PERENCANAAN PELABUHAN I

Ir. H.R. SOENARNO. AS

JURUSAN TEKNIK SIPIL
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL
JAKARTA
2004

KATA PENGANTAR
Seperti kita ketahui sampai saat ini masih terasa kurangnya buku-buku berbahasa
Indonesia yang membahas tentang Ilmu Pelabuhan, baik yang mengenai Teknik Pantai dan
Teknik Pelabuhan ( Tidal and Coastal Engineering ) maupun operasi dan Manajemen Pelabuhan;
serta hal-hal yang menyangkut Transportasi laut dalam rangka kegiatan Perhubungan Laut ,
walaupun sudah banyak buku-buku tentang pelabuhan yang ditulis dalam bahasa asing.
Oleh karena itu untuk kepentingan para mahasiswa dan generasi muda kita, maka kami
berusaha menyusun buku Perencanaan Pelabuhan ini.
Menurut pengalaman kami lebih dari seperempat abad memberi kuliah, khususnya dalam
bidang pelabuhan, terasa kurang berhasilnya dalam menempuh studinya, antara lain disebabkan
karena kurangnya minat baca bagi para mahasiswa; dan hal ini dapat dimengerti karena indikasi
kurangnya minat baca tersebut disebabkan kurangnya mereka menguasai bahasa asing.
Mengingat tenaga mereka apalagi sebagai sarjana sangat diperlukan negara dan
masyarakat kita dewasa ini , maka merupakan kewajiban kita semua untuk menarik minat baca
mereka dengan memberikan kemudahan-kemudahan berupa tulisan-tulisan ilmiah dalam bahasa
Indonesia.
Atas dasar kepentingan dan maksud tersebut diatas, mendorong kami untuk menyusun
buku ini dengan segala kekurangan-kekurangan yang ada, kami berusaha menyajikan hal-hal
yang secara langsung nantinya akan mereka gunakan dalam praktek.
Walaupun buku ini belum selengkap yang diharapkan, namun buku ini sudah memuat
dasar-dasar dan pokok pengetahuan sebagai bekal untuk nantinya mampu melaksanakan
pekerjaan-pekerjaan pembangunan khususnya dibidang perhubungan laut dengan sebaik-baiknya.
Tentu saja kami tidak hanya berhenti disini, melainkan dengan segala kekurangan yang
ada , secara bertahap akan kami sempurnakan dan kami lengkapi sesuai dengan kemajuan
teknologi yang mempengaruhi perubahan pada cara-cara kerja dan peralatan yang dimaksud.
Puji syukur kami panjatkan atas Kehadirat ALLAH SWT , karena dengan rahmat dan
Anugrah –NYA kami dapat menyusun dan menyelesaikan buku Perencanaan Pelabuhan I.
Kami mengucapkan terima kasih kepada teman dosen di ISTN yang telah membantu
menyelesaikan pembuatan buku Pelabuhan I ini sdr Ir. Marsiano MSc , Ir. Rahardjo MT, Ir. Atjep
i

Sudaryanto MT dan teman-teman dosen lain yang tak dapat kami sebutkan satu persatu. Dan
juga kepada semua pihak yang telah memberikan masukan-masukan yang sangat berarti dalam
menyelesaikan tugas ini.
Kami menyadari ,bahwa buku yang kami susun ini masih memiliki banyak kekurangan
dan kelemahan. Oleh karena itu, kami menerima segala kritik dan saran yang bersifat positif
untuk kami.
Semoga Diktat ini memberikan banyak manfaat bagi kami pada khususnya dan bagi
pembaca pada umumnya.

Jakarta, 18 Januari 2005.

Penulis.

ii

... Panjang dan kecepatan Gelombang. Berdasarkan Kegiatannya.2.3. II. I. IV. .. II. Berdasarkan Jenis Perdagangan.. ………………………………………………… 30 iii .. III. ………………………………………………………………… 12 III.3. ………………………………………… 4 I. IV.2... Difraksi. Berdasarkan Konstruksi Teknis.DAFTAR ISI Kata Pengantar ………………………………………………………………………… i Daftar Isi ………………………………………………………………………… iii BAB I. III. ………………………………………………………………… 19 IV.6.1. Macam-macam Pelabuhan Berdasarkan Kriteria. ………………………………………… 4 I..2. Penyelidikan gelombang. GELOMBANG ( WAVE PROPERTIES ).……………………… 6 BAB.2.. Pendahuluan. I..4. PASANG SURUT AIR LAUT..1.……………………………….………………………. Pemandangan Umum Tentang Pelabuhan. Wave Refraction dan Wave Diffraction.2. ………………………………………………………………… 18 IV.. Pendahuluan..2.. 17 BAB. .. . IV.……………………… 14 III. ………………………………… 4 ………………………………………… 4 BAB..………………………………………………………………… 6 II.. …. 1 I..2...3. ………………………………………………… 27 IV.6.1.. Equivalent Deepwater wave. Pendahuluan ... ARUS AIR LAUT. ………………………………………… 21 IV. Berdasarkan Teori Seimbang dari NEWTON. Berdasarkan Jenis Pungutan Jasa. 4 I.5.1.2..4.. PENDAHULUAN. ………………………………… 28 ………………………………………………………………… 30 IV..1..2.... Cara Pengukuran Kecepatan dan Arah Arus. Gelombang. Pengukuran Kedalaman (ukuran kedalaman ) air laut ...

.3. Pengaruh gelombang didalam Pelabuhan.7..1 Pendahuluan ………………………………………………………………….4. ……………. 97 ……………………………………………. V. Wave Runup dan Over topping.5. Wave Breaking. Pendahuluan. VI... Refleksi Gelombang. VI. Contoh soal rencana penggunaan Fender. ……. Macam-macam Breakwater. 48 V. ………………………………………… 40 BAB. 92 VI.2. ………………………………… 36 IV. VII. 106 iv . 48 V. …………. Wave shoaling. ………………………………………………………… 35 IV. …………………. 94 VI. 95 VI. ………………………………………………………… 35 IV. V. Merencanakan luas tempat penumpukan yang diperlukan.4. ………………………………… 70 Contoh soal Design konstruksi Breakwater type Caisson. ………………………………………………. 96 ……………….2.…………………….6..5.3.……………. 101 BAB. 101 VI. Jarak labuih kapal.. Menentukan jumlah peralatan pelabuhan yang diperlukan. Jarak perletakan masing-masing fender.………………….…………………….….9.. ………………………………………………………………...……………. PENAHAN / PEMECAH GELOMBANG..10.IV.. 91 VI. 51 Contoh soal Breakwater type Rublemound. …….…………………. Fetch.8. VII. VI.5.………………………. FENDER. 49 …………………. ……… …………………….3 Pemilihan Type ……………………………………………………………… 49 V.…………. ………………………………………………… 37 IV. Pendahuluan..12. Merencanakan banyaknya kapal Tunda... ………………………………………………………………………… 31 IV.2. ……………………. Ukuran-ukuran kapal.. 105 VII.…………. ………………………………….1. Penggunaan Peralatan Pelabuhan. 103 VII.. Breakwater type Rublemound...7.. V.1. RAMALAN KEBUTUHAN FASILITAS PELABUHAN. ………………………………………………………………. Merencanakan Panjang Dermaga.11. ………………… 80 BAB. VI. Keuntungan dan kerugian masing-masing type.

.3. ……………………………………………………………….4. D.. VIII. A.2. ………………………. 109 VIII. 109 VIII.. Tentang ……………………………………………………………………. LAMP. Tentang …………………………………………………………………… v . 114 LAMPIRAN-LAMPIRAN.………………………. Tentang ……………………………………………………………………..1.. Lamp.. PENGERUKAN ( DREDGING ). Lamp. C. ………………………………………………. Pekerjaan Reklamasi. B. Capital Dredging dan Maintenance Dredging.. VIII. Pendahuluan. Contoh soal. 110 DAFTAR PUSTAKA. Tentang ……………………………………………………………………. Tentang …………………………………………………………………… Lamp. E.BAB. 109 VIII. ………………………………………………………………… 113 PENGALAMAN PENULIS …………………………………………………………………. ……………….………………. Lamp..

Sehubungan dengan perkembangan perekonomian. antara lain . Kita kenal istilah Harbour dan Port dalam bahasa Inggris. dimana kapalkapal berlabuh (membuang jangkar/sauh). AS BAB I PEMANDANGAN UMUM PELABUHAN I. 1 . sehingga hanya kapal-kapal kecil melewati sungai-sungai dan kapal-kapal besar berlabuh dipelabuhan sebagai terminalnya. sehingga dalam hal-hal seperti itu terpaksa masih digunakan istilah asing. Jadi ringkasnya “ Port “ adalah Harbour yang telah dimanage (dilola). Karenanya muara-muara sungai dahulu merupakan pelabuhan. Pelabuhan. serta angkutan laut dengan angkutan darat.R. Perhubungan laut termasuk pelabuhannya merupakan prasarana (infrastructure) dari perekonomian. itu adalah tempat berlabuhnya kapal-kapal laut. Selanjutnya pelabuhan dilengkapi dengan fasilitasfasilitas tambat dan pergudangan serta pier atau penahan gelombang.H. Harbour : adalah tempat perairan yang cukup dalam untuk tempat kapal-kapal berada. kapal-kapal tersebut biasanya sampai dimuara sungai berhenti berlabuh sambil menunggu cuaca baik agar dapat melanjutkan perlayarannya menuju antar pulau dan melaut kenegara lain. Soenarno. kata aslinya adalah labuh yang berarti Pelabuhan laut. Banyak Istilah-istilah kepelabuhanan yang belum ada terjemahannya dengan tepat. 1 PENDAHULUAN.Perencanaan Pelabuhan I Ir. angkutan laut dan angkutan laut. maka makin lama kapal-kapal makin besar. bebas dari rintangan untuk navigasi dan terlindung dari taufan. Pelabuhan Laut merupakan terminal point antara angkutan darat dan angkutan laut. terjemahannya keduanya adalah Pelabuhan sedangkan keduanya memang berbeda. Dahulu kala sungai-sungai merupakan alur pelayaran bagi perahu-perahu dan kapal-kapal. sehingga kapal-kapal dapat berlabuh disitu dengan aman. Port : Harbour yang secara tetap digunakan oleh masyarakat yang sibuk berdagang dan bongkar muat angkutan laut.

Makassar dan lain-lain.U. AS Harbour dipimpin oleh Harbour master (Syahbandar). sekarang di Indoensia BUMN yang dimaksud bernama Pelindo (Pelabuhan Indonesia) berbentuk PT (Persero) dan terdapat 4 Persero. Pelindo I berpusat di Belawan (Medan) PT.Perencanaan Pelabuhan I Ir. 2. MACAM – MACAM PELABUHAN : Dibawah ini disajikan suatu diagram tentang macam-macam pelabuhan. contoh harbour di Indonesia adalah pelabuhan-pelabuhan Eretan. I. Belawan. Pelabuhan Tanjung Priok. Port dipimpin oleh Port Administrator (Administrator Pelabuhan / Adpel) contoh Port di Indonesia adalah. Pelindo II berpusat di Tanjung Priok (Jakarta) 2 . Pelabuhan Umum di Indonesia dikendalikan oleh Negara jadi termasuk B.R. Tanjung Perak.M.H. Soenarno. PELABUHAN PELABUHAN MILITER PELABUHAN NIAGA PELABUHAN UMUM PELABUHAN KHUSUS PEL MINYAK PEL PERIKANAN PEL BATU BARA PEL KAYU PEL PEMDA . yaitu : PT. yang kita bahas selanjutnya adalah Pelabuhan Niaga khususnya Pelabuhan Umum. Pengandaran. Pacitan dan lain-lain. DLL Pelabuhan Militer (Pangkalan Angkutan Laut) tidak akan kita bahas.N (Badan Usaha Milik Negara)/ Harbour State Own Enterprises .

pergudangan dan open storage (tempat penumpukan) peralatan pelabuhan (port equipment) baik peralatan darat maupun peralatan dilaut seperti Crane. tetapi bila tidak. Untuk membangun kolam pelabuhan dan alur pelayarannya diperlukan “Capital Dredging” (pengerukan awal) dan untuk memelihara kedalamnya diperlukan “Maintanance Dredging” (pengerukan perawatan). Kantor Perdagangan dan Perindustrian.q Direktorat Jendral Perhubungan Laut. Sebelum pelabuhan menjadi (berstatus) Perum (Perusahan Umum Negara) status pengerukan merupakan Divisi dari instansi pelabuhan .R. Kantor Keamanan (KP3) (Kepolisian di pelabuhan). Pembangunan fasilitas-fasilaitas tersebut diatas. Pelindo III berpusat di Tanjung Perak (Surabaya) PT. swasta dapat membangun dengan izin pelabuhan sedangkan untuk air minum/air kapal bila mungkin pelabuhan menyediakan fasilitasnya.H. Soenarno. Pada tahun 1991 3 . truck dan alat-alat bongkar muat lainnya. Pelabuhan menyediakan tempat/lahan untuk Kantor. alur pelayaran masuk. juga bila mungkin menyediakan lahan untuk galangan kapal.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Untuk keperluan tersebut perlu dipahami “Tidal and Coastal Engineering” yang mempelajari antara lain pasang surut. gelombang dan teknik pantai. Kantor Bea dan Cukai. kolam pelabuhan. air kapal diambil dari perusahaan air minum walaupun dengan harga yang sangat tinggi dibanding dengan harga umum. Perbankan. sedangkan gudang penyimpanan (lini III atau warehouse). Jaringan listrik juga disupply dari perusahaan Listrik Negara. Dalam hal pergudangan pelabuhan wajib menyedikan Transit Shed (gudang lini I dan lini II). khususnya bangunan air tidak mudah pelaksanaannya. Kantor Karantina Depkes. forklift. arus laut. kolam tempat berputar kapal (turning basin). Pada saat pelabuhan ditetapkan sebagai Perum maka pengerukan juga ditetapkan sebagai Perum dan terpisah dari Perum pelabuhan. Kantor Pelayaran. begitu pula pembangunan penahan gelombang (breakwater). Pelindo Persero wajib menyediakan fasilitas pelabuhan antara lain : dermaga dengan kelengkapan fender dan bolder. Kantor Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL). Pelabuhan dalam hal ini PT. Pelindo IV berpusat di Makassar (Ujung Pandang) Dibina oleh Depertemen Perhubungan c. AS PT.

di Indonesia PT. Soenarno.R. tetapi langsung dikendalikan dibawah pemerintah cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Rukindo Persero merupakan perusahaan pengerukan yang memiliki armada keruk yang cukup besar.H. BERDASAR KONSTRUKSI / TEKNIS 1) Pelabuhan alam : Pelabuhan secara alamiah sudah memenuhi kriteria. AS seperti halnya pelabuhan pengerukan juga ditetapkan sebagai Persero dan disebut PT. 3) Artificially excavated port : Pelabuhan yang dibangun dengan mengeruk daratan/ pantai untuk dijadikan kolam pelabuhan. MACAM-MACAM PELABUHAN BERDASARKAN KRITERIA Adapun macam-macam pelabuhan berdasarkan kriteria . BERDASAR JENIS PERDAGANGAN 1) Pelabuhan sungai : Untuk perdagangan local 2) Pelabuhan pantai : Untuk perdagangan interinsuler 3) Pelabuhan samudra : Untuk perdagangan internasional c. Rukindo Persero. PT. yakni terbesar ketiga di Asia setelah armada keruk dari Jepang dan Korea. BERDASAR JENIS PUNGUTAN JASA : 1) Pelabuhan yang diusahakan : Pelabuhan yang dikelola oleh BUMN (Badan Usaha Milik Negara). b. 4 .Perencanaan Pelabuhan I Ir. 2) Pelabuhan yang tidak diusahakan : Pelabuhan di Indonesia yang tidak dikelola BUMN. I. Berada diteluk atau muara sungai yang cukup dalam.3. 2) Pelabuhan buatan : Pelabuhan yang dibuat dengan mengurug perairan untuk dijadikan pelabuhan dan jika diperlukan diberi pemecah atau penahan gelombang atau pier (tanggul) dan lain-lain. PELINDO (Persero). maka dapat dikelompokan menjadi 4 kelompok sebagai berikut : a. 3) Pelabuhan otorita : di Indonesia contohnya Pelabuhan di Batam 4) Pelabuhan Bebas : di Indonesia contohnya Pelabuhan Sabang.

plb petrokimia di Gresik dan lain-lainnya. plb.R.H. Miyak di Balikpapan. plb.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Pangkalan Angkatan Laut di Surabaya dan lain-lain 4) Pelabuhan Kayu (Logpond) : Kolam pelabuhan penyimpan kayu-kayu. Pupuk di PUSRI Pelembang. Soenarno. 5 . 5) Pelabuhan Marina untuk Yacht. plb. BERDASAR KEGIATANNYA ( UMUM / KHUSUS ) 1) Pelabuhan umum (Niaga/Commersial) 2) Pelabuhan Industri : Plb. motor boat dan lain-lain 6) Pelabuhan turis : untuk kapal-kapal pariwisata 7) Pelabuhan untuk tempat berlindung (refuge) dan lain-lain. Perikanan di Muara Karang. 3) Pelabuhan Militer (pangkalan) : Pangkalan di Teluk Semangka Lampung. Batubara di Tarahan Lampung. AS d.

R. sedang surut berarti lebih rendah dari keadaan normal. Bumi merupakan bola padat yang dilapisi dengan air secara merata.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Absis : menyatakan waktu dalam satuan jam atau derajat.1. BERDASARKAN TEORI NEWTON. AS BAB II PASANG SURUT AIR LAUT II.50 menit .14 detik a 360 1/2 90 180 270 360 EF = 2 a fase untuk tinggi h Gambar II. 6 . Soenarno.2. Terhadap gerakan/pasang surut ini ada 2 (dua) buah teori : 1. PENDAHULUAN Pasang dan surut pada air laut terjadi akibat adanya gaja tarik Bulan dan/atau Matahari terhadap Bumi.1.H. Kondisi Pasang Surut Air Laut. Ordinat : menyatakan tinggi permukaan air.25 menit . pada tiap saat akan terjadi/terdapat situasi statis yang setimbang (momentaneous static stability).28 detik D B E F a A 0 90 180 270 12 jam . Pasang berarti muka air laut lebih tinggi dari keadaan normal. Teori dinamis dari Laplace (1749 . 24 jam .1827) II. Teori setimbang dari Newton (1687) 2.

Matahari mengelilingi Bumi dalam waktu 24 jam sedangkan Bulan mengelilingi Bumi dalam waktu 24 jam 50 menit 28 detik. Banyaknya air yang melapisi Bumi (Hydrosteer) tidak berubah. Karena itu akibat gaya tarik Bulan / Matahari. kita gambarkan proyeksi Bumi padat saat terjadinya pasang surut seperti tersebut diatas. Persamaan = πR2 = πab R = a. maka lingkaran dengan Radius R berubah menjadi ellips yang luasnya sama. AS __ __ __ __ AB = CD AB dan CD disebut Amplitudo Dalam Sinusoida tersebut diatas.R.2. seperti yang tertera dalam buku pasang surut.Perencanaan Pelabuhan I Ir.H. Proyeksi Bumi padat saat terjadi pasang surut. digambarkan seakan-akan. ( 1 ) 7 . Untuk mengetahui tinggi muka air laut setiap saat di setiap tempat. Soenarno. 1 2 α = ∠FOB ρ = OF a = OA = OB δ = amplitudo P E b = OP = OQ b F R y A a ρ α B O x i m Bu Ellips Lingkaran Q Lapisan air ( hydrosfeer ) Gambar II.b ………………………….

AS Misalkan a – b = δ → a = b + δ ………………… (2 ) (2) substitusi ke (1) menghasilkan : R= b(b + δ ) = b 2 + bδ = b 2 + bδ + (1 / 2δ ) 2 = (b + 1 / 2δ ) 2 = b + ½δ Karena δ sangat kecil terhadap b (δ <<<< b) Maka pada nilai tersebut diatas dapat ditambah (½δ)² Jadi R = b + ½ δ → b = R .½δ cos 2 α = ρ . Soenarno. ρ 2 .½δ cos 2 α ) = ρ² R .Perencanaan Pelabuhan I Ir.Y) α ……………… ( c ) sin α ……………… ( d ) X = ρ cos Maka Y=ρ Persamaan Ellips : X2 Y2 + =1 a2 b2 Substitusi (a). sin 2 α 1   R − δ  2   2 =1  1  cos 2α + 1   2 1 2  1 − cos 2α   1   1  ρ  R 2 − Rδ + δ 2   =  R + δ   R − δ   +  R + Rδ − δ  4  2 4  2 2   2       2 2 2 [( )] ) ( 1 2 2 1   ρ R cos .½δ cos 2 α = ρ-R 8 2 .2α + R 2 − Rδ . cos 2α − Rδ + R 2 − R 2 cos 2α + Rδ − Rδ cos 2α =  R 2 − δ  2 4   ρ 2 (R 2 − Rδ cos 2α ) = R 4 ρ² (R² . cos 2 α 1   R + δ  2   2 + ρ 2 . maka koordinat titik F (X.Rδ cos 2 α + ¼δ² cos² 2 α) = R4 ≈ ρ4 ρ² (R .½ δ ……………… ( a ) a = R + ½ δ ……………… ( b ) Bila OF = ρ.H.R. (b).½δ cos 2 α )² = ρ4 ρ (R . (c) dan (d) kedalam persamaan Ellips.

bulan 0.0125 x massa Bumi Jarak Matahari = 11. Seperti telah diketahui gaya tarik antara 2 (dua) benda angkasa masing-masing dengan massa m 1 dan m 2 dengan jarak antara R sedang kedua benda tersebut tidak bergerak. Massa Matahari = 319.a laut.600 x Diameter Bumi Jarak Bulan = 30 x Diameter Bumi.R.tarik . Bila m 2 bergerak mengelilingi m 1 seperti halnya bulan mengelilingi bumi. maka dengan adanya gaya-gaya centrifugal gaya tarik menjadi : m1 .tarik . seperti diketahui bahwa. Sekarang perlu diketahui besarnya gaya tarik benda-benda angkasa. Gaya Tarik benda angkasa dengan massa berbeda Maka besarnya gaya tarik : m1 .600 3 9 .3.Matahari 30 3 11.m2   K = R 2 C    C = konstanta.H. Jadi Tinggi muka air laut = Amplitudo x cos phase. m1 m2 M R Gambar II. Soenarno.Perencanaan Pelabuhan I Ir.0125 319500 = : Gaya. cos 2 α = cosinus phasenya .m2   K = R 3 C    Rumus ini kita pergunakan untuk membandingkan gaya tarik Bulan terhadap Bumi dan gaya tarik Matahari terhadap Bumi.500 x massa Bumi Massa Bulan = 0. Jadi : Gaya. ρ – R = Tinggi m. AS 1 δCOS 2α = ρ − R 2 ½δ = Amplitudo .

Meskipun benda-benda angkasa lainya menimbulkan gaya tarik pada bumi. Soenarno. serta terjadinya pergerakan dalam system kedudukan bumi – bulan – matahari.H. Amplitudo akibat gaya Tarik Matahari. tetapi pengaruhnya tidak terlalu besar. Pasang surut terbesar terjadi ketika kedudukan bumi – bulan – matahari berada pada satu garis lurus.4. Gambar II.26 : 1 Maka Amplitudo akibat gaya tarik Bulan = 2.26 kali. 10 .Perencanaan Pelabuhan I Ir. yang disebut “Spring tides” sedangkan Pasang surut terkecil terjadi ketika kedudukan bumi – bulan – matahari membentuk garis tegak lurus yang disebut “neap tides”. tetapi bulan dan mataharilah penyebab utama terjadinya pasang surut yang diakibatkan oleh bulan lebih besar dari pada yang disebabkan oleh matahari (akibat matahari ± 44% dari akibat bulan) (1 / 2. AS = 2.26 = 44 %).R. Kondisi meteorologipun seperti perubahan tekanan barometrik dan perubahan musim dapat juga menyebabkan pasang surut. Perbedaan sinusoida pasang surut Matahari dengan pasang surut Bulan Pasang surut diartikan dengan naik turunnya permukaan air secara periodic akibat gaya tarik bulan dan matahari terhadap bumi.

Perencanaan Pelabuhan I Ir. AS Berdasarkan pengalaman banyak diketahui mengenai terjadinya pasang surut dipantai-pantai. tetapi sedikit sekali pengetahuan mengenai terjadinya perubahan muka air dilautan. Soenarno.H. gerakan pasang surut diikuti oleh gerakan mendatar yang disebut “Arus pasang surut” (tidal current).R. 11 .

12 . Arus akibat angin ini hanya dipermukaan saja. sedangkan dilautan akan berputar kembali arah dan kecepatan dari jam ke jam. Arus pasang adalah arus kearah darat. PENDAHULUAN.1. arus surut dan arus sekunder.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Soenarno AS BAB III ARUS AIR LAUT III.1. Arah arus pasang. karena arus akibat pasang surut jauh lebih penting bagi teknisi sipil dibanding arus laut yang diakibatkan oleh angin.R. Arus surut adalah arus kearah laut. Arus pasang surut menimbulkan “ arus secundair “ Gambar III.H. Arus laut akibat pasang surut terjadi dari permukaan air laut sampai dasar perairan. Arus pasang surut merupakan arus periodik yang bervariasi menurut tempatnya dan tergantung dari : - Sifat pasang surut - Kedalaman air laut - Keadaan topografi Dipantai-pantai arus pasang surut akan berulang secara teratur (periodik).

maka arus disebut Inertia Current dan gelombangnya disebut Swell. III. c) Hydraulic Type.R. arus pasang surut dapat dibagi menjadi : a) Rotary Type.H. Selain arus pasang surut. Soenarno AS Berdasarkan KEADAAN TOPOGRAFI. dan sesudah angin bertiup lagi atau arus dan gelombang bebas dari angin. karena sebetulnya semua arus itu terjadinya serentak. dan menyebabkan air terseret oleh gerakan angin. maka akan timbullah gesekan (shear stress) pada permukaan air tersebut. seperti pada sungai-sungai.2. terjadi pada sebagian besar daerah pedalaman. sukar untuk dipisah-pisahkan. Arus ini biasanya lemah dan tidak merupakan faktor penting dalam sediment transport. dan sebagian lagi untuk membentuk gelombang permukaan. diantaranya adalah menggunakan cara sebagai berikut : a) CARA SEDERHANA 13 . seperti arus dilautan dan disepanjang pantai b) Rectilinier atau Reversing Type. b) WARE INDUCED CURRENT. Tentu saja angin yang bertiup dengan waktu lama (hari) pada daerah yang luas (mil persegi). Diantara arus-arus selain arus pasang surut.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Dalam hal ini terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan. Angin yang bertiup dipermukaan air akan memberikan energi pada air. CARA PENGUKURAN KECEPATAN DAN ARAH ARUS. seperti diselat-selat yang menghubungkan dua lautan. dilautan terdapat pula arus-arus lain yang sangat sulit untuk dipelajari. Dalam daerah dimana arus dan gelombang (wind waves) timbul pergerakan partikel air adalah variable. pembagian energi ini sampai sekarang belum bisa diketahui. ialah : a) WIND DRIFT CURRENTS Bila angin bertiup diatas permukaan air. akan menimbulkan arus yang cukup besar. dimana sebagian energi dipakai untuk membentuk arus permukaan.

Soenarno AS Dengan menggunakan pelampung Gambar III.H.2. untuk selama ± 25 jam dengan current meter. karena itulah kecepatan arus perlu diukur pada lapisanlapisan yang berbeda setiap 30 menit sampai 1 jam. kecepatannya adalah 14km = 2km / jam 7 jam b) DENGAN PERALATAN ( CURRENT METER) Kecepatan dan arah arus dapat diukur dengan dua cara : 1) Eulerian Method : dengan menggunakan Current Meter 2) Lagrangian method : dengan menggunakan Tracing Floats Arus dilaut adalah super posisi dari perioda tidal current dengan arus yang hampir terjadi setiap waktu. Cara sederhana pengukuran Arah dan Kecepatan Arus. Ada beberapa jenis current meter antara lain : 14 . Arah perubahan tempat pelampung merupakan arah arus .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.R.

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

-

Ekman – Merz Current meter

-

G.E.K (Geomagretic Current meter)

-

T - S. Self Recording Current meter

-

Omo Type self recording Current meter

-

Direct reading current meter

III.3. FENOMENA ARUS TERHADAP BANGUNAN AIR

Gambar III. 3. Perubahan contour dan terjadinya silting dan
scouring sebagai akibat bangunan air yang masif.

Apabila pada suatu teluk dengan arah arus tergambar, dibangun bangunan
konstruksi dermaga beton misalnya berupa konstruksi masif dimana arus air tidak
dapat lewat, maka akan terjadi pembelokan contour seperti terlihat dalam gambar
garis-garis putus (----) dengan akibat yang fatal yakni :
Disebelah kiri bangunan terjadi silting atau pendangkalan serta disebelah
kanan bangunan terjadi scouring atau penggerusan dimana kedua hal ini merupakan
kerugian, cela atau hal yang negatif, masih ditambah lagi kedalaman muka dermaga
yang sesuai rencana adalah 10 meter dibawah LWS bisa berubah menjadi kurang
dari 5 meter dibawah LWS misalnya, untuk mengatasi kejadian tersebut diatas, maka
apabila pada suatu daerah perairan seperti diatas akan dibangun bangunan air,

15

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

dermaga kapal misalnya, maka konstruksi dermaga tersebut tidak boleh berupa
konstruksi masif, tetapi harus direncanakan dengan konstruksi tiang pancang
sehingga air diberi jalan untuk tidak terhambat dan fenomena tersebut tidak terjadi,
walaupun biaya yang diperlukan lebih mahal dari pada konstruksi masif, perlu
diketahui bahwa biaya perbaikan apabila terjadi fenomena tersebut akan jauh lebih
mahal dari pada perbedaan biaya sebelumnya.

HHW = Highest highwater (duduk air
tertinggi)
HWS = High Water Springtide (duduk
air tinggi rata-rata)

MSL

= Mean Sealevel (permukaan
rata-rata air)

LWS = Low Water Springtide (duduk
air rendah rata-rata)

LLW =Lowest Low Water (duduk air
terendah)

Gambar III.4 Istilah permukaan air laut

III.4. PENGUKURAN KEDALAMAN (UKURAN KEDALAMAN) AIR LAUT :
Permukaan air laut itu tidak tetap, seperti tergambar diatas, maka terdapat istilah
sebagai berikut, Karena istilah baku bahasa Indonesia belum ada, maka kita sebut
istilah asingnya, sehingga bila mempelajari buku asing dapat mengetahuinya seperti
:H.H.W : Highest High Water yang artinya duduk air tertinggi
H.W.L : High Water Springtide atau duduk air tinggi rata-rata
M.W.S : Mean Sea Level atau permukaan Air rata-rata
L.W.S : Low Water Springtide atau duduk air rendah rata-rata
L.L.W : Lowest Low Water atau duduk air terendah

16

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

Ukuran LWS merupakan ukuran Peil duga dilaut untuk menentukan ukuran
kedalaman air (waterdepth) atau titik/garis 0 dilaut.

17

R.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Gambar IV.1. PENDAHULUAN.1.H. Kejelasan mengenai Panjang. Tinggi dan Periode Gelombang serta Puncak dan Lembah Gelombang L = Panjang gelombang (Wave length) H = Tinggi gelombang (Wave height) T = Periode gelombang (Wave period) Crest = Puncak gelombang Through = Lembah gelombang BENTUK GELOMBANG dipengaruhi oleh : 1) Kecepatan angin meniup (wind velocity) 2) Lamanya angin meniup (duration) 3) Kedalaman air (waterdepth) 4) Keadaan dasar laut (shape of the bottom) 18 . Soenarno AS BAB IV GELOMBANG ( WAVE PROPERTIES ). IV.

07 detik. Swell biasanya mempunyai periode yang lama (± 20 detik) dan 19 . dan tinggi gelombang (H) 2 ā 3 cm. Bila gelombang dapat dimengerti dan dapat dianggap sebagai gerakan vertical dari permukaan laut. karenanya jauh sekali.2. Capillary waves disebut juga ripples b) Wind Waves Yaitu gelombang yang ditimbulkan oleh angin. dimana kita belum mampu meramalkan kapan terjadinya gelombang tersebut.H. akibat adanya gelombang. bahkan tidak jarang timbul gelombang besar beserta typhoon yang merusak. panjang gelom bang (L) ≤ 1. gelombang dapat dibagi sebagai berikut : a) CAPILLARY WAVES Yaitu gelombang dengan periode (T)≤ 0. tinggi gelombang tidak jarang > 10 m (di Northen Pacific tinggi gelombang yang pernah dicatat mencapai 34 m) c) Swell Yaitu gelombang lanjutan dari wind waves yang telah bebas dari daerah tempat bertiupnya angin. Soenarno AS Bentuk tersebut dinyatakan dengan nilai perbandingan L/H. kita harus membangun breakwater (penahan gelombang / pemecah gelombang) untuk mendapatkan kolam pelabuhan yang tenang. Bila periodenya ≤ 0. untuk dilautan (samudra luas).Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. nilai L/H antara 17 s/d 33 Gelombang tidak mendapat geseran. dengan periode 10 ā 15 detik. maka berdasarkan periode gerakannya. GELOMBANG (WAVE) Persoalan gelombang air laut (sea waves) merupakan masalah yang dapat dijumpai disetiap pelabuhan.3 detik.7 cm. Contoh : Di danau dengan perairan yang dangkal L/H bernilai antara 9 s/d 15. IV. Gelombang adalah juga penyebab utama terjadinya littoral drift.R. bahkan disamudra luas terdapat gelombang tanpa ada angin. sehingga kapal dapat bertambat dengan aman dan pekerjaan bongkar/muat dapat berjalan dengan lancar.

disebut Ocean waves atau sea waves. yaitu badai yang dapat berlangsung sampai beberapa jam dan dapat menimbulkan gelombang yang tinggi.R. dengan tinggi gelombang tetap dan periode gelombang yang berlangsung tak terbatas.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. e) Tsunamis Yaitu gelombang yang timbul karena adanya gerakan tiba-tiba dari dasar laut. gelombang dapat pula dibedakan berdasarkan kedalaman air. yaitu : Deep water waves : ½ ≤ h/L < ∞ Intermediate depth : 1/20 < h/L < ½ Shallow water waves : 0 < h/L ≤ 1/20 dimana h = kedalaman air (water depth) dan = panjang gelombang (wavelength) L Semua gelombang yang ada dilautan adalah irregular waves atau random waves. long period waves sangat sulit diselidiki dan dimengerti. d) Long Period Waves Yaitu gelombang yang mempunyai periode 20 a 30 detik. dengan tinggi gelombang yang tidak begitu besar. Gabungan antara wind waves dengan swell. Periodenya dapat berlangsung dari beberapa menit sampai ± 1 jam. Selain klasifikasi diatas. dan sangat sulit untuk dipelajari dan dianalisa. Soenarno AS tinggi gelombangnya makin lama makin berkurang sebanding dengan jarak yang ditempuh. Untuk menganalisa dan membuat rumusrumus kita harus menganggap regular waves. Ada pula sejenis tsunamis yang disebabkan oleh Cyclone atau Typhoon. Berdasarkan anggapan ini kita bisa menyatakan besarnya suatu gelombang yakni dengan : Tinggi gelombang (H) 20 . seperti gempa bumi tectonic dan atau vulcanic eruptions.H.

Soenarno AS Periode gelombang (T) Panjang gelombang (L) dan Kedalaman Air (h) IV.R. C = celerity of propagation.L tanh L 2π 2πh g . g . Hubungan antara L. walaupun sobekan kertas tersebut tidak dapat bergerak sendiri seperti mobil misalnya dan airnya tidak bergerak.H. PANJANG DAN KECEPATAN GELOMBANG Kita mengenal kecepatan sebagai ukuran (speed) juga kecepatan bergerak (velocity) dan disini kita mengenal kecepatan yang disebut : Celerity. tidak ada arus melainkan gelombang yang dasarnya pergerakan vertical.L tanh L 2π 21 . Bila kita melemparkan sobekan kertas kepermukaan air yang bergelombang. maka beberapa waktu kemudian sobekan kertas tersebut berpindah tempatnya. T. dan C dinyatakan sebagai berikut : L= Jadi g . Kecepatan bergerak sobekan kertas tersebut akibat energi gelombang yang disebut : Kecepatan merambat gelombang atau celerity energy propagatian dengan symbol (C).T 2 2πh 2πh g L2 = tanh tanh 2 2π L L 2π C C2 = C= 2πh g .3.T 2 2πh L= tanh 2π L C= L = T 2πh g .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. h.L tanh L 2π dengan : g = percepatan gravitasi.

Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.Sin x− t 2 T   L H 2π Sin ( x − Ct ) 2 L Untuk menentukan clearance dari lantai konstruksi pelabuhan seperti dermaga. t ) = = 2π  H  2π .R. maka dianjurkan untuk mengambil crest height sebesar 65% a 75% dari tinggi gelombang terbesar dimana : η = Surface profile (m) H = tinggi gelombang (m) L = panjang gelombang (m) T = periode gelombang (detik) b) Gerakan partikel air pada gelombang (Velocity of water particle) . dolphin dan lain-lain.H.(m/det) Kecepatan gerak partikel air akibat gelombang dapat dinyatakan dengan : Kecepatan arah horizontal = (m/det) 22 . Soenarno AS Untuk deepwater waves dan long waves ( shallow water waves) persamaan diatas dapat disederhanakan sebagai berikut: Deep water waves : Lo = g 2 g T dan Co = T 2π 2π Long waves (Shallow water waves) : L = T gh dan C = gh a) Profil pada Gelombang (surface Profile) (m) Elivasi muka air diatas mean water level (MWL) dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut : η ( x.

Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. .H.Cos X− t 2πh T T   L Sinh. L 2  t  d) Tekanan air pada gelombang (Pressure in the water action of waves) . Soenarno AS  x+h Cosh.Cos =− x− t 2 ∂t L T  T  2πh   Sinh   L  2  z +h Sinh.2π   2π H 2π  ∂µ L   2π  .2π   πH 2π  L   2π  µ= Sin x− t 2 π h T T   L Sinh L Kecepatan arah vertical : (m/det)  z +h Sinh. =−  2πh ∂t T T2  L Sinh.Sin 2π x − 2π .(tf/m2) h+z cosh .R. Sin x− 2πh T 2  L Cosh.m/m2) 23 . L  t  −ω0 z  Dimana ω o = berat volume air (tf/m3) (unit weight of water) e) Energy gelombang (Average energy of waves per unit area of water surface) (tf.2π   πH 2π  L   2π  ω=− .2π   2π 1 L   2π  P = ωo H.2π   2π H ∂ω  L  . c) Percepatan gerakan partikel air pada gelombang (Acceleration of water particle) (m/det2)  z +h Cosh. L Dimana z = elevasi partikel diukur dari MWL (Persamaan ini berlaku baik bila H relatif kecil).

80 m T= T = 1.E = n. Bila gelombang mulai bergerak kedaerah perairan tenang.56 T2 (m) Cg (group velocity) = ½ C o = 0.R. Soenarno AS Tiap partikel air yang bergerak dalam gelombang mempunyai energi potensial (Ep) dan energi kinetik (Ek) yang sama besarnya yaitu: Ep = Ek = 1/16 ω o H2 E = Ep+Ek = 1/8 ω o H2 (energi total) f) Average energy transported in the progressive direction of waves across unit width in unit time (tf. maka ia akan memberikan enersi sebesar : W = Cg.CE dimana W = energy rata-rata gelombang persatuan lebar Cg = n.m/m) / detik.C = Group velocity (m/det) dari gelombang 4πh    1 L n = 1 +  2  Sinh.14 det 2π L o = C o T = 1.56T ( ) 2 x3.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.81 T (km/h) 24 . 4πh  L   Untuk deep water h/L → ∞ sehingga n = ½ dan Cg = nC = ½ C Co = g 9.78 T (m/det) = 2.H.

2.H.R. Grafik International Course In Hydraulic Engineering. 25 .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Soenarno AS Gambar IV.

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

TABEL FITURE 2-6

26

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

IV.4. PENYELIDIKAN GELOMBANG
Untuk mengetahui keadaan gelombang yang sebenarnya, maka perlu diadakan
penyelidikan gelombang dilapangan. Data-data hasil penyelidikan ini kemudian
dianalisa untuk perhitungan dan model test, guna mendapatkan kolam pelabuhan
yang tenang.
Penyelidikan harus dilakukan selama mungkin, tetapi bila tidak ada data sama sekali
dan data-data sangat diperlukan misalnya untuk model test, maka penyelidikan dapat
dilaksanakan minimum 3 – 4 bulan, dengan memilih musim dimana diperkirakan
gelombang terbesar akan terjadi. Dalam penyelidikan lapangan ini selain periode dan
tinggi gelombang, harus pula arah gelombang selalu dicatat. Disamping itu harus
dilakukan penyelidikan angin pada waktu yang bersamaan dengan penyelidikan
gelombang.
Profil gelombang yang ada dilaut sangatlah tidak teratur, berbeda dengan profil
gelombang yang didapat dari percobaan di laboratorium, dimana profil gelombang
dilaboratorium seolah-olah berbentuk sinusoida. Karena itulah, definisi mengenai
periode dan tinggi gelombang , hanya dibuat sebagai dasar untuk menganalisa datadata. Misalnya : untuk mendapatkan data tinggi gelombang, kita harus mempunyai
minimal 100 data tinggi gelombang secara tidak terputus (Continues Record).
Rata-rata dari seluruh data tinggi gelombang tersebut merupakan Tinggi gelombang
rata-rata (H). Dari data tersebut dapat dibuat persamaan [ H sign = H ⅓ ≈ 1,6 H]
dimana H ⅓ = H significant
Tentu saja dari 100 data itu akan ada tinggi gelombang yang lebih besar dari H ⅓ (±
13% dari seluruh data)
Dalam hal ini kita bisa mengambil tinggi gelombang maximum (H max ) sebagai
berikut :
[ H max ≈ (1,6 s/d 2,0) H ⅓ ]
Begitu pula, periode gelombang pun merupakan bilangan variable seperti halnya
tinggi gelombang.
Untuk periode ini telah dibuat persamaan pendekatan
[ T max ≈ T ⅓ ≈ 1,1 T]
dimana T max = periode dari gelombang terbesar
T⅓

= Significant wave periode ( periode dari gelombang significant ).

27

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

T

= Periode rata-rata

Pemilihan antara H max , H ⅓ atau H waktu mendesign, tergantung dari type
konstruksinya, untuk steel piling dan vertical wall (caisson) breakwater, pada
umumnya didesign terhadap H max , sebab dengan sekali hantaman oleh gelombang
besar, kemungkinan konstruksi akan ambruk, sedangkan untuk rubblemound
breakwater, umumnya didesign dengan H ⅓ atau H significant , sebab kemungkinan
runtuhnya konstruksi hanya disebabkan oleh jumlah (banyaknya) hantaman
gelombang.
Telah diketahui bahwa gelombang dilaut, variable dalam tinggi, periode dan arah,
dapat kita anggap bahwa gelombang tersusun dari banyak sekali gelombang
sinusoidal yang berbeda tinggi, periode maupun arahnya. Karena itu sangat sulit
menentukan bagaimana energi nya didistribusikan, terutama dalam hal frekuensi dan
arah. Fungsi yang menggambarkan distribusi dari energi gelombang disebut wave
spectrum, dan parameter yang menunjukan derajat wave energy concentration
terhadap arahnya dinyatakan dengan S max .
Untuk swell S max = 75, dimana energi tersebar ± 30o dari arah gelombang, sedangkan
untuk wind waves S max = 10, dengan sudut penyebaran energi ± 60o dari arah
gelombang (S max = spectrum maximum).

IV.5. WAVE REFRACTION (REFRAKSI) DAN WAVE DIFFRACTION (DIFRAKSI)
Didalam pergerakannya menuju pantai, gelombang selalu berusaha untuk mengubah
bentuk dan arahnya. Bila gelombang masuk kedaerah perairan yang relatif
dangkal (h ≤ ½L), maka gelombang tadi mulai mencapai dasar perairan, dan secara
perlahan-lahan merubah arah geraknya terhadap garis tegak lurus pada contour
kedalaman perubahan gerak akan terlihat jelas setelah mencapai pantai, dimana
puncak gelombang sejajar dengan garis pantai.
Kejadian diatas disebut wave refraction, yang terjadi akibat perbedaan
kecepatan gerakan gelombang dalam penyebarannya disebabkan perbedaan
kedalaman. Wave refraction bukan saja menyebabkan perubahan arah geraknya,
tetapi juga berubah dalam tingginya, perubahan tinggi gelombang akibat refraction,

28

Pecahnya gelombang pada saat ini crest (puncak gelombang) sejajar pantai dan peristiwa ini disebut refraksi (wave Refraction). maka timbul yang disebut surf.72 H dalam keadaan tidak ada angin. makin lama crest menjadi makin tajam dan akhirnya pecah. disebut surfzone. daerah dimana gelombang pecah. Gambar IV.3. dimana H = tinggi gelombang sesudah refraksi Ho = tinggi gelombang diperairan dalam (deepwater) K r makin kecil. Soenarno AS biasanya dinyatakan dengan Koefisien refraksi (K r ). Bila kedalaman air h = 1. (L o = deepwater wave length. Dimana : H p = H pada waktu gelombang pecah h p = h pada waktu gelombang pecah Daerah dimana gelombang pecah. bila : h/L o makin kecil. Surfzone. (α p ) o makin besar dan S max makin besar. (α p ) o = incident angle to the deepwater contour).Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. yang hubungannya [ H = K r H o ). Bila kedalaman air berkurang dari laut menuju pantai maka puncak-puncak gelombang (crest) menjadi lebih tinggi dan panjang gelombang (L).R. menjadi berkurang sehingga nilai L/H menjadi kecil. Akibat timbulnya surf ini timbul Arus lawan atau Contra 29 .H.

H.6. Kejadiaan ini disebut wave diffraction (difraksi) Variasi diffracted wave heights dapat dihitung secara teoritis dan secara experiment dengan hydraulic models. FETCH Timbulnya apa yang dinamakan fetch adalah sebagai berikut. Diffracted wave heights ini sangat dipengaruhi oleh arah gelombang yang datang pada rintangan.maka gelombang tersebut akan berusaha untuk mendorong dan menembus rintangan tersebut. untuk memungkinkan penggunaan data-data laboratorium dua dimensi dari wave breaking.K r (H ⅓ ) o ] Dimana : K d = Koefisien difraksi Kr = Koefisien refraksi (H ⅓ ) o = Tinggi gelombang significant diperairan dalam (significant wave height in the deepwater). Angin meniup dalam air. Berdasarkan hasil perhitungan dan experiment dengan hydraulic models. IV.7.R. misalnya oleh pulau atau breakwater. 30 . runup dan data-data lain bagi prototype problems dalam tiga dimensi. sedangkan untuk periodenya dapat diambil sama seperti periode dari deepwater waves : [ T ⅓ = (T ⅓ ) o ] Konsep tentang equivalent deepwater waves ini hanyalah anggapan (buatan). IV. yang sangat berguna untuk menaksir distribusi tinggi gelombang didalam kolam pelabuhan. maka timbul energi. dan terjadi pada banyak parubahan pada periodenya disebabkan keadaan dasar laut yang sembarang. Energi tersebut bergerak dengan kecepatan C gr (celerity of energy propagations) dan timbullah gelombang yang tumbuh (increasing wave). Soenarno AS IV. maka telah dibuat diagramdiagram tentang variasi dari diffracted wave heights. DIFRAKSI (WAVE DIFFRACTION).Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Gelombang bila dalam pergerakannya dirintangi.6. sebaiknya dihitung pula Equivalent deepwater wave heights (H o 1) [H o 1 = K d . Pada perairan yang dangkal dan rata harus diperhitungkan pengurangan akibat friction dasar perairan pada H o 1. EQUIVALENT DEEPWATER WAVE Setelah tinggi gelombang akibat refraksi dan difraksi didapat.

Gambar IV.5. maka [ Fetch limittion = C gr . Soenarno AS Pertumbuhan gelombang ini disebut fetch dan jarak pertumbuhan gelombang itu disebut fetch limitation. Celerity of Wave Propagation  C =  2πd  gL tanh .H.  2π L  31 .4.t ] C gr = Celerity of energy propagation t = waktu dalam detik d = kedalaman (water depth) g = gravitasi = 9. Terjadinya apa yang disebut FETCH Untuk unlimited duration.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.R.81 m/det2 Gambar 4.

Tidak ada energi transport - sejajar dengan wave crest Difraksi : . sehingga tanh → ≈1 L L C= gL 2π Apalagi apabila L < 2.3 d> Untuk shallow water 2πd gL = . Soenarno AS Dimana : C = Celerity of wave propagation L = Panjang gelombang 2πd Untuk very deepwater 2πd sangat besar. 2π L C = gd Catatan : shallow water Refraksi : .99 L tanh 2πd 2πd ≈ L L gL 2πd .H. tanh 2π L C= tanh 2πd = 0.   L  4πd L =2 Untuk Shallowwater = 1 + Sinh C gr = ½ C. 4πd  1  L  = 1+ 4 π d 2  sinh .3 d (depth) 1 L 2.Point of breakwater - ada energi transport - sepanjang wave crest.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. C  L  C gr Untuk deepwater 4πd L = 1+ =1  4πd  Sin. C gr = 1 C 2 32 .R.

8 g = = 1. dimana F < 30 nautical miles.14 2π (C = dalam m/det) Menurut tabel D7 CERC TR.56 → C = T = 1. Untuk t = 10.56T 2π 2 x3. H = dalam feeth F = dalam nautical mile ( statute mile ).5 F + 2. CT g →C = T 2π 2π g 9. 33 . untuk long fetch. Thomas Stevenson (1864) Menyusun rumus Fetch sebagai berikut.5 F ] untuk short fetch.000 detik (misalnya) F limitation = 50km Pergerakan Fetch akan berhenti. apabila menabrak atau terhalang sebuah pulau atau bangunan seperti dermaga atau breakwater. Soenarno AS Secara analitis : C= gL 2π C 2 = g.t = ½ C. bila duration = t.R.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. dimana F > 30 nautical miles sebagai berikut : [ H = 1. sbb : [H = 1.H.5 − 4 F ] dimana.t = ½ 10 t = 5 t m. No: 4 Untuk C = 22 knot → Periode T n = 6. maka Fetch limitation = C gr .3 det C = 22 knot = 10 m/det Untuk deepwater C gr = ½ C .

Penyelesaian soal : Untuk short fetch (F<20 miles) 4 H = 0.miles/hour).89 ft Kecepatan angin 3. 2 = 1 + 5. dimana angin bertiup dengan kecepatan 22 knot dan tinggi gelombang setempat 1.5 – X 0. Soenarno AS Pada tahun 1934 D.0.8347 34 .5 − 4 F ] dimana H = tinggi gelombang dalam feeth F = Fetch limitation dalam statute mile U = Kecepatan angin (wind Velocity) . Molitor bersama Stevenson.17 22 X2 + 2.43132 1.185 meter.17 4 U = 22 knot 22 F + 2. yang terjadi disini adalah short fetch.5 - 4 F F = x → F = x2 3. Catatan : 1 statute mile = 5280 feeth = 1. Menyempurnakan rumus Fetch limitation tersebut untuk long fetch (dimana F > 20 miles) [H = 0.89 = 0.185 m = 3.5 - F Tinggi gelombang H = 1.6093 km.39 = 0 X 1.A.H.dalam knots (st.17 UF + 2.R.594 X 1 = 2. CONTOH SOAL MENGENAI FETCH Hitunglah panjang Fetch limitation yang terjadi didaerah perairan bebas.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.17 UF ] Dan untuk short fetch (dimana F < 20 miles) [H = 0.089 X 2 = .89 = 0.17 UF + 2.797 X2 – X – 1.

serta telah diestimate dengan berbagai macam teori untuk menghitung harganya. IV.R. secara teoritis didapat hubungan sebagai berikut: H b ≈ 0.H o ’ ] Dimana K s = shoaling cocfficient.485 miles < 20 miles Baik F 1 maupun F 2 < 20 miles.9. akibat penyebarannya kearah pantai. Pertama-tama tingginya sedikit berkurang kemudian bertambah lagi dengan perlahan-lahan. WAVE BREAKING Untunglah gelombang yang ada dilaut tidak bisa mencapai tinggi yang besar diluar batas tertentu.8. Bila tidak. mungkin harus direncanakan breakwater untuk menahan gelombang yang tingginya lebih dari 100 mater. gelombang beserta ketinggian nya adalah goyah dan akan pecah dengan sendirinya. Soenarno AS F 1 = (2.0. jadi keduanya memenuhi syarat. yang merupakan fungsi dari relative waterdepth (h/L o ) dan wave steepness (H o ’/L o ). sebab menurut hukum hydrodinamic. IV. WAVE SHOALING Gelombang yang memasuki perairan dangkal dari perairan dalam akan mengalami perubahan apa yang disebut wave shoaling. Untuk perairan dengan kedalaman yang tetap.8347)4 = 0. Variasi tinggi gelombang akibat waves shoaling dapat dinyatakan dengan persamaan : [ H = K s .83 h untuk very shallow water waves 35 . Kejadian ini disebabkan adanya perubahan kecepatan dari wave energy transport atau perubahan dari group velocity C gr . kedalaman air dan kemiringan dasar perairan.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.089)4 = 19 miles < 20 miles F 2 = (.17 L o untuk deepwater waves H b ≈ 0. Batas tinggi dari wave breaking tergantung dari panjang gelombang.H.

merupakan definisi yang tidak jelas. Soenarno AS Sedangkan untuk intermediate depth waves dan very shallow water waves pada perairan dengan dasar yang miring.Lo 1 − exp − 1. sebab gelombang pecah tidak terjadi pada satu titik. bila akan menganalisa gaya-gaya gelombang yang berkerja pada konstruksi atau pantai. sekecil mungkin adanya gelombang. IV. Apabila gelombang mendekati pantai. maka pertama-tama gelombang besar pecah diperairan yang lebih dalam. sumber informasi untuk menghitung breaker height. Untuk keperluan ini telah dibuat rumus empiris sebagai berikut :   πh  4   H b = 0. Daerah dimana gelombang pecah sendiri disebut “ Surfzone” Definisi mengenai breaker height dan break depth dari proses random wave breaking.H. bahkan sampai keperairan yang sangat dekat dengan pantai.17. 36 . datang dari hydraulic model test.R. sementara gelombang kecil tidak pecah. hal ini bukan merupakan pekerjaan yang mudah.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. θ   Lo  3     Sebenarnya wave breaking yang ada dilaut lebih kompleks dari pada yang dinyatakan dengan rumus diatas. akibatnya dibutuhkan sejumlah data dari breaker height dan breaker depth. melainkan bisa terjadi dimana-mana. PENGARUH GELOMBANG DIDALAM PELABUHAN Pelabuhan harus direncanakan dengan keadaan kolam yang tenang. Dapat dikatakan bahwa gangguan ini akibat adanya diffracted waves (difraksi dari gelombang) dari pintu masuk kolam (mulut breakwater) pelabuhan. sebab ada waves tersusun dari berbagai tinggi yang silih berganti. sebab gangguan gelombang dapat timbul karena: - Gelombang menembus / merembes melalui batu-batu rubble mound breakwater dan atau gelombang yang dihasilkan oleh massa air yang jatuh melalui puncak breakwater (Overtopping) dan menjadi sumber kedua bagi gangguan pada pelabuhan.10.5 1 + tan .

REFLEKSI DARI GELOMBANG (WAVE REFLACTION) Seperti halnya sinar dan suara. misalnya rubble atau block mound breakwater. Tetapi bila rintangannya tidak tegak. Bahkan dibeberapa pelabuhan getaran amplitudo rendah dengan periode beberapa menit. Bahkan akibat system manambat kapal pun.R. Getaran dengan periode lama merupakan resiko lainnya. karena sejumlah energi dipakai untuk breaking dan terbulensi. 37 . IV. dimana tinggi gelombang sebelum dipantulkan akan sama dengan tinggi gelombang-gelombang hasil pantulan.11. Soenarno AS - Refleksi/pantulan dari gelombang (reflection of waves ) oleh konstruksi yang mempunyai dinding vertical didalam pelabuhan. Untunglah getaran gelombang dengan periode lama ini hanya timbul setempat. sebab gerakan horizontal partikel air dan kapal.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. bila periode gema getaran hampir sama dengan incident period. sehingga tinggi gelombang tinggal 30 ả 50 % dari tinggi gelombang asal.H. gelombang pun dapat dipantulkan oleh rintangan.menggunakan wave diffraction diagrams . Numerical analysis dan hydraulic model investigation sebaiknya dikerjakan bersama-sama. Pengaruh gelombang ini akibat difraksi (wave diffraction) dan refraksi (refraction) dapat diperkirakan dengan cara: . maka gelombang akan dipantulkan sembarang (tidak sempurna).hydraulic model investigation Numerical analysis merupakan cara yang baru berkembang dengan menggunakan digital computer dan hasilnya cukup memuaskan. sebanding dengan periode getaran. meskipun amplitudo dari incident long period waves mungkin lebih kecil dari 10 cm. dapat mempersulit bongkar muat dan manambat kapal.numerical analysis . sehingga banyak pelabuhan yang terhindar dari gangguan yang ditimbulkannya. maka gelombang akan dipantulkan sempurna. Bila rintangan berupa dinding tegak dengan permukaan yang rata. Hal ini disebabkan adanya semacam gema getaran didalam kolam pelabuhan yang semi enclosed. sering menimbulkan getaran dengan periode sampai beberapa menit. tetapi amplitudonya ditambah beberapa kali didalam pelabuhan oleh sifat perluasan gema.

Secara empiris diketahui bahwa kapal yang bertambat akan dapat mengerjakan bongkar muat dengan lancar dan aman. tinggi gelombang menjadi dua kali tinggi gelombang asal. R = reflected waves. Mengenai pengaruh gelombang didalam kolam pelabuhan sangat penting artinya bagi keamanan dan kelancaran bongkar muat bagi kapal yang berlabuh di outher harbour maupun ditambatan (didermaga). tinggi gelombang dapat diperkirakan sebagai berikut: 2 2  H  =  H  +  H   13  I  13  R  13  s dimana : index S = superposed. tetapi tetap ada (lebih kecil daripada tinggi gelombang asal). dimana nilainya tergantung dari jenis konstruksi dan wave steepness. Walaupun tinggi gelombang yang memasuki outher harbour makin berkurang . Untuk dinding vertikal. apabila tinggi gelombang disitu (didalam) antara 20 cm ả 30 cm.H. 38 . Didalam praktek. sebagai akibat adanya superposisi antara gelombang yang datang dengan yang dipantulkan. Dalam kenyataan di laut .R. adanya rembesan air lewat batu-batu rubble mound dan juga akibat gerakan kapal akan menimbulkan gelombang. dimana arah gelombangnya dianggap seperti pantulan cahaya pada kaca.telah diketahui juga gangguan-gangguan lain. disebabkan sifatnya yang random. Semakin jauh dari dinding. amplitudo ini tidak menjadi nol. I = incident. ekor dari regular wave memperlihatkan amplitudo sama dengan nol. dan pada jarak ¼ L dari dinding. dispersion of reflected waves boleh diperkirakan dengan menggunakan diffraction diagrams. Soenarno AS Perbandingan antara tinggi gelombang pantulan dengan tinggi gelombang asal disebut reflection coefficient. seperti adanya overtopping.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Didekat rintangan tinggi gelombang menjadi lebih tinggi. Pada jarak kirakira sejauh panjang gelombang (L) dari dinding. tinggi gelombang semakin berkurang.

panjang tambatan (B) dan jarak per pendiculair antara mulut breakwater dengan tambatan (Y). maka berapa panjang breakwater tersebut menjorok kelaut (Y) harus menghasilkan H dlm ≈ 0.6.0269 B    B    Didalam praktek. 39 . dan makin jauh dari pusat makin rendah. makin tinggi.  b  b 4   Y H dlm = H l  − 0.20 ả 0. maka dalam membangun breakwater.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.H.R. Breakwater Thomas Stevenson : telah menyusun hubungan antara tinggi gelombang dimulut breakwater (H luar = H l ). tinggi gelombang dimuka tambatan (H dalam = H dl ). Soenarno AS Gambar IV. lebar mulut breakwater (b) . makin dekat pusat.30 m Lingkaran dengan pusat tengah-tengah mulut breakwater dengan radius Y merupakan crest gelombang yang sama tingginya.

maka dianjurkan untuk mengambil runup height sama dengan tinggi gelombang terbesar dari data-data regular waves.1 < ξ < 2.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.R. wave runup height tidak akan melebihi 1. hal ini yang disebut “wave runup”. dimana nilai overtopping sangat dipengaruhi oleh banyaknya faktor. Untuk menentukan “wave runup height” telah dilakukan percobaan-percobaan dengan berbagai structures.12. 40 .H. WAVE RUNUP DAN OVERTOPPING Bila gelombang melanggar konstruksi yang mempunyai bidang miring. Soenarno AS IV. maka akan timbul persoalan overtopping yang lebih sulit dari pada persoalan runup height. Wave runup berguna dalam menentukan tinggi (puncak) dari rubble mound breakwaters dan sea walls. sedangkan untuk irregular waves sampai saat ini belum ada design kriterianya. Bila tidak diinginkan terjadi overtopping pada konstruksi. Runup height yang dibicarakan diatas tadi hanya berlaku untuk reguler waves saja. termasuk bentuk dan jenis material dari konstruksi sendiri. Sebab bila puncak konstruksi lebih rendah dari runup height. Salah satu rumus emperis untuk menentukan runup height pada bidang miring yang rata (smooth) ialah: Ru = ξ H untuk : 0.0 H dalam segala hal. Gelombang akan naik sampai mencapai suatu ketinggian diatas MWL (mean water level). maka gelombang akan naik melalui bidang miring tersebut. seperti bidang depan dari rubblemound breakwater.3 ξ= tan .α H Lo Dimana : Ru = runup height α = susdut miring bidang ξ = surf similarity parameter Untuk bidang yang kasar dan permeable.

Soenarno AS 41 .H.R.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.

42 . Soenarno AS Figure 3-11.H.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.R. Wave Runup Corrections For Model Scale Effect.

R.H.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Soenarno AS 43 .

Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Soenarno AS Figure 1-7.R. Deep Water Wave Forcasting Curves As A Function of Wind Speed 44 .H. Deep Water Wave Forcasting Curves As A Function of Wind Speed Olah gerak kapal dan lay out breakwater Figure 1-7.

Soenarno AS OLAH GERAK KAPAL DAN LAY OUT BREAKWATER Gambar IV. Olah Gerak Kapal Saat Memasuki Breakwater.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. 45 .R. Geraknya kapal ditentukan oleh gerak putaran propeller.H.7. karena itu gerak resultante dari kapal yang bergerak maju adalah : maju arah kiri.

6 H 46 . untuk itu sebaiknya alur pelayaran masuk (navigation channel) tagak lurus garis pantai. Penentuan water depth Gambar. maka lebar efektif dari mulut breakwater adalah 300 m.2 H ½ x 1.R. Soenarno AS Berdasarkan experiment : lintasan kapal tersebut membentuk sebuah lengkung yang amplitudonya untuk kapal dengan kecepatan 6 s/d 8 knots → 300m.H. IV.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Jika ditunda (dengan kapal tunda) maka kecepatan kapal tersebut dapat dikurangi menjadi 3 s/d 4 knot.2 H = 0. Penentuan Waterdepth [ depth = draft + keel clearens] Keel clearens ditetapkan berdasarkan akibat-akibat: 1) pitching & rolling (cushion effect) 2) squat (akibat heaving) 3) beda pasang surut Pitching : H1 = 1. yang berarti lebar efektif mulut breakwater (entranches) tersebut cukup 150 – 200 meter. 8. Karena kapal tidak mempunyai rem jadi sukar untuk belak-belok.

50 m Depth : 12.misalnya beda pasang surut: 1.R. Sedang terpenting adalah fungsi ke-1 dan ke-3.00 m Akibat cushion effect 0.000 DWT → d = 1.6 H + 0.50 – 9.H. Layout Breakwater Fungsi dari breakwater dimaksudkan untuk : 1) Perlindungan terhadap gelombang 2) Perlindungan terhadap pengendapan Lumpur (silting) 3) Jaminan keselamatan pelayaran 4) Mengarahkan arus (guidance of currents) Dalam perkembangan teknologi fungsi kedua (silting) sudah tidak begitu penting.90 m Beda pasang surut : 0.60 m .50 = 1.20 m = 0. Jadi bila dijumlah .60 m Squat : 0.squat : 0. draft = 8.20 m → ½ x 1.50 – 9.2 x draft. rolling Untuk with 20 m 10 x 1/20 = 0.untuk kapal 10.50 m (akibat kapal yang berjalan terdapat gerak naik turun yang disebut leaving) putar/goyang 30 = 1/20 rad.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.00 m .0 meter Untuk kapal-kapal ≥ 10.000 DWT draft = 8. 9.5 m. Gerak Naik Turun Kapal (Leaving) . Soenarno AS Gambar IV. 47 .50 – 1.

karena harus dibangun dari bawah air. MACAM-MACAM BREAKWATER: 1) Type Rubblemount 2) Type Caisson 3) Type Sheetpilling 4) Pneumatic Breakwater 48 .1. Makin berkembangnya teknologi angkutan laut. sedang cuaca tidak sepanjang tahun merupakan cuaca yang baik. sehingga terjadi bentuk trapesium 3) Disamping hal-hal tersebut masih diadakan perbaikan tanah dasar (soil improvement) V. maka harus diusahakan memperkecil σ sejauh mungkin. PENDAHULUAN.2. Membangun breakwater tidak mudah. Hal tersebut menyebabkan perlunya breakwater sebagai penahan dan pemecah gelombang serta kolam yang tidak mudah terjadi pendangkalan (silting). jelas membutuhkan kolam pelabuhan guna berlabuh dan bertambatnya kapal dalam perairan yang tenang. 1) Membuat konstruksi yang ringan 2) Memperlebar dasar konstruksi. lagi pula harus diadakan pengukuran kekuatan tanah dasar (soil investigation) yang berupa “booring dan sondering”.Perencanaan Pelabuhan I Bab V PENAHAN / PEMECAH GELOMBANG ( BREAKWATER ) V. Pada umumnya dasar perairan dapat dibagi 3 golongan : a) Lumpur dengan tegangan max 0 – 2 kg/cm2 b) Pasir dengan tegangan max 1-5 kg/cm2 c) Batu/karang dengan tegangan max 5 – 40 kg/cm2 Bila kondisi tanah dasar tidak baik.

sesuai rencana dan tersedianya ditempat sesuai rencana waktu) c) Keadaan permukaan perairan ( ada atau tidaknya gelombang ditempat rencana pembangunan) d) Beda pasang surut (untuk menentukan duration selama pekerjaan dibawah air / waktu surut) e) Keadaan air (waterdepth) (makin dalam makin menguntungkan type caisson) f) Tersedianya lahan untuk pekerjaan (worksite) (caisson membutuhkan worksite. pasir atau karang) b) Persediaan batu (apakah sumber batu jauh/dekat dari proyek cukup banyak atau tidak. tekanan diatas tanah dasar kecil 3) Energi gelombang dipadamkan secara beraturan 4) Tak ada pengikisan (scouring) didasar bangunan. tapi perlu banyak tenaga kerja). Keuntungan type trapesium : 1) Mudah dalam pelaksanaan (tidak perlu alat-alat besar dan worksite yang luas) 2) Karena dasar bangunan luas.4. sedang rubblemound tidak memerlukan) g) Peralatan. Lumpur. tenaga ahli. (caisson memerlukan peralatan besar dan banyak tenaga ahli. tenaga kerja dan cuaca. V.3 PEMILIHAN TYPE untuk menentukan type trapesium atau type persegi panjang dalam rencana design breakwater pada suatu daerah tertentu ditentukan oleh beberapa faktor: a) Keadaan dasar perairan (lembek atau kuat.Perencanaan Pelabuhan I Berdasar bentuknya kita bedakan dua type 1) Bentuk Trapesium (Rubblemound type) 2) Bentuk persegi panjang (Caisson type) bentuk ini merupakan bentuk tembok tegak atau vertical wall. 49 . sedang rubblemound sebaliknya. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN MASING-MASING TYPE. seperti halnya juga sheetpilling type. V.

Kerugian type persegi panjang : 1) Pelaksanaan harus teliti dan memerlukan banyak tenaga ahli 2) Tekanan diatas tanah dasar cukup tinggi 3) Energi gelombang dipadamkan secara medadak 4) Dasar bangunan dapat dikikis oleh gerakan air Dalam praktek pemilihan type breakwater ini tidak mudah. banyaknya batu yang dapat disediakan dalam waktu 2 tahun tidak mencukupi karena kendala transportasi. maka di design kombinasi caisson-rubblemound diatas tiang pancang dan dibawah dinding turap baja (steel sheetpile). menyebabkan kolam pelabuhan tidak tenang. Keuntungan type persegi panjang : Keuntungan disini merupakan kebalikan dari kerugian pada Trapesium antara lain : 1) Tidak memerlukan banyak material 2) Tidak memerlukan perawatan intensip 3) Gerakan gelombang tidak merembes kekolam 4) Tidak terjadi overtopping 5) Dapat dipakai sebagai tambatan kapal.Perencanaan Pelabuhan I Kerugian type trapesium: 1) Diperlukan banyak material 2) Diperlukan perawatan (maintenance) secara intensip 3) Gerakan gelombang merembes antar sela-sela batu. contohnya: Pembangunan breakwater dipelabuhan Semarang terpilih rubblemound tetapi terdapat kendala. 4) Dapat terjadi overtopping 5) Tidak dapat dipakai sebagai tambatan kapal. 50 .

sedang diwilayah timur dipilih type caisson. 51 . kemudian lapisan II yang disebut secondairy coverlayer. Yang menjadi persoalan ialah berat minimum dari armour unit tersebut. pada umumnya di Indonesia bagian barat dipilih type rubblemound. Berat crestblok dinyatakan W libes. Breakwater Type Rubblemound. lapisan I yang disebut primairy coverlayer yang dibagian depan diperkuat dengan tetrapode. maka dapat diganti dengan blok-blok beton besar untuk menutup lapisannya.1. Batu dan blok beton ini disebut armour unit. V. sehingga mampu menahan gaya-gaya gelombang. ditengah-tengah badan dibawah kaki (toe) dan selengkapnya tergambar dibawah ini. untuk menentukan besarnya W digunakan rumus Hudson. akmond.Perencanaan Pelabuhan I Bila hanya dilihat dari dasar perairan dan besarnya gelombang. Gambar V. Breakwater rubblemound tersebut terdiri dari crestblok. BREAKWATER TYPE RUBBLEMOUND Rubblemound breakwater biasanya dibangun dari batu-batu yang besar (quarry stones) pada permukaannya. atau dollos.5. dan untuk secondairy coverlayer W/15 – W/10 dan untuk badan brekwater W/6000 – W/200. sedangkan batu-batuan pada lapisan primairy coverlayer W/2 – W. Bila batu-batu dengan ukuran besar tidak didapat.

(b) Minor-overtopping criteria.0 4.0 5.3 - 3.5 2.0 3.0 3.9 >3 Random (d) 4.5 Tribar 1 Uniform 12.0 6.9 2.5 7.0 5.0 5.5 8.2 KD VALUES FOR USE IN DETERMINING ARMOR UNIT WEICHT No-Damage Criteria Structure Trunk Armor units Smooth rounded Quarrystone Smooth rounded Quarrystone u (a) Placement Breaking Nonbreaking Wave (b) Wave (c) Structure Head Breaking Nonbreaking Wave (b) Wave (c) 2 Random 2.9 1 Random (d) 2.0 2. (c) No-overtopping criteria (d) The use of single layer of quarrystone is not recommended except under special conditions and when it is used.7 2.5 2.0 2.0 5.5 8.5 9.3 2. the stone should be carefully placed.5 Rough angular Quarrystone Rough angular Quarrystone Rough angular Quarrystone Rough angular Quarrystone Graded angular Quarrystone Random K RR 1.4 >3 Random 3.2 - 2.5 8.0 7.5 6. 52 .5 8.5 7.6 2.5 7.5 3.0 5.0 15.0 10.Perencanaan Pelabuhan I TABLE 4 .0 7.5 9.0 7. (e) Refers to special placement with long axis of stone placed normal to structure face.3 2 Random (d) 3.7 for depth > 20 feet and 1.5 Modifled Cube Tetrapod Quadripod Hexapod Tribar 2 2 2 2 2 Random Random Random Random Random 7.0 5.3 for depth > 20 feet (a) n is the number of units comprising the thicknees of the armor layer.8 2 Special (e) 5.5 4.

Perencanaan Pelabuhan I 53 .

0 1.2 54 .9 15.2 3.7 20 27 40 52 59 71 90 99 111 134 160 164 188 212 250 258 285 322 363 376 392 444 492 534 590 650 700 736 750 810 910 985 8 9.9 9.5 26 28 30 30.0 2.4-12.6 3.5 4.4 7.8 10 18 24 28 40 55 65 75 100 130 140 180 230 280 290 340 420 500 530 600 710 830 960 1110 1250 1420 1560 1610 1800 2100 2500 39min 1.0-24.05 0.Perencanaan Pelabuhan I TABEL D – 7 WIND AND SEA SCALE FOR FULLY ARISEN SEA WIND SEA 1 Light Airs 1–3 2 0.8 6.8-13.8 7.6 8.4 3.5 14 16 18 19 20 22 24 24.8 2.4 5.8-17 5.5 10 12 13.9 8.5 – 27 8 – 28.4 5.2 9.3 14.5 10in 5 18min 0.33 8 Fresh Gale 34 .5 7.0 4.4 1.0 .5 10.29 1.4 2.7-13.6 5.5-21.27 7 Moderate Gale 28 .7 10.2 6.0 .1 13.9 13.5 8.7 6.8 2.5 8 – 29.8 8.23 7.9 8.6 0.1 12.7-16.5 32 34 36 37 38 40 42 44 46 48 50 51.8 5.6 24 1.4 20.7 9.8 0.9 10.18 0.5 – 31 10 – 32 2.5-18.0 – 25 7.8 7.5 0.6 19.7 50 58 64 73 81 90 99 106 110 121 130 148 12 Hurricane 64 .2 7.2 20.2 8 – 28.4 3.3 6.3 12.3 5.4 2.7 6.3 9.2-20.4 12 12.7 8.0 .5 13.7 0.10 4 Moderate Breeze 11 .5-10 2.9 3.10 2 Light Breeze 4-6 3 Gentle Breeze 7 .7 1.4 16.2 7.6 4.8 14.1 6.5 5. 1/10 H.8 – 5 1.6 11 14 14 16 19 21 23 25 28 31 36 40 44 49 52 54 59 64 73 0.37 1.71 〉 64 〉 80 〉 128 〉 164 Minimum Duration (Hours) 0 Minimum Fetch (Nautical Miles) Av.8 3.0 7.2 2.6 1.5-15.55 11 Storm 56 .1 5.6 6.0-8.0 6.5 3.8 21 21. Max 0 1 Average Wafe Length (Feet) Significant 0 Calm T average period Average 0 U Period of Max Energy of Spectrum (T max) Wind Velocity ( Knots ) 〈 Description 0.9 3.4 7.4– 7.47 10 Whole Gale 48 .8 2.7 4.0-17.88 1.21 6 Strong Breeze 22 .8 2.2 10 12 14 15 17 20 23 24 27 30 34 37 38 42 47 52 57 63 69 73 75 81 88 101 10 – 35 ( 26 ) ( 18 ) Significant Range of Period (seconds) Range ( Knots) Beanfort ( Windforce ) Wave Height ( Feet ) 〈1.1 3.3 4.8-19.7 18.7 2.0 10 12 13 15 18 22 23 26 30 35 37 40 45 50 58 64 71 78 83 87 95 103 116 0.5 14.5 6.7 7.4 2.4 16.2 1.0 3.4 4 4.1 17 17.9 8.7 10 13 16 17 20 23 28 29 33 38 44 46.63 5 8.5 5.8 4.6 8.4 12.1 8.5 – 26 7.3 17 6.0-14.16 5 Fresh Breeze 17 .08 0.40 9 Strong Gale 41 .5-7.5 4.0-11.9 3.5 52 54 56 59.8 4.8 15.2 5.7 4.6 14.3 10.1 9.8 5.7 9.7 14.6 1.0-20.4 -2.8 22.9 4.7 11.5–10.6 6.5 11.

902 1.9940 .031 .004800 .119 2.003990 .9916 .9937 .05602 .2190 .1358 .9889 .070 2.647 1.07499 1.9931 .2642 .1260 .1003 0 .01648 .3739 .0022 1.001300 .2071 .1815 .07513 .2845 .018 .02117 .1651 .9822 .1717 .1659 .1879 .02079 .950 1.03057 .02778 .1494 .02155 .003 1.0133 1.810 1.1782 .9952 .1728 .9885 .967 1.05611 .03083 .07102 .022 1.09001 .1727 .3601 1.1391 .1208 .01918 .572 1.9840 .005600 .0016 1.1592 .066 1.1257 .3184 .1219 394 376 359 343 329 1.1419 .2410 .02864 .9881 .047 2.2592 .02921 .1890 1.056 .1091 .0140 1.0079 1.0047 1.02836 .0085 1.1671 .9985 .02502 .04343 .1881 .1151 .3875 .02436 .1327 .1665 .043 .9988 .3864 .1404 .9979 .033 1.3562 .1762 .001000 .701 .07534 .013 1.2086 .9949 .1330 .3937 .005400 .1141 .9887 .1579 .1114 .02689 .0108 1.045 1.1334 .0035 1.0178 1.0057 1.1004 .1781 .002300 .1728 176 172 169 165 162 .1698 .004 1.1708 .1764 .9937 .0019 1.004300 .1809 .1087 525 493 463 438 415 2.1617 .9875 .02369 .001800 .917 1.027 1.718 1.1710 .2692 .9846 .9969 .003500 .006 1.357 2.05011 0 .9959 .395 3.9917 .001 1.004100 .3491 .020 1.2540 .1507 .1619 .1655 .09026 .9903 .9883 .662 .042 1.9958 .1798 .1527 .1779 .9900 .1066 .0005000 .9923 .001900 .1678 1.003800 .9925 .3238 .1466 .03030 .058 1.02976 .1299 .014 1.9881 .9815 .005 1.3827 .2207 1.0156 1.07096 .9981 .005000 .1285 .9994 .1423 .684 1.09338 787.0162 1. .9818 .01263 .01598 .02893 .9910 .1447 .9960 .2303 .1845 .3841 .3678 .9862 .2131 .9975 .1584 .0006000 .002000 .6 .024 .9966 .9872 .006912 .02560 .1006 .028 1.3103 .1921 .1456 .004200 .09723 .08697 .9912 .1779 1.02948 .1323 .004500 .0182 1.003100 .2741 1.1811 159 156 153 150 147 .1181 .9837 .9909 .040 1.0051 1.0130 1.002400 .08705 .003600 .404 2.001600 .1800 .933 .1275 .9965 .9897 .1693 .08672 .822 1.0001 to 1.1125 .1498 .04336 .1519 .1852 .9900 .06128 .9984 .9892 . L / L o D-3 TABLE D-1 Continued 55 .07935 .3263 .1674 .07084 .1599 .9933 .9954 .002800 .1764 .002100 .08651 .036 1.011 .9971 .311 1.1820 .9915 .008 1.757 3.2323 .205 2.1897 .059 1.3061 .1146 .0153 1.9981 .9990 .1449 .3715 .01548 .0069 1.005200 .1467 .777 1.046 1.03544 .855 3.075 1.2147 .1898 .9996 .3808 .9834 .3640 .001500 .9887 .1736 .1746 .016 1.9935 .071 1.1369 .9944 .02659 .0104 1.1037 .0001000 .3635 .1658 .0060 2.2661 .0 715.1832 .788 1.1636 .9994 .1539 .003400 .0066 1.9919 .9975 .3483 .1119 .1565 .03547 .03543 .05014 .0041 1.07091 .069 .1754 .0076 1.1068 .239 2.9934 .0111 1.01696 .3670 .9906 .314 .1551 .3599 .07097 .1445 .07943 .9843 .9977 .003900 ∞ M ∞ Also : b s / a s .9828 .2890 .1062 .1005 .0149 1.9948 .08333 .010 1.09393 .02507 .073 1.3 .05018 1 1.2755 .9956 1.9939 .3972 1.9962 .0121 1.887 1.1690 .02749 .965 .9922 .051 1.989 2. .02335 .9997 .0009 1.9878 .767 1.1124 .01788 .050 .1250 .3444 .003000 .0076 .1315 .0063 1.03546 .094 2.1435 .3753 .0089 1.005 0 .6 656.02628 .860 .0007000 .9953 .003700 .025 .0117 1.2837 .1640 198 193 189 184 180 .0114 1.0003000 .005700 .2708 .09693 .1225 .06144 .3380 .0025 1.3403 .004600 .9927 .02597 .1639 .9928 . C / C o .1382 .023 1.3109 .1310 .1095 .1880 .9978 .2934 .0004000 0 .873 1.1863 1.1035 .9972 .856 2.0159 1.09407 1.02469 .02807 .1229 .0038 1.9973 .015 1.0101 1.1932 .3774 .07072 .001200 .01743 .1097 .1154 .1028 .9983 .2357 .01056 .02192 .2884 .3021 .0013 .2613 .1234 1.1945 .05015 0 .02534 .1515 .049 1.1621 .1559 .004400 .06136 .0098 1.034 1.062 1.9921 .9942 .1205 .1748 .1827 .07902 .174 2.3705 .986 1.1405 .2266 .072 1.01959 .004000 .055 1.0003 1.669 1.064 1.05608 .002900 H / H O' SINH COSH 4πd/L 4πd/L 0 .749 2.04340 .2800 .067 1.1338 316 304 292 282 272 .1791 .02566 .1446 263 255 247 240 233 .2462 .1161 .068 1.1232 .3302 .1 605.928 2.2433 .02300 .02507 .1331 .1511 1.1949 1.1537 .0044 .3454 .1472 1.9865 .1292 .029 1.9931 .1413 .1360 .1602 .1745 .052 1.1425 .2487 1.001100 .0092 2.847 1.1672 .3280 .1676 .02000 .9853 .0082 1.1904 .02403 .Perencanaan Pelabuhan I TABLE D-1 FUNCTIONS OF d/L FOR EVEN INCREMENTS OF d/L o From 0.1268 .0002000 .9904 .1711 .06642 .9898 .1558 .1835 .060 1.9946 .626 .0127 1.1122 .0172 1.1058 .009778 .01495 .1572 .1546 226 220 214 208 203 .1199 .0009000 K 4πd/L 4.1487 .002600 .1400 .9849 .9908 .9925 .005900 .04344 .3065 .1827 .06637 .3527 .3565 .01440 .9919 .1424 .001700 .1746 .3341 1.01384 .02228 .1032 .3196 1.000 TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L 0 .1427 .0166 1.1848 .1001 .1587 .1870 .1231 .9879 .09739 .041 1.9825 .9877 .275 2.1937 .3322 .032 1.1818 .1915 .9962 .005643 .005800 .007982 .1887 .002500 .3020 .1843 .1579 1.9987 1.2790 .3362 .1488 .004700 .02719 .620 1.692 1.1692 .0095 1.456 2.1306 .005300 .2976 1.037 .05016 .9946 .9969 .1173 .654 1.1377 .08686 .1874 .9912 .0137 1.9856 .1810 .9859 .756 1.515 2.005100 .01832 .01325 .1632 .1859 .038 1.09050 .0143 1.5 874.0188 1.834 1.0124 1.633 1.9890 .2379 .160 1 .09977 .002200 .0032 1.467 3.9884 .1594 .08285 .008925 .1178 .063 .004900 n CG / CO 1 1.9894 .0054 1.03003 .1354 .06627 .0028 2.002700 .3224 .1739 .9991 .9893 .047 1.9902 .746 .07527 .09663 .005500 .1531 .1598 .582 .124 983.02506 .076 .9998 .003200 .9943 .9831 .0175 1.01198 .9992 0 .2563 .709 1.01876 .1957 .727 1.0169 1.9896 .09365 .2022 .1865 .02264 .3523 .2147 .054 1.3790 1.1346 .9869 .9956 .2009 .0008000 .1505 2.08323 .06617 .009 1.9929 .9950 .3417 .07918 .001400 .145 .0006 1.0185 1.05007 7.1123 .09063 .8 562.737 1.003300 .2612 .1193 .0146 1.05596 .1612 .06148 .1795 .9906 .08694 .676 1.02040 .799 .2977 .3900 .08304 .1510 .025 1.9967 .1913 .3144 .1890 145 142 140 137 135 d/L o d/L 2πd/L 0 .019 1.1282 .3153 .1243 .1382 .2930 .659 2.01129 .640 1.

2547 1.4148 1.9819 .9772 .4988 .4316 .9838 .4070 .2182 .2221 .9 30.2481 .230 1.131 1.9852 .4709 .4256 .3056 1.8478 .2924 .3898 .2.5198 .0280 1.6 97.4376 .6856 .5 61 1.9747 .4183 .3599 1.4367 .008400 .007200 .173 1.0804 1.01300 .2265 1.03529 .7891 .1992 .397 1.2691 .0195 1.1 93.9468 .007300 .0 39.03289 .095 1.2424 .9860 .2300 94.7158 .9528 .9706 .2160 .2019 .2938 .9832 .1920 .4419 .9649 .9568 .4691 .5109 1.2343 .0266 1.133 .4772 .9988 1.413 .2360 88.2336 .9825 .9287 .0559 1.8 28.620 1.1994 .092 1.06340 .9871 .2452 .2429 .168 1.350 1.9164 .2287 .366 1.572 1.006800 .1 31.2317 .0389 1.3941 .2414 .9409 .0316 1.2173 .0192 1.4522 .2480 .319 1.2539 .4719 .9790 .4882 .9718 .01800 .7967 .2203 .03110 .03644 .327 .4927 .2139 .9 34.2236 .9317 .9796 .2000 .9564 .9815 .2051 .4452 .9225 .9103 .03621 .5079 .4195 .4406 .2660 .6906 .2262 .0237 1.2479 1.4517 .0270 1.0768 1.0240 1.03576 .9 45.307 1.6391 1.0356 1.1 37.2367 .01000 .521 1.9722 .03552 .007000 .2023 .7429 .0260 1.4 .201 1.3119 .3893 33.3 43.9854 .3535 .4 35.2290 .2407 .3600 41.0244 1.120 1.9848 .2 .085 1.9840 .081 1.271 1.5227 .0 50.4457 .4038 .9756 .2237 .2223 .084 1.3 83.0299 1.2097 .0227 1.03711 .2455 .2431 .03689 .187 .2 .3327 .3973 .03906 .02800 .3495 .9488 .119 1.3170 .9801 .9690 .100 1.03411 .009400 .008200 .051 .128 1.2218 .3428 .2106 114 112 111 109 108 .9806 .05132 .2381 .7791 .7051 .9656 .4346 .9448 .381 1.2128 .1905 .4435 .03666 .9725 .04426 .077 1.112 1.244 1.9803 .108 1.9629 .2465 .1967 .9842 .3386 .2009 .2065 .9715 .4614 .9741 .05296 .2079 .9751 .04233 .9856 .0423 1.8603 .4957 1.6020 .9817 .9821 .01600 .03733 .9408 .567 .0 .7242 .2082 .1 67.008300 .3632 .2037 123 121 119 117 116 .0224 1.01500 .9691 .0456 1.2304 .4747 .2250 .2082 .2147 .2534 .126 1.02000 .9836 .01100 .4239 .9830 .006000 .614 1.0198 1.2186 .9609 .0205 1.145 1.4607 .4801 .130 .009000 .4225 .3710 .9256 .2052 .1935 .499 1.03755 .093 1.118 1.02300 .3096 .2275 .3781 .442 1.006100 .526 1.03928 .2022 .008700 .9737 .03162 .4071 .2277 .8 29.0 .2330 .03864 .2406 .5853 .9823 .089 .2205 .03949 .5014 .2643 .0217 1.2066 .9508 .1 62.5286 .159 1.4251 .38 60 .6125 .6651 .2.01700 .5018 .3014 .3806 .088 1.2394 .035 .009200 .4319 1.2037 .03213 .2928 .478 1.9869 .2368 .0840 1.2419 .2290 .2332 .4322 .3399 .3932 .541 .8131 .578 1.3786 .0698 1.1 86.2468 .4002 .009900 .4546 1.508 1.2443 .02200 .6238 .9844 .9069 .03238 .009300 .03136 .159 1.503 1.9873 .2168 .487 1.2158 .459 1.9310 .0985 1.189 1.0 87.008100 .3022 .4896 .104 1.0293 1.0257 1.009700 .2033 1.2324 .079 1.2237 100 98.2310 .463 1.9697 .2247 .02500 .03435 .589 1.116 .4138 .9781 .9768 .4493 .9530 .2417 84.0 91.4386 .5168 .9712 .5 96.2383 .9875 .02100 .2373 .2468 .04612 .1976 .9348 .4006 .008500 .2348 .4664 .2318 .006700 .141 1.03970 .3838 .107 1.0231 1.9533 .4133 .9670 .2093 .178 .9594 .007700 .9812 .4678 .255 1.9799 .3328 .4865 .0276 1.448 1.2111 .4803 1.9813 .8368 .007800 .0234 1.Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .03885 .201 1.9793 .0306 1.2711 .8805 .531 1.03313 .2143 .0309 1.3552 .304 1.109 .2225 .3662 .452 1.8 81.2232 .9809 .6450 .03598 .2312 .4741 .2275 .2190 1.008000 .103 .2507 .2394 .2838 80.0247 1.9 90.9811 .2154 .1961 .4352 .9850 .0253 1.2338 1.4217 .9709 .7405 .9863 .04032 .4774 .2280 .006900 .2065 .0663 1.9865 .0273 1.06613 .4582 .007900 .2003 .467 1.0733 1.4962 .0322 1.009500 .1980 .1 57.4184 .006200 .4355 .008900 .2356 .9428 .03821 .2441 .1950 .2144 .4646 1.2264 .9731 .2493 .2212 .04964 .2371 .5574 .05455 .2817 .3117 .8310 .517 .474 .2410 1.9710 .9195 .4164 .4155 .9734 .008800 .2533 .2125 .06057 .3908 .04791 .2175 .4834 .259 .9834 .3389 .2120 .9778 .3010 .9 .403 1.9694 .2353 .4936 .2781 .122 1.274 1.02400 .0524 1.01900 .2456 .2049 .5257 1.4114 .03338 .113 1.06200 .6655 .127 1.2387 .9731 .007100 .2097 .03990 .105 1.0214 1.445 1.4008 .536 1.9688 .2113 .2196 .9858 .3896 .5138 .5562 .4090 1.5066 .350 1.9700 .215 1.03188 .4909 .438 .9440 .4286 .5040 .2251 .0283 1.9378 .0628 1.07007 .4079 .01400 .111 1.9805 .3 95.7 81.8 47.9625 .007500 .2520 .9765 .9803 .8643 .7612 .4070 .9728 .06747 .5319 .3714 .2209 .087 1.1970 .0319 1.482 1.9794 .0250 1.03264 .009800 .4276 .213 1.007400 .9 88.9799 .05912 .9774 .03459 .3253 54.0263 1.080 1.0211 1.2007 .3176 .0201 1.9809 .3281 .03506 .115 1.5049 .097 1.02900 .9760 .3225 .3209 .240 .2507 .8 .3298 .2346 .1 85.4044 .03387 .0876 1.04011 .3701 .9797 .8 D-4 TABLE D-1 Continued 56 .607 1.551 1.0221 1.4828 .4101 .583 1.1954 .091 1.471 1.546 1.0313 1.512 1.2743 .0286 1.9807 .288 1.8837 1.0912 1.8140 .05611 .006400 .0593 1.0296 1.9787 .3621 .375 1.2820 .4285 .007600 .9588 .9133 .1965 133 130 128 126 124 .9744 .101 1.2134 .2 73.3995 .05763 .1929 .4464 .601 1.4551 .03842 .5795 .083 .595 .456 .4579 .2494 .335 .2438 .150 1.02700 .556 1.495 .9703 .4549 .03482 .3722 .2128 .06878 .2160 .06478 .2188 .435 1.006600 .491 1.2381 .2173 106 105 104 102 101 .3800 .4403 .2067 .099 1.9771 .1945 .9548 .006500 .3470 .006300 .9759 .226 1.4636 .096 .009600 .1983 .5 82.9750 .9 89.01200 .7650 1.2016 .3984 .2360 .0290 1.9471 .03799 .0490 1.2303 .03777 .008600 .2250 .124 1.02600 .03362 .1987 .9846 .2401 .009100 .2081 .4484 1.3468 .9 .123 .2560 .2096 .0303 1.9867 .2428 .0208 1.9502 .9827 .2396 .9792 .4988 .9784 .0949 1.3525 .2199 .9762 .2898 .2295 .2520 .2598 .289 1.2324 .2113 1.2261 .

8312 .143 1.06900 .467 1.158 1.8137 .3295 1.5449 .05000 .8093 .8465 .3100 .9057 .590 2.628 1.8 .906 1.189 .6181 .04 10.1205 .9676 .35 .7409 .9076 .5147 .1149 .5341 .5850 .4747 .1111 .97 22.672 2.348 1.5215 .6526 .013 1.09726 .57 13.273 1.6366 .098 .4640 .8360 .5403 .6344 .08 11.5914 .5753 .06000 .3149 1.700 .076 .786 1.1171 1.2402 .8342 .462 1.363 1.6739 .286 1.1295 .1720 1.9153 .8687 .044 1.061 1.430 1.654 1.007 1.07135 .5556 .870 1.308 .6860 .1 26.8792 .9445 .9037 .8982 .04800 .4205 .5494 .118 1.62 12.06600 .6106 .9073 .4414 .8473 .9907 .926 1.1401 1.1023 .1286 .130 1.055 2.1639 1.2537 1.594 2.9280 .245 2.08500 .5167 14.1599 1.1195 .70 14.5475 .055 1.691 1.418 2.7634 1.4287 .4149 27.9713 .9772 .4811 .069 .8378 .8444 .62 .622 1.574 1.08553 .6427 .331 2.8891 .05900 .9958 .6239 .448 2.8386 .4643 .7549 .5166 .9985 .1259 .5015 .9349 .1073 .560 1.080 1.8209 1.03400 .6553 .7948 .9694 .5321 .7256 .8867 .06800 .6575 1.8501 .026 .8519 .8413 .1679 1.8297 .9230 .5236 .6956 1.7157 .5300 .03200 .1120 .9658 .9141 .5263 .6685 .04900 .548 1.4717 .5380 13.479 1.07700 .1053 .1277 .2096 1.1059 1.8385 .48 .6622 .5954 .15 17.7353 1.1033 .636 1.432 1.7911 .04300 .8026 .9469 .5538 .9932 .9624 .550 1.8886 .9012 .5310 .3231 1.8688 .9588 1.5501 .8462 1.8801 .8554 .7863 .9534 .08800 .5796 1.8250 .6392 .8614 .05700 .1139 .6590 .09829 .09098 .4746 19.2447 1.1232 .650 2.4988 .2315 1.9493 .059 1.478 2.5162 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .4911 .022 1.458 2.7335 1.2721 1.3 25.8999 .4964 .5581 .5435 .2355 1.7486 .135 2.4469 .11 .6033 .7437 .4980 1.07200 .06300 .1096 1.7561 .6324 .7711 1.1043 .9433 .6491 .046 .409 1.8005 .3548 1.8943 .484 2.34 12.3246 1.8849 .948 2.8755 .4635 .07900 .5485 .5312 .7464 .6031 .4333 .8415 .116 1.47 11.9434 .2138 1.2270 1.947 1.03100 .5717 .5954 .04600 .8989 .033 2.08300 .08700 .598 1.6189 1.9837 .4051 .023 1.8562 .4196 .104 1.2181 1.04100 .819 1.1130 .7833 .4808 .5874 .09520 .672 .5279 13.6421 .8741 .9270 .537 2.526 1.1251 .8682 .9457 .1304 .360 2.825 1.08215 .744 1.60 15.5444 .9793 .9548 .8290 .7511 .4577 .8121 .9250 .8811 .8652 1.795 1.695 1.5214 .03700 .7683 .4868 .6111 .83 .5993 .389 2.8180 .9576 .06400 .026 2.2492 1.8831 .5417 .8503 1.6616 .9815 .09930 .644 2.135 1.1241 .9883 .7494 1.08600 .05800 .1223 .08664 .8664 .2813 1.9329 .845 1.1003 .571 1.50 14.71 11.05300 .372 1.1021 1.8308 .018 1.6747 .08329 .5374 .260 2.8080 .24 .4794 .6046 .5513 .07800 .670 1.340 1.9737 .5649 .1760 1.6716 .162 2.019 1.6493 .4571 21.2053 1.90 .7277 .2225 1.6678 .5626 .59 11.582 .303 2.189 2.09 15.08774 .3397 1.5717 .5068 .547 1.530 1.8700 .03 19.77 12.1013 .1186 .4330 .444 1.030 1.4395 .8326 .49 18.4534 .9124 .1440 1.06700 .583 1.3004 1.1092 .8980 .974 2.5116 .9369 .0033 1.7633 .016 1.4457 .311 1.07260 .157 1.5876 .496 .7747 .9520 .5605 .921 1.8063 1.8627 .08991 .2628 .503 1.284 2.50 17.1168 .514 1.4634 .9752 .85 18.6655 .047 1.4873 .5304 .479 1.896 1.1802 1.21 12.248 1.42 21.5591 .9481 .6252 .5582 .5191 .8830 .6267 .4721 .4903 17.034 1.010 .25 .9309 .7799 .8592 .7453 .5230 .04700 .274 2.8737 .8924 .04400 .07867 .56 22.8961 .564 1.7775 1.08 12.050 1.8356 1.166 2.62 16.6799 .8861 .294 1.1324 1.04200 .9 27.1247 1.8621 .3051 1.8193 .646 1.07630 .4713 .6144 .089 1.5394 1.6778 .617 1.4894 .092 1.36 15.14 11.03600 .8771 .1063 .203 1.7937 .7977 .8921 .865 .7854 .19 23.600 1.8572 .125 1.03500 .446 1.4242 .8430 .8325 .6069 .805 1.968 .103 1.209 1.9860 .511 2.07600 .40 20.6176 .8905 .1133 1.2767 1.236 2.000 2.03800 .144 2.9172 .74 13.6217 .08400 .1558 1.1101 .94 10.4517 .08900 .317 1.07507 .090 1.8237 .1926 1.4779 .5784 .7967 .05400 .004 1.086 1.3446 1.616 1.8537 .8773 .9886 1.719 1.5357 .8150 .6880 .7336 .07300 .84 15.1479 1.6981 .04500 .1968 1.09205 .4857 .7890 .4483 .5017 .8239 .4802 .5015 .1313 .360 1.4691 .7783 .8609 .9211 .9018 .9732 .8448 .8762 .038 1.9042 .5469 12.9095 .9607 .8915 .502 1.7662 .5143 .6652 .8952 .08442 .03300 .5452 .336 1.7395 .8162 .3345 .92 13.4932 .8837 1.1268 .13 .8483 .8646 .90 16.5399 .08200 .06200 .1518 1.747 1.4943 .9064 .5094 .3600 .384 1.7719 .2861 .183 1.5981 .011 2.357 2.7522 .5794 .5517 .5548 11.8711 .075 1.226 1.7577 .07385 .4562 .396 1.40 13.07000 .8267 .5577 .080 2.7919 1.23 18.6805 .4679 .8966 .5711 .513 1.46 20.5619 11.6499 .07984 .001 .885 1.1209 1.5066 .3497 1.617 2.8395 .042 1.067 1.053 2.6303 .107 2.989 2.490 1.9218 1.1285 1.4455 .386 1.332 2.95 11.7861 .075 1.5668 .4372 24.248 1.9388 .5360 .30 14.2908 1.04000 .537 2.03900 .432 .6920 .6289 .1884 1.9289 .4842 .770 1.7033 .92 12.5563 .05100 .4607 .4100 .032 1.2580 1.170 1.5834 .09416 .5090 .4960 .6111 .455 1.5233 .91 14.8532 .9506 .7605 .7381 .5042 16.217 2.271 1.08100 .7804 .7741 .845 1.7187 .08100 .508 2.9562 .709 1.7110 .382 2.8591 .5916 .05500 .1177 .7625 .7411 .06500 .2956 1.6558 .213 2.222 1.1843 1.5533 .113 1.121 2.4495 .5064 .9192 .05600 .180 1.1362 1.8538 .7219 .2672 1.6460 .639 1.298 1.08883 .6729 .7690 .36 11.74 D-5 TABLE D-1 Continued 57 .3947 .605 1.235 1.479 1.07748 .728 1.5637 .9641 .03000 .8011 .92 20.1214 .05200 .8719 .4000 .196 1.525 1.5119 .07500 .7569 .6 24.09623 .6428 .82 .407 2.064 1.9591 .07400 .6359 .9133 .5258 .1082 .8035 .07100 .408 1.3198 1.111 1.563 .7099 .456 1.2011 1.8088 1.261 1.766 .9114 .433 1.08000 .84 10.098 2.09311 .06100 .7037 .420 1.19 16.1158 .

9362 .3862 .1665 .334 1.7742 .5356 1.46 10.772 1.1733 .4580 1.546 4.129 9.9154 .5670 .6254 .6047 .5293 .5693 .09500 .6512 .278 8.693 2.9164 .5922 8.1050 .1080 .501 3.6381 .817 .755 3.09300 .607 4.782 .046 1.6150 2.644 4.992 4.790 2.1150 .1060 .9381 .1573 .781 7.9525 .9422 .468 4.6260 .103 8.1401 .4871 1.8021 .101 1.8583 .5954 .245 4.1380 .5812 .9335 .110 1.952 4.082 3.093 1.9209 .136 1.198 2.5862 1.871 .7905 .37 10.182 1.9169 .9146 .728 1.9263 .167 2.779 .902 1.5747 .9282 .1160 .261 2.1320 .9186 .9882 .514 .415 1.9144 .062 1.9141 .1741 1.5864 9.922 2.6967 .1010 .1488 .1547 .962 9.217 4.9158 .5230 1.190 1.400 D-6 TABLE D-1 Continued 58 .6228 .5975 7.7656 .5727 .5980 .5986 7.750 1.9755 .4354 1.858 1.912 3.7039 .798 4.519 .661 9.880 1.9223 .215 1.146 .9293 .052 1.787 .291 1.9156 .774 .1649 .057 1.913 1.675 1.133 1.6619 .533 7.5794 .765 .728 2.218 3.5773 2.7241 .1480 .750 .4638 1.9076 .7497 .5847 .7226 .978 7.9245 .6953 .5857 .317 1.8306 .825 .378 4.115 1.7022 .6539 1.977 3.022 1.1210 .4242 1.9189 .5902 .1657 1.030 1.5948 .9172 .5978 .777 .736 .1280 .9134 .209 2.4297 1.678 .806 .1200 .319 .7844 .7120 .9239 .6913 .815 .1392 .7066 .5658 .9239 .826 1.788 .326 1.237 3.293 4.282 2.950 8.706 2.9827 .451 9.636 7.378 1.663 4.654 4.951 5.8039 .956 2.219 2.125 1.891 1.120 .800 4.5993 7.5898 2.823 .819 7.125 4.8131 .5896 8.630 2.423 3.579 3.803 .1020 .5936 .810 .093 2.09600 .1632 .820 .465 7.6838 .738 .371 .1330 .061 2.733 .710 1.6407 1.5873 .857 7.7277 .498 4.1564 .756 .1462 .5947 .9182 .5850 .1410 .660 .7402 .671 7.1350 .9677 .641 3.805 .847 4.5418 1.6752 .5972 .654 1.201 4.6460 .09800 .1440 .9200 .5972 .468 8.8528 .1479 .718 1.402 4.088 3.744 .9150 .09400 .699 3.7450 1.4692 .5785 9.Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .6486 .1110 .595 4.324 8.590 9.1783 1.9391 .5737 10.5108 1.388 3.1615 .084 1.782 3.099 1.5992 .7945 .734 9.1749 .041 2.5890 .165 1.5795 1.146 .3706 1.04 9.191 .603 3.1310 .9372 .114 2.1530 .568 2.1260 .6566 .423 3.462 3.5961 8.9508 .248 1.937 .384 9.7214 1.9343 .405 1.072 2.4932 1.843 .9137 .8858 .7474 .5843 .1322 .073 1.793 3.5918 .6073 .8639 .716 3.353 3.9401 .944 1.6886 .7296 .747 .109 1.1791 .9214 .785 .707 7.036 4.761 2.318 9.8474 .1590 . 4.5944 8.207 1.1724 .792 .149 1.9720 .8363 .1436 .815 2.5964 .5990 1.771 .1816 .254 9.125 1.798 .4187 1.369 1.780 8.12 10.7173 .5734 1.7377 .4131 .9135 .998 2.1598 .5766 .5682 10.001 .9139 .8803 .7186 .9985 1.1230 .667 1.334 4.459 3.397 1.085 1.6022 2.5927 .855 2.1420 .09100 .923 3.673 8.1290 .662 2.29 .4752 1.288 .5913 .746 4.1758 .153 .9175 .695 4.763 .233 8.6060 1.725 1.8149 .3917 1.240 1.1090 .419 8.6994 .9023 .7049 .756 2.1400 .837 1.146 2.177 2.5982 .801 .7200 1.1496 .776 .8749 .790 .309 4.661 1.300 1.5674 1.797 .061 1.068 .1170 .231 1.499 7.7721 .1522 .141 1.164 3.9832 .09900 .7158 .076 1.1539 .5803 .1270 .104 2.7925 .068 9.808 9.9196 .9400 .822 2.355 4.5171 1.1384 .015 .6806 1.9130 .8967 .5989 .1682 .4077 1.5605 .760 .6779 .6697 .051 2.903 2.006 1.308 1.1556 .1445 .5716 .141 1.5931 .6859 .7131 .1691 .540 3.751 .1607 .7327 1.530 3.061 8.5969 .9251 .7324 .6645 .115 4.157 1.020 1.703 1.688 1.3759 1.753 .518 8.1419 .7252 .094 3.5940 .7093 .561 4.041 .5836 .769 .251 3.053 1.9290 .128 3.5998 .010 1.1774 .793 .6279 2.5776 .7804 .7011 .223 1.257 1.865 3.09200 .9311 .9775 .1708 .9600 1.004 1.869 3.569 8.4814 1.8076 1.312 3.8112 .9989 1.5878 .7566 1.757 2.8002 .994 .884 .55 10.9148 .633 1.745 .9269 .818 .1357 .6356 .020 7.008 2.7783 1.7824 .6305 .9936 .7352 .360 1.6592 .784 .848 1.735 .1624 .9218 .9234 .262 4.188 4.992 4.074 .963 2.7268 .832 3.1766 .795 .4023 1.566 3.907 3.9204 .567 .1390 .5871 .5051 1.6940 1.748 .045 1.780 .5798 .1505 .125 2.1331 .1825 1.7964 .9257 .850 4.768 .741 .620 3.757 .65 10.1140 .030 3.240 4450.089 1.282 1.9456 .9152 .732 .7885 1.632 7.1470 .201 3.274 3.6725 .742 .5907 .025 3.9192 .080 4.1340 .1180 .8094 .9327 .348 3.105 1.6176 .5951 .21 10.343 1.1490 .024 3.9353 .659 3.273 1.990 3.025 1.5828 9.121 3.169 4.265 1.4465 1.9908 .1370 .933 2.9344 .1674 .754 .7983 1.1300 .873 2.423 4.5546 1.5479 1.640 1.762 .897 7.7543 .1030 .7076 1.059 3.3653 1.1240 .934 1.7865 .827 .019 2.7147 .835 8.1190 .6868 .117 1.9140 .987 1.6098 .009 8.385 3.5757 .5984 .5820 .1410 .036 1.805 1.740 3.1000 .5967 .1349 .9616 .599 2.8694 .759 .7678 1.7763 .5990 .1360 .1120 .793 1.4410 .5632 .5926 .3810 1.800 .272 2.069 1.1453 .6123 .9450 .388 1.1250 .158 4.6897 .284 3.9161 .9319 .057 3.1340 .094 .037 1.6191 1.812 .672 1.682 1.4523 1.1100 .7634 .9295 .033 4.1070 .7303 .5822 .5704 .696 .6808 .078 1.4990 .6982 .9371 .8420 .950 3.9670 .824 3.5645 .1450 .717 1.785 2.189 8.772 .751 .1040 .9142 .744 .1470 .9297 .6671 1.6331 .813 .1366 .156 2.1375 .9228 .901 4.814 2.1808 .9563 .739 .7589 .251 2.602 7.7520 .174 1.135 3.6433 .647 1.6202 .09000 .9276 .808 .198 1.7104 .681 1.901 4.888 2.1581 .538 2.6124 1.955 1.1640 .352 1.494 .9166 .1130 .230 2.5884 .9178 .695 1.726 8.739 1.5923 .1800 .7426 .6925 .9304 .726 2.7700 .9184 .6833 .1513 .9411 .891 .5987 .1430 .8166 1.621 .1460 .1699 1.014 1.030 1.1220 .5958 .822 .766 .3970 1.1716 .783 1.1427 .131 1.185 3.7612 .966 1.9136 .8057 .09700 .8913 .

5923 .183 .630 5.283 5.947 1.941 1.769 1.1680 .304 .335 2.8767 .9170 .492 2.9145 .9132 .474 6.1940 .850 2.462 .591 6.938 6.8917 .534 6.629 2.1520 .1866 1.9132 .253 6.8779 .9202 .907 1.2000 .9132 .004 2.9188 .8411 1.660 5.5456 .209 1.566 .6724 .2058 .744 6.498 1.5036 .924 1.230 1.000 6.571 6.8680 .9130 .727 1.6642 .5993 .5908 .420 1.5748 .8666 .320 5.7144 .674 8.898 5.9132 .679 6.035 7.1830 .412 7.2125 .8200 .284 6.5946 .7090 .6654 .7198 .5989 .6608 .2025 .9131 .5627 .891 7.342 .9193 .298 1.220 .5958 .395 6.1720 .1800 .5651 2.8755 1.5174 2.5104 .1840 .876 6.145 8.9165 .457 1.107 .436 .604 1.762 1.5967 .8301 .746 7.1570 .404 1.6946 .581 7.6958 .737 1.708 8.345 4.6760 .1690 .6895 .473 .597 2.206 6.995 2.672 6.9130 .169 5.6882 .8906 .1983 .5941 .1500 .314 2.5998 .524 8.873 1.167 1.853 .7184 .5267 .9137 .1908 1.4611 2.262 6.9130 .8600 .385 6.329 6.9141 .237 6.212 6.982 2.052 7.9161 .4462 .818 6.5996 .6845 .9183 .1941 .780 1.9195 .5480 .784 6.451 1.274 .8515 .5197 .421 7.330 .030 2.603 6.959 1.860 .7117 .2142 .4526 .1917 .9186 .8839 .953 9.2000 .454 5.5929 .7268 .765 7.133 6.6586 .5723 .631 .465 6.5920 6.899 1.718 5.650 2.265 .5926 .4441 .770 .158 2.9146 .8365 .594 1.387 2.4699 .2184 .5409 2.7076 .954 5.5998 7.807 6.801 1.716 1.346 1.260 7.051 2.210 2.911 7.1890 .187 8.801 1.6832 .1630 .1700 .325 1.2285 1.5385 .977 .813 5.6933 .240 1.4832 2.803 8.6689 .5911 .8862 .744 2.342 6.1740 .530 .4677 .891 6.021 6.250 .316 8.6620 .2083 .2075 1.240 9.424 1.8501 .685 1.4990 .546 1.479 1.006 2.2010 .511 6.527 1.4787 .8333 1.841 1.793 1.1750 .777 5.8558 1.041 2.1992 1.9133 .5944 .5988 6.8529 .6907 .861 2.5998 .5932 .022 .148 2.500 7.833 1.959 6.849 .432 5.8693 1.8981 1.9176 .377 1.660 6.9138 .2060 .188 1.882 2.8939 .702 2.Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .425 1.262 1.2080 .433 1.8349 .882 1.536 1.275 6.2117 1.2108 .066 5.2092 .9133 .169 .766 8.8950 .1958 .7325 .951 1.8183 .128 2.5961 6.079 2.996 8.5675 .2234 .914 2.5997 .8427 .1875 .6574 .1833 .840 2.1891 .949 6.5577 .1883 .134 7.2277 .263 2.9152 .692 2.388 1.367 1.414 1.690 5.574 1.900 6.611 6.194 1.4547 .492 6.8627 1.5081 .5998 7.4899 .5985 .430 1.5699 .2008 .8971 .256 8.183 1.544 2.1975 .9140 .812 2.9130 .5998 .197 6.144 9.5994 .616 8.212 5.777 1.823 1.8451 .8234 .2201 1.5243 .8718 .1930 .8544 .324 2.442 1.5980 6.070 .5982 .119 D–7 TABLE D-1 Continued 59 .534 2.4483 .624 1.7050 .2134 .061 5.9150 .607 6.1660 .723 2.776 2.5998 .9197 .130 6.5315 .231 2.4569 .5362 .9174 .8586 .138 2.4590 .565 1.191 7.2243 1.4419 .2260 .8850 .651 6.827 7.320 1.5955 .5974 .272 1.8731 .5952 .451 1.303 2.199 2.1650 .6597 .460 1.1860 .555 1.8396 .970 1.4967 .456 6.1810 .797 2.565 2.2176 .9159 .471 2.8873 1.7296 .817 1.368 6.672 6.5935 6.225 .933 .267 7.9163 .6984 .5998 .1640 .488 1.5058 2.4398 2.345 7.1530 .8572 .1670 .9148 .317 6.398 5.5552 .1970 .228 8.830 6.246 1.032 2.7282 .429 2.924 2.614 1.634 1.5991 .115 5.090 8.251 .513 2.9142 .9136 .1900 .406 .856 1.469 1.8653 .963 7.663 7.4655 .309 1.7010 .1850 .9157 .436 8.421 6.267 1.747 6.225 5.351 1.1540 .755 1.482 2.157 1.5999 .409 .5996 7.1550 .5969 .222 6.118 .450 5.2020 .8267 .571 5.845 1.6677 .204 1.9190 .9134 .2042 .191 .1760 .9149 .584 1.339 5.583 8.4922 .369 7.5914 .712 7.1880 .1710 .6971 .5291 2.755 2.7023 .6748 .507 1.309 7.419 2.716 6.399 1.819 7.2310 .377 2.351 .5979 .675 1.4876 .8895 .279 7.335 1.5339 .5917 .4633 .362 1.1780 .761 6.5996 .1510 .758 1.6857 .085 6.975 .738 .9132 .050 9.7171 .872 8.7254 .9130 .787 2.440 2.8486 1.874 5.1910 .113 6.9169 .4809 .9155 .5987 .288 8.986 1.1620 .162 1.1850 .2209 .152 1.603 5.6772 .4743 .1950 .5972 6.5992 .495 8.2167 .879 1.924 6.161 6.5938 .4765 .586 2.915 1.277 .5220 .9179 .791 1.9167 .1980 .178 1.8815 1.054 5.903 2.748 1.7130 .293 1.8827 .825 1.2268 .356 2.7240 .339 7.5950 .6700 .7226 .8640 .9129 .5998 .785 1.1920 .541 6.2192 .106 5.818 .490 5.159 5.5994 .4504 2.7103 .1560 .1820 .5963 .8614 .671 2.2017 .1580 .901 1.461 2.9181 .5127 .1925 .9172 .654 1.109 7.808 2.1960 .734 2.890 6.176 6.5602 .925 8.252 2.2150 .9139 .059 8.6870 .7036 .5948 6.1858 .2040 .099 2.013 2.336 7.1870 .1770 .8381 .664 1.5528 2.865 1.372 1.268 .038 7.235 1.6808 .9133 .173 .555 6.8284 .8706 .4945 2.9200 .576 2.1950 1.1790 .1900 .2226 .446 1.694 6.2302 .8884 .199 .4721 2.503 5.829 2.2030 .026 7.148 .9130 .221 7.407 6.994 2.042 2.9133 .740 1.8317 .167 8.017 2.1933 .647 7.7063 .728 7.5905 6.935 1.2050 .383 .8250 1.851 1.5975 .220 1.5977 .834 1.6997 .618 2.897 8.376 5.6712 .5994 6.8217 .963 7.441 1.366 2.544 .1600 .393 1.2293 .300 6.893 2.147 6.8928 1.8442 .5997 .060 2.1610 .8472 .2159 1.162 7.6784 .994 9.5432 .9131 .6736 .356 .7311 .007 5.438 .079 7.191 7.288 1.003 6.9144 .189 2.108 2.334 6.5995 .610 6.747 1.9130 .1966 .178 2.346 8.523 2.403 6.6631 .7212 .959 1.9130 .2251 .242 2.809 .5996 .890 1.6796 .2328 1.550 6.2033 1.639 2.2070 .513 5.282 1.810 7.408 2.5013 .314 1.4854 .257 1.695 1.089 2.9135 .2050 .083 8.837 .5965 .1590 .6666 .8960 .215 1.6920 .706 1.517 1.6820 .974 .5504 .751 5.1730 .1841 .867 2.913 1.8743 .1990 .341 1.8791 .5151 .644 1.681 2.968 1.8803 .2218 .7157 .398 5.890 .2090 .488 7.9154 .2066 .5995 .2100 .2319 .5984 .

9234 .393 .2110 .6137 .091 6.4274 .5772 .9282 .2670 .722 1.5728 .6353 .2749 .236 3.5788 .660 2.40 13.45 15.2690 ..105 6.00 .055 3.9370 .600 5.2404 .2150 .5732 .47 14.838 5.397 .820 2.738 1.5846 .9161 ..284 2.064 6.421 2.585 5.2650 .6182 .295 2.9349 .2687 .2827 .5888 6.575 1.64 11.372 .23 10.9219 .271 2.596 .771 1.142 2.6552 .422 2.6246 .569 .736 5..225 3.9223 .2532 .2627 1.2280 .2481 .650 .15 14.9307 .541 5.5703 .50 10.2620 .9333 .9320 .957 2.383 .334 3.334 3.6120 .103 2.312 3.9261 .858 5.055 2.531 3.489 .386 .389 3.755 1.9394 2.343 3.2601 .784 2.772 2.5792 .9360 .28 10.230 2.408 2.9239 .385 .9248 .6284 .594 2.674 2.115 2.531 2.297 2.344 3.629 2.9276 .56 10.2740 .15 11.61 10.5756 5.9310 .641 5.520 D-8 60 .827 5..480 2.2570 .9291 .450 2.68 11.5784 .796 5.9455 2.755 2.45 17.6173 .592 .6191 .9194 .268 3.204 2.11 13.10 17.742 2.9332 .992 .2680 .6414 .6373 .936 2.473 1.612 1.6237 .9383 .2361 .2714 1.700 .714 2..2446 .59 12.2470 .2260 .6304 ..6275 .5878 .694 1.301 12.716 1.379 3.508 2.352 2.15 16.728 2.28 17.537 1.29 12.6509 .766 1.9125 2.978 9.5854 5..35 .660 2.5842 .160 3.07 11.393 2.01 13.5811 .9251 .375 2.776 1.9134 .629 1.154 2..2679 .2635 .687 2.18 16.443 3.192 11.727 5.796 9.178 2.518 2.2300 .307 2.138 11.332 .6111 .2766 .506 1.770 .4131 .9311 .2140 .727 1.5898 .12 10.387 .2387 .580 1.2592 .73 12.5874 .915 5.9186 .9228 .9367 .9318 .6383 .5768 .6128 .432 3.052 3.010 3.5707 .077 6.5884 .618 1.15 .039 3.2180 .675 .2784 .021 3.26 17.9215 .9339 .2705 .69 12.444 ..553 2.2584 1.4253 ..4071 .56 .5736 5.6256 ..9288 .500 1.9327 .999 3.9227 .939 5.2460 .946 2.620 2.9279 .568 2.26 13.19 14.9245 ..6323 .564 1.247 12.32 15.2353 .2490 .9001 .975 5.88 14.338 2.2540 1.037 6.590 9.329 .6436 .634 .2130 .2810 .2500 .9363 .532 1.465 15..5850 .5699 .634 1.5764 .9330 .381 .2845 1.842 .07 17.31 11.9353 .357 .9259 .4031 .49 15.031 9.311 2.6394 ..494 2.Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H /H ' O K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .5720 .9360 2.442 9.5675 5.683 1.17 10.642 9.66 14.2480 .9235 .340 2.117 3.042 3.97 13.2560 .4171 .9251 2.963 5.614 2..602 1.523 2.5796 5.542 3.9304 .2395 .218 2.569 .2450 .192 2..5823 .367 3.2510 .2670 1.516 .520 16..756 5.9296 .676 2.2640 .538 2.36 16.182 3.9340 .9285 .5834 5.903 5.2370 1.616 5.5819 .2618 .355 13.366 .813 2.6228 .744 9.700 1.2290 .4377 .5712 .66 15.548 1.656 1.766 .5748 .645 1.6093 .9152 .9294 .2320 .701 5.583 2.487 3.509 3.2250 .4294 2.171 3.853 2.2220 .6563 .931 2.9051 .421 3.684 5.2170 .2530 .063 3.816 .257 3..5695 5.2550 .397 2.01 10.82 14.2100 .2566 .2757 1.051 ..693 9.749 1.67 17.9264 .526 1.433 2.2438 .4011 .6218 .6085 .355 .6467 .553 3.962 2.692 5.2590 .9275 .84 10.880 5.927 .9170 2.436 2.184 1..399 3.553 1.454 3.203 3.2240 .678 .2463 .83 16.5894 .2270 .9254 .5724 .325 2.5901 .9418 .5830 .00 14.2653 .490 9.73 13.079 2.640 1.469 2.571 5.6164 .9443 .2160 .128 2.2421 .9258 .6404 .9079 2.6520 ..4191 2.9356 ..5687 .744 1.9211 2.901 2.8991 .071 .9270 .6498 .6155 .9325 2.97 15.9377 .6002 .987 .6076 .39 11.581 2.5815 5.5804 .2610 .85 14.341 .83 12.51 11.374 .542 9.06 10.9221 .9267 .4091 3.2310 .6294 .723 2.244 2.9088 .12 14.9236 .9213 .494 1.9203 .9425 2.2630 .389 9.395 .2370 .51 16.847 .380 2.335 .6333 .6531 .327 .44 13.9381 .2190 .2549 .916 .4151 .633 .806 5.348 .54 16.353 .891 5.578 5.9143 .344 .99 15.647 2.45 17.5868 .559 1.6018 .2390 ..732 .325 3.9273 .399 3.9406 .290 3.2200 .62 14.79 14.80 15.285 2.739 2..5716 5.64 17.2775 .166 2.788 2.44 11.91 .623 .608 5.624 5.337 .9323 .2440 .2429 .543 2.2330 .5679 .506 .476 3.798 2.04 14.2412 1.9178 .599 2..2540 .318 2.9431 .9412 .585 1.2350 .2731 .70 13.607 1.946 2.9373 .2430 .9353 .9107 .6343 .521 1.6035 .27 11.4357 .351 3.339 ..2400 .457 2.5871 6.6446 .024 6.6488 .2558 .2455 1.368 .591 1.5752 .87 .6425 .377 ..9437 .511 1.2498 1..69 16.362 .6456 .967 2.91 10.008 3.63 15.51 14.77 11.534 5.59 .2336 .9097 .9242 .214 3.4336 .88 16.5881 .645 2..661 1.999 5.31 13.5891 .9301 .837 2.2610 .73 16.95 .5864 .9386 .5691 .2696 .556 .498 3.952 10.6477 .346 .19 11..90 12.6027 .710 5.34 9.2340 .2661 .782 1.9031 2.4111 .55 12..848 5.376 .2420 .364 2.350 .902 10.9380 .828 2.542 .2489 .9289 2.87 .856 2.9226 .128 3.93 12.9346 .479 1.746 5.6043 .886 2..07 12.43 12.493 2.085 10.556 2.6541 .9449 .410 14.2644 .5740 .9367 .667 5.391 .9243 .2520 .527 5.6265 .5861 .2600 ..023 3.788 .6363 .9282 .84 17.4211 .95 15.388 3.9107 .4232 .711 1.5776 5..6102 .786 5.30 13.5683 .2575 .279 3.9267 .6052 .904 3.38 .323 3.548 5.575 17.2210 .15 13.464 2.9336 .4315 .9343 .6068 .359 .2660 .2836 .564 3.2506 .667 1.33 12.011 5.650 5.6209 .68 10.886 2.5857 .47 12....804 2.707 2.9061 .718 .2580 .2360 .658 5.870 2.755 2.9110 .9317 .689 1.9314 .2380 .074 3.095 3.6010 .9400 .066 2.2819 .330 ..9374 .15 11.9218 .672 1.5744 .2410 .9011 .2230 ..5826 .9298 .9304 .351 2.6200 .2801 1.257 2.705 .377 3.366 2.72 10.55 13.9231 .02 11.29 15.9205 .977 2.9346 .091 2.33 16.2472 .6313 .45 10.5800 .364 .563 5.2523 .149 3.361 3.370 3.9116 .2792 .5838 .2344 .4051 ..5780 .03 12.9041 .6146 .5760 .871 2.19 .2120 .409 2.776 5.468 1.2722 .607 2.106 3.5807 .951 5.6060 .481 2.2378 .79 10..989 2.9021 .81 11.9070 .691 2.2515 .869 .329 .760 .9388 .

5643 .754 3.152 3.5852 .347 .5527 .161 4.3211 .186 3.2364 .133 3.483 3.3040 .60 28.9641 .296 5.38 34.832 3.5963 .5541 .804 1.272 3.956 3.3008 3.5511 .9526 .5448 5.934 3.848 3.254 .9664 .2898 .9571 .2740 .5458 .703 .3076 .09 20.499 5.237 5.3230 .04 27.2907 .5596 5.3357 .9483 .5615 5.2851 3.642 3.9535 .3040 .738 3.3275 .9572 .3222 .5462 .5643 .490 3.5732 .5623 .3139 .9518 .900 3.94 30.5895 .036 4.745 3.933 1.3210 .2850 .07 19.414 5.9693 .223 D-9 61 .2431 .2584 .956 2.5588 .9603 .2951 .029 2.9653 .2933 1.9679 .2760 .961 1.565 3.810 1.18 33.5708 .442 3.462 3.42 25.9703 3.3250 .843 3.9396 .83 23.664 3.380 5.587 3.9509 .40 24.9649 3.5592 .57 21.828 3.2730 .9525 .546 3.5714 .3110 .44 .508 .9645 .5971 .88 24.9553 .64 20.305 5.5504 .620 3.527 3.002 4.96 30.837 1.00 31.5560 .3160 .896 3.02 27.787 3.2556 4.524 3.32 .866 3.81 23.081 28.444 5.98 .396 3.284 3.921 2.938 2.098 .96 26.5817 .821 1.12 26.9505 .5873 .62 .3257 .3040 .3020 .860 1.5619 .5672 .9552 .173 4.081 2.3349 .5671 .877 3.5497 .2960 .3103 .3050 .3230 .9512 .432 5.96 23.5845 .39 20.9476 .3260 .090 4.888 1.115 2.230 4.9567 .242 4.5523 .438 5.069 .60 22.5720 .170 3.60 33.3140 .2976 .2542 .9400 .2978 1.2916 .5545 .9682 .9515 .5701 .686 19.11 .545 3.361 3.9456 .268 5.3367 .68 24.30 21.9672 .826 1.337 5.9423 .5538 5.978 4.20 31.9577 .742 20.673 3.5655 .079 3.5866 .5515 .2800 .058 4.9443 .9720 4.65 27.59 21.5824 .3180 .10 19.3170 .114 4.5580 .873 3.5994 .3022 1.409 5.2472 .332 5.854 1.9416 .87 21.945 3.84 33.2613 .3385 2.5605 .2866 .3220 .5947 .922 1.2790 .5639 .3031 .24 18.264 5.86 24.110 2.104 4.234 5.3121 .821 3.9446 .3184 .9542 .9449 .2872 .9660 .231 5.09 23.375 5.5530 .990 4.5500 5.2860 .697 3.2992 .966 3.2459 .208 4.3139 .2391 .82 22.61 33.2710 .851 3.62 28.782 3.3330 .136 .2889 1.3157 1.5519 5.2910 .62 20.05 22.150 4.3014 .44 32.5678 .899 .98 .3148 .944 1.950 1.5986 .3049 .5902 .397 .2990 .2980 .9696 .5564 .956 3.9511 3.67 18.2996 .3120 .42 24.5659 .3089 3.3070 .990 3.5621 .3321 .254 33.776 3.82 26.035 2.3112 1.070 4.9611 .891 3.631 18.5655 5.2720 .414 .5472 .2528 .3155 .038 4.2900 .284 5.5632 .493 5.805 3.2780 .37 34.2970 .9537 3.97 34.9430 .254 3.31 30.115 3.9707 .9713 .9624 .5611 .9531 .916 1.068 4.9581 .49 19.54 22.5607 .2790 .871 .598 3.566 3.972 1.9580 .379 3.675 3.9516 .012 .93 19.325 .292 5.3193 .55 25.043 3.046 2.651 3.2920 .9467 .46 32.809 3.342 5.9574 .110 4.3090 .3239 .9469 .5479 .9436 .9473 .171 3.5494 .9616 .237 .2810 .227 5.28 29.3073 .3239 .9493 .799 1.9461 .2685 .3339 2.264 3.9528 .2670 .9420 .9538 .9690 .289 3.2775 3.765 3.206 4.351 5.088 3.9496 .2942 .806 .938 1.127 4.085 4.343 3.955 .72 27.045 4.07 18.694 3.183 4.2944 .120 3.075 2.905 1.9686 3.3150 .9562 3.9522 .008 3.93 29.3376 .30 19.793 1.104 3.9541 .3010 .9459 .2898 .231 4.99 31.2913 .2835 .979 3.882 1.3130 .5610 .309 5.422 3.9440 .28 28.323 .5761 .160 4.30 28.9700 .486 .5468 .74 27.063 2.5745 .967 1.5683 .35 21.2750 .33 21.12 24.49 18.919 3.5465 5.276 5.052 2.220 3.196 31.33 27.978 1.092 2.468 5.5771 .506 5.709 3.9484 2.9556 .5660 .5455 .2987 .9676 .314 5.343 3.323 3.503 3.99 34.5978 .Perencanaan Pelabuhan I TABLE D-1 Continued d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n CG/ CO M .83 33.46 18.83 26.3005 .3080 .5627 .41 20.024 26.121 2.362 3.256 5.203 3.16 20.9499 .5925 .402 3.37 .5726 .14 26.288 5.716 3.71 19.27 29.5483 5.2950 .22 .5859 .07 22.2882 .241 .318 5.933 3.77 35.3122 .2969 .5486 .927 .587 3.456 .18 20.190 3.9547 .877 1.28 19.9629 3.9620 .3106 .2929 3.300 .3189 .5695 .84 22.041 .984 .849 1.5880 .000 4.022 .2863 .5552 .9502 .3202 1.5600 .3280 .3057 .912 .5637 .5616 .2627 3.023 2.870 3.272 5.3030 .5647 .604 .328 5.07 32.420 5.014 4.3284 .2418 4.5568 .2404 .995 2.474 5.245 5.2924 .5790 .249 5.2820 .5689 .19 .5831 .433 3.29 30.07 23.973 2.609 3.2940 .9478 .104 2.04 18.15 24.2830 .9490 .5797 .9393 .303 3.9490 .9486 .663 3.624 3.9668 3.9594 .2730 .990 4.2890 .866 1.27 18.5476 .989 1.5955 .5549 .3248 2.007 2.3294 2.2760 .3205 .2700 3.888 3.62 .35 23.9562 .025 3.724 3.426 .2656 .5751 .95 29.9413 .3220 .013 4.018 2.260 .403 5.85 21.9590 .9403 .643 3.3100 .9390 .471 3.9557 .911 23.3302 .3024 .9505 .9473 .9544 .922 3.9550 .2445 .5739 .3058 .462 5.3240 .9532 .2486 4.5940 .116 4.943 3.66 27.9480 .371 .53 25.5649 .058 2.136 3.5556 5.731 3.2854 .9656 .5635 5.2880 .153 .3290 .5631 .893 1.832 1.5534 .2805 .2930 .361 5.5810 .89 .2514 .2880 .3172 3.5910 .65 18.827 3.252 5.86 18.72 32.3190 .9406 .9452 .2820 .96 .9559 .630 3.910 1.2840 .74 19.9426 .3166 .5887 .246 3.307 3.5572 .392 5.2570 .047 4.9495 .855 22.2715 .9633 .3266 .3000 .798 21.185 4.450 5.24 25.219 4.9466 .9637 .5917 .5627 .9717 .610 3.2700 .2959 .9547 .3085 .70 24.5603 .3060 .5666 .9568 .356 5.33 23.3270 .5507 .60 28.5576 5.9433 .093 4.5758 .64 30.71 32.5451 .9500 .5838 .653 3.65 30.57 22.843 .451 3.720 3.2599 .135 4.5667 .9410 .815 .9521 .760 3.139 29.786 3.280 .08 32.9710 .9585 3.79 35.9607 3.2351 4.086 2.968 25.35 29.9463 .765 3.061 3.5932 .061 4.382 3.5651 .3311 .3130 .2960 .2500 .513 5.2770 .26 25.683 3.585 3.5490 .3094 .9577 .35 27.001 2.386 5.9565 .097 3.5663 .366 5.2870 .5777 .3067 1.480 5.2378 .3200 .127 .2641 .5784 .5804 .209 3.5584 .9599 .51 19.2745 .228 3.3175 .

5362 .16 54.5380 .14 .081 5.643 5.5377 .015 4.5589 .2052 .3440 .34 42.3514 .9795 .9719 .3413 .04 39.086 5.603 47.9747 .697 4.366 2.2325 .83 43.424 4.13 .188 5.5344 .3532 .2210 .5417 .3766 .5437 .404 4.9589 .657 4.521 4.885 4.9732 .1904 .5319 .5505 .3680 .5355 .237 2.3672 .80 68.9726 .02 63.084 .427 39.3300 .413 2.2064 .91 64.03 44.3550 .214 .479 .9607 .9758 .281 5.9592 .5445 .290 2.15 38.1839 .9632 .5368 5.455 2.185 .260 2.58 35.2124 .5374 .1872 4.736 4.438 5.04 .5284 .243 .3310 .248 5.67 52.37 42.3785 .5396 .886 5.3430 .85 39.3570 .650 4.3945 2.162 .144 5.3663 2.323 4.5352 .082 5.9648 .5425 .5306 .67 65.5414 5.1807 .5309 .99 36.5317 .3360 .17 67.090 5.84 43.521 4.5304 .259 4.3625 .9808 .629 4.9738 .9665 .9698 .770 4.3459 .9832 .416 4.5563 .439 4.2222 4.901 .9850 .9811 .3682 .5380 .550 4.9717 .591 4.42 36.59 48.9804 .929 4.9775 .9686 .25 35.149 .875 4.9723 .712 5.2312 .1725 .3560 .101 5.3800 .3590 .9721 .9806 .5466 .369 37.5553 .3879 .944 4.5408 .96 40.390 .3490 .934 4.099 5.9654 .768 4.300 4.161 2.68 62.5359 .5534 .431 2.96 46.85 44.2136 .03 .1745 .354 2.110 5.9646 .79 55.5279 .41 63.15 48.48 51.576 4.09 51.3630 .9843 5.9732 .5299 5.3880 .9595 .3560 .9677 .803 4.9790 4.09 53.00 36.697 5.3460 .5399 5.90 .14 58.094 5.3810 .2029 .3691 .301 .25 60.5394 .3709 2.3449 .9705 .384 2.77 57.2099 4.9785 .3936 .3644 .3450 .3737 .5424 .255 2.9825 .3470 .89 41.45 66.425 2.5301 .5492 .125 .331 .9767 .638 4.682 4.154 5.746 5.2173 .5356 .627 4.3794 .763 .3700 .9769 .5365 .346 4.9726 .3750 .9635 .5392 .685 4.449 .185 5.547 4.9696 .150 2.202 2.3850 .408 2.5387 .208 2.266 2.284 2.9583 .2338 .034 5.9659 .249 2.375 .350 4.814 5.184 4.838 60.105 5.708 4.656 4.288 4.171 5.958 67.9683 .13 58.5333 .36 41.443 2.673 4.5548 .5431 5220 5.3320 .437 2.3850 2.474 4.004 5.3740 .392 4.466 4.3370 .9780 .5288 .005 .198 5.492 4.381 4.5353 5.5558 .3640 .52 56.732 4.3860 .9777 4.337 2.9819 .5327 .307 2.970 6.29 71.84 37.709 4.5296 .61 69.5487 .9860 5.1818 4.9859 .9813 4.486 42.5444 .70 38.3420 .3780 .296 2.077 5.179 5.277 4.5376 .5515 .3820 .815 4.67 52.399 4.685 4.502 .161 5.2299 .207 .9750 4.186 5.2273 .439 4.5453 .87 41.765 5.630 .500 .43 45.3860 .141 5.862 4.780 56.731 5.234 4.3888 .95 46.9852 5.3747 .336 4.3822 .3403 .5402 .935 5.443 5.3719 .1972 .103 .3720 .342 2.756 4.9839 .191 .78 55.741 4.88 47.2235 .5441 .5457 .9756 .9735 4.127 5.419 .3804 2.45 70.284 4.1994 .9604 .661 50.900 5.3380 .461 2.86 44.509 4.5330 .Perencanaan Pelabuhan I TABLE D-1 Continued d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n CG/ CO M .72 49.50 47.204 5.9855 .5402 .072 5.718 4.134 5.079 5.5405 .84 .3600 .214 5.3620 .568 4.9675 .1883 .713 4.167 2.3790 .9830 .9610 .598 5.123 5.3510 .3570 2.413 4.2005 .2076 .3840 .5594 .5322 .2247 .9714 .345 5.462 4.5390 .374 5.3480 .378 2.2185 .159 4.3530 .3650 .3350 .3917 .3500 .3760 .5474 .272 .9613 .5339 5.1926 4.3523 2.191 .9792 .5421 .343 .168 5.277 4.27 52.9772 .3610 .534 5.10 .5427 .1938 .5429 .5342 .3468 .791 4.3588 .62 69.37 41.5417 .091 5.173 5.3770 .498 4.144 2.124 5.798 5.5501 .5529 .9693 .9621 .5483 .1695 .1894 .474 4.3813 .133 2.3890 .08 51.48 37.81 68.9626 .24 60.467 2.5599 .5449 .5479 .53 54.201 5.9615 .9817 .851 4.798 4.661 .9821 .9618 .138 2.5325 5.34 43.13 60.280 5.898 63.5438 .9797 .556 4.89 50.2087 .179 2.5294 .5519 .076 D-10 TABLE D-1 Continued 62 .922 4.40 .3616 2.9680 .866 5.850 5.856 4.508 5.9854 .957 4.3394 .251 5.83 59.1797 .40 40.3756 2.3635 .9753 .469 5.5371 .116 5.46 66.9787 .544 44.231 2.9827 .30 49.9744 .9601 .2160 4.5389 .097 5.615 4.35 43.118 5.221 5.3440 .3598 .155 5.9847 .1949 .5398 .28 52.9729 .5365 .914 4.1850 .3468 .5350 .1675 .53 .95 61.41 40.377 5.112 5.9673 .3869 .602 4.5314 .5347 .1960 .541 5.5286 5.9651 .533 4.9841 .5359 .1983 4.335 4.5411 .9845 .5539 .5441 .9837 .5369 .103 5.313 2.566 5.46 70.5409 .720 53.2040 4.9690 .910 4.95 40.196 2.02 39.1786 .5578 .3832 .5573 .59 39.3551 .2017 .348 2.3728 .1685 .946 4.9848 .9709 .176 .3477 2.5510 .525 4.5383 5.987 4.3730 .5362 .3660 .792 4.3830 .5336 .1915 .1861 .2266 4.9657 .43 58.3340 .27 .1735 .093 .5291 .265 4.9728 .451 4.475 5.44 58.3653 .044 .220 2. 325 2.89 45.9667 .91 64.137 .89 .59 36.921 5.9823 5.121 5.5524 .9801 4.396 2.312 5.52 54.2198 .147 5.76 57.5434 .9700 .744 4.42 63.16 67.9707 .358 4.3504 .3422 .3542 .9735 .9764 4.326 4.9702 .132 5.67 65.5496 .372 2.9782 .609 5.60 39.9737 .402 2.9712 .9815 .833 .1756 .9643 .80 45.5386 .217 5.780 5.9662 .873 4.9623 .3907 .3400 .209 4.3580 .9629 .3841 .60 48.3607 .190 2.210 5.5544 .5421 .388 4.9741 .156 .9834 5.42 45.312 5.406 5.311 35.602 4.194 5.3330 .165 5.1828 .95 61.677 5.579 4.827 4.3410 .49 .9857 .1715 4.9724 .3579 .16 48.5383 .5413 .5433 .9761 .3870 .9688 .1766 4.095 5.82 59.51 47.33 42.845 4.73 49.5276 .2111 .827 4.12 67.575 4.5281 .360 .1776 .974 5.3520 .107 5.5349 .43 56.173 2.43 36.68 62.5470 .5461 .9638 .132 5.3540 .885 4.3670 .217 5.361 4.3898 2.3775 .631 5.29 49.28 71.9598 .3690 .5274 5.310 4.3390 .572 5.152 5.15 54.42 56.47 51.1665 4.301 4.157 5.5568 .5312 5.5372 .9640 .063 5.2148 .3710 .5584 .72 38.450 4.088 5.130 5.14 38.182 5.3495 .139 5.3926 .2260 .1705 .9670 .9586 .473 2.410 5.9730 .3431 2.319 2.3700 .9799 .85 37.5405 .9835 .114 .225 2.159 5.278 2.

9899 .5269 .497 2.029 5.236 8.9 123.44 92.9839 .07 85.5237 .5163 .586 2.1185 .326 8.005 5.1419 .5314 .19 89.035 5.95 91.392 .9810 .840 .1259 .013 5.28 90.2 126.584 5.975 8.5206 .371 7.86 73.9923 7.48 71.035 8.438 7.943 7.5323 .5198 .5302 .834 2.3970 .9741 .031 5.6 .4059 .438 109.5196 .9894 .1337 .38 86.753 7.4430 .5285 .11 81.125 5.4088 2.056 5.5160 .9838 .783 7.4390 .30 99.707 7.4222 .9814 .089 5.9932 8.5206 .221 5.5253 .1290 .762 2.9891 .9770 .1445 .4160 .1386 .2 126.5171 .640 6.07 83.9912 .3 103.029 6.1305 .5214 .7 136.1171 .9917 .9911 .023 5.4270 .161 5.5277 .305 5.6 115.5238 .5308 .85 73.4140 .9926 .839 6.503 2.52 100.9795 .993 6.4 143.011 5.462 5.0 134.026 7.5256 .426 5.1394 5.1636 .4002 .9846 .9915 .3 120.4460 .9901 .1329 .9835 .012 .021 5.9873 .9745 .9754 .9739 .5200 5.4100 .5299 .28 90.1454 .701 2.880 7.800 7.9896 6.9843 .9756 .4434 .5240 5.677 2.9929 .004 7.1561 .252 6.521 6.9924 .4340 .9876 6.8 146.445 6.4 105.4298 .075 8.31 78.5265 .024 5.14 87.527 2.657 5.816 2.538 .792 2.407 6.3 137.329 5.5176 .957 5.3 129.5258 .1570 5.665 2.5227 .44 92.766 6.616 .5279 .438 8.053 5.5241 .9930 .661 7.2 .067 .062 5.556 2.9811 .570 7.9778 .4420 .281 5.98 72.209 5.669 5.679 6.4308 .1462 .4190 .610 2.991 8.9880 .9927 .063 5.041 5.4 133.1361 .045 .9879 .4212 .4463 .5267 .4012 .7 122.9930 .1207 .39 .9869 5.4260 .993 5.050 5.5172 .005 5.4250 .9823 .9832 .4098 .058 5.5263 .9776 .173 .9898 .5196 .799 6.221 6.55 93.4490 .294 5.006 5.9906 .3974 .060 7.101 5.258 6.303 7.5239 .1471 .4290 .72 74.1345 .378 103.9867 .5217 .0 109.015 5.5260 .806 6.4130 .718 6.1617 4.7 101.9766 .1506 .550 7.5320 .5177 .13 .9821 .077 76.4 117.008 5.755 2.683 2.1533 .5210 .5244 .5187 .8 119.9798 .1488 .9833 .234 7.026 5.4405 .895 7.3955 .798 2.632 5.5317 .5282 .1313 5.550 2.822 2.642 7.007 .9774 .725 6.06 84.9 97.8 119.9 .113 5.4203 .1480 5.07 83.9909 .9752 .9870 .3900 .9916 .414 5.54 93.540 8.103 6.5218 .644 5.5213 .7 107.743 2.4080 .5251 5.1589 .387 8.713 2.088 .9808 .5215 .379 8.9830 .5246 .4126 .5244 .1542 .12 82.4040 .4 117.4470 .010 5.9921 .4472 2.481 8.1552 .4347 .4318 .5179 .5290 .5258 .4164 .4220 .5182 5.0 .561 .9889 .3964 .1 104.9812 .1524 5.9 112.1436 5.647 2.5198 .9902 6.5251 .1353 5.4174 .4350 .974 7.5232 .4280 .9887 .5234 .4443 .5236 .4300 .367 6.048 5.4370 .1244 .735 7.503 7.9750 .9914 .4385 .060 .604 2.484 6.9928 8.97 72.5271 .5329 .5216 .029 5.7 128.334 .9886 .245 5.474 5.9743 .020 5.40 77.20 89.3940 .4320 .390 5.406 6.5225 .509 .030 5.069 5.Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C O M .1222 .290 6.9826 .197 86.9918 7.4040 2.5229 5.4020 .9788 .1298 .040 6.4145 .4150 .5208 .5204 .5336 .053 5.9877 .444 6.7 136.523 5.5326 .5193 .040 5.4116 .653 2.5232 .719 .148 6.177 6.028 5.9922 .1656 .758 .4110 .4280 2.67 94.13 76.4 143.215 7.4120 .1251 .731 2.137 81.9806 .4450 .572 5.285 8.595 7.535 5.524 7.9792 .4107 .17 88.5296 .684 6.511 5.052 .970 4.5230 .5342 .325 7.9763 .544 2.9841 .4414 .1200 5.9864 .58 75.5255 .616 2.4270 .072 5.804 2.40 77.568 .2 113.014 5.560 123.4155 .5194 .890 6.9816 .620 131.018 5.479 7.1321 .532 2.786 2.1178 .24 79.9885 .5248 .5212 .4480 .774 2.1229 .590 .402 5.5234 .4230 .1 144.9920 .9890 6.922 7.033 .136 8.9768 .5345 .5223 .1236 5.14 87.185 5.532 8.022 .562 2.4078 .1627 .065 5.9748 .13 98.3920 .5242 .102 7.1 144.5269 .3 137.088 7.412 7.4231 2.5202 .5253 .043 5.5161 .4069 .341 5.317 97.689 .353 5.5271 .041 5.4337 .9758 .547 5.4453 .9919 .2 113.5293 .457 7.9 .233 5.29 99.9905 .4251 .598 .9892 .486 5.5266 .1369 .9 .274 8.1267 .228 8.064 5.4400 .963 .9794 .9772 .9828 .1164 5.9882 .5261 .046 7.5339 .4240 .575 2.932 6.4241 .076 6.4492 .06 84.7 125.1282 .9910 .4328 2.295 6.5174 5.629 .19 80.828 2.5311 .847 .5223 .1192 .4060 .4193 .3983 .027 .4170 .9802 .9900 .4050 .039 .6 139.5165 .644 6.046 5.4 105.4200 .4 133.450 5.491 2.019 5.1 104.9800 .140 6.1403 .4330 .017 71.034 5.269 5.5227 .190 7.4376 2.173 5.146 7.9865 .5246 .4380 .9797 .12 82.810 .592 2.5221 .19 80.9765 .5169 .3950 .601 6.17 88.608 5.7 110.4440 .7 141.5209 5.044 5.9761 .4050 .52 100.671 2.5195 .485 2.349 7.9874 .3990 .07 85.074 5.9786 .4090 .4000 .7 101.124 8.4511 .369 .737 2.3 .5262 5.5168 .5204 .0 108.879 6.515 2.9931 .066 6.0 108.5186 .9913 7.259 7.5225 .7 122.5158 5.9790 .5166 5.3 129.3993 2.017 .1497 .1579 .185 .329 6.596 5.849 6.9818 .1515 .49 .83 95.037 5.831 7.4289 .3930 .4395 .0 134.366 5.4410 .4180 .6 141.5202 .72 74.5200 .9925 .5219 5.3980 .1411 .9904 .071 5.499 116.5221 .1608 .4360 .8 146.5248 .5274 .1378 .009 5.7 125.175 8.564 6.9895 .96 .4210 .5332 .4424 2.5189 .581 2.4366 .5287 .9883 6.486 8.659 .5184 .112 6.4501 .4521 2.4070 .641 2.185 8.427 8.025 5.635 2.5211 .016 5.623 2.055 5.521 2.9 131.7 110.036 5.9784 .921 6.9819 .4482 .004 5.7 107.1274 5.9844 .1598 .2 116.7 128.725 2.9804 .982 4.9 112.149 5.12 .066 5.5208 .688 7.215 6.525 6.603 6.4183 2.4310 .695 2.13 98.003 D-11 TABLE D-1 Continued 63 .1428 .59 75.32 78.83 95.4021 .9907 .257 91.049 5.4356 .9782 .67 94.005 5.018 7.9872 .279 7.9862 .3960 .9780 .1646 .4136 2.4030 .5181 .4031 .3910 .780 .749 .9908 7.5305 .681 139.5191 5.2 120.9836 .24 79.707 2.768 2.4260 .9829 .4010 .1214 .130 7.9824 .6 115.332 6.483 6.

1109 .52 10.76 10.1 154.6 260.08691 .998 4.5157 .4666 2.4 203.57 10.5117 .4911 3.32 10.9934 .09759 .638 8.3 254.3 270.99 40 8.109 214.9948 .37 10.908 2.7 159.998 4.08584 6.5177 .4 306.209 .5 242.011 6.997 .9865 .2 .5097 .938 10.9853 .4930 .072 6.9863 .296 9.5097 4.000 4.196 3.5126 .356 274.9897 .9958 .39 .993 .9901 .5104 .9875 .750 8.975 2.4660 .821 9.766 5.5163 .4780 .864 167.5122 .5112 .09010 .08793 .4630 .9938 .998 4.643 8.5107 3.937 5.4990 .9898 .999 4.5 191.61 11.705 5.0 211.4852 .4620 .5 280.9895 .08320 6.525 9.5 236.4 295.9967 .32 12.2 291.1 154.9873 .965 9.997 4.87 11.9964 .257 6.9960 .5147 .074 8.5119 4.5133 .4901 .998 4.5125 .5156 .5149 .393 6.1143 .59 10.8 264.4754 .1076 .5009 3.4589 .791 5.5118 .1095 5.5119 .9946 .5144 4.9893 .717 5.166 3.998 4.4790 .09523 .987 2.Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .9909 .3 230.09 12.5099 .996 4.05 12.4940 .5 236.9943 .5128 .951 2.5158 .585 9.779 5.4850 .4803 .232 242.473 9.5170 .5136 .999 4.9881 .2 182.6 228.5129 .0 .208 6.5181 .9 206.9935 .3 230.7 .1115 .086 .1083 .18 10.9937 .2 178.5101 .5102 4.5109 .7 163.245 6.19 11.54 11.914 2.9962 .4813 2.5 199.2 216.5 209.190 3.9941 .4979 .4840 .926 2.31 .09583 .9968 12.5111 .999 .00 .5093 .4960 .997 4.4 239.4676 .5110 .1006 .4870 .9874 .4920 .9939 .4695 .5116 .048 201.9847 .50 10.122 3.5122 .1031 5.129 .41 11.3 251.4730 .9906 .910 8.5040 .9864 .826 9.4520 .9871 .117 .5160 .9888 .3 287.092 3.997 4.2 152.9947 .9857 .999 4.997 4.5 .5113 4.5106 .9896 .5120 .9959 .159 6.969 2.997 4.5148 .023 6.39 10.647 9.4800 .9858 .085 6.0 267.110 3.171 228.121 6.997 4.306 6.1063 5.730 5.853 8.128 3.09882 .08220 .5120 .26 11.4569 2.5107 4.5162 .957 2.203 3.184 3.997 4.8 173.9 148.0 211.852 5.4550 .1012 .9 206.9955 .7 161.998 4.067 3.876 5.6 233.135 3.5115 .2 196.5110 .5121 .5108 .9952 .5095 .5038 .4881 .331 6.4628 .9 .9947 9.997 4.4822 .072 9.4560 .5115 .998 4.9876 .4783 .1025 .9 176.5048 .5139 .997 4.5129 .5134 .797 8.4686 .9945 .5132 .5165 .853 2.31 .0 .5145 .012 3.997 .147 .4 295.9956 10.2 248.4890 .24 12.09820 .6 .998 4.4500 .08119 .4810 .5130 .5 199.72 11.9899 .0 189.4 150.001 5.5142 .242 9.9878 .5107 .060 6.5060 .4610 .4640 .466 9.9963 .09405 6.5173 .996 4.4725 .7 159.0 155.997 4.986 189.98 11.6 .533 9.999 4.999 4.5154 .2 248.803 157.183 6.08068 6.63 .301 9.5010 .9849 .9 .5113 .5 222.7 302.5028 .9950 9.1150 .890 2.760 9.5090 .6 233.0 167.9855 .4980 .9891 .0 298.4540 .883 2.5070 .47 11.709 9.4570 .5 280.09942 .08530 .896 2.999 4.9900 .178 .354 9.9867 .9848 .5124 .9862 .5125 4.9967 .9963 11.998 4.4940 .80 11.69 10.5167 .854 .9860 .4530 .5116 .5136 .999 6.7 169.90 10.9890 .9964 .5000 .695 8.4720 .24 11.5058 3.83 10.997 4.5109 .005 3.153 3.09641 .51 11.09 11.949 5.5151 5.5188 .055 .6 184.073 3.07 10.998 .1157 .5152 .9872 .5098 .693 8.586 9.75 11.26 10.9883 .9956 .4860 .9905 .2 180.1122 .9933 .827 5.4750 .9882 .2 225.9859 .2 196.098 3.9951 .5 222.999 .6 165.09464 .5150 .900 5.1000 5.5154 .4647 .43 10.5096 .996 4.5157 .3 254.9886 .6 257.5146 .585 8.997 .5121 .4657 .5124 .4510 .6 157.09236 .08741 .902 .9942 .5182 .999 3.5105 .693 5.417 291.030 3.024 .5138 4.5152 .3 251.20 12.5103 .0 277.7 169.920 2.0 277.4 203.4531 .5135 .4618 2.9907 .9953 10.0 214.9938 .8 264.4774 .40 11.5126 .5140 .4560 .08169 .09178 .294 257.4600 .1136 .9961 .5128 .1018 .9965 .12 10.1037 .4760 .172 3.353 9.998 .5087 .021 9.5114 .141 3.16 12.12 12.186 9.2 152.9952 .1129 5.5139 .9913 .4764 2.9851 .925 178.03 11.71 10.5140 .871 .9 176.2 225.9953 .4 150.4910 .9935 .4710 .9889 .036 3.9880 .5094 .5100 .049 3.8 284.9954 .9944 .998 4.3 245.4599 .4989 .997 4.1089 .5143 .4970 .4715 2.9911 .9910 .16 11.847 2.097 6.146 6.997 4.20 10.5168 .5106 .159 3.59 11.269 6.104 3.4862 3.09352 .4830 .9909 .9904 .9877 .5146 .999 .4820 .974 5.8 284.5179 .0 298.4930 .183 9.5150 .8 173.4590 .91 11.5091 .061 3.9966 .865 2.9936 8.9962 .6 260.7 171.4900 .859 2.4832 .998 4.9902 .9946 .9868 .5114 .368 6.0 .09064 .4637 .220 6.28 12.5172 .1069 .018 3.9892 .08845 6.380 6.08901 .5131 4.1102 .5144 .742 148.5018 .999 4.9949 .944 2.888 9.5190 .4793 .92 10.996 D-12 TABLE D-1 Continued 64 .9964 .45 10.78 10.08270 .699 .998 4.9885 .7 171.000 5.9957 .319 6.8 187.4842 .5184 .1056 .405 6.981 2.95 12.9951 .5092 4.9955 .997 .99 11.08956 .998 4.9966 .6 184.4920 .12 11.4 182.5137 .13 10.8 187.9912 .747 8.4680 .4 306.08424 .282 6.5112 .965 9.998 4.02 .999 4.5089 .5127 .8 194.4608 .5067 .4770 .932 .68 11.7 161.4 239.65 10.1050 .5050 .997 4.2 .9852 .079 3.08477 .195 6.8 219.5155 .37 11.036 6.016 9.85 10.998 .840 5.25 10.4540 .7 163.4950 .5030 .4700 .4550 .997 .4579 .5077 .5080 .4690 .002 5.4650 .4705 .8 219.5 191.3 270.238 9.0 155.35 12.9965 11.09698 5.4580 .4740 .6 165.9908 .343 6.9899 .0 267.8 194.4999 .5143 .413 9.9961 10.4744 .754 5.6 .7 302.4969 .997 4.4950 .9941 .9869 .5 209.938 2.83 11.770 9.042 3.9959 .997 4.05 11.4891 .3 245.9 274.5090 .5020 .804 8.132 9.5132 .4670 .5186 .2 216.910 8.08637 .4871 .962 5.5141 .888 5.9887 .3 287.5105 .877 9.4880 .65 .4735 .4960 3.96 .2 180.7 201.09121 6.9949 .9903 .5092 .134 6.999 4.5192 .9960 .9958 10.912 5.963 .32 11.877 2.815 5.406 .1043 .9957 .999 4.9944 9.5088 4.996 4.08371 .638 9.07 10.5175 .951 9.5134 .01 10.09294 .

9942 .37 14.960 .012 7.5087 .5083 .5170 .5051 .06461 .2 373.851 449.5659 .8 337.5077 .06746 .5049 .5640 .9979 .5610 .5373 .665 373.51 13.91 .5620 .5065 .07682 .240 .5510 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .1 534.0 402.9968 .9980 .5511 .07729 .5093 .961 4.1 359.578 6.70 14.5531 .9977 .34 15.5300 .913 478.9952 .90 12.9979 .1 377.9941 .9952 .06623 .2 .5073 .901 6.97 16.0 576.8 382.54 16.5087 .640 6.5669 .475 3.5649 3.68 16.525 3.9935 .4 472.5059 .07091 .5058 .7 355.9985 17.962 4.954 4.0 417.5200 .9938 .06110 6.06872 .07634 .9916 .9947 .45 15.5383 .5363 .64 14.9977 .09 17.5056 .73 13.48 15.5074 .967 4.562 3.05778 .7 433.388 3.963 4.5 455.8 382.3 392.5096 .9 412.07540 .000 7.18 .5 350.5450 .5068 4.5699 3.5432 .22 13.308 3.500 3.5066 .5353 3.5057 .5264 .5076 .5061 .9938 .4 502.9982 .615 6.3 613.937 6.5240 .2 .5491 .5083 .5195 .38 16.96 13.07221 .9 342.413 3.258 3.5056 .9949 .9946 .07177 .05707 .956 4.5689 .394 .888 6.4 472.5630 .5068 .9936 .5085 .5560 .5140 .5630 .94 16.9980 15.953 4.06 17.9970 .5470 .136 7.5600 .5150 .5393 .952 4.9979 14.963 4.345 3.5521 .962 6.5340 .5274 .64 13.953 4.5079 .9982 .8 508.677 6.5250 .9974 .9975 .543 3.9969 .5080 4.5064 .5053 4.82 12.7 333.9942 .76 13.954 4.84 15.54 15.39 13.9942 .9982 .5066 .370 3.9937 .1 438.1 541.34 14.6 528.5205 3.02 13.5056 4.88 .38 .85 17.454 6.556 3.161 613.7 433.05823 6.5420 .4 502.05850 .0 422.967 4.9945 .568 3.06501 6.0 569.955 4.07449 .9914 .5056 .5070 .9948 .06420 .14 12.5067 .9981 .9983 .58 15.326 3.07873 .5064 .07047 .5078 .537 3.37 .351 3.3 .5333 .952 4.07003 .5070 .9951 .5086 .951 4.35 15.9927 .5060 .9982 .5350 .54 12.4 427.1 583.9920 .714 6.14 16.9981 15.5290 .295 3.5400 .9944 .5 455.432 3.9932 .444 3.951 4.5082 .5068 .9971 .5078 .149 7.5590 .3 590.9980 .264 3.5052 .953 4.1 .950 D-13 TABLE D-1 Continued 65 .9926 .956 .5100 .5440 .512 3.5660 .43 13.5580 .5077 .9979 .9915 .0 605.8 628.05814 .5330 .05960 .5610 .5077 .5094 .96 17.550 .277 3.1 554.9921 .5061 .5097 .9 562.469 3.5323 .06542 .5053 .553 6.06 13.952 4.07922 .5690 .5086 .5092 .363 .05887 .9941 .6 364.60 17.5670 .955 4.5 387.814 6.61 14.0 406.9977 14.5060 .06148 .7 .5059 4.9917 .964 4.727 397.17 16.25 14.966 4.925 6.5370 .9927 .06341 .430 6.47 12.31 13.71 17.9936 .5058 .9924 .4 548.5481 .06380 .752 6.9983 .9970 .5430 .5520 .419 3.037 541.85 16.9974 .10 15.7 515.5063 .9975 13.5490 .02 .301 .5210 .956 4.5050 .702 6.450 3.5500 .05672 .67 15.961 4.958 .5072 4.5580 .5254 3.5640 .55 13.16 15.78 .5100 .9929 .5098 .06705 6.575 3.5590 .826 6.5410 .5065 4.5102 .5117 .9973 13.65 16.314 3.5061 .789 422.7 333.9939 .81 13.5380 .8 317.74 12.99 13.1 460.4 644.252 3.963 4.10 13.5090 .98 13.954 4.26 13.5620 .9919 .28 17.97 15.951 .0 368.64 15.06263 .9931 .5185 .5130 .5160 .07312 .52 17.333 .07404 .5086 .965 4.7 321.5085 .5062 .90 13.958 4.29 15.9947 .952 4.2 449.58 12.25 15.382 3.97 .9947 .4 329.1 460.5461 .0 313.9976 .566 6.6 528.965 .9945 .1 377.5060 .099 576.5220 .9951 .06035 .5176 .5065 .5 .06302 6.5057 .7 321.5452 3.8 628.863 6.959 4.5059 .05567 7.9 562.5055 .5067 .5480 .062 7.5442 .764 6.9976 14.5075 .88 14.488 .04 16.541 329.17 17.5063 .955 4.074 7.06787 .05997 .3 392.47 13.06186 .5 444.9942 .283 3.49 17.9984 .9971 12.75 16.5103 .5 444.376 3.74 15.2 620.491 6.9 412.957 4.74 17.690 6.215 3.9984 .9983 .3 590.5225 .9972 .41 .975 508.1 583.0 402.9971 .0 605.31 17.5120 .99 17.5126 .5390 .5541 .5560 .9984 .954 .5091 .876 6.9950 .958 4.5073 .9981 .739 6.9978 .5066 .960 4.5550 .531 3.5235 .43 12.987 7.5 636.94 17.07972 .438 3.50 12.1 359.9977 .6 364.9973 .9950 .5058 .5600 3.957 4.94 14.966 4.9943 .951 4.5048 4.9949 .270 .5 387.5089 .35 13.8 337.9933 .5156 3.5067 .5510 3.962 4.5166 .463 3.0 .5079 .9934 .7 466.5095 .9925 .70 12.5280 .05743 7.112 7.5402 3.5679 .2 620.5180 .964 4.5077 .9970 12.06664 .10 14.5101 .5270 .5320 .16 14.07266 .5074 .504 6.5071 .124 7.955 .05637 .3 490.3 496.959 4.07 16.5069 .7 310.7 515.77 15.519 .506 3.68 13.5063 .9981 .05602 .5104 .5310 .06959 .9972 .57 16.5343 .5 478.953 4.06073 .5460 .221 3.628 6.9968 .5081 .5260 .9924 .5540 .82 17.9919 .82 14.5059 .06582 .4 .951 4.5050 4.5146 .5082 .7 325.5057 .456 .5080 .087 7.0 521.0 .5190 .958 4.78 16.850 6.776 6.3 490.06915 6.529 6.289 3.7 598.0 417.1 484.46 .9969 .407 3.025 7.62 12.5570 .9923 .581 .1 484.4 427.957 4.59 .320 3.9974 .5680 .2 .5076 4.5230 .838 6.7 325.9930 .956 4.86 12.5412 .47 16.5304 3.5051 .961 4.603 350.7 598.5071 .9980 .5063 .5049 .246 3.0 406.5082 .5530 .516 6.9940 .9944 .01 15.5314 .3 496.357 3.5 636.442 6.7 466.07 14.801 6.9918 .55 14.5070 .9978 .06829 .2 346.79 14.467 6.5136 .5244 .9 342.962 .8 .9972 .5650 .5069 .5570 .9976 .24 16.9982 16.9928 .401 3.5110 .5062 4.07494 .965 4.5084 4.0 569.5360 .5065 .85 13.9978 .5501 3.5056 .5471 .5294 .4 644.19 14.5048 .9922 .07 15.9931 .9984 16.2 397.87 .5053 .5084 .9976 .27 16.07358 6.06224 .5092 .07587 6.5070 .43 14.494 3.590 6.2 346.1 438.5215 .9984 .9935 .1 554.5074 .5081 .964 .5054 .1 534.07776 .5284 .44 16.652 6.8 317.52 14.5072 .0 313.66 12.5422 .227 3.9983 .959 4.9915 .5075 .5082 .08022 .959 .73 14.953 .5073 .426 .0 368.19 15.07824 6.479 310.0 521.63 17.5088 .481 3.4 548.233 3.5 .9933 .339 3.050 7.07134 6.28 14.20 17.9973 .960 4.7 355.9975 .

686 3.5870 .5031 .04313 .9988 .9997 .9989 20.97 19.9986 18.6800 .643 .5003 .9986 .936 4.592 1.767 .9997 .5003 .5052 .5047 .535 890.01795 .9953 .8000 .31 18.948 4.5036 .024 .6305 .950 4.10 21.9958 .8 .5035 4.5 890.5039 4.5005 .36 19.5010 .5 767.9994 .336 7.5003 4.7100 .690 28.945 4.937 4.5035 .448 7.274 7.5004 .5002 .942 4.9959 .5 .5778 .15 67.5740 .34 .9992 .24 71.5990 .5020 .04619 7.5047 .6803 .9996 .5036 .2 .1 757.9960 .03576 7.32 .5036 .301 3.224 652.510 7.00845 .05040 .5738 .72 43.9985 18.673 7.940 17.5038 .19 86.204 7.699 3.5840 .84 19.5006 .902 4.5004 .705 .964 .761 3.5032 .8200 .1 118.9997 .5867 .09 18.7400 .25 21.0 134.5040 .5004 .71 59.97 20.5005 .24 19.5788 .348 739.21 19.2 868.5007 .9964 .9958 .5041 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .8100 .05 98.210 11.7 739.236 7.204 7.9997 .180 14.593 3.0 748.947 4.946 4.4 111.7202 .5045 .9996 .0 776.9962 .02615 8.525 4.5053 .404 5.8600 .529 5.950 4.946 .5046 .7102 .949 .64 .73 .25 27.620 13.68 10.05297 .9986 .04591 .6900 .9987 .5043 .04947 .9988 .961 4.18 86.68 26.5042 .612 .5011 .606 3.5023 4.936 4.947 4.02784 .948 4.5040 .9987 .4 660.19 18.5043 4.05198 .01 .9990 .27 27.05070 7.5037 .25 71.04824 .5047 .373 7.034 7.587 3.0 134.05166 .5858 .35 46.000 21.9964 .57 20.9954 .04885 .60 .034 7.074 1.210 .9965 .5047 .9961 .680 3.5977 .9987 .64 18.9988 .527 948.923 .149 4.23 19.42 18.9962 .799 8.7 .5052 .5041 .340 19.9972 .5729 .923 8.937 4.5800 .8800 .460 7.000 1.5043 .05463 .5006 .5002 .929 6.1 757.250 6.5035 .949 4.690 28.2 711.9977 .5002 .9999 .5930 .361 7.948 4.938 .668 3.05532 .5048 .9975 .9985 .6404 3.899 3.9989 .9960 .32 19.938 4.31 63.828 5.62 21.5008 .212 4.04855 .656 3.34 46.400 4.9999 55.9953 .6 .340 19.02307 .976 9.5019 .90 38.86 20.5917 .757 4.5004 .462 4.249 7.650 .379 1.01020 10.649 3.3 703.60 20.175 9.0 936.008 2.45 19.379 1.7701 .4 806.6006 .286 694.9996 .939 4.000 76.71 43.5039 .76 18.9991 .948 4.9998 .6400 .7601 .9959 .5880 .7600 .946 4.9 879.936 4.1 118.948 4.923 1.6700 .56 11.9993 .88 19.000 1.600 3.780 24.5700 .01232 .9960 .5002 .7500 .946 4.9996 .05 18.8900 .839 4.9994 21.737 .9990 .936 4.5028 .730 3.05396 7.48 19.8800 .050 9.976 9.00958 .9988 .69 33.2 868.23 21.940 4.99 .949 4.6902 4.1 847.9986 .1 847.5055 .473 3.7900 .12 .00745 10.947 4.9955 .5890 .712 3.630 3.6600 .9987 .5010 .275 2.215 5.21 20.250 .60 19.7302 .5051 .323 7.943 4.5046 .9998 .755 3.027 5.6603 .05497 .9997 29.5980 .01686 .9 879.8300 .9998 .5050 .7800 .28 18.947 .624 3.9985 .9963 .05102 .85 18.5002 .9989 .5907 .5053 .9998 .9963 .5023 .5830 .2 685.2 711.2 104.6504 .9965 .9965 .9992 .50 18.81 10.5768 .01911 8.51 21.693 3.19 24.8400 5.31 10.467 5.5709 .588 4.9955 .498 7.01312 .4 111.008 2.8 677.5850 .5848 3.5 796.5710 .8 837.527 .5043 .9991 .04677 .947 4.8500 .9983 .01487 .750 36.473 .58 19.44 92.5790 .314 3.81 19.935 D-14 TABLE D-1 Continued 66 .579 2.211 7.5002 .5051 .04978 .9985 .5877 .5021 .314 3.5045 .948 4.8900 5.70 20.3 126.9989 .70 19.620 13.5042 .93 11.042 10.5720 .6703 .950 .935 4.9957 .9999 .4 806.9988 19.5758 .9997 .00900 .949 4.15 49.386 7.02456 .774 3.92 38.5054 .713 4.16 67.5048 .6 652.798 7.174 7.53 .9993 .5044 .780 24.946 4.485 7.000 104.08 18.5 816.5 668.5808 .5012 .9999 .940 4.5810 .5947 3.925 9.9987 .5798 3.5719 .836 3.6200 .9995 .4 925.01397 9.9989 21.05 10.9 720.937 .426 9.7000 .01086 .199 7.0 748.12 21.43 10.6100 .7002 .01157 .523 7.5013 4.14 52.5967 .5818 .5828 .936 4.74 35.04794 .44 92.939 4.217 1.8101 .5009 .8500 .275 2.828 5.936 4.0 936.724 3.278 .73 18.1 1.5003 .5015 .5002 .5002 4.8 677.5043 .9999 .9 .935 4.04706 .937 4.24 .750 36.5970 .5045 4.01583 .5013 .95 21.776 4.6500 .749 3.743 3.47 20.180 14.3 126.5900 .5003 .662 3.5750 .73 20.02035 .5040 .5910 .935 .173 8.5044 .436 7.337 .05009 .4 925.5012 .674 1.5996 3.49 21.274 4.936 .04052 .7300 .03806 .5049 .5044 .6000 .9964 .9 913.803 9.5002 .423 7.97 .5015 .77 31.090 5.8400 .5046 .5760 .9996 .5730 .1 1.05330 .948 .8 901.0 776.8201 .9963 .9998 40.9 913.3 703.5940 .5018 .9994 .05363 .31 63.950 4.04648 .153 5.949 4.5 796.9989 .5041 4.5008 4.9987 .5042 .941 .5950 .66 26.62 18.70 59.13 52.06 20.341 5.05430 .04916 7.9957 .935 4.2 685.298 7.03155 .39 18.946 4.4 660.9957 .8301 .000 1.674 .5040 .9989 .579 2.03359 .5044 .5029 .944 4.78 23.8600 .14 49.7401 4.35 21.9998 .5011 .7700 .8 901.757 4.75 31.074 1.637 3.258 4.96 20.947 4.5049 .6 858.298 8.5 767.5927 .05264 .5002 .16 18.02964 .935 4.5838 .9980 .18 10.8700 .5045 .5007 .048 948.8001 .7200 .311 7.5 668.5987 .6 858.5037 .9988 .00793 .9996 .5770 .37 21.9956 .9995 .950 4.935 4.5960 .23 29.5820 .24 81.5009 .9998 .411 786.398 7.5017 .5025 .17 24.5897 3.05134 .618 3.9999 .042 10.946 .5041 .423 8.000 1.24 81.5046 .9998 .9999 1.7501 .9989 .5 826.5042 .940 17.5937 .5 816.5860 .76 23.5054 .7 786.086 4.60 55.5780 .04 98.552 9.217 1.9961 .5026 .19 20.186 7.9982 .000 31.8 729.9987 .5005 .9998 .935 4.7901 4.258 4.5038 .04764 7.9969 .5 826.8 729.9954 .548 8.09 20.9987 19.9988 .5003 .261 7.677 9.6205 .000 31.5017 .718 3.94 20.73 35.9999 .02167 .9986 .9 720.7801 .771 2.06 11.31 40.9985 .5040 .5920 .83 20.45 20.68 33.5043 .18 21.6300 .548 7.5036 .05231 7.000 .771 2.5004 4.9 694.5957 .9956 .473 837.00 76.6106 .04735 .00 19.5037 4.5748 3.9985 .5887 .7 .5004 .8700 .

9200 .9300 .32 12.006911 .000 .7 .9999 .10 .095 6.003142 500.004398 .008168 .630 K 4πd/L ∞ 1.0006283 .0003000 .000 .000 195.005797 .000 1.921 1.906 1.000 .2 221.001257 .000 .000 1.001100 H / H O' 4πd/L d/L N C G /C O M 1.5000 .003977 11.001885 .9000 .00000 6283 .000 1.0006283 12.300 12.001885 1.006283 .01885 .500 67.0001000 .94 12.000 .001400 .810 73.01131 .9400 5.000 267.032 6.003772 347.000 1.7 1.005027 1.9800 .000 1.01382 .9999 .125.06 12.9999 .50 126.9999 .0004000 .01005 .006283 .005655 .005655 154.284 7.000 .01508 .000 1.02136 .01005 1.000 1.008797 1.001257 3.490 86.000 1.0007000 .000 .9000 .0000 9.02136 .005027 .718 5.000 .69 11.5001 .9500 .472 1.00000 5090 .000 .5 183.000 1.02388 1.004398 255.000 .002513 .655 5.005655 .01131 .000020 .01194 .00000 9048 .007540 .000 1.0000 .5001 4.5001 .00000 2514 .6 208.000 .01759 1.01131 1.5001 .29 1.01759 .001257 1.810 46.001885 .5001 .000 1.005655 1.000 1.008168 .62 1.006911 103.000 .005027 .001800 .9500 .9100 .50 76.001000 .006283 125.006912 1.02011 .740 98.003142 1.9700 .001257 .003142 .002513 .000018 .000 1.01005 .0000 .000 1.470 .340 111.810 46.008796 .824 7.781 5.1 162.0000 8.300 .5001 .000 .000 6.81 40.5001 .200 .9400 .470 40.9700 .340 111.01194 1.01068 .009425 .0000 28.008796 86.000 1.01068 .5001 .0006000 .158 6.01885 .9900 5.500 .40 143.006283 1.500 126.01068 .260 38.000 1.007540 .0000 1.300 .01005 .009425 .9600 .0001 1.19 12.000 1.490 86.2 FUNCTIONS OF d/L FOR EVEN INCREMENTS OF d/L from 0.0 172.780 .000 1.1 251.000022 .000 .004398 .008168 .7 267.052 6.283 1.1 251.000 1.001600 .01634 .01382 1.935 4.003735 12.1 162.000 .003772 .9999 .002513 1.003770 .01257 .000 TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L 0 0 0 1.144 7.935 4.007540 .506 1.000 1.935 4.02011 .005114 .9200 .000 142.007540 .000 1.001200 .580 34.00000 1571 .56 11.969 6.9999 .9999 .935 1.000 .5001 .000 .57 143.5001 .0000 16.006173 .007540 .500 67.000 1.00000 1005 .000 1.280 52.0 172.974 1.0000 9.389.001900 .500.0006283 .006574 .000 .0001 to 1.003770 1.66 1.000 1.0000 10.01634 .44 11.006283 1.6 208.5001 .007000 .400 .004235 .000 .000 .000 1.5000 .000 .9100 .9999 .01257 1.01005 .9999 .9600 .842 6.5001 .001257 19.5001 .935 4.4 .006283 .0006283 1.935 TABLE D .01508 .844 5.0008000 .005027 195.0009000 .000 1.000 1.007540 1.000 .000 1.000 .001300 .9900 .02388 .01068 .0000 1.000 .006912 .000 .5001 .300 .000 .44 76.003772 .003772 .005027 d/Lo 2πd/L 0 0 .0001 1.2 221.560 48.000012 .01005 .001885 1.008168 .0002000 .000 1.4 195.220 1.5001 .000010 .21 .003142 D-15 TABLE D-2 Continued 67 .001500 .005027 1.9300 .5001 .935 .970 63.00000 6283 .001257 .008796 .830 43.52 1.004510 .0000 8.9999 .000016 .02262 .000 1.000 .008796 .31 11.280 52.000 1.000014 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' 4πd/L K SINH COSH 4πd/L 4πd/L C G /C n M O .0000 14.9999 .01194 .5 183.5001 4.000 1.01194 55.000 .0000 SINH COSH 4πd/L 0 0 1.539 1.649 6.005445 11.004398 1.000 0 ∞ 1.470 59.00000 7603 .000 .00000 4022 .000 1.008797 1.5001 .935 4.100 .000 1.009425 .403 1.00000 3079 .00000 2262 .0000 11.002513 .009425 .001700 .0005000 .740 98.01131 .0001 7.95 1.7 236.000 .7 142.9 152.000 1.0001 1.470 59.9800 .002513 1.9 152.9999 .002513 781.01131 .000 1.0000 8.7 236.5001 .0000 1.5000 4.935 4.000 .000 1.01131 .000 1.004802 .935 4.02262 .00000 5655 .000 .9999 1.000 1.935 4.

9993 .007200 .03268 .02324 .9996 .03394 1.0009 3.0012 3.09060 .02262 .161 4.9988 .08807 .04022 1.02324 .07169 .006200 .04589 .629 .250 28.0001056 .9997 .9993 .9994 .9995 .004800 .890 13.815 7.176 .02451 1.004500 .002 1.02953 .03139 .9996 .05909 .02827 .9996 .005200 .06161 1.09550 .002 1.0003918 .00004248 .9992 .04267 .423 3.007900 .9993 .04210 .004200 .9998 .003 4.04084 .015 5.0001832 .02576 .003700 .01633 .439 7.0011 1.9999 .0003820 .03076 6.03771 .150 15.0005 1.9995 .04333 .9996 .876 3.0001698 .02638 .642 5.759 .03771 .07288 .700 .004 1.475 3.209 .01508 .08555 .950 14.002900 .0001900 .01571 .00006039 .02261 .303 4.0011 1.706 3.0001764 .374 3.9989 .9999 .04903 1.02388 .001 .04082 .02764 .584 3.09425 .363 3.04652 .453 4.003 1.0005 1.03016 .112 2.004700 .005400 .03954 .771 3.01885 .0001970 .9995 .00003928 .006100 .03205 .00006435 .04960 .9995 .01822 .05906 .00007262 .0001 1.02827 .239 .05781 .06916 .03455 .00009551 .255 3.04162 .04273 .04084 .04274 1.830 23.9998 .03956 .07791 .134 8.02763 7.0010 1.0006 3.02010 .05406 .03015 .9988 .002200 .02199 .0006 1.0001216 .02325 .702 4.03770 .01948 .9993 .005700 .0008 1.01508 1.0001570 .03766 .007800 .00002514 .350 3.788 2.06911 .0003077 .02702 .00004579 .07547 .004 1.0003165 .004 1.0003627 .09676 .04903 .02513 .04650 .0002186 .006700 .0001161 .483 2.00002772 .630 21.02513 .04398 .08428 .9994 .03706 .07917 .04712 .002 1.090 6.09185 .03141 .0008 1.04021 .9995 .000 1.9997 .04652 1.0002 1.002300 .9998 .01759 .003200 .001 1.01822 1.04897 .962 2.719 3.01382 .870 .0002 1.04330 2.061 4.151 5.02073 .675 .769 4.03579 .01571 .05658 .02576 .004300 .01822 .989 3.9998 .06791 1.0007 1.02890 .764 6.9999 .05404 .991 3.626 4.0001 1.04777 .9999 .002400 .614 3.02765 .9998 .09802 .04395 .00005284 .03517 .003 1.03644 .08796 .03267 .238 3.002 1.04524 .06539 .04085 .04581 .210 9.04017 3.0004 1.06032 .501 3.0004 4.02325 .9999 .002 1.02387 .9992 .951 3.9993 .02574 .449 3.9999 .08922 .06158 .05655 .002 1.840 .03581 .01445 .00009071 .04901 .058 2.9998 .001 .9997 .002 1.135 3.001 1.09817 .9999 .03642 .01257 .01634 .9999 .0002 5.01759 .08671 .9991 .03454 .9998 .9998 .06665 .9999 .03142 .911 5.0001329 .9999 .006900 .03266 .04144 .02136 13.0005 1.01319 .02888 .03703 4.09565 .05531 1.809 4.9994 .002700 .0010 1.308 6.707 2.0002735 .001 1.01759 .03829 .9998 .9997 .9992 .04966 1.01634 .01948 .0002414 .04148 .03708 1.0003 1.02387 .9996 .007500 .002 1.04161 .01257 .594 .03958 .518 .9997 .0001508 .577 4.03457 .002 .04830 .01759 .02073 .01445 .429 5.290 .01696 .007100 .9995 .03016 .9998 .350 25.05529 .04273 .02701 .638 4.9996 .03896 .9995 .03519 .02450 .05154 .03644 .06035 .002 1.9997 .9997 .462 4.533 5.006500 .554 2.0002492 .03142 .9991 .004900 .9999 .207 4.073 4.08681 1.660 8.9990 .304 3.004600 .9997 .003800 .662 5.9999 .01445 .03641 .0001447 .000 1.08933 .02951 .05029 .01696 .08177 .9999 .0006 1.004 1.000 1.03328 .03831 .02513 .03391 5.0002819 .003100 .02011 .9994 .005900 .004 1.0001 6.02639 .002 .000 .003 1.260 3.911 4.07798 .9994 .04518 .04777 .03645 1.07042 .9995 .04650 .0007 1.01382 .0011 1.004 1.05027 .07665 .001 1.9997 .09438 .9992 .0012 1.03834 .04584 .03078 .0005 4.01508 31.09048 .9994 .197 3.0004 1.116 4.005000 .02890 .08303 .05280 .349 2.004400 .9999 .9998 .9998 .9994 .07925 .005 1.01319 .02199 .04211 .03268 .398 .04274 .04207 .9993 .001 1.0010 1.04524 .03520 .9997 .04270 .02136 1.167 2.03142 .0002570 .738 3.9992 .0001 1.03203 .04399 .006800 .002100 .004 1.07420 1.9988 .0002 1.0003254 .407 4.02765 .04204 .04148 .9993 .06409 .0001 1.02073 .01571 .9991 .03204 .153 3.003500 .0001 1.005 1.0006 1.9998 .02136 .03079 1.217 3.02639 .03016 1.04956 2.04646 .03393 .09173 .9994 .9989 .00003619 .002 .0003 1.06283 .04521 .04706 .9989 .0001387 .221 .04019 .003 1.003300 .9999 .490 17.02073 .0003 4.02576 .02639 .0003532 .987 4.01257 .05152 .003400 .0001 1.05784 .03897 .000 1.006 D-16 68 .01948 .9990 .02262 .001 1.556 3.001 1.03519 .08168 .03896 .003 1.9992 .9999 .0002990 .873 2.9996 .9992 .0002112 .480 10.03833 .04838 .06660 .02700 .06287 .9997 .01320 .0011 3.001 1.0004 1.04336 1.02765 1.9989 .0003 1.0003722 .09943 1.01696 .0005 1.04335 .02199 .9997 .03394 .02450 .01885 .0001634 .08050 1.03894 .9999 .006400 .00003040 .04775 .0002 1.00008599 .04022 .04398 .032 .001 .01382 .001 1.04392 .9996 .07037 .04714 .005600 .001 1.04772 .913 3.9989 .9996 .03582 .156 6.00006841 .007700 .0012 1.02891 .226 2.005300 .01382 .0003 1.0001 1.03014 .9993 .9998 .0002261 .9998 .02011 .9999 .528 .003 1.0001272 .9992 .04893 .04644 2.001 1.0001108 .9997 .03770 .02825 .04768 .02388 .02702 .02889 .002 1.02513 .09927 .02511 .06786 .004 .475 3.002500 .005 .0003 1.03580 .03897 .010 12.9996 .03519 .01885 .04709 .006000 .02514 .0003346 .01697 .002000 .0007 1.05278 .838 .0002 1.001 1.03265 .03016 .9998 .429 5.02637 .332 5.003 .0007 3.04142 .004100 .02449 10.07540 .04399 .805 3.176 5.0001005 .0008 3.001 1.08545 .003 .002800 .04147 .9995 .03202 .01508 .03267 .286 .0008 1.04964 .01633 .004000 .007300 .09312 1.005500 .04834 .000 1.01319 .006600 .07294 .0005 1.003900 .0002653 .06413 .003 1.414 2.04901 .000 18.04021 .0002 1.9995 .460 .08419 .03079 .006300 .9999 .9995 .0003 1.0009 1.02828 .01947 .08042 .9999 .08294 .281 .03707 .07672 .04840 .001 1.210 11.004 .002600 .007600 .648 9.00003324 .02262 .005800 .04587 .001 1.882 5.02890 .9995 .007000 .0002904 .03517 .02136 .03892 .851 3.04525 .003 1.04155 .9997 .0002 5.04525 .9997 .9998 .0002337 .9996 .9993 .9994 .04158 .0003439 .0002041 .00008140 .9994 .02639 .03645 .003600 .0004 1.01885 .02199 .03392 .820 .04147 .02765 .06535 .354 4.00004925 .03143 .007400 .254 .09681 .01822 20.9991 .01571 .9999 .644 3.005 1.0009 1.03768 .01257 .09299 .03329 .03456 .9996 .04775 .03393 .07163 .00007697 .005100 .00005652 .9999 .02953 .03959 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .03331 .07414 .055 .9998 .03330 .0009 1.02010 .327 3.003000 .01445 .02952 .

α   Dimana : W = Berat crestblok (dalam pounds atau libes) Wr = Berat jenis batu (spesific weight of amour units. pounds 3 K D ( S R − 1) . => untuk anguler quarry stone yang kasar K D = 2. terutama tergantung dari cara menempatkannya. Sekarang sudah digunakan 69 . arah gelombang dan lainnya yang ternyata untuk kondisi-kondisi tertentu sangat mempengaruhi berat minimum dari armour unit. Soenarno AS Rumus Hudson   Wr . Tetapi didalam rumus ini tidak diperhitungkan akibat periode. Karena itu dianjurkan untuk menggunakan rumus ini hanya untuk preliminary design.R. Dibawah konstruksi ditebar mattras.H.0 tergantung dari kondisi gelombang dan posisi konstuksinya. H 3 W =  . sedang untuk menghitungkan stabilitas konstruksi. dalam lb/cf) H = Design waves height ditempat konstruksi (dalam feeth) KD = Damage coefficient (empirical coefficient).Perencanaan Pelabuhan I Ir.7 – 4. => untuk block beton dengan bentuk yang tak teratur K D = 5 – 20. terutama tergantung dari bentuk armour units SR = Specific gravity (ratio of specific weight dari armour unit didalam air laut) α = Sud ut kemiringan breakwater diukur dari bidang horizontal (slope dari breakwater) Nilai K D diperoleh dari hasil hydraulic model experiment untuk berjenis-jenis armour unit. sebaiknya dilakukan dengan hydraulic test model.Cotg . Dahulu mattras dibuat dari anyaman bambu (getekan) dilapis serabut dan diatasnya diberi batu-batuan. Catatan : Formula Hudson sangat menolong untuk mendesign breakwater.

Soenarno AS geotextile.87 dan koefisien damage (K D ) sebesar 3. samudra yang memeliki kedalaman 39 feet dengan beda pasang surut sebesar 6 feet.25. atau dollos. kecepatan angin meniup rata-rata sebesar 24. Untuk menghindarkan kanker. sedang untuk dollos. Dalam menggunakan tetrapode maka harus membayar royalti ke Perancis.H.50 setiap m3 (meter cubik) tetrapode yang digunakan. Karena sukar mendapatkan bambu atau kayu sebanyak yang diperlukan. akmond. maka dipuncak breakwater dibangun crestblok. sedang yang sekarang digunakan terra firma. Kecuali itu dari hasil soil Investigation nya diketahui mempunyai kekuatan tanah dasar perairan datanya sebagai berikut : σ = 0. seperti tetrapode. Pada daerah perairan tersebut. dimana bahan materialnya terdiri dari Quarry Stone Amour Units. cara ini disebut soil improvement. banyak macamnya tergantung pada kepentingannya. maka dilengkapi dengan pemecah gelombang. hexapode.2 kg/cm2. Untuk mempertahankan susunan batu-batu pada bagian laut yang terhantam gelombang. Dalam satu tahunnya. Contoh penyelesaian soal breakwater Rubblemound Gambarkanlah design kontruksi rencana pemecah gelombang (breakwater) yang mempunyai type rubblemound dengan slope 1 : 2. pada 70 . dibadan breakwater dibangun filter yang keluar dibawah LWS. selama 3 bulan kemungkinan terjadi overtopping untuk itu diperlukan pengamanan terhadap kemungkinan terjadinya kerusakan kontruksi. tidak perlu membayar royalti. Pada proyek Tanjung Priok digunakan bambu mattras dan pancangan bambu.Perencanaan Pelabuhan I Ir. sedang hasil dari model test dilaboratorium didapat besarnya koefisien refraksi (K R ) sebesar 0. maka sebagai gantinya dilaksanakan perbaikan tanah dasar dengan cara dikeruk dan diganti pasir. sebesar US $ 0. Pemecah gelombang tersebut untuk melindungi kolam pelabuhan. hexapode. Untuk mempertahankan keutuhan puncak breakwater. lapisan atas bagian kolam pelabuhan dilapisi dengan lapisan impermeable. di Cirebon poly felt sedang dipelabuhan Bengkulu dipakai robusta. untuk menghindarkan kerusakan akibat terjadinya overtopping. dalam hal ini bisanya digunakan asphalt.5 knots.R. kubus. kubus.

58 64 Ww Deepwater wave length: Lo = 5.25 .12 T2 = 5.87 .64 t/m3 = 165 lb/cf Berat jenis Batu Dari tabel D-7 CERC.179 didapat = 0. Gambarkan design kontruksi (gambar bestek) dari breakwater tersebut diatas.12 x 49 = 251 ft d = 45 ft. berarti Cotg α = 2 Waterdepth 39 ft dibawah LWS. K R = 0. Soenarno AS puncak kontruksi ditutup blok beton dari beton bertulang. σ tanah dasar = 0. berat batuan lapis kedua (secondairy coverlayer). Berhubung terdapat kesulitan adanya bambu dan kayu yang cukup banyak. Ho = Hs .Perencanaan Pelabuhan I Ir. Jadi : 45 d = = 0.2 kg/cm2. Untuk wind velocity : U = 24. Penyelesaian Soal : Dari rencana design breakwater type rubblemound diketahui slope (kemiringan) 1:2 . Berat jenis air laut : Ww = 1. K D = 3. berat batuan lapisan penutup (primairy coverlayer).0 detik.5 knots . lengkap dengan seluruh komponen-komponen (bagian-bagian) nya dengan skala 1 : 200. Tentukan pula berat crestblok nya.R. maka dasar kontruksi digunakan dengan pelaksanaan soil improvement.9144 Lo H o' H structure .179 Lo 251 Dari tabel D-1 CERC Untuk H d = 0. 71 . juga elevasi batas lapisan penutup (bottom elevation) baik dibagian laut maupun dibagian kolam pelabuhan. berarti tanah lembek.03 t/m3 = 64 lb/cf : Wr = 2. Specific gravity : S R = Wr 165 = = 2. jadi d = ( 39 + 6 )ft = 45ft Wind velocity = 24. Untuk itu digunakan perbaikan tanah (soil improvement)..H. beda pasang surut 6 ft. serta elevasi puncaknya (crest elevation).5 knots didapat H s = 13 ft. Periode rata-rata T av = 7.

9144).5. 1    165  n = 3 1 3 KA =1 = 3.Perencanaan Pelabuhan I Ir.342. cot g .0. H o' = H H   '  H o  = 10.lbs ≈ 7200.3.9144 .K A Wr n=2 KA = 1 72 . T av = 7 detik H o' H = 10342 ft .α 3.2 2) Crest Elevation ( Elevasi puncak) H = 0. ft 0. T2 didapat R = 0.342) 3 = = 7118.52 = 10.80 H o' Jadi R = 0.31 ft = 9.9006.K A   Wr    1 3  7200  = 3.80 x H o' = 0.lbs K D ( S R − 1) 3 .9144 H o' = H o .(0. ft   H H = H o  '  Ho 1) Berat Crestblok W = Wr ( H ) 3 165(10.23 49 T2 Dari diagram fiqure 3-12 CERC Untuk H o' = 0.048 ft 1) Width of Crest (lebar puncak breakwater = lebar minimum) W B = n.31 = = 0.342 (0.x.342 = 11. Soenarno AS  .31 ft Controle : H o' 11.H. dan dengan Rubblemound slope 1 : 2 .R.K R = 13.25(2.80 x 11.23 . K R = 10.87) = 11.58 − 1) 3 . ft 2) Thickness of coverloyer (tabel lapisan penutup) 1 (W ) 3 r = n.87 = 10.31.

sedangkan dipelabuhan Bengkulu (pulau Baai) digunakan robusta dan untuk mengeruk terusan Jawa dipelabuhan Tanjung Priok digunakan terra firma.26 kg ≈ 3270 kg Jadi campuran dari 3270 kg sampai 1635 kg. 5) Kelengkapan komponen breakwater Dibagian sisi laut dipasang tetrapode untuk pemecah gelombang diletakkan diatas LWS sampai dipuncak breakwater. 4) Pelaksanaan Soil Improvement Tanah dasar perairan dibawah bangunan kontruksi digali sampai ± 1 meter dan tanah galian tersebut diganti dengan pasir.342 ft = 15. 73 . Soenarno AS = 2.Perencanaan Pelabuhan I Ir.H.5 x 10. bagian atas breakwater tersebut tidak rusak 6) Demensi (ukuran-ukuran) batu yang dipakai Untuk primary coverlayer : W – W/2 (campuran W/2 –→ W) W = 7200 lbs = 3265. hate.5 H = 1.52 = 7. Diatas pasir tersebut digelar matras.04 ft Tebal lapisan II (secundairy Coverlayer) < r dan max = r. Geotextile tersebut dapat berupa . biasanya digunakan lapisan asphalt. Juga dari dalam badan breakwater dibangun filter untuk mengeluarkan air dari dalam kesisi laut berujung diatas LWS (sedikit diatas LWS). Primair bagian laut) r1 = 1.342 ft. (dulu bambu matras sekarang digunakan geotextile).3. Untuk secondary coverlayer = W/10 –→ W/5. Dipuncak breakwater sisi kolam dilapis lapisan impermeable (rapat air). agar bila terjadi overtopping. polyfelts.513 ft Sedang elevasi dasar bagian kolam pelabuhan adalah sedalam H = 10.1. terra firma.R. 3) Botton Elevation of primairy Coverlayer for seasite (Elevasi dasar lap. atau robusta seperti diketahui dipelabuhan Cirebon digunakan polyfelts.

35 e = 50 meter q = 280 Ton/jam E = 10 x 330 jam = 3300 jam kerja/th 74 . Contoh perhitungannya. L = Panjang tambatan optimal dengan penggunaan yang efisien e = Jarak antar hydrant q = Kapasitas hydrant dalam ton/jam E = Jumlah jam kerja setahun (jumlah jam kerja sehari 10 jam x 330 = 3300) Misalnya data-data yang diketahui sebagai berikut : C = 0.545 kg sampai 16.H. karena berkaitan kemampuan persediaan air masing-masing pelabuhan yang bersangkutan. Soenarno AS Jadi campuran dari 327 kg sampai 654 kg Untuk badan breakwater = W/6000 –→ W/200 Jadi campuran dari 0. Maka dalam hal tersebut diambil batu-batu dari pulau Karimun (Sumut) dalam hal tidak didapat maka dapat diganti dengan kubus beton.R. Walaupun dengan cara meledakan batu-batu dibukit Kandis dan Sunur ternyata hanya didapat sedikit. Merencanakan kebutuhan air dipelabuhan Untuk supply kapal dan kegiatan dipelabuhan.35 kg Catatan : Pembangunan breakwater dipelabuhan Bengkulu waktu itu memerlukan batu-batu untuk primairy coverlayer antara 7 s/d 10 Ton. Kebutuhan air setahun : [ Q = Cx L xqxE ] e (ton / th) Dimana : C = Koefisien pengisian (nilai koefisien bagi supply air untuk masingmasing pelabuhan yang tidak sama.Perencanaan Pelabuhan I Ir.

A. karena pelabuhan tergolong kegiatan industri. sehingga keseluruhnya menjadi 3200 ton/hari.011.78.78 (78%) Jadi jumlah panjang kapal : ∑ panjang kapal ocean going .252.120 M ∑ panjang kapal seleruhnya = 214.127.652 = 2.Perencanaan Pelabuhan I Ir. karena harganya sama dengan air untuk kapal.H.360. seperti pelabuhan Panjang Bandar Lampung.280.bertambat berth. Soenarno AS Ocean going vessels yang berkunjung : 812 bh/th Domestic vessels (antar pulau) sebanyak : 1357 bh/th Rata-rata lamanya tambat kapal : 4 jam Berth Occupancy : 0.lamanya. 75 .x3300 = 822.360.089 x. Kecuali beberapa pelabuhan di Indonesia yang mempunyai sumber air minum sendiri dan mempunyai menara air untuk menyimpan persediaan.654. penggunaanya harus dihemat. Dengan demikian air untuk kantor-kantor didalam daerah pelabuhan. = 0.24 214.120 Meter L= L= (∑ panjang. perlu ditambah ± 25 %.35.ton / hari 365 Untuk keperluan kantor-kantor dipelabuhan.kapal ).D.560 M ∑ panjang kapal domestic : 1357 x 80 M = 108.x.560 M Jumlah 214.M (Perusahan Daerah Air Minum) dengan harga yang mahal (± hampir 100 x tarip air untuk penduduk). 127.R. 812 x 130 M = 105.011. serta pelabuhan Kendari (Sulawesi Tenggara).x.087 ≈ 2500.x.x. Catatan : Perlu diketahui bahwa air untuk kapal pada umumnya dibeli pelabuhan dari P.4 = .x.24 Jadi kebutuhan air setahun adalah : Q.ton / th 50 Kebutuhan air dipelabuhan sehari adalah 822.089.occupancy.meter 0. serta kepentingan pemadam kebakaran.x.x.120.

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

FIGURE 4-1. CLAPOTIS ON VERTICAL WALL

76

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

FIGURE 4-2 DETERMINATION OF VALUE OF h o IN
SAINFLOW’S FORMULA.

77

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

FIGURE 4-3 DETERMINATION OF VALUE OF P 1
IN SAINFLOU’S FORMULA

78

R.H. Soenarno AS 79 .Perencanaan Pelabuhan I Ir.

Dari data pengamatan diketahui H av = H= 6. Tegangan dasar tanah perairan σ = 0.25 ft Jadi H 1/3 = H significant = 1. - Agar biaya investasi tersebut effisien untuk tinggi gelombang maksimum. Harap pula dikaji stabilitas bangunan caisson tersebut terhadap kemungkinan penggelinciran (sliding).25 feet.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Gambar bestek dengan daar skala 1 : 150 seperti tertera diatas.6 x 6.H. maka untuk mendesign dipilih H max . kemungkinan konstruksi akan runtuh. Hitunglah seluruh demensi konstruksi breakwater dimaksud. tinggi gelombang rata-rata sebesar 6.R.25 ft = 10 ft 80 . cukup diambil H max yang minimum.5 kg/cm2. Data-data lain yang diberikan untuk rencana design tersebut : - elevasi puncak rip-rap : 30 ft dibawah SWL - elevasi dasar bangunan caisson : 35 ft dibawah SWL - Berat jenis beton diudara : 150 lb/cf - Slope dari rubble foundation adalah 1 : 2 - Armour units sebagai pembungkus fondasi dipilih tetrapode - Tidak boleh terjadi overtopping karena bila diperlukan dapat dipakai bertambat kapal. sebab dengan sekali hantaman oleh gelombang besar. berat Armour units yang direncanakan. Penyelesaian Soal design breakwater caisson Bangunan caisson merupakan vertical wall breakwater (dinding tegak). antara lain : Ukuran besar dan berat caisson. Dari survey Bathy metric khususnya mengenai tinggi gelombang pada perairan dimana akan dibangun breakwater dengan automatic wave recorder dihasilkan dari lebih 300 data (continues record data) data primer diperoleh data sekunder. Soenarno AS Contoh soal Design kontruksi Breakwater Caisson. Gambarlah design konstruksi Breakwater type Caisson dari beton bertulang (reinforeed concrete) dengan rubble foundation dengan skala 1 : 150. Kedalaman air disitu adalah 45 feet dibawah SWL (still water level). batu-batuan (quarry stone) lapisan dan badan rubblemound disertai kelengkapan dan demensi lain-lainnya.

2434 0.3 detik Jadi L o = 5. Karenanya dapat kita ketahui bahwa : Waterdepth (d) = 45 ft > 2 x H (tinggi gelombang) 45 ft > 32 ft Maka perhitungannya didasarkan methode saint flou untuk tekanan gelombang pada non breaking waves clapotis yang terbentuk pada dasar dari dinding caisson 81 .5 kg/cm2.88 ft ≈ 185 ft Jadi L pada Structure = 0. Soenarno AS H max = (1. maka sebagai toeprotection harus digunakan konstruksi rubblemound sebagai fondasinya.0) H 1/3 Diambil H max yang minimum → H max = 1.12 (6.R. Lo = q q 2π = 5.4 lb/cf Keenam hal tersebut diatas harus diketahui atau didapat lebih dahulu agar dapat menyelesaikan perhitungan design lebih lanjut.21 = 0. Dicari wave length (L) pada structure.12 T2 = 5.2214 Dari Tabel CERC D-1 untuk d/L o = 0.2434 Jadi Design wave height (tinggi gelombang) pada structure : H = 16 ft Wave length (panjang gelombang) pada structure : L = 185 ft Wave period (perioda gelombang) : T = 6.H.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Waterdepth (kedalaman sampai tanah dasar) d = 45 ft.2214 → d/L = 0.6 x 10 ft = 16 ft σ tanah dasar = 0. berarti tanah lembek.3 detik Waterdepth sampai puncak rip-rap : d 1 = 30 ft Waterdepth (bottom elevation) : d = 45 ft Unit weigth/density of fresh water (ω) : ω = 62.12T 2 T 2 Dari tabel CERC D-7 untuk Hs = 10 ft → T av = 6.2434 (hasil interpolasi) d 45 = = 184. jadi rubble fondation.21 ft d/L o = 45/203.3)2 = 203.6 – 2.

Upper dan Lower limits yang dicapai clapotis adalah : 82 . maka nilai P 1 ini harus dikoreksi kearah nilai berdasar air tawar (fresh water). 185 Dari Diagram Figure 4-3 untuk d/L = 0. rip-rap tidak dapat mengeliminir effect dari tekanan pada dinding caisson.75 pounds (P 1 adalah tekanan clapotis diatas dan dibawah SWL pada kedalaman 30 feet). fresh. Tekanan ini harus diperhitungkan pada penggunaan tekanan P 1 . (h o = jarak orbit centre dari clapotis/mean level terhadap SWL).sea.water 62. Tinggi h o pada mean level dan clapotis.162 Begitu pula P 1 dapat dihitung dengan Diagram Figure 4-3 CERC seperti cara tersebut diatas dengan nilai : d/L = 30/185 = 0. Soenarno AS dipengaruhi oleh kedalaman d 1 = 30 ft. Dimana formulasinya : h0 = πH 2 Cotgh L 2πd L dan ωH P1 = cosh 2πd L Antara puncak rip-rap pada elevasi – 30ft dibawah SWL dan dasar dinding caisson pada elevasi .Perencanaan Pelabuhan I Ir. Dari Diagram Figure 4 – 2 Untuk d/L = 0.4 = = 0.975 w.2 ft.35ft dibawah SWL. sehingga besaran h o dan P 1 (tekanan clapotis) diperhitungkan atas dasar kedalaman d 1 = 30 ft. Faktor koreksinya adalah w.water 64 Jadi P 1 = 0.R. (orbit center) diatas SWL (still waterlevel) dapat dihitung dengan Diagram Figure 4 – 2 CERC dengan menggunakan nilai : d/L = 30/185 = 0. dihitung pada puncak rip-rap dan dasar dari dinding caisson (-35ft dibawah SWL) pada formula R c dan M c .975 x 690 = 672.162 dan didapat P 1 = 690 pound (nilai berdasar air laut) H = 16ft Karena Diagram Figure 4-3 berdasar air laut.H.162.162 Dan didapat Lh o = 1150 H = 16ft → ho = 1150 = 6.

905 feet.Perencanaan Pelabuhan I Ir.H. Jadi diambil puncak caisson dengan + 23ft diatas SWL.2 ft diatas SWL. maka gaya keatas berada dalam triangular distribution.2 + 16 = 22. 6  W t = berat kontruksi = 6516 χ 83 .111.75) 62. dengan Waterdepth : d = 35 feet. bahwa Resultante gaya-gaya yang bekerja pada bangunan tersebut harus berada dalam inti ( kern ).6 lb/cf Persamaan berat caisson (W t ) 23 x ( 150 ) + 35 x ( 87.2 – 16 = 9.4 x35 + 672.2 ft diatas SWL h o – H = 6.6 ) = 6516 x Persyaratan stabilitas mutu bangunan dituntut.4(35) Mc = − 6 6 Mc = − M c = 1. Soenarno AS h o + H = 6. Jadi terdapat persamaan : 1   x  Wt = Mc + 3  1   x  P 1 .4) = 87.2 )(62.75) 62.904.8 ft dibawah SWL Atas dasar perhitungan tersebut tinggi puncak breakwater caisson tidak boleh kurang dari 22. Rc = Rc (d + h 0 + H )(wd + P1 ) 2 − wd 2 2 2 ( 35 + 22.4(35) = − 2 2 Rc = 43483.2 ) (62.R.05 ≈ 43483 pounds (d + h0 + H )2 (wd + P1 ) wd 3 6 6 2 3 ( 35 + 22. Dimisalkan lebar caisson = x feet Berat jenis beton (concrete) diudara = 150 lb/cf (diketahui) Jadi berat jenis beton dalam air (150 – 62. pounds. Perhitungan lebar caisson.4 x35 + 672.x.111.8 ≈ 1. Jadi resultante dari tekanan gelombang (gaya gelombang) dan berat kontruksi harus berada ditengahtengah sepertiga dari dasar (dalam kern).

x. untuk Rubble foundation dan Toe protection.789 ≈ 33.80 feet Jadi lebar caisson = 33.R. maka f = 0. berat caisson = 6516 x = 220.x 2 672.6. Persyaratan stabilitas dituntut angka keamanan (safety factor) sama atau lebih besar dari pada 2 (n ≥ 2) rubble foundation disini dibungkus amor units.5 atau 0.5 n= Wt . Soenarno AS 6516.53 Rc 43483 n = 2.240.80 feet. koefisien gesernya (friction coefficient) secara umum dapat diterapkan = 0.0. Dari Diagram Figure 4 – 12 CERC : 84 . Apabila pondasi tidak terbungkus licin (dressed smooth).240.8.5 = = 2.75 x 2 = 1. f 220.8 pounds Sekarang diteliti faktor keamanan terhadap penggelinciran (sliding).53 > 2 → jadi aman Perhitungan demensi batu rubblemound sebagai pondasi kaki (Toc foundation) dari breakwater caisson sebagai berikut: Digunakan formula :  W . lihat diagram figure 4-12.H 3 W = 3 r 3 N s (S R − 1)     SR = Wr Ww __ 3 Dimana : N s = Design stability Number.H. d = waterdepth pada elevasi dasar (bottom) d 1 = waterdepth pada elevasi puncak rip-rap.Perencanaan Pelabuhan I Ir.111. jadi tidak licin.905 + 6 6 x = 33. W = Berat rata-rata dari tiap-tiap amor units (dalam satuan libes atau pounds) H = Design wave height (incident wave height yang menyebabkan structure tidak rusak (no damage to the structural) Wr = Unit Weight dari batu (saturated surface dry) satuannya lbs/cf.

25 pounds 165 103.H.32 23( − 1) 3 62.R.4 Rata-rata berat tiap tetrapode sebagai amour unit adalah W = 4945 ~ 5000 pounds Lebar sayap pondasi rubble : β = 0.4 d → β = 0.Perencanaan Pelabuhan I Ir.4 x 45 ft = 18 ft Selanjutnya lapisan luar dari rubble foundation adalah W/10 – W/5 (500 pounds sampai 1000 pounds) sadang batuan inti (didalam) adalah W/6000 – W/200 (0. Soenarno AS Untuk depth ratio d 1 /d = 30/45 = 0.834 pounds sampai 25 pounds). 85 .840 Jadi W = = = 4944.67 Didapat nilai __ N S 3 = 23 (rubble sebagai pondasi) 165(16) 3 510.

R. Soenarno AS gG Gambar V. Skala 1 : 150 86 . Design Konstruksi Breakwater Caisson dengan Rubble foundation.Perencanaan Pelabuhan I Ir.2.H.

C k= 2π L L = C.kC = k = g .T C= ω2 = L = T gT 2 2π = gT = g T 2π ω 2π 2π gT . Dengan memasukan udara kedalam pipa yang dapat menghasilkan aliran air yang berputar. Pada gelombang normal (biasa) dapat kita tuliskan persamaan: Deepwater wave ω= 2π T ω = k. Buble Gun Braser dan Laury menghasilkan “buble gun” sebagai dasar berfungsinya pneumatic breakwater. Soenarno AS PNEUMATIC BREAKWATER Gambar V.k 87 .V ) 2 = g .k T T 2π Dengan kecepatan V terhadap wave propragation (ω + k .Perencanaan Pelabuhan I Ir.3.R.H. dapat berakibat pecahnya gelombang. disamping itu dapat merubah “bedload” menjadi “washload” yang terbawa arus sehingga menghindarkan pengendapan (silting).

2π.k1 .g (ω + k1V ) 2 = k1 . Soenarno AS 2πV 2 2π (ω + ) =g L L gT 2 Lo =  → Lo = 1.V + k12 .56T T g Co =  → Lo = f (ω .Perencanaan Pelabuhan I Ir.V 2 − k1 .g ω 2 + 2ω .V + . V ) ω ω 2 = k o .H.R.V − g =o L L L2 ω2L2 + 2ω.56T 2 2π L C o = o = 1.g = 0 ω 2 + 2ω 2π (2π ) 2 2 2π .Lv + 4 π2v2 – 2π Lg = 0 x L2 Persamaan kuadrat dalam L ω2L2 + 2π (2ωv – g)L + 4 π2v2 = 0 L = 2π (-2ωv + g) ± √ (2ωv – g)24π2 – 4ω24π2v2 2 ω2 = 2π (-2ωv + g) ± √ 4π2 {(2ωv – g)2 – 4ω2v2 2 ω2 = 2π -2ωv + g ± √ (2ωv – g 2 – 4ω2v2 2 ω2 L = mempunyai nilai riel hanya untuk (2ωv – g)2 – 4ω2v2 ≥ 0 4ω2v2 – 4ωvg + g2 – 4ω2v2 ≥ 0 4ωvg ≤ g2 V≤ g g 1  = Co  → C o =  4ω 4 ω  88 .

R.Perencanaan Pelabuhan I Ir.2    Untuk kedua formula (rumus) tersebut hanya berlaku bagi kedalaman (depth) > 2m 89 . Soenarno AS Co V (C–V) Co = C2 C −V C o ( C – V ) = C2 C2 – C o C + C o V = 0 C = Co ( ½ + V= 1 V − 4 Co Co 4 L = (C – V) T Lo = T = L Co C–v 2π C o 2 /C o = 2π C2 /C o g g v = f (debit udara yang dimasukan dan kedalaman air) = f (q air and depth) Untuk double buble gun : 3  V   qair =     2.6    Udara yang dimasukan adalah pada tekanan atmosfeer (air quantity at atmosferive Untuk single buble gun : 3  V   qair =     3.H.

2 )3 = 1.2  Debit udara minimum (q air min) =   ( 3.4.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Soenarno AS Contoh soal : Diketahui waterdepth 3 M LWS.8 m3/det per m1  2.14 V = ¼ Co V > 3.6  = 180 m3/det per 100 m1 panjang (untuk double buble gun) Untuk deepwater → V ≤ ¼ C o Untuk shallow water ( ω + 2πV )2 = 2πg tanh 2πd L L L V≤ d 2πd g tanh 4ω L d = kedalaman air Gambar V. T = 8 detik gT 10.R. Kecepatan Air Dalam Breakwater Syarat bagi breakwater yang aktif adalah V≥ 2πd g V ≥ tanh 4ω L g tanh 2πd 90 .H.8 = = 12.8 m/det ω 2π 2 x3.2 m/det Co = g = 3  3.

.ton / m' / tahun  Tb = B  91 ... Untuk pelabuhan besar dimana yang berkunjung kapal-kapal besar. per gang hour - Hari kerja pertahun yang diperhitungkan (± 300 hari) - Rata-rata jumlah hatch yang aktif.. tergantung kinerja faktorfaktor masing-masing pelabuhan tersebut. AS BAB 6. yang aktif adalah antara 4 dan 5 .I .R. RAMALAN KEBUTUHAN FASILITAS PELABUHAN (FORECASTING FOR PORT FACILITIES) VI . - Berapa jam kerja efectif sehari - Berth oceupancy factor (berth oceupancy ratio) - Rata-rata kapasitas bongkar muat....ton / M ' / tahun Panjang .. Berth Thronghput : DxOxHxGxC   .... lewat. PENDAHULUAN. Soenarno. Untuk dapat forecast fasilitas pelabuhan untuk tahun-tahun mendatang ... yang . Berth thronghput untuk masing-masing pelabuhan tidak sama.Dermaga Jadi performance suatu pelabuhan tergantung pada besarnya nilai Tb. Catatan : 1 gang = 15 orang pekerja - Rata-rata panjang kapal / berth (m) dan berth thronghput (Tb) Tb = BerthThroughput = C arg o. maka gang yang bekerja berdasar hatch (palka). H. diperlukan data-data kinerja pelabuhan yang bersangkutan antara lain. sedang pelabuhan kecil dengan kapal-kapal < 5000 DWT antara 2 dan 3 gang..Perencanaan Pelabuhan I Ir.dermaga = .

AS dimana : D : jumlah hari kerja setahun O : berth aacupancy factor = 330 hari = 60% .2. MERENCANAKAN PANJANG DERMAGA YANG DIPERLUKAN Misalnya kita ambil salah satu pelabuhan dengan data-data sebagai berikut : D= 330 hari O = BOR = 78% H= 20 jam G= 3 (untuk pelabuhan dengan kapal-kapal : > 5000 DWT) C= 15 ton/gang/hour (untuk pelabuhan dengan kapal-kapal >5000 DWT) B= 130 m (untuk pelabuhan dengan kapal-kapal > 5000 DWT) Tb = 330 x0. H. Soenarno.78% H : jumlah jam kerja efektif 2 hari = 12 – 20 jam/hari.78 x 20 x3 x15 = 1782. Diperlukan mengetahui jumlah cargo flow satu tahun untuk tahun yang direncanakan.60 x 12 x 2 x 10 = 528 ≈ 530 ton/m1/tahun 90 Maka untuk mengetahui (forecasting) berapa panjang (meter) demaga yang diperlukan untuk 5 tahun yang akan datang.ton / M ' / tahun 130 Apabila kita perhitungkan terhadap pelabuhan dengan kapal-kapal < 5000 DWT dimana G = 2 hatch . maka : Tb = 330 x 0.Perencanaan Pelabuhan I Ir. 92 .R. C = 10 ton/gang/hour dan B = 90 m. sedang BOR = 60% dan H = 12 jam/hari. Untuk Kpl > 5000 DWT < 5000 DWT G : jumlah gang 3a4 C : kapasitas kecepatan bongkar muat 15 – 20 B : panjang satu berth (tambatan) 130 m 2a3 10 – 15 90 m VI.

.... H.. karena perkembangan cargo flow disuatu tempat terkait dan sejalan dengan perkembangan penduduk setempat. Dipakai Growth Rayes Formule. AS Disini kita butuhkan daftar statistik cargo flow pelabuhan tersebut tiap tahunnya.% Kapasitas... Untuk menghitung trend nya serta cargo flow 5 tahun yang akan datang digunakan “Growth Rates Formule” dari Anto Dayan..Perencanaan Pelabuhan I Ir.. Catatan : Secara ekstrim apabila penduduk setempat pindah secara besar-besaran (exodus) maka cargo flow akan berkurang karena kapal yang berkunjung kesitu berkurang.. maka panjang dermaga yang diperlukan 5 tahun mendatang adalah Cf 5 ....... Soenarno.Tamba tan Pengguanaan dan kapasitas tambatan diperhitungkan dalam jam/meter : 93 .R. dan paling sedikit dapat diketahui 5 tahun terakhir..M ' Tb Catatan : Occupancy factor = Berth Occupancy Ratio (BOR) BOR = Penggunaan. sedang Growth Rates Formule dipakai sebagai dasar menghitung pertambahan penduduk.Tambahan x100% = . Grouth Rate Formule   Pn − 1 r = n Po   dimana : r = rate of growth Pn = contoh setelah n tahun Po = contoh tahun dasar n = jumlah tahun contoh jadi apabila dengan Growth Rate Formule setelah didapat cargo flow 5 tahun mendatang ( = Cf 5 ).

H. Soenarno. Ton/M2/tahun = Luas Gudang Penggunaan sebenarnya Occupancy factor = (prosentase pemakaian) x 100 % = ……. AS Kapasitas tambatan = Panjang tambatan x 24 x 365 jam/meter/tahun Penggunaan tambatan = Panjang tambatan x jam pengunaan sebenarnya VI . % Kapasitas penumpukan Kapasitas Penumpukan = Luas lantai x daya pikul lantai/m2 x jumlah hari/tahun = ………. maupun untuk pelayaran Nusantara secara bersama-sama. maka perhitungannya disatukan juga.. Dengan 94 . Ton/hari Penggunaan sebenarnya = Penjumlahan ton dari party x jumlah hari lamanya barang digudang = ……. MERENCANAKAN LUAS TEMPAT PENUMPUKAN YANG DIPERLUKAN Apabila gudang diperlukan baik untuk angkutan pelayaran samudra.R. Adapun rumus perhitungan ditetapkan sebagai berikut : Cargo lewat gudang Shed Throughput = ………. Khusus untuk tempat penumpukan ini untuk pelabuhan besar terdapat ratio : Gudang : Open storage = 40% : 60% Kecuali itu barang-barang berbahaya dan bahan-bahan pokok kebutuhan hidup sehari-hari. tidak lewat gudang. diangkut langsung keluar pelabuhan. Ton/hari.Perencanaan Pelabuhan I Ir.3. Dari perhitungan Shed Troughput dan occupancy factor perlu dianalisa sebagai berikut : O x P x 365 Ts = ──────── ton/m2/tahun D Ts = Shed Throughput O = Occupancy factor (prosentase pemakaian) P = Kemampuan daya dukung lantai dalam ton/m2 D = Rata-rata lamanya barang digudang (dipelabuhan-pelabuhan besar diartikan lamanya barang-barang yang diizinkan ditimbun di gudang).

R.buah 365 x0.m : 60 % manual (manusia) Jumlah forklift yang diperlukan untuk tahun yang bersangkutan : Jumlah. AS demikian bila C f = Cargoflow tahun yang diperhitungkan.000 ton setahun Rata-rata jam kerja sehari H : 10 jam/hari Rata-rata kapasitas bongkar muat (cargo handling) C : 20 ton/gang hour Occupancy factor O : 60 % Handling ratio H r . 4.Cf M 2 Ts dimana: 40% nya gudang dan 60% nya openstorage VI .60 x 52 minggu = 20 t/m2/tahun 4 Jadi Luas tempat penumpukan yang direncanakan = 0.Perencanaan Pelabuhan I Ir.50 x 0.5 ton/m2 . Ts = 2.Forklift = 7.40 = 63. Soenarno. karena pada umumnya muatan langsung itu ± 30%. D = 4 minggu. H. Maka. MENENTUKAN JUMLAH PERALATAN PELABUHAN DIPERLUKAN ( forecasting for port equipment).000.9.60 x10 x 20 Untuk offloading delivery dan stacking 100 % = 63. dalam perhitungan Shed Throughput tersebut dihitung ± 70%.78 buah / 140.8 buah Untuk peakday work dan maintenance 10 % = 12.58 buah ≈ 141 buah Cf x H r f Jumlah forklift = buah 365 x O x H x C 95 . Bila O = 60% dan P = 2.000 x0.f : 40% mechanical (forklift) H r .9 buah /127.000.7. Sebagai Contoh misalnya sebagai berikut : Telah diketahui cargo flow untuk tahun yang direncanakan C f : 7.

Kapasitasnya diperhitungkan secara terpisah. penggunaan. MENENTUKAN / MERENCANAKAN BANYAKNYA KAPAL TUNDA (TUGBOAT) YANG DIPERLUKAN BAGI SUATU PELABUHAN.Sc..% jam.005 bh tiap M 1 dermaga Luas Transit Shed = 45 M2 tiap M1 dermaga VI .. Pada umumnya pelabuhan-pelabuhan besar dinyatakan sebagai pelabuhan wajib tunda. 5. PENGGUNAAN PERALATAN PELABUHAN (UTILIZATION OF PORT EQUIPMENT) Data indikator ini diperoleh dari data statistik pelabuhan menurut jenis masingmasing peralatan. yang. 6.Perencanaan Pelabuhan I Ir. merenggang. adapun penilaian tinggi rendahnya daya dan hasil guna peralatan pelabuhan (bongkar/muat) ini dinyatakan dalam tinggi rendahnya persentase pemakaiannya..sebenarnya x100% = . Sebagai data perhitungannya ditetapkan sebagai berikut : Jam. H..04 – 0.tersedia Jam kerja yang tersedia dalam satu bulan ditetapkan 200 jam untuk tiap alat bongkar/muat (untuk semua jenis).R. ker ja. Guna menentukan kebutuhan tugboat pada tiap-tiap pelabuhan wajib tunda dipakai rumus emperis sebagai berikut : N Tg = (2...t 2 ) E Dimana : Tg = jumlah kapal tunda yang diperlukan 96 .. pindah tempat dan seterusnya.. Untuk Major Port Jumlah Forklift yang diperlukan =(0.14) bh tiap M 1 dermaga Jumlah crane yang diperlukan (mobile Crane) = 0.t 1 + S h .. AS VI . Untuk memperlancar lalu lintas kapal-kapal serta demi keamanan/keselamatan serta kelangsungan hidup bagi peralatan-peralatan pelabuhan maka diperlukan kapal tunda (tugboat) sebagai alat bantu utama guna merapat. Soenarno.

92/PR. H.R. Soenarno. KM. AS Sc = Jumlah pergerakan kapal setiap hari (Rapat – Lepas) S h = Jumlah kapal yang dimutasikan / digeser (shifting) setiap hari t 1 = Waktu rata-rata yang diperlukan untuk sekali menunda(dihitung mulai berangkat dari pangkalan sampai kembali) t 2 = Waktu rata-rata yang diperlukan untuk mutasi / penggeseran (shifting) E = Jumlah jam kerja efektif dimasing-masing pelabuhan N = Jumlah kapal tunda untuk menunda sebuah kapal Untuk nilai N tersebut didasarkan surat keputusan Mentri Perhubungan Republik Indonesia No. 3 151 M .Perencanaan Pelabuhan I Ir.minimal 1 kapal (N = 1) Panjang 101 s/d 100 M . Unit Tugboat PANJANG KAPAL VOLUME 1 60 M .302/Phb.minimal 2 kapal (N = 2) Panjang 201 s/d 100 M .85.150 M N0. Contoh Soal : Merencanakan Kapal Tunda (Tugboat).100 M 2 101 M .minimal 2 kapal (N = 2) Panjang 151 s/d 100 M .keatas Satuan PK per Unit 2376 M3 – 7355 M3 1 buah 800 1 buah 7356 M3 – 26151 M3 1 buah 1 buah 800 2000 2 buah 26151 M3 – keatas 1 buah 1 buah 1 buah 800 2000 3000 3 buah Bagaimana memperhitungkan volume atau displacement ( ∆ ) 97 . tanggal 11 April 1985 sebagai berikut : Panjang 71 s/d 100 M .minimal 3 kapal (N = 3) Untuk memperhitungkan hal ini diperlukan data-data statistik kedatangan kapal di masing-masing pelabuhan setiap pelabuhan terdapat data statistik kedatangan kapal setiap bulannya dan terperinci jumlah masing-masing menurut ukurannya.

92 x 10 x 2.53 γw = Berat jenis air laut = 1.53 x 2.025 x 0.92 x 13 x 4 x 1.025 x 0. Untuk panjang kapal 100 meter (LOA).53 x 2. Untuk panjang kapal 150 meter (LOA).025 x Cb Dimana : LWL = Length of waterlength (panjang batas garis air) B = Lebar Midshipsection/luar. Displacement ( ∆ ) = 151 x 0.2 x 1.83 = = 2376 m3.025 x 0. Displacement ( ∆ ) = 100 x 0. Displacement ( ∆ ) = 150 x 0.Perencanaan Pelabuhan I Ir.R. Untuk mengetahui berapa banyak kapal tunda yang diperlukan bagi suatu pelabuhan perlu dicari data-data sebagai berikut : Kunjungan kapal rata-rata per-bulan = 321 buah kapal.92 x 18 x 7 x 1. Contoh penyelesaian soal tentang jumlah kapal tunda yang diperlukan.92 x 13 x 4 x 1. Untuk panjang kapal 151 meter (LOA).53 x 2. Untuk panjang kapal 60 meter (LOA).53 x 2.8 x 1.025 x 0. Cb = Block coeffisient = 0.83 = = 7356 m3.53 x 2.92 x 18 x 7.83 = = 7355 m3.025 x 0. AS Displacement ( ∆ ) = LWL x B x d x 1. d = Fulloaded draft (tinggi garis sarat air). 98 . LOA = Length Overall (panjang keseluruhan kapal). Soenarno.83 = = 26151 m3.83 = = 26152 m3. H.025 g/cm3. Untuk panjang kapal 101 meter (LOA). terdiri dari : Panjang kapal 60 – 100 m sebanyak = 38 buah kapal Panjang kapal 101-150 m sebanyak = 41 buah kapal Panjang kapal 151 – keatas sebanyak = 8 buah kapal. Displacement ( ∆ ) = 60 x 0. Displacement ( ∆ ) = 101 x 0.

Waktu yang diperlukan untuk menunda = t1 = 2 jam. Keperluan Tugboat untuk menunda = N = 1 buah. diperlukan waktu 2 jam/setiap kapal 101-150 m sebanyak 1 kapal. Keperluan Tugboat untuk menunda = N = 2 buah. Sedang yang dimutasikan setiap harinya untuk kapal-kapal berukuran : 60 – 100 m sebanyak 1 kapal.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Tg = N (1.58 buah. E Tg = 1 ( 2 x1. Jumlah kapal yang dimutasikan = Sh = 1 buah. Soenarno. diperlukan waktu 2 jam/setiap kapal 151 – keatas sebanyak 1 kapal. Waktu yang diperlukan untuk mutasi = t2 = 2 jam Jumlah jam kerja efektif = E = 24 jam.t 2). diperlukan waktu 1 jam/setiap kapal. E Tg = 2 (2 x1. AS Waktu untuk menunda kapal-kapal tersebut diatas dihitung sejak berangkat dari pangkalan sampai kembali ke pangkalan rata-rata 2 jam setiap kapal.733unit 24 c) Untuk unit kapal dengan panjang 151 m keatas.70 x 2 + 1x 2) = 0.58 x 2 + 1x 2) = 0. Penyelesaiannya : a) Untuk unit kapal dengan panjang 60 – 100 m.70 buah. H.Sc.3466unit 24 b) Untuk unit kapal dengan panjang 101 – 150 m. 99 .t1 + Sh. Waktu yang diperlukan untuk mutasi = t2 = 2 jam Jumlah jam kerja efektif = E = 24 jam.Sc. Kunjungan kapal setiap hari = Sc = 41/24 = 1. Waktu yang diperlukan untuk menunda = t1 = 2 jam. Tg = N (1.t1 + Sh. Kunjungan kapal setiap hari = Sc = 38/24 = 1.R.t 2). Jumlah kapal yang dimutasikan = Sh = 1 buah.

Maka kapal tunda (Togboat) yang diperlukan untuk keperluan operasi pelabuhan dimaksud adalah : 1 (satu) buah kapal tunda (Tugboat) berdaya 2000 PK.29unit 24 Rekapitulasi : Untuk unit a) : 0. 100 . Waktu yang diperlukan untuk mutasi = t2 = 1 jam Jumlah jam kerja efektif = E = 24 jam. AS Kunjungan kapal setiap hari = Sc = 8/24 = 0.R.290 x 3000 PK = 870 PK Jumlah = 4011 PK. Soenarno.Sc.t1 + Sh. Keperluan Tugboat untuk menunda = N = 3 buah. H. Tg = N (1.33 buah.3466 x 800 PK = 277 PK Untuk unit b) : 0.t 2).733 x 800 PK = 586 PK 0.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Jumlah kapal yang dimutasikan = Sh = 1 buah.290 x 2000 PK = 580 PK 0. Waktu yang diperlukan untuk menunda = t1 = 2 jam.290 x 800 PK = 1466 PK = 232 PK 0. E Tg = 3 (2 x 0.733 x 2000 PK Untuk unit c) : 0.33 x 2 + 1x1) = 0. 1 (satu) buah kapal tunda (Tugboat) berdaya 1200 PK dan 1 (satu) buah kapal tunda (Tugboat) berdaya 800 PK.

yang dinyatakan dengan meter kubik (M3) atau “ register ton “ . 7. Maka jarak labuh kapal adalah (3d + L) yang berarti d = ± 71 m. UKURAN-UKURAN KAPAL Ukuran-ukuran kapal ini sangat penting bagi teknisi pelabuhan karena dalam menghitung uang pelabuhan dan uang terusan (Haven en kanaalgelden dalam bahasa Belanda atau juga disebut : harbour dues dalam bahasa Inggris). JARAK LABUH KAPAL Pada umumnya kapal membawa /memiliki jangkar sepanjang ± 225 meter. Soenarno.R.f = 2. Jadi tanah dasar harus pasir padat. Kita ambil sebagai dasar ialah isi kapal sebagaimana tertulis dalam surat ukurannya.836 M3) 101 . karena jangkar sulit ditarik. Jarak Labuh Kapal. (1 Register Ton = 100 C. Persyaratan untuk Lego Jangkar (Labuh kapal) 1) Kedalaman (waterdepth) maximum 70 meter LWS 2) Perairan tenang (tidak ada gelombang) 3) Dasar perairannya tidak boleh karang atau tanah liat. Juga tidak boleh Lumpur lembek. karena jangkar dapat berpindahpindah tempat. VI .Perencanaan Pelabuhan I Ir. 1. Gambar VI. 8. H. AS VI .

misalnya kapal tunda (tugbout) yang sama sekali tidak punya N. AS Isi kapal ditetapkan oleh pengukur kapal yang disumpah waktu hampir atau selasai dibangun.T dengan ruangan-ruangan tertentu misalnya tempat berdiam. Ukuran-ukuran tersebut meliputi : 1) B. Pengurangan ini kira-kira sebesar 35%. maka dengan perpindahan air (atau air laut) kita maksudkan perpindahan air sampai garis muat (geladen lastlyn).R.Perencanaan Pelabuhan I Ir.R. Ukuran Dead Weight Ton ini penting bagi daya muat sesuatu dok terapung (floating dock). Soenarno.T. (Bruto Register Ton atau Gross Tonage).T. juga disebut Isi Bruto Ukuran ini meliputi seluruh ruangan tiada terkecualinya yang berada dibawah palka (dek) juga diatas ditambah dengan semua ruangan tertutup dan beratap diatas palka tersebut. Akan tetapi dapat berbeda sekali bagi kapal kerja. (Netto Register Ton atau Netto Tonage). Ukuran ini terdapat dengan mengurangi ukuran B.R.R. Juga disebut isi Netto. 5) Daya muat adalah maksimum dead weight ini menyatakan beratnya barang yang harus dimasukan kedalam kapal ini tenggelam sampai garis muatan.T Dead weight Ton (bukan isi melainkan bobot dan juga disebut bobot mati) Ukuran berat ini adalah beratnya air laut yang dipindahkan oleh kapal. Daya muat 102 .T atau G.T. 3) Deplacement adalah isi ruangan didalam air yang diduduki oleh kapal atau isi air laut yang yang dipindahkan oleh kapal.R.R. 4) D. Jadi Pada umumnya NRT = 65% BRT.W. tanki air dan lain sebagainya. jadi dapat dikatakan deplacement kali berat jenis air laut yang dinyatakan dengan Ton (Inggris) dari 1016 kg atau Ton (metrik) dari 1000 kg. kamar mesin ruangan batubara (ruangan bahan bakar). H. 2) N. Jika tidak ada atau tanpa keterangan lain.

1.7 dan V. L. Dalam tumburan tersebut kemungkinan kapalnya yang 103 .W. allumunium dll) jadi bagian yang dari kayu juga palstik tidak termasuk disini.T (Light Weight Ton) Berat semua bagian kapal yang terdiri dari logam (besi. AS (draagvermogen) meliputi berat bersama dari pada muatan penumpang. Dr.W. Very Large Crude Carriers : BRT DWT ≈2 BRT For all ships : Total Displacement ≈ 1.5. 6) Kapal kosong ialah kapal dengan inventaris tetap dan ketel terisi sampai “Op peil”. 7) L.L. karena kapal tidak memiliki rem seperti halnya mobil.3 to 1.C.T ini diperlukan pada saat kapal dinyatakan sebagai besi tua dan dijual. kemungkinan terjadi tumburan kapal dengan dermaga. Fender berfungsi sebagai bumper saat kapal menambat di dermaga. air dan inventaris lepas. PENDAHULUAN. tembaga.4 Ratio BRT berkisar untuk Freighters = 1. Kuningan. Soenarno. Menurut Prof.Perencanaan Pelabuhan I Ir.C = 1. bekal. bahan bakar. Byker general ratio untuk kapal : DWT Normal Ships : ≈ 1.R.3 NRT BAB 7 FENDER VII. H. Ir. baja.

Disamping itu ada fender yang dibuat dari ban-ban bekas yang diisi dengan rotan. Bahkan ITB Bandung pun pernah memproduksi Rubber fender dimaksud. Shibata dan lain-lain. Supe Mtype.R. AS rusak atau dermaganya yang rusak. dan lain-lain. maka dipasanglah fender. Pada umumnya dermaga dari beton. 104 . Soenarno. Untuk melindungi kemungkinan rusaknya dermaga atau kapal. r = Radius putar (turning radius) dari kapal dari ceatre gravity. g 1 + l  t 2 ℓ = Jarak pusat berat (Centre gravity = CG) ketitik tambat (berthing point) sejajar dermaga.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Untuk dermaga kayu dibangun fender dari kayu yang dipasang didepan dermaga. Cilinder type. Rubber fender banyak macam typenya. Jadi apabila terjadi tumburan keras. Rotan yang dibungkus deretan ban bekas banyak terlihat dipelabuhan Khao Shung (Taiwan Selatan) dulu di Indonesia juga banyak digunakan itu.1. paling-paling yang rusak fender nya. antara lain : V type. Fender ( )  ( )  2  l 2 WV r E = x  2. Gambar 7. Rubber fender banyak dibuat oleh pabrik-pabrik Seibu. Cell type. H. Bridgestone. karenanya fender yang dipakai adalah rubber fender.

Earthing point of ship W1 (=M1) 11 = Displancement Tonnage = 130 % dari DWT (ton) 11 W (=M ) = Additional Weight = π 4 . Soenarno.(ton) L = Panjang kapal (m) D = full loaded draft (. untuk ukuran : 105 .1. Simbol pernyataan demensi fender adalah sebagai berikut.R.m) ρ w = berat volume air laut (specific weight of seawater) W = W1 + W11 atau M = M1 + M11 (ton) W (=M) = Virtual Weight adalah berat yang dipakai dasar memperhitungkan demensi fender.L.ton − m 2g 2g W = Weight (berat) M = Massa Kinetic Energy (E) = Effective Berthing Energy (E1) = Mv2 x k Ton –m Untuk quarter point approach : k = ½ Gambar 7. AS Mv 2 Wv 2 atau .ρ w .( D 2 ). H.Perencanaan Pelabuhan I Ir.

Perencanaan Pelabuhan I Ir. hasil ukuran yang terkecil ………… dst.3.1 x panjang kapal terkecil dibanding 0. Bila beda pasang surut 3 à 4. CONTOH SOAL RENCANA PENGGUNAAN FENDER Direncanakan memasang Rubber fender Super M Type pada dermaga sepanjang 1000 M pada salah satu pelabuhan. E.50 m dan panjang fender = 3. hasil ukuran yang terkecil yang dipakai sebagai jarak masing-masing fender (jarak as ke as fender). Apabila perlu dapat juga dipakai miring (antara horisontal dan vertikal). H. Bila beda pasang surut kecil (misalnya < 2.2. Letak fendernya bergantung besarnya beda pasang surut. JARAK PERLETAKAN MASING-MASING FENDER.00 m Disebut 500 H x 3.08 x panjang kapal terbesar.50 M). maka sebaiknya dipasang vertikal (apabila panjang fender 3 – 4. hal ini mungkin menjadikan biaya mahal. Jarak Perletakan masing-masing fender ditentukan sebagai berikut : Jarak perletakan masing-masing fender ditentukan sebagai berikut : 0.R.50 m) maka dipasang mendatar (horizontal). sedang jaraknya tetap as ke as. V. Dari data-data pelabuhan dimaksud dapat 106 . AS Tinggi fender = 0. VII. Soenarno. R dan L. VII. Jarak perletakan masing-masing fender ditentukan sebagai berikut. 0.000 L E1 Panjang fender (L) = (meter) 2 25 H Reactive force (R) = 75 HL (ton) Hasil-hasil perhitungan tersebut diatas dapat dicocokkan dengan Nomogram H/M.1 x panjang kapal terkecil dibanding 0.00 M seperti di Dumai (Riau) maka fender bisa dipasang horizontal tetapi sebanyak 2 baris .08 x panjang kapal terbesar.

Soenarno.000 GRT. Penyelesaian soal : Kapal-kapal yang berkunjung dipelabuhan tersebut : Kapal-kapal penumpang (Pessengers ship) 3. AS diketahui. H.000 DWT s/d 15.15 M/detik.500 DWT 9.000 Ton Displancement Tonnage M1 = 20.10 M.000 DWT = 15. Tentukanlah : a) Panjang dari demensi fender dimaksud b) Reactive force dan jumlah fender yang diperlukan c) Jarak fender dan gambar perletakannya. Perhitungan demensi fender Ukuran kapal = 15.000 DWT Sesuai general ratio.50 M Berthing approach Berthing Velocity Additional Weight = 165 M = Quarter Point Approach V = 0. Juga dipilih ukuran Rubber fender Super Mtype 500H.Perencanaan Pelabuhan I Ir.R.000 DWT s/d 10.000 GRT ≈ 13.000 Ton Panjang kapal L Full loaded draft D = 9. bahwa kapal-kapal yang berkunjung sepanjang tahun adalah sebagai berikut: Kapal-kapal penumpang (Pessengers ship) = 3000 GRT s/d 9000 GRT Kapal-kapal barang (Freighter) = 7000 DWT s/d 15000 DWT Kapal-kapal tangki (Tanker) = 5000 DWT s/d 10000 DWT Ketentuan-ketentuan lain yang dapat kita ketahui antara lain cara menambat kapal (berthing approach) ditentukan “Quarter point approach” sedang kecepatan menambat ditentukan sebesar 0. beda pasang surut disitu = 2.000 DWT Kapal-kapal tangki (Tankers) 5.000 DWT. dan kapal besar : 15.000 GRT Kapal-kapal barang (Freighters) 7.000 GRT ≈ 4.15 M/detik M11 = π D2 Lρw = 4 107 .000 GRT s/d 9. untuk Normal ship DWT ≈ 1.500 DWT Dengan demikian berarti kapal kecil : 3.5 GRT Jadi 3.

000 Ton = 32.00 Ton = 112.000 L Besarnya Reactive force : Reactive force (R) = 75 HL = 75 x 0.50 x 3.5)2 165 x 1.000 Ton Mv2 Kinetic Energy kapal : 32.73 T/m Effective Berthing Energy E1 = ½ E = 18.03 = 4 = 12.00 M Jadi demensi fender 500 H x 3.37 = 25 H2 25(0.50 m Dengan demikian jumlah fender 1000 = 105 buah 9.37 T/m Dipakai Rubber fender Super M type 500 H E11 Jadi panjang fender L= 18.50 m 0. AS = 3.R.Perencanaan Pelabuhan I Ir.20 m Jadi jarak fender (jarak as ke as fender) = 9.9392 ≈ 3.50 108 .08 x 165 m = 13.50 Ton Jarak dan jumlah fender yang diperlukan : Panjang dermaga : 1.15) 2 E= = 2g = 2 x 9.000 (0.1 x 95 m = 9.14 (9. Soenarno.000 Meter Panjang kapal terkecil (3000 GRT) = 95 m Panjang kapal terbesar (15.80 = 36.000 DWT) = 165 m 0. H.000 + 12.5)2 = 2.000 Ton Virtual Weight = M1 + M11 M = 20.

Perencanaan Pelabuhan I Ir. AS Beda pasang surut 2. karena draft kapal terkecil 5.70 m. sehingga dalam keadaan pasang atau surut tidak terpengaruh dan tetap dapat bersandar pada fender.10 m maka perletakannya cukup satu lapis horisontal. H. 109 .R. Soenarno. Gambar Perletakan Fender.

Perencanaan Pelabuhan I Ir. PEKERJAAN REKLAMASI (RECLAMATION) Untuk melaksanakan pekerjaan ini tanah yang akan dipakai mengurug labih dulu harus diteliti nilai φ nya dilaboratorium.2. kurang dari 25o tidak memenuhi syarat untuk Reklamasi. Untuk dipakai sebagai tanah urug nilai φ nya (lereng alam) minimum 25o. Sebaliknya kontraktor keruk harus memperhitungkan benar-benar produksi keruk yang harus dikerjakan untuk mencapai kedalaman yang ditentukan. Dengan cara ini bouwheer (pemberi order) tidak dipusingkan oleh besarnya produksi keruk. PENGERUKAN (DREDGING) VIII.1.1. a) Tender pekerjaan keruk dengan dasar produksi keruk b) Tender pekerjaan keruk dengan dasar hasil kedalaman yang dituntut (berarti cara lumpsum). supaya tidak rugi. 1. yang penting kedalaman yang dituntut terpenuhi. Untuk maksud tersebut harus diketahui density tanah keruk dan juga berat 110 . Pekerjaan pengerukan meliputi pekerjaan-pekerjaan Capital dredging (pengerukan awal). CAPITAL DREDGING DAN MAINTENANCE DREDGING Untuk pelaksanaan ini cara tendernya dapat dilaksanakan dengan beberapa cara. Soenarno. maintenance dredging (pengerukan perawatan) dan Reclamation (Reklamasi atau Pengurugan).R. PENDAHULUAN.1. H. VIII. VIII. walaupun lebih besar dari yang diperkirakan. AS BAB. Pada umumnya dilaksanakan dengan cara kedua (berdasar kedalaman air yang dituntut). VIII.

AS volume dry silt.000 kg/m3.000 1. H.R. sehingga dapat diketahui jumlah dredge material yang harus dikeruk.54. maka γsilt = 2.400 – 750 = 650 kg tanah (dry silt) 1. apabila jumlah volume in situ soil diketahui.000 kg dry silt (in situ soil) harus dikeruk 1. Soenarno.200 = 750 1.6 Jadi 1 M3 tanah keruk (dredge material) mengandung 750 kg air atau 0. Cara memperhitungkannya adalah sebagai berikut : Contoh bagaimana memperhitungkan jumlah tanah keruk (dredge material) yang harus dikeruk.6 α → α = 1. Disamping itu perlu diketahui density tanah dasar yang akan dikeruk dan berat volumenya tanah tersebut. Bila tidak ditentukan lain.000 3 M = 1. tetapi bila meliputi pengerukan alur yang berada diperairan laut maka γ w = 1.2.400 kg = α kg air (water) + β kg tanah (silt) 1 M3 = α + β 1. Misalnya density tanah keruk tersebut = 1. α = 750 kg air β = 1. sedangkan berat volumenya = 2. Catatan : Dalam hal pengerukan tresebut apabila meliputi perairan sungai misalnya. CONTOH SOAL 111 .000 kg dry silt = 1. maka γ w = 1.600 2.54 M3 dredge material.600 = 2. berarti airnya tawar. VIII. 1 M3 = 1.000 x 2.6 α + β 1.400 kg/m3 .M 3 600 Jadi untuk mengeruk 1.600 kg/m3.030 kg/m3.400 = α + β 1.200 = 1.750 M3 air.Perencanaan Pelabuhan I Ir.600 kg/m3.

Soenarno. Berapa meter kubik dredge material sepanjang 12 mil yang harus dikeruk sesuai rencana tersebut diatas.740 M3 Density Lumpur 1480 berarti 1480 kg/m3 112 .6 m Jadi Volume tanah ”in situ soil” = 19311. Dari hasil penelitian diketahui density lumpur disitu adalah 1480 sedang γ drysilt = 2600 kg/m2.6093 km = 12 x 1609. Dari suatu alur pelayaran keluar dari pelabuhan sungai menuju kelaut sepanjang 12 mil. Untuk maksud tersebut direncanakan memperdalam alur sepanjang 12 mil tersebut dari 300 m dibawah LWS menjadi 5.50 m = 150 m2 2 Panjang alur 12 mil = 12 x 1. Juga ditentukan bahwa lebar alur sebelah atas adalah 80 meter.Perencanaan Pelabuhan I Ir.896. yang memiliki kedalaman alur 3. Gambar V. Gambar penampang pengerukan Luas penampang yang harus dikeruk adalah gambar trapesium yang diarsir.R. PEYELESAIAN SOAL DIATAS. Hitunglah jumlah dredge material (tanah keruk). Luas penampang tersebut 80 + 40 x 2.00 meter dibawah LWS akan ditingkatkan fungsinya untuk dapat dilayari kapal-kapal yang lebih besar.6 x 150 M3 = 2.3 m = 19311. AS Contoh cara memperhitungkan jumlah tanah keruk (dredge material) yang harus dikeruk sesuai dengan yang direncanakan. sedang lebar alur sebelah bawah adalah 40 meter. H.50 m dibawah LWS.

volume tanah “in situ soil” = 2.876.6 β = 1480 – 700 = 780 kg tanah (silt) 1 M3 dredge material mengandung 0.6 α + β 1480 = α + β 1120 = 1.000 kg. Jadi dredge material sepanjang alur yang harus dikeruk 7.740 M3 dan beratnya sama dengan = 2.876.R. Sesuai gambar design. AS 1 M3 = 1480 kg = α kg air + β kg tanah (silt) α 1 M3 = M3 air + 1000 β M3 tanah (silt) 2600 x 2600 2600 = 2.479.Perencanaan Pelabuhan I Ir.588.282 M3 = 1000 = 9.62 Jadi α = 1120 = 700 kg air 1. Soenarno.282 M3 dredge material Jadi untuk mengeruk : 1000 tanah “in situ soil” harus dikeruk 1.000 x 1.524.282 M3 dredge material.768 M3 113 .740 x 2600 kg = 7.70 M3 air juga mengandung 780 M3 silt 2600 Maka 1000 kg dry silt (tanah kering) = 1000 M3 780 = 1.749. H.47952.

LP3ES. J.R. 10. II.Per Bruun.W. Dredging. Pengantar Methode Statistik Jilid I Cetakan 11. Design and Construction of Port and Marine Structures. Cooper. Breakwater Design (volume III). Cornick.1968. Published by The International Course in Hydraulic Engineering.E. Anto Dayan. Hubert R. 1972. Beaundelair J. Published by Brown Son & Ferguson LTD Nautical Pablisher.1860 7. 8. 1976. Delft Technological University The Netherlands. 4.1968. 1986. Soenarno. 5. 1978. Port Engineering Handbook.P. 2. Mac Graw Hill.F. H. 3. Quinn. Dock & Harbour Engeneering vol.1978. 1978. Delft Technological University The Netherlands. Massey W. A handbook for Engineers. Published by Edward Arnold. Port Planning and Port administration. Harbour and Beach Problem (volume II). 9.P. Delft Technological University The Netherlands. VI. III. 6.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Published by The International Course in Hydraulic Engineering.P. I. Massey W. 114 .N. AS DAFTAR PUSTAKA 1.W.W. 1979. Published by The International Course in Hydraulic Engineering.E. Gulf Publishing Company. Practical Dredging and Allied Subjects. Delft Technological University The Netherlands.E. Massey W. Alfonzo de F. Tidal and Coastal Engineering (volume I). Bray R. Published by Charles Griffing & Company Limited London. H. Published by The International Course in Hydraulic Engineering.

R.Torben Ernst Cs. 1975.(Conference Eastbourne England).Coastal Engineering Research Centre (CERC). II. AS 11. Shore Protectoin Planning and Design. Soenarno. H. Prepared by the Secretariat of UNCTAD. 1961.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Technical Standards for Port and Harbour Facilities in Japan 1980. Planning and Desigh of Port and Marine Terminals. British Library Cataloguing in Publication Data Breakwaters ‘88’. Published by U. Published by JOHN WILEY AND SONS 13.Handbook for Planners in developing Countries. 15. Volume I. 1957. Port Development. 12. The Overseas Coastal Arae Development Institute (OCDI) of Japan. A. ------------.Thomas Telford London. United Nation New York 1978. 1966. Navy. 115 .S. Desigh of Breakwater. 14. III. 1977. 4. May 1988. Technical Report (TR) No. 1954.

80 ( USAID ) Pembangunan Pelabuhan Ambon. Soenarno. Ternate dan Tenau ( Kupang ) 01-10-1965 s/d 01-10-1968 Direktur P.R. H.N.Perencanaan Pelabuhan I Ir. 01-01-1964 s/d 01-06-1966 Project Manager Three Ports Project DLF No. AS PENGALAMAN PENULIS. Pelabuhan Daerah VII Maluku di Ambon. 01-10-1968 s/d Akhir 1969 Pegawai Tugas belajar Utama pada Internatioanl Course In Hydraulic Engineering Delf Techno logical University The Netherland ( Belanda ) 1970 s/d 1976 Kepala Seksi Survey dan Perencanaan Pelabu han Direktorat Jenderal Perhubungan Laut 1972 s/d 1974 Pemimpin Proyek Pembangunan pelabuhan Bengkulu 1974 s/d 1976 Pemimpin Proyek Pembangunan pelabuhan Panjang di Bandar Lampung 1976 s/d 1977 Kepala Bidang pelabuhan dan Pengerukan Pada Kantor Wilayah Perhubungan Laut III di Tanjung Priok Jakarta s/d 01-01-1978 Kepala Bagian Perencanaan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di Jakarta s/d 01-09-1985 Direktorat/Kepala Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut 116 .

R.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Dok dan Galangan Kapal KODJA ( BUMN Departemen Perindustrian ) Persero di Jakarta 1987 s/d 1991 Ketua Dewan pengawas PERUM PENGERUKAN Indonesia ( BUMN Departemen Perhubungan ) di Jakarta 1985 s/d 1987 Dosen/Penceramah Pada Kursus Perencanaan dan Management Departemen Perhubungan. H. AS 1981 s/d 1992 Komisaris Utama P. Soenarno.N. 1977 s/d 1988 Dosen Mata Kuliah pelabuhan pada Fakultas Teknik Universitas Indonesia di Jakarta 1975 s/d Sekarang Dosen Mata Kuliah Perencanaan Pelabuhan pada Institut Sains Dan Teknologi Nasional di Jakarta 1976 s/d Sekarang Anggota Steering Commite ( Team Pengarah ) Pembangunan Pelabuhan Samudra Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta ( Departemen perhubungan ) 1979 s/d Sekarang Anggota Steering Commite ( Team Pengarah ) Pembangunan Pelabuhan Samudra Nelayan ( Jakarta Fishing Port/market Development Project ) di Muara Karang Jakarta ( Departemen Pertanian ) 1995 s/d 1996 Port Planner pada Eng Consultant NIPPON KOEI Co. Jakarta. LTD/PT. tentang Sub Sektor Perhubungan Laut. Widya Pertiwi Eng pada Proyek Pembangunan pelabuhan Samudra Peti Kemas di Makassar. 117 . 02 Januari 2002.

Soenarno.R.Perencanaan Pelabuhan I Ir. AS 118 . H.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful