DEFINISI BERMAIN

• Bermain merupakan cerminan kemampuan fisik, intelektual, emosional, dan social dan bermain merupakan media yang baik untuk belajar karena dengan bermain, anak-anak akan berkata-kata (berkomunikasi), belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan, melakukan apa yang dapat dilakukannya, dan mengenal waktu, jarak serta suara (Wong, 2000) • Bermain adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan atau tanpa mempergunakan alat yang menghasilkan pengertian atau memberikan informasi, memberi kesenangan maupun mengembangkan imajinasi anak (Anggani Sudono, 2000) • Bermain adalah kegiatan yang dilakukan berulang-ulang demi kesenangan, tanpa ada tujuan atau sasaran yang hendak dicapai (Suhendi et al, 2001) • Bermain merupakan kegiatan yang dilakukan secara sukarela untuk memperoleh kesenangan/kepuasan.(Supartini, 2004) Bermain sama dengan bekerja pada orang dewasa, dan merupakan aspek terpenting dalam kehidupan anak serta merupakan satu cara yang paling efektif untuk menurunkan stress pada anak, dan penting untuk kesejahteraan mental dan emosional anak (Champbell dan Glaser, 1995). Bermain tidak sekedar mengisi waktu tetapi merupakan kebutuhan anak seperti halnya makanan, perawatan dan cinta kasih. Dengan bermain anak akan menemukan kekuatan serta kelemahannya sendiri, minatnya, cara menyelesaikan tugas-tugas dalam bermain (Soetjiningsih, 1995)

B. FUNGSI BERMAIN
Fungsi utama bermain adalah merangsang perkembangan sensoris-motorik, perkembangan intelektual, perkembangan social, perkembangan kreativitas, perkembangan kesadaran diri, perkembangan moral dan bermain sebagai terapi.

• Perkembangan Sensoris – Motorik

Pada saat melakukan permainan, aktivitas sensoris-motorik merupakan komponen terbesar yang digunakan anak dan bermain aktif sangat penting untuk perkembangan fungsi otot. Misalnya, alat permainan yang digunakan untuk bayi yang mengembangkan kemampuan sensoris-motorik dan alat permainan untuk anak usia toddler dan prasekolah yang banyak membantu perkembangan aktivitas motorik baik kasar maupun halus.

• Perkembangan Intelektual

Pada saat bermain, anak melakukan eksplorasi dan manipulasi terhadap segala sesuatu yang ada di lingkungan sekitarnya, terutama mengenal warna, bentuk, ukuran, tekstur dan membedakan objek. Pada saat bermain pula anak akan melatih diri untuk memecahkan masalah. Pada saat anak bermain mobil-mobilan, kemudian bannya terlepas dan anak dapat memperbaikinya maka ia telah belajar memecahkan masalahnya melalui eksplorasi alat mainannya dan untuk mencapai kemampuan ini, anak menggunakan daya pikir dan imajinasinya semaksimal mungkin. Semakin sering anak melakukan eksplorasi seperti ini akan semakin terlatih kemampuan intelektualnya.

• Perkembangan Social

Perkembangan social ditandai dengan kemampuan berinteraksi dengan lingkungannya. Melalui kegiatan bermain, anak akan belajar memberi dan menerima. Bermain dengan orang lain akan membantu anak untuk

Sesuai dengan kemampuan kognitifnya. Dengan melakukan aktivitas bermain. • • Perkembangan Kesadaran Diri Melalui bermain. Oleh karena itu. anak akan belajar dan mencoba untuk merealisasikan ide-idenya. sedih. takut. Dalam hal ini penting peran orang tua untuk menanamkan nilai moral dan etika. cemas. anak belajar berinteraksi dengan teman. Meskipun demikian. Anak juga akan belajar mengenal kemampuannya dan membandingkannya dengan orang lain dan menguji kemampuannya dengan mencoba peran-peran baru dan mengetahui dampak tingkah lakunya terhadap orang lain. Melalui kegiatan bermain. terutama dari orang tua dan guru. • • Bermain Sebagai Terapi Pada saat dirawat di rumah sakit. belajar membedakan mana yang benar dan mana yang salah. anak mengembangkan kemampuannya dalam mengatur mengatur tingkah laku. dengan membongkar dan memasang satu alat permainan akan merangsang kreativitasnya untuk semakin berkembang. Misalnya. serta belajar bertanggung-jawab atas segala tindakan yang telah dilakukannya. anak akan mendapatkan kesempatan untuk menerapkan nilai-nilai tersebut sehingga dapat diterima di lingkungannya dan dapat menyesuaikan diri dengan aturan-aturan kelompok yang ada dalam lingkungannya. jika anak mengambil mainan temannya sehingga temannya menangis. anak usia toddler dan prasekolah adalah tahapan awal bagi anak untuk meluaskan aktivitas sosialnya dilingkungan keluarga. seperti baik/buruk atau benar/salah. Perasaan tersebut merupakan dampak dari hospitalisasi yang . Melalui kegiatan bermain anak juga akan belajar nilai moral dan etika. terutama dalam kaitannya dengan kemampuan untuk memahami dampak positif dan negatif dari perilakunya terhadap orang lain • • Perkembangan Moral Anak mempelajari nilai benar dan salah dari lingkungannya. Misalnya. • • Perkembangan Kreativitas Berkreasi adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu dan mewujudkannya kedalam bentuk objek dan/atau kegiatan yang dilakukannya. penting peran orang tua untuk mengawasi anak saat anak melakukan aktivitas bermain dan mengajarkan nilai moral.mengembangkan hubungan social dan belajar memecahkan masalah dari hubungan tersebut. Misalnya. anak akan mengalami berbagai perasaan yang sangat tidak menyenangkan. bagi anak usia toddler dan prasekolah. dan nyeri. permainan adalah media yang efektif untuk mengembangkan nilai moral dibandingkan dengan memberikan nasihat. anak akan belajar mengembangkan diri bahwa perilakunya menyakiti teman. dan belajar tentang nilai social yang ada pada kelompoknya. Pada saat melakukan aktivitas bermain. merebut mainan teman merupakan perbuatan yang tidak baik dan membereskan alat permainan sesudah bermain adalah membelajarkan anak untuk bertanggung-jawab terhadap tindakan serta barang yang dimilikinya. seperti marah. Hal ini terjadi terutama pada anak usia sekolah dan remaja. memahami bahasa lawan bicara.

termasuk dengan perawat atau petugas kesehatan dirumah sakit. Dibawah ini akan dibahas secara rinci satu per satu : 1. Bebas memilih. Lebih menekankan pada proses yang berlangsung dibandingkan hasil akhir 5. Permainan yang biasa dilakukan . Dapat beradaptasi secara efektif terhadap stress karena sakit dan dirawat dirumah sakit D. 3. Rubin. pada prinsipnya bermain mempunyai tujuan sebagai berikut : 1. bayi akan mendapatkan kesenangan dan kepuasan dari hubungan yang menyenangkan dengan orang tuanya dan/atau orang lain. Perawat dapat mengkaji perasaan dan pikiran anak melalui ekspresi nonverbal yang ditunjukkan selama melakukan permainan atau melalui interaksi yang ditunjukkan anak dengan orang tua dan teman kelompok bermainnya. Fein dan Vandenberg (Johnson et al. Perasaan dari orang yang terlibat dalam kegiatan bermain diwarnai oleh emosi-emosi yang positif 3. E. Walaupun demikian. Dilakukan berdasarkan motivasi intrinsic. dan fantasi serta ide-idenya. Hal tersebut terutama terjadi pada anak yang belum mampu mengekspresikannya secra verbal. selam anak dirawat di rumah sakit. keinginan. Dengan demikian. Untuk melanjutkan pertumbuhan dan perkembangan yang normal pada saat sakit anak mengalami gangguan dalam pertumbuhan dan perkembangannya. karakter social dan kelompok usia anak. CIRI-CIRI KEGIATAN BERMAIN Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Smith et al. yaitu : a. dengan melakukan permainan anak akan terlepas dari ketegangan dan stress yang dialaminya karena dengan melakukan permainan anak akan depat mengalihkan rasa sakitnya pada permainannya (distraksi) dan relaksasi melalui kesenangannya melakukan permainan. Garvev. Misalnya. Mengekspresikan perasaan. KLASIFIKASI BERMAIN Ada beberapa jenis permainan. Berdasarkan Isi Permainan Berdasarkan isi permainan. 1999) diungkapkan adanya beberapa cirri kegiatan bermain yaitu : 1. Social affective play Inti permainan ini adalah adanya hubungan interpersonal yang menyenangkan antara anak dan orang lain. TUJUAN BERMAIN Melalui fungsi yang terurai diatas.dialami anak karena menghadapi beberapa stressor yang ada dilingkungan rumah sakit. Mengembangkan kreativitas dan kemampuannya memecahkan masalah 4. kegiatan sitimulasi pertumbuhan dan perkembangan masih harus tetap dilanjutkan untuk menjaga kesinambungannya 2. Untuk itu. C. permainan adalah media komunikasi antar anak dengan orang lain. maksud muncul atas keinginan pribadi serta untuk kepentingan sendiri 2. dan ciri ini merupakan elemen yang sangat penting bagi konsep bermain pada anakanak kecil. Fleksibilitas yang ditandai mudahnya kegiatan beralih dari satu aktivitas ke aktivitas lain 4. baik ditinjau dari isi permainan. ada enam jenis permainan.

sebenarnya anak tidak memainkan alat permainan tertentu. anak akan semakin terampil. Sense of pleasure play Permainan ini menggunakan alat yang dapat menimbulkan rasa senang pada anak dan biasanya mengasyikkan. puzzle. Semakin sering melakukan latihan. bak.misalnya. atau apa saja yang ada di sekelilingnya. congklak. misalnya memindah-mindahkan air ke botol. gembira. Permainan ini bisa dilakukan oleh anak sendiri dan/ atau dengan temannya. yaitu : a. Jadi. pada permainan ini anak memainkan peran sebagai orang lain melalui permainannya. dan anak akan terampil naik sepeda. tetapi ada proses pengamatan terhadap permainan yang sedang dilakukan temannya. akan terjadi percakapan di antara mereka tentang peran orang yang mereka tiru. Bayi akan mencoba berespons terhadap tingkah laku orang tuanya dan/atau orang dewasa tersebut/misalnya dengan tersenyum. Banyak sekali jenis permainan ini mulai dari yang sifatnya tradisional maupun yang modern. Berdasarkan Karakter Social Berdasarkan karakter sosialnya. Unoccupied behaviour Pada saat tertentu. misalnya ibu guru. permainan ini akan meningkatkan ketrampilan anak. dan sebagainya yang ingin ia tiru. anak tersebut bersifat pasif. Apabila anak bermain dengan temannya. Anak berceloteh sambil berpakaian meniru orang dewasa. ayahnya. Skill play Sesuai dengan sebutannya. bayi akan terampil memegang benda-benda kecil. Dramatic play Sesuai dengan sebutannya. khususnya motorik kasar dan halus. memainkan kursi. Cirri khas permainan ini adalah anak akan semakin asyik bersentuhan dengan alat permainan ini dan dengan permainan yang dilakukannya sehingga susah dihentikan c. atau tempat lain. Misalnya. Bisa juga dengan menggunakan air anak akan melakukan macam-macam permainan. dengan menggunakan pasir. Onlooker play Pada jenis permainan ini. d. tersenyum. dan situasi atau obyek yang ada di sekelilingnya yang di gunakannya sebagai alat permainan. anak akan membuat gunung-gunungan atau benda-benda apa saja yang dapat dibentuknya dengan pasir . tetapi dengan diiringi berbicara sambil tersenyum dan tertawa. jinjit-jinjit. dan asyik dengan situasi serta lingkungannya tersebut . Games atau permainan Games atau permainan adalah jenis permainan yang menggunakan alat tertentu yang menggunakan perhitungan dan/atau skor. Anak tampak senang. ibunya. ada lima jenis permainan. . kakaknya. dan lain-lain. anak hanya mengamati temannya yang sedang bermain. 2. meja. dan/atau mengoceh . Jadi. keterampilan tersebut diperoleh melalui pengulangan kegiatan permainan yang di lakukan. tanpa ada inisiatif untuk ikut berpartisipasi dalam permainan. memindahkan benda dari satu tempat ke tempat yang lain. tertawa. atau sekadar memberikan tangan pada bayi untuk menggenggamnya . e. Jadi. bungkuk-bungkuk. tertawa. Permainan ini penting untuk proses identifikasi anak terhadap peran tertentu . b. berbicara sambil tersenyum/tertawa. Misalnya.adalah “Cilukba”. ular tangga. f. anak sering terlihat mondar-mandir.

Oleh karena itu bayi harus ditidurkan atau diletakkan pada posisi yang memungkinkan agar dapat memandang bebas ke sekelilingnya. o Bayi usia 0 – 3 bulan Seperti yang telah disinggung diatas bahwa karakteristik khas permainan bagi usia bayi adalah adanya interaksi social yang menyenangkan antara bayi dan orang tua dan/atau orang dewasa sekitarnya. aturan main harus dijalankan oleh anak dan mereka harus dapat mencapai tujuan bersama. yaitu memenangkan permainan dengan memasukkan bola ke gawang lawan mainnya. anak dapat menggunakan alat permainan yang sama. bermain hujan-hujanan dan bermain masak-masakan. Misalnya. ada lima jenis permainan. Secara auditori ajak bayi berbicara. tetapi anak bermain sendiri dengan alat permainan yang dimilikinya. Solitary play Pada permainan ini. d. dan usia 7 – 9 bulan. misalnya mainan gantungan yang berwarna terang dengan bunyi musik yang menarik. dan tujuan permainan tidak jelas. secara visual bayi diberi objek yang berwarna terang dengan tujuan menstimuli penglihatannya. Dari permainan tersebut. tidak ada pemimpin atau yang memimpin permainan. tetapi tidak terorganisasi. 3. yaitu : a. tidak ada kerja sama. . pada permainan sepak bola. usia 4 – 6 bulan. Contoh permainan jenis ini adalah bermain boneka. ada anak yang memimpin permainan. Biasanya permainan ini dilakukan oleh anak usia toddler. tetapi antara satu anak dengan anak lainnya tidak terjadi kontak satu sama lain sehingga antara anak satu dengan anak lain tidak ada sosialisasi satu sama lain. Anak usia bayi Permainan untuk anak usia bayi dibagi menjadi bayi usia 0 – 3 bulan. ataupun komunikasi dengan teman sepermainannya c. Karakteristik permainan anak usia bayi adalah “sense of pleasure play”. anak tampak berada dalam kelompok permainan. juga tujuan dan pemimpin permainan. Associative play Pada permainan ini sudah terjadi komunikasi antara satu anak dengan anak lain. e. Selain itu. Berdasarkan Kelompok Usia Anak Berdasarkan kelompok usia. dan alat permainan tersebut berbeda dengan alat permainan yang digunakan temannya. perasaan senang juga menjadi cirri khas dari permainan untuk bayi di usia ini. Cooperative play Aturan permainan dalam kelompok tampak lebih jelas pada permainan jenis ini. Parallel play Pada permainan ini. Anak yang memimpin permainan mengatur dan mengarahkananggotanya untuk bertindak dalam permainan sesuai dengan tujuan yang diharapkan dalam permainan tersebut.b. Alat permainan yang biasa digunakan.

spontan. dapat dilakukan dengan memberi bayi boneka yang berbunyi. serta meletakkan mainan yang berbunyi di dekat telinganya. Jenis alat permainan yang tepat diberikan adalah boneka. dapat dilakukan dengan memberikan mainan yang berwarna terang. anak mulai dapat melakukan permainan secara parallel karena sudah dapat berkomunikasi dalam kelompoknya walaupun belum begitu jelas karena kemampuan berbahasa blum begitu lancar. Oleh karena itu seringkali mainannya dibongkar-pasang. pasir. biarkan bayi bermain air di dalam bak mandi. dramatic play dan skill play”. dan sering berbicara dengan bayi. Untuk itu harus diperhatikan keamanan dan keselamatan anak dengan cara tidak memberikan alat permainan yang tajam dan menimbulkan perlukaan. berbagai boneka.beri kesempatan untuk mendengar pembicaraan. Anak juga sudah mampu memainkan peran orang tua . Jenis permainan yang tepat dipilih untuk anak usia toddler adalah “solitary play dan parallel play”. berikan mainan yang dapat digenggamnya. dalam melakukan permainan. atau berikan kepadanya kertas dan alat tulis. memberi mainan yang mudah dipegangnya dan berwarna terang. mainan yang bias dipegang dan berbunyi jika digerakkan. mengulangi suara yang dikeluarkannya. dapat dilakukan membiasakan memanggil namanya. serta dapat pula Untuk dengan cara memberi cermin dan meletakkan dengan bayi cara didepannya selalu sehingga memungkinkan bayi dapat melihat bayangan di cermin. Anak mempunyai rasa ingin tahu yang besar. Untuk itu alat permainan yang dapat diberikan pada bayi. stimulasi pendengaran. dapat dilakukan permainan seperti mengajak bayi menonton TV. misalnya buku dengan warna yang terang an mencolok. Stimulasi pendengaran. bahkan dirusaknya. dan menunjukkan otonomi baik dalam memilih mainan maupun dalam aktivitas bermainnya. Oleh karena itu. Anak usia prasekolah (>3 tahun sampai 6 tahun) Sejalan dengan pertumbuhan dan oerkembangannya. musik dan nyanyian yang menyenangkan. Pada anak usia 1 sampai 2 tahun lebih jelas terlihat anak melakukan permainan sendiri dengan mainannya sendir. lembut dan lentur atau pada saat memandikan. dan/atau mainan yang dapat didorong. b. gelas dan sendok yang tidak pecah. o Bayi usia 4 – 6 bulan Untuk menstimuli penglihatan. anak lebih bebas. Oleh kerena itu jenis permainan yang sesuai adalah “associative play. Anak usia toddler (>1 tahun sampai 3 tahun) Anak usia toddler menunjukkan karakteristikyang khas. anak usia prasekolah mempunyai kemampuan motorik kasar dan halus yang lebih matang dari pada anak usia toddler. tidak bias diam dan mulai mengembangkan otonomi dan kemampuannya untuk mandiri. sedangkan pada usia lebih dari 2 tahun sampai 3 tahun. o Bayi usia 7 – 9 bulan Untuk stimulasi penglihatan. Untuk stimulasi taktil. Anak sudah lebih aktif. tanah liat dan lilin warna-warni yang dapat dibentuk benda macam-macam c. Anak melakukan permainan bersama-sama dengan temannya dengan komunikasi yang sesuai dengan kemampuan bahasanya. bola yang besar. biarkan ia mencoret-coret sesuai keinginannya. Demikian juga kemampuan berbicara dan berhubungan social dengan temannya semakin meningkat. kreatif dan imajinatif. yaitu banyak bergerak.

pemikiran dan sikapnya dalam menjalankan peran sebagai seorang perempuan. Seringkali pergaulan dengan teman menjadi tempat belajar mengenal norma baik atau buruk. anak jadi malas bermain dan . Juga sesuaikan dengan kognisinya. anak akan dsb. tetapi juga lebih juga ke arah menyalurkan minat. misalnya alat untuk memasak dan boneka. Perhatikan factor usia anak Sesuaikan mainan/aktivitas dengan kematangan motorik anak. Bagaimana anak dapat menerima kelebihan orang lain melalui permainan yang ditunjukkannya. sepeda. mendengarkan dan/atau bermain musik serta melakukan kegiatan organisasi remaja yang positif. Untuk itu alat permainan yang tepat bias berupa berbagai macam alat olah raga. Anak perempuan lebih tepat diberikan permainan yang dapat menstimulasinya untuk mengembangkan perasaan. F. Dengan demikian. mobil-mobilan. Mereka lebih mampu bekerja sama dengan teman sepermainannya. misalnya mobilmobilan. Oleh karena itu. seperti obat-obatan terlarang karakteristik anak remaja perlu mengisi kegiatan yang konstruktif.tertentu yang diidentifikasinya. Sisi lain manfaat bermain bagi anak usia sekolah adalah mengembangkan kemampuannya untuk bersaing secara sehat. ibu dan bapak atau ibu gurunya. tetapi juga dapat mengembangkan sensitivitasnya untuk terlibat dalam kelompok dan bekerja sama dengan sesamanya. yaitu sejauh mana anak mampu memahami permainan itu. sepak bola. Untuk itu. Mereka belajar norma kelompok sehingga dapat diterima dalam kelompoknya. permainan pada anak usia sekolah tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan ketrampilan fisik atau intelektualnya. mencari Melihat kompensasinya pada berbahaya. dikatakan bahwa anak remaja akan mengalami krisis identitas hal dan yang apabila tidak sukses melewatinya. Karakteristik permainan untuk anak usia sekolah dibedakan menurut jenis kelaminnya. SYARAT BERMAIN Ada beberapa hal yang dipersyaratkan untuk dapat melakukan kegiatan bermain yang baik untuk anak. Jika terlalu sulit. Anak usia sekolah (> 6 tahun sampai 12 tahun) Kemampuan social anak usia sekolah semakin meningkat. jenis alat permainan yang tepat diberikan pada anak misalnya. Anak usia remaja (13 tahun sampai 18 tahun) Merujuk pada proses tumbuh-kembang anak remaja. Prinsip kegiatan bermainbagi anak remaja tidak hanya sekedar mencari kesenangan dan meningkatkan perkembangan fisio-emosional. Permainan yang menggunakan kemampuan motorik (skill paly) banyak dipilih anak usia prasekolah. yaitu : 1. bakat dan aspirasi serta membantu remaja untuk menemukan identitas pribadinya. alat olah raga. berenang dan permainan balok-balok besar d. karang taruna dll. dimana anak remaja berada dalam suatu fase peralihan. e. Anak laki-laki lebih tepat jika diberikan mainan jenis mekanik yang akan menstimulasi kemampuan kreativitasnya dalam berkreasi sebagai seorang laki-laki. seperti kelompok basket. yaitu disatu sisi akan meninggalkan masa kanak-kanak dan disisi lain masuk pada usia dewasa dan bertindak sebagai individu. seperti ayah. misalnya dengan melakukan permainan berbagai macam olah raga. alat musik dan alat gambar atau lukis. yaitu sejauh mana gerakan-gerakan otot tubuh siap melakukan gerakan-gerakan tertentu.

malah bias mempercepat proses kesembuhannya. Lama bermain Tergantung karakteristik anak. Pilih yang tidak mudah rusak/pecah ataupun terurai seperti manik-manik karena di khawatirkan akan masuk mulut atau lubang telingan/hidung. ada yang aktif dan pasif. tidak tajam atau berujung runcing. jangan dipaksa 4. Jangan pula memberikan mainan yang bertali panjang. tidak mudah mengelupas. catnya tidak beracun (nontoxic). Untuk anak yang lebih besar.jika kelewat gampang ia cepat bosan. dll. orang tua dan perawat harus mengetahui dan memberikan jenis permainan yang tepat untuk setiap tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak. setelah itu makan atau mandi. menggambar atau mendengarkan dongeng. Missal. Untuk itu pilihlah mainan yang dapat merangsang kreativitas anak. 5. keamanan mainan harus diperhatikan betul. 2. mainan bukan pengganti orang tua. Demikian juga sebaliknya karena pada dasarnya permainan adalah alat stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak. . Bagi anak yang sakit. Situasi ini juga dapat memacu pertumbuhan harga diri anak dengan memberikan penghargaan pada setiap hasil kegiatan atau penemuan-penemuan anak dalam proses bermain. memainkan jari-jemari sambil bercerita. FAKTOR BERMAIN • YANG MEMPENGARUHI AKTIVITAS Ada 5 (lima) factor yang mempengaruhi aktivitas bermain pada anak. buatlah komitmen lebih dulu. G. Misalnya pilih permainan yang bisa dilakukan ditempat tidur seperti melipat. Hal ini juga untuk mengatasi segala persoalan yang dihadapi tiap anak. Namun kita hurus konsisten dengan aturan itu agar anak tidak bingung. jika ia butuh banyak istirahat.tentunya jenis permainannya disesuaikan kondisi fisik. Tanpa arahan kita anak akan bermain sendiri tanpa mengenal tujuan dari permainan tersebut. Oleh karena itu kita perlu selalu mendampingi mereka dalam bermain. tidak menjepit dan tidak menimbulkan api. Dengan demikian. main tebak-tebakan. 3. Pastikan mainannya aman Terlebih untuk bayi. mewarnai. berukurang kecil dan menggunakan listrik. Namun sebaiknya bermain tak terlalu lama agar anak tak mengabaikan tugas-tugas lainnya seperti makan. melainkan sarana untuk mendekatkan hubungan orang tua dengan anak jadi. cukup 10-30 menit karena rentang perhatiannya pun masih terbatas. Tidak harus sehat Tentu akan lebih baik jika anak dalam kondisi sehat. mandi dan tidur. boleh main selama 1 jam. Namun anak yang sakitpun diperbolehkan untuk bermain. seperti sulitnya berkonsentrasi terhadap suatu kegiatan. yaitu : Tahap perkembangan anak Aktivitas bermain yang tepat dilakukan anak. Dampingi anak Penting diingat. Selain itu secara umum mainan anak haruslah tidak boleh ada bagian yang mudah tertelan. Tentunya permainan anak usia bayi tidak lagi efektif untuk pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah. selalu dampingi anak kala bermain. yaitu sesuai dengan tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak. Untuk bayi.

melompat dan bermain dengan teman sekelompoknya. apakah mainan tersebut sesuai dengan usia anak. dan dimanipulasi. Alat permainan yang harus didorong. bahkan seringkali mainan tradisional yang dibuat sendiri dari atau berasal dari benda-benda di sekitar kehidupan anak. Dalam melaksanakan aktivitas bermain tidak membedakan jenis kelamin laki-laki atau perempuan. akan lebih merangsang anak untuk kreatif. Permainan membantu anak untuk meningkatkan kemampuan dalam mengenal norma dan aturan serta interaksi social dengan orang lain. orang tua dan perawat harus jeli memilihkan permainan yang dapat dilakukan anak sesuai dengan prinsip bermain pada anak yang sedang dirawat di rumah sakit. ada pendapat lain yang meyakini bahwa permainan adalah salah satu alat untuk membantu anak mengenal identitas diri sehingga sebagian alat permainan anak perempuan tidak dianjurkan untuk digunakan oleh anak laki-laki. Pilih yang sesuai dengan tahap tumbuh kembang anak. • Jenis kelamin anak Ada bebarapa pndangan tentang konsep gender dalam kaitannya dengan permainan anak. tetapi lebih diutamakan yang dapat menstimulus imajinasi dan kreativitas anak. Sementara lingkungan fisik sekitar lebih banyak mempengaruhi ruang gerak anak untuk melakukan aktivitas fisik dan motorik. kreativitas dan kemampuan social anak. orang tua harus membantu anak memilihkan mainan yang aman. Kebutuhan bermain pada anak sama halnya dengan kebutuhan bekerja pada orang dewasa. Orang tua dan anak dapat memilih mainan bersama-sama. walaupun demikian. bahkan dirawat di rumah sakit. Semua alat permainan dapat digunakan oleh anak laki-laki atau perempuan untuk mengembangkan daya pikir. bukan berarti anak tidak perlu bermain pada saat sedang sakit. berlari. Alat permainan tidak selalu harus yang dibeli di took atau mainan jadi. ditarik. imajinasi. mondar-mandir. Label yang tertera pada mainan harus dibaca terlebih dahulu sebelum membelinya. Hal ini di latarbelakangi oleh alasan adanya tuntutan perilaku yang berbeda antara laki-laki dan perempuan dan hal ini dipelajari melalui media permainan. keyakinan keluarga tentang moral dan budaya juga mempengaruhi bagaimana anak di didik melalui permainan. Fasilitas bermain tidak selalu harus yang dibeli di took atau mainan jadi. . tetapi yang harus diingat bahwa alat permainan harus aman bagi anak. akan manegajarkan anak untuk dapat mengembangkan kemampuan koordinasi alat gerak. • Lingkungan yang mendukung Terselenggaranya aktivitas bermain yang baik untuk perkembangan anak salah satunya dipengaruhi oleh nilai moral. Yang penting pada saat kondisi anak sedang menurun atau anak terkena sakit. Akan tetapi. Oleh karena itu. tetapi lebih diutamakan yang dapat menstimulus imajinasi dan kreativitas anak. bahkan sering kali mainan tradisional yang dibuat sendiri dari/atau berasal dari benda-benda di sekitar kehidupan anak akan lebih merangsang anak untuk kreatif. • Alat dan jenis permainan yang cocok atau sesuai bagi anak Orang tua harus bijaksana dalam memberikan alat permainan untuk anak.• Status kesehatan anak Untuk melakukan aktivitas bermain diperlukan energi. berjalan. budaya dan lingkungan fisik rumah. Lingkungan rumah yang cukup luas untuk bermain memungkinkan anak mempunyai cukup ruang gerak untuk bermain.

tetapi juga akan membantu anak mengekspresikan perasaan dan pikiran cemas. Proses dalam melakukan permainan merupakan hal yang terpenting. bahkan apabila tampak adanya kelelahan pada anak permainan tidak boleh di teruskan. Permainan harus mempertimbangkan keamanan anak 4. Permainan yang terapeutuk akan dapat meningkatkan kemampuan anak untuk mempunyai tingkah laku yang positif • TUJUAN BERMAIN DI RUMAH SAKIT Kebutuhan bermain mengacu pada tahapan tumbuh kembang anak. Melibatkan orang tua • KEUNTUNGAN BERMAIN PADA ANAK DI RUMAH SAKIT 1. Permainan pada anak di rumah sakit tidak hanya memberikan rasa senang pada anak. harus dipilih permainan yang dapat dilakukan di tempat tidur. singkat dan sederhana 3. Permainan harus melibatkan kelompok umur yang sama 5. Kegiatan bermain yang dijalankan mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Apabila anak harus tirah baring. Apabila permainan akan dilakukan dalam kelompok. . Permainan tidak boleh bertentangan dengan pengobatan yang sedang dijalankan pada anak. Gunakan alat permainan yang dimiliki anak atau yang tersedia di ruang perawatan. sedih tegang dan nyeri 4. serta dapat menjadi media untuk eksplorasi perasaan anak.• PRINSIP PERMAINAN PADA ANAK DI RUMAH SAKIT 1. Meningkatkan hubungan antara klien (anak dan keluarga) dan perawat 2. bukan semata-mata hasilnya. takut. tegang dan nyeri. dan anak tidak boleh diajak bermain dengan kelompoknya di tempat bermain khusus yang ada di ruangan rawat. • PELAKSANAAN KEGIATAN BERMAIN Selama kegiatan bermain respons anak dan orang tua harus diobservasi dan menjadi catatan penting bagi perawat. cemas. Aktivitas bermain yang terprogram akan memulihkan perasaan mandiri pada anak 3. sedangkan tujuan yang ditetapkan harus memperhatikan prinsip bermain bagi anak di rumah sakit yaitu menekankan pada upaya ekspresi sekaligus relaksasi dan distraksi dari perasaan takut. 2. sedih. Perawatan di rumah sakit akan membatasi kemampuan anak untuk mandiri. Ingat bahwa perawat hanya sebagai fasilitator dan kegiatan bermain harus dilakukan secara aktif oleh anak dan orang tuanya. uraikan dengan jelas aktivitas setiap anggota kelompok dalam permainan dan kegiatan orang tua setiap anak. Yang penting adalah alat permainan yang digunakan harus menggambarkan kreativitas perawat dan orang tua. Permainan yang tidak membutuhkan banyak energi. • ALAT PERMAINAN YANG DIPERLUKAN Alat permainan yang digunakan tidak harus yang baru dan bagus. • PROSES KEGIATAN BERMAIN Uraikan kegiatan bermain yang akan dilakukan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful