P. 1
Ekosistem Mangrove

Ekosistem Mangrove

|Views: 2,943|Likes:
Published by Amir Uddin
buku ekosistem mangrove
buku ekosistem mangrove

More info:

Published by: Amir Uddin on Nov 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2013

pdf

text

original

Sections

STUDI KEANEKARAGAMAN HEXAPODA TANAH
DI BERBAGAI JENIS PENUTUPAN LAHAN
PADA EKOSISTEM MANGROVE

(Studi Kasus di Taman Nasional Kepulauan Togean,
Sulawesi Tengah)

ABD. WAHID

SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2007

ii

PERNYATAAN MENGENAI TESIS DAN
SUMBER INFORMASI

Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis berjudul “Studi Keanekaragaman
Hexapoda Tanah Di Berbagai Jenis Penutupan Lahan Pada Ekosistem Mangrove
(Studi Kasus di Taman Nasional Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah)” adalah karya
saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa
pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip
dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan
dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir tesis ini.

Bogor, Oktober 2007

Abd. Wahid

NIM P052050041

iii

ABSTRACT

ABD. WAHID. Study of Soil Hexapods Diversity in Different Type of Land Cover
on Mangrove Ecosystem in Togean Island National Park, Tojo Una-Una Regency
.
Under direction of HADI S. ALIKODRA, and YAYUK R. SUHARDJONO.

Soil fauna is known compose 75% of each one million type of teresterial animal
in the world. That number is dominated by Arthropods, specially Hexapods. In
Indonesia, the research of soil Hexapods on mangrove ecosystem is very limited.
Consequently, the information about diversity and role of Hexapods is also limited.
Based on the reasons as mentioned above, this research focused on inventarisation of
soil Hexapods diversity in ecosystem of mangrove. This research was conducted on
the six types of land cover in the area of National Park of Togean Island, Tojo Una-Una
Regency, Central Sulawesi Province. The data were collected from February to July
2007 by using “Pitfall Traps (PFT) and soil sampel (PCT)” method. The result
showed that, the different density of population and diversity of soil Hexapods is
influenced by compositioin of vegetation, litter layer, and composition of organic matter
(C-organic) on six types of land. Soil environment factor like: temperature, humidity,
pH, organic matter (C-organic and N-total) are also influence the abundance of soil
Hexapods. This research collected 2,567 individu of soil Hexapods, compose of 2,078
Collembola, 489 Insect, which where grouped on 28 family and 12 ordo. Mangrove
ecosystem with high density of different type of vegetation have a good composition
and diversity of soil Hexapods. The number family that have a role as decomposition is
more (78.8%-100%) than as fitofag, predator, and parasit. The variation of family with
different role will emprove the stabilization of mangrove ecosystem.

Keywords : Land cover, soil Hexapods diversity, soil environment factor, soil
Hexapods role.

iv

RINGKASAN

ABD. WAHID. Studi Keanekaragaman Hexapoda Tanah di Berbagai Jenis
Penutupan Lahan Pada Ekosistem Mangrove di Taman Nasional Kepulauan Togean,
Kabupaten Tojo Una-Una - Sulawesi Tengah. Dibimbing oleh HADI S.
ALIKODRA
dan YAYUK R. SUHARDJONO.

Pada kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean hutan mangrove umumnya
rusak karena kegiatan konversi hutan mangrove untuk dimanfaatkan sebagai bahan
bangunan, daerah pertanian, perkebunan, tambak, pemukiman dan pembangunan.
Fenomena ini akan sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan mata rantai ekologi
dalam ekosistem mangrove yang berperan di antaranya sebagai sumber
keanekaragaman hayati dan stabilitas lingkungan
Salah satu keanekaragaman hayati yang terdapat di ekosistem mangrove adalah
kelompok fauna tanah. Fauna tanah (serangga, Arachnida, dan lainnya) menyusun 75%
dari setiap satu juta jenis binatang teresterial yang telah diketahui di dunia saat ini. Jumlah
yang besar tersebut didominasi oleh kelompok Arthropoda khususnya Hexapoda (serangga)
(Biological Survey of Canada, 1991). Hexapoda tanah berfungsi sebagai perombak
bahan organik tanah, serasah, bangkai, penghancur kayu, parasit dan pemangsa, serta
sebagai pengendali penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur. Peranannya tidak
dapat dirasakan langsung oleh manusia tetapi dapat dimanfaatkan setelah melalui jasa
biota lain. Oleh karena itu, peran utamanya di dalam ekosistem mangrove menjadi
kurang mendapat perhatian. Padahal tanpa kehadiran Hexapoda tanah, perombakan
tumpukan bahan organik di sekeliling kita akan berjalan sangat lambat.
Data dasar mengenai keanekaragaman dan keadaan populasi Hexapoda tanah pada
suatu habitat akan berguna dalam mengkaji lebih rinci peran dan manfaatnya yang
berkaitan dengan kemapanan ekosistem tempat mereka hidup. Informasi yang lengkap
mengenai Hexapoda tanah pada suatu habitat tertentu akan membantu dalam pengelolaan
kawasan yang lebih berkesinambungan.
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji kepadatan populasi dan
keanekaragaman Hexapoda tanah di berbagai jenis penutupan lahan pada ekosistem
mangrove, peran/fungsi masing-masing suku Hexapoda tanah dalam ekosistem
mangrove, serta mengkaji faktor-faktor lingkungan (sifat fisik dan kimia tanah) yang
mempengaruhi kelimpahan Hexapoda tanah. Penelitian dilakukan di Taman Nasional
Kepulauan Togean (TNKT) Kabupaten Tojo Una-Una Provinsi Sulawesi Tengah pada
enam lokasi penelitian yaitu hutan mangrove lebat, hutan mangrove sedang, hutan
mangrove jarang, kebun campuran, tambak dan lahan kosong. Pengumpulan
Hexapoda tanah dilakukan dengan menggunakan metode perangkap sumuran atau
Pitfall Traps (PFT) dan pengambilan contoh tanah (PCT). Untuk analisis data digunakan
indeks Hill (Ludwig dan Reynolds, 1988) dengan program BioDAP for Windows v.1988,
dan analisis korelasi antara kelimpahan Hexapoda tanah dengan parameter faktor
lingkungan tanah (MINITAB Versi 14.01).
Hexapoda tanah yang diperoleh dengan menggunakan metode PFT dan PCT
sebanyak 2.567 individu yang tergolong atas 28 suku, 12 ordo, dan 2 kelas. Komposisi
kelas Collembola terdiri atas 3 ordo, 4 famili, dan 2.078 individu; sedangkan kelas Insecta
9 ordo, 24 famili dan 489 individu. Collembola memiliki kekayaan spesies/individu
paling tinggi. Dengan menggunakan PFT, perolehan jumlah individu, suku dan ordo

v

Hexapoda tanah di berbagai jenis penutupan lahan pada lokasi penelitian lebih tinggi
daripada dengan menggunakan PCT, kecuali pada tambak non tumpangsari perolehan
jumlah ordo dan suku lebih tinggi pada PCT. Namun jumlah suku Hexapoda tanah
yang melimpah dan yang paling melimpah dengan menggunakan PCT lebih tinggi
daripada dengan PFT.

Takson dengan jumlah individu paling banyak dan ditemukan hampir di setiap
jenis penutupan lahan pada daerah permukaan tanah adalah Collembola, disusul
Hymenoptera (Formicidae) dan Orthoptera, sedangkan di dalam tanah adalah
Collembola dan Psocoptera. Collembola dan Hymenoptera (Formicidae) merupakan
takson yang ditemukan hampir di setiap jenis penutupan lahan baik di permukaan tanah
maupun di dalam tanah dengan kelimpahan individu tinggi. Ditemukannya kedua takson
tersebut hampir di setiap jenis penutupan lahan menunjukkan kemampuannya
beradaptasi dengan berbagai kondisi fisik setempat. Di samping itu (terutama
Collembola), merupakan takson yang jumlah individunya cukup besar dan memiliki
keanekaragaman yang tinggi serta penyebarannya relatif luas di tanah.
Secara keseluruhan dengan menggunakan metode PFT dan PCT total jumlah
individu Hexapoda tanah dan rata-rata jumlah suku Hexapoda tanah di hutan mangrove
yang belum dikonversi lebih rendah daripada hutan mangrove yang telah dikonversi
(terutama pada komunitas kebun campuran). Hal ini diduga berkaitan dengan
beragamnya vegetasi yang tumbuh di daerah yang telah dikonversi, serta adanya
perubahan vegetasi di atas permukaan tanah, memberi pengaruh tidak langsung terhadap
kehadiran Hexapoda tanah. Selain itu diduga berkaitan dengan ketebalan serasah dan
tingginya kandungan bahan organik tanah (C-organik dan N-total).
Dengan metode PFT, pada hutan mangrove yang belum dikonversi, total jumlah
individu (485) dengan jumlah suku (NO) Hexapoda tanah tertinggi di hutan mangrove
lebat, sedangkan jumlah suku Hexapoda tanah yang melimpah (N1) dan yang paling
melimpah (N2) tertinggi pada di hutan mangrove jarang. Di daerah yang telah
dikonversi total jumlah individu (710) dengan jumlah suku (NO) Hexapoda tanah
tertinggi di kebun campuran, sedangkan jumlah suku Hexapoda tanah yang melimpah
dan paling melimpah tertinggi di lahan kosong, selain itu jumlah suku yang melimpah
tertinggi juga ditemukan di kebun campuran.
Pada hutan mangrove yang belum dikonversi, dengan metode PCT, total jumlah
individu di hutan mangrove sedang menempati urutan tertinggi (31). Sedangkan jumlah
ordo dan jumlah suku Hexapoda tanah serta nilai kelimpahan suku dan nilai dominansi
suku tertinggi di hutan mangrove lebat dan mangrove sedang. Di hutan mangrove yang
telah dikonversi, jumlah populasi Hexapoda tanah tertinggi (76) di kebun campuran,
demikian pula dengan jumlah ordo dan jumlah suku Hexapoda tanah (NO) serta nilai
kelimpahan suku (N1) dan nilai dominansi suku (N2) tertinggi semuanya ditemukan di
kebun campuran. Tingginya nilai keanekaragaman Hexapoda tanah ini diduga
berkaitan dengan ketebalan serasah dan kandungan bahan organik (C-organik) di lokasi
tersebut. Menurut Suhardjono (1992), kelimpahan Collembola dan Hexapoda tanah
lainnya bergantung pada ketersediaan bahan organik dan ketebalan lapisan serasah.
Lapisan tanah yang jumlah individu fauna tanahnya paling tinggi adalah lapisan tanah
yang banyak serasah dan humusnya. Pada lapisan ini ditemukan jamur dan sisa bahan
organik sebagai sumber pakan.

Lokasi kebun campuran dan hutan mangrove lebat memiliki komposisi
Hexapoda tanah yang lebih baik. Keadaan ini akan menciptakan suatu kondisi ekosistem
yang lebih mantap (kestabilan ekosistem). Sedangkan lahan kosong dan mangrove jarang

vi

memiliki komposisi Hexapoda tanah yang rendah, mengindikasikan kondisi ekosistem
yang kurang stabil.

Berdasarkan perannya dalam lingkungan, kelompok perombak mendominasi
pada setiap jenis penutupan lahan, baik di permukaan tanah maupun di dalam tanah.
Persentase perombak dipermukaan tanah (metode PFT) berkisar 78,8% - 99,5%,
sedangkan di dalam tanah (metode PCT) 93,3% - 100%.
Dengan metode PFT, jumlah individu Hexapoda tanah yang berperan sebagai
perombak memiliki jumlah terbesar, baik pada hutan mangrove yang belum dikonversi
(kisaran 78,8% - 86,4%), maupun pada hutan mangrove yang telah dikonversi (kisaran
94,0% - 99,5%). Pada hutan mangrove yang belum dikonversi, kelompok Hexapoda
perombak berjumlah 717 individu didominasi oleh Collembola (641), diikuti oleh ordo
Hymenoptera/Formicidae (38) dan Diptera (25). Hexapoda tanah yang berperan sebagai
pemangsa (130 individu) sebagian besar berasal dari ordo Orthoptera (114),
Hymenoptera (11). Serangga yang berperan sebagai fitofagus (8 individu) umumnya
berasal dari ordo Coleoptera (4) dan Homoptera (3), sedangkan kelompok pemarasit
tidak satupun yang ditemukan. Pada hutan mangrove yang telah dikonversi, jumlah
perombak 1.471 individu umumnya berasal dari Collembola (1.379), Hymenoptera (44)
dan Diptera (31). Kelompok yang berperan sebagai pemangsa (42 individu), sebagian
besar berasal dari ordo Orthoptera (19) dan Hymeoptera (14). Kelompok fitofagus (11
individu) didominasi ordo Homoptera (5) dan Hemiptera (4), sisanya dari ordo
Coleoptera dan Lepidoptera. Pada kelompok pemarasit tidak satupun individu yang
ditemukan, seperti pada hutan mangrove yang belum dikonversi.
Pada metode PCT, jumlah perombak yang diperoleh sangat dominan baik pada
hutan mangrove yang belum dikonversi (kisaran 96,4% - 100%) maupun hutan mangrove
yang telah dikonversi (kisaran 93,3% - 97,4%). Pada hutan mangrove yang belum
dikonversi, kelompok Hexapoda perombak berjumlah 76 individu didominasi oleh ordo
Psocoptera (36), Collembola (14) dan Diptera (14). Kelompok predator/pemangsa hanya
ditemukan pada ordo Diptera (1 individu), sedangkan kelompok fitofagus diwakili oleh
ordo Homoptera (1 individu). Pada hutan mangrove yang telah dikonversi, jumlah
perombak 112 individu umumnya berasal dari Collembola (44), diikuti ordo Psocoptera
(32) dan Coleoptera (20). Kelompok peran yang lain yaitu pemangsa/predator ditemukan
dalam populasi yang rendah (4 individu) diwakili oleh ordo Diptera, Hymenoptera dan
Coleoptera. Dua kelompok peran yang lain, yaitu fitofagus dan pemarasit tidak
ditemukan pada lokasi tersebut.
Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa faktor lingkungan terutama suhu dan
kelembaban tanah, pH, salinitas dan bahan organik (C-organik) tanah lebih berpengaruh
terhadap kelimpahan Hexapoda yang aktif di permukaan tanah. Sedangkan faktor
lingkungan yang berpengaruh pada kelimpahan Hexapoda yang hidup di dalam tanah
(eudafik) adalah suhu dan kelembaban tanah, porositas, pH, dan kandungan bahan
organik (C-organik, N-total) tanah.

Kata kunci : vegetasi mangrove, penutupan lahan, keanekaragaman, Hexapoda tanah.

vii

© Hak Cipta milik IPB, tahun 2007
Hak Cipta dilindungi Undang-undang

1. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan
atau menyebutkan sumber
a.
Pengutipan hanya untuk kepentingan pendidikan, penelitian, penulisan
karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik atau tinjauan suatu
masalah
b.
Pengutipan tidak merugikan kepentingan yang wajar IPB
2.
Dilarang mengumumkan dan memperbanyak sebagian atau seluruh karya tulis
dalam bentuk apapun tanpa izin IPB

viii

STUDI KEANEKARAGAMAN HEXAPODA TANAH
DI BERBAGAI JENIS PENUTUPAN LAHAN
PADA EKOSISTEM MANGROVE

(Studi Kasus di Taman Nasional Kepulauan Togean,
Sulawesi Tengah)

ABD. WAHID

Tesis

sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Magister Sains pada
Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan

SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2007

ix

Penguji Luar Komisi pada Ujian Tesis : Dr. Ir. Etty Riani, MS.

x

Judul Tesis : Studi Keanekaragaman Hexapoda Tanah Di Berbagai Jenis
Penutupan Lahan Pada Ekosistem Mangrove (Studi Kasus di Taman
Nasional Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah)

Nama

: Abd. Wahid

NIM

: P052050041

Disetujui

Komisi Pembimbing

Prof. Dr. Ir. Hadi S. Alikodra, MS. Prof. Dr. Yayuk R. Suhardjono
Ketua Anggota

Diketahui

Plh. Ketua Program Studi Pengelolaan
Sumberdaya Alam dan Lingkungan

Dr. Ir. Etty Riani, MS.

Dekan Sekolah Pascasarjana

Prof. Dr. Ir. Khairil A. Notodiputro, MS.

Tanggal Ujian : 30 Oktober 2007

Tanggal Lulus : November 2007

xi

PRAKATA

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas Rahmat dan Karunia-
Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah ini dengan baik. Tak lupa
shalawat dan salam dipersembahkan kepada Nabiullah Muhammad SAW atas
keteladannya. Tema yang dipilih dalam penelitian yang dilaksanakan pada bulan
Pebruari 2007 – Juli 2007 adalah Keanekaragaman Hayati dengan judul “Studi
Keanekaragaman Hexapoda Tanah di Berbagai Jenis Penutupan Lahan pada
Ekosistem Mangrove (studi kasus di TN Kepulauan Togean, Provinsi Sulawesi
Tengah)”.

Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Prof.
Dr. Ir. Hadi S. Alikodra, MS
dan Ibu Prof. Dr. Yayuk R. Suhardjono selaku
komisi pembimbing atas arahan dan diskusi yang sangat berharga selama ini. Terima
kasih juga disampaikan kepada Ketua Program Studi serta seluruh staf pengajar
Pascasarjana Program Studi PSL yang telah memberikan pengetahuan yang tak
ternilai selama masa perkuliahan. Disamping itu, ungkapan terima kasih juga
disampaikan kepada Rektor dan Dekan Sekolah Pascasarjana IPB, Rektor serta Dekan
Fakultas Pertanian Universitas Tadulako yang telah memberikan kesempatan kepada
penulis untuk melanjutkan pendidikan program Magister Sains pada Sekolah
Pascasarjana IPB. Demikian pula pada Pengelola Biaya Pendidikan Program
Pascasarjana (BPPS) Dikti atas dukungan biaya selama masa studi.
Apresiasi yang tinggi juga penulis sampaikan kepada Saudara Risman alias
”Koa” warga desa Lembanato di kepulauan Togean atas semua bantuan dan fasilitas
yang diberikan selama pengumpulan data di lapangan. Disamping itu, penghargaan
penulis sampaikan kepada Ibu Fatimah dan Bapak Darmawan dari Laboratorium
Zoologi LIPI di Cibinong atas bantuannya selama pengamatan di laboratorium, serta
semua pihak yang telah memberi bantuan baik secara langsung maupun tidak
langsung. Penghargaan yang tinggi disampaikan kepada teman-temanku angkatan
2005 program studi PSL terima kasih untuk persahabatan, bantuan serta dukungan
dalam menyelesaikan studi.

Pada akhirnya, karya tulis ini penulis persembahkan buat Mama dan Papa
tercinta karena dengan doa dan keridhaan semua ini dapat berjalan lancar, serta
kepada istri tercinta Dra. Amna Thahir, ketiga anakku Fahrul Ramadhan Junus,
Nurfadhila Junus dan Farhana Shinta Wahid atas keikhlasan, pengertian, doa dan
dorongan serta semangat untuk pencapaian semua ini.
Semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan kita semua

yang membutuhkan.

Bogor, Oktober 2007

Abd. Wahid

xii

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Soni, Kecamatan Dampal Selatan, Kabupaten Tolitoli
Sulawesi Tengah pada tanggal 05 Oktober 1967 dari Ayah Jasin Junus (Purnawirawan
ABRI) dan Ibu Hj. Zakia Maseng. Penulis merupakan anak kedua dari enam
bersaudara.

Tahun 1986 penulis menyelesaikan pendidikan menengah atas pada SMA
Negeri I Kotamadya Gorontalo dan pada tahun yang sama melanjutkan studi ke
Universitas Samratulangi (UNSRAT) Manado Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan
dan memperoleh gelar Sarjana Pertanian pada tahun 1991. Sejak Pebruari tahun 1993
penulis tercatat sebagai tenaga pengajar pada Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan,
Fakultas Pertanian Universitas Tadulako (UNTAD) Palu. Pada tahun ajaran
2005/2006 penulis berkesempatan untuk melanjutkan studi ke Program Magister
Sains, Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL) Institut
Pertanian Bogor dengan biaya pendidikan dari BPPS Dikti, dan suporting biaya riset
dari Yayasan Fuji Xerox Asia Pacific – Astra Graphia.
Penulis dinyatakan lulus dengan penilaian ”Sangat Baik” pada tanggal 30
Oktober 2007 dalam sidang ujian magister sains pada Program Studi Pengelolaan
Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL) IPB Bogor.

xiii

DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR TABEL ............................................................................................ xiv
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xv
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xvi
I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
A Latar Belakang ......................................................................................

1

B Kerangka Pemikiran ..............................................................................

4
C Perumusan Masalah ............................................................................... 7
D Tujuan dan Manfaat Penelitian .............................................................

8

E Hipotesis ................................................................................................

8

II TINJAUAN PUSTAKA ...........................................................................

9

A Tinjauan Umum Hutan Mangrove ........................................................

9
B Tinjauan Umum Fauna Tanah ............................................................... 13
C Serangga (Hexapoda) ............................................................................ 18
D Indeks Keanekaragaman ....................................................................... 21
III METODE PENELITIAN ........................................................................... 23
A Tempat dan Waktu Penelitian ............................................................... 23
B Bahan dan Alat Penelitian ..................................................................... 23
C Gambaran Umum Lokasi Penelitian ..................................................... 23
D Metode Pengambilan Data .................................................................... 28
E Identifikasi dan Analisis Peran Hexapoda Tanah .................................. 32
F Analisis Data .......................................................................................... 33
IV HASIL DAN PEMBAHASAN .................................................................. 36
A Hasil ...................................................................................................... 36
A.1 Faktor Lingkungan Fisik dan Kimia ....................................................... 36
A.2 Vegetasi ......................................................................................... 39
A.3 Serasah ........................................................................................... 40
A.4 Keanekaragaman Hexapoda Tanah ............................................... 42
A.5 Peran Hexapoda Tanah .................................................................. 51
B Pembahasan ........................................................................................... 52
B.1 Keanekaragaman Hexapoda Tanah ............................................... 52
B.2 Peran Hexapoda Tanah .................................................................. 59
B.3 Hubungan Kelimpahan Hexapoda Tanah dengan Faktor
Lingkungan Fisik Tanah …............................................................. 65
V KESIMPULAN DAN SARAN .................................................................. 67
A Kesimpulan ........................................................................................... 67
B Saran ..................................................................................................... 68
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 69
LAMPIRAN ................................................................................................ 74-84

xiv

DAFTAR TABEL

Halaman

1 Deskripsi titik koordinat lokasi penelitian ..................................................... 23
2 Hasil analisis sifat fisik dan kimia tanah pada masing-masing lokasi
penelitian .................................................................................................... 36
3 Jenis dan kerapatan tumbuhan pada masing-masing lokasi ...................... 40
4 Hasil pengamatan keadaan serasah di berbagai jenis komunitas pada
ekosistem mangrove di lokasi penelitian ...................................................

41

5 Jumlah individu Hexapoda tanah pada 6 tipe komunitas di ekosistem
mangrove dengan menggunakan metode Pitfall trap (PFT) ..................... 43
6 Jumlah individu Hexapoda tanah pada 6 tipe komunitas di ekosistem
mangrove dengan menggunakan metode Pengambilan contoh tanah
(PCT) ......................................................................................................... 45
7 Populasi serangga tanah dengan metode Pengambilan contoh tanah
(PCT) pada 6 tipe komunitas mangrove di lokasi penelitian ..................... 46
8 Jumlah ordo, suku dan individu dari dua metode pengumpulan
serangga pada 6 tipe komunitas mangrove di lokasi penelitian ................ 48
9 Nilai keanekaragaman famili atau suku Hexapoda tanah pada 6 tipe
komunitas mangrove di lokasi penelitian .................................................. 49
10 Suku serangga tanah berdasarkan nilai kelimpahan (N1) dan nilai
dominansi (N2) Hexapoda tanah pada 6 tipe komunitas mangrove di
lokasi penelitian ......................................................................................... 50
11 Jumlah suku Hexapoda tanah berdasarkan perannya dalam lingkungan
pada 6 tipe komunitas mangrove di lokasi penelitian ................................ 51

12 Koefisien korelasi1)

antara kelimpahan Hexapoda tanah dengan
parameter lingkungan tanah ....................................................................... 65

xv

DAFTAR GAMBAR

Halaman

1 Bagan alir kerangka pemikiran penelitian ................................................

6

2 Kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean seluas ± 362,605.00 ha
di Kabupaten Tojo Una-Una ..................................................................... 24
3 Lokasi penelitian berdasarkan jenis tutupan hutan mangrove di
Kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean .................................................. 26
4 Tata letak petak penelitian di lapangan ..................................................... 29
5 Perangkap sumuran (PFT) di lapangan .................................................. 30
6 Alat pemisah serangga dari serasah dan tanah (Corong barlese
modifikasi)
................................................................................................. 31
7 Kondisi fisik jenis-jenis penutupan lahan pada ekosistem mangrove
di lokasi penelitian ................................................................................... 35
8 Perbandingan jumlah individu Hexapoda tanah pada 6 tipe komunitas
mangrove di lokasi penelitian dengan menggunakan metode Pitfall trap
(PFT) .......................................................................................................... 44
9 Perbandingan jumlah individu Hexapoda tanah pada 6 tipe komunitas
mangrove di lokasi penelitian dengan menggunakan metode
Pengambilan contoh tanah (PCT) ............................................................. 48
10 Perbandingan persentase jumlah suku serangga berdasarkan peran
dalam lingkungan dengan metode PFT …................................................. 60
11 Perbandingan persentase jumlah suku serangga berdasarkan peran
dalam lingkungan dengan metode PCT ..................................................... 62

xvi

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

1 Jumlah ordo, famili, peran dan nilai keanekaragaman Hexapoda tanah
pada ekosistem mangrove yang belum di konversi dengan metode PFT
(Pitfall trap) ............................................................................................... 75
2 Jumlah ordo, famili, peran dan nilai keanekaragaman Hexapoda tanah
pada ekosistem mangrove yang telah di konversi dengan metode PFT
(Pitfall trap) ............................................................................................... 76
3 Jumlah ordo, famili, peran dan nilai keanekaragaman Hexapoda tanah
pada ekosistem mangrove yang belum di konversi dengan metode PCT
(Pengambilan contoh tanah) ..................................................................... 77
4 Jumlah ordo, famili, peran dan nilai keanekaragaman Hexapoda tanah
pada ekosistem mangrove yang telah di konversi dengan metode PCT
(Pengambilan contoh tanah) ..................................................................... 78
5 Hasil analisis korelasi antara kelimpahan Hexapoda tanah dan
parameter faktor lingkungan pada hutan mangrove lebat .................... 79
6 Penampilan beberapa jenis Hexapoda tanah yang ditemukan di
lokasi penelitian ............................................................................... 80

1

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->