P. 1
STATISTIKA

STATISTIKA

|Views: 14|Likes:
Published by Sebti Mardiana

More info:

Published by: Sebti Mardiana on Nov 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/03/2012

pdf

text

original

Statistika

            Statistika merupakan cabang ilmu Matematika yang membahas tentang metode ilmiah untuk pengumpulan, pengorganisasian, penyajian, analisis data, dan pengambilan kesimpulan. Populasi ialah keseluruhan dari objek yang akan diamati. Sampel ialah sebagian dari populasi yang diamati (contoh). Pengambilan sampel haruslah proporsional dengan populasinya agar data yang diambil benarbenar mewakili populasinya. Pengambilan sampel hendaknya dilakukan secara acak yaitu setiap anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk diambil sebagai sampel. Dari sampel tersebut diperoleh informasi yang biasanya berupa angka, informasi ini disebut datum. Kumpulan dari datum disebut data. Data tersebut digolongkan menjadi dua, diskrit dan kontinu. Data diskrit (cacahan) diperoleh dari proses menghitung dan berupa bilangan bulat berhingga. Data kontinu (ukuran) diperoleh dari proses pengukuran dan berupa bilangan real. Pada statistika ada dua kegiatan pokok, yaitu (1) mengumpulkan dan mengolah data dan (2) membuat kesimpulan . Kegiatan yang pertama disebut statistika deskriptif, dan yang kedua disebut statistika inferensia. Di SMA kita hanya mempelajari dasar-dasar dari statistika deskriptif dan berikut uraiannya. 1. Ukuran pemusatan data.(ukuran tendensi sentral) a. Rataan hitung (mean). dinotasikan dengan ̅. Jika diperoleh datum x1, x2, x3, …, xn maka rataan hitungnya adalah : ̅ b. Nilai tengah (median). Jika diperoleh datum x1, x2, x3, …, xn dan x1 ≤ x2 ≤ x3 ≤…≤xn (data diurutkan) maka mediannya adalah: i. Jika n ganjil, mediannya adalah data ke (n+1)/2 atau x(n+1)/2. ii. Jika n genap mediannya adalah rata-rata dari data ke n/2 dan data ke (n/2)+1 atau [xn/2 + x(n/2)+1 ]/2. c. Modus. Modus adalah data dengan frekuensi terbanyak. d. Kuartil data tunggal. Kita dapat membagi sekelompok data menjadi empat bagian, dari sini diperoleh tiga batas. Tiap batas inilah yang dinamakan kuartil. Q1 adalah kuartil pertama, disebut juga kuartil bawah. Untuk data tunggal, Q1 diperoleh dengan cara mencari median dari seluruh data terlebih dahulu (data terbagi menjadi 2, kiri dan kanan). Selanjutnya median dari data sebelah kiri adalah Q1, median dari data sebelah kanan Q3 dan median yang pertama kali kita cari merupakan Q2. Q2 disebut juga kuartil tengah sedang Q3 disebut kuartil atas. e. Statistik lima serangkai. Statistik lima serangkai terdiri dari kuartil bawah, tengah, dan atas, nilai Q2 Q1 Q3 minimum, dan nilai maksimum. xmin xmax f. Rataan kuartil dan rataan tiga. ☺ Rataan kuartil = ½ (Q1 + Q3). ☺ Rataan tiga = ½ (Q1 + 2Q2 + Q3).

www.Amelia.Education@yahoo.com

Chapter: statistika ⁄

☺ Jangkauan / rentangan (range) data = xmax-xmin. 22. Data yang akan ditampilkan dikelompokkan menjadi dua. a. Digunakan untuk menyajikan data yang berkesinambungan (kontinu). 24.Amelia.Education@yahoo. 32. maka 1 digit untuk batang dan 1 digit untuk daunnya. 18. suhu badan pasien. 16.g. c. 22. 28. 32. 14. Simpangan kuartil (Qd)= ½ H. Untuk data yang mempunyai digit yang lebih banyak. 20. 28. 22. b.com Chapter: statistika ⁄ . 24. Simpangan kuartil (Qd)/ jangkauan semi antarkuartil. 24. Diagram batang. 32. curah hujan dll. Melalui statistik lima serangkai kita dapat menentukan f. diagram batang daun. 16. Diagram batang daun. Untuk membuat diagramnya. 18. 22. 28. 36. 24. Batang 1 2 3 Daun 2246688 00002222444444888 222266 www. Contoh: berat badan balita. 36. h. Diagram kotak garis. ☺ Jangkauan antarkuartil / hamparan (H) = Q3 – Q1. kemudian titik-titik yang berdekatan dihubungkan dengan garis. Jangkauan data dan jangkauan antarkuartil. 20. Diagram kotak garis merupakan display dari statistika lima serangkai. dan diagram kotak garis. 24. 20. 24. Misalnya kita akan membuat diagram dari nilai matematika 30 siswa sbb: 32. karena hanya ada 2 digit angka. 12. g dan h dengan mudah. disarankan untuk menempatkan angka satuan pada bagian daun. Berikut contoh diagram garis pengeluaran pulsa seorang tukang parkir. Diagram garis. 20. Waktu di tempatkan pada sumbu-x sedangkan nilai data pada sumbu-y sehingga setiap data mempunyai koordinat tertentu. 12. kita bagi data menjadi 2 kelompok. ☺ Penyajian data dalam bentuk diagram 1.

54. 2 ada 12. 3. 53. 82. 3. 1. 4 ||||| | 6 1 ada 9. 55 56. 63. 81. 60 42. 29. 68. 63. 48. 2 1 ||||| |||| 9 2 ||||| ||||| || 12 Sebelum membuat daftar distribusi frekuensi. 50. 73. 4. 72. Daftar distribusi frekuensi data berkelompok. 66. 2. c. b.Amelia.3 log n. 47. 72. 3 ||||| || 7 data diurutkan terlebih dahulu. 65. Daftar distribusi frekuensi data tunggal. a. Jumlah 34 daftar distribusi frekuensinya bisa dilihat di samping. 80. 2. 96. 59.com Chapter: statistika ⁄ jangkauan. Daftar distribusi frekuensi kumulatif dan frekuensi relatif. 30 42. 66. 1. 2. 4. Menyatakan jumlah frekuensi semua data yang lebih dari atau sama dengan nilai tepi atas pada tiap kelas interval. c=j/k dengan j adalah Kelas interval 0-9 10-19 20-29 30-39 40-49 50-59 60-69 70-79 80-89 90-99 Jumlah turus | II |||| ||||| ||| ||||| ||||| || ||||| ||||| | ||||| | |||| || frekuensi 0 1 2 4 8 12 11 6 4 2 50 www. 1. 4. Daftar distribusi kumulatif diperoleh dengan menjumlahkan frekuensi dari kelas interval pertama hingga frekuensi kelas interval data tersebut. 31. 3. 41. 3. 4. Daftar distribusi frekuensi kumulatif kurang dari. 45. 1. Misalnya. 1. 63 85. 72. Ada 2 macam : 1. 3. 67. Banyaknya no HP turus frekuensi 2. 3 ada 7. 57. 1. 27. Daftar distribusi frekuensi data tunggal. 44. 2. 42. . 1. 92. 61. Daftar distribusi frekuensi kumulatif lebih dari. 1. 2. 2. 4. 2. Sedang panjang kelas. 53. bilangan-bilangan berikut adalah data tentang banyaknya nomor HP yang dimiliki remaja kota batu. 54. 36. Menyatakan jumlah frekuensi semua data yang kurang dari atau sama dengan nilai tepi atas pada tiap kelas interval. 2. 39. Misalkan diperoleh data sbb: 61. 2. 16. 4. 55. dimana n adalah banyaknya data. 58 Daftar distribusi frekuensinya bisa dilihat disamping. 56. 1.Education@yahoo.2. 71. 3. 78. 4 ada 6 . 2. Untuk mencari banyaknya kelas (k) digunakan rumus k= 1+3. 2. 3.

5 ≤ 89. Frekuensi kumulatif relatif diperoleh dengan jalan yang sama dengan frekuensi kumulatif. Histogram.76 0.Education@yahoo.08 0.5 ≤ 79.30 0.5 ≤ 49.02 0.5 Fk kurang dari 0 1 3 7 15 27 38 44 48 50 nilai ≥0 ≥ 9.22 0.5 ≥ 69.96 1 Table frekuensi kumulatif kurang dari dan lebih dari dari table di atas: nilai ≤ 9.88 0.08 0.14 0. polygon frekuensi dan ogif www.16 0. Kelas interval 0-9 10-19 20-29 30-39 40-49 50-59 60-69 70-79 80-89 90-99 Jumlah frekuensi 0 1 2 4 8 12 11 6 4 2 50 Fk 0 1 3 7 15 27 38 44 48 50 Fr 0 0.Amelia.5 ≤ 19.5 ≤ 29.5 ≤ 99.Frekuensi relatif diperoleh dengan membagi frekuensi dengan banyaknya data.02 0.5 Fk lebih dari 50 50 49 47 43 35 23 12 6 2 3.5 ≤ 39.5 ≥ 39.5 ≥ 79.5 ≤ 59.5 ≥ 89.04 Fkr 0 0.5 ≥ 29.04 0.5 ≥ 49.12 0.5 ≥ 59.54 0.06 0.com Chapter: statistika ⁄ .24 0.5 ≥ 19.5 ≤ 69.

Atau titik tengah dari kelas interval dengan frekuensi terbesar untuk data berkelompok.Amelia. ∑ ̅ Ket: Xs adalah rataan sementara. Modus (Mo) ( ) dengan www. median. xi adalah median dari kelas interval ke-i yaitu (batas atas + batas bawah )/2 dari kelas interval tersebut. Menentukan rataan hitung dengan rataan sementara (rataan simpangan).5 79. ☺ Ogif adalah display dari dafrtar distribusi frekuensi kumulatif dengan sumbu mendatar menunjukkan tepi kelas dan sumbu tegak menunjukkan frekuensi kumulatifnya. Batas tiap batang adalah tepi bawah atau tepi atas kelas. ☺ Ogif dari frekuensi kumulatif kurang dari disebut ogif positif. Sumbu mendatar menunjukkan kelas interval dan sumbu tegak menyatakan frekuensi. Diagram ini disebut polygon frekuensi. 6.5 39. rumusnya: ∑ ̅ ∑ Rataan sementara sebaiknya sama dengan nilai data dengan frekuensi terbesar. 60 50 40 ogif positif ogif negatif 20 30 10 0 9.5 89. 5.5 49.☺ Histogram adalah penyajian data dalam distribusi frekuensi dengan menggunakan diagram yang berbentuk batang tegak. kuartil dan desil data berkelompok. Rataan hitung untuk data dalam bentuk daftar distribusi frekuensi.5 69. ̅ ∑ ⁄ ∑ dengan k adalah banyaknya kelas. a. dan xi adalah data pada kelas ke-i. untuk data berkelompok.5 99. di adalah selisih dari rataan sementara dengan data ke-i xi adalah data ke-i. Modus. dan sebaliknya. diperoleh diagram garis.5 19. untuk data berkelompok.Education@yahoo.5 29. ☺ Jika titik tengah sisi atas tiap batang yang berdekatan dihubungkan.5 59. antar batang berhimpit. fi adalah frekuensi data kelas ke- i.5 4. diperoleh dengan menaksir. xi adalah titik tengah.com Chapter: statistika ⁄ .

dan c adalah panjang kelas. c = tepi atas – tepi bawah b. Untuk data tunggal : Ragam ∑ ( ∑ ∑ ̅) . Median (Me) ( ) Dengan: L tepi bawah kelas median. fk frekuensi kumulatif sebelum kelas median.Amelia. Ukuran persebaran data(ukuran dispersi). Chapter: statistika ⁄ simpangan baku (S) = Ragam 1/2 .com . ∆1 adalah selisih frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sebelumnya dan ∆2 adalah selisih frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas setelahnya. Rentang / jangkauan (range) dan simpangan kuartil Rentang = xmax-xmin Rentang antarkuartil = Q3 – Q1 Rentang semi antarkuartil (simpangan kuartil) = ½ (Q3 – Q1) Langkah = 1 ½ (Q3 – Q1) Pagar dalam = Q1-L Pagar luar = Q3-L Pencilan : data yang kurang dari pagar dalam atau lebih dari pagar luar. Ragam (variansi) dan simpangan baku (standar deviasi). Simpangan rata-rata(rataan simpangan). ( ̅) Untuk data berkelompok : Ragam . Desil ke-i (Di) ( ) 7.5. | ̅| . Untuk data tunggal : Untuk data berkelompok : ∑ | ∑ ∑ ̅| . c adalah panjang kelas. b. angka baku dari data ke-i (zi) = ̅ . www. a.L tepi bawah kelas modus yaitu batas bawah kelas modus dikurangi 0. Kuartil ke-i (Qi) ( ) d. koefisien kearagaman (V) = (S/x ). c. f frekuensi kelas median.100%. n banyak data.Education@yahoo. c.

☺ Jangkauan antarkuartil / hamparan (H) = Q3 – Q1. Melalui statistik lima serangkai kita dapat menentukan f. ☺ Penyajian data dalam bentuk diagram 1. Simpangan kuartil (Qd)/ jangkauan semi antarkuartil.☺ Jangkauan / rentangan (range) data = xmax-xmin. a. g dan h dengan mudah. diagram batang daun. Diagram garis. C h a p t e r: s t a ti s ti k a PA GE \* ME RG EF OR MA T 26 . Simpangan kuartil (Qd)= ½ H. a. Diagram batang. dan diagram kotak garis.

Contoh: berat badan balita. b. suhu badan pasien. Berikut contoh diagram garis pengeluaran pulsa seorang tukang parkir.Digunakan untuk menyajikan data yang berkesinambungan (kontinu). Waktu di tempatkan pada sumbu-x sedangkan nilai data pada sumbu-y sehingga setiap data mempunyai koordinat tertentu. curah hujan dll. kemudian titik-titik yang berdekatan dihubungkan dengan garis. Diagram batang daun. C h a p t e r: s t a ti s ti k a PA GE \* ME RG EF OR MA T 26 .

maka 1 digit untuk batang dan 1 digit untuk C h a p t e r: s t a ti s ti k a PA GE \* ME RG EF OR MA T 26 . 22. 24. kita bagi data menjadi 2 kelompok. 14. Untuk membuat diagramnya. 24. 16. 32. 24. 28. 36. 16. 3 222266 12. karena hanya ada 2 digit angka. 12. 22. 36. 24. 32. 22. 20. 32. 24.Bata Data yang akan ditampilkan Daun dikelompokkan menjadi dua. 18. 24. 20. 20. 28. 28. 18. 20. 22. Misalnya kita ng 1 2246688 akan membuat diagram dari nilai 0000222244444 2 matematika 30 siswa sbb: 4888 32.

daunnya. Diagram kotak garis merupakan display dari statistika lima serangkai. C h a p t e r: s t a ti s ti k a PA GE \* ME RG EF OR MA T 26 . c. Diagram kotak garis. Untuk data yang mempunyai digit yang lebih banyak. disarankan untuk menempatkan angka satuan pada bagian daun.

1. bilangan-bilangan berikut adalah data tentang banyaknya nomor HP yang dimiliki remaja kota batu. 3. 3. 4. 1. 2.1. a. 3. 1. Daftar distribusi frekuensi data tunggal. 4. Daftar distribusi frekuensi data tunggal. 1. 1. 1. 1 ada 9. 4. 3 ada 7. Misalnya. 2. 1 ||||| |||| 9 C 2 ||||| 12 h 3 ||||| || 7 a p 4 ||||| || 6 t ||||| | e Jumlah 34 r: s t a ti s ti k a PA GE \* ME RG EF OR MA T 26 . 4. Banyaknya no turus frekuens daftar distribusi frekuensinya bisa HP i dilihat di samping. 2. 2. 4. 1. 3. 2. 1. 1. 2. 2. 3. 2. 2. 2. data diurutkan terlebih dahulu. 2. 3. 3. 4. 4 ada 6 . 2 Sebelum membuat daftar distribusi frekuensi. 2 ada 12.

C h a p t e r: s t a ti s ti k a PA GE \* ME RG EF OR MA T 26 .

63. 50. 39. 47. 65. 71. 16. 81. 85. 66. 48. 72. 59. 67. 41. 63 55 60 30 58 Kelas interval 0-9 10-19 20-29 30-39 40-49 50-59 60-69 70-79 80-89 turus | II |||| ||||| ||| ||||| ||||| || ||||| ||||| | frekuens i 0 1 2 4 8 12 11 6 4 C h a p t e r: s t a ti s ti k a PA GE \* ME RG EF OR MA T 26 . 68. 54. 44. 61. 36. 92. 42. 78. 80. 66. 72. 73. 45. 53. 53. 42. 72. 63. 82. 96. 56.b. 29. 54. 42. 55. 31. 56. 57. Misalkan diperoleh data sbb: 61. 27. Daftar distribusi frekuensi data berkelompok.

Daftar distribusi frekuensinya bisa dilihat disamping. c. c=j/k dengan j adalah jangkauan.3 log n. Daftar distribusi frekuensi kumulatif dan frekuensi relatif. Daftar distribusi frekuensi kumulatif kurang dari. C h a p t e r: s t a ti s ti k a PA GE \* ME RG EF OR MA T 26 . Daftar distribusi kumulatif diperoleh dengan menjumlahkan frekuensi dari kelas interval pertama hingga frekuensi kelas interval data tersebut. Untuk mencari banyaknya kelas (k) digunakan rumus k= 1+3. Sedang panjang kelas. dimana n adalah banyaknya data. Ada 2 macam : 1.

C h a p t e r: s t a ti s ti k a PA GE \* ME RG EF OR MA T 26 . Menyatakan jumlah frekuensi semua data yang lebih dari atau sama dengan nilai tepi atas pada tiap kelas interval.Menyatakan jumlah frekuensi semua data yang kurang dari atau sama dengan nilai tepi atas pada tiap kelas interval. Daftar distribusi frekuensi kumulatif lebih dari. Frekuensi kumulatif relatif diperoleh dengan jalan yang sama dengan frekuensi kumulatif. 2. Frekuensi relatif diperoleh dengan membagi frekuensi dengan banyaknya data.

14 0.88 0.08 0.04 0.24 0.08 0.Kelas interval 0-9 10-19 20-29 30-39 40-49 50-59 60-69 70-79 80-89 90-99 Jumlah frekuens i 0 1 2 4 8 12 11 6 4 2 50 Fk 0 1 3 7 15 27 38 44 48 50 Fr 0 0.22 0.12 0.16 0.02 0.06 0.54 0.96 1 C h a p t e r: s t a ti s ti k a PA GE \* ME RG EF OR MA T 26 .30 0.76 0.04 Fkr 0 0.02 0.

5 0 ≤ 1 19.Table frekuensi kumulatif kurang dari dan lebih dari dari table di atas: nilai Fk kurang dari ≤ 9.5 3 ≤ 7 29.5 15 C h a p t e r: s t a ti s ti k a PA GE \* ME RG EF OR MA T 26 .

5 27 38 44 48 50 C h a p t e r: s t a ti s ti k a PA GE \* ME RG EF OR MA T 26 .5 ≤ 59.5 ≤ 49.5 ≤ 69.≤ 39.5 ≤ 79.

5 ≤ 99.≤ 89.5 C h a p t e r: s t a ti s ti k a PA GE \* ME RG EF OR MA T 26 .

5 ≥ 59.3.5 ≥ 19.5 ≥ 29. polygon frekuensi dan ogif nilai ≥0 ≥ 9.5 ≥ 49. Histogram.5 ≥ 89.5 ≥ 39.5 ≥ 79.5 ≥ 69.5 Fk lebih dari 50 50 49 47 43 35 23 12 6 2 C h a p t e r: s t a ti s ti k a PA GE \* ME RG EF OR MA T 26 .

5 ≥ 89.5 ≥ 59.nilai ≥0 ≥ 9.5 ≥ 79.5 ≥ 29.5 ≥ 19.5 Fk lebih dari 50 50 49 47 43 35 23 12 6 2 C h a p t e r: s t a ti s ti k a PA GE \* ME RG EF OR MA T 26 .5 ≥ 69.5 ≥ 49.5 ≥ 39.

C h a p t e r: s t a ti s ti k a PA GE \* ME RG EF OR MA T 26 .

☺ Histogram adalah penyajian data dalam distribusi frekuensi dengan menggunakan diagram yang berbentuk batang tegak. ☺ Ogif adalah display dari dafrtar distribusi frekuensi kumulatif dengan sumbu mendatar menunjukkan tepi kelas dan sumbu tegak menunjukkan frekuensi kumulatifnya. Sumbu mendatar menunjukkan kelas interval dan sumbu tegak menyatakan frekuensi. antar batang berhimpit. C h a p t e r: s t a ti s ti k a PA GE \* ME RG EF OR MA T 26 . ☺ Jika titik tengah sisi atas tiap batang yang berdekatan dihubungkan. diperoleh diagram garis. Batas tiap batang adalah tepi bawah atau tepi atas kelas. Diagram ini disebut polygon frekuensi.

fi adalah frekuensi data kelas ke-i. Rataan hitung untuk data dalam bentuk daftar distribusi frekuensi. untuk data berkelompok. dan xi adalah data pada kelas ke-i. 2. x=1kfi . xi1kfi. dan sebaliknya. C h a p t e r: s t a ti s ti k a PA GE \* ME RG EF OR MA T 26 . dengan k adalah banyaknya kelas.☺ Ogif dari frekuensi kumulatif kurang dari disebut ogif positif. xi adalah median dari kelas interval ke-i yaitu (batas atas + batas bawah )/2 dari kelas interval tersebut. 1. Menentukan rataan hitung dengan rataan sementara (rataan simpangan).

rumusnya: x=xs+fi. C h a p t e r: s t a ti s ti k a PA GE \* ME RG EF OR MA T 26 . Rataan sementara sebaiknya sama dengan nilai data dengan frekuensi terbesar. xi adalah titik tengah. diperoleh dengan menaksir. Ket: Xs adalah rataan sementara. untuk data berkelompok.x=xs+din dengan di=xi-xs.difi dengan di=xi-xs. Atau titik tengah dari kelas interval dengan frekuensi terbesar untuk data berkelompok. di adalah selisih dari rataan sementara dengan data ke-i xi adalah data ke-i.

c adalah panjang kelas. median. kuartil dan desil data berkelompok.5. c = tepi atas – tepi bawah b.3. dengan L tepi bawah kelas modus yaitu batas bawah kelas modus dikurangi 0. Modus (Mo) Mo=L+ ∆1∆1+∆2. Modus. ∆1 adalah selisih frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sebelumnya dan ∆2 adalah selisih frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas setelahnya. a. Median (Me) C h a p t e r: s t a ti s ti k a PA GE \* ME RG EF OR MA T 26 .c.

Desil ke-i (Di) Di=Li+i.2 atau 3 d. Kuartil ke-i (Qi) Qi=Li+i. c.Me=L+12n-fkf. f frekuensi kelas median.n10-fkf. n banyak data. C h a p t e r: s t a ti s ti k a PA GE \* ME RG EF OR MA T 26 .c.n4-fkf. dan c adalah panjang kelas.c. i=1. Dengan: L tepi bawah kelas median. fk frekuensi kumulatif sebelum kelas median.c.

3.2. Rentang / jangkauan (range) dan simpangan kuartil Rentang = xmax-xmin Rentang antarkuartil = Q3 – Q1 Rentang semi antarkuartil (simpangan kuartil) = ½ (Q3 – Q1) Langkah = 1 ½ (Q3 – Q1) Pagar dalam = Q1-L Pagar luar = Q3-L C h a p t e r: s t a ti s ti k a PA GE \* ME RG EF OR MA T 26 .i=1. a. Ukuran persebaran data(ukuran dispersi).….atau 9 1.

b.xi-x2i=1kfi. Ragam (variansi) dan simpangan baku (standar deviasi). Untuk data tunggal : SR= 1ni=1nxi-x .xi-xi=1kfi . c. Untuk data tunggal : Ragam =1ni=1nxi-x2 . Untuk data berkelompok : SR= i=1kfi. Untuk data berkelompok : Ragam = i=1kfi. Simpangan rata-rata(rataan simpangan). simpangan baku (S) = Ragam 1/2 .Pencilan : data yang kurang dari pagar dalam atau lebih dari pagar luar. C h a p t e r: s t a ti s ti k a PA GE \* ME RG EF OR MA T 26 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->