Peninggalan Zaman Paleolitikum

Peninggalan zaman paleolitikum alat kebudayaan peninggalan zaman paleolitikum beberapa Peninggalan zaman paleolitikum - Peninggalan zaman paleolitikum beberapa hasil kebudayaan dari zaman paleolitikum, di antaranya adalah kapak genggam, kapak perimbas, monofacial,alat-alat serpih, chopper, dan beberapa jenis kapak yang telah dikerjakan kedua sisinya. Alat-alat ini tidak dapat digolongkan ke dalam kebudayaan batu teras maupun golongan flake. Alat-alat ini dikerjakan secara sederhana dan masih sangat kasar. Bahkan, tidak jarang yang hanya berupa pecahan batu. Beberapa hasil kebudayaan dari zaman paleolitikum, di antaranya adalah kapak genggam, kapak perimbas, monofacial,alat-alat serpih, chopper, dan beberapa jenis kapak yang telah dikerjakan kedua sisinya. Alat-alat ini tidak dapat digolongkan kedalam kebudayaan batu teras maupun golongan flake. Alat-alat ini dikerjakan secara sederhana dan masih sangat kasar. Bahkan, tidak jarang yang hanya berupa pecahan batu. Beberapa contoh hasil kebudayaan dari zaman paleolitikum dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Chopper merupakan salah satu jenis kapak genggam yang berfungsi sebagai alat penetak. Oleh karena itu, chopper sering disebut sebagai kapak penetak. Mungkin kalian masih sulit membayangkan bagaimana cara menggunakan chopper. Misalnya, kalian akan memotong kayu yang basah atau tali yang besar, sementara kalian tidak memiliki alat pemotong, maka kalian dapat mengambil pecahan batu yang tajam. Kayu atau tali yang akan dipotong diletakan pada benda yang keras dan bagian yang kan dipotong dipukul dengan batu, maka kayu atau tali akan putus. Itulah, cara menggunakan kapak penetak atau chopper. Contoh hasil kebudayaan dari zaman paleolitikum adalah flake atau alat-alat serpih. Hasil kebudayaan ini banyak ditemukan di wilayah Indonesia, terutama di Sangiran (Jawa Tengah) dan Cebbenge (Sulawesi Selatan). Flake memiliki fungsi yang besar,terutama untuk mengelupas kulit umbi-umbian dan kulit hewan. Perhatikan salah satu contoh flake yang ditemukan di Sangiran dan Cebbenge. Pada Zaman Paleolitikum, di samping ditemukan hasilhasil kebudayaan, juga ditemukan beberapa peninggalan, seperti tengkorak (2 buah), fragmen kecil dari rahang bawah kanan, dan tulang paha (6 buah) yang diperkirakan dari jenis manusia. Selama masa paleolitikum tengah, jenis manusia itu tidak banyak mengalami perubahan secara fisik. Pithecanthropus Erectus adalah nenek moyang dari Manusia Solo (Homo Soloensis). Persoalan yang agak aneh karena Pithecanthropus memiliki dahi yang sangat sempit, busur alis mata yang tebal, otak yang kecil, rahang yang besar, dan geraham yang kokoh.

Kebudayaan Pacitan (Pithecanthropus) 2. dan Homo Soliensis. Kepercayaan : Sistem kepercayaan. totemisme dan monoisme Peninggalan zaman mesolitikum Ciri zaman Mesolithikum: a. Oppenoorth. Blora (Homo Wajakinensis dan Homo Soloensis) Bahasa : Manusia Pendukung : Berdasarkan penemuan fosil manusia purba. Nomaden dan masih melakukan food gathering (mengumpulkan makanan) . masyarakat prasejarah mengenal dinamisme. Kebudayaan Ngandong. yaitu: 1. dan von Konigwald di Ngandong pada tahun 1936-1941. Meganthropus paleojavanicus. animisme.Di samping ini adalah salah tengkorak Homo Soloensis yang ditemukan oleh Ter Haar. Fosil ini ditemukan di aliran sungai Bengawan Solo. (Peninggalan zaman paleolitikum) Terdapat dua kebudayaan yang merupakan patokan zaman ini. jenis manusia purba hidup pada zaman Paleolitikum adalah Pithecanthropus Erectus. Homo Wajakensis.

antara Paleolitik atau Zaman Batu Tua dan Neolitik atau Zaman Batu Muda. lithos batu) atau "Zaman Batu Pertengahan" adalah suatu periode dalam perkembangan teknologi manusia. Jawa.ujung mata panah. Flores. Ditemukannya bukit-bukit kerang di pinggir pantai yang disebut Kjoken Mondinger (sampah dapur) c. yaitu ras Austromelanosoide (mayoritas) dan Mongoloide (minoritas). Alat-alat yang dihasilkan nyaris sama dengan zaman palaeolithikum yakni masih merupakan alat-alat batu kasar. Tembikar juga sudah dikenal. kapak persegi dan alat-alat dari tulang. Sulawesi. Kalimantan. Flakes Culture (kebudayaan alat serpih dari Abris Saus Roche) 3. d. Pendukung kebudayaan ini adalah homo sapiens (manusia sekarang). Tiga bagian penting kebudayaan Mesolithikum: a. pipisan. . 2. Alat-alat zaman mesolithikum antara lain: Kapak genggam (Pebble). Alat-alat diatas banyak ditemukan di daerah Sumatera. Manusia pendukung kebudayaan Mesolithikum adalah bangsa Papua—Melanosoid Manusia Pendukung Kebudayaan Mesolithikum adalah bangsa Papua –Melanosoid Peninggalan Zaman Mesolitikum Peninggalan zaman mesolitikum atau Zaman batu tengah (mesolitikum)Pada Zaman batu tengah ini. Mesolitikum (Bahasa Yunani: mesos "tengah".b. e. Alat-alat kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua Lawa Sampung. Pebble-Culture (alat kebudayaan kapak genggam dari Kjoken Mondinger) b. c. Jawa Timur yang disebut Abris Sous Roche antara lain: Flakes (Alat serpih). Kapak pendek (hache Courte) Pipisan (batu-batu penggiling) dan kapak-kapak dari batu kali yang dibelah. alat-alat batu zaman ini sebagian sudah dihaluskan terutama bagian yang dipergunakan. Periode ini juga disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat lanjut. Bone-Culture (alat kebudayaan dari Tulang) c.

namun manusia pada masa itu juga mulai mempunyai tempat tinggal agak tetap dan bercocok tanam secara sederhana. Kapak lain yang ditemukan pada zaman ini adalah bache courte (kapak pendek) yang berbentuk setengah lingkaran seperti kapak genggam atau chopper.(nenek moyang suku Irian dan Melanesoid) Pada zaman mesolitikum di Indonesia. diperkirakan bahwa manusia yang hidup pada zaman mesolitikum adalah bangsa Papua Melanesoide. Cat tersebut diperkirakan digunakan dalam acara keagamaan atau ilmu sihir. Berdasaran pecahan tengkorak dan gigi yang ditemukan pada Kjokkenmoddinger. Hal ini diteliti oleh Dr. Di antara tumpukan sampah tersebut juga ditemukan batu penggiling beserta landasannya (pipisan) yang digunakan untuk menghaluskan cat merah.Istilah ini diperkenalkan oleh John Lubbock dalam makalahnya "Jaman Prasejarah" (bahasa Inggris: Pre-historic Times) yang diterbitkan pada tahun 1865. Tulisan pada zaman itu yang menandakan telah adanya komunikasi di zaman itu . V. manusia hidup tidak jauh berbeda dengan zaman paleolitikum. Gordon Childe mempopulerkannya dalam bukunya The Dawn of Europe (1947) Alat-alat yang digunakan di Zaman mesolitikum Kjokkenmoddinger adalah sampah dapur dari zaman mesolitikum yang ditemukan di sepanjang pantai timur Pulau Sumatera. Sampah dengan ketinggian tersebut kemungkinan telah mengalami proses pembentukan cukup lama. Namun istilah ini tidak terlalu sering digunakan sampai V. P. Kapak tersebut terbuat dari batu kali yang dibelah dua dan teksturnya masih kasar. yaitu mencapai ratusan bahkan ribuan tahun. Di tempat itu juga ditemukan banyak benda-benda kebudayaan seperti kapak genggam yang disebut pebble atau kapak genggam Sumatera (Sumeteralith) sesuai dengan tempat penemuannya. kehidupan manusia pada saat itu bergantung dari hasil menangkap siput dan kerang karena ditemukan sampah kedua hewan tersebut setinggi 7 meter. Tempat tinggal yang mereka pilih umumnya berlokasi di tepi pantai (kjokkenmoddinger) dan goa-goa (abris sous roche) sehingga di lokasi-lokasi tersebut banyak ditemukan berkas-berkas kebudayaan manusia pada zaman itu. van Stein Callenfels pada tahun 1925 dan menurut penelitian yang dilakukannya. yaitu dengan berburu dan menangkap ikan.

Perhiasan (gelang dan kalung dari batu indah) ditemukan di Jawa. Jawa. 4. Maluku. misalnya beliung. Hasil kebudayaan yang terkenal pada zaman Neolithikum ini adalah jenis kapak persegi dan kapak lonjong. Kapak persegi. Jawa. 2. dan torah yang banyak terdapat di Sumatera. Melolo (Sunda) . Yang ukuran besar lazim Zaman Batu Muda Ciri utama pada zaman batu Muda (neolithikum) adalah alat-alat batu buatan manusia sudah diasah atau dipolis sehingga halus dan indah. Gambar : Peninggalan zaman Neolithikum Nama kapak persegi diberikan oleh Van Heine Heldern atas dasar penampang lintangnya yang berbentuk persegi panjang atau trapesium. 3. Nusa Tenggara. Sulawesi. ada yang besar dan kecil. Tembikar (periuk belaga) ditemukan di Sumatera. Alat-alat yang dihasilkan antara lain: 1. Kalimantan.neolitikum Gambar ini merupakan peninggalan zaman neolitikum berupa tulisan tulisan kuno yang menandakan manusia telah mengnal tulisan Kebudayaan Neolithikum. pacul. Bali.Penampang kapak persegi tersedia dalam berbagai ukuran. Pakaian dari kulit kayu 5. Kapak batu (kapak persegi berleher) dari Minahasa.

Dolmen: meja batu tempat meletakkan sesaji untuk upacara pemujaan roh nenek moyang 3. Punden berundak: tempat pemujaan bertingkat 5. termasuk golongan alat perkakas) ditemukan di Sumatera Selatan. 2. Sarchopagus/keranda atau peti mati (berbentuk lesung bertutup) 4.Manusia pendukung Neolithikum adalah Austronesia (Austria). Austro-Asia (KhamerIndocina) Animisme. Alat-alat perunggu pada zaman ini antara lain : a. Sulawesi. yaitu dengan cetakan batu yang disebut bivalve dan dengan cetakan tanah liat dan lilin yang disebut a cire perdue. Kapak Corong (Kapak perunggu. Periode ini juga disebut masa perundagian karena dalam masyarakat timbul golongan undagi yang terampil melakukan pekerjaan tangan. yaitu kepercayaan kepada arwah nenek moyang Megalitikum Zaman Batu Besar Zaman ini disebut juga sebagai zaman megalithikum. Irian . antara lain: 1. Kubur batu: peti mati yang terbuat dari batu besar yang dapat dibuka-tutup 6. Menhir: tugu batu yang dibangun untuk pemujaan terhadap arwah-arwah nenek moyang. Jawa-Bali. Kepulauan Selayar. Orang sudah mengenal teknik melebur logam. Hasil kebudayaan Megalithikum. mencetaknya menjadi alat-alat yang diinginkan. Zaman logam ini dibagi atas: Zaman Perunggu Pada zaman perunggu atau yang disebut juga dengan kebudayaan DongsonTonkin Cina (pusat kebudayaan)ini manusia purba sudah dapat mencampur tembaga dengan timah dengan perbandingan 3 : 10 sehingga diperoleh logam yang lebih keras. Arca/patung batu: simbol untuk mengungkapkan kepercayaan mereka Zaman Logam Pada zaman Logam orang sudah dapat membuat alat-alat dari logam di samping alat-alat dari batu. Teknik pembuatan alat logam ada dua macam.

Nekara Perunggu (Moko) sejenis dandang yang digunakan sebagai maskawin. yaitu kebudayaan yang menggunakan media batu-batu besar sebagai alatnya. Mata Kapak bertungkai kayu b. Alat-alat besi yang dihasilkan antara lain: a. Teknik peleburan besi lebih sulit dari teknik peleburan tembaga maupun perunggu sebab melebur besi membutuhkan panas yang sangat tinggi. Cangkul Alat-alat tersebut ditemukan di Gunung Kidul (Yogyakarta). Roti. bahkan puncak kebudayaan megalitikum justru pada zaman logam. d. sebab kebanyakan alat-alat besi. Mata Pedang e. Lumajang (Jawa Timur) dan Bogor (Jawa Barat) Zaman Besi Pada zaman ini orang sudah dapat melebur besi dari bijinya untuk dituang menjadi alat-alat yang diperlukan. Selayar. Alat-alat besi yang ditemukan pada zaman logam jumlahnya sedikit dan bentuknya seperti alat-alat perunggu. ditemukan pada zaman sejarah. Jawa-Bali. Bogor (Jawa Barat). Sumbawa. Benjana Perunggu ditemukan di Madura dan Sumatera. yaitu ±3500 °C. Besuki dan Punung (Jawa Timur) Zaman logam di Indonesia didominasi oleh alat-alat dari perunggu sehingga zaman logam juga disebut zaman perunggu. Ditemukan di Sumatera.b. Arca Perunggu ditemukan di Bang-kinang (Riau). Mata Pisau c. Antara zaman neolitikum dan zaman logam telah berkembang kebudayaan megalitikum. . Mata Sabit d. Leti c.

Sejarah Jourast Ladzuardy X-6 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful