pemeriksaan umum urine,disini pemeriksa akan melihat warna urine apakah merah yang menandakan adanya darah

, berwarna seperti teh seperti pada kasus kelainan hati atau kehijauan akibat mengkonsumsi obat-obat tertentu.Setelah melihat warna urine,pemeriksa akan memeriksa berat jenis urine, harga normal berat jenis urine ini adalah 1,005-1,030. Berat jenis yang menurun terjadi pada kasus-kasus yang membuat urine lebih encer, seperti overload cairan, hipotermi (penurunan suhu tubuh) dan penyakit diabetes insipidus. Sedangkan berat jenis yang meningkat dapat terjadi pada kondisi yang membuat urine lebih pekat, seperti dehidrasi, demam, luka bakar dan gangguan ginjal.pH urine juga diperiksa,normalnya pH urine berkisar antara 5-8. Urine yang asam dapat terjadi pada kasus acidosis, diabetes yang tidak terkontrol, diare, kelaparan, dehidrasi, penyakit pernafasan seperti kasus sesak nafas. Sedangkan pada kondisi infeksi saluran kencing karena kuman proteus, obstruksi pyloric, keracunan salisilat (aspirin), gagal ginjal kronik dan penyakit ginjal lainnya, membuat urine lebih basa dari pH normal urine yang berkisar antara 5-8. Setelah memeriksa hal diatas, pemeriksaan selanjutnya adalah melihat adanya bahan-bahan hasil metabolisme tubuh. Protein adalah bahan yang dibutuhkan tubuh,sehingga tidak boleh dibuang dalam urine. Apabila terdapat protein dalam urine maka patut dicurigai ada masalah dengan organ yang bertugas menyeleksi keluarnya protein ini yaitu ginjal (selengkapnya bisa dibaca artikel saya tentang mikroalbuminuria). Meskipun begitu kondisi panas tinggi dan dehidrasi berat juga dapat memberikan protein urine yang positif. Selanjutnya pemeriksaan urine ini akan mendeteksi adanya nitrite dalam urine. Berbeda dengan protein, nitrite ini lebih mengarah pada adanya infeksi karena kuman akan merubah nitrat dalam urine menjadi nitrit. Produk metabolisme tubuh lainnya yang diperiksa adalah adanya biliribun dan urobilinogen. Kedua bahan ini adalah produk dari liver atau hati, salah satu fungsinya adalah memberi warna kuning pada urine. Kadarnya dalam urine akan meningkat sehingga urine tampak seperti teh. Kondisi ini dapat terjadi pada kasus gangguan hati seperti hepatitis, tumor hati dan gangguan di sistem empedu. Kita lanjutkan bagaimana membaca tes urine lengkap ini. Kita sudah mengetahui bahwa pemeriksaan urine ini penting untuk mengetahui penyakit saluran kemih dan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan metabolisme tubuh. Selanjutnya yang diperiksa dalam pemeriksaan urine adalah pemeriksaan reduksi urine, pemeriksaan ini dulu sering dilakukan sebagai pertanda adanya gula di dalam urine, apabila positif menunjukkan adanya kadar gula dalam tubuh seseorang. Kelemahannya adalah pemeriksaan ini tidak menggambarkan kadar gula dalam darah,sehingga saat ini tidak dapat dijadikan dasar penegakan diagnosis kencing manis. Kita lanjutkan dengan pemeriksaan lainnya, Dalam keadaan normal tidak didapatkan adanya darah didalam urine,

ginjal yg kekurangan darah/infark) atau pada wanita yang sedang haid akibat kontaminasi. apabila ada infeksi atau luka di saluran kencing. Silinder adalah endapan protein yang terbentuk didalam tubulus ginjal. Benda ini terdiri dari aseton. yang kita cari adalah adanya silinder.maka jumlah lekosit akan meningkat. Setelah mencari adanya darah dan leukosit. .infeksi saluran kencing. Secara normal kadar lekosit dalam urine adalah 0-5 per lapangan pandang bila dilihat dengan mukroskop.asam asetoasetat dan asam 13hidroksibutirat.radang dan batu saluran kemih.diabetes mellitus (kencing manis) dan gangguan metabolisme lemak akan meningkatkan jumlah benda keton dalam urine. kristal merupakan hasil metabolisme normal dari tubuh. Puasa yang lama. Bahan terakhir yang diperiksa dari urine lengkap ini adalah adanya benda-benda keton (keton bodies). Kristal dalam urine tidak selalu berhubungan dengan adanya batu di saluran kemih.tumor yang berdarah.adanya darah (erytrosit) dalam urine mungkin akibat perdarahan di saluran kencing(adanya batu. jumlahnya akan meningkat apabila didapatkan adanya infeksi. leukosit juga akan meningkat akibat kontaminan misalnya akibat keputihan. Lekosit adalah tentaranya tubuh kita. kecepatan metabolisme dan kepekatan urin serta banyaknya makanan yang dikonsumsi akan mempengaruhi adanya kristal dalam urine.adanya silinder ini menunjukkan adanya penyakit yang serius dari ginjal misalnya radang pada ginjal. itulah sebabnya pemeriksaan urine ini tidak disarankan untuk wanita yang sedang haid. Epitel ibarat batu bata di dinding saluran kemih kita. Jenis makanan.

FAKTOR-FAKTOR YANG TURUT MEMPENGARUHI SUSUNAN URIN .Penilaian Hasil Pemeriksaan Urin dr. dr. saluran empedu. uterus dan lain-lain. Immanuel. pankreas. korteks adrenal. Jakarta Sebelum menilai hasil analisa urin. Urin merupakan hasil metabolisme tubuh yang dikeluarkan melalui ginjal. dr. difusi dan ekskresi oleh tubuli ginjal yang akhirnya terbentuk 1 ml urin permenit. R. Filtrat tersebut akan mengalami reabsorpsi. R. S. Secara umum dapat dikatakan bahwa pemeriksaan urin selain untuk mengetahui kelainan ginjal dan salurannya juga bertujuan untuk mengetahui kelainan-kelainan dipelbagai organ tubuh seperti hati. perlu diketahui tentang proses pembentukan urin. Wirawan. Dari 1200 ml darah yang melalui glomeruli permenit akan terbentuk filtrat 120 ml permenit. Dharma Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RSCM.

warna. kadang kadang bila unsur sedimen tidak ditemukan karena urin .8 Susunan urin tidak banyak berbeda dari hari ke hari. urobilinogen. urin ini baik untuk pemeriksaan berat jenis. karena zat tersebut dapat memberikan hasil positif palsu dengan cara reduksi dan hasil negatif palsu dengan cara enzimatik. Yang dimaksud dengan pemeriksaan urin rutin adalah pemeriksaan makroskopik.8 PEMERIKSAAN MAKROSKOPIK. glukosa dan sedimen dapat dipergunakan urin -sewaktu .8.1.Untuk mendapatkan hasil analisa urin yang baik perlu diperhatikan beberapa faktor antara lain persiapan penderita dan cara pengambilan contoh urin. Beberapa hal perlu diperhatikan dalam persiapan penderita untuk analisa urin misalnya pada pemeriksaan glukosa urin sebaiknya penderita jangan makan zat reduktor seperti vitamin C. mikroskopik dan kimia urin yang meliputi pemeriksaan protein dan glukosa. protein sedimen dan tes kehamilan.9 Pada tes kehamilan dianjurkan agar mengurangi minum supaya urin menjadi lebih pekat. bilirubin.4.1. urobilinogen dan bilirubin sebaiknya tidak diberikan obat yang memberi warna pada urin. pyridium dan lain lain.611 Pada pemeriksaan urobilin. seperti vitamin B2 (riboflavin). MIKROSKOPIK DAN KIMIA URIN Dikenal pemeriksaan urin rutin dan lengkap. Yang diperiksa adalah volume.sewaktu terlalu encer.4. karena itu penting untuk mengambil contoh urin menurut tujuan pemeriksaan. Untukv pemeriksaan urin seperti pemeriksaan protein. PEMERIKSAAN MAKROSKOPIK.3.10 Pada penderita yang sedang haid atau leucorrhoe" untuk mencegah kontaminasi dianjurkan pengambilan contoh urin dengan cara clean voided specimen yaitu dengan melakukan kateterisasi. Urin pagi ialah urin yang pertama kali dikeluarkan pada pagi hari. berat jenis.5.1. maka dianjurkan memakai urin pagi. tapi urin yang keluar kemudian ditampung dan yang terakhir tidak turut ditampung1.4.7.6. darah samar dan nitrit. Sedangkan yang dimaksud dengan pemeriksaan urin lengkap adalah pemeriksaan urin rutin yang dilengkapi dengan pemeriksaan benda keton. tetapipada pihak lain mungkin banyak berbeda dari waktu ke waktu sepanjang hari. bau dan pH urin. kejernihan.3. punksi suprapubik atau pengambilan urin midstream dimana urin yang pertama keluar tidak ditampung. Pengukuran volume urin berguna untuk menafsirkan hasil pemeriksaan . ialah urin yang dikeluarkan pada waktu yang tidak ditentukan dengan khusus.

coklat. makin banyak diuresa makin muda warna urin itu. kuning muda. Jumlah urin siang 12 jam dalam keadaan normal 2 sampai 4 kali lebih banyak dari urin malam 12 jam. deman edema. kuning tua. suhu badan. kuning. minuman yang mempunyai efek diuretika. Biasanya urin segar . Pemeriksaan terhadap warna urin mempunyai makna karena kadang-kadang dapat menunjukkan kelainan klinik.kuantitatif atau semi kuantitatif suatu zat dalam urin. obat yang dimakan maupun makanan. merah. Warna urin dipengaruhi oleh kepekatan urin. Anuri adalah suatu keadaan dimana jumlah urin selama 24 jam kurang dari 300 ml. seperti urobilin menyebabkan warna coklat. berat badan. nervositas. Bila didapatkan perubahan warna mungkin disebabkan oleh zat warna yang normal ada dalam jumlah besar. Keadaan ini mungkin didapat pada diarrhea. nefritis menahun. Hal ini mungkin dijumpai pada shock dan kegagalan ginjal. Bila perbandingan tersebut terbalik disebut nokturia. hipertensi. putih susu dan sebagainya. jenis kelamin. keruh atau sangat keruh. Rata-rata didaerah tropik volume urin dalam 24 jam antara 800--1300 ml untuk orang dewasa.8 Kejernihan dinyatakan dengan salah satu pendapat seperti jernih.l. Warna urin dinyatakan dengan tidak berwarna.3. kuning bercampur merah. Selain itu poliuri dapat pula disebabkan oleh perubahan patologik seperti diabetes mellitus. seperti didapat pada diabetes mellitus. Warna urin yang dapat disebabkan oleh jenis makanan atau obat yang diberikan kepada orang sakit seperti obat dirivat fenol yang memberikan warna coklat kehitaman pada urin. makanan dan minuman.4. Pengukuran volume urin yang dikerjakan bersama dengan berat jenis urin bermanfaat untuk menentukan gangguan faal ginjal. diabetes insipidus. Warna normal urin berkisar antara kuning muda dan kuning tua yang disebabkan oleh beberapa macam zat warna seperti urochrom. dan untuk menentukan kelainan dalam keseimbangan cairan badan. hijau. Pada umumnya warna ditentukan oleh kepekatan urin. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi volume urin seperti umur. muntah-muntah. agak keruh. iklim dan aktivitas orang yang bersangkutan. Poliuri ini mungkin terjadi pada keadaan fisiologik seperti pemasukan cairan yang berlebihan. seperti hemoglobin yang menyebabkan warna merah dan bilirubin yang menyebabkan warna coklat. Bila volume urin selama 24 jam 300--750 ml maka keadaan ini dikatakan oliguri. Disamping itu perlu dipertimbangkan kemungkinan adanya zat warna abnormal. pengeluaran cairan dari edema. Bila didapatkan volume urin selama 24 jam lebih dari 2000 ml maka keadaan itu disebut poliuri.6. urobilin dan porphyrin.

alkalosis dan kegagalan ginjal yang menahun1.009 dapat disebabkan oleh intake cairan yang berlebihan.003 -.8 Pemeriksaan berat jenis urin bertalian dengan faal pemekatan ginjal.8 Untuk menilai bau urin dipakai urin segar.6.4. Bau amoniak disebabkan perombakan ureum oleh bakteri dan biasanya terjadi pada urin yang dibiarkan tanpa pengawet.6.3. sedangkan pada infeksi dengan kuman Proteus yang dapat merombak ureum menjadi atnoniak akan menyebabkan urin bersifat basa. menggunakan pikno meter. sedimen seperti epitel. refraktometer dan reagens pita'. Urin sewaktu yang mempunyai berat jenis 1. leukosit dan eritrosit dalam jumlah banyak. dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu dengan memakai falling drop. bakteri. hipotermi.020 atau lebih. Bau urin normal disebabkan oleh asam organik yang mudah menguap. Kekeruhan ringan disebut nubeculayangterdiri dari lendir. bau buah-buahan seperti pada ketonuria. Makin pekat urin makin tinggi berat jenisnya. pH urin normal berkisar antar 4.030.1. PEMERIKSAAN MIKROSKOPIK Yang dimaksud dengan pemeriksaan mikroskopik urin yaitu pemeriksaan sedimen urin. Berat jenis urin herhubungan erat dengan diuresa.4.pada orang normal jernih. Pada infeksi oleh Escherichia coli biasanya urin bereaksi asam.6. sel epitel dan leukosit yang lambat laun mengendap. Adanya urin yang berbau busuk dari semula dapat berasal dari perombakan protein dalam saluran kemih umpamanya pada karsinoma saluran kemih. sedangkan untuk mencegah terbentuknya batu urat atau oksalat pH urin sebaiknya dipertahankan basa. jadi berat jenis bertalian dengan faal pemekat ginjal.5 -. Urin yang dipakai ialah urin .8. pate. Dalam pengobatan batu karbonat atau kalsium fosfat urin dipertahankan asam. kerena dapat memberi kesan tentang keadaan dalam badan. Ini panting untuk mengetahui adanya kelainan pada ginjal dan saluran kemih serta berat ringannya penyakit. Berat jenis urin sewaktu pada orang normal antara 1. Sedangkan berat jenis urin kurang dari 1. gravimetri.8 Selain itu penetapan pH pada infeksi saluran kemih dapat memberi petunjuk ke arah etiologi. menunjukkan bahwa faal pemekat ginjal baik. Urin yang telah keruh pada waktu dikeluarkan dapat disebabkan oleh chilus. Keadaan ini dapat dijumpai pada penderita dengan demam dan dehidrasi.4. makin besar diuresa makin rendah berat jenisnya dan sebaliknya. fosfat amorf yang mengendap dan bakteri dari botol penampung.1. Dapat pula disebabkan oleh urat amorf.0.3. obat-obatan seperti mentol. Bau yang berlainan dapat disebabkan oleh makanan seperti jengkol.8 Penetapan pH diperlukan pada gangguan keseimbangan asam basa. yang perlu diperhatikan adalah bau yang abnormal.

mempunyai matrix berupa glikoprotein (protein Tamm Horsfall) dan kadang-kadang dipermukaannya terdapat leukosit. lekosit dan silinder hialin. pH dan adanya glikoprotein yang disekresi oleh tubuli ginjal. parasit dan yang tak organik tidak berasal dari sesuatu organ atau jaringan . kecil atau LPK. Jumlah unsur sedimen bermakna dilaporkan secara semi kuantitatif. silinder eritrosit. Lazimnya unsur sedimen dibagi atas dua golongan yaitu unsur organik dan tak-organik. infeksi saluran kemih dan pada penyakit dengan diatesa hemoragik.2. sperma. Sedangkan pada penyakit ginjal yang berjalan lanjut didapat silinder berbutir dan silinder lilin. Silinder adalah endapan protein yang terbentuk didalam tubulus ginjal. Terdapatnya silinder seluler seperti silinder lekosit. Unsur organik berasal dari sesuatu organ atau jaringan antara lain epitel. potongan jaringan.sewaktu yang segar atau urin yang dikumpulkan dengan pengawet formalin. eritrosit dan epitel.seperti urat amorf dan kristal 4 Eritrosit atau leukosit didalam sedimen urin mungkin terdapat dalam urin wanita yang haid atau berasal dari saluran kernih. Unsur sedimen yang kurang bermakna seperti epitel atau kristal cukup dilaporkan dengan +(ada). sedangkan leukosit hanya terdapat 0 -. Selain itu dipakai lensa objektif besar (40X) yang dinamakan lapangan penglihatan besar atau LPB. silinder. Dalam keadaan normal tidak dijumpai eritrosit dalam sedimen urin.5/LPK dan pada wanita dapat pula karena kontaminasi dari genitalia.8 Dikenal bermacammacam silinder yang berhubungan dengan berat ringannya penyakit ginjal. Pada pielonefritis dapat dijumpai silinder lekosit dan pada glomerulonefritis akut dapat ditemukan silinder eritrosit. Adanya eritrosit dalam urin disebut hematuria. Pembentukan silinder dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain osmolalitas. volume. Banyak peneliti setuju bahwa dalam keadaan normal bisa didapatkan sedikit eritrosit. bakteri. eritrosit. nephrolithiasis. ++ (banyak) dan +++ (banyak sekali). leukosit. seperti infark ginjal. . Pemeriksaan sedimen dilakukan dengan memakai lensa objektif kecil (10X) yang dinamakan lapangan penglihatan. Keadaan ini sering dijumpai pada infeksi saluran kemih atau kontaminasi dengan sekret vagina pada penderita dengan fluor albus.6. silinder epitel dan sunder berbutir selalu menunjukkan penyakit yang serius. Hematuria dapat disebabkan oleh perdarahan dalam saluran kemih. yaitu jumlah rata-rata per LPK untuk silinder dan per LPB untuk eritrosit dan leukosit. Terdapatnya leukosit dalam jumlah banyak di urin disebut piuria.

kecepatan metabolisme dan kepekatan urin. kalsium oksalat. specifik dan sensitif yaitu memakai reagens pita. dan bila akan dilakukan pemeriksaan. Pada sindroma nefrotik didalam sedimen urin mungkin didapatkan oval fat bodies. glukosa. Ini merupakan epitel tubuli ginjal yang telah mengalami degenerasi lemak. bakteri akan berkembang biak yang menyebabkan pH menjadi alkali dan menyebabkan hasil positif palsu untuk protein. penggunaan haruslah mengikuti petunjuk dengan tepat. Epitel merupakan unsur sedimen organik yang dalam keadaan normal didapatkan dalam sedimen urin. Agar didapatkan hasil yang optimal pada tes nitrit. Pertumbuhan bakteri karena kontaminasi dapat memberikan basil positif palsu untuk pemeriksaan darah samar dalam urin karena terbentuknya peroksidase dari bakteri.Kristal dalam urin tidak ada hubungan langsung dengan batu didalam saluran kemih. dapat dilihat dengan memakai zat warna Sudan III/IV atau diperiksa dengan menggunakan mikroskop polarisasi. Terdapatnya unsur tersebut tergantung dari jenis makanan. urobilinogen dipergunakan urin segar karena zat-zat ini bersifat labil. banyak makanan. pada suhu kamar bila kena cahaya. seperti pada infeksi. Untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang optimum. Reagens pita ini dapat dipakai untuk pemeriksaan pH. pemakaian reagnes pita dan bahan pemeriksaan. suhu urin disesuaikan dulu dengan suhu kamar. Kristal asam urat. bilirubin. Urin dikumpulkan dalam penampung yang bersih dan pemeriksaan baiknya segera dilakukan. tepat. urobilinogen dan nitrit. sebaiknya urin tersebut disimpan dulu dalam lemari es. kristal leucin. PEMERIKSAAN KIMIA URIN Disamping cara konvensional. aktivitas reagens harus dipertahankan. Disamping itu mungkin didapatkan kristal lain yang berasal dari obat-obatan atau kristal-kristal lain seperti kristal tirosin. . baik mengenai cara penyimpanan. triple fosfat dan bahan amorf merupakan kristal yang sering ditemukan dalam sedimen dan tidak mempunyai arti. protein. Reagens pita (strip) dari berbagai pabrik telah banyak beredar di Indonsia. Bila pemeriksaan harus ditunda selama lebih dari satu jam. karena kristal-kristal itu merupakan hasil metabolisme yang normal. Dalam keadaan patologik jumlah epitel ini dapat meningkat. Bila urin dibiarkan pada suhu kamar. darah. Untuk pemeriksaan bilirubin. pemeriksaan kimia urin dapat dilakukan dengan cara yang lebih sederhana dengan hasil cepat. radang dan batu dalam saluran kemih. hendaknya dipakai urin pagi atau urin yang telah berada dalam buli-buli minimal selama 4 jam. keton.

Proteinuria karena kelainan ginjal dapat disebabkan karena kelainan glomerulus atau tubuli ginjal seperti pada penyakit glomerulunofritis akut atau kronik. laktosa. laktosa. mieloma. sindroma nefrotik. Proteinuria dapat terjadi karena kelainan prerenal. nekrosis tubuler akut dan lain-lain 6 . karena gula lain seperti galaktosa. Urin yang terlalu lindi. Selain itu penetapan glukosa dapat dilakukan dengan cara reduksi ion cupri menjadi cupro. pielonefritis akut atau kronik.6-9 Reagens pita untuk pemeriksaan protein lebih peka terhadap albumin dibandingkan protein lain seperti globulin. makroglobulinemia dan dapat timbul karena gangguan perfusi glo merulus seperti pada hipertensi dan payah jantung. Dengan cara reduksi mungkin didapati hasil positip palsu pada urin yang mengandung bahan reduktor selain glukosa seperti : galaktosa. Pemeriksaan glukosa dalam urin dapat dilakukan dengan memakai reagens pita. salisilat. Dengan cara enzimatik mungkin didapatkan hasil negatip palsu pada urin yang mengandung kadar vitamin C melebihi 75 mg/dl atau . sedangkan pada cara reduksi hanya sampai 250 mg/dl. dapat memberikan hasil positif palsu dengan cara ini. formalin. protein Bence Jones dan mukoprotein. Oleh karena itu hasil pemeriksaan proteinuri yang negatif tidak dapat menyingkirkan kemungkinan terdapatnya protein tersebut didalam urin. misalnya urin yang mengandung amonium kuartener dan urin yang terkontaminasi oleh kuman. fruktosa dan pentosa tidak bereaksi. hemoglobin. pentosa. renal dan post-renal. Cara enzimatik dapat mendeteksi kadar glukosa urin sampai 100 mg/dl. fruktosa. vitamin C. Kelainan pre-renal disebabkan karena penyakit sistemik seperti anemia hemolitik yang disertai hemoglobinuria.1. Cara enzimatik lebih sensitif dibandingkan dengan cara reduksi. 11 Juga cara ini lebih spesifik untuk glukosa. glukuronat dan obat-obatan seperti streptomycin.

tetapi cara ini kurang peka Cermin Dunia Kedokteran No.9 Pada orang normal tidak didapati glukosa dalam urin. tirotoksikosis. asam asetoasetat dan asam 13-hidroksi butirat. Benda.benda keton dalam urin terdiri atas aseton.benda keton melebihi 40 mg/dl. phaeochromocytoma. peningkatan tekanan intrakranial atau karena ambang rangsang ginjal yang menurun seperti pada renal glukosuria.7. sindroma Cushing. Pemeriksaan benda keton dengan reagens pita ini dapat mendeteksi asam asetoasetat lebllh dari 5--10 mg/dl. Karena aseton mudah menguap. kehamilan dan sindroma Fanconi. 30 37 . maka urin yang diperiksa ha rus segar. Glukosuria dapat terjadi karena peningkatan kadar glukosa dalam darah yang melebihi kepasitas maksimum tubulus untuk mereabsorpsi glukosa seperti pada diabetes mellitus. 3 .

.

1 -. chlorpromazine dengan kadar yang tinggi sedangkan negatif palsu dapat terjadi bila urin mengandung metabolit pyridium atau serenium.7.1. saluran empedu atau proses hemolisa yang berlebihan didalam tubuh. Garam diazonium terdiri dari p-nitrobenzene diazonium dan p-toluene sulfonate.7 Adanya bilirubin 0.0 Ehrlich unit per dl urin. Hal ini terjadi sebelum kadar benda keton dalam serum meningkat. Pembacaan Reagens Pita Pemeriksaan urobilinogen dengan reagens pita perlu urin segar. Hasil positif palsu dapat terjadi bila dalam urin terdapat mefenamic acid. Hasil positif palsu mungkin didapat bila urin mengandung bromsulphthalein. sedangkan asam yang dipakai adalah asam sulfo salisilat. Dengan . Pada keadaan puasa yang lama. 17 Dalam keadaan normal pemeriksaan benda keton dalam urin negatif.untuk aseton dan tidak bereaksi dengan asam beta hidroksi butirat. kelainan metabolisme karbohidrat seperti pada diabetes mellitus. yang menimbulkan warna biru atau ungu tua. Dalam keadaan normal kadar urobilinogen berkisar antara 0. kelainan metabolisme lemak didalam urin didapatkan benda keton dalam jumlah yang tinggi.05-1 mg/dl urin akan memberikan basil positif dan keadaan ini menunjukkan kelainan hati atau saluran empedu. 1 . metabolit levodopa dan pengawet 8hidroksi-quinoline yang berlebihan.9 Peningkatan ekskresi urobilinogen urin mungkin disebabkan oleh kelainan hati. adanya darah dalam urin mungkin disebabkan oleh perdarahan saluran kemih atau pada wanita yang sedang haid. Pemeri ksaan bilirubin dalam urin berdasarkan reaksi antara garam diazonium dengan bilirubin dalam suasana asam. 1. Dalam keadaan normal tidak terdapat darah dalam urin.

sehingga kuman tidak dapat . Hasil negatif palsu bila urin mengairdung vitamin C lebih dari 10 mg/dl. karena basil negatif mungkin disebabkan infeksi saluran kemih oleh kuman yang tidak mengandung reduktase. Perlu diperhatikan bahwa urin yang diperiksa hendaklah urin yang telah berada dalam buli-buli minimal 4 jam. Dalam keadaan normal tidak terdapat nitrit dalam urin. Tes akan berhasil positif bila terdapat lebih dari 10 5 mikroorganisme per ml urin.6-9 Dalam keadaan normal urin bersifat steril. Hasil yang negatif belum dapat menyingkirkan adanya bakteriurea. Hasil positif akan mencapai 80% kasus bila urin terkumpul dalam buli-buli lebih dari 4 jam. Adanya bakteriura dapat ditentukan dengan tes nitrit. 1. Tes ini lebih peka terhadap hemoglobin daripada eritrosit yang utuh sehingga perlu dilakukan pula pemeriksaan mikroskopik urin. sehingga telah terjadi perubahan nitrat menjadi nitrit oleh bakteri.pemeriksaan ini dapat dideteksi adanya 150--450 ug hemoglobin per liter urin. Urin yang terkumpul dalam buli-buli kurang dari 4 jam akan memberikan basil positif pada 40% kasus. Hasil positif palsu didapatkan bila urin mengandung oksidator seperti hipochlorid atau peroksidase dari bakteri yang berasal dari Sedimen urin infeksi saluran kemih atau akibat pertumbuhan kuman yang terkontaminasi.

7. 30 . basil tes akan negatif.7 Daftar kepustakaan dapat diminta pada penulis/redaksi 38 Cermin Dania Kedokteran No. Bila urin yang akan diperiksa berada dalam buli-buli kurang dari 4 jam atau tidak terdapat nitrat dalam urin. 1.merubah nitrat menjadi nitrit.9 Kepekaan tes ini berkurang dengan peningkatan berat jenis urin. 1. Hasil negatif palsu terjadi bila urin mengandung vitamin C melebihi 25 mg/dl dan konsentrasi ion nitrat dalam urin kurang dari 0.03 mg/dl.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful