P. 1
Kelas XII_SMA IPA IPS_Bahasa Indonesia_Adi As

Kelas XII_SMA IPA IPS_Bahasa Indonesia_Adi As

|Views: 2,664|Likes:
Published by Eli Priyatna

More info:

Published by: Eli Priyatna on Nov 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/06/2013

pdf

text

original

C

Dalam pelajaran ini, Anda diharapkan dapat menulis resensi
buku kumpulan cerpen dengan memperhatikan kriteria penulisan
resensi serta menentukan keunggulan dan kelemahan resensi buku
kumpulan cerpen.

Estetika Kefasihan Pengarang Bercerita

Kembali dunia sastra Indonesia digairahkan oleh
penerbitan buku kumpulan cerpen berjudul Potongan
Cerita di Kartu Pos karya Agus Noor. Cerpen ini

merupakan buku kelima yang dihasilkannya, setelah
sebelumnya ia menerbitkan buku kumpulan cerpen
yang berjudul Memorabilia (1999), Bapak Presiden

Judul Buku : Potongan Cerita di Kartu Pos
Pengarang : Agus Noor
Penerbit

: Penerbit Buku Kompas

Cetakan

: I, September 2006
Tebal Buku : vi+173 Halaman

55

Menganalisis Cerpen

yang Terhormat (2000), Selingkuh Itu Indah (2001), dan
Rendezvous: Kisah Cinta yang Tak Setia (2004).
Sedikit berbeda dengan buku-buku kumpulan
cerpen sebelumnya, di dalam buku ini, Agus Noor
terlihat lebih matang dalam bereksperimen. Misalnya,
pada cerpen yang berjudul "Puzzle Kematian Girin-
dra". Cerpen yang dibagi dalam beberapa bagian ini
berkisah tentang misteri kematian tokoh Girindra.
Cerita berkelindan pada sejumlah kemungkinan pe-
nyebab kematian Girindra dan tokoh-tokoh yang
terlibat dalam kehidupan Girindra. Hal yang menarik
adalah teknik penceritaan bagaikan permainan puzzle.
Jadi, pembaca yang telah mengikuti alur cerita sampai
bagian lima, misalnya, ada kemungkinan harus mem-
baca kembali bagian pertama lagi karena ada petunjuk
teknis dari pengarang bahwa penyebab atau alasan
tertentu terdapat di bagian pertama.
Teknik penceritaan yang tak lazim semacam ini,
jelas menuntut kejelian dan ketangkasan penguasaan
alur. Saya kira, sebagai pengarang, Agus Noor telah
berhasil membangun irama keterkejutan kepada
pembaca: teknik penceritaan yang dipaparkannya
berhasil menimbulkan ketegangan.
Teknik penceritaan menarik lainnya ada pada cerpen
yang berjudul "Potongan-potongan Cerita di Kartu
Pos." Cerpen ini menceritakan bahwa seorang tokoh
telah mendapatkan beberapa kiriman kartu pos. Tokoh
tersebut mendapatkan kartu-kartu pos yang, ternyata,
bersambung. Setiap kartu pos memuat potongan cerita
yang akan dilanjutkan pada kartu pos berikutnya. Tentu
saja, dari segi teknik penceritaan dapat dikatakan bahwa
teknik semacam itu merupakan model cerita berbingkai
dengan media berupa kartu pos.
Hal yang perlu dikritik adalah, terlepas dari
keberhasilannya membangun teknik penceritaan yang
mengedepankan aspek alur, Agus Noor menggiring
pembaca ke suatu paradigma, yaitu bahwa pengem-
bangan estetika sungguh tak terbatas. Di sinilah

seorang pengarang akan diuji: apakah seorang pen-
garang berperan sebagai pencerita yang piawai atau
hanya melanjutkan klise bahwa kerja mengarang ter-
jebak pada gaya-gaya tertentu yang seolah-olah men-
jadi pakem, baik realis, surealis, absurd, maupun yang
lainnya tanpa dapat memperbaikinya, misalnya dari
sisi teknik penceritaan.
Bagi saya, alternatif teknik penceritaan yang
dikembangkan oleh Agus Noor, misalnya teknik
bercerita seperti permainan puzzle dan cerita
berbingkai, telah mengonkretkan kredonya sendiri
bahwa sebaiknya cerpen-cerpen ditulis dengan cara
yang berbeda-beda. Agus Noor adalah pengarang yang
senantiasa menganjurkan bahwa keterbatasan ruang
eksperimentasi cerpen di koran harus menemukan
solusinya. Rupa-rupanya, format buku menjadi pilihan
memikat untuk mengembangkan eksperimentasi
karena aspek keluasan halaman, keterbebasan dari risiko
"norma moral dan sosial", dan sebagainya. Meskipun
demikian, tidak semua cerpen Agus Noor yang ada di
buku ini memuat aspek eksperimentasi, terutama dalam
hal teknik penceritaan dan panjang halaman. Beberapa
cerpen lainnya masih tetap "berformat" koran, padahal
jika mau dikembangkan lagi, cerpen tersebut dapat lebih
menarik.

Bagi saya, membaca cerpen-cerpen Agus
Noor di buku ini, berarti mengukuhkan pandangan
bahwa ruang-ruang alternatif penjelajahan imajinasi
sebaiknya senantiasa diciptakan. Kita tahu, banyak
cerpenis Indonesia yang telanjur terjebak pada
"tema-tema dan teknik yang monoton", katakanlah
yang "konvensional" dengan penggambaran deskripsi
realisme warna lokal. Bakan, belakangan ini, muncul
cerpen-cerpen yang mengemban unsur-unsur
seksisme sebagai wilayah ekspresi. Dengan kata lain,
sesungguhnya banyak tema dan penceritaan yang
teknik dapat diambil dan digarap, selain yang sudah
umum dikerjakan oleh sejumlah cerpenis lain.

Sumber:www.ndorokakung.com

56

Aktif dan Kreatif Berbahasa Indonesia untuk Kelas XII Program IPA dan IPS

Kegiatan Lanjutan

Sumber: Dokumentasi pribadi

1. Apakah resensi tersebut sudah memenuhi unsur-unsur yang
harus ada ketika seseorang menulis resensi?

2. Sebutkan apa saja kekurangan atau kelebihan resensi tersebut.

3. Apa yang diungkapkan penulis terhadap karya sastra yang di-
resensinya?

1. Bacalah buku kumpulan cerpen terbitan baru.

2. Buatlah resensi bukunya dengan memperhatikan
unsur-unsur resensi.

3. Mintalah teman Anda untuk menanggapi resensi
tersebut.

4. Perbaikilah resensi tersebut berdasarkan saran
teman Anda.

5. Cobalah kirimkan resensi tersebut ke media massa
lokal atau tingkat nasional.

Dengan kata lain pula, sebuah cerpen tidak harus
terbebani oleh pesan moral jika ingin bereksperimen.
Resep estetik yang dapat dipraktikkan oleh para
penulis cerpen lain setelah membaca buku ini
adalah soal penguasaan/kefasihan teknik bercerita
yang, memang, memegang peranan penting. Selain

itu, tentunya, penjelasan tema yang merupakan inti
sebuah cerpen harus dikuasai dengan baik.

Satmoko Budi Santoso
(Pembaca sastra dan cerpenis)

Uji Materi

Sumber: www.pontianak.com

57

Menganalisis Cerpen

Apakah kegiatan membaca merupakan bagian dari kegiatan
Anda? Membaca menghasilkan banyak manfaat bagi kehidupan
Anda. Jika senang membaca, Anda akan pandai memahami persoalan
dan tentunya pengetahuan Anda akan terus bertambah.
Salah satu hasil dari membaca adalah mampu membuat inti sari
dari buku yang dibaca. Inti sari buku tersebut dapat disampaikan
kepada orang lain.
Berikut ini adalah contoh inti sari buku.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->