PERENCANAAN PELABUHAN I

Ir. H.R. SOENARNO. AS

JURUSAN TEKNIK SIPIL
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL
JAKARTA
2004

KATA PENGANTAR
Seperti kita ketahui sampai saat ini masih terasa kurangnya buku-buku berbahasa
Indonesia yang membahas tentang Ilmu Pelabuhan, baik yang mengenai Teknik Pantai dan
Teknik Pelabuhan ( Tidal and Coastal Engineering ) maupun operasi dan Manajemen Pelabuhan;
serta hal-hal yang menyangkut Transportasi laut dalam rangka kegiatan Perhubungan Laut ,
walaupun sudah banyak buku-buku tentang pelabuhan yang ditulis dalam bahasa asing.
Oleh karena itu untuk kepentingan para mahasiswa dan generasi muda kita, maka kami
berusaha menyusun buku Perencanaan Pelabuhan ini.
Menurut pengalaman kami lebih dari seperempat abad memberi kuliah, khususnya dalam
bidang pelabuhan, terasa kurang berhasilnya dalam menempuh studinya, antara lain disebabkan
karena kurangnya minat baca bagi para mahasiswa; dan hal ini dapat dimengerti karena indikasi
kurangnya minat baca tersebut disebabkan kurangnya mereka menguasai bahasa asing.
Mengingat tenaga mereka apalagi sebagai sarjana sangat diperlukan negara dan
masyarakat kita dewasa ini , maka merupakan kewajiban kita semua untuk menarik minat baca
mereka dengan memberikan kemudahan-kemudahan berupa tulisan-tulisan ilmiah dalam bahasa
Indonesia.
Atas dasar kepentingan dan maksud tersebut diatas, mendorong kami untuk menyusun
buku ini dengan segala kekurangan-kekurangan yang ada, kami berusaha menyajikan hal-hal
yang secara langsung nantinya akan mereka gunakan dalam praktek.
Walaupun buku ini belum selengkap yang diharapkan, namun buku ini sudah memuat
dasar-dasar dan pokok pengetahuan sebagai bekal untuk nantinya mampu melaksanakan
pekerjaan-pekerjaan pembangunan khususnya dibidang perhubungan laut dengan sebaik-baiknya.
Tentu saja kami tidak hanya berhenti disini, melainkan dengan segala kekurangan yang
ada , secara bertahap akan kami sempurnakan dan kami lengkapi sesuai dengan kemajuan
teknologi yang mempengaruhi perubahan pada cara-cara kerja dan peralatan yang dimaksud.
Puji syukur kami panjatkan atas Kehadirat ALLAH SWT , karena dengan rahmat dan
Anugrah –NYA kami dapat menyusun dan menyelesaikan buku Perencanaan Pelabuhan I.
Kami mengucapkan terima kasih kepada teman dosen di ISTN yang telah membantu
menyelesaikan pembuatan buku Pelabuhan I ini sdr Ir. Marsiano MSc , Ir. Rahardjo MT, Ir. Atjep
i

Sudaryanto MT dan teman-teman dosen lain yang tak dapat kami sebutkan satu persatu. Dan
juga kepada semua pihak yang telah memberikan masukan-masukan yang sangat berarti dalam
menyelesaikan tugas ini.
Kami menyadari ,bahwa buku yang kami susun ini masih memiliki banyak kekurangan
dan kelemahan. Oleh karena itu, kami menerima segala kritik dan saran yang bersifat positif
untuk kami.
Semoga Diktat ini memberikan banyak manfaat bagi kami pada khususnya dan bagi
pembaca pada umumnya.

Jakarta, 18 Januari 2005.

Penulis.

ii

Wave Refraction dan Wave Diffraction.2. Berdasarkan Jenis Perdagangan. Cara Pengukuran Kecepatan dan Arah Arus. ………………………………………… 4 I.... Equivalent Deepwater wave. Pengukuran Kedalaman (ukuran kedalaman ) air laut .2. ………………………………… 4 ………………………………………… 4 BAB. Panjang dan kecepatan Gelombang. ………………………………………… 4 I.. ….3.4. II. PASANG SURUT AIR LAUT.. Pendahuluan.2. II.3..2.1. I.. 4 I.6.. Berdasarkan Teori Seimbang dari NEWTON.. ………………………………………………………………… 18 IV... Pendahuluan . GELOMBANG ( WAVE PROPERTIES ).DAFTAR ISI Kata Pengantar ………………………………………………………………………… i Daftar Isi ………………………………………………………………………… iii BAB I.6. III. Pemandangan Umum Tentang Pelabuhan.2.5. .. IV. PENDAHULUAN.. ………………………………………… 21 IV...2. Berdasarkan Kegiatannya. Penyelidikan gelombang.3.. IV. ... .………………………………. I.2..……………………… 6 BAB. III. ………………………………………………… 30 iii .. ………………………………………………………………… 12 III..2. Berdasarkan Jenis Pungutan Jasa.. IV..1. ………………………………………………………………… 19 IV. 1 I.. ………………………………………………… 27 IV.………………………………………………………………… 6 II..4.1. ………………………………… 28 ………………………………………………………………… 30 IV...………………………. Macam-macam Pelabuhan Berdasarkan Kriteria.1. ARUS AIR LAUT... Gelombang. Pendahuluan. 17 BAB..2.……………………… 14 III.. Difraksi. Berdasarkan Konstruksi Teknis.1...

….…………………... 101 BAB.1 Pendahuluan …………………………………………………………………. 49 …………………. VI. Menentukan jumlah peralatan pelabuhan yang diperlukan.5.………….6.11.. PENAHAN / PEMECAH GELOMBANG. …………. Contoh soal rencana penggunaan Fender.. V.... ………………………………………………………………………… 31 IV.1.3. 101 VI. Penggunaan Peralatan Pelabuhan... ………………………………………………… 37 IV.. VI. ………………………………… 36 IV.……………………. 94 VI. 92 VI. 97 ……………………………………………. 103 VII. 48 V. Merencanakan Panjang Dermaga.5. 96 ………………. VII. Macam-macam Breakwater.………………….………….1.IV.. VII. Jarak perletakan masing-masing fender. Breakwater type Rublemound.. 106 iv .. Wave shoaling.. ………………………………………………………… 35 IV. Wave Breaking.2. ………………………………… 70 Contoh soal Design konstruksi Breakwater type Caisson. ……… ……………………. …….………………………. RAMALAN KEBUTUHAN FASILITAS PELABUHAN. ………………………………………… 40 BAB.5.4. Jarak labuih kapal. VI.2. ……………. V.3 Pemilihan Type ……………………………………………………………… 49 V. Merencanakan luas tempat penumpukan yang diperlukan. Pendahuluan. Fetch. …………………………………. ……………………………………………….2. 105 VII. Pendahuluan. Merencanakan banyaknya kapal Tunda. ………………… 80 BAB. ………………………………………………………………..4. …………………. 48 V. …….12.10. Keuntungan dan kerugian masing-masing type. 51 Contoh soal Breakwater type Rublemound.7. Pengaruh gelombang didalam Pelabuhan. ……………………………………………………………….8. ……………………..7. Wave Runup dan Over topping. Refleksi Gelombang. 91 VI.3.. ………………………………………………………… 35 IV. Ukuran-ukuran kapal. FENDER.…………………….……………. V.……………. VI. 95 VI...9.

Lamp. PENGERUKAN ( DREDGING ). ………………………. ………………………………………………………………… 113 PENGALAMAN PENULIS …………………………………………………………………. Tentang ……………………………………………………………………. Lamp. 114 LAMPIRAN-LAMPIRAN. 110 DAFTAR PUSTAKA. B. ………………………………………………………………. Contoh soal. 109 VIII. Tentang ……………………………………………………………………. Pekerjaan Reklamasi.BAB. D...2.3. VIII.... Capital Dredging dan Maintenance Dredging... Pendahuluan.4. Tentang …………………………………………………………………….. 109 VIII.1. ………………. 109 VIII.………………. Tentang …………………………………………………………………… Lamp. E. LAMP. C. ……………………………………………….………………………. VIII. Lamp. A. Tentang …………………………………………………………………… v .

AS BAB I PEMANDANGAN UMUM PELABUHAN I. sehingga kapal-kapal dapat berlabuh disitu dengan aman.H. itu adalah tempat berlabuhnya kapal-kapal laut.R. Perhubungan laut termasuk pelabuhannya merupakan prasarana (infrastructure) dari perekonomian. bebas dari rintangan untuk navigasi dan terlindung dari taufan. Selanjutnya pelabuhan dilengkapi dengan fasilitasfasilitas tambat dan pergudangan serta pier atau penahan gelombang. Jadi ringkasnya “ Port “ adalah Harbour yang telah dimanage (dilola). 1 PENDAHULUAN. Port : Harbour yang secara tetap digunakan oleh masyarakat yang sibuk berdagang dan bongkar muat angkutan laut. terjemahannya keduanya adalah Pelabuhan sedangkan keduanya memang berbeda. Kita kenal istilah Harbour dan Port dalam bahasa Inggris. kapal-kapal tersebut biasanya sampai dimuara sungai berhenti berlabuh sambil menunggu cuaca baik agar dapat melanjutkan perlayarannya menuju antar pulau dan melaut kenegara lain.Perencanaan Pelabuhan I Ir. dimana kapalkapal berlabuh (membuang jangkar/sauh). serta angkutan laut dengan angkutan darat. sehingga dalam hal-hal seperti itu terpaksa masih digunakan istilah asing. Harbour : adalah tempat perairan yang cukup dalam untuk tempat kapal-kapal berada. Pelabuhan. kata aslinya adalah labuh yang berarti Pelabuhan laut. Soenarno. antara lain . Banyak Istilah-istilah kepelabuhanan yang belum ada terjemahannya dengan tepat. Dahulu kala sungai-sungai merupakan alur pelayaran bagi perahu-perahu dan kapal-kapal. sehingga hanya kapal-kapal kecil melewati sungai-sungai dan kapal-kapal besar berlabuh dipelabuhan sebagai terminalnya. Karenanya muara-muara sungai dahulu merupakan pelabuhan. angkutan laut dan angkutan laut. maka makin lama kapal-kapal makin besar. Pelabuhan Laut merupakan terminal point antara angkutan darat dan angkutan laut. Sehubungan dengan perkembangan perekonomian. 1 .

Perencanaan Pelabuhan I Ir.M. Pelabuhan Umum di Indonesia dikendalikan oleh Negara jadi termasuk B. MACAM – MACAM PELABUHAN : Dibawah ini disajikan suatu diagram tentang macam-macam pelabuhan. Pengandaran. DLL Pelabuhan Militer (Pangkalan Angkutan Laut) tidak akan kita bahas. AS Harbour dipimpin oleh Harbour master (Syahbandar).R. PELABUHAN PELABUHAN MILITER PELABUHAN NIAGA PELABUHAN UMUM PELABUHAN KHUSUS PEL MINYAK PEL PERIKANAN PEL BATU BARA PEL KAYU PEL PEMDA . Belawan. Pelabuhan Tanjung Priok. Pacitan dan lain-lain.N (Badan Usaha Milik Negara)/ Harbour State Own Enterprises .U. yang kita bahas selanjutnya adalah Pelabuhan Niaga khususnya Pelabuhan Umum.H. Tanjung Perak. Makassar dan lain-lain. Soenarno. sekarang di Indoensia BUMN yang dimaksud bernama Pelindo (Pelabuhan Indonesia) berbentuk PT (Persero) dan terdapat 4 Persero. Pelindo I berpusat di Belawan (Medan) PT. Pelindo II berpusat di Tanjung Priok (Jakarta) 2 . yaitu : PT. Port dipimpin oleh Port Administrator (Administrator Pelabuhan / Adpel) contoh Port di Indonesia adalah. I. 2. contoh harbour di Indonesia adalah pelabuhan-pelabuhan Eretan.

q Direktorat Jendral Perhubungan Laut. khususnya bangunan air tidak mudah pelaksanaannya. Kantor Pelayaran. Untuk keperluan tersebut perlu dipahami “Tidal and Coastal Engineering” yang mempelajari antara lain pasang surut. forklift. Kantor Keamanan (KP3) (Kepolisian di pelabuhan). Pada tahun 1991 3 .Perencanaan Pelabuhan I Ir. Kantor Karantina Depkes. Sebelum pelabuhan menjadi (berstatus) Perum (Perusahan Umum Negara) status pengerukan merupakan Divisi dari instansi pelabuhan . air kapal diambil dari perusahaan air minum walaupun dengan harga yang sangat tinggi dibanding dengan harga umum. Perbankan. pergudangan dan open storage (tempat penumpukan) peralatan pelabuhan (port equipment) baik peralatan darat maupun peralatan dilaut seperti Crane. gelombang dan teknik pantai. Kantor Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL). Pelindo IV berpusat di Makassar (Ujung Pandang) Dibina oleh Depertemen Perhubungan c. Kantor Perdagangan dan Perindustrian. Pelindo III berpusat di Tanjung Perak (Surabaya) PT. begitu pula pembangunan penahan gelombang (breakwater). Pada saat pelabuhan ditetapkan sebagai Perum maka pengerukan juga ditetapkan sebagai Perum dan terpisah dari Perum pelabuhan. Dalam hal pergudangan pelabuhan wajib menyedikan Transit Shed (gudang lini I dan lini II). tetapi bila tidak. AS PT. Pembangunan fasilitas-fasilaitas tersebut diatas. swasta dapat membangun dengan izin pelabuhan sedangkan untuk air minum/air kapal bila mungkin pelabuhan menyediakan fasilitasnya. Untuk membangun kolam pelabuhan dan alur pelayarannya diperlukan “Capital Dredging” (pengerukan awal) dan untuk memelihara kedalamnya diperlukan “Maintanance Dredging” (pengerukan perawatan). Soenarno.H. Pelabuhan menyediakan tempat/lahan untuk Kantor. Kantor Bea dan Cukai. truck dan alat-alat bongkar muat lainnya. arus laut. Pelabuhan dalam hal ini PT.R. juga bila mungkin menyediakan lahan untuk galangan kapal. Jaringan listrik juga disupply dari perusahaan Listrik Negara. Pelindo Persero wajib menyediakan fasilitas pelabuhan antara lain : dermaga dengan kelengkapan fender dan bolder. kolam pelabuhan. kolam tempat berputar kapal (turning basin). alur pelayaran masuk. sedangkan gudang penyimpanan (lini III atau warehouse).

R.Perencanaan Pelabuhan I Ir. BERDASAR KONSTRUKSI / TEKNIS 1) Pelabuhan alam : Pelabuhan secara alamiah sudah memenuhi kriteria. BERDASAR JENIS PERDAGANGAN 1) Pelabuhan sungai : Untuk perdagangan local 2) Pelabuhan pantai : Untuk perdagangan interinsuler 3) Pelabuhan samudra : Untuk perdagangan internasional c. yakni terbesar ketiga di Asia setelah armada keruk dari Jepang dan Korea. PELINDO (Persero). Rukindo Persero merupakan perusahaan pengerukan yang memiliki armada keruk yang cukup besar. 4 . I. di Indonesia PT.H. tetapi langsung dikendalikan dibawah pemerintah cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. maka dapat dikelompokan menjadi 4 kelompok sebagai berikut : a. 3) Pelabuhan otorita : di Indonesia contohnya Pelabuhan di Batam 4) Pelabuhan Bebas : di Indonesia contohnya Pelabuhan Sabang. PT. BERDASAR JENIS PUNGUTAN JASA : 1) Pelabuhan yang diusahakan : Pelabuhan yang dikelola oleh BUMN (Badan Usaha Milik Negara). MACAM-MACAM PELABUHAN BERDASARKAN KRITERIA Adapun macam-macam pelabuhan berdasarkan kriteria . b. Berada diteluk atau muara sungai yang cukup dalam.3. 2) Pelabuhan yang tidak diusahakan : Pelabuhan di Indonesia yang tidak dikelola BUMN. 3) Artificially excavated port : Pelabuhan yang dibangun dengan mengeruk daratan/ pantai untuk dijadikan kolam pelabuhan. 2) Pelabuhan buatan : Pelabuhan yang dibuat dengan mengurug perairan untuk dijadikan pelabuhan dan jika diperlukan diberi pemecah atau penahan gelombang atau pier (tanggul) dan lain-lain. Soenarno. Rukindo Persero. AS seperti halnya pelabuhan pengerukan juga ditetapkan sebagai Persero dan disebut PT.

5) Pelabuhan Marina untuk Yacht. BERDASAR KEGIATANNYA ( UMUM / KHUSUS ) 1) Pelabuhan umum (Niaga/Commersial) 2) Pelabuhan Industri : Plb.H. Batubara di Tarahan Lampung. plb. plb. Soenarno. 3) Pelabuhan Militer (pangkalan) : Pangkalan di Teluk Semangka Lampung.R. plb petrokimia di Gresik dan lain-lainnya. motor boat dan lain-lain 6) Pelabuhan turis : untuk kapal-kapal pariwisata 7) Pelabuhan untuk tempat berlindung (refuge) dan lain-lain. plb.Perencanaan Pelabuhan I Ir. AS d. Pupuk di PUSRI Pelembang. Perikanan di Muara Karang. 5 . Miyak di Balikpapan. Pangkalan Angkatan Laut di Surabaya dan lain-lain 4) Pelabuhan Kayu (Logpond) : Kolam pelabuhan penyimpan kayu-kayu.

14 detik a 360 1/2 90 180 270 360 EF = 2 a fase untuk tinggi h Gambar II.28 detik D B E F a A 0 90 180 270 12 jam . Bumi merupakan bola padat yang dilapisi dengan air secara merata.2. Terhadap gerakan/pasang surut ini ada 2 (dua) buah teori : 1. Teori setimbang dari Newton (1687) 2.1. Soenarno. Ordinat : menyatakan tinggi permukaan air. BERDASARKAN TEORI NEWTON. AS BAB II PASANG SURUT AIR LAUT II. Kondisi Pasang Surut Air Laut.50 menit .Perencanaan Pelabuhan I Ir.R. Pasang berarti muka air laut lebih tinggi dari keadaan normal. 6 .25 menit . pada tiap saat akan terjadi/terdapat situasi statis yang setimbang (momentaneous static stability). Teori dinamis dari Laplace (1749 . Absis : menyatakan waktu dalam satuan jam atau derajat.1. 24 jam .H.1827) II. sedang surut berarti lebih rendah dari keadaan normal. PENDAHULUAN Pasang dan surut pada air laut terjadi akibat adanya gaja tarik Bulan dan/atau Matahari terhadap Bumi.

digambarkan seakan-akan. Untuk mengetahui tinggi muka air laut setiap saat di setiap tempat. Karena itu akibat gaya tarik Bulan / Matahari. Banyaknya air yang melapisi Bumi (Hydrosteer) tidak berubah. seperti yang tertera dalam buku pasang surut.Perencanaan Pelabuhan I Ir. maka lingkaran dengan Radius R berubah menjadi ellips yang luasnya sama.H. AS __ __ __ __ AB = CD AB dan CD disebut Amplitudo Dalam Sinusoida tersebut diatas. Persamaan = πR2 = πab R = a.b ………………………….2. Proyeksi Bumi padat saat terjadi pasang surut.R. ( 1 ) 7 . Matahari mengelilingi Bumi dalam waktu 24 jam sedangkan Bulan mengelilingi Bumi dalam waktu 24 jam 50 menit 28 detik. Soenarno. 1 2 α = ∠FOB ρ = OF a = OA = OB δ = amplitudo P E b = OP = OQ b F R y A a ρ α B O x i m Bu Ellips Lingkaran Q Lapisan air ( hydrosfeer ) Gambar II. kita gambarkan proyeksi Bumi padat saat terjadinya pasang surut seperti tersebut diatas.

½ δ ……………… ( a ) a = R + ½ δ ……………… ( b ) Bila OF = ρ.½δ cos 2 α )² = ρ4 ρ (R . maka koordinat titik F (X.½δ cos 2 α = ρ .H.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Soenarno. (b). ρ 2 .2α + R 2 − Rδ . (c) dan (d) kedalam persamaan Ellips.Y) α ……………… ( c ) sin α ……………… ( d ) X = ρ cos Maka Y=ρ Persamaan Ellips : X2 Y2 + =1 a2 b2 Substitusi (a). sin 2 α 1   R − δ  2   2 =1  1  cos 2α + 1   2 1 2  1 − cos 2α   1   1  ρ  R 2 − Rδ + δ 2   =  R + δ   R − δ   +  R + Rδ − δ  4  2 4  2 2   2       2 2 2 [( )] ) ( 1 2 2 1   ρ R cos .½δ cos 2 α ) = ρ² R . cos 2 α 1   R + δ  2   2 + ρ 2 .R.Rδ cos 2 α + ¼δ² cos² 2 α) = R4 ≈ ρ4 ρ² (R . AS Misalkan a – b = δ → a = b + δ ………………… (2 ) (2) substitusi ke (1) menghasilkan : R= b(b + δ ) = b 2 + bδ = b 2 + bδ + (1 / 2δ ) 2 = (b + 1 / 2δ ) 2 = b + ½δ Karena δ sangat kecil terhadap b (δ <<<< b) Maka pada nilai tersebut diatas dapat ditambah (½δ)² Jadi R = b + ½ δ → b = R . cos 2α − Rδ + R 2 − R 2 cos 2α + Rδ − Rδ cos 2α =  R 2 − δ  2 4   ρ 2 (R 2 − Rδ cos 2α ) = R 4 ρ² (R² .½δ cos 2 α = ρ-R 8 2 .

Sekarang perlu diketahui besarnya gaya tarik benda-benda angkasa.a laut.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Seperti telah diketahui gaya tarik antara 2 (dua) benda angkasa masing-masing dengan massa m 1 dan m 2 dengan jarak antara R sedang kedua benda tersebut tidak bergerak. Bila m 2 bergerak mengelilingi m 1 seperti halnya bulan mengelilingi bumi.500 x massa Bumi Massa Bulan = 0. Soenarno. AS 1 δCOS 2α = ρ − R 2 ½δ = Amplitudo . m1 m2 M R Gambar II.m2   K = R 3 C    Rumus ini kita pergunakan untuk membandingkan gaya tarik Bulan terhadap Bumi dan gaya tarik Matahari terhadap Bumi. maka dengan adanya gaya-gaya centrifugal gaya tarik menjadi : m1 .bulan 0.0125 x massa Bumi Jarak Matahari = 11.tarik .Matahari 30 3 11.600 x Diameter Bumi Jarak Bulan = 30 x Diameter Bumi.H.600 3 9 .3. Jadi : Gaya. ρ – R = Tinggi m.R.m2   K = R 2 C    C = konstanta. cos 2 α = cosinus phasenya .0125 319500 = : Gaya. seperti diketahui bahwa. Massa Matahari = 319. Jadi Tinggi muka air laut = Amplitudo x cos phase. Gaya Tarik benda angkasa dengan massa berbeda Maka besarnya gaya tarik : m1 .tarik .

4.26 kali. Meskipun benda-benda angkasa lainya menimbulkan gaya tarik pada bumi. yang disebut “Spring tides” sedangkan Pasang surut terkecil terjadi ketika kedudukan bumi – bulan – matahari membentuk garis tegak lurus yang disebut “neap tides”. Perbedaan sinusoida pasang surut Matahari dengan pasang surut Bulan Pasang surut diartikan dengan naik turunnya permukaan air secara periodic akibat gaya tarik bulan dan matahari terhadap bumi.26 = 44 %). tetapi bulan dan mataharilah penyebab utama terjadinya pasang surut yang diakibatkan oleh bulan lebih besar dari pada yang disebabkan oleh matahari (akibat matahari ± 44% dari akibat bulan) (1 / 2. AS = 2. Pasang surut terbesar terjadi ketika kedudukan bumi – bulan – matahari berada pada satu garis lurus. Soenarno.H. 10 .26 : 1 Maka Amplitudo akibat gaya tarik Bulan = 2.R.Perencanaan Pelabuhan I Ir. serta terjadinya pergerakan dalam system kedudukan bumi – bulan – matahari. Kondisi meteorologipun seperti perubahan tekanan barometrik dan perubahan musim dapat juga menyebabkan pasang surut. Gambar II. Amplitudo akibat gaya Tarik Matahari. tetapi pengaruhnya tidak terlalu besar.

AS Berdasarkan pengalaman banyak diketahui mengenai terjadinya pasang surut dipantai-pantai. gerakan pasang surut diikuti oleh gerakan mendatar yang disebut “Arus pasang surut” (tidal current).H. tetapi sedikit sekali pengetahuan mengenai terjadinya perubahan muka air dilautan. Soenarno.R.Perencanaan Pelabuhan I Ir. 11 .

R. Arus akibat angin ini hanya dipermukaan saja.1. Arus pasang surut merupakan arus periodik yang bervariasi menurut tempatnya dan tergantung dari : - Sifat pasang surut - Kedalaman air laut - Keadaan topografi Dipantai-pantai arus pasang surut akan berulang secara teratur (periodik). Soenarno AS BAB III ARUS AIR LAUT III. PENDAHULUAN.1.H. arus surut dan arus sekunder. Arus laut akibat pasang surut terjadi dari permukaan air laut sampai dasar perairan. Arus pasang surut menimbulkan “ arus secundair “ Gambar III. sedangkan dilautan akan berputar kembali arah dan kecepatan dari jam ke jam. Arus pasang adalah arus kearah darat. karena arus akibat pasang surut jauh lebih penting bagi teknisi sipil dibanding arus laut yang diakibatkan oleh angin. Arus surut adalah arus kearah laut. Arah arus pasang. 12 .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.

seperti arus dilautan dan disepanjang pantai b) Rectilinier atau Reversing Type. maka akan timbullah gesekan (shear stress) pada permukaan air tersebut. Angin yang bertiup dipermukaan air akan memberikan energi pada air. Selain arus pasang surut. c) Hydraulic Type. seperti diselat-selat yang menghubungkan dua lautan. akan menimbulkan arus yang cukup besar.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. CARA PENGUKURAN KECEPATAN DAN ARAH ARUS. Arus ini biasanya lemah dan tidak merupakan faktor penting dalam sediment transport. Tentu saja angin yang bertiup dengan waktu lama (hari) pada daerah yang luas (mil persegi). diantaranya adalah menggunakan cara sebagai berikut : a) CARA SEDERHANA 13 . b) WARE INDUCED CURRENT. seperti pada sungai-sungai. sukar untuk dipisah-pisahkan.2. terjadi pada sebagian besar daerah pedalaman. dilautan terdapat pula arus-arus lain yang sangat sulit untuk dipelajari. dan menyebabkan air terseret oleh gerakan angin. maka arus disebut Inertia Current dan gelombangnya disebut Swell. arus pasang surut dapat dibagi menjadi : a) Rotary Type.R. Dalam hal ini terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan. Dalam daerah dimana arus dan gelombang (wind waves) timbul pergerakan partikel air adalah variable. pembagian energi ini sampai sekarang belum bisa diketahui. dimana sebagian energi dipakai untuk membentuk arus permukaan. Diantara arus-arus selain arus pasang surut. ialah : a) WIND DRIFT CURRENTS Bila angin bertiup diatas permukaan air. dan sesudah angin bertiup lagi atau arus dan gelombang bebas dari angin. III. karena sebetulnya semua arus itu terjadinya serentak. dan sebagian lagi untuk membentuk gelombang permukaan.H. Soenarno AS Berdasarkan KEADAAN TOPOGRAFI.

untuk selama ± 25 jam dengan current meter. Ada beberapa jenis current meter antara lain : 14 .R. karena itulah kecepatan arus perlu diukur pada lapisanlapisan yang berbeda setiap 30 menit sampai 1 jam. Arah perubahan tempat pelampung merupakan arah arus .H. Cara sederhana pengukuran Arah dan Kecepatan Arus.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Soenarno AS Dengan menggunakan pelampung Gambar III. kecepatannya adalah 14km = 2km / jam 7 jam b) DENGAN PERALATAN ( CURRENT METER) Kecepatan dan arah arus dapat diukur dengan dua cara : 1) Eulerian Method : dengan menggunakan Current Meter 2) Lagrangian method : dengan menggunakan Tracing Floats Arus dilaut adalah super posisi dari perioda tidal current dengan arus yang hampir terjadi setiap waktu.2.

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

-

Ekman – Merz Current meter

-

G.E.K (Geomagretic Current meter)

-

T - S. Self Recording Current meter

-

Omo Type self recording Current meter

-

Direct reading current meter

III.3. FENOMENA ARUS TERHADAP BANGUNAN AIR

Gambar III. 3. Perubahan contour dan terjadinya silting dan
scouring sebagai akibat bangunan air yang masif.

Apabila pada suatu teluk dengan arah arus tergambar, dibangun bangunan
konstruksi dermaga beton misalnya berupa konstruksi masif dimana arus air tidak
dapat lewat, maka akan terjadi pembelokan contour seperti terlihat dalam gambar
garis-garis putus (----) dengan akibat yang fatal yakni :
Disebelah kiri bangunan terjadi silting atau pendangkalan serta disebelah
kanan bangunan terjadi scouring atau penggerusan dimana kedua hal ini merupakan
kerugian, cela atau hal yang negatif, masih ditambah lagi kedalaman muka dermaga
yang sesuai rencana adalah 10 meter dibawah LWS bisa berubah menjadi kurang
dari 5 meter dibawah LWS misalnya, untuk mengatasi kejadian tersebut diatas, maka
apabila pada suatu daerah perairan seperti diatas akan dibangun bangunan air,

15

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

dermaga kapal misalnya, maka konstruksi dermaga tersebut tidak boleh berupa
konstruksi masif, tetapi harus direncanakan dengan konstruksi tiang pancang
sehingga air diberi jalan untuk tidak terhambat dan fenomena tersebut tidak terjadi,
walaupun biaya yang diperlukan lebih mahal dari pada konstruksi masif, perlu
diketahui bahwa biaya perbaikan apabila terjadi fenomena tersebut akan jauh lebih
mahal dari pada perbedaan biaya sebelumnya.

HHW = Highest highwater (duduk air
tertinggi)
HWS = High Water Springtide (duduk
air tinggi rata-rata)

MSL

= Mean Sealevel (permukaan
rata-rata air)

LWS = Low Water Springtide (duduk
air rendah rata-rata)

LLW =Lowest Low Water (duduk air
terendah)

Gambar III.4 Istilah permukaan air laut

III.4. PENGUKURAN KEDALAMAN (UKURAN KEDALAMAN) AIR LAUT :
Permukaan air laut itu tidak tetap, seperti tergambar diatas, maka terdapat istilah
sebagai berikut, Karena istilah baku bahasa Indonesia belum ada, maka kita sebut
istilah asingnya, sehingga bila mempelajari buku asing dapat mengetahuinya seperti
:H.H.W : Highest High Water yang artinya duduk air tertinggi
H.W.L : High Water Springtide atau duduk air tinggi rata-rata
M.W.S : Mean Sea Level atau permukaan Air rata-rata
L.W.S : Low Water Springtide atau duduk air rendah rata-rata
L.L.W : Lowest Low Water atau duduk air terendah

16

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

Ukuran LWS merupakan ukuran Peil duga dilaut untuk menentukan ukuran
kedalaman air (waterdepth) atau titik/garis 0 dilaut.

17

IV. PENDAHULUAN. Kejelasan mengenai Panjang. Tinggi dan Periode Gelombang serta Puncak dan Lembah Gelombang L = Panjang gelombang (Wave length) H = Tinggi gelombang (Wave height) T = Periode gelombang (Wave period) Crest = Puncak gelombang Through = Lembah gelombang BENTUK GELOMBANG dipengaruhi oleh : 1) Kecepatan angin meniup (wind velocity) 2) Lamanya angin meniup (duration) 3) Kedalaman air (waterdepth) 4) Keadaan dasar laut (shape of the bottom) 18 . Soenarno AS BAB IV GELOMBANG ( WAVE PROPERTIES ).R.1.H.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Gambar IV.1.

Gelombang adalah juga penyebab utama terjadinya littoral drift. bahkan disamudra luas terdapat gelombang tanpa ada angin.H. Contoh : Di danau dengan perairan yang dangkal L/H bernilai antara 9 s/d 15.07 detik.R. Bila gelombang dapat dimengerti dan dapat dianggap sebagai gerakan vertical dari permukaan laut. kita harus membangun breakwater (penahan gelombang / pemecah gelombang) untuk mendapatkan kolam pelabuhan yang tenang. Bila periodenya ≤ 0. dimana kita belum mampu meramalkan kapan terjadinya gelombang tersebut. untuk dilautan (samudra luas).Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. GELOMBANG (WAVE) Persoalan gelombang air laut (sea waves) merupakan masalah yang dapat dijumpai disetiap pelabuhan. bahkan tidak jarang timbul gelombang besar beserta typhoon yang merusak. sehingga kapal dapat bertambat dengan aman dan pekerjaan bongkar/muat dapat berjalan dengan lancar.7 cm. tinggi gelombang tidak jarang > 10 m (di Northen Pacific tinggi gelombang yang pernah dicatat mencapai 34 m) c) Swell Yaitu gelombang lanjutan dari wind waves yang telah bebas dari daerah tempat bertiupnya angin. akibat adanya gelombang. Soenarno AS Bentuk tersebut dinyatakan dengan nilai perbandingan L/H.3 detik. dan tinggi gelombang (H) 2 ā 3 cm. karenanya jauh sekali. Swell biasanya mempunyai periode yang lama (± 20 detik) dan 19 . Capillary waves disebut juga ripples b) Wind Waves Yaitu gelombang yang ditimbulkan oleh angin. maka berdasarkan periode gerakannya. panjang gelom bang (L) ≤ 1. gelombang dapat dibagi sebagai berikut : a) CAPILLARY WAVES Yaitu gelombang dengan periode (T)≤ 0. IV. nilai L/H antara 17 s/d 33 Gelombang tidak mendapat geseran. dengan periode 10 ā 15 detik.2.

seperti gempa bumi tectonic dan atau vulcanic eruptions. long period waves sangat sulit diselidiki dan dimengerti. dengan tinggi gelombang tetap dan periode gelombang yang berlangsung tak terbatas. Berdasarkan anggapan ini kita bisa menyatakan besarnya suatu gelombang yakni dengan : Tinggi gelombang (H) 20 . e) Tsunamis Yaitu gelombang yang timbul karena adanya gerakan tiba-tiba dari dasar laut.R. Soenarno AS tinggi gelombangnya makin lama makin berkurang sebanding dengan jarak yang ditempuh. Selain klasifikasi diatas.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. d) Long Period Waves Yaitu gelombang yang mempunyai periode 20 a 30 detik. gelombang dapat pula dibedakan berdasarkan kedalaman air. disebut Ocean waves atau sea waves. dan sangat sulit untuk dipelajari dan dianalisa.H. Untuk menganalisa dan membuat rumusrumus kita harus menganggap regular waves. Ada pula sejenis tsunamis yang disebabkan oleh Cyclone atau Typhoon. yaitu badai yang dapat berlangsung sampai beberapa jam dan dapat menimbulkan gelombang yang tinggi. Gabungan antara wind waves dengan swell. Periodenya dapat berlangsung dari beberapa menit sampai ± 1 jam. yaitu : Deep water waves : ½ ≤ h/L < ∞ Intermediate depth : 1/20 < h/L < ½ Shallow water waves : 0 < h/L ≤ 1/20 dimana h = kedalaman air (water depth) dan = panjang gelombang (wavelength) L Semua gelombang yang ada dilautan adalah irregular waves atau random waves. dengan tinggi gelombang yang tidak begitu besar.

PANJANG DAN KECEPATAN GELOMBANG Kita mengenal kecepatan sebagai ukuran (speed) juga kecepatan bergerak (velocity) dan disini kita mengenal kecepatan yang disebut : Celerity. tidak ada arus melainkan gelombang yang dasarnya pergerakan vertical. Bila kita melemparkan sobekan kertas kepermukaan air yang bergelombang. C = celerity of propagation.3. maka beberapa waktu kemudian sobekan kertas tersebut berpindah tempatnya. dan C dinyatakan sebagai berikut : L= Jadi g .L tanh L 2π 21 . Kecepatan bergerak sobekan kertas tersebut akibat energi gelombang yang disebut : Kecepatan merambat gelombang atau celerity energy propagatian dengan symbol (C). Soenarno AS Periode gelombang (T) Panjang gelombang (L) dan Kedalaman Air (h) IV.T 2 2πh L= tanh 2π L C= L = T 2πh g .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. h.L tanh L 2π dengan : g = percepatan gravitasi. T. Hubungan antara L.H. g .L tanh L 2π 2πh g .R.T 2 2πh 2πh g L2 = tanh tanh 2 2π L L 2π C C2 = C= 2πh g . walaupun sobekan kertas tersebut tidak dapat bergerak sendiri seperti mobil misalnya dan airnya tidak bergerak.

dolphin dan lain-lain.Sin x− t 2 T   L H 2π Sin ( x − Ct ) 2 L Untuk menentukan clearance dari lantai konstruksi pelabuhan seperti dermaga.R.(m/det) Kecepatan gerak partikel air akibat gelombang dapat dinyatakan dengan : Kecepatan arah horizontal = (m/det) 22 . t ) = = 2π  H  2π .H. Soenarno AS Untuk deepwater waves dan long waves ( shallow water waves) persamaan diatas dapat disederhanakan sebagai berikut: Deep water waves : Lo = g 2 g T dan Co = T 2π 2π Long waves (Shallow water waves) : L = T gh dan C = gh a) Profil pada Gelombang (surface Profile) (m) Elivasi muka air diatas mean water level (MWL) dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut : η ( x. maka dianjurkan untuk mengambil crest height sebesar 65% a 75% dari tinggi gelombang terbesar dimana : η = Surface profile (m) H = tinggi gelombang (m) L = panjang gelombang (m) T = periode gelombang (detik) b) Gerakan partikel air pada gelombang (Velocity of water particle) .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.

Soenarno AS  x+h Cosh.2π   2π H 2π  ∂µ L   2π  .2π   πH 2π  L   2π  µ= Sin x− t 2 π h T T   L Sinh L Kecepatan arah vertical : (m/det)  z +h Sinh.Cos X− t 2πh T T   L Sinh. =−  2πh ∂t T T2  L Sinh.2π   2π H ∂ω  L  .2π   πH 2π  L   2π  ω=− . L  t  −ω0 z  Dimana ω o = berat volume air (tf/m3) (unit weight of water) e) Energy gelombang (Average energy of waves per unit area of water surface) (tf. L 2  t  d) Tekanan air pada gelombang (Pressure in the water action of waves) . c) Percepatan gerakan partikel air pada gelombang (Acceleration of water particle) (m/det2)  z +h Cosh.H.Cos =− x− t 2 ∂t L T  T  2πh   Sinh   L  2  z +h Sinh.R.(tf/m2) h+z cosh .Sin 2π x − 2π .2π   2π 1 L   2π  P = ωo H. L Dimana z = elevasi partikel diukur dari MWL (Persamaan ini berlaku baik bila H relatif kecil). Sin x− 2πh T 2  L Cosh.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. .m/m2) 23 .

R.H.78 T (m/det) = 2.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.56 T2 (m) Cg (group velocity) = ½ C o = 0.C = Group velocity (m/det) dari gelombang 4πh    1 L n = 1 +  2  Sinh.m/m) / detik. 4πh  L   Untuk deep water h/L → ∞ sehingga n = ½ dan Cg = nC = ½ C Co = g 9.E = n.80 m T= T = 1.CE dimana W = energy rata-rata gelombang persatuan lebar Cg = n. maka ia akan memberikan enersi sebesar : W = Cg.14 det 2π L o = C o T = 1. Bila gelombang mulai bergerak kedaerah perairan tenang.56T ( ) 2 x3.81 T (km/h) 24 . Soenarno AS Tiap partikel air yang bergerak dalam gelombang mempunyai energi potensial (Ep) dan energi kinetik (Ek) yang sama besarnya yaitu: Ep = Ek = 1/16 ω o H2 E = Ep+Ek = 1/8 ω o H2 (energi total) f) Average energy transported in the progressive direction of waves across unit width in unit time (tf.

Grafik International Course In Hydraulic Engineering.H.2.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. 25 .R. Soenarno AS Gambar IV.

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

TABEL FITURE 2-6

26

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

IV.4. PENYELIDIKAN GELOMBANG
Untuk mengetahui keadaan gelombang yang sebenarnya, maka perlu diadakan
penyelidikan gelombang dilapangan. Data-data hasil penyelidikan ini kemudian
dianalisa untuk perhitungan dan model test, guna mendapatkan kolam pelabuhan
yang tenang.
Penyelidikan harus dilakukan selama mungkin, tetapi bila tidak ada data sama sekali
dan data-data sangat diperlukan misalnya untuk model test, maka penyelidikan dapat
dilaksanakan minimum 3 – 4 bulan, dengan memilih musim dimana diperkirakan
gelombang terbesar akan terjadi. Dalam penyelidikan lapangan ini selain periode dan
tinggi gelombang, harus pula arah gelombang selalu dicatat. Disamping itu harus
dilakukan penyelidikan angin pada waktu yang bersamaan dengan penyelidikan
gelombang.
Profil gelombang yang ada dilaut sangatlah tidak teratur, berbeda dengan profil
gelombang yang didapat dari percobaan di laboratorium, dimana profil gelombang
dilaboratorium seolah-olah berbentuk sinusoida. Karena itulah, definisi mengenai
periode dan tinggi gelombang , hanya dibuat sebagai dasar untuk menganalisa datadata. Misalnya : untuk mendapatkan data tinggi gelombang, kita harus mempunyai
minimal 100 data tinggi gelombang secara tidak terputus (Continues Record).
Rata-rata dari seluruh data tinggi gelombang tersebut merupakan Tinggi gelombang
rata-rata (H). Dari data tersebut dapat dibuat persamaan [ H sign = H ⅓ ≈ 1,6 H]
dimana H ⅓ = H significant
Tentu saja dari 100 data itu akan ada tinggi gelombang yang lebih besar dari H ⅓ (±
13% dari seluruh data)
Dalam hal ini kita bisa mengambil tinggi gelombang maximum (H max ) sebagai
berikut :
[ H max ≈ (1,6 s/d 2,0) H ⅓ ]
Begitu pula, periode gelombang pun merupakan bilangan variable seperti halnya
tinggi gelombang.
Untuk periode ini telah dibuat persamaan pendekatan
[ T max ≈ T ⅓ ≈ 1,1 T]
dimana T max = periode dari gelombang terbesar
T⅓

= Significant wave periode ( periode dari gelombang significant ).

27

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

T

= Periode rata-rata

Pemilihan antara H max , H ⅓ atau H waktu mendesign, tergantung dari type
konstruksinya, untuk steel piling dan vertical wall (caisson) breakwater, pada
umumnya didesign terhadap H max , sebab dengan sekali hantaman oleh gelombang
besar, kemungkinan konstruksi akan ambruk, sedangkan untuk rubblemound
breakwater, umumnya didesign dengan H ⅓ atau H significant , sebab kemungkinan
runtuhnya konstruksi hanya disebabkan oleh jumlah (banyaknya) hantaman
gelombang.
Telah diketahui bahwa gelombang dilaut, variable dalam tinggi, periode dan arah,
dapat kita anggap bahwa gelombang tersusun dari banyak sekali gelombang
sinusoidal yang berbeda tinggi, periode maupun arahnya. Karena itu sangat sulit
menentukan bagaimana energi nya didistribusikan, terutama dalam hal frekuensi dan
arah. Fungsi yang menggambarkan distribusi dari energi gelombang disebut wave
spectrum, dan parameter yang menunjukan derajat wave energy concentration
terhadap arahnya dinyatakan dengan S max .
Untuk swell S max = 75, dimana energi tersebar ± 30o dari arah gelombang, sedangkan
untuk wind waves S max = 10, dengan sudut penyebaran energi ± 60o dari arah
gelombang (S max = spectrum maximum).

IV.5. WAVE REFRACTION (REFRAKSI) DAN WAVE DIFFRACTION (DIFRAKSI)
Didalam pergerakannya menuju pantai, gelombang selalu berusaha untuk mengubah
bentuk dan arahnya. Bila gelombang masuk kedaerah perairan yang relatif
dangkal (h ≤ ½L), maka gelombang tadi mulai mencapai dasar perairan, dan secara
perlahan-lahan merubah arah geraknya terhadap garis tegak lurus pada contour
kedalaman perubahan gerak akan terlihat jelas setelah mencapai pantai, dimana
puncak gelombang sejajar dengan garis pantai.
Kejadian diatas disebut wave refraction, yang terjadi akibat perbedaan
kecepatan gerakan gelombang dalam penyebarannya disebabkan perbedaan
kedalaman. Wave refraction bukan saja menyebabkan perubahan arah geraknya,
tetapi juga berubah dalam tingginya, perubahan tinggi gelombang akibat refraction,

28

daerah dimana gelombang pecah. Pecahnya gelombang pada saat ini crest (puncak gelombang) sejajar pantai dan peristiwa ini disebut refraksi (wave Refraction). makin lama crest menjadi makin tajam dan akhirnya pecah. dimana H = tinggi gelombang sesudah refraksi Ho = tinggi gelombang diperairan dalam (deepwater) K r makin kecil. (L o = deepwater wave length. maka timbul yang disebut surf. Bila kedalaman air berkurang dari laut menuju pantai maka puncak-puncak gelombang (crest) menjadi lebih tinggi dan panjang gelombang (L). bila : h/L o makin kecil. Soenarno AS biasanya dinyatakan dengan Koefisien refraksi (K r ).3.H. disebut surfzone.R. Bila kedalaman air h = 1. (α p ) o = incident angle to the deepwater contour). Gambar IV. Akibat timbulnya surf ini timbul Arus lawan atau Contra 29 . yang hubungannya [ H = K r H o ). menjadi berkurang sehingga nilai L/H menjadi kecil. Surfzone. (α p ) o makin besar dan S max makin besar.72 H dalam keadaan tidak ada angin.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Dimana : H p = H pada waktu gelombang pecah h p = h pada waktu gelombang pecah Daerah dimana gelombang pecah.

Berdasarkan hasil perhitungan dan experiment dengan hydraulic models. IV. dan terjadi pada banyak parubahan pada periodenya disebabkan keadaan dasar laut yang sembarang.6. maka telah dibuat diagramdiagram tentang variasi dari diffracted wave heights. EQUIVALENT DEEPWATER WAVE Setelah tinggi gelombang akibat refraksi dan difraksi didapat. runup dan data-data lain bagi prototype problems dalam tiga dimensi.R.maka gelombang tersebut akan berusaha untuk mendorong dan menembus rintangan tersebut. 30 . IV.K r (H ⅓ ) o ] Dimana : K d = Koefisien difraksi Kr = Koefisien refraksi (H ⅓ ) o = Tinggi gelombang significant diperairan dalam (significant wave height in the deepwater). maka timbul energi.H. untuk memungkinkan penggunaan data-data laboratorium dua dimensi dari wave breaking. sebaiknya dihitung pula Equivalent deepwater wave heights (H o 1) [H o 1 = K d . Diffracted wave heights ini sangat dipengaruhi oleh arah gelombang yang datang pada rintangan. FETCH Timbulnya apa yang dinamakan fetch adalah sebagai berikut.7.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. sedangkan untuk periodenya dapat diambil sama seperti periode dari deepwater waves : [ T ⅓ = (T ⅓ ) o ] Konsep tentang equivalent deepwater waves ini hanyalah anggapan (buatan). Pada perairan yang dangkal dan rata harus diperhitungkan pengurangan akibat friction dasar perairan pada H o 1. Energi tersebut bergerak dengan kecepatan C gr (celerity of energy propagations) dan timbullah gelombang yang tumbuh (increasing wave). DIFRAKSI (WAVE DIFFRACTION). Gelombang bila dalam pergerakannya dirintangi. yang sangat berguna untuk menaksir distribusi tinggi gelombang didalam kolam pelabuhan. misalnya oleh pulau atau breakwater. Soenarno AS IV. Angin meniup dalam air. Kejadiaan ini disebut wave diffraction (difraksi) Variasi diffracted wave heights dapat dihitung secara teoritis dan secara experiment dengan hydraulic models.6.

Soenarno AS Pertumbuhan gelombang ini disebut fetch dan jarak pertumbuhan gelombang itu disebut fetch limitation.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.5. maka [ Fetch limittion = C gr .  2π L  31 . Celerity of Wave Propagation  C =  2πd  gL tanh .H.4. Gambar IV.81 m/det2 Gambar 4. Terjadinya apa yang disebut FETCH Untuk unlimited duration.R.t ] C gr = Celerity of energy propagation t = waktu dalam detik d = kedalaman (water depth) g = gravitasi = 9.

3 d (depth) 1 L 2. Soenarno AS Dimana : C = Celerity of wave propagation L = Panjang gelombang 2πd Untuk very deepwater 2πd sangat besar.Tidak ada energi transport - sejajar dengan wave crest Difraksi : . C gr = 1 C 2 32 . C  L  C gr Untuk deepwater 4πd L = 1+ =1  4πd  Sin.Point of breakwater - ada energi transport - sepanjang wave crest. sehingga tanh → ≈1 L L C= gL 2π Apalagi apabila L < 2.3 d> Untuk shallow water 2πd gL = .R. 2π L C = gd Catatan : shallow water Refraksi : . tanh 2π L C= tanh 2πd = 0.   L  4πd L =2 Untuk Shallowwater = 1 + Sinh C gr = ½ C. 4πd  1  L  = 1+ 4 π d 2  sinh .99 L tanh 2πd 2πd ≈ L L gL 2πd .H.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.

000 detik (misalnya) F limitation = 50km Pergerakan Fetch akan berhenti.t = ½ 10 t = 5 t m.56T 2π 2 x3.3 det C = 22 knot = 10 m/det Untuk deepwater C gr = ½ C . CT g →C = T 2π 2π g 9. No: 4 Untuk C = 22 knot → Periode T n = 6.R.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. bila duration = t.14 2π (C = dalam m/det) Menurut tabel D7 CERC TR. untuk long fetch. Thomas Stevenson (1864) Menyusun rumus Fetch sebagai berikut. H = dalam feeth F = dalam nautical mile ( statute mile ).56 → C = T = 1.t = ½ C.5 F ] untuk short fetch. maka Fetch limitation = C gr . 33 . Untuk t = 10. dimana F < 30 nautical miles.5 F + 2.8 g = = 1. sbb : [H = 1. dimana F > 30 nautical miles sebagai berikut : [ H = 1.5 − 4 F ] dimana. apabila menabrak atau terhalang sebuah pulau atau bangunan seperti dermaga atau breakwater. Soenarno AS Secara analitis : C= gL 2π C 2 = g.H.

dalam knots (st.39 = 0 X 1.5 - 4 F F = x → F = x2 3. Catatan : 1 statute mile = 5280 feeth = 1.17 UF + 2. 2 = 1 + 5. Molitor bersama Stevenson.H.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. dimana angin bertiup dengan kecepatan 22 knot dan tinggi gelombang setempat 1.8347 34 .0.43132 1. Menyempurnakan rumus Fetch limitation tersebut untuk long fetch (dimana F > 20 miles) [H = 0. yang terjadi disini adalah short fetch.17 UF + 2.185 meter.6093 km. Soenarno AS Pada tahun 1934 D.5 − 4 F ] dimana H = tinggi gelombang dalam feeth F = Fetch limitation dalam statute mile U = Kecepatan angin (wind Velocity) . CONTOH SOAL MENGENAI FETCH Hitunglah panjang Fetch limitation yang terjadi didaerah perairan bebas.89 = 0.R.A.89 = 0. Penyelesaian soal : Untuk short fetch (F<20 miles) 4 H = 0.miles/hour).5 - F Tinggi gelombang H = 1.797 X2 – X – 1.17 UF ] Dan untuk short fetch (dimana F < 20 miles) [H = 0.594 X 1 = 2.89 ft Kecepatan angin 3.5 – X 0.17 22 X2 + 2.17 4 U = 22 knot 22 F + 2.089 X 2 = .185 m = 3.

Batas tinggi dari wave breaking tergantung dari panjang gelombang.H o ’ ] Dimana K s = shoaling cocfficient.9. jadi keduanya memenuhi syarat. Kejadian ini disebabkan adanya perubahan kecepatan dari wave energy transport atau perubahan dari group velocity C gr . yang merupakan fungsi dari relative waterdepth (h/L o ) dan wave steepness (H o ’/L o ). Pertama-tama tingginya sedikit berkurang kemudian bertambah lagi dengan perlahan-lahan. akibat penyebarannya kearah pantai. IV. WAVE SHOALING Gelombang yang memasuki perairan dangkal dari perairan dalam akan mengalami perubahan apa yang disebut wave shoaling.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.R. secara teoritis didapat hubungan sebagai berikut: H b ≈ 0. Variasi tinggi gelombang akibat waves shoaling dapat dinyatakan dengan persamaan : [ H = K s . kedalaman air dan kemiringan dasar perairan. Bila tidak. gelombang beserta ketinggian nya adalah goyah dan akan pecah dengan sendirinya. mungkin harus direncanakan breakwater untuk menahan gelombang yang tingginya lebih dari 100 mater.089)4 = 19 miles < 20 miles F 2 = (. serta telah diestimate dengan berbagai macam teori untuk menghitung harganya. Soenarno AS F 1 = (2. WAVE BREAKING Untunglah gelombang yang ada dilaut tidak bisa mencapai tinggi yang besar diluar batas tertentu.8347)4 = 0.8.17 L o untuk deepwater waves H b ≈ 0.0.485 miles < 20 miles Baik F 1 maupun F 2 < 20 miles. Untuk perairan dengan kedalaman yang tetap. IV. sebab menurut hukum hydrodinamic.H.83 h untuk very shallow water waves 35 .

sumber informasi untuk menghitung breaker height. bila akan menganalisa gaya-gaya gelombang yang berkerja pada konstruksi atau pantai. datang dari hydraulic model test. hal ini bukan merupakan pekerjaan yang mudah.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. sebab gangguan gelombang dapat timbul karena: - Gelombang menembus / merembes melalui batu-batu rubble mound breakwater dan atau gelombang yang dihasilkan oleh massa air yang jatuh melalui puncak breakwater (Overtopping) dan menjadi sumber kedua bagi gangguan pada pelabuhan.17. Daerah dimana gelombang pecah sendiri disebut “ Surfzone” Definisi mengenai breaker height dan break depth dari proses random wave breaking. Soenarno AS Sedangkan untuk intermediate depth waves dan very shallow water waves pada perairan dengan dasar yang miring. maka pertama-tama gelombang besar pecah diperairan yang lebih dalam. merupakan definisi yang tidak jelas.R.Lo 1 − exp − 1. IV. Apabila gelombang mendekati pantai. Untuk keperluan ini telah dibuat rumus empiris sebagai berikut :   πh  4   H b = 0. melainkan bisa terjadi dimana-mana. bahkan sampai keperairan yang sangat dekat dengan pantai. sebab gelombang pecah tidak terjadi pada satu titik. Dapat dikatakan bahwa gangguan ini akibat adanya diffracted waves (difraksi dari gelombang) dari pintu masuk kolam (mulut breakwater) pelabuhan. PENGARUH GELOMBANG DIDALAM PELABUHAN Pelabuhan harus direncanakan dengan keadaan kolam yang tenang. akibatnya dibutuhkan sejumlah data dari breaker height dan breaker depth. sekecil mungkin adanya gelombang. 36 .H. sebab ada waves tersusun dari berbagai tinggi yang silih berganti.10. sementara gelombang kecil tidak pecah. θ   Lo  3     Sebenarnya wave breaking yang ada dilaut lebih kompleks dari pada yang dinyatakan dengan rumus diatas.5 1 + tan .

sebanding dengan periode getaran. Untunglah getaran gelombang dengan periode lama ini hanya timbul setempat.H. Numerical analysis dan hydraulic model investigation sebaiknya dikerjakan bersama-sama. dimana tinggi gelombang sebelum dipantulkan akan sama dengan tinggi gelombang-gelombang hasil pantulan. sebab gerakan horizontal partikel air dan kapal. Tetapi bila rintangannya tidak tegak. sehingga tinggi gelombang tinggal 30 ả 50 % dari tinggi gelombang asal.menggunakan wave diffraction diagrams . Getaran dengan periode lama merupakan resiko lainnya.numerical analysis . sehingga banyak pelabuhan yang terhindar dari gangguan yang ditimbulkannya. Bahkan akibat system manambat kapal pun.hydraulic model investigation Numerical analysis merupakan cara yang baru berkembang dengan menggunakan digital computer dan hasilnya cukup memuaskan. Hal ini disebabkan adanya semacam gema getaran didalam kolam pelabuhan yang semi enclosed.11. tetapi amplitudonya ditambah beberapa kali didalam pelabuhan oleh sifat perluasan gema.R. Pengaruh gelombang ini akibat difraksi (wave diffraction) dan refraksi (refraction) dapat diperkirakan dengan cara: . meskipun amplitudo dari incident long period waves mungkin lebih kecil dari 10 cm. karena sejumlah energi dipakai untuk breaking dan terbulensi. misalnya rubble atau block mound breakwater. bila periode gema getaran hampir sama dengan incident period. REFLEKSI DARI GELOMBANG (WAVE REFLACTION) Seperti halnya sinar dan suara. dapat mempersulit bongkar muat dan manambat kapal. maka gelombang akan dipantulkan sempurna. 37 . Bila rintangan berupa dinding tegak dengan permukaan yang rata. Soenarno AS - Refleksi/pantulan dari gelombang (reflection of waves ) oleh konstruksi yang mempunyai dinding vertical didalam pelabuhan. IV. gelombang pun dapat dipantulkan oleh rintangan. sering menimbulkan getaran dengan periode sampai beberapa menit.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. maka gelombang akan dipantulkan sembarang (tidak sempurna). Bahkan dibeberapa pelabuhan getaran amplitudo rendah dengan periode beberapa menit.

tinggi gelombang semakin berkurang. seperti adanya overtopping. apabila tinggi gelombang disitu (didalam) antara 20 cm ả 30 cm. disebabkan sifatnya yang random. tinggi gelombang menjadi dua kali tinggi gelombang asal. Secara empiris diketahui bahwa kapal yang bertambat akan dapat mengerjakan bongkar muat dengan lancar dan aman. R = reflected waves. sebagai akibat adanya superposisi antara gelombang yang datang dengan yang dipantulkan. Untuk dinding vertikal. Soenarno AS Perbandingan antara tinggi gelombang pantulan dengan tinggi gelombang asal disebut reflection coefficient. tetapi tetap ada (lebih kecil daripada tinggi gelombang asal).telah diketahui juga gangguan-gangguan lain. dimana arah gelombangnya dianggap seperti pantulan cahaya pada kaca. 38 . ekor dari regular wave memperlihatkan amplitudo sama dengan nol. Pada jarak kirakira sejauh panjang gelombang (L) dari dinding. Semakin jauh dari dinding. Walaupun tinggi gelombang yang memasuki outher harbour makin berkurang . tinggi gelombang dapat diperkirakan sebagai berikut: 2 2  H  =  H  +  H   13  I  13  R  13  s dimana : index S = superposed. Didekat rintangan tinggi gelombang menjadi lebih tinggi. dimana nilainya tergantung dari jenis konstruksi dan wave steepness.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Dalam kenyataan di laut . dispersion of reflected waves boleh diperkirakan dengan menggunakan diffraction diagrams. dan pada jarak ¼ L dari dinding.R. adanya rembesan air lewat batu-batu rubble mound dan juga akibat gerakan kapal akan menimbulkan gelombang. Didalam praktek. Mengenai pengaruh gelombang didalam kolam pelabuhan sangat penting artinya bagi keamanan dan kelancaran bongkar muat bagi kapal yang berlabuh di outher harbour maupun ditambatan (didermaga).H. I = incident. amplitudo ini tidak menjadi nol.

tinggi gelombang dimuka tambatan (H dalam = H dl ). Breakwater Thomas Stevenson : telah menyusun hubungan antara tinggi gelombang dimulut breakwater (H luar = H l ). lebar mulut breakwater (b) .0269 B    B    Didalam praktek. 39 . makin tinggi.20 ả 0.6.R. Soenarno AS Gambar IV.H. maka dalam membangun breakwater. maka berapa panjang breakwater tersebut menjorok kelaut (Y) harus menghasilkan H dlm ≈ 0. panjang tambatan (B) dan jarak per pendiculair antara mulut breakwater dengan tambatan (Y).30 m Lingkaran dengan pusat tengah-tengah mulut breakwater dengan radius Y merupakan crest gelombang yang sama tingginya. makin dekat pusat.  b  b 4   Y H dlm = H l  − 0. dan makin jauh dari pusat makin rendah.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.

3 ξ= tan .R.12. Soenarno AS IV. termasuk bentuk dan jenis material dari konstruksi sendiri. WAVE RUNUP DAN OVERTOPPING Bila gelombang melanggar konstruksi yang mempunyai bidang miring. dimana nilai overtopping sangat dipengaruhi oleh banyaknya faktor.H. 40 .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. seperti bidang depan dari rubblemound breakwater. hal ini yang disebut “wave runup”. sedangkan untuk irregular waves sampai saat ini belum ada design kriterianya. Untuk menentukan “wave runup height” telah dilakukan percobaan-percobaan dengan berbagai structures. Gelombang akan naik sampai mencapai suatu ketinggian diatas MWL (mean water level).0 H dalam segala hal.α H Lo Dimana : Ru = runup height α = susdut miring bidang ξ = surf similarity parameter Untuk bidang yang kasar dan permeable. Runup height yang dibicarakan diatas tadi hanya berlaku untuk reguler waves saja. maka gelombang akan naik melalui bidang miring tersebut. Salah satu rumus emperis untuk menentukan runup height pada bidang miring yang rata (smooth) ialah: Ru = ξ H untuk : 0. maka dianjurkan untuk mengambil runup height sama dengan tinggi gelombang terbesar dari data-data regular waves. Sebab bila puncak konstruksi lebih rendah dari runup height. Wave runup berguna dalam menentukan tinggi (puncak) dari rubble mound breakwaters dan sea walls. wave runup height tidak akan melebihi 1.1 < ξ < 2. maka akan timbul persoalan overtopping yang lebih sulit dari pada persoalan runup height. Bila tidak diinginkan terjadi overtopping pada konstruksi.

Soenarno AS 41 .H.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.R.

Wave Runup Corrections For Model Scale Effect.R.H. Soenarno AS Figure 3-11.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. 42 .

Soenarno AS 43 .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.H.R.

Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Deep Water Wave Forcasting Curves As A Function of Wind Speed 44 .H. Soenarno AS Figure 1-7.R. Deep Water Wave Forcasting Curves As A Function of Wind Speed Olah gerak kapal dan lay out breakwater Figure 1-7.

Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.7. karena itu gerak resultante dari kapal yang bergerak maju adalah : maju arah kiri. Olah Gerak Kapal Saat Memasuki Breakwater.H. Soenarno AS OLAH GERAK KAPAL DAN LAY OUT BREAKWATER Gambar IV. Geraknya kapal ditentukan oleh gerak putaran propeller.R. 45 .

untuk itu sebaiknya alur pelayaran masuk (navigation channel) tagak lurus garis pantai. maka lebar efektif dari mulut breakwater adalah 300 m. yang berarti lebar efektif mulut breakwater (entranches) tersebut cukup 150 – 200 meter. Soenarno AS Berdasarkan experiment : lintasan kapal tersebut membentuk sebuah lengkung yang amplitudonya untuk kapal dengan kecepatan 6 s/d 8 knots → 300m. Jika ditunda (dengan kapal tunda) maka kecepatan kapal tersebut dapat dikurangi menjadi 3 s/d 4 knot.H. Karena kapal tidak mempunyai rem jadi sukar untuk belak-belok.2 H = 0. IV.6 H 46 . Penentuan Waterdepth [ depth = draft + keel clearens] Keel clearens ditetapkan berdasarkan akibat-akibat: 1) pitching & rolling (cushion effect) 2) squat (akibat heaving) 3) beda pasang surut Pitching : H1 = 1. Penentuan water depth Gambar.R.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.2 H ½ x 1. 8.

50 – 9.H.90 m Beda pasang surut : 0. Sedang terpenting adalah fungsi ke-1 dan ke-3.2 x draft. 47 . Soenarno AS Gambar IV.misalnya beda pasang surut: 1.20 m → ½ x 1.20 m = 0.00 m .60 m Squat : 0.50 m Depth : 12. Layout Breakwater Fungsi dari breakwater dimaksudkan untuk : 1) Perlindungan terhadap gelombang 2) Perlindungan terhadap pengendapan Lumpur (silting) 3) Jaminan keselamatan pelayaran 4) Mengarahkan arus (guidance of currents) Dalam perkembangan teknologi fungsi kedua (silting) sudah tidak begitu penting.50 = 1.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.untuk kapal 10.50 m (akibat kapal yang berjalan terdapat gerak naik turun yang disebut leaving) putar/goyang 30 = 1/20 rad. draft = 8. Jadi bila dijumlah .60 m .50 – 1.000 DWT → d = 1. 9. rolling Untuk with 20 m 10 x 1/20 = 0.squat : 0.0 meter Untuk kapal-kapal ≥ 10.50 – 9.5 m.00 m Akibat cushion effect 0. Gerak Naik Turun Kapal (Leaving) .000 DWT draft = 8.R.6 H + 0.

sedang cuaca tidak sepanjang tahun merupakan cuaca yang baik. sehingga terjadi bentuk trapesium 3) Disamping hal-hal tersebut masih diadakan perbaikan tanah dasar (soil improvement) V. PENDAHULUAN. Makin berkembangnya teknologi angkutan laut.Perencanaan Pelabuhan I Bab V PENAHAN / PEMECAH GELOMBANG ( BREAKWATER ) V. lagi pula harus diadakan pengukuran kekuatan tanah dasar (soil investigation) yang berupa “booring dan sondering”. Pada umumnya dasar perairan dapat dibagi 3 golongan : a) Lumpur dengan tegangan max 0 – 2 kg/cm2 b) Pasir dengan tegangan max 1-5 kg/cm2 c) Batu/karang dengan tegangan max 5 – 40 kg/cm2 Bila kondisi tanah dasar tidak baik. jelas membutuhkan kolam pelabuhan guna berlabuh dan bertambatnya kapal dalam perairan yang tenang.1. maka harus diusahakan memperkecil σ sejauh mungkin. Hal tersebut menyebabkan perlunya breakwater sebagai penahan dan pemecah gelombang serta kolam yang tidak mudah terjadi pendangkalan (silting). karena harus dibangun dari bawah air. Membangun breakwater tidak mudah. 1) Membuat konstruksi yang ringan 2) Memperlebar dasar konstruksi. MACAM-MACAM BREAKWATER: 1) Type Rubblemount 2) Type Caisson 3) Type Sheetpilling 4) Pneumatic Breakwater 48 .2.

Keuntungan type trapesium : 1) Mudah dalam pelaksanaan (tidak perlu alat-alat besar dan worksite yang luas) 2) Karena dasar bangunan luas. V. pasir atau karang) b) Persediaan batu (apakah sumber batu jauh/dekat dari proyek cukup banyak atau tidak. V. tenaga ahli. Lumpur.Perencanaan Pelabuhan I Berdasar bentuknya kita bedakan dua type 1) Bentuk Trapesium (Rubblemound type) 2) Bentuk persegi panjang (Caisson type) bentuk ini merupakan bentuk tembok tegak atau vertical wall. tekanan diatas tanah dasar kecil 3) Energi gelombang dipadamkan secara beraturan 4) Tak ada pengikisan (scouring) didasar bangunan. tapi perlu banyak tenaga kerja). sedang rubblemound sebaliknya. (caisson memerlukan peralatan besar dan banyak tenaga ahli. seperti halnya juga sheetpilling type. sedang rubblemound tidak memerlukan) g) Peralatan. sesuai rencana dan tersedianya ditempat sesuai rencana waktu) c) Keadaan permukaan perairan ( ada atau tidaknya gelombang ditempat rencana pembangunan) d) Beda pasang surut (untuk menentukan duration selama pekerjaan dibawah air / waktu surut) e) Keadaan air (waterdepth) (makin dalam makin menguntungkan type caisson) f) Tersedianya lahan untuk pekerjaan (worksite) (caisson membutuhkan worksite.3 PEMILIHAN TYPE untuk menentukan type trapesium atau type persegi panjang dalam rencana design breakwater pada suatu daerah tertentu ditentukan oleh beberapa faktor: a) Keadaan dasar perairan (lembek atau kuat. 49 . tenaga kerja dan cuaca. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN MASING-MASING TYPE.4.

Perencanaan Pelabuhan I Kerugian type trapesium: 1) Diperlukan banyak material 2) Diperlukan perawatan (maintenance) secara intensip 3) Gerakan gelombang merembes antar sela-sela batu. contohnya: Pembangunan breakwater dipelabuhan Semarang terpilih rubblemound tetapi terdapat kendala. banyaknya batu yang dapat disediakan dalam waktu 2 tahun tidak mencukupi karena kendala transportasi. menyebabkan kolam pelabuhan tidak tenang. 4) Dapat terjadi overtopping 5) Tidak dapat dipakai sebagai tambatan kapal. 50 . Keuntungan type persegi panjang : Keuntungan disini merupakan kebalikan dari kerugian pada Trapesium antara lain : 1) Tidak memerlukan banyak material 2) Tidak memerlukan perawatan intensip 3) Gerakan gelombang tidak merembes kekolam 4) Tidak terjadi overtopping 5) Dapat dipakai sebagai tambatan kapal. maka di design kombinasi caisson-rubblemound diatas tiang pancang dan dibawah dinding turap baja (steel sheetpile). Kerugian type persegi panjang : 1) Pelaksanaan harus teliti dan memerlukan banyak tenaga ahli 2) Tekanan diatas tanah dasar cukup tinggi 3) Energi gelombang dipadamkan secara medadak 4) Dasar bangunan dapat dikikis oleh gerakan air Dalam praktek pemilihan type breakwater ini tidak mudah.

sehingga mampu menahan gaya-gaya gelombang. ditengah-tengah badan dibawah kaki (toe) dan selengkapnya tergambar dibawah ini. Breakwater Type Rubblemound. Breakwater rubblemound tersebut terdiri dari crestblok. akmond.1. maka dapat diganti dengan blok-blok beton besar untuk menutup lapisannya. lapisan I yang disebut primairy coverlayer yang dibagian depan diperkuat dengan tetrapode. dan untuk secondairy coverlayer W/15 – W/10 dan untuk badan brekwater W/6000 – W/200.5. sedang diwilayah timur dipilih type caisson. V. atau dollos. kemudian lapisan II yang disebut secondairy coverlayer. BREAKWATER TYPE RUBBLEMOUND Rubblemound breakwater biasanya dibangun dari batu-batu yang besar (quarry stones) pada permukaannya. Gambar V. untuk menentukan besarnya W digunakan rumus Hudson. 51 . pada umumnya di Indonesia bagian barat dipilih type rubblemound.Perencanaan Pelabuhan I Bila hanya dilihat dari dasar perairan dan besarnya gelombang. sedangkan batu-batuan pada lapisan primairy coverlayer W/2 – W. Berat crestblok dinyatakan W libes. Bila batu-batu dengan ukuran besar tidak didapat. Yang menjadi persoalan ialah berat minimum dari armour unit tersebut. Batu dan blok beton ini disebut armour unit.

5 7.9 2.0 5.3 2.5 Modifled Cube Tetrapod Quadripod Hexapod Tribar 2 2 2 2 2 Random Random Random Random Random 7.5 Tribar 1 Uniform 12.0 7.0 5.5 9. 52 .5 8. (b) Minor-overtopping criteria.3 2 Random (d) 3. the stone should be carefully placed.8 2 Special (e) 5.9 >3 Random (d) 4.0 5.2 KD VALUES FOR USE IN DETERMINING ARMOR UNIT WEICHT No-Damage Criteria Structure Trunk Armor units Smooth rounded Quarrystone Smooth rounded Quarrystone u (a) Placement Breaking Nonbreaking Wave (b) Wave (c) Structure Head Breaking Nonbreaking Wave (b) Wave (c) 2 Random 2.0 15.0 7.0 5.9 1 Random (d) 2.7 2.0 2.0 3.2 - 2.4 >3 Random 3.5 6. (e) Refers to special placement with long axis of stone placed normal to structure face.5 Rough angular Quarrystone Rough angular Quarrystone Rough angular Quarrystone Rough angular Quarrystone Graded angular Quarrystone Random K RR 1.5 4.5 3.0 7.0 2.5 7.3 - 3.5 7.5 2.0 4.6 2.5 8.0 5.5 9.3 for depth > 20 feet (a) n is the number of units comprising the thicknees of the armor layer.Perencanaan Pelabuhan I TABLE 4 .0 5.0 3.5 2.0 10.0 6.5 8. (c) No-overtopping criteria (d) The use of single layer of quarrystone is not recommended except under special conditions and when it is used.7 for depth > 20 feet and 1.5 8.

Perencanaan Pelabuhan I 53 .

9 15.7-13.6 5.7 2.2 8 – 28.0-8.4 2.0 .7 9.5 4.4 4 4.4 16.21 6 Strong Breeze 22 .8 0.3 17 6.0 3.0 4.8 6.8 2.5 – 27 8 – 28.71 〉 64 〉 80 〉 128 〉 164 Minimum Duration (Hours) 0 Minimum Fetch (Nautical Miles) Av.9 8.7 9.8 10 18 24 28 40 55 65 75 100 130 140 180 230 280 290 340 420 500 530 600 710 830 960 1110 1250 1420 1560 1610 1800 2100 2500 39min 1.1 6.8 4.0 10 12 13 15 18 22 23 26 30 35 37 40 45 50 58 64 71 78 83 87 95 103 116 0.2 9.5 7.5 32 34 36 37 38 40 42 44 46 48 50 51.3 10.5-10 2.5 13.4 7.3 9. Max 0 1 Average Wafe Length (Feet) Significant 0 Calm T average period Average 0 U Period of Max Energy of Spectrum (T max) Wind Velocity ( Knots ) 〈 Description 0.1 12.7 10.0-17.0-14.0-20.7 4.9 3.5 4.1 5.9 13.6 4.8 8.10 4 Moderate Breeze 11 .0 2.23 7.4 5.3 6.5-21.8 14.5 – 26 7.4 7.05 0.3 5.0 .10 2 Light Breeze 4-6 3 Gentle Breeze 7 .5 10in 5 18min 0.5-15.18 0.88 1.2 7.6 14.7 50 58 64 73 81 90 99 106 110 121 130 148 12 Hurricane 64 .7 14.6 1.37 1.55 11 Storm 56 .8 7.0 6.9 3.5 5. 1/10 H.5 14 16 18 19 20 22 24 24.5-7.0 – 25 7.0-24.8 5.4 20.7 18.5 52 54 56 59.2 10 12 14 15 17 20 23 24 27 30 34 37 38 42 47 52 57 63 69 73 75 81 88 101 10 – 35 ( 26 ) ( 18 ) Significant Range of Period (seconds) Range ( Knots) Beanfort ( Windforce ) Wave Height ( Feet ) 〈1.1 8.8 15.16 5 Fresh Breeze 17 .5 14.40 9 Strong Gale 41 .33 8 Fresh Gale 34 .2 5.4 -2.4 3.4 2.6 24 1.7 4.8 2.4 3.0 1.Perencanaan Pelabuhan I TABEL D – 7 WIND AND SEA SCALE FOR FULLY ARISEN SEA WIND SEA 1 Light Airs 1–3 2 0.4 1.6 19.6 1.7 11.47 10 Whole Gale 48 .2 2.8-13.8 2.1 3.7 7.2 1.9 8.7-16.5 10.5 8.7 20 27 40 52 59 71 90 99 111 134 160 164 188 212 250 258 285 322 363 376 392 444 492 534 590 650 700 736 750 810 910 985 8 9.9 9.0-11.7 8.4– 7.7 6.4 5.7 1.7 10 13 16 17 20 23 28 29 33 38 44 46.9 4.5 – 31 10 – 32 2.8 21 21.9 10.5 6.8 – 5 1.5 3.3 12.1 13.6 6.2-20.8 3.08 0.8 4.6 8.9 3.4 2.0 .5 5.1 9.5 11.3 4.4 12.2 20.5 10 12 13.5 26 28 30 30.9 8.1 17 17.5 8 – 29.63 5 8.6 11 14 14 16 19 21 23 25 28 31 36 40 44 49 52 54 59 64 73 0.6 0.5–10.2 54 .8-17 5.3 14.2 3.5 0.5-18.8 2.6 8.2 6.7 6.7 0.2 7.4-12.6 3.4 16.8 5.29 1.27 7 Moderate Gale 28 .0 7.4 12 12.8 22.8 7.8-19.6 6.

002600 .1035 .09026 .9935 .5 874.9877 .03083 .09393 .9896 .1879 .014 1.010 1.9884 .1510 .02117 .2540 .1123 .1331 .02921 .1915 .028 1.1898 .094 2.001 1.3715 .09338 787.0169 1.1511 1.02807 .1419 .067 1.0008000 .016 1.2692 .076 .072 1.3601 1.1268 .06136 .1219 394 376 359 343 329 1.3523 .9962 .01743 .3341 1.9881 .9900 .1693 .0006000 .9971 .003900 ∞ M ∞ Also : b s / a s .9956 .3454 .005500 .041 1.3444 .9946 .0159 1.1904 .3808 .06637 .070 2.0069 1.003400 .1791 .9840 .0013 .6 .1835 .1413 .1880 .0001 to 1.357 2.0022 1.07102 .1032 .314 .9998 .004100 .02000 .003 1.0 715.09663 .1193 .1852 .2410 .06617 .1005 .02040 .9988 .3380 .01325 .9959 .1232 .02566 .001400 .860 .038 1.9897 .1913 .02628 .395 3.02507 .737 1.9987 1.001000 .027 1.01129 .1494 .0076 .1095 .1832 .822 1.0111 1.02506 .004500 . C / C o .02469 .9994 .066 1.1546 226 220 214 208 203 .1887 .3103 .1323 .02155 .1250 .062 1.0051 1.749 2.1636 .07072 .007982 .1845 .3790 1.1639 .001600 .002400 .9940 .0101 1.1519 .856 2.2563 .1360 .005643 .1423 .1114 .746 .02659 .3705 .005200 .1369 .1800 .2934 .145 .1859 .9978 .1334 .3900 .9883 .07091 .1515 .1779 1.9919 .1003 0 .9923 .0019 1.1299 .1391 .02335 .9931 .9894 .9887 .9967 .05608 .0035 1.917 1.1231 .9972 .2837 .1945 .6 656.1315 .1651 .013 1.1874 .06627 .9834 .640 1.1243 .1572 .2009 .1466 .1537 .0016 1.1456 .0001000 .001100 .799 .1717 .9960 .9984 . .1330 .1764 .8 562.2303 .09001 .119 2.1937 .08694 .9929 .02893 .056 .2612 .1141 .004400 .001800 .0003 1.04343 .1382 .2190 .9950 .047 2.1848 .1058 .9991 .1881 .060 1.582 .01598 .1579 1.07499 1.9843 .1505 2.9837 .0028 2.1599 .9952 .9859 .9919 .069 .684 1.1151 .902 1.1818 .9983 .669 1.1425 .02864 .3640 .1173 .042 1.1229 .02778 .04336 .9927 .1487 .003600 .3021 .1815 .1358 .2790 .3483 .0143 1.08672 .1690 .07902 .02749 .757 3.626 .1827 .09365 .1932 .9912 .3020 .3109 .0054 1.023 1.1028 .1621 .1843 .031 .3670 .05602 .1037 .967 1.1275 .004000 .9965 .005700 .1665 .647 1.1736 .032 1.0041 1.9956 1.003100 .654 1.1097 .0004000 0 .1655 .989 2.3827 .1091 .004600 .0044 .09739 .06642 .055 1.1865 .2708 .3 .1711 .620 1.005 1.001200 .1498 .040 1.06144 .1327 .071 1.05611 .9994 .2462 .0121 1.008925 .9981 .9925 .9990 .01788 .05015 0 .1612 .005100 .3263 .9849 .2323 .001300 .02836 .006912 .2086 .3417 .9915 .3841 .0006 1.0149 1.000 TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L 0 .2071 .1592 .9944 .1527 .025 1.005400 .01959 .004700 .04344 .1382 .9921 .9825 .9853 .02264 .0092 2.09693 .005600 .9939 .1811 159 156 153 150 147 .0002000 .002900 H / H O' SINH COSH 4πd/L 4πd/L 0 .0104 1.3153 .3875 .1146 .275 2.3635 .033 1.004800 .0127 1.239 2.02560 .003990 .07084 .02300 . L / L o D-3 TABLE D-1 Continued 55 .01548 .692 1.045 1.3280 .3739 .01198 .2266 .9922 .1764 .9903 .1122 .1820 .9909 .1354 .005300 .1445 .9898 .2147 .07935 .02403 .676 1.004 1.02369 .9931 .887 1.1208 .0089 1.2976 1.015 1.3599 .1617 .1727 .01495 .1404 .9953 .1584 .9818 .777 1.0146 1.068 1.01832 .073 1.1779 .05596 .2147 .9869 .9979 .07918 .3527 .1467 .9828 .0098 1.1346 .810 1.3972 1.1739 .1205 .9949 .1949 1.004900 n CG / CO 1 1.02976 .0063 1.1810 .1 605.1890 1.3302 .0060 2.9985 .02228 .2022 .051 1.9910 .3238 .9900 .1119 .659 2.1863 1.1921 .054 1.1285 .0172 1.1781 .709 1.3774 .1405 .07096 .9937 .0114 1.003200 .1001 .05007 7.1579 .0182 1.0009 1.1257 .1602 .9902 .0162 1.9865 .1234 1.1728 .727 1.9981 .0108 1.0079 1.3184 .965 .1598 .9948 .0124 1.950 1.1066 .001900 .0005000 .1310 .02534 .701 .1676 .0137 1.05018 1 1.05011 0 .3061 .07097 .1161 .1539 .1795 .0003000 .002500 .1798 .058 1.1782 .2845 .1068 .3491 .9962 .3864 .002700 .9889 .08705 .08651 .9862 .1400 .9908 .0007000 .1427 .572 1.020 1.9879 .0117 1.063 .3362 .1225 .9954 .004300 .1181 .928 2.002200 .008 1.02507 .1745 .01263 .855 3.9969 .9996 .1124 . .019 1.2357 .1559 .02719 .09407 1.02948 .9958 .025 .1754 .02597 .0175 1.9892 .2741 1.9878 .07527 .0025 1.515 2.1671 .0009000 K 4πd/L 4.049 1.03544 .003000 .0166 1.005 0 .2592 .09050 .06128 .018 .036 1.075 1.174 2.9946 .09723 .1710 .1449 .2800 .1292 .052 1.9831 .01440 .1004 .01876 .1870 .Perencanaan Pelabuhan I TABLE D-1 FUNCTIONS OF d/L FOR EVEN INCREMENTS OF d/L o From 0.2930 .9893 .1632 .9904 .0185 1.09977 .009 1.002300 .1957 .3937 .0066 1.005800 .2642 .1472 1.9975 .467 3.3565 .011 .004200 .1890 145 142 140 137 135 d/L o d/L 2πd/L 0 .1827 .037 .08697 .1006 .9943 .08323 .1728 176 172 169 165 162 .1062 .9934 .124 983.9977 .07943 .0038 1.002000 .02079 .1565 .0082 1.456 2.0076 1.1658 .1809 .9937 .9906 .1087 525 493 463 438 415 2.2433 .1199 .0178 1.03030 .933 .9975 .1282 .08304 .9875 .9822 .1154 .050 .9846 .009778 .1692 .034 1.01696 .1125 .1698 .9966 .3403 .756 1.06148 .9912 .064 1.633 1.0133 1.03057 .1672 .1447 .001500 .2207 1.1748 .01384 .1260 .001700 .0047 1.873 1.3753 .1488 .0130 1.2379 .9917 .160 1 .662 .08333 .1446 263 255 247 240 233 .1507 .9969 .9890 .003700 .003800 .1746 .006 1.05016 .1594 .08686 .9925 .1306 .847 1.9872 .1619 .9885 .02192 .9992 0 .01648 .2487 1.1640 198 193 189 184 180 .1708 .9887 .1746 .9916 .9933 .003300 .0156 1.0188 1.767 1.3678 .205 2.9942 .404 2.0032 1.2131 .059 1.022 1.1558 .3562 .09063 .003500 .1377 .1762 .03543 .05014 .1178 .1674 .002800 .9906 .2890 .311 1.9997 .1531 .9815 .3322 .3224 .024 .005900 .1897 .03547 .9973 .08285 .01056 .788 1.1424 .718 1.02502 .02689 .0085 1.043 .0057 1.1678 1.2977 .9856 .2613 .01918 .005000 .1551 .2884 .1435 .9881 .3196 1.002100 .1587 .0153 1.047 1.0095 1.029 1.03003 .3144 .03546 .834 1.2661 .02436 .07513 .046 1.9928 .986 1.04340 .3065 .1338 316 304 292 282 272 .1659 .0140 1.07534 .2755 .

2232 .0306 1.0201 1.03755 .2 .4988 .0214 1.2262 .133 .6 97.2711 .1967 .2199 .03552 .03411 .9731 .0490 1.2182 .8478 .9709 .2128 .9164 .4882 .5040 .4 .9710 .4865 .9 .442 1.2023 .119 1.2468 .463 1.0266 1.3 83.9428 .06057 .9863 .508 1.2 .4719 .8 28.471 1.03576 .9 30.6450 .5066 .5319 .0 87.2343 .4419 .9408 .6238 .9852 .2381 .100 1.126 1.9756 .255 1.2160 .2065 .0356 1.2452 .0224 1.0217 1.4549 .1935 .7891 .0876 1.2310 .9471 .7158 .9759 .4579 .2507 .109 .2407 .556 1.3806 .06613 .9848 .541 .03529 .9 34.2022 .3176 .02800 .2093 .04032 .531 1.2225 .4376 .445 1.2924 .2481 .007700 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .9867 .093 1.9871 .0768 1.578 1.0234 1.271 1.2396 .2938 .2154 .2113 1.1961 .3552 .6856 .2209 .009800 .0192 1.7612 .4927 .595 .1 57.006400 .101 1.0456 1.02600 .2280 .2324 .4828 .4114 .9378 .4183 .2203 .4709 .9790 .4936 .0195 1.9784 .02200 .1987 .5574 .0733 1.4484 1.3470 .1983 .9811 .3714 .9799 .009500 .2009 .2223 .3898 .2303 .2175 .006000 .2443 .2743 .2066 .9690 .0804 1.2300 94.159 1.2134 .120 1.03644 .3908 .4801 .2160 .9715 .2290 .4691 .0912 1.2052 .006100 .3893 33.091 1.06200 .4464 .9718 .01900 .2106 114 112 111 109 108 .9772 .3298 .4217 .5 61 1.03799 .487 1.4582 .9856 .006500 .3781 .4614 .289 1.2428 .4071 .105 1.7242 .9869 .259 .2465 .2097 .3701 .9836 .0290 1.9840 .8 .9821 .435 1.108 1.006800 .9813 .168 1.2643 .3022 .009400 .9817 .9533 .3525 .9750 .2247 .4522 .8643 .0322 1.03362 .499 1.3722 .9 45.397 1.124 1.2417 84.4747 .008500 .9706 .03885 .03289 .2781 .4607 .9823 .085 1.2065 .9409 .009300 .5853 .2251 .4006 .3117 .2534 .2539 .2237 .3932 .03238 .9988 1.9594 .2265 1.9774 .2560 .1929 .4406 .4551 .03928 .107 1.2838 80.008900 .0273 1.008300 .8 D-4 TABLE D-1 Continued 56 .3328 .38 60 .01800 .084 1.03733 .113 1.456 .083 .7 81.3495 .9508 .4070 .116 .01200 .2007 .05912 .9548 .0221 1.0 .2330 .2051 .551 1.2494 .0524 1.8 29.0293 1.1976 .2387 .3386 .5049 .9762 .3014 .2346 .4352 .9832 .215 1.9530 .2186 .2158 .3535 .007200 .9348 .9809 .213 1.2367 .3225 .2318 .0309 1.3170 .244 1.007100 .131 1.009700 .115 1.9629 .112 1.9803 .007400 .4636 .2000 .6651 .9287 .8 81.008600 .2295 .3056 1.4148 1.9691 .2120 .7650 1.145 1.9656 .2348 .4517 .350 1.517 .9609 .03689 .0559 1.4286 .9317 .9799 .9819 .9760 .327 .9781 .1 86.2520 .4346 .9103 .009100 .9564 .0698 1.2143 .478 1.9825 .2275 .4803 1.4367 .375 1.8310 .0283 1.05296 .583 1.4909 .2168 .9731 .02900 .189 1.2067 .9792 .104 1.04011 .9842 .3209 .03506 .0240 1.0205 1.007800 .8140 .2660 .2520 .035 .2264 .2431 .03821 .9865 .5257 1.230 1.5 82.8368 .1965 133 130 128 126 124 .2332 .007500 .4646 1.2125 .9712 .3995 .2173 .4772 .307 1.095 1.04791 .2237 100 98.2373 .6655 .2394 .4319 1.3119 .9225 .008000 .2547 1.4155 .4101 .9794 .2360 .05763 .122 1.3096 .9649 .9133 .226 1.9751 .008100 .2212 .2173 106 105 104 102 101 .201 1.128 1.008800 .0286 1.0840 1.3800 .6125 .9768 .9 .0 39.0257 1.008200 .4386 .438 .8 47.4090 1.1 37.2049 .2338 1.9771 .9728 .0253 1.9796 .9588 .2081 .6391 1.7051 .2383 .7791 .008700 .9625 .9256 .0208 1.03435 .01000 .482 1.2414 .3428 .2139 .0949 1.521 1.03906 .9468 .0231 1.4403 .3838 .173 1.2410 1.079 1.2598 .9703 .4452 .127 1.2324 .0244 1.2533 .1 85.2419 .04964 .111 1.03598 .096 .335 .512 1.2493 .2401 .4678 .0247 1.009000 .2438 .02300 .05132 .9807 .9875 .03666 .006600 .4962 .0250 1.009900 .03459 .1994 .1 67.4493 .4256 .2147 .03711 .06478 .2190 1.0211 1.0313 1.614 1.1980 .2371 .5079 .9 89.077 1.0303 1.9805 .4316 .03313 .2928 .04426 .5168 .4322 .3896 .4239 .3973 .2820 .620 1.0227 1.4988 .4 35.03621 .03970 .9528 .2406 .5138 .3941 .103 .1945 .06878 .3984 .2128 .607 1.9069 .5109 1.5198 .4457 .097 1.1 93.01600 .9700 .2003 .2 73.3389 .9834 .05611 .04612 .04233 .2275 .9858 .9809 .2096 .2277 .0280 1.6020 .1 31.4133 .9488 .4038 .9744 .9803 .4184 .2250 .4957 1.123 .7967 .6906 .4079 .03482 .2441 .150 1.319 1.601 1.01700 .099 1.009200 .3253 54.9448 .7405 .8805 .536 1.02000 .03110 .4164 .2336 .2424 .4138 .02400 .9734 .9827 .0260 1.3010 .9815 .9778 .1954 .4008 .2480 .087 1.03264 .2082 .4664 .4741 .5227 .2360 88.9697 .2691 .01500 .0276 1.9846 .006900 .4251 .381 1.3 95.02100 .201 1.2205 .2144 .0593 1.03162 .1905 .3281 .9440 .4774 .0423 1.2.526 1.9568 .2196 .0663 1.130 .9725 .03136 .092 1.006200 .5 96.007900 .2429 .0 50.1992 .474 .3600 41.2507 .02700 .3632 .4546 1.051 .0319 1.007600 .2221 .9722 .5795 .2898 .0389 1.4896 .0237 1.4285 .03387 .304 1.4435 .3399 .081 1.0296 1.567 .03864 .2394 .9793 .9747 .008400 .03338 .9873 .03990 .009600 .452 1.8837 1.088 1.0198 1.089 .413 .2016 .3327 .187 .288 1.4070 .0316 1.9765 .007300 .01400 .403 1.9801 .2111 .491 1.2037 .0985 1.03949 .2.9860 .2037 123 121 119 117 116 .2261 .1950 .0 91.366 1.8603 .080 1.9737 .350 1.459 1.4834 .03842 .3786 .2290 .0628 1.9741 .9670 .2356 .2312 .03188 .9694 .3662 .2479 1.03213 .2468 .3468 .9812 .495 .8131 .7429 .007000 .2381 .9195 .4002 .572 1.4276 .5562 .1970 .178 .4195 .2456 .006700 .467 1.503 1.0 .9688 .2019 .2236 .2317 .03777 .9830 .2218 .240 .3 43.9787 .4225 .2353 .2304 .1920 .0263 1.05455 .5286 .9850 .9838 .2097 .9854 .1 62.448 1.2368 .2188 .2455 .5014 .3710 .2079 .2033 1.9797 .159 1.06340 .2817 .141 1.01300 .9502 .274 1.0299 1.9310 .5018 .01100 .9 90.2287 .9 88.4044 .2082 .9844 .02500 .2250 .118 1.3599 1.589 1.2113 .3621 .06747 .0270 1.546 1.4355 .9806 .07007 .006300 .

7037 .8999 .1082 .157 1.189 2.4811 .2672 1.007 1.7863 .650 2.444 1.5263 .537 2.07984 .1059 1.05800 .9095 .010 .4469 .06100 .4980 1.95 11.03100 .479 1.8121 .9218 1.728 1.04500 .9037 .06300 .77 12.07800 .7453 .5469 12.14 11.1558 1.6526 .50 14.6799 .8088 1.4873 .8080 .5015 .1304 .8682 .90 16.6217 .07100 .42 21.7948 .446 1.9837 .1149 .1599 1.1139 .8849 .018 1.03 19.9493 .1063 .7804 .582 .203 1.9860 .03400 .845 1.9469 .1013 .8297 .9624 .05100 .9433 .6778 .8652 1.08900 .6590 .4634 .8483 .8308 .9114 .8250 .4571 21.6303 .8980 .09311 .4495 .5394 1.639 1.6252 .08100 .5015 .4794 .5475 .4635 .8891 .2355 1.74 D-5 TABLE D-1 Continued 57 .3198 1.298 1.7690 .09205 .9073 .408 1.6344 .180 1.8562 .5147 .7110 .4894 .744 1.030 1.09416 .8465 .032 1.2537 1.9883 .075 1.04900 .9886 1.8792 .7381 .432 1.6111 .05900 .001 .5215 .1021 1.08664 .2315 1.080 2.9369 .4842 .162 2.885 1.8356 1.4534 .286 1.08600 .103 1.8609 .600 1.8150 .357 2.360 1.700 .3446 1.6289 .5042 16.1362 1.4857 .055 2.5444 .09930 .418 2.1313 .08774 .3345 .000 2.6860 .1285 1.382 2.226 1.5784 .9958 .5581 .1133 1.91 14.8093 .4457 .143 1.9230 .490 1.260 2.8554 .2767 1.6491 .5916 .317 1.209 1.4577 .5582 .6181 .605 1.08442 .5548 11.07000 .064 1.5513 .055 1.213 2.1053 .05400 .8627 .1679 1.4932 .90 .7711 1.8325 .644 2.4679 .947 1.331 2.069 .273 1.1073 .06500 .19 23.7353 1.5591 .8444 .8737 .4205 .1205 .7861 .5563 .332 2.9907 .8646 .4988 .3100 .5753 .5143 .4333 .3051 1.363 1.7411 .8687 .107 2.047 1.870 1.617 1.8831 .1101 .1158 .4717 .432 .8532 .747 1.1186 .9641 .1223 .5449 .6655 .284 2.8664 .7494 1.83 .06800 .118 1.563 .04000 .709 1.026 2.5233 .03600 .4330 .5556 .5360 .7719 .458 2.7409 .6558 .8239 .514 1.6920 .248 1.1 26.274 2.695 1.24 .7747 .5300 .1884 1.4911 .60 15.07400 .8961 .5166 .25 .513 1.03200 .8886 .6239 .4779 .6106 .8982 .076 .08200 .34 12.9133 .9141 .340 1.845 1.8501 .9772 .4414 .6493 .9018 .8773 .9713 .921 1.9506 .5341 .8755 .8026 .84 10.07700 .4721 .248 1.5162 .396 1.067 1.8430 .5374 .1843 1.5357 .6421 .8386 .8360 .1003 .50 17.8035 .7522 .311 1.6144 .05200 .07260 .6805 .462 1.9548 .4242 .479 1.4746 19.84 15.8209 1.303 2.4713 .1259 .236 2.121 2.5874 .8711 .57 13.3947 .11 .5090 .8592 .1760 1.5626 .548 1.766 .1802 1.8137 .7464 .7033 .07500 .111 1.530 1.6499 .5605 .8700 .9211 .07600 .74 13.06000 .1232 .06200 .598 1.508 2.9388 .2270 1.8538 .805 1.19 16.8741 .06700 .6575 1.4196 .2721 1.7336 .7633 .9576 .6981 .825 1.348 1.6716 .48 .271 1.433 1.07630 .511 2.04 10.1324 1.9607 .038 1.8312 .5993 .2053 1.098 .189 .07200 .85 18.034 1.70 14.7662 .03300 .691 1.04100 .7634 1.1295 .503 1.5914 .8378 .3149 1.09623 .06900 .4643 .5834 .2908 1.08500 .7549 .04800 .62 12.158 1.2580 1.9064 .217 2.71 11.6111 .1268 .011 2.4562 .62 16.7335 1.9932 .1177 .4943 .5981 .560 1.4808 .7256 .795 1.8989 .526 1.550 1.8063 1.3548 1.5167 14.1518 1.5435 .82 .9309 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .617 2.08329 .9520 .92 20.9658 .7854 .6359 .9289 .564 1.4287 .974 2.622 1.4100 .019 1.5094 .9752 .261 1.9694 .2813 1.2402 .3004 1.5214 .8572 .6031 .384 1.1247 1.135 2.8503 1.5577 .2011 1.8837 1.8448 .5850 .926 1.7561 .1209 1.4868 .03500 .9591 .8924 .5230 .5380 13.8415 .7277 .1130 .144 2.1195 .3397 1.183 1.9250 .7741 .08 12.62 .013 1.8413 .4149 27.113 1.9434 .098 2.456 1.430 1.8614 .08400 .004 1.8180 .9737 .7395 .5321 .5116 .033 2.9329 .1214 .5403 .9562 .9534 .6685 .170 1.09726 .2225 1.92 13.386 1.2861 .3 25.547 1.36 15.1168 .574 1.8830 .196 1.8762 .6622 .3231 1.5501 .819 1.023 1.9457 .5494 .1720 1.4455 .05000 .8290 .646 1.502 1.6 24.7775 1.08300 .09520 .026 .2181 1.9192 .6616 .1096 1.294 1.989 2.022 1.9815 .03700 .9042 .3600 .4960 .05300 .336 1.5876 .3497 1.5668 .08553 .9349 .07748 .389 2.09829 .8921 .467 1.8326 .05600 .6069 .04300 .672 .7937 .1043 .04200 .35 .1401 1.8519 .420 1.9793 .525 1.4607 .08800 .7683 .5191 .1440 1.5304 .8237 .6553 .7833 .075 1.47 11.4691 .5717 .3295 1.1479 1.9732 .050 1.36 11.5312 .4372 24.7486 .5538 .8952 .5717 .9153 .478 2.08883 .6729 .125 1.9280 .9076 .8905 .5711 .7219 .5417 .7569 .5649 .6956 1.116 1.6739 .222 1.6880 .9445 .372 1.5452 .479 1.4747 .1926 1.6392 .8005 .308 .5310 .583 1.968 .5236 .4395 .9124 .8 .4051 .090 1.537 2.130 1.7911 .08700 .5119 .496 .40 20.1111 .8771 .06400 .59 11.04700 .1286 .9172 .407 2.616 1.7783 .6747 .8943 .044 1.2447 1.571 1.08991 .07300 .484 2.05500 .6189 1.8462 1.6460 .086 1.8621 .8867 .2096 1.8861 .360 2.104 1.03800 .5068 .5954 .9676 .03000 .166 2.654 1.5637 .56 22.6176 .6366 .23 18.08 11.07867 .636 1.15 17.4483 .5399 .4000 .08100 .590 2.1120 .07385 .4964 .7919 1.8537 .8688 .2492 1.06600 .09098 .9985 .05700 .1277 .1251 .8267 .2138 1.6046 .016 1.09 15.245 2.7437 .8162 .6033 .6678 .7605 .5517 .235 1.04600 .8811 .670 1.8193 .7511 .4903 17.6652 .2956 1.8966 .1023 .786 1.9057 .3246 1.5619 11.8915 .7967 .7187 .13 .5794 .97 22.719 1.448 2.03900 .8591 .4517 .5533 .7890 .080 1.08000 .9 27.94 10.089 1.5017 .7799 .135 1.594 2.5485 .053 2.061 1.906 1.5064 .04400 .07507 .9012 .1639 1.948 2.5258 .5954 .1171 1.6427 .92 12.770 1.07135 .046 .042 1.1968 1.8011 .2628 .8719 .5066 .7625 .865 .4802 .6267 .409 1.092 1.896 1.1092 .08215 .7157 .5279 13.6324 .1033 .9481 .49 18.5796 1.7577 .672 2.059 1.8801 .4640 .455 1.07900 .7099 .0033 1.8473 .30 14.8395 .46 20.9588 1.9270 .8385 .1241 .7977 .6428 .40 13.21 12.8342 .628 1.

459 3.922 2.1330 .348 3.1649 .030 3.9166 .1140 .164 3.129 9.085 1.912 3.046 1.5864 9.4410 .5857 .902 1.9411 .632 7.738 .015 .8149 .9234 .300 1.5993 7.7296 .9327 .903 2.742 .3653 1.1230 .1624 .7352 .6191 1.343 1.806 .104 2.5716 .907 3.355 4.1450 .9196 .5954 .7945 .1632 .7327 1.519 .1496 .219 2.734 9.146 2.9156 .378 1.5828 9.762 .6047 .7076 1.369 1.8002 .7039 .080 4.1699 1.7543 .402 4.5632 .9200 .7303 .901 4.810 .955 1.9269 .059 3.7214 1.1556 .5972 .385 3.6859 .728 2.1682 .8112 .5836 .8363 .1320 .1479 .9295 .419 8.760 .8967 .6752 .865 3.068 9.6725 .667 1.873 2.6953 .800 4.7905 .1564 .9136 .7474 .696 .9775 .5871 .9137 .309 4.6254 .12 10.284 3.353 3.843 .1290 .7804 .9251 .7678 1.790 .7173 .326 1.855 2.099 1.772 1.772 .397 1.750 .020 7.822 2.1436 .274 3.9525 .768 .633 1.4187 1.9209 .5982 .177 2.795 .182 1.9422 .1522 .1674 .620 3.6897 .579 3.9600 1.7964 .8306 .5967 .1100 .1401 .1825 1.771 .5992 .7402 .6098 .4932 1.089 1.6838 .5890 .423 3.378 4.7131 .5605 .1462 .4354 1.7426 .781 7.423 3.673 8.6228 .5850 .6176 .468 4.978 7.837 1.790 2.703 1.7186 .494 .1331 .5803 .813 .231 1.780 .832 3.1349 .793 .785 .6868 .072 2.024 3.9146 .09300 .5936 .7268 .09500 .8021 .5674 1.115 1.1758 .820 .530 3.009 8.09900 .1322 .4077 1.654 1.787 .6512 .093 2.6925 .8166 1.1384 .1665 .9158 .1440 .561 4.1080 .1547 .3917 1.076 1.5987 .8913 .9720 .125 2.891 .7612 .1280 .9245 .9381 .146 .9827 .1040 .334 4.230 2.074 .1260 .371 .717 1.6305 .5990 1.245 4.726 8.733 .4131 .823 .9400 .595 4.423 4.963 2.871 .6060 1.9677 .1050 .5926 .659 3.748 .09400 .1070 .7824 .125 1.962 9.1090 .9141 .761 2.158 4.237 3.5798 .934 1.051 2.5293 .9239 .6202 .218 3.1573 .3759 1.819 7.55 10.057 1.6433 .7450 1.5873 .1220 .8474 .141 1.9670 .9257 .695 4.4523 1.1020 .9391 .5998 .1490 .9755 .590 9.897 7.7277 .9362 .1000 .994 .068 .5693 .792 .9184 .272 2.5645 .062 1.1427 .1360 .1581 .036 4.29 .1160 .1724 .7066 .149 1.9908 .1470 .6124 1.9371 .9189 .728 1.848 1.405 1.185 3.278 8.9450 .6671 1.201 3.141 1.094 3.765 .6381 .4580 1.736 .9335 .599 2.745 .990 3.121 3.501 3.937 .569 8.602 7.9150 .678 .46 10.7566 1.233 8.7520 .1366 .944 1.798 4.735 .3862 .088 3.257 1.5972 .5785 9.1270 .8583 .167 2.933 2.004 1.6982 .5843 .8057 .759 .1598 .65 10.777 .774 .5984 .09100 .805 .675 1.025 3.5958 .998 2.282 1.7158 .5969 .1733 .5776 .5171 1.662 2.317 1.1392 .822 .7226 .030 1.053 1.352 1.808 9.5923 .780 8.9239 .812 .128 3.8858 .766 .776 .5773 2.6697 .688 1.041 .014 1.7589 .6150 2.9563 .498 4.5757 .1419 .125 4.891 1.9985 1.318 9.858 1.9282 .9023 .5902 .030 1.1691 .293 4.825 .744 .189 8.9936 .4871 1.5747 .468 8.045 1.783 1.5737 10.1200 .546 4.5913 .566 3.1390 .191 .7885 1.741 .9182 .133 1.8131 .726 2.061 8.681 1.114 2.251 2.1716 .5907 .5990 .538 2.987 1.7763 .223 1.784 .5944 8.5795 1.261 2.5896 8.082 3.7377 .4752 1.209 2.9154 .069 1.1410 .7200 1.462 3.1190 .9172 .4814 1.672 1.1430 .288 .207 1.5940 .3706 1.1357 .607 4.188 4.740 3.5479 1.9353 .9343 .9228 .850 4.9186 .5918 .7742 .808 .9135 .9192 .817 .036 1.9344 .739 .950 8.956 2.215 1.814 2.5546 1.5704 .8528 .847 4.1774 .6940 1.254 9.7844 .6967 .725 1.826 1.131 1.6407 1.9319 .9372 .201 4.1741 1.9263 .8076 1.880 1.5670 .671 7.9290 .9142 .9616 .747 .5822 .966 1.9134 .782 3.9144 .755 3.6808 .6566 .115 4.5922 8.977 3.084 1.4465 1.1375 .8420 .6356 .1749 .465 7.5951 .6279 2.499 7.9204 .1410 .824 3.992 4.751 .384 9.753 .21 10.1130 .756 2.857 7.308 1.073 1.6886 .1640 .324 8.750 1.1513 .117 1.769 .9214 .654 4.636 7.739 1.803 .6260 .7721 .1766 .950 3.3970 1.04 9.078 1.5734 1.136 1.718 1.334 1.5766 .9130 .7049 .388 1.9161 .5658 .1607 .1170 .400 D-6 TABLE D-1 Continued 58 .7497 .5980 .754 .644 4.190 1.9276 .884 .1615 .1350 .9175 .09700 .5884 .1453 .251 3.8694 .174 1.135 3.273 1.6539 1.9178 .7983 1.6331 .360 1.818 .621 .041 2.5931 .110 1.5975 7.1250 .1340 .744 .6460 .647 1.785 2.4023 1.109 1.6123 .4638 1.9169 .923 3.800 .693 2.952 4.9148 .9832 .240 4450.240 1.Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .1030 .5878 .663 4.951 5.9218 .282 2.265 1.153 .1708 .6619 .9297 .125 1.198 1.09200 .6645 .815 2.757 .7241 .9508 .5947 .7783 1.568 2.815 .9293 .1800 .1300 .9311 .1791 .9140 .706 2.1470 .1110 .262 4.008 2.1657 1.9456 .7700 .022 1.746 4.1150 .1590 .8639 .248 1.1505 .782 .5948 .319 .5989 .6073 .518 8. 4.913 1.1010 .37 10.6592 .630 2.217 4.5794 .7252 .7104 .1420 .7022 .157 1.5727 .169 4.7324 .5978 .1180 .010 1.1400 .793 3.165 1.514 .7634 .9223 .695 1.640 1.779 .5820 .567 .6022 2.1060 .793 1.5961 8.8039 .057 3.901 4.120 .1460 .7656 .025 1.094 .101 1.4692 .7011 .1808 .797 .9989 1.156 2.291 1.7120 .707 7.3810 1.756 .716 3.1120 .8749 .603 3.661 9.9152 .1530 .6806 1.1783 1.312 3.7925 .103 8.682 1.9401 .5964 .9882 .660 .6833 .4297 1.798 .6486 .9139 .757 2.4242 1.451 9.9076 .835 8.415 1.061 1.5230 1.1816 .540 3.6779 .09000 .037 1.6994 .033 4.5682 10.533 7.5898 2.7865 .1445 .006 1.1240 .5356 1.992 4.732 .052 1.805 1.788 .1370 .641 3.710 1.9304 .198 2.09600 .699 3.1480 .8094 .1310 .105 1.09800 .751 .6913 .888 2.1488 .5051 1.5862 1.1539 .1340 .9164 .001 .019 2.8803 .869 3.5108 1.661 1.5418 1.827 .5812 .4990 .7093 .061 2.1380 .1210 .093 1.5927 .388 3.5986 7.7147 .801 .020 1.146 .763 .5847 .

1550 .845 1.450 5.6748 .4854 .2040 .1610 .1670 .9148 .4483 .253 6.220 .803 8.288 1.1910 .000 6.5998 .8472 .085 6.544 2.5267 .377 2.5987 .304 .6666 .5699 .4441 .5905 6.1800 .872 8.1500 .5998 7.367 1.339 5.6796 .206 6.107 .2159 1.8950 .6597 .807 6.2319 .246 1.5291 2.550 6.5938 .5972 6.262 1.4787 .2243 1.755 1.1925 .054 5.403 6.766 8.833 1.583 8.801 1.4504 2.148 2.317 6.5174 2.6832 .9132 .6689 .393 1.345 4.8411 1.7184 .2201 1.Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .1820 .5994 .672 6.1930 .8827 .469 1.436 .874 5.1833 .9132 .5127 .8743 .5941 .8217 .994 2.5979 .7144 .5985 .109 7.747 1.316 8.695 1.283 5.433 1.1690 .106 5.456 6.574 1.9129 .430 1.2070 .780 1.644 1.9159 .309 7.9136 .777 1.5999 .4945 2.8884 .242 2.9197 .465 6.8427 .4547 .351 .2184 .388 1.853 .1917 .755 2.5977 .8971 .1730 .9133 .8234 .041 2.079 7.5552 .272 1.2310 .671 2.873 1.2251 .5998 .9142 .6920 .5998 .6784 .341 1.8815 1.336 7.490 5.5917 .1970 .1858 .013 2.209 1.9163 .414 1.6946 .1992 1.5996 .959 1.1900 .8873 1.314 2.090 8.2030 .4967 .9154 .8333 1.5974 .954 5.2234 .903 2.769 1.138 2.8640 .145 8.751 5.5997 .7311 .178 2.566 .1750 .813 5.9190 .5339 .791 1.9152 .1710 .2285 1.6677 .1530 .784 6.7130 .507 1.728 7.133 6.664 1.5975 .5948 6.479 1.6907 .5926 .968 1.314 1.267 1.555 1.8349 .9130 .429 2.1540 .5965 .250 .9179 .9133 .9146 .513 2.947 1.5243 .6882 .8731 .614 1.1950 .524 8.603 5.2277 .2293 .974 .5908 .1580 .8862 .663 7.8501 .1875 .634 1.876 6.865 1.882 1.9130 .7103 .897 8.810 7.5946 .7254 .7268 .891 6.723 2.368 6.7157 .2025 .1510 .591 6.5723 .9195 .8666 .2060 .5627 .118 .2192 .1640 .2117 1.9157 .536 1.891 7.571 6.6642 .6760 .197 6.941 1.7010 .576 2.9138 .949 6.5911 .362 1.681 2.9133 .1841 .173 .2050 .9130 .5998 .5952 .212 5.544 .2150 .231 2.8301 .5432 .221 7.1908 1.262 6.030 2.8755 1.694 6.8586 .210 2.5480 .9140 .5456 .492 6.356 .996 8.2260 .5996 .6895 .8267 .777 5.5151 .5220 .1975 .194 1.225 .2108 .2328 1.818 .8928 1.2134 .2010 .2080 .240 9.8284 .571 5.702 2.1520 .457 1.517 1.761 6.594 1.369 7.770 .9130 .9130 .026 7.372 1.5914 .5989 .279 7.1941 .4899 .9137 .6574 .1660 .907 1.399 1.5994 6.488 7.130 6.850 2.765 7.8779 .432 5.108 2.5991 .6712 .970 1.419 2.408 2.2033 1.222 6.9132 .1600 .6958 .2125 .8718 .624 1.191 7.5995 .1760 .818 6.6997 .787 2.7226 .342 .5675 .500 7.890 1.7296 .5081 .797 2.059 8.161 6.6700 .604 1.8960 .309 1.404 1.776 2.474 6.022 .8850 .5748 .718 5.079 2.8706 .441 1.9155 .7325 .511 6.9145 .2176 .793 1.5961 6.5955 .995 2.7036 .1933 .335 2.5998 .8529 .1590 .274 .706 1.366 2.385 6.345 7.4590 .1830 .446 1.6620 .1990 .454 5.737 1.7171 .523 2.9165 .597 2.406 .263 2.555 6.5992 .324 2.882 2.230 1.7090 .2302 .679 6.183 .215 1.225 5.492 2.412 7.565 1.913 1.113 6.8653 .8515 .162 1.275 6.420 1.6971 .1891 .982 2.611 6.9176 .650 2.5504 .9193 .951 1.436 8.1570 .288 8.329 6.975 .6820 .252 2.8486 1.5967 .5993 .089 2.924 6.7023 .8381 .586 2.5920 6.1770 .7240 .421 6.334 6.8939 .541 6.994 9.9139 .925 8.471 2.9130 .5997 .083 8.220 1.631 .473 .935 1.159 5.320 5.9174 .325 1.901 1.199 .9133 .425 1.675 1.7063 .2050 .758 1.158 2.1680 .744 6.8693 1.8981 1.9149 .8200 .2218 .9188 .914 2.692 2.8839 .4809 .052 7.5963 .9131 .6631 .346 1.021 6.2042 .1860 .162 7.277 .066 5.038 7.8183 .4990 .061 5.4677 .823 1.8767 .398 5.9161 .451 1.8627 1.187 8.5958 .5984 .6724 .293 1.616 8.8614 .716 6.4398 2.610 6.257 1.527 1.9144 .672 6.744 2.963 7.1630 .330 .860 .5995 .8803 .183 1.685 1.8365 .861 2.1960 .144 9.6984 .128 2.320 1.303 2.4611 2.9130 .9200 .2017 .1650 .387 2.099 2.727 1.7076 .1560 .5385 .938 6.6772 .8895 .647 7.1810 .9186 .1740 .8906 .1890 .4699 .581 7.834 1.603 6.421 7.191 7.5998 7.924 2.5315 .461 2.9132 .1700 .893 2.070 .032 2.147 6.890 6.817 1.5409 2.8451 .178 1.2226 .915 1.438 .959 1.503 5.440 2.630 5.1920 .351 1.9131 .235 1.134 7.256 8.5528 2.356 2.5950 .9135 .4633 .534 2.716 1.829 2.674 8.4832 2.004 2.8442 .4876 .841 1.148 .6654 .530 .4765 .268 .977 .167 8.1840 .300 6.9150 .7198 .660 6.5929 .2209 .176 6.639 2.282 1.8250 1.342 6.1883 .199 2.827 7.9130 .9170 .462 .1958 .748 1.7050 .050 9.5036 .6845 .346 8.825 1.513 5.442 1.237 6.2000 .534 6.1866 1.2167 .738 .899 1.167 1.169 .204 1.035 7.4721 2.8558 1.5577 .240 1.060 2.618 2.2100 .856 1.2092 .708 8.5935 6.1720 .584 1.2268 .4922 .8791 .265 .785 1.335 1.228 8.1620 .398 5.1940 .424 1.546 1.6608 .9202 .1790 .740 1.830 6.5982 .4419 .4526 .251 .377 1.6870 .9172 .801 1.1780 .654 1.7212 .495 8.5988 6.1983 .879 1.395 6.1980 .8572 .2083 .1880 .8600 .840 2.953 9.5058 2.169 5.6808 .5197 .042 2.339 7.212 6.267 7.1850 .986 1.898 5.747 6.9134 .8396 .712 7.2008 .900 6.2020 .660 5.565 2.963 7.5932 .482 2.115 5.5994 .007 5.629 2.5969 .191 .924 1.017 2.6933 .2142 .808 2.959 6.119 D–7 TABLE D-1 Continued 59 .911 7.2090 .5996 7.260 7.5602 .812 2.933 .849 .9183 .690 5.409 .2000 .1870 .819 7.383 .4743 .2058 .298 1.188 1.6586 .8917 .8680 .9169 .7117 .498 1.2066 .9181 .051 2.189 2.9167 .851 1.809 .003 6.867 2.651 6.6736 .1850 .9141 .8544 .5013 .4655 .1966 .8317 .890 .762 1.284 6.5923 .451 1.9132 .460 1.746 7.837 .2075 1.4569 .1900 .5998 .5362 .006 2.6857 .4462 .5944 .157 1.5104 .152 1.5980 6.488 1.1950 1.5996 .7282 .734 2.5651 2.607 6.376 5.407 6.

5800 .376 .15 11.5834 5.963 5..56 .2670 1.952 10.6323 .2650 .355 13.700 .15 13.739 2.6052 .2110 .454 3.521 1.9288 .18 16.4051 .9317 .858 5.85 14.5888 6.2130 ..542 3.9330 .17 10.064 6.421 3.6018 .271 2.5811 .9455 2.571 5.6414 .381 .9418 .5703 .2584 1.6404 .9107 .9088 .29 15.642 9.693 9.2801 1.2590 .07 12.6294 .2240 .9388 .351 3.327 .73 12.95 .2150 .999 3.037 6.5826 .432 3.516 .9449 .700 1.374 .744 9.489 ..386 .45 10.691 2.2601 .2350 .9275 .9031 2.2450 .66 14.9239 .9356 .9161 .6541 .5881 .071 .45 17.2540 .31 13.9443 .711 1.2687 .2100 .676 2.647 2.904 3.5784 .2387 .806 5.87 .290 3.487 3.379 3.6164 .2260 .6313 .9236 .9367 .204 2.842 .9291 ..9070 .9383 .465 15.9318 .2660 .9394 2.4274 .2250 .9346 .39 11.391 .9380 .538 2.641 5.84 10.585 1.2361 .2310 .63 15.796 9.338 2.33 12.553 2.464 2.9346 .55 12.2370 .4315 .629 2.2635 .4357 .5687 .442 9.6467 .99 15.5864 .35 .192 2.284 2.361 3.93 12.397 .9178 .6394 .9218 .2455 1.612 1.81 11.230 2.9170 2.786 5.9301 ..15 .49 15.548 5.9242 .2696 .182 3.728 2.2610 .409 2.531 2.9343 .95 15.9051 .5850 ..2421 .83 16.9333 .476 3.633 .9213 .68 11.9282 .50 10.2510 .2640 .06 10.27 11.343 3.4091 3.616 5.575 1.2560 .5842 .915 5.2679 .247 12.742 2.494 2.2819 .871 2.106 3.2550 .15 14.4211 .2670 .31 11.4151 .6218 .527 5.5857 .9336 .828 2.2630 .509 3.2420 .339 .9307 ...00 .766 .710 5.6060 .408 2.931 2.553 3.5707 .9310 .9425 2.397 2.580 1.975 5.5804 .6237 .9406 .9143 .335 .656 1.79 10.9282 .6552 .352 2.83 12.716 1.494 1.856 2.537 1.723 2.9219 .2575 .847 .578 5.848 5.6373 .337 .694 1.19 .2210 .692 5.07 17.977 2.543 2.661 1.9235 .675 .2404 .51 14.756 5.9437 .9125 2.541 5.024 6.9110 .6284 .479 1.683 1.9001 .594 2.755 2.07 11.559 1.10 17.798 2.055 3.03 12..2489 .2810 .73 13.678 .444 .2140 .4031 .5720 .2344 .4336 .9011 .667 5.2460 .355 ..9349 .827 5.29 12.468 1.2757 1.422 2.755 2.055 2.47 14.782 1..6027 .366 2.2280 .244 2..2792 .55 13.2749 .2740 .00 14.68 10.385 .2390 .388 3.6228 .6002 .2410 .796 5.12 10.957 2.6076 .4191 2.433 2.2170 ..5764 .2600 .362 .5748 .72 10.569 .257 3.608 5.375 2.091 6.600 5.334 3.9227 .776 5.066 2.6209 .2353 .707 2..2515 .138 11.9251 .999 5.564 3.325 2.62 14.5901 .80 15.992 .951 5.772 2.364 .523 2..732 .023 3.2610 .77 11.5695 5.87 .9360 .115 2.311 2..51 16..9267 .357 .325 3.5712 .28 17.9245 .2845 1.6146 .97 15.457 2.520 16.9370 ..5823 .5780 .307 2.364 2.5768 .2490 .9296 .399 3.2330 .82 14.9211 2.91 .506 1.6102 .4011 .085 10..9363 .5724 .257 2.2520 .332 .9259 .399 3.6085 .5756 5.618 1.9332 .301 12..9285 .526 1.9304 .9251 2..9304 .9226 .383 .6363 .2570 .592 .6456 .5683 ..2523 .5830 .344 .5838 .2627 1.493 2..2784 .6043 .5796 5.44 11.214 3.5884 .5861 .481 2.568 2.56 10.602 1.105 6.837 2.5691 .2498 1.9234 .591 1...9374 .370 3.788 .9021 .498 3.5894 .2400 .9270 .372 .9116 .5728 .776 1.192 11.2506 ..9353 .312 3.351 2.532 1.684 5.6120 .340 2.285 2.542 .575 17.359 .329 ..629 1.5740 .6246 .59 .5699 .607 1.323 3.2290 .184 1.5716 5.962 2.6563 .2440 .585 5.410 14.6191 .8991 .9276 .2661 .869 .718 .755 1.44 13.01 10.9294 .5874 .6010 .9327 .9298 .9360 2.12 14.88 16.297 2.816 .54 16.5675 5.4111 .2549 .9231 .387 .667 1.6111 .2300 .6256 .9258 .91 10.2270 .5760 .28 10.946 2.880 5.2429 .927 .318 2.2463 .500 1.9367 .946 2.329 .5792 .021 3.4171 .987 .916 .473 1.2120 .2714 1.34 9.33 16.722 1.32 15.008 3.15 16.66 15.583 2..672 1.9203 .2532 .788 2.4071 .5736 5.2690 .6275 .9061 .838 5.178 2.624 5.531 3.5776 5.2470 .2160 .393 2.4253 .350 .095 3.891 5.149 3.2230 .366 .23 10.142 2.939 5.736 5.2540 1.645 2.6353 .9041 .886 2.279 3.9339 .063 3.623 .154 2.2190 .051 .556 2.5898 ..2766 .389 9.5807 .5854 5.886 2.6265 .19 14.70 13.705 .01 13.5871 6.596 .902 10.658 5.9279 .45 17.701 5.2705 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H /H ' O K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .5772 .9311 .45 15.9377 .26 13.556 .90 12.039 3.128 2.010 3.9320 .2644 ..2722 ..15 11.02 11.368 .450 2.30 13.6173 .2827 .346 .9152 .9264 .171 3.64 17.6477 .813 2.518 2.2618 .650 5.9243 .634 1.367 3.9325 2..6383 .6155 .9386 ..166 2.5891 .2500 .2731 .978 9.61 10.334 3.2180 .469 2.2480 .6035 .640 1.766 1.853 2..218 2.9186 .4232 .393 .967 2.9431 .480 2.9261 .6531 .746 5.564 1.506 .236 3.2220 .5744 .6333 .6425 ..2395 .9079 2.51 11.5878 .9340 .2680 .6509 .395 .620 2.225 3.042 3.6137 .6128 .9097 .749 1.9107 .4377 .2775 .4294 2.599 2.353 .47 12.6436 .674 2.9273 .714 2.6304 .077 6.97 13.43 12.989 2.128 3.377 3.645 1.2620 .820 2.634 .6093 .2653 .2481 .9248 .553 1.2446 .2370 1.19 11.2360 .5868 .9223 .5815 5.074 3.5752 .738 1.6343 .9134 .901 2.581 2.520 D-8 60 .9353 .744 1.650 .36 16.69 12.660 2.2380 .160 3.64 11.534 5..84 17.04 14.117 3.2336 .88 14.268 3.031 9.2836 .548 1.348 .2580 .542 9.870 2.2378 ..2472 .6200 .5846 .344 3.6498 .9221 .490 9.511 1.9215 ..59 12.9205 .67 17.2412 1.6068 .6520 .2592 .760 .9381 .660 2.73 16.091 2.590 9.9254 .6488 .203 3.38 .5732 .569 .6182 .2558 .508 2.2430 .4131 .40 13.377 .607 2.770 .687 2.903 5.436 2.26 17.804 2.9400 .103 2.443 3..2340 .5819 .771 1.727 5.2320 .389 3.614 2.2438 .2530 .784 2..9289 2.295 2.330 ..9373 .2200 .79 14.9267 .11 13.727 1.69 16.9228 .5788 .9412 .380 2.689 1.079 2.936 2.052 3.421 2.9194 .5679 .9314 .563 5.341 .9323 .011 5.6446 .2566 .

093 4.967 1.2970 .683 3.2987 .793 1.9532 .414 .566 3.5880 .5494 .249 5.26 25.186 3.62 28.9467 .09 20.5708 .799 1.9518 .9581 .911 23.5576 5.956 3.96 23.2445 .9461 .9577 .2685 .990 3.506 5.3067 1.828 3.2700 .15 24.5643 .00 31.98 .912 .3112 1.3106 .5758 .961 1.2730 .209 3.2854 .827 3.9515 .83 33.2810 .35 27.5619 .058 2.2351 4.2980 .5810 .5530 .44 .3031 .694 3.013 4.2898 .5797 .382 3.115 2.000 4.2872 .3120 .254 .12 24.480 5.483 3.9522 .624 3.2930 .325 .938 1.04 27.223 D-9 61 .9653 .07 19.938 2.5947 .2830 .956 3.65 30.9547 .9516 .731 3.5671 .2556 4.31 30.83 26.3080 .256 5.30 19.598 3.503 3.025 3.990 4.51 19.782 3.3280 .241 .9403 .96 26.742 20.44 32.9574 .5649 .231 5.956 2.9649 3.3385 2.5607 .5527 .5632 .5627 .809 3.3103 .738 3.860 1.227 5.979 3.3090 .41 20.60 28.585 3.9645 .09 23.2431 .471 3.121 2.090 4.2889 1.300 .9473 .2820 .486 .720 3.9531 .5592 .14 26.2730 .2740 .07 18.2418 4.5978 .843 3.5639 .206 4.007 2.9556 .272 3.2976 .9473 .5667 .2656 .3175 .2960 .392 5.60 33.3270 .9541 .9528 .57 21.3030 .5986 .5873 .9562 .5448 5.2820 .620 3.870 3.832 3.64 20.5663 .3202 1.9413 .9490 .5486 .9568 .228 3.9433 .9707 .9567 .314 5.5994 .3150 .04 18.2780 .451 3.272 5.5451 .5472 .2472 .402 3.664 3.2907 .208 4.86 18.001 2.3058 .02 27.900 3.3014 .64 30.036 4.9416 .79 35.323 .2951 .024 26.038 4.62 20.9440 .82 26.9550 .2978 1.3367 .153 .196 31.3139 .5701 .035 2.456 .409 5.203 3.81 23.008 3.2500 .5603 .08 32.5596 5.27 18.276 5.5545 .9449 .604 .5483 5.386 5.116 4.397 .675 3.3275 .65 18.185 4.288 5.86 24.332 5.2933 1.84 22.3070 .2459 .9553 .30 28.71 19.079 3.2805 .097 3.5568 .139 29.9538 .630 3.37 .2863 .5790 .74 27.052 2.136 3.20 31.3157 1.77 35.9511 3.9396 .309 5.62 .104 4.94 30.5616 .32 .110 2.2866 .075 2.35 23.60 28.5490 .Perencanaan Pelabuhan I TABLE D-1 Continued d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n CG/ CO M .9463 .3139 .088 3.810 1.877 1.2900 .9478 .5660 .018 2.237 .5732 .2996 .2940 .99 34.950 1.686 19.565 3.2542 .043 3.74 19.5560 .905 1.9512 .5479 .18 33.5534 .642 3.3166 .347 .5552 .643 3.966 3.873 3.3122 .9521 .83 23.5538 5.5917 .53 25.2944 .49 18.3239 .3060 .2929 3.023 2.9594 .5643 .2920 .9599 .9452 .343 3.426 .11 .49 19.24 18.35 29.46 32.5476 .396 3.934 3.5497 .651 3.5963 .5580 .5637 .5761 .944 1.9607 3.62 .127 .305 5.2750 .3121 .919 3.05 22.289 3.703 .2800 .927 .29 30.379 3.3357 .3130 .2860 .798 21.2959 .499 5.5714 .697 3.5955 .9620 .3230 .990 4.3057 .343 3.234 5.5695 .933 3.673 3.5572 .351 5.916 1.462 3.422 3.2910 .5817 .361 3.754 3.5458 .9456 .2990 .254 3.88 24.3190 .5971 .9679 .371 .5605 .30 21.16 20.9580 .403 5.9693 .098 .631 18.070 4.832 1.5627 .296 5.9717 .260 .882 1.2404 .5824 .362 3.474 5.029 2.438 5.9490 .804 1.3290 .2898 .33 21.9542 .264 5.851 3.9476 .303 3.375 5.2710 .9668 3.9562 3.133 3.9686 3.5500 5.5615 5.9480 .9390 .84 33.9443 .843 .2835 .081 2.972 1.490 3.9509 .3239 .183 4.3022 1.33 23.5745 .2391 .527 3.9469 .3094 .5515 .96 30.9420 .9633 .002 4.047 4.5631 .3210 .9410 .9483 .9611 .65 27.307 3.826 1.041 .012 .3160 .24 25.5504 .2880 .2627 3.3076 .3200 .85 21.231 4.5511 .96 .72 27.9664 .98 .254 33.9637 .3073 .82 22.5549 .896 3.323 3.40 24.995 2.2670 .432 5.9446 .99 31.081 28.2870 .39 20.2364 .2950 .069 .462 5.2992 .245 5.3000 .5932 .07 32.061 4.786 3.866 1.28 28.5541 .2584 .3040 .3130 .2890 .9526 .3321 .3260 .37 34.910 1.3040 .776 3.806 .3284 .2913 .871 .5621 .3330 .5771 .724 3.5804 .068 4.9656 .2969 .821 3.5519 5.3211 .5659 .5895 .984 .3220 .9565 .5866 .104 2.2641 .3140 .19 .9466 .246 3.5655 .284 5.2916 .22 .9393 .3184 .170 3.922 3.9502 .9486 .33 27.3100 .5777 .587 3.2775 3.2613 .3148 .361 5.3189 .3085 .848 3.855 22.849 1.414 5.2924 .135 4.5726 .086 2.220 3.5831 .877 3.9499 .3040 .9406 .716 3.104 3.5784 .442 3.837 1.57 22.092 2.9672 .2882 .9552 .9544 .9676 .97 34.3250 .3257 .9616 .2528 .9493 .5666 .9537 3.59 21.242 4.2486 4.3010 .3302 .3240 .230 4.9577 .173 4.866 3.765 3.2760 .3248 2.3020 .3050 .110 4.546 3.9430 .014 4.280 .9590 .3193 .5720 .5647 .87 21.9547 .9585 3.513 5.9603 .978 4.2700 3.2599 .5925 .5845 .061 3.821 1.38 34.2760 .55 25.10 19.9572 .60 22.5635 5.318 5.921 2.5564 .2880 .380 5.3220 .9710 .989 1.219 4.5655 5.3008 3.3005 .93 19.9703 3.2770 .3180 .9505 .237 5.9557 .5678 .9500 .2960 .2850 .2720 .5610 .5651 .3205 .115 3.444 5.61 33.945 3.9682 .022 .9559 .71 32.152 3.3024 .5683 .3155 .943 3.3089 3.9660 .9571 .3172 3.3294 2.587 3.2745 .899 .891 3.28 29.292 5.5887 .9495 .450 5.653 3.190 3.9713 .9624 .854 1.9720 4.328 5.5623 .5751 .337 5.2570 .114 4.3349 .268 5.045 4.5689 .973 2.610 3.922 1.085 4.709 3.9496 .058 4.663 3.3266 .5588 .9426 .284 3.3222 .5910 .978 1.5852 .54 22.745 3.171 3.42 25.893 1.12 26.420 5.493 5.2715 .127 4.9525 .2851 3.28 19.70 24.3311 .35 21.5838 .95 29.66 27.9423 .5468 .5556 5.07 22.2840 .9400 .120 3.89 .9459 .815 .2942 .67 18.3170 .063 2.805 3.933 1.5940 .3339 2.468 5.9696 .18 20.955 .366 5.5859 .5465 5.2378 .5584 .150 4.5611 .609 3.160 4.9700 .2514 .5902 .888 1.3230 .9641 .888 3.3376 .9629 3.3110 .760 3.252 5.765 3.136 .508 .42 24.161 4.2790 .9505 .5672 .787 3.524 3.5600 .9535 .433 3.5739 .5455 .68 24.3049 .72 32.9436 .46 18.9690 .07 23.2790 .9484 2.264 3.545 3.968 25.356 5.5462 .046 2.93 29.5507 .342 5.5523 .27 29.

1915 .9583 .5431 5220 5.9839 .9738 .80 68.9723 .1839 .097 5.372 2.455 2.280 5.118 5.833 .9823 5.533 4.9732 .910 4.5599 .3340 .3780 .99 36.875 4.3360 .3560 .5434 .3869 .508 5.2312 .3440 .5362 .369 37.9686 .14 58.9813 4.544 44.443 2.1983 4.3653 .3926 .53 .5284 .970 6.2040 4.144 5.198 5.225 2.1904 .798 5.29 71.9817 .191 .9825 .921 5.5347 .885 4.475 5.2260 .630 .1807 .40 .736 4.43 45.204 5.3804 2.9592 .209 4.2111 .5372 .313 2.741 4.5411 .9615 .850 5.3682 .399 4.502 .873 4.2087 .16 54.3710 .9845 .9726 .52 54.9841 .9821 .413 2.5568 .123 5.2124 .5362 .5312 5.461 2.685 4.5333 .5281 .301 4.28 52.5355 .439 4.95 61.87 41.498 4.3756 2.5429 .310 4.9835 .3740 .077 5.3635 .9665 .89 50.9724 .337 2.3737 .5336 .9847 .46 70.5387 .082 5.9850 .5319 .9705 .9643 .45 66.5350 .3620 .9815 .5376 .284 4.5421 .5413 .9696 .5301 .1828 .5444 .40 40.09 53.5359 .5369 .345 5.336 4.41 63.9613 .413 4.3766 .900 5.3660 .83 59.5584 .2299 .3394 .5276 .47 51.1756 .9688 .2160 4.13 58.9790 4.13 .335 4.09 51.9675 .89 41.90 .79 55.929 4.72 38.42 36.80 45.9702 .3400 .934 4.46 66.9646 .521 4.9635 .124 5.958 67.255 2.9799 .59 48.9801 4.3860 .094 5.9832 .312 5.9673 .3663 2.3822 .473 2.12 67.866 5.2052 .3680 .431 2.615 4.105 5.231 2.3450 .5304 .627 4.1766 4.9782 .3794 .5306 .5330 .141 5.1994 .3560 .388 4.935 5.221 5.9709 .67 52.266 2.9601 .249 2.42 45.5389 .348 2.9717 .731 5.5322 .5398 .5396 .5380 .086 5.5424 .9667 .886 5.2148 .712 5.406 5.095 5.34 42.185 5.3820 .3898 2.1665 4.5515 .381 4.9780 .3600 .9712 .5445 .15 38.138 2.467 2.144 2.697 5.5359 .9737 .43 36.3523 2.35 43.15 54.259 4.3551 .125 .9769 .3890 .798 4.5453 .408 2.284 2.3514 .3350 .1725 .5417 .5408 .24 60.220 2.83 43.3588 .173 5.9623 .5386 .770 4.3625 .5563 .2247 .202 2.709 4.04 .9714 .9744 .756 4.300 4.3672 .550 4.609 5.3520 .214 .1850 .9827 .5438 .2338 .944 4.358 4.88 47.5417 .5414 5.492 4.116 5.763 .44 58.1938 .827 4.149 .9830 .3720 .214 5.34 43.350 4.3420 .307 2.044 .3480 .5474 .5342 .3841 .179 5.3709 2.3888 .780 56.3832 .9721 .3403 .643 5.765 5.5492 .3550 .5294 .00 36.437 2.9670 .2076 .5380 .10 .208 2.15 48.081 5.9632 .130 5.3310 .9860 5.5441 .42 63.127 5.9735 4.5353 5.147 5.718 4.201 5.9767 . 325 2.3616 2.16 48.2273 .862 4.9804 .427 39.9729 .2099 4.9741 .3945 2.82 59.110 5.3490 .579 4.95 40.9621 .30 49.845 4.1745 .568 4.1960 .384 2.5274 5.360 .9607 .5449 .1797 .43 56.015 4.9753 .14 .9811 .5483 .5344 .13 60.396 2.566 5.9604 .697 4.3728 .3598 .3580 .1926 4.713 4.9598 .9659 .281 5.171 5.3500 .Perencanaan Pelabuhan I TABLE D-1 Continued d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n CG/ CO M .682 4.196 2.1894 .521 4.9775 .9772 .3422 .14 38.5461 .5433 .1818 4.5399 5.898 63.885 4.3936 .732 4.290 2.1695 .602 4.3470 .103 5.5314 .27 52.591 4.462 4.3870 .5496 .3530 .89 .3830 .85 37.156 .3330 .5479 .154 5.59 39.088 5.342 2.9785 .9795 .466 4.9595 .685 4.957 4.277 4.25 35.3495 .58 35.96 40.374 5.16 67.5441 .84 37.5365 .425 2.152 5.5594 .5524 .677 5.60 39.190 2.02 63.9761 .3449 .3850 2.3880 .03 44.5365 .9683 .3670 .5589 .474 4.856 4.9700 .746 5.2235 .3460 .68 62.474 4.48 37.3700 .217 5.182 5.159 4.3570 .1675 .91 64.5317 .1883 .29 49.3430 .331 .3510 .9855 .9797 .9698 .67 52.76 57.534 5.9777 4.419 .84 43.36 41.9726 .5573 .5390 .1685 .2173 .500 .5288 .81 68.3850 .1715 4.946 4.9707 .656 4.9662 .099 5.486 42.768 4.5327 .9618 .3570 2.5371 .402 2.3691 .45 70.186 5.9859 .5553 .288 4.179 2.9719 .5286 5.5409 .272 .9848 .78 55.9690 .191 .346 4.629 4.85 39.9629 .9626 .5529 .3440 .67 65.366 2.48 51.063 5.311 35.95 46.161 5.165 5.114 .5394 .378 2.5339 5.3540 .260 2.5558 .5325 5.89 45.1872 4.5377 .5519 .5349 .234 4.657 4.2029 .3607 .121 5.079 5.53 54.3542 .9852 5.547 4.3630 .3813 .439 4.3431 2.987 4.090 5.312 5.08 51.296 2.5296 .814 5.2064 .2017 .67 65.73 49.631 5.41 40.95 61.9732 .72 49.5487 .361 4.3532 .9648 .5279 .5457 .278 2.101 5.157 5.188 5.556 4.5425 .541 5.68 62.5466 .5470 .2325 .03 .3879 .5368 5.5374 .9834 5.9857 .60 48.168 5.162 .3785 .1705 .084 .3410 .525 4.185 .792 4.004 5.404 4.9747 .575 4.5299 5.159 5.451 4.803 4.3750 .3390 .37 41.277 4.5405 .5356 .5383 .5548 .1949 .176 .139 5.9756 .091 5.3320 .438 5.9806 .210 5.572 5.17 67.3747 .112 5.3775 .5437 .3477 2.5402 .416 4.469 5.3413 .3504 .27 .77 57.9640 .2210 .5534 .9735 .673 4.137 .86 44.851 4.184 4.3644 .509 4.84 .9854 .838 60.072 5.424 4.9589 .392 4.173 2.96 46.602 4.1861 .59 36.720 53.52 56.9728 .265 4.3650 .5405 .661 .5352 .28 71.04 39.9764 4.3730 .70 38.1776 .5544 .107 5.301 .3770 .450 4.9808 .5383 5.9837 .3719 .323 4.443 5.25 60.780 5.3579 .9843 5.9693 .3640 .9638 .5402 .603 47.2266 4.243 .02 39.3370 .005 .5309 .9730 .133 2.479 .49 .5421 .33 42.91 64.9610 .103 .3760 .132 5.375 .5505 .638 4.3468 .167 2.9787 .9586 .248 5.076 D-10 TABLE D-1 Continued 62 .237 2.9792 .9654 .251 5.3907 .3300 .2222 4.5427 .3840 .744 4.2136 .598 5.5578 .319 2.9758 .1735 .2198 .5291 .5501 .155 5.3459 .132 5.661 50.034 5.9750 4.5392 .9651 .343 .326 4.1972 .85 44.134 5.3380 .61 69.2005 .9677 .161 2.093 .3800 .9657 .2185 .901 .390 .576 4.5539 .3690 .3700 .9819 .650 4.217 5.914 4.42 56.791 4.62 69.194 5.3590 .3790 .708 4.354 2.3810 .43 58.9680 .51 47.1786 .827 4.410 5.3610 .50 47.922 4.150 2.37 42.377 5.3860 .3917 .974 5.5510 .815 4.449 .3468 .207 .

562 2.1290 .4405 .683 2.535 5.9869 5.5263 .4069 .215 7.007 .67 94.85 73.1 104.509 .13 98.5221 .5186 .5225 .7 107.5171 .036 5.9870 .072 5.5237 .9874 .5236 .4492 .608 5.5323 .5238 .1192 .758 .060 .3964 .4376 2.5227 .1533 .9819 .9790 .9830 .49 .9828 .4356 .9826 .5345 .4170 .027 .5168 .3 129.9900 .9924 .9885 .4210 .840 .5169 .259 7.5160 .005 5.9916 .9931 .1524 5.67 94.412 7.4434 .5258 .378 103.4 143.9880 .9745 .4360 .5277 .20 89.9814 .4098 .9930 .5293 .581 2.5217 .921 6.5329 .4010 .9836 .9862 .9756 .4380 .9741 .07 85.963 .48 71.19 80.052 .610 2.9865 .008 5.679 6.438 7.800 7.5305 .1321 .4040 2.5202 .4230 .017 .497 2.9 131.596 5.9901 .701 2.031 5.149 5.5342 .9887 .632 5.6 .4090 .07 83.932 6.5161 .004 7.7 136.4240 .069 5.7 122.8 146.4450 .140 6.4145 .426 5.5246 .735 7.2 .046 7.620 131.329 6.7 110.5255 .3955 .4463 .4107 .725 2.4070 .048 5.9816 .5163 .564 6.13 98.669 5.4260 .4220 .209 5.9864 .258 6.95 91.4050 .9 97.088 7.9923 7.5225 .06 84.975 8.5261 .9833 .0 108.993 5.030 5.4126 .9761 .9782 .4395 .445 6.731 2.657 5.5271 .540 8.12 82.3 103.4251 .317 97.5317 .521 2.5336 .5308 .1428 .9806 .076 6.479 7.719 .5208 .4330 .044 5.17 88.341 5.012 .5210 .9841 .3910 .5242 .718 6.064 5.1403 .4511 .7 122.387 8.4241 .1488 .743 2.0 134.1378 .1274 5.9780 .9804 .035 5.1552 .3983 .4280 2.586 2.5211 .9891 .4078 .5271 .96 .9810 .4012 .2 113.5182 5.025 5.653 2.113 5.4270 .9886 .056 5.392 .689 .457 7.9748 .556 2.4414 .5332 .353 5.4400 .44 92.450 5.4060 .3 120.7 128.228 8.4 133.7 128.4193 .24 79.1471 .058 5.0 109.5240 5.020 5.3900 .5184 .041 5.584 5.1178 .780 .5206 .39 .4318 .5198 .9918 7.12 .601 6.060 7.197 86.623 2.326 8.043 5.9770 .59 75.5194 .550 2.616 .9902 6.1656 .28 90.2 116.792 2.598 .4130 .062 5.806 6.503 7.4280 .4250 .4298 .521 6.595 7.640 6.4080 .07 85.9800 .52 100.737 2.4100 .4155 .071 5.5234 .066 5.065 5.9750 .040 5.523 5.24 79.9919 .5191 5.707 7.4222 .462 5.895 7.1515 .7 110.40 77.661 7.1267 .9 112.4308 .9914 .1282 .112 6.9758 .5296 .1445 .5196 .329 5.5206 .5198 .438 109.943 7.9795 .538 .9752 .9797 .5260 .013 5.532 8.9768 .5285 .9794 .07 83.4270 .629 .5248 .1646 .5158 5.14 87.9846 .414 5.101 5.7 141.021 5.9876 6.4150 .055 5.1236 5.177 6.5218 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C O M .029 5.035 8.9843 .4136 2.890 6.269 5.5177 .98 72.9839 .5223 .1617 4.7 101.5172 .483 6.9929 .1598 .768 2.3974 .9765 .9873 .9932 8.5253 .294 5.9798 .236 8.1164 5.5251 .5320 .592 2.783 7.665 2.1394 5.6 115.4002 .499 116.9927 .018 5.572 5.1 104.9921 .4120 .1200 5.9895 .9 .2 126.1579 .550 7.44 92.014 5.4 133.1570 5.4021 .040 6.3940 .0 134.1506 .5258 .136 8.1369 .29 99.234 7.38 86.5251 5.4200 .028 5.4440 .525 6.281 5.880 7.1411 .4366 .9925 .053 5.799 6.4260 .006 5.642 7.484 6.9889 .2 113.4020 .4030 .010 5.5221 .32 78.3 137.0 .4328 2.0 108.4390 .4160 .037 5.671 2.137 81.7 101.124 8.511 5.1454 .011 5.063 5.58 75.1171 .6 139.9838 .019 5.9772 .9928 8.161 5.9 .349 7.1627 .40 77.9905 .4300 .215 6.004 5.547 5.367 6.148 6.9892 .822 2.034 5.4140 .72 74.5166 5.4490 .4424 2.1337 .4 117.5179 .52 100.390 5.9774 .334 .6 115.173 .018 7.4320 .173 5.5227 .5266 .486 8.9808 .1386 .003 D-11 TABLE D-1 Continued 63 .053 5.5290 .379 8.9778 .4212 .4350 .8 146.4385 .5282 .1436 5.9877 .5176 .5302 .045 .039 .4453 .5229 5.305 5.9788 .13 76.13 .749 .438 8.1608 .050 5.325 7.804 2.4059 .762 2.3980 .12 82.005 5.5219 5.83 95.603 6.86 73.130 7.5326 .5239 .5214 .5232 .4290 .5195 .28 90.9 .185 .7 136.2 120.4110 .9 112.684 6.033 .5269 .7 125.5274 .5253 .9802 .485 2.828 2.4482 .9910 .31 78.4 105.407 6.5262 5.641 2.3920 .4116 .125 5.5244 .5314 .970 4.406 6.5181 .5193 .8 119.515 2.5213 .015 5.4480 .1222 .4521 2.9913 7.103 6.532 2.816 2.831 7.810 .4430 .5241 .4174 .9896 6.9786 .9766 .257 91.1244 .5200 5.879 6.9829 .9882 .9879 .5196 .3 129.635 2.993 6.9907 .847 .725 6.9821 .3990 .295 6.19 89.9784 .786 2.9894 .1636 .6 141.046 5.444 6.5269 .5339 .075 8.5200 .1313 5.5311 .4190 .5208 .707 2.026 7.371 7.7 125.14 87.4050 .009 5.4 143.303 7.1 144.30 99.175 8.9867 .4410 .9812 .5256 .4031 .5248 .991 8.83 95.5209 5.06 84.486 5.1259 .017 71.644 6.1305 .9818 .1480 5.402 5.1361 .9909 .088 .5223 .982 4.9763 .9926 .5279 .568 .5287 .4040 .1497 .524 7.9898 .677 2.369 .2 126.066 6.5267 .681 139.290 6.9844 .3970 .659 .766 6.5234 .1251 .9 123.849 6.077 76.5202 .3 137.102 7.9835 .245 5.8 119.5230 .366 5.1207 .4420 .4180 .9811 .5189 .1589 .041 5.9739 .481 8.146 7.5232 .9906 .1298 .647 2.590 .4501 .644 5.7 107.4340 .1561 .4203 .834 2.279 7.3950 .9883 6.016 5.1345 .067 .9832 .4000 .4183 2.9754 .332 6.560 123.9823 .4088 2.4164 .029 5.427 8.604 2.839 6.5299 .221 6.3960 .9908 7.1214 .5246 .9792 .798 2.185 5.026 5.575 2.1353 5.089 5.1329 .4347 .922 7.3930 .4460 .713 2.3 .688 7.5265 .074 5.19 80.695 2.9824 .503 2.9930 .4 117.9912 .190 7.5204 .11 81.527 2.5204 .049 5.55 93.54 93.4472 2.1462 .5212 .9743 .1229 .9911 .024 5.9899 .1185 .1542 .544 2.3993 2.185 8.9915 .5216 .5215 .4310 .774 2.1 144.474 5.5244 .029 6.974 7.022 .9904 .005 5.97 72.9922 .4289 .274 8.5165 .1419 .4470 .9917 .023 5.957 5.4231 2.5174 5.4443 .4337 .17 88.9872 .9920 .252 6.285 8.4370 .9776 .233 5.561 .570 7.616 2.4 105.753 7.755 2.5187 .491 2.9890 6.221 5.72 74.

5135 .9937 .4871 .5058 3.9942 .2 180.048 201.09178 .998 4.09405 6.5134 .08270 .98 11.99 11.9960 .5140 .02 .2 216.987 2.962 5.4620 .997 .2 248.5165 .9956 .965 9.0 155.4540 .6 233.1043 .83 10.533 9.6 233.5116 .353 9.6 .1031 5.999 4.473 9.5126 .92 10.9964 .9847 .998 4.859 2.9880 .877 2.7 169.5109 .09759 .9959 .4630 .09064 .9882 .5090 .4740 .1000 5.9852 .52 10.5038 .951 2.997 4.5080 .0 .999 .997 4.6 228.5119 4.963 .5168 .5143 .092 3.5107 .08741 .296 9.4 239.999 4.914 2.12 12.754 5.9881 .9874 .159 3.9868 .4670 .9 206.9965 11.59 11.5 222.4770 .238 9.5148 .5155 .2 248.5102 4.4 150.827 5.72 11.78 10.9888 .9858 .9943 .90 10.5114 .803 157.5 280.5 191.4979 .0 267.996 4.9848 .8 264.5157 .4842 .1115 .00 .4960 3.9903 .760 9.8 194.5140 .5090 .9909 .085 6.998 4.69 10.3 287.5154 .826 9.5132 .31 .705 5.45 10.4880 .1056 .32 12.9936 8.9871 .016 9.20 12.09942 .68 11.997 4.0 .1129 5.1143 .4570 .965 9.9939 .9941 .5050 .95 12.232 242.5190 .406 .9 176.9938 .9933 .5114 .000 4.5 236.766 5.9961 10.1018 .5092 .03 11.129 .25 10.997 4.742 148.186 9.012 3.699 .4610 .999 4.997 4.5097 4.098 3.4705 .3 251.9962 .9 .3 251.6 184.997 4.2 .3 230.9859 .4950 .079 3.4 182.6 165.319 6.5113 4.9899 .9952 .413 9.08371 .5113 .5121 .4862 3.030 3.9935 .910 8.9934 .815 5.5105 .643 8.4754 .890 2.7 302.9961 .4715 2.996 4.9867 .01 10.770 9.1109 .59 10.1150 .1136 .5128 .32 10.997 4.135 3.5158 .172 3.2 .4911 3.5182 .5118 .5121 .1157 .998 4.1076 .122 3.146 6.997 .912 5.638 9.4550 .5160 .5122 .999 4.9 176.1122 .4640 .5 .121 6.5091 .5138 4.4599 .0 189.4783 .128 3.854 .9959 .949 5.938 10.9849 .975 2.8 284.9907 .998 4.7 159.998 4.996 4.7 201.877 9.9864 .9886 .5000 .354 9.926 2.5179 .08530 .5145 .183 6.9905 .1025 .5134 .195 6.9909 .5133 .5115 .9877 .09464 .5100 .4560 .4 203.5139 .4680 .5110 .888 9.9944 9.09121 6.3 245.294 257.4930 .5095 .1083 .2 225.5156 .999 6.4710 .9957 .4820 .3 270.4891 .9962 .109 214.9954 .4822 .920 2.9944 .693 8.9887 .4647 .0 211.6 260.5097 .1102 .4700 .306 6.999 3.65 10.4579 .24 12.9958 10.0 298.4860 .1050 .2 196.4500 .910 8.4920 .08637 .5 209.4950 .5010 .5120 .6 260.134 6.5 222.717 5.4980 .8 187.998 4.4 306.220 6.5143 .05 12.4810 .183 9.638 8.08845 6.4735 .4650 .5105 .9947 .32 11.023 6.2 152.35 12.50 10.8 194.5109 .5112 .5163 .1006 .024 .9900 .96 .4852 .9906 .147 .4774 .9891 .282 6.104 3.5162 .19 11.5 199.4 306.63 .71 10.821 9.9885 .000 5.4803 .9950 9.997 4.5172 .5131 4.3 254.09352 .9 274.8 264.16 12.190 3.5142 .871 .695 8.5141 .5087 .9911 .7 .7 169.9893 .944 2.9953 .5150 .0 214.9963 11.999 .804 8.4989 .65 .998 .073 3.9895 .750 8.4690 .9946 .54 11.0 277.9 206.4969 .997 4.5093 .301 9.981 2.141 3.5125 4.40 11.4940 .08320 6.999 4.5177 .4 295.9956 10.26 10.80 11.09882 .16 11.999 4.4750 .847 2.07 10.9912 .5173 .5092 4.4999 .4830 .9913 .9957 .07 10.242 9.171 228.049 3.75 11.405 6.997 4.39 .9967 .6 .5144 4.37 11.730 5.853 2.4730 .5130 .5122 .4695 .4780 .09236 .08220 .4 203.5144 .9910 .9949 .8 219.7 163.4910 .9938 .5147 .09641 .8 173.5136 .864 167.2 178.9901 .5070 .4608 .998 .5101 .4920 .5150 .153 3.08956 .2 180.9966 .6 257.184 3.0 267.4890 .0 155.39 10.998 4.9955 .83 11.5028 .5136 .4600 .4660 .997 .036 6.1095 5.380 6.5120 .957 2.1089 .6 165.9960 .791 5.9968 12.13 10.5108 .4930 .5106 .5124 .09010 .5088 4.5188 .998 4.9 148.331 6.5089 .647 9.7 163.0 298.951 9.5125 .932 .5104 .5098 .9967 .876 5.4832 .4510 .1 154.4520 .5020 .021 9.4901 .9945 .5139 .4720 .87 11.9883 .9853 .5167 .5154 .5152 .5137 .9855 .257 6.9889 .343 6.900 5.001 5.999 4.055 .9890 .110 3.09523 .5157 .9898 .5192 .4790 .5186 .08901 .5151 5.12 10.9899 .5184 .9860 .4676 .853 8.5110 .41 11.20 10.997 4.08477 .7 302.9873 .9948 .09698 5.196 3.999 4.4569 2.067 3.9953 10.4560 .5127 .042 3.747 8.586 9.3 287.18 10.997 4.5106 .9897 .996 D-12 TABLE D-1 Continued 64 .4628 .779 5.09583 .908 2.4850 .925 178.4725 .0 277.6 157.9869 .132 9.4666 2.09294 .3 245.9963 .7 161.5107 4.9896 .9908 .9904 .999 .43 10.9966 .693 5.4793 .5 242.4618 2.999 4.5126 .24 11.8 219.37 10.5040 .6 .2 216.998 .09 11.9949 .997 .2 152.5067 .08169 .4760 .018 3.525 9.4590 .9946 .999 4.178 .09820 .4813 2.5124 .5119 .245 6.4 239.5115 .9964 .9951 .9875 .9955 .356 274.1 154.5 199.5103 .2 196.4960 .51 11.5 280.28 12.5 191.4531 .998 4.417 291.47 11.76 10.5128 .5175 .9965 .9872 .08691 .993 .5146 .368 6.974 5.08068 6.902 .5112 .4 295.2 182.969 2.12 11.9863 .5030 .4550 .9952 .4990 .997 .4800 .5129 .8 173.9857 .9851 .5152 .61 11.5 236.9 .5009 3.797 8.4764 2.852 5.7 171.08424 .9958 .1037 .3 230.005 3.997 4.1063 5.Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .9892 .08793 .5060 .896 2.0 .57 10.5129 .011 6.117 .5048 .086 .7 159.937 5.5170 .997 4.998 4.4540 .5146 .4900 .9902 .9862 .9865 .5111 .5096 .9947 9.061 3.888 5.9941 .3 270.5149 .5117 .203 3.208 6.998 4.4940 .05 11.9878 .9951 .31 .840 5.5077 .4637 .0 167.5116 .2 225.4970 .9876 .5094 .060 6.996 4.1012 .036 3.4870 .9964 .986 189.4657 .159 6.5018 .938 2.0 211.5107 3.997 4.074 8.4589 .9935 .8 187.8 284.85 10.997 4.5099 .4744 .002 5.072 6.4686 .5132 .4840 .5181 .998 4.865 2.91 11.209 .466 9.883 2.4 150.585 8.166 3.99 40 8.4881 .09 12.709 9.7 161.2 291.3 254.072 9.4580 .7 171.269 6.5 209.998 4.26 11.6 184.4530 .393 6.585 9.08584 6.1069 .097 6.08119 .

7 433.0 402.9947 .07 16.6 364.06829 .5060 .550 .19 14.5220 .84 15.5085 .06746 .07587 6.955 4.52 17.05997 .326 3.06787 .964 .9933 .714 6.5215 .432 3.07312 .9919 .5550 .9916 .90 12.9949 .962 6.752 6.951 4.9972 .9942 .5093 .050 7.566 6.5689 .1 484.615 6.9941 .5659 .5071 .0 605.5090 .407 3.5051 .9969 .5300 .5126 .5284 .1 438.5170 .640 6.5600 3.5050 .29 15.9977 .962 4.456 .252 3.5081 .07824 6.58 15.603 350.5166 .9915 .5063 .5580 .702 6.959 4.82 12.957 4.149 7.9973 13.3 392.0 576.06501 6.479 310.3 496.9942 .958 4.9976 14.5073 .85 16.9974 .60 17.5070 .31 17.8 337.07003 .5 387.5 .0 422.9933 .7 310.289 3.5410 .333 .5056 .09 17.5077 .5340 .9921 .960 4.48 15.5074 .578 6.3 392.394 .26 13.5640 .9970 .1 438.99 13.5098 .9975 13.764 6.964 4.5570 .01 15.5084 .9974 .28 17.345 3.5068 4.05887 .5 455.467 6.4 472.07047 .5422 .07449 .958 4.957 4.5541 .9924 .5180 .9984 .07634 .28 14.952 4.9952 .1 534.9942 .5360 .49 17.838 6.06705 6.430 6.5082 .41 .9980 .7 515.9930 .967 4.953 4.9968 .5057 .5669 .5310 .5393 .987 7.382 3.9976 .5102 .1 377.9938 .9952 .5071 .65 16.7 325.5059 4.3 590.5052 .876 6.814 6.62 12.4 427.4 644.45 15.9925 .277 3.112 7.39 13.07358 6.5640 .07177 .5091 .956 4.5094 .5 636.5053 .88 .8 628.44 16.5058 .5064 .07266 .67 15.960 .51 13.61 14.74 17.81 13.9 562.575 3.5156 3.9982 16.851 449.215 3.240 .850 6.5510 3.5056 .02 13.363 .961 4.78 .5072 .413 3.5390 .5480 .951 4.9969 .9943 .5048 4.5185 .161 613.87 .5235 .1 359.888 6.9947 .31 13.05743 7.5084 4.562 3.06623 .956 .519 .5580 .06035 .97 .5230 .5501 3.07873 .2 346.5101 .967 4.5049 .7 433.07134 6.5136 .19 15.5330 .9931 .5400 .9945 .24 16.5110 .5679 .951 .9950 .5092 .43 14.5067 .7 466.9 412.5073 .0 368.3 490.5373 .357 3.1 541.07221 .9981 .556 3.957 4.469 3.937 6.9915 .5650 .9980 .913 478.22 13.5066 .5079 .2 397.4 502.5290 .962 .9934 .5383 .94 17.955 4.5146 .512 3.97 16.25 14.9947 .9922 .10 15.1 .961 4.06664 .5200 .9950 .5 444.5430 .5620 .962 4.5083 .59 .5069 .442 6.05778 .5205 3.5402 3.5117 .9942 .0 313.5491 .5140 .863 6.5059 .956 4.351 3.85 13.5061 .5068 .5160 .17 16.06582 .05823 6.5104 .3 490.5190 .55 13.1 583.0 .5077 .5521 .5490 .9984 .543 3.531 3.3 496.07091 .06186 .959 4.4 329.2 .02 .16 14.000 7.475 3.9926 .963 4.264 3.463 3.94 14.628 6.537 3.06420 .16 15.952 4.5082 .9951 .34 15.9981 15.283 3.9971 12.925 6.0 521.9927 .5600 .419 3.5363 .826 6.7 333.2 .25 15.953 .5176 .025 7.9 342.5670 .1 534.9982 .07682 .5096 .6 528.06073 .5087 .9979 .0 605.10 14.9985 17.9919 .5649 3.9927 .9945 .14 12.1 484.233 3.960 4.7 598.7 .5056 .9976 .0 313.5481 .7 325.5079 .5452 3.966 4.06302 6.5120 .677 6.0 406.17 17.1 554.73 14.1 359.966 4.10 13.06 13.06915 6.5 444.4 548.5442 .494 3.07729 .78 16.5070 .5320 .07494 .5610 .454 6.9982 .965 4.97 15.5073 .9977 .9979 .388 3.5195 .07922 .5353 3.8 317.75 16.124 7.06959 .9931 .5070 .5074 .70 14.0 406.5075 .79 14.91 .70 12.3 590.5270 .58 12.506 3.087 7.444 3.9924 .9977 .27 16.5065 4.665 373.789 422.99 17.0 .9983 .9918 .5590 .5471 .9968 .35 15.9944 .9917 .5086 .5461 .541 329.07776 .481 3.491 6.64 15.5063 .9979 14.38 .9982 .9972 .0 521.5130 .5067 .82 14.85 17.801 6.90 13.9971 .9923 .954 4.06224 .1 460.301 .50 12.955 .5 387.516 6.953 4.975 508.314 3.5088 .9951 .037 541.9936 .5082 .062 7.05567 7.5078 .9982 .08022 .5076 .5076 4.9948 .5070 .5069 .339 3.54 15.5089 .953 4.9937 .9970 .2 620.012 7.05602 .5060 .5063 .06542 .0 569.9 342.9978 .76 13.5314 .06380 .952 4.9929 .54 12.5080 .5072 4.9928 .05707 .9984 .438 3.5570 .258 3.38 16.950 D-13 TABLE D-1 Continued 65 .04 16.0 417.9979 .55 14.7 321.47 13.5680 .07404 .5 350.06263 .956 4.901 6.5210 .3 613.73 13.9940 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .9984 .96 13.4 548.88 14.8 337.5150 .5062 4.07 15.52 14.86 12.46 .9914 .05637 .5274 .9984 16.5050 4.5097 .308 3.221 3.34 14.488 .06341 .5 455.5059 .270 .07972 .5074 .5065 .426 .05672 .5048 .074 7.0 417.66 12.5225 .5294 .952 4.5060 .590 6.5450 .5520 .5059 .959 4.5080 4.652 6.64 13.9938 .0 368.9939 .5432 .5095 .0 569.05850 .9976 .5370 .2 620.5560 .959 .965 4.376 3.965 .05960 .5049 .5058 .5062 .5 636.951 4.37 .5240 .74 12.5660 .5053 .5350 .954 4.0 402.5630 .35 13.47 16.07 14.958 .9975 .9983 .8 628.1 554.8 382.9935 .6 364.4 .4 644.963 4.94 16.5054 .776 6.5068 .5690 .68 16.5065 .9936 .43 12.71 17.4 472.5082 .4 502.5066 .5061 .9977 14.7 355.9983 .727 397.5531 .5053 4.63 17.401 3.1 460.9983 .82 17.450 3.74 15.2 346.954 .06872 .5510 .9949 .9974 .06461 .9941 .9980 15.739 6.5 478.9978 .05814 .5260 .5470 .5087 .5067 .504 6.525 3.77 15.5083 .954 4.7 355.690 6.07540 .9971 .3 .5511 .5065 .06148 .5100 .964 4.06 17.5699 3.5058 .099 576.5250 .9981 .5086 .9975 .5343 .5075 .9920 .43 13.7 515.5380 .9946 .5244 .8 .8 317.581 .529 6.5066 .958 4.9944 .9978 .5460 .553 6.5 .54 16.18 .8 508.5620 .9981 .5610 .9 412.8 382.14 16.370 3.9970 12.295 3.37 14.5500 .953 4.5056 .5085 .500 3.98 13.9980 .9973 .5530 .5086 .5077 .06110 6.5057 .9932 .5092 .9972 .68 13.963 4.20 17.5078 .7 598.5323 .9973 .5280 .320 3.7 321.5063 .5057 .9 562.5540 .568 3.6 528.5304 3.5333 .1 583.9935 .5420 .5061 .5590 .64 14.5064 .5440 .5412 .5264 .7 466.227 3.951 4.57 16.2 449.5051 .5560 .246 3.5100 .4 427.136 7.955 4.5103 .5254 3.96 17.5055 .5077 .5056 4.5630 .7 333.2 .961 4.5081 .2 373.1 377.47 12.

175 9.5788 .529 5.5051 .16 18.9999 55.19 18.5017 .274 7.828 5.9997 .9987 .3 703.5017 .5860 .9 720.02456 .05297 .5032 .00900 .6006 .947 4.9953 .000 1.042 10.690 28.217 1.24 71.5003 .04764 7.25 27.8 729.5002 .587 3.32 .12 21.9 913.34 46.03576 7.5042 .5960 .750 36.950 4.2 711.5009 .939 4.950 4.935 4.9999 1.5 826.9957 .76 18.937 4.935 4.9987 .5010 .940 17.5 816.4 111.04706 .7302 .8 901.5848 3.204 7.72 43.5015 .2 868.76 23.8500 .5003 .9955 .56 11.673 7.498 7.323 7.5 796.174 7.5037 .925 9.5990 .9985 18.7400 .593 3.949 4.9997 .00793 .940 4.6500 .5 796.211 7.23 29.15 67.5 890.5049 .9998 .949 4.9 913.5047 .923 1.9988 .05497 .39 18.5002 .04824 .9998 .9985 .423 8.5048 .5750 .923 8.620 13.6 858.5038 .5 816.5011 .5818 .83 20.153 5.944 4.674 1.936 4.90 38.024 .9 879.948 4.9997 .749 3.8100 .668 3.9987 .69 33.9959 .5015 .4 925.945 4.612 .9998 .5890 .5046 .579 2.01911 8.250 6.180 14.25 71.9996 .5026 .9999 .0 134.5053 .5768 .01795 .5013 .24 81.9956 .5046 .01487 .737 .04947 .705 .6902 4.9965 .5719 .5977 .9988 .361 7.8500 .99 .699 3.05430 .5980 .552 9.9959 .050 9.1 118.5003 .9986 .086 4.8001 .7600 .548 7.6803 .5008 .02784 .8800 .73 .5 826.5930 .5035 4.799 8.2 .1 757.946 4.948 4.485 7.18 10.5002 4.5927 .6504 .9 694.4 925.7901 4.42 18.5041 4.5004 .5040 .18 21.6900 .9995 .637 3.620 13.5039 4.5858 .9963 .9965 .01312 .074 1.9965 .05009 .693 3.92 38.7 .00845 .00 76.9996 .5897 3.8200 .5036 .286 694.5798 3.662 3.942 4.68 10.81 19.000 104.5880 .9982 .01583 .05134 .5036 .9985 .9961 .618 3.5046 .0 936.5031 .68 33.535 890.400 4.5710 .767 .97 19.9992 .8800 .05532 .5780 .5004 .950 4.9983 .64 .60 20.9993 .6600 .210 .5053 .3 126.05198 .9994 .000 1.5002 .5036 .37 21.941 .9997 .9985 .24 19.008 2.9997 29.348 739.5049 .35 21.776 4.5042 .448 7.946 4.5940 .386 7.95 21.1 1.5840 .404 5.1 757.5003 .337 .9964 .275 2.4 660.643 .5035 .9996 .943 4.899 3.2 685.379 1.946 4.525 4.9995 .510 7.5720 .9985 .5042 .9988 19.68 26.04794 .9988 .7800 .5 668.19 20.7701 .73 18.9988 .77 31.0 748.5038 .8700 .8000 .000 1.78 23.7601 .947 4.462 4.935 4.473 3.9999 .5050 .5007 .00745 10.3 126.275 2.31 63.04313 .548 8.340 19.949 4.04 98.5005 .9989 21.49 21.94 20.7000 .05040 .73 35.771 2.5808 .9997 .9954 .961 4.35 46.298 8.7700 .757 4.97 .9990 .47 20.6 858.27 27.5012 .000 21.5052 .8700 .250 .473 837.5023 4.6700 .5003 4.948 4.936 4.199 7.780 24.473 .97 20.948 4.8400 5.5029 .05330 .5838 .5760 .5002 .5800 .7300 .62 21.1 1.7002 .93 11.23 19.9962 .31 18.6703 .05231 7.9987 .5043 .0 776.680 3.18 86.9988 .86 20.686 3.31 40.02035 .5040 .9954 .4 660.074 1.9998 .0 134.592 1.05 18.74 35.0 776.5917 .9957 .9962 .31 10.946 4.8300 .718 3.50 18.9960 .02964 .839 4.9963 .9996 .9989 .31 63.935 4.08 18.02615 8.9991 .9999 .5041 .757 4.19 24.5044 .9999 .60 55.62 18.677 9.5729 .5 .523 7.8 677.027 5.902 4.9996 .379 1.4 111.5758 .624 3.01157 .71 59.249 7.2 711.755 3.05463 .579 2.04885 .940 17.5041 .5044 .008 2.9953 .649 3.9998 .5820 .04735 .01020 10.6 652.9960 .336 7.9969 .4 806.06 11.9980 .936 4.05102 .8 837.5010 .1 118.9998 .5011 .034 7.73 20.236 7.9964 .7900 .5045 .7500 .341 5.0 748.5887 .09 18.6200 .44 92.01686 .5047 .5043 .9989 .05264 .6400 .9989 .5021 .5025 .948 4.936 4.5778 .936 4.5009 .5002 .9963 .803 9.5005 .9987 .340 19.5037 .9998 40.9986 .5045 .9992 .938 4.948 .258 4.9 .939 4.9972 .743 3.278 .7501 .6205 .5037 4.314 3.44 92.5046 .224 652.937 4.13 52.9998 .000 31.9988 .5004 .527 948.9999 .5003 .5004 .05070 7.Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .5006 .5052 .5044 .36 19.6305 .946 4.14 49.9958 .935 4.780 24.5996 3.204 7.19 86.58 19.774 3.16 67.9996 .946 .66 26.5810 .6404 3.51 21.7102 .5005 .4 806.81 10.9998 .9994 21.935 4.935 .9961 .5850 .03359 .836 3.947 4.5970 .9994 .88 19.149 4.976 9.5042 .5048 .949 .6000 .04619 7.45 20.8600 .7100 .5900 .7 739.5040 .9 879.950 .976 9.937 4.9989 20.588 4.6106 .12 .01086 .5 767.04677 .5039 .5002 .9958 .5770 .000 31.712 3.947 4.09 20.10 21.5730 .9989 .798 7.9990 .8900 5.527 .6100 .436 7.5043 .048 948.5047 .00958 .6603 .04648 .034 7.0 936.5877 .600 3.8 .923 .949 4.173 8.090 5.04591 .17 24.9993 .5830 .48 19.8201 .9 720.34 .5036 .946 .186 7.9985 .373 7.964 .5043 .423 7.8 677.5738 .5002 .947 .8101 .7 .398 7.5023 .5043 .5709 .5012 .25 21.75 31.674 .70 59.05166 .5008 4.5047 .9991 .7401 4.212 4.301 3.929 6.01397 9.5013 4.9986 18.5004 .7200 .5028 .9989 .5040 .3 703.314 3.06 20.8600 .750 36.00 19.730 3.258 4.2 104.6800 .5867 .2 868.8 729.04978 .5748 3.64 18.60 .5019 .000 76.5045 .8 901.771 2.7801 .21 19.1 847.5957 .5740 .2 685.000 1.9956 .937 .828 5.5045 4.690 28.9955 .9960 .940 4.9986 .60 19.03806 .274 4.938 .210 11.71 43.411 786.5910 .311 7.426 9.5041 .70 19.5007 .947 4.45 19.630 3.298 7.460 7.935 D-14 TABLE D-1 Continued 66 .24 81.5044 .936 4.5035 .01 .05 98.5907 .180 14.261 7.8900 .9957 .21 20.05363 .5700 .9989 .5967 .5020 .5054 .5987 .43 10.5054 .5870 .5051 .14 52.000 .5002 .8301 .9999 .24 .5004 4.9987 .84 19.217 1.02167 .28 18.05 10.05396 7.5 668.9987 19.5920 .5040 .950 4.5790 .5937 .467 5.650 .5950 .5828 .7 786.5002 .215 5.85 18.57 20.761 3.32 19.5043 4.53 .9986 .96 20.04052 .6300 .03155 .948 4.5947 3.6 .01232 .70 20.9987 .5006 .9975 .5 767.9977 .936 .02307 .8400 .9964 .656 3.5018 .04916 7.15 49.1 847.7202 .042 10.713 4.606 3.5055 .23 21.04855 .724 3.

001400 .01759 .9800 .000 1.01382 .004398 255.0000 .935 4.009425 .260 38.000 .5001 .500 67.284 7.935 4.004235 .00000 6283 .002513 1.000 .0001 1.000 .02388 .000 .470 .29 1.280 52.9999 .9999 .008797 1.000 1.000 1.810 73.000 .000 .001800 .7 236.000 .002513 781.2 FUNCTIONS OF d/L FOR EVEN INCREMENTS OF d/L from 0.000 1.5001 .9200 .01068 .81 40.006283 .01068 .005655 .0008000 .00000 2262 .005655 154.000 .0002000 .340 111.490 86.500.001700 .01194 1.001200 .470 59.009425 .01634 .158 6.000 1.31 11.005027 d/Lo 2πd/L 0 0 .5000 .002513 1.9999 .780 .94 12.9999 .000 1.000 .01131 .9000 .5001 4.844 5.01005 .5001 .000 1.008168 .1 251.000 .935 4.560 48.500 .935 4.01885 .001600 .842 6.44 76.02136 .007000 .0001 to 1.000016 .50 76.9999 1.002513 .0001 1.008168 .000 1.9999 .7 1.001885 1.9600 .9900 .974 1.0000 .01131 .718 5.001000 .003142 500.005655 .9999 .0006283 .000 .935 TABLE D .000 1.01508 .000 1.000 1.0001000 .000 142.470 59.000 .9000 .000 1.000 195.00000 6283 .000 1.0000 28.7 236.000 .000 1.0000 1.000 1.06 12.006911 .007540 1.000 1.921 1.500 126.01131 .1 162.01508 .0007000 .740 98.0006000 .005027 1.472 1.9200 .007540 .005027 .400 .01005 .5001 .001885 .01131 .781 5.007540 .9800 .005027 195.000 1.007540 .9999 .0000 10.000 0 ∞ 1.9700 .52 1.0000 1.00000 9048 .7 142.001300 .2 221.000 1.006283 1.32 12.21 .5001 .02136 .5001 .007540 .10 .002513 .0005000 .01194 55.000 1.9900 5.9999 .0000 9.0000 9.44 11.000 .000 .6 208.000 .00000 2514 .500 67.7 .006283 .001257 3.000012 .000 .969 6.01634 .00000 5090 .340 111.630 K 4πd/L ∞ 1.000 1.01005 .003772 .200 .000 1.000 1.003772 .9700 .56 11.95 1.403 1.000 1.000022 .005797 .830 43.6 208.906 1.824 7.655 5.000018 .5 183.01005 1.280 52.000 .506 1.000 1.000 .5000 .0003000 .008796 86.003142 1.005027 1.490 86.032 6.5001 .470 40.5001 .000 .000 1.144 7.0006283 12.00000 7603 .00000 5655 .0000 16.002513 .000 .50 126.000 TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L 0 0 0 1.000 .5001 .000 1.02262 .0004000 .4 195.9 152.00000 1005 .9100 .300 12.935 4.5001 .00000 3079 .1 251.0001 7.9300 .69 11.Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' 4πd/L K SINH COSH 4πd/L 4πd/L C G /C n M O .007540 .5001 .000 1.1 162.001885 1.0001 1.9999 .970 63.810 46.740 98.052 6.008797 1.009425 .9600 .9300 .02388 1.02262 .9999 .000 1.000 1.008168 .62 1.000 .005445 11.01885 .5001 .000 .300 .008796 .000 1.0000 1.000 1.580 34.000 .01257 .9100 .0000 11.001257 .003735 12.000 .003142 .001257 .5001 .001900 .006912 .5001 4.004510 .004802 .649 6.5001 .006574 .0000 8.5001 .40 143.004398 1.9400 5.001100 H / H O' 4πd/L d/L N C G /C O M 1.004398 .5 183.01068 .000 1.005027 .9400 .0006283 .01131 .02011 .000 1.100 .006911 103.006912 1.935 4.003142 D-15 TABLE D-2 Continued 67 .006283 .001257 1.000 6.004398 .01005 .003772 347.01131 1.008168 .935 4.300 .01005 .000014 .006173 .0000 SINH COSH 4πd/L 0 0 1.810 46.000 .000 .9500 .001885 .000 .0009000 .003770 .00000 4022 .300 .000 1.000010 .003770 1.7 267.000 1.009425 .001257 .001500 .283 1.095 6.01257 1.006283 125.125.00000 1571 .008796 .9999 .5001 .01194 .389.000 1.000 .000 267.935 4.19 12.01068 .0 172.66 1.539 1.000 .005114 .57 143.001257 19.9999 .0000 14.0000 8.003977 11.935 .01382 1.000 1.02011 .2 221.9 152.0 172.000 .000 1.0006283 1.003772 .0000 8.000020 .006283 1.008796 .005655 1.5001 .220 1.9500 .01194 .935 1.000 1.01759 1.4 .5000 4.

001 1.9998 .04834 .004100 .02765 .0005 4.001 1.02325 .04838 .0004 1.9993 .01633 .02765 .308 6.02891 .04147 .9992 .475 3.02010 .002 .04161 .04395 .03892 .0003346 .09927 .03829 .04162 .0001387 .04646 .0001216 .006200 .255 3.04518 .00009551 .700 .003100 .002 1.04211 .02953 .04399 .04581 .987 4.9995 .950 14.03956 .08555 .9997 .04521 .805 3.9995 .003400 .003 4.0007 1.002400 .001 .156 6.02513 .0003165 .005100 .9992 .9998 .03265 .0004 4.9995 .04273 .004 1.286 .002200 .0005 1.04712 .04589 .01508 1.759 .0002 5.07163 .02387 .03897 .07042 .9998 .04210 .07540 .460 .9998 .04267 .02324 .000 1.9997 .00005284 .9999 .911 4.04158 .9995 .04897 .9999 .0002 1.9990 .004 1.03330 .04022 1.02702 .9999 .0002 5.04964 .01508 .9999 .06409 .03455 .08419 .005 1.03393 .001 1.09048 .150 15.501 3.04019 .00002514 .0001272 .02952 .07294 .0002653 .003 1.0002041 .08050 1.03142 .0003439 .0002 1.03142 .9998 .03959 .0009 1.161 4.9994 .134 8.03708 1.00004925 .882 5.09173 .055 .03834 .9994 .414 2.0007 3.04273 .9995 .0003 4.04148 .350 25.9998 .0010 1.04524 .000 1.350 3.9995 .03580 .706 3.004800 .08933 .08807 .02513 .9994 .02828 .04525 .03267 .0005 1.0009 1.04714 .03771 .002700 .04893 .04270 .0006 1.004 1.0001570 .02638 .08168 .01508 31.004 .002300 .176 .112 2.05278 .423 3.00007697 .840 .02073 .02890 .005000 .00004579 .002 1.003700 .648 9.002 1.01571 .0001447 .004400 .00003040 .04084 .000 .9988 .9988 .0004 1.003 1.02576 .9994 .07925 .554 2.003 1.0009 3.02199 .07414 .06539 .04777 .004300 .0001161 .02951 .004 1.02700 .03079 .9997 .702 4.518 .01571 .9994 .04652 1.08681 1.02325 .873 2.03015 .05906 .0001 1.9998 .006500 .0003077 .281 .006900 .08922 .09565 .9999 .135 3.003800 .02701 .9995 .06911 .9997 .06035 .001 1.00005652 .9989 .05784 .398 .9999 .01759 .005300 .02764 .0001 6.03954 .02765 .01822 .0006 1.002 1.04587 .09425 .004 1.08303 .210 9.01257 .04082 .005500 .000 18.09943 1.01696 .0001 1.01445 .9999 .9991 .01445 .01382 .9994 .9995 .0001764 .02889 .04903 .01947 .002 1.815 7.04775 .07791 .01948 .03770 .03833 .08294 .02011 .09676 .01885 .0001970 .349 2.01885 .03706 .002500 .03266 .061 4.01319 .0009 1.02639 .02262 .03517 .01696 .04768 .9989 .9996 .01634 .04021 .9992 .0001832 .03079 1.003 1.03771 .290 .02574 .05655 .407 4.05909 .02511 .638 4.003 1.03204 .02011 .04147 .0005 1.02073 .03768 .9992 .06786 .0002261 .0004 1.04144 .9998 .991 3.0003 1.429 5.02199 .003 1.07169 .06535 .007200 .01382 .02514 .02702 .04525 .9996 .02890 .07917 .00004248 .9997 .007800 .01697 .006600 .06161 1.001 1.09185 .577 4.04336 1.870 .0003 1.09550 .0001 1.03268 .003000 .0008 1.9993 .9999 .01257 .006300 .614 3.9992 .06287 .9997 .769 4.239 .9998 .006100 .010 12.03016 1.04956 2.04399 .02199 .9998 .9997 .03644 .207 4.03454 .003 1.0006 1.0011 3.9999 .06916 .9999 .03519 .01445 .03581 .004700 .9989 .06158 .0001005 .890 13.09802 .03579 .02825 .0003 1.004900 .03457 .9996 .01633 .03142 .9999 .03896 .9991 .04772 .00003619 .989 3.02765 1.04966 1.9997 .9996 .0003 1.0002492 .01696 .002 1.007500 .001 1.003 .03268 .04085 .03896 .0006 3.003200 .0001 1.004000 .820 .363 3.838 .04392 .9996 .04775 .0002414 .04274 1.00009071 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .9997 .08428 .04709 .03520 .05152 .02639 .0002 1.03456 .01759 .08177 .01382 .04333 .007600 .851 3.01257 .9997 .0011 1.007300 .153 3.475 3.01948 .0003532 .332 5.005 1.015 5.02136 .004 1.003900 .03958 .9997 .002000 .483 2.0005 1.001 1.058 2.9998 .626 4.707 2.151 5.03328 .03203 .05658 .03394 1.05531 1.9996 .07288 .0005 1.0003722 .07420 1.02576 .9999 .007000 .001 1.9998 .002900 .03641 .000 1.07798 .002 1.209 .032 .006 D-16 68 .02637 .04398 .05154 .05029 .001 1.02136 13.9993 .03894 .304 3.01822 1.354 4.9997 .9988 .9998 .004 1.01634 .006400 .660 8.005700 .004200 .04901 .0001 1.01759 .04524 .00006435 .003600 .04398 .04650 .675 .03393 .003300 .9996 .02073 .04840 .04777 .226 2.007100 .9998 .04830 .03329 .02387 .9996 .00008140 .006800 .00003928 .0003254 .9989 .04650 .02388 .01571 .01948 .0010 1.05404 .0010 1.02827 .0002 1.556 3.738 3.9993 .197 3.9998 .03139 .002 1.429 5.210 11.001 1.05027 .02010 .9998 .9999 .04901 .167 2.764 6.449 3.04644 2.9999 .02513 .03766 .03016 .01885 .04022 .0002 1.03016 .00007262 .9992 .462 4.0012 1.006000 .01319 .05529 .662 5.03897 .03016 .03519 .08545 .01822 .0002186 .0001056 .490 17.07665 .005800 .03331 .06665 .327 3.0001508 .830 23.9997 .003500 .9993 .260 3.02262 .01571 .9990 .03391 5.04207 .04155 .788 2.002 .876 3.001 .005600 .217 3.03202 .0001698 .02513 .03519 .004500 .00008599 .480 10.03267 .002 1.001 1.9999 .9993 .00002772 .03645 1.03707 .0003627 .0007 1.05280 .02888 .238 3.04084 .07037 .250 28.0002337 .000 1.007900 .003 .9995 .02136 .9999 .03076 6.439 7.911 5.03014 .01445 .9999 .0003918 .528 .04274 .001 1.584 3.001 1.9996 .04335 .9998 .9997 .02450 .03644 .0003 1.02639 .9996 .0011 1.00003324 .719 3.9994 .001 1.9994 .0002990 .0001 1.000 1.006700 .04706 .04652 .03517 .9992 .06283 .0002819 .809 4.03582 .03703 4.0003 1.02890 .005 .08796 .9996 .9998 .0002112 .02136 1.005400 .9995 .0003820 .303 4.254 .9994 .0012 3.00006841 .04017 3.02576 .0002904 .04021 .004600 .05406 .01319 .002 .913 3.0008 1.9999 .07672 .9994 .06413 .951 3.04148 .06660 .01508 .629 .03205 .9999 .01257 .090 6.0012 1.002100 .642 5.02450 .116 4.9999 .003 1.03078 .0011 1.02449 10.04142 .04204 .005200 .005900 .03770 .04960 .02261 .0002 1.01759 .06791 1.03642 .176 5.02388 .08042 .0008 1.01382 .9999 .09060 .02073 .02763 7.453 4.06032 .9992 .03392 .007700 .01885 .02324 .9999 .004 .0001329 .962 2.0001634 .0001900 .04584 .644 3.02953 .0002570 .04903 1.03394 .9993 .630 21.0001108 .007400 .09681 .07547 .0004 1.001 1.9993 .9993 .0007 1.02262 .05781 .005 1.0001 1.00006039 .9991 .533 5.01822 20.073 4.02639 .9995 .9996 .03645 .04330 2.0008 3.374 3.02451 1.02827 .03143 .002800 .001 .03141 .01320 .02199 .09438 .771 3.002600 .08671 .221 .0002735 .03831 .09312 1.9989 .002 1.9995 .9997 .09299 .594 .9991 .09817 .

terutama tergantung dari bentuk armour units SR = Specific gravity (ratio of specific weight dari armour unit didalam air laut) α = Sud ut kemiringan breakwater diukur dari bidang horizontal (slope dari breakwater) Nilai K D diperoleh dari hasil hydraulic model experiment untuk berjenis-jenis armour unit. => untuk block beton dengan bentuk yang tak teratur K D = 5 – 20. Tetapi didalam rumus ini tidak diperhitungkan akibat periode. pounds 3 K D ( S R − 1) . sedang untuk menghitungkan stabilitas konstruksi.7 – 4. Catatan : Formula Hudson sangat menolong untuk mendesign breakwater. arah gelombang dan lainnya yang ternyata untuk kondisi-kondisi tertentu sangat mempengaruhi berat minimum dari armour unit.H.0 tergantung dari kondisi gelombang dan posisi konstuksinya. terutama tergantung dari cara menempatkannya.α   Dimana : W = Berat crestblok (dalam pounds atau libes) Wr = Berat jenis batu (spesific weight of amour units. sebaiknya dilakukan dengan hydraulic test model. dalam lb/cf) H = Design waves height ditempat konstruksi (dalam feeth) KD = Damage coefficient (empirical coefficient). H 3 W =  . Dibawah konstruksi ditebar mattras.R. Karena itu dianjurkan untuk menggunakan rumus ini hanya untuk preliminary design.Cotg . Soenarno AS Rumus Hudson   Wr . => untuk anguler quarry stone yang kasar K D = 2. Sekarang sudah digunakan 69 .Perencanaan Pelabuhan I Ir. Dahulu mattras dibuat dari anyaman bambu (getekan) dilapis serabut dan diatasnya diberi batu-batuan.

50 setiap m3 (meter cubik) tetrapode yang digunakan. samudra yang memeliki kedalaman 39 feet dengan beda pasang surut sebesar 6 feet. Pada daerah perairan tersebut. kubus. Untuk mempertahankan keutuhan puncak breakwater. untuk menghindarkan kerusakan akibat terjadinya overtopping. maka sebagai gantinya dilaksanakan perbaikan tanah dasar dengan cara dikeruk dan diganti pasir. kubus.87 dan koefisien damage (K D ) sebesar 3. hexapode.Perencanaan Pelabuhan I Ir. kecepatan angin meniup rata-rata sebesar 24. Kecuali itu dari hasil soil Investigation nya diketahui mempunyai kekuatan tanah dasar perairan datanya sebagai berikut : σ = 0. maka dilengkapi dengan pemecah gelombang. Contoh penyelesaian soal breakwater Rubblemound Gambarkanlah design kontruksi rencana pemecah gelombang (breakwater) yang mempunyai type rubblemound dengan slope 1 : 2. banyak macamnya tergantung pada kepentingannya. seperti tetrapode. Soenarno AS geotextile. Pemecah gelombang tersebut untuk melindungi kolam pelabuhan. selama 3 bulan kemungkinan terjadi overtopping untuk itu diperlukan pengamanan terhadap kemungkinan terjadinya kerusakan kontruksi.H. dimana bahan materialnya terdiri dari Quarry Stone Amour Units. pada 70 .5 knots. akmond.R. maka dipuncak breakwater dibangun crestblok. sedang yang sekarang digunakan terra firma. dibadan breakwater dibangun filter yang keluar dibawah LWS. Dalam satu tahunnya. di Cirebon poly felt sedang dipelabuhan Bengkulu dipakai robusta. Pada proyek Tanjung Priok digunakan bambu mattras dan pancangan bambu. Untuk mempertahankan susunan batu-batu pada bagian laut yang terhantam gelombang. cara ini disebut soil improvement. tidak perlu membayar royalti. Dalam menggunakan tetrapode maka harus membayar royalti ke Perancis. dalam hal ini bisanya digunakan asphalt. sebesar US $ 0.2 kg/cm2. Untuk menghindarkan kanker. lapisan atas bagian kolam pelabuhan dilapisi dengan lapisan impermeable. sedang hasil dari model test dilaboratorium didapat besarnya koefisien refraksi (K R ) sebesar 0. hexapode. sedang untuk dollos. atau dollos. Karena sukar mendapatkan bambu atau kayu sebanyak yang diperlukan.25.

Periode rata-rata T av = 7. 71 .5 knots didapat H s = 13 ft.Perencanaan Pelabuhan I Ir. σ tanah dasar = 0. jadi d = ( 39 + 6 )ft = 45ft Wind velocity = 24.179 didapat = 0. Untuk itu digunakan perbaikan tanah (soil improvement).87 . K D = 3. Soenarno AS puncak kontruksi ditutup blok beton dari beton bertulang.0 detik.H. Specific gravity : S R = Wr 165 = = 2. Ho = Hs . berat batuan lapis kedua (secondairy coverlayer).R.03 t/m3 = 64 lb/cf : Wr = 2. berarti Cotg α = 2 Waterdepth 39 ft dibawah LWS. serta elevasi puncaknya (crest elevation). beda pasang surut 6 ft. Berhubung terdapat kesulitan adanya bambu dan kayu yang cukup banyak.9144 Lo H o' H structure . Gambarkan design kontruksi (gambar bestek) dari breakwater tersebut diatas.12 x 49 = 251 ft d = 45 ft.64 t/m3 = 165 lb/cf Berat jenis Batu Dari tabel D-7 CERC.58 64 Ww Deepwater wave length: Lo = 5.2 kg/cm2.25 . juga elevasi batas lapisan penutup (bottom elevation) baik dibagian laut maupun dibagian kolam pelabuhan. Berat jenis air laut : Ww = 1. Tentukan pula berat crestblok nya. berarti tanah lembek.12 T2 = 5. berat batuan lapisan penutup (primairy coverlayer). lengkap dengan seluruh komponen-komponen (bagian-bagian) nya dengan skala 1 : 200.179 Lo 251 Dari tabel D-1 CERC Untuk H d = 0. Jadi : 45 d = = 0. Untuk wind velocity : U = 24.5 knots . maka dasar kontruksi digunakan dengan pelaksanaan soil improvement.. Penyelesaian Soal : Dari rencana design breakwater type rubblemound diketahui slope (kemiringan) 1:2 . K R = 0.

58 − 1) 3 .K A Wr n=2 KA = 1 72 .K R = 13.9006.α 3.342) 3 = = 7118.23 49 T2 Dari diagram fiqure 3-12 CERC Untuk H o' = 0. ft 0.048 ft 1) Width of Crest (lebar puncak breakwater = lebar minimum) W B = n.K A   Wr    1 3  7200  = 3.31.52 = 10.2 2) Crest Elevation ( Elevasi puncak) H = 0. cot g . T av = 7 detik H o' H = 10342 ft .342 (0. 1    165  n = 3 1 3 KA =1 = 3.3. Soenarno AS  .(0.31 ft = 9.x.R.lbs ≈ 7200.23 .80 H o' Jadi R = 0.31 ft Controle : H o' 11. T2 didapat R = 0.80 x H o' = 0.9144 . K R = 10.31 = = 0.87) = 11.342.5. ft 2) Thickness of coverloyer (tabel lapisan penutup) 1 (W ) 3 r = n.Perencanaan Pelabuhan I Ir. ft   H H = H o  '  Ho 1) Berat Crestblok W = Wr ( H ) 3 165(10.H.9144 H o' = H o .9144).0.87 = 10.342 = 11.80 x 11.25(2.lbs K D ( S R − 1) 3 . H o' = H H   '  H o  = 10. dan dengan Rubblemound slope 1 : 2 .

R. polyfelts. Diatas pasir tersebut digelar matras.Perencanaan Pelabuhan I Ir.04 ft Tebal lapisan II (secundairy Coverlayer) < r dan max = r. 4) Pelaksanaan Soil Improvement Tanah dasar perairan dibawah bangunan kontruksi digali sampai ± 1 meter dan tanah galian tersebut diganti dengan pasir.5 x 10. Soenarno AS = 2.5 H = 1.52 = 7. terra firma. biasanya digunakan lapisan asphalt. 5) Kelengkapan komponen breakwater Dibagian sisi laut dipasang tetrapode untuk pemecah gelombang diletakkan diatas LWS sampai dipuncak breakwater. Untuk secondary coverlayer = W/10 –→ W/5.1. bagian atas breakwater tersebut tidak rusak 6) Demensi (ukuran-ukuran) batu yang dipakai Untuk primary coverlayer : W – W/2 (campuran W/2 –→ W) W = 7200 lbs = 3265. agar bila terjadi overtopping. Dipuncak breakwater sisi kolam dilapis lapisan impermeable (rapat air).H. sedangkan dipelabuhan Bengkulu (pulau Baai) digunakan robusta dan untuk mengeruk terusan Jawa dipelabuhan Tanjung Priok digunakan terra firma.26 kg ≈ 3270 kg Jadi campuran dari 3270 kg sampai 1635 kg. 73 . Geotextile tersebut dapat berupa . 3) Botton Elevation of primairy Coverlayer for seasite (Elevasi dasar lap. hate. atau robusta seperti diketahui dipelabuhan Cirebon digunakan polyfelts.513 ft Sedang elevasi dasar bagian kolam pelabuhan adalah sedalam H = 10.3.342 ft = 15.342 ft. Primair bagian laut) r1 = 1. (dulu bambu matras sekarang digunakan geotextile). Juga dari dalam badan breakwater dibangun filter untuk mengeluarkan air dari dalam kesisi laut berujung diatas LWS (sedikit diatas LWS).

Walaupun dengan cara meledakan batu-batu dibukit Kandis dan Sunur ternyata hanya didapat sedikit. Soenarno AS Jadi campuran dari 327 kg sampai 654 kg Untuk badan breakwater = W/6000 –→ W/200 Jadi campuran dari 0.35 e = 50 meter q = 280 Ton/jam E = 10 x 330 jam = 3300 jam kerja/th 74 . L = Panjang tambatan optimal dengan penggunaan yang efisien e = Jarak antar hydrant q = Kapasitas hydrant dalam ton/jam E = Jumlah jam kerja setahun (jumlah jam kerja sehari 10 jam x 330 = 3300) Misalnya data-data yang diketahui sebagai berikut : C = 0. Contoh perhitungannya.R. karena berkaitan kemampuan persediaan air masing-masing pelabuhan yang bersangkutan.35 kg Catatan : Pembangunan breakwater dipelabuhan Bengkulu waktu itu memerlukan batu-batu untuk primairy coverlayer antara 7 s/d 10 Ton.545 kg sampai 16. Maka dalam hal tersebut diambil batu-batu dari pulau Karimun (Sumut) dalam hal tidak didapat maka dapat diganti dengan kubus beton. Merencanakan kebutuhan air dipelabuhan Untuk supply kapal dan kegiatan dipelabuhan.H. Kebutuhan air setahun : [ Q = Cx L xqxE ] e (ton / th) Dimana : C = Koefisien pengisian (nilai koefisien bagi supply air untuk masingmasing pelabuhan yang tidak sama.Perencanaan Pelabuhan I Ir.

089 x.78 (78%) Jadi jumlah panjang kapal : ∑ panjang kapal ocean going .120.ton / th 50 Kebutuhan air dipelabuhan sehari adalah 822.24 214.M (Perusahan Daerah Air Minum) dengan harga yang mahal (± hampir 100 x tarip air untuk penduduk).x.lamanya. seperti pelabuhan Panjang Bandar Lampung.360.087 ≈ 2500. Kecuali beberapa pelabuhan di Indonesia yang mempunyai sumber air minum sendiri dan mempunyai menara air untuk menyimpan persediaan.x. perlu ditambah ± 25 %.089.360.120 M ∑ panjang kapal seleruhnya = 214.560 M ∑ panjang kapal domestic : 1357 x 80 M = 108.kapal ). karena harganya sama dengan air untuk kapal.x3300 = 822. Dengan demikian air untuk kantor-kantor didalam daerah pelabuhan.R.35.011. 75 .127. = 0. 812 x 130 M = 105.78. 127.652 = 2.Perencanaan Pelabuhan I Ir.4 = . Soenarno AS Ocean going vessels yang berkunjung : 812 bh/th Domestic vessels (antar pulau) sebanyak : 1357 bh/th Rata-rata lamanya tambat kapal : 4 jam Berth Occupancy : 0.011.654.24 Jadi kebutuhan air setahun adalah : Q.occupancy.ton / hari 365 Untuk keperluan kantor-kantor dipelabuhan.x. penggunaanya harus dihemat.bertambat berth. sehingga keseluruhnya menjadi 3200 ton/hari.280.D.560 M Jumlah 214. Catatan : Perlu diketahui bahwa air untuk kapal pada umumnya dibeli pelabuhan dari P.x.meter 0.120 Meter L= L= (∑ panjang.x.252. serta pelabuhan Kendari (Sulawesi Tenggara). karena pelabuhan tergolong kegiatan industri.A.H.x.x. serta kepentingan pemadam kebakaran.

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

FIGURE 4-1. CLAPOTIS ON VERTICAL WALL

76

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

FIGURE 4-2 DETERMINATION OF VALUE OF h o IN
SAINFLOW’S FORMULA.

77

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

FIGURE 4-3 DETERMINATION OF VALUE OF P 1
IN SAINFLOU’S FORMULA

78

Soenarno AS 79 .H.R.Perencanaan Pelabuhan I Ir.

kemungkinan konstruksi akan runtuh.25 ft = 10 ft 80 . tinggi gelombang rata-rata sebesar 6.R. maka untuk mendesign dipilih H max . berat Armour units yang direncanakan. Dari data pengamatan diketahui H av = H= 6. Tegangan dasar tanah perairan σ = 0. Soenarno AS Contoh soal Design kontruksi Breakwater Caisson. Gambar bestek dengan daar skala 1 : 150 seperti tertera diatas. batu-batuan (quarry stone) lapisan dan badan rubblemound disertai kelengkapan dan demensi lain-lainnya.Perencanaan Pelabuhan I Ir. antara lain : Ukuran besar dan berat caisson.25 feet. Data-data lain yang diberikan untuk rencana design tersebut : - elevasi puncak rip-rap : 30 ft dibawah SWL - elevasi dasar bangunan caisson : 35 ft dibawah SWL - Berat jenis beton diudara : 150 lb/cf - Slope dari rubble foundation adalah 1 : 2 - Armour units sebagai pembungkus fondasi dipilih tetrapode - Tidak boleh terjadi overtopping karena bila diperlukan dapat dipakai bertambat kapal. Penyelesaian Soal design breakwater caisson Bangunan caisson merupakan vertical wall breakwater (dinding tegak). - Agar biaya investasi tersebut effisien untuk tinggi gelombang maksimum. Harap pula dikaji stabilitas bangunan caisson tersebut terhadap kemungkinan penggelinciran (sliding). Dari survey Bathy metric khususnya mengenai tinggi gelombang pada perairan dimana akan dibangun breakwater dengan automatic wave recorder dihasilkan dari lebih 300 data (continues record data) data primer diperoleh data sekunder. Kedalaman air disitu adalah 45 feet dibawah SWL (still water level).H. Hitunglah seluruh demensi konstruksi breakwater dimaksud. sebab dengan sekali hantaman oleh gelombang besar.25 ft Jadi H 1/3 = H significant = 1.6 x 6. Gambarlah design konstruksi Breakwater type Caisson dari beton bertulang (reinforeed concrete) dengan rubble foundation dengan skala 1 : 150. cukup diambil H max yang minimum.5 kg/cm2.

12 T2 = 5.3)2 = 203. Soenarno AS H max = (1.0) H 1/3 Diambil H max yang minimum → H max = 1.3 detik Jadi L o = 5.2434 Jadi Design wave height (tinggi gelombang) pada structure : H = 16 ft Wave length (panjang gelombang) pada structure : L = 185 ft Wave period (perioda gelombang) : T = 6.2214 Dari Tabel CERC D-1 untuk d/L o = 0. Lo = q q 2π = 5.21 = 0.6 – 2.12 (6. berarti tanah lembek.21 ft d/L o = 45/203. maka sebagai toeprotection harus digunakan konstruksi rubblemound sebagai fondasinya.2214 → d/L = 0.88 ft ≈ 185 ft Jadi L pada Structure = 0.2434 0. Dicari wave length (L) pada structure.6 x 10 ft = 16 ft σ tanah dasar = 0.R. Waterdepth (kedalaman sampai tanah dasar) d = 45 ft.Perencanaan Pelabuhan I Ir.H.2434 (hasil interpolasi) d 45 = = 184.12T 2 T 2 Dari tabel CERC D-7 untuk Hs = 10 ft → T av = 6.3 detik Waterdepth sampai puncak rip-rap : d 1 = 30 ft Waterdepth (bottom elevation) : d = 45 ft Unit weigth/density of fresh water (ω) : ω = 62. Karenanya dapat kita ketahui bahwa : Waterdepth (d) = 45 ft > 2 x H (tinggi gelombang) 45 ft > 32 ft Maka perhitungannya didasarkan methode saint flou untuk tekanan gelombang pada non breaking waves clapotis yang terbentuk pada dasar dari dinding caisson 81 .5 kg/cm2.4 lb/cf Keenam hal tersebut diatas harus diketahui atau didapat lebih dahulu agar dapat menyelesaikan perhitungan design lebih lanjut. jadi rubble fondation.

(orbit center) diatas SWL (still waterlevel) dapat dihitung dengan Diagram Figure 4 – 2 CERC dengan menggunakan nilai : d/L = 30/185 = 0.water 62. Tekanan ini harus diperhitungkan pada penggunaan tekanan P 1 . maka nilai P 1 ini harus dikoreksi kearah nilai berdasar air tawar (fresh water).35ft dibawah SWL.4 = = 0. Faktor koreksinya adalah w.975 w.162 Dan didapat Lh o = 1150 H = 16ft → ho = 1150 = 6. Dimana formulasinya : h0 = πH 2 Cotgh L 2πd L dan ωH P1 = cosh 2πd L Antara puncak rip-rap pada elevasi – 30ft dibawah SWL dan dasar dinding caisson pada elevasi .sea. Upper dan Lower limits yang dicapai clapotis adalah : 82 .2 ft.Perencanaan Pelabuhan I Ir. fresh. (h o = jarak orbit centre dari clapotis/mean level terhadap SWL).162 Begitu pula P 1 dapat dihitung dengan Diagram Figure 4-3 CERC seperti cara tersebut diatas dengan nilai : d/L = 30/185 = 0.R. Dari Diagram Figure 4 – 2 Untuk d/L = 0.162.162 dan didapat P 1 = 690 pound (nilai berdasar air laut) H = 16ft Karena Diagram Figure 4-3 berdasar air laut. rip-rap tidak dapat mengeliminir effect dari tekanan pada dinding caisson.water 64 Jadi P 1 = 0. Tinggi h o pada mean level dan clapotis. Soenarno AS dipengaruhi oleh kedalaman d 1 = 30 ft. 185 Dari Diagram Figure 4-3 untuk d/L = 0.H.975 x 690 = 672. dihitung pada puncak rip-rap dan dasar dari dinding caisson (-35ft dibawah SWL) pada formula R c dan M c . sehingga besaran h o dan P 1 (tekanan clapotis) diperhitungkan atas dasar kedalaman d 1 = 30 ft.75 pounds (P 1 adalah tekanan clapotis diatas dan dibawah SWL pada kedalaman 30 feet).

Jadi resultante dari tekanan gelombang (gaya gelombang) dan berat kontruksi harus berada ditengahtengah sepertiga dari dasar (dalam kern).2 ) (62. Rc = Rc (d + h 0 + H )(wd + P1 ) 2 − wd 2 2 2 ( 35 + 22.4) = 87.4 x35 + 672.904.2 )(62.2 + 16 = 22.R. maka gaya keatas berada dalam triangular distribution.2 ft diatas SWL.8 ≈ 1. Soenarno AS h o + H = 6.8 ft dibawah SWL Atas dasar perhitungan tersebut tinggi puncak breakwater caisson tidak boleh kurang dari 22. Jadi terdapat persamaan : 1   x  Wt = Mc + 3  1   x  P 1 . bahwa Resultante gaya-gaya yang bekerja pada bangunan tersebut harus berada dalam inti ( kern ). 6  W t = berat kontruksi = 6516 χ 83 .6 lb/cf Persamaan berat caisson (W t ) 23 x ( 150 ) + 35 x ( 87. dengan Waterdepth : d = 35 feet.111. Perhitungan lebar caisson.H.75) 62. Dimisalkan lebar caisson = x feet Berat jenis beton (concrete) diudara = 150 lb/cf (diketahui) Jadi berat jenis beton dalam air (150 – 62.2 – 16 = 9.111.75) 62.6 ) = 6516 x Persyaratan stabilitas mutu bangunan dituntut.4 x35 + 672. Jadi diambil puncak caisson dengan + 23ft diatas SWL.05 ≈ 43483 pounds (d + h0 + H )2 (wd + P1 ) wd 3 6 6 2 3 ( 35 + 22.905 feet. pounds.Perencanaan Pelabuhan I Ir.x.4(35) Mc = − 6 6 Mc = − M c = 1.2 ft diatas SWL h o – H = 6.4(35) = − 2 2 Rc = 43483.

x.80 feet. berat caisson = 6516 x = 220. Persyaratan stabilitas dituntut angka keamanan (safety factor) sama atau lebih besar dari pada 2 (n ≥ 2) rubble foundation disini dibungkus amor units.6.5 = = 2. f 220. Soenarno AS 6516. jadi tidak licin.240.8.8 pounds Sekarang diteliti faktor keamanan terhadap penggelinciran (sliding).5 atau 0.53 > 2 → jadi aman Perhitungan demensi batu rubblemound sebagai pondasi kaki (Toc foundation) dari breakwater caisson sebagai berikut: Digunakan formula :  W . lihat diagram figure 4-12.R. d = waterdepth pada elevasi dasar (bottom) d 1 = waterdepth pada elevasi puncak rip-rap. maka f = 0. Apabila pondasi tidak terbungkus licin (dressed smooth).53 Rc 43483 n = 2.789 ≈ 33.905 + 6 6 x = 33.H 3 W = 3 r 3 N s (S R − 1)     SR = Wr Ww __ 3 Dimana : N s = Design stability Number.111.0.75 x 2 = 1.x 2 672.240. koefisien gesernya (friction coefficient) secara umum dapat diterapkan = 0.Perencanaan Pelabuhan I Ir.5 n= Wt . W = Berat rata-rata dari tiap-tiap amor units (dalam satuan libes atau pounds) H = Design wave height (incident wave height yang menyebabkan structure tidak rusak (no damage to the structural) Wr = Unit Weight dari batu (saturated surface dry) satuannya lbs/cf.80 feet Jadi lebar caisson = 33. untuk Rubble foundation dan Toe protection.H. Dari Diagram Figure 4 – 12 CERC : 84 .

4 x 45 ft = 18 ft Selanjutnya lapisan luar dari rubble foundation adalah W/10 – W/5 (500 pounds sampai 1000 pounds) sadang batuan inti (didalam) adalah W/6000 – W/200 (0.67 Didapat nilai __ N S 3 = 23 (rubble sebagai pondasi) 165(16) 3 510.4 Rata-rata berat tiap tetrapode sebagai amour unit adalah W = 4945 ~ 5000 pounds Lebar sayap pondasi rubble : β = 0.834 pounds sampai 25 pounds).840 Jadi W = = = 4944. 85 .H. Soenarno AS Untuk depth ratio d 1 /d = 30/45 = 0.25 pounds 165 103.4 d → β = 0.32 23( − 1) 3 62.Perencanaan Pelabuhan I Ir.R.

Perencanaan Pelabuhan I Ir. Soenarno AS gG Gambar V. Skala 1 : 150 86 .2. Design Konstruksi Breakwater Caisson dengan Rubble foundation.H.R.

dapat berakibat pecahnya gelombang. Buble Gun Braser dan Laury menghasilkan “buble gun” sebagai dasar berfungsinya pneumatic breakwater.R.H.k T T 2π Dengan kecepatan V terhadap wave propragation (ω + k . Pada gelombang normal (biasa) dapat kita tuliskan persamaan: Deepwater wave ω= 2π T ω = k.V ) 2 = g .T C= ω2 = L = T gT 2 2π = gT = g T 2π ω 2π 2π gT .3.kC = k = g . Soenarno AS PNEUMATIC BREAKWATER Gambar V. disamping itu dapat merubah “bedload” menjadi “washload” yang terbawa arus sehingga menghindarkan pengendapan (silting).k 87 . Dengan memasukan udara kedalam pipa yang dapat menghasilkan aliran air yang berputar.C k= 2π L L = C.Perencanaan Pelabuhan I Ir.

V + .Lv + 4 π2v2 – 2π Lg = 0 x L2 Persamaan kuadrat dalam L ω2L2 + 2π (2ωv – g)L + 4 π2v2 = 0 L = 2π (-2ωv + g) ± √ (2ωv – g)24π2 – 4ω24π2v2 2 ω2 = 2π (-2ωv + g) ± √ 4π2 {(2ωv – g)2 – 4ω2v2 2 ω2 = 2π -2ωv + g ± √ (2ωv – g 2 – 4ω2v2 2 ω2 L = mempunyai nilai riel hanya untuk (2ωv – g)2 – 4ω2v2 ≥ 0 4ω2v2 – 4ωvg + g2 – 4ω2v2 ≥ 0 4ωvg ≤ g2 V≤ g g 1  = Co  → C o =  4ω 4 ω  88 .V + k12 .Perencanaan Pelabuhan I Ir.R.2π.56T T g Co =  → Lo = f (ω .k1 .V − g =o L L L2 ω2L2 + 2ω.g ω 2 + 2ω .g (ω + k1V ) 2 = k1 . V ) ω ω 2 = k o . Soenarno AS 2πV 2 2π (ω + ) =g L L gT 2 Lo =  → Lo = 1.56T 2 2π L C o = o = 1.V 2 − k1 .H.g = 0 ω 2 + 2ω 2π (2π ) 2 2 2π .

R.6    Udara yang dimasukan adalah pada tekanan atmosfeer (air quantity at atmosferive Untuk single buble gun : 3  V   qair =     3.Perencanaan Pelabuhan I Ir.H. Soenarno AS Co V (C–V) Co = C2 C −V C o ( C – V ) = C2 C2 – C o C + C o V = 0 C = Co ( ½ + V= 1 V − 4 Co Co 4 L = (C – V) T Lo = T = L Co C–v 2π C o 2 /C o = 2π C2 /C o g g v = f (debit udara yang dimasukan dan kedalaman air) = f (q air and depth) Untuk double buble gun : 3  V   qair =     2.2    Untuk kedua formula (rumus) tersebut hanya berlaku bagi kedalaman (depth) > 2m 89 .

Kecepatan Air Dalam Breakwater Syarat bagi breakwater yang aktif adalah V≥ 2πd g V ≥ tanh 4ω L g tanh 2πd 90 .8 m/det ω 2π 2 x3.8 = = 12.H. T = 8 detik gT 10.2 m/det Co = g = 3  3.2  Debit udara minimum (q air min) =   ( 3.6  = 180 m3/det per 100 m1 panjang (untuk double buble gun) Untuk deepwater → V ≤ ¼ C o Untuk shallow water ( ω + 2πV )2 = 2πg tanh 2πd L L L V≤ d 2πd g tanh 4ω L d = kedalaman air Gambar V.R.8 m3/det per m1  2.Perencanaan Pelabuhan I Ir.14 V = ¼ Co V > 3. Soenarno AS Contoh soal : Diketahui waterdepth 3 M LWS.2 )3 = 1.4.

Catatan : 1 gang = 15 orang pekerja - Rata-rata panjang kapal / berth (m) dan berth thronghput (Tb) Tb = BerthThroughput = C arg o. sedang pelabuhan kecil dengan kapal-kapal < 5000 DWT antara 2 dan 3 gang. Untuk pelabuhan besar dimana yang berkunjung kapal-kapal besar.I ....dermaga = .ton / M ' / tahun Panjang . Berth thronghput untuk masing-masing pelabuhan tidak sama. PENDAHULUAN. Soenarno.Perencanaan Pelabuhan I Ir.... lewat. Untuk dapat forecast fasilitas pelabuhan untuk tahun-tahun mendatang .R.. H.. AS BAB 6.ton / m' / tahun  Tb = B  91 . tergantung kinerja faktorfaktor masing-masing pelabuhan tersebut. RAMALAN KEBUTUHAN FASILITAS PELABUHAN (FORECASTING FOR PORT FACILITIES) VI ... yang .. Berth Thronghput : DxOxHxGxC   . - Berapa jam kerja efectif sehari - Berth oceupancy factor (berth oceupancy ratio) - Rata-rata kapasitas bongkar muat.. diperlukan data-data kinerja pelabuhan yang bersangkutan antara lain. per gang hour - Hari kerja pertahun yang diperhitungkan (± 300 hari) - Rata-rata jumlah hatch yang aktif. yang aktif adalah antara 4 dan 5 ..Dermaga Jadi performance suatu pelabuhan tergantung pada besarnya nilai Tb.. maka gang yang bekerja berdasar hatch (palka).

MERENCANAKAN PANJANG DERMAGA YANG DIPERLUKAN Misalnya kita ambil salah satu pelabuhan dengan data-data sebagai berikut : D= 330 hari O = BOR = 78% H= 20 jam G= 3 (untuk pelabuhan dengan kapal-kapal : > 5000 DWT) C= 15 ton/gang/hour (untuk pelabuhan dengan kapal-kapal >5000 DWT) B= 130 m (untuk pelabuhan dengan kapal-kapal > 5000 DWT) Tb = 330 x0.78% H : jumlah jam kerja efektif 2 hari = 12 – 20 jam/hari. H. C = 10 ton/gang/hour dan B = 90 m.60 x 12 x 2 x 10 = 528 ≈ 530 ton/m1/tahun 90 Maka untuk mengetahui (forecasting) berapa panjang (meter) demaga yang diperlukan untuk 5 tahun yang akan datang. Untuk Kpl > 5000 DWT < 5000 DWT G : jumlah gang 3a4 C : kapasitas kecepatan bongkar muat 15 – 20 B : panjang satu berth (tambatan) 130 m 2a3 10 – 15 90 m VI.R.ton / M ' / tahun 130 Apabila kita perhitungkan terhadap pelabuhan dengan kapal-kapal < 5000 DWT dimana G = 2 hatch . sedang BOR = 60% dan H = 12 jam/hari. AS dimana : D : jumlah hari kerja setahun O : berth aacupancy factor = 330 hari = 60% .Perencanaan Pelabuhan I Ir. Soenarno. 92 . Diperlukan mengetahui jumlah cargo flow satu tahun untuk tahun yang direncanakan.2. maka : Tb = 330 x 0.78 x 20 x3 x15 = 1782.

..Tambahan x100% = . Catatan : Secara ekstrim apabila penduduk setempat pindah secara besar-besaran (exodus) maka cargo flow akan berkurang karena kapal yang berkunjung kesitu berkurang. maka panjang dermaga yang diperlukan 5 tahun mendatang adalah Cf 5 ... sedang Growth Rates Formule dipakai sebagai dasar menghitung pertambahan penduduk. dan paling sedikit dapat diketahui 5 tahun terakhir..M ' Tb Catatan : Occupancy factor = Berth Occupancy Ratio (BOR) BOR = Penggunaan..Perencanaan Pelabuhan I Ir..Tamba tan Pengguanaan dan kapasitas tambatan diperhitungkan dalam jam/meter : 93 .. Dipakai Growth Rayes Formule....% Kapasitas. Grouth Rate Formule   Pn − 1 r = n Po   dimana : r = rate of growth Pn = contoh setelah n tahun Po = contoh tahun dasar n = jumlah tahun contoh jadi apabila dengan Growth Rate Formule setelah didapat cargo flow 5 tahun mendatang ( = Cf 5 )..R. Soenarno... AS Disini kita butuhkan daftar statistik cargo flow pelabuhan tersebut tiap tahunnya. karena perkembangan cargo flow disuatu tempat terkait dan sejalan dengan perkembangan penduduk setempat.. Untuk menghitung trend nya serta cargo flow 5 tahun yang akan datang digunakan “Growth Rates Formule” dari Anto Dayan... H.

AS Kapasitas tambatan = Panjang tambatan x 24 x 365 jam/meter/tahun Penggunaan tambatan = Panjang tambatan x jam pengunaan sebenarnya VI . Khusus untuk tempat penumpukan ini untuk pelabuhan besar terdapat ratio : Gudang : Open storage = 40% : 60% Kecuali itu barang-barang berbahaya dan bahan-bahan pokok kebutuhan hidup sehari-hari.. Ton/hari Penggunaan sebenarnya = Penjumlahan ton dari party x jumlah hari lamanya barang digudang = ……. diangkut langsung keluar pelabuhan. Soenarno.3. % Kapasitas penumpukan Kapasitas Penumpukan = Luas lantai x daya pikul lantai/m2 x jumlah hari/tahun = ………. MERENCANAKAN LUAS TEMPAT PENUMPUKAN YANG DIPERLUKAN Apabila gudang diperlukan baik untuk angkutan pelayaran samudra. Adapun rumus perhitungan ditetapkan sebagai berikut : Cargo lewat gudang Shed Throughput = ………. tidak lewat gudang.R. H. Ton/hari. maka perhitungannya disatukan juga. Dengan 94 . maupun untuk pelayaran Nusantara secara bersama-sama.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Ton/M2/tahun = Luas Gudang Penggunaan sebenarnya Occupancy factor = (prosentase pemakaian) x 100 % = ……. Dari perhitungan Shed Troughput dan occupancy factor perlu dianalisa sebagai berikut : O x P x 365 Ts = ──────── ton/m2/tahun D Ts = Shed Throughput O = Occupancy factor (prosentase pemakaian) P = Kemampuan daya dukung lantai dalam ton/m2 D = Rata-rata lamanya barang digudang (dipelabuhan-pelabuhan besar diartikan lamanya barang-barang yang diizinkan ditimbun di gudang).

R.58 buah ≈ 141 buah Cf x H r f Jumlah forklift = buah 365 x O x H x C 95 .7.60 x 52 minggu = 20 t/m2/tahun 4 Jadi Luas tempat penumpukan yang direncanakan = 0.buah 365 x0.000 x0. karena pada umumnya muatan langsung itu ± 30%. Bila O = 60% dan P = 2.40 = 63.60 x10 x 20 Untuk offloading delivery dan stacking 100 % = 63.m : 60 % manual (manusia) Jumlah forklift yang diperlukan untuk tahun yang bersangkutan : Jumlah.Cf M 2 Ts dimana: 40% nya gudang dan 60% nya openstorage VI .Forklift = 7.9 buah /127.9. Sebagai Contoh misalnya sebagai berikut : Telah diketahui cargo flow untuk tahun yang direncanakan C f : 7. H.f : 40% mechanical (forklift) H r . 4.50 x 0. Ts = 2.000.5 ton/m2 . D = 4 minggu. Soenarno. AS demikian bila C f = Cargoflow tahun yang diperhitungkan. dalam perhitungan Shed Throughput tersebut dihitung ± 70%. MENENTUKAN JUMLAH PERALATAN PELABUHAN DIPERLUKAN ( forecasting for port equipment).000 ton setahun Rata-rata jam kerja sehari H : 10 jam/hari Rata-rata kapasitas bongkar muat (cargo handling) C : 20 ton/gang hour Occupancy factor O : 60 % Handling ratio H r .8 buah Untuk peakday work dan maintenance 10 % = 12.Perencanaan Pelabuhan I Ir.78 buah / 140.000. Maka.

merenggang..Perencanaan Pelabuhan I Ir.. pindah tempat dan seterusnya. Kapasitasnya diperhitungkan secara terpisah. Guna menentukan kebutuhan tugboat pada tiap-tiap pelabuhan wajib tunda dipakai rumus emperis sebagai berikut : N Tg = (2. Soenarno... 5. Sebagai data perhitungannya ditetapkan sebagai berikut : Jam.t 2 ) E Dimana : Tg = jumlah kapal tunda yang diperlukan 96 . 6. Pada umumnya pelabuhan-pelabuhan besar dinyatakan sebagai pelabuhan wajib tunda.% jam.sebenarnya x100% = . penggunaan.. AS VI .t 1 + S h ... yang.tersedia Jam kerja yang tersedia dalam satu bulan ditetapkan 200 jam untuk tiap alat bongkar/muat (untuk semua jenis).005 bh tiap M 1 dermaga Luas Transit Shed = 45 M2 tiap M1 dermaga VI . adapun penilaian tinggi rendahnya daya dan hasil guna peralatan pelabuhan (bongkar/muat) ini dinyatakan dalam tinggi rendahnya persentase pemakaiannya. PENGGUNAAN PERALATAN PELABUHAN (UTILIZATION OF PORT EQUIPMENT) Data indikator ini diperoleh dari data statistik pelabuhan menurut jenis masingmasing peralatan. H..04 – 0..14) bh tiap M 1 dermaga Jumlah crane yang diperlukan (mobile Crane) = 0.Sc.R. Untuk Major Port Jumlah Forklift yang diperlukan =(0. Untuk memperlancar lalu lintas kapal-kapal serta demi keamanan/keselamatan serta kelangsungan hidup bagi peralatan-peralatan pelabuhan maka diperlukan kapal tunda (tugboat) sebagai alat bantu utama guna merapat. MENENTUKAN / MERENCANAKAN BANYAKNYA KAPAL TUNDA (TUGBOAT) YANG DIPERLUKAN BAGI SUATU PELABUHAN. ker ja.

keatas Satuan PK per Unit 2376 M3 – 7355 M3 1 buah 800 1 buah 7356 M3 – 26151 M3 1 buah 1 buah 800 2000 2 buah 26151 M3 – keatas 1 buah 1 buah 1 buah 800 2000 3000 3 buah Bagaimana memperhitungkan volume atau displacement ( ∆ ) 97 .302/Phb.minimal 2 kapal (N = 2) Panjang 151 s/d 100 M .85. Unit Tugboat PANJANG KAPAL VOLUME 1 60 M . Soenarno. tanggal 11 April 1985 sebagai berikut : Panjang 71 s/d 100 M .minimal 3 kapal (N = 3) Untuk memperhitungkan hal ini diperlukan data-data statistik kedatangan kapal di masing-masing pelabuhan setiap pelabuhan terdapat data statistik kedatangan kapal setiap bulannya dan terperinci jumlah masing-masing menurut ukurannya. 92/PR.Perencanaan Pelabuhan I Ir.R. H. 3 151 M . KM.minimal 2 kapal (N = 2) Panjang 201 s/d 100 M .100 M 2 101 M .minimal 1 kapal (N = 1) Panjang 101 s/d 100 M . Contoh Soal : Merencanakan Kapal Tunda (Tugboat). AS Sc = Jumlah pergerakan kapal setiap hari (Rapat – Lepas) S h = Jumlah kapal yang dimutasikan / digeser (shifting) setiap hari t 1 = Waktu rata-rata yang diperlukan untuk sekali menunda(dihitung mulai berangkat dari pangkalan sampai kembali) t 2 = Waktu rata-rata yang diperlukan untuk mutasi / penggeseran (shifting) E = Jumlah jam kerja efektif dimasing-masing pelabuhan N = Jumlah kapal tunda untuk menunda sebuah kapal Untuk nilai N tersebut didasarkan surat keputusan Mentri Perhubungan Republik Indonesia No.150 M N0.

53 x 2.53 x 2.92 x 10 x 2. Untuk mengetahui berapa banyak kapal tunda yang diperlukan bagi suatu pelabuhan perlu dicari data-data sebagai berikut : Kunjungan kapal rata-rata per-bulan = 321 buah kapal.53 γw = Berat jenis air laut = 1.025 x 0. Displacement ( ∆ ) = 150 x 0. 98 . Cb = Block coeffisient = 0.92 x 13 x 4 x 1. Displacement ( ∆ ) = 101 x 0. d = Fulloaded draft (tinggi garis sarat air).53 x 2.8 x 1. Displacement ( ∆ ) = 60 x 0.53 x 2. Contoh penyelesaian soal tentang jumlah kapal tunda yang diperlukan.92 x 18 x 7 x 1.83 = = 26152 m3.025 x 0.025 x 0.R. terdiri dari : Panjang kapal 60 – 100 m sebanyak = 38 buah kapal Panjang kapal 101-150 m sebanyak = 41 buah kapal Panjang kapal 151 – keatas sebanyak = 8 buah kapal. AS Displacement ( ∆ ) = LWL x B x d x 1.92 x 13 x 4 x 1.53 x 2. Displacement ( ∆ ) = 151 x 0.83 = = 2376 m3. Untuk panjang kapal 150 meter (LOA). Untuk panjang kapal 100 meter (LOA).83 = = 7355 m3.025 x Cb Dimana : LWL = Length of waterlength (panjang batas garis air) B = Lebar Midshipsection/luar.025 x 0. Displacement ( ∆ ) = 100 x 0.025 g/cm3.92 x 18 x 7. Soenarno. Untuk panjang kapal 60 meter (LOA). H. Untuk panjang kapal 151 meter (LOA).83 = = 26151 m3. LOA = Length Overall (panjang keseluruhan kapal).025 x 0.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Untuk panjang kapal 101 meter (LOA).2 x 1.83 = = 7356 m3.

70 buah. E Tg = 1 ( 2 x1. Waktu yang diperlukan untuk mutasi = t2 = 2 jam Jumlah jam kerja efektif = E = 24 jam.70 x 2 + 1x 2) = 0. E Tg = 2 (2 x1. Keperluan Tugboat untuk menunda = N = 2 buah.t1 + Sh. Tg = N (1.58 buah.Sc.733unit 24 c) Untuk unit kapal dengan panjang 151 m keatas.3466unit 24 b) Untuk unit kapal dengan panjang 101 – 150 m.58 x 2 + 1x 2) = 0. AS Waktu untuk menunda kapal-kapal tersebut diatas dihitung sejak berangkat dari pangkalan sampai kembali ke pangkalan rata-rata 2 jam setiap kapal. Kunjungan kapal setiap hari = Sc = 41/24 = 1. Jumlah kapal yang dimutasikan = Sh = 1 buah. H. Waktu yang diperlukan untuk menunda = t1 = 2 jam. Jumlah kapal yang dimutasikan = Sh = 1 buah. 99 . Penyelesaiannya : a) Untuk unit kapal dengan panjang 60 – 100 m. Sedang yang dimutasikan setiap harinya untuk kapal-kapal berukuran : 60 – 100 m sebanyak 1 kapal. Keperluan Tugboat untuk menunda = N = 1 buah.t1 + Sh. diperlukan waktu 1 jam/setiap kapal. diperlukan waktu 2 jam/setiap kapal 151 – keatas sebanyak 1 kapal.Sc. Kunjungan kapal setiap hari = Sc = 38/24 = 1.t 2).R.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Waktu yang diperlukan untuk mutasi = t2 = 2 jam Jumlah jam kerja efektif = E = 24 jam.t 2). Waktu yang diperlukan untuk menunda = t1 = 2 jam. Tg = N (1. Soenarno. diperlukan waktu 2 jam/setiap kapal 101-150 m sebanyak 1 kapal.

29unit 24 Rekapitulasi : Untuk unit a) : 0. Jumlah kapal yang dimutasikan = Sh = 1 buah.290 x 2000 PK = 580 PK 0.t 2).Sc. 1 (satu) buah kapal tunda (Tugboat) berdaya 1200 PK dan 1 (satu) buah kapal tunda (Tugboat) berdaya 800 PK.Perencanaan Pelabuhan I Ir. E Tg = 3 (2 x 0.733 x 800 PK = 586 PK 0. AS Kunjungan kapal setiap hari = Sc = 8/24 = 0.R.33 x 2 + 1x1) = 0. H. Tg = N (1.33 buah. Waktu yang diperlukan untuk mutasi = t2 = 1 jam Jumlah jam kerja efektif = E = 24 jam.290 x 3000 PK = 870 PK Jumlah = 4011 PK. 100 . Maka kapal tunda (Togboat) yang diperlukan untuk keperluan operasi pelabuhan dimaksud adalah : 1 (satu) buah kapal tunda (Tugboat) berdaya 2000 PK.733 x 2000 PK Untuk unit c) : 0. Keperluan Tugboat untuk menunda = N = 3 buah.3466 x 800 PK = 277 PK Untuk unit b) : 0. Waktu yang diperlukan untuk menunda = t1 = 2 jam. Soenarno.290 x 800 PK = 1466 PK = 232 PK 0.t1 + Sh.

R. Soenarno. 1. UKURAN-UKURAN KAPAL Ukuran-ukuran kapal ini sangat penting bagi teknisi pelabuhan karena dalam menghitung uang pelabuhan dan uang terusan (Haven en kanaalgelden dalam bahasa Belanda atau juga disebut : harbour dues dalam bahasa Inggris). karena jangkar dapat berpindahpindah tempat. H. Jadi tanah dasar harus pasir padat. (1 Register Ton = 100 C. VI . Maka jarak labuh kapal adalah (3d + L) yang berarti d = ± 71 m. karena jangkar sulit ditarik. JARAK LABUH KAPAL Pada umumnya kapal membawa /memiliki jangkar sepanjang ± 225 meter.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Persyaratan untuk Lego Jangkar (Labuh kapal) 1) Kedalaman (waterdepth) maximum 70 meter LWS 2) Perairan tenang (tidak ada gelombang) 3) Dasar perairannya tidak boleh karang atau tanah liat. Kita ambil sebagai dasar ialah isi kapal sebagaimana tertulis dalam surat ukurannya.f = 2. Jarak Labuh Kapal. yang dinyatakan dengan meter kubik (M3) atau “ register ton “ . AS VI . 7.836 M3) 101 . 8. Juga tidak boleh Lumpur lembek. Gambar VI.

T atau G. misalnya kapal tunda (tugbout) yang sama sekali tidak punya N.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Jika tidak ada atau tanpa keterangan lain.T. jadi dapat dikatakan deplacement kali berat jenis air laut yang dinyatakan dengan Ton (Inggris) dari 1016 kg atau Ton (metrik) dari 1000 kg. maka dengan perpindahan air (atau air laut) kita maksudkan perpindahan air sampai garis muat (geladen lastlyn).R.T. 3) Deplacement adalah isi ruangan didalam air yang diduduki oleh kapal atau isi air laut yang yang dipindahkan oleh kapal.T. Pengurangan ini kira-kira sebesar 35%. tanki air dan lain sebagainya.R. Ukuran-ukuran tersebut meliputi : 1) B.R.R.T Dead weight Ton (bukan isi melainkan bobot dan juga disebut bobot mati) Ukuran berat ini adalah beratnya air laut yang dipindahkan oleh kapal. 4) D. Ukuran ini terdapat dengan mengurangi ukuran B. Jadi Pada umumnya NRT = 65% BRT. kamar mesin ruangan batubara (ruangan bahan bakar).T dengan ruangan-ruangan tertentu misalnya tempat berdiam. 2) N. 5) Daya muat adalah maksimum dead weight ini menyatakan beratnya barang yang harus dimasukan kedalam kapal ini tenggelam sampai garis muatan. Juga disebut isi Netto. juga disebut Isi Bruto Ukuran ini meliputi seluruh ruangan tiada terkecualinya yang berada dibawah palka (dek) juga diatas ditambah dengan semua ruangan tertutup dan beratap diatas palka tersebut.R. Soenarno. (Bruto Register Ton atau Gross Tonage). (Netto Register Ton atau Netto Tonage). Daya muat 102 . Ukuran Dead Weight Ton ini penting bagi daya muat sesuatu dok terapung (floating dock). Akan tetapi dapat berbeda sekali bagi kapal kerja.W.R. AS Isi kapal ditetapkan oleh pengukur kapal yang disumpah waktu hampir atau selasai dibangun. H.

Soenarno. Kuningan. AS (draagvermogen) meliputi berat bersama dari pada muatan penumpang. 6) Kapal kosong ialah kapal dengan inventaris tetap dan ketel terisi sampai “Op peil”. tembaga. Dr.C = 1. air dan inventaris lepas. PENDAHULUAN.C. Ir. Dalam tumburan tersebut kemungkinan kapalnya yang 103 .Perencanaan Pelabuhan I Ir.L. 7) L. H. bekal.4 Ratio BRT berkisar untuk Freighters = 1. Very Large Crude Carriers : BRT DWT ≈2 BRT For all ships : Total Displacement ≈ 1.W. baja. kemungkinan terjadi tumburan kapal dengan dermaga.1. Byker general ratio untuk kapal : DWT Normal Ships : ≈ 1.3 NRT BAB 7 FENDER VII.T ini diperlukan pada saat kapal dinyatakan sebagai besi tua dan dijual.7 dan V. allumunium dll) jadi bagian yang dari kayu juga palstik tidak termasuk disini.3 to 1. karena kapal tidak memiliki rem seperti halnya mobil.5. Menurut Prof.W. L. bahan bakar.T (Light Weight Ton) Berat semua bagian kapal yang terdiri dari logam (besi. Fender berfungsi sebagai bumper saat kapal menambat di dermaga.R.

Gambar 7. Untuk melindungi kemungkinan rusaknya dermaga atau kapal. Cilinder type.R.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Untuk dermaga kayu dibangun fender dari kayu yang dipasang didepan dermaga. Fender ( )  ( )  2  l 2 WV r E = x  2. karenanya fender yang dipakai adalah rubber fender. Jadi apabila terjadi tumburan keras. Rubber fender banyak macam typenya. paling-paling yang rusak fender nya. g 1 + l  t 2 ℓ = Jarak pusat berat (Centre gravity = CG) ketitik tambat (berthing point) sejajar dermaga. Rubber fender banyak dibuat oleh pabrik-pabrik Seibu. AS rusak atau dermaganya yang rusak.1. r = Radius putar (turning radius) dari kapal dari ceatre gravity. Shibata dan lain-lain. 104 . H. Disamping itu ada fender yang dibuat dari ban-ban bekas yang diisi dengan rotan. Rotan yang dibungkus deretan ban bekas banyak terlihat dipelabuhan Khao Shung (Taiwan Selatan) dulu di Indonesia juga banyak digunakan itu. antara lain : V type. Cell type. Pada umumnya dermaga dari beton. Soenarno. dan lain-lain. Supe Mtype. Bahkan ITB Bandung pun pernah memproduksi Rubber fender dimaksud. Bridgestone. maka dipasanglah fender.

Simbol pernyataan demensi fender adalah sebagai berikut.L.R.Perencanaan Pelabuhan I Ir. H.( D 2 ). Soenarno.1.(ton) L = Panjang kapal (m) D = full loaded draft (.ρ w . untuk ukuran : 105 . Earthing point of ship W1 (=M1) 11 = Displancement Tonnage = 130 % dari DWT (ton) 11 W (=M ) = Additional Weight = π 4 .m) ρ w = berat volume air laut (specific weight of seawater) W = W1 + W11 atau M = M1 + M11 (ton) W (=M) = Virtual Weight adalah berat yang dipakai dasar memperhitungkan demensi fender.ton − m 2g 2g W = Weight (berat) M = Massa Kinetic Energy (E) = Effective Berthing Energy (E1) = Mv2 x k Ton –m Untuk quarter point approach : k = ½ Gambar 7. AS Mv 2 Wv 2 atau .

maka sebaiknya dipasang vertikal (apabila panjang fender 3 – 4.50 m) maka dipasang mendatar (horizontal). Letak fendernya bergantung besarnya beda pasang surut. H. Bila beda pasang surut kecil (misalnya < 2.Perencanaan Pelabuhan I Ir. hasil ukuran yang terkecil ………… dst.50 M).08 x panjang kapal terbesar. AS Tinggi fender = 0. 0.00 M seperti di Dumai (Riau) maka fender bisa dipasang horizontal tetapi sebanyak 2 baris . E.08 x panjang kapal terbesar. Bila beda pasang surut 3 à 4. VII. Dari data-data pelabuhan dimaksud dapat 106 . JARAK PERLETAKAN MASING-MASING FENDER. hal ini mungkin menjadikan biaya mahal. R dan L. VII. Soenarno. sedang jaraknya tetap as ke as.R.3. Jarak Perletakan masing-masing fender ditentukan sebagai berikut : Jarak perletakan masing-masing fender ditentukan sebagai berikut : 0. Jarak perletakan masing-masing fender ditentukan sebagai berikut.000 L E1 Panjang fender (L) = (meter) 2 25 H Reactive force (R) = 75 HL (ton) Hasil-hasil perhitungan tersebut diatas dapat dicocokkan dengan Nomogram H/M. CONTOH SOAL RENCANA PENGGUNAAN FENDER Direncanakan memasang Rubber fender Super M Type pada dermaga sepanjang 1000 M pada salah satu pelabuhan. V.1 x panjang kapal terkecil dibanding 0.2.50 m dan panjang fender = 3. hasil ukuran yang terkecil yang dipakai sebagai jarak masing-masing fender (jarak as ke as fender). Apabila perlu dapat juga dipakai miring (antara horisontal dan vertikal).00 m Disebut 500 H x 3.1 x panjang kapal terkecil dibanding 0.

000 GRT ≈ 13.000 DWT s/d 10. Tentukanlah : a) Panjang dari demensi fender dimaksud b) Reactive force dan jumlah fender yang diperlukan c) Jarak fender dan gambar perletakannya.15 M/detik. bahwa kapal-kapal yang berkunjung sepanjang tahun adalah sebagai berikut: Kapal-kapal penumpang (Pessengers ship) = 3000 GRT s/d 9000 GRT Kapal-kapal barang (Freighter) = 7000 DWT s/d 15000 DWT Kapal-kapal tangki (Tanker) = 5000 DWT s/d 10000 DWT Ketentuan-ketentuan lain yang dapat kita ketahui antara lain cara menambat kapal (berthing approach) ditentukan “Quarter point approach” sedang kecepatan menambat ditentukan sebesar 0.000 DWT. Juga dipilih ukuran Rubber fender Super Mtype 500H.50 M Berthing approach Berthing Velocity Additional Weight = 165 M = Quarter Point Approach V = 0.000 GRT Kapal-kapal barang (Freighters) 7.000 GRT ≈ 4.000 GRT. Perhitungan demensi fender Ukuran kapal = 15.15 M/detik M11 = π D2 Lρw = 4 107 .10 M.5 GRT Jadi 3.000 Ton Displancement Tonnage M1 = 20. Soenarno.000 GRT s/d 9. beda pasang surut disitu = 2. AS diketahui.000 DWT = 15.000 DWT Kapal-kapal tangki (Tankers) 5.000 DWT s/d 15.R.000 Ton Panjang kapal L Full loaded draft D = 9.500 DWT Dengan demikian berarti kapal kecil : 3. Penyelesaian soal : Kapal-kapal yang berkunjung dipelabuhan tersebut : Kapal-kapal penumpang (Pessengers ship) 3.000 DWT Sesuai general ratio. dan kapal besar : 15.Perencanaan Pelabuhan I Ir.500 DWT 9. untuk Normal ship DWT ≈ 1. H.

50 Ton Jarak dan jumlah fender yang diperlukan : Panjang dermaga : 1.1 x 95 m = 9. H. Soenarno.R.37 T/m Dipakai Rubber fender Super M type 500 H E11 Jadi panjang fender L= 18.5)2 165 x 1.00 Ton = 112.9392 ≈ 3.000 DWT) = 165 m 0.000 Ton Mv2 Kinetic Energy kapal : 32.00 M Jadi demensi fender 500 H x 3.000 L Besarnya Reactive force : Reactive force (R) = 75 HL = 75 x 0.03 = 4 = 12.20 m Jadi jarak fender (jarak as ke as fender) = 9.50 m Dengan demikian jumlah fender 1000 = 105 buah 9.000 (0.08 x 165 m = 13.000 Meter Panjang kapal terkecil (3000 GRT) = 95 m Panjang kapal terbesar (15.73 T/m Effective Berthing Energy E1 = ½ E = 18.50 m 0.000 Ton = 32.15) 2 E= = 2g = 2 x 9. AS = 3.37 = 25 H2 25(0.000 Ton Virtual Weight = M1 + M11 M = 20.000 + 12.50 108 .80 = 36.50 x 3.5)2 = 2.14 (9.Perencanaan Pelabuhan I Ir.

sehingga dalam keadaan pasang atau surut tidak terpengaruh dan tetap dapat bersandar pada fender.R.10 m maka perletakannya cukup satu lapis horisontal. AS Beda pasang surut 2. karena draft kapal terkecil 5.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Soenarno. Gambar Perletakan Fender.70 m. H. 109 .

supaya tidak rugi.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Pada umumnya dilaksanakan dengan cara kedua (berdasar kedalaman air yang dituntut). maintenance dredging (pengerukan perawatan) dan Reclamation (Reklamasi atau Pengurugan). PEKERJAAN REKLAMASI (RECLAMATION) Untuk melaksanakan pekerjaan ini tanah yang akan dipakai mengurug labih dulu harus diteliti nilai φ nya dilaboratorium. Pekerjaan pengerukan meliputi pekerjaan-pekerjaan Capital dredging (pengerukan awal). VIII. Dengan cara ini bouwheer (pemberi order) tidak dipusingkan oleh besarnya produksi keruk.R. Untuk dipakai sebagai tanah urug nilai φ nya (lereng alam) minimum 25o. PENGERUKAN (DREDGING) VIII. Untuk maksud tersebut harus diketahui density tanah keruk dan juga berat 110 . PENDAHULUAN. yang penting kedalaman yang dituntut terpenuhi. Sebaliknya kontraktor keruk harus memperhitungkan benar-benar produksi keruk yang harus dikerjakan untuk mencapai kedalaman yang ditentukan. kurang dari 25o tidak memenuhi syarat untuk Reklamasi. a) Tender pekerjaan keruk dengan dasar produksi keruk b) Tender pekerjaan keruk dengan dasar hasil kedalaman yang dituntut (berarti cara lumpsum).1. H. AS BAB.2. 1.1.1. walaupun lebih besar dari yang diperkirakan. CAPITAL DREDGING DAN MAINTENANCE DREDGING Untuk pelaksanaan ini cara tendernya dapat dilaksanakan dengan beberapa cara. VIII. VIII. Soenarno.

Soenarno.200 = 1.000 x 2.400 = α + β 1. tetapi bila meliputi pengerukan alur yang berada diperairan laut maka γ w = 1.750 M3 air.400 kg/m3 . maka γ w = 1.400 – 750 = 650 kg tanah (dry silt) 1. Cara memperhitungkannya adalah sebagai berikut : Contoh bagaimana memperhitungkan jumlah tanah keruk (dredge material) yang harus dikeruk.600 2. CONTOH SOAL 111 .54 M3 dredge material.000 1. α = 750 kg air β = 1.000 kg dry silt (in situ soil) harus dikeruk 1.6 Jadi 1 M3 tanah keruk (dredge material) mengandung 750 kg air atau 0. AS volume dry silt.R.54. Disamping itu perlu diketahui density tanah dasar yang akan dikeruk dan berat volumenya tanah tersebut.000 kg/m3.M 3 600 Jadi untuk mengeruk 1. sehingga dapat diketahui jumlah dredge material yang harus dikeruk. 1 M3 = 1.200 = 750 1.600 = 2.Perencanaan Pelabuhan I Ir.030 kg/m3. sedangkan berat volumenya = 2.000 3 M = 1.6 α → α = 1. H.6 α + β 1.400 kg = α kg air (water) + β kg tanah (silt) 1 M3 = α + β 1. Catatan : Dalam hal pengerukan tresebut apabila meliputi perairan sungai misalnya. berarti airnya tawar. Misalnya density tanah keruk tersebut = 1.000 kg dry silt = 1. maka γsilt = 2. VIII. apabila jumlah volume in situ soil diketahui.600 kg/m3.600 kg/m3. Bila tidak ditentukan lain.2.

896. Dari suatu alur pelayaran keluar dari pelabuhan sungai menuju kelaut sepanjang 12 mil. Untuk maksud tersebut direncanakan memperdalam alur sepanjang 12 mil tersebut dari 300 m dibawah LWS menjadi 5.3 m = 19311. Juga ditentukan bahwa lebar alur sebelah atas adalah 80 meter. Gambar V. Gambar penampang pengerukan Luas penampang yang harus dikeruk adalah gambar trapesium yang diarsir.6 m Jadi Volume tanah ”in situ soil” = 19311.00 meter dibawah LWS akan ditingkatkan fungsinya untuk dapat dilayari kapal-kapal yang lebih besar.50 m dibawah LWS.740 M3 Density Lumpur 1480 berarti 1480 kg/m3 112 .6093 km = 12 x 1609. H. yang memiliki kedalaman alur 3. sedang lebar alur sebelah bawah adalah 40 meter. PEYELESAIAN SOAL DIATAS. Hitunglah jumlah dredge material (tanah keruk).Perencanaan Pelabuhan I Ir. AS Contoh cara memperhitungkan jumlah tanah keruk (dredge material) yang harus dikeruk sesuai dengan yang direncanakan.50 m = 150 m2 2 Panjang alur 12 mil = 12 x 1. Luas penampang tersebut 80 + 40 x 2. Berapa meter kubik dredge material sepanjang 12 mil yang harus dikeruk sesuai rencana tersebut diatas. Dari hasil penelitian diketahui density lumpur disitu adalah 1480 sedang γ drysilt = 2600 kg/m2.6 x 150 M3 = 2. Soenarno.R.

47952.000 x 1.740 x 2600 kg = 7.282 M3 = 1000 = 9.282 M3 dredge material Jadi untuk mengeruk : 1000 tanah “in situ soil” harus dikeruk 1.000 kg. Soenarno.6 α + β 1480 = α + β 1120 = 1.62 Jadi α = 1120 = 700 kg air 1.6 β = 1480 – 700 = 780 kg tanah (silt) 1 M3 dredge material mengandung 0.70 M3 air juga mengandung 780 M3 silt 2600 Maka 1000 kg dry silt (tanah kering) = 1000 M3 780 = 1.524. Jadi dredge material sepanjang alur yang harus dikeruk 7. volume tanah “in situ soil” = 2. Sesuai gambar design.282 M3 dredge material.R.479.588.876. H.749.740 M3 dan beratnya sama dengan = 2.876.Perencanaan Pelabuhan I Ir. AS 1 M3 = 1480 kg = α kg air + β kg tanah (silt) α 1 M3 = M3 air + 1000 β M3 tanah (silt) 2600 x 2600 2600 = 2.768 M3 113 .

W.P. Delft Technological University The Netherlands.E.E. 9. Published by The International Course in Hydraulic Engineering.1968. 8.1968. I.W. LP3ES. 114 . 1979. Design and Construction of Port and Marine Structures. AS DAFTAR PUSTAKA 1.Per Bruun. Cooper.1860 7. 1972. Hubert R. 1978. J.Perencanaan Pelabuhan I Ir. 4. Published by The International Course in Hydraulic Engineering. Massey W. H. 6. Bray R. Beaundelair J.F. 2. Quinn. Breakwater Design (volume III). Massey W.P. Delft Technological University The Netherlands. Published by The International Course in Hydraulic Engineering. Pengantar Methode Statistik Jilid I Cetakan 11.P.W. Published by Brown Son & Ferguson LTD Nautical Pablisher. 1986.N. Dock & Harbour Engeneering vol. Published by Edward Arnold.E. Mac Graw Hill. 1976. VI. 1978. Harbour and Beach Problem (volume II). A handbook for Engineers. Port Engineering Handbook. Anto Dayan. Port Planning and Port administration. Delft Technological University The Netherlands. Alfonzo de F. Published by Charles Griffing & Company Limited London. H. II. Delft Technological University The Netherlands. Soenarno.R. 3.1978. Published by The International Course in Hydraulic Engineering. Practical Dredging and Allied Subjects. Cornick. Tidal and Coastal Engineering (volume I). 5. Massey W. Gulf Publishing Company. Dredging. III. 10.

1961. The Overseas Coastal Arae Development Institute (OCDI) of Japan. Desigh of Breakwater. Navy. Volume I. 1977. ------------. Published by U. Shore Protectoin Planning and Design. II. Planning and Desigh of Port and Marine Terminals. 115 .Perencanaan Pelabuhan I Ir. British Library Cataloguing in Publication Data Breakwaters ‘88’. Soenarno. 1954.S. 14.(Conference Eastbourne England). 4. 1966. 15.Handbook for Planners in developing Countries.Torben Ernst Cs. United Nation New York 1978. Technical Report (TR) No. Prepared by the Secretariat of UNCTAD. A.Coastal Engineering Research Centre (CERC). Port Development. 12. Published by JOHN WILEY AND SONS 13. 1957.R. H. May 1988. III.Thomas Telford London. Technical Standards for Port and Harbour Facilities in Japan 1980. 1975. AS 11.

01-10-1968 s/d Akhir 1969 Pegawai Tugas belajar Utama pada Internatioanl Course In Hydraulic Engineering Delf Techno logical University The Netherland ( Belanda ) 1970 s/d 1976 Kepala Seksi Survey dan Perencanaan Pelabu han Direktorat Jenderal Perhubungan Laut 1972 s/d 1974 Pemimpin Proyek Pembangunan pelabuhan Bengkulu 1974 s/d 1976 Pemimpin Proyek Pembangunan pelabuhan Panjang di Bandar Lampung 1976 s/d 1977 Kepala Bidang pelabuhan dan Pengerukan Pada Kantor Wilayah Perhubungan Laut III di Tanjung Priok Jakarta s/d 01-01-1978 Kepala Bagian Perencanaan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di Jakarta s/d 01-09-1985 Direktorat/Kepala Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut 116 . Ternate dan Tenau ( Kupang ) 01-10-1965 s/d 01-10-1968 Direktur P. Soenarno. 80 ( USAID ) Pembangunan Pelabuhan Ambon. 01-01-1964 s/d 01-06-1966 Project Manager Three Ports Project DLF No.Perencanaan Pelabuhan I Ir.R. Pelabuhan Daerah VII Maluku di Ambon. AS PENGALAMAN PENULIS.N. H.

AS 1981 s/d 1992 Komisaris Utama P. Widya Pertiwi Eng pada Proyek Pembangunan pelabuhan Samudra Peti Kemas di Makassar. H. 1977 s/d 1988 Dosen Mata Kuliah pelabuhan pada Fakultas Teknik Universitas Indonesia di Jakarta 1975 s/d Sekarang Dosen Mata Kuliah Perencanaan Pelabuhan pada Institut Sains Dan Teknologi Nasional di Jakarta 1976 s/d Sekarang Anggota Steering Commite ( Team Pengarah ) Pembangunan Pelabuhan Samudra Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta ( Departemen perhubungan ) 1979 s/d Sekarang Anggota Steering Commite ( Team Pengarah ) Pembangunan Pelabuhan Samudra Nelayan ( Jakarta Fishing Port/market Development Project ) di Muara Karang Jakarta ( Departemen Pertanian ) 1995 s/d 1996 Port Planner pada Eng Consultant NIPPON KOEI Co. tentang Sub Sektor Perhubungan Laut.Perencanaan Pelabuhan I Ir.R. Soenarno. LTD/PT. 117 . 02 Januari 2002. Dok dan Galangan Kapal KODJA ( BUMN Departemen Perindustrian ) Persero di Jakarta 1987 s/d 1991 Ketua Dewan pengawas PERUM PENGERUKAN Indonesia ( BUMN Departemen Perhubungan ) di Jakarta 1985 s/d 1987 Dosen/Penceramah Pada Kursus Perencanaan dan Management Departemen Perhubungan.N. Jakarta.

H. Soenarno.R.Perencanaan Pelabuhan I Ir. AS 118 .