DINASTI UMAYYAH DAMASKUS

Filed under: Tak Berkategori by Khusnul Huda — Tinggalkan komentar 22 April 2011

BANI UMAYAH DAMASKUS

A. Konstelasi Pemerintahan Bani Umayah

1. Asal-Usul dan Basis Kekuatan

Sepeninggal Ali bin Abu Thalib, gubernur Syam tampil sebagai penguasa Islam yang kuat. Masa kekuasaannya merupakan awal kedaulatan Bani Umayah. Muawiyah bin Abu Sufyan bin Harb adalah pembangun dinasti Umayah dan sekaligus menjadi khalifah pertama. Ia memindahkan ibukota kekuasaan Islam dari Kufah ke Damaskus. (Mufrodi, 1997: 69)

Keberhasilan Muawiyah dalam meraih jabatan khalifah dan membangun pemerintahan Bani Umayah bukan hanya akibat dari kemenangan diplomasi di Shiffin dan terbunuhnya Khalifah Ali saja, melainkan merupakan hasil akhir dari peristiwa-peristiwa politik yang dihadapinya dan karir politiknya yang cukup cemerlang.

Jika dirunut secara kronologis, keberhasilan Muawiyah dilatar-belakangi oleh beberapa faktor dan peristiwa politik sebagai berikut.

Pertama, sejak masa kekhalifahan Umar bin al-Khattab, kepribadian dan kematangan karir politiknya sudah nampak. Pada masa itu, ia diangkat menjadi gubernur Syam menggantikan Abu Ubaidah dan saudaranya, Yazid bin Muawiyah, yang meninggal dunia akibat serangan wabah penyakit yang sangat ganas. Kepercayaan Umar terhadap kematangan politik Muawiyah ini begitu nampak sejak awal pengangkatan dirinya. Pada saat itu, sebenarnya Umar mengangkat dua orang menjadi pejabat negeri Syam; Syurahbil bin Hasanah dan Muawiyah bin Abu Sufyan. Tetapi ketika ia sampai di daerah Jabiah, Syurahbil dipecat dari jabatannya. Ketika itu, Umar menyampaikan khutbahnya, “Saudara-saudara! Saya tidak memecat Syurahbil karena benci. Tetapi saya menginginkan orang yang kuat”. Menurut catatan Haekal (2001: 372), Syurahbil ini

adalah seorang jenderal yang pandai mengatur strategi dan menjebak musuh. lakukanlah apa yang kalian kehendaki!”. Zaid bin Hushain at-Thai. dia tahu segala liku-liku persoalan. Sedangkan pihak Ali bin Abu Thalib. tetap memaksakan Abu Musa dan tidak menerima yang lain. Inti dari kesepakatan yang dibuat pada bulan Shafar tahun 37 H ini adalah gencatan senjata dan akan bertemu kembali dalam sebuah perundingan pada bulan Ramadhan di Dumatul Jandal wilayah Adzruh. jika Ali tidak dapat menemukan dan menghukum pembunuh yang sesungguhnya. 5/51) Setelah kedua belah pihak menyepakati wakilnya masing-masing.” jawab mereka. Dalam pertempuran yang memakan waktu berhari-hari ini. dan Mis’ar bin Fadaki. kedudukan Muawiyah sebagai gubernur ini terus bertahan hingga kekhalifahan Usman bin Affan dan awal kekhalifahan Ali bin Abu Thalib. sebenarnya pihak Muawiyah sudah terdesak dan merasa khawatir akan kalah. Sebenarnya Ali sendiri tidak menyetujui usulan dari tiga orang tersebut karena ia memandang Abu Musa lemah dalam diplomasi. dia adalah politikus berpengalaman. tetapi ia menolaknya. 1997: 65) Ketiga. Kata Ali. menurut catatan al-Thabari (V/48). Ali lebih setuju menunjuk al-Asytar. dengan usianya yang masih muda. (AlThabari. pada awal pemerintahan Ali bin Abu Thalib. Kedua. Karena itu. Akan tetapi ketiga orang ini. tetapi dia bukan seorang politikus yang tahu bagaimana mengatur rakyat sesuai dengan tujuan. mereka pun menulis surat kesepakatan yang dihadiri oleh para saksi dari kedua belah pihak. Gagasan ini disambut baik oleh Muawiyah. Muawiyah diminta untuk meletakkan jabatan. Ali pun akhirnya berkata kepada mereka. Pihak Muawiyah bersama penduduk Syam sepakat menunjuk ‘Amr bin al-’Ash sebagai wakil bagi perundingan tersebut. desakan Muawiyah tersebut mengakibatkan terjadinya pertempuran sengit antara pihaknya dan pihak Ali sebagai khalifah di kota tua Shiffin yang berakhir dengan proses tahkim (arbitrase) pada tahun 37 H. diwakili oleh Abu Musa al-Asy’ari. Bahkan ia tidak mengakui kekhalifahan Ali dan memanfaatkan peristiwa berdarah yang menimpa Usman bin Affan untuk menjatuhkan legalitas kekuasaan Ali dengan membangkitkan kemarahan rakyat dan menuduh Ali sebagai orang yang mendalangi pembunuhan Usman. “Kalau begitu. Peristiwa ini kemudian berlanjut pada terjadinya perundingan damai melalui proses tahkim. dengan mengajukan usulan ini ke pasukan Ali. atas usulan dari al-Asy’as. (Mufrodi. “Sungguh kalian menolak selain Abu Musa?!”. . “Ya. Kebalikannya Muawiyah. Pada saat inilah timbul gagasan dari ‘Amr bin al-’Ash untuk menghentikan perang sementara dengan cara mengangkat mushaf al-Quran.

Kemudian ia menawarkan anaknya. dari pihak Ali. Abu Musa pun menolaknya. mengangkat cemetinya dan mencambuk ‘Amr bin al-’Ash. Lalu ‘Amr meminta Abu Musa untuk menyampaikan kesepakatan itu lebih dulu dengan alasan ia lebih senior. Namun sebagian dari pasukan Ali akhirnya ada yang tidak menyetujui proses tahkim ini walaupun sebelumnya mereka sangat bersemangat dan mendesak Ali untuk melakukan tahkim tersebut. Kemudian orang-orang berdiri dan memisahkannya. ‘Amr bin al-’Ash tampil dan menyampaikan pidatonya. tetapi ‘Amr menolaknya. Dan sekarang. Sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. lalu mereka pun berpencar dengan membawa keputusan yang merugikan sebelah pihak ini. sedangkan Ali kembali ke Kufah. Mereka membuat basis pasukan di Harura yang dipimpin oleh Abdullah bin Wahab. tetapi ditolak oleh Abu Musa. Dalam pertemuan ini. Wilayah . Putra ‘Amr membalasnya. Ia mengatakan. Maka ia pun menetapkan Muawiyah demi kemaslahatan umat. sementara ijtihad itu bisa jadi benar atau bisa juga salah. ‘Amr mengajukan Muawiyah.Pasukan ini kemudian berpencar. Keempat. Kelompok Khawarij yang berjumlah sekitar 12. dan ia telah melepas jabatan sahabatnya. Aku pun melepas jabatan sahabatnya sebagaimana ia melakukannya. Lalu keduanya saling mencaci maki. Tetapi Abu Musa tidak menghiraukan saran Binu Abbas. aku menetapkan sahabatku. Menurut catatan Ibnu Katsir (1988:7/314). Muawiyah kembali ke Syam. Abu Musa pun marah. lama kelamaan pasukan Ali terus berkurang dan melemah. Wallahu a’lam. ‘Amr bin al-’Ash dan Abu Musa al-Asy’ari berunding untuk menentukan khalifah. Pada saat ini. Binu Abbas sudah merasa ada unsur tipu muslihat dari pihak ‘Amr. pada bulan Ramadhan . “Sesungguhnya masalah ini. Syuraih bin Hani. pada saat kejadian ini ‘Amr memandang bahwa meninggalkan manusia tanpa imam. Mereka pun keluar dari barisan Ali dan kemudian lebih dikenal dengan sebutan kaum Khawarij. Setelah Abu Musa menyampaikan isi kesepakatan itu. sebagaimana kalian dengar darinya tadi. Akhirnya Abu Musa mengusulkan agar Muawiyah dan Ali dilepas jabatannya terlebih dahulu dan penyelesaian akan diserahkan kepada musyawarah umat secara umum. Tetapi ini adalah ijtihad. Muawiyah. Lalu Abu Musa mengajukan Abdullah bin Umar. keduanya menghadap kepada dua pasukan ini. seusai proses tahkim. Mendengar pidato ini. serta ia termasuk orang yang lebih berhak menduduki jabatan ini”. Dia pun menyarankan kepada Abu Musa agar ‘Amr yang lebih dulu menyampaikan kesepakatan keduanya. karena dia termasuk walinya Usman bin Affan dan yang menuntut hukuman bagi pembunuh Usman. sedangkan kondisi umat seperti ini (chaos) akan membawa pada mafsadat yang berkepanjangan dan memperuncing perselisihan di antara mereka. kedua belah pihak bertemu lagi di Dumatul Jandal disertai pasukannya masing-masing sebanyak 400 orang. ‘Amr bin al-’Ash menyetujuinya Setelah bersepakat.000 orang turut serta merepotkan Ali.

Tiga orang patutlah mendapat perhatian khusus. 1997: 71) Selain itu. yaitu ‘Amr bin al-’Ash. warga Kufah membaiat al-Hasan untuk menggantikan posisi ayahnya. (Watt. meskipun ada tekanan dan intimidasi. dan Ziyad bin Abihi. 1990: 19) ‘Amr bin al-’Ash dikenang sebagai penakluk Mesir pada masa Umar bin al-Khattab dan menjabat gubernur pertama di wilayah itu. Mughirah bin Syu’bah. 1993: 40) Kelima.kekuasaannya pun terus digerogoti oleh pasukan Muawiyah. Ali ditikam oleh seorang anggota Khawarij yang bernama Binu Muljam dan meninggal dunia pada tanggal 20 Ramadhan 40 H. adalah sifat kasih sayang terhadap musuh dan kesiapan untuk menerima perbedaan. Tetapi usaha pembunuhan itu hanya berhasil membunuh Ali. mereka bersepakat untuk membunuh tiga orang yang langsung terlibat dalam proses tahkim. dikenal dalam sejarah sebagai tahun jama’ah (‘am aljama’ah). Tahun 41 H (661 M). Karena keterampilan politiknya yang besar. dengan kegamangan hati mereka. terus menerus menyimpan kekesalannya. Kelompok Khawarij. (Mufrodi. Tetapi tidak lama kemudian. (Yatim. walaupun Ali sudah beberapa kali mencoba untuk membujuk mereka agar bertobat dan kembali kepada barisan Ali. suatu jabatan yang pernah dipegangnya kira-kira satu atau dua tahun semasa pemerintahan Umar. Perjanjian ini dapat mempersatukan umat Islam kembali dalam satu kepemimpinan politik di bawah Muawiyah bin Abu Sufyan. Muawiyah. Pada tanggal 17 Ramadhan 40 H (660 M). Sedangkan Mughirah adalah seorang politikus independent. Ketiga pembantu ini dengan Muawiyah merupakan empat politikus yang sangat mengagumkan di kalangan muslim Arab. Keberhasilan Mughirah yang utama adalah kesuksesannya menciptakan situasi yang aman dan mampu meredam gejolak penduduk Kufah yang sebagian besar pendukung Ali. Sedangkan Muawiyah dan ‘Amr bin al-’Ash selamat. menurut Eaton (2005: 252). perjanjian itu juga menyebabkan Muawiyah menjadi penguasa absolut dalam Islam. Di sisi lain. ‘Amr mendukung Muawiyah dan ditunjuk olehnya sebagai penengah dalam peristiwa tahkim karena kecerdikannya dalam diplomasi. Muawiyah memiliki kemampuan menonjol sebagai negarawan sejati. Muawiyah mengangkatnya menjadi gubernur di Kufah yang meliputi wilayah Persia bagian utara. bahkan mencapai tingkat “hilm”. Sementara kekuatan Muawiyah semakin kokoh. Sayang hanya dua tahun ia mendampingi kekhalifahan Muawiyah. Al-Hasan pun menerima baiat dari mereka. Pada tahun ini. tahun persatuan itu. Adapun . Sejak wafatnya Khalifah Usman. Akhirnya al-Hasan mengajukan posisinya kepada Muawiyah melalui perjanjian damai. mereka pun tidak sanggup menghadapi pasukan Muawiyah. dan ‘Amr bin al-’Ash. sebagai seorang administrator. Ali. Muawiyah sangat bijaksana dalam menempatkan para pembantunya pada jabatan-jabatan penting. Sifat hilm. Seorang manusia hilm seperti Muawiyah dapat menguasai diri secara mutlak dan mengambil keputusan-keputusan yang menentukan. Hingga akhirnya. Dia mendapat dukungan yang kuat dari rakyat Syam dan keluarga Bani Umayah.

mengingat potensi daerah-daerah tersebut dalam menopang jalannya pemerintahan. Yazid. Muawiyah telah merubah model kekuasaan dengan model kerajaan yang membenarkan regenerasi kekuasaan dengan cara memberikan kepada putera mahkota. Orang-orang yang berada di luar garis keturunan Muawiyah. Muawiyah bin Abu Sofyan. dan para amir tersebut bertanggung jawab langsung kepada khalifah. namun penghasilan daerah ditangani oleh pejabat tertentu (sahib al-kharaj) yang mempunyai tanggung jawab langsung pada khalifah. Sikap politiknya yang tegas. dan bijaksana menjamin kekuasaan Muawiyah langgeng di wilayah propinsi paling timur itu yang dikenal sangat gaduh dan dukar diatur. Sistem Pemerintahan Memasuki masa kekuasaan Muawiyah yang menjadi awal kekuasaan Bani Umayah ini. para amir berfungsi sebagai khalifah di daerah. Pada masa Hisyam bin Abdul Malik. sedangkan Dinasti Umayah menerapkan konfederasi propinsi. gubernur mempunyai wewenang penuh dalam hal administrasi politik dan militer dalam propinsinya. . 1997: 71) 2. Tidak ada lagi suksesi kepemimpinan berdasarkan asas musyawarah (syuro) dalam menentukan seorang pemimpin baru. Bedanya. (Suhaidi. terus berlanjut hingga masa Dinasti Umayah sejak tahun 661 M. Nilai politis kebijakan ini adalah upaya sentralisasi wilayah kekuasaan.Ziyad bin Abihi merupakan pemimpin kharismatik yang netral. Rasulullah menerapkan bentuk konfederasi kabilah. ditetapkan oleh Muawiyah untuk memangku kursi gubernur di Basrah dengan tugas khusus di Persia Selatan. mencoba menggabung beberapa wilayah menjadi satu propinsi. karena sistem dinasti hanya membenarkan satu kebenaran bahwa suksesi hanya bisa diberikan kepada keturunan dalam dinasti tersebut. (Binu Taimiyah. baik dari sudut pandang ekonomi. adil. Untuk menangani banyaknya propinsi yang ada. Suksesi kepemimpinan secara turun temurun dimulai ketika Muawiyah mewajibkan seluruh rakyatnya untuk menyatakan setia terhadap anaknya. Wilayah-wilayah ini terus berkembang sejalan dengan keberhasilan program futuhat (ekspansi). sistem pemerintahan Islam yang dulunya bersifat demokrasi berubah menjadi monarki heredetis (kerajaan turun temurun). maka khalifah ketika itu. 1951: 42) Perintah ini tentu saja memberikan sinyal awal bahwa kesetiaan terhadap Yazid merupakan bentuk pengokohan terhadap sistem pemerintahan yang turun temurun telah coba dibangun oleh Muawiyah. deemuhammad) Tradisi bentuk khilafah konfederasi yang dicanangkan oleh Rasulullah pada tahun 622 M (awal periode Madinah). Konsekuensinya. (Mufrodi. maupun keamanan dan pertahanan nasional. Setiap gubernur memilih amir atas jajahan yang berada dalam kekuasaannya. secara substansial tidak memiliki ruang dan kesempatan yang sama untuk memimpin pemerintah umat Islam.

dan upeti anak dari bangsa barbar. Pada masa ini pajak negara dialihkan menjadi harta pribadi para khalifah. para khalifah Dinasti Umayah telah meninggalkan pola dan cara hidup Nabi Muhammad Saw dan al-Khulafa al-Rasyidun. Baitul Mal yang selama masa pemerintahan sebelumnya difungsikan sebagai dana swadaya masyarakat yang difungsikan untuk kepentingan rakyat. Bani Umayah I dimulai oleh Muawiyah bin Abu Sufyan dan ditutup oleh Marwan bin Muhammad. Para Khalifah dan Pertumbuhan Kekuasaan Dinasti Umayah sebenarnya terbagi menjadi dua periode. kecuali ketika pemerintahan Umar bin Abdul Aziz. Muawiyah Yazid Muawiyah I bin bin II Abi Sufyan (41-60H/661-680M) (60-64H/680-683M) (64H/683-683M) Muawiyah bin Yazid . (Manshur. jizyah. kas negara adalah milik penguasa dan keluarganya. hadiah festival. Adapun urutan-urutan khalifah Umayah I (Damaskus) adalah sebagai berikut.Dari segi cara hidup. Humaniora: VI) 3. Pendapatan pajak diperoleh dari. pada masa Umayah telah berubah fungsi. Di antara mereka ada pemimpin-pemimpin besar yang berjasa di dalam berbagai bidang sesuai dengan kehendak zamannya. sebaliknya ada pula yang tidak patut dan lemah. fai’. seperlima ghonimah. 2. 1. pajak tanah. Mereka menjaga jarak dengan masyarakat. zakat. cukai dan pajak pembelian. impor tambahan hasil bumi. Sedangkan Bani Umayah II di Andalusia dimulai oleh Abdurrahman bin Muawiyah bin Hisyam bin Abdul Malik bin Marwan yang dikenal dengan gelar ad-Dakhil dan diakhiri oleh Hisyam bin Muhammad bin Abdul Malik yang dikenal dengan gelar al-Mu’tamad. upeti yang harus dibayar menurut perjanjian. dengan tinggal di istana yang dikelilingi oleh para pengawal. yaitu periode Bani Umayah I dari tahun 41 – 132 H dan periode Bani Umayah II yang dimulai pada tahun 138 H. 3. Rakyat hanya wajib untuk menyetor pajak tanpa mempunyai hak menanyakan penggunaannya.

“Saya membereskan satu perkara yang telah saya persiapkan sejak lalu”. 11. “Ya!” kata al-Mughirah. “Perkara apakah yang kamu maksud?” Al-Mughirah menyambung. 7. 13. Muawiyah berkata. saya kembalikan kamu kepada kedudukanmu”. 8. 9. Maka tatkala ia menghadap. 5. maka kembalilah. “Jika itu penyebabnya. saat Mughirah bin Syu’bah menjadi gubernur di Kufah. riwayat Hasan al-Bashri menyatakan. Muawiyah menulis surat kepadanya: “Jika kamu selesai membaca surat ini. Mengenai awal mula pengangkatan Yazid ada dua riwayat yang menerangkannya. 12. 14. Al-Mughirah tidak segera menghadap Muawiyah. “Apakah telah kamu lakukan itu?” tanya Muawiyah. “Saya membereskan baiat orang-orang Kufah untuk Yazid”. 6. Marwan Abdul Al-Walid Sulaiman Umar Yazid Hisyam Al-Walid Yazid Ibrahim Marwan II II bin II III Malik bin bin bin bin bin bin Abdul Abdul Abdul Abdul Abdul bin bin bin bin Hakam Marwan Malik Malik Aziz Malik Malik Yazid Walid (64H/684M) (65-86H/685-705M) (86-96H/705-715M) (96-99H/715-717M) (99-101H/717-720M) (101-105H/720-724M) (105-125H/724-743M) (125-126H/743-744M) (126-127H/744-744M) al-Walid(127-127H/745M) Muhammad (127-132H/745-750M) Peralihan kekuasaan awal dari Muawiyah kepada putranya Yazid bin Muawiyah mengundang masalah dari beberapa pihak.4. “Apa yang menyebabkanmu datang terlambat?” Al-Mughirah berkata. Muawiyah berkata. Muawiyah berkata. kamu akan saya pecat”. riwayat Binu Sirin menegaskan bahwa ketika ‘Amr bin Hazm datang . menghadaplah kepada saya. Pertama. 10. Kedua.

Pada masa ini perluasan wilayah Islam meliputi sebagai berikut: a. Wilayah Timur. dia berkata. Pada masanya. Bani Umayah mampu memperluas wilayah kekuasaan Islam sampai ke India. “Kau telah menasihatiku dan kau telah mengatakan pendapatmu. hingga Maroko. b. Yazid kemudian mengirim surat kepada gubernur Madinah. tepatnya ketika gerakan yang dipimpin oleh Abdullah bin Zubeir berhasil ditumpas. Wilayah kekuasaan Kerajaan Romawi di Asia Kecil meliputi Ibukota Konstantinopel serta perluasan ke beberapa pulau di Laut Tengah. Bagian Utara di seberang sungai Jihun (Amru Daria). Setelah Yazid wafat.menemui Muawiyah. Wilayah Afrika Utara sampai ke pantai Atlantik dan menyeberangi selat Jabal Thariq (Selat Gibraltar). Muawiyah II tidak sanggup memerintah dan menyerahkan kepemimpinannya kepada Marwan bin Hakam. (Al-Suyuthi. sejumlah tokoh terkemuka di Madinah tidak mau menyatakan setia kepadanya. Sesungguhnya tidak ada lagi kecuali anakku dan anak-anak mereka. dan Andalusia. Perlawanan terhadab Bani Umayah dimulai oleh Husein bin Ali yang berakhir dengan syahidnya Husein di Karbala. memintanya untuk memaksa penduduk mengambil sumpah setia kepadanya. pemerintahan digantikan oleh Muawiyah II bin Yazid. siapa yang akan kau jadikan sebagai penggantimu sebagai khalifah?” Muawiyah berkata. Dengan cara ini. Kejayaan Bani Umayah semakin menonjol setelah dipimpin oleh Al-Walid bin Abdul Malik. Namun. Marwan hanya memerintah selama 9 bulan dan mengundurkan diri karena tidak bisa menghadapi pergolakan politik yang terjadi. “Saya ingatkan kepadamu tentang umat Muhammad. c. beliau menyatakan bahwa memperbaiki dan meningkatkan negeri yang berada dalam wilayah Islam . kecuali Husein bin Ali dan Abdullah bin Zubair. Ketika dinobatkan sebagai khalifah. Syi’ah (pengikut Ali) melakukan konsolidasi (penggabungan) kekuatan kembali. 2001: 243-244) Ketika Yazid naik tahta. Afrika Utara. Suasana kerajaan bisa dipulihkan setelah kekhalifahan dipegang oleh Abdul Malik bin Marwan. semua orang terpaksa tunduk. Akan tetapi. Bersamaan dengan itu. Namun anakku jauh lebih berhak untuk memangku khilafah”. Pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz (717-720 M) hubungan pemerintah dengan golongan oposisi mulai membaik. yaitu tahun 705-715 M.

Penguasa yang satu ini terlalu gandrung kepada kemewahan dan kurang memperhatikan kehidupan rakyat. Sebenarnya Hisyam bin Abdul Malik adalah seorang khalifah yang kuat dan terampil. Hal ini makin memperkuat golongan oposisi.lebih baik daripada menambah perluasannya. . 1. karena gerakan oposisi terlalu kuat khalifah tidak berdaya mematahkannya. pada zamannya berubah menjadi kacau. Bahkan di zaman Hisyam ini muncul satu kekuatan baru yang menjadi tantangan berat bagi pemerintahan Bani Umayah. Hisyam bin Abdul Malik (724-743 M). Pajak lebih ringan dan kedudukan Mawali disejajarkan dengan muslim Arab. Bani Abbas. Akhirnya. Ketidakjelasan sistem pergantian khalifah ini menyebabkan terjadinya persaingan yang tidak sehat di kalangan anggota keluarga istana. Dia juga memberi kebebasan kepada penganut agama lain untuk beribadah sesuai dengan keyakinan dan kepercayaannya.724 M). khalifah-khalifah Bani Umayah yang tampil bukan hanya lemah tetapi juga bermoral buruk. Ia ditangkap dan dibunuh di sana. Akan tetapi. Dalam perkembangan berikutnya. Sepeninggal Umar bin Abdul Aziz. Pengaturannya tidak jelas. kekuatan baru ini mampu menggulingkan dinasti Umayah dan menggantikannya dengan dinasti baru. Masyarakat yang sebelumnya hidup dalam ketenteraman dan kedamaian. Kekuatan itu berasal dari kalangan Bani Hasyim yang didukung oleh golongan Mawali dan merupakan ancaman yang sangat serius. Kerusuhan terus berlanjut hingga masa pemerintahan khalifah berikutnya. khalifah terakhir Bani Umayah. Sistem pergantian khalifah melalui garis keturunan adalah sesuatu yang baru bagi tradisi Arab yang lebih menekankan aspek senioritas. Daulat Umayah digulingkan Bani Abbas yang bersekutu dengan Abu Muslim alKhurasani. Meskipun masa pemerintahannya sangat singkat. kekuasaan Bani Umayah berada di bawah khalifah Yazid bin Abdul Malik (720. pada tahun 750 M. 4. Ini berarti bahwa prioritas utama adalah pembangunan dalam negeri. masyarakat menyatakan konfrontasi terhadap pemerintahan Yazid bin Abdul Malik. Dengan latar belakang dan kepentingan etnis politis. Sepeninggal Hisyam bin Abdul Malik. Marwan bin Muhammad. yaitu sebagai berikut. dia berhasil menjalin hubungan baik dengan golongan Syi’ah. melarikan diri ke Mesir. Kemunduran Bani Umayah Ada beberapa faktor yang menyebabkan dinasti Bani Umayah menjadi lemah.

Latar belakang terbentuknya dinasti Bani Umayah tidak bisa dipisahkan dari konflik-konflik politik yang terjadi di masa Ali. Lemahnya pemerintahan Bani Umayah juga disebabkan oleh sikap hidup mewah di lingkungan istana sehingga anak-anak khalifah tidak sanggup memikul beban berat kenegaraan tatkala mereka mewarisi kekuasaan. 4. 5. merasa tidak puas karena status mawali itu menggambarkan suatu inferioritas. Pada masa kekuasaan Bani Umayah.2. terutama di Irak dan wilayah bagian timur lainnya. golongan agama banyak yang kecewa karena perhatian penguasa terhadap perkembangan agama sangat kurang. pertentangan etnis antara suku Arabia Utara (Bani Qays) dan Arabia Selatan (Bani Kalb) yang sudah ada sejak zaman sebelum Islam. Sikap antipati ulama terhadap kehidupan mewah keluarga kerajaan. sebagian besar golongan mawali (non Arab). Perkembangan Peradaban Masa Bani Umayah . makin meruncing. ditambah dengan keangkuhan bangsa Arab yang diperlihatkan pada masa Bani Umayah. dan kaum mawali yang merasa dikelas-duakan oleh pemerintahan Bani Umayah. Kaum Mawali yang tidak mendapatkan posisi strategis di pemerintahan turut menggerogoti kepemimpinan Bani Umayah. Perselisihan ini mengakibatkan para penguasa Bani Umayah mendapat kesulitan untuk menggalang persatuan dan kesatuan. Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari Bani Hasyim dan golongan Syi’ah. Di samping itu. 3. B. Penyebab langsung tergulingnya kekuasaan Bani Umayah adalah munculnya kekuatan baru yang dipelopori oleh keturunan Al-Abbas bin Abdul Muthallib. Penumpasan terhadap gerakan-gerakan ini banyak menyedot kekuatan pemerintah. 6. 7. Di samping itu. baik secara terbuka seperti di masa awal dan akhir maupun secara tersembunyi seperti di masa pertengahan kekuasaan Bani Umayah. Sisa-sisa Syi’ah (para pengikut Ali) dan Khawarij terus menjadi gerakan oposisi.

Jumlah tentara ketika pemerintahan berada di bawah kekuasan Muawiyah berjumlah 60. sistem . Uzbek. Diwan al-Barid (Urusan Pos). Ekspansi yang terhenti pada masa khalifah Usman dan Ali dilanjutkan kembali oleh dinasti ini. angkatan perang Umayah didata dalam sebuah organisasi yang cukup besar. Semasa Bani Umayah berkuasa. Setelah penaklukan Bizantium. Konsekuensinya. Ia menghapus organisasi ini dan mengenalkan susunan tentara yang disebut kurdus. segala kebijakan pemerintah menentukan berhasil tidaknya penaklukan. daerah yang sekarang disebut Pakistan. dan untuk memperlancar program futuhat. dan Diwan al-Khatam (Urusan Dokumentasi). dan komplit. seperti peluru yang digerakkan dengan roket. pada masa dinasti ini bangsa Arab telah mencapai perkembangan yang cukup signifikan. Tujuannya adalah untuk memperkokoh barisan dalam rangka pertahanan dan keamanan dalam negeri. Irak. kecuali pada periode Umar bin Abdul Aziz. penaklukan merupakan program utama pemerintah yang sudah mentradisi. Diwan ar-Rasail (Urusan Administrasi dan Surat). Para tentara dilengkapi dengan senjata canggih pada masa itu. sebagian Asia Kecil. lembaga sejenis perbankan. banyak institusi politik dibentuk. Bani Umayah juga banyak berjasa dalam pembangunan di berbagai bidang. dan Kirgis di Asia Tengah. rapi. Dari berbagai periode pemerintahan Dinasti Umayah. dan dua corp lagi adalah untuk barisan belakang. Di samping ekspansi kekuasaan Islam. Daerah-daerah itu meliputi Spanyol. Dalam tatanan ekonomi dan keuangan juga dibentuk jawatan ekspor dan impor.Pada masa pemerintahan Muawiyah. dinasti ini telah mampu menciptakan senjata-senjata perang yang canggih pada masanya. (ElHermawan Dari segi organisasi militer. Palestina. Ada lima diwan (lembaga) yang menopang suksesnya konsolidasi yang dilakukan. misalnya undang-undang pemerintahan. Dengan keberhasilan ekspansi ke beberapa daerah. lembaga sekretariat negara. Persia. dua corp untuk barisan depan. Penaklukan tersebut erat kaitannya dengan kondisi angkatan darat dan laut yang tangguh dan sistem administrasi yang mapan. Afganistan. dewan menteri. Satu divisi terdiri dari 5 corp. Sedang dalam tatanan teknologi. Organisasi ini masih terus berlangsung hingga akhir pemerintahan Marwan bin Muhammad. Turkmenia. baik di timur maupun barat. satu corp untuk barisan tengah. dengan anggaran sebesar 60 juta dirham. sarana transportasi darat maupun laut. Jazirah Arabia. Diwan al-Kharaj (Urusan Keuangan). jawatan pos dan giro serta penasihat khusus di bidang politik. badan urusan logistik. konsolidasi internal mulai dilakukan. antisipasi atas setiap gerakan pemberontak. Afrika Utara. yakni: Diwan al-Jund (Urusan Kemiliteran). Syria.000 orang. dan badan pertanahan negara. wilayah kekuasaan Islam masa Bani Umayyah ini betul-betul sangat luas.

yang menjadi ciri khas kerajaan Umayah. Keberhasilan Khalifah Abdul Malik diikuti oleh puteranya Al-Walid bin Abdul Malik (705. (Thohir. mulai dibuat pada masa ini. Golongan keempat merupakan golongan budak yang merupakan golongan terendah. Meskipun sistem pemerintahan tidak berjalan demokratis. namun kondisi sosial pada masa . gedung-gedung pemerintahan dan masjid-masjid yang megah. Ia menetapkan bendera merah sebagai lambang negaranya. Golongan ketiga merupakan kaum non muslim yang mengikat perjanjian dengan kaum muslim. Bidang Sosial Pada masa dinasti ini. Ia juga berhasil melakukan pembenahan-pembenahan administrasi pemerintahan dan memberlakukan bahasa Arab sebagai bahasa resmi administrasi pemerintahan Islam. pabrik-pabrik. Khalifah Adul Malik mengubah mata uang Bizantium dan Persia yang dipakai di daerah-daerah yang dikuasai Islam. Dia membangun panti-panti untuk orang cacat. stratifikasi sosial mulai dikenal. Dia juga berusaha menertibkan angkatan bersenjata dan mencetak mata uang. Rakyat imperium Arab terbagi kedalam empat golongan. Untuk itu. Lambang negara yang sebelumnya tidak pernah dibuat oleh Al-Khulafaur Rasyidin. Selain melakukan perbaikan di berbagai bidang seperti yang telah disebutkan di atas. baik dengan atas kemauan sendiri maupun paksaan. Semua personel yang terlibat dalam kegiatan yang humanis ini digaji oleh negara secara tetap.pertanian maupun pengairan. Dia juga membangun jalan-jalan raya yang menghubungkan suatu daerah dengan daerah lainnya. Golongan kedua merupakan golongan neomuslim. dinasti Umayah juga melakukan perubahan dalam beberapa bidang sebagai berikut a. tt: 37) Muawiyah mendirikan dinas pos dan tempat-tempat tertentu dengan menyediakan kuda yang lengkap dengan peralatannya di sepanjang jalan. Golongan pertama merupakan golongan yang terdiri atas kaum muslimin yang memegang kekuasaan dan dikepali oleh anggota istana serta kaum ningrat dari penakluk arab. dia mencetak uang tersendiri pada tahun 659 M dengan memakai kata-kata dan tulisan Arab.715 M) seorang yang berkemauan keras dan berkemampuan melaksanakan pembangunan.

perang pertanian. Kebebasan memeluk agama pun dijamin. tawanan Perlengkapan imronfauzi.com) Di samping usaha tersebut daulah Bani Umayah memberikan hak dan perlindungan kepada warga negara yang berada di bawah pengawasan dan kekuasaannya. Lembaga kehakiman ini dikepalai oleh seorang ketua hakim (Qadli). sastra. Bila dibandingkan dengan masa Khulafa Ar-Rasyidin. Di antara usaha positif yang dilakukan oleh para khilafah daulah Bani Umayah dalam mensejahterakan rakyatnya ialah dengan memperbaiki seluruh sistem pemerintahan dan menata administrasi yang bertugas mengurusi masalah keuangan negara yang dipergunakan untuk: 1. 3. Masyarakat mempunyai hak untuk mendapatkan perlindungan hukum dari kesewenang-wenangan. dalam bidang ini. dan filsafat. hukuman (Fauzi. 2. kehakiman ini belum terpengaruh atau dipengaruhi politik. irigasi. selain itu. Para Khulafa agaknya kurang memperhatikan bidang pendidikan. Oleh karena itu. terutama dalam pengembangan ilmu-ilmu agama Islam. 4. daulah ini membentuk lembaga kehakiman. sehingga perkembangannya pun kurang maksimal. Para hakim menggali hukum berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah Nabi. dinasti Umayah memberikan andil yang cukup signifikan bagi perkembangan budaya Arab pada masa sesudahnya. pola pendidikan Islam pada periode Dinasti Umayah telah mengalami perkembangan. Meskipun demikian.dinasti Umayah tetap damai dan adil. b. Gaji pegawai Pembangunan dan tentara serta gaya tata termasuk usaha negara.wordpress. Hal ini ditandai dengan semaraknya kegiatan . Seorang hakim (Qadli) memutuskan perkara dengan ijtihadnya. sehingga para hakim dengan kekuasaan penuh berhak memutuskan suatu perkara tanpa mendapat tekanan atau pengaruh suatu golongan politik. dan Biaya orang-orang perang. Bidang Pendidikan Nampaknya pendidikan Islam pada masa periode Dinasti Umayah ini hampir sama dengan pendidikan pada masa Khulafa ar Rasyiddin.

di mana kurikulumnya telah disesuaikan dengan tingkatannya masing-masing. Metode pengajarannya pun tidak sama sehingga melahirkan beberapa pakar ilmuwan dalam berbagai bidang tertentu. peran khalifah sangat menonjol. perkembangan arsitektur mencapai puncaknya pada bentuk dan arsitektur masjid-masjid. tepatnya pada paruh terakhir dinasti Umayyah. Kuttab merupakan tempat anak-anak belajar menulis dan membaca. pendidikan yang dilaksanakan di mesjid terdiri dari dua tingkat yaitu: tingkat menengah dan tingkat tinggi. Bangunan ini merupakan masjid yang pertama kali ditutup dengan kubah. 1981: 39) Setelah pelajaran anak-anak di kuttab selesai mereka melanjutkan pendidikan yang dilakukan di mesjid. . Pada sekitar abad VII Walid bin Abdul Malik membangun masjid agung di Syiria berdasarkan nama-nama penguasa Dinasti Umayah. d. Pada Dinasti Umayah ini. Mesjid. dan seni bangunan (arsitektur). Sedangkan majelis sastra merupakan balai pertemuan untuk membahas masalah kesusasteraan dan juga sebagai tempat berdiskusi mengenai urusan politik yang disiapkan oleh khalifah yang dihiasi dengan hiasan yang indah dan hanya diperuntukkan bagi sastrawan dan ulama terkemuka. Ilmu Pengetahuan Pada masa dinasti ini. c. (Yunus. terutama seni bahasa. Dalam bidang arsitektur. seni suara. Merka sangat menyokong perkembangan seni ini seperti menara yang diperkenalkan oleh Muawiyah. menghafal Al Quran serta belajar pokok-pokok ajaran Islam. Pada tingkat menengah guru belumlah ulama besar sedangkan pada tingkat tinggi gurunya adalah ulama yang ilmunya mendalam dan masyhur kealiman serta keahliannya. dan Majelis Sastra. Dengan demikian.ilmiah di tempat-tempat yang telah disediakan untuk kegiatan tersebut. Kubah as-Sakhra di Yerussalem yang dibangun oleh Abdul Malik pada tahun 691. cabang-cabang ilmu baru yang sebelumnya belum pernah diajarkan dalam dunia Islam mulai diajarkan seperti tata bahasa. merupakan salah satu contoh hasil karya arsitek muslim zaman permulaan yang paling cantik. Tempat-tempat yang telah disediakan demi perkembangan pendidikan Islam pada masa Dinasti Umayah ada tiga yaitu: Kuttab. seni rupa. Materi yang diajarkan bertingkat-tingkat dan bermacam-macam. Bidang Seni Pada masa Daulah Bani Umayah ini bidang seni juga mengalami perkembangan.

seperti ilmu lughah. namun hingga akhir pemerintahannya hal itu tidak terlaksana. Pencemaran Al-Quran juga disebabkan oleh faktor intervensi yang didasarkan kepada kisah-kisah Israiliyyat. di samping karena faktor luasnya kawasan Islam ke beberapa daerah luar Arab yang membawa konsekuensi lemahnya rasa seni sastra Arab. sekolah kedokteran yang pada awalnya berada di Alexandria dipindahkan ke Antokia. Sungguhpun demikian pemerintahan Umar bin Abdul Aziz telah melahirkan metode pendidikan alternatif. dua jenis ilmu pengetahuan yakni filologi dan leksikografi mendapatkan perhatian oleh banyak orang. juga karena banyaknya yang masuk Islam. (Suhaidi. Fiqh.blogspot. At-Tarikh dan al-Jughrafi). yakni para ulama mencari hadis ke berbagai tempat dan orang yang dianggap mengetahuinya yang kemudian dikenal dengan metode Rihlah. ilmu hadis juga mendapatkan perhatian serius. seperti astronomi. Pada masa Umayyah. yang meliputi : ilmu thib. Bahkan ia memperoleh gelar kesarjanaan dalam bidang kimia dan kedokteran serta mengarang beberapa buku dalam bidang tersebut. Ia merupakan seorang orator dan penyair yang berpikiran tajam. http://deemuhammad. kitab tentang ilmu hadis sudah mulai dikarang oleh para ulama muslim. Di bawah pemerintahannya karya Yunani banyak yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Arab.com ) Usaha yang tidak kalah pentingnya pada masa Dinasti Umayyah ini dimulainya penerjemahan ilmu-ilmu dari bahasa lain ke dalam Bahasa Arab. yaitu : 1. kelompok aliran pertama ini mengembangkan hukum Islam dengan . Pada masa Umar bin Abdul Aziz. Beberapa ulama hadis yang terkenal pada masa itu antara lain adalah Abu Bakar Muhammad bin Muslim bin Ubaidilah bin Abdullah bin Syihab az-Zuhri.sejarah. geografi dan lain-lain. Al-Adaabul Hadits (ilmu-ilmu baru). Al-Auza’i Abdurrahman bin Amr. Pada masa ini pula ilmu tafsir dan tafsir al-qur’an mulai berkembang dengan pesat. Hadis. Pada masa dinasti inilah. Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang memerintah hanya dua tahun 717-720 M pernah mengirim surat kepada Abu Bakar bin Amir dan kepada ulama yang lain untuk menuliskan dan mengumpulkan hadis-hadis. 2. khitabah dan amtsal. kedokteran dan kimia. syair. Ilmu tafsir memiliki letak yang strategis. filsafat. Ibnu Abi Malikah (Abdullah bin Abi Malikah at-Tayammami al-Makky). Karena tuntutan untuk mempelajari dan menafsirkan al-Qur’an itulah. ilmu pasti. dan ilmu eksakta lainnya yang disalin dari Persia dan Romawi . Di bidang fiqh secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu aliran ahli alRa’y dan aliran ahli hadis. ilmu pengetahuan terbagi menjadi dua macam. Hal ini menyebabkan pencemaran bahasa Al-Quran dan makna Al-Quran yang digunakan untuk kepentingan golongan tertentu. al-Ulumul Lisaniyah. Al-Ulumul Dakhiliyah (ilmu yang diperlukan untuk kemajuan Islam). Ia pula orang yang pertama kali menerjemahkan ilmu pengetahuan Yunani ke dalam Bahasa Arab. yang meliputi : Al-ulumul Islamiyah (ilmu al-Qur’an. yaitu ilmu yang telah ada pasa zaman Jahiliyah dan ilmu di zaman khalifah yang empat. Al-Adaabul Qadamah (ilmu lama). (Manshur. Humaniora: VI) Selain ilmu tafsir. seperti yang dilakukan oleh Khalid bin Yazid bin Muawiyah. Hasan Basri as-Sya’bi.

Abu Ja’far Muhammad ibn Jarir. Perkembangan Peradaban di Kawasan Dunia Islam: Melacak Akar-akar Sosial. Yogyakarta: Tiara Wacana. Fadlil Munawwar.wordpress. Abu al-Fida Ismail ibn Umar. Tarikh Khulafa: Sejarah Para Penguasa Islam (Terjemah dari Tarikh al-Khulafa). imronfauzi. Yatim. Ciputat: Logos Wacana Ilmu. Jakarta: Bulan Bintang. Forum Kajian Islam Strategis Sumatra Utara Fauzi. Empat Biografi Imam Mazhab. Eaton. 2001. Chalil. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Kejatuhan Dinasti. Jakarta: Rajawali Pers. Ibnu Taimiyah.menggunakan analogi atau Qiyas. 1990. Sistem Sosial Budaya dan Model Pemerintahan Pada Masa Bani Umayyah. Suhaidi RB. Jakarta: Hida Karya Agung. Menghampiri Islam: Mata Baru Menumbuhkan Iman Autentik-Progresif (Terjemah dari Islam and The Destiny of Man). Tarikh al-Thabari: Tarikh al-Rusul wa al-Muluk. Manshur. 1993. Sejarah Pendidikan Islam. Yunus. dalam Majalah Humaniora. Ali. Islam di Kawasan Kebudayaan Arab. 1989: 23) DAFTAR PUSTAKA Al-Thabari. Mahmud. Dinasti Bani Umayyah : Perkembangan Politik. Dar Ihya al-Turats al-Araby. Terbukti ketika akhir masa Umayah telah lahir tokoh mazhab yakni Imam Abu Hanifah di Irak dan Imam Malik bin Anas di Madinah. El-Hermawan. Umar bin al-Khattab. Volume VI Mufrodi. Sejarah Peradaban Islam: Dirasah Islamiyah II. Badri. Munawar. http://deemuhammad. W. 1981. sedangkan aliran yang kedua lebih berpegang pada dalil-dalil. 1989. Muhammad Husein. (Chalil. 2005. Jakarta: Serambi Ilmu.com Thohir. As-Syiyasah As-Syar’iyah fi Islah Ar-Ra’iyah. Kejayaan Islam: Kajian Kritis dari Tokoh Orientalis (Terjemah dari The Majesty that was Islam). 1951. Pertumbuhan Dan Perkembangan Budaya Arab Pada Masa Dinasti Umayyah. 1988. Imron. bahkan aliran ini tidak akan memberikan fatwa jika tidak ada ayat Al-Quran dan hadis yang menerangkannya. Montgomery. Nampaknya disiplin ilmu fiqh menunjukkan perkembangan yang sangat berarti. Melalui periode ini lahirlah sejumlah mujtahid fiqh. sedangkan Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal lahir pada masa Abbasyiyah. Charles Le Gai. Dar al-Ma’arif.blogspot. 1997. . Taqiyuddin. Mohammad. Politik dan Budaya Umat Islam. Jakarta: Rajawali Pers. Jakarta: Pustaka alKautsar. Ajid. Dinasti Umayyah: Perkembangan Politik. Al-Bidayah wa al-Nihayah. Jakarta: Litera Antar Nusa. Al-Suyuthi. Hermain. Mesir: Darul Kitab al-Gharbi. Ibnu Katsir. Watt. Gerakan Oposisi.com Haekal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful