P. 1
Membuat Bank Sampah

Membuat Bank Sampah

|Views: 21|Likes:
Published by Iswanto Budi Arto

More info:

Published by: Iswanto Budi Arto on Nov 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/09/2013

pdf

text

original

Membuat Bank Sampah Tidak banyak yang menyadari bila setiap hari kita memproduksi sampah yang jumlahnya

terus meninggi. Dan, kita juga tidak banyak menyadariya kian hari kian sulit untuk membuang sampah. Karena volume yang terus meninggi, lahan TPA (tempat pembuangan akhir sampah) cepat habis. Dan untuk memperluasnya tidaklah mudah. Reaksi warga di sekitar TPA juga keras ketika mendengar ada rencana perluasan. Mencari lahan TPA baru, terutama di kota-kota besar di Pulau Jawa lebih sulit lagi. Warga sekitar dengan keras selalu menolaknya. Mereka tidak rela bila pemukiman berdekatan dengan tumpukan sampah. Ya.. siapa yang mau hidup di lingkungan yang hamper tiap hari menghirup udara busuk. Ada satu cara untuk menanggulangi makin menggunungnya sampah. Jika setiap rumah tangga memanfaatkan sampah organiknya untuk pupuk alami (kompos) dan non organik kita jual ke pabrik-pabrik atau agen penjualan barang bekas, dan barang lainnya untuk di daur ulang dijadikan kerajinana tangan, bisa dihitung berapa pengurangan volume sampah yang terjadi. Disini saya ingin membuat suatu lembaga yang namanya Bank Sampah Mandiri (BSM), dimana ruang lingkupnya masih belum besar, mungkin sekitaran satu kelurahan atau desa dulu. Yang mana setiap warga di beri penyuluhan agar memisahkan sampah-sampah yang organic dan non organic, lalu system yang saya pakai adalah memberikan fee atau uang tabungan kepada setiap warga yang bisa di ambil per bulan ataupun pertahun untuk setiap sampah rumah yg mereka kumpulkan, jadi disini di hitung per Kg sampah organic ataupun non organic. Jadi misal untuk sampah Organik dihargai Rp 500 per Kg, dan non organic Rp 1000 per Kg. jadi nanti setiap warga juga di berikan buku tabungan untuk mencatat berapa saja tabungan uang sampah mereka. Lalu di penampungan sampah BSM sampah-sampah tersebut kita olah dan kita pilahpilah lagi, yang mana bisa di daur ulang menjadi kerajinan tangan, yang mana juga yang bisa di jadikan pupuk kompos (organic), dan yang mana juga yang bisa di jual ke pabrik atau agen penjualan barang-barang bekas (non organik), dan mungkin juga untuk pakan ternak ikan khususnya ikan lele, Dari hasil olahan-olahan inilah kita bisa hasilkan uang, untuk lembaga dan sebagian unutk warga, dan mungkin target ini sangat di minati oleh banyak masyarakat. Untuk menciptakan lingkungan yg bersih.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->