P. 1
Bab IV Produksi Sinyal Audio-edit 23

Bab IV Produksi Sinyal Audio-edit 23

|Views: 3,397|Likes:
Published by Drmat Rmat II
Produksi Sinyal Audio
Produksi Sinyal Audio

More info:

Published by: Drmat Rmat II on Nov 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/02/2013

pdf

text

original

Penerima gambar 4-11 dengan ditambahkan penguat IF ZN 415 E.

Dengan penambahan IC ZN 415 berbagai peningkatan dilakukan. Rangkaian
osilator MFT diatur menghasilkan selektivitas lebih baik. Sensitivitas piranti
secara maksimum ditambah IC ini mempunyai penguatan besar dan

dilengkapi AAR (regulasi penguatan otomatis), membuat pemakaian lebih
mudah dan nyaman.

Sangat penting untuk mencapai harga tegangan DC pada kaki 6 dari IC
ZN415 agar bekerja sesuai. Pengaturan dilakukan melalui trimmer TP1.

Penerima diatur pada beberapa stasiun lemah, volume suara dibuat sangat
rendah dengan potensiometer P.dan slider TP1 secara hati-hati digerakkan
sampai diperoleh penerimaan yang terbaik.

Jika tidak bekerja, coba ubah nilai resistor R5, ini juga dikerjakan jika
tegangan suply yang digunakan selain 12 Volt. Dalam kasus tegangan pada

kaki lebih besar dari pada 1,3 Volt, tidak dapat dikurangi dengan trimmer
hubung singkat salah satu diode.

Penstabil tegangan dengan 78L06 tidak diperlukan jika penerima disuplay
batere 6 volt. Penerima dari gambar 4-11 membutuhkan rangkaian masukan

lengkap 100%. Ini dapat menjadi tidak tergantung rangkaian masukan dari
gambar 4-11 atau rangkaian masukan dan penguat HF. Jika rangkaian yang
digunakan, pengaturan stasiun dipenuhi dengan pengaturan dua tombol

sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya.

TEKNIK AUDIO VIDEO Sri Waluyanti dkk

176 DIREKTORAT PEMBINAAN SMK (2008)

Gambar 4-11. Penerima Superheterodyne dengan IC

4.1.6 Penerima Radio FM

Lebar band masing-masing stasiun FM cukup lebar untuk menyiarkan

fidelitas tinggi. Frekuensi senter secara langsung dimodulasi dijumlahkan dari
sinyal audio kanal kiri dan kanan. Sinyal subpembawa 38 kHz dimodulasikan

dengan pembawa dan sinyal sub pembawa dimodulasi untuk membedakan sinyal
audio kiri-kanan. FM tuner mengkodekan sinyal dan memisahkan kanal audio kiri
dan kanan. Radio FM menggunakan penggambaran listrik dari sumber suara

untuk memodulasi frekuensi gelombang pembawa.Pada penerima berakhir dalam
proses pendeteksian gambaran dilepaskan dari pembawa dan dikembalikan ke

dalam suara oleh speaker.

Pada saat informasi siaran dari stasiun radio FM, gambaran listrik suara
(yang diambil dari mikrophon atau sumber program lain) digunakan untuk

memodulasi frekuensi pembawa yang dipancarkan dari antena pemancar stasiun
radio. Ini sangat berbeda dengan radio AM dimana sinyal digunakan untuk

memodulasi amplitudo sinyal pembawa.

Sri Waluyanti dkk TEKNIK AUDIO VIDEO

DIREKTORAT PEMBINAAN SMK (2008) 177

Gambar 4-12. Prinsip modulasi FM

Band FM spektrum elektromagnetik berada diantara 88 MHz dan 108 MHz,

gelombang pembawa untuk stasiun secara individu dipisahkan 200 kHz
maksmimum untuk 100 stasiun. Stasiun FM mempunyai deviasi maksmimum 75

kHz dari frekuensi senter, yang berada 25 kHz di atas dan dibawah band
pemandu untuk untuk meminimkan interaksi dengan bidang frekuensi yang
bersebelahan (http://hyperphysics.phy.astr.gsu.edu/hbase/ems1.html).

Pemisahan stasiun FM lebih lebar dari pada untuk stasiun AM,
memungkinkan band frekuensi siaran lebih lebar untuk menyiarkan musik fidelitas

lebih tinggi. Ini juga mengijinkan penggunaan sub pembawa yang memungkinkan
sinyal siaran FM stereo.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->