PERENCANAAN PELABUHAN I

Ir. H.R. SOENARNO. AS

JURUSAN TEKNIK SIPIL
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL
JAKARTA
2004

KATA PENGANTAR
Seperti kita ketahui sampai saat ini masih terasa kurangnya buku-buku berbahasa
Indonesia yang membahas tentang Ilmu Pelabuhan, baik yang mengenai Teknik Pantai dan
Teknik Pelabuhan ( Tidal and Coastal Engineering ) maupun operasi dan Manajemen Pelabuhan;
serta hal-hal yang menyangkut Transportasi laut dalam rangka kegiatan Perhubungan Laut ,
walaupun sudah banyak buku-buku tentang pelabuhan yang ditulis dalam bahasa asing.
Oleh karena itu untuk kepentingan para mahasiswa dan generasi muda kita, maka kami
berusaha menyusun buku Perencanaan Pelabuhan ini.
Menurut pengalaman kami lebih dari seperempat abad memberi kuliah, khususnya dalam
bidang pelabuhan, terasa kurang berhasilnya dalam menempuh studinya, antara lain disebabkan
karena kurangnya minat baca bagi para mahasiswa; dan hal ini dapat dimengerti karena indikasi
kurangnya minat baca tersebut disebabkan kurangnya mereka menguasai bahasa asing.
Mengingat tenaga mereka apalagi sebagai sarjana sangat diperlukan negara dan
masyarakat kita dewasa ini , maka merupakan kewajiban kita semua untuk menarik minat baca
mereka dengan memberikan kemudahan-kemudahan berupa tulisan-tulisan ilmiah dalam bahasa
Indonesia.
Atas dasar kepentingan dan maksud tersebut diatas, mendorong kami untuk menyusun
buku ini dengan segala kekurangan-kekurangan yang ada, kami berusaha menyajikan hal-hal
yang secara langsung nantinya akan mereka gunakan dalam praktek.
Walaupun buku ini belum selengkap yang diharapkan, namun buku ini sudah memuat
dasar-dasar dan pokok pengetahuan sebagai bekal untuk nantinya mampu melaksanakan
pekerjaan-pekerjaan pembangunan khususnya dibidang perhubungan laut dengan sebaik-baiknya.
Tentu saja kami tidak hanya berhenti disini, melainkan dengan segala kekurangan yang
ada , secara bertahap akan kami sempurnakan dan kami lengkapi sesuai dengan kemajuan
teknologi yang mempengaruhi perubahan pada cara-cara kerja dan peralatan yang dimaksud.
Puji syukur kami panjatkan atas Kehadirat ALLAH SWT , karena dengan rahmat dan
Anugrah –NYA kami dapat menyusun dan menyelesaikan buku Perencanaan Pelabuhan I.
Kami mengucapkan terima kasih kepada teman dosen di ISTN yang telah membantu
menyelesaikan pembuatan buku Pelabuhan I ini sdr Ir. Marsiano MSc , Ir. Rahardjo MT, Ir. Atjep
i

Sudaryanto MT dan teman-teman dosen lain yang tak dapat kami sebutkan satu persatu. Dan
juga kepada semua pihak yang telah memberikan masukan-masukan yang sangat berarti dalam
menyelesaikan tugas ini.
Kami menyadari ,bahwa buku yang kami susun ini masih memiliki banyak kekurangan
dan kelemahan. Oleh karena itu, kami menerima segala kritik dan saran yang bersifat positif
untuk kami.
Semoga Diktat ini memberikan banyak manfaat bagi kami pada khususnya dan bagi
pembaca pada umumnya.

Jakarta, 18 Januari 2005.

Penulis.

ii

Difraksi... ………………………………………………… 30 iii .2.……………………… 6 BAB... .1. Pendahuluan.. ………………………………………… 21 IV. ………………………………………………… 27 IV. ………………………………… 4 ………………………………………… 4 BAB.. Cara Pengukuran Kecepatan dan Arah Arus. Berdasarkan Jenis Perdagangan. ARUS AIR LAUT.. ………………………………………… 4 I.6.. Wave Refraction dan Wave Diffraction.4. Berdasarkan Konstruksi Teknis.. Macam-macam Pelabuhan Berdasarkan Kriteria.DAFTAR ISI Kata Pengantar ………………………………………………………………………… i Daftar Isi ………………………………………………………………………… iii BAB I. Panjang dan kecepatan Gelombang.3. IV.………………………………. Pemandangan Umum Tentang Pelabuhan.. PASANG SURUT AIR LAUT.4.2. II... ………………………………………………………………… 12 III.1...2.5...2...2.. 17 BAB.. Pendahuluan .……………………… 14 III.. Berdasarkan Teori Seimbang dari NEWTON.2... 1 I. I. Penyelidikan gelombang..1.. I.……………………….2. Berdasarkan Jenis Pungutan Jasa. ………………………………… 28 ………………………………………………………………… 30 IV. ………………………………………………………………… 18 IV.. . GELOMBANG ( WAVE PROPERTIES ).. II. Equivalent Deepwater wave.6.2.. PENDAHULUAN.………………………………………………………………… 6 II.. 4 I.. IV. IV. Pengukuran Kedalaman (ukuran kedalaman ) air laut .. III.. Gelombang. ………………………………………………………………… 19 IV. III. ………………………………………… 4 I. Pendahuluan. ….3.2.. .1.1. Berdasarkan Kegiatannya.3.

.……………………. Merencanakan Panjang Dermaga.11.. ……………. Pengaruh gelombang didalam Pelabuhan. 49 …………………. Contoh soal rencana penggunaan Fender.2.………………………. ………………………………………… 40 BAB.…………….…………….2. Wave Runup dan Over topping.5.. VII.. ………………………………………………………… 35 IV.. ………………………………………………. …………………….…………………... ………………………………….4. Breakwater type Rublemound.. ……………………………………………………………….………….. 101 BAB.7.1.. …….. 96 ………………. 106 iv . 48 V.. …………. FENDER. ………………… 80 BAB.….4.2.…………………….3 Pemilihan Type ……………………………………………………………… 49 V. ……..…………………. 94 VI.. 101 VI. Merencanakan luas tempat penumpukan yang diperlukan. 48 V.5.5. 97 …………………………………………….. Fetch. Keuntungan dan kerugian masing-masing type.IV.3.8. ………………………………………………………… 35 IV. 92 VI.…………. Macam-macam Breakwater.. VI.. PENAHAN / PEMECAH GELOMBANG. ………………………………………………………………………… 31 IV. Pendahuluan. Refleksi Gelombang.3.1. Jarak labuih kapal. ………………………………… 36 IV. ………………………………………………… 37 IV. ………………….9. ………………………………………………………………. Jarak perletakan masing-masing fender. V. RAMALAN KEBUTUHAN FASILITAS PELABUHAN. Menentukan jumlah peralatan pelabuhan yang diperlukan. Ukuran-ukuran kapal. VII. ……… ……………………. Penggunaan Peralatan Pelabuhan. 95 VI.10. 91 VI. 105 VII. V.1 Pendahuluan …………………………………………………………………. VI. VI. Merencanakan banyaknya kapal Tunda.6.. 51 Contoh soal Breakwater type Rublemound. VI.7. Wave Breaking. Pendahuluan. Wave shoaling. 103 VII.12.. ………………………………… 70 Contoh soal Design konstruksi Breakwater type Caisson. V.

.. ………………………………………………………………… 113 PENGALAMAN PENULIS …………………………………………………………………. Tentang …………………………………………………………………… v .4. Pendahuluan. Tentang ……………………………………………………………………. Lamp. 109 VIII.. ……………………………………………….……………….. Lamp... VIII.1. C. D.BAB. LAMP.2. B. Capital Dredging dan Maintenance Dredging. E. 114 LAMPIRAN-LAMPIRAN. ……………….. ………………………………………………………………. Lamp. 109 VIII.. Tentang …………………………………………………………………… Lamp. A. 109 VIII. ………………………. VIII. Tentang ……………………………………………………………………. 110 DAFTAR PUSTAKA. Pekerjaan Reklamasi.………………………. Contoh soal.3. PENGERUKAN ( DREDGING ). Tentang …………………………………………………………………….

1 . Pelabuhan. antara lain . Sehubungan dengan perkembangan perekonomian. maka makin lama kapal-kapal makin besar. itu adalah tempat berlabuhnya kapal-kapal laut. kapal-kapal tersebut biasanya sampai dimuara sungai berhenti berlabuh sambil menunggu cuaca baik agar dapat melanjutkan perlayarannya menuju antar pulau dan melaut kenegara lain. kata aslinya adalah labuh yang berarti Pelabuhan laut. bebas dari rintangan untuk navigasi dan terlindung dari taufan. terjemahannya keduanya adalah Pelabuhan sedangkan keduanya memang berbeda. Jadi ringkasnya “ Port “ adalah Harbour yang telah dimanage (dilola). Harbour : adalah tempat perairan yang cukup dalam untuk tempat kapal-kapal berada.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Port : Harbour yang secara tetap digunakan oleh masyarakat yang sibuk berdagang dan bongkar muat angkutan laut. serta angkutan laut dengan angkutan darat. Banyak Istilah-istilah kepelabuhanan yang belum ada terjemahannya dengan tepat. sehingga kapal-kapal dapat berlabuh disitu dengan aman. Perhubungan laut termasuk pelabuhannya merupakan prasarana (infrastructure) dari perekonomian. Pelabuhan Laut merupakan terminal point antara angkutan darat dan angkutan laut. Soenarno. sehingga hanya kapal-kapal kecil melewati sungai-sungai dan kapal-kapal besar berlabuh dipelabuhan sebagai terminalnya. Selanjutnya pelabuhan dilengkapi dengan fasilitasfasilitas tambat dan pergudangan serta pier atau penahan gelombang. 1 PENDAHULUAN. sehingga dalam hal-hal seperti itu terpaksa masih digunakan istilah asing. Karenanya muara-muara sungai dahulu merupakan pelabuhan. angkutan laut dan angkutan laut.R.H. AS BAB I PEMANDANGAN UMUM PELABUHAN I. dimana kapalkapal berlabuh (membuang jangkar/sauh). Kita kenal istilah Harbour dan Port dalam bahasa Inggris. Dahulu kala sungai-sungai merupakan alur pelayaran bagi perahu-perahu dan kapal-kapal.

PELABUHAN PELABUHAN MILITER PELABUHAN NIAGA PELABUHAN UMUM PELABUHAN KHUSUS PEL MINYAK PEL PERIKANAN PEL BATU BARA PEL KAYU PEL PEMDA . Belawan. I.U. Pelabuhan Umum di Indonesia dikendalikan oleh Negara jadi termasuk B. contoh harbour di Indonesia adalah pelabuhan-pelabuhan Eretan. Pelindo I berpusat di Belawan (Medan) PT. yang kita bahas selanjutnya adalah Pelabuhan Niaga khususnya Pelabuhan Umum. Pelindo II berpusat di Tanjung Priok (Jakarta) 2 . Makassar dan lain-lain. DLL Pelabuhan Militer (Pangkalan Angkutan Laut) tidak akan kita bahas. MACAM – MACAM PELABUHAN : Dibawah ini disajikan suatu diagram tentang macam-macam pelabuhan. 2. yaitu : PT. Pengandaran. Pacitan dan lain-lain. Tanjung Perak.Perencanaan Pelabuhan I Ir.M.H. sekarang di Indoensia BUMN yang dimaksud bernama Pelindo (Pelabuhan Indonesia) berbentuk PT (Persero) dan terdapat 4 Persero.R. Soenarno. Pelabuhan Tanjung Priok. Port dipimpin oleh Port Administrator (Administrator Pelabuhan / Adpel) contoh Port di Indonesia adalah.N (Badan Usaha Milik Negara)/ Harbour State Own Enterprises . AS Harbour dipimpin oleh Harbour master (Syahbandar).

swasta dapat membangun dengan izin pelabuhan sedangkan untuk air minum/air kapal bila mungkin pelabuhan menyediakan fasilitasnya.q Direktorat Jendral Perhubungan Laut. Perbankan. kolam pelabuhan. gelombang dan teknik pantai. Kantor Perdagangan dan Perindustrian. begitu pula pembangunan penahan gelombang (breakwater). Sebelum pelabuhan menjadi (berstatus) Perum (Perusahan Umum Negara) status pengerukan merupakan Divisi dari instansi pelabuhan . kolam tempat berputar kapal (turning basin). air kapal diambil dari perusahaan air minum walaupun dengan harga yang sangat tinggi dibanding dengan harga umum. Pada tahun 1991 3 . sedangkan gudang penyimpanan (lini III atau warehouse). Jaringan listrik juga disupply dari perusahaan Listrik Negara. Pembangunan fasilitas-fasilaitas tersebut diatas. truck dan alat-alat bongkar muat lainnya. pergudangan dan open storage (tempat penumpukan) peralatan pelabuhan (port equipment) baik peralatan darat maupun peralatan dilaut seperti Crane. Kantor Bea dan Cukai. forklift. Untuk keperluan tersebut perlu dipahami “Tidal and Coastal Engineering” yang mempelajari antara lain pasang surut. Kantor Pelayaran. Soenarno. Pelabuhan dalam hal ini PT. alur pelayaran masuk. Kantor Keamanan (KP3) (Kepolisian di pelabuhan). Untuk membangun kolam pelabuhan dan alur pelayarannya diperlukan “Capital Dredging” (pengerukan awal) dan untuk memelihara kedalamnya diperlukan “Maintanance Dredging” (pengerukan perawatan). Dalam hal pergudangan pelabuhan wajib menyedikan Transit Shed (gudang lini I dan lini II). Kantor Karantina Depkes.H.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Kantor Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL). Pelindo III berpusat di Tanjung Perak (Surabaya) PT. Pelindo IV berpusat di Makassar (Ujung Pandang) Dibina oleh Depertemen Perhubungan c. Pelabuhan menyediakan tempat/lahan untuk Kantor. juga bila mungkin menyediakan lahan untuk galangan kapal. khususnya bangunan air tidak mudah pelaksanaannya. tetapi bila tidak. Pada saat pelabuhan ditetapkan sebagai Perum maka pengerukan juga ditetapkan sebagai Perum dan terpisah dari Perum pelabuhan. Pelindo Persero wajib menyediakan fasilitas pelabuhan antara lain : dermaga dengan kelengkapan fender dan bolder.R. AS PT. arus laut.

PELINDO (Persero). 4 . Soenarno. Rukindo Persero. AS seperti halnya pelabuhan pengerukan juga ditetapkan sebagai Persero dan disebut PT. 3) Artificially excavated port : Pelabuhan yang dibangun dengan mengeruk daratan/ pantai untuk dijadikan kolam pelabuhan.H. Rukindo Persero merupakan perusahaan pengerukan yang memiliki armada keruk yang cukup besar. b. yakni terbesar ketiga di Asia setelah armada keruk dari Jepang dan Korea. MACAM-MACAM PELABUHAN BERDASARKAN KRITERIA Adapun macam-macam pelabuhan berdasarkan kriteria . Berada diteluk atau muara sungai yang cukup dalam.3. tetapi langsung dikendalikan dibawah pemerintah cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.R. maka dapat dikelompokan menjadi 4 kelompok sebagai berikut : a. 3) Pelabuhan otorita : di Indonesia contohnya Pelabuhan di Batam 4) Pelabuhan Bebas : di Indonesia contohnya Pelabuhan Sabang.Perencanaan Pelabuhan I Ir. BERDASAR JENIS PUNGUTAN JASA : 1) Pelabuhan yang diusahakan : Pelabuhan yang dikelola oleh BUMN (Badan Usaha Milik Negara). I. PT. 2) Pelabuhan yang tidak diusahakan : Pelabuhan di Indonesia yang tidak dikelola BUMN. BERDASAR KONSTRUKSI / TEKNIS 1) Pelabuhan alam : Pelabuhan secara alamiah sudah memenuhi kriteria. 2) Pelabuhan buatan : Pelabuhan yang dibuat dengan mengurug perairan untuk dijadikan pelabuhan dan jika diperlukan diberi pemecah atau penahan gelombang atau pier (tanggul) dan lain-lain. di Indonesia PT. BERDASAR JENIS PERDAGANGAN 1) Pelabuhan sungai : Untuk perdagangan local 2) Pelabuhan pantai : Untuk perdagangan interinsuler 3) Pelabuhan samudra : Untuk perdagangan internasional c.

Perencanaan Pelabuhan I Ir.H. 5 . plb. AS d. plb. Perikanan di Muara Karang. 3) Pelabuhan Militer (pangkalan) : Pangkalan di Teluk Semangka Lampung. 5) Pelabuhan Marina untuk Yacht. plb petrokimia di Gresik dan lain-lainnya. Pangkalan Angkatan Laut di Surabaya dan lain-lain 4) Pelabuhan Kayu (Logpond) : Kolam pelabuhan penyimpan kayu-kayu. Pupuk di PUSRI Pelembang. Miyak di Balikpapan. Batubara di Tarahan Lampung. motor boat dan lain-lain 6) Pelabuhan turis : untuk kapal-kapal pariwisata 7) Pelabuhan untuk tempat berlindung (refuge) dan lain-lain. plb. Soenarno. BERDASAR KEGIATANNYA ( UMUM / KHUSUS ) 1) Pelabuhan umum (Niaga/Commersial) 2) Pelabuhan Industri : Plb.R.

2.1. Teori dinamis dari Laplace (1749 .1.50 menit .1827) II. sedang surut berarti lebih rendah dari keadaan normal. Soenarno. Absis : menyatakan waktu dalam satuan jam atau derajat.14 detik a 360 1/2 90 180 270 360 EF = 2 a fase untuk tinggi h Gambar II. Teori setimbang dari Newton (1687) 2. Kondisi Pasang Surut Air Laut. AS BAB II PASANG SURUT AIR LAUT II. 6 . Ordinat : menyatakan tinggi permukaan air. BERDASARKAN TEORI NEWTON. Bumi merupakan bola padat yang dilapisi dengan air secara merata. 24 jam .25 menit .R. Pasang berarti muka air laut lebih tinggi dari keadaan normal. pada tiap saat akan terjadi/terdapat situasi statis yang setimbang (momentaneous static stability). PENDAHULUAN Pasang dan surut pada air laut terjadi akibat adanya gaja tarik Bulan dan/atau Matahari terhadap Bumi.Perencanaan Pelabuhan I Ir.28 detik D B E F a A 0 90 180 270 12 jam . Terhadap gerakan/pasang surut ini ada 2 (dua) buah teori : 1.H.

AS __ __ __ __ AB = CD AB dan CD disebut Amplitudo Dalam Sinusoida tersebut diatas. ( 1 ) 7 . Karena itu akibat gaya tarik Bulan / Matahari. Persamaan = πR2 = πab R = a. seperti yang tertera dalam buku pasang surut. Banyaknya air yang melapisi Bumi (Hydrosteer) tidak berubah. 1 2 α = ∠FOB ρ = OF a = OA = OB δ = amplitudo P E b = OP = OQ b F R y A a ρ α B O x i m Bu Ellips Lingkaran Q Lapisan air ( hydrosfeer ) Gambar II.2. maka lingkaran dengan Radius R berubah menjadi ellips yang luasnya sama. digambarkan seakan-akan. Matahari mengelilingi Bumi dalam waktu 24 jam sedangkan Bulan mengelilingi Bumi dalam waktu 24 jam 50 menit 28 detik. Proyeksi Bumi padat saat terjadi pasang surut. Untuk mengetahui tinggi muka air laut setiap saat di setiap tempat.R.H. kita gambarkan proyeksi Bumi padat saat terjadinya pasang surut seperti tersebut diatas. Soenarno.Perencanaan Pelabuhan I Ir.b ………………………….

½ δ ……………… ( a ) a = R + ½ δ ……………… ( b ) Bila OF = ρ.H. Soenarno. sin 2 α 1   R − δ  2   2 =1  1  cos 2α + 1   2 1 2  1 − cos 2α   1   1  ρ  R 2 − Rδ + δ 2   =  R + δ   R − δ   +  R + Rδ − δ  4  2 4  2 2   2       2 2 2 [( )] ) ( 1 2 2 1   ρ R cos .Perencanaan Pelabuhan I Ir. (c) dan (d) kedalam persamaan Ellips. cos 2α − Rδ + R 2 − R 2 cos 2α + Rδ − Rδ cos 2α =  R 2 − δ  2 4   ρ 2 (R 2 − Rδ cos 2α ) = R 4 ρ² (R² . (b). AS Misalkan a – b = δ → a = b + δ ………………… (2 ) (2) substitusi ke (1) menghasilkan : R= b(b + δ ) = b 2 + bδ = b 2 + bδ + (1 / 2δ ) 2 = (b + 1 / 2δ ) 2 = b + ½δ Karena δ sangat kecil terhadap b (δ <<<< b) Maka pada nilai tersebut diatas dapat ditambah (½δ)² Jadi R = b + ½ δ → b = R .Y) α ……………… ( c ) sin α ……………… ( d ) X = ρ cos Maka Y=ρ Persamaan Ellips : X2 Y2 + =1 a2 b2 Substitusi (a).Rδ cos 2 α + ¼δ² cos² 2 α) = R4 ≈ ρ4 ρ² (R . maka koordinat titik F (X. cos 2 α 1   R + δ  2   2 + ρ 2 .½δ cos 2 α )² = ρ4 ρ (R .2α + R 2 − Rδ .½δ cos 2 α ) = ρ² R .½δ cos 2 α = ρ-R 8 2 .R.½δ cos 2 α = ρ . ρ 2 .

600 x Diameter Bumi Jarak Bulan = 30 x Diameter Bumi.H.m2   K = R 3 C    Rumus ini kita pergunakan untuk membandingkan gaya tarik Bulan terhadap Bumi dan gaya tarik Matahari terhadap Bumi. Jadi Tinggi muka air laut = Amplitudo x cos phase.500 x massa Bumi Massa Bulan = 0.tarik .600 3 9 . m1 m2 M R Gambar II.bulan 0. Jadi : Gaya. maka dengan adanya gaya-gaya centrifugal gaya tarik menjadi : m1 . Massa Matahari = 319. Seperti telah diketahui gaya tarik antara 2 (dua) benda angkasa masing-masing dengan massa m 1 dan m 2 dengan jarak antara R sedang kedua benda tersebut tidak bergerak.R. cos 2 α = cosinus phasenya . Soenarno. seperti diketahui bahwa.Perencanaan Pelabuhan I Ir. AS 1 δCOS 2α = ρ − R 2 ½δ = Amplitudo .a laut.0125 319500 = : Gaya.3.Matahari 30 3 11. Sekarang perlu diketahui besarnya gaya tarik benda-benda angkasa. ρ – R = Tinggi m. Bila m 2 bergerak mengelilingi m 1 seperti halnya bulan mengelilingi bumi.m2   K = R 2 C    C = konstanta.0125 x massa Bumi Jarak Matahari = 11.tarik . Gaya Tarik benda angkasa dengan massa berbeda Maka besarnya gaya tarik : m1 .

R. yang disebut “Spring tides” sedangkan Pasang surut terkecil terjadi ketika kedudukan bumi – bulan – matahari membentuk garis tegak lurus yang disebut “neap tides”. Meskipun benda-benda angkasa lainya menimbulkan gaya tarik pada bumi. Kondisi meteorologipun seperti perubahan tekanan barometrik dan perubahan musim dapat juga menyebabkan pasang surut. tetapi pengaruhnya tidak terlalu besar. 10 .H.4.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Gambar II. AS = 2. Soenarno.26 : 1 Maka Amplitudo akibat gaya tarik Bulan = 2.26 = 44 %). Pasang surut terbesar terjadi ketika kedudukan bumi – bulan – matahari berada pada satu garis lurus. serta terjadinya pergerakan dalam system kedudukan bumi – bulan – matahari. Perbedaan sinusoida pasang surut Matahari dengan pasang surut Bulan Pasang surut diartikan dengan naik turunnya permukaan air secara periodic akibat gaya tarik bulan dan matahari terhadap bumi.26 kali. Amplitudo akibat gaya Tarik Matahari. tetapi bulan dan mataharilah penyebab utama terjadinya pasang surut yang diakibatkan oleh bulan lebih besar dari pada yang disebabkan oleh matahari (akibat matahari ± 44% dari akibat bulan) (1 / 2.

Soenarno.R.H. gerakan pasang surut diikuti oleh gerakan mendatar yang disebut “Arus pasang surut” (tidal current). tetapi sedikit sekali pengetahuan mengenai terjadinya perubahan muka air dilautan. 11 . AS Berdasarkan pengalaman banyak diketahui mengenai terjadinya pasang surut dipantai-pantai.Perencanaan Pelabuhan I Ir.

karena arus akibat pasang surut jauh lebih penting bagi teknisi sipil dibanding arus laut yang diakibatkan oleh angin. Arus surut adalah arus kearah laut.1. Arus pasang adalah arus kearah darat. Arus pasang surut menimbulkan “ arus secundair “ Gambar III. Arus laut akibat pasang surut terjadi dari permukaan air laut sampai dasar perairan. Soenarno AS BAB III ARUS AIR LAUT III. sedangkan dilautan akan berputar kembali arah dan kecepatan dari jam ke jam. PENDAHULUAN.H.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Arah arus pasang.R. Arus pasang surut merupakan arus periodik yang bervariasi menurut tempatnya dan tergantung dari : - Sifat pasang surut - Kedalaman air laut - Keadaan topografi Dipantai-pantai arus pasang surut akan berulang secara teratur (periodik).1. 12 . Arus akibat angin ini hanya dipermukaan saja. arus surut dan arus sekunder.

seperti pada sungai-sungai. c) Hydraulic Type. diantaranya adalah menggunakan cara sebagai berikut : a) CARA SEDERHANA 13 . Tentu saja angin yang bertiup dengan waktu lama (hari) pada daerah yang luas (mil persegi).R. ialah : a) WIND DRIFT CURRENTS Bila angin bertiup diatas permukaan air. sukar untuk dipisah-pisahkan. dilautan terdapat pula arus-arus lain yang sangat sulit untuk dipelajari. karena sebetulnya semua arus itu terjadinya serentak. dan sesudah angin bertiup lagi atau arus dan gelombang bebas dari angin. dan menyebabkan air terseret oleh gerakan angin.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. b) WARE INDUCED CURRENT. Selain arus pasang surut. Dalam hal ini terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan. seperti diselat-selat yang menghubungkan dua lautan. seperti arus dilautan dan disepanjang pantai b) Rectilinier atau Reversing Type. maka akan timbullah gesekan (shear stress) pada permukaan air tersebut. Arus ini biasanya lemah dan tidak merupakan faktor penting dalam sediment transport. dimana sebagian energi dipakai untuk membentuk arus permukaan. III. Diantara arus-arus selain arus pasang surut.H. arus pasang surut dapat dibagi menjadi : a) Rotary Type. dan sebagian lagi untuk membentuk gelombang permukaan. Soenarno AS Berdasarkan KEADAAN TOPOGRAFI. Dalam daerah dimana arus dan gelombang (wind waves) timbul pergerakan partikel air adalah variable. maka arus disebut Inertia Current dan gelombangnya disebut Swell. terjadi pada sebagian besar daerah pedalaman. akan menimbulkan arus yang cukup besar.2. pembagian energi ini sampai sekarang belum bisa diketahui. Angin yang bertiup dipermukaan air akan memberikan energi pada air. CARA PENGUKURAN KECEPATAN DAN ARAH ARUS.

untuk selama ± 25 jam dengan current meter.2.R. Ada beberapa jenis current meter antara lain : 14 .H. Soenarno AS Dengan menggunakan pelampung Gambar III. Cara sederhana pengukuran Arah dan Kecepatan Arus. karena itulah kecepatan arus perlu diukur pada lapisanlapisan yang berbeda setiap 30 menit sampai 1 jam.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. kecepatannya adalah 14km = 2km / jam 7 jam b) DENGAN PERALATAN ( CURRENT METER) Kecepatan dan arah arus dapat diukur dengan dua cara : 1) Eulerian Method : dengan menggunakan Current Meter 2) Lagrangian method : dengan menggunakan Tracing Floats Arus dilaut adalah super posisi dari perioda tidal current dengan arus yang hampir terjadi setiap waktu. Arah perubahan tempat pelampung merupakan arah arus .

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

-

Ekman – Merz Current meter

-

G.E.K (Geomagretic Current meter)

-

T - S. Self Recording Current meter

-

Omo Type self recording Current meter

-

Direct reading current meter

III.3. FENOMENA ARUS TERHADAP BANGUNAN AIR

Gambar III. 3. Perubahan contour dan terjadinya silting dan
scouring sebagai akibat bangunan air yang masif.

Apabila pada suatu teluk dengan arah arus tergambar, dibangun bangunan
konstruksi dermaga beton misalnya berupa konstruksi masif dimana arus air tidak
dapat lewat, maka akan terjadi pembelokan contour seperti terlihat dalam gambar
garis-garis putus (----) dengan akibat yang fatal yakni :
Disebelah kiri bangunan terjadi silting atau pendangkalan serta disebelah
kanan bangunan terjadi scouring atau penggerusan dimana kedua hal ini merupakan
kerugian, cela atau hal yang negatif, masih ditambah lagi kedalaman muka dermaga
yang sesuai rencana adalah 10 meter dibawah LWS bisa berubah menjadi kurang
dari 5 meter dibawah LWS misalnya, untuk mengatasi kejadian tersebut diatas, maka
apabila pada suatu daerah perairan seperti diatas akan dibangun bangunan air,

15

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

dermaga kapal misalnya, maka konstruksi dermaga tersebut tidak boleh berupa
konstruksi masif, tetapi harus direncanakan dengan konstruksi tiang pancang
sehingga air diberi jalan untuk tidak terhambat dan fenomena tersebut tidak terjadi,
walaupun biaya yang diperlukan lebih mahal dari pada konstruksi masif, perlu
diketahui bahwa biaya perbaikan apabila terjadi fenomena tersebut akan jauh lebih
mahal dari pada perbedaan biaya sebelumnya.

HHW = Highest highwater (duduk air
tertinggi)
HWS = High Water Springtide (duduk
air tinggi rata-rata)

MSL

= Mean Sealevel (permukaan
rata-rata air)

LWS = Low Water Springtide (duduk
air rendah rata-rata)

LLW =Lowest Low Water (duduk air
terendah)

Gambar III.4 Istilah permukaan air laut

III.4. PENGUKURAN KEDALAMAN (UKURAN KEDALAMAN) AIR LAUT :
Permukaan air laut itu tidak tetap, seperti tergambar diatas, maka terdapat istilah
sebagai berikut, Karena istilah baku bahasa Indonesia belum ada, maka kita sebut
istilah asingnya, sehingga bila mempelajari buku asing dapat mengetahuinya seperti
:H.H.W : Highest High Water yang artinya duduk air tertinggi
H.W.L : High Water Springtide atau duduk air tinggi rata-rata
M.W.S : Mean Sea Level atau permukaan Air rata-rata
L.W.S : Low Water Springtide atau duduk air rendah rata-rata
L.L.W : Lowest Low Water atau duduk air terendah

16

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

Ukuran LWS merupakan ukuran Peil duga dilaut untuk menentukan ukuran
kedalaman air (waterdepth) atau titik/garis 0 dilaut.

17

IV. PENDAHULUAN.1. Tinggi dan Periode Gelombang serta Puncak dan Lembah Gelombang L = Panjang gelombang (Wave length) H = Tinggi gelombang (Wave height) T = Periode gelombang (Wave period) Crest = Puncak gelombang Through = Lembah gelombang BENTUK GELOMBANG dipengaruhi oleh : 1) Kecepatan angin meniup (wind velocity) 2) Lamanya angin meniup (duration) 3) Kedalaman air (waterdepth) 4) Keadaan dasar laut (shape of the bottom) 18 .1. Gambar IV.H.R. Kejelasan mengenai Panjang.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Soenarno AS BAB IV GELOMBANG ( WAVE PROPERTIES ).

07 detik. maka berdasarkan periode gerakannya.2. tinggi gelombang tidak jarang > 10 m (di Northen Pacific tinggi gelombang yang pernah dicatat mencapai 34 m) c) Swell Yaitu gelombang lanjutan dari wind waves yang telah bebas dari daerah tempat bertiupnya angin. IV. gelombang dapat dibagi sebagai berikut : a) CAPILLARY WAVES Yaitu gelombang dengan periode (T)≤ 0. bahkan disamudra luas terdapat gelombang tanpa ada angin.R.3 detik. kita harus membangun breakwater (penahan gelombang / pemecah gelombang) untuk mendapatkan kolam pelabuhan yang tenang.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. dengan periode 10 ā 15 detik. Gelombang adalah juga penyebab utama terjadinya littoral drift. nilai L/H antara 17 s/d 33 Gelombang tidak mendapat geseran. Soenarno AS Bentuk tersebut dinyatakan dengan nilai perbandingan L/H. Bila periodenya ≤ 0.7 cm. karenanya jauh sekali.H. Bila gelombang dapat dimengerti dan dapat dianggap sebagai gerakan vertical dari permukaan laut. dimana kita belum mampu meramalkan kapan terjadinya gelombang tersebut. Contoh : Di danau dengan perairan yang dangkal L/H bernilai antara 9 s/d 15. GELOMBANG (WAVE) Persoalan gelombang air laut (sea waves) merupakan masalah yang dapat dijumpai disetiap pelabuhan. akibat adanya gelombang. Swell biasanya mempunyai periode yang lama (± 20 detik) dan 19 . panjang gelom bang (L) ≤ 1. dan tinggi gelombang (H) 2 ā 3 cm. bahkan tidak jarang timbul gelombang besar beserta typhoon yang merusak. sehingga kapal dapat bertambat dengan aman dan pekerjaan bongkar/muat dapat berjalan dengan lancar. untuk dilautan (samudra luas). Capillary waves disebut juga ripples b) Wind Waves Yaitu gelombang yang ditimbulkan oleh angin.

dengan tinggi gelombang tetap dan periode gelombang yang berlangsung tak terbatas. dan sangat sulit untuk dipelajari dan dianalisa. yaitu badai yang dapat berlangsung sampai beberapa jam dan dapat menimbulkan gelombang yang tinggi. Ada pula sejenis tsunamis yang disebabkan oleh Cyclone atau Typhoon.H.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. seperti gempa bumi tectonic dan atau vulcanic eruptions. dengan tinggi gelombang yang tidak begitu besar. d) Long Period Waves Yaitu gelombang yang mempunyai periode 20 a 30 detik. long period waves sangat sulit diselidiki dan dimengerti. Periodenya dapat berlangsung dari beberapa menit sampai ± 1 jam. yaitu : Deep water waves : ½ ≤ h/L < ∞ Intermediate depth : 1/20 < h/L < ½ Shallow water waves : 0 < h/L ≤ 1/20 dimana h = kedalaman air (water depth) dan = panjang gelombang (wavelength) L Semua gelombang yang ada dilautan adalah irregular waves atau random waves. Selain klasifikasi diatas. Untuk menganalisa dan membuat rumusrumus kita harus menganggap regular waves. disebut Ocean waves atau sea waves. Gabungan antara wind waves dengan swell.R. Berdasarkan anggapan ini kita bisa menyatakan besarnya suatu gelombang yakni dengan : Tinggi gelombang (H) 20 . e) Tsunamis Yaitu gelombang yang timbul karena adanya gerakan tiba-tiba dari dasar laut. gelombang dapat pula dibedakan berdasarkan kedalaman air. Soenarno AS tinggi gelombangnya makin lama makin berkurang sebanding dengan jarak yang ditempuh.

T 2 2πh 2πh g L2 = tanh tanh 2 2π L L 2π C C2 = C= 2πh g . tidak ada arus melainkan gelombang yang dasarnya pergerakan vertical. Soenarno AS Periode gelombang (T) Panjang gelombang (L) dan Kedalaman Air (h) IV. PANJANG DAN KECEPATAN GELOMBANG Kita mengenal kecepatan sebagai ukuran (speed) juga kecepatan bergerak (velocity) dan disini kita mengenal kecepatan yang disebut : Celerity.T 2 2πh L= tanh 2π L C= L = T 2πh g . h. dan C dinyatakan sebagai berikut : L= Jadi g . Hubungan antara L. T. Kecepatan bergerak sobekan kertas tersebut akibat energi gelombang yang disebut : Kecepatan merambat gelombang atau celerity energy propagatian dengan symbol (C). maka beberapa waktu kemudian sobekan kertas tersebut berpindah tempatnya.R. walaupun sobekan kertas tersebut tidak dapat bergerak sendiri seperti mobil misalnya dan airnya tidak bergerak.L tanh L 2π dengan : g = percepatan gravitasi.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.L tanh L 2π 21 .H. Bila kita melemparkan sobekan kertas kepermukaan air yang bergelombang.3. C = celerity of propagation.L tanh L 2π 2πh g . g .

t ) = = 2π  H  2π . Soenarno AS Untuk deepwater waves dan long waves ( shallow water waves) persamaan diatas dapat disederhanakan sebagai berikut: Deep water waves : Lo = g 2 g T dan Co = T 2π 2π Long waves (Shallow water waves) : L = T gh dan C = gh a) Profil pada Gelombang (surface Profile) (m) Elivasi muka air diatas mean water level (MWL) dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut : η ( x. dolphin dan lain-lain.(m/det) Kecepatan gerak partikel air akibat gelombang dapat dinyatakan dengan : Kecepatan arah horizontal = (m/det) 22 . maka dianjurkan untuk mengambil crest height sebesar 65% a 75% dari tinggi gelombang terbesar dimana : η = Surface profile (m) H = tinggi gelombang (m) L = panjang gelombang (m) T = periode gelombang (detik) b) Gerakan partikel air pada gelombang (Velocity of water particle) .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.Sin x− t 2 T   L H 2π Sin ( x − Ct ) 2 L Untuk menentukan clearance dari lantai konstruksi pelabuhan seperti dermaga.R.H.

2π   2π H ∂ω  L  .2π   πH 2π  L   2π  ω=− . L Dimana z = elevasi partikel diukur dari MWL (Persamaan ini berlaku baik bila H relatif kecil).Cos X− t 2πh T T   L Sinh.2π   2π H 2π  ∂µ L   2π  .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.m/m2) 23 .Sin 2π x − 2π .2π   πH 2π  L   2π  µ= Sin x− t 2 π h T T   L Sinh L Kecepatan arah vertical : (m/det)  z +h Sinh. .Cos =− x− t 2 ∂t L T  T  2πh   Sinh   L  2  z +h Sinh. L 2  t  d) Tekanan air pada gelombang (Pressure in the water action of waves) .H.(tf/m2) h+z cosh . c) Percepatan gerakan partikel air pada gelombang (Acceleration of water particle) (m/det2)  z +h Cosh. L  t  −ω0 z  Dimana ω o = berat volume air (tf/m3) (unit weight of water) e) Energy gelombang (Average energy of waves per unit area of water surface) (tf.R. Sin x− 2πh T 2  L Cosh. =−  2πh ∂t T T2  L Sinh.2π   2π 1 L   2π  P = ωo H. Soenarno AS  x+h Cosh.

78 T (m/det) = 2. Bila gelombang mulai bergerak kedaerah perairan tenang.C = Group velocity (m/det) dari gelombang 4πh    1 L n = 1 +  2  Sinh.m/m) / detik. Soenarno AS Tiap partikel air yang bergerak dalam gelombang mempunyai energi potensial (Ep) dan energi kinetik (Ek) yang sama besarnya yaitu: Ep = Ek = 1/16 ω o H2 E = Ep+Ek = 1/8 ω o H2 (energi total) f) Average energy transported in the progressive direction of waves across unit width in unit time (tf.E = n.14 det 2π L o = C o T = 1. maka ia akan memberikan enersi sebesar : W = Cg.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.H.R.80 m T= T = 1.56T ( ) 2 x3.81 T (km/h) 24 .56 T2 (m) Cg (group velocity) = ½ C o = 0.CE dimana W = energy rata-rata gelombang persatuan lebar Cg = n. 4πh  L   Untuk deep water h/L → ∞ sehingga n = ½ dan Cg = nC = ½ C Co = g 9.

2. Grafik International Course In Hydraulic Engineering. 25 . Soenarno AS Gambar IV.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.R.H.

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

TABEL FITURE 2-6

26

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

IV.4. PENYELIDIKAN GELOMBANG
Untuk mengetahui keadaan gelombang yang sebenarnya, maka perlu diadakan
penyelidikan gelombang dilapangan. Data-data hasil penyelidikan ini kemudian
dianalisa untuk perhitungan dan model test, guna mendapatkan kolam pelabuhan
yang tenang.
Penyelidikan harus dilakukan selama mungkin, tetapi bila tidak ada data sama sekali
dan data-data sangat diperlukan misalnya untuk model test, maka penyelidikan dapat
dilaksanakan minimum 3 – 4 bulan, dengan memilih musim dimana diperkirakan
gelombang terbesar akan terjadi. Dalam penyelidikan lapangan ini selain periode dan
tinggi gelombang, harus pula arah gelombang selalu dicatat. Disamping itu harus
dilakukan penyelidikan angin pada waktu yang bersamaan dengan penyelidikan
gelombang.
Profil gelombang yang ada dilaut sangatlah tidak teratur, berbeda dengan profil
gelombang yang didapat dari percobaan di laboratorium, dimana profil gelombang
dilaboratorium seolah-olah berbentuk sinusoida. Karena itulah, definisi mengenai
periode dan tinggi gelombang , hanya dibuat sebagai dasar untuk menganalisa datadata. Misalnya : untuk mendapatkan data tinggi gelombang, kita harus mempunyai
minimal 100 data tinggi gelombang secara tidak terputus (Continues Record).
Rata-rata dari seluruh data tinggi gelombang tersebut merupakan Tinggi gelombang
rata-rata (H). Dari data tersebut dapat dibuat persamaan [ H sign = H ⅓ ≈ 1,6 H]
dimana H ⅓ = H significant
Tentu saja dari 100 data itu akan ada tinggi gelombang yang lebih besar dari H ⅓ (±
13% dari seluruh data)
Dalam hal ini kita bisa mengambil tinggi gelombang maximum (H max ) sebagai
berikut :
[ H max ≈ (1,6 s/d 2,0) H ⅓ ]
Begitu pula, periode gelombang pun merupakan bilangan variable seperti halnya
tinggi gelombang.
Untuk periode ini telah dibuat persamaan pendekatan
[ T max ≈ T ⅓ ≈ 1,1 T]
dimana T max = periode dari gelombang terbesar
T⅓

= Significant wave periode ( periode dari gelombang significant ).

27

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

T

= Periode rata-rata

Pemilihan antara H max , H ⅓ atau H waktu mendesign, tergantung dari type
konstruksinya, untuk steel piling dan vertical wall (caisson) breakwater, pada
umumnya didesign terhadap H max , sebab dengan sekali hantaman oleh gelombang
besar, kemungkinan konstruksi akan ambruk, sedangkan untuk rubblemound
breakwater, umumnya didesign dengan H ⅓ atau H significant , sebab kemungkinan
runtuhnya konstruksi hanya disebabkan oleh jumlah (banyaknya) hantaman
gelombang.
Telah diketahui bahwa gelombang dilaut, variable dalam tinggi, periode dan arah,
dapat kita anggap bahwa gelombang tersusun dari banyak sekali gelombang
sinusoidal yang berbeda tinggi, periode maupun arahnya. Karena itu sangat sulit
menentukan bagaimana energi nya didistribusikan, terutama dalam hal frekuensi dan
arah. Fungsi yang menggambarkan distribusi dari energi gelombang disebut wave
spectrum, dan parameter yang menunjukan derajat wave energy concentration
terhadap arahnya dinyatakan dengan S max .
Untuk swell S max = 75, dimana energi tersebar ± 30o dari arah gelombang, sedangkan
untuk wind waves S max = 10, dengan sudut penyebaran energi ± 60o dari arah
gelombang (S max = spectrum maximum).

IV.5. WAVE REFRACTION (REFRAKSI) DAN WAVE DIFFRACTION (DIFRAKSI)
Didalam pergerakannya menuju pantai, gelombang selalu berusaha untuk mengubah
bentuk dan arahnya. Bila gelombang masuk kedaerah perairan yang relatif
dangkal (h ≤ ½L), maka gelombang tadi mulai mencapai dasar perairan, dan secara
perlahan-lahan merubah arah geraknya terhadap garis tegak lurus pada contour
kedalaman perubahan gerak akan terlihat jelas setelah mencapai pantai, dimana
puncak gelombang sejajar dengan garis pantai.
Kejadian diatas disebut wave refraction, yang terjadi akibat perbedaan
kecepatan gerakan gelombang dalam penyebarannya disebabkan perbedaan
kedalaman. Wave refraction bukan saja menyebabkan perubahan arah geraknya,
tetapi juga berubah dalam tingginya, perubahan tinggi gelombang akibat refraction,

28

Gambar IV. bila : h/L o makin kecil. Akibat timbulnya surf ini timbul Arus lawan atau Contra 29 .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Soenarno AS biasanya dinyatakan dengan Koefisien refraksi (K r ). yang hubungannya [ H = K r H o ). (L o = deepwater wave length.3. disebut surfzone.R. (α p ) o = incident angle to the deepwater contour). makin lama crest menjadi makin tajam dan akhirnya pecah. Bila kedalaman air h = 1. menjadi berkurang sehingga nilai L/H menjadi kecil. Dimana : H p = H pada waktu gelombang pecah h p = h pada waktu gelombang pecah Daerah dimana gelombang pecah. Pecahnya gelombang pada saat ini crest (puncak gelombang) sejajar pantai dan peristiwa ini disebut refraksi (wave Refraction). Bila kedalaman air berkurang dari laut menuju pantai maka puncak-puncak gelombang (crest) menjadi lebih tinggi dan panjang gelombang (L). maka timbul yang disebut surf.72 H dalam keadaan tidak ada angin. daerah dimana gelombang pecah.H. Surfzone. (α p ) o makin besar dan S max makin besar. dimana H = tinggi gelombang sesudah refraksi Ho = tinggi gelombang diperairan dalam (deepwater) K r makin kecil.

Energi tersebut bergerak dengan kecepatan C gr (celerity of energy propagations) dan timbullah gelombang yang tumbuh (increasing wave). sedangkan untuk periodenya dapat diambil sama seperti periode dari deepwater waves : [ T ⅓ = (T ⅓ ) o ] Konsep tentang equivalent deepwater waves ini hanyalah anggapan (buatan). IV. Pada perairan yang dangkal dan rata harus diperhitungkan pengurangan akibat friction dasar perairan pada H o 1. Berdasarkan hasil perhitungan dan experiment dengan hydraulic models. untuk memungkinkan penggunaan data-data laboratorium dua dimensi dari wave breaking.7. Gelombang bila dalam pergerakannya dirintangi. misalnya oleh pulau atau breakwater.H. runup dan data-data lain bagi prototype problems dalam tiga dimensi.6. maka timbul energi.R. IV. Angin meniup dalam air. maka telah dibuat diagramdiagram tentang variasi dari diffracted wave heights. DIFRAKSI (WAVE DIFFRACTION). Kejadiaan ini disebut wave diffraction (difraksi) Variasi diffracted wave heights dapat dihitung secara teoritis dan secara experiment dengan hydraulic models.K r (H ⅓ ) o ] Dimana : K d = Koefisien difraksi Kr = Koefisien refraksi (H ⅓ ) o = Tinggi gelombang significant diperairan dalam (significant wave height in the deepwater). FETCH Timbulnya apa yang dinamakan fetch adalah sebagai berikut. sebaiknya dihitung pula Equivalent deepwater wave heights (H o 1) [H o 1 = K d .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.maka gelombang tersebut akan berusaha untuk mendorong dan menembus rintangan tersebut. EQUIVALENT DEEPWATER WAVE Setelah tinggi gelombang akibat refraksi dan difraksi didapat. dan terjadi pada banyak parubahan pada periodenya disebabkan keadaan dasar laut yang sembarang. Soenarno AS IV.6. yang sangat berguna untuk menaksir distribusi tinggi gelombang didalam kolam pelabuhan. 30 . Diffracted wave heights ini sangat dipengaruhi oleh arah gelombang yang datang pada rintangan.

maka [ Fetch limittion = C gr .  2π L  31 . Celerity of Wave Propagation  C =  2πd  gL tanh . Soenarno AS Pertumbuhan gelombang ini disebut fetch dan jarak pertumbuhan gelombang itu disebut fetch limitation. Terjadinya apa yang disebut FETCH Untuk unlimited duration.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.5.R. Gambar IV.H.t ] C gr = Celerity of energy propagation t = waktu dalam detik d = kedalaman (water depth) g = gravitasi = 9.81 m/det2 Gambar 4.4.

tanh 2π L C= tanh 2πd = 0.H.   L  4πd L =2 Untuk Shallowwater = 1 + Sinh C gr = ½ C. C gr = 1 C 2 32 . Soenarno AS Dimana : C = Celerity of wave propagation L = Panjang gelombang 2πd Untuk very deepwater 2πd sangat besar. 2π L C = gd Catatan : shallow water Refraksi : . sehingga tanh → ≈1 L L C= gL 2π Apalagi apabila L < 2.Point of breakwater - ada energi transport - sepanjang wave crest. 4πd  1  L  = 1+ 4 π d 2  sinh .3 d> Untuk shallow water 2πd gL = .R. C  L  C gr Untuk deepwater 4πd L = 1+ =1  4πd  Sin.Tidak ada energi transport - sejajar dengan wave crest Difraksi : .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.99 L tanh 2πd 2πd ≈ L L gL 2πd .3 d (depth) 1 L 2.

t = ½ 10 t = 5 t m. untuk long fetch.5 F ] untuk short fetch. bila duration = t. Soenarno AS Secara analitis : C= gL 2π C 2 = g. H = dalam feeth F = dalam nautical mile ( statute mile ).8 g = = 1.14 2π (C = dalam m/det) Menurut tabel D7 CERC TR. No: 4 Untuk C = 22 knot → Periode T n = 6.56 → C = T = 1.000 detik (misalnya) F limitation = 50km Pergerakan Fetch akan berhenti. Untuk t = 10. Thomas Stevenson (1864) Menyusun rumus Fetch sebagai berikut. dimana F > 30 nautical miles sebagai berikut : [ H = 1.5 − 4 F ] dimana.3 det C = 22 knot = 10 m/det Untuk deepwater C gr = ½ C . CT g →C = T 2π 2π g 9.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. 33 .H. dimana F < 30 nautical miles.5 F + 2. maka Fetch limitation = C gr .R. sbb : [H = 1.56T 2π 2 x3. apabila menabrak atau terhalang sebuah pulau atau bangunan seperti dermaga atau breakwater.t = ½ C.

17 4 U = 22 knot 22 F + 2. dimana angin bertiup dengan kecepatan 22 knot dan tinggi gelombang setempat 1.89 ft Kecepatan angin 3.89 = 0.43132 1. Menyempurnakan rumus Fetch limitation tersebut untuk long fetch (dimana F > 20 miles) [H = 0. yang terjadi disini adalah short fetch.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.dalam knots (st.17 22 X2 + 2.594 X 1 = 2.5 – X 0.6093 km.17 UF + 2. Penyelesaian soal : Untuk short fetch (F<20 miles) 4 H = 0.8347 34 .R. Catatan : 1 statute mile = 5280 feeth = 1. 2 = 1 + 5.797 X2 – X – 1. CONTOH SOAL MENGENAI FETCH Hitunglah panjang Fetch limitation yang terjadi didaerah perairan bebas.39 = 0 X 1.5 − 4 F ] dimana H = tinggi gelombang dalam feeth F = Fetch limitation dalam statute mile U = Kecepatan angin (wind Velocity) . Soenarno AS Pada tahun 1934 D.0.miles/hour). Molitor bersama Stevenson.17 UF + 2.89 = 0.185 m = 3.17 UF ] Dan untuk short fetch (dimana F < 20 miles) [H = 0.A.5 - 4 F F = x → F = x2 3.5 - F Tinggi gelombang H = 1.089 X 2 = .H.185 meter.

akibat penyebarannya kearah pantai. Bila tidak. Soenarno AS F 1 = (2.8. sebab menurut hukum hydrodinamic. secara teoritis didapat hubungan sebagai berikut: H b ≈ 0. Pertama-tama tingginya sedikit berkurang kemudian bertambah lagi dengan perlahan-lahan. IV. serta telah diestimate dengan berbagai macam teori untuk menghitung harganya. yang merupakan fungsi dari relative waterdepth (h/L o ) dan wave steepness (H o ’/L o ). Variasi tinggi gelombang akibat waves shoaling dapat dinyatakan dengan persamaan : [ H = K s . gelombang beserta ketinggian nya adalah goyah dan akan pecah dengan sendirinya.485 miles < 20 miles Baik F 1 maupun F 2 < 20 miles. WAVE SHOALING Gelombang yang memasuki perairan dangkal dari perairan dalam akan mengalami perubahan apa yang disebut wave shoaling. IV.H o ’ ] Dimana K s = shoaling cocfficient.R. WAVE BREAKING Untunglah gelombang yang ada dilaut tidak bisa mencapai tinggi yang besar diluar batas tertentu.089)4 = 19 miles < 20 miles F 2 = (. kedalaman air dan kemiringan dasar perairan. Kejadian ini disebabkan adanya perubahan kecepatan dari wave energy transport atau perubahan dari group velocity C gr . jadi keduanya memenuhi syarat.17 L o untuk deepwater waves H b ≈ 0.83 h untuk very shallow water waves 35 . Untuk perairan dengan kedalaman yang tetap. Batas tinggi dari wave breaking tergantung dari panjang gelombang. mungkin harus direncanakan breakwater untuk menahan gelombang yang tingginya lebih dari 100 mater.0.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.9.H.8347)4 = 0.

sebab ada waves tersusun dari berbagai tinggi yang silih berganti. melainkan bisa terjadi dimana-mana.17. Daerah dimana gelombang pecah sendiri disebut “ Surfzone” Definisi mengenai breaker height dan break depth dari proses random wave breaking.R. maka pertama-tama gelombang besar pecah diperairan yang lebih dalam. Dapat dikatakan bahwa gangguan ini akibat adanya diffracted waves (difraksi dari gelombang) dari pintu masuk kolam (mulut breakwater) pelabuhan. Soenarno AS Sedangkan untuk intermediate depth waves dan very shallow water waves pada perairan dengan dasar yang miring. PENGARUH GELOMBANG DIDALAM PELABUHAN Pelabuhan harus direncanakan dengan keadaan kolam yang tenang.Lo 1 − exp − 1. bila akan menganalisa gaya-gaya gelombang yang berkerja pada konstruksi atau pantai. sebab gangguan gelombang dapat timbul karena: - Gelombang menembus / merembes melalui batu-batu rubble mound breakwater dan atau gelombang yang dihasilkan oleh massa air yang jatuh melalui puncak breakwater (Overtopping) dan menjadi sumber kedua bagi gangguan pada pelabuhan. IV. sumber informasi untuk menghitung breaker height.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. merupakan definisi yang tidak jelas. hal ini bukan merupakan pekerjaan yang mudah. sekecil mungkin adanya gelombang. datang dari hydraulic model test.5 1 + tan .10. bahkan sampai keperairan yang sangat dekat dengan pantai. Apabila gelombang mendekati pantai. sementara gelombang kecil tidak pecah.H. θ   Lo  3     Sebenarnya wave breaking yang ada dilaut lebih kompleks dari pada yang dinyatakan dengan rumus diatas. akibatnya dibutuhkan sejumlah data dari breaker height dan breaker depth. Untuk keperluan ini telah dibuat rumus empiris sebagai berikut :   πh  4   H b = 0. 36 . sebab gelombang pecah tidak terjadi pada satu titik.

numerical analysis . Untunglah getaran gelombang dengan periode lama ini hanya timbul setempat. sehingga banyak pelabuhan yang terhindar dari gangguan yang ditimbulkannya. dimana tinggi gelombang sebelum dipantulkan akan sama dengan tinggi gelombang-gelombang hasil pantulan. tetapi amplitudonya ditambah beberapa kali didalam pelabuhan oleh sifat perluasan gema.menggunakan wave diffraction diagrams . Tetapi bila rintangannya tidak tegak. bila periode gema getaran hampir sama dengan incident period. REFLEKSI DARI GELOMBANG (WAVE REFLACTION) Seperti halnya sinar dan suara. maka gelombang akan dipantulkan sembarang (tidak sempurna). Getaran dengan periode lama merupakan resiko lainnya. Soenarno AS - Refleksi/pantulan dari gelombang (reflection of waves ) oleh konstruksi yang mempunyai dinding vertical didalam pelabuhan.H. karena sejumlah energi dipakai untuk breaking dan terbulensi. misalnya rubble atau block mound breakwater. maka gelombang akan dipantulkan sempurna. IV. dapat mempersulit bongkar muat dan manambat kapal.11. Numerical analysis dan hydraulic model investigation sebaiknya dikerjakan bersama-sama. sebab gerakan horizontal partikel air dan kapal. sebanding dengan periode getaran. meskipun amplitudo dari incident long period waves mungkin lebih kecil dari 10 cm.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.R. Pengaruh gelombang ini akibat difraksi (wave diffraction) dan refraksi (refraction) dapat diperkirakan dengan cara: . Hal ini disebabkan adanya semacam gema getaran didalam kolam pelabuhan yang semi enclosed. Bahkan dibeberapa pelabuhan getaran amplitudo rendah dengan periode beberapa menit.hydraulic model investigation Numerical analysis merupakan cara yang baru berkembang dengan menggunakan digital computer dan hasilnya cukup memuaskan. gelombang pun dapat dipantulkan oleh rintangan. Bila rintangan berupa dinding tegak dengan permukaan yang rata. 37 . sering menimbulkan getaran dengan periode sampai beberapa menit. sehingga tinggi gelombang tinggal 30 ả 50 % dari tinggi gelombang asal. Bahkan akibat system manambat kapal pun.

ekor dari regular wave memperlihatkan amplitudo sama dengan nol. dimana arah gelombangnya dianggap seperti pantulan cahaya pada kaca. Secara empiris diketahui bahwa kapal yang bertambat akan dapat mengerjakan bongkar muat dengan lancar dan aman. apabila tinggi gelombang disitu (didalam) antara 20 cm ả 30 cm. amplitudo ini tidak menjadi nol. dispersion of reflected waves boleh diperkirakan dengan menggunakan diffraction diagrams. dimana nilainya tergantung dari jenis konstruksi dan wave steepness. tinggi gelombang dapat diperkirakan sebagai berikut: 2 2  H  =  H  +  H   13  I  13  R  13  s dimana : index S = superposed. sebagai akibat adanya superposisi antara gelombang yang datang dengan yang dipantulkan. Soenarno AS Perbandingan antara tinggi gelombang pantulan dengan tinggi gelombang asal disebut reflection coefficient. disebabkan sifatnya yang random. Dalam kenyataan di laut . Untuk dinding vertikal.H.R. tinggi gelombang menjadi dua kali tinggi gelombang asal. Walaupun tinggi gelombang yang memasuki outher harbour makin berkurang . Pada jarak kirakira sejauh panjang gelombang (L) dari dinding. Didekat rintangan tinggi gelombang menjadi lebih tinggi.telah diketahui juga gangguan-gangguan lain. I = incident. Didalam praktek. 38 . seperti adanya overtopping.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. adanya rembesan air lewat batu-batu rubble mound dan juga akibat gerakan kapal akan menimbulkan gelombang. tetapi tetap ada (lebih kecil daripada tinggi gelombang asal). dan pada jarak ¼ L dari dinding. R = reflected waves. Mengenai pengaruh gelombang didalam kolam pelabuhan sangat penting artinya bagi keamanan dan kelancaran bongkar muat bagi kapal yang berlabuh di outher harbour maupun ditambatan (didermaga). tinggi gelombang semakin berkurang. Semakin jauh dari dinding.

 b  b 4   Y H dlm = H l  − 0. Breakwater Thomas Stevenson : telah menyusun hubungan antara tinggi gelombang dimulut breakwater (H luar = H l ). Soenarno AS Gambar IV. maka dalam membangun breakwater.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.H.20 ả 0. maka berapa panjang breakwater tersebut menjorok kelaut (Y) harus menghasilkan H dlm ≈ 0. lebar mulut breakwater (b) .R. 39 . panjang tambatan (B) dan jarak per pendiculair antara mulut breakwater dengan tambatan (Y). makin dekat pusat.0269 B    B    Didalam praktek. makin tinggi. dan makin jauh dari pusat makin rendah. tinggi gelombang dimuka tambatan (H dalam = H dl ).6.30 m Lingkaran dengan pusat tengah-tengah mulut breakwater dengan radius Y merupakan crest gelombang yang sama tingginya.

Sebab bila puncak konstruksi lebih rendah dari runup height. 40 .H.3 ξ= tan . Salah satu rumus emperis untuk menentukan runup height pada bidang miring yang rata (smooth) ialah: Ru = ξ H untuk : 0. dimana nilai overtopping sangat dipengaruhi oleh banyaknya faktor. WAVE RUNUP DAN OVERTOPPING Bila gelombang melanggar konstruksi yang mempunyai bidang miring. maka dianjurkan untuk mengambil runup height sama dengan tinggi gelombang terbesar dari data-data regular waves.12. Bila tidak diinginkan terjadi overtopping pada konstruksi. Gelombang akan naik sampai mencapai suatu ketinggian diatas MWL (mean water level). Runup height yang dibicarakan diatas tadi hanya berlaku untuk reguler waves saja. maka akan timbul persoalan overtopping yang lebih sulit dari pada persoalan runup height.1 < ξ < 2. seperti bidang depan dari rubblemound breakwater. wave runup height tidak akan melebihi 1. Soenarno AS IV.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.0 H dalam segala hal. maka gelombang akan naik melalui bidang miring tersebut. hal ini yang disebut “wave runup”.R. sedangkan untuk irregular waves sampai saat ini belum ada design kriterianya. termasuk bentuk dan jenis material dari konstruksi sendiri. Untuk menentukan “wave runup height” telah dilakukan percobaan-percobaan dengan berbagai structures. Wave runup berguna dalam menentukan tinggi (puncak) dari rubble mound breakwaters dan sea walls.α H Lo Dimana : Ru = runup height α = susdut miring bidang ξ = surf similarity parameter Untuk bidang yang kasar dan permeable.

Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.H. Soenarno AS 41 .R.

Wave Runup Corrections For Model Scale Effect.R.H. 42 . Soenarno AS Figure 3-11.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.

R.H.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Soenarno AS 43 .

Deep Water Wave Forcasting Curves As A Function of Wind Speed 44 .H.R. Soenarno AS Figure 1-7. Deep Water Wave Forcasting Curves As A Function of Wind Speed Olah gerak kapal dan lay out breakwater Figure 1-7.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.

45 . Soenarno AS OLAH GERAK KAPAL DAN LAY OUT BREAKWATER Gambar IV. karena itu gerak resultante dari kapal yang bergerak maju adalah : maju arah kiri.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.R.7. Olah Gerak Kapal Saat Memasuki Breakwater.H. Geraknya kapal ditentukan oleh gerak putaran propeller.

yang berarti lebar efektif mulut breakwater (entranches) tersebut cukup 150 – 200 meter.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. maka lebar efektif dari mulut breakwater adalah 300 m. Penentuan water depth Gambar. Penentuan Waterdepth [ depth = draft + keel clearens] Keel clearens ditetapkan berdasarkan akibat-akibat: 1) pitching & rolling (cushion effect) 2) squat (akibat heaving) 3) beda pasang surut Pitching : H1 = 1. Jika ditunda (dengan kapal tunda) maka kecepatan kapal tersebut dapat dikurangi menjadi 3 s/d 4 knot. Karena kapal tidak mempunyai rem jadi sukar untuk belak-belok.2 H ½ x 1.2 H = 0. IV. 8.R.6 H 46 . untuk itu sebaiknya alur pelayaran masuk (navigation channel) tagak lurus garis pantai. Soenarno AS Berdasarkan experiment : lintasan kapal tersebut membentuk sebuah lengkung yang amplitudonya untuk kapal dengan kecepatan 6 s/d 8 knots → 300m.H.

squat : 0.00 m .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. rolling Untuk with 20 m 10 x 1/20 = 0.60 m . draft = 8.50 – 1.20 m → ½ x 1.6 H + 0. Sedang terpenting adalah fungsi ke-1 dan ke-3.R.H.0 meter Untuk kapal-kapal ≥ 10. Jadi bila dijumlah .5 m.50 – 9.2 x draft.50 m Depth : 12.50 = 1. Gerak Naik Turun Kapal (Leaving) .misalnya beda pasang surut: 1.60 m Squat : 0. 47 . Layout Breakwater Fungsi dari breakwater dimaksudkan untuk : 1) Perlindungan terhadap gelombang 2) Perlindungan terhadap pengendapan Lumpur (silting) 3) Jaminan keselamatan pelayaran 4) Mengarahkan arus (guidance of currents) Dalam perkembangan teknologi fungsi kedua (silting) sudah tidak begitu penting. 9.untuk kapal 10.20 m = 0. Soenarno AS Gambar IV.00 m Akibat cushion effect 0.50 – 9.000 DWT → d = 1.000 DWT draft = 8.50 m (akibat kapal yang berjalan terdapat gerak naik turun yang disebut leaving) putar/goyang 30 = 1/20 rad.90 m Beda pasang surut : 0.

PENDAHULUAN. MACAM-MACAM BREAKWATER: 1) Type Rubblemount 2) Type Caisson 3) Type Sheetpilling 4) Pneumatic Breakwater 48 . maka harus diusahakan memperkecil σ sejauh mungkin. Makin berkembangnya teknologi angkutan laut. Membangun breakwater tidak mudah. sehingga terjadi bentuk trapesium 3) Disamping hal-hal tersebut masih diadakan perbaikan tanah dasar (soil improvement) V. lagi pula harus diadakan pengukuran kekuatan tanah dasar (soil investigation) yang berupa “booring dan sondering”. Hal tersebut menyebabkan perlunya breakwater sebagai penahan dan pemecah gelombang serta kolam yang tidak mudah terjadi pendangkalan (silting).Perencanaan Pelabuhan I Bab V PENAHAN / PEMECAH GELOMBANG ( BREAKWATER ) V.1. Pada umumnya dasar perairan dapat dibagi 3 golongan : a) Lumpur dengan tegangan max 0 – 2 kg/cm2 b) Pasir dengan tegangan max 1-5 kg/cm2 c) Batu/karang dengan tegangan max 5 – 40 kg/cm2 Bila kondisi tanah dasar tidak baik. karena harus dibangun dari bawah air. sedang cuaca tidak sepanjang tahun merupakan cuaca yang baik.2. jelas membutuhkan kolam pelabuhan guna berlabuh dan bertambatnya kapal dalam perairan yang tenang. 1) Membuat konstruksi yang ringan 2) Memperlebar dasar konstruksi.

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN MASING-MASING TYPE. pasir atau karang) b) Persediaan batu (apakah sumber batu jauh/dekat dari proyek cukup banyak atau tidak.3 PEMILIHAN TYPE untuk menentukan type trapesium atau type persegi panjang dalam rencana design breakwater pada suatu daerah tertentu ditentukan oleh beberapa faktor: a) Keadaan dasar perairan (lembek atau kuat. Keuntungan type trapesium : 1) Mudah dalam pelaksanaan (tidak perlu alat-alat besar dan worksite yang luas) 2) Karena dasar bangunan luas. seperti halnya juga sheetpilling type. Lumpur. sesuai rencana dan tersedianya ditempat sesuai rencana waktu) c) Keadaan permukaan perairan ( ada atau tidaknya gelombang ditempat rencana pembangunan) d) Beda pasang surut (untuk menentukan duration selama pekerjaan dibawah air / waktu surut) e) Keadaan air (waterdepth) (makin dalam makin menguntungkan type caisson) f) Tersedianya lahan untuk pekerjaan (worksite) (caisson membutuhkan worksite. sedang rubblemound tidak memerlukan) g) Peralatan. 49 . (caisson memerlukan peralatan besar dan banyak tenaga ahli. sedang rubblemound sebaliknya. V.4. tenaga kerja dan cuaca.Perencanaan Pelabuhan I Berdasar bentuknya kita bedakan dua type 1) Bentuk Trapesium (Rubblemound type) 2) Bentuk persegi panjang (Caisson type) bentuk ini merupakan bentuk tembok tegak atau vertical wall. tapi perlu banyak tenaga kerja). V. tekanan diatas tanah dasar kecil 3) Energi gelombang dipadamkan secara beraturan 4) Tak ada pengikisan (scouring) didasar bangunan. tenaga ahli.

contohnya: Pembangunan breakwater dipelabuhan Semarang terpilih rubblemound tetapi terdapat kendala. Kerugian type persegi panjang : 1) Pelaksanaan harus teliti dan memerlukan banyak tenaga ahli 2) Tekanan diatas tanah dasar cukup tinggi 3) Energi gelombang dipadamkan secara medadak 4) Dasar bangunan dapat dikikis oleh gerakan air Dalam praktek pemilihan type breakwater ini tidak mudah. maka di design kombinasi caisson-rubblemound diatas tiang pancang dan dibawah dinding turap baja (steel sheetpile). 50 .Perencanaan Pelabuhan I Kerugian type trapesium: 1) Diperlukan banyak material 2) Diperlukan perawatan (maintenance) secara intensip 3) Gerakan gelombang merembes antar sela-sela batu. banyaknya batu yang dapat disediakan dalam waktu 2 tahun tidak mencukupi karena kendala transportasi. menyebabkan kolam pelabuhan tidak tenang. Keuntungan type persegi panjang : Keuntungan disini merupakan kebalikan dari kerugian pada Trapesium antara lain : 1) Tidak memerlukan banyak material 2) Tidak memerlukan perawatan intensip 3) Gerakan gelombang tidak merembes kekolam 4) Tidak terjadi overtopping 5) Dapat dipakai sebagai tambatan kapal. 4) Dapat terjadi overtopping 5) Tidak dapat dipakai sebagai tambatan kapal.

Batu dan blok beton ini disebut armour unit. akmond. kemudian lapisan II yang disebut secondairy coverlayer. Gambar V. BREAKWATER TYPE RUBBLEMOUND Rubblemound breakwater biasanya dibangun dari batu-batu yang besar (quarry stones) pada permukaannya. dan untuk secondairy coverlayer W/15 – W/10 dan untuk badan brekwater W/6000 – W/200. Berat crestblok dinyatakan W libes. maka dapat diganti dengan blok-blok beton besar untuk menutup lapisannya. sedangkan batu-batuan pada lapisan primairy coverlayer W/2 – W. pada umumnya di Indonesia bagian barat dipilih type rubblemound. sedang diwilayah timur dipilih type caisson.Perencanaan Pelabuhan I Bila hanya dilihat dari dasar perairan dan besarnya gelombang. lapisan I yang disebut primairy coverlayer yang dibagian depan diperkuat dengan tetrapode. untuk menentukan besarnya W digunakan rumus Hudson. Bila batu-batu dengan ukuran besar tidak didapat. Yang menjadi persoalan ialah berat minimum dari armour unit tersebut. atau dollos. ditengah-tengah badan dibawah kaki (toe) dan selengkapnya tergambar dibawah ini. Breakwater rubblemound tersebut terdiri dari crestblok. sehingga mampu menahan gaya-gaya gelombang.5. 51 . Breakwater Type Rubblemound.1. V.

5 7.9 2.0 15.2 KD VALUES FOR USE IN DETERMINING ARMOR UNIT WEICHT No-Damage Criteria Structure Trunk Armor units Smooth rounded Quarrystone Smooth rounded Quarrystone u (a) Placement Breaking Nonbreaking Wave (b) Wave (c) Structure Head Breaking Nonbreaking Wave (b) Wave (c) 2 Random 2.0 6.0 7.7 for depth > 20 feet and 1. (c) No-overtopping criteria (d) The use of single layer of quarrystone is not recommended except under special conditions and when it is used.0 2. (b) Minor-overtopping criteria.Perencanaan Pelabuhan I TABLE 4 .5 8.0 5. 52 .5 Tribar 1 Uniform 12.5 Rough angular Quarrystone Rough angular Quarrystone Rough angular Quarrystone Rough angular Quarrystone Graded angular Quarrystone Random K RR 1.0 10.9 1 Random (d) 2.3 - 3.0 5. (e) Refers to special placement with long axis of stone placed normal to structure face.3 for depth > 20 feet (a) n is the number of units comprising the thicknees of the armor layer.0 5.0 5.5 4.5 Modifled Cube Tetrapod Quadripod Hexapod Tribar 2 2 2 2 2 Random Random Random Random Random 7.4 >3 Random 3.9 >3 Random (d) 4.8 2 Special (e) 5.5 8.3 2 Random (d) 3.0 7.5 2.5 3.5 9.5 7.7 2.0 3.5 6.0 2.0 5.6 2.3 2.0 3.5 8.0 4.0 7.2 - 2. the stone should be carefully placed.5 9.5 7.5 8.5 2.0 5.

Perencanaan Pelabuhan I 53 .

5-15.4 12.5 32 34 36 37 38 40 42 44 46 48 50 51.6 8.6 3.3 9.4-12.0 – 25 7.4 20.6 19.6 1.7 9.4 2.0-14.0 7.0-24.27 7 Moderate Gale 28 .5 4.9 8.5 5.5–10.6 8.18 0.0 .2-20.9 9.2 54 .2 1.1 6.4 2.7 2.2 6.5-7.6 5.5 26 28 30 30.9 8.7 10.7-13.5 6.88 1.8 2.2 7.7 6.9 4.3 6.3 12.8 5.3 5.5 10.8 – 5 1.4 3.8 3.0 1.2 3.6 1.2 10 12 14 15 17 20 23 24 27 30 34 37 38 42 47 52 57 63 69 73 75 81 88 101 10 – 35 ( 26 ) ( 18 ) Significant Range of Period (seconds) Range ( Knots) Beanfort ( Windforce ) Wave Height ( Feet ) 〈1.0 10 12 13 15 18 22 23 26 30 35 37 40 45 50 58 64 71 78 83 87 95 103 116 0.2 7.8 7.9 8.5 – 27 8 – 28.9 3.1 9.6 4.0-20.7 8.3 14.8 2.21 6 Strong Breeze 22 .1 17 17.4– 7.4 16.23 7.8 15.1 13.08 0.37 1.2 20.33 8 Fresh Gale 34 .8 8.2 8 – 28.8 4.4 7.3 17 6.1 3.7 14.5 10in 5 18min 0.55 11 Storm 56 .9 15.3 10.8 2.5 8 – 29.7 18.8 14.2 5.71 〉 64 〉 80 〉 128 〉 164 Minimum Duration (Hours) 0 Minimum Fetch (Nautical Miles) Av.40 9 Strong Gale 41 .8 22.Perencanaan Pelabuhan I TABEL D – 7 WIND AND SEA SCALE FOR FULLY ARISEN SEA WIND SEA 1 Light Airs 1–3 2 0.0 2.3 4.8 5.7 50 58 64 73 81 90 99 106 110 121 130 148 12 Hurricane 64 .1 5.6 0.1 8.9 13.9 10.7 6.6 24 1.6 6.7 10 13 16 17 20 23 28 29 33 38 44 46.8-17 5.5 14.10 2 Light Breeze 4-6 3 Gentle Breeze 7 .0 6.5 3.9 3.5 14 16 18 19 20 22 24 24.2 9.5-18.4 1.5 4.7 1.9 3.5 – 31 10 – 32 2.16 5 Fresh Breeze 17 . 1/10 H.5 5.4 2.6 6.8 21 21.8 0.0 .29 1.7 20 27 40 52 59 71 90 99 111 134 160 164 188 212 250 258 285 322 363 376 392 444 492 534 590 650 700 736 750 810 910 985 8 9.0 4.8-19.5 11.47 10 Whole Gale 48 .5 13.4 -2.4 12 12.0-17.0-8.0-11. Max 0 1 Average Wafe Length (Feet) Significant 0 Calm T average period Average 0 U Period of Max Energy of Spectrum (T max) Wind Velocity ( Knots ) 〈 Description 0.8 6.5 52 54 56 59.5 8.7-16.6 14.7 7.7 9.8 2.63 5 8.4 5.4 5.4 7.10 4 Moderate Breeze 11 .7 11.1 12.7 4.5 7.0 3.05 0.7 4.6 11 14 14 16 19 21 23 25 28 31 36 40 44 49 52 54 59 64 73 0.5-10 2.5 – 26 7.8 4.5 10 12 13.0 .8 7.2 2.8-13.4 16.4 3.7 0.4 4 4.8 10 18 24 28 40 55 65 75 100 130 140 180 230 280 290 340 420 500 530 600 710 830 960 1110 1250 1420 1560 1610 1800 2100 2500 39min 1.5 0.5-21.

062 1.1299 .1863 1.08705 .1710 .064 1.015 1.9971 .9928 .05018 1 1.09739 .357 2.1711 .1268 .1779 1.005643 .902 1.1377 .0013 .1146 .0188 1.1250 .0137 1.0140 1.0095 1.9856 .3322 .3601 1.004000 .03544 .02976 .005500 .1594 .032 1.9966 .9946 .9919 .9937 .019 1.9956 1.9977 .3444 .1762 .02506 .887 1.08304 .004 1.1579 .2612 .09977 .046 1.9929 .1527 .160 1 .1537 .08686 .2563 .1915 .1932 .1602 .3302 .572 1.2790 .09063 .06148 .0044 .633 1.757 3.02507 .1739 .0166 1.011 .1957 .06617 .004400 .1466 .9917 .456 2.056 .01959 .07902 .1728 176 172 169 165 162 .1845 .2147 .07084 .01876 .9877 .967 1.08333 .1001 .1419 .002900 H / H O' SINH COSH 4πd/L 4πd/L 0 .07072 .001000 .1636 .0028 2.749 2.1674 .0016 1.9897 .659 2.1551 .003800 .3827 .1820 .1736 .582 .1449 .1879 .676 1.1315 .9906 .016 1.1728 .9937 .1848 .9885 .1579 1.9910 .756 1.041 1.1400 .8 562.09393 .005400 .311 1.1865 .1890 145 142 140 137 135 d/L o d/L 2πd/L 0 .0172 1.0006 1.9975 .029 1.692 1.3900 .1827 .0169 1.06136 .9879 .004900 n CG / CO 1 1.05602 .03547 .0162 1.2692 .1727 .2613 .9954 .055 1.0156 1.950 1.004800 .3021 .1565 .1488 .05608 .004100 .1425 .1592 .005 0 .03546 .07943 .701 .001300 .9849 .045 1.3864 .1219 394 376 359 343 329 1.1748 .1764 .3841 .1327 .1498 .058 1.3565 .02507 .1632 .1151 .239 2.1199 .3972 1.9925 .2071 .0124 1.1154 .9872 .0051 1.9975 .3065 .1815 .1124 .2642 .2977 .038 1.2890 .1676 .314 .09001 .005200 .0069 1.1599 .037 .0153 1.04336 .1331 .1745 .033 1.02300 .08694 .09723 .9992 0 .9884 .01918 .9931 .1427 .1658 .1519 .2884 .04344 .02436 .933 .1445 .1708 .3196 1.01743 .014 1.1032 .008 1.04340 .1546 226 220 214 208 203 .9890 .9822 .9892 .05015 0 .0104 1.275 2.718 1.1028 .3753 .2410 .1617 .1423 .1717 .822 1.002400 .777 1.1435 .3705 .9934 .063 .08323 .119 2.047 2.003990 .0182 1.1698 .02659 .2661 .010 1.3020 .2487 1.005600 .2934 .9931 .2845 .395 3.018 .709 1.1334 .9912 .002000 .1066 .9981 .855 3.009 1.3483 .054 1.02560 .0009 1.02566 .9927 .1881 .002300 .09663 .965 .1782 .9875 .1937 .1832 .2708 .022 1.3 .07935 .073 1.0060 2.9883 .3523 .1621 .0114 1.1257 .0076 1.1119 .917 1.3280 .1835 .9916 .124 983.1843 .1746 .1243 .01696 .9973 .9962 .1659 .626 .1413 .654 1.9960 .9933 .1003 0 .9996 .3670 .1173 .03030 .3341 1.3527 .01325 .9981 .3153 .9962 .02403 .08285 .1510 .01788 .067 1.9958 .0130 1.070 2.0001000 .9953 .1572 .002600 .05611 .9972 .07091 .1897 .9998 .9900 .02778 .0005000 .3739 .9837 .1487 .003 1.03003 .9984 .2357 .3491 .09407 1.1949 1.9862 .0117 1.1598 .01198 .1405 .042 1.006 1.1231 .9923 .025 .9994 .01495 .647 1.01832 .9994 .799 .3403 .0007000 .005700 .05014 .9846 .1800 .02921 .1811 159 156 153 150 147 .9878 .9919 .1161 .9950 .0002000 .1692 .1141 .05007 7.02719 .9985 .0057 1.0032 1.9956 .1472 1.9908 .1507 .662 .1404 .1890 1.02117 .9940 .004600 .9853 .0149 1.9979 .Perencanaan Pelabuhan I TABLE D-1 FUNCTIONS OF d/L FOR EVEN INCREMENTS OF d/L o From 0.0003 1.9887 .1037 .03057 .009778 .1004 .1260 .9825 .1531 .002100 .1446 263 255 247 240 233 .9925 .1005 .02864 .1584 .02369 .3184 .3238 .727 1.001900 .0009000 K 4πd/L 4.9906 .0121 1.001600 .03543 .005900 .06642 .09050 .3937 .072 1.1091 .3380 .1306 .051 1.0008000 .002500 .1062 .3562 .1672 .0101 1.9987 1.9903 .001 1.3678 .0159 1.1310 .9902 .076 .025 1.05596 .1424 .2131 .928 2.0035 1.9943 .007982 .02534 .06627 .9949 .0143 1.09365 .003400 .0098 1.049 1.02335 .004200 .04343 .1205 .1193 .02749 .788 1.02228 .1234 1.1515 .0063 1.1690 .1810 .1338 316 304 292 282 272 .0079 1.1382 .08651 .002700 .9831 .2147 .847 1.2540 .9904 .9988 .9939 .860 .9969 .9896 .040 1.01598 .002200 .1068 .09026 .001400 .07918 .07096 .094 2.2086 .9909 .0047 1.01440 .9978 .0127 1.060 1.069 .9942 .1006 .9815 .020 1.174 2.02155 .467 3.404 2.1369 .02948 .640 1.3640 .9887 .0054 1.02893 .02836 .024 .746 .3061 .1229 .0082 1.1587 .856 2.066 1.1779 .205 2.1612 .002800 .1818 .1285 .02469 .1354 .05016 .003700 .005300 .0022 1.1827 .9969 .1232 .1125 .9921 .02192 .9990 .1058 .3103 .1292 .0038 1.2976 1.003200 .036 1.1655 .1781 .003900 ∞ M ∞ Also : b s / a s .3635 .1494 .1114 .1505 2.08672 .9935 .1559 .01263 .9898 .0111 1.1671 .031 .145 .3454 .07499 1.02597 .9967 .1852 .6 656.1391 .02079 .02264 .1795 .003300 .1913 .008925 .0108 1.1087 525 493 463 438 415 2.9997 .2009 .873 1.013 1.9828 .02000 .810 1.09693 .3790 1. .003100 .3599 .9881 .1511 1.1095 .1282 .1639 .1360 .06144 .9889 .08697 .0 715.2207 1.2462 .2379 .0178 1.669 1.052 1.1874 .1678 1.1859 .2190 .027 1.1798 .1122 .1382 .2592 .003000 .1 605.07513 .9893 .01129 .001200 .767 1.1178 .5 874.9952 .07527 .001100 .2755 .09338 787.2930 .0001 to 1.620 1.1558 .0003000 .01548 .01384 .9922 .1640 198 193 189 184 180 .3417 .1539 .3109 .3875 .003600 .2303 .001800 .9859 .001700 .028 1.1651 .9959 .006912 .3144 .0133 1.1880 .1921 .06128 .3715 .9818 .3362 .07534 .005100 .9965 .07102 .3808 .0175 1.075 1.005 1.059 1.0006000 .2837 .004700 .02807 .1904 .9944 .003500 .02628 .1275 .1346 .1208 .1447 .1619 .1887 .043 .9900 .986 1.1181 .02502 .068 1.9912 .1358 .1898 .004300 .02689 .004500 .1791 .0004000 0 .1123 .1870 .005000 .737 1.9834 .0066 1.005800 .989 2.9946 .515 2.3263 .9840 .1809 . L / L o D-3 TABLE D-1 Continued 55 .0025 1.0019 1.1754 .9894 .1764 .1323 . .01648 .834 1.2433 .0085 1.9869 .0076 .9881 .3224 .1665 .001500 .9865 . C / C o .05011 0 .1330 .0092 2.0089 1.9948 .047 1.2800 .01056 .1456 .1097 .1746 .06637 .1225 .1945 .0146 1.07097 .9915 .1035 .684 1.000 TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L 0 .6 .034 1.9991 .0041 1.2022 .9983 .2266 .1467 .02040 .023 1.0185 1.1693 .071 1.9843 .3774 .03083 .2741 1.2323 .050 .

4664 .4957 1.2394 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .089 .6856 .2203 .9860 .1976 .4285 .2250 .5 61 1.07007 .2205 .2093 .435 1.0319 1.9609 .3525 .5562 .008800 .3893 33.9533 .2065 .9164 .007500 .2303 .008200 .3984 .335 .4367 .9568 .03621 .2691 .9378 .2711 .3170 .9838 .03799 .2414 .8140 .531 1.0286 1.9440 .0250 1.03506 .2212 .03928 .4406 .9710 .9548 .4927 .9825 .008900 .009300 .4217 .3800 .2199 .0423 1.413 .5018 .03529 .9797 .0322 1.9806 .03842 .0 87.474 .0201 1.288 1.3096 .2209 .3701 .2265 1.3552 .4936 .5109 1.327 .03552 .107 1.2295 .2261 .1987 .5138 .2007 .06878 .2838 80.2016 .9691 .2065 .2396 .2120 .4614 .03906 .04791 .541 .0208 1.2360 .2330 .526 1.4896 .8805 .1954 .2428 .9784 .2598 .0 .01400 .4225 .100 1.319 1.9787 .9715 .4582 .007000 .226 1.4276 .0313 1.4741 .097 1.0628 1.03711 .4006 .131 1.0 91.3468 .2097 .04612 .2218 .133 .01000 .0273 1.3535 .2147 .4403 .9731 .9731 .0283 1.0804 1.2066 .4484 1.3176 .2367 .9 .2520 .589 1.2643 .0733 1.4452 .05912 .009800 .517 .9869 .03213 .2125 .9656 .2158 .366 1.0192 1.5066 .03136 .2 .2456 .5853 .3973 .6651 .006700 .2237 .3908 .03362 .007700 .4183 .0912 1.5795 .0316 1.4114 .3495 .9706 .2237 100 98.9801 .9850 .9988 1.145 1.2196 .9813 .7429 .3010 .9287 .0234 1.04964 .03949 .2033 1.009200 .9741 .9317 .2481 .105 1.006800 .4801 .04032 .8 28.9 90.403 1.1945 .3389 .108 1.9803 .2520 .1 37.2431 .0231 1.141 1.2324 .459 1.1961 .2547 1.4962 .7612 .9750 .2381 .2360 88.1992 .2168 .006100 .02300 .9846 .4251 .8368 .7891 .0768 1.503 1.3995 .4070 .2106 114 112 111 109 108 .9807 .0253 1.008000 .463 1.2898 .2250 .5257 1.397 1.9867 .7967 .8478 .150 1.008300 .9688 .2096 .3209 .1994 .3281 .05455 .3786 .119 1.0244 1.4101 .2160 .0276 1.3 95.2.3117 .4988 .9848 .0 39.4549 .3253 54.2346 .4184 .2277 .578 1.442 1.4709 .006900 .02000 .2223 .7051 .109 .4517 .03755 .9756 .02700 .9709 .1 85.9594 .2190 1.1965 133 130 128 126 124 .2247 .080 1.259 .5574 .3428 .9809 .9815 .7791 .9697 .104 1.3806 .3225 .5319 .007800 .0876 1.4834 .4138 .9768 .6238 .5168 .2539 .0 50.230 1.2407 .2494 .008600 .2560 .2371 .1935 .2111 .4148 1.01900 .6450 .092 1.126 1.111 1.7650 1.2 73.9694 .2290 .06478 .2082 .4256 .2343 .9799 .9778 .2820 .0840 1.9762 .4464 .007300 .2348 .087 1.124 1.1 62.116 .438 .3119 .0456 1.01500 .289 1.008400 .0663 1.3714 .4579 .02500 .9564 .5 82.1980 .2429 .9 .2493 .8643 .2173 106 105 104 102 101 .0559 1.521 1.9817 .7242 .4195 .2310 .3600 41.006600 .9133 .4419 .081 1.2401 .02800 .9225 .9834 .0293 1.03162 .9830 .9875 .2356 .04011 .2304 .4376 .5014 .03238 .607 1.2924 .9103 .06200 .01600 .9625 .4493 .2019 .4882 .03435 .0299 1.2441 .2221 .1 93.4155 .3710 .2424 .620 1.2928 .03885 .8310 .1950 .085 1.115 1.9690 .03188 .2022 .9863 .9069 .9821 .113 1.4 35.456 .2128 .508 1.2173 .304 1.006000 .9856 .01300 .03459 .03338 .4346 .8 .9508 .9842 .4316 .0224 1.03576 .2368 .009000 .3399 .3328 .4457 .9722 .9832 .4522 .8131 .2534 .079 1.9827 .035 .482 1.1 67.03313 .4636 .103 .2262 .487 1.3599 1.4 .2465 .1905 .9530 .307 1.2182 .9765 .02900 .0247 1.3632 .009900 .4322 .3838 .02100 .8603 .38 60 .2781 .01700 .2336 .0198 1.095 1.0 .350 1.471 1.9 34.0214 1.9408 .4386 .007200 .0985 1.2417 84.122 1.4646 1.4352 .2275 .2318 .9854 .499 1.0227 1.4803 1.491 1.083 .3470 .03411 .9819 .2.9629 .4774 .2468 .3662 .9836 .9 89.2480 .4435 .2383 .2143 .2373 .9760 .2009 .06057 .4747 .0263 1.6906 .601 1.06340 .9670 .2003 .3056 1.9734 .9725 .2387 .3 43.093 1.2406 .9790 .130 .2533 .9744 .1929 .9844 .255 1.9774 .05763 .9 30.02600 .2479 1.2113 1.2468 .02200 .173 1.8 29.2082 .2051 .4865 .5 96.2232 .2394 .240 .3781 .03821 .2419 .1 57.1 86.9852 .536 1.03110 .9809 .375 1.9256 .159 1.213 1.06747 .9 88.4090 1.2097 .445 1.2049 .9728 .03864 .2324 .614 1.4909 .4319 1.03482 .2144 .2410 1.2052 .096 .2128 .04233 .2023 .9488 .8 81.01200 .9803 .007900 .9805 .03733 .2 .4002 .381 1.2251 .0389 1.009100 .9799 .3898 .009700 .9759 .120 1.2817 .448 1.9792 .05132 .3386 .1 31.2275 .9471 .3 83.187 .5286 .1967 .4772 .0296 1.4719 .9409 .467 1.008100 .9840 .2287 .0303 1.2300 94.201 1.2452 .4164 .4546 1.9772 .03387 .215 1.9528 .2139 .1920 .4239 .9737 .0270 1.6 97.4070 .4008 .03970 .2225 .06613 .201 1.091 1.9588 .0309 1.1970 .556 1.051 .9793 .6125 .9811 .4133 .128 1.9873 .8 D-4 TABLE D-1 Continued 56 .0260 1.452 1.0280 1.2134 .5079 .2037 123 121 119 117 116 .2455 .3298 .03689 .2317 .4607 .0698 1.088 1.583 1.244 1.0205 1.572 1.567 .9700 .2037 .007600 .274 1.4355 .006200 .0217 1.9 45.9771 .9310 .350 1.2660 .159 1.008700 .0195 1.9195 .03990 .2000 .03264 .178 .2160 .9871 .4079 .3722 .8837 1.101 1.009500 .2743 .03777 .0211 1.0306 1.112 1.9747 .9823 .05296 .595 .03289 .2290 .2081 .05611 .2338 1.6391 1.01100 .9858 .6020 .2507 .0949 1.2079 .2353 .4988 .4286 .7 81.077 1.495 .007100 .009600 .189 1.006400 .03598 .168 1.2113 .3621 .006500 .1983 .2938 .0593 1.271 1.007400 .3022 .9781 .4678 .9703 .0490 1.118 1.006300 .6655 .3327 .2154 .01800 .099 1.3014 .7158 .9712 .0257 1.2188 .3932 .4691 .4551 .9865 .084 1.008500 .9468 .9751 .127 1.9796 .9448 .0266 1.9794 .2507 .4044 .5227 .8 47.5198 .0221 1.03644 .9428 .2443 .123 .9649 .9812 .0237 1.0524 1.4828 .03666 .551 1.3941 .478 1.9718 .2175 .4071 .4038 .5049 .2332 .009400 .3896 .2438 .2186 .9348 .2264 .512 1.9502 .7405 .2067 .0290 1.0356 1.546 1.2280 .2312 .2236 .02400 .5040 .0240 1.04426 .2381 .

691 1.770 1.5394 1.03800 .5556 .1232 .5230 .6590 .2270 1.4051 .6685 .382 2.62 16.1205 .092 1.1101 .8011 .9280 .6880 .026 2.9230 .90 .8035 .8448 .6366 .8591 .07600 .03200 .1073 .2447 1.5191 .7511 .6655 .06200 .4746 19.04300 .7411 .6553 .9250 .050 1.06600 .8609 .90 16.8773 .19 16.5068 .5310 .7747 .5581 .598 1.5360 .5214 .4562 .9037 .3295 1.5533 .6111 .636 1.8250 .5577 .5954 .8312 .30 14.1082 .5435 .6144 .284 2.07748 .2225 1.4483 .1241 .6106 .7110 .8088 1.728 1.548 1.1926 1.2096 1.03700 .5042 16.8473 .217 2.09098 .6805 .1133 1.4330 .4634 .6033 .5399 .8711 .9469 .1149 .9064 .07385 .9772 .921 1.5341 .064 1.948 2.007 1.4100 .05500 .5626 .2721 1.409 1.8801 .709 1.1092 .628 1.260 2.9481 .08500 .7569 .08100 .07100 .1802 1.07700 .8687 .8891 .7633 .8837 1.09 15.508 2.8664 .9588 1.236 2.670 1.3397 1.04 10.989 2.1053 .84 15.7187 .4713 .055 1.08553 .74 D-5 TABLE D-1 Continued 57 .4196 .7381 .8999 .5538 .503 1.294 1.9 27.011 2.5374 .08991 .8572 .8413 .5263 .311 1.9095 .7453 .010 .5116 .8385 .8121 .038 1.5794 .04500 .8162 .1186 .2908 1.4811 .6428 .07900 .8465 .8180 .6729 .3548 1.03900 .3100 .622 1.4457 .09726 .9270 .5143 .59 11.5094 .4333 .479 1.075 1.9329 .9073 .430 1.467 1.7690 .1 26.7033 .40 20.6289 .1130 .9141 .5015 .059 1.7353 1.06700 .06100 .6860 .6652 .1313 .654 1.3446 1.076 .530 1.4988 .04600 .07867 .7977 .4242 .6189 1.564 1.458 2.8501 .1063 .261 1.023 1.04900 .49 18.5649 .9607 .84 10.5162 .511 2.1013 .07984 .9676 .906 1.8462 1.019 1.4534 .4894 .5015 .222 1.9388 .1033 .5312 .4911 .07000 .2956 1.5090 .5236 .4635 .7634 1.8741 .6427 .2138 1.496 .5517 .1760 1.8444 .5876 .203 1.8621 .363 1.7494 1.2861 .8592 .111 1.5668 .05900 .605 1.4679 .5711 .3 25.162 2.7890 .7799 .650 2.94 10.8538 .36 11.9576 .547 1.9883 .15 17.6526 .8326 .1168 .6558 .617 2.03000 .5258 .11 .384 1.360 2.560 1.21 12.2492 1.05800 .1043 .56 22.6031 .4964 .5796 1.1177 .6499 .8 .48 .7804 .086 1.271 1.6421 .7625 .7967 .332 2.9506 .080 1.805 1.07507 .9172 .340 1.8982 .1843 1.183 1.3198 1.7605 .034 1.03 19.317 1.672 .9076 .189 2.1599 1.2672 1.016 1.308 .7099 .7577 .3947 .07300 .8762 .2537 1.4395 .08664 .5417 .396 1.04000 .372 1.098 .5300 .1558 1.5403 .07800 .8290 .9018 .5874 .061 1.9694 .695 1.7683 .5637 .766 .8867 .000 2.090 1.5452 .103 1.9860 .5064 .594 2.07260 .92 12.583 1.9012 .7741 .1247 1.1259 .8386 .5619 11.8921 .135 2.786 1.07630 .9369 .6778 .5304 .462 1.9958 .5513 .8005 .06900 .235 1.4721 .8980 .143 1.298 1.5449 .418 2.9520 .6111 .8861 .5380 13.1440 1.19 23.04400 .537 2.08329 .8308 .455 1.1111 .04700 .5321 .5066 .3497 1.07500 .537 2.446 1.8792 .7662 .8093 .7719 .075 1.4149 27.9309 .05700 .05600 .209 1.158 1.639 1.1968 1.7549 .6460 .6239 .6491 .5233 .8961 .089 1.118 1.1251 .1120 .4571 21.6359 .069 .9713 .1304 .331 2.6267 .7157 .9837 .478 2.97 22.5784 .03400 .09416 .432 .7464 .50 17.6920 .4517 .8849 .7437 .8519 .4495 .08000 .013 1.8627 .08800 .180 1.08900 .2402 .6069 .6716 .189 .144 2.06400 .9289 .055 2.8209 1.1023 .947 1.022 1.5485 .4287 .9114 .2053 1.6622 .4372 24.4943 .9752 .479 1.550 1.6217 .819 1.845 1.8503 1.9907 .8063 1.6 24.62 .6956 1.9548 .08700 .6616 .8080 .4577 .865 .582 .044 1.8415 .6344 .7277 .1209 1.6392 .795 1.8614 .672 2.4205 .747 1.60 15.5717 .9133 .9493 .82 .9793 .3345 .9192 .25 .8688 .06500 .6303 .7336 .8193 .8989 .92 20.170 1.4455 .135 1.7561 .8356 1.8830 .456 1.8325 .1195 .09311 .125 1.7854 .226 1.053 2.9433 .7256 .5475 .080 2.8771 .1639 1.5167 14.6981 .590 2.08300 .433 1.616 1.70 14.08 12.1295 .067 1.8395 .2181 1.1171 1.5147 .196 1.514 1.4873 .9349 .6252 .03500 .5166 .4842 .04100 .3231 1.2628 .5494 .8026 .8150 .8646 .03600 .7937 .4808 .7037 .1223 .5993 .35 .1277 .5591 .357 2.098 2.8342 .9124 .8532 .4857 .1679 1.479 1.91 14.4607 .130 1.047 1.107 2.8682 .001 .7219 .286 1.36 15.033 2.2011 1.617 1.8924 .09520 .77 12.8378 .5501 .57 13.1285 1.644 2.2767 1.09205 .7522 .4932 .6678 .8237 .07135 .157 1.7335 1.1214 .600 1.9434 .9534 .5215 .08215 .389 2.5582 .50 14.7948 .8239 .05000 .9218 1.2813 1.4717 .8952 .700 .9457 .04200 .046 .121 2.719 1.8430 .513 1.47 11.1324 1.8755 .6575 1.7783 .07400 .1139 .8267 .07200 .8737 .1720 1.5017 .5981 .3004 1.026 .104 1.05100 .1003 .9886 1.6181 .14 11.407 2.24 .248 1.885 1.5605 .9562 .8719 .9445 .5834 .571 1.926 1.13 .08883 .7395 .6046 .408 1.5916 .9624 .9641 .1158 .2315 1.1362 1.113 1.7409 .1286 .1479 1.444 1.6747 .432 1.030 1.46 20.95 11.8915 .870 1.7833 .9932 .7711 1.303 2.018 1.420 1.04800 .8811 .08600 .484 2.8137 .490 1.248 1.8537 .5753 .9591 .1518 1.4640 .2580 1.05300 .9211 .3600 .213 2.71 11.92 13.1021 1.845 1.85 18.7919 1.274 2.348 1.03300 .032 1.7775 1.40 13.06000 .004 1.2355 1.62 12.4903 17.502 1.8700 .23 18.5563 .83 .08774 .34 12.9153 .336 1.3246 1.6176 .9985 .042 1.646 1.1268 .4802 .9732 .4691 .5279 13.974 2.08400 .4747 .8360 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .574 1.360 1.9658 .4794 .08200 .6739 .42 21.273 1.1059 1.9042 .08442 .8562 .8886 .5444 .8297 .166 2.4960 .1884 1.9815 .448 2.4000 .896 1.5357 .526 1.6324 .5717 .08 11.4469 .8905 .03100 .08100 .5850 .09930 .563 .7863 .9057 .5954 .8652 1.5914 .7911 .05200 .386 1.1401 1.06800 .245 2.09829 .06300 .3051 1.05400 .5469 12.0033 1.4779 .4868 .7861 .8483 .5119 .116 1.744 1.8966 .6799 .7486 .6493 .4980 1.825 1.09623 .9737 .8831 .968 .74 13.3149 1.4643 .8554 .4414 .525 1.1096 1.8943 .5548 11.

240 1.922 2.5864 9.5418 1.6913 .6925 .8094 .1657 1.4077 1.9391 .1310 .6982 .966 1.09300 .810 .663 4.735 .6539 1.388 3.9139 .790 .7186 .823 .201 3.089 1.806 .934 1.671 7.6994 .8583 .317 1.282 1.7497 .5907 .9196 .1220 .1539 .1505 .1090 .9989 1.5958 .9144 .620 3.125 2.641 3.9251 .9616 .1615 .808 .265 1.8967 .5990 .5820 .6407 1.494 .1140 .174 1.803 .9245 .8149 .156 2.4410 .746 4.115 4.822 .6433 .001 .4354 1.46 10.5975 7.1783 1.9137 .5766 .9456 .141 1.779 .09600 .540 3.757 .726 2.956 2.157 1.369 1.9290 .9985 1.815 2.785 2.9936 .7277 .5964 .4465 1.7589 .632 7.733 .7327 1.9204 .5862 1.4131 .146 2.499 7.6779 .1488 .9832 .128 3.693 2.9670 .378 4.636 7.6022 2.5773 2.990 3.790 2.5645 .9234 .09200 .813 .880 1.9755 .781 7.135 3.061 2.1230 .9172 .093 1.901 4.353 3.1724 .751 .300 1.240 4450.955 1.819 7.780 8.9600 1.7925 .1357 .1384 .9263 .9362 .9150 .309 4.820 .078 1.5918 .654 4.8002 .533 7.9186 .569 8.695 4.1445 .568 2.1530 .1270 .5984 .237 3.747 .4297 1.423 3.815 .661 1.567 .754 .5967 .262 4.191 .5998 .7120 .085 1.5850 .109 1.9775 .4814 1.6806 1.739 .7303 .030 1.728 2.814 2.5734 1.6073 .9130 .884 .230 2.343 1.7804 .4580 1.4187 1.326 1.869 3.7173 .1130 .1640 .5836 .1420 .55 10.7945 .1749 .024 3.6381 .312 3.09900 .5993 7.5890 .855 2.218 3.6191 1.742 .1462 .068 9.7214 1.7721 .094 3.025 3.805 .6645 .4638 1.3862 .788 .785 .8749 .9189 .1808 .7543 .5980 .146 .068 .1375 .827 .1260 .6254 .662 2.5108 1.9311 .994 .1240 .725 1.843 .667 1.7076 1.1390 .21 10.1674 .5843 .850 4.762 .033 4.7885 1.149 1.167 2.1331 .7824 .378 1.1410 .793 3.5847 .020 7.5969 .045 1.9269 .177 2.9276 .080 4.9175 .5704 .5230 1.019 2.1370 .798 .978 7.793 1.519 .756 .765 .9178 .695 1.9257 .1450 .5171 1.3970 1.245 4.076 1.6486 .1556 .7474 .7131 .069 1.8363 .9156 .041 .1440 .1330 .913 1.1349 .776 .1180 .6331 .1598 .602 7.9192 .9223 .1665 .962 9.8639 .777 .710 1.688 1.538 2.6592 .5922 8.9154 .6940 1.857 7.4523 1.165 1.8420 .041 2.5898 2.745 .740 3.907 3.355 4.6228 .219 2.9158 .103 8.6697 .1691 .1070 .5776 .734 9.188 4.5944 8.09500 .3653 1.030 1.5954 .125 1.1460 .5871 .5940 .1110 .308 1.782 .4871 1.231 1.1366 .010 1.647 1.131 1.798 4.8694 .1250 .5902 .9148 .782 3.5987 .518 8.1360 .153 .5051 1.5961 8.104 2.675 1.8021 .9297 .901 4.121 3.1733 .769 .397 1.6460 .738 .891 1.7352 .4990 .5992 .9371 .6124 1.198 1.451 9.5857 .015 .030 3.5926 .768 .9142 .1020 .7426 .897 7.757 2.1522 .9200 .661 9.5986 7.7226 .1766 .101 1.7983 1.772 .082 3.423 3.800 .1590 .037 1.9141 .6808 .09000 .105 1.1682 .248 1.1170 .37 10.7011 .1380 .6176 .9169 .7104 .5990 1.223 1.800 4.891 .9908 .189 8.736 .933 2.630 2.65 10.6897 .818 .1100 .6047 .659 3.1080 .125 4.9372 .5812 .732 .6279 2.595 4.530 3.654 1.093 2.6886 .6671 1.826 1.865 3.1573 .6512 .750 1.036 1.352 1.5674 1.088 3.579 3.5293 .251 2.6833 .114 2.3917 1.046 1.1410 .7377 .6060 1.5948 .9381 .5737 10.888 2.6098 .3810 1.057 3.110 1.9282 .1401 .1825 1.217 4.1190 .633 1.7566 1.468 4.5682 10.739 1.146 .6305 .755 3.703 1.7656 .133 1.073 1.1791 .903 2.787 .8131 .129 9.025 1.672 1.207 1.992 4.9293 .1280 .744 .7612 .4932 1.9136 .9335 .832 3.7700 .9214 .8112 .707 7.5727 .718 1.099 1.053 1.169 4.141 1.291 1.9239 .1716 .8913 .748 .1392 .640 1.7252 .5927 .8057 .9295 .5716 .797 .681 1.288 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .6838 .072 2.7268 .6202 .1649 .120 .468 8.282 2.792 .8858 .9182 .6752 .7450 1.057 1.014 1.7783 1.318 9.6566 .5356 1.020 1.8076 1.215 1.5978 .717 1.1496 .254 9.902 1.04 9.1800 .9400 .4692 .1120 .9827 .1581 .1160 .5693 .7066 .706 2.728 1.423 4.673 8.952 4.6859 .061 8.644 4.1150 .209 2.1480 .992 4.7964 .006 1.251 3.8306 .6953 .621 .273 1.5795 1.371 .6725 .808 9.951 5.9882 .783 1.402 4.09800 .278 8.848 1.036 4.4752 1.465 7.1320 .753 .8803 .5896 8.9135 .998 2.319 .5546 1.261 2.384 9.1470 .923 3.7022 .1547 .812 .1210 .1200 .607 4.5670 .1624 .7742 .004 1.824 3.094 .1758 .9146 .5828 9.385 3.9677 .334 4.009 8.8039 .9401 .201 4.405 1.3759 1.7865 .9304 .9184 .1010 .5913 .062 1.462 3.7763 .744 .696 .257 1.360 1.185 3.759 .5972 .5972 .8166 1.5947 .29 .5936 .7520 .1470 .198 2.8528 .805 1.5931 .5989 .7296 .944 1.7634 .5803 .9152 .1607 .5884 .1340 .771 .1490 .7049 .678 .1030 .1050 .1060 .115 1.987 1.751 .795 .514 .977 3.801 .9218 .459 3.1708 .963 2.858 1.756 2.9166 .3706 1.741 .603 3.726 8.125 1.6868 .9161 .6619 .09400 .9228 .847 4.1290 .566 3.9076 .763 .7241 .164 3.117 1.7093 .1632 .784 .9343 .6260 .7324 .233 8.1513 .682 1.5794 .9450 .9411 .9239 .9134 .6967 .501 3.400 D-6 TABLE D-1 Continued 58 .837 1.1774 .9327 .274 3.9508 .1436 .4242 1.835 8.817 .6150 2.12 10.774 .9319 .561 4.061 1.5822 .022 1.388 1.699 3.873 2.7158 .5658 .1564 .1040 .1427 .912 3.5951 .5923 .052 1.825 .9164 .182 1.760 .5632 .09700 .5747 .1419 .136 1.822 2.5798 . 4.9140 .9525 .5878 .599 2.761 2.5982 .190 1.9344 .766 .1699 1.1340 .348 3.4023 1.415 1.7844 .1816 .1350 .9023 .1453 .059 3.7402 .7039 .293 4.590 9.7147 .546 4.750 .7200 1.284 3.419 8.324 8.158 4.5479 1.051 2.6123 .793 .660 .09100 .7905 .780 .1400 .1741 1.9353 .5757 .772 1.084 1.074 .716 3.9422 .334 1.950 3.871 .5785 9.008 2.9209 .1479 .1300 .9563 .5605 .5873 .6356 .950 8.1430 .498 4.937 .8474 .1000 .272 2.9720 .1322 .7678 1.

8558 1.7184 .8451 .8895 .1980 .330 .755 2.899 1.161 6.8529 .9137 .8906 .272 1.191 7.975 .9132 .879 1.6677 .2070 .8706 .209 1.8515 .8928 1.9165 .367 1.2060 .4483 .469 1.6832 .339 5.408 2.6857 .5528 2.1800 .5993 .108 2.433 1.5958 .479 1.346 8.1510 .293 1.144 9.660 6.334 6.5935 6.1920 .5977 .1960 .158 2.2050 .169 5.460 1.818 .231 2.5058 2.356 2.228 8.761 6.5432 .5220 .5409 2.387 2.8381 .251 .456 6.212 6.5651 2.9195 .021 6.1520 .4398 2.6870 .225 5.728 7.803 8.5999 .288 8.324 2.5243 .5995 .471 2.817 1.9154 .8917 .9133 .5723 .6895 .6772 .893 2.9142 .829 2.654 1.9202 .809 .890 .624 1.1670 .2066 .197 6.5151 .663 7.4899 .7254 .118 .523 2.924 1.7010 .8731 .5602 .970 1.748 1.059 8.262 1.1890 .5998 .7296 .325 1.5997 .797 2.911 7.138 2.488 1.6971 .9132 .903 2.279 7.5969 .1640 .907 1.5998 .690 5.813 5.2083 .618 2.8884 .5905 6.079 7.2100 .901 1.461 2.611 6.6689 .304 .5955 .584 1.2285 1.335 2.1870 .856 1.316 8.5998 .6920 .257 1.8755 1.6608 .8442 .9132 .446 1.827 7.840 2.706 1.1908 1.187 8.1883 .320 5.5980 6.000 6.4526 .157 1.9170 .225 .507 1.9152 .9149 .8627 1.451 1.692 2.162 1.8333 1.4569 .1530 .4765 .162 7.2302 .1860 .421 6.133 6.8815 1.1560 .7226 .5963 .6760 .9167 .003 6.853 .9130 .2017 .1710 .252 2.1700 .1660 .546 1.5965 .747 1.109 7.5932 .8850 .933 .9183 .8839 .2090 .1850 .191 .616 8.436 .890 6.4967 .527 1.610 6.1950 .5989 .708 8.2020 .6666 .1500 .9131 .377 2.222 6.147 6.7130 .5923 .534 2.482 2.035 7.511 6.6882 .5174 2.393 1.8200 .550 6.4809 .8971 .492 2.1590 .614 1.421 7.5627 .4832 2.594 1.4699 .1925 .041 2.5961 6.268 .872 8.6700 .265 .376 5.924 2.6748 .2108 .6631 .8267 .959 1.2058 .372 1.9186 .237 6.128 2.5036 .603 5.5926 .336 7.2008 .4547 .8217 .747 6.1730 .818 6.267 7.9163 .5996 .1790 .9172 .2226 .199 2.004 2.8317 .7023 .9139 .026 7.8693 1.9133 .051 2.2176 .959 6.4787 .784 6.1941 .541 6.845 1.6946 .1958 .1750 .2092 .013 2.7090 .240 1.050 9.9197 .317 6.377 1.664 1.342 6.675 1.865 1.7198 .925 8.544 .2125 .191 7.755 1.5081 .4590 .2159 1.5997 .240 9.890 1.368 6.159 5.1690 .395 6.8250 1.061 5.583 8.8779 .1760 .674 8.631 .959 1.2260 .414 1.263 2.9190 .215 1.2218 .4633 .398 5.178 2.9193 .9155 .148 .253 6.974 .841 1.436 8.8486 1.1866 1.1900 .7157 .694 6.167 1.089 2.6736 .052 7.432 5.5952 .738 .5127 .672 6.9135 .900 6.030 2.8572 .070 .6958 .9133 .807 6.1990 .424 1.1770 .5552 .066 5.9176 .346 1.850 2.5996 .5994 .644 1.8981 1.571 6.173 .9130 .106 5.220 .5996 7.188 1.5315 .8234 .2268 .565 2.716 6.4655 .385 6.812 2.1841 .2025 .1940 .6654 .438 .5480 .5748 .8284 .1570 .740 1.017 2.5267 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .5987 .954 5.647 7.2310 .221 7.4876 .9132 .8411 1.060 2.534 6.5994 .9146 .1610 .267 1.604 1.681 2.083 8.183 1.085 6.517 1.345 4.6620 .574 1.808 2.4945 2.1650 .8586 .777 5.935 1.770 .8862 .982 2.5979 .006 2.6724 .9130 .9130 .450 5.8873 1.5504 .2042 .825 1.2040 .8501 .671 2.042 2.823 1.1840 .8544 .2033 1.8767 .7144 .1917 .152 1.9174 .576 2.801 1.5988 6.130 6.2184 .500 7.5914 .5948 6.032 2.6808 .406 .090 8.9130 .7325 .651 6.5985 .898 5.5995 .119 D–7 TABLE D-1 Continued 59 .766 8.5998 .451 1.785 1.309 7.8640 .7171 .716 1.454 5.914 2.2277 .977 .1910 .419 2.2209 .5944 .1930 .1933 .309 1.8365 .776 2.744 6.2234 .2328 1.5339 .320 1.5998 7.695 1.1975 .1966 .737 1.1540 .383 .5941 .1970 .503 5.744 2.7036 .8718 .274 .7268 .2080 .8349 .968 1.9141 .8427 .660 5.099 2.7117 .867 2.2150 .672 6.407 6.951 1.953 9.5998 .176 6.1833 .746 7.7050 .283 5.801 1.8960 .947 1.1875 .6796 .5998 .607 6.4854 .5675 .9159 .1580 .473 .409 .524 8.9130 .1820 .963 7.941 1.758 1.4441 .256 8.5938 .1620 .6586 .629 2.571 5.6820 .235 1.5908 .5456 .2134 .4462 .107 .2293 .303 2.366 2.2050 .891 7.9132 .4611 2.167 8.765 7.362 1.5929 .314 1.2030 .8939 .513 5.555 6.8680 .1550 .565 1.536 1.5917 .9138 .1850 .630 5.5291 2.345 7.6712 .339 7.189 2.6907 .2000 .4504 2.5991 .702 2.949 6.891 6.4990 .425 1.882 2.206 6.7076 .5920 6.9161 .8472 .169 .8183 .1740 .9200 .723 2.134 7.430 1.860 .277 .851 1.115 5.769 1.2117 1.242 2.351 1.462 .830 6.113 6.341 1.4721 2.9179 .639 2.9188 .495 8.762 1.8301 .793 1.810 7.861 2.441 1.9131 .490 5.9130 .342 .5385 .597 2.2192 .9130 .5996 .7063 .054 5.787 2.403 6.275 6.6784 .837 .734 2.178 1.9129 .8666 .9133 .262 6.1900 .9145 .250 .1858 .356 .5967 .2010 .915 1.2000 .581 7.335 1.9169 .8396 .398 5.849 .079 2.6997 .5998 7.498 1.148 2.5992 .6574 .913 1.874 5.9144 .2142 .1780 .5974 .718 5.1992 1.9157 .288 1.7282 .986 1.5946 .492 6.4419 .1880 .369 7.2201 1.897 8.6845 .650 2.1983 .513 2.5197 .038 7.2167 .6933 .8743 .8803 .5950 .751 5.7103 .5982 .457 1.882 1.586 2.298 1.780 1.314 2.873 1.4922 .1810 .819 7.404 1.2243 1.442 1.544 2.9181 .5911 .5577 .5699 .8791 .791 1.1830 .1630 .994 9.963 7.8614 .679 6.9140 .465 6.603 6.388 1.399 1.260 7.7240 .5994 6.938 6.634 1.9134 .876 6.246 1.727 1.199 .924 6.5975 .2251 .996 8.440 2.183 .8950 .5104 .777 1.194 1.5984 .530 .212 5.220 1.488 7.007 5.9148 .5972 6.4743 .685 1.4677 .474 6.6597 .1600 .994 2.1950 1.7311 .329 6.5013 .412 7.591 6.6984 .1680 .351 .210 2.429 2.2319 .2075 1.8653 .566 .8827 .6642 .145 8.300 6.1891 .712 7.555 1.5362 .833 1.022 .284 6.9150 .995 2.9136 .834 1.1720 .420 1.282 1.204 1.8600 .230 1.7212 .

6488 ..999 5.2489 .2775 .042 3.563 5.9143 .4131 .079 2.744 1.6237 .5699 .442 9.2370 1.2370 .9279 .9294 .5888 6.5716 5.946 2.650 .6182 .886 2.2627 1.9218 .2523 .366 .542 9.641 5.433 2.052 3.9431 .9264 .4232 .410 14.5815 5.91 .8991 .332 .9455 2.61 10.564 1..476 3.6093 .9336 .15 11.2421 .295 2.9317 .330 .2390 .399 3.45 15.9107 .9285 .967 2.07 17.9223 .9021 .5720 .357 .559 1.511 1.667 1..379 3.9001 .79 10.870 2.6002 .2378 .9213 .527 5.340 2.091 2.38 .5675 5.6010 .63 15.160 3..575 17..5752 .939 5.2510 .00 .623 .91 10.2330 .749 1.526 1.614 2.2404 .72 10.607 1.67 17.4011 .494 1.9273 .90 12.718 .388 3.268 3..5732 .2549 .236 3.9333 .9226 .489 .085 10.951 5.5736 5.660 2.788 .9307 ..9088 ..29 12.946 2.421 2.39 11..629 2.927 .853 2.784 2.498 3.351 3.071 .271 2.2455 1.2530 .9275 .616 5.2836 .9373 .214 3.01 13.2705 .4091 3.2310 .4253 .612 1.816 .521 1.2592 .095 3.88 16.2395 .600 5.68 11.569 .2160 .73 12.171 3..99 15.2250 .667 5.5834 5.374 .5724 .4191 2..9310 .9325 2.2570 ..9327 .796 5.6018 .5838 ..480 2.387 .5901 .2260 .6333 .409 2.6035 .479 1.2387 .692 5.813 2.87 .9107 .9381 .4377 .366 2..Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H /H ' O K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .9070 ..5784 ..80 15.6394 .464 2.351 2.2590 .618 1.69 16.15 13.381 ..5826 .008 3.9203 ..88 14.2420 .2300 .15 11.9270 .66 14.6275 .2670 .325 2.2230 .770 .5748 .9370 .9289 2.2792 .2679 .68 10.788 2.9320 .2601 .9318 .43 12.4151 .064 6.9425 2..377 3.389 9.257 2.633 .9443 .2450 .2749 .07 12.9219 .6446 .5768 .957 2.35 .00 14.2731 .2290 .722 1.154 2.705 .9228 .15 .337 .367 3.798 2.329 .2100 .6436 .5842 .377 .95 15.024 6.9276 .15 16.2500 .585 1.2532 .02 11.2480 .5796 5.714 2.531 3.386 .689 1.548 1.581 2.5760 .19 11.931 2.9346 .84 10.192 11.066 2.5857 .2696 .9346 .766 .444 .6373 ...29 15.532 1.564 3.9267 .537 1.744 9.645 1.760 .4294 2..732 .28 10.694 1.334 3.538 2.9258 .010 3.9383 .541 5.660 2.2340 ..2440 .9330 .6477 .6552 .03 12.9282 .6060 .45 10.9437 .44 13.2635 .9332 .9304 .2540 .9418 .5871 6.2360 .827 5.6294 .904 3.49 15.128 3.9110 .443 3.886 2.83 12.4274 .77 11.2827 .4211 .620 2.711 1.776 1.23 10.450 2.395 .2353 ..624 5.2506 .5683 .2630 .26 13..2620 .2498 1.28 17.218 2.693 9.422 2.9356 .684 5.5712 .2610 .2110 .6509 .5695 5.978 9.2380 .901 2.203 3.138 11.077 6.6456 .5868 .2580 .6363 .307 2.341 .6068 .465 15.691 2..700 1.742 2.9235 .880 5.5894 .6228 .9412 .858 5.9125 2.34 9.2584 1.355 13.6304 .952 10.2644 .5740 .9248 .17 10.279 3.64 17.5780 .9041 .473 1.031 9.2361 .902 10.408 2.31 13.2845 1.608 5.9380 .2660 .85 14.82 14.07 11..661 1.2722 .645 2.149 3..700 .327 .9134 .353 ..806 5.6209 .182 3.9374 .771 1.2757 1.871 2.6102 .772 2.285 2.397 .5728 .739 2.989 2.687 2.9367 .091 6.2280 .2470 .493 2.6246 .2446 .9194 .2650 .54 16.469 2.2320 .592 .352 2.766 1.675 .838 5.6425 .81 11..5792 .4111 .678 .6383 .736 5.343 3.56 10.393 2.591 1.2690 .04 14.361 3.629 1.12 10.87 .5823 .756 5.334 3.916 .6467 .5807 .73 13.312 3.31 11.375 2.585 5.500 1.9259 .6498 .376 .2410 .607 2.6120 .548 5.9311 .055 3.2653 .5850 .5772 .728 2.9245 .2661 .311 2..9242 .323 3.9353 .55 12.556 .6284 .128 2.47 12.2515 .534 5.9243 .776 5.9161 .642 9.710 5.602 1.10 17.9061 .2801 1..385 .5878 .9205 .115 2.370 3.490 9.676 2.6076 .569 .5846 .542 .62 14.297 2.847 .56 .2550 .364 .9267 .506 1.5881 .2170 .055 2.9097 .69 12.5864 .64 11.6027 .5830 .45 17.553 3.9296 .9400 .5707 .457 2.063 3.6343 .5800 .51 16.578 5.2810 .2429 .9251 2.51 11.184 1.656 1.391 .727 5.4336 .543 2.5874 .2460 .335 .2400 ...5861 .5691 .19 .2481 .257 3..2190 .329 .362 .5764 .992 .97 13.9386 .397 2.6541 .9116 .2150 .01 10.820 2.553 1.5679 .2438 .47 14.4071 .2618 .290 3.5884 ..2240 .12 14.103 2.106 3.9363 .9031 2.346 .97 15.93 12.963 5.2740 .9261 .9221 .640 1.9343 .6146 .19 14.9288 .5804 .2200 .436 2.580 1.9367 .5811 .2558 .318 2.2784 .4171 .247 12.33 16.32 15.9394 2.117 3.975 5.755 1.73 16.2600 .355 .5703 .9301 .6265 .9178 .9231 .647 2.166 2.707 2.36 16.9360 .142 2.9340 .6404 .755 2.2687 .738 1.9377 .9254 .9388 .9170 2.2670 1.359 .6128 .70 13.837 2.4031 .037 6.6043 .26 17.650 5.9234 .716 1.393 .244 2.9236 .2344 .5854 5.50 10.9339 .575 1.796 9.755 2.856 2.658 5.634 .2610 .204 2.2120 .842 .105 6.936 2.9349 .2463 .5776 5.2540 1.45 17.6200 .30 13.672 1.5898 .2575 .368 .828 2.2819 .83 16.6353 .18 16.6191 .9282 .380 2.804 2.683 1.9215 .51 14.389 3.95 .79 14.2430 .2566 .9227 .9186 .571 5.5788 .4357 .531 2.6052 .509 3.891 5.2180 .999 3.6323 .364 2.178 2.2130 .9251 .11 13.481 2.6414 .4315 .6173 .9353 .2766 .869 .372 .520 D-8 60 .2336 .9323 .6155 .2490 .344 .9152 .674 2.2350 .494 2.5756 5.84 17.9011 .9051 .301 12.596 .230 2.6111 ..542 3.487 3.2520 .021 3.350 .468 1.6137 .556 2.6520 .9298 .27 11.6531 .284 2.786 5.6256 .15 14.5819 .2210 .523 2.9239 .432 3.59 .348 ..9360 2.782 1..977 2.915 5.66 15.746 5.383 .5744 .325 3.2714 1.192 2.634 1.9314 .4051 .039 3.023 3.848 5.903 5.701 5.518 2.2640 .2140 .454 3.508 2.40 13.2270 .5687 .33 12.727 1.9079 2.338 2.6218 .962 2.421 3.987 .344 3.339 .051 ..599 2.594 2.44 11.553 2.516 .583 2.2412 1.2680 .9449 .568 2.9304 .06 10.506 .2472 .011 5.55 13.2220 .9211 2.399 3.6563 .6313 .520 16..9291 .225 3.9406 .5891 .2560 .723 2.074 3.6164 .6085 .590 9.59 12.

2760 .9550 .2700 .604 .565 3.2882 .787 3.9700 .3376 .023 2.3290 .955 .782 3.2872 .5739 .934 3.332 5.9572 .990 3.230 4.5607 .28 19.810 1.508 .115 3.438 5.65 27.922 1.3139 .115 2.3172 3.3230 .98 .891 3.136 .28 28.237 .5732 .37 .075 2.62 20.33 23.3049 .209 3.5777 .973 2.9672 .052 2.9406 .2951 .697 3.60 28.029 2.5616 .5838 .9433 .2486 4.2820 .55 25.161 4.9456 .127 .9624 .821 1.5637 .104 3.414 5.098 .87 21.323 .3148 .426 .3275 .9505 .246 3.396 3.2924 .2969 .9511 3.961 1.938 2.978 1.938 1.77 35.905 1.3060 .366 5.3139 .5584 .018 2.979 3.499 5.245 5.2584 .804 1.9518 .2750 .2944 .9538 .272 5.9483 .96 26.3349 .9645 .12 24.916 1.3040 .9423 .206 4.832 1.121 2.46 18.5751 .871 .9505 .99 34.65 18.5671 .2870 .3321 .3005 .85 21.5940 .343 3.5695 .9620 .2760 .093 4.745 3.2613 .081 2.9710 .513 5.990 4.045 4.135 4.609 3.268 5.5963 .00 31.2700 3.921 2.33 27.5572 .007 2.264 5.16 20.5917 .35 29.3067 1.375 5.276 5.3110 .44 .3150 .5552 .061 3.046 2.2820 .08 32.296 5.254 33.323 3.9682 .5635 5.610 3.5659 .2910 .39 20.22 .5515 .3100 .5666 .5651 .70 24.5643 .3190 .943 3.5605 .5845 .2459 .5530 .254 3.3311 .9532 .9562 .631 18.09 20.9547 .9541 .760 3.30 19.9557 .284 3.292 5.888 1.3022 1.35 27.5490 .9547 .9509 .9611 .41 20.9528 .5663 .3385 2.9430 .826 1.683 3.990 4.5790 .3057 .5824 .9426 .64 30.3073 .3170 .60 33.092 2.2790 .24 18.944 1.356 5.42 24.896 3.79 35.3122 .786 3.2528 .5610 .29 30.2710 .9703 3.62 .171 3.2770 .3157 1.5588 .342 5.9668 3.305 5.3220 .62 .74 27.5726 .9400 .008 3.3260 .653 3.60 22.9469 .3040 .9490 .9436 .3031 .5465 5.9459 .9713 .9574 .57 21.94 30.74 19.35 23.9607 3.2500 .9577 .799 1.9480 .5596 5.5600 .5615 5.5647 .866 3.058 2.805 3.35 21.5511 .5462 .3140 .002 4.403 5.Perencanaan Pelabuhan I TABLE D-1 Continued d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n CG/ CO M .28 29.642 3.9707 .3130 .524 3.186 3.5549 .260 .5771 .024 26.9637 .456 .620 3.851 3.2930 .3130 .001 2.9393 .32 .95 29.09 23.989 1.5887 .96 30.15 24.9403 .347 .9585 3.49 18.2970 .2889 1.66 27.27 29.9420 .303 3.9686 3.5994 .3222 .288 5.5804 .9493 .827 3.9500 .079 3.9568 .5852 .503 3.96 23.587 3.490 3.5479 .950 1.984 .83 33.877 1.9656 .5500 5.893 1.20 31.07 23.5784 .2851 3.3121 .2720 .9633 .9461 .231 4.5761 .49 19.3280 .9544 .5678 .9502 .933 3.9440 .2472 .422 3.110 2.5560 .882 1.5534 .900 3.9629 3.9526 .854 1.337 5.9512 .272 3.9410 .380 5.18 33.9478 .5603 .058 4.5523 .9594 .139 29.2670 .3211 .5476 .9660 .2740 .085 4.709 3.289 3.86 24.3210 .806 .888 3.386 5.2933 1.89 .724 3.5621 .5859 .12 26.3010 .05 22.2907 .2378 .2854 .506 5.815 .720 3.3205 .3020 .2992 .9521 .9653 .5632 .223 D-9 61 .945 3.3302 .10 19.133 3.2987 .444 5.069 .5745 .3166 .318 5.9679 .3155 .307 3.097 3.2730 .242 4.5627 .5714 .2980 .5978 .9522 .07 18.71 32.731 3.82 22.686 19.837 1.821 3.3284 .280 .65 30.5494 .5971 .409 5.371 .5580 .72 32.910 1.114 4.420 5.2745 .919 3.5880 .014 4.843 3.598 3.2810 .081 28.3184 .9717 .5619 .088 3.809 3.5873 .624 3.173 4.3193 .956 3.912 .241 .2715 .5541 .2730 .9390 .5627 .5817 .9603 .53 25.5925 .264 3.471 3.5683 .2445 .5556 5.231 5.392 5.9531 .9567 .3080 .566 3.3189 .068 4.673 3.927 .738 3.3076 .3008 3.57 22.086 2.2641 .866 1.5519 5.18 20.2800 .9495 .37 34.3230 .19 .870 3.361 5.5689 .5672 .160 4.26 25.2364 .828 3.776 3.793 1.104 4.2920 .922 3.02 27.5655 .9542 .203 3.64 20.9641 .361 3.9664 .2860 .249 5.3030 .5701 .5623 .9463 .5448 5.5810 .5720 .2790 .873 3.545 3.3024 .9556 .3000 .3202 1.694 3.42 25.07 19.013 4.2990 .432 5.153 .68 24.5538 5.2780 .9473 .877 3.284 5.675 3.2913 .450 5.038 4.3250 .2866 .3103 .5660 .911 23.3239 .090 4.9599 .462 5.5947 .219 4.2976 .843 .2996 .59 21.362 3.2960 .651 3.5649 .765 3.9720 4.110 4.3120 .62 28.220 3.2830 .88 24.9676 .5986 .798 21.855 22.754 3.24 25.9535 .070 4.3270 .325 .3160 .2514 .83 26.60 28.2556 4.2960 .2929 3.9416 .254 .93 29.2599 .832 3.72 27.9525 .170 3.5458 .9515 .036 4.2959 .5955 .3294 2.3058 .2916 .480 5.899 .2431 .5631 .849 1.848 3.04 18.379 3.3257 .150 4.3106 .483 3.9486 .3180 .9559 .967 1.9577 .11 .968 25.3090 .3070 .2942 .978 4.120 3.99 31.9571 .309 5.2835 .9466 .9496 .3330 .493 5.2805 .5497 .9690 .2404 .972 1.9443 .96 .328 5.183 4.5910 .9476 .5483 5.5576 5.98 .022 .30 21.67 18.402 3.2627 3.3239 .063 2.474 5.2898 .2880 .44 32.9396 .5451 .442 3.9446 .2656 .025 3.956 2.5866 .208 4.256 5.97 34.000 4.5472 .252 5.9693 .527 3.5667 .462 3.3200 .9581 .956 3.5831 .9537 3.84 22.451 3.035 2.716 3.104 2.5568 .3266 .041 .9616 .3339 2.84 33.04 27.5758 .5655 5.587 3.5895 .2685 .2880 .2863 .630 3.3240 .136 3.9449 .3014 .9473 .765 3.3220 .5486 .3094 .397 .3175 .9413 .3248 2.5643 .227 5.2542 .3367 .30 28.190 3.9553 .9565 .2418 4.2900 .228 3.382 3.2351 4.5545 .2775 3.9467 .351 5.54 22.51 19.81 23.012 .486 .07 32.2898 .3112 1.93 19.860 1.5564 .116 4.995 2.2978 1.31 30.5507 .643 3.2850 .3357 .5455 .9516 .703 .9580 .9552 .5797 .3085 .5932 .2890 .83 23.3089 3.5468 .2940 .82 26.5527 .196 31.40 24.86 18.742 20.5611 .2840 .043 3.2950 .9499 .933 1.9490 .33 21.5639 .14 26.414 .46 32.5504 .237 5.152 3.546 3.9562 3.27 18.585 3.5592 .966 3.234 5.127 4.2570 .3040 .38 34.3050 .5708 .047 4.71 19.343 3.5902 .185 4.61 33.664 3.663 3.2391 .468 5.061 4.07 22.9484 2.9649 3.9590 .300 .314 5.433 3.9696 .9452 .

3532 .179 2.48 37.5524 .83 59.5309 .5339 5.95 40.449 .48 51.094 5.5383 .3936 .850 5.3804 2.5414 5.697 4.3869 .350 4.42 63.9730 .105 5.467 2.1786 .85 44.431 2.280 5.5411 .288 4.5405 .791 4.5374 .5291 .9839 .209 4.266 2.3480 .5288 .3841 .208 2.3813 .3879 .133 2.9808 .1797 .987 4.9859 .9598 .68 62. 325 2.685 4.866 5.377 5.9629 .5501 .5539 .3570 2.310 4.04 39.130 5.044 .9700 .5425 .661 .5286 5.30 49.84 43.082 5.079 5.9744 .450 4.9677 .9767 .348 2.2029 .438 5.5368 5.3430 .9705 .3380 .182 5.5505 .3840 .9758 .9702 .91 64.134 5.9621 .9735 4.388 4.95 46.9738 .217 5.2247 .3810 .42 36.89 .900 5.3620 .3590 .16 67.427 39.5276 .479 .3830 .155 5.3907 .3747 .3785 .234 4.461 2.9852 5.42 45.9795 .5437 .198 5.3682 .190 2.798 5.827 4.9811 .5359 .9799 .9721 .255 2.9724 .5405 .284 4.873 4.9801 4.1872 4.5457 .9804 .312 5.3403 .110 5.2148 .9665 .957 4.1828 .9815 .1949 .9830 .5548 .5284 .5380 .3610 .5453 .1705 .392 4.9667 .566 5.3460 .259 4.5553 .40 40.097 5.9712 .5438 .474 4.67 65.60 39.598 5.3780 .147 5.345 5.763 .1675 .42 56.3870 .3690 .5461 .220 2.3625 .1745 .935 5.630 .3413 .5294 .5573 .609 5.9589 .3560 .3370 .3616 2.27 .3720 .1665 4.416 4.9780 .3560 .9819 .390 .95 61.41 63.13 60.96 46.3350 .3470 .9640 .25 35.3477 2.123 5.331 .138 2.337 2.1735 .9806 .615 4.3449 .9769 .9648 .3650 .5466 .3680 .51 47.52 54.525 4.814 5.914 4.179 5.572 5.251 5.3598 .3607 .3468 .159 5.15 54.2076 .677 5.712 5.9860 5.9654 .5365 .5515 .443 5.9728 .2099 4.970 6.5409 .225 2.443 2.851 4.3700 .1861 .5394 .9855 .08 51.685 4.396 2.5558 .319 2.462 4.3710 .713 4.741 4.9657 .361 4.399 4.9714 .5599 .5314 .095 5.381 4.093 .413 4.780 5.3800 .1938 .603 47.374 5.3750 .9792 .768 4.9635 .281 5.3644 .3880 .83 43.2198 .2087 .9790 4.1850 .29 71.732 4.157 5.657 4.3820 .9726 .5304 .9707 .2040 4.3760 .87 41.144 2.3459 .3653 .9719 .088 5.862 4.5299 5.62 69.469 5.720 53.9775 .1915 .9729 .3523 2.9662 .1972 .5396 .086 5.3400 .43 56.3794 .3540 .5483 .139 5.602 4.5434 .2052 .237 2.67 65.217 5.780 56.86 44.46 66.3670 .661 50.277 4.214 .550 4.815 4.1883 .845 4.3663 2.5479 .498 4.9615 .214 5.3580 .207 .47 51.9651 .3422 .2338 .077 5.70 38.9845 .081 5.643 5.12 67.004 5.9837 .9638 .326 4.3890 .29 49.5386 .3320 .5279 .342 2.311 35.34 42.9680 .95 61.5408 .52 56.132 5.9737 .173 5.2222 4.3410 .81 68.16 54.3640 .336 4.3340 .265 4.3917 .099 5.290 2.3790 .5377 .9592 .152 5.96 40.366 2.3766 .25 60.856 4.9787 .5417 .44 58.5398 .3860 .1818 4.103 5.9785 .638 4.1685 .43 45.358 4.406 5.3898 2.076 D-10 TABLE D-1 Continued 62 .2235 .360 .922 4.929 4.77 57.284 2.5342 .034 5.384 2.5296 .154 5.901 .85 39.03 44.375 .9604 .67 52.1715 4.3514 .2124 .43 36.486 42.84 .1807 .10 .5424 .3495 .5389 .3709 2.5327 .5444 .184 4.76 57.3431 2.9735 .3945 2.5353 5.533 4.2064 .5492 .72 49.3394 .474 4.005 .534 5.00 36.475 5.697 5.101 5.9821 .176 .875 4.161 2.424 4.68 62.28 71.9675 .79 55.1776 .1766 4.59 36.827 4.5563 .60 48.201 5.9732 .45 70.90 .58 35.5333 .5387 .88 47.9825 .5584 .9764 4.3770 .9586 .9726 .9688 .5496 .084 .9673 .191 .354 2.313 2.2273 .5427 .41 40.3700 .80 68.5390 .437 2.9693 .974 5.343 .204 5.14 .1839 .746 5.631 5.015 4.5487 .125 .323 4.9583 .5568 .9659 .1994 .372 2.5325 5.5355 .9761 .5322 .3740 .833 .770 4.248 5.627 4.3756 2.99 36.3850 2.17 67.5534 .682 4.2312 .1695 .451 4.1725 .408 2.9835 .568 4.5319 .736 4.3504 .3450 .3600 .3775 .673 4.9772 .141 5.45 66.118 5.36 41.3579 .792 4.346 4.161 5.958 67.185 .278 2.1894 .221 5.137 .9847 .80 45.5356 .37 41.5372 .168 5.744 4.243 .3570 .072 5.5281 .5380 .547 4.5376 .3530 .3550 .191 .89 50.162 .9646 .35 43.3850 .249 2.3630 .9832 .3832 .2111 .40 .9601 .439 4.3588 .9741 .3420 .5336 .934 4.231 2.369 37.3719 .9827 .439 4.84 37.3542 .9782 .5347 .9777 4.3490 .9756 .3510 .53 54.798 4.196 2.3822 .9723 .5383 5.124 5.090 5.14 38.14 58.9750 4.9607 .5359 .5402 .5594 .335 4.13 58.5449 .5369 .50 47.9618 .159 4.5350 .5578 .591 4.89 45.2260 .5519 .419 .149 .03 .2160 4.2210 .127 5.3310 .2005 .301 .731 5.3860 .910 4.5365 .5474 .9683 .3728 .9747 .885 4.3888 .9850 .173 2.9632 .9854 .72 38.5274 5.112 5.3660 .492 4.944 4.82 59.5306 .185 5.107 5.3635 .300 4.5529 .28 52.378 2.629 4.5301 .838 60.260 2.9623 .5589 .171 5.3440 .103 .3468 .3390 .509 4.473 2.3500 .91 64.16 48.500 .301 4.921 5.13 .5362 .194 5.3330 .5433 .156 .5312 5.188 5.425 2.9626 .656 4.9843 5.34 43.556 4.37 42.3440 .9753 .9823 5.2299 .9817 .576 4.650 4.2266 4.5421 .2325 .307 2.5421 .5510 .9613 .9686 .02 39.116 5.575 4.404 4.9595 .186 5.1926 4.277 4.063 5.296 2.803 4.3672 .5441 .144 5.24 60.521 4.9610 .85 37.Perencanaan Pelabuhan I TABLE D-1 Continued d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n CG/ CO M .5417 .455 2.78 55.210 5.9690 .15 38.9857 .091 5.5544 .5413 .5402 .885 4.1904 .5362 .5371 .9813 4.410 5.59 39.9698 .544 44.9834 5.67 52.9841 .5470 .946 4.765 5.46 70.3300 .121 5.04 .1960 .502 .5429 .9696 .09 53.5330 .9732 .541 5.2185 .165 5.150 2.5317 .114 .09 51.73 49.402 2.9643 .9670 .89 41.15 48.167 2.3737 .579 4.02 63.5399 5.3730 .898 63.132 5.5349 .5352 .61 69.708 4.3360 .1756 .5431 5220 5.9717 .709 4.5344 .272 .718 4.9709 .3520 .3926 .5441 .202 2.5445 .9848 .312 5.33 42.602 4.508 5.53 .9797 .5392 .3551 .2017 .413 2.1983 4.2173 .3691 .59 48.49 .756 4.886 5.466 4.2136 .43 58.521 4.27 52.

4460 .1185 .1290 .1627 .96 .677 2.9901 .9819 .932 6.07 85.5262 5.5206 .9806 .5215 .9899 .7 110.19 89.5314 .5225 .045 .4405 .1259 .008 5.387 8.12 .9832 .0 108.3993 2.066 5.4337 .024 5.6 115.018 5.9896 6.1353 5.24 79.4 133.8 146.4120 .4385 .581 2.5223 .5248 .783 7.5336 .018 7.684 6.5248 .4180 .07 83.013 5.3 137.185 8.007 .1313 5.161 5.1329 .9923 7.064 5.847 .3980 .766 6.4420 .484 6.305 5.695 2.5332 .1267 .252 6.58 75.4414 .4350 .9926 .4380 .7 122.644 6.9829 .5165 .4078 .83 95.185 5.4040 .4390 .9883 6.718 6.5234 .9882 .561 .4090 .1192 .5158 5.026 7.635 2.020 5.4040 2.5269 .215 7.762 2.9774 .1488 .72 74.5253 .9804 .839 6.9870 .5176 .1274 5.9928 8.9925 .509 .822 2.40 77.9921 .3 129.3 137.5187 .353 5.4070 .1171 .027 .5195 .5271 .816 2.9810 .4021 .4470 .5214 .688 7.052 .683 2.379 8.4482 .38 86.991 8.5299 .3920 .0 134.7 101.332 6.378 103.29 99.97 72.048 5.9862 .5221 .1244 .9876 6.4472 2.14 87.140 6.5326 .19 80.9797 .177 6.1386 .3930 .572 5.4080 .259 7.523 5.4310 .5213 .5251 5.9776 .040 6.4370 .4174 .616 .1403 .4222 .786 2.1200 5.1506 .538 .4280 .4002 .148 6.9752 .025 5.4511 .48 71.9911 .012 .562 2.5219 5.725 6.4160 .9754 .9765 .9836 .525 6.657 5.661 7.974 7.215 6.5209 5.9909 .044 5.9802 .050 5.9770 .592 2.957 5.550 7.4020 .1445 .5274 .5258 .4440 .9916 .1542 .5194 .426 5.758 .438 8.4 143.185 .233 5.067 .52 100.2 116.3910 .069 5.9906 .4100 .005 5.1515 .5279 .55 93.303 7.1608 .798 2.9826 .088 7.5186 .015 5.4330 .970 4.2 126.7 101.620 131.004 7.13 98.056 5.31 78.173 5.9795 .9788 .006 5.5169 .9766 .1 144.4521 2.4290 .550 2.112 6.659 .5171 .595 7.9910 .485 2.4443 .9930 .1178 .9 .4251 .52 100.349 7.046 7.9835 .9821 .077 76.5223 .4060 .06 84.7 128.774 2.5221 .4116 .9877 .190 7.414 5.5287 .629 .5202 .86 73.644 5.0 108.5244 .5204 .371 7.9778 .5230 .653 2.59 75.5227 .4356 .325 7.1656 .7 125.5305 .197 86.598 .5198 .7 107.1207 .707 7.028 5.4366 .039 .4280 2.4270 .4140 .9880 .5204 .5196 .1598 .043 5.30 99.9 97.022 .427 8.39 .24 79.9833 .4010 .4318 .9902 6.1636 .221 6.963 .3 103.1419 .616 2.5290 .40 77.4098 .28 90.5229 5.9900 .060 7.5181 .236 8.780 .982 4.5267 .4260 .5232 .130 7.101 5.457 7.3 129.1337 .13 98.7 110.1589 .041 5.9756 .4231 2.9772 .4 105.462 5.334 .719 .026 5.4400 .4328 2.9 131.9 112.83 95.5246 .28 90.281 5.9 112.535 5.0 134.4059 .5225 .524 7.4376 2.6 141.5251 .030 5.603 6.294 5.4050 .9758 .14 87.11 81.9885 .3970 .890 6.0 .486 5.6 139.4300 .586 2.19 80.5282 .828 2.5244 .20 89.406 6.450 5.033 .560 123.4501 .623 2.1236 5.9750 .7 141.479 7.136 8.9839 .17 88.880 7.647 2.1411 .9905 .010 5.4395 .665 2.3990 .9823 .317 97.5189 .5212 .392 .003 D-11 TABLE D-1 Continued 63 .9930 .2 120.540 8.9 .9828 .4088 2.486 8.9844 .103 6.5238 .053 5.4190 .9808 .5160 .1 144.95 91.54 93.7 122.9 123.295 6.279 7.4410 .9830 .5202 .4183 2.102 7.5161 .9824 .4050 .5339 .584 5.209 5.124 8.9816 .3974 .9814 .407 6.9784 .9864 .9891 .9786 .568 .4170 .2 .9915 .632 5.5237 .5253 .799 6.146 7.5166 5.8 146.556 2.806 6.060 .7 136.608 5.1497 .1436 5.503 2.9913 7.575 2.4480 .07 85.755 2.005 5.13 .9798 .3940 .011 5.13 76.753 7.9892 .4155 .040 5.9811 .1454 .5200 5.879 6.3 .532 2.4289 .4 105.041 5.9918 7.4126 .849 6.4130 .366 5.1570 5.5260 .5311 .5345 .5236 .5217 .521 6.029 5.228 8.326 8.9768 .9792 .7 128.5255 .055 5.017 71.4453 .6 115.5246 .3960 .5211 .497 2.17 88.743 2.4424 2.4212 .804 2.4270 .515 2.5196 .5177 .016 5.4492 .173 .1222 .4298 .234 7.921 6.004 5.1378 .1369 .1524 5.749 .4069 .5271 .5179 .438 7.036 5.137 81.532 8.9920 .9894 .800 7.1321 .065 5.075 8.1298 .9898 .4490 .071 5.731 2.975 8.1617 4.547 5.3950 .701 2.5308 .4110 .9886 .034 5.5208 .245 5.005 5.9872 .4450 .1394 5.5198 .9895 .4463 .5206 .076 6.67 94.1428 .074 5.9763 .5342 .1282 .527 2.2 113.390 5.5193 .329 5.640 6.895 7.503 7.07 83.4430 .072 5.021 5.Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C O M .9914 .046 5.023 5.735 7.9907 .671 2.5293 .369 .9761 .445 6.1 104.4200 .9800 .125 5.4308 .035 5.601 6.5240 5.9889 .4434 .474 5.7 125.9873 .06 84.285 8.4 133.9741 .44 92.9890 6.9748 .713 2.5210 .088 .0 109.5329 .029 6.329 6.037 5.9794 .792 2.269 5.5296 .017 .175 8.7 136.521 2.4241 .3983 .4220 .5256 .5234 .840 .9922 .4 143.341 5.4320 .9929 .2 126.511 5.058 5.1164 5.444 6.1579 .258 6.1251 .1361 .44 92.009 5.029 5.049 5.669 5.014 5.9 .5302 .438 109.834 2.9745 .5320 .019 5.481 8.367 6.4210 .5285 .9869 5.1 104.5191 5.4230 .4260 .4250 .1646 .49 .5172 .5208 .9932 8.1480 5.4031 .5266 .9919 .031 5.590 .9818 .9904 .9917 .5277 .4145 .089 5.9867 .274 8.689 .9846 .9790 .5182 5.9887 .4150 .290 6.32 78.641 2.9874 .257 91.1229 .9931 .4000 .9879 .1345 .1471 .5227 .5174 5.4203 .9908 7.642 7.98 72.810 .9782 .725 2.3900 .1214 .993 6.993 5.9780 .5258 .85 73.4340 .5232 .681 139.12 82.831 7.113 5.5200 .3 120.062 5.72 74.9927 .5163 .483 6.5168 .922 7.221 5.9924 .4240 .4347 .5323 .679 6.9812 .063 5.3955 .066 6.9843 .604 2.12 82.9865 .412 7.5263 .3964 .564 6.5241 .4030 .4136 2.5239 .570 7.053 5.9841 .544 2.8 119.402 5.1305 .5269 .1462 .7 107.1561 .9838 .2 113.596 5.4 117.610 2.1533 .5216 .4 117.9743 .8 119.5317 .149 5.4164 .5184 .1552 .5218 .768 2.5265 .4193 .5242 .9912 .4012 .035 8.4360 .943 7.491 2.737 2.4107 .6 .707 2.499 116.67 94.5261 .9739 .

888 9.9887 .08793 .09236 .750 8.50 10.26 11.5143 .71 10.5101 .4 306.242 9.2 .086 .9937 .5018 .5125 4.9872 .803 157.932 .4871 .8 194.5125 .4666 2.9949 .9961 10.4880 .997 .9956 10.9960 .99 11.4618 2.05 12.5105 .238 9.5116 .8 264.996 4.4680 .9941 .9890 .2 291.99 40 8.5152 .32 10.072 6.997 4.9905 .854 .9947 9.19 11.9936 8.4 295.826 9.132 9.117 .4620 .5009 3.2 152.9876 .9899 .85 10.6 165.4 239.9953 .9 .997 .9963 .9863 .9868 .586 9.417 291.5134 .63 .1056 .9851 .5109 .5175 .4 150.4744 .141 3.4950 .9896 .5 199.997 4.5126 .3 230.888 5.190 3.3 254.997 4.998 4.9966 .07 10.03 11.5170 .999 4.005 3.4730 .5115 .203 3.997 4.9935 .306 6.4647 .3 251.9910 .999 3.5132 .4540 .5107 .2 225.938 2.4960 .9963 11.09 11.466 9.074 8.2 152.1076 .997 4.39 10.2 180.4770 .9878 .0 .0 155.5137 .5 236.5150 .9950 9.09352 .343 6.96 .7 159.3 270.37 11.5184 .153 3.65 .5119 4.000 4.097 6.5093 .709 9.5102 4.4870 .9964 .6 165.5167 .5111 .12 11.847 2.4969 .999 4.413 9.4660 .998 4.57 10.9865 .05 11.055 .4852 .9954 .7 201.5000 .8 173.5122 .09820 .4657 .4901 .4540 .9947 .9957 .5190 .08845 6.37 10.9 206.08477 .9966 .9852 .83 10.853 2.0 298.997 4.717 5.2 196.770 9.7 163.5060 .5040 .5090 .4774 .5149 .9 148.5115 .896 2.5129 .9961 .5038 .060 6.998 4.32 12.9847 .4637 .9 274.4550 .0 267.98 11.09464 .4890 .178 .9875 .8 284.705 5.9 .5103 .914 2.4560 .9967 .9902 .43 10.079 3.965 9.5146 .5109 .301 9.791 5.08530 .9903 .859 2.5 199.9939 .9959 .5113 .4940 .2 216.78 10.4940 .695 8.975 2.5094 .9855 .9955 .5 222.951 2.5 191.999 4.9951 .9871 .4560 .9964 .1006 .996 4.9965 11.9952 .7 302.5124 .166 3.4 306.1083 .52 10.997 4.5181 .65 10.5162 .4 239.998 4.4830 .0 155.4790 .31 .5146 .6 184.9877 .356 274.5136 .023 6.5096 .9895 .998 4.9860 .1043 .997 4.4990 .693 5.998 .5089 .195 6.9934 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .877 9.2 182.5121 .5128 .797 8.9952 .08270 .76 10.1037 .4840 .08220 .110 3.61 11.996 4.5028 .9946 .072 9.048 201.1150 .999 4.0 211.0 189.5 242.4813 2.4803 .5 209.1129 5.08956 .4 295.5112 .12 12.1109 .08169 .5108 .5097 .4960 3.08901 .9944 .09523 .380 6.987 2.5 280.999 .9886 .9857 .9893 .13 10.9899 .9862 .3 230.997 4.9948 .018 3.902 .997 4.5104 .852 5.7 .098 3.9888 .4850 .4530 .51 11.09942 .5140 .9885 .4735 .585 8.41 11.1 154.5100 .2 248.245 6.999 .5113 4.5105 .09882 .208 6.5119 .5141 .5158 .09405 6.6 228.6 233.20 12.5128 .4589 .042 3.4570 .981 2.72 11.5130 .4780 .5122 .296 9.011 6.6 260.146 6.9904 .5139 .4800 .3 251.533 9.9853 .5152 .998 4.4710 .08371 .9913 .997 4.257 6.4531 .585 9.9960 .7 302.9849 .5139 .5 236.5097 4.2 248.9909 .1000 5.9912 .8 264.5142 .5 209.5151 5.9942 .5132 .9955 .9941 .3 245.9949 .4783 .002 5.9901 .45 10.0 214.4686 .5020 .5110 .9938 .030 3.9889 .827 5.5163 .90 10.12 10.957 2.7 171.5114 .6 .5 .9909 .877 2.5 191.5157 .4900 .393 6.5010 .7 169.5188 .47 11.1018 .0 277.4810 .9907 .171 228.049 3.129 .920 2.6 .997 .31 .9943 .937 5.08584 6.40 11.8 219.986 189.5091 .5155 .09010 .1063 5.172 3.9935 .1095 5.00 .9946 .5107 4.910 8.28 12.9897 .80 11.998 4.5048 .5179 .0 .08691 .9938 .02 .9962 .5087 .760 9.232 242.8 187.9967 .319 6.963 .7 163.4715 2.269 6.9883 .4608 .5 280.815 5.4705 .08637 .9859 .997 4.4510 .159 6.473 9.073 3.353 9.5121 .997 4.4670 .000 5.4600 .08119 .09064 .998 4.4930 .730 5.4891 .993 .405 6.6 184.1136 .54 11.09121 6.183 9.996 4.999 6.5114 .864 167.999 4.853 8.9945 .012 3.6 260.4 203.999 4.036 3.9864 .25 10.997 4.5186 .5134 .4911 3.83 11.9956 .4500 .9908 .0 298.39 .997 .747 8.001 5.16 12.122 3.092 3.9867 .7 159.9965 .5140 .08068 6.9951 .9 176.406 .742 148.9891 .59 10.09698 5.021 9.5160 .0 167.900 5.135 3.061 3.9953 10.282 6.525 9.4881 .999 4.4579 .5157 .6 233.9892 .08741 .871 .4999 .01 10.4760 .5177 .4822 .5067 .35 12.4832 .08424 .1157 .925 178.1031 5.965 9.5070 .1 154.5129 .5092 .09759 .998 4.24 11.4920 .7 171.754 5.4979 .184 3.07 10.2 .104 3.3 287.1025 .354 9.693 8.9 176.4630 .183 6.5154 .6 257.09 12.5098 .4690 .4725 .9882 .59 11.962 5.3 254.5133 .5095 .699 .6 157.4793 .647 9.4862 3.5050 .998 4.4764 2.5127 .20 10.0 267.883 2.3 287.804 8.4550 .147 .5136 .5030 .5150 .1012 .9848 .998 .9906 .68 11.2 225.1115 .5173 .4910 .024 .5124 .4950 .4930 .128 3.4610 .9858 .6 .9958 10.951 9.1089 .4628 .0 277.016 9.9957 .5165 .998 4.5112 .5156 .7 161.9873 .4980 .1102 .26 10.5192 .69 10.32 11.1069 .865 2.997 4.5135 .085 6.2 180.9911 .036 6.998 .5120 .121 6.220 6.3 245.9958 .4 203.5088 4.3 270.998 4.9944 9.4599 .912 5.95 12.944 2.331 6.4700 .294 257.5143 .186 9.9898 .5090 .9874 .75 11.09178 .0 .0 211.159 3.4989 .5145 .910 8.876 5.09294 .779 5.09583 .4820 .5144 .91 11.5106 .5131 4.9962 .4970 .8 219.5117 .16 11.9968 12.8 173.5148 .9964 .4 150.5144 4.7 161.5106 .4650 .998 4.890 2.4860 .996 D-12 TABLE D-1 Continued 64 .9 206.5116 .9869 .4569 2.4750 .7 169.997 .5118 .87 11.9881 .840 5.9900 .908 2.999 .4580 .638 8.926 2.9933 .2 196.999 4.1050 .999 4.766 5.998 4.5107 3.5120 .4740 .5080 .997 4.969 2.8 194.4720 .2 178.5 222.1122 .9880 .24 12.974 5.938 10.4920 .196 3.821 9.8 284.5138 4.5099 .5147 .4754 .2 216.5058 3.368 6.638 9.4590 .92 10.18 10.4520 .9959 .643 8.999 4.5077 .949 5.5154 .4842 .4676 .134 6.4640 .109 214.5168 .4 182.5182 .5092 4.5110 .209 .5126 .067 3.5172 .08320 6.1143 .09641 .4695 .8 187.

2 373.955 .957 4.5521 .8 508.5085 .9 562.7 515.31 17.961 4.581 .283 3.5610 .8 317.61 14.24 16.475 3.06073 .5059 4.5087 .06542 .227 3.5120 .851 449.491 6.44 16.9984 .9928 .5689 .5370 .1 484.5284 .950 D-13 TABLE D-1 Continued 65 .888 6.9982 .5096 .264 3.5053 .29 15.18 .5699 3.9973 .5057 .9977 .45 15.82 12.5670 .2 620.81 13.074 7.5210 .1 438.850 6.000 7.07358 6.94 14.41 .9937 .5215 .960 4.7 333.5065 .5079 .5061 .07587 6.1 377.240 .5065 .956 .07177 .5 636.506 3.87 .5080 4.5053 4.3 490.5126 .5630 .9938 .9938 .85 17.94 17.012 7.965 4.5461 .9951 .05887 .27 16.4 548.5068 .5185 .5160 .590 6.494 3.5087 .9931 .2 .06 17.5240 .5074 .9980 .9 342.965 4.958 .9980 .5560 .9931 .566 6.3 590.5063 .8 382.02 13.43 12.5570 .9983 .962 4.9970 .0 313.5081 .5060 .07003 .5054 .06035 .444 3.9979 .5095 .5056 .25 14.308 3.31 13.5510 .06501 6.5072 .5 455.0 406.5061 .5136 .9971 12.246 3.2 346.17 16.99 13.5530 .958 4.7 310.3 590.9934 .5440 .4 502.8 .4 329.050 7.9968 .562 3.5323 .252 3.463 3.5660 .9917 .9942 .9978 .9977 .9942 .519 .652 6.442 6.07404 .9952 .97 16.38 16.3 496.06829 .3 613.1 534.953 .50 12.9983 .963 4.5066 .964 .5363 .73 14.376 3.5085 .419 3.382 3.07540 .55 13.54 16.5092 .51 13.5679 .68 16.5070 .10 14.5630 .9924 .5092 .82 17.5051 .541 329.0 521.5260 .9976 14.2 397.05707 .967 4.504 6.5086 .5081 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .5590 .7 598.727 397.665 373.28 17.5074 .543 3.07682 .301 .952 4.9983 .5064 .5068 .5640 .0 417.07729 .5056 4.955 4.5333 .26 13.575 3.5480 .0 406.35 15.5580 .5390 .05743 7.14 12.5065 4.07134 6.22 13.9982 16.9916 .5079 .838 6.345 3.9947 .961 4.8 382.863 6.5360 .34 14.5065 .5373 .956 4.9939 .233 3.5077 .953 4.9941 .16 15.06461 .960 .333 .5117 .07091 .5393 .531 3.5340 .9973 .9936 .5078 .5550 .488 .76 13.5075 .19 14.5072 4.5 .5230 .5074 .07972 .4 427.394 .9976 .78 .5083 .68 13.9969 .0 368.43 13.4 502.96 13.702 6.5070 .5076 4.962 .5059 .5062 .957 4.9 412.98 13.0 569.615 6.1 583.7 321.5314 .5104 .96 17.9945 .9947 .07047 .1 583.17 17.9949 .0 417.5082 .9947 .5580 .357 3.277 3.975 508.962 4.5069 .5057 .64 15.603 350.9984 .06746 .958 4.06705 6.0 605.9915 .124 7.59 .9975 .5280 .7 321.801 6.57 16.97 .64 13.479 310.52 14.5049 .5110 .5250 .5060 .06582 .5082 .954 .9942 .70 12.901 6.9933 .5294 .5353 3.5244 .9971 .963 4.9949 .5600 3.9936 .5170 .965 .5190 .2 346.9920 .4 472.221 3.5156 3.5452 3.5073 .5056 .5098 .5 636.5570 .5073 .5620 .481 3.5063 .5330 .2 .5070 .88 14.19 15.79 14.456 .5300 .062 7.407 3.739 6.74 17.112 7.8 337.7 433.5093 .959 .65 16.9974 .48 15.5150 .5649 3.954 4.5050 4.957 4.75 16.5077 .86 12.20 17.49 17.525 3.512 3.1 .9 412.5310 .05814 .5061 .9984 .432 3.0 576.05823 6.5075 .8 317.5541 .5140 .5412 .5304 3.9927 .7 355.5088 .06420 .9948 .9979 14.0 .5058 .9944 .9972 .5080 .66 12.1 554.5067 .07494 .5422 .556 3.9924 .5059 .62 12.5560 .9976 .5350 .9974 .5 444.450 3.5090 .951 4.5225 .34 15.06915 6.4 .97 15.951 4.5481 .85 16.06872 .2 449.956 4.5078 .37 14.5070 .7 433.9984 .05997 .0 .07221 .5380 .5062 4.47 13.9914 .9981 .295 3.5130 .06148 .025 7.430 6.136 7.6 364.966 4.1 554.9981 .677 6.1 359.5410 .776 6.25 15.967 4.07 16.39 13.413 3.640 6.14 16.06341 .9943 .5490 .06186 .52 17.5057 .9980 .5510 3.5432 .0 422.320 3.05850 .9972 .1 460.47 12.9945 .9980 15.9950 .964 4.9915 .0 521.149 7.5101 .9973 13.8 337.74 15.578 6.5146 .07449 .5060 .1 541.351 3.9979 .270 .08022 .960 4.06302 6.5659 .07 15.38 .5067 .5270 .5071 .363 .5 387.82 14.10 13.37 .5068 4.5491 .550 .9976 .43 14.5102 .814 6.7 355.9923 .5066 .5343 .9984 16.9933 .10 15.955 4.537 3.516 6.9932 .9941 .5056 .5470 .55 14.5082 .07922 .54 15.9974 .73 13.9922 .9971 .84 15.5180 .5049 .5520 .5082 .959 4.426 .07266 .94 16.955 4.77 15.5058 .161 613.099 576.951 4.5052 .5500 .5320 .326 3.951 .5669 .5097 .5077 .289 3.553 6.5103 .258 3.952 4.3 490.568 3.05960 .5094 .5064 .9972 .037 541.04 16.07634 .2 .438 3.06380 .9979 .9952 .91 .9969 .954 4.5400 .58 12.467 6.06 13.0 402.789 422.401 3.01 15.5051 .6 528.5058 .5066 .951 4.5 350.5200 .07312 .5069 .5 444.85 13.5176 .9978 .5690 .88 .47 16.5091 .5 455.5383 .9977 .1 460.3 .5089 .58 15.5460 .5 478.953 4.5084 .9968 .339 3.4 548.5166 .5067 .46 .5274 .5650 .937 6.63 17.5100 .1 438.9985 17.9975 .0 569.9926 .7 466.7 515.9975 13.9927 .959 4.5620 .02 .952 4.5430 .16 14.3 496.67 15.9935 .5053 .74 12.966 4.628 6.9978 .5063 .9983 .06224 .087 7.5195 .5540 .5235 .9982 .06959 .5680 .54 12.500 3.9919 .5083 .826 6.0 605.454 6.0 402.5076 .956 4.5071 .964 4.5264 .70 14.07873 .9925 .961 4.90 13.5 .7 .1 484.913 478.06263 .5205 3.5220 .5501 3.5048 .5590 .4 644.314 3.71 17.4 427.5402 3.5531 .5086 .64 14.07824 6.8 628.5420 .9970 12.4 472.7 325.90 12.9942 .09 17.28 14.05672 .06110 6.9981 .5450 .7 333.05602 .3 392.07776 .9 562.5610 .5100 .9982 .7 325.388 3.5600 .764 6.7 598.5077 .953 4.1 534.9981 15.2 620.9944 .5056 .5511 .9970 .963 4.60 17.99 17.0 368.9950 .370 3.5442 .06664 .05567 7.953 4.06623 .714 6.954 4.962 6.5471 .5048 4.6 364.876 6.8 628.1 359.952 4.05778 .1 377.05637 .5073 .9921 .0 313.9977 14.987 7.4 644.9935 .925 6.78 16.5254 3.5640 .959 4.9940 .35 13.5084 4.529 6.5290 .9946 .9982 .5059 .5055 .6 528.3 392.5050 .9918 .690 6.5 387.7 466.752 6.9930 .9951 .06787 .9 342.958 4.9929 .9919 .5086 .215 3.07 14.469 3.5063 .

298 7.5010 .5748 3.936 4.5719 .5887 .5042 .5043 .2 868.755 3.00793 .6800 .05330 .936 4.5768 .298 8.5848 3.8300 .5049 .5003 4.000 1.448 7.24 19.935 4.05532 .9991 .32 19.81 19.593 3.250 6.348 739.529 5.612 .936 .6900 .5011 .650 .5710 .7401 4.498 7.5730 .6600 .7200 .5009 .8400 .04794 .5038 .0 748.5044 .4 806.074 1.04619 7.6803 .60 19.947 4.04706 .592 1.949 4.31 63.5044 .9 694.074 1.5006 .5045 .7302 .9999 .9996 .9999 1.803 9.5039 4.5800 .275 2.34 .04824 .7601 .96 20.948 4.5709 .9989 .5019 .9955 .8001 .5031 .215 5.153 5.923 8.7100 .16 67.1 757.579 2.56 11.01 .0 936.948 4.467 5.5023 .02035 .948 4.939 4.9 .73 18.976 9.5960 .935 D-14 TABLE D-1 Continued 66 .668 3.73 .4 925.15 49.2 104.724 3.12 21.224 652.9999 55.937 4.31 40.275 2.5002 .149 4.8 729.828 5.6 652.5028 .93 11.04855 .258 4.946 4.94 20.5051 .426 9.00 19.01020 10.37 21.937 4.9998 .000 76.5045 .8 901.01086 .4 660.473 837.5004 4.0 776.2 711.5 890.9996 .8100 .000 21.5041 4.5002 .05396 7.5830 .9965 .76 18.9997 .1 118.8 837.686 3.008 2.84 19.693 3.69 33.5003 .9985 .5937 .5036 .699 3.7 .9985 .5047 .8200 .236 7.949 .19 18.8101 .5047 .47 20.9997 .9987 .620 13.9 913.799 8.950 .9992 .24 .3 703.5029 .947 4.048 948.000 1.5015 .34 46.05166 .1 847.1 1.9992 .7801 .01312 .525 4.000 31.10 21.05 10.948 4.5 796.199 7.3 126.7901 4.0 134.48 19.31 10.64 .000 104.5858 .9998 .5003 .5790 .5002 .0 936.9999 .947 .9985 18.5770 .944 4.05297 .04 98.7 .05 98.718 3.024 .899 3.21 19.8201 .311 7.361 7.5838 .5053 .23 29.9996 .798 7.935 4.00745 10.5008 .630 3.83 20.5012 .01397 9.274 7.943 4.5043 4.73 35.5860 .18 21.6902 4.9987 .3 703.Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .579 2.935 4.9999 .04313 .180 14.9989 .04978 .210 11.7600 .961 4.24 81.05264 .8 729.68 33.5950 .9 720.9997 .5012 .5003 .9964 .436 7.5017 .02456 .13 52.05102 .70 59.5867 .6000 .7202 .923 .9998 .9956 .9989 .5040 .01686 .9965 .5 .6404 3.5 668.5004 .9997 .8800 .948 .8400 5.12 .950 4.9987 19.713 4.5005 .0 748.000 31.02784 .9995 .7501 .5035 .173 8.204 7.5040 .771 2.36 19.2 685.9998 .9961 .379 1.42 18.600 3.32 .6305 .5850 .690 28.5007 .5032 .5002 .28 18.60 20.01487 .217 1.5808 .938 .620 13.02167 .62 18.5053 .5020 .5 816.5054 .4 111.09 20.9998 .77 31.008 2.0 134.7701 .5005 .9996 .05198 .5035 .743 3.58 19.6400 .936 4.5820 .8 677.9977 .940 17.5043 .5907 .9994 21.19 20.9961 .5996 3.8 677.9990 .9985 .9999 .939 4.9989 20.8700 .19 86.5780 .5910 .9988 .25 21.5048 .5052 .473 3.5930 .643 .935 4.5043 .09 18.43 10.9963 .5007 .45 20.712 3.9965 .9999 .27 27.946 4.05070 7.4 111.341 5.340 19.5021 .9960 .314 3.7500 .212 4.462 4.23 19.5039 .18 10.5050 .5002 .5760 .5046 .6500 .5025 .5738 .66 26.527 948.964 .828 5.034 7.923 1.1 1.9998 .261 7.705 .750 36.8500 .940 4.2 685.950 4.4 660.936 4.8 901.9954 .976 9.9960 .95 21.9988 .75 31.5043 .674 .25 71.76 23.5047 .5036 .373 7.5018 .7 739.935 .404 5.937 .01795 .9987 .949 4.5026 .00958 .211 7.929 6.5011 .78 23.03806 .9954 .5977 .5013 .03576 7.5987 .5897 3.510 7.8500 .9988 .5 767.757 4.946 4.836 3.9999 .737 .9998 .9959 .9953 .2 868.99 .81 10.9957 .186 7.04735 .5041 .5 816.00900 .050 9.780 24.9953 .19 24.662 3.88 19.9988 .5720 .5870 .949 4.05497 .23 21.936 4.53 .5046 .9994 .85 18.9969 .05 18.776 4.423 7.947 4.950 4.5002 4.9 879.034 7.6006 .6700 .01157 .68 26.5043 .5054 .301 3.6 .946 4.5035 4.9972 .5 767.01232 .937 4.6603 .9963 .5004 .548 8.379 1.946 4.5004 .204 7.7 786.9964 .5008 4.174 7.5042 .72 43.6504 .5 796.97 .5818 .35 21.74 35.9986 .027 5.5967 .606 3.04648 .04916 7.749 3.948 4.8900 .01583 .947 4.258 4.04677 .71 43.9958 .9957 .673 7.5700 .9997 29.942 4.945 4.9998 .314 3.9989 .523 7.5038 .5 668.400 4.7300 .9986 .9998 40.7800 .618 3.9959 .6 858.02615 8.31 63.637 3.2 711.9960 .9988 .5740 .5036 .9 913.5002 .946 .7400 .6106 .5957 .7900 .677 9.8600 .925 9.9980 .60 55.5750 .5046 .6 858.8900 5.323 7.9956 .5005 .5877 .674 1.936 4.9955 .5927 .5 826.9986 .08 18.5037 .9987 .71 59.06 20.9983 .5758 .757 4.780 24.5003 .5840 .5729 .5006 .730 3.180 14.935 4.9988 .6300 .90 38.5040 .935 4.9989 21.9988 19.7002 .940 4.51 21.05040 .97 20.4 806.5828 .9990 .940 17.5037 4.5004 .548 7.24 71.9989 .1 118.5040 .05134 .5980 .7000 .5920 .04052 .9994 .340 19.17 24.2 .9993 .9962 .5052 .5810 .5042 .250 .8700 .04947 .5003 .411 786.68 10.9986 18.73 20.05463 .949 4.03359 .5880 .337 .00845 .02964 .5041 .217 1.386 7.624 3.5 826.9997 .06 11.9982 .25 27.92 38.286 694.45 19.9964 .8600 .00 76.000 1.14 49.5002 .771 2.5940 .473 .5970 .9 879.57 20.9963 .5917 .774 3.5046 .278 .5010 .948 4.50 18.97 19.902 4.8000 .5990 .5017 .9958 .39 18.15 67.8 .938 4.5900 .042 10.5002 .839 4.9993 .04764 7.090 5.9987 .05363 .04591 .249 7.5023 4.01911 8.9995 .70 20.7700 .274 4.5047 .5044 .5798 3.5045 4.5041 .210 .24 81.9987 .9 720.5890 .8800 .44 92.9991 .5037 .9962 .5048 .04885 .690 28.761 3.18 86.05009 .5036 .5009 .5049 .21 20.3 126.656 3.6703 .947 4.9985 .175 9.64 18.950 4.336 7.750 36.485 7.5015 .60 .941 .946 .9987 .9975 .16 18.552 9.649 3.7102 .0 776.44 92.9986 .02307 .398 7.6205 .49 21.86 20.5051 .086 4.70 19.680 3.5013 4.9989 .000 1.6200 .9985 .423 8.5045 .4 925.05430 .35 46.62 21.8301 .000 .767 .460 7.5947 3.5044 .588 4.5040 .03155 .31 18.9996 .5055 .9957 .9996 .05231 7.535 890.042 10.6100 .14 52.587 3.5004 .1 757.1 847.5002 .527 .5778 .5042 .5788 .

003142 D-15 TABLE D-2 Continued 67 .000 1.009425 .001400 .9700 .9999 .000 1.0001 1.935 4.0000 14.01068 .006283 125.470 40.649 6.000 1.000 1.718 5.935 1.50 76.005655 .000 267.00000 3079 .280 52.000 .000 1.000 .9500 .001257 .32 12.21 .0001 1.002513 .009425 .000 .000 1.005027 1.490 86.0000 SINH COSH 4πd/L 0 0 1.000 1.006911 .44 76.01005 1.02011 .000 .9400 .000 1.005655 1.0002000 .9100 .06 12.001900 .01194 1.009425 .005027 1.9600 .810 46.01634 .001200 .000 1.000 1.01759 1.01005 .340 111.5001 .000 1.935 TABLE D .003142 500.5001 4.95 1.9400 5.5001 .003772 .005445 11.0000 8.935 4.002513 1.008796 .001800 .9300 .00000 7603 .9999 .006912 .006283 .284 7.935 .6 208.9999 .006574 .2 221.000 1.000 1.007540 .9300 .19 12.00000 2514 .01382 .000 1.740 98.0001 1.003772 .0000 11.000 .340 111.006283 1.007540 .000 .02136 .004398 .5000 .9200 .01131 .472 1.0000 1.008797 1.830 43.01005 .02262 .5001 .500 67.007540 1.935 4.2 221.630 K 4πd/L ∞ 1.001885 .00000 4022 .000 .0000 28.Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' 4πd/L K SINH COSH 4πd/L 4πd/L C G /C n M O .5001 .200 .01131 .006283 1.9700 .1 251.300 .01194 .001600 .00000 1571 .01885 .56 11.5 183.000 .40 143.0009000 .000 .780 .01194 55.125.000 .283 1.01068 .4 195.7 1.57 143.003772 347.844 5.0 172.006912 1.1 162.5001 .000 .539 1.00000 2262 .9200 .003142 .5001 .01194 .000 .001100 H / H O' 4πd/L d/L N C G /C O M 1.44 11.655 5.008168 .01131 .000 1.000 1.000 1.00000 1005 .580 34.5001 4.9000 .000 .906 1.810 73.000 .001257 3.001257 .006911 103.0006283 .000 1.000 1.005114 .000 195.01257 1.921 1.810 46.01257 .001885 .001700 .5001 .935 4.500 .01759 .001257 19.01005 .5001 .007540 .0000 1.002513 781.9999 .0000 10.000 .01131 .5001 .490 86.220 1.0007000 .7 236.01068 .000 .01131 .000 .9999 .02136 .000 .006173 .4 .0001 7.000 .008168 .0000 1.02011 .002513 .50 126.500 126.032 6.0005000 .000018 .000 1.470 .001500 .7 .7 142.005655 154.00000 5090 .506 1.29 1.02388 1.935 4.000 .01131 1.004398 255.004398 1.008796 .31 11.000 1.006283 .9800 .009425 .935 4.00000 6283 .001257 1.052 6.470 59.10 .9900 5.9999 .000 1.000 1.000 1.0001 to 1.00000 9048 .000 1.9 152.000 1.005027 .9999 .000022 .500.000 .001300 .7 236.0004000 .01634 .000 .2 FUNCTIONS OF d/L FOR EVEN INCREMENTS OF d/L from 0.1 251.000 .005655 .300 .300 12.389.0000 .005027 .000 1.095 6.000 1.004398 .0006000 .000012 .5001 .260 38.0000 9.01382 1.62 1.00000 5655 .0000 9.003772 .935 4.008796 .500 67.008796 86.9999 .000 .000 1.144 7.005027 d/Lo 2πd/L 0 0 .000 1.008168 .9999 .008168 .0006283 .002513 1.6 208.007540 .0 172.01508 .560 48.003735 12.69 11.0000 8.5001 .403 1.00000 6283 .008797 1.000 1.970 63.0001000 .006283 .007000 .007540 .002513 .280 52.001257 .000 .5000 4.01005 .5001 .842 6.9999 .9800 .5 183.000 .000 1.94 12.9100 .400 .0006283 1.02262 .100 .01005 .158 6.003977 11.0003000 .7 267.000 .01068 .004802 .000010 .5001 .000 .300 .01508 .000 .001000 .0000 16.81 40.5001 .781 5.000 .005797 .000 1.470 59.000 1.0006283 12.9000 .000 0 ∞ 1.000 1.000 1.9999 .000014 .66 1.003770 1.0000 8.003770 .004510 .52 1.000 TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L 0 0 0 1.000 142.000016 .969 6.005027 195.935 4.0000 .1 162.824 7.9999 .5001 .5001 .001885 1.004235 .01885 .001885 1.9600 .000 .02388 .9900 .9999 1.974 1.000 6.5001 .000 1.9500 .740 98.0008000 .9 152.003142 1.000 1.000 1.5000 .000 .000020 .

07791 .04022 1.9989 .02576 .04589 .989 3.001 1.03079 1.002500 .09676 .0002492 .630 21.08555 .987 4.09817 .0011 1.05029 .01571 .9992 .005200 .04772 .03642 .05154 .9994 .0009 3.161 4.02450 .04712 .04398 .01822 20.04084 .03329 .0008 1.02010 .03205 .08796 .9992 .00004925 .9997 .02702 .9990 .09425 .02639 .554 2.02638 .0010 1.873 2.04840 .9988 .9998 .06283 .03519 .08933 .9993 .764 6.0004 1.02952 .004 1.03644 .05781 .759 .06287 .05784 .07288 .0002 5.001 1.09565 .04706 .02513 .03015 .02763 7.01634 .809 4.0001 1.005 .0006 1.221 .03330 .0002570 .07294 .03770 .02325 .001 1.702 4.9999 .007500 .9999 .002 1.01697 .04652 .255 3.004 1.001 1.0003918 .01508 1.07169 .9997 .002200 .9998 .0002337 .9993 .01571 .00009071 .0003 1.02010 .000 18.07540 .9994 .04336 1.01759 .9992 .03645 .01257 .03268 .07037 .01319 .001 1.03766 .480 10.349 2.02199 .006 D-16 68 .02951 .01634 .02827 .04147 .05404 .9989 .9998 .015 5.0002112 .01696 .9999 .0009 1.001 .176 5.890 13.9999 .9996 .9993 .9996 .07917 .03016 .0003254 .003 1.03517 .02136 .03265 .04524 .03581 .02011 .449 3.226 2.05280 .04903 .00003040 .002 1.02888 .04267 .9998 .01571 .03267 .303 4.962 2.9997 .0002 1.0008 3.03331 .9996 .374 3.9995 .460 .9999 .002 1.01696 .0001698 .00003324 .02702 .02011 .04022 .007800 .004500 .9999 .01382 .0001508 .04333 .01571 .006600 .9993 .518 .05658 .004 1.01822 1.210 11.09060 .005 1.02765 .04901 .0003165 .04142 .01822 .005500 .594 .08303 .439 7.01445 .04777 .0003 1.0002735 .04273 .04274 1.9999 .04162 .0002186 .004200 .005000 .06539 .9997 .03267 .0001056 .00006841 .429 5.0001 1.02513 .0011 1.0001005 .007900 .9996 .04274 .03076 6.01508 .153 3.0001900 .0001764 .03954 .197 3.002100 .0003 1.0003 1.660 8.9997 .02637 .08681 1.01445 .001 1.007400 .719 3.02828 .02325 .004600 .0003820 .02514 .05529 .913 3.9995 .06035 .0001161 .03393 .03644 .01885 .9995 .001 .9997 .001 1.003 1.648 9.0006 1.08042 .04021 .002 .07547 .003 1.08294 .207 4.04084 .006700 .9999 .0003077 .0012 3.04830 .002700 .350 25.9993 .286 .0002041 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .363 3.02450 .04270 .02891 .9988 .9998 .02576 .03645 1.9998 .423 3.9999 .03896 .01948 .006900 .001 1.01508 .0007 1.483 2.032 .0002990 .0001 1.04966 1.03142 .04964 .001 1.9997 .002 1.475 3.03457 .01948 .9999 .02262 .00005284 .004 .02639 .001 1.0004 4.001 .00007697 .03834 .9989 .07042 .04273 .815 7.004 .06916 .239 .03014 .614 3.332 5.04525 .002300 .991 3.005800 .04777 .09312 1.00003619 .9995 .004700 .03268 .00006435 .04330 2.09048 .06660 .006400 .02449 10.290 .007000 .006800 .06911 .04017 3.9997 .06158 .005700 .9994 .250 28.0003 1.9996 .02136 1.03139 .02639 .700 .0002653 .02576 .9996 .04646 .03956 .9996 .002 1.09681 .02136 13.09802 .00008599 .9999 .01822 .01948 .9998 .003 1.02825 .911 4.0002 5.0001 1.9995 .327 3.06409 .058 2.0001970 .003700 .03394 1.840 .03768 .0001 1.112 2.9991 .010 12.02765 .533 5.001 1.9999 .004 1.03897 .03142 .001 1.09438 .05655 .003 .0012 1.00009551 .05906 .950 14.475 3.03579 .738 3.02262 .04211 .03520 .9998 .03519 .254 .000 .0003722 .210 9.9999 .06413 .03582 .150 15.01759 .04897 .004 1.002 1.003100 .02639 .001 1.0006 1.0005 1.9996 .03266 .03394 .9999 .577 4.01885 .002800 .0003 4.9998 .03641 .03517 .04207 .073 4.0001216 .03016 1.0010 1.0003 1.03202 .304 3.9997 .00005652 .003200 .9998 .9997 .04838 .167 2.02388 .0011 3.429 5.02513 .04768 .02953 .007600 .04775 .04834 .04395 .9997 .04652 1.01885 .01319 .03141 .9992 .9998 .04147 .04161 .0004 1.04893 .04525 .9997 .02199 .01257 .03391 5.00006039 .004000 .9995 .09299 .0009 1.09943 1.0002414 .02889 .00007262 .07672 .03392 .005900 .0001447 .04644 2.116 4.02073 .000 1.0008 1.9999 .003900 .02073 .9996 .03833 .9994 .03771 .04518 .07414 .002 .01382 .9994 .9992 .01633 .03454 .706 3.08168 .001 1.414 2.007700 .04148 .02827 .04650 .01759 .090 6.03455 .238 3.9999 .642 5.06161 1.03204 .03892 .08671 .870 .398 .004100 .0002904 .07420 1.006200 .528 .01633 .04148 .0003532 .04775 .02890 .04398 .9999 .002 1.626 4.02574 .01759 .02765 1.01445 .0009 1.006300 .04399 .01947 .9989 .04204 .0011 1.03706 .0010 1.0012 1.0001108 .209 .04584 .002 1.04335 .156 6.03143 .354 4.584 3.838 .9994 .0001 6.07665 .9999 .04581 .002400 .02765 .9995 .002900 .0001 1.08419 .03393 .820 .556 3.04021 .03328 .0001329 .501 3.000 1.03829 .02387 .03896 .9994 .0007 1.0005 4.00004248 .09173 .000 1.0002261 .04956 2.02073 .03894 .000 1.350 3.490 17.01508 31.05152 .04392 .02073 .003 1.9992 .03016 .9996 .9988 .06786 .644 3.02890 .09927 .02953 .04082 .03142 .02764 .03770 .000 1.02513 .02262 .05278 .007200 .061 4.9999 .0007 3.003500 .03708 1.9998 .04901 .006100 .003800 .004 1.0001832 .01696 .004900 .02451 1.9998 .9992 .0007 1.9989 .001 1.05027 .005300 .9993 .03959 .003000 .629 .002 .260 3.769 4.9995 .08050 1.0002 1.006000 .04650 .9994 .03016 .675 .02700 .308 6.03707 .0001570 .462 4.002 1.005400 .9995 .02324 .453 4.04158 .06535 .9996 .951 3.217 3.04587 .02199 .04709 .638 4.03078 .02199 .9998 .02890 .03203 .004800 .08428 .707 2.9991 .9999 .04155 .0003439 .003600 .002 1.911 5.055 .151 5.02261 .0003346 .002600 .00008140 .0001 1.851 3.876 3.9995 .00002772 .003 1.01382 .805 3.134 8.007100 .176 .01257 .9994 .9999 .9999 .04524 .003 .03079 .01885 .04210 .0001387 .04019 .09550 .04399 .9995 .05406 .03771 .03580 .0002 1.9998 .0002 1.0001272 .882 5.281 .04903 1.0002819 .9991 .02388 .05909 .03897 .08177 .06665 .06791 1.9992 .003 1.04085 .004300 .135 3.02701 .08545 .03958 .005 1.07798 .9997 .04714 .0005 1.9995 .09185 .01445 .02136 .004 1.00003928 .0001634 .01382 .9997 .01257 .08807 .9994 .771 3.03456 .06032 .003 4.9991 .9998 .0005 1.003 1.0008 1.0004 1.0002 1.9998 .02324 .07163 .005600 .407 4.03703 4.9997 .005100 .003400 .002000 .01319 .03519 .003300 .04960 .0005 1.007300 .788 2.0003627 .0002 1.830 23.9993 .0005 1.9993 .662 5.9996 .006500 .0006 3.005 1.05531 1.9993 .04144 .03831 .07925 .04521 .02387 .00002514 .08922 .02511 .0004 1.00004579 .01320 .9998 .9990 .004400 .

H. terutama tergantung dari bentuk armour units SR = Specific gravity (ratio of specific weight dari armour unit didalam air laut) α = Sud ut kemiringan breakwater diukur dari bidang horizontal (slope dari breakwater) Nilai K D diperoleh dari hasil hydraulic model experiment untuk berjenis-jenis armour unit.R.α   Dimana : W = Berat crestblok (dalam pounds atau libes) Wr = Berat jenis batu (spesific weight of amour units.7 – 4. => untuk block beton dengan bentuk yang tak teratur K D = 5 – 20. H 3 W =  . sebaiknya dilakukan dengan hydraulic test model. pounds 3 K D ( S R − 1) . => untuk anguler quarry stone yang kasar K D = 2. terutama tergantung dari cara menempatkannya. sedang untuk menghitungkan stabilitas konstruksi. Dahulu mattras dibuat dari anyaman bambu (getekan) dilapis serabut dan diatasnya diberi batu-batuan. arah gelombang dan lainnya yang ternyata untuk kondisi-kondisi tertentu sangat mempengaruhi berat minimum dari armour unit. Sekarang sudah digunakan 69 . Karena itu dianjurkan untuk menggunakan rumus ini hanya untuk preliminary design. Dibawah konstruksi ditebar mattras. Catatan : Formula Hudson sangat menolong untuk mendesign breakwater.Cotg .Perencanaan Pelabuhan I Ir.0 tergantung dari kondisi gelombang dan posisi konstuksinya. Tetapi didalam rumus ini tidak diperhitungkan akibat periode. dalam lb/cf) H = Design waves height ditempat konstruksi (dalam feeth) KD = Damage coefficient (empirical coefficient). Soenarno AS Rumus Hudson   Wr .

Untuk mempertahankan keutuhan puncak breakwater. sedang hasil dari model test dilaboratorium didapat besarnya koefisien refraksi (K R ) sebesar 0.87 dan koefisien damage (K D ) sebesar 3. lapisan atas bagian kolam pelabuhan dilapisi dengan lapisan impermeable. selama 3 bulan kemungkinan terjadi overtopping untuk itu diperlukan pengamanan terhadap kemungkinan terjadinya kerusakan kontruksi. Pada daerah perairan tersebut. Pada proyek Tanjung Priok digunakan bambu mattras dan pancangan bambu. maka dipuncak breakwater dibangun crestblok. Untuk mempertahankan susunan batu-batu pada bagian laut yang terhantam gelombang. cara ini disebut soil improvement.R. Soenarno AS geotextile. sebesar US $ 0. Kecuali itu dari hasil soil Investigation nya diketahui mempunyai kekuatan tanah dasar perairan datanya sebagai berikut : σ = 0. Dalam satu tahunnya.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Dalam menggunakan tetrapode maka harus membayar royalti ke Perancis. sedang yang sekarang digunakan terra firma. hexapode. Pemecah gelombang tersebut untuk melindungi kolam pelabuhan.2 kg/cm2.H. akmond. Untuk menghindarkan kanker. Contoh penyelesaian soal breakwater Rubblemound Gambarkanlah design kontruksi rencana pemecah gelombang (breakwater) yang mempunyai type rubblemound dengan slope 1 : 2. dimana bahan materialnya terdiri dari Quarry Stone Amour Units.50 setiap m3 (meter cubik) tetrapode yang digunakan. hexapode. dalam hal ini bisanya digunakan asphalt. maka dilengkapi dengan pemecah gelombang. sedang untuk dollos. tidak perlu membayar royalti. Karena sukar mendapatkan bambu atau kayu sebanyak yang diperlukan. atau dollos. seperti tetrapode.5 knots. kecepatan angin meniup rata-rata sebesar 24. untuk menghindarkan kerusakan akibat terjadinya overtopping. pada 70 . kubus. banyak macamnya tergantung pada kepentingannya. kubus. di Cirebon poly felt sedang dipelabuhan Bengkulu dipakai robusta.25. maka sebagai gantinya dilaksanakan perbaikan tanah dasar dengan cara dikeruk dan diganti pasir. dibadan breakwater dibangun filter yang keluar dibawah LWS. samudra yang memeliki kedalaman 39 feet dengan beda pasang surut sebesar 6 feet.

serta elevasi puncaknya (crest elevation).25 .0 detik..12 x 49 = 251 ft d = 45 ft. Periode rata-rata T av = 7. maka dasar kontruksi digunakan dengan pelaksanaan soil improvement. Soenarno AS puncak kontruksi ditutup blok beton dari beton bertulang. berarti Cotg α = 2 Waterdepth 39 ft dibawah LWS.179 didapat = 0. Berhubung terdapat kesulitan adanya bambu dan kayu yang cukup banyak. juga elevasi batas lapisan penutup (bottom elevation) baik dibagian laut maupun dibagian kolam pelabuhan.R.58 64 Ww Deepwater wave length: Lo = 5. jadi d = ( 39 + 6 )ft = 45ft Wind velocity = 24. beda pasang surut 6 ft. lengkap dengan seluruh komponen-komponen (bagian-bagian) nya dengan skala 1 : 200. 71 . Berat jenis air laut : Ww = 1. berarti tanah lembek.5 knots didapat H s = 13 ft.87 . Specific gravity : S R = Wr 165 = = 2.64 t/m3 = 165 lb/cf Berat jenis Batu Dari tabel D-7 CERC. berat batuan lapisan penutup (primairy coverlayer).H. Penyelesaian Soal : Dari rencana design breakwater type rubblemound diketahui slope (kemiringan) 1:2 .9144 Lo H o' H structure . Ho = Hs . K R = 0.2 kg/cm2. Tentukan pula berat crestblok nya. berat batuan lapis kedua (secondairy coverlayer). σ tanah dasar = 0.12 T2 = 5.179 Lo 251 Dari tabel D-1 CERC Untuk H d = 0.5 knots . Gambarkan design kontruksi (gambar bestek) dari breakwater tersebut diatas. Untuk wind velocity : U = 24. Untuk itu digunakan perbaikan tanah (soil improvement).Perencanaan Pelabuhan I Ir.03 t/m3 = 64 lb/cf : Wr = 2. Jadi : 45 d = = 0. K D = 3.

0.K R = 13.87 = 10.(0.31 ft = 9. ft 0. ft   H H = H o  '  Ho 1) Berat Crestblok W = Wr ( H ) 3 165(10. T2 didapat R = 0.31. T av = 7 detik H o' H = 10342 ft .87) = 11.9144 H o' = H o .α 3.31 ft Controle : H o' 11. cot g .H. ft 2) Thickness of coverloyer (tabel lapisan penutup) 1 (W ) 3 r = n. H o' = H H   '  H o  = 10.23 49 T2 Dari diagram fiqure 3-12 CERC Untuk H o' = 0.80 x H o' = 0. dan dengan Rubblemound slope 1 : 2 .3.R.048 ft 1) Width of Crest (lebar puncak breakwater = lebar minimum) W B = n.K A Wr n=2 KA = 1 72 .9006. 1    165  n = 3 1 3 KA =1 = 3. K R = 10.58 − 1) 3 .342.80 H o' Jadi R = 0. Soenarno AS  .25(2.52 = 10.23 .2 2) Crest Elevation ( Elevasi puncak) H = 0.Perencanaan Pelabuhan I Ir.9144 .9144).lbs K D ( S R − 1) 3 .342 (0.K A   Wr    1 3  7200  = 3.80 x 11.x.342) 3 = = 7118.5.lbs ≈ 7200.31 = = 0.342 = 11.

Primair bagian laut) r1 = 1. 5) Kelengkapan komponen breakwater Dibagian sisi laut dipasang tetrapode untuk pemecah gelombang diletakkan diatas LWS sampai dipuncak breakwater. sedangkan dipelabuhan Bengkulu (pulau Baai) digunakan robusta dan untuk mengeruk terusan Jawa dipelabuhan Tanjung Priok digunakan terra firma. terra firma.5 x 10. Juga dari dalam badan breakwater dibangun filter untuk mengeluarkan air dari dalam kesisi laut berujung diatas LWS (sedikit diatas LWS). biasanya digunakan lapisan asphalt.26 kg ≈ 3270 kg Jadi campuran dari 3270 kg sampai 1635 kg.H. atau robusta seperti diketahui dipelabuhan Cirebon digunakan polyfelts. 3) Botton Elevation of primairy Coverlayer for seasite (Elevasi dasar lap. bagian atas breakwater tersebut tidak rusak 6) Demensi (ukuran-ukuran) batu yang dipakai Untuk primary coverlayer : W – W/2 (campuran W/2 –→ W) W = 7200 lbs = 3265.1.5 H = 1. Soenarno AS = 2. Geotextile tersebut dapat berupa .52 = 7. Dipuncak breakwater sisi kolam dilapis lapisan impermeable (rapat air).R.342 ft = 15. hate. agar bila terjadi overtopping.513 ft Sedang elevasi dasar bagian kolam pelabuhan adalah sedalam H = 10. 4) Pelaksanaan Soil Improvement Tanah dasar perairan dibawah bangunan kontruksi digali sampai ± 1 meter dan tanah galian tersebut diganti dengan pasir. polyfelts.3.342 ft. Untuk secondary coverlayer = W/10 –→ W/5. Diatas pasir tersebut digelar matras.04 ft Tebal lapisan II (secundairy Coverlayer) < r dan max = r. (dulu bambu matras sekarang digunakan geotextile).Perencanaan Pelabuhan I Ir. 73 .

Soenarno AS Jadi campuran dari 327 kg sampai 654 kg Untuk badan breakwater = W/6000 –→ W/200 Jadi campuran dari 0. Merencanakan kebutuhan air dipelabuhan Untuk supply kapal dan kegiatan dipelabuhan.R.35 e = 50 meter q = 280 Ton/jam E = 10 x 330 jam = 3300 jam kerja/th 74 . Walaupun dengan cara meledakan batu-batu dibukit Kandis dan Sunur ternyata hanya didapat sedikit. Maka dalam hal tersebut diambil batu-batu dari pulau Karimun (Sumut) dalam hal tidak didapat maka dapat diganti dengan kubus beton.Perencanaan Pelabuhan I Ir.H.35 kg Catatan : Pembangunan breakwater dipelabuhan Bengkulu waktu itu memerlukan batu-batu untuk primairy coverlayer antara 7 s/d 10 Ton. Contoh perhitungannya. karena berkaitan kemampuan persediaan air masing-masing pelabuhan yang bersangkutan. Kebutuhan air setahun : [ Q = Cx L xqxE ] e (ton / th) Dimana : C = Koefisien pengisian (nilai koefisien bagi supply air untuk masingmasing pelabuhan yang tidak sama. L = Panjang tambatan optimal dengan penggunaan yang efisien e = Jarak antar hydrant q = Kapasitas hydrant dalam ton/jam E = Jumlah jam kerja setahun (jumlah jam kerja sehari 10 jam x 330 = 3300) Misalnya data-data yang diketahui sebagai berikut : C = 0.545 kg sampai 16.

x.kapal ).x. serta kepentingan pemadam kebakaran. seperti pelabuhan Panjang Bandar Lampung. sehingga keseluruhnya menjadi 3200 ton/hari.252.78.120 M ∑ panjang kapal seleruhnya = 214.127. karena pelabuhan tergolong kegiatan industri.meter 0.H.560 M ∑ panjang kapal domestic : 1357 x 80 M = 108. Catatan : Perlu diketahui bahwa air untuk kapal pada umumnya dibeli pelabuhan dari P.x.x.x.654.560 M Jumlah 214.bertambat berth.011. 812 x 130 M = 105.x. penggunaanya harus dihemat. Soenarno AS Ocean going vessels yang berkunjung : 812 bh/th Domestic vessels (antar pulau) sebanyak : 1357 bh/th Rata-rata lamanya tambat kapal : 4 jam Berth Occupancy : 0.A.360. Kecuali beberapa pelabuhan di Indonesia yang mempunyai sumber air minum sendiri dan mempunyai menara air untuk menyimpan persediaan.360.087 ≈ 2500.D.24 214.089 x. 127.120 Meter L= L= (∑ panjang.ton / th 50 Kebutuhan air dipelabuhan sehari adalah 822.089.occupancy. Dengan demikian air untuk kantor-kantor didalam daerah pelabuhan. = 0.M (Perusahan Daerah Air Minum) dengan harga yang mahal (± hampir 100 x tarip air untuk penduduk).120. serta pelabuhan Kendari (Sulawesi Tenggara). karena harganya sama dengan air untuk kapal.280.x3300 = 822. 75 .Perencanaan Pelabuhan I Ir.24 Jadi kebutuhan air setahun adalah : Q.652 = 2.lamanya.ton / hari 365 Untuk keperluan kantor-kantor dipelabuhan.R.35. perlu ditambah ± 25 %.011.4 = .78 (78%) Jadi jumlah panjang kapal : ∑ panjang kapal ocean going .x.

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

FIGURE 4-1. CLAPOTIS ON VERTICAL WALL

76

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

FIGURE 4-2 DETERMINATION OF VALUE OF h o IN
SAINFLOW’S FORMULA.

77

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

FIGURE 4-3 DETERMINATION OF VALUE OF P 1
IN SAINFLOU’S FORMULA

78

H.R.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Soenarno AS 79 .

tinggi gelombang rata-rata sebesar 6.R. Tegangan dasar tanah perairan σ = 0. berat Armour units yang direncanakan. Dari survey Bathy metric khususnya mengenai tinggi gelombang pada perairan dimana akan dibangun breakwater dengan automatic wave recorder dihasilkan dari lebih 300 data (continues record data) data primer diperoleh data sekunder.H. Hitunglah seluruh demensi konstruksi breakwater dimaksud. batu-batuan (quarry stone) lapisan dan badan rubblemound disertai kelengkapan dan demensi lain-lainnya. cukup diambil H max yang minimum. Harap pula dikaji stabilitas bangunan caisson tersebut terhadap kemungkinan penggelinciran (sliding). Kedalaman air disitu adalah 45 feet dibawah SWL (still water level). Gambarlah design konstruksi Breakwater type Caisson dari beton bertulang (reinforeed concrete) dengan rubble foundation dengan skala 1 : 150. Soenarno AS Contoh soal Design kontruksi Breakwater Caisson. - Agar biaya investasi tersebut effisien untuk tinggi gelombang maksimum. Dari data pengamatan diketahui H av = H= 6. antara lain : Ukuran besar dan berat caisson. Gambar bestek dengan daar skala 1 : 150 seperti tertera diatas. kemungkinan konstruksi akan runtuh.6 x 6.25 feet.Perencanaan Pelabuhan I Ir.25 ft Jadi H 1/3 = H significant = 1. maka untuk mendesign dipilih H max .25 ft = 10 ft 80 .5 kg/cm2. Data-data lain yang diberikan untuk rencana design tersebut : - elevasi puncak rip-rap : 30 ft dibawah SWL - elevasi dasar bangunan caisson : 35 ft dibawah SWL - Berat jenis beton diudara : 150 lb/cf - Slope dari rubble foundation adalah 1 : 2 - Armour units sebagai pembungkus fondasi dipilih tetrapode - Tidak boleh terjadi overtopping karena bila diperlukan dapat dipakai bertambat kapal. Penyelesaian Soal design breakwater caisson Bangunan caisson merupakan vertical wall breakwater (dinding tegak). sebab dengan sekali hantaman oleh gelombang besar.

21 = 0. berarti tanah lembek.H.3)2 = 203.2434 0.12 T2 = 5.2434 Jadi Design wave height (tinggi gelombang) pada structure : H = 16 ft Wave length (panjang gelombang) pada structure : L = 185 ft Wave period (perioda gelombang) : T = 6.2214 Dari Tabel CERC D-1 untuk d/L o = 0.4 lb/cf Keenam hal tersebut diatas harus diketahui atau didapat lebih dahulu agar dapat menyelesaikan perhitungan design lebih lanjut. Karenanya dapat kita ketahui bahwa : Waterdepth (d) = 45 ft > 2 x H (tinggi gelombang) 45 ft > 32 ft Maka perhitungannya didasarkan methode saint flou untuk tekanan gelombang pada non breaking waves clapotis yang terbentuk pada dasar dari dinding caisson 81 . Soenarno AS H max = (1.3 detik Jadi L o = 5.88 ft ≈ 185 ft Jadi L pada Structure = 0. Dicari wave length (L) pada structure.3 detik Waterdepth sampai puncak rip-rap : d 1 = 30 ft Waterdepth (bottom elevation) : d = 45 ft Unit weigth/density of fresh water (ω) : ω = 62.0) H 1/3 Diambil H max yang minimum → H max = 1. Waterdepth (kedalaman sampai tanah dasar) d = 45 ft.R.12T 2 T 2 Dari tabel CERC D-7 untuk Hs = 10 ft → T av = 6. jadi rubble fondation. maka sebagai toeprotection harus digunakan konstruksi rubblemound sebagai fondasinya.6 – 2.5 kg/cm2.21 ft d/L o = 45/203. Lo = q q 2π = 5.6 x 10 ft = 16 ft σ tanah dasar = 0.2214 → d/L = 0.2434 (hasil interpolasi) d 45 = = 184.12 (6.Perencanaan Pelabuhan I Ir.

Tinggi h o pada mean level dan clapotis.R. Upper dan Lower limits yang dicapai clapotis adalah : 82 .162 Begitu pula P 1 dapat dihitung dengan Diagram Figure 4-3 CERC seperti cara tersebut diatas dengan nilai : d/L = 30/185 = 0. sehingga besaran h o dan P 1 (tekanan clapotis) diperhitungkan atas dasar kedalaman d 1 = 30 ft. Dimana formulasinya : h0 = πH 2 Cotgh L 2πd L dan ωH P1 = cosh 2πd L Antara puncak rip-rap pada elevasi – 30ft dibawah SWL dan dasar dinding caisson pada elevasi . (orbit center) diatas SWL (still waterlevel) dapat dihitung dengan Diagram Figure 4 – 2 CERC dengan menggunakan nilai : d/L = 30/185 = 0.162 Dan didapat Lh o = 1150 H = 16ft → ho = 1150 = 6. Soenarno AS dipengaruhi oleh kedalaman d 1 = 30 ft. 185 Dari Diagram Figure 4-3 untuk d/L = 0. (h o = jarak orbit centre dari clapotis/mean level terhadap SWL).162 dan didapat P 1 = 690 pound (nilai berdasar air laut) H = 16ft Karena Diagram Figure 4-3 berdasar air laut.2 ft. maka nilai P 1 ini harus dikoreksi kearah nilai berdasar air tawar (fresh water).975 x 690 = 672.sea.35ft dibawah SWL.975 w. fresh.water 64 Jadi P 1 = 0. Faktor koreksinya adalah w.H. dihitung pada puncak rip-rap dan dasar dari dinding caisson (-35ft dibawah SWL) pada formula R c dan M c .75 pounds (P 1 adalah tekanan clapotis diatas dan dibawah SWL pada kedalaman 30 feet).4 = = 0. Dari Diagram Figure 4 – 2 Untuk d/L = 0. Tekanan ini harus diperhitungkan pada penggunaan tekanan P 1 . rip-rap tidak dapat mengeliminir effect dari tekanan pada dinding caisson.Perencanaan Pelabuhan I Ir.water 62.162.

6  W t = berat kontruksi = 6516 χ 83 .2 – 16 = 9. dengan Waterdepth : d = 35 feet. bahwa Resultante gaya-gaya yang bekerja pada bangunan tersebut harus berada dalam inti ( kern ).R.4(35) Mc = − 6 6 Mc = − M c = 1. Soenarno AS h o + H = 6.2 ) (62. Jadi resultante dari tekanan gelombang (gaya gelombang) dan berat kontruksi harus berada ditengahtengah sepertiga dari dasar (dalam kern).75) 62.Perencanaan Pelabuhan I Ir.4(35) = − 2 2 Rc = 43483.75) 62.4 x35 + 672. Dimisalkan lebar caisson = x feet Berat jenis beton (concrete) diudara = 150 lb/cf (diketahui) Jadi berat jenis beton dalam air (150 – 62.111.6 ) = 6516 x Persyaratan stabilitas mutu bangunan dituntut. Jadi terdapat persamaan : 1   x  Wt = Mc + 3  1   x  P 1 . maka gaya keatas berada dalam triangular distribution.8 ft dibawah SWL Atas dasar perhitungan tersebut tinggi puncak breakwater caisson tidak boleh kurang dari 22.4 x35 + 672. Rc = Rc (d + h 0 + H )(wd + P1 ) 2 − wd 2 2 2 ( 35 + 22.111.905 feet.8 ≈ 1.2 + 16 = 22. Jadi diambil puncak caisson dengan + 23ft diatas SWL.4) = 87. pounds.2 ft diatas SWL h o – H = 6.6 lb/cf Persamaan berat caisson (W t ) 23 x ( 150 ) + 35 x ( 87.2 )(62.05 ≈ 43483 pounds (d + h0 + H )2 (wd + P1 ) wd 3 6 6 2 3 ( 35 + 22. Perhitungan lebar caisson.2 ft diatas SWL.x.H.904.

lihat diagram figure 4-12.80 feet Jadi lebar caisson = 33.80 feet.75 x 2 = 1.8 pounds Sekarang diteliti faktor keamanan terhadap penggelinciran (sliding).H. berat caisson = 6516 x = 220.6.H 3 W = 3 r 3 N s (S R − 1)     SR = Wr Ww __ 3 Dimana : N s = Design stability Number. W = Berat rata-rata dari tiap-tiap amor units (dalam satuan libes atau pounds) H = Design wave height (incident wave height yang menyebabkan structure tidak rusak (no damage to the structural) Wr = Unit Weight dari batu (saturated surface dry) satuannya lbs/cf.x.240.111. Dari Diagram Figure 4 – 12 CERC : 84 .x 2 672. jadi tidak licin. d = waterdepth pada elevasi dasar (bottom) d 1 = waterdepth pada elevasi puncak rip-rap.53 > 2 → jadi aman Perhitungan demensi batu rubblemound sebagai pondasi kaki (Toc foundation) dari breakwater caisson sebagai berikut: Digunakan formula :  W .5 n= Wt . Persyaratan stabilitas dituntut angka keamanan (safety factor) sama atau lebih besar dari pada 2 (n ≥ 2) rubble foundation disini dibungkus amor units.Perencanaan Pelabuhan I Ir. f 220.5 = = 2.789 ≈ 33. maka f = 0.53 Rc 43483 n = 2. untuk Rubble foundation dan Toe protection. Soenarno AS 6516.R. Apabila pondasi tidak terbungkus licin (dressed smooth).8.240.5 atau 0. koefisien gesernya (friction coefficient) secara umum dapat diterapkan = 0.905 + 6 6 x = 33.0.

4 d → β = 0.H.R.Perencanaan Pelabuhan I Ir.4 Rata-rata berat tiap tetrapode sebagai amour unit adalah W = 4945 ~ 5000 pounds Lebar sayap pondasi rubble : β = 0. 85 .32 23( − 1) 3 62.840 Jadi W = = = 4944.4 x 45 ft = 18 ft Selanjutnya lapisan luar dari rubble foundation adalah W/10 – W/5 (500 pounds sampai 1000 pounds) sadang batuan inti (didalam) adalah W/6000 – W/200 (0. Soenarno AS Untuk depth ratio d 1 /d = 30/45 = 0.25 pounds 165 103.834 pounds sampai 25 pounds).67 Didapat nilai __ N S 3 = 23 (rubble sebagai pondasi) 165(16) 3 510.

Perencanaan Pelabuhan I Ir.R.2. Soenarno AS gG Gambar V.H. Skala 1 : 150 86 . Design Konstruksi Breakwater Caisson dengan Rubble foundation.

kC = k = g .C k= 2π L L = C.H.V ) 2 = g . dapat berakibat pecahnya gelombang.R. Pada gelombang normal (biasa) dapat kita tuliskan persamaan: Deepwater wave ω= 2π T ω = k.Perencanaan Pelabuhan I Ir.k T T 2π Dengan kecepatan V terhadap wave propragation (ω + k .3. Dengan memasukan udara kedalam pipa yang dapat menghasilkan aliran air yang berputar. disamping itu dapat merubah “bedload” menjadi “washload” yang terbawa arus sehingga menghindarkan pengendapan (silting).T C= ω2 = L = T gT 2 2π = gT = g T 2π ω 2π 2π gT .k 87 . Buble Gun Braser dan Laury menghasilkan “buble gun” sebagai dasar berfungsinya pneumatic breakwater. Soenarno AS PNEUMATIC BREAKWATER Gambar V.

V ) ω ω 2 = k o .2π.V 2 − k1 .k1 .56T 2 2π L C o = o = 1.V − g =o L L L2 ω2L2 + 2ω.V + .R.V + k12 .g = 0 ω 2 + 2ω 2π (2π ) 2 2 2π . Soenarno AS 2πV 2 2π (ω + ) =g L L gT 2 Lo =  → Lo = 1.g ω 2 + 2ω .Perencanaan Pelabuhan I Ir.56T T g Co =  → Lo = f (ω .g (ω + k1V ) 2 = k1 .H.Lv + 4 π2v2 – 2π Lg = 0 x L2 Persamaan kuadrat dalam L ω2L2 + 2π (2ωv – g)L + 4 π2v2 = 0 L = 2π (-2ωv + g) ± √ (2ωv – g)24π2 – 4ω24π2v2 2 ω2 = 2π (-2ωv + g) ± √ 4π2 {(2ωv – g)2 – 4ω2v2 2 ω2 = 2π -2ωv + g ± √ (2ωv – g 2 – 4ω2v2 2 ω2 L = mempunyai nilai riel hanya untuk (2ωv – g)2 – 4ω2v2 ≥ 0 4ω2v2 – 4ωvg + g2 – 4ω2v2 ≥ 0 4ωvg ≤ g2 V≤ g g 1  = Co  → C o =  4ω 4 ω  88 .

H.6    Udara yang dimasukan adalah pada tekanan atmosfeer (air quantity at atmosferive Untuk single buble gun : 3  V   qair =     3.2    Untuk kedua formula (rumus) tersebut hanya berlaku bagi kedalaman (depth) > 2m 89 . Soenarno AS Co V (C–V) Co = C2 C −V C o ( C – V ) = C2 C2 – C o C + C o V = 0 C = Co ( ½ + V= 1 V − 4 Co Co 4 L = (C – V) T Lo = T = L Co C–v 2π C o 2 /C o = 2π C2 /C o g g v = f (debit udara yang dimasukan dan kedalaman air) = f (q air and depth) Untuk double buble gun : 3  V   qair =     2.R.Perencanaan Pelabuhan I Ir.

8 m/det ω 2π 2 x3.H.14 V = ¼ Co V > 3.Perencanaan Pelabuhan I Ir.8 m3/det per m1  2. T = 8 detik gT 10.R.2 )3 = 1.2 m/det Co = g = 3  3.2  Debit udara minimum (q air min) =   ( 3.6  = 180 m3/det per 100 m1 panjang (untuk double buble gun) Untuk deepwater → V ≤ ¼ C o Untuk shallow water ( ω + 2πV )2 = 2πg tanh 2πd L L L V≤ d 2πd g tanh 4ω L d = kedalaman air Gambar V.8 = = 12. Kecepatan Air Dalam Breakwater Syarat bagi breakwater yang aktif adalah V≥ 2πd g V ≥ tanh 4ω L g tanh 2πd 90 . Soenarno AS Contoh soal : Diketahui waterdepth 3 M LWS.4.

.ton / m' / tahun  Tb = B  91 .ton / M ' / tahun Panjang . H..dermaga = . AS BAB 6.R. Catatan : 1 gang = 15 orang pekerja - Rata-rata panjang kapal / berth (m) dan berth thronghput (Tb) Tb = BerthThroughput = C arg o.... Berth Thronghput : DxOxHxGxC   . PENDAHULUAN.. tergantung kinerja faktorfaktor masing-masing pelabuhan tersebut. per gang hour - Hari kerja pertahun yang diperhitungkan (± 300 hari) - Rata-rata jumlah hatch yang aktif.. Berth thronghput untuk masing-masing pelabuhan tidak sama.. lewat. diperlukan data-data kinerja pelabuhan yang bersangkutan antara lain.. Untuk pelabuhan besar dimana yang berkunjung kapal-kapal besar.. - Berapa jam kerja efectif sehari - Berth oceupancy factor (berth oceupancy ratio) - Rata-rata kapasitas bongkar muat. Untuk dapat forecast fasilitas pelabuhan untuk tahun-tahun mendatang . RAMALAN KEBUTUHAN FASILITAS PELABUHAN (FORECASTING FOR PORT FACILITIES) VI . yang aktif adalah antara 4 dan 5 .. maka gang yang bekerja berdasar hatch (palka).Dermaga Jadi performance suatu pelabuhan tergantung pada besarnya nilai Tb.. yang . Soenarno...I . sedang pelabuhan kecil dengan kapal-kapal < 5000 DWT antara 2 dan 3 gang.Perencanaan Pelabuhan I Ir.

H. Untuk Kpl > 5000 DWT < 5000 DWT G : jumlah gang 3a4 C : kapasitas kecepatan bongkar muat 15 – 20 B : panjang satu berth (tambatan) 130 m 2a3 10 – 15 90 m VI. AS dimana : D : jumlah hari kerja setahun O : berth aacupancy factor = 330 hari = 60% .78 x 20 x3 x15 = 1782. Diperlukan mengetahui jumlah cargo flow satu tahun untuk tahun yang direncanakan.Perencanaan Pelabuhan I Ir. sedang BOR = 60% dan H = 12 jam/hari. Soenarno. C = 10 ton/gang/hour dan B = 90 m.78% H : jumlah jam kerja efektif 2 hari = 12 – 20 jam/hari. 92 .R.ton / M ' / tahun 130 Apabila kita perhitungkan terhadap pelabuhan dengan kapal-kapal < 5000 DWT dimana G = 2 hatch . maka : Tb = 330 x 0. MERENCANAKAN PANJANG DERMAGA YANG DIPERLUKAN Misalnya kita ambil salah satu pelabuhan dengan data-data sebagai berikut : D= 330 hari O = BOR = 78% H= 20 jam G= 3 (untuk pelabuhan dengan kapal-kapal : > 5000 DWT) C= 15 ton/gang/hour (untuk pelabuhan dengan kapal-kapal >5000 DWT) B= 130 m (untuk pelabuhan dengan kapal-kapal > 5000 DWT) Tb = 330 x0.2.60 x 12 x 2 x 10 = 528 ≈ 530 ton/m1/tahun 90 Maka untuk mengetahui (forecasting) berapa panjang (meter) demaga yang diperlukan untuk 5 tahun yang akan datang.

H. Dipakai Growth Rayes Formule.. sedang Growth Rates Formule dipakai sebagai dasar menghitung pertambahan penduduk. Catatan : Secara ekstrim apabila penduduk setempat pindah secara besar-besaran (exodus) maka cargo flow akan berkurang karena kapal yang berkunjung kesitu berkurang.Tamba tan Pengguanaan dan kapasitas tambatan diperhitungkan dalam jam/meter : 93 ......R.. AS Disini kita butuhkan daftar statistik cargo flow pelabuhan tersebut tiap tahunnya.. karena perkembangan cargo flow disuatu tempat terkait dan sejalan dengan perkembangan penduduk setempat.. dan paling sedikit dapat diketahui 5 tahun terakhir..M ' Tb Catatan : Occupancy factor = Berth Occupancy Ratio (BOR) BOR = Penggunaan.... Grouth Rate Formule   Pn − 1 r = n Po   dimana : r = rate of growth Pn = contoh setelah n tahun Po = contoh tahun dasar n = jumlah tahun contoh jadi apabila dengan Growth Rate Formule setelah didapat cargo flow 5 tahun mendatang ( = Cf 5 ). maka panjang dermaga yang diperlukan 5 tahun mendatang adalah Cf 5 .Tambahan x100% = . Untuk menghitung trend nya serta cargo flow 5 tahun yang akan datang digunakan “Growth Rates Formule” dari Anto Dayan. Soenarno...% Kapasitas...Perencanaan Pelabuhan I Ir.

tidak lewat gudang. MERENCANAKAN LUAS TEMPAT PENUMPUKAN YANG DIPERLUKAN Apabila gudang diperlukan baik untuk angkutan pelayaran samudra. Khusus untuk tempat penumpukan ini untuk pelabuhan besar terdapat ratio : Gudang : Open storage = 40% : 60% Kecuali itu barang-barang berbahaya dan bahan-bahan pokok kebutuhan hidup sehari-hari. Dari perhitungan Shed Troughput dan occupancy factor perlu dianalisa sebagai berikut : O x P x 365 Ts = ──────── ton/m2/tahun D Ts = Shed Throughput O = Occupancy factor (prosentase pemakaian) P = Kemampuan daya dukung lantai dalam ton/m2 D = Rata-rata lamanya barang digudang (dipelabuhan-pelabuhan besar diartikan lamanya barang-barang yang diizinkan ditimbun di gudang). AS Kapasitas tambatan = Panjang tambatan x 24 x 365 jam/meter/tahun Penggunaan tambatan = Panjang tambatan x jam pengunaan sebenarnya VI . Dengan 94 .R.3. maupun untuk pelayaran Nusantara secara bersama-sama. Ton/hari Penggunaan sebenarnya = Penjumlahan ton dari party x jumlah hari lamanya barang digudang = ……. Ton/hari. maka perhitungannya disatukan juga. Ton/M2/tahun = Luas Gudang Penggunaan sebenarnya Occupancy factor = (prosentase pemakaian) x 100 % = ……. diangkut langsung keluar pelabuhan. H. Adapun rumus perhitungan ditetapkan sebagai berikut : Cargo lewat gudang Shed Throughput = ………. Soenarno..Perencanaan Pelabuhan I Ir. % Kapasitas penumpukan Kapasitas Penumpukan = Luas lantai x daya pikul lantai/m2 x jumlah hari/tahun = ……….

8 buah Untuk peakday work dan maintenance 10 % = 12. D = 4 minggu.000 x0.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Ts = 2.f : 40% mechanical (forklift) H r .buah 365 x0. dalam perhitungan Shed Throughput tersebut dihitung ± 70%. Sebagai Contoh misalnya sebagai berikut : Telah diketahui cargo flow untuk tahun yang direncanakan C f : 7.000 ton setahun Rata-rata jam kerja sehari H : 10 jam/hari Rata-rata kapasitas bongkar muat (cargo handling) C : 20 ton/gang hour Occupancy factor O : 60 % Handling ratio H r . Soenarno. karena pada umumnya muatan langsung itu ± 30%.Forklift = 7. H.58 buah ≈ 141 buah Cf x H r f Jumlah forklift = buah 365 x O x H x C 95 .50 x 0.m : 60 % manual (manusia) Jumlah forklift yang diperlukan untuk tahun yang bersangkutan : Jumlah.7.40 = 63.R. MENENTUKAN JUMLAH PERALATAN PELABUHAN DIPERLUKAN ( forecasting for port equipment). AS demikian bila C f = Cargoflow tahun yang diperhitungkan.9 buah /127. Maka.000.60 x10 x 20 Untuk offloading delivery dan stacking 100 % = 63.000. Bila O = 60% dan P = 2.78 buah / 140.5 ton/m2 .9.Cf M 2 Ts dimana: 40% nya gudang dan 60% nya openstorage VI .60 x 52 minggu = 20 t/m2/tahun 4 Jadi Luas tempat penumpukan yang direncanakan = 0. 4.

yang. Untuk Major Port Jumlah Forklift yang diperlukan =(0. PENGGUNAAN PERALATAN PELABUHAN (UTILIZATION OF PORT EQUIPMENT) Data indikator ini diperoleh dari data statistik pelabuhan menurut jenis masingmasing peralatan. Pada umumnya pelabuhan-pelabuhan besar dinyatakan sebagai pelabuhan wajib tunda.sebenarnya x100% = . ker ja. Soenarno. penggunaan..t 1 + S h .. 6.. adapun penilaian tinggi rendahnya daya dan hasil guna peralatan pelabuhan (bongkar/muat) ini dinyatakan dalam tinggi rendahnya persentase pemakaiannya.Perencanaan Pelabuhan I Ir..14) bh tiap M 1 dermaga Jumlah crane yang diperlukan (mobile Crane) = 0. MENENTUKAN / MERENCANAKAN BANYAKNYA KAPAL TUNDA (TUGBOAT) YANG DIPERLUKAN BAGI SUATU PELABUHAN. merenggang.R.t 2 ) E Dimana : Tg = jumlah kapal tunda yang diperlukan 96 . AS VI . Guna menentukan kebutuhan tugboat pada tiap-tiap pelabuhan wajib tunda dipakai rumus emperis sebagai berikut : N Tg = (2.. Sebagai data perhitungannya ditetapkan sebagai berikut : Jam. pindah tempat dan seterusnya. H. Kapasitasnya diperhitungkan secara terpisah. Untuk memperlancar lalu lintas kapal-kapal serta demi keamanan/keselamatan serta kelangsungan hidup bagi peralatan-peralatan pelabuhan maka diperlukan kapal tunda (tugboat) sebagai alat bantu utama guna merapat.% jam.tersedia Jam kerja yang tersedia dalam satu bulan ditetapkan 200 jam untuk tiap alat bongkar/muat (untuk semua jenis).Sc.. 5..005 bh tiap M 1 dermaga Luas Transit Shed = 45 M2 tiap M1 dermaga VI .04 – 0...

minimal 2 kapal (N = 2) Panjang 201 s/d 100 M .Perencanaan Pelabuhan I Ir.150 M N0. H. AS Sc = Jumlah pergerakan kapal setiap hari (Rapat – Lepas) S h = Jumlah kapal yang dimutasikan / digeser (shifting) setiap hari t 1 = Waktu rata-rata yang diperlukan untuk sekali menunda(dihitung mulai berangkat dari pangkalan sampai kembali) t 2 = Waktu rata-rata yang diperlukan untuk mutasi / penggeseran (shifting) E = Jumlah jam kerja efektif dimasing-masing pelabuhan N = Jumlah kapal tunda untuk menunda sebuah kapal Untuk nilai N tersebut didasarkan surat keputusan Mentri Perhubungan Republik Indonesia No. tanggal 11 April 1985 sebagai berikut : Panjang 71 s/d 100 M .minimal 2 kapal (N = 2) Panjang 151 s/d 100 M .302/Phb.R. 92/PR.85.minimal 1 kapal (N = 1) Panjang 101 s/d 100 M . KM. Unit Tugboat PANJANG KAPAL VOLUME 1 60 M . 3 151 M .100 M 2 101 M .minimal 3 kapal (N = 3) Untuk memperhitungkan hal ini diperlukan data-data statistik kedatangan kapal di masing-masing pelabuhan setiap pelabuhan terdapat data statistik kedatangan kapal setiap bulannya dan terperinci jumlah masing-masing menurut ukurannya. Soenarno.keatas Satuan PK per Unit 2376 M3 – 7355 M3 1 buah 800 1 buah 7356 M3 – 26151 M3 1 buah 1 buah 800 2000 2 buah 26151 M3 – keatas 1 buah 1 buah 1 buah 800 2000 3000 3 buah Bagaimana memperhitungkan volume atau displacement ( ∆ ) 97 . Contoh Soal : Merencanakan Kapal Tunda (Tugboat).

83 = = 7356 m3.025 x 0.92 x 13 x 4 x 1.2 x 1.92 x 18 x 7 x 1. LOA = Length Overall (panjang keseluruhan kapal). Displacement ( ∆ ) = 101 x 0. Cb = Block coeffisient = 0. d = Fulloaded draft (tinggi garis sarat air).53 x 2. Soenarno.92 x 18 x 7. Untuk panjang kapal 150 meter (LOA).83 = = 7355 m3.8 x 1.025 x Cb Dimana : LWL = Length of waterlength (panjang batas garis air) B = Lebar Midshipsection/luar.53 x 2. Untuk mengetahui berapa banyak kapal tunda yang diperlukan bagi suatu pelabuhan perlu dicari data-data sebagai berikut : Kunjungan kapal rata-rata per-bulan = 321 buah kapal. terdiri dari : Panjang kapal 60 – 100 m sebanyak = 38 buah kapal Panjang kapal 101-150 m sebanyak = 41 buah kapal Panjang kapal 151 – keatas sebanyak = 8 buah kapal. Displacement ( ∆ ) = 100 x 0.025 x 0.92 x 13 x 4 x 1.83 = = 26152 m3. H. Displacement ( ∆ ) = 150 x 0. Displacement ( ∆ ) = 60 x 0. Displacement ( ∆ ) = 151 x 0.53 x 2.Perencanaan Pelabuhan I Ir.53 x 2.53 γw = Berat jenis air laut = 1.025 g/cm3.025 x 0. Untuk panjang kapal 151 meter (LOA).025 x 0. 98 .92 x 10 x 2. Untuk panjang kapal 100 meter (LOA).83 = = 2376 m3. Untuk panjang kapal 60 meter (LOA). Untuk panjang kapal 101 meter (LOA).R.53 x 2.025 x 0. AS Displacement ( ∆ ) = LWL x B x d x 1.83 = = 26151 m3. Contoh penyelesaian soal tentang jumlah kapal tunda yang diperlukan.

Waktu yang diperlukan untuk menunda = t1 = 2 jam.Perencanaan Pelabuhan I Ir.Sc. Keperluan Tugboat untuk menunda = N = 1 buah.733unit 24 c) Untuk unit kapal dengan panjang 151 m keatas. Jumlah kapal yang dimutasikan = Sh = 1 buah. Keperluan Tugboat untuk menunda = N = 2 buah. AS Waktu untuk menunda kapal-kapal tersebut diatas dihitung sejak berangkat dari pangkalan sampai kembali ke pangkalan rata-rata 2 jam setiap kapal. 99 .58 x 2 + 1x 2) = 0. Soenarno.70 x 2 + 1x 2) = 0. Waktu yang diperlukan untuk mutasi = t2 = 2 jam Jumlah jam kerja efektif = E = 24 jam.Sc. Kunjungan kapal setiap hari = Sc = 41/24 = 1. Waktu yang diperlukan untuk mutasi = t2 = 2 jam Jumlah jam kerja efektif = E = 24 jam. E Tg = 1 ( 2 x1.58 buah.3466unit 24 b) Untuk unit kapal dengan panjang 101 – 150 m. H. Sedang yang dimutasikan setiap harinya untuk kapal-kapal berukuran : 60 – 100 m sebanyak 1 kapal. Penyelesaiannya : a) Untuk unit kapal dengan panjang 60 – 100 m.t1 + Sh. Waktu yang diperlukan untuk menunda = t1 = 2 jam. Tg = N (1.t 2). diperlukan waktu 2 jam/setiap kapal 151 – keatas sebanyak 1 kapal. E Tg = 2 (2 x1.R. diperlukan waktu 2 jam/setiap kapal 101-150 m sebanyak 1 kapal. Jumlah kapal yang dimutasikan = Sh = 1 buah. diperlukan waktu 1 jam/setiap kapal. Kunjungan kapal setiap hari = Sc = 38/24 = 1.t 2). Tg = N (1.70 buah.t1 + Sh.

1 (satu) buah kapal tunda (Tugboat) berdaya 1200 PK dan 1 (satu) buah kapal tunda (Tugboat) berdaya 800 PK.R. H. Waktu yang diperlukan untuk mutasi = t2 = 1 jam Jumlah jam kerja efektif = E = 24 jam.290 x 800 PK = 1466 PK = 232 PK 0. Waktu yang diperlukan untuk menunda = t1 = 2 jam.Sc.t 2).290 x 2000 PK = 580 PK 0. AS Kunjungan kapal setiap hari = Sc = 8/24 = 0.33 buah. Soenarno.33 x 2 + 1x1) = 0.t1 + Sh.290 x 3000 PK = 870 PK Jumlah = 4011 PK.733 x 800 PK = 586 PK 0.733 x 2000 PK Untuk unit c) : 0. Maka kapal tunda (Togboat) yang diperlukan untuk keperluan operasi pelabuhan dimaksud adalah : 1 (satu) buah kapal tunda (Tugboat) berdaya 2000 PK.Perencanaan Pelabuhan I Ir. E Tg = 3 (2 x 0. 100 . Tg = N (1. Jumlah kapal yang dimutasikan = Sh = 1 buah.29unit 24 Rekapitulasi : Untuk unit a) : 0. Keperluan Tugboat untuk menunda = N = 3 buah.3466 x 800 PK = 277 PK Untuk unit b) : 0.

Maka jarak labuh kapal adalah (3d + L) yang berarti d = ± 71 m. AS VI . 8. H. Juga tidak boleh Lumpur lembek. karena jangkar sulit ditarik. Soenarno.f = 2. 7. Gambar VI. Kita ambil sebagai dasar ialah isi kapal sebagaimana tertulis dalam surat ukurannya. karena jangkar dapat berpindahpindah tempat. JARAK LABUH KAPAL Pada umumnya kapal membawa /memiliki jangkar sepanjang ± 225 meter. UKURAN-UKURAN KAPAL Ukuran-ukuran kapal ini sangat penting bagi teknisi pelabuhan karena dalam menghitung uang pelabuhan dan uang terusan (Haven en kanaalgelden dalam bahasa Belanda atau juga disebut : harbour dues dalam bahasa Inggris). 1. yang dinyatakan dengan meter kubik (M3) atau “ register ton “ .R. Persyaratan untuk Lego Jangkar (Labuh kapal) 1) Kedalaman (waterdepth) maximum 70 meter LWS 2) Perairan tenang (tidak ada gelombang) 3) Dasar perairannya tidak boleh karang atau tanah liat.Perencanaan Pelabuhan I Ir.836 M3) 101 . Jadi tanah dasar harus pasir padat. VI . Jarak Labuh Kapal. (1 Register Ton = 100 C.

W.R. 4) D. Juga disebut isi Netto. Pengurangan ini kira-kira sebesar 35%. AS Isi kapal ditetapkan oleh pengukur kapal yang disumpah waktu hampir atau selasai dibangun.T. maka dengan perpindahan air (atau air laut) kita maksudkan perpindahan air sampai garis muat (geladen lastlyn). misalnya kapal tunda (tugbout) yang sama sekali tidak punya N. tanki air dan lain sebagainya.T dengan ruangan-ruangan tertentu misalnya tempat berdiam. 5) Daya muat adalah maksimum dead weight ini menyatakan beratnya barang yang harus dimasukan kedalam kapal ini tenggelam sampai garis muatan.T Dead weight Ton (bukan isi melainkan bobot dan juga disebut bobot mati) Ukuran berat ini adalah beratnya air laut yang dipindahkan oleh kapal. 2) N. (Netto Register Ton atau Netto Tonage). juga disebut Isi Bruto Ukuran ini meliputi seluruh ruangan tiada terkecualinya yang berada dibawah palka (dek) juga diatas ditambah dengan semua ruangan tertutup dan beratap diatas palka tersebut. Daya muat 102 . Ukuran Dead Weight Ton ini penting bagi daya muat sesuatu dok terapung (floating dock).R.Perencanaan Pelabuhan I Ir. H. Ukuran-ukuran tersebut meliputi : 1) B.R.T atau G.R.T. kamar mesin ruangan batubara (ruangan bahan bakar). Akan tetapi dapat berbeda sekali bagi kapal kerja. Jadi Pada umumnya NRT = 65% BRT. (Bruto Register Ton atau Gross Tonage). jadi dapat dikatakan deplacement kali berat jenis air laut yang dinyatakan dengan Ton (Inggris) dari 1016 kg atau Ton (metrik) dari 1000 kg. Ukuran ini terdapat dengan mengurangi ukuran B.T. 3) Deplacement adalah isi ruangan didalam air yang diduduki oleh kapal atau isi air laut yang yang dipindahkan oleh kapal.R.R. Soenarno. Jika tidak ada atau tanpa keterangan lain.

T (Light Weight Ton) Berat semua bagian kapal yang terdiri dari logam (besi.5. L.1. 6) Kapal kosong ialah kapal dengan inventaris tetap dan ketel terisi sampai “Op peil”.3 NRT BAB 7 FENDER VII. allumunium dll) jadi bagian yang dari kayu juga palstik tidak termasuk disini. tembaga.R.4 Ratio BRT berkisar untuk Freighters = 1.3 to 1. Fender berfungsi sebagai bumper saat kapal menambat di dermaga. Byker general ratio untuk kapal : DWT Normal Ships : ≈ 1. Very Large Crude Carriers : BRT DWT ≈2 BRT For all ships : Total Displacement ≈ 1.C. kemungkinan terjadi tumburan kapal dengan dermaga. bekal. baja. Ir. Menurut Prof.W. bahan bakar. karena kapal tidak memiliki rem seperti halnya mobil. Dr. H. Soenarno.C = 1. AS (draagvermogen) meliputi berat bersama dari pada muatan penumpang.Perencanaan Pelabuhan I Ir.7 dan V. 7) L. Dalam tumburan tersebut kemungkinan kapalnya yang 103 .T ini diperlukan pada saat kapal dinyatakan sebagai besi tua dan dijual.W. PENDAHULUAN.L. Kuningan. air dan inventaris lepas.

Bahkan ITB Bandung pun pernah memproduksi Rubber fender dimaksud. dan lain-lain. Rubber fender banyak dibuat oleh pabrik-pabrik Seibu. Bridgestone. Supe Mtype. antara lain : V type. Untuk dermaga kayu dibangun fender dari kayu yang dipasang didepan dermaga. 104 . Cell type. Pada umumnya dermaga dari beton. karenanya fender yang dipakai adalah rubber fender. Gambar 7. maka dipasanglah fender. Disamping itu ada fender yang dibuat dari ban-ban bekas yang diisi dengan rotan. Shibata dan lain-lain. Untuk melindungi kemungkinan rusaknya dermaga atau kapal. Cilinder type.R. Fender ( )  ( )  2  l 2 WV r E = x  2. paling-paling yang rusak fender nya.Perencanaan Pelabuhan I Ir. g 1 + l  t 2 ℓ = Jarak pusat berat (Centre gravity = CG) ketitik tambat (berthing point) sejajar dermaga.1. H. Jadi apabila terjadi tumburan keras. Rotan yang dibungkus deretan ban bekas banyak terlihat dipelabuhan Khao Shung (Taiwan Selatan) dulu di Indonesia juga banyak digunakan itu. AS rusak atau dermaganya yang rusak. r = Radius putar (turning radius) dari kapal dari ceatre gravity. Soenarno. Rubber fender banyak macam typenya.

AS Mv 2 Wv 2 atau .1.ton − m 2g 2g W = Weight (berat) M = Massa Kinetic Energy (E) = Effective Berthing Energy (E1) = Mv2 x k Ton –m Untuk quarter point approach : k = ½ Gambar 7. Simbol pernyataan demensi fender adalah sebagai berikut.(ton) L = Panjang kapal (m) D = full loaded draft (.L. Soenarno.Perencanaan Pelabuhan I Ir. untuk ukuran : 105 . H.R.ρ w .( D 2 ).m) ρ w = berat volume air laut (specific weight of seawater) W = W1 + W11 atau M = M1 + M11 (ton) W (=M) = Virtual Weight adalah berat yang dipakai dasar memperhitungkan demensi fender. Earthing point of ship W1 (=M1) 11 = Displancement Tonnage = 130 % dari DWT (ton) 11 W (=M ) = Additional Weight = π 4 .

2.50 m dan panjang fender = 3. R dan L. Soenarno. sedang jaraknya tetap as ke as. VII. 0. Bila beda pasang surut 3 à 4.1 x panjang kapal terkecil dibanding 0. Dari data-data pelabuhan dimaksud dapat 106 .Perencanaan Pelabuhan I Ir. hasil ukuran yang terkecil ………… dst.08 x panjang kapal terbesar.50 m) maka dipasang mendatar (horizontal). H. Jarak perletakan masing-masing fender ditentukan sebagai berikut. maka sebaiknya dipasang vertikal (apabila panjang fender 3 – 4.000 L E1 Panjang fender (L) = (meter) 2 25 H Reactive force (R) = 75 HL (ton) Hasil-hasil perhitungan tersebut diatas dapat dicocokkan dengan Nomogram H/M. AS Tinggi fender = 0. hal ini mungkin menjadikan biaya mahal. V. CONTOH SOAL RENCANA PENGGUNAAN FENDER Direncanakan memasang Rubber fender Super M Type pada dermaga sepanjang 1000 M pada salah satu pelabuhan. Apabila perlu dapat juga dipakai miring (antara horisontal dan vertikal). Bila beda pasang surut kecil (misalnya < 2. Jarak Perletakan masing-masing fender ditentukan sebagai berikut : Jarak perletakan masing-masing fender ditentukan sebagai berikut : 0. Letak fendernya bergantung besarnya beda pasang surut.00 m Disebut 500 H x 3. JARAK PERLETAKAN MASING-MASING FENDER.3. hasil ukuran yang terkecil yang dipakai sebagai jarak masing-masing fender (jarak as ke as fender).1 x panjang kapal terkecil dibanding 0.08 x panjang kapal terbesar.50 M).00 M seperti di Dumai (Riau) maka fender bisa dipasang horizontal tetapi sebanyak 2 baris . E. VII.R.

Perhitungan demensi fender Ukuran kapal = 15. beda pasang surut disitu = 2.000 DWT Sesuai general ratio. H.5 GRT Jadi 3. Tentukanlah : a) Panjang dari demensi fender dimaksud b) Reactive force dan jumlah fender yang diperlukan c) Jarak fender dan gambar perletakannya.10 M.50 M Berthing approach Berthing Velocity Additional Weight = 165 M = Quarter Point Approach V = 0.R.500 DWT Dengan demikian berarti kapal kecil : 3.000 GRT s/d 9. Soenarno. dan kapal besar : 15. AS diketahui.15 M/detik M11 = π D2 Lρw = 4 107 .000 DWT s/d 10.500 DWT 9. Penyelesaian soal : Kapal-kapal yang berkunjung dipelabuhan tersebut : Kapal-kapal penumpang (Pessengers ship) 3.000 Ton Displancement Tonnage M1 = 20.000 DWT Kapal-kapal tangki (Tankers) 5.000 DWT = 15.000 DWT.000 DWT s/d 15.000 GRT ≈ 13.Perencanaan Pelabuhan I Ir.000 GRT. Juga dipilih ukuran Rubber fender Super Mtype 500H.000 GRT ≈ 4.000 Ton Panjang kapal L Full loaded draft D = 9. bahwa kapal-kapal yang berkunjung sepanjang tahun adalah sebagai berikut: Kapal-kapal penumpang (Pessengers ship) = 3000 GRT s/d 9000 GRT Kapal-kapal barang (Freighter) = 7000 DWT s/d 15000 DWT Kapal-kapal tangki (Tanker) = 5000 DWT s/d 10000 DWT Ketentuan-ketentuan lain yang dapat kita ketahui antara lain cara menambat kapal (berthing approach) ditentukan “Quarter point approach” sedang kecepatan menambat ditentukan sebesar 0. untuk Normal ship DWT ≈ 1.15 M/detik.000 GRT Kapal-kapal barang (Freighters) 7.

000 Meter Panjang kapal terkecil (3000 GRT) = 95 m Panjang kapal terbesar (15.20 m Jadi jarak fender (jarak as ke as fender) = 9. AS = 3.5)2 165 x 1.000 Ton Virtual Weight = M1 + M11 M = 20. Soenarno.08 x 165 m = 13.000 Ton = 32.37 = 25 H2 25(0.000 (0.000 L Besarnya Reactive force : Reactive force (R) = 75 HL = 75 x 0.73 T/m Effective Berthing Energy E1 = ½ E = 18.Perencanaan Pelabuhan I Ir.14 (9.5)2 = 2.37 T/m Dipakai Rubber fender Super M type 500 H E11 Jadi panjang fender L= 18.000 + 12.50 m Dengan demikian jumlah fender 1000 = 105 buah 9.80 = 36.R.50 m 0.1 x 95 m = 9.00 Ton = 112.50 x 3.000 DWT) = 165 m 0.9392 ≈ 3.50 Ton Jarak dan jumlah fender yang diperlukan : Panjang dermaga : 1.50 108 . H.15) 2 E= = 2g = 2 x 9.03 = 4 = 12.000 Ton Mv2 Kinetic Energy kapal : 32.00 M Jadi demensi fender 500 H x 3.

R. Gambar Perletakan Fender. Soenarno. 109 . H.Perencanaan Pelabuhan I Ir. AS Beda pasang surut 2.70 m. sehingga dalam keadaan pasang atau surut tidak terpengaruh dan tetap dapat bersandar pada fender.10 m maka perletakannya cukup satu lapis horisontal. karena draft kapal terkecil 5.

H. Soenarno. supaya tidak rugi. CAPITAL DREDGING DAN MAINTENANCE DREDGING Untuk pelaksanaan ini cara tendernya dapat dilaksanakan dengan beberapa cara.1. yang penting kedalaman yang dituntut terpenuhi. Untuk dipakai sebagai tanah urug nilai φ nya (lereng alam) minimum 25o. kurang dari 25o tidak memenuhi syarat untuk Reklamasi. Pekerjaan pengerukan meliputi pekerjaan-pekerjaan Capital dredging (pengerukan awal). 1. Sebaliknya kontraktor keruk harus memperhitungkan benar-benar produksi keruk yang harus dikerjakan untuk mencapai kedalaman yang ditentukan. AS BAB. VIII. PENGERUKAN (DREDGING) VIII. VIII. Dengan cara ini bouwheer (pemberi order) tidak dipusingkan oleh besarnya produksi keruk. walaupun lebih besar dari yang diperkirakan. maintenance dredging (pengerukan perawatan) dan Reclamation (Reklamasi atau Pengurugan).Perencanaan Pelabuhan I Ir. VIII. Untuk maksud tersebut harus diketahui density tanah keruk dan juga berat 110 .2.1. PENDAHULUAN. Pada umumnya dilaksanakan dengan cara kedua (berdasar kedalaman air yang dituntut).1. PEKERJAAN REKLAMASI (RECLAMATION) Untuk melaksanakan pekerjaan ini tanah yang akan dipakai mengurug labih dulu harus diteliti nilai φ nya dilaboratorium.R. a) Tender pekerjaan keruk dengan dasar produksi keruk b) Tender pekerjaan keruk dengan dasar hasil kedalaman yang dituntut (berarti cara lumpsum).

000 x 2.2.030 kg/m3.200 = 1.54 M3 dredge material. maka γ w = 1.600 2. Soenarno. sedangkan berat volumenya = 2.600 kg/m3.000 3 M = 1.M 3 600 Jadi untuk mengeruk 1. H.400 = α + β 1.400 – 750 = 650 kg tanah (dry silt) 1.54.750 M3 air. Cara memperhitungkannya adalah sebagai berikut : Contoh bagaimana memperhitungkan jumlah tanah keruk (dredge material) yang harus dikeruk. sehingga dapat diketahui jumlah dredge material yang harus dikeruk. tetapi bila meliputi pengerukan alur yang berada diperairan laut maka γ w = 1.000 kg/m3. maka γsilt = 2.R. AS volume dry silt.400 kg/m3 . apabila jumlah volume in situ soil diketahui. VIII.600 kg/m3. α = 750 kg air β = 1.6 α → α = 1.000 1.000 kg dry silt = 1. CONTOH SOAL 111 .600 = 2. Bila tidak ditentukan lain.000 kg dry silt (in situ soil) harus dikeruk 1.200 = 750 1. 1 M3 = 1.6 Jadi 1 M3 tanah keruk (dredge material) mengandung 750 kg air atau 0. Catatan : Dalam hal pengerukan tresebut apabila meliputi perairan sungai misalnya.Perencanaan Pelabuhan I Ir.6 α + β 1. Disamping itu perlu diketahui density tanah dasar yang akan dikeruk dan berat volumenya tanah tersebut. Misalnya density tanah keruk tersebut = 1.400 kg = α kg air (water) + β kg tanah (silt) 1 M3 = α + β 1. berarti airnya tawar.

3 m = 19311. H. sedang lebar alur sebelah bawah adalah 40 meter. Dari hasil penelitian diketahui density lumpur disitu adalah 1480 sedang γ drysilt = 2600 kg/m2.00 meter dibawah LWS akan ditingkatkan fungsinya untuk dapat dilayari kapal-kapal yang lebih besar. yang memiliki kedalaman alur 3. Dari suatu alur pelayaran keluar dari pelabuhan sungai menuju kelaut sepanjang 12 mil.740 M3 Density Lumpur 1480 berarti 1480 kg/m3 112 .6 m Jadi Volume tanah ”in situ soil” = 19311. Untuk maksud tersebut direncanakan memperdalam alur sepanjang 12 mil tersebut dari 300 m dibawah LWS menjadi 5.896.R.50 m dibawah LWS. Berapa meter kubik dredge material sepanjang 12 mil yang harus dikeruk sesuai rencana tersebut diatas. PEYELESAIAN SOAL DIATAS.6093 km = 12 x 1609. Gambar V. Soenarno. Gambar penampang pengerukan Luas penampang yang harus dikeruk adalah gambar trapesium yang diarsir. Hitunglah jumlah dredge material (tanah keruk).Perencanaan Pelabuhan I Ir. Juga ditentukan bahwa lebar alur sebelah atas adalah 80 meter.50 m = 150 m2 2 Panjang alur 12 mil = 12 x 1. AS Contoh cara memperhitungkan jumlah tanah keruk (dredge material) yang harus dikeruk sesuai dengan yang direncanakan. Luas penampang tersebut 80 + 40 x 2.6 x 150 M3 = 2.

Jadi dredge material sepanjang alur yang harus dikeruk 7.62 Jadi α = 1120 = 700 kg air 1.Perencanaan Pelabuhan I Ir.876.6 α + β 1480 = α + β 1120 = 1. AS 1 M3 = 1480 kg = α kg air + β kg tanah (silt) α 1 M3 = M3 air + 1000 β M3 tanah (silt) 2600 x 2600 2600 = 2.749.768 M3 113 .282 M3 dredge material Jadi untuk mengeruk : 1000 tanah “in situ soil” harus dikeruk 1. volume tanah “in situ soil” = 2.740 M3 dan beratnya sama dengan = 2. Soenarno. H.000 kg.479.740 x 2600 kg = 7.70 M3 air juga mengandung 780 M3 silt 2600 Maka 1000 kg dry silt (tanah kering) = 1000 M3 780 = 1.282 M3 = 1000 = 9.282 M3 dredge material.47952. Sesuai gambar design.524.6 β = 1480 – 700 = 780 kg tanah (silt) 1 M3 dredge material mengandung 0.R.000 x 1.876.588.

Design and Construction of Port and Marine Structures. Cooper. VI. Port Planning and Port administration. Massey W. Alfonzo de F. H. Pengantar Methode Statistik Jilid I Cetakan 11.1968. Hubert R. Delft Technological University The Netherlands.E. Mac Graw Hill.P.F.1978. 1978. 9. 6. 2. AS DAFTAR PUSTAKA 1. Harbour and Beach Problem (volume II).P. LP3ES. Beaundelair J. Bray R. Dock & Harbour Engeneering vol. Published by Edward Arnold. Quinn. H. Delft Technological University The Netherlands. 1972. 3. 8. A handbook for Engineers. J.Perencanaan Pelabuhan I Ir. 1979. Anto Dayan. Published by The International Course in Hydraulic Engineering.W. 114 . Published by The International Course in Hydraulic Engineering. Dredging. I. Gulf Publishing Company. III. Published by The International Course in Hydraulic Engineering.N. Cornick. II. 1976.E. 5. Delft Technological University The Netherlands. Massey W.W. Published by Brown Son & Ferguson LTD Nautical Pablisher.1968.Per Bruun. 10. Tidal and Coastal Engineering (volume I). Port Engineering Handbook. 1986. Delft Technological University The Netherlands. Practical Dredging and Allied Subjects. 4. Published by Charles Griffing & Company Limited London. Breakwater Design (volume III).P. 1978. Soenarno.W.R.1860 7.E. Published by The International Course in Hydraulic Engineering. Massey W.

Torben Ernst Cs. Port Development.(Conference Eastbourne England). Technical Report (TR) No. 1966. Volume I.Thomas Telford London. Published by JOHN WILEY AND SONS 13. Planning and Desigh of Port and Marine Terminals.Handbook for Planners in developing Countries. H. 1954. Published by U. 1957. AS 11.Coastal Engineering Research Centre (CERC). The Overseas Coastal Arae Development Institute (OCDI) of Japan. Prepared by the Secretariat of UNCTAD.R. 115 . 1961. May 1988. 15. British Library Cataloguing in Publication Data Breakwaters ‘88’.S. 4. Navy.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Soenarno. Shore Protectoin Planning and Design. 14. Desigh of Breakwater. ------------. United Nation New York 1978. 12. III. 1975. 1977. II. Technical Standards for Port and Harbour Facilities in Japan 1980. A.

80 ( USAID ) Pembangunan Pelabuhan Ambon. Ternate dan Tenau ( Kupang ) 01-10-1965 s/d 01-10-1968 Direktur P.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Pelabuhan Daerah VII Maluku di Ambon. 01-01-1964 s/d 01-06-1966 Project Manager Three Ports Project DLF No. AS PENGALAMAN PENULIS.N. Soenarno. H.R. 01-10-1968 s/d Akhir 1969 Pegawai Tugas belajar Utama pada Internatioanl Course In Hydraulic Engineering Delf Techno logical University The Netherland ( Belanda ) 1970 s/d 1976 Kepala Seksi Survey dan Perencanaan Pelabu han Direktorat Jenderal Perhubungan Laut 1972 s/d 1974 Pemimpin Proyek Pembangunan pelabuhan Bengkulu 1974 s/d 1976 Pemimpin Proyek Pembangunan pelabuhan Panjang di Bandar Lampung 1976 s/d 1977 Kepala Bidang pelabuhan dan Pengerukan Pada Kantor Wilayah Perhubungan Laut III di Tanjung Priok Jakarta s/d 01-01-1978 Kepala Bagian Perencanaan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di Jakarta s/d 01-09-1985 Direktorat/Kepala Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut 116 .

R. 117 .N. Widya Pertiwi Eng pada Proyek Pembangunan pelabuhan Samudra Peti Kemas di Makassar. H. 02 Januari 2002. AS 1981 s/d 1992 Komisaris Utama P. Jakarta. Soenarno. tentang Sub Sektor Perhubungan Laut. Dok dan Galangan Kapal KODJA ( BUMN Departemen Perindustrian ) Persero di Jakarta 1987 s/d 1991 Ketua Dewan pengawas PERUM PENGERUKAN Indonesia ( BUMN Departemen Perhubungan ) di Jakarta 1985 s/d 1987 Dosen/Penceramah Pada Kursus Perencanaan dan Management Departemen Perhubungan. 1977 s/d 1988 Dosen Mata Kuliah pelabuhan pada Fakultas Teknik Universitas Indonesia di Jakarta 1975 s/d Sekarang Dosen Mata Kuliah Perencanaan Pelabuhan pada Institut Sains Dan Teknologi Nasional di Jakarta 1976 s/d Sekarang Anggota Steering Commite ( Team Pengarah ) Pembangunan Pelabuhan Samudra Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta ( Departemen perhubungan ) 1979 s/d Sekarang Anggota Steering Commite ( Team Pengarah ) Pembangunan Pelabuhan Samudra Nelayan ( Jakarta Fishing Port/market Development Project ) di Muara Karang Jakarta ( Departemen Pertanian ) 1995 s/d 1996 Port Planner pada Eng Consultant NIPPON KOEI Co. LTD/PT.Perencanaan Pelabuhan I Ir.

Perencanaan Pelabuhan I Ir.R. Soenarno. AS 118 . H.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful