DEFINISI BERMAIN

• Bermain merupakan cerminan kemampuan fisik, intelektual, emosional, dan social dan bermain merupakan media yang baik untuk belajar karena dengan bermain, anak-anak akan berkata-kata (berkomunikasi), belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan, melakukan apa yang dapat dilakukannya, dan mengenal waktu, jarak serta suara (Wong, 2000) • Bermain adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan atau tanpa mempergunakan alat yang menghasilkan pengertian atau memberikan informasi, memberi kesenangan maupun mengembangkan imajinasi anak (Anggani Sudono, 2000) • Bermain adalah kegiatan yang dilakukan berulang-ulang demi kesenangan, tanpa ada tujuan atau sasaran yang hendak dicapai (Suhendi et al, 2001) • Bermain merupakan kegiatan yang dilakukan secara sukarela untuk memperoleh kesenangan/kepuasan.(Supartini, 2004) Bermain sama dengan bekerja pada orang dewasa, dan merupakan aspek terpenting dalam kehidupan anak serta merupakan satu cara yang paling efektif untuk menurunkan stress pada anak, dan penting untuk kesejahteraan mental dan emosional anak (Champbell dan Glaser, 1995). Bermain tidak sekedar mengisi waktu tetapi merupakan kebutuhan anak seperti halnya makanan, perawatan dan cinta kasih. Dengan bermain anak akan menemukan kekuatan serta kelemahannya sendiri, minatnya, cara menyelesaikan tugas-tugas dalam bermain (Soetjiningsih, 1995)

B. FUNGSI BERMAIN
Fungsi utama bermain adalah merangsang perkembangan sensoris-motorik, perkembangan intelektual, perkembangan social, perkembangan kreativitas, perkembangan kesadaran diri, perkembangan moral dan bermain sebagai terapi.

• Perkembangan Sensoris – Motorik

Pada saat melakukan permainan, aktivitas sensoris-motorik merupakan komponen terbesar yang digunakan anak dan bermain aktif sangat penting untuk perkembangan fungsi otot. Misalnya, alat permainan yang digunakan untuk bayi yang mengembangkan kemampuan sensoris-motorik dan alat permainan untuk anak usia toddler dan prasekolah yang banyak membantu perkembangan aktivitas motorik baik kasar maupun halus.

• Perkembangan Intelektual

Pada saat bermain, anak melakukan eksplorasi dan manipulasi terhadap segala sesuatu yang ada di lingkungan sekitarnya, terutama mengenal warna, bentuk, ukuran, tekstur dan membedakan objek. Pada saat bermain pula anak akan melatih diri untuk memecahkan masalah. Pada saat anak bermain mobil-mobilan, kemudian bannya terlepas dan anak dapat memperbaikinya maka ia telah belajar memecahkan masalahnya melalui eksplorasi alat mainannya dan untuk mencapai kemampuan ini, anak menggunakan daya pikir dan imajinasinya semaksimal mungkin. Semakin sering anak melakukan eksplorasi seperti ini akan semakin terlatih kemampuan intelektualnya.

• Perkembangan Social

Perkembangan social ditandai dengan kemampuan berinteraksi dengan lingkungannya. Melalui kegiatan bermain, anak akan belajar memberi dan menerima. Bermain dengan orang lain akan membantu anak untuk

Misalnya. serta belajar bertanggung-jawab atas segala tindakan yang telah dilakukannya. dan belajar tentang nilai social yang ada pada kelompoknya. seperti marah. dengan membongkar dan memasang satu alat permainan akan merangsang kreativitasnya untuk semakin berkembang. terutama dari orang tua dan guru. anak akan belajar mengembangkan diri bahwa perilakunya menyakiti teman.mengembangkan hubungan social dan belajar memecahkan masalah dari hubungan tersebut. Dengan melakukan aktivitas bermain. merebut mainan teman merupakan perbuatan yang tidak baik dan membereskan alat permainan sesudah bermain adalah membelajarkan anak untuk bertanggung-jawab terhadap tindakan serta barang yang dimilikinya. Dalam hal ini penting peran orang tua untuk menanamkan nilai moral dan etika. penting peran orang tua untuk mengawasi anak saat anak melakukan aktivitas bermain dan mengajarkan nilai moral. • • Bermain Sebagai Terapi Pada saat dirawat di rumah sakit. anak akan mendapatkan kesempatan untuk menerapkan nilai-nilai tersebut sehingga dapat diterima di lingkungannya dan dapat menyesuaikan diri dengan aturan-aturan kelompok yang ada dalam lingkungannya. Hal ini terjadi terutama pada anak usia sekolah dan remaja. anak akan belajar dan mencoba untuk merealisasikan ide-idenya. bagi anak usia toddler dan prasekolah. Meskipun demikian. Sesuai dengan kemampuan kognitifnya. Misalnya. anak akan mengalami berbagai perasaan yang sangat tidak menyenangkan. Melalui kegiatan bermain anak juga akan belajar nilai moral dan etika. permainan adalah media yang efektif untuk mengembangkan nilai moral dibandingkan dengan memberikan nasihat. • • Perkembangan Kreativitas Berkreasi adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu dan mewujudkannya kedalam bentuk objek dan/atau kegiatan yang dilakukannya. dan nyeri. Pada saat melakukan aktivitas bermain. jika anak mengambil mainan temannya sehingga temannya menangis. anak belajar berinteraksi dengan teman. anak mengembangkan kemampuannya dalam mengatur mengatur tingkah laku. Melalui kegiatan bermain. sedih. cemas. anak usia toddler dan prasekolah adalah tahapan awal bagi anak untuk meluaskan aktivitas sosialnya dilingkungan keluarga. belajar membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Misalnya. terutama dalam kaitannya dengan kemampuan untuk memahami dampak positif dan negatif dari perilakunya terhadap orang lain • • Perkembangan Moral Anak mempelajari nilai benar dan salah dari lingkungannya. takut. Oleh karena itu. Anak juga akan belajar mengenal kemampuannya dan membandingkannya dengan orang lain dan menguji kemampuannya dengan mencoba peran-peran baru dan mengetahui dampak tingkah lakunya terhadap orang lain. memahami bahasa lawan bicara. seperti baik/buruk atau benar/salah. Perasaan tersebut merupakan dampak dari hospitalisasi yang . • • Perkembangan Kesadaran Diri Melalui bermain.

Berdasarkan Isi Permainan Berdasarkan isi permainan. Mengekspresikan perasaan. KLASIFIKASI BERMAIN Ada beberapa jenis permainan. Walaupun demikian. C. kegiatan sitimulasi pertumbuhan dan perkembangan masih harus tetap dilanjutkan untuk menjaga kesinambungannya 2. Lebih menekankan pada proses yang berlangsung dibandingkan hasil akhir 5. Misalnya. dan fantasi serta ide-idenya. Garvev. Dengan demikian. Perawat dapat mengkaji perasaan dan pikiran anak melalui ekspresi nonverbal yang ditunjukkan selama melakukan permainan atau melalui interaksi yang ditunjukkan anak dengan orang tua dan teman kelompok bermainnya. Rubin. Social affective play Inti permainan ini adalah adanya hubungan interpersonal yang menyenangkan antara anak dan orang lain. bayi akan mendapatkan kesenangan dan kepuasan dari hubungan yang menyenangkan dengan orang tuanya dan/atau orang lain. karakter social dan kelompok usia anak. Dibawah ini akan dibahas secara rinci satu per satu : 1. selam anak dirawat di rumah sakit.dialami anak karena menghadapi beberapa stressor yang ada dilingkungan rumah sakit. dan ciri ini merupakan elemen yang sangat penting bagi konsep bermain pada anakanak kecil. Hal tersebut terutama terjadi pada anak yang belum mampu mengekspresikannya secra verbal. Fein dan Vandenberg (Johnson et al. baik ditinjau dari isi permainan. Bebas memilih. pada prinsipnya bermain mempunyai tujuan sebagai berikut : 1. 1999) diungkapkan adanya beberapa cirri kegiatan bermain yaitu : 1. permainan adalah media komunikasi antar anak dengan orang lain. CIRI-CIRI KEGIATAN BERMAIN Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Smith et al. termasuk dengan perawat atau petugas kesehatan dirumah sakit. 3. ada enam jenis permainan. keinginan. Perasaan dari orang yang terlibat dalam kegiatan bermain diwarnai oleh emosi-emosi yang positif 3. Untuk itu. E. Mengembangkan kreativitas dan kemampuannya memecahkan masalah 4. Dapat beradaptasi secara efektif terhadap stress karena sakit dan dirawat dirumah sakit D. Dilakukan berdasarkan motivasi intrinsic. dengan melakukan permainan anak akan terlepas dari ketegangan dan stress yang dialaminya karena dengan melakukan permainan anak akan depat mengalihkan rasa sakitnya pada permainannya (distraksi) dan relaksasi melalui kesenangannya melakukan permainan. Permainan yang biasa dilakukan . maksud muncul atas keinginan pribadi serta untuk kepentingan sendiri 2. yaitu : a. TUJUAN BERMAIN Melalui fungsi yang terurai diatas. Fleksibilitas yang ditandai mudahnya kegiatan beralih dari satu aktivitas ke aktivitas lain 4. Untuk melanjutkan pertumbuhan dan perkembangan yang normal pada saat sakit anak mengalami gangguan dalam pertumbuhan dan perkembangannya.

. Unoccupied behaviour Pada saat tertentu. khususnya motorik kasar dan halus.adalah “Cilukba”. Misalnya. Dramatic play Sesuai dengan sebutannya. atau tempat lain. Bayi akan mencoba berespons terhadap tingkah laku orang tuanya dan/atau orang dewasa tersebut/misalnya dengan tersenyum. Jadi. ibunya. yaitu : a. Games atau permainan Games atau permainan adalah jenis permainan yang menggunakan alat tertentu yang menggunakan perhitungan dan/atau skor. pada permainan ini anak memainkan peran sebagai orang lain melalui permainannya. dan sebagainya yang ingin ia tiru. keterampilan tersebut diperoleh melalui pengulangan kegiatan permainan yang di lakukan. Anak tampak senang. dan asyik dengan situasi serta lingkungannya tersebut . b. dan lain-lain. anak akan semakin terampil. tanpa ada inisiatif untuk ikut berpartisipasi dalam permainan. ada lima jenis permainan. tersenyum. tetapi dengan diiringi berbicara sambil tersenyum dan tertawa. puzzle. misalnya ibu guru. tertawa. 2. dengan menggunakan pasir. Sense of pleasure play Permainan ini menggunakan alat yang dapat menimbulkan rasa senang pada anak dan biasanya mengasyikkan. anak akan membuat gunung-gunungan atau benda-benda apa saja yang dapat dibentuknya dengan pasir . misalnya memindah-mindahkan air ke botol. Jadi. e. dan anak akan terampil naik sepeda. bayi akan terampil memegang benda-benda kecil. memainkan kursi. Bisa juga dengan menggunakan air anak akan melakukan macam-macam permainan. dan situasi atau obyek yang ada di sekelilingnya yang di gunakannya sebagai alat permainan. Misalnya. kakaknya. akan terjadi percakapan di antara mereka tentang peran orang yang mereka tiru. atau sekadar memberikan tangan pada bayi untuk menggenggamnya . meja. memindahkan benda dari satu tempat ke tempat yang lain. bak. ular tangga. jinjit-jinjit. tertawa. gembira. Onlooker play Pada jenis permainan ini. Skill play Sesuai dengan sebutannya. sebenarnya anak tidak memainkan alat permainan tertentu. atau apa saja yang ada di sekelilingnya. tetapi ada proses pengamatan terhadap permainan yang sedang dilakukan temannya. anak tersebut bersifat pasif. Berdasarkan Karakter Social Berdasarkan karakter sosialnya. congklak. anak sering terlihat mondar-mandir. Cirri khas permainan ini adalah anak akan semakin asyik bersentuhan dengan alat permainan ini dan dengan permainan yang dilakukannya sehingga susah dihentikan c. d. Permainan ini penting untuk proses identifikasi anak terhadap peran tertentu . Apabila anak bermain dengan temannya. berbicara sambil tersenyum/tertawa. dan/atau mengoceh . ayahnya. permainan ini akan meningkatkan ketrampilan anak. Jadi. bungkuk-bungkuk. f. Semakin sering melakukan latihan. Banyak sekali jenis permainan ini mulai dari yang sifatnya tradisional maupun yang modern. anak hanya mengamati temannya yang sedang bermain. Permainan ini bisa dilakukan oleh anak sendiri dan/ atau dengan temannya. Anak berceloteh sambil berpakaian meniru orang dewasa.misalnya.

perasaan senang juga menjadi cirri khas dari permainan untuk bayi di usia ini. Anak yang memimpin permainan mengatur dan mengarahkananggotanya untuk bertindak dalam permainan sesuai dengan tujuan yang diharapkan dalam permainan tersebut. o Bayi usia 0 – 3 bulan Seperti yang telah disinggung diatas bahwa karakteristik khas permainan bagi usia bayi adalah adanya interaksi social yang menyenangkan antara bayi dan orang tua dan/atau orang dewasa sekitarnya. Biasanya permainan ini dilakukan oleh anak usia toddler. secara visual bayi diberi objek yang berwarna terang dengan tujuan menstimuli penglihatannya. Berdasarkan Kelompok Usia Anak Berdasarkan kelompok usia. Associative play Pada permainan ini sudah terjadi komunikasi antara satu anak dengan anak lain. Selain itu. Alat permainan yang biasa digunakan. Solitary play Pada permainan ini. yaitu memenangkan permainan dengan memasukkan bola ke gawang lawan mainnya. e. tetapi anak bermain sendiri dengan alat permainan yang dimilikinya. ada anak yang memimpin permainan. pada permainan sepak bola. . anak tampak berada dalam kelompok permainan. usia 4 – 6 bulan. Secara auditori ajak bayi berbicara. Misalnya. Anak usia bayi Permainan untuk anak usia bayi dibagi menjadi bayi usia 0 – 3 bulan. ataupun komunikasi dengan teman sepermainannya c. misalnya mainan gantungan yang berwarna terang dengan bunyi musik yang menarik. Parallel play Pada permainan ini. tidak ada kerja sama. tetapi tidak terorganisasi. Dari permainan tersebut. Contoh permainan jenis ini adalah bermain boneka. Karakteristik permainan anak usia bayi adalah “sense of pleasure play”. tidak ada pemimpin atau yang memimpin permainan. Cooperative play Aturan permainan dalam kelompok tampak lebih jelas pada permainan jenis ini. 3. bermain hujan-hujanan dan bermain masak-masakan. anak dapat menggunakan alat permainan yang sama. dan usia 7 – 9 bulan. tetapi antara satu anak dengan anak lainnya tidak terjadi kontak satu sama lain sehingga antara anak satu dengan anak lain tidak ada sosialisasi satu sama lain. dan tujuan permainan tidak jelas. d. dan alat permainan tersebut berbeda dengan alat permainan yang digunakan temannya.b. juga tujuan dan pemimpin permainan. Oleh karena itu bayi harus ditidurkan atau diletakkan pada posisi yang memungkinkan agar dapat memandang bebas ke sekelilingnya. ada lima jenis permainan. yaitu : a. aturan main harus dijalankan oleh anak dan mereka harus dapat mencapai tujuan bersama.

Anak sudah lebih aktif. sedangkan pada usia lebih dari 2 tahun sampai 3 tahun. dan/atau mainan yang dapat didorong. berbagai boneka. tidak bias diam dan mulai mengembangkan otonomi dan kemampuannya untuk mandiri. Pada anak usia 1 sampai 2 tahun lebih jelas terlihat anak melakukan permainan sendiri dengan mainannya sendir. kreatif dan imajinatif. memberi mainan yang mudah dipegangnya dan berwarna terang. Jenis permainan yang tepat dipilih untuk anak usia toddler adalah “solitary play dan parallel play”. serta meletakkan mainan yang berbunyi di dekat telinganya. Jenis alat permainan yang tepat diberikan adalah boneka. Untuk itu alat permainan yang dapat diberikan pada bayi. Oleh kerena itu jenis permainan yang sesuai adalah “associative play. pasir. anak usia prasekolah mempunyai kemampuan motorik kasar dan halus yang lebih matang dari pada anak usia toddler.beri kesempatan untuk mendengar pembicaraan. dramatic play dan skill play”. stimulasi pendengaran. misalnya buku dengan warna yang terang an mencolok. yaitu banyak bergerak. tanah liat dan lilin warna-warni yang dapat dibentuk benda macam-macam c. b. dan sering berbicara dengan bayi. mengulangi suara yang dikeluarkannya. anak mulai dapat melakukan permainan secara parallel karena sudah dapat berkomunikasi dalam kelompoknya walaupun belum begitu jelas karena kemampuan berbahasa blum begitu lancar. biarkan bayi bermain air di dalam bak mandi. musik dan nyanyian yang menyenangkan. Anak usia prasekolah (>3 tahun sampai 6 tahun) Sejalan dengan pertumbuhan dan oerkembangannya. Demikian juga kemampuan berbicara dan berhubungan social dengan temannya semakin meningkat. dapat dilakukan permainan seperti mengajak bayi menonton TV. Anak melakukan permainan bersama-sama dengan temannya dengan komunikasi yang sesuai dengan kemampuan bahasanya. Oleh karena itu seringkali mainannya dibongkar-pasang. dan menunjukkan otonomi baik dalam memilih mainan maupun dalam aktivitas bermainnya. Oleh karena itu. Stimulasi pendengaran. Untuk stimulasi taktil. o Bayi usia 4 – 6 bulan Untuk menstimuli penglihatan. serta dapat pula Untuk dengan cara memberi cermin dan meletakkan dengan bayi cara didepannya selalu sehingga memungkinkan bayi dapat melihat bayangan di cermin. dapat dilakukan dengan memberikan mainan yang berwarna terang. bahkan dirusaknya. berikan mainan yang dapat digenggamnya. bola yang besar. Untuk itu harus diperhatikan keamanan dan keselamatan anak dengan cara tidak memberikan alat permainan yang tajam dan menimbulkan perlukaan. dapat dilakukan dengan memberi bayi boneka yang berbunyi. biarkan ia mencoret-coret sesuai keinginannya. dalam melakukan permainan. Anak juga sudah mampu memainkan peran orang tua . mainan yang bias dipegang dan berbunyi jika digerakkan. lembut dan lentur atau pada saat memandikan. spontan. Anak usia toddler (>1 tahun sampai 3 tahun) Anak usia toddler menunjukkan karakteristikyang khas. dapat dilakukan membiasakan memanggil namanya. atau berikan kepadanya kertas dan alat tulis. Anak mempunyai rasa ingin tahu yang besar. o Bayi usia 7 – 9 bulan Untuk stimulasi penglihatan. gelas dan sendok yang tidak pecah. anak lebih bebas.

Jika terlalu sulit. karang taruna dll. misalnya mobilmobilan. yaitu : 1. alat olah raga. F. sepak bola. mobil-mobilan. Sisi lain manfaat bermain bagi anak usia sekolah adalah mengembangkan kemampuannya untuk bersaing secara sehat. Juga sesuaikan dengan kognisinya. Mereka belajar norma kelompok sehingga dapat diterima dalam kelompoknya. Anak usia remaja (13 tahun sampai 18 tahun) Merujuk pada proses tumbuh-kembang anak remaja. misalnya dengan melakukan permainan berbagai macam olah raga. berenang dan permainan balok-balok besar d. dikatakan bahwa anak remaja akan mengalami krisis identitas hal dan yang apabila tidak sukses melewatinya. Anak usia sekolah (> 6 tahun sampai 12 tahun) Kemampuan social anak usia sekolah semakin meningkat. pemikiran dan sikapnya dalam menjalankan peran sebagai seorang perempuan. Untuk itu alat permainan yang tepat bias berupa berbagai macam alat olah raga. seperti obat-obatan terlarang karakteristik anak remaja perlu mengisi kegiatan yang konstruktif. Dengan demikian. Anak perempuan lebih tepat diberikan permainan yang dapat menstimulasinya untuk mengembangkan perasaan. tetapi juga dapat mengembangkan sensitivitasnya untuk terlibat dalam kelompok dan bekerja sama dengan sesamanya. anak jadi malas bermain dan . anak akan dsb. alat musik dan alat gambar atau lukis. jenis alat permainan yang tepat diberikan pada anak misalnya. seperti kelompok basket. Bagaimana anak dapat menerima kelebihan orang lain melalui permainan yang ditunjukkannya. SYARAT BERMAIN Ada beberapa hal yang dipersyaratkan untuk dapat melakukan kegiatan bermain yang baik untuk anak. yaitu disatu sisi akan meninggalkan masa kanak-kanak dan disisi lain masuk pada usia dewasa dan bertindak sebagai individu. Karakteristik permainan untuk anak usia sekolah dibedakan menurut jenis kelaminnya. ibu dan bapak atau ibu gurunya. misalnya alat untuk memasak dan boneka. sepeda. mencari Melihat kompensasinya pada berbahaya. tetapi juga lebih juga ke arah menyalurkan minat. Permainan yang menggunakan kemampuan motorik (skill paly) banyak dipilih anak usia prasekolah. Mereka lebih mampu bekerja sama dengan teman sepermainannya. seperti ayah.tertentu yang diidentifikasinya. Seringkali pergaulan dengan teman menjadi tempat belajar mengenal norma baik atau buruk. yaitu sejauh mana gerakan-gerakan otot tubuh siap melakukan gerakan-gerakan tertentu. bakat dan aspirasi serta membantu remaja untuk menemukan identitas pribadinya. Oleh karena itu. Perhatikan factor usia anak Sesuaikan mainan/aktivitas dengan kematangan motorik anak. yaitu sejauh mana anak mampu memahami permainan itu. Prinsip kegiatan bermainbagi anak remaja tidak hanya sekedar mencari kesenangan dan meningkatkan perkembangan fisio-emosional. e. Anak laki-laki lebih tepat jika diberikan mainan jenis mekanik yang akan menstimulasi kemampuan kreativitasnya dalam berkreasi sebagai seorang laki-laki. Untuk itu. dimana anak remaja berada dalam suatu fase peralihan. mendengarkan dan/atau bermain musik serta melakukan kegiatan organisasi remaja yang positif. permainan pada anak usia sekolah tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan ketrampilan fisik atau intelektualnya.

setelah itu makan atau mandi. dll. Hal ini juga untuk mengatasi segala persoalan yang dihadapi tiap anak. Oleh karena itu kita perlu selalu mendampingi mereka dalam bermain. FAKTOR BERMAIN • YANG MEMPENGARUHI AKTIVITAS Ada 5 (lima) factor yang mempengaruhi aktivitas bermain pada anak. seperti sulitnya berkonsentrasi terhadap suatu kegiatan. yaitu sesuai dengan tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak. cukup 10-30 menit karena rentang perhatiannya pun masih terbatas.tentunya jenis permainannya disesuaikan kondisi fisik. keamanan mainan harus diperhatikan betul. Dampingi anak Penting diingat. melainkan sarana untuk mendekatkan hubungan orang tua dengan anak jadi. 2. Namun sebaiknya bermain tak terlalu lama agar anak tak mengabaikan tugas-tugas lainnya seperti makan. Missal. Bagi anak yang sakit. Misalnya pilih permainan yang bisa dilakukan ditempat tidur seperti melipat. tidak tajam atau berujung runcing.jika kelewat gampang ia cepat bosan. orang tua dan perawat harus mengetahui dan memberikan jenis permainan yang tepat untuk setiap tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak. Demikian juga sebaliknya karena pada dasarnya permainan adalah alat stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak. berukurang kecil dan menggunakan listrik. G. Untuk anak yang lebih besar. memainkan jari-jemari sambil bercerita. Dengan demikian. Situasi ini juga dapat memacu pertumbuhan harga diri anak dengan memberikan penghargaan pada setiap hasil kegiatan atau penemuan-penemuan anak dalam proses bermain. Tanpa arahan kita anak akan bermain sendiri tanpa mengenal tujuan dari permainan tersebut. Pastikan mainannya aman Terlebih untuk bayi. buatlah komitmen lebih dulu. Tidak harus sehat Tentu akan lebih baik jika anak dalam kondisi sehat. jangan dipaksa 4. main tebak-tebakan. Pilih yang tidak mudah rusak/pecah ataupun terurai seperti manik-manik karena di khawatirkan akan masuk mulut atau lubang telingan/hidung. tidak menjepit dan tidak menimbulkan api. Jangan pula memberikan mainan yang bertali panjang. boleh main selama 1 jam. tidak mudah mengelupas. Namun kita hurus konsisten dengan aturan itu agar anak tidak bingung. mandi dan tidur. jika ia butuh banyak istirahat. ada yang aktif dan pasif. 3. . mainan bukan pengganti orang tua. Untuk bayi. Namun anak yang sakitpun diperbolehkan untuk bermain. malah bias mempercepat proses kesembuhannya. Lama bermain Tergantung karakteristik anak. mewarnai. Tentunya permainan anak usia bayi tidak lagi efektif untuk pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah. selalu dampingi anak kala bermain. yaitu : Tahap perkembangan anak Aktivitas bermain yang tepat dilakukan anak. catnya tidak beracun (nontoxic). Untuk itu pilihlah mainan yang dapat merangsang kreativitas anak. Selain itu secara umum mainan anak haruslah tidak boleh ada bagian yang mudah tertelan. menggambar atau mendengarkan dongeng. 5.

akan lebih merangsang anak untuk kreatif. melompat dan bermain dengan teman sekelompoknya. tetapi lebih diutamakan yang dapat menstimulus imajinasi dan kreativitas anak. . Yang penting pada saat kondisi anak sedang menurun atau anak terkena sakit. Kebutuhan bermain pada anak sama halnya dengan kebutuhan bekerja pada orang dewasa. tetapi yang harus diingat bahwa alat permainan harus aman bagi anak. keyakinan keluarga tentang moral dan budaya juga mempengaruhi bagaimana anak di didik melalui permainan. bahkan dirawat di rumah sakit. Sementara lingkungan fisik sekitar lebih banyak mempengaruhi ruang gerak anak untuk melakukan aktivitas fisik dan motorik. Hal ini di latarbelakangi oleh alasan adanya tuntutan perilaku yang berbeda antara laki-laki dan perempuan dan hal ini dipelajari melalui media permainan. • Jenis kelamin anak Ada bebarapa pndangan tentang konsep gender dalam kaitannya dengan permainan anak. Alat permainan yang harus didorong. berlari. bukan berarti anak tidak perlu bermain pada saat sedang sakit. Alat permainan tidak selalu harus yang dibeli di took atau mainan jadi. imajinasi. Akan tetapi.• Status kesehatan anak Untuk melakukan aktivitas bermain diperlukan energi. Orang tua dan anak dapat memilih mainan bersama-sama. Dalam melaksanakan aktivitas bermain tidak membedakan jenis kelamin laki-laki atau perempuan. Permainan membantu anak untuk meningkatkan kemampuan dalam mengenal norma dan aturan serta interaksi social dengan orang lain. Label yang tertera pada mainan harus dibaca terlebih dahulu sebelum membelinya. bahkan seringkali mainan tradisional yang dibuat sendiri dari atau berasal dari benda-benda di sekitar kehidupan anak. apakah mainan tersebut sesuai dengan usia anak. dan dimanipulasi. orang tua harus membantu anak memilihkan mainan yang aman. bahkan sering kali mainan tradisional yang dibuat sendiri dari/atau berasal dari benda-benda di sekitar kehidupan anak akan lebih merangsang anak untuk kreatif. Semua alat permainan dapat digunakan oleh anak laki-laki atau perempuan untuk mengembangkan daya pikir. budaya dan lingkungan fisik rumah. Fasilitas bermain tidak selalu harus yang dibeli di took atau mainan jadi. walaupun demikian. Pilih yang sesuai dengan tahap tumbuh kembang anak. orang tua dan perawat harus jeli memilihkan permainan yang dapat dilakukan anak sesuai dengan prinsip bermain pada anak yang sedang dirawat di rumah sakit. ada pendapat lain yang meyakini bahwa permainan adalah salah satu alat untuk membantu anak mengenal identitas diri sehingga sebagian alat permainan anak perempuan tidak dianjurkan untuk digunakan oleh anak laki-laki. akan manegajarkan anak untuk dapat mengembangkan kemampuan koordinasi alat gerak. tetapi lebih diutamakan yang dapat menstimulus imajinasi dan kreativitas anak. ditarik. Lingkungan rumah yang cukup luas untuk bermain memungkinkan anak mempunyai cukup ruang gerak untuk bermain. mondar-mandir. kreativitas dan kemampuan social anak. Oleh karena itu. berjalan. • Alat dan jenis permainan yang cocok atau sesuai bagi anak Orang tua harus bijaksana dalam memberikan alat permainan untuk anak. • Lingkungan yang mendukung Terselenggaranya aktivitas bermain yang baik untuk perkembangan anak salah satunya dipengaruhi oleh nilai moral.

Meningkatkan hubungan antara klien (anak dan keluarga) dan perawat 2. Permainan tidak boleh bertentangan dengan pengobatan yang sedang dijalankan pada anak. Melibatkan orang tua • KEUNTUNGAN BERMAIN PADA ANAK DI RUMAH SAKIT 1. Permainan harus melibatkan kelompok umur yang sama 5. sedih. tetapi juga akan membantu anak mengekspresikan perasaan dan pikiran cemas. Permainan yang terapeutuk akan dapat meningkatkan kemampuan anak untuk mempunyai tingkah laku yang positif • TUJUAN BERMAIN DI RUMAH SAKIT Kebutuhan bermain mengacu pada tahapan tumbuh kembang anak. harus dipilih permainan yang dapat dilakukan di tempat tidur. Yang penting adalah alat permainan yang digunakan harus menggambarkan kreativitas perawat dan orang tua. • PROSES KEGIATAN BERMAIN Uraikan kegiatan bermain yang akan dilakukan. Permainan pada anak di rumah sakit tidak hanya memberikan rasa senang pada anak. bahkan apabila tampak adanya kelelahan pada anak permainan tidak boleh di teruskan.• PRINSIP PERMAINAN PADA ANAK DI RUMAH SAKIT 1. Gunakan alat permainan yang dimiliki anak atau yang tersedia di ruang perawatan. uraikan dengan jelas aktivitas setiap anggota kelompok dalam permainan dan kegiatan orang tua setiap anak. serta dapat menjadi media untuk eksplorasi perasaan anak. . Proses dalam melakukan permainan merupakan hal yang terpenting. bukan semata-mata hasilnya. Perawatan di rumah sakit akan membatasi kemampuan anak untuk mandiri. takut. Aktivitas bermain yang terprogram akan memulihkan perasaan mandiri pada anak 3. cemas. Permainan yang tidak membutuhkan banyak energi. • PELAKSANAAN KEGIATAN BERMAIN Selama kegiatan bermain respons anak dan orang tua harus diobservasi dan menjadi catatan penting bagi perawat. sedangkan tujuan yang ditetapkan harus memperhatikan prinsip bermain bagi anak di rumah sakit yaitu menekankan pada upaya ekspresi sekaligus relaksasi dan distraksi dari perasaan takut. Permainan harus mempertimbangkan keamanan anak 4. • ALAT PERMAINAN YANG DIPERLUKAN Alat permainan yang digunakan tidak harus yang baru dan bagus. Apabila permainan akan dilakukan dalam kelompok. Apabila anak harus tirah baring. Ingat bahwa perawat hanya sebagai fasilitator dan kegiatan bermain harus dilakukan secara aktif oleh anak dan orang tuanya. dan anak tidak boleh diajak bermain dengan kelompoknya di tempat bermain khusus yang ada di ruangan rawat. Kegiatan bermain yang dijalankan mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. tegang dan nyeri. singkat dan sederhana 3. 2. sedih tegang dan nyeri 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful