PERENCANAAN PELABUHAN I

Ir. H.R. SOENARNO. AS

JURUSAN TEKNIK SIPIL
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL
JAKARTA
2004

KATA PENGANTAR
Seperti kita ketahui sampai saat ini masih terasa kurangnya buku-buku berbahasa
Indonesia yang membahas tentang Ilmu Pelabuhan, baik yang mengenai Teknik Pantai dan
Teknik Pelabuhan ( Tidal and Coastal Engineering ) maupun operasi dan Manajemen Pelabuhan;
serta hal-hal yang menyangkut Transportasi laut dalam rangka kegiatan Perhubungan Laut ,
walaupun sudah banyak buku-buku tentang pelabuhan yang ditulis dalam bahasa asing.
Oleh karena itu untuk kepentingan para mahasiswa dan generasi muda kita, maka kami
berusaha menyusun buku Perencanaan Pelabuhan ini.
Menurut pengalaman kami lebih dari seperempat abad memberi kuliah, khususnya dalam
bidang pelabuhan, terasa kurang berhasilnya dalam menempuh studinya, antara lain disebabkan
karena kurangnya minat baca bagi para mahasiswa; dan hal ini dapat dimengerti karena indikasi
kurangnya minat baca tersebut disebabkan kurangnya mereka menguasai bahasa asing.
Mengingat tenaga mereka apalagi sebagai sarjana sangat diperlukan negara dan
masyarakat kita dewasa ini , maka merupakan kewajiban kita semua untuk menarik minat baca
mereka dengan memberikan kemudahan-kemudahan berupa tulisan-tulisan ilmiah dalam bahasa
Indonesia.
Atas dasar kepentingan dan maksud tersebut diatas, mendorong kami untuk menyusun
buku ini dengan segala kekurangan-kekurangan yang ada, kami berusaha menyajikan hal-hal
yang secara langsung nantinya akan mereka gunakan dalam praktek.
Walaupun buku ini belum selengkap yang diharapkan, namun buku ini sudah memuat
dasar-dasar dan pokok pengetahuan sebagai bekal untuk nantinya mampu melaksanakan
pekerjaan-pekerjaan pembangunan khususnya dibidang perhubungan laut dengan sebaik-baiknya.
Tentu saja kami tidak hanya berhenti disini, melainkan dengan segala kekurangan yang
ada , secara bertahap akan kami sempurnakan dan kami lengkapi sesuai dengan kemajuan
teknologi yang mempengaruhi perubahan pada cara-cara kerja dan peralatan yang dimaksud.
Puji syukur kami panjatkan atas Kehadirat ALLAH SWT , karena dengan rahmat dan
Anugrah –NYA kami dapat menyusun dan menyelesaikan buku Perencanaan Pelabuhan I.
Kami mengucapkan terima kasih kepada teman dosen di ISTN yang telah membantu
menyelesaikan pembuatan buku Pelabuhan I ini sdr Ir. Marsiano MSc , Ir. Rahardjo MT, Ir. Atjep
i

Sudaryanto MT dan teman-teman dosen lain yang tak dapat kami sebutkan satu persatu. Dan
juga kepada semua pihak yang telah memberikan masukan-masukan yang sangat berarti dalam
menyelesaikan tugas ini.
Kami menyadari ,bahwa buku yang kami susun ini masih memiliki banyak kekurangan
dan kelemahan. Oleh karena itu, kami menerima segala kritik dan saran yang bersifat positif
untuk kami.
Semoga Diktat ini memberikan banyak manfaat bagi kami pada khususnya dan bagi
pembaca pada umumnya.

Jakarta, 18 Januari 2005.

Penulis.

ii

III.……………………… 6 BAB.... ………………………………………………………………… 18 IV.1. ………………………………………………………………… 12 III. IV.2..2...DAFTAR ISI Kata Pengantar ………………………………………………………………………… i Daftar Isi ………………………………………………………………………… iii BAB I. Berdasarkan Kegiatannya. ………………………………………… 4 I.4. PASANG SURUT AIR LAUT. Berdasarkan Jenis Pungutan Jasa. Macam-macam Pelabuhan Berdasarkan Kriteria...2...……………………………….6.4. 17 BAB. ………………………………………………………………… 19 IV...2..2. Pengukuran Kedalaman (ukuran kedalaman ) air laut . Penyelidikan gelombang. III. ………………………………………………… 27 IV..6. . II.. ………………………………… 4 ………………………………………… 4 BAB. IV.. Cara Pengukuran Kecepatan dan Arah Arus. ….. 1 I.3. Difraksi. ..1.………………………....2.………………………………………………………………… 6 II. .1.5.3. II. PENDAHULUAN. I. IV.... Wave Refraction dan Wave Diffraction. Panjang dan kecepatan Gelombang. ………………………………………… 4 I. Berdasarkan Teori Seimbang dari NEWTON. ARUS AIR LAUT. Pendahuluan . ………………………………… 28 ………………………………………………………………… 30 IV..2.3. Berdasarkan Konstruksi Teknis.2.2. Pendahuluan.……………………… 14 III.. Berdasarkan Jenis Perdagangan. I.. GELOMBANG ( WAVE PROPERTIES ).. Pendahuluan. Equivalent Deepwater wave.1.1. ………………………………………… 21 IV. ………………………………………………… 30 iii ... Pemandangan Umum Tentang Pelabuhan.... Gelombang. 4 I.

……………. ………….. VII. …………………………………. 97 ……………………………………………. Refleksi Gelombang. 94 VI. ………………………………………………………… 35 IV. 48 V. 91 VI. Wave shoaling.8.2..…………. ……………………………………………….. 105 VII.3.12. ………………… 80 BAB.11.1.. Contoh soal rencana penggunaan Fender..7. Pengaruh gelombang didalam Pelabuhan.. Penggunaan Peralatan Pelabuhan.9. 101 VI. VI... ………………………………………………………………………… 31 IV. 103 VII. V. ………………………………………………………………..7.2.3 Pemilihan Type ……………………………………………………………… 49 V.IV..5. ……. 101 BAB. V.. Jarak perletakan masing-masing fender.…………………. Menentukan jumlah peralatan pelabuhan yang diperlukan..1. 92 VI. Jarak labuih kapal... Keuntungan dan kerugian masing-masing type. Breakwater type Rublemound.………….. ………………………………………………………… 35 IV.…. VI. ………………………………… 36 IV. 51 Contoh soal Breakwater type Rublemound.……………. V.5.……………………. Merencanakan banyaknya kapal Tunda. 48 V. Wave Breaking.…………………….5. ………………………………………… 40 BAB. ………………………………………………………………. RAMALAN KEBUTUHAN FASILITAS PELABUHAN. Fetch.……………………….4. …….6. PENAHAN / PEMECAH GELOMBANG. ……… ……………………. Macam-macam Breakwater. Wave Runup dan Over topping.. 106 iv .………………….2. ……………………. Merencanakan Panjang Dermaga. 95 VI.. ………………………………… 70 Contoh soal Design konstruksi Breakwater type Caisson. …………….10. Merencanakan luas tempat penumpukan yang diperlukan... FENDER. 49 …………………. ………………………………………………… 37 IV. VI. Ukuran-ukuran kapal.1 Pendahuluan …………………………………………………………………. 96 ……………….4. VII. Pendahuluan. VI.3. …………………. Pendahuluan.

Pendahuluan. D. Capital Dredging dan Maintenance Dredging. 109 VIII. Tentang …………………………………………………………………….. Tentang …………………………………………………………………… v .. 114 LAMPIRAN-LAMPIRAN. Tentang …………………………………………………………………… Lamp. Tentang …………………………………………………………………….3. E.4. 110 DAFTAR PUSTAKA. Contoh soal. VIII. C..………………………. Lamp. B.BAB. Lamp. ………………………………………………………………. ………………………. LAMP. A. PENGERUKAN ( DREDGING ). ………………………………………………………………… 113 PENGALAMAN PENULIS …………………………………………………………………. VIII.1...………………. Pekerjaan Reklamasi. ………………………………………………. 109 VIII. Tentang ……………………………………………………………………..2. 109 VIII.. ………………. Lamp..

angkutan laut dan angkutan laut. 1 . Harbour : adalah tempat perairan yang cukup dalam untuk tempat kapal-kapal berada. kata aslinya adalah labuh yang berarti Pelabuhan laut. Pelabuhan Laut merupakan terminal point antara angkutan darat dan angkutan laut. serta angkutan laut dengan angkutan darat. Jadi ringkasnya “ Port “ adalah Harbour yang telah dimanage (dilola). Sehubungan dengan perkembangan perekonomian.R. Selanjutnya pelabuhan dilengkapi dengan fasilitasfasilitas tambat dan pergudangan serta pier atau penahan gelombang.H. maka makin lama kapal-kapal makin besar. dimana kapalkapal berlabuh (membuang jangkar/sauh). sehingga dalam hal-hal seperti itu terpaksa masih digunakan istilah asing. Banyak Istilah-istilah kepelabuhanan yang belum ada terjemahannya dengan tepat. AS BAB I PEMANDANGAN UMUM PELABUHAN I. Dahulu kala sungai-sungai merupakan alur pelayaran bagi perahu-perahu dan kapal-kapal. Pelabuhan. Karenanya muara-muara sungai dahulu merupakan pelabuhan. antara lain . kapal-kapal tersebut biasanya sampai dimuara sungai berhenti berlabuh sambil menunggu cuaca baik agar dapat melanjutkan perlayarannya menuju antar pulau dan melaut kenegara lain. Soenarno. Kita kenal istilah Harbour dan Port dalam bahasa Inggris. 1 PENDAHULUAN. Port : Harbour yang secara tetap digunakan oleh masyarakat yang sibuk berdagang dan bongkar muat angkutan laut.Perencanaan Pelabuhan I Ir. sehingga kapal-kapal dapat berlabuh disitu dengan aman. sehingga hanya kapal-kapal kecil melewati sungai-sungai dan kapal-kapal besar berlabuh dipelabuhan sebagai terminalnya. terjemahannya keduanya adalah Pelabuhan sedangkan keduanya memang berbeda. itu adalah tempat berlabuhnya kapal-kapal laut. Perhubungan laut termasuk pelabuhannya merupakan prasarana (infrastructure) dari perekonomian. bebas dari rintangan untuk navigasi dan terlindung dari taufan.

2. Pengandaran.H. contoh harbour di Indonesia adalah pelabuhan-pelabuhan Eretan. Port dipimpin oleh Port Administrator (Administrator Pelabuhan / Adpel) contoh Port di Indonesia adalah. Pacitan dan lain-lain. Belawan. sekarang di Indoensia BUMN yang dimaksud bernama Pelindo (Pelabuhan Indonesia) berbentuk PT (Persero) dan terdapat 4 Persero. MACAM – MACAM PELABUHAN : Dibawah ini disajikan suatu diagram tentang macam-macam pelabuhan. I.U. AS Harbour dipimpin oleh Harbour master (Syahbandar).Perencanaan Pelabuhan I Ir. Pelabuhan Umum di Indonesia dikendalikan oleh Negara jadi termasuk B. yang kita bahas selanjutnya adalah Pelabuhan Niaga khususnya Pelabuhan Umum. DLL Pelabuhan Militer (Pangkalan Angkutan Laut) tidak akan kita bahas. Pelindo II berpusat di Tanjung Priok (Jakarta) 2 .R. Pelindo I berpusat di Belawan (Medan) PT.M. Makassar dan lain-lain. Soenarno. yaitu : PT.N (Badan Usaha Milik Negara)/ Harbour State Own Enterprises . PELABUHAN PELABUHAN MILITER PELABUHAN NIAGA PELABUHAN UMUM PELABUHAN KHUSUS PEL MINYAK PEL PERIKANAN PEL BATU BARA PEL KAYU PEL PEMDA . Tanjung Perak. Pelabuhan Tanjung Priok.

pergudangan dan open storage (tempat penumpukan) peralatan pelabuhan (port equipment) baik peralatan darat maupun peralatan dilaut seperti Crane. Pelabuhan dalam hal ini PT. khususnya bangunan air tidak mudah pelaksanaannya. arus laut. Pada saat pelabuhan ditetapkan sebagai Perum maka pengerukan juga ditetapkan sebagai Perum dan terpisah dari Perum pelabuhan. sedangkan gudang penyimpanan (lini III atau warehouse). Jaringan listrik juga disupply dari perusahaan Listrik Negara. juga bila mungkin menyediakan lahan untuk galangan kapal. Pelabuhan menyediakan tempat/lahan untuk Kantor. begitu pula pembangunan penahan gelombang (breakwater). gelombang dan teknik pantai. Untuk membangun kolam pelabuhan dan alur pelayarannya diperlukan “Capital Dredging” (pengerukan awal) dan untuk memelihara kedalamnya diperlukan “Maintanance Dredging” (pengerukan perawatan).q Direktorat Jendral Perhubungan Laut. Pelindo IV berpusat di Makassar (Ujung Pandang) Dibina oleh Depertemen Perhubungan c. alur pelayaran masuk. Kantor Bea dan Cukai. Soenarno. kolam tempat berputar kapal (turning basin). Kantor Keamanan (KP3) (Kepolisian di pelabuhan). Kantor Perdagangan dan Perindustrian. Perbankan. Kantor Karantina Depkes. Pembangunan fasilitas-fasilaitas tersebut diatas. tetapi bila tidak. kolam pelabuhan. Kantor Pelayaran. Pelindo III berpusat di Tanjung Perak (Surabaya) PT. Untuk keperluan tersebut perlu dipahami “Tidal and Coastal Engineering” yang mempelajari antara lain pasang surut. Sebelum pelabuhan menjadi (berstatus) Perum (Perusahan Umum Negara) status pengerukan merupakan Divisi dari instansi pelabuhan .R. Pada tahun 1991 3 . Dalam hal pergudangan pelabuhan wajib menyedikan Transit Shed (gudang lini I dan lini II). air kapal diambil dari perusahaan air minum walaupun dengan harga yang sangat tinggi dibanding dengan harga umum. truck dan alat-alat bongkar muat lainnya.Perencanaan Pelabuhan I Ir. swasta dapat membangun dengan izin pelabuhan sedangkan untuk air minum/air kapal bila mungkin pelabuhan menyediakan fasilitasnya. AS PT. Kantor Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL). Pelindo Persero wajib menyediakan fasilitas pelabuhan antara lain : dermaga dengan kelengkapan fender dan bolder.H. forklift.

b. 2) Pelabuhan buatan : Pelabuhan yang dibuat dengan mengurug perairan untuk dijadikan pelabuhan dan jika diperlukan diberi pemecah atau penahan gelombang atau pier (tanggul) dan lain-lain. yakni terbesar ketiga di Asia setelah armada keruk dari Jepang dan Korea. 3) Pelabuhan otorita : di Indonesia contohnya Pelabuhan di Batam 4) Pelabuhan Bebas : di Indonesia contohnya Pelabuhan Sabang. 4 . PELINDO (Persero). MACAM-MACAM PELABUHAN BERDASARKAN KRITERIA Adapun macam-macam pelabuhan berdasarkan kriteria .3. di Indonesia PT. I.H. 3) Artificially excavated port : Pelabuhan yang dibangun dengan mengeruk daratan/ pantai untuk dijadikan kolam pelabuhan. BERDASAR JENIS PUNGUTAN JASA : 1) Pelabuhan yang diusahakan : Pelabuhan yang dikelola oleh BUMN (Badan Usaha Milik Negara). tetapi langsung dikendalikan dibawah pemerintah cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. BERDASAR JENIS PERDAGANGAN 1) Pelabuhan sungai : Untuk perdagangan local 2) Pelabuhan pantai : Untuk perdagangan interinsuler 3) Pelabuhan samudra : Untuk perdagangan internasional c.Perencanaan Pelabuhan I Ir. 2) Pelabuhan yang tidak diusahakan : Pelabuhan di Indonesia yang tidak dikelola BUMN. Soenarno.R. AS seperti halnya pelabuhan pengerukan juga ditetapkan sebagai Persero dan disebut PT. BERDASAR KONSTRUKSI / TEKNIS 1) Pelabuhan alam : Pelabuhan secara alamiah sudah memenuhi kriteria. PT. Rukindo Persero. Berada diteluk atau muara sungai yang cukup dalam. Rukindo Persero merupakan perusahaan pengerukan yang memiliki armada keruk yang cukup besar. maka dapat dikelompokan menjadi 4 kelompok sebagai berikut : a.

Miyak di Balikpapan. AS d. plb. plb. motor boat dan lain-lain 6) Pelabuhan turis : untuk kapal-kapal pariwisata 7) Pelabuhan untuk tempat berlindung (refuge) dan lain-lain.Perencanaan Pelabuhan I Ir.R. 5) Pelabuhan Marina untuk Yacht. 5 . Batubara di Tarahan Lampung. 3) Pelabuhan Militer (pangkalan) : Pangkalan di Teluk Semangka Lampung. plb. plb petrokimia di Gresik dan lain-lainnya. Pupuk di PUSRI Pelembang. Perikanan di Muara Karang. Pangkalan Angkatan Laut di Surabaya dan lain-lain 4) Pelabuhan Kayu (Logpond) : Kolam pelabuhan penyimpan kayu-kayu. Soenarno.H. BERDASAR KEGIATANNYA ( UMUM / KHUSUS ) 1) Pelabuhan umum (Niaga/Commersial) 2) Pelabuhan Industri : Plb.

Kondisi Pasang Surut Air Laut. pada tiap saat akan terjadi/terdapat situasi statis yang setimbang (momentaneous static stability).1827) II.R. AS BAB II PASANG SURUT AIR LAUT II. Pasang berarti muka air laut lebih tinggi dari keadaan normal. Teori setimbang dari Newton (1687) 2. Bumi merupakan bola padat yang dilapisi dengan air secara merata.14 detik a 360 1/2 90 180 270 360 EF = 2 a fase untuk tinggi h Gambar II.1.1. Absis : menyatakan waktu dalam satuan jam atau derajat. Terhadap gerakan/pasang surut ini ada 2 (dua) buah teori : 1. PENDAHULUAN Pasang dan surut pada air laut terjadi akibat adanya gaja tarik Bulan dan/atau Matahari terhadap Bumi. Ordinat : menyatakan tinggi permukaan air. BERDASARKAN TEORI NEWTON.2. 24 jam . sedang surut berarti lebih rendah dari keadaan normal.50 menit . 6 .H.25 menit . Teori dinamis dari Laplace (1749 .28 detik D B E F a A 0 90 180 270 12 jam . Soenarno.Perencanaan Pelabuhan I Ir.

2.Perencanaan Pelabuhan I Ir. kita gambarkan proyeksi Bumi padat saat terjadinya pasang surut seperti tersebut diatas. AS __ __ __ __ AB = CD AB dan CD disebut Amplitudo Dalam Sinusoida tersebut diatas. Banyaknya air yang melapisi Bumi (Hydrosteer) tidak berubah. Persamaan = πR2 = πab R = a. maka lingkaran dengan Radius R berubah menjadi ellips yang luasnya sama. seperti yang tertera dalam buku pasang surut. Proyeksi Bumi padat saat terjadi pasang surut. 1 2 α = ∠FOB ρ = OF a = OA = OB δ = amplitudo P E b = OP = OQ b F R y A a ρ α B O x i m Bu Ellips Lingkaran Q Lapisan air ( hydrosfeer ) Gambar II. digambarkan seakan-akan.R. ( 1 ) 7 . Soenarno. Untuk mengetahui tinggi muka air laut setiap saat di setiap tempat.b …………………………. Karena itu akibat gaya tarik Bulan / Matahari.H. Matahari mengelilingi Bumi dalam waktu 24 jam sedangkan Bulan mengelilingi Bumi dalam waktu 24 jam 50 menit 28 detik.

cos 2α − Rδ + R 2 − R 2 cos 2α + Rδ − Rδ cos 2α =  R 2 − δ  2 4   ρ 2 (R 2 − Rδ cos 2α ) = R 4 ρ² (R² . maka koordinat titik F (X.½ δ ……………… ( a ) a = R + ½ δ ……………… ( b ) Bila OF = ρ.R.Rδ cos 2 α + ¼δ² cos² 2 α) = R4 ≈ ρ4 ρ² (R . sin 2 α 1   R − δ  2   2 =1  1  cos 2α + 1   2 1 2  1 − cos 2α   1   1  ρ  R 2 − Rδ + δ 2   =  R + δ   R − δ   +  R + Rδ − δ  4  2 4  2 2   2       2 2 2 [( )] ) ( 1 2 2 1   ρ R cos .½δ cos 2 α )² = ρ4 ρ (R . cos 2 α 1   R + δ  2   2 + ρ 2 . (b). Soenarno.½δ cos 2 α ) = ρ² R .Perencanaan Pelabuhan I Ir.H.2α + R 2 − Rδ .Y) α ……………… ( c ) sin α ……………… ( d ) X = ρ cos Maka Y=ρ Persamaan Ellips : X2 Y2 + =1 a2 b2 Substitusi (a).½δ cos 2 α = ρ . (c) dan (d) kedalam persamaan Ellips. ρ 2 .½δ cos 2 α = ρ-R 8 2 . AS Misalkan a – b = δ → a = b + δ ………………… (2 ) (2) substitusi ke (1) menghasilkan : R= b(b + δ ) = b 2 + bδ = b 2 + bδ + (1 / 2δ ) 2 = (b + 1 / 2δ ) 2 = b + ½δ Karena δ sangat kecil terhadap b (δ <<<< b) Maka pada nilai tersebut diatas dapat ditambah (½δ)² Jadi R = b + ½ δ → b = R .

a laut. Soenarno. seperti diketahui bahwa.Perencanaan Pelabuhan I Ir. m1 m2 M R Gambar II.m2   K = R 2 C    C = konstanta. Seperti telah diketahui gaya tarik antara 2 (dua) benda angkasa masing-masing dengan massa m 1 dan m 2 dengan jarak antara R sedang kedua benda tersebut tidak bergerak.600 x Diameter Bumi Jarak Bulan = 30 x Diameter Bumi. Bila m 2 bergerak mengelilingi m 1 seperti halnya bulan mengelilingi bumi. ρ – R = Tinggi m. Sekarang perlu diketahui besarnya gaya tarik benda-benda angkasa. AS 1 δCOS 2α = ρ − R 2 ½δ = Amplitudo .tarik .m2   K = R 3 C    Rumus ini kita pergunakan untuk membandingkan gaya tarik Bulan terhadap Bumi dan gaya tarik Matahari terhadap Bumi.Matahari 30 3 11.bulan 0.600 3 9 . Massa Matahari = 319.500 x massa Bumi Massa Bulan = 0. Jadi : Gaya. Jadi Tinggi muka air laut = Amplitudo x cos phase.0125 319500 = : Gaya.0125 x massa Bumi Jarak Matahari = 11. maka dengan adanya gaya-gaya centrifugal gaya tarik menjadi : m1 . cos 2 α = cosinus phasenya .H.tarik . Gaya Tarik benda angkasa dengan massa berbeda Maka besarnya gaya tarik : m1 .R.3.

tetapi pengaruhnya tidak terlalu besar. Meskipun benda-benda angkasa lainya menimbulkan gaya tarik pada bumi.26 : 1 Maka Amplitudo akibat gaya tarik Bulan = 2. Soenarno.4.H. 10 .Perencanaan Pelabuhan I Ir. AS = 2. yang disebut “Spring tides” sedangkan Pasang surut terkecil terjadi ketika kedudukan bumi – bulan – matahari membentuk garis tegak lurus yang disebut “neap tides”. Gambar II. Pasang surut terbesar terjadi ketika kedudukan bumi – bulan – matahari berada pada satu garis lurus.R.26 = 44 %). Perbedaan sinusoida pasang surut Matahari dengan pasang surut Bulan Pasang surut diartikan dengan naik turunnya permukaan air secara periodic akibat gaya tarik bulan dan matahari terhadap bumi. serta terjadinya pergerakan dalam system kedudukan bumi – bulan – matahari. Amplitudo akibat gaya Tarik Matahari.26 kali. tetapi bulan dan mataharilah penyebab utama terjadinya pasang surut yang diakibatkan oleh bulan lebih besar dari pada yang disebabkan oleh matahari (akibat matahari ± 44% dari akibat bulan) (1 / 2. Kondisi meteorologipun seperti perubahan tekanan barometrik dan perubahan musim dapat juga menyebabkan pasang surut.

Perencanaan Pelabuhan I Ir. gerakan pasang surut diikuti oleh gerakan mendatar yang disebut “Arus pasang surut” (tidal current).H. AS Berdasarkan pengalaman banyak diketahui mengenai terjadinya pasang surut dipantai-pantai. tetapi sedikit sekali pengetahuan mengenai terjadinya perubahan muka air dilautan. 11 .R. Soenarno.

Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Arus akibat angin ini hanya dipermukaan saja.1. Arus pasang adalah arus kearah darat. PENDAHULUAN. Soenarno AS BAB III ARUS AIR LAUT III. karena arus akibat pasang surut jauh lebih penting bagi teknisi sipil dibanding arus laut yang diakibatkan oleh angin. sedangkan dilautan akan berputar kembali arah dan kecepatan dari jam ke jam. Arus pasang surut menimbulkan “ arus secundair “ Gambar III. Arus surut adalah arus kearah laut. 12 . Arus pasang surut merupakan arus periodik yang bervariasi menurut tempatnya dan tergantung dari : - Sifat pasang surut - Kedalaman air laut - Keadaan topografi Dipantai-pantai arus pasang surut akan berulang secara teratur (periodik). arus surut dan arus sekunder.R. Arah arus pasang.1. Arus laut akibat pasang surut terjadi dari permukaan air laut sampai dasar perairan.H.

R. dan menyebabkan air terseret oleh gerakan angin. Arus ini biasanya lemah dan tidak merupakan faktor penting dalam sediment transport. maka akan timbullah gesekan (shear stress) pada permukaan air tersebut. terjadi pada sebagian besar daerah pedalaman. diantaranya adalah menggunakan cara sebagai berikut : a) CARA SEDERHANA 13 . sukar untuk dipisah-pisahkan. b) WARE INDUCED CURRENT. Soenarno AS Berdasarkan KEADAAN TOPOGRAFI. c) Hydraulic Type. III. Angin yang bertiup dipermukaan air akan memberikan energi pada air. Diantara arus-arus selain arus pasang surut. CARA PENGUKURAN KECEPATAN DAN ARAH ARUS. pembagian energi ini sampai sekarang belum bisa diketahui. maka arus disebut Inertia Current dan gelombangnya disebut Swell. seperti diselat-selat yang menghubungkan dua lautan. dan sesudah angin bertiup lagi atau arus dan gelombang bebas dari angin. seperti arus dilautan dan disepanjang pantai b) Rectilinier atau Reversing Type. dimana sebagian energi dipakai untuk membentuk arus permukaan. akan menimbulkan arus yang cukup besar. Dalam hal ini terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan. Tentu saja angin yang bertiup dengan waktu lama (hari) pada daerah yang luas (mil persegi).2. arus pasang surut dapat dibagi menjadi : a) Rotary Type. Selain arus pasang surut. seperti pada sungai-sungai. dan sebagian lagi untuk membentuk gelombang permukaan. dilautan terdapat pula arus-arus lain yang sangat sulit untuk dipelajari. Dalam daerah dimana arus dan gelombang (wind waves) timbul pergerakan partikel air adalah variable. ialah : a) WIND DRIFT CURRENTS Bila angin bertiup diatas permukaan air.H. karena sebetulnya semua arus itu terjadinya serentak.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.

kecepatannya adalah 14km = 2km / jam 7 jam b) DENGAN PERALATAN ( CURRENT METER) Kecepatan dan arah arus dapat diukur dengan dua cara : 1) Eulerian Method : dengan menggunakan Current Meter 2) Lagrangian method : dengan menggunakan Tracing Floats Arus dilaut adalah super posisi dari perioda tidal current dengan arus yang hampir terjadi setiap waktu. Cara sederhana pengukuran Arah dan Kecepatan Arus.R.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.H. Arah perubahan tempat pelampung merupakan arah arus . karena itulah kecepatan arus perlu diukur pada lapisanlapisan yang berbeda setiap 30 menit sampai 1 jam. untuk selama ± 25 jam dengan current meter. Soenarno AS Dengan menggunakan pelampung Gambar III. Ada beberapa jenis current meter antara lain : 14 .2.

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

-

Ekman – Merz Current meter

-

G.E.K (Geomagretic Current meter)

-

T - S. Self Recording Current meter

-

Omo Type self recording Current meter

-

Direct reading current meter

III.3. FENOMENA ARUS TERHADAP BANGUNAN AIR

Gambar III. 3. Perubahan contour dan terjadinya silting dan
scouring sebagai akibat bangunan air yang masif.

Apabila pada suatu teluk dengan arah arus tergambar, dibangun bangunan
konstruksi dermaga beton misalnya berupa konstruksi masif dimana arus air tidak
dapat lewat, maka akan terjadi pembelokan contour seperti terlihat dalam gambar
garis-garis putus (----) dengan akibat yang fatal yakni :
Disebelah kiri bangunan terjadi silting atau pendangkalan serta disebelah
kanan bangunan terjadi scouring atau penggerusan dimana kedua hal ini merupakan
kerugian, cela atau hal yang negatif, masih ditambah lagi kedalaman muka dermaga
yang sesuai rencana adalah 10 meter dibawah LWS bisa berubah menjadi kurang
dari 5 meter dibawah LWS misalnya, untuk mengatasi kejadian tersebut diatas, maka
apabila pada suatu daerah perairan seperti diatas akan dibangun bangunan air,

15

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

dermaga kapal misalnya, maka konstruksi dermaga tersebut tidak boleh berupa
konstruksi masif, tetapi harus direncanakan dengan konstruksi tiang pancang
sehingga air diberi jalan untuk tidak terhambat dan fenomena tersebut tidak terjadi,
walaupun biaya yang diperlukan lebih mahal dari pada konstruksi masif, perlu
diketahui bahwa biaya perbaikan apabila terjadi fenomena tersebut akan jauh lebih
mahal dari pada perbedaan biaya sebelumnya.

HHW = Highest highwater (duduk air
tertinggi)
HWS = High Water Springtide (duduk
air tinggi rata-rata)

MSL

= Mean Sealevel (permukaan
rata-rata air)

LWS = Low Water Springtide (duduk
air rendah rata-rata)

LLW =Lowest Low Water (duduk air
terendah)

Gambar III.4 Istilah permukaan air laut

III.4. PENGUKURAN KEDALAMAN (UKURAN KEDALAMAN) AIR LAUT :
Permukaan air laut itu tidak tetap, seperti tergambar diatas, maka terdapat istilah
sebagai berikut, Karena istilah baku bahasa Indonesia belum ada, maka kita sebut
istilah asingnya, sehingga bila mempelajari buku asing dapat mengetahuinya seperti
:H.H.W : Highest High Water yang artinya duduk air tertinggi
H.W.L : High Water Springtide atau duduk air tinggi rata-rata
M.W.S : Mean Sea Level atau permukaan Air rata-rata
L.W.S : Low Water Springtide atau duduk air rendah rata-rata
L.L.W : Lowest Low Water atau duduk air terendah

16

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

Ukuran LWS merupakan ukuran Peil duga dilaut untuk menentukan ukuran
kedalaman air (waterdepth) atau titik/garis 0 dilaut.

17

1. Kejelasan mengenai Panjang.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.R. Tinggi dan Periode Gelombang serta Puncak dan Lembah Gelombang L = Panjang gelombang (Wave length) H = Tinggi gelombang (Wave height) T = Periode gelombang (Wave period) Crest = Puncak gelombang Through = Lembah gelombang BENTUK GELOMBANG dipengaruhi oleh : 1) Kecepatan angin meniup (wind velocity) 2) Lamanya angin meniup (duration) 3) Kedalaman air (waterdepth) 4) Keadaan dasar laut (shape of the bottom) 18 .1. IV. Soenarno AS BAB IV GELOMBANG ( WAVE PROPERTIES ). Gambar IV. PENDAHULUAN.H.

maka berdasarkan periode gerakannya.H. IV. Soenarno AS Bentuk tersebut dinyatakan dengan nilai perbandingan L/H. bahkan tidak jarang timbul gelombang besar beserta typhoon yang merusak. Contoh : Di danau dengan perairan yang dangkal L/H bernilai antara 9 s/d 15. Bila periodenya ≤ 0.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. gelombang dapat dibagi sebagai berikut : a) CAPILLARY WAVES Yaitu gelombang dengan periode (T)≤ 0. akibat adanya gelombang. Gelombang adalah juga penyebab utama terjadinya littoral drift. dengan periode 10 ā 15 detik. tinggi gelombang tidak jarang > 10 m (di Northen Pacific tinggi gelombang yang pernah dicatat mencapai 34 m) c) Swell Yaitu gelombang lanjutan dari wind waves yang telah bebas dari daerah tempat bertiupnya angin.3 detik. bahkan disamudra luas terdapat gelombang tanpa ada angin. sehingga kapal dapat bertambat dengan aman dan pekerjaan bongkar/muat dapat berjalan dengan lancar. dimana kita belum mampu meramalkan kapan terjadinya gelombang tersebut.R. Capillary waves disebut juga ripples b) Wind Waves Yaitu gelombang yang ditimbulkan oleh angin. untuk dilautan (samudra luas). karenanya jauh sekali.2.07 detik. GELOMBANG (WAVE) Persoalan gelombang air laut (sea waves) merupakan masalah yang dapat dijumpai disetiap pelabuhan.7 cm. dan tinggi gelombang (H) 2 ā 3 cm. panjang gelom bang (L) ≤ 1. kita harus membangun breakwater (penahan gelombang / pemecah gelombang) untuk mendapatkan kolam pelabuhan yang tenang. Swell biasanya mempunyai periode yang lama (± 20 detik) dan 19 . nilai L/H antara 17 s/d 33 Gelombang tidak mendapat geseran. Bila gelombang dapat dimengerti dan dapat dianggap sebagai gerakan vertical dari permukaan laut.

Periodenya dapat berlangsung dari beberapa menit sampai ± 1 jam.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Untuk menganalisa dan membuat rumusrumus kita harus menganggap regular waves. yaitu badai yang dapat berlangsung sampai beberapa jam dan dapat menimbulkan gelombang yang tinggi. dan sangat sulit untuk dipelajari dan dianalisa. Selain klasifikasi diatas. e) Tsunamis Yaitu gelombang yang timbul karena adanya gerakan tiba-tiba dari dasar laut. d) Long Period Waves Yaitu gelombang yang mempunyai periode 20 a 30 detik. dengan tinggi gelombang yang tidak begitu besar. Gabungan antara wind waves dengan swell.H. Berdasarkan anggapan ini kita bisa menyatakan besarnya suatu gelombang yakni dengan : Tinggi gelombang (H) 20 . disebut Ocean waves atau sea waves. yaitu : Deep water waves : ½ ≤ h/L < ∞ Intermediate depth : 1/20 < h/L < ½ Shallow water waves : 0 < h/L ≤ 1/20 dimana h = kedalaman air (water depth) dan = panjang gelombang (wavelength) L Semua gelombang yang ada dilautan adalah irregular waves atau random waves. gelombang dapat pula dibedakan berdasarkan kedalaman air. Soenarno AS tinggi gelombangnya makin lama makin berkurang sebanding dengan jarak yang ditempuh. dengan tinggi gelombang tetap dan periode gelombang yang berlangsung tak terbatas. long period waves sangat sulit diselidiki dan dimengerti. seperti gempa bumi tectonic dan atau vulcanic eruptions. Ada pula sejenis tsunamis yang disebabkan oleh Cyclone atau Typhoon.R.

g . walaupun sobekan kertas tersebut tidak dapat bergerak sendiri seperti mobil misalnya dan airnya tidak bergerak.3. Kecepatan bergerak sobekan kertas tersebut akibat energi gelombang yang disebut : Kecepatan merambat gelombang atau celerity energy propagatian dengan symbol (C). PANJANG DAN KECEPATAN GELOMBANG Kita mengenal kecepatan sebagai ukuran (speed) juga kecepatan bergerak (velocity) dan disini kita mengenal kecepatan yang disebut : Celerity.H.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Soenarno AS Periode gelombang (T) Panjang gelombang (L) dan Kedalaman Air (h) IV. tidak ada arus melainkan gelombang yang dasarnya pergerakan vertical. C = celerity of propagation. h. maka beberapa waktu kemudian sobekan kertas tersebut berpindah tempatnya. T. dan C dinyatakan sebagai berikut : L= Jadi g . Bila kita melemparkan sobekan kertas kepermukaan air yang bergelombang.L tanh L 2π 21 . Hubungan antara L.L tanh L 2π 2πh g .T 2 2πh L= tanh 2π L C= L = T 2πh g .L tanh L 2π dengan : g = percepatan gravitasi.T 2 2πh 2πh g L2 = tanh tanh 2 2π L L 2π C C2 = C= 2πh g .R.

dolphin dan lain-lain. Soenarno AS Untuk deepwater waves dan long waves ( shallow water waves) persamaan diatas dapat disederhanakan sebagai berikut: Deep water waves : Lo = g 2 g T dan Co = T 2π 2π Long waves (Shallow water waves) : L = T gh dan C = gh a) Profil pada Gelombang (surface Profile) (m) Elivasi muka air diatas mean water level (MWL) dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut : η ( x.(m/det) Kecepatan gerak partikel air akibat gelombang dapat dinyatakan dengan : Kecepatan arah horizontal = (m/det) 22 .Sin x− t 2 T   L H 2π Sin ( x − Ct ) 2 L Untuk menentukan clearance dari lantai konstruksi pelabuhan seperti dermaga.H.R. t ) = = 2π  H  2π .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. maka dianjurkan untuk mengambil crest height sebesar 65% a 75% dari tinggi gelombang terbesar dimana : η = Surface profile (m) H = tinggi gelombang (m) L = panjang gelombang (m) T = periode gelombang (detik) b) Gerakan partikel air pada gelombang (Velocity of water particle) .

2π   πH 2π  L   2π  µ= Sin x− t 2 π h T T   L Sinh L Kecepatan arah vertical : (m/det)  z +h Sinh.2π   πH 2π  L   2π  ω=− .2π   2π 1 L   2π  P = ωo H.2π   2π H ∂ω  L  .R. Soenarno AS  x+h Cosh.Sin 2π x − 2π . L 2  t  d) Tekanan air pada gelombang (Pressure in the water action of waves) .Cos =− x− t 2 ∂t L T  T  2πh   Sinh   L  2  z +h Sinh. L Dimana z = elevasi partikel diukur dari MWL (Persamaan ini berlaku baik bila H relatif kecil).2π   2π H 2π  ∂µ L   2π  .m/m2) 23 .Cos X− t 2πh T T   L Sinh. =−  2πh ∂t T T2  L Sinh.(tf/m2) h+z cosh . L  t  −ω0 z  Dimana ω o = berat volume air (tf/m3) (unit weight of water) e) Energy gelombang (Average energy of waves per unit area of water surface) (tf.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.H. Sin x− 2πh T 2  L Cosh. c) Percepatan gerakan partikel air pada gelombang (Acceleration of water particle) (m/det2)  z +h Cosh. .

14 det 2π L o = C o T = 1.E = n. Soenarno AS Tiap partikel air yang bergerak dalam gelombang mempunyai energi potensial (Ep) dan energi kinetik (Ek) yang sama besarnya yaitu: Ep = Ek = 1/16 ω o H2 E = Ep+Ek = 1/8 ω o H2 (energi total) f) Average energy transported in the progressive direction of waves across unit width in unit time (tf.m/m) / detik.80 m T= T = 1. 4πh  L   Untuk deep water h/L → ∞ sehingga n = ½ dan Cg = nC = ½ C Co = g 9.CE dimana W = energy rata-rata gelombang persatuan lebar Cg = n.H.81 T (km/h) 24 .78 T (m/det) = 2. maka ia akan memberikan enersi sebesar : W = Cg. Bila gelombang mulai bergerak kedaerah perairan tenang.R.56T ( ) 2 x3.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.C = Group velocity (m/det) dari gelombang 4πh    1 L n = 1 +  2  Sinh.56 T2 (m) Cg (group velocity) = ½ C o = 0.

2.H.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.R. Grafik International Course In Hydraulic Engineering. Soenarno AS Gambar IV. 25 .

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

TABEL FITURE 2-6

26

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

IV.4. PENYELIDIKAN GELOMBANG
Untuk mengetahui keadaan gelombang yang sebenarnya, maka perlu diadakan
penyelidikan gelombang dilapangan. Data-data hasil penyelidikan ini kemudian
dianalisa untuk perhitungan dan model test, guna mendapatkan kolam pelabuhan
yang tenang.
Penyelidikan harus dilakukan selama mungkin, tetapi bila tidak ada data sama sekali
dan data-data sangat diperlukan misalnya untuk model test, maka penyelidikan dapat
dilaksanakan minimum 3 – 4 bulan, dengan memilih musim dimana diperkirakan
gelombang terbesar akan terjadi. Dalam penyelidikan lapangan ini selain periode dan
tinggi gelombang, harus pula arah gelombang selalu dicatat. Disamping itu harus
dilakukan penyelidikan angin pada waktu yang bersamaan dengan penyelidikan
gelombang.
Profil gelombang yang ada dilaut sangatlah tidak teratur, berbeda dengan profil
gelombang yang didapat dari percobaan di laboratorium, dimana profil gelombang
dilaboratorium seolah-olah berbentuk sinusoida. Karena itulah, definisi mengenai
periode dan tinggi gelombang , hanya dibuat sebagai dasar untuk menganalisa datadata. Misalnya : untuk mendapatkan data tinggi gelombang, kita harus mempunyai
minimal 100 data tinggi gelombang secara tidak terputus (Continues Record).
Rata-rata dari seluruh data tinggi gelombang tersebut merupakan Tinggi gelombang
rata-rata (H). Dari data tersebut dapat dibuat persamaan [ H sign = H ⅓ ≈ 1,6 H]
dimana H ⅓ = H significant
Tentu saja dari 100 data itu akan ada tinggi gelombang yang lebih besar dari H ⅓ (±
13% dari seluruh data)
Dalam hal ini kita bisa mengambil tinggi gelombang maximum (H max ) sebagai
berikut :
[ H max ≈ (1,6 s/d 2,0) H ⅓ ]
Begitu pula, periode gelombang pun merupakan bilangan variable seperti halnya
tinggi gelombang.
Untuk periode ini telah dibuat persamaan pendekatan
[ T max ≈ T ⅓ ≈ 1,1 T]
dimana T max = periode dari gelombang terbesar
T⅓

= Significant wave periode ( periode dari gelombang significant ).

27

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

T

= Periode rata-rata

Pemilihan antara H max , H ⅓ atau H waktu mendesign, tergantung dari type
konstruksinya, untuk steel piling dan vertical wall (caisson) breakwater, pada
umumnya didesign terhadap H max , sebab dengan sekali hantaman oleh gelombang
besar, kemungkinan konstruksi akan ambruk, sedangkan untuk rubblemound
breakwater, umumnya didesign dengan H ⅓ atau H significant , sebab kemungkinan
runtuhnya konstruksi hanya disebabkan oleh jumlah (banyaknya) hantaman
gelombang.
Telah diketahui bahwa gelombang dilaut, variable dalam tinggi, periode dan arah,
dapat kita anggap bahwa gelombang tersusun dari banyak sekali gelombang
sinusoidal yang berbeda tinggi, periode maupun arahnya. Karena itu sangat sulit
menentukan bagaimana energi nya didistribusikan, terutama dalam hal frekuensi dan
arah. Fungsi yang menggambarkan distribusi dari energi gelombang disebut wave
spectrum, dan parameter yang menunjukan derajat wave energy concentration
terhadap arahnya dinyatakan dengan S max .
Untuk swell S max = 75, dimana energi tersebar ± 30o dari arah gelombang, sedangkan
untuk wind waves S max = 10, dengan sudut penyebaran energi ± 60o dari arah
gelombang (S max = spectrum maximum).

IV.5. WAVE REFRACTION (REFRAKSI) DAN WAVE DIFFRACTION (DIFRAKSI)
Didalam pergerakannya menuju pantai, gelombang selalu berusaha untuk mengubah
bentuk dan arahnya. Bila gelombang masuk kedaerah perairan yang relatif
dangkal (h ≤ ½L), maka gelombang tadi mulai mencapai dasar perairan, dan secara
perlahan-lahan merubah arah geraknya terhadap garis tegak lurus pada contour
kedalaman perubahan gerak akan terlihat jelas setelah mencapai pantai, dimana
puncak gelombang sejajar dengan garis pantai.
Kejadian diatas disebut wave refraction, yang terjadi akibat perbedaan
kecepatan gerakan gelombang dalam penyebarannya disebabkan perbedaan
kedalaman. Wave refraction bukan saja menyebabkan perubahan arah geraknya,
tetapi juga berubah dalam tingginya, perubahan tinggi gelombang akibat refraction,

28

Bila kedalaman air h = 1.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Pecahnya gelombang pada saat ini crest (puncak gelombang) sejajar pantai dan peristiwa ini disebut refraksi (wave Refraction). Dimana : H p = H pada waktu gelombang pecah h p = h pada waktu gelombang pecah Daerah dimana gelombang pecah.R. daerah dimana gelombang pecah. bila : h/L o makin kecil. menjadi berkurang sehingga nilai L/H menjadi kecil. dimana H = tinggi gelombang sesudah refraksi Ho = tinggi gelombang diperairan dalam (deepwater) K r makin kecil.3. (α p ) o = incident angle to the deepwater contour). Gambar IV. maka timbul yang disebut surf. Soenarno AS biasanya dinyatakan dengan Koefisien refraksi (K r ).72 H dalam keadaan tidak ada angin. Bila kedalaman air berkurang dari laut menuju pantai maka puncak-puncak gelombang (crest) menjadi lebih tinggi dan panjang gelombang (L). Akibat timbulnya surf ini timbul Arus lawan atau Contra 29 . (L o = deepwater wave length. Surfzone. yang hubungannya [ H = K r H o ).H. makin lama crest menjadi makin tajam dan akhirnya pecah. (α p ) o makin besar dan S max makin besar. disebut surfzone.

Berdasarkan hasil perhitungan dan experiment dengan hydraulic models. IV. EQUIVALENT DEEPWATER WAVE Setelah tinggi gelombang akibat refraksi dan difraksi didapat.R. sedangkan untuk periodenya dapat diambil sama seperti periode dari deepwater waves : [ T ⅓ = (T ⅓ ) o ] Konsep tentang equivalent deepwater waves ini hanyalah anggapan (buatan).7. Angin meniup dalam air.maka gelombang tersebut akan berusaha untuk mendorong dan menembus rintangan tersebut. Kejadiaan ini disebut wave diffraction (difraksi) Variasi diffracted wave heights dapat dihitung secara teoritis dan secara experiment dengan hydraulic models. maka telah dibuat diagramdiagram tentang variasi dari diffracted wave heights.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. FETCH Timbulnya apa yang dinamakan fetch adalah sebagai berikut.K r (H ⅓ ) o ] Dimana : K d = Koefisien difraksi Kr = Koefisien refraksi (H ⅓ ) o = Tinggi gelombang significant diperairan dalam (significant wave height in the deepwater). runup dan data-data lain bagi prototype problems dalam tiga dimensi. dan terjadi pada banyak parubahan pada periodenya disebabkan keadaan dasar laut yang sembarang. yang sangat berguna untuk menaksir distribusi tinggi gelombang didalam kolam pelabuhan. untuk memungkinkan penggunaan data-data laboratorium dua dimensi dari wave breaking. Soenarno AS IV. Pada perairan yang dangkal dan rata harus diperhitungkan pengurangan akibat friction dasar perairan pada H o 1. Diffracted wave heights ini sangat dipengaruhi oleh arah gelombang yang datang pada rintangan.6. misalnya oleh pulau atau breakwater. Gelombang bila dalam pergerakannya dirintangi.H.6. DIFRAKSI (WAVE DIFFRACTION). IV. sebaiknya dihitung pula Equivalent deepwater wave heights (H o 1) [H o 1 = K d . Energi tersebut bergerak dengan kecepatan C gr (celerity of energy propagations) dan timbullah gelombang yang tumbuh (increasing wave). 30 . maka timbul energi.

5. Soenarno AS Pertumbuhan gelombang ini disebut fetch dan jarak pertumbuhan gelombang itu disebut fetch limitation. maka [ Fetch limittion = C gr . Terjadinya apa yang disebut FETCH Untuk unlimited duration.81 m/det2 Gambar 4.H.4.t ] C gr = Celerity of energy propagation t = waktu dalam detik d = kedalaman (water depth) g = gravitasi = 9.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.R. Celerity of Wave Propagation  C =  2πd  gL tanh . Gambar IV.  2π L  31 .

3 d (depth) 1 L 2. tanh 2π L C= tanh 2πd = 0. C  L  C gr Untuk deepwater 4πd L = 1+ =1  4πd  Sin. Soenarno AS Dimana : C = Celerity of wave propagation L = Panjang gelombang 2πd Untuk very deepwater 2πd sangat besar.H. C gr = 1 C 2 32 .Tidak ada energi transport - sejajar dengan wave crest Difraksi : .R. sehingga tanh → ≈1 L L C= gL 2π Apalagi apabila L < 2. 2π L C = gd Catatan : shallow water Refraksi : . 4πd  1  L  = 1+ 4 π d 2  sinh .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.3 d> Untuk shallow water 2πd gL = .Point of breakwater - ada energi transport - sepanjang wave crest.   L  4πd L =2 Untuk Shallowwater = 1 + Sinh C gr = ½ C.99 L tanh 2πd 2πd ≈ L L gL 2πd .

maka Fetch limitation = C gr . sbb : [H = 1.3 det C = 22 knot = 10 m/det Untuk deepwater C gr = ½ C .t = ½ 10 t = 5 t m.t = ½ C.56 → C = T = 1. Thomas Stevenson (1864) Menyusun rumus Fetch sebagai berikut.8 g = = 1. bila duration = t. H = dalam feeth F = dalam nautical mile ( statute mile ). dimana F > 30 nautical miles sebagai berikut : [ H = 1.5 F ] untuk short fetch.H.000 detik (misalnya) F limitation = 50km Pergerakan Fetch akan berhenti.56T 2π 2 x3.5 F + 2. 33 . dimana F < 30 nautical miles. apabila menabrak atau terhalang sebuah pulau atau bangunan seperti dermaga atau breakwater. No: 4 Untuk C = 22 knot → Periode T n = 6. untuk long fetch.14 2π (C = dalam m/det) Menurut tabel D7 CERC TR. Soenarno AS Secara analitis : C= gL 2π C 2 = g.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.R. Untuk t = 10.5 − 4 F ] dimana. CT g →C = T 2π 2π g 9.

Penyelesaian soal : Untuk short fetch (F<20 miles) 4 H = 0. Soenarno AS Pada tahun 1934 D. Catatan : 1 statute mile = 5280 feeth = 1.17 4 U = 22 knot 22 F + 2.89 = 0.5 - 4 F F = x → F = x2 3.185 meter.8347 34 .43132 1.R.17 UF + 2.H.594 X 1 = 2.17 UF ] Dan untuk short fetch (dimana F < 20 miles) [H = 0.A.17 UF + 2.185 m = 3.0. yang terjadi disini adalah short fetch.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. CONTOH SOAL MENGENAI FETCH Hitunglah panjang Fetch limitation yang terjadi didaerah perairan bebas.39 = 0 X 1.5 − 4 F ] dimana H = tinggi gelombang dalam feeth F = Fetch limitation dalam statute mile U = Kecepatan angin (wind Velocity) . dimana angin bertiup dengan kecepatan 22 knot dan tinggi gelombang setempat 1.miles/hour).17 22 X2 + 2.089 X 2 = .5 – X 0.797 X2 – X – 1.5 - F Tinggi gelombang H = 1.89 ft Kecepatan angin 3.6093 km. Molitor bersama Stevenson.89 = 0.dalam knots (st. 2 = 1 + 5. Menyempurnakan rumus Fetch limitation tersebut untuk long fetch (dimana F > 20 miles) [H = 0.

serta telah diestimate dengan berbagai macam teori untuk menghitung harganya. akibat penyebarannya kearah pantai.83 h untuk very shallow water waves 35 .H o ’ ] Dimana K s = shoaling cocfficient. mungkin harus direncanakan breakwater untuk menahan gelombang yang tingginya lebih dari 100 mater. Batas tinggi dari wave breaking tergantung dari panjang gelombang.8.R. jadi keduanya memenuhi syarat. Bila tidak. IV. gelombang beserta ketinggian nya adalah goyah dan akan pecah dengan sendirinya. Soenarno AS F 1 = (2.17 L o untuk deepwater waves H b ≈ 0. Untuk perairan dengan kedalaman yang tetap.089)4 = 19 miles < 20 miles F 2 = (. sebab menurut hukum hydrodinamic. secara teoritis didapat hubungan sebagai berikut: H b ≈ 0.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Kejadian ini disebabkan adanya perubahan kecepatan dari wave energy transport atau perubahan dari group velocity C gr . WAVE BREAKING Untunglah gelombang yang ada dilaut tidak bisa mencapai tinggi yang besar diluar batas tertentu. kedalaman air dan kemiringan dasar perairan. Pertama-tama tingginya sedikit berkurang kemudian bertambah lagi dengan perlahan-lahan.0.485 miles < 20 miles Baik F 1 maupun F 2 < 20 miles.H.8347)4 = 0.9. yang merupakan fungsi dari relative waterdepth (h/L o ) dan wave steepness (H o ’/L o ). Variasi tinggi gelombang akibat waves shoaling dapat dinyatakan dengan persamaan : [ H = K s . WAVE SHOALING Gelombang yang memasuki perairan dangkal dari perairan dalam akan mengalami perubahan apa yang disebut wave shoaling. IV.

H.R. Apabila gelombang mendekati pantai. θ   Lo  3     Sebenarnya wave breaking yang ada dilaut lebih kompleks dari pada yang dinyatakan dengan rumus diatas.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.Lo 1 − exp − 1. IV. bahkan sampai keperairan yang sangat dekat dengan pantai. sebab ada waves tersusun dari berbagai tinggi yang silih berganti. Dapat dikatakan bahwa gangguan ini akibat adanya diffracted waves (difraksi dari gelombang) dari pintu masuk kolam (mulut breakwater) pelabuhan. sebab gangguan gelombang dapat timbul karena: - Gelombang menembus / merembes melalui batu-batu rubble mound breakwater dan atau gelombang yang dihasilkan oleh massa air yang jatuh melalui puncak breakwater (Overtopping) dan menjadi sumber kedua bagi gangguan pada pelabuhan. hal ini bukan merupakan pekerjaan yang mudah.17.10. sumber informasi untuk menghitung breaker height.5 1 + tan . Soenarno AS Sedangkan untuk intermediate depth waves dan very shallow water waves pada perairan dengan dasar yang miring. datang dari hydraulic model test. PENGARUH GELOMBANG DIDALAM PELABUHAN Pelabuhan harus direncanakan dengan keadaan kolam yang tenang. maka pertama-tama gelombang besar pecah diperairan yang lebih dalam. 36 . sebab gelombang pecah tidak terjadi pada satu titik. merupakan definisi yang tidak jelas. Untuk keperluan ini telah dibuat rumus empiris sebagai berikut :   πh  4   H b = 0. Daerah dimana gelombang pecah sendiri disebut “ Surfzone” Definisi mengenai breaker height dan break depth dari proses random wave breaking. sementara gelombang kecil tidak pecah. akibatnya dibutuhkan sejumlah data dari breaker height dan breaker depth. melainkan bisa terjadi dimana-mana. sekecil mungkin adanya gelombang. bila akan menganalisa gaya-gaya gelombang yang berkerja pada konstruksi atau pantai.

maka gelombang akan dipantulkan sempurna. Bahkan akibat system manambat kapal pun.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. sebanding dengan periode getaran. sehingga tinggi gelombang tinggal 30 ả 50 % dari tinggi gelombang asal. Hal ini disebabkan adanya semacam gema getaran didalam kolam pelabuhan yang semi enclosed. Pengaruh gelombang ini akibat difraksi (wave diffraction) dan refraksi (refraction) dapat diperkirakan dengan cara: . Soenarno AS - Refleksi/pantulan dari gelombang (reflection of waves ) oleh konstruksi yang mempunyai dinding vertical didalam pelabuhan. meskipun amplitudo dari incident long period waves mungkin lebih kecil dari 10 cm. dapat mempersulit bongkar muat dan manambat kapal.H. Bila rintangan berupa dinding tegak dengan permukaan yang rata. Untunglah getaran gelombang dengan periode lama ini hanya timbul setempat.menggunakan wave diffraction diagrams .11.R. bila periode gema getaran hampir sama dengan incident period. IV.numerical analysis . misalnya rubble atau block mound breakwater. sehingga banyak pelabuhan yang terhindar dari gangguan yang ditimbulkannya. Numerical analysis dan hydraulic model investigation sebaiknya dikerjakan bersama-sama.hydraulic model investigation Numerical analysis merupakan cara yang baru berkembang dengan menggunakan digital computer dan hasilnya cukup memuaskan. Getaran dengan periode lama merupakan resiko lainnya. Tetapi bila rintangannya tidak tegak. maka gelombang akan dipantulkan sembarang (tidak sempurna). REFLEKSI DARI GELOMBANG (WAVE REFLACTION) Seperti halnya sinar dan suara. karena sejumlah energi dipakai untuk breaking dan terbulensi. Bahkan dibeberapa pelabuhan getaran amplitudo rendah dengan periode beberapa menit. gelombang pun dapat dipantulkan oleh rintangan. dimana tinggi gelombang sebelum dipantulkan akan sama dengan tinggi gelombang-gelombang hasil pantulan. 37 . sebab gerakan horizontal partikel air dan kapal. sering menimbulkan getaran dengan periode sampai beberapa menit. tetapi amplitudonya ditambah beberapa kali didalam pelabuhan oleh sifat perluasan gema.

R = reflected waves. ekor dari regular wave memperlihatkan amplitudo sama dengan nol. seperti adanya overtopping.telah diketahui juga gangguan-gangguan lain. adanya rembesan air lewat batu-batu rubble mound dan juga akibat gerakan kapal akan menimbulkan gelombang. tinggi gelombang dapat diperkirakan sebagai berikut: 2 2  H  =  H  +  H   13  I  13  R  13  s dimana : index S = superposed. Pada jarak kirakira sejauh panjang gelombang (L) dari dinding. dispersion of reflected waves boleh diperkirakan dengan menggunakan diffraction diagrams. dimana nilainya tergantung dari jenis konstruksi dan wave steepness. Semakin jauh dari dinding. sebagai akibat adanya superposisi antara gelombang yang datang dengan yang dipantulkan. dan pada jarak ¼ L dari dinding. tinggi gelombang semakin berkurang. amplitudo ini tidak menjadi nol. Mengenai pengaruh gelombang didalam kolam pelabuhan sangat penting artinya bagi keamanan dan kelancaran bongkar muat bagi kapal yang berlabuh di outher harbour maupun ditambatan (didermaga). tetapi tetap ada (lebih kecil daripada tinggi gelombang asal). apabila tinggi gelombang disitu (didalam) antara 20 cm ả 30 cm. Secara empiris diketahui bahwa kapal yang bertambat akan dapat mengerjakan bongkar muat dengan lancar dan aman. Didalam praktek.H. Walaupun tinggi gelombang yang memasuki outher harbour makin berkurang . Soenarno AS Perbandingan antara tinggi gelombang pantulan dengan tinggi gelombang asal disebut reflection coefficient. tinggi gelombang menjadi dua kali tinggi gelombang asal.R. I = incident. disebabkan sifatnya yang random.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. 38 . Untuk dinding vertikal. dimana arah gelombangnya dianggap seperti pantulan cahaya pada kaca. Didekat rintangan tinggi gelombang menjadi lebih tinggi. Dalam kenyataan di laut .

lebar mulut breakwater (b) . tinggi gelombang dimuka tambatan (H dalam = H dl ).H.R.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Soenarno AS Gambar IV. makin tinggi.6.30 m Lingkaran dengan pusat tengah-tengah mulut breakwater dengan radius Y merupakan crest gelombang yang sama tingginya. maka dalam membangun breakwater. panjang tambatan (B) dan jarak per pendiculair antara mulut breakwater dengan tambatan (Y). maka berapa panjang breakwater tersebut menjorok kelaut (Y) harus menghasilkan H dlm ≈ 0. dan makin jauh dari pusat makin rendah.  b  b 4   Y H dlm = H l  − 0.0269 B    B    Didalam praktek. Breakwater Thomas Stevenson : telah menyusun hubungan antara tinggi gelombang dimulut breakwater (H luar = H l ). makin dekat pusat.20 ả 0. 39 .

40 . seperti bidang depan dari rubblemound breakwater.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.α H Lo Dimana : Ru = runup height α = susdut miring bidang ξ = surf similarity parameter Untuk bidang yang kasar dan permeable. Bila tidak diinginkan terjadi overtopping pada konstruksi. Wave runup berguna dalam menentukan tinggi (puncak) dari rubble mound breakwaters dan sea walls. maka gelombang akan naik melalui bidang miring tersebut. Untuk menentukan “wave runup height” telah dilakukan percobaan-percobaan dengan berbagai structures. dimana nilai overtopping sangat dipengaruhi oleh banyaknya faktor. Sebab bila puncak konstruksi lebih rendah dari runup height.0 H dalam segala hal. maka dianjurkan untuk mengambil runup height sama dengan tinggi gelombang terbesar dari data-data regular waves. maka akan timbul persoalan overtopping yang lebih sulit dari pada persoalan runup height.12. termasuk bentuk dan jenis material dari konstruksi sendiri. Salah satu rumus emperis untuk menentukan runup height pada bidang miring yang rata (smooth) ialah: Ru = ξ H untuk : 0.1 < ξ < 2. WAVE RUNUP DAN OVERTOPPING Bila gelombang melanggar konstruksi yang mempunyai bidang miring. sedangkan untuk irregular waves sampai saat ini belum ada design kriterianya.R. hal ini yang disebut “wave runup”. wave runup height tidak akan melebihi 1.H. Soenarno AS IV. Gelombang akan naik sampai mencapai suatu ketinggian diatas MWL (mean water level). Runup height yang dibicarakan diatas tadi hanya berlaku untuk reguler waves saja.3 ξ= tan .

Soenarno AS 41 .H.R.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.

42 .R. Wave Runup Corrections For Model Scale Effect.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.H. Soenarno AS Figure 3-11.

R.H. Soenarno AS 43 .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.

H. Deep Water Wave Forcasting Curves As A Function of Wind Speed Olah gerak kapal dan lay out breakwater Figure 1-7.R. Deep Water Wave Forcasting Curves As A Function of Wind Speed 44 .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Soenarno AS Figure 1-7.

H. karena itu gerak resultante dari kapal yang bergerak maju adalah : maju arah kiri. Geraknya kapal ditentukan oleh gerak putaran propeller. Olah Gerak Kapal Saat Memasuki Breakwater.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.7. 45 .R. Soenarno AS OLAH GERAK KAPAL DAN LAY OUT BREAKWATER Gambar IV.

Karena kapal tidak mempunyai rem jadi sukar untuk belak-belok. IV. Soenarno AS Berdasarkan experiment : lintasan kapal tersebut membentuk sebuah lengkung yang amplitudonya untuk kapal dengan kecepatan 6 s/d 8 knots → 300m.6 H 46 .R. untuk itu sebaiknya alur pelayaran masuk (navigation channel) tagak lurus garis pantai. Penentuan water depth Gambar.2 H = 0. Penentuan Waterdepth [ depth = draft + keel clearens] Keel clearens ditetapkan berdasarkan akibat-akibat: 1) pitching & rolling (cushion effect) 2) squat (akibat heaving) 3) beda pasang surut Pitching : H1 = 1. maka lebar efektif dari mulut breakwater adalah 300 m.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.H. 8. yang berarti lebar efektif mulut breakwater (entranches) tersebut cukup 150 – 200 meter. Jika ditunda (dengan kapal tunda) maka kecepatan kapal tersebut dapat dikurangi menjadi 3 s/d 4 knot.2 H ½ x 1.

H.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.6 H + 0. Sedang terpenting adalah fungsi ke-1 dan ke-3.60 m Squat : 0. Jadi bila dijumlah .50 – 9.R. rolling Untuk with 20 m 10 x 1/20 = 0. Layout Breakwater Fungsi dari breakwater dimaksudkan untuk : 1) Perlindungan terhadap gelombang 2) Perlindungan terhadap pengendapan Lumpur (silting) 3) Jaminan keselamatan pelayaran 4) Mengarahkan arus (guidance of currents) Dalam perkembangan teknologi fungsi kedua (silting) sudah tidak begitu penting. 47 .000 DWT draft = 8.0 meter Untuk kapal-kapal ≥ 10.50 m (akibat kapal yang berjalan terdapat gerak naik turun yang disebut leaving) putar/goyang 30 = 1/20 rad. Gerak Naik Turun Kapal (Leaving) .misalnya beda pasang surut: 1.00 m Akibat cushion effect 0.2 x draft. 9.5 m.50 – 1.00 m .squat : 0.50 m Depth : 12.50 – 9. draft = 8.untuk kapal 10.50 = 1.20 m = 0.20 m → ½ x 1.000 DWT → d = 1.90 m Beda pasang surut : 0. Soenarno AS Gambar IV.60 m .

lagi pula harus diadakan pengukuran kekuatan tanah dasar (soil investigation) yang berupa “booring dan sondering”. Membangun breakwater tidak mudah.Perencanaan Pelabuhan I Bab V PENAHAN / PEMECAH GELOMBANG ( BREAKWATER ) V. sehingga terjadi bentuk trapesium 3) Disamping hal-hal tersebut masih diadakan perbaikan tanah dasar (soil improvement) V. PENDAHULUAN.1. Pada umumnya dasar perairan dapat dibagi 3 golongan : a) Lumpur dengan tegangan max 0 – 2 kg/cm2 b) Pasir dengan tegangan max 1-5 kg/cm2 c) Batu/karang dengan tegangan max 5 – 40 kg/cm2 Bila kondisi tanah dasar tidak baik. 1) Membuat konstruksi yang ringan 2) Memperlebar dasar konstruksi. maka harus diusahakan memperkecil σ sejauh mungkin. Makin berkembangnya teknologi angkutan laut. sedang cuaca tidak sepanjang tahun merupakan cuaca yang baik. jelas membutuhkan kolam pelabuhan guna berlabuh dan bertambatnya kapal dalam perairan yang tenang. MACAM-MACAM BREAKWATER: 1) Type Rubblemount 2) Type Caisson 3) Type Sheetpilling 4) Pneumatic Breakwater 48 . karena harus dibangun dari bawah air.2. Hal tersebut menyebabkan perlunya breakwater sebagai penahan dan pemecah gelombang serta kolam yang tidak mudah terjadi pendangkalan (silting).

49 . Lumpur. pasir atau karang) b) Persediaan batu (apakah sumber batu jauh/dekat dari proyek cukup banyak atau tidak. V. (caisson memerlukan peralatan besar dan banyak tenaga ahli. tenaga ahli. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN MASING-MASING TYPE. Keuntungan type trapesium : 1) Mudah dalam pelaksanaan (tidak perlu alat-alat besar dan worksite yang luas) 2) Karena dasar bangunan luas. seperti halnya juga sheetpilling type. tenaga kerja dan cuaca.Perencanaan Pelabuhan I Berdasar bentuknya kita bedakan dua type 1) Bentuk Trapesium (Rubblemound type) 2) Bentuk persegi panjang (Caisson type) bentuk ini merupakan bentuk tembok tegak atau vertical wall.4. tekanan diatas tanah dasar kecil 3) Energi gelombang dipadamkan secara beraturan 4) Tak ada pengikisan (scouring) didasar bangunan. sedang rubblemound sebaliknya. tapi perlu banyak tenaga kerja). sedang rubblemound tidak memerlukan) g) Peralatan.3 PEMILIHAN TYPE untuk menentukan type trapesium atau type persegi panjang dalam rencana design breakwater pada suatu daerah tertentu ditentukan oleh beberapa faktor: a) Keadaan dasar perairan (lembek atau kuat. V. sesuai rencana dan tersedianya ditempat sesuai rencana waktu) c) Keadaan permukaan perairan ( ada atau tidaknya gelombang ditempat rencana pembangunan) d) Beda pasang surut (untuk menentukan duration selama pekerjaan dibawah air / waktu surut) e) Keadaan air (waterdepth) (makin dalam makin menguntungkan type caisson) f) Tersedianya lahan untuk pekerjaan (worksite) (caisson membutuhkan worksite.

4) Dapat terjadi overtopping 5) Tidak dapat dipakai sebagai tambatan kapal. contohnya: Pembangunan breakwater dipelabuhan Semarang terpilih rubblemound tetapi terdapat kendala. menyebabkan kolam pelabuhan tidak tenang. banyaknya batu yang dapat disediakan dalam waktu 2 tahun tidak mencukupi karena kendala transportasi.Perencanaan Pelabuhan I Kerugian type trapesium: 1) Diperlukan banyak material 2) Diperlukan perawatan (maintenance) secara intensip 3) Gerakan gelombang merembes antar sela-sela batu. 50 . Kerugian type persegi panjang : 1) Pelaksanaan harus teliti dan memerlukan banyak tenaga ahli 2) Tekanan diatas tanah dasar cukup tinggi 3) Energi gelombang dipadamkan secara medadak 4) Dasar bangunan dapat dikikis oleh gerakan air Dalam praktek pemilihan type breakwater ini tidak mudah. maka di design kombinasi caisson-rubblemound diatas tiang pancang dan dibawah dinding turap baja (steel sheetpile). Keuntungan type persegi panjang : Keuntungan disini merupakan kebalikan dari kerugian pada Trapesium antara lain : 1) Tidak memerlukan banyak material 2) Tidak memerlukan perawatan intensip 3) Gerakan gelombang tidak merembes kekolam 4) Tidak terjadi overtopping 5) Dapat dipakai sebagai tambatan kapal.

dan untuk secondairy coverlayer W/15 – W/10 dan untuk badan brekwater W/6000 – W/200.Perencanaan Pelabuhan I Bila hanya dilihat dari dasar perairan dan besarnya gelombang. Berat crestblok dinyatakan W libes. Batu dan blok beton ini disebut armour unit. ditengah-tengah badan dibawah kaki (toe) dan selengkapnya tergambar dibawah ini. Breakwater Type Rubblemound. lapisan I yang disebut primairy coverlayer yang dibagian depan diperkuat dengan tetrapode. pada umumnya di Indonesia bagian barat dipilih type rubblemound. BREAKWATER TYPE RUBBLEMOUND Rubblemound breakwater biasanya dibangun dari batu-batu yang besar (quarry stones) pada permukaannya. V. atau dollos. Bila batu-batu dengan ukuran besar tidak didapat. Yang menjadi persoalan ialah berat minimum dari armour unit tersebut. Breakwater rubblemound tersebut terdiri dari crestblok. akmond.5. Gambar V. sedangkan batu-batuan pada lapisan primairy coverlayer W/2 – W. kemudian lapisan II yang disebut secondairy coverlayer. untuk menentukan besarnya W digunakan rumus Hudson. sedang diwilayah timur dipilih type caisson. maka dapat diganti dengan blok-blok beton besar untuk menutup lapisannya. 51 . sehingga mampu menahan gaya-gaya gelombang.1.

52 .5 Tribar 1 Uniform 12.0 7.5 8.3 - 3.0 15.9 2.5 8.5 6.9 >3 Random (d) 4.5 9.2 - 2.0 5.5 9.0 5.5 8.5 2.0 2.6 2.5 2.5 7.4 >3 Random 3.0 6.0 4. (b) Minor-overtopping criteria.0 3.9 1 Random (d) 2.0 5.3 for depth > 20 feet (a) n is the number of units comprising the thicknees of the armor layer.5 7.5 Modifled Cube Tetrapod Quadripod Hexapod Tribar 2 2 2 2 2 Random Random Random Random Random 7.5 7.2 KD VALUES FOR USE IN DETERMINING ARMOR UNIT WEICHT No-Damage Criteria Structure Trunk Armor units Smooth rounded Quarrystone Smooth rounded Quarrystone u (a) Placement Breaking Nonbreaking Wave (b) Wave (c) Structure Head Breaking Nonbreaking Wave (b) Wave (c) 2 Random 2.0 5.0 3.3 2 Random (d) 3. (e) Refers to special placement with long axis of stone placed normal to structure face.3 2.0 7.5 Rough angular Quarrystone Rough angular Quarrystone Rough angular Quarrystone Rough angular Quarrystone Graded angular Quarrystone Random K RR 1.0 7. (c) No-overtopping criteria (d) The use of single layer of quarrystone is not recommended except under special conditions and when it is used.0 2.7 for depth > 20 feet and 1.0 5. the stone should be carefully placed.0 5.7 2.5 8.5 4.8 2 Special (e) 5.Perencanaan Pelabuhan I TABLE 4 .5 3.0 10.

Perencanaan Pelabuhan I 53 .

5 14.6 1.7 4.6 8.1 12.5 13.8 2.4 3.6 6.0-8.7-16.3 10.55 11 Storm 56 .2 10 12 14 15 17 20 23 24 27 30 34 37 38 42 47 52 57 63 69 73 75 81 88 101 10 – 35 ( 26 ) ( 18 ) Significant Range of Period (seconds) Range ( Knots) Beanfort ( Windforce ) Wave Height ( Feet ) 〈1.9 3.4 2.8 7.1 17 17.1 6.9 8.7 10.2 54 .2 1.5-18.2 8 – 28.29 1.2 7.08 0.2 6.0 .5 32 34 36 37 38 40 42 44 46 48 50 51.5-21.8 7.9 10.3 6.33 8 Fresh Gale 34 .8 10 18 24 28 40 55 65 75 100 130 140 180 230 280 290 340 420 500 530 600 710 830 960 1110 1250 1420 1560 1610 1800 2100 2500 39min 1.2 9.4-12.2 2. Max 0 1 Average Wafe Length (Feet) Significant 0 Calm T average period Average 0 U Period of Max Energy of Spectrum (T max) Wind Velocity ( Knots ) 〈 Description 0.6 24 1.5 52 54 56 59.5-10 2.23 7.1 5.8 5.7 1.5 7.4 20.0 2.8 0.8 5.7 18.5 – 27 8 – 28.0 .5–10.5 11.8 21 21.1 9.6 0.0 6.8 3.63 5 8.88 1.05 0.10 4 Moderate Breeze 11 .0 4.4– 7.10 2 Light Breeze 4-6 3 Gentle Breeze 7 .7 14.1 8.8 6.8 2.0 – 25 7.8 4.1 3.7-13.3 17 6.4 7.0 .4 2.0 1.5-7.8 2.2 7.9 3.Perencanaan Pelabuhan I TABEL D – 7 WIND AND SEA SCALE FOR FULLY ARISEN SEA WIND SEA 1 Light Airs 1–3 2 0.8 2.7 2.8 22.7 9.7 11.5 3.9 8.5 – 26 7.1 13. 1/10 H.9 4.4 16.4 5.4 12 12.7 50 58 64 73 81 90 99 106 110 121 130 148 12 Hurricane 64 .9 15.7 7.5 4.2 3.4 3.4 5.0-17.7 6.9 9.71 〉 64 〉 80 〉 128 〉 164 Minimum Duration (Hours) 0 Minimum Fetch (Nautical Miles) Av.4 -2.40 9 Strong Gale 41 .27 7 Moderate Gale 28 .8-13.8-19.0-24.5 10 12 13.5 5.8 8.7 9.5 26 28 30 30.5 – 31 10 – 32 2.3 4.8 15.7 6.8 4.5 14 16 18 19 20 22 24 24.18 0.8-17 5.6 14.8 14.3 12.5 0.5 5.6 8.7 0.5 8.7 4.5 8 – 29.4 16.9 8.5-15.6 11 14 14 16 19 21 23 25 28 31 36 40 44 49 52 54 59 64 73 0.6 1.3 9.7 10 13 16 17 20 23 28 29 33 38 44 46.4 1.5 4.2 5.4 7.2-20.4 4 4.7 20 27 40 52 59 71 90 99 111 134 160 164 188 212 250 258 285 322 363 376 392 444 492 534 590 650 700 736 750 810 910 985 8 9.37 1.6 3.6 4.0 3.47 10 Whole Gale 48 .9 13.4 12.0 7.3 14.6 6.2 20.0-20.0-14.7 8.21 6 Strong Breeze 22 .0-11.4 2.16 5 Fresh Breeze 17 .6 19.0 10 12 13 15 18 22 23 26 30 35 37 40 45 50 58 64 71 78 83 87 95 103 116 0.5 10in 5 18min 0.8 – 5 1.9 3.5 6.6 5.5 10.3 5.

1445 .01959 .9881 .076 .1736 .0127 1.1001 .873 1.1921 .810 1.025 .9893 .0089 1.1762 .1208 .05011 0 .0051 1.01129 .07527 .2462 .2086 .0101 1.1456 .1095 .033 1.9994 .3184 .3020 . .010 1.1487 .654 1.094 2.9956 1.9977 .029 1.02628 .005000 .1123 .01918 .0095 1.9872 .1632 .07943 .5 874.2837 .1782 .777 1.0009 1.572 1.2890 .659 2.3875 .003800 .174 2.1818 .404 2.3196 1.1435 .1199 .515 2.02369 .239 2.9894 .3790 1.1913 .1330 .02300 .9962 .1798 .1472 1.1282 .902 1.1219 394 376 359 343 329 1.9815 .004500 .08672 .01648 .0044 .03543 .1369 .9971 .08333 .1331 .01263 .9828 .1746 .3599 .050 .09365 .0137 1.009778 .1711 .1005 .002800 .737 1.1028 .1310 .1764 .1299 .1531 .1809 .1146 .Perencanaan Pelabuhan I TABLE D-1 FUNCTIONS OF d/L FOR EVEN INCREMENTS OF d/L o From 0.9944 .1058 .024 .1551 .746 .1957 .3491 .395 3.09338 787.275 2.02228 .9834 .1852 .3753 .09723 .1338 316 304 292 282 272 .032 1.3263 .2009 .669 1.1068 .9966 .034 1.1727 .0035 1.0159 1.047 2.9887 .1323 .05014 .03083 .07096 .2976 1.0063 1.05596 .0140 1.709 1.1572 .9934 .2642 .001000 .2131 .9912 .2790 .3565 .1897 .9967 .007982 .0169 1.160 1 .3322 .0133 1.0004000 0 .0057 1.004300 .2379 .015 1.1315 .9992 0 .1260 .2540 .0002000 .1243 .1423 .2303 .633 1.3808 . .075 1.9939 .1559 .1692 .05611 .002000 .3362 .2190 .917 1.1151 .9956 .2323 .1598 .662 .9919 .0054 1.6 .2884 .03547 .08697 .647 1.05608 .9928 .005600 .066 1. C / C o .011 .467 3.9921 .07072 .692 1.0001000 .1592 .040 1.1275 .727 1.045 1.02948 .860 .3864 .9943 .9925 .1579 1.1584 .063 .1843 .9849 .1537 .1154 .1446 263 255 247 240 233 .9843 .2934 .0041 1.003400 .9887 .1745 .1949 1.1178 .069 .1764 .9960 .0 715.9998 .1419 .1405 .1728 .1124 .1507 .3739 .06637 .1229 .060 1.047 1.1447 .2613 .02566 .1225 .051 1.0066 1.1779 .0121 1.1945 .9883 .9937 .9900 .9853 .1602 .01056 .0185 1.9931 .001600 .9846 .01788 .1382 .1678 1.1122 .027 1.9906 .822 1.1097 .3444 .1904 .0076 1.1006 .1827 .09407 1.928 2.9948 .025 1.2592 .9906 .1865 .1815 .0022 1.0130 1.004 1.0111 1.9919 .9950 .0108 1.06642 .004100 .1539 .0098 1.9923 .0006 1.03003 .756 1.9917 .1859 .04343 .2071 .022 1.1863 1.1114 .0005000 .001700 .9831 .1546 226 220 214 208 203 .9975 .1125 .1640 198 193 189 184 180 .07935 .0182 1.145 .003 1.2147 .6 656.005100 .0117 1.1599 .07097 .02403 .03030 .02264 .02921 .1594 .013 1.626 .0166 1.9996 .847 1.1820 .049 1.1510 .0013 .9997 .09026 .1748 .767 1.001 1.788 1.1119 .005400 .1087 525 493 463 438 415 2.020 1.1062 .06617 .03546 .1717 .0079 1.04336 .799 .055 1.0025 1.0092 2.9896 .0178 1.9884 .2845 .2741 1.9937 .3417 .2692 .1587 .1449 .07091 .749 2.1708 .1004 .2755 .08651 .9984 .002100 .036 1.02749 .042 1.056 .1003 0 .043 .1932 .3302 .05602 .2266 .1881 .9862 .718 1.004400 .0172 1.02836 .965 .1161 .1636 .01440 .0175 1.023 1.9915 .0069 1.1671 .052 1.1800 .1091 .1619 .09063 .041 1.003600 .9965 .684 1.1690 .06627 .3841 .003990 .003300 .357 2.004200 .9949 .2930 .9981 .1205 .1292 .09663 .0038 1.9994 .09977 .1466 .1424 .1515 .06136 .1579 .0156 1.02719 .9877 .9902 .124 983.1032 .9881 .037 .02155 .3380 .9973 .1519 .09393 .004900 n CG / CO 1 1.01832 .01325 .1268 .0143 1.1665 .04344 .09001 .1404 .0028 2.1358 .07499 1.019 1.01598 .1658 .062 1.001100 .1621 .9983 .9908 .08304 .1257 .9988 .3523 .004700 .9981 .1728 176 172 169 165 162 .9897 .009 1.2147 .054 1.676 1.071 1.9929 .2661 .834 1.003700 .0146 1.1810 .2800 .9990 .3937 .02507 .1234 1.3678 .9969 .314 .003500 .031 .0188 1.9892 .1558 .02117 .01495 .3601 1.1874 .3061 .9878 .620 1.1890 145 142 140 137 135 d/L o d/L 2πd/L 0 .9879 .02597 .3103 .008 1.311 1.02534 .1527 .01198 .2612 .3900 .05018 1 1.0149 1.08705 .02507 .9959 .933 .9922 .002500 .02506 .1710 .02659 .09739 .3144 .3238 .07918 .9925 .3972 1.1811 159 156 153 150 147 .02864 .1306 .887 1.3224 .0153 1.02689 .073 1.1676 .003100 .3562 .003000 .1391 .001500 .1354 .1232 .0006000 .1890 1.001400 .3774 .005300 .001900 .119 2.046 1.3670 .0003 1.9931 .0114 1.1505 2.1382 .3640 .1377 .08285 .967 1.0003000 .2708 .002300 .2433 .9865 .2487 1.02976 .9837 .1915 .986 1.001800 .9910 .02436 .05015 0 .005800 .1698 .003200 .02000 .456 2.9927 .0009000 K 4πd/L 4.2022 .06144 .1035 .01384 .9909 .07513 .016 1.072 1.038 1.1467 .9822 .9969 .01696 .9818 .1835 .1346 .9856 .1791 .9900 .1879 .3527 .3403 .02778 .1511 1.07902 .1285 .9991 .0082 1.1880 .2563 .9912 .08323 .07084 .028 1.08694 .9840 .1141 .1494 .9942 .02893 .9954 .1498 .3 .9890 .701 .1832 .03544 .1659 .9975 .582 .9952 .640 1.9946 .9987 1.9946 .059 1.2410 .9935 .002900 H / H O' SINH COSH 4πd/L 4πd/L 0 .008925 .07534 .9889 .02502 .1617 .1937 .0060 2.0085 1.9979 .3109 .9916 .855 3.9875 .1037 .9859 .3827 .0019 1.064 1.0007000 .3065 .1651 .9904 .005 1.1848 .03057 .07102 .005643 .1672 .003900 ∞ M ∞ Also : b s / a s .02469 .757 3.8 562.0008000 .0032 1.1488 .1779 1.1360 .3715 .3021 .06128 .005500 .2357 .9933 .06148 . L / L o D-3 TABLE D-1 Continued 55 .1795 .1639 .002200 .004600 .1231 .1400 .9972 .005700 .9825 .1327 .1827 .1870 .070 2.1674 .1845 .005 0 .9985 .04340 .3454 .9953 .005900 .002600 .02807 .1887 .9885 .068 1.02040 .09050 .9869 .000 TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L 0 .1334 .1425 .1413 .058 1.9962 .1898 .0016 1.006 1.01743 .3635 .2207 1.018 .205 2.0104 1.1754 .1693 .002400 .9978 .0162 1.1739 .1746 .001200 .1066 .01876 .3705 .067 1.1193 .9903 .856 2.01548 .05007 7.0076 .0001 to 1.005200 .0047 1.001300 .1181 .1 605.3483 .2977 .1655 .09693 .1565 .02079 .950 1.989 2.014 1.002700 .9940 .3280 .3341 1.1612 .9898 .9958 .3153 .1250 .02335 .1781 .08686 .004800 .0124 1.02192 .05016 .02560 .1173 .1427 .004000 .006912 .

2205 .4006 .126 1.2520 .1965 133 130 128 126 124 .38 60 .03621 .9865 .1 31.7891 .03529 .4464 .0840 1.2743 .2346 .03644 .0456 1.5853 .4709 .9731 .9548 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .9848 .4747 .7612 .2394 .3096 .03755 .007400 .05611 .9801 .9 34.9805 .9869 .101 1.2507 .2598 .007700 .008300 .0208 1.567 .2065 .5286 .0286 1.3253 54.9310 .4322 .2367 .271 1.03162 .2332 .327 .9793 .2455 .478 1.2237 100 98.2225 .009200 .0559 1.9317 .05763 .491 1.2480 .008600 .9 89.088 1.6 97.2691 .397 1.3386 .0876 1.482 1.0768 1.601 1.0266 1.4138 .009800 .3117 .2304 .2.2037 123 121 119 117 116 .0733 1.04011 .4183 .04426 .123 .240 .2534 .5079 .9825 .2033 1.3281 .04233 .9760 .1950 .2533 .096 .008200 .0195 1.2264 .9 .9712 .0316 1.2275 .3896 .2381 .03689 .517 .2431 .1992 .3525 .05455 .9725 .4 .9737 .589 1.097 1.9 .1967 .9821 .8368 .009000 .0240 1.006600 .007300 .2261 .3225 .03885 .4865 .4195 .2468 .05912 .9728 .6391 1.9741 .02600 .2419 .0205 1.2081 .104 1.085 1.244 1.2481 .2924 .0663 1.9784 .578 1.03970 .083 .0217 1.1954 .9834 .8837 1.8643 .06747 .008000 .9858 .2111 .350 1.4090 1.2223 .9502 .4079 .2125 .9694 .2 .3714 .9528 .2147 .2660 .2251 .4406 .9530 .116 .2898 .105 1.2082 .2 73.06057 .2711 .9656 .006000 .8 D-4 TABLE D-1 Continued 56 .0309 1.128 1.307 1.9787 .095 1.006700 .2318 .2781 .620 1.3176 .03598 .006200 .131 1.113 1.04612 .9609 .2417 84.9625 .4614 .4719 .6856 .503 1.9856 .02800 .3209 .4239 .3535 .2338 1.127 1.079 1.2218 .319 1.5168 .3022 .9691 .0250 1.07007 .0290 1.006100 .3010 .4551 .9792 .201 1.4741 .0280 1.9811 .03799 .288 1.0214 1.255 1.2067 .3399 .9629 .467 1.0912 1.9710 .150 1.089 .04964 .4133 .4522 .4276 .9806 .1935 .051 .2317 .4646 1.007800 .9842 .03459 .2128 .4493 .6125 .9844 .1994 .0224 1.375 1.173 1.459 1.087 1.5138 .0322 1.02700 .0293 1.2212 .5562 .9799 .159 1.05296 .9794 .3722 .2414 .04032 .2247 .0283 1.9813 .9133 .187 .0303 1.9756 .008900 .8478 .05132 .9378 .4457 .0231 1.009600 .2173 106 105 104 102 101 .9 30.0270 1.9852 .9588 .2113 .0 87.9564 .01500 .9823 .02300 .0257 1.0804 1.2120 .9256 .178 .3662 .6906 .2330 .2160 .607 1.541 .366 1.4517 .614 1.4251 .2494 .03864 .084 1.0263 1.3941 .2199 .551 1.442 1.4962 .0698 1.2154 .01600 .2037 .4957 1.9772 .9225 .474 .2250 .9815 .9428 .02400 .9488 .2468 .448 1.9747 .2221 .0 91.2096 .9448 .9706 .03362 .4936 .2300 94.03990 .2643 .008400 .4772 .2016 .9771 .381 1.4071 .595 .9817 .9812 .4435 .007000 .2295 .8 .4549 .03906 .5109 1.4579 .2158 .9 45.2310 .9790 .3 83.4008 .403 1.0593 1.2360 88.4316 .9670 .9734 .2144 .5049 .035 .06878 .103 .0237 1.2343 .3786 .4114 .4155 .8131 .3908 .009100 .4546 1.445 1.2277 .4636 .213 1.0306 1.9809 .2928 .3781 .9830 .2396 .3468 .2383 .452 1.008100 .7242 .2066 .02200 .0273 1.2938 .9440 .274 1.2373 .2186 .2387 .3898 .3632 .8 47.092 1.2324 .119 1.9871 .008800 .9836 .259 .03711 .4909 .0389 1.0260 1.03435 .9471 .2456 .3710 .008500 .2356 .080 1.0628 1.2097 .141 1.201 1.2262 .4582 .4988 .3495 .4801 .2023 .03777 .9348 .7429 .512 1.230 1.8805 .4346 .7 81.1 67.8 81.495 .3599 1.2368 .4352 .3838 .06478 .4403 .0244 1.112 1.9875 .03552 .2082 .4896 .130 .3014 .9688 .5 61 1.9703 .2465 .0247 1.7158 .4691 .3800 .9103 .0490 1.03188 .2113 1.03313 .3932 .02000 .4217 .009900 .2134 .9840 .9988 1.471 1.2265 1.9700 .2539 .1 86.03842 .9850 .2401 .4803 1.0949 1.3621 .2428 .9468 .2009 .2493 .9568 .9409 .9195 .009500 .2.0319 1.6450 .226 1.4484 1.9873 .531 1.4386 .9768 .9778 .9863 .01000 .9796 .583 1.2190 1.9594 .9765 .2203 .2394 .8140 .03506 .526 1.463 1.9759 .0 50.0276 1.9854 .007900 .122 1.499 1.304 1.2817 .7051 .9408 .3600 41.1987 .2441 .03136 .03289 .100 1.2303 .03928 .2820 .4164 .2290 .5257 1.6651 .9781 .8603 .4419 .8 28.9649 .03576 .168 1.2236 .9809 .5 96.546 1.9832 .2232 .3328 .03338 .4882 .01900 .2007 .03387 .109 .6655 .1980 .2022 .4184 .9797 .2410 1.1983 .2139 .7967 .5227 .3428 .2312 .4828 .2106 114 112 111 109 108 .0192 1.2093 .9751 .7650 1.0524 1.9722 .2371 .118 1.9508 .456 .2182 .01100 .2443 .2128 .115 1.107 1.007500 .4285 .3327 .9819 .2424 .2051 .2353 .006800 .2003 .02500 .350 1.03949 .536 1.0 .06200 .006500 .3973 .009300 .006900 .8310 .4225 .438 .6238 .9744 .2520 .5198 .081 1.4664 .1970 .091 1.4607 .9774 .0211 1.4452 .007200 .01300 .0 .0299 1.0423 1.289 1.2280 .099 1.145 1.4044 .3298 .2348 .03733 .009700 .508 1.06340 .0221 1.9803 .5574 .3552 .04791 .1 37.133 .4834 .2324 .5319 .413 .435 1.3170 .4774 .1 85.9846 .03238 .009400 .2336 .006300 .3119 .2237 .0201 1.4002 .9860 .0 39.9799 .124 1.2429 .1929 .215 1.111 1.2065 .9762 .2250 .9 90.7405 .01200 .4367 .3701 .2175 .0296 1.2019 .4070 .01800 .4286 .4927 .007600 .02100 .2209 .2560 .077 1.572 1.9164 .3 95.4678 .1 62.9697 .159 1.4319 1.9709 .9690 .335 .2173 .7791 .8 29.9718 .2838 80.521 1.2000 .1905 .3470 .03666 .2381 .5 82.1 93.4256 .2507 .9715 .03110 .9750 .007100 .5795 .0253 1.108 1.2547 1.03482 .2196 .03264 .2049 .2407 .3 43.2188 .2290 .4070 .2275 .2 .2143 .03821 .9 88.4038 .4101 .9287 .9838 .02900 .5018 .2287 .3056 1.1 57.2079 .1920 .3806 .3389 .3984 .006400 .4148 1.5040 .2160 .2360 .9533 .008700 .2052 .3893 33.2168 .4355 .5014 .0227 1.2479 1.3995 .5066 .6020 .487 1.01400 .03411 .0313 1.1976 .01700 .0356 1.4 35.9731 .1961 .0234 1.120 1.9803 .9867 .2452 .0198 1.0985 1.1945 .2406 .4376 .03213 .06613 .9807 .4988 .093 1.9069 .2438 .9827 .556 1.2097 .189 1.

121 2.1023 .07200 .9433 .9658 .7335 1.695 1.236 2.9309 .6616 .2580 1.926 1.113 1.6499 .386 1.6344 .8462 1.9192 .013 1.4842 .2908 1.9713 .7511 .8209 1.1639 1.418 2.05200 .08700 .273 1.8342 .6685 .34 12.5619 11.9141 .07260 .034 1.064 1.389 2.06100 .7277 .1214 .5162 .9 27.56 22.870 1.3446 1.180 1.4455 .07867 .9737 .728 1.9534 .530 1.4469 .2270 1.1479 1.5668 .2861 .9860 .1033 .9018 .03100 .03000 .4607 .311 1.408 1.08329 .08200 .590 2.5166 .548 1.8711 .845 1.016 1.7110 .7711 1.5475 .8378 .6106 .08400 .1259 .8237 .286 1.805 1.9883 .484 2.8562 .116 1.407 2.4964 .5581 .5394 1.8980 .5403 .06400 .5649 .08664 .5236 .04200 .8614 .7948 .1059 1.05300 .1177 .9073 .04100 .97 22.4242 .5582 .308 .271 1.9837 .05500 .8801 .8011 .7804 .4534 .4713 .08900 .1205 .6553 .8137 .8385 .08 11.744 1.080 2.600 1.5626 .8915 .3100 .396 1.5605 .07000 .05700 .2767 1.8538 .332 2.8741 .9793 .7395 .514 1.08800 .092 1.4794 .691 1.9493 .57 13.19 23.06300 .46 20.4287 .8861 .8093 .9445 .8005 .1362 1.357 2.2315 1.7033 .1760 1.1171 1.5068 .5304 .04500 .09205 .42 21.456 1.8771 .616 1.6526 .6359 .24 .2672 1.709 1.974 2.672 2.502 1.08100 .7605 .2138 1.4483 .226 1.9434 .4372 24.1092 .430 1.547 1.5954 .303 2.5374 .033 2.07984 .1277 .4808 .8609 .511 2.6716 .080 1.490 1.9562 .7919 1.340 1.5214 .9133 .479 1.5147 .06800 .444 1.1518 1.5042 16.4414 .8312 .8444 .8519 .6880 .700 .8849 .446 1.090 1.03500 .6324 .7549 .010 .8792 .6920 .5167 14.650 2.298 1.213 2.921 1.03900 .4721 .8063 1.08300 .030 1.5494 .2956 1.92 12.433 1.059 1.8239 .8473 .384 1.1120 .05600 .77 12.8501 .098 2.1 26.4635 .1285 1.135 2.8811 .8921 .563 .1101 .9506 .8891 .4205 .9607 .5794 .047 1.08215 .022 1.7157 .478 2.8989 .8325 .766 .130 1.05800 .9114 .5116 .04800 .5090 .5215 .360 2.1168 .5191 .348 1.458 2.4903 17.6575 1.6239 .9815 .055 1.9591 .372 1.35 .9469 .537 2.8952 .59 11.47 11.09930 .6303 .770 1.1133 1.04600 .9042 .1013 .07500 .5874 .5017 .07630 .84 10.6181 .19 16.4679 .9211 .8026 .9012 .05000 .189 .825 1.795 1.6189 1.9289 .09520 .4980 1.7854 .644 2.1149 .07900 .4330 .594 2.8395 .432 1.1304 .203 1.8627 .5796 1.1968 1.6739 .8982 .62 12.8162 .248 1.1247 1.5717 .8867 .248 1.8755 .92 13.06200 .1158 .6805 .3198 1.5233 .513 1.582 .5119 .1401 1.5300 .8150 .719 1.1802 1.40 20.5230 .08 12.5577 .9230 .4517 .7833 .3397 1.496 .6558 .06000 .189 2.560 1.639 1.8465 .508 2.08553 .6111 .1286 .9481 .82 .4943 .4746 19.896 1.000 2.07700 .158 1.8837 1.5015 .2402 .107 2.09726 .8503 1.7561 .1063 .5563 .91 14.8537 .07100 .6176 .49 18.636 1.948 2.8035 .5312 .07300 .5548 11.8687 .7437 .7634 1.9732 .8682 .162 2.3548 1.5834 .4868 .2053 1.550 1.08000 .09 15.6 24.8250 .8326 .5258 .2492 1.026 2.6655 .4100 .9270 .5417 .5850 .3 25.885 1.1111 .050 1.5452 .9218 1.6493 .4811 .07385 .217 2.8415 .5981 .046 .8924 .6956 1.6392 .2447 1.526 1.9457 .5279 13.011 2.5435 .6778 .157 1.5533 .07400 .654 1.8886 .2225 1.11 .574 1.9064 .042 1.8966 .1195 .209 1.4988 .7522 .9037 .4932 .7747 .8999 .08991 .8193 .4779 .4894 .08500 .3231 1.1720 1.537 2.4577 .420 1.467 1.14 11.5993 .5513 .5449 .6652 .5517 .4747 .845 1.6031 .6747 .1186 .4717 .40 13.1139 .9985 .7569 .85 18.023 1.360 1.3295 1.60 15.6366 .9057 .1003 .5360 .8591 .4802 .08442 .001 .4051 .4873 .8297 .076 .098 .94 10.9520 .06700 .09416 .672 .1130 .1043 .2011 1.9349 .7633 .84 15.6729 .8572 .03300 .03600 .07600 .628 1.9076 .479 1.8308 .7937 .8080 .8483 .07507 .90 .6144 .8737 .5876 .144 2.3149 1.222 1.1223 .4960 .1843 1.4634 .7453 .2181 1.9932 .5015 .1324 1.5914 .8290 .7719 .8386 .1232 .9250 .36 11.075 1.7683 .4000 .8700 .8356 1.8943 .0033 1.019 1.9124 .6267 .95 11.4857 .7690 .9388 .331 2.7741 .7187 .5916 .598 1.9752 .1082 .448 2.7219 .08883 .479 1.09623 .6428 .09098 .7625 .5485 .8430 .62 .92 20.15 17.5637 .336 1.03 19.3004 1.7911 .4571 21.8121 .6421 .055 2.1053 .9576 .525 1.3947 .6217 .8646 .1313 .5556 .1021 1.166 2.7967 .03800 .7099 .06500 .3345 .7662 .583 1.9694 .7411 .8652 1.8719 .7037 .1884 1.274 2.71 11.2537 1.8180 .08600 .9676 .04700 .1096 1.9907 .245 2.7861 .6678 .30 14.5717 .617 1.786 1.5357 .103 1.089 1.5469 12.053 2.7256 .5711 .819 1.1209 1.5538 .7799 .9624 .6111 .9369 .23 18.026 .03400 .6046 .5064 .90 16.48 .455 1.9772 .08100 .6799 .2813 1.5380 13.4149 27.409 1.8773 .5143 .947 1.06900 .8532 .432 .1295 .8830 .462 1.70 14.5399 .183 1.284 2.044 1.8831 .086 1.1599 1.6427 .9958 .3246 1.74 13.21 12.1251 .135 1.032 1.07800 .9153 .235 1.06600 .6289 .03200 .9548 .4457 .7863 .8688 .007 1.5753 .061 1.8961 .5066 .5094 .36 15.069 .4643 .03700 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .5310 .7381 .104 1.4495 .571 1.1268 .8 .4562 .25 .7577 .670 1.04300 .04900 .6981 .5954 .6460 .7409 .9329 .5263 .7977 .4640 .2355 1.8905 .564 1.5591 .1440 1.294 1.8621 .07135 .2096 1.7336 .62 16.1241 .6622 .50 17.075 1.3600 .038 1.646 1.3497 1.7783 .8554 .2721 1.8592 .7494 1.07748 .7486 .9641 .111 1.9095 .4395 .04000 .7464 .6860 .196 1.968 .9280 .83 .6590 .13 .4196 .8448 .363 1.74 D-5 TABLE D-1 Continued 57 .317 1.8267 .1926 1.5321 .906 1.004 1.50 14.617 2.09829 .503 1.125 1.6069 .6252 .09311 .6033 .04400 .05900 .747 1.622 1.05400 .7775 1.9172 .1679 1.8088 1.4691 .5341 .2628 .4333 .4911 .170 1.018 1.7353 1.8664 .382 2.1073 .067 1.605 1.6491 .5784 .9588 1.8360 .118 1.8413 .143 1.5444 .08774 .865 .989 2.05100 .260 2.261 1.1558 1.8762 .3051 1.7890 .04 10.5501 .9886 1.

1657 1.6982 .385 3.9263 .7200 1.718 1.7402 .6697 .245 4.080 4.6868 .9141 .1060 .022 1.073 1.319 .748 .6191 1.153 .5293 .9166 .4638 1.922 2.3653 1.1360 .933 2.9152 .735 .04 9.787 .6940 1.703 1.37 10.706 2.7824 .795 .756 2.09800 .734 9.8112 .978 7.045 1.5757 .9154 .1420 .9150 .125 1.041 .6433 .5803 .6176 .9508 .9146 .1160 .8694 .762 .5356 1.977 3.8131 .7076 1.293 4.785 .1090 .822 .217 4.8913 .156 2.110 1.6228 .7066 .902 1.740 3.233 8.678 .089 1.1130 .030 1.7804 .1322 .742 .125 1.858 1.423 3.790 2.1691 .4077 1.8858 .746 4.800 .6994 .030 3.823 .5871 .7049 .912 3.4580 1.5967 .825 .1290 .9184 .937 .5944 8.1410 .603 3.09400 .6073 .815 2.9335 .4465 1.309 4.9989 1.6539 1.757 2.661 1.190 1.419 8.765 .7252 .725 1.810 .378 4.1547 .334 1.9140 .1357 .5923 .790 .4242 1.8039 .167 2.654 1.1460 .468 4.8639 .793 1.9677 .9936 .1496 .041 2.7566 1.768 .621 .046 1.5795 1.343 1.5984 .9178 .781 7.9353 .121 3.6460 .1450 .6725 .888 2.5418 1.451 9.699 3.9311 .848 1.9161 .824 3.265 1.4187 1.667 1.826 1.793 3.785 2.1180 .423 4.733 .827 .5931 .219 2.7520 .7543 .4523 1.1783 1.09900 .5747 .284 3.5850 .5954 .962 9.207 1.146 .5773 2.149 1.5051 1.956 2.9239 .076 1.913 1.5776 .815 .46 10.732 .09100 .378 1.024 3.9169 .036 4.7742 .782 3.647 1.051 2.9882 .3706 1.4932 1.157 1.7964 .6407 1.059 3.8803 .6886 .994 .125 4.198 1.5727 .1699 1.644 4.103 8.8021 .9327 .8749 .780 .6808 .120 .812 .9563 .763 .760 .7634 .607 4.952 4.801 .739 .6967 .5947 .402 4.1349 .423 3.9186 .1640 .397 1.1050 .1210 .09700 .798 .8420 .792 .025 1.835 8.5922 8.185 3.494 .7865 .7700 .751 .7377 .1390 .9362 .9251 .7158 .188 4.808 .9343 .6279 2.014 1.8474 .599 2.9135 .9985 1.201 4.966 1. 4.777 .146 .1674 .707 7.9223 .218 3.540 3.9209 .865 3.141 1.663 4.6254 .654 4.662 2.1573 .728 2.009 8.5674 1.5948 .1200 .7945 .7104 .9172 .1749 .693 2.9200 .793 .569 8.9372 .1110 .7277 .880 1.7783 1.1100 .4871 1.726 2.030 1.5958 .09300 .6098 .744 .4354 1.273 1.4297 1.805 1.1120 .6566 .4692 .620 3.8306 .317 1.5864 9.675 1.248 1.036 1.5993 7.7352 .7241 .561 4.1462 .7844 .061 2.312 3.1453 .9391 .5785 9.4990 .9189 .661 9.468 8.09200 .5693 .5878 .069 1.254 9.934 1.037 1.5873 .891 1.739 1.630 2.019 2.6619 .1030 .240 4450.5479 1.9214 .5230 1.5990 1.736 .6123 .772 1.602 7.797 .1250 .753 .8967 .756 .5990 .1392 .9755 .5605 .9130 .237 3.7497 .9827 .6833 .4131 .7268 .29 .1410 .5936 .963 2.5998 .5822 .1607 .5632 .5972 .9175 .084 1.6897 .6356 .688 1.1513 .672 1.415 1.717 1.09600 .9381 .088 3.1590 .8002 .1708 .9297 .780 8.5961 8.798 4.992 4.695 1.7450 1.903 2.9450 .9269 .061 1.850 4.352 1.1766 .6331 .5927 .519 .1080 .9908 .105 1.3862 .9344 .751 .274 3.6022 2.901 4.1384 .251 3.174 1.198 2.230 2.010 1.360 1.1581 .498 4.12 10.897 7.9411 .837 1.371 .324 8.501 3.9600 1.9142 .1330 .822 2.025 3.7226 .1040 .7120 .1724 .015 .5682 10.5716 .388 1.951 5.1400 .21 10.262 4.9282 .1598 .1419 .057 1.9276 .745 .9182 .115 4.074 .9137 .673 8.9204 .1758 .1816 .400 D-6 TABLE D-1 Continued 58 .7131 .231 1.754 .7214 1.5926 .923 3.55 10.5898 2.209 2.1190 .6779 .053 1.1480 .998 2.6486 .776 .1825 1.682 1.1682 .9832 .992 4.769 .6124 1.9076 .1320 .7022 .1490 .7656 .9156 .131 1.566 3.1479 .987 1.068 9.5913 .133 1.855 2.1665 .710 1.9371 .282 2.257 1.7589 .659 3.681 1.779 .873 2.696 .774 .115 1.871 .9164 .057 3.595 4.1774 .803 .6752 .9144 .072 2.726 8.9304 .1010 .7324 .1331 .5798 .817 .5704 .6671 1.5670 .5794 .1310 .9456 .7093 .5972 .1716 .640 1.757 .695 4.9720 .1632 .5975 7.9136 .8149 .033 4.128 3.6925 .5645 .8528 .728 1.5658 .514 .6806 1.9196 .1280 .955 1.1230 .766 .716 3.1470 .546 4.272 2.3917 1.7721 .5862 1.6060 1.6838 .65 10.6913 .633 1.129 9.078 1.759 .7173 .5171 1.5907 .164 3.7303 .6260 .6859 .326 1.008 2.806 .9158 .223 1.093 2.660 .1070 .369 1.5989 .141 1.568 2.5843 .8363 .832 3.465 7.201 3.771 .09500 .300 1.843 .7426 .068 .9295 .6381 .761 2.5812 .1615 .8057 .6202 .990 3.7885 1.5986 7.278 8.950 3.5734 1.5546 1.6305 .1370 .5980 .8076 1.165 1.5820 .1366 .388 3.094 3.1436 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .805 .114 2.808 9.9400 .1808 .5737 10.7925 .9148 .169 4.744 .9134 .738 .1020 .8094 .5982 .459 3.1530 .099 1.944 1.215 1.1380 .6592 .061 8.9775 .4410 .3810 1.533 7.9525 .1741 1.7296 .3970 1.641 3.884 .082 3.857 7.101 1.5836 .177 2.1556 .1260 .1427 .6512 .7905 .907 3.1445 .847 4.5940 .636 7.518 8.4752 1.020 7.7474 .004 1.1539 .094 .135 3.125 2.901 4.1150 .001 .9616 .158 4.182 1.9023 .741 .5766 .355 4.819 7.567 .308 1.1624 .1564 .085 1.240 1.3759 1.1470 .538 2.5902 .5992 .6645 .9228 .814 2.5857 .5890 .9234 .9290 .251 2.1240 .7612 .1649 .104 2.755 3.5964 .747 .820 .1270 .891 .5847 .750 1.9319 .5918 .813 .109 1.384 9.288 .9218 .7147 .590 9.1220 .9192 .1733 .5896 8.1488 .5108 1.191 .1401 .006 1.1000 .353 3.1340 .788 .8583 .261 2.772 .6953 .7678 1.579 3.1440 .189 8.1300 .782 .5828 9.530 3.318 9.405 1.750 .334 4.4023 1.7983 1.784 .291 1.9293 .136 1.1140 .4814 1.146 2.6150 2.020 1.8166 1.5987 .499 7.09000 .671 7.7011 .5884 .117 1.1340 .7327 1.9257 .632 7.1350 .062 1.5951 .1522 .9401 .282 1.6047 .9670 .7039 .7186 .1430 .5969 .818 .1170 .869 3.1800 .1505 .1375 .800 4.5978 .9139 .093 1.1791 .783 1.9239 .7763 .462 3.9422 .9245 .052 1.348 3.950 8.

765 7.4441 .275 6.1680 .5699 .399 1.9186 .267 7.748 1.5998 .6832 .951 1.9130 .975 .534 2.8600 .654 1.5963 .9133 .8365 .744 2.9133 .4462 .2167 .1800 .461 2.9157 .5967 .9163 .947 1.7063 .8906 .9145 .054 5.242 2.061 5.004 2.450 5.694 6.4483 .456 6.7023 .5905 6.022 .856 1.220 .169 5.9197 .1891 .4699 .716 6.191 .260 7.507 1.240 1.4899 .6620 .7157 .474 6.9188 .7090 .6689 .465 6.1958 .017 2.634 1.2066 .924 2.345 7.1933 .2226 .209 1.1990 .339 7.817 1.584 1.2176 .737 1.2033 1.471 2.586 2.194 1.119 D–7 TABLE D-1 Continued 59 .407 6.2075 1.1850 .257 1.776 2.692 2.819 7.747 6.1810 .385 6.674 8.8544 .314 2.9138 .2150 .9167 .4633 .383 .1790 .959 1.581 7.1841 .231 2.309 1.5991 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .6920 .7050 .6760 .341 1.611 6.9130 .419 2.409 .6666 .225 5.8862 .9134 .320 5.189 2.000 6.006 2.706 1.546 1.052 7.492 2.1630 .583 8.1900 .059 8.366 2.974 .9139 .6808 .1917 .4809 .8411 1.222 6.1750 .1860 .901 1.695 1.4743 .825 1.911 7.1740 .5935 6.490 5.272 1.574 1.1710 .262 6.6700 .9132 .8529 .914 2.303 2.5998 .5985 .351 1.113 6.6724 .511 6.5996 .755 1.9132 .9130 .959 6.953 9.158 2.941 1.5917 .159 5.2310 .8217 .1960 .147 6.436 .5923 .2134 .5998 .959 1.566 .133 6.1925 .813 5.424 1.797 2.1610 .414 1.712 7.849 .6997 .9130 .7296 .5432 .994 9.513 2.7226 .647 7.2192 .6586 .2092 .5984 .8486 1.8558 1.1910 .4419 .8693 1.576 2.891 7.161 6.6984 .9141 .850 2.5602 .7254 .6712 .6946 .500 7.2010 .1660 .1590 .498 1.685 1.9165 .368 6.968 1.5911 .938 6.1700 .5989 .421 6.555 6.603 6.812 2.761 6.362 1.5914 .618 2.377 1.5977 .492 6.5197 .488 1.051 2.8640 .345 4.5950 .1770 .785 1.840 2.2108 .1870 .335 1.176 6.2234 .329 6.4854 .8827 .523 2.629 2.5362 .565 2.544 .7144 .1992 1.5504 .5952 .9150 .6882 .5948 6.6971 .663 7.769 1.440 2.283 5.1540 .441 1.8939 .8666 .9130 .550 6.267 1.356 .571 6.152 1.809 .9169 .298 1.191 7.503 5.330 .1890 .252 2.395 6.432 5.541 6.8501 .977 .2268 .083 8.933 .9136 .460 1.1966 .727 1.5944 .970 1.8895 .2218 .5982 .398 5.070 .262 1.5994 .079 7.1560 .367 1.8200 .5946 .963 7.2100 .1620 .8234 .527 1.7036 .5577 .221 7.8183 .9131 .442 1.5926 .197 6.5723 .924 1.085 6.268 .4398 2.314 1.899 1.8572 .2008 .473 .398 5.6895 .801 1.660 5.9133 .8839 .837 .032 2.890 1.8250 1.8451 .5908 .861 2.035 7.5920 6.274 .517 1.872 8.351 .420 1.206 6.1883 .913 1.9149 .421 7.882 2.1670 .2025 .320 1.5675 .9130 .6796 .7076 .7240 .6820 .8653 .8917 .7198 .178 2.167 8.5996 7.777 5.5997 .8396 .304 .5291 2.818 6.672 6.9176 .2285 1.7130 .594 1.1970 .4787 .803 8.949 6.2083 .7282 .339 5.2302 .436 8.482 2.1550 .5998 .030 2.356 2.5993 .5528 2.534 6.2080 .237 6.9132 .090 8.9190 .1730 .042 2.1858 .5220 .536 1.2060 .5996 .610 6.215 1.134 7.107 .1880 .898 5.5941 .9146 .6608 .408 2.9135 .5081 .907 1.823 1.903 2.1510 .867 2.2209 .5998 .8743 .7311 .5104 .2184 .148 2.994 2.050 9.251 .8928 1.4922 .5243 .253 6.2201 1.8586 .1950 .1908 1.597 2.130 6.734 2.178 1.9174 .1520 .5036 .167 1.9181 .2277 .963 7.890 .1720 .833 1.5995 .762 1.5975 .007 5.925 8.256 8.187 8.5151 .5987 .791 1.624 1.530 .6870 .681 2.369 7.679 6.6748 .403 6.860 .995 2.5965 .246 1.571 5.716 1.4526 .5994 6.555 1.873 1.2090 .5409 2.5058 2.377 2.924 6.841 1.830 6.346 8.630 5.9131 .8779 .454 5.8515 .250 .4967 .066 5.372 1.429 2.9195 .309 7.4677 .026 7.8755 1.199 .5988 6.199 2.293 1.6654 .2042 .425 1.4765 .1760 .7184 .8284 .9172 .1690 .8381 .451 1.9170 .393 1.2050 .279 7.650 2.8427 .758 1.9144 .865 1.5748 .2243 1.900 6.2050 .616 8.8731 .6631 .230 1.744 6.225 .9179 .106 5.2058 .041 2.935 1.5998 7.479 1.162 1.723 2.1830 .5992 .6857 .7268 .702 2.263 2.986 1.412 7.801 1.148 .7010 .787 2.9193 .5994 .2293 .235 1.220 1.6933 .6845 .325 1.827 7.644 1.891 6.188 1.879 1.810 7.5385 .2017 .108 2.4945 2.346 1.265 .8680 .5127 .9132 .8803 .5998 7.607 6.2030 .162 7.1920 .718 5.8767 .277 .2020 .834 1.738 .9202 .890 6.9140 .457 1.8472 .282 1.212 6.1980 .438 .5955 .191 7.1975 .4590 .334 6.639 2.9183 .4504 2.1820 .109 7.755 2.1833 .495 8.6907 .996 8.5480 .6772 .089 2.6597 .845 1.784 6.9137 .433 1.4569 .9142 .5995 .324 2.5997 .6574 .144 9.671 2.5932 .387 2.451 1.893 2.5267 .793 1.1600 .9161 .8884 .2328 1.1580 .013 2.2000 .1940 .5974 .4832 2.882 1.2319 .5972 6.8873 1.5999 .462 .8706 .5339 .4990 .7325 .565 1.4876 .770 .5996 .9159 .740 1.8950 .5651 2.316 8.210 2.5315 .7117 .212 5.1530 .8850 .1866 1.5969 .751 5.5961 6.9129 .342 6.138 2.5938 .118 .115 5.284 6.5929 .9155 .9148 .1500 .513 5.874 5.446 1.1840 .2159 1.4721 2.853 .079 2.9200 .240 9.8442 .8971 .6736 .766 8.300 6.591 6.335 2.5552 .183 1.660 6.5174 2.8301 .6642 .1850 .544 2.604 1.982 2.954 5.614 1.430 1.9130 .728 7.780 1.406 .631 .8614 .807 6.672 6.5958 .664 1.818 .404 1.9132 .8349 .288 1.2000 .099 2.5998 .8627 1.1875 .1930 .876 6.2251 .2070 .603 5.8815 1.038 7.5980 6.228 8.6958 .5627 .060 2.4611 2.9133 .7212 .8317 .777 1.183 .1900 .204 1.376 5.851 1.488 7.5979 .2142 .5456 .829 2.8333 1.1570 .469 1.7171 .1941 .808 2.9154 .388 1.524 8.9130 .336 7.747 1.690 5.1950 1.342 .8267 .8981 1.9152 .1650 .6784 .675 1.746 7.8960 .1640 .173 .2260 .288 8.169 .021 6.5013 .317 6.2117 1.915 1.2040 .2125 .157 1.003 6.7103 .651 6.8791 .8718 .4547 .6677 .708 8.897 8.4655 .1780 .145 8.1983 .128 2.

716 1.29 12.543 2.9298 .337 ..553 2.9314 .571 5.436 2.2558 .2722 .374 .99 15.395 .2575 .32 15.2660 .776 5..6456 .391 .9374 .6060 .660 2.675 .257 2.736 5.379 3.6027 .79 14.9386 .5838 .8991 .9400 .5784 .9330 .645 1.9449 .2270 .553 1.2650 .2350 .494 1.19 14.465 15.106 3.192 11.6093 .2635 .364 .2690 .9041 .903 5.79 10.820 2.6353 .311 2.5768 .07 17.178 2.9349 ..701 5.556 .2630 .710 5.9276 .271 2.77 11.5800 .578 5.569 .6343 .886 2.339 .182 3.992 .568 2.2540 1.9332 .755 2.772 2.352 2.532 1.9236 .88 16.6068 .6209 .5691 .9320 .556 2.5724 .487 3.2380 .9245 .171 3.521 1.117 3.2810 .6137 .511 1.00 .634 1.4232 .2580 .4274 .9258 .760 .946 2.59 .39 11.348 .4011 .6018 .5823 .23 10.4051 .6488 .97 13.055 2.085 10.9333 .071 .856 2.962 2.838 5.4151 .063 3.2592 .5901 .388 3.963 5.508 2.2330 .9223 .9125 2.44 13.623 .295 2.67 17..329 .9377 .351 3.33 12.9318 .07 12.27 11.977 2.6304 .9418 .886 2.422 2.318 2.2290 .457 2.4336 .85 14.473 1.828 2.2220 .707 2.160 3.842 .389 3.9279 .51 11.9267 .9291 .5888 6.9203 .2627 1.385 .73 13.91 10.520 16.585 5.203 3.9228 .9285 ...2200 .9227 .476 3.9325 2.527 5.383 .149 3.28 17..9186 .6552 .2560 .5732 .9353 .35 .9235 .2757 1.6164 .023 3.931 2.591 1.755 2.6383 .9178 .744 1.5854 5.629 2.66 14.9251 .9336 .9346 .689 1.9301 .12 10.676 2.6228 .6498 .30 13.45 17.50 10.607 2.077 6.372 .464 2.946 2.5894 .6509 .5846 .73 12.694 1.6446 .192 2.367 3.5891 .660 2.6052 .6043 ..870 2.6294 ..9363 .432 3.82 14.6425 .548 5.2100 .9270 .2190 .915 5.9215 .2490 .975 5.244 2.746 5.87 .9304 .939 5.9311 .2455 1.73 16.9294 .362 .2705 ..84 17.375 2.847 .128 2.728 2.5728 .531 2.340 2.2792 .15 11.2520 .2404 .796 5..9070 .184 1.6246 .2498 1.618 1.9317 ..678 .2836 .397 .2532 .9051 .916 .5695 5.9097 .5712 .9307 .9205 .40 13.553 3.115 2.6111 .43 12.693 9.989 2.848 5.031 9.5804 .257 3.91 .506 .6128 .2680 .692 5.2320 .6146 .5788 .88 14.590 9.091 6.02 11.45 17.6373 .901 2.284 2.9107 .103 2.341 .500 1.642 9.218 2.6363 .661 1.816 .366 .15 16.2827 .351 2.4131 .359 .323 3.9360 .2801 1.5871 6.9031 2.5780 .9231 .55 12.656 1.33 16.2240 .2480 .410 14.480 2.15 .2549 .506 1.Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H /H ' O K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .9116 .81 11.612 1..2429 .343 3.376 .5819 ..2714 1.26 13.90 12.999 5.9001 .338 2.024 6.55 13.9248 .9289 2.9275 .45 15.5861 ..9339 .393 2.2336 .83 12.397 2..2489 .9273 .307 2.9340 .526 1.2260 .355 .9360 2.468 1.2845 1.880 5.564 3.585 1.5683 .433 2.6563 .128 3.290 3.87 .641 5.9367 .2140 .5850 .370 3.037 6.5864 .640 1.2370 .5807 .2687 .11 13.569 .2784 .714 2.2446 .80 15.596 .4377 .727 1.541 5.5748 .079 2.2361 .9261 .69 16.9110 .042 3.225 3.2170 .2120 ..518 2.2360 ..4031 .6076 .62 14.871 2.5884 .2210 .2481 .2775 .614 2.952 10.6002 .608 5.00 14.68 10.4294 2.5720 .9143 .2640 .2470 .51 14.5830 .12 14.9380 .9218 ..04 14.6394 .5679 .6200 .9394 2.718 .2460 .9288 .6477 .2130 .285 2.5744 .346 .2610 .6035 .6541 .2731 ..2550 .5868 .806 5.297 2..732 .03 12.70 13..2390 .9406 .18 16.247 12.548 1.2463 .5842 .84 10.230 2.6275 .68 11.66 15.542 .629 1.368 .602 1.5815 5.771 1.19 .4111 .700 1.782 1.9356 .011 5.658 5.634 .5756 5.534 5.2160 .2523 .268 3.978 9.344 3.154 2.6237 .51 16.28 10.9296 .674 2.387 .788 .47 14.34 9.334 3.64 11...301 12.6102 .95 15.516 .166 2.5675 5.766 .9353 .6010 .364 2.6414 .377 3.19 11.594 2.9079 2.93 12.742 2.327 .9226 .335 .744 9.325 2.021 3.2110 .9431 .957 2.6191 .700 .537 1.770 ..722 1.583 2.064 6.64 17.739 2.481 2.9211 2.039 3.83 16.6284 .2601 .49 15.381 .63 15.325 3.2450 ..450 2.091 2.5687 .967 2.008 3.798 2.5811 .498 3.2344 .330 .01 10.749 1.493 2.9243 ..788 2.542 9.5752 .105 6.6173 .353 .389 9.672 1.927 .2395 .9061 .329 .756 5.61 10.5716 5.616 5.6436 .599 2.4091 3.17 10.5740 .2340 ..393 .204 2.9327 .575 17.138 11.5878 .9213 .56 .9251 2.2410 .650 .6085 .2819 .542 3.620 2.36 16.9367 .279 3.6323 .408 2.2472 .9254 .5772 .386 .055 3..2679 .409 2.2387 .2440 .2280 .4071 .095 3.902 10.766 1.987 .9304 .479 1.2570 .2420 .2310 .421 3.891 5.538 2.2740 .691 2.2749 .2378 .052 3.350 .31 13.5881 .6218 .9383 .9264 .2421 .5857 .26 17.2661 .564 1.687 2.4211 .5760 .214 3.5776 5.29 15.509 3.2438 .9343 .051 .357 .01 13.9134 .667 1.2618 .645 2.951 5.6531 .2506 ..776 1.074 3.9282 .9346 .9161 ..592 .755 1.827 5.684 5.5736 5.444 .6404 ..47 12.54 16.6313 .2620 .4171 .494 2.97 15.2510 .6467 .2653 .066 2.575 1.9388 .9443 .2412 1.2500 .6155 .2766 .6120 .5834 5.142 2..2644 .9323 .786 5.9425 2.5699 .5764 .2150 .520 D-8 60 .2600 .4191 2..9267 .4357 .5703 .667 5.9152 .72 10.2590 .2370 1.9219 .443 3.9088 .563 5.2610 .2670 1.377 .559 1.6182 .5792 .15 14.9412 .5707 .624 5.727 5.2230 .796 9.683 1.723 2.9194 .9373 .580 1.9282 .07 11.490 9.9370 .15 13.837 2.9221 .334 3.2180 .38 .9437 .380 2.6265 .813 2.31 11.399 3.5796 5..15 11.5874 .5826 .647 2.9242 .9021 .650 5.2353 .399 3.10 17.236 3.9107 ..010 3.904 3.469 2.9310 .999 3.633 .2250 .705 .355 13.361 3.2515 .607 1.344 ..56 10.59 12.936 2.454 3..9234 .6520 .6333 .2670 .366 2.2696 .9239 .4253 .45 10.858 5.442 9.69 12.600 5.9170 2.2300 .44 11.5898 .2540 .523 2.2584 1.853 2.804 2.711 1.4315 .9259 .421 2.581 2.531 3.869 ..9381 .6256 .2430 .2400 .06 10.784 2..738 1.2530 .9011 .2566 .332 .489 .9455 2.312 3.95 ..

9550 .5605 .60 33.85 21.3040 .65 27.3202 1.9599 .9400 .933 1.3222 .966 3.828 3.160 4.810 1.565 3.26 25.35 29.5530 .061 3.3024 .422 3.3385 2.3330 .3058 .5490 .5479 .3060 .092 2.79 35.5689 .24 18.5647 .9525 .3190 .183 4.438 5.2990 .9509 .870 3.950 1.3103 .3073 .272 3.3030 .9581 .9476 .5639 .10 19.9522 .9496 .9580 .3220 .29 30.3205 .296 5.5538 5.74 27.9557 .196 31.9717 .754 3.2889 1.5592 .2880 .53 25.018 2.598 3.3022 1.5963 .5831 .62 28.806 .483 3.2750 .2987 .96 26.506 5.2710 .9713 .185 4.090 4.62 .9690 .40 24.9515 .98 .566 3.008 3.9603 .2980 .07 23.135 4.675 3.379 3.382 3.474 5.114 4.206 4.2760 .2860 .919 3.9393 .9686 3.3193 .007 2.943 3.5527 .203 3.227 5.9607 3.9466 .9660 .2584 .499 5.3270 .9562 3.2969 .854 1.27 18.93 29.62 .361 3.5458 .956 2.5714 .3157 1.392 5.3049 .83 23.000 4.896 3.043 3.787 3.96 30.025 3.069 .5611 .16 20.2959 .776 3.30 28.745 3.99 34.67 18.54 22.264 5.5751 .5568 .471 3.921 2.5651 .104 4.5994 .307 3.77 35.5667 .64 20.420 5.5486 .2944 .832 1.9512 .2500 .9577 .2930 .64 30.84 22.9478 .3057 .631 18.9637 .32 .3311 .995 2.9585 3.799 1.2472 .5732 .07 18.9499 .3155 .058 2.001 2.3200 .972 1.51 19.877 3.9594 .5556 5.88 24.821 1.045 4.587 3.2431 .5797 .5845 .2960 .866 1.343 3.968 25.414 .9531 .2730 .786 3.219 4.5810 .664 3.409 5.9505 .5616 .136 3.9679 .5947 .5971 .097 3.05 22.450 5.35 23.3000 .5519 5.366 5.00 31.2913 .110 4.804 1.604 .371 .3120 .9572 .2863 .3239 .046 2.036 4.84 33.414 5.42 25.9710 .35 27.3349 .738 3.3302 .18 33.231 4.9469 .5632 .300 .9502 .351 5.956 3.2898 .403 5.3170 .292 5.254 3.139 29.2418 4.2599 .2570 .2800 .5671 .5655 5.9552 .967 1.9446 .5917 .44 .161 4.65 18.938 1.827 3.5784 .5859 .546 3.375 5.49 19.849 1.3260 .5660 .318 5.587 3.38 34.673 3.343 3.5580 .228 3.052 2.3230 .815 .5701 .9423 .5940 .922 1.33 23.2364 .27 29.630 3.5866 .9664 .19 .5925 .65 30.276 5.2641 .3210 .5932 .5619 .765 3.9490 .246 3.09 23.524 3.20 31.5572 .9537 3.9649 3.71 32.5476 .2391 .5695 .9653 .220 3.798 21.061 4.231 5.5655 .2898 .9410 .5631 .731 3.9574 .9403 .9693 .3172 3.3020 .5465 5.83 33.3080 .855 22.136 .3376 .127 .5771 .2940 .086 2.323 3.934 3.2924 .9430 .256 5.5549 .609 3.5545 .837 1.252 5.2486 4.843 3.9443 .9500 .2978 1.3284 .5777 .3085 .2872 .984 .5511 .2976 .888 3.9682 .911 23.9696 .873 3.110 2.2720 .9518 .209 3.22 .39 20.826 1.9406 .5824 .5607 .5610 .361 5.96 23.5504 .2916 .2866 .152 3.832 3.60 22.35 21.Perencanaan Pelabuhan I TABLE D-1 Continued d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n CG/ CO M .024 26.9486 .5455 .760 3.173 4.486 .5986 .2740 .9544 .170 3.66 27.3239 .5448 5.9473 .2445 .5955 .37 34.683 3.703 .432 5.724 3.9559 .5643 .038 4.3139 .866 3.2933 1.3248 2.5451 .60 28.2830 .3175 .55 25.5623 .5564 .9565 .3112 1.37 .31 30.3367 .12 24.5804 .9590 .3257 .153 .2745 .07 19.2820 .805 3.3148 .9567 .2700 3.848 3.821 3.68 24.9641 .081 28.9577 .2378 .5603 .2780 .5790 .305 5.490 3.02 27.3014 .3031 .95 29.882 1.264 3.978 1.9413 .503 3.2880 .742 20.171 3.9452 .89 .922 3.9568 .3266 .851 3.9516 .396 3.014 4.61 33.9505 .900 3.916 1.927 .9490 .9440 .280 .585 3.9528 .070 4.60 28.5761 .624 3.5541 .694 3.3050 .888 1.5576 5.2514 .2656 .9700 .5637 .9633 .99 31.480 5.905 1.116 4.5643 .284 3.3180 .462 5.9396 .46 32.260 .5659 .426 .2996 .289 3.72 32.058 4.468 5.9629 3.063 2.893 1.328 5.71 19.87 21.3150 .075 2.9611 .098 .793 1.990 4.237 .272 5.3139 .5534 .07 22.9521 .2835 .3220 .029 2.527 3.5494 .12 26.70 24.5666 .9493 .022 .3321 .720 3.2992 .9541 .3008 3.013 4.121 2.9456 .9620 .088 3.15 24.9535 .09 20.245 5.2528 .223 D-9 61 .242 4.208 4.5468 .5621 .28 29.938 2.82 22.610 3.96 .07 32.9676 .2790 .697 3.2715 .5708 .910 1.9511 3.9461 .11 .663 3.508 .642 3.989 1.2351 4.5880 .2700 .62 20.3160 .186 3.3250 .57 21.5627 .314 5.809 3.2404 .5596 5.98 .18 20.891 3.9473 .83 26.012 .9463 .2840 .115 3.3166 .254 .59 21.30 21.2627 3.9668 3.041 .3094 .288 5.5758 .2854 .5678 .433 3.3211 .325 .2820 .5627 .2542 .190 3.04 27.332 5.9532 .9542 .2900 .2960 .5584 .42 24.3106 .5600 .2790 .716 3.2685 .513 5.9553 .2770 .5838 .979 3.9436 .3130 .397 .5902 .945 3.3140 .2556 4.444 5.9624 .3275 .46 18.5588 .2850 .9459 .362 3.72 27.3130 .899 .30 19.2670 .5817 .115 2.5552 .5472 .990 4.9571 .57 22.9484 2.5507 .9467 .493 5.2870 .9483 .2851 3.347 .093 4.5895 .3040 .284 5.127 4.5887 .5683 .079 3.104 3.380 5.085 4.49 18.3184 .877 1.2459 .068 4.303 3.2805 .5745 .956 3.5635 5.5720 .150 4.9562 .2810 .620 3.709 3.3294 2.5910 .782 3.9449 .74 19.9526 .5852 .5515 .2760 .04 18.3067 1.120 3.86 18.9390 .5663 .2942 .3110 .44 32.990 3.933 3.653 3.254 33.5497 .86 24.3230 .2907 .9480 .33 21.402 3.249 5.9538 .2951 .337 5.912 .3290 .3089 3.2890 .5500 5.002 4.651 3.5739 .843 .97 34.2910 .5462 .237 5.323 .104 2.5873 .3339 2.081 2.9703 3.3357 .2613 .462 3.643 3.94 30.2970 .9547 .386 5.41 20.3076 .3121 .765 3.9426 .9433 .3090 .9616 .3010 .356 5.3280 .309 5.5726 .234 5.5978 .2929 3.28 19.3005 .81 23.5672 .28 28.9645 .24 25.2920 .955 .9720 4.442 3.230 4.545 3.14 26.3122 .686 19.133 3.973 2.93 19.5483 5.82 26.9672 .9556 .5615 5.961 1.3100 .9547 .5560 .241 .08 32.2730 .9420 .978 4.33 27.035 2.342 5.023 2.5523 .9495 .047 4.3040 .451 3.3189 .860 1.871 .944 1.5649 .2882 .456 .3240 .9656 .2950 .268 5.9416 .9707 .2775 3.3070 .

173 2.78 55.88 47.079 5.2017 .3841 .9801 4.2338 .9811 .5425 .2076 .377 5.9640 .277 4.9857 .3650 .16 48.9632 .498 4.13 60.765 5.9626 .5392 .630 .9670 .375 .5306 .29 71.191 .914 4.410 5.475 5.5386 .1850 .3413 .04 39.3770 .5352 .901 .9707 .9607 .3430 .3340 .137 .09 51.631 5.5421 .875 4.16 54.886 5.3495 .9797 .791 4.190 2.443 2.413 2.5444 .9673 .602 4.466 4.9726 .2185 .9648 .5319 .5413 .300 4.184 4.44 58.15 54.28 71.399 4.547 4.96 46.3691 .139 5.2266 4.814 5.89 41.845 4.9780 .5429 .9753 .42 45.343 .188 5.9705 .987 4.101 5.5336 .1797 .5325 5.2160 4.3540 .9750 4.138 2.3860 .157 5.5539 .9651 .112 5.384 2.43 58.9839 .449 .3514 .130 5.5312 5.9583 .5344 .756 4.5365 .2005 .3480 .3551 .3520 .3766 .720 53.1904 .9738 .1938 .3560 .3888 .5405 .259 4.629 4. 325 2.5355 .312 5.661 50.467 2.5362 .9737 .921 5.3850 2.439 4.91 64.5362 .396 2.566 5.3750 .214 .5411 .89 .5288 .9615 .015 4.42 56.798 5.265 4.9813 4.3600 .3468 .272 .201 5.3879 .5408 .627 4.103 .9756 .1883 .5342 .9586 .176 .866 5.43 36.9598 .3936 .2029 .9830 .657 4.00 36.5524 .144 5.5496 .87 41.59 48.266 2.89 50.2173 .5339 5.9860 5.3500 .81 68.82 59.3370 .83 43.3775 .086 5.9730 .5563 .12 67.149 .803 4.862 4.5515 .9854 .713 4.094 5.3579 .147 5.576 4.9837 .091 5.3542 .2064 .885 4.5479 .3917 .5333 .5402 .900 5.5578 .5417 .159 5.3477 2.697 5.3700 .85 44.661 .9688 .33 42.85 39.9735 .221 5.1675 .9758 .5437 .5501 .525 4.5347 .59 39.9732 .14 38.718 4.110 5.088 5.3403 .5294 .450 4.76 57.5438 .24 60.9764 4.9717 .957 4.83 59.366 2.5534 .84 37.3728 .5519 .9643 .9848 .67 52.958 67.9850 .9595 .3630 .77 57.744 4.404 4.360 .9723 .3870 .3719 .40 .105 5.61 69.3470 .2198 .280 5.361 4.873 4.9823 5.3820 .3422 .37 41.296 2.72 49.9819 .3635 .179 2.45 66.2087 .231 2.5376 .929 4.255 2.732 4.934 4.155 5.249 2.59 36.91 64.097 5.093 .02 39.5483 .827 4.1818 4.5544 .3926 .15 48.3709 2.210 5.301 .354 2.521 4.124 5.712 5.5349 .5369 .082 5.161 5.3710 .1949 .9698 .3785 .090 5.84 .116 5.288 4.67 52.5453 .3440 .348 2.424 4.974 5.9702 .5417 .9665 .508 5.35 43.15 38.3653 .9795 .3740 .544 44.3380 .922 4.278 2.225 2.248 5.5372 .2136 .3794 .5427 .5359 .682 4.5279 .1872 4.3431 2.50 47.5553 .9610 .42 63.034 5.5299 5.3590 .9847 .944 4.3490 .9601 .5387 .479 .9835 .290 2.780 5.5389 .2325 .217 5.9825 .307 2.191 .9772 .208 2.3682 .68 62.80 68.284 2.1983 4.731 5.770 4.204 5.28 52.5414 5.5470 .156 .1828 .898 63.25 60.34 43.3830 .9744 .95 46.656 4.541 5.168 5.14 .9852 5.186 5.144 2.9827 .9667 .5377 .3672 .1766 4.62 69.2124 .9843 5.52 54.9767 .1665 4.534 5.154 5.86 44.603 47.04 .9787 .9845 .3800 .207 .3660 .9696 .251 5.9806 .1926 4.9680 .3560 .5330 .5365 .500 .598 5.5284 .2273 .3449 .5466 .5573 .9832 .5286 5.5309 .9817 .438 5.27 .3394 .099 5.1695 .3550 .838 60.133 2.29 49.5281 .9834 5.194 5.1972 .3663 2.165 5.5449 .3700 .3625 .96 40.9821 .70 38.850 5.43 45.9792 .9808 .3360 .5314 .5301 .1745 .345 5.125 .5327 .5445 .792 4.3468 .3350 .182 5.49 .741 4.9635 .5584 .5380 .95 40.9719 .95 61.9747 .152 5.5317 .2247 .3300 .3420 .2235 .1861 .579 4.2111 .673 4.3720 .392 4.5589 .9700 .3570 2.3504 .3410 .3330 .9623 .372 2.1756 .161 2.3869 .9712 .326 4.67 65.99 36.798 4.5441 .556 4.9775 .84 43.350 4.3580 .3945 2.3640 .9690 .5390 .52 56.9662 .9629 .5402 .474 4.9729 .1839 .85 37.402 2.3898 2.72 38.25 35.2260 .284 4.9841 .5398 .5304 .9855 .17 67.09 53.5399 5.3570 .9589 .03 44.2312 .3450 .3804 2.9638 .856 4.36 41.9721 .2148 .313 2.413 4.312 5.16 67.9735 4.73 49.46 70.005 .3530 .53 54.575 4.004 5.5291 .358 4.9732 .3907 .150 2.5405 .9709 .9728 .3644 .5383 5.5374 .5359 .1725 .5353 5.3813 .5274 5.13 .37 42.118 5.3730 .02 63.3610 .5492 .381 4.3616 2.5558 .568 4.9683 .5383 .5433 .237 2.9654 .2052 .5529 .9777 4.736 4.171 5.173 5.167 2.374 5.474 4.60 48.90 .Perencanaan Pelabuhan I TABLE D-1 Continued d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n CG/ CO M .406 5.3620 .685 4.5394 .076 D-10 TABLE D-1 Continued 62 .9815 .9686 .9618 .3459 .103 5.763 .509 4.1735 .5424 .9675 .5594 .51 47.677 5.27 52.301 4.9799 .162 .323 4.5548 .243 .10 .5431 5220 5.2299 .03 .9741 .572 5.5350 .833 .3756 2.780 56.89 45.077 5.3670 .5276 .3607 .609 5.425 2.43 56.486 42.3880 .1705 .281 5.1960 .277 4.13 58.439 4.9785 .5322 .9724 .9592 .469 5.3780 .1807 .5368 5.416 4.46 66.708 4.198 5.60 39.451 4.107 5.427 39.3737 .220 2.114 .319 2.80 45.5510 .3510 .41 40.185 .709 4.196 2.9790 4.9804 .044 .1894 .5434 .335 4.388 4.5487 .3810 .3598 .337 2.550 4.2222 4.443 5.123 5.935 5.121 5.2099 4.47 51.970 6.9677 .3690 .5505 .492 4.311 35.437 2.3400 .827 4.53 .697 4.95 61.462 4.390 .3390 .3588 .3460 .369 37.310 4.910 4.638 4.209 4.419 .58 35.9659 .179 5.431 2.650 4.214 5.217 5.591 4.9657 .063 5.3440 .9714 .3320 .9613 .533 4.815 4.9646 .260 2.185 5.1915 .346 4.3822 .9859 .885 4.851 4.5409 .2210 .67 65.9726 .9761 .5599 .1685 .408 2.615 4.5474 .3832 .521 4.9769 .336 4.502 .095 5.5421 .946 4.134 5.9782 .473 2.768 4.132 5.68 62.202 2.342 2.081 5.084 .9621 .08 51.159 4.5396 .45 70.1715 4.5296 .1994 .40 40.3840 .685 4.234 4.132 5.9693 .5371 .1776 .3680 .5461 .48 51.5380 .461 2.41 63.3760 .3860 .48 37.455 2.5441 .3790 .5568 .331 .746 5.3310 .3532 .3850 .9604 .643 5.3747 .5457 .34 42.378 2.602 4.2040 4.3890 .127 5.141 5.1786 .79 55.3523 2.30 49.5356 .42 36.14 58.072 5.

828 2.233 5.4450 .5227 .4090 .9879 .7 122.890 6.462 5.050 5.524 7.9804 .9887 .85 73.06 84.438 8.9880 .4360 .4511 .540 8.30 99.004 7.017 71.5305 .392 .088 7.049 5.3940 .491 2.629 .4380 .209 5.369 .136 8.701 2.783 7.9792 .556 2.592 2.657 5.9913 7.5251 .1345 .9766 .5311 .9741 .564 6.525 6.12 82.20 89.97 72.19 80.9864 .9896 6.028 5.4231 2.9739 .1214 .1533 .669 5.069 5.9891 .025 5.4212 .332 6.4430 .975 8.5265 .9754 .9930 .847 .071 5.387 8.228 8.5255 .24 79.5195 .060 7.457 7.604 2.54 93.4000 .173 .570 7.1419 .586 2.4150 .5165 .575 2.5234 .603 6.021 5.3955 .641 2.010 5.9921 .026 5.3990 .4200 .9 112.5256 .4088 2.483 6.1 104.9904 .9756 .305 5.5184 .5198 .9931 .735 7.3 129.4385 .4347 .349 7.1200 5.9812 .816 2.5263 .5293 .295 6.258 6.1236 5.4414 .610 2.9819 .5182 5.5234 .2 126.031 5.9758 .334 .329 6.102 7.4098 .039 .32 78.2 126.9833 .786 2.379 8.9 123.285 8.1353 5.5323 .9915 .55 93.486 8.445 6.5314 .245 5.9886 .7 110.9794 .9918 7.5204 .5279 .048 5.595 7.1515 .9846 .4107 .7 101.9912 .479 7.9894 .1 144.018 5.9838 .4366 .5189 .4434 .056 5.9889 .371 7.515 2.4330 .5174 5.993 5.130 7.4190 .4220 .1480 5.4470 .922 7.5240 5.4126 .44 92.161 5.9743 .3 137.9795 .9816 .5271 .9926 .4069 .022 .5213 .768 2.029 5.4 117.568 .7 101.366 5.5221 .5266 .1428 .9835 .9919 .014 5.9765 .83 95.3974 .9909 .44 92.4 105.146 7.535 5.521 2.991 8.9890 6.9824 .020 5.9885 .5236 .707 7.4010 .616 2.5212 .8 119.753 7.4424 2.1579 .532 2.4492 .774 2.3910 .140 6.5227 .12 82.1185 .412 7.527 2.5271 .4472 2.5336 .683 2.427 8.9907 .5225 .17 88.5261 .175 8.7 125.007 .993 6.4340 .9798 .4376 2.9932 8.4453 .5267 .9872 .598 .3 .9905 .4140 .3964 .378 103.4350 .5329 .5218 .1259 .9802 .5161 .9770 .5244 .3 120.608 5.043 5.4031 .9901 .4337 .4170 .024 5.029 6.879 6.8 146.5208 .798 2.1608 .59 75.4012 .792 2.52 100.4370 .484 6.3930 .1229 .590 .9923 7.24 79.4 143.4270 .9906 .671 2.1313 5.8 119.4130 .7 136.640 6.402 5.6 139.5196 .4136 2.1506 .2 113.9927 .40 77.1274 5.560 123.5258 .19 80.67 94.1589 .4300 .274 8.3920 .06 84.4 143.5242 .13 98.4463 .1207 .4289 .5160 .474 5.5196 .7 122.9 97.4410 .2 .221 6.4002 .9748 .5342 .063 5.642 7.052 .018 7.9 112.1361 .1378 .1290 .635 2.1403 .4180 .749 .632 5.4280 .5223 .550 2.075 8.98 72.644 6.008 5.5210 .027 .040 5.4030 .016 5.438 7.060 .294 5.9 .1462 .185 8.2 116.718 6.9782 .9763 .4482 .1542 .9774 .4318 .38 86.52 100.1411 .3970 .045 .3983 .4280 2.4405 .5258 .137 81.035 8.4260 .800 7.9929 .4060 .4059 .810 .5290 .7 136.4241 .072 5.037 5.5202 .149 5.044 5.9 131.367 6.035 5.4050 .3 103.4250 .4230 .521 6.0 .1570 5.822 2.9895 .215 7.041 5.5200 5.5179 .1627 .28 90.185 5.1454 .1617 4.799 6.1244 .72 74.5299 .4100 .173 5.026 7.124 8.17 88.065 5.9811 .9752 .125 5.9800 .017 .9867 .762 2.1321 .1497 .1298 .5211 .341 5.9843 .0 134.067 .7 107.006 5.5172 .9761 .67 94.538 .005 5.5317 .4078 .4310 .041 5.5225 .5345 .4501 .485 2.5287 .1192 .5229 5.9865 .665 2.725 6.601 6.9788 .644 5.5166 5.9870 .009 5.4040 2.07 85.011 5.4356 .4260 .4460 .5251 5.077 76.177 6.5230 .647 2.4328 2.5198 .681 139.5320 .281 5.4222 .1171 .9862 .804 2.5296 .9772 .444 6.0 109.4420 .236 8.849 6.12 .5246 .4193 .450 5.4490 .5200 .9745 .290 6.49 .1598 .4290 .062 5.148 6.661 7.046 5.684 6.40 77.4210 .9902 6.9876 6.015 5.426 5.511 5.005 5.053 5.9908 7.72 74.6 .4145 .113 5.5194 .5221 .9925 .197 86.1656 .719 .1 104.3 129.834 2.5187 .4251 .48 71.5239 .3900 .758 .5206 .9900 .1646 .5216 .7 128.9768 .9869 5.4308 .970 4.101 5.19 89.9828 .5214 .5326 .5176 .4320 .1552 .5232 .688 7.9841 .5274 .1471 .1561 .766 6.659 .215 6.5302 .4298 .96 .074 5.9924 .9830 .390 5.86 73.532 8.550 7.4050 .003 D-11 TABLE D-1 Continued 63 .5339 .9898 .755 2.8 146.5168 .9829 .9778 .317 97.4240 .5237 .004 5.584 5.544 2.5163 .974 7.4400 .4021 .3950 .9786 .6 115.9806 .39 .5269 .07 83.1222 .616 .562 2.1178 .9916 .1251 .4 133.5169 .481 8.677 2.5158 5.221 5.509 .9877 .4164 .497 2.190 7.9821 .9808 .4270 .438 109.83 95.620 131.5244 .4116 .963 .325 7.406 6.4395 .5308 .5223 .4155 .9 .7 128.58 75.9844 .5253 .9910 .9930 .780 .743 2.1524 5.839 6.5215 .14 87.303 7.523 5.1337 .5191 5.326 8.5171 .5206 .9914 .033 .9836 .5246 .9814 .1436 5.053 5.13 76.064 5.103 6.7 125.034 5.1488 .076 6.596 5.9 .5248 .4120 .943 7.695 2.4040 .4070 .14 87.982 4.9917 .029 5.0 108.1636 .7 110.9832 .005 5.503 2.5186 .066 5.9839 .185 .5204 .0 134.895 7.13 98.5208 .29 99.252 6.4480 .1305 .9882 .561 .1445 .1 144.5219 5.9750 .3980 .725 2.11 81.036 5.880 7.9790 .5238 .0 108.932 6.7 141.1329 .499 116.5217 .5241 .3960 .259 7.9823 .9826 .5269 .1267 .023 5.030 5.1386 .089 5.4 117.5282 .4 133.6 115.2 113.707 2.28 90.572 5.9874 .6 141.95 91.07 85.9797 .486 5.5248 .831 7.4390 .4110 .1394 5.689 .4020 .4160 .806 6.1164 5.581 2.5193 .058 5.503 7.9883 6.4183 2.07 83.31 78.5253 .414 5.623 2.9892 .1282 .4440 .957 5.3993 2.407 6.737 2.040 6.2 120.5332 .019 5.1369 .547 5.13 .921 6.012 .9899 .653 2.353 5.9911 .9873 .5232 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C O M .713 2.066 6.5177 .731 2.840 .4521 2.9776 .9920 .269 5.9922 .9818 .5209 5.4443 .234 7.7 107.5277 .5202 .9784 .5181 .9810 .257 91.5285 .013 5.4 105.112 6.3 137.9780 .055 5.9928 8.679 6.046 7.279 7.4080 .4174 .088 .329 5.4203 .5262 5.5260 .

4979 .9946 .9953 10.5152 .533 9.7 302.166 3.57 10.5144 .9904 .890 2.69 10.2 196.1136 .08637 .9953 .6 157.9867 .08371 .4754 .962 5.09 11.4930 .944 2.693 5.1102 .7 163.2 248.821 9.5192 .742 148.0 189.1083 .08477 .997 4.4657 .996 4.998 4.999 4.9857 .9937 .31 .998 4.5099 .908 2.9864 .5080 .5182 .9935 .09236 .5175 .999 4.999 .203 3.8 187.9890 .5115 .815 5.4666 2.134 6.61 11.209 .5070 .08901 .96 .5170 .9872 .08530 .5150 .981 2.9955 .0 .9888 .13 10.7 159.9853 .000 4.018 3.999 .368 6.9956 10.159 6.999 4.9954 .999 4.072 6.0 155.31 .705 5.9869 .5092 .6 260.51 11.6 184.5 280.877 9.0 .09121 6.693 8.63 .5 209.4890 .5114 .1150 .965 9.5139 .5090 .951 9.9848 .85 10.380 6.1 154.9889 .5152 .998 4.9955 .3 254.4 239.7 .9886 .098 3.9880 .8 187.5128 .4803 .5110 .016 9.2 225.00 .5157 .9960 .938 10.232 242.9891 .1000 5.5167 .87 11.9957 .9964 .804 8.5120 .1069 .9963 .730 5.5136 .9912 .4715 2.996 D-12 TABLE D-1 Continued 64 .5122 .9938 .9855 .159 3.83 10.5093 .3 230.28 12.08845 6.4870 .9958 10.2 196.109 214.05 12.9 176.998 4.5097 4.999 4.1012 .4860 .4871 .055 .4852 .9945 .9957 .9881 .9900 .5181 .5091 .4 295.998 .951 2.1122 .6 .4640 .5102 4.998 4.5095 .5188 .3 287.000 5.4531 .5109 .1076 .4500 .5144 4.2 216.4705 .9898 .996 4.9941 .902 .9873 .4840 .9964 .110 3.5148 .47 11.888 5.0 277.042 3.5146 .9 148.4850 .987 2.26 11.80 11.153 3.998 4.4770 .999 .4650 .5158 .5077 .4720 .5138 4.9892 .023 6.75 11.9865 .5050 .997 .036 6.0 298.117 .1109 .1063 5.208 6.07 10.5 .08220 .08424 .5145 .5127 .9968 12.4680 .39 10.638 8.5092 4.9858 .4730 .5010 .5098 .9 206.5018 .98 11.900 5.08068 6.72 11.997 4.9966 .9962 .9859 .5106 .5112 .9852 .827 5.997 4.4820 .9936 8.356 274.997 4.4813 2.2 248.5154 .9906 .5060 .5090 .4530 .5103 .08691 .8 194.9905 .9909 .6 260.4608 .997 4.6 .5101 .71 10.999 4.0 298.949 5.998 4.9946 .09523 .643 8.4764 2.92 10.5132 .12 12.9 176.9895 .5119 4.9967 .993 .965 9.1006 .09294 .4920 .08956 .5115 .877 2.08584 6.9961 .9965 .779 5.4 182.8 219.1031 5.9882 .186 9.4 150.5105 .9876 .4880 .5137 .097 6.8 173.5173 .826 9.146 6.8 284.1 154.257 6.8 219.9939 .4540 .08119 .7 201.4832 .5168 .4940 .999 4.4744 .999 4.9962 .4660 .4590 .2 178.40 11.9964 .1157 .5114 .4579 .937 5.766 5.4560 .998 .20 10.1050 .5143 .4901 .9952 .1115 .1056 .09064 .9901 .25 10.5009 3.09583 .5 222.5124 .9934 .9878 .5184 .282 6.5131 4.896 2.024 .997 4.178 .91 11.864 167.195 6.95 12.5116 .4735 .83 11.09942 .5100 .1129 5.01 10.5124 .9963 11.3 245.585 9.4630 .5141 .9885 .9871 .998 4.37 11.4710 .4560 .030 3.8 173.5048 .6 257.9 .998 4.998 4.5118 .5142 .5134 .4600 .997 4.9887 .9 206.4750 .998 .4599 .4695 .24 12.05 11.Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .9966 .0 167.32 11.926 2.9942 .5126 .03 11.997 4.4725 .4610 .4810 .319 6.847 2.9938 .5157 .9950 9.5107 3.5107 4.9943 .4540 .996 4.699 .4690 .9874 .5136 .9960 .4 306.925 178.638 9.1143 .5117 .5 236.43 10.4570 .141 3.45 10.417 291.09010 .5190 .343 6.183 9.7 169.4670 .9959 .6 233.9875 .9956 .32 10.0 267.8 264.68 11.086 .865 2.997 .5104 .074 8.473 9.999 4.0 211.9959 .5165 .0 211.854 .852 5.9948 .957 2.5087 .998 4.6 184.26 10.4940 .9933 .4793 .5 199.4760 .19 11.8 194.5130 .294 257.5120 .5139 .079 3.171 228.08741 .9847 .997 4.7 163.5058 3.02 .997 .9965 11.5088 4.7 171.3 270.08169 .4960 .996 4.5146 .073 3.4740 .4620 .2 180.001 5.998 4.99 11.8 264.914 2.5020 .196 3.190 3.7 161.9851 .405 6.466 9.2 180.5111 .5140 .5121 .5154 .5129 .5135 .4628 .4686 .07 10.306 6.998 4.4970 .65 10.9849 .5107 .9958 .4647 .08793 .5147 .3 230.5126 .9868 .586 9.5094 .5163 .5 191.2 216.750 8.1089 .09641 .52 10.4989 .09405 6.9860 .999 6.853 2.085 6.1095 5.067 3.9951 .092 3.5 236.4550 .32 12.647 9.0 155.9935 .754 5.147 .717 5.406 .5108 .997 4.6 165.09882 .4589 .50 10.08270 .7 169.4881 .5109 .6 .969 2.048 201.6 228.7 161.59 11.9 .997 4.797 8.2 152.5113 4.4780 .3 254.7 171.9944 9.803 157.54 11.135 3.912 5.0 214.09178 .1037 .09820 .888 9.08320 6.5149 .9908 .049 3.997 4.5000 .4510 .09 12.413 9.16 12.997 4.770 9.4637 .5113 .4862 3.5040 .4618 2.4783 .5155 .09698 5.1043 .2 152.4910 .39 .1025 .9947 .122 3.24 11.871 .061 3.5128 .9951 .3 287.4830 .9883 .4 203.3 251.4999 .997 4.974 5.4822 .853 8.4 203.5038 .2 291.5140 .9893 .5172 .4969 .910 8.005 3.876 5.9902 .060 6.5129 .0 .5106 .4676 .760 9.4891 .4800 .5143 .9913 .09759 .525 9.5132 .5162 .9949 .2 .296 9.5151 5.4950 .9877 .9897 .245 6.002 5.975 2.132 9.997 .5116 .920 2.18 10.5089 .585 8.354 9.16 11.938 2.747 8.129 .998 4.331 6.9907 .9967 .220 6.9863 .3 251.9961 10.9862 .1018 .353 9.5067 .8 284.76 10.9911 .695 8.5150 .5125 4.4774 .999 3.012 3.3 270.9909 .5134 .2 .5096 .4920 .5179 .4700 .4930 .2 182.910 8.4990 .7 159.9899 .9903 .4 295.0 277.2 225.4950 .5030 .242 9.5110 .90 10.5156 .5186 .883 2.5097 .5 222.4 239.6 233.7 302.35 12.997 .4980 .5177 .172 3.021 9.5133 .09464 .0 267.59 10.393 6.9949 .6 165.840 5.269 6.5125 .5160 .4 306.9944 .12 11.9896 .5 209.5119 .997 4.9947 9.997 4.4900 .5121 .238 9.37 10.859 2.3 245.5 242.12 10.09352 .5 191.709 9.932 .5 199.4580 .791 5.999 4.986 189.65 .9899 .4911 3.4842 .4 150.104 3.183 6.5122 .99 40 8.4960 3.128 3.4520 .9 274.4550 .036 3.9910 .963 .121 6.41 11.5112 .072 9.4569 2.20 12.011 6.78 10.9941 .4790 .301 9.5028 .184 3.5 280.9952 .5105 .

5081 .05602 .8 337.5314 .88 14.5350 .333 .7 333.9937 .5078 .5630 .16 15.967 4.5521 .5300 .9947 .1 484.38 .05960 .5689 .70 14.1 583.05707 .5079 .84 15.850 6.5 478.5320 .8 628.956 4.5103 .5 387.3 .3 490.5620 .5077 .9975 13.5104 .06746 .5166 .962 .5480 .8 317.9950 .9968 .388 3.112 7.1 438.4 .541 329.2 346.525 3.07494 .06148 .958 4.430 6.954 4.488 .9923 .5570 .961 4.9931 .5077 .5067 .5390 .5590 .9970 .5061 .9971 .05823 6.739 6.5073 .14 12.9921 .9969 .5075 .58 15.9982 .5699 3.07003 .87 .690 6.9938 .494 3.9983 .7 321.07972 .07776 .96 17.0 576.5360 .5083 .90 13.5100 .9914 .426 .82 17.07873 .0 .5679 .5051 .1 460.05778 .9935 .954 .951 4.5084 4.5432 .82 12.136 7.957 4.5065 .9929 .5087 .5066 .951 4.5096 .78 .5070 .851 449.5310 .5 455.5080 4.4 644.7 355.9936 .5150 .463 3.5110 .97 16.5064 .590 6.52 14.19 14.5101 .07540 .05814 .85 17.55 13.99 13.07177 .9979 .9951 .06664 .5471 .5076 .9951 .5058 .640 6.5100 .0 313.888 6.6 364.4 548.965 4.5520 .74 17.4 502.49 17.5195 .951 4.012 7.376 3.5095 .764 6.5071 .06186 .5 636.283 3.9926 .52 17.5580 .568 3.5215 .264 3.9925 .9949 .0 368.59 .16 14.05850 .50 12.5380 .06705 6.5550 .062 7.07 16.5541 .956 4.7 333.0 569.06915 6.5560 .9976 14.9979 .07922 .05997 .5260 .0 605.963 4.5070 .5373 .5069 .9980 15.07 15.43 12.35 13.5160 .9943 .8 628.529 6.5089 .5080 .61 14.957 4.9972 .5087 .925 6.6 364.8 .5082 .09 17.5501 3.5061 .9984 16.351 3.7 598.5430 .9983 .962 4.2 373.401 3.7 466.221 3.5057 .5230 .06582 .9978 .955 4.9927 .5120 .9985 17.5 350.5410 .28 14.5205 3.9973 13.955 4.78 16.5690 .7 325.5304 3.752 6.5059 4.5053 .295 3.964 .5530 .0 417.955 4.0 417.9981 .5580 .5240 .7 .34 15.10 15.10 13.314 3.5069 .628 6.06224 .419 3.5650 .06501 6.96 13.959 4.9973 .456 .9941 .5073 .1 583.06 13.55 14.5098 .615 6.037 541.4 644.5136 .46 .5070 .48 15.1 541.5 636.06542 .91 .9934 .1 359.67 15.9982 16.5061 .826 6.5660 .025 7.9979 14.9976 .5060 .06461 .05887 .73 14.1 .27 16.5600 3.987 7.06829 .0 521.1 554.18 .5068 .9977 .1 534.9974 .5060 .099 576.9918 .950 D-13 TABLE D-1 Continued 65 .5093 .9971 .90 12.5064 .9983 .714 6.5062 4.0 402.5490 .37 14.5086 .86 12.5048 .06302 6.81 13.951 .901 6.575 3.9939 .5225 .14 16.9942 .26 13.913 478.9974 .5670 .9 342.963 4.64 14.951 4.9 412.074 7.504 6.5084 .801 6.9976 .9924 .491 6.74 15.550 .3 496.9952 .3 490.9942 .5049 .3 590.537 3.5081 .962 4.9983 .5088 .240 .953 4.5078 .5180 .58 12.06959 .5680 .9975 .24 16.953 .06341 .5452 3.54 12.270 .652 6.5402 3.961 4.5500 .94 17.339 3.9922 .06623 .9980 .5600 .2 620.17 16.5074 .1 460.20 17.9971 12.54 16.5491 .814 6.9979 .876 6.41 .5067 .953 4.07266 .5075 .5185 .9978 .9972 .370 3.5060 .06035 .863 6.5450 .31 17.5400 .64 15.85 16.087 7.382 3.4 548.320 3.5560 .04 16.5170 .702 6.9933 .5 444.516 6.5264 .2 397.233 3.9968 .85 13.5440 .5333 .5353 3.952 4.1 438.789 422.9936 .958 4.5066 .5640 .94 14.2 449.5063 .45 15.1 534.5057 .556 3.76 13.25 14.43 13.9 562.9916 .5073 .161 613.94 16.02 .2 .5126 .394 .665 373.06787 .5067 .05637 .958 .9981 15.39 13.965 .9947 .5442 .8 508.954 4.5059 .475 3.966 4.562 3.4 427.0 521.9970 12.06263 .5393 .07587 6.964 4.5412 .9947 .952 4.5235 .5054 .43 14.5063 .5140 .5343 .02 13.5 .9982 .4 329.5082 .5130 .965 4.82 14.07091 .9977 .9 562.9920 .9941 .8 337.9952 .9984 .9977 14.5 .5422 .5058 .9919 .1 377.5051 .531 3.954 4.37 .5531 .227 3.963 4.432 3.8 317.9932 .06380 .71 17.Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .1 377.5649 3.5 387.5056 .5481 .0 605.5383 .9942 .326 3.5063 .962 6.5076 4.5077 .581 .5270 .960 4.0 313.79 14.960 4.06872 .31 13.05567 7.5590 .60 17.0 569.5210 .5340 .481 3.5063 .5091 .5190 .124 7.4 502.5070 .5083 .5370 .06110 6.5200 .5659 .9944 .252 3.7 325.953 4.5284 .308 3.97 15.603 350.5065 4.9976 .73 13.5055 .88 .07358 6.9949 .9946 .301 .68 16.5220 .519 .9984 .07682 .08022 .5510 3.9 412.438 3.5610 .64 13.5072 .0 368.9950 .9919 .967 4.9928 .3 613.677 6.5059 .9975 .9969 .5461 .0 402.2 346.07221 .9980 .952 4.9948 .5050 .5510 .5086 .957 4.955 .959 4.07 14.9945 .01 15.75 16.97 .5068 4.47 12.5082 .5086 .7 515.9945 .10 14.9981 .467 6.62 12.7 310.9982 .5290 .5092 .63 17.05743 7.407 3.07047 .1 554.959 .9944 .06420 .776 6.7 433.07634 .277 3.5085 .07134 6.9915 .35 15.6 528.000 7.5570 .215 3.5077 .7 355.9984 .5056 4.956 .4 427.966 4.54 15.25 15.357 3.5053 .5079 .5090 .442 6.454 6.953 4.3 392.5062 .98 13.8 382.964 4.5065 .5053 4.5 455.956 4.9980 .952 4.7 321.19 15.727 397.5294 .05672 .0 422.28 17.06 17.5540 .5058 .961 4.5630 .5323 .9981 .5244 .5 444.5097 .5610 .5092 .9930 .66 12.9942 .5470 .149 7.5250 .47 16.5460 .77 15.5082 .9978 .9984 .5669 .444 3.74 12.5117 .9935 .258 3.5056 .5176 .5280 .553 6.5254 3.9938 .450 3.960 .9974 .1 484.68 13.500 3.5049 .937 6.51 13.5156 3.9973 .07404 .5056 .5640 .70 12.838 6.5102 .959 4.29 15.07449 .7 515.9977 .99 17.543 3.65 16.44 16.5420 .5052 .5146 .47 13.06073 .0 406.4 472.363 .07824 6.38 16.8 382.5085 .07729 .469 3.3 590.34 14.1 359.975 508.3 496.07312 .5068 .5057 .050 7.506 3.5363 .5048 4.2 620.289 3.9924 .578 6.5511 .9915 .9972 .9940 .5074 .2 .479 310.9927 .5074 .7 466.9933 .5330 .9982 .9931 .5066 .3 392.9 342.5094 .345 3.22 13.0 406.0 .413 3.7 598.5620 .17 17.512 3.7 433.5050 4.57 16.5065 .5071 .9970 .246 3.4 472.5056 .2 .9917 .566 6.6 528.5274 .5072 4.5059 .958 4.

5940 .02615 8.6600 .62 21.01020 10.00958 .5042 .947 .9958 .936 .9961 .153 5.04648 .286 694.04677 .16 67.5 826.9998 .0 134.7801 .5039 4.948 4.9996 .9969 .9989 .5021 .579 2.04764 7.680 3.5808 .298 7.942 4.68 10.00745 10.5025 .945 4.2 868.9987 .000 1.96 20.4 806.39 18.4 925.5970 .7600 .929 6.05070 7.9953 .9 720.948 4.5770 .976 9.73 18.8 837.10 21.548 7.5004 4.5046 .6900 .19 18.8 901.9995 .935 4.35 21.774 3.718 3.5048 .7002 .5043 .8800 .12 .937 4.5031 .940 17.199 7.042 10.7000 .210 11.60 55.9988 .940 17.527 948.93 11.8000 .5002 .9963 .935 4.15 49.9998 .0 936.5043 .5047 .5996 3.31 63.579 2.592 1.9998 .5890 .937 .5018 .5036 .5010 .936 4.6703 .9960 .510 7.3 126.83 20.5907 .5008 4.44 92.9989 .01686 .9987 .5798 3.947 4.73 .13 52.9975 .9989 21.5053 .935 .04591 .9999 55.5003 .6 858.5 767.5980 .5037 .6106 .5830 .9993 .7302 .9956 .24 71.5780 .60 19.460 7.5044 .94 20.9985 .5004 .000 1.73 20.8 677.074 1.04052 .7 .949 .95 21.5967 .9997 .5897 3.950 .000 31.9998 .76 18.9998 .7200 .690 28.66 26.5006 .9959 .278 .5877 .5002 .5040 .9963 .4 806.462 4.5800 .6803 .527 .5840 .946 4.04824 .6 652.5023 4.940 4.899 3.6800 .217 1.24 81.336 7.9959 .21 19.14 49.97 .2 868.01 .9964 .9987 19.946 4.7102 .05134 .5 796.6 .938 4.05 98.0 134.548 8.7 786.8500 .5950 .473 3.947 4.84 19.9954 .034 7.027 5.5040 .04885 .7 739.301 3.5740 .32 .9994 .5047 .379 1.649 3.935 4.99 .4 660.5035 .000 104.8301 .9983 .9955 .5003 4.35 46.8001 .2 685.23 29.9963 .8700 .8 901.37 21.90 38.04 98.5009 .8 .340 19.86 20.8 729.05 10.311 7.9989 20.217 1.25 21.008 2.5029 .600 3.949 4.8700 .42 18.06 20.9994 21.9990 .4 111.5052 .02456 .9989 .149 4.6205 .936 4.5960 .7500 .5002 .03576 7.5050 .70 20.5002 .624 3.174 7.5720 .5042 .5043 .799 8.923 1.090 5.5003 .9957 .757 4.249 7.9962 .5003 .5709 .212 4.5977 .938 .274 7.757 4.24 81.215 5.340 19.5738 .9958 .523 7.6200 .5002 .5052 .705 .6100 .587 3.68 26.5043 4.6300 .8101 .06 11.05040 .7401 4.939 4.314 3.5041 .5040 .5054 .5046 .9987 .593 3.00845 .31 63.5 816.9985 .348 739.71 43.6 858.525 4.9972 .2 685.5004 .02307 .12 21.467 5.04947 .5048 .9988 .5040 .204 7.9987 .5036 .473 837.31 40.314 3.9992 .943 4.2 711.7501 .9988 .6000 .5038 .8900 .01232 .5930 .02964 .5012 .902 4.5917 .4 660.1 118.5042 .5035 4.5042 .630 3.9962 .5005 .034 7.948 4.946 .9977 .180 14.947 4.9954 .5017 .612 .4 111.15 67.498 7.0 936.5002 4.5 890.05532 .074 1.5828 .949 4.04978 .05009 .673 7.426 9.0 748.19 24.9998 .6404 3.00793 .02784 .5 668.5937 .18 86.5003 .780 24.828 5.5910 .5005 .5 796.275 2.Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .699 3.948 .8100 .5043 .341 5.9993 .947 4.5007 .5054 .941 .21 20.05396 7.05198 .8600 .03155 .398 7.379 1.5820 .5041 4.948 4.5055 .9988 .925 9.2 711.01583 .000 76.68 33.5719 .771 2.180 14.5002 .750 36.9999 .1 118.5748 3.9999 .9995 .9982 .9955 .713 4.9985 .64 .9999 .9986 .1 847.798 7.436 7.9965 .923 .6305 .6006 .5887 .64 18.53 .9989 .9999 .34 .23 21.5920 .948 4.5788 .1 847.5957 .9992 .712 3.1 1.668 3.7300 .8500 .750 36.5011 .9985 .5037 .58 19.008 2.7800 .09 18.56 11.9996 .71 59.5870 .05264 .9965 .5858 .5880 .5730 .473 .946 4.5035 .5750 .9989 .5045 .69 33.1 757.00 76.5013 .5005 .5768 .5041 .258 4.5758 .9953 .9980 .656 3.57 20.5037 4.0 776.258 4.976 9.5760 .2 .77 31.423 8.34 46.7901 4.964 .9996 .024 .81 10.6504 .00 19.0 748.9997 .5017 .9991 .949 4.6603 .186 7.5044 .6400 .674 1.5041 .9999 .5032 .606 3.28 18.72 43.776 4.5008 .23 19.97 19.588 4.7 .0 776.950 4.755 3.04916 7.9996 .674 .5867 .5011 .08 18.01397 9.5 668.275 2.204 7.5023 .9964 .05231 7.45 20.404 5.086 4.298 8.31 18.5036 .9999 .16 18.05102 .411 786.9985 .01795 .01157 .690 28.7900 .946 4.767 .373 7.9989 .01911 8.5047 .000 1.9986 18.944 4.236 7.05363 .5 .9961 .261 7.961 4.9 879.5038 .828 5.9991 .950 4.000 21.01487 .9 879.25 71.60 20.04313 .5848 3.03806 .250 6.935 4.5900 .5004 .74 35.5013 4.5044 .5927 .01086 .7202 .5043 .5838 .9997 29.950 4.9960 .5006 .76 23.05430 .05166 .250 .743 3.8400 5.618 3.04794 .3 703.936 4.9988 19.423 7.737 .5004 .7601 .75 31.224 652.5044 .62 18.937 4.6902 4.9998 .175 9.5015 .19 20.51 21.9956 .923 8.937 4.9965 .5003 .5020 .361 7.3 126.24 .400 4.9 720.8 729.9986 .724 3.19 86.650 .949 4.552 9.173 8.323 7.7701 .9999 1.5729 .00900 .5028 .5046 .386 7.73 35.836 3.8400 .042 10.32 19.25 27.946 4.5810 .05297 .05 18.78 23.5007 .7100 .85 18.5700 .946 .44 92.49 21.5 826.5047 .9 913.5990 .5790 .01312 .5002 .8900 5.92 38.935 4.9996 .9960 .9990 .730 3.048 948.31 10.3 703.780 24.04706 .947 4.274 4.9985 18.47 20.9 .50 18.27 27.45 19.02035 .9 913.677 9.5019 .9957 .5036 .637 3.620 13.81 19.803 9.04735 .18 21.9964 .5860 .43 10.18 10.5002 .04619 7.5012 .000 1.9998 .17 24.60 .9 694.5051 .5002 .5004 .5710 .9957 .9997 .8600 .936 4.02167 .693 3.04855 .9988 .05497 .337 .9996 .70 59.5009 .485 7.36 19.5850 .5010 .9986 .210 .4 925.935 D-14 TABLE D-1 Continued 66 .936 4.5045 .7700 .839 4.948 4.5053 .5045 .14 52.5046 .935 4.9987 .24 19.5040 .5045 4.535 890.940 4.6500 .88 19.050 9.1 757.211 7.05463 .5051 .70 19.9988 .5026 .8 677.9994 .448 7.48 19.1 1.8800 .5778 .950 4.5987 .5 767.9986 .749 3.9987 .05330 .97 20.9997 .000 31.9997 .6700 .620 13.9987 .5049 .939 4.000 .2 104.662 3.5015 .936 4.5947 3.686 3.529 5.5049 .09 20.5 816.5818 .8200 .5039 .03359 .643 .8201 .771 2.761 3.8300 .9998 40.7400 .

00000 4022 .000 .472 1.007000 .006574 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' 4πd/L K SINH COSH 4πd/L 4πd/L C G /C n M O .01131 .008796 .000 .50 76.01005 .9900 5.000 1.01382 .02136 .000010 .009425 .40 143.0000 8.935 1.5 183.5001 .00000 6283 .001400 .000 1.649 6.001885 .740 98.007540 .000 1.0000 9.21 .000 1.9999 .781 5.003772 .01634 .9999 .001257 .009425 .01885 .003142 .824 7.000 .9000 .4 195.007540 .000 1.5001 .000 .01194 1.000 1.00000 5090 .01005 .94 12.340 111.01759 1.000 .01068 .008796 86.9999 .005655 154.000 .52 1.280 52.000 .9999 .007540 .5001 .200 .001885 1.009425 .9900 .000 .935 4.57 143.008168 .32 12.5001 .001885 1.000 1.5000 .125.1 162.001800 .0000 8.01005 .01759 .500 67.9000 .000 0 ∞ 1.935 4.144 7.100 .000 .0000 .935 TABLE D .005027 d/Lo 2πd/L 0 0 .5001 4.001600 .095 6.001900 .000 1.000 1.003142 D-15 TABLE D-2 Continued 67 .01068 .7 .000 142.004398 .00000 2262 .004398 255.974 1.0000 9.006912 1.0000 16.000 .0001 7.9600 .000 1.6 208.005027 .29 1.000 1.000 1.005797 .50 126.01068 .7 236.470 .0007000 .003770 1.008797 1.740 98.560 48.000 .001000 .490 86.69 11.01005 .2 221.007540 .004398 .000 1.000 .000 .280 52.31 11.000016 .921 1.01634 .00000 6283 .02011 .01257 1.001257 3.935 4.000 1.000 .000 6.005655 .00000 9048 .5001 .005445 11.003142 1.008168 .0001000 .2 221.000 .5000 .0001 1.01508 .006173 .0000 11.000 .001885 .000 1.004398 1.0000 8.9100 .830 43.9700 .000 1.052 6.002513 .0006283 12.9300 .0009000 .0005000 .02262 .0006283 .935 4.000 267.000 TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L 0 0 0 1.718 5.9999 .539 1.000 1.01131 .003142 500.006283 1.000 .580 34.000 .00000 5655 .02136 .000 .003772 .9999 .300 12.003735 12.470 59.5001 .56 11.000 .9800 .000 .500 126.000 1.003770 .400 .9999 .007540 1.000012 .5001 .935 4.9600 .300 .000020 .000 1.01068 .000 .00000 7603 .008797 1.001200 .000 1.0001 1.9100 .9999 .006283 .003772 347.000022 .006911 .935 4.283 1.1 162.005027 1.000 .9500 .490 86.0 172.005114 .780 .0006000 .01194 .1 251.0 172.000 1.5001 .000 1.906 1.02011 .002513 1.19 12.5001 .9999 .000014 .000 1.9 152.001257 .844 5.7 142.003977 11.02262 .810 46.006283 125.000 .002513 .0000 28.81 40.9999 .66 1.006283 .001700 .005655 .403 1.284 7.000018 .002513 1.000 1.44 11.5001 4.5001 .9400 .810 46.810 73.01131 .969 6.9200 .935 .06 12.007540 .0000 1.500.008796 .000 .004510 .0000 1.001257 19.0003000 .000 1.9200 .01131 1.005655 1.000 1.158 6.01508 .000 .006912 .5001 .000 1.006283 .5001 .340 111.005027 1.006283 1.470 59.62 1.00000 1005 .7 236.5001 .01131 .0000 10.9400 5.000 1.970 63.506 1.000 1.7 267.5001 .002513 781.004235 .260 38.000 .01005 .000 1.500 .4 .6 208.0001 to 1.9 152.000 1.9700 .9999 .001257 1.0004000 .000 1.842 6.5 183.000 1.10 .0000 1.000 1.935 4.02388 .935 4.000 1.004802 .01005 1.1 251.220 1.000 .000 .000 .0006283 .003772 .000 195.008168 .005027 195.630 K 4πd/L ∞ 1.500 67.0006283 1.0008000 .008796 .000 1.02388 1.44 76.470 40.300 .0000 SINH COSH 4πd/L 0 0 1.95 1.300 .009425 .000 1.001257 .006911 103.0001 1.01382 1.00000 3079 .2 FUNCTIONS OF d/L FOR EVEN INCREMENTS OF d/L from 0.01257 .008168 .001100 H / H O' 4πd/L d/L N C G /C O M 1.9999 .0002000 .0000 .00000 1571 .01131 .9300 .9800 .5001 .5001 .000 1.01194 .001300 .7 1.001500 .032 6.000 .005027 .00000 2514 .5000 4.5001 .9500 .9999 1.01194 55.000 .002513 .389.0000 14.01885 .000 1.655 5.

01319 .000 18.02825 .03582 .9991 .286 .002 1.02199 .004800 .9994 .449 3.007500 .002300 .06665 .04901 .02890 .9998 .02011 .03142 .00006841 .02639 .04960 .0001 1.04650 .429 5.9996 .0005 1.01508 .03268 .629 .9998 .07414 .0003 1.913 3.04581 .9989 .238 3.02702 .9999 .03894 .9994 .02827 .9994 .04903 1.0009 1.05909 .08681 1.09299 .08168 .429 5.815 7.9997 .9993 .0002 5.03394 .09048 .0008 1.9994 .04777 .09438 .01382 .0005 1.9998 .03771 .03834 .0001970 .03519 .007300 .9995 .06911 .9999 .769 4.501 3.9995 .9997 .03959 .003100 .004 1.151 5.01948 .9997 .9994 .176 .01257 .03076 6.02952 .003 1.01508 31.197 3.9996 .00004579 .02073 .003500 .0001 1.02574 .0001329 .01759 .01759 .04142 .000 1.0004 1.007200 .06287 .0001 1.04085 .04274 1.02953 .02450 .9995 .05027 .0001447 .0003627 .006200 .9996 .304 3.04273 .006700 .03581 .0012 1.0003254 .002 1.01822 .09312 1.9999 .9999 .518 .005500 .04650 .003800 .02765 1.626 4.003200 .02639 .0003 1.759 .04525 .005 .03016 .05404 .03644 .9999 .000 .9999 .00004248 .005 1.03016 .207 4.9999 .04162 .02701 .03456 .00003324 .03892 .9995 .830 23.02136 .9993 .006000 .0007 1.04207 .9995 .06916 .02324 .02073 .01257 .04646 .05531 1.002 1.9993 .02639 .02764 .0001 1.004 1.08042 .0012 1.04777 .04775 .00003928 .003900 .04398 .004400 .460 .706 3.01320 .176 5.09550 .290 .962 2.03833 .9989 .004 1.771 3.02763 7.9998 .01697 .0008 3.04525 .03204 .02010 .03517 .01382 .09060 .873 2.073 4.9992 .08807 .9998 .0001698 .002 1.05154 .9997 .0004 1.490 17.006 D-16 68 .03770 .9994 .0001056 .03079 .0002 1.9996 .407 4.0003820 .02891 .134 8.03203 .06660 .02576 .001 1.9993 .0001216 .9997 .9997 .0001005 .003600 .05029 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .809 4.533 5.644 3.005 1.9996 .007900 .00005652 .01571 .03519 .0011 1.9999 .002 .0003 1.0008 1.161 4.09565 .000 1.0010 1.00003040 .02199 .001 1.788 2.03766 .04644 2.9998 .0003532 .0011 1.9990 .0001764 .04772 .02262 .055 .03579 .04335 .01571 .07925 .02136 .9998 .0007 1.02765 .221 .03958 .001 1.001 1.005600 .01508 .250 28.9995 .0001108 .153 3.02513 .03706 .03143 .03644 .04834 .0002261 .9997 .9998 .02639 .9994 .02576 .04893 .006800 .02388 .000 1.423 3.03394 1.9994 .0009 1.9994 .01257 .9999 .04017 3.01633 .03393 .217 3.03328 .001 .08294 .09676 .9996 .475 3.02073 .00006039 .061 4.06791 1.03642 .0001 1.04021 .156 6.209 .05655 .002700 .9988 .08671 .01885 .02199 .9996 .03329 .0002337 .04274 .005 1.9999 .001 1.03016 .08177 .03266 .07163 .9998 .07798 .02261 .870 .890 13.0002819 .002900 .594 .9997 .003 1.0005 1.0001508 .06539 .349 2.04399 .01885 .005800 .03641 .03896 .01571 .02513 .09185 .04768 .02262 .03954 .006400 .0002653 .01445 .01257 .004700 .0001634 .002 1.02514 .02387 .04158 .02449 10.006300 .08796 .01634 .02765 .02073 .03267 .876 3.07294 .0003 1.210 9.007700 .0002904 .9996 .363 3.01445 .04964 .0005 1.0011 3.9988 .05280 .0004 1.987 4.03829 .02638 .003300 .9995 .700 .002500 .04204 .03896 .9998 .9997 .004 1.475 3.0002 1.004300 .003 4.04147 .764 6.02827 .04333 .04270 .04019 .08933 .439 7.02011 .00002772 .0002 1.04966 1.01319 .02888 .0011 1.04155 .02513 .001 .006600 .9998 .0001832 .0006 1.04587 .950 14.04903 .04395 .09817 .04147 .04392 .003 .02513 .08428 .0006 1.07672 .01319 .03078 .04210 .03771 .00004925 .002400 .675 .9997 .9995 .9997 .483 2.03454 .058 2.9996 .06786 .03267 .005900 .03015 .01508 1.308 6.638 4.0005 4.004600 .001 1.0003 1.02890 .00007697 .0003165 .707 2.0002 1.05658 .06409 .04336 1.02324 .9992 .9992 .07420 1.07540 .04082 .002600 .03645 1.03142 .05406 .007800 .004200 .630 21.00009071 .04084 .0001570 .003700 .0007 1.02511 .9998 .303 4.05529 .9993 .991 3.01885 .04589 .9995 .0002186 .002800 .003000 .0003 1.003 1.007000 .004 .112 2.642 5.9995 .032 .702 4.004 1.06158 .9995 .116 4.04518 .350 25.0008 1.02637 .01759 .01759 .281 .06413 .01822 20.01696 .06032 .9993 .02325 .02765 .04022 .04273 .719 3.07042 .332 5.03139 .556 3.002 .9999 .04084 .0001272 .04022 1.414 2.04330 2.03016 1.03331 .9992 .015 5.003 1.01382 .03768 .9993 .004 .805 3.662 5.226 2.02388 .738 3.005400 .02262 .001 1.02450 .9999 .02828 .577 4.03831 .002000 .9999 .354 4.9996 .838 .07791 .03519 .07547 .01822 .9999 .03956 .04830 .02451 1.007400 .005700 .03517 .02199 .004500 .9995 .0003 4.003 1.584 3.0005 1.911 5.9996 .9992 .04652 1.01445 .09802 .01948 .04021 .03205 .648 9.003 1.03707 .02576 .9990 .002 1.05152 .07665 .9997 .135 3.06535 .9998 .0002570 .02700 .001 1.001 1.06035 .05278 .05781 .04901 .08303 .004900 .09927 .462 4.0003918 .01696 .9989 .614 3.03141 .02136 13.003 .0002 1.9992 .0010 1.04775 .04709 .02136 1.04714 .001 .374 3.00008599 .9998 .01885 .02010 .0002041 .9999 .0003077 .05906 .08545 .03457 .0001 1.9998 .9994 .9999 .03393 .9992 .006900 .010 12.210 11.9989 .260 3.04838 .02890 .00006435 .03645 .000 1.03079 1.0004 4.001 1.002 1.001 1.04144 .001 1.0002414 .951 3.9991 .350 3.239 .04652 .04840 .09681 .04161 .08419 .0001 1.9998 .03708 1.9996 .150 15.007100 .02889 .01822 1.03897 .03580 .9992 .0001161 .453 4.004 1.03770 .08555 .03014 .04712 .04521 .04524 .03520 .001 1.0007 3.01947 .006500 .002 1.05784 .255 3.9989 .9999 .167 2.04398 .03392 .00003619 .04211 .9988 .003400 .005100 .0002735 .005200 .02702 .04706 .002100 .851 3.03268 .989 3.0004 1.08922 .04584 .003 1.0010 1.002200 .9991 .06161 1.01948 .08050 1.004000 .9999 .9999 .06283 .9993 .02325 .398 .04148 .0002112 .00002514 .006100 .9998 .09173 .090 6.04897 .0003346 .007600 .07288 .005300 .002 1.0002 5.005000 .528 .660 8.001 1.0003439 .03142 .00005284 .01445 .9997 .9991 .07169 .9999 .0003722 .02951 .03391 5.254 .03703 4.09425 .002 .04267 .00007262 .000 1.0002990 .01696 .01382 .327 3.002 1.03897 .0001900 .0001 6.03455 .03330 .0002492 .882 5.04524 .07917 .0009 3.04148 .0002 1.07037 .0006 1.0009 1.9997 .01571 .0012 3.00009551 .9999 .0001387 .004100 .004 1.03265 .04399 .01634 .480 10.554 2.03202 .04956 2.9997 .9998 .09943 1.840 .003 1.911 4.9999 .820 .0006 3.01633 .9993 .02387 .02953 .00008140 .001 1.

sedang untuk menghitungkan stabilitas konstruksi.Cotg . Sekarang sudah digunakan 69 . arah gelombang dan lainnya yang ternyata untuk kondisi-kondisi tertentu sangat mempengaruhi berat minimum dari armour unit. Karena itu dianjurkan untuk menggunakan rumus ini hanya untuk preliminary design. => untuk block beton dengan bentuk yang tak teratur K D = 5 – 20.H. Catatan : Formula Hudson sangat menolong untuk mendesign breakwater. pounds 3 K D ( S R − 1) .R. dalam lb/cf) H = Design waves height ditempat konstruksi (dalam feeth) KD = Damage coefficient (empirical coefficient). terutama tergantung dari cara menempatkannya. sebaiknya dilakukan dengan hydraulic test model.Perencanaan Pelabuhan I Ir. => untuk anguler quarry stone yang kasar K D = 2. Dahulu mattras dibuat dari anyaman bambu (getekan) dilapis serabut dan diatasnya diberi batu-batuan.0 tergantung dari kondisi gelombang dan posisi konstuksinya. Tetapi didalam rumus ini tidak diperhitungkan akibat periode. terutama tergantung dari bentuk armour units SR = Specific gravity (ratio of specific weight dari armour unit didalam air laut) α = Sud ut kemiringan breakwater diukur dari bidang horizontal (slope dari breakwater) Nilai K D diperoleh dari hasil hydraulic model experiment untuk berjenis-jenis armour unit.α   Dimana : W = Berat crestblok (dalam pounds atau libes) Wr = Berat jenis batu (spesific weight of amour units.7 – 4. Soenarno AS Rumus Hudson   Wr . H 3 W =  . Dibawah konstruksi ditebar mattras.

untuk menghindarkan kerusakan akibat terjadinya overtopping. Untuk menghindarkan kanker. Pada daerah perairan tersebut. tidak perlu membayar royalti. Soenarno AS geotextile. hexapode. selama 3 bulan kemungkinan terjadi overtopping untuk itu diperlukan pengamanan terhadap kemungkinan terjadinya kerusakan kontruksi. sedang yang sekarang digunakan terra firma. di Cirebon poly felt sedang dipelabuhan Bengkulu dipakai robusta. cara ini disebut soil improvement. sedang untuk dollos. Karena sukar mendapatkan bambu atau kayu sebanyak yang diperlukan. kubus. dibadan breakwater dibangun filter yang keluar dibawah LWS. Pada proyek Tanjung Priok digunakan bambu mattras dan pancangan bambu.H. maka dipuncak breakwater dibangun crestblok. atau dollos.2 kg/cm2. Untuk mempertahankan susunan batu-batu pada bagian laut yang terhantam gelombang. seperti tetrapode.50 setiap m3 (meter cubik) tetrapode yang digunakan. lapisan atas bagian kolam pelabuhan dilapisi dengan lapisan impermeable.87 dan koefisien damage (K D ) sebesar 3. Kecuali itu dari hasil soil Investigation nya diketahui mempunyai kekuatan tanah dasar perairan datanya sebagai berikut : σ = 0. hexapode. dimana bahan materialnya terdiri dari Quarry Stone Amour Units. pada 70 .5 knots. Contoh penyelesaian soal breakwater Rubblemound Gambarkanlah design kontruksi rencana pemecah gelombang (breakwater) yang mempunyai type rubblemound dengan slope 1 : 2. maka sebagai gantinya dilaksanakan perbaikan tanah dasar dengan cara dikeruk dan diganti pasir. sedang hasil dari model test dilaboratorium didapat besarnya koefisien refraksi (K R ) sebesar 0. Dalam satu tahunnya. sebesar US $ 0. kecepatan angin meniup rata-rata sebesar 24.R. maka dilengkapi dengan pemecah gelombang. Untuk mempertahankan keutuhan puncak breakwater. banyak macamnya tergantung pada kepentingannya. Dalam menggunakan tetrapode maka harus membayar royalti ke Perancis. samudra yang memeliki kedalaman 39 feet dengan beda pasang surut sebesar 6 feet.Perencanaan Pelabuhan I Ir.25. Pemecah gelombang tersebut untuk melindungi kolam pelabuhan. kubus. akmond. dalam hal ini bisanya digunakan asphalt.

12 x 49 = 251 ft d = 45 ft.12 T2 = 5. σ tanah dasar = 0. maka dasar kontruksi digunakan dengan pelaksanaan soil improvement. Berhubung terdapat kesulitan adanya bambu dan kayu yang cukup banyak. serta elevasi puncaknya (crest elevation).0 detik.179 didapat = 0.03 t/m3 = 64 lb/cf : Wr = 2. 71 . Berat jenis air laut : Ww = 1. Gambarkan design kontruksi (gambar bestek) dari breakwater tersebut diatas.Perencanaan Pelabuhan I Ir.5 knots didapat H s = 13 ft. berat batuan lapis kedua (secondairy coverlayer).5 knots . Jadi : 45 d = = 0. Tentukan pula berat crestblok nya. Untuk wind velocity : U = 24.25 .58 64 Ww Deepwater wave length: Lo = 5. beda pasang surut 6 ft. berarti Cotg α = 2 Waterdepth 39 ft dibawah LWS. Periode rata-rata T av = 7.. Untuk itu digunakan perbaikan tanah (soil improvement). Soenarno AS puncak kontruksi ditutup blok beton dari beton bertulang. juga elevasi batas lapisan penutup (bottom elevation) baik dibagian laut maupun dibagian kolam pelabuhan. K R = 0.179 Lo 251 Dari tabel D-1 CERC Untuk H d = 0.2 kg/cm2. K D = 3.9144 Lo H o' H structure .R. Penyelesaian Soal : Dari rencana design breakwater type rubblemound diketahui slope (kemiringan) 1:2 . berarti tanah lembek. jadi d = ( 39 + 6 )ft = 45ft Wind velocity = 24.H.87 . lengkap dengan seluruh komponen-komponen (bagian-bagian) nya dengan skala 1 : 200.64 t/m3 = 165 lb/cf Berat jenis Batu Dari tabel D-7 CERC. Specific gravity : S R = Wr 165 = = 2. Ho = Hs . berat batuan lapisan penutup (primairy coverlayer).

dan dengan Rubblemound slope 1 : 2 . T2 didapat R = 0.048 ft 1) Width of Crest (lebar puncak breakwater = lebar minimum) W B = n.23 49 T2 Dari diagram fiqure 3-12 CERC Untuk H o' = 0.87 = 10.342 (0.H. ft   H H = H o  '  Ho 1) Berat Crestblok W = Wr ( H ) 3 165(10.31.Perencanaan Pelabuhan I Ir.58 − 1) 3 .(0.80 x H o' = 0.3. ft 0.9144 H o' = H o .80 H o' Jadi R = 0.9144 .x.lbs ≈ 7200.342) 3 = = 7118.K R = 13.9006.lbs K D ( S R − 1) 3 .α 3.2 2) Crest Elevation ( Elevasi puncak) H = 0.80 x 11. H o' = H H   '  H o  = 10.25(2.31 = = 0.R.K A Wr n=2 KA = 1 72 . K R = 10. 1    165  n = 3 1 3 KA =1 = 3.342 = 11. Soenarno AS  .31 ft Controle : H o' 11.5.87) = 11.23 .31 ft = 9.9144).52 = 10.K A   Wr    1 3  7200  = 3. T av = 7 detik H o' H = 10342 ft .342.0. cot g . ft 2) Thickness of coverloyer (tabel lapisan penutup) 1 (W ) 3 r = n.

H. Juga dari dalam badan breakwater dibangun filter untuk mengeluarkan air dari dalam kesisi laut berujung diatas LWS (sedikit diatas LWS). biasanya digunakan lapisan asphalt.513 ft Sedang elevasi dasar bagian kolam pelabuhan adalah sedalam H = 10. 4) Pelaksanaan Soil Improvement Tanah dasar perairan dibawah bangunan kontruksi digali sampai ± 1 meter dan tanah galian tersebut diganti dengan pasir.R.5 x 10.52 = 7.Perencanaan Pelabuhan I Ir. hate. terra firma. agar bila terjadi overtopping. sedangkan dipelabuhan Bengkulu (pulau Baai) digunakan robusta dan untuk mengeruk terusan Jawa dipelabuhan Tanjung Priok digunakan terra firma.5 H = 1. 5) Kelengkapan komponen breakwater Dibagian sisi laut dipasang tetrapode untuk pemecah gelombang diletakkan diatas LWS sampai dipuncak breakwater. polyfelts.342 ft = 15. 73 . Primair bagian laut) r1 = 1. Soenarno AS = 2. Geotextile tersebut dapat berupa . bagian atas breakwater tersebut tidak rusak 6) Demensi (ukuran-ukuran) batu yang dipakai Untuk primary coverlayer : W – W/2 (campuran W/2 –→ W) W = 7200 lbs = 3265. Untuk secondary coverlayer = W/10 –→ W/5.342 ft.1. 3) Botton Elevation of primairy Coverlayer for seasite (Elevasi dasar lap. Diatas pasir tersebut digelar matras.26 kg ≈ 3270 kg Jadi campuran dari 3270 kg sampai 1635 kg. Dipuncak breakwater sisi kolam dilapis lapisan impermeable (rapat air).04 ft Tebal lapisan II (secundairy Coverlayer) < r dan max = r. atau robusta seperti diketahui dipelabuhan Cirebon digunakan polyfelts. (dulu bambu matras sekarang digunakan geotextile).3.

Contoh perhitungannya. Maka dalam hal tersebut diambil batu-batu dari pulau Karimun (Sumut) dalam hal tidak didapat maka dapat diganti dengan kubus beton. karena berkaitan kemampuan persediaan air masing-masing pelabuhan yang bersangkutan.35 kg Catatan : Pembangunan breakwater dipelabuhan Bengkulu waktu itu memerlukan batu-batu untuk primairy coverlayer antara 7 s/d 10 Ton. Walaupun dengan cara meledakan batu-batu dibukit Kandis dan Sunur ternyata hanya didapat sedikit. L = Panjang tambatan optimal dengan penggunaan yang efisien e = Jarak antar hydrant q = Kapasitas hydrant dalam ton/jam E = Jumlah jam kerja setahun (jumlah jam kerja sehari 10 jam x 330 = 3300) Misalnya data-data yang diketahui sebagai berikut : C = 0.R.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Soenarno AS Jadi campuran dari 327 kg sampai 654 kg Untuk badan breakwater = W/6000 –→ W/200 Jadi campuran dari 0.545 kg sampai 16.H. Merencanakan kebutuhan air dipelabuhan Untuk supply kapal dan kegiatan dipelabuhan.35 e = 50 meter q = 280 Ton/jam E = 10 x 330 jam = 3300 jam kerja/th 74 . Kebutuhan air setahun : [ Q = Cx L xqxE ] e (ton / th) Dimana : C = Koefisien pengisian (nilai koefisien bagi supply air untuk masingmasing pelabuhan yang tidak sama.

M (Perusahan Daerah Air Minum) dengan harga yang mahal (± hampir 100 x tarip air untuk penduduk).280.x.Perencanaan Pelabuhan I Ir.652 = 2.x.360. serta pelabuhan Kendari (Sulawesi Tenggara).bertambat berth.ton / th 50 Kebutuhan air dipelabuhan sehari adalah 822.089.x.78.occupancy.127.H. 127.x.x.011. karena harganya sama dengan air untuk kapal. serta kepentingan pemadam kebakaran.560 M Jumlah 214.087 ≈ 2500. penggunaanya harus dihemat.D.252.011.089 x.R. Kecuali beberapa pelabuhan di Indonesia yang mempunyai sumber air minum sendiri dan mempunyai menara air untuk menyimpan persediaan.meter 0.lamanya.x3300 = 822.560 M ∑ panjang kapal domestic : 1357 x 80 M = 108.x.A.ton / hari 365 Untuk keperluan kantor-kantor dipelabuhan.120.654.78 (78%) Jadi jumlah panjang kapal : ∑ panjang kapal ocean going . perlu ditambah ± 25 %. karena pelabuhan tergolong kegiatan industri. sehingga keseluruhnya menjadi 3200 ton/hari.x.360. = 0.24 214.120 Meter L= L= (∑ panjang. seperti pelabuhan Panjang Bandar Lampung.35. 812 x 130 M = 105.24 Jadi kebutuhan air setahun adalah : Q. Dengan demikian air untuk kantor-kantor didalam daerah pelabuhan.kapal ). Soenarno AS Ocean going vessels yang berkunjung : 812 bh/th Domestic vessels (antar pulau) sebanyak : 1357 bh/th Rata-rata lamanya tambat kapal : 4 jam Berth Occupancy : 0.4 = . 75 .120 M ∑ panjang kapal seleruhnya = 214. Catatan : Perlu diketahui bahwa air untuk kapal pada umumnya dibeli pelabuhan dari P.

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

FIGURE 4-1. CLAPOTIS ON VERTICAL WALL

76

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

FIGURE 4-2 DETERMINATION OF VALUE OF h o IN
SAINFLOW’S FORMULA.

77

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

FIGURE 4-3 DETERMINATION OF VALUE OF P 1
IN SAINFLOU’S FORMULA

78

Soenarno AS 79 .R.H.Perencanaan Pelabuhan I Ir.

Dari data pengamatan diketahui H av = H= 6. sebab dengan sekali hantaman oleh gelombang besar. Gambarlah design konstruksi Breakwater type Caisson dari beton bertulang (reinforeed concrete) dengan rubble foundation dengan skala 1 : 150. Kedalaman air disitu adalah 45 feet dibawah SWL (still water level).25 ft Jadi H 1/3 = H significant = 1. batu-batuan (quarry stone) lapisan dan badan rubblemound disertai kelengkapan dan demensi lain-lainnya. antara lain : Ukuran besar dan berat caisson. - Agar biaya investasi tersebut effisien untuk tinggi gelombang maksimum. Harap pula dikaji stabilitas bangunan caisson tersebut terhadap kemungkinan penggelinciran (sliding). kemungkinan konstruksi akan runtuh.25 feet. Gambar bestek dengan daar skala 1 : 150 seperti tertera diatas.R. maka untuk mendesign dipilih H max . Tegangan dasar tanah perairan σ = 0.6 x 6.5 kg/cm2. Dari survey Bathy metric khususnya mengenai tinggi gelombang pada perairan dimana akan dibangun breakwater dengan automatic wave recorder dihasilkan dari lebih 300 data (continues record data) data primer diperoleh data sekunder. Data-data lain yang diberikan untuk rencana design tersebut : - elevasi puncak rip-rap : 30 ft dibawah SWL - elevasi dasar bangunan caisson : 35 ft dibawah SWL - Berat jenis beton diudara : 150 lb/cf - Slope dari rubble foundation adalah 1 : 2 - Armour units sebagai pembungkus fondasi dipilih tetrapode - Tidak boleh terjadi overtopping karena bila diperlukan dapat dipakai bertambat kapal.25 ft = 10 ft 80 . Hitunglah seluruh demensi konstruksi breakwater dimaksud. Soenarno AS Contoh soal Design kontruksi Breakwater Caisson. cukup diambil H max yang minimum. tinggi gelombang rata-rata sebesar 6. berat Armour units yang direncanakan.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Penyelesaian Soal design breakwater caisson Bangunan caisson merupakan vertical wall breakwater (dinding tegak).H.

Dicari wave length (L) pada structure.12T 2 T 2 Dari tabel CERC D-7 untuk Hs = 10 ft → T av = 6.2214 → d/L = 0. maka sebagai toeprotection harus digunakan konstruksi rubblemound sebagai fondasinya.12 (6.5 kg/cm2. Soenarno AS H max = (1.3)2 = 203.2434 Jadi Design wave height (tinggi gelombang) pada structure : H = 16 ft Wave length (panjang gelombang) pada structure : L = 185 ft Wave period (perioda gelombang) : T = 6. Waterdepth (kedalaman sampai tanah dasar) d = 45 ft.21 = 0.12 T2 = 5.2214 Dari Tabel CERC D-1 untuk d/L o = 0.0) H 1/3 Diambil H max yang minimum → H max = 1. jadi rubble fondation.2434 0.3 detik Waterdepth sampai puncak rip-rap : d 1 = 30 ft Waterdepth (bottom elevation) : d = 45 ft Unit weigth/density of fresh water (ω) : ω = 62.H.2434 (hasil interpolasi) d 45 = = 184.6 – 2.6 x 10 ft = 16 ft σ tanah dasar = 0. Karenanya dapat kita ketahui bahwa : Waterdepth (d) = 45 ft > 2 x H (tinggi gelombang) 45 ft > 32 ft Maka perhitungannya didasarkan methode saint flou untuk tekanan gelombang pada non breaking waves clapotis yang terbentuk pada dasar dari dinding caisson 81 .3 detik Jadi L o = 5.88 ft ≈ 185 ft Jadi L pada Structure = 0.Perencanaan Pelabuhan I Ir.21 ft d/L o = 45/203. Lo = q q 2π = 5. berarti tanah lembek.4 lb/cf Keenam hal tersebut diatas harus diketahui atau didapat lebih dahulu agar dapat menyelesaikan perhitungan design lebih lanjut.R.

dihitung pada puncak rip-rap dan dasar dari dinding caisson (-35ft dibawah SWL) pada formula R c dan M c . sehingga besaran h o dan P 1 (tekanan clapotis) diperhitungkan atas dasar kedalaman d 1 = 30 ft.water 64 Jadi P 1 = 0. fresh. Soenarno AS dipengaruhi oleh kedalaman d 1 = 30 ft. maka nilai P 1 ini harus dikoreksi kearah nilai berdasar air tawar (fresh water).35ft dibawah SWL.75 pounds (P 1 adalah tekanan clapotis diatas dan dibawah SWL pada kedalaman 30 feet).water 62.162 dan didapat P 1 = 690 pound (nilai berdasar air laut) H = 16ft Karena Diagram Figure 4-3 berdasar air laut.2 ft. (h o = jarak orbit centre dari clapotis/mean level terhadap SWL). Tinggi h o pada mean level dan clapotis.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Upper dan Lower limits yang dicapai clapotis adalah : 82 . rip-rap tidak dapat mengeliminir effect dari tekanan pada dinding caisson. Tekanan ini harus diperhitungkan pada penggunaan tekanan P 1 . Faktor koreksinya adalah w. Dimana formulasinya : h0 = πH 2 Cotgh L 2πd L dan ωH P1 = cosh 2πd L Antara puncak rip-rap pada elevasi – 30ft dibawah SWL dan dasar dinding caisson pada elevasi .975 w.975 x 690 = 672. 185 Dari Diagram Figure 4-3 untuk d/L = 0.4 = = 0.162. (orbit center) diatas SWL (still waterlevel) dapat dihitung dengan Diagram Figure 4 – 2 CERC dengan menggunakan nilai : d/L = 30/185 = 0.R.162 Begitu pula P 1 dapat dihitung dengan Diagram Figure 4-3 CERC seperti cara tersebut diatas dengan nilai : d/L = 30/185 = 0. Dari Diagram Figure 4 – 2 Untuk d/L = 0.162 Dan didapat Lh o = 1150 H = 16ft → ho = 1150 = 6.H.sea.

bahwa Resultante gaya-gaya yang bekerja pada bangunan tersebut harus berada dalam inti ( kern ). Rc = Rc (d + h 0 + H )(wd + P1 ) 2 − wd 2 2 2 ( 35 + 22. maka gaya keatas berada dalam triangular distribution.4 x35 + 672.4 x35 + 672.Perencanaan Pelabuhan I Ir.4) = 87.4(35) Mc = − 6 6 Mc = − M c = 1. Jadi resultante dari tekanan gelombang (gaya gelombang) dan berat kontruksi harus berada ditengahtengah sepertiga dari dasar (dalam kern).6 lb/cf Persamaan berat caisson (W t ) 23 x ( 150 ) + 35 x ( 87.111.2 – 16 = 9.x.2 ) (62.904. pounds.R.8 ft dibawah SWL Atas dasar perhitungan tersebut tinggi puncak breakwater caisson tidak boleh kurang dari 22. Soenarno AS h o + H = 6.75) 62.2 ft diatas SWL h o – H = 6. Jadi diambil puncak caisson dengan + 23ft diatas SWL. Dimisalkan lebar caisson = x feet Berat jenis beton (concrete) diudara = 150 lb/cf (diketahui) Jadi berat jenis beton dalam air (150 – 62.111.905 feet.2 + 16 = 22.6 ) = 6516 x Persyaratan stabilitas mutu bangunan dituntut.2 )(62. dengan Waterdepth : d = 35 feet.H.2 ft diatas SWL.4(35) = − 2 2 Rc = 43483.75) 62.8 ≈ 1.05 ≈ 43483 pounds (d + h0 + H )2 (wd + P1 ) wd 3 6 6 2 3 ( 35 + 22. 6  W t = berat kontruksi = 6516 χ 83 . Jadi terdapat persamaan : 1   x  Wt = Mc + 3  1   x  P 1 . Perhitungan lebar caisson.

lihat diagram figure 4-12.53 Rc 43483 n = 2.x.53 > 2 → jadi aman Perhitungan demensi batu rubblemound sebagai pondasi kaki (Toc foundation) dari breakwater caisson sebagai berikut: Digunakan formula :  W .5 = = 2. f 220. d = waterdepth pada elevasi dasar (bottom) d 1 = waterdepth pada elevasi puncak rip-rap. Dari Diagram Figure 4 – 12 CERC : 84 .111.5 n= Wt .80 feet Jadi lebar caisson = 33.Perencanaan Pelabuhan I Ir.240.905 + 6 6 x = 33.0.240. W = Berat rata-rata dari tiap-tiap amor units (dalam satuan libes atau pounds) H = Design wave height (incident wave height yang menyebabkan structure tidak rusak (no damage to the structural) Wr = Unit Weight dari batu (saturated surface dry) satuannya lbs/cf. Apabila pondasi tidak terbungkus licin (dressed smooth). Soenarno AS 6516.R.789 ≈ 33. koefisien gesernya (friction coefficient) secara umum dapat diterapkan = 0.80 feet.5 atau 0. maka f = 0. Persyaratan stabilitas dituntut angka keamanan (safety factor) sama atau lebih besar dari pada 2 (n ≥ 2) rubble foundation disini dibungkus amor units.75 x 2 = 1. berat caisson = 6516 x = 220.8.8 pounds Sekarang diteliti faktor keamanan terhadap penggelinciran (sliding).6.x 2 672.H 3 W = 3 r 3 N s (S R − 1)     SR = Wr Ww __ 3 Dimana : N s = Design stability Number. jadi tidak licin. untuk Rubble foundation dan Toe protection.H.

Soenarno AS Untuk depth ratio d 1 /d = 30/45 = 0.840 Jadi W = = = 4944.32 23( − 1) 3 62.Perencanaan Pelabuhan I Ir.67 Didapat nilai __ N S 3 = 23 (rubble sebagai pondasi) 165(16) 3 510.R.25 pounds 165 103.834 pounds sampai 25 pounds).4 Rata-rata berat tiap tetrapode sebagai amour unit adalah W = 4945 ~ 5000 pounds Lebar sayap pondasi rubble : β = 0.H.4 d → β = 0.4 x 45 ft = 18 ft Selanjutnya lapisan luar dari rubble foundation adalah W/10 – W/5 (500 pounds sampai 1000 pounds) sadang batuan inti (didalam) adalah W/6000 – W/200 (0. 85 .

Perencanaan Pelabuhan I Ir.R. Skala 1 : 150 86 .H. Soenarno AS gG Gambar V.2. Design Konstruksi Breakwater Caisson dengan Rubble foundation.

R.V ) 2 = g . Dengan memasukan udara kedalam pipa yang dapat menghasilkan aliran air yang berputar. disamping itu dapat merubah “bedload” menjadi “washload” yang terbawa arus sehingga menghindarkan pengendapan (silting).Perencanaan Pelabuhan I Ir.C k= 2π L L = C.H.3. Buble Gun Braser dan Laury menghasilkan “buble gun” sebagai dasar berfungsinya pneumatic breakwater.k 87 .k T T 2π Dengan kecepatan V terhadap wave propragation (ω + k . dapat berakibat pecahnya gelombang. Pada gelombang normal (biasa) dapat kita tuliskan persamaan: Deepwater wave ω= 2π T ω = k. Soenarno AS PNEUMATIC BREAKWATER Gambar V.T C= ω2 = L = T gT 2 2π = gT = g T 2π ω 2π 2π gT .kC = k = g .

V 2 − k1 . Soenarno AS 2πV 2 2π (ω + ) =g L L gT 2 Lo =  → Lo = 1.g (ω + k1V ) 2 = k1 .H.k1 . V ) ω ω 2 = k o .g ω 2 + 2ω .V + k12 .56T T g Co =  → Lo = f (ω .R.2π.56T 2 2π L C o = o = 1.V − g =o L L L2 ω2L2 + 2ω.g = 0 ω 2 + 2ω 2π (2π ) 2 2 2π .Perencanaan Pelabuhan I Ir.Lv + 4 π2v2 – 2π Lg = 0 x L2 Persamaan kuadrat dalam L ω2L2 + 2π (2ωv – g)L + 4 π2v2 = 0 L = 2π (-2ωv + g) ± √ (2ωv – g)24π2 – 4ω24π2v2 2 ω2 = 2π (-2ωv + g) ± √ 4π2 {(2ωv – g)2 – 4ω2v2 2 ω2 = 2π -2ωv + g ± √ (2ωv – g 2 – 4ω2v2 2 ω2 L = mempunyai nilai riel hanya untuk (2ωv – g)2 – 4ω2v2 ≥ 0 4ω2v2 – 4ωvg + g2 – 4ω2v2 ≥ 0 4ωvg ≤ g2 V≤ g g 1  = Co  → C o =  4ω 4 ω  88 .V + .

Soenarno AS Co V (C–V) Co = C2 C −V C o ( C – V ) = C2 C2 – C o C + C o V = 0 C = Co ( ½ + V= 1 V − 4 Co Co 4 L = (C – V) T Lo = T = L Co C–v 2π C o 2 /C o = 2π C2 /C o g g v = f (debit udara yang dimasukan dan kedalaman air) = f (q air and depth) Untuk double buble gun : 3  V   qair =     2.Perencanaan Pelabuhan I Ir.6    Udara yang dimasukan adalah pada tekanan atmosfeer (air quantity at atmosferive Untuk single buble gun : 3  V   qair =     3.R.2    Untuk kedua formula (rumus) tersebut hanya berlaku bagi kedalaman (depth) > 2m 89 .H.

R.Perencanaan Pelabuhan I Ir.8 m/det ω 2π 2 x3. Kecepatan Air Dalam Breakwater Syarat bagi breakwater yang aktif adalah V≥ 2πd g V ≥ tanh 4ω L g tanh 2πd 90 .8 = = 12.6  = 180 m3/det per 100 m1 panjang (untuk double buble gun) Untuk deepwater → V ≤ ¼ C o Untuk shallow water ( ω + 2πV )2 = 2πg tanh 2πd L L L V≤ d 2πd g tanh 4ω L d = kedalaman air Gambar V. Soenarno AS Contoh soal : Diketahui waterdepth 3 M LWS.H.4.2 )3 = 1.14 V = ¼ Co V > 3.2 m/det Co = g = 3  3.8 m3/det per m1  2. T = 8 detik gT 10.2  Debit udara minimum (q air min) =   ( 3.

. - Berapa jam kerja efectif sehari - Berth oceupancy factor (berth oceupancy ratio) - Rata-rata kapasitas bongkar muat...... lewat.. maka gang yang bekerja berdasar hatch (palka).I . Untuk pelabuhan besar dimana yang berkunjung kapal-kapal besar.. Catatan : 1 gang = 15 orang pekerja - Rata-rata panjang kapal / berth (m) dan berth thronghput (Tb) Tb = BerthThroughput = C arg o.ton / M ' / tahun Panjang . H.dermaga = . yang . tergantung kinerja faktorfaktor masing-masing pelabuhan tersebut. RAMALAN KEBUTUHAN FASILITAS PELABUHAN (FORECASTING FOR PORT FACILITIES) VI .R..Perencanaan Pelabuhan I Ir... Untuk dapat forecast fasilitas pelabuhan untuk tahun-tahun mendatang . yang aktif adalah antara 4 dan 5 . diperlukan data-data kinerja pelabuhan yang bersangkutan antara lain. Soenarno. sedang pelabuhan kecil dengan kapal-kapal < 5000 DWT antara 2 dan 3 gang.Dermaga Jadi performance suatu pelabuhan tergantung pada besarnya nilai Tb. Berth thronghput untuk masing-masing pelabuhan tidak sama. PENDAHULUAN.ton / m' / tahun  Tb = B  91 .... Berth Thronghput : DxOxHxGxC   . AS BAB 6. per gang hour - Hari kerja pertahun yang diperhitungkan (± 300 hari) - Rata-rata jumlah hatch yang aktif.

maka : Tb = 330 x 0. sedang BOR = 60% dan H = 12 jam/hari. Soenarno.Perencanaan Pelabuhan I Ir. C = 10 ton/gang/hour dan B = 90 m.78% H : jumlah jam kerja efektif 2 hari = 12 – 20 jam/hari. AS dimana : D : jumlah hari kerja setahun O : berth aacupancy factor = 330 hari = 60% .78 x 20 x3 x15 = 1782. Untuk Kpl > 5000 DWT < 5000 DWT G : jumlah gang 3a4 C : kapasitas kecepatan bongkar muat 15 – 20 B : panjang satu berth (tambatan) 130 m 2a3 10 – 15 90 m VI.60 x 12 x 2 x 10 = 528 ≈ 530 ton/m1/tahun 90 Maka untuk mengetahui (forecasting) berapa panjang (meter) demaga yang diperlukan untuk 5 tahun yang akan datang. H. MERENCANAKAN PANJANG DERMAGA YANG DIPERLUKAN Misalnya kita ambil salah satu pelabuhan dengan data-data sebagai berikut : D= 330 hari O = BOR = 78% H= 20 jam G= 3 (untuk pelabuhan dengan kapal-kapal : > 5000 DWT) C= 15 ton/gang/hour (untuk pelabuhan dengan kapal-kapal >5000 DWT) B= 130 m (untuk pelabuhan dengan kapal-kapal > 5000 DWT) Tb = 330 x0. Diperlukan mengetahui jumlah cargo flow satu tahun untuk tahun yang direncanakan.2.ton / M ' / tahun 130 Apabila kita perhitungkan terhadap pelabuhan dengan kapal-kapal < 5000 DWT dimana G = 2 hatch .R. 92 .

..M ' Tb Catatan : Occupancy factor = Berth Occupancy Ratio (BOR) BOR = Penggunaan.Tamba tan Pengguanaan dan kapasitas tambatan diperhitungkan dalam jam/meter : 93 ..R.. Grouth Rate Formule   Pn − 1 r = n Po   dimana : r = rate of growth Pn = contoh setelah n tahun Po = contoh tahun dasar n = jumlah tahun contoh jadi apabila dengan Growth Rate Formule setelah didapat cargo flow 5 tahun mendatang ( = Cf 5 ). maka panjang dermaga yang diperlukan 5 tahun mendatang adalah Cf 5 . Untuk menghitung trend nya serta cargo flow 5 tahun yang akan datang digunakan “Growth Rates Formule” dari Anto Dayan..... sedang Growth Rates Formule dipakai sebagai dasar menghitung pertambahan penduduk... Soenarno... Dipakai Growth Rayes Formule. H.Tambahan x100% = ....% Kapasitas. Catatan : Secara ekstrim apabila penduduk setempat pindah secara besar-besaran (exodus) maka cargo flow akan berkurang karena kapal yang berkunjung kesitu berkurang. AS Disini kita butuhkan daftar statistik cargo flow pelabuhan tersebut tiap tahunnya..Perencanaan Pelabuhan I Ir.. karena perkembangan cargo flow disuatu tempat terkait dan sejalan dengan perkembangan penduduk setempat. dan paling sedikit dapat diketahui 5 tahun terakhir.

Ton/hari.. tidak lewat gudang. H. Khusus untuk tempat penumpukan ini untuk pelabuhan besar terdapat ratio : Gudang : Open storage = 40% : 60% Kecuali itu barang-barang berbahaya dan bahan-bahan pokok kebutuhan hidup sehari-hari.3. Ton/hari Penggunaan sebenarnya = Penjumlahan ton dari party x jumlah hari lamanya barang digudang = ……. MERENCANAKAN LUAS TEMPAT PENUMPUKAN YANG DIPERLUKAN Apabila gudang diperlukan baik untuk angkutan pelayaran samudra. AS Kapasitas tambatan = Panjang tambatan x 24 x 365 jam/meter/tahun Penggunaan tambatan = Panjang tambatan x jam pengunaan sebenarnya VI . maka perhitungannya disatukan juga. Dari perhitungan Shed Troughput dan occupancy factor perlu dianalisa sebagai berikut : O x P x 365 Ts = ──────── ton/m2/tahun D Ts = Shed Throughput O = Occupancy factor (prosentase pemakaian) P = Kemampuan daya dukung lantai dalam ton/m2 D = Rata-rata lamanya barang digudang (dipelabuhan-pelabuhan besar diartikan lamanya barang-barang yang diizinkan ditimbun di gudang). Dengan 94 . diangkut langsung keluar pelabuhan. Adapun rumus perhitungan ditetapkan sebagai berikut : Cargo lewat gudang Shed Throughput = ………. maupun untuk pelayaran Nusantara secara bersama-sama.R. Soenarno.Perencanaan Pelabuhan I Ir. % Kapasitas penumpukan Kapasitas Penumpukan = Luas lantai x daya pikul lantai/m2 x jumlah hari/tahun = ………. Ton/M2/tahun = Luas Gudang Penggunaan sebenarnya Occupancy factor = (prosentase pemakaian) x 100 % = …….

5 ton/m2 . MENENTUKAN JUMLAH PERALATAN PELABUHAN DIPERLUKAN ( forecasting for port equipment).000 x0.9 buah /127.buah 365 x0.Cf M 2 Ts dimana: 40% nya gudang dan 60% nya openstorage VI .58 buah ≈ 141 buah Cf x H r f Jumlah forklift = buah 365 x O x H x C 95 . H.60 x10 x 20 Untuk offloading delivery dan stacking 100 % = 63.Forklift = 7. Bila O = 60% dan P = 2.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Ts = 2. AS demikian bila C f = Cargoflow tahun yang diperhitungkan.9.50 x 0.R.m : 60 % manual (manusia) Jumlah forklift yang diperlukan untuk tahun yang bersangkutan : Jumlah. Soenarno. 4.40 = 63.7.000. dalam perhitungan Shed Throughput tersebut dihitung ± 70%. D = 4 minggu. karena pada umumnya muatan langsung itu ± 30%.000 ton setahun Rata-rata jam kerja sehari H : 10 jam/hari Rata-rata kapasitas bongkar muat (cargo handling) C : 20 ton/gang hour Occupancy factor O : 60 % Handling ratio H r . Maka.60 x 52 minggu = 20 t/m2/tahun 4 Jadi Luas tempat penumpukan yang direncanakan = 0.000.78 buah / 140.8 buah Untuk peakday work dan maintenance 10 % = 12. Sebagai Contoh misalnya sebagai berikut : Telah diketahui cargo flow untuk tahun yang direncanakan C f : 7.f : 40% mechanical (forklift) H r .

5. MENENTUKAN / MERENCANAKAN BANYAKNYA KAPAL TUNDA (TUGBOAT) YANG DIPERLUKAN BAGI SUATU PELABUHAN. Untuk Major Port Jumlah Forklift yang diperlukan =(0..sebenarnya x100% = . 6.. H.... Sebagai data perhitungannya ditetapkan sebagai berikut : Jam.% jam.t 2 ) E Dimana : Tg = jumlah kapal tunda yang diperlukan 96 . pindah tempat dan seterusnya. Guna menentukan kebutuhan tugboat pada tiap-tiap pelabuhan wajib tunda dipakai rumus emperis sebagai berikut : N Tg = (2. AS VI . PENGGUNAAN PERALATAN PELABUHAN (UTILIZATION OF PORT EQUIPMENT) Data indikator ini diperoleh dari data statistik pelabuhan menurut jenis masingmasing peralatan..Perencanaan Pelabuhan I Ir..14) bh tiap M 1 dermaga Jumlah crane yang diperlukan (mobile Crane) = 0. penggunaan. adapun penilaian tinggi rendahnya daya dan hasil guna peralatan pelabuhan (bongkar/muat) ini dinyatakan dalam tinggi rendahnya persentase pemakaiannya. yang.. ker ja.R. Pada umumnya pelabuhan-pelabuhan besar dinyatakan sebagai pelabuhan wajib tunda. Kapasitasnya diperhitungkan secara terpisah.. Untuk memperlancar lalu lintas kapal-kapal serta demi keamanan/keselamatan serta kelangsungan hidup bagi peralatan-peralatan pelabuhan maka diperlukan kapal tunda (tugboat) sebagai alat bantu utama guna merapat.005 bh tiap M 1 dermaga Luas Transit Shed = 45 M2 tiap M1 dermaga VI . merenggang.tersedia Jam kerja yang tersedia dalam satu bulan ditetapkan 200 jam untuk tiap alat bongkar/muat (untuk semua jenis).t 1 + S h .Sc. Soenarno.04 – 0.

Perencanaan Pelabuhan I Ir.R. 92/PR.85.minimal 1 kapal (N = 1) Panjang 101 s/d 100 M . tanggal 11 April 1985 sebagai berikut : Panjang 71 s/d 100 M .150 M N0. Contoh Soal : Merencanakan Kapal Tunda (Tugboat). H.minimal 3 kapal (N = 3) Untuk memperhitungkan hal ini diperlukan data-data statistik kedatangan kapal di masing-masing pelabuhan setiap pelabuhan terdapat data statistik kedatangan kapal setiap bulannya dan terperinci jumlah masing-masing menurut ukurannya. 3 151 M .100 M 2 101 M .minimal 2 kapal (N = 2) Panjang 201 s/d 100 M .302/Phb. AS Sc = Jumlah pergerakan kapal setiap hari (Rapat – Lepas) S h = Jumlah kapal yang dimutasikan / digeser (shifting) setiap hari t 1 = Waktu rata-rata yang diperlukan untuk sekali menunda(dihitung mulai berangkat dari pangkalan sampai kembali) t 2 = Waktu rata-rata yang diperlukan untuk mutasi / penggeseran (shifting) E = Jumlah jam kerja efektif dimasing-masing pelabuhan N = Jumlah kapal tunda untuk menunda sebuah kapal Untuk nilai N tersebut didasarkan surat keputusan Mentri Perhubungan Republik Indonesia No. Soenarno.keatas Satuan PK per Unit 2376 M3 – 7355 M3 1 buah 800 1 buah 7356 M3 – 26151 M3 1 buah 1 buah 800 2000 2 buah 26151 M3 – keatas 1 buah 1 buah 1 buah 800 2000 3000 3 buah Bagaimana memperhitungkan volume atau displacement ( ∆ ) 97 .minimal 2 kapal (N = 2) Panjang 151 s/d 100 M . Unit Tugboat PANJANG KAPAL VOLUME 1 60 M . KM.

R.53 x 2. Displacement ( ∆ ) = 151 x 0.83 = = 7355 m3.2 x 1. LOA = Length Overall (panjang keseluruhan kapal). d = Fulloaded draft (tinggi garis sarat air). Displacement ( ∆ ) = 150 x 0.025 x 0.92 x 10 x 2.53 x 2. Untuk panjang kapal 101 meter (LOA). Soenarno. Untuk mengetahui berapa banyak kapal tunda yang diperlukan bagi suatu pelabuhan perlu dicari data-data sebagai berikut : Kunjungan kapal rata-rata per-bulan = 321 buah kapal.025 g/cm3.83 = = 26151 m3. Untuk panjang kapal 60 meter (LOA).025 x 0.025 x Cb Dimana : LWL = Length of waterlength (panjang batas garis air) B = Lebar Midshipsection/luar.53 x 2.025 x 0. H. Displacement ( ∆ ) = 100 x 0. terdiri dari : Panjang kapal 60 – 100 m sebanyak = 38 buah kapal Panjang kapal 101-150 m sebanyak = 41 buah kapal Panjang kapal 151 – keatas sebanyak = 8 buah kapal.53 γw = Berat jenis air laut = 1.92 x 13 x 4 x 1.53 x 2. Untuk panjang kapal 151 meter (LOA).Perencanaan Pelabuhan I Ir.83 = = 26152 m3. Contoh penyelesaian soal tentang jumlah kapal tunda yang diperlukan. Displacement ( ∆ ) = 60 x 0. Cb = Block coeffisient = 0.8 x 1.83 = = 7356 m3.92 x 13 x 4 x 1.92 x 18 x 7 x 1.53 x 2.92 x 18 x 7. 98 .025 x 0. Untuk panjang kapal 150 meter (LOA).025 x 0. Untuk panjang kapal 100 meter (LOA). Displacement ( ∆ ) = 101 x 0. AS Displacement ( ∆ ) = LWL x B x d x 1.83 = = 2376 m3.

diperlukan waktu 2 jam/setiap kapal 101-150 m sebanyak 1 kapal.Sc. E Tg = 1 ( 2 x1. Keperluan Tugboat untuk menunda = N = 1 buah. Waktu yang diperlukan untuk mutasi = t2 = 2 jam Jumlah jam kerja efektif = E = 24 jam. E Tg = 2 (2 x1.3466unit 24 b) Untuk unit kapal dengan panjang 101 – 150 m. Kunjungan kapal setiap hari = Sc = 41/24 = 1.R. Jumlah kapal yang dimutasikan = Sh = 1 buah. Tg = N (1.t 2). Kunjungan kapal setiap hari = Sc = 38/24 = 1.58 buah. H. Waktu yang diperlukan untuk mutasi = t2 = 2 jam Jumlah jam kerja efektif = E = 24 jam.t 2). Penyelesaiannya : a) Untuk unit kapal dengan panjang 60 – 100 m. diperlukan waktu 1 jam/setiap kapal.70 buah. Soenarno.t1 + Sh. Waktu yang diperlukan untuk menunda = t1 = 2 jam. Sedang yang dimutasikan setiap harinya untuk kapal-kapal berukuran : 60 – 100 m sebanyak 1 kapal. 99 . Keperluan Tugboat untuk menunda = N = 2 buah.733unit 24 c) Untuk unit kapal dengan panjang 151 m keatas.70 x 2 + 1x 2) = 0. diperlukan waktu 2 jam/setiap kapal 151 – keatas sebanyak 1 kapal. Waktu yang diperlukan untuk menunda = t1 = 2 jam. Jumlah kapal yang dimutasikan = Sh = 1 buah.58 x 2 + 1x 2) = 0. Tg = N (1.Sc.Perencanaan Pelabuhan I Ir. AS Waktu untuk menunda kapal-kapal tersebut diatas dihitung sejak berangkat dari pangkalan sampai kembali ke pangkalan rata-rata 2 jam setiap kapal.t1 + Sh.

Sc.33 x 2 + 1x1) = 0.290 x 3000 PK = 870 PK Jumlah = 4011 PK. Keperluan Tugboat untuk menunda = N = 3 buah. E Tg = 3 (2 x 0.733 x 800 PK = 586 PK 0.3466 x 800 PK = 277 PK Untuk unit b) : 0.290 x 2000 PK = 580 PK 0.t 2). AS Kunjungan kapal setiap hari = Sc = 8/24 = 0.33 buah.Perencanaan Pelabuhan I Ir.t1 + Sh. Waktu yang diperlukan untuk mutasi = t2 = 1 jam Jumlah jam kerja efektif = E = 24 jam.290 x 800 PK = 1466 PK = 232 PK 0.29unit 24 Rekapitulasi : Untuk unit a) : 0.733 x 2000 PK Untuk unit c) : 0. Tg = N (1. 100 . Soenarno. 1 (satu) buah kapal tunda (Tugboat) berdaya 1200 PK dan 1 (satu) buah kapal tunda (Tugboat) berdaya 800 PK. Jumlah kapal yang dimutasikan = Sh = 1 buah. H. Waktu yang diperlukan untuk menunda = t1 = 2 jam.R. Maka kapal tunda (Togboat) yang diperlukan untuk keperluan operasi pelabuhan dimaksud adalah : 1 (satu) buah kapal tunda (Tugboat) berdaya 2000 PK.

f = 2. 1. Maka jarak labuh kapal adalah (3d + L) yang berarti d = ± 71 m. Soenarno. Gambar VI. Juga tidak boleh Lumpur lembek. 8.Perencanaan Pelabuhan I Ir. VI . yang dinyatakan dengan meter kubik (M3) atau “ register ton “ . karena jangkar sulit ditarik. Jadi tanah dasar harus pasir padat. UKURAN-UKURAN KAPAL Ukuran-ukuran kapal ini sangat penting bagi teknisi pelabuhan karena dalam menghitung uang pelabuhan dan uang terusan (Haven en kanaalgelden dalam bahasa Belanda atau juga disebut : harbour dues dalam bahasa Inggris). AS VI . Kita ambil sebagai dasar ialah isi kapal sebagaimana tertulis dalam surat ukurannya. (1 Register Ton = 100 C.836 M3) 101 . JARAK LABUH KAPAL Pada umumnya kapal membawa /memiliki jangkar sepanjang ± 225 meter. Persyaratan untuk Lego Jangkar (Labuh kapal) 1) Kedalaman (waterdepth) maximum 70 meter LWS 2) Perairan tenang (tidak ada gelombang) 3) Dasar perairannya tidak boleh karang atau tanah liat.R. 7. Jarak Labuh Kapal. karena jangkar dapat berpindahpindah tempat. H.

tanki air dan lain sebagainya. Daya muat 102 . Akan tetapi dapat berbeda sekali bagi kapal kerja. Pengurangan ini kira-kira sebesar 35%.T.T atau G. misalnya kapal tunda (tugbout) yang sama sekali tidak punya N. Jadi Pada umumnya NRT = 65% BRT. maka dengan perpindahan air (atau air laut) kita maksudkan perpindahan air sampai garis muat (geladen lastlyn).T Dead weight Ton (bukan isi melainkan bobot dan juga disebut bobot mati) Ukuran berat ini adalah beratnya air laut yang dipindahkan oleh kapal. 5) Daya muat adalah maksimum dead weight ini menyatakan beratnya barang yang harus dimasukan kedalam kapal ini tenggelam sampai garis muatan. 4) D.T. (Bruto Register Ton atau Gross Tonage). Ukuran ini terdapat dengan mengurangi ukuran B.R.R. jadi dapat dikatakan deplacement kali berat jenis air laut yang dinyatakan dengan Ton (Inggris) dari 1016 kg atau Ton (metrik) dari 1000 kg. Ukuran-ukuran tersebut meliputi : 1) B.R.T. Juga disebut isi Netto.R. (Netto Register Ton atau Netto Tonage). Jika tidak ada atau tanpa keterangan lain. Ukuran Dead Weight Ton ini penting bagi daya muat sesuatu dok terapung (floating dock). H. juga disebut Isi Bruto Ukuran ini meliputi seluruh ruangan tiada terkecualinya yang berada dibawah palka (dek) juga diatas ditambah dengan semua ruangan tertutup dan beratap diatas palka tersebut.T dengan ruangan-ruangan tertentu misalnya tempat berdiam.W. 2) N. kamar mesin ruangan batubara (ruangan bahan bakar). 3) Deplacement adalah isi ruangan didalam air yang diduduki oleh kapal atau isi air laut yang yang dipindahkan oleh kapal.Perencanaan Pelabuhan I Ir.R.R. Soenarno. AS Isi kapal ditetapkan oleh pengukur kapal yang disumpah waktu hampir atau selasai dibangun.

L. Menurut Prof. kemungkinan terjadi tumburan kapal dengan dermaga.T (Light Weight Ton) Berat semua bagian kapal yang terdiri dari logam (besi. tembaga.L.4 Ratio BRT berkisar untuk Freighters = 1.C.3 NRT BAB 7 FENDER VII. bekal.W.W. karena kapal tidak memiliki rem seperti halnya mobil. Dr. H. Dalam tumburan tersebut kemungkinan kapalnya yang 103 . allumunium dll) jadi bagian yang dari kayu juga palstik tidak termasuk disini. air dan inventaris lepas. baja. Fender berfungsi sebagai bumper saat kapal menambat di dermaga. Kuningan.5. Byker general ratio untuk kapal : DWT Normal Ships : ≈ 1. 7) L.T ini diperlukan pada saat kapal dinyatakan sebagai besi tua dan dijual. PENDAHULUAN. AS (draagvermogen) meliputi berat bersama dari pada muatan penumpang. bahan bakar. 6) Kapal kosong ialah kapal dengan inventaris tetap dan ketel terisi sampai “Op peil”. Ir. Soenarno.1.7 dan V.Perencanaan Pelabuhan I Ir.R. Very Large Crude Carriers : BRT DWT ≈2 BRT For all ships : Total Displacement ≈ 1.3 to 1.C = 1.

Rotan yang dibungkus deretan ban bekas banyak terlihat dipelabuhan Khao Shung (Taiwan Selatan) dulu di Indonesia juga banyak digunakan itu. Cilinder type.R. Pada umumnya dermaga dari beton. r = Radius putar (turning radius) dari kapal dari ceatre gravity. karenanya fender yang dipakai adalah rubber fender. g 1 + l  t 2 ℓ = Jarak pusat berat (Centre gravity = CG) ketitik tambat (berthing point) sejajar dermaga. Untuk dermaga kayu dibangun fender dari kayu yang dipasang didepan dermaga. Rubber fender banyak dibuat oleh pabrik-pabrik Seibu. Bridgestone. dan lain-lain. Shibata dan lain-lain. Soenarno. Supe Mtype. Fender ( )  ( )  2  l 2 WV r E = x  2. Bahkan ITB Bandung pun pernah memproduksi Rubber fender dimaksud.1. Cell type. antara lain : V type. 104 . AS rusak atau dermaganya yang rusak. Rubber fender banyak macam typenya. Untuk melindungi kemungkinan rusaknya dermaga atau kapal. Gambar 7. Disamping itu ada fender yang dibuat dari ban-ban bekas yang diisi dengan rotan. H.Perencanaan Pelabuhan I Ir. maka dipasanglah fender. paling-paling yang rusak fender nya. Jadi apabila terjadi tumburan keras.

(ton) L = Panjang kapal (m) D = full loaded draft (.1.L. H. untuk ukuran : 105 .R. Earthing point of ship W1 (=M1) 11 = Displancement Tonnage = 130 % dari DWT (ton) 11 W (=M ) = Additional Weight = π 4 .Perencanaan Pelabuhan I Ir.m) ρ w = berat volume air laut (specific weight of seawater) W = W1 + W11 atau M = M1 + M11 (ton) W (=M) = Virtual Weight adalah berat yang dipakai dasar memperhitungkan demensi fender. Soenarno. AS Mv 2 Wv 2 atau . Simbol pernyataan demensi fender adalah sebagai berikut.ρ w .( D 2 ).ton − m 2g 2g W = Weight (berat) M = Massa Kinetic Energy (E) = Effective Berthing Energy (E1) = Mv2 x k Ton –m Untuk quarter point approach : k = ½ Gambar 7.

V. E. Soenarno. sedang jaraknya tetap as ke as.50 m) maka dipasang mendatar (horizontal).00 M seperti di Dumai (Riau) maka fender bisa dipasang horizontal tetapi sebanyak 2 baris . 0.3.R. H. R dan L. hasil ukuran yang terkecil ………… dst. Letak fendernya bergantung besarnya beda pasang surut.000 L E1 Panjang fender (L) = (meter) 2 25 H Reactive force (R) = 75 HL (ton) Hasil-hasil perhitungan tersebut diatas dapat dicocokkan dengan Nomogram H/M.2. VII. Bila beda pasang surut 3 à 4.08 x panjang kapal terbesar. Bila beda pasang surut kecil (misalnya < 2. Apabila perlu dapat juga dipakai miring (antara horisontal dan vertikal). VII. Jarak Perletakan masing-masing fender ditentukan sebagai berikut : Jarak perletakan masing-masing fender ditentukan sebagai berikut : 0.1 x panjang kapal terkecil dibanding 0. Dari data-data pelabuhan dimaksud dapat 106 . AS Tinggi fender = 0.1 x panjang kapal terkecil dibanding 0.Perencanaan Pelabuhan I Ir.50 m dan panjang fender = 3. hal ini mungkin menjadikan biaya mahal. CONTOH SOAL RENCANA PENGGUNAAN FENDER Direncanakan memasang Rubber fender Super M Type pada dermaga sepanjang 1000 M pada salah satu pelabuhan. hasil ukuran yang terkecil yang dipakai sebagai jarak masing-masing fender (jarak as ke as fender).50 M). maka sebaiknya dipasang vertikal (apabila panjang fender 3 – 4.00 m Disebut 500 H x 3. JARAK PERLETAKAN MASING-MASING FENDER. Jarak perletakan masing-masing fender ditentukan sebagai berikut.08 x panjang kapal terbesar.

15 M/detik.5 GRT Jadi 3.000 DWT.R.500 DWT 9.000 Ton Panjang kapal L Full loaded draft D = 9.000 DWT s/d 10.000 DWT s/d 15. H. dan kapal besar : 15. beda pasang surut disitu = 2. bahwa kapal-kapal yang berkunjung sepanjang tahun adalah sebagai berikut: Kapal-kapal penumpang (Pessengers ship) = 3000 GRT s/d 9000 GRT Kapal-kapal barang (Freighter) = 7000 DWT s/d 15000 DWT Kapal-kapal tangki (Tanker) = 5000 DWT s/d 10000 DWT Ketentuan-ketentuan lain yang dapat kita ketahui antara lain cara menambat kapal (berthing approach) ditentukan “Quarter point approach” sedang kecepatan menambat ditentukan sebesar 0. untuk Normal ship DWT ≈ 1.000 GRT Kapal-kapal barang (Freighters) 7. Soenarno.000 GRT ≈ 13.500 DWT Dengan demikian berarti kapal kecil : 3.000 DWT = 15. AS diketahui.10 M. Perhitungan demensi fender Ukuran kapal = 15. Penyelesaian soal : Kapal-kapal yang berkunjung dipelabuhan tersebut : Kapal-kapal penumpang (Pessengers ship) 3.000 GRT.000 DWT Sesuai general ratio.Perencanaan Pelabuhan I Ir.50 M Berthing approach Berthing Velocity Additional Weight = 165 M = Quarter Point Approach V = 0.000 Ton Displancement Tonnage M1 = 20.000 DWT Kapal-kapal tangki (Tankers) 5. Juga dipilih ukuran Rubber fender Super Mtype 500H. Tentukanlah : a) Panjang dari demensi fender dimaksud b) Reactive force dan jumlah fender yang diperlukan c) Jarak fender dan gambar perletakannya.000 GRT s/d 9.15 M/detik M11 = π D2 Lρw = 4 107 .000 GRT ≈ 4.

15) 2 E= = 2g = 2 x 9.50 Ton Jarak dan jumlah fender yang diperlukan : Panjang dermaga : 1.00 Ton = 112.R.50 m Dengan demikian jumlah fender 1000 = 105 buah 9.000 DWT) = 165 m 0.000 Ton Mv2 Kinetic Energy kapal : 32.Perencanaan Pelabuhan I Ir.00 M Jadi demensi fender 500 H x 3.50 x 3. H.000 L Besarnya Reactive force : Reactive force (R) = 75 HL = 75 x 0.000 (0.08 x 165 m = 13. Soenarno.37 = 25 H2 25(0.000 Ton Virtual Weight = M1 + M11 M = 20.5)2 165 x 1.50 108 .03 = 4 = 12.5)2 = 2. AS = 3.9392 ≈ 3.000 Ton = 32.000 Meter Panjang kapal terkecil (3000 GRT) = 95 m Panjang kapal terbesar (15.73 T/m Effective Berthing Energy E1 = ½ E = 18.37 T/m Dipakai Rubber fender Super M type 500 H E11 Jadi panjang fender L= 18.14 (9.1 x 95 m = 9.80 = 36.50 m 0.000 + 12.20 m Jadi jarak fender (jarak as ke as fender) = 9.

Soenarno.70 m. sehingga dalam keadaan pasang atau surut tidak terpengaruh dan tetap dapat bersandar pada fender. karena draft kapal terkecil 5.10 m maka perletakannya cukup satu lapis horisontal.Perencanaan Pelabuhan I Ir. 109 . Gambar Perletakan Fender.R. AS Beda pasang surut 2. H.

Untuk maksud tersebut harus diketahui density tanah keruk dan juga berat 110 . VIII. Soenarno. maintenance dredging (pengerukan perawatan) dan Reclamation (Reklamasi atau Pengurugan). supaya tidak rugi.2.1. Dengan cara ini bouwheer (pemberi order) tidak dipusingkan oleh besarnya produksi keruk. AS BAB. VIII. PEKERJAAN REKLAMASI (RECLAMATION) Untuk melaksanakan pekerjaan ini tanah yang akan dipakai mengurug labih dulu harus diteliti nilai φ nya dilaboratorium. CAPITAL DREDGING DAN MAINTENANCE DREDGING Untuk pelaksanaan ini cara tendernya dapat dilaksanakan dengan beberapa cara. yang penting kedalaman yang dituntut terpenuhi. kurang dari 25o tidak memenuhi syarat untuk Reklamasi. Pekerjaan pengerukan meliputi pekerjaan-pekerjaan Capital dredging (pengerukan awal).1. Pada umumnya dilaksanakan dengan cara kedua (berdasar kedalaman air yang dituntut). 1.R.1. PENGERUKAN (DREDGING) VIII. a) Tender pekerjaan keruk dengan dasar produksi keruk b) Tender pekerjaan keruk dengan dasar hasil kedalaman yang dituntut (berarti cara lumpsum).Perencanaan Pelabuhan I Ir. walaupun lebih besar dari yang diperkirakan. Untuk dipakai sebagai tanah urug nilai φ nya (lereng alam) minimum 25o. VIII. Sebaliknya kontraktor keruk harus memperhitungkan benar-benar produksi keruk yang harus dikerjakan untuk mencapai kedalaman yang ditentukan. H. PENDAHULUAN.

Cara memperhitungkannya adalah sebagai berikut : Contoh bagaimana memperhitungkan jumlah tanah keruk (dredge material) yang harus dikeruk.600 kg/m3.000 kg/m3.R. CONTOH SOAL 111 .400 kg = α kg air (water) + β kg tanah (silt) 1 M3 = α + β 1.600 2. sehingga dapat diketahui jumlah dredge material yang harus dikeruk.600 kg/m3. AS volume dry silt. maka γ w = 1. 1 M3 = 1.6 α → α = 1. Bila tidak ditentukan lain. VIII.Perencanaan Pelabuhan I Ir.000 3 M = 1.600 = 2.400 – 750 = 650 kg tanah (dry silt) 1.6 α + β 1. maka γsilt = 2. berarti airnya tawar.400 = α + β 1.M 3 600 Jadi untuk mengeruk 1. Disamping itu perlu diketahui density tanah dasar yang akan dikeruk dan berat volumenya tanah tersebut.200 = 750 1.400 kg/m3 . α = 750 kg air β = 1. Catatan : Dalam hal pengerukan tresebut apabila meliputi perairan sungai misalnya. Soenarno.2. H.000 x 2.750 M3 air. sedangkan berat volumenya = 2. apabila jumlah volume in situ soil diketahui.000 kg dry silt = 1.000 kg dry silt (in situ soil) harus dikeruk 1. tetapi bila meliputi pengerukan alur yang berada diperairan laut maka γ w = 1. Misalnya density tanah keruk tersebut = 1.030 kg/m3.200 = 1.54 M3 dredge material.6 Jadi 1 M3 tanah keruk (dredge material) mengandung 750 kg air atau 0.54.000 1.

Hitunglah jumlah dredge material (tanah keruk).3 m = 19311. Berapa meter kubik dredge material sepanjang 12 mil yang harus dikeruk sesuai rencana tersebut diatas.50 m = 150 m2 2 Panjang alur 12 mil = 12 x 1.6 x 150 M3 = 2.6093 km = 12 x 1609. Soenarno. Dari hasil penelitian diketahui density lumpur disitu adalah 1480 sedang γ drysilt = 2600 kg/m2.740 M3 Density Lumpur 1480 berarti 1480 kg/m3 112 . Gambar V.00 meter dibawah LWS akan ditingkatkan fungsinya untuk dapat dilayari kapal-kapal yang lebih besar.896. PEYELESAIAN SOAL DIATAS. H.R. Gambar penampang pengerukan Luas penampang yang harus dikeruk adalah gambar trapesium yang diarsir. Juga ditentukan bahwa lebar alur sebelah atas adalah 80 meter. sedang lebar alur sebelah bawah adalah 40 meter. AS Contoh cara memperhitungkan jumlah tanah keruk (dredge material) yang harus dikeruk sesuai dengan yang direncanakan. Untuk maksud tersebut direncanakan memperdalam alur sepanjang 12 mil tersebut dari 300 m dibawah LWS menjadi 5.6 m Jadi Volume tanah ”in situ soil” = 19311. yang memiliki kedalaman alur 3. Luas penampang tersebut 80 + 40 x 2. Dari suatu alur pelayaran keluar dari pelabuhan sungai menuju kelaut sepanjang 12 mil.50 m dibawah LWS.Perencanaan Pelabuhan I Ir.

588.000 kg.47952. volume tanah “in situ soil” = 2.6 β = 1480 – 700 = 780 kg tanah (silt) 1 M3 dredge material mengandung 0.768 M3 113 .R.282 M3 dredge material Jadi untuk mengeruk : 1000 tanah “in situ soil” harus dikeruk 1.524.282 M3 = 1000 = 9. Jadi dredge material sepanjang alur yang harus dikeruk 7.740 M3 dan beratnya sama dengan = 2.876.000 x 1.740 x 2600 kg = 7.282 M3 dredge material. Soenarno. Sesuai gambar design.70 M3 air juga mengandung 780 M3 silt 2600 Maka 1000 kg dry silt (tanah kering) = 1000 M3 780 = 1.62 Jadi α = 1120 = 700 kg air 1.6 α + β 1480 = α + β 1120 = 1.876.479. H. AS 1 M3 = 1480 kg = α kg air + β kg tanah (silt) α 1 M3 = M3 air + 1000 β M3 tanah (silt) 2600 x 2600 2600 = 2.Perencanaan Pelabuhan I Ir.749.

LP3ES.P. Published by Edward Arnold.F. H. 5. 114 . Soenarno. Hubert R. Massey W. Massey W. Massey W. Port Planning and Port administration. Delft Technological University The Netherlands.Perencanaan Pelabuhan I Ir. A handbook for Engineers. 2. Bray R. Design and Construction of Port and Marine Structures. I.N. Published by The International Course in Hydraulic Engineering. Delft Technological University The Netherlands. Beaundelair J. VI. Published by Charles Griffing & Company Limited London. Anto Dayan. III. 6. H.P. Practical Dredging and Allied Subjects. Mac Graw Hill. Pengantar Methode Statistik Jilid I Cetakan 11. Cornick. Published by Brown Son & Ferguson LTD Nautical Pablisher. II. AS DAFTAR PUSTAKA 1. Tidal and Coastal Engineering (volume I). 1986. Breakwater Design (volume III).R. Published by The International Course in Hydraulic Engineering. Quinn.1860 7.1978. 8. Delft Technological University The Netherlands.1968.Per Bruun.E.P. Published by The International Course in Hydraulic Engineering.E. Dredging. Alfonzo de F.W.1968. 1978. 1978. 9. Dock & Harbour Engeneering vol. Harbour and Beach Problem (volume II). 1972. 3.W. Port Engineering Handbook. Gulf Publishing Company. 1979.W. Delft Technological University The Netherlands. 4. Cooper. Published by The International Course in Hydraulic Engineering. J. 10.E. 1976.

Port Development. Planning and Desigh of Port and Marine Terminals. II. The Overseas Coastal Arae Development Institute (OCDI) of Japan.Thomas Telford London.Torben Ernst Cs. Published by JOHN WILEY AND SONS 13. 15. Technical Report (TR) No. 1975. 1966. British Library Cataloguing in Publication Data Breakwaters ‘88’. Published by U. Shore Protectoin Planning and Design. 1977. Prepared by the Secretariat of UNCTAD.Coastal Engineering Research Centre (CERC). 115 .(Conference Eastbourne England). May 1988. 1954. Soenarno. ------------.Handbook for Planners in developing Countries. 12. III.R. Volume I. United Nation New York 1978. H. 1957. 4. Navy. 14. Technical Standards for Port and Harbour Facilities in Japan 1980. A.S. AS 11. Desigh of Breakwater. 1961.Perencanaan Pelabuhan I Ir.

Ternate dan Tenau ( Kupang ) 01-10-1965 s/d 01-10-1968 Direktur P.R.Perencanaan Pelabuhan I Ir. H. AS PENGALAMAN PENULIS. Pelabuhan Daerah VII Maluku di Ambon. Soenarno. 80 ( USAID ) Pembangunan Pelabuhan Ambon. 01-10-1968 s/d Akhir 1969 Pegawai Tugas belajar Utama pada Internatioanl Course In Hydraulic Engineering Delf Techno logical University The Netherland ( Belanda ) 1970 s/d 1976 Kepala Seksi Survey dan Perencanaan Pelabu han Direktorat Jenderal Perhubungan Laut 1972 s/d 1974 Pemimpin Proyek Pembangunan pelabuhan Bengkulu 1974 s/d 1976 Pemimpin Proyek Pembangunan pelabuhan Panjang di Bandar Lampung 1976 s/d 1977 Kepala Bidang pelabuhan dan Pengerukan Pada Kantor Wilayah Perhubungan Laut III di Tanjung Priok Jakarta s/d 01-01-1978 Kepala Bagian Perencanaan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di Jakarta s/d 01-09-1985 Direktorat/Kepala Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut 116 . 01-01-1964 s/d 01-06-1966 Project Manager Three Ports Project DLF No.N.

AS 1981 s/d 1992 Komisaris Utama P. Dok dan Galangan Kapal KODJA ( BUMN Departemen Perindustrian ) Persero di Jakarta 1987 s/d 1991 Ketua Dewan pengawas PERUM PENGERUKAN Indonesia ( BUMN Departemen Perhubungan ) di Jakarta 1985 s/d 1987 Dosen/Penceramah Pada Kursus Perencanaan dan Management Departemen Perhubungan.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Widya Pertiwi Eng pada Proyek Pembangunan pelabuhan Samudra Peti Kemas di Makassar. tentang Sub Sektor Perhubungan Laut. Jakarta. 02 Januari 2002.N. 1977 s/d 1988 Dosen Mata Kuliah pelabuhan pada Fakultas Teknik Universitas Indonesia di Jakarta 1975 s/d Sekarang Dosen Mata Kuliah Perencanaan Pelabuhan pada Institut Sains Dan Teknologi Nasional di Jakarta 1976 s/d Sekarang Anggota Steering Commite ( Team Pengarah ) Pembangunan Pelabuhan Samudra Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta ( Departemen perhubungan ) 1979 s/d Sekarang Anggota Steering Commite ( Team Pengarah ) Pembangunan Pelabuhan Samudra Nelayan ( Jakarta Fishing Port/market Development Project ) di Muara Karang Jakarta ( Departemen Pertanian ) 1995 s/d 1996 Port Planner pada Eng Consultant NIPPON KOEI Co. LTD/PT.R. 117 . Soenarno. H.

AS 118 . Soenarno. H.R.Perencanaan Pelabuhan I Ir.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful