PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

(KEWIRAAN NASIONAL)
EDISI REVISI

BUTIR-BUTIR BAHAN DISKUSI
Untuk Mahasiswa Strata Satu di Lingkungan Universitas Suryakancana Cianjur

Disusun Oleh : Drs. DJUNAEDI SAJIDIMAN, MM, M.Pd.

UNIVERSITAS SURYAKANCANA CIANJUR
-2011201111
KATA PENGANTAR

Sesuai dengan tugas untuk memberikan mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (dh. Kewiraan Nasional) pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Pertanian Universitas Suryakancana Cianjur, penulis mencoba membuat ikhtisar berupa butir-butir bahan diskusi untuk memudahkan para mahasiswa strata satu berdiskusi pada waktu perkuliahan. Bahannya diambil dari berbagai buku sumber dan bahan pendukung lainnya, mengacu pada Keputusan Dirjen Dikti Depdiknas No. 38/DIKTI/Kep/2002 tentang Rambu-rambu Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi yang termasuk di dalamnya Pendidikan Kewarganegaraan. Diktat ini adalah hasil revisi dari yang penulis susun tahun 2007, isinya dikoreksi dan ditambah dengan perkembangan baru pasca Pemilu dan Pilpres tahun 2009, serta disesuaikan pula dengan buku-buku tentang pendidikan kewarganegaraan yang terbit mutakhir. Untuk pengayaan dan pendalaman materi, para mahasiswa dianjurkan untuk mempelajari lebih lanjut buku-buku yang penulis pergunakan, yang dicantumkan juga dalam daftar kepustakaan. Semoga kiranya bermanfaat.

Cianjur, Januari 2011. Penulis

i

DAFTAR ISI
Halaman KATA PENGANTAR ......................................................................................... DAFTAR ISI ....................................................................................................... BAB BAB I. PENDAHULUAN .............................................................................. II. KEWARGANEGARAAN .................................................................. i ii 1 5 20 25 44 49 61 86 97 106 113 125 132 142

BAB III. IDENTITAS NASIONAL INDONESIA .......................................... BAB IV. HAK ASASI MANUSIA ………………………………………….. BAB V. HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA ............................... BAB VI. BELA NEGARA …………………………………………………... BAB VII. DEMOKRASI ……………………………………………………... BAB VIII. WAWASAN NUSANTARA ……………………………………..... BAB BAB IX. KETAHANAN NASIONAL ………………………………………. X. POLITIK STRATEGI NASIONAL ……………………………….

BAB XI. OTONOMI DAERAH DALAM KERANGKA NKRI ....................... BAB XII. MASYARAKAT MADANI ................................................................ BAB XIII. TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK DAN BERSIH.. DAFTAR KEPUSTAKAAN ................................................................................

-djuns-

ii

Bahasa Indonesia. Adapun kurikulum untuk Perguruan Tinggi (PT) terdiri dari : Kurikulum Inti dan Kurikulum Instansional. Kelompok MPK (Matakuliah Pengembangan Kepribadian). pemahaman dan penghayatan. Kelompok MKB (Matakuliah Keahlian Berkarya). b. Wajib diberikan dalam kurikulum setiap program studi/kelompok program studi. Bertujuan pengayaan wawasan. Pendidikan Kewarganegaraan. Kurikulum inti adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang harus dicakup dalam suatu program studi yang dirumuskan dalam kurikulum yang berlaku secara nasional. Pendidikan Pancasila. berkepribadian mantap dan mandiri. 2. Kelompok MBB (Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat). dll. pendalaman intensitas. yaitu Pendidikan Kewiraan. yang terdiri atas : Kelompok MPK Kurikulum Inti : a. Sedangkan kurikulum instansional adalah sejumlah bahan kajian dan pelajaran yang merupakan bagian dari kurikulum pendidikan tinggi. b.BAB I PENDAHULUAN Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di Perguruan Tinggi atau yang di lingkungan Universitas Suryakancana (UNSUR) Cianjur masih memakai istilah lama. Pendidikan Agama. 2. meliputi : 1. 4. Kelompok MPB (Matakuliah Perilaku Berkarya). berpedoman pada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 38/DIKTI/Kep/2002 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MKPK) di Perguruan Tinggi. Olahraga. dan c. Khusus kelompok MPK dapat dijelaskan : 1. Kelompok bahan kajian dan mata pelajaran untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YME dan berbudi pekerti luhur. Ilmu Alamiah Dasar. 3. dan 5. f. . Ilmu Budaya Dasar. Adapun Kelompok MPK Kurikulum Instansional : a. dan g. e. c. 3. d. Bahasa Inggris. terdiri atas tambahan dari kelompok ilmu dalam kurikulum inti yang disusun dengan memperhatikan kebutuhan lingkungan serta ciri khas perguruan tinggi yang bersangkutan. serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Kelompok MKK (Matakuliah Keilmuan dan Keterampilan). Ilmu Filsafat. Ilmu Sosial Dasar.

serta cara-cara pemecahannya. b. Visi : Menjadi sumber nilai dan pedoman bagi penyelenggaraan program studi dalam mengantarkan mahasiswa mengembangkan kepribadiannya. yaitu : a. teknologi dan seni yang dikuasainya dengan rasa tanggung jawab kemanusiaan. c. serta menjadi warga negara yang berkesadaran kebangsaan yang tinggi dan bertanggung kawab kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. . Misi : Membantu mahasiswa agar mampu mewujudkan nilai dasar agama dan kebudayaan serta kesadaran berbangsa dan bernegara dalam menerapkan ilmu pengetahuan. 3. Mengantarkan mahasiswa mampu mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan. serta berpandangan luas sebagai manusia intelektual. dan seni. menjadi anggota keluarga yang bahagia. tujuan. yaitu : 1. misi. Mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengambil sikap yang bertanggung jawab sesuai dengan hati nuraninya. DAN KOMPETENSI Visi. tujuan. Mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengenali masalah hidup dan kesejahteraan. Tujuan : Mempersiapkan mahasiswa agar dalam memasuki kehidupan bermasyarakat dapat mengembangkan kehidupan pribadi yang memuaskan. Kompetensi : Menguasai kemampuan berpikir. bersikap rasional dan dinamis. 4. 2.A. dan kompetensi Pendidikan Kewarganegaraan mengacu pada visi. misi. TUJUAN. VISI. teknologi. MISI. dan kompetensi MPK.

anggota keluarga. Demokrasi. Bela Negara. dan warga negara. 4. METODOLOGI PEMBELAJARAN 1. Metode Proses Pembelajaran : Pembahasan secara kritis. deduktif. 7. 8. Pendahuluan. 9. 2. Motivasi : Menumbuhkan kesadaran bahwa proses belajar mengembangkan kepribadian merupakan kebutuhan hidup. Ketahanan Nasional.d. 6. dan reflektif melalui dialog yang bersifat partisipatoris untuk meyakini kebenaran substansi dasar kajian. 3. dan evaluasi proses belajar. ceramah. induktif. B. DASAR SUBSTANSI KAJIAN (POKOK BAHASAN) 1. 3. Hak Asasi Manusia. Identitas Nasional Indonesia. mitra dalam proses pembelajaran. Hak dan Kewajiban Warga Negara. 5. Bentuk Aktivitas Proses Pembelajaran : Kuliah tatap muka. Pendekatan : Menempatkan mahasiswa sebagai subyek pendidikan. seminar kecil. studi kasus. diskusi interaktif. masyarakat. analitis. Mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa untuk menggalang persatuan Indonesia. C. dan sebagai umat. penugasan mandiri. Kewarganegaraan. . 2. Wawasan Nusantara. 4.

Berkontribusi terhadap berbagai persoalan dalam kebijakan publik.10. . Politik Strategi Nasional. Otonomi Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. b. Menjadi warga negara yang komit terhadap nilai-nilai hak asasi manusia dan demokrasi. 4. Menyelesaikan konflik dalam masyarakat dilandasi sistem nilai Pancasila yang universal. Menjadi warga negara yang memiliki wawasan berbangsa dan bernegara. 3. 2. Upaya menghentikan budaya kekerasan dengan damai dan menghormati supremasi hukum. Berpartisipasi dalam hal : a. menjadi warga negara yang kosmopolit. Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Bersih. serta berpikir kritis terhadap permasalahannya. Masyarakat Madani. maka rumusan kompetensi ril yang hendak dituju oleh Pendidikan Kewarganegaraan menurut Hamdan Mansoer (2005) adalah agar manusia Indonesia : 1. 12. 11. KOMPETENSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Berdasarkan substansi kajian tersebut di atas. 5. 13. Memiliki pengertian internasional tentang civil society (masyarakat madani). D.

orang se-tanah air. 4. atau warga dari suatu organisasi bangsa. atau organisasi kekuasaan suatu bangsa. sesama penduduk. = organisasi bangsa. masalah kewarganegaraan berada pada hukum publik. tidak ditandai dengan ikatan hukum. dll. (2) Dalam arti sosiologis. menunjuk pada tempat kewarganegaraan. (2) Dalam arti material. Dalam sistem hukum. tetapi ikatan emosional (perasaan). Pengertian Warga Negara dan Kewarganegaraan : Warga Negara = Warga + Negara Warga Negara = anggota. ikatan keturunan (darah). Petunjuk dari sebuah kota. peserta. Ikatan-ikatan ini lahir dari penghayatan warga negara bersangkutan. dan ikatan tanah air. Jadi. ikatan sejarah. Kewarganegaraan dalam Arti Yuridis dan Sosiologis : (1) Dalam arti yuridis. 3. Dengan demikian kewarganegaraan (citizenship). WARGA NEGARA DAN KEWARGANEGARAAN 1. kartu keluarga. b. Adapun istilah kewarganegaraan dibedakan menjadi dua. ikatan nasib. ditandai dengan adanya ikatan hukum antara warga negara dengan negara yang menimbulkan akibat hukum tertentu. surat pernyataan bukti kewarganegaraa. peserta. warga negara = anggota. Bawahan atau kawula. 5. menunjuk pada akibat hukum dari status kewarga- . Sesama warga negara. Warga negara.BAB II KEWARGANEGARAAN A. Kewarganagaraan dalam Arti Formal dan Material : (1) Dalam arti formal. berarti keanggotaan yang menunjukkan hubungan atau ikatan antara negara dengan warga negara. yaitu : a. Istilah warga negara dalam bahasa Inggris adalah citizen yang mempunyai arti : 1. kartu tanda penduduk. 2. akte perkawinan. Anggota dari suatu komunitas yang membentuk negara itu sendiri. Tanda adanya ikatan hukum dimaksud misalnya ada akte kelahiran.

dan warga negara : a. Terdapat juga yang nonpenduduk. yaitu adanya hak dan kewajiban. Istilah rakyat umumnya dilawankan dengan istilah penguasa/pemerintah. misalnya turis asing. Atau warga suatu negara yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku di negara bersangkutan. Dengan memiliki status sebagai warga negara. Rakyat : Merupakan konsep politis. b. Secara skematis dapat digambarkan sebagai berikut : WARGA NEGARA (WNI) PENDUDUK ORANG YANG BERADA DI WILAYAH NEGARA ORANG ASING (WNA) BUKAN PENDUDUK . Penduduk di Indonesia terdiri dari Warga Negara Indonesia (WNI) dan orang asing atau Warga Negara Asing (WNA).negaraan. Beda antara istilah rakyat. Warga Negara : Penduduk yang secara resmi menjadi anggota/warga suatu negara. yaitu orang-orang yang tinggal di Indonesia untuk sementara. menunjuk pada orang-orang yang berada di bawah satu pemerintahan. orang mempunyai hubungan dengan negara yang tercermin dalam hak dan kewajiban. dan tunduk pada pemerintahan itu. Pada zaman penjajahan Belanda dipakai istilah kawula. c. menunjukkan hubungan warga yang tidak sederajat dengan negara. Penduduk : Orang-orang yang bertempat tinggal di suatu wilayah negara. penduduk.

Penentuan Warga Negara : Setiap negara berdaulat berwenang menentukan siapa-siapa yang menjadi warga negara. (2) Asas Ius Sanguinis (Law of The Blood) : Asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan darah/ keturunan. Di Indonesia diberlakukan terbatas bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. a. Aspek Kelahiran : (1) Asas Ius Soli (Law of The Soil) : Asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan negara tempat kelahiran. suami-istri bisa berbeda kewarganegeraan seperti sebelum mereka melakukan perkawinan. adalah segala hal ikhwal yang berhubungan dengan warga negara. b. dan sekarang UU 12/2006). Dan pewarganegaraan adalah tata cara bagi orang asing untuk memperoleh kewarganegaraan RI melalui permohonan. Dalam menentukan kewarganegaraan dikenal dua aspek. Dengan demikian status kewarganegaraannya sama. yaitu asas yang menentukan satu kewarganegaraan bagi setiap orang. Dalam UU 12/2006 dikenal pula : (1) Asas Kewarganegaraan Tunggal. Aspek Perkawinan : (1) Asas Persamaan Hukum : Suami-istri adalah satu ikatan yang tidak terpecah sebagai inti dari masyarakat. Masing-masing memiliki hak yang sama dalam menentukan kewarganegaraannya. 2.Sementara itu pengertian kewarganegaraan menurut Undang-Undang No. (2) Asas Persamaan Derajat : Suatu perkawinan tidak menyebabkan perubahan status kewarganegaraan suami-istri. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Jadi. yaitu aspek kelahiran dan aspek perkawinan. . (UU 62/1958.

golongan. adalah asas yang menentukan bahwa peraturan kewarganegaraan mengutamakan kepentingan nasional Indonesia. melindungi. jenis kelamin. yaitu asas yang menentukan kewarganegaraan ganda bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang (merupakan suatu pengecualian. Beberapa asas khusus juga menjadi dasar dalam penyusunan undang-undang kewarganageraan di Indonesia. adalah asas yang menentukan bahwa dalam segala hal ikhwal yang berhubungan dengan warga negara harus dilakukan secara terbuka. adalah asas yang tidak membedakan perlakuan dalam segala hal ikhwal yang berhubungan dengan warga negara atas dasar suku. (6) Asas Pengakuan dan Penghormatan Terhadap Hak Asasi Manusia. adalah asas yang dalam segala hal ikhwal yang berhubungan dengan warga negara harus menjamin. lebih-lebih multipatride). . adalah asas yang menentukan bahwa pemerintah wajib memberikan perlindungan penuh kepada setiap warga negara Indonesia dalam keadaan apa pun baik di dalam maupun di luar negeri. (3) Asas Persamaan di Dalam Hukum dan Pemerintahan. adalah asas yang menentukan bahwa setiap warga negara Indonesia mendapatkan perlakuan yang sama di dalam hukum dan pemerintahan. yaitu : (1) Asas Kepentingan Nasional. bipatride. dan hak warga negara pada khususnya. adalah prosedur pewarganegaraan seseorang tidak hanya bersifat administratif. dan gender. tetapi juga disertai substansi dan syarat-syarat permohonan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. agama.(2) Asas Kewarganegaraan Ganda. (2) Asas Perlindungan Maksimum. (5) Asas Nondiskriminatif. (7) Asas Keterbukaan. (4) Asas Kebenaran Substantif. ras. yang bertekad mempertahankan kedaulatannya sebagai negara kesatuan yang memiliki cita-cita dan tujuan sendiri. karena pada dasarnya tidak boleh ada apatride. dan memuliakan hak asasi manusia pada umumnya.

Multipatride. b. yaitu istilah bagi orang-orang yang memiliki banyak kewarganegaraan (lebih dari dua). yaitu istilah bagi orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan. Hal-hal mengenai warga negara dan penduduk diatur dengan undangundang. (3) Kehilangan kewarganegaraan RI. Bipatride. Pokok materi yang diatur dalam UU 12/2006 meliputi : (1) Siapa yang menjadi WNI. Jadi. (5) Ketentuan pidana. c. Warga Negara Indonesia : Ketentuan mengenai kewarganegaraan Indonesia diatur dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 BAB X Pasal 26 : a. yaitu munculnya : a. Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia. yaitu istilah bagi orang-orang yang memiliki dua kewarganegaraan. (4) Syarat dan tata cara memperoleh kembali kewarganegaraan RI. yang dapat menjadi warga negara Indonesia adalah : . 3. Apatride. (Perubahan II/2000). (Perubahan II/2000). Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara. b. c. Perbedaan penentuan kewarganegaraan oleh setiap negara dapat menyebabkan masalah. adalah asas yang menentukan bahwa seseorang yang memperoleh atau kehilangan kewargaan RI diumumkan dalam Berita Negara RI agar masyarakat mengetahuinya. (2) Syarat dan tata cara memperoleh kewarganegaraan RI.(8) Asas Publisitas.

b. terdiri dari : (1) Bangsa Belanda. Sebelumnya. Setiap orang yang berdasarkan peraturan perundang-undangan dan/atau berdasarkan perjanjian pemerintah RI dengan negara lain sebelum UU 12/2006 berlaku.a. Sementara itu berdasarkan UU 12/2006 BAB II tentang Warga Negara Indonesia. yaitu Warga Negara Indonesia (WNI). (2) Orang lain yang menyesuaikan diri dengan orang Indonesia asli. penduduk Indonesia adalah : a. c. (2) Timur asing bukan Cina. tetapi dari Eropa. Golongan Bumiputra. tercantum dalam : Pasal 4 Warga Negara Indonesia adalah : a. dan orang asing (WNA). berdasarkan Indische Staatsregeling 1927 Pasal 163. Berdasarkan Pasal 26 Ayat (2). b. Golongan Eropa. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan ibu WNI. terdiri dari : (1) Orang Indonesia asli dan keturunannya. b. Orang-orang bangsa Indonesia asli. sudah menjadi WNI. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNI dan ibu WNA. Orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang menjadi warga negara. c. Golongan Timur Asing. (3) Orang bangsa lain yang hukum keluarganya sama dengan golongan Eropa. (2) Bukan bangsa Belanda. d. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNA dan ibu WNI. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI. penduduk negara Indonesia terdiri dari dua. terdiri dari : (1) Tionghoa (Cina). e. tetapi ayah Nya tidak mempunyai kewarganegaraan atau hukum negara asal ayahnya ti- .

l. Anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 (tiga ratus) hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah dan ayahnya WNI. j. huruf d. Anak dari seorang ayah atau ibu yang telah dikabulkan permohonan kewarganegaraannya. Anak yang lahir di wilayah negara RI apabila ayah dan ibunya tidak mempunyai kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya. m. dan Pasal 5 berakibat anak berkewarganegaraan ganda. f. Pasal 6 (1) Dalam hal status kewarganegaraan RI terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf c. g. kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia sebelum mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia. belum berusia 18 (delapan belas) tahun atau belum kawin diakui secara sah oleh ayahnya yang berkewarganegaraan asing. huruf h. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI. setelah berusia 18 (delapan belas) tahun atau . i. Anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah negara RI selama ayah dan ibunya tidak diketahui. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu WNA yang diakui oleh seorang ayah WNI sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 (delapan belas) tahun atau belum kawin. Anak yang lahir di wilayah negara RI yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya. k. tetap diakui sebagai WNI. huruf i. Anak yang dilahirkan di luar wilayah negara RI dari seorang ayah dan ibu WNI yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan. h. (2) Anak WNI yang belum berusia 5 (lima) tahun diangkat secara sah sebagai anak oleh WNA berdasarkan penetapan pengadilan.dak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut. Pasal 5 (1) Anak WNI yang lahir di luar perkawinan yang sah. tetap diakui sebagai WNI.

berikut ini dikemukakan beberapa definisi : a. (2) Pernyataan untuk memilih kewarganegaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat secara tertulis dan disampaikan kepada Pejabat dengan melampirkan dokumen sebagaimana ditentukan di dalam peraturan perundangundangan. b. c. sedangkan civics = ilmu kewarganegaraan. 4. Dictionary of Educations. Webster’s New Collegiate Dictionary.” Civic = mengenai warga negara atau kewarganegaraan. 1956 : . Pasal 7 Setiap orang yang bukan WNI diperlakukan sebagai orang asing. 1954 : Civics : The department of political science dealing with right of citizen of duties of citizens. A Dictionary of American. dan civic education = pendidikan kewarganegaraan. d. Untuk selanjutnya istilah ”civics” saja sudah berarti pendidikan kewarganegaraan. 1956 : Civics : The element of political science or that science dealing with right and duties of citizens. (3) Pernyataan untuk memilih kewarganegaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan dalam waktu paling lama 3 (tiga) tahun setelah anak berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin. Pendidikan Kewarganegaraan : Pendidikan kewarganegaraan asalnya dari bahasa Latin ”civis” dan dalam bahasa Inggris ”civic” atau ”civics. 1954 : Civics : The study of city government and the duties of citizens. The Advanced Leaner’s Dictionary of Current English. Untuk lebih jelas mengenai pengertian civics.sudah kawin anak tersebut harus menyatakan memilih salah satu kewarganegaraanya.

dll. . the individual to man in organized collections – the individual to the state. integritas. b. Konteks ide demokrasi : Teori demokrasi politik.” konsep demokrasi dalam masyarakat. tradisi rumah. Creshore Education. f. rangkaian krisis dalam ”nation building. Edmonson. 264:1886-1887 : Civics : The science of citizenship . dengan materi : a. Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa civics menyangkut : a. d. penetrasi. distribusi.” Sementara itu menurut Nu’man Soemantri. Pemerintah. isi dan manfaat dari civics yang merupakan bagian dari ilmu politik. as the subject of school course.the relations of man. sejauh civics dapat dipandang sebagai disiplin ilmu politik. diambil demokrasi politiknya. g. teori ”mayority rule. the duties right and privilege of citizens. Input dari sistem politik : Arti pendapat umum terhadap kehidupan politik. Negara. dll.” ”minority right. maka fokus studinya mengenai ”kedudukan dan peranan warga negara dalam menjalankan hak dan kewajibannya sesuai dan sepanjang batas-batas ketentuan konstitusi negara yang bersangkutan. c. e. 1968:3-5 : Civics : The study of government and citizenship – that is. Menurut Ahmad Sanusi. teori demokrasi dalam pemerintahan. studi tentang ”political behavior” (kebutuhan pokok manusia. Konstitusi negara : Sejarah legal status. c.Civics : The science of right and duties of citizenship. Webster’s New Cincise Dictionary : Civics : Science of government. partisipasi.” identitas. Warga negara dengan hak dan kewajibannya. VII. Merupakan cabang dari ilmu politik. esp. b. masalah pokok dalam konstitusi.

komunikasi. Termasuk dalam obyek ini adalah : . Lembaga yudikatif : Sistem dan administrasi peradilan. pemerintah daerah. h. hubungan internasional. kebebasan berbicara. tantangan bagi warga negara dalam menghadapi perkembangan sain dan teknologi. dsb. bagaimana konstitusi memberi peranan ”policy maker” kepada Presiden. Menurut Nu’man Soemantri. organisasi dan manajemen pemerintahan. eksekutif. k. fungsi partai politik (parpol). public relations. proses pengadilan. Output dari sistem demokrasi politik : Hak dan kemerdekaan individu dalam konstitusi. etnic group. d. proses kegiatan lembaga legislatif. g. hak-hak memiliki barang/ kekayaan. e. ekonomi. kebudayaan. perlindungan yang sama. dsb. Pemilihan umum : Maksud pemilu dalam distribusi kekuasaan. pembangunan masa sekarang. Partai politik dan ”pressure group” : Sistem kepartaian. dan yudikatif. kebebasan akademis. Lembaga-lembaga pengambil keputusan (decision maker) : Legislator dan kepentingan masyarakat. sosial. peranan kelompok penekan. agama. Presiden sebagai Kepala Negara : Kedudukan Presiden menurut konstitusi. bagaimana Presiden berperan sebagai legislator.status sosial. dsb. dan negara. j.). dsb. politik luar negeri dan keselamatan nasional. pajak untuk kepentingan umum. i. pengaruh rumah. sistem pemilu. dsb. Kemakmuran umum dan pertahanan negara : Tugas negara dan warga negara dalam mencapai kemerdekaan umum. sahabat. obyek studi civics adalah warga negara dalam hubungannya dengan organisasi kemasyarakatan. dsb. teman sepekerjaan. cara penduduk memperoleh dan kehilangan kewarganegaraan. pers dan massmedia. Perubahan sosial dan demokrasi politik : Demokrasi politik. bagaimana mengisi dan mengefektifkan demokrasi politik. hubungan lembaga legislatif. kontrol lembaga legislatif terhadap Presiden dan birokrasi. hak dan kedudukan seseorang dalam pengadilan. f.

). agama.a. Tingkah laku. c. Sejarah Pendidikan Kewarganegaraan : a. civics tidak semata-mata mengajarkan pasal-pasal UUD. c. Jadi. partisipasi. pengertian internasional. d. Kesadaran (patriotisme. Politik. Sosial. d. Hak dan kewajiban. Perda. nasionalisme. e. kesehatan. f. Mulai diperkenalkan di Amerika Serikat (AS) pada tahun 1790 dengan nama civics. b. keuangan. Dengan demikian materi civics memasukkan unsur-unsur : a. 5. dsb. Usaha. tetapi hendaknya mencerminkan juga hubungan tingkah laku warga negara dalam kehidupan sehari-hari.” Dua buku penting yang dipakai adalah : . Potensi yang ada dalam setiap warga negara. b. dengan manusia lain dan alam sekitarnya. f. tanggung jawab. dsb. Sain dan teknologi. pendidikan. Etika. moral Pancasila. dll. Tipe pertumbuhan berpikir. Di Indonesia. PP. UU. g. dalam rangka ”mengamerikakan bangsa Amerika” atau terkenal dengan nama ”theory of americanization. b.” Hal ini dianggap penting mengingat bangsa AS berasal dari berbagai bangsa yang datang di samping bangsa (suku) asli yang ada. e. pelajaran civics telah ada sejak zaman Hindia Belanda dengan nama “Burgerkunde. kegiatan. Ekonomi. Cita-cita dan aspirasi. Perpres/ Keppres. Lingkungan fisik. Dalam taraf ini materinya adalah ”government” serta hak dan kewajiban warga negara. hukum. pemerintahan.

kedaulatan raja terhadap kewajibankewajiban warga negara. .Masyarakat pribumi.Pendidikan. terbitan G.Hukum dan pelaksanaannya. tentara. Groningen.J. jelas terlihat bahwa pada zaman Hindia Belanda belum terdapat kesatuan pendapat tentang materi pelajaran civics. bidang sosial. Den Haag. perundang-undangan. perburuhan. tetapi ada perubahan kurikulum dengan materi kewarganegaraan di samping tata negara. tahun 1950 di Indonesia diajarkan civics di sekolah menengah.B.Badan pribadi : Masyarakat di mana kita hidup (dari lahir sampai dewasa). pernikahan dan keluarga. ekonomi. . . pajak. kesehatan masyarakat. dan angkatan laut. dan kesejahteraan. Tromps terbitan J. Batavia.B. Herziene en Vermeerderdruk) Semarang-Surabaya-Bandung. Dalam suasana merdeka. tahun 1934.Pertanian.O. Materinya mengenai : . yaitu tentang tugas dan . Dari materi ke dua buku di atas. Direktur Onderwijs en Eredienst (O&E).(1) Indische Burgerkunde karangan P. (Derde. . .Hindia Belanda dan rumah tangga dunia. van Dorp & Co. ketatanegaraan Hindia Belanda dengan terbentuknya Dewan Rakyat (Volksraad). kewanitaan.Sejarah pemerintahan Hindia Belanda. Walaupun ke dua buku tersebut di atas pada zaman Hindia Belanda dijadikan pegangan guru. . Wolters Maatschappij N. (2) Recht en Plicht (Indische Burgerschapkunde voor Iedereen) karangan J. tahun 1940. hukum. dan kebudayaan. alat pembayaran.V. Schrieke. hak-hak agraris atas tanah. N.T.V. ketatanegaraan. c.Bezit dari obyek hukum : Eigendom Eropa dan hak-hak atas tanah. kaum menengah dalam industri dan perdagangan. Vortman yang diberi pengantar oleh B.C. Materinya mengenai : . pengaruh Barat.

(6) Keuangan negara. perburuhan. Gusti Mayur. kewanitaan. (3) Bendera dan Lambang Negara. keluarga. perwakilan. (2) Indonesia Raya. Pada tahun 1961 istilah kewarganegaraan diganti dengan kewargaan negara karena menitikberatkan warga sesuai dengan Pasal 26 Ayat (2) UUD 1945 yang mengandung pengertian akan hak dan kewajiban warga negara terhadap negara. d. (2) Kehidupan. . (7) Pajak. (5) Ketatanegaraan. Buku pegangan resminya adalah ”Manusia dan Masyarakat Baru Indonesia” karang Supardo. dsb. pertahanan rakyat. pengajaran. pendidikan. misalnya : (1) Akhlak. kemakmuran rakyat. dan negara (good citizenship). dan soal-soal internasional. dan ilmu pengetahuan. (4) Warga negara dengan hak dan kewajibannya.C. dan Sumintardjo berjudul ”Inti Pengetahuan Warga Negara” dengan maksud untuk membangkitkan dan memelihara keinsyafan dan kesadaran bahwa warga negara Indonesia mempunyai tanggung jawab terhadap diri sendiri. masyarakat. (3) Rakyat. perusahaan. Materinya adalah pidato kenegaraan Presiden Soekarno ditambah dengan : (1) Pancasila. e. dkk. Tahun 1955 terbit buku civics karangan J. (8) Perekonomian termasuk koperasi. kesehatan. imigrasi.kewajiban warga negara terhadap pemerintah. 31 Tahun 1967. Tetapi istilah tersebut baru secara resmi dipakai pada tahun 1967 dengan Instruksi Dirjen Pendidikan Dasar Departemen Pendidikan dan Kebudayaan No. yang tentu berbeda dengan orang asing. (4) Keadaan dalam dan luar negeri. Simorangkir. agraria. Materinya mengenai : (1) Indonesia tanah airku. masyarakat. pemerintahan. dan diri sendiri.T.

mendapat ketegasan dan memberi batasan bahwa : (4) Civics diganti dengan ”Ilmu Kewargaan Negara. Sejak zaman Hindia Belanda sampai dengan RI tahun 1972. ekonomi. politik.” yaitu suatu program pendidikan yang tujuan utamanya membina warga negara yang lebih baik menurut syarat-syarat. (3) Ketetapan-ketetapan MPRS.(2) Sejarah pergerakan. hukum. (7) Ilmu Bumi Indonesia. buku karangan Supardo tersebut di atas dilarang dipakai. Departemen P&K mengeluarkan instruksi bahwa materi civics (kewargaan negara) adalah : (1) Pancasila. sosial. g. dan kebudayaan. Untuk mengisi kekosongan materi civics.” yaitu suatu disiplin ilmu dengan obyek studi tentang peranan para warga negara dalam bidang spiritual. SLTP. kriteria. (2) UUD 1945. (3) Hak dan kewajiban warga negara. (2) Civic education diganti dengan ”Pendidikan Kewargaan Negara. (5) Orde Baru. dan ukuran ketentuan-ketentuan UUD 1945. dan SLTA. sesuai dan sejauh diatur dalam UUD 1945. Pelajaran civics diberikan di tingkat SD. Baru pada tahun 1972 setelah Seminar Nasional Pengajaran dan Pendidikan Civics (Civic Education) di Tawangmangu Surakarta. Bahannya diambil dari ilmu kewar- . (6) Sejarah Indonesia. f. Pada tahun 1966 setelah peristiwa G-30-S/PKI. belum ada kejelasan pengertian tentang apakah kewargaan negara atau pendidikan kewargaan negara. (4) Perserikatan Bangsa-Bangsa. Di perguruan tinggi terdapat mata kuliah ”Kewiraan Nasional” yang intinya berisi pendidikan pendahuluan bela negara.

dan filsafat pendidikan nasional. 32/DJ/Kep/1983 yang disempurnakan dengan Keputusan Dirjen Dikti No. berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) No. jalur. filsafat Pancasila. maka dengan Keputusan Dirjen Dikti No. ditetapkan penyempurnaan pendidikan kewarganegaraan silabus dan pada perguruan tinggi di Indonesia yang memuat GBPP-nya. 25/DIKTI/Kep/1985 dan disempurnakan lagi dengan Keputusan Dirjen Dikti No. 267/DIKTI/Kep/ 2000. dan Pendidikan Kewarganegaraan. 2 Tahun 1989 tentang Sisdiknas Pasal 39 Ayat (2) yang menyebutkan isi kurikulum setiap jenis. 150/DIKTI/Kep/2000 mengharuskan untuk selalu mengevaluasi kesahihan isi silabus dan GBPP pendidikan kewarganegaraan beserta proses pembelajarannya. 38/DKITI/Kep/2002 tentang Ramburambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK). h.gaan negara termasuk kewiraan nasional. dan jenjang pendidikan wajib memuat pendidikan Pancasila. (4) Tahun 2002. Pendidikan Agama. merupakan kelompok MPK yang wajib diberikan dalam kurikulum setiap program studi/ kelompok studi di Perguruan Tinggi. dan pendidikan kewarganegaraan yang di dalamnya termasuk pendidikan pendahuluan bela negara yang tercakup dalam MPK. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. maka dengan Keputusan Dirjen Dikti No. ditetapkan Pendidikan Pancasila. . (3) Berdasarkan UU No. Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi : (1) Tahun 1970an–1983 terdapat mata kuliah Kewiraan Nasional dengan inti pendidikan pendahuluan bela negara. pendidikan agama. 151/DIKTI/Kep/2000 ditetapkan Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP) Pendidikan Kewiraan. maka dengan Keputusan Dirjen Dikti No. mental Pancasila. (2) Tahun 1983 – 2000 dengan Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Depdikbud No. Berdasarkan hasil evaluasi dimaksud.

Materi pendidikan kewiraan yang dahulu pendidikan pendahuluan bela negara. tetapi isinya tetap mengacu pada kurikulum yang ditetapkan oleh Depdiknas. adalah bagian dari pendidikan kewarganegaraan. namanya Pendidikan Kewiraan. .Sementara itu di UNSUR Cianjur khusunya di FKIP.

Pola perilaku yang terwujud melalui aktivitas masyarakat sehari-hari. Lambang-lambang yang merupakan ciri dari bangsa dan secara simbolis menggambarkan tujuan dan fungsi bangsa. kelompok. yang melekat pada seseorang. pandangan hidup.BAB III IDENTITAS NASIONAL INDONESIA A. bendera. teknologi. Identitas nasional = identitas kebangsaan. 2. Nasional merujuk pada konsep kebangsaan. bahasa. 3. dan dengan ciri-ciri khas tadi suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain dalam kebidupannya. 2. Identitas berasal dari bahasa Inggris “identity. dan peralatan lain. atau jatidiri bangsa yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain. yang membedakannya dengan yang lain. tanda. Identitas nasional lebih merujuk pada identitas bangsa dalam pengertian politik (political unity). PENGERTIAN 1. 3. kepribadian. atau sesuatu. tata kelakuan dan kebiasaan. Alat-alat kelengkapan yang dipergunakan untuk mencapai tujuan seperti bangunan. Identitas nasional Indonesia yang membedakannya dengan bangsa-bangsa lain salah satu di antaranya adalah adanya ideologi Pancasila sebagai dasar filsafat. Hal ini biasanya dinyatakan dalam bentuk peraturan perundang-undangan. atau jatidiri.” yang berarti ciri.” Adapun indikator yang dijadikan sebagai salah satu parameter budaya untuk mencari identitas nasional antara lain : 1. Hal ini menyangkut adat-istiadat. seperti Garuda Pancasilan. 4. dan lagu kebangsaan. Pengertian identitas nasional yang dikemukakan oleh Koento Wibisono (2005) adalah ”manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan suatu bangsa (nation) dengan ciri-ciri khas. identitas nasional adalah ciri. Contohnya bangunan tempat ibadah. tanda. . Jadi. dan dasar negara.

olah raga. dll. Ir. perkembangan ekonomi. Sukarno (Bung Karno) di Indonesia. Contoh : Bangsa Yahudi membentuk negara Israel. daerah asal (homeland). 4. dan teknologi lain seperti pesawat terbang. teknologi bercocok tanam. Tujuan yang ingin dicapai suatu bangsa yang sifatnya dinamis dan tidak tetap seperti budaya unggul. sejarah.pakaian adat. dapat menjadi faktor yang menyatukan bangsa-negara. kapal laut. dan Dr. Contoh : Agama Katholik mampu membentuk beberapa negara di Amerika Latin. bhinneka tunggal ika. bahasa. dan adat-istiadat. tokoh. 3. Sejarah : Persepsi yang sama tentang pengalaman masa lalu yang menderita akibat penjajahan menimbulkan perasaan senasib sepenanggungan dan solidaritas .). alat komunikasi. Tokoh : Kepemimpinan para tokoh yang disegani dan dihormati masyarakat (kharismatik). 4. B. prestasi dalam bidang tertentu (pertanian. Yoseph Broz Tito di Yugoslavia. dll. sakral. Sakral : Faktor ini dapat berupa agama atau ideologi yang dianut/diakui oleh masyarakat bersangkutan. Uni Soviet diikat oleh kesamaan ideologi komunisme. Dengan faktor ini masyarakat dapat membentuk bangsa-negara. dan kelembagaan. kesamaan sukubangsa. Faktor-faktor yang menjadi identitas bersama suatu bangsa meliputi primordial. Contoh : Mahatma Ghandi di India. 1. dll. Nelson Mandela di Afrika Selatan. proses pembentukan bangsa-negara memerlukan identitas-identitas untuk menyatukan. 2. FAKTOR PEMBENTUK IDENTITAS Menurut Ramlan Surbakti (1999). Primordial : Faktor ini meliputi ikatan kekerabatan (darah dan keluarga).

300) dan setiap suku bangsa mempunyai adat-istiadat. yang menurut ilmu sosiologi termasuk di dalamnya adalah ilmu pengetahuan. ras. agama. Bhinneka Tunggal Ika : Kesediaan warga masyarakat untuk bersatu dalam perbedaan (unity in diversity) tanpa menghilangkan keterikatannya pada suku bangsa. peralatan/perkakas. sistem kepercayaan. Kebudayaan. Contoh : Indonesia. Kelembagaan : Kerja dan perilaku lembaga pemerintahan dan politik yang baik. mata pencarian. sehingga melahirkan tekad dan tujuan untuk membentuk negara. 5. suku. 7. dapat mempersatukan orang-orang sebagai suatu bangsa. Berdasarkan parameter sosiologi. yaitu golongan sosial yang khusus dan bersifat askriptif (ada sejak lahir) yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. 2. teknologi. akan tetapi trintegrasi dalam suatu negara Indonesia. adat-istiadat. Suku bangsa. 6. ras. faktor-faktor pembentuk identitas nasional menurut Srijanti (2009:35) adalah : 1. Contoh : Republik Indonesia.warga masyarakat. dapat membentuk organisasi besar berupa negara. bahasa. dll. semakin saling bergantung di antara jenis pekerjaan. Contoh : Negara-negara di Amerika utara dan Eropa barat. dan norma yang berbedabeda. kesenian. kesenian. adat-istiadat. dll. Perkembangan Ekonomi : Perkembangan ekonomi (industrialisasi) akan melahirkan spesialisasi pekerjaan dan profesi sesuai dengan aneka kebutuhan masyarakat. yang mempertemukan dan melayani warga tanpa membeda-bedakan asal-usul. tata kelakuan. . Kebudayaan sebagai parameter identitas nasional harus yang merupakan milik bersama (bukan individu/ pribadi). dan agama. dan akan semakin besar solidaritas dan persatuan dalam masyarakat. Indonesia dikenal sebagai bangsa yang terdiri dari banyak suku bangsa (lk. Semakin tinggi mutu dan variasi kebutuhan masyarakat.

yang merupakan kesitimewaan manusia dalam berkomunikasi dengan sesamanya. C. dan dikembangkan terus-menerus. atau juga dari identitas beberapa bangsa yang ada kemudian disepakati untuk dijadikan identitas bersama sebagai identitas bangsa-negara. D. Bahasa. yang disatukan oleh adanya kesamaan ras. daerah asal. sehingga menjadi jelas batas-batas wilayahnya di muka bumi. keturunan (darah). Identitas nasional dapat berasal dari identitas satu bangsa yang kemudian disepakati oleh bangsa-bangsa lainnya yang ada dalam negara itu. dan daerah asal (homeland). Identitas ini disebut juga identitas primordial yang pada umumnya sangat kuat karena memiliki ikatan emosional dan solidaritas erat. yang menunjukkan lokasi negara dalam kerangka ruang. IDENTITAS KEBANGSAAN DAN IDENTITAS NASIONAL INDONESIA Identitas kebangsaan (political unity) merujuk pada bangsa dalam pengertian politik. budaya. yang merupakan kesepakatan dari banyak bangsa di dalamnya. primer. agama. Setiap anggota memiliki kesetiaan/loyalitas pada identitasnya (pada suku. sehingga jangan sampai melunturkan identitas nasional. IDENTITAS KESUKUBANGSAAN Identitas kesukubangsaan (Cultural Unity) merujuk pada bangsa dalam pengertian kebudayaan atau sosiologis-antroplogis. Kondisi geografis. Identitas yang dimiliki oleh sebuah cultural unity bersifat askriptif (sudah ada sejak lahir). 4. dipupuk. Mengapa? Karena warga lebih dulu memiliki identitas kelompoknya. Kesediaan dan kesetiaan warga bangsa/negara untuk mendukung identitas nasional perlu ditanamkan. tetapi umumnya terdiri dari banyak bangsa (heterogen). dan etnik. yaitu bangsa-negara. alamiah (bawaan). dan bahasa). adat-istiadat. dan waktu. Bahasa memiliki simbol yang menjadikan suatu perkataan mampu melambangkan arti apa pun. Karena itu negara perlu menciptakan identitas kebangsaan atau identitas nasional. agama. kerabat. tempat. Bisa saja dalam negara hanya ada satu bangsa (homogen).3. Di sini perlu ditekankan bahwa kesetiaan pada identitas . suku.

yaitu Garuda Pancasila. termasuk juga ideologi nasional. kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat. berbangsa. Lagu kebangsaan. untuk mencapai tujuan nasional. . 3. Konsepsi wawasan nusantara. bendera nasional. lambang nasional. yaitu Indonesia Raya. 6. yaitu Pancasila. Lambang negara. 8. 5. 10. yaitu NKRI dan bentuk pemerintahannya Republik. Beberapa bentuk identitas nasional Indonesia sebagai wujud konkrit dari hasil perjuangan bangsa dimaksud adalah : 1. yaitu bahasa Indonesia. 7. Semboyan negara. Bahasa nasional atau bahasa persatuan. bahasa nasional. Beragam kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai kebudayaan nasional. dan kemudian menjadi kesepakatan bersama) untuk berjuang dengan upaya yang lebih teratur melalui organisasi-organisasi perjuangan (pergerakan) kemerdekaan mengusir penjajah sampai akhirnya Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 dan membentuk negara. yaitu UUD 1945. dan bernegara.nasional akan mempersatukan warga bangsa itu sebagai ”satu bangsa” dalam negara. dimulai dengan kesadaran adanya perasaan senasib sepenanggungan ”bangsa Indonesia” akibat kekejaman penjajah Belanda. yaitu Sang Merah Putih. yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Bentuk identitas kebangsaan bisa berupa adat-istiadat. Dasar falsafah dan ideologi negara. Bentuk negara. 2. yaitu sebagai cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan memiliki nilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa. 4. kemudian memunculkan komitmen bangsa (tekad. Proses pembentukan identitas nasional di Indonesia cukup panjang. Hukum dasar negara (konstitusi). Bendera negara. 9.

pemerin- . 1. hukum. Dardji Darmodihardjo : ”Hak asasi manusia adalah hak-hak dasar atau hak-hak pokok yang dibawa manusia sejak lahir sebagai anugrah Tuhan YME. Ketetapan MPR No. PENGERTIAN HAK ASASI MANUSIA Hak Asasi Manusia (HAM) dalam bahasa Perancis dikenal dengan “droit de l’homme. berkaitan dengan harkat dan martabat manusia. Mustafa Kemal Pasha (2002) : ”Hak asasi manusia ialah hak-hak dasar yang dibawa manusia sejak lahir yang melekat pada esensinya sebagaia nugrah Allah Swt. bersifat kodrati. Undang-Undang No.” dan dalam bahasa Belanda “mensen rechten.” 2.” dalam bahasa Inggris “human right. XVII/MPR/1998 : ”Hak asasi manusia adalah hak sebagai anugrah Tuhan YME yang melekat pada diri manusia. Di bawah ini dikemukakan pengertian HAM menurut para pakar dan berdasarkan ketentuan resmi.” 3. Padmo Wahyono : ”Hak-hak asasi manusia adalah hak-hak yang memungkinkan orang hidup berdasarkan suatu harkat dan mertabat tertentu (beradab).” 4. 39 Tahun 1999 : ”Hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan YME dan merupakan anugra-Nya yang wajib dihormati. Hak-hak ini menjadi dasar daripada hak-hak dan kewajiban-kewajiban lain. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara.BAB IV HAK ASASI MANUSIA A.” yang berarti hak-hak manusia. universal dan abadi.” 5.

tanpa membedakan ras. LANDASAN PENGAKUAN. . dan mendorong tumbuh serta berkembangnya pribadi manusia yang multi dimensional. dibeli. kecuali nanti pada amalnya. Hukum Hammurabi di Babylonia yang memberi jaminan keadilan bagi warga negara (tahun 2000 sM). B.tah. Ciri Pokok dan Hakikat HAM : a. Landasan langsung yang pertama : Kodrat manusia. b. Perjuangan Nabi Musa As. dsb. Karena itu di hadapan Tuhan manusia adalah sama. bahasa. Hak asasi manusia berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin. agama. demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. dan setiap orang. b. pandangan politik. asal-usul. Pada Masa Sejarah : a. adalah ciptaan Tuhan YME. c. ras. atau diwariskan. b. adat-istiadat. bahkan seluruh yang ada di jagat raya. suku.” Adapun tujuan pelaksanaan hak asasi manusia adalah untuk mempertahankan hakhak warga negara dari tindakan sewenang-wenang aparat negara. Semua manusia. agama. dsb. dalam membebaskan bangsa Yahudi dari perbudakan (tahun 6000 sM). Tidak seorang pun mempunyai hak membatasi atau melanggar hak orang lain. Semua manusia sederajat. asalusul. etnik. SERTA CIRI POKOK DAN HAKIKAT HAM : 1. Hak asasi manusia adalah bagian dari manusia secara otomatis. Landasan Pengakuan HAM : a. Landasan kedua yang lebih mendalam : Makhluk ciptaan Tuhan YME. 2. SEJARAH PERKEMBANGAN HAM 1. Hak asasi manusia tidak boleh dilanggar. Hak asasi manusia tidak perlu diberikan. C.

untuk membebaskan para bayi wanita dan wanita dari penindasan bangsa Quraisy (tahun 600). c. d.” yaitu undang-undang yang mengatur tentang penahanan seseorang : (1) Seseorang yang ditahan harus segera diperiksa dalam waktu dua hari setelah penahanan. (2) Kebebasan berbicara dan mengeluarkan pendapat. Pada tahun 1215. (3) Tentara tidak boleh menggunakan hukum perang dalam keadaan damai. b. Socrates (469-399 sM). para bangsawan berhasil membuat perjanjian yang disebut ”Magna Charta” (Piagam Agung) yang membatasi kekuasaan raja. dan kebijaksanaan. (4) Hak warga negara untuk memeluk agama menurut kepercayaannya . dan pembentukan tentara harus seizin parlemen. cita-cita. HAM di Inggris : a. undang-undang. 2. (2) Alasan penahanan seseorang harus disertai bukti yang sah menurut hukum.c. dan Aristoteles (384-322 sM) para filosof Yunani peletak dasar hak asasi manusia. akibat tidak puas atas tindakan Raja John yang sewenangwenang. d. Pada saat itu di Arab terkenal dengan sebutan zaman jahiliyah (kebodohan). Mereka mengajarkan untuk mengkritik pemerintahan yang tidak berdasarkan keadilan. Plato (429-347 sM). Pada tahun 1689 keluar “Bill of Right” yang merupakan undang-undang yang diterima parlemen sebagai bentuk perlawanan terhadap Raja James II tentang : (1) Kebebasan dalam pemilihan anggota parlemen. Pada tahun 1628 keluar piagam ”Petition of Right” yang berisi pernyataan mengenai hak hak-hak rakyat beserta jaminannya : (1) Pajak dan pungutan istimewa harus disertai persetujuan rakyat (no taxation without refresentation). (2) Warga negara tidak boleh dipaksa menerima tentara di rumahnya. Tahun 1679 muncul “Habeas Corpus Act. (3) Pajak. Perjuangan Nabi Besar Muhammad Saw.

Kebebasan dari rasa takut (Freedom of Fear). dan Fraternity (Kemerdekaan.masing-masing. merasa tertindas oleh pemerintahan Inggris sebagai penjajah. HAM di Amerika Serikat : Rakyat AS yang umumnya datang dari Eropa sebagai emigran. 5. Persamaan. Perjuangan pene-gakkan HAM didasari pemikiran John Locke. Dalam revolusi Perancis ini muncul semboyan : Liberty. 4. b. Kebebasan berbicara dan berpendapat (Freedom of Speech and Thought). dan karena itu bersifat suci. yang dikenal dengan ”Declaration des Droits de L’homme et Du Citoyen” (pernyataan mengenai hak-hak asasi manusia dan warga negara) yang berisi bahwa ”hak asasi manusia adalah hak-hak alamiah yang dimiliki manusia menurut kodratnya. Kebebasan beragama (Freedom of Religion). (5) Parlemen berhak mengubah keputusan raja. dan hak milik (property). Atlantic Charter Tahun 1941 : Piagam Atlantik ini muncul pada saat terjadi Perang Dunia II yang dipelopori oleh Franklin Delano Roosevelt (AS) yang menyebutkan ”The Four Freedom” (Empat Kebebasan) : a. Kebebasan dari kemelaratan (Freedom of Want). 3. 6. Dasar ini dijadikan ”Declaration Independence of The United States” dan pada saat kemerdekaan 4 Juli 1776 dimasukkan dalam konstitusi AS. yaitu hak-hak alam seperti hak hidup (life). dan Persaudaraan). yang tidak dapat dipisahkan daripada hakikatnya.” Deklarasi ini pada tahun 1791 dimasukkan dalam konstitusi Perancis. HAM di Perancis : Perjuangan HAM dirumuskan dalam suatu naskah pada awal revolusi Perancis tahun 1789 sebagai pernyataan tidak puas kaum borjuis dan rakyat terhadap Raja Louis XVI. hak kebebasan (liberty). Egality. c. Pengakuan HAM oleh PBB : . d.

yang berisi syarat-syarat dan nilai-nilai bagi sistem demokrasi ekonomi. and Cultural Right 1966. Isi pokok deklarasi tersebut tertuang dalam Pasal 1 yang menyatakan : “Sekalian orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. Cairo Declaration on Human Right in Islam 1990. yaitu adanya kemungkinan seorang warga negara yang mengadukan pelanggaran hak asasi manusia kepada The Human Right Committee UNO (PBB) setelah upaya pengadilan di negaranya tidak memuaskannya. b. Declaration on The Right to Development 1986 (Deklarasi Hak Atas Pembangunan). Mereka dikaruniai akal dan budi. 7. yaitu tentang hak sipil dan hak politik. c. African Charter on Human and Peoples Right (Banjul Charter 1981) oleh negara-negara Afrika yang tergabung dalam Persatuan Afrika (OAU).” Semuanya ada 30 pasal.a. oleh negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI). Tahun 1966 dalam Sidang MU-PBB telah diakui ”Covenants on Hu- man Right” dalam hukum internasional dan diratifikasi oleh negara-negara anggota PBB termasuk Indonesia. dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam persaudaraan. . Deklarasi HAM Dunia Ketiga : a. (4) Wina Declaration 1993. Pada tanggal 10 Desember 1948 Majelis Umum Perserikatan BangsaBangsa (MU-PBB) berhasil merumuskan naskah “Universal Declaration of Human Right” sehingga tanggal tersebut tiap tahun diperingati sebagai Hari Hak Asasi Manusia. d. b. (2) The International Covenant on Economic. (3) Optional Protokol 1966. Social. sosial. Isi covenants dimaksud antara lain : (1) The International on Civil and Political Right. Declaration on The Right of Peoples to Peace 1984 (Deklarasi Hak Bangsa dan Perdamaian). yaitu deklarasi universal dari negara-negara yang tergabung dalam PBB. dan budaya.

hak atas penghasilan yang layak. Generasi IV : Declaration of The Basic Duties of Asian Peoples and Government 1983. Generasi II : Hak Ekonomi. Generasi III : Hak Perdamaian dan Pembangunan. 3. Hak berpikir dan mengeluarkan pendapat. yang diperjuangkan oleh negara-negara berkembang (Asia-Afrika). 4. Contohnya : Hak bebas dari ancaman musuh. D. hak setiap bangsa untuk merdeka. hak kebebasan berpikir dan berpendapat. yang menimbulkan dampak negatif bagi keadilan rakyat. dan hak atas jaminan sosial. kesehatan. Contohnya : Hak atas pekerjaan. Sosial. HAM DI INDONESIA Pengakuan atas martabat dan hak-hak yang sama sebagai manusia yang hidup di dunia telah disetujui dan diumumkan oleh Resolusi MU-PBB pada tanggal 10 Desember 1948 dalam “Universal Declaration of Human Right” (Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia). hak beragama. hak berkumpul dan berserikat. Di sini dikritik peranan negara yang sangat dominan dalam proses pemba-ngunan yang berfokus pada bidang ekonomi. Kesimpulan : Berdasarkan sejarah perkembangannya. dan Budaya. yang diperjuangkan oleh negara-negara sosialis di Eropa timur. hak atas kesamaan di muka pengadilan. karena hanya mementingkan sekelompok elit (konglomerat) dan penguasa saja. perumahan. yang diterima oleh negara-negara di Asia. 2. hak membentuk serikat pekerja.e. sinya memuat 30 Pasal yang meliputi : 1. yang diperjuangkan oleh negara-negara Asia. hak atas kebebasan dan keamanan. tetapi juga berpijak pada terciptanya tatanan sosial yang berkeadilan. hak sederajat dengan bangsa lain. terdapat empat generasi hak asasi manusia : 1. yang bermula di dunia Barat (Eropa). Bangkok Declaration 1993. dan hak mendapatkan kedamaian. . Hak asasi manu-sia pada generasi ini lebih maju karena tidak saja mencakup struktural. Generasi I : Hak Sipil dan Politik. hak atas pangan. pendidikan. Contohnya : Hak atas hidup.

8. Sila . 2. Dalam UUD 1945 sendiri sama sekali tidak ada kata-kata atau istilah HAM. dan falsafah negara Pancasila. secara tegas dan cukup rinci dimuat tentang HAM. Hak mendapatkan pendidikan dan pengajaran. 5. 3. Maka berdasarkan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) No. 4. 9. terbit Undang-Undang No. Hak untuk mendapatkan perlindungan hukum.. 7. Pada Pembukaan UUD 1945 alinea pertama : ”Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa . Contohnya : 1.. tetapi sebenarnya pengakuan atas HAM di Indonesia telah ada sejak ditetapkannya UUD pada tanggal 18 Agustus 1945. Jelas. Baru setelah perubahan (amandemen) yang kedua tahun 2000. maka Tap MPR tersebut di atas dicabut dengan Tap MPR No. Namun untuk memayungi seluruh peraturan perundangundangan tadi dipandang perlu dibentuk undang-undang tentang HAM tersendiri. Hak untuk kemerdekaan hidup. Indonesia mengakui adanya hak untuk merdeka dan bebas. 1/MPR/2003. Dengan demikian walaupun dalam UUD 1945 asli (sebelum perubahan) tidak ada kata-kata atau istilah HAM. Jadi lebih dulu daripada deklarasi MU-PBB tanggal 10 Desember 1948. yaitu dalam BAB XA Pasal 28A s/d 28J (10 Pasal dan 24 Ayat). XVII/ MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia. Hak memiliki sesuatu. Di Indonesia pengaturan HAM ini tercantum dalam berbagai peraturan perundangundangan termasuk undang-undang yang mengesahkan berbagai konvensi internasional mengenai HAM. Pada Pembukaan UUD 1945 alinea keempat : Di dalamnya terdapat tuju-an nasional. Hak untuk memperoleh pekerjaan. 39 Tahun 1999 dengan judul yang sama. ” dst. tugas yang harus dilaksanakan.2. 6. Hak untuk memperoleh nama baik. Hak menganut agama atau aliran kepercayaan. Kemudian karena materinya sudah termuat dalam UUD 1945 setelah perubahan tersebut. Hak untuk hidup.

Konvensi tentang Hak Politik Kaum Perempuan (Convention on The Political Right of Women). antara lain : 1. 2. yang diratifikasi dengan UU No. Konvensi Jenewa (Geneva Convention) 12 Agustus 1949 yang diratifikasi dengan UU No. 4. 6. Konvenasi Pelarangan Pengembangan. Production. yang diratifikasi dengan UU No. and Stockpiling of Bacteriological/ Biological and Toxic Weapon and on Their Destruction). 58 Tahun 1991. XVII/MPR/1998 dan UU No. yang diratifikasi dengan UU No. 48 Tahun 1993. akan tetapi memang masih terbatas dan rumusannya amat singkat. Hal ini berarti adanya HAM. 7. juga didasarkan beberapa macam konvensi internasional yang kemudian diratifikasi. serta Pemusnahannya (Convention on The Prohibi-tation of The Development.kedua Pancasila adalah ”kemanusiaan yang adil dan beradab. Konvensi Hak Anak (Convention on The Right of The Child). Konvensi Internasional terhadap Anti Apartheid dalam Olahraga (Interna-tional Convention Againts Apartheid in Sports). 36 Tahun 1990. 39 Tahun 1999. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. 3. 5 Tahun 1998. yang diratifikasi dengan Keppres No. penerap-an HAM di Indonesia selain atas dasar UUD 1945 yang sangat singkat seperti disebutkan di atas. Tidak Manusiawi.” berarti ada pengakuan atas hak asasi manusia seutuhnya. Batang tubuh UUD 1945 dari Pasal 27 s/d 34 yang mencakup hak dalam bidang politik. atau Merendahkan Martabat Manusia (Torture Convention). dan budaya. ekonomi. . 7 Tahun 1984 dan menjiwai keluarnya UU No. 5. Konvensi tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (Convention on The Elimination of Discrimination Againts Women). Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman Lain yang Kejam. 68 Tahun 1958. dan Penyimpanan Senja-ta Biologis dan Beracun. 3. sosial. yang diratifikasi dengan Keppres No. Produksi. 59 Tahun 1958. yang diratifikasi dengan UU NO. Sebelum Tap MPR No.

serta berbagai kemudahan oleh penciptanya untuk menjamin kelangsungan hidupnya. dan meningkatkan martabat manu-sia. melindungi korban hak asasi manusia. kemauan. Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekeras-an (KONTRAS). 26 Tahun 2000. mempertahankan. yang dira-tifikasi dengan UU No. Konvensi Internasional tentang Penghapusan Semua Bentuk Diskriminasi Rasial (Convention on The Elimination of Racial Discrimination). yang diratifikasi dengan UU No. Untuk memantapkan pelaksanaan hak asasi manusia berdasarkan aturan-aturan tersebut di atas. 87 Tahun 1998 (Convention No. Untuk penegakkan dan perlindungan hak asasi manusia. bentuk struktur. Tuhan YME adalah pencipta alam semesta dengan segala isinya. Dan sebelumnya telah pula dibentuk Komisi Nasional HAM (Komnas HAM) berdasarkan Keppres No. Human Right Watch (HRW). 26/2000 ini juga memberikan alternatif bahwa untuk penyelesaian pelanggaran hak asasi manusia yang berat dapat dilakukan di luar pengadilan HAM. karena tanpa hal tersebut manusia akan kehilangan sifat dan martabatnya. Untuk melindungi. 87 Concerning Freedom of Association and Protection on The Right to Organize). kemampuan. dsb. sehing-ga dapat .8. menuntut keadilan. 3. diperlukan pengakuan dan perlindungan hak asasi manusia. Konvensi Organisasi Buruh Internasional No. Contoh LSM yang ada : Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). 29 Tahun 1999. Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM). 9. yaitu melalui Komisi Kebenar-an dan Rekonsilisasi yang dibentuk berdasarkan UU. masyarakat pun dapat membentuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dengan tugas menuntut pihak-pihak yang me-langgar hak asasi manusia. 5 Tahun 1993 yang kemudian diku-kuhkan dalam UU No. telah dibentuk Pengadilan HAM berdasarkan UU No. Dasar pemikiran pembentukan Undang-Undang tentang HAM (UU No. 39 Tahun 1999) adalah : 1. dll. UU No. 2. 39 Tahun 1999. Pada dasarnya manusia dianugrahi jiwa. 83 Tahun 1998.

2. budaya. 39 Tahun 1999 : 1. Hak asasi manusia harus benar-benar dihormati. perlindungan. se-hingga menimbulkan rasa sakit atau penderitaan yang hebat. suku. 4. adalah seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan. Beberapa istilah dalam Ketentuan Umum UU No. pengakuan.mendorong manusia menjadi serigala bagi manusia lainnya (homo homini lupus). pelecehan. Hak asasi manusia (lihat di depan). adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan sengaja. pelaksanaan atau penggu-naan hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam kehidupan baik individual maupun kolektif dalam bidang politik. dan aspek kehidupan lainnya. Kewajiban dasar manusia. 6. Penyiksaan. 4. maka hak asasi manusia yang satu dibatasi oleh hak asasi manusia yang lain. aparatur negara. sehingga di dalam hak asasi manusia terdapat kewajib-an dasar atau kewajiban asasi manusia. baik jasmani maupun rohani pada seseorang untuk memperoleh pengakuan atau kete-rangan dari seseorang atau dari orang ketiga. 3. dan pejabat publik lain-nya mempunyai kewajiban dan tanggung jawab menjamin terselenggara-nya penghormatan. dan penegakkan hak asasi manusia. dan untuk itu pemerintah. atau bentuk diskriminasi. apabila rasa sakit atau penderitaan tersebut . Karena manusia merupakan mahluk sosial (zoon politicon). 7. dan ditegak-kan. hukum. tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya hak asasi manusia. adalah setiap pembatasan. penyimpangan. Hak asasi manusia tidak boleh dilenyapkan oleh siapa pun dan dalam keadaan apa pun. jenis kelamin. atau pengucilan yang langsung atau tak langsung didasarkan pembedaan manusia atas dasar agama. ekonomi. 5. sosial. atau penghapusan. Diskriminasi. Setiap hak asasi manusia mengandung kewajiban untuk menghormati hak asasi manusia lain. dilindungi. sehingga kebebasan atau hak asasi manusia bukanlah tanpa batas. ras. politik. bahasa. dengan menghukumnya atas suatu perbuatan yang telah dilakukan atau diduga telah dilakukan oleh seseorang atau orang ketiga. keyakinan. kelompok. etnik. golongan status sosial. yang berakibat pengurangan. status ekonomi.

membeli. penyuluhan. c. mengurangi. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. dalam hukum dan pemerintahan. pemantauan. . Hak Asasi Pribadi (Personal Right). Hak Asasi Ekonomi (Property Right). Dari segi subyeknya : Hak asasi individu. atau sepengetahuan siapa pun dan/atau pejabat publik. mengembangkan seni budaya. dsb. penelitian. Hak Sosial dan Kebudayaan (Social and Cultural Right). Pelanggaran hak asasi manusia. atas hasutan dari. dan tidak menda-patkan. dan mediasi hak asasi manusia. Hak Asasi Politik (Political Right). dan memanfaatkannya. hak mendirikan Parpol dan Ormas. kebebasan bergerak. menjual.ditimbulkan oleh. seperti hak untuk memilih pendidikan. kebebasan memeluk agama tertentu. Dari segi obyek atau kepentingannya : a. termasuk anak yang masih dalam kandungan apabila hal tersebut adalah demi kepentingannya. adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara melawan hukum. 7. membatasi. yaitu : 1. seperti hak memilih dan dipilih dalam Pemilu. seperti menyatakan pendapat. adalah lembaga mandiri yang kedudukannya setingkat dengan lem-baga negara lainnya yang berfungsi melaksanakan pengkajian. Hak Perlakuan Sama (Legal Quality Right). 2. dan hak asasi kolektif. meng-halangi. dsb. Anak. 6. seperti hak untuk memiliki sesuatu. berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku. e. d. adalah setiap manusia yang berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun dan belum menikah. Macam dan jenis HAM meliputi berbagai bidang. dsb. b. dengan persetujuan. atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar. dan atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh undang-undang ini. 5. yaitu hak ikut dalam pemerintahan. yang selanjutnya disebut Komnas HAM.

Hak anak (Pasal 52 s/d 66). Hak Asasi Manusia dalam BAB XA Pasal 28A s/d 28J UUD 1945 (Perubahan II/2000) : Pasal 28A : Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. 5. Hak turutserta dalam pemerintahan (Pasal 43 s/d 44). dsb. Hak Membangun (Developmen Right). 6. serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. penangkapan. 10.f. Hak atas kesejahteraan (Pasal 36 s/d 42). Hak Perlindungan (Procedural Right). bila terjadi penggeledahan. dan berkembang. 39 Tahun 1999 : 1. Pasal 28B : (1) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah. Beberapa butir HAM yang ada dalam UU No. 4. Hak untuk hidup (Pasal 4). Hak untuk mengembangkan diri (Pasal 11 s/d 16). g. Hak atas kebebasan pribadi (Pasal 20 s/d 27). Pasal 28C : . Hak untuk memperoleh keadilan (Pasal 17 s/d 18). Hak untuk berkeluarga (Pasal 10). tumbuh. seperti hak bagi negara untuk membangun negara tanpa campur tangan negara asing. (2) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup. dsb. Hak wanita (Pasal 45 s/d 51). 9. 3. 8. 2. seperti perlakuan tata cara pera-dilan. 7. Hak atas rasa aman (Pasal 28 s/d 35).

(2) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlaku-an yang adil dan layak dalam hubungan kerja. jaminan. serta berhak kembali. sesuai dengan hati nuraninya. memiliki. serta berhak untuk mencari. mengolah. (3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat. (2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan. (4) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan. seni dan budaya. dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. Pasal 28E : (1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamnya. menyimpan. berkumpul. menyatakan pikiran dan sikap. memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggal-kannya. demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia. dan menge-luarkan pendapat. Pasal 28G : . perlindungan. me-milih pendidikan dan pengajaran.(1) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. Pasal 28F : Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. (3) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. memilih kewar-ganegaraan. memperoleh. berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. dan kepasti-an hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum. (2) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat. bangsa dan negaranya. memilih pekerjaan. Pasal 28D : (1) Setiap orang berhak atas pengakuan.

dan harta benda yang di bawah kekuasaannya. (3) Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. hak beragama. (2) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlaku-an yang bersifat diskriminatif. dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. (3) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengem-bangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat. (4) Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapa pun. hak untuk tidak diperbudak. martabat. Pasal 28H : (1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin. serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani. (2) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persa-maan dan keadilan. . keluarga. (2) Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain. bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Pasal 28I : (1) Hak untuk hidup.(1) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi. kehormat-an. hak untuk tidak disiksa.

(5) Untuk menegakkan dan melindung hak asasi manusia sesuai dengan prin-sip negara hukum yang demokratis. 3. etika. dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan. moral. menegakkan. dan bernegara. 2. keamanan. Pasal 28J : (1) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat. berbangsa.(4) Perlindungan. keamanan. nilai-nilai agama. dan tata tertib kehidupan bermasyarakat. dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara. 4. dan hukum internasional menge-nai hak asasi manusia yang telah diterima oleh negara RI. Dalam menjalankan hak dan kebebasannya. setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud sematamata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral. Setiap warga negara wajib ikutserta dalam upaya pembelaan negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. diatur. (2) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya. dan bernegra. melindungi. pemajuan. Setiap hak asasi manusia seseorang menimbulkan kewajiban dasar dan tanggung jawab untuk menghormati hak asasi orang lain secara timbal balik serta menjadi tugas pemerintah untuk menghormati. dan memajukannya. hukum tak tertulis. dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis. Setiap orang yang ada di wilayah negara RI wajib patuh pada peraturan perundang-undangan. berbangsa. terutama pemerintah. Kewajiban Dasar Manusia menurut UU No. Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain. penagakan. setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan oleh undang-undang dengan maksud untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertim-bangan moral. . 39 Tahun 1999 : 1. maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin. dan ketertiban umumdalam suatu masyarakat demokratis.

dan memajukan hak asasi manusia yang diatur dalam undangundang ini. 39 Tahun 1999. dan hukum inter-nasional tentang hak asasi manusia yang diterima oleh negara RI. 5 Tahun 1993 tanggal 7 Juni 1993 kemudian dikukuhkan dengan UU No. sosial. 39 Tahun 1999 : 1.Kewajiban dan tanggung jawab Pemerintah menurut UU No. menegakkan. Komnas HAM : Dibentuk dengan Keppres No. Hak dan kebebasan yang diatur dalam undang-undang ini hanya dapat dibatasi oleh dan berdasarkan undang-undang. Komnas HAM dan Pengadilan HAM : Untuk memantapkan pelaksanaan hak asasi manusia di Indonesia telah diben-tuk Komnas HAM dan Pengadilan HAM. 4. dan kepentingan bangsa. dan Piagam PBB. b. pertahanan keamanan negara. atau pihak mana pun dibenarkan mengu-rangi. kesusilaan. peraturan perundang-undangan lain. 2. Kewajiban dan tanggung jawab pemerintah sebagaimana dimaksud meli-puti langkah implementasi yang efektif dalam bidang hukum. dan bidang lain. merusak. ketertiban umum. ekonomi. Mengembangkan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan hak asasi manusia sesuai dengan Pancasila. golongan. partai. Universal Hak Asasi Manusia. . Meningkatkan perlindungan dan penegakkan hak asasi manusia guna serta Deklarasi berkembangnya pribadi manusia Indonesia seutuhnya dan kemampu-annya berpartisipasi dalam berbagai bidang kehidupan. Tidak satu ketentuan pun dalam undang-undang ini boleh diartikan bahwa pemerintah. semata-mata untuk menjamin pengakuan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia serta kekebasan dasar orang lain. UUD 1945. 3. 1. budaya. atau menghapuskan hak asasi manusia atau kebebasan dasar yang diatur dalam undang-undang ini. politik. melindungi. Pemerintah wajib dan bertanggung jawab menghormati. Tujuannya : a.

program kerja. Pelanggaran HAM merupakan tindakan pelanggaran kemanusiaan baik dilakukan oleh individu. mambatasi. tanggung jawab. Sidang Paripurna. Ketua dan Wakil Ketua dipilih dari dan oleh anggota. maupun oleh institusi negara atau institusi lainnya terhadap hak asasi individu lain tanpa ada dasar atau alasan yuridis dan . dan susunan orga-nisasinya ditetapkan dengan Keppres. dipilih oleh DPR berdasarkan usulan Komnas HAM dan diresmikan oleh Presiden. ber-dasarkan mekanisme hukum yang berlaku. dan Sekretaris Jenderal. Pelanggaran HAM adalah setiap perbuatan seseorang atau kelom-pok orang termasuk aparat negara baik disengaja ataupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi. dua orang Wakil Ketua. atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar. dan tidak didapatkan. dan mekanisme kerja. Susunan Komnas HAM terdiri dari seorang Ketua. b. Masa jabatannya lima tahun dan setelah berakhir dapat diangkat kembali hanya untuk satu kali masa jabatan. Pelanggaran dan Pengadilan HAM : Unsur penting dalam HAM adalah masalah pelanggaran dan pengadilan HAM. Sekretariat Jenderal dibentuk untuk pelayanan administratif yang dibantu oleh unit kerja dalam bentuk Biro-biro. diangkat oleh presiden atas usul si-dang paripurna.Anggota Komnas HAM berjumlah 35 orang. Kedudukan. Ketentuan mengenai sidang paripurna dan sub komisi diatur dalam peraturan tata tertib Komnas HAM. Sidang paripurna adalah pemegang kekuasaan tertinggi dan terdiri dari seluruh anggota. Sidang Sub Komisi. dan/atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh undangundang. menghalangi. kelompok. Adapun kegiatan-kegiatan Komnas HAM dilakukan oleh Sub Komisi. Tugasnya menetapkan peraturan tata tertib. tugas. 2. Kelengkapan Komnas HAM terdiri dari : a. Sekretaris Jenderal dijabat oleh pegawai negeri yang bukan anggota.

Permusuhan. kelompok etnis. Sementara itu kejahatan kemanusiaan adalah suatu perbuatan yang dila-kukan dengan serangan yang meluas dan sistematis. c. Mengakibatkan poenderitaan fisik atau mental yang berat terhadap anggotaanggota kelompok. Pelanggaran HAM dikelompokkan pada dua bentuk. c. pemandulan atau sterilisasi secara paksa atau bentuk-bentuk kekerasan seksual lain yang setara. Perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik lain secara Sewenang-wenang yang melanggar asas-asas/ketentuan pokok hukum internasional. d. g. Penyiksaan. dan kelompok agama. Perbudakan. pemaksaan kehamilan. yaitu pelanggaran berat dan pelanggaran ringan. perbudakan seksual. Kejahatan genosida adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan mak-sud menghancurkan/memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bang-sa. Memindahkan secara paksa anak-anak dari kelompoik tertentu ke kelompok lain. f. e. b. Pembunuhan. b.alasan rasional yang menjadi pijakannya. sedangkan pelanggaran ringan adalah selain kedua bentuk tersebut. Serangan dimaksud ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil berupa : a. pelacuran secara paksa. Menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang akan mengakibatkan kemusnahan secara fisik baikj seluruh atau sebagiannya. .\ e. ras. Membunuh anggota kelompok. Memaksanakan tindakan-tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran di dalam kelompok. d. Pelanggaran berat meliputi kejahatan genosida dan kejahatan kemanusiaan. Genoside dilakukan dengan cara : a. Perkosaan. Pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa.

Penganiayaan terhadap suatu kelompok tertentu atau perkumpulan yang didasari persamaan paham politik. budaya. 26 Tahun 2000. atau alasan lain yang telah diakui secara uni-versal sebagai hal yang dilarang menurut hukum internasional. melaksanakan rekon-siliasi dalam perspektif kepentingan bersama sebagai negara. Pengadilan HAM dibentuk berdasarkan UU No. penindasan dan dominasi suatu kelompok ras atas kelompok ras lain untuk mempertahankan dominasi dan kekuasaan-nya. Sementara itu Pengadilan HAM ad hoc yang dibentuk atas usul DPR berdasarkan peristiwa tertentu dengan Keppres untuk memeriksa dan memutus perkara pelanggaran hak asasi manusia yang berat. bertugas dan berwenang memeriksa dan memutus perkara pelang-garan hak asasi manusia yang berat. Pengadil-an HAM adalah pengadilan khusus yang berada di lingkungan Peradilan Umum. agama. dibentuk juga Komisi Kebenar-an dan Rekonsiliasi (KKR). terjadi sebelum diundangkannya UU No. Penghilangan orang secara paksa.h. Selain pengadilan HAM ad hoc. etnis. kebangsaan. (Contohnya di Timor Timur pasca jajak pendapat 1999) yang mengakibatkan Timtim lepas dari NKRI. jenis kelamin. . Komisi ini adalah lembaga ekstrayudisial yang bertugas menegakkan kebenaran untuk mengungkap penyalahgunaan ke-kuasaan dan pelanggaran HAM pada masa lampau. 26 Tahun 2000. Kejahatan apartheid. i. j. ras. Pengadilan atas pelanggaran HAM kategori berat seperti genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan diberlakukan asas retroaktif (pembuktian terbalik).

22/2007 tentang Penyelenggaraan Pe- . dan mengeluarkan pendapat. c. Peranan Positif. adalah aktivitas warga negara untuk menolak campur tangan negara dalam masalah pribadi. 28). misalnya UU No. (Ps. adalah kepatuhan warga negara terhadap peraturan perundangundangan yang berlaku. Peranan Aktif. adalah aktivitas warga negara untuk meminta pelayanan negara dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup. Peranan Negatif. Hak membela negara.27 Ayat (3)}. 40/1999 tentang Pers. Hak berserikat. 3. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Demikian juga peranan. HAK DAN KEWAJIBAN Hak dan kewajiban WNI tercantum dalam UUD 1945 Pasal 27 s/d 34. antara lain dalam mempengaruhi keputusan publik. UU No. {Ps. 4. Peranan Pasif. negatif. Hak-hak Warga Negara : a. Peranan tidak lain adalah tugas yang dilakukan dalam kedudukan/status sebagai warga negara. adalah aktivitas warga negara untuk terlibat (berpartisipasi) dalam kehidupan bernegara.BAB V HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA A. aktif. UU No. berkumpul.27 Ayat (2)}. Lebih lanjut dijabarkan dalam peraturan perundang-undangan. 9/1998 tentang Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat di Muka Umum. WUJUD HUBUNGAN WARGA NEGARA DENGAN NEGARA Wujud hubungan antara warga negara dengan negara adalah berupa peranan (role). 1. dan positif. B. yaitu : 1. Status dimaksud meliputi status pasif. {Ps. b. 2.

. Hak negara untuk ditaati (hukum dan pemerintahan). 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia. {Ps. Hak mendapatkan jaminan keadilan sosial. e. Dijabarkan dalam UU No. dan UU No.27 Ayat (1)}.32 Ayat (1)}. 34/2004 tentang TNI. {Ps. {Ps. g. b. {Ps.33 Ayat (1). (3). UU No. 2/2002 tentang Kepolisian Negara RI. Dijabarkan dalam UU No. Tunduk pada pembatasan yang ditetapkan UU untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain. 42/2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. 2/2008 tentang Parpol. dll. UU No. Hak ekonomi atau hak untuk mendapatkan kesejahteraan sosial. UU No. {Ps. Dijabarkan antara lain dalam UU No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen. 2.30 Ayat (1)}. c. f.30 Ayat (1)}. Hak kemerdekaan memeluk agama. (2). Kewajiban Warga Negara : a. Membayar pajak sebagai kontrak utama antara negara dengan warga negara.29 Ayat (1) dan (2)}. {Ps. Menhormati hak asasi orang lain (Ps. 28). Hak dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. {Ps. 3. Hak negara untuk dibela. d.milihan Umum. (Ps. Hak Negara terhadap Warga Negara : a. 3/2002 tentang Pertahanan Negara. 20/2003 tentang Sisdiknas dan UU No. Membela negara. Dalam upaya pertahanan negara. e. Mengikuti pendidikan dasar. dll.34).31 Ayat (1) dan (2)}. 10/2008 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR. g. b.27 Ayat (3)}. h. Hak untuk mengembangkan dan memajukan kebudayaan nasional. Hak untuk mendapatkan pengajaran (pendidikan). UU No. i. Mentaati hukum dan pemerintahan. dan (5)}. f. {Ps. (4). dll. d. dan DPRD. DPD.

Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Membiayai pendidikan khususnya pendidikan dasar. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari APBN dan APBD. m. Kewajiban Negara terhadap Warga Negara : a. . Mencerdaskan kehidupan bangsa. Menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk memeluk agama dan kepercayaannya. Memberi dan mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat serta memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. Hak negara untuk menguasai bumi. Menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional. Memajukan kesejahteraan umum.c. Menguasai cabang-cabang produksi terpenting bagi negara dan menguasai hidup orang banyak. dan kekayaan yang terkandung di dalamnya untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. o. n. e. b. j. h. c. Memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilainilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. serta kebebasan beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya itu. Menjamin hak asasi warga negara. Memajukan kebudayaan di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dengan memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya. f. g. i. 4. k. d. Mengusahakan dan menyelenggarakan sistem pendidikan nasional. air. l. dan keadilan sosial. perdamaian abadi. Menjamin sistem hukum yang adil.

sejauh masalahnya tidak bersifat rahasia. Bersikap kritis. C.p. Hak-hak yang sifatnya mendasar yang melekat secara otomatis dengan keberadaannya sebagai manusia sejak lahir. 2. q. . Dengan demikian hak warga negara untuk tiap negara akan berbeda. 2. Muncul karena ada ketentuan peraturan perundang-undangan dan berlaku bagi orang yang berstatus sebagai warga negara. Memiliki rasa hormat dan tanggung jawab. KARAKTERISTIK WARGA NEGARA YANG BERTANGGUNG JAWAB Karakteristik adalah sejumlah sifat atau tabiat yang harus dimiliki oleh WNI. 4. b. tetapi justru negara harus menjamin keberadaannya. Melakukan dialog/diskusi. yaitu : 1. misalnya sikap dan perilaku yang selalu mendasarkan pada fakta dan data yang valid (sah) serta argumentasi yang kuat. untuk mencari kesamaan pemikiran terhadap penyelesaian masalah yang dihadapi. Rasional. Memelihara fakir miskin dan anak-anak telantar. b. Hak yang ditentukan dalam konstitusi suatu negara. Hak Asasi Manusia : a. yaitu pola sikap dan perilaku berdasarkan rasio atau akal pikiran yang sehat. ramah tamah. c. sehingga muncul suatu identitas yang mudah dikenali sebagai warga negara. serta melaksanakan semua tugas dan fungsi sesuai dengan aturan/norma yang berlaku. Karenanya berlaku universal di seluruh dunia. Bersikap terbuka (transparan). Tidak diberikan oleh negara. Bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan palayanan umum lainnya yang layak. Karakteristik dimaksud adalah : 1. Hak Warga Negara : a. 5. misalnya perilaku sopan santun. 3. Yang perlu dibedakan adalah antara hak warga negara dengan hak asasi manusia. c.

” Adapun karakteristik WNI yang mandiri. Lebih-lebih hal ini bagi pejabat negara. 2.6. dalam arti. . Menghargai martabat manusia dan kehormatan pribadi. antara yang dikemukakan/diucapkan dengan kenyataan. sebagai warga negara. dan ekonomi. 5. Jujur. meliputi : 1. Berpartisipasi dalam urusan pembangunan dan kemasyarakatan dengan pikiran dan sikap yang santun. 7. Adil. Memiliki tanggung jawab pribadi. 4. yaitu sikap dan perilaku menghormati persamaan derajat dan martabat kemanusiaan. Memiliki kemandirian. Mendorong berfungsinya demokrasi konstitusional yang sehat. yaitu sikap dan perilaku berdasarkan fakta dan data yang sah dan akurat. ada kesamaan antara ucapan dan tindakan. politik. sehingga tidak muncul kritik tentang ”kebohongan publik. 3.

” 2. TNI berkedudukan di bawah Presiden. Pasal 30 Ayat (1) berbunyi. serta wewenang TNI dan POLRI : a. Pembelaan negara dimaksud dalam implementasinya sesuai dengan kemampuan dan profesi masing-masing. “Setiap warga negara berhak dan wajib ikutserta dalam upaya pembelaan negara. MAKNA BELA NEGARA Dalam UUD 1945 : 1. Usaha pembelaan dan pertahanan keamanan negara dilaksanakan melalui Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Untuk lebih jelasnya di bawah ini dikemukakan tentang peran. Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) sebagai kekuatan utama.TNI terdiri atas TNI Angkatan Darat. Konsekuensinya setiap warga negara berhak dan wajib turutserta dalam menentukan kebijakan pembelaan negara melalui lembaga-lembaga perwakilan sesuai dengan UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. TNI di bawah koordinasi Departemen Pertahanan. Pasal 27 Ayat (3) berbunyi. dan TNI . Fungsi. . “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikutserta dalam usaha pertahanan keamanan negara. tugas. dan Tugas TNI : (1) Kedudukan : . yaitu : 1. . Peran.Dalam pengerahan dan penggunaan kekuatan militer. fungsi. TNI Angkatan Laut.Dalam kebijakan dan strategi pertahanan serta dukungan administrasi. Kedudukan.BAB VI BELA NEGARA A.” Dengan demikian usaha pembelaan dan pertahanan keamanan negara merupakan hak sekaligus kewajiban setiap warga negara Indonesia.

Tugas pokok ini dilakukan dengan : . . . . mempertahankan keutuhan wilayah NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. (4) Tugas : Tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara. mengatasi gerakan separatis bersenjata.Operasi militer untuk perang. mengatasi pemberontakan bersenjata. mengatasi aksi terorisme. . serta melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.Tiap-tiap angkatan mempunyai kedudukan yang sama dan sederajat. dan keselamatan bangsa. Dalam melaksanakan fungsi tersebut di atas. . . (3) Fungsi : TNI sebagai alat pertahanan negara berfungsi sebagai : . melaksanakan tugas perdamaian dunia sesuai dengan kebijakan politik luar negeri. . yaitu untuk : . mengamankan obyek vital nasional yang bersifat strategis.Operasi militer selain perang. mengamankan wilayah perbatasan.Penangkal terhadap setiap bentuk ancaman militer dan ancaman bersenjata dari luar dan dari dalam negeri terhadap kedaulatan. (2) Peran : TNI berperan sebagai alat negara di bidang pertahanan yang dalam menjalankan tugasnya berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara.Penindak terhadap setiap bentuk ancaman tersebut di atas. . keutuhan wilayah. .Angkatan Udara yang melaksanakan tugasnya secara matra atau gabungan di bawah pimpinan Panglima. TNI merupakan komponen utama sistem pertahanan negara.Pemulih terhadap kondisi keamanan negara yang terganggu akibat kekacauan keamanan. .

. Ketentuan tersebut di atas dilaksanakan berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara. . dan pemberian bantuan kemanusiaan. . membantu tugas pemerintahan di daerah.POLRI berada di bawah Presiden.Melaksanakan pengaturan.POLRI dipimpin oleh KAPOLRI yang dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Presiden sesuai dengan peraturan perundang-undangan. mengamankan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya. . (3) Tugas : . . Tugas.Memberikan perlindungan. pengungsian. membantu menanggulangi akibat bencana alam. membantu mengamankan tamu negara setingkat kepala negara dan perwakilan pemerintah asing yang sedang berada di Indonesia. Kedudukan. membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue). . b. . .Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. . pengayoman. perompakan. membantu POLRI dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dengan undang-undang. pengawalan. penjagaan.Menegakkan hukum. dan pelayanan kepada masyarakat. . Tugas Pokok. dan penyelundupan. dan patroli terhadap kegiatan masyarakat dan pemerintah sesuai kebutuhan. memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta. . (2) Tugas Pokok : . . dan Wewenang POLRI : (1) Kedudukan : . membantu pemerintah dalam pengamanan pelayaran dan pener- bangan terhadap pembajakan.

harta benda. dan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa. .Melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap semua tindak pidana sesuai dengan hukum acara pidana dan peraturan perundang-undangan lainnya. pengawasan. dan pembinaan teknis terhadap kepolisian khusus.Menyelenggarakan identifikasi kepolisian. kedokteran kepolisian. (4) Wewenang : Dalam rangka penyelenggaran tugas pokok dan tugas tersebut di atas.Melaksanakan undangan. kesadaran hukum masyarakat. ketertiban.Memelihara ketertiban dan menjamin keamanan umum. .Memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan kepentingannya dalam lingkup tugas kepolisian.Membina masyarakat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. laboratorium forensik dan psikologi kepolisian untuk kepentingan tugas kepolisian.Melakukan koordinasi.Menerima laporan dan/atau pengaduan. . serta ketaatan warga masyarakat terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan. penyidik pegawai negeri sipil. . . . dan lingkungan hidup dari gangguan ketertiban dan/atau bencana termasuk memberikan bantuan dan pertolongan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia.. . tugas lain sesuai dengan peraturan perundang- .Melindungi keselamatan jiwa raga.Menyelenggarakan segala kegiatan dalam menjamin keamanan. dan kelancaran lalu lintas di jalan.Turutserta dalam pembinaan hukum nasional. .Membantu menyelesaikan perselisihan warga masyarakat yang dapat mengganggu ketertiban umum.Melayani kepentingan warga masyarakat untuk sementara sebelum ditangani oleh instansi dan/atau pihak yang berwenang. secara umum POLRI berwenang : . masyarakat. . . .

Menerima pemberitahuan tentang kegiatan politik. .Melakukan kerjasama dengan kepolisian negara lain dalam menyidik dan memberantas kejahatan internasional.Mencegah dan menaggulangi tumbuhnya penyakit masyarakat.Memberikan surat izin mengemudi kendaraan bermotor. .Memberikan izin operasional dan melakukan pengawasan terhadap badan usaha di bidang jasa mengamanan.Melakukan tindakan pertama di tempat kejadian. . Sesuai dengan peraturan perundang-undangan lainnya. mendidik.Mengeluarkan peraturan kepolisian dalam lingkup kewenangan administratif kepolisian. bahan peledak.Memberikan izin dan mengawasi kegiatan keramaian umum dan kegiatan masyarakat lainnya.Mengeluarkan surat izin dan/atau surat keterangan yang diperlukan dalam rangka pelayanan masyarakat. . . . POLRI berwenang : . . dan senjata tajam.Melaksanakan pemeriksaan khusus sebagai bagian dari tindakan kepolisian dalam rangka pencegahan.Mengawasi aliran yang dapat menimbulkan perpecahan atau mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. . dan melatih aparat kepolisian khusus dan petugas pengamanan swakarsa dalam bidang teknis kepolisian.Menyelenggarakan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor.Menerima dan menyimpan barang temuan untuk sementara waktu. . . . . . .Menyelenggarakan pusat informasi kriminal nasional. kegiatan instansi lain. .Memberikan izin dan melakukan pengawasan senjata api.Mengambil sidik jari dan identitas lainnya serta memotret seseorang.Memberikan petunjuk. . .Mencari keterangan dan barang bukti. . serta kegiatan masyarakat..Memberikan bantuan pengamanan dalam sidang dan pelaksanaan putusan pengadilan.

Mengajukan permintaan secara langsung kepada pejabat imigrasi yang berwenang di tempat pemeriksaan imigrasi dalam keadaan mendesak atau mendadak untuk mencegah atau menagkal orang yang disangka melakukan tindak pidana. .Menyuruh berhenti orang yang dicurigai dan menanyakan serta memeriksa tanda pengenal diri. . Tindakan lain adalah tindakan penyelidikan dan penyidikan yang dilaksanakan jika memenuhi syarat sebagai berikut : . .Melakukan pengawasan fungsional kepolisian terhadap orang asing yang berada di wilayah Indonesia dengan koordinasi instansi terkait.Melakukan pemeriksaan dan penyitaan surat. . .Membawa dan menghadapkan orang kepada penyidik dalam rangka penyidikan. .Melakukan penangkapan.Melaksanakan kewenangan lain yang termasuk dalam lingkup tugas kepolisian. . POLRI berwenang untuk : . penggeledahan. .Memberi petunjuk dan bantuan penyidikan kepada penyidik pegawai negeri sipil serta menerima hasil penyidikan penyidik pegawai negeri sipil untuk diserahkan kepada penuntut umum. dan penyitaan. . . penahanan.Mengadakan tindakan lain menurut hukum yang bertanggung jawab.. Di bidang proses pidana. .Mendatangkan orang ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan pemeriksaan perkara. .Memanggil orang untuk didengar dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi.Menyerahkan berkas perkara kepada penuntut umum. .Mewakili pemerintah RI dalam organisasi kepolisian internasional. .Tidak bertentangan dengan suatu aturan hukum.Mengadakan penghentian penyidikan.Melarang setiap orang meninggalkan atau memasuki tempat kejadian perkara untuk kepentingan penyidikan.

masuk akal. kesusilaan. Pendidikan kewarganegaraan di sekolah-sekolah termasuk perguruan tinggi. Pelatihan dasar kemiliteran secara wajib (Wamil). Menjadi anggota TNI atau POLRI. 1. Wujud bela negara mencakup pengertian bela negara secara fisik dan nonfisik. Adapun Ratih mempunyai empat fungsi.Harus patut. Rakyat sebagai kekuatan Pendukung. Komponen pendukung adalah sumber daya nasional yang dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan dan kemampuan komponen utama dan cadangan. misalnya Resimen Mahasiswa (Menwa). Dan lebih diutamakan adalah tindakan pencegahan.Menghormati hak asasi manusia. yaitu : (1) Ketertiban umum.Selaras dengan kewajiban hukum yang mengharuskan tindakan tersebut dilakukan. (3) Keamanan rakyat. (2) Perlindungan masyarakat. 2. c.. dan termasuk dalam lingkungan jabatannya. Bela Negara secara Fisik : a. (4) Perlawanan rakyat. dan sumber daya buatan. serta menjunjung tinggi hak asasi manusia. b.Pertimbangan yang layak berdasarkan keadaan yang memaksa. . . serta Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP). . Ikut pelatihan dasar kemiliteran melalui program Rakyat Terlatih (Ratih) yang terdiri dari berbagai unsur. Pertahanan Sipil (Hansip) atau Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang tergabung dalam Wanra dan Kamra. Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya POLRI senantiasa bertindak berdasarkan norma hukum dan mengindahkan norma agama. Pengabdian sesuai dengan profesi masing-masing. Adapun sumber daya nasional meliputi sumber daya manusia. kesopanan. sumber daya alam. Mitra Babinsa. Keikutsertaan atau peranan rakyat (warga negara) dalam bela negara diselenggarakan melalui : a. b. .

Para mahasiswa di perguruan tinggi biasanya menjadi Perwira Cadangan (Pacad). 2. Keterlibatan warga negara dalam bela negara secara nonfisik dapat dilakukan dengan berbagai bentuk. Sementara fungsi yang keempat dilakukan dalam keadaan darurat perang. dsb. misalnya : a. dan dalam segala situasi. mereka dapat dimobilisasi dalam waktu singkat untuk tugas-tugas tempur maupun teritorial. misalnya : Dokter di rumah sakit militer. sepanjang masa. dan setelah lulus menjadi sarjana dapat ditugaskan/ditempatkan sesuai dengan profesi masing-masing dalam kehidupan militer. termasuk menghayati arti demokrasi dengan menghargai perbedaan pendapat dan tidak me-maksakan kehendak. pengacara di dinas hukum atau oditur militer di pengadilan militer. sehingga ratih merupakan unsur bantuan tempur bagi pasukan reguler TNI yang terlibat langsung di medan perang. . Mereka yang telah mengikuti latihan dasar kemiliteran akan menjadi cadangan TNI. Dalam keadaan darurat. Meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. akuntan di biro keuangan instansi militer. Menanamkan kecintaan terhadap tanah air (patriotisme) melalui pengabdian yang tulus kepada masyarakat. dapat pula dipertimbangkan wajib militer (wamil) bagi warga negara yang memenuhi syarat. c. Bela Negara secara Nonfisik : Bela negara tidak selalu berarti harus memanggul senjata menghadapi musuh atau bersifat militeristik. Berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara dengan berkarya nyata (bukan retorika). misalnya saat terjadi bencana alam dan darurat sipil. psikolog di dinas psikologi militer. di mana ratih membantu pemerintah daerah menangai keamanan dan ketertiban masyarakat. b. Jika keadaan ekonomi dan keuangan negara memungkinkan.Tiga fungsi pertama dilakukan pada masa damai.

Tantangan. ancaman mencakup ATHG (Ancaman. 20 Tahun 1982 tentang Pokok-pokok Pertahanan Kemanan Negara. keutuhan wilayah negara. Hambatan. yaitu ancaman. di bawah ini dikemukakan pengertian daripada ancaman. . 3. UU No. IDENTIFIKASI ANCAMAN TERHADAP BANGSA DAN NEGARA Ancaman adalah setiap usaha dan kegiatan baik dari dalam maupun luar negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan negara. Meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap hukum/undang-undang dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Pembekalan mental spiritual di kalangan masyarakat agar dapat menangkal pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan norma kehidupan bangsa dengan lebih bertaqwa terhadap Tuhan YME melalui ibadah sesuai dengan agama masing-masing. c. Peraturan perundang-undangan sebagai pelaksanaan Pasal 30 UUD 1945 yang berkaitan dengan bela negara hingga saat ini adalah : a. 3 Tahun 2002 yang menggantikannya. Menurut UU No. hambatan. Tantangan : Suatu hal atau upaya yang bersifat atau bertujuan menggugah kemampuan. 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. dan keselamatan segenap bangsa. B. hanya satu istilah saja. Ancaman : Suatu hal atau upaya yang bersifat dan bertujuan mengubah dan merombak kebijakan negara yang dilaksanakan secara konsepsional. b. dan gangguan dimaksud. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. UU No. Hambatan : Suatu hal yang bersifat melemahkan atau menghalangi tetapi tidak secara konsepsional. sedangkan menurut UU No. dan Gangguan). 1. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. tantangan. e.d. Ancaman mencakup hal yang sangat luas dan spektrum yang senantiasa berubah/berkembang dari waktu ke waktu. UU No. 2. dan berasal dari dalam. Akan tetapi untuk pengetahuan. Ancaman inilah yang perlu diatasi melalui keikutsertaan warga negara dalam bela negara.

ekonomi. d. tetapi tindakannya bertentangan dengan isi perjanjian. Pelanggaran wilayah yang dilakukan negara lain. Unsur angkatan bersenjata negara lain yang berada di wilayah NKRI berdasarkan perjanjian. narkoba. Serangan unsur angkatan bersenjata negara lain terhadap unsur satuan TNI AD. yaitu ancaman militer dan ancaman nonmiliter. perompak (bajak laut). Pengiriman kelompok bersenjata atau tentara bayaran oleh negara lain untuk melakukan tindak kekerasan di wilayah NKRI. baik berasal dari dalam maupun luar negeri. sosial-budaya. pencurian kekayaan alam. AL atau AU negara kita. baik dengan menggunakan kapal maupun pesawat nonkomersial. dll. c. maupun keamanan yang terkait dengan kejahatan internasional seperti terorisme. Agresi. Terdapat dua bentuk ancaman. Gangguan : Suatu hal atau upaya yang mengusik kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara RI. dengan cara : a. Bentuk ancaman militer mencakup : 1. . Tindakan suatu negara yang mengizinkan penggunaan wilayahnya oleh negara lain sebagai daerah persiapan untuk melakukan agresi terhadap NKRI. Blokade terhadap pelabuhan/pantai atau wilayah udara NKRI oleh angkatan bersenjata negara lain. b. Invasi. 2. imigran gelap. politik. g. f. berupa serangan oleh kekuatan militer negara lain terhadap wilayah NKRI. perusakan lingkungan. dengan penggunaan kekuatan bersenjata oleh negara lain terhadap kedaulatan negara. dan keselamatan bangsa. Ancaman multi dimensional dimaksud dapat bersumber dari permasalahan ideologi. keutuhan wilayah. Bombardemen (pengeboman) dengan senjata terhadap wilayah NKRI. Dewasa ini ancaman terhadap kedaulatan negara yang semula bersifat konvensional (fisik) berkembang menjadi multi dimensional (fisik dan nonfisik).4. e.

3. Spionase yang dilakukan negara lain untuk mencari/mendapatkan rahasia militer; 4. Sabotase untuk merusak instalasi militer atau obyek vital nasional yang membahayakan keselamatan bangsa; 5. Asksi teror bersenjata yang dilakukan oleh jaringan terorisme internasional atau yang bekerjasama dengan terorisme dalam negeri yang bereskalasi tinggi sehingga membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan bangsa; 6. Pemberontakan bersenjata di dalam negeri; 7. Perang saudara antar kelompok masyarakat bersenjata di dalam negeri, dsb. Sebenarnya dalam jangka waktu pendek ancaman dari luar negeri relatif kecil kemungkinannya mengingat upaya diplomasi negara dan peran PBB, serta opini dunia internasional yang akan mencegah atau sekurang-kurangnya membatasi negara lain untuk menggunakan kekuatan bersenjata terhadap NKRI, namun tetap kita harus selalu waspada. Ancaman yang paling mungkin adalah kejahatan yang terorganisasi yang dilakukan oleh aktor-aktor nonnegara untuk memperoleh keuntungan dengan memanipulasi kondisi dalam negeri dan keterbatasan dan kelemahan aparatur pemerintah. Bentuk ancaman nonmiliter adalah upaya menghancuran moral dan budaya bangsa melalui disinformasi, propaganda negatif, peredaran narkoba, film-film porno, senibudaya yang tidak sesuai dengan ajaran agama dan nilai-nilai Pancasila, dll. yang mempengaruhi bangsa terutama generasi muda. Berdasarakan ”Buku Putih” yang disusun oleh Departemen Pertahanan RI tahun 2003, ancaman yang dihadapi bangsa Indonesia lebih kompleks lagi. Prakiraan ancaman dimaksud antara lain : 1. Gerakan separatis yang berusaha memisahkan diri dari NKRI; 2. Aksi radikalisme yang berlatar belakang primordial etnis, ras, dan agama, serta ideologi di luar Pancasila, baik yang berdiri sendiri maupun yang memiliki keterkaitan dengan kekuatan-kekuatan di luar negeri.

3. Konflik komunal

yang kendati bersumber dari masalah sosial-ekonomi,

kemudian dapat berkembang menjadi konflik antar suku, ras/keturunan, dan agama (Sara) dalam skala yang luas. 4. Kejahatan lintas negara seperti penyelundupan barang, senjata, amunisi, dan bahan peledak, penyelundupan manusia, narkoba, pencician uang (money loundry), serta bentuk-bentuk kejahatan lainnya. 5. Kegiatan imigrasi gelap yang menjadikan Indonesia sebagai tujuan maupun bantu lancatan ke negara lain. 6. Gangguan keamanan laut seperti pembajakan/perompakan, penangkapan ikan secara ilegal, pencemaran, dan perusakan ekosistem. 7. Gangguan keamanan udara seperti pembajakan udara, pelanggaran wilayah udara RI, dan terorisme melalui transportasi udara. 8. Perusakan lingkungan seperti pembakaran hutan, perambahan/pembalakan liar hutan (illegal loging), pembuangan limbah beracun dan berbahaya, dll. 9. Bencana alam dan dampaknya terhadap keselamatan bangsa.

BAB VII DEMOKRASI

A. PENGERTIAN DEMOKRASI Secara bahasa (etimologis), demokrasi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “demos” yang berarti rakyat, dan “cratos” atau “cratein” yang berarti kekuasaan atau pemerintahan. Jadi, demokrasi adalah kekuasaan atau pemerintahan rakyat. Konsep demokrasi lahir dari Yunani kuno dalam kehidupan bernegara antara abad 4 sM s/d abad ke 6 M. Pada waktu itu yang dipraktekkan adalah demokrasi langsung (direct democracy), karena berupa negara kota (polis, city states) yang pendukungnya terbatas pada sebuah kota Athena dan daerah sekitarnya lk. 300.000 orang. Meskipun ada keterlibatan seluruh warga, tetapi masih ada pembatasan, misalnya para perempuan, anak, dan budak, tidak berhak ikutserta dalam pemerintahan. Dengan perkembangan zaman dan jumlah penduduk yang bertambah banyak, timbul juga demokrasi tidak langsung (melalui perwakilan) dengan alasan : 1. Tidak ada tempat untuk menampung seluruh warga yang jumlahnya cukup banyak. 2. Dengan jumlah warga yang banyak, sulit melaksanakan musyawarah dengan baik. 3. Mufakat bulat sulit tercapai karena sulitnya memungut suara dari warga yang hadir. 4. Masalah yang dihadapi negara semakin kompleks dan rumit, sehingga dibutuhkan orang-orang yang secara khusus mempunyai keahlian berkecimpung dalam menyelesaikan masalah tersebut. Jadi, demokrasi atas dasar penyaluran kehendak rakyat ada dua macam, yaitu demokrasi langsung dan demokrasi tidak langsung. Secara terminologis, banyak definisi demokrasi yang dikemukakan oleh para ahli dengan sudut pandang berbeda. Berikut ini adalah definisi-definisi dimaksud.

1. Harris Soche : Demokrasi adalah bentuk pemerintahan rakyat, karena itu kekuasaan pemerintahan melekat pada diri rakyat, diri orang banyak, dan merupakan hak bagi rakyat atau orang banyak untuk mengatur, mempertahankan, dan melindungi dirinya dari paksaan dan pemerkosaan orang lain atau badan yang diserahi untuk memerintah.

2. Henry B. Mayo : Sistem politik demokratis adalah sistem yang menunjukkan bahwa kebijakan umum ditentukan atas dasar mayoritas oleh wakil-wakil yang diawasi secara efektif oleh rakyat dalam pemilihan-pemilihan berkala yang didasarkan atas prinsip kesamaan politik dan diselenggarakan dalam suasana terjaminnya kebebasan politik. 3. C.F. Strong : Suatu sistem pemerintahan dalam mana mayoritas anggota dewasa dari masyarakat politik ikutserta atas dasar sistem perwakilan yang menjamin bahwa pemerintah akhirnya mempertanggungjawabkan tindakan-tindakannya kepada mayoritas itu. 4. Samuel P. Huntington : Sistem politik sebagai demokratis sejauh para pembuat keputusan kolektif yang paling kuat dalam sistem itu dipilih melalui pemilihan umum yang jujur, adil, dan berkala, dan di dalam sistem itu para calon bebas bersaing untuk memperoleh suara dan hampir semua penduduk dewasa berhak memberikan suara. 5. International Commission for Jurist : Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan di mana hak untuk membuat keputusan-keputusan politik diselenggarakan oleh warga melalui wakil-wakil yang dipilih oleh mereka dan bertanggung jawab kepada mereka melalui suatu proses pemilihan yang bebas. 6. Abraham Lincon (AS, 1863) :

Sementara itu secara substantif. dan sarana penting untuk mencapai kemajuan dengan memberikan hasil maksimal dari usaha orang tanpa adanya pembatasan dari penguasa. Monarki. tetapi juga sebagai sistem politik. Aristokrasi. B. dan kedua. Demokrasi karenanya merupakan pelembagaan dari kebebasan. Mekanisme semacam ini akan mencapai dua hal. Perwujudan lain konsep kedaulatan rakyat adalah pengawasan oleh rakyat. c. Pembagian bentuk pemerintahan menurut Plato (429-347). b. oleh rakyat. Demokrasi sebagai Bentuk Pemerintahan : Konsep ini berasal dari para filsuf Yunani. dan sebagai sikap hidup. Sementara itu kedaulatan rakyat pada hakekatnya merupakan kebijakan yang dibuat atas kehendak rakyat untuk kepentingan rakyat. Kebebasan dan persamaan adalah pondasi demokrasi. terjaminnya kepentingan rakyat dalam tugas-tugas pemerintahan. and for the people). prinsip utama dalam demokrasi menurut Maswadi Rauf (1997) ada dua. 1. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh seseorang (Raja) sebagai pemimpin tertinggi dan dijalankan untuk kepentingan rakyat. Kedaulatan rakyat (people’s sovereignity). . yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh sekelompok orang dan dijalankan untuk kepentingan rakyat banyak. dan untuk rakyat (government of the people. by the people. yaitu pertama. KONSEP DEMOKRASI Konsep demokrasi pada masa sekarang ini tidak saja difahami sebagai bentuk pemerintahan. 2. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh seseorang sebagai pemimpin tertinggi dan dijalankan untuk kepentingan pribadi sang pemimpin. dibedakan menjadi : a. yaitu : 1. Tirani. kecil kemungkinan terjadi penyalahgunaan kekuasaan. Kebebasan/persamaan (freedom/equality).Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat.

dan sistem komunis. 3. monarki absolut.d. diktator. okhlokrasi. totaliter. Mobokrasi/Okhlokrasi. bentuk merosotnya. bentuk merosotnya.P. misalnya otoriter. Pengangkatan/penunjukannya berdasarkan pemilihan. Mayo dan S. Republik. Menurut S. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh sekelompok orang dan dijalankan untuk kelompok itu sendiri. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh rakyat. Sedangkan sistem politik nondemokrasi adalah sistem pemerintahan yang tidak menjalankan prinsip-prinsip demokrasi. f. sehingga pemerintahan yang dijalankan tidak berhasil untuk kepentingan rakyat banyak. Pemimpin negara umumnya bergelar Raja. Demokrasi sebagai Sistem Politik : Sistem politik cakupannya lebih luas dari sekedar bentuk pemerintahan. oligarki. Monarki b. tetapi yang tidak tahu apa-apa. yaitu bentuk pemerintahan yang dipimpin oleh seorang Presiden atau Perdana Menteri. bentuk merosotnya. demokrasi bentuk merosotnya. Pengangkatan/penunjukannya berdasarkan keturunan atau pewarisan. Demokrasi. Ratu. Hal ini terlihat dari definisi demokrasi yang diberikan Henry B. Huntington (2001). demokrasi. Huntington. Sultan. Monarki.P. tidak berpendidikan. bentuk pemerintahan ada dua. e. Sementara itu bentuk pemerintahan menurut Aristoteles : a. . yaitu : a. rezim militer. atau Kaisar. Menurut Nicollo Machiavelli. Republik Pendapat lain. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh rakyat dan dijalankan untuk kepentingan rakyat banyak. tirani. dan sistem politik nondemokrasi. Aristokrasi c. Sistem politik demokrasi adalah sistem pemerintahan dalam suatu negara yang menjalankan prinsip-prinsip demokrasi. tidak faham tentang pemerintahan. sistem politik dibedakan menjadi dua. b. rezim satu partai. yaitu bentuk pemerintahan kerajaan. yaitu sistem politik demokrasi. Oligarki.

s. c. Pemilihan umum yang bebas. l. p. Manajemen yang terbuka. Perlindungan terhadap hak asasi manusia. bergantung pada prinsip-prinsip yang dijalankannya. Menurut Sukarna (1981). Pemerintahan berdasarkan hukum (rule of law). n. e. Penyelesaian secara damai bukan kompromi. Pengakuan terhadap hak-hak minoritas. prinsip-prinsip sistem politik demokrasi adalah : a. Pemerintahan mayoritas. Pemerintahan dengan diskusi. h. k. d. b. m. Konstitusi/undang-undang dasar yang demokratis. j. bisa saja bentuk pemerintahan monarki (kerajaan) dan republik pun merupakan negara demokrasi. Pengawasan terhadap administrasi negara. o. demikian juga ada negara republik yang demokratis dan ada yang diktator/otoriter. atau diktator. Peradilan yang bebas dan tidak memihak. i. Pers yang bebas. ada negara kerajaan yang demokratis. Pembagian kekuasaan : Legislatif. Dengan demikian. eksekutif. dan ada yang diktator/otoriter. q. t. f. Prinsip persetujuan. Partai politik lebih dari satu dan mampu melaksanakan fungsinya. r. Mekanisme politik yang berubah antara kehidupan politik masyarakat dengan kehidupan politik pemerintah. Jaminan terhadap kebebasan individu dalam batas-batas tertentu. g. Pemerintahan konstitusional. Penempatan pejabat pemerintahan dengan merit sistem bukan spoil sistem. Kebijakan pemerintah dibuat oleh badan perwakilan politik tanpa paksaan dari lembaga mana pun.Akan tetapi dalam kenyataannya. dan yudikatif berada pada badan badan yang berbeda. Adapun prinsip-prinsip sistem politik kediktatoran/otoriter adalah : .

f. dan kalaupun banyak. n. c. Badan peradilan tidak bebas. dan pers. i. d. ekonomi. . Pemerintahan tidak berdasarkan konstitusi. Supremasi kekuasaan dan ketidaksamaan di depan hukum (rule of power). Pembentukan pemerintahan melalui dekrit. konstitusinya memberikan kekuasaan besar kepada negara/pemerintah. berpendapat. beragama. eksekutif. Menekan dan tidak mengakui hak-hak minoritas. p. o.a. l. Ubaedillah dan Abdul Rozak dkk. pemerintahan. b. dan yudikatif) dijalankan oleh satu lembaga saja. hanya untuk memperkuat keabsahan penguasa. j. Penyelesaian perpecahan atau perbedaan dengan cara kekerasan dan paksaan. g. Prinsip dogmatisme dan banyak doktrin. yaitu : a. e. Tidak ada jaminan hak-hak dan kebebasan individu. berpendapat. Unsur-unsur pendukung tegaknya demokrasi sebagai sebuah tatanan kehidupan kenegaraan. tidak berdasarkan hasil musyawarah. dan politik menurut A. Negara Hukum (Rechstaats atau The Rule of Law) yang memberikan perlindungan hukum bagi warga negara melalui pelembagaan peradilan yang bebas dan tidak memihak serta penjaminan hak asasi manusia. dan kebebasan dari rasa takut. bahkan pelanggaran. Mekanisme kehidupan politik dan sosial tidak dapat berubah. ada parpol yang memonopoli kekuasaan. dan bisa diintervensi oleh penguasa. Terdapat satu partai politik. tetapi berdasarkan kekuasaan. sangat bergantung pada keberadaan dan peran yang dijalankan oleh unsur-unsur penopang tegaknya demokrasi. dari ICCE-UIN Jakarta. Tidak ada kebebasan berbicara. Manajemen dan kepemimpinan tertutup dan tidak bertanggung jawab. m. Ketiga macam kekuasaan (legislatif. h. misalnya kebebasan berbicara. k. Kalaupun ada konstitusi. sosial. Tidak ada perlindungan hak asasi manusia. Pemilihan umum tidak demokratis. Tidak ada pengawasan administrasi dan birokrasi.

akan tetapi mempunyai ukuran atau parameter sehingga suatu negara dapat dikatakan demokratis atau tidak. dan adanya mekanisme yang memungkinkan kontrol dan keseimbangan (check and balance) terhadap kekuasaan yang dijalankan eksekutif dan legislatif. dan berkembang dengan sendirinya. Kesadaran akan adanya pluralisme. Demokrasi sebagai Sikap Hidup : Pemerintahan atau sistem politik tidak datang. Demokrasi tidak sekedar wacana yang mengandung prinsip-prinsip demokrasi. Musyawarah. yakni suatu relasi kuasa yang berjalan secara simetris. egaliter. Dalam hal ini ada tiga aspek yang dapat dijadikan parameter sejauh mana demokrasi itu berjalan. yaitu : a. Ada norma kejujuran dan mufakat. yaitu : a. yaitu masyarakat yang ciri-cirinya terbuka. 4. Hingga saat ini diyakini banyak kalangan bahwa pemilu sebagai salah satu instrumen penting dalam proses pergantian pemerintahan. Percobaan dan salah (trial and error). Kebebasan nurani. c. Susunan kekuasaan negara yang dijalankan secara distributif untuk menghindari penumpukan kekuasaan dalam satu tangan atau satu wilayah. d. f.b. e. b. c. persamaan hak dan kewajiban. Pengawasan rakyat. Aliansi Kelompok Strategis yang terdiri dari partai politik. tumbuh. perlu didukung oleh enam norma/ kaidah pokok yang dibutuhkan oleh tatanan masyarakat pluralis. Demokrasi membutuhkan usaha nyata dari setiap warga maupun penyelenggara negara untuk berperilaku mendukung pemerintahan dan sistem .’ b. bebas dari dominasi dan tekanan negara. memiliki sambungan yang jelas. kelompok gerakan dan kelompok penekan (pressure group) atau kelompok-kelompok kepentingan termasuk di dalamnya pers yang bebas dan bertanggung jawab. Sejalan dengan tujuan. c. Masyarakat Madani (Civil Society). Pemilihan umum sebagai proses pembentukan pemerintahan. Untuk mendukung terlaksananya demokrasi.

S. Kansil (2005). Demokrasi Sederhana. C. Demokrasi Timur atau Demokrasi Komunis. yaitu fascisme di Italia pada zaman Mussolini. Pada kenyataanya mereka adalah diktator. 2. Demokrasi Tengah. Rakyat harus mengatakan ”ya” apabila sudah diputuskan oleh sang pemimpin.T. John Dewey. yang berdasarkan atas kemerdekaan perseorangan/individualisme. Maksudnya berhubung ada jarak antara para pemimpin . Soekarno) dan Demokrasi Terdidik menurut istilah Bung Hatta (Drs. baik oleh rakyat (masyarakat) maupun pemerintah. bahwa demokrasi adalah pola kehidupan berkelompok yang sesuai dengan keinginan dan pandangan hidup orangorang yang berkelompok tersebut. bahwa demokrasi adalah pandangan hidup yang dicerminkan dari perlunya partisipasi warga negara dalam membentuk nilai-nilai yang mengatur kehidupan bersama. macam-macam demokrasi adalah : 1. berdasarkan gotong-royong dan musyawarah untuk mencapai kesepakatan/mufakat. Perilaku demokrasi sebagai sikap atau pola/pandangan hidup dikemukakan pula oleh : a. Mohamad Hatta). Tim ICCE-UIN Jakarta (2003). yang dijalankan oleh satu partai saja yang mengatasnamakan seluruh rakyat. Demokrasi Terpimpin (Geleide Democratie) menurut istilah Bung Karno (Ir. yang ada di desa-desa. Kaum komunis menganggap bahwa mereka adalah regu pelopor bagi kaum buruh seluruh dunia (proletar) yang berdasarkan kerakyatan dan menentang kapitalisme.politik demokrasi. dan naziisme di Jerman pada zaman Adolf Hitler. 4. b. bahwa demokrasi sebagai way of life dalam seluk-beluk sendi kehidupan bernegara. MACAM-MACAM DEMOKRASI Menurut C. c. 3. Padmo Wahyono (BP-7 Pusat). Demokrasi Barat atau Demokrasi Kapitalis/Liberal. 5. yang umumnya dianut oleh negara-negara barat dan Amerika Serikat. karena hanya diktator saja yang dapat bertindak sebagai wakil rakyat yang sewenang-wenang.

pasal/ayat tersebut dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945 dan karenanya tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat. E.” Sebagai salah satu fenomena demokrasi di lembaga perwakilan rakyat adalah adanya Hak Menyatakan Pendapat. Perjuangan merebut kemenangan bukanlah sesuatu hal antara hidup dan mati. 27 Tahun 2009 tentang MPR. Golongan yang kecil (kalah) tetap berhak duduk dalam pemerintahan. Namun kenyataan dewasa ini di Indonesia. Demokratisasi merujuk pada proses perubahan . menjadi pemenang. CIRI-CIRI DEMOKRASI Ciri demokrasi adalah setiap keputusan selalu diambil berdasarkan kelebihan suara atau suara terbanyak. D. 23-26/PUU-VIII/2011 tanggal 12 Januari 2011. yang terjadi adalah kekacauan karena umumnya orang-orang yang bersangkutan ”siap menang tetapi tidak siap kalah. Atas hasil uji materil pada pasal/ayat ini oleh Mahkamah Konstitusi dengan Putusan No.(kaum intelek) dengan rakyat. DPD dan DPRD. DPR. Sementara untuk proses pemakzulan (impeachment) Presiden di MPR harus disetujui oleh 2/3 dari paling sedikit ¾ anggota MPR yang hadir. maka untuk melaksanakan demokrasi para pemimpin harus memimpin atau mendidik rakyat berdemokrasi. Dengan demikian kembali pada demokrasi sederhana melalui rumus ½ + 1 tersebut di atas. yaitu dalam Pasal 184 Ayat (4) yang menyatakan bahwa HPM harus disetujui oleh ¾ dari jumlah anggota DPR. artinya setengah dari seluruh yang memberikan suara ditambah satu. Khusus untuk proses HPM di DPR kembali pada aturan yaitu diusulkan oleh 2/3 dari jumlah anggota. dari pengalaman pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah. Biasanya 50 + 1. Antara pemenang dan yang kalah harus saling menerima dan menghormati. Hak ini dalam prosenya ternyata tidak mudah karena adanya ketentuan dalam Undang-Undang No. DEMOKRATISASI Demokratisasi adalah penerapan kaidah-kaidah atau prinsip-prinsip demokrasi pada setiap kegiatan politik kenegaraan.

menuju pada sistem pemerintahan yang lebih demokratis, tujuannya adalah terbentuknya kehidupan politik yang bercirikan demokrasi. Demokratisasi berlangsung melalui beberapa tahapan, yaitu : 1. Pergantian dari penguasa nondemokrasi ke penguasa demokrasi. 2. Pembentukan lembaga-lembaga dan tertib politik demokrasi. 3. Konsolidasi demokrasi. 4. Prektek demokrasi sebagai budaya politik bernegara. Sementara itu menurut S.P. Huntington, proses demokratisasi melalui tiga tahapan, yaitu : 1. Pengakhiran rezim nondemokrasi. 2. Pengukuhan rezin demokratis. 3. Pengkonsolidasian sistem yang demokrasi. Demokratisasi juga berarti proses penegakkan nilai-nilai (kultur) demokrasi, sehingga sistem politik demokratis dapat terbentuk secara bertahap. Lain daripada itu harus ada lembaga (struktur) demokrasi, dan ciri demokrasi. 1. Nilai-nilai (Kultur) Demokrasi : Henry B. Mayo dalam Miriam Budiardjo (1990) menyebutkan delapan nilai demokrasi, yaitu : a. Menyelesaikan pertikaian-pertikaian secara damai dan sukarela; b. Menjamin terjadinya perubahan secara damai dalam suatu masyarakat yang selalu berubah; c. Pergantian penguasa dengan teratur; d. Penggunaan paksaan sesedikit mungkin; e. Pengakuan dan penghormatan terhadap keanekaragaman; f. Menegakkan keadilan; g. Memajukan ilmu pengetahuan; h. Pengakuan dan penghormatan terhadap kebebasan. Sementara itu nilai-nilai atau kultur demokrasi menurut Zamroni (2001) adalah :

a. Toleransi; b. Kebebasan mengemukakan pendapat; c. Menghormati perbedaan pendapat; d. Memahami keanekaragaman dalam masyarakat; e. Terbuka dan komunikasi; f. Menjunjung nilai dan martabat kemanusiaan; g. Percaya diri; h. Tidak bergantung pada orang lain; i. Saling menghargai; j. Mampu mengekang diri; k. Kebersamaan; l. Keseimbangan. Nilai-nilai yang terkandung dalam demokrasi tersebut di atas, menjadi sikap dan budaya demokrasi yang perlu dimiliki warga negara dalam rangka mengembangkan pemerintahan yang demokratis. Karenanya demokrasi perlu ditanamkan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. 2. Lembaga (Struktur) Demokrasi : Lembaga-lembaga demokrasi diperlukan untuk melaksanakan nilai-nilai demokrasi dan menopang sistem politik demokrasi. Menurut Miriam Budiardjo (1997), lembaga-lembaga demokrasi dimaksud adalah : a. Pemerintahan yang bertanggung jawab; b. Suatu dewan perwakilan rakyat yang mewakili golongan dan kepentingan dalam masyarakat yang dipilih melalui Pemilu yang bebas dan rahasia. Dewan ini melakukan pengawasan terhadap pemerintah; c. Suatu organisasi politik yang mencakup lebih dari satu partai politik (sistem dwi atau multi partai). Partai menyelenggarakan hubungan yang kontinyu dengan masyarakat; d. Pers dan media massa yang bebas untuk menyatakan pendapat; e. Sistem peradilan yang bebas untuk menjamin hak asasi manusia dan mempertahankan keadilan;

Dengan demikian, untuk keberhasilan demokrasi dalam suatu negara terdapat dua hal penting : a. Tumbuh dan berkembangnya nilai-nilai demokrasi yang menjadi sikap dan pola hidup masyarakat dan penyelenggara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara (kultur); b. Terbentuk dan berjalannya lembaga-lembaga demokrasi dalam sistem politik dan pemerintahan (struktur).

3. Ciri Demokrasi : Menurut Maswadi Rauf (1997), ciri-ciri demokrasi adalah : a. Berlangsung secara evolusioner, artinya perlahan, bertahap, begian demi bagian; b. Proses perubahan secara persuasif dan bukan koersif, artinya dilakukan bukan dengan paksaan, tekanan atau kekerasan, tetapi dengan musyawarah yang melibatkan seluruh warga negara; c. Proses yang tidak pernah selesai, artinya akan berlangsung terus-menerus. Hal ini karena yang benar-benar demokrasi tidak akan pernah ada, tetapi sedapat mungkin harus mendekatkan pada kriteria demokrasi.

F. DEMOKRASI DI INDONESIA 1. Demokrasi Desa : Sejak dulu desa-desa di Indonesia sudah menjalankan demokrasi, misalnya dengan pemilihan kepala desa dan adanya rembug desa. Inilah yang disebut

demokrasi asli. Demokrasi desa mempunyai lima unsur, yaitu : a. Rapat; b. Mufakat; c. Gotong-royong; d. Hak mengadakan protes bersama; e. Hak menyingkir dari kekuasaan raja absolut.

c. b.. ”.. Sesuai dengan UUD 1945. dan keadilan sosial.” Perhatikan pula Penjelasan UUD 1945 dalam sistem pemerintahan negara. Perhatikan kalimat. perdamaian abadi. 2. Perhatikan kalimat pada alinea keempat selanjutnya. Negara berdasar atas hukum.Demokrasi desa tidak dapat dijadikan pola demokrasi untuk Indonesia modern. dan sejak tahun 1966 demokrasi Pancasila. ”.. demokrasi terpimpin. Perhatikan bunyi kalimat pada elinea keempat. Pemerintahan yang konstitusional.” d. Indonesia ialah negara yang berdasar atas Hukum (Rechtsstaat)... Demokrasi di bidang ekonomi. Demokrasi di bidang sosial. telah dianut dan dilaksanakan demokrasi liberal. Demokrasi Pancasila : Semenjak negara Republik Indonesia berdiri tahun 1945. Demokrasi di bidang politik. Perhatikan kalimat tersebut di atas pada kata Republik Indonesia. Menurut Hohamad Hatta. mencerdaskan kehidupan bangsa. memang seharusnya yang dianut dan dilaksanakan adalah demokrasi Pancasila. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan.yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat . Kedaulatan rakyat.. ”I. c. demokrasi Indonesia modern harus meliputi tiga hal. 1.. Negara Indonesia berdasar atas Hukum (rechtsstaat) tidak berdasar atas kekuasaan belaka (machtsstaat).” b. Nilai-nilai yang terjabar dari nilai-nilai Pancasila sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 adalah : a. Republik.. maka disusunlah . yaitu : a. ”. akan tetapi dapat dikembangkan menjadi konsep demokrasi Indonesia yang modern. Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum.

” yang tidak lain adalah sila pertama Pancasila. Perhatikan kalimat.. Prinsip Ketuhanan... ”. ”.. f.Kemerdekaan Kebangsaan itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia . Muh. b. Pandangan pertama yang diwakili Mr. Yamin. Perhatikan kalimat. berarti kedaulatan rakyat yang dilaksanakan menurut hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan (sila keempat Pancasila). Moh. sementara pandangan kedua yang diwakili Drs. Perhatikan kalimat yang sama tersebut di atas.. Dalam arti luas. yang Demokrasi Pancasila dapat juga diartikan secara luas maupun sempit : a.. Periodisasi pelaksanaan demokrasi Indonesia menurut Miriam Budiardjo (1997) adalah : . berarti kedaulatan rakyat yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila dalam berbagai bidang kehidupan berbangsa dan bernegara (epoleksosbudhankamag). Perkembangan Demokrasi di Indonesia : Perkembangan demokrasi di Indonesia mengalami pasang surut. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan . Dalam arti sempat.” adalah juga sila keempat Pancasila. menentang dimasukkannya hak-hak tersebut dalam konstitusi. Sistem perwakilan. . Soekarno..dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa. Hatta dan Mr. memandang perlu pencantuman hak-hak warga negara dalam undangundang dasar. 3.. g. Lahirnya konsep demokrasi dapat ditelusuri mulai pada sidang BPUPKI (1945) yang pada umumnya para founding father menghendaki bahwa negara Indonesia merdeka haruslah negara demokrasi... R. Soepomo dan Ir.” UUD 1945 adalah konstitusi negara! e. Prinsip musyawarah. Perbedaan yang terjadi adalah mengenai hak-hak demokrasi warga negara.

c. disebut Demokrasi Terpimpin. Poso (Sulawesi). Pelaksaan demokrasi masa Transisi (1998-1999). Masa Republik I. d. Ambon (Maluku). Sementara itu menurut Afan Gaffar (1999). .l. Papua. Masa Republik III. disebut Demokrasi Pancasila. disebut Demokrasi Parlementer. c. dll. periodisasi dimaksud adalah : a. Sekarang ini rakyat memiliki kesempatan yang luas dan bebas untuk melaksanakan demokrasi di berbagai bidang. Periode masa Pemerintahan Orde Baru (Pancasila democracy). Aceh. a. c. Periode masa Demokrasi Perlementer (representative democracy). Harapan banyak orang akan demokrasi itu sehingga sering disebut ”eforia demokrasi. b. (2) Demokrasi Terpimpin (1959-1965). e. yang menonjolkan sistem presidensial.J. b. Pelaksanaan demokrasi masa Orde Baru (1966-1998). d. b. Habibie akhirnya lepas dari NKRI). Perkembangan sampai saat sekarang dapat juga dibagi ke dalam periodisasi sebagai berikut (Dwi Winarno. Pelaksaan demokrasi masa Reformasi (1999-sekarang). Pelaksanaan demokrasi masa Orde Lama : (1) Demokrasi Liberal (1950-1959).” Pada masa ini pun banyak terjadi pertentangan terutama menyangkut reaksi masyarakat atas kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan atau tidak berpihak kepada rakyat. Pelaksanaan demokrasi masa Revolusi (1945-1950). Periode masa Demokrasi Terpimpin (guided democracy). Catatan : Pada masa transisi dan reformasi banyak terjadi perbedaan pendapat dan pertentangan yang kerap menimbulkan konflik dan kerusuhan. Masa Republik II. 2006) : a. Periode masa Revolusi Kemerdekaan. (Timtim malah setelah dilakukan referendum pada masa pemerintahan Presiden B. Kalimantan Tengah. Timor Timur.a.

(8) Proporsionalitas. DPR mempunyai kekuasaan legislasi. Bentuk pemerintahan republik dengan sistem presidensial. e. (10) Akuntabilitas. (9) Profesionalitas. b. c. yaitu DPR dan DPD (Dewan Perwakilan Daerah) yang tergabung dalam MPR. . (7) Keterbukaan. Mekanisme Sistem Politik Demokrasi Indonesia : Pokok-pokok dalam sistem demokrasi politik Indonesia dapat dikemukakan sebagai berikut : a. Merupakan bentuk negara kesatuan dengan prinsip otonomi luas kepada daerah. (11) Efisiensi. DPR terdiri atas para wakil rakyat yang dipilih dalam Pemilu melalui jalur Parpol. Sedangkan DPD dipilih secara perseorangan melalui Pemilu bersamaan dengan pemilihan anggota DPR/DPRD (tidak melalui Parpol) dan merupakan wakil dari provinsi (tiap provinsi empat orang).4. Terdapat juga DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota. Presiden tidak bertanggung jawab kepada MPR maupun DPR. (3) Adil. dan mengawasi jalannya pemerintahan. Presiden dan wakil presiden dipilih secara langsung oleh rakyat untuk masa jabatan lima tahun. yang berpedoman pada asas : (1) Mandiri. anggaran. (4) Kepastian hukum. (5) Tertib penyelenggara Pemilu. (2) Jujur. Kabinet (dewan menteri) sebagai pembantu presiden diangkat dan diberhentikan oleh presiden dan bertanggung jawab kepada presiden. d. Parlemen terdiri dari dua kamar. Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. (6) Kepentingan umum. (12) Efektivitas.

sedangkan untuk memilih anggota DPD dilaksanakan dengan sistem distrik berwakil banyak. Berstatus badan hukum sesuai dengan UU tentang Parpol (Untuk Pemilu 2009 adalah UU No. serta ada Mahkamah Konstitusi (MK). Lembaga negara lainnya adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pemilu diselenggarakan untuk memilih anggota DPR. (Pada masa Orla banyak partai. Persyaratan Parpol untuk menjadi peserta Pemilu adalah : a. Wujud Demokrasi dalam Penyelenggaraan Negara RI : Merupakan proses lima tahunan. DRRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. tahun 2004 ada 24 partai. Sistem multi partai. g. DPD. jujur. termasuk Pengadilann HAM dan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi). PM.f. rahasia. Kekuasaan yudikatif dijalankan oleh Mahkamah Agung (MA) dan badanbadan peradilan yang ada di bawahnya (PN. dan tahun 2009 ada 38 partai ditambah partai lokal di Aceh 6 partai. dan UU Pemilu selalu diganti. DPD. . karena ternyata tiap lima tahun UU Parpol. padahal dalam UU sebelumnya ada ketentuan Electoral dan Parliamentary Treshold). PA. dan DPRD Kabupaten/Kota dilaksanakan dengan sistem proporsional terbuka. Penyelenggara Pemilu adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pengawasan penyelenggaraannya dilaksanakan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). umum. i. yaitu saat pergantian kepemimpinan nasional yang dimulai dengan kegiatan Pemilu untuk memilih calon anggota DPR. Peserta Pemilu untuk memilih anggota DPR. Pemilu untuk memilih anggota DPR. dan Komisi Yudisial (KY). bebas. Pemilu dilaksanakan secara efektif dan efisien berdasarkan asas langsung. jadi 44 partai). serta pemilihan Presiden. DPRD. DPRD Provinsi. h. 5. serta Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres). PT. PTUN. DPRD Provinsi. DPD. masa Orba dari 10 diciutkan menjadi 3. dan adil. dan DPRD Kabupaten/Kota adalah Parpol. UU Susduk DPR. 2 Tahun 2008. masa reformasi tahun 1999 ada 48 partai. serta DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.

..........699........... Mempunyai kantor tetap untuk kepengurusan sebagaimana pada huruf b dan c............................581 .. 17................................. 6.... Menyertakan sekurang-kurangnya 30% (tiga puluh perseratus) keterwakilan perempuan pada kepengurusan Parpol tingkat pusat.......... Jumlah kursi anggota DPR pada Pemilu 2009 ditetapkan 560 (lima ratus enam puluh) orang.. 15....533..Daftar Pemilih Tetap ..........88%) PAN ...........076 ............................................000 (satu perseribu) dari jumlah penduduk pada setiap kepengurusan Parpol sebagaimana dimaksud pada huruf b dan c yang dibuktikan dengan kepemilikan kartu tanda anggota.................099............ 49....... d.......214 (5....... Memiliki kepengurusan di 2/3 (dua pertiga) jumlah provinsi...85%) Golkar ........... Memiliki kepengurusan di 2/3 jumlah kabupaten/kota di provinsi yang bersangkutan........ e. 21.............265....037................Perolehan kursi Parpol (dari 38 Parpol nasional) : Demokrat ..............488....b... sebelumnya (Pemilu 2004) 550 orang...........600....................................................................................... 14..000 (seribu) orang atau 1/1....... c....... 8...... g..........091 (14.........45%) PDIP .....03%) PKS . 171..........32%) . Dan jumlah anggota DPRD Kabupaten/Kota paling sedikit 20 (dua puluh) orang dan paling banyak 50 (lima puluh) orang...........204580 (6. Memiliki anggota sekurang-kurangnya 1....171 (20.... Mengajukan nama dan tanda gambar Parpol kepada KPU............................. 104. Hasil Pemilu Legislatif 2009 : ...955 (7................................ f.........703...... Jumlah anggota DPRD Provinsi untuk Pemilu 2009 paling sedikit 35 (tiga puluh lima) orang dan paling banyak 100 (seratus) orang.............................Suara tidak sah ........01%) PPP ........076 ..........Tidak hadir memilih .......757 (14.........................................785 .............................. CATATAN : a................. 5.............206.........................................................Suara sah .................

.....................................................................79%) PDS ......................53%) Patriot .........................406 (4......................................... .. (0.......................................................................................................................................................................................................................................................... 3.........................30%) Partai Buruh ........................................................................................................14%) PPDI .........86%) Barnas ................ ..........................................................33%) PKDI ............................................64%) RepublikaN ..................................... (0...........48%) PKNU ......... (0......................................................................... (0... (0... (0.......... (0............................47%) PKPB ..... .....40%) PBR ..............................................................21%) PKPI......................................122 (4.34%) Pelopor ................................................................................................................................................. (0...................... (0........................73%) PPPI .......... (0..............72%) PDK .............. (0......................................................................................................................................................... (0........... (1...........................25%) PPIB ...............61%) PPD ..................................................................... .13%) Merdeka .......870 (3.......................................................................................................................... (0..........................864..................PKB ...... (0.................. (1....31%) PIS ...................14%) PSI ................. 4............42%) PMB ...............77%) PBB ............................ (1.................... (0... (0.........................................................................53%) PNBK ............................................31%) PNI Marhaen .................... 1.....................................40%) Pakar Pangan ................. (0................. 5....................... (0...............................................................................922.....................40%) PPI ...... (0.........................11%) ..................21%) PPRN ............................................ (0.................90%) PDP ..................46) Hanura ......................45%) Kedaulatan .......... (0......................................... (0................................................................ (1........146.............................................646...........94%) Gerindra ............................................................................................19%) PPNUI ........................................................................................................................................................................................................................................................................................................ (0.........................................................................752 (1..................... (1...........................................

.... b....................................... 30 kursi................................ Hanura .......................................081............. PKS ...... 39 kursi............................................................................................................................. ..........................779 6. 15....... PPP ...... c................. Gerindra ................................................ Bertaqwa kepada Tuhan YME........... 121.......................................Jumlah pemilih......... Budiono sebagai Presiden/Wakil Presiden Republik Indonesia......................5%.Tidak hadir memilih ....... 42 kursi...... b............. Dr....814 (12...............548.... ini adalah untuk kedua kali menjadi Presiden RI...... 26 kursi........................................ 148 kursi..........................Suara sah ......Suara tidak sah ...............Perolehan suara pasangan Capres/Cawapres : Megawati Soekarnoputri/Prabowo Subianto .41%) Dengan demikian untuk masa jabatan 2009-2014 terpilih pasangan Dr....................484 ...........174 ......... 176... PDIP ............................ WNI yang telah berumur 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih. Persyaratan untuk menjadi peserta Pemilu anggota DPD adalah : a........................ yaitu : Demokrat .80%) Jusuf Kalla/Wiranto .............434 .............................874...............105 (26.... ........................ Golkar .................... 108 kursi.......504...................562 (60............ Bagi SBY....................411..... 59 kursi....................................... Jumlah .........79%) Susilo Bambang Yudhoyono/Budiono ...........................................Sesuai ketentuan ambang batas (Parliamentary Threshold) 2............. PAN ....................... 93 kursi................................... PKB ............................... 15 kursi........................ 48.......................................479........................................... Peserta Pemilu untuk memilih anggota DPD adalah perseorangan......................... 32..... Bertempat tinggal di wilayah NKRI...................................... 73........................................ dan telah dilantik oleh MPR pada tanggal 20 Oktober 2009.............427............... Hasil Pemilu Presiden/Wakil Presiden (Pilpres) : ............................................... 560 kursi........... maka komposisi Parpol yang mempunyai wakilnya di DPR hanya 9 Parpol saja........... Susilo Bambang Yudhoyono/Prof........

g. serta badan lain yang anggarannya bersumber dari keuangan negara. dan menulis dalam bahasa Indonesia.d. i. Bersedia untuk tidak berpraktek sebagai akuntan publik. Berpendidikan paling rendah tamat SMA. p. Sehat jasmani dan rohani. meliputi : a. Mencalonkan hanya di 1 (satu) daerah pemilihan. Mencalonkan hanya di 1 (satu) lembaga perwakilan. o. . Persyaratan dukungan minimal tersebut pada huruf p tersebut di atas. f. Provinsi yang berpenduduk s/d 1.000 (seribu) pemilih. MA. dan BUMD. anggota TNI. pengurus pada BUMN. e. Terdaftar sebagai pemilih. Setia kepada Pancasila sebagai dasar negara. wewenang. yang dinyatakan dengan surat pengunduran diri yang tidak dapat ditarik kembali. Cakap berbicara. Mendapat dukungan minimal dari pemilih dari daerah pemilihan yang bersangkutan. Tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih. dan tidak melakukan pekerjaan penyedia barang dan jasa yang berhubungan dengan keuangan negara serta pekerjaan lain yang dapat menimbulkan konflik kepentingan dengan tugas. advokat/pengacara. anggota POLRI. notaris. PPAT. j. m. h. MAK.000. dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945. dan hak sebagai anggota DPD sesuai peraturan perundang-undangan.000 (satu juta) orang harus mendapatkan dukungan dari paling sedikit 1. UUD 1945. Bersedia untuk tidak merangkap jabatan sebagai pejabat negara lainnya. Bersedia bekerja penuh waktu. SMK. Mengundurkan diri sebagai PNS. k. membaca. n. serta badan lain yang anggarannya bersumber dari keuangan negara. l. atau bentuk lain yang sederajat. pengurus pada BUMN dan/atau BUMD.

Jika ini terjadi. Pasangan Presiden/Wakil Presiden diusulkan oleh Parpol atau gabungan Parpol peserta Pemilu. berarti harus gabung berapa Parpol (berkoalisi). maka calon tersebut dinyatakan batal. d.000 (dua ribu) pemilih.000. Yang berhak memilih dalam Pemilu adalah WNI yang pada hari pemungutan suara telah genap berumur 17 (tujuh belas) tahun atau lebih. e.000 (lima belas juta) orang harus mendapatkan dukungan dari paling sedikit 5. Persyaratan dukungan dibuktikan dengan daftar dukungan yang dibubuhi tanda tangan atau cap jempol dan dilengkapi fotokopi KTP setiap pendukung.000 (sepuluh juta) orang s/d 15. Daerah pemilihan untuk anggota DPD adalah provinsi karena akan mewakili provinsi. Provinsi yang berpenduduk lebih dari 5. Sementara itu prosedur pemilihan Presiden secara langsung adalah sebagai berikut : a. atau belum 17 tetapi sudah/pernah kawin.000.000 (satu juta) s/d 5. Provinsi yang berpenduduk lebih dari 15. Kalau tidak.b.000 (empat ribu) pemilih. Dukungan tersebut di atas tersebar di paling sedikit 50% (lima puluh perseratus) dari jumlah kabupaten/kota di provinsi yang bersangkutan.000 (sepuluh juta) orang harus mendapatkan dukungan dari paling sedikit 3. Provinsi yang berpenduduk lebih dari 10.000 (lima juta) s/d 10. dan jumlah kursi anggota DPD untuk setiap provinsi ditetapkan 4 (empat) orang.000 (tiga ribu) pemilih. . Seorang pendukung tidak boleh memberikan dukungan kepada lebih dari satu orang calon anggota DPD.000. Ketentuannya apabila Parpol dimaksud mendapatkan suara pada Pemilu sebesar 25%. WNI dimaksud harus terdaftar sebagai pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). c.000.000.000 (lima juta) orang harus mendapatkan dukungan dari paling sedikit 2.000 (lima belas juta) orang harus mendapatkan dukungan dari paling sedikit 4.000. Provinsi yang berpenduduk lebih dari 1.000 (lima ribu) pemilih.

dll. melanggar UUD. misalnya karena mangkat. b. Dalam hal terjadi kekosongan Wakil Presiden.b. Diusulkan oleh DPR melalui hak menyatakan pendapat dan terlebih dulu diajukan kepada MK untuk proses pengadilan Presiden. maka pelaksana tugas kepresidenan adalah Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Ia melanggar hukum (berkhianat kepada bangsa dan negara. Pasangan yang mendapat suara 50% dan sedikitnya 20% di setiap provinsi yang tersebar di lebih setengah provinsi seluruh Indonesia. d. c. atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya. KKN. Kemudian selambatlambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah itu MPR menyelenggarakan sidang untuk memilih Presiden dan Wakil residen dari dua pasangan Capres/Cawapres yang diusulkan Parpol/Gabungan Parpol yang pasangan Capres/Cawapresnya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam Pilpres sebelumnya. dan yang mendapat suara terbanyak dilantik oleh MPR menjadi pasangan Presiden/Wakil Presiden. Menteri Luar Negeri. Putusan (vonis) MK disampaikan kepada DPR dan oleh DPR diusulkan kepada MPR.). Apabila ketentuan di atas tidak terpenuhi. berhenti. CATATAN : . c. Pemberhentian diambil dalam sidang paripurna istimewa MPR yang dihadiri ¾ dan disetujui 2/3 dari anggota yang hadir. Jika Presiden dan Wakil Presiden kosong kedua-duanya. Jika terjadi kekosongan Presiden. maka selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari MPR menyelenggarakan sidang untuk memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diusulkan oleh Presiden. Impeachment atau pemakzulan (pemberhentian di tengah jalan/pada masa jabatan) Presiden bisa terjadi. diberhentikan. (Menlu) dan Penteri Pertahanan (Menhan) secara bersama. jika : a. berbuat kriminal. maka dua pasang calon suara terbanyak dipilih kembali secara langsung oleh rakyat (berarti putaran kedua). ia digantikan oleh Wakil Presiden.

b. . Perlindungan konstitusional. pangan. artinya. 23-26/PUU-VIII/2011 tanggal 12 Januari 2011 dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945 dan karenanya tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat. Diusulkan oleh paling sedikit ¾ dari jumlah anggota DPR. maka hak menyatakan pendapat (termasuk usul pemakzulan Presiden cukup atas usul 2/3 dari jumlah anggota DPR. diperlukan enam kondisi sebagai berikut : a. 27 Tahun 2009 tentang MPR. b. kesehatan.a. papan. juga harus ada cara prosedural untuk memperoleh perlindungan atas hak-hak yang dijamin. Kebebasan untuk berserikat/berorganisasi dan beroposisi. Badan kehakiman yang bebas dan tidak memihak (independent and impartial tribunals). Tersedianya kebutuhan-kebutuhan dasar bagi kepentingan ketahanan hidup (survive) warga negara (sandang. f. c. e. Syarat-syarat bagi Terselenggaranya Pemerintahan Demokratis : Menurut The International Commission of Jurist (organisasi ahli hukum internasional) tahun 1965. 6. Untuk mengarah ke syarat-syarat tersebut di atas. syarat-syarat dasar untuk terselenggaranya pemerintahan yang demokratis di bawah ”rule of law” adalah : a. c. pendidikan). d. Kebebasan untuk menyatakan pendapat. DPR. Akan tetapi karena Pasal 184 Ayat (4) UU tersebut di atas oleh MK dalam uji materil dengan putusan No. Putusan pemberhentian Presiden di MPR tetap. Pemilihan umum yang bebas. DPD. selain menjamin hak-hak individu. menurut David Beetham dan Kevin Boyle (2000) dalam Dwi Winarno (2006). dan DPRD. Pendidikan kewarganegaraan (civic educatuon). jika disetujui oleh 2/3 dari paling sedikit ¾ jumlah anggota yang hadir. Penguatan struktur ekonomi yang berbasis keadilan sehingga memungkinkan terwujudnya prinsip kesederajatan. Ketentuan tersebut di atas tercantum dalam Undang-Undang No. b.

terdapat lima kondisi yang dianggap dapat mendukung pembangunan demokrasi yang stabil. Di antara penduduk negeri khususnya lapisan politik aktif. Pengakuan yang berkelanjutan dari negara-negara demokratis terhadap praktek demokrasi. Kemapanan kesatuan dan identitas nasional. sikap toleransi. dan rasa tanggung jawab kolektif warga negara khususnya masyarakat pemilih. e. sehingga tahan terhadap pembelahan dan perbedaan sosial politik warga negara. f. d. pendidikan. d. b. Terdapat organisasi masyarakat pluralis yang modern dan dinamis. Rezim yang terbuka dan bertanggung jawab dalam menggunakan sumbersumber publik secara efisien. Dampak dari pengaruh dan kontrol oleh negara asing dapat mendukung secara positif atau malah menghambat. c. yaitu : a. terdapat budaya politik dan sistem keyakinan yang mendukung ide dan lembaga demokrasi. Potensi konflik dalam pluralisme subkultural dipertahankan pada level yang masih dapat ditoleransi. Pengetahuan yang luas. e. Sementara itu menurut Soerensen (2003). . Para pemimpin tidak menggunakan instrumen kekerasan (polisi dan tentara) untuk mempertahankan kekuasaan.c. kedewasaan.

Menurut GBHN (Garis-garis Besar Haluan Negara) 1998 : Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya.. berbangsa. Srijanti (2009:134).al. Secara etimologis. dan bernegara. menurut Wan Usman (dalam Sumarsono et. Menurut Kelompok Kerja Lemhanas (Lembaga Pertahanan Nasional) 1999 : Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat. PENGERTIAN WAWASAN NUSANTARA 1. 4. yaitu cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang berwujud negara kepulauan berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa dan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat. wawasan nusantara berasal dari kata wawasan dan nusantara. menyebut Wawasan Nusantara sama dengan pengertian Geopolitik. 2. Wawas (bhs.BAB VIII WAWASAN NUSANTARA A. Secara terminologis. dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional. Wawasan = cara pandang. Jawa) mawas = pandangan. cara melihat. Antara = letak antara dua unsur (benua dan samudra) serta Hindia dan Fasifik). penglihatan indrawi. . berbangsa. Asia dan Australia. tinjauan. 3. 2000) : Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam. Nusantara = Indonesia. Nusa = pulau atau kesatuan kepulauan.

batas teritorial laut Indonesia berubah menjadi 12 mil. 1. serta aspek geopolitis dan kepentingan nasional. Perairan pedalaman Indonesia adalah semua perairan yang terletak pada sisi dalam garis dasar. Perwujudan bentuk wilayah negara Indonesia yang utuh dan bulat. 4/Prp Tahun 1960 tentang Perairan Indonesia. yang berisi : a. Deklarasi Djuanda dikukuhkan dengan Undang-Undang No. Deklarasi Juanda yang dikukuhkan dengan UU No. c. Wilayah Indonesia adalah wilayah bekas jajahan Belanda atau Hindia Belanda yang berbentuk kepulauan yang terpisah oleh laut bebas. c. Perairan Indonesia adalah laut wilayah Indonesia beserta perairan pedalaman Indonesia. LATAR BELAKANG KONSEPSI WAWASAN NUSANTARA Latar belakang atau faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya konsepsi wawasan nusantara (wasantara) adalah : Aspek historis. b. Berdasarkan Ordonansi 1939 (Territoriale Zee en Maritime Kringen). yang dinyatakan sebagai pengganti Ordonansi 1939. Pernah memiliki wilayah yang terpisah-pisah. dengan tujuan : a. Laut wilayah Indonesia adalah jalur laut 12 mil. aspek geografis dan sosialbudaya. Pernah mengalami kehidupan sebagai bangsa yang terjajah. dan di luar itu adalah perairan bebas. 4/Prp Tahun 1960 dimak- . Berdasarkan Deklarasi Perdana Menteri Djuanda tanggal 13 Desember 1957. Pengaturan lalu lintas damai pelayaran yang lebih menjamin keselamatan dan keamanan negara Indonesia. batas teritorial adalah tiga mil. Aspek Historis : Bangsa Indonesia menginginkan menjadi bangsa yang bersatu dengan wilayah yang utuh. b.B. Penentuan batas wilayah negara Indonesia disesuaikan dengan asas negara kepulauan. b. karena : a.

Indonesia adalah negara dengan wilayah dan posisi yang unik serta bangsa yang heterogen. b. akan tetapi sebagai penghubung wasantara yang dibangun dari konsepsi kewilayahan. Batas landas kontinen yang terletak di antara dua negara adalah garis tengahnya. Deklarasi 1969 tersebut dikukuhkan dengan UU No. Dari perjuangan panjang pada forum dunia internasional. Hak berdaulat untuk menguasasi kekayaan sumber alam di ZEE. Kemudian UNCLOS tersebut diratifikasi dengan UU No. 2. b. 5 Tahun 1983. .027 juta km2 + lautan 3.508 pulau. di mana laut tidak lagi sebagai pemisah. 17. 1 Tahun 1973 tentang Landas Kotinen Indonesia. akhirnya Konferensi PBB tanggal 30 April 1982 menerima ”The United Nation Convention on The Law of The Sea” (UNCLOS). Setelah ZEE diterima oleh Konferensi Hukum Laut Internasional di Jamaika tahun 1982. yang intinya : a. Lebar ZEE Indonesia 200 mil diukur dari garis pangkal laut wilayah Indonesia. Luas wilayahnya 5.sud melahirkan konsepsi wasantara.166 juta km2). (daratan 2. Aspek Geografis dan Sosial-Budaya : Dari aspek geografis dan sosial budaya. c. 17 Tahun 1985. Lautan di ZEE tetap merupakan lautan bebas untuk pelayaran internasional. Indonesia bercirikan negara kepulauan dengan jumlah lk.192 juta km2. Kemudian tahun 1980 Indonesia mengeluarkan pengumuman tentang Zone Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia yang intinya : a. b. Atau 2/3 nya lautan/perairan. kemudian dikukuhkan dengan UU No. Tahun 1969 Indonesia mengeluarkan deklarasi tentang batas landas kontinental. sehingga negara Indonesia diakui sebagai negara kepulauan (archipelago state). Kekayaan alam di landas kontinental adalah milik negara bersangkutan. Keunikan wilayah dan heterogenitas bangsa tersebut antara lain : a.

Terletak pada pertemuan dua jalur pegunungan. 235 juta jiwa. sehingga kebudayaannya beragam. suatu organisme hidup yang juga memiliki intelektual. sekarang ini lk.c.888 juta km. Daerah yang subur dan habitable (dapat dihuni). yaitu mediterania dan sirkum fasifik. kebijakan yang ditempuh juga dengan mempertimbangkan aspek geografi. dan 95 – 141 bujur timur. Kaya akan flora dan fauna serta sumber daya alam. Posisi silang karena terletak di antara dua benua (Asia-Australia) dan dua samudra (Hindia dan Fasifik). d. Untuk mencapai tujuan negara. Terletak pada garis khatulistiwa. Jarak utara-selatan 1. e. Ajaran tentang geopolitik ini dikemukakan juga oleh ahli lain walaupun dengan penekanan yang berbeda. j. yang esensinya bahwa negara sebagai satuan biologis. ya . Keunikan-keunikan tersebut di atas membuka dua peluang. karenanya beriklim tropis dengan dua musim. tetapi secara negatif mudah menimbulkan perpecahan serta infiltrasi pihak luar. dan gerak ke arah sentripetal (menyatu) perlu diupayakan dan dipelihara terus-menerus. yaitu bahwa politik suatu negara dipengaruhi oleh konstelasi wilayah geografisnya. k. dan timur-barat 5. Memiliki jumlah penduduk yang sangat besar. Untuk mewujudkan tujuan nasional. Memiliki etnik yang sangat banyak. Rudolf Kjellen misalnya berpendapat bahwa negara adalah suatu organisme yang dianggap sebagai prinsip dasar. perlu ditanggulangi. Peluang ke arah gerak sentripugal (memecah).110 km. Secara positif dapat dijadikan modal memperkuat bangsa menuju cita-cita. hanya dimungkinkan dengan jalan memperoleh ruang yang cukup Salah satu konsepsinya. h. Berada pada derajat 6 lintang utara – 11 lintang selatan. Aspek Geopolitis dan Kepentingan Nasional : Istilah geopolitik pertama kali dikemukakan oleh Frederich Ratzel sebagai ilmu bumi politik. g. i. wasantara! 3. f.

Kita cermati di antara pendapat tersebut ada yang bersifat ekspansionisme (memperluas wilayah dengan ekspansi). atau Borneo saja atau Selebes saja. Mitchel. Menurut mereka kekuatan di udara mempunyai daya tangkis terhadap ancaman yang dapat diandalkan. Saversky. Maka manakah yang dinamakan tanah tumpah darah kita? Menurut geopolitik. dan dapat melumpuhkan kekuatan lawan dengan penghancuran di kandang lawan itu sendiri agar tidak mampu lagi bergerak menyerang. dan geopolitik adalah landasan ilmiah bagi tindakan politik dalam perjuangan kelangsungan hidup untuk mendapatkan ruang hidupnya. yaitu konsep kekuatan di darat. A. sehingga melahirkan wawasan dirgantara. Soekarno pada pidato di depan sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945 : ”. barang siapa dapat menguasai daerah jantung akan dapat menguasai pulau dunia. Sir Halford Mackinder menganut konsep kekuatan. sehingga ajarannya menyatakan barang siapa menguasai lautan akan menguasasi perdagangan.. W. Sementara Sir Walter Raleigh dan Alfred Thyer Mahan mempunyai gagasan wawasan bahari. tetapi segenap kepulauan yang ditunjuk oleh Allah Swt. Fuller menyatakan yang paling menentukan adalah kekuatan di udara. menjadi satu kesatuan antara dua benua dan dua samudra. dan barang siapa dapat menguasai pulau dunia akhirnya dapat menguasasi dunia. .C. atau Maluku saja.luas agar memungkinkan pengembangan secara bebas kemampuan dan kekuatan rakyatnya. maka Indonesialah tanah air kita. itulah Tanah Air Kita!” Kesatuan antara bangsa Indonesia dengan wilayah tanah air kita itulah yang membentuk semangat dan wawasan kebangsaan. Giulio Dauhet dan John F. Indonesia yang bulat. orang yang pertama kali mengaitkan geopolitik dengan bangsa adalah Ir. bukan Sumatra saja. Ajarannya menyatakan. Karl Haushofer merumuskan bahwa geopolitik adalah doktrin negara yang menitikberatkan pada soal-soal strategi perbatasan. dan menguasasi perdagangan berarti menguasasi kekayaan dunia yang pada akhirnya menguasasi dunia. Di Indonesia. Dalam pada itu empat ahli lainnya.. atau Ambon saja. yaitu sebagai bangsa yang bersatu. yaitu kekuatan di lautan. bukan Jawa saja.. mengharuskan pembagian baru dari kekayaan alam di dunia. dan mencetuskan wawasan benua..

(2) Persatuan dan kesatuan bangsa dalam mencapai cita-cita nasional.Rasa kebangsaan Indonesia dibentuk oleh adanya kesatuan nasib. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi. C. Hal ini mencakup : a. Dengan kata lain wasantara adalah penerapan teori geopolitik dari bangsa Indonesia. serta adanya kesatuan wilayah yang sebelumnya bernama nusantara. b. jiwa untuk bersatu. meliputi masalah-masalah : . Jadi. DAN TUJUAN WASANTARA 1. HAKIKAT. Namun tentu saja Indonesia tidak mempunyai pemikiran untuk ekspansi dengan menyerang wilayah negara lain. meliputi masalah-masalah : (1) Kewilayahan nasional. Salah satu misi sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. (4) Kesatuan hukum yang mengabdi kepada kepentingan nasional. (3) Kesatuan falsafah dan ideologi negara. Bangsa Indonesia memiliki pandangan sendiri mengenai wilayah yang dikaitkan dengan politik/kekuasaan. Dalam pengertian ini wasantara diwujudkan dengan pernyataan kepulauan nusantara sebagai kesatuan politik. konsepsi wasantara dibangun atas geopolitik bangsa Indonesia. Lebih jelasnya. dan kesatuan pertahanan keamanan. kesatuan sosial-budaya. FUNGSI. kesatuan ekonomi. perdamaian abadi dan keadilan sosial. Wasantara sebagai wawasan nasional dibentuk dan dijiwai oleh faham kekuasaan dan geopolitik bangsa Indonesia. Hakikat Wawasan Nusantara : Hakikat wasantara adalah keutuhan bangsa dan kesatuan wilayah nasional. tegas adalah ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. hakikat wasantara adalah kesatuan bangsa dan keutuhan wilayah Indonesia. KEDUDUKAN. yang pelaksanaannya melalui politik luar negeri yang bebas aktif. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan politik. dan kehendak untuk bersatu. atau persatuan bangsa dan kesatuan wilayah.

1998). meliputi masalah-masalah : (1) Persamaan hak dan kewajiban bagi setiap warga negara dalam rangka membela bangsa dan negara. d. maka kemudian diakomodasi dalam Peraturan Presiden (Perpres). (2) Mempersatukan corak ragam budaya yang ada sebagai kekayaan nasional (budaya bangsa). keseimbangan. (2) Pemerataan hasil pemanfaatan kekayaan wilayah nusantara. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial-budaya. . 1988. yaitu Prepres No. yaitu dalam Ketetapan-ketetapan (Tap) MPR mengenai GBHN (1973. 2.(1) Kepemilikan bersama kekayaan efektif maupun potensial wilayah nusantara. serta adanya keselarasan kehidupan sesuai dengan kemajuan bangsa. 1993. 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2004-2009. Konsepsi wasantara tersebut di atas dituangkan dalam peraturan perundangundangan. meliputi masalah-masalah : (1) Pemerataan. dianggap sebagai ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara. yaitu keadaan masa depan bangsa dan wilayah Indonesia yang utuh yang diinginkan. 1983. (3) Keserasian dan keseimbangan tingkat pengembangan ekonomi di seluruh daerah tanpa meninggalkan ciri-ciri khas daerah. kemudian diganti dengan Perpres No. Kedudukan Wawasan Nusantara : Wasantara berkedudukan sebagai visi bangsa. 5 Tahun 2010 tentang RPJMN tahun 2009-2014. dan persamaan dalam kemajuan masyarakat. 1978. c. Karena sekarang tidak ada lagi GBHN. yaitu setelah amandemen UUD 1945. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan pertahanan keamanan. (2) Ancaman terhadap satu pulau atau daerah. Kedudukan wasantara sebagai konsepsi dan paradigma ketatanegaraan RI dapat dilihat pada bagan di bawah ini.

dan perbuatan bagi penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat. Fungsi. Tujuan Wasantara : Terwujudnya nasionalisme yang tinggi dalam segala aspek kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentingan individu. Manfaat Wasantara : (1) Diterima dan diakuinya konsepsi wasantara di forum internasional. b. suku bangsa atau daerah. tindakan. Fungsi Wasantara : Sebagai pedoman. keputusan. 2006. yaitu yang asalnya hanya 2 juta km2 berdasarkan Ordonansi 1939. kelompok. dan Implikasi Wawasan Nusantara : a. yaitu asas negara kepulauan berdasarkan Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. Tujuan. 3. motivasi.PANCASILA Landasan Ideal Landasan Konstitusional Landasan Visional Landasan Konsepsional Landasan Operasional UUD 1945 WASANTARA TANNAS DOKUMEN RENBANG Pembangunan Nasional Sumber : Dwi Winarno. berbangsa. Manfaat. serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijakan. dan bernegara. (2) Pertambahan luas wilayah teritorial Indonesia. menjadi 5 juta km2 sebagai satu . c. golongan.

087 km2. laut.000 km20. dan kasus Ambalat. 1.577.027. misalnya kasus masuknya kapal penangkap ikan asing. (4) Menghasilkan cara pandang tentang keutuhan wilayah nusantara yang perlu dipertahankan oleh bangsa Indonesia. dan udara. juga keluarnya nelayan Indonesia ke wilayah negara tetangga. luas ZEE 1.” d. NKRI memiliki . Ligitan. UNSUR DASAR KONSEPSI WAWASAN NUSANTARA Terdapat tiga unsur dasar wasantara : Wadah (contour).200. luas laut 3. meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki kekayaan alam dan penduduk dengan aneka ragam budaya. Implikasi : Implikasi atau persoalan yang mungkin timbul : (1) Penarikan garis batas/wilayah Indonesia dengan negara lain. D. (3) Pertambahan luas wilayah sebagai ruang hidup yang memberikan potensi sumber daya alam yang besar bagi peningkatan kesejahteraan rakyat.166.163 km2 (termasuk luas landas kontinental 2. pejabat publik harus putra daerah. dsb. Misalnya suatu daerah tertutup bagi pendatang. berbangsa. (3) Sentimen kedaerahan yang pada suatu saat dapat berkembang menjadi konflik yang melemahkan pembangunan berwasantara. Misalnya dengan Malaysia mengenai Pulau Sipadan. Dengan Australia mengenai pulau-pulau kecil di sekitar Kepulauan Roti NTT. yaitu darat. Sebagai Wadah (Contour). penolakan program transmigrasi oleh penduduk lokal. dan tata laku (conduct). perompakan. (5) Menjadi salah satu sarana integrasi nasional yang tercermin dalam ”Bhinneka Tunggal Ika. Tepatnya dengan wasantara luas wilayah Indonesia menjadi : Luas daratan 2. dan bernegara. isi (content). tiada lain adalah wadah kehidupan bermasyarakat.300 mil persegi.kesatuan wilayah. (2) Masuknya pihak luar ke dalam wilayah yuridiksi Indonesia yang tidak terawasi.

dan diciptakan demi tetap taat dan setianya komponen pembentuk bangsa Indonesia (suku bangsa atau golongan) terhadap kesepakatan bersama. Sedangkan tata laku lahiriah tercermin dalam tindakan. E. dan pengendalian/pengawasan. yang terdiri dari tata laku batiniah dan lahiriah. keadilan. . sementara wadah dalam kehidupan bermasyarakat adalah berbagai lembaga dalam wujud infra struktur politik. Asas dimaksud adalah : Kepentingan yang sama. yaitu satunya kata dan karya. perbuatan. tujuan yang sama.organisasi kenegaraan yang merupakan wadah berbagai kegiatan kenegaraan dalam wujud supra struktur politik. Realisasi aspirasi bangsa sebagai kesepakatan bersama serta pencapaian citacita dan tujuan nasional. keterpaduan antara pembicaraan dan perbuatan. ASAS DAN ARAH PANDANG WAWASAN NUSANTARA 1. merupakan hasil interaksi antara wadah dan isi. Sebagai Tata Laku (Conduct). 2. Kedua macam tata laku dimaksud mencerminkan identitas jatidiri atau kepribadian bangsa Indonesia berdasarkan kekeluargaan dan kebersamaan yang memiliki rasa bangga dan cinta kepada bangsa dan tanah air. semangat. adalah aspirasi bangsa yang berkembang dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. dan mentalitas yang baik dari bangsa Indonesia yang berlandaskan falsafah Pancasila. dipelihara. Tata laku batiniah mencerminkan jiwa. Isi ini pelaksanaan. dan perilaku dari bangsa Indonesia. Asas Wawasan Nusantara : Asas wasantara adalah ketentuan atau kaidah dasar yang harus dipatuhi. Hal ini diwujudkan dalam satu sistem manajemen yang meliputi perencanaan. Persatuan dan kesatuan dalam kebhinnekaan yang meliputi semua aspek kehidupan nasional. 3. sehingga menimbulkan nasionalisme yang tinggi dalam semua aspek kehidupan nasional. pengorganisasian. ditaati. menyangkut : a. Sebagai Isi (Content). b.

adu domba dan pecah belah dengan dalih HAM. Tujuan yang sama : Tercapainya kesejahteraan dan rasa aman yang lebih baik dari keadaan sebelumnya. maupun daerah. kelompok. dan bertindak sesuai realita serta ketentuan yang benar biarpun realita atau ketentuan itu pahit dan kurang enak didengar. 1928 (Sumpah Pemuda). misalnya di bidang ekonomi. serta kerjasama dan sikap saling hormat-menghormati. Arah Pandang Wawasan Nusantara : a. 2. a. besar) dapat tercapai demi terciptanya sinergi yang baik. baik alamiah maupun sosial. f. Solidaritas : Rasa setiakawan. g. bangsa Indonesia harus berusaha meng- . dan kesetiaan terhadap ikrar atau kesepakatan bersama demi terpeliharanya persatuan dan kesatuan dalam kebhinnekaan. b. dll. solidaritas.kejujuran. Kepentingan yang sama : Dulu merebut kemerdekaan dari penjajah. maupun kehidupan dalam negeri serta dalam melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. d. sekarang menghadapi ”penjajahan” dalam bentuk alain dari negara asing. demokrasi. Kerjasama : Adanya koordinasi dan saling pengertian yang didasarkan atas kesetaraan sehingga kerja kelompok (kecil. Dalam kehidupan internasional. c. perdamaian abadi. mau memberi dan berkorban bagi orang lain tanpa meninggalkan ciri dan karakter budaya masing-masing. Kesetiaan terhadap kesepakatan bersama : Terhadap NKRI yang dirintis mulai tahun 1908 (Boedi Oetomo). dan keadilan sosial. Ke luar : Bertujuan demi terjaminnya kepentingan nasional dalam dunia yang serba berubah. golongan. Keadilan : Kesesuaian pembagian hasil dengan andil. lingkungan hidup. e. Bangsa Indonesia harus peka dan berupaya mencegah dan mengatasi sedini mungkin faktor-faktor penyebab disintegrasi bangsa. kerjasama. Kejujuran : Keberanian berpikir. dan kegiatan baik orang perorangan. berkata. jerih payah usaha. dan 17 Agustus 1945 (Proklamasi Kemerdekaan RI). b. Ke dalam : Bertujuan menjamin perwujudan persatuan dan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional.

amankan kepentingan nasionalnya dalam semua aspek kehidupan (ipoleksosbudhankamag). .

yaitu strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia untuk menentukan kebijakan. c. integritas. serta memberi arahan tentang bagaimana merancang strategi pembangunan guna mewujudkan masa depan yang lebih baik.” Srijanti (2009:155) menyamakan pengertian ketahanan nasional dengan geostrategi. dan sejahtera. Tannas sebagai Metode. tujuan. . yaitu kondisi ideal yang memungkinkan suatu negara memiliki kemampuan mengembangkan kekuatan nasionalnya sehingga dapat menghadapi segala macam ancaman dan gangguan bagi kelangsungan hidup bangsa. PENGERTIAN DAN HAKIKAT 1. hambatan. dan gangguan. kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya. berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. aman. b.BAB IX KETAHANAN NASIONAL A. yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kehidupan nasional untuk menjamin identitas. yaitu : a. melihat Tannas dari perspektif/sudut pandang terhadap konsepsinya berupa wujud dan wajah. Sebagai Kondisi. dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. Sementara itu Chaidir Basri (2002). Tannas sebagai Kondisi. ancaman. baik yang datang dari luar maupun dari dalam. Tannas adalah suatu penggambaran atas keadaan yang seharusnya dipenuhi. Tannas sebagai Doktrin. Pengertian : Menurut Lemhanas : “Ketahanan nasional (Tannas) adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi.

yaitu dituangkan dalam peraturan perundang-undangan. Vietnam. yaitu dengan menggunakan pemikiran kesisteman (system thinking). dan pada tahun 1968 dilanjutkan oleh Lemhanas. dan Kamboja menjadi negara komunis. B. hambatan. Hakikat : Hakikat Tannas adalah kondisi kemampuan dan kekuatan bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidup dan mengembangkan kehidupan nasional bangsa dan negara dalam mencapai tujuan nasional. berupa pengaturan dan penyelenggaraan negara. pengembangan pemikiran Tannas semakin menguat. . serasi. tantangan. dan gangguan terhadap bangsa dan negara harus diwujudkan dalam ketahanan bangsa yang dimanifestasikan dalam bentuk tameng. Sejarah pemberontakan G-30-S/PKI adalah bukti yang tidak dapat dibantah. adalah pendekatan dan cara dalam menjalankan suatu kegiatan khususnya pembangunan negara. dan penyelenggara negara menerima dan menjalankannya. agar setiap orang. meluas sampai kawasan Indocina sehingga negara-negara Laos. PERKEMBANGAN KONSEP KETAHANAN NASIONAL INDONESIA Gagasan tannas bermula pada awal tahun 1960-an dari kalangan militer khususnya AD di SSKAD atau sekarang SESKOAD (Sekolah Staf Komando Angkatan Darat). Setelah berakhirnya G-30-S/PKI. Ancaman. 2. Infiltrasi komunis bahkan sudah masuk di Thailand (Muangthai). Pada masa itu pengaruh komunisme dari Uni Soviet dan Cina sedang menjalar. dan selaras dalam kehidupan nasional. masyarakat. Tameng dimaksud adalah sublimasi dari konsep kekuatan sebagai menifestasi pemikiran SSKAD/ SESKOAD. Malaysia.Sebagai Metode. sedangkan hakikat konsepsi Tannas Indonesia adalah pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang. Singapura dan bahkan Indonesia. Sebagai Doktrin.

Kesadaran akan spektrum ini pada tahun 1972 diperluas menjadi Ancaman. budaya. 20 Tahun 1982 tentang Pokokpokok Pertahanan Keamanan Negara. hanya dikenal satu istilah saja. Hal ini berlanjut pada GBHN tahun 1978.Dalam pemikiran Lemhanas ditemukan unsur-unsur dari tata kehidupan nasional berupa ideologi. Tantangan : Suatu hal atau upaya yang bersifat atau bertujuan menggugah kemampuan. Tantangan. yaitu ancaman. Konsepsi Tannas waktu itu dirumuskan sebagai ”Keuletan dan daya tahan suatu bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional yang ditujukan untuk menghadapi segala ancaman dan kekuatan yang membahayakan kelangsungan hidup negara dan bangsa Indonesia. Pada tahun 1969 lahirlah istilah ketahanan nasional. yaitu : ”Ketahanan nasional sebagai kondisi dinamis yang merupakan integrasi dari kondisi setiap aspek kehidupan bangsa dan negara. Gangguan : Suatu hal atau upaya yang mengusik kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara. sosial. yang pengertiannya adalah ”setiap usaha dan kegiatan baik dari dalam . Adapun pengertian ATHG dimaksud adalah : Ancaman : Suatu hal atau upaya yang bersifat dan bertujuan mengubah dan merombak kebijakan yang dilaksanakan secara konsepsional. dan 1988. IV/MPR/1973 yang rumusannya sama dengan konsep dari Lemhanas. dan Gangguan (ATHG). Ketahanan nasional pada hakikatnya adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidup menuju kejayaan bangsa dan negara. ATHG dimasukkan dalam UU No. dan berasal dari dalam.” Pada tahun 1982.” Kata segala menunjukkan kesadaran akan spektrum ancaman yang lebih dari sekedar ancaman komunis dan/atau pemberontakan. 1983. Namun dalam GBHN 1993 ada perubahan rumusan. Hambatan. dan militer. tetapi dalam penggantinya yaitu UU No. ekonomi. politik. Hambatan : Suatu hal yang bersifat melemahkan atau menghalangi tetapi tidak secara konsepsional. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Konsep Tannas untuk pertama kali masuk dalam GBHN melalui Tap MPR No.

dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 (kira-kira sama dengan Masyarakat Madani). yang mencakup aspek : a. Umum : Bangsa Indonesia bercita-cita mewujudkan suatu bentuk masyarakat dalam wadah NKRI yang merdeka. Kesejahteraan : Pemerintah negara RI harus memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Keamanan : Pemerintah negara RI harus melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. berdaulat. KONSEP DASAR KETAHANAN NASIONAL 1. dan keselamatan segenap bangsa. Skema Konsepsi Ketahanan Nasional Ulet Tangguh Kemampuan mengembangkan kekuatan nasional Ancaman Tantangan Hambatan Gangguan Langsung Tdk. . Identitas.maupun luar negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan negara. Langsung Dalam Negeri Luar Negeri Unsur : Trigatra Pancagatra Integritas. 2006. Kelangsungan.” Konsepsi katahanan nasional dapat digambarkan dalam skema di bawah ini. adil. keutuhan wilayah negara. b. Tujuan Bangsa dan Negara. bersatu. C. Citacita dimaksud merupakan arah dan pedoman bagi pelaksanaan pembangunan nasional dalam upaya mewujudkan tujuan nasional sebagaimana tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Sumber : Dwi Winarno.

kondisi geografis. Bagi bangsa Indonesia adalah Pancasila. 2.Cita-cita Agama Sosial (Masyarakat) Politik Ekonomi Seni Budaya Pertahanan Keamanan Iptek Ideologi b. a.Kekuatan/Kekuasaan Manusia . serta pendekatan yang diyakini kebenarannya. Hubungan-hubungan ini dikenal sebagai berikut : Manusia . pertumbuhan. ideologi. akal budi. Falsafah. Untuk itu manusia selalu mengadakan hubungan-hubungan dan hidup berkelompok. dan berbagai keterampilan. dan keadilan sosial. Wawasan nasional : Konsepsi pandangan hidup yang tersusun berdasarkan hubungan dinamis antara cita-cita. ideologi. aspek sosial budaya. Manusia budaya : Manusia memiliki naluri. wawasan nasional.Manusia Manusia . dan pandangan hidup bangsa : Merupakan pedoman bagi tata kehidupan masyarakat yang terbentuk dari perjalanan sejarah bangsanya. Pokok-pokok Pikiran : Pokok-pokok pikiran yang melandasi Tannas dikembangkan dari analisis mengenai manusia budaya.Tuhan Manusia . kemampuan berpikir. bahkan bernegara. c. . perdamaian abadi. Ketertiban dunia : Pemerintah negara RI harus ikutserta dalam upaya melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. bermasyarakat. Manusia selalu berjuang mempertahankan eksistensi.Rasa Keindahan Manusia .Rasa Aman Manusia . dan kelangsungan hidupnya.Pemenuhan Kebutuhan Manusia . maupun faktor kesejarahannya. falsafah. ideologi. dan pandangan hidup bangsa.Penguasaan/Pemanfaatan Alam Manusia .c.

bertujuan menumbuhkan hakikat. 3. Keduanya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. serta merupakan nilai-nilai intrinsik yang mendasari pencapaian kondisi Tannas. yang meliputi : a. sifat. Asas Kesejahteraan dan Keamanan : Kesejahteraan dan keamanan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. . dan derajat bangsa agar memiliki kemampuan mengembangkan kehidupan nasionalnya. dan kondisi kehidupan nasional berdasarkan nilai-nilai kemandirian yang proporsional untuk meningkatkan kualitas. berbangsa. dan bernegara berdasarakan matriks astagatra. d. Landasan Operasional : Dokumen Rencana Pembangunan (RPJMN/RPJMD). serasi. Asas Komprehensif Integral (menyeluruh terpadu) : Dalam bentuk perwujudan kesatuan dan perpaduan yang seimbang. b. Landasan Visional : Wawasan Nusantara. 3. Landasan Ideal : Pancasila. dan selaras dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat. Landasan Konstitusional : UUD 1945.d. Landasan Konsepsional : Ketahanan Nasional. harkat. baik sebagai individu maupun anggota masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Asas Mawas ke Dalam dan Mawas ke Luar : (1) Ke dalam. martabat. Pendekatan kesejahteraan dan keamanan : Merupakan kebutuhan mendasar dan esensial. ibarat dua sisi dari satu mata uang. c. c. Asas-asas Ketahanan Nasional : Yang dimaksud asas-asas Tannas adalah tata laku yang relatif telah tersusun dan yang dilandasi nilai-nilai budaya bangsa yang merupakan pedoman bagi pengembangan Tannas Indonesia. b. e. Landasan Ketahanan Nasional : a.

Di dunia tidak ada kepastian. Berwibawa : Dengan kewibawaan akan mewujudkan suatu daya tangkal yang efektif. dan tidak mengandalkan kekuasaan atau kekuatan fisik semata. Mandiri : Berdasarakan kepercayaan akan kemampuan dan kekuatan sendiri yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah. elemen. Dinamis : Dapat meningkat atau menurun bergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan negara serta kondisi lingkungan strategis. tenggang rasa. c. d. ulet dan tangguh. kebersamaan.(2) Ke dalam. mampu menentukan sasaran serta kebijakan dan strategi pencapaiannya. dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. Ciri Ketahanan Nasional : a. dan ber-negara. memiliki daya saing tinggi. diperlukan untuk mengantisipasi. terutama terhadap kenyataan adanya saling interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional. berlandaskan integritas dan kepribadian bangsa. tetapi lebih pada konsultasi dan kerjasama serta saling menghargai. dengan mengandalkan pada kemampuan yang didasarkan pada kekuatan moral dan kepribadian bangsa. UNSUR-UNSUR KETAHANAN NASIONAL Unsur. d. gotong-royong. atau faktor yang mempengaruhi kekuatan/ketahanan nasional sua- . berbangsa. menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan strategis. D. Mengutamakan konsultasi dan kerjasama : Tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonistis. b. 5. Asas Kekeluargaan : Mengandung nilai kearifan. yang pasti adalah adanya perubahan.

budaya dan moral nasional. yaitu : a. 4. unsur kekuatan nasional negara terbagi atas dua faktor. Alamiah : Geografi. dan sifat pemerintahan. strategi nasional. militer. Para ahli mengemukakan pendapatnya mengenai unsur-unsur dimaksud. militer. Faktor tetap (stable factors) : Geografi dan sumber daya alam. Mahan. c. Intangible factors : Karakter/moral nasional. Morgenthou. Tangible factors : Penduduk. Menurut Alfred T. unsur kekuatan nasional terdiri atas senergi antara potensi demografi dengan geografi. Faktor berubah (dynamic factors) : Industri. Menurut Hans J. militer. kemampuan industri. jumlah penduduk. 6. 2. teknologi. unsur kekuatan nasional negara terdiri atas tanah. Menurut James Lee Ray. unsur kekuatan nasional negara terdiri atas tiga. demografi. unsur kekuatan nasional terdiri atas letak geografi. b. Menurut Cline. dsb. yaitu : a.tu negara terdiri dari beberapa aspek. karakter/ moral bangsa. kualitas diplomasi. yaitu : a. perkembangan ekonomi. Lain-lain : Ide. dan kualitas kepemimpinan. kemampuan ekonomi. . 3. sumber daya alam. dan keamanan nasional. sumber daya. diplomasi. penduduk. ideologi. dan penduduk. Sosial : Struktur politik. 5. Menurut Parakhas Chandra. dan kebijakan kepemimpinan. unsur kekuatan nasional negara terbagi atas dua faktor. 1. intelegensi. luas wilayah. wujud bumi. b. dan kepemimpinan. b. dsb. Menurut Palmer & Perkins. moral. watak nasional.

parlementer). dan sebagai sarana pemersatu. serikat). sistem pemerintahan yang dijalankan (presidensial. Aspek kuantitas. Pancagatra : (1) Faktor yang berkaitan dengan ideologi : Sebagai tujuan atau cita-cita bangsa. ekonomi. politik. nabati. persebaran. serta daya dukung wilayah negara (habitable. terdiri dari : Penduduk. serta kontrol atas sumber daya alam. Penjelasan : a. Trigatra : (1) Faktor yang berkaitan dengan penduduk : Aspek kualitas. adalah aspek sosial (intangible). (2) Faktor yang berkaitan dengan politik : Sistem politik yang dipakai (demokrasi. pantai. dan wilayah. dan tambang. kepulauan). non demokrasi). Model Indonesia. unhabitable). perataan. (3) Faktor yang berkaitan dengan wilayah : Bentuk wilayah negara (daratan. mencakup jumlah penduduk. kemampuan mengeksplorasi sumber daya alam. republik). (2) Faktor yang berkaitan dengan sumber daya alam : Sumber daya hewani. mencakup tingkat pendidikan.7. Trigatra. dan perimbangan penduduk di tiap wilayah negara. b. etos kerja. Pancagatra. pertumbuhan. yang terdiri dari Trigatra dan Pancagatra. (3) Faktor yang berkaitan dengan ekonomi : Sistem ekonomi liberal atau sosialis. sosial-budaya. adalah aspek alamiah (tangible). dan kepribadian. bentuk pemerintahan yang dipilih (kerajaan. astronomis dan geologis. unsur-unsur kekuatan nasional diistilahkan dengan gatra dalam ketahanan nasional. sumber daya alam. serta susunan negara yang dibentuk (kesatuan. pemanfaatan sumber daya alam dengan memperhitungkan masa depan dan lingkungan hidup. . Pemikiran ini dikembangkan oleh Lemhanas yang dikenal dengan Astagatra. dan pertahanan keamanan. posisi geografis. terdiri dari : Ideologi. luas wilayah negara. a. keterampilan. Untuk Indonesia dipilih sistem ekonomi Pancasila yang bercorak kekeluargaan dan kerakyatan. b.

BAB X . 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Sistem yang dikembangkan adalah sistem pertahanan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata).(4) Faktor yang berkaitan dengan sosial-budaya : Melalui dua strategi. dan rakyat sebagai kekuatan pendukung. (5) Faktor yang berkaitan dengan pertahanan keamanan : TNI dan POLRI sebagai kakuatan utama. Lihat : UU No. yaitu kebijakan asimilasi (assimilation policy). dan kebijakan berbedabeda tetapi tetap satu (bhinneka tunggal ika).

dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang dikehendaki. usaha. jalan. Politik merupakan suatu rangkaian asas. PENGERTIAN 1. arah. serta kebijakan negara tentang pembinaan (perencanaan. pembagian. Karena itulah politik akan membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan negara. dan pengendalian) serta penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. prinsip. . politik menyangkut proses penentuan tujuan negara dan cara melaksanakannya. dan medannya. kekuasaan. Politik (politics) dalam bahasa Indonesia berarti kepentingan umum warga negara suatu bangsa. Kekuasaan dan wewenang ini memainkan peran yang sangat penting dalam pembinaan kerjasama dan penyelesaian konflik yang mungkin timbul dalam proses pencapaian tujuan. pengaturan. jalan. haluan. pengembangan. Penentuan. Pelaksanaan tujuan tersebut memerlukan kebijakan- kebijakan (public policies) yang menyangkut pengaturan (regulation). Politik nasional adalah asas. cara. (distribution) atau alokasi (allocation) sumber-sumber yang ada. keadaan. Politik memberikan cara. Politik : Secara etimologis.” dengan akar kata : Polis Teia : kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri : urusan. dan arah dimaksud sebaik-baiknya.POLITIK STRATEGI NASIONAL A. pengambilan keputusan. dan distribusi atau alokasi sumber daya. jalan. kata “politik” berasal dari bahasa Yunani ”politeia. Secara umum. Sementara policy (kebijakan) memberikan pertimbangan cara pelaksanaan asas. pemeliharaan. maupun alokasi sumber-sumber yang ada dimaksud memerlukan kekuasaan (power) dan wewenang (authority). kebijakan. negara. pembagian.

b. Negara : Organisasi bangsa yang mempunyai kekuasaan tertinggi dan ditaati oleh rakyatnya. Strategi : Strategi berasal dari bahasa Yunani ”strategia” yang berarti ”the art of the general. dan harus dibagi secara adil. d. Yang dimaksud paling baik adalah yang banyak untungnya dan sedikit resiko ruginya. 2. . Karl von Clausewitz (1780-1841) berpendapat bahwa strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan perang.Berikut penjelasannya : a. Kekuasaan : Kemampuan seseorang atau sekelompok orang untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok orang lain sesuai dengan keinginannya.S. sehingga karenanya perlu ada rencana/perencanaan yang mengikat yang dirumuskan dalam kebijakankebijakan oleh pihak yang berwenang.T. Politik membicarakan bagaimana pembagian dan pengalokasian nilai-nilai tersebut secara mengikat. c. Distribusi : Pembagian dan pengalokasian nilai-nilai (values) dalam masyarakat. Nilai adalah sesuatu yang diinginkan dan penting. e. Pengambilan keputusan adalah aspek utama politik. Strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. Pengambilan keputusan : Pemilihan satu dari beberapa kemungkinan (alternatif) yang dipandang paling baik. Sementara itu C. Kebijakan umum : Suatu kumpulan keputusan yang diambil oleh seseorang atau kelompok orang dalam memilih tujuan dan cara mencapai tujuan itu.” (seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan). Sedangkan perang itu sendiri adalah kelanjutan dari politik. Yang perlu diperhatikan adalah siapa pengambil keputusan dan untuk siapa dibuat. Keputusan yang diambil adalah menyangkut sektor publik suatu negara. Dasar pemikirannya adalah bahwa setiap warga masyarakat memiliki beberapa tujuan bersama yang ingin dicapai.

c. dll. yaitu organisasi politik (orpol) dalam bentuk partai politik (parpol). Lembaga-lembaga negara/pemerintah termasuk aparatnya (birokrasi) disebut ”supra struktur politik” sedangkan lembaga-lembaga yang ada dalam masyarakat yang mencakup pranata politik. d. media . 2. keyakinann atas kemampuan sendiri. serta kesanggupan untuk menolong bangsa-bangsa yang masih terjajah. Hankam : Kekuatan-kekuatan bersenjata yang lahir dari kandungan rakyat (TNI-POLRI). dan tenaga kerja yang terdapat di Indonesia merupakan potensi ekonomi yang besar sekali. Sosial-budaya : Bangsa Indonesia terdiri dari banyak suku. agama. kekayaan alam. b. DASAR PEMIKIRAN POLITIK STRATEGI NASIONAL 1. b. Ekonomi : Kesuburan. tetapi ada kekuatan ”bhinneka tunggal ika” dan ”Pancasila” sebagai pemersatu. bahasa. dan rakyat sendiri sebagai kekuatan pendukungnya. adatistiadat. Wawasan Nusantara. organisasi kemasyarakatan (ormas). Ketahanan Nasional. C.Kansil mendefinisikan strategi nasional sebagai ”seni dan ilmu mengembangkan/menggunakan kekuatan nasional (ipoleksosbudhankam) baik dalam masa damai maupun masa perang untuk mendukung pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Dasar : a.” B. c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Politik Strategi Nasional : Faktor-faktor yang mempengaruhi politik strategi nasional (poltranas) adalah : a. mempersulit persatuan dan kesatuan. Ideologi dan Politik : Persatuan dan kesatuan nasional yang menggambarkan kepribadian bangsa. IMPLEMENTASI POLITIK STRATEGI NASIONAL Penyusunan politik strategi nasional (poltranas) didasarkan pada sistem kenegaraan berdasarkan UUD 1945. Geopolitik Indonesia yang dijiwai Pancasila dan UUD 1945.

setelah UUD 1945 mengalami empat kali perubahan (amandemen). Bagan Struktur Ketatanegaraan RI Sebelum Perubahan UUD 1945 UUD 1945 MPR BPK DPR PRESIDEN DPA MA Bagan Struktur Ketatanegaraan RI Sesudah Perubahan UUD 1945 UUD 1945 MPR BPK DPR DPD PRESIDEN WAPRES K. sekarang ini. Karena itu pada hakikatnya politik dan strategi nasional adalah kebijakan dalam rangka pelaksanaan pembangunan nasional untuk mencapai tujuan nasional.massa. kelompok kepentingan (interest group). mekanismenya telah berubah. Berbeda halnya pada masa Orba yang menuangkan kebijakan nasional pembangunan melalui Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang ditetapkan oleh MPR. yaitu lembaga tertinggi negara sebagai penjelmaan kedaulatan rakyat yang harus dilaksanakan oleh Presiden Mandataris MPR. dan kelompok penekan (pressure group) disebut ”infra struktur politik. Lihatlah bagan struktur ketatanegaraan RI di bawah ini. KEHAKIMAN MK MA KY .” Supra dan infra struktur politik ini mestinya memiliki kekuataan seimbang dan dapat bekerjasama secara sinergis untuk membangun.

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. 2. dan program-program yang akan dilaksanakan jika terpilih menjadi Presiden/ Wakil Presiden. 20 tahun). MPR sekarang tidak lagi sebagai lembaga tertinggi negara. . DPR. Pasal 4 Ayat (1) UUD 1945. MA. D. Tugas MPR tidak lagi memilih/mengangkat Presiden/Wakil Presiden. Presiden/Wakil Presiden dipilih langsung oleh rakyat melalui Pemilihan Presiden (Pilpres). 3. Renbang dimaksud menghasilkan : a. RPJMN disusun sebagai pelaksanaan janji pada saat pencalonan dan kampanye penyampaian visi. BPK. yaitu APBN). dan menetapkan GBHN. Jadi. RUANG LINGKUP PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL Ruang lingkup perencanaan pembangunan nasional (Renbangnas) adalah : 1. Rencana Pembangunan Tahunan/Rencana Kerja Pemerintah (RKP.Lagislatif Eksekutif Yudikatif Dengan demikian. Renbangnas terdiri atas renbang yang disusun secara terpadu oleh kementerian/ lembaga dan renbang yang disusun oleh pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. Adapun yang menjadi rujukan RPJMN adalah : 1. MK. Renbangnas mencakup penyelenggaraan perencanaan makro semua fungi pemerintahan yang meliputi semua bidang kehidupan secara terpadu dalam wilayah NKRI. misi. b. Rencana Pembangunan Jangka Menegah Nasional (RPJMN. UU No. Presiden bukan lagi Mandataris MPR. 2. DPD. 3. c. Sementara itu itu program-program pembangunan tidak lagi ditetapkan dalam GBHN tetapi oleh Presiden dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). 1 tahun. dan KY. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. UU No. 5 tahun). tetapi lembaga negara sama halnya dengan Presiden.

serta kerangka ekonomi makro yang mencakup gambaran perekonomian secara menyeluruh termasuk arah kebijakan fiskal dalam rencana kerja yang berupa kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif. kewilayahan dalam bentuk kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif. 6. maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. kebijakan. Undang-Undang Dasar 1945. 7. maka dasar pelaksanaan pembangunan dalam rangka mewujudkan tujuan nasional sekarang adalah : 1. serta program kementerian/ lembaga. serta memuat kebijakan. Renstra KL (Rencana Strategis Kementerian/Lembaga) memuat visi. baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah dan pemerintah daerah. Undang-Undang No. RPJMN merupakan penjabaran dari visi. dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsi kementerian/lembaga yang disusun dengan berpedoman pada RPJMN dan bersifat indikatif. memuat prioritas pembangunan. Jadi. Renja KL (Rencana Kerja Kementerian/Lembaga) disusun dengan berpedoman pada Renstra KL dan mengacu pada prioritas bangnas dan pagu indeikatif. misi. RPJPN merupakan penjabaran dari tujuan dibentuknya pemerintahan negara RI yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 dalam bentuk visi. program. setelah tidak ada lagi GBHN dan Rencana Pembangunan Lima Tahun (REPELITA) versi Orde Baru. kebijakan umum. 2. program. RKP merupakan penjabaran dari RPJMN. strategi. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Renbangnas). dan program Presiden yang penyusunannya berpedoman pada RPJPN. . kewilayahan dan lintas kewilayahan. misi. 8. dan kegiatan pembangunan. 3. 5. Undang-Undang No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. misi. tujuan. dan arah bangnas. program kementerian/lembaga dan lintas kementerian/lembaga.4. yang memuat strategi bangnas. lintas kementerian/lembaga. rancangan/kerangka ekonomi makro yang mencakup gambaran perekonomian secara menyeluruh termasuk arah kebijakan fiskal.

Mewujudkan daya saing bangsa. mendapatkan pelayanan sosial. dan adil” yaitu : Maju : Secara ekonomi-sosial. 2. Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 7 Tahun 2005. Mandiri : Kemandirian adalah hakekat dari kemerdekaan. G. Mewujudkan Indonesia aman. 2. mandiri. Penetapan Rencana. kualitas pelayanan sosial. F. 5. Adil : Semua rakyat mempunyai kesempatanyang sama dalam meningkatkan taraf hidupnya dan memperoleh lapangan pekerjaan. dan bersatu. 4. Penyusunan Rencana. damai. VISI INDONESIA 2025 ”Indonesia yang maju. 3. Mewujudkan Indonesia asri dan lestari. pendidikan dan kesehatan. serta perlindungan dan kesamaan di depan hukum. TAHAPAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL Tahapan Renbangnas meliputi : 1. produktivitas yang lebih baik. yaitu hak setiap bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri dan menentukan apa yang terbaik bagi dirinya. E. mengemukakan pendapat dan melaksanakan hak politiknya. Peraturan Presiden tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengan Nasional (Untuk 2004-2009 dengan Perpres No. 3. angka harapan hidup. tingkat pendidikan. . pertumbuhan penduduk.4. dan 2009-2004 dengan Perpres No. Pengendalian Pelaksanaan Rencana. Mewujudkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan. MISI INDONEIA 2025 1. Mewujudkan masyarakat demokratis berlandaskan hukum. 5 Tahun 2010). mengamankan dan mempertahankan negara. termasuk hukum yang mantap. derajat kesehatan. serta memiliki sistem dan kelembagaan politik. 4. 5. Evaluasi Pelaksanaan Rencana.

beretika.6. dan berbudaya. Mewujudkan masyarakat bermoral. Mewujudkan Indonesia berperan penting dalam pergaulan dunia internasional. . 7.

terutama dalam menghadapi tantangan .BAB XI OTONOMI DAERAH DALAM KERANGKA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA A. 2010:138). secara sempit diartikan sebagai “mandiri” sedangkan dalam arti luas “berdaya. Turner dan D. sehingga dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemajuan masyarakat di daerah. Hulme (dalam Srijanti.” Jadi. otda dapat diartikan pelimpahan kewenangan dan tanggung jawab dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. tetapi belum menjelaskan isi dan keluasan kewenangan serta konsekuensi penyerahan kewenangan itu bagi badan-badan otonomi daerah. PENGERTIAN Istilah otonomi daerah atau desentralisasi pada hakikatnya adalah pembagian kewenangan kepada organ-organ penyelenggara negara. 2009:177). Batasan menurut PBB tersebut di atas hanya menjelaskan proses kewenangan yang diserahkan pusat kepada daerah. instrumen politik dan Dalam hal ini otda adalah suatu yang digunakan untuk administrasi/manajemen mengoptimalkan sumber daya lokal. misalnya pen-delegasian kepada pejabat di bawahnya. Sementara itu menurut M. desentralisasi terkait dengan masalah pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat yang berada di ibukota negara baik melalui cara dekonsentrasi. desen-tralisasi adalah transfer/pemindahan kewenangan untuk menyelenggarakan beberapa pelayanan kepada masyarakat dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk secara mandiri atau berdaya membuat keputusan mengenai kepentingan daerahnya sendiri. (A. Menurut Perserikatan Bangsa-Bang-sa (PBB). sedangkan otonomi menyangkut hak yang mengikuti pembagian kewenangan tersebut. Dengan demikian desentralisasi atau otonomi daerah. Ubaedillah. maupun melalui pendelegasian kepada peme-rintah atau perwakilan di daerah.

Riau. LATAR BELAKANG OTONOMI DAERAH 1. wewenang. Kalimantan. Dalam hal ini pemerintah pusat berfungsi : . Adapun desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada daerah otonomi untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2. serta mengembangkan demokrasi. Argumentasi yang Kuat Secara Teoritis dan Empiris : a.) tidak menerima perolehan dana yang patut dari pemerintah pusat. sementara itu pembangunan di beberapa daerah cenderung dijadi-kan obyek “perahan” pemerintah pusat. dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyara-kat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. adalah hak. kare-na dengan banyaknya urusan tidak mungkin seluruhnya dilaksanakan oleh pusat. Kesenjangan sosial antara satu daerah dengan daerah lainnya yang sangat men-colok. Sulawesi. Untuk terciptanya efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan. B. Kehidupan berbangsa dan bernegara selama ini sangat terpusat di Jakarta (Jakar-ta sentris) karena 60% perputaran uang berada di Jakarta dan hanya 40% saja di luar Jakarta. Daerah-daerah yang memiliki sumber-sumber kekayaan alam yang melimpah (seperti Aceh. b. meningkatkan peranserta masyarakat. Pembagian kekayaan tidak merata dan tidak adil. Alasan : a.global. Papua. mendorong pemberdayaan masyarakat. menumbuhkan kreativitas. c. dll. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Sementara itu pengertian otonomi daerah menurut Undang-Undang No.

pernah terjadi pergolakan daerah seperti PRRI dan PERMESTA tahun 1957-1958 karena daerah melihat kekuasaan Jakarta sangat dominan. Kemungkinan mereka pun akan berkiprah di tingkat nasional. ekonomi. Di daerahlah tempat kebebas-an dan tempat orang diajari bagaimana kebebasan digunakan dan bagaimana menik-mati kebebasan itu. . Dalam hal ini stabilitas politik nasional berawal dari stabilitas politik pada tingkat lokal. Pemerintah daerah merupakan kancah pelatihan dan pengembangan demokrasi dalam sebuah negara. Pemerintah daerah akan menyediakan kesempatan bagi warga masyarakat untuk berpartisipasi dalam politik. . d. kesejahtteraan masyarakat.. Sementara di negara-negara ASEAN pun terja-di pula di Filipina dan Thailand di mana minoritas muslin (Mindanao dan Pattani) berjuang untuk melepaskan diri dari ketidakadilan ekonomi yang dilakukan peme-rintahan pusat di Manila atau Bangkok. dll. keamanan dalam negeri. b. Dalam konteks Indonesia. Keberadaan institusi lokal (eksekutuf dan legislatif lokal) merupakan wahana yang tepat bagi penggodokan calon-calon pemimpin nasional. setelah melalui karier politik mereka di daerah. Sebagai sarana pendidikan politik. c. Stabilitas politik. politik. integrasi sosial. Pemerintahan daerah sebagai persiapan untuk karier politik lanjutan. pertahanan. mempertahankan kedaulatan. baik dalam rangka memilih atau kemungkinan untuk dipilih dalam suatu jabatan politik. serta mempertahankan kemungkinan serangan dari negara lain. keuangan.Regulatif : Menyangkut penyediaan barang dan jasa ataupun yang berhubungan dengan kompetensi dalam rangka penyediaan tersebut. menjaga keutuhan negara dan bangsa.Distributif : Mengelola berbagai dimensi kehidupan seperti bidang sosial. . Ekstraktif : Memobilisasi sumber daya keuangan dalam rangka membiayai aktivitas penyelenggaraan negara.Universal : Memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.

Otonomi daerah pada dasarnya adalah transfer prinsipprinsi demokrasi dalam pengelolaan pemerintahan maupun budaya politik. Melalui desentralisasi pemerintahan akan tercipta kesetaraan politik antara pusat dan daerah. TUJUAN OTONOMI DAERAH Tujuan otonomi daerah dapat dilihat dari beberapa segi : 1. pemerrataan. Dari segi pemerintahan : Untuk mencapai pemerintahan yang efisien. PRINSIP-PRINSIP PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH Menurut A. Ubaedillah (2010:143). D. prinsip-prinsip pemberian otda yang dijadikan pe-doman dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah adalah : 1. keadilan. untuk mem-bangun masyarakat yang demokratis. baik dalam penentuan pimpinan daerah (Pemilukada) maupun pelaksanaan program di daerah. Melalui prinsip demokrasi penyelenggaraan pemerintahan di dearh akan lebih akuntabel dan profesional karena dapat melibatkan peranserta masyarakat luas. Dari segi politik : Untuk mencegah penumpukan kekuasaan di pusat. . serta potensi dan keanekaragaman daerah. 4. Penyelenggaraan otda dilaksanakan dengan memperhatikan aspek demokrasi. Dari segi sosial-budaya : Agar perhatian lebih fokus kepada daerah. f. Kesetaraan politik. serta melatih diri dalam menggunakan hak-hak demokrasi.e. C. 2. Dari segi ekonomi : Agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi di daerah masing-masing. 3. Akuntabilitas publik. untuk menarik rakyat ikutserta dalam peme-rintahan.

8. Pelaksanaan asas tugas pembantuan dimungkinkan. maupun fungsi anggaran atas penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pelaksanaan otda harus lebih meningkatkan peranan dan fungsi badan legislatif daerah. kawasan in-dustri. kawasan perkotaan baru. Pelaksanaan otda harus sesuai dengan konstitusi negara sehingga tetap terjamin hubungan yang serasi antara pusat dan daereah serta antar daerah. dan semacamnya berlaku ketentuan peraturan daerah otonom. kawasan pariwisata. Demikian pula di kawasan-kawasan khusus yang dibina oleh pemerintah atau pihak lain seperti badan otorita.2. sarana dan prasarana. 5. yaitu : . kawasan pertambangan. baik fungsi legislasi. 4. kawasan kehutanan. tidak hanya dari pemerintah kepada daerah. Pelaksanaan otda uang luas dan utuh diletakkan pada daerah kabupaten dan kota. nyata. kawasan pelabuhan. dan karenanya dalam daerah kabupaten dan koyta tidak ada lagi wilayah administratif. tetapi juga dari pemerintah dan daerah kepada desa yang disertai dengan pembiayaan. Pelaksanaan otda didasarkan pada otonomi luas. PERKEMBANGAN UNDANG-UNDANG OTONOMI DAERAH Pengaturan pelaksanaan otda di Indonesia telah mengalami beberapa kali UndangUndang Otda/Desentralisasi. sedangka pada daerah provinsi merupakan otonomi yang terbatas. 7. Pelaksanaan otda harus lebih meningkatkan kemandirian daerah otonom. 6. serta sumber daya manusia dengan kewajiban melaporkan pelaksanaan dan pertanggungjawabannya kepada yang menugaskan. Pelaksanaan asas dekonsentrasi diletakkan pada daerah provinsi dalam kedudukan-nya sebagai wilayah administratif untuk melaksanakan kewenangan pemerintahan tertentu yang dilimpahkan kepada Gubernur sebagai wakil pemerintah. fungsi pengawasan. kawasan perkebunan. E. 3. kawasan perumahan. dan bertanggung jawab.

6. Dalam UU ini ditetapkan daerah otonom meliputi Keresidenan. 4. Dalam UU ini ada dua jenis daerah otonom. Bali. Minangkabau. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1948 tentang Susunan Pemerintah Daerah yang Demokratis. keamanan. Pemerintah pusat memberikan hak istimewa kepada beberapa daerah di Jawa. Urusan Pusat : Keuangan (moneter dan fiskal). luar negeri. kabupaten/kota besar. Daerah : Urusan selain tersebut di atas. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di Dae-rah. yaitu daerah otonom biasa dan daerah otonom istimewa. peradil-an (yustisi). dan desa/kota kecil. dan Palembang untuk menghormati daerah tersebut guna melakukan pengaturan sendiri daerahnya mengenai hak dan asal-usul daerah. . Dalam UU ini jelas diatur tentang pembagian urusan pemerintahan. Juga ditetapkan tingkatan daerah otonom. yaitu provinsi. 2. Akan tetapi PP pelaksanaannya tidak ada sehingga tidak dilaksanakan dan usianya hanya tiga tahun. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Kabupaten. b. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1965 tentang Pemerintah Daerah yang menganut otonomi yang seluas-luasnya. yaitu : a. 5. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1945 tentang Pemerintahan Daerah. disertai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. pertahanan. dan Kota.1. dan agama. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1957 tentang Pemerintahan Daerah yang berlaku menyeluruh dan bersifat seragam. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah. 7. Dalam UU ini disebutkan ada daerah tingkat I Proivinsi dan daerah tingkat II Kabupaten/Kotamadya. 3.

dan atau kepada instansi vertikal di wilayah tertentu. Delegasi. dan tugas pembantuan berdasarkan Undang-Undang No. 2010:182). Kemudian untuk me-nyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berkembang. Dekonsentralisasi. swasta. maka Pemerintah mener-bitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerin-tahan Daerah. dan manajemen kepada unit otonomi pemerintah daerah. yang kemudian dikukuhkan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah Menjadi Undang-Undang.Diterbitkan juga Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. yaitu transfer kewenangan untuk pengambilan keputusan. yaitu : 1. Privatisasi. 2. yang secara tidak langsung berada di bawah pengawasan pemerintah pusat. keuangan. dan swadaya masyarakat. Kiranya perlu pula dijelaskan pengertian tentang desentralisasi. E. yaitu pelimpahan pengambilan keputusan dan kewenangan manajerial untuk melakukan tugas-tugas khusus kepada suatu organisasi. yaitu : . Devolusi. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. yaitu pelimpahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada Gubernur sebagai wakil pemerintah. MODEL DESENTRALISASI Menurut Rondinelli (dalam Srijanti. terdapat empat model desentralisasi. 3. yaitu tindakan pemberian kewenangan dari pemerintah kepada badan-badan sukarela. 4. dekonsentrasi.

Peradilan (Yustisi).1. Yang pertama berdasarkan asas desentralisasi. terdapat pembagian urusan pemerintahan sebagai berikut. G. dan sebagai wakil pemerintah di daerah. serta dari pemerin-tah kabupaten/kota kepada desa. e. 2. yaitu sebagai kepada daerah provinsi. Desentralisasi. dan yang kedua berdasarkan asas dekonsentrasi. Urusan Pemerintah Provinsi : . adalah penugasan dari pemerintah kepada daerah dan/atau desa. 32 Tahun 2004. Politik Luar Negeri. untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu. Dekonsentrasi. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN Berdasarkan UU No. Dengan demikian Gubernur mempunyai dua kedudukan. 2. adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada daerah untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keuangan (moneter dan fiskal nasional). c. adalah pelimpahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepa-da Gubernur sebagai wakil pemerintah dan/atau kepada instansi vertikal di wilayah tertentu. Pertahanan. Tugas pembantuan. 1. f. Keamanan. Urusan Pemerintah Pusat : a. d. b. dari pemerintah provinsi kepada kabupaten/kota dan/atau desa. 3. Agama.

Perencanaan. Urusan Pemerintah Kabupaten/Kota : a. i. c. d. Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. pemanfaatan. n.a. . Pengendalian lingkungan hidup. g. f. Penyediaan sarana dan prasarana umum. Penanganan bidang kesehatan. usaha kecil dan menengah. Penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya yang belum dapat dilaksanakan oleh p. Penanggulangan masalah sosial lintas kabupaten/kota. Pelayanan pertahanan termasuk lintas kabupaten/kota. Urusan w:ajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundangundangan. d. c. o. m. Fasilitas pengembangan koperasi. kabupaten/kota. Perencanaan dan pengendalian pembangunan. Perencanaan dan pengendalian pembangunan. Pelayanan administrasi umum pemerintahan. dan pengawasan tata ruang. h. Pelayanan bidang ketenagakerjaan lintas kabupaten/kota. e. Penyelenggaraan pendidikan dan alokasi sumber daya manusia potensial. termasuk lintas kabupaten/kota. b. dan pengawasan tata ruang. 2. q. Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. b. k. Penyediaan sarana dan prasarana umum. j. l. Perencanaan. Pelayanan kependudukan dan catatan sipil. Pelayanan administrasi penanaman modal termasuk lintas kabupaten/kota. pemanfaatan.

KESALAHPAHAMAN TERHADAP OTONOMI DAERAH Otda diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan kebijakan nasional yang dapat mencegah disintegrasi bangsa. Hal ini muncul karena ada ungkapan bahwa otonomi identik dengan automoney. l. Pelayanan administrasi penanaman modal.” Dengan kewenangan . Otonomi dikaitkan semata-mata dengan uang. i. Pengendalian lingkungan hidup. Pelayanan pertahanan. undangan. f. Penanggulangan masalah sosial. Penanganan bidang pendidikan. Urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang- H. h. g. artinya. Penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya. Otda merupakan sarana yang secara politis ditempuh dalam rangka memelihara keutuhan negara bangsa. walaupun diakui bahwa uang memang sesuatu yang sangat penting bahkan mutlak. Pelayanan kependudukan dan catatan sipil. Akan tetapi uang bukan satu-satunya alat dalam menggerakkan roda pemerintahan. usaha kecil dan menengah. di antaranya sebagai berikut : 1.e. m. untuk berotonomi daerah harus mencukupi sendiri kebutuhannya terutama di bidang keuangan. Otda pun dilakukan dalam rangka memperkuat semangat kebangsaan serta persatuan dan kesatuan di antara segenap warga bangsa Indonesia. j. yang sangat penting atau kata kuncinya adalah “kewenangan. Akan tetapi dalam praktek atau implementasinya banyak menimbulkan kesalahpahaman yang muncul dari berbagai kelompok masyarakat. Pelayanan bidang ketenagakerjaan. Tentu saja hal itu keliru dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Pelayanan administrasi umum pemerintahan. Fasilitas pengembangan koperasi. o. n. k.

. Dengan demikian sebenarnya tidak ada alasan belum siap dan belum mampu. dan pemerintah daerah harus mampu menggunakannya dengan bijaksana. dan yang utama serta sangat penting diperhatikan adalah kepentingan masyarakat. Maksudnya. karena dalam kenyataan sudah lama terlibat dalam penyelenggaraan administrasi pemerintahan. Hal ini keliru sebab hakikat otda adalah pemberian kewenangan kepada daerah sehingga daerah kreatif dan inovatif dalam rangka memperkuat NKRI yang berlandaskan norma kepatutan dan kewajaran dalam sebuah tata kehidupan bernegara. ternyata pemberian tugas kepada pemerintah daerah belum diikuti dengan pelimpahan kewenangan dalam mencari uang dan subsidi dari pusat. dan hal ini tidak mengurangi makna otda dalam kerangka NKRI. 2. yaitu “tak ada mandat tanpa dukungan dana” (no mandate without funding). misalnya tatkala terjadi bencana alam yang sangat menggang-gu roda perekonomian daerah. tepat guna dan berorientasi kapa kepentingan rakyat. 32/2004 diterapkan. baik dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun Dana Alokasi Umum (DAU) serta bantuan dana lainnya. Hal ini sesuai dengan falsafah yang umum dikenal di berbagai negara. artinya bebas. 22/1999 dan UU No. Hal ini keliru sebab bersamaan dengan kebijakan otda pusat tetap harus memberi dukungan dan bantuan kepada daerah. Daerah belum siap dan belum mampu. 4. baik berupa bimbingan teknis penyelenggaraan pemerintahan maupun keuangannya.uang akan dapat dicari. Dengan otda pemerintah pusat akan melepaskan tanggung jawab untuk membantu dan membina daerah. Hal ini tidak tidaklah tepat sebab sebelum UU No. 3. Dengan otda maka daerah dapat melakukan apa saja. setiap pemberian kewenangan dari pemerintah pusat kepada daerah harus disertai dana yang cukup. Dalam hal ini daerah dapat menempuh kebijakan dalam segala hal sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku di NKRI.

DPR. dll. serta lembaga-lembada ekstra struktural seperti Komisi Ombudsman. . yaitu Orde Baru yang sarat KKN dan segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan lainnya. Presiden.5. BPK. KPK. dan masyarakat menampatkan diri dalam kerangka politik masa lalu. dunia usaha. KY. Akan tetapi untuk menghindari praktek negatif tersebut di atas. Pendapat ini memang ada benarnya jika para penyelenggara pemerintahan dae-rah. serta lembaga-lembaga negara seperti MPR. MA. pilar-pilar penegakan demokrasi dan masyarakat madani (civil society) seperti partai politik. media massa. Otda akan menciptakan raja-raja kecil di daerah dan memindahkan korupsi ke dae-rah. DPD. lembaga-lembaga pemerintahan (yang berada di bawah Pre-siden) termasuk aparat penegak hukum seperti Kepolisian dan Kejaksaan. termasuk juga LSM dan masyarakat dapat memainkan perannya dalam “mengawasi” jalannya pemerintah daerah secara optimal. MK.

mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia. dan solidaritas kemanusiaan yang bersifat nonnegara. Dengan demikian ma-syarakat madani merupakan “guiding idea” dalam melaksanakan ide-ide yang men-dasari kehidupan masyarakat. Menurut beliau masyarakat madani merupa-kan sistem sosial yang subur berdasarkan prinsip moral yang menjamin keseimbangan antara kebebasan individu dengan kestabilan masyarakat. karena ia juga mengacu pada pembentukan masyarakat berkualitas dan ber-tamaddun (civility). kesamaan. serta secara politik. budaya bersifat mandiri. kesediaan pribadi-pribadi untuk menerima pelbagai macam pandangan politik dan tingkah laku sosial. berakhlak mulia. hubungan timbal balik (reprocity). yaitu prinsip moral. serta sikap saling memahami dan menghargai. keadilan. yang mengandung makna toleransi. makna masyarakat madani berasal dari kata civility. . Sementara menurut Hidayat Nurwahid. menghindarkan diri dari konflik dan permusuhan yang menyebabkan perpecah-an. yaitu kemajemukan budaya (multicultural). ekonomi. dan demokrasi. Ubaedillah. ciri masyarakat madani adalah masyarakat yang meme-gang teguh ideologi yang benar. Dasar utamanya adalah persatuan dan integrasi sosial yang didasarkan pada suatu pedoman hidup.BAB XII MASYARAKAT MADANI A. Masyarakat madani mem-punyai ciri-ciri yang khas. dan hidup dalam suatu persaudaraan. masyarakat madani lebih dari sekedar gerakan pro-demokrasi. Dalam masyarakat madani warga negara bekerjasama membangun ikatan sosial. musyawarah. dan memiliki pemerintahan sipil. Menurut Azyumardi Azra (ibid). PENGERTIAN Istilah masyarakat madani (civil society) awalnya dimunculkan oleh Anwar Ibrahim. jaringan produktif. Dawam Rahardjo (dalam A. 2010:177) mendefisikan masyarakat madani sebagai proses penciptaan peradaban yang mengacu kepada nilai-nilai kebijakan bersama. Adapun menurut Nurcholish Madjid.

d. Masyarakat Madani (Anwar Ibrahim.Selain istilah masyarakat madani. Ryaas Rasyid). Comonitas Politica. b.S. e. B. 3. Dalam hal ini warga negara tidak memiliki kebebasan untuk menjalankan aktivitas kesehariannya. Adanya penguasa politik yang cenderung mendominasi (menguasai) masyarakat dalam segala bidang sehingga masyarakat harus patuh dan taat kepada penguasa. Dalam hal ini tidak ada keseimbangan pembagian yang proporsional terhadap hak dan kewajiban setiap warga negara dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Indonesia : a. Masyarakat Kewargaan (Frans Magnis Suseno dan M. Nurcholish Madjid. Burgerlishe Gesellschaft (F. Adanya usaha membatasi ruang gerak masyarakat dalam kehidupan politik. Hikam). Civil Society. Azyumardi Azra). Koinonia Politike (Aristoteles). Comonitas Civilis. Asing : a. c. Societe Civile (Tocquiville). 2. Dawam Rahardjo. Keada-an ini menyulitkan masyarakat dalam mengemukakan pendapat. b. f. saran. Masyarakat Warga (Soetandyo Wignjosubroto). 2. c. . Civitas Etat. Civil Society (Adam Ferguson). LATAR BELAKANG Masyarakat madani timbul karena faktor-faktor : 1. tidak diterjemahkan (A. maupun kritik kepada penguasa. untuk maksud yang sama dikenal pula dengan istilah-istilah lain yang oleh Dawam Rahardjo dirumuskan beberapa macam : 1. Hegerl). d. e. Masyarakat Sipil (Mansour Fakih). Masyarakat diasumsikan sebagai orang yang tidak memiliki kemampuan yang baik (=bodoh) dibandingkan dengan penguasa/pemerintah. Societas Civilis (Cicero).

2. pluralitas (kemajemukan) telah menjadi suatu keniscayaan yang tidak dapat dielakkan. KELEMBAGAAN PENEGAK MASYARAKAT MADANI . D. dan kesempatan. tetapi adalah juga suatu pilihan untuk bersama-sama membangun dan memper-juangkan perikehidupan warga masyarakat yang sejahtera. yaitu sikap saling menghargai atas perbedaan pendapat dan pendirian orang lain.C. 5. Pluralisme merupakan prasyarat masyarakat madani. artinya. sehingga mau tidak mau telah menjadi kaidah yang abadi. Tingginya sikap toleransi. yaitu adanya keseimbangan dan pembagian yang proporsional atas hak dan kewajiban setiap warga negara dalam segala aspek kehidupan : ekonomi. yaitu ruang publik yang bebas sebagai sarana untuk mengemukakan pendapat warga masyarakat. KARAKTERISTIK MASYARAKAT MADANI 1. politik. sehingga harus dipahami tidak hanya sebatas mengakui dan menerima kenyataan sosial yang beragam. 3. Di wilayah ini semua warga negara memiliki posisi dan hak serta kewajiban yang sama untuk melakukan transaksi sosial politik tanpa rasa takut dan terancam oleh kekuatan-kekuatan di luar civil society. sosial-budaya. Toleransi bukan sekedar tuntutan sosial masyarakat majemuk belaka. Wilayah publik yang bebas (free public sphere). toleransi menyangkut persoalan ajaran dan kewajiban melaksanakan ajaran itu. Keadilan sosial adalah hi-langnya monopoli dan pemusatan salah satu aspek kehidupan yang dilakukan oleh kelompok atau golongan tertentu. Diakui adanya pluralisme. Demokrasi bukan sekedar kebebasan dan persaingan. tetapi sudah harus menjadi bagian penting dari pelaksanaan ajaran moral agama. tetapi juga harus disertai sikap yang tulus menerima perbedaan sebagai suatu yang alamiah dan rahmat Tuhan yang bermnilai positif bagi kehidupan masyarakat. Menurut Nurcholis Madjid. Tegaknya prinsip demokrasi. Keadilan sosial. pengetahuan. 4.

oleh. Swaorganisasi. yang bertujuan memberi perlindungan bagi diri. 5. Disiplin. ikhlas. baik yang bersifat resmi dari pemerintah maupun dari individu. Lembaga Sosial. masyarakat. yaitu bahwa lembaga yang dibentuk. dan kedewasaan berpikir. yaitu bahwa pengelolaan dan pengendalian lembaga dilakukan secara swadaya oleh sumber daya manusia yang ada di lembaga sendiri. yaitu bahwa pengelolaan dan pengendalian serta pelaksanaan lembaga dise-lenggarakan dengan kejujuran. dan masyarakat tanpa ada instruksi. yaitu memiliki kekuatan dan kemampuan untuk melaksanakan tugas po-kok dan fungsinya tanpa keterlibatan lembaga lain di luar lembaganya. kelompok. dan untuk masyarakat sendiri. kelompok. seperti : a. Demokratis. Karakteristik lembaga masyarakat madani hendaknya : 1. kelompok. kesadaran. yaitu bahwa lembaga dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya taat dan setia terhadap perundang-undangan yang berlaku.Kelembagaan (institusi) masyarakat madani adalah lembaga-lembaga yang dibentuk atas dasar motivasi dan kesadaran penuh dari diri individu. dan masyarakat tertentu. 2. Artinya. 4. 6. baik negara/ pemerintah maupun nonpemerintah. 3. lembaga-lembaga dimaksud merupakan manifestasi dari permberdayaan masyarakat yang memiliki pengetahuan. dan bangsa yang tidak berdaya dari penguasaan negara/pemerintah. yaitu bebas dari pengaruh dan intervensi lembaga lain. dan dikendalikan dari. Bentuk kelembagaan masyarakat madani ini dapat diklasifikasikan dalam tiga macam : 1. . dan ditujukan bagi kesejahteraan masya-rakat. Mandiri. Transparan. disiplin. dikelola. Landasan pembentukan lembaga ini adalah idealisme perubahan (restorasi) ke arah kehidupan yang bebas (independen) dan man-diri. 7. Organisasi Sosial. Idealis. yaitu bahwa pengelolaan dan pengendalian dilakukan secara terbuka. Independen.

Organisasi Kepemudaan. MEMBANGUN MASYARAKAT MADANI INDONESIA Indonesia sebagai masyarakat madani adalah sebuah kenyataan. dll. diwakili oleh beragam kiprah organisasi sosial keagamaan dan pergerakan nasional dalam perjuangan merebut kemerdekaan dari kekuasaan penjajahan. dll. d. ISEI. Organisasi Profesi. Organisasi Pelajar/Kemahasiswaan. Muhammadyah. E. Kelembagaan Katholik. seperti MKGR. d. 2. seperti OSIS. Nahdlatul Ulama (NU). HMI. Muhammadyah. b. Ikatan Keluarga Palembang. seperti NU. HTI. Lembaga Keagamaan. PII.b. IDI. Kelembagaan Budha. Kosgoro. termasuk MUI. PERSADI. Jauh sebelum merdeka dan menjadi sebuah negara. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). dll. Jepang). seperti PGRI. seperti Parisadha Hindu Dharma. Persatuan Islam. demikian juga organisasi-organisasi lainnya seperti Budi Utomo. BEM. dll. seperti KWI. 3. Persis. Perhimpunan Indonesa (di Belanda). Lembaga yang berbentuk Paguyuban : Dibentuk dan dikembangkan oleh masyarakat untuk melakukan pengelolaan dan pe-ngendalian program-program bagi peningkatan kekerabatan/kekeluargaan. Organisasi kemasyarakatan. Keagamaan Kristen. Mereka berjuang menegakkan HAM dan perlawanan terhadap kekuasaan kolonial (Belanda. dll. c. e. Indische Partij. LBH. sebenarnya masyarakat sipil telah ada dan berkembang. g. PMII. seperti Walubi. PWI. Kelembagaan Hindu. Al-Irsyad. Sifat kemandirian dan kesukarelaan para . Rukun Wargi Cikundul. seperti KNPI. dll. Organisasi/Partai politik (Parpol). e. KAMMI. c. seperti : a. Keagamaan Islam. Misalnya Paguyuban Pasundan. Lihat misalnya organisasi keagamaan seperti Syarikat Islam (SI). f. seperti PGI. Ru-kum Wargi Cianjur. biasa-nya berdasarkan kedaerahan atau kesukuan.

5. perasaan senasib dan sepenanggungan. Pada masa reformasi ini. Indonesia membutuhkan tumbuh dan berkembangnya masya-rakat madani. 2.pengurus dan anggotanya merupakan karakter khas dari sejarah masyarakat madani Indonesia. dan dapat mendukung kegiatan pemerintahan dan pembangunan. 3. . Pengembangan masyarakat madani Indonesia tidak dapat dipisahkan dari lingkungan dan pengalaman sejarah bangsa Indonesia seperti tersebut di atas. 4. 6. kesetiakawanan sosial. maka masyarakat madani perlu mendapat perhatian khusus. lebih-lebih dengan kondisi Indonesia yang dilanda euforia demokrasi. toleransi. kebiasaan. Terjadinya pergeseran budaya dari masyarakat yang berbudaya paternalistik ke bu-daya modern dan independen. semangat otonomi daerah. Perlu perbaikan di bidang ekonomi dalam rangka meningkatkan pendapatan masya-rakat. Sekarang ini tatkala hidup di zaman modern di mana interaksi tidak saja berlangsung secara domestik dan regional. dan derasnya arus globalisasi. kesantunan. tetapi juga secara global (era global-isasi). Kebudayaan. pandangan hidup. yaitu : 1. adat-istiadat. menurut Srijanti (2009:207) terdapat enam faktor yang perlu mendapat perhatian. kepedulian. Adanya partisipasi aktif dalam menciptakan tata pamong yang baik. cita-cita dan hasrat bersama sebagai warga bangsa dan negara tidak mungkin lepas dari ling-kungan sejarahnya. Adanya keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME yang melandasi moral kehi-dupan. membutuhkan masyarakat yang mempunyai kemauan dan kemampuan hidup bersama dalam sikap saling meng-hargai. Tumbuhnya intelektualitas dalam rangka membangun sumber daya manusia yang memiliki komitmen dan independen. Berkembangnya pluralisme dalam kehidupan yang beragam. Untuk membangun masyarakat madani di Indonesia.

Pandangan ini menyatakan bahwa sistem demokrasi tidak mungkin berlangsung dalam kenyataan hidup sehari-hari dalam masyarakat yang belum memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara yang kuat. Integrasi nasional dan politik. terdapat tiga strategi yang ditawar-kan untuk mewujudkan masyarakat madani di Indonesia. Paradigma membangun masyarakat madani dengan menekankan proses pendidikan dan penyadaran politik warga negara. Untuk membangun demokrasi harus lebih diu-tamakan pembangunan lembaga-lembaga politik yang demokratis. 2. Reformasi sistem politik demokrasi.Sementara itu menurut A. 3. yaitu : 1. . Ubaedillah (2010:188). Hal ini mengingat demokrasi membutuhkan topangan kultural selain dukungan struk-tural. khususnya di kalangan kelas menegah.

sedangkan society berperan posi-tif dalam interaksi sosial. kondusif. Economic Governance. . yaitu : 1. dan kualitas hidup. Institusi dari governance meliputi tiga domein. ekonomi. privat sector menciptakan pekerjaan dan pendapatan. NEGARA SWASTA MASYARAKAT Adapun Istilah good and clean governance merupakan wacana yang mengiringi gerak-an reformasi. sosial dan politik. dan society (masyarakat) yang saling berinteraksi. akuntabel. yaitu state (negara atau pemerintah). meliputi proses pembuatan keputusan yang memfasilitasi kegiatan ekonomi di dalam negeri dan transaksi di antara penyelenggara ekonomi. gover-nance (kepemerintahan) mempunyai tiga model. mencakup proses pembuatan keputusan untuk perumusan kebijakan politik negara. kolusi. PENGERTIAN Menurut United Nations Development Program (UNDP) salah satu badan PBB. serta kemiskinan. dan bebas dari korupsi. termasuk mengajak kelompok masyara-kat untuk berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi. dan politik. State berfungsi menciptakan lingkungan politik dan hukum yang mempunyai implikasi terhadap kesetaraan. 2. Administrative Governance. yang dikaitkan dengan tuntutan akan pengelolaan pemerintahan yang pro-fesional. 3. berupa sistem implementasi kebijakan. Political Governance. private sector (swasta atau dunia usaha).BAB XIII TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK DAN BERSIH (GOOD AND CLEAN GOVERNANCE) A. dan nepotisme. Hubungan antar sektor dimaksud dapat digambarkan di bawah ini.

du-nia usaha/sawasta. politik. Suatu gagasan dan nilai untuk mengatur pola hubungan antara pemerintah. Kooiman (1994) : Kepemerintahan yang baik merupakan serangkaian proses interaksi sosial politik antara pemerintah dengan masyarakat dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat. dan efektif. HAM. dan berwibawa. tidak saling berbenturan. dan bertanggung jawab. dan mem-peroleh dukungan dari rakyat. transparan. efisien. demokratis. yang merupakan model kepe-merintahan yang efektif. maka kepemerintahan yang baik. Pendapat para ahli : 1. 2. Pinto (1994) : . Pengertian kepemerintahan yang baik (good governance). berarti baik dan bersih dalam proses maupun hasil-hasilnya. Dadang Solihin : Kepemerintahan yang baik adalah konsepsi tentang : a. Penyelenggaraan pemerintahan yang bersih. jujur.Pemerintahan yang bersih dari KKN merupakan bagian penting dari pembangunan demokrasi. dan masyarakat madani di Indonesia. bersih. Dalam prakteknya mesti disertai bersih dan berwibawa. 3. Dalam hal ini semua unsur dalam pemerintahan dapat bergerak secara sinergis. sehingga menyatu dalam istilah good and clean governance. adalah sikap di mana kekua-saan dilakukan oleh masyarakat yang diatur dalam berbagai tingkatan pemerintahan negara yang berkaitan dengan sumber-sumber sosial-budaya. b. dan ekonomi. Sejalan dengan prinsip di atas. dan masyarakat. dan intervensi pemerintah atas kepentingankepentingan tersebut.

B. 4. 6. dan administratif untuk mengelola berbagai urusan negara pada setiap tingkatannya dan merupakan instrumen kebijakan negara untuk mendorong ter-ciptanya kondisi kesejahteraan integritas dan kohesitas sosial dalam masyarakat). and administrative authority to a countriy’s affairs at all levels and means by which states promote social cohesion. PRINSIP-PRINSIP “GOOD AND CLEAN GOVERNANCE” Untuk merealisasikan pemerintahan yang profesional dan akuntabel. yaitu : . political. Bintoro Tjokroamidjojo : Good governance lebih dapat berjalan dalam suatu sistem politik yang demokratis. integration.” (Kepemerintahan adalah pelaksanaan kewenangan/kekuasaan dalam bi-dang ekonomi. UNDP : Dalam dokumen kebijakannya yang berjudul “Governance for Sustainable Human Development” (1977) mendefinisikan kepemerintahan sebagai : “Governance is the exercise of economic. Kristiadi : Good governance dapat dicapai melalui pengaturan yang tepat antara fungsi pasar dengan fungsi organisasi. B. 5. Lembaga Administrasi Negara RI (LANRI) merumuskan sembilan aspek fundamental (asas/prinsip) yang harus diperhatikan. dengan mengacu pada UNDP. termasuk organisasi publik sehingga dicapai transaksi-transaksi dengan biaya yang paling rendah. yang dalam masyarakat yang berkesadaran hukum. politik. tegaknya hukum untuk semua secara sama. and ensure the well being of their population.Kepemerintahan yang baik adalah praktek penyelenggaraan kekuasaan dan kewe-nangan oleh pemerintah dalam mengelola urusan pemerintahan secara umum dan pembangunan ekonomi pada khususnya. J. dan dalam ekonomi di mana berjalan mekanisme pasar secara sehat.

Untuk itu setiap unsur pemerintah harus memi-liki dua etika. 2. h. e. 4. yaitu bahwa pengelolaan pemerintahan yang profe-sional harus didukung oleh penegakan hukum yang berwibawa. d. bukan menunggu mereka menyampaikan keinginan. Dalam hal ini pemerintah harus memahami kebutuhan masyarakat dan proaktif. b. Independensi peradilan. yakni kebebasan berkumpul dan mengeluarkan pendapat secara konstruktif. Penetapan kebijakan yang terkait dengan pencerahan kehidupan. Penetapan posisi. Kebijakan strategis untuk pencerahan kehidupan masyarakat. d. Bentuk partisipasi dimaksud dibangun atas dasar prinsip demokrasi. g. yaitu : a. e. maka partisipasi masyarakat dapat berubah menjadi tindakan yang anarkis. Kesehatan. Pemberian penghargaan. karena tanpa ditopang oleh aturan hukum dan penegakannya secara konsekuen. Moralitas para pejabat dan aparatur pelayanan publik. Dalam hal ini perlu komitmen pemerintah yang mengandung unsur-unsur : a. c. 3. Partisipasi (partisipation). Hukum yang responsif. baik langsung maupun melalui lembaga perwakilan yang sah dan mewakili kepentingan mereka. Dalam hal ini perlu perlu deregulasi birokrasi. Dalam hal mengelola negara terdapat delapan unsur yang harus dilakukan secara transparan. Konsisten dan nondiskriminatif. b. Penegakan hukum (rule of law). f. yang disusun berdasarkan aspirasi masyarakat luas dan mengakomodasi berbagai kebutuhan secara adil. Supremasi hukum (supremacy of law). atau kedudukan. c. Responsif. Transparansi (transparency). sehingga proses sebuah usaha efektif dan efisien. Kepastian hukum (legal certainty). yakni etika individual dan etika sosial. jabatan.1. . yaitu keikutsertaan warga masyarakat dalam pengambil-an keputusan. yaitu tanggap terhadap persoalan-persoalan masyarakat. Kekayaan pejabat publik. Keamanan dan ketertiban.

5. Konsensus, yaitu bahwa keputusan apa pun harus dilakukan melalui kesepakatan dalam suatu permusyawaratan. Melalui cara ini akan memuaskan semua pihak sehingga semuanya merasa terikat untuk konsekuen melaksanakannya. 6. Kesetaraan (equity), yaitu kesamaan dalam perlakuan dan pelayanan publik. Hal ini mengharuskan setiap pelaksana pemerintah bersikap dan berperilaku adil dalam hal pelayanan publik tanpa mengenal perbedaan keyakinan (agama), suku, jenis kela-min, dan kelas sosial. 7. Efektivitas dan efisiensi (berdayaguna dan berhasilguna). Kriteria efektive

diukur diukur dengan parameter produk yang dapat menjangkau sebesarbesarnya kepen-tingan masyarakat dari berbagai kelompok lapisan sosial, sedangkan efisien diukur dengan rasionalitas biaya untuk memenuhi kebutuhan semua masyarakat. 8. Akuntabilitas, yaitu pertanggunggugatan pejabat publik terhadap masyarakat yang memberinya kewenangan untuk mengurus kepentingan mereka. Dalam hal ini setiap pejabat publik dituntut mempertanggungjawabkan semua kebijakan, keputus-an, perbuatan, moral, maupun netralitas sikapnya terhadap masyarakat. Pengertian akuntabilitas meliputi : a. Keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan-keputusan strategis; b. Mekanisme evaluasi atas insentif yang diberikan kepada para pejabat publik; c. Mekanisme pertanggungjawaban kepada publik atas kinerja pemerintahan. 9. Visi strategis (strategic vision), yaitu pandangan-pandangan strategis untuk meng-hadapi masa yang akan datang (forecasting). Artinya,

kebijakan/keputusan apa pun yang akan diambil saat ini harus memperhitungkan akibatnya di masa depan (paling tidak 10- 20 tahun ke depan).

C. MANFAAT “GOOD GOVERNANCE” 1. Berkurangnya secara nyata praktek KKN di birokrasi yang antara lain ditunjukkan dengan hal-hal sebagai berikut : a. Tidak adanya manipulasi pajak; b. Tidak adanya pungutan liar; c. Tidak adanya manipulasi tanah;

d. Tidak adanya manipulasi kredit; e. Tidak adanya penggelapan uang negara; f. Tidak adanya pemalsuan dokumen; g. Tidak adanya pembayaran fiktif; h. Tidak adanya penggelembungan nilai kontrak (mark-up); i. Tidak adanya uang komisi; j. Tidak adanya penundaan pembayaran kepada rekanan; k. Tidak adanya kelebihan pembayaran; l. Tidak adanya ketekoran biaya; m. Proses pelelangan (tender) berjalan dengan baik. 2. Terciptanya sistem kelembagaan dan ketatalaksanaan pemerintahan yang bersih, efektif, efisien, transparan, profesional dan akuntabel : a. Sistem kelembagaan lebih efektif, ramping, fleksibel; b. Kualitas tata laksana dan hubungan kerja antar lembaga di pusat, dan antara pe-merintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota lebih baik; c. Sistem administrasi pendukung dan kearsipan lebih efektif dan efisien; d. Dokumen/arsip negara dapat diselamatkan, dilestarikan, dan terpelihara dengan baik; 3. Terhapusnya peraturan perundang-undangan dan tindakan yang bersifat diskriminatif terhadap warga negara, kelompok, atau golongan masyarakat : a. Kualitas pelayanan kepada masyarakat dan dunia usaha (swasta) meningkat; b. SDM, prasarana, dan fasilitas pelayanan menjadi lebih baik; c. Berkurangnya hambatan terhadap penyelenggaraan pelayanan publik; d. Prosedur dan mekanisme serta biaya yang diperlukan dalam pelayanan publik lebih baku dan jelas; e. Penerapan sistem merit dalam pelayanan; f. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pelayanan publik; g. Penanganan pengaduan masyarakat lebih intensif. 4. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan pelayanan publik : Berjalannya mekanisme dialog dan musyawarah terbuka dengan

masyara-kat dalam perumusan program dan kebijakan layanan publik.

5.

Terjaminnya konsistensi dan kepastian hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan baik di pusat maupun di daerah : a. Hukum menjadi landasan bertindak bagi aparatur pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan pelayanan publik yang baik; b. Kalangan dunia usaha/swasta merasa lebih aman dan terjamin ketika menanam-kan modal dan menjalankan usahanya karena ada aturan main (rule of the game) yang tegas, jelas, dan mudah dipahami oleh masyarakat; c. Tidak akan ada kebingungan di kalangan pemerintah daerah dalam melaksana-kan tugasnya serta berkurangnya konflik antarpemerintah daerah serta antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

D. PENERAPAN ASAS-ASAS KEPEMERINTAHAN YANG BAIK Dalam praktek penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia pasca gerakan reformasi nasional, tercermin dalam Undang-Undang No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara-an Negara yang Bersih dan Bebas KKN, dan Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 ten-tang Pemerintah Daerah yang memuat asas-asas umum pemerintahan yang mencakup : 1. Asas Kepastian Hukum, yang mengutamakan landasan peraturan perundangan, kepatutan, dan keadilan dalam setiap kebijakan penyelenggaraan negara. 2. Asas Tertib Penyelenggaraan Negara, yang mengutamakan landasan

keteraturan, keserasian, dan keseimbangan dalam pengendalian penyelenggaraan negara. 3. Asas Kepentingan Umum, yang mendahulukan kesejahteraan umum dengan cara aspiratif, akomodatif, dan selektif. 4. Asas Keterbukaan, dengan membuka diri terhadap hak-hak masyarakat untuk mem-peroleh informasi yang benar, bersikap jujur, dan tidak diskriminatif tentang penye-lenggaraan negara dengan tetap memperhatikan perlindungan atas hak asasi pribadi, golongan, dan rahasia negara. 5. Asas Proporsionalitas, yang mengutamakan keseimbangan antara hak dengan ke-wajiban penyelenggara negara.

2. sehingga tidak memiliki keunggulan atau daya saing yang kuat di pasar internasional. Demikian juga para pelaku ekonomi milik negara. Asas Profesionalitas. E. baik untuk kepentingan pemilik. Masyarakat lebih mudah mengakses informasi dan keputusan publik di tingkat lokal. GOOD CORPORATE GOVERNANCE Dalam bidang ekonomi. Desentralisasi memungkinkan pemerintah daerah menghasilkan kebijakan yang memiliki local preference lebih tinggi. 3. Pemerintah daerah cenderung lebih berhati-hati dan akuntabel ketika mengelola dana yang dihasilkan secara lokal. masyarakat. bahkan kondisi internal perusahaan masuk dalam kondisi tidak sehat. Pemberdayaan pemerintah daerah akan memacu partisipasi publik yang lebih besar dalam pengambilan keputusan. akibat krisis moneter yang berkepanjangan sejak tahun 1997 terutama di sektor pelaku ekonomi baik milik negara maupun swasta. menunjukkan kinerja yang rendah sehingga tidak mampu memberi kontribusi secara optimal. Para pelaku ekonomi swasta pada umumnya menunjukkan kesalahan manajemen. F. 4. di mana setiap kegiatan dan hasil kegiatan penyelenggaraan negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. karyawan. yang mengutamakan keahlian yang berlandaskan kode etik dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. sudah bukan rahasia umum . HUBUNGAN ANTARA GOVERNANCE DESENTRALISASI DENGAN GOOD 1. 7. tinimbang dana yang didistribusikan dari pusat.6. stake holders. maupun pihak terkait lainnya. Asas Akuntabilitas.

2. dalam arti. keahlian. demi manfaat bersama. serta para pemegang kepentingan (stakeholders) internal dan eksternal lain-nya yang berkaitan dengan hak-hak dan kewajiban mereka atau dengan kata lain suatu sistem yang mengendalikan perusahaan. dengan keterbukaan informasi yang penting serta melarang pembagian untuk pihak sendiri dan per-dagangan saham oleh orang dalam. yaitu perlakuan yang sama terhadap pemegang saham terutama pemegang saham minoritas dan pemegang saham asing. karyawan. Berdasarkan kondisi tersebut di atas. korporasi (corporate) adalah mekanisme yang dibangun agar berbagai pihak dapat memberikan kontribusi berupa modal. Adapun korporasi pemerin-tahan (corporate governance) adalah seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara pemegang saham. adalah suatu sistem yang berfungsi untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi (per-usahaan). yang harus diberi informasi benar dan tepat waktu mengenai perusahaan. dan tenaga. pihak kreditur.bahwa sebagian besar kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) jauh dari apa yang diharapkan masyarakat. Dalam kaitan tumbuhnya kesadaran akan pentingnya CG. yaitu hak pemegang saham. Menurut Tjager yang dikutip Sedarmayanti (2007:52). kontribusinya terhadap negara untuk kepentingan rakyat masih belum me-madai padahal aset di atas Rp 900 trilyun (pada waktu itu) yang tersebar di berbagai sektor usaha potensinya cukup besar. yaitu : 1. Kewajaran (Fairness). Sementara menurut Cadbury Committee tahun 1992 yang pertama kali memperkenalkan istilah good corporate governance. baik terhadap perusahaan milik negara maupun swasta. GCG tidak terlepas atau tidak dapat dipisahkan dengan konsep dan sistem korporasi sendiri. yaitu melalui penerapan Good Corporate Governance (GCG) secara nyata bukan hanya sekedar retorika. maka OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) telah mengembangkan prinsip GCG. maka salah satu upaya dalam mencari solusinya adalah memberdayakan korporasi. pemerintah. pengurus/pengelola perusahaan. dapat . Transparansi (Disclosure & Transparency).

4. . 5. yaitu peran pemegang saham harus diakui sebagaimana ditetapkan oleh hukum dan kerjasama yang aktif antara perusahaan serta pemegang kepentingan dalam menciptakan kekayaan. Prinsip GCG ini mencakup lima bidang utama. dewan komisaris. 3. Responsibilitas (Responsibility). Hak pemegang saham dan perlindungannya. 4. pemegang sa-ham. merupakan bentuk pertanggungjawaban mana-jemen kepada perusahaan dan pemegang saham. Pengungkapan yang akurat dan tepat waktu serta transparan sehubungan dengan struktur dan operasi korporasi. Tanggung jawab ke dewan (dewan komisaris maupun direksi) terhadap perusahaan. yaitu : 1. yaitu tanggung jawab manajemen melalui penga-wasan efektif berdasarkan keseimbangan kekuasaan antara manajer. Peran karyawan dan pihak yang berkepentingan lainnya.berperanserta dalam pengambilan keputusan mengenai perubahan mendasar atas perusahaan dan memperoleh bagian keuntungan perusahaan. dan auditor. lapangan kerja. 2. 3. Pemegang saham dan pihak berkepentingan lainnya. Akuntabilitas (Acccountability). dan perusaha-an yang sehat dari aspek keuangan.

Kemal Pasha. Jakarta : Balai Pustaka. Cetakan ke-2. Jakarta : PT. Hikam. Bandung : Remaja Rosdakarya. Beetham. 2005. Cetakan Pertama. Gaffar. Wawasan Nusantara. Demokrasi di Indonesia : Demokrasi Parlementer dan Demokrasi Pancasila.DAFTAR KEPUSTAKAAN A. dan Nelson. Jakarta : Balai Pustaka. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi. BUKU : Azra. Politik Indonesia : Transisi Menuju Demokrasi. Joan. Gramedia. Menuju Masyarakat Madani. Pembangunan Nasional. Kansil. David. Lemhanas & Ditjen Dikti Depdikbud. 1999. Cetakan Pertama. 1999. Cetakan ke-1. Gramedia. Afan. Cetakan Kedua. Pemantapan Pembangunan melalui Pendekatan Ketahanan Nasional. 1994.). Muhammad A. dan Christine S. Azyumardi. dan Boyle.T.T. Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi. Basrie. 2007. 1995. Achmad. 1997. Cetakan Pertama. Demokrasi dan Civil Society. Edisi Pertama. 1999. 2000. (Terjemahan Sahat Simamora). Yogyakarta : Citra Karsa Mandiri. Samuel P. 1999. Budiardjo. Miriam. 1994. Pradnya Paramita. Edisi Revisi. Lemhanas. 1995. Yogyakarta : Paradigma. ------------. . Dasar-dasar Ilmu Politik. Mustafa. Yogyakarta : Kanisius. Demokrasi dalam 80 Tanya Jawab. Jakarta : Balai Pustaka. Chaidir (ed. C. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Gramedia. Pendidikan Kewarganegaraan. Kewiraan untuk Mahasiswa. Jakarta : LP3ES. Kaelan. Huntington. 2002. Kevin.S. 1991. H. 1995. Ketahanan Nasional. Jakarta : Rineka Cipta. ------------. Jakarta : PT.S. ----------------------. Partisipasi Politik di Negara Berkembang. Jakarta : PT. Jakarta : Ditjen Renumgar Dephankam. dan Zubaidi. Jakarta : PT.

dan Alex Dinuth (Penyunting). -----------------------.Madjid. Suradinata. Mandar Maju. Sejarah Nasional Indonesia Jilid V. Good Governance (Kepemerintahan yang Baik) dalam Rangka Otonomo Daerah. Geopolitik dan Konsepsi Ketahanan Nasional. Rahman H. Bandung : CV. Jakarta : PT. Poesponegoro.N. S. 2002. 2005. Cetakan Pertama. Cetakan kedelapan. 2003. kerjasama IRIS Bandung-PPIM Jakarrta-The Asia Foundation). Mansoer. Bagian Ketiga. Marwati Djoened dan Notosusanto. (Makalah dalam Lokakarya Islam dan Pemberdayaan Civil Society di Indonesia. 1993. dengan Perubahanperubahannya 1999-2002. M. Maswadi. Jakarta : Balai Pustaka. Kelas Menengah. Bandung : CV. Nugroho. Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Sebagai Dasar Nilai dan Pedoman Berkarya bagi Lulusan. Gramedia Pustaka Utama. ----------------. Rahardjo. Jakarta : LP3ES. H. Jakarta : CV. Hamdan. Yogyakarta : Graha Ilmu. Susunan dalam Satu Naskah UUD 1945. Demokrasi dan Demokratisasi. Demokrasi dan Demokratisasi.al.A.. Masyarakat Madani : Agama. et. Jakarta : Ditjen Dikti Depdiknas. dan Perubahan Sosial.. Good Governance (Kepemerintahan yang Baik) dan Good Corporate Governance (Tata Kelola Perusahaan yang Baik). Sumarsono. Mandar Maju. George. Jakarta : FISIP-UI. Jakarta : Paradigma Cipta Tatrigama. Eko Jaya. 2007. 2001. Pendidikan Kewarganegaraan. 1999. Ermaya. A. Pendidikan Kewarganegaraan. 2009. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Cetakan ke-1. dan Purwanto S. Hukum Dasar Geopolitik dan Geostrategi dalam Kerangka Keutuhan NKRI. Pendidikan Kewarganagaraan untuk Mahasiswa. 1981.K. Bandung : Alumni. Sobana. 2005. (Terjemahan I Made Krisna). 2000. Demokrasi versus Kediktatoran. 2003. Jakarta : Suara Bebas. Soerensen. Srijanti.I. . Sedarmayanti. Asas-asa Pluralisme dan Toleransi dalam Masyarakat Madani. 2005. Nurcholish. Bagian Pertama. Rauf. 2005. Dawam. Sukarna. Cetakan Keempat. 1997. Lemhanas. Tanpa Nama Penerbit. Cetakan Kedua. Marsono.

Kunthi Dyah. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. 2001. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1996 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Impeachment dalam Ketatanegaraan Indonesia. Ramlan. Winarno. 2000. 2006. Cetakan Pertama. 2007. Suseno. Pendidikan Kewargaan (Civic Education). Jakarta : UI Press. Bumi Aksara. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Frans Magnis. 1999. Jakarta : Prenada Media. Jakarta : PT. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. B. 2010. Yogyakarta : UII Press. Wardani. Gramedia Pustaka Utama. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan : Panduan Kuliah di Perguruan Tinggi. Zamroni. dan Rozak. Jakarta : PT. Bintoro. Abdul (Tim ICCE-UIN Jakarta). Cetakan ke-2. Good Governance : Paradigma Baru Manajemen Pembangunan. 1997.Surbakti. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1996 tentang Perairan Indonesia. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Mencari Sosok Demokrasi : Sebuah Telaah Filosofis. Dwi. A. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Tjokroamidjoyo. Ubaidillah. . Grasindo. Yogyakarta : Bigraf Publishing. Memahami Ilmu Politik. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. PT. Pendidikan untuk Demokrasi. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia. PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN : Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1976 tentang Perubahan Pasal 18 UndangUndang Nomor 62 Tahun 1958 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.

tentang Penyelenggaraan Pemilihan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2004-2009.Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2009-2014. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat. Dewan Perwakilan Daerah. Dewan Perwakilan Rakyat. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. ---djuns--- . Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 Umum. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful