P. 1
Makalah Agama Islam Tentang Akhlak

Makalah Agama Islam Tentang Akhlak

|Views: 249|Likes:
Published by Yhany Ramlan

More info:

Published by: Yhany Ramlan on Nov 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/22/2015

pdf

text

original

MAKALAH AGAMA ISLAM TENTANG AKHLAK (AKIDAH SEBAGAI DASAR PENDIDIKAN AKHLAK

)
Posted on May 2, 2008 by xipemai cREATED : Drs. Abd. Rohim School : PAsca STAIN Cirebon Editor : anakciremai.blogspot.com AKIDAH SEBAGAI DASAR PENDIDIKAN AKHLAK Dasar pendidikan akhlak bagi seorang muslim adalah akidah yang benar terhadap alam dan kehidupan, karena akhlak tersarikan dari akidah dan pancaran dirinya. Oleh karena itu, jika seseorang berakidah dengan benar, niscaya akhlaknya pun akan benar, baik dan lurus. Begitu pula sebaliknya, jika akidah salah dan melenceng maka akhlaknya pun akan tidak benar. Akidah seseorang akan benar dan lurus jika kepercayaan dan keyakinannya terhadap Allah juga lurus dan benar. Karena barang siapa mengetahui Sang Penciptanya dengan benar, niscaya ia akan dengan mudah berperilaku baik sebagaimana perintah Allah. Sehingga ia tidak mungkin menjauh atau bahkan meninggalkan perilaku-perilaku yang telah ditetapkan-Nya. Adapun yang dapat menyempurnakan akidah yang benar terhadap Allah adalah berakidah dengan benar terhadap malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya yang diturunkan kepada para Rasul dan percaya kepada Rasul-rasul utusan-Nya yang mempunyai sifat jujur dan amanah dalam menyampaikan risalah Tuhan Mereka. Keyakinan terhadap Allah, Malaikat, Kitab, dan para Rasul-rasul-Nya berserta syariat yang mereka bawa tidak akan dapat mencapai kesempurnaan kecuali jika disertai dengan keyakinan akan adanya hari Ahkir dan kejadian-kejadian yang menggiringnya seperti hari kebangkitan, pengmpulan, perhitungan amal dan pembalasan bagi yang taat serta yang durhak dengan masuk surga atau masuk neraka. Di samping itu, akidah yang benar kepada Allah harus diikuti pula dengan akidah atau kepercayaan yang benar terhadap kekuatan jahat dan setan. Merekalah yang mendorong manusia untuk durhaka kepada Tuhannya. Mereka menghiasi manusia dengan kebatilan dan syahwat. Merekalah yang merusak hubungan baik yang telah terjalin di antara sesamanya. Demikianlah tugas –tugas setan sesuai dengan yang telah digariskan Allah dalam penciptaannya, agar dia dapat memberikan pahala kepada orang-orang yang tidak mengikuti setan dan menyiksa orang yang menaatinya. Dan semua ini berlaku setelah Allah memerpingatkan umat manusia dan mengancam siapa saja yang mematuhinya setan tersebut. Pendidikan akhlak yang bersumber dari kaidah yang benar merupakan contoh perilaku yang harus diikuti oleh manusia. Mereka harus mempraktikannya dalam kehidupan mereka, karena hanya inilah yang akan mengantarkan mereka mendapatkan ridha Allah dan akan membawa mereka mendapatkan balasan kebaikan dari Allah.

Penyelewengan ini tidak akan mungkin terjadi jika tidak ada kesalahan dalam berakidah. Seperti difirmankan Allah SWT. maka akidah harus dijadikan dasar pendidikan akhlak manusia.. Demikian juga. maka sifat tersebut dinamakan dengan akhlak yang buruk. Al-khuluq adalah suatu sifat jiwa dan gambaran batinnya.Menurut Imam Abu Hamid Al-Gazali Kata al-khalq ‘Fisik’ dan al-khuluq ‘akhlak’ adalah dua kata yang sering dipakai bersaman. Dan sebagaimana halnya keindahan bentuk lahir manusia secara mutlak tak dapat terwujud hanya dengan keindahan dua mata.Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah. Hal ini karena manusia tersusun dari fisik yang dapat dilihat dengan mata kepala. Untuk menjaga kebenaran pendidikan akhlak dan agar seseorang selalu dijalan Allah yang lurus. semua unsur tadi harus indah sehingga terwujudlah keindahan lahir manusia itu. Sedangkan al-khuluq adalah bentuk batinnya. Keempat rukun itu antara lain: 1)Kekuatan ilmu 2)Kekuatan marah 3)Kekuatan syahwat 4)Kekuatan mewujudkan keadilan di antara tiga kekuatan tadi 1)Kekuatan Ilmu Keindahan dan kebaikannya adalah dengan membentuknya hingga menjadi mudah mengetahui perbedaan antara juur dan dusta dalam ucapan.. antara kebenaran dan kebatilan dalam beraqidah. DEFINISI AKHLAK 1. rasul. dan antara keindahan dan keburukan dalam perbuatan. yaitu jalan yang sesuai dengan apa yang telah digariskan-Nya. indah dan saling bersesuaian. maka terwujudlah keindahan akhlak itu. mulut dan pipi. ia benar-benar telah dianugerahi karunia . Seperti redaksi bahasa arab ini. Jika keempat rukun itu terpenuhi. “…. Yang dimaksud dengan ruh dan jiwa di sini adalah sama. Kata al-khuluq merupakan suatu sifat yang terpatri dalam jiwa. maka sifat tersebut dinamakan akhlak yang baik. maka lahirlah buak hikmah. yang darinya terlahir perubahan-perubahan dengan mudah tanbpa memikirkan dan merenung terlebih dahulu.Ketidakberesan dan adanya keresahan yang selalu menghiasi kehidupan manusia timbul sebagai akibat dari penyelewengan terhadap akhlak –akhlak yang telah diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Sebaliknya. dalam batin manusia ada empat rukun yang harus terpenuhi seluruhnya sehingga terwujudlah keindahan khuluq “akhlak”. baik kepada Allah. Malikat. ada yang buruk ada pula yang baik. Jika sifat yang tertanam itu darinya terlahir perbuatan-perbuatan baik dan terpuji menurut rasio dan syariat. Sedangkan jika yang terlahir adalah perbuatan-perbuatan buruk. dengan tanpa hidung. Masing-masing dari keduanya memiliki bentuk dan gambaran. dan hikmah itu sendiri adalah puncak akhlak yang baik. dan dari ruh yang dapat ditangkap dengan batin. Sehingga yang dimaksud dengan kata “alkhalaq” adalah bentuk lahirnya. Jika kekuatan ini telah baik. Dan ruh yang ditangkap oleh mata batin itu lebih tinggi nilainya dari fisik yang ditangkap dengan penglihatan mata. kitab-kitab-Nya maupun hari Akhir. fulaan husnu al-khalq wa al-khuluq yang artinya “si fulan baik lahirnya juga batinnya”.

dan keadilan. berlebihan atau kurang. keberanian. dan perumpamaannya adalah seperti pihak yang menjadi pelaksana dan pelaku bagi perintah akal. iffah. Sementara orang yang hanya dapat mewujudkan keseimbangan sebagian unsur itu saja. jika cenderung melemah dan berkurang maka dinamakan pengecut. Hikmah adalah kondisi kekuatan kemarahan yang tunduk kepada akal. Keindahan kekuatan kemarahan dan keseimbangannya digambarkan dengan keberanian Keindahan kekuatan syahwat dan keseimbangannya digambarkan dengan sifat iffah menjaga kesucian diri Jika kekuatan marah seseorang cenderung ke arah bertambah maka ia dinamakan dengan tahwwur ‘sembrono’. menjaga kesucian diri. 3)Kekuatan syahwat Keindahan dan kebaikannya adalah jika ia berada di bawah perintah hikmah. Jika kekuatan syahwat cenderung bertambah maka ia dinamakan serakah. yang terkadang jinak dan menuruti perintah. tindakan menguranginya ketika menggunakannya dalam perkaraperkara yang tidak baik dinamakan kebusukan dan kerendahan. sedangkan jika cenderung melemah dan berkurang dinamakan statis. seperti orang yang sebagian wajahnya indah. sehingga gerakgeriknya sesuai dengan perintah. dan terkadang pula binal. Sedangkan keadilan. Kesucian diri adalah melatih kekuatan syahwat dengan kendali akal dan syariat. yaitu kezaliman. Perumpamaan akal adalah seperti seorang pemberi nasihat dan pemberi petunjuk Kekuatan keadilan adalah kemampuan.yang banyak …. Dan kemarahan adalah tempat yang padanya dilaksanakan perintah tadi itu. Dengan demikian. dan membimbingnya untuk berjalan sesuai dengan tuntutan hikmah. juga memegang . Sedangkan. Sementara perumpamaan syahwat adalah seperti kuda yang ditunggangi untuk mencari hewan buruan. pokok-pokok utama akhlak ada empat. bukan sesuai dengan dorongan syahwat dirinya. Sementara hikmah. Siapa yang dapat mewujudkan kesimbangan unsur-unsur tadi. yang perlu dilatih. sementara sebagian lainnya buruk. Keadilan adalah kondisi jiwa dan kekuatannya memimpin kemarahan dan syahwat. Yang terpuji adalah sikap seimbang yang merupakan keutamaan. Maksudnya perintah akal dan syariat. jika ia terluput maka ia tak mempunyai dua sisi ekstrem. Sementara tindakan berlebihan padanya dinamakan kedunguan. maka ia menjadi orang yang berakhlak baik jika dilihat pada segi yang baik itu saja. 2)Kekuatan marah Keindahannya adalah jika mengeluarkan marah itu dan penahannya sesuai tuntutan hikmah. Maka sikap pertengahannyalah yang dinamakan dengan hikmah. Perumpamaannya adalah seperti anjing pemburu. tapi ia mempunyai satu lawan dan antonimnya. dalam maju dan mundurnya. yaitu: Hikmah. 4)Kekuatan mewujudkan keadilan di antara tiga kekuatan tadi Adalah kekuatan dalam mengendalikan syahwat dan kemarahan di bawah perintah akal dan syariat. sedangkan dua sikap yang cenderung bertambah dan melemah adalah dua hal yang tercela.” (Al-Baqarah: 269). ia pun menjadi sosok yang berakhlak baiks secara mutlak.

dengan sulit orang yang akhlaknya dermawan. Dan dalam ilmu akhlak disebutkan penjelasan detail tentang hal-hal ini. . Ketiga sifat ini. Yang pertama adalah kurangnya keberanian dan yang kedua adalah berlebihan keberanian. karena orang yang mengeluarkan derma jarang-jarang dan kadang-kadang saja. yang darinya terlahir perbuatan-perbuatan dengan mudah dan ringan. tapi ia mengeluarkan derma. Dari keseimbangan pokok-pokok tersebut. Iffah adalah kesempurnaan kekuatan sahwat dan posisi pertengahan antara dua keburukan. karena ada suatu motif tertentu yang mendorongnya atau karena ingin pamer Dari pemaparan tadi tampak bahwa ketika mendefinisikan akhlak. dan yang kedua adalah berlebihan.Menurut Muhammad bin Ali Asy-Syariif al-Jurjani Al-Jurjani mendefinisikan akhlak dalam bukunya. yaitu. Jika sifat tersebut terlahir perbuatan-perbuatan yang indah menurut akal dan syariat. “Akhlak adalah ilmu yang darinya dapat diketahui jenis-jenis keutamaan. tanpa perlu berfikir dan merennung. Sedangkan sebaik perkara adalah pertengahnnya. Hal itu menunjukan bahwa kedua orang ini mengambil ilmu dari sumber yang sama. masing-masing mempunyai cabang. adalah kurangnya sifat tersebut.Menurut Ahmad bin Musthafa (Thasy Kubra Zaadah) Ia seorang ulama ensiklopedia – mendefinisikan akhlah sebgai berikut. yaitu kestatisan dan berbuat hina. sesuai dengan tuntutan kebaikan. yaitu Hikmah. yaitu: kebodohan dan berlaku salah. al-Jurjani tidak berbeda dengan definisi Al-Ghazali. dengan mudah. kekuatan marah. at-Ta’rifat sebagai berikut: “Khlak adalah istilah bagi sesuatu sifat yang tertanam kuat dalam diri. Dan keutamaan itu adalah terwujudnya keseimbangan antara tiga kekuatan. Sedangkan jika darinya terlahir pebuatan-perbuatan buruk. Dan masing-masing kekuatan itu mempunyai posisi pertengahan di antara dua keburukan. Sementara bisa saja ada orang yang akhlaknya bakhil. 2. Dan hal itu terjadi kemungkinan karena ia tidak punya uang atau karena ada halangan. Adalah kesempurnaan kekuatan amarah dan posisi pertengahan antara dua keburukan. dan masing-masing cabang tersebut merupakan tersebut merupakan posisi pertengahan anatara dua keburukan. sedangkan yang kedua adalah berlebihnya sifat tersebut. maka akhlaknya tidak dinamakan sebagai seorang dermawan. maka sifat tersebut dinamakan akhlak yang buruk” kemudian Al-Jurjani kembali berkata “Kami katakan akhlak itu sebagai suatu sifat yang tertanam kuat dalam diri. Demikian juga orang yang berusaha diam ketika marah. keberanian dan iffah. 3. yaitu kebodohan dan berlaku salah. Yang pertama adalah kurangnya Hikmah. kekuatan berfikir. yakni sebagai berikut: Hikmah. merupakan kesempurnaan kekuatan berfikir. terwujudlah seluruh akhlak yang mulia. dan posisi pertengahan antara dua keburukan. Keberanian. Yang pertama. tapi ia tidak mengeluarkan derma. maka sifat tersebut dinamakan dengan akhlak baik. selama sifat tersebut tak tertanam kuat dalam dirinya. kekuatan syahwat.kendalinya dalam melepas dan menahannya. dan keduanya juga tidak melupakan Hadits yang menyifati akhlak yang baik atau indah bahwa akhlak adalah apa yang dinilai oleh akal dan syariat.

sifat alami.Kemudian cara pengobatannya adalah dengan menjaga diri untuk tidak keluar posisi dari posisi pertengahan. “Tuan raja. akhlak adalah suatu sifat yang tertanam dalam diri dengan kuat yang melahirkan perbuatan-perbuatan dengan mudah.Menurut Muhammad bin Ali al-Faaruqi at-Tahanawi Ia berkata. dan membedakan antara yang mendatangkan manfaat dan mengasilkan kerusakan. insting. Sedangkan sifat-sifat yang tak tertanam kuat dalam diri. yang merupakan dasar bagi apa yang sempurna Kehinaan. Karena berlebihan adalah keburukan sedangkan mengurangi adalah kelemahan” Manfaat ilmu ini adalah agar manusia sedapat mungkin menjadi sosok yang sempurna dalam perbuatan-perbuatannya. serta memerlukan tiga kekuatan Pertama. yaitu ia tidak wajib ada bersama makhluk ketika ia mengerjakan sesuatu seperti wajibnya hal itu menurut para ulama Asy’ari dalam masalah Qudrat Kemudian at-Tahanawi berkata. Kekuatan ini dinamakan dengan kekuatan amarah dan ganas. “Akhlah terbagi atas hal sebagai berikut Keutamaan. kekuatan berbicara. unsur hewani dan nafsu amarah Ketiga. hendaknya anda bersikap pertengahan dalam segala perkara. dan hal itu dinamakan dengan kekuatan syahwat. sehingga di dunia ia berbahagia dan di akherat menjadi sosok yang terpuji 4. minuman dan lainnya. ketika berkaitan enggan fisik dan Pengendalian atas fisik. Yang dinamakan dengan kekuatan akal. kekuatan yang mampu memikirkan apa yang dibutuhkan dalam membuat perencanaan dan aturan. Jika demikian maka tidaklah dapat dinamakan akhlak. merenung dan memaksakan diri. serta nafsu lawwanah. seprti makanan. seperti kemarahan seorang yang asalnya pemaaf. sifat kuat yang justru melahirkan perbuatan-perbuatan kejiwaan dengan sulit dan berfikir panjang. dan harga diri Menurut definisi para ulama. kekuatan yang mendorong seseorang untuk mendapatkan apa yang memberi manfaat bagi fisiknya dan cocok dengannya. dan pendorong untuk berkuasa dan meningkatkan derajat diri. Kemudian ia berkata bahwa dari keseimbangan kondisi kekuatan instingtif lahirlah Hikmah. Demikian juga. Hikmah itu adalah suatu keadaan kekuatan akal praktis yang berada pada posisi . maka ia bukan akhlak. Kedua. yang membuatnya berada di posisi petengahan antara sikap mengurangi dan berlebihan Para ahli Hikmah berkata kepada Iskandar. yang merupakan dasar bagi apa yang kurang Dan selain keduanya yang menjadi dasar bagi selain kedua hal itu” Penjelasannya adalah bahwa jiwa yang mampu berbicara. kekuatan yang dapat menghindari seseorang dari sesuatu yang dapat merusak dan membuat pedih tubuhnya. dan terus berada di posisi pertengahan itu Topik ilmu ini adalah insting – insting diri. tanpa diawalai berfikir panjang. dan hal itu dikatakan pula sebagai dasar untuk maju dalam keadaan sulit. Segala tindakan mengerjakan atau tidak mengerjakan sesuatu seperti Qudrat ‘kemampuan’ berbeda dengan dudrat. agama. seperti orang bakhil. keinginan untuk memperhatikan akibat-akibat setiap perbuatan. Ia berusaha menjadi dermawan ketika ingin di pandang orang. dan jiwa yang tenang dan dikatakan pula sebagai kekuatan yang menjadi dasar untuk memahami hakikat-hakikat. “Akhlak adalah keseluruhannya kebiasaan.

maka keadilan digambarakan sebagai sikap tengah atau moderat. yang bertindak sesuai dengan Al-Qur’an dan telah tertanam kuat dalam diri. yaitu bahwa akhlak yang baik adalah apa yang dinilai baik oleh akal dan syariat. Sedangkan akal saja tak cukup untuk menilai baik dan buruknya suatu perbuatan. Keberanian itu adalah suatu kondisi kekuatan marah. Oleh karena itu. sikap khawatir atas apa yang tak seharusnya dikhawatirkan. Keseimbangan kekuatan syahwat melahirkan sifat iffah menjaga kesucian diri iffah itu sendiri adalah kekuatan syahwat yang moderat antara bertindak berlebihan dan melanggar etika sifat kurangnya berarti jatuh dalam terus mengikuti dorongan merasakan kelezatan apa yang ia senangi. maka terjadilah dari percampuran itu kondisi yang sama. dan ia adalah kondisi kurang berani. Al-Wasithi berkata bahwa akhlak yang agung adalah tidak memusuhi dan tidak dimusuhi Athaa berkata bahwa akhlak yang agung adalah melepaskan pilihan dan penolakannya atas segala kesulitan dan cobaan yang diturunkan Allah SWT. seperti perkara-perkara yang mustasyaabihat ‘samat’ dan bentuk yang tak seharusnya sperti menyalahi syariat.pertengahan antara berfikir terlalu mengkhayal kondisi berlebih dari kekuatan ini. yang bersifat moderat antara tindakan sembrono yang merupakan kondisi berani yang berlebihan yaitu maju untuk melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan dengan sifat pengecut.Kesimpulan Para ulama Islam yang menulis tentang akhlak itu menjelaskan bahkan menkankan pa yang diperhatikan oleh para penulis barat. Berhak . Allah mengutus para Rasul dan menurunkan pertimbangan (Kitab Suci) bersama mereka yang memperlakukan manusia dengan penuh keadilan Demikianlah. Dalam kekuatan keberanian ini. Dan antara kebodohan dan kedunguan yang merupakan kondisi kekurangan Hikmah. 5.a bahwa akhlak Rasulullah SAW adalah AlQur’an. sifat buas menjadi tunduk kepada kekuatan berfikir. dan itulah yang dimaksud dengan Sabda Rasulullah sawa ini “Paling baik perkara adalah yang pertengahan” Kemudian at-Tahanawi meneruskan perkataannya. ia berkata bahwa akhlak agung bagi para shalihin adalah berpaling daru dua semesta. sehingga maju dan mundurnya kekuatan ini sesuai dengan pertimbangan pemikiran. dan menghadap hanya kepada Allah semata secara total. Jika keutamaan yang tiga itu bercampur. dengan kesatisan sifat lebihnya iffah yang merupakan kondisi vakum dari usaha mendapatkan kelezatan sesuai dengan kadara yang diperbolehkan akal dan syariat. Dalam sifat iffah tersebut nafsu syahwat tunduk terhadap kekuatan Pikiran Kesimbangan kekuatan marah melahirkan keberanian. ukuran akhlak yang baik jika sesuai dengan syariat Allah. Karena hal ini. dan karena itu perbuatannya menjadi indah dan kesabarannya menjadi terpuji. Akhlak yang agung bagi Nabi SAW adalah yang disinyalir dalam firman Allah SWT “Dan sesungguhnya kamu benar-benar-benar berbudi pekerti yang agung” (al-Qalam:4) dans sesuai yang dikatakan oleh Aisyah r. sehingga beliau menjalaninya tanpa kesulitan. dan ia pun berbicara tentang akhlah yang agung. yaitu ketika seseorang mematikan kekuatan berfikirnya secara sengaja. yaitu keadilan. yaitu ketika seseorang menggunakan kekuatan pemikiran untuk memikirkan apa yang tak seharusnya dipikirkan. tanpa mengalami kebingungan ketika menghadapi masalah-masalah besar. Dan berhenti dari mendapatkan ilmu-ilmu yang bermanfaat.

. sehingga di dalamnya terdapat kebaikan dunia dan akherat Sub judul ini berbicara tentang segi etimologi pendidikan akhlak.mendapatkan ridha-Nya dan dalam memegang akhlak yang baik ini sambil memperhatikan pribadi. maka kami masih perlu penjelasan dimensi-dimensi maknawi bagi pendidikan bagi pendidikan akhlak ini. keluarga. dan masyarakat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->