LAMPIRAN METODE KERJA A.

Diagram Alir Pekerjaan Stressing I-Girder

Mulai

Pabrikasi Girder (instalasi besi, strand, angkur mati,angkur hidup) Stressing Tahap I

Kirim ke Site (Proyek)

Stressing Tahap II Cek Elongasi

Grouting Lay Out Tendon Erection

Keterangan

:

Selesai

: Proses / operasi : Pemeriksaan : start/finish

WIKA BETON Monolit PCI Girder Stressing I Hauling Location ke site Stressing II Ready to Grouting PCI Girder after stressing Hauling PCI Girder after stressing ready to erect .PT.

. 1. a.Kondisi ini tergantung dari kondisi struktur dan pekerjaan di lapangan. Menarik Ketika menginstal strand pada saat penarikan sangat efektif pada struktur khusus. sebagai contoh ketika tali angkur digunakan.Gambar Pekerjaan mobilisasi dan erection girder. Pemasangan Selubung Kabel (Sheath / Duct) Ada beberapa metode untuk mengisi strand ke dalam pipa tendon. b. Mendorong Untuk mendorong strand ke pipa sangats ekonomi dilakukan sebelum atau sesudah pelapisan beton.

2. Besarnya gaya prategang yang digunakan dimonitor dengan membaca alat pengukur pertambahan panjangnya.a. b. Sistem pendongkrakan bervariasi. Pertama-tama tulangan penyangga diikat dengan kawat / dipasang pada tulangan sengkang. Penarikan Kabel (Stressing) Stressing ini dilakukan pada beton dengan alat dongkrak untuk memberi tegangan pada girder. Pada ujung dongkrak terdapat soket pemutar (socket wrench) dan alat ratchet yang memungkinkan baut dikencangkan saat batang ulir itu memanjang. Untuk beberapa sistem prategang dongkrak didesain secara khusus untuk pengerjaan penarikan tendon yang terdiri dari dari sejumlah kabel dengan ukuran tertentu. Jarak antara tulangan penyangga dibuat maksimum 1 meter. dari hanya menarik satu atau dua kabel sampai di atas 100 kabel pada saat yang bersamaan. Setelah pemasangan tulangan tulangan penyangga selesai dikerjakan dan diperiksa. dongrak hidraulik digunakan karena kapasitasnya yang besar. Batang ulir Dywidag ditarik dengan menggunakan dongkrak hidraulik yang digerakkan dengan tenaga listrik. selubung kabel/duct dipasang diatas tulangan penyangga tersebut. Metode yang paling biasa untuk menarik kabel adalah dengan dongkrak. . Pada sistem pasca tarik dongkrak digunakan untuk menarik baja dengan reaksi yang bekerja melawan beton yang mengeras. dengan ketinggian menurut profil kabel pada gambar kerja.

Jumlah kehilangan gaya prategang dapat diukur dari perbedaan antara pertambahan panjang yang diukur dan yang diperkirakan terjadi. dilakukan pencatatan pada setiap kenaikan tegangan 1000psi dan hasilnya dibandingkan dengan perhitungan teoritis yang dilakukan sebeum penarikan. a. c. Bila beberapa tendon ditarik secara berurutan maka harus diperhatikan urutannya dengan baik agar tidak terjadi pembebanan eksentris selama proses penarikan.Untuk mengurangi rangkak pada baja dan juga menghilangi gaya pada prategang akibat gesekan. Hal ini dapat membantu mencegah terjadinya kerusakan yang serius saat kabel putus atau kegagalan Penampang Tengah Penampang Ujung . b. stressing baru dapat dilaksanakan apabila mutu beton telah mencapai kekuatan awal sesuai dengan persyaratan Konsultan Perencana. Penarikan ini jg diperlukan untuk menghindari terjadinya gelincir (slip) dan menekan angkur pada saat pelepasan tekanan dongkrak. Tahapan Stessing Balok : dipasang pada ujung pelat. Pengukur tekanan untuk dongkrak dikalibrasi untuk membaca tekanan pada piston. Stressing dilakukan sesuai dengan perhitungan jacking force rencana. Jika diperlukan tendon ditarik dalam dua tahap untuk mengurangi beban eksentris pada komponen struktur selama penarikan. dan membaca langsung jumlah tarikan yang ada pada beton. Untuk mengontrol tegangan dan perpanjangan kabel. selama proses penarikan(pendongkrakan) sekrup angkur dan baji harus cukup erat tiba-tiba dari dongkrak. kadang-kadang tendon ditarik beberapa persen melebihi gaya prategang awal.

3 % f’c) Tahap-1 Tahap-2 Tahap-3 Tahap-4 Tahap-5 : Stressing tendon-1 sampai dengan 50 % JF : Stressing tendon-2 sampai dengan 50 % JF : Stressing tendon-3 sampai dengan 25 % JF : Stressing tendon-4 sampai dengan 50 % JF : Stressing tendon-3 sampai dengan 50 % JF 2. Tahap I ( 59. seperti perlindungan korosi. a. Strand dipotong minimum 3cm dari tepi terluar baji (jaws) 3. Tahap II ( 80% f’c) Tahap-1 Tahap-2 Tahap-3 Tahap-4 Tahap-5 : Stressing tendon-1 sampai dengan 100 % JF : Stressing tendon-2 sampai dengan 100 % JF : Stressing tendon-3 sampai dengan 50 % JF : Stressing tendon-4 sampai dengan 100 % JF : Stressing tendon-3 sampai dengan 100 % JF Gambar. Grouting dengan kekerasan yang baik akan membantu ikatan antara beton dan tendon.1. . Awal dari pekerjaan grouting adalah pemotongan kabel strand baja prategang(strand) yang berada pada angkur. Alat Penarikan Kabel. Pekerjaan Grouting Sebagian besar ketahanan konstruksi posttension tergantung dari proses grouting. Grouting membantu untuk ikatan di dalam tendon pada struktur.

dan setelah keluar dari grout vent (grout Outlet) dan grout inlet maka grout outlet dan grout inlet ditutup dan pekerjaan grouting selesai. Jika pemotongan telah selesai dilaksanakan maka angkur ditutup dengan adakan semen dan pasir (paching).b. Pada pelaksanaan pekerjaan grouting. Sebelum pekerjaan grouting dilaksanakan. d. semen dan air dan bahan additive diaduk dengan menggunakan electrical grouting pump.5 N/mm2. untuk mencegah keluarnya bahan grouting dari sela-sela strand ataubaji. Satu hari = 24 jam setelah pekerjaan Patcing maka pekerjan gouting dapat dilaksanakan. c. Bahan gouting dipompakan dengan tekanan sekita 0. e. kemudian dikeringkan dengan menggunakan kompresor. duct yang berisi strand dibersihkan dengan mengalirka air bersih kedalamnya . Dokumentasi Gambar : Instalasi besi dan duct girder di Wika Beton .

Gambar : Penarikan strand ( Jacking force ) Gambar : Alat Pembacaan pada Jacking Force. .