Tugas Diskusi Mandiri

IBUPROFEN

Oleh: Gianti Zulfarina NIM. I1A005029

BAGIAN FARMAKOLOGI & TERAPI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU Oktober, 2011

1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia dapat merasakan nyeri ketika mengalami sakit kronis, infeksi, pembedahan maupun intervensi medis lainnya. Menurut

International Association for Study of Pain (IASP), nyeri adalah sensori subyektif dan emosional yang tidak menyenangkan yang didapat terkait dengan kerusakan jaringan aktual maupun potensial, atau menggambarkan kondisi terjadinya kerusakan.1Obat atau senyawa yang dipergunakan untuk mengurangi rasa sakit atau nyeri tanpa menghilangkan kesadaran disebut analgetik. Analgetik dikelompokkan menjadi 2 yaitu analgetik opioid dan OAINS/ NSAID.2,3 Obat anti inflamasi non steroid, atau biasa disingkat OAINS, adalah obat-obat yang memiliki efek analgesik, antipiretik dan, bila diberikan dalam dosis yang lebih besar, akan memberikan efek anti inflamasi. Sebagai analgesik, kekhususan dari obat OAINS adalah obat ini bukan golongan narkotik. Beberapa efek terapi dan efek sampingnya disebabkan oleh penghambatan terhadap biosintesis prostaglandin dimana obat-obat golongan ini menghambat enzim siklooksigenase yang mengubah asam arakidonat menjadi prostaglandin. Yang termasuk ke dalam kelompok obat-obatan ini adalah aspirin, ibuprofen, dan naproxen.4,5

2

sehingga ibuprofen dijual sebagai obat generik bebas dibeberapa negara antara lain Amerika Serikat dan Inggris. Ibuprofen relatif lebih lama dikenal dan tidak menimbulkan efek samping serius pada dosis analgetik. dosis.8.2 Tujuan Tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui struktur kimia. Ibuprofen juga merupakan obat inti di daftar obat esensial World Health Organization.6. farmakokinetik. dan daya anti inflamasi yang tidak terlalu kuat. mekanisme kerja. yang merupakan daftar kebutuhan medis minimum untuk sistem perawatan kesehatan dasar. kontraindikasi. bentuk sediaan. 3 .9 1. farmakodinamik. efek samping. interaksi serta toksisitas ibuprofen.Ibuprofen merupakan derivat asam propionat yang bersifat analgesik kuat.7. indikasi. antipiretik.

Ibuprofen seperti turunan 2-arylprorionat lainnya (termasuk ketoprofen. berisi stereosenter di posisi-α dari propionat. Memang ditemukan bahwa S-ibuprofen dan dexibuprofen adalah bentuk aktif baik secara in vitro dan in vivo. naproxen. flurbiprofen. dll).1 Sejarah Ibuprofen adalah turunan asam propionat yang dipatenkan pada tahun 1961.11 4 .2 Struktur Kimia Dalam Ibuprofen terkandung tidak kurang dari 97% dan tidak lebih dari 103. dengan potensi efek biologis yang berbeda dan metabolisme untuk masing-masing enantiomer. Ditemukan oleh Stewart Adams (bersama dengan John Nicholson.10 2.0% C13H18O2 dihitung terhadap zat anhidrat.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Jeffrey Bruce Wilson & Colin Burrows). . 6. ada dua kemungkinan enansiomer ibuprofen. Ada potensi untuk meningkatkan selektivitas dan potensi formulasi ibuprofen oleh pemasaran ibuprofen sebagaienantiomer produk tunggal (seperti yang terjadi dengan naproxen). Nama kimia ibuprofen adalah asam 2-(4-isobutil-fenil)-propionat dengan berat molekul 206.29 g/mol dan rumus molekul C13H18O2. Ibuprofen awalnya digunakan sebagai pengobatan untuk rheumatoid arthritis di Inggris pada tahun 1969 dan Amerika Serikat pada tahun 1974. Dengan demikian. Andrew RM Dunlop. Ibuprofen dikembangkan oleh Grup Boots di tahun 1960an.

dalam aseton dan dalam kloroform. analgesik. Rumus kimia Ibuprofen Ibuprofen berbentuk serbuk hablur. Ada dua jenis siklooksigenase.Gambar 1. sedangkan COX. Kurang dari 1 mg ibuprofen larut dalam 1 ml air namun. sukar larut dalam etil asetat.3 Mekanisme Kerja Ibuprofen bekerja dengan menghambat enzim siklooksigenase sehingga konversi asam arakidonat menjadi terganggu. dan anti inflamasi dari ibuprofen 5 .6. jauh lebih mudah larut dalam alkohol atau campuran air. Ibuprofen praktis tidak larut dalam air. berbau khas lemah.2 keberadaannya diinduksi oleh terjadinya inflamasi oleh sitokin dan merupakan mediator inflamasi. COX-1 terdapat pada pembuluh darah. sangat mudah larut dalam etanol. dan ginjal. lambung.11 2. Ibuprofen hanya sangat sedikit larut dalam air. yang dinamakan COX-1 dan COX-2. dalam metanol. putih hingga hampir putih. Aktivitas antipiretik.

15.berhubungan dengan kemampuan inhibisi COX-2. diubah oleh enzim lain untuk prostaglandin bentuk lain (sebagai mediator nyeri. 4.16 peradangan. Ibuprofen bekerja dengan menghambat enzim siklooksigenase (COX). Ibuprofen menghambat COX-1 dan COX-2 dan membatasi produksi prostaglandin yang berhubungan dengan respon inflamasi. dan demam) dan tromboksan A2 (yang menyebabkan pembentukan bekuan agregasi platelet dan Gambar 2. Prostaglandin H2. yang mengubah asam arakidonat menjadi prostaglandin H2 (PGH2). dan adapun efek samping seperti perdarahan saluran cerna dan kerusakan ginjal adalah disebabkan inhibisi COX-1. merangsang darah).14 Seperti yang telah disebutkan. Mekanisme kerja Ibuprofen12 6 .12.13. pada gilirannya.

dan efek kerusakan lambung dari OAINS tidak pasti dan senyawa yang berbeda ini menyebabkan perbedaan derajat analgesia dan kerusakan lambung. dan efektif terhadap nyeri yang berkaitan dengan inflamasi atau kerusakan jaringan.Seperti aspirin. yang dicapai terutama melalui penghambatan COX-2. Namun.15 2.3 7 . peran isoform COX untuk analgetik. Untuk menimbulkan efek analgesik. ibuprofen dianggap non-selektif COX inhibitor yang menghambat dua isoform siklooksigenase yaitu COX-1 dan COX-2. sedangkan penghambatan COX-1 akan bertanggung jawab untuk efek yang tidak diinginkan pada agregasi platelet dan saluran pencernaan. anti inflamasi. indometasin. Efek analgesiknya jauh lebih lemah daripada efek analgesik opioat.4 Farmakodinamik Ibuprofen hanya efektif terhadap nyeri dengan intensitas rendah sampai sedang. Dalam rangka untuk mencapai efek menguntungkan pada ibuprofen dan OAINS lainnya tanpa mengakibatkan gastrointestinal ulserasi dan perdarahan. dan kebanyakan OAINS lainnya. selektif COX-2 inhibitor dikembangkan untuk menghambat COX-2 isoform tanpa terjadi penghambatan COX-1. ibuprofen bekerja pada hipotalamus. menghambat pembentukan prostaglandin ditempat terjadinya radang. antipiretik dan anti-inflamasi. tetapi tidak menimbulkan ketagihan dan tidak menimbulkan efek samping sentral yang merugikan. Sebagai analgesik. dan mencegah sensitisasi reseptor rasa sakit terhadap rangsang mekanik atau kimiawi.

yaitu pembentukan prostaglandin di dalam susunan syaraf pusat sebagai respon terhadap bakteri pirogen dan adanya efek interleukin-1 pada hipotalamus. dan spondilitis ankilosa.Ibuprofen akan menurunkan suhu badan hanya dalam keadaan demam. memperbaiki. nyeri. serotonin. bradikinin.3 2. prostaglandin dan lainnya yang menimbulkan reaksi radang berupa panas. ibuprofen hanya meringankan gejala nyeri dan inflamasi yang berkaitan dengan penyakitnya secara simtomatik. dan disertai gangguan fungsi. atau mencegah kerusakan jaringan pada kelainan muskuloskeletal. bengkak. merah. Ibuprofen menghambat baik pirogen yang diinduksi oleh pembentukan prostaglandin maupun respon susunan syaraf pusat terhadap interleukin-1 sehingga dapat mengatur kembali “thermostat” di hipotalamus dan memudahkan pelepasan panas dengan jalan vasodilatasi. Namun. tidak menghentikan. Inflamasi adalah suatu respon jaringan terhadap rangsangan fisik atau kimiawi yang merusak. Demam yang menyertai infeksi dianggap timbul akibat dua mekanisme kerja. Waktu paruh dalam plasma sekitar 2 8 . osteoartritis. Rangsangan ini menyebabkan lepasnya mediator inflamasi seperti histamin. efek inflamasi dari ibuprofen dicapai apabila penggunaan pada dosis 1200-2400 mg sehari. Ibuprofen dapat dimanfaatkan pada pengobatan muskuloskeletal seperti artritis rheumatoid.3.15 Sebagai antiinflamasi.5 Farmakokinetik Absorbsi ibuprofen cepat melalui lambung dan kadar maksimum dalam plasma dicapai setelah 1-2 jam.

4. Meringankan nyeri ringan sampai sedang antara lain nyeri pada dismenore primer (nyeri haid). nyeri pada penyakit gigi atau pencabutan gigi. Konsentrasinya lebih tinggi di ruang synovial dibandingkan diplasma.17. meskipun relatif lebih lemah bila dibandingkan dengan aspirin atau obat lain yang lebih dikenal sebagai 9 . Ibuprofen diketahui memiliki efek antiplatelet. Kira-kira 90% dari dosis yang diabsorpsi akan diekskresi melalui urin sebagai metabolit atau konyugata (1% sebagai obat bebas). dan non-sendi. Ibuprofen masuk ke ruang synovial dengan lambat. nyeri setelah operasi dan sakit kepala.20 Ibuprofen juga umumnya bertindak sebagai vasodilator. osteoarthritis. gejala arthritis.19 2.6 Indikasi Efek analgesik dan antiinflamasi ibuprofen dapat digunakan untuk meringankan gejala-gejala penyakit rematik tulang. beberapa juga diekskresi melalui feses. Ekskresinya berlangsung cepat dan lengkap. sendi. Onset sekitar 30 menit.jam.18. dapat melebarkan arteri koroner dan beberapa pembuluh darah lainnya. Durasi ibuprofen berkisar antara 6-8 jam. Metabolit utama merupakan hasil hidroksilasi dan karboksilasi dimetabolisme dihati untuk dua metabolit utama aktif yang dengan cepat dan lengkap dikeluarkan oleh ginjal. Sembilan puluh persen ibuprofen terikat pada protein plasma. Absorpsi jika diberikan secara oral mencapai 85%. Juga dapat digunakan untuk meringankan gejala-gejala akibat trauma otot dan tulang atau sendi (trauma muskuloskeletal).

8 Efek Samping Ibuprofen bekerja dengan menghambat enzim siklooksigenase sehingga konversi asam arakidonat menjadi prostaglandin terganggu.7 Kontraindikasi Ibuprofen tidak dianjurkan pada pasien dengan hipersensitif terhadap Ibuprofen dan obat antiinflamasi non-steroid lain. nekrotizing enterokolitis. Prostaglandin terlibat dalam pelepasan renin.4. dan perdarahan intraventrikular. perforasi usus.21. penderita dengan ulkus peptikum (tukak lambung dan duodenum) yang berat dan aktif. 22 Ibuprofen lisin diindikasikan untuk penutupan duktus arteriosus paten pada bayi prematur dengan berat antara 500 dan 1. dukungan pernafasan tidak efektif. disfungsi ginjal. rhinitis angioedema dan penderita dimana bila menggunakan asetosal atau obat antiinflamasi non-steroid lainnya akan timbul gejala asma. keseimbangan air.antiplatelet. dan keseimbangan natrium. Prostaglandin juga menstimulasi perbaikan sel epitelial gastrointestinal dan menstimulasi sekresi bikarbonat dari sel epitelial. efek protektif neuronal. diuretik.3. Dapat digunakan pada neonatus dengan paten duktus arteriosus. kehamilan tiga bulan terakhir dan menyusui. sirkulasi regional. Hal ini menyebabkan ibuprofen dapat 10 .rinitis atau urtikaria.23 2.500 gram.20 2. Penderita sindroma polip hidung. asma. vaskular lokal. yang tidak lebih dari 32 minggu usia kehamilan saat restriksi cairan.

Pada mata. anoreksia. Studi pada tahun 2010 menunjukkan bahwa kebiasaan menggunakan OAINS dikaitkan dengan peningkatan gangguan pendengaran. pruritus. Selain itu efek samping pada gastrointestinal meliputi stress lambung.24 Efek samping pada sistem kardiovaskular antara lain edema perifer. 22. nekrosis papillar renal. hiperkalemia. dan eritema. hiponatremia. dan aseptik meningitis. konstipasi. telinga dan nasofaring antara lain gangguan penglihatan. ibuprofen juga dapat meningkatkan risiko palpitasi. kehilangan darah tiba-tiba. cistisis. dan juga dapat menyebabkan vasokonstriksi pada mukosa lambung. mengantuk.25 Penggunaan pada paten duktus arteriosus saat neonatal dengan masa gestasi kurang dari 30 minggu dapat mengakibatkan peningkatan 11 . sakit kepala ringan. vertigo. Pada kulit antara lain rash. dispepsia.menurunkan sekresi mukus yang berfungsi sebagai pelindung dalam lambung dan usus kecil. muntah. interstitial nephritis. ventrikular aritmia dan infark miokard (serangan jantung). acute renal insufisiensi. dan perburukan CHF. kesukaran mencerna. dan tinnitus. mual. fotopobia. hematuria. kembung.22 Hampir sama dengan jenis OAINS lain. Pada genitourinaria antara lain menometrorrhagia. distress atau karma atau nyeri abdominal. heartburn. diare. dan rasa penuh pada perut juga dapat disebabkan oleh penggunaan ibuprofen. retensi air. Efek samping yang lain seperti kram otot. Pada sistem saraf pusat antara lain dizzines. khususnya di antara mereka yang menggunakan dosis tinggi dalam jangka waktu lama.

ruam. Dari penelitian-penelitian yang Penggunaan jangka pendek dari ibuprofen tidak signifikan meningkatkan risiko kerusakan ginjal pada sukarelawan sehat atau pada anak dengan penyakit demam. Pengobatan jangka panjang dengan ibuprofen dengan dosis 1200 mg / hari tidak meningkatkan risiko kerusakan ginjal pada orang lanjut usia. pusing.27. cairan atau mual. sakit kepala. retensi ulserasi garam dan sembelit. sehingga dapat mengakibatkan kerniikterus dan ensefalopati. dalam hipovolemia). dan transprtasi ion tubular.25. GFR. kenaikkan enzim gastrointestinal perdarahan.28 12 . Waktu paruh yang pendek pada ibuprofen terkait dengan menurunnya resiko efek ginjal daripada OAINS lain dengan waktu paruh yang panjang. diare.dispepsia. inhibisi produksi PG mungkin mengakibatkan berkurangnya aliran darah ginjal dan kerusakan ginjal. hati. efek samping yang terkait dengan ginjal jarang terjadi pada dosis ibuprofen yang ditentukan. dapat dikurangi dengan cara pemberian bersama dengan indometasin.26 Ibuprofen dapat menghambat aliran darah renal. Jika pengeluaran dua zat tersebut meningkat (misalnya. Namun.23 Efek samping yang umum ditemukan antara lain epistaksis. Prostaglandin juga mengatur aliran darah ginjal sebagai fungsional dari antagonis angiotensin II dan norepinefrin. Namun hal ini. dan hipertensi. karena dapat menggeser kedudukan bilirubin dari albumin.hiperbilirubinemia pada neonatal.

Ibuprofen juga bisa mempengaruhi agregasi trombosit.4. 200 mg/5 mL.9 Sediaan dan Posologi Bentuk sediaan generik yang tersedia yaitu berupa sediaan tablet 200 mg. ibuprofen dengan parasetamol dan kafein.30 Gambar 3.29 Sediaan kombinasi yang tersedia yaitu berupa kombinasi ibuprofen dengan parasetamol.29 Bentuk sediaan paten yang tersedia yaitu berupa sediaan tablet 200 mg. 400 mg. 400 mg. 600 mg. Efek ini ditimbulkan karena adanya penghambatan biosintesis tromboksan A2 (TXA2).24 2. kaptabs salut selaput 200 mg. Sediaan tablet Ibuprofen35 Posologi : Ibuprofen dosis rendah (200 mg dan 400 mg) banyak tersedia. kaptabs salut selaput 200 mg. tablet salut selaput 200 mg. suppositoria 125 mg. 13 . tablet salut selaput 200 mg. suspensi 100 mg/5 mL. dan ibuprofen dengan Vitamin B6 B1 dan B12. 400 mg. 400 mg. 600 mg. 400 mg. Ibuprofen memiliki durasi tergantung dosis yaitu sekitar 4-8 jam. 600 mg. tablet kunyah 100 mg .

yang lebih lama dari yang disarankan dari waktu paruh. Umumnya. mereduksi demam 15% lebih cepat dibandingkan parasetamol dosis 10-15 mg/kgBB.28 14 .11. Jumlah maksimum ibuprofen untuk orang dewasa adalah 800 miligram per dosis atau 3200 mg per hari (4 dosis maksimum). dapat ditambahkan sampai dosis harian 800-1200 mg.16 Dosis Ibuprofen 5-10 mg/kgBB dengan interval pemberian 4-6 jam. dosis oral 200-400 mg (5-10 mg / kg BB pada anak-anak) setiap 4-6 jam. Dosis yang dianjurkan bervariasi tergantung massa tubuh dan indikasi.

13. Ibuprofen awalnya dipasarkan sebagai Brufen. 7. 12. 9. 8. Di luar jenis tersebut. 11. dan sejak saat itu muncul berbagai merek dagang lainnya seperti yang tertera pada tabel dibawah ini: 29 No. Nama Obat Ibuprofen (Generik) Anafen (Bernofarm) Arbupon (Pyridam) Bunofa (Nufarindo) Brufen (Abbot) Suspensi Brufen Forte (Abbot) Bufect (Sanbe Farma) Bufect Forte (Sanbe Farma) Cupal Profen (GuardianP harmatama) Dofen (Dexa Medica) Dolofen F (Tempo Scan Pacific) Dutariten (Simex Pharmaceutical) Farsifen (Ifars) Febryn (Sunthi Sepuri) Fenagra (Graha Farma) Fenatic (Promedrahardjo Farmasi) Fenida (Harsen) Profen Foerte (Guardian 15 2. Kaptabs salut selaput 200 mg Kaptabs salut gula 600 mg. 200 mg/5 mL Kaptabs salut selaput 400 mg Kaptabs Salut selaput 400 mg 100 mg/5 mL . 6. 400 mg. 14. 16. 18. Kaptabs salut selaput 200 mg . Pembatasan ibuprofen yaitu sampai pada sediaan tablet 200 mg. Suspensi 100 mg/5 mL. 400 mg Suspensi 100 mg/5ml Tablet Salut selaput 400 mg Suspensi100 mg/5 mL . 3. Tablet salut selaput 200 mg Suspensi 200 mg/5 mL Tablet salut selaput 200 mg Tablet salut selaput 200 mg Kapsul 400 mg .10 Nama Generik dan Nama Dagang Ibuprofen tergolong dalam jenis obat bebas terbatas. 17. 600 mg. 4. yang mana kemasan tidak lebih dari 10 tablet.2. 400 mg. 15. 1. Tablet salut selaput 200 mg. Tablet salut selaput 200 mg . 10. Kaptabs salut selaput 400 mg Tablet salut selaput 400 mg Kaptabs salut selaput 200 mg. Tablet Salut selaput 400 mg Kaptabs Salut selaput 400 mg Suspensi 200 mg/5mL . 5. 400 mg Tablet salut selaput 600 mg Suspensi 100 mg/5 mL . BSO Tablet 200 mg. maka ibuprofen tergolong sebagai obat terbatas. 400 mg .

400 mg Xepafen Forte (Metiska Farma) Suspensi 200 mg/5mL 16 . Suppositoria 125 mg . 22. 21. 33. 26. 34. 24.Pharmatama) 19. 400 mg Suspensi 60 mL Tablet 200 mg Suspensi 100 mg/5mL. 30. 28. 25. Tablet kunyah 100 mg . 23. 27. Proris (Pharos) Proris Forte (Pharos) Prosinal (Gracia Pharmindo) Prosic (Galenium Pharmasia Laboratories) Pyremol Cap ”38” (sumber Kesehatan Baru) Repass (Erela) Rhelafen (LAPI) Rhelafen Forte (LAPI) Ribunal (Combiphar) Ribunal Forte (Combiphar) Sakarema (Saka Farma) Salfenal (Itrasal) Tabalon (Hoechst) Tamaprofen (Aditya Raya Indofarma) Tikaren (Coronet Crown) Kaptabs salut selaput 200 mg . Suspensi 100 mg/mL. 29. 20. 35. Tablet salut Xepafen (Metiska Farma) selaput 200 mg. 31. 200 mg/5mL Suspensi 200 mg/5mL Suspensi 100 mg/5mL Suspensi 100mg/5mL Suspensi 100mg/5mL Tablet salut selaput 200 mg Suspensi 200mg/5mL Suspensi 200mg/5mL Kaptabs 400 mg. Suspensi 100mg/5mL Suspensi 200 mg/5mL Kaptabs salut selaput 200 mg Kaptabs 200g Tablet salut selaput 200mg. 600 mg. 32.

11 Interaksi Obat3.2.31 Nama Obat Interaksan Ace inhibitor Obat antiperdarahan Antidiabetes Baklofen Beta-bloker Glikosida jantung Keterangan meningkatkan risiko nefrotoksisitas meningkatkan risiko perdarahan meningkatkan efek sulfonilurea menurunkan ekskresi baklofen (meningkatkan risiko tosisitas) menurunkan efek antihipertensi meningkatkan kadar glikosida jantung dalam plasma meningkatkan risiko perdarahan di saluran cerna meningkatkan level serum litium menurunkan efek diuretik meningkatkan level metotreksat meningkatkan risiko nefrotoksisitas meningkatkan risiko nefrotoksisitas meningkatkan risiko erosi lambung dan perdarahan Ibuprofen Kortikosteroid Litium Loop diuretik Metotreksat Penisilamin Takrolimus Warfarin 17 .30.

namun dapat dipertimbangkan jika jumlah yang dikonsumsi secara potensial mengancam kehidupan dan dapat dilakukan dalam waktu 60 menit setelah menelan. Kadang- 18 . Korelasi antara tingkat keparahan gejala dengan kadar ibuprofen dalam plasma pernah ditemukan. diuresis paksa alkaline secara teori menguntungkan.12 Toksisitas Gejala -gejala overdosis ibuprofen mirip dengan gejala yang disebabkan oleh overdosis OAINS lain. Efek racun tidak mungkin muncul pada dosis di bawah 100 mg/kg tetapi saat di atas 400 mg/kg. (sekitar 150 tablet dari 200 unit mg). Emesis tidak dianjurkan.33 Terapi untuk overdosis dalam kasus awal adalah dekontaminasi lambung menggunakan arang aktif. karena ibuprofen sangat terikat protein dalam darah.32. Diuresis paksa alkalin mempunyai manfaat yang terbatas. asidosis. Standar langkah-langkah untuk mempertahankan output urine normal harus dilakukan dan fungsi ginjal harus dipantau. berat badan. sehingga ekskresi dari ginjal minimal. Lavage lambung sekarang jarang digunakan. Terapi simtomatis untuk hipotensi. Ibuprofen memiliki sifat asam dan juga diekskresikan dalam urin. dan penyakit pada pasien. arang menyerap obat sebelum bisa masuk ke sirkulasi sistemik. Mayoritas konsumsi ibuprofen hanya menghasilkan efek ringan dan pengelolaan overdosis sangatlah mudah. perdarahan GI.2. Namun. Dosis letal sukar ditentukan karena bervariasi tergantung pada usia. dan toksisitas ginjal dapat diindikasikan.

mereka biasanya tidak akan mengalami gejala ulangan.kadang. Jika seorang pasien bertahan pada keracunan akut.34 19 . pemantauan ketat di unit perawatan intensif selama beberapa hari diperlukan.

BAB III PENUTUP Kesimpulan Adapun kesimpulan yang diperoleh dari makalah ini antara lain. gejala arthritis. 20 . osteoarthritis. Ibuprofen diabsorbsi cepat melalui lambung dan kadar maksimum dalam plasma dicapai setelah 1-2 jam. Sediaan yang ada adalah obat generik ibuprofen tablet 200 dan 400 mg. dan dosis maksimal adalah 3200 mg/hari sedangkan dosis untuk anak-anak adalah 5-10 mg / kg BB. primer dismenore. dan ekskresi cepat dan lengkap di ginjal. pusing. Dosis Ibuprofen untuk orang dewasa adalah 200-400 mg dengan durasi 4-8 jam. Efek samping yang dapat terjadi adalah gangguan gastrointestinal atau perdarahan. antipiretik. waktu paruh dalam plasma sekitar 2 jam. sakit kepala. Indikasi penggunaan ibuprofen adalah menghilangkan nyeri ringan hingga sedang. Ibuprofen adalah obat golongan obat anti inflamasi non steroid yang merupakan derivat asam propionate yang berefek analgetik. demam. epistaksis. kenaikkan enzim hati. Metabolisme Ibuprofen terjadi di hepar. dengan daya antiinflamasi yang tidak terlalu kuat.

4. Anonymous. Nashed R. Hechler T . 13. 2008. Konsep dasar nyeri.blogspot. 5. Medos Z. 23 Mei 2011. FK UNLAM: Banjarmasin.com/ibuprofen-history. Dtsch Arztebl Int.39(3):223-5. 8. 21 . Edisi 5. 2009. Hussein Ali Abdul. 6. 11. Farmakologi dan Terapi Edisi 4. Bandiera E. Tucci J. 2. 9. InfoPOM 2006. Reader S .2:105-108.1037. Badan POM RI. Ganiswarna SG. Farmakologi Dasar dan Klinik. Darwiche R. Dewland PM . 2010. In Vitro Antibacterial Activity of Ibuprofen and Acetaminophen. 12.105:28-29. Berry P. sodium ibuprofen or ibuprofen acid incorporating poloxamer in healthy volunteers. 10. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.7(6):11. Perbandingan Mutu Fisik dan Profil Disolusi Tablet Ibuprofen Merk Dagang dan Generik. Available http://ibuprofendrug. Jakarta: FKUI. Katzung G Bertram. Anonymous. Zubaidah I. Anonymous. Diktat Farmakologi I. March 2005. 2009 Dec 4. Zernikow B .com/2008/10/konsep-dasar.DAFTAR PUSTAKA 1. 23 Mei 2011. Salemba Medika: Jakarta. Pain therapy in children and adolescents.Infect Dis Glob.9:19. World Health Organization. Vivek S. 2008. Jain SK.nyeri. Retrieved 2006-03-12. Ibuprofen history. Journal of Pharmacy Practice and Research 2009. Shukla M. 2001. Available on http://qittun. on 7.html. Bioavailability of ibuprofen following oral administration of standard ibuprofen. 3. 2003. Penggunaan bersamaan Ibuprofen dan Aspirin. Development and in Vitro Evaluation of Ibuprofen Mouth Dissolving Tablets Using Solid Dispersion Technique. BMC Clin Pharmacol. Trinh D. WHO Model List of Essential Medicines.html. 2010:8.

Katakam LI . Bandiera E. Tucci J. Zurakowski D . Okamura T . Development and in Vitro Evaluation of Ibuprofen Mouth Dissolving Tablets Using Solid Dispersion Technique. Iwata Y .11:81s–110s 16. Jakarta. A Im . Smith PB . Ibuprofen. . Nashed R. Safety and effectiveness of indomethacin versus ibuprofen for treatment of patent ductus arteriosus. Shukla M. Jain SK. Lee ChongKil. Lee Young-Hee . Available on www. 2010. Kim Kyungjae . 2005. 18. 2008. USA: McGraw-Hill Companies. Evolution of nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs): cyclooxygenase (COX) inhibition and beyond". 2010:8. Munn Andrew. Anonymous. J pharm pharm sci. Journal of Pharmacy Practice and Research 2009. 23.blogsehat. Knaus EE.14. Jonas RA. 22 . Kim Hyun-Jin. Principles of Internal Medicine Edisi 16. The pharmacokinetic profile of a novel fixed-dose combination tablet of ibuprofen and paracetamol. Am J Perinatol. BMC Clinical Pharmacology 2010. 21. Sukmadiyah M. Nicole O . Aspley S. Sun. 24. 2010 Feb. 2009. 2010. Trinh D. J Thorac Cardiovasc Surg.27(5):425-9. Inhibit MHCrestricted Antigen Presentation in Dendritic Cells.39(3):223-5. Available on http://www. Anonymous. Cyclooxygenase Inhibitors. Vivek S. 22. 10:1-10.1037. Pembuatan Niosom berbasis Maltodekstrin DE 5-10 dari Pati Beras Amylum Oryzae. Mipa Farmasi UII.139(2):489-93. Aspirin and Ibuprofen. Ibuprofen for neuroprotection after cerebral ischemia. Dang CN .farmasiku. 2010. Goldberg RN . Tanner Trevor. Darwiche R. Rao P. 23 Mei 2011. 20. Immune Network.html. Harrison TR. Thomas Tracy.com/2010/09/03/ibuprofen-400-mg. Cotten CM . Medos Z. Ibuprofen 400 mg. 15. 19.10:92-98 17.com.

Ziegler A. 2002. Clinical Medicine.com. Allan M. Informatorium Obat Nasional Indonesia. 29. 32. 31.". 2003. Hartley V. J Med Case Reports. 30. Robert J Douglas. Ibuprofen.56:773 27.jpg&i mgrefurl=http://sohacollections. Lullman H. Bieger D. 33. A prospective. 2008. 4 : 76-78.25. Non-prescription use of ibuprofen and the risks of gastrointestinal and renal toxicity. Ann Emerg Med 19 (6): 657–62. 2000. Tatro DS. Anonymous. population-based study of acute ibuprofen overdose: complications are rare and routine serum levels not warranted.com/images/P/Ibuprofen_Tablet_4be80096565d9. Volans G.3. 26. 2010.html.mims. 23 Mei 2011. Palpitations following regular ibuprofen dosing in a 13year-old girl: a case report. Mohr K.com/2615. A to Z Drugs Facts. 2010. Available on http://sohacollections. Noah Ivers. New York: Thieme Stuttgart. Color Atlas of Pharmacology. Non-opioid analgesic poisoning".2:119–23. Ovid. Yvonne Shevchuk. Treatment of pediatric fever Are acetaminophen and ibuprofen equivalent? Canadian Family Physician. 28. Indriani R. 34. 2003. McCrea S. Badan POM RI: Jakarta. International Ibuprofen Foundation. Ibuprofen tablet. 2010. 23 . Anonymous. Available on www. Monaghan J.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful