SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perjalanan sejarah sistem politik dan penegakan hukum Indonesia selama 62 tahun menunjukkan suatu bukti bahwa semata-mata konstitusi dalam wujud UUD tidak dapat dijadikan pegangan dalam kehidupan sistem politik yang demokratis maupun penegakan hukum. UUD 1945 telah berlaku di empat periode kepemerintahan, masa Kemerdekaan (1945-1959), era Demokrasi Terpimpin (1959-1966), masa Orde Baru (1966-1998) dan era Reformasi (1998Sekarang). Semuanya ternyata menunjukkan corak dan karakter kepemerintahan yang berbeda satu periode dengan periode lainnya. Di masa kemerdekaan, meski berlaku tiga macam UUD (1945, RIS dan 1950) namun kehidupan sistem demokrasi dapat berjalan dan hukum dapat ditegakkan. Setelah dekrit presiden 5 Juli 1959, UUD 1945 kembali berlaku dan dinyatakan penggunaan sistem Demokrasi Terpimpin, namun yang berlaku sistem otoritarian (Hatta, Demokrasi Kita, 1960). Buktinya, terjadi pembubaran partai politik yang tidak sejalan dengan keinginan pemerintah (yaitu, Masyumi dan PSI), media massa yang kritis dibredel, penangkapan dan penawanan lawan politik pemerintah tanpa proses hukum termasuk para pendiri partai mantan-mantan Perdana Menteri, mantanmantan menteri, pemimpin ormas juga ulama. Sehingga hukum didominasi penguasa tunggal di masa itu. Masa itu kemudian beralih kepada masa pemerintahan Orde Baru tahun 1966. Awal permulaan masa ini membawa dan menumbuhkan harapan baru sistem demokrasi dan penegakan hukum setelah rakyat bersama mahasiswa dan pelajar secara bergelombang turun ke jalan menentang kesewenang-wenagan PKI. Rakyat dan pemerintah bekerjasama menjalankan pemerintahan yang demokratis dan menegakan hukum dengan semboyan “kembali ke UUD 1945 dengan murni dan konsekuen”. Suasana harmonis itu ternyata tidak berlangsung lama. Sejak dikeluarkannya UU No. 15 dan 16 Tahun 1969, tentang Pemilu dan tentang Susunan dan Kedudukan Lembaga Negara. Dari sini mulai nampak keinginan politik elit penguasa untuk menghimpun kekuatan dan meraih kemenganan mutlak pada pemilu yang sedianya akan diselenggarakan pada tahun 1970 ternyata baru dapat dilaksanakan tahun 1971, karena usaha penggalangan kekuatan lewat Golongan Karya (GOLKAR) memerlukan waktu cukup lama. Contoh, tahun 1970 pemerintah mencoba menggalang kekuatan mahasiswa dengan mengadakan Kongres Mahasiswa se-Indonesia di Bogor. Semula Departemen Dalam Negeri menghendaki terbentuknya satu wadah mahasiswa Indonesia dengan nama NUS (National Union Student) namun mayoritas mahasiswa tetap menghendaki pemerintahan mahasiswa (Student Government) dalam wadah Dewan Mahasiswa di masing-masing perguruan tinggi.

Akhirnya telah tercatat dalam sejarah, dari pemilu ke pemilu, kemenagan mutlak diraih oleh GOLKAR sebagai mesin politik pemerintah Orde Baru yang dikawal oleh ABRI. Seluruh Lembaga Negara, baik tinggi maupun tertinggi telah dikuasai, dari Presiden, Panglima Tertinggi sampai ke lurah dan kepala desa, bahkan sampai RT, RW. Masa pemerintahan yang begitu panjang menjadi arena membungkam demokrasi dan menenggelamkan partisipasi masyarakat luas dalam hampir semua sektor kehidupan, sampai untuk membangun gedung-gedung SD di seluruh Indonesia harus lewat Inpres (instruksi presiden). Maka dapat disaksikan menjelang akhir kekuasaan Orde Baru, ketika terjadi krisis moneter; ekonomi yang dibangun dengan stabilitas politik dan keamanan itu rontok seperti bangunan tanpa pondasi yang dilanda gempa bumi, rata dengan tanah! Masa sekarang, Era Reformasi yang diawali dengan perubahan mendadak dari sistem politik otoriter ke sistem demokrasi. Saat pemerintahan transisi di bawah presiden BJ Habibie, sendisendi demokrasi berubah 180 derajat. Kebebasan membentuk partai politik, Lembaga-lembaga perwakilan bebas berbicara, Pers yang sebelumnya tercekam oleh ancaman pencabutan SIUP mendadak sontak dibebaskan tanpa SIUP. Rakyat bebas menyampaikan aspirasinya lewat demonstrasi. Akibat kebebasan yang begitu tiba-tiba terjadilah euphoria politik di lingkungan elit politik baru dan lama. Terjadi kebebasan yang hampir-hampir berakibat tindakan-tindakan anarkis di kalangan masyarakat. Demokrasi tanpa persiapan dengan perangkat hukum yang melandasinya. Pengamat ada yang menyebut, di era Reformasi ini, sepertinya yang nampak masyarakat, sedangkan pemerintah tenggelam. Adapun di zaman Orde Baru yang tampak pemerintah sedangkan rakyatnya tenggelam. Sistem pemerintahan negara yang didasarkan dalam undang-undang dasar 1945 adalah: 1. Indonesia adalah negara berdasar atas hukum (rechsstaat) Negara Indonesia berdasarkan atas hukum, tidak berdasarkan atas kekusaan belaka. 1. Sistem konstitusional Pemerintahan berdasar atas sistem konstitusi (hukum dasar), tidak bersifat absolutisme (kekuasaan yang tidak terbatas). 1. Kekuasaan negara tertinggi ditangan majelis permusyawaratan rakyat Majelis ini yang memegang kekuasaan yang tertinggi, sedangkan presiden harus menjalankan garis-garis besar yang telah ditetapkan oleh majelis. Presiden yang diangkat oleh majelis, tunduk dan bertanggung jawab kepada majelis. Beliau adalah ”mandataris” dari majelis, ia berwajib menjalankan putusan-putusan majelis. 1. Presiden ialah penyelenggara pemerintah negara tertinggi dibawah majelis

Dalam menjalankan pemerintahan negara, kekuasaan dan tanggung jawab adalah ditangan presiden. 1. Presiden tidak bertanggung jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat Presiden harus mendapat persetujuan DPR untuk membentuk undang-undang dan untuk menetapkan anggaran pendapatan dan belanja negara. Presiden harus bekerja bersama-sama dengan dewan, akan tetapi presiden tidak bertanggung jawab kepada dewan, artinya kedudukan presiden tidak bergantung dari pada dewan, melainkan sejajar. 1. Menteri negara adalah pembantu presiden Menteri Negara tidak bertanggung jawab kepada DPR. Presiden menangkat dan memberhntikan menteri-menteri negara. Kedudukannya tergantung dari presiden. 1. Kekuasaan kepala negara tidak tak terbatas Meskipun kepala negara tidak bertanggung jawab kepada DPR, ia bukan ”diktator”, ia bertanggung jawab kepada MPR, selain itu juga harus mendengarkan suara – suara DPR. 1. Kedudukan DPR adalah kuat Angota DPR semuanya merangkap menjadi anggota MPR. Oleh karena itu, DPR dapat senantiasa mengawasi tindakan-tindakan presiden dan jika dewan menganggap presiden melanggar haluan negara yang telah ditetapkan oleh UUD atau MPR, maka majelis itu dapat diundang untuk persidangan istimewa agar supaya dapat diminta pertanggung jawab presiden. 1. Menteri-menteri negara bukan pegawai tinggi biasa Meskipun menteri negara kedudukannya bergantung kepada presiden, tetapi mereka bukan pagawai biasa karena menteri-menterilah yang menjalankan kekuasaan pemerintah dalam praktek. 1.2 Tujuan Penulisan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk membandingkan antara sistem pemerintahan yamg sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 dengan kenyaatan sistem pemerintahan yang terjadi sekarang ini. BAB II PERMASALAHAN 2.1 Periode Menjelang Kemerdekaan Republik Indonesia Pada 6 Agustus 1945, 2 bom atom dijatuhkan ke dua kota di Jepang, Hiroshima dan Nagasaki oleh Amerika Serikat. Ini menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan

sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya. 7 Agustus 1945, BPUPKI berganti nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Pada 9 Agustus 1945 Soekarno, Hatta dan Radjiman Wedyodiningrat diterbangkan ke Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang menuju kehancuran tetapi Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada 24 Agustus. Sementara itu, di Indonesia, Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio pada tanggal 10 Agustus 1945, bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiapsiap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang. Saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air pada tanggal 14 Agustus 1945, Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan. Namun Soekarno belum yakin bahwa Jepang memang telah menyerah, dan proklamasi kemerdekaan RI saat itu dapat menimbulkan pertumpahan darah yang besar, dan dapat berakibat sangat fatal jika para pejuang Indonesia belum siap. Pada 15 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu. Tentara dan Angkatan Laut Jepang masih berkuasa di Indonesia karena Jepang telah berjanji akan mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Belanda. Para pemuda pejuang, termasuk Chaerul Saleh, yang tergabung dalam gerakan bawah tanah kehilangan kesabaran, dan pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945 mereka menculik Soekarno dan Hatta, dan membawanya ke Rengasdengklok, yang kemudian terkenal sebagai peristiwa Rengasdengklok. Di sini, mereka kembali meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun risikonya. Malam harinya, Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta, bertemu dengan Jenderal Moichiro Yamamoto dan bermalam di kediaman Laksamana Muda Maeda Tadashi. Dari komunikasi antara Hatta dan tangan kanan komandan Jepang di Jawa ini, Soekarno dan Hatta menjadi yakin bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu, dan tidak memiliki wewenang lagi untuk memberikan kemerdekaan. Mengetahui bahwa proklamasi tanpa pertumpahan darah telah tidak mungkin lagi, Soekarno, Hatta dan anggota PPKI lainnya malam itu juga rapat dan menyiapkan teks Proklamasi yang kemudian dibacakan pada pagi hari tanggal 17 Agustus 1945. Tentara Pembela Tanah Air, kelompok muda radikal, dan rakyat Jakarta mengorganisasi pertahanan di kediaman Soekarno. Selebaran kemudian dibagi-bagikan berisi tentang pengumuman proklamasi kemerdekaan. Adam Malik juga mengirim pesan singkat pengumuman Proklamasi ke luar negeri. 2.2 Pasca-Kemerdekaan 18 Agustus 1945, PPKI membentuk sebuah pemerintahan sementara dengan Soekarno sebagai Presiden dan Hatta sebagai Wakil Presiden. Piagam Jakarta yang memasukkan kata “Islam” di dalam sila pertama Pancasila, dihilangkan dari mukadimah konstitusi yang baru.

3 Sistem Pemerintahan Tahun 1950-1959 (Pemerintahan Parlemen) Pada tahun 1945-1950. ditetapkan sebagai UUD 45. Jepang melucuti senjata mereka dan membubarkan PETA Dan Heiho. Pada 29 Agustus 1945 Rancangan konstitusi bentukan PPKI yang telah diumumkan pada 18 Agustus 1945. Maluku. Sulawesi. Dewan Konstituante diserahi tugas membuat undang-undang dasar yang baru sesuai amanat UUDS 1950. 23 Agustus 1945 Soekarno mengirimkan pesan radio pertama ke seluruh negeri. Soekarno dan Hatta secara resmi diangkat menjadi Presiden dan Wakil Presiden. yang membubarkan Konstituante. dimana periode ini berlangsung dari 17 Agustus 1950 sampai 5 Juli 1959. Negara Indonesia Timur. angkatan bersenjata Indonesia yang pertama mulai dibentuk dari bekas anggota PETA dan Heiho. terjadi perubahan sistem pemerintahan dari presidentil menjadi parlemen. Pada 22 Agustus 1945. Dimana dalam sistem pemerintahan presidentil. Pemerintahan Republik Indonesia yang baru. Negara Indonesia diperintah dengan menggunakan Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia 1950 yang menganut sistem kabinet parlementer. dan Negara Sumatera Timur dihasilkan perjanjian pembentukan Negara Kesatuan pada tanggal 17 Agustus 1950. Kalimantan. yaitu sebagai badan eksekutif dan merangkap sekaligus sebagai badan legislatif. Beberapa hari sebelumnya. presien memiki fungsi ganda. pada saat itu terjadi demo besar-besaran menuntut pembuatan suatu Negara Kesatuan. Maka melalui perjanjian antara tiga negara bagian. dan Sunda Kecil. Era 1950-1959 ialah era dimana presiden Soekarno memerintah menggunakan konstitusi Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia 1950. Soekarno mengeluarkan Dekrit 5 Juli 1959. Kabinet Presidensial. Sejak 17 Agustus 1950. Jawa Timur. Jawa Barat. beberapa batalion PETA telah diberitahu untuk membubarkan diri. Namun sampai tahun 1959 badan ini belum juga bisa membuat konstitusi baru. mulai bertugas pada 31 Agustus. Akhirnya. Jawa Tengah. Banyak anggota kelompok ini yang belum mendengar tentang kemerdekaan. PPKI kemudian berubah nama menjadi KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat). KNIP ini adalah lembaga sementara yang bertugas sampai pemilu dilaksanakan. Maka Presiden Soekarno menyampaikan konsepsi tentang Demokrasi Terpimpin pada DPR hasil pemilu yang berisi ide untuk kembali pada UUD 1945. 2. Pada masa ini terjadi banyak pergantian kabinet diakibatkan situasi politik yang tidak stabil. Tercatat ada 7 kabinet pada masa ini. Jepang mengumumkan mereka menyerah di depan umum di Jakarta. Badan Keamanan Rakyat. Sebelum Republik Indonesia Serikat dinyatakan bubar. * 1950-1951 – Kabinet Natsir * 1951-1952 – Kabinet Sukiman-Suwirjo * 1952-1953 – Kabinet Wilopo * 1953-1955 – Kabinet Ali Sastroamidjojo I . Negara Republik Indonesia.Republik Indonesia yang baru lahir ini terdiri 8 provinsi: Sumatra.

dengan semboyan “Kembali ke UUD’ 45″. Pendapatan ekspor menurun. Menurut laporan di “Suara Pemuda Indonesia”: Sebelum akhir tahun 1960. Isi dari Dekrit Presiden tersebut ialah: 1. mereka juga mendukung penekanan terhadap perlawanan penduduk adat. 2. Kembali berlakunya UUD 1945 dan tidak berlakunya lagi UUDS 1950 3. Amerika Serikat telah melengkapi 43 batalyon angkatan bersenjata.4 Sistem Pemerintahan Tahun 1959-1968 (Demokrasi Terpimpin) Demokrasi terpimpin adalah sebuah demokrasi yang sempat ada di Indonesia. cadangan devisa menurun. Pada bulan 5 Juli 1959 parlemen dibubarkan dan Presiden Sukarno menetapkan konstitusi di bawah Dekrit Presiden. perebutan Irian Barat secara militer oleh Indonesia mendapat dukungan penuh dari kepemimpinan PKI. dan sebaliknya menyatakan diberlakukannya kembali Undang-Undang Dasar 1945. inflasi terus menaik dan korupsi birokrat dan militer menjadi wabah. tentu saja. Era “Demokrasi Terpimpin”.5 Sistem Pemerintahan Tahun 1968-1998 (Orde Baru) . yang seluruh keputusan serta pemikiran berpusat pada pemimpinnya saja. Masa sesudah ini lazim disebut masa Demokrasi Terpimpin. PKI menyambut “Demokrasi Terpimpin” Sukarno dengan hangat dan anggapan bahwa PKI mempunyai mandat untuk persekutuan konsepsi yaitu antara nasionalisme. Pembubaran Konstituante 2. Amerika Serikat memberikan 64 juta dollar dalam bentuk bantuan militer untuk jendral-jendral militer Indonesia. Kepala Badan untuk Pembangunan Internasional di Amerika pernah sekali mengatakan bahwa bantuan AS. Soekarno juga membubarkan Dewan Konstituante yang ditugasi untuk menyusun Undang-Undang Dasar yang baru. Soekarno memperkuat tangan Angkatan Bersenjata dengan mengangkat para jendral militer ke posisi-posisi yang penting. lebih dari 200 perwira tingkatan tinggi telah dilatih di AS. yaitu kolaborasi antara kepemimpinan PKI dan kaum borjuis nasional dalam menekan pergerakan-pergerakan independen kaum buruh dan petani.* 1955-1956 – Kabinet Burhanuddin Harahap * 1956-1957 – Kabinet Ali Sastroamidjojo II * 1957-1959 – Kabinet Djuanda Dekrit Presiden 5 Juli 1959 ialah dekrit yang mengakhiri masa parlementer dan digunakan kembalinya UUD 1945. agama (Islam) dan komunisme yang dinamakan NASAKOM. Tiap tahun AS melatih perwira-perwira militer sayap kanan. Antara tahun 1959 dan tahun 1965. Di antara tahun 1956 dan 1959. bukan untuk mendukung Sukarno dan bahwa AS telah melatih sejumlah besar perwira-perwira angkatan bersenjata dan orang sipil yang mau membentuk kesatuan militer untuk membuat Indonesia sebuah “negara bebas”. gagal memecahkan masalah-masalah politis dan ekonomi yang mendesak. Di tahun 1962. Pembentukan MPRS dan DPAS 2. dan ratusan perwira angkatan rendah terlatih setiap tahun.

Pembagian PAD juga kurang adil karena 70% dari PAD tiap provinsi tiap tahunnya harus disetor kepada Jakarta. Hal ini mengakibatkan aspirasi rakyat sering kurang didengar oleh pusat. kesenjangan antara rakyat yang kaya dan miskin juga semakin melebar. Dengan ditopang kekuatan Golkar. Dalam jangka waktu tersebut. 1993. 1983. DPR dan MPR tidak berfungsi secara efektif. tepat 16 tahun setelah Indonesia diterima pertama kalinya. Instrumen penelitian khusus diterapkan untuk menyeleksi kekuatan lama ikut dalam gerbong Orde Baru. Pengadilan digelar dan sebagian dari mereka yang terlibat “dibuang” ke Pulau Buru. dan 1998. sehingga melebarkan jurang pembangunan antara pusat dan daerah. KTP ditandai ET (eks tapol). Orde Baru hadir dengan semangat “koreksi total” atas penyimpangan yang dilakukan Orde Lama Soekarno. Soeharto menarik garis yang sangat tegas. Soeharto siap dengan konsep pembangunan yang diadopsi dari seminar Seskoad II 1966 dan konsep akselerasi pembangunan II yang diusung Ali Moertopo. Soeharto merestrukturisasi politik dan ekonomi dengan dwitujuan. TNI. Orde Baru berlangsung dari tahun 1968 hingga 1998. Pengucilan politik dilakukan terhadap orang-orang yang terkait dengan Partai Komunis Indonesia. Indonesia pada tanggal 19 September 1966 mengumumkan bahwa Indonesia bermaksud untuk melanjutkan kerjasama dengan PBB dan melanjutkan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan PBB. MPR secara resmi melantik Soeharto untuk masa jabatan 5 tahun sebagai presiden. Anggotanya bahkan seringkali dipilih dari kalangan militer.Orde Baru adalah sebutan bagi masa pemerintahan Presiden Soeharto di Indonesia. dan menjadi anggota PBB kembali pada tanggal 28 September 1966. Sanksi non-kriminal diberlakukan dengan pengucilan politik melalui pembuatan aturan administratif. 1988. Orde Lama atau Orde Baru. jumlah orang yang kelaparan dikurangi dengan besar pada tahun 1970an dan 1980-an. Soeharto mampu menciptakan sistem politik dengan tingkat kestabilan politik yang tinggi. Presiden Soeharto memulai “Orde Baru” dalam dunia politik Indonesia dan secara dramatis mengubah kebijakan luar negeri dan dalam negeri dari jalan yang ditempuh Soekarno pada akhir masa jabatannya. Salah satu kebijakan pertama yang dilakukannya adalah mendaftarkan Indonesia menjadi anggota PBB lagi. Contohnya. Sanksi kriminal dilakukan dengan menggelar Mahkamah Militer Luar Biasa untuk mengadili pihak yang dikonstruksikan Soeharto sebagai pemberontak. Selain itu. kebijakan-kebijakan ini. Orde Baru menggantikan Orde Lama yang merujuk kepada era pemerintahan Soekarno. Selama masa pemerintahannya. dan pengeksploitasian sumber daya alam secara besar-besaran menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar namun tidak merata di Indonesia. Pada tahap awal. bisa tercapainya stabilitas politik pada satu sisi dan pertumbuhan ekonomi di pihak lain. Pada 27 Maret 1968. khususnya mereka yang dekat dengan Cendana. . dan lembaga pemikir serta dukungan kapital internasional. dan dia kemudian dilantik kembali secara berturut-turut pada tahun 1973. 1978. ekonomi Indonesia berkembang pesat meski hal ini dibarengi praktek korupsi yang merajalela di negara ini. Orde Baru memilih perbaikan dan perkembangan ekonomi sebagai tujuan utamanya dan menempuh kebijakannya melalui struktur administratif yang didominasi militer namun dengan nasehat dari ahli ekonomi didikan Barat.

000 * Sukses transmigrasi * Sukses KB * Sukses memerangi buta huruf * Sukses swasembada pangan * Pengangguran minimum * Sukses REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun) * Sukses Gerakan Wajib Belajar * Sukses Gerakan Nasional Orang-Tua Asuh * Sukses keamanan dalam negeri * Investor asing mau menanamkan modal di Indonesia * Sukses menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta produk dalam negeri Kekurangan Sistem Pemerintahan Orde Baru * Semaraknya korupsi. sebagian disebabkan karena kekayaan daerah sebagian besar disedot ke pusat * Munculnya rasa ketidakpuasan di sejumlah daerah karena kesenjangan pembangunan.Di masa Orde Baru pemerintah sangat mengutamakan persatuan bangsa Indonesia. Pada awal Era Reformasi konflik laten ini meledak menjadi terbuka antara lain dalam bentuk konflik Ambon dan konflik Madura-Dayak di Kalimantan. nepotisme * Pembangunan Indonesia yang tidak merata dan timbulnya kesenjangan pembangunan antara pusat dan daerah. antara lain dengan program “Penembakan Misterius” (petrus) * Tidak ada rencana suksesi . Sulawesi. Namun dampak negatif yang tidak diperhitungkan dari program ini adalah terjadinya marjinalisasi terhadap penduduk setempat dan kecemburuan terhadap penduduk pendatang yang banyak mendapatkan bantuan pemerintah. Salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah adalah meningkatkan transmigrasi dari daerah yang padat penduduknya seperti Jawa. diwarnai oleh banyak koran dan majalah yang dibreidel * Penggunaan kekerasan untuk menciptakan keamanan. Muncul tuduhan bahwa program transmigrasi sama dengan jawanisasi yang disertai sentimen anti-Jawa di berbagai daerah. terutama ke Kalimantan. Setiap hari media massa seperti radio dan televisi mendengungkan slogan “persatuan dan kesatuan bangsa”. terutama di Aceh dan Papua * Kecemburuan antara penduduk setempat dengan para transmigran yang memperoleh tunjangan pemerintah yang cukup besar pada tahun-tahun pertamanya * Bertambahnya kesenjangan sosial (perbedaan pendapatan yang tidak merata bagi si kaya dan si miskin) * Kritik dibungkam dan oposisi diharamkan * Kebebasan pers sangat terbatas. Timor Timur. Kelebihan sistem Pemerintahan Orde Baru * Perkembangan GDP per kapita Indonesia yang pada tahun 1968 hanya AS$70 dan pada 1996 telah mencapai lebih dari AS$1.[1] Sementara itu gejolak di Papua yang dipicu oleh rasa diperlakukan tidak adil dalam pembagian keuntungan pengelolaan sumber alamnya. Bali dan Madura ke luar Jawa. kolusi. juga diperkuat oleh ketidaksukaan terhadap para transmigran. dan Irian Jaya. meskipun tidak semua transmigran itu orang Jawa.

ini adalah proses awal demokrasi pemerintahan dan kekuasaan di Indonesia. yang awalnya dipimpin para mahasiswa. B. Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998. demokrasi di Indonesia telah berkali-kali mengalami perubahan. Soeharto kemudian memilih sang Wakil Presiden. Selangkah-demi langkah. inflasi meningkat tajam. Masih adanya tokoh-tokoh penting pada masa Orde Baru di jajaran pemerintahan pada masa Reformasi ini sering membuat beberapa orang mengatakan bahwa Orde Baru masih belum berakhir. Pemerintahan Soeharto semakin disorot setelah Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 yang kemudian memicu Kerusuhan Mei 1998 sehari setelahnya. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang masih “muda” mencoba menerapkan konsep demokrasi parlementer di dalam kehidupan politiknya. Era Reformasi di Indonesia dimulai pada pertengahan 1998. upaya penyematan demokrasi sebagai salah satu kerangka berpikir kenegaraan terus dilakukan. Isu sistem demokrasi parlementer yang menetapkan Presiden sebagai . 2. Gerakan mahasiswa pun meluas hampir diseluruh Indonesia. Habibie. disertai kemarau terburuk dalam 50 tahun terakhir dan harga minyak. Para demonstran. Soeharto akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Rupiah jatuh. tepatnya saat Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 dan digantikan wakil presiden BJ Habibie. meminta pengunduran diri Soeharto. BAB III PEMBAHASAN Secara historis. untuk kemudian digantikan “Era Reformasi“.1 Demokrasi Parlementer : Pluralitas Pembawa Bencana Setelah era paska kemerdekaan. Oleh karena itu Era Reformasi atau Orde Reformasi sering disebut sebagai “Era Pasca Orde Baru”. dan perpindahan modal dipercepat. Meskipun model demokrasi ini hancur lebur sebelum diterapkan dengan baik dan utuh akibat dekrit presiden tanggal 5 juli 1959. Berikut ini adalah salah satu analisis dialektikhistoris pada penerapan demokrasi di Indonesia. gas dan komoditas ekspor lainnya yang semakin jatuh. Di tengah gejolak kemarahan massa yang meluas. Krisis finansial Asia yang menyebabkan ekonomi Indonesia melemah dan semakin besarnya ketidak puasan masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan pimpinan Soeharto saat itu menyebabkan terjadinya demonstrasi besar-besaran yang dilakukan berbagai organ aksi mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia. Di bawah tekanan yang besar dari dalam maupun luar negeri.Pada pertengahan 1997.6 Sistem Pemerintahan Tahun 1998-Sekarang (Reformasi) Mundurnya Soeharto dari jabatannya pada tahun 1998 dapat dikatakan sebagai tanda akhirnya Orde Baru. Indonesia diserang krisis keuangan dan ekonomi Asia (untuk lebih jelas lihat: Krisis finansial Asia). 3. Diharapkan hal ini bisa mewujudkan demokrasi berbau indonesia meski konsep dasar mengadopsi teori demokrasi luar. untuk menjadi presiden ketiga Indonesia. tiga bulan setelah MPR melantiknya untuk masa bakti ketujuh. J.

Ekonomi Terpimpin. yakni Islam. Sosialisme ala Islam. Akhirnya. Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) pun difungsikan sebagai lembaga legislatif. Hatta beberapa bulan setelah proklamasi. Pertikaian antarmiliter. pada tanggal 5 Juli 1959 Sukarno mengeluarkan dekrit presiden dan menyatakan Konstituante dibubarkan serta UUD ’45 diberlakukan lagi.kepala Negara konstitusional dan menteri-menterinya yang mempunyai tanggung jawab politik sebenarnya telah dilandaskan oleh Moh. DPR dan Konstituante yang dilahirkan setelah pemilu 1955. bangsa Indonesia tidak mempunyai kedaulatan penuh jika masih melakukan kompromi dengan belanda soal sistem pemerintahan. Belanda tentang perubahan Republik Indonesia menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) ditengarai sebagai proyek pemerintah Belanda agar bisa terus mengontrol Indonesia. Pluralitas dan multi-partai yang menjadi jargon demokrasi parlementer berujung pada pertarungan ideologis partai yang sangat berpengaruh di Indonesia. Karena itu. Inilah awal kehancuran demokrasi parlementer di bumi pertiwi dan bermulanya sistem demokrasi terpimpin.2 Demokrasi Terpimpin (Orde Lama): Konstruk Ideologi Sosialis Secara sederhana. Konflik antar partai tidak bisa dielakkan. RIS sendiri terdiri dari lima belas negara bagian buatan Belanda. yang telah didudukinya selama tiga tahun. 3. Pemilu pertama tahun 1955 yang diharapkan menjadi tonggak demokrasi sebenarnya salah satu pemicu peralihan demokrasi menjadi ultrademokrasi yang menjurus anarkisme. Dan. Namun ini berakibat fatal. kekuatan ideologis dapat dipetakan menjadi tiga bagian. Demokrasi Terpimpin. Demokrasi Terpimpin bercirikan dominasi penuh dari presiden. pergolakan daerah melawan pusat. Maklumat Wakil Presiden (Wapres) X pada 16 Oktober 1945 menyatakan bahwa pemerintah Indonesia harus membangun sistem banyak partai dan menggusur kekuasaan rangkap presiden (sebagai penguasa eksekutif dan legislatif sekaligus) sebelum MPR dan DPR dibentuk. konstituante itu pulalah yang nantinya bertugas menyusun konstitusi baru. malah berafiliasi dengan pihak nasionalis untuk menghadapi partai-partai Islam yang dikhawatirkan mendirikan Negara Islam. inflasi ekonomi dan masa depan Indonesia menjadi suram. Nasionalis dan Sosialis. tawaran sistem parlementer ternyata mengakibat semrawutnya pemerintahan karena elemen-elemen pemerintahan merasa mempunyai andil untuk mengatur Negara sehingga menjadi tidak jelas “siapa mengatur siapa”. pengaruh komunis yang semakin berkembang dan peranan ABRI yang meluas sebagai unsur sosial politik. Demokrasi ini dinamakan Sukarno dengan Manipol-Usdek (UUD 1945. ini juga membias pada elit-elit politik yang bercokol di pemerintahan. PKI yang sebelumnya runtuh akibat pemberontakan Madiun 1948 bangkit dengan cepat. Menurut Hatta. Sebagian besar pemimpin Indonesia sepakat bahwa kompromi dengan pihak belanda bertolak belakang dengan cita-cita proklamasi. kompromi tersebut sebenarnya adalah strategi untuk lepas dari rongrongan belanda yang menolak proklamasi kemerdekaan Indonesia. Pada waktu itu. bentuk negara federal RIS tidak akan bersifat permanen karena bentuk yang sesungguhnya akan ditentukan konstituante hasil pemilihan umum. Kepribadian Indonesia). Bermula dari kekecewaan Sukarno pada sistem demokrasi liberal yang cenderung . Dualisme pemerintahan yang terjadi di Indonesia setelah kemerdekaan (antara Belanda dan Indonesia sendiri) mengakibatkan rumusan sistem pemerintahan masih belum jelas. juga membuat keadaan internal pemerintahan semakin buruk. peranan partai politik yang terbatas. Karena dalam pandangan Hatta. Keputusan Konferensi Meja Bundar di Denhaag.

Natsir dan Syahrir. Sukarno dan . partai-partai yang tergabung dalam konsep NASAKOM (NasionalisAgamis-Komunis). Pemerintahan yang sering disebut dengan orde baru ini. Pada 12 Maret 1966. secara formil berlandaskan pada Pancasila. masyarakat terbagi bukan pada kelas sosial ekonomi tetapi ideologilah yang membagi masyarakat dalam kelompok-kelompok sehingga mereka layaknya kekuatan massa yang memiliki perbedaan. Ini menyebabkan timbulnya gagasan Sukarno untuk menggabungkan pemimpin-peminpin tersebut dalam persatuan. dan Tap MPRS. Demokrasi terpimpin dapat dikatakan sebagai demokrasi kekeluargaan tanpa anarkisme. 3. Konsep ini digagas Sukarno Muda pada 1926 dalam tulisan pertamanya Indonesia Muda: Nasionalisme. pemimpin Uni Soviet kala Sukarno masih muda. sistem politik mulai berganti dengan nama Demokrasi Terpimpin. Islam dan Marxisme. Dan berdasarkan Dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959. Perpecahan di tubuh pemerintahan semakin terlihat kentara akibat pemberlakuan sistem baru demokrasi ini. karena itulah dibutuhkan fundamen marxisme untuk menyokong dua ideologi tersebut untuk membangun Indonesia. Merasanya ideologinya mendapat angin segar dari pemerintahan Sukarno. Mereka mendukung Sukarno semata-mata karena mengikuti kehendak penguasa. Tetapi sistem ini jugalah yang menyebabkan sukarno bertikai dengan sejumlah tokoh-tokoh nasionalis semacam Hatta. serta merta pihak PKI melakukan ideologisasi besar-besaran dan pemberontakan menuju Indonesia komunis. UUD 1945. Tetapi kedekatan dengan PKI malah menjadi bumerang tersendiri. . Sukarno sebagai penguasa tunggal didukung oleh aliansi yang rapuh. Satu sisi. karena itu ia ingin mencapai revolusinya dengan konsepsi rakyat ini. PKI menyambut “Demokrasi Terpimpin” Sukarno dengan hangat dan anggapan bahwa PKI mempunyai mandat untuk persekutuan Konsepsi Nasakom. PKI dibubarkan dan kekuasaan Sukarno dilucuti dan digantikan oleh Soeharto. dan menyatakan diberlakukannya kembali Undang-Undang Dasar 1945. Soekarno memperkuat tangan Angkatan Bersenjata dengan mengangkat para jendral militer ke posisi-posisi yang penting.pluralis dan menyebabkan konflik berkepanjangan oleh elit-elit politik yang berbeda haluan ideologis. Sehingga bencana nasional berupa G30S 1965 terjadi dan mengakhiri pwemwerintahan Sukarno yang diktator dengan model ‘terpimpin’nya. Soeharto mulai berkuasa dan memperkenalkan sistem politik barunya yang disebut dengan Demokrasi Pancasila. Jadi secara tidak langsung. liberalisme dan otokrasi diktator yang mendasarkan sistem pemerintahan pada musyawarah dan mufakat dengan pimpinan satu kekuasaan yang sepuh. Ia melihat bahwa nasionalisme dan Islam merupakan paham-paham yang kurang tajam untuk menganalisis keadaan. Lenin mencapai tujuannya melalui golongan masyarakat proletar. sementara Sukarno melihat kaum proletar masih lemah. seorang tetua dan mengayomi.3 Demokrasi Pancasila (Orde Baru): Totalitas Militer Melalui Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). Baik pihak militer dan pihak nasionalis mulai menyangsikan kepemimpinan model ‘terpimpin’ yang diandalkan Sukarno. Dengan membubarkan Dewan Konstituante yang ditugasi untuk menyusun Undang-Undang Dasar yang baru. Orde baru berencana merubah kehidupan sosial dan politik dengan landasan ideal Pancasila dan UUD 1945. tetapi ia sendiri memilih untuk tidak menyamakannya. sikap diktatorial yang terbentuk di demokrasi terpimpin ini sekilas mirip dengan cara pandang Lenin. Menurut Sukarno. Hatta menilai istilah Demokrasi Terpimpin ini adalah nama lain dari sistem diktator.

Indonesia mengalami era transisi setelah kudeta kekuasaan oleh rakyat. Puncaknya adalah terpilihnya Abdurrahman Wahid sebagai presiden bukan Megawati yang sebelumnya mendapatkan dukungan terbanyak. Dan kesetiaan kepada ideologi-ideologi selain pancasila disamakan dengan tindakan subversi. Kekuasaan tidak lagi sentralistis dan tunggal seperti yang terjadi di era sukarno dan soeharto. Hingga pucuk pimpinan dipegang oleh Bambang Yudhoyono. Gagasan dan ide membutuhkan langkah praktis untuk menyeimbangkan dan keseimbangan. Sehingga pancasila diformalkan menjadi satu-satunya asas bagi organisasi kekuatan politik dan organisasi keagamaankemasyarakatan lainnya. beberapa partai berkoalisi untuk beroposisi melawan partai-partai yang lebih dominant. teknokrasi dan birokrasi. Ia tidak sejalan dengan esensi dan substansi demokrasi. Rancangan Pembangunan Lima Tahun (Pelita) adalah salah satu program besarnya untuk mewujudkan itu. Selama rezim orde baru berkuasa. demokrasi pancasila yang dicanangkan dalam pengertian normatif dan empirik tidak pernah sejalan. Ideologi pancasila bersumber pada cara pandang integralistik yang mengutamakan gagasan tentang Negara yang bersifat persatuan. Tahapan yang dijalani orde baru adalah merumuskan dan menjadikan Pancasila sebagai ideologi Negara. Selama tiga dasawarsa. politik . Kolusi dan Nepotisme) dan kecelakaaan sejarah lainnya yang berhubungan dengan Soeharto. kekuatan politik bergeser pada militer. hanya 21 partai yang mendapatkan kursi parlemen. Habibie diikuti oleh 47 partai. kekuasaan terbagi-bagi dan masing-masing lembaga politik diperebutkan.Soeharto sama-sama berpedoman pada UUD 1945. Demokrasi baginya hanyalah alat untuk mengkristalisasikan kekuasaannya. Ia tidak lebih baik dari dua model demokrasi sebelumnya karena penerapannya yang jauh dari kenyataan berlawanan dengan tujuan demokrasi sendiri. Masih terjadi dominasi satu partai yang sebenarnya dikontrol dan dikelola oleh Soeharto yang kekuasaannya didukung penuh oleh militer. Meski telah diadakan selama enam kali di masa Soeharto. Kekuasaan menjadi sentralistis pada kepemimpinan Soeharto. Tidak ubahnya yang terjadi adalah ‘demokrasi’ yang membunuh demokrasi. Bisa diuraikan. Ia hanya menjadi sebatas konsep besar yang tidak diterapkan dengan utuh. Pada masa ini. Buktinya masih banyak penyelewengan yang ironisnya berkedok demokrasi di dalam pemerintah. Pemilu Umum 1999 di masa presiden BJ. Di era ini. sejak lengsernya Soeharto demokrasi pancasila menemui jalan buntu. Dan hasil pemilu. Pemilu sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai demokratis. Dan ini tidak terjadi pada masa demokrasi pancasila. Orde Baru justru menghambat dan membelenggu kebebasan rakyat. 3. Praktis. Dominasi-dominasi kekuasaan mulai terjadi kala itu. sehingga pancasila membudaya di masyarakat. masa-masa ini adalah di mana Negara dan rakyat berhadap-hadapan dan pemerintah sangat mendominasi. Soeharto kembali menghadirkan ‘demokrasi terpimpin kostitusional’ model baru dengan melandaskan ideologi pancasila sebagai dasar dan falsafah demokrasi. Ia hanya menjadi slogan kosong. Ini mengakibatkan aturan main politik tidak menentu bahkan atura main dipertarungkan secara sengit antarpelaku politik. pemerintahannya menjadi rezim yang sangat kuat. Nasibnya pun tragis karena diturunkan oleh kalangan yang memilihnya menjadi presiden.4 Demokrasi Reformasi Soeharto tumbang karena bersatunya sebagian besar masyarakat untuk menurunkan kepemimpinan Soeharto yang diselubungi oleh KKN (Korupsi. Pemilihan Umum tidak lagi menjadi sentral demokratisasi di Negara.

Makna kata demokrasi yang berasal dari bahasa Yunani itu berarti kekuasaan rakyat. Demokrasi liberal atau parlementer adalah model demokrasi yang masih cukup banyak digunakan oleh Negara-negara maju. Dengan proklamasi pada 17 Agustus 1945. Sehingga perlu dibaca kembali segala yang berhubungan dengan rakyat.” Perbaikan sistem yang telah banyak ditawarkan untuk mengatasi problematika demokrasi Indonesia yang dipandang kebablasan menyisakan pertanyaan. dengan arti masyarakat harus meliputi semua orang dewasa dalam kaitannya dengan hukum. oleh rakyat dan untuk rakyat. kekuatan legislatif untuk memuat undangundang. Yaitu bergantung pada komposisi elit politik.kepentingan para elit kekuasaan kerap terjadi dan ironisnya nama rakyat dijadikan tameng dan landasan sementara mereka tidak tahu menahu atas permainan politik kaum atas. 2002). desain institusi politik. “Kenapa tawaran-tawaran yang diberikan tidak pernah berhasil?” Setidaknya ada empat factor kunci sukses atau gagalnya transisi demokrasi. konsepsi demokrasi hanya menyentuh kepala-kepala intelektual yang berkuasa tidak pada golongan mayoritas yang cenderung “bodoh dan dibodohi. yudikatif dan legislatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independen) dan berada dalam peringkat yg sejajar satu sama lain. untuk mengawasi undang-undang. Serupa dengan lontaran pernyataan Montesquieu (Malaka: 1945). fungsi pemerintahan dibagi menjadi tiga bagian. sepintas dapat kita lihat bahwa yang kalah akan mengikuti yang menang. Kedua. atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat. demokrasi mencakup lima kriteria. Kata “demokrasi” berasal dari dua kata. Inilah yang menjadi gambaran proses awal pemberlakuan sistem demokrasi pada awal mulanya. Demokrasi yang diterapkan di Indonesia adalah demokrasi perwakilan. partisipasi efektif. Meski pada suatu kesempatan ia menyanggahnya sebagai model demokrasi yang Indonesia. Dan unsur yang paling berperan untuk menentukan kriteria demokrasi di atas adalah rakyat. kultur politik atau perubahan sikap terhadap politik di kalangan elit dan non-elit dan peran civil society (Azumardi Azra. Kekuasaan Negara tidak terletak pada individu layaknya sistem monarki atau kelompok seperti sistem aristokrat melainkan di tangan rakyat. dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan. Pertama. Memang pada dasarnya. 3. Elit politik yang dijadikan perwakilan suara rakyat bermain di dalam kedaulatan dan pemerintahan yang melibatkkan kekuasaan. Realitas yang terjadi saat ini adalah sentralitas kuasa demokrasi yang lebih mengacu pada elit politik yang mempunyai kesempatan untuk berpolitik “demokratis”. rakyat sering melakukan demontrasi sebagai wajah kebebasan dengan anarkisme dan kekerasan yang berlebihan. Suara rakyat diwakili . Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi ketiga kekuasaan politik negara (eksekutif. kekuatan eksekutif untuk menjalankan undang-undang dan terakhir adalah kekuatan judikatif. sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat. secara otomatis Indonesia menginginkan kedaulatan penuh sebagai Negara. Kesannya. pembeberan kebenaran. apalagi reaksi tersebut sering ditengarai sebagai upaya kontrol kekuasaan pada rakyat. Akibatnya.5 Analisa Sistem Pemerintahan Indonesia Demokrasi di Indonesia. Konsep demokrasi terpimpin Soekarno juga hanya sebuah representasi dari sistem diktator proletariatnya Lenin yang bersikap Marxis-Leninisme. kontrol dan pencakupan. Paradigma yang ada sama sekali tidak menyentuh ranah rakyat. yaitu demos yang berarti rakyat. Bangsa Indonesia yang masih prematur belum bisa menciptakan konsepsi kenegaraan yang baik sehingga ia mengadopsi kebudayaan yang sepenuhnya berasal dari luar. persamaan hak pilih.

Masyarakat Indonesia kelas bawah sangat mudah digaet oleh gerakan-gerakan komunis yang mengedepankan ekonomi sosialistik dan antitesa kapitalisme. Implementasi hukum dalam praktiknya hanya untuk kepentingan elite politik dan golongan tertentu. Hal ini bisa dikaitkan dengan ideologisasi komunisme yang terjadi sebelum dan sesudah kemerdekaan. sudah hampir empat kali amandemen UUD 1945 telah mengubah sendi-sendi hukum Indonesia. Stratifikasi sosial masyarakat masih membias dan bisa menjadi ancaman perilaku demokrasi Indonesia. Dan sekarang. Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai hasil reformasi juga berhasil menangkapi para koruptor. pada sektor ekonomi sekarang ini terlihat semakin banyaknya masyarakat Indonesia yang sulit mendapatkan pekerjaan karena kurang seriusnya pemerintah dalam melakukan program kebijakan perekenomian yang mendukung sektor real yaitu usaha kecil menengah Selama sistem reformasi ini pulalah. Legislasi juga telah menghasilkan ratusan undang-undang baru. Sistem multi partai waktu itu menjadi titik awal bencana. Selain itu. pada sisi lain. tidak berbeda jauh dengan sistem tiga partai pada era demokrasi pancasila yang sangat mengotori kebebasan masyarakat. masih belum tampak adanya perubahan mendasar pada berbagai bidang yang menyangkut hajat hidup orang banyak seperti ekonomi.oleh seseorang yang telah dipilih oleh rakyat sendiri. yang berusaha memberikan kepastian hukum untuk semua rakyat Indonesia. Selain itu. masyarakat Indonesia. Akhirnya. genap sudah 10 tahun bangsa Indonesia menjalani sistem pemerintah seperti ini. Kebutuhan dan ketergantungan mereka menjadi alat penting mobilisasi rakyat yang akhirnya cenderung anarkis. dapat dilihat dengan cermat bahwa pertentangan dan pertikaian ideologis partai yang sama-sama memiliki suara dominan sangatlah kental dan ini berandil membawa anggota-anggotanya ikut serta bertikai. Rakyat hanya akan menjadi alat perlawanan yang mengikuti pucuk pimpinan wadah atau institusi yang diikuti. Mereka yang ditangkap rata-rata koruptor yang tidak memiliki basis ekonomi dan politik kuat. yang ditandai dengan runtuhnya rezim otoritas Soeharto dan adanya pemilihan umum tahun 1999. Namun. lembaga tersebut telah memberikan ruang bagi warga negara menguji peraturan yang merugikan hak konstitusional mereka. Melalu amandemen UUD 1945. Sehingga kesimpulan yang didapat. Pembentukan Komisi Yudisial juga memberikan ruang bagi pengawasan hakim. seperti Masyumi. Kaum Islam juga gampang ditarik ke kancah politik oleh mereka yang mengaku sebagai anggota partai Islam. munculnya era reformasi. Dan tepat pada tanggal 21 Mei mendatang. dan proses pengadilan Soeharto. ketidakmampuan Kejaksaan Agung meneruskan proses peradilan mantan presiden Soeharto. Rakyat sendiri terpecah menjadi beberapa golongan yang sama-sama memiliki kekuatan. pemberantasan korupsi berkesan antiklimaks. Kendala lainnya tugas dan peran KPK terbesar . dan peradilan para konglomerat hitam. terbentuk Mahkamah Konstitusi. sudah sekian lama reformasi dijalankan. Dikotomi kekuasaan dan kuantitas adalah kecenderungan yang masih menguasai alam demokrasi Indonesia. Ditangkap dan dijebloskannya para koruptor ke penjara tak bisa menghilangkan kesan tebang pilih. Karena itu sangat rentan sekali intervensi kekuasaan dan dominasi penguasa di dalam proses pemilihan wakil rakyat yang berlangsung sewaktu Pemilihan Umum. hukum dan politik. peradilan pelanggaran hak asasi manusia. Sejak pemberlakuan demokrasi parlementer hingga sekarang. pemerintahan dikuasai oleh sistem “yang kuat yang menang” yang akan mengakibatkan suara-suara minoritas yang menginginkan perbaikan menjadi tertindas. agenda reformasi 1998 pun masih belum tersentuh. Kondisi demikian diperparah intervensi kekuasaan dan politik ke wilayah hukum. seperti penghapusan dwi fungsi TNI. Namun. sangat mudah dipelintir dan dipermainkan oleh kekuasaan. Sebagai contoh.

Yaitu bergantung pada komposisi elit politik. Megawati Soekarnoputri bahkan Susilo Bambang Yudhoyono belum terlihat adanya perubahan reposisi militer secara substantif BAB IV PENUTUP 4. Indonesia adalah negara berdasar atas hukum (rechsstaat) 2. Menteri – menteri negara bukan pegawai tinggi biasa Dengan proklamasi pada 17 Agustus 1945. Setidaknya ada empat factor kunci sukses atau gagalnya transisi demokrasi. Perbaikan sistem yang telah banyak ditawarkan untuk mengatasi problematika demokrasi Indonesia yang dipandang kebablasan. Presiden tidak bertanggung jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat 6. seperti kasus korupsi di tubuh Komisi Pemilihan Umum Agenda reformasi 1998 juga masih menyisahkan permasalahan terutama mengenai pencabutan dwifungsi TNI. Menteri negara adalah pembantu presiden 7. Presiden ialah penyelenggara pemerintah negara tertinggi dibawah majelis 5. Demokrasi liberal atau parlementer adalah model demokrasi yang masih cukup banyak digunakan oleh Negara-negara maju. Sampai sekarang. Bangsa Indonesia yang masih prematur belum bisa menciptakan konsepsi kenegaraan yang baik sehingga ia mengadopsi kebudayaan yang sepenuhnya berasal dari luar. Tidak tak terbatas 9.saat ini adalah soal pembuktian. 2002). Sistem konstitusional 3. 4. Susahnya membuktikan sebuah kasus membuat KPK dituding tebang pilih. desain institusi politik. Secara umum KPK bekerja dengan dasar laporan masyarakat yang dianggap sangat mendesak dan menyedot perhatian publik. Kekuasaan kepala negara 8. Konsep demokrasi terpimpin Soekarno juga hanya sebuah representasi dari sistem diktator proletariatnya Lenin yang bersikap Marxis-Leninisme. Gus Dur. kultur politik atau perubahan sikap terhadap politik di kalangan elit dan non-elit dan peran civil society (Azumardi Azra. Kekuasaan negara tertinggi ditangan majelis permusyawaratan rakyat 4.1 Kesimpulan Sistem pemerintahan negara yang didasarkan dalam undang-undang dasar 1945 adalah: 1. Realitas yang terjadi saat ini adalah sentralitas kuasa demokrasi yang lebih mengacu pada elit politik yang mempunyai kesempatan untuk berpolitik “demokratis”. Kedudukan DPR adalah kuat 10. secara otomatis Indonesia menginginkan kedaulatan penuh sebagai Negara.2 Saran . setelah 4 periode perubahan kepemimpinan mulai dari BJ Habibie.

MAKALAH SISTEM PEMERINTAHAN RI .html+sistem+pemerintahan+setelah+proklamasi&hl=id&ct=clnk&cd=2&gl=id &xclient=firefox-a 4. Bandung: Grafindo Media Pratama.blogspot.org/wiki/Sejarah_Indonesia_%281998-sekarang%29 3. http://id. DAFTAR PUSTAKA 1. karena konsep demokrasi bukan hak paten yang tidak bisa dirubah. Elly.wikipedia. Usaha perubahan tersebut sebenarnya telah sering dilakukan dan sayangnya malah menjadi ancaman bukan kenyamanan. Setiadi. Ratmaningsih. 2005.com/2007/12/indonesia utopiademokrasi. M. Ia harus bersifat dinamis dan bisa mengikuti kultur sosial-politik-budaya Negara yang menggunakannya sebagai asas Negara.85.org/wiki/Sejarah_Indonesia_%281959-1968%29 2. kita bersama-sama bergerak untuk mencapai angan demokrasi yang telah dicitacitakan oleh para pemimpin-pemimpin dan tokoh-tokoh Indonesia. Rakyat perlu diperkuat kembali bahwa mereka bukan alat kekuasaan yang dengan mudah diatur ke sana ke mari.Sudah saatnya. Unsur-unsur demokrasi yang kadang menjadi akar permasalahan harus bisa diselesaikan dan diperbaiki. http://id.175. Neiny. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Elit penguasa dan rakyat harus bisa bekerja sama selama tujuan demokrasi menjadi patokan utama bernegara yang baik. PPKN untuk SMU kelas II. 2004. http://209.wikipedia. Pendidikan Pancasila Untuk Perguruan Tinggi. 5.104/search?q=cache: S3YhgBx1fgJ:avaproletar.

.......KATA PENGANTAR Puji Syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga diktat ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya....... Pendahuluan BAB II............................................ 5 7 i ii ii ........................... Sistem Pemerintahan A.......................... Metro................................ Diktat ini disusun agar pembaca dapat memperluas pengetahuan tentang Sistem Pemerintahan....... Sistem Pemerintahan Parlementer dan Presidensial ........................... 2011 DAFTAR ISI Halaman Judul .......................... Kata Pengantar ...... Pengertian Sistem Pemerintahan................. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan.......... BAB I. Penulis sadar dalam penyusunan Diktat ini masih banyak terdapat kekurangan oleh sebab itu penyusun mengharapkan saran yang membangun agar dapat menjadi acuan dalam penyusunan diktat yang akan datang.................................................................... Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya........... Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca.......... B.... Daftar Isi...................... Terima kasih................

... Bab III...... Sistem Pemerintahan Indonesia...........C.......... Pengaruh Sistem Pemerintah Satu Negara Terhadap Lain 11 12 D.................. Kesimpulan Negara-Negara ....

sistem pemerintahan di Indonesia menganut sistem pemerintahan presidensial. Latar Belakang Pembukaan UUD 1945 Alinea IV menyatakan bahwa kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu disusun dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat. sedangkan bentuk pemerintahannya adalah republik. Hal itu didasarkan pada Pasal 4 Ayat 1 yang berbunyi. Berdasarkan hal itu dapat disimpulkan bahwa bentuk negara Indonesia adalah kesatuan. Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan sebagai kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan.” Dengan demikian. Selain bentuk negara kesatuan dan bentuk pemerintahan republik. Untuk mengetahuinya. Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. terlebih dahulu dibahas mengenai sistem pemerintahan.BAB I PENDAHULUAN A. Berdasarkan Pasal 1 Ayat 1 UUD 1945. . “Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undanag-Undang Dasar.

hal. pemerintaha adalah perbuatan memerintah yang dilakukan oleh badan eksekutif beserta jajarannya dalam rangka mencapai tujuan penyelenggaraan negara. dan yudikatif di suatu Negara dalam rangka mencapai tujuan penyelenggaraan negara.BAB II SISTEM PEMERINTAHAN A. Dan dalam Kamus Bahasa Indonesia. jaringan. hubungan antarlembaga negara. cara. eksekutif. Pemerintahan adalaha perbuatan. Negara. Tujuan pemerintahan negara pada umumnya didasarkan pada cita-cita atau tujuan negara. daerah. kata-kata itu berarti: a. legislative dan yudikatif. Dan Kekuasaan Yudiskatif yang berate kekuasaan mengadili terhadap pelanggaran atas undang-undang. Sistem pemerintaha diartikan sebagai suatu tatanan utuh yang terdiri atas berbagai komponen pemerintahan yang bekerja saling bergantungan dan memengaruhi dalam mencapaian tujuan dan fungsi pemerintahan. c. Misalnya. Dalam arti yang sempit. tujuan pemerintahan negara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. atau cara. Pengertian Sistem Pemerintahan Istilah system pemerintahan berasal dari gabungan dua kata system dan pemerintahan. Kata system merupakan terjemahan dari kata system (bahasa Inggris) yang berarti susunan. serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Pemerintah adalah kekuasaan yang memerintah suatu wilayah. atau. dan yang berasal dari kata perintah. pemerintahan adalah perbuatan memerintah yang dilakukan oleh badan-badan legislative. perdamaian abadi dan keadilan . system pemerintaha negara menggambarkan adanya lembaga-lembaga negara. Kekuasaan dalam suatu Negara menurut Montesquieu diklasifikasikan menjadi tiga. dan bekerjanya lembaga negara dalam mencapai tujuan pemerintahan negara yang bersangkutan. Sedangkan Pemerintahan berasal dari kata pemerintah. yaitu Kekuasaan Eksekutif yang berarti kekuasaan menjalankan undang-undang atau kekuasaan menjalankan pemerintahan. mencerdaskan kehidupan bangsa. tatanan. urusan dalam memerintah Maka dalam arti yang luas. Kekuasaan Legislatif yang berate kekuasaan membentuk undang-undang. Komponen-komponen tersebut secara garis besar meliputi lembaga eksekutif. Jadi. Perintah adalah perkataan yang bermakna menyuruh melakukan sesuatau b.

dan kabinet ministrial. Apabila dilihat dari cara pembentukannya. baik seorang menteri secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama seluruh anggota kebinet bertanggung jawab kepada parlemen/DPR. Kabinet Ministrial Kabinet ministrial adalah suatu kabinet yang dalam menjalankan kebijaksaan pemerintan. sistem pemerintahan presidensial. B. a. kabinet nasional. . Kabinet dapat berbentuk presidensial. cabinet parlementer dibagi menjadi tiga. yaitu cabinet parlementer dan cabinet ekstraparlementer.social. cabinet ministrial dapat dibagi menjadi dua. Presiden merangkap jabatan sebagai perdana menteri sehingga para menteri tidak bertanggung jawab kepada perlemen/DPR melainkan kepada presiden. dan kabinet partai. Kabinet Ekstraparlementer adalah kebinet yang pembentukannya tidak memperhatikan dan memperhitungkan suara-suara serta keadaan dalam parlemen/DPR. Jika dilihat dari komposisi (susunan keanggotaannya). Lembaga-lembaga yang berada dalam satu system pemerintahan Indonesia bekerja secara bersama dan saling menunjang untuk terwujudnya tujuan dari pemerintahan di negara Indonesia. Contoh negara yang menggunakan sistem kabinet ini adalah negara-negara di Eropa Barat. Setiap departemen akan dipimpin oleh seorang menteri. yaitu kabinet koalisi. Kabinet Presidensial Kabinet presidensial adalah suatu kabinet dimana pertanggungjawaban atas kebijaksanaan pemerintah dipegang oleh presiden. yaitu: 1. Contoh negara yang menggunakan sistem kabinet presidensial adalah Amarika Serikat dan Indonesia b. Apabile semua menteri yang ada tersebut dikoordinir oleh seorang perdana menteri maka dapat disebut dewan menteri/cabinet. Dalam suatu negara yang bentuk pemerintahannya republik. presiden adalah kepala negaranya dan berkewajiban membentuk departemen-departemen yang akan melaksakan kekuasaan eksekutif dan melaksakan undang-undang. Sistem Pemerintahan Parlementer Dan Presidensial Sistem pemerintahan negara dibagi menjadi dua klasifikasi besar. Kabinet parlementer adalah suatu kabinet yang dibentuk dengan memperhatikan dan memperhitungkan suara-suara yang ada didalam parlemen.

Sistem pemerintahan disebut presidensial apabila badan eksekutif berada di luar pengawasan langsung badan legislatif. Klasifikasi sistem pemerintahan presidensial dan parlementer didasarkan pada hubungan antara kekuasaan eksekutif dan legislatif. Kedua negara tersebut sampai sekarang tetap konsisten dalam menjalankan prinsip-prinsip dari sistem pemerintahannya.2. Bhakan. Negara Inggris dianggap sebagai tipe ideal dari negara yang menganut sistem pemerintahan parlemen. sedangkan Amerika Serikat merupakan tipe ideal dari negara dengan sistem pemerintahan presidensial. Sistem pemerintahan disebut parlementer apabila badan eksekutif sebagai pelaksana kekuasaan eksekutif mendapat pengawasan langsung dari badan legislatif. Perdana menteri dipilih oleh parlemen untuk melaksakan kekuasaan . 3. berikut ini ciri-ciri. Inggris adalah negara pertama yang menjalankan model pemerintahan parlementer. Adanya sistem pemerintahan lain dianggap sebagai variasi atau kombinasi dari dua sistem pemerintahan diatas. Parlemen memiliki kekuasaan besar sebagai badan perwakilan dan lembaga legislatif. Pada umumnya. kelebihan serta kekurangan dari sistem pemerintahan parlementer. Amerika Serikat juga sebagai pelopor dalam sistem pemerintahan presidensial. kemudian sistem pemerintahan diadopsi oleh negara-negara lain dibelahan dunia. Untuk lebih jelasnya. Pemerintah atau kabinet terdiri dari atas para menteri dan perdana menteri sebagai pemimpin kabinet. negara-negara didunia menganut salah satu dari sistem pemerintahan tersebut. sistem pemerintahan parlementer. Dari dua negara tersebut. Inggris disebut sebagai Mother of Parliaments (induk parlemen). 2. Anggota parlemen terdiri atas orang-orang dari partai politik yang memenangkan pemiihan umum. Ciri-ciri dari sistem pemerintahan parlementer adalah sebagai berikut: 1. Partai politik yang menang dalam pemilihan umum memiliki peluang besar menjadi mayoritas dan memiliki kekuasaan besar di parlemen. Badan legislatif atau parlemen adalah satu-satunya badan yang anggotanya dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum. Kedua negara tersebut disebut sebagai tipe ideal karena menerapkan ciri-ciri yang dijalankannya.

Ia hanya berperan sebgai symbol kedaulatan dan keutuhan negara. Kelangsungan kedudukan badan eksekutif atau kabinet tidak bias ditentukan berakhir sesuai dengan masa jabatannya karena sewaktu-waktu kabinet dapat bubar. Sebagai imbangan parlemen dapat menjatuhkan kabinet maka presiden atau raja atas saran dari perdana menteri dapat membubarkan parlemen. b. Pembuat kebijakan dapat ditangani secara cepat karena mudah terjadi penyesuaian pendapat antara eksekutif dan legislatif. Hal ini berarti bahwa sewaktu-waktu parlemen dapat menjatuhkan kabinet jika mayoritas anggota parlemen menyampaikan mosi tidak percaya kepada kabinet. c. b. Selanjutnya. Kabinet bertanggung jawab kepada parlemen dan dapat bertahan sepanjang mendapat dukungan mayoritas anggota parlemen. Garis tanggung jawab dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan public jelas. diadakan pemilihan umum lagi untuk membentukan parlemen baru. 4.eksekutif. Kedudukan badan eksekutif/kabinet sangat tergantung pada mayoritas dukungan parlemen sehingga sewaktu-waktu kabinet dapat dijatuhkan oleh parlemen. Kekurangan Sistem Pemerintahan Parlementer: a. Kelebihan Sistem Pemerintahan Parlementer: a. kekuasaan eksekutif berada pada perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. Hal ini karena kekuasaan eksekutif dan legislatif berada pada satu partai atau koalisi partai. Kepala negara tidak sekaligus sebagai kepala pemerintahan. . Adanya pengawasan yang kuat dari parlemen terhadap kabinet sehingga kabinet menjadi barhati-hati dalam menjalankan pemerintahan. Kepala pemerintahan adalah perdana menteri. sedangkan kepala negara adalah presiden dalam negara republik atau raja/sultan dalam negara monarki. Anggota kabinet umumnya berasal dari parlemen. Kepala negara tidak memiliki kekuasaan pemerintahan. 6. Dalam sistem ini. 5.

badan eksekutif dan legislatif memiliki kedudukan yang independen. 2. Parlemen memiliki kekuasaan legislatif dan sebagai lembaga perwakilan. 1. Kabinet (dewan menteri) dibentuk oleh presiden. d. Dalam sistem pemerintahan presidensial. Penyelenggara negara berada ditangan presiden. Presiden tidak dipilih oleh parlemen. Presiden tidak bertanggungjawab kepada parlemen. anggota kabinet dapat mengusai parlemen. . 4. berikut ini ciri-ciri. Mereka dipilih oleh rakyat secara terpisah. Kabinet bertangungjawab kepada presiden dan tidak bertanggung jawab kepada parlemen atau legislatif. Presiden tidak dapat membubarkan parlemen seperti dalam sistem parlementer. kelebihan serta kekurangan dari sistem pemerintahan presidensial. Untuk lebih jelasnya. 5. Parlemen menjadi tempat kaderisasi bagi jabatan-jabatan eksekutif. Karena pengaruh mereka yang besar diparlemen dan partai. Kabinet dapat mengendalikan parlemen. 3. Hal itu dikarenakan presiden tidak dipilih oleh parlemen. 6. Kelebihan Sistem Pemerintahan Presidensial: a. tetapi dipilih langsung oleh rakyat atau suatu dewan majelis. Ciri-ciri dari sistem pemerintaha presidensial adalah sebagai berikut. Presiden tidak berada dibawah pengawasan langsung parlemen. Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Pengalaman mereka menjadi anggota parlemen dimanfaatkan dan manjadi bekal penting untuk menjadi menteri atau jabatan eksekutif lainnya.c. Hal itu terjadi apabila para anggota kabinet adalah anggota parlemen dan berasal dari partai meyoritas. Kedua badan tersebut tidak berhubungan secara langsung seperti dalam sistem pemerintahan parlementer. Anggota parlemen dipilih oleh rakyat. Badan eksekutif lebih stabil kedudukannya karena tidak tergantung pada parlemen.

Masa jabatan badan eksekutif lebih jelas dengan jangka waktu tertentu. c. b. Dan contoh negara yang menggunakan sistem pemerintahan parlemen: Inggris. Filipina. Malaysia. Kekuasaan eksekutif diluar pengawasan langsung legislatif sehingga dapat menciptakan kekuasaan mutlak. d. Sistem pemerintahan negara-negara didunia ini berbeda-beda sesuai dengan keinginan dari negara yang bersangkutan dan disesuaikan dengan keadaan bangsa dan negaranya. Amerika Serikat dan Inggris masing-masing dianggap pelopor dari sistem pemerintahan presidensial dan sistem pemerintahan parlementer. C. sistem pemerintahan presidensial dan sistem pemerintahan parlementer merupakan dua model sistem pemerintahan yang dijadikan acuan oleh banyak negara. c. Dari dua model tersebut. Brasil. dan Australia. Presiden Indonesia adalah lima tahun. Kekurangan Sistem Pemerintahan Presidensial: a. kemudian dicontoh oleh negara-negar lainnya. Bahkan. masa jabatan Presiden Amerika Serikat adalah empat tahun. Sistem pertanggungjawaban kurang jelas. Pengaruh Sistem Pemerintahan Satu Negara Terhadap Negara-negara Lain. Legislatif bukan tempat kaderisasi untuk jabatan-jabatan eksekutif karena dapat diisi oleh orang luar termasuk anggota parlemen sendiri. negara-negara . Pembuatan keputusan atau kebijakan publik umumnya hasil tawar-menawar antara eksekutif dan legislatif sehingga dapat terjadi keputusan tidak tegas dan memakan waktu yang lama. India.b. dan Argentina. terdapat variasi-variasi disesuaikan dengan perkembangan ketatanegaraan negara yang bersangkutan. Mesir. Misalnya. Indonesia yang menganut sistem pemerintahan presidensial tidak akan sama persis dengan sistem pemerintahan presidensial yang berjalan di Amerika Serikat. Misalnya. Meskipun sama-sama menggunakan sistem presidensial atau parlementer. Penyusun program kerja kabinet mudah disesuaikan dengan jangka waktu masa jabatannya. Jepang. Contoh negara yang menggunakan sistem pemerintahan presidensial: Amerika Serikat. Sebagaimana dikemukakan sebelumnya.

Dengan demikian. pengkajian. sistem pemerintahan suatu negara dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan atau model yang dapat diadopsi menjadi bagian dari sistem pemerintahan negara lain. Tujuan selanjutnya adalah negara dapat mengembangkan suatu sistem pemerintahan yang dianggap lebih baik dari sebelumnya setelah melakukan perbandingan dengan negara-negara lain. Sebagai negara dengan sistem presidensial. Suatu negara dapat mengadakan perbandingan sistem pemerintahan yang dijalankan dengan sistem pemerintahan yang dilaksakan negara lain. Namun. Pembangunan sistem pemerintahan di Indonesia juga tidak lepas dari hasil mengadakan perbandingan sistem pemerintahan antarnegara. Para pejabat negara.tertentu memakai sistem campuran antara presidensial dan parlementer (mixed parliamentary presidential system). sedangkan di Amerika Serikat tidak ada lembaga semacam itu. dan para anggota parlemen negara sering mengadakan kunjungan ke luar negeri atau antarnegara. Indonesia banyak mengadopsi praktik-praktik pemerintahan di Amerika Serikat. Misalnya. Sistem pemerintahan suatu negara berguna bagi negara lain. Mereka bisa pula mengadopsi sistem pemerintahan negara lain sebagai sistem pemerintahan negara yang bersangkutan. Mereka melakukan pengamatan. Contohnya. Indonesia mengenal adanya lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat. tidak semua praktik pemerintahan di Indonesia bersifat tiruan semata dari sistem pemerintahan Amerika Serikat. tetapi juga terdapat perdana menteri yang diangkat oleh presiden untuk menjalankan pemerintahan sehari-hari. Amerika Serikat dan Inggris masing-masing telah mampu membuktikan diri sebagai negara yang menganut sistem pemerintahan presidensial dan parlementer seara ideal. perbandingan sistem pemerintahan negara yang dikunjungi dengan sistem pemerintahan negaranya. Negara-negara dapat mencari dan menemukan beberapa persamaan dan perbedaan antarsistem pemerintahan. Salah satu kegunaan penting sistem pemerintahan adalah sistem pemerintahan suatu negara menjadi dapat mengadakan perbandingan oleh negara lain. politisi. Seusai kunjungan para anggota parlemen tersebut memiliki pengetahuan dan wawasan yang semakin luas untuk dapat mengembangkan sistem pemerintahan negaranya. Konvensi Partai Golkar menjelang pemilu tahun 2004 juga mencontoh praktik konvensi di Amerika Serikat. Negara tersebut memiliki presiden sebagai kepala negara yang memiliki kekuasaan besar. Contohnya. negara Prancis sekarang ini. Sistem . pemilihan presiden langsung dan mekanisme cheks and balance.

. maka kekuasaan presiden sangat besar dan cenderung dapat disalahgunakan. Mekipun adanya kelemahan. dalam praktik perjalanan sistem pemerintahan di Indonesia ternyata kekuasaan yang besar dalam diri presiden lebih banyak merugikan bangsa dan negara daripada keuntungan yang didapatkanya. Pokok-pokok sistem pemerintahan negara Indonesia berdasarkan UUD 1945 sebelum diamandemen tertuang dalam Penjelasan UUD 1945 tentang tujuh kunci pokok sistem pemerintahan negara tersebut sebagai berikut. Hamper semua kewenangan presiden yang di atur menurut UUD 1945 tersebut dilakukan tanpa melibatkan pertimbangan atau persetujuan DPR sebagai wakil rakyat. Ciri dari sistem pemerintahan masa itu adalah adanya kekuasaan yang amat besar pada lembaga kepresidenan. Presiden adalah penyelenggara pemerintah negara yang tertinggi dibawah Majelis Permusyawaratan Rakyat. e. kekuasaan yang besar pada presiden juga ada dampak positifnya yaitu presiden dapat mengendalikan seluruh penyelenggaraan pemerintahan sehingga mampu menciptakan pemerintahan yang kompak dan solid. tidak mudah jatuh atau berganti. Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum (rechtsstaat).pemerintahan dari kedua negara tersebut selanjutnya banyak ditiru oleh negara-negara lain di dunia yang tentunya disesuaikan dengan negara yang bersangkutan. menteri negara tidak bertanggungjawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Menteri negara ialah pembantu presiden. Kekuasaan negara yang tertinggi di tangan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Karena itui tidak adanya pengawasan dan tanpa persetujuan DPR. Sistem Pemerintahan Negara Indonesia Berdasarkan UUD 1945 Sebelum Diamandemen. D. f. Berdasarkan tujuh kunci pokok sistem pemerintahan. sistem pemerintahan Indonesia menurut UUD 1945 menganut sistem pemerintahan presidensial. Kekuasaan kepala negara tidak tak terbatas. Presiden tidak bertanggung jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat. d. b. Namun. Konflik dan pertentangan antarpejabat negara dapat dihindari. g. Sistem Konstitusional. c. Sistem Pemerintahan Indonesia a. Sistem pemerintahan ini dijalankan semasa pemerintahan Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Suharto. a. Sistem pemerintahan lebih stabil.

1. 3. 2000. jaminan atas hak asasi manusia dan hak-hak warga negara. 2. dan 2002. Untuk itu.Memasuki masa Reformasi ini. Sebelum diberlakukannya sistem pemerintahan baru berdasarkan UUD 1945 hasil amandemen keempat tahun 2002. Bentuk pemerintahan adalah republik. 2. Wilayah negara terbagi dalam beberapa provinsi. 2001. Bentuk negara kesatuan dengan prinsip otonomi daerah yang luas. Kabinet atau menteri diangkat oleh presiden dan bertanggung jawab kepada presiden. b. perlu disusun pemerintahan yang konstitusional atau pemerintahan yang berdasarkan pada konstitusi. Berdasarkan hal itu. Pokok-pokok sistem pemerintahan Indonesia adalah sebagai berikut. 4. Amandemen atas UUD 1945 telah dilakukan oleh MPR sebanyak empat kali. diharapkan dapat terbentuk sistem pemerintahan yang lebih baik dari yang sebelumnya. berdasarkan UUD 1945 yang telah diamandemen itulah menjadi pedoman bagi sistem pemerintaha Indonesia sekarang ini. adanya pembatasan kekuasaan pemerintahan atau eksekutif. presiden dan wakil presiden akan dipilih secara langsung oleh rakyat dalam satu paket. Presiden adalah kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan. Pemerintah konstitusional bercirikan bahwa konstitusi negara itu berisi 1. sedangkan sistem pemerintahan presidensial. yaitu pada tahun 1999. bangsa Indonesia bertekad untuk menciptakan sistem pemerintahan yang demokratis. sistem pemerintahan Indonesia masih mendasarkan pada UUD 1945 dengan beberapa perubahan seiring dengan adanya transisi menuju sistem pemerintahan yang baru. Sistem pemerintahan Negara Indonesia Berdasarkan UUD 1945 Setelah Diamandemen Sekarang ini sistem pemerintahan di Indonesia masih dalam masa transisi. Untuk masa jabatan 2004-2009. dengan mengamandemen UUD 1945 menjadi konstitusi yang bersifat konstitusional. Presiden dan wakil presiden dipilih dan diangkat oleh MPR untuk masa jabatan lima tahun. . Reformasi yang harus dilakukan adalah melakukan perubahan atau amandemen atas UUD 1945. Sistem pemerintahan baru diharapkan berjalan mulai tahun 2004 setelah dilakukannya Pemilu 2004.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). sistem bikameral. DPR memiliki kekuasaan legislatif dan kekuasaan mengawasi jalannya pemerintahan. Beberapa variasi dari sistem pemerintahan presidensial di Indonesia adalah sebagai berikut. mekanisme cheks and balance. Para anggota dewan merupakan anggota MPR. Presiden dalam mengangkat penjabat negara perlu pertimbangan atau persetujuan dari DPR. 2. dan pemberian kekuasaan yang lebih besar kepada parlemen untuk melakukan pengawasan dan fungsi anggaran. 3. 4. ada perubahan-perubahan baru dalam sistem pemerintahan Indonesia. antara lain adanya pemilihan secara langsung. Parlemen diberi kekuasaan yang lebih besar dalam hal membentuk undang-undang dan hak budget (anggaran) Dengan demikian. Perubahan baru tersebut. Presiden dalam mengeluarkan kebijakan tertentu perlu pertimbangan atau persetujuan dari DPR. . Presiden sewaktu-waktu dapat diberhentikan oleh MPR atas usul dari DPR. Jadi. Hal itu diperuntukan dalam memperbaiki sistem presidensial yang lama. Kekuasaan yudikatif dijalankan oleh Makamah Agung dan badan peradilan dibawahnya. DPR tetap memiliki kekuasaan megawasi presiden meskipun secara tidak langsung. Sistem pemerintahan ini juga mengambil unsure-unsur dari sistem pemerintahan parlementer dan melakukan pembaharuan untuk menghilangkan kelemahan-kelemahan yang ada dalam sistem presidensial. Parlemen terdiri atas dua bagian (bikameral). 6.5. 1.

Perubahan pemerintahan di Indonesia terjadi antara tahun 1997 sampai 1999. Pembagian sistem pemerintahan presidensial dan parlementer didasarkan pada hubungan antara kekuasaan eksekutif dan legislatif. apabila badan eksekutif berada diluar pengawasan legislatif maka sistem pemerintahannya adalah presidensial. pemilu.BAB III KESIMPULAN Sistem pemerintahan negara menggambarkan adanya lembaga-lembaga yang bekerja dan berjalan saling berhubungan satu sama lain menuju tercapainya tujuan penyelenggaraan negara. Hal itu bermula dari adanya krisis moneter dan krisis ekonomi. . yaitu presidensial dan ministerial (parlemen). Lembaga-lembaga negara dalam suatu sistem politik meliputi empat institusi pokok. legislatif. dan dewan menteri. lebaga-lembaga negara itu berjalan sesuai dengan mekanisme demokratis. birokratif. terdapat lembaga lain atau unsur lain seperti parlemen. Namun. lembaga itu bekerja sesuai dengan prinsip-prinsip yang berbeda. Dalam sistem parlementer. Sistem pemerintahan suatu negara berbeda dengan sistem pemerintahan yang dijalankan di negara lain. dua negara memiliki sistem pemerintahan yang sama. Selain itu. Pembagian sistem pemerintahan negara secara modern terbagi dua. yaitu saat perpindahan kekuasaan atau kepemimpinan dalam negara. dan yudikatif. Dalam sistem pemerintahan negara republik. terdapat juga beberapa persamaan antarsistem pemerintahan negara itu. Perubahan pemerintah di negara terjadi pada masa genting. Misalnya. Sebaliknya. badan eksekutif mendapat pengwasan langsung dari legislatif. yaitu eksekutif. sedangkan dalam sistem pemerintahan negara monarki.

. Organ atau lembaga negara merupakan subsistem dari keseluruhan sistem penyelenggaraan kekuasaan negara. Sistem penyelenggaraan kekuasaan negara menyangkut mekanisme dan tata kerja antar organ-organ negara itu sebagai satu kesatuan yang utuh dalam menjalankan kekuasaan negara.Perbandingan Sistem Pemerintahan Indonesia Orde Baru dan Era Reformasi Makalah Individu Perbandingan Sistem Pemerintahan Indonesia Orde Baru dan Era Reformasi Disusun oleh : Ardi Widayanto BAB I PENDAHULUAN Salah satu muatan paling penting dari suatu undang-undang dasar (konstitusi) adalah bagaimana penyelenggaraan kekuasaan negara itu dijalankan oleh organorgan negara. Sistem penyelenggaraan kekuasaan negara menggambarkan secara utuh mekanisme kerja lembaga-lembaga negara yang diberi kekuasaan untuk mencapai tujuan negara.

Karena itu arah perubahan yang dilakukan adalah antara lain mempertegas beberapa prinsip penyelenggaraan kekuasaan negara sebelum perubahan yaitu prinsip negara hukum (rechtsstaat) dan prinsip sistem konstitusional (constitutional system). mekanisme cheks and balance dan pemberian kekuasaan yang lebih besar pada parlemen untuk melakukan pengawasan dan fungsi anggaran. BAB II PEMBAHASAN Dalam perkembangan sistem pemerintahan presidensial di negara Indonesia (terutama setelah amandemen UUD 1945) terdapat perubahan-perubahan sesuai dengan dinamika sistem pemerintahan di Indonesia. telah banyak membawa perubahan yang mendasar baik . adalah upaya untuk menutupi berbagai kelemahan yang terkandung dalam UUD 1945 sebelum perubahan yang dirasakan dalam praktek ketatanegaraan selama ini.Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebelum dan setelah perubahan mengandung beberapa prinsip yang memiliki perbedaanperbedaan mendasar. sistem bikameral. Perubahan terutama ditujukan pada penyempurnaan pada sisi kedudukan dan kewenangan masingmasing lembaga negara disesuaikan dengan perkembangan negara demokrasi modern. Secara umum dengan dilaksanakannya amandemen Undang-Undang Dasar 1945 pada era reformasi. adanya pemilihan presiden langsung. Perubahan ini tidak merubah sistematika UUD 1945 sebelumnya untuk menjaga aspek kesejarahan dan orisinalitas dari UUD 1945. Perubahan atas sistem penyelenggaraan kekuasaan yang dilakukan melalui perubahan UUD 1945. menata kembali lembagalembaga negara yang ada dan membentuk beberapa lembaga negara yang baru agar sesuai dengan sistem konstitusional dan prinsip-prinsip negara berdasar atas hukum. Hal itu diperuntukkan dalam memperbaiki sistem presidensial yang lama. Perubahan baru tersebut antara lain.

hukum. dan dia kemudian dilantik kembali secara berturut-turut pada tahun 1973. Orde Baru ingin mengadakan ‘koreksi total’ terhadap sistem pemerintahan Orde Lama. 1983. Orde Baru adalah sebutan bagi masa pemerintahan Presiden Soeharto di Indonesia. sistem politik. Pada tanggal 11 Maret 1966. pertahanan keamanan dan sebagainya. MPR secara resmi melantik Soeharto untuk masa jabatan 5 tahun sebagai presiden. antara lain sebagai berikut : . Maka tanggal 12 Maret 1966. Berikut ini dapat dilihat perbandingan model sistem pemerintahan negara republik Indonesia pada masa orde baru dan pada masa reformasi. Masa Orde Baru (1966-1998) Orde baru lahir dengan diawali berhasilnya penumpasan terhadap G. 1. 1/3/1966 yang berisi pembubaran PKI.S/PKI pada tanggal 1 Oktober 1965. dan 1998. Presiden Soekarno mengeluarkan surat perintah kepada Letjen Soeharto atas nama presiden untuk mengambil tindakan yang dianggap perlu guna mengamankan pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Orde Baru menggantikan Orde Lama yang merujuk kepada era pemerintahan Soekarno. Orde Baru berlangsung dari tahun 1966 hingga 1998. 1993. 1988. Orde Baru bertekad untuk melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. 1986:58-59). hak asasi manusia. Di dalam Penjelasan UUD 1945. (Erman Muchjidin.terhadap ketatanegaraan (kedudukan lembaga-lembaga negara). Orde baru sendiri adalah suatu tatanan perikehidupan yang mempunyai sikap mental positif untuk mengabdi kepada kepentingan rakyat. ormas-ormasnya dan PKI sebagai organisasi terlarang di Indonesia serta mengamankan beberapa menteri yang terindikasi terkait kasus PKI. untuk menegakkan RI berdasarkan hukum dan konstitusi.30. dalam rangka mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia untuk mencapai suatu masyarakat adil dan makmur baik material maupun spiritual berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 melalui pembangunan di segala bidang kehidupan. dicantumkan pokok-pokok Sistem Pemerintahan Negara Republik Indonesia pada era Orde baru. dikeluarkanlah Kepres No. Pada tahun 1968. 1978.

Ketetapan MPR 3. Tetapi dalam kenyataan. kedudukan presiden terlalu kuat. termasuk di dalamnya pemerintah dan lembaga-lembaga negara lain. misalnya Keputusan Menteri. (Erman Muchjidin. Peraturan Pemerintah 5. Sistem ini memberikan ketegasan cara pengendalian pemerintahan negara yang dibatasi oleh ketentuan konstitusi. . Kekuasaan negara tertinggi di tangan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Instruksi Presiden dan Peraturan Daerah.1. dalam melaksanakan tugasnya/ tindakan apapun harus dilandasi oleh hukum dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.1986:70-71). XX/MPRS/1966 urutannya adalah sebagai berikut : 1. Kepres 6. seperti Ketetapan-Ketetapan MPR. Instruksi Menteri. 2. UUD 1945 2. Sistem Pemerintahan Presidensiil Sistem pemerintahan pada orde baru adalah presidensiil karena kepala negara sekaligus sebagai kepala pemerintah dan menteri-menteri bertanggung jawab kepada presiden. dan sebagainya. 3. Diadakan tata urutan terhadap peraturan perundang-undangan. 4. Sistem Konstitusional Pemerintahan berdasar atas sistem konstitusi (hukum dasar). tidak berdasarkan atas kekuasaan belaka (machtsaat). Peraturan Pemerintah. Peraturan pelaksana lainnya. Berdasarkan pada TAP MPRS No. Undangundang. UU 4. Ini mengandung arti bahwa negara. dengan sendirinya juga ketentuan dalam hukum lain yang merupakan produk konstitusional. Indonesia adalah negara hukum (rechtssaat) Negara Indonesia berdasar atas hukum (rechtsstaat). Presiden mengendalikan peranan paling kuat dalam pemerintahan.

tetapi juga dipercaya dan diberi tugas untuk melaksanakan kebijaksanaan rakyat yang berupa Garis-garis Besar Haluan Negara ataupun ketetapan MPR lainnya. Presiden harus mendapat persetujuan dari DPR. 3. Hal itu karena Presiden bukan saja dilantik oleh Majelis. Presiden yang diangkat oleh Majelis. Presiden memilih. Presiden tidak bertanggungjawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Menetapkan Undang-Undang Dasar. Menetapkan Garis-garis Besar Haluan Negara. Presiden ialah penyelenggara pemerintah Negara yang tertinggi menurut UUD Dalam menjalankan kekuasaan pemerintahan negara. menteri negara tidak bertanggungjawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Presiden adalah “mandataris” dari Majelis yang berkewajiban menjalankan ketetapan-ketetapan Majelis. Menteri negara ialah pembantu Presiden. dan DPR pun tidak dapat menjatuhkan Presiden. 2. Majelis inilah yang memegang kekuasaan negara tertinggi. 6. Kedudukan Presiden dengan DPR adalah sejajar. 7. Menteri-menteri itu tidak bertanggung jawab kapada DPR dan .Kedaulatan rakyat dipegang oleh suatu badan yang bernama MPR sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indonesia Tugas Majelis adalah: 1. 5. mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri negara. Presiden tidak dapat membubarkan DPR seperti dalam kabinet parlementer. Presiden tidak bertanggung jawab kepada Dewan. Presiden harus bekerja sama dengan DPR. Oleh karena itu. artinya kedudukan Presiden tidak tergantung dari Dewan. sedang Presiden harus menjalankan haluan negara menurut garis-garis besar yang telah ditetapkan oleh Majelis. Dalam hal pembentukan undang-undang dan menetapkan APBN. tunduk dan bertanggungjawab kepada Majelis. tanggung jawab penuh ada di tangan Presiden. Mengangkat kepala negara (Presiden) dan wakil kepala negara (wakil presiden).

8. Presiden. tetapi hanya ada 3 partai. yaitu Golkar. penyuapan. Sistem Kepartaian Sistem kepartaian menggunakan sistem multipartai. Meskipun kepala negara tidak bertanggung jawab kepada DPR. korupsi. Di bawah tekanan yang besar dari dalam maupun luar negeri. . DPR juga mempunyai wewenang mengajukan usul kepada MPR untuk mengadakan sidang istimewa guna meminta pertanggungjawaban Presiden.. Kekuasaan Kepala Negara tidak tak terbatas. tetapi tergantung pada Presiden.kedudukannya tidak tergantung dari Dewan. Gerakan mahasiswa pun meluas hampir diseluruh Indonesia. selain harus bertanggung jawab kepada MPR. tetapi bukan berarti ia “diktator” atau tidak terbatas. Menteri-menteri merupakan pembantu presiden. tindak pidana berat lainnya atau perbuatan tarcela. 2. Krisis finansial Asia yang menyebabkan ekonomi Indonesia melemah dan semakin besarnya ketidak puasan masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan pimpinan Soeharto saat itu menyebabkan terjadinya demonstrasi besar-besaran yang dilakukan berbagai organ aksi mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia. Secara faktual hanya ada 1 partai yang memegang kendali yaitu partai Golkar dibawah pimpinan Presiden Soeharto. 9. Soeharto akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Masa Reformasi (1998-sekarang) Munculnya Era Reformasi ini menyusul jatuhnya pemerintah Orde Baru tahun 1998. juga harus memperhatikan sungguh-sungguh suara-suara dari DPR karena DPR berhak mengadakan pengawasan terhadap Presiden (DPR adalah anggota MPR). Pemerintahan Soeharto semakin disorot setelah Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 yang kemudian memicu Kerusuhan Mei 1998 sehari setelahnya. PDI. dan PPP. apabila dianggap sungguh-sungguh melanggar hukum berupa pengkhianatan terhadap negara.

peradilan agama. Tercantum di dalam Pasal 1 ayat (3). peradilan militer dan peradilan tata usaha . Negara Indonesia adalah negara Hukum. tanggal 14-21 Oktober 1999 → Perubahan Pertama UUD 1945 Sidang Tahunan MPR 2000. Negara hukum yang dimaksud adalah negara yang menempatkan kekuasaan kehakiman sebagai kekuasaan yang merdeka. Dalam kurun waktu 1999-2002. tanggal 1-11 Agustus 2002 → Perubahan Keempat UUD 1945 Undang-Undang Dasar 1945 berdasarkan Pasal II Aturan Tambahan terdiri • • • atas Pembukaan dan pasal-pasal.Mundurnya Soeharto dari jabatannya pada tahun 1998 dapat dikatakan sebagai tanda akhirnya Orde Baru. Oleh karena itu Era Reformasi atau Orde Reformasi sering disebut sebagai "Era Pasca Orde Baru". Tentang sistem pemerintahan negara republik Indonesia dapat dilihat di dalam pasal-pasal sebagai berikut : 1. Pelaksanaan kekuasaan kehakiman yang merdeka diatur dalam bab IX yang berjumlah 5 pasal dan 16 ayat. (Bandingkan dengan UUD 1945 sebelum perubahan yang hanya 2 pasal dengan 2 ayat). Masih adanya tokoh-tokoh penting pada masa Orde Baru di jajaran pemerintahan pada masa Reformasi ini sering membuat beberapa orang mengatakan bahwa Orde Baru masih belum berakhir. tanggal 7-18 Agustus 2000 → Perubahan Kedua UUD 1945 Sidang Tahunan MPR 2001. Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan (Pasal 24 ayat 1 UUD 1945). untuk kemudian digantikan "Era Reformasi". Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan badan peradilan yang ada di bawahnya dalam lingkungan peradilan umum. tanggal 1-9 November 2001 → Perubahan Ketiga UUD 1945 Sidang Tahunan MPR 2002. UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen) yang ditetapkan dalam Sidang Umum dan Sidang Tahunan MPR: • Sidang Umum MPR 1999. menghormati hak asasi mansuia dan prinsip due process of law.

Bahkan rakyat secara langsung dapat melaksanakan kedaulatannya untuk menentukan Presiden dan Wakil Presidennya melalui pemilihan umum. yaitu perubahan dari “Kedaulatan ditangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR”. DPD.negara dan oleh sebuah Mahkamah Konstitusi. DPR. Atas dasar semangat itulah perubahan pasal 1 ayat 2. Mahkamah Konstitusi. yaitu pembatasan kekuasaan setiap lembaga negara oleh undang-undang dasar. UUD 1945 . Presiden. UUD 1945 dilakukan. Ini berarti bahwa kedaulatan rakyat yang dianut adalah kedaulatan berdasar undang-undang dasar yang dilaksanakan berdasarkan undang-undang dasar oleh lembaga-lembaga negara yang diatur dan ditentukan kekuasaan dan wewenangnya dalam undang-undang dasar. 2. semuanya sama diatur berdasarkan fungsi-fungsi masing-masing. Perubahan UUD 1945 mengenai penyelenggaraan kekuasaan negara dilakukan untuk mempertegas kekuasaan dan wewenang masing-masing lembaga-lembaga negara. dilaksanakan oleh MPR. yaitu : • Menurut TAP MPR III Tahun 2000: 1. mempertegas batas-batas kekuasaan setiap lembaga negara dan menempatkannya berdasarkan fungsi-fungsi penyelenggaraan negara bagi setiap lembaga negara. Sedangkan badan-badan lainnya yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman diatur dalam undangundang. menjadi “Kedaulatan di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UndangUndang Dasar”. Mahkamah Agung. Oleh karena itu kedaulatan rakyat. Komisi Yudisial. Sistem Konstitusional Sistem Konstitusional pada era reformasi (sesudah amandemen UUD 1945) berdasarkan Check and Balances. BPK dan lain-lain sesuai tugas dan wewenangnya yang diatur oleh UUD. Sistem yang hendak dibangun adalah sistem “check and balances”. Pada era reformasi diadakan tata urutan terhadap peraturan perundangundangan sebanyak dua kali. tidak ada yang tertinggi dan tidak ada yang rendah.

Kekuasaan negara tertinggi di tangan Majelis Permusyawaratan Rakyat. TAP MPR 3. UU 4. Sistem Pemerintahan Sistem ini tetap dalam frame sistem pemerintahan presidensial. 10 Tahun 2004: 1. DPR dapat mengusulkan untuk memberhentikan Presiden dalam masa jabatannya manakala ditemukan pelanggaran hukum yang dilakukan Presiden sebagaimana yang ditentukan dalam Undang-Undang Dasar. MPR berdasarkan Pasal 3.2. PERPU 5. UUD 1945 2. Presiden hanya dapat diberhentikan dalam masa jabatannya karena melakukan perbuatan melanggar hukum yang jenisnya telah ditentukan dalam Undang-Undang Dasar atau tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden. Peraturan Presiden 5. akan tetap bertanggung kepada rakyat dan senantiasa dalam pengawasan DPR. . Peraturan Daerah • Menurut UU No. bahkan mempertegas sistem presidensial itu. 4. Sesuai dengan Pasal 2 ayat (1) bahwa MPR terdiri dari anggota DPR dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Peraturan Pemerintah 4. PP 6. yaitu Presiden tidak bertanggung jawab kepada parlemen. Keputusan Presiden 7. Peraturan Daerah 3. UU/PERPU 3. mempunyai wewenang dan tugas sebagai berikut :  Mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar.

pengubahan dan pembubarannya diatur dalam undang-undang (Pasal 17).d. dan Dewan Perwakilan Rakyat (Pasal 19 s.d. Masih relevan dengan jiwa Pasal 3 ayat (2). Pasal 4 ayat (1) dan ayat (2). Kekuasaan Kepala Negara tidak tak terbatas. Menteri-menteri diangkat dan diberhentikan oleh presiden yang pembentukan. 6. hak angket. Presiden adalah kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan. Menteri negara ialah pembantu Presiden. maka ketentuan bahwa Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR masih relevan. 8. Tetapi. Presiden sebagai kepala negara. Habibie. 16.  Melantik Presiden dan/atau Wakil Presiden. sesuai dengan amandemen ketiga UUD 1945 (2001) presiden dan wakil presiden akan dipilih secara langsung oleh rakyat dalam satu paket. Abdurrahman Wahid. menteri negara tidak bertanggungjawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Presiden tidak bertanggung jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat. 2. dan menyatakan . Presiden dibantu oleh menteri-menteri negara. 7. Dengan memperhatikan pasal-pasal tentang kekuasaan pemerintahan negara (Presiden) dari Pasal 4 s. Dapat memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya menurut UUD. Pada awal reformasi Presiden dan wakil presiden dipilih dan diangkat oleh MPR (Pada Pemerintahan BJ. kekuasaannya dibatasi oleh undang-undang. Demikian juga DPR. Presiden ialah penyelenggara pemerintah Negara yang tertinggi menurut UUD. selain mempunyai hak interpelasi. 22B). dan Megawati Soekarnoputri untuk masa jabatan lima tahun. Sistem pemerintahan negara republik Indonesia masih tetap menerapkan sistem presidensial. MPR berwenang memberhentikan Presiden dalam masa jabatanya (Pasal 3 ayat 3).

Sistem pemerintahan ini dijalankan semasa pemerintahan Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Suharto. BAB III PENUTUP Pokok-pokok sistem pemerintahan negara Indonesia berdasarkan UUD 1945 sebelum diamandemen atau pada masa orde baru tertuang dalam Penjelasan UUD 1945 tentang tujuh kunci pokok sistem pemerintahan negara tersebut sebagai berikut. menteri negara tidak bertanggungjawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat. 2. 7. 4. Presiden tidak bertanggung jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Kekuasaan negara yang tertinggi di tangan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Hamper semua . Menteri negara ialah pembantu presiden. sistem pemerintahan Indonesia menurut UUD 1945 menganut sistem pemerintahan presidensial. menyampaikan usul dan pendapat serta hak imunitas (Pasal 20 A ayat 2 dan 3). Sistem Konstitusional. 5. juga hak mengajukan pertanyaan. 3. Berdasarkan tujuh kunci pokok sistem pemerintahan. Kekuasaan kepala negara tidak tak terbatas. Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum (rechtsstaat).pendapat. Presiden adalah penyelenggara pemerintah negara yang tertinggi dibawah Majelis Permusyawaratan Rakyat. Ciri dari sistem pemerintahan masa itu adalah adanya kekuasaan yang amat besar pada lembaga kepresidenan. 6. 9. Sistem Kepartaian Sistem kepartaian menggunakan sistem multipartai. 1.

DPR memiliki kekuasaan legislatif dan kekuasaan mengawasi jalannya pemerintahan. 5. presiden dan wakil presiden akan dipilih secara langsung oleh rakyat dalam satu paket. mekanisme cheks and balance. Kabinet atau menteri diangkat oleh presiden dan bertanggung jawab kepada presiden. Untuk masa jabatan 2004-2009.kewenangan presiden yang di atur menurut UUD 1945 tersebut dilakukan tanpa melibatkan pertimbangan atau persetujuan DPR sebagai wakil rakyat. sedangkan sistem pemerintahan presidensial. Presiden adalah kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan. Parlemen terdiri atas dua bagian (bikameral). Hal itu diperuntukan dalam memperbaiki sistem presidensial yang lama. Sekarang ini sistem pemerintahan di Indonesia masih dalam masa transisi. 6. Bentuk negara kesatuan dengan prinsip otonomi daerah yang luas. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). sistem bikameral. 2. antara lain adanya pemilihan secara langsung. 1. Sebelum diberlakukannya sistem pemerintahan baru berdasarkan UUD 1945 hasil amandemen keempat tahun 2002. Para anggota dewan merupakan anggota MPR. ada perubahan-perubahan baru dalam sistem pemerintahan Indonesia. Kekuasaan yudikatif dijalankan oleh Makamah Agung dan badan peradilan dibawahnya. Wilayah negara terbagi dalam beberapa provinsi. Bentuk pemerintahan adalah republik. sistem pemerintahan Indonesia masih mendasarkan pada UUD 1945 dengan beberapa perubahan seiring dengan adanya transisi menuju sistem pemerintahan yang baru. . 4. Dengan demikian. Pokok-pokok sistem pemerintahan Indonesia pada masa reformasi adalah sebagai berikut. Perubahan baru tersebut. dan pemberian kekuasaan yang lebih besar kepada parlemen untuk melakukan pengawasan dan fungsi anggaran. Presiden dan wakil presiden dipilih dan diangkat oleh MPR untuk masa jabatan lima tahun. 3.

com/2009/09/sistem-pemerintahan.blogspot. 1992. Sumber Internet : http://panmohamadfaiz.com/2007/03/18/sistem-ketatanegaraan-indonesia-pascaamandemen/ http://syabab2000. Hukum Tata Negara Indonesia. Yogyakarta : Liberty.html .DAFTAR PUSTAKA Sumber Buku : Soehino. Undang-Undang Dasar RI 1945 Hasil Amandemen Pertama-Keempat.com/reviews/item/24 http://uzey.multiply.