PERENCANAAN PELABUHAN I

Ir. H.R. SOENARNO. AS

JURUSAN TEKNIK SIPIL
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL
JAKARTA
2004

KATA PENGANTAR
Seperti kita ketahui sampai saat ini masih terasa kurangnya buku-buku berbahasa
Indonesia yang membahas tentang Ilmu Pelabuhan, baik yang mengenai Teknik Pantai dan
Teknik Pelabuhan ( Tidal and Coastal Engineering ) maupun operasi dan Manajemen Pelabuhan;
serta hal-hal yang menyangkut Transportasi laut dalam rangka kegiatan Perhubungan Laut ,
walaupun sudah banyak buku-buku tentang pelabuhan yang ditulis dalam bahasa asing.
Oleh karena itu untuk kepentingan para mahasiswa dan generasi muda kita, maka kami
berusaha menyusun buku Perencanaan Pelabuhan ini.
Menurut pengalaman kami lebih dari seperempat abad memberi kuliah, khususnya dalam
bidang pelabuhan, terasa kurang berhasilnya dalam menempuh studinya, antara lain disebabkan
karena kurangnya minat baca bagi para mahasiswa; dan hal ini dapat dimengerti karena indikasi
kurangnya minat baca tersebut disebabkan kurangnya mereka menguasai bahasa asing.
Mengingat tenaga mereka apalagi sebagai sarjana sangat diperlukan negara dan
masyarakat kita dewasa ini , maka merupakan kewajiban kita semua untuk menarik minat baca
mereka dengan memberikan kemudahan-kemudahan berupa tulisan-tulisan ilmiah dalam bahasa
Indonesia.
Atas dasar kepentingan dan maksud tersebut diatas, mendorong kami untuk menyusun
buku ini dengan segala kekurangan-kekurangan yang ada, kami berusaha menyajikan hal-hal
yang secara langsung nantinya akan mereka gunakan dalam praktek.
Walaupun buku ini belum selengkap yang diharapkan, namun buku ini sudah memuat
dasar-dasar dan pokok pengetahuan sebagai bekal untuk nantinya mampu melaksanakan
pekerjaan-pekerjaan pembangunan khususnya dibidang perhubungan laut dengan sebaik-baiknya.
Tentu saja kami tidak hanya berhenti disini, melainkan dengan segala kekurangan yang
ada , secara bertahap akan kami sempurnakan dan kami lengkapi sesuai dengan kemajuan
teknologi yang mempengaruhi perubahan pada cara-cara kerja dan peralatan yang dimaksud.
Puji syukur kami panjatkan atas Kehadirat ALLAH SWT , karena dengan rahmat dan
Anugrah –NYA kami dapat menyusun dan menyelesaikan buku Perencanaan Pelabuhan I.
Kami mengucapkan terima kasih kepada teman dosen di ISTN yang telah membantu
menyelesaikan pembuatan buku Pelabuhan I ini sdr Ir. Marsiano MSc , Ir. Rahardjo MT, Ir. Atjep
i

Sudaryanto MT dan teman-teman dosen lain yang tak dapat kami sebutkan satu persatu. Dan
juga kepada semua pihak yang telah memberikan masukan-masukan yang sangat berarti dalam
menyelesaikan tugas ini.
Kami menyadari ,bahwa buku yang kami susun ini masih memiliki banyak kekurangan
dan kelemahan. Oleh karena itu, kami menerima segala kritik dan saran yang bersifat positif
untuk kami.
Semoga Diktat ini memberikan banyak manfaat bagi kami pada khususnya dan bagi
pembaca pada umumnya.

Jakarta, 18 Januari 2005.

Penulis.

ii

II.3. Pendahuluan .2. I. 1 I. Berdasarkan Teori Seimbang dari NEWTON. Macam-macam Pelabuhan Berdasarkan Kriteria... Berdasarkan Jenis Perdagangan.1.………………………………... Penyelidikan gelombang. ………………………………………………………………… 19 IV. ARUS AIR LAUT.2..1. ………………………………………… 21 IV. ………………………………………… 4 I.2... Pendahuluan... Wave Refraction dan Wave Diffraction.2.. ………………………………… 4 ………………………………………… 4 BAB. IV. Pengukuran Kedalaman (ukuran kedalaman ) air laut . I.……………………… 14 III. ………………………………… 28 ………………………………………………………………… 30 IV. ………………………………………………………………… 18 IV... .……………………… 6 BAB.3.. …. Pendahuluan. ………………………………………………………………… 12 III.2.6.. IV.4.2.5. Difraksi.. 17 BAB.. Gelombang.3.. Pemandangan Umum Tentang Pelabuhan... Berdasarkan Konstruksi Teknis. Berdasarkan Jenis Pungutan Jasa. .. GELOMBANG ( WAVE PROPERTIES ).1. Panjang dan kecepatan Gelombang. III.... ... Berdasarkan Kegiatannya. ………………………………………………… 30 iii . ………………………………………… 4 I. Equivalent Deepwater wave. PASANG SURUT AIR LAUT..1.. IV..2.2.1.6.... ………………………………………………… 27 IV. Cara Pengukuran Kecepatan dan Arah Arus.……………………….. PENDAHULUAN. 4 I.4. III.2.. II.DAFTAR ISI Kata Pengantar ………………………………………………………………………… i Daftar Isi ………………………………………………………………………… iii BAB I.………………………………………………………………… 6 II.

Keuntungan dan kerugian masing-masing type.……………. Ukuran-ukuran kapal. 97 …………………………………………….…………. 101 BAB. Macam-macam Breakwater. Pendahuluan. ………………………………………………. Jarak perletakan masing-masing fender. Jarak labuih kapal. VI. VII. Contoh soal rencana penggunaan Fender. Refleksi Gelombang.12.. 106 iv . VI.11. FENDER.. ………………………………………………………………. ……. 105 VII. VII. Penggunaan Peralatan Pelabuhan. …………………. ………………………………… 36 IV... 49 …………………. V.IV. 101 VI.7. ………………………………………………………… 35 IV.……………………...2..1. VI. Pengaruh gelombang didalam Pelabuhan. 51 Contoh soal Breakwater type Rublemound.. V. V. ………………………………………………………………………… 31 IV. 103 VII. Fetch. PENAHAN / PEMECAH GELOMBANG.2. …….2.10. ………………………………………………………………..4. Wave Runup dan Over topping.6. 94 VI.1.. RAMALAN KEBUTUHAN FASILITAS PELABUHAN..………….………………….4.………………………. ………………………………………………………… 35 IV...………………….3. Wave shoaling.5.. Menentukan jumlah peralatan pelabuhan yang diperlukan.. ………………………………… 70 Contoh soal Design konstruksi Breakwater type Caisson.3. …………..1 Pendahuluan …………………………………………………………………. VI. 48 V.7.…. ………………………………………… 40 BAB.. Breakwater type Rublemound. 91 VI. Merencanakan Panjang Dermaga.5. …………….3 Pemilihan Type ……………………………………………………………… 49 V.……………………. Merencanakan luas tempat penumpukan yang diperlukan. ………………… 80 BAB.. 48 V. …………………….……………. ………………………………………………… 37 IV.. …………………………………. Wave Breaking. Pendahuluan.9. 96 ……………….8.5. ……… ……………………. 92 VI. 95 VI. Merencanakan banyaknya kapal Tunda.

VIII. Tentang ……………………………………………………………………. 110 DAFTAR PUSTAKA. Pekerjaan Reklamasi. Lamp.. E.. ………………………………………………. Tentang …………………………………………………………………… v . Contoh soal. VIII..………………………. 114 LAMPIRAN-LAMPIRAN. Pendahuluan. ……………………………………………………………….BAB. 109 VIII.………………. Lamp. A. LAMP. C.1. PENGERUKAN ( DREDGING ).4. ……………………….. Capital Dredging dan Maintenance Dredging. D. Lamp... B. ………………………………………………………………… 113 PENGALAMAN PENULIS …………………………………………………………………. Tentang …………………………………………………………………… Lamp..3. 109 VIII. Tentang ……………………………………………………………………. Tentang …………………………………………………………………….2.. 109 VIII. ……………….

Perhubungan laut termasuk pelabuhannya merupakan prasarana (infrastructure) dari perekonomian. angkutan laut dan angkutan laut. sehingga dalam hal-hal seperti itu terpaksa masih digunakan istilah asing. Selanjutnya pelabuhan dilengkapi dengan fasilitasfasilitas tambat dan pergudangan serta pier atau penahan gelombang.H. Banyak Istilah-istilah kepelabuhanan yang belum ada terjemahannya dengan tepat. Jadi ringkasnya “ Port “ adalah Harbour yang telah dimanage (dilola). maka makin lama kapal-kapal makin besar. kata aslinya adalah labuh yang berarti Pelabuhan laut. bebas dari rintangan untuk navigasi dan terlindung dari taufan. 1 . Pelabuhan. Harbour : adalah tempat perairan yang cukup dalam untuk tempat kapal-kapal berada.R. Sehubungan dengan perkembangan perekonomian. Pelabuhan Laut merupakan terminal point antara angkutan darat dan angkutan laut. AS BAB I PEMANDANGAN UMUM PELABUHAN I. serta angkutan laut dengan angkutan darat. 1 PENDAHULUAN. itu adalah tempat berlabuhnya kapal-kapal laut. kapal-kapal tersebut biasanya sampai dimuara sungai berhenti berlabuh sambil menunggu cuaca baik agar dapat melanjutkan perlayarannya menuju antar pulau dan melaut kenegara lain. sehingga hanya kapal-kapal kecil melewati sungai-sungai dan kapal-kapal besar berlabuh dipelabuhan sebagai terminalnya. Kita kenal istilah Harbour dan Port dalam bahasa Inggris. sehingga kapal-kapal dapat berlabuh disitu dengan aman. terjemahannya keduanya adalah Pelabuhan sedangkan keduanya memang berbeda. Dahulu kala sungai-sungai merupakan alur pelayaran bagi perahu-perahu dan kapal-kapal.Perencanaan Pelabuhan I Ir. antara lain . Port : Harbour yang secara tetap digunakan oleh masyarakat yang sibuk berdagang dan bongkar muat angkutan laut. Soenarno. Karenanya muara-muara sungai dahulu merupakan pelabuhan. dimana kapalkapal berlabuh (membuang jangkar/sauh).

Port dipimpin oleh Port Administrator (Administrator Pelabuhan / Adpel) contoh Port di Indonesia adalah.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Makassar dan lain-lain. DLL Pelabuhan Militer (Pangkalan Angkutan Laut) tidak akan kita bahas.M. Tanjung Perak.U. yaitu : PT. Pelindo I berpusat di Belawan (Medan) PT. Pacitan dan lain-lain.H.R. I. MACAM – MACAM PELABUHAN : Dibawah ini disajikan suatu diagram tentang macam-macam pelabuhan. Pengandaran. contoh harbour di Indonesia adalah pelabuhan-pelabuhan Eretan. Belawan. AS Harbour dipimpin oleh Harbour master (Syahbandar). PELABUHAN PELABUHAN MILITER PELABUHAN NIAGA PELABUHAN UMUM PELABUHAN KHUSUS PEL MINYAK PEL PERIKANAN PEL BATU BARA PEL KAYU PEL PEMDA . yang kita bahas selanjutnya adalah Pelabuhan Niaga khususnya Pelabuhan Umum. 2.N (Badan Usaha Milik Negara)/ Harbour State Own Enterprises . Pelabuhan Tanjung Priok. sekarang di Indoensia BUMN yang dimaksud bernama Pelindo (Pelabuhan Indonesia) berbentuk PT (Persero) dan terdapat 4 Persero. Pelabuhan Umum di Indonesia dikendalikan oleh Negara jadi termasuk B. Pelindo II berpusat di Tanjung Priok (Jakarta) 2 . Soenarno.

Kantor Perdagangan dan Perindustrian. sedangkan gudang penyimpanan (lini III atau warehouse). juga bila mungkin menyediakan lahan untuk galangan kapal. kolam tempat berputar kapal (turning basin). Pelabuhan dalam hal ini PT. Untuk membangun kolam pelabuhan dan alur pelayarannya diperlukan “Capital Dredging” (pengerukan awal) dan untuk memelihara kedalamnya diperlukan “Maintanance Dredging” (pengerukan perawatan). swasta dapat membangun dengan izin pelabuhan sedangkan untuk air minum/air kapal bila mungkin pelabuhan menyediakan fasilitasnya. Pada tahun 1991 3 . AS PT. Perbankan. alur pelayaran masuk. air kapal diambil dari perusahaan air minum walaupun dengan harga yang sangat tinggi dibanding dengan harga umum. Jaringan listrik juga disupply dari perusahaan Listrik Negara. Pelabuhan menyediakan tempat/lahan untuk Kantor. Pelindo IV berpusat di Makassar (Ujung Pandang) Dibina oleh Depertemen Perhubungan c. Dalam hal pergudangan pelabuhan wajib menyedikan Transit Shed (gudang lini I dan lini II). Pelindo Persero wajib menyediakan fasilitas pelabuhan antara lain : dermaga dengan kelengkapan fender dan bolder. Untuk keperluan tersebut perlu dipahami “Tidal and Coastal Engineering” yang mempelajari antara lain pasang surut. pergudangan dan open storage (tempat penumpukan) peralatan pelabuhan (port equipment) baik peralatan darat maupun peralatan dilaut seperti Crane. forklift. begitu pula pembangunan penahan gelombang (breakwater). Kantor Keamanan (KP3) (Kepolisian di pelabuhan). Sebelum pelabuhan menjadi (berstatus) Perum (Perusahan Umum Negara) status pengerukan merupakan Divisi dari instansi pelabuhan .q Direktorat Jendral Perhubungan Laut. tetapi bila tidak.H. khususnya bangunan air tidak mudah pelaksanaannya. Kantor Pelayaran. Kantor Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL). Soenarno. Kantor Bea dan Cukai. truck dan alat-alat bongkar muat lainnya. kolam pelabuhan.R.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Pada saat pelabuhan ditetapkan sebagai Perum maka pengerukan juga ditetapkan sebagai Perum dan terpisah dari Perum pelabuhan. arus laut. gelombang dan teknik pantai. Pembangunan fasilitas-fasilaitas tersebut diatas. Pelindo III berpusat di Tanjung Perak (Surabaya) PT. Kantor Karantina Depkes.

BERDASAR KONSTRUKSI / TEKNIS 1) Pelabuhan alam : Pelabuhan secara alamiah sudah memenuhi kriteria. 3) Artificially excavated port : Pelabuhan yang dibangun dengan mengeruk daratan/ pantai untuk dijadikan kolam pelabuhan. Rukindo Persero. maka dapat dikelompokan menjadi 4 kelompok sebagai berikut : a.3. yakni terbesar ketiga di Asia setelah armada keruk dari Jepang dan Korea. PT.H.R. Berada diteluk atau muara sungai yang cukup dalam. MACAM-MACAM PELABUHAN BERDASARKAN KRITERIA Adapun macam-macam pelabuhan berdasarkan kriteria . di Indonesia PT. 2) Pelabuhan yang tidak diusahakan : Pelabuhan di Indonesia yang tidak dikelola BUMN. BERDASAR JENIS PERDAGANGAN 1) Pelabuhan sungai : Untuk perdagangan local 2) Pelabuhan pantai : Untuk perdagangan interinsuler 3) Pelabuhan samudra : Untuk perdagangan internasional c. 2) Pelabuhan buatan : Pelabuhan yang dibuat dengan mengurug perairan untuk dijadikan pelabuhan dan jika diperlukan diberi pemecah atau penahan gelombang atau pier (tanggul) dan lain-lain. Rukindo Persero merupakan perusahaan pengerukan yang memiliki armada keruk yang cukup besar. I.Perencanaan Pelabuhan I Ir. 3) Pelabuhan otorita : di Indonesia contohnya Pelabuhan di Batam 4) Pelabuhan Bebas : di Indonesia contohnya Pelabuhan Sabang. tetapi langsung dikendalikan dibawah pemerintah cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. 4 . PELINDO (Persero). b. BERDASAR JENIS PUNGUTAN JASA : 1) Pelabuhan yang diusahakan : Pelabuhan yang dikelola oleh BUMN (Badan Usaha Milik Negara). AS seperti halnya pelabuhan pengerukan juga ditetapkan sebagai Persero dan disebut PT. Soenarno.

AS d. 3) Pelabuhan Militer (pangkalan) : Pangkalan di Teluk Semangka Lampung. plb. Pangkalan Angkatan Laut di Surabaya dan lain-lain 4) Pelabuhan Kayu (Logpond) : Kolam pelabuhan penyimpan kayu-kayu. plb. motor boat dan lain-lain 6) Pelabuhan turis : untuk kapal-kapal pariwisata 7) Pelabuhan untuk tempat berlindung (refuge) dan lain-lain. plb.H. Miyak di Balikpapan. Pupuk di PUSRI Pelembang. Batubara di Tarahan Lampung.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Soenarno. 5 .R. 5) Pelabuhan Marina untuk Yacht. plb petrokimia di Gresik dan lain-lainnya. BERDASAR KEGIATANNYA ( UMUM / KHUSUS ) 1) Pelabuhan umum (Niaga/Commersial) 2) Pelabuhan Industri : Plb. Perikanan di Muara Karang.

Terhadap gerakan/pasang surut ini ada 2 (dua) buah teori : 1.1827) II.R.1. sedang surut berarti lebih rendah dari keadaan normal. Soenarno. PENDAHULUAN Pasang dan surut pada air laut terjadi akibat adanya gaja tarik Bulan dan/atau Matahari terhadap Bumi. Pasang berarti muka air laut lebih tinggi dari keadaan normal. 24 jam . Bumi merupakan bola padat yang dilapisi dengan air secara merata.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Absis : menyatakan waktu dalam satuan jam atau derajat.50 menit . AS BAB II PASANG SURUT AIR LAUT II. 6 . Kondisi Pasang Surut Air Laut.25 menit .2.1. Ordinat : menyatakan tinggi permukaan air.28 detik D B E F a A 0 90 180 270 12 jam .H. BERDASARKAN TEORI NEWTON. pada tiap saat akan terjadi/terdapat situasi statis yang setimbang (momentaneous static stability). Teori dinamis dari Laplace (1749 . Teori setimbang dari Newton (1687) 2.14 detik a 360 1/2 90 180 270 360 EF = 2 a fase untuk tinggi h Gambar II.

digambarkan seakan-akan. Untuk mengetahui tinggi muka air laut setiap saat di setiap tempat. AS __ __ __ __ AB = CD AB dan CD disebut Amplitudo Dalam Sinusoida tersebut diatas. Soenarno. Karena itu akibat gaya tarik Bulan / Matahari.Perencanaan Pelabuhan I Ir. maka lingkaran dengan Radius R berubah menjadi ellips yang luasnya sama. kita gambarkan proyeksi Bumi padat saat terjadinya pasang surut seperti tersebut diatas. Matahari mengelilingi Bumi dalam waktu 24 jam sedangkan Bulan mengelilingi Bumi dalam waktu 24 jam 50 menit 28 detik. Banyaknya air yang melapisi Bumi (Hydrosteer) tidak berubah.H.R.b ………………………….2. ( 1 ) 7 . Proyeksi Bumi padat saat terjadi pasang surut. Persamaan = πR2 = πab R = a. 1 2 α = ∠FOB ρ = OF a = OA = OB δ = amplitudo P E b = OP = OQ b F R y A a ρ α B O x i m Bu Ellips Lingkaran Q Lapisan air ( hydrosfeer ) Gambar II. seperti yang tertera dalam buku pasang surut.

Soenarno.½δ cos 2 α ) = ρ² R . cos 2α − Rδ + R 2 − R 2 cos 2α + Rδ − Rδ cos 2α =  R 2 − δ  2 4   ρ 2 (R 2 − Rδ cos 2α ) = R 4 ρ² (R² .2α + R 2 − Rδ .Perencanaan Pelabuhan I Ir. ρ 2 .½δ cos 2 α )² = ρ4 ρ (R .H.½δ cos 2 α = ρ-R 8 2 .R. (b). cos 2 α 1   R + δ  2   2 + ρ 2 .½ δ ……………… ( a ) a = R + ½ δ ……………… ( b ) Bila OF = ρ. sin 2 α 1   R − δ  2   2 =1  1  cos 2α + 1   2 1 2  1 − cos 2α   1   1  ρ  R 2 − Rδ + δ 2   =  R + δ   R − δ   +  R + Rδ − δ  4  2 4  2 2   2       2 2 2 [( )] ) ( 1 2 2 1   ρ R cos . (c) dan (d) kedalam persamaan Ellips.Y) α ……………… ( c ) sin α ……………… ( d ) X = ρ cos Maka Y=ρ Persamaan Ellips : X2 Y2 + =1 a2 b2 Substitusi (a). maka koordinat titik F (X.Rδ cos 2 α + ¼δ² cos² 2 α) = R4 ≈ ρ4 ρ² (R . AS Misalkan a – b = δ → a = b + δ ………………… (2 ) (2) substitusi ke (1) menghasilkan : R= b(b + δ ) = b 2 + bδ = b 2 + bδ + (1 / 2δ ) 2 = (b + 1 / 2δ ) 2 = b + ½δ Karena δ sangat kecil terhadap b (δ <<<< b) Maka pada nilai tersebut diatas dapat ditambah (½δ)² Jadi R = b + ½ δ → b = R .½δ cos 2 α = ρ .

tarik . Soenarno.600 3 9 .0125 319500 = : Gaya.bulan 0. Massa Matahari = 319. Gaya Tarik benda angkasa dengan massa berbeda Maka besarnya gaya tarik : m1 .Perencanaan Pelabuhan I Ir. Bila m 2 bergerak mengelilingi m 1 seperti halnya bulan mengelilingi bumi. cos 2 α = cosinus phasenya .3.H. Jadi Tinggi muka air laut = Amplitudo x cos phase.600 x Diameter Bumi Jarak Bulan = 30 x Diameter Bumi. Seperti telah diketahui gaya tarik antara 2 (dua) benda angkasa masing-masing dengan massa m 1 dan m 2 dengan jarak antara R sedang kedua benda tersebut tidak bergerak.tarik .Matahari 30 3 11. AS 1 δCOS 2α = ρ − R 2 ½δ = Amplitudo .m2   K = R 3 C    Rumus ini kita pergunakan untuk membandingkan gaya tarik Bulan terhadap Bumi dan gaya tarik Matahari terhadap Bumi.500 x massa Bumi Massa Bulan = 0. Sekarang perlu diketahui besarnya gaya tarik benda-benda angkasa.R.m2   K = R 2 C    C = konstanta. maka dengan adanya gaya-gaya centrifugal gaya tarik menjadi : m1 .0125 x massa Bumi Jarak Matahari = 11. seperti diketahui bahwa.a laut. m1 m2 M R Gambar II. ρ – R = Tinggi m. Jadi : Gaya.

Perencanaan Pelabuhan I Ir. tetapi pengaruhnya tidak terlalu besar. Pasang surut terbesar terjadi ketika kedudukan bumi – bulan – matahari berada pada satu garis lurus.26 = 44 %). Meskipun benda-benda angkasa lainya menimbulkan gaya tarik pada bumi. serta terjadinya pergerakan dalam system kedudukan bumi – bulan – matahari.4. AS = 2. Gambar II.H.26 : 1 Maka Amplitudo akibat gaya tarik Bulan = 2. Perbedaan sinusoida pasang surut Matahari dengan pasang surut Bulan Pasang surut diartikan dengan naik turunnya permukaan air secara periodic akibat gaya tarik bulan dan matahari terhadap bumi. tetapi bulan dan mataharilah penyebab utama terjadinya pasang surut yang diakibatkan oleh bulan lebih besar dari pada yang disebabkan oleh matahari (akibat matahari ± 44% dari akibat bulan) (1 / 2. Soenarno.R. yang disebut “Spring tides” sedangkan Pasang surut terkecil terjadi ketika kedudukan bumi – bulan – matahari membentuk garis tegak lurus yang disebut “neap tides”. Amplitudo akibat gaya Tarik Matahari.26 kali. Kondisi meteorologipun seperti perubahan tekanan barometrik dan perubahan musim dapat juga menyebabkan pasang surut. 10 .

gerakan pasang surut diikuti oleh gerakan mendatar yang disebut “Arus pasang surut” (tidal current).Perencanaan Pelabuhan I Ir. tetapi sedikit sekali pengetahuan mengenai terjadinya perubahan muka air dilautan. Soenarno. AS Berdasarkan pengalaman banyak diketahui mengenai terjadinya pasang surut dipantai-pantai. 11 .R.H.

1. sedangkan dilautan akan berputar kembali arah dan kecepatan dari jam ke jam. arus surut dan arus sekunder. Arus laut akibat pasang surut terjadi dari permukaan air laut sampai dasar perairan. karena arus akibat pasang surut jauh lebih penting bagi teknisi sipil dibanding arus laut yang diakibatkan oleh angin. Arus surut adalah arus kearah laut.1.R. 12 . Arus pasang surut menimbulkan “ arus secundair “ Gambar III. Arus pasang adalah arus kearah darat.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Arah arus pasang. Arus pasang surut merupakan arus periodik yang bervariasi menurut tempatnya dan tergantung dari : - Sifat pasang surut - Kedalaman air laut - Keadaan topografi Dipantai-pantai arus pasang surut akan berulang secara teratur (periodik). PENDAHULUAN. Arus akibat angin ini hanya dipermukaan saja.H. Soenarno AS BAB III ARUS AIR LAUT III.

Soenarno AS Berdasarkan KEADAAN TOPOGRAFI. seperti arus dilautan dan disepanjang pantai b) Rectilinier atau Reversing Type. Tentu saja angin yang bertiup dengan waktu lama (hari) pada daerah yang luas (mil persegi). pembagian energi ini sampai sekarang belum bisa diketahui. sukar untuk dipisah-pisahkan. seperti pada sungai-sungai. c) Hydraulic Type. CARA PENGUKURAN KECEPATAN DAN ARAH ARUS. terjadi pada sebagian besar daerah pedalaman. dimana sebagian energi dipakai untuk membentuk arus permukaan. b) WARE INDUCED CURRENT. Selain arus pasang surut.2. maka arus disebut Inertia Current dan gelombangnya disebut Swell. Dalam hal ini terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan. dilautan terdapat pula arus-arus lain yang sangat sulit untuk dipelajari. diantaranya adalah menggunakan cara sebagai berikut : a) CARA SEDERHANA 13 . dan menyebabkan air terseret oleh gerakan angin. Diantara arus-arus selain arus pasang surut.R. dan sesudah angin bertiup lagi atau arus dan gelombang bebas dari angin. akan menimbulkan arus yang cukup besar. Angin yang bertiup dipermukaan air akan memberikan energi pada air.H. Dalam daerah dimana arus dan gelombang (wind waves) timbul pergerakan partikel air adalah variable. seperti diselat-selat yang menghubungkan dua lautan. III. arus pasang surut dapat dibagi menjadi : a) Rotary Type. Arus ini biasanya lemah dan tidak merupakan faktor penting dalam sediment transport.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. karena sebetulnya semua arus itu terjadinya serentak. dan sebagian lagi untuk membentuk gelombang permukaan. ialah : a) WIND DRIFT CURRENTS Bila angin bertiup diatas permukaan air. maka akan timbullah gesekan (shear stress) pada permukaan air tersebut.

Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. untuk selama ± 25 jam dengan current meter. Soenarno AS Dengan menggunakan pelampung Gambar III. Cara sederhana pengukuran Arah dan Kecepatan Arus.R.H. kecepatannya adalah 14km = 2km / jam 7 jam b) DENGAN PERALATAN ( CURRENT METER) Kecepatan dan arah arus dapat diukur dengan dua cara : 1) Eulerian Method : dengan menggunakan Current Meter 2) Lagrangian method : dengan menggunakan Tracing Floats Arus dilaut adalah super posisi dari perioda tidal current dengan arus yang hampir terjadi setiap waktu. karena itulah kecepatan arus perlu diukur pada lapisanlapisan yang berbeda setiap 30 menit sampai 1 jam. Ada beberapa jenis current meter antara lain : 14 . Arah perubahan tempat pelampung merupakan arah arus .2.

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

-

Ekman – Merz Current meter

-

G.E.K (Geomagretic Current meter)

-

T - S. Self Recording Current meter

-

Omo Type self recording Current meter

-

Direct reading current meter

III.3. FENOMENA ARUS TERHADAP BANGUNAN AIR

Gambar III. 3. Perubahan contour dan terjadinya silting dan
scouring sebagai akibat bangunan air yang masif.

Apabila pada suatu teluk dengan arah arus tergambar, dibangun bangunan
konstruksi dermaga beton misalnya berupa konstruksi masif dimana arus air tidak
dapat lewat, maka akan terjadi pembelokan contour seperti terlihat dalam gambar
garis-garis putus (----) dengan akibat yang fatal yakni :
Disebelah kiri bangunan terjadi silting atau pendangkalan serta disebelah
kanan bangunan terjadi scouring atau penggerusan dimana kedua hal ini merupakan
kerugian, cela atau hal yang negatif, masih ditambah lagi kedalaman muka dermaga
yang sesuai rencana adalah 10 meter dibawah LWS bisa berubah menjadi kurang
dari 5 meter dibawah LWS misalnya, untuk mengatasi kejadian tersebut diatas, maka
apabila pada suatu daerah perairan seperti diatas akan dibangun bangunan air,

15

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

dermaga kapal misalnya, maka konstruksi dermaga tersebut tidak boleh berupa
konstruksi masif, tetapi harus direncanakan dengan konstruksi tiang pancang
sehingga air diberi jalan untuk tidak terhambat dan fenomena tersebut tidak terjadi,
walaupun biaya yang diperlukan lebih mahal dari pada konstruksi masif, perlu
diketahui bahwa biaya perbaikan apabila terjadi fenomena tersebut akan jauh lebih
mahal dari pada perbedaan biaya sebelumnya.

HHW = Highest highwater (duduk air
tertinggi)
HWS = High Water Springtide (duduk
air tinggi rata-rata)

MSL

= Mean Sealevel (permukaan
rata-rata air)

LWS = Low Water Springtide (duduk
air rendah rata-rata)

LLW =Lowest Low Water (duduk air
terendah)

Gambar III.4 Istilah permukaan air laut

III.4. PENGUKURAN KEDALAMAN (UKURAN KEDALAMAN) AIR LAUT :
Permukaan air laut itu tidak tetap, seperti tergambar diatas, maka terdapat istilah
sebagai berikut, Karena istilah baku bahasa Indonesia belum ada, maka kita sebut
istilah asingnya, sehingga bila mempelajari buku asing dapat mengetahuinya seperti
:H.H.W : Highest High Water yang artinya duduk air tertinggi
H.W.L : High Water Springtide atau duduk air tinggi rata-rata
M.W.S : Mean Sea Level atau permukaan Air rata-rata
L.W.S : Low Water Springtide atau duduk air rendah rata-rata
L.L.W : Lowest Low Water atau duduk air terendah

16

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

Ukuran LWS merupakan ukuran Peil duga dilaut untuk menentukan ukuran
kedalaman air (waterdepth) atau titik/garis 0 dilaut.

17

Soenarno AS BAB IV GELOMBANG ( WAVE PROPERTIES ).1. PENDAHULUAN. Tinggi dan Periode Gelombang serta Puncak dan Lembah Gelombang L = Panjang gelombang (Wave length) H = Tinggi gelombang (Wave height) T = Periode gelombang (Wave period) Crest = Puncak gelombang Through = Lembah gelombang BENTUK GELOMBANG dipengaruhi oleh : 1) Kecepatan angin meniup (wind velocity) 2) Lamanya angin meniup (duration) 3) Kedalaman air (waterdepth) 4) Keadaan dasar laut (shape of the bottom) 18 .H. Gambar IV.1.R.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Kejelasan mengenai Panjang. IV.

Capillary waves disebut juga ripples b) Wind Waves Yaitu gelombang yang ditimbulkan oleh angin. maka berdasarkan periode gerakannya.07 detik. Swell biasanya mempunyai periode yang lama (± 20 detik) dan 19 . dan tinggi gelombang (H) 2 ā 3 cm. Bila periodenya ≤ 0. Bila gelombang dapat dimengerti dan dapat dianggap sebagai gerakan vertical dari permukaan laut.2. Soenarno AS Bentuk tersebut dinyatakan dengan nilai perbandingan L/H. karenanya jauh sekali. Contoh : Di danau dengan perairan yang dangkal L/H bernilai antara 9 s/d 15. dimana kita belum mampu meramalkan kapan terjadinya gelombang tersebut. gelombang dapat dibagi sebagai berikut : a) CAPILLARY WAVES Yaitu gelombang dengan periode (T)≤ 0. Gelombang adalah juga penyebab utama terjadinya littoral drift. tinggi gelombang tidak jarang > 10 m (di Northen Pacific tinggi gelombang yang pernah dicatat mencapai 34 m) c) Swell Yaitu gelombang lanjutan dari wind waves yang telah bebas dari daerah tempat bertiupnya angin. nilai L/H antara 17 s/d 33 Gelombang tidak mendapat geseran. akibat adanya gelombang. IV. GELOMBANG (WAVE) Persoalan gelombang air laut (sea waves) merupakan masalah yang dapat dijumpai disetiap pelabuhan. bahkan disamudra luas terdapat gelombang tanpa ada angin.7 cm.3 detik. dengan periode 10 ā 15 detik. sehingga kapal dapat bertambat dengan aman dan pekerjaan bongkar/muat dapat berjalan dengan lancar. bahkan tidak jarang timbul gelombang besar beserta typhoon yang merusak. panjang gelom bang (L) ≤ 1.R.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. untuk dilautan (samudra luas). kita harus membangun breakwater (penahan gelombang / pemecah gelombang) untuk mendapatkan kolam pelabuhan yang tenang.H.

dengan tinggi gelombang yang tidak begitu besar. Berdasarkan anggapan ini kita bisa menyatakan besarnya suatu gelombang yakni dengan : Tinggi gelombang (H) 20 . yaitu badai yang dapat berlangsung sampai beberapa jam dan dapat menimbulkan gelombang yang tinggi. Untuk menganalisa dan membuat rumusrumus kita harus menganggap regular waves. yaitu : Deep water waves : ½ ≤ h/L < ∞ Intermediate depth : 1/20 < h/L < ½ Shallow water waves : 0 < h/L ≤ 1/20 dimana h = kedalaman air (water depth) dan = panjang gelombang (wavelength) L Semua gelombang yang ada dilautan adalah irregular waves atau random waves. disebut Ocean waves atau sea waves. gelombang dapat pula dibedakan berdasarkan kedalaman air. Gabungan antara wind waves dengan swell. e) Tsunamis Yaitu gelombang yang timbul karena adanya gerakan tiba-tiba dari dasar laut. Periodenya dapat berlangsung dari beberapa menit sampai ± 1 jam. Selain klasifikasi diatas.H. Ada pula sejenis tsunamis yang disebabkan oleh Cyclone atau Typhoon. Soenarno AS tinggi gelombangnya makin lama makin berkurang sebanding dengan jarak yang ditempuh. dan sangat sulit untuk dipelajari dan dianalisa. seperti gempa bumi tectonic dan atau vulcanic eruptions.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. d) Long Period Waves Yaitu gelombang yang mempunyai periode 20 a 30 detik. dengan tinggi gelombang tetap dan periode gelombang yang berlangsung tak terbatas.R. long period waves sangat sulit diselidiki dan dimengerti.

maka beberapa waktu kemudian sobekan kertas tersebut berpindah tempatnya. C = celerity of propagation. Soenarno AS Periode gelombang (T) Panjang gelombang (L) dan Kedalaman Air (h) IV. Hubungan antara L. Bila kita melemparkan sobekan kertas kepermukaan air yang bergelombang. dan C dinyatakan sebagai berikut : L= Jadi g . g .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.3.H. tidak ada arus melainkan gelombang yang dasarnya pergerakan vertical.L tanh L 2π dengan : g = percepatan gravitasi.L tanh L 2π 2πh g .L tanh L 2π 21 . walaupun sobekan kertas tersebut tidak dapat bergerak sendiri seperti mobil misalnya dan airnya tidak bergerak.T 2 2πh L= tanh 2π L C= L = T 2πh g . PANJANG DAN KECEPATAN GELOMBANG Kita mengenal kecepatan sebagai ukuran (speed) juga kecepatan bergerak (velocity) dan disini kita mengenal kecepatan yang disebut : Celerity. Kecepatan bergerak sobekan kertas tersebut akibat energi gelombang yang disebut : Kecepatan merambat gelombang atau celerity energy propagatian dengan symbol (C).R.T 2 2πh 2πh g L2 = tanh tanh 2 2π L L 2π C C2 = C= 2πh g . h. T.

Sin x− t 2 T   L H 2π Sin ( x − Ct ) 2 L Untuk menentukan clearance dari lantai konstruksi pelabuhan seperti dermaga. maka dianjurkan untuk mengambil crest height sebesar 65% a 75% dari tinggi gelombang terbesar dimana : η = Surface profile (m) H = tinggi gelombang (m) L = panjang gelombang (m) T = periode gelombang (detik) b) Gerakan partikel air pada gelombang (Velocity of water particle) . t ) = = 2π  H  2π .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.H. dolphin dan lain-lain. Soenarno AS Untuk deepwater waves dan long waves ( shallow water waves) persamaan diatas dapat disederhanakan sebagai berikut: Deep water waves : Lo = g 2 g T dan Co = T 2π 2π Long waves (Shallow water waves) : L = T gh dan C = gh a) Profil pada Gelombang (surface Profile) (m) Elivasi muka air diatas mean water level (MWL) dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut : η ( x.R.(m/det) Kecepatan gerak partikel air akibat gelombang dapat dinyatakan dengan : Kecepatan arah horizontal = (m/det) 22 .

Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. L Dimana z = elevasi partikel diukur dari MWL (Persamaan ini berlaku baik bila H relatif kecil).R.Cos =− x− t 2 ∂t L T  T  2πh   Sinh   L  2  z +h Sinh.H.m/m2) 23 .2π   πH 2π  L   2π  µ= Sin x− t 2 π h T T   L Sinh L Kecepatan arah vertical : (m/det)  z +h Sinh. .2π   2π H 2π  ∂µ L   2π  . Soenarno AS  x+h Cosh. =−  2πh ∂t T T2  L Sinh.Sin 2π x − 2π . L 2  t  d) Tekanan air pada gelombang (Pressure in the water action of waves) .2π   πH 2π  L   2π  ω=− .2π   2π 1 L   2π  P = ωo H.(tf/m2) h+z cosh . Sin x− 2πh T 2  L Cosh. c) Percepatan gerakan partikel air pada gelombang (Acceleration of water particle) (m/det2)  z +h Cosh.Cos X− t 2πh T T   L Sinh.2π   2π H ∂ω  L  . L  t  −ω0 z  Dimana ω o = berat volume air (tf/m3) (unit weight of water) e) Energy gelombang (Average energy of waves per unit area of water surface) (tf.

H.80 m T= T = 1.56 T2 (m) Cg (group velocity) = ½ C o = 0. 4πh  L   Untuk deep water h/L → ∞ sehingga n = ½ dan Cg = nC = ½ C Co = g 9.14 det 2π L o = C o T = 1. maka ia akan memberikan enersi sebesar : W = Cg.CE dimana W = energy rata-rata gelombang persatuan lebar Cg = n.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.R. Soenarno AS Tiap partikel air yang bergerak dalam gelombang mempunyai energi potensial (Ep) dan energi kinetik (Ek) yang sama besarnya yaitu: Ep = Ek = 1/16 ω o H2 E = Ep+Ek = 1/8 ω o H2 (energi total) f) Average energy transported in the progressive direction of waves across unit width in unit time (tf.C = Group velocity (m/det) dari gelombang 4πh    1 L n = 1 +  2  Sinh.56T ( ) 2 x3.78 T (m/det) = 2.m/m) / detik.E = n.81 T (km/h) 24 . Bila gelombang mulai bergerak kedaerah perairan tenang.

Soenarno AS Gambar IV.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.H. Grafik International Course In Hydraulic Engineering.2. 25 .R.

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

TABEL FITURE 2-6

26

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

IV.4. PENYELIDIKAN GELOMBANG
Untuk mengetahui keadaan gelombang yang sebenarnya, maka perlu diadakan
penyelidikan gelombang dilapangan. Data-data hasil penyelidikan ini kemudian
dianalisa untuk perhitungan dan model test, guna mendapatkan kolam pelabuhan
yang tenang.
Penyelidikan harus dilakukan selama mungkin, tetapi bila tidak ada data sama sekali
dan data-data sangat diperlukan misalnya untuk model test, maka penyelidikan dapat
dilaksanakan minimum 3 – 4 bulan, dengan memilih musim dimana diperkirakan
gelombang terbesar akan terjadi. Dalam penyelidikan lapangan ini selain periode dan
tinggi gelombang, harus pula arah gelombang selalu dicatat. Disamping itu harus
dilakukan penyelidikan angin pada waktu yang bersamaan dengan penyelidikan
gelombang.
Profil gelombang yang ada dilaut sangatlah tidak teratur, berbeda dengan profil
gelombang yang didapat dari percobaan di laboratorium, dimana profil gelombang
dilaboratorium seolah-olah berbentuk sinusoida. Karena itulah, definisi mengenai
periode dan tinggi gelombang , hanya dibuat sebagai dasar untuk menganalisa datadata. Misalnya : untuk mendapatkan data tinggi gelombang, kita harus mempunyai
minimal 100 data tinggi gelombang secara tidak terputus (Continues Record).
Rata-rata dari seluruh data tinggi gelombang tersebut merupakan Tinggi gelombang
rata-rata (H). Dari data tersebut dapat dibuat persamaan [ H sign = H ⅓ ≈ 1,6 H]
dimana H ⅓ = H significant
Tentu saja dari 100 data itu akan ada tinggi gelombang yang lebih besar dari H ⅓ (±
13% dari seluruh data)
Dalam hal ini kita bisa mengambil tinggi gelombang maximum (H max ) sebagai
berikut :
[ H max ≈ (1,6 s/d 2,0) H ⅓ ]
Begitu pula, periode gelombang pun merupakan bilangan variable seperti halnya
tinggi gelombang.
Untuk periode ini telah dibuat persamaan pendekatan
[ T max ≈ T ⅓ ≈ 1,1 T]
dimana T max = periode dari gelombang terbesar
T⅓

= Significant wave periode ( periode dari gelombang significant ).

27

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

T

= Periode rata-rata

Pemilihan antara H max , H ⅓ atau H waktu mendesign, tergantung dari type
konstruksinya, untuk steel piling dan vertical wall (caisson) breakwater, pada
umumnya didesign terhadap H max , sebab dengan sekali hantaman oleh gelombang
besar, kemungkinan konstruksi akan ambruk, sedangkan untuk rubblemound
breakwater, umumnya didesign dengan H ⅓ atau H significant , sebab kemungkinan
runtuhnya konstruksi hanya disebabkan oleh jumlah (banyaknya) hantaman
gelombang.
Telah diketahui bahwa gelombang dilaut, variable dalam tinggi, periode dan arah,
dapat kita anggap bahwa gelombang tersusun dari banyak sekali gelombang
sinusoidal yang berbeda tinggi, periode maupun arahnya. Karena itu sangat sulit
menentukan bagaimana energi nya didistribusikan, terutama dalam hal frekuensi dan
arah. Fungsi yang menggambarkan distribusi dari energi gelombang disebut wave
spectrum, dan parameter yang menunjukan derajat wave energy concentration
terhadap arahnya dinyatakan dengan S max .
Untuk swell S max = 75, dimana energi tersebar ± 30o dari arah gelombang, sedangkan
untuk wind waves S max = 10, dengan sudut penyebaran energi ± 60o dari arah
gelombang (S max = spectrum maximum).

IV.5. WAVE REFRACTION (REFRAKSI) DAN WAVE DIFFRACTION (DIFRAKSI)
Didalam pergerakannya menuju pantai, gelombang selalu berusaha untuk mengubah
bentuk dan arahnya. Bila gelombang masuk kedaerah perairan yang relatif
dangkal (h ≤ ½L), maka gelombang tadi mulai mencapai dasar perairan, dan secara
perlahan-lahan merubah arah geraknya terhadap garis tegak lurus pada contour
kedalaman perubahan gerak akan terlihat jelas setelah mencapai pantai, dimana
puncak gelombang sejajar dengan garis pantai.
Kejadian diatas disebut wave refraction, yang terjadi akibat perbedaan
kecepatan gerakan gelombang dalam penyebarannya disebabkan perbedaan
kedalaman. Wave refraction bukan saja menyebabkan perubahan arah geraknya,
tetapi juga berubah dalam tingginya, perubahan tinggi gelombang akibat refraction,

28

Bila kedalaman air h = 1. dimana H = tinggi gelombang sesudah refraksi Ho = tinggi gelombang diperairan dalam (deepwater) K r makin kecil. Gambar IV.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Surfzone. daerah dimana gelombang pecah.72 H dalam keadaan tidak ada angin. (L o = deepwater wave length. (α p ) o = incident angle to the deepwater contour).H. Pecahnya gelombang pada saat ini crest (puncak gelombang) sejajar pantai dan peristiwa ini disebut refraksi (wave Refraction). Dimana : H p = H pada waktu gelombang pecah h p = h pada waktu gelombang pecah Daerah dimana gelombang pecah. disebut surfzone. maka timbul yang disebut surf. yang hubungannya [ H = K r H o ). bila : h/L o makin kecil.R. makin lama crest menjadi makin tajam dan akhirnya pecah. Akibat timbulnya surf ini timbul Arus lawan atau Contra 29 . Bila kedalaman air berkurang dari laut menuju pantai maka puncak-puncak gelombang (crest) menjadi lebih tinggi dan panjang gelombang (L).3. menjadi berkurang sehingga nilai L/H menjadi kecil. Soenarno AS biasanya dinyatakan dengan Koefisien refraksi (K r ). (α p ) o makin besar dan S max makin besar.

Diffracted wave heights ini sangat dipengaruhi oleh arah gelombang yang datang pada rintangan. dan terjadi pada banyak parubahan pada periodenya disebabkan keadaan dasar laut yang sembarang. sedangkan untuk periodenya dapat diambil sama seperti periode dari deepwater waves : [ T ⅓ = (T ⅓ ) o ] Konsep tentang equivalent deepwater waves ini hanyalah anggapan (buatan).H. EQUIVALENT DEEPWATER WAVE Setelah tinggi gelombang akibat refraksi dan difraksi didapat. Energi tersebut bergerak dengan kecepatan C gr (celerity of energy propagations) dan timbullah gelombang yang tumbuh (increasing wave). yang sangat berguna untuk menaksir distribusi tinggi gelombang didalam kolam pelabuhan. IV.R. FETCH Timbulnya apa yang dinamakan fetch adalah sebagai berikut. maka timbul energi. Angin meniup dalam air. maka telah dibuat diagramdiagram tentang variasi dari diffracted wave heights.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.7. Berdasarkan hasil perhitungan dan experiment dengan hydraulic models. misalnya oleh pulau atau breakwater. untuk memungkinkan penggunaan data-data laboratorium dua dimensi dari wave breaking. Gelombang bila dalam pergerakannya dirintangi. Kejadiaan ini disebut wave diffraction (difraksi) Variasi diffracted wave heights dapat dihitung secara teoritis dan secara experiment dengan hydraulic models.K r (H ⅓ ) o ] Dimana : K d = Koefisien difraksi Kr = Koefisien refraksi (H ⅓ ) o = Tinggi gelombang significant diperairan dalam (significant wave height in the deepwater). runup dan data-data lain bagi prototype problems dalam tiga dimensi. Soenarno AS IV. Pada perairan yang dangkal dan rata harus diperhitungkan pengurangan akibat friction dasar perairan pada H o 1. sebaiknya dihitung pula Equivalent deepwater wave heights (H o 1) [H o 1 = K d . DIFRAKSI (WAVE DIFFRACTION). 30 .maka gelombang tersebut akan berusaha untuk mendorong dan menembus rintangan tersebut. IV.6.6.

5.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Soenarno AS Pertumbuhan gelombang ini disebut fetch dan jarak pertumbuhan gelombang itu disebut fetch limitation.81 m/det2 Gambar 4. Gambar IV.t ] C gr = Celerity of energy propagation t = waktu dalam detik d = kedalaman (water depth) g = gravitasi = 9.  2π L  31 .H.4. Terjadinya apa yang disebut FETCH Untuk unlimited duration.R. maka [ Fetch limittion = C gr . Celerity of Wave Propagation  C =  2πd  gL tanh .

2π L C = gd Catatan : shallow water Refraksi : .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. C gr = 1 C 2 32 . sehingga tanh → ≈1 L L C= gL 2π Apalagi apabila L < 2. Soenarno AS Dimana : C = Celerity of wave propagation L = Panjang gelombang 2πd Untuk very deepwater 2πd sangat besar.H. C  L  C gr Untuk deepwater 4πd L = 1+ =1  4πd  Sin.Point of breakwater - ada energi transport - sepanjang wave crest.3 d> Untuk shallow water 2πd gL = . tanh 2π L C= tanh 2πd = 0.99 L tanh 2πd 2πd ≈ L L gL 2πd .   L  4πd L =2 Untuk Shallowwater = 1 + Sinh C gr = ½ C. 4πd  1  L  = 1+ 4 π d 2  sinh .Tidak ada energi transport - sejajar dengan wave crest Difraksi : .R.3 d (depth) 1 L 2.

000 detik (misalnya) F limitation = 50km Pergerakan Fetch akan berhenti.t = ½ 10 t = 5 t m. H = dalam feeth F = dalam nautical mile ( statute mile ). sbb : [H = 1. Soenarno AS Secara analitis : C= gL 2π C 2 = g.H. bila duration = t.56T 2π 2 x3.3 det C = 22 knot = 10 m/det Untuk deepwater C gr = ½ C .14 2π (C = dalam m/det) Menurut tabel D7 CERC TR. CT g →C = T 2π 2π g 9. No: 4 Untuk C = 22 knot → Periode T n = 6.5 F + 2. dimana F < 30 nautical miles. apabila menabrak atau terhalang sebuah pulau atau bangunan seperti dermaga atau breakwater. Untuk t = 10.5 F ] untuk short fetch. dimana F > 30 nautical miles sebagai berikut : [ H = 1.t = ½ C.8 g = = 1. 33 .R. Thomas Stevenson (1864) Menyusun rumus Fetch sebagai berikut. untuk long fetch.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.56 → C = T = 1. maka Fetch limitation = C gr .5 − 4 F ] dimana.

A.5 - 4 F F = x → F = x2 3. 2 = 1 + 5. yang terjadi disini adalah short fetch.089 X 2 = .dalam knots (st.185 m = 3. Penyelesaian soal : Untuk short fetch (F<20 miles) 4 H = 0.797 X2 – X – 1.89 = 0.17 4 U = 22 knot 22 F + 2.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Soenarno AS Pada tahun 1934 D. Molitor bersama Stevenson.5 - F Tinggi gelombang H = 1.H.6093 km. Menyempurnakan rumus Fetch limitation tersebut untuk long fetch (dimana F > 20 miles) [H = 0. dimana angin bertiup dengan kecepatan 22 knot dan tinggi gelombang setempat 1.5 – X 0.R.89 ft Kecepatan angin 3.185 meter.17 UF + 2.0.39 = 0 X 1.miles/hour).17 22 X2 + 2.17 UF + 2.594 X 1 = 2. Catatan : 1 statute mile = 5280 feeth = 1.17 UF ] Dan untuk short fetch (dimana F < 20 miles) [H = 0.89 = 0.5 − 4 F ] dimana H = tinggi gelombang dalam feeth F = Fetch limitation dalam statute mile U = Kecepatan angin (wind Velocity) .43132 1.8347 34 . CONTOH SOAL MENGENAI FETCH Hitunglah panjang Fetch limitation yang terjadi didaerah perairan bebas.

serta telah diestimate dengan berbagai macam teori untuk menghitung harganya. gelombang beserta ketinggian nya adalah goyah dan akan pecah dengan sendirinya.8347)4 = 0. Untuk perairan dengan kedalaman yang tetap. mungkin harus direncanakan breakwater untuk menahan gelombang yang tingginya lebih dari 100 mater. Pertama-tama tingginya sedikit berkurang kemudian bertambah lagi dengan perlahan-lahan. WAVE BREAKING Untunglah gelombang yang ada dilaut tidak bisa mencapai tinggi yang besar diluar batas tertentu.17 L o untuk deepwater waves H b ≈ 0. yang merupakan fungsi dari relative waterdepth (h/L o ) dan wave steepness (H o ’/L o ). Bila tidak.9.H.089)4 = 19 miles < 20 miles F 2 = (.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.H o ’ ] Dimana K s = shoaling cocfficient. Batas tinggi dari wave breaking tergantung dari panjang gelombang. Soenarno AS F 1 = (2. sebab menurut hukum hydrodinamic. kedalaman air dan kemiringan dasar perairan.R.0. IV. IV. Variasi tinggi gelombang akibat waves shoaling dapat dinyatakan dengan persamaan : [ H = K s .83 h untuk very shallow water waves 35 . WAVE SHOALING Gelombang yang memasuki perairan dangkal dari perairan dalam akan mengalami perubahan apa yang disebut wave shoaling. secara teoritis didapat hubungan sebagai berikut: H b ≈ 0.8. jadi keduanya memenuhi syarat. akibat penyebarannya kearah pantai.485 miles < 20 miles Baik F 1 maupun F 2 < 20 miles. Kejadian ini disebabkan adanya perubahan kecepatan dari wave energy transport atau perubahan dari group velocity C gr .

hal ini bukan merupakan pekerjaan yang mudah. sekecil mungkin adanya gelombang.R. sementara gelombang kecil tidak pecah. 36 .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Untuk keperluan ini telah dibuat rumus empiris sebagai berikut :   πh  4   H b = 0. Daerah dimana gelombang pecah sendiri disebut “ Surfzone” Definisi mengenai breaker height dan break depth dari proses random wave breaking. sebab gangguan gelombang dapat timbul karena: - Gelombang menembus / merembes melalui batu-batu rubble mound breakwater dan atau gelombang yang dihasilkan oleh massa air yang jatuh melalui puncak breakwater (Overtopping) dan menjadi sumber kedua bagi gangguan pada pelabuhan. sebab gelombang pecah tidak terjadi pada satu titik. bahkan sampai keperairan yang sangat dekat dengan pantai.5 1 + tan . θ   Lo  3     Sebenarnya wave breaking yang ada dilaut lebih kompleks dari pada yang dinyatakan dengan rumus diatas. Dapat dikatakan bahwa gangguan ini akibat adanya diffracted waves (difraksi dari gelombang) dari pintu masuk kolam (mulut breakwater) pelabuhan. sebab ada waves tersusun dari berbagai tinggi yang silih berganti. bila akan menganalisa gaya-gaya gelombang yang berkerja pada konstruksi atau pantai. Soenarno AS Sedangkan untuk intermediate depth waves dan very shallow water waves pada perairan dengan dasar yang miring. maka pertama-tama gelombang besar pecah diperairan yang lebih dalam.17. sumber informasi untuk menghitung breaker height. datang dari hydraulic model test.H. Apabila gelombang mendekati pantai. PENGARUH GELOMBANG DIDALAM PELABUHAN Pelabuhan harus direncanakan dengan keadaan kolam yang tenang. merupakan definisi yang tidak jelas. akibatnya dibutuhkan sejumlah data dari breaker height dan breaker depth.Lo 1 − exp − 1. melainkan bisa terjadi dimana-mana.10. IV.

Hal ini disebabkan adanya semacam gema getaran didalam kolam pelabuhan yang semi enclosed. gelombang pun dapat dipantulkan oleh rintangan. dimana tinggi gelombang sebelum dipantulkan akan sama dengan tinggi gelombang-gelombang hasil pantulan. Tetapi bila rintangannya tidak tegak. Getaran dengan periode lama merupakan resiko lainnya. sebab gerakan horizontal partikel air dan kapal.R. Bahkan dibeberapa pelabuhan getaran amplitudo rendah dengan periode beberapa menit.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.numerical analysis . tetapi amplitudonya ditambah beberapa kali didalam pelabuhan oleh sifat perluasan gema. bila periode gema getaran hampir sama dengan incident period. Pengaruh gelombang ini akibat difraksi (wave diffraction) dan refraksi (refraction) dapat diperkirakan dengan cara: . REFLEKSI DARI GELOMBANG (WAVE REFLACTION) Seperti halnya sinar dan suara. sehingga banyak pelabuhan yang terhindar dari gangguan yang ditimbulkannya.H. maka gelombang akan dipantulkan sembarang (tidak sempurna). Bila rintangan berupa dinding tegak dengan permukaan yang rata. Untunglah getaran gelombang dengan periode lama ini hanya timbul setempat. meskipun amplitudo dari incident long period waves mungkin lebih kecil dari 10 cm. maka gelombang akan dipantulkan sempurna. IV. Bahkan akibat system manambat kapal pun.hydraulic model investigation Numerical analysis merupakan cara yang baru berkembang dengan menggunakan digital computer dan hasilnya cukup memuaskan. karena sejumlah energi dipakai untuk breaking dan terbulensi. Soenarno AS - Refleksi/pantulan dari gelombang (reflection of waves ) oleh konstruksi yang mempunyai dinding vertical didalam pelabuhan. Numerical analysis dan hydraulic model investigation sebaiknya dikerjakan bersama-sama. misalnya rubble atau block mound breakwater. sebanding dengan periode getaran. sehingga tinggi gelombang tinggal 30 ả 50 % dari tinggi gelombang asal. sering menimbulkan getaran dengan periode sampai beberapa menit.11.menggunakan wave diffraction diagrams . dapat mempersulit bongkar muat dan manambat kapal. 37 .

telah diketahui juga gangguan-gangguan lain. Walaupun tinggi gelombang yang memasuki outher harbour makin berkurang . tinggi gelombang semakin berkurang. dimana nilainya tergantung dari jenis konstruksi dan wave steepness. dan pada jarak ¼ L dari dinding. Soenarno AS Perbandingan antara tinggi gelombang pantulan dengan tinggi gelombang asal disebut reflection coefficient. dispersion of reflected waves boleh diperkirakan dengan menggunakan diffraction diagrams. tinggi gelombang dapat diperkirakan sebagai berikut: 2 2  H  =  H  +  H   13  I  13  R  13  s dimana : index S = superposed. Secara empiris diketahui bahwa kapal yang bertambat akan dapat mengerjakan bongkar muat dengan lancar dan aman. R = reflected waves. 38 . amplitudo ini tidak menjadi nol. disebabkan sifatnya yang random.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Dalam kenyataan di laut . ekor dari regular wave memperlihatkan amplitudo sama dengan nol. tinggi gelombang menjadi dua kali tinggi gelombang asal. I = incident. adanya rembesan air lewat batu-batu rubble mound dan juga akibat gerakan kapal akan menimbulkan gelombang. sebagai akibat adanya superposisi antara gelombang yang datang dengan yang dipantulkan. Untuk dinding vertikal. dimana arah gelombangnya dianggap seperti pantulan cahaya pada kaca. seperti adanya overtopping. Didekat rintangan tinggi gelombang menjadi lebih tinggi. apabila tinggi gelombang disitu (didalam) antara 20 cm ả 30 cm. Semakin jauh dari dinding. Didalam praktek. Pada jarak kirakira sejauh panjang gelombang (L) dari dinding. tetapi tetap ada (lebih kecil daripada tinggi gelombang asal). Mengenai pengaruh gelombang didalam kolam pelabuhan sangat penting artinya bagi keamanan dan kelancaran bongkar muat bagi kapal yang berlabuh di outher harbour maupun ditambatan (didermaga).H.R.

makin dekat pusat.R. maka berapa panjang breakwater tersebut menjorok kelaut (Y) harus menghasilkan H dlm ≈ 0.30 m Lingkaran dengan pusat tengah-tengah mulut breakwater dengan radius Y merupakan crest gelombang yang sama tingginya.6. Breakwater Thomas Stevenson : telah menyusun hubungan antara tinggi gelombang dimulut breakwater (H luar = H l ).20 ả 0.H.0269 B    B    Didalam praktek.  b  b 4   Y H dlm = H l  − 0. 39 . tinggi gelombang dimuka tambatan (H dalam = H dl ). panjang tambatan (B) dan jarak per pendiculair antara mulut breakwater dengan tambatan (Y).Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Soenarno AS Gambar IV. maka dalam membangun breakwater. lebar mulut breakwater (b) . dan makin jauh dari pusat makin rendah. makin tinggi.

1 < ξ < 2.3 ξ= tan . seperti bidang depan dari rubblemound breakwater.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.α H Lo Dimana : Ru = runup height α = susdut miring bidang ξ = surf similarity parameter Untuk bidang yang kasar dan permeable. WAVE RUNUP DAN OVERTOPPING Bila gelombang melanggar konstruksi yang mempunyai bidang miring. Sebab bila puncak konstruksi lebih rendah dari runup height.12.0 H dalam segala hal. Bila tidak diinginkan terjadi overtopping pada konstruksi. Salah satu rumus emperis untuk menentukan runup height pada bidang miring yang rata (smooth) ialah: Ru = ξ H untuk : 0. hal ini yang disebut “wave runup”. dimana nilai overtopping sangat dipengaruhi oleh banyaknya faktor. maka dianjurkan untuk mengambil runup height sama dengan tinggi gelombang terbesar dari data-data regular waves. wave runup height tidak akan melebihi 1.H. Soenarno AS IV. termasuk bentuk dan jenis material dari konstruksi sendiri.R. Wave runup berguna dalam menentukan tinggi (puncak) dari rubble mound breakwaters dan sea walls. maka akan timbul persoalan overtopping yang lebih sulit dari pada persoalan runup height. 40 . Runup height yang dibicarakan diatas tadi hanya berlaku untuk reguler waves saja. sedangkan untuk irregular waves sampai saat ini belum ada design kriterianya. maka gelombang akan naik melalui bidang miring tersebut. Gelombang akan naik sampai mencapai suatu ketinggian diatas MWL (mean water level). Untuk menentukan “wave runup height” telah dilakukan percobaan-percobaan dengan berbagai structures.

Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.H. Soenarno AS 41 .R.

H. 42 .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.R. Soenarno AS Figure 3-11. Wave Runup Corrections For Model Scale Effect.

Soenarno AS 43 .R.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.H.

Soenarno AS Figure 1-7. Deep Water Wave Forcasting Curves As A Function of Wind Speed 44 . Deep Water Wave Forcasting Curves As A Function of Wind Speed Olah gerak kapal dan lay out breakwater Figure 1-7.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.R.H.

Olah Gerak Kapal Saat Memasuki Breakwater.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. 45 .R.H. Soenarno AS OLAH GERAK KAPAL DAN LAY OUT BREAKWATER Gambar IV. karena itu gerak resultante dari kapal yang bergerak maju adalah : maju arah kiri. Geraknya kapal ditentukan oleh gerak putaran propeller.7.

untuk itu sebaiknya alur pelayaran masuk (navigation channel) tagak lurus garis pantai.H. Jika ditunda (dengan kapal tunda) maka kecepatan kapal tersebut dapat dikurangi menjadi 3 s/d 4 knot. maka lebar efektif dari mulut breakwater adalah 300 m.R. Penentuan Waterdepth [ depth = draft + keel clearens] Keel clearens ditetapkan berdasarkan akibat-akibat: 1) pitching & rolling (cushion effect) 2) squat (akibat heaving) 3) beda pasang surut Pitching : H1 = 1.2 H ½ x 1. yang berarti lebar efektif mulut breakwater (entranches) tersebut cukup 150 – 200 meter. IV.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Soenarno AS Berdasarkan experiment : lintasan kapal tersebut membentuk sebuah lengkung yang amplitudonya untuk kapal dengan kecepatan 6 s/d 8 knots → 300m. Karena kapal tidak mempunyai rem jadi sukar untuk belak-belok.6 H 46 .2 H = 0. Penentuan water depth Gambar. 8.

2 x draft. draft = 8.00 m .60 m Squat : 0.50 = 1.000 DWT → d = 1. Layout Breakwater Fungsi dari breakwater dimaksudkan untuk : 1) Perlindungan terhadap gelombang 2) Perlindungan terhadap pengendapan Lumpur (silting) 3) Jaminan keselamatan pelayaran 4) Mengarahkan arus (guidance of currents) Dalam perkembangan teknologi fungsi kedua (silting) sudah tidak begitu penting. Sedang terpenting adalah fungsi ke-1 dan ke-3.20 m = 0.50 – 9.50 m Depth : 12.00 m Akibat cushion effect 0. Jadi bila dijumlah .60 m .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.000 DWT draft = 8.50 m (akibat kapal yang berjalan terdapat gerak naik turun yang disebut leaving) putar/goyang 30 = 1/20 rad.50 – 1.untuk kapal 10.20 m → ½ x 1. Soenarno AS Gambar IV.50 – 9.H. rolling Untuk with 20 m 10 x 1/20 = 0.misalnya beda pasang surut: 1. Gerak Naik Turun Kapal (Leaving) .R.squat : 0.5 m.6 H + 0. 9.0 meter Untuk kapal-kapal ≥ 10. 47 .90 m Beda pasang surut : 0.

karena harus dibangun dari bawah air. 1) Membuat konstruksi yang ringan 2) Memperlebar dasar konstruksi. sedang cuaca tidak sepanjang tahun merupakan cuaca yang baik. lagi pula harus diadakan pengukuran kekuatan tanah dasar (soil investigation) yang berupa “booring dan sondering”. Membangun breakwater tidak mudah. Makin berkembangnya teknologi angkutan laut. Pada umumnya dasar perairan dapat dibagi 3 golongan : a) Lumpur dengan tegangan max 0 – 2 kg/cm2 b) Pasir dengan tegangan max 1-5 kg/cm2 c) Batu/karang dengan tegangan max 5 – 40 kg/cm2 Bila kondisi tanah dasar tidak baik. PENDAHULUAN.2. MACAM-MACAM BREAKWATER: 1) Type Rubblemount 2) Type Caisson 3) Type Sheetpilling 4) Pneumatic Breakwater 48 . jelas membutuhkan kolam pelabuhan guna berlabuh dan bertambatnya kapal dalam perairan yang tenang.Perencanaan Pelabuhan I Bab V PENAHAN / PEMECAH GELOMBANG ( BREAKWATER ) V. maka harus diusahakan memperkecil σ sejauh mungkin. sehingga terjadi bentuk trapesium 3) Disamping hal-hal tersebut masih diadakan perbaikan tanah dasar (soil improvement) V.1. Hal tersebut menyebabkan perlunya breakwater sebagai penahan dan pemecah gelombang serta kolam yang tidak mudah terjadi pendangkalan (silting).

pasir atau karang) b) Persediaan batu (apakah sumber batu jauh/dekat dari proyek cukup banyak atau tidak. Keuntungan type trapesium : 1) Mudah dalam pelaksanaan (tidak perlu alat-alat besar dan worksite yang luas) 2) Karena dasar bangunan luas. seperti halnya juga sheetpilling type. 49 . (caisson memerlukan peralatan besar dan banyak tenaga ahli. sedang rubblemound sebaliknya. Lumpur.3 PEMILIHAN TYPE untuk menentukan type trapesium atau type persegi panjang dalam rencana design breakwater pada suatu daerah tertentu ditentukan oleh beberapa faktor: a) Keadaan dasar perairan (lembek atau kuat.4.Perencanaan Pelabuhan I Berdasar bentuknya kita bedakan dua type 1) Bentuk Trapesium (Rubblemound type) 2) Bentuk persegi panjang (Caisson type) bentuk ini merupakan bentuk tembok tegak atau vertical wall. V. sedang rubblemound tidak memerlukan) g) Peralatan. sesuai rencana dan tersedianya ditempat sesuai rencana waktu) c) Keadaan permukaan perairan ( ada atau tidaknya gelombang ditempat rencana pembangunan) d) Beda pasang surut (untuk menentukan duration selama pekerjaan dibawah air / waktu surut) e) Keadaan air (waterdepth) (makin dalam makin menguntungkan type caisson) f) Tersedianya lahan untuk pekerjaan (worksite) (caisson membutuhkan worksite. tenaga kerja dan cuaca. tekanan diatas tanah dasar kecil 3) Energi gelombang dipadamkan secara beraturan 4) Tak ada pengikisan (scouring) didasar bangunan. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN MASING-MASING TYPE. V. tapi perlu banyak tenaga kerja). tenaga ahli.

4) Dapat terjadi overtopping 5) Tidak dapat dipakai sebagai tambatan kapal. contohnya: Pembangunan breakwater dipelabuhan Semarang terpilih rubblemound tetapi terdapat kendala. Kerugian type persegi panjang : 1) Pelaksanaan harus teliti dan memerlukan banyak tenaga ahli 2) Tekanan diatas tanah dasar cukup tinggi 3) Energi gelombang dipadamkan secara medadak 4) Dasar bangunan dapat dikikis oleh gerakan air Dalam praktek pemilihan type breakwater ini tidak mudah. maka di design kombinasi caisson-rubblemound diatas tiang pancang dan dibawah dinding turap baja (steel sheetpile). Keuntungan type persegi panjang : Keuntungan disini merupakan kebalikan dari kerugian pada Trapesium antara lain : 1) Tidak memerlukan banyak material 2) Tidak memerlukan perawatan intensip 3) Gerakan gelombang tidak merembes kekolam 4) Tidak terjadi overtopping 5) Dapat dipakai sebagai tambatan kapal. 50 . menyebabkan kolam pelabuhan tidak tenang. banyaknya batu yang dapat disediakan dalam waktu 2 tahun tidak mencukupi karena kendala transportasi.Perencanaan Pelabuhan I Kerugian type trapesium: 1) Diperlukan banyak material 2) Diperlukan perawatan (maintenance) secara intensip 3) Gerakan gelombang merembes antar sela-sela batu.

ditengah-tengah badan dibawah kaki (toe) dan selengkapnya tergambar dibawah ini. Batu dan blok beton ini disebut armour unit. sedang diwilayah timur dipilih type caisson. Gambar V. Yang menjadi persoalan ialah berat minimum dari armour unit tersebut. atau dollos. kemudian lapisan II yang disebut secondairy coverlayer. 51 .1. BREAKWATER TYPE RUBBLEMOUND Rubblemound breakwater biasanya dibangun dari batu-batu yang besar (quarry stones) pada permukaannya. dan untuk secondairy coverlayer W/15 – W/10 dan untuk badan brekwater W/6000 – W/200. maka dapat diganti dengan blok-blok beton besar untuk menutup lapisannya. Breakwater rubblemound tersebut terdiri dari crestblok. V. sedangkan batu-batuan pada lapisan primairy coverlayer W/2 – W. akmond.5. pada umumnya di Indonesia bagian barat dipilih type rubblemound. sehingga mampu menahan gaya-gaya gelombang.Perencanaan Pelabuhan I Bila hanya dilihat dari dasar perairan dan besarnya gelombang. Bila batu-batu dengan ukuran besar tidak didapat. untuk menentukan besarnya W digunakan rumus Hudson. Berat crestblok dinyatakan W libes. lapisan I yang disebut primairy coverlayer yang dibagian depan diperkuat dengan tetrapode. Breakwater Type Rubblemound.

7 2.5 Rough angular Quarrystone Rough angular Quarrystone Rough angular Quarrystone Rough angular Quarrystone Graded angular Quarrystone Random K RR 1.7 for depth > 20 feet and 1.5 7.5 8.0 2.5 2.0 7.4 >3 Random 3.2 KD VALUES FOR USE IN DETERMINING ARMOR UNIT WEICHT No-Damage Criteria Structure Trunk Armor units Smooth rounded Quarrystone Smooth rounded Quarrystone u (a) Placement Breaking Nonbreaking Wave (b) Wave (c) Structure Head Breaking Nonbreaking Wave (b) Wave (c) 2 Random 2.9 1 Random (d) 2.5 4. the stone should be carefully placed.5 7.0 10.3 2.0 15.0 2.5 9. (b) Minor-overtopping criteria.5 3.0 5.0 5.0 5.Perencanaan Pelabuhan I TABLE 4 .0 4.0 3. 52 .3 2 Random (d) 3.5 8.5 8.5 8.0 5.5 7.9 >3 Random (d) 4.0 5.0 7.9 2.0 3.5 6.2 - 2.5 9.5 Modifled Cube Tetrapod Quadripod Hexapod Tribar 2 2 2 2 2 Random Random Random Random Random 7.3 - 3.0 7. (e) Refers to special placement with long axis of stone placed normal to structure face. (c) No-overtopping criteria (d) The use of single layer of quarrystone is not recommended except under special conditions and when it is used.8 2 Special (e) 5.0 5.5 2.6 2.3 for depth > 20 feet (a) n is the number of units comprising the thicknees of the armor layer.5 Tribar 1 Uniform 12.0 6.

Perencanaan Pelabuhan I 53 .

8 4.2 2.2 10 12 14 15 17 20 23 24 27 30 34 37 38 42 47 52 57 63 69 73 75 81 88 101 10 – 35 ( 26 ) ( 18 ) Significant Range of Period (seconds) Range ( Knots) Beanfort ( Windforce ) Wave Height ( Feet ) 〈1.8 7.5 5.23 7.4 1.4 12.8 4.7 10 13 16 17 20 23 28 29 33 38 44 46.5 5.Perencanaan Pelabuhan I TABEL D – 7 WIND AND SEA SCALE FOR FULLY ARISEN SEA WIND SEA 1 Light Airs 1–3 2 0.3 6.6 0.8 5.6 11 14 14 16 19 21 23 25 28 31 36 40 44 49 52 54 59 64 73 0.0 .3 5.7 6.5 14.3 4.0-11.5 11.6 8.5-15.8 22.9 8.5 – 26 7.1 6.7 20 27 40 52 59 71 90 99 111 134 160 164 188 212 250 258 285 322 363 376 392 444 492 534 590 650 700 736 750 810 910 985 8 9.4 3.4 3.5 8 – 29.0-8.0-17.4 2.8 0.2-20.5 13.5-18.0-24.8 21 21.5 – 27 8 – 28.7 1.3 14.5 4.5–10.27 7 Moderate Gale 28 .71 〉 64 〉 80 〉 128 〉 164 Minimum Duration (Hours) 0 Minimum Fetch (Nautical Miles) Av.7 9.8 7.1 17 17.29 1.6 14.4 7.4– 7.2 8 – 28.5 14 16 18 19 20 22 24 24.16 5 Fresh Breeze 17 .10 4 Moderate Breeze 11 .5 4.33 8 Fresh Gale 34 .0 2. Max 0 1 Average Wafe Length (Feet) Significant 0 Calm T average period Average 0 U Period of Max Energy of Spectrum (T max) Wind Velocity ( Knots ) 〈 Description 0.7 2.5-10 2.2 7.7-16.7 9.9 8.4 12 12.9 3.8-13.7 50 58 64 73 81 90 99 106 110 121 130 148 12 Hurricane 64 .8-19.7-13.4 5.9 13.4 -2.5-7.2 6.2 5.9 10.1 5.4 20.0 6.7 18.40 9 Strong Gale 41 .37 1.55 11 Storm 56 .8 10 18 24 28 40 55 65 75 100 130 140 180 230 280 290 340 420 500 530 600 710 830 960 1110 1250 1420 1560 1610 1800 2100 2500 39min 1.9 9.0 – 25 7.7 11.5 32 34 36 37 38 40 42 44 46 48 50 51.7 0.5 0.7 4.2 1.4 5.10 2 Light Breeze 4-6 3 Gentle Breeze 7 .9 3.5 7.6 24 1.6 5.6 8.8 2.0 .4 7.4-12.6 3.47 10 Whole Gale 48 .5 10 12 13.1 3.4 2.1 8.9 8.8 6.5 26 28 30 30.3 10.7 4.6 19.7 8.1 9.88 1.0 3.4 16.63 5 8.5 3.8 15.8 2.0 4.2 9.5 10in 5 18min 0.8 2.8 3.3 9.8 – 5 1.5 – 31 10 – 32 2.8-17 5.05 0.6 1.2 54 .6 1.08 0.8 5.3 17 6.9 4.7 7.2 20.9 3.7 14.2 3.0-20.0 7.5 10.18 0.7 6.5 6.0-14.8 14.2 7.8 8.4 4 4.6 6.0 10 12 13 15 18 22 23 26 30 35 37 40 45 50 58 64 71 78 83 87 95 103 116 0.8 2.0 .1 13.7 10.5 8.21 6 Strong Breeze 22 . 1/10 H.1 12.4 16.9 15.6 4.5-21.0 1.3 12.5 52 54 56 59.4 2.6 6.

119 2.071 1.3380 .0108 1.1193 .777 1.09663 .950 1.07102 .1904 .0159 1.1507 .2190 .2884 .9962 .01598 .9965 .1949 1.2147 .9908 .3937 .08686 .515 2.2357 .860 .002100 .0041 1.1827 .003200 .1323 .3523 .01495 .9971 .1587 .1425 .02976 .1447 .05018 1 1.1815 .09393 .9991 .9849 .06617 .9988 .001000 .0166 1.3715 .3827 .1472 1.0114 1.0149 1.1124 .1234 1.02192 .467 3.659 2.0060 2.1435 .0019 1.1511 1.0092 2.01832 .9966 .004600 .031 .002400 .01743 .1818 .822 1.02659 .1764 .9837 .01198 .002900 H / H O' SINH COSH 4πd/L 4πd/L 0 .08304 .9912 .9887 .3678 .0066 1.9853 .3774 .1708 .1809 .036 1.2741 1.3065 .9894 .9979 .01056 .06128 .047 1.9919 .9946 .1636 .3417 .09977 .067 1.9948 .0098 1.05608 .0001000 .2410 .9909 .011 .025 .1424 .1232 .0127 1.003900 ∞ M ∞ Also : b s / a s .027 1.1579 .0006000 .0005000 .1456 .1488 .2540 .3864 .9987 1.1827 .9912 .0035 1.1250 .1161 .01959 .0009 1.09050 .9942 .9997 .9831 .9928 .01648 .0001 to 1.3263 .9998 .08323 .1527 .1779 1.1651 .9872 .2266 .068 1.005 0 .709 1.02507 .1004 .1693 .9925 .0143 1.03546 .9992 0 .1125 .9972 .032 1.1114 .3061 .05014 .2323 .1887 .001900 .010 1.9950 .1358 .070 2.3705 .2890 .9973 .001800 .02228 .5 874.1334 .002000 .1330 .9904 .701 .1306 .2642 .1087 525 493 463 438 415 2.1795 .019 1.3302 .572 1.1594 .0063 1.001700 .023 1.1510 .9958 .2934 .9977 .004700 .2462 .002800 .2692 .0057 1.002200 .1727 .749 2.0085 1.08285 .08672 .003300 .3196 1.1095 .1199 .0028 2.004 1.02948 .3565 .0038 1.2592 .9996 .1 605.1848 .03547 .856 2.01263 .1003 0 .0101 1.9889 .917 1.9960 .0016 1.1913 .07091 .015 1.2845 .9981 .1879 .9859 .0004000 0 .0076 1.07527 .02534 .9959 .1119 .004200 .005800 .07084 .9902 .9937 . C / C o .9896 .005700 .0032 1.1835 .1592 .662 .02560 .02836 .9825 .02335 .3670 .01548 .060 1.052 1.1037 .1898 .016 1.1678 1.06148 .004800 .004400 .1315 .933 .810 1.1346 .9834 .0013 .09063 .9937 .07097 .040 1.0007000 .02000 .9881 .058 1.1711 .9815 .06637 .066 1.0188 1.1640 198 193 189 184 180 .05596 .014 1.1539 .3103 .004000 .02864 .1698 .2303 .395 3.1391 .1487 .09407 1.1257 .9944 .03003 .0172 1.1141 .003 1.005100 .2790 .1173 .046 1.0162 1.1728 176 172 169 165 162 .0182 1.2131 .1599 .041 1.1832 .1466 .0002000 .043 .456 2.756 1.718 1.1655 .1068 .1001 .0104 1.1445 .009 1.045 1.647 1.01918 .3972 1.1736 .9984 .0095 1.1032 .9954 .056 .9840 .1058 .9887 .09026 .1123 .0082 1.9862 .003990 .727 1.05611 .076 .1260 .3280 .6 656.174 2.9878 .1810 .1890 1.1494 .006 1.0156 1.626 .1006 .9940 .1739 .9846 .1035 .02117 .986 1.004100 .9877 .075 1.2837 .9985 .06144 .0178 1.1800 .1779 .9897 .160 1 .059 1.02689 .018 .02403 .2563 .2800 .034 1.1710 .9983 .9883 .3483 .9881 .050 .9903 .676 1.0006 1.1639 .09739 .746 .001 1.02893 .582 .9885 .654 1.1310 .09001 .0137 1.9990 .9922 .1612 .02155 .02079 .1154 .0146 1.3739 .205 2.01384 .1505 2.2487 1.684 1.0079 1.357 2.0069 1.3 .1498 .062 1.3599 .1762 .1932 .9865 .1658 .004900 n CG / CO 1 1.2379 .2930 .3640 .1243 .3341 1.07072 .07918 .9906 .1811 159 156 153 150 147 .965 .003100 .3021 .1419 .788 1.042 1.038 1.3527 .9943 .037 .1845 .02719 .1292 .2613 .07096 .2612 .1621 .094 2.029 1.9875 .1285 .799 .020 1.9956 .1268 .09365 .767 1.03057 . .9994 .1122 .1659 .1382 .001100 .05016 .0130 1.055 1.1519 .9892 .1859 .003500 .1897 .9969 .04340 .3322 .006912 .009778 .1178 .03083 .1579 1.9893 .3900 .0044 .9923 .1066 .Perencanaan Pelabuhan I TABLE D-1 FUNCTIONS OF d/L FOR EVEN INCREMENTS OF d/L o From 0.9869 .001600 .3562 .024 .9978 .06136 .02597 .02506 .1874 .0124 1.054 1.1181 .1404 .022 1.3403 .1338 316 304 292 282 272 .1565 .1870 .1146 .003400 .2147 .9952 .09723 .0025 1.9929 .05007 7.9967 .9915 .1377 .06642 .1863 1.005643 .902 1.1880 .1781 .1225 .07935 .967 1.02300 .03030 .069 .9949 .1881 .1360 .002700 .1798 .001500 .1062 .01129 .0003 1.1515 .0022 1.047 2.01788 .1945 .02749 .9828 .01325 .1820 .2708 .08333 .002500 .3362 .07943 .0008000 .2433 .004300 .9921 .02628 .633 1.049 1.008 1.1427 .1413 .989 2.2086 .1921 .3184 .005 1.1028 .9931 .404 2.3238 .1782 .1690 .1852 .1746 .1449 .9906 .04344 .005200 .0169 1.9946 .1728 .2976 1.033 1.847 1.1151 .1672 .05602 .09693 .002300 .1229 .1537 .03543 .9994 .1327 .9933 .1205 .1551 .07499 1.1558 .1559 .05015 0 .124 983.1602 .1764 .692 1.1692 .1208 .3601 1.314 .0 715.1467 .239 2.02469 .1791 .0185 1.3753 .04343 .1382 .1754 .834 1.013 1.855 3.1957 .1097 .9931 . L / L o D-3 TABLE D-1 Continued 55 .051 1.005900 .3020 .001400 .3635 .1865 .2207 1.1423 .3109 .02264 .9975 .007982 .1619 .1405 .3790 1.9898 .9935 .002600 .9962 .1546 226 220 214 208 203 .09338 787.02507 .1219 394 376 359 343 329 1.6 .064 1.3444 .003700 .640 1.0009000 K 4πd/L 4.3224 .01440 .07513 .9900 .03544 .001300 .1745 .02566 .3875 .9818 .02921 .0121 1.005000 .311 1. .003000 .9934 .02436 .1331 .3491 .3841 .0117 1.003600 .06627 .3153 .1748 .1915 .928 2.005600 .1354 .9981 .1676 .2661 .08697 .9919 .9953 .02778 .1572 .2022 .9916 .9975 .0111 1.0051 1.0054 1.07534 .02369 .757 3.2009 .04336 .1674 .1275 .1671 .073 1.9900 .1632 .1598 .1091 .737 1.08705 .0140 1.05011 0 .9956 1.9939 .08694 .9884 .003800 .9843 .1282 .9917 .000 TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L 0 .9822 .001200 .005500 .02502 .873 1.1400 .0076 .1446 263 255 247 240 233 .2071 .1717 .1369 .0175 1.2977 .0047 1.9856 .1299 .9879 .275 2.07902 .1005 .669 1.0089 1.005300 .02040 .01876 .1231 .620 1.9927 .008925 .1746 .1584 .1665 .2755 .063 .0153 1.887 1.9969 .1890 145 142 140 137 135 d/L o d/L 2πd/L 0 .0133 1.1843 .145 .8 562.01696 .3144 .08651 .025 1.072 1.005400 .9890 .9925 .0003000 .1617 .1531 .004500 .02807 .028 1.3808 .9910 .1937 .3454 .

0253 1.4909 .007200 .9774 .2924 .0240 1.2265 1.2280 .122 1.4164 .095 1.9287 .112 1.0698 1.9806 .6651 .03711 .0293 1.008400 .1950 .6125 .8837 1.4636 .4138 .2360 88.2479 1.2533 .9 90.3010 .4834 .350 1.083 .459 1.5018 .2009 .9790 .7429 .03576 .3327 .008000 .009800 .1961 .2643 .6391 1.2128 .2134 .9848 .2154 .159 1.006100 .9750 .2173 106 105 104 102 101 .397 1.4251 .007000 .5 96.9799 .607 1.230 1.2468 .9747 .03387 .9731 .03842 .05763 .2000 .2212 .2394 .478 1.009300 .4484 1.4803 1.0663 1.2743 .9548 .9842 .03459 .008300 .2106 114 112 111 109 108 .2022 .03362 .0356 1.2781 .2324 .007100 .1954 .0309 1.4217 .9 .213 1.03644 .9 88.2534 .9164 .3281 .7051 .007500 .2481 .9840 .2560 .5168 .9836 .2438 .4614 .2387 .9759 .2428 .2304 .4319 1.4435 .2303 .1 62.9854 .526 1.4457 .9860 .255 1.2396 .2.04032 .0260 1.9691 .2441 .01500 .06340 .2820 .499 1.9797 .2067 .8 28.8 29.508 1.9793 .4002 .2547 1.2232 .9781 .3119 .077 1.9741 .119 1.2290 .0224 1.3599 1.2019 .2139 .4551 .319 1.0247 1.4133 .03338 .145 1.2125 .3722 .105 1.04612 .124 1.3941 .0840 1.0217 1.1 57.4464 .04426 .1945 .2033 1.2443 .131 1.4195 .2368 .007800 .0593 1.7 81.9768 .335 .0306 1.2082 .1 85.02000 .1 93.0208 1.583 1.104 1.1965 133 130 128 126 124 .3022 .2175 .096 .4801 .123 .521 1.4367 .3386 .03799 .0456 1.9821 .375 1.9 30.006500 .03552 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .2051 .05611 .092 1.2290 .4419 .3525 .4678 .0280 1.008800 .2507 .4988 .127 1.2539 .03777 .4962 .080 1.0299 1.2338 1.006000 .9588 .099 1.0322 1.4646 1.9875 .01100 .187 .03885 .3170 .06878 .01300 .9772 .2 73.4044 .9488 .4517 .1920 .008600 .6655 .05296 .2417 84.2317 .03949 .03928 .2097 .0316 1.2295 .03666 .006400 .4 .9771 .5227 .2082 .2023 .085 1.118 1.350 1.0192 1.9751 .482 1.2066 .130 .9 45.3428 .9468 .2493 .9737 .03162 .02500 .5 82.2507 .141 1.087 1.008500 .2401 .6906 .572 1.2223 .2343 .9428 .2196 .9812 .2465 .0286 1.541 .2049 .2330 .9852 .9533 .2318 .7791 .2143 .006700 .2394 .9722 .601 1.536 1.03188 .1987 .9609 .6450 .9408 .03598 .2419 .0276 1.02400 .5049 .2203 .109 .2406 .2250 .006200 .8 D-4 TABLE D-1 Continued 56 .9834 .2052 .9133 .0211 1.8478 .9715 .3535 .2.1970 .6238 .0201 1.9784 .8131 .0559 1.2065 .9 34.03264 .9564 .01900 .4493 .3225 .0205 1.517 .289 1.1983 .435 1.578 1.7967 .4546 1.3 95.1980 .03906 .03733 .4256 .0389 1.0283 1.9765 .097 1.133 .2081 .9873 .9830 .2324 .2938 .115 1.2190 1.2336 .4 35.3470 .487 1.9629 .4709 .445 1.9988 1.05912 .0250 1.093 1.5109 1.2251 .8643 .3 83.7612 .9409 .009900 .5795 .4148 1.614 1.2275 .5079 .9718 .9796 .2262 .04011 .0524 1.9827 .9697 .240 .2237 .2173 .9734 .4747 .2373 .442 1.7650 1.06613 .620 1.06747 .9225 .128 1.06478 .226 1.259 .3701 .3714 .3973 .3896 .03864 .100 1.3893 33.0234 1.2381 .2 .8805 .9863 .1 31.2016 .0949 1.0214 1.9688 .1929 .9756 .06200 .5562 .0628 1.2037 .079 1.201 1.2065 .9378 .2838 80.2237 100 98.9694 .0319 1.9809 .4882 .8 81.035 .3117 .9825 .101 1.4582 .9869 .3014 .120 1.9709 .009500 .4079 .1 67.9778 .2007 .03313 .0231 1.107 1.2414 .5014 .05132 .4183 .1967 .04964 .589 1.3800 .2383 .03238 .2928 .3328 .2360 .5257 1.9809 .0237 1.9801 .009600 .3552 .01200 .01700 .471 1.0 .007700 .2188 .4865 .9794 .0227 1.0296 1.2147 .9625 .9838 .02900 .3056 1.463 1.007300 .3600 41.1994 .9787 .9807 .126 1.512 1.9670 .01800 .04791 .009000 .006300 .9819 .2898 .0 39.3662 .0912 1.1976 .4322 .9103 .4225 .4607 .4828 .03529 .9508 .0768 1.3621 .108 1.4090 1.244 1.2236 .467 1.9649 .4155 .4936 .3096 .2353 .2277 .403 1.189 1.03621 .3 43.5066 .0 50.9568 .0313 1.2381 .3176 .4355 .2367 .4184 .3838 .0985 1.009700 .006600 .9805 .2199 .4038 .4101 .8 .2455 .9811 .0876 1.3710 .2346 .2300 94.9448 .9195 .03970 .9690 .5040 .8368 .2480 .9858 .103 .9844 .03411 .4774 .9846 .9710 .0195 1.051 .9725 .2113 1.9712 .3781 .008100 .201 1.0270 1.0244 1.4376 .5286 .4741 .6020 .2097 .9530 .4276 .9706 .8140 .9760 .084 1.0263 1.081 1.03755 .4316 .4772 .5574 .113 1.008700 .03213 .3632 .2111 .7891 .4008 .06057 .8 47.491 1.01400 .9256 .009200 .2264 .05455 .413 .3786 .2431 .173 1.4403 .2520 .2691 .4719 .5138 .4579 .9803 .0257 1.9823 .2093 .9871 .2096 .02200 .2128 .4522 .2186 .088 1.7158 .2598 .03110 .0733 1.5 61 1.2312 .7242 .2144 .9856 .307 1.02600 .006800 .1 86.091 1.3984 .3253 54.2660 .5198 .9594 .0290 1.2225 .8310 .2310 .0423 1.03990 .9792 .6856 .2182 .2494 .0303 1.7405 .3468 .2003 .0 .9813 .2410 1.366 1.9817 .4927 .01600 .03435 .3298 .03136 .9728 .2424 .4286 .4346 .2348 .0198 1.456 .9799 .9 .327 .2332 .2160 .1 37.448 1.02300 .009400 .3399 .503 1.9471 .9656 .556 1.9832 .009100 .2247 .274 1.2275 .5853 .2287 .531 1.9867 .02100 .2468 .008900 .9815 .2113 .0490 1.03482 .3389 .007900 .2817 .2456 .2160 .4114 .9528 .2079 .595 .0 91.1992 .304 1.03689 .2371 .474 .38 60 .03821 .0804 1.4549 .03506 .3209 .4406 .5319 .0 87.4006 .4957 1.9440 .4988 .150 1.2407 .008200 .2429 .159 1.2520 .07007 .9310 .0273 1.089 .006900 .3908 .3898 .9762 .2711 .2120 .8603 .4386 .2261 .168 1.3995 .4896 .9 89.04233 .0266 1.271 1.4070 .452 1.2168 .116 .495 .567 .007400 .9865 .438 .288 1.9744 .9317 .2218 .551 1.3806 .4691 .4071 .6 97.9348 .111 1.2452 .2037 123 121 119 117 116 .2209 .9803 .02700 .2205 .9850 .2221 .2 .381 1.3495 .007600 .1935 .4452 .03289 .01000 .215 1.4239 .02800 .178 .1905 .4664 .9069 .9700 .4070 .2158 .2250 .4352 .9703 .0221 1.9502 .4285 .546 1.9731 .2356 .3932 .

2908 1.113 1.7919 1.061 1.07600 .513 1.8592 .547 1.5321 .8924 .016 1.5533 .636 1.5064 .9958 .825 1.496 .6359 .8250 .9607 .9434 .075 1.08991 .125 1.7775 1.05800 .8473 .07135 .08553 .8849 .4894 .23 18.82 .420 1.103 1.7863 .9932 .8831 .7381 .8465 .5449 .1209 1.9 27.07400 .77 12.1168 .1802 1.7411 .026 .4713 .5916 .6252 .5517 .8961 .5711 .4746 19.055 2.07800 .8308 .092 1.09098 .7549 .09 15.6575 1.8093 .382 2.5310 .574 1.07867 .5380 13.7683 .007 1.026 2.05900 .8646 .3397 1.9815 .5015 .57 13.6189 1.5876 .064 1.04200 .4000 .8682 .9481 .6106 .331 2.5304 .06500 .5954 .8342 .05400 .5475 .6805 .4395 .7353 1.9095 .047 1.396 1.1023 .84 15.4932 .6069 .672 .85 18.8711 .6366 .6778 .1101 .9073 .40 13.9211 .03000 .5312 .8687 .6428 .1082 .7033 .6303 .08600 .617 2.5538 .130 1.3231 1.4802 .06400 .9676 .7854 .5649 .317 1.6217 .8137 .5279 13.8239 .1679 1.8811 .5300 .4779 .7277 .116 1.8755 .053 2.695 1.896 1.180 1.08442 .098 2.14 11.089 1.8150 .4842 .7335 1.9218 1.4196 .8290 .8614 .05000 .644 2.9141 .6799 .7948 .023 1.9280 .1158 .525 1.8360 .6622 .691 1.25 .91 14.121 2.6678 .6956 1.2537 1.9772 .166 2.034 1.948 2.1285 1.92 20.1092 .000 2.03100 .4691 .1205 .8448 .5167 14.6652 .1479 1.503 1.8801 .700 .3295 1.2767 1.7577 .5233 .5577 .5753 .1214 .1599 1.5993 .222 1.5556 .6880 .08 12.9562 .209 1.030 1.9732 .4960 .5494 .444 1.446 1.6267 .7711 1.5605 .563 .6239 .1021 1.479 1.11 .6427 .4333 .9548 .06800 .550 1.5717 .1073 .7861 .001 .1063 .4873 .5981 .7256 .05300 .5513 .564 1.1186 .13 .845 1.9076 .583 1.9534 .04700 .62 16.6144 .7662 .6176 .467 1.1033 .067 1.5501 .8430 .9985 .7799 .6289 .6685 .4469 .1171 1.09829 .4857 .526 1.4808 .6344 .086 1.5258 .05700 .654 1.4794 .248 1.8537 .08900 .628 1.9793 .8891 .9588 1.8609 .8378 .4721 .598 1.8562 .6181 .5094 .2956 1.05100 .4911 .8664 .3100 .03700 .08883 .7395 .2628 .5403 .8312 .7187 .8519 .8688 .5236 .4414 .6860 .2492 1.5796 1.8011 .046 .2138 1.622 1.8063 1.21 12.1149 .2447 1.7690 .5399 .9445 .455 1.8989 .9349 .6392 .4634 .9641 .7561 .3947 .6460 .235 1.7911 .418 2.6046 .7783 .170 1.6729 .926 1.018 1.7464 .274 2.5191 .2721 1.7157 .7099 .7409 .271 1.5834 .19 23.1043 .9270 .07500 .83 .9192 .8297 .217 2.04000 .3497 1.1268 .7625 .08664 .9658 .384 1.1177 .135 2.9018 .4051 .7967 .226 1.4571 21.819 1.3600 .2861 .9737 .2053 1.8209 1.9694 .1295 .09930 .2813 1.143 1.7336 .7522 .5214 .9230 .6031 .5581 .594 2.04100 .9124 .9369 .09311 .308 .1286 .5116 .8326 .8792 .7110 .8088 1.08700 .4562 .8943 .2402 .5066 .3345 .1195 .5166 .8719 .04300 .9114 .8444 .7511 .389 2.2672 1.8325 .08100 .456 1.098 .1639 1.865 .9520 .9250 .458 2.4287 .5230 .1251 .5360 .747 1.4635 .06300 .261 1.6526 .9133 .08 11.07984 .40 20.408 1.2225 1.6324 .6716 .07300 .2355 1.07630 .183 1.044 1.03500 .34 12.04 10.1053 .080 1.340 1.71 11.50 17.07200 .08215 .5394 1.8415 .50 14.5015 .617 1.407 2.4868 .9309 .8162 .9457 .62 .5784 .6499 .05200 .260 2.038 1.9388 .47 11.6739 .09205 .5042 16.6616 .4517 .4242 .162 2.8395 .7977 .157 1.35 .7719 .5591 .56 22.5435 .1247 1.921 1.4372 24.08300 .8538 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .974 2.5119 .294 1.1259 .94 10.479 1.8771 .3 25.080 2.286 1.7804 .042 1.484 2.6920 .8627 .7037 .511 2.213 2.07260 .5374 .9153 .6111 .7937 .5954 .1013 .6655 .9860 .600 1.07100 .6590 .8982 .05500 .1401 1.5444 .8121 .8621 .7833 .8905 .5626 .5485 .7890 .870 1.363 1.5794 .9752 .04600 .8503 1.9289 .7634 1.7494 1.30 14.8980 .6981 .1304 .46 20.203 1.1440 1.8700 .09726 .1884 1.1362 1.4100 .19 16.4640 .8386 .8773 .84 10.8483 .3446 1.050 1.9883 .5417 .8886 .42 21.08200 .055 1.616 1.6111 .906 1.9057 .8532 .7633 .08774 .059 1.770 1.8762 .90 .479 1.019 1.03 19.48 .1096 1.9012 .3004 1.03200 .6 24.1926 1.8837 1.6558 .5548 11.8413 .07000 .4534 .8462 1.8237 .8999 .2270 1.4149 27.5147 .5143 .409 1.5215 .60 15.8026 .348 1.07748 .432 1.1232 .189 2.090 1.08100 .284 2.7741 .8080 .59 11.298 1.7569 .5619 11.273 1.1120 .62 12.4747 .07507 .03800 .4717 .3246 1.010 .24 .8921 .8652 1.1111 .95 11.03900 .74 13.6553 .8591 .989 2.9329 .8501 .3051 1.06900 .97 22.8861 .06600 .478 2.6747 .08800 .004 1.5068 .5090 .9591 .3149 1.013 1.670 1.4903 17.4643 .4811 .2011 1.9886 1.672 2.158 1.04400 .728 1.2580 1.9493 .04800 .1518 1.1241 .795 1.06700 .8572 .08500 .118 1.8554 .4577 .9433 .2181 1.7486 .236 2.09520 .8005 .8741 .650 2.8193 .8737 .92 13.430 1.15 17.1059 1.90 16.5017 .6491 .08329 .07900 .530 1.4455 .8966 .1 26.9064 .462 1.03600 .5582 .3548 1.560 1.605 1.08400 .7605 .9576 .5668 .8267 .1277 .490 1.1558 1.590 2.6421 .06000 .4483 .514 1.4988 .8952 .032 1.5469 12.5452 .646 1.885 1.1843 1.9469 .1324 1.4980 1.433 1.5357 .04900 .5874 .360 2.1133 1.4607 .0033 1.9713 .107 2.8180 .571 1.9837 .069 .196 1.9037 .947 1.4964 .07700 .06200 .537 2.1313 .4330 .011 2.1968 1.744 1.502 1.5717 .1720 1.135 1.1003 .9042 .5263 .04500 .8035 .09416 .766 .189 .5563 .1130 .311 1.36 15.2315 1.786 1.548 1.303 2.8830 .36 11.386 1.8915 .5850 .076 .360 1.022 1.582 .09623 .845 1.332 2.49 18.805 1.104 1.448 2.537 2.508 2.8 .372 1.7747 .03300 .9172 .03400 .144 2.5914 .92 12.1760 1.2096 1.4457 .968 .08000 .245 2.357 2.05600 .07385 .9624 .5637 .6033 .1139 .06100 .7219 .8385 .9506 .033 2.74 D-5 TABLE D-1 Continued 57 .8867 .5341 .111 1.6493 .3198 1.719 1.7453 .432 .336 1.4495 .7437 .70 14.075 1.4679 .4943 .1223 .9907 .5162 .4205 .248 1.709 1.639 1.8356 1.

036 4.9263 .5747 .7700 .1050 .9130 .198 2.7076 1.09000 .788 .9135 .46 10.9164 .823 .790 2.120 .9209 .9144 .099 1.09200 .1000 .519 .7214 1.1420 .6566 .569 8.4410 .501 3.1360 .826 1.201 4.5987 .9371 .902 1.231 1.780 8.5990 1.740 3.317 1.805 1.293 4.952 4.762 .353 3.21 10.233 8.5898 2.465 7.020 7.5967 .146 2.1547 .5958 .022 1.827 .561 4.782 .402 4.094 .630 2.8021 .781 7.9137 .9140 .125 2.4131 .6260 .8112 .006 1.318 9.309 4.590 9.9134 .822 .9223 .5975 7.808 9.240 1.1749 .1665 .682 1.748 .9156 .55 10.65 10.045 1.798 4.776 .750 .7252 .5984 .5171 1.110 1.6486 .6254 .6859 .977 3.7945 .9525 .9882 .4932 1.785 .355 4.1020 .1070 .6356 .6697 .7158 .061 8.388 3.963 2.014 1.1632 .660 .9563 .1816 .1440 .352 1.710 1.423 3.602 7.5670 .1170 .1490 .9196 .036 1.468 8.5948 .069 1.734 9.5820 .089 1.9297 .1220 .5693 .6994 .641 3.750 1.744 .5658 .5734 1.1724 .1460 .1766 .061 2.5822 .4187 1.937 .579 3.5951 .5862 1.784 .9228 .062 1.1674 .1436 .251 3.718 1.5998 .9827 .371 .046 1.774 .888 2.397 1.546 4.5902 .567 .3970 1.6381 .025 3.1590 .672 1.661 9.209 2.09500 .633 1.9245 .9400 .1581 .9832 .1774 .8858 .462 3.1400 .459 3.695 4.9372 .654 4.9343 .5757 .1230 .966 1.1401 .806 .4638 1.6060 1.5918 .177 2.9290 .9295 .7147 .673 8.468 4.378 4.068 9.9311 .621 .819 7.793 .950 8.9616 .385 3.157 1.769 .7093 .9677 .603 3.678 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .6779 .1260 .6073 .843 .933 2.051 2.785 2.3653 1.855 2.812 .6512 .766 .1410 .5479 1.667 1.1310 .607 4.7474 .5871 .082 3.052 1.5864 9.073 1. 4.9985 1.757 2.662 2.1708 .661 1.891 1.223 1.9456 .273 1.251 2.9154 .059 3.9401 .230 2.037 1.3917 1.1564 .9204 .820 .324 8.1190 .1430 .8583 .5878 .09400 .741 .5964 .5947 .5980 .105 1.9282 .1480 .760 .1330 .1488 .9141 .8639 .825 .6098 .1250 .944 1.164 3.7983 1.9234 .736 .09600 .146 .7268 .149 1.284 3.319 .423 4.7200 1.5682 10.797 .7520 .1649 .254 9.913 1.282 1.817 .813 .8166 1.165 1.9189 .5978 .262 4.1783 1.215 1.182 1.135 3.188 4.288 .5794 .146 .798 .7721 .1716 .121 3.756 .7039 .1350 .6897 .5727 .6592 .6725 .897 7.1470 .7066 .9755 .201 3.865 3.6539 1.6047 .790 .8694 .9148 .8967 .185 3.835 8.772 1.369 1.240 4450.8094 .693 2.7120 .024 3.880 1.9720 .9146 .9293 .3810 1.8149 .9178 .716 3.1200 .7303 .6645 .9269 .1375 .753 .1357 .7450 1.903 2.1530 .822 2.696 .207 1.728 2.782 3.348 3.1160 .732 .7589 .8076 1.158 4.1733 .334 4.739 1.37 10.1800 .218 3.5931 .248 1.9175 .1322 .7678 1.9158 .5940 .9989 1.994 .7352 .093 2.7377 .950 3.801 .189 8.1462 .814 2.763 .7011 .783 1.5969 .951 5.129 9.728 1.12 10.1450 .114 2.7402 .5961 8.7049 .9169 .09700 .751 .378 1.076 1.5986 7.9076 .9251 .707 7.9139 .824 3.675 1.644 4.025 1.033 4.6305 .6982 .001 .6886 .7824 .745 .538 2.6123 .7131 .136 1.5836 .922 2.9908 .998 2.934 1.759 .1556 .726 8.9166 .1300 .019 2.923 3.7543 .795 .4242 1.8039 .6433 .1691 .030 1.7327 1.907 3.125 1.647 1.956 2.9184 .7763 .5737 10.5989 .384 9.7022 .6202 .858 1.771 .777 .326 1.1741 1.7656 .1380 .1390 .1140 .5230 1.388 1.735 .5766 .09100 .1791 .884 .1808 .5954 .498 4.5850 .109 1.1445 .1270 .257 1.751 .6460 .5890 .5356 1.518 8.9218 .198 1.265 1.078 1.5645 .308 1.8749 .1505 .9670 .800 4.761 2.901 4.5843 .9391 .871 .5605 .191 .5773 2.5674 1.9200 .8803 .030 3.7186 .9161 .9327 .131 1.7804 .6331 .1513 .1090 .595 4.245 4.072 2.9335 .7173 .6124 1.725 1.1010 .085 1.654 1.133 1.141 1.703 1.800 .1370 .4465 1.1573 .1624 .566 3.5716 .153 .272 2.9023 .088 3.115 4.5993 7.1100 .8363 .1496 .103 8.09300 .640 1.8474 .291 1.494 .9257 .261 2.7634 .128 3.6176 .499 7.6407 1.1320 .9411 .1180 .780 .1410 .901 4.7742 .1366 .219 2.074 .5776 .540 3.599 2.1080 .004 1.7905 .5795 1.663 4.530 3.1657 1.29 .4871 1.237 3.765 .1210 .8057 .9186 .1699 1.009 8.9936 .815 .5108 1.167 2.9152 .9239 .792 .6967 .1453 .768 .4297 1.6940 1.360 1.7296 .1150 .873 2.068 .030 1.300 1.405 1.5992 .084 1.419 8.5293 .9600 1.3862 .4077 1.8528 .334 1.093 1.1280 .992 4.9142 .5857 .699 3.6279 2.9381 .6228 .8913 .09800 .632 7.3759 1.6868 .810 .1598 .7964 .1110 .5972 .5907 .1290 .717 1.080 4.282 2.6925 .9214 .057 1.7612 .7865 .5785 9.847 4.756 2.659 3.190 1.8420 .808 .1825 1.869 3.09900 .7885 1.1331 .6806 1.8131 .891 .5944 8.9239 .5803 .5798 .514 .805 .9182 .5632 .6150 2.1470 .706 2.850 4.5418 1.779 .636 7.125 4.061 1.5972 .1130 .5926 .818 .4580 1.9353 .1615 .9422 .7104 .4023 1.7324 .312 3.754 .423 3.5923 .746 4.3706 1.992 4.671 7.620 3.815 2.772 .7241 .169 4.141 1.8002 .1384 .5927 .987 1.101 1.7497 .1030 .8306 .793 1.757 .1682 .5913 .793 3.9304 .7783 1.962 9.5936 .9344 .990 3.415 1.978 7.057 3.755 3.5051 1.533 7.6022 2.1120 .125 1.1522 .744 .857 7.9508 .9362 .010 1.9172 .6808 .5873 .7925 .726 2.041 2.1349 .6833 .9136 .1607 .912 3.1240 .9319 .1427 .955 1.400 D-6 TABLE D-1 Continued 58 .4692 .104 2.5812 .848 1.1040 .094 3.6619 .274 3.738 .6838 .7844 .681 1.5847 .451 9.1479 .7277 .787 .9450 .9150 .020 1.1539 .6913 .4354 1.6671 1.4523 1.1419 .7566 1.733 .6752 .5982 .1758 .7426 .742 .5828 9.115 1.803 .117 1.156 2.6953 .9276 .9775 .4814 1.5922 8.695 1.832 3.688 1.739 .217 4.04 9.1340 .041 .4990 .747 .5546 1.015 .1340 .5704 .7226 .4752 1.008 2.5884 .1060 .9192 .1640 .053 1.278 8.174 1.6191 1.343 1.1392 .837 1.5990 .568 2.5896 8.

4590 .5998 .716 1.398 5.1690 .9169 .220 1.1975 .534 2.793 1.9200 .1966 .2010 .212 5.738 .1610 .8803 .935 1.007 5.8234 .8317 .2050 .225 5.6700 .399 1.8693 1.2058 .827 7.409 .085 6.5982 .1550 .8906 .897 8.607 6.032 2.758 1.583 8.647 7.5974 .1730 .6748 .1866 1.597 2.708 8.9190 .5992 .061 5.5174 2.603 5.890 1.6574 .5999 .4809 .865 1.2060 .6784 .8586 .106 5.5914 .5998 .5911 .7036 .250 .5977 .604 1.7325 .523 2.329 6.335 1.335 2.9133 .158 2.8349 .215 1.787 2.974 .872 8.769 1.119 D–7 TABLE D-1 Continued 59 .9131 .7157 .293 1.594 1.334 6.5220 .000 6.7254 .4547 .1600 .639 2.544 2.1750 .744 6.5456 .748 1.1860 .565 1.1500 .6997 .8442 .2070 .900 6.1908 1.042 2.108 2.9131 .173 .267 7.5991 .761 6.8653 .565 2.1891 .856 1.899 1.395 6.1770 .5935 6.527 1.230 1.2066 .404 1.6882 .723 2.473 .674 8.624 1.751 5.440 2.1640 .6907 .8267 .5961 6.925 8.128 2.5920 6.1810 .1850 .9193 .1560 .8791 .026 7.279 7.5997 .9133 .7171 .8640 .663 7.9130 .2226 .191 7.145 8.1710 .6820 .672 6.5979 .959 1.246 1.235 1.9202 .675 1.6642 .861 2.2050 .298 1.424 1.9134 .451 1.6608 .284 6.5362 .377 1.776 2.1740 .2033 1.5988 6.8939 .433 1.1840 .089 2.5994 6.924 1.148 2.052 7.109 7.7023 .812 2.274 .747 1.457 1.817 1.890 6.1883 .9157 .5291 2.644 1.051 2.8529 .5998 7.860 .947 1.242 2.5675 .2117 1.2285 1.376 5.8333 1.5528 2.7311 .530 .660 6.1800 .342 6.9167 .366 2.324 2.500 7.517 1.240 9.1780 .837 .414 1.6933 .4677 .265 .9140 .555 6.8971 .8767 .320 5.191 .2319 .4765 .7050 .1941 .442 1.2293 .8950 .891 7.1850 .9132 .9172 .9170 .8472 .9144 .451 1.5998 7.8572 .8250 1.6724 .924 2.441 1.5967 .6895 .2075 1.6845 .256 8.2167 .183 .576 2.1720 .9197 .9130 .716 6.7103 .5552 .157 1.513 5.8680 .901 1.1870 .728 7.1960 .8365 .288 8.408 2.8884 .702 2.469 1.986 1.5946 .251 .4633 .8862 .791 1.5651 2.387 2.454 5.030 2.303 2.9163 .460 1.9133 .807 6.8917 .1900 .368 6.346 8.277 .316 8.8396 .267 1.5975 .996 8.169 5.5944 .995 2.924 6.9165 .304 .8614 .6736 .5929 .6760 .574 1.679 6.309 7.9145 .113 6.1520 .797 2.079 7.118 .5996 7.2260 .7296 .9130 .690 5.818 .341 1.2134 .1830 .610 6.2328 1.060 2.162 7.913 1.041 2.603 6.5952 .2080 .823 1.407 6.5998 .309 1.099 2.462 .975 .5998 .631 .2184 .1680 .1933 .006 2.5932 .629 2.5984 .9132 .681 2.5699 .4398 2.178 1.503 5.362 1.591 6.050 9.5985 .167 8.734 2.9159 .7117 .9161 .830 6.1970 .420 1.4899 .183 1.660 5.550 6.584 1.874 5.876 6.022 .412 7.9150 .2008 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .650 2.8515 .938 6.9132 .825 1.107 .566 .5938 .288 1.762 1.429 2.388 1.8284 .5998 .968 1.9132 .8427 .377 2.744 2.221 7.611 6.695 1.148 .495 8.4721 2.013 2.9139 .2108 .1700 .059 8.9130 .351 .8217 .317 6.1820 .446 1.138 2.5432 .035 7.1930 .8873 1.7226 .5723 .5197 .5036 .534 6.2310 .1833 .191 7.9130 .339 7.090 8.4462 .8815 1.2042 .188 1.1630 .222 6.536 1.436 8.994 9.189 2.194 1.320 1.614 1.746 7.953 9.5243 .1950 1.2000 .8486 1.694 6.5905 6.7090 .810 7.809 .4569 .9148 .780 1.8779 .7063 .8928 1.6689 .1990 .9130 .385 6.169 .178 2.915 1.488 7.372 1.272 1.367 1.851 1.5994 .9138 .5013 .187 8.8451 .2209 .498 1.9137 .162 1.9135 .907 1.079 2.6772 .4922 .6870 .5997 .5923 .9130 .513 2.1841 .8895 .406 .5480 .228 8.2017 .7184 .2192 .225 .718 5.5989 .850 2.9183 .237 6.9149 .5151 .9130 .5104 .586 2.511 6.8558 1.5963 .6984 .083 8.5995 .9133 .941 1.1880 .777 1.2268 .432 5.8960 .240 1.770 .634 1.339 5.257 1.4699 .130 6.8183 .2218 .6586 .2125 .421 6.963 7.867 2.8731 .5965 .1917 .1620 .2083 .6631 .808 2.419 2.7212 .951 1.555 1.9186 .6920 .346 1.5994 .2142 .5958 .1925 .5627 .282 1.903 2.345 7.1875 .2176 .5987 .461 2.6832 .456 6.1570 .342 .671 2.8850 .1920 .4876 .210 2.5504 .9136 .1660 .890 .898 5.268 .4504 2.209 1.262 1.712 7.5926 .581 7.115 5.1940 .054 5.197 6.144 9.488 1.8544 .5267 .2243 1.784 6.801 1.882 2.450 5.959 6.159 5.6666 .017 2.262 6.003 6.1910 .5969 .8411 1.5081 .147 6.5908 .5385 .755 2.834 1.4743 .4483 .571 6.8718 .199 .4832 2.747 6.1958 .982 2.212 6.8666 .6946 .2100 .263 2.351 1.199 2.672 6.479 1.260 7.949 6.6712 .5996 .430 1.275 6.438 .9142 .9181 .873 1.1950 .9155 .651 6.206 6.482 2.8839 .7268 .8743 .818 6.2159 1.021 6.7198 .5996 .5577 .1670 .2090 .325 1.777 5.5409 2.4611 2.507 1.1980 .2277 .963 7.2150 .2020 .474 6.252 2.4945 2.369 7.9176 .6857 .2234 .8600 .5993 .840 2.8301 .5127 .933 .7240 .167 1.161 6.2000 .9188 .393 1.9174 .220 .2040 .1858 .1540 .1983 .283 5.204 1.954 5.4655 .465 6.845 1.9195 .630 5.492 6.9141 .038 7.1790 .879 1.471 2.524 8.336 7.6796 .1590 .356 .8706 .300 6.685 1.5972 6.8200 .4787 .403 6.616 8.841 1.5315 .9154 .4526 .618 2.253 6.436 .5995 .5941 .9129 .8827 .8627 1.492 2.766 8.727 1.345 4.891 6.546 1.5058 2.6958 .356 2.664 1.5339 .421 7.571 5.6654 .785 1.6620 .4990 .1900 .819 7.1510 .959 1.5980 6.398 5.911 7.314 1.5950 .134 7.7010 .1530 .7130 .6808 .330 .6971 .5602 .5948 6.133 6.1580 .1650 .4441 .7076 .004 2.740 1.7282 .5748 .1992 1.737 1.2030 .8755 1.7144 .152 1.706 1.9146 .314 2.692 2.654 1.977 .6677 .9132 .833 1.914 2.231 2.970 1.5955 .4854 .1890 .5998 .2201 1.8381 .1760 .882 1.765 7.893 2.803 8.2025 .849 .066 5.5996 .2251 .8501 .853 .176 6.490 5.425 1.9179 .6597 .755 1.5917 .829 2.544 .541 6.2302 .383 .801 1.4419 .2092 .813 5.9152 .994 2.8981 1.070 .4967 .

9340 .6155 .5857 .487 3.268 3.2618 .656 1.19 11.2340 .84 10.667 5.9346 .67 17.553 1.225 3.5811 .9400 .6043 .2480 .380 2.182 3.629 1.2845 1.77 11.9205 .2661 .9251 .6093 .848 5.9325 2.26 13.6060 .2370 .351 2.9061 .399 3.642 9.44 11.500 1.6425 ..842 .727 1.5707 .5740 .689 1.9425 2.9282 .9406 .5744 .301 12.564 1.594 2..806 5.095 3.5691 .73 13.2220 .9213 .2523 .2310 .9363 .19 .5720 .9235 ..9276 .5675 5.33 12.6531 .329 .387 .880 5.128 3..6294 .5679 .2530 .744 9.9251 2.999 5.9221 .9336 .297 2.578 5.927 .6373 .9301 .6304 .5804 ..2630 .28 17..2344 .271 2.80 15.374 .450 2..2560 .06 10.103 2.9041 .395 ..160 3.2320 .6085 .03 12.2540 ..5784 .2784 .674 2.279 3.9360 2.9339 .9330 .6076 .2722 .4232 ..6182 .66 14.386 .5800 .4377 .776 5.024 6.344 .166 2.915 5.063 3.51 11.634 .091 2.9242 .5826 .12 14.63 15.442 9.608 5.2680 .755 2..18 16.676 2.9412 .344 3.443 3.379 3.9367 .32 15.9088 ..97 15.9231 .5687 .4294 2.377 3.9294 .9152 .480 2.2370 1.5736 5.870 2.106 3.6164 .6313 .9346 .393 .2696 .9226 .738 1.641 5.599 2.56 .2446 .2450 .17 10.375 2.064 6.329 .2601 .115 2.61 10..5776 5.527 5.9234 .596 .389 9.6237 .6343 .88 16.728 2.494 1.457 2.071 .5760 .5716 5.739 2.244 2.008 3.33 16.6010 .633 .5874 .556 2.36 16.9455 2.6002 ..678 .526 1.2250 .714 2.2360 .2650 .2653 .828 2.010 3.97 13.5712 .350 .650 5.9311 .2490 .9161 .340 2.952 10..042 3.2489 .6520 .5891 .727 5.023 3.798 2.744 1.4211 .29 15.772 2.6488 .69 12.2100 .149 3.481 2.987 .343 3.397 2.957 2.891 5.856 2.192 11.355 .542 9.421 3.73 12.6363 .29 12.4253 .5838 .4031 .531 3.2558 .660 2.766 1.2644 .361 3.4151 .35 .154 2.066 2.362 .2520 .9374 .077 6.683 1.6275 .788 .2410 .5854 5.9310 .661 1.07 11.9381 .9370 .337 .749 1.4071 .575 17.820 2.9236 .2160 .992 .257 2.755 2.464 2.946 2.838 5.904 3.82 14.5894 .9298 .12 10.939 5.538 2.9194 .6027 .963 5.5703 .364 2..370 3.520 16.26 17.2130 .2570 .827 5.559 1.9360 .9285 .776 1.804 2.9170 2.2731 .6265 .975 5.47 12.421 2.6146 ..2749 .372 .9394 2.6323 .38 .2498 1.01 13.2472 .623 .311 2.2740 ..9227 .8991 .675 .56 10.5878 ..5871 6.01 10.9070 .837 2.366 .569 .9275 .9051 .853 2.6128 .6552 ..2330 .5695 5.711 1.348 .2592 .6228 .6256 .341 .230 2.2404 .6353 .2390 .368 .2350 .2440 .9327 .50 10.408 2..2270 .70 13.978 9.79 14.5683 .59 12.87 .2801 1.531 2.903 5.6509 .542 3.335 .2540 1.6414 .285 2.15 ..72 10.6102 .590 9.6404 .5850 .9021 .2421 .5830 ..5748 .465 15.580 1.2200 .946 2.2455 1.93 12.2510 .2500 .376 ...383 .290 3.710 5.2766 .2481 .6209 .6111 .736 5.532 1...6052 .184 1.2705 .5861 .5898 .967 2.553 2.2190 .9304 .591 1.295 2.83 12.9279 .9223 .15 11.9367 .353 .2395 .31 13.755 1.5819 .79 10.568 2.334 3.5699 .2549 .672 1.178 2.9031 2.2180 .2670 1.2429 ..9270 .051 .660 2.2575 .307 2.393 2.9291 .6137 .95 15.2438 .346 .9261 .9320 .355 13.62 14.6456 .548 5.4336 .037 6..9248 .479 1.650 .454 3.5807 .5884 .385 .325 3.9296 ..6200 .338 2.247 12.9218 .624 5.869 .2506 .858 5.989 2.5901 .2150 .95 .2400 .4091 3.962 2.494 2.9317 .312 3.687 2.4171 .2640 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H /H ' O K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .6498 .432 3.28 10.9245 .6191 .9314 .55 12.66 15.055 3.90 12.9377 .2550 .5756 5.5792 .542 .203 3.5834 5.585 5.498 3..51 14.700 1.716 1.9356 .2240 .021 3.705 .357 .9318 .039 3.5788 .085 10.4011 .399 3.64 17.585 1.30 13.2714 1.782 1.04 14.9289 2.916 .2336 .079 2.9449 .257 3.9254 .236 3.011 5.6284 .352 2.07 17.2660 .508 2.9343 .5724 .788 2.54 16.645 1.45 17.2470 .634 1.15 16.6173 .4051 .15 14.334 3.9437 .10 17.2260 .6120 .2600 .6218 .2792 .45 17.02 11.6541 .723 2.5842 .6383 .2690 .88 14.2670 .359 .469 2.5864 .2430 .796 5.2679 .509 3.171 3.2580 ..6436 .142 2.5752 .693 9.9186 .138 11.11 13.59 .323 3.556 .091 6.117 3.91 .284 2.5728 .73 16.327 .692 5.9211 2.45 15..490 9.5823 .5768 .2584 1.2120 .543 2.9267 .9011 .9239 .105 6.318 2..9353 .2170 .901 2.6563 .9443 .2412 1.9349 .6477 .436 2.00 14.602 1.732 .6035 .766 .81 11.9243 .9258 .2827 .2110 .9259 .2836 .571 5.620 2.052 3.548 1.629 2.64 11.489 .813 2.2810 .9307 .684 5.15 11.6467 .43 12.9219 .55 13.871 2.600 5.9380 .2620 .607 2.9264 .2687 .506 ..2280 .15 13.91 10.055 2.9267 ..444 .658 5.2210 ..694 1.49 15.07 12.9178 .9125 2.9215 .760 .6068 ..722 1.34 9.2140 .612 1.6394 .2460 .796 9.931 2.2463 .2627 1.473 1.9386 .332 .69 16.9134 .553 3.977 2.4315 .770 .9110 .9282 .2378 .645 2.718 .468 1.9353 .4131 .366 2.5772 .534 5.592 .9418 .569 .9116 .518 2.23 10.520 D-8 60 .68 11.9373 .581 2..9273 .51 16.2757 1.700 .4274 .2819 .47 14.5764 .9388 .9332 .214 3.563 5.2361 .031 9.523 2.537 1.847 .4111 .409 2.564 3.325 2.204 2.746 5.2290 .2380 .4191 2.00 .5888 6.816 .9228 .218 2.9001 .2610 .5815 5.886 2.742 2.87 .2635 .5780 .074 3.4357 .2566 .19 14.339 .9107 .44 13.9079 2.5846 .9431 .6333 .786 5.516 .951 5.2387 .128 2.476 3.618 1.493 2.511 1.6018 ..377 .192 2.2515 .397 .39 11.2775 .691 2.756 5.5732 .936 2.388 3.607 1.410 14.583 2.667 1.99 15.575 1.771 1.6246 .521 1.2532 .647 2.9203 .9304 .999 3.2610 .614 2.9333 .707 2.5868 .886 2.6446 .9323 .541 5.2420 .701 5.85 14..27 11.389 3.84 17.5796 5.367 3.9383 .506 1.9107 .381 .45 10.640 1.2353 .364 .5881 .330 .2230 .31 11.9288 .902 10.422 2.83 16.433 2.391 .2300 .40 13.2590 .616 5.9097 .784 2.9143 .351 3.68 10.

71 19.945 3.978 1.5632 .9562 .343 3.9502 .642 3.955 .3220 .888 1.5925 .9449 .300 .081 2.136 3.98 .2514 .956 3.5479 .9713 .2987 .709 3.24 18.893 1.49 19.9567 .5726 .16 20.5838 .5511 .2996 .133 3.254 3.362 3.900 3.776 3.5902 .173 4.513 5.2866 .2882 .3150 .837 1.160 4.127 .366 5.5817 .503 3.5714 .092 2.2860 .5994 .9700 .624 3.2364 .9553 .5667 .234 5.9446 .9490 .5556 5.35 27.9552 .9616 .3005 .3085 .208 4.5568 .045 4.9480 .2710 .81 23.2889 1.15 24.397 .061 4.911 23.832 1.2627 3.5887 .12 24.9516 .237 5.5504 .451 3.94 30.9532 .9413 .83 23.11 .5616 .3022 1.07 23.9720 4.2790 .3230 .59 21.62 20.88 24.2720 .843 3.956 2.260 .54 22.2431 .104 2.063 2.5895 .110 2.254 .2775 3.2805 .694 3.086 2.085 4.877 1.5549 .3139 .3266 .081 28.55 25.2656 .068 4.5623 .587 3.27 29.9607 3.036 4.2556 4.919 3.5689 .462 3.9676 .5545 .2980 .5468 .025 3.5971 .5592 .787 3.5494 .910 1.87 21.2978 1.9440 .30 21.5790 .070 4.83 26.3060 .3311 .3275 .866 3.288 5.74 19.450 5.347 .2685 .9682 .104 4.356 5.2870 .44 .5955 .93 19.480 5.921 2.9495 .37 .35 29.3220 .2910 .323 .3175 .3250 .190 3.2445 .2890 .264 5.961 1.84 22.268 5.2599 .9565 .069 .2924 .37 34.9486 .60 33.9500 .587 3.325 .2670 .64 20.9581 .121 2.9430 .9599 .371 .9436 .9690 .990 3.9649 3.60 28.972 1.95 29.724 3.303 3.703 .62 .9473 .3089 3.96 .9456 .3140 .9423 .5611 .3367 .161 4.720 3.3284 .663 3.9656 .9603 .891 3.9580 .3010 .3240 .088 3.490 3.3050 .990 4.493 5.754 3.023 2.280 .5631 .264 3.3257 .72 32.5666 .9571 .5580 .871 .39 20.058 4.5831 .28 28.9703 3.07 18.5810 .3076 .5917 .46 18.3189 .241 .3014 .827 3.9400 .9410 .9590 .2898 .120 3.380 5.65 18.9406 .9511 3.3000 .9645 .2898 .995 2.3321 .9629 3.307 3.3106 .849 1.9416 .5761 .5739 .609 3.382 3.272 3.035 2.866 1.2378 .007 2.5527 .9568 .86 18.848 3.438 5.2404 .35 23.2820 .2715 .565 3.877 3.46 32.99 34.097 3.2800 .5771 .9403 .3040 .219 4.3210 .093 4.61 33.2700 3.38 34.2486 4.5615 5.2990 .3239 .115 3.2745 .2951 .110 4.57 22.061 3.944 1.966 3.5671 .5541 .5940 .855 22.882 1.70 24.228 3.630 3.28 29.5649 .249 5.40 24.60 22.231 4.9467 .9594 .2930 .585 3.938 1.289 3.07 32.5852 .57 21.379 3.5635 5.098 .60 28.9577 .171 3.5515 .00 31.89 .9518 .05 22.5745 .832 3.2641 .745 3.5732 .22 .2976 .53 25.5678 .9478 .98 .422 3.3157 1.9559 .93 29.04 18.3031 .5497 .9574 .96 30.765 3.5483 5.30 19.2944 .9620 .9679 .3193 .5564 .5804 .5947 .139 29.5490 .Perencanaan Pelabuhan I TABLE D-1 Continued d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n CG/ CO M .9633 .3090 .209 3.933 1.2740 .9469 .284 3.973 2.697 3.3070 .33 27.196 31.18 20.2613 .5880 .508 .5627 .314 5.2960 .2418 4.9547 .5720 .566 3.9505 .2730 .9572 .058 2.3349 .2542 .673 3.664 3.9526 .9426 .186 3.843 .9515 .96 23.14 26.9653 .246 3.5538 5.527 3.3211 .008 3.9672 .252 5.444 5.9459 .9696 .392 5.3222 .5560 .5455 .254 33.9496 .934 3.2391 .956 3.170 3.2459 .3184 .3170 .821 1.2500 .32 .5621 .71 32.5639 .506 5.2872 .967 1.2929 3.9461 .2760 .114 4.292 5.309 5.74 27.5651 .5519 5.227 5.3260 .3008 3.3130 .9624 .18 33.3290 .5797 .738 3.9541 .3094 .805 3.5784 .922 1.912 .9512 .3155 .2880 .116 4.793 1.9535 .5672 .5500 5.815 .851 3.471 3.686 19.9641 .5655 5.337 5.2528 .013 4.047 4.64 30.012 .5576 5.860 1.782 3.2820 .927 .9664 .933 3.943 3.2570 .9547 .79 35.9556 .5534 .83 33.760 3.2472 .5708 .414 5.938 2.72 27.3202 1.245 5.68 24.342 5.20 31.798 21.2835 .5866 .351 5.62 .153 .5451 .2933 1.968 25.024 26.2863 .3294 2.09 23.12 26.5596 5.402 3.545 3.2970 .9707 .361 3.3376 .9509 .3103 .150 4.5986 .2351 4.462 5.474 5.5758 .9420 .296 5.318 5.42 25.3130 .9505 .716 3.323 3.468 5.9525 .546 3.001 2.3049 .152 3.675 3.220 3.610 3.9537 3.115 2.826 1.409 5.433 3.9443 .5963 .9433 .9538 .77 35.3239 .9390 .620 3.82 26.9686 3.905 1.018 2.5448 5.127 4.041 .2760 .631 18.2584 .3205 .854 1.804 1.3248 2.62 28.135 4.809 3.10 19.984 .2700 .5465 5.9637 .2960 .206 4.5660 .403 5.9493 .29 30.786 3.84 33.3172 3.9490 .043 3.2950 .899 .65 27.598 3.3160 .5910 .5572 .2992 .9393 .870 3.9396 .07 19.5637 .5751 .9585 3.3148 .49 18.07 22.3139 .104 3.442 3.3270 .9463 .486 .86 24.3121 .3190 .2840 .5603 .979 3.432 5.27 18.989 1.2940 .5588 .183 4.029 2.5523 .810 1.96 26.9452 .3166 .651 3.9557 .3110 .2942 .002 4.5978 .022 .683 3.9611 .272 5.33 21.873 3.2907 .5683 .5605 .9522 .3122 .9668 3.82 22.499 5.046 2.090 4.386 5.9544 .9562 3.3230 .284 5.3200 .5600 .2830 .5472 .237 .2730 .35 21.5701 .3302 .5859 .643 3.5643 .978 4.5607 .231 5.2916 .426 .343 3.2851 3.9473 .242 4.3100 .85 21.30 28.9499 .9531 .2854 .014 4.888 3.9476 .230 4.653 3.5486 .97 34.9693 .765 3.2880 .3330 .9528 .799 1.2810 .361 5.5695 .3040 .2920 .2770 .896 3.9550 .5552 .2750 .04 27.414 .9483 .9542 .51 19.08 32.5610 .2790 .079 3.44 32.075 2.305 5.5655 .19 .24 25.052 2.328 5.3112 1.5584 .9717 .223 D-9 61 .3057 .3030 .038 4.990 4.2913 .3067 1.5643 .9710 .3357 .65 30.99 31.5619 .821 3.3180 .3339 2.3058 .5458 .26 25.67 18.66 27.3280 .5777 .742 20.9577 .276 5.916 1.5932 .136 .000 4.420 5.524 3.31 30.456 .41 20.3120 .828 3.806 .5824 .33 23.731 3.5663 .2969 .5627 .28 19.3020 .185 4.5530 .5873 .2959 .09 20.203 3.42 24.950 1.3073 .922 3.375 5.9484 2.9466 .3024 .483 3.396 3.5462 .604 .5507 .5476 .9660 .5845 .3080 .2780 .332 5.3040 .3385 2.5659 .9521 .02 27.2900 .5647 .2850 .256 5.

5330 .425 2.827 4.5453 .5529 .184 4.780 5.121 5.521 4.609 5.101 5.42 56.3330 .921 5.9662 .5349 .5594 .544 44.266 2.3820 .9769 .9700 .5276 .87 41.162 .922 4.9843 5.2198 .862 4.9817 .1665 4.44 58.5336 .9732 .139 5.770 4.09 53.9601 .404 4.886 5.9583 .957 4.492 4.155 5.85 37.9832 .9698 .5539 .408 2.42 36.3785 .30 49.455 2.3570 2.290 2.3682 .431 2.5402 .731 5.657 4.5355 .5327 .5417 .5470 .3680 .310 4.67 52.732 4.3898 2.3520 .343 .3370 .9808 .281 5.3804 2.643 5.48 51.9640 .1725 .157 5.873 4.3616 2.746 5.5505 .591 4.875 4.502 .217 5.5409 .5306 .3775 .5342 .2064 .2235 .68 62.132 5.656 4.566 5.598 5.28 71.312 5.124 5.5281 .323 4.650 4.5421 .03 .914 4.209 4.249 2.3600 .43 56.9799 .366 2.929 4.5474 .14 .5383 5.9738 .27 52.105 5.077 5.9712 .3630 .3945 2.5374 .9626 .3635 .217 5.5387 .9804 .798 4.1745 .9714 .443 5.712 5.2312 .5429 .1972 .16 48.78 55.114 .2185 .9772 .3860 .45 66.9677 .9724 .84 .3728 .1983 4.186 5.331 .1960 .5377 .638 4.1949 .9737 .381 4.202 2.072 5.13 .76 57.3500 .103 5.99 36.3794 .2247 .479 .08 51.3480 .5399 5.214 5.191 .900 5.044 .251 5.5444 .5325 5.13 60.9775 .2160 4.3640 .5421 .413 2.9825 .094 5.53 .89 45.51 47.1735 .856 4.3663 2.081 5.89 50.3530 .3542 .9747 .179 5.24 60.190 2.5369 .9857 .5344 .16 67.5487 .2017 .225 2.095 5.9797 .5510 .88 47.123 5.173 5.49 .221 5.3700 .288 4.342 2.9595 .631 5.3691 .5301 .201 5.176 .194 5.1705 .469 5.3468 .5398 .416 4.792 4.5445 .736 4.5466 .5317 .410 5.815 4.272 .3310 .34 43.40 .3570 .361 4.3410 .5427 .575 4.384 2.207 .2087 .04 .02 63.60 48.9850 .2099 4.5396 .1828 .5589 .188 5.475 5.350 4.508 5.312 5.486 42.260 2.29 71.3719 .72 49.413 4.602 4.3580 .3860 .3495 .9702 .5279 .509 4.5352 .9707 .9709 .9780 .392 4.132 5.5274 5.9835 .9758 .2040 4.375 .5558 .5359 .37 42.547 4.5573 .5368 5.9819 .5288 .319 2.9696 .5461 .9598 .9732 .9621 .462 4.5389 .682 4.3850 2.9657 .03 44.5392 .534 5.9643 .3532 .5563 .1695 .1850 .9792 .84 37.9761 .720 53.95 46.449 .14 58.697 5.5284 .234 4.3747 .59 36.9726 .709 4.5286 5.944 4.3560 .5417 .9811 .171 5.970 6.5394 .5519 .141 5.500 .36 41.3510 .62 69.439 4.9646 .50 47.399 4.5479 .5548 .5434 .185 .090 5.3790 .419 .82 59.3760 .3766 .402 2.2124 .14 38.95 61.9795 .833 .43 45.685 4.3720 .550 4.851 4.5333 .3917 .9613 .9683 .9670 .165 5.3653 .81 68.602 4.35 43.9651 .13 58.15 38.9790 4.68 62.9675 .3468 .3551 .70 38.5424 .46 66.125 .5339 5.3477 2.5544 .1715 4.248 5.5553 .3832 .96 46.374 5.082 5.780 56.629 4.677 5.9854 .5322 .3440 .498 4.9767 .210 5.159 5.934 4.3588 .5296 .152 5.2052 .2266 4.2325 .40 40.091 5.300 4.866 5.5365 .9690 .466 4.28 52.3813 .3907 .708 4.02 39.850 5.3926 .3380 .25 60.161 5.9847 .958 67.144 2.9823 5.47 51.3590 .5457 .814 5.2111 .3650 .076 D-10 TABLE D-1 Continued 62 .3440 .9834 5.9667 .2222 4.5294 .107 5.5449 .2299 .313 2.80 68.9719 .3709 2.9693 .803 4.697 4.5425 .9848 .3660 .3625 .474 4.360 .5414 5.127 5.3320 .885 4.91 64.9839 .9753 .301 4.134 5.451 4.46 70.3400 .10 .935 5.9855 .5376 .9721 .765 5.214 .378 2.79 55.110 5.9654 .845 4.335 4.377 5.3936 .9717 .5372 .2148 .43 36.673 4.3700 .5359 .5441 .5299 5.3350 .910 4.3431 2.29 49.5584 .885 4.5312 5.369 37.473 2.396 2.34 42.1938 .5350 .90 .005 .5371 .576 4.9837 .5380 .1786 .284 4.521 4.556 4.5408 .3880 .443 2.354 2.5309 .3780 .182 5.59 39.9686 .42 63.3750 .9845 .5515 .627 4.5599 .9618 .9860 5.5524 .533 4.5291 .9782 .3850 .95 61.61 69.86 44.3550 .9586 .85 39.084 .1861 .5496 .5431 5220 5.3459 .9852 5.9592 .220 2.5438 .138 2.25 35.53 54.41 63.17 67.3840 .3470 .3869 .3514 .3756 2.3460 .3710 .3430 .3403 .5441 .00 36.3598 .52 56.198 5.630 .5383 .9741 .154 5.84 43.615 4.5405 .2076 .1818 4.5402 .9723 .173 2.099 5.3413 .3841 .80 45.9688 .9830 .3810 .3800 .974 5.5353 5.3888 .9813 4.346 4.Perencanaan Pelabuhan I TABLE D-1 Continued d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n CG/ CO M .278 2.67 65.439 4.60 39.147 5.2260 .9756 .3450 .307 2.144 5.9815 .2173 .73 49.95 40.3644 .16 54.358 4.3670 .9787 .45 70.2029 .088 5.1994 .3579 .89 41.42 45.3737 .838 60.718 4.437 2.72 38.3730 .034 5.9604 .3879 .5390 .3490 .5568 .5347 .91 64.9610 .1807 .3449 .3870 .133 2.167 2.58 35.9827 .3394 .1797 .5356 .1766 4.3672 .103 .3890 .5405 .3607 .259 4.2273 .196 2.12 67.118 5.15 54.9729 .265 4.568 4.5578 .9750 4.3420 .9635 .277 4.336 4.3523 2.04 39.9680 .5437 .063 5.2338 .5501 .83 59.9730 .5433 .9821 .5380 .37 41.3740 .898 63.191 .237 2.96 40.791 4.541 5.744 4.9777 4.59 48.097 5.427 39.280 5.3540 .9728 .1776 .161 2.406 5.9665 .9629 .85 44.1839 .9589 .5314 .9726 .348 2.079 5.9638 .741 4.41 40.9744 .2005 .48 37.685 4.9735 4.130 5.987 4.149 .150 2.5362 .9673 .67 52.243 .9859 .231 2.388 4.086 5.27 .579 4.9607 .337 2.9659 .3690 .9801 4.3340 .52 54.9623 .83 43.5386 .525 4.2136 .756 4.3504 .1904 .9648 .5319 .77 57.5362 .093 .390 .004 5.137 .9735 .461 2.9806 .603 47.9841 .5411 .3390 . 325 2.5483 .116 5.156 .326 4.3360 .713 4.3770 .1883 .296 2.3610 .185 5.661 50.1926 4.09 51.372 2.301 .255 2.661 .946 4.204 5.768 4.474 4.3822 .1685 .5492 .3300 .798 5.168 5.277 4.424 4.1872 4.5413 .159 4.89 .311 35.1915 .9764 4.2210 .5534 .1675 .5365 .179 2.9615 .438 5.827 4.43 58.345 5.015 4.9785 .33 42.3422 .112 5.15 48.3830 .9705 .3620 .208 2.5304 .572 5.450 4.1756 .467 2.284 2.763 .1894 .9632 .901 .67 65.3560 .

9828 .4340 .4400 .570 7.457 7.671 2.5161 .07 83.556 2.4069 .6 115.1552 .9741 .06 84.027 .414 5.146 7.659 .535 5.503 7.022 .6 .5169 .1462 .538 .5302 .4482 .572 5.9870 .521 2.Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C O M .644 5.450 5.98 72.9877 .975 8.5165 .5271 .5251 .768 2.369 .037 5.5342 .7 101.4120 .234 7.7 125.735 7.4230 .5196 .4203 .5246 .9922 .749 .6 115.2 116.4366 .349 7.4420 .5246 .4240 .326 8.215 7.5253 .402 5.5238 .5158 5.661 7.783 7.5256 .840 .438 7.149 5.9768 .1192 .9902 6.9 97.792 2.993 5.3920 .221 5.596 5.9908 7.7 136.592 2.9838 .3940 .9786 .28 90.040 5.4 117.19 80.1428 .1515 .4290 .07 85.5236 .847 .4472 2.1497 .030 5.9776 .4270 .5206 .3 103.9 112.9914 .9 123.209 5.20 89.257 91.258 6.590 .9924 .8 146.479 7.4460 .5211 .329 6.014 5.5230 .4000 .9867 .1617 4.1345 .849 6.1313 5.9879 .9921 .701 2.9876 6.5221 .024 5.426 5.4100 .5265 .065 5.9894 .5206 .9899 .544 2.9778 .5204 .1290 .1178 .4145 .004 7.9889 .9891 .367 6.1200 5.6 141.5227 .1267 .4337 .5262 5.799 6.0 134.9808 .9926 .59 75.679 6.130 7.800 7.97 72.31 78.5248 .7 110.018 7.5287 .562 2.4350 .4 133.062 5.9843 .4164 .96 .503 2.5223 .045 .3955 .4380 .5248 .816 2.029 5.5202 .683 2.515 2.780 .509 .9739 .317 97.7 128.075 8.017 .5274 .5329 .025 5.3983 .4060 .9788 .521 6.4031 .228 8.24 79.29 99.392 .329 5.1207 .9887 .19 80.3950 .95 91.7 107.560 123.5225 .005 5.9873 .28 90.9 112.9901 .4010 .028 5.40 77.259 7.4310 .9811 .5234 .4212 .4390 .7 125.1 104.9782 .5214 .4040 2.2 113.9872 .005 5.4280 .048 5.215 6.046 7.406 6.3900 .491 2.54 93.5258 .9763 .5168 .9896 6.1561 .290 6.101 5.1329 .5200 5.3 129.3990 .4308 .12 82.991 8.9802 .9798 .9752 .378 103.753 7.1436 5.5282 .48 71.3910 .1236 5.066 5.4360 .474 5.06 84.4320 .7 141.608 5.438 8.564 6.332 6.993 6.049 5.088 7.053 5.595 7.527 2.4222 .269 5.4434 .4370 .0 108.1229 .9792 .483 6.334 .5195 .806 6.4260 .9818 .113 5.1282 .540 8.9862 .497 2.1305 .5290 .707 2.4356 .4 117.9814 .5227 .074 5.4030 .9919 .58 75.9929 .83 95.3974 .5225 .9810 .4347 .035 8.725 2.9844 .185 .012 .9925 .5269 .5260 .9911 .5308 .604 2.24 79.9892 .4443 .616 2.9895 .9806 .5200 .5296 .053 5.4116 .9816 .005 5.4490 .9864 .957 5.3 129.9915 .140 6.12 82.236 8.677 2.9830 .598 .4193 .13 76.4040 .1542 .810 .17 88.4511 .5198 .221 6.4521 2.1369 .366 5.5163 .67 94.009 5.1608 .5209 5.5208 .412 7.7 101.1646 .798 2.9923 7.175 8.2 .85 73.9835 .718 6.4136 2.4150 .034 5.3 137.9772 .4463 .5212 .4098 .041 5.3980 .52 100.5234 .640 6.44 92.9754 .4270 .5266 .029 5.1171 .9927 .2 113.9 131.9743 .4480 .4 143.1627 .9823 .137 81.30 99.1244 .485 2.4070 .9797 .4050 .4453 .39 .9917 .008 5.4050 .725 6.9774 .4059 .305 5.1579 .9900 .4280 2.444 6.295 6.445 6.786 2.4300 .49 .486 5.4002 .1164 5.026 5.006 5.5314 .9 .4190 .629 .4289 .5216 .4330 .112 6.5253 .325 7.4220 .55 93.7 110.9780 .7 136.9 .3993 2.1298 .532 8.762 2.9882 .4155 .046 5.12 .5221 .185 5.103 6.9906 .279 7.38 86.5182 5.834 2.185 8.5215 .4107 .584 5.013 5.963 .719 .890 6.4140 .4450 .4318 .4210 .004 5.9885 .3 .688 7.7 122.2 126.035 5.9931 .5229 5.1506 .5244 .3 137.839 6.4021 .642 7.5237 .5311 .387 8.4231 2.743 2.1488 .921 6.3970 .019 5.1445 .9748 .438 109.737 2.8 119.4 133.5240 5.102 7.4395 .7 107.5186 .4298 .4130 .5202 .4405 .4328 2.586 2.1361 .561 .880 7.2 126.8 119.9912 .44 92.5166 5.5217 .197 86.3960 .245 5.86 73.071 5.136 8.9821 .4020 .9766 .353 5.5176 .1419 .550 2.5267 .026 7.974 7.5326 .9869 5.5177 .4012 .161 5.5210 .0 134.5232 .532 2.5271 .689 .17 88.4160 .83 95.1524 5.0 108.1471 .4 105.4410 .581 2.1403 .9930 .9819 .5194 .4414 .1378 .1 144.758 .1 144.9770 .07 83.4 143.064 5.148 6.4126 .044 5.5171 .13 98.5232 .5285 .9928 8.4385 .1353 5.294 5.040 6.1214 .5305 .1274 5.050 5.5191 5.1321 .40 77.970 4.5160 .9916 .669 5.5208 .644 6.9865 .9745 .060 .4090 .4088 2.653 2.4 105.1598 .620 131.5193 .4200 .5174 5.089 5.828 2.341 5.031 5.9804 .9800 .9790 .023 5.1570 5.015 5.5179 .4251 .1337 .1636 .5332 .4170 .462 5.5239 .603 6.5242 .943 7.52 100.1386 .190 7.5189 .9794 .5218 .427 8.4470 .632 5.9874 .695 2.9880 .021 5.9904 .5317 .4501 .5269 .058 5.831 7.379 8.9812 .9784 .033 .1656 .9909 .5204 .088 .4430 .1251 .055 5.9750 .067 .007 .5172 .011 5.1222 .124 8.1 104.072 5.982 4.9795 .173 5.036 5.9905 .4180 .2 120.499 116.550 7.524 7.511 5.5198 .1533 .173 .5219 5.063 5.601 6.9913 7.9841 .5320 .177 6.774 2.5255 .0 .4376 2.125 5.67 94.707 7.879 6.056 5.5263 .5223 .060 7.623 2.043 5.5258 .1259 .9883 6.4492 .484 6.3930 .13 98.635 2.5251 5.069 5.4183 2.14 87.6 139.1589 .5196 .9758 .7 122.9 .684 6.016 5.713 2.1480 5.9829 .610 2.547 5.804 2.9920 .755 2.72 74.1454 .9918 7.9824 .481 8.5244 .076 6.4078 .486 8.029 6.390 5.5213 .039 .665 2.13 .5323 .8 146.5345 .14 87.077 76.9930 .731 2.0 109.9910 .9932 8.766 6.7 128.5279 .5277 .371 7.9761 .407 6.5181 .4440 .3964 .523 5.9826 .3 120.568 .9832 .575 2.647 2.5184 .72 74.4110 .252 6.1394 5.5293 .1411 .066 6.19 89.4241 .525 6.9765 .4080 .018 5.9839 .9886 .5336 .681 139.9907 .822 2.274 8.285 8.932 6.5299 .303 7.020 5.641 2.922 7.9833 .1185 .4250 .233 5.07 85.041 5.281 5.4424 2.11 81.003 D-11 TABLE D-1 Continued 63 .5241 .657 5.9836 .052 .017 71.5187 .616 .9756 .4174 .5339 .895 7.9846 .4260 .9890 6.010 5.9898 .32 78.5261 .

4822 .5091 .9966 .5162 .847 2.001 5.5139 .9948 .9938 .4540 .4700 .2 182.754 5.104 3.4840 .146 6.5090 .4920 .951 9.9847 .5092 .4540 .5141 .4940 .4940 .962 5.998 4.9858 .141 3.4891 .9909 .996 D-12 TABLE D-1 Continued 64 .5103 .16 11.03 11.5000 .9881 .5125 4.5129 .6 257.166 3.178 .5188 .871 .5108 .2 225.8 219.9949 .4820 .4640 .19 11.08741 .69 10.12 10.5122 .122 3.9935 .4842 .4560 .6 233.5 209.9895 .4500 .896 2.5134 .963 .4570 .3 287.319 6.2 248.9956 10.998 4.9953 .854 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .877 9.5094 .9875 .9939 .9862 .5113 4.5134 .638 8.6 .4695 .5070 .926 2.05 11.5172 .742 148.5100 .4 182.852 5.5135 .5115 .747 8.998 .779 5.50 10.4989 .269 6.4580 .5116 .3 245.981 2.060 6.5077 .4 239.998 4.9908 .0 189.5 199.853 2.910 8.999 .0 277.2 196.09583 .9949 .9959 .35 12.5154 .986 189.997 4.08901 .797 8.1129 5.09 12.4670 .61 11.693 5.998 4.5155 .1089 .9963 .5 222.5067 .9869 .40 11.09882 .9937 .4810 .4531 .5097 .5 .47 11.1143 .09352 .5110 .997 4.41 11.9960 .5181 .9859 .9871 .380 6.1037 .803 157.815 5.4600 .7 163.135 3.9864 .0 214.996 4.999 4.78 10.45 10.2 216.997 4.3 254.466 9.999 4.52 10.5 209.9848 .4830 .086 .9904 .5088 4.08956 .5028 .405 6.9936 8.5107 3.996 4.4650 .4970 .9891 .999 4.085 6.9878 .4930 .5050 .5114 .1 154.91 11.9893 .63 .643 8.5143 .121 6.9955 .012 3.9872 .183 6.09 11.7 161.9885 .9892 .2 291.900 5.5152 .4637 .5097 4.09294 .7 171.965 9.902 .910 8.5112 .4560 .9887 .9857 .1006 .2 .4901 .4790 .4 203.647 9.5119 .356 274.99 40 8.0 267.030 3.997 4.5144 .9957 .021 9.1109 .5106 .59 10.9 176.4860 .08793 .998 4.005 3.908 2.997 4.0 167.26 10.5139 .5114 .9968 12.5092 4.4569 2.16 12.1136 .877 2.20 10.997 4.4740 .074 8.5149 .944 2.999 6.9964 .586 9.4880 .5130 .9964 .83 11.196 3.5129 .2 .770 9.1043 .9860 .9934 .9963 11.1063 5.6 165.705 5.6 157.09236 .925 178.000 5.9882 .2 248.4960 .184 3.912 5.969 2.08691 .999 4.951 2.5060 .4770 .13 10.5117 .9849 .9938 .036 6.7 161.4 306.4666 2.4 203.999 4.5136 .938 10.997 4.07 10.9952 .750 8.4579 .9867 .0 211.5116 .59 11.183 9.8 173.5121 .257 6.406 .5131 4.0 298.999 3.5106 .5124 .5132 .4960 3.5143 .5125 .6 184.5140 .717 5.1 154.301 9.9903 .998 4.232 242.5102 4.5080 .01 10.2 180.08169 .9907 .9863 .4590 .821 9.998 .4530 .533 9.5101 .998 4.5122 .12 11.186 9.37 11.5184 .4870 .4803 .5 191.840 5.4589 .4980 .5165 .4852 .5009 3.5146 .9962 .9 206.5120 .8 194.9 176.999 4.865 2.32 12.09759 .2 225.28 12.1076 .2 196.413 9.9957 .5160 .4930 .2 178.4 295.5 242.5158 .05 12.25 10.4 295.08220 .09121 6.153 3.09942 .730 5.7 169.5095 .766 5.5192 .7 .9941 .1012 .709 9.4676 .110 3.3 287.4990 .997 4.129 .08320 6.9947 .245 6.08270 .296 9.5109 .4680 .5010 .9851 .002 5.7 159.8 264.09064 .4911 3.5186 .9877 .997 4.7 302.7 169.9950 9.9965 .5167 .09641 .65 10.998 4.5110 .5179 .9874 .02 .95 12.9906 .9912 .209 .7 171.000 4.0 267.023 6.5107 .0 211.238 9.018 3.9910 .96 .048 201.08119 .999 4.9905 .5090 .5119 4.5145 .4690 .997 4.9944 .4628 .9961 10.4599 .5030 .853 8.171 228.8 219.1069 .5121 .997 4.72 11.5168 .073 3.343 6.2 152.097 6.134 6.31 .195 6.999 4.965 9.08637 .4550 .996 4.98 11.09820 .9909 .937 5.9855 .9 148.32 11.0 155.5152 .4900 .920 2.9945 .9 .08530 .092 3.5182 .5096 .055 .12 12.37 10.9944 9.92 10.3 251.5133 .9911 .072 9.024 .6 233.5048 .9876 .826 9.9961 .5118 .4793 .4862 3.9955 .57 10.4920 .00 .5147 .6 260.4832 .51 11.996 4.827 5.1025 .5154 .9873 .20 12.0 277.067 3.5 280.5038 .0 .1157 .3 254.699 .09010 .5 236.5127 .4705 .4800 .693 8.997 4.4725 .1150 .2 152.5156 .3 245.974 5.998 4.5109 .6 .9888 .5142 .4764 2.998 4.3 230.638 9.85 10.7 201.4754 .4610 .997 4.368 6.9946 .9865 .5018 .4979 .6 .3 230.4871 .957 2.9951 .9901 .208 6.4510 .172 3.4 306.4 150.4780 .5157 .9960 .061 3.5105 .87 11.1115 .997 .4657 .5148 .3 270.5112 .999 4.306 6.24 12.9935 .9965 11.5111 .5177 .8 187.9890 .5150 .525 9.5190 .079 3.072 6.2 180.890 2.016 9.76 10.294 257.117 .9959 .883 2.9966 .4618 2.2 216.998 4.8 284.09405 6.098 3.859 2.5098 .18 10.5 236.5140 .0 .9962 .32 10.4774 .0 298.9954 .888 5.585 8.998 4.5087 .5 191.9868 .1056 .5151 5.6 184.08477 .9 274.08068 6.888 9.997 .5126 .09178 .036 3.5107 4.6 165.9897 .331 6.9902 .760 9.9913 .4660 .4850 .7 163.5157 .26 11.39 .220 6.159 3.5104 .5138 4.09464 .5132 .9941 .4950 .99 11.4630 .190 3.75 11.8 284.791 5.997 4.8 194.999 4.5124 .8 264.7 159.9886 .5126 .5144 4.9967 .999 .9951 .8 187.9933 .1122 .4 239.5175 .5 222.9953 10.3 270.5089 .43 10.08371 .80 11.9943 .282 6.9 206.1018 .999 .9956 .5128 .5093 .804 8.9900 .65 .997 4.1095 5.5105 .1083 .5120 .5146 .9964 .4 150.6 260.9942 .1102 .09698 5.5058 3.8 173.998 .473 9.932 .4813 2.1031 5.5113 .31 .9946 .08424 .7 302.1050 .0 .9958 .4881 .5170 .4910 .997 .585 9.128 3.997 .993 .4750 .9852 .997 .011 6.4730 .876 5.24 11.5173 .4760 .914 2.08584 6.949 5.5 280.5099 .4608 .4950 .203 3.938 2.9947 9.5115 .9899 .4720 .4520 .4744 .4550 .5150 .9889 .4647 .9 .042 3.4969 .9853 .864 167.09523 .5136 .9883 .393 6.9880 .4710 .3 251.39 10.987 2.4890 .1000 5.109 214.4686 .71 10.5163 .0 155.354 9.9898 .54 11.68 11.4620 .9958 10.975 2.07 10.417 291.998 4.353 9.9952 .5 199.132 9.5020 .5040 .049 3.997 4.4735 .147 .9967 .08845 6.9896 .998 4.4783 .90 10.4999 .242 9.6 228.9899 .5137 .5128 .159 6.695 8.4715 2.83 10.

05960 .5650 .112 7.5068 .17 16.5063 .5264 .5452 3.41 .0 605.9944 .099 576.519 .9979 14.5087 .951 4.06 13.4 502.64 13.283 3.512 3.9982 .5490 .60 17.9983 .9934 .9979 .4 427.951 4.8 317.1 359.578 6.5 455.5070 .5066 .4 548.975 508.07221 .537 3.9974 .5075 .541 329.954 4.5590 .77 15.5060 .91 .06148 .49 17.240 .5274 .9935 .394 .5077 .5063 .16 15.9981 .5679 .47 16.97 16.0 406.01 15.1 554.264 3.9980 15.967 4.9938 .9976 .5071 .562 3.9927 .5540 .07634 .957 4.6 528.665 373.7 333.5430 .550 .5091 .5102 .9939 .5067 .07449 .9945 .491 6.5580 .5070 .06420 .9942 .628 6.65 16.9936 .71 17.9976 14.851 449.087 7.4 329.9949 .963 4.34 15.5180 .444 3.481 3.88 .02 .9952 .06664 .494 3.07729 .5205 3.074 7.14 12.5067 .5620 .5659 .9922 .5082 .432 3.430 6.5 636.9974 .9924 .5250 .9 342.7 325.9930 .5080 4.5254 3.5049 .953 4.07266 .838 6.5660 .9982 .9971 .124 7.5090 .47 12.037 541.05707 .543 3.952 4.9974 .9919 .0 422.5620 .5176 .959 .987 7.956 4.05672 .5126 .07091 .531 3.27 16.5076 4.5390 .5100 .3 590.5055 .5059 .5077 .901 6.5059 .012 7.702 6.26 13.5062 4.5350 .05887 .776 6.1 359.06915 6.640 6.5480 .02 13.4 472.961 4.82 14.962 4.7 355.357 3.9972 .956 4.5094 .3 613.9984 .951 4.4 644.0 .06787 .9946 .2 .5057 .24 16.5078 .5081 .5284 .2 .98 13.5064 .76 13.9937 .5560 .5373 .9975 .5073 .963 4.18 .7 321.0 569.956 4.74 12.5053 4.54 16.5097 .964 4.9968 .2 .9981 .937 6.9972 .9983 .25 15.07972 .06872 .5081 .388 3.9936 .0 576.43 13.925 6.63 17.06073 .07494 .31 17.5053 .954 4.326 3.5061 .06705 6.258 3.5690 .5130 .5500 .553 6.9925 .5056 .5085 .739 6.9980 .05814 .7 598.5120 .5570 .407 3.960 4.727 397.58 15.31 13.5360 .9982 .5059 .5060 .10 14.5363 .8 317.3 496.Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .9942 .954 .73 14.5080 .5510 3.9 342.4 472.5 455.07177 .957 4.5087 .99 17.714 6.5160 .5071 .70 12.5520 .529 6.5146 .9947 .2 397.1 377.5270 .19 15.06341 .9952 .07682 .5400 .7 515.603 350.8 337.9933 .5580 .958 4.5380 .568 3.9948 .9916 .161 613.959 4.965 4.9970 .9977 .5215 .5068 4.9978 .0 368.5104 .954 4.5063 .9982 .9947 .5210 .5057 .75 16.5110 .5340 .5093 .43 12.06501 6.45 15.38 .5649 3.5 636.5078 .5225 .814 6.615 6.5501 3.1 534.5230 .850 6.5550 .967 4.1 554.9 412.1 460.9983 .06542 .801 6.87 .764 6.68 13.5640 .5076 .5680 .07312 .962 .66 12.9949 .5156 3.9978 .3 590.74 15.5 478.488 .401 3.5640 .5089 .05778 .5610 .9923 .05997 .7 310.5077 .78 16.566 6.38 16.5086 .215 3.5059 4.339 3.9947 .9973 .951 4.2 373.94 14.952 4.35 15.2 449.3 392.5412 .677 6.06959 .5049 .5086 .5082 .277 3.314 3.5069 .5079 .5420 .08022 .4 427.413 3.5074 .5088 .9928 .351 3.8 628.9973 13.82 17.07358 6.09 17.9920 .289 3.5491 .9980 .06829 .05567 7.9968 .5077 .5056 .0 417.5300 .426 .556 3.05602 .9944 .5072 .22 13.3 490.9984 .504 6.97 .5630 .419 3.9979 .17 17.5064 .9983 .5530 .7 433.5065 .0 313.4 .964 .5051 .55 14.4 502.9950 .5410 .652 6.9915 .5066 .5085 .9969 .54 15.59 .5061 .9942 .54 12.6 364.9979 .0 368.5323 .79 14.90 13.376 3.956 .5066 .9985 17.07540 .9976 .9981 15.5070 .952 4.8 382.5314 .5442 .5061 .0 605.826 6.953 4.5 .9971 12.1 534.84 15.9978 .9933 .9984 .456 .952 4.39 13.5082 .363 .454 6.9941 .52 14.5510 .3 490.5 387.5095 .37 14.9940 .000 7.3 392.05823 6.469 3.5450 .5053 .06623 .2 346.5056 4.0 417.345 3.5073 .9924 .8 337.370 3.5200 .1 541.5058 .5669 .68 16.438 3.7 355.5150 .9915 .6 528.5070 .5 387.06224 .965 .913 478.37 .96 17.233 3.81 13.467 6.475 3.5630 .5083 .5067 .5065 4.28 14.5101 .9977 .47 13.590 6.5260 .958 .5185 .5699 3.5058 .5471 .964 4.0 521.963 4.5461 .5440 .5320 .301 .5166 .2 620.9951 .320 3.690 6.07824 6.062 7.0 402.20 17.3 496.025 7.5096 .06263 .5057 .463 3.10 13.9977 14.5670 .5521 .221 3.382 3.9 562.9950 .252 3.06186 .5 350.07873 .7 466.9984 16.07134 6.5050 4.7 321.5052 .64 15.1 438.43 14.9941 .5140 .06035 .9976 .07404 .06746 .2 346.5074 .06302 6.5065 .5330 .5103 .955 .97 15.06461 .5082 .25 14.5481 .06582 .5393 .888 6.1 377.07 15.9969 .86 12.5083 .5470 .2 620.5079 .1 .961 4.5068 .5063 .61 14.99 13.5056 .5280 .4 644.959 4.06 17.1 438.9984 .9914 .78 .51 13.9980 .07047 .5590 .9945 .5065 .57 16.955 4.516 6.0 402.5343 .74 17.9975 .5073 .876 6.9929 .959 4.0 569.5056 .07776 .5100 .85 16.966 4.333 .58 12.9982 16.1 583.752 6.5570 .5689 .9975 13.07 14.5353 3.955 4.35 13.48 15.9981 .9919 .94 17.965 4.5244 .8 628.90 12.7 333.64 14.9927 .953 4.0 .5 444.5086 .8 .246 3.7 598.295 3.575 3.5060 .07003 .7 325.0 313.5048 .5610 .479 310.1 583.55 13.5098 .34 14.9921 .9 562.9971 .85 17.5084 .9977 .5460 .9951 .9932 .958 4.5075 .5333 .500 3.44 16.5074 .16 14.8 382.9942 .9935 .5195 .5117 .961 4.1 460.7 .5092 .5220 .958 4.8 508.5600 .950 D-13 TABLE D-1 Continued 65 .70 14.5062 .28 17.5072 4.5170 .9931 .506 3.5511 .9 412.5048 4.5051 .525 3.5054 .9970 .04 16.227 3.5084 4.5422 .962 4.308 3.270 .5294 .5240 .9973 .863 6.5050 .67 15.5058 .149 7.05850 .5290 .05637 .9926 .962 6.10 15.955 4.7 466.96 13.7 515.9943 .5370 .46 .5600 3.1 484.953 4.7 433.3 .07587 6.14 16.5 .19 14.957 4.450 3.50 12.5310 .0 521.5304 3.73 13.966 4.62 12.5402 3.07 16.9917 .0 406.9972 .442 6.5069 .5541 .951 .52 17.9918 .94 16.88 14.9970 12.789 422.9938 .1 484.82 12.5432 .960 .050 7.960 4.581 .5136 .5092 .5531 .07922 .953 .5 444.9931 .4 548.06380 .06110 6.136 7.5560 .6 364.29 15.05743 7.5190 .5235 .5383 .85 13.

5960 .44 92.5043 .361 7.9985 18.35 21.5043 .6 858.92 38.211 7.7300 .9998 .9983 .9 879.186 7.180 14.5035 .946 4.8400 5.5700 .250 .9954 .5048 .948 4.62 21.9989 .301 3.1 118.9988 .31 10.5002 .942 4.649 3.9955 .2 .5039 4.2 104.05297 .9999 .42 18.5045 .940 4.99 .5053 .7302 .5002 .5 668.9957 .948 4.6800 .8101 .373 7.323 7.5780 .62 18.03359 .75 31.02035 .71 43.9998 .6902 4.937 4.9 .17 24.949 4.5020 .5002 4.5004 .06 11.18 86.37 21.5054 .5860 .2 711.05 10.2 711.19 20.5880 .535 890.5025 .77 31.5870 .314 3.5738 .04677 .7002 .5052 .5039 .5040 .9989 .9963 .946 .048 948.899 3.9969 .776 4.498 7.042 10.743 3.929 6.5858 .9999 .947 4.5820 .5036 .9 913.5007 .5002 .5021 .828 5.620 13.523 7.9987 .9985 .485 7.6600 .04855 .9987 .5005 .5977 .510 7.529 5.35 46.03155 .04591 .379 1.8 729.9999 .348 739.01795 .9997 .935 4.32 19.828 5.93 11.12 .04735 .8600 .9991 .68 26.00 76.9985 .9989 20.5036 .5041 .9999 .400 4.5750 .9960 .9989 21.5002 .258 4.224 652.05264 .01312 .153 5.9988 .180 14.527 948.9 879.9987 .5040 .5970 .940 4.6500 .6106 .000 1.9990 .935 4.473 837.9972 .00793 .9987 19.5045 .5010 .938 4.36 19.25 21.9989 .23 21.950 4.05070 7.3 126.0 134.5043 .552 9.9986 18.5 796.5 826.9954 .8100 .9975 .05497 .9997 .9997 .5046 .5950 .643 .5046 .587 3.1 757.09 20.9 694.16 18.76 23.937 .730 3.6900 .5719 .976 9.947 4.5009 .948 .25 27.947 4.411 786.8600 .6400 .9987 .5015 .01686 .9999 55.7700 .090 5.9987 .215 5.204 7.1 847.5004 .97 .21 20.174 7.274 4.000 104.050 9.5004 .39 18.210 .5053 .60 .9995 .5042 .398 7.937 4.9963 .5037 .662 3.5043 4.404 5.86 20.7900 .05430 .14 49.9986 .9997 29.24 .9 913.5790 .5980 .68 10.7 .000 21.946 4.771 2.7701 .5867 .712 3.467 5.5008 4.5035 .757 4.9999 1.5 668.947 .718 3.01157 .08 18.01 .27 27.5 796.04313 .24 19.7401 4.23 19.950 .72 43.8 .25 71.84 19.16 67.6703 .902 4.5023 4.7600 .579 2.9960 .5760 .8900 .50 18.5003 .8800 .5840 .53 .04978 .6700 .5031 .5798 3.5 826.9959 .9998 40.9987 .278 .548 8.027 5.000 .935 4.90 38.5002 .3 703.05532 .3 703.423 8.1 757.5003 .05198 .0 748.946 4.261 7.34 46.943 4.5 767.473 3.8300 .5006 .042 10.73 20.02456 .5 .948 4.5003 4.199 7.5049 .9957 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .8 901.5957 .5040 .9986 .8800 .693 3.5046 .5920 .5788 .341 5.275 2.9961 .525 4.5887 .6 .05134 .02784 .935 4.04648 .7000 .314 3.690 28.2 868.5012 .5907 .5037 .936 4.5018 .936 4.9993 .946 4.008 2.7501 .0 134.5740 .5002 .05396 7.9988 19.85 18.5937 .9995 .6504 .7 .976 9.64 .5043 .01020 10.386 7.274 7.5041 4.56 11.250 6.24 71.7800 .0 748.5720 .5818 .8201 .15 49.379 1.70 19.02167 .705 .286 694.836 3.1 1.0 936.5 816.668 3.51 21.6803 .8900 5.9998 .8 729.5044 .58 19.9994 .00958 .000 31.8500 .5800 .686 3.5005 .5930 .950 4.923 1.09 18.000 1.217 1.936 .936 4.949 4.6300 .9977 .0 776.70 20.74 35.9998 .9959 .5047 .9994 .5947 3.6404 3.024 .7202 .03576 7.173 8.964 .5748 3.9997 .34 .7801 .9964 .9987 .73 18.925 9.275 2.5035 4.9953 .60 55.948 4.9956 .298 7.9985 .01911 8.008 2.5045 4.690 28.939 4.47 20.945 4.04706 .8 677.947 4.755 3.5010 .5003 .6603 .5040 .5940 .05463 .9956 .8301 .7 786.5012 .298 8.630 3.04824 .5041 .460 7.757 4.2 685.73 .618 3.939 4.21 19.9998 .1 118.5028 .5002 .05231 7.000 1.210 11.9988 .923 8.949 .340 19.4 806.579 2.5917 .6006 .5055 .5026 .5017 .949 4.944 4.217 1.6305 .9996 .4 806.14 52.637 3.606 3.4 660.69 33.9986 .448 7.935 4.5054 .612 .8700 .5029 .034 7.5848 3.5 890.9961 .9965 .5015 .5002 .7400 .950 4.8 677.00845 .8500 .8000 .8200 .340 19.5877 .9953 .7500 .9958 .03806 .64 18.5006 .9996 .04052 .9 720.05166 .04764 7.9965 .5051 .9964 .799 8.28 18.6 652.7601 .5041 .5042 .9997 .8700 .713 4.938 .074 1.44 92.086 4.5004 .5004 4.9996 .5019 .9993 .02307 .674 1.10 21.83 20.5011 .31 63.9990 .05040 .5046 .750 36.13 52.4 111.941 .7 739.000 76.9986 .936 4.8400 .68 33.5838 .5038 .656 3.5 816.5038 .60 19.7100 .5009 .5040 .5008 .5003 .04885 .5828 .9992 .49 21.5996 3.940 17.5927 .5770 .839 4.5043 .5017 .9965 .06 20.767 .4 925.18 10.70 59.02615 8.426 9.19 18.761 3.473 .4 925.01397 9.803 9.9982 .4 111.236 7.5013 .9960 .9 720.5910 .949 4.600 3.935 4.19 24.9996 .01487 .9963 .175 9.57 20.9998 .5768 .9992 .05009 .0 776.5049 .9980 .5052 .76 18.9955 .9988 .9998 .32 .593 3.5036 .650 .6205 .24 81.5730 .5709 .5002 .5036 .5023 .5037 4.5890 .699 3.5987 .2 868.05330 .5758 .6200 .624 3.680 3.9991 .034 7.9989 .5047 .5007 .935 D-14 TABLE D-1 Continued 66 .7901 4.5710 .6 858.9998 .5005 .8 837.620 13.5013 4.0 936.436 7.948 4.5051 .947 4.00 19.43 10.5050 .548 7.71 59.5044 .18 21.45 20.798 7.940 17.97 19.5047 .074 1.81 10.737 .204 7.5729 .937 4.5042 .592 1.588 4.5808 .1 847.02964 .8 901.674 .771 2.23 29.3 126.936 4.5047 .780 24.677 9.9964 .000 31.15 67.9988 .311 7.336 7.5042 .5778 .673 7.9962 .5850 .9957 .946 4.4 660.1 1.5900 .936 4.9994 21.946 .01583 .19 86.423 7.5045 .5897 3.9996 .9989 .5048 .04619 7.05 98.00900 .7102 .5830 .000 1.60 20.5032 .04947 .750 36.66 26.88 19.950 4.8001 .04916 7.961 4.462 4.73 35.96 20.9958 .12 21.5 767.9999 .6100 .05102 .749 3.05 18.31 18.7200 .01086 .9985 .923 .45 19.774 3.948 4.5004 .05363 .31 40.24 81.2 685.5967 .04 98.95 21.48 19.780 24.149 4.337 .00745 10.04794 .6000 .94 20.5810 .5990 .5044 .9996 .9989 .258 4.5003 .9985 .5011 .9999 .527 .249 7.78 23.9988 .5044 .935 .31 63.97 20.01232 .212 4.724 3.9962 .81 19.

008168 .000 1.007540 .007540 .10 .006283 125.000 1.000 .000 1.002513 .5001 .780 .283 1.002513 1.300 .144 7.003770 .06 12.9999 1.000 1.003772 .9200 .000 1.01634 .00000 2262 .001800 .003735 12.5001 4.56 11.001300 .490 86.5000 4.000 .125.5001 .974 1.0006283 12.935 4.470 40.006283 1.0000 11.01508 .810 46.000 1.389.02136 .158 6.44 76.005027 1.003142 .539 1.01068 .5001 .002513 .81 40.01131 .935 4.655 5.000 1.00000 1005 .0 172.472 1.000 1.00000 2514 .100 .001900 .0000 9.31 11.00000 1571 .02262 .006173 .006283 .9300 .935 4.0009000 .470 .5001 .0001 1.006912 .01005 .001500 .009425 .01068 .001400 .000010 .9600 .810 73.000 195.007540 .000 1.50 76.5001 .006911 103.810 46.200 .9700 .01005 .5001 .4 195.000022 .9000 .000018 .9600 .000 1.7 .9300 .02136 .01068 .000 .003977 11.000 .649 6.000 1.000 1.000 1.000 .19 12.000 .000 .0006283 .002513 1.004398 .000016 .006283 1.9400 .9999 .005797 .005655 .0000 9.000 1.00000 3079 .005655 .004802 .2 FUNCTIONS OF d/L FOR EVEN INCREMENTS OF d/L from 0.000012 .000 .935 4.9500 .006912 1.0006283 1.001257 .003142 500.9900 5.0001 to 1.003772 .000014 .580 34.630 K 4πd/L ∞ 1.001600 .29 1.9000 .5001 .001885 .0008000 .01194 .40 143.830 43.220 1.000 1.000 .7 267.005027 d/Lo 2πd/L 0 0 .00000 5090 .740 98.969 6.008797 1.00000 9048 .500.5001 .2 221.006283 .000 267.000 1.02388 .5001 .21 .0006283 .5000 .006911 .470 59.000 1.0000 8.000 1.718 5.5001 .032 6.001885 .000 .470 59.000 .9100 .9200 .000 1.000 1.0000 .921 1.1 251.01885 .5001 .01382 1.0000 10.9999 .500 67.340 111.57 143.0001 1.9800 .0000 1.001700 .000 TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L 0 0 0 1.02388 1.003770 1.005027 1.0000 8.005655 154.9 152.01005 .01257 .9999 .9800 .008796 .0001000 .7 236.01131 .0000 1.01257 1.000 .5001 4.935 4.1 162.44 11.000 1.000 1.1 251.095 6.000 .300 12.000 1.004398 .01194 1.02011 .935 TABLE D .000 .000 1.000 .000 1.9999 .01885 .0000 1.0005000 .300 .0002000 .009425 .5001 .500 126.000 142.000 1.007540 .000 .00000 6283 .01068 .284 7.000 .004398 255.000 1.000 .000 1.400 .008168 .000 .01194 55.69 11.970 63.280 52.000 1.0004000 .260 38.01131 1.0 172.5000 .01382 .004235 .01005 .842 6.003142 D-15 TABLE D-2 Continued 67 .94 12.1 162.9500 .935 4.000 .000 .5001 .005027 .0000 14.02011 .000020 .002513 .0007000 .000 1.5001 .935 4.01634 .01131 .001257 .000 .00000 4022 .052 6.007000 .5001 .0000 .9999 .005445 11.5001 .000 1.4 .0003000 .66 1.300 .005027 195.7 1.000 .0001 1.000 1.004510 .9999 .844 5.52 1.2 221.0001 7.001100 H / H O' 4πd/L d/L N C G /C O M 1.906 1.6 208.01131 .001257 19.01005 1.824 7.7 236.006574 .000 1.5 183.0000 16.001257 .01508 .001885 1.50 126.935 1.008797 1.000 .9999 .0006000 .01194 .6 208.002513 781.001000 .01759 1.001257 3.000 0 ∞ 1.9700 .008168 .000 6.003772 347.008796 .280 52.490 86.01131 .008168 .9999 .00000 5655 .9400 5.9 152.506 1.000 1.01005 .009425 .009425 .0000 28.0000 8.7 142.008796 86.740 98.5 183.340 111.9999 .000 .003772 .32 12.95 1.9100 .9999 .000 .500 .0000 SINH COSH 4πd/L 0 0 1.000 1.003142 1.005027 .005114 .007540 .001885 1.01759 .004398 1.000 .935 4.000 1.560 48.Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' 4πd/L K SINH COSH 4πd/L 4πd/L C G /C n M O .000 1.500 67.000 .000 .00000 7603 .02262 .006283 .000 .000 .00000 6283 .000 1.62 1.000 .9999 .9999 .781 5.403 1.000 1.5001 .001200 .007540 1.005655 1.935 .9900 .008796 .001257 1.

882 5.0002186 .03519 .03770 .02388 .250 28.02010 .04084 .9996 .9989 .501 3.06158 .04960 .462 4.09943 1.0003077 .04706 .830 23.002900 .02325 .02639 .002 1.0003165 .005400 .02765 1.003 1.007500 .003 1.003200 .002 1.01571 .642 5.03268 .02765 .9998 .05655 .00006039 .04903 1.9988 .9999 .000 1.001 1.9988 .004700 .04581 .00002514 .006200 .04274 .000 1.9998 .0001 1.002 .04838 .9993 .0003722 .04709 .04273 .08177 .374 3.0008 1.002700 .04158 .01257 .04147 .594 .04587 .01948 .002800 .9994 .02450 .03520 .429 5.0001108 .01382 .005 1.007900 .9998 .629 .962 2.626 4.556 3.003900 .04022 1.0001447 .001 1.007800 .9994 .9994 .01948 .04772 .002 1.003 1.03579 .0011 1.04584 .04021 .851 3.090 6.02136 13.0005 1.9992 .04148 .0008 1.02199 .01822 .02262 .03833 .00007262 .08922 .003 1.9999 .01320 .9999 .001 .07037 .913 3.005700 .04650 .04210 .09048 .02136 1.0001508 .004 .01445 .09312 1.577 4.9997 .08294 .09550 .02953 .460 .003 .006900 .04777 .9999 .02576 .9997 .02450 .05658 .9995 .303 4.03766 .06786 .08303 .0004 1.004 1.9997 .04399 .9997 .00009071 .518 .03958 .0005 1.Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .0008 1.05152 .003 .04021 .02325 .04211 .04336 1.005 .001 1.221 .0009 1.02891 .09681 .9999 .0001056 .0001 6.002 .055 .01759 .9995 .9991 .9998 .02262 .001 1.554 2.000 18.9990 .03076 6.04019 .02513 .004800 .04162 .9991 .0006 1.003 1.04273 .9997 .771 3.07798 .03519 .02700 .007400 .04524 .005900 .483 2.03016 1.01445 .9998 .9998 .9997 .04392 .630 21.01508 1.9995 .9992 .07547 .02449 10.01508 .0002 1.003600 .9997 .9996 .005000 .03329 .09173 .9989 .350 3.9997 .414 2.0001970 .01508 31.0001329 .06539 .9999 .03204 .07665 .02638 .002600 .01696 .02073 .0002 5.03706 .9993 .9996 .03205 .006000 .08807 .02324 .9999 .03897 .002400 .00009551 .05906 .9998 .007300 .005200 .01257 .0001 1.06535 .719 3.03203 .001 1.363 3.07672 .05280 .09185 .03202 .02073 .058 2.07414 .09927 .004000 .003400 .04901 .03393 .03959 .02011 .675 .001 .209 .08545 .000 1.04335 .02702 .01257 .03328 .0001005 .9992 .01822 .07925 .0005 1.490 17.004 1.000 1.06161 1.08050 1.03142 .9992 .004100 .06911 .03141 .00003040 .005500 .475 3.03771 .176 5.04644 2.0010 1.0002570 .03896 .9991 .05784 .156 6.764 6.9996 .04142 .02639 .01759 .00003324 .0011 3.03834 .00006435 .01445 .04270 .0002904 .04840 .0002653 .02764 .0001900 .9998 .9993 .9999 .03892 .197 3.03831 .03391 5.010 12.006700 .9998 .840 .02825 .00004579 .02827 .03954 .04144 .05529 .9989 .02011 .000 .07420 1.003700 .00004248 .0001387 .07042 .04521 .9989 .03139 .0001 1.04399 .07917 .04652 1.04525 .475 3.01634 .0003 1.0003439 .01445 .706 3.354 4.9999 .398 .9994 .759 .0001 1.004 1.03016 .407 4.9999 .112 2.006100 .0007 1.03456 .03896 .006 D-16 68 .0003820 .02388 .9990 .9998 .01633 .308 6.134 8.648 9.002000 .9995 .0001216 .06032 .9995 .02765 .03079 1.06791 1.0002990 .238 3.01696 .002200 .0002261 .9992 .04525 .04274 1.0002492 .01633 .005 1.151 5.0002414 .00005284 .02702 .05406 .9999 .0005 1.9995 .03015 .9992 .04897 .991 3.00007697 .005100 .01822 20.0005 4.9999 .0002337 .226 2.02451 1.004 1.09425 .004200 .9997 .9995 .9995 .001 1.0005 1.9998 .09817 .9998 .08555 .04395 .02073 .007700 .04204 .176 .05781 .03078 .02639 .0002 1.01319 .03016 .03708 1.03770 .03897 .006400 .9994 .03519 .02765 .03582 .01257 .003500 .00003928 .02889 .870 .04085 .0003 1.02953 .9996 .584 3.9997 .07169 .02888 .02513 .04022 .0009 3.001 1.04082 .210 9.007200 .002 1.9996 .06916 .01759 .001 1.638 4.04956 2.9999 .838 .04893 .429 5.03645 .02763 7.02073 .150 15.03829 .03517 .0003 4.9993 .02324 .04161 .03392 .254 .007100 .03644 .951 3.001 1.002100 .07163 .911 4.0003 1.03454 .327 3.003100 .032 .0003254 .05029 .002 .533 5.9998 .9998 .161 4.03642 .01948 .989 3.02514 .09565 .02639 .9999 .02576 .04775 .0003 1.9997 .01571 .0001 1.0002 1.03394 .03517 .05404 .03014 .04768 .09802 .02890 .07540 .0002041 .001 1.01508 .05278 .0001832 .08168 .350 25.03641 .9999 .0001698 .03142 .08042 .9996 .700 .04830 .04775 .03771 .207 4.9991 .02513 .9998 .06035 .820 .02136 .09438 .9998 .04017 3.02199 .9995 .04333 .00006841 .01382 .006300 .01571 .003800 .0009 1.04267 .01571 .702 4.04207 .987 4.004500 .03394 1.001 1.0002 1.9993 .002 1.0011 1.453 4.03580 .04712 .06660 .9996 .0001272 .08428 .9996 .349 2.04901 .805 3.0010 1.08933 .449 3.9999 .0003346 .03143 .05909 .03768 .9999 .002 1.003000 .05154 .03079 .02261 .01885 .0007 1.03267 .9993 .0001634 .007000 .00008599 .0001570 .01759 .02136 .01382 .0007 1.01885 .0002819 .06665 .304 3.0010 1.153 3.000 1.9998 .03265 .04650 .210 11.0003532 .01634 .04714 .480 10.03331 .614 3.03330 .09060 .04646 .04964 .003 1.061 4.0004 1.03644 .001 1.01822 1.04589 .06287 .9999 .09299 .9993 .9994 .04834 .0012 1.04155 .01697 .260 3.04518 .004 .01947 .004 1.07288 .9994 .004 1.08681 1.255 3.281 .03707 .04524 .01319 .003 1.167 2.03455 .662 5.660 8.9995 .02701 .02262 .03266 .03645 1.0004 4.007600 .9997 .911 5.738 3.0002 5.9993 .0002 1.0008 3.02828 .02199 .873 2.01885 .002 1.01696 .217 3.07294 .01885 .644 3.003300 .0003 1.07791 .02890 .004 1.0001161 .04398 .03703 4.002300 .08419 .08796 .286 .332 5.0012 3.769 4.9999 .04148 .05027 .001 1.03956 .04398 .005600 .03142 .9999 .02513 .02952 .00008140 .0012 1.06283 .03016 .0004 1.02576 .0003 1.423 3.05531 1.9992 .04330 2.0004 1.0006 1.0007 3.002 1.290 .02574 .9999 .004600 .04777 .0006 3.9989 .003 4.006500 .005300 .002 1.950 14.001 1.04084 .0011 1.003 1.04966 1.03267 .02199 .0001 1.707 2.03581 .04147 .0001 1.02637 .06413 .006800 .02387 .005 1.239 .0003627 .890 13.073 4.00002772 .876 3.9997 .09676 .03268 .9996 .9994 .9996 .0002735 .815 7.03894 .0006 1.03393 .9998 .9996 .002500 .0002112 .9997 .001 1.015 5.0003918 .00005652 .00003619 .9997 .001 .02387 .9992 .02951 .03457 .0001764 .9995 .006600 .02827 .116 4.06409 .004900 .9988 .01319 .005800 .04903 .528 .809 4.439 7.002 1.9999 .01382 .0002 1.02010 .004300 .08671 .02511 .004400 .9994 .788 2.00004925 .9994 .02890 .9995 .9993 .04652 .135 3.0009 1.

arah gelombang dan lainnya yang ternyata untuk kondisi-kondisi tertentu sangat mempengaruhi berat minimum dari armour unit.7 – 4. => untuk anguler quarry stone yang kasar K D = 2. Sekarang sudah digunakan 69 . Soenarno AS Rumus Hudson   Wr . Dibawah konstruksi ditebar mattras.Perencanaan Pelabuhan I Ir. terutama tergantung dari bentuk armour units SR = Specific gravity (ratio of specific weight dari armour unit didalam air laut) α = Sud ut kemiringan breakwater diukur dari bidang horizontal (slope dari breakwater) Nilai K D diperoleh dari hasil hydraulic model experiment untuk berjenis-jenis armour unit. H 3 W =  .α   Dimana : W = Berat crestblok (dalam pounds atau libes) Wr = Berat jenis batu (spesific weight of amour units. => untuk block beton dengan bentuk yang tak teratur K D = 5 – 20. terutama tergantung dari cara menempatkannya. Karena itu dianjurkan untuk menggunakan rumus ini hanya untuk preliminary design.0 tergantung dari kondisi gelombang dan posisi konstuksinya. Dahulu mattras dibuat dari anyaman bambu (getekan) dilapis serabut dan diatasnya diberi batu-batuan.R. pounds 3 K D ( S R − 1) . dalam lb/cf) H = Design waves height ditempat konstruksi (dalam feeth) KD = Damage coefficient (empirical coefficient).Cotg . Tetapi didalam rumus ini tidak diperhitungkan akibat periode. Catatan : Formula Hudson sangat menolong untuk mendesign breakwater. sedang untuk menghitungkan stabilitas konstruksi.H. sebaiknya dilakukan dengan hydraulic test model.

kecepatan angin meniup rata-rata sebesar 24. Pemecah gelombang tersebut untuk melindungi kolam pelabuhan. sedang hasil dari model test dilaboratorium didapat besarnya koefisien refraksi (K R ) sebesar 0. banyak macamnya tergantung pada kepentingannya. Untuk menghindarkan kanker. untuk menghindarkan kerusakan akibat terjadinya overtopping. sebesar US $ 0. Untuk mempertahankan keutuhan puncak breakwater. di Cirebon poly felt sedang dipelabuhan Bengkulu dipakai robusta. cara ini disebut soil improvement.H. Pada daerah perairan tersebut.25. tidak perlu membayar royalti.R. lapisan atas bagian kolam pelabuhan dilapisi dengan lapisan impermeable.2 kg/cm2. maka dilengkapi dengan pemecah gelombang. hexapode. Pada proyek Tanjung Priok digunakan bambu mattras dan pancangan bambu. seperti tetrapode.87 dan koefisien damage (K D ) sebesar 3. Dalam menggunakan tetrapode maka harus membayar royalti ke Perancis.50 setiap m3 (meter cubik) tetrapode yang digunakan. kubus. kubus. sedang untuk dollos. atau dollos. Untuk mempertahankan susunan batu-batu pada bagian laut yang terhantam gelombang. Kecuali itu dari hasil soil Investigation nya diketahui mempunyai kekuatan tanah dasar perairan datanya sebagai berikut : σ = 0. Contoh penyelesaian soal breakwater Rubblemound Gambarkanlah design kontruksi rencana pemecah gelombang (breakwater) yang mempunyai type rubblemound dengan slope 1 : 2.5 knots. akmond. samudra yang memeliki kedalaman 39 feet dengan beda pasang surut sebesar 6 feet. dalam hal ini bisanya digunakan asphalt. Soenarno AS geotextile. pada 70 . dimana bahan materialnya terdiri dari Quarry Stone Amour Units. dibadan breakwater dibangun filter yang keluar dibawah LWS. maka dipuncak breakwater dibangun crestblok. selama 3 bulan kemungkinan terjadi overtopping untuk itu diperlukan pengamanan terhadap kemungkinan terjadinya kerusakan kontruksi. Dalam satu tahunnya. sedang yang sekarang digunakan terra firma.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Karena sukar mendapatkan bambu atau kayu sebanyak yang diperlukan. hexapode. maka sebagai gantinya dilaksanakan perbaikan tanah dasar dengan cara dikeruk dan diganti pasir.

Untuk wind velocity : U = 24.179 Lo 251 Dari tabel D-1 CERC Untuk H d = 0. juga elevasi batas lapisan penutup (bottom elevation) baik dibagian laut maupun dibagian kolam pelabuhan. Penyelesaian Soal : Dari rencana design breakwater type rubblemound diketahui slope (kemiringan) 1:2 .12 x 49 = 251 ft d = 45 ft.5 knots . Untuk itu digunakan perbaikan tanah (soil improvement). lengkap dengan seluruh komponen-komponen (bagian-bagian) nya dengan skala 1 : 200.64 t/m3 = 165 lb/cf Berat jenis Batu Dari tabel D-7 CERC. Gambarkan design kontruksi (gambar bestek) dari breakwater tersebut diatas. Jadi : 45 d = = 0. beda pasang surut 6 ft. K D = 3. berarti tanah lembek. jadi d = ( 39 + 6 )ft = 45ft Wind velocity = 24.H. serta elevasi puncaknya (crest elevation).03 t/m3 = 64 lb/cf : Wr = 2. Tentukan pula berat crestblok nya. σ tanah dasar = 0. Specific gravity : S R = Wr 165 = = 2. Berat jenis air laut : Ww = 1. maka dasar kontruksi digunakan dengan pelaksanaan soil improvement. berat batuan lapisan penutup (primairy coverlayer).25 . K R = 0.179 didapat = 0.9144 Lo H o' H structure . Periode rata-rata T av = 7.0 detik.5 knots didapat H s = 13 ft.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Ho = Hs .. berarti Cotg α = 2 Waterdepth 39 ft dibawah LWS.58 64 Ww Deepwater wave length: Lo = 5. Berhubung terdapat kesulitan adanya bambu dan kayu yang cukup banyak.R.87 . 71 .2 kg/cm2.12 T2 = 5. Soenarno AS puncak kontruksi ditutup blok beton dari beton bertulang. berat batuan lapis kedua (secondairy coverlayer).

K A   Wr    1 3  7200  = 3. dan dengan Rubblemound slope 1 : 2 . Soenarno AS  . ft   H H = H o  '  Ho 1) Berat Crestblok W = Wr ( H ) 3 165(10.342 = 11. K R = 10.31 ft = 9.lbs K D ( S R − 1) 3 .31 = = 0. T2 didapat R = 0. ft 0.342) 3 = = 7118.K R = 13.87) = 11.0.80 H o' Jadi R = 0. H o' = H H   '  H o  = 10.R.lbs ≈ 7200.58 − 1) 3 .H.31.9144 H o' = H o .80 x 11.Perencanaan Pelabuhan I Ir.048 ft 1) Width of Crest (lebar puncak breakwater = lebar minimum) W B = n.9144).87 = 10.5.52 = 10. 1    165  n = 3 1 3 KA =1 = 3.2 2) Crest Elevation ( Elevasi puncak) H = 0. cot g .342 (0.9006.342.23 49 T2 Dari diagram fiqure 3-12 CERC Untuk H o' = 0.3.x.31 ft Controle : H o' 11. T av = 7 detik H o' H = 10342 ft .23 .25(2.(0.α 3. ft 2) Thickness of coverloyer (tabel lapisan penutup) 1 (W ) 3 r = n.K A Wr n=2 KA = 1 72 .9144 .80 x H o' = 0.

polyfelts.513 ft Sedang elevasi dasar bagian kolam pelabuhan adalah sedalam H = 10.342 ft. Untuk secondary coverlayer = W/10 –→ W/5. Geotextile tersebut dapat berupa . (dulu bambu matras sekarang digunakan geotextile). atau robusta seperti diketahui dipelabuhan Cirebon digunakan polyfelts. terra firma. Juga dari dalam badan breakwater dibangun filter untuk mengeluarkan air dari dalam kesisi laut berujung diatas LWS (sedikit diatas LWS). hate. Diatas pasir tersebut digelar matras. Primair bagian laut) r1 = 1.1.H. sedangkan dipelabuhan Bengkulu (pulau Baai) digunakan robusta dan untuk mengeruk terusan Jawa dipelabuhan Tanjung Priok digunakan terra firma. 4) Pelaksanaan Soil Improvement Tanah dasar perairan dibawah bangunan kontruksi digali sampai ± 1 meter dan tanah galian tersebut diganti dengan pasir.5 x 10. bagian atas breakwater tersebut tidak rusak 6) Demensi (ukuran-ukuran) batu yang dipakai Untuk primary coverlayer : W – W/2 (campuran W/2 –→ W) W = 7200 lbs = 3265. Soenarno AS = 2. agar bila terjadi overtopping.04 ft Tebal lapisan II (secundairy Coverlayer) < r dan max = r.5 H = 1.Perencanaan Pelabuhan I Ir.26 kg ≈ 3270 kg Jadi campuran dari 3270 kg sampai 1635 kg.342 ft = 15. 5) Kelengkapan komponen breakwater Dibagian sisi laut dipasang tetrapode untuk pemecah gelombang diletakkan diatas LWS sampai dipuncak breakwater. biasanya digunakan lapisan asphalt. 3) Botton Elevation of primairy Coverlayer for seasite (Elevasi dasar lap.3.52 = 7.R. 73 . Dipuncak breakwater sisi kolam dilapis lapisan impermeable (rapat air).

H.35 e = 50 meter q = 280 Ton/jam E = 10 x 330 jam = 3300 jam kerja/th 74 . Merencanakan kebutuhan air dipelabuhan Untuk supply kapal dan kegiatan dipelabuhan. Kebutuhan air setahun : [ Q = Cx L xqxE ] e (ton / th) Dimana : C = Koefisien pengisian (nilai koefisien bagi supply air untuk masingmasing pelabuhan yang tidak sama. Walaupun dengan cara meledakan batu-batu dibukit Kandis dan Sunur ternyata hanya didapat sedikit. Contoh perhitungannya.Perencanaan Pelabuhan I Ir. L = Panjang tambatan optimal dengan penggunaan yang efisien e = Jarak antar hydrant q = Kapasitas hydrant dalam ton/jam E = Jumlah jam kerja setahun (jumlah jam kerja sehari 10 jam x 330 = 3300) Misalnya data-data yang diketahui sebagai berikut : C = 0. Soenarno AS Jadi campuran dari 327 kg sampai 654 kg Untuk badan breakwater = W/6000 –→ W/200 Jadi campuran dari 0.R.545 kg sampai 16. karena berkaitan kemampuan persediaan air masing-masing pelabuhan yang bersangkutan. Maka dalam hal tersebut diambil batu-batu dari pulau Karimun (Sumut) dalam hal tidak didapat maka dapat diganti dengan kubus beton.35 kg Catatan : Pembangunan breakwater dipelabuhan Bengkulu waktu itu memerlukan batu-batu untuk primairy coverlayer antara 7 s/d 10 Ton.

seperti pelabuhan Panjang Bandar Lampung.M (Perusahan Daerah Air Minum) dengan harga yang mahal (± hampir 100 x tarip air untuk penduduk). karena pelabuhan tergolong kegiatan industri.A.H. 812 x 130 M = 105.lamanya.x. karena harganya sama dengan air untuk kapal.x. penggunaanya harus dihemat.35.D.x.127. Kecuali beberapa pelabuhan di Indonesia yang mempunyai sumber air minum sendiri dan mempunyai menara air untuk menyimpan persediaan.24 214. serta kepentingan pemadam kebakaran.560 M ∑ panjang kapal domestic : 1357 x 80 M = 108.78 (78%) Jadi jumlah panjang kapal : ∑ panjang kapal ocean going . serta pelabuhan Kendari (Sulawesi Tenggara).78. Catatan : Perlu diketahui bahwa air untuk kapal pada umumnya dibeli pelabuhan dari P.x. Dengan demikian air untuk kantor-kantor didalam daerah pelabuhan.087 ≈ 2500.360. = 0.ton / hari 365 Untuk keperluan kantor-kantor dipelabuhan.4 = .ton / th 50 Kebutuhan air dipelabuhan sehari adalah 822.560 M Jumlah 214.occupancy. 75 .x.x. sehingga keseluruhnya menjadi 3200 ton/hari.bertambat berth.R.280.24 Jadi kebutuhan air setahun adalah : Q.x.120 Meter L= L= (∑ panjang.120 M ∑ panjang kapal seleruhnya = 214.089.120.011.360. 127.089 x.Perencanaan Pelabuhan I Ir.011.654. Soenarno AS Ocean going vessels yang berkunjung : 812 bh/th Domestic vessels (antar pulau) sebanyak : 1357 bh/th Rata-rata lamanya tambat kapal : 4 jam Berth Occupancy : 0.x3300 = 822.652 = 2.kapal ).252. perlu ditambah ± 25 %.meter 0.

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

FIGURE 4-1. CLAPOTIS ON VERTICAL WALL

76

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

FIGURE 4-2 DETERMINATION OF VALUE OF h o IN
SAINFLOW’S FORMULA.

77

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

FIGURE 4-3 DETERMINATION OF VALUE OF P 1
IN SAINFLOU’S FORMULA

78

Soenarno AS 79 .Perencanaan Pelabuhan I Ir.R.H.

Hitunglah seluruh demensi konstruksi breakwater dimaksud. Tegangan dasar tanah perairan σ = 0. maka untuk mendesign dipilih H max .25 feet. Dari survey Bathy metric khususnya mengenai tinggi gelombang pada perairan dimana akan dibangun breakwater dengan automatic wave recorder dihasilkan dari lebih 300 data (continues record data) data primer diperoleh data sekunder. antara lain : Ukuran besar dan berat caisson.25 ft = 10 ft 80 . Soenarno AS Contoh soal Design kontruksi Breakwater Caisson. Kedalaman air disitu adalah 45 feet dibawah SWL (still water level). berat Armour units yang direncanakan. tinggi gelombang rata-rata sebesar 6. sebab dengan sekali hantaman oleh gelombang besar.H.R.25 ft Jadi H 1/3 = H significant = 1.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Harap pula dikaji stabilitas bangunan caisson tersebut terhadap kemungkinan penggelinciran (sliding). - Agar biaya investasi tersebut effisien untuk tinggi gelombang maksimum. Data-data lain yang diberikan untuk rencana design tersebut : - elevasi puncak rip-rap : 30 ft dibawah SWL - elevasi dasar bangunan caisson : 35 ft dibawah SWL - Berat jenis beton diudara : 150 lb/cf - Slope dari rubble foundation adalah 1 : 2 - Armour units sebagai pembungkus fondasi dipilih tetrapode - Tidak boleh terjadi overtopping karena bila diperlukan dapat dipakai bertambat kapal. Gambarlah design konstruksi Breakwater type Caisson dari beton bertulang (reinforeed concrete) dengan rubble foundation dengan skala 1 : 150.5 kg/cm2. batu-batuan (quarry stone) lapisan dan badan rubblemound disertai kelengkapan dan demensi lain-lainnya. Penyelesaian Soal design breakwater caisson Bangunan caisson merupakan vertical wall breakwater (dinding tegak). kemungkinan konstruksi akan runtuh. Gambar bestek dengan daar skala 1 : 150 seperti tertera diatas.6 x 6. cukup diambil H max yang minimum. Dari data pengamatan diketahui H av = H= 6.

6 x 10 ft = 16 ft σ tanah dasar = 0.21 = 0.21 ft d/L o = 45/203. Dicari wave length (L) pada structure.3 detik Waterdepth sampai puncak rip-rap : d 1 = 30 ft Waterdepth (bottom elevation) : d = 45 ft Unit weigth/density of fresh water (ω) : ω = 62.4 lb/cf Keenam hal tersebut diatas harus diketahui atau didapat lebih dahulu agar dapat menyelesaikan perhitungan design lebih lanjut.5 kg/cm2. Lo = q q 2π = 5. Soenarno AS H max = (1.3 detik Jadi L o = 5.12T 2 T 2 Dari tabel CERC D-7 untuk Hs = 10 ft → T av = 6.12 (6. maka sebagai toeprotection harus digunakan konstruksi rubblemound sebagai fondasinya.2214 → d/L = 0.R.3)2 = 203. Waterdepth (kedalaman sampai tanah dasar) d = 45 ft.0) H 1/3 Diambil H max yang minimum → H max = 1.12 T2 = 5.H.Perencanaan Pelabuhan I Ir.2214 Dari Tabel CERC D-1 untuk d/L o = 0. Karenanya dapat kita ketahui bahwa : Waterdepth (d) = 45 ft > 2 x H (tinggi gelombang) 45 ft > 32 ft Maka perhitungannya didasarkan methode saint flou untuk tekanan gelombang pada non breaking waves clapotis yang terbentuk pada dasar dari dinding caisson 81 . jadi rubble fondation.2434 Jadi Design wave height (tinggi gelombang) pada structure : H = 16 ft Wave length (panjang gelombang) pada structure : L = 185 ft Wave period (perioda gelombang) : T = 6.88 ft ≈ 185 ft Jadi L pada Structure = 0. berarti tanah lembek.2434 (hasil interpolasi) d 45 = = 184.6 – 2.2434 0.

fresh. Upper dan Lower limits yang dicapai clapotis adalah : 82 . (orbit center) diatas SWL (still waterlevel) dapat dihitung dengan Diagram Figure 4 – 2 CERC dengan menggunakan nilai : d/L = 30/185 = 0. 185 Dari Diagram Figure 4-3 untuk d/L = 0.162 Dan didapat Lh o = 1150 H = 16ft → ho = 1150 = 6.water 64 Jadi P 1 = 0.975 w.R.975 x 690 = 672.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Dari Diagram Figure 4 – 2 Untuk d/L = 0. maka nilai P 1 ini harus dikoreksi kearah nilai berdasar air tawar (fresh water). Soenarno AS dipengaruhi oleh kedalaman d 1 = 30 ft. sehingga besaran h o dan P 1 (tekanan clapotis) diperhitungkan atas dasar kedalaman d 1 = 30 ft. dihitung pada puncak rip-rap dan dasar dari dinding caisson (-35ft dibawah SWL) pada formula R c dan M c . rip-rap tidak dapat mengeliminir effect dari tekanan pada dinding caisson.75 pounds (P 1 adalah tekanan clapotis diatas dan dibawah SWL pada kedalaman 30 feet). Tinggi h o pada mean level dan clapotis.water 62.162 dan didapat P 1 = 690 pound (nilai berdasar air laut) H = 16ft Karena Diagram Figure 4-3 berdasar air laut.4 = = 0. Tekanan ini harus diperhitungkan pada penggunaan tekanan P 1 .162.sea.35ft dibawah SWL.2 ft.H.162 Begitu pula P 1 dapat dihitung dengan Diagram Figure 4-3 CERC seperti cara tersebut diatas dengan nilai : d/L = 30/185 = 0. Dimana formulasinya : h0 = πH 2 Cotgh L 2πd L dan ωH P1 = cosh 2πd L Antara puncak rip-rap pada elevasi – 30ft dibawah SWL dan dasar dinding caisson pada elevasi . (h o = jarak orbit centre dari clapotis/mean level terhadap SWL). Faktor koreksinya adalah w.

05 ≈ 43483 pounds (d + h0 + H )2 (wd + P1 ) wd 3 6 6 2 3 ( 35 + 22.2 – 16 = 9.4) = 87.2 ft diatas SWL h o – H = 6.4 x35 + 672.111.R. Jadi resultante dari tekanan gelombang (gaya gelombang) dan berat kontruksi harus berada ditengahtengah sepertiga dari dasar (dalam kern). Dimisalkan lebar caisson = x feet Berat jenis beton (concrete) diudara = 150 lb/cf (diketahui) Jadi berat jenis beton dalam air (150 – 62. Perhitungan lebar caisson. 6  W t = berat kontruksi = 6516 χ 83 .H. pounds.4(35) = − 2 2 Rc = 43483.4(35) Mc = − 6 6 Mc = − M c = 1.8 ≈ 1.2 + 16 = 22.2 )(62. Jadi terdapat persamaan : 1   x  Wt = Mc + 3  1   x  P 1 .6 ) = 6516 x Persyaratan stabilitas mutu bangunan dituntut.75) 62.904.2 ) (62. dengan Waterdepth : d = 35 feet.111.4 x35 + 672. maka gaya keatas berada dalam triangular distribution.Perencanaan Pelabuhan I Ir. bahwa Resultante gaya-gaya yang bekerja pada bangunan tersebut harus berada dalam inti ( kern ).x.8 ft dibawah SWL Atas dasar perhitungan tersebut tinggi puncak breakwater caisson tidak boleh kurang dari 22. Soenarno AS h o + H = 6.75) 62.2 ft diatas SWL. Jadi diambil puncak caisson dengan + 23ft diatas SWL. Rc = Rc (d + h 0 + H )(wd + P1 ) 2 − wd 2 2 2 ( 35 + 22.6 lb/cf Persamaan berat caisson (W t ) 23 x ( 150 ) + 35 x ( 87.905 feet.

53 Rc 43483 n = 2.H 3 W = 3 r 3 N s (S R − 1)     SR = Wr Ww __ 3 Dimana : N s = Design stability Number. Apabila pondasi tidak terbungkus licin (dressed smooth).8.789 ≈ 33.8 pounds Sekarang diteliti faktor keamanan terhadap penggelinciran (sliding).111. f 220.5 n= Wt .5 atau 0.0.75 x 2 = 1.240.5 = = 2.905 + 6 6 x = 33. berat caisson = 6516 x = 220. Persyaratan stabilitas dituntut angka keamanan (safety factor) sama atau lebih besar dari pada 2 (n ≥ 2) rubble foundation disini dibungkus amor units. d = waterdepth pada elevasi dasar (bottom) d 1 = waterdepth pada elevasi puncak rip-rap. W = Berat rata-rata dari tiap-tiap amor units (dalam satuan libes atau pounds) H = Design wave height (incident wave height yang menyebabkan structure tidak rusak (no damage to the structural) Wr = Unit Weight dari batu (saturated surface dry) satuannya lbs/cf.80 feet.80 feet Jadi lebar caisson = 33. Soenarno AS 6516. koefisien gesernya (friction coefficient) secara umum dapat diterapkan = 0. lihat diagram figure 4-12.53 > 2 → jadi aman Perhitungan demensi batu rubblemound sebagai pondasi kaki (Toc foundation) dari breakwater caisson sebagai berikut: Digunakan formula :  W . maka f = 0.x 2 672.Perencanaan Pelabuhan I Ir.240. jadi tidak licin. Dari Diagram Figure 4 – 12 CERC : 84 .R.x.H.6. untuk Rubble foundation dan Toe protection.

H.4 d → β = 0.32 23( − 1) 3 62.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Soenarno AS Untuk depth ratio d 1 /d = 30/45 = 0.834 pounds sampai 25 pounds).4 Rata-rata berat tiap tetrapode sebagai amour unit adalah W = 4945 ~ 5000 pounds Lebar sayap pondasi rubble : β = 0.25 pounds 165 103.4 x 45 ft = 18 ft Selanjutnya lapisan luar dari rubble foundation adalah W/10 – W/5 (500 pounds sampai 1000 pounds) sadang batuan inti (didalam) adalah W/6000 – W/200 (0.840 Jadi W = = = 4944.67 Didapat nilai __ N S 3 = 23 (rubble sebagai pondasi) 165(16) 3 510.R. 85 .

Skala 1 : 150 86 .H.R. Soenarno AS gG Gambar V. Design Konstruksi Breakwater Caisson dengan Rubble foundation.2.Perencanaan Pelabuhan I Ir.

3.Perencanaan Pelabuhan I Ir.k 87 .kC = k = g .k T T 2π Dengan kecepatan V terhadap wave propragation (ω + k . disamping itu dapat merubah “bedload” menjadi “washload” yang terbawa arus sehingga menghindarkan pengendapan (silting). Dengan memasukan udara kedalam pipa yang dapat menghasilkan aliran air yang berputar. dapat berakibat pecahnya gelombang. Pada gelombang normal (biasa) dapat kita tuliskan persamaan: Deepwater wave ω= 2π T ω = k.H. Buble Gun Braser dan Laury menghasilkan “buble gun” sebagai dasar berfungsinya pneumatic breakwater.T C= ω2 = L = T gT 2 2π = gT = g T 2π ω 2π 2π gT .V ) 2 = g .R.C k= 2π L L = C. Soenarno AS PNEUMATIC BREAKWATER Gambar V.

H.g (ω + k1V ) 2 = k1 .k1 .g = 0 ω 2 + 2ω 2π (2π ) 2 2 2π . Soenarno AS 2πV 2 2π (ω + ) =g L L gT 2 Lo =  → Lo = 1.56T 2 2π L C o = o = 1.V + k12 . V ) ω ω 2 = k o .g ω 2 + 2ω .2π.Lv + 4 π2v2 – 2π Lg = 0 x L2 Persamaan kuadrat dalam L ω2L2 + 2π (2ωv – g)L + 4 π2v2 = 0 L = 2π (-2ωv + g) ± √ (2ωv – g)24π2 – 4ω24π2v2 2 ω2 = 2π (-2ωv + g) ± √ 4π2 {(2ωv – g)2 – 4ω2v2 2 ω2 = 2π -2ωv + g ± √ (2ωv – g 2 – 4ω2v2 2 ω2 L = mempunyai nilai riel hanya untuk (2ωv – g)2 – 4ω2v2 ≥ 0 4ω2v2 – 4ωvg + g2 – 4ω2v2 ≥ 0 4ωvg ≤ g2 V≤ g g 1  = Co  → C o =  4ω 4 ω  88 .R.V − g =o L L L2 ω2L2 + 2ω.56T T g Co =  → Lo = f (ω .V + .V 2 − k1 .Perencanaan Pelabuhan I Ir.

Perencanaan Pelabuhan I Ir. Soenarno AS Co V (C–V) Co = C2 C −V C o ( C – V ) = C2 C2 – C o C + C o V = 0 C = Co ( ½ + V= 1 V − 4 Co Co 4 L = (C – V) T Lo = T = L Co C–v 2π C o 2 /C o = 2π C2 /C o g g v = f (debit udara yang dimasukan dan kedalaman air) = f (q air and depth) Untuk double buble gun : 3  V   qair =     2.2    Untuk kedua formula (rumus) tersebut hanya berlaku bagi kedalaman (depth) > 2m 89 .H.R.6    Udara yang dimasukan adalah pada tekanan atmosfeer (air quantity at atmosferive Untuk single buble gun : 3  V   qair =     3.

R.6  = 180 m3/det per 100 m1 panjang (untuk double buble gun) Untuk deepwater → V ≤ ¼ C o Untuk shallow water ( ω + 2πV )2 = 2πg tanh 2πd L L L V≤ d 2πd g tanh 4ω L d = kedalaman air Gambar V.8 = = 12. T = 8 detik gT 10.2  Debit udara minimum (q air min) =   ( 3.8 m3/det per m1  2. Kecepatan Air Dalam Breakwater Syarat bagi breakwater yang aktif adalah V≥ 2πd g V ≥ tanh 4ω L g tanh 2πd 90 .8 m/det ω 2π 2 x3.2 )3 = 1. Soenarno AS Contoh soal : Diketahui waterdepth 3 M LWS.Perencanaan Pelabuhan I Ir.2 m/det Co = g = 3  3.H.14 V = ¼ Co V > 3.4.

Berth Thronghput : DxOxHxGxC   . diperlukan data-data kinerja pelabuhan yang bersangkutan antara lain. Untuk pelabuhan besar dimana yang berkunjung kapal-kapal besar.... Untuk dapat forecast fasilitas pelabuhan untuk tahun-tahun mendatang . - Berapa jam kerja efectif sehari - Berth oceupancy factor (berth oceupancy ratio) - Rata-rata kapasitas bongkar muat. per gang hour - Hari kerja pertahun yang diperhitungkan (± 300 hari) - Rata-rata jumlah hatch yang aktif... RAMALAN KEBUTUHAN FASILITAS PELABUHAN (FORECASTING FOR PORT FACILITIES) VI . tergantung kinerja faktorfaktor masing-masing pelabuhan tersebut.dermaga = .. Soenarno.I ....Perencanaan Pelabuhan I Ir. yang .ton / m' / tahun  Tb = B  91 .ton / M ' / tahun Panjang . Berth thronghput untuk masing-masing pelabuhan tidak sama. PENDAHULUAN.. AS BAB 6.. Catatan : 1 gang = 15 orang pekerja - Rata-rata panjang kapal / berth (m) dan berth thronghput (Tb) Tb = BerthThroughput = C arg o.Dermaga Jadi performance suatu pelabuhan tergantung pada besarnya nilai Tb. maka gang yang bekerja berdasar hatch (palka). yang aktif adalah antara 4 dan 5 .R. sedang pelabuhan kecil dengan kapal-kapal < 5000 DWT antara 2 dan 3 gang.. H... lewat.

Untuk Kpl > 5000 DWT < 5000 DWT G : jumlah gang 3a4 C : kapasitas kecepatan bongkar muat 15 – 20 B : panjang satu berth (tambatan) 130 m 2a3 10 – 15 90 m VI. H.78% H : jumlah jam kerja efektif 2 hari = 12 – 20 jam/hari. sedang BOR = 60% dan H = 12 jam/hari.78 x 20 x3 x15 = 1782.2.Perencanaan Pelabuhan I Ir.R. maka : Tb = 330 x 0. Diperlukan mengetahui jumlah cargo flow satu tahun untuk tahun yang direncanakan. Soenarno. MERENCANAKAN PANJANG DERMAGA YANG DIPERLUKAN Misalnya kita ambil salah satu pelabuhan dengan data-data sebagai berikut : D= 330 hari O = BOR = 78% H= 20 jam G= 3 (untuk pelabuhan dengan kapal-kapal : > 5000 DWT) C= 15 ton/gang/hour (untuk pelabuhan dengan kapal-kapal >5000 DWT) B= 130 m (untuk pelabuhan dengan kapal-kapal > 5000 DWT) Tb = 330 x0.ton / M ' / tahun 130 Apabila kita perhitungkan terhadap pelabuhan dengan kapal-kapal < 5000 DWT dimana G = 2 hatch . C = 10 ton/gang/hour dan B = 90 m.60 x 12 x 2 x 10 = 528 ≈ 530 ton/m1/tahun 90 Maka untuk mengetahui (forecasting) berapa panjang (meter) demaga yang diperlukan untuk 5 tahun yang akan datang. 92 . AS dimana : D : jumlah hari kerja setahun O : berth aacupancy factor = 330 hari = 60% .

....... Grouth Rate Formule   Pn − 1 r = n Po   dimana : r = rate of growth Pn = contoh setelah n tahun Po = contoh tahun dasar n = jumlah tahun contoh jadi apabila dengan Growth Rate Formule setelah didapat cargo flow 5 tahun mendatang ( = Cf 5 ).Tamba tan Pengguanaan dan kapasitas tambatan diperhitungkan dalam jam/meter : 93 .. AS Disini kita butuhkan daftar statistik cargo flow pelabuhan tersebut tiap tahunnya.. H..% Kapasitas.. sedang Growth Rates Formule dipakai sebagai dasar menghitung pertambahan penduduk.R. Soenarno... maka panjang dermaga yang diperlukan 5 tahun mendatang adalah Cf 5 ....Tambahan x100% = . dan paling sedikit dapat diketahui 5 tahun terakhir. karena perkembangan cargo flow disuatu tempat terkait dan sejalan dengan perkembangan penduduk setempat. Dipakai Growth Rayes Formule.M ' Tb Catatan : Occupancy factor = Berth Occupancy Ratio (BOR) BOR = Penggunaan.Perencanaan Pelabuhan I Ir.. Untuk menghitung trend nya serta cargo flow 5 tahun yang akan datang digunakan “Growth Rates Formule” dari Anto Dayan. Catatan : Secara ekstrim apabila penduduk setempat pindah secara besar-besaran (exodus) maka cargo flow akan berkurang karena kapal yang berkunjung kesitu berkurang.

Dengan 94 . MERENCANAKAN LUAS TEMPAT PENUMPUKAN YANG DIPERLUKAN Apabila gudang diperlukan baik untuk angkutan pelayaran samudra. diangkut langsung keluar pelabuhan. Ton/M2/tahun = Luas Gudang Penggunaan sebenarnya Occupancy factor = (prosentase pemakaian) x 100 % = ……. AS Kapasitas tambatan = Panjang tambatan x 24 x 365 jam/meter/tahun Penggunaan tambatan = Panjang tambatan x jam pengunaan sebenarnya VI . Ton/hari Penggunaan sebenarnya = Penjumlahan ton dari party x jumlah hari lamanya barang digudang = ……. maka perhitungannya disatukan juga. tidak lewat gudang.. Dari perhitungan Shed Troughput dan occupancy factor perlu dianalisa sebagai berikut : O x P x 365 Ts = ──────── ton/m2/tahun D Ts = Shed Throughput O = Occupancy factor (prosentase pemakaian) P = Kemampuan daya dukung lantai dalam ton/m2 D = Rata-rata lamanya barang digudang (dipelabuhan-pelabuhan besar diartikan lamanya barang-barang yang diizinkan ditimbun di gudang). Adapun rumus perhitungan ditetapkan sebagai berikut : Cargo lewat gudang Shed Throughput = ………. H. Soenarno.3.R. % Kapasitas penumpukan Kapasitas Penumpukan = Luas lantai x daya pikul lantai/m2 x jumlah hari/tahun = ……….Perencanaan Pelabuhan I Ir. Khusus untuk tempat penumpukan ini untuk pelabuhan besar terdapat ratio : Gudang : Open storage = 40% : 60% Kecuali itu barang-barang berbahaya dan bahan-bahan pokok kebutuhan hidup sehari-hari. Ton/hari. maupun untuk pelayaran Nusantara secara bersama-sama.

8 buah Untuk peakday work dan maintenance 10 % = 12.000 x0.60 x10 x 20 Untuk offloading delivery dan stacking 100 % = 63.000 ton setahun Rata-rata jam kerja sehari H : 10 jam/hari Rata-rata kapasitas bongkar muat (cargo handling) C : 20 ton/gang hour Occupancy factor O : 60 % Handling ratio H r .R. karena pada umumnya muatan langsung itu ± 30%.7. Sebagai Contoh misalnya sebagai berikut : Telah diketahui cargo flow untuk tahun yang direncanakan C f : 7.5 ton/m2 .58 buah ≈ 141 buah Cf x H r f Jumlah forklift = buah 365 x O x H x C 95 .000.50 x 0.buah 365 x0.f : 40% mechanical (forklift) H r .9.78 buah / 140.40 = 63.60 x 52 minggu = 20 t/m2/tahun 4 Jadi Luas tempat penumpukan yang direncanakan = 0. D = 4 minggu. Bila O = 60% dan P = 2.9 buah /127. AS demikian bila C f = Cargoflow tahun yang diperhitungkan. dalam perhitungan Shed Throughput tersebut dihitung ± 70%. Ts = 2. 4.Forklift = 7.m : 60 % manual (manusia) Jumlah forklift yang diperlukan untuk tahun yang bersangkutan : Jumlah.Cf M 2 Ts dimana: 40% nya gudang dan 60% nya openstorage VI .Perencanaan Pelabuhan I Ir.000. H. Soenarno. MENENTUKAN JUMLAH PERALATAN PELABUHAN DIPERLUKAN ( forecasting for port equipment). Maka.

Guna menentukan kebutuhan tugboat pada tiap-tiap pelabuhan wajib tunda dipakai rumus emperis sebagai berikut : N Tg = (2.04 – 0.t 2 ) E Dimana : Tg = jumlah kapal tunda yang diperlukan 96 .14) bh tiap M 1 dermaga Jumlah crane yang diperlukan (mobile Crane) = 0. Soenarno. Untuk Major Port Jumlah Forklift yang diperlukan =(0.. penggunaan.. pindah tempat dan seterusnya... H. Kapasitasnya diperhitungkan secara terpisah.. yang.R. ker ja.t 1 + S h . adapun penilaian tinggi rendahnya daya dan hasil guna peralatan pelabuhan (bongkar/muat) ini dinyatakan dalam tinggi rendahnya persentase pemakaiannya.sebenarnya x100% = .% jam.. AS VI .. 6. Pada umumnya pelabuhan-pelabuhan besar dinyatakan sebagai pelabuhan wajib tunda..005 bh tiap M 1 dermaga Luas Transit Shed = 45 M2 tiap M1 dermaga VI . 5. merenggang. PENGGUNAAN PERALATAN PELABUHAN (UTILIZATION OF PORT EQUIPMENT) Data indikator ini diperoleh dari data statistik pelabuhan menurut jenis masingmasing peralatan.Perencanaan Pelabuhan I Ir.Sc.. Untuk memperlancar lalu lintas kapal-kapal serta demi keamanan/keselamatan serta kelangsungan hidup bagi peralatan-peralatan pelabuhan maka diperlukan kapal tunda (tugboat) sebagai alat bantu utama guna merapat. Sebagai data perhitungannya ditetapkan sebagai berikut : Jam. MENENTUKAN / MERENCANAKAN BANYAKNYA KAPAL TUNDA (TUGBOAT) YANG DIPERLUKAN BAGI SUATU PELABUHAN.tersedia Jam kerja yang tersedia dalam satu bulan ditetapkan 200 jam untuk tiap alat bongkar/muat (untuk semua jenis).

keatas Satuan PK per Unit 2376 M3 – 7355 M3 1 buah 800 1 buah 7356 M3 – 26151 M3 1 buah 1 buah 800 2000 2 buah 26151 M3 – keatas 1 buah 1 buah 1 buah 800 2000 3000 3 buah Bagaimana memperhitungkan volume atau displacement ( ∆ ) 97 .minimal 3 kapal (N = 3) Untuk memperhitungkan hal ini diperlukan data-data statistik kedatangan kapal di masing-masing pelabuhan setiap pelabuhan terdapat data statistik kedatangan kapal setiap bulannya dan terperinci jumlah masing-masing menurut ukurannya. 3 151 M . AS Sc = Jumlah pergerakan kapal setiap hari (Rapat – Lepas) S h = Jumlah kapal yang dimutasikan / digeser (shifting) setiap hari t 1 = Waktu rata-rata yang diperlukan untuk sekali menunda(dihitung mulai berangkat dari pangkalan sampai kembali) t 2 = Waktu rata-rata yang diperlukan untuk mutasi / penggeseran (shifting) E = Jumlah jam kerja efektif dimasing-masing pelabuhan N = Jumlah kapal tunda untuk menunda sebuah kapal Untuk nilai N tersebut didasarkan surat keputusan Mentri Perhubungan Republik Indonesia No. 92/PR. Unit Tugboat PANJANG KAPAL VOLUME 1 60 M .minimal 2 kapal (N = 2) Panjang 151 s/d 100 M .R. H. KM.302/Phb.minimal 1 kapal (N = 1) Panjang 101 s/d 100 M .150 M N0.85.minimal 2 kapal (N = 2) Panjang 201 s/d 100 M . Contoh Soal : Merencanakan Kapal Tunda (Tugboat). Soenarno.Perencanaan Pelabuhan I Ir. tanggal 11 April 1985 sebagai berikut : Panjang 71 s/d 100 M .100 M 2 101 M .

83 = = 2376 m3.53 x 2.53 γw = Berat jenis air laut = 1. Untuk panjang kapal 151 meter (LOA).025 x 0.Perencanaan Pelabuhan I Ir. LOA = Length Overall (panjang keseluruhan kapal). Untuk mengetahui berapa banyak kapal tunda yang diperlukan bagi suatu pelabuhan perlu dicari data-data sebagai berikut : Kunjungan kapal rata-rata per-bulan = 321 buah kapal. Untuk panjang kapal 150 meter (LOA).025 x 0. d = Fulloaded draft (tinggi garis sarat air).92 x 13 x 4 x 1.83 = = 7355 m3. Displacement ( ∆ ) = 151 x 0.2 x 1.83 = = 7356 m3.83 = = 26152 m3. 98 .025 x 0.8 x 1.92 x 13 x 4 x 1.92 x 10 x 2. Untuk panjang kapal 60 meter (LOA). terdiri dari : Panjang kapal 60 – 100 m sebanyak = 38 buah kapal Panjang kapal 101-150 m sebanyak = 41 buah kapal Panjang kapal 151 – keatas sebanyak = 8 buah kapal. Displacement ( ∆ ) = 101 x 0.025 x 0. Displacement ( ∆ ) = 150 x 0.R.025 g/cm3.53 x 2.92 x 18 x 7 x 1. H. Displacement ( ∆ ) = 60 x 0. AS Displacement ( ∆ ) = LWL x B x d x 1. Contoh penyelesaian soal tentang jumlah kapal tunda yang diperlukan.53 x 2. Soenarno.025 x Cb Dimana : LWL = Length of waterlength (panjang batas garis air) B = Lebar Midshipsection/luar.53 x 2. Untuk panjang kapal 101 meter (LOA).025 x 0.92 x 18 x 7. Cb = Block coeffisient = 0.83 = = 26151 m3.53 x 2. Displacement ( ∆ ) = 100 x 0. Untuk panjang kapal 100 meter (LOA).

t1 + Sh. Penyelesaiannya : a) Untuk unit kapal dengan panjang 60 – 100 m. Sedang yang dimutasikan setiap harinya untuk kapal-kapal berukuran : 60 – 100 m sebanyak 1 kapal.70 x 2 + 1x 2) = 0. 99 . diperlukan waktu 2 jam/setiap kapal 101-150 m sebanyak 1 kapal. Tg = N (1.3466unit 24 b) Untuk unit kapal dengan panjang 101 – 150 m. Soenarno.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Keperluan Tugboat untuk menunda = N = 2 buah. Kunjungan kapal setiap hari = Sc = 41/24 = 1. AS Waktu untuk menunda kapal-kapal tersebut diatas dihitung sejak berangkat dari pangkalan sampai kembali ke pangkalan rata-rata 2 jam setiap kapal.R. Waktu yang diperlukan untuk menunda = t1 = 2 jam. Jumlah kapal yang dimutasikan = Sh = 1 buah. Jumlah kapal yang dimutasikan = Sh = 1 buah.70 buah.733unit 24 c) Untuk unit kapal dengan panjang 151 m keatas. diperlukan waktu 2 jam/setiap kapal 151 – keatas sebanyak 1 kapal. H. Waktu yang diperlukan untuk mutasi = t2 = 2 jam Jumlah jam kerja efektif = E = 24 jam. Kunjungan kapal setiap hari = Sc = 38/24 = 1. diperlukan waktu 1 jam/setiap kapal.Sc. Tg = N (1.t1 + Sh.t 2).Sc.t 2). Keperluan Tugboat untuk menunda = N = 1 buah. E Tg = 1 ( 2 x1. Waktu yang diperlukan untuk menunda = t1 = 2 jam.58 buah.58 x 2 + 1x 2) = 0. Waktu yang diperlukan untuk mutasi = t2 = 2 jam Jumlah jam kerja efektif = E = 24 jam. E Tg = 2 (2 x1.

33 buah. 1 (satu) buah kapal tunda (Tugboat) berdaya 1200 PK dan 1 (satu) buah kapal tunda (Tugboat) berdaya 800 PK.3466 x 800 PK = 277 PK Untuk unit b) : 0.290 x 800 PK = 1466 PK = 232 PK 0.Sc. Waktu yang diperlukan untuk mutasi = t2 = 1 jam Jumlah jam kerja efektif = E = 24 jam. 100 .29unit 24 Rekapitulasi : Untuk unit a) : 0.290 x 3000 PK = 870 PK Jumlah = 4011 PK.33 x 2 + 1x1) = 0. Soenarno. Keperluan Tugboat untuk menunda = N = 3 buah.733 x 800 PK = 586 PK 0.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Waktu yang diperlukan untuk menunda = t1 = 2 jam. AS Kunjungan kapal setiap hari = Sc = 8/24 = 0.t1 + Sh. Jumlah kapal yang dimutasikan = Sh = 1 buah.733 x 2000 PK Untuk unit c) : 0. E Tg = 3 (2 x 0.290 x 2000 PK = 580 PK 0.t 2). H. Maka kapal tunda (Togboat) yang diperlukan untuk keperluan operasi pelabuhan dimaksud adalah : 1 (satu) buah kapal tunda (Tugboat) berdaya 2000 PK.R. Tg = N (1.

f = 2. JARAK LABUH KAPAL Pada umumnya kapal membawa /memiliki jangkar sepanjang ± 225 meter. Persyaratan untuk Lego Jangkar (Labuh kapal) 1) Kedalaman (waterdepth) maximum 70 meter LWS 2) Perairan tenang (tidak ada gelombang) 3) Dasar perairannya tidak boleh karang atau tanah liat.836 M3) 101 . 8.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Soenarno. Jadi tanah dasar harus pasir padat. UKURAN-UKURAN KAPAL Ukuran-ukuran kapal ini sangat penting bagi teknisi pelabuhan karena dalam menghitung uang pelabuhan dan uang terusan (Haven en kanaalgelden dalam bahasa Belanda atau juga disebut : harbour dues dalam bahasa Inggris). Juga tidak boleh Lumpur lembek. karena jangkar dapat berpindahpindah tempat. AS VI . H. 7. yang dinyatakan dengan meter kubik (M3) atau “ register ton “ . karena jangkar sulit ditarik. Jarak Labuh Kapal. Gambar VI. 1. Kita ambil sebagai dasar ialah isi kapal sebagaimana tertulis dalam surat ukurannya.R. (1 Register Ton = 100 C. Maka jarak labuh kapal adalah (3d + L) yang berarti d = ± 71 m. VI .

juga disebut Isi Bruto Ukuran ini meliputi seluruh ruangan tiada terkecualinya yang berada dibawah palka (dek) juga diatas ditambah dengan semua ruangan tertutup dan beratap diatas palka tersebut. 4) D. AS Isi kapal ditetapkan oleh pengukur kapal yang disumpah waktu hampir atau selasai dibangun. (Bruto Register Ton atau Gross Tonage).R. Jadi Pada umumnya NRT = 65% BRT. jadi dapat dikatakan deplacement kali berat jenis air laut yang dinyatakan dengan Ton (Inggris) dari 1016 kg atau Ton (metrik) dari 1000 kg.R. Soenarno.R. Juga disebut isi Netto. Ukuran Dead Weight Ton ini penting bagi daya muat sesuatu dok terapung (floating dock).W. misalnya kapal tunda (tugbout) yang sama sekali tidak punya N. Akan tetapi dapat berbeda sekali bagi kapal kerja.Perencanaan Pelabuhan I Ir. 3) Deplacement adalah isi ruangan didalam air yang diduduki oleh kapal atau isi air laut yang yang dipindahkan oleh kapal.T dengan ruangan-ruangan tertentu misalnya tempat berdiam.R. Pengurangan ini kira-kira sebesar 35%. Ukuran ini terdapat dengan mengurangi ukuran B.T.T atau G. (Netto Register Ton atau Netto Tonage). maka dengan perpindahan air (atau air laut) kita maksudkan perpindahan air sampai garis muat (geladen lastlyn). 5) Daya muat adalah maksimum dead weight ini menyatakan beratnya barang yang harus dimasukan kedalam kapal ini tenggelam sampai garis muatan. tanki air dan lain sebagainya. 2) N. Daya muat 102 .R.T. Jika tidak ada atau tanpa keterangan lain.T.T Dead weight Ton (bukan isi melainkan bobot dan juga disebut bobot mati) Ukuran berat ini adalah beratnya air laut yang dipindahkan oleh kapal. kamar mesin ruangan batubara (ruangan bahan bakar). H. Ukuran-ukuran tersebut meliputi : 1) B.R.

W.3 to 1.5.T (Light Weight Ton) Berat semua bagian kapal yang terdiri dari logam (besi.C. Very Large Crude Carriers : BRT DWT ≈2 BRT For all ships : Total Displacement ≈ 1.W. L. allumunium dll) jadi bagian yang dari kayu juga palstik tidak termasuk disini. AS (draagvermogen) meliputi berat bersama dari pada muatan penumpang.T ini diperlukan pada saat kapal dinyatakan sebagai besi tua dan dijual.L.1. Kuningan.7 dan V. karena kapal tidak memiliki rem seperti halnya mobil.C = 1. baja. Fender berfungsi sebagai bumper saat kapal menambat di dermaga. air dan inventaris lepas. PENDAHULUAN. kemungkinan terjadi tumburan kapal dengan dermaga. 6) Kapal kosong ialah kapal dengan inventaris tetap dan ketel terisi sampai “Op peil”. H. bahan bakar. bekal. Byker general ratio untuk kapal : DWT Normal Ships : ≈ 1.3 NRT BAB 7 FENDER VII. 7) L. Dr.4 Ratio BRT berkisar untuk Freighters = 1. Ir. Soenarno.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Dalam tumburan tersebut kemungkinan kapalnya yang 103 . tembaga.R. Menurut Prof.

Cilinder type. Soenarno. antara lain : V type. Pada umumnya dermaga dari beton. Bahkan ITB Bandung pun pernah memproduksi Rubber fender dimaksud. r = Radius putar (turning radius) dari kapal dari ceatre gravity. Shibata dan lain-lain. Untuk melindungi kemungkinan rusaknya dermaga atau kapal. H. maka dipasanglah fender. g 1 + l  t 2 ℓ = Jarak pusat berat (Centre gravity = CG) ketitik tambat (berthing point) sejajar dermaga. karenanya fender yang dipakai adalah rubber fender. Gambar 7. AS rusak atau dermaganya yang rusak. Cell type. dan lain-lain.R. Rubber fender banyak macam typenya. paling-paling yang rusak fender nya.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Fender ( )  ( )  2  l 2 WV r E = x  2. Rotan yang dibungkus deretan ban bekas banyak terlihat dipelabuhan Khao Shung (Taiwan Selatan) dulu di Indonesia juga banyak digunakan itu. 104 .1. Jadi apabila terjadi tumburan keras. Untuk dermaga kayu dibangun fender dari kayu yang dipasang didepan dermaga. Bridgestone. Rubber fender banyak dibuat oleh pabrik-pabrik Seibu. Disamping itu ada fender yang dibuat dari ban-ban bekas yang diisi dengan rotan. Supe Mtype.

AS Mv 2 Wv 2 atau .Perencanaan Pelabuhan I Ir.1. untuk ukuran : 105 . Soenarno.L. H.m) ρ w = berat volume air laut (specific weight of seawater) W = W1 + W11 atau M = M1 + M11 (ton) W (=M) = Virtual Weight adalah berat yang dipakai dasar memperhitungkan demensi fender. Simbol pernyataan demensi fender adalah sebagai berikut. Earthing point of ship W1 (=M1) 11 = Displancement Tonnage = 130 % dari DWT (ton) 11 W (=M ) = Additional Weight = π 4 .( D 2 ).R.ρ w .ton − m 2g 2g W = Weight (berat) M = Massa Kinetic Energy (E) = Effective Berthing Energy (E1) = Mv2 x k Ton –m Untuk quarter point approach : k = ½ Gambar 7.(ton) L = Panjang kapal (m) D = full loaded draft (.

Perencanaan Pelabuhan I Ir. hasil ukuran yang terkecil ………… dst. Dari data-data pelabuhan dimaksud dapat 106 . AS Tinggi fender = 0.00 M seperti di Dumai (Riau) maka fender bisa dipasang horizontal tetapi sebanyak 2 baris .08 x panjang kapal terbesar.1 x panjang kapal terkecil dibanding 0. Bila beda pasang surut kecil (misalnya < 2.1 x panjang kapal terkecil dibanding 0. R dan L. Jarak perletakan masing-masing fender ditentukan sebagai berikut. VII.000 L E1 Panjang fender (L) = (meter) 2 25 H Reactive force (R) = 75 HL (ton) Hasil-hasil perhitungan tersebut diatas dapat dicocokkan dengan Nomogram H/M. hal ini mungkin menjadikan biaya mahal.08 x panjang kapal terbesar.50 M).50 m dan panjang fender = 3.3. maka sebaiknya dipasang vertikal (apabila panjang fender 3 – 4. V. Letak fendernya bergantung besarnya beda pasang surut. 0. H. VII. JARAK PERLETAKAN MASING-MASING FENDER.00 m Disebut 500 H x 3. Jarak Perletakan masing-masing fender ditentukan sebagai berikut : Jarak perletakan masing-masing fender ditentukan sebagai berikut : 0. Soenarno. CONTOH SOAL RENCANA PENGGUNAAN FENDER Direncanakan memasang Rubber fender Super M Type pada dermaga sepanjang 1000 M pada salah satu pelabuhan. sedang jaraknya tetap as ke as. Apabila perlu dapat juga dipakai miring (antara horisontal dan vertikal). E.50 m) maka dipasang mendatar (horizontal). Bila beda pasang surut 3 à 4.R. hasil ukuran yang terkecil yang dipakai sebagai jarak masing-masing fender (jarak as ke as fender).2.

15 M/detik.000 GRT ≈ 13.000 DWT = 15. untuk Normal ship DWT ≈ 1.15 M/detik M11 = π D2 Lρw = 4 107 .500 DWT 9.000 DWT Kapal-kapal tangki (Tankers) 5.50 M Berthing approach Berthing Velocity Additional Weight = 165 M = Quarter Point Approach V = 0.000 DWT s/d 15.000 GRT s/d 9.000 GRT Kapal-kapal barang (Freighters) 7.R. Tentukanlah : a) Panjang dari demensi fender dimaksud b) Reactive force dan jumlah fender yang diperlukan c) Jarak fender dan gambar perletakannya. Juga dipilih ukuran Rubber fender Super Mtype 500H. bahwa kapal-kapal yang berkunjung sepanjang tahun adalah sebagai berikut: Kapal-kapal penumpang (Pessengers ship) = 3000 GRT s/d 9000 GRT Kapal-kapal barang (Freighter) = 7000 DWT s/d 15000 DWT Kapal-kapal tangki (Tanker) = 5000 DWT s/d 10000 DWT Ketentuan-ketentuan lain yang dapat kita ketahui antara lain cara menambat kapal (berthing approach) ditentukan “Quarter point approach” sedang kecepatan menambat ditentukan sebesar 0.500 DWT Dengan demikian berarti kapal kecil : 3.000 Ton Panjang kapal L Full loaded draft D = 9. H.Perencanaan Pelabuhan I Ir. dan kapal besar : 15. beda pasang surut disitu = 2.000 DWT Sesuai general ratio.000 Ton Displancement Tonnage M1 = 20.10 M.000 DWT s/d 10. Penyelesaian soal : Kapal-kapal yang berkunjung dipelabuhan tersebut : Kapal-kapal penumpang (Pessengers ship) 3.000 GRT. AS diketahui. Perhitungan demensi fender Ukuran kapal = 15.5 GRT Jadi 3.000 GRT ≈ 4. Soenarno.000 DWT.

20 m Jadi jarak fender (jarak as ke as fender) = 9.9392 ≈ 3.1 x 95 m = 9. Soenarno.50 108 .000 Ton = 32.000 Ton Virtual Weight = M1 + M11 M = 20.15) 2 E= = 2g = 2 x 9.R.50 x 3.50 m Dengan demikian jumlah fender 1000 = 105 buah 9.37 T/m Dipakai Rubber fender Super M type 500 H E11 Jadi panjang fender L= 18.Perencanaan Pelabuhan I Ir.000 (0.00 M Jadi demensi fender 500 H x 3.50 Ton Jarak dan jumlah fender yang diperlukan : Panjang dermaga : 1.73 T/m Effective Berthing Energy E1 = ½ E = 18. AS = 3. H.03 = 4 = 12.08 x 165 m = 13.37 = 25 H2 25(0.000 Meter Panjang kapal terkecil (3000 GRT) = 95 m Panjang kapal terbesar (15.00 Ton = 112.5)2 165 x 1.000 Ton Mv2 Kinetic Energy kapal : 32.5)2 = 2.000 L Besarnya Reactive force : Reactive force (R) = 75 HL = 75 x 0.000 + 12.80 = 36.14 (9.000 DWT) = 165 m 0.50 m 0.

10 m maka perletakannya cukup satu lapis horisontal. H. 109 .70 m. sehingga dalam keadaan pasang atau surut tidak terpengaruh dan tetap dapat bersandar pada fender. AS Beda pasang surut 2. Gambar Perletakan Fender. Soenarno.R.Perencanaan Pelabuhan I Ir. karena draft kapal terkecil 5.

VIII. Soenarno.1. Pada umumnya dilaksanakan dengan cara kedua (berdasar kedalaman air yang dituntut). Sebaliknya kontraktor keruk harus memperhitungkan benar-benar produksi keruk yang harus dikerjakan untuk mencapai kedalaman yang ditentukan. Pekerjaan pengerukan meliputi pekerjaan-pekerjaan Capital dredging (pengerukan awal). VIII. VIII.2. Dengan cara ini bouwheer (pemberi order) tidak dipusingkan oleh besarnya produksi keruk. CAPITAL DREDGING DAN MAINTENANCE DREDGING Untuk pelaksanaan ini cara tendernya dapat dilaksanakan dengan beberapa cara. yang penting kedalaman yang dituntut terpenuhi. walaupun lebih besar dari yang diperkirakan. supaya tidak rugi.R. 1. kurang dari 25o tidak memenuhi syarat untuk Reklamasi. Untuk dipakai sebagai tanah urug nilai φ nya (lereng alam) minimum 25o. a) Tender pekerjaan keruk dengan dasar produksi keruk b) Tender pekerjaan keruk dengan dasar hasil kedalaman yang dituntut (berarti cara lumpsum). PENDAHULUAN.1. maintenance dredging (pengerukan perawatan) dan Reclamation (Reklamasi atau Pengurugan).1. H.Perencanaan Pelabuhan I Ir. PEKERJAAN REKLAMASI (RECLAMATION) Untuk melaksanakan pekerjaan ini tanah yang akan dipakai mengurug labih dulu harus diteliti nilai φ nya dilaboratorium. PENGERUKAN (DREDGING) VIII. Untuk maksud tersebut harus diketahui density tanah keruk dan juga berat 110 . AS BAB.

R.000 x 2.6 Jadi 1 M3 tanah keruk (dredge material) mengandung 750 kg air atau 0.54 M3 dredge material.200 = 1.750 M3 air.M 3 600 Jadi untuk mengeruk 1. maka γsilt = 2.400 – 750 = 650 kg tanah (dry silt) 1.030 kg/m3.400 kg = α kg air (water) + β kg tanah (silt) 1 M3 = α + β 1. Soenarno.6 α → α = 1. Misalnya density tanah keruk tersebut = 1.200 = 750 1.600 = 2.54.400 kg/m3 .000 3 M = 1. Catatan : Dalam hal pengerukan tresebut apabila meliputi perairan sungai misalnya.2. H. apabila jumlah volume in situ soil diketahui.000 1. Bila tidak ditentukan lain. 1 M3 = 1. AS volume dry silt. sehingga dapat diketahui jumlah dredge material yang harus dikeruk.000 kg dry silt (in situ soil) harus dikeruk 1.600 kg/m3.600 kg/m3.600 2. CONTOH SOAL 111 . Cara memperhitungkannya adalah sebagai berikut : Contoh bagaimana memperhitungkan jumlah tanah keruk (dredge material) yang harus dikeruk. tetapi bila meliputi pengerukan alur yang berada diperairan laut maka γ w = 1. VIII. Disamping itu perlu diketahui density tanah dasar yang akan dikeruk dan berat volumenya tanah tersebut.000 kg/m3.400 = α + β 1.Perencanaan Pelabuhan I Ir. berarti airnya tawar. α = 750 kg air β = 1.000 kg dry silt = 1.6 α + β 1. sedangkan berat volumenya = 2. maka γ w = 1.

Hitunglah jumlah dredge material (tanah keruk). Dari suatu alur pelayaran keluar dari pelabuhan sungai menuju kelaut sepanjang 12 mil.R.3 m = 19311. Gambar V.896. Untuk maksud tersebut direncanakan memperdalam alur sepanjang 12 mil tersebut dari 300 m dibawah LWS menjadi 5. PEYELESAIAN SOAL DIATAS.Perencanaan Pelabuhan I Ir.740 M3 Density Lumpur 1480 berarti 1480 kg/m3 112 . AS Contoh cara memperhitungkan jumlah tanah keruk (dredge material) yang harus dikeruk sesuai dengan yang direncanakan.00 meter dibawah LWS akan ditingkatkan fungsinya untuk dapat dilayari kapal-kapal yang lebih besar. Luas penampang tersebut 80 + 40 x 2. yang memiliki kedalaman alur 3. sedang lebar alur sebelah bawah adalah 40 meter.6 m Jadi Volume tanah ”in situ soil” = 19311. Soenarno.50 m = 150 m2 2 Panjang alur 12 mil = 12 x 1.6093 km = 12 x 1609. H.50 m dibawah LWS. Gambar penampang pengerukan Luas penampang yang harus dikeruk adalah gambar trapesium yang diarsir. Juga ditentukan bahwa lebar alur sebelah atas adalah 80 meter. Berapa meter kubik dredge material sepanjang 12 mil yang harus dikeruk sesuai rencana tersebut diatas. Dari hasil penelitian diketahui density lumpur disitu adalah 1480 sedang γ drysilt = 2600 kg/m2.6 x 150 M3 = 2.

282 M3 = 1000 = 9.876.47952. Sesuai gambar design.588.479.768 M3 113 .R. H.62 Jadi α = 1120 = 700 kg air 1. Jadi dredge material sepanjang alur yang harus dikeruk 7.000 kg.6 α + β 1480 = α + β 1120 = 1. AS 1 M3 = 1480 kg = α kg air + β kg tanah (silt) α 1 M3 = M3 air + 1000 β M3 tanah (silt) 2600 x 2600 2600 = 2.6 β = 1480 – 700 = 780 kg tanah (silt) 1 M3 dredge material mengandung 0.740 M3 dan beratnya sama dengan = 2. Soenarno.282 M3 dredge material.740 x 2600 kg = 7.70 M3 air juga mengandung 780 M3 silt 2600 Maka 1000 kg dry silt (tanah kering) = 1000 M3 780 = 1.876. volume tanah “in situ soil” = 2.524.Perencanaan Pelabuhan I Ir.282 M3 dredge material Jadi untuk mengeruk : 1000 tanah “in situ soil” harus dikeruk 1.000 x 1.749.

Cooper. Published by The International Course in Hydraulic Engineering.1968.1968. Massey W. 9. A handbook for Engineers. H. 1979. J. VI. Delft Technological University The Netherlands.W. Hubert R. Published by Brown Son & Ferguson LTD Nautical Pablisher.P. 3.F. Soenarno. Gulf Publishing Company. I.Perencanaan Pelabuhan I Ir.E.P.Per Bruun. Published by Edward Arnold. LP3ES.1860 7. H. Published by The International Course in Hydraulic Engineering. Harbour and Beach Problem (volume II).W. Design and Construction of Port and Marine Structures. 1978.R.N. Delft Technological University The Netherlands. Dredging. Quinn. Massey W. 1972. Published by The International Course in Hydraulic Engineering. 8. Dock & Harbour Engeneering vol. 2. 5. Practical Dredging and Allied Subjects.1978.E. Tidal and Coastal Engineering (volume I). 4. III. Delft Technological University The Netherlands. 1978. Bray R. Mac Graw Hill. Delft Technological University The Netherlands. II. Alfonzo de F. Published by Charles Griffing & Company Limited London. AS DAFTAR PUSTAKA 1. Port Planning and Port administration. Pengantar Methode Statistik Jilid I Cetakan 11.E. Breakwater Design (volume III). 6. Massey W. Beaundelair J. 1976.W. Anto Dayan. Cornick. Port Engineering Handbook. Published by The International Course in Hydraulic Engineering. 114 . 10. 1986.P.

1977. 12. 15. Shore Protectoin Planning and Design. Prepared by the Secretariat of UNCTAD. 1975.Thomas Telford London. Soenarno. A. III.(Conference Eastbourne England).Handbook for Planners in developing Countries. United Nation New York 1978. Published by U. 1954.Coastal Engineering Research Centre (CERC). 1957. ------------. Published by JOHN WILEY AND SONS 13. The Overseas Coastal Arae Development Institute (OCDI) of Japan. 115 . 1966.S. May 1988. 1961. Navy. British Library Cataloguing in Publication Data Breakwaters ‘88’. Volume I. 14.R. Technical Report (TR) No. Technical Standards for Port and Harbour Facilities in Japan 1980. AS 11. Port Development. H. II.Torben Ernst Cs.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Planning and Desigh of Port and Marine Terminals. 4. Desigh of Breakwater.

Ternate dan Tenau ( Kupang ) 01-10-1965 s/d 01-10-1968 Direktur P. Soenarno.Perencanaan Pelabuhan I Ir. 80 ( USAID ) Pembangunan Pelabuhan Ambon.N. 01-01-1964 s/d 01-06-1966 Project Manager Three Ports Project DLF No. AS PENGALAMAN PENULIS. 01-10-1968 s/d Akhir 1969 Pegawai Tugas belajar Utama pada Internatioanl Course In Hydraulic Engineering Delf Techno logical University The Netherland ( Belanda ) 1970 s/d 1976 Kepala Seksi Survey dan Perencanaan Pelabu han Direktorat Jenderal Perhubungan Laut 1972 s/d 1974 Pemimpin Proyek Pembangunan pelabuhan Bengkulu 1974 s/d 1976 Pemimpin Proyek Pembangunan pelabuhan Panjang di Bandar Lampung 1976 s/d 1977 Kepala Bidang pelabuhan dan Pengerukan Pada Kantor Wilayah Perhubungan Laut III di Tanjung Priok Jakarta s/d 01-01-1978 Kepala Bagian Perencanaan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di Jakarta s/d 01-09-1985 Direktorat/Kepala Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut 116 . H. Pelabuhan Daerah VII Maluku di Ambon.R.

117 . H. 1977 s/d 1988 Dosen Mata Kuliah pelabuhan pada Fakultas Teknik Universitas Indonesia di Jakarta 1975 s/d Sekarang Dosen Mata Kuliah Perencanaan Pelabuhan pada Institut Sains Dan Teknologi Nasional di Jakarta 1976 s/d Sekarang Anggota Steering Commite ( Team Pengarah ) Pembangunan Pelabuhan Samudra Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta ( Departemen perhubungan ) 1979 s/d Sekarang Anggota Steering Commite ( Team Pengarah ) Pembangunan Pelabuhan Samudra Nelayan ( Jakarta Fishing Port/market Development Project ) di Muara Karang Jakarta ( Departemen Pertanian ) 1995 s/d 1996 Port Planner pada Eng Consultant NIPPON KOEI Co. AS 1981 s/d 1992 Komisaris Utama P. Widya Pertiwi Eng pada Proyek Pembangunan pelabuhan Samudra Peti Kemas di Makassar. tentang Sub Sektor Perhubungan Laut. Dok dan Galangan Kapal KODJA ( BUMN Departemen Perindustrian ) Persero di Jakarta 1987 s/d 1991 Ketua Dewan pengawas PERUM PENGERUKAN Indonesia ( BUMN Departemen Perhubungan ) di Jakarta 1985 s/d 1987 Dosen/Penceramah Pada Kursus Perencanaan dan Management Departemen Perhubungan. Jakarta. LTD/PT.Perencanaan Pelabuhan I Ir.N.R. 02 Januari 2002. Soenarno.

Soenarno. H. AS 118 .R.Perencanaan Pelabuhan I Ir.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful