DINASTI UMAYYAH DAMASKUS

Filed under: Tak Berkategori by Khusnul Huda — Tinggalkan komentar 22 April 2011

BANI UMAYAH DAMASKUS

A. Konstelasi Pemerintahan Bani Umayah

1. Asal-Usul dan Basis Kekuatan

Sepeninggal Ali bin Abu Thalib, gubernur Syam tampil sebagai penguasa Islam yang kuat. Masa kekuasaannya merupakan awal kedaulatan Bani Umayah. Muawiyah bin Abu Sufyan bin Harb adalah pembangun dinasti Umayah dan sekaligus menjadi khalifah pertama. Ia memindahkan ibukota kekuasaan Islam dari Kufah ke Damaskus. (Mufrodi, 1997: 69)

Keberhasilan Muawiyah dalam meraih jabatan khalifah dan membangun pemerintahan Bani Umayah bukan hanya akibat dari kemenangan diplomasi di Shiffin dan terbunuhnya Khalifah Ali saja, melainkan merupakan hasil akhir dari peristiwa-peristiwa politik yang dihadapinya dan karir politiknya yang cukup cemerlang.

Jika dirunut secara kronologis, keberhasilan Muawiyah dilatar-belakangi oleh beberapa faktor dan peristiwa politik sebagai berikut.

Pertama, sejak masa kekhalifahan Umar bin al-Khattab, kepribadian dan kematangan karir politiknya sudah nampak. Pada masa itu, ia diangkat menjadi gubernur Syam menggantikan Abu Ubaidah dan saudaranya, Yazid bin Muawiyah, yang meninggal dunia akibat serangan wabah penyakit yang sangat ganas. Kepercayaan Umar terhadap kematangan politik Muawiyah ini begitu nampak sejak awal pengangkatan dirinya. Pada saat itu, sebenarnya Umar mengangkat dua orang menjadi pejabat negeri Syam; Syurahbil bin Hasanah dan Muawiyah bin Abu Sufyan. Tetapi ketika ia sampai di daerah Jabiah, Syurahbil dipecat dari jabatannya. Ketika itu, Umar menyampaikan khutbahnya, “Saudara-saudara! Saya tidak memecat Syurahbil karena benci. Tetapi saya menginginkan orang yang kuat”. Menurut catatan Haekal (2001: 372), Syurahbil ini

dan Mis’ar bin Fadaki. dengan usianya yang masih muda. Peristiwa ini kemudian berlanjut pada terjadinya perundingan damai melalui proses tahkim. sebenarnya pihak Muawiyah sudah terdesak dan merasa khawatir akan kalah. Muawiyah diminta untuk meletakkan jabatan.adalah seorang jenderal yang pandai mengatur strategi dan menjebak musuh. Kedua. Karena itu. Ali pun akhirnya berkata kepada mereka. Kata Ali. 5/51) Setelah kedua belah pihak menyepakati wakilnya masing-masing. atas usulan dari al-Asy’as. Pada saat inilah timbul gagasan dari ‘Amr bin al-’Ash untuk menghentikan perang sementara dengan cara mengangkat mushaf al-Quran. Sebenarnya Ali sendiri tidak menyetujui usulan dari tiga orang tersebut karena ia memandang Abu Musa lemah dalam diplomasi. “Ya. dia adalah politikus berpengalaman. Inti dari kesepakatan yang dibuat pada bulan Shafar tahun 37 H ini adalah gencatan senjata dan akan bertemu kembali dalam sebuah perundingan pada bulan Ramadhan di Dumatul Jandal wilayah Adzruh. “Sungguh kalian menolak selain Abu Musa?!”. (AlThabari. dia tahu segala liku-liku persoalan. Bahkan ia tidak mengakui kekhalifahan Ali dan memanfaatkan peristiwa berdarah yang menimpa Usman bin Affan untuk menjatuhkan legalitas kekuasaan Ali dengan membangkitkan kemarahan rakyat dan menuduh Ali sebagai orang yang mendalangi pembunuhan Usman. kedudukan Muawiyah sebagai gubernur ini terus bertahan hingga kekhalifahan Usman bin Affan dan awal kekhalifahan Ali bin Abu Thalib. Gagasan ini disambut baik oleh Muawiyah. Sedangkan pihak Ali bin Abu Thalib. (Mufrodi. diwakili oleh Abu Musa al-Asy’ari. Akan tetapi ketiga orang ini. “Kalau begitu. tetapi ia menolaknya. 1997: 65) Ketiga. desakan Muawiyah tersebut mengakibatkan terjadinya pertempuran sengit antara pihaknya dan pihak Ali sebagai khalifah di kota tua Shiffin yang berakhir dengan proses tahkim (arbitrase) pada tahun 37 H. Ali lebih setuju menunjuk al-Asytar. tetapi dia bukan seorang politikus yang tahu bagaimana mengatur rakyat sesuai dengan tujuan. dengan mengajukan usulan ini ke pasukan Ali. pada awal pemerintahan Ali bin Abu Thalib. mereka pun menulis surat kesepakatan yang dihadiri oleh para saksi dari kedua belah pihak. Kebalikannya Muawiyah. lakukanlah apa yang kalian kehendaki!”.” jawab mereka. . jika Ali tidak dapat menemukan dan menghukum pembunuh yang sesungguhnya. tetap memaksakan Abu Musa dan tidak menerima yang lain. menurut catatan al-Thabari (V/48). Dalam pertempuran yang memakan waktu berhari-hari ini. Pihak Muawiyah bersama penduduk Syam sepakat menunjuk ‘Amr bin al-’Ash sebagai wakil bagi perundingan tersebut. Zaid bin Hushain at-Thai.

Menurut catatan Ibnu Katsir (1988:7/314). Mereka membuat basis pasukan di Harura yang dipimpin oleh Abdullah bin Wahab. Dan sekarang. Dia pun menyarankan kepada Abu Musa agar ‘Amr yang lebih dulu menyampaikan kesepakatan keduanya. “Sesungguhnya masalah ini. Wallahu a’lam. Putra ‘Amr membalasnya. Aku pun melepas jabatan sahabatnya sebagaimana ia melakukannya. Mendengar pidato ini. ‘Amr mengajukan Muawiyah. seusai proses tahkim. dari pihak Ali. pada bulan Ramadhan . aku menetapkan sahabatku. tetapi ditolak oleh Abu Musa. Abu Musa pun menolaknya. Kemudian ia menawarkan anaknya. Binu Abbas sudah merasa ada unsur tipu muslihat dari pihak ‘Amr. sedangkan kondisi umat seperti ini (chaos) akan membawa pada mafsadat yang berkepanjangan dan memperuncing perselisihan di antara mereka. Lalu ‘Amr meminta Abu Musa untuk menyampaikan kesepakatan itu lebih dulu dengan alasan ia lebih senior. Wilayah . Muawiyah. ‘Amr bin al-’Ash dan Abu Musa al-Asy’ari berunding untuk menentukan khalifah. mengangkat cemetinya dan mencambuk ‘Amr bin al-’Ash. karena dia termasuk walinya Usman bin Affan dan yang menuntut hukuman bagi pembunuh Usman. Kelompok Khawarij yang berjumlah sekitar 12. Dalam pertemuan ini. Abu Musa pun marah. ‘Amr bin al-’Ash menyetujuinya Setelah bersepakat. Setelah Abu Musa menyampaikan isi kesepakatan itu. Sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. Lalu Abu Musa mengajukan Abdullah bin Umar. Maka ia pun menetapkan Muawiyah demi kemaslahatan umat. pada saat kejadian ini ‘Amr memandang bahwa meninggalkan manusia tanpa imam. Tetapi ini adalah ijtihad. ‘Amr bin al-’Ash tampil dan menyampaikan pidatonya. sedangkan Ali kembali ke Kufah. Pada saat ini. Muawiyah kembali ke Syam. dan ia telah melepas jabatan sahabatnya.Pasukan ini kemudian berpencar. keduanya menghadap kepada dua pasukan ini. tetapi ‘Amr menolaknya. lalu mereka pun berpencar dengan membawa keputusan yang merugikan sebelah pihak ini. Syuraih bin Hani. sementara ijtihad itu bisa jadi benar atau bisa juga salah.000 orang turut serta merepotkan Ali. sebagaimana kalian dengar darinya tadi. Ia mengatakan. Kemudian orang-orang berdiri dan memisahkannya. serta ia termasuk orang yang lebih berhak menduduki jabatan ini”. lama kelamaan pasukan Ali terus berkurang dan melemah. Keempat. Mereka pun keluar dari barisan Ali dan kemudian lebih dikenal dengan sebutan kaum Khawarij. Akhirnya Abu Musa mengusulkan agar Muawiyah dan Ali dilepas jabatannya terlebih dahulu dan penyelesaian akan diserahkan kepada musyawarah umat secara umum. Lalu keduanya saling mencaci maki. Tetapi Abu Musa tidak menghiraukan saran Binu Abbas. kedua belah pihak bertemu lagi di Dumatul Jandal disertai pasukannya masing-masing sebanyak 400 orang. Namun sebagian dari pasukan Ali akhirnya ada yang tidak menyetujui proses tahkim ini walaupun sebelumnya mereka sangat bersemangat dan mendesak Ali untuk melakukan tahkim tersebut.

dan Ziyad bin Abihi. Sifat hilm. walaupun Ali sudah beberapa kali mencoba untuk membujuk mereka agar bertobat dan kembali kepada barisan Ali. terus menerus menyimpan kekesalannya. mereka pun tidak sanggup menghadapi pasukan Muawiyah. yaitu ‘Amr bin al-’Ash. dengan kegamangan hati mereka. Dia mendapat dukungan yang kuat dari rakyat Syam dan keluarga Bani Umayah. suatu jabatan yang pernah dipegangnya kira-kira satu atau dua tahun semasa pemerintahan Umar. Sementara kekuatan Muawiyah semakin kokoh. Sejak wafatnya Khalifah Usman. Ali. Muawiyah mengangkatnya menjadi gubernur di Kufah yang meliputi wilayah Persia bagian utara. dikenal dalam sejarah sebagai tahun jama’ah (‘am aljama’ah). (Watt. Akhirnya al-Hasan mengajukan posisinya kepada Muawiyah melalui perjanjian damai. 1993: 40) Kelima. Perjanjian ini dapat mempersatukan umat Islam kembali dalam satu kepemimpinan politik di bawah Muawiyah bin Abu Sufyan. (Yatim. (Mufrodi. warga Kufah membaiat al-Hasan untuk menggantikan posisi ayahnya. Muawiyah sangat bijaksana dalam menempatkan para pembantunya pada jabatan-jabatan penting. Tetapi tidak lama kemudian. Muawiyah memiliki kemampuan menonjol sebagai negarawan sejati. ‘Amr mendukung Muawiyah dan ditunjuk olehnya sebagai penengah dalam peristiwa tahkim karena kecerdikannya dalam diplomasi. Kelompok Khawarij. perjanjian itu juga menyebabkan Muawiyah menjadi penguasa absolut dalam Islam. bahkan mencapai tingkat “hilm”. Adapun . Pada tahun ini. Hingga akhirnya. Tetapi usaha pembunuhan itu hanya berhasil membunuh Ali. Tiga orang patutlah mendapat perhatian khusus. adalah sifat kasih sayang terhadap musuh dan kesiapan untuk menerima perbedaan. Sayang hanya dua tahun ia mendampingi kekhalifahan Muawiyah. Pada tanggal 17 Ramadhan 40 H (660 M). Di sisi lain. 1997: 71) Selain itu. Mughirah bin Syu’bah. 1990: 19) ‘Amr bin al-’Ash dikenang sebagai penakluk Mesir pada masa Umar bin al-Khattab dan menjabat gubernur pertama di wilayah itu. tahun persatuan itu. Karena keterampilan politiknya yang besar. meskipun ada tekanan dan intimidasi. Keberhasilan Mughirah yang utama adalah kesuksesannya menciptakan situasi yang aman dan mampu meredam gejolak penduduk Kufah yang sebagian besar pendukung Ali. Tahun 41 H (661 M). mereka bersepakat untuk membunuh tiga orang yang langsung terlibat dalam proses tahkim. Muawiyah.kekuasaannya pun terus digerogoti oleh pasukan Muawiyah. sebagai seorang administrator. Sedangkan Mughirah adalah seorang politikus independent. Seorang manusia hilm seperti Muawiyah dapat menguasai diri secara mutlak dan mengambil keputusan-keputusan yang menentukan. Ali ditikam oleh seorang anggota Khawarij yang bernama Binu Muljam dan meninggal dunia pada tanggal 20 Ramadhan 40 H. Ketiga pembantu ini dengan Muawiyah merupakan empat politikus yang sangat mengagumkan di kalangan muslim Arab. Sedangkan Muawiyah dan ‘Amr bin al-’Ash selamat. dan ‘Amr bin al-’Ash. menurut Eaton (2005: 252). Al-Hasan pun menerima baiat dari mereka.

gubernur mempunyai wewenang penuh dalam hal administrasi politik dan militer dalam propinsinya. . Muawiyah telah merubah model kekuasaan dengan model kerajaan yang membenarkan regenerasi kekuasaan dengan cara memberikan kepada putera mahkota. para amir berfungsi sebagai khalifah di daerah. secara substansial tidak memiliki ruang dan kesempatan yang sama untuk memimpin pemerintah umat Islam. Untuk menangani banyaknya propinsi yang ada. (Suhaidi. 1951: 42) Perintah ini tentu saja memberikan sinyal awal bahwa kesetiaan terhadap Yazid merupakan bentuk pengokohan terhadap sistem pemerintahan yang turun temurun telah coba dibangun oleh Muawiyah.Ziyad bin Abihi merupakan pemimpin kharismatik yang netral. Sistem Pemerintahan Memasuki masa kekuasaan Muawiyah yang menjadi awal kekuasaan Bani Umayah ini. Sikap politiknya yang tegas. (Binu Taimiyah. dan para amir tersebut bertanggung jawab langsung kepada khalifah. terus berlanjut hingga masa Dinasti Umayah sejak tahun 661 M. Tidak ada lagi suksesi kepemimpinan berdasarkan asas musyawarah (syuro) dalam menentukan seorang pemimpin baru. 1997: 71) 2. maupun keamanan dan pertahanan nasional. Orang-orang yang berada di luar garis keturunan Muawiyah. Bedanya. mengingat potensi daerah-daerah tersebut dalam menopang jalannya pemerintahan. Yazid. Rasulullah menerapkan bentuk konfederasi kabilah. (Mufrodi. mencoba menggabung beberapa wilayah menjadi satu propinsi. deemuhammad) Tradisi bentuk khilafah konfederasi yang dicanangkan oleh Rasulullah pada tahun 622 M (awal periode Madinah). Muawiyah bin Abu Sofyan. Wilayah-wilayah ini terus berkembang sejalan dengan keberhasilan program futuhat (ekspansi). sedangkan Dinasti Umayah menerapkan konfederasi propinsi. karena sistem dinasti hanya membenarkan satu kebenaran bahwa suksesi hanya bisa diberikan kepada keturunan dalam dinasti tersebut. baik dari sudut pandang ekonomi. adil. dan bijaksana menjamin kekuasaan Muawiyah langgeng di wilayah propinsi paling timur itu yang dikenal sangat gaduh dan dukar diatur. Pada masa Hisyam bin Abdul Malik. namun penghasilan daerah ditangani oleh pejabat tertentu (sahib al-kharaj) yang mempunyai tanggung jawab langsung pada khalifah. Setiap gubernur memilih amir atas jajahan yang berada dalam kekuasaannya. sistem pemerintahan Islam yang dulunya bersifat demokrasi berubah menjadi monarki heredetis (kerajaan turun temurun). Suksesi kepemimpinan secara turun temurun dimulai ketika Muawiyah mewajibkan seluruh rakyatnya untuk menyatakan setia terhadap anaknya. Nilai politis kebijakan ini adalah upaya sentralisasi wilayah kekuasaan. maka khalifah ketika itu. Konsekuensinya. ditetapkan oleh Muawiyah untuk memangku kursi gubernur di Basrah dengan tugas khusus di Persia Selatan.

cukai dan pajak pembelian. Para Khalifah dan Pertumbuhan Kekuasaan Dinasti Umayah sebenarnya terbagi menjadi dua periode. Di antara mereka ada pemimpin-pemimpin besar yang berjasa di dalam berbagai bidang sesuai dengan kehendak zamannya. impor tambahan hasil bumi. kas negara adalah milik penguasa dan keluarganya. hadiah festival. pajak tanah. upeti yang harus dibayar menurut perjanjian.Dari segi cara hidup. 2. Bani Umayah I dimulai oleh Muawiyah bin Abu Sufyan dan ditutup oleh Marwan bin Muhammad. 3. (Manshur. Sedangkan Bani Umayah II di Andalusia dimulai oleh Abdurrahman bin Muawiyah bin Hisyam bin Abdul Malik bin Marwan yang dikenal dengan gelar ad-Dakhil dan diakhiri oleh Hisyam bin Muhammad bin Abdul Malik yang dikenal dengan gelar al-Mu’tamad. kecuali ketika pemerintahan Umar bin Abdul Aziz. Pada masa ini pajak negara dialihkan menjadi harta pribadi para khalifah. Mereka menjaga jarak dengan masyarakat. para khalifah Dinasti Umayah telah meninggalkan pola dan cara hidup Nabi Muhammad Saw dan al-Khulafa al-Rasyidun. seperlima ghonimah. Humaniora: VI) 3. zakat. sebaliknya ada pula yang tidak patut dan lemah. Muawiyah Yazid Muawiyah I bin bin II Abi Sufyan (41-60H/661-680M) (60-64H/680-683M) (64H/683-683M) Muawiyah bin Yazid . Rakyat hanya wajib untuk menyetor pajak tanpa mempunyai hak menanyakan penggunaannya. fai’. Adapun urutan-urutan khalifah Umayah I (Damaskus) adalah sebagai berikut. jizyah. dengan tinggal di istana yang dikelilingi oleh para pengawal. 1. Baitul Mal yang selama masa pemerintahan sebelumnya difungsikan sebagai dana swadaya masyarakat yang difungsikan untuk kepentingan rakyat. yaitu periode Bani Umayah I dari tahun 41 – 132 H dan periode Bani Umayah II yang dimulai pada tahun 138 H. pada masa Umayah telah berubah fungsi. dan upeti anak dari bangsa barbar. Pendapatan pajak diperoleh dari.

riwayat Hasan al-Bashri menyatakan. Muawiyah berkata. “Apa yang menyebabkanmu datang terlambat?” Al-Mughirah berkata. Muawiyah berkata. riwayat Binu Sirin menegaskan bahwa ketika ‘Amr bin Hazm datang . Mengenai awal mula pengangkatan Yazid ada dua riwayat yang menerangkannya. 12. 6. 9. Muawiyah berkata. kamu akan saya pecat”. “Perkara apakah yang kamu maksud?” Al-Mughirah menyambung. Kedua. 7. Al-Mughirah tidak segera menghadap Muawiyah. “Ya!” kata al-Mughirah. “Apakah telah kamu lakukan itu?” tanya Muawiyah. saya kembalikan kamu kepada kedudukanmu”. Maka tatkala ia menghadap. Marwan Abdul Al-Walid Sulaiman Umar Yazid Hisyam Al-Walid Yazid Ibrahim Marwan II II bin II III Malik bin bin bin bin bin bin Abdul Abdul Abdul Abdul Abdul bin bin bin bin Hakam Marwan Malik Malik Aziz Malik Malik Yazid Walid (64H/684M) (65-86H/685-705M) (86-96H/705-715M) (96-99H/715-717M) (99-101H/717-720M) (101-105H/720-724M) (105-125H/724-743M) (125-126H/743-744M) (126-127H/744-744M) al-Walid(127-127H/745M) Muhammad (127-132H/745-750M) Peralihan kekuasaan awal dari Muawiyah kepada putranya Yazid bin Muawiyah mengundang masalah dari beberapa pihak. menghadaplah kepada saya. Muawiyah menulis surat kepadanya: “Jika kamu selesai membaca surat ini. 14. “Jika itu penyebabnya. 8. “Saya membereskan satu perkara yang telah saya persiapkan sejak lalu”.4. 10. “Saya membereskan baiat orang-orang Kufah untuk Yazid”. maka kembalilah. saat Mughirah bin Syu’bah menjadi gubernur di Kufah. Pertama. 5. 11. 13.

2001: 243-244) Ketika Yazid naik tahta. Bersamaan dengan itu. Sesungguhnya tidak ada lagi kecuali anakku dan anak-anak mereka.menemui Muawiyah. “Kau telah menasihatiku dan kau telah mengatakan pendapatmu. beliau menyatakan bahwa memperbaiki dan meningkatkan negeri yang berada dalam wilayah Islam . memintanya untuk memaksa penduduk mengambil sumpah setia kepadanya. Wilayah Afrika Utara sampai ke pantai Atlantik dan menyeberangi selat Jabal Thariq (Selat Gibraltar). dan Andalusia. semua orang terpaksa tunduk. tepatnya ketika gerakan yang dipimpin oleh Abdullah bin Zubeir berhasil ditumpas. Marwan hanya memerintah selama 9 bulan dan mengundurkan diri karena tidak bisa menghadapi pergolakan politik yang terjadi. Wilayah Timur. Suasana kerajaan bisa dipulihkan setelah kekhalifahan dipegang oleh Abdul Malik bin Marwan. Bagian Utara di seberang sungai Jihun (Amru Daria). hingga Maroko. Pada masanya. Dengan cara ini. c. Akan tetapi. pemerintahan digantikan oleh Muawiyah II bin Yazid. Wilayah kekuasaan Kerajaan Romawi di Asia Kecil meliputi Ibukota Konstantinopel serta perluasan ke beberapa pulau di Laut Tengah. Bani Umayah mampu memperluas wilayah kekuasaan Islam sampai ke India. (Al-Suyuthi. b. Pada masa ini perluasan wilayah Islam meliputi sebagai berikut: a. Afrika Utara. Muawiyah II tidak sanggup memerintah dan menyerahkan kepemimpinannya kepada Marwan bin Hakam. siapa yang akan kau jadikan sebagai penggantimu sebagai khalifah?” Muawiyah berkata. Namun. Syi’ah (pengikut Ali) melakukan konsolidasi (penggabungan) kekuatan kembali. kecuali Husein bin Ali dan Abdullah bin Zubair. Perlawanan terhadab Bani Umayah dimulai oleh Husein bin Ali yang berakhir dengan syahidnya Husein di Karbala. Pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz (717-720 M) hubungan pemerintah dengan golongan oposisi mulai membaik. dia berkata. Yazid kemudian mengirim surat kepada gubernur Madinah. Ketika dinobatkan sebagai khalifah. Namun anakku jauh lebih berhak untuk memangku khilafah”. yaitu tahun 705-715 M. “Saya ingatkan kepadamu tentang umat Muhammad. Kejayaan Bani Umayah semakin menonjol setelah dipimpin oleh Al-Walid bin Abdul Malik. Setelah Yazid wafat. sejumlah tokoh terkemuka di Madinah tidak mau menyatakan setia kepadanya.

pada zamannya berubah menjadi kacau. khalifah terakhir Bani Umayah. melarikan diri ke Mesir. Sebenarnya Hisyam bin Abdul Malik adalah seorang khalifah yang kuat dan terampil. pada tahun 750 M.724 M). dia berhasil menjalin hubungan baik dengan golongan Syi’ah. kekuatan baru ini mampu menggulingkan dinasti Umayah dan menggantikannya dengan dinasti baru.lebih baik daripada menambah perluasannya. Kemunduran Bani Umayah Ada beberapa faktor yang menyebabkan dinasti Bani Umayah menjadi lemah. Dia juga memberi kebebasan kepada penganut agama lain untuk beribadah sesuai dengan keyakinan dan kepercayaannya. 1. Sistem pergantian khalifah melalui garis keturunan adalah sesuatu yang baru bagi tradisi Arab yang lebih menekankan aspek senioritas. Kerusuhan terus berlanjut hingga masa pemerintahan khalifah berikutnya. Dengan latar belakang dan kepentingan etnis politis. Masyarakat yang sebelumnya hidup dalam ketenteraman dan kedamaian. Hisyam bin Abdul Malik (724-743 M). Akhirnya. Penguasa yang satu ini terlalu gandrung kepada kemewahan dan kurang memperhatikan kehidupan rakyat. kekuasaan Bani Umayah berada di bawah khalifah Yazid bin Abdul Malik (720. Sepeninggal Umar bin Abdul Aziz. Ia ditangkap dan dibunuh di sana. yaitu sebagai berikut. karena gerakan oposisi terlalu kuat khalifah tidak berdaya mematahkannya. Dalam perkembangan berikutnya. Daulat Umayah digulingkan Bani Abbas yang bersekutu dengan Abu Muslim alKhurasani. . Hal ini makin memperkuat golongan oposisi. masyarakat menyatakan konfrontasi terhadap pemerintahan Yazid bin Abdul Malik. Sepeninggal Hisyam bin Abdul Malik. Bani Abbas. Pajak lebih ringan dan kedudukan Mawali disejajarkan dengan muslim Arab. Ini berarti bahwa prioritas utama adalah pembangunan dalam negeri. Meskipun masa pemerintahannya sangat singkat. 4. Ketidakjelasan sistem pergantian khalifah ini menyebabkan terjadinya persaingan yang tidak sehat di kalangan anggota keluarga istana. Marwan bin Muhammad. Akan tetapi. Kekuatan itu berasal dari kalangan Bani Hasyim yang didukung oleh golongan Mawali dan merupakan ancaman yang sangat serius. Bahkan di zaman Hisyam ini muncul satu kekuatan baru yang menjadi tantangan berat bagi pemerintahan Bani Umayah. Pengaturannya tidak jelas. khalifah-khalifah Bani Umayah yang tampil bukan hanya lemah tetapi juga bermoral buruk.

Di samping itu. golongan agama banyak yang kecewa karena perhatian penguasa terhadap perkembangan agama sangat kurang. Latar belakang terbentuknya dinasti Bani Umayah tidak bisa dipisahkan dari konflik-konflik politik yang terjadi di masa Ali. merasa tidak puas karena status mawali itu menggambarkan suatu inferioritas. pertentangan etnis antara suku Arabia Utara (Bani Qays) dan Arabia Selatan (Bani Kalb) yang sudah ada sejak zaman sebelum Islam. Kaum Mawali yang tidak mendapatkan posisi strategis di pemerintahan turut menggerogoti kepemimpinan Bani Umayah. Pada masa kekuasaan Bani Umayah. dan kaum mawali yang merasa dikelas-duakan oleh pemerintahan Bani Umayah. 4. Lemahnya pemerintahan Bani Umayah juga disebabkan oleh sikap hidup mewah di lingkungan istana sehingga anak-anak khalifah tidak sanggup memikul beban berat kenegaraan tatkala mereka mewarisi kekuasaan. 3. 6. 7. Perkembangan Peradaban Masa Bani Umayah . Di samping itu. makin meruncing.2. Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari Bani Hasyim dan golongan Syi’ah. terutama di Irak dan wilayah bagian timur lainnya. Sisa-sisa Syi’ah (para pengikut Ali) dan Khawarij terus menjadi gerakan oposisi. ditambah dengan keangkuhan bangsa Arab yang diperlihatkan pada masa Bani Umayah. baik secara terbuka seperti di masa awal dan akhir maupun secara tersembunyi seperti di masa pertengahan kekuasaan Bani Umayah. Penyebab langsung tergulingnya kekuasaan Bani Umayah adalah munculnya kekuatan baru yang dipelopori oleh keturunan Al-Abbas bin Abdul Muthallib. sebagian besar golongan mawali (non Arab). B. Penumpasan terhadap gerakan-gerakan ini banyak menyedot kekuatan pemerintah. Perselisihan ini mengakibatkan para penguasa Bani Umayah mendapat kesulitan untuk menggalang persatuan dan kesatuan. 5. Sikap antipati ulama terhadap kehidupan mewah keluarga kerajaan.

misalnya undang-undang pemerintahan. Dengan keberhasilan ekspansi ke beberapa daerah. Palestina. banyak institusi politik dibentuk. Jazirah Arabia. Afganistan. kecuali pada periode Umar bin Abdul Aziz.Pada masa pemerintahan Muawiyah. antisipasi atas setiap gerakan pemberontak. Afrika Utara.000 orang. Setelah penaklukan Bizantium. Dalam tatanan ekonomi dan keuangan juga dibentuk jawatan ekspor dan impor. Para tentara dilengkapi dengan senjata canggih pada masa itu. penaklukan merupakan program utama pemerintah yang sudah mentradisi. wilayah kekuasaan Islam masa Bani Umayyah ini betul-betul sangat luas. lembaga sekretariat negara. jawatan pos dan giro serta penasihat khusus di bidang politik. yakni: Diwan al-Jund (Urusan Kemiliteran). baik di timur maupun barat. daerah yang sekarang disebut Pakistan. satu corp untuk barisan tengah. dan Diwan al-Khatam (Urusan Dokumentasi). dan untuk memperlancar program futuhat. Daerah-daerah itu meliputi Spanyol. lembaga sejenis perbankan. Persia. dengan anggaran sebesar 60 juta dirham. dan dua corp lagi adalah untuk barisan belakang. Turkmenia. Sedang dalam tatanan teknologi. Ekspansi yang terhenti pada masa khalifah Usman dan Ali dilanjutkan kembali oleh dinasti ini. Diwan al-Barid (Urusan Pos). Penaklukan tersebut erat kaitannya dengan kondisi angkatan darat dan laut yang tangguh dan sistem administrasi yang mapan. Ada lima diwan (lembaga) yang menopang suksesnya konsolidasi yang dilakukan. dinasti ini telah mampu menciptakan senjata-senjata perang yang canggih pada masanya. Organisasi ini masih terus berlangsung hingga akhir pemerintahan Marwan bin Muhammad. Uzbek. dan badan pertanahan negara. dua corp untuk barisan depan. seperti peluru yang digerakkan dengan roket. Semasa Bani Umayah berkuasa. Irak. Diwan al-Kharaj (Urusan Keuangan). dan komplit. konsolidasi internal mulai dilakukan. sistem . sarana transportasi darat maupun laut. badan urusan logistik. Syria. Dari berbagai periode pemerintahan Dinasti Umayah. rapi. segala kebijakan pemerintah menentukan berhasil tidaknya penaklukan. pada masa dinasti ini bangsa Arab telah mencapai perkembangan yang cukup signifikan. Jumlah tentara ketika pemerintahan berada di bawah kekuasan Muawiyah berjumlah 60. Bani Umayah juga banyak berjasa dalam pembangunan di berbagai bidang. Tujuannya adalah untuk memperkokoh barisan dalam rangka pertahanan dan keamanan dalam negeri. sebagian Asia Kecil. dewan menteri. Konsekuensinya. Di samping ekspansi kekuasaan Islam. (ElHermawan Dari segi organisasi militer. Diwan ar-Rasail (Urusan Administrasi dan Surat). Satu divisi terdiri dari 5 corp. angkatan perang Umayah didata dalam sebuah organisasi yang cukup besar. Ia menghapus organisasi ini dan mengenalkan susunan tentara yang disebut kurdus. dan Kirgis di Asia Tengah.

Bidang Sosial Pada masa dinasti ini. Golongan kedua merupakan golongan neomuslim. dinasti Umayah juga melakukan perubahan dalam beberapa bidang sebagai berikut a. baik dengan atas kemauan sendiri maupun paksaan. Golongan ketiga merupakan kaum non muslim yang mengikat perjanjian dengan kaum muslim. Untuk itu. Keberhasilan Khalifah Abdul Malik diikuti oleh puteranya Al-Walid bin Abdul Malik (705. pabrik-pabrik. Lambang negara yang sebelumnya tidak pernah dibuat oleh Al-Khulafaur Rasyidin. Meskipun sistem pemerintahan tidak berjalan demokratis.pertanian maupun pengairan. Ia menetapkan bendera merah sebagai lambang negaranya. Dia juga berusaha menertibkan angkatan bersenjata dan mencetak mata uang. gedung-gedung pemerintahan dan masjid-masjid yang megah. Golongan keempat merupakan golongan budak yang merupakan golongan terendah. Semua personel yang terlibat dalam kegiatan yang humanis ini digaji oleh negara secara tetap. Golongan pertama merupakan golongan yang terdiri atas kaum muslimin yang memegang kekuasaan dan dikepali oleh anggota istana serta kaum ningrat dari penakluk arab. dia mencetak uang tersendiri pada tahun 659 M dengan memakai kata-kata dan tulisan Arab. mulai dibuat pada masa ini. (Thohir. Khalifah Adul Malik mengubah mata uang Bizantium dan Persia yang dipakai di daerah-daerah yang dikuasai Islam. Selain melakukan perbaikan di berbagai bidang seperti yang telah disebutkan di atas. yang menjadi ciri khas kerajaan Umayah. tt: 37) Muawiyah mendirikan dinas pos dan tempat-tempat tertentu dengan menyediakan kuda yang lengkap dengan peralatannya di sepanjang jalan.715 M) seorang yang berkemauan keras dan berkemampuan melaksanakan pembangunan. Rakyat imperium Arab terbagi kedalam empat golongan. Ia juga berhasil melakukan pembenahan-pembenahan administrasi pemerintahan dan memberlakukan bahasa Arab sebagai bahasa resmi administrasi pemerintahan Islam. stratifikasi sosial mulai dikenal. Dia membangun panti-panti untuk orang cacat. namun kondisi sosial pada masa . Dia juga membangun jalan-jalan raya yang menghubungkan suatu daerah dengan daerah lainnya.

4. Lembaga kehakiman ini dikepalai oleh seorang ketua hakim (Qadli). Para hakim menggali hukum berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah Nabi. Seorang hakim (Qadli) memutuskan perkara dengan ijtihadnya. irigasi. kehakiman ini belum terpengaruh atau dipengaruhi politik. Oleh karena itu. Hal ini ditandai dengan semaraknya kegiatan . Bila dibandingkan dengan masa Khulafa Ar-Rasyidin. Masyarakat mempunyai hak untuk mendapatkan perlindungan hukum dari kesewenang-wenangan. 3. dalam bidang ini. selain itu. Gaji pegawai Pembangunan dan tentara serta gaya tata termasuk usaha negara. Kebebasan memeluk agama pun dijamin. sehingga para hakim dengan kekuasaan penuh berhak memutuskan suatu perkara tanpa mendapat tekanan atau pengaruh suatu golongan politik. daulah ini membentuk lembaga kehakiman. pola pendidikan Islam pada periode Dinasti Umayah telah mengalami perkembangan. Di antara usaha positif yang dilakukan oleh para khilafah daulah Bani Umayah dalam mensejahterakan rakyatnya ialah dengan memperbaiki seluruh sistem pemerintahan dan menata administrasi yang bertugas mengurusi masalah keuangan negara yang dipergunakan untuk: 1. dan filsafat. sehingga perkembangannya pun kurang maksimal. Bidang Pendidikan Nampaknya pendidikan Islam pada masa periode Dinasti Umayah ini hampir sama dengan pendidikan pada masa Khulafa ar Rasyiddin. hukuman (Fauzi.com) Di samping usaha tersebut daulah Bani Umayah memberikan hak dan perlindungan kepada warga negara yang berada di bawah pengawasan dan kekuasaannya. Para Khulafa agaknya kurang memperhatikan bidang pendidikan. b. Meskipun demikian. perang pertanian. terutama dalam pengembangan ilmu-ilmu agama Islam.dinasti Umayah tetap damai dan adil. 2. sastra. tawanan Perlengkapan imronfauzi. dinasti Umayah memberikan andil yang cukup signifikan bagi perkembangan budaya Arab pada masa sesudahnya.wordpress. dan Biaya orang-orang perang.

peran khalifah sangat menonjol. 1981: 39) Setelah pelajaran anak-anak di kuttab selesai mereka melanjutkan pendidikan yang dilakukan di mesjid. Pada Dinasti Umayah ini. Tempat-tempat yang telah disediakan demi perkembangan pendidikan Islam pada masa Dinasti Umayah ada tiga yaitu: Kuttab. Bangunan ini merupakan masjid yang pertama kali ditutup dengan kubah.ilmiah di tempat-tempat yang telah disediakan untuk kegiatan tersebut. Materi yang diajarkan bertingkat-tingkat dan bermacam-macam. dan Majelis Sastra. Kubah as-Sakhra di Yerussalem yang dibangun oleh Abdul Malik pada tahun 691. Mesjid. cabang-cabang ilmu baru yang sebelumnya belum pernah diajarkan dalam dunia Islam mulai diajarkan seperti tata bahasa. Dengan demikian. Pada tingkat menengah guru belumlah ulama besar sedangkan pada tingkat tinggi gurunya adalah ulama yang ilmunya mendalam dan masyhur kealiman serta keahliannya. dan seni bangunan (arsitektur). Dalam bidang arsitektur. Bidang Seni Pada masa Daulah Bani Umayah ini bidang seni juga mengalami perkembangan. . Merka sangat menyokong perkembangan seni ini seperti menara yang diperkenalkan oleh Muawiyah. Sedangkan majelis sastra merupakan balai pertemuan untuk membahas masalah kesusasteraan dan juga sebagai tempat berdiskusi mengenai urusan politik yang disiapkan oleh khalifah yang dihiasi dengan hiasan yang indah dan hanya diperuntukkan bagi sastrawan dan ulama terkemuka. (Yunus. merupakan salah satu contoh hasil karya arsitek muslim zaman permulaan yang paling cantik. Metode pengajarannya pun tidak sama sehingga melahirkan beberapa pakar ilmuwan dalam berbagai bidang tertentu. terutama seni bahasa. di mana kurikulumnya telah disesuaikan dengan tingkatannya masing-masing. tepatnya pada paruh terakhir dinasti Umayyah. Pada sekitar abad VII Walid bin Abdul Malik membangun masjid agung di Syiria berdasarkan nama-nama penguasa Dinasti Umayah. seni suara. menghafal Al Quran serta belajar pokok-pokok ajaran Islam. c. d. Kuttab merupakan tempat anak-anak belajar menulis dan membaca. perkembangan arsitektur mencapai puncaknya pada bentuk dan arsitektur masjid-masjid. Ilmu Pengetahuan Pada masa dinasti ini. seni rupa. pendidikan yang dilaksanakan di mesjid terdiri dari dua tingkat yaitu: tingkat menengah dan tingkat tinggi.

Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang memerintah hanya dua tahun 717-720 M pernah mengirim surat kepada Abu Bakar bin Amir dan kepada ulama yang lain untuk menuliskan dan mengumpulkan hadis-hadis. juga karena banyaknya yang masuk Islam. seperti ilmu lughah. khitabah dan amtsal. Pada masa Umar bin Abdul Aziz. namun hingga akhir pemerintahannya hal itu tidak terlaksana. yakni para ulama mencari hadis ke berbagai tempat dan orang yang dianggap mengetahuinya yang kemudian dikenal dengan metode Rihlah. kitab tentang ilmu hadis sudah mulai dikarang oleh para ulama muslim. al-Ulumul Lisaniyah. ilmu pasti. 2. Al-Ulumul Dakhiliyah (ilmu yang diperlukan untuk kemajuan Islam). geografi dan lain-lain. Ia pula orang yang pertama kali menerjemahkan ilmu pengetahuan Yunani ke dalam Bahasa Arab. Al-Adaabul Hadits (ilmu-ilmu baru). Beberapa ulama hadis yang terkenal pada masa itu antara lain adalah Abu Bakar Muhammad bin Muslim bin Ubaidilah bin Abdullah bin Syihab az-Zuhri. Al-Adaabul Qadamah (ilmu lama). Hadis. At-Tarikh dan al-Jughrafi). Karena tuntutan untuk mempelajari dan menafsirkan al-Qur’an itulah. dan ilmu eksakta lainnya yang disalin dari Persia dan Romawi . http://deemuhammad. dua jenis ilmu pengetahuan yakni filologi dan leksikografi mendapatkan perhatian oleh banyak orang. Hal ini menyebabkan pencemaran bahasa Al-Quran dan makna Al-Quran yang digunakan untuk kepentingan golongan tertentu. Pada masa ini pula ilmu tafsir dan tafsir al-qur’an mulai berkembang dengan pesat. (Suhaidi. kedokteran dan kimia. Pencemaran Al-Quran juga disebabkan oleh faktor intervensi yang didasarkan kepada kisah-kisah Israiliyyat. Sungguhpun demikian pemerintahan Umar bin Abdul Aziz telah melahirkan metode pendidikan alternatif. Pada masa Umayyah. Pada masa dinasti inilah. kelompok aliran pertama ini mengembangkan hukum Islam dengan . Di bawah pemerintahannya karya Yunani banyak yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Arab.blogspot.com ) Usaha yang tidak kalah pentingnya pada masa Dinasti Umayyah ini dimulainya penerjemahan ilmu-ilmu dari bahasa lain ke dalam Bahasa Arab. sekolah kedokteran yang pada awalnya berada di Alexandria dipindahkan ke Antokia. Hasan Basri as-Sya’bi. Bahkan ia memperoleh gelar kesarjanaan dalam bidang kimia dan kedokteran serta mengarang beberapa buku dalam bidang tersebut. yang meliputi : Al-ulumul Islamiyah (ilmu al-Qur’an. ilmu hadis juga mendapatkan perhatian serius. filsafat. seperti yang dilakukan oleh Khalid bin Yazid bin Muawiyah. syair. seperti astronomi. yaitu ilmu yang telah ada pasa zaman Jahiliyah dan ilmu di zaman khalifah yang empat. Ia merupakan seorang orator dan penyair yang berpikiran tajam. Humaniora: VI) Selain ilmu tafsir. Ibnu Abi Malikah (Abdullah bin Abi Malikah at-Tayammami al-Makky). yang meliputi : ilmu thib. Al-Auza’i Abdurrahman bin Amr. Fiqh. Di bidang fiqh secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu aliran ahli alRa’y dan aliran ahli hadis. Ilmu tafsir memiliki letak yang strategis. (Manshur.sejarah. ilmu pengetahuan terbagi menjadi dua macam. di samping karena faktor luasnya kawasan Islam ke beberapa daerah luar Arab yang membawa konsekuensi lemahnya rasa seni sastra Arab. yaitu : 1.

Chalil. Munawar. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Kejatuhan Dinasti. W. Kejayaan Islam: Kajian Kritis dari Tokoh Orientalis (Terjemah dari The Majesty that was Islam). Ibnu Taimiyah. Yunus. Abu al-Fida Ismail ibn Umar. (Chalil. Manshur. Jakarta: Rajawali Pers. Jakarta: Litera Antar Nusa. Terbukti ketika akhir masa Umayah telah lahir tokoh mazhab yakni Imam Abu Hanifah di Irak dan Imam Malik bin Anas di Madinah. Gerakan Oposisi. Nampaknya disiplin ilmu fiqh menunjukkan perkembangan yang sangat berarti. Mohammad. 1990. Watt. Ali. Jakarta: Rajawali Pers. Umar bin al-Khattab. 1997. Dar al-Ma’arif. Sistem Sosial Budaya dan Model Pemerintahan Pada Masa Bani Umayyah.menggunakan analogi atau Qiyas. Suhaidi RB. 1993. Tarikh Khulafa: Sejarah Para Penguasa Islam (Terjemah dari Tarikh al-Khulafa). Abu Ja’far Muhammad ibn Jarir. Montgomery. Yatim. Sejarah Peradaban Islam: Dirasah Islamiyah II. sedangkan aliran yang kedua lebih berpegang pada dalil-dalil.blogspot. Ibnu Katsir. El-Hermawan. . 1988.com Haekal. bahkan aliran ini tidak akan memberikan fatwa jika tidak ada ayat Al-Quran dan hadis yang menerangkannya. Al-Bidayah wa al-Nihayah.com Thohir. Muhammad Husein. Jakarta: Bulan Bintang. Melalui periode ini lahirlah sejumlah mujtahid fiqh. Mahmud. As-Syiyasah As-Syar’iyah fi Islah Ar-Ra’iyah. Sejarah Pendidikan Islam. Eaton. Volume VI Mufrodi. Jakarta: Serambi Ilmu. Tarikh al-Thabari: Tarikh al-Rusul wa al-Muluk. Perkembangan Peradaban di Kawasan Dunia Islam: Melacak Akar-akar Sosial. Dinasti Umayyah: Perkembangan Politik. Badri. Forum Kajian Islam Strategis Sumatra Utara Fauzi. Dar Ihya al-Turats al-Araby. Hermain. 1989. Charles Le Gai. 1951. Islam di Kawasan Kebudayaan Arab. sedangkan Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal lahir pada masa Abbasyiyah. Politik dan Budaya Umat Islam. 1989: 23) DAFTAR PUSTAKA Al-Thabari. Al-Suyuthi. imronfauzi. 1981. dalam Majalah Humaniora. Imron. Ajid. 2005.wordpress. Empat Biografi Imam Mazhab. Jakarta: Hida Karya Agung. Yogyakarta: Tiara Wacana. Jakarta: Pustaka alKautsar. Dinasti Bani Umayyah : Perkembangan Politik. Fadlil Munawwar. Ciputat: Logos Wacana Ilmu. Menghampiri Islam: Mata Baru Menumbuhkan Iman Autentik-Progresif (Terjemah dari Islam and The Destiny of Man). Pertumbuhan Dan Perkembangan Budaya Arab Pada Masa Dinasti Umayyah. Mesir: Darul Kitab al-Gharbi. 2001. http://deemuhammad. Taqiyuddin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful