STANDARD SETTING

BAB I PENDAHULUAN

2011

Perkembangan ekonomi saat ini mengalami kemajuan yang pesat. Dimana setiap industri membutuhkan standar tertentu sesuai dengan jenis industri mereka. Standar – standar yang ditetapkan tentu akan berbeda antara satu negara dengan negara lain, oleh karena itu akan ada perbedaan dalam menjalankan bisnis sesuai dengan standar yang disepakati. Perbedaan penetapan standar yang berbeda di tiap negara akan menjadikan prinsip-prinsip relatif antara negara yang satu dengan yang lain. Oleh karena itu disepakati adanya standar akuntansi yang berlaku secara internasional dan dikenal dengan IFRS (International Financial Reporting Standard). Standar ini hanya mengatur hal yang bersifat prinsiple based, bukan yang bersifat rule based. Sebelumnya setiap negara telah menyusun sendiri standar akuntansi yang berlaku di negara mereka, sesuai dengan kondisi ekonomi, budaya, politik, dan hal lain yang mungkin mempengaruhi. Setelah IFRS dibentuk, tidak setiap negara langsung mengkonversi standar mereka. Penyesuaian standar secara bertahap, sampai tahap adopsi lalu konvergensi ditempuh untuk mendapatkan manfaat maksimal dari penetapan standar. Indonesia telah melakukan tahapan adopsi sampai konvergensi standar yang berlaku internasional ini untuk SAK yang terbaru (SAK 2009), sehingga dapat mengimbangi perkembangan standar akuntansi dengan yang diterapkan oleh dunia bisnis internasional. Selain itu, Indonesia yang mayoritas berpenduduk agama Islam sedikit banyak memiliki budaya yang terpengaruh penerapan ajaran Islam, khususnya dalam perekonomian. Dalam hal ini, dunia bisnis Indonesia mengalami perkembangan standar syariah yang berbasis Islami. untuk badan usaha tertentu. Standar akuntansi berbasis syariah ini sangat jarang ditemui di negara lain yang mendapat sedikit pengaruh Islami. Sehingga standar akuntansi berbasis syariah tidak diatur secara khusus dalam IFRS. Standar ini juga memiliki perbedaan yang cukup signifikan dari standar akuntansi lain yang telah diatur dalam IFRS dan PSAK.

1

STANDARD SETTING
BAB II LANDASAN TEORI

2011

A.

Sifat-Sifat Standar Akuntansi Standar akuntansi di seuruh dunia secara terus menerus akan diperbarui menyesuaikan perkembangan pada dunia akuntansi. Standar menyajikan petunjuk yang praktis dan mudah yang terkait dengan tugas-tugas akuntan. Standar secara umum diterima sebagai aturan perusahaan yang diikuti dengan sanksi terhadap ketidakpatuhan. Standar akuntasi terdiri dari tiga bagian, diantaranya: o Uraian masalah yang harus diatasi o Cara-cara pemecahan masalah o Penetapan solusi (dengan didukung keputusan atau teori)

B.

Tujuan Penyusunan Standar Berlakunya suatu standar mungkin dapat bermanfaat bagi sebagian pihak dan juga dapat merugikan bagi pihak lainnya. Hal ini merupakan suatu bentuk pilihan social. Pilihan ini mendorong penyusunan standar mengadopsi proses politis dalam memperoleh akomodasi. Terdapat 2 pendekatan yang menjadi penentu pendekatan keadilan dalam kebijakan akuntansi, diantaranya : • A representational faithfulness approach (pendekatan penyajian

kebenaran) Menginginkan pelaporan yang netral dan berusaha mencari penyajian yang sebenarnya melalui proses penyusunan standar, dengan demikian akuntansi dapat dibandingkan dengan pembuatan peta keuangan dimana peta tersebut harus akurat dan benar. • An aconomic consequences approach (pendekatan konsekuensi ekonomik) Menginginkan pemakaian standar yang berdampak pada ekonomi yang positif. Sehingga, standar yang berlaku memiliki nilai positif atau minimal tidak negatif terhadap kesejahteraan sosial.

2

STANDARD SETTING
C. Entitas yang Berhubungan dengan Standar Akuntansi 1. Individu dan Kantor Akuntan Publik Individu dan Kantor Akuntan Publik bertanggungjawab untuk wajar dan akurat sebagai hasil aktivitas bisnis persusahaan. 2. American Institute of Certified Public Accountant (AICPA)

2011

secara

independent menjamin bahwa laporan keuangan perusahaan disajikan secara

AICPA merupakan organisasi profesi yang mengkoordinasi praktik para akuntan public bersetifikat (CPA) di Amerika Serikat. Lembaga ini memiliki dua komite senior yang mempunyai peran penting yaitu Accounting Standards Executive Committee (AcSec) dan Auditing Standards Committee (AuSec). Kedua lembaga tersebut diberikan wewenang untuk mewakili AICPA dalam menanggapi masalah-masalah akuntansi keuangan dan biaya serta masalah pengauditan. 3. American Accounting Association (AAA) AAA merupakan organisasi untuk para akuntan dari gudang akademik maupun individu yang tertarik dengan perbaikan praktik dan teori akuntansi. AAA berfungsi sebagai suatu forum akademik yang mengungkapkan berbagai pandangan tentang isu dan topic akuntansi, baik secara individu maupun melalui organisasi-organisasi khusus seperti komite-komite penelitian. 4. The Financial Accounting Standard Board (FASB) FASB merupakan badan yang memiliki wewenang secara independen dalam membuat dan meningkatkan standar akuntansi keuangan laporan. 5. Securities and Exchange Commission (SEC) SEC merupakan organisasi yang menetapkan standar akuntansi yang melibatkan sektor swasta dan intervensi komisi dalam proses penyusunan standar akuntansi dengan cara kerjasama, konsultasi, dan masukan yang beralasan, daripada dalam bentuk intervensi pengendalian yang kaku. 6. Organisasi Profesi lainnya 3

STANDARD SETTING
dengan kondisi dari negaranya dan kemudian dasar akuntansinya. 7. Pengguna Laporan Keuangan

2011

Setiap organisasi akan mengatur standar akuntansi yang menyesuaikan

Terdapat dua kelompok pengguna laporan keuangan yang dibedakan berdasarkan kepentingan masing-masing pihak, yaitu direct users (pemilik perusahaan, management, konsumen, pekerja, supplier) dan Indirect users (financial analyst, serikat buruh, dll). D. Teori Regulasi Ada dua kategori utama tentang regulasi industri : 1. Teori kepentingan umum (public-interest theories) Teori ini menunjukkan regulasi yang merupakan hasil dari tuntutan publik untuk koreksi kegagalan pasar. Dalam teori ini, kewenangan pusat, termasuk juga badan pengawas regulator, diasumsikan memiliki kepentingan terbaik dihati masyarakat. Hal tersebut merupakan hal yang terbaik digunakan untuk mengatur sehingga dapat memaksimalkan kesejahteraan sosial. Akibatnya, peraturan dianggap sebagai trade off antara biaya regulasi dan manfaat sosial dalam bentuk operasi omproved pasar. Sementara pandangan ini merupakan yang ideal tentang bagaimana peraturan harus dilakukan, namun ada masalah dengan pelaksanaannya. Hal ini dapat dikatakan, dari sudut pandang kerja peraturan bagaimana dalam praktek, yang teori itu dangkal dan mungkin naif. 2. Teori kepentingan kelompok (interest-group or capture theories) Menyatakan bahwa regulasi disajikan untuk menanggapi permintaan kelompok tertentu dengan tujuan memaksimalkan pendapatan anggotanya. Ada dua versi pendukung teori ini, yaitu : a. The political ruling-elite theory of regulation Teori ini menekankan penggunaan kekuatan politis untuk mendapatkan pengendalian regulator. b. The economic theory of regulation 4

FASB sering dituduh lamban dalam menanggapi isu – isu utama yang krusial bagi sejumlah konstituennya. Advocates of a regulatory approach menggunakan argumen berikut dalam mempertahankan posisi mereka : FASB terlihat responsif terhadap berbagai konstituen.STANDARD SETTING Teori ini menekankan pada kekuatan ekonomi ♣ Regulasi Standar Akuntansi Oleh Sektor Swasta 2011 Pendekatan sektor swasta dalam regulasi standar akuntansi menggunakan asumsi bahwa kepentingan publik terhadap akuntasi akan disajikan dengan baik apabila penyusunan standar diserahkan pada sektor swasta. Penentang pendekatan sektor swasta menggunakan argument sebagai berikut : FASB tidak memiliki kewenangan statutory dan kekuatan untuk memaksakan aturan yang dibuatnya dan menghadapi tantangan penolakan oleh Kongres maupun oleh lembaga pemerintah lainnya FASB sering dituduh tidak independen karena kurang tanggap dalam menanggapi kepentingan publik. FASB tampak menarik karena beranggotakan orang – orang yang memiliki alternatif. Prinsip tersebut di antaranya (Elliot dan Schuetze) : Regulasi tidak boleh melanggar hak asasi atau Undang-Undang Dasar pengetahuan teknis sistem untuk pengukuran mengembangkan dan dan mengimplementasikan pengungkapan 5 . ♣ Regulasi Standar Akuntansi Oleh Sektor Publik Sebuah regulasi harus berasal dari prinsip-prinsip umum tertentu. Situasi ini merupakan dampak dari lamanya waktu yang diperlukan badan tersebut untuk memproses dan melakukan pertimbangan mendalam secara luas. FASB sukses memperoleh tanggapan dari berbagai konstituensinya dan dalam menanggapi sejumlah masukan.

regulatory trap dan tar-baby effect. Tindakan yang berhubungan dengan regulasi seharusnya tidak digunakan untuk memperbaiki pelanggaran hukum. SEC merupakan instrumen dalam menuntun profesi dari metode akuntansi yang aman dan konservatif ke arah metode yang lebih inovatif dan realistis. Zero-cost phenomenon merupakan hasil dari kenyataan bahwa regulasi sama sekali tidak menanggung kerugian yang ditimbulkan dari kegagalannya. 6 . Walaupun semua prinsip telah digunakan. regulatory lag atau nonfeasance. Buckley dan O’Sullivan mengidentifikasi adanya sejumlah kegagalan regulasi yang meliputi: zero-cost phenomenon. tar-baby effect merupakan akibat yang ditimbulkan dari kecenderungan regulasi untuk berkembang secara terusmenerus. seperti SEC yang merupakan katalisator terpenting dalam perubahan. Dan terakhir. Pendukung regulasi standar akuntansi oleh sektor publik menggunakan argumen berikut: • Secara umum telah diketahui bahwa proses inovasi dalam akuntansi didasarkan pada peran lembaga pemerintahan. namun tetap dapat terjadi kegagalan dalam regulasi. • SEC dimotivasi oleh keinginan untuk menyajikan tingkat pengungkapan kepada publik yang dianggap perlu dan memadai dalam pembuatan keputusan. Regulatory lag atau nonfeasance merupakan akibat dari penundaan dalam regulasi.STANDARD SETTING perubahan sosial Regulasi harus berpihak pada kepentingan publik 2011 Regulasi harus dirancang untuk mencegah kemungkinan atau realitas Regulasi yang potensial seharusnya tidak menanggung beban bahwa regulasi tersebut sudah terjamin kekuatannya. Regulatory trap mengarah pada kesulitan-kesulitan untuk membalik regulasi yang sudah ada.

pengguna. dan CPA. Selain itu SEC juga memiliki kekuatan memaksa yang lebih besar daripada lembaga sektor swasta. atau kedua-duanya. dalam menyajikan perbedaan antara : 7 . dalam menyajikan perbedaan kebutuhan diantara para penyaji.STANDARD SETTING • 2011 SEC mempunyai legitimasi yang lebih besar melalui kewenangan statutori yang lebih jelas. membuat pemilihan aplikasi menjadi Standar bertujuan umum (general-purpose standards) yang gagal sulit. diantaranya : • Banyak pertanyaan yang muncul berkaitan dengan apa yang perlu dan apa yang tidak perlu diungkapkan suatu perusahaan sehingga membuat para akuntan untuk cenderung mengeluarkan standar baru dengan jumlah besar. pengukuran yang terlalu kompleks. • Standar bertujuan umum (general-purpose standards) yang gagal o Entitas public dan non public o Laporan keuangan tahunan dan interim o Perusahaan besar dan kecil o Laporan keuangan yang telah diaudit dan tidak diaudit • Pengungkapan yang berlebihan. E. ♣ Berbagai macam faktor yang menambah masalah standard overload. Accounting Standard Overload Accounting Standard Overload umumnya berhubungan dengan pertumbuhan standar akuntansi. Situasi-situasi berikut ini diidentifikasi sebagai accounting standard overload : • • • • Standar yang terlalu banyak Standar yang terlalu rumit Tidak ada standar yang baku.

mempertahankan kedaan yang sudah ada (status . tanpa persetujuan CPA. quo). namun juga untuk standar yang menyebabkan biaya penyajian dan verfikasi informasi terlalu besar. ♣ Pengaruh Accounting Standard Overload Standar akuntansi dalam jumlah banyak. dapat menyebabkan ketidakpatuhan dunia bisnis terhadap ketentuan tersebut. Perubahan tersebut dilakukan tidak hanya untuk standar akuntansi yang membutuhkan persyaratan terperinci. sehingga ada PABU tersendiri untuk entitas tertentu. Banyaknya ketentuan akuntansi yang kompleks. Akibatnya. Perubahan dari konsep yang ada sekarang yang berupa PABU tunggal dan seragam untuk seluruh usaha bisnis menjadi 2 kelompok PABU. dan kaku dapat mempengaruhi kinerja akuntan. ♣ Solusi Terhadap Accounting Standard Overload Komite khusus AICPA dalam standar akuntansi mengevaluasi berbagai kemungkinan pendekatan yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut : 1. Para pengguna mungkin juga dibingungkan dengan jumlah dan kompleksitas catatan yang digunakan untuk menjelaskan persyaratan yang ada dalam setiap standar. seperti untuk perusahaan nonpublic yang berskala kecil. Akuntan dapat kehilangan orientasinya terhadap tugas yang sesungguhnya. mereka tergoda untuk mengubah kontrak dan mengubah bisnis sedemikian rupa sehingga tidak harus mengikuti sejumlah standar akuntansi. • Keinginan untuk memuaskan kebutuhan setiap pengguna memerlukan standar dan pengungkapan yang lebih detail. 8 Tidak ada perubahan.STANDARD SETTING • 2011 Kebutuhan untuk melindungi kepentingan publik dan membantu investor secara individu sehingga menghasilkan berbagai regulasi pemerintah dan profesi serta pengungkapan dalam jumlah banyak. terlalu sempit. 2.

4. 5. Menentukan alternatif pengungkapan dan pengukuran yang berbeda. setiap usaha bisnis. Perubahan dalam standard pelaporan CPA atas laporan keuangan.STANDARD SETTING 3. 2011 Perubahan dalam PABU untuk mempermudah penerapannya dalam Alternatif terhadap PABU sebagai dasar yang sifatnya pilihan dalam penyajian laporan keuangan. 9 . 6.

dan rencana untuk inisiatif strategis seperti tawaran pengambilalihan atau merger. Peraturan ini menunjukkan adanya information asymmetry (ketidaksamaan informasi yang diterima oleh tiaptiap orang). secara langsung akan mempengaruhi arus kas masa depan perusahaan. hal ini mengharuskan akuntan dan auditor dapat dipercaya dan kompeten. Proprietary information. Contohnya adalah informasi teknis tentang hak paten valuabel. 2.STANDARD SETTING STANDARD SETTING : ECONOMIC ISSUES A. Alasan utama dari peraturan adalah untuk melindungi individu dari adanya information disadvantages (kekurangan informasi). informasi yang jika dilepaskan. rincian pembiayaan baru. Pemerintah langsung terlibat dalam peraturan ini melalui undangundang untuk mengontrol penciptaan badan akuntansi profesional serta mengatur pembuatan laporan tahunan yang cukup disclosure atau cukup jelas dalam pengungkapan kondisi perusahaan. akuntansi dan standar auditing yang berlaku umum dan persyaratan bahwa perusahaan publik memiliki audit. 2. Non-proprietary information. Regulation of Economy Activity 2011 Peraturan berpengaruh terhadap lembaga keuangan dan pasar sekuritas. Peran penting dari akuntansi dan audit adalah untuk melaporkan informasi yang relevan dan dapat diandalkan. Pemerintah dapat berperan secara: 1. contohnya mengenai komisi surat-surat berharga. informasi yang tidak secara langsung mempengaruhi arus kas perusahaan. 10 . termasuk informasi laporan keuangan. proyeksi pendapatan. Standar setting economic issues berkaitan dengan kepentingan peraturan minimum persyaratan pengungkapan. dan sebagainya. Langsung. Namun. Tidak langsung. Terdapat dua jenis informasi yang dapat membantu dalam mempertimbangkan isu-isu informasi produksi: 1.

Contohnya. additional information berarti pengenalan sistem informasi baru untuk melaporkan hal-hal yang tidak tercakup oleh sistem biaya historis. tindakan manajerial yang tidak mengarah kepada insentif kontrak akan mempengaruhi hasil operasional perusahaan. 11 . Dalam konteks akuntansi. fair value accounting. Privat Insentif Untuk Informasi Produksi 2011 Informasi adalah komoditas yang kompleks. yaitu memperkenalkan efek dari perubahan nilai ke dalam pelaporan keuangan. Additional information (informasi tambahan). Contractual Incentives for Information Production Insentives for private information timbul dari kontrak yang dilakukan oleh perusahaan. informasi yang berkaitan dengan profitabilitas dibutuhkan untuk memberikan hasil pengukuran kinerja. sering disarankan bahwa audit oleh Big Four dapat lebih dipercaya dibandingkan dengan audit non-Big Four.STANDARD SETTING B. Kemudian. C. Credibility Inti dari kredibilitas adalah penerima mengetahui bahwa supplier akan memberikan insentif yang menunjukkan informasi sesungguhnya. 2. segment reporting dan sebagainya. finer reporting yaitu expanded note disclosure. Informasi ini diperlukan untuk memantau kepatuhan perusahaan terhadap kontrak yang telah dilakukan. 3. additional line items pada laporan keuangan. Finer information (informasi lebih luas). Beberapa cara untuk menjawab pertanyaan mengenai jumlah informasi yang harus diproduksi atau dihasilkan : 1. Dalam konteks akuntansi. Inti dari poin ini adalah bahwa perusahaan memiliki private incentive untuk menghasilkan informasi dalam seluruh kontrak skenario (tidak ada central authority yang dapat memaksakan informasi produksi). Dalam konteks akuntansi. Contohnya. finer reporting system mengatakan sistem pelaporan yang lebih baik yaitu menambahkan lebih detail dalam laporan berbasis biaya historis. Misalnya.

dengan implikasi bagi informasi produksi yang sama dengan The Managerial Labour Market dan Takeover Market. Sebagai hasilnya. Takeover Market atau pasar untuk mengendalikan perusahaan Jika manajer tidak meningkatkan nilai perusahaan. The Managerial Labour Market Selalu mengevaluasi kinerja manajer. tetapi tidak mengetahui informasi apakah itu. Serta menciptakan insentif untuk memberikan informasi ke pasar. Market-Based Incentives for Information Production 2011 Private incentives bagi para manajer untuk menghasilkan suatu informasi tentang perusahaan juga berasal dari kekuatan pasar. atau bias akan merusak reputasi perusahaan mereka. Misalnya. maka manajer akan mengungkapkannya. 12 . Other Information Production Incentives • memberikan seluuruh informasi. perusahaan dapat dikenakan tawaran pengambilalihan. Hal ini dikenal sebagai Argumen sederhana dapat dibuat untuk menyarankan manajer untuk disclosure principle (prinsip keterbukaan). 3.STANDARD SETTING D. Beberapa pasar yang terlibat: 1. maka mereka akan mengasumsikan informasi tersebut buruk dan akan menawar dengan rendah harga pasar dari saham perusahaan. tidak lengkap. manajer yang memberikan informasi yang tidak benar. tetapi mereka tidak tahu hasil dari ramalan tersebut. mereka akan mengasumsikan jika informasi itu favourable. The Disclosure Principle baik atau buruk. Jika investor mengetahui bahwa manajer memiliki informasi. Capital Markets Dimana manajer termotivasi oleh pertimbangan reputasi dan kontrak untuk meningkatkan nilai perusahaan. 2. Jika investor menganggap bahwa seorang manajer memiliki perkiraan penghasilan tahun depan. E. Karenanya pengambialihan ini dapat memotivasi manajer untuk meningkatkan nilai perusahaan. yang apabila terjadi dapat mengakibatkan penggantian manajer.

jika perusahaan menunjukkan peningkatan tajam dalam penjualan dan laba. yang tidak bersifat rasional yaitu jika manager was low-type. informasi yang dikeluarkan menyampaikan informasi tentang perusahaan lain. F.  Direct disclosure adalah sejumlah sinyal yang relevan dengan akuntansi. yang dapat menguntungkan manajer. melalui pembuatan suatu pengungkapan langsung pada awal dari suatu periode. Misalnya. dengan adanya usaha manajer. Manajer mengumumkan harapannya akan nilai perusahaan. Argumennya adalah bahwa high level of information akan meningkatkan reputasi manajer. • Financial Policy as a Signal  bagaimana kekuatan pasar dapat memotivasi para manajer untuk mengkomunikasikan informasi sehingga dapat meningkatkan nilai pasar perusahaan. dan mengurangi biaya modal perusahaan.  Indirect signals untuk lebih mempelajari isu-isu pengungkapan.STANDARD SETTING • Signalling 2011 Signalling adalah tidakan yang diambil oleh high-type manager. Jika perusahaan memberikan informasi kepemilikan ini maka akan mempengaruhi 13 . Jika kita mempertimbangkan produksi ekonomi. Sources of market Failure • Externalities and Free-Riding oleh satu perusahaan akan Sering kali. private information search mungkin dapat meningkatkan operasi pasar. risiko estimasi lebih rendah.  Manajer dapat memberi tanda nilai yang sesungguhnya dari perusahaan dengan direct disclosure dan menunjukkan beragam sinyal yang tersedia untuk komunikasi informasi yang kredibel dalam untuk pasar yang efisien • Private Information Search Investigasi dari private incentives untuk memberitahukan informasi yang berpusat pada manager. hal ini dapat mempengaruhi ekspektasi pasar untuk perusahaan lain dalam industri.

investor juga akan memperhatikan risiko moral dan buruk manajemen laba. konsekuensi negatif dariperusahaan. Jadi. • Unanimity Karakteristik ekonomi dengan pasar yang tidak bekerja dengan baik adalah kurangnya kebulatan suara. meskipun pasar tenaga kerja manajerial dan kontrak insentif. kita memiliki masalah insider trading. 2011 ekspektasi pasar pendapatan masa depan perusahaan yang bersaing. kekuatankekuatan ini mungkin tidak sepenuhnya efektif. seseorang akan bersedia untuk melakukan hal ini. Jika ada kesempatan bagi orang dalam. pemegang saham 14 . Namun. Efek Eksternalitas adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh perusahaan atau individu yang membebankan biaya atau keuntungan pada perusahaan lain atau individu dimana entitas menciptakan eksternalitas tidak dibebankan atau tidak menerima pendapatan. • The Adverse Selection Problem Ada dua versi dari masalah adverse selection problem. dalam hubungannya dengan kontrak kompensasi berbasis insentif. untuk memperoleh keuntungan yang berlebihan oleh perdagangan berdasarkan informasi orang dalam mereka. yang berasal dari efek adverse selection dan risiko moral baru saja dijelaskan. Free-riding adalah penerimaan oleh perusahaan atau individu manfaat dari eksternalitas. termasuk manajer. Sebuah versi kedua dari adverse selection muncul ketika manajer yang mengetahui rahasia berita buruk tentang masa depan perusahaan dan tidak memberikan informasi tersebut untuk menghindar atau setidaknya menunda. Alasannya adalah bahwa manajer mungkin dapat menyamarkan kelalaian.STANDARD SETTING interaktif seperti ini disebut eksternalitas. Jika pasar bekerja dengan baik. beroperasi untuk mendorong produksi informasi manajer. oleh manajemen laba oportunistik. dan menghasilkan profitabilitas rendah. • The Moral Hazard Problem Market-based incentives for information production sesuai untuk diterapkan untuk produksi informasi dengan reputasi formasi pada pasar tenaga kerja manajerial. Pertama.

Eckern dan Wilson (1974) mempelajari masalah ini berkenaan dengan produksi fisik perusahaan yaitu. jenis dan jumlah produk yang akan dihasilkan dan menunjukkan bahwa pilihan manajer rencana produksi memaksimalkan nilai pasar perusahaan tidak akan secara umum harus disetujui oleh seluruh pemegang saham dalam kondisi pasar tertentu.STANDARD SETTING 2011 akan secara bulat mendukung manajer memaksimalkan nilai pasar perusahaan. hal ini tidak perlu terjadi. Ketika pasar tidak baik karena adverse selection dan risiko moral. 15 .

Berdasarkan posisi gaji yang berlaku. ini tidak berlangsung terus menerus. Itu menunjuk anggota AcSB untuk memberikan perspektif diluar pada prioritas standar baru. ada cara lain untuk sebuah standar baru yang mungkin untuk ditempatkan pada agenda AcSB. organisasi yang mempekerjakan anggota dewan yung menanggung biaya (seperti anggota FASB di United Stated). masing-masing dari lembaga Canadian Institute of Chartered Accountants (CICA).” mungkin. AcSB menerbitkan standar akuntansi "tanggung jawab sendiri. Standar pengaturan di Canada dan United States. 4) Sebagaimana telah disebutkan. The Canadian Institute of Chartered Accountants (CICA) 2011 CICA berisi standar akuntansi keuangan dan audit. saran juga dapat berasal dari isu-isu komite yang muncul. keanggotaan bersifat sukarela. ini adalah untuk memberikan 16 . yaitu dengan pengecualian ketua. Standar dewan pengawas akuntansi (AcSOC). Public Sector Accounting Board (PSAB). Disini ada juga penetapan standar yang ketiga oleh CICA yaitu. 1) Penetapan AcSB disarankan pada prioritas dan agenda oleh badan 2) Selain perspektif dari AcSOC.  Proses penetapan standar : pengawas. sebagaimana ditetapkan oleh dewan standar akuntansi (AcSB) dan The Auditing and Assurance Standards Boards (AASB). Misalnya. CICA adalah sumber utama dari standar akuntansi dan audit di Kanada. AcSB dan AASB dikeluarkan atau disahkan oleh dewan gubernur Ikatan Akuntan canadian (CICA) untuk menerbitkan laporan dalam tanggung jawab mereka sendiri. 3) Maksimal ada sembilan anggota AcSB yang dipilih untuk mewakili konstituen yang beragam.STANDARD SETTING STANDARD SETTING : POLITICAL ISSUES A. 1. anggota dewan dan lembaga staf sepenuhnya dapat mengatur berbagai topik yang berkaitan pada kepentingan masyarakat. Ini adalah badan dengan basis keanggotaan luas.

Dalam efeknya. termasuk peraturan 17 . dewan dapat bereaksi terhadap masalah hanya setelah mereka muncul. Di sini. Kemampuan ini membuat dewan lambat untuk merespon isu-isu baru. Hal ini juga akan cenderung menghasilkan proses kompromi dalam penciptaan sebuah standar baru. Kanada pada saat ini tidak memiliki efek nasional administrator mirip dengan SEC di United States.STANDARD SETTING kemungkinan gangguan dalam langkah-langkahnya. 7) AcSB mengakui bahwa proses jatuh tempo dalam membangun standar baru membawa hukuman waktu. Pernyataan perusahaan mensyaratkan konsensus. 2011 pengukuran independensi dari CICA itu sendiri dan mengurangi 5) Standar baru memerlukan persetujuan dari setidaknya setidaknya dua pertiga dari anggota dewan. hal pertama yang dilakukan adalah menyiapkan sebuah draft exponsure dan didistribusikan secara luas untuk memungkinkan pihak yang berkepentingan untuk bereaksi sebelum standar selesai. yang didefinisikan sebagai keberadaan tidak lebih dari dua anggota setuju dari mereka yang hadir pada pertemuan tersebut. Ontario Securities Commission (OSC) mengelola legalistation efek di Ontario. Hal ini merupakan contoh dari suara mayoritas yang dapat mengurangi kemungkinan dari tidak diterimanya standar yang diajukan. efek regulasi berada di bawah kewenangan provinsi. mereka mewakili sebuah langkah besar untuk meningkatkan garis waktu standar . dilakukan pemeriksaan komisi sekuritas Ontario. 6) AcSB mengikuti proses karena untuk merumuskan standar baru. The Ontario Securities Commission (OSC) Di Kanada.proses pengaturan. 2. Sedangkan pernyataan ini tidak mengubah atau mengganti CICA. 8) Emerging Issues Committee (EIC) didirikan pada tahun 1988 untuk menyediakan sebuah forum untuk melakukan review secara tepat waktu sehubungan dengan munculnya isu-isu akuntansi yang cenderung menerima perlakuan yang berbeda atau tidak memuaskan dalam praktek tanpa adanya panduan.

sesuai dengan penetapan ini.STANDARD SETTING paling aktif. 3. ditunjuk oleh Letnan Gubernur Ontario Council untuk jangka waktu yang tidak melebihi lima tahun. The Financial Accounting Standards Board (FASB)  Pendirian dan tujuan dari FASB Financial Accounting Standards Board (FASB) keuangan di Amerika Serikat didirikan pada tahun 1973. dengan memperbarui standar (jika perlu) untuk perubahan 18 . dan efisien Pembatasan praktik pasar curang (tidak adil) dan prosedur. akurat. Peran dan kewenangan OSC 2011 bursa saham terbesar di negara (TSX) dan merupakan salah satu komisi efek  OSC terdiri dari 9-14 anggota. penerbit efek di bawah yurisdiksi OSC itu harus mengajukan laporan keuangan sesuai dengan GAAP. Persyaratan untuk pemeliharaan standar tinggi atas kesesuaian dan informasi. Seperti yang disebutkan di atas. OSC memiliki kekuatan untuk menetapkan persyaratan pengungkapan tepat waktu. Kewenangannya berasal dari Securities Act of Ontario. Untuk mencapai hal ini. OSC akan menetapkan:  Kebutuhan untuk pengungkapan tepat waktu.   melakukan usaha untuk memastikan pada perlakuan jujur dan bertanggung jawab oleh pelaku pasar. akurat. Hubungan OSC's dengan CICA  Menurut Undang-Undang Keamanan Ontario. FASB berupaya untuk meningkatkan kegunaan pelaporan keuangan dengan berfokus pada relevan dan keandalan. OSC telah menerima GAAP sebagaimana tercantum dalam CICA yang memenuhi syarat tersebut. Untuk saat ini. tujuannya adalah untuk membangun dan meningkatkan standar akuntansi keuangan dan pelaporan untuk bimbingan dan pendidikan masyarakat. dan efisien.

sebagai bagian dari amanah. Delegasi ini ditegaskan kembali oleh SEC pada bulan April 2003. dua lainnya adalah Financial Accounting Foundation (FAF) dan Financial Accounting Standard Advisory Council (FASAC). untuk sekumpulan kepentingan umum. Establishment and objectives of the IASB International Accounting Standards Committee (IASC). setelah pengesahan Undang-Undang Sarbanes-Oxley. seperti OSC. SEC mendelegasikan tanggung jawab ini kepada FASB. Perancis. sekuritas yang diperdagangkan melebihi dari pada keadaan dan tes yang memenuhi ukuran tertentu. 4. United Kingdom dan Irlandia. di ASR 150. Jepang. Namun. Jerman. merupakan bagian utama dari lembaga dewan standar akuntansi internasional (IASB) yang didirikan pada tahun 1973 dengan perjanjian antara badan akuntansi di Australia.STANDARD SETTING 2011 dalam lingkungan bisnis dan ekonomi. dan mempromosikan konvergensi dari kualitas standar akuntansi internasional. The International Accounting Standards Boards (IASB) 1. The Securities and Exchange Commission (SEC) SEC didirikan di Amerika Serikat pada 1934 untuk mengatur perdagangan efek perusahaan. dan Amerika Serikat. Belanda. ia memiliki wewenang untuk menerbitkan standar akuntansi bagi perusahaan-perusahaan di bawah hukumnya. meningkatkan pemahaman masyarakat tentang sifat dan tujuan informasi yang terkandung dalam laporan keuangan. Akibatnya. untuk menetapkan kualitas tinggi yang bisa dipahami dan adanya pemberlakuan 19 . Kanada. SEC memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa investor telah disertakan dengan informasi yang memadai.  Struktur FASB FASB merupakan kelompok struktur organisasi operasional tiga bagian untuk pengaturan standar akuntansi keuangan. Meksiko. Tujuan dari reorganisasi IASC (saat ini disebut IASC Foundation) adalah: • Untuk pengembangan. B.

Authority Of The IASB Tidak seperti AcSb dan FASB. negara tersebut seperti negara-negara bersatu. Kepatuhan ini mencakup negara-negara individu dan perusahaan yang terlibat. Namun. Hal ini merekomendasikan kepada para anggotanya yang mereka gunakan standar IASB. meskipun negara-negara anggota inividual mungkin 20 . Pendanaan diberikan oleh IASC. Untuk membawa perpaduan antara standar akuntansi nasional dan standar Akuntansi internasional dengan menggunakan solusi yang berkualitas tinggi. Tidak ada persyaratan geografis untuk anggota IASB. The International Organization of Securities Commissions (IOSCO) merupakan regulator sekuritas dunia. mirip dengan AcSB dan FASB. 3. konstituen yang berbeda harus diwakili sekurangkurangnya oleh lima anggota yang harus memiliki latar belakang audit. IASB harus mengikuti proses karena.STANDARD SETTING 2011 standar akuntasi secara global itu memerlukan kualitas tinggi. Konstituen lain termasuk pembuat laporan keuangan. pengguna. Dalam merancang dan menetapkan standar. termasuk regulator Kanada dan SEC di Amerika Serikat. • • Untuk mempromosikan penggunaan dan aplikasi yang ketat pada standarstandar. Mayoritas 8 dari 14 suara diperlukan untuk pernyataan setuju pada pembuatan standar baru. kepatuhan pada standar IASB tidak wajib. Structure of the IASB Perwalian IASC menunjuk 14 anggota IASB yang mana dari 12 memiliki posisi purna waktu. 2. persatuan eropa berencana untuk mewajibkan perusahaan publik dalam yurisdiksinya kepada perusahaan dengan standar IASB pada tahun 2005. dan akademisi. Namun. Banyak negara memang membutuhkan berbagai tingkat kesesuaian dengan standar IASB. transparansi dan membandingkan informasi dalam laporan keuangan dan laporan lainnya yang dapat membantu dunia dalam capital markets dan semua keputusan ekonomi yang dapat digunakan.

Karakteristik dari proses ini konsisten dengan teori-teori konflik berdasarkan interaksi konstituen. konstituen utama yang berkepentingan dengan pelaporan keuangan adalah diwakili oleh badan pengaturan standar. serta persyaratan untuk suara mayoritas yang sangat mendukung sebelum standar-standar baru yang dikeluarkan. Selain itu. ada ketentuan untuk audiensi publik. Saran yang diperlukan dalam mempertimbangkan teori kepentingan kelompok dalam pengaturan mungkin lebih baik meramalkan dalam standar yang baru dari pada dengan teori kepentingan publik dimana sejak teori kepentingan publik mengakui secara formal eksistensinya dalam perselisihan jumlah pemilih. rancangan risiko. misalnya.STANDARD SETTING 2011 memerlukan rekonsiliasi standar IASB dengan GAAP sendiri. dan umumnya untuk keterbukaan. Decision Usefulnes 21 . Kita hanya tidak tahu bagaimana memperhitungkan tradeoff terbaik yang bertentangan antara informasi yang digunakan oleh invesrtor dan manajer dari teori public interest dalam pengaturan. dan IASB merupakan pemain dalam suatu permainan dimana mempengaruhi jumlah pemilih dalam memilih strategi dengan melakukan lobi dari atau berlawanan dengan yang diusulkan oleh standar yang baru. AcSB. Inilah mengapa standar akuntansi dipilih karena lebih memperhatikan konflik antara jumlah pemilih dari pada memperhatikan proses. FASB. di Kanada. United States. C. Misalnya. 4. perusahaan asing yang ingin perdagangan efek mereka di Amerika Serikat atau canada saat ini harus memenuhi persyaratan SEC atau OSC. dengan rekonsiliasi laba bersih dan item neraca sesuai dengan GAAP lokal. Relationship To Theories Of Regulation Pada bagian ini dideskripsikan bahwa pengaturan standar dapat dicirikan oleh beberapa proses. dan dunia internasional. ini termasuk pengajuan laporan keuangan baik sesuai dengan GAAP lokal atau. jika laporan disusun berdasarkan GAAP dari beberapa yurisdiksi lainnya. Criteria for Standard Setting 1.

seperti the less noisy. serta gejolak aliran manajer bonus masa depan. bukti empiris bahwa harga untuk keamanan informasi akuntansi menunjukkan bahwa investor dapat menemukan informasi yang bermanfaat. Biaya-biaya ini dapat mempengaruhi kebijakan operasi dan keuangan. 3. Biaya juga diciptakan oleh kekakuan kontrak. adalah sistem informasi yang akan memberikan reaksi yang kuat pada investor terhadap informasi yang diproduksi oleh sistem. karena hanya menunjukkan ciri-ciri yang sama berarti bahwa standar bisa sangat efektif dalam mengurangi informasi yang tidak sama. Pengurangan dari Information Asymmetry ini dapat meningkatkan operasi pasar. dan pada tingkat efek. Ini melampaui dari biaya produksi dari sebuah informasi baru yang diamanatkan. karena investor akan melihat investasi lebih sebagai tingkat dari sebuah lapangan bermain.STANDARD SETTING 2011 Kriteria dari kegunaan keputusan menggarisbawahi informasi dan perspektif pengukuran pelaporan keuangan. mengurangi "lemon" fenomena. dan umumnya menghasilkan manfaat sosial dari kerja pasar yang lebih baik. perusahaan mengenai . 2. Economic Consequences of New Standards Salah satu biaya dari sebuah standar baru adalah biaya yang dikenakan pada perusahaan dan manajer untuk memenuhi standar itu. Selanjutnya. Reduction of Information Asymmetry Karakteristik baik dari publik atas informasi akuntansi menyulitkan kemampuan kegunaan keputusan untuk membimbing pembuat standar. sejauh bahwa standar-standar baru membutuhkan pelepasan informasi 22 kepemilikan. Ini menunjukkan bahwa kondisi yang diperlukan untuk keberhasilan sebuah standar baru adalah bahwa keputusan itu dapat berguna. seperti dalam sebuah probabilitas peningkatan pelanggaran terhadap persyaratan perjanjian utang. maka memperluas pengungkapan dengan cara standar dapat menuju pemerataan manfaat informasi kepada semua investor. dan juga studi pasar modal empiris. Ingat bahwa berbagai informasi tentang kinerja perusahaan di masa depan. Karena penggunaan informasi akuntansi keuangan oleh satu individu tidak merusak untuk digunakan oleh pengguna lain. Dengan demikian. Ini akan memperluas likuiditas pasar.

dan bahkan teoritis. kebenaran tidak cukup untuk memastikan keberhasilan standar. 4. Disimpulkan bahwa proses pengaturan standar tampaknya paling konsisten dengan teori kelompok kepentingan regulasi. Sementara perhatian atas proses hukum bisa memakan waktu. 23 . Terlalu banyak dari ini akan mengancam keberadaan badan standar-pengaturan itu sendiri. perhatian tersebut tampaknya penting jika mahal dan pembatalan yang membingungkan harus diminimalkan. teknis. The Political Aspects of Standards Setting 2011 profitabilitas masa depan dapat merugikan atau menguntungkan dipengaruhi Konsekuensi ekonomi mengarah langsung ke kriteria yang terakhir. yaitu aspek politik atas standar pengaturan. Pembuat standar pada dasarnya harus insinyur konsensus yang cukup kuat bahkan konstituen yang tidak seperti standar baru. meskipun demikian akan pergi bersama-sama dengan itu.STANDARD SETTING oleh pengurangan keunggulan kompetitif. Tentu saja.

agen. maka informasi itu tidak akan disediakan. PENDEKATAN PENETAPAN STANDAR 1) Free Market Approach 2011 Para pendukung pendekatan pasar bebas berpendapat bahwa karena dengan permintaan produk lain. Ketidakpastian dalam Agency Theory dapat diklasifikasikan sebagai ex ante atau ex post. dapat dikatakan bahwa Agency Theory mencoba memberikan penjelasan teoritis dari profesi akuntansi. Harga akhirnya akan menyesuaikan diri dengan supplier di mana supplier ini masih mencari yang menguntungkan untuk memberikan informasi dan di mana pengguna percaya bahwa biaya adalah sama dengan atau kurang dari manfaat informasi. faktor permintaan dan penawaran harus dijalankan. Atkinson dan Feltman menjelaskan bahwa permintaan untuk informasi pelayanan terkait dengan keinginan untuk memotivasi agen dan mendistribusikan resiko secara efisien. terutama dengan memperhatikan informasi akuntansi. Ketidakpastian Ex ante ada pada saat keputusan harus 24 . Dengan kata lain. Harga kesetimbangan dapat digunakan sebagai bagian dari informasi akuntansi. kekuatan pasar bebas dapat digunakan untuk menentukan jenis data akuntansi yang akan digunakan dan standar yang perlu bahwa mereka tekankan. Karena faktor yang penting adalah informasi akuntansi. Misalkan pengguna menuntut adanya informasi keuangan yang baru dan pemasok pun bersedia untuk menyediakan untuk harga. Ada permintaan untuk informasi akuntansi oleh pengguna dan persediaan informasi tersebut dari perusahaan dalam bentuk laporan keuangan. Teori ini berkonsentrasi pada hubungan di mana kesejahteraan satu orang yang dipercayakan ke yang lain.STANDARD SETTING STANDARD SETTING IN A POLITICAL ENVIRONMENT A. Jika tidak. 2) Agency Theory Agency Theory mencoba untuk memberikan penjelasan tentang hubungan keagenan antara pihak-pihak yang terlibat dengan perusahaan.

yang berpendapat bahwa ketidaksetaraan di pasar modal. Ketidakpastian ex post ada setelah keputusan telah dibuat dan hasil direalisasikan. informasi akuntansi tidak dapat dipertimbangkan dengan cara yang sama dengan produk lain. dalam hal ketidaksetaraan kesempatan. B. Alasan teoritis untuk regulasi disediakan oleh Profesor Lev. dan karena itu perusahaan akan cenderung untuk berproduksi dibawah kapasitas dan menjual dengan harga tinggi. karena pengguna tidak dapat menyepakati apa yang mereka inginkan. perusahaan memiliki monopoli pada penyediaan informasi tentang dirinya sendiri. dan menurut teori pasar bebas pendekatan ini tidak realistis. peraturan akan tetap diperlukan. akan mengarah pada biaya transaksi yang tinggi.STANDARD SETTING mempengaruhi produksi atau ketidakpastian tentang keterampilan 2011 skill dibuat. Konsekuensi yang tidak diinginkan ini dapat dikurangi oleh kebijakan publik yang mewajibkan pengungkapan informasi keuangan. Sesekali informasi dikeluarkan untuk semua orang. Pertama. sehingga mereka yang tidak membayar untuk informasi itu terbatas aksesnya. Namun di saat tertentu. Kedua. dan penurunan keuntungan dari perdagangan. Jika pasar bebas menyediakan informasi akuntansi. likuiditas yang lebih rendah dari securitites. dan akuntan tidak akan menyetujui prosedur yang digunakan untuk memperoleh informasi dikehendaki. 3) Regulatory Approach Pendekatan ini sangat sulit untuk diterapkan. Teori ini tidak dapat bekerja dengan baik karena mekanisme pasar tidak akan mudah mencapai harga equilibrium pasar yang optimal untuk informasi akuntansi. karena informasi ini adalah barang publik. Ketidakpastian ini sama dengan jenis ex ante kecuali bahwa hal itu dapat dikurangi dengan laporan ex post tentang apa yang sebenarnya terjadi. INCREMENTAL – POLITICAL VIEWS 25 . infomasi ini dijual ke pihak tertentu. seperti ketidakpastian tentang peristiwa terkendali yang akan manager .

karena ada persyaratan yang dikenakan terhadap beberapa orang untuk kepentingan orang lain. • Legislative Process Incrementalists percaya bahwa penyusunan standar akuntansi merupakan proses legislatif. Tidak hanya mempertimbangkan teoritis benar dan didukung oleh bukti empiris. Pertama. Jika standar akuntansi dipandang sebagai bagian dari perundangundangan. tergantung pada bagaimana kepentingan pribadi mereka yang terpengaruh. merumuskan dan menerapkan standar akuntansi menggunakan pendekatan politik. suatu standardsetting board tidak hanya fokus pada tujuan abstrak jangka panjang seperti penyediaan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan. maka mau tak mau terlibat politik. tetapi harus 26 . tetapi yang lebih penting harus menentukan tingkat penerimaan mayoritas (Horngren). berusaha untuk menemukan solusi untuk masalah yang berlaku karena didukung oleh argumen teoritis dan bukti empiris. Ketiga. • Other Considerations Besides Theory Teori dapat menjadi langkah awal dalam merumuskan standar. Tetapi mereka yang mendukung pandangan incremental berpendapat bahwa solusi yang paling valid atau paling berbeda. yaitu. Dewan standar penetapan harus menyadari iklim politik setiap saat. seharusnya sebuah badan penetapan standar. melainkan harus berulang kali kembali ke masalah. Mereka yang percaya pada pendekatan ilmiah untuk merumuskan prinsip akuntansi. penetapan standard board tidak boleh dilakukan kecuali untuk memecahkan masalah dengan menyediakan jawaban yang paling valid. namun pertimbangan lain harus dipelajari. FASB. Mautz berpendapat bahwa standar akuntansi benarbenar "perjanjian sosial" yang harus diterima mayoritas jika mereka harus operatif dan efektif. penetapan standard board harus menyadari bahwa proposal yang berbeda secara radikal tidak layak secara politis. Probabilitas tinggi proposal radikal tidak akan diterima oleh sebagian besar mereka yang terkena dampak. Kedua.STANDARD SETTING 2011 Mengingat bahwa lingkungan akuntansi terutama peraturan dan pengaturan standar ditetapkan untuk sektor swasta.

C. Sejauh perhatian incrementalists. masalah tidak dapat sepenuhnya dikuasai. terutama demi memajukan standar-standar yang sesuai dengan tujuan akuntansi. yaitu harapan dan perilaku banyak orang terpengaruh. Kedua. Hal ini berlaku untuk dua alasan. sulit untuk mengetahui penyelesaian masalah karena bergantung pada sudut pandang yang diambil. namun kenyataannya bukti persuasif dapat mendukung solusi. Pendukung incremental menuduh pendukung pandangan ilmiah mengabaikan realitas kelembagaan. Pendekatan ilmiah tidak memberikan sambutan bagi politik dalam menentukan prosedur yang benar atau sah dan mempromosikan penggunaan prosedur. untuk memberikan informasi yang relevan dan dapat dipercaya. Sifat dari kesimpulan ilmiah adalah relatif sehingga penekanannya tidak harus menjadi yang "terbaik". Kirk dan Solomon setuju bahwa FASB harus sadar politik. suatu standard-setting board harus tahu apa yang dapat dan tidak dapat diraih secara politis. proses yang jumlahnya diturunkan. Oleh karena itu. karena didukung oleh teori yang telah disesuaikan. pendekatan incremental sangat menyadari pentingnya politik dalam merumuskan dan menerapkan standar itu. Pertama. 27 . pelaksanaan solusi suatu masalah adalah meyakinkan. • Response by Advocates of Scientific View Menurut para pendukung pendekatan ilmiah. Untuk mengetahui masalah ini perlu mempetimbangkan: pihak yang berkepentingan dan solusi alternatif yang dapat direkonsiliasi dengan teori. Sebaliknya. menjadi satu tindakan politik. POLITIZATION OF ACCOUNTING Angka-angka dalam laporan keuangan memiliki dampak sosial.STANDARD SETTING 2011 responsif untuk masalah yang terjadi saat ini dengan segera. beberapa akuntan berpendapat. kita tidak dapat memecahkan masalah tetapi hanya mengatasinya. Keempat.

dan kumpulan IAS itu tidak lagi disebut sebagai IAS tetapi IFRS. maka dalam proses penyusunannya harus dilakukan secermat dan sehati-hati mungkin. International Financial Reporting Standards (IFRS) merupakan standar yang disusun oleh International Accounting Standards Board (IASB). Apalagi jika standar tersebut akan diberlakukan di seluruh negara atau dengan kata lain diakui dan diterapkan secara internasional. yaitu IAS 1 sampai IAS 41. dikenal sebuah istilah International Accounting Standard (IAS). mereka sepakat untuk mengadopsi seluruh standar yang telah dikeluarkan IASC. Sebelum muncul istilah IFRS. IAS merupakan hasil atau produk dari International Accounting Standards Committee (IASC) antara tahun 1973 hingga 2001. Penyusunan International Financial Reporting Standard (IFRS) Agar sebuah standar dapat memenuhi kriteria sebuah standar yang baik. berikut ialah struktur isi dari IFRS. Untuk lebih jelasnya. Ketika IASB terbentuk.STANDARD SETTING BAB III PEMBAHASAN 2011 A. IASB sendiri baru dibentuk pada tahun 2001. • Struktur IFRS International Financial Reporting Standards (IFRS) meliputi : a) Peraturan-peraturan atau IFRS baru yang diterbitkan setelah tahun 2001 b) IAS 1 sampai IAS 41 yang dikeluarkan antara tahun 1973 sampai 2001 c) Interpretasi yang berasal dari International Financial Reporting Interpretations Committee (IFRIC) yang dikelularkan setelah tahun 2001 d) Standing Interpretations Committee (SIC) yang dikeluarkan sebelum tahun 2001 e) Kerangka Kerja untuk Persiapan dan Presentasi Laporan Keuangan (1989) (Framework for the Preparation and Presentation of Financial Statements (1989)) 28 .

STANDARD SETTING 2011 • Pihak-Pihak yang Terlibat Dalam Penyusunan IFRS Pembuatan International Financial Reporting Standard melibatkan berbagai pihak. diantaranya : Sumber : www.org 29 .ifrs.

termasuk konsultasi dengan Dewan Pertimbangan Standar dan publikasi dari Draft Eksposur untuk komentar public. dalam penyusunan. IFRIC. menetapkan dan mengubah prosedur operasi untuk IASB. Badan wali bertugas untuk mengangkat anggota dewan (IASB). yang IFRIC dan Standar Dewan Pertimbangan. dan dalam pendidikan akuntansi. meninjau isu strategis yang mempengaruhi standar akuntansi secara luas. Setiap Trustee diharapkan memiliki pemahaman. dan SAC. namun tidak terlibat dalam hal-hal teknis yang berkaitan dengan standar yang menjadi tanggung jawab IASB. dan peka terhadap isu-isu internasional yang relevan dengan keberhasilan sebuah organisasi internasional yang bertanggung jawab untuk pengembangan standar akuntansi tinggi kualitas global untuk digunakan dalam pasar modal di dunia 30 . Para anggota dewan dipilih oleh pembina dewan (the trustees). menyetujui perubahan Konstitusi. atau menggunakan laporan keuangan. Badan wali mendorong dan meningkatkan pekerjaan dari Dewan Standar Akuntansi Internasional (IASB) dan aplikasi IFRS. Tugas utama dari IASB ialah menetapkan dan memperbaiki standar akuntansi keuangan dan pelaporannya. IFRIC dan SAC. menyetujui setiap tahun anggaran IASB dan menentukan dasar untuk pendanaan. menjalankan semua kewenangan dari IASC diluar kewenangan IASB. memberikan persetujuan akhir atas interpretasi yang dikeluarkan oleh IFRIC. 2. Tanggung jawabnya meliputi seluruh permasalahan teknis dalam IASB termasuk penyusunan dan penerbitan standar akuntansi internasional dan standar pelaporan keuangan internasional. IASB ini juga dikepalai oleh seorang ketua (Professor Sir David Tweedie).STANDARD SETTING 1. International Accounting Standards Board (IASB) 2011 Grup independen yang terdiri dari 15 orang ahli dengan perpaduan yang tepat dari pengalaman praktis terkini dalam menetapkan standar akuntansi. Selain itu mereka bertugas dalam meninjau setiap tahun strategi IASB dan efektivitasnya. audit. International Accounting Standards Committee (IASC) IASC terdiri dari 22 pembina (trustee). Masing-masing orang memiliki satu buah suara.

enam dari Eropa. International Financial Reporting Interpretations Committee (IFRIC) Tugas dari IFRIC ini ialah untuk me-review berbagai isu akuntansi yang muncul dari IFRS yang berlaku secara periodik.STANDARD SETTING 2011 dan oleh pengguna lain. dengan penekanan khusus pada aplikasi praktis dan isu-isu implementasi. SAC tidak terbatas pada :  masukan dalam agenda IASB's. Dalam mengembangkan interpretasi. dan  saran atas proyek. Hal tersebut termasuk penerbitan artikel yang mendukung IFRS dan mengadakan pertemuan publik pada subjek yang sama (IFRS). termasuk hal-hal yang berkaitan dengan standar yang ada yang mungkin memerlukan pertimbangan oleh IFRIC. dan konsultasi pada setiap perubahan dalam agenda dan prioritas. Tujuan dari IFRIC sendiri yaitu mencapai konsensus mengenai perlakuan akuntansi yang sesuai dan memberikan bimbingan bijak tentang isu-isu. satu dari Amerika Selatan dan dua dari seluruh dunia. Enam orang dari badan wali harus dipilih dari wilayah Asia / Oseania. Interpretasi meliputi : 31 . IFRIC juga bekerja sama dengan badan atau lembaga nasional yang serupa. satu dari Afrika. SAC juga mendukung IASB dalam mempromosikan dan adopsi IFRS di seluruh dunia.  input pada jadwal proyek IASB's (program kerja) termasuk prioritas proyek. enam dari Amerika Utara. Standards Advisory Council (SAC) Menyediakan forum bagi dewan pembuat standar (IASB) untuk berkonsultasi seputar masalah atau isu-isu yang terkait dengan pembuatan atau pengembangan standar. SAC sendiri merupakan badan yang sangat berkomitmen dalam pengembangan standar berkualitas tinggi. Dalam pelaksanaan tugasnya. 4. 3.

diambil dari berbagai negara dan latar belakang profesional. 32 .STANDARD SETTING khusus diatur dalam IFRS  Berbagai 2011  Identifikasi masalah pelaporan keuangan terbaru yang tidak secara isu atas ketidakpuasan interpretasi yang telah dikembangkan. IASB mempertimbangkan: a) relevansi bagi pengguna informasi dan keandalan informasi yang dapat diberikan b) apakah ada bimbingan tersedia c) kemungkinan peningkatan konvergensi d) kualitas standar untuk dikembangkan. Setting the agenda IASB mengevaluasi manfaat menambahkan item potensi untuk agenda terutama dengan mengacu pada kebutuhan investor. IFRIC terdiri dari 14 anggota. e) keterbatasan sumber daya. Mereka ditunjuk oleh Pembina IFRS Foundation dan dipilih karena kemampuan mereka dalam mempertahankan kesadaran tentang permasalahan yang muncul saat ini dan kemampuan teknis untuk mengatasinya. yaitu : 1. Interpretasi dari IFRIC harus mendapat persetujuan dari IASB dan memiliki kekuatan hukum yang sama sebagai bagian dari standar yang dikeluarkan oleh IASB. Proses penyusunan terdiri dari enam tahap. • Proses Penyusunan Standar International Financial Reporting Standards (IFRSs) dikembangkan melalui proses pertimbangan internasional yang disebut “due process”. yang melibatkan berbagai orang dan organisasi dari seluruh penjuru dunia yang tertarik dengan perkembangan standar akuntansi internasional.

IFRS Interpretations Committee. meringkas masalah atau isu utama yang muncul. 2. IFRS Advisory Council. IASB juga mengangkat dan membahas agenda potensial yang menjadi komentar dari penyusun standar lain dan pihak-pihak yang terlibat. IASB dapat membentuk kelompok kerja pada tahap ini. IASB menerima permintaan dari konstituen untuk menginterpretasi. IASB juga memutuskan apakah akan: a) b) melakukan proyek sendiri. Setelah mempertimbangkan sifat dari masalah dan tingkat kepentingan antar konstituen. Masalah baru juga timbul dari perubahan kerangka konseptual IASB. Para staf akan mempertimbangkan seluruh permintaan. Planning the project Ketika menambahkan item agenda aktif. review atau mengubah publikasi standar yang ada. staf diminta untuk mengidentifikasi. Sebuah tim dipilih oleh dua anggota paling senior dari staf teknis yaitu Direktur Kegiatan Teknis dan Direktur Riset. atau bersama dengan lain-setter standar. staf peneliti dan rekomendasi lainnya. Selain itu.STANDARD SETTING 2011 Untuk membantu IASB dalam mempertimbangkan agenda di masa depan. dan menyajikannya kepada IASB secara bertahap dari waktu ke waktu sebagai agenda selanjutnya. 33 . mengkaji dan mengangkat isu-isu yang dapat menarik perhatian IASB. IASB berkonsultasi dengan IFRS Advisory Council dan badan penyusun standar akuntansi terkait dengan agenda yang diusulkan dan penetapan prioritas. Sebelum mencapai beberapa keputusan.

Tim juga dapat mencakup anggota staf dari penyusun standar akuntansi lain. Dalam hal yang pertama. yang dianggap tepat oleh IASB. 4. IASB mengembangkan paper atau pandangannya berdasarkan analisis yang ditarik dari penelitian staf dan rekomendasi. dan d) Permintaan untuk memberikan komentar. Jika discussion paper mencakup pandangan awal penulis lain. Isu yang terkait dengan discussion paper akan dibahas dalam pertemuan IASB dan publikasi atas paper membutuhkan suara mayoritas dari IASB. Developing and publishing the exposure draft 34 .STANDARD SETTING 2011 Manajer proyek kemudian menarik sebuah rencana proyek di bawah pengawasan Direksi. atau termasuk pandangan awalnya. serta saran dibuat oleh IFRS Advisory Council. 3. kelompok-kelompok kerja dan penyusun standar. Discussion paper dapat menghasilkan sebuah proyek penelitian yang dilakukan oleh penyusun standar akuntansi yang lain atau sebagai tahap pertama dari proyek agenda aktif yang dilakukan oleh IASB. Developing and publishing the discussion paper Biasanya. discussion paper ini disusun oleh penyusun standar akuntansi yang lain dan diterbitkan oleh IASB. sebuah discussion paper meliputi : a) Comprehensive overview of the issue b) Pendekatan yang mungkin untuk memecahkan masalah c) Pandangan awal dari IASB. IASB me-review draft dari discussion paper untuk memastikan bahwa analisis mereka adalah dasar yang tepat yang dapat mengundang komentar publik. Untuk discussion paper pada agenda yang berada di bawah arahan IASB.

b) komentar yang diterima pada setiap makalah diskusi. Terlepas dari apakah IASB telah menerbitkan sebuah discussion paper. 5. kelompok kerja dan penyusun standar akuntansi. IASB akan menerbitkannya untuk memperoleh komentar publik. Tidak seperti sebuah discussion paper. dan yang timbul dari sesi pendidikan umum.STANDARD SETTING 2011 Publikasi exposure draft adalah langkah wajib dalam proses hukum. sebuah draft eksposur adalah sarana utama bagi IASB untuk konsultasi publik. IASB menginstruksikan staf untuk menyusun draf eksposur. ketika IASB menganggap komentar-komentar telah diterima pada draft eksposur. Ketika draft telah selesai dan IASB telah setuju. Setelah menyelesaikan masalah di rapat. dan c) saran yang dibuat oleh IFRS Advisory Council. IASB: 35 . Developing and publishing the standard Pengembangan sebuah IFRS dilakukan selama pertemuan IASB. IASB mempertimbangkan apakah harus mengungkapkan usulan revisi untuk komentar publik. Dalam mempertimbangkan kebutuhan untuk re-exposure. misalnya dengan menerbitkan draf eksposur kedua. sebuah draft eksposur menetapkan proposal spesifik dalam bentuk standar yang diusulkan (atau perubahan atas suatu standar yang sudah ada) Pengembangan naskah eksposur dimulai dengan IASB mempertimbangkan: a) isu-isu berdasarkan penelitian staf dan rekomendasi. Setelah menyelesaikan masalah yang muncul dari draf eksposur.

Akhirnya. maka IFRS pun dikeluarkan. Sesaat sebelum IASB menyuarakan standar. 2011 a) mengidentifikasi isu-isu substansial yang muncul selama periode c) mengevaluasi apakah telah cukup memahami masalah dan aktif mencari pandangan konstituen. setelah proses hukum selesai. Ketika IASB merasa puas bahwa ia telah mencapai kesimpulan tentang isu-isu yang timbul dari draft pemaparan. Jika IASB memutuskan bahwa paparan ulang diperlukan. d) mempertimbangkan apakah berbagai sudut pandang yang ditayangkan dalam draft eksposur telah cukup didiskusikan dan dibahas secara mendasar untuk kesimpulan. b) menilai bukti yang telah dianggap berkualitas. Pre-ballot draft Rancangan pra-pemungutan suara biasanya mengarah kepada peninjauan dari pihak eksternal. biasanya oleh IFRIC. rancangan mendekati akhir ini di-posting pada e-IFRS. Procedures after the standard is issued 36 . proses karena harus diikuti adalah sama seperti untuk draft paparan pertama. Penyusunan IFRS Keputusan IASB tentang apakah akan menerbitkan usulan revisi untuk satu putaran komentar dibuat dalam pertemuan IASB. dan anggota IASB telah setuju untuk melakukan publikasi. ia memerintahkan staf untuk draft IFRS. semua isu yang beredar telah diselesaikan. 6.STANDARD SETTING bahwa hal itu sebelumnya tidak dipertimbangkan.

IFRS persyaratan peraturan. Dengan dukungan teknologi informasi. termasuk badan-badan penyusun standar lainnya. B. hubungan antar negara semakin meningkat dan terbuka. pengembangan standar akuntansi keuangan yang baik.STANDARD SETTING 2011 Setelah IFRS dikeluarkan. Penelitian-penelitian tersebut dapat mengakibatkan beberapa item ditambahkan ke dalam agenda IASB. Oleh karena itu. Standar akuntansi keuangan yang berkualitas merupakan salah satu prasarana penting untuk mewujudkan transparasi tersebut. Setelah itu IASB dapat mempertimbangkan untuk memulai studi atas : a) b) c) review atas aplikasi IFRS's. dan Interpretations Committee. 37 . perubahan dalam lingkungan pelaporan keuangan dan komentar oleh Dewan Pertimbangan IFRS. staf dan anggota IASB mengadakan pertemuan secara berkala dengan pihak yang berkepentingan. untuk membantu memahami isuisu yang tidak terduga terkait dengan pelaksanaan praktis dan dampak potensial dari proposal. hubungan tersebut semakin dekat dan seolah tidak memiliki sekat pembatas lagi. penyusun standar. di mana cermin yang baik akan mampu menggambarkan kondisi praktis bisnis yang sebenarnya. Kondisi tersebut menuntut adanya transparansi di segala bidang. Standar akuntansi keuangan dapat diibaratkan sebagai sebuah cermin. IFRS Foundation juga mendorong kegiatan pendidikan untuk memastikan konsistensi dalam penerapan SAK. sangat relevan dan mutlak diperlukan pada masa sekarang ini. dan konstituen tentang kualitas IFRS. Penyusunan Standar Akuntansi di Indonesia Dalam era globalisasi yang terus berkembang.

1 April 2002.” Sejak tahun 1994. Standar Akuntansi Keuangan terus direvisi secara berkesinambungan. Pada masa itu. Program adopsi penuh dalam rangka mencapai konvergensi dengan IFRS direncanakan dapat terlaksana pada tahun 2012. 1 Juni 1999. Sampai tahun 2007. yaitu pada tanggal 1 Oktober 1995. 1 Oktober 2004. dan 1 September 2007. proses revisi telah dilakukan enam kali. Dalam perkembangannya. komite PAI melakukan revisi secara mendasar terhadap PAI 1973 dan kemudian mengkodifikasikannya dalam “Prinsip Akuntansi Indonesia 1984” dengan tujuan untuk menyesuaikan ketentuan akuntansi dengan perkembangan dunia usaha (pasar modal). terjadi perubahan dari harmonisasi ke adaptasi. terdapat tiga tonggak sejarah dalam pengembangan standar akuntansi keuangan di Indonesia. Setidaknya. Hal ini dapat dilihat dari dinamika kegiatan pengembangan standar akuntansi sejak berdirinya IAI pada tahun 1957 hingga kini. kemudian menjadi adopsi dalam rangka konvergensi dengan International Financial Reporting Standards (IFRS).STANDARD SETTING 2011 Sehubungan dengan hal tersebut. Kemudian. menjelang diaktifkannya pasar modal di Indonesia pada tahun 1973. IAI juga telah memutuskan untuk melakukan harmonisasi dengan standar akuntansi internasional dalam pengembangan standarnya. IAI kembali melakukan revisi total terhadap PAI 1984 dan melakukan kodifikasi dalam “Standar Akuntansi Keuangan (SAK) per 1 Oktober 1994. Berikutnya pada tahun 1994. 1 Juni 1996. baik berupa berupa penyempurnaan maupun penambahan standar baru sejak tahun 1994. Standar Akuntansi Keuangan per 1 September 2007 ini di dalamnya sudah bertambah dibandingkan revisi sebelumnya 38 . Tonggak sejarah pertama. Pada masa itu merupakan pertama kalinya IAI melakukan kodifikasi prinsip dan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia dalam suatu Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI). Dalam perkembangan selanjutnya. khususnya dalam hal-hal yang memengaruhi dunia usaha dan profesi akuntan. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sebagai wadah profesi akuntansi di Indonesia diharapkan untuk selalu tanggap terhadap perkembangan yang terjadi. tonggak sejarah kedua terjadi pada tahun 1984.

Sedangkan DKSAK yang anggotanya terdiri atas profesi akuntan dan luar profesi akuntan. Komite Akuntansi Syariah (KAS) dibentuk tanggal 18 Oktober 2005 untuk menopang kelancaran kegiatan penyusunan PSAK yang terkait dengan perlakuan akuntansi transaksi syariah yang dilakukan oleh DSAK.STANDARD SETTING (KDPPLK) Syariah. Meskipun memiliki judul yang berbeda. dan 5 PSAK revisi. 6 PSAK baru. maka badan penyusunnya terus dikembangkan dan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan. Awalnya. Pada tahun 1974 dibentuk Komite Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) yang bertugas menyusun dan mengembangkan standar akuntansi keuangan. pada Kongres VIII IAI tanggal 23-24 September 1998 di Jakarta. Selain itu. 2011 yaitu tambahan Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Untuk dapat menghasilkan standar akuntansi keuangan yang baik. Kemudian. Selanjutnya. namun baik SAK ETAP maupun IFRS for SMEs sama-sama diperuntukkan bagi entitas tanpa akuntabilitas 39 . merupakan mitra DSAK dalam merumuskan arah dan pengembangan SAK di Indonesia. yang mewakili para pengguna. Komite SAK diubah kembali menjadi Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) dengan diberikan otonomi untuk menyusun dan mengesahkan PSAK dan ISAK. SAK ETAP ini nampak selaras dengan International Financial Reporting Standard for Small and Medium-sized Entities (IFRS for SMEs). juga telah dibentuk Komite Akuntansi Syariah (KAS) dan Dewan Konsultatif Standar Akuntansi Keuangan (DKSAK). Kemudian pada tanggal 19 Mei 2009. Komite PAI telah bertugas selama empat periode kepengurusan IAI sejak tahun 1974 hingga 1994 dengan susunan personel yang terus diperbarui. Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) mengesahkan Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP). pada periode kepengurusan IAI tahun 1994-1998 nama Komite PAI diubah menjadi Komite Standar Akuntansi Keuangan (Komite SAK). cikal bakal badan penyusun standar akuntansi adalah Panitia Penghimpunan Bahan-bahan dan Struktur dari GAAP dan GAAS yang dibentuk pada tahun 1973.

Limited hearing Persetujuan Exposure Draft PSAK menjadi PSAK. Pembahasan dalam komite khusus pengembangan standar yang dibentuk DSAK. 9. 11. 3. Pembahasan dalam DSAK. 4. 6. 2. Panduan Implementasi SAK dan Buletin Teknis tidak wajib mengikuti keseluruhan tahapan due process yang diatur diatas. 12. • 2011 publik. Membentuk tim kecil dalam DSAK. 15. Sosialisasi standar. Hearing.STANDARD SETTING medium-sized entities (SMEs). Pengecekan akhir. 14. 13. Pembahasan tanggapan atas Exposure Draft dan masukan Public Untuk due process prosedur penyusunan interpretasi SAK. 5. Konsultasikan issue dengan DKSAK. hanya saja istilah yang digunakan sebagai judul pada IFRS adalah small and Prosedur Penyusunan SAK Due process prosedur penyusunan SAK sebagai berikut : 1. Melakukan riset terbatas. misalnya proses public hearing. Melakukan penulisan awal draft. 8. Identifikasi issue untuk dikembangkan menjadi standar. 10. 40 . Public hearing. Penyampaian Exposure Draft kepada DKSAK untuk meminta pendapat dan pertimbangan dampak penerapan standar. Peluncuran draft sebagai Exposure Draft dan pendistribusiannya. 7.

iaiglobal.or.id : 41 .STANDARD SETTING 2011 Sedangkan due process procedure untuk pencabutan standar atau interpretasi standar yang sudah tidak relevan adalah sama dengan due process procedures penyusunan standar yang diatur diatas tanpa perlu mengikuti tahapan due process point : 5. • Struktur Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Berikut ini ialah struktur dari Ikatan Akuntan Indonesia yang dikutip dari www. dan 11 sedangkan tahapan 13 dapat diganti menjadi : persetujuan pencabutan standar atau interpretasi. 9. 10. 6.

42 . Developing and publishing the discussion paper. yaitu : Setting the agenda. Tiga tonggak sejarah dalam pengembangan standar akuntansi keuangan di Indonesia yaitu Tonggak sejarah pertama (1973) pertama kalinya IAI melakukan kodifikasi prinsip dan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia dalam suatu Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI). yang melibatkan berbagai orang dan organisasi dari seluruh penjuru dunia yang tertarik dengan perkembangan standar akuntansi internasional. dan Procedures after the standard is issued. Proses penyusunan standar International Financial Reporting Standards (IFRSs) dikembangkan melalui proses pertimbangan internasional yang disebut “due process”. dan mempunyai sejarah dalam proses pembuatannya. IAI kembali melakukan revisi total terhadap PAI 1984 dan melakukan kodifikasi dalam “Standar Akuntansi Keuangan (SAK) per 1 Oktober 1994. Dan tonggak ketiga (1994). Proses penyusunan terdiri dari enam tahap. Planning the project. Tonggak sejarah kedua (1984). jika dalam proses penyusunannya harus dilakukan secermat dan melihat berbagai sudut pandang.STANDARD SETTING BAB IV PENUTUP 2011 Sebuah standar dapat dikatakan memenuhi kriteria standar yang baik. Developing and publishing the standard. Dimana penyusunannya dilakukan oleh IAI. IAI juga telah memutuskan untuk melakukan harmonisasi dengan standar akuntansi internasional dalam pengembangan standarnya. Sedangkan di Indonesia mempunyai proses penyusunan standar tersendiri yang berbeda dengan negara lainnya. komite PAI melakukan revisi secara mendasar terhadap PAI 1973 dan kemudian mengkodifikasikannya dalam “Prinsip Akuntansi Indonesia 1984” dengan tujuan untuk menyesuaikan ketentuan akuntansi dengan perkembangan dunia usaha (pasar modal). Developing and publishing the exposure draft.

4th edn. Kam. viewed 15 May 2011. United Kingdom. William R 2003. Accounting Theory. Prentice Hall. New York.ifrs. IFRS Foundation 2011. Financial Accounting Theory.ifrs. <http://www. Toronto.org/>. ii . IFRS Foundation 2011. John Wiley & Sons. Standard-Setting Process. 3rd edn. The <http://www.STANDARD SETTING DAFTAR PUSTAKA 2011 Belkaoi. Vernon 1990. Thomson Learning.org/>. Scott. Organisation. Accounting Theory. 2nd edn. Ahmed Riahi 2000. viewed 16 May 2011.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful