ALAT TANGKAP IKAN DI LAUT

Mini Trawl Trawl didefinisikan sebagai jaring yang berbentuk kantong yang ditarik satu atau dua buah kapal bermotor dan menggunakan alat pembuka mulut jaring yang disebut gawang (beam) atau sepasang alat pembuka (otter board) atau karena ditarik oleh dua buah kapal motor. Disini jaring bergerak bersama kapal motor untuk jangka waktu tertentu. Mini trawl merupakan jenis otter trawl yaitu trawl yang terbukanya mulut jaring disebabkan oleh dua buah papan/alat pembuka mulut jaring (otter board) yang dipasang pada ujung sayapnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan tali selambar yang panjangnya tergantung kedalaman perairan di daerah penangkapan ikan dan situasi penangkapan. 1.

Jenis-jenis Trawl Payang Payang termasuk grup pukat kantong yaitu jaring yang memiliki kantong dan dua buah sayap. Metode penangkapan ikan dilakukan dengan cara menarik pukat kantong tersebut ke
1

2.

arah kapal yang berhenti atau ke arah daratan melalui kedua sayapnya. Dilihat dari alat konstruksi alat, alat ini sama dengan trawl, tetapi mempunyai sayap lebih panjang dan berbeda dalam operasi penangkapan, dimana trawl bergerak bersamasama kapal, sedangkan pukat kantong hanya jaring yang bergerak. Payang (termasuk lamparan permukaan) merupakan pukat kantong yang digunakan untuk menangkap ikan pelagis.

Payang Jaring Insang Hanyut (Drift Gill Nets) Jaring insang adalah jaring yang berbentuk empat persegi panjang, mempunyai mata jaring yang sama ukurannya pada seluruh bidang jaring, lebar jaring lebih pendek jika dibandingkan dengan panjangnya, dilengkapi dengan pemberat pada tali ris bawahnya dan pelampung pada tali ris atasnya. Dalam operasi penangkapan, jaring dipasang tegak lurus di dalam air dan menghadang arah gerak ikan. Ikan-ikan tertangkap karena tutup insang tersangkut pada mata jaring atau terpuntal oleh jaring tersebut. Jaring Insang Hanyut merupakan jaring insang yang dalam metode penangkapannya dibiarkan hanyut terbawah arus dan salah satu ujungnya dikaitkan pada kapal/perahu.

3.

2

Jaring Insang Hanyut (Drift Gill Nets) Jaring Insang Lingkar (Encircling Gill Nets) Jaring Insang Lingkar merupakan jaring insang yang cara pengoperasiannya dengan melingkari gerombolan ikan pelagis. Supaya gerombolan ikan dapat dilingkari dengan sempurna sehingga dapat tertangkap dengan jumlah yang optimal, dalam operasinya bentuk jaring dapat berbentuk lingkaran, setengah lingkaran, berbentuk huruf V atau U atau bengkok-bengkok seperti gelombang. Tinggi jaring disesuaikan dengan kedalaman perairan ikan yang telah dikurung, dikejutkan sehingga menubruk jaring dan tersangkut pada mata jaring.

4.

Jaring Insang Lingkar (Encircling Gill Nets) Jaring Insang Tetap (Set Gill Nets) Jaring Insang Tetap adalah jaring insang yang dalam metode penangkapan ikannya dipasang menetap untuk jangka
3

5.

waktu tertentu dengan menggunakan jangkar atau pemberat di daerah penangkapan ikan. Posisi pemasangan jaring dalam operasi penangkapan dapat bervariasi tergantung kepada ikan yang menjadi tujuan penangkapan. Di Pantai Timur Sumatera wilayah Kabupaten OKI jaring ini dikenal dengan jaring kakap, jaring belanak dan jaring kepiting/rajungan.

Jaring Insang Tetap (Set Gill Net)

6.

Jaring Udang (Trammel Net)

4

Bila menggunakan perahu atau perahu/kapal motor alat ini didorong dengan menggerakkan perahu atau perahu/kapal motor. dalam operasinya jaring dibentangkan dalam air sedemikian dengan menggunakan kerangka bambu atau kayu. Ikan tertangkap karena terpuntal “terpulut" oleh badan jaring dengan mata kecil dan masuk ke dalam mata jaring besar sehingga menjadi kantong. Jaring Udang Serok dan Sondong (Scoop Nets) Serok dan Sodong atau Sungkur termasuk grup jaring angkat. .Trammel net atau di Pantai Timur Sumatera wilayah Kabupaten OKI dikenal dengan nama jaring udang atau jaring pulut merupakan jaring insang yang dibuat dengan tiga lapis jaring dimana jaring lapisan tengah dengan ukuran mata jaring kecil dan jaring lapisan luar dengan ukuran yang besar. Metode penangkapan dengan cara disorong dengan perahu atau perahu/kapal motor disebut sondong. mulut jaring terbuka dengan memakai bingkai yang terbuat dari bambu atau rotan atau metal dan operasi penangkapan dapat dilakukan tanpa perahu. Alat penangkap ini dapat ditujukan untuk semua jenis ikan. 5 7. Serok dan Sondong merupakan jaring angkat yang berbentuk kerucut atau kantong. Jaring angkat adalah yang berbentuk empat persegi panjang atau kerucut atau kantong.

di dalam Bahasa Indonesia disebut Rawai yang termasuk grup 6 8.Di Pantai Timur Sumatera wilayah Kabupaten OKI. sondong termasuk alat penangkapan ikan yang dominan dengan tujuan penangkapan udang. Serok Sondong Rawe (Drift Longline Other Tuna Long Lines) Rawe atau parawe merupakan nama alat penangkapan ikan di Pantai Timur Sumatera wilayah Kabupaten OKI. .

Pancing (Hook and Lines) 7 .pancing. Pada ujung tali cabang dikaitkan pancing yang berumpan. Ada 3 jenis rawe yaitu Rawai Tuna. Rawai Tuna Rawai Hanyut Rawai Tetap 9. Rawe merupakan alat penangkapan ikan yang terdiri dari sederetan tali-tali utama dan pada tali utama pada jaring tertentu terdapat beberapa tali cabang yang lebih pendek dan lebih kecil diameternya. Rawai Hanyut dan Rawai Tetap.

dll. Jenis alat penangkap ikan yang termasuk grup pancing selain rawe adalah (1) Pancing Tonda (Troll Line). Adapun yang kita maksud dengan pancing disini adalah pancing lain selain huhate. Yang dimaksud dengan perangkap adalah alat penangkap ikan yang dipasang secara tetap dalam air untuk suatu jangka waktu tertentu. kayu. Setelah alat penangkap ini ditempatkan dalam air sedemikian.Pancing adalah semua alat penangkap ikan yang terutama terdiri dari tali dan mata pancing. metal. alat penangkap dapat terbuat dari apa saja seperti bambu. (2) Huhate (Pole and Live) dan (3) Pancing Lain selain Huhate. Pancing Tonda Pancing Lain Huhate Jenis-jenis Pancing 10. 8 . jaring. Sero (Guiding Barriers) Sero merupakan metode penangkapan ikan dengan cara perangkap. maka ikanikan akan tertangkap tanpa suatu metode penangkapan khusus.

Alat dipasang dibawah pondok atau lantai bangunan yang digunakan sebagai tempat pengolahan ikan hasil tangkapan. Tuguk seperti halnya jermal.Sero adalah jenis perangkap yang biasanya terdiri dari susunan pagar-pagar yang akan menuntun ikan-ikan menuju perangkap. Sero (Guiding Barrier) 11. Jermal dan Tuguk (Stow Nets) Jermal dan Tuguk termasuk jenis perangkap. Daerah penangkapan dari sero adalah daerahdaerah teluk dan sekitar muara sungai dimana ikan-ikan diperkirakan atau biasa bermuara ke pantai melalui daerah tersebut. Ikan-ikan atau hewan air lainnya yang beruaya mengikuti arus akan tertangkap ke dalam alat tersebut. dipasang menentang arus pasang surut maupun sungai. Jermal adalah jaring yang berbentuk kantong dan dipasang semi permanen menentang arus (biasanya arus pasang surut). biasanya alat ini dipasang berjejer dalam jumlah tertentu. 9 .

Dalam operasi penangkapan. Belat adalah perangkap yang dipasang di daerah pasang surut. alat dipasang di sasar atau dekat permukaan perairan selama jangka waktu tertentu. Untuk menarik perhatian ikan agar masuk ke dalam perangkap. jaring 10 . Belat Belat termasuk jenis perangkap dan dalam klasifikasi termasuk Alat Perangkap yang Lain (Other Traps). Bubu (Portable Traps) Bubu adalah perangkap yang mempunyai satu atau dua pintu masuk dan dapat diangkat dengan mudah (dengan atau tanpa perahu/kapal) ke daerah penangkapan ikan. terdiri dari dua lembar jaring sebagai dinding dan kantong diantara kedua jaring tersebut. didalam perangkap dipasang umpan. Bubu (Portable Traps) 13.Jermal Tuguk 12.

dimana ikan akan terkurung dan akhirnya terkumpul dalam kantong. Belat (Barrier Trap) 14.dipasang setengah lingkaran atau berbentuk V atau U di sebelah laut dan pantai/mangrove disisi daratan. Lain-lain Alat-alat penangkap ikan yang tidak termasuk dalam grup alat-alat penangkap ikan diatas keklasifikasikan sebagai Lain-lain. Pemasangan alat dilakukan saat pasang sudah maksimal. 15. Tombak dan sebagainya. Pengumpul Kerang Alat pengumpul kerang adalah alat-alat yang digunakan untuk mengumpulkan kerang-kerangan dengan tangan. dan penangkapan ikan dilakukan pada saat air sudah surut. Alat ini antara lain Jala. Jala 11 .

5. kemudian ikan-ikan tertangkap dengan jalan mengangkat jaring. terbuat dari jaring berbentuk bujur sangkar. 3. danau. Tangkul Tangkul termasuk grup jaring angkat yang dapat dengan mudah dipindahkan. 1. 3. Jaring Insang Tetap Batasan dan metode penangkapan ikan dengan jaring insang tetap telah diuraikan pada bagian Alat penangkap ikan di laut no. Dalam operasi penangkapan jaring akan hanyut terbawa oleh arus sungai.ALAT PENANGKAP IKAN DI PERAIRAN UMUM Jaring Insang Hanyut Batasan dan metode penangkapan ikan dengan jaring insang hanyut telah diuraikan pada bagian Alat penangkap ikan di laut no. daerah penangkapan ikan jaring insang hanyut hanya dilakukan di sungai. waduk/cekdam dan rawa/lebak. daerah penangkapan ikan jaring insang tetap dilakukan di sungai. 2. Metode penangkapan ikan dengan menurunkan jaring ke dalam air dan menunggu beberapa saat sehingga ikan berkumpul di atas jaring. Berbeda dengan jaring insang hanyut. Di perairan umum. Tangkul 12 .

7. danau maupun rawa/lebak. Rawe yang dioperasikan di perairan umum merupakan jenis Rawe Tetap (Set Long Line). lampu tameng (lampu minyak bersamprong kecil dan dilengkapi dengan logam cekung dilapisi raksa untuk memfokuskan cahaya) dan apung (yaitu bahan yang dapat memikat udang galah untuk menempel. 4. Langgian adalah serok yang dibuat dari bahan jaring dengan memakai gagang bambu. di perairan umum bisa dioperasikan pancing bergandar (berjoran) dan tajur. biasanya digunakan enceng gondok). diperairan umum rawai dapat dioperasikan di sungai. Dalam operasinya. Alat ini dioperasikan pada malam hari dengan menggunakan perahu motor. Pancing dan Tajur Jenis pancing selain rawe di atas. . tali utama dapat diganti dengan bambu. Daerah penangkapan adalah Sungai. 6. Langgian Rawe (Set Long Line) Sebagaimana telah diuraikan pada bagian sebelumnya.Serok dan Langgian Batasan dan metode penangkapan ikan dengan serok seperti telah diuraikan pada bagian Alat penangkap ikan di laut no. Pancing bergandar adalah suatu tali dengan ujungnya dikaitkan pada gandar (joran/tongkat kayu/bambu) dan ujung lainnya dengan mata pancing. Tajur adalah pancing bergandar yang dalam 13 5.

waduk/cekdam dan rawa/lebak. Empang-Lulung. Daerah penangkapan ikan adalah outlet/inlet dari lebak atau danau rawa banjiran. Daerah penangkapan ikan dari pancing ini adalah sungai. namun dalam operasinya lebih mirip dengan jermal. Ikan-ikan yang 14 . Daerah penangkapan ikan di perairan umum adalah sungai. Corong. Tuguk di perairan umum pada dasarnya hampir sama dengan tuguk di laut. Metode penangkapan ikan dengan empang-lulung disebut Netak Batas. 7. Empang-Lulung Corong adalah perangkap yang terbuat dari waring yang berfungsi untuk menggiring ikan ke perangkap. Tuguk dan Langsaran Empang-Lulung adalah perangkap yang terdiri dari susunan pagar-pagar yang biasanya terbuat dari bambu (empang) sebagai penghadang ikan-ikan sehingga terarah menuju perangkap berbentuk kotak dengan kerangka kayu dan dinding dari waring.operasinya gandar ditancapkan di perairan untuk jangka waktu tertentu dan mata pancing diberi umpan (biasanya umpan hidup) dan ditempatkan sedemikian sehingga umpan berada di permukaan air. danau. Di daerah mulut corong dipasang penghadang dari empang sehingga ikan akan masuk ke dalam corong. dalam operasinya alat ini memerlukan pagar yang posisinya memotong sungai dan berfungsi untuk mengarahkan/memaksa ikan masuk tuguk.

Corong Tuguk Langsaran 15 .menjadi tujuan penangkapan adalah ikan-ikan yang beruaya mengikuti arus sungai. Daerah penangkapan ikan adalah sungai yang berarus deras. Langsaran adalah perangkap yang terdiri dari susunan pagar-pagar daro kayu/bambu yang akan menuntun/memaksa ikan menuju perangkap.

sedangkan bengkirai atau pengilar dapat tenggelam maupun di permukaan perairan. Bengkirai atau Pengilar adalah sebutan bubu yang berbentuk kotak. Ngubek Lubuk dan Ngesar. sedangkan yang berbentuk bulat panjang disebut bubu.Bubu dan Bangkirai/Pengilar Batasan dari bubu telah diuraikan pada bagian Alat penangkap ikan di laut no. Di perairan umum bubu dalam operasinya biasanya tenggelam dalam air. Metode penangkapan ikan dengan bubu atau bengkirai disebut bekarang. 8. 9. Jala. seperti Ngelebung. 12. Yang terbuat dari rotan disebut pengilar rotan. dari bambu disebut bengkirai bilah dan dari kawat disebut pengilar kawat. Tombak atau Serampang dan metode penangkapan yang dilakukan di suatu daerah penangkapan ikan biasanya hanya dilakukan satu kali dalam setahun. Serampang dan Kerakat Metode penangkapan ikan yang dikelompokan ke dalam klasifikasi alat-alat Lain-lain di perairan umum di Kabupaten OKI diantaranya Jala. 16 .

Daerah penyebaran Alat penangkap : Perairan pantai yang berkarang.JENIS-JENIS IKAN DI LAUT KABUPATEN OKI Nama Indonesia Latin Inggris : Tenggiri : Scomberomorus commersoni. Nama Indonesia Latin Inggris : Cucut : a) Carcharinidae b) Sphyrnidae c) Orectolobidae : Sharks a) Carcharinidae 17 . : Narrow Barred Spanish Mackerel. Scomberomus spp. gill net. trawl. : Pancing. pancing tonda.

b) Shyrnidae c) Orectolobidae Daerah penyebaran Alat penangkap : Laut bebas. : Wolf herrings. tonda. sero. Daerah penyebaran Alat penangkap : Perairan pantai. daerah pantai. Chirocentrus spp. Nama Indonesia Latin Inggris : Golok-golok/Parang-parang : Chirocentrus spp. 18 . trawl dll. : Trawl. bagan. pancing. : Long line. pancing. gill net.

Stolephorus spp. Nama Indonesia Latin Inggris : Kembung : Rastrelliger spp. a) Rastrelliger kanagurta (kembung lelaki) 19 . Daerah penyebaran Alat penangkap : Perairan pantai.Nama Indonesia Latin Inggris : Teri : Stolephorus spp. : Bagan. : Anchovies. : Indo Pasific Mackarels. jabur.

20 . jaring kembung. Lates calcarifer Daerah penyebaran Alat penangkap : Perairan pantai. pukat langgar. purse seine. trawl. muara sungai. trawl.b) Rastrelliger neglectus (kembung perempuan) Daerah penyebaran Alat penangkap : Perairan pantai. kadang-kadang masuk perairan payau. : Pancing. bottom gill net. : Payang. Nama Indonesia Latin Inggris : Kakap : Lates calcarifer. sero. : Barramundi. bagan.

: Trawl. : Marine catfishes. trawl. : Sepanjang perairan pantai dan ada pula di perairan dalam. 21 . Nama Indonesia Latin Inggris : Mayung : Tachysurus spp. : Pacing. Daerah penyebaran Alat penangkap Epinephelus spp. gill net. Daerah penyebaran Alat penangkap : Kebanyakan hidup di muara-muara sungai dan dekat pantai. : Groupers. Tachysurus spp.Nama Indonesia Latin Inggris : Kerapu : Epinephelus spp.

Daerah penyebaran : Daerah pantai. 22 . Polynemus spp. kadangkadang ada di sungai-sungai. Kalimantan dan juga di Pantai Jawa.Nama Indonesia Latin Inggris : Kuro / Senangin : Polynemus spp. gill net. jermal. : Sero. : Rays. Alat penangkap Nama Indonesia Latin Inggris : Pari : Trigonidae. : Tread fins. Banyak terdapat di Indonesia bagian Barat terutama sungai-sungai besar di Sumatera. muara sungai.

trawl. Pampus argenteus 23 . Nama Indonesia Latin Inggris : Bawal Putih : Pampus argenteus. : Pukat tepi. tombak dan lain-lain. : Silver pomfret. pancing garit.Trigonidae Daerah penyebaran Alat penangkap : Perairan pantai. dekat muara-muara sungai. kadang-kadang disekitar karang.

Formio niger Daerah penyebaran Alat penangkap : Perairan pantai. di muara sungai besar di Sumatera tertangkap sepanjang tahun kecuali pada bulan Juli-September. Nama Indonesia Latin Inggris : Bawal Hitam : Formio Niger. : Payang tengah. : Trawl. 24 . trawl. : Black pomfret.Daerah penyebaran Alat penangkap : Daerah pantai diair keruh.

: Hairtails. 25 . Trichiurus spp. trawl.Nama Indonesia Latin Inggris : Gulamah / Tigawaja : Sciaenidae. Scianidae Daerah penyebaran Alat penangkap : Perairan pantai. Daerah penyebaran Alat penangkap : Dasar laut daerah pantai hampir seluruh Indonesia. : Trawl. : Pancing. : Croackers/Drums. di muara-muara Nama Indonesia Latin Inggris : Layur : Trichiurus spp. payang. sungai dan payau.

: Slip mounths/Pony fishes. Leiognathidae Daerah penyebaran Alat penangkap : Perairan pantai. Nama Indonesia Latin Inggris : Peperek : Leigonathidae. : Jaring belanak. 26 . : Trawl. Daerah penyebaran Alat penangkap : Daerah pantai. sero dan penangkapan dengan lampu. gill net. jermal. Mugil spp.Nama Indonesia Latin Inggris : Belanak : Mugil spp. : Mullets. muara sungai dan banyak terdapat di air dangkal. togo.

Psettodidae Daerah penyebaran Alat penangkap : Hidup di perairan pantai sampai kedalaman 75 m. : Indian halibut. : Trawl. jermal dan togo.Nama Indonesia Latin Inggris : Sebelah : Psettodidae. payang pinggir. hidup di dasar perairan. 27 .

Nama Indonesia Latin Inggris : Udang Windu : Penacus semisulcatus. monodon. gill net (jaring klitik). Panaeus Penacus semisulcatus. teluk-teluk. : Trawl. bagan. tempat sungai-sungai bermuara. sero. 28 . Penaeus Monodon Daerah penyebaran Alat penangkap : Daerah pantai. : Tiger Prawn.

indicus. pukat harimau. tambak-tambak dan muara sungai. Penaeus indicus Daerah penyebaran Alat penangkap : Perairan pantai yang berlumpur.Nama Indonesia Latin Inggris : Udang Putih/Jrebung : Penaeus merguiensis. : Jaring klitik. 29 . : Banana (white) prawn Panaeus Panaeus Merguiensis. trawl.

Nama Indonesia Latin Inggris : Udang Dogol : Metapenaeus. : Trawl. muara-muara sungai. Seylla Serrata 30 . jaring klitik. : Mangrove crab. : Endaevour. Daerah penyebaran Alat penangkap : Perairan pantai. pukat harimau dan lain-lain. spp. Nama Indonesia Latin Inggris : Kepiting : Seylla serrata. Metapenaeus spp.

Portunus spp. trawl.Daerah penyebaran Alat penangkap : Daerah perairan pantai yang dangkal. Nama Indonesia Latin Inggris : Ranjungan : Portunus spp. gill net. dll. 31 . bubu. jaring kejer. bagan. sero. : Trawl. : Swimming crabs. : Pancing (kait). Daerah penyebaran Alat penangkap : Perairan pantai. jermal. di tambak-tambak dalam lubanglubang.

Daerah penyebaran : Hampir di seluruh pantai Indonesia. : Common squids. 32 . di daerah pasir berumput pada kedalaman kira-kira 1 meter. tangan atau pengki. Alat penangkap Nama Indonesia Latin Inggris : Cumi-cumi : Loligo spp. hidup di dasar.Nama Indonesia Latin Inggris : Kerang Darah : Anadara spp. : Blood Cockles. : Dengan garuk. Loligo spp. Anadara spp.

Daerah penyebaran Alat penangkap : Perairan pantai. Nama Indonesia Latin Inggris : Sotong : Sepia spp. : Trawl. pancing dan bagan. Daerah penyebaran Alat penangkap : Perairan pantai. : Cuttle fishes. Sepia spp. pancing cumicumi. jermal. 33 . : Bagan. trawl.

Bagan siapi-api. Anco. Jambi. sungai-sungai di Kalimantan serta Siam. Bubu. : Gill net.JENIS-JENIS IKAN DI PERAIRAN UMUM KABUPATEN OKI Nama Indonesia Latin Inggris : Jelawat : Leptobarbus hoeveni. Sero. Indragiri. : Carp. Serok. 34 . Leptobarbus Hoeveni Daerah penyebaran Alat penangkap : Palembang.

: Pancing. Daerah penyebaran Alat penangkap : Hampir diseluruh Sumatera serta sungai-sungai di Kalimantan. Ophiocephalus spp. sero. Daerah penyebaran Alat penangkap : Dari India dan Ceylon ke Indonesia dan dari Indonesia ke Philipina. Malaka serta Siam. 35 . : Timfoi barbus. Puntius spp.Nama Indonesia Latin Inggris : Lampam : Puntius spp. : Pancing. : Snake heads. bubu. bubu. Nama Indonesia Latin Inggris : Gabus : Ophiocephalus spp.

Ceylon. Birma. caduk. Ceylon. Daerah penyebaran Alat penangkap : India. bubu. Malaysia. bubu. : Cat fishes. Kalimantan. : Pancing. 36 . Ophiocephalus Micropeltus Daerah penyebaran Alat penangkap : India.Nama Indonesia Latin Inggris : Ikan Lais : Cryptopterus spp. Nama Indonesia Latin Inggris : Toman : Ophiocephalus micropeltus. : Pancing. sero. Muangthai dan Vietnam. : Snake head. Siam dan China. Pakistan Timus. Cryptopterus spp.

Camboja. Vietnam dan ditranfer ke Malaysia. 37 . : Pancing. Nama Indonesia Latin Inggris : Ikan Tambakan : Helostoma temminckii. Indonesia. caduk. : Kissing Gouramy. Trichogaster Pectoralis Daerah penyebaran Alat penangkap : Thailand.Nama Indonesia Latin Inggris : Sepat Siam : Trichogastes pectoralis. : Sepat Siam. : Caduk. bubu. Jawa Barat. Pakistan Timur dan Ceylon. Daerah penyebaran Alat penangkap Helostoma Teminckii : Palembang.

Daerah penyebaran Alat penangkap : Di air tawar di Asia. Birma. Muangthai. Notopterus spp. Ceylon. Eropa dan Amerika. Nama Indonesia Latin Inggris : Belida : Notopterus spp. sero. Camboja. : Pancing. Malaysia. : Cat fishes. Clarias spp. Indonesia dan Philipina. : . Vietnam. bubu. Daerah penyebaran Alat penangkap : India.Nama Indonesia Latin Inggris : Ikan Lele : Clarias spp..-. 38 . Pakistan Timur. : Pancing. bubu.

Nama Indonesia Latin Inggris : Kodok : Rana spp. Daerah penyebaran Alat penangkap : Di daerah yang berair atau rawa-rawa di seluruh Indonesia. 39 . : Tangan dengan dibantu oleh obor (lampu). Rana spp. : Frogs.

: Tangan. Tryonix spp. Daerah penyebaran Alat penangkap : Africa. 40 .Nama Indonesia Latin Inggris : Kura-kura : Tryonix spp. Indonesia. : Turtles. Amerika Utama. Asia.

3. 2. II. PENDAHULUAN Beberapa jenis penyakit ikan dan hama telah dikenal sering menimbulkan kematian terutama terhadap benih. Secara kasar beberapa jenis penyakit dapat diketahui menurut tanda-tanda atau gejala umum yang tampak pada tubuh ikan. Menggosok-gosokan tubuh pada benda-benda keras yang terdapat dikolam atau pada pinggiran bak-bak pemeliharaan. maka seyogyanyalah pengetahuan tentang cara penanggulangannya mutlak diketahui. Timbul bisul pada tubuh dan insang ikan. Terdapat luka borok di badan. Tubuhnya mengeluarkan lendir secara berlebihan atau sebaliknya lendirnya hilang atau berkurang kalau diraba kulitnya terasa kasar.HAMA DAN PENYAKIT I. TANDA-TANDA IKAN SAKIT Untuk dapat menentukan cara penanggulangan yang tepat. 1. hilang keseimbangan serta hilang nafsu makan. Kulit. Jenis ikan berukuran besarpun tidak luput dari serangan penyakit terutama penyakit bakterial. Mengingat bahwa masalah hama dan penyakit telah merupakan salah satu hambatan utama dalam setiap usaha budidaya ikan. Gerakan lemah. 6. perlu diketahui sedini mungkin jenis penyebabnya. 4. 8. 7. 9. 5. 41 . sisik dan insang rusak serta warnanya berubah menjadi pucat. Perdarahan (bercak-bercak merah) di permukaan tubuh dan sirip ikan. Bercak-bercak atau bintik putih di permukaan tubuh. Mata menonjol keluar dan diselaputi selaput berwarna putih dan keruh.

Lakukanlah perawatan terhadap ikan budidaya secara baik. Pencegahan : Dengan menjaga kebersihan tempat pemeliharaan dan penanganan ikan yang baik. diantaranya : 1. Mutu makanan tambahan kurang baik. Padat penebaran yang sangat tinggi. . adanya sampah atau buangan lain dan adanya sisa makanan yang diberikan. 42 . Lingkungan yang kurang baik seperti keadaan media air yang kurang baik. Usahakan lingkungan tempat pemeliharaan ikan tetap bersih. Daya tahan ikan yang dipelihara lemah. 4. terutama tumbuh pada luka-luka yang ada pada ikan. III. hal-hal yang dapat mempercepat proses terjadinya penyerangan penyakit pada ikan yang dipelihara adalah sebagai berikut : 1.Di dalam budidaya ikan. 3. Gunakanlah benih yang benar baik dan sehat. Pengobatan : Ikan yang terserang direndam dalam larutan Malachite Green Oxalat (MGO) sebanyak 2-3 mg/m3 air selama 1 jam. PENYAKIT IKAN YANG SERING TERJADI 1.Tubuh ikan ditumbuhi oleh kumpulan benang-benang halus seperti kapas yang berwarna putih atau putih kecoklatan. karena benih jelek dan perawatan kurang baik.Ikan berenang sangat lemah/gerakan ikan sangat lambat dan selalu timbul di permukaan air serta megap-megap. Atau diolesi dengan kalium permanganat (PK) atau MGO.Ada bintik putih pada kulit. Penyakit Jamur Tanda-tanda ikan yang terserang penyakit ini adalah: . sirip dan insang. 2. Untuk mencegah terjadinya wabah penyakit dapat dilakukan beberapa cara. 2. jangan sampai ada luka pada ikan. Penyakit Bintik Putih Tanda-tanda ikan yang terserang : . 3. 2.

. 43 . .Direndam dalam larutan malachite green 3 gr/m3 selama 15 menit..Terjadi pendarahan pada sirip dan insang. misalnya tertamycin dengan dosis 25 mg/kg per hari.Direndam dalam larutan formalin tehnis 25 ml/m3 selama 15 menit. Pengobatan dilakukan selama 7-10 hari berturut-turut. Penyakit Borok Tanda-tandanya : . Pengobatan dilakukan 3 kali berturut-turut dengan jarak waktu 3-5 hari sekali. . Pengobatan : Disuntik dengan oxytetracycline.Luka pada kulit yang selanjutnya menjadi borok.Direndam dalam larutan methylen blue 3 gr/m3 selama 24 jam.Ikan sering menggosok-gosokan tubuh pada benda-benda yang keras. . Pengobatan : . 3.Pendarahan terjadi pada kulit.

000 selama 1-2 menit .Makanan dicampur Oxytetracyclin 75 mg/kg ikan/hari . Sifat air terlalu basah d. Tuberculosis b. bintik hitam Insang pucat (anesia) Insang rontok a. M. Sengatan Argulus Infeksi Bakteri Infeksi Trichodina Gigitan lintah e. Tuberculosis 44 . Keturunan b. Kelainan kelenjar thyroid b. Infeksi bakteri b.Makanan dicampur Oxytetracyclin 50 mg/kg ikan/hari selama 7-10 hari .Makanan dicampur Oxytetracyclin HCl dosis 25-30 mg/kg ikan/hari selama 7-10 hari berturutturut . Myxobolus a. Jamur Saprolegni a. a. Bakteri Flexibatter b. Air terlalu asam a. Parasit Costia c. c. Gyrodactylus sp. Myxobacteria b. Myxobacteria c. Columnaris Cara Pengobatan 5 .Belum ditemukan 2 Kelainan pada rahang atas/bawah 4 Perut gembung (Dhophy) 5 Ikan menjadi kurus d.Makanan dicampur Sulfamerazine 100 mg/kg ikan/hari selama 4 hari berturut-turut . Cerebralis b.Makanan dicampur Oxytetracyclin 50 mg/kg ikan/hari selama 7-10 hari berturut-turut .Suntikan Oxytetracyclin HCl 30 mg/kg ikan . Kekurangan Vit.TANDA-TANDA PENYAKIT IKAN DAN CARA PENGOBATANNYA No.Perendaman dalam Oxytetracyclin 10 ppm selama 30 menit . Vibriosis c. 1 1 Ciri-ciri dan Kelakuan Ikan 2 Kelainan pada tulang belakang (bengkak).Makanan dicampur Sulphonamid 100-200 mg/kg ikan/hari selama 3-4 hari . Trypanoplasar (Cryptobial) a. Dactythirus a. Octomitus sp.Suntikan Oxytetracyclin HCl dosis 25-30 mg/kg ikan .Furunculosis 14 15 Bintil putih kemerahan pd insang Frekuensi pernapasan bertambah 16 Bintik putih pada kulit i.Perendaman dalam Gxytetracyclin HCl dosis 10 mg/lt selama 30 mt .Peduncle 3 Rontok sirip a.Makanan dicampur Terramicine 50 mg/kg ikan/hari selama 7-10 hari berturut-turut . Cerebralis a. Aeromonas septicaemia 11 12 13 Kulit terasa kasar.Ginjal g. Tuberculosis b. Infeksi bakteri Flexibacter b. Infeksi Bakteri b.Makanan dicampur Oxytetracyclin HCl 50 mg/kg ikan selama 7-10 hari berturut-turut .Infeksi virus a. b. Dactylogirus a. Penyakit Cacing c. Bakterial haemor hagis septicaemi b. Scoliosis & Lordosis Diagnosa 3 a. Infeksi bakteri b.Makanan dicampur Sulfamerazine 100-200 mg/kg ikan/hari selama 3 hari . Ichthyosporidius a.Edwardsiella 6 7 Sisik kasar Mata menonjol 8 Mata masuk ke dalam 9 10 Serabut seperti kapas pada kulit Pendarahan (hemorrhagi) f. d. Pseudomonas Penyakit 4 a.Suntikan Terramicine 2530 mg/kg ikan/hari selama 7-10 hari .Perendaman dalam Copper sulfat dosis 1:2. M. a.Suntikan Oxytetracyclin HCl 30 mg/kg ikan diulang tiap 3 hari sekali selama 3 kali . Infeksi bakteri/ virus b.Makanan dicampur Sulphonamid 100 mg/kg ikan/hari selama 3-4 hari .Makanan dicampur Sulfisoxazole 100 mg/kg ikan/hari selama 10 sampai 20 hari berturut-turut . Ichthyopthirius h. Infeksi Virus a. a. Infeksi Cacing c. Flexibacter c. Virul haemorhagi septicaemi a.

1 17 2 Luka pada daging 3 a.Semprot kolam dengan Dipterex atau Sumithion 50 EC dosis 1 cc/m3 air .Celup ikan dalam formalin 250 ml/m3 air selama 15 menit atau dalam larutan Methylen Blue 3 gr/m3 air selama 24 jam .Celup ikan dalam formalin 150-200 ppm selama 15 menit . Tuberculosis c. Gyrodactyl us. Infeksi virus c. Dactylogyrus n.Formalin 25 ppm atau garam dapur 2. Kutu ikan (Argulus) 45 .Rendam dalam larutan formalin 25 ppm atau PK 510 ppm .Pengobatan diulang 2-3 kali selama 1 minggu .Perendaman dalam campuran larutan formalin 25 ml/m3 air + MG 0.Benih direndam dalam formalin 25 ppm (25 cc/m3) air selama 15 menit .5-2 cc/l selama 15 menit .Pencelupan telur ikan dalam MHO 60 gr/m3 selama 15 menit atau 2-3 gr/m3 selama 1 jam .Ikan direndam dalam formalin 1. Myxobacteria b.Rendam ikan dalam larutan garam 1-3 gr garam dapur diencerkan dalam 100 cc air selama 5-10 mt .Celup dalam larutan garam dapur 20 gr/lt selama 5 menit atau larutan garam amoniak (NH4Cl) 12. Livoid Liver Degeneration (LLD) a. Dactylogirus 4 j.Belum diketemukan . Columnaris a. Infeksi bakteri a.5 % . Infeksi virus a. limpa.Rendam dalam MG 0. F.1 gr/m3 selama 12-24 jam .Cacing Trematoda (Clinostonum) o.Bintik putih 21 22 Hati berwarna coklat kekuningkuningan Pendarahan dan bengkak pada anus Pembengkakan dan pendarahan pada gelembung renang Tonjolan seperti bunga kol pada rahang Tonjolan kecil didaerah dekat sirip Tutup insang selalu terbuka l. Infeksi bakteri b. Infeksi bakteri a. Ichthyosporidium b. Octomitus a. Trichodiniasis (gatal) 23 24 25 26 m. Bacterial Septicaemia d.1 gr/m3 air selama 24 jam . Columnaris c. Tuberculosis a.Cacing Acanthocephala p.Ikan direndam dalam MGO 3 gr/m3 air selama 30 menit . Ichthyosporidium a. the lohanalus) q.5 gr/lt selama 5-10 menit 18 19 20 Bintil putih pada hati. Saprolegnisis 5 . Infeksi virus a.Myxosporoasis (Myxosomo.Lerneae r. Sporozoasis b. jantung dan otak Bintil berwarna pada hati dan jantung Hati berwarna seperti tembaga k.

Treflan Pestisida yang diijinkan digunakan pada budidaya perikanan serta telah terdaftar antara lain : 1. Safrofon 95 SP 4. Thiodan 25 ULV 7. Boss 250 EC 2. Brestan 60 2. Sumithion L 100 11. Aquatic 13.PESTISIDA YANG DILARANG DAN YANG DIPERBOLEHKAN DALAM SISTEM BUDIDAYA Jenis-jenis pastisida yang dilarang digunakan dalam budidaya perikanan adalah : 1. Sumithion 50 EC 10. Besudrin 60 EC 3. Thiodan 35 EC 6. Retenon powder 9. Dyvon 95 SP 3. Diazinon 90 ULV 5. Bayluside 8. Diazinon 10 G 4. Brantasan 450 EC dan Brantasan 1300 EC 12. Fish free 46 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful