PERENCANAAN PELABUHAN I

Ir. H.R. SOENARNO. AS

JURUSAN TEKNIK SIPIL
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL
JAKARTA
2004

KATA PENGANTAR
Seperti kita ketahui sampai saat ini masih terasa kurangnya buku-buku berbahasa
Indonesia yang membahas tentang Ilmu Pelabuhan, baik yang mengenai Teknik Pantai dan
Teknik Pelabuhan ( Tidal and Coastal Engineering ) maupun operasi dan Manajemen Pelabuhan;
serta hal-hal yang menyangkut Transportasi laut dalam rangka kegiatan Perhubungan Laut ,
walaupun sudah banyak buku-buku tentang pelabuhan yang ditulis dalam bahasa asing.
Oleh karena itu untuk kepentingan para mahasiswa dan generasi muda kita, maka kami
berusaha menyusun buku Perencanaan Pelabuhan ini.
Menurut pengalaman kami lebih dari seperempat abad memberi kuliah, khususnya dalam
bidang pelabuhan, terasa kurang berhasilnya dalam menempuh studinya, antara lain disebabkan
karena kurangnya minat baca bagi para mahasiswa; dan hal ini dapat dimengerti karena indikasi
kurangnya minat baca tersebut disebabkan kurangnya mereka menguasai bahasa asing.
Mengingat tenaga mereka apalagi sebagai sarjana sangat diperlukan negara dan
masyarakat kita dewasa ini , maka merupakan kewajiban kita semua untuk menarik minat baca
mereka dengan memberikan kemudahan-kemudahan berupa tulisan-tulisan ilmiah dalam bahasa
Indonesia.
Atas dasar kepentingan dan maksud tersebut diatas, mendorong kami untuk menyusun
buku ini dengan segala kekurangan-kekurangan yang ada, kami berusaha menyajikan hal-hal
yang secara langsung nantinya akan mereka gunakan dalam praktek.
Walaupun buku ini belum selengkap yang diharapkan, namun buku ini sudah memuat
dasar-dasar dan pokok pengetahuan sebagai bekal untuk nantinya mampu melaksanakan
pekerjaan-pekerjaan pembangunan khususnya dibidang perhubungan laut dengan sebaik-baiknya.
Tentu saja kami tidak hanya berhenti disini, melainkan dengan segala kekurangan yang
ada , secara bertahap akan kami sempurnakan dan kami lengkapi sesuai dengan kemajuan
teknologi yang mempengaruhi perubahan pada cara-cara kerja dan peralatan yang dimaksud.
Puji syukur kami panjatkan atas Kehadirat ALLAH SWT , karena dengan rahmat dan
Anugrah –NYA kami dapat menyusun dan menyelesaikan buku Perencanaan Pelabuhan I.
Kami mengucapkan terima kasih kepada teman dosen di ISTN yang telah membantu
menyelesaikan pembuatan buku Pelabuhan I ini sdr Ir. Marsiano MSc , Ir. Rahardjo MT, Ir. Atjep
i

Sudaryanto MT dan teman-teman dosen lain yang tak dapat kami sebutkan satu persatu. Dan
juga kepada semua pihak yang telah memberikan masukan-masukan yang sangat berarti dalam
menyelesaikan tugas ini.
Kami menyadari ,bahwa buku yang kami susun ini masih memiliki banyak kekurangan
dan kelemahan. Oleh karena itu, kami menerima segala kritik dan saran yang bersifat positif
untuk kami.
Semoga Diktat ini memberikan banyak manfaat bagi kami pada khususnya dan bagi
pembaca pada umumnya.

Jakarta, 18 Januari 2005.

Penulis.

ii

6. .2. Berdasarkan Teori Seimbang dari NEWTON. Pemandangan Umum Tentang Pelabuhan. ………………………………… 28 ………………………………………………………………… 30 IV.. Difraksi. ………………………………………………………………… 12 III.2.4. ………………………………………… 4 I.. Pengukuran Kedalaman (ukuran kedalaman ) air laut . PENDAHULUAN.. GELOMBANG ( WAVE PROPERTIES ). ....1. III. II.……………………… 14 III. ………………………………………………… 30 iii ..2. Berdasarkan Jenis Perdagangan... Penyelidikan gelombang.. Berdasarkan Jenis Pungutan Jasa.. 4 I. ………………………………………… 21 IV. III. IV..1.. ………………………………………………………………… 19 IV. Wave Refraction dan Wave Diffraction. Gelombang..6. IV. IV..……………………… 6 BAB. Pendahuluan. I.. Panjang dan kecepatan Gelombang.……………………….. PASANG SURUT AIR LAUT.. .2.3.2. ………………………………………… 4 I.. Berdasarkan Kegiatannya.. Cara Pengukuran Kecepatan dan Arah Arus. Macam-macam Pelabuhan Berdasarkan Kriteria.. 1 I.3...………………………………………………………………… 6 II..3. II. Pendahuluan .2..1.2.. ….DAFTAR ISI Kata Pengantar ………………………………………………………………………… i Daftar Isi ………………………………………………………………………… iii BAB I. Equivalent Deepwater wave.……………………………….4.2. ………………………………………………… 27 IV. ………………………………………………………………… 18 IV.5....1..2.. Berdasarkan Konstruksi Teknis.. I.1. Pendahuluan. ARUS AIR LAUT. ………………………………… 4 ………………………………………… 4 BAB.. 17 BAB.

. VII. Wave Runup dan Over topping.7.…………………….. ……………………. Merencanakan Panjang Dermaga. Contoh soal rencana penggunaan Fender. VI. VI. Pendahuluan. 106 iv ... RAMALAN KEBUTUHAN FASILITAS PELABUHAN. Jarak labuih kapal.…. Merencanakan luas tempat penumpukan yang diperlukan.5. …………………………………. 101 BAB. 49 ………………….……………. ……. ………………………………………………………… 35 IV.9.. V. VI..3. ……………………………………………….2.………….3 Pemilihan Type ……………………………………………………………… 49 V.5.IV. VII.……………………….10.4. Jarak perletakan masing-masing fender. …….1 Pendahuluan ………………………………………………………………….8. ………………………………………………………… 35 IV. ………………………………………… 40 BAB.. Penggunaan Peralatan Pelabuhan. Refleksi Gelombang. ………………… 80 BAB. Macam-macam Breakwater. 48 V. V.. 95 VI.. 92 VI. ………………………………… 70 Contoh soal Design konstruksi Breakwater type Caisson.1.. ………………………………………………………………. ………………………………………………………………. 101 VI. 94 VI. Ukuran-ukuran kapal. ………………….4. …………. Fetch.7.5.1.. 96 ……………….3. PENAHAN / PEMECAH GELOMBANG. Keuntungan dan kerugian masing-masing type.……………………. Pengaruh gelombang didalam Pelabuhan. 91 VI. Merencanakan banyaknya kapal Tunda.……………. ………………………………… 36 IV.6. ………………………………………………………………………… 31 IV. FENDER.2.…………………. 48 V. Wave shoaling. ………………………………………………… 37 IV.…………. Menentukan jumlah peralatan pelabuhan yang diperlukan. 97 ……………………………………………. 105 VII.…………………. Pendahuluan. 51 Contoh soal Breakwater type Rublemound... …………….11.. Breakwater type Rublemound.2..12. 103 VII. Wave Breaking... V.. VI. ……… ……………………..

LAMP. A. ………………………. Contoh soal. Tentang ……………………………………………………………………. Tentang …………………………………………………………………… Lamp. Lamp.2.1....………………. Tentang ……………………………………………………………………. 109 VIII. ………………………………………………. 109 VIII. D. Tentang …………………………………………………………………… v . PENGERUKAN ( DREDGING ). C. E. VIII. Pekerjaan Reklamasi.. 110 DAFTAR PUSTAKA. ………………. Capital Dredging dan Maintenance Dredging. ………………………………………………………………… 113 PENGALAMAN PENULIS ………………………………………………………………….BAB. ………………………………………………………………. Tentang ……………………………………………………………………. Lamp.4.3.………………………. VIII. Pendahuluan. 114 LAMPIRAN-LAMPIRAN. 109 VIII... Lamp... B.

maka makin lama kapal-kapal makin besar.R. Pelabuhan. kata aslinya adalah labuh yang berarti Pelabuhan laut. Banyak Istilah-istilah kepelabuhanan yang belum ada terjemahannya dengan tepat. Selanjutnya pelabuhan dilengkapi dengan fasilitasfasilitas tambat dan pergudangan serta pier atau penahan gelombang.H. Dahulu kala sungai-sungai merupakan alur pelayaran bagi perahu-perahu dan kapal-kapal. Harbour : adalah tempat perairan yang cukup dalam untuk tempat kapal-kapal berada. 1 PENDAHULUAN. sehingga hanya kapal-kapal kecil melewati sungai-sungai dan kapal-kapal besar berlabuh dipelabuhan sebagai terminalnya. bebas dari rintangan untuk navigasi dan terlindung dari taufan. 1 . antara lain . Kita kenal istilah Harbour dan Port dalam bahasa Inggris. AS BAB I PEMANDANGAN UMUM PELABUHAN I. Sehubungan dengan perkembangan perekonomian. sehingga dalam hal-hal seperti itu terpaksa masih digunakan istilah asing. Soenarno. Perhubungan laut termasuk pelabuhannya merupakan prasarana (infrastructure) dari perekonomian. Pelabuhan Laut merupakan terminal point antara angkutan darat dan angkutan laut. itu adalah tempat berlabuhnya kapal-kapal laut. angkutan laut dan angkutan laut. Karenanya muara-muara sungai dahulu merupakan pelabuhan. serta angkutan laut dengan angkutan darat. dimana kapalkapal berlabuh (membuang jangkar/sauh). sehingga kapal-kapal dapat berlabuh disitu dengan aman. kapal-kapal tersebut biasanya sampai dimuara sungai berhenti berlabuh sambil menunggu cuaca baik agar dapat melanjutkan perlayarannya menuju antar pulau dan melaut kenegara lain. Port : Harbour yang secara tetap digunakan oleh masyarakat yang sibuk berdagang dan bongkar muat angkutan laut.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Jadi ringkasnya “ Port “ adalah Harbour yang telah dimanage (dilola). terjemahannya keduanya adalah Pelabuhan sedangkan keduanya memang berbeda.

Pelindo II berpusat di Tanjung Priok (Jakarta) 2 . Pelabuhan Tanjung Priok. Pelindo I berpusat di Belawan (Medan) PT. Soenarno.U. DLL Pelabuhan Militer (Pangkalan Angkutan Laut) tidak akan kita bahas.R. Port dipimpin oleh Port Administrator (Administrator Pelabuhan / Adpel) contoh Port di Indonesia adalah. Makassar dan lain-lain. Pelabuhan Umum di Indonesia dikendalikan oleh Negara jadi termasuk B. 2. Belawan. Pengandaran. yaitu : PT.Perencanaan Pelabuhan I Ir.M. PELABUHAN PELABUHAN MILITER PELABUHAN NIAGA PELABUHAN UMUM PELABUHAN KHUSUS PEL MINYAK PEL PERIKANAN PEL BATU BARA PEL KAYU PEL PEMDA . I.H. AS Harbour dipimpin oleh Harbour master (Syahbandar). contoh harbour di Indonesia adalah pelabuhan-pelabuhan Eretan. Pacitan dan lain-lain. Tanjung Perak. MACAM – MACAM PELABUHAN : Dibawah ini disajikan suatu diagram tentang macam-macam pelabuhan. sekarang di Indoensia BUMN yang dimaksud bernama Pelindo (Pelabuhan Indonesia) berbentuk PT (Persero) dan terdapat 4 Persero. yang kita bahas selanjutnya adalah Pelabuhan Niaga khususnya Pelabuhan Umum.N (Badan Usaha Milik Negara)/ Harbour State Own Enterprises .

Kantor Bea dan Cukai. begitu pula pembangunan penahan gelombang (breakwater). Kantor Pelayaran. truck dan alat-alat bongkar muat lainnya. kolam tempat berputar kapal (turning basin). tetapi bila tidak. Pelabuhan dalam hal ini PT. Kantor Keamanan (KP3) (Kepolisian di pelabuhan). forklift. Pelabuhan menyediakan tempat/lahan untuk Kantor. Pelindo IV berpusat di Makassar (Ujung Pandang) Dibina oleh Depertemen Perhubungan c. Pada tahun 1991 3 .R.Perencanaan Pelabuhan I Ir. arus laut. juga bila mungkin menyediakan lahan untuk galangan kapal. swasta dapat membangun dengan izin pelabuhan sedangkan untuk air minum/air kapal bila mungkin pelabuhan menyediakan fasilitasnya. kolam pelabuhan. khususnya bangunan air tidak mudah pelaksanaannya. Kantor Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL). alur pelayaran masuk. air kapal diambil dari perusahaan air minum walaupun dengan harga yang sangat tinggi dibanding dengan harga umum. Pelindo III berpusat di Tanjung Perak (Surabaya) PT. Sebelum pelabuhan menjadi (berstatus) Perum (Perusahan Umum Negara) status pengerukan merupakan Divisi dari instansi pelabuhan . Dalam hal pergudangan pelabuhan wajib menyedikan Transit Shed (gudang lini I dan lini II). Pembangunan fasilitas-fasilaitas tersebut diatas. Kantor Perdagangan dan Perindustrian. Kantor Karantina Depkes. Pada saat pelabuhan ditetapkan sebagai Perum maka pengerukan juga ditetapkan sebagai Perum dan terpisah dari Perum pelabuhan.H. Perbankan. pergudangan dan open storage (tempat penumpukan) peralatan pelabuhan (port equipment) baik peralatan darat maupun peralatan dilaut seperti Crane.q Direktorat Jendral Perhubungan Laut. Pelindo Persero wajib menyediakan fasilitas pelabuhan antara lain : dermaga dengan kelengkapan fender dan bolder. AS PT. Untuk membangun kolam pelabuhan dan alur pelayarannya diperlukan “Capital Dredging” (pengerukan awal) dan untuk memelihara kedalamnya diperlukan “Maintanance Dredging” (pengerukan perawatan). sedangkan gudang penyimpanan (lini III atau warehouse). Soenarno. gelombang dan teknik pantai. Jaringan listrik juga disupply dari perusahaan Listrik Negara. Untuk keperluan tersebut perlu dipahami “Tidal and Coastal Engineering” yang mempelajari antara lain pasang surut.

BERDASAR JENIS PUNGUTAN JASA : 1) Pelabuhan yang diusahakan : Pelabuhan yang dikelola oleh BUMN (Badan Usaha Milik Negara). MACAM-MACAM PELABUHAN BERDASARKAN KRITERIA Adapun macam-macam pelabuhan berdasarkan kriteria . 2) Pelabuhan buatan : Pelabuhan yang dibuat dengan mengurug perairan untuk dijadikan pelabuhan dan jika diperlukan diberi pemecah atau penahan gelombang atau pier (tanggul) dan lain-lain.H. BERDASAR KONSTRUKSI / TEKNIS 1) Pelabuhan alam : Pelabuhan secara alamiah sudah memenuhi kriteria. BERDASAR JENIS PERDAGANGAN 1) Pelabuhan sungai : Untuk perdagangan local 2) Pelabuhan pantai : Untuk perdagangan interinsuler 3) Pelabuhan samudra : Untuk perdagangan internasional c. Rukindo Persero.R. Berada diteluk atau muara sungai yang cukup dalam.Perencanaan Pelabuhan I Ir. maka dapat dikelompokan menjadi 4 kelompok sebagai berikut : a. tetapi langsung dikendalikan dibawah pemerintah cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. PT. Rukindo Persero merupakan perusahaan pengerukan yang memiliki armada keruk yang cukup besar. b. PELINDO (Persero). yakni terbesar ketiga di Asia setelah armada keruk dari Jepang dan Korea. 3) Artificially excavated port : Pelabuhan yang dibangun dengan mengeruk daratan/ pantai untuk dijadikan kolam pelabuhan.3. 2) Pelabuhan yang tidak diusahakan : Pelabuhan di Indonesia yang tidak dikelola BUMN. 3) Pelabuhan otorita : di Indonesia contohnya Pelabuhan di Batam 4) Pelabuhan Bebas : di Indonesia contohnya Pelabuhan Sabang. di Indonesia PT. 4 . Soenarno. I. AS seperti halnya pelabuhan pengerukan juga ditetapkan sebagai Persero dan disebut PT.

R. plb. plb. Miyak di Balikpapan.Perencanaan Pelabuhan I Ir. 5 . Soenarno. Pupuk di PUSRI Pelembang. plb. AS d. 5) Pelabuhan Marina untuk Yacht. Perikanan di Muara Karang. motor boat dan lain-lain 6) Pelabuhan turis : untuk kapal-kapal pariwisata 7) Pelabuhan untuk tempat berlindung (refuge) dan lain-lain. 3) Pelabuhan Militer (pangkalan) : Pangkalan di Teluk Semangka Lampung. Pangkalan Angkatan Laut di Surabaya dan lain-lain 4) Pelabuhan Kayu (Logpond) : Kolam pelabuhan penyimpan kayu-kayu. BERDASAR KEGIATANNYA ( UMUM / KHUSUS ) 1) Pelabuhan umum (Niaga/Commersial) 2) Pelabuhan Industri : Plb. plb petrokimia di Gresik dan lain-lainnya.H. Batubara di Tarahan Lampung.

Soenarno. Bumi merupakan bola padat yang dilapisi dengan air secara merata.50 menit . Pasang berarti muka air laut lebih tinggi dari keadaan normal.14 detik a 360 1/2 90 180 270 360 EF = 2 a fase untuk tinggi h Gambar II.1827) II.1. Kondisi Pasang Surut Air Laut. 24 jam . Teori setimbang dari Newton (1687) 2. 6 . Ordinat : menyatakan tinggi permukaan air.H.1.R. BERDASARKAN TEORI NEWTON.25 menit . pada tiap saat akan terjadi/terdapat situasi statis yang setimbang (momentaneous static stability). sedang surut berarti lebih rendah dari keadaan normal. AS BAB II PASANG SURUT AIR LAUT II. Absis : menyatakan waktu dalam satuan jam atau derajat.28 detik D B E F a A 0 90 180 270 12 jam .Perencanaan Pelabuhan I Ir.2. Teori dinamis dari Laplace (1749 . PENDAHULUAN Pasang dan surut pada air laut terjadi akibat adanya gaja tarik Bulan dan/atau Matahari terhadap Bumi. Terhadap gerakan/pasang surut ini ada 2 (dua) buah teori : 1.

digambarkan seakan-akan. Matahari mengelilingi Bumi dalam waktu 24 jam sedangkan Bulan mengelilingi Bumi dalam waktu 24 jam 50 menit 28 detik. Banyaknya air yang melapisi Bumi (Hydrosteer) tidak berubah.R. kita gambarkan proyeksi Bumi padat saat terjadinya pasang surut seperti tersebut diatas. Soenarno. AS __ __ __ __ AB = CD AB dan CD disebut Amplitudo Dalam Sinusoida tersebut diatas.Perencanaan Pelabuhan I Ir.b …………………………. Karena itu akibat gaya tarik Bulan / Matahari.H. 1 2 α = ∠FOB ρ = OF a = OA = OB δ = amplitudo P E b = OP = OQ b F R y A a ρ α B O x i m Bu Ellips Lingkaran Q Lapisan air ( hydrosfeer ) Gambar II. ( 1 ) 7 . Untuk mengetahui tinggi muka air laut setiap saat di setiap tempat. Proyeksi Bumi padat saat terjadi pasang surut. Persamaan = πR2 = πab R = a. seperti yang tertera dalam buku pasang surut.2. maka lingkaran dengan Radius R berubah menjadi ellips yang luasnya sama.

cos 2α − Rδ + R 2 − R 2 cos 2α + Rδ − Rδ cos 2α =  R 2 − δ  2 4   ρ 2 (R 2 − Rδ cos 2α ) = R 4 ρ² (R² . ρ 2 . cos 2 α 1   R + δ  2   2 + ρ 2 .Rδ cos 2 α + ¼δ² cos² 2 α) = R4 ≈ ρ4 ρ² (R .Y) α ……………… ( c ) sin α ……………… ( d ) X = ρ cos Maka Y=ρ Persamaan Ellips : X2 Y2 + =1 a2 b2 Substitusi (a). Soenarno.½ δ ……………… ( a ) a = R + ½ δ ……………… ( b ) Bila OF = ρ. sin 2 α 1   R − δ  2   2 =1  1  cos 2α + 1   2 1 2  1 − cos 2α   1   1  ρ  R 2 − Rδ + δ 2   =  R + δ   R − δ   +  R + Rδ − δ  4  2 4  2 2   2       2 2 2 [( )] ) ( 1 2 2 1   ρ R cos . (c) dan (d) kedalam persamaan Ellips.Perencanaan Pelabuhan I Ir. AS Misalkan a – b = δ → a = b + δ ………………… (2 ) (2) substitusi ke (1) menghasilkan : R= b(b + δ ) = b 2 + bδ = b 2 + bδ + (1 / 2δ ) 2 = (b + 1 / 2δ ) 2 = b + ½δ Karena δ sangat kecil terhadap b (δ <<<< b) Maka pada nilai tersebut diatas dapat ditambah (½δ)² Jadi R = b + ½ δ → b = R .2α + R 2 − Rδ .½δ cos 2 α )² = ρ4 ρ (R .H.½δ cos 2 α = ρ-R 8 2 .½δ cos 2 α = ρ . (b).½δ cos 2 α ) = ρ² R .R. maka koordinat titik F (X.

600 x Diameter Bumi Jarak Bulan = 30 x Diameter Bumi. Soenarno. Jadi : Gaya. Massa Matahari = 319.Matahari 30 3 11.R. cos 2 α = cosinus phasenya .3. Seperti telah diketahui gaya tarik antara 2 (dua) benda angkasa masing-masing dengan massa m 1 dan m 2 dengan jarak antara R sedang kedua benda tersebut tidak bergerak. seperti diketahui bahwa.600 3 9 .tarik .0125 x massa Bumi Jarak Matahari = 11. Bila m 2 bergerak mengelilingi m 1 seperti halnya bulan mengelilingi bumi.500 x massa Bumi Massa Bulan = 0. Jadi Tinggi muka air laut = Amplitudo x cos phase.bulan 0.tarik . ρ – R = Tinggi m.a laut.H. maka dengan adanya gaya-gaya centrifugal gaya tarik menjadi : m1 . AS 1 δCOS 2α = ρ − R 2 ½δ = Amplitudo . Gaya Tarik benda angkasa dengan massa berbeda Maka besarnya gaya tarik : m1 .m2   K = R 3 C    Rumus ini kita pergunakan untuk membandingkan gaya tarik Bulan terhadap Bumi dan gaya tarik Matahari terhadap Bumi. Sekarang perlu diketahui besarnya gaya tarik benda-benda angkasa.Perencanaan Pelabuhan I Ir. m1 m2 M R Gambar II.0125 319500 = : Gaya.m2   K = R 2 C    C = konstanta.

Gambar II.4. Meskipun benda-benda angkasa lainya menimbulkan gaya tarik pada bumi. Pasang surut terbesar terjadi ketika kedudukan bumi – bulan – matahari berada pada satu garis lurus. tetapi pengaruhnya tidak terlalu besar. Kondisi meteorologipun seperti perubahan tekanan barometrik dan perubahan musim dapat juga menyebabkan pasang surut. tetapi bulan dan mataharilah penyebab utama terjadinya pasang surut yang diakibatkan oleh bulan lebih besar dari pada yang disebabkan oleh matahari (akibat matahari ± 44% dari akibat bulan) (1 / 2.26 kali. AS = 2. Perbedaan sinusoida pasang surut Matahari dengan pasang surut Bulan Pasang surut diartikan dengan naik turunnya permukaan air secara periodic akibat gaya tarik bulan dan matahari terhadap bumi. Soenarno.26 : 1 Maka Amplitudo akibat gaya tarik Bulan = 2.26 = 44 %).H.R. serta terjadinya pergerakan dalam system kedudukan bumi – bulan – matahari. yang disebut “Spring tides” sedangkan Pasang surut terkecil terjadi ketika kedudukan bumi – bulan – matahari membentuk garis tegak lurus yang disebut “neap tides”.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Amplitudo akibat gaya Tarik Matahari. 10 .

H. 11 .R.Perencanaan Pelabuhan I Ir. tetapi sedikit sekali pengetahuan mengenai terjadinya perubahan muka air dilautan. gerakan pasang surut diikuti oleh gerakan mendatar yang disebut “Arus pasang surut” (tidal current). AS Berdasarkan pengalaman banyak diketahui mengenai terjadinya pasang surut dipantai-pantai. Soenarno.

karena arus akibat pasang surut jauh lebih penting bagi teknisi sipil dibanding arus laut yang diakibatkan oleh angin.1. Arus pasang surut menimbulkan “ arus secundair “ Gambar III. arus surut dan arus sekunder. Soenarno AS BAB III ARUS AIR LAUT III. Arus pasang surut merupakan arus periodik yang bervariasi menurut tempatnya dan tergantung dari : - Sifat pasang surut - Kedalaman air laut - Keadaan topografi Dipantai-pantai arus pasang surut akan berulang secara teratur (periodik). Arus pasang adalah arus kearah darat. Arah arus pasang.R. Arus laut akibat pasang surut terjadi dari permukaan air laut sampai dasar perairan. PENDAHULUAN.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. 12 . Arus surut adalah arus kearah laut. Arus akibat angin ini hanya dipermukaan saja.H. sedangkan dilautan akan berputar kembali arah dan kecepatan dari jam ke jam.1.

Angin yang bertiup dipermukaan air akan memberikan energi pada air. Arus ini biasanya lemah dan tidak merupakan faktor penting dalam sediment transport. Selain arus pasang surut. diantaranya adalah menggunakan cara sebagai berikut : a) CARA SEDERHANA 13 . seperti diselat-selat yang menghubungkan dua lautan. dan menyebabkan air terseret oleh gerakan angin.2. CARA PENGUKURAN KECEPATAN DAN ARAH ARUS. III. c) Hydraulic Type. maka akan timbullah gesekan (shear stress) pada permukaan air tersebut. terjadi pada sebagian besar daerah pedalaman. dan sebagian lagi untuk membentuk gelombang permukaan. ialah : a) WIND DRIFT CURRENTS Bila angin bertiup diatas permukaan air. sukar untuk dipisah-pisahkan. seperti arus dilautan dan disepanjang pantai b) Rectilinier atau Reversing Type. Tentu saja angin yang bertiup dengan waktu lama (hari) pada daerah yang luas (mil persegi).H. b) WARE INDUCED CURRENT. maka arus disebut Inertia Current dan gelombangnya disebut Swell. arus pasang surut dapat dibagi menjadi : a) Rotary Type. akan menimbulkan arus yang cukup besar. karena sebetulnya semua arus itu terjadinya serentak.R. seperti pada sungai-sungai. Soenarno AS Berdasarkan KEADAAN TOPOGRAFI. pembagian energi ini sampai sekarang belum bisa diketahui. Dalam hal ini terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan. Dalam daerah dimana arus dan gelombang (wind waves) timbul pergerakan partikel air adalah variable. Diantara arus-arus selain arus pasang surut.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. dilautan terdapat pula arus-arus lain yang sangat sulit untuk dipelajari. dan sesudah angin bertiup lagi atau arus dan gelombang bebas dari angin. dimana sebagian energi dipakai untuk membentuk arus permukaan.

2. Cara sederhana pengukuran Arah dan Kecepatan Arus.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Soenarno AS Dengan menggunakan pelampung Gambar III.H. Ada beberapa jenis current meter antara lain : 14 .R. Arah perubahan tempat pelampung merupakan arah arus . untuk selama ± 25 jam dengan current meter. kecepatannya adalah 14km = 2km / jam 7 jam b) DENGAN PERALATAN ( CURRENT METER) Kecepatan dan arah arus dapat diukur dengan dua cara : 1) Eulerian Method : dengan menggunakan Current Meter 2) Lagrangian method : dengan menggunakan Tracing Floats Arus dilaut adalah super posisi dari perioda tidal current dengan arus yang hampir terjadi setiap waktu. karena itulah kecepatan arus perlu diukur pada lapisanlapisan yang berbeda setiap 30 menit sampai 1 jam.

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

-

Ekman – Merz Current meter

-

G.E.K (Geomagretic Current meter)

-

T - S. Self Recording Current meter

-

Omo Type self recording Current meter

-

Direct reading current meter

III.3. FENOMENA ARUS TERHADAP BANGUNAN AIR

Gambar III. 3. Perubahan contour dan terjadinya silting dan
scouring sebagai akibat bangunan air yang masif.

Apabila pada suatu teluk dengan arah arus tergambar, dibangun bangunan
konstruksi dermaga beton misalnya berupa konstruksi masif dimana arus air tidak
dapat lewat, maka akan terjadi pembelokan contour seperti terlihat dalam gambar
garis-garis putus (----) dengan akibat yang fatal yakni :
Disebelah kiri bangunan terjadi silting atau pendangkalan serta disebelah
kanan bangunan terjadi scouring atau penggerusan dimana kedua hal ini merupakan
kerugian, cela atau hal yang negatif, masih ditambah lagi kedalaman muka dermaga
yang sesuai rencana adalah 10 meter dibawah LWS bisa berubah menjadi kurang
dari 5 meter dibawah LWS misalnya, untuk mengatasi kejadian tersebut diatas, maka
apabila pada suatu daerah perairan seperti diatas akan dibangun bangunan air,

15

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

dermaga kapal misalnya, maka konstruksi dermaga tersebut tidak boleh berupa
konstruksi masif, tetapi harus direncanakan dengan konstruksi tiang pancang
sehingga air diberi jalan untuk tidak terhambat dan fenomena tersebut tidak terjadi,
walaupun biaya yang diperlukan lebih mahal dari pada konstruksi masif, perlu
diketahui bahwa biaya perbaikan apabila terjadi fenomena tersebut akan jauh lebih
mahal dari pada perbedaan biaya sebelumnya.

HHW = Highest highwater (duduk air
tertinggi)
HWS = High Water Springtide (duduk
air tinggi rata-rata)

MSL

= Mean Sealevel (permukaan
rata-rata air)

LWS = Low Water Springtide (duduk
air rendah rata-rata)

LLW =Lowest Low Water (duduk air
terendah)

Gambar III.4 Istilah permukaan air laut

III.4. PENGUKURAN KEDALAMAN (UKURAN KEDALAMAN) AIR LAUT :
Permukaan air laut itu tidak tetap, seperti tergambar diatas, maka terdapat istilah
sebagai berikut, Karena istilah baku bahasa Indonesia belum ada, maka kita sebut
istilah asingnya, sehingga bila mempelajari buku asing dapat mengetahuinya seperti
:H.H.W : Highest High Water yang artinya duduk air tertinggi
H.W.L : High Water Springtide atau duduk air tinggi rata-rata
M.W.S : Mean Sea Level atau permukaan Air rata-rata
L.W.S : Low Water Springtide atau duduk air rendah rata-rata
L.L.W : Lowest Low Water atau duduk air terendah

16

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

Ukuran LWS merupakan ukuran Peil duga dilaut untuk menentukan ukuran
kedalaman air (waterdepth) atau titik/garis 0 dilaut.

17

1. Tinggi dan Periode Gelombang serta Puncak dan Lembah Gelombang L = Panjang gelombang (Wave length) H = Tinggi gelombang (Wave height) T = Periode gelombang (Wave period) Crest = Puncak gelombang Through = Lembah gelombang BENTUK GELOMBANG dipengaruhi oleh : 1) Kecepatan angin meniup (wind velocity) 2) Lamanya angin meniup (duration) 3) Kedalaman air (waterdepth) 4) Keadaan dasar laut (shape of the bottom) 18 . PENDAHULUAN.H. IV.R.1. Gambar IV. Soenarno AS BAB IV GELOMBANG ( WAVE PROPERTIES ).Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Kejelasan mengenai Panjang.

Capillary waves disebut juga ripples b) Wind Waves Yaitu gelombang yang ditimbulkan oleh angin. nilai L/H antara 17 s/d 33 Gelombang tidak mendapat geseran. akibat adanya gelombang.H. dan tinggi gelombang (H) 2 ā 3 cm. maka berdasarkan periode gerakannya. dimana kita belum mampu meramalkan kapan terjadinya gelombang tersebut. kita harus membangun breakwater (penahan gelombang / pemecah gelombang) untuk mendapatkan kolam pelabuhan yang tenang. Soenarno AS Bentuk tersebut dinyatakan dengan nilai perbandingan L/H. GELOMBANG (WAVE) Persoalan gelombang air laut (sea waves) merupakan masalah yang dapat dijumpai disetiap pelabuhan.2. Swell biasanya mempunyai periode yang lama (± 20 detik) dan 19 .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. sehingga kapal dapat bertambat dengan aman dan pekerjaan bongkar/muat dapat berjalan dengan lancar.3 detik. dengan periode 10 ā 15 detik. tinggi gelombang tidak jarang > 10 m (di Northen Pacific tinggi gelombang yang pernah dicatat mencapai 34 m) c) Swell Yaitu gelombang lanjutan dari wind waves yang telah bebas dari daerah tempat bertiupnya angin. IV. karenanya jauh sekali.7 cm.07 detik. Gelombang adalah juga penyebab utama terjadinya littoral drift. Bila gelombang dapat dimengerti dan dapat dianggap sebagai gerakan vertical dari permukaan laut. bahkan tidak jarang timbul gelombang besar beserta typhoon yang merusak. gelombang dapat dibagi sebagai berikut : a) CAPILLARY WAVES Yaitu gelombang dengan periode (T)≤ 0. Bila periodenya ≤ 0. panjang gelom bang (L) ≤ 1.R. untuk dilautan (samudra luas). bahkan disamudra luas terdapat gelombang tanpa ada angin. Contoh : Di danau dengan perairan yang dangkal L/H bernilai antara 9 s/d 15.

long period waves sangat sulit diselidiki dan dimengerti. e) Tsunamis Yaitu gelombang yang timbul karena adanya gerakan tiba-tiba dari dasar laut. seperti gempa bumi tectonic dan atau vulcanic eruptions.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.H. Periodenya dapat berlangsung dari beberapa menit sampai ± 1 jam. dan sangat sulit untuk dipelajari dan dianalisa. Soenarno AS tinggi gelombangnya makin lama makin berkurang sebanding dengan jarak yang ditempuh.R. gelombang dapat pula dibedakan berdasarkan kedalaman air. yaitu badai yang dapat berlangsung sampai beberapa jam dan dapat menimbulkan gelombang yang tinggi. dengan tinggi gelombang yang tidak begitu besar. Gabungan antara wind waves dengan swell. d) Long Period Waves Yaitu gelombang yang mempunyai periode 20 a 30 detik. Berdasarkan anggapan ini kita bisa menyatakan besarnya suatu gelombang yakni dengan : Tinggi gelombang (H) 20 . Untuk menganalisa dan membuat rumusrumus kita harus menganggap regular waves. yaitu : Deep water waves : ½ ≤ h/L < ∞ Intermediate depth : 1/20 < h/L < ½ Shallow water waves : 0 < h/L ≤ 1/20 dimana h = kedalaman air (water depth) dan = panjang gelombang (wavelength) L Semua gelombang yang ada dilautan adalah irregular waves atau random waves. disebut Ocean waves atau sea waves. dengan tinggi gelombang tetap dan periode gelombang yang berlangsung tak terbatas. Selain klasifikasi diatas. Ada pula sejenis tsunamis yang disebabkan oleh Cyclone atau Typhoon.

Soenarno AS Periode gelombang (T) Panjang gelombang (L) dan Kedalaman Air (h) IV. Bila kita melemparkan sobekan kertas kepermukaan air yang bergelombang. h. tidak ada arus melainkan gelombang yang dasarnya pergerakan vertical. Kecepatan bergerak sobekan kertas tersebut akibat energi gelombang yang disebut : Kecepatan merambat gelombang atau celerity energy propagatian dengan symbol (C).Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. PANJANG DAN KECEPATAN GELOMBANG Kita mengenal kecepatan sebagai ukuran (speed) juga kecepatan bergerak (velocity) dan disini kita mengenal kecepatan yang disebut : Celerity. Hubungan antara L.H.R. T.L tanh L 2π 2πh g .T 2 2πh 2πh g L2 = tanh tanh 2 2π L L 2π C C2 = C= 2πh g . maka beberapa waktu kemudian sobekan kertas tersebut berpindah tempatnya. walaupun sobekan kertas tersebut tidak dapat bergerak sendiri seperti mobil misalnya dan airnya tidak bergerak.L tanh L 2π 21 .L tanh L 2π dengan : g = percepatan gravitasi. C = celerity of propagation. g .T 2 2πh L= tanh 2π L C= L = T 2πh g . dan C dinyatakan sebagai berikut : L= Jadi g .3.

Sin x− t 2 T   L H 2π Sin ( x − Ct ) 2 L Untuk menentukan clearance dari lantai konstruksi pelabuhan seperti dermaga. maka dianjurkan untuk mengambil crest height sebesar 65% a 75% dari tinggi gelombang terbesar dimana : η = Surface profile (m) H = tinggi gelombang (m) L = panjang gelombang (m) T = periode gelombang (detik) b) Gerakan partikel air pada gelombang (Velocity of water particle) .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. t ) = = 2π  H  2π .H. dolphin dan lain-lain. Soenarno AS Untuk deepwater waves dan long waves ( shallow water waves) persamaan diatas dapat disederhanakan sebagai berikut: Deep water waves : Lo = g 2 g T dan Co = T 2π 2π Long waves (Shallow water waves) : L = T gh dan C = gh a) Profil pada Gelombang (surface Profile) (m) Elivasi muka air diatas mean water level (MWL) dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut : η ( x.(m/det) Kecepatan gerak partikel air akibat gelombang dapat dinyatakan dengan : Kecepatan arah horizontal = (m/det) 22 .R.

m/m2) 23 .Cos X− t 2πh T T   L Sinh.2π   2π 1 L   2π  P = ωo H. L 2  t  d) Tekanan air pada gelombang (Pressure in the water action of waves) . .Sin 2π x − 2π .2π   πH 2π  L   2π  µ= Sin x− t 2 π h T T   L Sinh L Kecepatan arah vertical : (m/det)  z +h Sinh.R.H. L Dimana z = elevasi partikel diukur dari MWL (Persamaan ini berlaku baik bila H relatif kecil).2π   2π H ∂ω  L  . Soenarno AS  x+h Cosh. =−  2πh ∂t T T2  L Sinh. L  t  −ω0 z  Dimana ω o = berat volume air (tf/m3) (unit weight of water) e) Energy gelombang (Average energy of waves per unit area of water surface) (tf.2π   πH 2π  L   2π  ω=− .Cos =− x− t 2 ∂t L T  T  2πh   Sinh   L  2  z +h Sinh. Sin x− 2πh T 2  L Cosh. c) Percepatan gerakan partikel air pada gelombang (Acceleration of water particle) (m/det2)  z +h Cosh.(tf/m2) h+z cosh .2π   2π H 2π  ∂µ L   2π  .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.

56 T2 (m) Cg (group velocity) = ½ C o = 0. maka ia akan memberikan enersi sebesar : W = Cg. Soenarno AS Tiap partikel air yang bergerak dalam gelombang mempunyai energi potensial (Ep) dan energi kinetik (Ek) yang sama besarnya yaitu: Ep = Ek = 1/16 ω o H2 E = Ep+Ek = 1/8 ω o H2 (energi total) f) Average energy transported in the progressive direction of waves across unit width in unit time (tf.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.R. Bila gelombang mulai bergerak kedaerah perairan tenang.C = Group velocity (m/det) dari gelombang 4πh    1 L n = 1 +  2  Sinh.80 m T= T = 1.78 T (m/det) = 2.m/m) / detik.56T ( ) 2 x3.14 det 2π L o = C o T = 1. 4πh  L   Untuk deep water h/L → ∞ sehingga n = ½ dan Cg = nC = ½ C Co = g 9.81 T (km/h) 24 .CE dimana W = energy rata-rata gelombang persatuan lebar Cg = n.H.E = n.

Soenarno AS Gambar IV.H.2. 25 .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Grafik International Course In Hydraulic Engineering.R.

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

TABEL FITURE 2-6

26

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

IV.4. PENYELIDIKAN GELOMBANG
Untuk mengetahui keadaan gelombang yang sebenarnya, maka perlu diadakan
penyelidikan gelombang dilapangan. Data-data hasil penyelidikan ini kemudian
dianalisa untuk perhitungan dan model test, guna mendapatkan kolam pelabuhan
yang tenang.
Penyelidikan harus dilakukan selama mungkin, tetapi bila tidak ada data sama sekali
dan data-data sangat diperlukan misalnya untuk model test, maka penyelidikan dapat
dilaksanakan minimum 3 – 4 bulan, dengan memilih musim dimana diperkirakan
gelombang terbesar akan terjadi. Dalam penyelidikan lapangan ini selain periode dan
tinggi gelombang, harus pula arah gelombang selalu dicatat. Disamping itu harus
dilakukan penyelidikan angin pada waktu yang bersamaan dengan penyelidikan
gelombang.
Profil gelombang yang ada dilaut sangatlah tidak teratur, berbeda dengan profil
gelombang yang didapat dari percobaan di laboratorium, dimana profil gelombang
dilaboratorium seolah-olah berbentuk sinusoida. Karena itulah, definisi mengenai
periode dan tinggi gelombang , hanya dibuat sebagai dasar untuk menganalisa datadata. Misalnya : untuk mendapatkan data tinggi gelombang, kita harus mempunyai
minimal 100 data tinggi gelombang secara tidak terputus (Continues Record).
Rata-rata dari seluruh data tinggi gelombang tersebut merupakan Tinggi gelombang
rata-rata (H). Dari data tersebut dapat dibuat persamaan [ H sign = H ⅓ ≈ 1,6 H]
dimana H ⅓ = H significant
Tentu saja dari 100 data itu akan ada tinggi gelombang yang lebih besar dari H ⅓ (±
13% dari seluruh data)
Dalam hal ini kita bisa mengambil tinggi gelombang maximum (H max ) sebagai
berikut :
[ H max ≈ (1,6 s/d 2,0) H ⅓ ]
Begitu pula, periode gelombang pun merupakan bilangan variable seperti halnya
tinggi gelombang.
Untuk periode ini telah dibuat persamaan pendekatan
[ T max ≈ T ⅓ ≈ 1,1 T]
dimana T max = periode dari gelombang terbesar
T⅓

= Significant wave periode ( periode dari gelombang significant ).

27

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

T

= Periode rata-rata

Pemilihan antara H max , H ⅓ atau H waktu mendesign, tergantung dari type
konstruksinya, untuk steel piling dan vertical wall (caisson) breakwater, pada
umumnya didesign terhadap H max , sebab dengan sekali hantaman oleh gelombang
besar, kemungkinan konstruksi akan ambruk, sedangkan untuk rubblemound
breakwater, umumnya didesign dengan H ⅓ atau H significant , sebab kemungkinan
runtuhnya konstruksi hanya disebabkan oleh jumlah (banyaknya) hantaman
gelombang.
Telah diketahui bahwa gelombang dilaut, variable dalam tinggi, periode dan arah,
dapat kita anggap bahwa gelombang tersusun dari banyak sekali gelombang
sinusoidal yang berbeda tinggi, periode maupun arahnya. Karena itu sangat sulit
menentukan bagaimana energi nya didistribusikan, terutama dalam hal frekuensi dan
arah. Fungsi yang menggambarkan distribusi dari energi gelombang disebut wave
spectrum, dan parameter yang menunjukan derajat wave energy concentration
terhadap arahnya dinyatakan dengan S max .
Untuk swell S max = 75, dimana energi tersebar ± 30o dari arah gelombang, sedangkan
untuk wind waves S max = 10, dengan sudut penyebaran energi ± 60o dari arah
gelombang (S max = spectrum maximum).

IV.5. WAVE REFRACTION (REFRAKSI) DAN WAVE DIFFRACTION (DIFRAKSI)
Didalam pergerakannya menuju pantai, gelombang selalu berusaha untuk mengubah
bentuk dan arahnya. Bila gelombang masuk kedaerah perairan yang relatif
dangkal (h ≤ ½L), maka gelombang tadi mulai mencapai dasar perairan, dan secara
perlahan-lahan merubah arah geraknya terhadap garis tegak lurus pada contour
kedalaman perubahan gerak akan terlihat jelas setelah mencapai pantai, dimana
puncak gelombang sejajar dengan garis pantai.
Kejadian diatas disebut wave refraction, yang terjadi akibat perbedaan
kecepatan gerakan gelombang dalam penyebarannya disebabkan perbedaan
kedalaman. Wave refraction bukan saja menyebabkan perubahan arah geraknya,
tetapi juga berubah dalam tingginya, perubahan tinggi gelombang akibat refraction,

28

dimana H = tinggi gelombang sesudah refraksi Ho = tinggi gelombang diperairan dalam (deepwater) K r makin kecil.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.72 H dalam keadaan tidak ada angin.3. bila : h/L o makin kecil. menjadi berkurang sehingga nilai L/H menjadi kecil. daerah dimana gelombang pecah. maka timbul yang disebut surf. Bila kedalaman air berkurang dari laut menuju pantai maka puncak-puncak gelombang (crest) menjadi lebih tinggi dan panjang gelombang (L).R. Pecahnya gelombang pada saat ini crest (puncak gelombang) sejajar pantai dan peristiwa ini disebut refraksi (wave Refraction). Dimana : H p = H pada waktu gelombang pecah h p = h pada waktu gelombang pecah Daerah dimana gelombang pecah. (α p ) o = incident angle to the deepwater contour). Bila kedalaman air h = 1. Akibat timbulnya surf ini timbul Arus lawan atau Contra 29 . (L o = deepwater wave length. (α p ) o makin besar dan S max makin besar. Gambar IV. Soenarno AS biasanya dinyatakan dengan Koefisien refraksi (K r ). disebut surfzone.H. makin lama crest menjadi makin tajam dan akhirnya pecah. yang hubungannya [ H = K r H o ). Surfzone.

Pada perairan yang dangkal dan rata harus diperhitungkan pengurangan akibat friction dasar perairan pada H o 1. IV. Kejadiaan ini disebut wave diffraction (difraksi) Variasi diffracted wave heights dapat dihitung secara teoritis dan secara experiment dengan hydraulic models.H. misalnya oleh pulau atau breakwater. Berdasarkan hasil perhitungan dan experiment dengan hydraulic models. DIFRAKSI (WAVE DIFFRACTION). IV. yang sangat berguna untuk menaksir distribusi tinggi gelombang didalam kolam pelabuhan. dan terjadi pada banyak parubahan pada periodenya disebabkan keadaan dasar laut yang sembarang.6. EQUIVALENT DEEPWATER WAVE Setelah tinggi gelombang akibat refraksi dan difraksi didapat. untuk memungkinkan penggunaan data-data laboratorium dua dimensi dari wave breaking. runup dan data-data lain bagi prototype problems dalam tiga dimensi.R. maka timbul energi.K r (H ⅓ ) o ] Dimana : K d = Koefisien difraksi Kr = Koefisien refraksi (H ⅓ ) o = Tinggi gelombang significant diperairan dalam (significant wave height in the deepwater). Angin meniup dalam air. Soenarno AS IV.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.maka gelombang tersebut akan berusaha untuk mendorong dan menembus rintangan tersebut. maka telah dibuat diagramdiagram tentang variasi dari diffracted wave heights. Gelombang bila dalam pergerakannya dirintangi. sebaiknya dihitung pula Equivalent deepwater wave heights (H o 1) [H o 1 = K d . sedangkan untuk periodenya dapat diambil sama seperti periode dari deepwater waves : [ T ⅓ = (T ⅓ ) o ] Konsep tentang equivalent deepwater waves ini hanyalah anggapan (buatan).7.6. FETCH Timbulnya apa yang dinamakan fetch adalah sebagai berikut. 30 . Energi tersebut bergerak dengan kecepatan C gr (celerity of energy propagations) dan timbullah gelombang yang tumbuh (increasing wave). Diffracted wave heights ini sangat dipengaruhi oleh arah gelombang yang datang pada rintangan.

81 m/det2 Gambar 4.R.t ] C gr = Celerity of energy propagation t = waktu dalam detik d = kedalaman (water depth) g = gravitasi = 9.  2π L  31 .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Terjadinya apa yang disebut FETCH Untuk unlimited duration.5.4.H. Soenarno AS Pertumbuhan gelombang ini disebut fetch dan jarak pertumbuhan gelombang itu disebut fetch limitation. Celerity of Wave Propagation  C =  2πd  gL tanh . maka [ Fetch limittion = C gr . Gambar IV.

C gr = 1 C 2 32 . 4πd  1  L  = 1+ 4 π d 2  sinh . tanh 2π L C= tanh 2πd = 0.3 d (depth) 1 L 2.R.   L  4πd L =2 Untuk Shallowwater = 1 + Sinh C gr = ½ C.99 L tanh 2πd 2πd ≈ L L gL 2πd . 2π L C = gd Catatan : shallow water Refraksi : . C  L  C gr Untuk deepwater 4πd L = 1+ =1  4πd  Sin.3 d> Untuk shallow water 2πd gL = .H.Point of breakwater - ada energi transport - sepanjang wave crest.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.Tidak ada energi transport - sejajar dengan wave crest Difraksi : . Soenarno AS Dimana : C = Celerity of wave propagation L = Panjang gelombang 2πd Untuk very deepwater 2πd sangat besar. sehingga tanh → ≈1 L L C= gL 2π Apalagi apabila L < 2.

Untuk t = 10. apabila menabrak atau terhalang sebuah pulau atau bangunan seperti dermaga atau breakwater. 33 .56 → C = T = 1. dimana F > 30 nautical miles sebagai berikut : [ H = 1. Soenarno AS Secara analitis : C= gL 2π C 2 = g.3 det C = 22 knot = 10 m/det Untuk deepwater C gr = ½ C . sbb : [H = 1.14 2π (C = dalam m/det) Menurut tabel D7 CERC TR.8 g = = 1.t = ½ 10 t = 5 t m.5 F ] untuk short fetch. No: 4 Untuk C = 22 knot → Periode T n = 6. dimana F < 30 nautical miles.H.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.000 detik (misalnya) F limitation = 50km Pergerakan Fetch akan berhenti.56T 2π 2 x3.5 − 4 F ] dimana.R. Thomas Stevenson (1864) Menyusun rumus Fetch sebagai berikut. untuk long fetch.5 F + 2. CT g →C = T 2π 2π g 9. bila duration = t. maka Fetch limitation = C gr .t = ½ C. H = dalam feeth F = dalam nautical mile ( statute mile ).

185 meter.A. Catatan : 1 statute mile = 5280 feeth = 1.797 X2 – X – 1.17 UF + 2.17 UF + 2.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.39 = 0 X 1. Menyempurnakan rumus Fetch limitation tersebut untuk long fetch (dimana F > 20 miles) [H = 0.17 UF ] Dan untuk short fetch (dimana F < 20 miles) [H = 0. dimana angin bertiup dengan kecepatan 22 knot dan tinggi gelombang setempat 1.17 22 X2 + 2.8347 34 .miles/hour). 2 = 1 + 5.43132 1. Penyelesaian soal : Untuk short fetch (F<20 miles) 4 H = 0. Soenarno AS Pada tahun 1934 D.594 X 1 = 2.089 X 2 = .17 4 U = 22 knot 22 F + 2.185 m = 3.dalam knots (st. CONTOH SOAL MENGENAI FETCH Hitunglah panjang Fetch limitation yang terjadi didaerah perairan bebas.5 - F Tinggi gelombang H = 1.R.5 - 4 F F = x → F = x2 3.5 − 4 F ] dimana H = tinggi gelombang dalam feeth F = Fetch limitation dalam statute mile U = Kecepatan angin (wind Velocity) .89 ft Kecepatan angin 3. yang terjadi disini adalah short fetch.0.5 – X 0.89 = 0.6093 km.H.89 = 0. Molitor bersama Stevenson.

Untuk perairan dengan kedalaman yang tetap.8.8347)4 = 0. jadi keduanya memenuhi syarat.9.H o ’ ] Dimana K s = shoaling cocfficient. Variasi tinggi gelombang akibat waves shoaling dapat dinyatakan dengan persamaan : [ H = K s .H. yang merupakan fungsi dari relative waterdepth (h/L o ) dan wave steepness (H o ’/L o ). Bila tidak.R.089)4 = 19 miles < 20 miles F 2 = (. serta telah diestimate dengan berbagai macam teori untuk menghitung harganya.485 miles < 20 miles Baik F 1 maupun F 2 < 20 miles. secara teoritis didapat hubungan sebagai berikut: H b ≈ 0. Kejadian ini disebabkan adanya perubahan kecepatan dari wave energy transport atau perubahan dari group velocity C gr .0.17 L o untuk deepwater waves H b ≈ 0. akibat penyebarannya kearah pantai. IV. kedalaman air dan kemiringan dasar perairan. sebab menurut hukum hydrodinamic. mungkin harus direncanakan breakwater untuk menahan gelombang yang tingginya lebih dari 100 mater. Soenarno AS F 1 = (2. Batas tinggi dari wave breaking tergantung dari panjang gelombang. WAVE SHOALING Gelombang yang memasuki perairan dangkal dari perairan dalam akan mengalami perubahan apa yang disebut wave shoaling. Pertama-tama tingginya sedikit berkurang kemudian bertambah lagi dengan perlahan-lahan. WAVE BREAKING Untunglah gelombang yang ada dilaut tidak bisa mencapai tinggi yang besar diluar batas tertentu. gelombang beserta ketinggian nya adalah goyah dan akan pecah dengan sendirinya.83 h untuk very shallow water waves 35 . IV.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.

sebab ada waves tersusun dari berbagai tinggi yang silih berganti. Dapat dikatakan bahwa gangguan ini akibat adanya diffracted waves (difraksi dari gelombang) dari pintu masuk kolam (mulut breakwater) pelabuhan. Apabila gelombang mendekati pantai. Daerah dimana gelombang pecah sendiri disebut “ Surfzone” Definisi mengenai breaker height dan break depth dari proses random wave breaking.Lo 1 − exp − 1. maka pertama-tama gelombang besar pecah diperairan yang lebih dalam. bila akan menganalisa gaya-gaya gelombang yang berkerja pada konstruksi atau pantai. hal ini bukan merupakan pekerjaan yang mudah.5 1 + tan . sementara gelombang kecil tidak pecah. Untuk keperluan ini telah dibuat rumus empiris sebagai berikut :   πh  4   H b = 0. datang dari hydraulic model test. akibatnya dibutuhkan sejumlah data dari breaker height dan breaker depth. bahkan sampai keperairan yang sangat dekat dengan pantai.17. sumber informasi untuk menghitung breaker height. sebab gangguan gelombang dapat timbul karena: - Gelombang menembus / merembes melalui batu-batu rubble mound breakwater dan atau gelombang yang dihasilkan oleh massa air yang jatuh melalui puncak breakwater (Overtopping) dan menjadi sumber kedua bagi gangguan pada pelabuhan. IV.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.10. sebab gelombang pecah tidak terjadi pada satu titik.H. Soenarno AS Sedangkan untuk intermediate depth waves dan very shallow water waves pada perairan dengan dasar yang miring. 36 . merupakan definisi yang tidak jelas.R. melainkan bisa terjadi dimana-mana. θ   Lo  3     Sebenarnya wave breaking yang ada dilaut lebih kompleks dari pada yang dinyatakan dengan rumus diatas. PENGARUH GELOMBANG DIDALAM PELABUHAN Pelabuhan harus direncanakan dengan keadaan kolam yang tenang. sekecil mungkin adanya gelombang.

sehingga tinggi gelombang tinggal 30 ả 50 % dari tinggi gelombang asal. bila periode gema getaran hampir sama dengan incident period. Tetapi bila rintangannya tidak tegak. gelombang pun dapat dipantulkan oleh rintangan. Getaran dengan periode lama merupakan resiko lainnya. sebab gerakan horizontal partikel air dan kapal. 37 . dapat mempersulit bongkar muat dan manambat kapal. tetapi amplitudonya ditambah beberapa kali didalam pelabuhan oleh sifat perluasan gema. maka gelombang akan dipantulkan sempurna. karena sejumlah energi dipakai untuk breaking dan terbulensi. Numerical analysis dan hydraulic model investigation sebaiknya dikerjakan bersama-sama.R. meskipun amplitudo dari incident long period waves mungkin lebih kecil dari 10 cm.11. sehingga banyak pelabuhan yang terhindar dari gangguan yang ditimbulkannya. sering menimbulkan getaran dengan periode sampai beberapa menit.menggunakan wave diffraction diagrams . Untunglah getaran gelombang dengan periode lama ini hanya timbul setempat.numerical analysis . REFLEKSI DARI GELOMBANG (WAVE REFLACTION) Seperti halnya sinar dan suara.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Pengaruh gelombang ini akibat difraksi (wave diffraction) dan refraksi (refraction) dapat diperkirakan dengan cara: . maka gelombang akan dipantulkan sembarang (tidak sempurna). sebanding dengan periode getaran.H. misalnya rubble atau block mound breakwater. Bahkan dibeberapa pelabuhan getaran amplitudo rendah dengan periode beberapa menit. Hal ini disebabkan adanya semacam gema getaran didalam kolam pelabuhan yang semi enclosed. Bila rintangan berupa dinding tegak dengan permukaan yang rata. IV. Bahkan akibat system manambat kapal pun.hydraulic model investigation Numerical analysis merupakan cara yang baru berkembang dengan menggunakan digital computer dan hasilnya cukup memuaskan. dimana tinggi gelombang sebelum dipantulkan akan sama dengan tinggi gelombang-gelombang hasil pantulan. Soenarno AS - Refleksi/pantulan dari gelombang (reflection of waves ) oleh konstruksi yang mempunyai dinding vertical didalam pelabuhan.

Soenarno AS Perbandingan antara tinggi gelombang pantulan dengan tinggi gelombang asal disebut reflection coefficient. Mengenai pengaruh gelombang didalam kolam pelabuhan sangat penting artinya bagi keamanan dan kelancaran bongkar muat bagi kapal yang berlabuh di outher harbour maupun ditambatan (didermaga).H. Walaupun tinggi gelombang yang memasuki outher harbour makin berkurang . dispersion of reflected waves boleh diperkirakan dengan menggunakan diffraction diagrams. disebabkan sifatnya yang random. tinggi gelombang menjadi dua kali tinggi gelombang asal. I = incident. tetapi tetap ada (lebih kecil daripada tinggi gelombang asal). dan pada jarak ¼ L dari dinding. Dalam kenyataan di laut .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. dimana arah gelombangnya dianggap seperti pantulan cahaya pada kaca.telah diketahui juga gangguan-gangguan lain. sebagai akibat adanya superposisi antara gelombang yang datang dengan yang dipantulkan. R = reflected waves. Semakin jauh dari dinding. tinggi gelombang semakin berkurang.R. adanya rembesan air lewat batu-batu rubble mound dan juga akibat gerakan kapal akan menimbulkan gelombang. Pada jarak kirakira sejauh panjang gelombang (L) dari dinding. Didalam praktek. 38 . seperti adanya overtopping. apabila tinggi gelombang disitu (didalam) antara 20 cm ả 30 cm. Didekat rintangan tinggi gelombang menjadi lebih tinggi. ekor dari regular wave memperlihatkan amplitudo sama dengan nol. tinggi gelombang dapat diperkirakan sebagai berikut: 2 2  H  =  H  +  H   13  I  13  R  13  s dimana : index S = superposed. Untuk dinding vertikal. amplitudo ini tidak menjadi nol. dimana nilainya tergantung dari jenis konstruksi dan wave steepness. Secara empiris diketahui bahwa kapal yang bertambat akan dapat mengerjakan bongkar muat dengan lancar dan aman.

20 ả 0. tinggi gelombang dimuka tambatan (H dalam = H dl ). makin dekat pusat. Breakwater Thomas Stevenson : telah menyusun hubungan antara tinggi gelombang dimulut breakwater (H luar = H l ). Soenarno AS Gambar IV.H.R.  b  b 4   Y H dlm = H l  − 0.0269 B    B    Didalam praktek.6. dan makin jauh dari pusat makin rendah. maka dalam membangun breakwater. makin tinggi. lebar mulut breakwater (b) . 39 .30 m Lingkaran dengan pusat tengah-tengah mulut breakwater dengan radius Y merupakan crest gelombang yang sama tingginya. panjang tambatan (B) dan jarak per pendiculair antara mulut breakwater dengan tambatan (Y).Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. maka berapa panjang breakwater tersebut menjorok kelaut (Y) harus menghasilkan H dlm ≈ 0.

R.12.1 < ξ < 2. Runup height yang dibicarakan diatas tadi hanya berlaku untuk reguler waves saja.H. Untuk menentukan “wave runup height” telah dilakukan percobaan-percobaan dengan berbagai structures. Sebab bila puncak konstruksi lebih rendah dari runup height.0 H dalam segala hal. Soenarno AS IV. termasuk bentuk dan jenis material dari konstruksi sendiri.3 ξ= tan . WAVE RUNUP DAN OVERTOPPING Bila gelombang melanggar konstruksi yang mempunyai bidang miring. Gelombang akan naik sampai mencapai suatu ketinggian diatas MWL (mean water level). hal ini yang disebut “wave runup”. maka dianjurkan untuk mengambil runup height sama dengan tinggi gelombang terbesar dari data-data regular waves. maka gelombang akan naik melalui bidang miring tersebut. maka akan timbul persoalan overtopping yang lebih sulit dari pada persoalan runup height. Salah satu rumus emperis untuk menentukan runup height pada bidang miring yang rata (smooth) ialah: Ru = ξ H untuk : 0. wave runup height tidak akan melebihi 1.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Bila tidak diinginkan terjadi overtopping pada konstruksi.α H Lo Dimana : Ru = runup height α = susdut miring bidang ξ = surf similarity parameter Untuk bidang yang kasar dan permeable. 40 . dimana nilai overtopping sangat dipengaruhi oleh banyaknya faktor. Wave runup berguna dalam menentukan tinggi (puncak) dari rubble mound breakwaters dan sea walls. sedangkan untuk irregular waves sampai saat ini belum ada design kriterianya. seperti bidang depan dari rubblemound breakwater.

Soenarno AS 41 .R.H.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.

Soenarno AS Figure 3-11. Wave Runup Corrections For Model Scale Effect.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.H.R. 42 .

H. Soenarno AS 43 .R.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.

R.H. Deep Water Wave Forcasting Curves As A Function of Wind Speed 44 .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Soenarno AS Figure 1-7. Deep Water Wave Forcasting Curves As A Function of Wind Speed Olah gerak kapal dan lay out breakwater Figure 1-7.

karena itu gerak resultante dari kapal yang bergerak maju adalah : maju arah kiri.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.H.R. 45 . Olah Gerak Kapal Saat Memasuki Breakwater.7. Geraknya kapal ditentukan oleh gerak putaran propeller. Soenarno AS OLAH GERAK KAPAL DAN LAY OUT BREAKWATER Gambar IV.

8. Penentuan water depth Gambar. maka lebar efektif dari mulut breakwater adalah 300 m. Karena kapal tidak mempunyai rem jadi sukar untuk belak-belok. untuk itu sebaiknya alur pelayaran masuk (navigation channel) tagak lurus garis pantai. Penentuan Waterdepth [ depth = draft + keel clearens] Keel clearens ditetapkan berdasarkan akibat-akibat: 1) pitching & rolling (cushion effect) 2) squat (akibat heaving) 3) beda pasang surut Pitching : H1 = 1.6 H 46 .H.2 H = 0. Jika ditunda (dengan kapal tunda) maka kecepatan kapal tersebut dapat dikurangi menjadi 3 s/d 4 knot. Soenarno AS Berdasarkan experiment : lintasan kapal tersebut membentuk sebuah lengkung yang amplitudonya untuk kapal dengan kecepatan 6 s/d 8 knots → 300m.2 H ½ x 1.R. yang berarti lebar efektif mulut breakwater (entranches) tersebut cukup 150 – 200 meter. IV.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.

000 DWT draft = 8. Layout Breakwater Fungsi dari breakwater dimaksudkan untuk : 1) Perlindungan terhadap gelombang 2) Perlindungan terhadap pengendapan Lumpur (silting) 3) Jaminan keselamatan pelayaran 4) Mengarahkan arus (guidance of currents) Dalam perkembangan teknologi fungsi kedua (silting) sudah tidak begitu penting.50 – 9.000 DWT → d = 1.50 m (akibat kapal yang berjalan terdapat gerak naik turun yang disebut leaving) putar/goyang 30 = 1/20 rad.H.50 – 9.untuk kapal 10.50 = 1. 9.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.R.5 m. Jadi bila dijumlah .6 H + 0.00 m .50 – 1.60 m .60 m Squat : 0.90 m Beda pasang surut : 0. 47 . rolling Untuk with 20 m 10 x 1/20 = 0.20 m → ½ x 1.0 meter Untuk kapal-kapal ≥ 10.20 m = 0. draft = 8. Soenarno AS Gambar IV. Gerak Naik Turun Kapal (Leaving) .2 x draft. Sedang terpenting adalah fungsi ke-1 dan ke-3.00 m Akibat cushion effect 0.50 m Depth : 12.misalnya beda pasang surut: 1.squat : 0.

jelas membutuhkan kolam pelabuhan guna berlabuh dan bertambatnya kapal dalam perairan yang tenang. MACAM-MACAM BREAKWATER: 1) Type Rubblemount 2) Type Caisson 3) Type Sheetpilling 4) Pneumatic Breakwater 48 . sehingga terjadi bentuk trapesium 3) Disamping hal-hal tersebut masih diadakan perbaikan tanah dasar (soil improvement) V. Membangun breakwater tidak mudah. lagi pula harus diadakan pengukuran kekuatan tanah dasar (soil investigation) yang berupa “booring dan sondering”.1. sedang cuaca tidak sepanjang tahun merupakan cuaca yang baik. Pada umumnya dasar perairan dapat dibagi 3 golongan : a) Lumpur dengan tegangan max 0 – 2 kg/cm2 b) Pasir dengan tegangan max 1-5 kg/cm2 c) Batu/karang dengan tegangan max 5 – 40 kg/cm2 Bila kondisi tanah dasar tidak baik. Hal tersebut menyebabkan perlunya breakwater sebagai penahan dan pemecah gelombang serta kolam yang tidak mudah terjadi pendangkalan (silting).Perencanaan Pelabuhan I Bab V PENAHAN / PEMECAH GELOMBANG ( BREAKWATER ) V. PENDAHULUAN. maka harus diusahakan memperkecil σ sejauh mungkin. 1) Membuat konstruksi yang ringan 2) Memperlebar dasar konstruksi. karena harus dibangun dari bawah air.2. Makin berkembangnya teknologi angkutan laut.

pasir atau karang) b) Persediaan batu (apakah sumber batu jauh/dekat dari proyek cukup banyak atau tidak. V. tenaga kerja dan cuaca. tapi perlu banyak tenaga kerja). 49 . sesuai rencana dan tersedianya ditempat sesuai rencana waktu) c) Keadaan permukaan perairan ( ada atau tidaknya gelombang ditempat rencana pembangunan) d) Beda pasang surut (untuk menentukan duration selama pekerjaan dibawah air / waktu surut) e) Keadaan air (waterdepth) (makin dalam makin menguntungkan type caisson) f) Tersedianya lahan untuk pekerjaan (worksite) (caisson membutuhkan worksite.4. (caisson memerlukan peralatan besar dan banyak tenaga ahli. sedang rubblemound sebaliknya. tekanan diatas tanah dasar kecil 3) Energi gelombang dipadamkan secara beraturan 4) Tak ada pengikisan (scouring) didasar bangunan. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN MASING-MASING TYPE.Perencanaan Pelabuhan I Berdasar bentuknya kita bedakan dua type 1) Bentuk Trapesium (Rubblemound type) 2) Bentuk persegi panjang (Caisson type) bentuk ini merupakan bentuk tembok tegak atau vertical wall. Lumpur.3 PEMILIHAN TYPE untuk menentukan type trapesium atau type persegi panjang dalam rencana design breakwater pada suatu daerah tertentu ditentukan oleh beberapa faktor: a) Keadaan dasar perairan (lembek atau kuat. seperti halnya juga sheetpilling type. V. tenaga ahli. sedang rubblemound tidak memerlukan) g) Peralatan. Keuntungan type trapesium : 1) Mudah dalam pelaksanaan (tidak perlu alat-alat besar dan worksite yang luas) 2) Karena dasar bangunan luas.

Keuntungan type persegi panjang : Keuntungan disini merupakan kebalikan dari kerugian pada Trapesium antara lain : 1) Tidak memerlukan banyak material 2) Tidak memerlukan perawatan intensip 3) Gerakan gelombang tidak merembes kekolam 4) Tidak terjadi overtopping 5) Dapat dipakai sebagai tambatan kapal.Perencanaan Pelabuhan I Kerugian type trapesium: 1) Diperlukan banyak material 2) Diperlukan perawatan (maintenance) secara intensip 3) Gerakan gelombang merembes antar sela-sela batu. Kerugian type persegi panjang : 1) Pelaksanaan harus teliti dan memerlukan banyak tenaga ahli 2) Tekanan diatas tanah dasar cukup tinggi 3) Energi gelombang dipadamkan secara medadak 4) Dasar bangunan dapat dikikis oleh gerakan air Dalam praktek pemilihan type breakwater ini tidak mudah. 50 . contohnya: Pembangunan breakwater dipelabuhan Semarang terpilih rubblemound tetapi terdapat kendala. maka di design kombinasi caisson-rubblemound diatas tiang pancang dan dibawah dinding turap baja (steel sheetpile). 4) Dapat terjadi overtopping 5) Tidak dapat dipakai sebagai tambatan kapal. menyebabkan kolam pelabuhan tidak tenang. banyaknya batu yang dapat disediakan dalam waktu 2 tahun tidak mencukupi karena kendala transportasi.

Berat crestblok dinyatakan W libes.Perencanaan Pelabuhan I Bila hanya dilihat dari dasar perairan dan besarnya gelombang. sehingga mampu menahan gaya-gaya gelombang. akmond. BREAKWATER TYPE RUBBLEMOUND Rubblemound breakwater biasanya dibangun dari batu-batu yang besar (quarry stones) pada permukaannya. V. dan untuk secondairy coverlayer W/15 – W/10 dan untuk badan brekwater W/6000 – W/200. kemudian lapisan II yang disebut secondairy coverlayer. sedangkan batu-batuan pada lapisan primairy coverlayer W/2 – W. maka dapat diganti dengan blok-blok beton besar untuk menutup lapisannya. untuk menentukan besarnya W digunakan rumus Hudson. Breakwater Type Rubblemound. pada umumnya di Indonesia bagian barat dipilih type rubblemound. atau dollos. Batu dan blok beton ini disebut armour unit. sedang diwilayah timur dipilih type caisson. Yang menjadi persoalan ialah berat minimum dari armour unit tersebut. Bila batu-batu dengan ukuran besar tidak didapat. Gambar V.1. 51 . Breakwater rubblemound tersebut terdiri dari crestblok. lapisan I yang disebut primairy coverlayer yang dibagian depan diperkuat dengan tetrapode.5. ditengah-tengah badan dibawah kaki (toe) dan selengkapnya tergambar dibawah ini.

5 Rough angular Quarrystone Rough angular Quarrystone Rough angular Quarrystone Rough angular Quarrystone Graded angular Quarrystone Random K RR 1. (e) Refers to special placement with long axis of stone placed normal to structure face. 52 .0 7.7 2.6 2.3 2 Random (d) 3.8 2 Special (e) 5.9 2.5 7. (b) Minor-overtopping criteria.4 >3 Random 3.3 - 3.5 7. the stone should be carefully placed.5 8.5 8.5 Tribar 1 Uniform 12.5 8.5 7.0 2. (c) No-overtopping criteria (d) The use of single layer of quarrystone is not recommended except under special conditions and when it is used.3 for depth > 20 feet (a) n is the number of units comprising the thicknees of the armor layer.0 2.2 - 2.0 3.0 3.5 9.0 5.0 4.5 3.5 2.5 4.3 2.0 7.0 5.9 >3 Random (d) 4.0 10.Perencanaan Pelabuhan I TABLE 4 .2 KD VALUES FOR USE IN DETERMINING ARMOR UNIT WEICHT No-Damage Criteria Structure Trunk Armor units Smooth rounded Quarrystone Smooth rounded Quarrystone u (a) Placement Breaking Nonbreaking Wave (b) Wave (c) Structure Head Breaking Nonbreaking Wave (b) Wave (c) 2 Random 2.5 2.5 Modifled Cube Tetrapod Quadripod Hexapod Tribar 2 2 2 2 2 Random Random Random Random Random 7.0 6.5 9.0 5.5 6.0 5.0 15.5 8.7 for depth > 20 feet and 1.0 5.9 1 Random (d) 2.0 7.0 5.

Perencanaan Pelabuhan I 53 .

6 11 14 14 16 19 21 23 25 28 31 36 40 44 49 52 54 59 64 73 0.1 6.4 2.5 11.0-20.6 14.7 0.9 9.9 15.1 17 17.4 3.Perencanaan Pelabuhan I TABEL D – 7 WIND AND SEA SCALE FOR FULLY ARISEN SEA WIND SEA 1 Light Airs 1–3 2 0.9 13.5 0.6 3.8 5.3 6.4 -2.5 5.4-12.7 10 13 16 17 20 23 28 29 33 38 44 46.7 4.7 7.4 7.5 10.0 10 12 13 15 18 22 23 26 30 35 37 40 45 50 58 64 71 78 83 87 95 103 116 0.5 – 31 10 – 32 2.4 5.6 8.5 4.5 8 – 29.7 4.2 5.8 2.2-20.2 10 12 14 15 17 20 23 24 27 30 34 37 38 42 47 52 57 63 69 73 75 81 88 101 10 – 35 ( 26 ) ( 18 ) Significant Range of Period (seconds) Range ( Knots) Beanfort ( Windforce ) Wave Height ( Feet ) 〈1.3 9.9 3.8-19.0 7.5 13.8 5.2 20.5 – 26 7.1 9.8 3.8 2.5-10 2.4 2.8 6.2 7.4 16.6 19.9 3.2 6.8 21 21.5 10 12 13.4 2. Max 0 1 Average Wafe Length (Feet) Significant 0 Calm T average period Average 0 U Period of Max Energy of Spectrum (T max) Wind Velocity ( Knots ) 〈 Description 0.47 10 Whole Gale 48 .7 9.5 3.4– 7.63 5 8.2 9.5 8.4 20.23 7.0 .5 4.7-13.8 14.3 4.3 12.4 7.0 6.5 14.0 .4 1.6 0.1 13.7 20 27 40 52 59 71 90 99 111 134 160 164 188 212 250 258 285 322 363 376 392 444 492 534 590 650 700 736 750 810 910 985 8 9.5-21.8 7.3 10.1 8.7-16.0-14.10 4 Moderate Breeze 11 .0 2.9 10.55 11 Storm 56 .2 2.7 8.0 1.08 0.7 18.2 8 – 28.2 7.71 〉 64 〉 80 〉 128 〉 164 Minimum Duration (Hours) 0 Minimum Fetch (Nautical Miles) Av.8 0.5 26 28 30 30.5 52 54 56 59.5-15.1 3.0-24.6 1.9 8.4 3.8 15.8 2.18 0.3 14.2 1.9 4.5 7.9 3.0-8.5-7.7 9. 1/10 H.5 10in 5 18min 0.21 6 Strong Breeze 22 .0 3.5–10.33 8 Fresh Gale 34 .6 24 1.5 – 27 8 – 28.7 50 58 64 73 81 90 99 106 110 121 130 148 12 Hurricane 64 .7 6.4 12.8 – 5 1.0 4.8 7.6 4.7 1.16 5 Fresh Breeze 17 .37 1.05 0.0-11.0-17.6 5.8 22.5 32 34 36 37 38 40 42 44 46 48 50 51.9 8.8 10 18 24 28 40 55 65 75 100 130 140 180 230 280 290 340 420 500 530 600 710 830 960 1110 1250 1420 1560 1610 1800 2100 2500 39min 1.6 1.8-17 5.88 1.2 54 .7 11.10 2 Light Breeze 4-6 3 Gentle Breeze 7 .3 5.6 6.1 5.5-18.40 9 Strong Gale 41 .4 4 4.5 5.0 .7 6.4 5.8 4.6 8.5 6.4 16.7 10.0 – 25 7.8 2.8 8.27 7 Moderate Gale 28 .29 1.6 6.1 12.2 3.4 12 12.7 2.8 4.3 17 6.8-13.9 8.5 14 16 18 19 20 22 24 24.7 14.

06128 .1466 .07943 .02403 .063 .9940 .1377 .9919 .1 605.05018 1 1.0008000 .1467 .2800 .0007000 .0057 1.003700 .005 0 .07918 .1243 .0051 1.0001000 .1764 .1791 .9929 .9950 .006912 .1299 .0 715.9885 .005000 .0108 1.1579 .205 2.662 .02948 .094 2.9952 .3417 .692 1.1257 .640 1.9959 .0038 1.09663 .0140 1.1472 1.160 1 .1122 .9969 .1161 .1728 176 172 169 165 162 .9875 .1932 .001 1.02807 .009 1.1331 .06144 .01325 .1494 .05014 .052 1.1690 .0156 1.003400 .01440 .02264 .2462 .1665 .09026 .004100 .1334 .1598 .07534 .0104 1.1178 .027 1.1621 .1870 .0032 1.024 .3491 .1887 .01384 .1066 .004300 .2708 .9965 .3341 1.124 983.003 1.9894 .0182 1.0013 .0079 1.145 .9881 .005900 .09338 787.060 1.1232 .08672 .1447 .1515 .467 3.001000 .9912 .1658 .0025 1.1330 .047 1.07096 .3061 .1728 .9925 .0114 1.2592 .3280 .02155 .01548 .004500 .0044 .856 2.3827 .002100 .1692 .9923 .02719 .02507 .3224 .2612 .1859 .9881 .757 3.018 .3790 1.02597 .1141 .002900 H / H O' SINH COSH 4πd/L 4πd/L 0 .1546 226 220 214 208 203 .967 1.767 1.9998 .582 .718 1.02893 .1338 316 304 292 282 272 .1531 .9934 .1820 .1832 .004800 .0069 1.9853 .1957 .9928 .822 1.1505 2.1231 .1456 .0089 1.03543 .1487 .1672 .1095 .727 1.986 1.311 1.3109 .0085 1.3302 .02506 .2790 .1435 .3153 .9903 .07102 .05602 .045 1.1219 394 376 359 343 329 1.043 .05611 .1848 .917 1.1124 .799 .05007 7.08697 .9981 .1710 .737 1.1762 .02566 .2845 .1382 .9939 .9815 .9828 .1651 .02534 .1382 .1754 .1208 .049 1.0095 1.3774 .1827 .05608 .1181 .1559 .1123 .02335 .005800 .058 1.9975 .005700 .810 1.9984 .928 2.004600 .08333 .1639 .873 1.777 1.0003 1.003800 .2563 .1413 .9925 .9862 .1779 .515 2.2207 1.1087 525 493 463 438 415 2.0159 1.016 1.3 .2266 .009778 .1400 .669 1.676 1.9935 .3184 .860 .3527 .1632 .3635 .9843 .005 1.1746 .2086 .003600 .887 1.3670 .9972 .001800 .019 1.031 .03546 .1004 .004 1.09365 .3144 .029 1.1717 .1173 .1205 .2977 .9948 .3103 .2930 .9846 .3972 1.047 2. C / C o .1898 .9849 .014 1.050 .1404 .1425 .1001 .9931 .1592 .020 1.3937 .1250 .004700 .01832 .040 1.9987 1.066 1.1572 .1511 1.023 1.005300 .0178 1.1845 .02921 .1423 .0028 2.0019 1.0111 1.2884 .3900 .2410 .1748 .9887 .004000 .01918 .9977 .1671 .9900 .071 1.1225 .08651 .028 1.02192 .1617 .01263 .0002000 .0006 1.2692 .9834 .9967 .9944 .001400 .2890 .1579 1.2642 .02836 .02659 .1151 .0143 1.1424 .933 .1879 .08304 .1904 .005500 .2755 .1708 .005400 .0009 1.9985 .1843 .1827 .0169 1.9954 .01495 .02300 .9956 1.0098 1.01696 .1810 .0054 1.2540 .965 .006 1.1874 .1921 .1446 263 255 247 240 233 .1068 .02976 .0060 2.119 2.357 2.0006000 .1510 .1260 .08694 .05015 0 .9949 .9962 .1449 .9994 .02502 .9865 .07499 1.9916 .1890 1.9904 .02628 .054 1.1445 .072 1.001600 .1268 .1005 .1781 .0041 1.9966 .1519 .004200 .9906 .3808 .062 1.6 656.1003 0 .9962 .01648 .9892 .073 1.9893 .1146 .1354 .04340 .001300 .02436 .02000 .3875 .9921 .174 2.03544 .032 1.3263 .0009000 K 4πd/L 4.0124 1.0003000 .647 1.003000 .9896 .02469 .03057 .1234 1.005100 .003300 .1676 .002700 .09693 .0004000 0 .0063 1.3739 .2613 .1199 .1537 .9910 .05596 .1035 .9981 .9856 .0005000 .3565 .09393 .1640 198 193 189 184 180 .1746 .2741 1.02117 .022 1.01788 .09723 .1419 .1285 .0146 1.038 1.064 1.0076 .9937 .1815 . .989 2.2934 .01056 .1507 .1619 .626 .1114 .9909 .9915 .001500 .1551 .2009 .0127 1.1154 .788 1.01743 .314 .9983 .9979 .9942 .3065 .275 2. L / L o D-3 TABLE D-1 Continued 55 .1360 .03030 .9906 .1795 .1327 .9975 .9872 .9946 .1032 .9931 .02079 .09739 .003990 .07902 .0172 1.2147 .09407 1.1037 .1058 .005643 .9988 .07513 .02778 .1565 .1358 .902 1.025 1.3380 .02040 .01198 . .1427 .1612 .3715 .855 3.1028 .02749 .033 1.9884 .1498 .04344 .1698 .041 1.008 1.04343 .3362 .3403 .9878 .0016 1.06617 .9960 .1779 1.1937 .001900 .1558 .005600 .0133 1.3444 .0066 1.07097 .1292 .9937 .2487 1.2837 .076 .395 3.9818 .1125 .042 1.051 1.3322 .1599 .06136 .3020 .09001 .9900 .002000 .02369 .09977 .0162 1.9889 .2433 .08705 .1736 .002300 .011 .002500 .1584 .1602 .001700 .1488 .9996 .0137 1.025 .9898 .654 1.9902 .2147 .709 1.Perencanaan Pelabuhan I TABLE D-1 FUNCTIONS OF d/L FOR EVEN INCREMENTS OF d/L o From 0.08686 .1745 .07091 .9953 .002400 .9946 .9922 .1594 .2357 .847 1.1890 145 142 140 137 135 d/L o d/L 2πd/L 0 .2976 1.000 TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L 0 .9992 0 .0188 1.756 1.9917 .2131 .1315 .9973 .07527 .5 874.056 .0166 1.1391 .0047 1.02560 .9956 .03083 .9994 .06627 .0076 1.002800 .456 2.1913 .684 1.3021 .0185 1.0082 1.1678 1.0153 1.9890 .1809 .1674 .1880 .001100 .01876 .05011 0 .1587 .0101 1.08285 .2190 .0121 1.059 1.1897 .09063 .004900 n CG / CO 1 1.068 1.1945 .1727 .067 1.1282 .9822 .1539 .1323 .3454 .034 1.9825 .9991 .9897 .003200 .3705 .3599 .002600 .03003 .3196 1.9919 .0149 1.1229 .1193 .9837 .9969 .572 1.9912 .9877 .1865 .1310 .2022 .1798 .2303 .01598 .3238 .0001 to 1.1863 1.3678 .633 1.1527 .834 1.036 1.005200 .02689 .1915 .6 .2323 .001200 .3483 .9831 .9869 .1764 .1811 159 156 153 150 147 .3601 1.3753 .08323 .404 2.02864 .9978 .620 1.1881 .013 1.003500 .07084 .01129 .06637 .1711 .015 1.9883 .3841 .9997 .04336 .046 1.075 1.2071 .3864 .1306 .1369 .1636 .9927 .070 2.2379 .9879 .0092 2.02228 .003900 ∞ M ∞ Also : b s / a s .0117 1.3562 .1091 .1659 .749 2.1655 .0130 1.9933 .0022 1.8 562.9859 .037 .1119 .9958 .06148 .1852 .003100 .1739 .03547 .1693 .1835 .9990 .746 .02507 .9943 .0175 1.002200 .239 2.1346 .007982 .659 2.1006 .2661 .055 1.069 .1818 .3523 .1949 1.0035 1.07935 .07072 .008925 .06642 .010 1.09050 .9971 .3640 .1097 .1405 .1062 .701 .01959 .05016 .1782 .950 1.9908 .9840 .1275 .9887 .1800 .004400 .

4607 .2022 .2711 .6020 .2160 .5018 .2247 .3328 .0876 1.551 1.350 1.4636 .2154 .103 .4403 .614 1.2598 .259 .2394 .3428 .9988 1.089 .03842 .03506 .145 1.482 1.2275 .093 1.3298 .2.541 .3632 .7891 .02900 .2560 .0912 1.9796 .0296 1.5079 .9488 .2275 .9629 .9 89.9819 .38 60 .9471 .3225 .2360 88.9869 .03387 .01000 .2419 .101 1.06478 .2493 .3470 .2134 .03644 .150 1.1994 .536 1.2371 .0290 1.9703 .2065 .3710 .9774 .006600 .083 .595 .2 .2300 94.2003 .9103 .4927 .2346 .2280 .2196 .9803 .4828 .9830 .006800 .9762 .9548 .2139 .4006 .2221 .4355 .1 62.9750 .009500 .0299 1.607 1.2250 .4582 .009600 .4988 .9530 .107 1.2232 .9805 .0389 1.3014 .9694 .7405 .4195 .5562 .0316 1.2338 1.9 30.9854 .2251 .4239 .122 1.2082 .456 .1 93.3022 .2367 .02700 .9797 .2468 .3941 .9747 .2383 .2203 .1 57.213 1.3495 .4101 .007500 .2324 .04032 .4549 .4464 .8 .3468 .9069 .008600 .2381 .112 1.442 1.0244 1.2468 .2424 .9310 .01400 .05611 .2067 .9772 .3800 .4801 .9409 .9 45.9564 .9718 .9256 .02600 .006900 .9815 .4090 1.1961 .9533 .413 .3117 .9836 .274 1.02200 .4614 .3781 .2037 123 121 119 117 116 .9793 .03529 .2 73.03755 .1983 .096 .2520 .8 D-4 TABLE D-1 Continued 56 .9863 .583 1.3327 .9690 .009900 .0319 1.3984 .9760 .9867 .4522 .03188 .01300 .4551 .4957 1.0 39.2312 .3662 .9731 .5 61 1.007200 .2660 .4517 .4579 .271 1.9799 .9811 .255 1.3893 33.03136 .503 1.9756 .04233 .009700 .9873 .0313 1.2125 .03110 .381 1.01100 .9164 .9771 .0286 1.9858 .2353 .0804 1.0217 1.508 1.4346 .8368 .02400 .1 67.9844 .05912 .03598 .4148 1.006500 .3896 .2160 .9787 .03906 .2262 .2332 .9225 .2128 .0322 1.2093 .0192 1.0247 1.4133 .02100 .4 .5198 .008200 .4183 .5795 .3209 .9706 .0214 1.05296 .9806 .1965 133 130 128 126 124 .8 28.0663 1.2037 .0 .0309 1.0234 1.1976 .9790 .9 .2438 .6 97.2096 .6125 .2465 .4352 .1905 .2111 .4936 .006700 .008700 .3995 .04791 .127 1.128 1.2507 .4406 .0293 1.06613 .04426 .03733 .5066 .4256 .201 1.4664 .2820 .03621 .095 1.2494 .9759 .007800 .9700 .087 1.03711 .8478 .009000 .289 1.115 1.9378 .4719 .3525 .2456 .2147 .8 81.2212 .0733 1.2924 .9649 .2336 .3908 .007600 .3119 .288 1.0283 1.0423 1.2290 .0276 1.1980 .601 1.2223 .4286 .1987 .1954 .7650 1.5040 .131 1.189 1.2175 .111 1.03689 .03990 .2343 .2236 .01800 .6450 .3838 .9741 .2539 .8805 .2691 .2128 .4225 .0985 1.008300 .02300 .01900 .4 35.4709 .0257 1.9778 .589 1.03885 .4319 1.4774 .5138 .4184 .4882 .9348 .03482 .4646 1.6906 .4316 .079 1.2218 .0227 1.03238 .9508 .2097 .187 .526 1.2410 1.2065 .491 1.3 95.9715 .9725 .4457 .9852 .03552 .06747 .097 1.007000 .5574 .4138 .0306 1.007900 .6391 1.3701 .9813 .04964 .006000 .009400 .8 47.2368 .9850 .9803 .4038 .6651 .9832 .9817 .4217 .0 50.3399 .2225 .578 1.3600 41.03338 .124 1.2534 .350 1.2290 .9287 .04612 .9688 .1920 .007100 .478 1.006100 .9 88.118 1.4164 .3 43.100 1.240 .1 37.9568 .304 1.2113 .9765 .9588 .3253 54.2360 .9871 .03799 .119 1.9625 .4896 .0211 1.088 1.3552 .01700 .1992 .2781 .0 91.2237 .3722 .2007 .4070 .8310 .5 82.495 .7967 .445 1.009200 .9744 .2396 .007700 .3386 .9848 .4386 .0270 1.9875 .2417 84.178 .2443 .2205 .546 1.4419 .2081 .9691 .3535 .9440 .2431 .4276 .9821 .0221 1.2287 .0266 1.2188 .2295 .123 .2052 .4909 .01600 .5014 .0205 1.120 1.2928 .4803 1.517 .556 1.0356 1.2479 1.9133 .03970 .1935 .9860 .07007 .5286 .6238 .2190 1.9656 .2009 .2318 .9838 .9609 .9728 .03949 .2817 .113 1.02800 .4114 .2079 .9809 .3806 .126 1.474 .2186 .2898 .4493 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .3389 .9792 .06340 .2000 .2480 .0593 1.9731 .319 1.4070 .9825 .092 1.4044 .2401 .008100 .06878 .2373 .448 1.1945 .244 1.2173 106 105 104 102 101 .3786 .108 1.3973 .2209 .499 1.9823 .9502 .1970 .0949 1.9317 .8 29.9751 .0280 1.168 1.3170 .2106 114 112 111 109 108 .2324 .4071 .2838 80.0524 1.2507 .0260 1.008900 .4155 .9807 .2082 .2113 1.0250 1.9794 .7791 .9 34.4452 .03213 .4865 .03313 .0201 1.4741 .335 .438 .04011 .0559 1.2250 .4367 .03576 .7429 .9812 .2428 .2173 .0768 1.008500 .03435 .091 1.9734 .2481 .9784 .5257 1.116 .403 1.1 86.4484 1.2356 .009300 .531 1.03864 .05455 .9710 .9428 .4376 .3599 1.03362 .051 .567 .327 .02500 .2387 .459 1.2520 .2643 .9781 .9856 .9865 .03666 .008800 .9709 .2199 .130 .035 .2743 .0231 1.099 1.4691 .4834 .141 1.0303 1.173 1.01200 .2938 .230 1.8837 1.2051 .3 83.3056 1.2158 .3714 .4079 .471 1.9712 .0224 1.9468 .5049 .159 1.487 1.009800 .435 1.2330 .02000 .3096 .0490 1.2237 100 98.9799 .7051 .9528 .9448 .9697 .0237 1.9195 .0 .05763 .2407 .080 1.307 1.9670 .9801 .03162 .452 1.2406 .1 31.521 1.7612 .006300 .006400 .2019 .1967 .2303 .4962 .0198 1.2310 .397 1.2264 .3176 .9840 .2304 .03289 .3932 .008400 .2049 .8140 .2414 .9846 .9 90.0263 1.1 85.2452 .512 1.5 96.006200 .0628 1.620 1.7158 .4546 1.0195 1.4002 .2182 .467 1.9827 .3010 .2394 .01500 .2144 .085 1.2 .03821 .2317 .5319 .3281 .2.2143 .2261 .6655 .0456 1.4322 .9594 .5227 .9809 .4008 .2066 .201 1.366 1.06200 .2533 .5168 .2265 1.2441 .4285 .007300 .109 .2016 .2033 1.2097 .3898 .0273 1.572 1.2348 .2381 .8603 .9834 .7242 .159 1.0 87.05132 .077 1.9 .104 1.1950 .2429 .0698 1.009100 .0240 1.0840 1.5109 1.8643 .4678 .226 1.133 .03264 .03459 .9768 .4251 .4772 .463 1.081 1.2277 .008000 .9722 .2120 .8131 .03928 .0253 1.3621 .215 1.4747 .5853 .9842 .03777 .105 1.007400 .2455 .03411 .0208 1.1929 .2023 .084 1.2547 1.9408 .375 1.2168 .06057 .4988 .7 81.6856 .9737 .4435 .

143 1.1205 .5042 16.36 11.04400 .4330 .033 2.104 1.1120 .07507 .06200 .6252 .6920 .5954 .016 1.8915 .2580 1.06500 .1639 1.019 1.5167 14.8308 .24 .03 19.07200 .9815 .4607 .484 2.5475 .4980 1.09098 .8378 .9588 1.5263 .248 1.8989 .6033 .8430 .1073 .83 .4242 .9141 .6590 .9493 .926 1.06300 .8267 .055 1.080 2.40 13.1171 1.08100 .5916 .600 1.71 11.04200 .530 1.6729 .2908 1.162 2.5513 .07400 .513 1.4000 .2721 1.805 1.8773 .1241 .07600 .5341 .8886 .885 1.1168 .03300 .9932 .08300 .8771 .042 1.571 1.9732 .1968 1.94 10.7256 .2628 .1158 .9018 .07135 .03400 .05900 .7662 .5147 .9388 .04500 .9073 .6799 .57 13.06100 .6739 .9641 .03200 .7561 .7577 .7633 .8982 .4960 .6359 .84 10.8554 .2181 1.7157 .07984 .075 1.1013 .044 1.5533 .870 1.1802 1.1043 .7110 .7861 .046 .9057 .271 1.4051 .389 2.1295 .3947 .4643 .050 1.5469 12.6176 .8209 1.479 1.4811 .3198 1.8532 .7863 .1149 .50 14.8830 .5444 .5993 .537 2.9534 .1251 .845 1.1286 .6956 1.825 1.496 .08664 .458 2.5321 .07630 .48 .372 1.709 1.617 2.6239 .95 11.4100 .582 .9012 .023 1.2767 1.8849 .92 13.6069 .8921 .6324 .8664 .9329 .30 14.6366 .8080 .74 D-5 TABLE D-1 Continued 57 .4372 24.7381 .8943 .947 1.8150 .8519 .1599 1.4149 27.6181 .8952 .5236 .098 .9434 .5191 .5300 .8415 .7037 .6616 .5494 .97 22.384 1.308 .116 1.896 1.9752 .8905 .294 1.1843 1.5874 .4679 .038 1.8503 1.7775 1.08600 .9280 .786 1.5360 .6421 .654 1.13 .5304 .74 13.9958 .47 11.719 1.7747 .8755 .7522 .9192 .1268 .7464 .7948 .23 18.8444 .8609 .07900 .9772 .636 1.08400 .05500 .5258 .1101 .001 .7719 .7783 .594 2.226 1.1760 1.583 1.03800 .865 .56 22.107 2.6685 .5711 .4713 .08553 .5017 .2011 1.1259 .1177 .1021 1.026 .5485 .09726 .8627 .3051 1.4205 .04100 .5435 .08991 .1214 .62 16.07800 .5015 .332 2.8711 .4333 .1324 1.7833 .1 26.004 1.06000 .478 2.9624 .4794 .9520 .8562 .5449 .04800 .7335 1.09829 .2053 1.9576 .8861 .5538 .511 2.04900 .8811 .4873 .05200 .6144 .166 2.560 1.06400 .4495 .08215 .9064 .21 12.4635 .35 .336 1.7977 .42 21.490 1.8237 .8088 1.5015 .19 16.7854 .819 1.46 20.2492 1.590 2.7511 .5233 .747 1.1679 1.9793 .4483 .130 1.04000 .013 1.284 2.6428 .564 1.06900 .5066 .022 1.9 27.7967 .9548 .6344 .8356 1.7219 .8326 .6880 .92 20.3246 1.6553 .311 1.8687 .795 1.526 1.4808 .4562 .85 18.5591 .5981 .5143 .06600 .1362 1.8011 .7569 .08500 .03700 .382 2.6805 .8646 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .8591 .5090 .11 .011 2.91 14.8737 .4779 .3004 1.622 1.05300 .90 16.08 11.1033 .9133 .5517 .4517 .5312 .8360 .4287 .8682 .8572 .8592 .744 1.000 2.4747 .2402 .1139 .298 1.118 1.7741 .5374 .4721 .8614 .157 1.6111 .479 1.691 1.5556 .6111 .455 1.9883 .1023 .34 12.5215 .8385 .8413 .053 2.7804 .503 1.7937 .5094 .574 1.9114 .537 2.235 1.5954 .080 1.08329 .03900 .1053 .203 1.08000 .2355 1.8239 .6747 .9369 .36 15.5214 .9506 .8999 .4577 .189 2.766 .7277 .07300 .274 2.064 1.2315 1.5668 .6526 .09520 .5626 .6106 .075 1.9230 .77 12.331 2.5649 .8462 1.8652 1.089 1.7336 .6289 .5605 .9250 .8831 .4746 19.6303 .446 1.4857 .8325 .07100 .5834 .9042 .261 1.1926 1.5563 .04300 .502 1.2956 1.9076 .170 1.090 1.6427 .07385 .7409 .1063 .62 12.3397 1.921 1.1130 .067 1.386 1.1133 1.363 1.5619 11.8837 1.8501 .09623 .7690 .121 2.08883 .644 2.4802 .08800 .2672 1.6652 .9211 .6716 .007 1.026 2.07748 .9153 .357 2.1111 .245 2.9124 .15 17.514 1.1440 1.4571 21.8312 .273 1.82 .180 1.420 1.5116 .6217 .5753 .9860 .40 20.5417 .9309 .8801 .08442 .672 2.433 1.05000 .6460 .9737 .6392 .448 2.069 .409 1.8005 .4691 .3231 1.103 1.158 1.5279 13.1247 1.2138 1.055 2.8162 .9469 .5119 .4932 .4717 .8741 .08100 .317 1.08200 .845 1.6 24.456 1.9445 .19 23.08900 .9886 1.49 18.7353 1.9658 .6267 .8924 .7919 1.9907 .9591 .639 1.04700 .6046 .06800 .525 1.059 1.2447 1.2861 .9218 1.09416 .4988 .5914 .5717 .8867 .508 2.432 1.1518 1.550 1.4395 .7625 .03100 .9433 .0033 1.695 1.07500 .4943 .5064 .135 1.7395 .9607 .6860 .360 2.1313 .60 15.670 1.1884 1.05400 .08 12.286 1.8250 .5230 .03600 .1232 .8688 .213 2.92 12.04 10.2270 1.1195 .3149 1.010 .340 1.5403 .396 1.2813 1.700 .3600 .5310 .9837 .5717 .076 .8891 .4868 .616 1.1285 1.9985 .430 1.7711 1.03000 .09311 .9095 .8483 .07700 .034 1.196 1.222 1.05800 .7411 .5637 .5394 1.8980 .8465 .1092 .7634 1.8762 .1479 1.125 1.8063 1.2537 1.8297 .5850 .9172 .8093 .968 .2096 1.25 .7437 .08774 .432 .605 1.2225 1.018 1.4196 .628 1.6499 .144 2.047 1.4469 .5452 .07260 .4911 .728 1.50 17.360 1.650 2.408 1.974 2.1186 .05600 .1720 1.5581 .4414 .1096 1.05100 .90 .1223 .8342 .563 .4964 .5380 13.3548 1.7683 .5501 .1209 1.8035 .248 1.5357 .5162 .3100 .4455 .6493 .236 2.467 1.1059 1.06700 .8121 .030 1.9481 .04600 .6655 .09 15.8537 .6031 .6622 .407 2.07000 .989 2.4457 .6678 .7799 .6778 .59 11.7549 .03500 .086 1.5399 .7486 .7494 1.5784 .260 2.05700 .8621 .8473 .9037 .183 1.418 2.8966 .770 1.5548 11.462 1.3 25.032 1.209 1.8538 .8193 .135 2.6189 1.9694 .09930 .948 2.5166 .8719 .5876 .217 2.1082 .3497 1.6981 .098 2.1401 1.4894 .7911 .3295 1.9713 .4634 .62 .4903 17.8386 .7099 .7033 .479 1.84 15.6575 1.1304 .303 2.5068 .9457 .4534 .9562 .07867 .5796 1.5577 .5794 .906 1.8700 .8026 .09205 .8137 .1277 .672 .646 1.8792 .70 14.9349 .7605 .061 1.6491 .4842 .6558 .8 .8961 .7453 .8395 .3446 1.7890 .8448 .8290 .092 1.348 1.9270 .3345 .9676 .4640 .598 1.9289 .617 1.444 1.5582 .113 1.547 1.1558 1.7187 .1003 .189 .08700 .111 1.548 1.14 11.8180 .

498 4.9908 .717 1.934 1.9186 .1330 .308 1.7022 .9218 .9130 .1665 .1230 .7352 .5918 .790 .769 .9204 .164 3.146 .850 4.9456 .9154 .008 2.9295 .1733 .051 2.1400 .353 3.785 2.817 .1200 .5926 .5944 8.9152 .7844 .9344 .9450 .987 1.6123 .254 9.810 .1480 .1040 .9136 .814 2.780 .6022 2.699 3.015 .282 2.9023 .599 2.318 9.6994 .772 1.5993 7.9343 .125 2.9158 .4465 1.9200 .1649 .756 .671 7.728 1.146 .8363 .9142 .761 2.762 .847 4.5927 .1470 .6725 .9146 .805 .748 .530 3.5418 1.884 .1410 .790 2.1436 .1130 .595 4.114 2.1340 .141 1.5922 8.5847 .020 1.792 .251 2.045 1.1816 .739 1.9670 .274 3.5958 .566 3.5836 .822 .094 .733 .710 1.5356 1.8803 .384 9.9144 .135 3.093 2.251 3.6897 .682 1.696 .4692 .019 2.5795 1.673 8.1522 .647 1.751 .538 2.6433 .177 2.261 2.888 2.994 .1150 .7763 .857 7.1010 .7324 .1657 1.1766 .818 .12 10.5727 .4131 .397 1.245 4.1310 .1100 .9411 .7824 .217 4.3970 1.3917 1.052 1.190 1.9189 .215 1.735 .5674 1.7377 .5658 .1479 .4187 1.7158 .088 3.057 1.641 3.278 8.9166 .1615 .793 .944 1.6073 .7983 1.282 1.8112 .5171 1.46 10.257 1.7885 1.4297 1.9076 .1450 .1774 .9525 .783 1.891 .9677 .633 1.951 5.9161 .5785 9.695 4.207 1.7200 1.1180 .248 1.8583 .747 .188 4.5293 .9832 .240 1.518 8.823 .787 .7450 1.165 1.873 2.1632 .099 1.6254 .9172 .6279 2.9178 .9164 .3759 1.1758 .291 1.198 2.1220 .9239 .1453 .667 1.6356 .6512 .125 1.5670 .1000 .273 1.897 7.4354 1.334 4.004 1.9282 .223 1.317 1.933 2.744 .621 .1090 .695 1.9148 .6592 .4523 1.1060 .9882 .499 7.9137 .9140 .1410 .9192 .741 .036 4.793 3.355 4.662 2.5923 .739 .820 .326 1.784 .962 9.5734 1.115 4.8076 1.966 1.9276 .419 8.101 1.603 3.736 .5940 .1590 .1547 .757 2.1783 1.1419 .6460 .6868 .04 9.782 3.7678 1.061 8.912 3.7783 1.798 .707 7.1724 .793 1.089 1.21 10.815 .992 4.9223 .191 .819 7.620 3.5913 .7402 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .855 2.09300 .1598 .084 1.8913 .779 .8057 .388 1.149 1.7589 .9563 .9184 .6150 2.9234 .7634 .7049 .808 .1488 .8131 .5479 1.837 1.1380 .776 .902 1.378 1.094 3.3862 .1331 .688 1.4410 .6940 1.922 2.659 3.1505 .9141 .514 .1050 .1340 .5693 .068 .5632 .540 3.9251 .129 9.1366 .1513 .120 .265 1.9196 .1708 .5798 .7296 .5898 2.1120 .693 2.759 .062 1.65 10.5931 .494 .9135 .5828 9.8474 .072 2.742 .218 3.468 4.4752 1.1691 .6967 .8967 .5951 .5982 .7173 .5747 .9263 .546 4.117 1.835 8.725 1.5108 1.1401 .146 2.1699 1.3706 1.136 1.219 2.9245 .010 1.826 1.1539 .09600 .104 2.880 1.1674 .6566 .5936 .1290 .501 3.9257 .55 10.069 1.1110 .348 3.6982 .1210 .777 .423 4.133 1.780 8.7120 .1370 .579 3.025 3.9401 .5972 .533 7.9400 .025 1.5896 8.1556 .5978 .9156 .781 7.7214 1.7474 .9508 .718 1.141 1.1280 .728 2.7241 .400 D-6 TABLE D-1 Continued 58 .5862 1.9239 .5645 .903 2.661 1.765 .9327 .5967 .405 1.9319 .808 9.078 1.174 1.746 4.1640 .1564 .1080 .6808 .4990 .030 3.209 2.5776 .7076 1.9391 .024 3.4242 1.7612 .871 .636 7.800 .9775 .293 4.726 8.7566 1.9372 .6305 .661 9.869 3.5947 .1430 .754 .672 1.7905 .6645 .6671 1.1427 .1360 .7865 .201 4.963 2.8639 .6202 .812 .9936 .9311 .201 3.803 .423 3.568 2.009 8.423 3.891 1.6260 .7721 .726 2.09400 .37 10.6060 1.738 .750 1.09800 .9755 .1716 .6191 1.030 1.5871 .865 3.9269 .1800 .5907 .716 3.057 3.785 .8694 .9150 .654 4.740 3.1250 .8858 .7543 .7303 .468 8.1808 .085 1.1020 .5992 .5864 9.5794 .801 .153 .9304 .734 9.678 .1624 .5843 .5972 .1030 .6886 .1170 .992 4.073 1.5737 10.6486 .590 9.7945 .795 .09000 .1573 .806 .1300 .5704 .827 .041 .110 1.7093 .7039 .7426 .7497 .7147 .977 3.9381 .167 2.4932 1.9371 .3810 1.6697 .6953 .8021 .798 4.8002 .128 3.5902 .9209 .6752 .001 .5878 .7011 .053 1.6381 .815 2.369 1.800 4.074 .415 1.602 7.240 4450.1320 .1490 .825 .760 .4077 1.923 3.848 1.1384 .901 4.632 7.9827 .059 3.109 1.300 1.750 .1460 .813 .061 1.006 1.1825 1.5948 .5969 .8166 1.774 .7327 1.6833 .5716 .093 1.185 3.182 1.1357 .5987 .371 .567 . 4.998 2.9169 .7131 .5990 1.6925 .1462 .462 3.745 .29 .1741 1.9616 .9175 .1270 .319 .561 4.037 1.1160 .5605 .8306 .7226 .157 1.7104 .046 1.7700 .8039 .5051 1.6176 .5986 7.7277 .640 1.385 3.843 .9293 .824 3.8149 .7742 .1470 .1440 .9214 .309 4.284 3.1530 .036 1.022 1.033 4.378 4.1390 .233 8.1260 .5546 1.5989 .797 .5230 1.4871 1.080 4.6124 1.5757 .607 4.5873 .6331 .8749 .1349 .5822 .312 3.660 .459 3.858 1.955 1.125 1.9985 1.6228 .6779 .115 1.360 1.6806 1.9134 .644 4.768 .9290 .169 4.5961 8.09200 .1392 .952 4.189 8.451 9.231 1.5773 2.822 2.5812 .950 3.09900 .041 2.230 2.4814 1.09500 .121 3.4638 1.5954 .082 3.5975 7.9228 .061 2.751 .1581 .788 .569 8.763 .1749 .1496 .262 4.9989 1.237 3.334 1.956 2.402 4.675 1.156 2.5990 .805 1.4580 1.5964 .9720 .901 4.937 .8094 .703 1.663 4.7656 .7066 .744 .990 3.125 4.756 2.103 8.09700 .068 9.7252 .950 8.782 .519 .706 2.076 1.978 7.5766 .6859 .654 1.6913 .6539 1.766 .4023 1.753 .9600 1.7520 .324 8.105 1.772 .352 1.1445 .158 4.272 2.755 3.465 7.832 3.288 .732 .014 1.5980 .3653 1.09100 .5998 .5803 .1607 .131 1.1322 .7268 .198 1.681 1.8528 .913 1.9297 .9422 .388 3.9182 .9335 .5820 .1682 .5850 .5857 .343 1.5884 .9139 .5890 .907 3.630 2.6407 1.1190 .020 7.1140 .6838 .6047 .1350 .9362 .7804 .8420 .1070 .5682 10.7925 .030 1.5984 .9353 .7964 .1420 .1375 .6098 .1791 .771 .6619 .1240 .757 .7186 .

157 1.7296 .492 6.751 5.5991 .090 8.2000 .450 5.629 2.1610 .5998 .436 8.1870 .8981 1.5552 .1966 .6895 .5977 .5220 .6620 .534 6.2080 .6772 .7144 .5174 2.861 2.339 5.938 6.975 .277 .317 6.8586 .1833 .6760 .2090 .021 6.5995 .8917 .891 7.891 6.4398 2.925 8.6574 .654 1.6946 .1670 .1890 .924 2.9130 .748 1.1500 .1883 .293 1.8183 .324 2.5972 6.035 7.8971 .050 9.660 5.9145 .523 2.7010 .6586 .1550 .252 2.5917 .2142 .664 1.8614 .933 .206 6.469 1.9130 .130 6.867 2.5409 2.7130 .5748 .183 1.178 1.5963 .5291 2.5996 7.2030 .2100 .8600 .383 .147 6.414 1.6608 .209 1.8472 .603 6.574 1.7063 .1975 .119 D–7 TABLE D-1 Continued 59 .591 6.2218 .2167 .837 .8250 1.5362 .446 1.060 2.309 1.941 1.9130 .113 6.801 1.398 5.882 2.968 1.571 5.9130 .1880 .4441 .5905 6.4526 .1850 .5243 .9148 .335 1.000 6.977 .2302 .158 2.339 7.5935 6.500 7.1720 .679 6.5998 .8791 .8217 .812 2.5699 .1620 .702 2.385 6.5994 6.440 2.407 6.089 2.1920 .4832 2.4419 .173 .994 9.785 1.320 5.5969 .639 2.7282 .2134 .8572 .336 7.5058 2.017 2.6597 .8884 .9135 .189 2.513 2.5013 .690 5.879 1.488 1.723 2.765 7.8301 .421 7.9150 .5961 6.436 .1992 1.204 1.712 7.8666 .755 1.2066 .9133 .5908 .2328 1.237 6.2020 .1690 .2251 .9159 .793 1.228 8.6907 .5151 .183 .9132 .1850 .924 1.4590 .5998 .791 1.6654 .4809 .830 6.9200 .388 1.148 2.6820 .581 7.424 1.8803 .8544 .066 5.1540 .9144 .924 6.329 6.372 1.555 1.5996 .536 1.1875 .5952 .059 8.694 6.5528 2.9133 .162 7.268 .109 7.9130 .2209 .5988 6.8451 .316 8.1600 .351 .309 7.2243 1.5920 6.9139 .377 2.1640 .262 1.787 2.1760 .692 2.1800 .507 1.737 1.7157 .1570 .8627 1.7090 .408 2.9133 .650 2.565 2.604 1.8839 .144 9.8779 .2050 .2070 .716 1.6689 .5958 .085 6.345 4.8827 .681 2.026 7.334 6.1891 .108 2.5995 .503 5.907 1.230 1.544 .7268 .4854 .5602 .456 6.1740 .660 6.006 2.841 1.256 8.6997 .4990 .1866 1.903 2.161 6.9134 .777 1.8653 .9157 .534 2.2226 .274 .9193 .5036 .231 2.913 1.901 1.054 5.2234 .2083 .9202 .9146 .419 2.1933 .9169 .8873 1.5994 .1917 .007 5.890 6.1930 .9129 .769 1.511 6.430 1.644 1.9197 .2010 .5989 .706 1.1810 .194 1.5929 .8960 .5385 .672 6.263 2.7023 .530 .5996 .368 6.7171 .1841 .1941 .148 .810 7.996 8.634 1.2310 .441 1.498 1.911 7.4876 .451 1.1650 .242 2.9130 .030 2.5965 .9179 .5577 .2319 .8939 .167 1.070 .346 1.298 1.8850 .744 6.409 .9174 .2058 .2040 .222 6.5974 .169 5.5127 .840 2.935 1.1580 .823 1.9138 .7076 .853 .5651 2.282 1.809 .399 1.5998 7.9188 .8529 .262 6.5998 .041 2.784 6.5315 .420 1.4633 .6808 .5998 .618 2.398 5.Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .7036 .488 7.672 6.7311 .300 6.1770 .8706 .013 2.138 2.342 6.959 6.362 1.1530 .9137 .900 6.876 6.2192 .145 8.807 6.8411 1.429 2.5938 .246 1.351 1.647 7.9132 .982 2.517 1.6677 .6857 .250 .225 5.8718 .5911 .8200 .432 5.5941 .4655 .492 2.5998 .995 2.6724 .915 1.9161 .251 .8693 1.727 1.2060 .576 2.461 2.954 5.283 5.2042 .267 7.1680 .899 1.387 2.5914 .758 1.159 5.963 7.115 5.438 .2092 .766 8.8640 .5944 .5980 6.4967 .2277 .8743 .356 2.872 8.221 7.099 2.6882 .9136 .1990 .2176 .1983 .314 2.1560 .860 .325 1.1900 .777 5.851 1.267 1.083 8.898 5.042 2.801 1.9165 .479 1.825 1.5998 7.167 8.6971 .9170 .032 2.4899 .974 .003 6.546 1.4765 .356 .4945 2.818 .465 6.199 2.2125 .8558 1.6870 .1520 .346 8.022 .803 8.9163 .8284 .342 .728 7.571 6.1980 .671 2.9142 .6666 .7226 .1958 .890 .6984 .345 7.6642 .272 1.761 6.8333 1.178 2.7050 .819 7.279 7.473 .850 2.9130 .220 .7254 .433 1.994 2.004 2.5975 .770 .5456 .6933 .6700 .6920 .406 .490 5.882 1.2000 .304 .9155 .5432 .260 7.5926 .187 8.1750 .8234 .2268 .393 1.235 1.716 6.5984 .8515 .1700 .527 1.953 9.1590 .603 5.685 1.2184 .607 6.4462 .2075 1.2159 1.9172 .253 6.893 2.8906 .9186 .5987 .755 2.9183 .524 8.9131 .314 1.9190 .4569 .061 5.107 .797 2.134 7.762 1.240 9.833 1.708 8.614 1.6784 .4677 .970 1.597 2.1950 1.5946 .369 7.133 6.5982 .118 .4743 .1940 .188 1.674 8.1630 .8815 1.335 2.8365 .257 1.5950 .8680 .1910 .5994 .9141 .451 1.106 5.191 7.8895 .1830 .7184 .1960 .5999 .5932 .808 2.959 1.403 6.2050 .827 7.128 2.8950 .9167 .8267 .8349 .7212 .1858 .631 .5675 .5996 .744 2.079 7.367 1.594 1.845 1.865 1.610 6.8486 1.2293 .555 6.4699 .541 6.5985 .565 1.8442 .210 2.212 5.404 1.6748 .2117 1.2150 .2033 1.376 5.377 1.8767 .6958 .8381 .1710 .1908 1.5948 6.834 1.1900 .9131 .8427 .513 5.079 2.4922 .2260 .288 8.550 6.225 .611 6.5997 .169 .4787 .4547 .5967 .6796 .740 1.457 1.395 6.734 2.873 1.818 6.5504 .6832 .675 1.162 1.8862 .2008 .5480 .303 2.5197 .8317 .220 1.5997 .2017 .566 .051 2.951 1.1860 .813 5.9176 .583 8.265 .474 6.8928 1.176 6.199 .212 6.817 1.616 8.663 7.6845 .897 8.1840 .829 2.9149 .5267 .747 6.630 5.4611 2.776 2.1820 .9132 .482 2.5081 .5979 .544 2.191 7.963 7.747 1.651 6.780 1.5339 .8731 .7325 .288 1.495 8.052 7.1970 .9132 .1950 .6736 .874 5.9133 .412 7.1510 .9195 .462 .7117 .1780 .038 7.8501 .191 .6631 .6712 .5627 .5723 .366 2.695 1.320 1.4504 2.425 1.275 6.240 1.624 1.7103 .330 .584 1.1925 .1730 .4721 2.9154 .152 1.9140 .284 6.738 .2108 .5993 .9132 .959 1.442 1.5955 .471 2.947 1.4483 .914 2.9152 .5104 .8755 1.7240 .1660 .460 1.586 2.2285 1.8396 .849 .421 6.949 6.9130 .197 6.5992 .746 7.718 5.856 1.1790 .454 5.341 1.215 1.986 1.7198 .5923 .9181 .2201 1.2025 .890 1.

756 5.6182 .383 .624 5.5695 5.2653 .675 .9267 .4071 .5679 ..700 .27 11.2679 .2250 .5732 .616 5.97 15.5752 .2540 1.2687 .820 2.142 2.28 17.718 .91 10.366 .6173 .77 11..442 9.2240 .9259 .9276 .2180 .6467 .59 ..568 2.184 1.516 .9289 2.542 9.9243 .2550 .553 3.9107 .5874 .9011 ..548 1.9400 .182 3.2766 .4111 .93 12.6002 .607 2.15 11..806 5.556 .257 3.6520 .9449 .543 2.9116 .56 10.692 5.010 3.2380 .2845 1.43 12.5898 .6563 .755 2.9298 .361 3.553 1.2740 .672 1.149 3.9330 .742 2.61 10.469 2.5864 .2344 .5878 .2690 .869 .578 5.9226 .2480 .6191 .2520 .04 14.2801 1.886 2.2370 1.5776 5.4211 .6294 .563 5.2340 .6552 ..87 .87 .602 1.592 .2290 .6200 .268 3.2819 .66 15.951 5.6128 .608 5.55 12.69 12.6275 .9431 .6120 .9227 .744 1.257 2.370 3.2558 .5699 .138 11.2610 .9264 .366 2.5807 .2749 .357 .5842 .798 2.6155 .916 .225 3.871 2.341 .6531 .987 ...192 11.9221 .727 5.2438 .2280 .55 13.693 9.2670 1.91 .67 17.464 2.192 2.334 3.9215 .575 1.6246 .6343 .5780 ..9320 .115 2.074 3.432 3.465 15.02 11.722 1.658 5.9346 ..325 3.295 2.80 15.590 9.886 2.575 17.5888 6.623 .40 13.5728 .9412 .9097 .629 2.847 .436 2.518 2.2644 .2810 .5861 .9279 .19 14.84 17.901 2.2592 .2584 1.9245 .736 5.2640 .2310 .660 2..17 10.962 2.2404 .375 2.393 2.450 2...723 2.2170 .2549 .9294 .4091 3.2330 .2350 .5811 .9325 2..9340 .827 5.2530 .9339 .2470 .967 2.776 1.816 .531 2.160 3.44 11.9178 .6446 .6093 .2336 .2160 .332 .5834 5.5788 .9425 2.077 6.5830 .8991 .661 1.714 2.2320 .6425 .01 13.2460 .085 10.6218 .4274 .285 2.9211 2.838 5.323 3.2300 .939 5.5768 .9261 .9231 .6228 .9021 .422 2.837 2.2421 .9304 .2110 .284 2.339 .307 2.633 .687 2.409 2.9394 2.433 2.90 12.367 3..2600 .9270 .2696 .218 2.6373 .5675 5.6541 .38 .744 9.481 2.520 D-8 60 .45 17.607 1.095 3.5683 .444 .660 2.6027 .230 2.487 3.2506 .553 2.9061 .9041 .2660 .9332 .2827 .9070 .683 1.9374 .5792 .2705 .203 3.732 ..63 15.2200 .946 2.9031 2..526 1.6456 .39 11.9282 .07 17.338 2.56 .6010 .443 3.755 2.6498 .2481 .397 2.6256 .6209 .782 1.9360 ..9336 .5901 .902 10.379 3.2714 1.325 2.351 3.494 2.760 .106 3.2540 .531 3.4031 .15 13.2680 .2784 .66 14.2575 .178 2..00 .51 11.2429 .537 1.520 16.052 3.421 3.6085 .4171 .6111 .5884 .26 17.81 11.64 11.707 2.171 3.542 .99 15.47 14.4294 2.931 2.5804 .5815 5.842 .2618 .334 3.999 5.4011 .788 .350 .6102 .95 .788 2.9388 .44 13.055 3.6060 ..541 5.6436 .329 .9296 .2635 .5881 ..214 3.858 5.2455 1.498 3.85 14.479 1.2446 .011 5.72 10.2100 .963 5.927 .977 2.408 2.559 1.2120 .9186 .071 .6237 .166 2.676 2.813 2.5772 .784 2.766 1.88 14.5691 .532 1.6333 .5736 5.2523 .9134 .386 .6394 .5891 ..650 5.07 11.5871 6.039 3.523 2.2463 .2360 .9323 .766 .9377 .45 17.2627 1.5760 .15 11.377 3.364 .091 6.2498 1.393 .73 13.9291 .645 1.716 1.051 .389 3.063 3.59 12.591 1.45 15.343 3.45 10.9248 .975 5.79 10.629 1.5854 5.2450 .5744 .97 13.739 2.83 12.6043 .641 5.51 14.506 .07 12.4131 .2420 ..2378 .066 2.353 .9235 .35 .804 2.9228 .31 11.903 5.362 .9288 .5724 .9318 .642 9.538 2.117 3.329 .5740 .50 10.2230 .2390 .312 3.301 12.9273 .381 .4377 .385 .9282 ..2515 .9161 .9343 .978 9.327 ..83 16.9001 ..037 6.79 14.372 ..318 2.271 2.244 2.585 5.2260 .2731 .9125 2.2566 .15 14.583 2.388 3.2270 .29 15.548 5.473 1.348 .9346 .340 2.154 2.9219 .2190 .421 2.70 13.64 17.4336 .395 .311 2.711 1.399 3.5784 .992 .2722 .853 2.6265 .2630 .47 12.330 .689 1.457 2.2412 1.9205 .9455 2.9381 .103 2.5894 .279 3.9437 ..9356 .2440 .650 .391 .5720 .2670 .667 1.4191 2.2532 .399 3.848 5.9317 .021 3.352 2.23 10.297 2.5850 .042 3.6414 .128 2.9383 .2580 .337 .33 16.18 16..9051 .534 5.771 1.064 6.01 10.88 16..614 2..9170 2.5857 .580 1.2430 .946 2.12 14.9194 .5756 5.Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H /H ' O K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .6488 .755 1.490 9.571 5.2610 ..54 16.6076 .355 13.5764 .9367 .700 1.727 1.377 .2601 .9353 .454 3.28 10.9443 .493 2.705 .4232 .5823 .15 16.19 .645 2.738 1.376 .2650 .6146 ..9234 .2410 .2775 .904 3.957 2.989 2.49 15..26 13.770 .796 9.11 13.2661 .2620 ..5800 .856 2.9327 .6383 .6304 .008 3.410 14.9373 .5868 .9079 2..055 2.389 9.204 2.95 15.6509 .00 14.891 5.776 5.585 1.999 3.6323 .5846 .2560 .476 3.9406 .9353 .6404 .2472 .9360 2.9275 .772 2.2590 .4151 .6363 .023 3.2387 .6284 .9203 .2140 .69 16.82 14.701 5.594 2.03 12..952 10.33 12.634 1.6052 .4357 .728 2.374 .2395 .2210 .247 12.19 11.9254 .9314 .31 13.9418 .387 .684 5.480 2.368 .936 2.2130 .5748 .674 2.73 12.9152 .691 2.915 5.2500 .9311 .6068 .2220 .236 3.5712 .6035 .494 1.84 10..647 2.2490 .9285 .32 15.667 5.596 .364 2.5838 .5796 5.9107 .2836 .2489 .6313 .12 10.468 1.73 16.9088 .5707 ..9310 .34 9.9304 .6353 .68 11.2370 .62 14.527 5.10 17.542 3.359 .9143 .746 5.128 3.9251 2.6018 .2570 .9333 .5819 .2757 1.640 1.9307 .344 3.9236 .564 1.600 5.351 2.36 16.506 1.355 .9380 .9367 .30 13.290 3.9370 .397 .521 1.9223 .9242 .599 2.105 6..509 3.508 2.5716 5.556 2.346 .9239 .786 5.5826 .511 1.796 5.4253 .9251 .9386 .880 5.9110 .06 10.344 .031 9.612 1.618 1.2150 .9301 .2353 .9218 .2400 .4051 .2361 .710 5.2792 .489 .564 3.9258 .634 .656 1.5703 .6477 .5687 .9363 .569 .870 2.380 2.749 1.694 1.024 6.68 10.9267 .9213 .2510 .678 .581 2.569 .091 2.828 2.29 12.500 1.6137 ..15 .079 2.6164 .335 .51 16.4315 .620 2.9349 .

2863 .018 2.2882 .2775 3.33 21.30 21.35 29.60 28.3302 .9406 .2800 .5541 .5655 .2730 .3248 2.2890 .877 3.5483 5.9653 .5519 5.65 30.196 31.110 4.922 1.508 .71 19.5777 .99 34.3030 .468 5.414 5.486 .39 20.546 3.075 2.013 4.9484 2.9637 .64 30.9493 .237 .664 3.3049 .022 .5607 .5751 .499 5.029 2.2760 .061 4.896 3.3205 .9538 .5515 .96 23.57 22.2528 .83 26.9550 .462 5.65 27.3339 2.3110 .035 2.2710 .325 .9480 .5588 .44 32.5596 5.3172 3.07 23.361 5.000 4.2418 4.12 26.776 3.760 3.787 3.3160 .386 5.9556 .9537 3.3190 .382 3.9664 .254 .3239 .323 3.961 1.5497 .5887 .35 23.57 21.643 3.2404 .42 25.104 2.5580 .871 .29 30.527 3.136 .5448 5.9521 .651 3.989 1.450 5.922 3.09 20.9466 .3385 2.249 5.292 5.2745 .471 3.809 3.173 4.3166 .2613 .624 3.246 3.9629 3.37 .2910 .08 32.9463 .043 3.2942 .038 4.5451 .014 4.234 5.9577 .912 .9423 .5527 .5486 .9525 .9490 .3090 .3202 1.9505 .891 3.9641 .5910 .305 5.2700 3.3148 .490 3.927 .545 3.2542 .5639 .810 1.82 22.9400 .5739 .351 5.284 3.5947 .5655 5.9553 .2820 .136 3.2880 .9430 .2913 .9456 .403 5.2960 .3073 .3067 1.938 1.493 5.46 18.15 24.2880 .3180 .9585 3.9571 .2670 .934 3.630 3.343 3.828 3.409 5.9590 .9696 .254 3.5600 .366 5.64 20.047 4.5534 .9433 .3005 .943 3.2987 .5895 .5605 .2889 1.2720 .380 5.9679 .950 1.27 29.9490 .9562 .2850 .9603 .220 3.860 1.2431 .933 3.40 24.2980 .3122 .2351 4.96 30.5978 .9496 .5455 .456 .5479 .10 19.587 3.07 19.587 3.832 3.72 32.716 3.120 3.041 .5610 .3139 .9703 3.309 5.990 4.3008 3.052 2.252 5.973 2.694 3.451 3.347 .328 5.9656 .183 4.9420 .9436 .5500 5.081 28.98 .09 23.462 3.60 28.9531 .2805 .2685 .2990 .5465 5.866 1.61 33.3330 .30 28.89 .5476 .9393 .956 3.127 .9511 3.438 5.3239 .00 31.483 3.079 3.5621 .86 24.798 21.5549 .9624 .873 3.093 4.9483 .5647 .2898 .115 3.088 3.765 3.51 19.133 3.5472 .609 3.203 3.9509 .5584 .24 18.9686 3.9594 .422 3.9547 .153 .085 4.5643 .272 5.2854 .433 3.323 .3057 .3139 .12 24.524 3.9557 .9599 .62 20.9476 .3222 .3175 .104 4.827 3.60 22.93 19.343 3.663 3.27 18.5873 .2960 .318 5.31 30.332 5.604 .832 1.002 4.2599 .2851 3.754 3.375 5.5619 .9720 4.5701 .3040 .28 19.19 .3367 .35 21.54 22.9572 .851 3.5790 .2627 3.9544 .2740 .893 1.2959 .62 28.5971 .866 3.231 5.919 3.3089 3.3024 .724 3.3155 .968 25.245 5.96 26.11 .3250 .228 3.16 20.185 4.697 3.036 4.843 .9567 .793 1.2920 .5667 .2760 .877 1.264 3.565 3.55 25.474 5.2944 .04 27.2641 .07 22.5627 .442 3.5963 .5955 .3121 .2700 .2950 .3260 .60 33.5576 5.2951 .3321 .9676 .938 2.9535 .5611 .3070 .2992 .2830 .2556 4.2472 .5804 .5468 .33 23.254 33.3284 .5986 .3157 1.116 4.978 4.5560 .978 1.843 3.96 .160 4.5726 .2770 .84 22.5556 5.2810 .3000 .2996 .284 5.3014 .30 19.186 3.362 3.9562 3.88 24.5797 .2866 .42 24.2656 .9390 .9633 .5603 .944 1.420 5.152 3.979 3.97 34.05 22.870 3.5623 .2907 .5852 .742 20.805 3.888 1.70 24.5784 .9580 .5458 .22 .063 2.402 3.53 25.426 .9717 .296 5.9645 .67 18.955 .3220 .18 20.5671 .99 31.68 24.2976 .899 .2940 .87 21.5859 .115 2.738 3.135 4.2898 .9459 .9512 .921 2.35 27.2364 .854 1.058 2.396 3.5925 .5504 .230 4.956 3.9446 .826 1.9473 .3140 .208 4.5545 .5666 .5490 .956 2.3266 .3060 .503 3.231 4.9700 .28 28.37 34.26 25.3290 .9443 .566 3.5507 .3311 .04 18.2730 .5817 .2933 1.3270 .9502 .95 29.280 .93 29.025 3.46 32.2860 .683 3.9426 .3130 .967 1.241 .242 4.86 18.3230 .24 25.256 5.2872 .5523 .9452 .3211 .686 19.5994 .9449 .9611 .2584 .9552 .068 4.086 2.9547 .18 33.337 5.9413 .41 20.5838 .85 21.9495 .9505 .9565 .5568 .5672 .9532 .5660 .110 2.260 .2900 .837 1.276 5.84 33.5592 .5564 .2820 .3357 .5615 5.598 3.2391 .5932 .314 5.170 3.069 .5678 .07 18.9410 .5494 .090 4.5649 .82 26.264 5.782 3.799 1.3257 .905 1.71 32.5940 .171 3.5866 .2780 .3010 .414 .2378 .008 3.9526 .5616 .2870 .5689 .5683 .2970 .675 3.9486 .5632 .620 3.392 5.092 2.206 4.972 1.2500 .081 2.2916 .288 5.5714 .3189 .610 3.709 3.2930 .14 26.209 3.72 27.984 .237 5.5631 .79 35.506 5.2969 .5917 .3220 .07 32.5572 .3050 .9713 .3080 .38 34.49 18.3184 .9649 3.5902 .9440 .3200 .3193 .9690 .2514 .66 27.3240 .007 2.74 27.5880 .061 3.5761 .81 23.190 3.3280 .9682 .219 4.98 .5637 .703 .59 21.02 27.815 .150 4.9515 .2486 4.9522 .024 26.5771 .3170 .307 3.74 19.3103 .139 29.3275 .3130 .9467 .44 .916 1.9568 .227 5.653 3.9620 .5659 .933 1.300 .371 .361 3.272 3.3100 .5708 .5845 .28 29.3349 .642 3.3230 .9403 .3120 .806 .731 3.9574 .3040 .5651 .023 2.585 3.2790 .268 5.910 1.104 3.3076 .046 2.5462 .5643 .9660 .821 3.3210 .62 .114 4.2445 .161 4.3294 2.432 5.9518 .3022 1.9672 .745 3.5530 .5635 5.045 4.9416 .9461 .480 5.9516 .804 1.9577 .5627 .3040 .3376 .9499 .62 .5552 .356 5.2459 .65 18.098 .848 3.966 3.397 .9668 3.49 19.2570 .900 3.9500 .5810 .9541 .5824 .5745 .3112 1.5831 .444 5.342 5.3020 .911 23.5663 .9396 .20 31.821 1.9469 .097 3.2929 3.631 18.765 3.3094 .012 .9559 .2750 .83 23.786 3.2924 .2715 .9528 .9710 .5511 .9693 .945 3.3031 .001 2.33 27.32 .127 4.9473 .888 3.5538 5.121 2.849 1.3085 .513 5.289 3.2790 .5695 .058 4.9607 3.990 4.2840 .379 3.9542 .3058 .673 3.9707 .5720 .9581 .94 30.83 33.882 1.9616 .720 3.Perencanaan Pelabuhan I TABLE D-1 Continued d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n CG/ CO M .2978 1.855 22.303 3.070 4.990 3.5732 .2835 .3106 .3150 .77 35.995 2.9478 .223 D-9 61 .5758 .

1818 4.9721 .2005 .335 4.9732 .5377 .208 2.5294 .094 5.204 5.419 .103 5.413 4.165 5.9728 .112 5.3570 .234 4.67 52.04 39.107 5.5306 .661 50.5589 .1735 .1695 .156 .643 5.091 5.5389 .1972 .243 .132 5.935 5.3403 .731 5.251 5.609 5.3523 2.2017 .15 54.61 69.67 52.348 2.388 4.231 2.179 2.95 46.044 .34 43.3422 .9823 5.3850 2.5405 .3620 .544 44.9744 .9747 .9719 .15 38.533 4.720 53.48 37.9595 .5383 5.361 4.9632 .5563 .73 49.3870 .255 2.196 2.9604 .89 45.9638 .650 4.9648 .780 56.67 65.9847 .47 51.3490 .791 4.326 4.53 .9772 .59 39.3340 .713 4.851 4.30 49.827 4.5333 .3691 .85 44.3450 . 325 2.437 2.139 5.082 5.281 5.9782 .3747 .3390 .1994 .313 2.3917 .449 .1786 .78 55.5342 .2173 .3737 .2299 .381 4.5392 .3460 .396 2.301 .84 .410 5.3625 .5444 .9615 .486 42.5276 .36 41.712 5.5524 .3660 .2260 .9646 .657 4.9825 .9806 .5336 .9850 .3635 .2040 4.89 .5372 .9738 .46 66.3500 .144 2.3400 .44 58.1926 4.375 .856 4.53 54.9598 .288 4.9832 .5398 .9610 .3310 .5369 .3570 2.656 4.280 5.1756 .3468 .5359 .898 63.5352 .9860 5.9819 .323 4.602 4.3841 .5417 .41 40.132 5.9675 .133 2.5599 .095 5.1949 .5355 .5534 .72 49.5350 .9700 .438 5.9792 .121 5.770 4.3579 .3413 .718 4.5359 .534 5.9683 .934 4.3480 .52 56.217 5.3719 .9621 .5573 .5394 .9854 .3690 .399 4.95 40.81 68.615 4.150 2.9723 .5584 .5425 .9702 .116 5.185 5.300 4.284 4.404 4.9841 .469 5.1861 .5376 .85 37.3880 .08 51.43 36.99 36.5325 5.105 5.266 2.1983 4.9790 4.5433 .28 71.5548 .83 59.03 .154 5.1725 .3820 .408 2.312 5.5281 .9623 .91 64.5544 .929 4.350 4.84 37.141 5.5553 .87 41.5434 .627 4.5474 .5353 5.9717 .9705 .492 4.631 5.123 5.3860 .5365 .354 2.3840 .015 4.27 .16 48.5288 .3869 .290 2.9848 .5411 .9592 .5457 .732 4.188 5.9693 .3780 .3709 2.521 4.45 70.43 45.3650 .70 38.173 5.5437 .3766 .1705 .3700 .84 43.249 2.097 5.1872 4.259 4.5413 .186 5.2029 .004 5.237 2.5427 .957 4.9764 4.3370 .3800 .220 2.862 4.866 5.3890 .214 .343 .5339 5.9709 .52 54.3520 .134 5.176 .50 47.09 53.2185 .59 36.9767 .1883 .155 5.3470 .661 .9817 .685 4.68 62.3588 .3504 .48 51.682 4.9750 4.3560 .124 5.76 57.9777 4.850 5.9780 .13 58.798 5.88 47.9635 .9753 .439 4.9775 .9670 .1938 .9830 .547 4.5374 .2052 .443 2.638 4.310 4.2064 .3945 2.372 2.439 4.1904 .369 37.00 36.144 5.3495 .901 .9730 .5284 .3794 .159 4.765 5.202 2.5496 .09 51.697 5.1960 .498 4.5291 .34 42.5371 .392 4.3440 .3380 .550 4.9680 .005 .9787 .922 4.3420 .416 4.89 41.209 4.9845 .9735 .081 5.709 4.171 5.3616 2.406 5.5309 .685 4.5438 .9855 .9737 .9758 .225 2.5479 .431 2.9659 .83 43.191 .455 2.5380 .5461 .9827 .9857 .076 D-10 TABLE D-1 Continued 62 .3663 2.167 2.12 67.3330 .3926 .3682 .3530 .462 4.5368 5.3898 2.9732 .5344 .9726 .360 .265 4.467 2.9839 .127 5.2160 4.336 4.1776 .5356 .3607 .450 4.337 2.90 .598 5.3760 .9835 .2222 4.137 .67 65.358 4.9665 .910 4.5539 .9815 .090 5.5466 .3822 .5330 .02 63.10 .15 48.162 .284 2.96 46.9837 .311 35.125 .572 5.210 5.575 4.04 .3756 2.3510 .3459 .5301 .190 2.29 49.9726 .59 48.500 .744 4.413 2.5510 .5558 .5402 .1745 .5453 .207 .25 35.184 4.474 4.5314 .3410 .1850 .3560 .296 2.792 4.9651 .2099 4.741 4.3710 .95 61.9688 .072 5.886 5.3542 .9769 .9797 .3850 .885 4.179 5.603 47.173 2.152 5.402 2.9843 5.5322 .43 58.3728 .82 59.9618 .803 4.5408 .3907 .974 5.27 52.103 .9654 .5396 .3590 .161 5.3514 .25 60.9804 .346 4.1839 .921 5.77 57.3672 .5327 .5421 .Perencanaan Pelabuhan I TABLE D-1 Continued d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n CG/ CO M .9667 .827 4.9707 .5304 .9607 .5383 .147 5.9629 .525 4.451 4.3644 .35 43.5470 .944 4.9714 .9724 .9640 .5312 5.443 5.45 66.217 5.101 5.521 4.093 .3598 .3653 .157 5.1675 .475 5.5387 .03 44.3580 .29 71.629 4.814 5.5365 .5421 .13 .62 69.3879 .46 70.5578 .14 .746 5.838 60.319 2.798 4.3700 .5386 .5390 .5274 5.366 2.9799 .5349 .885 4.3936 .9801 4.68 62.3888 .5515 .16 54.1766 4.49 .5279 .5568 .3640 .780 5.3630 .1828 .3350 .3540 .14 58.9852 5.80 68.37 41.3550 .277 4.377 5.5445 .9795 .2273 .2124 .5431 5220 5.833 .2312 .509 4.1665 4.708 4.02 39.425 2.110 5.58 35.3810 .099 5.42 45.568 4.5429 .3670 .312 5.79 55.301 4.3551 .958 67.591 4.9712 .5594 .697 4.9859 .13 60.461 2.345 5.5519 .2076 .91 64.3468 .42 36.673 4.17 67.3300 .16 67.2136 .95 61.5424 .40 .2111 .5380 .9589 .60 39.9583 .034 5.5317 .474 4.5441 .3680 .248 5.5347 .130 5.80 45.079 5.5441 .3770 .28 52.5449 .9690 .9756 .33 42.3449 .9729 .914 4.756 4.1685 .2148 .96 40.5296 .5362 .9686 .763 .2198 .342 2.566 5.9761 .3320 .3431 2.198 5.845 4.182 5.466 4.5399 5.579 4.3804 2.118 5.384 2.42 56.9741 .3532 .970 6.576 4.5362 .875 4.473 2.3440 .427 39.3610 .9813 4.168 5.37 42.221 5.602 4.086 5.630 .3394 .3775 .374 5.390 .331 .3832 .815 4.272 .9586 .194 5.42 63.736 4.1807 .5299 5.479 .9698 .5286 5.5501 .900 5.9673 .5483 .9811 .1715 4.3720 .85 39.084 .9643 .5405 .161 2.5319 .185 .5492 .088 5.41 63.9662 .1797 .9696 .5417 .2266 4.214 5.3813 .946 4.159 5.3830 .768 4.277 4.9821 .077 5.9613 .424 4.5414 5.72 38.502 .1915 .40 40.60 48.191 .89 50.1894 .987 4.3730 .2210 .556 4.3600 .5505 .86 44.138 2.9657 .541 5.063 5.2087 .307 2.873 4.3360 .3785 .149 .9626 .43 56.201 5.114 .5409 .5402 .2338 .9735 4.2325 .24 60.9677 .14 38.260 2.5487 .3740 .3477 2.508 5.2247 .3430 .51 47.677 5.9834 5.5529 .9785 .278 2.378 2.3860 .3790 .2235 .9601 .3750 .9808 .

839 6.5202 .4395 .7 141.1445 .758 .041 5.4376 2.24 79.026 7.491 2.5258 .367 6.603 6.4310 .2 126.9924 .1321 .4434 .3920 .5320 .4183 2.0 109.048 5.1207 .9778 .444 6.13 98.1267 .1480 5.44 92.9824 .9896 6.5204 .1171 .5160 .4250 .3964 .9797 .1589 .4150 .1579 .5216 .5302 .390 5.221 6.5166 5.5329 .245 5.457 7.9 112.5225 .005 5.85 73.329 5.4424 2.252 6.7 125.5237 .274 8.9800 .088 .3 129.173 5.974 7.4482 .1 104.9917 .281 5.185 8.1378 .5200 5.13 76.9886 .221 5.521 2.5200 .137 81.5169 .12 82.735 7.9926 .52 100.023 5.305 5.4460 .325 7.1 144.9745 .5279 .4430 .9869 5.49 .4 143.5299 .427 8.5212 .5266 .036 5.38 86.5269 .4000 .1282 .185 5.215 7.011 5.19 89.9883 6.521 6.353 5.483 6.5195 .9 131.290 6.1608 .4050 .4328 2.5282 .4350 .7 107.3980 .800 7.822 2.9909 .4020 .071 5.5158 5.9839 .9774 .9887 .1298 .9835 .524 7.5240 5.4492 .653 2.879 6.9754 .438 109.148 6.963 .014 5.12 82.4220 .4190 .4145 .9823 .59 75.5193 .786 2.9891 .783 7.4230 .5246 .484 6.6 115.486 5.5165 .497 2.4222 .1428 .175 8.125 5.4380 .4031 .4012 .5236 .4337 .1386 .5186 .4155 .149 5.003 D-11 TABLE D-1 Continued 63 .5172 .4116 .5208 .9838 .5248 .982 4.0 134.4470 .623 2.030 5.9918 7.4060 .4107 .632 5.725 2.828 2.532 2.035 5.5181 .31 78.957 5.0 108.161 5.9821 .010 5.018 5.515 2.768 2.9814 .9872 .590 .9890 6.018 7.713 2.130 7.026 5.5258 .4405 .317 97.046 5.5221 .1570 5.012 .4160 .5239 .4280 .1178 .177 6.8 119.485 2.598 .40 77.5210 .043 5.1488 .592 2.9927 .847 .4410 .4490 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C O M .4463 .12 .07 85.4174 .4472 2.719 .2 113.509 .4 117.532 8.922 7.5215 .4366 .9885 .9756 .9914 .4289 .679 6.1636 .1329 .9876 6.136 8.462 5.9795 .329 6.6 139.550 2.9905 .064 5.9913 7.4 133.14 87.9904 .124 8.3 137.07 85.015 5.069 5.9 .9865 .5263 .581 2.895 7.4010 .7 122.037 5.5182 5.9772 .4390 .294 5.9870 .4308 .792 2.013 5.025 5.019 5.4440 .7 128.568 .834 2.608 5.5345 .101 5.233 5.378 103.5267 .880 7.9776 .5179 .5242 .034 5.799 6.4270 .4370 .535 5.5232 .4 143.540 8.804 2.046 7.1305 .5287 .3974 .8 146.5204 .72 74.780 .5314 .1200 5.17 88.5262 5.5311 .806 6.1185 .737 2.4320 .4241 .644 5.4069 .076 6.718 6.659 .9798 .683 2.5227 .970 4.5209 5.07 83.007 .4021 .9765 .102 7.1345 .5198 .5253 .9784 .3960 .993 6.9829 .523 5.479 7.7 128.5248 .58 75.1454 .1361 .30 99.5225 .9828 .3 120.527 2.9763 .7 110.9782 .5191 5.5274 .407 6.601 6.0 134.5189 .024 5.486 8.544 2.707 2.2 116.4385 .681 139.005 5.369 .596 5.9873 .3940 .29 99.269 5.402 5.991 8.1394 5.3993 2.1251 .4231 2.1259 .7 101.089 5.67 94.1524 5.5293 .5206 .762 2.5217 .9929 .029 6.366 5.4130 .295 6.067 .9877 .303 7.9790 .9921 .9867 .5256 .5218 .749 .9911 .5265 .258 6.701 2.5296 .1313 5.4080 .4059 .074 5.5176 .9902 6.5227 .9830 .9923 7.1542 .004 7.236 8.4070 .049 5.005 5.6 115.9826 .062 5.1462 .426 5.326 8.4098 .5260 .4078 .5232 .538 .022 .83 95.6 141.1290 .4 105.503 2.406 6.412 7.4260 .9812 .5196 .584 5.5163 .511 5.755 2.20 89.9750 .065 5.4298 .3990 .4170 .1497 .9880 .890 6.1236 5.1 104.9819 .371 7.0 .9 97.561 .9882 .5271 .499 116.5177 .040 6.54 93.112 6.604 2.44 92.1 144.564 6.197 86.9892 .027 .4290 .1192 .5271 .4050 .5251 5.5255 .1506 .146 7.7 101.9889 .4088 2.5244 .1617 4.9748 .840 .9 123.32 78.4443 .3955 .9874 .616 2.020 5.14 87.5219 5.5174 5.3 137.053 5.4300 .3930 .4126 .016 5.4340 .774 2.9741 .5261 .7 136.334 .661 7.5253 .4040 2.525 6.9743 .556 2.629 .5223 .055 5.9802 .8 119.9898 .4453 .058 5.4212 .4240 .4 117.4200 .9906 .1515 .4260 .9844 .5221 .9 .438 7.185 .5198 .4360 .052 .5244 .063 5.9 112.1561 .5184 .379 8.9908 7.40 77.647 2.5317 .731 2.1403 .1353 5.753 7.414 5.9816 .07 83.1656 .570 7.9910 .5171 .4002 .209 5.9928 8.4120 .5213 .4330 .669 5.050 5.943 7.5208 .1436 5.9761 .5202 .9931 .9810 .9752 .060 .5234 .1164 5.9818 .1337 .13 98.993 5.060 7.5251 .0 108.5214 .257 91.5230 .9862 .11 81.4480 .849 6.550 7.4136 2.1552 .1419 .173 .140 6.5326 .9932 8.9841 .4280 2.689 .610 2.9912 .9806 .9808 .9768 .657 5.831 7.045 .9739 .48 71.9804 .1274 5.5234 .9925 .9766 .035 8.077 76.665 2.113 5.9930 .008 5.9758 .4164 .725 6.4210 .4 133.1533 .9843 .3970 .5339 .9899 .5277 .5206 .86 73.9916 .1598 .547 5.234 7.044 5.1369 .215 6.1627 .17 88.5241 .332 6.52 100.7 122.066 6.9894 .066 5.5168 .4521 2.5246 .06 84.9832 .5336 .017 71.387 8.5285 .67 94.28 90.595 7.9786 .5211 .640 6.921 6.5194 .562 2.1244 .7 110.9919 .9922 .259 7.040 5.4193 .4270 .24 79.009 5.028 5.3 103.798 2.9907 .004 5.5229 5.3 .616 .7 136.677 2.4347 .2 126.707 7.9846 .9 .7 125.5269 .816 2.5305 .06 84.481 8.620 131.4203 .2 113.1229 .9792 .2 120.056 5.6 .575 2.96 .743 2.1646 .1471 .041 5.932 6.9833 .586 2.3900 .5323 .1222 .9901 .72 74.021 5.075 8.072 5.560 123.9794 .5332 .438 8.4180 .445 6.4450 .5196 .4501 .644 6.641 2.031 5.4140 .450 5.349 7.5290 .19 80.5187 .3983 .9770 .5238 .9915 .688 7.285 8.4318 .033 .4400 .19 80.39 .9930 .9788 .7 107.503 7.695 2.810 .9811 .103 6.017 .684 6.9836 .3 129.671 2.1214 .029 5.279 7.572 5.4090 .039 .4420 .5223 .474 5.83 95.55 93.95 91.642 7.5308 .341 5.228 8.4030 .5161 .9879 .635 2.4251 .13 .9900 .088 7.8 146.975 8.3950 .98 72.4110 .006 5.4511 .4 105.9895 .053 5.28 90.2 .97 72.029 5.4040 .4414 .9864 .4100 .9920 .9780 .4356 .1411 .5342 .766 6.392 .3910 .190 7.

965 9.1129 5.011 6.78 10.997 .282 6.999 4.5 236.2 180.4 239.9887 .4608 .4970 .1136 .5101 .9958 .9935 .08270 .932 .074 8.997 4.61 11.5163 .5139 .097 6.9957 .853 2.5 191.4569 2.4900 .896 2.117 .2 248.5146 .153 3.2 216.4 182.5110 .5124 .09121 6.4620 .31 .993 .9934 .9966 .997 .9886 .998 4.51 11.9885 .9902 .45 10.9873 .4670 .5144 4.2 178.4969 .4650 .4774 .9909 .853 8.730 5.9957 .183 9.016 9.5115 .5147 .018 3.5188 .5111 .036 3.9908 .128 3.5122 .888 9.938 10.09236 .5173 .4550 .26 10.7 159.997 4.13 10.072 9.09641 .9867 .4 203.5160 .996 4.4 150.63 .5097 4.9 148.000 5.8 194.9968 12.08530 .4725 .9895 .9935 .122 3.1025 .699 .3 230.09405 6.5128 .5186 .9877 .5121 .9869 .5108 .9897 .1076 .4940 .183 6.9964 .4610 .9947 .5 199.061 3.4750 .08320 6.021 9.159 6.001 5.353 9.5143 .4850 .5156 .368 6.5103 .159 3.4822 .4720 .760 9.747 8.9847 .1157 .1012 .190 3.24 12.4780 .35 12.405 6.997 4.43 10.2 248.997 4.910 8.023 6.129 .7 159.41 11.08584 6.220 6.5097 .6 .925 178.9958 10.779 5.912 5.4628 .99 11.4579 .9889 .2 182.5094 .54 11.9882 .5138 4.4560 .9955 .997 .9933 .5117 .6 157.417 291.996 4.4960 3.9947 9.5125 4.705 5.005 3.473 9.9906 .877 9.380 6.08477 .5105 .4676 .871 .5 209.0 277.847 2.4589 .5175 .242 9.4500 .16 11.9961 10.852 5.827 5.9899 .208 6.1122 .32 10.9883 .5115 .998 4.9852 .2 .413 9.2 216.048 201.9880 .5155 .4570 .4647 .3 270.343 6.996 4.5145 .938 2.4540 .997 4.4840 .5135 .4862 3.998 4.5170 .5150 .05 12.4 295.4580 .5 191.902 .4715 2.4800 .890 2.998 .319 6.9909 .5091 .5 209.5162 .5048 .5077 .5128 .1 154.4793 .997 4.7 .965 9.4530 .80 11.4640 .695 8.2 225.3 245.0 298.9876 .12 10.09064 .4744 .178 .12 12.7 161.5112 .9942 .709 9.9864 .5148 .5192 .012 3.981 2.4754 .9941 .4740 .5058 3.1043 .0 155.00 .4 239.5109 .4 295.3 270.9871 .1083 .914 2.3 287.5129 .9939 .5134 .9961 .9949 .2 291.1050 .09 12.9848 .5080 .109 214.6 228.638 9.5172 .9938 .92 10.5009 3.75 11.864 167.742 148.4695 .6 165.998 4.50 10.5126 .999 4.9967 .1150 .7 302.999 4.9853 .07 10.9874 .4940 .8 194.09759 .09352 .8 264.4599 .5038 .196 3.4901 .9963 .821 9.876 5.6 260.5 222.4881 .9943 .09882 .996 D-12 TABLE D-1 Continued 64 .85 10.08741 .2 180.998 4.147 .996 4.5140 .90 10.104 3.4930 .042 3.5139 .910 8.4600 .2 196.9911 .4830 .5177 .647 9.39 .08068 6.987 2.085 6.533 9.09820 .6 257.024 .09464 .20 12.91 11.9965 11.28 12.791 5.0 211.4560 .9952 .963 .6 233.9 .5152 .331 6.5113 .5100 .08119 .5120 .9878 .5149 .5136 .865 2.974 5.1000 5.2 152.4630 .997 .9860 .4705 .4960 .406 .9937 .9899 .4980 .16 12.998 4.5092 .997 4.96 .5141 .5070 .9941 .4820 .9872 .693 5.525 9.24 11.883 2.0 211.203 3.9 176.815 5.067 3.269 6.195 6.944 2.5050 .5116 .717 5.072 6.997 4.4810 .08901 .5107 4.962 5.3 251.6 233.8 173.9959 .073 3.092 3.8 187.999 4.997 4.03 11.4710 .65 10.354 9.6 184.3 251.306 6.998 4.47 11.999 4.4852 .1143 .7 169.9956 10.134 6.09942 .949 5.26 11.05 11.4813 2.9875 .859 2.060 6.08845 6.4920 .37 11.9865 .9964 .5142 .998 4.9960 .7 161.4870 .8 187.0 298.998 .4686 .585 9.9901 .4531 .4550 .8 219.40 11.975 2.4 306.997 4.71 10.750 8.770 9.5157 .146 6.3 254.09523 .132 9.854 .643 8.5060 .9862 .9962 .08793 .998 4.999 .5116 .08220 .57 10.09010 .9891 .6 .4764 2.4 306.5102 4.08169 .997 .5096 .9944 9.5010 .3 287.030 3.5110 .4990 .83 11.5099 .32 11.9967 .9946 .638 8.08691 .002 5.9949 .9951 .356 274.5018 .5000 .5127 .5152 .393 6.65 .31 .9966 .09178 .4950 .5124 .9944 .09698 5.4637 .186 9.5119 4.998 4.5 280.999 4.9948 .20 10.4860 .5130 .184 3.5146 .52 10.5136 .09583 .294 257.5154 .98 11.8 264.8 284.5107 .055 .9 .998 4.110 3.999 4.9953 10.5098 .036 6.920 2.937 5.01 10.951 2.5190 .0 .586 9.5150 .7 169.9955 .5 222.9893 .7 171.079 3.5114 .5090 .5105 .4891 .141 3.8 219.171 228.804 8.7 163.296 9.957 2.5104 .9892 .0 .9859 .07 10.5067 .32 12.4989 .0 267.5126 .08424 .5040 .4680 .5134 .2 .7 201.4760 .4510 .9912 .585 8.5182 .5122 .238 9.5118 .245 6.5184 .5120 .4890 .5113 4.2 152.5 199.5112 .9910 .5157 .5181 .5131 4.9938 .9 176.1089 .166 3.4930 .4618 2.08956 .7 171.9913 .997 4.998 4.888 5.4979 .803 157.9 206.6 260.5 242.9896 .08637 .12 11.9963 11.39 10.4700 .6 .0 155.9849 .997 4.9904 .5140 .997 4.840 5.4871 .5158 .9888 .1006 .6 184.25 10.8 173.9 274.9898 .3 254.5109 .8 284.9 206.95 12.301 9.5132 .0 277.5168 .4790 .926 2.5106 .049 3.4590 .5087 .0 167.0 .9903 .999 4.5088 4.6 165.466 9.999 6.4911 3.1102 .9960 .999 4.826 9.5151 5.5020 .5090 .4770 .19 11.5092 4.5154 .999 3.908 2.5095 .998 4.87 11.9956 .4999 .969 2.5132 .5144 .5 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .3 245.9855 .5114 .9945 .2 196.4520 .7 302.3 230.9907 .99 40 8.135 3.693 8.0 267.4660 .5125 .4735 .68 11.209 .999 .5030 .5089 .900 5.1115 .69 10.4880 .9946 .232 242.5093 .59 11.09294 .1031 5.76 10.1056 .5133 .877 2.9965 .9936 8.4540 .9881 .4 203.5143 .5106 .4910 .09 11.5 236.7 163.5129 .951 9.1037 .4783 .1063 5.754 5.986 189.2 225.59 10.9964 .9868 .121 6.5028 .797 8.9952 .4 150.5119 .4832 .9851 .257 6.4666 2.999 .9950 9.5121 .9900 .5107 3.9905 .5179 .02 .37 10.5 280.4842 .766 5.998 4.4690 .4803 .5167 .9857 .000 4.4950 .086 .1018 .9953 .9954 .9959 .1 154.5137 .4657 .9962 .08371 .18 10.9858 .1095 5.4730 .172 3.1069 .997 4.9890 .0 214.9951 .0 189.83 10.999 4.098 3.997 4.9863 .5165 .1109 .72 11.997 4.998 .4920 .

5069 .9915 .112 7.9981 .5500 .283 3.5343 .9984 .5323 .5063 .5054 .5050 4.962 .5082 .5068 .4 329.264 3.5560 .07091 .1 583.568 3.967 4.5600 3.1 484.07587 6.73 14.5659 .74 12.5073 .1 359.9971 .9919 .5065 .9 342.9942 .308 3.5 455.957 4.43 13.2 346.5215 .5240 .954 .5480 .5670 .965 4.9943 .96 17.90 13.9952 .382 3.357 3.9931 .54 15.9937 .9917 .506 3.9947 .951 4.430 6.4 644.401 3.5058 .5150 .9976 .4 644.5570 .4 548.82 17.5460 .9936 .5061 .0 313.8 317.714 6.652 6.4 427.9 562.149 7.17 17.240 .5066 .426 .690 6.1 541.06959 .07404 .966 4.5048 .61 14.9915 .512 3.70 14.962 6.5093 .9949 .961 4.02 13.246 3.9968 .7 321.5104 .5056 4.79 14.7 325.345 3.07 14.05637 .5076 .82 12.3 496.5069 .10 14.9922 .06148 .363 .9942 .851 449.05567 7.5402 3.5510 .960 4.9927 .5600 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .5170 .9972 .7 333.05887 .959 .91 .07494 .1 484.9980 .9941 .35 13.64 14.5063 .5076 4.4 472.5 .5063 .28 17.519 .5270 .5541 .9918 .78 16.432 3.0 576.5185 .5353 3.5235 .5071 .5053 .5068 4.9923 .913 478.5077 .4 548.5350 .388 3.7 515.5290 .850 6.556 3.5130 .963 4.975 508.5244 .05707 .68 13.5304 3.63 17.5077 .7 325.8 628.9983 .956 4.7 598.5058 .5089 .9942 .06542 .25 14.955 4.5461 .7 .0 605.5062 .454 6.07682 .74 17.84 15.5086 .963 4.504 6.9978 .46 .37 .351 3.5190 .6 364.1 554.2 449.4 502.5 478.82 14.814 6.5057 .65 16.488 .5136 .2 .339 3.333 .964 .5699 3.537 3.500 3.9920 .0 521.9931 .5610 .9929 .6 528.901 6.0 417.54 16.5070 .960 4.0 521.9981 15.469 3.07003 .252 3.06664 .47 12.5333 .52 14.1 438.925 6.314 3.413 3.5117 .9934 .5083 .85 13.5630 .1 460.5660 .01 15.1 377.954 4.952 4.5075 .5078 .9 342.5077 .5084 .44 16.5059 .19 14.0 569.5610 .98 13.5520 .06501 6.951 4.17 16.5084 4.9948 .965 .5088 .640 6.124 7.5067 .481 3.5640 .9927 .0 .5420 .9981 .5314 .05823 6.22 13.38 16.9977 .5146 .31 17.9980 .8 337.3 490.5669 .9977 14.5481 .06263 .97 16.06872 .2 373.9932 .2 397.876 6.5330 .10 15.776 6.215 3.9984 .9940 .959 4.8 382.5630 .531 3.06 17.04 16.7 321.074 7.59 .9976 .52 17.955 .603 350.5294 .550 .463 3.965 4.963 4.9979 .5051 .2 620.5120 .590 6.5052 .5412 .5059 .456 .07540 .9951 .136 7.5067 .07177 .9977 .9971 .0 402.5059 4.85 17.5452 3.06073 .5078 .615 6.9939 .5470 .960 .959 4.5620 .959 4.5210 .5 636.97 .9974 .789 422.951 4.5049 .75 16.5096 .5560 .5073 .5410 .9941 .9951 .227 3.161 613.9982 .8 382.25 15.9968 .07266 .5511 .5501 3.5064 .801 6.953 4.86 12.5068 .5540 .5225 .9980 15.764 6.5103 .3 .0 605.9974 .14 12.37 14.953 4.826 6.727 397.24 16.58 15.937 6.5067 .9952 .958 4.05960 .5160 .9982 .5570 .9979 .6 528.370 3.5400 .5082 .442 6.838 6.35 15.5649 3.18 .5 350.06829 .8 508.5176 .9926 .9982 .10 13.1 359.5074 .55 13.5071 .9947 .953 4.06461 .0 313.289 3.9981 .87 .099 576.7 466.5300 .5081 .9983 .958 4.3 392.5220 .951 .06582 .49 17.34 15.954 4.9933 .19 15.5264 .5320 .270 .5073 .5074 .43 14.51 13.07776 .5102 .74 15.5072 4.9973 13.78 .475 3.9972 .516 6.9984 .9950 .9980 .9979 .5 444.5082 .5064 .16 15.4 502.0 402.05743 7.5383 .7 333.5679 .5065 .9973 .5060 .14 16.258 3.5280 .5205 3.1 377.05672 .9928 .5049 .07972 .9969 .64 15.9983 .9984 .5156 3.68 16.07047 .012 7.376 3.961 4.5126 .64 13.50 12.5440 .06705 6.27 16.000 7.5092 .0 406.5097 .1 534.025 7.863 6.07 16.578 6.956 4.9970 12.0 368.81 13.9976 .3 392.5689 .5060 .5370 .05997 .5580 .1 438.525 3.9983 .575 3.8 .5640 .7 355.5083 .5 455.394 .9975 .57 16.85 16.9930 .5110 .06915 6.5056 .966 4.76 13.665 373.73 13.39 13.5087 .5061 .301 .955 4.9944 .450 3.94 16.88 14.05602 .9979 14.277 3.07922 .529 6.5087 .444 3.9985 17.958 4.5442 .6 364.541 329.7 433.55 14.956 .5062 4.9938 .407 3.5086 .5048 4.07312 .9933 .06746 .5065 4.3 590.9974 .953 .5070 .9936 .06224 .7 466.1 554.5195 .702 6.16 14.5531 .5094 .5060 .5521 .5393 .06623 .5680 .5053 .5310 .062 7.050 7.5430 .9970 .0 569.1 460.9976 14.677 6.07873 .9984 16.2 .5284 .326 3.99 13.5056 .5082 .06380 .5 387.987 7.48 15.5432 .9975 .5 636.06110 6.07134 6.9945 .5 444.2 346.4 427.5250 .5530 .320 3.66 12.08022 .5070 .29 15.5098 .5051 .88 .4 .07221 .5690 .07824 6.3 490.47 13.5360 .961 4.9914 .628 6.5363 .957 4.43 12.5 .9950 .5491 .5590 .62 12.438 3.1 534.566 6.07729 .9977 .05778 .94 17.9921 .5075 .5100 .2 .087 7.5095 .5056 .951 4.07 15.9 412.28 14.9978 .58 12.3 590.5091 .5072 .5166 .5079 .0 368.957 4.9947 .9 412.09 17.9975 13.06302 6.3 496.5065 .5254 3.06186 .5070 .06420 .1 .7 598.2 620.05850 .5200 .5085 .9942 .07634 .553 6.06787 .7 515.9972 .38 .7 433.9919 .5422 .952 4.9935 .5050 .5550 .5053 4.467 6.5650 .5077 .5090 .5380 .9971 12.5580 .70 12.955 4.41 .5066 .952 4.958 .8 317.962 4.9925 .5140 .479 310.60 17.96 13.9969 .77 15.9978 .9982 16.964 4.5092 .71 17.491 6.9946 .97 15.5066 .950 D-13 TABLE D-1 Continued 65 .5080 4.233 3.5 387.0 417.8 628.5058 .5620 .562 3.221 3.20 17.952 4.954 4.543 3.9973 .9924 .5274 .4 472.752 6.494 3.1 583.9949 .5059 .581 .9 562.739 6.956 4.5590 .47 16.5101 .5080 .037 541.06035 .967 4.953 4.7 355.9982 .06 13.5390 .5057 .295 3.5057 .67 15.5340 .9945 .5079 .9970 .5230 .3 613.45 15.5180 .07358 6.34 14.07449 .5086 .9935 .02 .0 422.9924 .5063 .5490 .5081 .5074 .962 4.94 14.964 4.54 12.9944 .0 406.5061 .5510 3.0 .5471 .90 12.9938 .31 13.5055 .5056 .05814 .5100 .7 310.5260 .888 6.419 3.06341 .99 17.5373 .5450 .8 337.5085 .9916 .26 13.

9987 .9989 21.9989 .9988 19.400 4.947 4.9953 .05009 .034 7.5040 .936 4.45 20.5848 3.6100 .649 3.5041 .68 10.5937 .49 21.258 4.798 7.5011 .5008 4.9 879.05396 7.9986 18.12 21.5026 .62 18.5828 .579 2.2 685.828 5.7300 .5042 .5017 .04052 .5010 .937 4.008 2.95 21.899 3.62 21.10 21.9996 .9998 40.69 33.04735 .9990 .9995 .31 18.948 4.757 4.5970 .5046 .9989 .9999 .2 711.44 92.3 126.902 4.7102 .6 858.936 4.5046 .5038 .946 4.9997 .05102 .18 21.5768 .7200 .24 81.6 652.217 1.936 .803 9.8500 .042 10.946 .5031 .5029 .17 24.5897 3.5012 .9998 .9960 .1 1.00845 .83 20.09 20.9955 .5907 .5 816.27 27.19 20.5052 .03155 .780 24.7 786.5967 .48 19.7 739.5040 .16 67.548 7.15 67.5 826.780 24.6106 .750 36.9959 .53 .5009 .5858 .1 118.274 7.05040 .656 3.02035 .8 901.9987 .174 7.250 .01232 .5042 .5045 .9964 .7100 .00745 10.210 .5840 .01397 9.935 4.923 1.000 31.774 3.5 816.09 18.5008 .7401 4.5036 .9988 .5800 .35 21.939 4.9957 .9991 .936 4.9 913.618 3.935 D-14 TABLE D-1 Continued 66 .730 3.000 .8100 .7302 .510 7.9994 21.5004 .923 8.18 86.949 4.527 948.946 4.961 4.426 9.8101 .9987 .4 925.211 7.7501 .9989 .5004 .9996 .05297 .9989 .9991 .946 4.938 .523 7.940 17.473 .050 9.5003 .5015 .643 .0 776.44 92.948 4.5002 .60 20.9955 .31 40.9989 .35 46.04824 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .423 8.81 19.05134 .5047 .799 8.5043 .274 4.5037 .9960 .7900 .386 7.9985 .677 9.5950 .34 46.5798 3.01686 .839 4.21 20.77 31.946 .9996 .5004 4.9982 .5039 .9957 .948 4.05264 .8 677.5054 .64 .05463 .18 10.462 4.5043 .9963 .9 .97 .336 7.05198 .5910 .323 7.04947 .68 33.743 3.23 19.5017 .9962 .32 19.5047 .0 748.88 19.5051 .947 4.008 2.4 660.9964 .947 4.314 3.24 19.05363 .204 7.5758 .5040 .36 19.000 21.9993 .940 17.690 28.93 11.5052 .45 19.2 685.04591 .217 1.84 19.771 2.947 .5760 .04794 .9997 29.05231 7.2 711.945 4.693 3.5830 .949 4.948 4.5007 .215 5.42 18.85 18.25 21.949 4.8800 .7 .5036 .9959 .5719 .6400 .05166 .5 668.936 4.9996 .04619 7.9992 .9962 .7400 .749 3.5004 .755 3.6006 .15 49.01020 10.8 901.935 4.8001 .9975 .3 703.199 7.7202 .24 .05 18.5036 .05070 7.5987 .19 24.9990 .000 1.73 20.9 694.950 .630 3.9983 .1 757.06 20.448 7.9998 .5038 .942 4.828 5.361 7.000 76.9995 .6900 .73 .074 1.5002 4.9988 .9972 .43 10.935 4.31 10.5780 .674 1.8 677.5820 .9987 .70 19.836 3.000 31.14 52.548 8.090 5.60 19.5810 .9999 .180 14.2 868.5011 .78 23.5035 .9965 .04764 7.5055 .173 8.7000 .5028 .21 19.674 .5053 .5 826.5887 .5042 .04885 .5004 .261 7.936 4.937 .940 4.5047 .5002 .423 7.94 20.175 9.600 3.01583 .5037 4.000 1.8301 .32 .24 81.460 7.70 59.404 5.5 767.76 23.5040 .278 .5788 .767 .5006 .72 43.5041 .5917 .97 19.5 .60 .527 .5990 .9999 .275 2.5778 .5044 .624 3.04 98.05 98.5015 .935 4.50 18.7601 .186 7.776 4.23 21.5818 .6800 .929 6.314 3.64 18.9977 .05 10.937 4.943 4.3 703.0 776.9989 20.034 7.5023 .5054 .379 1.70 20.949 4.9956 .14 49.348 739.5050 .31 63.000 104.9994 .588 4.712 3.552 9.9998 .8800 .6600 .6803 .940 4.03806 .5930 .9988 .00793 .7700 .96 20.9999 .250 6.01795 .5046 .5003 .5980 .9989 .8400 5.224 652.947 4.5 796.66 26.19 86.5040 .000 1.0 936.9987 .592 1.9998 .5738 .950 4.935 4.12 .718 3.5044 .5045 4.606 3.5006 .02456 .612 .34 .0 748.71 43.662 3.525 4.761 3.5032 .9997 .6500 .485 7.9994 .411 786.5039 4.5048 .000 1.5007 .6305 .16 18.301 3.473 837.6603 .8000 .5002 .637 3.5890 .737 .9986 .9996 .4 925.5043 .771 2.938 4.180 14.8600 .5047 .5 796.5013 .24 71.58 19.9987 .9965 .5036 .5003 4.5005 .04648 .258 4.0 936.5041 .5860 .8900 5.28 18.0 134.31 63.00900 .6 858.212 4.6205 .04706 .03576 7.7002 .946 4.275 2.08 18.05330 .5049 .1 757.97 20.1 1.5025 .9985 18.7701 .680 3.620 13.5002 .939 4.5053 .9956 .620 13.03359 .5920 .8400 .5005 .949 .00 76.5940 .6902 4.1 847.750 36.8 729.9965 .5790 .5037 .042 10.9958 .57 20.5003 .01487 .5730 .6504 .340 19.5043 .5003 .9986 .9960 .9998 .950 4.9980 .8700 .5977 .699 3.9998 .650 .436 7.01312 .593 3.6 .713 4.210 11.9987 19.5996 3.9958 .8500 .9985 .8900 .948 .936 4.5043 4.5045 .7901 4.4 111.5729 .5002 .9969 .19 18.00 19.298 7.757 4.02964 .9998 .5720 .5044 .286 694.5867 .01911 8.8200 .5020 .90 38.5013 4.60 55.92 38.9963 .5 767.379 1.5700 .6300 .337 .935 .5012 .9996 .02784 .8201 .9985 .923 .153 5.99 .5870 .76 18.5002 .9999 .81 10.4 806.5035 .6703 .947 4.7500 .9985 .9998 .5041 4.236 7.5048 .9 720.4 111.37 21.705 .4 806.68 26.8700 .06 11.7 .204 7.01086 .73 18.5049 .9999 1.976 9.964 .5709 .948 4.5003 .8 .5051 .5750 .5018 .5045 .7801 .00958 .5002 .5960 .7600 .9961 .5710 .5957 .944 4.5043 .9986 .976 9.690 28.5035 4.9985 .9988 .25 27.9961 .373 7.2 868.9997 .71 59.5019 .04313 .946 4.587 3.5010 .027 5.56 11.086 4.950 4.3 126.529 5.5002 .9988 .9993 .5021 .13 52.948 4.86 20.298 8.5009 .5005 .5880 .8 729.5770 .311 7.249 7.9953 .5927 .04677 .25 71.9 879.668 3.5850 .6404 3.149 4.937 4.9997 .9986 .51 21.9999 .8 837.01 .1 847.75 31.941 .5023 4.8300 .04916 7.340 19.2 .024 .9997 .724 3.47 20.5042 .5046 .6200 .8600 .05532 .9992 .5 668.05497 .579 2.5877 .935 4.467 5.535 890.04855 .5 890.950 4.9987 .5900 .9964 .7800 .5808 .02167 .23 29.4 660.048 948.9999 55.473 3.9963 .01157 .2 104.0 134.9954 .5740 .5947 3.925 9.39 18.398 7.05430 .074 1.9954 .73 35.02615 8.04978 .5044 .5002 .341 5.9 913.5838 .5004 .9988 .9 720.9957 .5748 3.6000 .673 7.74 35.02307 .1 118.6700 .686 3.498 7.

0000 11.1 251.001500 .000 .0001 1.02011 .009425 .5001 .00000 2262 .007540 .000 1.006912 .740 98.2 221.906 1.00000 5655 .008168 .9999 .000 1.9800 .4 195.006911 .000 1.935 1.001300 .004235 .000 1.000 1.5001 .0001 7.0000 .9999 .003142 1.007000 .283 1.9999 .000 .004398 1.005655 .001885 1.01005 .001200 .500 .01885 .00000 6283 .000 .9999 .01194 1.01131 .000 .002513 .003142 D-15 TABLE D-2 Continued 67 .200 .935 TABLE D .935 4.01194 55.01382 .006283 125.000 142.006283 .9999 .00000 7603 .000022 .500.0000 14.008797 1.005027 .9999 .0006000 .005027 d/Lo 2πd/L 0 0 .44 11.000 1.000 .001257 19.0007000 .9999 .002513 .000 .000 .780 .9999 1.000 .470 40.005655 1.0 172.9600 .19 12.000 1.02388 .9400 5.7 .00000 9048 .000 1.9000 .01005 1.0006283 .125.001257 .5 183.000 .5000 .000 1.7 1.000 1.000 1.158 6.389.001885 .007540 .0 172.506 1.000 .0003000 .5001 .008796 .0001 to 1.94 12.009425 .006283 1.935 4.935 .000 195.9500 .000 .0000 1.000 0 ∞ 1.004398 255.284 7.005027 1.7 142.01131 .01005 .000 1.810 73.470 .0009000 .000 1.57 143.000 1.5001 .001000 .000 1.21 .001700 .01885 .009425 .000016 .01257 .0000 8.1 251.01131 1.52 1.01131 .008168 .300 12.5000 4.000 .824 7.300 .005655 154.0000 1.000 1.000 1.000 1.10 .935 4.974 1.001100 H / H O' 4πd/L d/L N C G /C O M 1.830 43.50 126.003735 12.9900 .5001 .006574 .9600 .02136 .01194 .000 .01005 .000 1.0000 9.6 208.000 1.5001 .000 TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L 0 0 0 1.220 1.740 98.0001 1.000 1.01068 .02262 .007540 .00000 1005 .000 .005114 .008797 1.470 59.00000 4022 .7 236.006283 .02011 .000010 .0004000 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' 4πd/L K SINH COSH 4πd/L 4πd/L C G /C n M O .000 1.0001 1.000 1.340 111.01194 .009425 .300 .9900 5.500 126.052 6.9999 .000014 .003142 500.9700 .005445 11.01759 1.01068 .00000 6283 .001900 .01759 .008796 86.95 1.1 162.5001 .003772 .0002000 .400 .9400 .44 76.000020 .69 11.9700 .31 11.000 .0005000 .935 4.5001 .0006283 .000 .000 .095 6.003772 347.005027 1.5001 .5001 .02388 1.004398 .001885 1.935 4.06 12.9000 .9999 .004802 .470 59.472 1.300 .0000 8.144 7.9999 .004398 .9100 .003142 .000 1.9500 .000 .5001 .9300 .935 4.01068 .000 .02136 .66 1.00000 3079 .0000 8.539 1.000 1.280 52.000 6.2 221.0000 .005655 .32 12.100 .01634 .921 1.032 6.000 1.9999 .006912 1.000 .004510 .000 1.56 11.50 76.002513 781.0008000 .5001 .007540 1.01508 .000 .006173 .003977 11.0000 10.5001 .000012 .5001 4.003770 .000 .000 1.5 183.649 6.000 .7 267.280 52.0000 SINH COSH 4πd/L 0 0 1.0000 28.00000 1571 .001600 .490 86.9999 .9 152.001257 .000 1.340 111.01257 1.000 .01068 .01634 .008796 .000 1.810 46.9300 .005027 .000 1.001800 .000 .490 86.001257 1.9800 .62 1.000 1.81 40.970 63.630 K 4πd/L ∞ 1.000 .008168 .500 67.000 1.02262 .718 5.005797 .5001 .007540 .0006283 1.0006283 12.000 1.5001 .000 .000018 .01005 .655 5.500 67.002513 1.9 152.9200 .00000 2514 .006911 103.000 .0000 9.5001 4.781 5.000 .935 4.01131 .0000 1.842 6.000 .006283 .5001 .000 1.5000 .969 6.5001 .560 48.29 1.008796 .001257 .005027 195.001257 3.000 267.01131 .9100 .006283 1.810 46.00000 5090 .260 38.7 236.01508 .000 1.000 1.002513 1.007540 .4 .000 .008168 .003772 .935 4.001400 .000 .003772 .01005 .000 1.003770 1.0001000 .6 208.580 34.2 FUNCTIONS OF d/L FOR EVEN INCREMENTS OF d/L from 0.01382 1.9200 .403 1.40 143.002513 .001885 .000 1.0000 16.844 5.1 162.

870 .03771 .769 4.03331 .00003324 .02576 .07169 .03770 .01696 .0003 1.015 5.9994 .03645 1.03894 .04270 .002900 .0006 1.005000 .01633 .01696 .003 1.09299 .002 1.0002112 .04524 .239 .02388 .989 3.001 1.01382 .0003 1.03768 .0001 1.04144 .07917 .05027 .058 2.03015 .05280 .9996 .0002337 .08555 .238 3.04336 1.207 4.0005 1.08796 .03829 .9995 .06916 .9996 .03014 .9996 .254 .554 2.02702 .003 1.0003165 .0002653 .002 1.150 15.01822 .528 .005900 .04587 .003000 .02638 .9996 .002 1.000 18.0002492 .9994 .08303 .9991 .005500 .03267 .02890 .03202 .02700 .0001108 .05658 .04267 .04021 .156 6.06409 .9997 .0001161 .851 3.648 9.951 3.03142 .0009 3.03519 .9992 .01445 .02953 .006700 .04768 .332 5.9988 .005 .9999 .001 .03330 .09185 .04525 .675 .06786 .004 1.03016 .0001005 .01320 .001 1.03897 .09312 1.09173 .167 2.02765 .01885 .475 3.04022 .9999 .04525 .04960 .001 1.04589 .03079 1.9993 .005 1.820 .004 1.9997 .003800 .9992 .03203 .003 1.0002 5.01571 .9998 .209 .226 2.03268 .0001216 .00007262 .0004 4.0008 1.9993 .08177 .04775 .00003928 .0002990 .03391 5.04646 .006800 .001 1.001 1.9992 .9993 .01571 .03519 .003 1.991 3.02827 .02576 .0002 1.004 .02324 .04021 .09817 .03517 .9998 .304 3.9999 .303 4.08671 .002 1.08294 .04082 .006400 .210 11.04204 .03831 .07672 .02513 .03078 .06791 1.9999 .005 1.02010 .0005 1.0003439 .04712 .04147 .0001387 .03708 1.04210 .407 4.02199 .04211 .04897 .0003918 .308 6.04709 .010 12.04903 1.9999 .08050 1.9993 .00003619 .0011 1.09438 .00009071 .02136 .0002186 .07540 .9988 .02765 .05909 .0005 1.453 4.04142 .02639 .03642 .0001900 .01634 .04084 .429 5.9999 .04956 2.9994 .01508 .003 .003 1.374 3.250 28.002800 .006100 .003600 .006600 .061 4.01948 .006000 .07665 .07414 .02763 7.00006841 .01257 .02890 .03766 .03393 .02261 .02073 .03016 .06032 .005800 .02387 .04207 .9999 .004800 .090 6.03205 .03897 .9997 .05529 .9997 .002500 .04840 .197 3.02136 13.0001447 .003400 .04147 .9989 .02637 .0001 1.006500 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .04395 .0002041 .9995 .004300 .005600 .0001056 .04521 .02951 .002600 .490 17.04777 .702 4.0001570 .660 8.09802 .006 D-16 68 .04652 1.9995 .9996 .0001329 .06413 .0006 3.9992 .9995 .0001508 .06287 .135 3.09425 .002 .354 4.210 9.02450 .07288 .02449 10.475 3.9996 .9999 .9999 .04650 .02765 1.004600 .01947 .004200 .03896 .439 7.003 4.03328 .02825 .04644 2.005200 .03267 .03703 4.9998 .00003040 .9998 .02451 1.9994 .002000 .830 23.03956 .08933 .02888 .483 2.9994 .01822 1.04830 .07925 .04392 .134 8.9999 .01319 .06535 .07163 .032 .0010 1.03329 .06283 .9999 .04901 .08681 1.161 4.04398 .9994 .00006039 .08419 .001 1.462 4.05531 1.007800 .9997 .05278 .327 3.007000 .0011 3.9989 .03645 .04085 .01759 .02262 .007600 .9995 .01445 .05152 .01634 .594 .01885 .0003722 .9995 .9990 .04650 .002300 .281 .002 1.0001764 .06161 1.518 .005700 .004400 .642 5.007500 .950 14.03394 .9997 .9990 .00008140 .0001 1.01697 .05154 .006900 .9993 .0003 1.04148 .03517 .00007697 .0008 3.02953 .03266 .0001 1.03579 .01382 .04966 1.09550 .002 .02011 .03706 .02511 .0002735 .04714 .9997 .9999 .00009551 .577 4.02890 .03641 .09681 .07791 .03644 .423 3.04158 .9998 .9989 .290 .788 2.0001 1.350 25.9997 .03580 .04017 3.706 3.0004 1.0002 5.0002 1.002 .882 5.809 4.9989 .04581 .03016 1.0004 1.04399 .001 1.05029 .02011 .04335 .04834 .01759 .002100 .0003 1.09048 .9992 .04772 .06158 .00008599 .01445 .911 4.9999 .01445 .719 3.9992 .03581 .03771 .9999 .176 .9993 .0002819 .9994 .09676 .0003 1.02073 .01319 .0001272 .03076 6.006300 .000 .9995 .004 1.06911 .001 .00004248 .005 1.890 13.00005284 .02324 .9994 .9999 .03204 .962 2.007200 .9998 .01759 .002700 .07294 .01696 .004 1.9997 .02764 .04333 .0003 4.0010 1.000 1.0011 1.533 5.9998 .02387 .01382 .0001634 .112 2.003900 .9996 .02513 .03143 .0002570 .9997 .04273 .003100 .03393 .02574 .01759 .630 21.9996 .02576 .000 1.151 5.004 1.03707 .03770 .02701 .07547 .0001 1.01257 .9995 .9997 .9988 .9991 .001 1.001 1.0004 1.9998 .02639 .0007 1.08042 .0008 1.07042 .003 1.01822 .000 1.05781 .08545 .0003254 .03954 .9999 .9993 .9996 .9998 .04022 1.02199 .0010 1.9998 .00004925 .0011 1.02136 1.06035 .02891 .02513 .04084 .0002414 .007700 .9997 .0002 1.04161 .9999 .9999 .9989 .05404 .02073 .05906 .01571 .02450 .005100 .221 .03959 .0012 1.349 2.260 3.700 .0003 1.176 5.073 4.9998 .02262 .0001 1.00005652 .04777 .707 2.03644 .001 1.01885 .007100 .03016 .02073 .07798 .414 2.03457 .005400 .9993 .002 1.06660 .556 3.04398 .02702 .02639 .04274 1.001 1.03139 .01948 .09943 1.116 4.9994 .00002772 .9995 .04162 .0001698 .09927 .876 3.00006435 .004100 .09565 .03455 .004 1.153 3.02765 .007900 .0002 1.9998 .09060 .04838 .05784 .01257 .0007 1.03392 .04148 .626 4.0002 1.004500 .02136 .001 1.01508 31.08428 .08168 .9998 .911 5.584 3.0006 1.00002514 .02388 .987 4.0009 1.06665 .838 .03519 .000 1.9999 .01885 .04893 .002 1.07420 1.003 1.04652 .03582 .003500 .0012 1.840 .9998 .805 3.629 .05655 .398 .000 1.03141 .03896 .004 1.04584 .03142 .9997 .002400 .9993 .003300 .638 4.02199 .001 1.002 1.764 6.0003077 .9991 .0005 1.644 3.0002904 .9997 .06539 .04019 .9992 .055 .9995 .0005 4.02513 .0007 1.001 1.02828 .0002261 .005300 .03268 .03958 .003 1.0005 1.002 1.003 .0001832 .02325 .08922 .004700 .003200 .0003346 .04155 .00004579 .0004 1.02010 .01633 .0012 3.0007 3.9995 .02199 .03892 .04964 .02889 .0002 1.04399 .9994 .01257 .04518 .02262 .9998 .03142 .05406 .913 3.04903 .0001 6.0001970 .9999 .04330 2.003700 .255 3.0003627 .03394 1.004900 .662 5.01948 .9997 .002 1.01508 1.0008 1.480 10.738 3.01508 .771 3.9999 .01319 .08807 .04273 .004 .02514 .9996 .03833 .9999 .759 .02639 .0003820 .9996 .0006 1.02325 .0009 1.007400 .004000 .04775 .03520 .006200 .614 3.04706 .02827 .873 2.01822 20.01571 .07037 .002200 .9991 .03079 .02952 .501 3.350 3.9998 .460 .01382 .0003532 .04901 .03456 .9998 .286 .217 3.9992 .9995 .363 3.0009 1.04274 .03265 .007300 .449 3.815 7.03834 .429 5.9996 .001 1.001 .03454 .04524 .9998 .

H 3 W =  . Dahulu mattras dibuat dari anyaman bambu (getekan) dilapis serabut dan diatasnya diberi batu-batuan. terutama tergantung dari bentuk armour units SR = Specific gravity (ratio of specific weight dari armour unit didalam air laut) α = Sud ut kemiringan breakwater diukur dari bidang horizontal (slope dari breakwater) Nilai K D diperoleh dari hasil hydraulic model experiment untuk berjenis-jenis armour unit. terutama tergantung dari cara menempatkannya. => untuk anguler quarry stone yang kasar K D = 2.H.7 – 4. sedang untuk menghitungkan stabilitas konstruksi.Cotg .α   Dimana : W = Berat crestblok (dalam pounds atau libes) Wr = Berat jenis batu (spesific weight of amour units.0 tergantung dari kondisi gelombang dan posisi konstuksinya. Sekarang sudah digunakan 69 . => untuk block beton dengan bentuk yang tak teratur K D = 5 – 20. dalam lb/cf) H = Design waves height ditempat konstruksi (dalam feeth) KD = Damage coefficient (empirical coefficient). arah gelombang dan lainnya yang ternyata untuk kondisi-kondisi tertentu sangat mempengaruhi berat minimum dari armour unit. Dibawah konstruksi ditebar mattras. Karena itu dianjurkan untuk menggunakan rumus ini hanya untuk preliminary design.R. sebaiknya dilakukan dengan hydraulic test model.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Tetapi didalam rumus ini tidak diperhitungkan akibat periode. Catatan : Formula Hudson sangat menolong untuk mendesign breakwater. pounds 3 K D ( S R − 1) . Soenarno AS Rumus Hudson   Wr .

Dalam menggunakan tetrapode maka harus membayar royalti ke Perancis.25. Pada daerah perairan tersebut. dimana bahan materialnya terdiri dari Quarry Stone Amour Units. Contoh penyelesaian soal breakwater Rubblemound Gambarkanlah design kontruksi rencana pemecah gelombang (breakwater) yang mempunyai type rubblemound dengan slope 1 : 2.50 setiap m3 (meter cubik) tetrapode yang digunakan. samudra yang memeliki kedalaman 39 feet dengan beda pasang surut sebesar 6 feet. Soenarno AS geotextile. Pada proyek Tanjung Priok digunakan bambu mattras dan pancangan bambu. kubus. Kecuali itu dari hasil soil Investigation nya diketahui mempunyai kekuatan tanah dasar perairan datanya sebagai berikut : σ = 0. atau dollos. Untuk mempertahankan susunan batu-batu pada bagian laut yang terhantam gelombang. Untuk mempertahankan keutuhan puncak breakwater. Pemecah gelombang tersebut untuk melindungi kolam pelabuhan.Perencanaan Pelabuhan I Ir. lapisan atas bagian kolam pelabuhan dilapisi dengan lapisan impermeable. sebesar US $ 0. Dalam satu tahunnya. cara ini disebut soil improvement. seperti tetrapode.R. Karena sukar mendapatkan bambu atau kayu sebanyak yang diperlukan. maka dipuncak breakwater dibangun crestblok. pada 70 . kubus. maka sebagai gantinya dilaksanakan perbaikan tanah dasar dengan cara dikeruk dan diganti pasir.5 knots. sedang yang sekarang digunakan terra firma. selama 3 bulan kemungkinan terjadi overtopping untuk itu diperlukan pengamanan terhadap kemungkinan terjadinya kerusakan kontruksi. sedang untuk dollos. di Cirebon poly felt sedang dipelabuhan Bengkulu dipakai robusta.87 dan koefisien damage (K D ) sebesar 3. sedang hasil dari model test dilaboratorium didapat besarnya koefisien refraksi (K R ) sebesar 0.H. maka dilengkapi dengan pemecah gelombang. hexapode. kecepatan angin meniup rata-rata sebesar 24. untuk menghindarkan kerusakan akibat terjadinya overtopping. banyak macamnya tergantung pada kepentingannya. akmond. dalam hal ini bisanya digunakan asphalt. Untuk menghindarkan kanker. dibadan breakwater dibangun filter yang keluar dibawah LWS. hexapode. tidak perlu membayar royalti.2 kg/cm2.

87 . Ho = Hs . Periode rata-rata T av = 7. Gambarkan design kontruksi (gambar bestek) dari breakwater tersebut diatas. Untuk itu digunakan perbaikan tanah (soil improvement). beda pasang surut 6 ft. Tentukan pula berat crestblok nya.25 . K R = 0.5 knots . berarti Cotg α = 2 Waterdepth 39 ft dibawah LWS. berarti tanah lembek.58 64 Ww Deepwater wave length: Lo = 5. Specific gravity : S R = Wr 165 = = 2. σ tanah dasar = 0. maka dasar kontruksi digunakan dengan pelaksanaan soil improvement.179 Lo 251 Dari tabel D-1 CERC Untuk H d = 0.R.5 knots didapat H s = 13 ft. berat batuan lapisan penutup (primairy coverlayer). Penyelesaian Soal : Dari rencana design breakwater type rubblemound diketahui slope (kemiringan) 1:2 . Jadi : 45 d = = 0. lengkap dengan seluruh komponen-komponen (bagian-bagian) nya dengan skala 1 : 200.Perencanaan Pelabuhan I Ir.03 t/m3 = 64 lb/cf : Wr = 2.12 T2 = 5. jadi d = ( 39 + 6 )ft = 45ft Wind velocity = 24.. serta elevasi puncaknya (crest elevation). Untuk wind velocity : U = 24. Berat jenis air laut : Ww = 1.0 detik.H. berat batuan lapis kedua (secondairy coverlayer).64 t/m3 = 165 lb/cf Berat jenis Batu Dari tabel D-7 CERC. Berhubung terdapat kesulitan adanya bambu dan kayu yang cukup banyak. K D = 3. Soenarno AS puncak kontruksi ditutup blok beton dari beton bertulang.179 didapat = 0.2 kg/cm2. juga elevasi batas lapisan penutup (bottom elevation) baik dibagian laut maupun dibagian kolam pelabuhan.12 x 49 = 251 ft d = 45 ft.9144 Lo H o' H structure . 71 .

3.80 x H o' = 0.9006.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Soenarno AS  . ft 2) Thickness of coverloyer (tabel lapisan penutup) 1 (W ) 3 r = n. cot g .5.R.x. T2 didapat R = 0.31 ft Controle : H o' 11.31 ft = 9.342.H.α 3.K R = 13.K A   Wr    1 3  7200  = 3.2 2) Crest Elevation ( Elevasi puncak) H = 0. K R = 10. 1    165  n = 3 1 3 KA =1 = 3.lbs K D ( S R − 1) 3 .9144 H o' = H o .58 − 1) 3 .25(2.80 x 11.23 49 T2 Dari diagram fiqure 3-12 CERC Untuk H o' = 0. T av = 7 detik H o' H = 10342 ft .342 = 11.31 = = 0. ft   H H = H o  '  Ho 1) Berat Crestblok W = Wr ( H ) 3 165(10.lbs ≈ 7200. ft 0.0. H o' = H H   '  H o  = 10.87 = 10.K A Wr n=2 KA = 1 72 .048 ft 1) Width of Crest (lebar puncak breakwater = lebar minimum) W B = n.9144). dan dengan Rubblemound slope 1 : 2 .87) = 11.52 = 10.(0.31.342 (0.342) 3 = = 7118.9144 .80 H o' Jadi R = 0.23 .

sedangkan dipelabuhan Bengkulu (pulau Baai) digunakan robusta dan untuk mengeruk terusan Jawa dipelabuhan Tanjung Priok digunakan terra firma. biasanya digunakan lapisan asphalt. polyfelts. 3) Botton Elevation of primairy Coverlayer for seasite (Elevasi dasar lap. terra firma. Geotextile tersebut dapat berupa . Primair bagian laut) r1 = 1. 73 . agar bila terjadi overtopping.342 ft = 15.R. Dipuncak breakwater sisi kolam dilapis lapisan impermeable (rapat air). Untuk secondary coverlayer = W/10 –→ W/5. bagian atas breakwater tersebut tidak rusak 6) Demensi (ukuran-ukuran) batu yang dipakai Untuk primary coverlayer : W – W/2 (campuran W/2 –→ W) W = 7200 lbs = 3265.513 ft Sedang elevasi dasar bagian kolam pelabuhan adalah sedalam H = 10. 4) Pelaksanaan Soil Improvement Tanah dasar perairan dibawah bangunan kontruksi digali sampai ± 1 meter dan tanah galian tersebut diganti dengan pasir.04 ft Tebal lapisan II (secundairy Coverlayer) < r dan max = r.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Soenarno AS = 2.1. Juga dari dalam badan breakwater dibangun filter untuk mengeluarkan air dari dalam kesisi laut berujung diatas LWS (sedikit diatas LWS).3.26 kg ≈ 3270 kg Jadi campuran dari 3270 kg sampai 1635 kg.H. (dulu bambu matras sekarang digunakan geotextile). 5) Kelengkapan komponen breakwater Dibagian sisi laut dipasang tetrapode untuk pemecah gelombang diletakkan diatas LWS sampai dipuncak breakwater. Diatas pasir tersebut digelar matras. atau robusta seperti diketahui dipelabuhan Cirebon digunakan polyfelts. hate.342 ft.52 = 7.5 H = 1.5 x 10.

545 kg sampai 16.H. Contoh perhitungannya.35 kg Catatan : Pembangunan breakwater dipelabuhan Bengkulu waktu itu memerlukan batu-batu untuk primairy coverlayer antara 7 s/d 10 Ton.Perencanaan Pelabuhan I Ir. karena berkaitan kemampuan persediaan air masing-masing pelabuhan yang bersangkutan. Merencanakan kebutuhan air dipelabuhan Untuk supply kapal dan kegiatan dipelabuhan. Soenarno AS Jadi campuran dari 327 kg sampai 654 kg Untuk badan breakwater = W/6000 –→ W/200 Jadi campuran dari 0.35 e = 50 meter q = 280 Ton/jam E = 10 x 330 jam = 3300 jam kerja/th 74 . L = Panjang tambatan optimal dengan penggunaan yang efisien e = Jarak antar hydrant q = Kapasitas hydrant dalam ton/jam E = Jumlah jam kerja setahun (jumlah jam kerja sehari 10 jam x 330 = 3300) Misalnya data-data yang diketahui sebagai berikut : C = 0. Maka dalam hal tersebut diambil batu-batu dari pulau Karimun (Sumut) dalam hal tidak didapat maka dapat diganti dengan kubus beton. Walaupun dengan cara meledakan batu-batu dibukit Kandis dan Sunur ternyata hanya didapat sedikit. Kebutuhan air setahun : [ Q = Cx L xqxE ] e (ton / th) Dimana : C = Koefisien pengisian (nilai koefisien bagi supply air untuk masingmasing pelabuhan yang tidak sama.R.

360.280.35. seperti pelabuhan Panjang Bandar Lampung. karena harganya sama dengan air untuk kapal.120 Meter L= L= (∑ panjang.A.meter 0.kapal ).654.360.560 M ∑ panjang kapal domestic : 1357 x 80 M = 108.x. Kecuali beberapa pelabuhan di Indonesia yang mempunyai sumber air minum sendiri dan mempunyai menara air untuk menyimpan persediaan. perlu ditambah ± 25 %.120.x.011. Catatan : Perlu diketahui bahwa air untuk kapal pada umumnya dibeli pelabuhan dari P. Soenarno AS Ocean going vessels yang berkunjung : 812 bh/th Domestic vessels (antar pulau) sebanyak : 1357 bh/th Rata-rata lamanya tambat kapal : 4 jam Berth Occupancy : 0. penggunaanya harus dihemat. 75 .lamanya.087 ≈ 2500. 127.089 x.652 = 2.089.ton / th 50 Kebutuhan air dipelabuhan sehari adalah 822.R.120 M ∑ panjang kapal seleruhnya = 214. serta kepentingan pemadam kebakaran.bertambat berth. = 0.560 M Jumlah 214.x.x.x.Perencanaan Pelabuhan I Ir.4 = .78.011.78 (78%) Jadi jumlah panjang kapal : ∑ panjang kapal ocean going .x.24 Jadi kebutuhan air setahun adalah : Q.24 214.x. serta pelabuhan Kendari (Sulawesi Tenggara).occupancy. Dengan demikian air untuk kantor-kantor didalam daerah pelabuhan.127. karena pelabuhan tergolong kegiatan industri.D.x3300 = 822. sehingga keseluruhnya menjadi 3200 ton/hari.H.ton / hari 365 Untuk keperluan kantor-kantor dipelabuhan. 812 x 130 M = 105.252.M (Perusahan Daerah Air Minum) dengan harga yang mahal (± hampir 100 x tarip air untuk penduduk).

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

FIGURE 4-1. CLAPOTIS ON VERTICAL WALL

76

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

FIGURE 4-2 DETERMINATION OF VALUE OF h o IN
SAINFLOW’S FORMULA.

77

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

FIGURE 4-3 DETERMINATION OF VALUE OF P 1
IN SAINFLOU’S FORMULA

78

Soenarno AS 79 .R.H.Perencanaan Pelabuhan I Ir.

cukup diambil H max yang minimum.5 kg/cm2. tinggi gelombang rata-rata sebesar 6. berat Armour units yang direncanakan. Dari survey Bathy metric khususnya mengenai tinggi gelombang pada perairan dimana akan dibangun breakwater dengan automatic wave recorder dihasilkan dari lebih 300 data (continues record data) data primer diperoleh data sekunder. Penyelesaian Soal design breakwater caisson Bangunan caisson merupakan vertical wall breakwater (dinding tegak).25 ft = 10 ft 80 .Perencanaan Pelabuhan I Ir. kemungkinan konstruksi akan runtuh. maka untuk mendesign dipilih H max . Harap pula dikaji stabilitas bangunan caisson tersebut terhadap kemungkinan penggelinciran (sliding). Soenarno AS Contoh soal Design kontruksi Breakwater Caisson. Gambarlah design konstruksi Breakwater type Caisson dari beton bertulang (reinforeed concrete) dengan rubble foundation dengan skala 1 : 150.R. Data-data lain yang diberikan untuk rencana design tersebut : - elevasi puncak rip-rap : 30 ft dibawah SWL - elevasi dasar bangunan caisson : 35 ft dibawah SWL - Berat jenis beton diudara : 150 lb/cf - Slope dari rubble foundation adalah 1 : 2 - Armour units sebagai pembungkus fondasi dipilih tetrapode - Tidak boleh terjadi overtopping karena bila diperlukan dapat dipakai bertambat kapal. Kedalaman air disitu adalah 45 feet dibawah SWL (still water level).25 ft Jadi H 1/3 = H significant = 1.H. Gambar bestek dengan daar skala 1 : 150 seperti tertera diatas. sebab dengan sekali hantaman oleh gelombang besar.6 x 6. Tegangan dasar tanah perairan σ = 0. Hitunglah seluruh demensi konstruksi breakwater dimaksud. - Agar biaya investasi tersebut effisien untuk tinggi gelombang maksimum. batu-batuan (quarry stone) lapisan dan badan rubblemound disertai kelengkapan dan demensi lain-lainnya.25 feet. Dari data pengamatan diketahui H av = H= 6. antara lain : Ukuran besar dan berat caisson.

Dicari wave length (L) pada structure.2214 Dari Tabel CERC D-1 untuk d/L o = 0. berarti tanah lembek. Lo = q q 2π = 5.2434 (hasil interpolasi) d 45 = = 184.2434 Jadi Design wave height (tinggi gelombang) pada structure : H = 16 ft Wave length (panjang gelombang) pada structure : L = 185 ft Wave period (perioda gelombang) : T = 6.2214 → d/L = 0.21 = 0.88 ft ≈ 185 ft Jadi L pada Structure = 0.2434 0.21 ft d/L o = 45/203.3 detik Jadi L o = 5. Waterdepth (kedalaman sampai tanah dasar) d = 45 ft.6 – 2.12 T2 = 5.12 (6.H.Perencanaan Pelabuhan I Ir.0) H 1/3 Diambil H max yang minimum → H max = 1.5 kg/cm2. Karenanya dapat kita ketahui bahwa : Waterdepth (d) = 45 ft > 2 x H (tinggi gelombang) 45 ft > 32 ft Maka perhitungannya didasarkan methode saint flou untuk tekanan gelombang pada non breaking waves clapotis yang terbentuk pada dasar dari dinding caisson 81 .12T 2 T 2 Dari tabel CERC D-7 untuk Hs = 10 ft → T av = 6. maka sebagai toeprotection harus digunakan konstruksi rubblemound sebagai fondasinya.4 lb/cf Keenam hal tersebut diatas harus diketahui atau didapat lebih dahulu agar dapat menyelesaikan perhitungan design lebih lanjut.R. jadi rubble fondation.6 x 10 ft = 16 ft σ tanah dasar = 0.3 detik Waterdepth sampai puncak rip-rap : d 1 = 30 ft Waterdepth (bottom elevation) : d = 45 ft Unit weigth/density of fresh water (ω) : ω = 62. Soenarno AS H max = (1.3)2 = 203.

162 Begitu pula P 1 dapat dihitung dengan Diagram Figure 4-3 CERC seperti cara tersebut diatas dengan nilai : d/L = 30/185 = 0.975 x 690 = 672.162 Dan didapat Lh o = 1150 H = 16ft → ho = 1150 = 6. (orbit center) diatas SWL (still waterlevel) dapat dihitung dengan Diagram Figure 4 – 2 CERC dengan menggunakan nilai : d/L = 30/185 = 0. 185 Dari Diagram Figure 4-3 untuk d/L = 0.sea.75 pounds (P 1 adalah tekanan clapotis diatas dan dibawah SWL pada kedalaman 30 feet).H. fresh.35ft dibawah SWL.water 62. rip-rap tidak dapat mengeliminir effect dari tekanan pada dinding caisson.162 dan didapat P 1 = 690 pound (nilai berdasar air laut) H = 16ft Karena Diagram Figure 4-3 berdasar air laut. Soenarno AS dipengaruhi oleh kedalaman d 1 = 30 ft.water 64 Jadi P 1 = 0. Tinggi h o pada mean level dan clapotis. maka nilai P 1 ini harus dikoreksi kearah nilai berdasar air tawar (fresh water). dihitung pada puncak rip-rap dan dasar dari dinding caisson (-35ft dibawah SWL) pada formula R c dan M c .975 w. Dimana formulasinya : h0 = πH 2 Cotgh L 2πd L dan ωH P1 = cosh 2πd L Antara puncak rip-rap pada elevasi – 30ft dibawah SWL dan dasar dinding caisson pada elevasi .4 = = 0. Tekanan ini harus diperhitungkan pada penggunaan tekanan P 1 . sehingga besaran h o dan P 1 (tekanan clapotis) diperhitungkan atas dasar kedalaman d 1 = 30 ft. Dari Diagram Figure 4 – 2 Untuk d/L = 0.2 ft. Upper dan Lower limits yang dicapai clapotis adalah : 82 .Perencanaan Pelabuhan I Ir. Faktor koreksinya adalah w. (h o = jarak orbit centre dari clapotis/mean level terhadap SWL).R.162.

75) 62.111. dengan Waterdepth : d = 35 feet.x.111.R. Soenarno AS h o + H = 6.05 ≈ 43483 pounds (d + h0 + H )2 (wd + P1 ) wd 3 6 6 2 3 ( 35 + 22.4 x35 + 672. Jadi resultante dari tekanan gelombang (gaya gelombang) dan berat kontruksi harus berada ditengahtengah sepertiga dari dasar (dalam kern).2 ft diatas SWL h o – H = 6.904.8 ft dibawah SWL Atas dasar perhitungan tersebut tinggi puncak breakwater caisson tidak boleh kurang dari 22.H.4) = 87.4(35) Mc = − 6 6 Mc = − M c = 1.2 ) (62. maka gaya keatas berada dalam triangular distribution.2 )(62.4 x35 + 672. pounds. 6  W t = berat kontruksi = 6516 χ 83 .75) 62. Perhitungan lebar caisson. Rc = Rc (d + h 0 + H )(wd + P1 ) 2 − wd 2 2 2 ( 35 + 22. Dimisalkan lebar caisson = x feet Berat jenis beton (concrete) diudara = 150 lb/cf (diketahui) Jadi berat jenis beton dalam air (150 – 62.2 ft diatas SWL.2 + 16 = 22.905 feet.6 lb/cf Persamaan berat caisson (W t ) 23 x ( 150 ) + 35 x ( 87.4(35) = − 2 2 Rc = 43483.2 – 16 = 9.Perencanaan Pelabuhan I Ir.6 ) = 6516 x Persyaratan stabilitas mutu bangunan dituntut.8 ≈ 1. bahwa Resultante gaya-gaya yang bekerja pada bangunan tersebut harus berada dalam inti ( kern ). Jadi diambil puncak caisson dengan + 23ft diatas SWL. Jadi terdapat persamaan : 1   x  Wt = Mc + 3  1   x  P 1 .

8 pounds Sekarang diteliti faktor keamanan terhadap penggelinciran (sliding). maka f = 0.R. berat caisson = 6516 x = 220.5 = = 2.111. Soenarno AS 6516.80 feet Jadi lebar caisson = 33.53 Rc 43483 n = 2.75 x 2 = 1.905 + 6 6 x = 33. Dari Diagram Figure 4 – 12 CERC : 84 .Perencanaan Pelabuhan I Ir. lihat diagram figure 4-12.53 > 2 → jadi aman Perhitungan demensi batu rubblemound sebagai pondasi kaki (Toc foundation) dari breakwater caisson sebagai berikut: Digunakan formula :  W .x.5 atau 0. W = Berat rata-rata dari tiap-tiap amor units (dalam satuan libes atau pounds) H = Design wave height (incident wave height yang menyebabkan structure tidak rusak (no damage to the structural) Wr = Unit Weight dari batu (saturated surface dry) satuannya lbs/cf. f 220.240.H 3 W = 3 r 3 N s (S R − 1)     SR = Wr Ww __ 3 Dimana : N s = Design stability Number.H.x 2 672.80 feet.8.789 ≈ 33.5 n= Wt . d = waterdepth pada elevasi dasar (bottom) d 1 = waterdepth pada elevasi puncak rip-rap. jadi tidak licin.240. koefisien gesernya (friction coefficient) secara umum dapat diterapkan = 0.6. Apabila pondasi tidak terbungkus licin (dressed smooth).0. Persyaratan stabilitas dituntut angka keamanan (safety factor) sama atau lebih besar dari pada 2 (n ≥ 2) rubble foundation disini dibungkus amor units. untuk Rubble foundation dan Toe protection.

Perencanaan Pelabuhan I Ir.4 x 45 ft = 18 ft Selanjutnya lapisan luar dari rubble foundation adalah W/10 – W/5 (500 pounds sampai 1000 pounds) sadang batuan inti (didalam) adalah W/6000 – W/200 (0.4 Rata-rata berat tiap tetrapode sebagai amour unit adalah W = 4945 ~ 5000 pounds Lebar sayap pondasi rubble : β = 0. Soenarno AS Untuk depth ratio d 1 /d = 30/45 = 0.R.H.4 d → β = 0.840 Jadi W = = = 4944.32 23( − 1) 3 62.834 pounds sampai 25 pounds).67 Didapat nilai __ N S 3 = 23 (rubble sebagai pondasi) 165(16) 3 510.25 pounds 165 103. 85 .

H.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Soenarno AS gG Gambar V.R. Design Konstruksi Breakwater Caisson dengan Rubble foundation.2. Skala 1 : 150 86 .

disamping itu dapat merubah “bedload” menjadi “washload” yang terbawa arus sehingga menghindarkan pengendapan (silting).Perencanaan Pelabuhan I Ir. Dengan memasukan udara kedalam pipa yang dapat menghasilkan aliran air yang berputar.T C= ω2 = L = T gT 2 2π = gT = g T 2π ω 2π 2π gT .k T T 2π Dengan kecepatan V terhadap wave propragation (ω + k .3.R.k 87 . Pada gelombang normal (biasa) dapat kita tuliskan persamaan: Deepwater wave ω= 2π T ω = k.V ) 2 = g .H. dapat berakibat pecahnya gelombang. Soenarno AS PNEUMATIC BREAKWATER Gambar V. Buble Gun Braser dan Laury menghasilkan “buble gun” sebagai dasar berfungsinya pneumatic breakwater.C k= 2π L L = C.kC = k = g .

g = 0 ω 2 + 2ω 2π (2π ) 2 2 2π .k1 .Perencanaan Pelabuhan I Ir.V + .56T 2 2π L C o = o = 1.H.56T T g Co =  → Lo = f (ω .V 2 − k1 . V ) ω ω 2 = k o .V + k12 .g ω 2 + 2ω . Soenarno AS 2πV 2 2π (ω + ) =g L L gT 2 Lo =  → Lo = 1.Lv + 4 π2v2 – 2π Lg = 0 x L2 Persamaan kuadrat dalam L ω2L2 + 2π (2ωv – g)L + 4 π2v2 = 0 L = 2π (-2ωv + g) ± √ (2ωv – g)24π2 – 4ω24π2v2 2 ω2 = 2π (-2ωv + g) ± √ 4π2 {(2ωv – g)2 – 4ω2v2 2 ω2 = 2π -2ωv + g ± √ (2ωv – g 2 – 4ω2v2 2 ω2 L = mempunyai nilai riel hanya untuk (2ωv – g)2 – 4ω2v2 ≥ 0 4ω2v2 – 4ωvg + g2 – 4ω2v2 ≥ 0 4ωvg ≤ g2 V≤ g g 1  = Co  → C o =  4ω 4 ω  88 .V − g =o L L L2 ω2L2 + 2ω.2π.R.g (ω + k1V ) 2 = k1 .

Perencanaan Pelabuhan I Ir. Soenarno AS Co V (C–V) Co = C2 C −V C o ( C – V ) = C2 C2 – C o C + C o V = 0 C = Co ( ½ + V= 1 V − 4 Co Co 4 L = (C – V) T Lo = T = L Co C–v 2π C o 2 /C o = 2π C2 /C o g g v = f (debit udara yang dimasukan dan kedalaman air) = f (q air and depth) Untuk double buble gun : 3  V   qair =     2.6    Udara yang dimasukan adalah pada tekanan atmosfeer (air quantity at atmosferive Untuk single buble gun : 3  V   qair =     3.2    Untuk kedua formula (rumus) tersebut hanya berlaku bagi kedalaman (depth) > 2m 89 .H.R.

8 m3/det per m1  2.H.2 m/det Co = g = 3  3.R. Kecepatan Air Dalam Breakwater Syarat bagi breakwater yang aktif adalah V≥ 2πd g V ≥ tanh 4ω L g tanh 2πd 90 .8 m/det ω 2π 2 x3.14 V = ¼ Co V > 3.Perencanaan Pelabuhan I Ir.2 )3 = 1.8 = = 12.6  = 180 m3/det per 100 m1 panjang (untuk double buble gun) Untuk deepwater → V ≤ ¼ C o Untuk shallow water ( ω + 2πV )2 = 2πg tanh 2πd L L L V≤ d 2πd g tanh 4ω L d = kedalaman air Gambar V. Soenarno AS Contoh soal : Diketahui waterdepth 3 M LWS. T = 8 detik gT 10.4.2  Debit udara minimum (q air min) =   ( 3.

Untuk pelabuhan besar dimana yang berkunjung kapal-kapal besar.. H.. per gang hour - Hari kerja pertahun yang diperhitungkan (± 300 hari) - Rata-rata jumlah hatch yang aktif.. tergantung kinerja faktorfaktor masing-masing pelabuhan tersebut.. RAMALAN KEBUTUHAN FASILITAS PELABUHAN (FORECASTING FOR PORT FACILITIES) VI . Berth Thronghput : DxOxHxGxC   .. maka gang yang bekerja berdasar hatch (palka)..... diperlukan data-data kinerja pelabuhan yang bersangkutan antara lain.. Untuk dapat forecast fasilitas pelabuhan untuk tahun-tahun mendatang .R.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Soenarno.I . Berth thronghput untuk masing-masing pelabuhan tidak sama.dermaga = .ton / m' / tahun  Tb = B  91 .. - Berapa jam kerja efectif sehari - Berth oceupancy factor (berth oceupancy ratio) - Rata-rata kapasitas bongkar muat. AS BAB 6. yang .. lewat. sedang pelabuhan kecil dengan kapal-kapal < 5000 DWT antara 2 dan 3 gang...ton / M ' / tahun Panjang . PENDAHULUAN. Catatan : 1 gang = 15 orang pekerja - Rata-rata panjang kapal / berth (m) dan berth thronghput (Tb) Tb = BerthThroughput = C arg o.Dermaga Jadi performance suatu pelabuhan tergantung pada besarnya nilai Tb. yang aktif adalah antara 4 dan 5 .

Untuk Kpl > 5000 DWT < 5000 DWT G : jumlah gang 3a4 C : kapasitas kecepatan bongkar muat 15 – 20 B : panjang satu berth (tambatan) 130 m 2a3 10 – 15 90 m VI.Perencanaan Pelabuhan I Ir. maka : Tb = 330 x 0. C = 10 ton/gang/hour dan B = 90 m.60 x 12 x 2 x 10 = 528 ≈ 530 ton/m1/tahun 90 Maka untuk mengetahui (forecasting) berapa panjang (meter) demaga yang diperlukan untuk 5 tahun yang akan datang. AS dimana : D : jumlah hari kerja setahun O : berth aacupancy factor = 330 hari = 60% . 92 . MERENCANAKAN PANJANG DERMAGA YANG DIPERLUKAN Misalnya kita ambil salah satu pelabuhan dengan data-data sebagai berikut : D= 330 hari O = BOR = 78% H= 20 jam G= 3 (untuk pelabuhan dengan kapal-kapal : > 5000 DWT) C= 15 ton/gang/hour (untuk pelabuhan dengan kapal-kapal >5000 DWT) B= 130 m (untuk pelabuhan dengan kapal-kapal > 5000 DWT) Tb = 330 x0.R. Soenarno.ton / M ' / tahun 130 Apabila kita perhitungkan terhadap pelabuhan dengan kapal-kapal < 5000 DWT dimana G = 2 hatch .78 x 20 x3 x15 = 1782. sedang BOR = 60% dan H = 12 jam/hari. H.78% H : jumlah jam kerja efektif 2 hari = 12 – 20 jam/hari. Diperlukan mengetahui jumlah cargo flow satu tahun untuk tahun yang direncanakan.2.

.. Soenarno.. dan paling sedikit dapat diketahui 5 tahun terakhir. Catatan : Secara ekstrim apabila penduduk setempat pindah secara besar-besaran (exodus) maka cargo flow akan berkurang karena kapal yang berkunjung kesitu berkurang. maka panjang dermaga yang diperlukan 5 tahun mendatang adalah Cf 5 .Perencanaan Pelabuhan I Ir..Tambahan x100% = .R. sedang Growth Rates Formule dipakai sebagai dasar menghitung pertambahan penduduk.Tamba tan Pengguanaan dan kapasitas tambatan diperhitungkan dalam jam/meter : 93 .% Kapasitas..M ' Tb Catatan : Occupancy factor = Berth Occupancy Ratio (BOR) BOR = Penggunaan.. Dipakai Growth Rayes Formule..... Grouth Rate Formule   Pn − 1 r = n Po   dimana : r = rate of growth Pn = contoh setelah n tahun Po = contoh tahun dasar n = jumlah tahun contoh jadi apabila dengan Growth Rate Formule setelah didapat cargo flow 5 tahun mendatang ( = Cf 5 ).. H.. AS Disini kita butuhkan daftar statistik cargo flow pelabuhan tersebut tiap tahunnya..... karena perkembangan cargo flow disuatu tempat terkait dan sejalan dengan perkembangan penduduk setempat.. Untuk menghitung trend nya serta cargo flow 5 tahun yang akan datang digunakan “Growth Rates Formule” dari Anto Dayan.

tidak lewat gudang.. Ton/hari Penggunaan sebenarnya = Penjumlahan ton dari party x jumlah hari lamanya barang digudang = ……. Ton/hari. diangkut langsung keluar pelabuhan. % Kapasitas penumpukan Kapasitas Penumpukan = Luas lantai x daya pikul lantai/m2 x jumlah hari/tahun = ………. maka perhitungannya disatukan juga. MERENCANAKAN LUAS TEMPAT PENUMPUKAN YANG DIPERLUKAN Apabila gudang diperlukan baik untuk angkutan pelayaran samudra. Soenarno.R.3. maupun untuk pelayaran Nusantara secara bersama-sama. Dengan 94 .Perencanaan Pelabuhan I Ir. Ton/M2/tahun = Luas Gudang Penggunaan sebenarnya Occupancy factor = (prosentase pemakaian) x 100 % = ……. Dari perhitungan Shed Troughput dan occupancy factor perlu dianalisa sebagai berikut : O x P x 365 Ts = ──────── ton/m2/tahun D Ts = Shed Throughput O = Occupancy factor (prosentase pemakaian) P = Kemampuan daya dukung lantai dalam ton/m2 D = Rata-rata lamanya barang digudang (dipelabuhan-pelabuhan besar diartikan lamanya barang-barang yang diizinkan ditimbun di gudang). H. Adapun rumus perhitungan ditetapkan sebagai berikut : Cargo lewat gudang Shed Throughput = ………. Khusus untuk tempat penumpukan ini untuk pelabuhan besar terdapat ratio : Gudang : Open storage = 40% : 60% Kecuali itu barang-barang berbahaya dan bahan-bahan pokok kebutuhan hidup sehari-hari. AS Kapasitas tambatan = Panjang tambatan x 24 x 365 jam/meter/tahun Penggunaan tambatan = Panjang tambatan x jam pengunaan sebenarnya VI .

000 x0.buah 365 x0.58 buah ≈ 141 buah Cf x H r f Jumlah forklift = buah 365 x O x H x C 95 . Maka.000 ton setahun Rata-rata jam kerja sehari H : 10 jam/hari Rata-rata kapasitas bongkar muat (cargo handling) C : 20 ton/gang hour Occupancy factor O : 60 % Handling ratio H r . 4.000.R.60 x10 x 20 Untuk offloading delivery dan stacking 100 % = 63.8 buah Untuk peakday work dan maintenance 10 % = 12.Cf M 2 Ts dimana: 40% nya gudang dan 60% nya openstorage VI . MENENTUKAN JUMLAH PERALATAN PELABUHAN DIPERLUKAN ( forecasting for port equipment). Bila O = 60% dan P = 2. karena pada umumnya muatan langsung itu ± 30%. dalam perhitungan Shed Throughput tersebut dihitung ± 70%. Ts = 2.m : 60 % manual (manusia) Jumlah forklift yang diperlukan untuk tahun yang bersangkutan : Jumlah. D = 4 minggu. Sebagai Contoh misalnya sebagai berikut : Telah diketahui cargo flow untuk tahun yang direncanakan C f : 7.60 x 52 minggu = 20 t/m2/tahun 4 Jadi Luas tempat penumpukan yang direncanakan = 0.f : 40% mechanical (forklift) H r .7.5 ton/m2 .000.Perencanaan Pelabuhan I Ir.Forklift = 7.50 x 0. H.9 buah /127.9.78 buah / 140. AS demikian bila C f = Cargoflow tahun yang diperhitungkan.40 = 63. Soenarno.

Kapasitasnya diperhitungkan secara terpisah.04 – 0. penggunaan.tersedia Jam kerja yang tersedia dalam satu bulan ditetapkan 200 jam untuk tiap alat bongkar/muat (untuk semua jenis)... H. AS VI . 6. ker ja. Soenarno.% jam.t 2 ) E Dimana : Tg = jumlah kapal tunda yang diperlukan 96 . pindah tempat dan seterusnya. 5. adapun penilaian tinggi rendahnya daya dan hasil guna peralatan pelabuhan (bongkar/muat) ini dinyatakan dalam tinggi rendahnya persentase pemakaiannya. merenggang.. Pada umumnya pelabuhan-pelabuhan besar dinyatakan sebagai pelabuhan wajib tunda.t 1 + S h ..R.sebenarnya x100% = .. PENGGUNAAN PERALATAN PELABUHAN (UTILIZATION OF PORT EQUIPMENT) Data indikator ini diperoleh dari data statistik pelabuhan menurut jenis masingmasing peralatan. Guna menentukan kebutuhan tugboat pada tiap-tiap pelabuhan wajib tunda dipakai rumus emperis sebagai berikut : N Tg = (2.. Untuk memperlancar lalu lintas kapal-kapal serta demi keamanan/keselamatan serta kelangsungan hidup bagi peralatan-peralatan pelabuhan maka diperlukan kapal tunda (tugboat) sebagai alat bantu utama guna merapat.Perencanaan Pelabuhan I Ir...14) bh tiap M 1 dermaga Jumlah crane yang diperlukan (mobile Crane) = 0. yang.005 bh tiap M 1 dermaga Luas Transit Shed = 45 M2 tiap M1 dermaga VI . Untuk Major Port Jumlah Forklift yang diperlukan =(0.Sc. Sebagai data perhitungannya ditetapkan sebagai berikut : Jam. MENENTUKAN / MERENCANAKAN BANYAKNYA KAPAL TUNDA (TUGBOAT) YANG DIPERLUKAN BAGI SUATU PELABUHAN..

R.150 M N0.minimal 2 kapal (N = 2) Panjang 201 s/d 100 M .minimal 2 kapal (N = 2) Panjang 151 s/d 100 M . 92/PR.minimal 1 kapal (N = 1) Panjang 101 s/d 100 M . 3 151 M . AS Sc = Jumlah pergerakan kapal setiap hari (Rapat – Lepas) S h = Jumlah kapal yang dimutasikan / digeser (shifting) setiap hari t 1 = Waktu rata-rata yang diperlukan untuk sekali menunda(dihitung mulai berangkat dari pangkalan sampai kembali) t 2 = Waktu rata-rata yang diperlukan untuk mutasi / penggeseran (shifting) E = Jumlah jam kerja efektif dimasing-masing pelabuhan N = Jumlah kapal tunda untuk menunda sebuah kapal Untuk nilai N tersebut didasarkan surat keputusan Mentri Perhubungan Republik Indonesia No.100 M 2 101 M .minimal 3 kapal (N = 3) Untuk memperhitungkan hal ini diperlukan data-data statistik kedatangan kapal di masing-masing pelabuhan setiap pelabuhan terdapat data statistik kedatangan kapal setiap bulannya dan terperinci jumlah masing-masing menurut ukurannya.85. Contoh Soal : Merencanakan Kapal Tunda (Tugboat). H.keatas Satuan PK per Unit 2376 M3 – 7355 M3 1 buah 800 1 buah 7356 M3 – 26151 M3 1 buah 1 buah 800 2000 2 buah 26151 M3 – keatas 1 buah 1 buah 1 buah 800 2000 3000 3 buah Bagaimana memperhitungkan volume atau displacement ( ∆ ) 97 .302/Phb. Unit Tugboat PANJANG KAPAL VOLUME 1 60 M . KM. tanggal 11 April 1985 sebagai berikut : Panjang 71 s/d 100 M . Soenarno.Perencanaan Pelabuhan I Ir.

R. Displacement ( ∆ ) = 101 x 0. terdiri dari : Panjang kapal 60 – 100 m sebanyak = 38 buah kapal Panjang kapal 101-150 m sebanyak = 41 buah kapal Panjang kapal 151 – keatas sebanyak = 8 buah kapal.83 = = 26152 m3. Untuk panjang kapal 151 meter (LOA).53 x 2.83 = = 2376 m3.83 = = 7356 m3.53 x 2.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Untuk panjang kapal 100 meter (LOA).53 γw = Berat jenis air laut = 1.025 x 0. LOA = Length Overall (panjang keseluruhan kapal). Untuk panjang kapal 101 meter (LOA).53 x 2. 98 . Displacement ( ∆ ) = 151 x 0.92 x 18 x 7 x 1.53 x 2.92 x 10 x 2. d = Fulloaded draft (tinggi garis sarat air).83 = = 7355 m3. Displacement ( ∆ ) = 150 x 0. H. Contoh penyelesaian soal tentang jumlah kapal tunda yang diperlukan.92 x 18 x 7.025 x 0.53 x 2. Untuk mengetahui berapa banyak kapal tunda yang diperlukan bagi suatu pelabuhan perlu dicari data-data sebagai berikut : Kunjungan kapal rata-rata per-bulan = 321 buah kapal. Cb = Block coeffisient = 0.2 x 1.92 x 13 x 4 x 1. Untuk panjang kapal 150 meter (LOA). Soenarno.025 g/cm3. AS Displacement ( ∆ ) = LWL x B x d x 1.92 x 13 x 4 x 1. Displacement ( ∆ ) = 60 x 0.025 x 0.83 = = 26151 m3.025 x 0.025 x 0.8 x 1. Displacement ( ∆ ) = 100 x 0.025 x Cb Dimana : LWL = Length of waterlength (panjang batas garis air) B = Lebar Midshipsection/luar. Untuk panjang kapal 60 meter (LOA).

Sedang yang dimutasikan setiap harinya untuk kapal-kapal berukuran : 60 – 100 m sebanyak 1 kapal. Waktu yang diperlukan untuk menunda = t1 = 2 jam. Penyelesaiannya : a) Untuk unit kapal dengan panjang 60 – 100 m.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Jumlah kapal yang dimutasikan = Sh = 1 buah. Waktu yang diperlukan untuk mutasi = t2 = 2 jam Jumlah jam kerja efektif = E = 24 jam. diperlukan waktu 2 jam/setiap kapal 151 – keatas sebanyak 1 kapal. diperlukan waktu 1 jam/setiap kapal.t 2).t 2).733unit 24 c) Untuk unit kapal dengan panjang 151 m keatas. Tg = N (1. diperlukan waktu 2 jam/setiap kapal 101-150 m sebanyak 1 kapal.58 x 2 + 1x 2) = 0.Sc.3466unit 24 b) Untuk unit kapal dengan panjang 101 – 150 m.R.70 buah. AS Waktu untuk menunda kapal-kapal tersebut diatas dihitung sejak berangkat dari pangkalan sampai kembali ke pangkalan rata-rata 2 jam setiap kapal. Tg = N (1.t1 + Sh. 99 .Sc. Waktu yang diperlukan untuk menunda = t1 = 2 jam. H. Soenarno. Keperluan Tugboat untuk menunda = N = 2 buah. Jumlah kapal yang dimutasikan = Sh = 1 buah. E Tg = 2 (2 x1. Keperluan Tugboat untuk menunda = N = 1 buah. Waktu yang diperlukan untuk mutasi = t2 = 2 jam Jumlah jam kerja efektif = E = 24 jam.58 buah.70 x 2 + 1x 2) = 0. E Tg = 1 ( 2 x1.t1 + Sh. Kunjungan kapal setiap hari = Sc = 41/24 = 1. Kunjungan kapal setiap hari = Sc = 38/24 = 1.

Jumlah kapal yang dimutasikan = Sh = 1 buah.Sc.290 x 3000 PK = 870 PK Jumlah = 4011 PK.29unit 24 Rekapitulasi : Untuk unit a) : 0. AS Kunjungan kapal setiap hari = Sc = 8/24 = 0. Tg = N (1.290 x 2000 PK = 580 PK 0.33 buah.R.733 x 800 PK = 586 PK 0. 1 (satu) buah kapal tunda (Tugboat) berdaya 1200 PK dan 1 (satu) buah kapal tunda (Tugboat) berdaya 800 PK. H. E Tg = 3 (2 x 0.733 x 2000 PK Untuk unit c) : 0. Keperluan Tugboat untuk menunda = N = 3 buah.Perencanaan Pelabuhan I Ir.t1 + Sh. Maka kapal tunda (Togboat) yang diperlukan untuk keperluan operasi pelabuhan dimaksud adalah : 1 (satu) buah kapal tunda (Tugboat) berdaya 2000 PK.290 x 800 PK = 1466 PK = 232 PK 0. Waktu yang diperlukan untuk mutasi = t2 = 1 jam Jumlah jam kerja efektif = E = 24 jam.33 x 2 + 1x1) = 0.t 2). Waktu yang diperlukan untuk menunda = t1 = 2 jam. Soenarno. 100 .3466 x 800 PK = 277 PK Untuk unit b) : 0.

karena jangkar dapat berpindahpindah tempat.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Persyaratan untuk Lego Jangkar (Labuh kapal) 1) Kedalaman (waterdepth) maximum 70 meter LWS 2) Perairan tenang (tidak ada gelombang) 3) Dasar perairannya tidak boleh karang atau tanah liat. Maka jarak labuh kapal adalah (3d + L) yang berarti d = ± 71 m. Kita ambil sebagai dasar ialah isi kapal sebagaimana tertulis dalam surat ukurannya. 8. Soenarno. Jadi tanah dasar harus pasir padat. H. AS VI . (1 Register Ton = 100 C. Jarak Labuh Kapal. VI .f = 2. Juga tidak boleh Lumpur lembek. 7. yang dinyatakan dengan meter kubik (M3) atau “ register ton “ . Gambar VI.R. 1.836 M3) 101 . karena jangkar sulit ditarik. UKURAN-UKURAN KAPAL Ukuran-ukuran kapal ini sangat penting bagi teknisi pelabuhan karena dalam menghitung uang pelabuhan dan uang terusan (Haven en kanaalgelden dalam bahasa Belanda atau juga disebut : harbour dues dalam bahasa Inggris). JARAK LABUH KAPAL Pada umumnya kapal membawa /memiliki jangkar sepanjang ± 225 meter.

R. juga disebut Isi Bruto Ukuran ini meliputi seluruh ruangan tiada terkecualinya yang berada dibawah palka (dek) juga diatas ditambah dengan semua ruangan tertutup dan beratap diatas palka tersebut. AS Isi kapal ditetapkan oleh pengukur kapal yang disumpah waktu hampir atau selasai dibangun. maka dengan perpindahan air (atau air laut) kita maksudkan perpindahan air sampai garis muat (geladen lastlyn).R. 2) N. Jika tidak ada atau tanpa keterangan lain. Soenarno.T Dead weight Ton (bukan isi melainkan bobot dan juga disebut bobot mati) Ukuran berat ini adalah beratnya air laut yang dipindahkan oleh kapal. jadi dapat dikatakan deplacement kali berat jenis air laut yang dinyatakan dengan Ton (Inggris) dari 1016 kg atau Ton (metrik) dari 1000 kg. Ukuran-ukuran tersebut meliputi : 1) B. Ukuran ini terdapat dengan mengurangi ukuran B.R. Akan tetapi dapat berbeda sekali bagi kapal kerja.T. Pengurangan ini kira-kira sebesar 35%. Daya muat 102 .Perencanaan Pelabuhan I Ir.T atau G. kamar mesin ruangan batubara (ruangan bahan bakar).R.R. (Bruto Register Ton atau Gross Tonage). Jadi Pada umumnya NRT = 65% BRT. 3) Deplacement adalah isi ruangan didalam air yang diduduki oleh kapal atau isi air laut yang yang dipindahkan oleh kapal. misalnya kapal tunda (tugbout) yang sama sekali tidak punya N.T dengan ruangan-ruangan tertentu misalnya tempat berdiam.R.T. H. (Netto Register Ton atau Netto Tonage).W. 5) Daya muat adalah maksimum dead weight ini menyatakan beratnya barang yang harus dimasukan kedalam kapal ini tenggelam sampai garis muatan. Juga disebut isi Netto. 4) D. tanki air dan lain sebagainya. Ukuran Dead Weight Ton ini penting bagi daya muat sesuatu dok terapung (floating dock).T.

Soenarno. bahan bakar.7 dan V.W.W.L. air dan inventaris lepas. Byker general ratio untuk kapal : DWT Normal Ships : ≈ 1. Fender berfungsi sebagai bumper saat kapal menambat di dermaga. AS (draagvermogen) meliputi berat bersama dari pada muatan penumpang. Dalam tumburan tersebut kemungkinan kapalnya yang 103 . Ir. karena kapal tidak memiliki rem seperti halnya mobil.3 NRT BAB 7 FENDER VII. kemungkinan terjadi tumburan kapal dengan dermaga.1. bekal. tembaga. 7) L. allumunium dll) jadi bagian yang dari kayu juga palstik tidak termasuk disini. Menurut Prof.C = 1. PENDAHULUAN.5.4 Ratio BRT berkisar untuk Freighters = 1.3 to 1.R. H. Very Large Crude Carriers : BRT DWT ≈2 BRT For all ships : Total Displacement ≈ 1. Dr.C. baja.T (Light Weight Ton) Berat semua bagian kapal yang terdiri dari logam (besi.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Kuningan.T ini diperlukan pada saat kapal dinyatakan sebagai besi tua dan dijual. L. 6) Kapal kosong ialah kapal dengan inventaris tetap dan ketel terisi sampai “Op peil”.

Soenarno. Shibata dan lain-lain. Rubber fender banyak dibuat oleh pabrik-pabrik Seibu. antara lain : V type.R. AS rusak atau dermaganya yang rusak. Untuk melindungi kemungkinan rusaknya dermaga atau kapal.Perencanaan Pelabuhan I Ir. dan lain-lain. H.1. 104 . paling-paling yang rusak fender nya. maka dipasanglah fender. r = Radius putar (turning radius) dari kapal dari ceatre gravity. Supe Mtype. Bridgestone. Gambar 7. Cell type. Fender ( )  ( )  2  l 2 WV r E = x  2. Cilinder type. Bahkan ITB Bandung pun pernah memproduksi Rubber fender dimaksud. Jadi apabila terjadi tumburan keras. Rotan yang dibungkus deretan ban bekas banyak terlihat dipelabuhan Khao Shung (Taiwan Selatan) dulu di Indonesia juga banyak digunakan itu. Untuk dermaga kayu dibangun fender dari kayu yang dipasang didepan dermaga. g 1 + l  t 2 ℓ = Jarak pusat berat (Centre gravity = CG) ketitik tambat (berthing point) sejajar dermaga. Disamping itu ada fender yang dibuat dari ban-ban bekas yang diisi dengan rotan. Rubber fender banyak macam typenya. Pada umumnya dermaga dari beton. karenanya fender yang dipakai adalah rubber fender.

R. Soenarno.( D 2 ). H.Perencanaan Pelabuhan I Ir.m) ρ w = berat volume air laut (specific weight of seawater) W = W1 + W11 atau M = M1 + M11 (ton) W (=M) = Virtual Weight adalah berat yang dipakai dasar memperhitungkan demensi fender. untuk ukuran : 105 .ton − m 2g 2g W = Weight (berat) M = Massa Kinetic Energy (E) = Effective Berthing Energy (E1) = Mv2 x k Ton –m Untuk quarter point approach : k = ½ Gambar 7.L.(ton) L = Panjang kapal (m) D = full loaded draft (.1. AS Mv 2 Wv 2 atau . Simbol pernyataan demensi fender adalah sebagai berikut.ρ w . Earthing point of ship W1 (=M1) 11 = Displancement Tonnage = 130 % dari DWT (ton) 11 W (=M ) = Additional Weight = π 4 .

JARAK PERLETAKAN MASING-MASING FENDER. hasil ukuran yang terkecil yang dipakai sebagai jarak masing-masing fender (jarak as ke as fender). AS Tinggi fender = 0. E.3. Soenarno.50 m dan panjang fender = 3. CONTOH SOAL RENCANA PENGGUNAAN FENDER Direncanakan memasang Rubber fender Super M Type pada dermaga sepanjang 1000 M pada salah satu pelabuhan. Bila beda pasang surut kecil (misalnya < 2. 0.08 x panjang kapal terbesar. V. Jarak perletakan masing-masing fender ditentukan sebagai berikut.1 x panjang kapal terkecil dibanding 0. H. sedang jaraknya tetap as ke as.00 M seperti di Dumai (Riau) maka fender bisa dipasang horizontal tetapi sebanyak 2 baris .R. VII.000 L E1 Panjang fender (L) = (meter) 2 25 H Reactive force (R) = 75 HL (ton) Hasil-hasil perhitungan tersebut diatas dapat dicocokkan dengan Nomogram H/M. maka sebaiknya dipasang vertikal (apabila panjang fender 3 – 4.00 m Disebut 500 H x 3. hasil ukuran yang terkecil ………… dst. Letak fendernya bergantung besarnya beda pasang surut.50 m) maka dipasang mendatar (horizontal).2. R dan L.1 x panjang kapal terkecil dibanding 0. Dari data-data pelabuhan dimaksud dapat 106 .08 x panjang kapal terbesar. Apabila perlu dapat juga dipakai miring (antara horisontal dan vertikal).Perencanaan Pelabuhan I Ir.50 M). hal ini mungkin menjadikan biaya mahal. Jarak Perletakan masing-masing fender ditentukan sebagai berikut : Jarak perletakan masing-masing fender ditentukan sebagai berikut : 0. Bila beda pasang surut 3 à 4. VII.

bahwa kapal-kapal yang berkunjung sepanjang tahun adalah sebagai berikut: Kapal-kapal penumpang (Pessengers ship) = 3000 GRT s/d 9000 GRT Kapal-kapal barang (Freighter) = 7000 DWT s/d 15000 DWT Kapal-kapal tangki (Tanker) = 5000 DWT s/d 10000 DWT Ketentuan-ketentuan lain yang dapat kita ketahui antara lain cara menambat kapal (berthing approach) ditentukan “Quarter point approach” sedang kecepatan menambat ditentukan sebesar 0.R. untuk Normal ship DWT ≈ 1.15 M/detik M11 = π D2 Lρw = 4 107 . Perhitungan demensi fender Ukuran kapal = 15.500 DWT Dengan demikian berarti kapal kecil : 3.000 DWT s/d 10.Perencanaan Pelabuhan I Ir. AS diketahui. H.000 GRT ≈ 13.5 GRT Jadi 3.000 Ton Panjang kapal L Full loaded draft D = 9.000 GRT s/d 9.15 M/detik.000 GRT Kapal-kapal barang (Freighters) 7.000 DWT s/d 15.000 GRT ≈ 4.000 DWT Sesuai general ratio.000 GRT.50 M Berthing approach Berthing Velocity Additional Weight = 165 M = Quarter Point Approach V = 0. Soenarno.000 DWT = 15. beda pasang surut disitu = 2.000 DWT Kapal-kapal tangki (Tankers) 5. Juga dipilih ukuran Rubber fender Super Mtype 500H.000 DWT. dan kapal besar : 15.000 Ton Displancement Tonnage M1 = 20.10 M. Penyelesaian soal : Kapal-kapal yang berkunjung dipelabuhan tersebut : Kapal-kapal penumpang (Pessengers ship) 3. Tentukanlah : a) Panjang dari demensi fender dimaksud b) Reactive force dan jumlah fender yang diperlukan c) Jarak fender dan gambar perletakannya.500 DWT 9.

000 Ton = 32.37 = 25 H2 25(0.000 DWT) = 165 m 0.000 + 12.20 m Jadi jarak fender (jarak as ke as fender) = 9.50 108 .37 T/m Dipakai Rubber fender Super M type 500 H E11 Jadi panjang fender L= 18.50 Ton Jarak dan jumlah fender yang diperlukan : Panjang dermaga : 1.1 x 95 m = 9.000 Ton Virtual Weight = M1 + M11 M = 20.50 m Dengan demikian jumlah fender 1000 = 105 buah 9.03 = 4 = 12.14 (9.00 M Jadi demensi fender 500 H x 3.00 Ton = 112.000 Ton Mv2 Kinetic Energy kapal : 32.80 = 36. H.08 x 165 m = 13. Soenarno.000 Meter Panjang kapal terkecil (3000 GRT) = 95 m Panjang kapal terbesar (15.9392 ≈ 3.000 (0.50 m 0.50 x 3.15) 2 E= = 2g = 2 x 9.5)2 165 x 1. AS = 3.Perencanaan Pelabuhan I Ir.R.73 T/m Effective Berthing Energy E1 = ½ E = 18.000 L Besarnya Reactive force : Reactive force (R) = 75 HL = 75 x 0.5)2 = 2.

H. Gambar Perletakan Fender. AS Beda pasang surut 2. 109 . karena draft kapal terkecil 5. sehingga dalam keadaan pasang atau surut tidak terpengaruh dan tetap dapat bersandar pada fender.70 m.10 m maka perletakannya cukup satu lapis horisontal.Perencanaan Pelabuhan I Ir.R. Soenarno.

VIII. maintenance dredging (pengerukan perawatan) dan Reclamation (Reklamasi atau Pengurugan). kurang dari 25o tidak memenuhi syarat untuk Reklamasi. VIII.R. PEKERJAAN REKLAMASI (RECLAMATION) Untuk melaksanakan pekerjaan ini tanah yang akan dipakai mengurug labih dulu harus diteliti nilai φ nya dilaboratorium.2.1. supaya tidak rugi. VIII. AS BAB. Pekerjaan pengerukan meliputi pekerjaan-pekerjaan Capital dredging (pengerukan awal). PENGERUKAN (DREDGING) VIII.1.1. walaupun lebih besar dari yang diperkirakan. a) Tender pekerjaan keruk dengan dasar produksi keruk b) Tender pekerjaan keruk dengan dasar hasil kedalaman yang dituntut (berarti cara lumpsum). PENDAHULUAN. CAPITAL DREDGING DAN MAINTENANCE DREDGING Untuk pelaksanaan ini cara tendernya dapat dilaksanakan dengan beberapa cara. Untuk dipakai sebagai tanah urug nilai φ nya (lereng alam) minimum 25o. Untuk maksud tersebut harus diketahui density tanah keruk dan juga berat 110 . 1. yang penting kedalaman yang dituntut terpenuhi. H. Sebaliknya kontraktor keruk harus memperhitungkan benar-benar produksi keruk yang harus dikerjakan untuk mencapai kedalaman yang ditentukan. Pada umumnya dilaksanakan dengan cara kedua (berdasar kedalaman air yang dituntut). Dengan cara ini bouwheer (pemberi order) tidak dipusingkan oleh besarnya produksi keruk.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Soenarno.

tetapi bila meliputi pengerukan alur yang berada diperairan laut maka γ w = 1. CONTOH SOAL 111 . H.000 1. maka γ w = 1. VIII. Bila tidak ditentukan lain. AS volume dry silt.030 kg/m3.200 = 750 1.400 – 750 = 650 kg tanah (dry silt) 1. Disamping itu perlu diketahui density tanah dasar yang akan dikeruk dan berat volumenya tanah tersebut.000 kg/m3.750 M3 air.400 kg = α kg air (water) + β kg tanah (silt) 1 M3 = α + β 1. berarti airnya tawar. 1 M3 = 1.600 kg/m3. sehingga dapat diketahui jumlah dredge material yang harus dikeruk.6 α → α = 1. α = 750 kg air β = 1. maka γsilt = 2.6 α + β 1.6 Jadi 1 M3 tanah keruk (dredge material) mengandung 750 kg air atau 0. Misalnya density tanah keruk tersebut = 1.Perencanaan Pelabuhan I Ir.000 3 M = 1.000 kg dry silt (in situ soil) harus dikeruk 1. sedangkan berat volumenya = 2. Cara memperhitungkannya adalah sebagai berikut : Contoh bagaimana memperhitungkan jumlah tanah keruk (dredge material) yang harus dikeruk.M 3 600 Jadi untuk mengeruk 1.600 2.200 = 1.R.600 kg/m3.54. Soenarno.600 = 2.000 x 2.000 kg dry silt = 1.54 M3 dredge material.400 kg/m3 . Catatan : Dalam hal pengerukan tresebut apabila meliputi perairan sungai misalnya.400 = α + β 1. apabila jumlah volume in situ soil diketahui.2.

AS Contoh cara memperhitungkan jumlah tanah keruk (dredge material) yang harus dikeruk sesuai dengan yang direncanakan.6 m Jadi Volume tanah ”in situ soil” = 19311. Gambar penampang pengerukan Luas penampang yang harus dikeruk adalah gambar trapesium yang diarsir.50 m = 150 m2 2 Panjang alur 12 mil = 12 x 1. yang memiliki kedalaman alur 3. Gambar V. Berapa meter kubik dredge material sepanjang 12 mil yang harus dikeruk sesuai rencana tersebut diatas.3 m = 19311.R. Untuk maksud tersebut direncanakan memperdalam alur sepanjang 12 mil tersebut dari 300 m dibawah LWS menjadi 5. Dari suatu alur pelayaran keluar dari pelabuhan sungai menuju kelaut sepanjang 12 mil. Hitunglah jumlah dredge material (tanah keruk). Dari hasil penelitian diketahui density lumpur disitu adalah 1480 sedang γ drysilt = 2600 kg/m2. Juga ditentukan bahwa lebar alur sebelah atas adalah 80 meter.50 m dibawah LWS. sedang lebar alur sebelah bawah adalah 40 meter.Perencanaan Pelabuhan I Ir. H.740 M3 Density Lumpur 1480 berarti 1480 kg/m3 112 .896.6 x 150 M3 = 2. PEYELESAIAN SOAL DIATAS.6093 km = 12 x 1609. Luas penampang tersebut 80 + 40 x 2.00 meter dibawah LWS akan ditingkatkan fungsinya untuk dapat dilayari kapal-kapal yang lebih besar. Soenarno.

740 M3 dan beratnya sama dengan = 2.282 M3 = 1000 = 9.588.R. Soenarno.768 M3 113 . Sesuai gambar design.62 Jadi α = 1120 = 700 kg air 1. volume tanah “in situ soil” = 2.6 β = 1480 – 700 = 780 kg tanah (silt) 1 M3 dredge material mengandung 0.282 M3 dredge material Jadi untuk mengeruk : 1000 tanah “in situ soil” harus dikeruk 1.6 α + β 1480 = α + β 1120 = 1.70 M3 air juga mengandung 780 M3 silt 2600 Maka 1000 kg dry silt (tanah kering) = 1000 M3 780 = 1. Jadi dredge material sepanjang alur yang harus dikeruk 7.000 x 1.Perencanaan Pelabuhan I Ir.749. AS 1 M3 = 1480 kg = α kg air + β kg tanah (silt) α 1 M3 = M3 air + 1000 β M3 tanah (silt) 2600 x 2600 2600 = 2.524.876. H.479.47952.282 M3 dredge material.740 x 2600 kg = 7.000 kg.876.

I. 1979.Perencanaan Pelabuhan I Ir. AS DAFTAR PUSTAKA 1. Pengantar Methode Statistik Jilid I Cetakan 11. 1978. Hubert R.P. Published by Charles Griffing & Company Limited London. VI. Port Engineering Handbook. 1972. 9.N.F. Breakwater Design (volume III). Beaundelair J. Dredging. Port Planning and Port administration. Published by Brown Son & Ferguson LTD Nautical Pablisher.E.Per Bruun. J.1968. III. 1978. Published by Edward Arnold. Alfonzo de F. Design and Construction of Port and Marine Structures. Massey W. Massey W. 8. 114 . Mac Graw Hill. 4. Published by The International Course in Hydraulic Engineering.1860 7. Anto Dayan. Bray R. II. 1986. Soenarno. Delft Technological University The Netherlands. Cornick.W. Quinn. Cooper. Delft Technological University The Netherlands. H.R. 6. Massey W. Dock & Harbour Engeneering vol. LP3ES. H. A handbook for Engineers. Tidal and Coastal Engineering (volume I). Published by The International Course in Hydraulic Engineering. Delft Technological University The Netherlands. Harbour and Beach Problem (volume II). Gulf Publishing Company. 2.W. Published by The International Course in Hydraulic Engineering.W. 1976.E. Practical Dredging and Allied Subjects. Delft Technological University The Netherlands. 3. 5.P.1978.P. 10.1968. Published by The International Course in Hydraulic Engineering.E.

III. ------------. Prepared by the Secretariat of UNCTAD. Navy. Soenarno. 1961. Technical Report (TR) No. 15. 115 . 14.R. The Overseas Coastal Arae Development Institute (OCDI) of Japan. Published by U. A. 4. May 1988. AS 11.Torben Ernst Cs. 1975.Thomas Telford London.Coastal Engineering Research Centre (CERC). Published by JOHN WILEY AND SONS 13. British Library Cataloguing in Publication Data Breakwaters ‘88’.S. 12. United Nation New York 1978. Shore Protectoin Planning and Design.Perencanaan Pelabuhan I Ir.(Conference Eastbourne England).Handbook for Planners in developing Countries. H. Desigh of Breakwater. Volume I. Port Development. 1954. II. 1977. Planning and Desigh of Port and Marine Terminals. Technical Standards for Port and Harbour Facilities in Japan 1980. 1957. 1966.

Pelabuhan Daerah VII Maluku di Ambon. AS PENGALAMAN PENULIS. Soenarno. 01-10-1968 s/d Akhir 1969 Pegawai Tugas belajar Utama pada Internatioanl Course In Hydraulic Engineering Delf Techno logical University The Netherland ( Belanda ) 1970 s/d 1976 Kepala Seksi Survey dan Perencanaan Pelabu han Direktorat Jenderal Perhubungan Laut 1972 s/d 1974 Pemimpin Proyek Pembangunan pelabuhan Bengkulu 1974 s/d 1976 Pemimpin Proyek Pembangunan pelabuhan Panjang di Bandar Lampung 1976 s/d 1977 Kepala Bidang pelabuhan dan Pengerukan Pada Kantor Wilayah Perhubungan Laut III di Tanjung Priok Jakarta s/d 01-01-1978 Kepala Bagian Perencanaan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di Jakarta s/d 01-09-1985 Direktorat/Kepala Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut 116 .Perencanaan Pelabuhan I Ir. 80 ( USAID ) Pembangunan Pelabuhan Ambon.R.N. 01-01-1964 s/d 01-06-1966 Project Manager Three Ports Project DLF No. Ternate dan Tenau ( Kupang ) 01-10-1965 s/d 01-10-1968 Direktur P. H.

Jakarta. 02 Januari 2002. 1977 s/d 1988 Dosen Mata Kuliah pelabuhan pada Fakultas Teknik Universitas Indonesia di Jakarta 1975 s/d Sekarang Dosen Mata Kuliah Perencanaan Pelabuhan pada Institut Sains Dan Teknologi Nasional di Jakarta 1976 s/d Sekarang Anggota Steering Commite ( Team Pengarah ) Pembangunan Pelabuhan Samudra Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta ( Departemen perhubungan ) 1979 s/d Sekarang Anggota Steering Commite ( Team Pengarah ) Pembangunan Pelabuhan Samudra Nelayan ( Jakarta Fishing Port/market Development Project ) di Muara Karang Jakarta ( Departemen Pertanian ) 1995 s/d 1996 Port Planner pada Eng Consultant NIPPON KOEI Co.Perencanaan Pelabuhan I Ir. tentang Sub Sektor Perhubungan Laut. Dok dan Galangan Kapal KODJA ( BUMN Departemen Perindustrian ) Persero di Jakarta 1987 s/d 1991 Ketua Dewan pengawas PERUM PENGERUKAN Indonesia ( BUMN Departemen Perhubungan ) di Jakarta 1985 s/d 1987 Dosen/Penceramah Pada Kursus Perencanaan dan Management Departemen Perhubungan. H. AS 1981 s/d 1992 Komisaris Utama P.R. 117 . Soenarno.N. Widya Pertiwi Eng pada Proyek Pembangunan pelabuhan Samudra Peti Kemas di Makassar. LTD/PT.

R. H.Perencanaan Pelabuhan I Ir. AS 118 . Soenarno.