMBINASI FAKTOR PERSPEKTIF KEUANGAN NO.339 0.554 0.296 0.235 143 .334 0.369 0.557 0.527 0.554 0.505 0.421 0.550 0.392 0.236 0.352 0.236 0.358 0.308 0.585 0.367 0.425 0. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 KOMBINASI F1 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 F2 X38 X38 X38 X38 X39 X39 X39 X39 X40 X40 X40 X40 X38 X38 X38 X38 X39 X39 X39 X39 X40 X40 X40 X40 X38 X38 X38 X38 X39 X39 X39 X39 F3 X11 X10 X12 X22 X11 X10 X12 X22 X11 X10 X12 X22 X11 X10 X12 X22 X11 X10 X12 X22 X11 X10 X12 X22 X11 X10 X12 X22 X11 X10 X12 X22 Adjusted R2 0.371 0.234 0.369 0.369 0.467 0.367 0.

386 0.305 0.364 0.235 0.431 0.364 0.273 0.235 0.Lampiran F Kombinasi Faktor dari Hasil Analisis Faktor terhadap Variabel Terikat NO.313 0.364 0.386 0.423 0.191 0.478 0.350 0.341 0.478 0.233 0.478 0.191 0.233 0.191 0.545 Gatot Bentoro .364 0.211 0.414 0.336 0.6402014051 144 . 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 KOMBINASI F1 X6 X6 X6 X6 X32 X32 X32 X32 X32 X32 X32 X32 X32 X32 X32 X32 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X13 F2 X40 X40 X40 X40 X38 X38 X38 X38 X39 X39 X39 X39 X40 X40 X40 X40 X38 X38 X38 X38 X39 X39 X39 X39 X40 X40 X40 X40 F3 X11 X10 X12 X22 X11 X10 X12 X22 X11 X10 X12 X22 X11 X10 X12 X22 X11 X10 X12 X22 X11 X10 X12 X22 X11 X10 X12 X22 Adjusted R2 0.348 0.

469 0.318 0.38 0.47 0.366 0.26 0.427 0.377 0.481 0.47 0.273 0.473 0.427 0.348 0.363 145 .Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi LAMPIRAN F-2 KOMBINASI FAKTOR PERSPEKTIF PROSES BISNIS INTERNAL NO.481 0.445 0.468 0.306 0.348 0.472 0.478 0.284 0.38 0.377 0.38 0.47 0.47 0.38 0.481 0. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 KOMBINASI F1 X21 X21 X21 X21 X21 X21 X21 X21 X21 X21 X21 X21 X21 X21 X21 X21 X21 X21 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 F2 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X5 X5 F3 X13 X13 X12 X12 X14 X14 X13 X13 X12 X12 X14 X14 X13 X13 X12 X12 X14 X14 X13 X13 X12 X12 X14 X14 X13 X13 X12 X12 X14 X14 X13 X13 X12 X12 X14 X14 X13 X13 X12 X12 X14 X14 X13 X13 F4 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 Adjusted R2 0.437 0.478 0.25 0.284 0.306 0.321 0.366 0.396 0.412 0.412 0.313 0.527 0.469 0.352 0.

528 0.587 0.612 0.480 0.490 0.560 0.560 0.528 0.406 0.587 0.Lampiran F Kombinasi Faktor dari Hasil Analisis Faktor terhadap Variabel Terikat NO.325 0.412 0.478 0.363 0.309 0.560 0.536 0.676 0.490 0.485 0.427 0.6402014051 146 .478 0.561 0.612 0.313 0.38 0.490 Gatot Bentoro .490 0.533 0.480 0. 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 KOMBINASI F1 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X10 X10 X10 X10 X10 X10 X10 X10 X10 X10 X10 X10 X10 X10 X10 X10 X10 X10 F2 X5 X5 X5 X5 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X6 X6 X6 X6 X6 X6 F3 X12 X12 X14 X14 X13 X13 X12 X12 X14 X14 X13 X13 X12 X12 X14 X14 X13 X13 X12 X12 X14 X14 X13 X13 X12 X12 X14 X14 X13 X13 X12 X12 X14 X14 X13 X13 X12 X12 X14 X14 X13 X13 X12 X12 X14 X14 F4 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 X15 X1 Adjusted R2 0.276 0.468 0.764 0.580 0.676 0.490 0.580 0.38 0.580 0.528 0.612 0.533 0.533 0.617 0.406 0.490 0.

407 147 .078 0.186 0.375 0.300 0.252 0.234 0.346 0.355 0.163 0.375 0.154 0.355 0.296 0.407 0.214 0.257 0.292 0. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 KOMBINASI F1 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X22 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 F2 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X15 X15 X15 X15 X15 X15 X15 X15 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X15 X15 X15 X15 F3 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 F4 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 Adjusted R2 0.214 0.093 0.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi LAMPIRAN F-3 KOMBINASI FAKTOR PERSPEKTIF PELANGGAN NO.252 0.342 0.139 0.346 0.210 0.292 0.134 0.257 0.737 0.274 0.355 0.134 0.407 0.261 0.259 0.383 0.240 0.154 0.355 0.240 0.339 0.313 0.078 0.241 0.

355 0.234 0.134 0.207 0.252 0.146 0.234 0.207 0.078 0.313 0.261 0.186 0.290 0.300 0.154 0.259 0.313 0.347 0.290 0.078 0.6402014051 148 .355 0.276 0.Lampiran F Kombinasi Faktor dari Hasil Analisis Faktor terhadap Variabel Terikat NO.139 0.093 0.355 0.252 0.300 0.355 0.134 0.241 0.257 0.339 0.274 0.241 0.134 0.186 0.078 0.078 0.257 0.146 0.257 0.134 0.257 0.355 Gatot Bentoro . 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 KOMBINASI F1 X11 X11 X11 X11 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X18 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 F2 X15 X15 X15 X15 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X15 X15 X15 X15 X15 X15 X15 X15 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X15 X15 X15 F3 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 F4 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 Adjusted R2 0.335 0.154 0.355 0.

257 0.252 0.334 0. 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 KOMBINASI F1 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 F2 X15 X15 X15 X15 X15 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X13 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X15 X15 X15 X15 X15 X15 X15 X15 F3 X4 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 F4 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 X46 X7 X16 X1 Adjusted R2 0.278 0.242 0.249 0.189 0.333 149 .355 0.296 0.355 0.259 0.300 0.278 0.273 0.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi NO.355 0.355 0.261 0.242 0.252 0.145 0.339 0.145 0.308 0.189 0.334 0.257 0.273 0.355 0.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 KOMBINASI F1 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 X35 F2 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X7 X7 X7 X7 X7 X7 X7 X7 F3 X11 X11 X11 X18 X18 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 X18 X18 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 X18 X18 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 X18 X18 X18 X10 X10 F4 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 Adjusted R2 0.342 0.334 0.428 0.451 0.243 0.483 0.284 0.385 0.322 0.434 0.455 0.453 0.299 0.295 0.413 0.343 0.352 0.296 0.459 0.451 0.480 0.487 0.451 0.351 0.348 0.342 0.413 0.408 0.424 0.373 0.342 0.307 Gatot Bentoro .6402014051 150 .Lampiran F Kombinasi Faktor dari Hasil Analisis Faktor terhadap Variabel Terikat LAMPIRAN F-4 KOMBINASI FAKTOR PERSPEKTIF PERTUMBUHAN & PEMBELAJARAN NO.480 0.307 0.455 0.373 0.511 0.505 0.483 0.383 0.534 0.480 0.310 0.428 0.

483 0.480 0.785 0.422 0.428 0.487 0.459 0.351 0.422 0.373 0.342 0.342 0.453 0.359 0.322 0.262 0.284 0.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi NO.480 0.342 0.505 0.310 0.295 0.445 0.373 0.455 0.347 0.383 0.307 0.299 0.480 0. 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 KOMBINASI F1 X35 X35 X35 X35 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X34 F2 X7 X7 X7 X7 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X7 X7 X7 X7 X7 X7 F3 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 X18 X18 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 X18 X18 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 X18 X18 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 X18 X18 X18 F4 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 Adjusted R2 0.352 0.422 0.382 0.434 0.343 0.534 0.483 0.408 0.385 0.382 0.383 0.334 0.296 151 .511 0.424 0.348 0.

351 0.455 0.284 0.347 0.383 0.434 0.382 0.424 0.428 0.359 0.312 Gatot Bentoro .299 0.534 0.Lampiran F Kombinasi Faktor dari Hasil Analisis Faktor terhadap Variabel Terikat NO.511 0.382 0.483 0.348 0.352 0.312 0.505 0.475 0.384 0.445 0.262 0.373 0. 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 KOMBINASI F1 X34 X34 X34 X34 X34 X34 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 F2 X7 X7 X7 X7 X7 X7 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X7 X7 X7 X7 X7 F3 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 X18 X18 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 X18 X18 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 X18 X18 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 X18 X18 F4 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 Adjusted R2 0.383 0.348 0.487 0.373 0.459 0.428 0.453 0.295 0.348 0.408 0.307 0.243 0.483 0.310 0.508 0.508 0.475 0.322 0.6402014051 152 .508 0.385 0.475 0.384 0.

385 0.231 0.293 0.254 0.420 0.267 0.323 0.312 0.262 0.331 0.333 0.331 0.182 0.307 0.231 0.168 0.299 0.310 0.359 0.151 0.260 0.270 0.154 0.261 0.395 0.296 0.260 0.262 0.170 0.285 0.244 0.383 0.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi NO. 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 KOMBINASI F1 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X8 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 F2 X7 X7 X7 X7 X7 X7 X7 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X7 X7 X7 F3 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 X18 X18 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 X18 X18 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 X18 X18 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 F4 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 Adjusted R2 0.331 0.443 0.381 0.243 0.382 0.323 0.260 0.270 153 .272 0.392 0.347 0.450 0.382 0.331 0.

380 0.170 0.385 0.292 0.207 0.245 Gatot Bentoro .307 0.260 0.310 0.231 0.321 0.260 0.231 0.420 0.271 0.244 0.292 0.245 0.219 0.245 0.331 1.260 0.443 0.450 0.331 0.285 0.392 0.331 0.245 0.214 0.271 0.216 0.333 0. 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 KOMBINASI F1 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X20 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 F2 X7 X7 X7 X7 X7 X7 X7 X7 X7 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X4 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X6 X7 X7 F3 X18 X18 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 X18 X18 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 X18 X18 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 X11 X18 X18 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 X11 X11 F4 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 Adjusted R2 0.182 0.154 0.Lampiran F Kombinasi Faktor dari Hasil Analisis Faktor terhadap Variabel Terikat NO.6402014051 154 .292 0.317 0.395 0.331 0.271 0.197 0.382 0.299 0.214 0.381 0.214 0.323 0.

307 0.366 0.476 0.533 0.485 0.394 155 .476 0. 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 KOMBINASI F1 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 X14 F2 X7 X7 X7 X7 X7 X7 X7 X7 X7 X7 F3 X11 X18 X18 X18 X10 X10 X10 X15 X15 X15 F4 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 X16 X17 X26 Adjusted R2 0.445 0.219 0.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi NO.510 0.383 0.436 0.197 0.366 0.433 0.445 0.481 0.323 0.445 0.382 0. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 KOMBINASI F1 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X12 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X11 X10 X10 X10 X10 X10 X10 X10 X10 F2 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 X5 X5 X5 X5 X4 X4 X4 X4 F3 X14 X15 X13 X7 X14 X15 X13 X7 X14 X15 X13 X7 X14 X15 X13 X7 X14 X15 X13 X7 X14 X15 X13 X7 F4 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 X46 Adjusted R2 0.386 0.280 0.452 0.207 0.487 0.394 0.385 0.260 0.331 0.394 0.405 0.331 0.270 LAMPIRAN F-5 KOMBINASI FAKTOR KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI NO.260 0.

Analisa regresi berganda dalam penelitian ini menggunakan analisa hubungan antara satu variabel terikat dengan variabel-variabel bebas. maka dilakukan analisa regresi berganda secara transformasi logaritma natural terhadap variabel-variabelnya.. Jika hubungan antara variabel Y dengan variabel bebas Xi adalah linier dan dianggap terhadap k variabel bebas serta n pengamatan... 1982): Y = β0 + β1.Xk + ε . Untuk mengetahui bantuk hubungan dari variabel-variabel tersebut linier atau non linier.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi ANALISIS REGRESI LINIER DAN NON LINIER Regresi merupakan alat yang dipergunakan untuk mengukur pengaruh dari setiap perubahan variabel bebas terhadap variabel terikat... + βk.... Dengan kata lain. (G...1) .X2 + .. yaitu model yang memperlihatkan hubungan secara kuantitatif antara variabel-variabel bebas Xi denganY. Model analisa regresi berganda ini merupakan model matematis...X1 + β2... Selain itu analisa ini juga digunakan untuk mengidentifikasikan variabel-variabel yang berpengaruh terhadap variabel terikat dan kontribusi variabel-variabel tersebut (Syamsudin 2002)... digunakan untuk menaksir variabel terikat (Y) setiap ada perubahan variabel bebas (X).. maka model regresi berganda untuk hubungan Y dan Xi dapat dinyatakan sebagai berikut (Katz...

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi

Dengan : β0 β1, β2, β3 ε = Konstanta = Dugaan koefisien regresi = Kesalahan pengganggu

Selain model regresi linier akan dibuat juga model non linier yang berupa transformasi logaritma. Kemudian kedua model ini akan dibandingkan, model yang dipilih adalah model yang teruji baik. Model transformasi logaritma adalah model dengan fungsi non linier yang ditransformasikan kebentuk logaritma normal menjadi non linier. Model non liniernya adalah sebagai berikut (Draper & Smith, 1966) : Y = β0.X1β1.X2β2. ... Xkβk .......................................... (G.2)

Model ini ditransformasikan kebentuk logaritma normal menjadi bentuk linier dengan persamaan sebagai berikut : lnY = β0 + β1.lnX1 + β2.lnX2 + ... + βk.lnXk ............. (G.3)

Dalam analisa regresi berganda ini dipergunakan metode stepwise regression, untuk mengetahui tingkat pengaruh dari variabel-variabel yang dipergunakan. Setiap variabel dimasukkan kedalam model regresi satu persatu secara berurutan dan berdasarkan urutan tingkat kontribusi R2 terhadap model regresi yang diharapkan (Walpole & Myers 1993). Dalam analisa regresi terdapat beberapa ukuran yang akan dicari, yaitu (Arikunto, 1993): Garis regresi, yaitu yang menyatakan dan menggambarkan karakteristik hubungan antara variabel-variabel dalam penelitian. Standard error of estimate, yaitu hanya mengukur pemencaran tiap-tiap titik (data) terhadap garis regresinya atau merupakan penyimpangan standar dari harga-harga variabel pengaruh (Y) terhadap garis regresinya. Untuk melihat hasil regresi (Y1,Y2,Y3,Y4,Y5) dapat dilihat pada CD ROM (terlampir, file “Lampiran G Output Regresi”).

157

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi

ANALISIS RESIDUAL
Sebelum menggunakan model regresi berganda yang telah dihasilkan, perlu dilakukan analisa kelayakan model melalui analisa residual. Untuk menguji kelayakan fungsi regresi dan kekonstanan (constancy) dari error variance digunakan plot residual terhadap fitted values. Untuk menentukan normalitas dari error, digunakan plot probabilitas normal (normal probability plot) (Neter & Whitmore, 1993). Analisis ini dilakukan untuk menentukan model regresi yang akan digunakan pada penelitian. Syarat yang digunakan dalam menentukan model regresi adalah dengan melihat nilai residual yang paling mendekati nol. Lampiran H terdiri dari hasil analisis residual model regresi linier dan non linier untuk masing-masing perspektif kinerja dan kinerja perusahaan jasa konstruksi. Lampiran H terdiri dari: Lampiran H1 Lampiran H2 Lampiran H3 Lampiran H4 Lampiran H5 : Hasil Regresi Variabel Bebas dengan Variabel Terikat Kinerja Y1 : Hasil Regresi Variabel Bebas dengan Variabel Terikat Kinerja Y2 : Hasil Regresi Variabel Bebas dengan Variabel Terikat Kinerja Y3 : Hasil Regresi Variabel Bebas dengan Variabel Terikat Kinerja Y4 : Hasil Regresi Variabel Bebas dengan Variabel Terikat Kinerja Y5

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi

LAMPIRAN H-1 ANALISIS RESIDUAL KINERJA PERUSAHAAN PERSPEKTIF KEUANGAN (Y1)

Tabel H.1 Analisis Residual Perspektif Keuangan
Y' Y Linier 4.100 3.380 3.380 3.691 4.844 4.411 4.411 4.265 3.667 4.698 3.978 3.691 3.258 3.258 4.124 3.356 4.961 3.112 3.234 3.112 4.411 3.978 4.002 4.411 4.246 4.698 4.868 4.674 4.124 3.978 3.356 3.691 3.234 3.380 4.411 Y" Y Non Linier 3.354 3.354 3.620 4.577 4.202 4.202 3.998 3.507 4.439 3.786 3.620 3.164 3.164 4.019 3.177 4.873 2.737 3.065 2.737 4.202 3.786 3.854 4.202 4.054 4.439 4.659 4.412 4.019 3.786 3.177 3.620 3.065 3.354 4.202 3.507 Hasil Y' (Y-Y')^2 0.0100 0.1444 0.1444 0.4775 0.7123 0.1689 0.3469 1.6002 0.1109 0.4872 0.0005 0.0955 0.0666 0.0666 0.7674 0.4147 0.9235 0.0125 0.0548 0.0125 0.1689 0.9565 0.9960 0.3469 0.5685 0.0912 0.0174 0.1063 0.0154 0.9565 0.1267 0.4775 0.0548 0.3844 0.1689 Hasil Y" (Y-Y'')^2 0.4178 0.1250 0.3848 2.4863 0.0410 0.0410 1.0031 0.2568 0.1924 0.0459 0.1441 0.6984 0.0270 1.0381 3.3223 0.7614 1.5953 0.0042 0.0692 1.4459 0.0459 0.7293 0.6361 0.8943 0.3152 0.1161 0.3460 0.9626 0.0459 0.0314 0.3848 0.0042 0.1250 0.0410 0.2433

KUESIONER 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35

Y 4 3 3 3 4 4 5 3 4 4 4 4 3 3 5 4 4 3 3 3 4 3 5 5 5 5 5 5 4 3 3 3 3 4 4

X5 5 4 4 4 6 5 5 4 4 5 4 4 3 3 5 4 5 2 3 2 5 4 4 5 6 5 6 5 5 4 4 4 3 4 5

X22 4 4 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 3 4 5 4 5 5 5 6 5 4 5 6 4 5 5 3 5 4 4 5

X40 5 6 6 6 5 5 5 4 5 4 5 6 6 6 6 5 2 5 5 5 5 5 6 5 6 4 6 3 6 5 5 6 5 6 5

159

Lampiran H Analisis Residual

KUESIONER 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50

Y 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4

X5 4 4 5 5 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4

X22 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 5 5 TOTAL

X40 5 5 5 5 5 5 5 6 5 5 5 5 5 5 4

Y' Y Linier 3.667 3.667 4.100 4.100 3.667 3.978 3.667 3.380 3.667 4.100 3.667 3.667 3.667 3.978 4.265

Y" Y Non Linier 3.507 3.893 3.893 3.507 3.786 3.507 3.354 3.507 3.893 3.507 3.507 3.507 3.786 3.998 3.998

Hasil Y' (Y-Y')^2 0.1109 0.1109 0.0100 0.0100 0.4449 0.0005 0.4449 0.3844 0.1109 0.0100 0.1109 0.4449 0.1109 0.0005 0.0702 14.4280

Hasil Y" (Y-Y'')^2 0.2433 0.0115 0.0115 0.2433 0.6174 0.2433 0.1250 0.2433 0.0115 0.2433 0.2433 0.2568 0.0459 0.0000 0.0000 21.5602

Sumber : Hasil Olahan

3.5000 3.0000 2.5000 2.0000 1.5000 1.0000 0.5000 0.0000 1 5 9 13 17 21 25 29 33 37 41 45 49

(Y-Y')^2
(Y-Y'')^2

Sumber : Hasil Olahan

Gambar H. 1. Perbandingan Residual Model Regresi Linier dan Non Linier Perspektif Keuangan

Gatot Bentoro - 6402014051

160

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 6 5 4 Y 3 2 1 0 Sumber : Hasil Olahan Y Linier Y Non Linier Gambar H. 2. Grafik Analisa Residual Perspektif Keuangan 161 .

0123 5.499 4.4744 0.6402014051 162 .2809 0.590 3.628 2.2209 0.311 3.311 3.8081 2.918 2.0068 0.2209 0.311 3.628 2.470 2.2121 0.470 3.493 4.461 4.0355 0.530 3.311 3.862 4.0190 0.311 2.559 5.4744 0.1945 0.0135 0.2571 0.254 4.530 3.0434 0.0645 1.7281 4.1945 0.109 4.208 2.750 3.4486 0.311 2.0047 0.3437 5.068 3.2209 0.2209 0.311 2.0047 Gatot Bentoro .750 3.4486 0.5276 0.670 3.0119 0.884 3.Lampiran H Analisis Residual LAMPIRAN H-2 ANALISIS RESIDUAL KINERJA PERUSAHAAN PERSPEKTIF PROSES BISNIS (Y2) Tabel H.0625 0.670 3.1384 0.370 4.461 4.0135 0.267 3.2809 0.0004 0.2809 0.311 3.109 Y" Y Non Linier 3.2809 0.461 3.0047 0.068 Hasil Y' (Y-Y')^2 0.0969 0.461 3.920 3.109 3.2910 0.0047 0.2910 0.0125 0.2809 0.8464 0.2910 0.530 3.981 4.0745 0.2209 0.2571 0.0047 0.0119 0.0119 0.470 2.1609 0.2121 0.109 3.0969 0.0004 0.670 3.530 4.0625 0.020 2.688 2.2209 0.8464 0.068 2.470 3.0231 0.068 3.559 4.274 2.0119 0.109 2.0969 0.884 3.414 2.0969 0.2490 2.607 2.470 3.0196 0.7194 0.461 3.2809 0.920 3.0119 0.4486 0.0713 0.1386 0.2 Analisis Residual Perspektif Proses Bisnis KUESIONER 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Y 3 3 3 5 4 3 4 3 3 5 4 4 3 3 3 4 5 4 5 5 4 3 5 2 3 3 5 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 X5 4 4 4 5 4 4 5 4 3 5 4 5 2 3 2 4 5 6 3 5 5 4 5 4 4 4 5 4 5 5 4 5 5 5 5 4 5 4 X10 4 4 4 5 4 4 5 4 5 5 4 5 4 4 4 4 5 4 3 3 5 3 6 4 4 3 5 4 4 5 3 5 4 4 4 4 5 4 X15 4 4 4 5 5 4 5 3 3 5 5 3 5 5 5 5 5 4 5 5 5 4 5 2 4 5 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 4 Y' Y Linier 3.109 4.140 2.848 4.889 2.4744 0.470 3.493 4.812 4.068 4.920 3.112 3.068 4.0119 Hasil Y" (Y-Y'')^2 0.311 3.8464 0.2209 0.470 3.530 4.980 4.470 2.4744 0.6569 0.470 3.0047 0.0973 0.

0000 2.461 2.493 Hasil Y' (Y-Y')^2 0.559 Y" Y Non Linier 2. Perbandingan Residual Model Regresi Linier dan Non Linier Perspektif Proses Bisnis 163 .0000 6.2121 0.0000 3.0000 1.0000 0.2571 18.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi KUESIONER 39 40 41 Y 3 3 3 X5 4 4 4 X10 3 4 3 TOTAL X15 5 5 4 Y' Y Linier 2.1945 18.0355 0.0000 5. 3.980 3.530 2.0000 1 4 7 10 13 16 19 22 25 28 31 34 37 40 (Y-Y')^2 (Y-Y'')^2 Sumber : Hasil Olahan Gambar H.812 3.0697 Hasil Y" (Y-Y'')^2 0.7156 Sumber : Hasil Olahan 7.0000 4.0004 0.2809 0.

Lampiran H Analisis Residual 6 5 4 Y 3 2 1 0 Sumber : Hasil Olahan Y Linier Y Non Linier Gambar H. Grafik Analisa Residual Perspektif Proses Bisnis Gatot Bentoro . 4.6402014051 164 .

0160 0.2849 0.3746 0.1340 0.777 4.004 3.8593 0.5369 0.2735 0.9262 1.104 4.073 2.0156 0.0053 0.1340 0.267 3.006 2.0053 0.1340 0.0961 0.2931 0.638 3.0000 0.2693 1.612 4.0001 0.634 2.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi LAMPIRAN H-3 ANALISIS RESIDUAL KINERJA PERUSAHAAN PERSPEKTIF PELANGGAN (Y3) Tabel H.4957 0.187 4.9178 1.388 3.0053 0.3746 0.873 3.388 3.9262 0.388 5.990 3.721 3.846 2.119 3.0156 0.004 3.4957 1.0053 0.5369 0.851 4.073 3.3746 0.0156 0.119 3.4382 Hasil Y" (Y-Y'')^2 0.4010 0.004 2.626 2.6610 0.388 2.1404 1.0160 0.8593 0.529 2.634 2.154 4.0018 0.156 4.0680 0.237 3.125 3.573 Hasil Y' (Y-Y')^2 0.8028 0.9876 0.0094 0.2735 0.073 5.633 4.990 3.8593 0.634 2.073 2.873 3.1505 0.625 3.1823 165 .094 3.021 5.073 4.690 4.388 3.1505 0.477 3.0004 0.0001 0.0000 0.042 3.0243 0.0237 0.459 3.267 4.042 3.125 3.0143 0.125 3.0778 0.0680 0.388 2.0222 0.946 3.612 3.777 3.338 Y" Y Non Linier 3.1399 0.0564 0.0053 0.0088 1.860 3.0029 1.903 4.0236 0.873 3.0143 0.560 3.1936 0.3211 0.1310 0.073 2.739 3.477 4.567 4.0143 0.0000 0.119 3.388 4.073 2.0018 0.638 2.042 2.739 3.866 3.0961 0.3 Analisis Residual Perspektif Pelanggan KUESIONER 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Y 4 3 3 3 2 5 5 3 4 4 6 3 5 4 4 3 3 3 3 5 5 5 5 4 4 3 3 3 5 3 3 4 4 3 3 4 4 X4 5 4 4 4 4 5 5 3 4 4 5 3 4 4 5 1 1 1 2 5 6 6 5 4 4 5 4 3 5 4 3 4 4 4 4 4 3 X11 4 4 3 4 3 5 5 5 5 4 6 4 6 4 4 4 4 4 5 4 4 4 5 5 4 5 3 3 5 4 4 4 5 4 4 4 4 X15 5 4 4 4 3 6 4 4 5 4 6 3 5 5 5 5 5 5 3 5 4 4 5 5 4 2 4 5 5 4 4 4 5 4 4 5 5 Y' Y Linier 4.073 3.1505 0.690 3.2996 0.388 2.1505 0.1505 0.1310 0.2218 0.

0143 0.119 2. 5.0000 0.7134 Hasil Y" (Y-Y'')^2 0.5000 2.5897 13.7286 Sumber : Hasil Olahan 2.Lampiran H Analisis Residual KUESIONER 38 39 40 Y 4 3 5 X4 4 2 4 X11 5 3 4 TOTAL X15 5 4 5 Y' Y Linier 4. Perbandingan Residual Model Regresi Linier dan Non Linier Perspektif Pelanggan Gatot Bentoro .0156 1.0000 1.934 3.6402014051 166 .125 1.5000 1.680 3.5000 0.1364 1.739 Hasil Y' (Y-Y')^2 0.7161 14.1023 1.0000 1 4 7 10 13 16 19 22 25 28 31 34 37 40 (Y-Y')^2 (Y-Y'')^2 Sumber : Hasil Olahan Gambar H.690 Y" Y Non Linier 4.

Grafik Analisa Residual Perspektif Pelanggan 167 .Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 7 6 5 4 3 2 1 0 Sumber : Hasil Olahan Y Y Linier Y Non Linier Gambar H. 6.

964 4.0202 0.0021 0.045 4.656 2.409 2.0917 0.1188 0.409 2.545 4.0562 0.505 2.2450 0.060 4.0066 0.2066 0.598 2.416 4.0412 0.0036 0.0917 0.704 Y" Y Non Linier 4.0032 0.9894 0.6259 0.7482 0.0066 0.919 3.0876 0.045 4.2066 0.1673 0.0488 0.765 2.177 3.3570 0.4251 0.0213 0.0213 0.142 3.971 4.919 3.6352 0.765 4.209 3.348 3.6773 0.060 4.6910 0.346 3.0782 1.536 4.7362 0.1673 0.2550 0.622 2.209 2.0876 Hasil Y" (Y-Y'')^2 0.0671 0.0782 0.0300 0.Lampiran H Analisis Residual LAMPIRAN H-4 ANALISIS RESIDUAL KINERJA PERUSAHAAN PERSPEKTIF PERTUMBUHAN DAN PEMBELAJARAN (Y4) Tabel H.700 3.053 3.655 4.0460 0.6259 0.209 4.0000 0.999 3.8836 0.0008 0.142 2.0436 0.3493 0.3493 0.0917 Gatot Bentoro .0885 0.957 3.0027 0.4 Analisis Residual Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran KUESIONER 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Y 4 3 3 4 5 4 4 5 6 4 4 3 3 5 3 3 3 4 4 5 5 5 4 5 2 3 5 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 X5 5 4 4 5 5 5 4 5 5 4 4 3 3 5 2 3 2 6 5 5 6 5 5 5 3 4 5 4 4 5 4 5 4 4 5 4 4 4 X16 5 4 2 2 3 4 4 6 6 5 3 4 4 5 5 5 5 4 5 6 5 5 5 6 4 3 6 3 5 4 3 3 5 4 5 5 5 3 X18 5 3 4 6 6 3 4 5 6 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 4 6 4 4 5 5 4 3 4 5 3 5 4 Y' Y Linier 4.598 4.779 4.697 Hasil Y' (Y-Y')^2 0.786 4.0876 0.765 5.005 3.2155 0.831 2.209 2.0005 0.273 3.999 2.744 4.0019 0.545 4.1198 0.0005 0.0287 0.704 5.0655 0.854 3.0436 0.608 4.0126 0.409 4.409 2.1429 0.1731 0.978 3.237 4.978 3.3697 0.6402014051 168 .1620 0.209 2.744 3.0013 0.943 2.2155 0.0552 0.203 3.135 3.697 3.0028 0.299 2.2066 1.888 2.0023 0.720 2.854 2.0552 0.173 2.957 2.1180 0.704 3.697 4.1673 0.720 2.536 3.0436 0.118 3.5284 0.409 3.203 2.259 2.052 2.545 2.0894 0.7783 1.9112 0.0552 0.0655 0.505 4.

622 4.3493 7.6259 11.8655 Hasil Y" (Y-Y'')^2 0.8000 0. 7.8000 1.6000 1.409 Y" Y Non Linier 2. Perbandingan Residual Model Regresi Linier dan Non Linier Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan 169 .0000 1 4 7 10 13 16 19 22 25 28 31 34 37 40 (Y-Y')^2 (Y-Y'')^2 Sumber : Hasil Olahan Gambar H.6000 0.1180 0.2000 1.656 4.209 Hasil Y' (Y-Y')^2 0.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi KUESIONER 39 40 Y 3 5 X5 4 5 X16 4 5 TOTAL X18 3 5 Y' Y Linier 2.1429 0.0000 0.2000 0.4000 0.6666 Sumber : Hasil Olahan 1.4000 1.

6402014051 170 . Grafik Analisa Residual Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran Gatot Bentoro .Lampiran H Analisis Residual 7 6 5 4 3 2 1 0 Sumber : Hasil Olahan Y Y Linier Y Non Linier Gambar H. 8.

000 5.000 4.286 4.9838 6.000 3.980 3.000 5.9740 7.7656 0.491 2.286 4.0225 0.7434 1.923 2.061 2.1295 21.516 3.000 5.250 3.000 3.240 X5 4 5 5 5 4 4 4 5 5 4 3 5 2 3 2 4 5 6 6 5 5 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 4 X11 4 5 5 5 5 5 3 5 5 5 4 6 4 4 4 5 4 4 4 5 5 4 5 5 3 3 4 4 5 4 5 3 TOTAL Sumber : Hasil Olahan X15 4 5 6 4 4 5 4 5 5 3 3 5 5 5 5 3 5 4 4 5 5 4 5 2 4 5 5 5 5 5 4 5 Y' Y Linier 3.593 2.606 2.000 3.415 3.8986 18.952 Hasil Y' (Y-Y')^2 0.084 4.743 4.2348 15.0100 1.250 5.7379 0.8455 11.6548 21.415 4.145 2.491 3.662 4.250 3.495 4.662 2.0548 0.516 3.0181 0.491 4.0027 0.8171 17.984 2.743 3.380 2.500 5.5055 0.2727 5.5761 0.4763 14.000 3.150 4.500 2.6610 0.150 4.000 3.873 3.0022 0.0724 0.948 2.593 3.1619 22.5 Analisis Residual Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi KUESIONER 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Y 3.000 4.7330 7.3102 0.495 3.1295 10.825 2.491 4.480 4.2591 0.6899 24.8655 18.191 4.9299 7.982 3.1421 0.750 4.930 4.898 2.760 3.216 4.8399 20.415 2.0404 0.799 3.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi LAMPIRAN H-5 ANALISIS RESIDUAL KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI (Y5) Tabel H.495 3.770 2.4734 7.415 3.109 Y" Y Non Linier 3.191 2.000 3.125 3.4976 20.970 1.415 3.020 3.416 4.7735 19.8791 171 .6104 14.539 3.8961 6.8414 8.539 3.2663 0.415 4.6148 13.480 5.145 3.000 3.516 4.0104 0.3844 0.491 4.557 3.2411 0.6689 2.0591 18.000 2.2411 0.152 4.1056 0.2172 0.804 3.6147 0.380 3.5098 0.914 2.491 3.109 3.491 3.0876 5.952 3.500 2.0007 0.557 3.740 3.3844 0.2865 13.6225 0.2884 0.0172 9.290 4.0458 0.857 4.4618 10.415 4.799 4.0502 0.3867 408.550 4.8414 3.1802 Hasil Y" (Y-Y'')^2 8.152 4.

000 2.0000 15.000 5. 9. Grafik Analisa Residual Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Gatot Bentoro .Lampiran H Analisis Residual 30.000 1.0000 20. Perbandingan Residual Model Regresi Linier dan Non Linier Kinerja Perusahaan Konstruksi 6.000 Y Linier Y Non Linier Sumber : Hasil Olahan Gambar H.0000 1 4 7 10 13 16 19 22 25 28 31 (Y-Y')^2 (Y-Y'')^2 Sumber : Hasil Olahan Gambar H.0000 10.6402014051 172 .000 0.000 4.000 Y 3.0000 5.0000 0. 10.0000 25.

Untuk mencari adanya kemungkinan variabel penentu lainnya dilakukan dengan cara memasukkan variabel dummy. artinya sisanya yaitu (1-Adjusted R2) dapat dikontribusi oleh variabel penentu lainnya (Supranto. Ketentuan nilai-nilai dummy untuk setiap sampel diberikan berdasarkan grafik model regresi awal yang memperlihatkan scatter plot setiap nomor sampel dan menunjukkan confidence interval untuk nilai rata-rata Y serta confidence interval untuk nilai tunggal Y tersebut maka nilai dummy untuk masing-masing nomor sampelnya adalah seperti yang dijelaskan berikut. Dalam situasi ini kita harus memberikan tingkat kepada variabel-variabel itu yang mungkin mempunyai pengaruh determenistik yang terpisah dan berbeda terhadap variabel tidak bebas. Apabila nilai Adjusted R2<1. Variabel-variabel itu yang disebut variabel dummy. Seperti pada gambar I.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi ANALISIS DUMMY Suatu persamaan dari model regresi yang terbentuk dikatakan sempurna apabila mempunyai nilai koefisien penentu atau coeficient of determination R2 = 1. Variabel dummy biasanya dimana kita harus memasukkan suatu faktor yang hanya memiliki dua atau lebih tingkat yang berbeda dan tidak bisa memberikan skala kontinu. yaitu dengan memasukkan satu atau beberapa variabel dummy disamping variabel yang telah teridentifikasi kedalam analisis regresi sampai model regresi yang terbentuk menghasilkan niali Adjusted R2=1 atau R2≈1. maka model tersebut menyatakan bahwa kemungkinan ada variabel penentu lainnya yang masih belum teridentifikasi atau terjelaskan. 1988).1 bahwa apabila nomor sampel model .

Y2. maka selanjutnya dilakukan korelasi antara dummy-dummy tersebut dengan variabel-variabel lainnya yang tidalk termasuk variabel didalam kelompok rotated component matrix yang sudah terwakili oleh variabel penentu sebelumnya.6402014051 174 . Y Pendugaan Interval Untuk individu Y 3 2 Model Regresi Pendugaan Interval untuk rata-rata Y 1 X Gambar I. Jika dummy yang diperoleh telah digunakan untuk mengidentifikasi variabel penentu lainnya.1. sedangkan apabila berada didalam daerah antara batas atas confidence interval nilai rata-rata Y dan batas atas confidence interval nilai individu Y diberikan nilai 3. Selanjutnya apabila model belum mencapai R2=1. Gatot Bentoro . ditambah dummy berikutnya dan proses dilakukan seperti diatas dengan menggunakan grafik model yang baru terbentuk. file “ Lampiran I Output Korelasi” dalam program SPSS 11. dilakukan analisa regresi yang terdiri dari variabel penentu sebelumnya ditambah dengan dummy pertama. Apabila berada didalam daerah antara batas bawah dan batas atas confidence interval rata-rata Y dberikan nilai 2. 1993) Setelah nilai dummy diperoleh.5). Untuk melihat hasil dummy (Y1. Skala Pengukuran Dummy (Sumber: Walpole & Myers. Variabel yang mempunyai korelasi tertinggi dengan dummy tersebut adalah berpotensi menjadi variabel penentu tambahan untuk penelitian lanjutan.Lampiran H Analisis Residual awal berada didaerah antara batas bawah confidence interval nilai individu Y bawah dan batas bawah confidence interval nilai rata-rata Y diberikan nilai 1.Y5) dapat dilihat pada CD ROM (terlampir.Y4.Y3.

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi LAMPIRAN I-1 ANALISIS DUMMY PERSPEKTIF KEUANGAN KODE Dummy 1 Dummy 2 Dummy 3 SAMPEL 1 2 5 1 2 1 4 3 3 3 4 1 4 3 4 1 5 1 3 3 6 2 5 2 7 3 4 2 8 1 5 1 9 1 5 2 10 3 5 2 11 2 5 3 12 2 5 2 13 2 4 1 14 3 4 1 15 2 5 2 16 1 5 2 17 2 5 2 18 2 5 2 19 2 5 2 20 2 5 2 KODE Dummy 1 Dummy 2 Dummy 3 SAMPEL 21 2 6 3 22 2 3 3 23 3 6 3 24 1 4 1 25 1 5 2 26 2 5 2 27 2 5 2 28 3 5 3 29 3 5 2 30 1 5 1 31 1 5 1 32 3 4 1 33 3 4 1 34 2 5 2 35 3 6 3 36 2 5 3 37 1 6 3 38 2 4 1 39 2 4 1 40 2 3 3 KODE Dummy 1 Dummy 2 Dummy 3 SAMPEL 41 2 5 3 42 1 4 3 43 3 4 2 44 2 4 2 45 2 4 1 46 2 4 2 47 1 4 3 48 2 4 2 49 1 5 2 175 .

21480 . X5. X40 d.5 2.950 .801 c .Lampiran H Analisis Residual Model Summaryg Adjusted R Square . DUMMY2 f.5 1.954 e .0 2.5 17 4 43 35 39 38 37 19 45 541 16 29 10 49 648 12 34 50 11 36 4 46 21 4.5 0. Predictors: (Constant).954 . X22. DUMMY3 g.0 3.05760 . DUMMY1. X5.0 4. DUMMY1 e. Predictors: (Constant).438 .670a . X22. X5 b. X5.15472 .449 .5 26 15 23 25 28 27 24 7 5.6402014051 176 . Predictors: (Constant).993 . Predictors: (Constant).0 Regression Standardized Predicted Value Gatot Bentoro .0 .997 . X5. X22.0 1. X40. X22. X22 c.977d .999 2.793 .895b . Predictors: (Constant).51799 .316 a.5 -1.5 keuangan 18 209 338 42 47 24 32 1 22 40 13 30 31 3 14 3. Predictors: (Constant).994 1. X40. DUMMY1. DUMMY2.02055 Durbin-W atson Model 1 2 3 4 5 6 R R Square .909 . X40.999 Std. X5.000f .31428 .0 -.903 .5 -1. Dependent Variable: keuangan Scatterplot Dependent Variable: keuangan 5. Error of the Estimate .

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi LAMPIRAN I-2 ANALISIS DUMMY PERSPEKTIF PROSES BISNIS KODE Dummy 1 Dummy 2 Dummy 3 SAMPEL 1 2 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 4 1 2 2 5 1 2 2 6 2 3 3 7 3 3 1 8 1 2 2 9 2 1 3 10 3 2 2 11 1 2 2 12 3 3 1 13 2 1 3 14 2 1 1 15 2 1 3 16 1 3 2 17 1 3 2 18 2 3 2 19 1 3 2 20 1 3 2 21 3 2 1 KODE Dummy 1 Dummy 2 Dummy 3 SAMPEL 22 3 2 3 23 3 2 3 24 2 1 1 25 2 3 3 26 3 1 3 27 1 2 2 28 2 3 1 29 2 3 3 30 2 3 3 31 1 2 2 32 3 3 1 33 2 3 3 34 2 3 1 35 2 3 1 36 2 3 1 37 3 3 1 38 2 3 3 39 3 1 3 40 3 3 1 41 1 2 2 177 .

X15.821b .968 1. X5. DUMMY2.656 .964 . X5 d.39300 .5 16 37 21 32 12 75 18 11 4. DUMMY3 g.674 c . Predictors: (Constant). DUMMY1.47436 .685 a.919 . X15 c.0 1.6402014051 178 . Error of the Estimate .28515 . Predictors: (Constant).984f . Predictors: (Constant). DUMMY2 f.Lampiran H Analisis Residual Model Summaryg Adjusted R Square .15716 Durbin-W atson Model 1 2 3 4 5 6 R R Square . Predictors: (Constant). DUMMY1. X15. X5. X15. DUMMY1 e.888 e .22979 .884 .5 -2 -1 0 1 2 3 24 Regression Standardized Predicted Value Gatot Bentoro .942d . Dependent Variable: proses bisnis Scatterplot Dependent Variable: proses bisnis 5.5 10 5.782 . X10.729a . X15.5 2.519 . X10. Predictors: (Constant).929 . X10. X10.531 . X10.962 Std.0 3.876 .0 4.764 .5 3. Predictors: (Constant). X5. X10 b.56105 .0 4022 96 36 31 3035 41 2534 13 33 15 38 8 2928 14 1 2 3 39 26 17 20 19 27 4 23 proses bisnis 2.

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi LAMPIRAN I-3 ANALISIS DUMMY PERSPEKTIF PELANGGAN KODE Dummy 1 Dummy 2 Dummy 3 Dummy 4 SAMPEL 1 1 2 3 3 2 1 3 3 1 3 3 1 2 2 4 1 1 3 3 5 2 1 2 3 6 2 1 3 2 7 3 3 2 1 8 1 1 2 2 9 1 2 3 2 10 3 3 1 1 11 1 2 3 3 12 3 2 1 2 13 3 1 2 1 14 3 2 2 1 15 1 2 3 2 16 3 3 3 1 17 3 1 1 2 18 3 1 1 2 19 2 3 2 1 20 3 3 3 3 KODE Dummy 1 Dummy 2 Dummy 3 Dummy 4 SAMPEL 21 3 3 3 1 22 3 2 1 2 23 3 1 1 1 24 1 1 1 1 25 1 3 1 3 26 2 1 3 1 27 3 2 3 2 28 2 2 1 1 29 3 2 3 2 30 1 2 3 2 31 3 1 1 1 32 1 3 1 3 33 1 2 2 1 34 2 1 2 1 35 1 2 2 1 36 2 2 2 2 37 2 2 1 3 38 1 2 2 1 39 3 3 1 3 40 3 3 1 1 179 .

6402014051 180 .092 a.46786 .870c . X4.14018 Durbin-W atson Model 1 2 3 4 5 6 7 R .950 . X4.835 .976 Std.608a .53563 . X4. Predictors: (Constant). Error of the Estimate . X15. DUMMY1. DUMMY2.923d .965e . DUMMY2.979f . X11.958 .672 .921 . Predictors: (Constant).37033 . DUMMY2 f. DUMMY3 g. DUMMY1 e. Dependent Variable: pelanggan Scatterplot Dependent Variable: pelanggan 7 11 6 40 21 2267 29 23 20 13 5 25 33 32 110 37 9 24 14 36 15 38 4 2616 12 34 30 31 39 4328 2 1727 1835 198 3 pelanggan 5 2 1 -2 -1 0 1 2 3 Regression Standardized Predicted Value Gatot Bentoro . Predictors: (Constant). Predictors: (Constant). Predictors: (Constant). X4.981 2. X4. X15.931 . Predictors: (Constant). DUMMY1.737 .20280 .757 .354 .820b .370 . X15. X4 b. X11.Lampiran H Analisis Residual Model Summary h Adjusted R Square .852 . X11 d. X15. X15. DUMMY1. X15 c.990g R Square . X11.73285 . DUMMY3. DUMMY4 h.655 .25669 . Predictors: (Constant). X11. X4.

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi LAMPIRAN I-4 ANALISIS DUMMY PERSPEKTIF PEMBELAJARAN DAN PERTUMBUHAN KODE Dummy 1 Dummy 2 Dummy 3 SAMPEL 1 1 2 2 2 2 3 1 3 3 3 1 4 3 1 1 5 2 3 3 6 3 3 3 7 3 3 3 8 2 3 1 9 3 3 3 10 3 1 3 11 3 3 3 12 3 1 1 13 3 3 1 14 2 3 3 15 2 3 1 16 1 2 2 17 2 3 1 18 1 2 2 19 1 2 2 20 2 3 1 KODE Dummy 1 Dummy 2 Dummy 3 SAMPEL 21 2 1 3 22 2 3 3 23 2 1 3 24 2 3 1 25 1 2 2 26 2 1 3 27 3 1 1 28 3 1 3 29 1 2 2 30 3 1 1 31 1 2 2 32 1 2 2 33 2 1 3 34 3 1 1 35 1 2 2 36 2 1 3 37 3 1 3 38 2 1 3 39 2 3 1 40 2 3 3 181 .

802 .21326 .976e . DUMMY2 f.481 . Predictors: (Constant). X18. Predictors: (Constant).42214 .989 . X5 b.467 . X18 c. X16. X5. X5.865 .896 . Error of the Estimate .952 f . X16. X16. Predictors: (Constant).694 c .785 .Lampiran H Analisis Residual Model Summaryg Adjusted R Square .14442 Durbin-W atson Model 1 2 3 4 5 6 R R Square .833b .975 Std. Predictors: (Constant).6402014051 182 . X18.979 2.33510 . X5.295 a.945 . DUMMY2. DUMMY1.937d .66523 . DUMMY1 e.51756 . X5. Predictors: (Constant). DUMMY1. X5. X18. X18. Dependent Variable: pertumbuhan&pembelajaran Scatterplot Dependent Variable: pertumbuhan&pembelajaran 7 9 6 pertumbuhan&pembelajaran 14 5 21 27 20 24 8 22 40 5 4 23 3010 18 4 716 19 11 35 37 12 15 13 17 28 26 3916 3 38 2 34 33 29 36 32 31 3 25 2 1 -2 -1 0 1 2 3 Regression Standardized Predicted Value Gatot Bentoro .678 . DUMMY3 g. Predictors: (Constant).694a . X16 d.879 .

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi LAMPIRAN I-5 ANALISIS DUMMY KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI KODE Dummy 1 Dummy 2 Dummy 3 SAMPEL 1 3 1 3 2 1 3 3 3 2 2 2 4 3 3 1 5 2 2 2 6 3 1 3 7 2 2 2 8 2 2 2 9 3 1 3 10 3 3 1 11 3 3 1 12 3 1 3 13 1 3 3 14 3 1 3 15 1 3 3 16 2 2 2 17 3 1 3 18 3 3 1 19 3 3 1 20 1 3 3 21 2 2 2 KODE Dummy 1 Dummy 2 Dummy 3 SAMPEL 22 3 3 1 23 3 3 1 24 1 3 3 25 3 3 1 26 2 2 2 27 1 3 3 28 1 3 3 29 1 3 3 30 2 2 2 31 2 2 2 32 3 3 1 33 2 2 2 34 1 3 3 35 1 3 3 36 2 2 2 37 3 1 3 38 1 3 3 39 2 2 2 40 2 2 2 41 2 2 2 42 3 1 3 183 .

X5.995g R Square .681a . DUMMY4 h.48944 . DUMMY2.795 . Predictors: (Constant).647 .855 . Predictors: (Constant). X15. X15 c. X11 d. X5. DUMMY3 g.6402014051 184 .43920 .464 .62146 . X5. X15.451 . DUMMY3. Predictors: (Constant). Predictors: (Constant).925f . DUMMY1.767 .710 .739 . DUMMY2. X5.56094 .533 . X15. X5 b. X5. DUMMY2 f.892e . Predictors: (Constant).745b . X11.989 Std.830 . DUMMY1. X11. Predictors: (Constant).805c . X15.67397 .991 a. X5.37453 .859d . Dependent Variable: Y5 Scatterplot Dependent Variable: Y5 6 23 9 5 2 35 4 34 22 4241 32 39 31 37 30 13 15 51 11 14 25 33 24 16 36 26 2 7 21 6 810 40 27 28 38 1 3 18 7 204 1912 29 3 Y5 1 -2 -1 0 1 2 3 Regression Standardized Predicted Value Gatot Bentoro . Predictors: (Constant).619 .556 . DUMMY1. Error of the Estimate . X15.Lampiran H Analisis Residual Model Summaryh Adjusted R Square . DUMMY1 e. X11. X11.09608 Durbin-W atson Model 1 2 3 4 5 6 7 R .991 1.

Dengan rumus: f(x. Ada beberapa macam bentuk distribusi. x2.k) = 1/k. .. x = x1. . atau melalui rumus bukan masalah. yang ingin dilukiskan adalah kelakuan peubah acaknya (variabel bebas).k) telah dipakai sebagai pengganti f(x) untuk menunjukkan bahwa distribusi seragam tersebut bergantung pada parameter k. dalam bentuk tabel. xk Dimana: f(x. Distribusi dapat disajikan secara grafik dalam bentuk histogram. Histogram distribusi seragam akan selalu membentuk susunan persegi panjang dengan tinggi yang sama. yang diantaranya (Walpole & Myers 1995): • Distribusi Uniform/Seragam Peubah acaknya memperoleh semua nilainya dengan peluang yang sama dan karena itu dapat dinyatakan oleh rumus yang sama.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi ANALISA DISTRIBUSI DENGAN METODE BATCH FIT Lampiran J terdiri dari hasil analisis distribusi masing-masing kinerja perusahaan dengan menggunakan metode Batch Fit... Proses analisis ini dilakukan untuk mengetahui bentuk distribusi yang optimal setiap kinerja perusahaan.

• Distribusi Hipergeometrik Jika binomial diterapkan.Lampiran H Analisis Residual • Distribusi Binomial Suatu usaha Bernoulli dapat menghasilkan sukses dengan peluang p dan gagal q = 1-p.3) = • Distribusi Poisson Banyaknya hasil X dalam suatu percobaan Poisson disebut peubah acak Poisson. .λt) = e-λt(λt)x x! . Dengan rumus: b(x. … Gatot Bentoro . Distribusi hipergeometrik adalah distribusi hipergeometrik X.. Dengan rumus: p(x. 1. n N n yaitu banyaknya sukses dalam sampel acak ukuran n yang bernama diambil dari N benda yang mengandung k bernama sukses dan N-k h(x. Banyaknya sukses x dalam percobaan hipergeometrik disebut peubah acak. yaitu banyaknya sukses dalam n usaha bebas. Dengan rumus: k x N-k n-k . Distribusi Poisson adalh distribusi peluang peubah acak Pisson . Peluang sukses. sampling harus dikerjakan dengan pengembalian setiap barang setelah diamati.. n Proses Bernoulli harus memenuhi persyaratan berikut: 1.N. dinyatakan dengan p. yang menyatakan banyaknya sukses yang terjadi dalam suatu selang waktu atau daerah tertentu dinyatakan dengat t. misalnya pada sampling sejumlah barang. x = 0. Percobaan terdiri atas n usaha yang berulang 2.n.. . gagal. Tiap usaha memberi hasil yang dapat dikelompokkan menjadi sukses atau gagal 3.. distribusi hipergeometrik tidak memerlukan kebebasan dan didasarkan pada sampling tanpa pengembalian. Tiap usaha bebas dengan usaha lainnya. x = 0. 1. 2..n. x = 0.p) = n x px qn-x.6402014051 186 . tidak berubah dari usaha yang satu ke yang berikutnya 4.. 1. Di pihak lain. maka distribusi peluang peubah acak binomial x. 2. 2.

µ. yaitu rata-rata dan simpangan bakunya. Distribusi gamma yang khusus dengan α =1 disebut distribusi eksponensial. Jadi fungsi padat X akan dinyatakan dalam n(x. -∞<x<∞ • Distribusi Gamma dan Eksponensial Distribusi Gamma dan Eksponensial memainkan peran yang penting dalam teori antian dan teori keandalan (reliabilitas). file “Lampiran J Batch Fit dalam program excel”).Y2.µ. Bila Wibull menjadi distribusi eksponensial.σ) = 1 √ 2πσ e-(1/2)[(x-µ)/σ]2. Distribusi normal adalah pengukuran yang dilakukan berulang-ulang mengenai sampel yang sama.71828 Distribusi Normal Distribusi normal sering juga disebut distribusi Gauss. dengan parameter α dan β.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Dimana: Λt e • = menyatakan banyaknya sukses yang terjadi persatuan waktu atau dengan daerah tersebut = 2.Y5) dapat dilihat pada CD ROM (terlampir. Persamaan matematika distribusi peluang peubah normal kontinu bergantung pada dua parameter µ dan σ. β = 1 maka distribusi Untuk melihat hasil batch fit (Y1.Y3. Peubah acak kontinu X berdistribusi gamma. Suatu peubah acak kontinu X yang distribusinya berbentuk lonceng disebut peubah acak normal. 187 .Y4. • Distribusi Weibull Distribusi Weibull juga digunakan untuk persoalan keandalan dan pengujian panjang umur (life testing). Dengan rumus: n(x.σ). diukur dari suatu waktu tertentu sampai rusak Distribusi ini juga mengfgunakan parameter α dan β.

Pada penelitian ini. biasanya . Sebuah simulasi. Simulasi Monte Carlo menggunakan asumsi bahwa parameter ketidakpastian yang akan terjadi dapat digambarkan melalui distribusi probabilitas (Flanagan and Norman 1993). Simulasi adalah teknik dengan menggunakan data yang dibuat untuk berbagai kondisi yang mungkin terjadi. Menurut Evans dan Olson “Monte Carlo Simulation is basically a sampling experiment whose purpose is to estimate the distribution of an outcome variable that depends on several probabilistic input variables” (Evans and Olson 1998). Kemudian dilakukan eksperimen dengan model tersebut untuk menganalisa hasilnya sehingga dilakukan eksperimen dengan model tersebut untuk menganalisa hasilnya sehingga dapat membantu dalam pengambilan keputusan (Evans dan Olson 1998). Ada dua kunci utama dalam simulasi. yang merupakan metode analitis yang digunakan untuk mencontoh suatu sistem kehidupan. penekanan lebih difokuskan pada penggunaan simulasi Monte Carlo. and experimenting with the model to obtain insight into the system’s behavior or to assist in solving the decasion problem (Evans and Olson 1998). yang secara umum sangat sulit dilakukan pendekatan secara analitikal (Evans and Olson 1998). khususnya saat analisa lain secara matematis terlalu kompleks atau terlalu sulit untuk dihasilkan.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi ANALISIS SIMULASI MONTE CARLO Simulation is the process of building a mathematical or logical model of a system or a decision problem. Simulasi adalah proses model matematika atau model logika dari suatu system atau masalah pengambilan keputusan. Simulasi sangat bermanfaat ketika permasalahan yang dihadapi secara signifikan mengandung unsur ketidakpastian. yaitu adalah model dan eksperimen.

Jumlah trials ditentukan pada saat hasil simulasi sudah cukup stabil dalam batas-batas ketelitian yang diinginkan.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi memberikan hasil yang diperlukan secara komprehensif dan merupakan sebuah pendekatan yang kuantitatif bagi pembelajaran sebuah sistem yang sesuai dengan kenyataan. bentuk distribusi atau karakteristik lainnya dari jawaban yang diinginkan. yaitu simulasi sistem dan simulasi Monte Carlo. yang bertujuan untuk mengestimasi distribusi dari variabel-variabel terikat. Jumlah kejadian yang disimulasi untuk memberikan gambaran yang mungkin terjadi di lapangan adalah menggunakan rumus n. Simulasi memiliki dua jenis. diliputi ketidakpastian untuk mendapatkan suatu pendekatan. Perhitungan ini dilakukan berulang-ulang sehingga menghasilkan trial outcome (hasil coba-coba) yang mendekati nilai rata-rata µ (mean). Teknik Monte Carlo dapat digunakan untuk kasus-kasus dengan hasil yang diinginkan bersifat random (random outcomes) yang diingikan juga membentuk suatu distribusi normal. dipilah secara acak (random). bila eksperimen secara fisik atau pendekatan analitis tidak memungkinkan secara ekonomis. Teknik Monte Carlo dapat digunakan untuk kasus-kasus dengan hasil yang diinginkan bersifat random. sabagai berikut (Walpole & Myers 1993) : Z2 n= α/2 σ2 δ2 189 . Fenomena random. bila eksperimen secara fisik atau pendekatan analitis tidak memungkinkan. Metode yang paling mudah untuk menentukan jumlah tials dengan teknik ini untuk mendapatkan hasil yang akurat adalah dengan memperhatiokan nilai rata-rata yang dihasilkan. yang kemungkinan dipengaruhi oleh variabel-variabel bebas. yang pada penelitian ini lebih menekankan pada penggunaan simulasi Monte Carlo. Persyaratan utama dari teknik Monte Carlo adalah outcome dari seluruh variabel. Teknik simulasi dengan Monte Carlo terbukti adalah suatu teknik yang sangat bermanfaat terutama dalam menganalisa perubahan untuk memperoleh suatu jawaban yang mendekati. Teknik Monte Carlo sering digunakan dan diterapkan dalam praktek analisis perubahan karena kemampuan analisis dapat mengantisipasi dan menyederhanakan rumusan matematis yang kompleks. Simulasi Monte Carlo pada dasarnya adalah sebuah eksperimen sampling. Simulasi Monte Carlo merupakan suatu teknik simulasi untuk situasi yang. variant σ2. umumnya memiliki suatu distribusi normal dan hasil (element outcomes) yang diingi8nkan juga membentuk suatu distribusi normal. Analisis dalam penelitian ini dimulai dengan pemilihan hasil (outcaome) dengan suatu jumlah (angka) yang tetap dan melakukan perhitungan jika diperlukan untuk memperoleh trial outcome dalam memperoleh jawaban yang diinginkan (measure of merit).

6402014051 190 . Gatot Bentoro .Y2.Y3.Y5) dapat dilihat pada CD ROM (terlampir. Alur proses simulasi Monte Carlo untuk kinerja perusahaan jasa konstruksi terdiri dari: Identify Particular Cost Element Category Developing Equation for The Total Construction Company’s Performance Modeling Cost Component with Suitable Statistical Distribution Selecting A Probability Distribution Generating Random Number According to Specified Distribution Compute Summary Statistics for Analysis Construction Company’s Performance Gambar K.Y4.1. mean dan range. Penggunaan teknik simulasi Monte Carlo dalam probabilistic company’s performance telah didokumentasi dengan baik (Touran and Wiser 1992). file “Lampiran K-Report Simulasi”). Teknik simulasi Monte Carlo dalam probabilistic company’s performance Untuk melihat hasil simulasi (Y1.Lampiran k Analisis Simulasi Monte Carlo Dimana : n Z σ 2 α/2 2 = = = = Jumlah sampel simulasi Degree of Confidence Level at Half Width Standard Deviation Error Tolerance Level δ2 Dari jumlah kejadian n tersebut diatas yang di random untuk mendapatkan nilai standard deviation.

faktor eksternal dan market forces (Wideman and Myers 1992).1. Menurut (Porter 1980) perusahaan yang ideal adalah perusahaan yang mampu bertahan (sustainable). termasuk perkembangan Indonesia. mampu meningkatkan laba (profitable). bahan baku. sedangkan khusus dibidang usaha jasa konstruksi sendiri melibatkan tenaga kerja sekitar 4 juta jiwa (Depkimpraswil 2002).BA B 1 PENDAHULUAN 1. dan sistem transportasi. sipil. sistem manajemen. Sektor konstruksi sendiri mempunyai hubungan dengan sektor-sektor lainnya berupa ketenagakerjaan. baik pihak swasta maupun BUMN yang ada di Indonesia dengan melakukan berbagai macam perbaikan guna meningkatkan kualitas kinerja manajemen sehingga dapat menghasilkan suatu sistem bisnis perusahaan jasa konstruksi yang ideal (Sudarto 2003). perlu dilakukan langkah-langkah antisipatif yang harus dipersiapkan oleh perusahaan-perusahaan jasa konstruksi. operasional. Keseluruhan hubungan ini dapat menyerap tenaga kerja sampai 40 juta jiwa. Dalam menghadapi persaingan pasar bebas. Demikian juga hubungannya dengan usaha jasa konstruksi yang meliputi bidangbidang pekerjaan arsitektur. organisasi perusahaan. peralatan. baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta (Kadin 2002). elektrikal dan tata lingkungan dengan tujuan akhir berupa pembangunan nasional. Langkah-langkah perbaikan pada perusahaan jasa konstruksi tersebut dapat berupa suatu sistem pengendalian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan perusahaan jasa konstruksi. LATAR BELAKANG Kegiatan jasa konstruksi telah terbukti memberikan kontribusi penting dalam dan pertumbuhan ekonomi disemua negara didunia. Sedangkan menurut (Teng 2002) dalam menentukan strategi untuk mengembangkan perusahaan harus memperhatikan faktor internal yang terdiri dari manajemen. Faktor-faktor penentu kesuksesan perusahaan jasa konstruksi tersebut terdiri dari faktor internal. sumberdaya manusia dan keuangan. mekanikal. 1 . Industri jasa konstruksi nasional mampu menyumbangkan GDP cukup besar bagi bangsa yakni antara 4% sampai 8% (BPS 2002). pendanaan. growth (bertumbuh) dan juga memiliki kemampuan untuk bersaing (competitive) dengan perusahaanperusahaan asing diluar maupun dalam negeri.

menunjukkan cara kearah pelaksanaan pekerjaan yang lebih baik. melainkan diperoleh dari kemampuan manajemen. Penilaian kinerja perusahaan BUMN terdiri dari aspek administrasi dan kinerja Gatot Bentoro . sistem infrastruktur. perusahaan-perusahaan terus ditantang untuk semakin kompetitif (Hitt. teknologi dan inovasi. Keuntungan perusahaan konstruksi tidak hanya diperoleh dari pengendalian terhadap total aset dan produksi peralatan saja. hukum dan undang-undang. Sehingga masalah manajemen adalah satusatunya faktor terbesar dibalik banyaknya kegagalan perusahaan (Teng 2002). Sasaran perusahaan yang diuraikan dalam rencana jangka panjang akan diukur pencapaiannya melalui penilaian kinerja perusahaan yang uraiannya tercantum dalam Keputusan Meneg BUMN Nomor KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002. Dalam perekonomian global yang memungkinkan pergerakan barang dan jasa secara bebas diantara berbagai negara. Manajemen menyebabkan bahwa kita menyadari kemampuan-kemampuan kita.Bab I Pendahuluan Dan faktor eksternal yang terdiri dari ekonomi makro. dapat mengurangi hambatan-hambatan dan memungkinkan kita mencapai tujuan-tujuan yang kita harapkan (Terry 1986) Salah satu penyebab perusahaan jasa konstruksi tidak berkembang adalah karena pengusaha dan top manajer tidak mau mengakui bahwa mereka perlu untuk membentuk kembali budaya perusahaan dan/atau mengambil cara baru dalam mengatur orang pada suatu tahap awal yang menjadi titik kritis dalam sejarah perusahaan. dan bagaimana seharusnya mereka mencapai hasil yang bernilai. kemampuan untuk menanggapi segala keperluan yang kompleks. sumber daya manusia. penggunaan solusi yang inovatif. Masalah ini biasanya berhubungan dengan lemahnya manajemen perusahaan. Banyak masalah internal dihasilkan sendiri oleh perusahaan dan sebenarnya ada dalam kendali organisasi perusahaan. maka besar kemungkinan perusahaan-perusahaan jasa konstruksi di Indonesia dapat mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan asing didalam dan diluar negeri. Besarnya peranan manajemen perusahaan dengan menggunakan pendekatan manajemen strategis semakin banyak diakui pada masamasa ini dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya. Jika faktor-faktor tersebut dapat dikelola dan diperhatikan dengan baik. sosial politik dan lingkungan yang kompetitif. kemampuan untuk menerima dan mengelola risiko (Jaafari 2000). Intervensi untuk mendorong perkembangan perusahaan dari manajer yang profesional seharusnya terjadi diawal perjalanan suatu perusahaan dan sebelum terjadinya pengaruh negatif dari perkembangan kebudayaan organisasi yang cepat dan kepemimpinan yang dianggap dominan (Leach and Kenny 2000) Manajemen strategis adalah proses untuk membantu organisasi dalam mengidentifikasikan apa yang ingin mereka capai. Ireland dan Hoslisson 1997). kemampuan teknik.6402014051 2 .

MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dilakukan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisa kualitas manajemen perusahaan yang dapat meningkatkan kinerja pengaruh perusahaan jasa konstruksi. hal ini dapat dicermati dengan demikian ketatnya kompetisi. Sedangkan untuk perpektif pembelajaran dan pertumbuhan ditandai dengan meningkatnya meningkatkan kapabilitas personil. retensi pelanggan. 1. Perspektif pelanggan ditandai dengan meningkatnya kepuasan pelanggan. pemberdayaan dan keserasian. Dengan melihat kenyataan ini maka dalam menjalankan bisnis jasa konstruksi dalam bidang pelaksanaan (kontraktor) pada perusahaan jasa konstruksi swasta dan BUMN harus mampu menganalisa kualitas manajemen perusahaan agar dapat meningkatkan kinerja perusahaannya. perpektif pelanggan. penghematan biaya dan pemanfaatan aktiva. industri konstruksi merupakan sebuah industri yang tidak sekedar berorientasi pada produk jadi. pertumbuhan produktivitas. sebagaimana pada industri lain. Perspektif keuangan ditandai dengan meningkatnya pendapatan. Bila ditinjau dari berbagai aspek jelas sarat dengan risiko bagi pihak yang terlibat didalamnya. kinerja korporasi dibagi lagi menjadi dua bagian yaitu kinerja keuangan dan kinerja operasional. meningkatkan kapabilitas sistem informasi dan motivasi. perpektif pembelajaran dan pertumbuhan. proses operasi dan pelayanan purna jual. Sehingga masalah manajemen adalah satusatunya faktor terbesar dibalik banyaknya kegagalan perusahaan. tetapi berorientasi pada proses. pangsa pasar dan kemampulabaan pelanggan. perspektif bisnis internal. Perspektif bisnis/intern ditandai dengan meningkatnya inovasi. Kedua. 1. Masalah ini biasanya berhubungan dengan lemahnya manajemen perusahaan.3. Banyak masalah internal dihasilkan sendiri oleh perusahaan dan sebenarnya ada dalam kendali organisasi perusahaan. Sedangkan menurut Kaplan and Norton (1996) bahwa kinerja perusahaan memiliki 4 perspektif yaitu perspektif keuangan. 3 . yaitu pertama.2. POKOK PERMASALAHAN Ada fenomena yang menarik dan unik yang dimiliki industri konstruksi.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi korporasi. akuisisi Pelanggan (sejauh mana perusahaan dapat menarik pelanggan). industri jasa konstruksi adalah sebuah industri yang tergolong berisiko besar akan tetapi banyak peminatnya.

yang dimulai dengan pembahasan industri konstruksi di Indonesia. dimulai dari menjelaskan kerangka pemikiran yang digunakan sebagai dasar untuk melakukan hipotesa. Sedangkan pelaksanaan penelitian pengaruh kualitas manajemen terhadap peningkatan kinerja jasa konstruksi dibahas pada bab 4 yang dimulai dengan dengan penjabaran hasil penyebaran kuesioner. PENDEKATAN PENULISAN Untuk mencapai maksud dan tujuan penelitian. metode pengumpulan data dan metode analisa. 1. bab 3 membahas metodologi penelitian yang digunakan. manajemen perusahaan jasa konstruksi.5. dan kinerja perusahaan jasa konstruksi sebagai alat ukur. kerangka metode penelitian. Gatot Bentoro . Sedangkan kesimpulan dan saran dibahas pada bab 5. diharapkan agar penelitian ini dapat sumbangan pemikiran pada perusahaan-perusahaan jasa memberikan manfaat konstruksi yang bergerak dalam bidang pelaksanaan (kontraktor) swasta dan BUMN agar dapat mengukur kualitas manajemen perusahaan dalam meningkatkan kinerja perusahaannya sehingga mampu bersaing dengan perusahaan asing baik didalam maupun diluar negeri.4. Berdasarkan bab sebelumnya.Bab I Pendahuluan Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan mengukur pengaruh faktorfaktor dari manajemen perusahaan yang dapat berpengaruh dalam peningkatan kinerja perusahaan jasa konstruksi.6402014051 4 . uji model kinerja perusahaan dan simulasi kinerja perusahaan dengan menggunakan metode analisis simulasi monte carlo. pendekatan manajemen strategi pada perusahaan jasa konstruksi. MANFAAT PENELITIAN Sesuai dengan maksud dan tujuan diatas. maka penulisan tesis dimulai dengan menyajikan kajian teori tentang manajemen perusahaan jasa konstruksi (kontraktor) swasta dan BUMN pada bab 2. analisis kinerja perusahaan. 1. hubungan fungsi manajemen dengan manajemen strategi. uraian umum tentang pemilihan metode penelitian.

5. Dalam undang-undang jasa konstruksi dijelaskan tentang pengertian dari ”pekerjaan konstruksi” yaitu keseluruhan atau sebagian rangkaian kegiatan perencanaan dan/atau pelaksanaan beserta pengawasan yang mencakup pekerjaan arsitektur. bahkan unik. 7. 6. serta berbagai tingkatan teknologi Penawaran suatu pekerjaan konstruksi umumnya berdasarkan pengalaman melaksanakan pekerjaan sejenis Pelaksanaan konstruksi mempunyai risiko untung atau rugi dilaksanakan secara tuntas. Produk jual sebelum proses produksi dimulai Produk bersifat ”custom-made” Lokasi produk berpindah-pindah Proses produk berlangsung dialam terbuka Penjualan produk dilakukan dialam terbuka Proses produk melibatkan berbagai jenis peralatan berbagai klasifikasi dan kualifikasi tenaga kerja. pelaksana konstruksi dan juga para pemasok yang bersama-sama memenuhi kebutuhan pelaku dalam industri (Hillebrandt 1985) Dibandingkan dengan industri lain. Jasa konstruksi tidak akan terlepas dari definisi tentang bentuk dan jenis pekerjaan yang terkait dengan jasa konstruksi tersebut. maka bidang konstruksi mempunyai karakteristik yang sangat spesifik. Karakteristik usaha jasa konstruksi terdiri dari (Trisnowardono 2002) : 1. INDUSTRI KONSTRUKSI DI INDONESIA Industri konstruksi adalah industri yang mencakup semua pihak yang terkait dengan proses konstruksi termasuk tenaga profesi. 2.BA B 2 MANAJEMEN PERUSAHAAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI 2. mekanikal. sipil. misalnya industri pabrikan (manufacture). elektrikal dan tata yang sangat divergen yang semua baru dapat diketahui pada saat proyek selesai 5 . 4. 3. 8.1.

memiliki kecepatan. 2. untuk mewujudkan suatu bangunan atau bentuk fisik lain (Suraji 2003). 5. sehingga perusahaan tidak mengalami kesulitan dalam persaingan bebas. Tujuan suatu perusahaan adalah mempertahankan kelangsungan hidup. Bidang perencanaan (design) Bidang pelaksanaan (construction) Bidang pengawasan (supervision/construction management) Bidang pengelolaan lahan (property management) Bidang pengembangan lahan (developer) Jasa konstruksi kontraktor. Dalam mengembangkan strategi untuk manajemen sumberdaya manusia.1. melakukan pertumbuhan. memasarkan. yang mampu menyelenggarakan kegiatannya untuk mewujudkan suatu hasil perencanaan menjadi bentuk bangunan atau bentuk fisik lainnya dan terikat kontrak untuk menyelesaikan kontrak konstruksi (Triwidodo 2003). mendukung Gatot Bentoro . Perusahaan Jasa Konstruksi Menurut dilaksanakan produknya.Bab II Manajemen Perusahaan dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi lingkungan masing-masing beserta kelengkapannya. 3. tertib pembangunannya serta kelestarian lingkungan hidupnya (Trisnowardono 2002). Tiga tujuan tersebut merupakan pedoman arah strategis semua organisasi bisnis. didefinisikan sebagai penyedia jasa orang perseorangan atau badan usaha yang dinyatakan ahli. Selain itu harus mempertimbangkan kualitas kerja. Perusahaan yang kompetitif diindikasikan dengan adanya sumber daya manusia yang mempunyai keterampilan dan kecakapan kerja yang baik dan inovatif. profesional dibidang pelaksanaan jasa konstruksi. Kata jasa konstruksi bermakna sangat luas. Usaha jasa konstruksi adalah usaha dibidang jasa yang berhubungan dengan perencanaan pembangunan dan pemeliharaan bangunan yang dalam pelaksanaan. organisasi perusahaan konstruksi harus menyebutkan beberapa isu (Maloney 1997) seperti : Porter (1980) perusahaan adalah sekumpulan kegiatan dan yang untuk merancang.1. penggunaan atau pemanfaatannya menyangkut kepentingan dan keselamatan masyarakat/pemanfaat bangunan tersebut. serta meningkatkan profitabilitas. sebagai pelaksana konstruksi. pada umumnya bidang-bidang jasa konstruksi meliputi [(Triwidodo 2003)]: 1. 4. 2.6402014051 6 . mengantarkan. Perusahaan yang tidak mampu bertahan hidup tidak akan mampu memberi harapan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. menghasilkan produk yang efisien serta memperhatikan kepuasan pelanggan (Kaplan dan Norton 1996).

Mengatur Strategi Perusahaan Mengatur Sumber Daya Mengatur Sistem Operasional Kekuatan Pasar Ekonomi Global Teknologi Tugas Strategi Perusahaan Kekuatan Budaya Sumber Daya Manusia Manusia Sistem Operasional Kekuatan Ekonomi Sistem Gambar 2. 2. jalur pelaporan. dalam suatu organisasi perlu disusun dan diletakkan dasar-dasar pedoman dan petunjuk kegiatan. pembagian tugas. dan tanggung jawab masing-masing kelompok dan pimpinan (Soeharto 1995). Tiga Faktor Penentu Kesuksesan untuk Mengelola suatu Organisasi (Sumber: Chung 1987) 7 .1. Investasi tersebut akan memberikan keuntungan bagi organisasi melakukan peningkatan kinerjanya (Maloney 1997). 3.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi - Visi-visi strategis Pandangan dari sumber daya manusia Orientasi manajemen versus orientasi pekerja Orientasi jangka pendek versus orientasi jangka panjang Teknologi produksi Perbedaan kemampuan kerja Ketersediaan kemampuan kerja yang terlatih Selain yang tersebut diatas. Tiga faktor penentu kesuksesan untuk mengelola suatu organisasi (Chung 1987) : 1. Suatu organisasi melakukan investasi dalam sumber dayanya dan berupaya untuk mengembangkan sumber daya tersebut sebaik-baiknya.

2.6402014051 . pimpinan perusahaan harus tahu apa yang diinginkan. Industri (pabrik pengilangan minyak bumi. Gedung (bangunan perdagangan.Bab II Manajemen Perusahaan dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 1. pabrik industri dasar/berat. Mengatur Sumber Daya Pemimpin perusahaan dididik dengan motivasi. keagamaan dan rekreasi) Pemukiman (perumahan keluarga. Berdasarkan Keppres 18/2000 perusahaan jasa konstruksi di Indonesia dibedakan menjadi 3 (tiga) golongan. pengendalian banjir dan distribusi air minum. kontrol kualitas dan pelatihan dengan banyak keterampilan. perumahan kota unit ganda. 3. pendidikan.800 buah atau 40 persen dari 97. pemerintahan. Sebagai tambahan perusahaan harus membuat program sumberdaya manusia seperti memperkaya pekerjaan. mengetahui apa yang dilakukan oleh pesaing. yang terdiri dari: kontraktor kecil (K) yang mengani proyek sampai dengan Rp 1 Milyar. sistem penanganan dan pembuangan bahan limbah. dan partisipasi pegawai untuk dapat meningkatkan kualitas kehidupan kerja. 2. Jumlah tersebut diperkirakan meningkat lagi pada tahun 2004 menjadi 50 persen dari jumlah seluruh perusahaan yang ada (Kompas Cyber Media 2003). manajemen yang efektif. apartemen dan kondominium) Rekayasa berat (struktur untuk tenaga listrik. dan memberikan produk lebih baik daripada lainnya. biaya liburan. Mengatur Strategi Perusahaan Dalam mengatur strategi perusahaan. pabrik peleburan logam.000 perusahaan yang ada di Indonesia. pengembangan usaha pertambangan dan fasilitas lainnya yang dibutuhkan oleh pelayanan umum dan industri dasar. Lingkup kerja jasa konstruksi cukup luas. jaringan listrik dan jaringan telekomunikasi) 4. dan kontraktor besar (B) yang menangani proyek diatas Rp 10 Milyar dan mengerjakan proyek-proyek yang kompleks dan besar. kontraktor menengah (M) yang menangani proyek Rp 1 – 10 Milyar. jam kerja yang fleksibel. Jumlah perusahaan jasa yang aktif dalam industri konstruksi pada tahun 2003 mencapai 38. baja dan alumunium. menentukan biaya hidup. 3. Mengatur Sistem Operasional Operasional yang efisien dapat dicapai pada tingkat administratif. kepemimpinan dan komunikasi dehingga mereka dapat lebih efektif dalam berhubungan dengan pegawai. dan secara garis besar meliputi (Barrie and Paulson 1984): 1. 8 Gatot Bentoro .

com downloaded 21 April 2003). terdapat 80. sebagian besar sumber pendanaannya berasal dari rekanan Internasional.9% dari total nilai konstruksi perusahaan anggota AKI berada dipulau Jawa dan bali. berdasar kualifikasi. menunjukkan pada tahun 2001 sekitar 50.197 perusahaan konsultan.8 Milyar dan porsi nasional USD 0.846. Total nilai konstruksi yang diselesaikan pada tahun 1998.com downloaded 15 Februari 2003).Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Dari daftar registrasi perusahaan nasional yang terdaftar di LPJK tahun 20022003. Sedangkan sisanya yaitu Sumatera. Sedangkan rekapitulasi jumlah badan usaha yang telah diregistrasi oleh LPJK tahun 2002. Nilai konstruksi dapat dilihat pada tabel 2. Dari data BPS yang ada. atau sekitar 56. Belum dapat dirinci berapa jumlah perusahaan kontraktor dan konsultan spesialis.1 miliar diantaranya untuk jasa konsultan.lpjk. hanya Maluku dan Papua yang mengalami penurunan nilai pekerjaan. ADB. USD 2.2%.6 milyar atau turun 47.89 % dari jumlah perusahaan kontraktor kelas B yang ada di Indonesia (www. Namun konsentrasi pekerjaan di pulau itu mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. adapun data yang disampaikan oleh ketua Bappenas tahun 1995 (Prabono 1999) yaitu: 1. 384 perusahaan menengah (M) dan 769 perusahaan besar (B). Proyek bantuan luar negeri dari tiga sumber utama : IBRD. 19. 29.1 9 .737 perusahaan kecil (K). terdiri dari 5. Berdasarkan data yang didapat dari LPJK tahun 2002 bahwa jumlah kontraktor kelas B yang ada di DKI Jakarta adalah 458 perusahaan. namun diperkirakan keberadaan perusahaan-perusahaan spesialis masih sangat sedikit. Pada kelompok pulau lainnya. 2. kurang dari 10% dibanding dengan jumlah kontraktor umum (www. OECF (±80% total bantuan) sebesar USD 1. Dari banyaknya proyek yang ada.3 milyar maka pada tahun 1998 menjadi Rp.498 perusahaan kontraktor dan 2. Kalimantan dan Sulawesi mengalami peningkatan nilai.826.2 Miliar. Jika pada tahun 1997 nilai konstruksi mencapai sebesar Rp.841 miliar. mengalami penurunan ketimbang tahun 1997. Biaya konsultan rata-rata sebagai persentase biaya total proyek: Proyek IBRD Proyek ADB : 13% : 9% Proyek OECF : 12% Nilai konstruksi merupakan komponen utama dalam struktur output perusahaan jasa konstruksi. Nusa Tenggara.lpjk. Porsi asing USD 1.

Menjadi perintis kegiatan-kegiatan usaha yang belum dapat dilaksanakan oleh sektor swasta dan koperasi Turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan ekonomi lemah.9 (15.163.2 (7.350.6 (100%) 2001 2. Sumatera 2.6 (5.521.0 (6.1%) 14.0 (9.8 (8. Memberikan sumbangan bagi perkembangan perekonomian nasional pada umumnya dan penerimaan negara pada khususnya Mengejar keuntungan Menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang banyak d.1 (4.2 (7.314.299.2%) 1.9%) 10.402. Kalimantan 5.2%) 19.5%) 412.222.6 (7. bermutu tinggi dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang Gatot Bentoro .1 (16.5%) 1.826.7%) 16.5%) 872.4%) 1.8 (1.080.1 (5.346.1%) 1.3 (100%) 1998 3.1 (2.905.757.3 (11.6 (100%) 1999 2.0%) 3. koperasi dan masyarakat.901.9 (4.3 (61.495.202.6%) 12.8%) 801. adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara dipisahkan. Maluku dan Irian Jaya 1997 2. Jawa dan Bali 3.3 (9.104.4%) 1.1 (52. Sulawesi 6.9%) 29. c.19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) : Pasal 1 ayat (1) : Badan Usaha Milik Negara.3%) 1.2%) 737.808.592.1 (100%) Jumlah Sumber: Biro Pusat Statistik.3%) 8.3 (9.9 (8. e.4 (4.921.4 (2.0%) 22.034. yang selanjutnya disebut BUMN.4%) 836.0 (52.956. Nusa Tenggara 4.706.3 (4.Bab II Manajemen Perusahaan dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Tabel 2.4%) 1.156.3 (50.268.3 (100%) 2000 2.1%) 1.0%) 882.5%) 886.8 (9.1 (16.7%) 7.8%) 1.3%) 20.6402014051 10 .396.1 (15. 2001 Undang-Undang No.4 (13.1 Nilai Konstruksi yang Diselesaikan Perusahaan Jasa Konstruksi (milyar rupiah) Pulau 1.313.9%) 1.964. Pasal 2 ayat (1) : Maksud dan tujuan pendirian BUMN adalah: a.4 (72.6%) 1.5%) 1.846. b.

peningkatan efisiensi dan keuntungan guna menunjang pemulihan ekonomi nasional serta meningkatkan mutu pelayanan yang diberikan BUMN kepada masyarakat. mampu meningkatkan kinerjanya (baik secara operasional dan finansial).000 kontraktor (Buletin Bapekin 2001). Sedangkan jumlah paket proyek dalam tahun anggaran 2001 di Depkimpraswil sebanyak 4. tertib pembangunannya serta kelestarian lingkungan hidupnya.192 paket. Meningkatkan daya saing BUMN sehingga mampu bersaing di pasar global.com Selasa 16 Juli 2002) : Meningkatkan pertumbuhan kinerja BUMN. 11 . Dengan perincian Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) mempunyai anggota 80.000.1. dikelola secara profesional. Meningkatnya kegiatan pembangunan proyek-proyek pemerintah maupun swasta telah menarik banyak pendatang baru yang potensial. Namun demikian sampai saat ini perusahaan jasa konstruksi milik negara BUMN masih memegang peranan dalam penguasaan pangsa pasar konstruksi nasional (Sutjipto 1991). penggunaan atau pemanfaatannya menyangkut kepentingan dan keselamatan masyarakat/pemanfaat bangunan tersebut. Sedangkan kontraktor yang kolaborasi masuk menjadi anggota Assosiasi Kontraktok Indonesia (AKI) ± 108 kontraktor (data anggota AKI 2003). Organisasi perusahaan adalah suatu proses identifikasi. Peranan dan Kondisi Perusahaan Jasa Konstruksi di Indonesia Peranan industri jasa konstruksi dalam Produk Domestik Bruto (PDB) makin tahun makin meningkat. usahanya dibidang jasa yang berhubungan dengan perencanaan pembangunan dan pemeliharaan bangunan yang dalam pelaksanaan. Sedangkan Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional Indonesia (GAPEKNAS) memiliki anggota sebanyak 20. diseluruh Indonesia tercatat ± 100. dan mendefinisikan menetapkan dan mendelegasikan wewenang maupun untuk hubungan-hubungan dengan maksud memungkinkan orang-orang bekerja sama secara efektif dalam menuju tujuan yang ditetapkan (Allen 1998).bumn-ri.000 kontraktor. mampu bersaing secara global. Peluang tersebut telah berhasil mendorong kontraktor nasional untuk tumbuh berkembang dan sebagian telah berhasil menjadi perusahaan konstruksi yang besar. Sehingga perusahaan jasa konstruksi BUMN adalah perusahaan yang seluruh atau sebagian modalnya dimiliki oleh negara. Sebagian misi dari BUMN adalah (www.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Visi BUMN adalah menjadikan BUMN sebagai salah satu pelaku perekonomian yang tangguh. Seluruh proyek konstruksi yang ada di Indonesia tahun 2001 mencapai jumlah ± 17. pembentukan dan pengelompokan tanggung jawab kerja. dari besar sampai kecil.2.000 paket proyek. Jika kita melihat data dari jumlah anggota gabungan kontraktor yang menangani pekerjaan tadi. 2.

Cina dan Korea.Bab II Manajemen Perusahaan dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Sementara itu. serta minimnya pengalaman terjun ke luar negeri.6402014051 . antara lain dalam hal manajemen organisasi. sehingga boleh dibilang ”lapangan” di mancanegara itu masih asing bagi kontraktor nasional. Kedatangan kontraktor asing telah memaksa kontraktor dalam negeri untuk meningkatkan kemampuannya dalam persaingan dan belajar alih teknologi untuk dapat menghasilkan produk jasa sesuai dengan persyaratan internasional (Sutjipto 1991). telah menyebabkan hampir semua proyek-proyek besar milik pemerintah maupun swasta dibiayai oleh dana pinjaman luar negeri. Malaysia. dalam beberapa hal masih belum dipenuhi. 5. Untuk mencapai industri jasa konstruksi yang kuat. 3. akibat keterbatasan kemampuan pemerintah maupun swasta untuk membiayai pembangunan proyek-proyeknya dengan anggaran dalam negeri. Selain itu ada beberapa yang menjadi kelemahan kontraktor nasional. Dengan menggunakan alasan bahwa kontraktor nasional belum berpengalaman dan berkemampuan dalam teknologinya. kondisi yang diperlukan untuk pertumbuhan yang baik. misalnya 12 Gatot Bentoro . 4. Saat ini kontraktor nasional masih sangat kesulitan dalam bersaing dengan kontraktor asing yang mampu memperoleh finansial dengan bunga rendah dinegaranya. Pemberian fasilitas khususnya bagi kontraktor yang berupaya mendapatkan tender diluar negeri sudah banyak dilakukan di negara-negara lain seperti Singapura. fasilitas jaminan bank-nya saja masih sering ditolak oleh pemilik proyek diluar negeri. Kondisi-kondisi yang diperlukan bagi tumbuhnya industri jasa konstruksi yang tangguh adalah (Kadin 2002) : 1. Akibatnya secara langsung kontraktor-kontraktor asing masuk bersama dengan datangnya pinjaman luar negeri tersebut (Sutjipto 1991). Fasilitas tersebut lantaran kontraktor di Korea atau Jepang digandeng investor swasta maupun pemerintah dari negaranya sendiri (Konstruksi 2002). investor asing cenderung membawa kontraktor dari negaranya. Tersedianya tenaga manajemen maupun tenaga ahli yang profesional dalam jumlah yang cukup Bahan baku/material yang distandardisasi secara nasional dan diproduksi sesuai dengan kebutuhan Peralatan konstruksi harus diperoleh dengan mudah dan kompetitif Sistem informasi industri jasa konstruksi yang tepat dan terbuka mulai dari konsepsi proyek sampai saat-saat pelelangan Pengenalan terhadap metode-metode konstruksi yang mutakhir dan efisien sehingga dapat unggul dalam pelelangan internasional. Sementara kontraktor Indonesia. Namun kelemahan ini bisa diatasi dengan beberapa kiat. dengan harapan usaha jasa konstruksinya dapat menghasilkan devisa bagi negara. 2.

13 .Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi dengan menjalin kerjasama kemitraan dan dengan perusahaan usaha. serta kontraktor terus asing. Upaya perusahaan jasa konstruksi Indonesia dalam menghadapi era globalisasi saat ini apat dilihat pada gambar 2. memperbaiki profesionalisme manajemen menerus mempelajari karakteristik bisnis di berbagai negara (Suara Kontraktor 2000).2.

Bab II Manajemen Perusahaan dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 1. Pelonggaran paket sesuai dengan tingkat kemampuan pengusaha nasional 2. Pengusaha nasional mampu bersaing di pasar dalam negeri 2010 1. Peningkatan semangat “Cinta Produksi Nasional”. ERA GLOBALISASI 2003 1. Tingkat professionalisme belum mantap Bangsa yang mandiri serta mampu bersaing dalam era perdagangan bebas dan investasi CATATAN : Didukung oleh : 1. Usaha nasional mampu berpartisipasi dalam investasi bidang infrastruktur 3. Menjalin kerjasama dengan pengusaha asing 5.2. Keterbatasan kemampuan investor nasional 2. Jasa. Pengusaha nasional semakin mampu bersaing didalam negeri dan mampu melakukan 2020 Paket pekerjaan konstruksi dan nilai investasi disusun sepenuhnya berdasarkan tuntutan pasar dan kepentingan investasi 1. Jasa Konstruksi Nasional yang professional didukung oleh struktur usaha yang kokoh penetrasi ke pasar luar negeri 1. Tuntutan Liberalisasi UPAYA-UPAYA KONDISI DEWASA INI UPAYA DASAR 1. Teknologi dan Modal Asing yang perlu dihadirkan atau yang akan beroperasi di Indonesia dalam pengembangan usaha 2. Upaya Jasa Konstruksi Indonesia dalam Menghadapi Globalisasi (Sumber: Buletin Bapekin 2003) Gatot Bentoro . Ketersediaan infrastruktur yang lengkap untuk mendukung produktifitas dan distribusi barang dan jasa 2. Infrastruktur a. Tersedianya kesempatan bagi pengusaha nasional 2. Tuntutan Reformasi 2.6402014051 14 . Jasa Konstruksi a. Pemaketan sesuai dengan tingkat kemampuan pengusaha nasional 2. terbatas dan substandard b. Struktur usaha lemah b. Peningkatan kemampuan pengusaha nasional 4. Kewenangan Pemerintah untuk melakukan pengaturan dan pembinaan Gambar 2. Pelonggaran dilaksanakan sesuai tingkat kemampuan usaha nasional 3.

yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia serta sumber-sumber yang lain. mengorganisasikan. Penerapan manajemen terhadap jasa konstruksi dikaitkan dengan satu tujuan yakni meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan jasa konstruksi nasional. 1. Sumber daya manusia dan sumber daya yang lain yang diperlukan tersebut adalah unsur-unsur manajemen yang dikenal dengan 6 M. 6. menggerakkan. 4. mengawasi dan memotivasi. Sumber daya manusia didalam organisasi harus dikelola dengan baik. MANAJEMEN PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI Manajemen adalah proses merencanakan. mengorganisasikan. 3. memimpin. 5. Sedangkan menurut Terry (1986) manajemen merupakan sebuah proses yang khas. Manusia (Men) Bahan (Materials) Mesin/peralatan (Machines) Metode/cara kerja (Methods) Uang (Money) Pasar (Markets) Manusia (Men) Manusia merupakan elemen yang paling dinamis dan kompleks. mengendalikan usaha-usaha anggota organisasi dan proses penggunaan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi yang ditetapkan (Stoner and Wankel 1986).2. yaitu (Terry 1986) : 1. 2. Kompleksitas dan kedinamisan itu dapat dilihat dari usahanya untuk menanggapi lingkungannya dan mempertahankan eksistensinya dari waktu kewaktu. Pengelolaan sumber daya manusia dalam organisasi terdiri dari (Flippo 1984): Pengadaan personil Pengembangan personil melalui pelatihan dan pendidikan Pemberian imbalan Integrasi personil kedalam organisasi 15 . sedangkan manajemen adalah process oriented (Genaga July/August 1997). yang terdiri dari tindakan-tindakan merencanakan. Dari pengertian manajemen diatas telah dikemukakan bahwa manajemen adalah suatu proses untuk memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya dalam mencapai tujuan tertentu.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 2. Leadership adalah people oriented. Manajemen terhadap badan usaha jasa konstruksi bertujuan untuk menjamin tercapainya laba usaha dan tertib penyelenggaraan pekerjaan konstruksi tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat dan negara.

tetapi bisa juga berarti informasi yang diolah misalkan dalam manajemen perkantoran (Stoner dan Wankel 1986). menyetujui sesuatu yang ditawarkan. Mesin/Peralatan (Mechines) Untuk bisa memaksimumkan tingkat penggunaan mesin atau peralatan. memelihara. pencatatan penyaluran biaya peralatan. penyerahan requisition kepada pihak yang melakukan pembelian (purchasing). 2. negosiasi. waktu penyiapan peralatan. agar sesuai dengan kondisi pekerjaan dan total biaya peralatan yang rendah. serta menangani kelebihan material”. meminta penawaran (bid). operasional. menerima kedatangan material. penggantian komponen peralatan serta administrasi peralatan. waktu pemeriksaan peralatan. memperlancar (expediting) kedatangan gambar-gambar dan data material yang dibeli dari pemasok (supplier). Bahan (Materials) Bahan (Materials) tidak harus diartikan sebagai logam seperti dalam industri manufaktur logam.6402014051 16 . mengevaluasi penawaran. mengatur. perlu dipahami beberapa elemen waktu dalam proses operasi. Manajemen material konstruksi adalah sistem manajemen yang terintegrasi antara perencanaan.Bab II Manajemen Perusahaan dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi - Pemeliharaan terhadap personil yang ada Pemberhentian personil Sumber daya manusia yang unggul dalam persaingan global adalah sumber daya manusia yang memiliki keterampilan dan keahlian dalam teknologi maju dalam globalisasi serta memiliki moral yang baik (Supriyono 1999). pengendalian dan usaha-usaha untuk mencapai fungsi-fungsi antara lain (Stukhart 1995) : ”material takeoff. pemeliharaan peralatan dan perbaikan peralatan. Gatot Bentoro . kepemilikan peralatan. Menurut (O'Brien 1991) manajemen peralatan dimulai dengan merencanakan. mendistribusikan kepada pekerja lapangan. 3. menginspeksi. Untuk mengkaji tingkat penggunaan mesin atau peralatan. menjamin kesesuaian material terhadap spesifikasi. perlu dilakukan pengaturan kerja sedemikian rupa pada mesin atau peralatan tersebut sehingga efektifitas dan efisiensi kerjanya dapat tercapai. memperlancar jadwal pengiriman. dan waktu operator. persiapan requisition (daftar permintaan). diantaranya (Radke 1972): waktu peralatan berproduksi. mengelola dan mengendalikan dalam pemilihan peralatan. memilih transportasi yang tepat dan ekonomis ke lokasi proyek. menyimpan. menilai dan memilih pemasok (bidders). membuat kontrak pembelian.

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 4. Uang (Money) Dalam perencanaan perusahaan. Sumber dana internal berasal dari keuntungan yang diperoleh perusahaan. maka perusahaan bisa memperoleh uang tunai lebih awal atau jika perusahaan bisa mempercepat proses penjualannya. maka bisa juga mempercepat perolehan uang tunai. yang dalam terminologi manajemen keuangan biasanya tergolong jatuh tempo kurang dari satu tahun. Peran fungsi keuangan di perusahaan pada dasarnya adalah menjaga keseimbangan antara sumber dan penggunaan dana tersebut. Cara kerja juga dapat membantu dalam menentukan urutan pekerjaan menyusun jadwal sehingga dapat menentukan penyelesaian suatu pekerjaan. perusahaan mengeluarkan dana untuk membeli mesin. Tujuan perusahaan adalah mencari keuntungan dan untuk itu perusahaan harus mengeluarkan biaya-biaya investasi maupun operasional. Sumber dana jangka panjang yang jatuh tempo lebih dari satu tahun adalah pinjaman jangka panjang dan penerbitan obligasi. antara lain (Trisnowardono 2002) : Jadwal Pelaksanaan Jadwal Tenaga Kerja Jadwal Bahan Jadwal Alat dan Jadwal Penggunaannya Arus Kas Kurva-S 5. Sumber dana eksternal bisa berasal dari kredit dagang (pembelian bahan baku dari pemasok yang dibayar kemudian). khususnya aspek keuangan. Pendapatan yang diterima perusahaan berasal dari penjualan produk atau jasa. Keduanya tergolong pembiayaan 17 . anjak piutang atau penerbitan surat hutang. Kedua sumber dana ini tergolong sumber dana jangka pendek. Peran metode konstruksi akan mempengaruhi perencanaan suatu konstruksi. Peranan metode konstruksi adalah untuk menyusun cara-cara kerja dalam melaksanakan suatu pekerjaan dan suatu cara untuk memenuhi menentukan sarana-sarana pekerjaan yang akan mendukung terlaksananya suatu pekerjaan. Metode /cara kerja (Methods) Jasa perusahaan konstruksi atau kontraktor merupakan jasa diperoleh dari pelaksanaan pembangunan konstruksi. disinilah letaknya peran fungsi uang yang dianggap sebagai urat nadi perusahaan. Penjualan barang atau jasa itu ada yang tunai dan yang dijual secara kredit. Dalam kegiatan usahanya. pinjaman. Dengan cara mempercepat penagihan piutang. bahan baku dan biaya operasional lain untuk menghasilkan barang atau jasa yang akan dijual.

penetapan tujuan/sasaran merupakan tindakan manajemen yang pertama. Gatot Bentoro . pengorganisasian dan (organizing). dan mau menyediakan sumber daya tersebut untuk memperoleh apa yang mereka inginkan. Karena itu besar kecilnya suatu pasar tergantung pada jumlah orang yang menunjukkan kebutuhan. penggerakan dengan (actuating). Pemasaran berarti bekerja dengan pasar untuk mewujudkan pertukaran yang potensial dengan maksud memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia Konsep pemasaran adalah bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran dan penyerahan produk yang memuaskan secara lebih efektif dan lebih efisien dibanding para pesaing (Kotler 1984). Dengan pengertian sumber dana jangka pendek dan jangka panjang. Dengan demikian proses manajemen yang baik harus bisa memanfaatkan keterbatasan tersebut untuk pencapaian tujuan yang telah ditetapkan (Basyah Siregar and Samadhi 1987).Bab II Manajemen Perusahaan dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi hutang (debt financing) dan jenis lainnya adalah pembiayaan modal atau modal sendiri (equity financing). karena penggunaannyapun dapat tergolong menjadi penggunaan jangka pendek dan jangka panjang. manajemen mengenal suatu urutan pelaksanaan yang logis. yang menggambarkan bahwa ada tindakan-tindakan manajemen semata-mata diarahkan pada pencapaian sasaran yang telah ditetapkan. Ada keterbatasan yang mengakibatkan pemanfaatannya harus dilakukan sehemat mungkin. pemotivasian (motivating) pengendalian (controlling) pemanfaatan sumber daya yang tersedia secara efisien dan efektif. kemudian diikuti tindakan perencanaan (planning). Oleh karena itu. Kekeliruan dalam penggunaan dana bisa berakibatkan kepada krisis atau kesulitan keuangan (Weston and Copeland 1991). baik saham biasa maupun saham preferensi. 6. mempunyai sumber daya yang menarik bagi orang lain. fungsi keuangan dalam perusahaan harus merencanakan penggunaannya dengan tepat. Tindakan-tindakan ini pada dasarnya merupakan fungsi-fungsi dari manajemen (Terry 1986). yaitu dengan cara menerbitkan saham.6402014051 18 . Sebagai suatu proses. Berkenaan dengan unsur-unsur atau sumber daya tersebut harus diingat bahwa semua itu tidak tersedia secara berlimpah. Pasar (Market) Pasar terdiri dari customer potensial dengan kebutuhan atau keinginan tertentu yang mungkin mau dan mampu untuk ambil bagian dalam transaksi guna memuaskan kebutuhan atau keinginan tersebut.

Dapat memberikan sebuah dasar atau landasan untuk pengawasan Perencanaan mendorong orang memberikan prestasi sebaik mungkin Perencanaan memaksa orang untuk memandang perusahaan secara menyeluruh Perencanaan memperbesar dan mengimbangkan pemanfaatan fasilitasfasilitas. Perencana yang efektif membutuhkan keahlian khusus yang lebih dari hanya sekedar membuat dokumen jadwal dan biaya. yang dikenal dengan proses manajemen (Stoner & Wankel 1986). Dimana tujuan yang akan dicapai dimasa yang akan datang tersebut adalah suatu keadaan yang lebih baik daripada keadaan yang sebelumnya. Kemampuan merencanakan sangat penting bagi kesuksesan manajemen. • • • Menetapkan tujuan dan sasaran usaha Menyusun rencana induk jangka panjang dan jangka pendek Menyumbang strategi dan prosedur operasi Manfaat yang didapat dari perencanaan (Terry 1986): • • • • • • • Timbulnya aktivitas-aktivitas teratur yang ditujukan kearah pencapaian sasaran Perencanaan menunjukan perlu tidaknya perubahan pada masa yang akan datang Perencanaan menjawab pertanyaan-pertanyaan : apabila”. Dalam rangka pencapaian tujuan-tujuan inilah diperlukan serangkaian kegiatan.1.2. Perencanaan (Planning) Berupa tindakan pengambilan keputusan yang mengandung data/informasi. Proses Manajemen Setiap organisasi dapat dipastikan memiliki satu atau beberapa tujuan yang memberikan arah dan menyatukan pandangan unsur yang terdapat didalam organisasi tersebut.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 2. Bentuk tindakan tersebut antara (Robbins 1998). Kemampuan yang diperlukan bagi seorang pimpinan adalah kemampuan komunikasi dan pengelolaan informasi untuk menentukan kebutuhan sumber daya dan dukungan administratif yang diperlukan (Kerzner 1998). ”Apakah yang terjadi 19 . asumsi maupun fakta kegiatan yang akan dipilih dan akan dilakukan pada masa mendatang. 1.

urutan.6402014051 . Tindakan-tindakannya berupa (Robbins 1989): • • • • Menetapkan daftar penugasan Menyusun lingkup kegiatan Menyusun struktur kegiatan Menyusun daftar personil organisasi berikut lingkup tugasnya Manfaat yang didapat dari fungsi organisasi adalah merupakan pedoman pelaksanaan fungsi. saling berhubungan satu sama lain dengan tata cara tertentu dan berinteraksi dengan lingkungannya dalam rangka mendukung tercapainya tujuan. Keterkaitan dengan alokasi sumber dan anggaran Untuk pencapaian sasaran dalam rencana strategis yang lebih menunjukkan kinerja pencapaian target jangka panjang perlu diperhatikan pengalokasian sumber daya yang digunakan dan penetapan target anggaran yang jelas. yang mempunyai pekerjaan masing-masing. Pengorganisasian (Organizing) Berupa tindakan-tindakan yang dapat mempersatukan kumpulan kegiatankegiatan manusia. kemudian dilakukan identifikasi terhadap sasaran-sasaran strategis terdahulu yang cukup relevan mendukung sasaran strategis dimasa yang akan datang. dimana pembagian tugas serta hubungan tanggung jawab serta delegasi wewenang terlihat jelas. 2. serta fasilitas yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu aktivitas (Goodwin July 1993). Manfaat dari komunikasi yang terbuka antar personil dalam tim kerja adalah tidak hanya menunjang 20 Gatot Bentoro .Bab II Manajemen Perusahaan dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Perencanaan membutuhkan pemahaman yang komprehensif mengenai semua kegiatan. Menurut Kaplan dan Norton (1996) penerapan perencanaan strategik jangka panjang yang terintegrasi membutuhkan adanya empat tahapan yang meliputi: • Penetapan target sasaran Menentukan sasaran yang jelas dengan perencanaan target yang relevan terhadap pencapaian visi dan sasaran rencana strategis yang diimbangi dengan pengembangan pengetahuan personil • Identifikasi dan penjabaran sasaran strategis Melalui penetapan target yang ingin dicapai. • Identifikasi sasaran kritis antar unit kerja Sebagai langkah • penting pada proses perencanaan satuan kerja adalah identifikasi terhadap perencanaan dari unit kerja lain. durasi dan sumber daya. Komunikasi dibutuhkan untuk menunjang teamwork.

3. 21 . Keuntungan bekerja dalam temwork adalah setiap personil dalam tim melihat permasalahan dari sudut pandang lain sehingga memberikan masukan dan mengambil solusi yang tepat (Smith 1992). Penggerakan (Actuating) Berupa tindakan untuk menyelaraskan seluruh anggota organisasi dalam kegiatan pelaksanaan. besarnya kepercayaan yang diberikan oleh perusahaan dan dukungan perusahaan melalui peningkatan sarana dan fasilitas kerja. Pemotivasian (Motivating) Berupa tindakan yang dapat merangsang anggota tim untuk melakuakan pekerjaan sesuai dengan yang telah direncanakan dengan sebaik mungkin. Melalui motivasi dan pemberdayaan karyawan dapat terjalin kesesuaian antara tujuan dari masing-masing karyawan dengan tujuan perusahaan (Tangkilisan 2003). Manfaat dari fungsi memotivasi adalah dapat menjaga suasana yang kondusif dalam lingkungan pekerjaan. 4. wewenang dan tanggung jawab Memberikan pengarahan penugasan. hak dan kewajiban masing-masing bagian dalam organisasi. Membangun motivasi individu dalam perusahaan pada hakekatnya didasarkan pada tiga hal utama yang meliputi bentuk pengakuan. walaupun pekerjaan tersebut penuh tantangan.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi kesuksesan perusahaan tetapi juga membuat seseorang bekerja secara efisien. penghargaan dan terhadap prestasi kerja. setiap orang atau kelompok dapat tetap fokus pada pekerjannya. dan mendorong tercapainya efisiensi serta kebersamaan dalam bekerjasama untuk tujuan bersama. Tindakan tersebut antara lain (Terry 1986): • • • Mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan Mendistribusikan tugas. serta agar seluruh organisasi dapat bekerja sama dalam pencapaian tujuan bersama. Seseorang yang memiliki kemampuan bekerjasama dalam teamwork telah mengambil langkah lebih dekat kearah profesionalisme. Manfaat dari fungsi pelaksanaan ini adalah terciptanya keseimbangan tugas. antara lain (Terry 1986): • • • Mengetahui kebutuhan-kebutuhan dari personil Mengetahui tujuan-tujuan dan persepsi-persepsi orang atau kelompok yang bersangkutan Bagaimana caranya agar kebutuhan-kebutuhan serta tujuan-tujuan tersebut dapat direalisasikan.

6402014051 22 . Pengendalian menurut Mokler (1972) merupakan usaha yang sistematis untuk menentukan standar yang sesuai dengan sarana perencanaan.Bab II Manajemen Perusahaan dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 5. Untuk mencapai tujuan manajemen. biaya maupun waktu. Tujuan pokok dari manajemen adalah mengelola fungsi-fungsi manajemen sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil optimum sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. membandingkan pelaksanaan dengan standar. maka perlu diusahakan pengawasan terhadap mutu. Perencanaan pekerjaan dengan perhitungan kinerja Memonitoring dan membuat hasil laporan Membandingkan hasil perencanaan dan memprediksi hasil kedepan Merencanakan dan mengambil langkah tindakan efektif/koreksi sesuai dengan perencanaan. b. Dengan demikian semua anggota Gatot Bentoro .2. kemudian mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan agar sumber daya digunakan secara efektif dan efisien dalam rangka mencapai sasaran. Tindakan tersebut antara lain (Robbins1989): Mengukur kualitas hasil Membandingkan hasil terhadap standar kualitas Mengevaluasi penyimpangan Memberikan saran-saran perbaikan Menyusun laporan kegiatan Manfaat dari fungsi pengendalian adalah memperkecil kemungkinan kesalahan yang terjadi dari segi kualitas. merancang sistem informasi.2. d. yaitu setiap anggota dari perusahaan memiliki pemahaman yang jelas terhadap tujuan dari kebersamaan mereka. ada empat pengendalian yaitu : a. serta penggunaan sumber daya yang seefisien dan seefektif mungkin. Sistem pengendalian bertindak sebagai sistem peringatan awal untuk mendiagnosa permasalahan langkah utama ketika tindakan proses pengendalian masih efektif dalam mencapai diagnosa (Barrie 1992). Menurut Turner (1993). Manajemen Perusahaan Prinsip dasar bagi suksesnya sebuah perusahaan adalah dengan manajemen berdasarkan tujuan. menganalisa kemungkinan adanya penyimpangan antara pelaksanaan dan standar. kuantitas. Pengendalian (Controlling) Berupa tindakan pengukuran kualitas penampilan dan penganalisaan serta pengevaluasian penampilan yang diikuti dengan tindakan perbaikan yang harus diambil • • • • • terhadap penyimpangan yang terjadi. waktu dan biaya (Terry 1986). penting dalam 2. c.

Keadilan (Fairness) Transparansi (Transparancy) Dapat Dipertanggung Jawabkan (Accountability) Pertanggungjawaban (Responsibility) Keadilan (Fairness) • Perlindungan bagi seluruh hak para pemegang saham : Mengamankan metode pendaftaran kepemilikan Pengalihan saham Memperolah informasi mengenai perusahaan secara tepat waktu dan teratur Partisipasi dan pemberian suara dalam rapat pemegang saham Memilih anggota direksi dan komisaris Pembagian laba perusahaan 23 . Para manajer (top manajemen) yang memberikan kontribusi keahlian. 3. 2. Ada empat prinsip dasar bagi pengelolaan Perusahaan yang baik (Witherell 2000): 1. Ada dua kriteria penting dalam menetapkan suatu tujuan. Dengan terbentuknya suatu perusahaan. para investor (shareholder) yang memberi kontribusi berupa modal. Tujuan bersamanya itu adalah perusahaan dapat terus bertahan. Sehingga manajemen perusahaan adalah proses memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan bersama. 1999) : Harus dapat dicapai Cara terbaik dalam menetapkan tujuan yang akan dicapai adalah dengan melibatkan orang-orang yang berkualitas didalam struktur perusahaan. yaitu (Young. Duffield et al. Menurut Hunger dan Wheelen (2000) perusahaan adalah mekanisme yang dibangun agar berbagai pihak dapat memberikan kontribusi berupa modal.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi organisasi menentukan pentingnya tugas-tugas mereka dalam berkontribusi kepada tujuan secara keseluruhan. demi manfaat bersama. Dan para karyawan yang memberi kontribusi tenaga. Djemat et al 2003). 4. keahlian (expertise) dan tenaga. 1. Harus dapat diukur Tujuan harus sedemikian rupa sehingga orang-orang didalam perusahaaan dapat mengukur kemajuan mereka dalam mencapai tujuan tersebut secara perorangan. mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dan dapat mensejahterakan karyawan (Tjager. kelompok maupun secara keseluruhan.

6402014051 24 . relevan dan tepat waktu Gatot Bentoro .Bab II Manajemen Perusahaan dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Perlakuan yang sama bagi para pemegang saham : Para pemegang saham untuk kelas yang sama harus diperlakukan sama Informasi orang dalam (insider trading) dan penjualan internal yang disalahgunakan harus dilarang Anggota direksi dan komisaris serta para manajer diharuskan untuk mengungkapkan kepentingannya yang bersifat substansial dalam transaksi atau hal-hal yang berhubungan dengan perusahaan 2. Perolehan operasional dan keuangan Maksud dan tujuan perusahaan Kepemilikan saham mayoritas dan hak suara Para anggota direksi dan komisaris dan karyawan penting lainnya serta imbalan yang diberikan kepada mereka Faktor resiko yang penting yang dapat diperkirakan Hal-hal penting mengenai karyawan dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya Struktur dan kebijakan pengelolaan Informasi harus dipersiapkan. Keterbukaan (Transparancy) • Pengungkapan informasi yang bersifat penting : • • 3. tepat waktu dan efisien Pertanggungjawaban Direksi/Komisaris (Accountability) • • Angota dewan direksi/komisaris harus bertindak untuk kepentingan perusahaan dan para pemegang saham Pemenuhan fungsi-fungsi penting. termasuk : • • Mengamankan strategi perusahaan Pengawasan atas karyawan penting Terjaminnya (transparan) Pemantauan kemungkinan adanya konflik kepengingan Pengawasan atas proses pengungkapan dan komunikasi proses pencalonan anggota direksi yang terbuka Penilaian yang bersifat independen atau terlepas dari manajemen Adanya akses terhadap informasi yang akurat. diaudit dan diungkapkan sejalan dengan pembukuan yang berkualitas. Penyebaran informasi harus bersifat adil.

2. Para pakar kualitas telah mencoba mendefinisikan arti dari kualitas. • K.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 4. Peningkatan Pasar Penghematan Biaya 25 . Pendekatan Juran adalah orientasi pada pemenuhan harapan customer. yaitu : 1. Perusahaan jasa konstruksi yang selalu memperhatian peningkatan mutu akan mendatangkan manfaat atau keuntungan bagi perusahaan. rangkaian kegiatan pelaksanaan. kualitas selalu menjadi sifat dan melekat pada produk. • Joseph M. Manfaat Kualitas bagi Perusahaan Jasa Konstruksi Kualitas atau mutu adalah suatu citra yang sangat didambakan oleh setiap perusahaaan jasa konstruksi (kontraktor). baik barang maupun jasa serta rangkaian kerja. baik dalam hal jasa pelayanan maupun jasa produksi (Triwidodo 1997). atau sistem kerja (Triwidodo 1997).3. Edwards Deming Kualitas berarti pemecahan masalah untuk mencapai penyempurnaan secara terus menerus. Pertanggungjawaban (Responsibility) • • • • Menjamin dihormatinya segala hak pihak-pihak yang berkepentingan Para pihak yang berkepentinga harus mempunyai kesempatan untuk mendapatkan ganti rugi yang efektif atas pelanggaran hak-hak mereka Dibukanya mekanisme pengembangan prestasi bagi keikutsertaan pihak yang berkepentingan Dimana diperlukan.2. • W. definisi-definisi tersebut antara lain (Kaizen 1994): • Phillip B. Sekurang-kurangnya ada dua keuntungan yang akan didapat. Juran Kualitas berarti kesesuaian dengan penggunaan. Crosby Kualitas berarti kesesuaian terhadap persyaratan. Jadi kualitas menjadi sifat dari suatu produk. Dengan demikian. Secara umum. para pihak yang berkepentingan harus mempunyai akses terhadap informasi yang relevan 2. Ishikawa Kualitas berarti kepuasan customer.

reputasi dan reliability. Peningkatan pasar Pertama-tama akan terjadi peningkatan kinerja. Hal-hal tersebut dapat dilihat pada gambar 2. sehingga permintaan produk semakin besar dan perusahaan dapat meningkatkan harga. Keuntungan Peningkatan Kualitas Ditinjau dari Segi Biaya (Sumber: Kaizen 1994) Gatot Bentoro . kemudian akan terjadi peningkatan pangsa pasar. Meningkatnya Produktivitas Peningkatan Kinerja Peningkatan keuntungan Turun/Hilangnya biaya garansi Gambar 2. Peningkatan pangsa pasar dapat diikuti peningkatan volume produksi dan peningkatan efisiensi produksi.3. Keuntungan Peningkatan Kualitas Ditinjau dari Pasar (Sumber: Kaizen 1994) 2.6402014051 26 . Peningkatan kinerja dan reliabilitas Peningkatan reputasi Peningkatan pangsa pasar Peningkatan volume dan efisiensi produk Peningkatan harga Peningkatan keuntungan Gambar 2.4. kemudian akan meningkatkan produktivitas. Penghematan Biaya Pertama-tama juga akan terjadi peningkatan kinerja. Peningkatan harga akan menyebabkan peningkatan keuntungan.3. turunnya bahkan dapat menghilangnya biaya garansi. Dan itu semua pada akhirnya akan dapat meningkatkan keuntungan. yang pada akhirnya terjadi peningkatan keuntungan. Selain itu peningkatan pangsa pasar dapat langsung mengakibatkan peningkatan keuntungan.Bab II Manajemen Perusahaan dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 1.

sehingga dapat meningkatkan kinerja dan keunggulan kompetitif organisasi dan pada akhirnya organisasi mampu menghadapi persaingan global (Bounds et al 1994). sistem mutu Juran dan sistem mutu Crosby. 27 .4. 2. kualitas menuntut adanya komitmen dari seluruh anggota Pencapaian organisasi. Pernyataan misi akan memperjelas obyektifitas mereka sendiri dan meningkatkan kesepakatan tanggung jawab mereka untuk mencapai tujuan tersebut (Drucker 1968). ISO 9000 (Supriyono 1999) adalah standar sistem mutu yang diterapkan pada proses yang diciptakannya. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Oganisasi Perusahaan Jasa Konstruksi Misi suatu organisasi mungkin dapat digambarkan sebagai pernyataan umum yang merumuskan tujuan inti atau falsafah dasar organisasi.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Sedangkan mutu menurut ISO 9000 adalah derajat/tingkat yang melekat pada produk yang mencukupi persyaratan/keinginan (Suardi 2003). sistem mutu Deming. struktur organisasi dan semua aktivitas yang didokumentasikan dan diimplementasikan untuk mengendalikan kesesuaian produk atau jasa terhadap persyaratan–persyaratan khusus dan untuk menyediakan bukti mengenai kesesuaian tersebut. Keuntungan utama menyatakan misi adalah membantu memberikan pengertian yang jelas untuk apa sebenarnya organisasi itu ada kepada para pegawai. Menurut (Campbell and Tawadey 1992) misi adalah sebuah pernyataan. Namun ISO 9000 lebih banyak diakui dunia dan bersifat global (LIPBI 2003). Sistem mutu adalah sistem yang komprehensif yang mencakup semua rencana. ISO 9000 bukanlah satu-satunya standar sistem mutu yang harus dipenuhi dalam rangka persaingan global. Perusahaan global yang tidak menerapkan ISO 9000 dapat kehilangan bisnisnya.2. Selain ISO 9000. karena (LIPBI 2003) : • • • • Registrasi ISO 9000 merupakan keharusan untuk dapat memasuki pasar yang semakin luas Para konsumen besar banyak yang mensyaratkan ISO 9000 bagi para pemasok Para pesaing banyak yang mengadopsi ISO 9000 Menurunkan keunggulan daya saing perusahaan. terdapat standar sistem mutu lainnya misalnya sistem mutu Baladrge . yang menjawab pertanyaan ”mengapa organisasi ini ada?”.

4. Struktur Organisasi Menjelaskan bagaimana kewajiban. yaitu antara lain : 1. Gatot Bentoro . Tujuan diperlukan dalam setiap kawasan apabila hasilnya secara langsung dan vital mempengaruhi kelangsungan hidup dan kesejahteraan bisnis (Drucker 1968). setelah misi dan strategi yang jelas telah ada. Struktur Organisasi Proses Organisasi Sumber Daya Manusia/Tenaga Kerja Budaya Organisasi MISI STRATEGI STRUKTUR ORGANISASI PROSES ORGANISASI SUMBER DAYA BUDAYA ORGANISASI Gambar 2. 3. 2. Hal ini penting karena dampaknya terhadap cara orang bekerja dan terhadap efektifitas proses-proses organisasi. Menurut Cusway dan Lodge (2002) terdapat faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam organisasi. Tujuan menandai maksud tertentu bagi organisasi. Struktur organisasi adalah kerangka-kerangka yang menjelaskan bagaimana sumber-sumber daya dan alur komunikasi serta pembuatan keputusan dialokasikan atau ditangani (Woodward 1980).5. Faktor-Faktor Penting dalam Organisasi (Sumber: Cusway dan Lodge 2002) 1.6402014051 28 . tugas dan peran dialokasikan didalam organisasi.Bab II Manajemen Perusahaan dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Strategi adalah sebuah cara menentukan bagaimana tujuan-tujuan itu akan dicapai dan mengamati kemajuan kearah pencapaian tujuan-tujuan itu bagi organisasi secara keseluruhan (Cushway and Lodge 1993) Tujuan lebih banyak menggambarkan secara khusus bagaimana misi organisasi akan dicapai.

Sebaliknya tenaga kerja (manusia) menentukan struktur dan proses organisasi. Budaya Organisasi Budaya memiliki dampak pada efisiensi dan efektivitas organisasi. hukum. sikap dan nilai-nilai yang dimiliki bersama-sama oleh karyawankaryawan. Menurut (Riley and Clare-Brown 2001) kebudayaan perusahaan adalah campuran aspirasi. Budaya mencakup seluruh unsur-unsur kemasyarakatan yang kompleks termasuk pengetahuan. kebiasaan dan sikap lain yang diperlukan individu sebagai anggota masyarakat (Cleland and Gareis 1994) Menurut Duncan (1989) konsep budaya organisasi sebagai sesuatu yang tidak dapat di abaikan demi mendukung jalannya strategi perusahaan. moral. kepercayaan. dan budaya yang kuat dapat merupakan kontribusi bagi kesuksesan sebuah organisasi perusahaan dalam mencapi tujuan.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Maksud utama struktur itu adalah memastikan bahwa organisasi dirancang dengan cara yang paling baik untuk mencapai sasaran atau tujuannya (Cusway dan Lodge 2002). meskipun mekanisme tersebut mungkin dibuat sangat sesuai dengan struktur organisasi. Proses Organisasi Proses adalah mekanisme yang mendasari dilaksanakannya kegiatan-kegiatan organisasi. Oleh karena itu. 29 . Mekanisme itu juga yang akan mempengaruhi jenis tenaga yang akan dipekerjakan. 2. Budaya organisasi dibangun dari kepercayaan yang dipegang teguh secara mendalam tentang bagaimana organisasi seharusnya dijalankan atau beroperasi. etika. Proses biasanya menentukan bagaimana organisasi itu disusun. seni. Sumber daya yang efektif dan dimotivasi dengan baik akan mengatasi kekurangan pada struktur dan proses yang kurang baik. organisasi merupakan bagian penting guna memperoleh pemahaman sepenuhnya tentang organisasi. 4. 3. adat istiadat. sedangkan struktur dan proses yang terbaik tidak akan berjalan tanpa peran serta sumber daya manusia. Sumber Daya Manusia/Tenaga Kerja Sumber daya inti setiap organisasi adalah tenaga kerja (manusia). Budaya merupakan sistem nilai organisasi dan akan mempengaruhi cara pekerjaan dilakukan dan cara para pegawai berprilaku.

yang berperan penting dalam menentukan tujuan.Bab II Manajemen Perusahaan dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 2. yang meliputi (Wheleen & Hunger 2000): Gatot Bentoro . Dalam perekonomian global yang memungkinkan pergerakan barang dan jasa secara bebas diantara berbagai negara. 4. Pengamatan lingkungan Perumusan strategi Implementasi strategi Evaluasi dan pengendalian Pengamatan Lingkungan Perumusan Strategi Implementasi Strategi Evaluasi dan Pengendalian Gambar 2. dan bagaimana seharusnya mereka mencapai hasil yang bernilai. strategi dan kebijakan perusahaan. perusahaanperusahaan terus ditantang untuk semakin kompetitif (Hitt. Variabel-variabel tersebut membentuk suasana dimana pekerjaan dilakukan. PENDEKATAN MANAJEMEN STRATEGI PADA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI Manajemen strategi adalah proses untuk membantu organisasi dalam mengidentifikasikan apa yang ingin mereka capai. 2. Elemen-Elemen Dasar dari Proses Manajemen Strategis (Sumber: Wheleen & Hunger 2000) Pada level korporasi.3.6402014051 30 . Akhirnya. evaluasi kinerja dan umpan balik untuk memastikan tepatnya pengendalian aktivitas perusahaan (Wheleen & Hunger 2000). Ireland dan Hoslisson 1997). 3. anggaran dan prosedur. Lingkungan internal terdiri dari variabel-variabel kekuatan dan kelemahan yang ada didalam organisasi.6. Perusahaan mengimplementasikan strategi dan kebijakan tersebut melalui program. Proses manajemen strategi meliputi empat elemen dasar (Wheleen dan Hunger 2000) : 1. proses manajemen strategis meliputi aktivitas-aktivitas mulai dari pengamatan lingkungan sampai evaluasi kinerja. Manajemen mengamati lingkungan internal untuk melihat kekuatan dan kelemahan perusahaannya. Langkah pertama untuk dalam merumuskan strategi adalah pernyataan misi.

Organisasi tersebut sangat dinamis dan tanpa birokrasi. Budaya pelopor berarti berpikir jauh melebihi kecepatan pemikiran normal. baik dari sisi manusia ataupun sisi organisasi yang bersangkutan. Konsep budaya organisasi sebagai sesuatu yang tidak dapat diabaikan demi mendukung jalannya strategi perusahaan dan budaya yang kuat merupakan kontribusi bagi kesuksesan sebuah organisasi perusahaan dalam mencapai tujuannya (Kaming. Beberapa ciri dari organisasi yang memiliki budaya pelopor (frontier) sebagai berikut (Kotter and Heskett 1992) 1. Norma-norma organisasi secara khusus memunculkan dan mendefinisikan perilaku yang dapat diterima anggota puncak sampai karyawan operatif. 1997).Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 1. 3. Hal ini kita kenal sebagai organisasi yang bersifat "team based" dan "virtual organization". Akan tetapi bila tidak sesuai dengan strategi yang diusulkan. Organisasi tersebut cepat dan tanggap terhadap peluang bisnis baru sebelum kompetitornya memikirkan hal yang sama. maka struktur tersebut merupakan kekuatan perusahaan. pengharapan dan nilai yang dibagikan oleh anggota organisasi. Jika organisasi ingin memaksimalkan kemampuannya dalam mencapai tujuan. 2. maka struktur tersebut akan menjadi kelemahan perusahaan dan akan membuat strategi tidak dapat dijalankan dengan benar. Adanya kemampuan berpikir dan menciptakan produk-produk dan jasajasa baru melampaui apa yang diinginkan konsumen baik untuk jangka waktu pendek ataupun jangka waktu panjang. Struktur organisasi Apabila struktur perusahaan cocok dengan strategi yang diusulkan. Sistem yang menghasilkan produk dan jasa yang tidak rusak tidak didiamkan begitu saja. improve it". Olomolaiye et al. Di sini organisasi ini telah mengaplikasikan paradigma manajemen mutu yang baru yaitu "if not broken. Dengan kata lain organisasi tersebut mampu untuk melakukan tindakan yang lazim disebut "think beyond". Yaitu sebuah organisasi yang memiliki pemimpin yang bertindak sebagai fasilitator sekaligus supporter. 2. Budaya organisasi Budaya adalah pola keyakinan. Tahapan yang paling maju dalam perubahan budaya organisasi adalah menciptakan budaya organisasi yang bersifat pelopor. diperlukan budaya yang dapat mendukung dan menggerakan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan (Hagberg dan Heifetz 2000). Namun selalu diperbaiki dan diperbaiki sehingga mencapai hasil yang optimal. Organisasi akan dijalankan oleh 31 .

Ireland & Hoslisson 1997). Umumnya sumber daya perusahaan dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori. paten. Budaya perusahaan adalah sekumpulan keyakinan. 3. seperti barang. Transparansi: yaitu. kecepatan perusahaan pesaing untuk mampu memahami sumber daya dan mendukung kesuksesan strategi perusahaan. sumber daya manusia dan organisasi (Hitt. yang memicu penciptaan dan internalisasi budaya pelopor dalam sebuah organisasi. kemampuan dan bakat manajerial (Wheleen & Hunger 2000). Birokrasi yang rumit akan terpangkas dengan makin intensifnya penggunaan internet sehingga informasi yang dibutuhkan oleh sebuah organisasi akan dapat disebarkan dengan cepat dan merata ke seluruh bagian dalam organisasi tersebut. Sumber daya adalah input bagi proses produksi perusahaan. kemampuan para pekerjanya. modal. Sumber daya adalah aset yang meliputi keahlian orang. keuangan dan manajer yang berbakat. harapan dan nilai yang dipelajari dan dibagikan oleh anggota-anggota organisasi dan disampaikan dari satu generasi ke generasi berikutnya (Duncan 1989).6402014051 . Sumber Daya Organisasi. 4. Organisasi tersebut lebih menitik-beratkan pada pengembangan jalur karir daripada jalur manajerial. 32 Gatot Bentoro . yaitu modal fisik. setiap orang dalam sebuah organisasi akan bergerak menuju posisi profesional.Bab II Manajemen Perusahaan dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi para pekerja pengetahuan (knowledge worker). Grant (1991) menyatakan bahwa ada empat karakter sumber daya organisasi perusahaan dan merupakan faktor penting dalam mempertahankan keunggulan kompetitif : • • Durabilitas: yaitu. Inilah yang membentuk terciptanya virtual organization. Yang harus diperhatikan untuk meletakkan budaya organisasi yang bersifat pelopor adalah inovasi dan mulai memperhatikan spesialisasi. Maksudnya. tingkat yang menunjukkan daya tahan sumber daya dan perusahaan menjadi berkurang atau ketinggalan jaman. Budaya • • • • perusahaan memenuhi beberapa fungsi penting dalam sebuah organisasi (Smircich 1983) : Budaya memberikan nuansa identitas bagi karyawan Budaya membantu menimbulkan komitmen karyawan terhadap sesuatu yang lebih besar dari pada diri mereka sendiri Budaya menambah stabilitas perusahaan sebagai suatu sistem sosial Budaya adalah kerangka referensi bagi karyawan agar digunakan untuk menerima berbagai kegiatan organiosasional dan juga sebagai pedoman bagi perilaku yang tepat.

Kemampuan kemampuan...4. Sumber daya disebut tidak dapat ditiru apabila perusahaan lain tidak dapat memperolehnya.. Apabila kriteria-kriteria ini terpenuhi. Ireland & Hoslisson 1997). menggunakan adalah daya kapasitas dapat dan/atau sekumpulan berharga jika sumber daya untuk secara integratif melakukan suatu tugas atau aktivitas. Sumber daya disebut langka apabila. 2. . Gambar 2. mampu menguasai pasar dan sumber daya serta dapat terus menerus mengimbangi tuntutan pasar. kecakapan pesaing untuk menggunakan sumber daya dan untuk meniru kesuksesan perusahaan. yang singkatnya dapat diukur dari kinerja perusahaannya (Soeparto 2003). Hubungan Fungsi Manajemen dengan Manajemen strategi (Sumber: David 2002) 33 . Fungsi Manajemen : Planning Organizing Actuating Motivating Controlling Manajemen Strategi : Perumusan strategi Implementasi Strategi Implementasi Strategi Implementasi Strategi. Pada saat pengorganisasian (organizing). . jika ada.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi • • Transferabilitas: yaitu. pelaksanaan (actuating) dan menggerakkan (motivating) sangat diperlukan ditahap strategy implementation. Replikabilitas: yaitu. daya saing strategis (Hitt.7. HUBUNGAN FUNGSI MANAJEMEN DENGAN MANAJEMEN STRATEGI Menurut David (2002) hubungan antara fungsi manajemen dengan manajemen strategi bagi suatu organisasi perusahaan adalah pada saat perencanaan (planning) sangat diperlukan ditahap strategy formulation. . hanya dimiliki oleh sedikit pesaing yang ada maupun yang mungkin ada. sumber daya dan kemampuan menjadi kompetensi inti dan dapat berlaku sebagai dasar keunggulan bersaing perusahaan. Daya saing perusahaan pada dasarnya adalah kemampuan perusahaan untuk memproduksi dengan biaya murah dari pesaing. Serta sumber daya dapat digantikan jika tidak memiliki equivalen yang strategis. Evaluasi dan Pengendalian . Istilah sumber daya juga mencakup sumber memungkinkan ancaman dalam perusahaan lingkungan kesempatan menetralisir eksternalnya. kecakapan para pesaing untuk mengumpulkan sumber daya yang perlu untuk mendukung tantangan bersaing. Dan pada saat pengawasan (controlling) sangat diperlukan ditahap strategy evalaluation.

wewenang dan tanggung jawab Memberikan pengarahan penugasan Membangun hubungan antar personil Motivating : • • • • • • • Menciptakan kepemimpinan yang baik Komunikasi yang baik Menciptakan kerja tim yang baik Job enrichment Job satisfaction Pemenuhan kebutuhan Perubahan sikap dan sifat dalam bekerja Controlling : • • • • Pengawasan terhadap kualitas Pengawasan terhadap keuangan Pengawasan terhadap inventaris Menentukan reward and punishment Gatot Bentoro .Bab II Manajemen Perusahaan dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Yang perlu dilakukan pada fungsi manajemen pada manajemen strategi adalah sebagai berikut (David 2002): Planning : • • • • Melakukan forecasting Menetapkan tujuan Membuat strategi Menyusun peraturan/kebijakan Organizing : • • • • • Membentuk struktur organisasi Membuat jalur pelaporan dan perintah yang jelas Menentukan spesialisasi pekerjaan Menyusun deskripsi pekerjaan Menentukan spesifikasi pekerjaan Actuating : • • • Mendistribusikan tugas.6402014051 34 .

mengkomunikasikan strategi. Sasaran yang ditetapkan pada manajemen strategis dengan memperhatikan profitabilitas. Pengukuran kinerja secara tradisional adalah pengukuran kinerja yang berorientasi kepada bidang keuangan dan kemampuan untuk mendapatkan laba. memotivasi. standar dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya (Siegel & Marconi 1989). sesuai dengan target yang telah ditetapkan sebelumnya (Mulyadi 2001). Tujuan pokok penilaian kinerja adalah membantu dalam menetapkan standar dan target. Pengukuran kinerja merupakan hal penting dalam proses evaluasi dan pengendalian. sarana untuk kemajuan. Suatu perusahaan dikatakan mempunyai kinerja yang baik kalau dalam laporan keuangannya mendapat keuntungan. biaya dan mutu harus betul-betul digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan (Wheleen & Hunger 2000).Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 2. adalah dua hal nyata yang menjadi masalah dalam pengendalian (Hrebiniak & Joyce 1984). bagian operasional dan karyawannya berdasarkan sasaran. jangka pendek dan jangka 35 . organisasi dan mempengaruhi perubahan perilaku (Tatikonda 1998). Pengukuran-pengukuran yang digunakan untuk menilai kinerja tergantung pada bagaimana suatu organisasi akan dinilai dan bagaimana sasaran akan dicapai. Minimnya sasaran-sasaran yang dapat diukur atau tidak adanya standar kinerja dan tidak mampunya sistem informasi untuk memberikan hasil tepat pada waktunya. KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI SEBAGAI ALAT UKUR Kinerja adalah suatu hasil prestasi kerja optimal yang dilakukan oleh seseorang ataupun kelompok ataupun badan usaha.5. pangsa pasar. Sedangkan menurut Hansen dan Mowen (1995) bahwa pengukuran kinerja bertujuan untuk dapat mengeleminasi aktivitas yang tidak bernilai tambah dan mengoptimalkan aktivitas yang bernilai tambah. Penilaian kinerja adalah menentukan secara periodik efektifitas operasional suatu organisasi. Keefektifan pengukuran kinerja ditentukan dari kemampuannya memenuhi tujuan dari pengukuran kinerja tersebut (Sellenheim 1991). Menurut Horgen (1996) ukuran kinerja yang efektif mempunyai karakteristik sebagai berikut: • • • • • • • • Berhubungan dengan tujuan karyawan Mempunyai perhatian yang seimbang antara panjang Menggambarkan aktivitas kunci manajemen Dipengaruhi oleh tindakan karyawan Mudah dipahami oleh karyawan Dipergunakan dalam evaluasi dan pemberian imbalan karyawan Bertujuan logis dan merupakan pengukuran yang mudah Digunakan secara konsisten dan teratur. serta tidak validnya informasi yang diberikan.

kualitas manajemen berpengaruh terhadap kinerja perusahaan dan kinerja perusahaan berpengaruh terhadap keunggulan kompetitif perusahaan.6402014051 . Aspek Administrasi • • • • 2. Laporan Perhitungan Tahunan Rancangan RKAP Laporan periodik Kinerja PUKK Kinerja Korporasi • Kinerja Keuangan • ROE (imbalan terhadap pemegang saham) ROI (imbalan Investasi) ROA (perputaran total aset) CAR (Rasio Kas) COP (Collection Periods) Perputaran persediaan Rasio Modal Sendiri terhadap Total Aktiva Inovasi produk baru 36 Kinerja Operasional - Gatot Bentoro . Analisis ini juga menunjukkan bahwa tipologi perusahaan mempengaruhi hubungan antara dimensi kualitas dengan kinerja perusahaan.Bab II Manajemen Perusahaan dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Hasil analisis Benson et al (1991) didukung oleh hasil analisis Madu et al (1996) menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara dimensi kualitas dengan kinerja perusahaan. Yang dimaksud infrastruktur disini yaitu terdiri dari: • • • • • Hubungan jangka panjang dengan pelanggan Dukungan manajemen puncak Perencanaan kebutuhan tenaga kerja Hubungan jangka panjang dengan supplier Sikap kerja. Sasaran perusahaan yang diuraikan dalam rencana jangka panjang akan diukur pencapaiannya melalui penilaian kinerja perusahaan yang uraiannya tercantum dalam Keputusan Meneg BUMN Nomor KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002. Hasil analisis menunjukkan bahwa infrastruktur berpengaruh terhadap kualitas manajemen. Selain itu dianalisis juga infrastruktur yang menciptakan lingkungan pendukung pelaksanaan manajemen. Sedangkan analisis yang dilakukan oleh Flynn et al (1995) adalah menguji pengaruh kualitas manajemen terhadap kinerja dan keunggulan kompetitif perusahaan. Penilaian kinerja perusahaan BUMN terdiri dari : 1.

dengan tetap berada dalam kerangka pengembangan kualitas output dan pelayanan. Perspektif pelanggan : • • • • • Kepuasan pelanggan Akuisisi pelanggan (sejauh mana perusahaan dapat menarik pelanggan) Retensi pelanggan Pangsa pasar Kemampulabaan pelanggan 4. Perspektif keuangan : • • • • 2. implementasi dan eksekusi perusahaan memberi kontribusi pada perbaikan laba. Pertumbuhan pendapatan Pertumbuhan produktivitas Penghematan biaya Pemanfaatan Aktiva Perspektif proses bisnis internal : • • • Meningkatkan inovasi Proses operasi Pelayanan purna jual 3. 37 . Perpektif pembelajaran dan pertumbuhan : • • • Meningkatkan kapabilitas personil Meningkatkan kapabilitas system informasi Motivasi. Tujuan keuangan alternatif dapat berupa pertumbuhan penjualan yang cepat atau perolehan arus kas. pemberdayaan dan keselarasan Tolak ukur kinerja keuangan menunjukkan apakah strategi. yaitu : 1. Perspektif proses bisnis internal melukiskan proses internal yang diperlukan untuk memberikan nilai untuk pelanggan dan pemilik. Sasaran utama perpektif keuangan diarahkan pada pencapaian efisiensi penggunaan anggaran. Tujuan finansial biasanya berkaitan dengan pengukuran kemampulabaan. organisasi serta personil.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi - Peningkatan kualitas SDM R & D (Research & Development) Sedangkan menurut Kaplan dan Norton (1996) ada 4 perspektif dalam penilaian kinerja suatu perusahaan.

Kapabilitas karyawan Kapabilitas sistem informasi Sikap karyawan Menurut Terry (1986) terdapat aktivitas-aktivitas khusus yang merupakan bagian dari suatu proses manajemen. dalam hal ini adalah tujuan dari perusahaan jasa konstruksi (kontraktor). Sehingga pelanggan menjadi penentu kelangsungan hidup perusahaan (Bounds 1994). 3. penggerakan. Apabila pelanggan tidak merasa puas dengan kualitas barang atau jasa yang merekanikmati. yang paling penting dan paling peka. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan mendefinisikan kapabilitas yang diperlukan induk organisasi untuk menciptakan pertumbuhan jangka panjang dan perbaikan.. Sumber-sumber daya dikelola oleh fungsi-fungsi dasar manajemen yaitu: perencanaan. yaitu: 1. pelanggan akan dengan mudah berpindah ke perusahaan lain. Oleh karena itu jika seluruh usaha kegiatan diilustrasikan sebagai input. yang paling banyak menuntut. 3. proses dan output. Perusahaan-perusahaan yang pada masa lalu hanya bersaing pada tingkat regional dan nasional.Bab II Manajemen Perusahaan dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Ada tiga prinsip utama dalam proses bisnis internal. 2. agar tujuan-tujuan yang ditetapkan dapat dicapai. pada masa sekarang harus menghadapi persaingan global. yaitu : 1.6402014051 38 . Dalam era global. dapat dikatakan bahwa aktivitasaktivitas tersebut dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan sebelumnya dan pelaksanaan berlangsung dengan bantuan manusia dengan sumbersumber daya lainnya. Disamping itu. pengorganisasian. 2. Proses inovasi Proses operasional Proses Pelayanan Perspektif pelanggan mendefinisikan pelanggan dan segmen pasar dimana unit usaha akan bersaing. Perspektif ini berhubungan dengan tiga faktor utama. pemotivasian dan pengawasan. persaingan menjadi sangat tajam. maka (Terry 1986): • • • Sumber daya yang tersedia merupakan input Fungsi-fungsi manajemen merupakan proses Tujuan merupakan output Gatot Bentoro . Perusahaan yang dapat menghasilkan produk atau jasa yang sesuai dengan tuntutan pelangganlah yang akan memengkan persaingan (Tangkilisan 2003). Manajemen dapat dinyatakan sebagai aktivitas manusia yang paling komprehensif.

8. 4.8. Motivating 5. Organizing 3. INPUT PROSES OUTPUT SUMBER DAYA (6 M) : (Terry 1986) 1. 2. Controlling TUJUAN PERUSAHAAN : MENINGKATKAN KINERJA (Kaplan dan Norton 1996) Ada 4 Perspektif : 1. Actuating 4. 5. Perspektif Keuangan 2. Man Money Material Method Machine Market FUNGSI MANAJEMEN : ( Terry 1986) 1. 6. Perpektif Pembelajaran dan Pertumbuhan (Sumber: Adaptasi dari Terry 1986.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Pernyataan ini dapat digambarkan dan dapat dilihat pada gambar 2. Perspektif Proses Bisnis Internal 3. dan Kaplan dan Norton 1996) Gambar 2. Perspektif Pelanggan 4. Planning 2. Skema Usaha Kegiatan dalam Manajemen 39 . 3.

Masalah internal yang banyak terjadi di dalam suatu perusahaan biasanya berhubungan dengan lemahnya manajemen perusahaan. KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESA Berdasarkan kajian pustaka pada bab 2. maka pada bab 3 akan diuraikan tentang metodologi penelitian yang menjelaskan kerangka pemikiran dan hipotesa. 3. Salah satu cara untuk mengetahui kesuksesan suatu perusahaan jasa konstruksi yaitu dengan mengukur kinerja dari perusahaan tersebut. dan market forces. Pada penelitian ini. eksternal. pemilihan metode penelitian yang digunakan.BA B 3 METODOLOGI PENELITIAN Untuk mendapatkan hasil penelitian yang akurat. Manajemen menyebabkan bahwa kita menyadari kemampuan-kemampuan kita serta menunjukkan arah pelaksanaan pekerjaan yang lebih baik sehingga dapat mengurangi hambatan-hambatan dan memungkinkan kita mencapai tujuan-tujuan yang kita harapkan. Sehingga masalah manajemen adalah satu-satunya faktor terbesar dibalik kegagalan perusahaan yang sering terjadi. serta metode analisis yang digunakan. Diagram alir kerangka pemikiran diatas dapat dilihat pada gambar 3. pengukuran kinerja perusahaan yang digunakan adalah standar kinerja yang ada pada faktor manajemen perusahaan. kerangka metode penelitian yang terdiri dari penjelasan tentang model penelitian yang digunakan dan identifikasi variabel penelitian. metode pengumpulan data. maka disusun kerangka pemikiran sebagai berikut: Kesuksesan perusahaan jasa konstruksi dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu faktor internal. mengenai pengaruh kualitas manajemen perusahaan dalam meningkatkan kinerja perusahaan jasa konstruksi.1.1. 40 . Manajemen perusahaan merupakan variabel terpenting dalam faktor internal yang mempengaruhi kesuksesan suatu perusahaan.

yaitu jenis pertanyaan yang digunakan. 41 . penelitian ini akan membuktikan hipotesis yang dirumuskan sebagai berikut : Peningkatan kualitas manajemen perusahaan akan meningkatkan kinerja perusahaan jasa konstruksi.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI Kunci Kesuksesan Perusahaan Jasa Konstruksi 1. kendali terhadap peristiwa yang diteliti dan fokus terhadap peristiwa yang sedang berjalan atau baru diselesaikan. 2. Faktor Internal Faktor Eskternal Market Forces 1.1. 3. 3. Strategi dalam penentuan metode penelitian dapat dilihat tabel 3. Perspektif Kinerja Keuangan Proses Bisnis Internal Pelanggan Pembelajaran & Pertumbuhan Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Manajemen Perusahaan Analisa Tingkat Pengaruh terhadap Kinerja Perusahaan Gambar 3.2. 2. Diagram Alir Kerangka Pemikiran (Sumber: Hasil Olahan) Berdasarkan kerangka pemikiran diatas. Menurut Yin (1994) bahwa strategi metode penelitian perlu mempertimbangkan 3 (tiga) hal. 4. PEMILIHAN METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan untuk mengukur pengaruh kualitas manajemen perusahaan pada perusahaan jasa konstruksi (kontraktor) swasta kelas B (besar) dan BUMN yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan.1. 3.

’Berapa besar’ pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap kinerja perusahaan jasa konstruksi. apa. dimana diperlukan suatu usaha atau tahapan untuk membuat suatu pertanyaan yang harus dijawab dalam rangka pengumpulan data yang relevan. dimana. dimana. Gatot Bentoro . dapat dijelaskan bahwa setelah menemukan maksud dan tujuan penelitian yang telah didukung dengan tinjauan pustaka pada bab 2. berapa besar Siapa. Jenis pertanyaan yang diperlukan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. pertanyaan pertama dan kedua dapat dijawab dengan pendekatan survey menggunakan kuesioner. KERANGKA METODE PENELITIAN Berdasarkan tujuan penelitian serta hipotesa. Responden dari kuesioner ini adalah pihak perusahaan jasa konstruksi (kontraktor) baik swasta maupun BUMN dan pihak-pihak yang terkait lainnya. 2. dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1. berapa besar. apa. 3. maka dilanjutkan dengan membuat suatu penelitian yang lebih detail. Strategi Metode Penelitian untuk Masing-Masing Situasi Kendala terhadap peristiwa yang diteliti Ya Tidak Fokus terhadap peristiwa yang berjalan/baru diselesaikan Ya Ya STRATEGI Jenis Pertanyaan yang digunakan Eksperimen Survey Bagaimana. maka model penelitian yang digunakan adalah model hubungan antara faktor-faktor manajemen perusahaan dengan kinerja perusahaan. mengapa Analisis Sejarah Studi Kasus Tidak Tidak Tidak Ya/Tidak Tidak Ya Sumber: Diterjemahkan dari (Yin 1994) Berdasarkan teori tersebut. berapa besar Bagaimana. seperti apa. mengapa Siapa. berapa banyak. berapa banyak. Faktor-faktor ’apa’ saja dari manajemen perusahaan yang berpengaruh terhadap peningkatan kinerja perusahaan jasa konstruksi.2. Mengacu pada strategi penelitian yang disarankan Yin.1. Dalam penelitian ini kuesioner akan disebarkan pada para responden serta jika memungkinkan dilakukan wawancara secara langsung.Bab III Metodologi Penelitian Tabel 3. seperti pada gambar 3.3.6402014051 42 . mengapa Bagaimana.

maka dapat disederhanakan ke dalam persamaan matematik. Model Hubungan Kualitas Manajemen Perusahaan dengan Kinerja Perusahaan Berdasarkan model hubungan pada Gambar 3. 43 .2.2.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Tinggi Y = f ( X ijkl ) Kinerja Perusahaan (Y) Rendah Kualitas Manajemen Perusahaan (X ijkl ) Tinggi Gambar 3. serta variabel bebas (dependent variabel) berupa faktor-faktor yang berpengaruh dalam peningkatan kinerja perusahaan. yaitu : variabel terikat (dependent variable) sebagai obyek pokok yang difokuskan berupa peningkatan kinerja perusahaan. yaitu : Y = f ( X ijkl ) Dimana : Y X i j k l = Kinerja Perusahaan = Kualitas Manajemen dan Organisasi Perusahaan = Variabel bebas = Sampel perusahaan = Jenis variabel k yang mempunyai keterkaitan terhadap variabel i = Sampel perusahaan l yang mempunyai keterkaitan terhadap sampel j Variabel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 2 (dua) variabel.

Gatot Bentoro . Madu et al (1996) Terry (1986) Terry (1986) Porter (1980). Variabel-variabel tersebut diperoleh melalui studi literatur dan survey kepada para responden.Bab III Metodologi Penelitian Pada penelitian ini. Beberapa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan kinerja perusahaan dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. sebagai kinerja total. 4. 3. Hanger & Wheelen (1996) David (2002) Cambell & Tawadey (1992) (Flippo 1984) VARIABEL REFERENSI Penyusunan Strategi Rencana Jangka Panjang : X6 X9 Tingkat keberhasilan dari strategi yang diterapkan Kualitas dari strategi rencana jangka panjang Kebijakan Perusahaan : X7 X8 Kualitas implementasi kebijakan perusahaan Kinerja dan produktifitas karyawan Sumber: Hasil Olahan Dari variabel diatas. 2. variabel terikat berupa kinerja perusahaan dapat diukur dari (Kaplan dan Norton 1996): 1.2. Kinerja Perspektif Keuangan Kinerja Perspektif Pelanggan Kinerja Perpektif Pembelajaran dan Pertumbuhan. kemudian dicari tingkat pengaruh dari masing-masing variabel. Masing-masing faktor tersebut menghasilkan tingkat pengaruh terhadap peningkatan kinerja perusahaan. Contoh Variabel/Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAA PERENCANAAN Penetapan Tujuan dan Sasaran : X1 X2 X3 X4 X5 Tujuan dan sasaran mengacu pada sumber daya Mempertimbangkan dan menganalisis situasi pasar Program Pengembangan manajemen Kemampuan untuk menghasilkan laba Kualitas hasil akhir pekerjaan Porter (1980) Porter (1980) Stukhart (1995) Terry (1986) Kaizen (1994) Benson et al (1991). Kinerja Perspektif Proses Bisnis Internal Sedangkan variabel bebas merupakan faktor-faktor yang berperan dan berpengaruh terhadap peningkatan kinerja perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini.6402014051 44 .2. dan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi. 5.

Responden penelitian ini adalah mereka yang secara purposif terpilih menjadi sampel penelitian. 2. Karena adanya keterbatasan waktu penelitian maka penelitian ini akan dibatasi sebagai berikut : 1. sehingga memerlukan penanganan manajemen yang cukup kompleks. Data yang akan diteliti dan dianalisis dalam penelitian ini terdiri dari 2 (dua) data. reputasi dan kerjasama.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 3. dengan mempertimbangkan nilai proyek sebesar diatas 10 miliar yang ditangani oleh perusahaan. Seperti yang telah diuraikan diatas. sehingga jawabannya masih perlu diuji secara empiris. dan untuk maksud inilah dibutuhkan pengumpulan data (Gulo 2002). Data Primer Data primer didapat dengan melakukan studi lapangan.4. Perusahaan-perusahaan jasa konstruksi (kontraktor) Yang ditinjau adalah perusahaan jasa konstruksi kontraktor swasta kelas B (besar) dan BUMN. Studi lapangan merupakan cara pengumpulan data dengan melakukan survey kepada perusahaan–perusahaan konstruksi yang berkompeten terhadap permasalahan yang diteliti. pendekatan yang digunakan adalah dengan menggunakan survey kuesioner. Sampel yang digunakan adalah responden yang memenuhi kriteria dalam penelitian ini berdasarkan dari pengalaman. Yang dimaksud dengan perusahaan jasa konstruksi kontraktor adalah perusahaan sebagai pelaksana konstruksi. 4. 1. 3. mewujudkan yang suatu mampu hasil menyelenggarakan perencanaan menjadi bentuk bangunan atau bentuk fisik lainnya dan terikat kontrak untuk menyelesaikan kontrak konstruksi. dimana tujuan yang diungkapkan dalam bentuk hipotesa merupakan jawaban sementara terhadap pertanyaan penelitian. METODE PENGUMPULAN DATA Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. yaitu data primer dan data sekunder. Survey merupakan suatu metode yang sistematis untuk mengumpulkan data berdasarkan suatu sampel agar mendapatkan informasi dari populasi 45 . Pendekatan untuk pengumpulan data primer dilakukan dengan cara survey. Perusahaan-perusahaan jasa konstruksi (kontraktor) swasta dan BUMN yang berada di wilayah Jabodetabek. profesional dibidang pelaksanaan kegiatannya jasa untuk konstruksi. didefinisikan sebagai penyedia jasa orang perseorangan atau badan usaha yang dinyatakan ahli.

Data Sekunder Merupakan data atau informasi yang diperoleh dari studi literatur. penelitian–penelitian berkaitan sebelumnya. Sebagai landasan teori dalam pengumpulan data primer. Tabel 3. nilai kualitas Tabel 3. jurnal. KOMPONEN Bagaimanakah profit yang diperoleh perusahaan Saudara berdasarkan pada tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan? 1 2 NILAI KUALITAS 3 4 5 6 Sumber: Hasil Olahan Skala Pengukuran : 1 = 0 – 20% (Sangat Rendah) 2 = >20% . 1. Pengumpulan data dilakukan dengan cara survai ke perusahaan jasa konstruksi (kontraktor) swasta kelas B dan perusahaan jasa konstruksi (kontraktor) BUMN untuk mengetahui frekuensi kejadian pada Tabel 3.5.6402014051 46 . Selain itu tujuan utama dari survey bukan untuk menentukan suatu kasus yang spesifik. dan lain–lain. Tabel 3.4. jurnal. 2. jurnal.100% 6 = >100% (Sangat Tinggi) Gatot Bentoro . KOMPONEN 1 FREKUENSI KEJADIAN 2 3 4 5 6 Dalam menetapkan tujuan dan sasaran perusahaan. ranking pengaruh kinerja perusahaan terhadap kualitas manajemen perusahaan. makalah. apakah perusahaan Saudara mengacu pada sumber daya (resources) yang dimiliki perusahaan? Sumber: Hasil Olahan Skala pengukuran (Tidak Pernah) 1 2 3 4 5 6 (Selalu). majalah dan artikel. seperti buku–buku.4. Dan mengetahui kualitas kinerja tersebut terhadap perusahaan jasa konstruksi selama kurun waktu lima (5) tahun terakhir. Data untuk variabel–variabel penelitian diambil dari penelitian yang berkaitan sebelumnya. namun untuk mendapatkan karakteristik utama dari populasi yang dituju pada suatu waktu yang telah ditentukan (Naoum 1999). yang diperoleh dari buku-buku.3.40% 3 = >40% . makalah.3. Format Pengumpulan Data untuk Mendapatkan Frekuensi Kejadian No.6. pada Tabel 3. dan dapat juga disebut data yang sudah diolah. 4. dapat dilihat pada Tabel 3. meliputi : • • Data yang digunakan sebagai landasan teori dari penelitian.80% 5 = >80% .Bab III Metodologi Penelitian yang serupa (Tan 1995). dilakukan studi literatur melalui buku-buku.60% 4 = >60% . Format Pengumpulan Data untuk Mendapatkan Nilai Kualitas No.

Sangat Buru Buruk Cukup (0-60%) (>60% .100%) 4. PERSPEKTIF PROSES BISNIS INTERNAL 3. PERSPEKTIF PERTUMBUHAN DAN PEMBELAJARAN Sumber: Hasil Olahan NILAI KUALITAS 1 2 3 4 5 6 Keterangan kualitas kinerja. PERSPEKTIF PELANGGAN 4.140%) (>140%) Kriteria responden adalah sebagai berikut: • Responden dari kuesioner ini adalah pihak perusahaan jasa konstruksi (kontraktor) baik swasta kelas B maupun BUMN dan pihak-pihak yang terkait lainnya • • • • Memiliki pengalaman memimpin perusahaan jasa konstruksi atau instansi yang terkait lainnya minimal 12 tahun Level manajemen yang ditinjau adalah level top manajemen Memiliki reputasi yang baik dalam perusahaan jasa konstruksi Memiliki pendidikan yang menunjang dibidangnya. PERSPEKTIF KEUANGAN 2. 3. Format Pengumpulan Data untuk Mendapatkan Ranking Kinerja Perusahaan KINERJA PERUSAHAAN 1. Format Pengumpulan Data untuk Mendapatkan Nilai Kualitas Kinerja Perusahaan KINERJA PERUSAHAAN 1. METODE ANALISIS Data dan informasi yang dikumpulkan dari kuesioner ini diharapkan dapat menghasilkan suatu analisis yang tepat terhadap peningkatan kinerja Perusahaan 47 .5. PERSPEKTIF KEUANGAN 2.5. 2.80%) (>80% . PERSPEKTIF PELANGGAN 4. PERSPEKTIF PERTUMBUHAN DAN PEMBELAJARAN Sumber: Hasil Olahan RANKING 1 2 3 4 Tabel 3.Tabel 3. Sangat Cukup Baik Sangat Baik (>100% . 6.6. PERSPEKTIF PROSES BISNIS INTERNAL 3. 5. berdasarkan skala pengukuran : 1.120%) (> 120% . 3.

5 (Sumber: Hasil Olahan) Gatot Bentoro . sehingga hasil yang diperoleh sesuai dengan topik dan tujuan. F. yaitu hasil survey berupa kuesioner dan wawancara dari pakar dan responden diolah sesuai dengan metode yang digunakan.5 serta simulasi Monte Carlo. kemudian dilakukan analisis data dengan cara kuantitatif. Adapun tahapan-tahapan yang dilakukan dengan menggunakan SPSS 11. Adapun metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis statistik dengan menggunakan program statistik SPSS (Statistical Program for Social Science) 11.3. Durbin-Watson Validasi Output: Model Valid / Tidak Valid Model Terpilih Stop Gambar 3. Start Input Data Analisa Korelasi dan Interkorelasi Analisa Faktor (Data Reduction) Analisa Variabel Penentu Analisa Regresi Output: Model Regresi Linier dan Non Linier Uji Model Uji Terhadap: R2. t.3.Bab III Metodologi Penelitian Jasa Konstruksi (Kontraktor) Swasta dan BUMN di Jabodetabek. Setelah semua data terkumpul.5 dapat digambarkan seperti pada Gambar 3. Diagram analisis Statistik dengan Bantuan Program SPSS 11.6402014051 48 .

Hal ini penting bagi para peneliti yang meneliti tentang sikap manusia. diuji dengan Mann-Whitney.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Analisis Statistik Sebelum dilakukan analisis statistik perlu diketahui jenis data yang akan diolah. 49 . data dengan kategori nominal dimana tidak diketahui apakah berdistribusi normal atau tidak. Menurut Bryman dan Cramer (1997). dianalisis dengan metode statistik non parametrik. Sedangkan metode statistik non parametrik digunakan jika pengujian tidak tergantung dari pengasumsian tentang distribusi data tersebut. Metode non parametrik tidak mengharuskan data berdistribusi normal. metode ini dapat dipakai untuk segala distribusi data dan lebih luas penggunaannya. Metode statistik parametrik dilakukan jika data memiliki distribusi normal. Untuk data dengan jumlah dari perbandingan grup 2 dimana data-data tersebut tidak berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Data ordinal. Data interval/rasio. Dengan demikian. karena itu metode ini sering dinamakan uji distribusi bebas (distribution free test). perilaku konsumen. Metode non parametrik dapat dipakai untuk level data seperti nominal dan ordinal. Dalam penelitian ini dilakukan beberapa analisis data dengan tahapan sebagai berikut : a. 30-39. Sedangkan untuk data yang tidak berhubungan antara satu dengan lainnya dengan jumlah perbandingan grup lebih dari 3. Ada 3 jenis data dalam statistik (Bryman and Cramer 1997). Analisis Non Parametrik Metode statistik non parametrik merupakan metode yang digunakan jika data yang ada tidak berdistribusi normal. Untuk data dengan kriteria data interval/rasio yang berdistribusi normal dapat dilakukan analisis data dengan metode statistik parametrik. diuji dengan Kruskal-Wallis. Keuntungan dari penggunaan metode non parametrik antara lain: 1. merupakan data yang dikategorikan dalam suatu konsep dimana kategori satu ”lebih” atau ”kurang” dari lainnya. merupakan data yang dikelompokkan dalam suatu kategori seperti 20-29. Selain itu diketahui juga data yang terkumpul akan dianalisis dalam metode statistik parametrik atau nonparametrik. merupakan data yang berada dalam suatu konsep dimana tidak ada ukuran atau “lebih” dari lainnya. yaitu: • • • Data nominal. 2. atau jumlah data sangat sedikit serta level data adalah nominal atau ordinal. dan lain-lain yang mengalami kendala dengan hasil pengukuran yang tidak berlevel atau rasio.

metode yang digunakan: Mann-Whitney U Test. Analisis Korelasi Analisis korelasi digunakan untuk mempelajari hubungan antara dua variabel. Kendall W test. Cochran’s Q. yaitu: 1. Aplikasi tes non parametrik terdiri dari beberapa metode non parametrik yang dapat digunakan. Chi-Square test. metode yang digunakan: Sign test. Untuk menguji dua sampel yang saling berhubungan (Two Dependent Samples). Walt-Wolfowitz runs. Moses Extreme reactions. Hubungan antara variabel menghasilkan nilai positif atau negatif dengan batasan nilai koefisien korelasi r (Pearson Correlation Coeficient) adalah 1 untuk hubungan positif dan -1 untuk hubungan negatif (Siegel 1990). Gatot Bentoro . (Several Independent Samples). Untuk menguji beberapa sampel yang tidak berhubungan Chi Square test. Pada penelitian ini.Bab III Metodologi Penelitian 3. 3. metode yang digunakan: Kruskal-Wallis test. metode yang digunakan: Friedman test. 2.6402014051 50 . Atau merupakan alat analisis yang dipergunakan untuk mengukur keeratan hubungan antara variabel terikat (Y) dengan variabel bebas (X) (Syamsudin 2002). Sedangkan untuk menguji beberapa sampel yang tidak berhubungan dengan menggunakan metode non parametrik yang dipakai adalah Kruskal-Wallis test. Untuk menguji dua sampel yang tidak berhubungan (Two Independent Samples). b. Mc Nemar Change Test. Kolmogorov-Smirnov test. uji yang dilakukan adalah uji dua sampel yang tidak berhubungan dengan menggunakan metode non parametrik yang dipakai adalah Mann-Whitney U Test. Untuk menguji beberapa sampel yang berhubungan (Several Dependent Samples). 4. Median test. Beberapa sampel yang tidak berhubungan adalah mutu perusahaan jasa konstruksi. Metode non parametrik cenderung lebih sederhana dan mudah dimengerti daripada pengerjaan Metode Parametric. Dua sampel yang tidak berhubungan adalah jenis perusahaan jasa konstruksi BUMN dan Swasta. Wilcoxon Signed-Rank. yaitu variabel pengharapan (predictor) yang merupakan variabel terikat dengan variabel-variabel kriteria ukuran yang merupakan variabel bebas (Dillon and Goldstein 1984).

maka tidak ada hubungan antara dua variabel tersebut r > 0.. Pada umumnya untuk sample kurang dari 100. yaitu: jika sepasang variabel kontinu.5. angka korelasi terkecil yang dapat dipertimbangkan adalah ± 0...7. Dari hasil korelasi dipilih variabel-variabel Xi untuk diproses lebih lanjut. yaitu variabel Xi yang mempunyai hubungan berarti dengan variabel Y yang dipilih berdasarkan criteria dengan tingkat hubungan yang sedang sampai tinggi seperti terlihat pada Tabel 3.. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi momen product moment correlation) Pearson......1....) Pengujian hipotesis/model tentang korelasi : r = 0. Penelitian ini menggunakan pertimbangan atas dasar r berikut degree of freedom yang diperoleh dari table Fisher and Yates (Yates 1973).. mempunyai korelasi.... dapat pula karena merupakan hubungan yang sebab akibat. 51 . 1984).....300 (Dillon & Goldstein.. derajat korelasi dapat dicari dengan menggunakan koefisien korelasi pearson yang rumusnya adalah sebagai berikut : Σ xi yi (Σ Xi2) (Σ Yi2) Dengan : r xi yi Y Xλ = Koefisien korelasi yang dicari = Xi-X = Yi-Y = Nilai rata-rata variabel Y = Nilai rata-rata variabel X yang ke λ r= ... X dan Y...Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Hubungan antara dua variabel dapat karena hanya kebetulan.. (3. Dua variabel dikatakan berkorelasi apabila perubahan yang lain secara teratur. maka ada hubungan positif r < 0......... maka ada hubungan negatif Jenis korelasi bivariate pada program SPSS yang digunakan adalah pearson correlation coefficient... dengan arah yang sama atau arah yang berlawanan (Syamsudin 2002)......

Komponen-komponen (Principal component analysis) yang dihasilkan kemudian dibuat supaya masing-masing komponen ini menjadi bervariasi berbeda antara satu dengan lainnya. sedangkan dalam penelitian ini analisis faktor yang digunakan adalah principal component analysis. dalam pembuatan model dianggap interkorelasi yang diijinkan adalah yang mempunyai korelasi tingkat rendah kebawah. oleh karena itu jika suatu variabel mempunyai loadings yang tinggi pada satu komponen. 1. 3. Analisis Faktor Menurut Dillon dan Goldstein. medium dan kecil kedalam suatu komponen tertentu. yaitu berdasarkan faktor yang sama dengan tetap mempertahankan sebanyak mungkin informasi aslinya.6 0. 4. 5. dimana kriteria ini yang berfungsi mentransformasikan himpunan variabel asli menjadi himpunan kombinasi linier yang Gatot Bentoro . maka dibuat loadings mendekati nol pada komponen-komponen lainnya. Tabel Besaran Hubungan Korelasi Pearson r No.8 < r < 1.0 Keterangan Sangat Rendah Rendah Sedang Kuat Sangat Kuat Sumber: (Hadi 1979) Output dari interkorelasi antara variabel Xij terhadap Xkl.0 < r < 0.2 < r < 0.8 0. Sedangkan metode untuk menetapkan berapa banyak komponen yang akan diambil adalah dengan menggunakan kriteria dari Kaiser.6402014051 52 .4 < r < 0.4 0. sesuai Yates dan Fisher dimana adanya tingkat korelasi yang besar akan dapat mengganggu stabilitas model yang pada model regresi dianggap bahwa masing-masing variabel bebas tidak ada interkorelasi. Hal ini dapat dicapai dengan mendapatkan loadings yang besar. R (Koefisien Korelasi) 0. c. Sebagai pembanding.7.6 < r < 0. Hal ini dapat dicapai dengan merotasi sumbu-sumbu komponen dengan menggunakan metode varimax rotation.2 0. lebih kecil berdasarkan sebagian besar dari variabel asli. penyederhanaan jumlah variabel yang cukup besar menjadi beberapa kelompok yang lebih kecil dilakukan dengan analisis faktor.Bab III Metodologi Penelitian Tabel 3. Ada beberapa jenis analisis faktor. 2. yaitu root greater than one. Prosedur dari metode ini adalah dengan merotasi sumbu-sumbu komponen sedemikian rupa sehingga variasi dari component loadings untuk suatu komponen tertentu dibuat besar.

yaitu matrix principal component hasil ekstraksi yang dirotasi berdasarkan metode varimax dan jumlah komponen yang diambil adalah komponen yang mempunyai eigenvalue>1..Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi mengambil komponen-komponen yang mempunyai eigenvalue lebih besar dari satu (Dillon & Goldstein.5 adalah rotated component matrix.. Model analisis regresi berganda ini merupakan model matematis.2. maka model regresi berganda untuk hubungan Y dan Xi dapat dinyatakan sebagai berikut (Katz 1982): 53 . Variabel-variabel penentu ini dipilih dari hasil pengelompokkan yang didapat dari analisis faktor. Variabel penentu yang terpilih akan menjadi variabel dari model hubungan Kualitas Manajemen Perusahaan terhadap Kinerja Perusahaan. maka dilakukan analisis regresi berganda secara transformasi logaritma natural terhadap variabel-variabelnya. Analisis Regresi Berganda Regresi merupakan alat yang dipergunakan untuk mengukur pengaruh dari setiap perubahan variabel bebas terhadap variabel terikat. Selain itu analisis ini juga digunakan untuk mengidentifikasikan variabel-variabel yang berpengaruh terhadap variabel terikat serta seberapa besar kontribusi variabelvariabel tersebut (Syamsudin 2002).3. Analisis regresi berganda dalam penelitian ini menggunakan analisis hubungan antara satu variabel terikat dengan variabel-variabel bebas. digunakan untuk menaksir variabel terikat (Y) setiap ada perubahan variabel bebas (X). yaitu model yang memperlihatkan hubungan secara kuantitatif antara variabel-variabel bebas Xi dengan Y. e. Jika hubungan antara variabel Y dengan variabel bebas Xi adalah linier dan dianggap terhadap k variabel bebas serta n pengamatan. dalam penelitian ini. dimana eigenvalue menyatakan nilai dari information content yang diperoleh dari faktor tertentu (1. Output tambahan dari SPSS dalam penelitian ini yang bernilai tinggi adalah Factor Scores. Untuk mengetahui bantuk hubungan dari variabel-variabel tersebut linier atau non linier.n) dari variabel-variabel X. Analisis Variabel Penentu Analisis ini digunakan untuk mendapatkan variabel-variabel penentu terhadap Kinerja Perusahaan dari Kualitas Manajemen Perusahaan. Dengan kata lain.. Faktor Scores akan berguna untuk meneliti data Ti penelitian ini.. yang dipilih masing-masing mewakili tiap faktor. 1994). Output yang diharapkan dari analisis oleh SPSS 11. d. dimana Faktor adalah yang merupakan nilai para responden sesuai ukuran tiap faktor secara langsung.

X1β1.2.lnXk . Dalam analisis regresi terdapat beberapa ukuran yang akan dicari...6402014051 54 ..5...... yaitu yang menyatakan dan menggambarkan karakteristik hubungan antara variabel-variabel dalam penelitian... Model transformasi logaritma adalah model dengan fungsi non linier yang ditransformasikan kebentuk logaritma normal menjadi non linier.. (3............ + βk. (3....5..lnX1 + β2..X2 + .... Standard error of estimate.4) Dalam analisis regresi berganda ini dipergunakan metode stepwise regression.3) Model ini ditransformasikan kebentuk logaritma normal menjadi bentuk linier dengan persamaan sebagai berikut : lnY = β0 + β1......Bab III Metodologi Penelitian Y = β0 + β1.... Kemudian kedua model ini akan dibandingkan... model yang dipilih adalah model yang teruji baik. Gatot Bentoro ... Model non liniernya adalah sebagai berikut (Draper 1966) : Y = β0. + βk..... .. Dengan : β0 β1.....lnX2 + .......X1 + β2........) Selain model regresi linier akan dibuat juga model non linier yang berupa transformasi logaritma.X2β2.......... yaitu (Arikunto 1993): Garis regresi. untuk mengetahui tingkat pengaruh dari variabel-variabel yang dipergunakan. yaitu hanya mengukur pemencaran tiap-tiap titik (data) terhadap garis regresinya atau merupakan penyimpangan standar dari harga-harga variabel pengaruh (Y) terhadap garis regresinya. β3 ε = Konstanta = Dugaan koefisien regresi = Kesalahan pengganggu (3. β2.5. Setiap variabel dimasukkan kedalam model regresi satu persatu secara berurutan dan berdasarkan urutan tingkat kontribusi R2 terhadap model regresi yang diharapkan (Walpole and Myers 1993). Xkβk ....Xk + ε ..

... Adjusted R2 (Ra2) dirumuskan sebagai berikut (Supranto 1988) : k(1-R2) n-k-1 Ra = R - 2 2 ...... Coeficient of Determination Test atau R2 Test R2 test digunakan untuk mengukur besarnya kontribusi variabel bebas X terhadap variasi (naik turunnya) variabel terikat Y... maka nilai R2 semakin tinggi (Katz................ Dengan kata 55 .. Daerah nilai R2 adalah dari nol sampai satu.. (3.. Semakin dekat nilai Y dari model regresi kepada titik-titik data...... kemudian dilakukan beberapa uji model.... UJI MODEL Dari model regresi yang telah diperoleh baik model linier maupun non linier.........Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 3.... (3. R2 juga digunakan untuk mengukur seberapa dekat garis regresi terhadap data. yaitu : a........... dan hipotesis alternatifnya (Ha) adalah bahwa seluruh nilai koefisien variabel X tidak sama dengan nol..6) b...6.5) R2 = 1 - Dengan : Yi Yc Y = Nilai Y aktual (sampel) = Nilai Y yang dihitung dari model regresi = Nilai Y rata-rata Output SPSS ini juga menghasilkan adjusted R2 (R2 yang disesuaikan) yang merupakan koreksi dari R2 sehingga gambarannya lebih mendekati mutu penjajagan model dalam populasi (Sandy 1980). Uji F (F-Test) Uji F digunakan untuk menguji hipotesis nol (Ho) bahwa seluruh nilai koefisien variabel babas Xi dari model regresi sama dengan nol. Variasi Y yang lainnya disebabkan oleh faktor lain yang juga mempengaruhi Y dan sudah termasuk dalam kesalahan pengganggu (disturbance error) (Supranto 1988).......5.... 1982)..........5............... Rumus R2 adalah : n Σ (Yi-Y)2 i=1 n Σ (Yi-Yc)2 i=1 ...

sedangkan derajat kebebasan residual adalah jumlah sampeljumlah koefisien yang diperkirakan (termasuk konstanta).. . Xk Residu Total Sumber: Supranto.. 1988 Jumlah Kuadrat β’X’Y’ = Y’Y (R2) E’E = Y’Y (1-R2) Y’Y Derajat Kebebasan K n-k-1 n-1 Ratra-rata Kuadrat Y’Y (R2)/(k-1) Y’Y (1-R2)/(k-1) Gatot Bentoro . 1988) : Tolak H0 jika F0 hitung > Fα (k-1)(n-k) tabel Tidak ditolak jika F0 hitung < Fα (k-1)(n-k) tabel Dimana : α n k = tingkat signifikasi (significant level) = 0..6402014051 56 . serta hipotesis alternatifnya (Ha). ≠ Βk ≠ 0 Rumus yang digunakan untuk menghitung rasio F adalah sebagai berikut (Hair.8.8. yaitu bahwa variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat. ANOVA Sumber Variasi Regresi X1. yaitu bahwa variabel-variabel bebas secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap variabel terikat. 1995) : F ratio = Sum of squared error / Degrees of freedom regression total regression Sum of squared error / Degrees of freedom residual Dimana derajat kebebasan regresi adalah jumlah koefisien yang diperkirakan (termasuk konstanta)-1. Kriteria yang digunakan dalam pengujian adalah (Supranto. Tabel 3. X2. Secara notasi dapat dituliskan sebagai berikut (Sandy 1990) : Ho : β1 = β2 = β3 = ……….Bab III Metodologi Penelitian lain rasio F digunakan untuk menguji hipotesis nol (Ho).05 = jumlah sampel = variasi bebas dalam model regresi berganda F0 diperoleh dengan menggunakan tabel analisis Varians (ANOVA) yang terlihat pada Tabel 3. = Βk = 0 Ha : β1 ≠ β2 ≠ β3 ≠ ……….

..... ………. β2 ≠ 0....... maka nilai model yang dihasilkan dapat dipergunakan untuk memprediksi menggunakan rumus (Katz 1982) : 1). (3... (3..... ………..... ≠ Βk ≠ 0 Jika hipotesis nol diterima berarti model yang dihasilkan tidak dapat digunakan untiuk memprediksi nilai Y..... β2 = 0............ Kriteria pengujian hipotesis ini adalah sebagai berikut : H0 ditolak jika t0 hitung > ta (n-k-1) tabel H0 diterima jika t0 hitung ≤ ta (n-k-1) tabel 57 ......... Uji t (t-Test) Uji t digunakan untuk menguji hipotesis nol (H0) bahwa masing-masing koefisien dari model regresi sama dengan nol dan hipotesis alternatifnya (Ha) adalah jika masing-masing koefisien dari model tidak sama dengan nol.......... Dengan demikian dapat dinyatakan sebagai berikut : Ho : β1 = 0... t0 un tuk koefisien varaiabel X (βi) : tβ0 = β0 Sb .... Nilai t dari koefisien variabel X dan konstanta regresi dapat dicari dengan 2)..............7) c..5........ = Βk = 0 Ha : β1 ≠ 0......5..Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Dari analisis varians didapat nilai F0 berdasarkan rumus sebagai berikut : Y’Y (R2)/(k-1) F0 = Y’Y (1-R2)/(n-k-1) = R2/k (1-R2)/(n-k-1) .9) Dimana Sb adalah kesalahan dari koefisien variabel X dan Sa adalah kesalahan baku dari konstanta regresi. (3.... t0 untuk koefisien konstanta (β0) : tβ0 = β0 Sa . β3 = 0...5....... β3 ≠ 0.. sebaliknya jika hipotesis nol ditolak...8) nilai Y..

. Untuk menguji kelayakan fungsi regresi dan kekonstanan (constancy) dari error variance digunakan plot residual terhadap fitted values. Analisis Residual (Residual analysis) Sebelum menggunakan model regresi berganda yang telah dihasilkan......5. Kriteria pengujian (Katz 1982) : H0 akan diterima atau nilai d adalah nyata (significant) dan ada korelasi (positif atau negatif) jika d > d1... Uji Auto Korelasi (Durbin-Watson Test) Durbin-Watson test. Model regresi yang baik harus tidak ada multikolinieritas (Santoso 1999).... H0 akan ditolak atau tidak ada korelasi jika d<du dan (4-du)>d.....5....... f. Untuk menentukan normalitas dari error.. perlu dilakukan analisis kelayakan model melalui analisis residual....10) Statistik pengujian Durbin-Watson untuk hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatif (Ha) adalah sebgai berikut : H0 : ada autokorelasi positif dan negatif... Dan hasil pengujian tidak dapat disimpulkan.... Ha : tidak ada autokorelasi positif dan negatif..... Pengujian dilakukan dengan menggunakan rumus (Katz 1982) : m Σ (ej-ej-1)2 j=2 d= m Σ ej2 j=1 ..6402014051 58 . digunakan plot probabilitas normal (normal probability plot) (Neter & Whitmore 1993).. Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat multikolinieritas atau terjadinya korelasi diantara sesama variabel terpilih. dilakukan untuk menguji ada tidaknya auto korelasi antara variabel-variabel yang teliti. e... dan du<d<(4-du).. Gatot Bentoro .. Menurut Tabachnick (2001) tidak terdapat multicolinearity diantara variabel penentu jika angka condition index < 30 dan angka variance proportion < 0.....Bab III Metodologi Penelitian d.. (3...

.11) 59 . PENENTUAN MODEL Berdasarkan hasil pengujian terhadap kedua model.8.. yang disebut uji validasi.. dipilih model yang terbaik sesuai dengan kriteria yang ditentukan.5.tα/2S√x0’(X”X)-1x0 < µy/x < Y0+tα/2S√x0’(X”X)-1x0 Dengan : Y0 tα/2 S X X’ X0 X0’ = Nilai Y dari model untuk nilai variabel Xi sampel yang divalidasi = Nilai distribusi t dengan derajat kebebasan n-k-1 = Standard error of estimate = Matriks data variabel bebas sampel yang membentuk model = Nilai transpose dari X = Matriks baris dari variabel bebas sampel yang divalidasi = Matriks transpose dari X0 . Uji Nilai Rata-rata Y (µy) Pada bagian ini akan diuji apakah nilai rata-rata Y (µy) untuk nilai variabel Xi tertentu (nilai Xi dari sampel yang divalidasi) masuk kedalam confidence interval yang terbentuk bila nilai µy/x berada didalam confidence interval berarti model ini valid untuk meramalkan nilai rata-rata Y populasi keseluruhan.. UJI VALIDASI Digunakan untuk menguji apakah nilai dari koefisien variabel yang diteliti masih terdapat dalam selang prediksi apabila dilakukan pengujian terhadap n sampel yang tidak dimasukkan kedalam analisis regresi tersebut dan diambil secara acak.7. yaitu linier dan nonlinier. 3. yang masing-masing karakteristiknya dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk menilai apakah model yang terbentuk tersebut dapat mewakili populasi secara keseluruhan (Trigunarsyah 2003). (3. Confidence interval untuk nilai rata-rata µy/x didapat dengan rumus (Walpole & Myers 1993) : Y0 . Dari model yang terbentuk ada 2 macam pendugaan yang diperoleh. Selanjutnya dilakukan uji model dengan menggunakan sampel diluar sampel yang membentuk model. yaitu pendugaan confidence interval untuk nilai rata-rata Y dan prediction interval untuk nilai individu Y.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 3.

tα/2..4 berikut ini : Y Pendugaan Interval Untuk individu Y Pendugaan Interval untuk rata-rata Y Model Regresi X Gambar 3..5. Uji Nilai Tunggal (y0) Pengujian dilakukan apakah nilai Y(y0) tunggal dari sampel yang divalidasi untuk nilai variabel Xi tertentu (nilai Xi dari sampel yang divalidasi) masuk dalam prediction interval yang terbentuk. Nilai prediction interval untuk nilai y0 didapat dengan rumus (Walpole & Myers.12) b..4. 1993) Gatot Bentoro .Bab III Metodologi Penelitian Kuantitas dari S√x0’(X”X)-1x0 disebut standard error of prediction dan standard error of the estimate diperoleh rumus (Katz 1982) : Σ ei2 √ (n-k-1) S= …………………………………………. Apakah nilai Y berada didalam prediction interval model ini valid untuk meramalkan nilai Y tunggal populasi keseluruhan.. 1993) : Y0 . x0 adalah sama dengan nilai-nilai pada uji confidence interval untuk nilai rata-rata Y. Pendugaan interval untuk nilai rata-rata Y dan nilai individu Y terhadap variabel X dapat dibuat suatu grafik seperti pada gambar 3. X. S. (3. (3.12) Dimana nilai-nilai y0.tα/2S√x0’(X”X)-1x0 < y0 < Y0+tα/2S√x0’(X”X)-1x0 ... Grafik Pendugaan Interval untuk Nilai Rata-Rata Y dan Individu Y (Sumber: Walpole & Myers.6402014051 60 .5.

Apabila berada didalam daerah antara batas bawah dan batas atas confidence interval rata-rata Y dberikan nilai 2. 61 .Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 3. Seperti pada gambar 3. Variabel-variabel itu yang disebut variabel dummy. yaitu dengan memasukkan satu atau beberapa variabel dummy disamping variabel yang telah teridentifikasi kedalam analisis regresi sampai model regresi yang terbentuk menghasilkan nilai Adjusted R2=1 atau R2≈1. ANALISIS VARIABEL DUMMY Suatu persamaan dari model regresi yang terbentuk dikatakan sempurna apabila mempunyai nilai koefisien penentu atau coeficient of determination R2 = 1. sedangkan apabila berada didalam daerah antara batas atas confidence interval nilai rata-rata Y dan batas atas confidence interval nilai individu Y diberikan nilai 3.5 bahwa apabila nomor sampel model awal berada didaerah antara batas bawah confidence interval nilai individu Y bawah dan batas bawah confidence interval nilai rata-rata Y diberikan nilai 1. maka model tersebut menyatakan bahwa kemungkinan ada variabel penentu lainnya yang masih belum teridentifikasi atau terjelaskan.9. Apabila nilai Adjusted R2<1. Untuk mencari adanya kemungkinan variabel penentu lainnya dilakukan dengan cara memasukkan variabel dummy. Dalam situasi ini kita harus memberikan tingkat kepada variabel-variabel itu yang mungkin mempunyai pengaruh determenistik yang terpisah dan berbeda terhadap variabel tidak bebas. Variabel dummy biasanya dimana kita harus memasukkan suatu faktor yang hanya memiliki dua atau lebih tingkat yang berbeda dan tidak bisa memberikan skala kontinu. artinya sisanya yaitu (1-Adjusted R2) dapat dikontribusi oleh variabel penentu lainnya (Supranto 1988). Ketentuan dari nilai-nilai dummy untuk setiap sampel diberikan berdasarkan grafik model regresi awal yang memperlihatkan scatter plot setiap nomor sampel dan menunjukkan confidence interval untuk nilai rata-rata Y serta confidence interval untuk nilai tunggal Y tersebut maka nilai dummy untuk masing-masing nomor sampelnya adalah seperti yang dijelaskan berikut.

Ada dua kunci utama dalam simulasi. Selanjutnya apabila model belum mencapai R2=1. SIMULASI MONTE CARLO Simulasi adalah proses model matematika atau model logika dari suatu sistem atau masalah pengambilan keputusan.6402014051 62 . Skala Pengukuran Dummy (Sumber: Walpole & Myers. biasanya memberikan hasil yang diperlukan secara komprehensif dan merupakan sebuah Gatot Bentoro . ditambah dummy berikutnya dan proses dilakukan seperti diatas dengan menggunakan grafik model yang baru terbentuk. dilakukan analisis regresi yang terdiri dari variabel penentu sebelumnya ditambah dengan dummy pertama. Variabel yang mempunyai korelasi tertinggi dengan dummy tersebut adalah berpotensi menjadi variabel penentu tambahan untuk penelitian lanjutan. 3. Simulasi adalah teknik dengan menggunakan data yang dibuat untuk berbagai kondisi yang mungkin terjadi. 1993) Setelah nilai dummy diperoleh. yang merupakan metode analitis yang digunakan untuk mencontoh suatu sistem kehidupan. Kemudian dilakukan eksperimen dengan model tersebut untuk menganalisis hasilnya sehingga dilakukan eksperimen dengan model tersebut untuk menganalisis hasilnya sehingga dapat membantu dalam pengambilan keputusan (Evans 1998).5. Sebuah simulasi. yaitu adalah model dan eksperimen. maka selanjutnya dilakukan korelasi antara dummy-dummy tersebut dengan variabel-variabel lainnya yang tidak termasuk variabel didalam kelompok rotated component matrix yang sudah terwakili oleh variabel penentu sebelumnya.10.Bab III Metodologi Penelitian Y Pendugaan Interval Untuk individu Y 3 2 Model Regresi Pendugaan Interval untuk rata-rata Y 1 X Gambar 3. khususnya saat analisis lain secara matematis terlalu kompleks atau terlalu sulit untuk dihasilkan. Jika dummy yang diperoleh telah digunakan untuk mengidentifikasi variabel penentu lainnya.

bentuk distribusi atau karakteristik lainnya dari jawaban yang diinginkan. Jumlah trials ditentukan pada saat hasil simulasi sudah cukup stabil dalam batas-batas ketelitian yang diinginkan. Persyaratan utama dari teknik Monte Carlo adalah outcome dari seluruh variabel. yaitu simulasi sistem dan simulasi Monte Carlo. umumnya memiliki suatu distribusi normal dan hasil (element outcomes) yang diinginkan juga membentuk suatu distribusi normal. Perhitungan ini dilakukan berulang-ulang sehingga menghasilkan trial 2 outcome (hasil coba-coba) yang mendekati nilai rata-rata µ (mean). Teknik Monte Carlo dapat digunakan untuk kasus-kasus dengan hasil yang diinginkan bersifat random. Simulasi Monte Carlo merupakan suatu teknik simulasi untuk situasi yang diliputi ketidakpastian untuk mendapatkan suatu pendekatan. yang bertujuan untuk mengestimasi distribusi dari variabel-variabel terikat. Analisis dalam penelitian ini dimulai dengan pemilihan hasil (outcome) dengan suatu jumlah (angka) yang tetap dan melakukan perhitungan jika diperlukan untuk memperoleh trial outcome dalam memperoleh jawaban yang diinginkan (measure of merit). bila eksperimen secara fisik atau pendekatan analitis tidak memungkinkan secara ekonomis. Teknik Monte Carlo sering digunakan dan diterapkan dalam praktek analisis perubahan karena kemampuan analisis dapat mengantisipasi dan menyederhanakan rumusan matematis yang kompleks. bila eksperimen secara fisik atau pendekatan analitis tidak memungkinkan. Simulasi memiliki dua jenis. Jumlah kejadian yang disimulasi untuk memberikan gambaran yang mungkin terjadi di lapangan adalah menggunakan rumus n. Simulasi Monte Carlo pada dasarnya adalah sebuah eksperimen sampling. Teknik simulasi dengan Monte Carlo terbukti adalah suatu teknik yang sangat bermanfaat terutama dalam menganalisis perubahan untuk memperoleh suatu jawaban yang mendekati. Teknik Monte Carlo dapat digunakan untuk kasus-kasus dengan hasil yang diinginkan bersifat random (random outcomes) yang diinginkan juga membentuk suatu distribusi normal.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi pendekatan yang kuantitatif bagi pembelajaran sebuah sistem yang sesuai dengan kenyataan. sabagai berikut (Walpole & Myers 1993) : Z2 n= α/2 σ2 δ2 63 . dipilah secara acak (random). yang pada penelitian ini lebih menekankan pada penggunaan simulasi Monte Carlo. variant σ . yang kemungkinan dipengaruhi oleh variabel-variabel bebas. Metode yang paling mudah untuk menentukan jumlah trials dengan teknik ini untuk mendapatkan hasil yang akurat adalah dengan memperhatiokan nilai rata-rata yang dihasilkan. Fenomena random.

6. 1993) Gatot Bentoro . mean dan range. Secara skematis.E.6. Skematik Teknik Monte Carlo (Sumber: Walpole.6402014051 64 . teknik Monte Carlo dapat dilihat pada gambar 3.Bab III Metodologi Penelitian Dimana : n Z σ 2 α/2 2 = = = = Jumlah sampel simulasi Degree of Confidence Level at Half Width Standard Deviation Error Tolerance Level δ2 Dari jumlah kejadian n tersebut diatas yang di random untuk mendapatkan nilai standard deviation. R. berikut : Monte Carlo Sample or Trial Model for Measure of Merit Calculate Single Outcome of Measure of Merit Combine Result to From Distribution or Other Characteristic (s) of Measure of Merit Are Three Sufficient Trials for Desired Accuracy Stop Gambar 3.

BA B 4 PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Seperti yang telah dijelaskan pada Bab 1 dan 3. Maka pada bab ini akan dijelaskan mengenai pelaksanaan dari penelitian. yang dimulai dari penjabaran data hasil penyebaran kuesioner. serta simulasi kinerja perusahaan dengan menggunakan metode optimasi. 65 . Angket kuesioner dapat dilihat pada lampiran A. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengukur pengaruh faktor-faktor dari manajemen perusahaan yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan jasa konstruksi (kontraktor). Dari 69 sampel penelitian yang diperoleh. uji model kinerja perusahaan.1. pendidikan terakhir responden. jenis perusahaan kontraktor.1. Dari wawancara yang dilanjutkan dengan penyebaran kuesioner kepada 150 responden. prosentase keberhasilan perusahaan dalam menyelesaikan proyek yang dikerjakan selama kurun waktu 5 tahun terakhir dan perbandingan rata-rata prosentase proyek yang dikerjakan antara proyek pemerintah dan proyek swasta. maka dapat diidentifikasikan sebagai data umum profil perusahaan seperti posisi jabatan dari responden. dan yang kembali sebanyak 69 kuesioner. 4. serta wawancara dari level Direktur Utama sampai pada Manajer Proyek perusahaan kontraktor baik swasta maupun BUMN. Data tersebut dirangkum secara rinci seperti terlihat dalam Tabel 4. DATA PERUSAHAAN DAN RESPONDEN Pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran angket kuesioner. analisis kinerja perusahaan.

dapat diketahui bahwa tidak ada perbedaan kinerja yang signifikan berdasarkan jenis perusahaan jasa kontraktor untuk perspektif keuangan dan pelanggan. ANALISIS NON PARAMETRIK Untuk mengetahui perbedaan kinerja perusahaan berdasarkan jenis perusahaan kontraktor maka dilakukan proses non parametric test berdasarkan data sampel pada Tabel 4. 1. 4. proses hal ini bisnis dapat internal dilihat serta dari pertumbuhan besarnya dan nilai pembelajaran ada perbedaan kinerja yang cukup signifikan berdasarkan jenis nilai siginifikan≤0. Dua sampel yang tidak berhubungan adalah jenis perusahaan jasa konstruksi BUMN dan Swasta.1. hal ini dapat dilihat dari nilai besarnya nilai siginifikan≥0.05. 4. Pada penelitian ini dilakukan analisis non parametrik untuk menguji data dua sampel yang tidak berhubungan dengan menggunakan uji Mann-Whitney U. atau jumlah data sangat sedikit serta level data adalah nominal atau ordinal.Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian Tabel 4.05.2. Hasil analisis uji Mann-Whitney U dengan menggunakan program SPSS 11. Uraian Kegiatan POSISI RESPONDEN Direktur Utama Direktur Manajer Kasi Kabag Profesional Staff PENDIDIKAN TERAKHIR RESPONDEN D3 S1 S2 S3 JENIS PERUSAHAAN KONTRAKTOR BUMN Swasta SISTEM MUTU PERUSAHAAN • Sertifikat ISO 9000 • Dalam Proses ISO 9000 • Belum Memiliki ISO 9000 • Lainnya Sumber: Hasil Olahan Jumlah Sampel 10 17 25 1 4 10 1 52 16 26 43 45 6 18 - 2. Sedangkan perusahaan untuk jasa perspektif konstruks. Hasil analisis statistik non parametric secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran B. Analisis non parametrik adalah metode yang digunakan jika data yang ada tidak berdistribusi normal.5 Gatot Bentoro .6402014051 66 . Untuk mengetahui perbedaan kinerja perusahaan berdasarkan jenis perusahaan kontraktor maka dilakukan proses non parametric test berdasarkan data sampel pada Tabel 4. Data Profil Umum Perusahaan No.1.1. 3.

Hasil analisis uji Kruskal-Wallis dengan menggunakan program SPSS 11.60 Sum of Ranks 905.000 1301.5 dapat dilihat pada Tabel 4.389 a.007 pelanggan 493.000 905.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi dapat dilihat pada Tabel 4.00 1273.000 -2.00 1301.2 dan Tabel 4.3.003 Mann-Whitney U Wilcoxon W Z Asymp.3 dapat dilihat bahwa tidak ada perbedaan kinerja yang signifikan berdasarkan jenis perusahaan jasa kontraktor untuk perspektif keuangan dan pelanggan.5.000 -.12 42.862 . Statistik untuk Uji Mann-Whitney U a Test Statistics pertumbu han&pem belajaran 327.000 1273.54 33.000 1439.014 . (2-tailed) Sumber: Hasil Olahan keuangan 554.4 dan Tabel 4. hal ini dapat dilihat dari nilai besarnya nilai siginifikan>0.948 proses bisnis 355.000 -.92 29.3.000 -3. Ranks Tabel 4.85 30. Ranking untuk Uji Mann-Whitney U keuangan JNS_PRSH BUMN Swasta Total BUMN Swasta Total BUMN Swasta Total BUMN Swasta Total N 26 43 69 26 43 69 26 43 69 26 43 69 Mean Rank 34.00 976.05. Sedangkan untuk perspektif proses bisnis internal serta pertumbuhan dan pembelajaran ada perbedaan kinerja yang cukup signifikan berdasarkan jenis 67 .2 dan Tabel 4.26 37. Beberapa sampel yang tidak berhubungan adalah mutu perusahaan jasa konstruksi. Sedangkan untuk menguji beberapa sampel yang tidak berhubungan dengan menggunakan metode non parametrik yang dipakai adalah uji Kruskal-Wallis.2.00 1114. Grouping Variable: JNS_PRSH Berdasarkan Tabel 4.00 1510.00 1142.703 .00 1439.47 43.065 .81 35.00 proses bisnis pelanggan pertumbuhan& pembelajaran Sumber: Hasil Olahan Tabel 4. Sig.

Hal ini menunjukkan bahwa ada faktorfaktor tertentu yang mempengaruhi kinerja perusahaan yang sedang dalam proses ISO 9000.00 39.515 2 . hal ini dapat dilihat dari nilai besarnya nilai siginifikan<0. Ranks Tabel 4. proses bisnis internal.5.00 29. pelanggan serta pertumbuhan dan pembelajaran yang belum memiliki ISO 9000 ternyata lebih tinggi dari kinerja perusahaan yang dalam proses ISO 9000. keuangan 6.83 25.000 pelanggan 8.4 dapat dilihat bahwa mean rank kinerja perusahaan perspektif keuangan. Sig.b Test Statistics pertumbu han&pem belajaran 18.92 27.810 2 .Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian perusahaan jasa konstruks.20 18. Kruskal Wallis Test b.67 22.19 42.029 2 . Statistik untuk Uji Kruskal Wallis a.42 16.031 proses bisnis 16. Grouping Variable: MUTU_PRS Sumber: Hasil Olahan Berdasarkan Tabel 4.87 21.4.6402014051 68 .44 proses bisnis pelanggan pertumbuhan& pembelajaran Sumber: Hasil Olahan Tabel 4.17 21.012 a.000 Chi-Square df Asymp. Gatot Bentoro .969 2 .05.25 41. Ranking untuk Uji Kruskal Wallis keuangan MUTU_PRS Sertifikat ISO 9000 Dlm Proses ISO 9000 Blm Memiliki ISO 9000 Total Sertifikat ISO 9000 Dlm Proses ISO 9000 Blm Memiliki ISO 9000 Total Sertifikat ISO 9000 Dlm Proses ISO 9000 Blm Memiliki ISO 9000 Total Sertifikat ISO 9000 Dlm Proses ISO 9000 Blm Memiliki ISO 9000 Total N 45 6 18 69 45 6 18 69 45 6 18 69 45 6 18 69 Mean Rank 39.

6 dilakukan proses analisis sehingga diperoleh prosentase dari masing-masing kinerja.6.031. Proses Scoring Ranking Kinerja Perusahaan Ranking Score 1 4 2 3 3 2 4 1 Sumber: Hasil Olahan Berdasarkan Tabel 4.6.05. 4. Kinerja Proses Bisnis adalah 0. yang terdiri dari 5 variabel terikat (dependent variable) dan 46 variabel bebas (independent variable). kolom Asymp. 2. dengan score (penilaian)sesuai Tabel 4. Kinerja Perusahaan Perspektif Keuangan Perspektif Proses Bisnis Internal Perspektif Pelanggan Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran Prosentase 24% 28% 25% 23% Sumber: Hasil Olahan 69 .d.7. Tabel 4. atau probabilitas dibawah 0. Prosentase Perspektif Kinerja Perusahaan No. Proses Bisnis. 4) dari masing-masing kinerja. 3. 1. Tabel 4. Pelanggan serta Pertumbuhan dan Pembelajaran benarbenar berbeda antara jenis mutu yang dimiliki oleh perusahaan jasa konstruksi. Berdasarkan hasil kuesioner yang telah disebar. yang dapat dilihat pada Tabel 4. dapat dilihat pada Tabel 4. juga diperoleh ranking (1 s. Kinerja Keuangan adalah 0. Dari ranking tersebut dilakukan proses scoring. Sig/asysmptotic significance untuk uji beberapa sisi.00.012.7. atau memang Kinerja Keuangan.5. Kinerja Pelanggan adalah 0.3. ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI Semua data hasil wawancara dan kuesioner yang telah diisi oleh para responden tentang pengaruh kualitas manajemen perusahaan dalam meningkatkan kinerja perusahaan jasa konstruksi ditabulasikan seperti terlihat pada lampiran C.00.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Sedangkan berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan metode KruskalWallis Test. 4. Maka H0 ditolak. Kinerja Pertumbuhan dan Pembelajaran adalah 0.

Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan Tabel 4. maka dilakukan suatu proses seleksi terhadap 69 kuesioner yang didapat dengan melakukan analisis korelasi dan regresi.... Perspektif Pelanggan.1 sehingga dapat diperoleh nilai kualitas kinerja perusahaan..6402014051 70 . tetapi input data dilakukan masing-masing dari kelima variabel terikat tersebut dan tetap dipengaruhi oleh 46 variabel bebas yang sama. dan D5 untuk Kinerja Perusahaan). D2 untuk Perspektif Proses Bisnis Internal. Pada penelitian ini.. dan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi sebagai 5 variabel terikat yang dipengaruhi oleh 46 variabel bebas berupa kualitas manajemen perusahaan.. Hasil tabulasi data disusun dalam suatu format yang akan digunakan sebagai input data dalam proses analisis yang menggunakan program SPSS 11.. Dengan menggunakan program SPSS 11. analisis korelasi pada penelitian ini dilakukan untuk mengukur kekuatan hubungan antara variabel terikat pada Kinerja Perusahaan dengan variabel bebas pada Kualitas Manajemen Perusahaan. Data yang digunakan sebagai input tersebut adalah Kinerja Perusahaan Perspektif Keuangan.. Maksudnya adalah untuk menentukan variabel-variabel yang tidak layak (outlier) yang dapat dilihat pada scatterplot....5. Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran...1) Dimana: YT KYij PYij = Nilai Kualitas Kinerja Perusahan = Nilai Kualitas masing-masing Perspektif Kinerja Perusahaan = Prosentasi masing-masing Perspektif Kinerja Perusahaan Proses analisa dan pentabulasian data untuk memperoleh prosentase masingmasing perspektif kinerja perusahaan dan nilai kualitas kinerja perusahaan dapat dilihat pada Lampiran B.. D4 untuk Perspektif Pertumbuhan dan Pembalajaran... Dalam memperoleh sampel penelitian yang layak untuk dapat dilakukan penelitian lebih lanjut... Gatot Bentoro . Perspektif Proses Bisnis Internal.(4... D3 untuk Perspektif Pelanggan. proses analisis terhadap 5 variabel terikat Kinerja Perusahaan tidak di input bersama. Analisis korelasi dilakukan dengan metode korelasi pearson (product moment correlations).5.. Setelah itu dilakukan analisis regresi linier terhadap variabel-variabel bebas yang berhubungan dengan variabel terikat.... perhitungan metode korelasi pearson menghasilkan jenis koefisien korelasi bivariate seperti pada lampiran D (D1 untuk Perspektif Keuangan.7 dilakukan dengan menggunakan persamaan 4.. YT = ∑ KYij * PYij .

Demikian seterusnya sampai tidak ditemukan variabel yang outlier pada scatterplot.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Jika terdapat variabel yang tidak layak. Kemudian dilakukan analisis korelasi dan regresi kembali tanpa memasukkan variabel yang outlier.05 terhadap masing-masing variabel terikat yang dirangkum pada Tabel 4.8 dan data koefisien korelasi selengkapnya dapat dilihat pada lampiran D. Variabel-variabel bebas yang berhubungan dengan variabel terikat dengan tingkat signifikan≤0. 71 . maka variabel tersebut harus dibuang.

361 0.587 0.400 0.478 0.668 0.385 0.388 0.503 0.365 0.435 0.435 0.333 0.306 0.370 0.404 0.450 0.337 0.562 0.395 0.381 0.503 X11 0.434 0.362 X26 X32 0.407 0.355 X7 X8 X10 0.371 0.499 X46 Sumber: Hasil Olahan Gatot Bentoro .399 0.387 0.503 0.355 0.Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian Tabel 4.525 0.470 0.434 0.8. Nilai Korelasi Pearson r Terhadap masing-masing Variabel Terikat VARIABEL TERIKAT Y1 (n=50) Y2 (n=41) Y3 (n-40) Y4 (n-40) Y5 (n=42) NILAI r VARIABEL X1 X4 0.332 0.543 0.538 0.332 X34 X35 X38 -0.462 X5 0.405 0.372 0.327 0.396 0.670 0.341 0.351 0.451 X14 X15 X16 VARIABEL TERIKAT Y1 (n=50) Y2 (n=41) Y3 (n-40) Y4 (n-40) Y5 (n=42) NILAI r VARIABEL X17 X18 X20 X21 X22 0.362 X6 0.389 0.424 0.343 X40 -0.6402014051 72 .507 X13 0.388 0.399 0.380 X12 0.470 0.499 0.389 X39 -0.304 0.421 0.367 0.390 0.355 0.335 0.454 0.

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Keterangan : Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 n X1 = Kinerja Perusahaan Perspektif Keuangan = Kinerja Perusahaan Perspektif Bisnis Internal = Kinerja Perusahaan Perpektif Pelanggan = Kinerja Perusahaan Perspektif Pertumbuhan & pembelajaran = Kinerja Total = Jumlah sampel yang layak = Tujuan dan sasaran yang mengacu pada sumber daya X4 X5 X6 X7 X8 X10 = Kemampuan untuk mendapatkan laba = Kualitas hasil akhir pekerjaan = Tingkat keberhasilan strategi perusahaan = Kualitas implementasi kebijakan perusahaan = Kinerja dan produktifitas karyawan = Kemampuan personil inti dalam menjalankan fungsi tugas X11 = Kemampuan pimpinan perusahaan dalam membuat rencana sumber daya X12 = Kemampuan karyawan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya X13 X14 X15 = Tanggung jawab karyawan = Kerjasama personil inti dengan bawahan = Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menyelesaikan konflik. wewenang dan tanggung jawab karyawan = Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menghadapi peluang bisnis = Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menanggapi persaingan = Prestise pekerjaan didalam perusahaan = Rotasi pekerjaan terhadap karyawan = Kurang adanya Reward & Punishment terhadap karyawan = Kualitas penghargaan perusahaan terhadap karyawan = Mengalami hambatan dalam melakukan evaluasi terhadap kualitas hasil pekerjaan = Mengalami hambatan dalam melakukan penyusunan laporan kegiatan = Mengalami hambatan dalam melakukan penilaian terhadap prestasi kerja = Tindakan pengendalian terhadap perusahaan. X46 X40 X39 X38 X35 X26 X32 X34 X22 X21 X20 X16 X17 X18 = Pengarahan thdp karyawan dlm menyelesaikan pekerjaan = Peranan pimpinan perusahaan sebagai fasilitator = Dukungan dan dorongan dari pimpinan perusahaan terhadap karyawan = Kualitas pendistribusian tugas. 73 .

Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan Tabel 4. Analisis faktor dari variabel bebas yang berhubungan dengan variabel terikat untuk eigenvalues>1 dengan tingkat signifikan≤0. Hasil analisis faktor dengan menggunakan SPSS 11.Y2. Perspektif Pelanggan 4 faktor dan Perspektif Pertumbuhan dan Gatot Bentoro . Sebagai contoh variabel bebas X4. Analisa Interkorelasi dilakukan untuk mengetahui besarnya hubungan interkorelasi r antara variabel bebas yang satu dengan variabel bebas yang lainnya.Y5).6402014051 74 . Untuk menyederhanakan jumlah variabel bebas yang berhubungan dengan variabel terikat dengan tingkat signifikan≤0.8 terlihat bahwa ada beberapa variabel terikat yang berkorelasi lebih dari satu dengan variabel terikat (Y). Dalam matriks interkorelasi yang dapat dilihat pada Lampiran D.05.5 dapat dilihat pada Lampiran E. hanya menggambarkan logika hubungan antara variabel bebas (kualitas manajemen perusahaan) dengan variabel terikat (perspektif kinerja perusahaan). Sedangkan tanda negatif disini menunjukkan arah yang berlawanan. beberapa mempunyai nilai yang sangat berarti dan berpotensi menimbulkan gangguan (noise) bagi model yang terbentuk dari variabel bebas yang berinterkorelasi tersebut. maka mempunyai risiko akan terjadinya gangguan (noise) terhadap stabilitas model. X5. Semua variabel bebas ada yang berkorelasi positif dan ada yang berkolerasi negatif.Y3. maka dilakukan analisa faktor dengan menggunakan metode Principal Componenet Analysis dan metode rotasi Varimax dengan kriteria dari Kaiser yaitu mengambil komponen yang mempunyai eigenvalue>1. Setelah didapatkan variabel-variabel bebas dengan tingkat signifikan<0. sehingga perlu dilakukan analisa lebih lanjut. Korelasi positif maupun negatif disini. X13. Perspektif Bisnis Internal 4 faktor. X10 dan X11 berkorelasi terhadap semua variabel terikat (Y1. Apabila antar variabel-variabel tersebut terjadi hubungan interkorelasi dengan pengertian saling mempengaruhi satu sama lainnya dan variabel-variabel tersebut langsung digunakan sebagai variabel pada persamaan yang dihasilkan. selanjutnya terhadap variabel-variabel tersebut dilakukan pengukuran kekuatan hubungan antar variabel-variabel tersebut dengan cara analisa interkorelasi. sehingga dapat mengurangi asumsi linier independence dan mengurangi real significant final of interpretation dari model yang terbuat dari variabel tersebut.05 terhadap Kinerja Perusahaan Perspektif Keuangan.05 terhadap variabel terikat. yang artinya bahwa tanda positif menunjukkan arah yang sama yaitu semakin baik kualitas variabel bebasnya maka semakin baik juga variabel terikatnya. nilai koefisien korelasi ”r” antar variabel-variabel bebas. Sedangkan variabel bebas X12. dimana semakin menurun kualitas variabel bebasnya maka semakin baik variabel terikatnya. X14 dan X15 berkorelasi dengan 4 variabel terikat. telah menghasilkan 3 komponen atau faktor.Y4.

maka proses selanjutnya adalah melakukan analisis variabel penentu perspektif kinerja perusahaan. diperoleh hanya 3 variabel penentu yang mewakili model hubungan Perspektif Kinerja Perusahaan terhadap Peningkatan Kualitas Manajemen Perusahaan. seperti terlihat pada Total Variance Explained maupun Rotated Component Matrix pada lampiran E. yaitu variabel-variabel dari faktor I. serta memenuhi semua kriteria proses pengujian (F... validasi. Setelah didapat jumlah sampel yang layak dan setiap variabel sudah dikelompokkan untuk yang memiliki karakteristik umum yang sama. Berdasarkan kriteria tersebut diatas. Variabel Penentu X5 X40 Uraian Kualitas hasil akhir pekerjaan Adanya hambatan dalam melakukan penilaian terhadap prestasi kerja Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menanggapi persaingan Karakteristik Variabel Penetapan Tujuan dan Sasaran Pengukuran kualitas perusahaan Kualitas pimpinan perusahaan Y1 III. Analisis Variabel Penentu Perspektif Kinerja Perusahaan Dalam menentukan variabel-variabel penentu yang akan dipilih. sehingga kombinasi tersebut menghasilkan variabel-variabel penentu yang optimal terhadap kinerja perusahaan yang mempunyai nilai Adjusted R2 dan stabilitas model yang optimal. n dengan nilai koefisien interkorelasi r.9.. III.. dan identifikasi variabel dummy. . F3.05 dan dipilih kombinasi yang mempunyai koefisien interkorelasi yang paling rendah. Kombinasi dari variabel penentu yang mewakili masing-masing faktor dan merupakan variabel kombinasi tersebut dapat dirinci seperti terlihat pada Tabel 4. Tabel 4. Adapun kombinasi faktor dan nilai Adjusted R2 tersebut dapat dilihat pada lampiran F. t.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Pembelajaran 4 faktor.. Fn). II. analisis model regresi perspektif kinerja perusahaan. Variabel Penentu Kinerja Variabel Terikat Faktor I. dengan kriteria bahwa variabel bebas dari setiap faktor tersebut mempunyai koefisien interkorelasi yang berhubungan dengan variabel terikat dengan tingkat signifikan≤0. X22 75 . Setiap faktor mempunyai sekelompok variabel bebas yang dapat menggambarkan karakteristik umum dari faktor tersebut. pengujian model.9.. penentuan model. II. Dari kombinasi faktor tersebut dicari kombinasi yang memiliki nilai Adjusted R2 paling tinggi dengan cara melakukan regresi terhadap kombinasi faktor tadi. d dan validasi). F2. . dilakukan analisis variabel penentu dengan cara menganalisis berbagai kombinasi antara variabel bebas yang potensial dari setiap faktor (F1.

X5 X16 Kualitas hasil akhir pekerjaan Pengarahan terhadap karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan Dukungan pimpinan karyawan dan dorongan dari perusahaan terhadap Penetapan Sasaran Pengukuran perusahaan Kualitas perusahaan Penetapan Sasaran Struktur Perusahaan Tujuan dan Y4 kualitas pimpinan III.Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian Variabel Terikat Faktor I. X15 perusahaan konflik dalam menyelesaikan I. II. Y5 secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran G. X18 I. Variabel Penentu X5 X10 Uraian Kualitas hasil akhir pekerjaan Kemampuan personil inti menjalankan fungsi tugas Kemampuan pimpinan dalam Karakteristik Variabel Penetapan Sasaran Struktur Perusahaan Sistem dan Perusahaan Tujuan dan Organisasi Prosedur Y2 III. Sedangkan output hasil analisis regresi Y1 s. Gatot Bentoro .6402014051 76 . Sumber: Hasil Olahan X15 perusahaan konflik dalam menyelesaikan Sistem dan Perusahaan Analisa regresi berganda linier dan non linier dilakukan terhadap kombinasi variabel penentu yang telah ditetapkan. X4 X11 Profit yang diperoleh perusahaan Kemampuan pimpinan perusahaan dalam membuat rencana sumber daya Kemampuan pimpinan Tujuan dan Sasaran Koordinasi Pekerjaan Kualitas perusahaan Pelaksanaan pimpinan Y3 III. X5 X11 Kualitas hasil akhir pekerjaan Kemampuan pimpinan perusahaan dalam membuat rencana sumber daya Kemampuan pimpinan Tujuan dan Organisasi Prosedur Y5 III. II. Model regresi yang dihasilkan untuk masing-masing variabel terikat beserta Adjusted R2 model linier dan non linier dapat dilihat pada Tabel 4.d. X15 perusahaan konflik dalam menyelesaikan I.10. II. II.

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi

Tabel 4.10. Model Regresi Berganda untuk Y1 s.d. Y5 Variabel Terikat Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Keterangan : Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 X4 X5 X10 X11 = Kinerja Perusahaan Perspektif Keuangan = Kinerja Perusahaan Perspektif Bisnis Internal = Kinerja Perusahaan Perpektif Pelanggan = Kinerja Perusahaan Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran = Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi = Kemampuan untuk mendapatkan laba = Kualitas hasil akhir pekerjaan = Kemampuan personil inti dalam menjalankan fungsi tugas = Kemampuan pimpinan perusahaan dalam membuat rencana sumber daya X40 X22 X18 X16 X15 = Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menyelesaikan konflik. = Pengarahan terhadap karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan = Dukungan dan dorongan dari pimpinan perusahaan terhadap karyawan = Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menanggapi persaingan = Mengalami hambatan dalam melakukan penilaian terhadap prestasi kerja Model Regresi Berganda Linier 2.126 + 0,433X5 - 0,287X40 + 0,311X22 -2,377 + 0,274X5 + 0,652X10 + 0,428X15 -2,543 + 0,352X4 + 0,435X11 + 0,617X15 -2,336 + 0,555X5 + 0,356X16 + 0,438X18 -2,214 + 0,568X5 + 0,407X11 + 0,366X15 Non Linier 1,690 * X50,468 * X220,343 * X40 -0,245 0,371 * X50,263 * X100,722 * X150,539 0,808 * X40,158 * X110,434 * X150,442 0,408 * X50,553 * X160,422 * X180,475 0,388 * X50,461 * X110,587 * X150,463 Linier 0.780 0.764 0.737 0.786 0.619 Adjuste R2 Non Linier 0.605 0.758 0.685 0.751 0.555

77

Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian

4.4.

UJI MODEL KINERJA PERUSAHAAN
Uji model pada penelitian ini terdiri dari pengujian terhadap Adjusted R2, uji F,

uji T, uji autokolerasi (Durbin-Watson), analisis residual, penentuan model yang digunakan, validasi dan uji hipotesis.

Coefficient of Determination Test (Adjusted R2 –Test)
Dengan menggunakan metode stepwise pada SPSS 11,5 dihasilkan urutan kombinasi variabel bebas penentu dalam memberikan kontribusi terhadap nilai Adjusted R2 untuk model regresi linier maupun regresi non linier. Urutan kombinasi variabel bebas penentu dari model regresi tipe Kinerja Perusahaan menghasilkan nilai Adjusted R2 seperti terlihat pada lampiran G.

Uji F (F-Test) Kinerja Perusahaan
Langkah selanjutnya dilakukan Uji F dengan tujuan untuk menguji bahwa seluruh koefisien variabel bebas Xi dari model regresi tidak mempengaruhi variabel Y atau sering disebut uji hipotesis nol. Dilakukan Uji Hipotesis nol terhadap sekelompok variabel bebas X1, X2, X3, yang berarti: H0 : H0 : β1 = β2 = β3 = 0 β1 ≠ 0, β2 ≠ 0, β3 ≠ 0

Dimana: β1, β2, β3 adalah koefisien X1, X2,X3 Nilai F model (F0) maupun F tabel yang diperoleh dapat dilihat pada Tabel ANOVA (Lampiran G)

Uji t (t-Test) Kinerja Perusahaan
Langkah selanjutnya melakukan t-Test atau Student-t Distribution, dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kepercayaan tiap variabel bebas dalam persamaan atau model regresi dipergunakan dalam memprediksi nilai Y. Uji-t dilakukan dengan cara uji hipotesis nol yaitu bahwa konstanta dan koefisin variabel Xi sama dengan nol. Dilakukan uji hipotesis nol terhadap konstanta dan koefisien variabel X1, X2, X3 nilai t model (t0) maupun tabel yang diperoleh terlihat seperti pada Tabel Coefficients (Lampiran G).

Gatot Bentoro - 6402014051

78

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi

Uji Autokorelasi (Durbin-Watson Test)
Uji autokorelasi dilakukan untuk mengukur ada tidaknya autokorelasi antara variabel pada sampel yang berbeda. Adapun untuk mengukur ada tidaknya autokorelasi pada variabel dalam model yang diuji digunakan batasan nilai du<d<(4du) yang menunjukkan bahwa tidak adanya autokorelasi antara variabel. Uji autokorelasi dilakukan dengan bantuan SPSS 11,5 sehingga dihasilkan suatu nilai Durbin-Watson seperti terlihat pada Tabel Model Summary (Lampiran G).

Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat multikolinieritas atau terjadinya korelasi diantara sesama variabel terpilih. Model regresi yang baik harus tidak ada multikolinieritas (Santoso 2001). Menurut Tabachnick (2001) tidak terdapat multikolinieritas diantara variabel penentu jika angka condition index < 30 dan angka variance proportion < 0.5. Nilai condition index yang diperoleh dapat dilihat pada Tabel Collinearity Diagnostic (lampiran G). Hasil dari semua jenis pengujian model linier dan non linier kinerja perusahaan dapat dilihat pada Tabel 4.11.

Tabel 4.11. Uji Model Linier dan Non Linier Tanpa Dummy untuk Kinerja Perusahaan Variabel Terikat Nilai Parameter Linier
0.780 48.162 7.545 4.606 5.592 2.010 25.171 0.764 44.201 5.023 4.649 4.285 1.647 19.970

Jenis Uji
Adjusted R² Uji F Uji t untuk X5 Uji t untuk X22

Non Linier
0.605 26.013 6.264 3.479 3.390 2.008 34.073 0.758 42.719 5.293 5.809 4.077 1.498 27.457

Syarat
0.50 19.5 1.671 1.671 1.671 1.67 < d < 2.33 < 30 0.50 19.5 1.684 1.684 1.684 1.66 < d < 2.34 < 30

Kesimpulan
Signifikan Tolak Ho Tolak Ho Tolak Ho Tolak Ho Tidak ada otokorelasi Linier Tidak terdapat multikolinieritas, non linier terdapat multikolinieritas Signifikan Tolak Ho Tolak Ho Tolak Ho Tolak Ho Ada otokorelasi Tidak terdapat multikolinieritas

Y1

Uji t untuk X40 Uji Durbin Watson Uji Multikolinieritas (Nilai Condition Index) Adjusted R² Uji F Uji t untuk X5

Y2

Uji t untuk X10 Uji t untuk X15 Uji Durbin Watson Uji Multikolinieritas (Nilai Condition Index)

79

Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian

Variabel Terikat

Jenis Uji
Adjusted R² Uji F Uji t untuk X40 Uji t untuk X11 Uji t untuk X15 Uji Durbin Watson Uji Multikolinieritas (Nilai Condition Index) Adjusted R² Uji F Uji t untuk X5

Nilai Parameter Linier
0.737 37.339 6.149 5.387 3.535 1.37 17.437 0.785 48.606 7.097 5.315 4.429 1.386 16.588 0.619 23.249 4.941 3.195 3.142 1.958 20.377

Non Linier
0.685 29.323 4.034 5.334 4.865 1.343 24.473 0.751 40.270 7.141 5.454 3.986 1.472 23.508 0.555 18.059 3.635 3.664 3.486 1.916 27.840

Syarat
0.50 19.5 1.684 1.684 1.684 1.66 < d < 2.34 < 30 0.50 19.5 1.684 1.684 1.684 1.66 < d < 2.34 < 30 0.50 19.5 1.684 1.684 1.684 1.66 < d < 2.34 < 30

Kesimpulan
Signifikan Tolak Ho Tolak Ho Tolak Ho Tolak Ho Ada otokorelasi Tidak terdapat multikolinieritas Signifikan Tolak Ho Tolak Ho Tolak Ho Tolak Ho Ada otokorelasi Tidak terdapat multikolinieritas Signifikan Tolak Ho Tolak Ho Tolak Ho Tolak Ho Tidak ada otokorelasi Tidak terdapat multikolinieritas

Y3

Y4

Uji t untuk X16 Uji t untuk X18 Uji Durbin Watson Uji Multikolinieritas (Nilai Condition Index) Adjusted R² Uji F Uji t untuk X5

Y5

Uji t untuk X11 Uji t untuk X15 Uji Durbin Watson Uji Multikolinieritas (Nilai Condition Index) Sumber: Hasil Olahan

Berdasarkan Tabel 4.11, dapat dilihat bahwa model regresi untuk semua perspektif kinerja perusahaan (Y1 s.d. Y5) baik model regresi linier dan non linier telah memenuhi persyaratan pengujian.

Analisis Residual
Analisis residual dilakukan untuk menguji kelayakan model regresi yang didapat. Pengujian normalitas dilakukan dengan plot probabilitas normal. Analisis residual dan grafik analisis residual dapat dilihat lampiran H.

Gatot Bentoro - 6402014051

80

4280 18.7156 13. Validasi Model yang telah ditentukan perlu dilakukan validasi dengan menggunakan 3 sampel yang tidak diikutsertakan dalam pembentukan model.7134 7.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Tabel 4.8655 9. X10.1802 Hasil Y" (Y-Y'')2 21. sehingga dipilih model regresi linier. uji F. X15 X4. Pengujian ini dilakukan dengan cara membandingkan. Penentuan Model Berdasarkan uji R2. X40 X5.7286 11.5602 18.0697 14. dan uji d. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk menilai apakah model yang terbentuk tersebut dapat mewakili populasinya. sebab dalam berbagai uji model tersebut model linier mempunyai nilai Adjusted R2 lebih besar dari model non linier.8791 Sumber: Hasil Olahan Keterangan : Y Y’ Y’’ = Nilai Kualitas Kinerja Perusahaan yang diberikan oleh responden = Y Linier = Y Non Linier Dari analisa residual pada Tabel 4. X16.12. dipilih jumlah total yang mendekati nol. apakah nilai Y dari ke 3 sampel tersebut masuk dalam nilai confidence interval dan prediction.12 didapat jumlah total hasil regresi linier dan non linier. uji t. Dari kedua jumlah total hasil regresi tersebut. X15 X5.6666 40.13. 81 . X11. Hasil Analisis Residual Variabel Terikat Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Variabel Bebas X5. Variabel-variabel yang mempengaruhi masing-masing perspektif kinerja perusahaan dan rumus model regresi linier dijabarkan dalam bentuk matriks yang dapat dilihat pada Tabel 4. X11. X18 X5. X15 Hasil Y' (Y-Y')2 14.10. X22. model yang dipilih untuk semua perspektif kinerja perusahaan adalah model linier. Model yang telah ditentukan dan akan dilakukan validasi adalah model regresi linier yang mempunyai parameter model regresi linier seperti pada Tabel 4.

336 0.435 0.025(46) SE ((X0’(X’X) X0)) t0.550 0.422 t0.352 0.839 3.934 4.025(46) 2.179 0.025(37) 2.393 t0.14.314 SE of Estimate t0.055 1.314 3.433 -0.14.356 0.021 t0.025(46) SE (1 + (X0’(X’X) X0)) Confidence Interval Prediction Interval Sumber: Hasil Olahan 0.025(36) 2.468 4.Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian Tabel 4.025(38) 0.214 0.876 0.543 0.10 s.390 0. Parameter Model Regresi Linier Perspektif Keuangan Variabel Terikat Model Konstanta Y1 X5 X40 X22 Y2 Konstanta X5 X10 X15 Konstanta X4 X11 X15 Konstanta X5 X16 X18 Konstanta Y5 X5 X11 X15 Sumber: Hasil Olahan Koefisien 2.134 Y4 0.617 -2.190 1/2 Y sampel Y model 1/2 -1 t0.025(36) 2.029 0.190 0.780 Batas Bawah Batas Atas Batas Bawah Batas Atas Gatot Bentoro .311 -2.000 Y3 0.126 0. Tabel 4.223 2.287 0.560 0.438 -2.219 2.407 0. Validasi Model Regresi Linier Perspektif Keuangan Sampel 1 X5 Variabel X X22 X40 Variabel Y -1 Sampel 2 5 6 5 3 3.6402014051 82 .13.335 0.529 5 5 6 4 4.421 -2.021 Dengan nilai t tabel (tα/2 (n-k-1)).025(n-k-1) t0.021 0. Tabel 4.373 3.656 2.021 t0.d.555 0.656 3.685 Sampel 3 4 5 6 2 1.697 2.653 1.366 0.568 0.124 0. maka nilai confidence interval dan prediction interval dapat dihitung dengan hasil seperti terlihat pada Tabel 4.

017 0.166 1/2 Y sampel Y model 1/2 -1 t0.276 5.918 0.073 1.752 3.961 0.983 4.961 2.034 0.811 2. Validasi Model Regresi Linier Perspektif Bisnis Internal Sampel 1 X5 Variabel X X10 X15 Variabel Y -1 Sampel 2 6 1 2 4 4.081 3. Validasi Model Regresi Linier Perspektif Pelanggan Sampel 1 X40 Variabel X X11 X15 Variabel Y Y sampel Y model -1 1/2 Sampel 2 5 3 1 4 4.759 4.275 3.806 3.108 4.056 0.244 1 4 4 2 2.025(37) SE ((X0’(X’X) X0)) t0.916 6.814 5.808 4.928 Sampel 3 6 3 1 5 4.052 0.107 3.139 0.261 3.316 4.293 t0.025(37) SE (1 + (X0’(X’X) X0)) Confidence Interval Prediction Interval Sumber: Hasil Olahan 0.276 1.729 Batas Bawah Batas Atas Batas Bawah Batas Atas Tabel 4.084 2.147 0.692 6.769 6 3 3 3 2.025(47) SE ((X0’(X’X)-1X0))1/2 t0.741 2.025(47) SE (1 + (X0’(X’X) X0)) Confidence Interval Prediction Interval Sumber: Hasil Olahan Batas Bawah Batas Atas Batas Bawah Batas Atas 83 .047 0.153 5.987 4.968 0.309 Sampel 3 5 3 4 5 5.122 0.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Tabel 4.16.020 5.15.

258 Batas Bawah Batas Atas Batas Bawah Batas Atas Berdasarkan Tabel 4.868 4.254 4 3 5 3 3.337 2.153 4.Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian Tabel 4.973 5.18 terlihat bahwa nilai variabel Y untuk masing perspektif kinerja perusahaan dari ketiga sampel tersebut berada atau masuk dalam confidence interval maupun prediction interval.947 3.17.267 4.148 2.14 s.025(46) SE (1 + (X0’(X’X)-1X0))1/2 Confidence Interval Prediction Interval Sumber: Hasil Olahan Batas Bawah Batas Atas Batas Bawah Batas Atas Tabel 4.717 3.18. Validasi Model Regresi Linier Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran Sampel 1 X5 Variabel X X16 X18 Variabel Y Y sampel Y model 4 3 5 3 3.109 0.847 5.d.149 2. Tabel 4.913 3.306 1.106 0. Gatot Bentoro .680 5.133 5.875 2.867 4. Validasi Model Regresi Linier Kinerja Perusahaan Sampel 1 X5 Variabel X X11 X15 Variabel Y -1 Sampel 2 3 4 5 3 2.960 4.103 Sampel 3 6 2 3 3 3.197 1/2 Y sampel Y model 1/2 -1 t0.299 1.195 0.867 Sampel 3 3 3 4 5 4. Sehingga model regresi linier ini telah memenuhi kriteria validasi yang telah ditentukan dan dapat digunakan untuk meramalkan nilai tengah Y dan dapat digunakan untuk memprediksi nilai tunggal Y.958 4.161 0.841 0.179 1.153 0.025(46) SE ((X0’(X’X)-1X0))1/2 t0.948 0.709 t0.017 Sampel 2 5 1 3 5 5 0.793 4.193 1.6402014051 84 .231 1.002 3.025(32) SE (1 + (X0’(X’X) X0)) Confidence Interval Prediction Interval Sumber: Hasil Olahan 1.155 2.912 3.142 0.025(32) SE ((X0’(X’X) X0)) t0.

Kinerja Perusahaan Perspektif Keuangan Model ini mempunyai 3 variabel bebas dengan koefisien positif dari model ini dapat dinyatakan bahwa : Semakin tinggi kualitas hasil akhir perusahaan akan menyebabkan peningkatan kinerja perspektif keuangan. 85 . Perspektif Proses Bisnis Internal. Semakin tinggi kemampuan pimpinan perusahaan dalam menanggapi persaingan keuangan. Semakin tinggi kemampuan personil inti dalam menjalankan fungsi tugas akan menyebabkan peningkatan kinerja perspektif proses bisnis internal. 2. Durbin Watson.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Pengujian Hipotesis Hipotesis pada penelitian ini menyatakan bahwa “Peningkatan kualitas kualitas manajemen perusahaan akan meningkatkan kinerja perusahaan jasa konstruksi”. Model yang telah diperoleh akan digunakan untuk menguji hipotesis tersebut yaitu model hubungan antara variabel bebas yaitu Kualitas Manajemen Perusahaan dengan 5 variabel terikat (Kinerja Perusahaan Perspektif Keuangan. Model dari masing-masing variabel terikat disini merupakan model Regresi Berganda Linier yang dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran dan Kinerja Perusahaan) telah dinyatakan valid. Semakin tinggi kemampuan akan pimpinan perusahaan peningkatan dalam kinerja menyelesaikan konflik menyebabkan akan menyebabkan peningkatan kinerja perspektif tinggi kerja hambatan akan dalam melakukan penurunan penilaian kinerja terhadap perspektif menyebabkan perspektif proses bisnis internal. residual dan validasi) yang telah dilakukan. berdasarkan uji model (uji t. Perspektif Pelanggan. Semakin prestasi keuangan. Oleh karena itu berdasarkan model-model yang telah diperoleh dilakukan pengujian terhadap hipotesis tersebut. Kinerja Perusahaan Perspektif Proses Bisnis Internal Model ini mempunyai 3 variabel bebas dengan koefisien negatif. f. dari model ini dapat dinyatakan bahwa : Semakin tinggi kualitas hasil akhir perusahaan akan menyebabkan peningkatan kinerja perspektif proses bisnis internal.

Semakin tinggi kemampuan pimpinan perusahaan rencana sumber daya akan menyebabkan perusahaan. Kinerja Perusahaan Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran Model ini mempunyai 3 variabel bebas dengan koefisien negatif. 5. 4. dari model ini dapat dinyatakan bahwa : Semakin tinggi kualitas hasil akhir perusahaan akan menyebabkan peningkatan kinerja perusahaan. Jadi dengan mengidentifikasi dan menganalisa faktor-faktor dari manajemen perusahaan yang mempengaruhi kinerja maka akan meningkatkan kinerja perusahaan jasa konstruksi. Semakin tinggi pengarahan terhadap karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan akan menyebabkan peningkatan kinerja perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. menyelesaikan konflik menyebabkan perspektif pelanggan. Semakin tinggi kemampuan pimpinan perusahaan dalam membuat rencana Semakin sumber daya akan menyebabkan peningkatan kinerja tinggi Kemampuan akan pimpinan perusahaan peningkatan dalam kinerja perspektif pelanggan. dari model ini dapat dinyatakan bahwa : Semakin tinggi profit yang diperoleh perusahaan akan menyebabkan peningkatan kinerja perspektif pelanggan. dari model ini dapat dinyatakan bahwa : Semakin tinggi kualitas hasil akhir perusahaan akan menyebabkan peningkatan kinerja perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Model ini mempunyai 3 variabel bebas dengan koefisien negatif. Semakin tinggi dukungan dan dorongan dari pimpinan perusahaan terhadap karyawan akan menyebabkan peningkatan kinerja perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Kinerja Perusahaan Perspektif Pelanggan Model ini mempunyai 3 variabel bebas dengan koefisien negatif.Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian 3. 86 konflik akan menyebabkan peningkatan kinerja dalam membuat kinerja peningkatan Gatot Bentoro . Semakin tinggi kemampuan Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menyelesaikan perusahaan.6402014051 .

.5.X3 Dimana: Y β0 βj = Kinerja = Konstanta model regresi = Koefisien model regresi dari variabel Xj... Identifikasi terhadap variabel penentu lain yang menggunakan variabel dummy. maka model regresi masingmasing perspektif kinerja perusahaan mempunyai persamaan dapat dilihat pada Tabel 4.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 4.X1 + β2. IDENTIFIKASI VARIABEL PENENTU TAMBAHAN DENGAN DUMMY Model regresi yang telah diperoleh dan ditentukan melalui proses analisis tersebut mempunyai Adjusted R2<1. Hal ini menggambarkan bahwa masih ada kemungkinan variabel lainnya yang belum teridentifikasi dalam proses analisis tersebut. 87 ... Model regresi dengan memasukkan variabel penentu lainnya mempunyai rumus umum sebagai berikut : Y = β0 + β1. model tersebut dapat diidentifikasikasi... kemudian dengan memasukkan variabel dummy dilakukan analisis regresi.X2 + β3.. (4.. dilakukan dengan cara memperhatikan scatter plot yang dihasilkan dari grafik model regresi yang telah ditentukan...2. Dari Scatter Plot pada hasil analisi regresi linier Perspektif Kinerja Perusahaan. sehingga didapat nilai Adjusted R2≈1. Selanjutnya dengan melalui tahapan-tahapan seperti yang dijelaskan pada Bab 3.... ditetapkan nilai variabel dummy untuk masing-masing sampel seperti terlihat pada Lampiran C.2) Dengan menggunakan persamaan 4..19. . Oleh karena itu perlu dicari adanya kemungkinan variabel penentu lainnya yang tidak teridentifikasi dengan cara memasukkan satu atau beberapa variabel dummy ke dalam model yang telah diperoleh sampai model regresi yang terbentuk menghasilkan nilai Adjusted R2=1 atau Adjusted R2≈1.....

430X16 + 0.975 0.630 + 0.297X18 + 0.Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian Tabel 4.212DumX44 + 0.071DumX31 -2.918DumX43+ 0.927 + 0.765DumX2 Adjusted R2 0. Y5 dengan Memasukkan Dummy Variabel Terikat Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Keterangan : Y1 X5 X40 X22 DumX44 DumX21 DumX31 Y2 X10 X15 DumX34 DumX33 DumX27 = = = = = = = = = = = = = Kinerja Perusahaan Perspektif Keuangan Kualitas hasil akhir pekerjaan Hambatan dalam melakukan penilaian terhadap prestasi kerja Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menanggapi persaingan Pengawasan terhadap inventaris perusahaan Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menghadapi peluang bisnis Wewenang karyawan terhadap pekerjaan Kinerja Perusahaan Perspektif Bisnis Internal Kemampuan personil inti dalam menjalankan fungsi tugas Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menyelesaikan konflik Kurang adanya reward & punishment terhadap karyawan Tidak adanya kesempatan berpartisipasi menentukan metode dan prosedur Perasaan aman dalam pekerjaan Model Regresi Berganda 0.344DumX35+1.495X11+0.346DumX35 .177DumX12 -9.d.0.590X10 + 0.0.466X5+ .256X40 + 0.0.002+0.0.541X11 + 0.581X5 .677 + 0.538X15 + 0.207DumX26 + 0.999 0.381DumX34 .246DumX33 + 0.6402014051 88 .073DumX36+0. Model Regresi Berganda untuk Y1 s.210DumX27 -4.180DumX21 + 0.549X5 + 0.508X15+ 0.851+0.989 Gatot Bentoro .619X15 + 0.458X22 .187DumX2 -3.976 0.325DumX10+ 0.494X5 + 0.440X4+0.308DumX36 + 0.19.367DumX27 + 0.962 0.

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Y3 X4 X11 X15 DumX10 DumX35 DumX26 DumX2 Y4 X5 X16 X18 DumX27 DumX36 DumX12 Y5 X5 X16 X18 DumX35 DumX36 DumX43 DumX2 = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = Kinerja Perusahaan Perspektif Pelanggan Profit yang diperoleh perusahaan Kemampuan pimpinan perusahaan dalam membuat rencana sumber daya Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menyelesaikan konflik Kemampuan personil inti dalam menjalankan tugas Kualitas penghargaan perusahaan terhadap karyawan Kurang adanya prestise pekerjaan didalam perusahaan Mempertimbangkan dan menganalisa situasi pasar Kinerja Perusahaan Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran Kualitas hasil akhir perusahaan Pengarahan terhadap karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan Dukungan dan dorongan dari pimpinan perusahaan terhadap karyawan Perasaan aman dalam pekerjaan Iklim dan suasana perusahaan Kemampuan karyawan dalam menjalankan tugas & kewajiban Kinerja Perusahaan Kualitas hasil akhir pekerjaan Pengarahan terhadap karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan Dukungan dan dorongan dari pimpinan perusahaan terhadap karyawan Kualitas penghargaan perusahaan terhadap karyawan Iklim dan suasana perusahaan Pengawasan terhadap keuangan perusahaan Mempertimbangkan dan menganalisa situasi pasar 89 .

323 Korelasi terhadap Dummy2 Dummy3 0. dianggap masih terlalu sedikit untuk melakukan analisis yang diinginkan.297 0.328 0.6.345 0.263 0. Gatot Bentoro . yang merupakan sebuah eksperimen sampling. Tabel 4.320 0. yang kemungkinan dipengaruhi oleh variabelvariabel bebas.19. digunakan untuk melakukan simulasi dengan teknik Monte Carlo yang bertujuan untuk mengetahui probabilitas terjadinya variabel penentu dengan skala penilaian 1 sampai 6. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah ±50 sampel proyek. bila eksperimen secara fisik atau pendekatan analitis tidak memungkinkan. di dalam populasinya.343 0.415 0.525 0.334 0.264 0.320 Y2 Y3 4.20. yang bertujuan untuk mengestimasi distribusi dari variabel-variabel terikat.6402014051 90 .20. Maka teknik Simulasi yang digunakan adalah Monte Carlo. SIMULASI KINERJA PERUSAHAAN Hasil dari analisis faktor dan regresi berganda telah mengeluarkan model matematis yang menggambarkan hubungan antara kualitas manajemen perusahaan terhadap kinerja perusahaan jasa konstruksi. Variabel penentu yang dihasilkan. Kriteria variabel penentu lainnya yang dapat mewakili variabel dummy adalah yang mempunyai kolerasi tertinggi dengan dummy dan tidak termasuk dalam kelompok variabel hasil analisis faktor. Korelasi Variabel Bebas Lainnya dengan Dummy Variabel Terikat Y1 Variabel Bebas X44 X21 X31 X34 X33 X27 X10 X35 X26 X2 X27 Y4 X36 X12 X35 X36 Y5 X43 X33 Sumber: Hasil Olahan Dummy1 0. Simulasi Monte Carlo merupakan suatu teknik simulasi untuk situasi yang diliputi ketidakpastian untuk mendapatkan suatu pendekatan.Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan persamaan pada Tabel 4.289 Dummy4 0.221 0.303 0.355 -0.386 0. dilakukan korelasi variabel dummy terhadap variabel bebas lainnya mempunyai nilai seperti terlihat pada Tabel 4.

mean dan max variabel berdasarkan sampel yang ada. dimana angka yang digunakan pada skenario diperoleh dari nilai min. min. dan max pada skenario ini berfungsi dalam menentukan windows of success dari kinerja perusahaan yang merupakan standar untuk menentukan batas minimal kinerja perusahaan agar tidak terjadi kegagalan serta batasan maksimal dari kinerja perusahaan agar tidak terjadi over heating. Kombinasi yang digunakan untuk beberapa skenario antara lain dinamis. mean. Penggunaan nilai min. mean. Simulasi terhadap masing-masing variabel terikat Y tersebut dilakukan sebanyak 3000 iterasi dengan beberapa skenario. dan max. Proses simulasi pada penelitian ini dilakukan terhadap ke-5 variabel terikat Y. bahwa variabel tersebut dianggap berubah sesuai dengan proses simulasi.5 dilakukan analisis simulasi Monte Carlo untuk kinerja perusahaan. mean. Sedangkan min. Sedangkan skenario yang digunakan untuk proses simulasi terdiri dari 10 skenario untuk masing-masing variabel terikat. Tabel 4. dan max artinya variabel tersebut dianggap statis tidak berubah. Yang dimaksud dinamis pada skenario ini. sedangkan proses dan hasil analisis secara lengkapnya dapat dilihat pada Lampiran K.21 Skenario yang digunakan untuk Proses Simulasi Skenario 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Sumber: Hasil Olahan Xi Dinamis Min Mean Max Dinamis Dinamis Dinamis Dinamis Dinamis Dinamis Variabel Bebas Xj Dinamis Dinamis Dinamis Dinamis Min Mean Max Dinamis Dinamis Dinamis Xk Dinamis Dinamis Dinamis Dinamis Dinamis Dinamis Dinamis Min Mean Max 91 .17. Teknik Monte Carlo sering digunakan dan diterapkan dalam praktek analisis perubahan karena kemampuan analisis dapat mengantisipasi dan menyederhanakan rumusan matematis yang kompleks. bila eksperimen secara fisik atau pendekatan analitis tidak memungkinkan secara ekonomis. Skenario yang digunakan dalam analisis simulasi Monte Carlo dapat dilihat pada Tabel 4. Berdasarkan persamaan model regresi linier yang terdapat pada Tabel 4.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Teknik simulasi dengan Monte Carlo terbukti adalah suatu teknik yang sangat bermanfaat terutama dalam menganalisis perubahan untuk memperoleh suatu jawaban yang mendekati.

500 . dimana kinerja yang nilai kualitasnya diatas 3 berarti lebih dari cukup.00 5.630 .00 6.Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan Tabel 4.000 SKENARIO 1 Y1 SKENARIO 2 Y1 SKENARIO 3 Y1 SKENARIO 4 Y1 SKENARIO 5 Y1 SKENARIO 6 Y1 SKENARIO7 Y1 3 SKENARIO 8 Y1 SKENARIO 9 Y1 SKENARIO 10 Y1 .d. Overlay Chart Kinerja Perusahaan Perspektif Keuangan 1. Batas antara garis yang ditetapkan (standar kinerja=3) dan batas maksimum kinerja disebut dengan windows of succes. kinerjanya sekitar 63% berada pada area kurang atau tidak lulus dari windows of success.00 3. Hal ini berarti hanya 37% yang lulus atau berada pada windows of success.00 4.1 Grafik Kinerja Perusahaan Perspektif Keuangan Berdasarkan standar kinerja tersebut dan dari Gambar 4.750 .00 Sumber: Hasil Olahan Gambar 4.21. Nilai standar kinerja yang digunakan pada penelitian ini adalah 3. s.1 dapat dilihat bahwa skenario 2. Nilai standar kinerja ini ditetapkan dengan tujuan untuk mengetahui suatu batasan area kinerja perusahaan yang optimal. Gambar 4. sedangkan dibawah 3 dianggap kurang/tidak lulus.5.6402014051 92 . Gatot Bentoro . dengan melakukan simulasi sebanyak 3000 iterasi didapat hasil berupa grafik kinerja perusahaan untuk masing-masing perspektif dan kinerja perusahaan jasa konstruksi yang dapat dilihat pada Gambar 4.250 .000 2.1.

000 . kinerjanya sekitar 82% berada pada area tidak lulus dari windows of success. Sedangkan skenario 5.2 dapat dilihat bahwa skenario 8.2 Grafik Kinerja Perusahaan Perspektif Proses Bisnis Berdasarkan Gambar 4.750 . Hal ini berarti hanya 12.75 6.50 4.250 . Untuk skenario 2.875 . kinerjanya sekitar 87.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Overlay Chart Kinerja Perusahaan Perspektif Proses Bisnis 1.5% berada pada area kurang atau tidak lulus dari windows of success.000 3. 93 .820 SKENARIO 1 Y2 SKENARIO 2 Y2 SKENARIO 3 Y2 SKENARIO 4 Y2 SKENARIO 5 Y2 SKENARIO 6 Y2 SKENARIO 7 Y2 SKENARIO 8 Y2 SKENARIO 9 Y2 SKENARIO 10 Y2 1.25 3 .00 Sumber: Hasil Olahan Gambar 4.00 2.500 . kinerjanya sekitar 68.685 .5% yang lulus atau berada pada windows of success.5% berada pada area tidak lulus dari windows of success.

Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian Overlay Chart Kinerja Perusahaan Perspektif Pelanggan 1. kinerjanya sekitar 88.3 dapat dilihat bahwa skenario 8.3 Grafik Kinerja Perusahaan Perspektif Pelanggan Berdasarkan Gambar 4. kinerjanya sekitar 75.88 3 .5% berada pada area tidak lulus dari windows of success.00 Sumber: Hasil Olahan Gambar 4.755 SKENARIO 1 Y3 SKENARIO 2 Y3 SKENARIO 3 Y3 SKENARIO 4 Y3 SKENARIO 5 Y3 SKENARIO 6 Y3 SKENARIO 7 Y3 SKENARIO 8 Y3 SKENARIO 9 Y3 SKENARIO 10 Y3 0. Gatot Bentoro .5% berada pada area kurang atau tidak lulus dari windows of success.50 1.500 .000 3. Hal ini berarti hanya 11.25 4.750 .5% yang lulus atau berada pada windows of success.885 .250 .63 6.6402014051 94 .000 . Untuk skenario 2.

930 SKENARIO 1 Y4 SKENARIO 2 Y4 SKENARIO 3 Y4 SKENARIO 4 Y4 SKENARIO 5 Y4 SKENARIO 6 Y4 SKENARIO 7 Y4 SKENARIO 8 Y4 SKENARIO 9 Y4 SKENARIO 10 Y4 1.00 2. kinerjanya sekitar 93% berada pada area kurang atau tidak lulus dari windows of success.000 .00 Sumber: Hasil Olahan Gambar 4. kinerjanya sekitar 73% berada pada area tidak lulus dari windows of success.25 3 .4 Grafik Kinerja Perusahaan Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran Berdasarkan Gambar 4.4 dapat dilihat bahwa skenario 2.5% berada pada area tidak lulus dari windows of success.500 .615 . Untuk skenario 5.000 3. Sedangkan skenario 8. Hal ini berarti hanya 7% yang lulus atau berada pada windows of success.730 .75 6.250 .50 4.750 . kinerjanya sekitar 61.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Overlay Chart Perspektif Pertumbuhan & Pembelajaran 1. 95 .

Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian Overlay Chart Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 1. berikut ini dilakukan juga analisis terhadap luasan dari overlay chart yang dihasilkan untuk masing-masing skenario.0000 2. yang menghasilkan perbedaan ketajaman dari grafik cummulative density function (CDF) dan standard deviasi yang dihasilkan juga cukup kecil sehingga level of confidence terhadap expected value cukup konsisten.900 .1 s. seperti ditunjukkan oleh masingmasing grafik cummulative probability.5.1 s. Selanjutnya luasan area yang dihasilkan dengan batasan integral. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah merubah formula probability density function (PDF) menjadi cummulative density function (CDF).5000 4. terlihat overlay chart suatu windows of success. Dari kelima Gambar 4. dimana mulai dari skenario 1 sampai skenario 10 terjadi perubahan grafik. Untuk skenario 8. diperhitungkan melalui bantuan software MatchCad 2001. 4. Hal ini berarti hanya 10% yang lulus atau berada pada windows of success. 4. didapatkan bahwa berdasarkan skenario yang dibuat ternyata kinerja perusahaan masih bisa ditingkatkan lagi. kinerjanya sekitar 90% berada pada area kurang atau tidak lulus dari windows of success.250 .d.5% berada pada area tidak lulus dari windows of success.2500 3 3. kinerjanya sekitar 76% berada pada area tidak lulus dari windows of success. kinerjanya sekitar 61.000 .5 Grafik Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Berdasarkan Gambar 4.5.750 . Berdasarkan Gambar 4.d. Sedangkan skenario 5.7500 6. Asumsi skenario input data yang dilakukan untuk proses simulasi ini untuk mendapatkan windows of success dari kinerja perusahaan jasa konstruksi.000 1.760 SKNEARIO 1 Y5 SKENARIO 2 Y5 SKENARIO 3 Y5 SKENARIO 4 Y5 SKENARIO 5 Y5 SKENARIO 6 Y5 SKENARIO 7 Y5 SKENARIO 8 Y5 SKENARIO 9 Y5 SKENARIO 10 Y5 .615 .6402014051 96 . Untuk mendukung hasil skenario diatas. Gatot Bentoro .5 dapat dilihat bahwa skenario 2.0000 Sumber: Hasil Olahan Gambar 4.500 .

Kedua. pada bagian berikut ini akan didiskusikan distribusi probabilitas yang paling sesuai dan sering dipergunakan oleh peneliti. menginterpretasi hasil dari proses simulasi. Tetapi. mengidentifikasi probabilitas data dan mendapatkan fungsi distribusi statistik yang tepat untuk input data. Menurut Alberts (Alberts 1972) ada beberapa kriteria yang dapat dipergunakan dalam penerapan 1. Oleh sebab itu. Metode simulasi yang digunakan untuk mendapatkan distribusi kinerja perusahaan jasa konstruksi akan dipengaruhi oleh penilaian terhadap distribusi statistik dari masing-masing komponen kinerja. fungsi distribusi statistik untuk keperluan estimasi kinerja perusahaan jasa konstruksi. meliputi: Probability density function (PDF) yang diusulkan harus lebih dari satu Asumsi distribusi yang dipergunakan.∞ ≤ x ≤ ∞ Sedangkan cumulative density function (CDF) untuk distribusi normal memiliki bentuk sebagai berikut: F (x ) = −∞ ∫ x 2 2 1 e − ( y − µ ) / 2 σ dy 2πσ Bentuk PDF dan CDF dari distribusi normal (Gauss distribution) atau disebut juga dengan bell shape distribution.6. 97 . dan distribusi triangular.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Salah satu elemen terpenting dalam modeling untuk proses simulasi adalah pertama. seperti ditunjukan pada gambar 4. distribusi lognormal. 3. penggunaan simulasi Monte Carlo untuk mendapatkan PDF dan CDF dari komponen kinerja sangat diperlukan. memiliki nilai lebih besar dari nol Distribusi probabilitas relatif sangat mudah dipergunakan Ada beberapa distribusi probabilitas yang relevan dengan persyaratan di atas. seperti: distribusi normal. 2. Secara umum bentuk probability density function (PDF) untuk distribution normal adalah 2 2 e − ( x − µ ) / (2 σ ) f (x ) = 1 2 πσ 2 untuk .

Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian

f(x) 0.5

0.4

0.3

0.2

0.1

0 -3

-2

-1

0

1

2

3

x

Gambar 4.6: Bentuk PDF Distribusi Normal
Sumber: Law dan Kelton (Law and Kelton 2000)

PDF dan CDF dari distribusi normal yang terstandardisasi dengan nilai mean (µ)= 0 dan standar deviasi (σ2) = 1 atau N(0,1). Sehingga secara umum distribusi normal memiliki 2 (dua) parameter utama, yaitu mean, µ dan standar deviasi, σ2. Kedua parameter utama ini sangat diperlukan sebagai input data yang sering dipergunakan untuk mengevaluasi permasalahan umum (general cases) karena: 1) Jenis distribusi ini telah distudi secara intensif dan standardisasi CDF-nya sudah tertabulasi, 2) Dari central limit theorem, disebutkan bahwa jumlah dari banyak aspek permasalahan mendekati distribusi normal, 3) Sangat sering dipergunakan sebagai asumsi input data dimana tidak terdapat data aktual untuk mendapatkan distribusi yang sesuai sebagai input data (Alberts 1972). Walaupun penggunaan distribusi normal relatif mudah untuk menginvestigasi setiap kondisi permasalahan secara umum baik sebagai asumsi input data maupun sebagai suatu bentuk algorithm untuk mengestimasi PDF dari kinerja perusahaan, tetapi menurut Alberts (Alberts 1972) menyebutkan terdapat beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam penggunaan distribusi normal untuk estimasi kinerja perusahaan jasa konstruksi: 1. 2. 3. 4. 5. Jumlah variabel yang termasuk dalam pembentukan model (sekitar 15 variabel) Tidak ada variabel yang lebih dominan Coefficient of variation setiap variabel relatif kecil, kurang dari 0,25 untuk total biaya Skewness dari setiap variabel tidak terlalu besar Tidak ada variabel dominan yang memiliki korelasi yang kuat.

Gatot Bentoro - 6402014051

98

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi

Perubahan formula dari PDF ke CDF adalah sebagai berikut:

⌠ ⎮ ⎮ ⎮ ⎮ ⌡a

b

− (x− µ )

2

1 2⋅ π ⋅ σ
2

⋅e

( 2 ⋅σ 2 )

dx

Keterangan: a = batas bawah area b = batas atas area µ = nilai mean dari kinerja perusahaan σ = standar deviasi

99

Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian

Perhitungan Luasan untuk Perspektif Keuangan: Berdasarkan grafik overlay chart pada Gambar 3.1, wilayah yang masuk ke dalam windows of success dibatasi oleh 4 wilayah. Dimana batas bawah dan batas atas yang digunakan untuk perspektif keuangan dapat dilihat dari perhitungan luas area dibawah ini, sedangkan µ = 3.913; σ=0.496.

2 ⌠ 2 ⌠ 2 ⌠ 2 ⌠ − (x−3.913 ) −(x−3.913 ) − (x−3.913 ) −(x−3.913 ) ⎮ ⎮ ⎮ ⎮ ⎮ ⎮ ⎮ ⎮ 1 (2⋅0.4962) 1 (2⋅0.4962) 1 ( 2⋅0.4962) 1 (2⋅0.4962) ⋅e dx − ⎮ ⋅e dx − ⎮ ⋅e dx − ⎮ ⋅e dx = 0.121 ⎮ 2 2 2 2 ⎮ 2⋅π⋅0.496 2⋅π⋅0.496 ⎮ 2⋅π⋅0.496 2⋅π⋅0.496 ⎮ ⎮ ⌡ ⌡ ⌡ ⌡ 2.2 2.2 3.75 4.30

6

3

6

6

Perhitungan Luasan untuk Perspektif Proses Bisnis: Berdasarkan grafik overlay chart pada Gambar 3.2, wilayah yang masuk ke dalam windows of success dibatasi oleh 3 wilayah. Dimana batas bawah dan batas atas yang digunakan untuk perspektif proses bisnis internal dapat dilihat dari perhitungan luas area dibawah ini, sedangkan µ = 3.507; σ=0.681.

⌠ ⎮ ⎮ ⎮ ⎮ ⌡1.25

6

− ( x − 3.507 )

2

1 2⋅ π ⋅ 0.681
2

⋅e

( 2 ⋅0.681 2)

⌠ ⎮ ⎮ dx − ⎮ ⎮ ⌡1.25

3

− ( x − 3.507 )

2

1 2⋅ π ⋅ 0.681
2

⋅e

( 2 ⋅0.681 2)

⌠ ⎮ ⎮ dx − ⎮ ⎮ ⌡3.5

6

− ( x − 3.507 )

2

1 2⋅ π ⋅ 0.681
2

⋅e

( 2 ⋅0.681 2)

dx = 0.268

Gatot Bentoro - 6402014051

100

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi

Perhitungan Luasan untuk Perspektif Pelanggan: Berdasarkan grafik overlay chart pada Gambar 3.3, wilayah yang masuk ke dalam windows of success dibatasi oleh 3 wilayah. Dimana batas bawah dan batas atas yang digunakan untuk perspektif pelanggan dapat dilihat dari perhitungan luas area dibawah ini, sedangkan µ = 3.406; σ=0.787.

⌠ ⎮ ⎮ ⎮ ⎮ ⌡0.5

6

− ( x − 3.406 )

2

1 2⋅ π ⋅ 0.787
2

⋅e

( 2 ⋅0.787 2)

⌠ ⎮ ⎮ dx − ⎮ ⎮ ⌡0.5

3

− ( x − 3.406 )

2

1 2⋅ π ⋅ 0.787
2

⋅e

( 2 ⋅0.787 2)

⌠ ⎮ ⎮ dx − ⎮ ⎮ ⌡3.125

6

− ( x − 3.406 )

2

1 2⋅ π ⋅ 0.787
2

⋅e

( 2 ⋅0.787 2)

dx = 0.058

Perhitungan Luasan untuk Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran: Berdasarkan grafik overlay chart pada Gambar 3.4, wilayah yang masuk ke dalam windows of success dibatasi oleh 3 wilayah. Dimana batas bawah dan batas atas yang digunakan untuk perspektif pertumbuhan dan pembelajaran dapat dilihat dari perhitungan luas area dibawah ini, sedangkan µ = 3.602; σ=0.796.

⌠ ⎮ ⎮ ⎮ ⎮ ⌡1

6

− ( x − 3.602 )

2

1 2⋅ π ⋅ 0.796
2

⋅e

( 2 ⋅0.796 2)

⌠ ⎮ ⎮ dx − ⎮ ⎮ ⌡1

3

− ( x − 3.602 )

2

1 2⋅ π ⋅ 0.796
2

⋅e

( 2 ⋅0.796 2)

⌠ ⎮ ⎮ dx − ⎮ ⎮ ⌡3.25

6

− ( x − 3.602 )

2

1 2⋅ π ⋅ 0.796
2

⋅e

( 2 ⋅0.796 2)

dx = 0.104

101

313 3 − ( x− 3.618 ) 2 1 2⋅ π⋅ 0.104 0.618 ) 2 1 2⋅ π⋅ 0.058 0. 4. Tabel 4.546 Dari hasil analisis untuk mendapatkan luasan windows of success.731 2) dx = 0.10 6 − ( x− 3.22. 1. 5. 3.731 2 ⋅e ( 2 ⋅0. σ=0.618.22 Luasan windows of success Kinerja Perusahaan No.5.731 2) ⌠ ⎮ ⎮ dx − ⎮ ⎮ ⌡1.731 2 ⋅e ( 2 ⋅0.Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian Perhitungan Luasan untuk Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi: Berdasarkan grafik overlay chart pada Gambar 3.313 6 − ( x− 3.731 2) ⌠ ⎮ ⎮ dx − ⎮ ⎮ ⌡4. wilayah yang masuk ke dalam windows of success dibatasi oleh 3 wilayah.268 0.618 ) 2 1 2⋅ π⋅ 0.731 2 ⋅e ( 2 ⋅0. sedangkan µ = 3. Kinerja Perusahaan Perspektif Keuangan Perspektif Proses Bisnis Internal Perspektif Pelanggan Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Windows of success (Probability) 0.121 0. 2. Dimana batas bawah dan batas atas yang digunakan untuk kinerja perusahaan jasa konstruksi dapat dilihat dari perhitungan luas area dibawah ini. terlihat bagaimana luasan area (probability) yang dihasilkan yang dapat dilihat pada Tabel 4.546 Sumber: Hasil Olahan Gatot Bentoro .6402014051 102 . ⌠ ⎮ ⎮ ⎮ ⎮ ⌡1.731.

4.758 0.780 0.555 103 . sebagai pedoman (reference point) bagi perusahaan jasa konstruksi untuk menetapkan masing-masing bobot komponen kinerja perusahaan.785 0.605 0. jelaslah.751 0.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Berdasarkan Tabel 4. TEMUAN-TEMUAN Dari model regresi berganda mengenai hubungan antara faktor-faktor pada manajemen perusahaan dengan kinerja perusahaan.737 0. Masing-masing windows of success yang didapatkan dari hasil simulasi tersebut merupakan suatu area mengenai penetapan bobot untuk masing-masing komponen kinerja perusahaan. Bagaimanapun juga. sebagai alat kontrol semua komponen kinerja. dari analisis skenario di atas mengindikasikan bahwa dengan adanya windows of success ini. sehingga harus cepat dicarikan solusi yang baik. Kedua. Semakin sempit luas area windows of success maka akan semakin sulit dan kompleks dalam melakukan tindakan perbaikan untuk meningkatkan kinerja perusahaan jasa konstruksi.685 0. Terjadi dimana pun bobot komponen kinerja perusahaan asalkan masih berada di dalam batasan area tersebut merupakan nilai yang optimal.764 0. Windows of success ini sangat berguna: pertama. Apabila salah satu bobot komponen kinerja perusahaan keluar dari area tersebut berarti telah terjadi kesalahan baik dari perhitungan. karena nilai Adjusted R2 model linier > nilai Adjusted R2 non linier. yang dihasilkan dari analisis data terhadap 40-50 sampel dari masing-masing perspektif kinerja perusahaan. strategi dan lain-lain. Luasan yang dihasilkan merupakan windows of success yang perlu dilakukan pertimbangan secara terintegrasi dengan baik untuk menghasilkan kinerja perusahaan yang baik. penetapan bobot. sedangkan luas area windows of success yang paling besar adalah kinerja perusahaan jasa konstruksi.7.619 Non Linier 0.22 dapat terlihat bahwa luas area windows of success yang paling sempit atau kecil adalah kinerja perusahaan perspektif pelanggan. dengan rincian sebagai berikut : Kinerja Perusahaan Perspektif Keuangan Perspektif Proses Bisnis Internal Perspektif Pelanggan Perspektif Pertumbuhan & Pembelajaran Kinerja Perusahaan Adjusted R2 Linier 0. menunjukan bahwa range estimate untuk komponen kinerja perusahaan tersebut masih bisa ditingkatkan baik dari rentang maupun dari tingkat akurasinya. Model regresi yang dihasilkan untuk masing-masing perspektif kinerja perusahaan adalah model regresi linier. telah diperoleh temuan-temuan sebagai berikut: 1.

Berdasarkan hasil analisis residual dari model regresi linier dan non linier untuk masing-masing perspektif kinerja perusahaan. Dari hasil regresi variabel penentu kualitas manajemen perusahaan dan kontribusinya terhadap peningkatan kinerja perusahaan jasa konstruksi dapat dilihat pada adalah : Tabel 4. Variabel Penentu dan Kontribusinya Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Kode Variabel Terikat Kode X5 Y1 Perspektif Keuangan X22 X40 X5 Y2 Perspektif Proses Bisnis Internal X10 X15 X4 Y3 Perspektif Pelanggan X11 X15 X5 Y4 Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran X16 X18 X5 Y5 Kinerja Perusahaan X11 X15 Sumber: Hasil Olahan Variabel Penentu Kualitas hasil akhir pekerjaan Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menanggapi persaingan Hambatan dalam melakukan penilaian terhadap prestasi kerja Kualitas hasil akhir pekerjaan Kemampuan personil inti dalam menjalankan fungsi tugas Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menyelesaikan konflik Kemampuan untuk mendapatkan laba Kemampuan pimpinan perusahaan dalam membuat rencana sumber daya Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menyelesaikan konflik Kualitas hasil akhir pekerjaan Pengarahan terhadap karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan Dukungan dan dorongan dari pimpinan perusahaan terhadap karyawan Kualitas hasil akhir pekerjaan Kemampuan pimpinan perusahaan dalam membuat rencana sumber daya Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menyelesaikan konflik Kontribusi 43% 32% 25% 37% 31% 32% 40% 36% 24% 42% 32% 26% 45% 27% 28% 4.23.Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian 2. Variabel penentu kualitas manajemen perusahaan lainnya yang belum teridentifikasi dan dikelompokkan ke dalam dummy adalah : Gatot Bentoro . menunjukkan bahwa model linier lebih mendekati nol sehingga dipilih model linier. 3.6402014051 104 .

bahwa nilai kualitas kinerja perspektif keuangan. Apabila kualitas kinerja perusahaan berada dibawah nilai min.35 4.33 Max 4. hal ini berarti bahwa 105 . proses bisnis.44 1. Dari simulasi Monte Carlo didapatkan hasil Gambar 4. pertumbuhan dan pembelajaran. Gambar 4.120% 0% .120% >60% .120% >60% . Variabel Penentu Lainnya Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Kode Variabel Terikat Dummy 1 Y1 Perspektif Keuangan 2 3 Y2 Perspektif Proses Bisnis Internal 1 2 3 1 Y3 Perspektif Pelanggan 2 3 4 Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran 1 2 3 1 Y5 Kinerja Perusahaan 2 3 4 Sumber: Hasil Olahan Kode X44 X21 X31 X34 X33 X27 X10 X35 X26 X2 X8 X36 X11 X35 X36 X43 X33 Variabel Penentu Lainnya Pengawasan terhadap inventaris kantor Kemampuan pimpinan perusahaan dalam menghadapi peluang bisnis Wewenang karyawan terhadap pekerjaan Kurang adanya reward & punishment terhadap karyawan Kurangnya Kesempatan berpartisipasi untuk menentukan metode dan prosedur Perasaan aman dalam pekerjaan Kemampuan personil inti dalam menjalankan tugas Kualitas penghargaan perusahaan terhadap karyawan Kurangnyanya prestise pekerjaan didalam perusahaan Mempertimbangkan dan menganalisa situasi pasar Kinerja dan produktifitas karyawan Iklim dan suasana pekerjaan Kemampuan pimpinan perusahaandalam membuat rencana sumber daya Kualitas penghargaan perusahaan terhadap karyawan Iklim dan suasana pekerjaan Pengawasan terhadap keuangan karyawan Kesempatan berpartisipasi menentukan metode dan prosedur Y4 5.120% >60% . Rentang Nilai Kualitas Kinerja Berdasarkan Hasil Simulasi Kinerja Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Nilai kualitas Min 2.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Tabel 4. pelanggan.24.5.33 2.53 4.25.88 2. serta kinerja perusahaan jasa konstruksi berkisar antara : Tabel 4.55 4.80 4.60 Prosentase Kualitas Kinerja >60% . dapat dilihat bahwa kualitas dari kinerja perusahaan yang optimal harus berada di dalam range: min-max.d.1 s.93 2.120% Keterangan Buruk – Sangat Cukup Buruk – Sangat Cukup Sangat Buruk – Sangat Cukup Buruk – Sangat Cukup Buruk – Sangat Cukup Sumber: Hasil Olahan Berdasarkan Tabel 4.25.

jenis perusahaan jasa konstruksi mempunyai pengaruh yang tidak begitu signifikan terhadap peningkatan kinerja perusahaan perspektif keuangan. penulis akan mencoba melakukan pembahasan terhadap analisa yang sudah dilakukan pada sub bab sebelumnya. Tabel 4. Dampak dari mark • Gatot Bentoro . Adapun pembahasannya adalah sebagai berikut: Pengaruh Jenis Perusahaan dan Sistem Mutu Perusahaan Jasa Konstruksi Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jenis perusahaan baik BUMN dan swasta mempunyai pengaruh yang signifikan untuk meningkatkan kinerja perusahaan jasa konstruksi.26 Skala Pengukuran Kualitas Kinerja Perusahaan Kriteria Good Profitable Growth Skala Management Sangat Buruk Buruk √ Cukup √ √ Sangat √ √ Cukup Baik √ √ √ Sangat √ √ √ Baik Sumber: Hasil Olahan dari berbagai referensi Sustainable √ √ √ √ √ Technology √ √ Competitiveness √ √ 4. Sedangkan jika nilai kualitas kinerja perusahaan berada di atas nilai max. yang kemudian hasil dari pembahasan tersebut akan disimpulkan pada bab 5. bahwa dilingkungan BUMN seringkali terjadi mark up dimana para pengusaha dengan dukungan (backup) penguasa mendapatkan kontrak sebagai pemasok maupun distributor dengan harga yang amat mahal. kinerja perusahaan jasa konstruksi perspektif keuangan BUMN lebih rendah dibandingkan perusahaan jasa konstruksi swasta. Skala pengukuran yang digunakan dalam menilai baik buruknya kinerja perusahaan dapat dilihan pada Tabel 4. terutama pada perspektif proses bisnis internal dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. juga tidak begitu bagus. 2003). PEMBAHASAN PENELITIAN Pada sub bab ini.8. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari FCGI (Forum for Corporate in Indonesia.6402014051 106 . hal ini dikarenakan jika kinerjanya terlalu tinggi akan dapat menyebabkan over heating. tapi dari hasil analisis mean rank.Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian perusahaan tersebut kinerja perusahaan sangat buruk sehingga dapat menyebabkan kebangkrutan. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan metode Mann-whitney U.26.

manajemen tenaga kerja. kualitas manajemen berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sellenheim (1991) yang mengatakan bahwa sistem mutu yang akan diterapkan oleh suatu perusahaan harus dipicu oleh permintaan pasar. 107 . Faktor-faktor yang menyebabkan penurunan kinerja ini dikarenakan personil. kinerja perusahaan dapat diukur dari 4 (empat) perspektif. sistem mutu ISO 9000 adalah standar kunci yang harus dipenuhi oleh perusahaan yang ingin meningkatkan infrastruktur kualitas kinerjanya. manajemen. material. sederhana dan mudah dipahami. fleksibel untuk berubah. sehingga berakibat menurunnya kinerja perusahaan.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi up tersebut adalah tingginya biaya operasi BUMN dan pada gilirannya menimbulkan kerugian pada BUMN sehingga secara tidak langsung menurunkan kinerja keuangan. serta pasar. Berdasarkan hasil analisis. Hal ini disebabkan karena di dalam manajemen mengandung unsur-unsur sumber daya yaitu : manusia. Proses Bisnis Internal. dan organisasi perusahaan yang sedang dalam proses mendapatkan ISO 9000 perlu menyesuaikan dengan kondisi infrastruktur serta menerapkan standarisasi yang baru. Menurut Kaplan dan Norton (1996). Menurut analisis yang dilakukan Flynn et al (1995). metode. penerapan manajemen yang baik dalam suatu perusahaan dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan perusahaan serta dapat menjamin tercapainya laba usaha. uang. jangka Hasilnya panjang adalah dengan menunjukkan pelanggan. hubungan jangka panjang dengan pemasok. bahwa (hubungan dukungan manajemen puncak. • Faktor-faktor dari Manajemen Perusahaan yang mempengaruhi Peningkatan Kinerja Perusahaan Sebelum mengetahui faktor-faktor dari manajemen perusahaan yang mempunyai pengaruh terhadap kinerja perusahaan. mempertimbangkan faktor finansial dan non finansial dan juga memberikan penegasan yang positif. Menurut Terry (1986). dan sikap kerja) berpengaruh terhadap kualitas manajemen. mesin. Pelanggan serta Pembelajaran dan Pertumbuhan. yaitu : Keuangan. perlu diketahui beberapa perspektif dari kinerja perusahan yang dapat dijadikan alat ukur dalam meningkatkan kinerja perusahaan. dan kinerja perusahaan berpengaruh terhadap keunggulan kompetitif. kinerja perusahaan yang belum memiliki sistem mutu ISO 9000 lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang sedang dalam proses mendapatkan ISO 9000. Sistem mutu ISO 9000 perusahaan jasa konstruksi untuk semua perspektif mempunyai pengaruh yang cukup signifikan terhadap peningkatan kinerja perusahaan.

Pada variabel kedua dan ketiga. antara lain: peningkatan kinerja. Hal ini mendukung Kaplan dan Norton (1996) yang menyatakan bahwa kualitas yang baik dapat meningkatkan kinerja pelanggan yang juga mempengaruhi kinerja keuangan. pelanggan. serta kinerja perusahaan sehingga dapat menciptakan suatu perusahaan yang mempunyai kemampuan daya saing. Hasil analisis yang dilakukan oleh Benson et al (1991) dan didukung oleh hasil analisis Madu et al (1996) menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara dimensi kualitas dengan kinerja perusahaan. Gatot Bentoro . kemampuan pimpinan perusahaan dalam menyelesaikan konflik dan dalam membuat perencanaan sumber daya akan mempengaruhi kinerja perusahaan. proses bisnis internal. Analisis regresi berganda yang dilakukan menghasilkan model regresi linier. dimana buruknya perencanaan dapat menyebabkan menurunnya kinerja perusahaan.Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian Sedangkan Kaizen (1994) menyatakan bahwa kualitas atau mutu merupakan salah satu tolak ukur dalam menilai baik buruknya kinerja perusahaan secara internal maupun eksternal. serta kemampuan pimpinan perusahaan dalam menyelesaikan konflik (pengorganisasian). semakin tinggi kemampuan pimpinan perusahaan dalam merencanakan. Menurut Kerzner (1998). Ishikawa juga menyatakan bahwa kualitas berarti kesesuaian dengan penggunaan serta pemenuhan harapan atau kepuasan pelanggan. serta pengendalian. peningkatan harga. Dalam manajemen.6402014051 108 . pangsa pasar. Peningkatan mutu akan dapat mendatangkan keuntungan dan manfaat bagi perusahaan jasa konstruksi. peningkatan produk. peningkatan keuntungan serta penghematan biaya. Joseph M. Pada variabel pertama menunjukkan bahwa semakin baik kualitas hasil akhir pekerjaan maka akan semakin tinggi kinerja perusahaan jasa konstruksi. serta variabel penentu yang cukup signifikan yaitu kemampuan pimpinan perusahaan dalam membuat perencanaan sumber daya (pengorganisasian). proses bisnis. dengan variabel yang paling signifikan terhadap semua kinerja (keuangan. dimana kualitas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja perusahaan. menurut Ivancevich (1997) fungsi-fungsi dasar manajemen yang sangat penting yaitu: perencanaan. pertumbuhan dan pembelajaran serta kinerja perusahaan jasa konstruksi) terdiri dari: kualitas hasil akhir pekerjaan yang termasuk dalam kelompok perencanaan. pengorganisasian. reputasi. Perencanaan yang baik akan menghasilkan produk atau jasa yang baik pula. mengarahkan. reability. Juran dan K.

konfilik Sedangkan dan kemampuan pimpinan perusahaan dalam menyelesaikan kualitas perusahaan dalam membuat perencanaan sumber daya merupakan bagian dari pengorganisasian. Menurut Terry (1982). Wheleen dan Hunger (2000) menyatakan bahwa sasaran dilakukan pengukuran kinerja adalah untuk mengetahui profitabilitas. diketahui bahwa kualitas hasil akhir perusahaan pimpinan merupakan bagian dari perencanaan. Hal ini berarti bahwa perencanaan dan pengorganisasian merupakan variabel yang berpengaruh terhadap peningkatan jasa konstruksi. berkomunikasi dan mengelola informasi untuk menentukan kebutuhan sumber daya maka akan semakin meningkat kinerja perusahaan. Menurut Mulyadi (2001). • Pengaruh masing-masing Perspektif Kinerja terhadap Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Sebelum mengetahui pengaruh dari masing-masing perspektif kinerja terhadap kinerja perusahaan jasa konstruksi. Dimana buruknya perencanaan dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. perlu diketahui beberapa tujuan dan sasaran dilakukannya pengukuran kinerja. Berdasarkan pengelompokkan variabel. biaya dan mutu yang digunakan. pangsa pasar. pengukuran kinerja dilakukan untuk mengetahui apakah perusahaan mendapatkan keuntungan atau laba. perencanaan merupakan bagian yang penting dalam proses manajemen. yaitu: Perspektif Keuangan Perspektif Proses Bisnis Internal Perspektif Pelanggan Perspektif Pertumbuhan & Pembelajaran Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi : 24% : 28% : 25% : 23% : 100% 109 . Sedangkan fungsi lain dari manajemen yang mempunyai pengaruh terhadap kinerja perusahaan adalah pengorganisasian.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi memimpin. Berdasarkan hasil perhitungan prosentase dengan menggunakan scoring terhadap ranking kinerja yang didapatkan dari hasil kuesioner. Pengukuran kinerja lebih cenderung berorientasi kepada bidang keuangan. diperoleh prosentase masing-masing perspektif kinerja terhadap kinerja perusahaan jasa konstruksi.

Gatot Bentoro .Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian Kontribusi dari masing-masing perspektif kinerja terhadap kinerja perusahaan jasa konstruksi tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antara satu sama lainnya.6402014051 110 . Hal ini sesuai dengan Kaplan dan Norton (1996) yang menyatakan bahwa kinerja perusahaan jasa konstruksi dipengaruhi oleh keempat perspektif tersebut.

pembahasan serta interpretasi terhadap penelitian. SARAN Sedangkan saran-saran untuk penelitian lebih lanjut. Kinerja perusahaan jasa konstruksi dapat ditingkatkan dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan kinerja serta menganalisa seberapa besar pengaruh faktor tersebut terhadap kinerja perusahaan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis. pengaruh yaitu yang signifikan terhadap dan dan kinerja perusahaan pelanggan jasa perspektif bisnis keuangan internal perspektif perspektif sedangkan perspektif proses pertumbuhan & pembelajaran mempunyai pengaruh yang signifikan.1. temuan-temuan. . 2. Sehingga dapat dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar pengaruhnya. dapat diuraikan sebagai Hasil-hasil dari penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar terjadinya peningkatan kinerja jika kualitas manajemen perusahaan ditingkatkan. berikut: 1.BA B 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5. Sedangkan faktor-faktor lain yang memberikan kontribusi cukup besar terhadap peningkatan kinerja yaitu kualitas pimpinan perusahaan dalam menyelesaikan konflik dan dalam membuat rencana sumber daya. maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. 2. jenis perusahaan kontraktor (BUMN dan swasta) tidak mempunyai konstruksi.2. Untuk beberapa perspektif kinerja. 5. Kontribusi kualitas hasil akhir pekerjaan terhadap peningkatan kinerja perusahaan jasa konstruksi lebih besar dibandingkan faktor-faktor lain dari manajemen perusahaan.

sehingga dapat dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor penentu tersebut dan seberapa besar pengaruhnya terhadap peningkatan kinerja perusahaan kontruksi. Untuk semua perspektif kinerja. 7. Pada penelitian lebih lanjut. dalam menentukan windows of success dari kinerja perusahaan jasa konstruksi perlu dilakukan dengan lebih akurat dengan menentukan batasan-batasan wilayah secara lebih detail dengan menggunakan teknik-teknik komputerisasi. 9. sistem mutu iso 9000 mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kinerja perusahaan jasa konstruksi. Hal ini menunjukkan bahwa ada faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi kinerja perusahaan yang sedang dalam proses ISO 9000. yang meneliti batasan-batasan minimum dan maksimum suatu kinerja perusahaan jasa konstruksi yang dipengaruhi oleh manajemen perusahaan dengan menggunakan metode simulasi. pelanggan serta pertumbuhan dan pembelajaran yang belum memiliki ISO 9000 ternyata lebih tinggi dari kinerja perusahaan yang dalam proses ISO 9000. Pada penelitian selanjutnya. untuk mengetahui berapa besar keuntungan yang diperoleh perusahaan apabila kinerja perusahaannya ditingkatkan dengan menggunakan metode penelitian studi kasus serta metode analisis optimasi agar diperoleh suatu keuntungan maksimum. berkelanjutan. dapat dibuat suatu sistem yang menggunakan program komputer yang dapat mendeteksi apakah kinerja perusahaan yang ingin dilihat berada pada windows of success dan dapat merekomendasikan suatu tindakan yang harus dilakukan agar dapat menghasilkan suatu perusahaan yang memiliki kemampuan daya saing. Gatot Bentoro . 4. dapat dikembangkan suatu penelitian yang lebih spesifik. Pada penelitian selanjutnya. berkembang. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut yang dapat mengukur tindakan koreksi yang harus dilakukan oleh perusahaan jasa konstruksi supaya kinerja perusahaan bisa berada dalam area windows of success. Sehingga dapat dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar pengaruhnya.6402014051 112 . 6.Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian 3. serta mempunyai kemampuan mendapatkan laba. Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa mean rank kinerja perusahaan perspektif keuangan. 8. proses bisnis internal. 5.

Smith. London. C. N. Bryman. Goodwin. 5. Rineka Cipta. S.REFERENSI 1. Mission and Bussiness Philosophy. “Leadership is Essensial to Managing Success.. Quantitative Data Analysis with SPSS for Windows. Prentice Hall. Oxford. PT. (1987). Colorado. R. (1993). (1984). Gaspersz. Manajemen. John Willey & Sons. D. New York. 2. Borcheding. Samadhi (1987). Decisioneering. 17.” Journal of Management in Engineering July/August. I. Decisioneering. Critical Success Factors. “Skill Required of Effective Project Manager. S. F. 16. Goldstein (1984). (1985). Fifth Edition. (1993). K. (July/August 1997). 22. Global Project Management Handbook. e. New York. J. and A. Denver. No. Evans. Inc. Douglas (1981). . and K. 15. R. Introduction to Simulation and Risk Analysis. A. Flippo. I. Construction Contracting. 23. et al. Genaga.3. and D. W. 13. 19. 6. “Work Force Motivation and Productivity on Large Jobs. L. R. Paulson (1984). (1968). Mc Graw-Hill. 3. (1992). Organisational Behaviour and Design. Inc. (1998). 12. Barrie. 24. 9. (2002). Chung. Cushway. Drucker. McGraw-Hill. McGraw-Hill. and D. S. Canada. Allen. Tawadey (1992). and M. McGraw-Hill. Inc. Allyn and Bacon. Inc. and R. G. Cramer (1997).9. D.H (1966). Sistem Manajemen Kinerja Terintegrasi BALANCED SCORECARD DENGAN SIX SIGMA untuk Organisasi Bisnis dan Pemerintah. London. Institut Teknologi Bandung. Clough. (1986). Dillon. 21. P. H. 11. David. and D. Prosedur Penelitian.Inc. 7. Arikunto. John Wiley & Sons.” Journal of Management in Engineering Vol. Analisis Regresi Terapan. Donald and B. Cleland. Jakarta. C. S. Management Second Edition.” ASCE Journal of the Construction Division Sept: 443-452. Professional Construction Management. Bussiness Publications. Gramedia. Prentice Hall. Jakarta. The Practice of Management. K. “Professional Practice Survey Results. R. E. Gareis (1994). (1994). S. J. Multivariate Analysis Methods and Application. Barrie. and G. Draper. 14. A. Proffesional Construction Basyah Siregar. B. Inc. (2002). A. Personel Management. Olson (1998). R. Bounds. Campbell. Strategic Management: Concepts and Cases. 20. New Jersey. Butterworth-Heinemann. Beyond Total Quality Management: Toward the Emerging Paradigm. Ivancevich. H. 4. Gibson. Lodge (1993). (July 1993). R.” Journal of Management in Engineering. D. Gramedia Pustaka Utama. Organization. G.. V. Crystal Ball user's manual. B. 8. a. 18. MacGraw Hill Book Inc. Pan Books. Routledge. Jakarta. 10.

“Factors Influencing Construction Time and Cost Overruns on High-Rise Projects in Indonesia. LIPBI (Lembaga Informasi Pembangunan & Bisnis Indonesia. D. November/December. H. New Jersey. John Willey & Sons. et al. a. Jakarta. P.Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian 25. McGrawHill. S. Kast. (1991). Butterworth-Heinemann. E. Jaafari. The Free Press A Division Simon & Schuster. Leach. “Construction Business Competitiveness Benchmarking. (1979). 40. M. Oxford University Press. Hillebrandt. Heskett (1992). P. (1985). (1989). A Division of Simon & Schuster Inc. Manual of Cost Reduction Techniques. Kaming.M Morris. Economic Theory and Application.” Journal of Management in Engineering Vol. Mulyadi (2001). 3. 37. D. M. Contractor Management Handbook. Jakarta. 27. e. No. Dissertation Research and Writing for Construction Students. 39. and T.6402014051 114 . and Parker (1989). J. (1982). F. F. A. (1984). Pinnington. 26. 34. Kerzner. O. 29. Ivancevich. Marketing Management. Prentice Hall.G. and Global 16. Macmillan Press. T. 41. and B. Industri Jasa Konstruksi di Indonesia. Productivity Improvement in Construction Human Behavior as a Factor in Construction Productivity. Balanced Scorecard Translating Strategy Into Action. Balance Scorecard. Economic Theory and The Construction Industry. Inc. Olomolaiye. 42. New York. Gatot Bentoro . J. (1998).: 449. Profile and Directory of Indonesian Companies ISO Certificate. R. 43. S. Kaizen (1994). Jakarta. Metodologi Research. Project Management: A system Approach to Planning. N. Kotler. Kadin (2002). Rosenzweig (2002). Kenny (2000). 6 30. McGrawHill. Howel. New York. Maloney. Inc. Pustaka Binaman Pressindo. Porter. Competitive Strategy Techniques for analyzing Industries and Competitors. Oglesby. “Strategic Planning for Human Resource Management in Construction. F. 38. Radke. and J. (2000). London. Salemba Empat. LIPBI (2003). H. (1972). 31. a.J. J. 44. Kadin Indonesia. Introduction Management. Kaplan. G. Scheduling and Controlling. McGraw-Hill. Norton (1996). 35. 36. J. B. Management Quality & Competitiveness. P. P. O'Brien. M. Konsultasi. (1997). 3 May/June. 28. Inc.C. Jakarta.” Construction Manajement and Economics 15: 83-94. Real Estate dan Teknologi Tinggi.” CPD Journal Vol. 46. Z. E. Productivity Improvement in Construction.” Journal of Management in Engineering Vol. Hadi. Naoum. and D. Inc. E. (1997). New York. and J. Kotter. 13. 33. Inc. 45. W.. No. S. Edward (2000).. Katz. L. Corporate Culture and Performance. 48. G. Kompartemen Jasa Konstruksi. McGraw Hill. P. to Human Resource 47. New York. (1997). Harvard Business School Press. “The Role of Professional Development in Simulating Change in Small Growing Businesses. Organization and Management. Second Edition. J. 32. A. (1998). London. (1999). Prentice Hall Inc. C. A. R.

Sudarto (2003). J. R. (1999). Smith. We Need Dynamic Performance Measures. Tatikonda (1998). Prentice-Hall. Manajemen Proyek dari Konseptual sampai Operasional. Tabachnick. BPFE-Yogyakarta. 67. Prentice Hall. Management. 60. (2003).3. G. S. Jakarta. I. (1992). Soeparto. Stukhart. Robbins. (1995). Marcel Dekker. (1988). 58. (1998). PPM. Siegel. Inc. Singapore. Manajemen Modern untuk Sektor Publik. Statistic for business and Economics. Sutjipto (1991). 63. Performance Measurement. R (1991). M. Sellenheim. S. A. Jakarta. July. Statistik Deskriptif.” Journal of Management in Engineering Vol. 53. Riley. Statistik Non Parametrik. M. W. and A. P. Kelima. 62. H.” ASCE-Journal of Construction Engineering and Management 120(No. E. “Professionalism: Cornerstone of Engineering. Suardi. P. Englewood Cliffs. Fayek (1994). (2001). S. 50. Alexandra Road. (2003). (1995). Using Multivariate Statistics 4th Edition. (1990). Clare-Brown (2001). Supranto. Sistem Bisnis Perusahaan Yang Ideal Yang Mendorong Industri Konstruksi di Indonesia. Organizational Behavior: Applications. Sandy. L. Surakarta. 1 March): 11-33. Suraji. Corporate Turnaround. Construction Materials Management. Manajemen Biaya Suatu Reformasi Pengelolaan Bisnis. 56. and L.Si (2003). Elex Media Komputindo. A. Strategi Industri Jasa Konstruksi Nasional dalam Era Globalisasi. Concepts. M. Research Methods in Real Estate & Construction. Syamsudin (2002). inc. Proceeding Seminar Nasional Peran Jasa Industri Era Otonomi Daerah dan AFTA/AFAS. F. 71. Inc. Prentice Hall International. R. Yogyakarta. 3 July. Tangkilisan. 59. Peta Kesiapan Industri Jasa Konstruksi Menuju Liberalisasi Perdagangan Jasa Konstruksi. 17 No. Fiddel (2001). 69.” Journal of Proffesional Issues in Engineering Vol.Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi 49. (2002). Supriyono. 70. 118. 54. L. 68. Teng. Singapore. 64. Statistik Teori dan Aplikasi. Sistem Manajemen Mutu ISO 9000:2000. Jakarta. Rao J. SPSS Versi 10. Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Usulan Disertasi Program Pascasarjana Teknik Sipil Universitas Indonesia. Jakarta. “Automated Corrective Action Selection Assistant. 57. H. McGraw-Hill. Gramedia. A. Jakarta. (2003). R. Tatikonda. 66. G. Russell. Soeharto. Erlangga.. 52. J. and D. 61. 65. 115 . Muhammadiyah University Press. No.. D. A. J. B. New York. Aryaduta Hotel. 72. (1990).. and C. Singapore. Wankel (1986). Controversies. Jakarta. S. National University. 55. Tan. Ally and Bacon. Balairung & Co. Jakarta. Stoner. Pra Proposal Penelitian Program Doktor Pascasarjana Teknik Sipil Universitas Indonesia. New Jersey. “Comparison of Cultures in Construction and Manufacturing Industries. (1995). 51. G. M. Santoso. Erlangga.

” Jurnal Teknologi No. a.6402014051 116 .. Duffield. F. 85. e. 76. a. 74. Myers (1993). et al. and E.” Journal of Construction Engineering and Management. Tahun XVII September. Biological Agricultural and Medical 86. 84. Dorsey Press. Menuju Usaha Jasa Konstruksi yang Handal. Triwidodo. Yates. 78. Design and Methods. (1980). New Delhi. Trisnowardono.. (1994). P. and T. D. Jakarta. Young. The Hand Book of Project Based Management.. C. Copeland (1991). H. William. 82. E. 81.B. in OECD Observer. New Jersey. Statistical Tables for Research. R. Jakarta. 87. Buku Referensi untuk Kontraktor Bangunan Gedung Sipil. Walpole. Gramedia. Project Management Institute.J. Gramedia Pustaka Utama. J. B. J. (1997). Abdi TANDUR. ISO 9000 untuk Kontraktor. Managerial Finance. F. Probability and Statistics for Engineers and Scientists. (2000). Homewood. R. H. Manajemen Proyek dari Konsepsi sampai Penyelesaian. “Pengaruh Faktor-Faktor Penunjang sistem Bekisting Peri pada Pelaksanaan Konstruksi bangunan Bertingkat Struktur Beton terhadap Kinerja Waktu Proyek. Prentice Hall. 80. Wiser (1992). Industrial Organisation: Theory and Practice. (1973). N. PT. North Melbourne. PT.D (1986). A. and R. 5. Yin. E. Ph. Project and Program Risk Management. E. Turner. (1993). Asas-asas Manajemen. P. Witherell. G. B. Pennysylvania. Asiyanto (2003). Jakarta. a. J. (2003). Weston. R.272. A Guide to Managing Project Risk and Opportunities. P. Vol. Gatot Bentoro . Harris. 5th Edition. Oxford Univercity Press. 83. Illinois. Myers (1992). Perumahan. Engineering Education Australia. Bandung. R. Terry. R. 75. A.Bab IV Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil Penelitian 73. "Corporate Governance: a basic foundation for the global economy". Trigunarsyah. ASCE 113(2): 258 . and R. Wideman. Triwidodo. (1999). Touran. 77. Drs. Mc Graw-Hill.3. Woodward.E (2002). Alumni. The Dryden Press. 79. Sage Publications. “Monte Carlo Technique with Correlated Random Variables.. e. K. Case Study Research. B.

2. 196 . PDF adalah fungsi distribusi probabilitas untuk input data. Yang diteliti adalah faktor-faktor manajemen perusahaan yang telah diidentifikasi yang dapat mempengaruhi peningkatan kinerja perusahaan jasa konstruksi. dengan meningkatkan kualitas manajemen perusahaan. 3. PMP No 1. Sedangkan CDF adalah fungsi distribusi kumulatif untuk input data. Sudah dijelaskan pada Bab 4 halaman 66. Sehingga CDF didapat setelah mengetahui PDF tgerlebih dahulu. apa yang di teliti dan apa batasannya? Keterangan Sudah dijelaskan pada Bab 1 halaman 1. profitable. Sudah dijelaskan pada Bab 4 halaman 96. Mengapa PDF diperlukan? Dosen Penguji: Bambang Trigunarsyah. Ismeth S. Pertanyaan/Saran Jelaskan manajemen pada tesis ini secara lebih rinci. Ir. Abidin No 1. 2. yaitu perusahaan yang sustainable.PROGRAM PASCASARJANA BIDANG ILMU TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA RISALAH TESIS PASCASARJANA PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL KEKHUSUSAN MANAJEMEN PROYEK Nama NPM Judul Tesis : : : Gatot Bentoro 6402014051 Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Dosen Penguji: DR. Karena distribusi datanya normal dan sesuai dengan ketentuan. maka akan menjadikan perusahaan yang ideal. Temuan sistem mutu masuk kedalam peningkatan kinerja perusahaan. growth dan competitive. PhD. Pertanyaan/Saran Halaman berurutan termasuk untuk lampiran! Non parametrik dimasukkan kedalam pembahasan dalam penelitian! Hasil non parametrik dimasukkan kedalam pembahasan! Keterangan Sudah dilakukan. bahwa bentuk grafik yang dihitung luasannya harus dengan cara integral dan bentuk overlay chartnya kumulatif.

MT No 1. Pertanyaan/Saran Maksud skenario Monte Carlo. bila eksperimen secara fisik atau analitis tidak memungkinkan secara ekonomis. Dimana nilai kualitas min. Sudah dijelaskan pada Bab 4 halaman 90. artinya nilai mean pada skenario paling minimum (yang terletak paling kiri dari grafik overlay chart). ST. Sehingga dari rentang nilai kualitas ini akan diperoleh nilai global mean untuk menentukan standard penilaian kualitas kinerja perusahaan. Dosen Penguji: Alin Veronika. mean dan max artinya variabel tersebut dianggap statis tidak berubah. 2. MT No 1. Pertanyaan/Saran Mengapa menggunakan analisa Monte Carlo? Jelaskan Simulasi Monte Carlo! Keterangan Sudah ada pada Bab 4 halaman 90 Hasil analisis faktor dan regresi berganda telah mengeluarkan model matematis yang menggambarkan hubungan antara variabel terikat dengan variabel bebas. MM. Sudarto. Nilai kualitas min dan max yang didapat berdasarkan dari nilai mean (rata-rata) dari hasil skenario pada simulasi Monte Carlo. apa maksudnya? 197 . Dinamis adalah bahwa variabel tersebut berubah berdasarkan proses simulasi.PROGRAM PASCASARJANA BIDANG ILMU TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA Dosen Penguji: Ir. Simulasi Monte Carlo suatu teknik untuk mendapatkan suatu pendekatan. artinya dinamis dan artinya statis? Keterangan Penggunaan skenario pada Monte Carlo adalah untuk menentukan windows of success dari kinerja perusahaan yang merupakan standard untuk menentukan batas minimal dan maksimal. dimana nilainya diambil berdasarkan sampel yang ada. Rentang nilai kualitas min. Sedangkan min. sedangkan nilai max merupakan nilai mean pada skenario paling maksimum (yang terletak paling kanan). max.

PROGRAM PASCASARJANA BIDANG ILMU TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA Dosen Penguji: Sulhaemi.11. 3. Pembimbing II Agustus 2004 Menyetujui. Sudah diperbaiki pada Bab 4 halaman 79. Menyetujui. MT Bambang Trigunarsyah. ST. tidak perlu di tulis semuanya. 2. ST. Diambil berdasarkan dari berbagai referensi dan ini bisa memperkuat hasil simulasi Monte Carlo. Skala pengukuran kualitas kinerja Perusahaan. PhD. Keterangan Sudah dimasukkan kedalam Bab 4 hal aman 68. Pertanyaan/Saran Pembahasan non parametrik sistem mutu perlu dimasukkan! Untuk hasil uji t pada Tabel 4. Depok.26. MT No 1. Pembimbing I Alin Veronika. PMP 198 . Pada Tabel 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times