Tugas Elemen Mesin I Dosen Pembimbing : Ir.

Andi Mangkau BAB I PENDAHULUAN Alhamdulillah, puji syukur yang sepantasnya hanya kepada Sang khalik Yang Maha Pencipta dan Maha Pengatur atas seluruh alam semesta. Dengan limpahan rahmat dan hidayahNya,membuat kita masih mampu dan dalam kondisi sehat walafiat.Amin. Dengan berkembangnya segala bentuk industri yang mempergunakan dan menghasilkan produk teknologi di Indonesia,maka semakin banyak diperlukan tenaga terampil yang mampu mengatasi berbagai masalah perbaikan dan perencanaan . Namun justru dalam keadaan yang demikian itu akhir-akhir ini dirasakan adanya kelemahan dalam pengetahuan pengetahuan dasar tentang bagaimana dalam merancang sesuatu . Dan hal ini sangat diperlukan bagi para teknisi yang berkecimpung dalam bidang perencanaan. Oleh karena itu, diperlukan sarana pendidikan,baik yang formil maupun yang non formil, bagi para tenaga teknik di Indonesia.Sehingga mereka mampu merencanakan sesuatu dengan sebaik-baiknya.

LANDASAN TEORI PEGAS A. Penggunaan dan Penempatan Pegas dapat digolongkan atas dasar jenis beban yang dapat diterimanya. Jenis-jenis pegas terbagi atas: 1. Pegas Tekan atau Kompresi 2. Pegas Tarik 3. Pegas Puntir Menurut coraknya pegas dibedakan menjadi : 1. Pegas Ulir 2. Pegas Volut 3. Pegas Daun

Muhammad Zulkifli Hadis

1

D211 02 729-1

Pegas Batang Puntir 7. kecuali menggunakan pegas agar suatu konstruksi berfungsi dengan baik. minyak SUP4. Pegas diterapkan dalam bentuk konstruksi seperti pesawat kerja. SUP9. menyerahkan kembali kerja tersebut. PBW. Dalam kebanyakan hal. dan kendaraan. SUS. NSWS. B. SUP. mekanisme. Bahan Pegas Pegas dapat dibuat dari berjenis-jenis bahan seperti pada table dibawah menurut pemakaiannya : Pemakaian Pegas biasa (dibentuk panas) Pegas biasa (dibentuk dingin) Pegas tumpuan kendaraan Pegas untuk katup keamanan ketel Pegas untuk governor kecepatan Pegas tahan panas Pegas korosi Pegas untuk katup Bahan SUP4. SUP6. SUP10. SUP6. SUP7. Pegas Piring 5. SUP11 SW. SUP4. SUP10 SWP. SUP7. PBW. Pegas Cincin 6. BeCuW. tidak terdapat alternative lain yang dapat dipakai. BsW. Pegas Spiral atau Pegas Jam Pegas dapat berfungsi sebagai pelunak tumbukan atau kejutan dan sifat pegas yang terpenting ialah kemampuannya menerima kerja lewat perubahan bentuk elastis dan ketika mengendur. BSW. SWP.Tugas Elemen Mesin I Dosen Pembimbing : Ir. SUP6. Pegas bukan merupakan suatu hal yang mutlak melainkan suatu pilihan sehubungan dengan pembuatan dan biaya. Andi Mangkau 4. minyak Kawat distemper dengan Kawat distemper dengan Muhammad Zulkifli Hadis 2 D211 02 729-1 . NSWS. Kawat 2lastic2r dengan minyak SUS SUS. BeCuW SWPV.

tidak dilakukan perlakuan panas setelah dibentuk menjadi pegas. Muhammad Zulkifli Hadis 3 D211 02 729-1 .Tugas Elemen Mesin I Dosen Pembimbing : Ir. Pada pegas yang terbuat dari kawat tari keras. atau kawat yang distemper dengan minyak. Untuk pemilihan bahan pegas sebaiknya memilih bahan yang mempunyai batas elastis tinggi. Andi Mangkau Pegas untuk pemakaian umum biasanya dibuat dari kawat tarik keras yang dibentuk dingin.

615 + 4c − 4 c = = 4 x10 −1 0.08 + 0. D = 60 mm • Indeks pegas dipilih c = 10 • Diameter Kawat c = D/d d = D/c = 60/10 = 6 mm • Faktor Tegangan Wahl (k) k= 4c − 1 0. lendutan 18-20 mm dan diameter rata-rata pegas = 60 mm • Diketahui : W1 = 100 kg .615 + 36 10 = 1. δ = 18-20 mm.Tugas Elemen Mesin I Dosen Pembimbing : Ir.615 + 4 x10 − 4 10 39 0. Andi Mangkau BAB II PERHITUNGAN PEGAS PADA SHOCKHBREAKER BELAKANG MOTOR SATRIA Rencanakan sebuah pegas pada sockhbreaker belakang motor satria dengan beban maksimal 100 kg.14 Muhammad Zulkifli Hadis 4 D211 02 729-1 .06 = 1.

maka sangat aman sehingga tidak ekonomis • d dipilih 8 mm Indeks pegas c = D/d = 60/8 = 7.5 Muhammad Zulkifli Hadis 5 D211 02 729-1 .42 kg/mm2 • Bahan pegas dipilih Kawat Baja Keras (SW) • Tegangan geser maksimal yang diizinkan τa = 55 kg/mm2 • Modulus Geser G = 8 x 103 kg/mm2 • Tegangan rencana (τd) τd = 55 x 70% = 38.14 = 17.5 kg/mm2 • Perbandingan tegangan geser dengan tegangan rencana (τ < τd) 17. Andi Mangkau • Tegangan geser (τ) τ =k 8 DW1 πd 3 8 x 60 x100 3.14 x10 3 =1.5 karena 17.42 << 52.42 << 38.Tugas Elemen Mesin I Dosen Pembimbing : Ir.

615 + 4c − 4 c 4 x7.5 . maka Aman • Jumlah lilitan yang bekerja (n) δ= 8nD 3W1 d 4G Dibulatkan menjadi 3.615 + 4 x7.5 < 38.5 − 4 7.5 = 1.615 + 26 7.19 = 35.08 = 1.11 + 0.5 −1 0.5 Muhammad Zulkifli Hadis 6 D211 02 729-1 .5 kg/mm2 • Perbandingan tegangan geser dengan tegangan rencana (τ < τd) 35. Andi Mangkau • Faktor Tegangan Wahl (k) k= = = 4c − 1 0.19 • Tegangan geser (τ) τ =k 8 DW1 πd 3 8 x 60 x100 3.14 x8 3 =1.Tugas Elemen Mesin I Dosen Pembimbing : Ir.5 29 0.

4 .021 kg Muhammad Zulkifli Hadis 7 D211 02 729-1 .Tugas Elemen Mesin I Dosen Pembimbing : Ir. Andi Mangkau • Lendutan total (δtot) = 18.003 kg/mm • Tinggi bebas (Hf) Hf = 75 mm • Tinggi awal terpasang (Hs) Hs = 68 mm • Lendutan awal terpasang (δ0) δ0 = 6 mm • Beban awal terpasang (W0) W0 = (Hf – Hs) K = (75 – 68) 5. berada diantara (18-20) maka Aman • Konstanta pegas (K) = 5.4 mm Karena δtot = 18.003 = 35.

6 mm • Jumlah lilitan mati untuk masing-masing ujung (1-2). dipilih 1 • Tinggi mampat (Hc) Hc = (n + 1.6 mm Muhammad Zulkifli Hadis 8 D211 02 729-1 .4 = 55.Tugas Elemen Mesin I Dosen Pembimbing : Ir. Andi Mangkau • Lendutan efektif (h) δ h = h + δ0 = δ – δ0 = 18.6 > 40 ~ Aman • Kelonggaran antara kawat pada awal terpasang (Cs) = 5.5 + 1.5)d = (3.4 – 6 = 12.4 mm • Tinggi pada lendutan maksimal (Ht) Ht = Hs – h = 68 – 12.5)8 = 40 mm • Perbandingan antara tinggi pada lendutan maksimal dengan tinggi mampat (Ht >Hc) 55.

Tugas Elemen Mesin I Dosen Pembimbing : Ir.4 < 30 karena Hf < 8D dan δ < 40% Hf .25 < 8 dan 18.4 mm = 18.4 mm = 40 mm Muhammad Zulkifli Hadis 9 D211 02 729-1 . 5. 4.79 Jumlah lilitan yang bekerja (n) Lilitan mati Lendutan Efektif (h) Lendutan Total (δtot) Tinggi tekan (Hc) = 1 pada masing-masing ujung pegas = 12. 6. atau Hf < 6D dan δ < 20% Hf Hf /D < 8 dan δ < 40% Hf 75/60 < 8 dan 18.12 mm • Karena yang dirancang pegas ulir maka harga standar Cs dan Ct tidak ada • Agar pegas tidak mengalami tekukan maka : Hf < 8D dan δ < 40% Hf .4 < 40% x 75 1. 3. maka tidak akan terjadi tekukan • Rancangan dari Pegas pada Shockbreaker belakang motor Satria adalah : 1. 2. 7. Diameter Kawat (d) Bahan Pegas = 8 mm = Kawat Baja Keras (SW) = 3. Andi Mangkau • Kelonggaran kawat pada lendutan maksimum (Ct) = 3.

Beban Awal (W0) = 35. Ir. Jack. Andi Mangkau 8. Kros. Pradnya Paramita Jakarta 1991 2.021 kg DAFTAR PUSTAKA 1. & C. Arsip Tugas Elemen Mesin I Muhammad Zulkifli Hadis 10 D211 02 729-1 . Sularso. Dasar Perancangan dan Pemilihan Elemen Mesin. MSME. Stolk. Ir.Tugas Elemen Mesin I Dosen Pembimbing : Ir. Ir. Elemen Mesin (Elemen Konstruksi dari Bangunan Mesin). Penerbit Erlangga Jakarta 1993 3.

Andi Mangkau Muhammad Zulkifli Hadis 11 D211 02 729-1 .Tugas Elemen Mesin I Dosen Pembimbing : Ir.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful