DINASTI UMAYYAH DAMASKUS

Filed under: Tak Berkategori by Khusnul Huda — Tinggalkan komentar 22 April 2011

BANI UMAYAH DAMASKUS

A. Konstelasi Pemerintahan Bani Umayah

1. Asal-Usul dan Basis Kekuatan

Sepeninggal Ali bin Abu Thalib, gubernur Syam tampil sebagai penguasa Islam yang kuat. Masa kekuasaannya merupakan awal kedaulatan Bani Umayah. Muawiyah bin Abu Sufyan bin Harb adalah pembangun dinasti Umayah dan sekaligus menjadi khalifah pertama. Ia memindahkan ibukota kekuasaan Islam dari Kufah ke Damaskus. (Mufrodi, 1997: 69)

Keberhasilan Muawiyah dalam meraih jabatan khalifah dan membangun pemerintahan Bani Umayah bukan hanya akibat dari kemenangan diplomasi di Shiffin dan terbunuhnya Khalifah Ali saja, melainkan merupakan hasil akhir dari peristiwa-peristiwa politik yang dihadapinya dan karir politiknya yang cukup cemerlang.

Jika dirunut secara kronologis, keberhasilan Muawiyah dilatar-belakangi oleh beberapa faktor dan peristiwa politik sebagai berikut.

Pertama, sejak masa kekhalifahan Umar bin al-Khattab, kepribadian dan kematangan karir politiknya sudah nampak. Pada masa itu, ia diangkat menjadi gubernur Syam menggantikan Abu Ubaidah dan saudaranya, Yazid bin Muawiyah, yang meninggal dunia akibat serangan wabah penyakit yang sangat ganas. Kepercayaan Umar terhadap kematangan politik Muawiyah ini begitu nampak sejak awal pengangkatan dirinya. Pada saat itu, sebenarnya Umar mengangkat dua orang menjadi pejabat negeri Syam; Syurahbil bin Hasanah dan Muawiyah bin Abu Sufyan. Tetapi ketika ia sampai di daerah Jabiah, Syurahbil dipecat dari jabatannya. Ketika itu, Umar menyampaikan khutbahnya, “Saudara-saudara! Saya tidak memecat Syurahbil karena benci. Tetapi saya menginginkan orang yang kuat”. Menurut catatan Haekal (2001: 372), Syurahbil ini

dengan usianya yang masih muda. jika Ali tidak dapat menemukan dan menghukum pembunuh yang sesungguhnya. Pihak Muawiyah bersama penduduk Syam sepakat menunjuk ‘Amr bin al-’Ash sebagai wakil bagi perundingan tersebut. pada awal pemerintahan Ali bin Abu Thalib. tetapi ia menolaknya. Akan tetapi ketiga orang ini. Ali lebih setuju menunjuk al-Asytar. “Sungguh kalian menolak selain Abu Musa?!”. Dalam pertempuran yang memakan waktu berhari-hari ini. “Ya. 1997: 65) Ketiga. menurut catatan al-Thabari (V/48). tetap memaksakan Abu Musa dan tidak menerima yang lain. tetapi dia bukan seorang politikus yang tahu bagaimana mengatur rakyat sesuai dengan tujuan. dia tahu segala liku-liku persoalan. “Kalau begitu. mereka pun menulis surat kesepakatan yang dihadiri oleh para saksi dari kedua belah pihak. Kebalikannya Muawiyah. Muawiyah diminta untuk meletakkan jabatan. Kata Ali. Zaid bin Hushain at-Thai. Pada saat inilah timbul gagasan dari ‘Amr bin al-’Ash untuk menghentikan perang sementara dengan cara mengangkat mushaf al-Quran. . Gagasan ini disambut baik oleh Muawiyah. Sebenarnya Ali sendiri tidak menyetujui usulan dari tiga orang tersebut karena ia memandang Abu Musa lemah dalam diplomasi. sebenarnya pihak Muawiyah sudah terdesak dan merasa khawatir akan kalah.” jawab mereka. diwakili oleh Abu Musa al-Asy’ari. atas usulan dari al-Asy’as. kedudukan Muawiyah sebagai gubernur ini terus bertahan hingga kekhalifahan Usman bin Affan dan awal kekhalifahan Ali bin Abu Thalib. (Mufrodi. Sedangkan pihak Ali bin Abu Thalib. Kedua. 5/51) Setelah kedua belah pihak menyepakati wakilnya masing-masing. Karena itu. Peristiwa ini kemudian berlanjut pada terjadinya perundingan damai melalui proses tahkim. Inti dari kesepakatan yang dibuat pada bulan Shafar tahun 37 H ini adalah gencatan senjata dan akan bertemu kembali dalam sebuah perundingan pada bulan Ramadhan di Dumatul Jandal wilayah Adzruh.adalah seorang jenderal yang pandai mengatur strategi dan menjebak musuh. Ali pun akhirnya berkata kepada mereka. (AlThabari. dan Mis’ar bin Fadaki. desakan Muawiyah tersebut mengakibatkan terjadinya pertempuran sengit antara pihaknya dan pihak Ali sebagai khalifah di kota tua Shiffin yang berakhir dengan proses tahkim (arbitrase) pada tahun 37 H. Bahkan ia tidak mengakui kekhalifahan Ali dan memanfaatkan peristiwa berdarah yang menimpa Usman bin Affan untuk menjatuhkan legalitas kekuasaan Ali dengan membangkitkan kemarahan rakyat dan menuduh Ali sebagai orang yang mendalangi pembunuhan Usman. lakukanlah apa yang kalian kehendaki!”. dia adalah politikus berpengalaman. dengan mengajukan usulan ini ke pasukan Ali.

‘Amr mengajukan Muawiyah. ‘Amr bin al-’Ash menyetujuinya Setelah bersepakat. Lalu keduanya saling mencaci maki. pada bulan Ramadhan . serta ia termasuk orang yang lebih berhak menduduki jabatan ini”. Muawiyah kembali ke Syam. tetapi ditolak oleh Abu Musa. Namun sebagian dari pasukan Ali akhirnya ada yang tidak menyetujui proses tahkim ini walaupun sebelumnya mereka sangat bersemangat dan mendesak Ali untuk melakukan tahkim tersebut.Pasukan ini kemudian berpencar. Putra ‘Amr membalasnya. mengangkat cemetinya dan mencambuk ‘Amr bin al-’Ash. Abu Musa pun menolaknya. Lalu ‘Amr meminta Abu Musa untuk menyampaikan kesepakatan itu lebih dulu dengan alasan ia lebih senior. Syuraih bin Hani. tetapi ‘Amr menolaknya. Muawiyah. pada saat kejadian ini ‘Amr memandang bahwa meninggalkan manusia tanpa imam. Aku pun melepas jabatan sahabatnya sebagaimana ia melakukannya. Ia mengatakan. ‘Amr bin al-’Ash tampil dan menyampaikan pidatonya. Wallahu a’lam. seusai proses tahkim. Pada saat ini. Tetapi Abu Musa tidak menghiraukan saran Binu Abbas. lalu mereka pun berpencar dengan membawa keputusan yang merugikan sebelah pihak ini. Setelah Abu Musa menyampaikan isi kesepakatan itu. ‘Amr bin al-’Ash dan Abu Musa al-Asy’ari berunding untuk menentukan khalifah. Dan sekarang. Lalu Abu Musa mengajukan Abdullah bin Umar. Maka ia pun menetapkan Muawiyah demi kemaslahatan umat. sementara ijtihad itu bisa jadi benar atau bisa juga salah. Mereka membuat basis pasukan di Harura yang dipimpin oleh Abdullah bin Wahab. karena dia termasuk walinya Usman bin Affan dan yang menuntut hukuman bagi pembunuh Usman. Dalam pertemuan ini.000 orang turut serta merepotkan Ali. sedangkan kondisi umat seperti ini (chaos) akan membawa pada mafsadat yang berkepanjangan dan memperuncing perselisihan di antara mereka. Kemudian ia menawarkan anaknya. Akhirnya Abu Musa mengusulkan agar Muawiyah dan Ali dilepas jabatannya terlebih dahulu dan penyelesaian akan diserahkan kepada musyawarah umat secara umum. Dia pun menyarankan kepada Abu Musa agar ‘Amr yang lebih dulu menyampaikan kesepakatan keduanya. lama kelamaan pasukan Ali terus berkurang dan melemah. Tetapi ini adalah ijtihad. “Sesungguhnya masalah ini. Sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. Wilayah . aku menetapkan sahabatku. Mendengar pidato ini. Mereka pun keluar dari barisan Ali dan kemudian lebih dikenal dengan sebutan kaum Khawarij. sedangkan Ali kembali ke Kufah. kedua belah pihak bertemu lagi di Dumatul Jandal disertai pasukannya masing-masing sebanyak 400 orang. Kemudian orang-orang berdiri dan memisahkannya. Keempat. dan ia telah melepas jabatan sahabatnya. sebagaimana kalian dengar darinya tadi. Binu Abbas sudah merasa ada unsur tipu muslihat dari pihak ‘Amr. Kelompok Khawarij yang berjumlah sekitar 12. Menurut catatan Ibnu Katsir (1988:7/314). dari pihak Ali. Abu Musa pun marah. keduanya menghadap kepada dua pasukan ini.

Ali ditikam oleh seorang anggota Khawarij yang bernama Binu Muljam dan meninggal dunia pada tanggal 20 Ramadhan 40 H. Sejak wafatnya Khalifah Usman. 1993: 40) Kelima. Pada tahun ini. Karena keterampilan politiknya yang besar.kekuasaannya pun terus digerogoti oleh pasukan Muawiyah. dan ‘Amr bin al-’Ash. Tetapi usaha pembunuhan itu hanya berhasil membunuh Ali. Perjanjian ini dapat mempersatukan umat Islam kembali dalam satu kepemimpinan politik di bawah Muawiyah bin Abu Sufyan. Akhirnya al-Hasan mengajukan posisinya kepada Muawiyah melalui perjanjian damai. mereka bersepakat untuk membunuh tiga orang yang langsung terlibat dalam proses tahkim. Ketiga pembantu ini dengan Muawiyah merupakan empat politikus yang sangat mengagumkan di kalangan muslim Arab. Sedangkan Muawiyah dan ‘Amr bin al-’Ash selamat. dan Ziyad bin Abihi. warga Kufah membaiat al-Hasan untuk menggantikan posisi ayahnya. terus menerus menyimpan kekesalannya. yaitu ‘Amr bin al-’Ash. ‘Amr mendukung Muawiyah dan ditunjuk olehnya sebagai penengah dalam peristiwa tahkim karena kecerdikannya dalam diplomasi. Tahun 41 H (661 M). perjanjian itu juga menyebabkan Muawiyah menjadi penguasa absolut dalam Islam. Sedangkan Mughirah adalah seorang politikus independent. (Yatim. sebagai seorang administrator. Al-Hasan pun menerima baiat dari mereka. menurut Eaton (2005: 252). walaupun Ali sudah beberapa kali mencoba untuk membujuk mereka agar bertobat dan kembali kepada barisan Ali. (Mufrodi. Keberhasilan Mughirah yang utama adalah kesuksesannya menciptakan situasi yang aman dan mampu meredam gejolak penduduk Kufah yang sebagian besar pendukung Ali. Muawiyah sangat bijaksana dalam menempatkan para pembantunya pada jabatan-jabatan penting. 1997: 71) Selain itu. meskipun ada tekanan dan intimidasi. Tiga orang patutlah mendapat perhatian khusus. mereka pun tidak sanggup menghadapi pasukan Muawiyah. Di sisi lain. Ali. Dia mendapat dukungan yang kuat dari rakyat Syam dan keluarga Bani Umayah. 1990: 19) ‘Amr bin al-’Ash dikenang sebagai penakluk Mesir pada masa Umar bin al-Khattab dan menjabat gubernur pertama di wilayah itu. Muawiyah mengangkatnya menjadi gubernur di Kufah yang meliputi wilayah Persia bagian utara. dengan kegamangan hati mereka. Hingga akhirnya. Kelompok Khawarij. Seorang manusia hilm seperti Muawiyah dapat menguasai diri secara mutlak dan mengambil keputusan-keputusan yang menentukan. Mughirah bin Syu’bah. bahkan mencapai tingkat “hilm”. adalah sifat kasih sayang terhadap musuh dan kesiapan untuk menerima perbedaan. dikenal dalam sejarah sebagai tahun jama’ah (‘am aljama’ah). Tetapi tidak lama kemudian. Sementara kekuatan Muawiyah semakin kokoh. Adapun . suatu jabatan yang pernah dipegangnya kira-kira satu atau dua tahun semasa pemerintahan Umar. Sifat hilm. Sayang hanya dua tahun ia mendampingi kekhalifahan Muawiyah. tahun persatuan itu. (Watt. Muawiyah memiliki kemampuan menonjol sebagai negarawan sejati. Muawiyah. Pada tanggal 17 Ramadhan 40 H (660 M).

maupun keamanan dan pertahanan nasional. gubernur mempunyai wewenang penuh dalam hal administrasi politik dan militer dalam propinsinya. ditetapkan oleh Muawiyah untuk memangku kursi gubernur di Basrah dengan tugas khusus di Persia Selatan. Rasulullah menerapkan bentuk konfederasi kabilah. Tidak ada lagi suksesi kepemimpinan berdasarkan asas musyawarah (syuro) dalam menentukan seorang pemimpin baru. (Binu Taimiyah. mencoba menggabung beberapa wilayah menjadi satu propinsi. sistem pemerintahan Islam yang dulunya bersifat demokrasi berubah menjadi monarki heredetis (kerajaan turun temurun). deemuhammad) Tradisi bentuk khilafah konfederasi yang dicanangkan oleh Rasulullah pada tahun 622 M (awal periode Madinah). Yazid. secara substansial tidak memiliki ruang dan kesempatan yang sama untuk memimpin pemerintah umat Islam. (Suhaidi. Sistem Pemerintahan Memasuki masa kekuasaan Muawiyah yang menjadi awal kekuasaan Bani Umayah ini. Konsekuensinya. dan bijaksana menjamin kekuasaan Muawiyah langgeng di wilayah propinsi paling timur itu yang dikenal sangat gaduh dan dukar diatur. Setiap gubernur memilih amir atas jajahan yang berada dalam kekuasaannya. 1951: 42) Perintah ini tentu saja memberikan sinyal awal bahwa kesetiaan terhadap Yazid merupakan bentuk pengokohan terhadap sistem pemerintahan yang turun temurun telah coba dibangun oleh Muawiyah. . Nilai politis kebijakan ini adalah upaya sentralisasi wilayah kekuasaan. para amir berfungsi sebagai khalifah di daerah. baik dari sudut pandang ekonomi. adil. dan para amir tersebut bertanggung jawab langsung kepada khalifah. Pada masa Hisyam bin Abdul Malik. Muawiyah bin Abu Sofyan. Untuk menangani banyaknya propinsi yang ada. maka khalifah ketika itu. Orang-orang yang berada di luar garis keturunan Muawiyah. mengingat potensi daerah-daerah tersebut dalam menopang jalannya pemerintahan. Sikap politiknya yang tegas. terus berlanjut hingga masa Dinasti Umayah sejak tahun 661 M.Ziyad bin Abihi merupakan pemimpin kharismatik yang netral. (Mufrodi. Wilayah-wilayah ini terus berkembang sejalan dengan keberhasilan program futuhat (ekspansi). 1997: 71) 2. karena sistem dinasti hanya membenarkan satu kebenaran bahwa suksesi hanya bisa diberikan kepada keturunan dalam dinasti tersebut. Suksesi kepemimpinan secara turun temurun dimulai ketika Muawiyah mewajibkan seluruh rakyatnya untuk menyatakan setia terhadap anaknya. sedangkan Dinasti Umayah menerapkan konfederasi propinsi. namun penghasilan daerah ditangani oleh pejabat tertentu (sahib al-kharaj) yang mempunyai tanggung jawab langsung pada khalifah. Muawiyah telah merubah model kekuasaan dengan model kerajaan yang membenarkan regenerasi kekuasaan dengan cara memberikan kepada putera mahkota. Bedanya.

pajak tanah. Pendapatan pajak diperoleh dari. Para Khalifah dan Pertumbuhan Kekuasaan Dinasti Umayah sebenarnya terbagi menjadi dua periode. Muawiyah Yazid Muawiyah I bin bin II Abi Sufyan (41-60H/661-680M) (60-64H/680-683M) (64H/683-683M) Muawiyah bin Yazid . cukai dan pajak pembelian. yaitu periode Bani Umayah I dari tahun 41 – 132 H dan periode Bani Umayah II yang dimulai pada tahun 138 H. Di antara mereka ada pemimpin-pemimpin besar yang berjasa di dalam berbagai bidang sesuai dengan kehendak zamannya. 2. Sedangkan Bani Umayah II di Andalusia dimulai oleh Abdurrahman bin Muawiyah bin Hisyam bin Abdul Malik bin Marwan yang dikenal dengan gelar ad-Dakhil dan diakhiri oleh Hisyam bin Muhammad bin Abdul Malik yang dikenal dengan gelar al-Mu’tamad. seperlima ghonimah. Pada masa ini pajak negara dialihkan menjadi harta pribadi para khalifah. sebaliknya ada pula yang tidak patut dan lemah. impor tambahan hasil bumi. 1. jizyah. upeti yang harus dibayar menurut perjanjian. Bani Umayah I dimulai oleh Muawiyah bin Abu Sufyan dan ditutup oleh Marwan bin Muhammad. Humaniora: VI) 3. zakat. hadiah festival. kas negara adalah milik penguasa dan keluarganya. Rakyat hanya wajib untuk menyetor pajak tanpa mempunyai hak menanyakan penggunaannya. (Manshur. kecuali ketika pemerintahan Umar bin Abdul Aziz. 3. Mereka menjaga jarak dengan masyarakat.Dari segi cara hidup. dan upeti anak dari bangsa barbar. pada masa Umayah telah berubah fungsi. dengan tinggal di istana yang dikelilingi oleh para pengawal. fai’. Baitul Mal yang selama masa pemerintahan sebelumnya difungsikan sebagai dana swadaya masyarakat yang difungsikan untuk kepentingan rakyat. Adapun urutan-urutan khalifah Umayah I (Damaskus) adalah sebagai berikut. para khalifah Dinasti Umayah telah meninggalkan pola dan cara hidup Nabi Muhammad Saw dan al-Khulafa al-Rasyidun.

riwayat Binu Sirin menegaskan bahwa ketika ‘Amr bin Hazm datang . 6. “Saya membereskan satu perkara yang telah saya persiapkan sejak lalu”. “Jika itu penyebabnya. 10. Muawiyah berkata. 11. Muawiyah menulis surat kepadanya: “Jika kamu selesai membaca surat ini. Muawiyah berkata. Marwan Abdul Al-Walid Sulaiman Umar Yazid Hisyam Al-Walid Yazid Ibrahim Marwan II II bin II III Malik bin bin bin bin bin bin Abdul Abdul Abdul Abdul Abdul bin bin bin bin Hakam Marwan Malik Malik Aziz Malik Malik Yazid Walid (64H/684M) (65-86H/685-705M) (86-96H/705-715M) (96-99H/715-717M) (99-101H/717-720M) (101-105H/720-724M) (105-125H/724-743M) (125-126H/743-744M) (126-127H/744-744M) al-Walid(127-127H/745M) Muhammad (127-132H/745-750M) Peralihan kekuasaan awal dari Muawiyah kepada putranya Yazid bin Muawiyah mengundang masalah dari beberapa pihak. Al-Mughirah tidak segera menghadap Muawiyah. Mengenai awal mula pengangkatan Yazid ada dua riwayat yang menerangkannya. Maka tatkala ia menghadap. saya kembalikan kamu kepada kedudukanmu”. Pertama. kamu akan saya pecat”. Kedua. 14. 7. saat Mughirah bin Syu’bah menjadi gubernur di Kufah. “Saya membereskan baiat orang-orang Kufah untuk Yazid”. 9. riwayat Hasan al-Bashri menyatakan. “Ya!” kata al-Mughirah. menghadaplah kepada saya. “Apa yang menyebabkanmu datang terlambat?” Al-Mughirah berkata. 8. 13. 5. maka kembalilah. 12.4. Muawiyah berkata. “Perkara apakah yang kamu maksud?” Al-Mughirah menyambung. “Apakah telah kamu lakukan itu?” tanya Muawiyah.

dan Andalusia. “Saya ingatkan kepadamu tentang umat Muhammad. Namun anakku jauh lebih berhak untuk memangku khilafah”. siapa yang akan kau jadikan sebagai penggantimu sebagai khalifah?” Muawiyah berkata. Wilayah kekuasaan Kerajaan Romawi di Asia Kecil meliputi Ibukota Konstantinopel serta perluasan ke beberapa pulau di Laut Tengah. Sesungguhnya tidak ada lagi kecuali anakku dan anak-anak mereka. Perlawanan terhadab Bani Umayah dimulai oleh Husein bin Ali yang berakhir dengan syahidnya Husein di Karbala. yaitu tahun 705-715 M. Syi’ah (pengikut Ali) melakukan konsolidasi (penggabungan) kekuatan kembali. (Al-Suyuthi. dia berkata. Suasana kerajaan bisa dipulihkan setelah kekhalifahan dipegang oleh Abdul Malik bin Marwan. Pada masa ini perluasan wilayah Islam meliputi sebagai berikut: a. Afrika Utara. Yazid kemudian mengirim surat kepada gubernur Madinah. Akan tetapi. Muawiyah II tidak sanggup memerintah dan menyerahkan kepemimpinannya kepada Marwan bin Hakam. Ketika dinobatkan sebagai khalifah. pemerintahan digantikan oleh Muawiyah II bin Yazid. “Kau telah menasihatiku dan kau telah mengatakan pendapatmu. Pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz (717-720 M) hubungan pemerintah dengan golongan oposisi mulai membaik. Kejayaan Bani Umayah semakin menonjol setelah dipimpin oleh Al-Walid bin Abdul Malik. Namun.menemui Muawiyah. 2001: 243-244) Ketika Yazid naik tahta. Bagian Utara di seberang sungai Jihun (Amru Daria). Pada masanya. Setelah Yazid wafat. hingga Maroko. Marwan hanya memerintah selama 9 bulan dan mengundurkan diri karena tidak bisa menghadapi pergolakan politik yang terjadi. beliau menyatakan bahwa memperbaiki dan meningkatkan negeri yang berada dalam wilayah Islam . Wilayah Afrika Utara sampai ke pantai Atlantik dan menyeberangi selat Jabal Thariq (Selat Gibraltar). memintanya untuk memaksa penduduk mengambil sumpah setia kepadanya. sejumlah tokoh terkemuka di Madinah tidak mau menyatakan setia kepadanya. tepatnya ketika gerakan yang dipimpin oleh Abdullah bin Zubeir berhasil ditumpas. Wilayah Timur. Dengan cara ini. Bani Umayah mampu memperluas wilayah kekuasaan Islam sampai ke India. Bersamaan dengan itu. semua orang terpaksa tunduk. kecuali Husein bin Ali dan Abdullah bin Zubair. b. c.

Akhirnya. Meskipun masa pemerintahannya sangat singkat. khalifah terakhir Bani Umayah. Kerusuhan terus berlanjut hingga masa pemerintahan khalifah berikutnya. Kemunduran Bani Umayah Ada beberapa faktor yang menyebabkan dinasti Bani Umayah menjadi lemah. khalifah-khalifah Bani Umayah yang tampil bukan hanya lemah tetapi juga bermoral buruk. Dia juga memberi kebebasan kepada penganut agama lain untuk beribadah sesuai dengan keyakinan dan kepercayaannya. Daulat Umayah digulingkan Bani Abbas yang bersekutu dengan Abu Muslim alKhurasani. Sistem pergantian khalifah melalui garis keturunan adalah sesuatu yang baru bagi tradisi Arab yang lebih menekankan aspek senioritas. Dalam perkembangan berikutnya. Kekuatan itu berasal dari kalangan Bani Hasyim yang didukung oleh golongan Mawali dan merupakan ancaman yang sangat serius. pada zamannya berubah menjadi kacau. melarikan diri ke Mesir. Sepeninggal Umar bin Abdul Aziz. 4. dia berhasil menjalin hubungan baik dengan golongan Syi’ah. Penguasa yang satu ini terlalu gandrung kepada kemewahan dan kurang memperhatikan kehidupan rakyat.724 M). karena gerakan oposisi terlalu kuat khalifah tidak berdaya mematahkannya. yaitu sebagai berikut. Sebenarnya Hisyam bin Abdul Malik adalah seorang khalifah yang kuat dan terampil. kekuasaan Bani Umayah berada di bawah khalifah Yazid bin Abdul Malik (720. masyarakat menyatakan konfrontasi terhadap pemerintahan Yazid bin Abdul Malik. 1. Akan tetapi. Sepeninggal Hisyam bin Abdul Malik. Ia ditangkap dan dibunuh di sana. Ketidakjelasan sistem pergantian khalifah ini menyebabkan terjadinya persaingan yang tidak sehat di kalangan anggota keluarga istana. Dengan latar belakang dan kepentingan etnis politis. Pengaturannya tidak jelas. Marwan bin Muhammad. kekuatan baru ini mampu menggulingkan dinasti Umayah dan menggantikannya dengan dinasti baru. Hal ini makin memperkuat golongan oposisi. Pajak lebih ringan dan kedudukan Mawali disejajarkan dengan muslim Arab. Hisyam bin Abdul Malik (724-743 M). Bahkan di zaman Hisyam ini muncul satu kekuatan baru yang menjadi tantangan berat bagi pemerintahan Bani Umayah. Ini berarti bahwa prioritas utama adalah pembangunan dalam negeri. pada tahun 750 M. Masyarakat yang sebelumnya hidup dalam ketenteraman dan kedamaian. . Bani Abbas.lebih baik daripada menambah perluasannya.

2. makin meruncing. Perkembangan Peradaban Masa Bani Umayah . Penumpasan terhadap gerakan-gerakan ini banyak menyedot kekuatan pemerintah. Perselisihan ini mengakibatkan para penguasa Bani Umayah mendapat kesulitan untuk menggalang persatuan dan kesatuan. Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari Bani Hasyim dan golongan Syi’ah. Lemahnya pemerintahan Bani Umayah juga disebabkan oleh sikap hidup mewah di lingkungan istana sehingga anak-anak khalifah tidak sanggup memikul beban berat kenegaraan tatkala mereka mewarisi kekuasaan. Di samping itu. Penyebab langsung tergulingnya kekuasaan Bani Umayah adalah munculnya kekuatan baru yang dipelopori oleh keturunan Al-Abbas bin Abdul Muthallib. Latar belakang terbentuknya dinasti Bani Umayah tidak bisa dipisahkan dari konflik-konflik politik yang terjadi di masa Ali. dan kaum mawali yang merasa dikelas-duakan oleh pemerintahan Bani Umayah. terutama di Irak dan wilayah bagian timur lainnya. Di samping itu. Sikap antipati ulama terhadap kehidupan mewah keluarga kerajaan. Sisa-sisa Syi’ah (para pengikut Ali) dan Khawarij terus menjadi gerakan oposisi. 3. ditambah dengan keangkuhan bangsa Arab yang diperlihatkan pada masa Bani Umayah. 6. 5. baik secara terbuka seperti di masa awal dan akhir maupun secara tersembunyi seperti di masa pertengahan kekuasaan Bani Umayah. golongan agama banyak yang kecewa karena perhatian penguasa terhadap perkembangan agama sangat kurang. sebagian besar golongan mawali (non Arab). 7. pertentangan etnis antara suku Arabia Utara (Bani Qays) dan Arabia Selatan (Bani Kalb) yang sudah ada sejak zaman sebelum Islam. 4. Kaum Mawali yang tidak mendapatkan posisi strategis di pemerintahan turut menggerogoti kepemimpinan Bani Umayah. B. Pada masa kekuasaan Bani Umayah. merasa tidak puas karena status mawali itu menggambarkan suatu inferioritas.

penaklukan merupakan program utama pemerintah yang sudah mentradisi. antisipasi atas setiap gerakan pemberontak. pada masa dinasti ini bangsa Arab telah mencapai perkembangan yang cukup signifikan. Daerah-daerah itu meliputi Spanyol. konsolidasi internal mulai dilakukan. Ia menghapus organisasi ini dan mengenalkan susunan tentara yang disebut kurdus.000 orang. kecuali pada periode Umar bin Abdul Aziz. Bani Umayah juga banyak berjasa dalam pembangunan di berbagai bidang. Semasa Bani Umayah berkuasa. lembaga sejenis perbankan. Setelah penaklukan Bizantium. sarana transportasi darat maupun laut. Satu divisi terdiri dari 5 corp. Dari berbagai periode pemerintahan Dinasti Umayah. Palestina. Di samping ekspansi kekuasaan Islam. Persia. wilayah kekuasaan Islam masa Bani Umayyah ini betul-betul sangat luas. Diwan al-Barid (Urusan Pos). dan komplit. Konsekuensinya.Pada masa pemerintahan Muawiyah. Uzbek. dan untuk memperlancar program futuhat. Diwan al-Kharaj (Urusan Keuangan). Ada lima diwan (lembaga) yang menopang suksesnya konsolidasi yang dilakukan. segala kebijakan pemerintah menentukan berhasil tidaknya penaklukan. dinasti ini telah mampu menciptakan senjata-senjata perang yang canggih pada masanya. rapi. Dengan keberhasilan ekspansi ke beberapa daerah. Syria. satu corp untuk barisan tengah. angkatan perang Umayah didata dalam sebuah organisasi yang cukup besar. Afganistan. Diwan ar-Rasail (Urusan Administrasi dan Surat). Jazirah Arabia. Penaklukan tersebut erat kaitannya dengan kondisi angkatan darat dan laut yang tangguh dan sistem administrasi yang mapan. Ekspansi yang terhenti pada masa khalifah Usman dan Ali dilanjutkan kembali oleh dinasti ini. Irak. seperti peluru yang digerakkan dengan roket. baik di timur maupun barat. yakni: Diwan al-Jund (Urusan Kemiliteran). Sedang dalam tatanan teknologi. daerah yang sekarang disebut Pakistan. dua corp untuk barisan depan. Turkmenia. dewan menteri. Jumlah tentara ketika pemerintahan berada di bawah kekuasan Muawiyah berjumlah 60. jawatan pos dan giro serta penasihat khusus di bidang politik. dan badan pertanahan negara. dan Diwan al-Khatam (Urusan Dokumentasi). Para tentara dilengkapi dengan senjata canggih pada masa itu. Afrika Utara. banyak institusi politik dibentuk. dengan anggaran sebesar 60 juta dirham. sebagian Asia Kecil. misalnya undang-undang pemerintahan. lembaga sekretariat negara. badan urusan logistik. Dalam tatanan ekonomi dan keuangan juga dibentuk jawatan ekspor dan impor. sistem . dan Kirgis di Asia Tengah. Organisasi ini masih terus berlangsung hingga akhir pemerintahan Marwan bin Muhammad. Tujuannya adalah untuk memperkokoh barisan dalam rangka pertahanan dan keamanan dalam negeri. dan dua corp lagi adalah untuk barisan belakang. (ElHermawan Dari segi organisasi militer.

Meskipun sistem pemerintahan tidak berjalan demokratis. Untuk itu. Ia juga berhasil melakukan pembenahan-pembenahan administrasi pemerintahan dan memberlakukan bahasa Arab sebagai bahasa resmi administrasi pemerintahan Islam. Rakyat imperium Arab terbagi kedalam empat golongan. Golongan pertama merupakan golongan yang terdiri atas kaum muslimin yang memegang kekuasaan dan dikepali oleh anggota istana serta kaum ningrat dari penakluk arab. Golongan kedua merupakan golongan neomuslim. Dia juga berusaha menertibkan angkatan bersenjata dan mencetak mata uang. Dia juga membangun jalan-jalan raya yang menghubungkan suatu daerah dengan daerah lainnya. gedung-gedung pemerintahan dan masjid-masjid yang megah. dinasti Umayah juga melakukan perubahan dalam beberapa bidang sebagai berikut a.pertanian maupun pengairan. Golongan keempat merupakan golongan budak yang merupakan golongan terendah.715 M) seorang yang berkemauan keras dan berkemampuan melaksanakan pembangunan. Bidang Sosial Pada masa dinasti ini. Keberhasilan Khalifah Abdul Malik diikuti oleh puteranya Al-Walid bin Abdul Malik (705. pabrik-pabrik. yang menjadi ciri khas kerajaan Umayah. Selain melakukan perbaikan di berbagai bidang seperti yang telah disebutkan di atas. dia mencetak uang tersendiri pada tahun 659 M dengan memakai kata-kata dan tulisan Arab. baik dengan atas kemauan sendiri maupun paksaan. mulai dibuat pada masa ini. (Thohir. stratifikasi sosial mulai dikenal. Lambang negara yang sebelumnya tidak pernah dibuat oleh Al-Khulafaur Rasyidin. Semua personel yang terlibat dalam kegiatan yang humanis ini digaji oleh negara secara tetap. Khalifah Adul Malik mengubah mata uang Bizantium dan Persia yang dipakai di daerah-daerah yang dikuasai Islam. tt: 37) Muawiyah mendirikan dinas pos dan tempat-tempat tertentu dengan menyediakan kuda yang lengkap dengan peralatannya di sepanjang jalan. Golongan ketiga merupakan kaum non muslim yang mengikat perjanjian dengan kaum muslim. namun kondisi sosial pada masa . Ia menetapkan bendera merah sebagai lambang negaranya. Dia membangun panti-panti untuk orang cacat.

perang pertanian. b. 4. Bila dibandingkan dengan masa Khulafa Ar-Rasyidin. terutama dalam pengembangan ilmu-ilmu agama Islam. Para hakim menggali hukum berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah Nabi. hukuman (Fauzi. dan filsafat. Para Khulafa agaknya kurang memperhatikan bidang pendidikan. Gaji pegawai Pembangunan dan tentara serta gaya tata termasuk usaha negara. Hal ini ditandai dengan semaraknya kegiatan .dinasti Umayah tetap damai dan adil. sehingga para hakim dengan kekuasaan penuh berhak memutuskan suatu perkara tanpa mendapat tekanan atau pengaruh suatu golongan politik. 2. sastra. Di antara usaha positif yang dilakukan oleh para khilafah daulah Bani Umayah dalam mensejahterakan rakyatnya ialah dengan memperbaiki seluruh sistem pemerintahan dan menata administrasi yang bertugas mengurusi masalah keuangan negara yang dipergunakan untuk: 1.wordpress. dinasti Umayah memberikan andil yang cukup signifikan bagi perkembangan budaya Arab pada masa sesudahnya. 3. Lembaga kehakiman ini dikepalai oleh seorang ketua hakim (Qadli). daulah ini membentuk lembaga kehakiman. Bidang Pendidikan Nampaknya pendidikan Islam pada masa periode Dinasti Umayah ini hampir sama dengan pendidikan pada masa Khulafa ar Rasyiddin. irigasi. Masyarakat mempunyai hak untuk mendapatkan perlindungan hukum dari kesewenang-wenangan. pola pendidikan Islam pada periode Dinasti Umayah telah mengalami perkembangan. kehakiman ini belum terpengaruh atau dipengaruhi politik. selain itu. Kebebasan memeluk agama pun dijamin. Oleh karena itu. dalam bidang ini. dan Biaya orang-orang perang.com) Di samping usaha tersebut daulah Bani Umayah memberikan hak dan perlindungan kepada warga negara yang berada di bawah pengawasan dan kekuasaannya. Meskipun demikian. sehingga perkembangannya pun kurang maksimal. tawanan Perlengkapan imronfauzi. Seorang hakim (Qadli) memutuskan perkara dengan ijtihadnya.

Materi yang diajarkan bertingkat-tingkat dan bermacam-macam. cabang-cabang ilmu baru yang sebelumnya belum pernah diajarkan dalam dunia Islam mulai diajarkan seperti tata bahasa. Tempat-tempat yang telah disediakan demi perkembangan pendidikan Islam pada masa Dinasti Umayah ada tiga yaitu: Kuttab. dan seni bangunan (arsitektur). seni suara. pendidikan yang dilaksanakan di mesjid terdiri dari dua tingkat yaitu: tingkat menengah dan tingkat tinggi. Pada Dinasti Umayah ini. Kubah as-Sakhra di Yerussalem yang dibangun oleh Abdul Malik pada tahun 691. tepatnya pada paruh terakhir dinasti Umayyah. Ilmu Pengetahuan Pada masa dinasti ini. peran khalifah sangat menonjol. Pada tingkat menengah guru belumlah ulama besar sedangkan pada tingkat tinggi gurunya adalah ulama yang ilmunya mendalam dan masyhur kealiman serta keahliannya. 1981: 39) Setelah pelajaran anak-anak di kuttab selesai mereka melanjutkan pendidikan yang dilakukan di mesjid. Merka sangat menyokong perkembangan seni ini seperti menara yang diperkenalkan oleh Muawiyah. di mana kurikulumnya telah disesuaikan dengan tingkatannya masing-masing.ilmiah di tempat-tempat yang telah disediakan untuk kegiatan tersebut. Pada sekitar abad VII Walid bin Abdul Malik membangun masjid agung di Syiria berdasarkan nama-nama penguasa Dinasti Umayah. merupakan salah satu contoh hasil karya arsitek muslim zaman permulaan yang paling cantik. d. Sedangkan majelis sastra merupakan balai pertemuan untuk membahas masalah kesusasteraan dan juga sebagai tempat berdiskusi mengenai urusan politik yang disiapkan oleh khalifah yang dihiasi dengan hiasan yang indah dan hanya diperuntukkan bagi sastrawan dan ulama terkemuka. . Bangunan ini merupakan masjid yang pertama kali ditutup dengan kubah. Dalam bidang arsitektur. seni rupa. Kuttab merupakan tempat anak-anak belajar menulis dan membaca. Mesjid. menghafal Al Quran serta belajar pokok-pokok ajaran Islam. (Yunus. terutama seni bahasa. dan Majelis Sastra. Dengan demikian. c. perkembangan arsitektur mencapai puncaknya pada bentuk dan arsitektur masjid-masjid. Metode pengajarannya pun tidak sama sehingga melahirkan beberapa pakar ilmuwan dalam berbagai bidang tertentu. Bidang Seni Pada masa Daulah Bani Umayah ini bidang seni juga mengalami perkembangan.

khitabah dan amtsal. Di bidang fiqh secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu aliran ahli alRa’y dan aliran ahli hadis. yaitu : 1. filsafat. seperti astronomi. kelompok aliran pertama ini mengembangkan hukum Islam dengan . Hal ini menyebabkan pencemaran bahasa Al-Quran dan makna Al-Quran yang digunakan untuk kepentingan golongan tertentu. al-Ulumul Lisaniyah. (Manshur. Ibnu Abi Malikah (Abdullah bin Abi Malikah at-Tayammami al-Makky). geografi dan lain-lain. Pada masa Umayyah. dua jenis ilmu pengetahuan yakni filologi dan leksikografi mendapatkan perhatian oleh banyak orang. ilmu pengetahuan terbagi menjadi dua macam. Al-Auza’i Abdurrahman bin Amr. ilmu hadis juga mendapatkan perhatian serius. juga karena banyaknya yang masuk Islam. yang meliputi : Al-ulumul Islamiyah (ilmu al-Qur’an. sekolah kedokteran yang pada awalnya berada di Alexandria dipindahkan ke Antokia. Ilmu tafsir memiliki letak yang strategis. Al-Ulumul Dakhiliyah (ilmu yang diperlukan untuk kemajuan Islam). At-Tarikh dan al-Jughrafi). Bahkan ia memperoleh gelar kesarjanaan dalam bidang kimia dan kedokteran serta mengarang beberapa buku dalam bidang tersebut. yakni para ulama mencari hadis ke berbagai tempat dan orang yang dianggap mengetahuinya yang kemudian dikenal dengan metode Rihlah. (Suhaidi. ilmu pasti. Ia pula orang yang pertama kali menerjemahkan ilmu pengetahuan Yunani ke dalam Bahasa Arab. di samping karena faktor luasnya kawasan Islam ke beberapa daerah luar Arab yang membawa konsekuensi lemahnya rasa seni sastra Arab. Hadis. namun hingga akhir pemerintahannya hal itu tidak terlaksana. Beberapa ulama hadis yang terkenal pada masa itu antara lain adalah Abu Bakar Muhammad bin Muslim bin Ubaidilah bin Abdullah bin Syihab az-Zuhri. yang meliputi : ilmu thib. Fiqh. Pada masa ini pula ilmu tafsir dan tafsir al-qur’an mulai berkembang dengan pesat. kedokteran dan kimia. Pada masa dinasti inilah.com ) Usaha yang tidak kalah pentingnya pada masa Dinasti Umayyah ini dimulainya penerjemahan ilmu-ilmu dari bahasa lain ke dalam Bahasa Arab. seperti ilmu lughah. Hasan Basri as-Sya’bi.sejarah. kitab tentang ilmu hadis sudah mulai dikarang oleh para ulama muslim. 2.blogspot. Al-Adaabul Hadits (ilmu-ilmu baru). yaitu ilmu yang telah ada pasa zaman Jahiliyah dan ilmu di zaman khalifah yang empat. Pada masa Umar bin Abdul Aziz. Ia merupakan seorang orator dan penyair yang berpikiran tajam. http://deemuhammad. Karena tuntutan untuk mempelajari dan menafsirkan al-Qur’an itulah. Di bawah pemerintahannya karya Yunani banyak yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Arab. Al-Adaabul Qadamah (ilmu lama). Pencemaran Al-Quran juga disebabkan oleh faktor intervensi yang didasarkan kepada kisah-kisah Israiliyyat. Sungguhpun demikian pemerintahan Umar bin Abdul Aziz telah melahirkan metode pendidikan alternatif. seperti yang dilakukan oleh Khalid bin Yazid bin Muawiyah. Humaniora: VI) Selain ilmu tafsir. dan ilmu eksakta lainnya yang disalin dari Persia dan Romawi . syair. Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang memerintah hanya dua tahun 717-720 M pernah mengirim surat kepada Abu Bakar bin Amir dan kepada ulama yang lain untuk menuliskan dan mengumpulkan hadis-hadis.

El-Hermawan. Ali. Yogyakarta: Tiara Wacana. Melalui periode ini lahirlah sejumlah mujtahid fiqh.blogspot. Empat Biografi Imam Mazhab. Nampaknya disiplin ilmu fiqh menunjukkan perkembangan yang sangat berarti. Terbukti ketika akhir masa Umayah telah lahir tokoh mazhab yakni Imam Abu Hanifah di Irak dan Imam Malik bin Anas di Madinah. Yunus. bahkan aliran ini tidak akan memberikan fatwa jika tidak ada ayat Al-Quran dan hadis yang menerangkannya. Tarikh Khulafa: Sejarah Para Penguasa Islam (Terjemah dari Tarikh al-Khulafa). Jakarta: Rajawali Pers. Sistem Sosial Budaya dan Model Pemerintahan Pada Masa Bani Umayyah. Charles Le Gai. Ciputat: Logos Wacana Ilmu. dalam Majalah Humaniora. Islam di Kawasan Kebudayaan Arab. Al-Suyuthi. Dar al-Ma’arif. 1993. Abu Ja’far Muhammad ibn Jarir. Suhaidi RB. Chalil. Politik dan Budaya Umat Islam. Munawar. http://deemuhammad. Perkembangan Peradaban di Kawasan Dunia Islam: Melacak Akar-akar Sosial. Tarikh al-Thabari: Tarikh al-Rusul wa al-Muluk. Fadlil Munawwar.menggunakan analogi atau Qiyas. Muhammad Husein. Sejarah Peradaban Islam: Dirasah Islamiyah II. Watt. As-Syiyasah As-Syar’iyah fi Islah Ar-Ra’iyah. (Chalil. Taqiyuddin. Imron. 1951. Volume VI Mufrodi. . Yatim.wordpress. Dinasti Bani Umayyah : Perkembangan Politik. Jakarta: Serambi Ilmu. 1990.com Thohir. Montgomery. imronfauzi. Manshur. Kejayaan Islam: Kajian Kritis dari Tokoh Orientalis (Terjemah dari The Majesty that was Islam). Menghampiri Islam: Mata Baru Menumbuhkan Iman Autentik-Progresif (Terjemah dari Islam and The Destiny of Man). Mahmud. Abu al-Fida Ismail ibn Umar. Badri. Pertumbuhan Dan Perkembangan Budaya Arab Pada Masa Dinasti Umayyah. Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta: Pustaka alKautsar. Forum Kajian Islam Strategis Sumatra Utara Fauzi. Gerakan Oposisi. Jakarta: Litera Antar Nusa. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Kejatuhan Dinasti. 1981. 2001. 1988. Al-Bidayah wa al-Nihayah. Eaton. Mesir: Darul Kitab al-Gharbi.com Haekal. Jakarta: Rajawali Pers. 2005. Jakarta: Bulan Bintang. Ibnu Katsir. Hermain. Ajid. sedangkan Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal lahir pada masa Abbasyiyah. Jakarta: Hida Karya Agung. Ibnu Taimiyah. W. Dar Ihya al-Turats al-Araby. 1989. sedangkan aliran yang kedua lebih berpegang pada dalil-dalil. 1997. 1989: 23) DAFTAR PUSTAKA Al-Thabari. Dinasti Umayyah: Perkembangan Politik. Umar bin al-Khattab. Mohammad.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful