PERAN NEGARA DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

1.1.

Latar Belakang Islam memiliki konsep negara, pemerintahan dan kesejahteraan ekonomi

yang komprehensif. Dalam Islam institusi negara tidak lepas dari konsep kolektif yang ada dalam landasan moral dan syariah Islam. Konsep ukhuwah, konsep tausiyah, dan konsep khalifah merupakan landasan pembangunan institusi Islam yang berbentuk Negara. Imam Al Ghazali menyebutkan bahwa agama adalah pondasi atau asas, sementara kekuasaan, dalam hal ini Negara, adalah penjaga pondasi atau asas tadi. Sehingga ada hubungan yang saling menguntungkan dan menguatkan (simbiosis mutualisme). Di satu sisi agama menjadi pondasi bagi Negara untuk berbuat bagi rakyatnya menuju kesejahteraan. Sementara Negara menjadi alat bagi agama agar ia tersebar dan terlaksana secara benar dan efisien. Nejatullah Siddiqi menegaskan bahwa masyarakat tidak akan dapat diorganisir atau diatur menggunakan prinsip-prinsip Islam kecuali menggunakan Negara sebagai media. Dalam Islam ada beberapa ketentuan yang dijalankan oleh pemerintah dari sebuah Negara seperti implementasi mekanisme zakat, ketentuan pelarangan riba, dan implementasi undang-undang hudud (hukum pidana Islam). Pentingnya peran Negara dalam efektivitas implementasi prinsip syariah pada setiap sisi kehidupan juga disinggung oleh Yusuf Qordhowi dalam buku beliau yang berjudul Fikih Daulah, dimana dalam buku beliau dijelaskan bahwa dengan adanya Negara maka diharapkan risalah Islam dapat terpelihara dan berkembang termasuk di dalamnya akidah dan tatanan, ibadah dan akhlak, kehidupan, dan peradaban, sehingga semua sector kehidupan manusia dapat berjalan dengan seimbang dan harmoni baik secara materi dan ruhani.

1

Dr. Jakarta. Op cit. yaitu menghapuskan kesulitan ekonomi yang dialami rakyat. MA Manan. Karim. Fungsi Negara Secara garis besar fungsi Negara yang diungkapkan oleh Yusuf Qordhowi terbagi menjadi dua yaitu: 1. S. 2. Dr. Sehingga keilmuan yang luas dan mendalam serta menyeluruh (syamil mutakalimin) tersebut berkorelasi positif pada pelestarian dan peningkatan keimanan yang telah dimunculkan oleh poin pertama dari fungsi Negara ini. Jakarta.2. Negara berfungsi menjamin segala kebutuhan minimum rakyat. 1 2 . 59-87. Fungsi pertama ini bermakna bahwa Negara harus menyediakan atau menjaga tingkat kecukupan kebutuhan minimum dari masyarakat. Beberapa peran yang harus dimiliki oleh pemerintah terkait dengan pengembagan ekonomi kerakyatan. hal. institusi sumber daya manusia. Ir. H. Intermasa. Rajawali Pers. 2. ”Islamic Economic : theory and Practice”. regulasi. 2004. Adiwarman A. Peran Pemerintah Dalam Pengembangan Ekonomi Rakyat1 Pemerintah memegang peranan penting di dalam ekonomi Islam. Tanggung Jawab Pemerintah Menyejahterakan Rakyat Islam menentukan fungsi pokok negara dan pemerintah dalam bidang ekonomi. “Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam”. 1992. pengetahuan sekaligus kualitasnya.1. memberi kemudahan pada akses pengembangan ekonomi kepada seluruh lapisan rakyat dan menciptakan kemakmuran. Al-Qur’an memaklumatkan visi negara dalam bidang ekonomi ini : Merujuk pada karya : Op cit.2. 357-364. Waqar Ahmed Husaini. hal 290-319. Negara berfungsi mendidik dan membina masyarakat. Dalam fungsi ini yang menjadi ruang lingkup kerja Negara adalah menyediakan fasilitas infrastuktur. diantaranya adalah sebagai berikut 1. (terjemahan). Sabahuddin Azmi. karena kemajuan suatu negara dapat dilihat dari kesejahteraan ekonomi rakyatnya. hal.

2. Oleh karenanya hakikat kepemilikan bukan pada manusia akan tetapi milik Allah swt. pada bagian ini penulis memberanikan diri sebagai intelectual excercise menyusun prinsip-prinsip Islam untuk kebijakan publik: a. khususnya ketika terjadi kekeringan atau ketika harga tinggi sampai rakyat mendapat penghasilan kembali. Al-Mawardi dalam kitabnya al-ahkam al-sulthaniyah menyebut beberapa tanggungjawab pemerintah dalam bidang ekonomi : a. karena dalam keadaan tersebut sulit bagi mereka memenuhi dua tujuan tersebut. memelihara dan memanfaatkan alam semesta ini untuk dan menaikkan pendapatan dengan menetapkan pajak baru bila situasi menuntut 3 . Prinsip Hakikat Kepemilikan pada Allah swt. sedangkan manusia adalah pihak yang diberi amanah untuk mengelola. dan sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya. b. c. kelaparan dan penderitaan.”Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang. penggunaan keuangan negara untuk tujuan-tujuan ya ng menjadi kewajiban negara. Bahwa alam semesta beserta isinya termasuk manusia didalamnya adalah makhluk (ciptaan) Allah SWT. Imam Al-Ghazali menguraikan tanggungjawab sosial ekonomi negara : ”Tanggungjawab penguasa adalah membantu rakyat ketika mereka mengahadapi kelangkaan pangan. terciptanya lingkungan yang kondusif bagi kegiatan ekonomi. Prinsip-Prinsip Islam Untuk Kebijakan Ekonomi Publik Dengan menganalisis sumber utama al-Qur’an dan al-hadis dengan ditambah studi pustaka. Dalam kondisi tersebut negara harus memberi makanan kepada rakyat dan memberikan bantuan keuangan kepada mereka dari kekayaan negara supaya mereka dapat meningkatkan pendapatan mereka”." (Thaha: 118-119) Dalam kaitan ini. pemungutan pendapatan dari sumber-sumber yang tersedia demikian.

Prinsip Musyawarah. Prinsip Keadilan dan Kemaslahatan. Kebijakan publik haruslah melalui musyawarah dan mempertimbangkan keseluruhan aspek dan faktor-faktor yang terkait dengan permasalahan tersebut secara komprehensif dengan segala akibatnya. g. f. Prinsip Kepemimpinan dan Kepatuhan Bila kebijakan telah diputuskan dengan musyawarah maka wajib bagi pemimpin untuk mengeksekusi keputusan itu dan wajib pula bagi yang dipimpin untuk menunjukkan kepatuhan dalam melaksanakan kebijakan itu. Prinsip Pertanggungjawaban. Kebijakan publik haruslah mempertimbangkan maqashid syariah. Dan setiap kewajiban publik harus pula dipertanggungdakwakan kepada publik karena menyangkut penggunaan kekuasaan dan wewenang serta penggunaan aset yang diamanahkan kepada pengambil kebijakan tersebut. e. Prinsip Maqashid Syariah. Pengambilan keputusan kebijakan wajib bersandar pada Kitabullah dan Sunnatu Rasulullah saw. Prinsip Sumber Pengambilan Keputusan. d. b.kemaslahatan seluruh ummat manusia. 2. Praktik Penyelenggaraan Kebijakan Ekonomi Dalam Pemerintahan Islam 4 . Buah ijtihad haruslah tidak bertentangan dengan syari’ah Allah swt. c. Kepemilikan manusia diakui dalam Islam sebagai bagian hasil dari jerih payah usahanya secara sah. Setiap kebijakan atau tindakan apapun dan sekecil apapun akan diminta pertanggungjawabannya dihadapan Allah kelak. Bila permasalahan memerlukan ketegasan hukum yang secara langsung berkait dengan masalah tersebut tetapi belum dapat ditemukan dalam Al-Qur’an maupun as-sunnah maka dipersilakan pada manusia untuk melakukan ijtihad.3. Kebijakan publik harus menjamin keadilan dan kemaslahatan bagi semua.

institusi pengumpulan dan pendistribusian harta dimasa Rasulullah belumlah berupa organisasi yang kompleks. yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Katakanlah: "Harta rampasan perang kepunyaan Allah dan Rasul[593]. Pada kenyataannya harta baitul maal dimasa Rasulullah langsung dibagikan kepada yang berhak dan untuk kemaslahatan ummat bahkan bagian dirinya dan keluarganya sendiripun 5 . Rasul. yaitu seperlima bagian untuk diri dan keluarganya serta anak-anak yatim. anak-anak yatim. jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan. sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang.Di dalam pemerintahan Islam dimasa Rasulullah hingga para fukoha. melainkan Rasulullah dibantu oleh beberapa sahabatnya untuk mencatat pemasukan dan pengeluarannya. ”Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu. maka sesungguhnya seperlima untuk Allah." (al-Anfal: 1) Ketentuan Allah tersebut menunjuk Rasulullah sebagai pihak yang berwenang membagikan ghanimah dan menyimpan sebagiannya. Keberadaan baitul maal pertamakali adalah sejak setelah turun wahyu yang memerintahkan Rasulullah untuk membagikan ghanimah dari perang Badr. mengelola dan mendistribusikan kekayaan negara untuk keperluan kemaslahatan ummat. orang-orang miskin dan ibnu sabil : ”Ketahuilah. orang-orang miskin dan ibnussabil. dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orangorang yang beriman. Baitul Maal Baitul Maal adalah institusi moneter dan fiskal Islam yang berfungsi menampung. Pada praktiknya. praktik penyelenggaraan kebijakan ekonomi diatur dengan sedemikian rupa melalui beberapa instrumen kelembagaan yang terkait seperti penjelasan berikut: 1. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” (al-Anfal:41) Praktik pengumpulan dan pendistribusian harta yang dilakukan Rasulullah inilah yang kemudian menjadi cikal bakal baitul maal. kerabat Rasul.

Departemen Pelayanan Militer. Rasulullah sendiri tidak tidur dan di sisi beliau tidak ada apapun”. Handhalah bin Syafiy meriwayatkan Rasulullah bersabda : ”Tetapkanlah dan ingatkanlah aku (laporkanlah kepadaku) atas segala sesuatunya. Persia dan Romawi berhasil ditaklukan. Di era kekhalifahan Umar bin Khathab. 2. Khalifah Umar pun memerintahkan untuk membangun tempat khusus sebagai tempat penampungan harta itu sekaligus ia menyusun struktur organisasi untuk mengurus aktivitas baitul maal tersebut.seringkali dilepaskan untuk yang lebih membutuhkan dan untuk kepentingan ummat. Umar membentuk : a. keadaan seperti itu berlangsung sama. Pada tahun pertama kekhalifahan Abu Bakar. Handhalah berkata : ”suatu saat pernah tidak ada harta atau makanan apapun padaku (di baitul maal) selama tiga hari. adalah jangan sampai kekayaan hanya berputar di segelintir orang kaya saja tetapi terdistribusi secara adil kepada seluruh lapisan masyarakat dan untuk dibelanjakan untuk kemaslahatan ummat. Jika datang harta dari berbagai daerah taklukan langsung dibawa ke Masjid Nabawi dan langsung dibagikan. Fungsi dan tujuan itu terlihat nyata dari bentuk struktur organisasi baitul maal dimasa Khlifah Umar bin Kathab. Hal ini beliau ucapkan tiga kali. 6 . lalu aku laporkan pada Rasulullah (keadaan tersebut). Tujuannya. maka semakin besar volume pundi-pundi kekayaan yang mengalir ke Madinah. perluasan kekuasaan wilayah Islam berkembang pesat. Salah seorang sekretaris Nabi. pemasukan harta jauh lebih besar sehingga Abu Bakar pun menjadikan sebagian ruang dirumahnya sebagai pusat penampungan dan pendistribusian harta itu untuk kemaslahatan kaum muslimin. Institusi Bentukan Pemerintah Islam Di Masa Awal Secara umum fungsi baitul maal adalah membantu negara untuk memungut dan menampung harta yang menjadi hak masyarakat muslim dari berbagai sumber mata pendapatan negara dan mendistribusikan kembali kepada masyarakat. Tetapi pada tahun kedua.

Kebijakan Pemerintahan Islam Dalam Menetapkan Anggaran Pendapatan Negara2 Dari sumber-sumber mana pembiayaan sektor publik dalam konsep Islam. janda-jand tua dan orang jompo.Fungsi utama departemen ini. pensiun dan jaminan masa depan keluarganya. Departemen Jaminan Sosial. M. kaum fakir dan miskin. hal. MA. Departemen Pendidikan dan Pelayanan Islam Departemen bertugas mendistribusikan pembiayaan untuk kebutuhan pencerdasan ummat dan aktivitas dakwah termasuk pembayaran gaji guru dan juru dakwah serta keluarganya. Risalah Gusti. akan dijawab dalam bab ini. 262-278 2 7 . persalinan dan jaminan kebutuhan hidup keluarga yang tidak mampu dan untuk kemaslahatan ummat lainnya adalah menjadi tugas utama departemen jaminan sosial ini. Jusmaliani dan M Soekarni (editor). 143-174 Op cit. 2000. Surabaya. 253-270 Op cit. d. Abdul Q Zallum. hal 234-238 Dr. pembentukan sistim diwan. Manan. pembiayaan pernikahan. Tugas departem pokok departemen ini. 113-146. Pada masa umar pula struktur organisasi ini berkembang seiring dengan perkembangan permasalahan yang terjadi. b. adalah membiayai aktivitas pelayanan hukum dan publik termasuk membayar gaji para hakim dan pejabat negara sesuai dengan kecukupan yang wajar agar mereka tidak melakukan praktik korupsi atau menerima suap. ”Islam dan Tantangan Ekonomi”. hal. 2005. Jakarta. seperti pembentukan cabangcabang baitul maal di wilayah-wilayah taklukan. kreasi Wacana Yogya. orang cacat. hal. Gema Insani pres dan Tazkia. adalah medanai aktivitas dan kebutuhan pasukan termasuk untuk pembayaran gaji. Umer Chapra. Departemen Kehakiman dan Eksekutif. 1996. yogyakarta. hal 16-192. Bila ditarik kesimpulan umum dari yang akan didapat Taqiyuddin an-Nabani. c. “Membangun Sistem Ekonomi Alternatif dalam Perspektif Islam”. “Kebijakan Ekonomi Dalam Islam”. Jaminan hidup bagi anak-anak yati. 3. membentuk tim sensus penduduk (nassab) untuk menentukan indeks kebutuhan dan jaminan sosial bagi masyarakat.

Pertumbuhan ekonomi Instrumen zakat mendorong pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok yang selanjutnya meningkatkan permintaan konsumsi.dari uraian pada bagian ini. ”Perdagangkanlah harta anak yatim sehingga tidak dimakan zakat” (HR Ibnu Qudamah). dalam konteks ekonomi modern merupakan : • Instrumen distribusi pemerataan pemenuhan kebutuhan primer. mengurangi • pengangguran yang selanjutnya akan meningkatkan pendapatan masyarakat. yaitu bergairahnya iklim investasi. Bergairahnya iklim investasi akan menyerap tenaga kerja yang berarti juga semakin mengurangi angka pengangguran sampai dengan batas pengangguran alamiahnya. Produsen akan meningkatkan produksinya untuk merespon permintaan konsumsi tersebut dengan mengembangkan investasinya. permintaan konsumsi meningkat yang berdampak mendorong tingkat penawaran (produksi). adalah begitu variatifnya sumber-sumber pendanaan yang dimiliki negara Islam untuk menyelenggarakan operasional negara. Oleh karenanya zakat dalam Islam merupakan faktor yeng mendorong kaum muslim untuk melakukan investasi. Secara teoritik dan empirik. masyarakat menjadi satu kesatuan dimana semakin mengecil dan tidak mustahil akan melenyapkan social gap antara kaum 8 mendorong pertumbuhan ekonomi dengan peningkatan pertumbuhan secara stabil. Dengan demikian. Dengan instrumen zakat. zakat • Keadilan sosial Multiplier effect zakat tidak berhenti pada bidang ekonomi tetapi juga berdampak positif pada pembentukan kondisi sosial-politik. Zakat. Roda ekonomi masyarakat berputar semakin laju melalui sektor riil. • Investasi dan Penyerapan Tenaga Kerja Stimulan zakat membawa multiplier effect. Pendapatan perkapita ikut meningkat. a. ceteris paribus. Korelasi lain zakat dan investasi adalah. Peningkatan investasi akan menyerap tenaga kerja. . bila kekayaan tidak digerakkan dalam perekonomian maka kekayaan itu akan tergerus nilainya oleh kewajiban zakat. .

yang memiliki akses ekonomi yang lebih luas (aghniya) dan masyarakat ekonomi lemah (mushtadhafin).. karena kekayaan tidak lagi berputar diantara yang kaya saja tetapi terdistribusi secara adil dan akses untuk mengembangkan kekayaan bagi masyarakat terbuka luas. Wakaf c. adalah : • • • • • • Emas dan Perak Hewan Ternak Perdagangan Hasil Pertanian (Tanaman dan Buah-buahan) Zakat Temuan dan Tambang Pengembangan Sumber-sumber Zakat di Zaman Modern.. dokter.supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. b. Khumus f. Nawaib/Daraib i. Kharaj (Pajak Bumi) g.. serta komoditi-komoditi perhiasan lainnya seperti bebatuan alam dan sebagainya. komoditi perdagangan pertanian dan peternakan yang kitab fiqih tidak memasukannya sebagai obyek zakat tetapi dizaman modern ini memiliki nilai tinggi. Jizyah (Pajak Stabilitas Keamanan) h. peternakan ikan baik untuk dikonsumsi maupun diperjualbelikan sebagai hiasan. manajer. ”. Anfal (Ghanimah) d. seperti tanaman anggrek atau tanaman hiasa lainnya. Fa’i e. Sumber-sumber zakat. akuntan dsbnya). ’Usyur (Bea Dan Cukai) 9 .” (al-Hasyr: 7). seperti profesi yang tidak memperdagangkan suatu barang tertentu tetapi ia mendapatkan kekayaan dari keahliannya dalam bidang tertentu (konsultan. Begitu pula badan hukum yang mendapatkan keuntungan dari kegiatan bisnisnya dapat dikenakan pajak.

tetapi tidak melakukannya maka sanksi hukum untuk mengeksekusi dan diambil hartanya dan dimasukkan dalam pos fa’i dan kharaj. 4). bila setelah diperingatkan untuk bertaubat dalam tempo tiga hari. seperti : dari suap. Riba diharamkan oleh al-Qur’an (lihat 2: 275. seperti didapat dari usaha yang menggunakan riba dan berjudi . Amwal Fadhla 10 . harta yang diperoleh dari memeras dengan kekuasaan. komisi yang diberikan pejabat karena meluluskan sesuatu dan korupsi. maka hartanya jatuh ke baitul maal. Harta Ghulul. Harta warisan dari orang murtad tidak dapat diwariskan kepada keturunannya meskipun muslim dan demikian juga sebaliknya seorang muslim yang wafat tidak dapat mewariskan hartanya kepada keturunannya yang murtad. (HR Mutafaqun alaihi) l. demikian juga orang muslim tidak mewarisi orang kafir”. Kepada orang murtad. yaitu harta yang didapat dari penyalahgunaan kekuasaan oleh para pejabat negara. hadiah atau hibbah kepada pejabat negara. Yang termasuk dalam harta sitaan adalah : 1). 278279) demikian juga judi. diharamkan. bila diketahui pemiliknya akan tetapi bila tidak diketahui harta tersebut dimasukkan kedalam baitul maal. melanggar undang-undang atau sebagai sanksi administratif. Harta Sitaan Setiap harta yang diperoleh dengan cara yang melanggar syari’ah akan disita oleh negara dan dimasukkan dalam baitul maal.j. Harta yang diperoleh dari denda sebagai sanksi oleh karena perbuatan dosa. Harta yang diperoleh dengan cara haram. Pengelolaan Sumber Daya Alam Dan Aset Negara k. Harta orang murtad. Rasulullah menegaskan : ”Orang kafir tidak mewarisi orang muslim. Harta riba wajib dikembalikan kepada pemiliknya. (lihat: 5: 90-91) 3). 2).

Kebijakan Pemerintah dalam Menetapkan Alokasi Anggaran Belanja Negara a. adalah kebijakan Khalifah umar bin Khathab yang memerintah Amr Bina Ash. 180-220 Op cit. seperti pembangunan kanal antara Kairo dan dan Pelabuhan Suez dan membangun 3 Op cit. Pemerintahan Islam dapat membuat skema bagi hasil dengan mekanisme mudharabah. Op cit. selaku Gubernur Mesir. 4. disebutkan M. musyarakah atau murabah untuk menarik investasi pembiayaan belanja negara yang saling menguntungkan. Sistim Anggaran Belanja3 Sistim anggaran belanja pemerintah di masa periode awal Islam ditentukan oleh jumlah pendapatan yang tersedia. sabahuddin Azmi. Kesimpulan kedua ini hemat penulis belumlah final. sekali di masa Rasulullah dan sekali lagi di masa Khalifah Umar bin Khathab. Pinjaman Bila keadaan mendesak dan pos pendapatan negara tidak mencukupi kebutuhan dalam negeri maka pemerintahan Islam dapat berhutang kepada pihak-pihak lain dengan tanpa riba. Dr. untuk membelanjakan sepertiga aktiva baitul maal untuk pembangunan infra struktur. 367-396 Op cit. Jusmaliani.A. Sekedar menunjuk bukti sejarah. ”tidak berorientasi pada pertumbuhan ekonomi”. Mengingat terminologi yang dipergunakan al-Qur’an maupun yang ditunjukkan as-Sunnah bahkan realitas sejarah terutama di masa kekhalifahan Umar membuktikan anggaran belanja pemerintah tidak hanya habis untuk sekedar menutupi kebutuhan ekonomi masyarakat tetapi justru memperluas akses ekonomi untuk seluruh lapisan masyarakat dan mendorong pertumbuhan investasi. hal. 81-174. terbuka lebar untuk diperdebatkan. Taqiyuddin an-Nabani.m. hal. Manan. Kesimpulan lain dari pola kebijakan anggaran belanja di era wal Islam. 267-270 11 . MA Manan. Dalam sejarah. pemerintahan Islam hanya pernah dua kali meminjam. Berdasar jumlah pendapatan negara itu ditentuk anggaran pengeluaran.

Yaitu : pertama. Tetapi. Hutang negara segera dibayar sebelum genap satu tahun. perkembangan terakhir dari sistim anggaran yang ditawarkan oleh para ahli ekonomi untuk mengefektifkan sistim anggaran. Kedua. adalah menimbang perkembangan sosial ekonomi politik yang telah sangat berbeda maka sistim anggaran yang bagaimana yang sesuai dengan Islam ? 1). Ketiga. Sistim anggaran berimbang oleh banyak ekonom telah dipandang ortodoks oleh karenanya kecenderungan setelah alternatif kebijakan anggaran berimbang adalah kebijakan yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi. Realitas yang kita hadapi sudah sedemikian berubah dengan masa Islam awal. Kebutuhan pembiayaan belanja negara yang lebih besar dari pos penerimaannya. anggaran belanja berimbang dimana penerimaan dan belanja negara adalah sama. kita tidak dapat mengambil kesimpulan begitu saja bahwa anggaran defisit tidak bisa atau sebaiknya dihindari untuk diterapkan dalam suatu negara Islam. anggaran belanja defisit. anggaran belanja surplus. yaitu anggaran yang menunjukkan lebih besar pasak daripada tiang. Keempat. Selanjutnya pemerintahan Islam mengambil menerapkan kebijakan anggaran surplus. adalah anggaran berdar program dan prestasi kerja. Realitas sejarah menunjukkan pada kita. mayoritas negeri Islam memiliki sumber dana domestik yang kurang dari memadai untuk menutupi kebutuhan pembangunan ekonominya.dua pusat bisnis internasional di kota Kufah dan Basrah dengan tujuan memperlancar aktivitas perdagangan internasional. yaitu setelah perang Hunain. 12 . Rasulullah hanya sekali menerapkan anggaran defisit. yaitu penerimaan lebih besar daripada pengeluaran. yaitu ketika jatuhnya kota Mekah. Alternatif Sistim Anggaran Belanja Negara di Era Modern Ekonomi modern memperkenalkan empat model anggaran belanja negara. Permasalahan utama yang perlu mendapat porsi pembahasan yang memadai.

sementara pemerintah enggan mengambil kebijakan fiskal dengan menaikan pajak memaksa pembiayaan belanja negara tersebut didanai dari pembiayaan defisit. Dilematika persoalan pilihan alternatif sistim anggaran inilah yang akan dikemukan dalam bagian akhir makalah ini. seperti yang dianjurkan dalam beberapa literatur. b) Kaidah Menentukan Kebijakan Publik Secara umum. adalah tidak mungkin menerapkan anggaran belanja surplus. Solusi inipun bukan tidak mengandung masalah. Realitas kemampuan ekonomi mayoritas negara Islam yang kurang mampu membiaya anggaran belanjanya. satu sisi terumuskan secara mujmal dan bersifat prinsip. Alokasi anggaran belanja fokus pada skala prioritas dan pada hal yang mubah dan tidak ada alasan rasional apapun yang dapat diterima untuk pembiayaan yang diharamkan Allah SWT. Islam mengemukakan kaidah dalam menentukan kebijakan ekonomi publik. 13 . • Menghindari masyaqoh (kesulitan) dan mudharat lebih utama daripada melakukan perbaikan. sebagai berikut : • • Pembelanjaan anggaran berorientasi pada kemaslahatan publik. Dimensi Kemaslahatan Ummat dalam Pilihan Sistim Anggaran Belanja Sistim anggaran belanja yang efektif tidak sekedar fokus pada pengeluaran pembiayaan tetapi terselenggara dan tercapainya target-target yang direncanakan. sisi lain bersifat teknis yang bersifat lentur (flesible) sehingga dimungkinkan penggunaan ijtihad. karena illegalitas meminjam dengan bunga. Kaidah-kaidah Islam yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi publik bertujuan mengendalikan pengelolaan anggaran secara efektif dan efisien. 2). Kaidah Islam dalam bidang mu’malah.

kebijakan anggaran defisit dapat menemukan alasan yang cukup kuat. meningkatkan kesejahteraan rakyat miskin dan menciptakan peluang kerja yang lebih luas. (algiurmu bil gunmi). musyarakah. bahkan sebaliknya kebijakan pembiayaan belanja itu hanya akan menguntungkan kelompok masyarakat aghniya. yaitu bila ternyata dengan pembiayaan defisit itu memacu pertumbuhan ekonomi secara merata. Apabila negara dapat mengelola zakat ini sebagai bagian dari kebijakan strategis negara. Maka. jangan sampai pembiayaan belanja negara itu hanya akan meningkatkan GNP tetapi tidak berdampak positif secara signifikan terhadap pemerataan dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat miskin. murabaha.• • Untuk menghindari kerugian. atau skema lainnya yang legalitasnya tidak berbenturan dengan kaidah pokok. Zakat. Sesungguhnya sektor hukum mu’amalah memiliki daya lentur yang membuka peluang besar untuk berijtihad. Pembiayaan defisit dapat bersumber pada investasi bagi hasil dengan skema mudharabah. Penerapan kebijakan anggaran defisit ini harus diperhitungkan dengan cermat. pengorbanan atau mudharat bagi publik Yang mendapat manfaat harus bersedia menanggung beban dan resiko Bila untuk menegakkan sesuatu yang wajib. yang tanpanya kewajiban itu tidak dapat ditunaikan maka sesuatu itu menjadi wajib”. misalnya merupakan sumber pendapatan yang sangat luar biasa bagi negara. Berdasar orientasi kemaslahatan publik maka anggaran defisit untuk konteks negara memiliki pos penerimaan yang lebih sedikit dari pos pengeluarannya. tidak lagi membiarkan pengelolaan zakat oleh individuindividu atau institusi masyarakat secara terpisah dengan kebutuhan anggaran negara maka sebagian defisit anggaran negara dapat ditutupi oleh sektor 14 . dipersyaratkan oleh maka kepentingan individu atau sekelompok orang dapat dikorbankan. seperti yang telah dilakukan para Khulafaur Rasyidin dan para ulama Islam di abad pertengahan. • sesuatu yang lain. dapat saja pemerintah mengundang investasi asing untuk menggenapi defisit anggaran sepanjang berdampak positif dan dominan bagi kemaslahatan publik.

Sektor pendapatan sumber alam yang selama ini dikelola pihak asing dan lebih menguntungkan investor asing. ad-Diin al-Islam yang kemudian mewujud dalam bentuk profesionalisme (akhlak) bekerja serta keberanian untuk berpihak pada kemaslahatan ummat ketimbang orientasi kekuasaan dan kenikmatan kontemporer yang disuguhkan dunia. harus dikaji ulang dengan perhitungan dan kebijakan sosial politik ekonomi yang lebih memihak pada kemaslahatan ummat. Realitas sejarah juga menunjukkan sumber-sumber pendapatan negara Islam memiliki variasi yang lebih banyak dan memberikan kontribusi yang tetap dan sisi pembelanjaannya menciptakan kondisi sosial politik dan ekonomi yang stabil yang mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Keunggulan negara-negara maju oleh karena keunggulan sumber daya manusia dan tanda-tanda kehancuran negara-negara maju juga oleh karena kehancuran akhlak (sosial budaya) masyarakatnya. Realitas menunjukkan ketersediaan kekayaan alam ternyata tidak meningkatkan kesejahteraan rakyat karena tanpa kemampuan dan kualitas sumber daya manusianya. Kekayaan alam di negara-negara Islam tersedot habis ke negaranegara maju yang memiliki kemampuan keahlian dan teknologi pengelolaan sumber daya alam. Besaran zakat yang tidak pernah disebutkan secara pasti dalam al-Qur’an dalam keadaan tertentu dapat saja dikenakan lebih besar terhadap kaum aghniya yang selama ini diuntungkan lebih besar dari berbagai kebijakan negara. menengah dan panjang. Kenyataan ini sesungguhnya merupakan manifestasi dari totalitas komitmen generasi awal Islam terhadap agamanya sendiri. Realitas ini menunjukkan untuk mengambil kebijakan yang sinkron antara kebijakan jangka pendek.pendanaan yang tiada pernah habis ini oleh karena sifatnya yang diwajibkan oleh syari’ah. antara kebutuhan fiansial jangka pendek dan pemeliharaan serta pemanfaatan kekayaan alam untuk masa depan generasi bangsa. Dalam kaitan itu. kebijakan yang cenderung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia harus mendapat skala prioritas tinggi disamping pembiayaan kebutuhan jangka pendek karena memberikan efek multiflier yang sangat signifikan. 15 .

lemah. dialokasikan sebagai berikut : • Pemenuhan Kebutuhan masyarakat miskin. Anggaran dan termasuk pula membayar jaminan pensiun pasukan beserta keluarga yang ditinggalkan. maka anggaran belanja dalam negara Islam. orang cacat bahkan kepada non muslim yang tidak mampu. ghanimah dan fa’i. para lansia. dan pejabat negara lainnya diambil dari pos fa’i. Pembiayaannya berasal dari pos ghanimah. guru. gubernur. • Pensiunan dan bantuan keuangan untuk para pejuang dan warga senior yang banyak berjasa pada Islam. • Belanja Pertahanan dan Pasukan Militer. Jaminan sosial yang diberikan baitul maal ditujukan kepada para fakir dan miskin. • Jaminan Keamanan Sosial (social security). seperti hakim. anggaran belanja diambil dari mata anggaran zakat. • Pelayanan Administrasi. Kemampuan manajemen dan administrasi pemerintahan pada umumnya negara Islam masih sangat minim.Sedangkan sistim anggaran berbasis program dan prestasi. anak-anak yatim. yang dalam belakangan terakhir ini dipublikasikan dapat lebih efektif dan efisien untuk negera-negara berkembang tidaklah cocok. fa’i dan zakat. Berdasar analisis sejarah dan informasi literatur tentang distribusi aset negara yang dilakukan baitul maal. cacat atau lanjut usia. karena persyaratan penerapan kebijakan anggaran ini adalah kelangkapan dan akurasi data untuk mengukur satuan biaya untuk setiap rencana program. Semua operasionalisasi negara untuk pelayanan publik dengan kompleksitas administrasinya dan pembayaran gaji para aparatur negara. 16 . para janda. Tanggungjawab negara merupakan refleksi dari persoalan sosial ekonomi politik yang berkembang dan skala dharuriyahnya. jaminan sosial merupakan pemberian jaminan untuk mencukupi kebutuhan hidup minimal secara kultural yang layak. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat miskin. c) Pos Alokasi Anggaran Belanja Alokasi anggaran belanja negara tidak terlepas dari tanggungjawab negara yang telah dibahas pada bab awal dalam tulisan ini.

dapat diklasifikasikan menjadi : • Belanja kebutuhan rutin operasional pemerintahan. Robbani Press Rahman.• Pendidikan. Nastangin. Daurul Qiyam wa al-Akhlak fi al-Iqtishad al-Islami (Peran Nilai dan Moral dalam Perekonomian Islam). Yogyakarta. 1995. terj.com 17 . terj. Setiap program pencerdasan bangsa dan penyebaran dakwah Islam ke berbagai wilayah dibiayai oleh keuangan publik (baitul maal). Afzalur. d) Klasifikasi Alokasi Anggaran Belanja Secara umum. dan proyek-proyek pembangunan lainnya yang dibutuhkan publik dan mendorong pengembangan kesejahteraan ekonomi sosial maka menjadi sasaran pembiayaan belanja negara. 1997. Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam. pembiayaannya proyek peningkatan kesejahteraan rakyat ini bisa melalui subsidi atau bantuan langsung. • • Belanja Umum. Pustaka Palajar Mannan. Islamic Economic : Theory and Practice (Ekonomi Islam : Teori dan Praktek). • Proyek-proyek pembangunan seperti pra sarana dan sarana kepentingan publik : jalan raya.. Yogyakarta. 2001. Mekanisme pembangunan infrastruktur sosial lainnya. Daftar Pustaka Karim. Jakarta. pengairan lahan pertanian. Soeroyo dan Nastangin.islamic-world. mencakup pengadaan fasilitas dan barang publik dan Belanja Proyek peningkatan kesejahteraan masyarakat. terj. Yusuf. Yogyakarta. infrastruktur transportasi. Dana Bhakti Wakaf Qardhawi. 1993. operasional roda pemerintahan dan jaminan sosial. Adiwarman Azwar. mencakup belanja pemenuhan kebutuhan masyarakat. alokasi anggaran belanja pemerintahan Islam. Muhammad Abdul. Didin Hafidhuddin dkk. penerangan. Dana Bhakti Wakaf http://www. Economic Doctrines of Islam (Doktrin Ekonomi Islam II).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful