SISTEM TRANSMISI

SISTEM TRANSMISI

Transmisi manual adalah sistem transmisi otomotif yang memerlukan pengemudi sendiri untuk menekan/menarik seperti pada sepeda motor atau menginjak kopling seperti pada mobil dan menukar gigi percepatan secara manual. Gigi percepatan dirangkai di dalam kotak gigi/gerbox untuk beberapa kecepatan, biasanya berkisar antara 3 gigi percepatan maju sampai dengan 6 gigi percepatan maju ditambah dengan 1 gigi mundur (R). Gigi percepatan yang digunakan tergantung kepada kecepatan kendaraan pada kecepatan rendah atau menanjak digunakan gigi percepatan 1 dan seterusnya kalau kecepatan semakin tinggi, demikian pula sebaliknya kalau mengurangi kecepatan gigi percepatan diturunkan, pengereman dapat dibantu dengan penurunan gigi percepatan. Secara umum pembagian transmisi pada mobil dapat digolongkan seperti bagan di bawah ini :

Namun yang termasuk transmisi manual adalah pada no.I dan II, yaitu Selective and Planetary Gear Transmission. 1. Selective Gear Transmission Terdiri dari beberapa model, yaitu : model Sliding Mesh, Constant Mesh dan Syncromesh. Selective Gear Transmission mempunyai konstruksi yang sederhana, kesukaran yang timbul juga relatif ringan, biaya produksinya rendah, dan dewasa ini banyak sekali digunakan pada kendaraan bermotor (mobil). Sebaliknya, pada transmisi model ini terdapat beberapa kerugian, diantaranya perbandingan gigi-giginya tidak kontinu dilakukan dalam beberapa tingkat (dari 3 sampai 5 tingkat) diperlukan setiap kali pemindahan gigi apabila keadaan jalan berubah dan menimbulkan suara.

Pada posisi ini transmisi disebut posisi “top” (gigi 3). (2) dan (9) tidak berkaitan dengan second sliding gear (3) didorong ke belakang agar berkaitan dengan second speed gear (10). sliding gear (2) yang terpasang pada output shaft (1) tertarik ke depan agar berkaitan dengan low speed gear (9) pada counter shaft (8). Tipe Sliding Mesh Model ini dilengkapi dengan gigi-gigi yang meluncur (sliding gear) dari berbagai macam ukuran yang terpasang pada poros outputnya. Apabila garpu pengatur gigi (gear shift fork) digerakkan ke arah 2. dengan demikian input dan output shaft menjadi satu dan berputar bersamaan. Dalam keadaan seperti ini disebut second atau kedua (gigi 2). Dengan meluncurkan gigi-gigi ini agar berkaitan dengan gigi susun (counter gear) untuk memperoleh pengaturan yang sempurna. Apabila garpu pengatur gigi digerakkan ke arah depan R. Kombinasi yang umum pada transmisi model ini adalah 3 sampai 5 tingkat ke depan/maju dan 1 tingkat untuk mundur. Perputaran input shaft dipindahkan dengan (6) – (10) – (3) untuk memutarkan output shaft. sliding gear (2) digerakkan ke belakang berkaitan dengan reverse idle gear (12). Gambar berikutnya memperlihatkan konstruksi transmisi model sliding mesh 3 tingkat untuk maju dan 1 tingkat untuk mundur. Apabila garpu pengatur gigi transmisi (gear shift fork) digerakkan ke arah 1 oleh tuas pengatur gigi (gear shift lever).a. Perputaran input shaft dipindahkan dalam urutan (6) – (7) – (11) – (12) – (2) untuk memutarkan output shaft dalam arah putaran mundur. tetapi (3) dengan clutch (4) berkaitan. Apabila garpu pengatur gigi digerakkan ke arah 3. Pengaturan gigi ini adalah salah satu yang menghasilkan kecepatan terendah dari input shaft dan transmisi dapat dikatakan low (gigi 1) apabila pada keadaan seperti ini. (3) dan (10) tidak berkaitan. bermacam perbandingan dapat diperoleh. . menimbulkan perputaran input shaft yang dipindahkan dengan urutan (6) – (9) – (2) untuk memutarkan output shaft.

Suzuki Fronte dan lain-lain. dewasa ini tidak dipergunakan lagi. Tronton. gigi kopling didorong ke belakang agar dapat berkaitan dengan bagian dalam gigi ketiga pada poros output. gigi input shaft dan counter gear ada dalam “perkaitan yang tetap” (constant mesh). maka cara kopling ganda (double clutching) harus dilakukan agar pemindahan gigi-gigi dapat berlangsung dengan sempurna. Jika tidak. apabila gigi-gigi ingin dipindahkan pada tingkat 3. roda gigi yang berkaitan harus dapat bergerak pada putaran yang sama. Gigi ke-3 pada output shaft dikondisikan dapat berputar bebas di shaft. gigi-gigi akan berbunyi dan tidak berkaitan dengan mudah. Sebagai contoh. b. Model constant mesh telah dikembangkan untuk membatasi kekurangan pada tingkat tertentu.Di antara selective gear transmission. Adapun contoh mobil yang menggunakan model transmisi sliding mesh adalah sedan Holden. Tipe Constant Mesh Pada transmisi model ini. Kemudian. Selain itu gigi-gigi ini cenderung menimbulkan suara berisik. . Karena adanya kesukaran tersebut. momen mesin akan berpindah dalam urutan : input shaft – counter shaft –gigi ketiga (pada output shaft) – clutch gear – output shaft. Gambar berikut menunjukkan sebuah transmisi yang gigi 3 dan 4 nya (ketiga dan ke empatnya) terdiri dari model constant mesh. Daihatsu. Pada gigi kopling (clutch gear) diberi alur-alur dan diposisikan sedemikian rupa (pada poros output) sehingga dapat digerakkan sepanjang alur-alur untuk berkaitan dengan alur pada roda gigi constant mesh yang selalu berputar pada dudukannya. Dikarenakan belum adanya ukuran yang tepat untuk memudahkan perkaitan gigi. tipe sliding mesh inilah yang paling sederhana konstruksinya. Pada model ini.

Bagian-bagiannya terdiri dari: gigin susun (counter gear) dan gigi 3 berada pada kecepatan asli yang tertinggi tetapi kecepatan gigi 3 dalam hubungan dengan clutch hub sleeve ada lebih rendah dan menjadi lebih lambat dengan perlahan-lahan karena adanya berbagai macam tahanan. pertama kopling dibebaskan dan gigi diposisikan pada netral (bebas).0. Mobil yang menggunakan tipe sinkromesh adalah : sedan Datsun 120Y. Suzuki Carry 1. Toyota Corola. Tipe Synchromesh Transmisi model ini.c. mempunyai banyak keuntungan untuk memungkinkan pemindahan gigi dengan lembut dan cepat tanpa menimbulkan bahaya pada gigi-gigi dan tidak memerlukan pelayanan dengan kopling ganda (double clutching). Benz 200. Mazda 626.6. . BMW 520i. dll. Suzuki Carreta 1. 1) Prinsip Konstruksi Transmisi Sinkromesh Melihat pada gambar diatas memindahkan gigi-gigi dari tingkat yang lebih tinggi ke tingkat yang rendah pada saat mobil berjalan. Toyona Corona.

sebagai ganti mempertinggi putaran mesin dilakukan dengan hub sleeve. d) Baji sinkromesh (synchromesh shifting key). Karena itu. dipasangakn di tiga tempat dibagian luar diameter clutch hub dan ditekan oleh pegas-pegas pada hub sleeve. clutch hub sleeve dan out put shaft yang disatukan untuk menggerakan roda disesuaikan dengan kecepatan kendaraan dan tidak akan menjadi lambat. Dilengkapi dengan alur bagian luar untuk garpu pengatur (shift fork). Ring ini terbuat dari tembaga paduan. Ini adalah prinsip kerja transmisi sinkromesh. 3) Cara kerja transmisi sinkromesh . pada sliding gear type. b) Clutch hub sleeve berkaitan dengan bagian luar. c) Synchronizer ring. berada disamping bagian gigi yang tirus pada output shaft. Pada type sinkromes. terjadi perbedaan putaran yang besar pada clutch hub sleeve dan gigi 3. 2) Bagian-bagian utama transmisi sinkromesh a) Clutch hub berkaitan dengan output shaft pada alur-alurnya. putaran gigi ke 3 akan bertambah oleh adanya kopling ganda untuk disesuaikan dengan putaran clutch hub sleeve. Sebuah kopling dengan bentuk kerucut (conical clutch) disebut synchronizer ring digunakan untuk menghasilkan gaya gesek antara clutch hub sleeve dan gigi 3 yang berputar pada kecepatan yang sama kemudian gigi (alur-alur) akan berkaitan.Sebaliknya. Dalam hal ini.

Dengan demikian. dan clutch hub sleeve masing-masing beralur. . Dengan demikian. Kemudian. dan shifting key agar berkaitan pada bagian yang menonjol di bagian tengahnya. clutch hub.Dalam keadaan netral. gigi-gigi dalam keadaan perkaitan yang tetap dengan gigi susun tetapi dapat berputar bebas pada output shaft. Dalam waktu yang bersamaan synchronizer ring akan ditarik oleh gigi. Dengan demikian. clutch hub dan synchronizer ring akan saling berhadapan dengan bagian-bagian yang menonjol keluar dari jajaran (gambar 1)). Ring-ring sinkromesh berada dalam keadaan bebas. Apabila gigi-gigi berhubungan (shifting gear) : a) Apabila tuas pengatur didorong menurut arah panah. Output shaft. tenaga akan berpindah ke shifting key. tetapi ujung-ujung shifting key ditempatkan pada tiga tempat dari tiap ring-ring. semua dapat berputar sama. clutch hub. shifting key akan mendorong synchronizer ring pada gigi tirus (core gear) yang mana gigi-gigi ini mulai cepat putarannya.

6) Tidak terdapat keluhan. untuk mempercepat putaran poros jalan terhadap putaran poros input dari transmisi biasa. b. 5) Bagi pengemudi yang ahli dalam menggunakan overdrive dapat menggunakan transmisi 3 speed sebagai 5 speed. lampu tanda (indicator lamp) yang terdapat pada dashboard akan menyala. Overdrive dilengkapi dengan perlengkapan listrik untuk menjalankannya yang biasanya terdiri dari 1 buah solenoid. dan apabila clutch hub disinkronisasikan dengan gigi 3. 3) Daya tahan mesin akan bertambah/lebih cepat. Yang termasuk transmisi model ini adalah Overdrive Transmission. Overdrive adalah suatu bagian untuk meningkatkan kecepatan yang memungkinkan propeller shaft berputar lebih cepat dari putaran mesin. Kegunaan Overdrive 1) Memungkinkan kendaraan berjalan dengan tenang dan aman. 1 buah sakelar governor yang peka terhadap perubahan kecepatan. 1 buah relay. Dengan demikian. Synchronizer ring selanjutnya akan diseret dan mengakibatkan clutch hub synchronizer ring saling mendorong dengan kuat seperti ditunjukkan pada gambar berikut. hingga akhirnya clutch hub dan gigi ke 3 berada pada kecepatan yang sama (gambar 2)). a. Planetary Gear Transmission Transmisi model ini biasanya disebut transmisi otomatis. Pada waktu yang bersamaan. clutch hub telah berkaitan dengan gigi ke 3 (gambar 3)). Pada tingkat kecepatan lampu tanda menyala disebut cut in speed. clutch digeserkan lebih lanjut.b) Apabila shift lever didorong sedikit keras. Pada kecepatan ini overdrive dapat dihubungkan. 2. c) Apabila tuas pengatur didorong lebih lanjut. Overdrive yang diuraikan ini berkisar pada overdrive yang digunakan Toyota pada Crown Deluxe. dan 1 buah sakelar penyepak (kick-down switch). maka clutch tidak berkaitan dengan shifting key (keras). 4) Mengurangi putaran motor sekitar 30%. putaran gigi ke 3 akan bertambah. perlengkapan listrik akan bekerja dan sekaligus terhubung dengan overdrive. Cara Kerja Overdrive Jika kecepatan kendaraan mencapai 50 km/jam (31 mph). synchronizer ring menjadi bebas dalam arah putarannya. 2) Penggunaan bahan bakar yang lebih hemat. . Perlengkapan overdrive pada intinya adalah transmisi planet 2 kecepatan yang dipasang di belakang transmisi biasa. Selama tenaga dipindahkan. Fungsinya.

Pada kecepatan ini overdrive akan terlepas secara otomatis. jika putaran mesin menurun.Sebaliknya. Di sini terdapat perbedaan sekitar 8 km/jam (5 mph). kondisi ini biasa disebut cut out speed. kendaraan pada kecepatan 50 km/jam (31 mph) akan timbul kesukaran pada waktu melakukan pertukaran gigi-gigi. penguncian dilakukan oleh pengemudi dengan memindahkan/menggerakkan tuas ke kanan sehingga gigi matahari berhubungan dengan sangkar roda gigi (pinion cage). Dengan demikian output shaft akan memutarkan roda dengan perbandingan putaran 1 : 1. Free Wheeling (Langsung. 2) Direct. c. Jika pedal akselerasi ditekan dalam-dalam pada waktu mobil berjalan pada kecepatan tinggi (kira-kira 110 km/jam atau 70 mph). . direct (langsung) + free wheeling (roda bebas). 1) Locked Out (Penguncian) Dalam hal ini. mobil memerlukan akselerasi yang cepat. overdrive akan tetap tidak terhubung sebab dilengkapi dengan perlengkapan overdrive relay yang berfungsi mencegah mesin dari overrunning. Jika mobil berjalan dengan kecepatan overdrive. Mobil akan tetap berjalan dalam hubungan langsung dan normal (normal direct drive). Dengan kata lain. Apabila kendaraan berjalan mendaki. mekanisme planetary gear. Adanya perbedaan 8 km/jam (5 mph) antara cut in speed dan cut out speed ini disebut histeresis. dan overdrive. yaitu : locked out (penguncian). ini yang biasa disebut kick-down. Perpindahan Daya Overdrive Perpindahan daya melalui unit overdrive dapat diatur dalam 3 kondisi. sakelar pengunci (lock-nut switch) akan bekerja dan overdrive akan bebas. overdrive tidak akan melepaskan (bebas) hingga kecepatan menurun sampai 42 km/jam (26 mph). berganti-ganti secara terus menerus antara overdrive dan kecepatan tinggi yang normal. Konstruksi Overdrive Dapat dibagi menjadi : mekanisme free wheeling. dan mekanisme pengontrol (control mechanism). Jika tuas pengontrol (control lever) yang terdapat pada bagian depan pengemudi ditarik. overdrive tidak akan melepas pada kecepatan 50 km/jam (31 mph). Roda Bebas) Dalam keadaan ini : . tekanlah pedal akselerasi (pedal gas) dalam-dalam dan overdrive secara otomatis akan bebas dan memungkinkan mobil berjalan pada tingkat hubungan langsung (direct drive).Motor akan memutar roda. Sistem kelistrikan overdrive akan terputus dan overdrive tidak akan berhubungan sekalipun kecepatan cut in (Cut in speed). Tanpa adanya perbedaan ini. dalam hal ini putaran motor akan sama besar dan searah dengan putaran poros gardan. yang membutuhkan tenaga.

3) Overdrive Pada keadaan ini motor akan memutar roda. yaitu transmisi. Transmisi merupakan bagian dari sistem pemindah daya (power train) yang berfungsi untuk memindahkan tenaga mesin dari kopling ke propeler shaft dengan perantara roda gigi ke roda-roda penggerak. tidah mudah rusak dan mudah dioperasikan/diperbaiki. tidak seperti saat kendaraan menempuh jalan rata karena pada saat ini momen mesin cukup untuk menggerakan kendaraan. v Syarat-syarat yang harus dimiliki oleh transmisi adalah sebagai berikut : Ø Waktu memindahkan tenaga harus cepat. A. gardan dan axle shaft. mudah dan tidak berbunyi. set luar dari unit di atas injakan kopling berputar bebas.. karenanya gigi matahari juga dalam keadaan diam. Prinsip Kerja dan Cara Kerja Pemindahan Tenaga Transmisi Manual 1.Motor tak memutar roda. ringan. poros propeler. Komponen lain power train selain transmisi adalah kopling. Prinsip Kerja Transmisi Manual Momen yang dihasilkan mesin tetap sementara tenaga bertambah sesuai dengan putaran mesin. sehingga pelat control diam. . Maka dari itu kita membutuhkan beberapa bentuk mekanisme peubah momen. Transmisi Manual adalah sistem transmisi yang cara pengoperasiannya secara manual atau dengan menggunakan bantuan tangan yang bekerja di lingkungan basah atau kering. Ø Ekonomis dan mempunyai efisiensi tinggi. Sedangkan momen terhadap suatu titik adalah besar gaya dikalikan dengan jarak tegak lurus antara gaya terhadap titik. Putaran poros gardan berputar lebih cepat dari putaran motor. Ø Kecil. patok solenoid masuk pada pelat control. sehingga poros gardan berputar lebih cepat dari putaran motor. Saat kendaraan menempuh jalan menanjak atau tinggi membutuhkan momen yang besar.

: A : Roda gigi penggerak B : Roda gigi yang digerakkan 2) Kombinasi dasar roda gigi Transmisi Kedua roda gigi dikombinasi seperti pada gambar di bawah ini. a. Kombinasi Roda Gigi (Gear Combination) 1) Kombinasi dasar untuk roda gigi paralel Jumlah Gigi Kombinas i Roda Gigi Kecepata n B Berkurang terhadap A Momen B terhadap Bertambah A Putaran Berlawanan Langsung Ket. A<B A=B A>B A=B Sebanding Berkurang Sebanding(C = idle gear) Sebanding Berlawanan Bertambah Berlawanan Bertambah Sama . arah putaran dari input shaft (A : sisi mesin input shaft) akan berbalik arah pada output shaft (B : sisi output shaft & propeler shaft).Ø Kualitas bahan harus baik.

untuk menggerakkan kendaraan ke arah mundur. Mesin tidak dapat berputar pada arah kebalikannya karena terbatas keadaan.Dalam transmisi ini 2 pasang roda gigi dikombinasikan seperti pada gambar di bawah. untuk memperoleh putaran output shaft searah dengan input shaft. roda gigi idle E dipasang di antara roda gigi C dan D seperti gambar di bawah. Perbandingan roda gigi dalam suatu kombinasi ini dinyatakan sebagai berikut : .

Berikut dijelaskan model transmisi sinkromesh 4 speed (4 kecepatan maju dan 1 kecepatan mundur). e. Akibatnya. Untuk itu. Pada saat Gigi 1 (First Gear) Saat ini clutch hub sleeve no. c. Cara Kerja Pemindahan Tenaga Transmisi Manual Pada sebuah sistem transmisi manual. maka tenaga mesin yang dipindahkan ke transmisi sebagai berikut : input shaft transmission – main drive gear – counter gear – barulah ke gigi 1. clutch hub sleeve no. b.1 – clutch hub dan output shaft. roda gigi diubah oleh pengendara. terjadi hubungan antara gigi 3 dengan clutch hub sleeve no.2. tenaga mesin dipindahkan oleh transmisi sebagai berikut : input shaft – main drive gear – counter gear – gigi 3 – clutch hub sleeve – clutch hub dan output shaft.Roda gigi E disebut reverse idler gear. dan digunakan untuk mundur dengan merubah arah putaran. Perbandingan roda gigi akan sama bila ditambah dengan roda gigi idle.1 bergerak ke kiri sehingga berhubungan dengan gear spline gigi 2. Pada saat Gigi 3 (Third Gear) Pada saat ini.2 bergerak ke kiri sehingga berhubungan dengan main drive gear. Pada saat Netral Saat ini kedudukan dari clutch hub sleeve posisi netral (di tengah-tengah). d.1 posisi netral. Akibatnya tenaga mesin dipindahkan oleh . Jadi. pada saat netral ini output shaft tidak berputar.1 – clutch hub dan output shaft. Pada saat Gigi 2 (Second Gear) Pada posisi ini clutch hub sleeve no. gigi 2. a. sedangkan clutch hub sleeve no. Tuas persneling/transmisi (pada kolom setir/lantai kabin) memungkinkan pengendara memilih roda gigi yang tepat dengan menggunakan tangan.1 bergerak ke kanan sehingga berhubungan dengan spline gear gigi 1 maka tenaga mesin dipindahkan oleh transmisi sebagai berikut : input shaft – main driver gear – counter gear – gigi 1 – clutch hub sleeve no. kemudian tenaga mesin dipindahkan oleh transmisi sebagai berikut : input shaft – main drive gear – counter gear – gigi 2 – clutch hub sleeve no. 2.2 bergerak ke kanan. Posisi saat Gigi 4 (Top Gear) Pada saat ini. gigi 3. clutch hub sleeve no.

Hal ini mengakibatkan tenaga mesin dipindahkan oleh transimisi sebagai berikut : input shaft – main drive gear – counter gear – idle gear – clutch hub sleeve no. f. dll. dan tiga). Front drive). Contoh : mobil Suzuki Carry ST 100. Dilihat dari sudut letaknya. Posisi dari kedua clutch hub sleeve = netral. Floor shift (tuas pemindah tetap) tetapi letak links di samping jok pengemudi dan di lantai. Remote Control Pada model ini tuas pemindah (shift lever) letaknya agak jauh dari transmisi itu sendiri. Adapun bentuk pengaturan dari pemindah gigi tersebut adalah : remote control (pengaturan dengan links tuas-tuas atau kabel) dan direct control (pengaturan langsung). maka control shaft. Cara Kerja Pemindah Gigi (Gear Shift) Dilihat dari susunan dan pengaturan dari pemindah. b. Toyota FF (Front engine.1 – clutch hub dan output shaft. tuas pemindah tersebut dapat dibedakan menjadi dua macam. Contoh : mobil minibus. akibatnya putaran dipindahkan terbalik oleh idle gear tersebut. low speed shift lever. 1) Low speed shift lever (untuk gigi 1 da gigi mundur) 2) High speed lever untuk gigi 2 dan 3 (top gear) Pada bagian connecting rod terdapat cross shaft dan transmission out shift lever. dua. Apabila shift lever digerakkan ke atas. Cara kerja floor shift : .2 langsung ke output shaft. connecting rod. 3. Pengontrol floor shift menggunakan kabel sebagai pemindah gerakan dari tuas persneling. Pada bracket terdapat 2 buah lever (tuas). 1. Pada saat Gigi Mundur (Reverse Gear) Pada saat ini. yaitu sebagai berikut : a. Column shift (tuas pemindah tetap) tetapi letak links di bawah wheel steering (roda kemudi). Pada saat ini tenaga mesin tidak melalui counter gear. Cara kerja column shift : Control shift terletak pada steering column dan pada ujung bagian atas terdapat shift lever. serta out shift lever akan ikut berputar dan akhirnya menggerakkan fork di dalam transmisi yang mengantarkan gigi pada transmisi bersatu (masuk). Hal ini juga berlaku ketika digerakkan ke arah lain (untuk gigi mundur. sedangkan ujung yang bawah terdapat bracket. gigi mundur (idle gear) bergerak ke kiri menghubungkan counter gear dengan gigi mundur.transmisi sebagai berikut : input shaft – main drive gear – clutch hub no. gigi terbagi menjadi 2 macam. Colt-T.

4. Ø Konstruksinya sederhana. Ø Pemindahan (shifting) lebih mudah . kemudian ke shaft fork sehingga terjadi hubungan gigi 1.Pada prinsipnya. Cara kerja interlock pin (pena pengunci dalam) : Pada tipe ini mempunyai shift fork sebanyak 3 buah. Tetapi. pin akan terlepas dari shaft tadi dan pin lain mengunci shaft lainnya. Direct Control Pada direct control letak shift lever langsung pada transmisi. dari connecting rod dipasangkan ke tuas pemindah transmisi. Pada saat posisi netral antara pin dengan alur masih terdapat celah sehingga semua shaftnya tidak saling mengunci. shaft yang di tengah mempunyai alur. 5. apabila salah satu shaft digerakkan. Karet pelindung debu untuk mencegah debu masuk ke ujung bawah shift lever. maka shift dan select lever shaft akan menggerakkan shift fork shaft. kebanyakan pabrik pembuat kendaraan memilih direct control. Contoh : Suzuki Escudo. Pada saat ini. Begitu juga masuk gigi 2. dan R (mundur) hanya tergantung dari arah gerakan shift lever di antara shift fork shaft. 3. hal ini disebabkan : Ø Posisi mudah dicari/diubah . bak transmisi dipasang shift lever dilanjutkan ke connecting rod. alur poros ini akan berhadapan pada alur kedua shaft lainnya (alur ini untuk interlock pin). 2. Menghitung Pemindahan Gigi Pada Transmisi Pemindahan gigi dapat dicari dengan rumus di bawah ini : Keterangan : PG : Pemindahan Gigi n1 : Putaran/rpm poros pada gigi input n2 : Putaran/rpm poros pada gigi output B1 : Momen putar pada gigi input . 3. Cara kerja direct control : Apabila shift lever digerakkan ke arah 1.

Cincin atau pegas penyerempak Ganti bagian-bagian yang aus aus g. Level pelumas rendah Isi pelumas sampai level yang sesuai 3. Kabel kopling tidak disetel Periksa setelannya atau ganti dengan baik c. Pegas penekan lemah Ganti gigi b. Transmisi macet pada salah a. Bantalan pilot aus Ganti d. Garpu persneling aus Ganti d. Poros atau roda gigi koclak Ganti cincin pendorong yang . Kopling tidak terbatas Perbaiki kabel kopling d. Penyerempak macet Ganti penyerempak e. Bantalan poros input atau output Ganti aus c. : Randemen/daya guna : Jumlah gigi Macam-macam Gangguan/Kerusakan Transmisi Manual Contoh gangguan pada transmisi manual dan kemungkinan penyebabnya terdapat pada bagan diagnosis sebagai berikut : GANGGUAN/KERUSAKAN KEMUNGKINAN PENYEBAB PEMERIKSAAN PERBAIKAN atau Betulkan atau 1.B2 : Momen putar pada gigi output G Z B. Penekan persneling macet Betulkan c. Transmisi melompat antar a. Menggunakan pelumas yang tudak Keluarkan dan ganti pelumas sesuai yang sesuai 2. Poros persneling aus Ganti e. Poros persneling atau Betulkan satu gigi penyambung bengkok b. Poros input atau bantalan pilot Ganti bantalan pilot atau bengkok poros input i. Level pelumas rendah Isi pelumas sampai level yang sesuai j. Pemindahan antar gigi sulit a. Roda gigi atau selongsong Ganti bagian-bagian yang aus synchronizer macet pada poros atau pemutarnya f. Poros persneling penyambung bengkok b. Gigi eksternal aus atau Ganti roda gigi mengelupas h.

aus Ganti penyerempak dan roda gigi f. Garpu poros patah atau longgar Ganti d. Roda gigi mundur pada poros Ganti utama aus/rusak c. Penyerempak aus Ganti g. Kopling menggesek Perbaiki kopling c. Transmisi gaduh/kasar a. Kopling tidak menekan Perbaiki kopling melewati transmisi b. setel kembali 8. Penyerempak aus Ganti b. Roda gigi pinion speedometer aus Ganti f. Oli transmisi bocor a. Transmisi gaduh/kasar a. Roda gigi counter aus atau rusak Ganti d. Cakram kopling rusak Ganti pada roda gigi b. Roda gigi idle mundur atau bos Ganti pada saat mundur poros aus/rusak b. Poros input atau output patah Ganti 9. Bantalan pilot aus Ganti h. Level pelumas rendah atau Isi dengan pelumas yang kualitas pelumas tidak sesuai kualitasnya baik pada level yang sesuai 5. Rumah kopling atau transmisi Kencangkan baut-baut longgar pengikat h. Terjadi benturan roda gigi a. Transmisi tidak sejajar Periksa kesejajarannya 4. Transmisi gaduh/kasar a. Celah antara roda gigi dengan Ganti roda gigi poros utama berlebihan c. Tidak ada tenaga yang a. ganti bagian-bagian yang rusak. Mekanisme pemindah rusak Perbaiki. Bantalan poros counter aus atau Ganti bagian-bagian yang aus cincin menjepit 6. Pelumas yang tidak tepat atau Isi dengan pelumas yang level pelumas yang terlalu tinggi sesuai dengan level berlebihan e. Level pelumas rendah Isi pada level yang sesuai i. Pasak poros input longgar atau Ganti patah g. Selongsong penyerempak aus . Roda gigi aus atau patah Ganti 7. Gigi pada roda gigi patah Ganti roda gigi e. Bantalan pilot atau poros input Perbaiki bantalan atau poros bengkok d. Transmisi tidak sejajar Periksa kesejajaran j. Bantalan poros input aus Ganti pada saat netral b. Kecepatan idle engine tinggi Setel e. Bantalan aus atau rusak Ganti d. Gigi pada roda gigi mengelupas Ganti roda gigi c.

Box atau rumah ekstensi retak g. Sumbat pengisi oli longgar e. Seal pinion speedometer bocor f. Gasket bocor c. Seal oli rusak d. Box atau seal rumah ekstensi aus Ganti Ganti Kencangkan Ganti sil Ganti Ganti .sehingga terbentuk busa b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful