PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

(KEWIRAAN NASIONAL)
EDISI REVISI

BUTIR-BUTIR BAHAN DISKUSI
Untuk Mahasiswa Strata Satu di Lingkungan Universitas Suryakancana Cianjur

Disusun Oleh : Drs. DJUNAEDI SAJIDIMAN, MM, M.Pd.

UNIVERSITAS SURYAKANCANA CIANJUR
-2011201111
KATA PENGANTAR

Sesuai dengan tugas untuk memberikan mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (dh. Kewiraan Nasional) pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Pertanian Universitas Suryakancana Cianjur, penulis mencoba membuat ikhtisar berupa butir-butir bahan diskusi untuk memudahkan para mahasiswa strata satu berdiskusi pada waktu perkuliahan. Bahannya diambil dari berbagai buku sumber dan bahan pendukung lainnya, mengacu pada Keputusan Dirjen Dikti Depdiknas No. 38/DIKTI/Kep/2002 tentang Rambu-rambu Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi yang termasuk di dalamnya Pendidikan Kewarganegaraan. Diktat ini adalah hasil revisi dari yang penulis susun tahun 2007, isinya dikoreksi dan ditambah dengan perkembangan baru pasca Pemilu dan Pilpres tahun 2009, serta disesuaikan pula dengan buku-buku tentang pendidikan kewarganegaraan yang terbit mutakhir. Untuk pengayaan dan pendalaman materi, para mahasiswa dianjurkan untuk mempelajari lebih lanjut buku-buku yang penulis pergunakan, yang dicantumkan juga dalam daftar kepustakaan. Semoga kiranya bermanfaat.

Cianjur, Januari 2011. Penulis

i

DAFTAR ISI
Halaman KATA PENGANTAR ......................................................................................... DAFTAR ISI ....................................................................................................... BAB BAB I. PENDAHULUAN .............................................................................. II. KEWARGANEGARAAN .................................................................. i ii 1 5 20 25 44 49 61 86 97 106 113 125 132 142

BAB III. IDENTITAS NASIONAL INDONESIA .......................................... BAB IV. HAK ASASI MANUSIA ………………………………………….. BAB V. HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA ............................... BAB VI. BELA NEGARA …………………………………………………... BAB VII. DEMOKRASI ……………………………………………………... BAB VIII. WAWASAN NUSANTARA ……………………………………..... BAB BAB IX. KETAHANAN NASIONAL ………………………………………. X. POLITIK STRATEGI NASIONAL ……………………………….

BAB XI. OTONOMI DAERAH DALAM KERANGKA NKRI ....................... BAB XII. MASYARAKAT MADANI ................................................................ BAB XIII. TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK DAN BERSIH.. DAFTAR KEPUSTAKAAN ................................................................................

-djuns-

ii

Wajib diberikan dalam kurikulum setiap program studi/kelompok program studi. Pendidikan Pancasila. Adapun Kelompok MPK Kurikulum Instansional : a. 2. pemahaman dan penghayatan. d. Khusus kelompok MPK dapat dijelaskan : 1. Pendidikan Agama. Adapun kurikulum untuk Perguruan Tinggi (PT) terdiri dari : Kurikulum Inti dan Kurikulum Instansional. dan g. f. b. Kelompok MBB (Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat). pendalaman intensitas. yang terdiri atas : Kelompok MPK Kurikulum Inti : a. Bahasa Inggris. c. berpedoman pada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 38/DIKTI/Kep/2002 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MKPK) di Perguruan Tinggi.BAB I PENDAHULUAN Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di Perguruan Tinggi atau yang di lingkungan Universitas Suryakancana (UNSUR) Cianjur masih memakai istilah lama. 3. dll. yaitu Pendidikan Kewiraan. Pendidikan Kewarganegaraan. Kelompok MPK (Matakuliah Pengembangan Kepribadian). terdiri atas tambahan dari kelompok ilmu dalam kurikulum inti yang disusun dengan memperhatikan kebutuhan lingkungan serta ciri khas perguruan tinggi yang bersangkutan. Sedangkan kurikulum instansional adalah sejumlah bahan kajian dan pelajaran yang merupakan bagian dari kurikulum pendidikan tinggi. Bahasa Indonesia. Ilmu Sosial Dasar. Bertujuan pengayaan wawasan. b. dan c. . Kelompok MKK (Matakuliah Keilmuan dan Keterampilan). serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. e. Kelompok MPB (Matakuliah Perilaku Berkarya). meliputi : 1. Ilmu Filsafat. berkepribadian mantap dan mandiri. 4. 3. Kelompok bahan kajian dan mata pelajaran untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YME dan berbudi pekerti luhur. Olahraga. Ilmu Alamiah Dasar. Kelompok MKB (Matakuliah Keahlian Berkarya). dan 5. Ilmu Budaya Dasar. 2. Kurikulum inti adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang harus dicakup dalam suatu program studi yang dirumuskan dalam kurikulum yang berlaku secara nasional.

2. misi. tujuan. misi. VISI. tujuan. Mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengenali masalah hidup dan kesejahteraan. yaitu : 1. dan kompetensi Pendidikan Kewarganegaraan mengacu pada visi. bersikap rasional dan dinamis. Mengantarkan mahasiswa mampu mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan. serta berpandangan luas sebagai manusia intelektual. Visi : Menjadi sumber nilai dan pedoman bagi penyelenggaraan program studi dalam mengantarkan mahasiswa mengembangkan kepribadiannya.A. b. serta menjadi warga negara yang berkesadaran kebangsaan yang tinggi dan bertanggung kawab kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. . c. teknologi. 4. MISI. 3. Kompetensi : Menguasai kemampuan berpikir. Tujuan : Mempersiapkan mahasiswa agar dalam memasuki kehidupan bermasyarakat dapat mengembangkan kehidupan pribadi yang memuaskan. dan kompetensi MPK. TUJUAN. menjadi anggota keluarga yang bahagia. dan seni. Misi : Membantu mahasiswa agar mampu mewujudkan nilai dasar agama dan kebudayaan serta kesadaran berbangsa dan bernegara dalam menerapkan ilmu pengetahuan. Mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengambil sikap yang bertanggung jawab sesuai dengan hati nuraninya. serta cara-cara pemecahannya. DAN KOMPETENSI Visi. teknologi dan seni yang dikuasainya dengan rasa tanggung jawab kemanusiaan. yaitu : a.

. Kewarganegaraan. seminar kecil. Mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa untuk menggalang persatuan Indonesia. Bela Negara. induktif. 4. 5. dan reflektif melalui dialog yang bersifat partisipatoris untuk meyakini kebenaran substansi dasar kajian. C. ceramah. 2. deduktif. 4. 3. studi kasus. Ketahanan Nasional. 8. penugasan mandiri. B. Motivasi : Menumbuhkan kesadaran bahwa proses belajar mengembangkan kepribadian merupakan kebutuhan hidup.d. 7. Demokrasi. Pendahuluan. 9. masyarakat. 3. Wawasan Nusantara. Metode Proses Pembelajaran : Pembahasan secara kritis. analitis. Pendekatan : Menempatkan mahasiswa sebagai subyek pendidikan. METODOLOGI PEMBELAJARAN 1. Hak Asasi Manusia. dan warga negara. dan sebagai umat. mitra dalam proses pembelajaran. dan evaluasi proses belajar. Identitas Nasional Indonesia. 6. DASAR SUBSTANSI KAJIAN (POKOK BAHASAN) 1. anggota keluarga. diskusi interaktif. Bentuk Aktivitas Proses Pembelajaran : Kuliah tatap muka. 2. Hak dan Kewajiban Warga Negara.

Menjadi warga negara yang memiliki wawasan berbangsa dan bernegara. 2. Berkontribusi terhadap berbagai persoalan dalam kebijakan publik. Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Bersih. Masyarakat Madani. 4. . 13. D. Menjadi warga negara yang komit terhadap nilai-nilai hak asasi manusia dan demokrasi. 12. KOMPETENSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Berdasarkan substansi kajian tersebut di atas. maka rumusan kompetensi ril yang hendak dituju oleh Pendidikan Kewarganegaraan menurut Hamdan Mansoer (2005) adalah agar manusia Indonesia : 1. 11. Politik Strategi Nasional. Otonomi Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berpartisipasi dalam hal : a. Menyelesaikan konflik dalam masyarakat dilandasi sistem nilai Pancasila yang universal. 5. Memiliki pengertian internasional tentang civil society (masyarakat madani). Upaya menghentikan budaya kekerasan dengan damai dan menghormati supremasi hukum.10. serta berpikir kritis terhadap permasalahannya. 3. menjadi warga negara yang kosmopolit. b.

peserta.BAB II KEWARGANEGARAAN A. b. menunjuk pada akibat hukum dari status kewarga- . Anggota dari suatu komunitas yang membentuk negara itu sendiri. menunjuk pada tempat kewarganegaraan. WARGA NEGARA DAN KEWARGANEGARAAN 1. ikatan nasib. Tanda adanya ikatan hukum dimaksud misalnya ada akte kelahiran. akte perkawinan. 5. tetapi ikatan emosional (perasaan). dan ikatan tanah air. Istilah warga negara dalam bahasa Inggris adalah citizen yang mempunyai arti : 1. Jadi. Ikatan-ikatan ini lahir dari penghayatan warga negara bersangkutan. (2) Dalam arti sosiologis. (2) Dalam arti material. kartu tanda penduduk. ikatan keturunan (darah). orang se-tanah air. 3. surat pernyataan bukti kewarganegaraa. Kewarganagaraan dalam Arti Formal dan Material : (1) Dalam arti formal. 4. yaitu : a. Kewarganegaraan dalam Arti Yuridis dan Sosiologis : (1) Dalam arti yuridis. kartu keluarga. Dengan demikian kewarganegaraan (citizenship). ditandai dengan adanya ikatan hukum antara warga negara dengan negara yang menimbulkan akibat hukum tertentu. Dalam sistem hukum. Petunjuk dari sebuah kota. Sesama warga negara. dll. = organisasi bangsa. 2. peserta. sesama penduduk. warga negara = anggota. Pengertian Warga Negara dan Kewarganegaraan : Warga Negara = Warga + Negara Warga Negara = anggota. ikatan sejarah. Adapun istilah kewarganegaraan dibedakan menjadi dua. berarti keanggotaan yang menunjukkan hubungan atau ikatan antara negara dengan warga negara. Bawahan atau kawula. masalah kewarganegaraan berada pada hukum publik. atau organisasi kekuasaan suatu bangsa. tidak ditandai dengan ikatan hukum. Warga negara. atau warga dari suatu organisasi bangsa.

Istilah rakyat umumnya dilawankan dengan istilah penguasa/pemerintah. Penduduk : Orang-orang yang bertempat tinggal di suatu wilayah negara. penduduk. Atau warga suatu negara yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku di negara bersangkutan. dan tunduk pada pemerintahan itu. Secara skematis dapat digambarkan sebagai berikut : WARGA NEGARA (WNI) PENDUDUK ORANG YANG BERADA DI WILAYAH NEGARA ORANG ASING (WNA) BUKAN PENDUDUK . Pada zaman penjajahan Belanda dipakai istilah kawula. menunjukkan hubungan warga yang tidak sederajat dengan negara. Warga Negara : Penduduk yang secara resmi menjadi anggota/warga suatu negara. orang mempunyai hubungan dengan negara yang tercermin dalam hak dan kewajiban.negaraan. menunjuk pada orang-orang yang berada di bawah satu pemerintahan. dan warga negara : a. Dengan memiliki status sebagai warga negara. yaitu orang-orang yang tinggal di Indonesia untuk sementara. yaitu adanya hak dan kewajiban. Terdapat juga yang nonpenduduk. c. b. misalnya turis asing. Rakyat : Merupakan konsep politis. Beda antara istilah rakyat. Penduduk di Indonesia terdiri dari Warga Negara Indonesia (WNI) dan orang asing atau Warga Negara Asing (WNA).

Di Indonesia diberlakukan terbatas bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dengan demikian status kewarganegaraannya sama. yaitu aspek kelahiran dan aspek perkawinan. Dalam UU 12/2006 dikenal pula : (1) Asas Kewarganegaraan Tunggal. (UU 62/1958. 2. suami-istri bisa berbeda kewarganegeraan seperti sebelum mereka melakukan perkawinan. yaitu asas yang menentukan satu kewarganegaraan bagi setiap orang. dan sekarang UU 12/2006). Jadi. (2) Asas Persamaan Derajat : Suatu perkawinan tidak menyebabkan perubahan status kewarganegaraan suami-istri. Dan pewarganegaraan adalah tata cara bagi orang asing untuk memperoleh kewarganegaraan RI melalui permohonan. a. Aspek Perkawinan : (1) Asas Persamaan Hukum : Suami-istri adalah satu ikatan yang tidak terpecah sebagai inti dari masyarakat. adalah segala hal ikhwal yang berhubungan dengan warga negara.Sementara itu pengertian kewarganegaraan menurut Undang-Undang No. b. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. . Aspek Kelahiran : (1) Asas Ius Soli (Law of The Soil) : Asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan negara tempat kelahiran. Masing-masing memiliki hak yang sama dalam menentukan kewarganegaraannya. Dalam menentukan kewarganegaraan dikenal dua aspek. Penentuan Warga Negara : Setiap negara berdaulat berwenang menentukan siapa-siapa yang menjadi warga negara. (2) Asas Ius Sanguinis (Law of The Blood) : Asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan darah/ keturunan.

adalah asas yang tidak membedakan perlakuan dalam segala hal ikhwal yang berhubungan dengan warga negara atas dasar suku. (3) Asas Persamaan di Dalam Hukum dan Pemerintahan. adalah asas yang menentukan bahwa pemerintah wajib memberikan perlindungan penuh kepada setiap warga negara Indonesia dalam keadaan apa pun baik di dalam maupun di luar negeri. karena pada dasarnya tidak boleh ada apatride. (2) Asas Perlindungan Maksimum. yang bertekad mempertahankan kedaulatannya sebagai negara kesatuan yang memiliki cita-cita dan tujuan sendiri. yaitu : (1) Asas Kepentingan Nasional. adalah asas yang menentukan bahwa setiap warga negara Indonesia mendapatkan perlakuan yang sama di dalam hukum dan pemerintahan. (7) Asas Keterbukaan. Beberapa asas khusus juga menjadi dasar dalam penyusunan undang-undang kewarganageraan di Indonesia. adalah asas yang menentukan bahwa peraturan kewarganegaraan mengutamakan kepentingan nasional Indonesia. bipatride. jenis kelamin. golongan. tetapi juga disertai substansi dan syarat-syarat permohonan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (5) Asas Nondiskriminatif. dan gender. adalah asas yang menentukan bahwa dalam segala hal ikhwal yang berhubungan dengan warga negara harus dilakukan secara terbuka. melindungi. dan hak warga negara pada khususnya. yaitu asas yang menentukan kewarganegaraan ganda bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang (merupakan suatu pengecualian. adalah asas yang dalam segala hal ikhwal yang berhubungan dengan warga negara harus menjamin. ras. dan memuliakan hak asasi manusia pada umumnya.(2) Asas Kewarganegaraan Ganda. agama. adalah prosedur pewarganegaraan seseorang tidak hanya bersifat administratif. (6) Asas Pengakuan dan Penghormatan Terhadap Hak Asasi Manusia. lebih-lebih multipatride). (4) Asas Kebenaran Substantif. .

Apatride.(8) Asas Publisitas. Warga Negara Indonesia : Ketentuan mengenai kewarganegaraan Indonesia diatur dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 BAB X Pasal 26 : a. Hal-hal mengenai warga negara dan penduduk diatur dengan undangundang. Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara. (4) Syarat dan tata cara memperoleh kembali kewarganegaraan RI. b. yaitu istilah bagi orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan. yang dapat menjadi warga negara Indonesia adalah : . (2) Syarat dan tata cara memperoleh kewarganegaraan RI. c. (Perubahan II/2000). yaitu istilah bagi orang-orang yang memiliki banyak kewarganegaraan (lebih dari dua). Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia. b. (3) Kehilangan kewarganegaraan RI. Multipatride. Jadi. yaitu munculnya : a. adalah asas yang menentukan bahwa seseorang yang memperoleh atau kehilangan kewargaan RI diumumkan dalam Berita Negara RI agar masyarakat mengetahuinya. c. yaitu istilah bagi orang-orang yang memiliki dua kewarganegaraan. (Perubahan II/2000). 3. Pokok materi yang diatur dalam UU 12/2006 meliputi : (1) Siapa yang menjadi WNI. Perbedaan penentuan kewarganegaraan oleh setiap negara dapat menyebabkan masalah. Bipatride. (5) Ketentuan pidana.

penduduk negara Indonesia terdiri dari dua. tercantum dalam : Pasal 4 Warga Negara Indonesia adalah : a. Sementara itu berdasarkan UU 12/2006 BAB II tentang Warga Negara Indonesia. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI. Setiap orang yang berdasarkan peraturan perundang-undangan dan/atau berdasarkan perjanjian pemerintah RI dengan negara lain sebelum UU 12/2006 berlaku. Orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang menjadi warga negara. Orang-orang bangsa Indonesia asli. Golongan Timur Asing. c. e. d. b. penduduk Indonesia adalah : a. c. tetapi dari Eropa. dan orang asing (WNA). terdiri dari : (1) Tionghoa (Cina). Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNI dan ibu WNA. b. berdasarkan Indische Staatsregeling 1927 Pasal 163. (3) Orang bangsa lain yang hukum keluarganya sama dengan golongan Eropa. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNA dan ibu WNI. tetapi ayah Nya tidak mempunyai kewarganegaraan atau hukum negara asal ayahnya ti- . yaitu Warga Negara Indonesia (WNI). Golongan Eropa. terdiri dari : (1) Bangsa Belanda. (2) Timur asing bukan Cina. terdiri dari : (1) Orang Indonesia asli dan keturunannya. (2) Bukan bangsa Belanda. Berdasarkan Pasal 26 Ayat (2). Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan ibu WNI.a. b. Sebelumnya. (2) Orang lain yang menyesuaikan diri dengan orang Indonesia asli. sudah menjadi WNI. Golongan Bumiputra.

l. h. tetap diakui sebagai WNI. belum berusia 18 (delapan belas) tahun atau belum kawin diakui secara sah oleh ayahnya yang berkewarganegaraan asing. k. huruf h. (2) Anak WNI yang belum berusia 5 (lima) tahun diangkat secara sah sebagai anak oleh WNA berdasarkan penetapan pengadilan. Anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 (tiga ratus) hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah dan ayahnya WNI. tetap diakui sebagai WNI. Anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah negara RI selama ayah dan ibunya tidak diketahui. j. m. Anak yang lahir di wilayah negara RI yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya. Pasal 6 (1) Dalam hal status kewarganegaraan RI terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf c. setelah berusia 18 (delapan belas) tahun atau . dan Pasal 5 berakibat anak berkewarganegaraan ganda. Anak dari seorang ayah atau ibu yang telah dikabulkan permohonan kewarganegaraannya. Anak yang dilahirkan di luar wilayah negara RI dari seorang ayah dan ibu WNI yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan. Pasal 5 (1) Anak WNI yang lahir di luar perkawinan yang sah. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI.dak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut. i. f. g. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu WNA yang diakui oleh seorang ayah WNI sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 (delapan belas) tahun atau belum kawin. Anak yang lahir di wilayah negara RI apabila ayah dan ibunya tidak mempunyai kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya. huruf d. huruf i. kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia sebelum mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia.

4. 1956 : Civics : The element of political science or that science dealing with right and duties of citizens. c. Untuk selanjutnya istilah ”civics” saja sudah berarti pendidikan kewarganegaraan. The Advanced Leaner’s Dictionary of Current English. b. 1956 : . sedangkan civics = ilmu kewarganegaraan. 1954 : Civics : The study of city government and the duties of citizens. A Dictionary of American. (2) Pernyataan untuk memilih kewarganegaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat secara tertulis dan disampaikan kepada Pejabat dengan melampirkan dokumen sebagaimana ditentukan di dalam peraturan perundangundangan. Pendidikan Kewarganegaraan : Pendidikan kewarganegaraan asalnya dari bahasa Latin ”civis” dan dalam bahasa Inggris ”civic” atau ”civics.sudah kawin anak tersebut harus menyatakan memilih salah satu kewarganegaraanya. Webster’s New Collegiate Dictionary. Dictionary of Educations. 1954 : Civics : The department of political science dealing with right of citizen of duties of citizens.” Civic = mengenai warga negara atau kewarganegaraan. berikut ini dikemukakan beberapa definisi : a. Untuk lebih jelas mengenai pengertian civics. d. (3) Pernyataan untuk memilih kewarganegaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan dalam waktu paling lama 3 (tiga) tahun setelah anak berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin. Pasal 7 Setiap orang yang bukan WNI diperlakukan sebagai orang asing. dan civic education = pendidikan kewarganegaraan.

the individual to man in organized collections – the individual to the state. Menurut Ahmad Sanusi. d. 264:1886-1887 : Civics : The science of citizenship . 1968:3-5 : Civics : The study of government and citizenship – that is. integritas. c. Pemerintah.Civics : The science of right and duties of citizenship. dll. Negara. as the subject of school course. tradisi rumah. diambil demokrasi politiknya. Webster’s New Cincise Dictionary : Civics : Science of government. Merupakan cabang dari ilmu politik. the duties right and privilege of citizens.” identitas.” konsep demokrasi dalam masyarakat. Input dari sistem politik : Arti pendapat umum terhadap kehidupan politik. Konstitusi negara : Sejarah legal status. e. g. sejauh civics dapat dipandang sebagai disiplin ilmu politik. isi dan manfaat dari civics yang merupakan bagian dari ilmu politik. . teori demokrasi dalam pemerintahan. penetrasi. maka fokus studinya mengenai ”kedudukan dan peranan warga negara dalam menjalankan hak dan kewajibannya sesuai dan sepanjang batas-batas ketentuan konstitusi negara yang bersangkutan. teori ”mayority rule. studi tentang ”political behavior” (kebutuhan pokok manusia. esp. masalah pokok dalam konstitusi. VII. dll. rangkaian krisis dalam ”nation building. dengan materi : a. Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa civics menyangkut : a. b. b. distribusi.” ”minority right. partisipasi. Creshore Education. Warga negara dengan hak dan kewajibannya. c. Konteks ide demokrasi : Teori demokrasi politik.the relations of man. Edmonson. f.” Sementara itu menurut Nu’man Soemantri.

h. dsb. Presiden sebagai Kepala Negara : Kedudukan Presiden menurut konstitusi. e. Menurut Nu’man Soemantri. dsb. pengaruh rumah. sistem pemilu. proses pengadilan.). Perubahan sosial dan demokrasi politik : Demokrasi politik. public relations. kebebasan berbicara. dsb. hubungan lembaga legislatif. Lembaga-lembaga pengambil keputusan (decision maker) : Legislator dan kepentingan masyarakat. k. tantangan bagi warga negara dalam menghadapi perkembangan sain dan teknologi. bagaimana Presiden berperan sebagai legislator. j.status sosial. i. pembangunan masa sekarang. teman sepekerjaan. pemerintah daerah. dsb. obyek studi civics adalah warga negara dalam hubungannya dengan organisasi kemasyarakatan. etnic group. hak-hak memiliki barang/ kekayaan. perlindungan yang sama. f. kebudayaan. dsb. Kemakmuran umum dan pertahanan negara : Tugas negara dan warga negara dalam mencapai kemerdekaan umum. d. hubungan internasional. proses kegiatan lembaga legislatif. peranan kelompok penekan. Lembaga yudikatif : Sistem dan administrasi peradilan. hak dan kedudukan seseorang dalam pengadilan. komunikasi. Output dari sistem demokrasi politik : Hak dan kemerdekaan individu dalam konstitusi. sosial. dan yudikatif. bagaimana konstitusi memberi peranan ”policy maker” kepada Presiden. agama. eksekutif. Partai politik dan ”pressure group” : Sistem kepartaian. organisasi dan manajemen pemerintahan. dsb. fungsi partai politik (parpol). pajak untuk kepentingan umum. cara penduduk memperoleh dan kehilangan kewarganegaraan. pers dan massmedia. kebebasan akademis. Pemilihan umum : Maksud pemilu dalam distribusi kekuasaan. kontrol lembaga legislatif terhadap Presiden dan birokrasi. politik luar negeri dan keselamatan nasional. sahabat. dan negara. ekonomi. Termasuk dalam obyek ini adalah : . bagaimana mengisi dan mengefektifkan demokrasi politik. g.

dll. d. 5. tanggung jawab. Sain dan teknologi. f. Perpres/ Keppres. kesehatan. keuangan.” Hal ini dianggap penting mengingat bangsa AS berasal dari berbagai bangsa yang datang di samping bangsa (suku) asli yang ada.). Tingkah laku. b. kegiatan. dsb. Usaha. b. dengan manusia lain dan alam sekitarnya. g. nasionalisme. Ekonomi. pemerintahan. pelajaran civics telah ada sejak zaman Hindia Belanda dengan nama “Burgerkunde. Etika. c. Potensi yang ada dalam setiap warga negara. Tipe pertumbuhan berpikir. civics tidak semata-mata mengajarkan pasal-pasal UUD. Dalam taraf ini materinya adalah ”government” serta hak dan kewajiban warga negara. Cita-cita dan aspirasi. UU. Jadi. b. d. Di Indonesia. Politik. partisipasi. dalam rangka ”mengamerikakan bangsa Amerika” atau terkenal dengan nama ”theory of americanization. Dengan demikian materi civics memasukkan unsur-unsur : a. pendidikan. Kesadaran (patriotisme. hukum. Lingkungan fisik. Hak dan kewajiban. Sosial. pengertian internasional. PP.” Dua buku penting yang dipakai adalah : .a. f. e. moral Pancasila. agama. Mulai diperkenalkan di Amerika Serikat (AS) pada tahun 1790 dengan nama civics. Perda. Sejarah Pendidikan Kewarganegaraan : a. e. c. dsb. tetapi hendaknya mencerminkan juga hubungan tingkah laku warga negara dalam kehidupan sehari-hari.

kaum menengah dalam industri dan perdagangan.V.Bezit dari obyek hukum : Eigendom Eropa dan hak-hak atas tanah. Walaupun ke dua buku tersebut di atas pada zaman Hindia Belanda dijadikan pegangan guru. tahun 1940. Dari materi ke dua buku di atas. perundang-undangan.O.B. dan kebudayaan.Sejarah pemerintahan Hindia Belanda. .V. yaitu tentang tugas dan . dan angkatan laut. Schrieke. perburuhan. pernikahan dan keluarga. bidang sosial. terbitan G. (Derde. Tromps terbitan J. Den Haag. c. . tetapi ada perubahan kurikulum dengan materi kewarganegaraan di samping tata negara.T. dan kesejahteraan. kedaulatan raja terhadap kewajibankewajiban warga negara.(1) Indische Burgerkunde karangan P. pengaruh Barat. ketatanegaraan. kewanitaan. . .Badan pribadi : Masyarakat di mana kita hidup (dari lahir sampai dewasa). N. alat pembayaran. . tahun 1950 di Indonesia diajarkan civics di sekolah menengah. ketatanegaraan Hindia Belanda dengan terbentuknya Dewan Rakyat (Volksraad). . Direktur Onderwijs en Eredienst (O&E). ekonomi. hukum.B. Materinya mengenai : . Batavia.Hukum dan pelaksanaannya. van Dorp & Co. Vortman yang diberi pengantar oleh B. pajak. hak-hak agraris atas tanah. jelas terlihat bahwa pada zaman Hindia Belanda belum terdapat kesatuan pendapat tentang materi pelajaran civics.Masyarakat pribumi. tahun 1934. Groningen.J. (2) Recht en Plicht (Indische Burgerschapkunde voor Iedereen) karangan J. tentara.Pendidikan.Pertanian. Herziene en Vermeerderdruk) Semarang-Surabaya-Bandung.C. kesehatan masyarakat. Materinya mengenai : . Wolters Maatschappij N.Hindia Belanda dan rumah tangga dunia. Dalam suasana merdeka.

(8) Perekonomian termasuk koperasi. e. dkk. kemakmuran rakyat. dan Sumintardjo berjudul ”Inti Pengetahuan Warga Negara” dengan maksud untuk membangkitkan dan memelihara keinsyafan dan kesadaran bahwa warga negara Indonesia mempunyai tanggung jawab terhadap diri sendiri. perburuhan.T. dan ilmu pengetahuan. Gusti Mayur. pendidikan. perusahaan. imigrasi. (2) Kehidupan. Simorangkir. masyarakat.C. Tetapi istilah tersebut baru secara resmi dipakai pada tahun 1967 dengan Instruksi Dirjen Pendidikan Dasar Departemen Pendidikan dan Kebudayaan No. dan diri sendiri. agraria. (3) Rakyat. perwakilan. dan soal-soal internasional. (4) Warga negara dengan hak dan kewajibannya. 31 Tahun 1967. dsb. (7) Pajak. dan negara (good citizenship). (6) Keuangan negara. yang tentu berbeda dengan orang asing. Tahun 1955 terbit buku civics karangan J. pertahanan rakyat. kesehatan. misalnya : (1) Akhlak.kewajiban warga negara terhadap pemerintah. (4) Keadaan dalam dan luar negeri. d. Materinya adalah pidato kenegaraan Presiden Soekarno ditambah dengan : (1) Pancasila. masyarakat. (5) Ketatanegaraan. pengajaran. kewanitaan. Buku pegangan resminya adalah ”Manusia dan Masyarakat Baru Indonesia” karang Supardo. (3) Bendera dan Lambang Negara. (2) Indonesia Raya. . Materinya mengenai : (1) Indonesia tanah airku. Pada tahun 1961 istilah kewarganegaraan diganti dengan kewargaan negara karena menitikberatkan warga sesuai dengan Pasal 26 Ayat (2) UUD 1945 yang mengandung pengertian akan hak dan kewajiban warga negara terhadap negara. pemerintahan. keluarga.

Pada tahun 1966 setelah peristiwa G-30-S/PKI. (4) Perserikatan Bangsa-Bangsa. (3) Ketetapan-ketetapan MPRS. (7) Ilmu Bumi Indonesia. (2) UUD 1945. g. Di perguruan tinggi terdapat mata kuliah ”Kewiraan Nasional” yang intinya berisi pendidikan pendahuluan bela negara. (6) Sejarah Indonesia. Baru pada tahun 1972 setelah Seminar Nasional Pengajaran dan Pendidikan Civics (Civic Education) di Tawangmangu Surakarta. Sejak zaman Hindia Belanda sampai dengan RI tahun 1972.” yaitu suatu program pendidikan yang tujuan utamanya membina warga negara yang lebih baik menurut syarat-syarat. Untuk mengisi kekosongan materi civics. belum ada kejelasan pengertian tentang apakah kewargaan negara atau pendidikan kewargaan negara. mendapat ketegasan dan memberi batasan bahwa : (4) Civics diganti dengan ”Ilmu Kewargaan Negara. (3) Hak dan kewajiban warga negara. SLTP. dan ukuran ketentuan-ketentuan UUD 1945. hukum. politik. f. ekonomi. Bahannya diambil dari ilmu kewar- . Pelajaran civics diberikan di tingkat SD. dan kebudayaan. kriteria. Departemen P&K mengeluarkan instruksi bahwa materi civics (kewargaan negara) adalah : (1) Pancasila. buku karangan Supardo tersebut di atas dilarang dipakai. sesuai dan sejauh diatur dalam UUD 1945. dan SLTA. (5) Orde Baru.” yaitu suatu disiplin ilmu dengan obyek studi tentang peranan para warga negara dalam bidang spiritual. (2) Civic education diganti dengan ”Pendidikan Kewargaan Negara.(2) Sejarah pergerakan. sosial.

32/DJ/Kep/1983 yang disempurnakan dengan Keputusan Dirjen Dikti No. 2 Tahun 1989 tentang Sisdiknas Pasal 39 Ayat (2) yang menyebutkan isi kurikulum setiap jenis. (2) Tahun 1983 – 2000 dengan Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Depdikbud No. ditetapkan Pendidikan Pancasila. maka dengan Keputusan Dirjen Dikti No. berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) No. Pendidikan Agama. Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi : (1) Tahun 1970an–1983 terdapat mata kuliah Kewiraan Nasional dengan inti pendidikan pendahuluan bela negara. pendidikan agama. jalur. h. maka dengan Keputusan Dirjen Dikti No. 150/DIKTI/Kep/2000 mengharuskan untuk selalu mengevaluasi kesahihan isi silabus dan GBPP pendidikan kewarganegaraan beserta proses pembelajarannya. (4) Tahun 2002. 38/DKITI/Kep/2002 tentang Ramburambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK). ditetapkan penyempurnaan pendidikan kewarganegaraan silabus dan pada perguruan tinggi di Indonesia yang memuat GBPP-nya. maka dengan Keputusan Dirjen Dikti No. Berdasarkan hasil evaluasi dimaksud. 151/DIKTI/Kep/2000 ditetapkan Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP) Pendidikan Kewiraan. dan jenjang pendidikan wajib memuat pendidikan Pancasila.gaan negara termasuk kewiraan nasional. (3) Berdasarkan UU No. merupakan kelompok MPK yang wajib diberikan dalam kurikulum setiap program studi/ kelompok studi di Perguruan Tinggi. . dan pendidikan kewarganegaraan yang di dalamnya termasuk pendidikan pendahuluan bela negara yang tercakup dalam MPK. dan filsafat pendidikan nasional. dan Pendidikan Kewarganegaraan. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. 25/DIKTI/Kep/1985 dan disempurnakan lagi dengan Keputusan Dirjen Dikti No. mental Pancasila. 267/DIKTI/Kep/ 2000. filsafat Pancasila.

.Sementara itu di UNSUR Cianjur khusunya di FKIP. namanya Pendidikan Kewiraan. tetapi isinya tetap mengacu pada kurikulum yang ditetapkan oleh Depdiknas. Materi pendidikan kewiraan yang dahulu pendidikan pendahuluan bela negara. adalah bagian dari pendidikan kewarganegaraan.

4. teknologi. identitas nasional adalah ciri. dan peralatan lain. dan dengan ciri-ciri khas tadi suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain dalam kebidupannya. Identitas nasional lebih merujuk pada identitas bangsa dalam pengertian politik (political unity). dan dasar negara. bahasa. atau jatidiri. seperti Garuda Pancasilan.” yang berarti ciri. tanda. tata kelakuan dan kebiasaan. bendera. tanda. Hal ini biasanya dinyatakan dalam bentuk peraturan perundang-undangan.BAB III IDENTITAS NASIONAL INDONESIA A. pandangan hidup. Pola perilaku yang terwujud melalui aktivitas masyarakat sehari-hari. Pengertian identitas nasional yang dikemukakan oleh Koento Wibisono (2005) adalah ”manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan suatu bangsa (nation) dengan ciri-ciri khas. Identitas nasional = identitas kebangsaan. dan lagu kebangsaan.” Adapun indikator yang dijadikan sebagai salah satu parameter budaya untuk mencari identitas nasional antara lain : 1. Alat-alat kelengkapan yang dipergunakan untuk mencapai tujuan seperti bangunan. atau sesuatu. kelompok. Nasional merujuk pada konsep kebangsaan. 2. . 3. yang membedakannya dengan yang lain. Contohnya bangunan tempat ibadah. yang melekat pada seseorang. Lambang-lambang yang merupakan ciri dari bangsa dan secara simbolis menggambarkan tujuan dan fungsi bangsa. Identitas berasal dari bahasa Inggris “identity. atau jatidiri bangsa yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain. kepribadian. Hal ini menyangkut adat-istiadat. Jadi. 3. Identitas nasional Indonesia yang membedakannya dengan bangsa-bangsa lain salah satu di antaranya adalah adanya ideologi Pancasila sebagai dasar filsafat. 2. PENGERTIAN 1.

Sakral : Faktor ini dapat berupa agama atau ideologi yang dianut/diakui oleh masyarakat bersangkutan. bhinneka tunggal ika. Primordial : Faktor ini meliputi ikatan kekerabatan (darah dan keluarga). Yoseph Broz Tito di Yugoslavia. bahasa. prestasi dalam bidang tertentu (pertanian. kapal laut. daerah asal (homeland). Tujuan yang ingin dicapai suatu bangsa yang sifatnya dinamis dan tidak tetap seperti budaya unggul. kesamaan sukubangsa. dll. FAKTOR PEMBENTUK IDENTITAS Menurut Ramlan Surbakti (1999). dll. dll. perkembangan ekonomi. Sejarah : Persepsi yang sama tentang pengalaman masa lalu yang menderita akibat penjajahan menimbulkan perasaan senasib sepenanggungan dan solidaritas . 3. alat komunikasi. dan adat-istiadat.pakaian adat. dapat menjadi faktor yang menyatukan bangsa-negara. dan kelembagaan. proses pembentukan bangsa-negara memerlukan identitas-identitas untuk menyatukan. tokoh. 2. teknologi bercocok tanam. sejarah. 4. dan Dr. Sukarno (Bung Karno) di Indonesia. 1. Contoh : Agama Katholik mampu membentuk beberapa negara di Amerika Latin. Nelson Mandela di Afrika Selatan. Ir.). Tokoh : Kepemimpinan para tokoh yang disegani dan dihormati masyarakat (kharismatik). Dengan faktor ini masyarakat dapat membentuk bangsa-negara. sakral. olah raga. Contoh : Mahatma Ghandi di India. dan teknologi lain seperti pesawat terbang. Faktor-faktor yang menjadi identitas bersama suatu bangsa meliputi primordial. 4. Uni Soviet diikat oleh kesamaan ideologi komunisme. B. Contoh : Bangsa Yahudi membentuk negara Israel.

warga masyarakat. kesenian. teknologi. Kebudayaan. Contoh : Indonesia. faktor-faktor pembentuk identitas nasional menurut Srijanti (2009:35) adalah : 1. dan akan semakin besar solidaritas dan persatuan dalam masyarakat. 5. sehingga melahirkan tekad dan tujuan untuk membentuk negara. peralatan/perkakas. 6. tata kelakuan. ras. akan tetapi trintegrasi dalam suatu negara Indonesia. mata pencarian. yang menurut ilmu sosiologi termasuk di dalamnya adalah ilmu pengetahuan. dan agama. 300) dan setiap suku bangsa mempunyai adat-istiadat. semakin saling bergantung di antara jenis pekerjaan. Contoh : Negara-negara di Amerika utara dan Eropa barat. Indonesia dikenal sebagai bangsa yang terdiri dari banyak suku bangsa (lk. Bhinneka Tunggal Ika : Kesediaan warga masyarakat untuk bersatu dalam perbedaan (unity in diversity) tanpa menghilangkan keterikatannya pada suku bangsa. Suku bangsa. dan norma yang berbedabeda. dapat membentuk organisasi besar berupa negara. Kebudayaan sebagai parameter identitas nasional harus yang merupakan milik bersama (bukan individu/ pribadi). adat-istiadat. Berdasarkan parameter sosiologi. suku. yaitu golongan sosial yang khusus dan bersifat askriptif (ada sejak lahir) yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. bahasa. agama. sistem kepercayaan. Kelembagaan : Kerja dan perilaku lembaga pemerintahan dan politik yang baik. Perkembangan Ekonomi : Perkembangan ekonomi (industrialisasi) akan melahirkan spesialisasi pekerjaan dan profesi sesuai dengan aneka kebutuhan masyarakat. ras. dll. Semakin tinggi mutu dan variasi kebutuhan masyarakat. . 7. dll. 2. yang mempertemukan dan melayani warga tanpa membeda-bedakan asal-usul. Contoh : Republik Indonesia. kesenian. adat-istiadat. dapat mempersatukan orang-orang sebagai suatu bangsa.

4. atau juga dari identitas beberapa bangsa yang ada kemudian disepakati untuk dijadikan identitas bersama sebagai identitas bangsa-negara. dan dikembangkan terus-menerus. dan etnik. adat-istiadat. dan bahasa). yang merupakan kesitimewaan manusia dalam berkomunikasi dengan sesamanya. IDENTITAS KEBANGSAAN DAN IDENTITAS NASIONAL INDONESIA Identitas kebangsaan (political unity) merujuk pada bangsa dalam pengertian politik. Mengapa? Karena warga lebih dulu memiliki identitas kelompoknya. alamiah (bawaan). sehingga menjadi jelas batas-batas wilayahnya di muka bumi. sehingga jangan sampai melunturkan identitas nasional. daerah asal. IDENTITAS KESUKUBANGSAAN Identitas kesukubangsaan (Cultural Unity) merujuk pada bangsa dalam pengertian kebudayaan atau sosiologis-antroplogis. C. Di sini perlu ditekankan bahwa kesetiaan pada identitas .3. Setiap anggota memiliki kesetiaan/loyalitas pada identitasnya (pada suku. Identitas yang dimiliki oleh sebuah cultural unity bersifat askriptif (sudah ada sejak lahir). Bahasa. Kesediaan dan kesetiaan warga bangsa/negara untuk mendukung identitas nasional perlu ditanamkan. tetapi umumnya terdiri dari banyak bangsa (heterogen). dan waktu. yaitu bangsa-negara. budaya. Identitas nasional dapat berasal dari identitas satu bangsa yang kemudian disepakati oleh bangsa-bangsa lainnya yang ada dalam negara itu. suku. yang menunjukkan lokasi negara dalam kerangka ruang. tempat. agama. dipupuk. D. dan daerah asal (homeland). Karena itu negara perlu menciptakan identitas kebangsaan atau identitas nasional. Kondisi geografis. Identitas ini disebut juga identitas primordial yang pada umumnya sangat kuat karena memiliki ikatan emosional dan solidaritas erat. agama. yang disatukan oleh adanya kesamaan ras. keturunan (darah). yang merupakan kesepakatan dari banyak bangsa di dalamnya. kerabat. Bahasa memiliki simbol yang menjadikan suatu perkataan mampu melambangkan arti apa pun. Bisa saja dalam negara hanya ada satu bangsa (homogen). primer.

6. Konsepsi wawasan nusantara. dan bernegara. Bahasa nasional atau bahasa persatuan. lambang nasional. yaitu bahasa Indonesia. Bentuk negara. Lambang negara. termasuk juga ideologi nasional. yaitu Indonesia Raya. berbangsa. Hukum dasar negara (konstitusi). 9. yaitu sebagai cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan memiliki nilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa. Lagu kebangsaan. bendera nasional. 3. Beberapa bentuk identitas nasional Indonesia sebagai wujud konkrit dari hasil perjuangan bangsa dimaksud adalah : 1. kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat. Proses pembentukan identitas nasional di Indonesia cukup panjang. Bentuk identitas kebangsaan bisa berupa adat-istiadat. 7. 4. untuk mencapai tujuan nasional. yaitu NKRI dan bentuk pemerintahannya Republik. yaitu Garuda Pancasila. Dasar falsafah dan ideologi negara. 8. dimulai dengan kesadaran adanya perasaan senasib sepenanggungan ”bangsa Indonesia” akibat kekejaman penjajah Belanda. kemudian memunculkan komitmen bangsa (tekad. 10.nasional akan mempersatukan warga bangsa itu sebagai ”satu bangsa” dalam negara. yaitu Sang Merah Putih. yaitu UUD 1945. 5. yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Bendera negara. yaitu Pancasila. bahasa nasional. 2. Beragam kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai kebudayaan nasional. dan kemudian menjadi kesepakatan bersama) untuk berjuang dengan upaya yang lebih teratur melalui organisasi-organisasi perjuangan (pergerakan) kemerdekaan mengusir penjajah sampai akhirnya Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 dan membentuk negara. . Semboyan negara.

” yang berarti hak-hak manusia. bersifat kodrati. Mustafa Kemal Pasha (2002) : ”Hak asasi manusia ialah hak-hak dasar yang dibawa manusia sejak lahir yang melekat pada esensinya sebagaia nugrah Allah Swt. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara.” 2. universal dan abadi. berkaitan dengan harkat dan martabat manusia.” dalam bahasa Inggris “human right.” 3. Dardji Darmodihardjo : ”Hak asasi manusia adalah hak-hak dasar atau hak-hak pokok yang dibawa manusia sejak lahir sebagai anugrah Tuhan YME.” 4. Undang-Undang No.” 5.BAB IV HAK ASASI MANUSIA A. XVII/MPR/1998 : ”Hak asasi manusia adalah hak sebagai anugrah Tuhan YME yang melekat pada diri manusia. hukum. 39 Tahun 1999 : ”Hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan YME dan merupakan anugra-Nya yang wajib dihormati. Ketetapan MPR No. Padmo Wahyono : ”Hak-hak asasi manusia adalah hak-hak yang memungkinkan orang hidup berdasarkan suatu harkat dan mertabat tertentu (beradab). 1. pemerin- .” dan dalam bahasa Belanda “mensen rechten. Di bawah ini dikemukakan pengertian HAM menurut para pakar dan berdasarkan ketentuan resmi. Hak-hak ini menjadi dasar daripada hak-hak dan kewajiban-kewajiban lain. PENGERTIAN HAK ASASI MANUSIA Hak Asasi Manusia (HAM) dalam bahasa Perancis dikenal dengan “droit de l’homme.

suku. Hak asasi manusia tidak perlu diberikan. B. adalah ciptaan Tuhan YME. ras. adat-istiadat. kecuali nanti pada amalnya. dan setiap orang. Hak asasi manusia berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin. b. dalam membebaskan bangsa Yahudi dari perbudakan (tahun 6000 sM). Landasan kedua yang lebih mendalam : Makhluk ciptaan Tuhan YME. Pada Masa Sejarah : a. agama. SEJARAH PERKEMBANGAN HAM 1. Perjuangan Nabi Musa As. Hak asasi manusia tidak boleh dilanggar. Karena itu di hadapan Tuhan manusia adalah sama. tanpa membedakan ras. asal-usul. 2. bahasa. Semua manusia sederajat. Tidak seorang pun mempunyai hak membatasi atau melanggar hak orang lain. Landasan Pengakuan HAM : a. Ciri Pokok dan Hakikat HAM : a. C. b. LANDASAN PENGAKUAN. dan mendorong tumbuh serta berkembangnya pribadi manusia yang multi dimensional. etnik. demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. dibeli. pandangan politik. atau diwariskan. agama. . b. asalusul. Hukum Hammurabi di Babylonia yang memberi jaminan keadilan bagi warga negara (tahun 2000 sM). dsb. dsb. bahkan seluruh yang ada di jagat raya. SERTA CIRI POKOK DAN HAKIKAT HAM : 1.tah. c. Semua manusia. Hak asasi manusia adalah bagian dari manusia secara otomatis.” Adapun tujuan pelaksanaan hak asasi manusia adalah untuk mempertahankan hakhak warga negara dari tindakan sewenang-wenang aparat negara. Landasan langsung yang pertama : Kodrat manusia.

untuk membebaskan para bayi wanita dan wanita dari penindasan bangsa Quraisy (tahun 600). 2. dan Aristoteles (384-322 sM) para filosof Yunani peletak dasar hak asasi manusia. Pada tahun 1628 keluar piagam ”Petition of Right” yang berisi pernyataan mengenai hak hak-hak rakyat beserta jaminannya : (1) Pajak dan pungutan istimewa harus disertai persetujuan rakyat (no taxation without refresentation). (4) Hak warga negara untuk memeluk agama menurut kepercayaannya . undang-undang. (2) Warga negara tidak boleh dipaksa menerima tentara di rumahnya. akibat tidak puas atas tindakan Raja John yang sewenangwenang. b. HAM di Inggris : a. Pada tahun 1689 keluar “Bill of Right” yang merupakan undang-undang yang diterima parlemen sebagai bentuk perlawanan terhadap Raja James II tentang : (1) Kebebasan dalam pemilihan anggota parlemen. d. dan pembentukan tentara harus seizin parlemen. para bangsawan berhasil membuat perjanjian yang disebut ”Magna Charta” (Piagam Agung) yang membatasi kekuasaan raja. Plato (429-347 sM). Pada saat itu di Arab terkenal dengan sebutan zaman jahiliyah (kebodohan). (2) Kebebasan berbicara dan mengeluarkan pendapat. Mereka mengajarkan untuk mengkritik pemerintahan yang tidak berdasarkan keadilan. Pada tahun 1215. (2) Alasan penahanan seseorang harus disertai bukti yang sah menurut hukum.” yaitu undang-undang yang mengatur tentang penahanan seseorang : (1) Seseorang yang ditahan harus segera diperiksa dalam waktu dua hari setelah penahanan. Socrates (469-399 sM). cita-cita. Perjuangan Nabi Besar Muhammad Saw. Tahun 1679 muncul “Habeas Corpus Act. (3) Tentara tidak boleh menggunakan hukum perang dalam keadaan damai. c. (3) Pajak.c. d. dan kebijaksanaan.

merasa tertindas oleh pemerintahan Inggris sebagai penjajah.masing-masing. yang tidak dapat dipisahkan daripada hakikatnya. b. c. Kebebasan dari kemelaratan (Freedom of Want). (5) Parlemen berhak mengubah keputusan raja. 4.” Deklarasi ini pada tahun 1791 dimasukkan dalam konstitusi Perancis. 6. Perjuangan pene-gakkan HAM didasari pemikiran John Locke. Kebebasan berbicara dan berpendapat (Freedom of Speech and Thought). HAM di Perancis : Perjuangan HAM dirumuskan dalam suatu naskah pada awal revolusi Perancis tahun 1789 sebagai pernyataan tidak puas kaum borjuis dan rakyat terhadap Raja Louis XVI. dan Fraternity (Kemerdekaan. Pengakuan HAM oleh PBB : . dan hak milik (property). 5. Egality. Dasar ini dijadikan ”Declaration Independence of The United States” dan pada saat kemerdekaan 4 Juli 1776 dimasukkan dalam konstitusi AS. d. HAM di Amerika Serikat : Rakyat AS yang umumnya datang dari Eropa sebagai emigran. yang dikenal dengan ”Declaration des Droits de L’homme et Du Citoyen” (pernyataan mengenai hak-hak asasi manusia dan warga negara) yang berisi bahwa ”hak asasi manusia adalah hak-hak alamiah yang dimiliki manusia menurut kodratnya. 3. Kebebasan dari rasa takut (Freedom of Fear). Persamaan. Dalam revolusi Perancis ini muncul semboyan : Liberty. yaitu hak-hak alam seperti hak hidup (life). dan Persaudaraan). Atlantic Charter Tahun 1941 : Piagam Atlantik ini muncul pada saat terjadi Perang Dunia II yang dipelopori oleh Franklin Delano Roosevelt (AS) yang menyebutkan ”The Four Freedom” (Empat Kebebasan) : a. dan karena itu bersifat suci. Kebebasan beragama (Freedom of Religion). hak kebebasan (liberty).

Declaration on The Right of Peoples to Peace 1984 (Deklarasi Hak Bangsa dan Perdamaian). Isi covenants dimaksud antara lain : (1) The International on Civil and Political Right.” Semuanya ada 30 pasal. and Cultural Right 1966. d. yang berisi syarat-syarat dan nilai-nilai bagi sistem demokrasi ekonomi. dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam persaudaraan. African Charter on Human and Peoples Right (Banjul Charter 1981) oleh negara-negara Afrika yang tergabung dalam Persatuan Afrika (OAU). b. sosial. Declaration on The Right to Development 1986 (Deklarasi Hak Atas Pembangunan).a. Pada tanggal 10 Desember 1948 Majelis Umum Perserikatan BangsaBangsa (MU-PBB) berhasil merumuskan naskah “Universal Declaration of Human Right” sehingga tanggal tersebut tiap tahun diperingati sebagai Hari Hak Asasi Manusia. (3) Optional Protokol 1966. 7. b. . yaitu tentang hak sipil dan hak politik. Cairo Declaration on Human Right in Islam 1990. (4) Wina Declaration 1993. (2) The International Covenant on Economic. dan budaya. oleh negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI). Deklarasi HAM Dunia Ketiga : a. c. Social. Tahun 1966 dalam Sidang MU-PBB telah diakui ”Covenants on Hu- man Right” dalam hukum internasional dan diratifikasi oleh negara-negara anggota PBB termasuk Indonesia. Mereka dikaruniai akal dan budi. yaitu adanya kemungkinan seorang warga negara yang mengadukan pelanggaran hak asasi manusia kepada The Human Right Committee UNO (PBB) setelah upaya pengadilan di negaranya tidak memuaskannya. Isi pokok deklarasi tersebut tertuang dalam Pasal 1 yang menyatakan : “Sekalian orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. yaitu deklarasi universal dari negara-negara yang tergabung dalam PBB.

kesehatan. hak sederajat dengan bangsa lain. yang diperjuangkan oleh negara-negara berkembang (Asia-Afrika). Hak asasi manu-sia pada generasi ini lebih maju karena tidak saja mencakup struktural. Kesimpulan : Berdasarkan sejarah perkembangannya. dan hak atas jaminan sosial. Contohnya : Hak atas pekerjaan. Bangkok Declaration 1993. 3. Generasi IV : Declaration of The Basic Duties of Asian Peoples and Government 1983. HAM DI INDONESIA Pengakuan atas martabat dan hak-hak yang sama sebagai manusia yang hidup di dunia telah disetujui dan diumumkan oleh Resolusi MU-PBB pada tanggal 10 Desember 1948 dalam “Universal Declaration of Human Right” (Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia). Di sini dikritik peranan negara yang sangat dominan dalam proses pemba-ngunan yang berfokus pada bidang ekonomi. . hak atas kesamaan di muka pengadilan. hak beragama. Hak berpikir dan mengeluarkan pendapat. hak kebebasan berpikir dan berpendapat.e. hak berkumpul dan berserikat. Generasi I : Hak Sipil dan Politik. hak atas kebebasan dan keamanan. Generasi II : Hak Ekonomi. terdapat empat generasi hak asasi manusia : 1. Contohnya : Hak bebas dari ancaman musuh. Generasi III : Hak Perdamaian dan Pembangunan. tetapi juga berpijak pada terciptanya tatanan sosial yang berkeadilan. pendidikan. perumahan. hak atas pangan. hak atas penghasilan yang layak. yang bermula di dunia Barat (Eropa). karena hanya mementingkan sekelompok elit (konglomerat) dan penguasa saja. yang diterima oleh negara-negara di Asia. D. hak membentuk serikat pekerja. hak setiap bangsa untuk merdeka. dan hak mendapatkan kedamaian. yang diperjuangkan oleh negara-negara Asia. dan Budaya. Contohnya : Hak atas hidup. sinya memuat 30 Pasal yang meliputi : 1. yang diperjuangkan oleh negara-negara sosialis di Eropa timur. 2. Sosial. yang menimbulkan dampak negatif bagi keadilan rakyat. 4.

yaitu dalam BAB XA Pasal 28A s/d 28J (10 Pasal dan 24 Ayat). Hak menganut agama atau aliran kepercayaan. Di Indonesia pengaturan HAM ini tercantum dalam berbagai peraturan perundangundangan termasuk undang-undang yang mengesahkan berbagai konvensi internasional mengenai HAM. XVII/ MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia. Pada Pembukaan UUD 1945 alinea pertama : ”Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa . Dalam UUD 1945 sendiri sama sekali tidak ada kata-kata atau istilah HAM. secara tegas dan cukup rinci dimuat tentang HAM. Hak untuk hidup. Hak untuk mendapatkan perlindungan hukum. Hak memiliki sesuatu. tugas yang harus dilaksanakan. Namun untuk memayungi seluruh peraturan perundangundangan tadi dipandang perlu dibentuk undang-undang tentang HAM tersendiri. Hak untuk memperoleh pekerjaan. 6. Kemudian karena materinya sudah termuat dalam UUD 1945 setelah perubahan tersebut. 2. Sila . maka Tap MPR tersebut di atas dicabut dengan Tap MPR No. 7. Baru setelah perubahan (amandemen) yang kedua tahun 2000. dan falsafah negara Pancasila. tetapi sebenarnya pengakuan atas HAM di Indonesia telah ada sejak ditetapkannya UUD pada tanggal 18 Agustus 1945. Jadi lebih dulu daripada deklarasi MU-PBB tanggal 10 Desember 1948. Pada Pembukaan UUD 1945 alinea keempat : Di dalamnya terdapat tuju-an nasional. ” dst. Hak mendapatkan pendidikan dan pengajaran. Hak untuk kemerdekaan hidup. 9. 8. 3. Indonesia mengakui adanya hak untuk merdeka dan bebas. 4. 5.. Hak untuk memperoleh nama baik. Jelas. 1/MPR/2003. Maka berdasarkan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) No. Contohnya : 1. 39 Tahun 1999 dengan judul yang sama. Dengan demikian walaupun dalam UUD 1945 asli (sebelum perubahan) tidak ada kata-kata atau istilah HAM. terbit Undang-Undang No..2.

ekonomi. penerap-an HAM di Indonesia selain atas dasar UUD 1945 yang sangat singkat seperti disebutkan di atas. Konvensi tentang Hak Politik Kaum Perempuan (Convention on The Political Right of Women). 48 Tahun 1993.kedua Pancasila adalah ”kemanusiaan yang adil dan beradab. juga didasarkan beberapa macam konvensi internasional yang kemudian diratifikasi. sosial. XVII/MPR/1998 dan UU No. antara lain : 1. Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman Lain yang Kejam. yang diratifikasi dengan UU No. and Stockpiling of Bacteriological/ Biological and Toxic Weapon and on Their Destruction). yang diratifikasi dengan Keppres No. Konvensi Jenewa (Geneva Convention) 12 Agustus 1949 yang diratifikasi dengan UU No. 3. 4. Sebelum Tap MPR No. 5. 59 Tahun 1958. Produksi. yang diratifikasi dengan UU No. Konvensi Hak Anak (Convention on The Right of The Child). 36 Tahun 1990. 7. atau Merendahkan Martabat Manusia (Torture Convention). dan budaya. 5 Tahun 1998. Konvenasi Pelarangan Pengembangan. Konvensi Internasional terhadap Anti Apartheid dalam Olahraga (Interna-tional Convention Againts Apartheid in Sports).” berarti ada pengakuan atas hak asasi manusia seutuhnya. Tidak Manusiawi. dan Penyimpanan Senja-ta Biologis dan Beracun. Batang tubuh UUD 1945 dari Pasal 27 s/d 34 yang mencakup hak dalam bidang politik. . serta Pemusnahannya (Convention on The Prohibi-tation of The Development. 3. 6. 7 Tahun 1984 dan menjiwai keluarnya UU No. 68 Tahun 1958. akan tetapi memang masih terbatas dan rumusannya amat singkat. yang diratifikasi dengan UU NO. Konvensi tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (Convention on The Elimination of Discrimination Againts Women). 58 Tahun 1991. 39 Tahun 1999. Hal ini berarti adanya HAM. Production. yang diratifikasi dengan UU No. 2. yang diratifikasi dengan Keppres No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.

diperlukan pengakuan dan perlindungan hak asasi manusia. dsb. 87 Concerning Freedom of Association and Protection on The Right to Organize). 29 Tahun 1999. karena tanpa hal tersebut manusia akan kehilangan sifat dan martabatnya. 3. dll. Tuhan YME adalah pencipta alam semesta dengan segala isinya. 9. 39 Tahun 1999) adalah : 1. bentuk struktur. Dan sebelumnya telah pula dibentuk Komisi Nasional HAM (Komnas HAM) berdasarkan Keppres No. 5 Tahun 1993 yang kemudian diku-kuhkan dalam UU No. menuntut keadilan. Konvensi Organisasi Buruh Internasional No. mempertahankan. yaitu melalui Komisi Kebenar-an dan Rekonsilisasi yang dibentuk berdasarkan UU. Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM). dan meningkatkan martabat manu-sia. 2. Untuk melindungi. serta berbagai kemudahan oleh penciptanya untuk menjamin kelangsungan hidupnya. Untuk penegakkan dan perlindungan hak asasi manusia. 26/2000 ini juga memberikan alternatif bahwa untuk penyelesaian pelanggaran hak asasi manusia yang berat dapat dilakukan di luar pengadilan HAM. Contoh LSM yang ada : Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Konvensi Internasional tentang Penghapusan Semua Bentuk Diskriminasi Rasial (Convention on The Elimination of Racial Discrimination). melindungi korban hak asasi manusia. 26 Tahun 2000. Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekeras-an (KONTRAS). kemauan. 87 Tahun 1998 (Convention No. sehing-ga dapat . Untuk memantapkan pelaksanaan hak asasi manusia berdasarkan aturan-aturan tersebut di atas. 83 Tahun 1998. masyarakat pun dapat membentuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dengan tugas menuntut pihak-pihak yang me-langgar hak asasi manusia. yang dira-tifikasi dengan UU No. yang diratifikasi dengan UU No. Pada dasarnya manusia dianugrahi jiwa. telah dibentuk Pengadilan HAM berdasarkan UU No. UU No. kemampuan. Human Right Watch (HRW).8. Dasar pemikiran pembentukan Undang-Undang tentang HAM (UU No. 39 Tahun 1999.

tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya hak asasi manusia. jenis kelamin. golongan status sosial. 4. adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan sengaja. sehingga di dalam hak asasi manusia terdapat kewajib-an dasar atau kewajiban asasi manusia. kelompok. Hak asasi manusia harus benar-benar dihormati. Kewajiban dasar manusia. Setiap hak asasi manusia mengandung kewajiban untuk menghormati hak asasi manusia lain. ekonomi. Hak asasi manusia tidak boleh dilenyapkan oleh siapa pun dan dalam keadaan apa pun. pelaksanaan atau penggu-naan hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam kehidupan baik individual maupun kolektif dalam bidang politik. hukum. atau bentuk diskriminasi. pelecehan. dan untuk itu pemerintah. status ekonomi. dan aspek kehidupan lainnya. suku. politik. budaya. 2. dan penegakkan hak asasi manusia. 4. atau penghapusan. perlindungan. Penyiksaan. pengakuan. etnik. baik jasmani maupun rohani pada seseorang untuk memperoleh pengakuan atau kete-rangan dari seseorang atau dari orang ketiga. 39 Tahun 1999 : 1. maka hak asasi manusia yang satu dibatasi oleh hak asasi manusia yang lain.mendorong manusia menjadi serigala bagi manusia lainnya (homo homini lupus). dan ditegak-kan. Beberapa istilah dalam Ketentuan Umum UU No. 7. dengan menghukumnya atas suatu perbuatan yang telah dilakukan atau diduga telah dilakukan oleh seseorang atau orang ketiga. bahasa. atau pengucilan yang langsung atau tak langsung didasarkan pembedaan manusia atas dasar agama. ras. adalah setiap pembatasan. keyakinan. dan pejabat publik lain-nya mempunyai kewajiban dan tanggung jawab menjamin terselenggara-nya penghormatan. 5. 6. 3. Diskriminasi. sehingga kebebasan atau hak asasi manusia bukanlah tanpa batas. sosial. penyimpangan. Karena manusia merupakan mahluk sosial (zoon politicon). aparatur negara. adalah seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan. Hak asasi manusia (lihat di depan). se-hingga menimbulkan rasa sakit atau penderitaan yang hebat. dilindungi. apabila rasa sakit atau penderitaan tersebut . yang berakibat pengurangan.

dan memanfaatkannya. yang selanjutnya disebut Komnas HAM. 5.ditimbulkan oleh. dsb. Anak. dsb. Hak Sosial dan Kebudayaan (Social and Cultural Right). penyuluhan. termasuk anak yang masih dalam kandungan apabila hal tersebut adalah demi kepentingannya. penelitian. seperti hak memilih dan dipilih dalam Pemilu. adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara melawan hukum. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Macam dan jenis HAM meliputi berbagai bidang. Pelanggaran hak asasi manusia. atas hasutan dari. atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar. atau sepengetahuan siapa pun dan/atau pejabat publik. adalah setiap manusia yang berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun dan belum menikah. b. meng-halangi. kebebasan memeluk agama tertentu. berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku. menjual. 7. Hak Asasi Pribadi (Personal Right). hak mendirikan Parpol dan Ormas. dalam hukum dan pemerintahan. seperti hak untuk memilih pendidikan. seperti menyatakan pendapat. . seperti hak untuk memiliki sesuatu. Dari segi obyek atau kepentingannya : a. mengembangkan seni budaya. dan hak asasi kolektif. 2. d. membatasi. dan atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh undang-undang ini. Hak Perlakuan Sama (Legal Quality Right). Hak Asasi Politik (Political Right). dsb. kebebasan bergerak. e. 6. mengurangi. pemantauan. Dari segi subyeknya : Hak asasi individu. yaitu hak ikut dalam pemerintahan. Hak Asasi Ekonomi (Property Right). yaitu : 1. c. dan tidak menda-patkan. dan mediasi hak asasi manusia. membeli. dengan persetujuan. adalah lembaga mandiri yang kedudukannya setingkat dengan lem-baga negara lainnya yang berfungsi melaksanakan pengkajian.

Hak turutserta dalam pemerintahan (Pasal 43 s/d 44). tumbuh. Pasal 28B : (1) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah. 3. 5. 2. dan berkembang. g. serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.f. Hak untuk hidup (Pasal 4). bila terjadi penggeledahan. dsb. penangkapan. 9. Pasal 28C : . 10. Hak untuk memperoleh keadilan (Pasal 17 s/d 18). Hak untuk mengembangkan diri (Pasal 11 s/d 16). 8. Hak anak (Pasal 52 s/d 66). 7. Hak atas kesejahteraan (Pasal 36 s/d 42). 39 Tahun 1999 : 1. Hak Membangun (Developmen Right). seperti perlakuan tata cara pera-dilan. 4. seperti hak bagi negara untuk membangun negara tanpa campur tangan negara asing. Hak Perlindungan (Procedural Right). Hak Asasi Manusia dalam BAB XA Pasal 28A s/d 28J UUD 1945 (Perubahan II/2000) : Pasal 28A : Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. 6. Hak atas kebebasan pribadi (Pasal 20 s/d 27). Hak atas rasa aman (Pasal 28 s/d 35). Hak wanita (Pasal 45 s/d 51). Beberapa butir HAM yang ada dalam UU No. Hak untuk berkeluarga (Pasal 10). (2) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup. dsb.

memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggal-kannya. dan kepasti-an hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum. seni dan budaya. Pasal 28F : Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. memilih kewar-ganegaraan. serta berhak kembali. (2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan. Pasal 28G : . (3) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. menyimpan. dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. menyatakan pikiran dan sikap. dan menge-luarkan pendapat. memiliki.(1) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. memperoleh. (2) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlaku-an yang adil dan layak dalam hubungan kerja. jaminan. Pasal 28D : (1) Setiap orang berhak atas pengakuan. (3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat. bangsa dan negaranya. berkumpul. sesuai dengan hati nuraninya. memilih pekerjaan. Pasal 28E : (1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamnya. (2) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat. (4) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan. serta berhak untuk mencari. perlindungan. berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. mengolah. me-milih pendidikan dan pengajaran. demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.

(3) Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban. (2) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlaku-an yang bersifat diskriminatif. dan harta benda yang di bawah kekuasaannya. (4) Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapa pun. martabat. serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. (3) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengem-bangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat. . keluarga. hak beragama. Pasal 28H : (1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin. hak untuk tidak diperbudak. hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. kehormat-an.(1) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi. hak untuk tidak disiksa. Pasal 28I : (1) Hak untuk hidup. (2) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persa-maan dan keadilan. (2) Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain. bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

Kewajiban Dasar Manusia menurut UU No. (2) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya. Setiap hak asasi manusia seseorang menimbulkan kewajiban dasar dan tanggung jawab untuk menghormati hak asasi orang lain secara timbal balik serta menjadi tugas pemerintah untuk menghormati. 3. Setiap orang yang ada di wilayah negara RI wajib patuh pada peraturan perundang-undangan. nilai-nilai agama. . Pasal 28J : (1) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat. 2. maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin. dan bernegara.(4) Perlindungan. berbangsa. melindungi. dan ketertiban umumdalam suatu masyarakat demokratis. moral. dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan. dan bernegra. dan hukum internasional menge-nai hak asasi manusia yang telah diterima oleh negara RI. berbangsa. Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain. setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud sematamata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral. Dalam menjalankan hak dan kebebasannya. penagakan. keamanan. (5) Untuk menegakkan dan melindung hak asasi manusia sesuai dengan prin-sip negara hukum yang demokratis. dan tata tertib kehidupan bermasyarakat. 39 Tahun 1999 : 1. dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis. 4. etika. Setiap warga negara wajib ikutserta dalam upaya pembelaan negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. diatur. menegakkan. pemajuan. setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan oleh undang-undang dengan maksud untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertim-bangan moral. terutama pemerintah. dan memajukannya. hukum tak tertulis. dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara. keamanan.

1. partai. dan kepentingan bangsa. ekonomi. dan Piagam PBB. UUD 1945. 39 Tahun 1999. Komnas HAM dan Pengadilan HAM : Untuk memantapkan pelaksanaan hak asasi manusia di Indonesia telah diben-tuk Komnas HAM dan Pengadilan HAM. politik. budaya. kesusilaan. golongan. dan memajukan hak asasi manusia yang diatur dalam undangundang ini. Tidak satu ketentuan pun dalam undang-undang ini boleh diartikan bahwa pemerintah. Universal Hak Asasi Manusia. Komnas HAM : Dibentuk dengan Keppres No. merusak. Meningkatkan perlindungan dan penegakkan hak asasi manusia guna serta Deklarasi berkembangnya pribadi manusia Indonesia seutuhnya dan kemampu-annya berpartisipasi dalam berbagai bidang kehidupan. semata-mata untuk menjamin pengakuan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia serta kekebasan dasar orang lain. sosial. pertahanan keamanan negara. Pemerintah wajib dan bertanggung jawab menghormati. ketertiban umum. . atau pihak mana pun dibenarkan mengu-rangi. Kewajiban dan tanggung jawab pemerintah sebagaimana dimaksud meli-puti langkah implementasi yang efektif dalam bidang hukum. peraturan perundang-undangan lain. Hak dan kebebasan yang diatur dalam undang-undang ini hanya dapat dibatasi oleh dan berdasarkan undang-undang. 2. Mengembangkan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan hak asasi manusia sesuai dengan Pancasila. Tujuannya : a. 5 Tahun 1993 tanggal 7 Juni 1993 kemudian dikukuhkan dengan UU No. atau menghapuskan hak asasi manusia atau kebebasan dasar yang diatur dalam undang-undang ini. 39 Tahun 1999 : 1. 4.Kewajiban dan tanggung jawab Pemerintah menurut UU No. melindungi. menegakkan. 3. dan hukum inter-nasional tentang hak asasi manusia yang diterima oleh negara RI. b. dan bidang lain.

Sekretaris Jenderal dijabat oleh pegawai negeri yang bukan anggota. Tugasnya menetapkan peraturan tata tertib. maupun oleh institusi negara atau institusi lainnya terhadap hak asasi individu lain tanpa ada dasar atau alasan yuridis dan . Pelanggaran dan Pengadilan HAM : Unsur penting dalam HAM adalah masalah pelanggaran dan pengadilan HAM. Kedudukan. Ketentuan mengenai sidang paripurna dan sub komisi diatur dalam peraturan tata tertib Komnas HAM. Sekretariat Jenderal dibentuk untuk pelayanan administratif yang dibantu oleh unit kerja dalam bentuk Biro-biro. dan/atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh undangundang. dan mekanisme kerja. Pelanggaran HAM adalah setiap perbuatan seseorang atau kelom-pok orang termasuk aparat negara baik disengaja ataupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi. program kerja. Susunan Komnas HAM terdiri dari seorang Ketua. tugas. dua orang Wakil Ketua. Pelanggaran HAM merupakan tindakan pelanggaran kemanusiaan baik dilakukan oleh individu. Kelengkapan Komnas HAM terdiri dari : a. b. diangkat oleh presiden atas usul si-dang paripurna. tanggung jawab. Sidang Paripurna. 2. atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar. menghalangi.Anggota Komnas HAM berjumlah 35 orang. kelompok. Adapun kegiatan-kegiatan Komnas HAM dilakukan oleh Sub Komisi. dipilih oleh DPR berdasarkan usulan Komnas HAM dan diresmikan oleh Presiden. Ketua dan Wakil Ketua dipilih dari dan oleh anggota. Sidang paripurna adalah pemegang kekuasaan tertinggi dan terdiri dari seluruh anggota. dan Sekretaris Jenderal. dan susunan orga-nisasinya ditetapkan dengan Keppres. mambatasi. Sidang Sub Komisi. ber-dasarkan mekanisme hukum yang berlaku. Masa jabatannya lima tahun dan setelah berakhir dapat diangkat kembali hanya untuk satu kali masa jabatan. dan tidak didapatkan.

dan kelompok agama. pemandulan atau sterilisasi secara paksa atau bentuk-bentuk kekerasan seksual lain yang setara.alasan rasional yang menjadi pijakannya. Perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik lain secara Sewenang-wenang yang melanggar asas-asas/ketentuan pokok hukum internasional. Menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang akan mengakibatkan kemusnahan secara fisik baikj seluruh atau sebagiannya. kelompok etnis. b. Perkosaan.\ e. ras. Permusuhan. perbudakan seksual. Sementara itu kejahatan kemanusiaan adalah suatu perbuatan yang dila-kukan dengan serangan yang meluas dan sistematis. Pelanggaran berat meliputi kejahatan genosida dan kejahatan kemanusiaan. Penyiksaan. . Memaksanakan tindakan-tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran di dalam kelompok. Pembunuhan. pelacuran secara paksa. Membunuh anggota kelompok. d. Pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa. c. b. Mengakibatkan poenderitaan fisik atau mental yang berat terhadap anggotaanggota kelompok. pemaksaan kehamilan. sedangkan pelanggaran ringan adalah selain kedua bentuk tersebut. f. yaitu pelanggaran berat dan pelanggaran ringan. Serangan dimaksud ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil berupa : a. d. Kejahatan genosida adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan mak-sud menghancurkan/memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bang-sa. Genoside dilakukan dengan cara : a. c. Pelanggaran HAM dikelompokkan pada dua bentuk. g. e. Perbudakan. Memindahkan secara paksa anak-anak dari kelompoik tertentu ke kelompok lain.

Pengadil-an HAM adalah pengadilan khusus yang berada di lingkungan Peradilan Umum. melaksanakan rekon-siliasi dalam perspektif kepentingan bersama sebagai negara. Pengadilan atas pelanggaran HAM kategori berat seperti genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan diberlakukan asas retroaktif (pembuktian terbalik). 26 Tahun 2000. . budaya. Kejahatan apartheid. agama. atau alasan lain yang telah diakui secara uni-versal sebagai hal yang dilarang menurut hukum internasional. kebangsaan. Komisi ini adalah lembaga ekstrayudisial yang bertugas menegakkan kebenaran untuk mengungkap penyalahgunaan ke-kuasaan dan pelanggaran HAM pada masa lampau. penindasan dan dominasi suatu kelompok ras atas kelompok ras lain untuk mempertahankan dominasi dan kekuasaan-nya. 26 Tahun 2000. Pengadilan HAM dibentuk berdasarkan UU No. (Contohnya di Timor Timur pasca jajak pendapat 1999) yang mengakibatkan Timtim lepas dari NKRI. ras. dibentuk juga Komisi Kebenar-an dan Rekonsiliasi (KKR). etnis. Sementara itu Pengadilan HAM ad hoc yang dibentuk atas usul DPR berdasarkan peristiwa tertentu dengan Keppres untuk memeriksa dan memutus perkara pelanggaran hak asasi manusia yang berat. Selain pengadilan HAM ad hoc. Penghilangan orang secara paksa. terjadi sebelum diundangkannya UU No. jenis kelamin. i. j. Penganiayaan terhadap suatu kelompok tertentu atau perkumpulan yang didasari persamaan paham politik. bertugas dan berwenang memeriksa dan memutus perkara pelang-garan hak asasi manusia yang berat.h.

27 Ayat (3)}. Hak membela negara. Status dimaksud meliputi status pasif. adalah aktivitas warga negara untuk menolak campur tangan negara dalam masalah pribadi. Peranan Negatif. 2. Peranan tidak lain adalah tugas yang dilakukan dalam kedudukan/status sebagai warga negara. adalah aktivitas warga negara untuk meminta pelayanan negara dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup. Demikian juga peranan. Hak berserikat. HAK DAN KEWAJIBAN Hak dan kewajiban WNI tercantum dalam UUD 1945 Pasal 27 s/d 34. {Ps. 40/1999 tentang Pers. UU No. Hak-hak Warga Negara : a. dan positif. b. 9/1998 tentang Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat di Muka Umum. dan mengeluarkan pendapat. (Ps. aktif. WUJUD HUBUNGAN WARGA NEGARA DENGAN NEGARA Wujud hubungan antara warga negara dengan negara adalah berupa peranan (role). B. 4. Peranan Pasif.BAB V HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA A. UU No. misalnya UU No. {Ps. c. adalah kepatuhan warga negara terhadap peraturan perundangundangan yang berlaku. 3. adalah aktivitas warga negara untuk terlibat (berpartisipasi) dalam kehidupan bernegara. Peranan Positif. 22/2007 tentang Penyelenggaraan Pe- .27 Ayat (2)}. negatif. berkumpul. antara lain dalam mempengaruhi keputusan publik. Peranan Aktif. yaitu : 1. Lebih lanjut dijabarkan dalam peraturan perundang-undangan. 1. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. 28).

h.31 Ayat (1) dan (2)}. {Ps. f. 34/2004 tentang TNI. Tunduk pada pembatasan yang ditetapkan UU untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain. Kewajiban Warga Negara : a. dan (5)}.30 Ayat (1)}. Hak kemerdekaan memeluk agama. {Ps.27 Ayat (1)}. 42/2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. e. e. 10/2008 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR.29 Ayat (1) dan (2)}. 3/2002 tentang Pertahanan Negara.30 Ayat (1)}. i. 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia.27 Ayat (3)}. (3).32 Ayat (1)}.34). UU No. 28). Dalam upaya pertahanan negara. b. b. Dijabarkan dalam UU No. Hak untuk mengembangkan dan memajukan kebudayaan nasional. dll. Hak Negara terhadap Warga Negara : a. Hak mendapatkan jaminan keadilan sosial. Membela negara. UU No. UU No. 2/2008 tentang Parpol. Menhormati hak asasi orang lain (Ps. dll. {Ps. (2). dan UU No. Mengikuti pendidikan dasar. Hak dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Hak untuk mendapatkan pengajaran (pendidikan). Dijabarkan antara lain dalam UU No. {Ps. DPD. Hak negara untuk ditaati (hukum dan pemerintahan). dan DPRD. Hak ekonomi atau hak untuk mendapatkan kesejahteraan sosial. d. {Ps. 2/2002 tentang Kepolisian Negara RI. d. 3. 14/2005 tentang Guru dan Dosen. (Ps. Mentaati hukum dan pemerintahan. c. {Ps. Hak negara untuk dibela. (4).33 Ayat (1). f. {Ps.milihan Umum. g. Membayar pajak sebagai kontrak utama antara negara dengan warga negara. g. . {Ps. 2. UU No. dll. Dijabarkan dalam UU No. 20/2003 tentang Sisdiknas dan UU No.

f. 4. Mencerdaskan kehidupan bangsa. Menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional. g. perdamaian abadi. i. Kewajiban Negara terhadap Warga Negara : a. dan kekayaan yang terkandung di dalamnya untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. e. m. Memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilainilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Hak negara untuk menguasai bumi. Menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk memeluk agama dan kepercayaannya. air. Memajukan kebudayaan di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dengan memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya. Memberi dan mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat serta memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. Menjamin hak asasi warga negara. Mengusahakan dan menyelenggarakan sistem pendidikan nasional. n. Menjamin sistem hukum yang adil. h. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari APBN dan APBD. k.c. c. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. serta kebebasan beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya itu. d. o. b. Memajukan kesejahteraan umum. l. Membiayai pendidikan khususnya pendidikan dasar. dan keadilan sosial. Menguasai cabang-cabang produksi terpenting bagi negara dan menguasai hidup orang banyak. . j.

sejauh masalahnya tidak bersifat rahasia. misalnya perilaku sopan santun. sehingga muncul suatu identitas yang mudah dikenali sebagai warga negara. Bersikap terbuka (transparan). q. Rasional. Bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan palayanan umum lainnya yang layak. Karenanya berlaku universal di seluruh dunia. b. Bersikap kritis. Memiliki rasa hormat dan tanggung jawab. Yang perlu dibedakan adalah antara hak warga negara dengan hak asasi manusia. Melakukan dialog/diskusi. . KARAKTERISTIK WARGA NEGARA YANG BERTANGGUNG JAWAB Karakteristik adalah sejumlah sifat atau tabiat yang harus dimiliki oleh WNI. Dengan demikian hak warga negara untuk tiap negara akan berbeda. tetapi justru negara harus menjamin keberadaannya. untuk mencari kesamaan pemikiran terhadap penyelesaian masalah yang dihadapi. Memelihara fakir miskin dan anak-anak telantar. misalnya sikap dan perilaku yang selalu mendasarkan pada fakta dan data yang valid (sah) serta argumentasi yang kuat. Hak Asasi Manusia : a. b. Tidak diberikan oleh negara. Hak-hak yang sifatnya mendasar yang melekat secara otomatis dengan keberadaannya sebagai manusia sejak lahir. 2. Hak Warga Negara : a. 4. c. Muncul karena ada ketentuan peraturan perundang-undangan dan berlaku bagi orang yang berstatus sebagai warga negara. ramah tamah. Karakteristik dimaksud adalah : 1. 2. c. 5. yaitu : 1. serta melaksanakan semua tugas dan fungsi sesuai dengan aturan/norma yang berlaku. 3. yaitu pola sikap dan perilaku berdasarkan rasio atau akal pikiran yang sehat.p. C. Hak yang ditentukan dalam konstitusi suatu negara.

Mendorong berfungsinya demokrasi konstitusional yang sehat. Memiliki tanggung jawab pribadi. meliputi : 1. 7. ada kesamaan antara ucapan dan tindakan. politik. Adil. Memiliki kemandirian. Jujur. . yaitu sikap dan perilaku menghormati persamaan derajat dan martabat kemanusiaan. Berpartisipasi dalam urusan pembangunan dan kemasyarakatan dengan pikiran dan sikap yang santun. sehingga tidak muncul kritik tentang ”kebohongan publik. 5.6. yaitu sikap dan perilaku berdasarkan fakta dan data yang sah dan akurat. dan ekonomi. antara yang dikemukakan/diucapkan dengan kenyataan. 4. Menghargai martabat manusia dan kehormatan pribadi. sebagai warga negara. 3.” Adapun karakteristik WNI yang mandiri. Lebih-lebih hal ini bagi pejabat negara. dalam arti. 2.

“Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikutserta dalam usaha pertahanan keamanan negara.” 2. Pasal 27 Ayat (3) berbunyi. Pasal 30 Ayat (1) berbunyi. serta wewenang TNI dan POLRI : a. TNI di bawah koordinasi Departemen Pertahanan. fungsi. Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) sebagai kekuatan utama. Peran. “Setiap warga negara berhak dan wajib ikutserta dalam upaya pembelaan negara.TNI terdiri atas TNI Angkatan Darat. Fungsi. Kedudukan. tugas.” Dengan demikian usaha pembelaan dan pertahanan keamanan negara merupakan hak sekaligus kewajiban setiap warga negara Indonesia. yaitu : 1. Konsekuensinya setiap warga negara berhak dan wajib turutserta dalam menentukan kebijakan pembelaan negara melalui lembaga-lembaga perwakilan sesuai dengan UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Usaha pembelaan dan pertahanan keamanan negara dilaksanakan melalui Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). TNI Angkatan Laut. TNI berkedudukan di bawah Presiden.Dalam pengerahan dan penggunaan kekuatan militer.Dalam kebijakan dan strategi pertahanan serta dukungan administrasi. dan TNI .BAB VI BELA NEGARA A. Pembelaan negara dimaksud dalam implementasinya sesuai dengan kemampuan dan profesi masing-masing. MAKNA BELA NEGARA Dalam UUD 1945 : 1. Untuk lebih jelasnya di bawah ini dikemukakan tentang peran. . . dan Tugas TNI : (1) Kedudukan : .

mengatasi pemberontakan bersenjata. . mengamankan obyek vital nasional yang bersifat strategis. Tugas pokok ini dilakukan dengan : . dan keselamatan bangsa. mengatasi gerakan separatis bersenjata. (2) Peran : TNI berperan sebagai alat negara di bidang pertahanan yang dalam menjalankan tugasnya berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara. mempertahankan keutuhan wilayah NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.Penindak terhadap setiap bentuk ancaman tersebut di atas. . serta melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. .Penangkal terhadap setiap bentuk ancaman militer dan ancaman bersenjata dari luar dan dari dalam negeri terhadap kedaulatan. Dalam melaksanakan fungsi tersebut di atas. . . (3) Fungsi : TNI sebagai alat pertahanan negara berfungsi sebagai : . yaitu untuk : . . mengatasi aksi terorisme.Operasi militer untuk perang. mengamankan wilayah perbatasan. . . melaksanakan tugas perdamaian dunia sesuai dengan kebijakan politik luar negeri.Angkatan Udara yang melaksanakan tugasnya secara matra atau gabungan di bawah pimpinan Panglima. TNI merupakan komponen utama sistem pertahanan negara. . (4) Tugas : Tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara. . keutuhan wilayah.Pemulih terhadap kondisi keamanan negara yang terganggu akibat kekacauan keamanan.Operasi militer selain perang.Tiap-tiap angkatan mempunyai kedudukan yang sama dan sederajat.

Menegakkan hukum. membantu tugas pemerintahan di daerah. . . membantu mengamankan tamu negara setingkat kepala negara dan perwakilan pemerintah asing yang sedang berada di Indonesia. b. . mengamankan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya. penjagaan.POLRI berada di bawah Presiden.. dan pelayanan kepada masyarakat. (2) Tugas Pokok : . (3) Tugas : . pengayoman. dan penyelundupan. Ketentuan tersebut di atas dilaksanakan berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara. .POLRI dipimpin oleh KAPOLRI yang dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Presiden sesuai dengan peraturan perundang-undangan. . dan patroli terhadap kegiatan masyarakat dan pemerintah sesuai kebutuhan. . Tugas Pokok. . dan pemberian bantuan kemanusiaan.Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.Memberikan perlindungan. membantu menanggulangi akibat bencana alam. Kedudukan. membantu pemerintah dalam pengamanan pelayaran dan pener- bangan terhadap pembajakan. . . pengawalan. . memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta. perompakan. Tugas. membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue). . pengungsian. dan Wewenang POLRI : (1) Kedudukan : . membantu POLRI dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dengan undang-undang.Melaksanakan pengaturan.

Melakukan koordinasi. kedokteran kepolisian. kesadaran hukum masyarakat. .Menerima laporan dan/atau pengaduan.Turutserta dalam pembinaan hukum nasional. . .Memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan kepentingannya dalam lingkup tugas kepolisian.. harta benda.Melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap semua tindak pidana sesuai dengan hukum acara pidana dan peraturan perundang-undangan lainnya. (4) Wewenang : Dalam rangka penyelenggaran tugas pokok dan tugas tersebut di atas. tugas lain sesuai dengan peraturan perundang- . . dan lingkungan hidup dari gangguan ketertiban dan/atau bencana termasuk memberikan bantuan dan pertolongan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia.Menyelenggarakan segala kegiatan dalam menjamin keamanan. dan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa. dan kelancaran lalu lintas di jalan. . . dan pembinaan teknis terhadap kepolisian khusus. masyarakat. .Menyelenggarakan identifikasi kepolisian.Melindungi keselamatan jiwa raga. .Melayani kepentingan warga masyarakat untuk sementara sebelum ditangani oleh instansi dan/atau pihak yang berwenang. serta ketaatan warga masyarakat terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan. penyidik pegawai negeri sipil. laboratorium forensik dan psikologi kepolisian untuk kepentingan tugas kepolisian.Melaksanakan undangan. pengawasan.Memelihara ketertiban dan menjamin keamanan umum. .Membantu menyelesaikan perselisihan warga masyarakat yang dapat mengganggu ketertiban umum. ketertiban. .Membina masyarakat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. secara umum POLRI berwenang : . .

dan senjata tajam.Mengeluarkan peraturan kepolisian dalam lingkup kewenangan administratif kepolisian.Menerima pemberitahuan tentang kegiatan politik. . . serta kegiatan masyarakat. . mendidik.Memberikan surat izin mengemudi kendaraan bermotor. .Mengawasi aliran yang dapat menimbulkan perpecahan atau mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. .Mencegah dan menaggulangi tumbuhnya penyakit masyarakat. .Melakukan tindakan pertama di tempat kejadian. . .Mencari keterangan dan barang bukti. . . Sesuai dengan peraturan perundang-undangan lainnya.Mengambil sidik jari dan identitas lainnya serta memotret seseorang. . .Memberikan petunjuk. .Menerima dan menyimpan barang temuan untuk sementara waktu. .Melaksanakan pemeriksaan khusus sebagai bagian dari tindakan kepolisian dalam rangka pencegahan.Memberikan izin dan melakukan pengawasan senjata api.Melakukan kerjasama dengan kepolisian negara lain dalam menyidik dan memberantas kejahatan internasional.. bahan peledak. . POLRI berwenang : . dan melatih aparat kepolisian khusus dan petugas pengamanan swakarsa dalam bidang teknis kepolisian.Mengeluarkan surat izin dan/atau surat keterangan yang diperlukan dalam rangka pelayanan masyarakat.Menyelenggarakan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor.Memberikan izin operasional dan melakukan pengawasan terhadap badan usaha di bidang jasa mengamanan.Memberikan bantuan pengamanan dalam sidang dan pelaksanaan putusan pengadilan.Menyelenggarakan pusat informasi kriminal nasional. kegiatan instansi lain. . . .Memberikan izin dan mengawasi kegiatan keramaian umum dan kegiatan masyarakat lainnya.

. . Tindakan lain adalah tindakan penyelidikan dan penyidikan yang dilaksanakan jika memenuhi syarat sebagai berikut : . .Mewakili pemerintah RI dalam organisasi kepolisian internasional. penahanan.Mendatangkan orang ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan pemeriksaan perkara. dan penyitaan.Melarang setiap orang meninggalkan atau memasuki tempat kejadian perkara untuk kepentingan penyidikan.Mengajukan permintaan secara langsung kepada pejabat imigrasi yang berwenang di tempat pemeriksaan imigrasi dalam keadaan mendesak atau mendadak untuk mencegah atau menagkal orang yang disangka melakukan tindak pidana.Melakukan penangkapan. .Melakukan pemeriksaan dan penyitaan surat. . .Memberi petunjuk dan bantuan penyidikan kepada penyidik pegawai negeri sipil serta menerima hasil penyidikan penyidik pegawai negeri sipil untuk diserahkan kepada penuntut umum.Melakukan pengawasan fungsional kepolisian terhadap orang asing yang berada di wilayah Indonesia dengan koordinasi instansi terkait. .Membawa dan menghadapkan orang kepada penyidik dalam rangka penyidikan. .Memanggil orang untuk didengar dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi. .Tidak bertentangan dengan suatu aturan hukum.Mengadakan tindakan lain menurut hukum yang bertanggung jawab. . . POLRI berwenang untuk : .. penggeledahan.Menyuruh berhenti orang yang dicurigai dan menanyakan serta memeriksa tanda pengenal diri. .Mengadakan penghentian penyidikan. .Menyerahkan berkas perkara kepada penuntut umum. . Di bidang proses pidana.Melaksanakan kewenangan lain yang termasuk dalam lingkup tugas kepolisian.

2. Bela Negara secara Fisik : a.Pertimbangan yang layak berdasarkan keadaan yang memaksa. Mitra Babinsa. Pendidikan kewarganegaraan di sekolah-sekolah termasuk perguruan tinggi. b. . serta Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP).. . (4) Perlawanan rakyat. Pertahanan Sipil (Hansip) atau Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang tergabung dalam Wanra dan Kamra. Adapun sumber daya nasional meliputi sumber daya manusia. yaitu : (1) Ketertiban umum. Adapun Ratih mempunyai empat fungsi. Ikut pelatihan dasar kemiliteran melalui program Rakyat Terlatih (Ratih) yang terdiri dari berbagai unsur. Wujud bela negara mencakup pengertian bela negara secara fisik dan nonfisik. misalnya Resimen Mahasiswa (Menwa). Rakyat sebagai kekuatan Pendukung. (2) Perlindungan masyarakat. Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya POLRI senantiasa bertindak berdasarkan norma hukum dan mengindahkan norma agama. Keikutsertaan atau peranan rakyat (warga negara) dalam bela negara diselenggarakan melalui : a.Harus patut.Menghormati hak asasi manusia. Pelatihan dasar kemiliteran secara wajib (Wamil).Selaras dengan kewajiban hukum yang mengharuskan tindakan tersebut dilakukan. . c. Komponen pendukung adalah sumber daya nasional yang dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan dan kemampuan komponen utama dan cadangan. Pengabdian sesuai dengan profesi masing-masing. Menjadi anggota TNI atau POLRI. dan sumber daya buatan. 1. kesusilaan. dan termasuk dalam lingkungan jabatannya. masuk akal. serta menjunjung tinggi hak asasi manusia. sumber daya alam. . kesopanan. Dan lebih diutamakan adalah tindakan pencegahan. b. (3) Keamanan rakyat.

Tiga fungsi pertama dilakukan pada masa damai. . mereka dapat dimobilisasi dalam waktu singkat untuk tugas-tugas tempur maupun teritorial. pengacara di dinas hukum atau oditur militer di pengadilan militer. misalnya saat terjadi bencana alam dan darurat sipil. dsb. Mereka yang telah mengikuti latihan dasar kemiliteran akan menjadi cadangan TNI. misalnya : Dokter di rumah sakit militer. termasuk menghayati arti demokrasi dengan menghargai perbedaan pendapat dan tidak me-maksakan kehendak. sepanjang masa. Jika keadaan ekonomi dan keuangan negara memungkinkan. misalnya : a. c. Menanamkan kecintaan terhadap tanah air (patriotisme) melalui pengabdian yang tulus kepada masyarakat. Berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara dengan berkarya nyata (bukan retorika). dan dalam segala situasi. Para mahasiswa di perguruan tinggi biasanya menjadi Perwira Cadangan (Pacad). dapat pula dipertimbangkan wajib militer (wamil) bagi warga negara yang memenuhi syarat. dan setelah lulus menjadi sarjana dapat ditugaskan/ditempatkan sesuai dengan profesi masing-masing dalam kehidupan militer. Meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Bela Negara secara Nonfisik : Bela negara tidak selalu berarti harus memanggul senjata menghadapi musuh atau bersifat militeristik. sehingga ratih merupakan unsur bantuan tempur bagi pasukan reguler TNI yang terlibat langsung di medan perang. b. di mana ratih membantu pemerintah daerah menangai keamanan dan ketertiban masyarakat. Keterlibatan warga negara dalam bela negara secara nonfisik dapat dilakukan dengan berbagai bentuk. psikolog di dinas psikologi militer. 2. Sementara fungsi yang keempat dilakukan dalam keadaan darurat perang. akuntan di biro keuangan instansi militer. Dalam keadaan darurat.

. Peraturan perundang-undangan sebagai pelaksanaan Pasal 30 UUD 1945 yang berkaitan dengan bela negara hingga saat ini adalah : a. 2. hambatan. di bawah ini dikemukakan pengertian daripada ancaman. Ancaman mencakup hal yang sangat luas dan spektrum yang senantiasa berubah/berkembang dari waktu ke waktu. yaitu ancaman. Ancaman : Suatu hal atau upaya yang bersifat dan bertujuan mengubah dan merombak kebijakan negara yang dilaksanakan secara konsepsional.d. UU No. ancaman mencakup ATHG (Ancaman. Tantangan : Suatu hal atau upaya yang bersifat atau bertujuan menggugah kemampuan. hanya satu istilah saja. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. dan berasal dari dalam. dan Gangguan). Ancaman inilah yang perlu diatasi melalui keikutsertaan warga negara dalam bela negara. 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. e. Pembekalan mental spiritual di kalangan masyarakat agar dapat menangkal pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan norma kehidupan bangsa dengan lebih bertaqwa terhadap Tuhan YME melalui ibadah sesuai dengan agama masing-masing. Tantangan. Hambatan : Suatu hal yang bersifat melemahkan atau menghalangi tetapi tidak secara konsepsional. dan gangguan dimaksud. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. 1. dan keselamatan segenap bangsa. Menurut UU No. 3 Tahun 2002 yang menggantikannya. Hambatan. tantangan. IDENTIFIKASI ANCAMAN TERHADAP BANGSA DAN NEGARA Ancaman adalah setiap usaha dan kegiatan baik dari dalam maupun luar negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan negara. b. B. keutuhan wilayah negara. Meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap hukum/undang-undang dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. 3. UU No. Akan tetapi untuk pengetahuan. UU No. c. 20 Tahun 1982 tentang Pokok-pokok Pertahanan Kemanan Negara. sedangkan menurut UU No.

Blokade terhadap pelabuhan/pantai atau wilayah udara NKRI oleh angkatan bersenjata negara lain. yaitu ancaman militer dan ancaman nonmiliter. sosial-budaya. Serangan unsur angkatan bersenjata negara lain terhadap unsur satuan TNI AD. . Dewasa ini ancaman terhadap kedaulatan negara yang semula bersifat konvensional (fisik) berkembang menjadi multi dimensional (fisik dan nonfisik). Bentuk ancaman militer mencakup : 1. baik dengan menggunakan kapal maupun pesawat nonkomersial. dll. Pengiriman kelompok bersenjata atau tentara bayaran oleh negara lain untuk melakukan tindak kekerasan di wilayah NKRI. Ancaman multi dimensional dimaksud dapat bersumber dari permasalahan ideologi. Pelanggaran wilayah yang dilakukan negara lain. dan keselamatan bangsa. Bombardemen (pengeboman) dengan senjata terhadap wilayah NKRI. dengan penggunaan kekuatan bersenjata oleh negara lain terhadap kedaulatan negara.4. ekonomi. b. d. 2. perompak (bajak laut). f. Gangguan : Suatu hal atau upaya yang mengusik kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara RI. narkoba. c. Agresi. Tindakan suatu negara yang mengizinkan penggunaan wilayahnya oleh negara lain sebagai daerah persiapan untuk melakukan agresi terhadap NKRI. Invasi. perusakan lingkungan. g. pencurian kekayaan alam. Terdapat dua bentuk ancaman. e. berupa serangan oleh kekuatan militer negara lain terhadap wilayah NKRI. imigran gelap. AL atau AU negara kita. dengan cara : a. Unsur angkatan bersenjata negara lain yang berada di wilayah NKRI berdasarkan perjanjian. baik berasal dari dalam maupun luar negeri. politik. keutuhan wilayah. maupun keamanan yang terkait dengan kejahatan internasional seperti terorisme. tetapi tindakannya bertentangan dengan isi perjanjian.

3. Spionase yang dilakukan negara lain untuk mencari/mendapatkan rahasia militer; 4. Sabotase untuk merusak instalasi militer atau obyek vital nasional yang membahayakan keselamatan bangsa; 5. Asksi teror bersenjata yang dilakukan oleh jaringan terorisme internasional atau yang bekerjasama dengan terorisme dalam negeri yang bereskalasi tinggi sehingga membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan bangsa; 6. Pemberontakan bersenjata di dalam negeri; 7. Perang saudara antar kelompok masyarakat bersenjata di dalam negeri, dsb. Sebenarnya dalam jangka waktu pendek ancaman dari luar negeri relatif kecil kemungkinannya mengingat upaya diplomasi negara dan peran PBB, serta opini dunia internasional yang akan mencegah atau sekurang-kurangnya membatasi negara lain untuk menggunakan kekuatan bersenjata terhadap NKRI, namun tetap kita harus selalu waspada. Ancaman yang paling mungkin adalah kejahatan yang terorganisasi yang dilakukan oleh aktor-aktor nonnegara untuk memperoleh keuntungan dengan memanipulasi kondisi dalam negeri dan keterbatasan dan kelemahan aparatur pemerintah. Bentuk ancaman nonmiliter adalah upaya menghancuran moral dan budaya bangsa melalui disinformasi, propaganda negatif, peredaran narkoba, film-film porno, senibudaya yang tidak sesuai dengan ajaran agama dan nilai-nilai Pancasila, dll. yang mempengaruhi bangsa terutama generasi muda. Berdasarakan ”Buku Putih” yang disusun oleh Departemen Pertahanan RI tahun 2003, ancaman yang dihadapi bangsa Indonesia lebih kompleks lagi. Prakiraan ancaman dimaksud antara lain : 1. Gerakan separatis yang berusaha memisahkan diri dari NKRI; 2. Aksi radikalisme yang berlatar belakang primordial etnis, ras, dan agama, serta ideologi di luar Pancasila, baik yang berdiri sendiri maupun yang memiliki keterkaitan dengan kekuatan-kekuatan di luar negeri.

3. Konflik komunal

yang kendati bersumber dari masalah sosial-ekonomi,

kemudian dapat berkembang menjadi konflik antar suku, ras/keturunan, dan agama (Sara) dalam skala yang luas. 4. Kejahatan lintas negara seperti penyelundupan barang, senjata, amunisi, dan bahan peledak, penyelundupan manusia, narkoba, pencician uang (money loundry), serta bentuk-bentuk kejahatan lainnya. 5. Kegiatan imigrasi gelap yang menjadikan Indonesia sebagai tujuan maupun bantu lancatan ke negara lain. 6. Gangguan keamanan laut seperti pembajakan/perompakan, penangkapan ikan secara ilegal, pencemaran, dan perusakan ekosistem. 7. Gangguan keamanan udara seperti pembajakan udara, pelanggaran wilayah udara RI, dan terorisme melalui transportasi udara. 8. Perusakan lingkungan seperti pembakaran hutan, perambahan/pembalakan liar hutan (illegal loging), pembuangan limbah beracun dan berbahaya, dll. 9. Bencana alam dan dampaknya terhadap keselamatan bangsa.

BAB VII DEMOKRASI

A. PENGERTIAN DEMOKRASI Secara bahasa (etimologis), demokrasi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “demos” yang berarti rakyat, dan “cratos” atau “cratein” yang berarti kekuasaan atau pemerintahan. Jadi, demokrasi adalah kekuasaan atau pemerintahan rakyat. Konsep demokrasi lahir dari Yunani kuno dalam kehidupan bernegara antara abad 4 sM s/d abad ke 6 M. Pada waktu itu yang dipraktekkan adalah demokrasi langsung (direct democracy), karena berupa negara kota (polis, city states) yang pendukungnya terbatas pada sebuah kota Athena dan daerah sekitarnya lk. 300.000 orang. Meskipun ada keterlibatan seluruh warga, tetapi masih ada pembatasan, misalnya para perempuan, anak, dan budak, tidak berhak ikutserta dalam pemerintahan. Dengan perkembangan zaman dan jumlah penduduk yang bertambah banyak, timbul juga demokrasi tidak langsung (melalui perwakilan) dengan alasan : 1. Tidak ada tempat untuk menampung seluruh warga yang jumlahnya cukup banyak. 2. Dengan jumlah warga yang banyak, sulit melaksanakan musyawarah dengan baik. 3. Mufakat bulat sulit tercapai karena sulitnya memungut suara dari warga yang hadir. 4. Masalah yang dihadapi negara semakin kompleks dan rumit, sehingga dibutuhkan orang-orang yang secara khusus mempunyai keahlian berkecimpung dalam menyelesaikan masalah tersebut. Jadi, demokrasi atas dasar penyaluran kehendak rakyat ada dua macam, yaitu demokrasi langsung dan demokrasi tidak langsung. Secara terminologis, banyak definisi demokrasi yang dikemukakan oleh para ahli dengan sudut pandang berbeda. Berikut ini adalah definisi-definisi dimaksud.

1. Harris Soche : Demokrasi adalah bentuk pemerintahan rakyat, karena itu kekuasaan pemerintahan melekat pada diri rakyat, diri orang banyak, dan merupakan hak bagi rakyat atau orang banyak untuk mengatur, mempertahankan, dan melindungi dirinya dari paksaan dan pemerkosaan orang lain atau badan yang diserahi untuk memerintah.

2. Henry B. Mayo : Sistem politik demokratis adalah sistem yang menunjukkan bahwa kebijakan umum ditentukan atas dasar mayoritas oleh wakil-wakil yang diawasi secara efektif oleh rakyat dalam pemilihan-pemilihan berkala yang didasarkan atas prinsip kesamaan politik dan diselenggarakan dalam suasana terjaminnya kebebasan politik. 3. C.F. Strong : Suatu sistem pemerintahan dalam mana mayoritas anggota dewasa dari masyarakat politik ikutserta atas dasar sistem perwakilan yang menjamin bahwa pemerintah akhirnya mempertanggungjawabkan tindakan-tindakannya kepada mayoritas itu. 4. Samuel P. Huntington : Sistem politik sebagai demokratis sejauh para pembuat keputusan kolektif yang paling kuat dalam sistem itu dipilih melalui pemilihan umum yang jujur, adil, dan berkala, dan di dalam sistem itu para calon bebas bersaing untuk memperoleh suara dan hampir semua penduduk dewasa berhak memberikan suara. 5. International Commission for Jurist : Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan di mana hak untuk membuat keputusan-keputusan politik diselenggarakan oleh warga melalui wakil-wakil yang dipilih oleh mereka dan bertanggung jawab kepada mereka melalui suatu proses pemilihan yang bebas. 6. Abraham Lincon (AS, 1863) :

KONSEP DEMOKRASI Konsep demokrasi pada masa sekarang ini tidak saja difahami sebagai bentuk pemerintahan. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh sekelompok orang dan dijalankan untuk kepentingan rakyat banyak. 1.Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat. b. B. Demokrasi karenanya merupakan pelembagaan dari kebebasan. Monarki. tetapi juga sebagai sistem politik. Sementara itu secara substantif. dan sarana penting untuk mencapai kemajuan dengan memberikan hasil maksimal dari usaha orang tanpa adanya pembatasan dari penguasa. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh seseorang (Raja) sebagai pemimpin tertinggi dan dijalankan untuk kepentingan rakyat. Pembagian bentuk pemerintahan menurut Plato (429-347). c. Kebebasan dan persamaan adalah pondasi demokrasi. by the people. dan untuk rakyat (government of the people. Mekanisme semacam ini akan mencapai dua hal. Demokrasi sebagai Bentuk Pemerintahan : Konsep ini berasal dari para filsuf Yunani. kecil kemungkinan terjadi penyalahgunaan kekuasaan. Kebebasan/persamaan (freedom/equality). yaitu pertama. yaitu : 1. Sementara itu kedaulatan rakyat pada hakekatnya merupakan kebijakan yang dibuat atas kehendak rakyat untuk kepentingan rakyat. 2. Aristokrasi. Tirani. Kedaulatan rakyat (people’s sovereignity). oleh rakyat. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh seseorang sebagai pemimpin tertinggi dan dijalankan untuk kepentingan pribadi sang pemimpin. and for the people). Perwujudan lain konsep kedaulatan rakyat adalah pengawasan oleh rakyat. dan sebagai sikap hidup. . dibedakan menjadi : a. terjaminnya kepentingan rakyat dalam tugas-tugas pemerintahan. prinsip utama dalam demokrasi menurut Maswadi Rauf (1997) ada dua. dan kedua.

yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh sekelompok orang dan dijalankan untuk kelompok itu sendiri. rezim militer. yaitu sistem politik demokrasi. tidak faham tentang pemerintahan.d. sehingga pemerintahan yang dijalankan tidak berhasil untuk kepentingan rakyat banyak. rezim satu partai. Mayo dan S. bentuk pemerintahan ada dua. Sedangkan sistem politik nondemokrasi adalah sistem pemerintahan yang tidak menjalankan prinsip-prinsip demokrasi. Hal ini terlihat dari definisi demokrasi yang diberikan Henry B. okhlokrasi. dan sistem politik nondemokrasi. bentuk merosotnya. Mobokrasi/Okhlokrasi. tetapi yang tidak tahu apa-apa. Aristokrasi c.P. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh rakyat dan dijalankan untuk kepentingan rakyat banyak. Sistem politik demokrasi adalah sistem pemerintahan dalam suatu negara yang menjalankan prinsip-prinsip demokrasi. Demokrasi. misalnya otoriter. tirani. oligarki. f. Huntington. diktator. yaitu bentuk pemerintahan yang dipimpin oleh seorang Presiden atau Perdana Menteri. Pengangkatan/penunjukannya berdasarkan keturunan atau pewarisan. totaliter. Ratu. . sistem politik dibedakan menjadi dua. b. Republik Pendapat lain. Pengangkatan/penunjukannya berdasarkan pemilihan. demokrasi. dan sistem komunis. Oligarki. demokrasi bentuk merosotnya. Republik. Monarki. yaitu : a. Menurut S. Sementara itu bentuk pemerintahan menurut Aristoteles : a. tidak berpendidikan. yaitu bentuk pemerintahan kerajaan. Pemimpin negara umumnya bergelar Raja. 3. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh rakyat. e. atau Kaisar.P. monarki absolut. bentuk merosotnya. Monarki b. Sultan. Demokrasi sebagai Sistem Politik : Sistem politik cakupannya lebih luas dari sekedar bentuk pemerintahan. bentuk merosotnya. Menurut Nicollo Machiavelli. Huntington (2001).

dan yudikatif berada pada badan badan yang berbeda. Pers yang bebas. Pemilihan umum yang bebas. prinsip-prinsip sistem politik demokrasi adalah : a. j. Mekanisme politik yang berubah antara kehidupan politik masyarakat dengan kehidupan politik pemerintah. o. b. Adapun prinsip-prinsip sistem politik kediktatoran/otoriter adalah : . bisa saja bentuk pemerintahan monarki (kerajaan) dan republik pun merupakan negara demokrasi.Akan tetapi dalam kenyataannya. Kebijakan pemerintah dibuat oleh badan perwakilan politik tanpa paksaan dari lembaga mana pun. Pengakuan terhadap hak-hak minoritas. i. f. Partai politik lebih dari satu dan mampu melaksanakan fungsinya. e. Pemerintahan konstitusional. Dengan demikian. Penempatan pejabat pemerintahan dengan merit sistem bukan spoil sistem. m. Peradilan yang bebas dan tidak memihak. s. Penyelesaian secara damai bukan kompromi. Jaminan terhadap kebebasan individu dalam batas-batas tertentu. Menurut Sukarna (1981). atau diktator. l. Pemerintahan mayoritas. Pemerintahan dengan diskusi. n. dan ada yang diktator/otoriter. Konstitusi/undang-undang dasar yang demokratis. Pengawasan terhadap administrasi negara. Prinsip persetujuan. q. r. g. bergantung pada prinsip-prinsip yang dijalankannya. k. Manajemen yang terbuka. ada negara kerajaan yang demokratis. h. Pembagian kekuasaan : Legislatif. p. demikian juga ada negara republik yang demokratis dan ada yang diktator/otoriter. Perlindungan terhadap hak asasi manusia. Pemerintahan berdasarkan hukum (rule of law). d. eksekutif. t. c.

Menekan dan tidak mengakui hak-hak minoritas. dan kebebasan dari rasa takut. hanya untuk memperkuat keabsahan penguasa.a. Kalaupun ada konstitusi. dan politik menurut A. sangat bergantung pada keberadaan dan peran yang dijalankan oleh unsur-unsur penopang tegaknya demokrasi. Tidak ada kebebasan berbicara. tetapi berdasarkan kekuasaan. Ubaedillah dan Abdul Rozak dkk. i. dari ICCE-UIN Jakarta. n. Penyelesaian perpecahan atau perbedaan dengan cara kekerasan dan paksaan. Negara Hukum (Rechstaats atau The Rule of Law) yang memberikan perlindungan hukum bagi warga negara melalui pelembagaan peradilan yang bebas dan tidak memihak serta penjaminan hak asasi manusia. konstitusinya memberikan kekuasaan besar kepada negara/pemerintah. o. Unsur-unsur pendukung tegaknya demokrasi sebagai sebuah tatanan kehidupan kenegaraan. Pemerintahan tidak berdasarkan konstitusi. yaitu : a. p. Pemilihan umum tidak demokratis. ekonomi. dan yudikatif) dijalankan oleh satu lembaga saja. Mekanisme kehidupan politik dan sosial tidak dapat berubah. h. . dan pers. dan kalaupun banyak. ada parpol yang memonopoli kekuasaan. berpendapat. tidak berdasarkan hasil musyawarah. f. bahkan pelanggaran. b. Pembentukan pemerintahan melalui dekrit. g. misalnya kebebasan berbicara. l. beragama. Terdapat satu partai politik. Tidak ada jaminan hak-hak dan kebebasan individu. d. Badan peradilan tidak bebas. Tidak ada pengawasan administrasi dan birokrasi. berpendapat. Manajemen dan kepemimpinan tertutup dan tidak bertanggung jawab. k. m. e. Prinsip dogmatisme dan banyak doktrin. eksekutif. j. sosial. Supremasi kekuasaan dan ketidaksamaan di depan hukum (rule of power). dan bisa diintervensi oleh penguasa. Tidak ada perlindungan hak asasi manusia. pemerintahan. Ketiga macam kekuasaan (legislatif. c.

Untuk mendukung terlaksananya demokrasi. Hingga saat ini diyakini banyak kalangan bahwa pemilu sebagai salah satu instrumen penting dalam proses pergantian pemerintahan. perlu didukung oleh enam norma/ kaidah pokok yang dibutuhkan oleh tatanan masyarakat pluralis. Sejalan dengan tujuan. Demokrasi sebagai Sikap Hidup : Pemerintahan atau sistem politik tidak datang. f. memiliki sambungan yang jelas. c.b. Susunan kekuasaan negara yang dijalankan secara distributif untuk menghindari penumpukan kekuasaan dalam satu tangan atau satu wilayah. dan adanya mekanisme yang memungkinkan kontrol dan keseimbangan (check and balance) terhadap kekuasaan yang dijalankan eksekutif dan legislatif. yakni suatu relasi kuasa yang berjalan secara simetris. bebas dari dominasi dan tekanan negara. Aliansi Kelompok Strategis yang terdiri dari partai politik. d. yaitu masyarakat yang ciri-cirinya terbuka. kelompok gerakan dan kelompok penekan (pressure group) atau kelompok-kelompok kepentingan termasuk di dalamnya pers yang bebas dan bertanggung jawab. Percobaan dan salah (trial and error). c. dan berkembang dengan sendirinya. Pengawasan rakyat. Masyarakat Madani (Civil Society). b. Dalam hal ini ada tiga aspek yang dapat dijadikan parameter sejauh mana demokrasi itu berjalan. yaitu : a. Musyawarah. 4. tumbuh.’ b. Demokrasi tidak sekedar wacana yang mengandung prinsip-prinsip demokrasi. Demokrasi membutuhkan usaha nyata dari setiap warga maupun penyelenggara negara untuk berperilaku mendukung pemerintahan dan sistem . Kebebasan nurani. Ada norma kejujuran dan mufakat. Kesadaran akan adanya pluralisme. yaitu : a. e. persamaan hak dan kewajiban. akan tetapi mempunyai ukuran atau parameter sehingga suatu negara dapat dikatakan demokratis atau tidak. Pemilihan umum sebagai proses pembentukan pemerintahan. c. egaliter.

Soekarno) dan Demokrasi Terdidik menurut istilah Bung Hatta (Drs. yang umumnya dianut oleh negara-negara barat dan Amerika Serikat. Mohamad Hatta). yaitu fascisme di Italia pada zaman Mussolini. bahwa demokrasi sebagai way of life dalam seluk-beluk sendi kehidupan bernegara. Maksudnya berhubung ada jarak antara para pemimpin . Demokrasi Timur atau Demokrasi Komunis. b. Demokrasi Terpimpin (Geleide Democratie) menurut istilah Bung Karno (Ir. karena hanya diktator saja yang dapat bertindak sebagai wakil rakyat yang sewenang-wenang. yang dijalankan oleh satu partai saja yang mengatasnamakan seluruh rakyat. berdasarkan gotong-royong dan musyawarah untuk mencapai kesepakatan/mufakat. bahwa demokrasi adalah pola kehidupan berkelompok yang sesuai dengan keinginan dan pandangan hidup orangorang yang berkelompok tersebut. Perilaku demokrasi sebagai sikap atau pola/pandangan hidup dikemukakan pula oleh : a.T. 4. bahwa demokrasi adalah pandangan hidup yang dicerminkan dari perlunya partisipasi warga negara dalam membentuk nilai-nilai yang mengatur kehidupan bersama. Kaum komunis menganggap bahwa mereka adalah regu pelopor bagi kaum buruh seluruh dunia (proletar) yang berdasarkan kerakyatan dan menentang kapitalisme. 2. yang ada di desa-desa. Tim ICCE-UIN Jakarta (2003). baik oleh rakyat (masyarakat) maupun pemerintah. Padmo Wahyono (BP-7 Pusat).politik demokrasi. Demokrasi Barat atau Demokrasi Kapitalis/Liberal. 5. 3. Demokrasi Tengah. C. Rakyat harus mengatakan ”ya” apabila sudah diputuskan oleh sang pemimpin. John Dewey. Kansil (2005). macam-macam demokrasi adalah : 1. Demokrasi Sederhana. yang berdasarkan atas kemerdekaan perseorangan/individualisme. dan naziisme di Jerman pada zaman Adolf Hitler. Pada kenyataanya mereka adalah diktator. c.S. MACAM-MACAM DEMOKRASI Menurut C.

23-26/PUU-VIII/2011 tanggal 12 Januari 2011.(kaum intelek) dengan rakyat. Demokratisasi merujuk pada proses perubahan . dari pengalaman pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah. yaitu dalam Pasal 184 Ayat (4) yang menyatakan bahwa HPM harus disetujui oleh ¾ dari jumlah anggota DPR. artinya setengah dari seluruh yang memberikan suara ditambah satu. maka untuk melaksanakan demokrasi para pemimpin harus memimpin atau mendidik rakyat berdemokrasi. DPD dan DPRD. Dengan demikian kembali pada demokrasi sederhana melalui rumus ½ + 1 tersebut di atas. DEMOKRATISASI Demokratisasi adalah penerapan kaidah-kaidah atau prinsip-prinsip demokrasi pada setiap kegiatan politik kenegaraan. Biasanya 50 + 1. E. pasal/ayat tersebut dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945 dan karenanya tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat. Sementara untuk proses pemakzulan (impeachment) Presiden di MPR harus disetujui oleh 2/3 dari paling sedikit ¾ anggota MPR yang hadir. Atas hasil uji materil pada pasal/ayat ini oleh Mahkamah Konstitusi dengan Putusan No. D. yang terjadi adalah kekacauan karena umumnya orang-orang yang bersangkutan ”siap menang tetapi tidak siap kalah. Khusus untuk proses HPM di DPR kembali pada aturan yaitu diusulkan oleh 2/3 dari jumlah anggota. Golongan yang kecil (kalah) tetap berhak duduk dalam pemerintahan. Hak ini dalam prosenya ternyata tidak mudah karena adanya ketentuan dalam Undang-Undang No. 27 Tahun 2009 tentang MPR. Perjuangan merebut kemenangan bukanlah sesuatu hal antara hidup dan mati. CIRI-CIRI DEMOKRASI Ciri demokrasi adalah setiap keputusan selalu diambil berdasarkan kelebihan suara atau suara terbanyak.” Sebagai salah satu fenomena demokrasi di lembaga perwakilan rakyat adalah adanya Hak Menyatakan Pendapat. Namun kenyataan dewasa ini di Indonesia. Antara pemenang dan yang kalah harus saling menerima dan menghormati. DPR. menjadi pemenang.

menuju pada sistem pemerintahan yang lebih demokratis, tujuannya adalah terbentuknya kehidupan politik yang bercirikan demokrasi. Demokratisasi berlangsung melalui beberapa tahapan, yaitu : 1. Pergantian dari penguasa nondemokrasi ke penguasa demokrasi. 2. Pembentukan lembaga-lembaga dan tertib politik demokrasi. 3. Konsolidasi demokrasi. 4. Prektek demokrasi sebagai budaya politik bernegara. Sementara itu menurut S.P. Huntington, proses demokratisasi melalui tiga tahapan, yaitu : 1. Pengakhiran rezim nondemokrasi. 2. Pengukuhan rezin demokratis. 3. Pengkonsolidasian sistem yang demokrasi. Demokratisasi juga berarti proses penegakkan nilai-nilai (kultur) demokrasi, sehingga sistem politik demokratis dapat terbentuk secara bertahap. Lain daripada itu harus ada lembaga (struktur) demokrasi, dan ciri demokrasi. 1. Nilai-nilai (Kultur) Demokrasi : Henry B. Mayo dalam Miriam Budiardjo (1990) menyebutkan delapan nilai demokrasi, yaitu : a. Menyelesaikan pertikaian-pertikaian secara damai dan sukarela; b. Menjamin terjadinya perubahan secara damai dalam suatu masyarakat yang selalu berubah; c. Pergantian penguasa dengan teratur; d. Penggunaan paksaan sesedikit mungkin; e. Pengakuan dan penghormatan terhadap keanekaragaman; f. Menegakkan keadilan; g. Memajukan ilmu pengetahuan; h. Pengakuan dan penghormatan terhadap kebebasan. Sementara itu nilai-nilai atau kultur demokrasi menurut Zamroni (2001) adalah :

a. Toleransi; b. Kebebasan mengemukakan pendapat; c. Menghormati perbedaan pendapat; d. Memahami keanekaragaman dalam masyarakat; e. Terbuka dan komunikasi; f. Menjunjung nilai dan martabat kemanusiaan; g. Percaya diri; h. Tidak bergantung pada orang lain; i. Saling menghargai; j. Mampu mengekang diri; k. Kebersamaan; l. Keseimbangan. Nilai-nilai yang terkandung dalam demokrasi tersebut di atas, menjadi sikap dan budaya demokrasi yang perlu dimiliki warga negara dalam rangka mengembangkan pemerintahan yang demokratis. Karenanya demokrasi perlu ditanamkan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. 2. Lembaga (Struktur) Demokrasi : Lembaga-lembaga demokrasi diperlukan untuk melaksanakan nilai-nilai demokrasi dan menopang sistem politik demokrasi. Menurut Miriam Budiardjo (1997), lembaga-lembaga demokrasi dimaksud adalah : a. Pemerintahan yang bertanggung jawab; b. Suatu dewan perwakilan rakyat yang mewakili golongan dan kepentingan dalam masyarakat yang dipilih melalui Pemilu yang bebas dan rahasia. Dewan ini melakukan pengawasan terhadap pemerintah; c. Suatu organisasi politik yang mencakup lebih dari satu partai politik (sistem dwi atau multi partai). Partai menyelenggarakan hubungan yang kontinyu dengan masyarakat; d. Pers dan media massa yang bebas untuk menyatakan pendapat; e. Sistem peradilan yang bebas untuk menjamin hak asasi manusia dan mempertahankan keadilan;

Dengan demikian, untuk keberhasilan demokrasi dalam suatu negara terdapat dua hal penting : a. Tumbuh dan berkembangnya nilai-nilai demokrasi yang menjadi sikap dan pola hidup masyarakat dan penyelenggara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara (kultur); b. Terbentuk dan berjalannya lembaga-lembaga demokrasi dalam sistem politik dan pemerintahan (struktur).

3. Ciri Demokrasi : Menurut Maswadi Rauf (1997), ciri-ciri demokrasi adalah : a. Berlangsung secara evolusioner, artinya perlahan, bertahap, begian demi bagian; b. Proses perubahan secara persuasif dan bukan koersif, artinya dilakukan bukan dengan paksaan, tekanan atau kekerasan, tetapi dengan musyawarah yang melibatkan seluruh warga negara; c. Proses yang tidak pernah selesai, artinya akan berlangsung terus-menerus. Hal ini karena yang benar-benar demokrasi tidak akan pernah ada, tetapi sedapat mungkin harus mendekatkan pada kriteria demokrasi.

F. DEMOKRASI DI INDONESIA 1. Demokrasi Desa : Sejak dulu desa-desa di Indonesia sudah menjalankan demokrasi, misalnya dengan pemilihan kepala desa dan adanya rembug desa. Inilah yang disebut

demokrasi asli. Demokrasi desa mempunyai lima unsur, yaitu : a. Rapat; b. Mufakat; c. Gotong-royong; d. Hak mengadakan protes bersama; e. Hak menyingkir dari kekuasaan raja absolut.

c. 1.. c. akan tetapi dapat dikembangkan menjadi konsep demokrasi Indonesia yang modern. Perhatikan bunyi kalimat pada elinea keempat. dan sejak tahun 1966 demokrasi Pancasila. maka disusunlah .. Demokrasi di bidang sosial. Sesuai dengan UUD 1945.. ”. Perhatikan kalimat tersebut di atas pada kata Republik Indonesia.yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat . 2. Negara berdasar atas hukum. Demokrasi di bidang ekonomi. telah dianut dan dilaksanakan demokrasi liberal. Demokrasi di bidang politik.” b. Menurut Hohamad Hatta. Demokrasi Pancasila : Semenjak negara Republik Indonesia berdiri tahun 1945. b.Demokrasi desa tidak dapat dijadikan pola demokrasi untuk Indonesia modern. memang seharusnya yang dianut dan dilaksanakan adalah demokrasi Pancasila. Negara Indonesia berdasar atas Hukum (rechtsstaat) tidak berdasar atas kekuasaan belaka (machtsstaat). Nilai-nilai yang terjabar dari nilai-nilai Pancasila sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 adalah : a.. ”. Indonesia ialah negara yang berdasar atas Hukum (Rechtsstaat).” Perhatikan pula Penjelasan UUD 1945 dalam sistem pemerintahan negara. Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. Perhatikan kalimat pada alinea keempat selanjutnya. Perhatikan kalimat. dan keadilan sosial.. ”I.. Republik. Kedaulatan rakyat. ”.” d. yaitu : a. demokrasi Indonesia modern harus meliputi tiga hal.. perdamaian abadi.. mencerdaskan kehidupan bangsa. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. demokrasi terpimpin. Pemerintahan yang konstitusional.

.. Periodisasi pelaksanaan demokrasi Indonesia menurut Miriam Budiardjo (1997) adalah : . Lahirnya konsep demokrasi dapat ditelusuri mulai pada sidang BPUPKI (1945) yang pada umumnya para founding father menghendaki bahwa negara Indonesia merdeka haruslah negara demokrasi. Pandangan pertama yang diwakili Mr... R... Dalam arti luas. ”.” adalah juga sila keempat Pancasila.. berarti kedaulatan rakyat yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila dalam berbagai bidang kehidupan berbangsa dan bernegara (epoleksosbudhankamag). Perbedaan yang terjadi adalah mengenai hak-hak demokrasi warga negara. yang Demokrasi Pancasila dapat juga diartikan secara luas maupun sempit : a. b. 3. Soekarno. Yamin. Sistem perwakilan.” UUD 1945 adalah konstitusi negara! e. g.dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa. Prinsip Ketuhanan. Soepomo dan Ir. Dalam arti sempat. menentang dimasukkannya hak-hak tersebut dalam konstitusi. . Perhatikan kalimat. memandang perlu pencantuman hak-hak warga negara dalam undangundang dasar. Perhatikan kalimat. Hatta dan Mr. Prinsip musyawarah.Kemerdekaan Kebangsaan itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia . berarti kedaulatan rakyat yang dilaksanakan menurut hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan (sila keempat Pancasila). Perkembangan Demokrasi di Indonesia : Perkembangan demokrasi di Indonesia mengalami pasang surut. sementara pandangan kedua yang diwakili Drs. Muh. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan .. Perhatikan kalimat yang sama tersebut di atas. f.. Moh.. ”.” yang tidak lain adalah sila pertama Pancasila.

Pelaksanaan demokrasi masa Orde Baru (1966-1998). Masa Republik I. disebut Demokrasi Pancasila. Sekarang ini rakyat memiliki kesempatan yang luas dan bebas untuk melaksanakan demokrasi di berbagai bidang. Periode masa Demokrasi Perlementer (representative democracy). c. c.J. Poso (Sulawesi). Periode masa Revolusi Kemerdekaan. periodisasi dimaksud adalah : a. dll. 2006) : a. Papua. Catatan : Pada masa transisi dan reformasi banyak terjadi perbedaan pendapat dan pertentangan yang kerap menimbulkan konflik dan kerusuhan.” Pada masa ini pun banyak terjadi pertentangan terutama menyangkut reaksi masyarakat atas kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan atau tidak berpihak kepada rakyat. Masa Republik II.l. Periode masa Pemerintahan Orde Baru (Pancasila democracy). Sementara itu menurut Afan Gaffar (1999). a. d. Habibie akhirnya lepas dari NKRI). (Timtim malah setelah dilakukan referendum pada masa pemerintahan Presiden B. disebut Demokrasi Terpimpin. b. Periode masa Demokrasi Terpimpin (guided democracy). Kalimantan Tengah. c. Aceh.a. b. Perkembangan sampai saat sekarang dapat juga dibagi ke dalam periodisasi sebagai berikut (Dwi Winarno. Pelaksanaan demokrasi masa Revolusi (1945-1950). (2) Demokrasi Terpimpin (1959-1965). yang menonjolkan sistem presidensial. Pelaksanaan demokrasi masa Orde Lama : (1) Demokrasi Liberal (1950-1959). . Pelaksaan demokrasi masa Reformasi (1999-sekarang). Timor Timur. Masa Republik III. b. d. Ambon (Maluku). Harapan banyak orang akan demokrasi itu sehingga sering disebut ”eforia demokrasi. disebut Demokrasi Parlementer. e. Pelaksaan demokrasi masa Transisi (1998-1999).

e. (9) Profesionalitas. Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. (2) Jujur. anggaran. dan mengawasi jalannya pemerintahan. Parlemen terdiri dari dua kamar. (8) Proporsionalitas. . Terdapat juga DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota. Mekanisme Sistem Politik Demokrasi Indonesia : Pokok-pokok dalam sistem demokrasi politik Indonesia dapat dikemukakan sebagai berikut : a. (6) Kepentingan umum. yang berpedoman pada asas : (1) Mandiri. (3) Adil. Presiden tidak bertanggung jawab kepada MPR maupun DPR. Kabinet (dewan menteri) sebagai pembantu presiden diangkat dan diberhentikan oleh presiden dan bertanggung jawab kepada presiden. Presiden dan wakil presiden dipilih secara langsung oleh rakyat untuk masa jabatan lima tahun. yaitu DPR dan DPD (Dewan Perwakilan Daerah) yang tergabung dalam MPR. Merupakan bentuk negara kesatuan dengan prinsip otonomi luas kepada daerah. Bentuk pemerintahan republik dengan sistem presidensial. d. (5) Tertib penyelenggara Pemilu. (7) Keterbukaan. DPR terdiri atas para wakil rakyat yang dipilih dalam Pemilu melalui jalur Parpol. b.4. (11) Efisiensi. c. (4) Kepastian hukum. (10) Akuntabilitas. DPR mempunyai kekuasaan legislasi. Sedangkan DPD dipilih secara perseorangan melalui Pemilu bersamaan dengan pemilihan anggota DPR/DPRD (tidak melalui Parpol) dan merupakan wakil dari provinsi (tiap provinsi empat orang). (12) Efektivitas.

serta pemilihan Presiden. karena ternyata tiap lima tahun UU Parpol. 5. dan adil. sedangkan untuk memilih anggota DPD dilaksanakan dengan sistem distrik berwakil banyak. jadi 44 partai). bebas. 2 Tahun 2008. Pemilu diselenggarakan untuk memilih anggota DPR. serta ada Mahkamah Konstitusi (MK). DPRD. Pemilu dilaksanakan secara efektif dan efisien berdasarkan asas langsung. PT. DPRD Provinsi. Kekuasaan yudikatif dijalankan oleh Mahkamah Agung (MA) dan badanbadan peradilan yang ada di bawahnya (PN. i. dan UU Pemilu selalu diganti. Pemilu untuk memilih anggota DPR. yaitu saat pergantian kepemimpinan nasional yang dimulai dengan kegiatan Pemilu untuk memilih calon anggota DPR. . serta DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. dan DPRD Kabupaten/Kota dilaksanakan dengan sistem proporsional terbuka. termasuk Pengadilann HAM dan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi). masa reformasi tahun 1999 ada 48 partai. Penyelenggara Pemilu adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pengawasan penyelenggaraannya dilaksanakan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). DPD. DRRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. dan DPRD Kabupaten/Kota adalah Parpol. DPD. PA. DPD. h. dan tahun 2009 ada 38 partai ditambah partai lokal di Aceh 6 partai. Lembaga negara lainnya adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). umum. Sistem multi partai. jujur. PM. padahal dalam UU sebelumnya ada ketentuan Electoral dan Parliamentary Treshold). Wujud Demokrasi dalam Penyelenggaraan Negara RI : Merupakan proses lima tahunan. PTUN. (Pada masa Orla banyak partai. g. serta Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres). Persyaratan Parpol untuk menjadi peserta Pemilu adalah : a. Peserta Pemilu untuk memilih anggota DPR. DPRD Provinsi. dan Komisi Yudisial (KY). Berstatus badan hukum sesuai dengan UU tentang Parpol (Untuk Pemilu 2009 adalah UU No. masa Orba dari 10 diciutkan menjadi 3. rahasia.f. tahun 2004 ada 24 partai. UU Susduk DPR.

01%) PPP ....................703...........214 (5....... Memiliki kepengurusan di 2/3 (dua pertiga) jumlah provinsi.....................................091 (14......................................b.............................45%) PDIP .............. e....... 14.................265...................... 15...785 .................... CATATAN : a... 171........000 (seribu) orang atau 1/1............204580 (6.03%) PKS .... Menyertakan sekurang-kurangnya 30% (tiga puluh perseratus) keterwakilan perempuan pada kepengurusan Parpol tingkat pusat..Perolehan kursi Parpol (dari 38 Parpol nasional) : Demokrat ...757 (14...................................... sebelumnya (Pemilu 2004) 550 orang.............206...................581 ...............699...955 (7. 104.......... Dan jumlah anggota DPRD Kabupaten/Kota paling sedikit 20 (dua puluh) orang dan paling banyak 50 (lima puluh) orang...... f..... 49..........Tidak hadir memilih ......... 8...........533......88%) PAN ...............Suara sah ....037........Daftar Pemilih Tetap ........ 6.................. Jumlah anggota DPRD Provinsi untuk Pemilu 2009 paling sedikit 35 (tiga puluh lima) orang dan paling banyak 100 (seratus) orang............. Jumlah kursi anggota DPR pada Pemilu 2009 ditetapkan 560 (lima ratus enam puluh) orang..000 (satu perseribu) dari jumlah penduduk pada setiap kepengurusan Parpol sebagaimana dimaksud pada huruf b dan c yang dibuktikan dengan kepemilikan kartu tanda anggota...076 ....171 (20........................................ g........600.................................. Mengajukan nama dan tanda gambar Parpol kepada KPU..................32%) ............ c.................. d........................................................... Mempunyai kantor tetap untuk kepengurusan sebagaimana pada huruf b dan c..488... 21............ Hasil Pemilu Legislatif 2009 : ................. 17..........Suara tidak sah .....................099.............076 .................. Memiliki anggota sekurang-kurangnya 1.. 5.. Memiliki kepengurusan di 2/3 jumlah kabupaten/kota di provinsi yang bersangkutan.....................85%) Golkar ..

............................ (0..........................................................................48%) PKNU ..... (0....79%) PDS ...................................86%) Barnas ................. (0..................73%) PPPI ........61%) PPD ......42%) PMB ..PKB ...................... (0.45%) Kedaulatan ............................................................................................................................................................................................922..........72%) PDK ...................................... (0..................... (0.............................. (0.........21%) PKPI.........................................................................................................................................34%) Pelopor .................................................. (0..........................25%) PPIB .. (0............................................................. 1.646.................................... (1.........19%) PPNUI ...46) Hanura .............................................................................................................. (0.....................11%) .........40%) PPI ..........................33%) PKDI .................................. (0............. 5.............. ............... (1.......13%) Merdeka .....14%) PPDI ........................................................................................................................752 (1.53%) Patriot .77%) PBB ...................................................................90%) PDP ........................................................................... 3................................................ (1.................................................................. (0........................31%) PNI Marhaen ............................................................... (0.....47%) PKPB ........ (1..............40%) PBR ............................................... (1.............................................................. ..................................................................................................................64%) RepublikaN .............................................................30%) Partai Buruh .................................................. (0............146......................................................................................................406 (4.............................................................. (0....................................94%) Gerindra ................................................. (0.......................................................................... (0........... ............................. (0................53%) PNBK ..............................864... (0............................................................................... (0.....31%) PIS ........................................14%) PSI .............................................................40%) Pakar Pangan ............................................................................ 4................. (0............................................................ (0............21%) PPRN ............................... (0....................870 (3...........................................................................................122 (4............................................................................................................... .......

..... 15......................................... 42 kursi..................... PKS .................................... maka komposisi Parpol yang mempunyai wakilnya di DPR hanya 9 Parpol saja................................................. 108 kursi................... 148 kursi........... b............................ PAN ........................................................484 ... 73.......105 (26.......................Suara sah . 560 kursi.......... Dr.......................................................................... Budiono sebagai Presiden/Wakil Presiden Republik Indonesia..........................874. PDIP ..... 15 kursi..................................................... Persyaratan untuk menjadi peserta Pemilu anggota DPD adalah : a............... Susilo Bambang Yudhoyono/Prof... 26 kursi..562 (60.........Jumlah pemilih...779 6....80%) Jusuf Kalla/Wiranto ......................427..........479..........................41%) Dengan demikian untuk masa jabatan 2009-2014 terpilih pasangan Dr...... dan telah dilantik oleh MPR pada tanggal 20 Oktober 2009....... yaitu : Demokrat .............. 121.....548.... 48.......... 59 kursi..................411.....................................................814 (12.................... PKB ...................... Hanura . b............................... 93 kursi......Sesuai ketentuan ambang batas (Parliamentary Threshold) 2.....Suara tidak sah ...Perolehan suara pasangan Capres/Cawapres : Megawati Soekarnoputri/Prabowo Subianto ......Tidak hadir memilih ............... PPP ................................................... 176......................... Gerindra .............. ........................................ ini adalah untuk kedua kali menjadi Presiden RI................................................ .............. Bertempat tinggal di wilayah NKRI....081.......... Bertaqwa kepada Tuhan YME.5%.................................................................................................434 .........................................79%) Susilo Bambang Yudhoyono/Budiono ......................... Bagi SBY................................. Jumlah .......................................... 30 kursi............... WNI yang telah berumur 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih.............. 39 kursi................. Peserta Pemilu untuk memilih anggota DPD adalah perseorangan......504.... c. 32........................................... Golkar ...... Hasil Pemilu Presiden/Wakil Presiden (Pilpres) : .............174 ............

PPAT. f. pengurus pada BUMN. j. g. Cakap berbicara. Setia kepada Pancasila sebagai dasar negara. Persyaratan dukungan minimal tersebut pada huruf p tersebut di atas.000. atau bentuk lain yang sederajat. n. e. Bersedia untuk tidak merangkap jabatan sebagai pejabat negara lainnya. k. anggota POLRI. . i. Terdaftar sebagai pemilih. Sehat jasmani dan rohani. MA. m. pengurus pada BUMN dan/atau BUMD. meliputi : a.000 (satu juta) orang harus mendapatkan dukungan dari paling sedikit 1. wewenang. dan menulis dalam bahasa Indonesia. Provinsi yang berpenduduk s/d 1.d. anggota TNI. Berpendidikan paling rendah tamat SMA. serta badan lain yang anggarannya bersumber dari keuangan negara. l. Mendapat dukungan minimal dari pemilih dari daerah pemilihan yang bersangkutan. Mencalonkan hanya di 1 (satu) lembaga perwakilan. p. Mengundurkan diri sebagai PNS. Mencalonkan hanya di 1 (satu) daerah pemilihan. dan hak sebagai anggota DPD sesuai peraturan perundang-undangan. dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945. dan tidak melakukan pekerjaan penyedia barang dan jasa yang berhubungan dengan keuangan negara serta pekerjaan lain yang dapat menimbulkan konflik kepentingan dengan tugas. UUD 1945. SMK. serta badan lain yang anggarannya bersumber dari keuangan negara. notaris. Bersedia bekerja penuh waktu. membaca. Tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih. yang dinyatakan dengan surat pengunduran diri yang tidak dapat ditarik kembali. o. advokat/pengacara. Bersedia untuk tidak berpraktek sebagai akuntan publik. MAK. dan BUMD. h.000 (seribu) pemilih.

c.000 (lima ribu) pemilih. d. .000.000. berarti harus gabung berapa Parpol (berkoalisi). Pasangan Presiden/Wakil Presiden diusulkan oleh Parpol atau gabungan Parpol peserta Pemilu.000. Dukungan tersebut di atas tersebar di paling sedikit 50% (lima puluh perseratus) dari jumlah kabupaten/kota di provinsi yang bersangkutan. Provinsi yang berpenduduk lebih dari 5.000. Yang berhak memilih dalam Pemilu adalah WNI yang pada hari pemungutan suara telah genap berumur 17 (tujuh belas) tahun atau lebih. WNI dimaksud harus terdaftar sebagai pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).000.000 (sepuluh juta) orang s/d 15. Persyaratan dukungan dibuktikan dengan daftar dukungan yang dibubuhi tanda tangan atau cap jempol dan dilengkapi fotokopi KTP setiap pendukung. Kalau tidak.000 (lima juta) orang harus mendapatkan dukungan dari paling sedikit 2. Ketentuannya apabila Parpol dimaksud mendapatkan suara pada Pemilu sebesar 25%. Provinsi yang berpenduduk lebih dari 15.000 (lima belas juta) orang harus mendapatkan dukungan dari paling sedikit 5.000.000 (empat ribu) pemilih. atau belum 17 tetapi sudah/pernah kawin. dan jumlah kursi anggota DPD untuk setiap provinsi ditetapkan 4 (empat) orang. Seorang pendukung tidak boleh memberikan dukungan kepada lebih dari satu orang calon anggota DPD. Sementara itu prosedur pemilihan Presiden secara langsung adalah sebagai berikut : a.000 (sepuluh juta) orang harus mendapatkan dukungan dari paling sedikit 3. Daerah pemilihan untuk anggota DPD adalah provinsi karena akan mewakili provinsi.000 (tiga ribu) pemilih. maka calon tersebut dinyatakan batal.000 (dua ribu) pemilih.000 (lima belas juta) orang harus mendapatkan dukungan dari paling sedikit 4.000 (satu juta) s/d 5. Jika ini terjadi. e. Provinsi yang berpenduduk lebih dari 10.b. Provinsi yang berpenduduk lebih dari 1.000 (lima juta) s/d 10.

d. Ia melanggar hukum (berkhianat kepada bangsa dan negara. diberhentikan. (Menlu) dan Penteri Pertahanan (Menhan) secara bersama. c. b.b. c. Diusulkan oleh DPR melalui hak menyatakan pendapat dan terlebih dulu diajukan kepada MK untuk proses pengadilan Presiden. jika : a. Apabila ketentuan di atas tidak terpenuhi. KKN. maka selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari MPR menyelenggarakan sidang untuk memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diusulkan oleh Presiden. CATATAN : . Pasangan yang mendapat suara 50% dan sedikitnya 20% di setiap provinsi yang tersebar di lebih setengah provinsi seluruh Indonesia. Dalam hal terjadi kekosongan Wakil Presiden. Putusan (vonis) MK disampaikan kepada DPR dan oleh DPR diusulkan kepada MPR. Impeachment atau pemakzulan (pemberhentian di tengah jalan/pada masa jabatan) Presiden bisa terjadi. dll. misalnya karena mangkat. dan yang mendapat suara terbanyak dilantik oleh MPR menjadi pasangan Presiden/Wakil Presiden.). maka dua pasang calon suara terbanyak dipilih kembali secara langsung oleh rakyat (berarti putaran kedua). Menteri Luar Negeri. maka pelaksana tugas kepresidenan adalah Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Jika Presiden dan Wakil Presiden kosong kedua-duanya. atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya. ia digantikan oleh Wakil Presiden. Pemberhentian diambil dalam sidang paripurna istimewa MPR yang dihadiri ¾ dan disetujui 2/3 dari anggota yang hadir. melanggar UUD. Jika terjadi kekosongan Presiden. berhenti. berbuat kriminal. Kemudian selambatlambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah itu MPR menyelenggarakan sidang untuk memilih Presiden dan Wakil residen dari dua pasangan Capres/Cawapres yang diusulkan Parpol/Gabungan Parpol yang pasangan Capres/Cawapresnya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam Pilpres sebelumnya.

c. Ketentuan tersebut di atas tercantum dalam Undang-Undang No. c. menurut David Beetham dan Kevin Boyle (2000) dalam Dwi Winarno (2006). Kebebasan untuk berserikat/berorganisasi dan beroposisi. Pemilihan umum yang bebas. Penguatan struktur ekonomi yang berbasis keadilan sehingga memungkinkan terwujudnya prinsip kesederajatan. jika disetujui oleh 2/3 dari paling sedikit ¾ jumlah anggota yang hadir. dan DPRD. Diusulkan oleh paling sedikit ¾ dari jumlah anggota DPR. diperlukan enam kondisi sebagai berikut : a. Akan tetapi karena Pasal 184 Ayat (4) UU tersebut di atas oleh MK dalam uji materil dengan putusan No. Putusan pemberhentian Presiden di MPR tetap. b. Perlindungan konstitusional. Untuk mengarah ke syarat-syarat tersebut di atas. b. Badan kehakiman yang bebas dan tidak memihak (independent and impartial tribunals). 23-26/PUU-VIII/2011 tanggal 12 Januari 2011 dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945 dan karenanya tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat. d. syarat-syarat dasar untuk terselenggaranya pemerintahan yang demokratis di bawah ”rule of law” adalah : a. 6. pendidikan). b. DPR.a. Kebebasan untuk menyatakan pendapat. Pendidikan kewarganegaraan (civic educatuon). . Syarat-syarat bagi Terselenggaranya Pemerintahan Demokratis : Menurut The International Commission of Jurist (organisasi ahli hukum internasional) tahun 1965. kesehatan. f. juga harus ada cara prosedural untuk memperoleh perlindungan atas hak-hak yang dijamin. artinya. e. pangan. Tersedianya kebutuhan-kebutuhan dasar bagi kepentingan ketahanan hidup (survive) warga negara (sandang. DPD. 27 Tahun 2009 tentang MPR. papan. selain menjamin hak-hak individu. maka hak menyatakan pendapat (termasuk usul pemakzulan Presiden cukup atas usul 2/3 dari jumlah anggota DPR.

sehingga tahan terhadap pembelahan dan perbedaan sosial politik warga negara. Pengetahuan yang luas. Kemapanan kesatuan dan identitas nasional. Sementara itu menurut Soerensen (2003). e. dan rasa tanggung jawab kolektif warga negara khususnya masyarakat pemilih. d. Dampak dari pengaruh dan kontrol oleh negara asing dapat mendukung secara positif atau malah menghambat. e. Para pemimpin tidak menggunakan instrumen kekerasan (polisi dan tentara) untuk mempertahankan kekuasaan. Rezim yang terbuka dan bertanggung jawab dalam menggunakan sumbersumber publik secara efisien. . Potensi konflik dalam pluralisme subkultural dipertahankan pada level yang masih dapat ditoleransi. b. Terdapat organisasi masyarakat pluralis yang modern dan dinamis. f. terdapat budaya politik dan sistem keyakinan yang mendukung ide dan lembaga demokrasi. yaitu : a. sikap toleransi. d. terdapat lima kondisi yang dianggap dapat mendukung pembangunan demokrasi yang stabil. pendidikan.c. Pengakuan yang berkelanjutan dari negara-negara demokratis terhadap praktek demokrasi. c. kedewasaan. Di antara penduduk negeri khususnya lapisan politik aktif.

menyebut Wawasan Nusantara sama dengan pengertian Geopolitik.al. 4. Srijanti (2009:134). yaitu cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang berwujud negara kepulauan berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.BAB VIII WAWASAN NUSANTARA A. penglihatan indrawi. menurut Wan Usman (dalam Sumarsono et. Wawasan = cara pandang. Nusa = pulau atau kesatuan kepulauan. berbangsa. Antara = letak antara dua unsur (benua dan samudra) serta Hindia dan Fasifik). Nusantara = Indonesia. cara melihat. dan bernegara. wawasan nusantara berasal dari kata wawasan dan nusantara. Asia dan Australia. Secara etimologis. dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa dan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat. dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional. berbangsa. Menurut GBHN (Garis-garis Besar Haluan Negara) 1998 : Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya. 2000) : Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam. Secara terminologis. PENGERTIAN WAWASAN NUSANTARA 1.. 3. . Wawas (bhs. tinjauan. Menurut Kelompok Kerja Lemhanas (Lembaga Pertahanan Nasional) 1999 : Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat. Jawa) mawas = pandangan. 2.

B. batas teritorial laut Indonesia berubah menjadi 12 mil. c. Penentuan batas wilayah negara Indonesia disesuaikan dengan asas negara kepulauan. dengan tujuan : a. dan di luar itu adalah perairan bebas. 4/Prp Tahun 1960 dimak- . c. yang berisi : a. Berdasarkan Ordonansi 1939 (Territoriale Zee en Maritime Kringen). Aspek Historis : Bangsa Indonesia menginginkan menjadi bangsa yang bersatu dengan wilayah yang utuh. serta aspek geopolitis dan kepentingan nasional. Laut wilayah Indonesia adalah jalur laut 12 mil. Perairan pedalaman Indonesia adalah semua perairan yang terletak pada sisi dalam garis dasar. yang dinyatakan sebagai pengganti Ordonansi 1939. Deklarasi Djuanda dikukuhkan dengan Undang-Undang No. LATAR BELAKANG KONSEPSI WAWASAN NUSANTARA Latar belakang atau faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya konsepsi wawasan nusantara (wasantara) adalah : Aspek historis. Pernah mengalami kehidupan sebagai bangsa yang terjajah. Pernah memiliki wilayah yang terpisah-pisah. Perwujudan bentuk wilayah negara Indonesia yang utuh dan bulat. b. b. batas teritorial adalah tiga mil. Pengaturan lalu lintas damai pelayaran yang lebih menjamin keselamatan dan keamanan negara Indonesia. 4/Prp Tahun 1960 tentang Perairan Indonesia. b. Berdasarkan Deklarasi Perdana Menteri Djuanda tanggal 13 Desember 1957. aspek geografis dan sosialbudaya. Deklarasi Juanda yang dikukuhkan dengan UU No. karena : a. Wilayah Indonesia adalah wilayah bekas jajahan Belanda atau Hindia Belanda yang berbentuk kepulauan yang terpisah oleh laut bebas. Perairan Indonesia adalah laut wilayah Indonesia beserta perairan pedalaman Indonesia. 1.

Luas wilayahnya 5.192 juta km2. c. akhirnya Konferensi PBB tanggal 30 April 1982 menerima ”The United Nation Convention on The Law of The Sea” (UNCLOS). Kemudian UNCLOS tersebut diratifikasi dengan UU No. b. Aspek Geografis dan Sosial-Budaya : Dari aspek geografis dan sosial budaya. b. 2. 5 Tahun 1983. kemudian dikukuhkan dengan UU No. Kemudian tahun 1980 Indonesia mengeluarkan pengumuman tentang Zone Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia yang intinya : a. Tahun 1969 Indonesia mengeluarkan deklarasi tentang batas landas kontinental. 1 Tahun 1973 tentang Landas Kotinen Indonesia. yang intinya : a.508 pulau. Indonesia adalah negara dengan wilayah dan posisi yang unik serta bangsa yang heterogen. Lebar ZEE Indonesia 200 mil diukur dari garis pangkal laut wilayah Indonesia. (daratan 2. Deklarasi 1969 tersebut dikukuhkan dengan UU No. 17 Tahun 1985. akan tetapi sebagai penghubung wasantara yang dibangun dari konsepsi kewilayahan. Batas landas kontinen yang terletak di antara dua negara adalah garis tengahnya. Lautan di ZEE tetap merupakan lautan bebas untuk pelayaran internasional. di mana laut tidak lagi sebagai pemisah. Setelah ZEE diterima oleh Konferensi Hukum Laut Internasional di Jamaika tahun 1982.027 juta km2 + lautan 3. Kekayaan alam di landas kontinental adalah milik negara bersangkutan. 17. .166 juta km2). Indonesia bercirikan negara kepulauan dengan jumlah lk. Atau 2/3 nya lautan/perairan. Keunikan wilayah dan heterogenitas bangsa tersebut antara lain : a. sehingga negara Indonesia diakui sebagai negara kepulauan (archipelago state). Hak berdaulat untuk menguasasi kekayaan sumber alam di ZEE.sud melahirkan konsepsi wasantara. b. Dari perjuangan panjang pada forum dunia internasional.

dan timur-barat 5. Memiliki etnik yang sangat banyak. Berada pada derajat 6 lintang utara – 11 lintang selatan. f. wasantara! 3. Jarak utara-selatan 1. ya . perlu ditanggulangi. Secara positif dapat dijadikan modal memperkuat bangsa menuju cita-cita. Aspek Geopolitis dan Kepentingan Nasional : Istilah geopolitik pertama kali dikemukakan oleh Frederich Ratzel sebagai ilmu bumi politik. kebijakan yang ditempuh juga dengan mempertimbangkan aspek geografi. Terletak pada garis khatulistiwa. d. Kaya akan flora dan fauna serta sumber daya alam. Untuk mewujudkan tujuan nasional. suatu organisme hidup yang juga memiliki intelektual.c. e. Daerah yang subur dan habitable (dapat dihuni). k. Posisi silang karena terletak di antara dua benua (Asia-Australia) dan dua samudra (Hindia dan Fasifik). Untuk mencapai tujuan negara. Ajaran tentang geopolitik ini dikemukakan juga oleh ahli lain walaupun dengan penekanan yang berbeda. j. Peluang ke arah gerak sentripugal (memecah). yang esensinya bahwa negara sebagai satuan biologis. tetapi secara negatif mudah menimbulkan perpecahan serta infiltrasi pihak luar. Rudolf Kjellen misalnya berpendapat bahwa negara adalah suatu organisme yang dianggap sebagai prinsip dasar. i.110 km. 235 juta jiwa. yaitu bahwa politik suatu negara dipengaruhi oleh konstelasi wilayah geografisnya. Keunikan-keunikan tersebut di atas membuka dua peluang. sekarang ini lk. Terletak pada pertemuan dua jalur pegunungan. Memiliki jumlah penduduk yang sangat besar. h. hanya dimungkinkan dengan jalan memperoleh ruang yang cukup Salah satu konsepsinya. karenanya beriklim tropis dengan dua musim. sehingga kebudayaannya beragam. dan gerak ke arah sentripetal (menyatu) perlu diupayakan dan dipelihara terus-menerus. yaitu mediterania dan sirkum fasifik.888 juta km. dan 95 – 141 bujur timur. g.

. Indonesia yang bulat. yaitu konsep kekuatan di darat. Mitchel. bukan Jawa saja. dan dapat melumpuhkan kekuatan lawan dengan penghancuran di kandang lawan itu sendiri agar tidak mampu lagi bergerak menyerang. bukan Sumatra saja. dan barang siapa dapat menguasai pulau dunia akhirnya dapat menguasasi dunia. Saversky.. itulah Tanah Air Kita!” Kesatuan antara bangsa Indonesia dengan wilayah tanah air kita itulah yang membentuk semangat dan wawasan kebangsaan. . atau Borneo saja atau Selebes saja. sehingga melahirkan wawasan dirgantara.. Dalam pada itu empat ahli lainnya. barang siapa dapat menguasai daerah jantung akan dapat menguasai pulau dunia. Sementara Sir Walter Raleigh dan Alfred Thyer Mahan mempunyai gagasan wawasan bahari.luas agar memungkinkan pengembangan secara bebas kemampuan dan kekuatan rakyatnya. orang yang pertama kali mengaitkan geopolitik dengan bangsa adalah Ir. W. dan geopolitik adalah landasan ilmiah bagi tindakan politik dalam perjuangan kelangsungan hidup untuk mendapatkan ruang hidupnya.. menjadi satu kesatuan antara dua benua dan dua samudra. sehingga ajarannya menyatakan barang siapa menguasai lautan akan menguasasi perdagangan. A. atau Ambon saja. mengharuskan pembagian baru dari kekayaan alam di dunia. Menurut mereka kekuatan di udara mempunyai daya tangkis terhadap ancaman yang dapat diandalkan. Fuller menyatakan yang paling menentukan adalah kekuatan di udara. tetapi segenap kepulauan yang ditunjuk oleh Allah Swt. yaitu kekuatan di lautan. Sir Halford Mackinder menganut konsep kekuatan. maka Indonesialah tanah air kita. dan menguasasi perdagangan berarti menguasasi kekayaan dunia yang pada akhirnya menguasasi dunia. Ajarannya menyatakan. yaitu sebagai bangsa yang bersatu. Soekarno pada pidato di depan sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945 : ”. Di Indonesia.C. Maka manakah yang dinamakan tanah tumpah darah kita? Menurut geopolitik. Karl Haushofer merumuskan bahwa geopolitik adalah doktrin negara yang menitikberatkan pada soal-soal strategi perbatasan. Giulio Dauhet dan John F. dan mencetuskan wawasan benua. Kita cermati di antara pendapat tersebut ada yang bersifat ekspansionisme (memperluas wilayah dengan ekspansi). atau Maluku saja.

Dalam pengertian ini wasantara diwujudkan dengan pernyataan kepulauan nusantara sebagai kesatuan politik. C. kesatuan ekonomi.Rasa kebangsaan Indonesia dibentuk oleh adanya kesatuan nasib. dan kesatuan pertahanan keamanan. jiwa untuk bersatu. b. (3) Kesatuan falsafah dan ideologi negara. DAN TUJUAN WASANTARA 1. serta adanya kesatuan wilayah yang sebelumnya bernama nusantara. yang pelaksanaannya melalui politik luar negeri yang bebas aktif. KEDUDUKAN. HAKIKAT. Hakikat Wawasan Nusantara : Hakikat wasantara adalah keutuhan bangsa dan kesatuan wilayah nasional. tegas adalah ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Lebih jelasnya. dan kehendak untuk bersatu. kesatuan sosial-budaya. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi. Bangsa Indonesia memiliki pandangan sendiri mengenai wilayah yang dikaitkan dengan politik/kekuasaan. perdamaian abadi dan keadilan sosial. Salah satu misi sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Dengan kata lain wasantara adalah penerapan teori geopolitik dari bangsa Indonesia. Namun tentu saja Indonesia tidak mempunyai pemikiran untuk ekspansi dengan menyerang wilayah negara lain. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan politik. konsepsi wasantara dibangun atas geopolitik bangsa Indonesia. meliputi masalah-masalah : (1) Kewilayahan nasional. Wasantara sebagai wawasan nasional dibentuk dan dijiwai oleh faham kekuasaan dan geopolitik bangsa Indonesia. FUNGSI. atau persatuan bangsa dan kesatuan wilayah. Jadi. (4) Kesatuan hukum yang mengabdi kepada kepentingan nasional. (2) Persatuan dan kesatuan bangsa dalam mencapai cita-cita nasional. Hal ini mencakup : a. hakikat wasantara adalah kesatuan bangsa dan keutuhan wilayah Indonesia. meliputi masalah-masalah : .

Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan pertahanan keamanan. yaitu Prepres No. d. yaitu dalam Ketetapan-ketetapan (Tap) MPR mengenai GBHN (1973. 1983. (2) Pemerataan hasil pemanfaatan kekayaan wilayah nusantara. meliputi masalah-masalah : (1) Pemerataan. yaitu setelah amandemen UUD 1945. c. dianggap sebagai ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara. maka kemudian diakomodasi dalam Peraturan Presiden (Perpres). (3) Keserasian dan keseimbangan tingkat pengembangan ekonomi di seluruh daerah tanpa meninggalkan ciri-ciri khas daerah. yaitu keadaan masa depan bangsa dan wilayah Indonesia yang utuh yang diinginkan. Karena sekarang tidak ada lagi GBHN. 1998). Kedudukan wasantara sebagai konsepsi dan paradigma ketatanegaraan RI dapat dilihat pada bagan di bawah ini. kemudian diganti dengan Perpres No. keseimbangan. . 1988. meliputi masalah-masalah : (1) Persamaan hak dan kewajiban bagi setiap warga negara dalam rangka membela bangsa dan negara. Konsepsi wasantara tersebut di atas dituangkan dalam peraturan perundangundangan. 2. serta adanya keselarasan kehidupan sesuai dengan kemajuan bangsa. 1993. 5 Tahun 2010 tentang RPJMN tahun 2009-2014. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial-budaya. 1978.(1) Kepemilikan bersama kekayaan efektif maupun potensial wilayah nusantara. (2) Ancaman terhadap satu pulau atau daerah. Kedudukan Wawasan Nusantara : Wasantara berkedudukan sebagai visi bangsa. dan persamaan dalam kemajuan masyarakat. (2) Mempersatukan corak ragam budaya yang ada sebagai kekayaan nasional (budaya bangsa). 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2004-2009.

keputusan. berbangsa. Fungsi Wasantara : Sebagai pedoman. Fungsi. dan Implikasi Wawasan Nusantara : a. Manfaat. 2006. Tujuan. (2) Pertambahan luas wilayah teritorial Indonesia. menjadi 5 juta km2 sebagai satu . yaitu asas negara kepulauan berdasarkan Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. tindakan. suku bangsa atau daerah. c. 3. golongan. Manfaat Wasantara : (1) Diterima dan diakuinya konsepsi wasantara di forum internasional. dan bernegara. motivasi.PANCASILA Landasan Ideal Landasan Konstitusional Landasan Visional Landasan Konsepsional Landasan Operasional UUD 1945 WASANTARA TANNAS DOKUMEN RENBANG Pembangunan Nasional Sumber : Dwi Winarno. Tujuan Wasantara : Terwujudnya nasionalisme yang tinggi dalam segala aspek kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentingan individu. b. kelompok. yaitu yang asalnya hanya 2 juta km2 berdasarkan Ordonansi 1939. dan perbuatan bagi penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat. serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijakan.

(4) Menghasilkan cara pandang tentang keutuhan wilayah nusantara yang perlu dipertahankan oleh bangsa Indonesia. (3) Pertambahan luas wilayah sebagai ruang hidup yang memberikan potensi sumber daya alam yang besar bagi peningkatan kesejahteraan rakyat. (3) Sentimen kedaerahan yang pada suatu saat dapat berkembang menjadi konflik yang melemahkan pembangunan berwasantara. perompakan. laut.027.200. berbangsa. meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki kekayaan alam dan penduduk dengan aneka ragam budaya. dan udara. UNSUR DASAR KONSEPSI WAWASAN NUSANTARA Terdapat tiga unsur dasar wasantara : Wadah (contour).300 mil persegi. Misalnya suatu daerah tertutup bagi pendatang. NKRI memiliki . (2) Masuknya pihak luar ke dalam wilayah yuridiksi Indonesia yang tidak terawasi. pejabat publik harus putra daerah.577. yaitu darat. 1. Implikasi : Implikasi atau persoalan yang mungkin timbul : (1) Penarikan garis batas/wilayah Indonesia dengan negara lain.” d. luas laut 3. Dengan Australia mengenai pulau-pulau kecil di sekitar Kepulauan Roti NTT.087 km2.163 km2 (termasuk luas landas kontinental 2. isi (content).kesatuan wilayah. Misalnya dengan Malaysia mengenai Pulau Sipadan. dsb. dan tata laku (conduct). juga keluarnya nelayan Indonesia ke wilayah negara tetangga. Sebagai Wadah (Contour). misalnya kasus masuknya kapal penangkap ikan asing. dan bernegara. tiada lain adalah wadah kehidupan bermasyarakat. Tepatnya dengan wasantara luas wilayah Indonesia menjadi : Luas daratan 2. (5) Menjadi salah satu sarana integrasi nasional yang tercermin dalam ”Bhinneka Tunggal Ika. Ligitan.000 km20. penolakan program transmigrasi oleh penduduk lokal. D. luas ZEE 1. dan kasus Ambalat.166.

menyangkut : a. Asas dimaksud adalah : Kepentingan yang sama. yaitu satunya kata dan karya. tujuan yang sama. Isi ini pelaksanaan. keterpaduan antara pembicaraan dan perbuatan. dan pengendalian/pengawasan. dan mentalitas yang baik dari bangsa Indonesia yang berlandaskan falsafah Pancasila. Persatuan dan kesatuan dalam kebhinnekaan yang meliputi semua aspek kehidupan nasional. Sebagai Tata Laku (Conduct). dan diciptakan demi tetap taat dan setianya komponen pembentuk bangsa Indonesia (suku bangsa atau golongan) terhadap kesepakatan bersama.organisasi kenegaraan yang merupakan wadah berbagai kegiatan kenegaraan dalam wujud supra struktur politik. perbuatan. 3. ASAS DAN ARAH PANDANG WAWASAN NUSANTARA 1. sementara wadah dalam kehidupan bermasyarakat adalah berbagai lembaga dalam wujud infra struktur politik. pengorganisasian. 2. Sedangkan tata laku lahiriah tercermin dalam tindakan. sehingga menimbulkan nasionalisme yang tinggi dalam semua aspek kehidupan nasional. Sebagai Isi (Content). Asas Wawasan Nusantara : Asas wasantara adalah ketentuan atau kaidah dasar yang harus dipatuhi. Realisasi aspirasi bangsa sebagai kesepakatan bersama serta pencapaian citacita dan tujuan nasional. merupakan hasil interaksi antara wadah dan isi. b. dipelihara. keadilan. . E. Hal ini diwujudkan dalam satu sistem manajemen yang meliputi perencanaan. Tata laku batiniah mencerminkan jiwa. dan perilaku dari bangsa Indonesia. semangat. adalah aspirasi bangsa yang berkembang dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. Kedua macam tata laku dimaksud mencerminkan identitas jatidiri atau kepribadian bangsa Indonesia berdasarkan kekeluargaan dan kebersamaan yang memiliki rasa bangga dan cinta kepada bangsa dan tanah air. ditaati. yang terdiri dari tata laku batiniah dan lahiriah.

e. f. c. dan kesetiaan terhadap ikrar atau kesepakatan bersama demi terpeliharanya persatuan dan kesatuan dalam kebhinnekaan. Kejujuran : Keberanian berpikir. b. golongan.kejujuran. demokrasi. kerjasama. Kesetiaan terhadap kesepakatan bersama : Terhadap NKRI yang dirintis mulai tahun 1908 (Boedi Oetomo). Kepentingan yang sama : Dulu merebut kemerdekaan dari penjajah. Keadilan : Kesesuaian pembagian hasil dengan andil. 1928 (Sumpah Pemuda). dan kegiatan baik orang perorangan. g. misalnya di bidang ekonomi. solidaritas. Solidaritas : Rasa setiakawan. dan 17 Agustus 1945 (Proklamasi Kemerdekaan RI). maupun daerah. adu domba dan pecah belah dengan dalih HAM. kelompok. Dalam kehidupan internasional. dan bertindak sesuai realita serta ketentuan yang benar biarpun realita atau ketentuan itu pahit dan kurang enak didengar. Ke dalam : Bertujuan menjamin perwujudan persatuan dan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional. d. Kerjasama : Adanya koordinasi dan saling pengertian yang didasarkan atas kesetaraan sehingga kerja kelompok (kecil. b. dan keadilan sosial. dll. mau memberi dan berkorban bagi orang lain tanpa meninggalkan ciri dan karakter budaya masing-masing. 2. besar) dapat tercapai demi terciptanya sinergi yang baik. Tujuan yang sama : Tercapainya kesejahteraan dan rasa aman yang lebih baik dari keadaan sebelumnya. maupun kehidupan dalam negeri serta dalam melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. Ke luar : Bertujuan demi terjaminnya kepentingan nasional dalam dunia yang serba berubah. Bangsa Indonesia harus peka dan berupaya mencegah dan mengatasi sedini mungkin faktor-faktor penyebab disintegrasi bangsa. lingkungan hidup. jerih payah usaha. bangsa Indonesia harus berusaha meng- . serta kerjasama dan sikap saling hormat-menghormati. perdamaian abadi. berkata. a. sekarang menghadapi ”penjajahan” dalam bentuk alain dari negara asing. baik alamiah maupun sosial. Arah Pandang Wawasan Nusantara : a.

.amankan kepentingan nasionalnya dalam semua aspek kehidupan (ipoleksosbudhankamag).

dan sejahtera. serta memberi arahan tentang bagaimana merancang strategi pembangunan guna mewujudkan masa depan yang lebih baik. Tannas sebagai Metode. dan gangguan.” Srijanti (2009:155) menyamakan pengertian ketahanan nasional dengan geostrategi. Pengertian : Menurut Lemhanas : “Ketahanan nasional (Tannas) adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi. baik yang datang dari luar maupun dari dalam. b. yaitu : a. Sementara itu Chaidir Basri (2002). hambatan. aman.BAB IX KETAHANAN NASIONAL A. tujuan. Tannas sebagai Doktrin. melihat Tannas dari perspektif/sudut pandang terhadap konsepsinya berupa wujud dan wajah. yaitu strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia untuk menentukan kebijakan. ancaman. c. dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kehidupan nasional untuk menjamin identitas. Sebagai Kondisi. yaitu kondisi ideal yang memungkinkan suatu negara memiliki kemampuan mengembangkan kekuatan nasionalnya sehingga dapat menghadapi segala macam ancaman dan gangguan bagi kelangsungan hidup bangsa. kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya. Tannas sebagai Kondisi. PENGERTIAN DAN HAKIKAT 1. integritas. berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. Tannas adalah suatu penggambaran atas keadaan yang seharusnya dipenuhi. .

adalah pendekatan dan cara dalam menjalankan suatu kegiatan khususnya pembangunan negara. PERKEMBANGAN KONSEP KETAHANAN NASIONAL INDONESIA Gagasan tannas bermula pada awal tahun 1960-an dari kalangan militer khususnya AD di SSKAD atau sekarang SESKOAD (Sekolah Staf Komando Angkatan Darat). Hakikat : Hakikat Tannas adalah kondisi kemampuan dan kekuatan bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidup dan mengembangkan kehidupan nasional bangsa dan negara dalam mencapai tujuan nasional. serasi. sedangkan hakikat konsepsi Tannas Indonesia adalah pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang. dan selaras dalam kehidupan nasional. dan penyelenggara negara menerima dan menjalankannya. B.Sebagai Metode. pengembangan pemikiran Tannas semakin menguat. yaitu dituangkan dalam peraturan perundang-undangan. Sebagai Doktrin. masyarakat. . Sejarah pemberontakan G-30-S/PKI adalah bukti yang tidak dapat dibantah. yaitu dengan menggunakan pemikiran kesisteman (system thinking). agar setiap orang. dan gangguan terhadap bangsa dan negara harus diwujudkan dalam ketahanan bangsa yang dimanifestasikan dalam bentuk tameng. Tameng dimaksud adalah sublimasi dari konsep kekuatan sebagai menifestasi pemikiran SSKAD/ SESKOAD. tantangan. Malaysia. hambatan. Pada masa itu pengaruh komunisme dari Uni Soviet dan Cina sedang menjalar. Ancaman. Infiltrasi komunis bahkan sudah masuk di Thailand (Muangthai). Singapura dan bahkan Indonesia. dan Kamboja menjadi negara komunis. Vietnam. berupa pengaturan dan penyelenggaraan negara. Setelah berakhirnya G-30-S/PKI. meluas sampai kawasan Indocina sehingga negara-negara Laos. 2. dan pada tahun 1968 dilanjutkan oleh Lemhanas.

Gangguan : Suatu hal atau upaya yang mengusik kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara. Konsepsi Tannas waktu itu dirumuskan sebagai ”Keuletan dan daya tahan suatu bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional yang ditujukan untuk menghadapi segala ancaman dan kekuatan yang membahayakan kelangsungan hidup negara dan bangsa Indonesia. Ketahanan nasional pada hakikatnya adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidup menuju kejayaan bangsa dan negara. Tantangan. dan berasal dari dalam.” Kata segala menunjukkan kesadaran akan spektrum ancaman yang lebih dari sekedar ancaman komunis dan/atau pemberontakan. Pada tahun 1969 lahirlah istilah ketahanan nasional. Hambatan : Suatu hal yang bersifat melemahkan atau menghalangi tetapi tidak secara konsepsional. politik. budaya. tetapi dalam penggantinya yaitu UU No. Kesadaran akan spektrum ini pada tahun 1972 diperluas menjadi Ancaman. ekonomi. dan 1988. ATHG dimasukkan dalam UU No. Namun dalam GBHN 1993 ada perubahan rumusan. IV/MPR/1973 yang rumusannya sama dengan konsep dari Lemhanas. Hal ini berlanjut pada GBHN tahun 1978. yaitu : ”Ketahanan nasional sebagai kondisi dinamis yang merupakan integrasi dari kondisi setiap aspek kehidupan bangsa dan negara. Adapun pengertian ATHG dimaksud adalah : Ancaman : Suatu hal atau upaya yang bersifat dan bertujuan mengubah dan merombak kebijakan yang dilaksanakan secara konsepsional. Konsep Tannas untuk pertama kali masuk dalam GBHN melalui Tap MPR No. 20 Tahun 1982 tentang Pokokpokok Pertahanan Keamanan Negara.Dalam pemikiran Lemhanas ditemukan unsur-unsur dari tata kehidupan nasional berupa ideologi. dan Gangguan (ATHG). 1983. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. hanya dikenal satu istilah saja. yang pengertiannya adalah ”setiap usaha dan kegiatan baik dari dalam .” Pada tahun 1982. sosial. Tantangan : Suatu hal atau upaya yang bersifat atau bertujuan menggugah kemampuan. yaitu ancaman. dan militer. Hambatan.

Langsung Dalam Negeri Luar Negeri Unsur : Trigatra Pancagatra Integritas. C. Citacita dimaksud merupakan arah dan pedoman bagi pelaksanaan pembangunan nasional dalam upaya mewujudkan tujuan nasional sebagaimana tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Sumber : Dwi Winarno. KONSEP DASAR KETAHANAN NASIONAL 1. dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 (kira-kira sama dengan Masyarakat Madani). berdaulat. Kelangsungan. .” Konsepsi katahanan nasional dapat digambarkan dalam skema di bawah ini. b. Skema Konsepsi Ketahanan Nasional Ulet Tangguh Kemampuan mengembangkan kekuatan nasional Ancaman Tantangan Hambatan Gangguan Langsung Tdk. yang mencakup aspek : a. 2006. Keamanan : Pemerintah negara RI harus melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.maupun luar negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan negara. Tujuan Bangsa dan Negara. keutuhan wilayah negara. Kesejahteraan : Pemerintah negara RI harus memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. bersatu. Umum : Bangsa Indonesia bercita-cita mewujudkan suatu bentuk masyarakat dalam wadah NKRI yang merdeka. adil. dan keselamatan segenap bangsa. Identitas.

c. Manusia selalu berjuang mempertahankan eksistensi.Penguasaan/Pemanfaatan Alam Manusia . Untuk itu manusia selalu mengadakan hubungan-hubungan dan hidup berkelompok. ideologi. c.Rasa Aman Manusia . dan pandangan hidup bangsa : Merupakan pedoman bagi tata kehidupan masyarakat yang terbentuk dari perjalanan sejarah bangsanya. perdamaian abadi.Rasa Keindahan Manusia . Ketertiban dunia : Pemerintah negara RI harus ikutserta dalam upaya melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan.Kekuatan/Kekuasaan Manusia . Wawasan nasional : Konsepsi pandangan hidup yang tersusun berdasarkan hubungan dinamis antara cita-cita. falsafah.Pemenuhan Kebutuhan Manusia . ideologi.Tuhan Manusia . 2. a. dan kelangsungan hidupnya. dan berbagai keterampilan. Pokok-pokok Pikiran : Pokok-pokok pikiran yang melandasi Tannas dikembangkan dari analisis mengenai manusia budaya. ideologi. dan keadilan sosial. wawasan nasional. Manusia budaya : Manusia memiliki naluri. Hubungan-hubungan ini dikenal sebagai berikut : Manusia . bermasyarakat. kemampuan berpikir. Falsafah. Bagi bangsa Indonesia adalah Pancasila. aspek sosial budaya. dan pandangan hidup bangsa. bahkan bernegara. . maupun faktor kesejarahannya. pertumbuhan. akal budi.Manusia Manusia . serta pendekatan yang diyakini kebenarannya.Cita-cita Agama Sosial (Masyarakat) Politik Ekonomi Seni Budaya Pertahanan Keamanan Iptek Ideologi b. kondisi geografis.

Keduanya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. c. Asas Kesejahteraan dan Keamanan : Kesejahteraan dan keamanan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. b. Landasan Ideal : Pancasila. dan selaras dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat. d. 3. ibarat dua sisi dari satu mata uang. yang meliputi : a. Landasan Visional : Wawasan Nusantara. . serta merupakan nilai-nilai intrinsik yang mendasari pencapaian kondisi Tannas. e. baik sebagai individu maupun anggota masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. dan bernegara berdasarakan matriks astagatra. Landasan Operasional : Dokumen Rencana Pembangunan (RPJMN/RPJMD). dan kondisi kehidupan nasional berdasarkan nilai-nilai kemandirian yang proporsional untuk meningkatkan kualitas. 3. berbangsa. Asas Komprehensif Integral (menyeluruh terpadu) : Dalam bentuk perwujudan kesatuan dan perpaduan yang seimbang. Landasan Konsepsional : Ketahanan Nasional. dan derajat bangsa agar memiliki kemampuan mengembangkan kehidupan nasionalnya. c. Asas-asas Ketahanan Nasional : Yang dimaksud asas-asas Tannas adalah tata laku yang relatif telah tersusun dan yang dilandasi nilai-nilai budaya bangsa yang merupakan pedoman bagi pengembangan Tannas Indonesia. bertujuan menumbuhkan hakikat.d. sifat. Pendekatan kesejahteraan dan keamanan : Merupakan kebutuhan mendasar dan esensial. harkat. martabat. Landasan Ketahanan Nasional : a. Asas Mawas ke Dalam dan Mawas ke Luar : (1) Ke dalam. Landasan Konstitusional : UUD 1945. b. serasi.

d.(2) Ke dalam. Di dunia tidak ada kepastian. dan tidak mengandalkan kekuasaan atau kekuatan fisik semata. b. gotong-royong. c. diperlukan untuk mengantisipasi. elemen. Mandiri : Berdasarakan kepercayaan akan kemampuan dan kekuatan sendiri yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah. Mengutamakan konsultasi dan kerjasama : Tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonistis. menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan strategis. D. dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. berlandaskan integritas dan kepribadian bangsa. atau faktor yang mempengaruhi kekuatan/ketahanan nasional sua- . yang pasti adalah adanya perubahan. dengan mengandalkan pada kemampuan yang didasarkan pada kekuatan moral dan kepribadian bangsa. kebersamaan. tetapi lebih pada konsultasi dan kerjasama serta saling menghargai. Berwibawa : Dengan kewibawaan akan mewujudkan suatu daya tangkal yang efektif. mampu menentukan sasaran serta kebijakan dan strategi pencapaiannya. Asas Kekeluargaan : Mengandung nilai kearifan. UNSUR-UNSUR KETAHANAN NASIONAL Unsur. ulet dan tangguh. Ciri Ketahanan Nasional : a. memiliki daya saing tinggi. 5. tenggang rasa. Dinamis : Dapat meningkat atau menurun bergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan negara serta kondisi lingkungan strategis. d. dan ber-negara. terutama terhadap kenyataan adanya saling interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional. berbangsa.

Alamiah : Geografi. . kualitas diplomasi. unsur kekuatan nasional negara terdiri atas tiga. 1. diplomasi. Faktor berubah (dynamic factors) : Industri. unsur kekuatan nasional terdiri atas letak geografi. Tangible factors : Penduduk. moral. dan kepemimpinan. teknologi. b. Menurut Cline. Menurut Parakhas Chandra. Lain-lain : Ide. dsb. Sosial : Struktur politik. penduduk. 2. c. budaya dan moral nasional. dan penduduk. 4.tu negara terdiri dari beberapa aspek. yaitu : a. Menurut Hans J. militer. watak nasional. dan sifat pemerintahan. yaitu : a. b. karakter/ moral bangsa. 6. sumber daya. 3. kemampuan ekonomi. Menurut Palmer & Perkins. Mahan. wujud bumi. dan kebijakan kepemimpinan. dan kualitas kepemimpinan. 5. Intangible factors : Karakter/moral nasional. jumlah penduduk. Menurut James Lee Ray. Menurut Alfred T. yaitu : a. demografi. intelegensi. unsur kekuatan nasional terdiri atas senergi antara potensi demografi dengan geografi. kemampuan industri. strategi nasional. Faktor tetap (stable factors) : Geografi dan sumber daya alam. militer. sumber daya alam. unsur kekuatan nasional negara terbagi atas dua faktor. ideologi. perkembangan ekonomi. unsur kekuatan nasional negara terdiri atas tanah. dsb. Para ahli mengemukakan pendapatnya mengenai unsur-unsur dimaksud. unsur kekuatan nasional negara terbagi atas dua faktor. luas wilayah. militer. Morgenthou. b. dan keamanan nasional.

ekonomi. terdiri dari : Ideologi. kemampuan mengeksplorasi sumber daya alam. Penjelasan : a. sosial-budaya. Aspek kuantitas. sumber daya alam. politik. (2) Faktor yang berkaitan dengan politik : Sistem politik yang dipakai (demokrasi. unsur-unsur kekuatan nasional diistilahkan dengan gatra dalam ketahanan nasional. sistem pemerintahan yang dijalankan (presidensial. astronomis dan geologis. republik). parlementer). adalah aspek alamiah (tangible). (3) Faktor yang berkaitan dengan ekonomi : Sistem ekonomi liberal atau sosialis. a. dan pertahanan keamanan. serikat).7. kepulauan). perataan. Pancagatra. serta susunan negara yang dibentuk (kesatuan. Trigatra. non demokrasi). (3) Faktor yang berkaitan dengan wilayah : Bentuk wilayah negara (daratan. dan wilayah. persebaran. terdiri dari : Penduduk. Model Indonesia. adalah aspek sosial (intangible). unhabitable). serta kontrol atas sumber daya alam. etos kerja. mencakup tingkat pendidikan. dan sebagai sarana pemersatu. Trigatra : (1) Faktor yang berkaitan dengan penduduk : Aspek kualitas. pemanfaatan sumber daya alam dengan memperhitungkan masa depan dan lingkungan hidup. nabati. pantai. dan tambang. . pertumbuhan. posisi geografis. keterampilan. dan perimbangan penduduk di tiap wilayah negara. Untuk Indonesia dipilih sistem ekonomi Pancasila yang bercorak kekeluargaan dan kerakyatan. luas wilayah negara. mencakup jumlah penduduk. serta daya dukung wilayah negara (habitable. bentuk pemerintahan yang dipilih (kerajaan. b. dan kepribadian. Pancagatra : (1) Faktor yang berkaitan dengan ideologi : Sebagai tujuan atau cita-cita bangsa. (2) Faktor yang berkaitan dengan sumber daya alam : Sumber daya hewani. yang terdiri dari Trigatra dan Pancagatra. b. Pemikiran ini dikembangkan oleh Lemhanas yang dikenal dengan Astagatra.

BAB X .(4) Faktor yang berkaitan dengan sosial-budaya : Melalui dua strategi. Sistem yang dikembangkan adalah sistem pertahanan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata). yaitu kebijakan asimilasi (assimilation policy). dan rakyat sebagai kekuatan pendukung. dan kebijakan berbedabeda tetapi tetap satu (bhinneka tunggal ika). 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Lihat : UU No. (5) Faktor yang berkaitan dengan pertahanan keamanan : TNI dan POLRI sebagai kakuatan utama.

pembagian. maupun alokasi sumber-sumber yang ada dimaksud memerlukan kekuasaan (power) dan wewenang (authority). kekuasaan. Politik : Secara etimologis. dan distribusi atau alokasi sumber daya. pembagian. Kekuasaan dan wewenang ini memainkan peran yang sangat penting dalam pembinaan kerjasama dan penyelesaian konflik yang mungkin timbul dalam proses pencapaian tujuan.” dengan akar kata : Polis Teia : kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri : urusan. politik menyangkut proses penentuan tujuan negara dan cara melaksanakannya. Karena itulah politik akan membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan negara. pengaturan. kebijakan. Politik (politics) dalam bahasa Indonesia berarti kepentingan umum warga negara suatu bangsa. pemeliharaan. haluan. dan pengendalian) serta penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. dan medannya. . jalan. dan arah dimaksud sebaik-baiknya. jalan. Sementara policy (kebijakan) memberikan pertimbangan cara pelaksanaan asas. (distribution) atau alokasi (allocation) sumber-sumber yang ada. dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang dikehendaki. jalan. Politik nasional adalah asas. cara. negara. serta kebijakan negara tentang pembinaan (perencanaan. pengembangan. Penentuan. arah. prinsip. pengambilan keputusan. Politik merupakan suatu rangkaian asas. Pelaksanaan tujuan tersebut memerlukan kebijakan- kebijakan (public policies) yang menyangkut pengaturan (regulation). keadaan. PENGERTIAN 1.POLITIK STRATEGI NASIONAL A. kata “politik” berasal dari bahasa Yunani ”politeia. usaha. Secara umum. Politik memberikan cara.

T.Berikut penjelasannya : a. Politik membicarakan bagaimana pembagian dan pengalokasian nilai-nilai tersebut secara mengikat. c. Dasar pemikirannya adalah bahwa setiap warga masyarakat memiliki beberapa tujuan bersama yang ingin dicapai. Distribusi : Pembagian dan pengalokasian nilai-nilai (values) dalam masyarakat. Yang perlu diperhatikan adalah siapa pengambil keputusan dan untuk siapa dibuat. Karl von Clausewitz (1780-1841) berpendapat bahwa strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan perang. .” (seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan). Yang dimaksud paling baik adalah yang banyak untungnya dan sedikit resiko ruginya. Pengambilan keputusan adalah aspek utama politik. dan harus dibagi secara adil. Nilai adalah sesuatu yang diinginkan dan penting. d. Keputusan yang diambil adalah menyangkut sektor publik suatu negara. e.S. Pengambilan keputusan : Pemilihan satu dari beberapa kemungkinan (alternatif) yang dipandang paling baik. Negara : Organisasi bangsa yang mempunyai kekuasaan tertinggi dan ditaati oleh rakyatnya. sehingga karenanya perlu ada rencana/perencanaan yang mengikat yang dirumuskan dalam kebijakankebijakan oleh pihak yang berwenang. b. Strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. Sementara itu C. 2. Sedangkan perang itu sendiri adalah kelanjutan dari politik. Strategi : Strategi berasal dari bahasa Yunani ”strategia” yang berarti ”the art of the general. Kebijakan umum : Suatu kumpulan keputusan yang diambil oleh seseorang atau kelompok orang dalam memilih tujuan dan cara mencapai tujuan itu. Kekuasaan : Kemampuan seseorang atau sekelompok orang untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok orang lain sesuai dengan keinginannya.

DASAR PEMIKIRAN POLITIK STRATEGI NASIONAL 1. c. dan rakyat sendiri sebagai kekuatan pendukungnya. Wawasan Nusantara. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Politik Strategi Nasional : Faktor-faktor yang mempengaruhi politik strategi nasional (poltranas) adalah : a. media . C.” B. agama. Sosial-budaya : Bangsa Indonesia terdiri dari banyak suku. tetapi ada kekuatan ”bhinneka tunggal ika” dan ”Pancasila” sebagai pemersatu. serta kesanggupan untuk menolong bangsa-bangsa yang masih terjajah. d. adatistiadat. yaitu organisasi politik (orpol) dalam bentuk partai politik (parpol). Hankam : Kekuatan-kekuatan bersenjata yang lahir dari kandungan rakyat (TNI-POLRI). IMPLEMENTASI POLITIK STRATEGI NASIONAL Penyusunan politik strategi nasional (poltranas) didasarkan pada sistem kenegaraan berdasarkan UUD 1945. keyakinann atas kemampuan sendiri. Ketahanan Nasional. Ideologi dan Politik : Persatuan dan kesatuan nasional yang menggambarkan kepribadian bangsa. Geopolitik Indonesia yang dijiwai Pancasila dan UUD 1945. dll. 2. kekayaan alam. c.Kansil mendefinisikan strategi nasional sebagai ”seni dan ilmu mengembangkan/menggunakan kekuatan nasional (ipoleksosbudhankam) baik dalam masa damai maupun masa perang untuk mendukung pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Dasar : a. Ekonomi : Kesuburan. dan tenaga kerja yang terdapat di Indonesia merupakan potensi ekonomi yang besar sekali. bahasa. b. b. organisasi kemasyarakatan (ormas). mempersulit persatuan dan kesatuan. Lembaga-lembaga negara/pemerintah termasuk aparatnya (birokrasi) disebut ”supra struktur politik” sedangkan lembaga-lembaga yang ada dalam masyarakat yang mencakup pranata politik.

Bagan Struktur Ketatanegaraan RI Sebelum Perubahan UUD 1945 UUD 1945 MPR BPK DPR PRESIDEN DPA MA Bagan Struktur Ketatanegaraan RI Sesudah Perubahan UUD 1945 UUD 1945 MPR BPK DPR DPD PRESIDEN WAPRES K. Berbeda halnya pada masa Orba yang menuangkan kebijakan nasional pembangunan melalui Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang ditetapkan oleh MPR. sekarang ini. Lihatlah bagan struktur ketatanegaraan RI di bawah ini.massa. yaitu lembaga tertinggi negara sebagai penjelmaan kedaulatan rakyat yang harus dilaksanakan oleh Presiden Mandataris MPR.” Supra dan infra struktur politik ini mestinya memiliki kekuataan seimbang dan dapat bekerjasama secara sinergis untuk membangun. KEHAKIMAN MK MA KY . dan kelompok penekan (pressure group) disebut ”infra struktur politik. mekanismenya telah berubah. setelah UUD 1945 mengalami empat kali perubahan (amandemen). Karena itu pada hakikatnya politik dan strategi nasional adalah kebijakan dalam rangka pelaksanaan pembangunan nasional untuk mencapai tujuan nasional. kelompok kepentingan (interest group).

Adapun yang menjadi rujukan RPJMN adalah : 1. 2.Lagislatif Eksekutif Yudikatif Dengan demikian. dan KY. Tugas MPR tidak lagi memilih/mengangkat Presiden/Wakil Presiden. RUANG LINGKUP PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL Ruang lingkup perencanaan pembangunan nasional (Renbangnas) adalah : 1. . Jadi. Presiden/Wakil Presiden dipilih langsung oleh rakyat melalui Pemilihan Presiden (Pilpres). Pasal 4 Ayat (1) UUD 1945. c. DPD. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. yaitu APBN). 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN. Renbang dimaksud menghasilkan : a. dan menetapkan GBHN. MK. b. misi. Renbangnas terdiri atas renbang yang disusun secara terpadu oleh kementerian/ lembaga dan renbang yang disusun oleh pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. 3. 1 tahun. Presiden bukan lagi Mandataris MPR. MA. BPK. Sementara itu itu program-program pembangunan tidak lagi ditetapkan dalam GBHN tetapi oleh Presiden dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). MPR sekarang tidak lagi sebagai lembaga tertinggi negara. DPR. Rencana Pembangunan Jangka Menegah Nasional (RPJMN. UU No. dan program-program yang akan dilaksanakan jika terpilih menjadi Presiden/ Wakil Presiden. RPJMN disusun sebagai pelaksanaan janji pada saat pencalonan dan kampanye penyampaian visi. 2. UU No. 5 tahun). Rencana Pembangunan Tahunan/Rencana Kerja Pemerintah (RKP. 20 tahun). 3. Renbangnas mencakup penyelenggaraan perencanaan makro semua fungi pemerintahan yang meliputi semua bidang kehidupan secara terpadu dalam wilayah NKRI. D. tetapi lembaga negara sama halnya dengan Presiden.

Jadi. program kementerian/lembaga dan lintas kementerian/lembaga. strategi. kebijakan umum. kewilayahan dan lintas kewilayahan. misi. 7. memuat prioritas pembangunan. 5. kebijakan. program. setelah tidak ada lagi GBHN dan Rencana Pembangunan Lima Tahun (REPELITA) versi Orde Baru. baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah dan pemerintah daerah. Undang-Undang No. . program. yang memuat strategi bangnas. dan kegiatan pembangunan. 8. serta program kementerian/ lembaga. 3. Renja KL (Rencana Kerja Kementerian/Lembaga) disusun dengan berpedoman pada Renstra KL dan mengacu pada prioritas bangnas dan pagu indeikatif. RPJMN merupakan penjabaran dari visi. misi. RKP merupakan penjabaran dari RPJMN. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. tujuan. lintas kementerian/lembaga. Renstra KL (Rencana Strategis Kementerian/Lembaga) memuat visi. dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsi kementerian/lembaga yang disusun dengan berpedoman pada RPJMN dan bersifat indikatif. maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. 6. serta memuat kebijakan. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Renbangnas). dan program Presiden yang penyusunannya berpedoman pada RPJPN. Undang-Undang No. Undang-Undang Dasar 1945. kewilayahan dalam bentuk kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif. dan arah bangnas. misi. RPJPN merupakan penjabaran dari tujuan dibentuknya pemerintahan negara RI yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 dalam bentuk visi. 2. rancangan/kerangka ekonomi makro yang mencakup gambaran perekonomian secara menyeluruh termasuk arah kebijakan fiskal. serta kerangka ekonomi makro yang mencakup gambaran perekonomian secara menyeluruh termasuk arah kebijakan fiskal dalam rencana kerja yang berupa kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif.4. maka dasar pelaksanaan pembangunan dalam rangka mewujudkan tujuan nasional sekarang adalah : 1.

TAHAPAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL Tahapan Renbangnas meliputi : 1. 7 Tahun 2005. G. kualitas pelayanan sosial. termasuk hukum yang mantap. Mewujudkan daya saing bangsa. Mewujudkan Indonesia asri dan lestari. serta perlindungan dan kesamaan di depan hukum. 2. Evaluasi Pelaksanaan Rencana. Penetapan Rencana. 4. 5 Tahun 2010). serta memiliki sistem dan kelembagaan politik. mengamankan dan mempertahankan negara. VISI INDONESIA 2025 ”Indonesia yang maju. 5. tingkat pendidikan. mendapatkan pelayanan sosial. 2. Mewujudkan Indonesia aman.4. yaitu hak setiap bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri dan menentukan apa yang terbaik bagi dirinya. pendidikan dan kesehatan. dan bersatu. MISI INDONEIA 2025 1. Adil : Semua rakyat mempunyai kesempatanyang sama dalam meningkatkan taraf hidupnya dan memperoleh lapangan pekerjaan. angka harapan hidup. dan 2009-2004 dengan Perpres No. produktivitas yang lebih baik. Mewujudkan masyarakat demokratis berlandaskan hukum. 3. 4. damai. 3. F. pertumbuhan penduduk. mandiri. 5. derajat kesehatan. Mewujudkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan. E. Penyusunan Rencana. . Pengendalian Pelaksanaan Rencana. mengemukakan pendapat dan melaksanakan hak politiknya. Peraturan Presiden tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengan Nasional (Untuk 2004-2009 dengan Perpres No. Mandiri : Kemandirian adalah hakekat dari kemerdekaan. dan adil” yaitu : Maju : Secara ekonomi-sosial. Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Mewujudkan masyarakat bermoral.6. beretika. 7. . Mewujudkan Indonesia berperan penting dalam pergaulan dunia internasional. dan berbudaya.

misalnya pen-delegasian kepada pejabat di bawahnya.BAB XI OTONOMI DAERAH DALAM KERANGKA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA A. otda dapat diartikan pelimpahan kewenangan dan tanggung jawab dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. tetapi belum menjelaskan isi dan keluasan kewenangan serta konsekuensi penyerahan kewenangan itu bagi badan-badan otonomi daerah. desen-tralisasi adalah transfer/pemindahan kewenangan untuk menyelenggarakan beberapa pelayanan kepada masyarakat dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk secara mandiri atau berdaya membuat keputusan mengenai kepentingan daerahnya sendiri. 2010:138). desentralisasi terkait dengan masalah pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat yang berada di ibukota negara baik melalui cara dekonsentrasi. Hulme (dalam Srijanti. Batasan menurut PBB tersebut di atas hanya menjelaskan proses kewenangan yang diserahkan pusat kepada daerah. (A. secara sempit diartikan sebagai “mandiri” sedangkan dalam arti luas “berdaya.” Jadi. Menurut Perserikatan Bangsa-Bang-sa (PBB). sedangkan otonomi menyangkut hak yang mengikuti pembagian kewenangan tersebut. Turner dan D. 2009:177). maupun melalui pendelegasian kepada peme-rintah atau perwakilan di daerah. Sementara itu menurut M. Ubaedillah. terutama dalam menghadapi tantangan . PENGERTIAN Istilah otonomi daerah atau desentralisasi pada hakikatnya adalah pembagian kewenangan kepada organ-organ penyelenggara negara. sehingga dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemajuan masyarakat di daerah. instrumen politik dan Dalam hal ini otda adalah suatu yang digunakan untuk administrasi/manajemen mengoptimalkan sumber daya lokal. Dengan demikian desentralisasi atau otonomi daerah.

menumbuhkan kreativitas. Untuk terciptanya efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan. Argumentasi yang Kuat Secara Teoritis dan Empiris : a. Sulawesi. mendorong pemberdayaan masyarakat. sementara itu pembangunan di beberapa daerah cenderung dijadi-kan obyek “perahan” pemerintah pusat. c. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Sementara itu pengertian otonomi daerah menurut Undang-Undang No. B. b. Dalam hal ini pemerintah pusat berfungsi : . Adapun desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada daerah otonomi untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. LATAR BELAKANG OTONOMI DAERAH 1. Kehidupan berbangsa dan bernegara selama ini sangat terpusat di Jakarta (Jakar-ta sentris) karena 60% perputaran uang berada di Jakarta dan hanya 40% saja di luar Jakarta. dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyara-kat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.) tidak menerima perolehan dana yang patut dari pemerintah pusat. Riau. Kalimantan. meningkatkan peranserta masyarakat. Papua. Alasan : a.global. serta mengembangkan demokrasi. Kesenjangan sosial antara satu daerah dengan daerah lainnya yang sangat men-colok. 2. Pembagian kekayaan tidak merata dan tidak adil. wewenang. dll. adalah hak. Daerah-daerah yang memiliki sumber-sumber kekayaan alam yang melimpah (seperti Aceh. kare-na dengan banyaknya urusan tidak mungkin seluruhnya dilaksanakan oleh pusat.

Pemerintah daerah merupakan kancah pelatihan dan pengembangan demokrasi dalam sebuah negara. Dalam hal ini stabilitas politik nasional berawal dari stabilitas politik pada tingkat lokal. Sementara di negara-negara ASEAN pun terja-di pula di Filipina dan Thailand di mana minoritas muslin (Mindanao dan Pattani) berjuang untuk melepaskan diri dari ketidakadilan ekonomi yang dilakukan peme-rintahan pusat di Manila atau Bangkok. mempertahankan kedaulatan. . keamanan dalam negeri. c. politik. pernah terjadi pergolakan daerah seperti PRRI dan PERMESTA tahun 1957-1958 karena daerah melihat kekuasaan Jakarta sangat dominan. integrasi sosial. Dalam konteks Indonesia. Ekstraktif : Memobilisasi sumber daya keuangan dalam rangka membiayai aktivitas penyelenggaraan negara. b. . Stabilitas politik. serta mempertahankan kemungkinan serangan dari negara lain.. dll. Pemerintah daerah akan menyediakan kesempatan bagi warga masyarakat untuk berpartisipasi dalam politik. menjaga keutuhan negara dan bangsa.Distributif : Mengelola berbagai dimensi kehidupan seperti bidang sosial.Regulatif : Menyangkut penyediaan barang dan jasa ataupun yang berhubungan dengan kompetensi dalam rangka penyediaan tersebut. keuangan. baik dalam rangka memilih atau kemungkinan untuk dipilih dalam suatu jabatan politik. Kemungkinan mereka pun akan berkiprah di tingkat nasional. ekonomi. kesejahtteraan masyarakat. .Universal : Memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. Sebagai sarana pendidikan politik. Keberadaan institusi lokal (eksekutuf dan legislatif lokal) merupakan wahana yang tepat bagi penggodokan calon-calon pemimpin nasional. Di daerahlah tempat kebebas-an dan tempat orang diajari bagaimana kebebasan digunakan dan bagaimana menik-mati kebebasan itu. d. setelah melalui karier politik mereka di daerah. Pemerintahan daerah sebagai persiapan untuk karier politik lanjutan. pertahanan.

prinsip-prinsip pemberian otda yang dijadikan pe-doman dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah adalah : 1. 3. serta potensi dan keanekaragaman daerah. serta melatih diri dalam menggunakan hak-hak demokrasi. Dari segi pemerintahan : Untuk mencapai pemerintahan yang efisien. Penyelenggaraan otda dilaksanakan dengan memperhatikan aspek demokrasi.e. Melalui prinsip demokrasi penyelenggaraan pemerintahan di dearh akan lebih akuntabel dan profesional karena dapat melibatkan peranserta masyarakat luas. PRINSIP-PRINSIP PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH Menurut A. f. TUJUAN OTONOMI DAERAH Tujuan otonomi daerah dapat dilihat dari beberapa segi : 1. Kesetaraan politik. keadilan. Melalui desentralisasi pemerintahan akan tercipta kesetaraan politik antara pusat dan daerah. untuk menarik rakyat ikutserta dalam peme-rintahan. Dari segi politik : Untuk mencegah penumpukan kekuasaan di pusat. Dari segi sosial-budaya : Agar perhatian lebih fokus kepada daerah. . baik dalam penentuan pimpinan daerah (Pemilukada) maupun pelaksanaan program di daerah. D. Ubaedillah (2010:143). 4. Dari segi ekonomi : Agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi di daerah masing-masing. pemerrataan. 2. C. Akuntabilitas publik. untuk mem-bangun masyarakat yang demokratis. Otonomi daerah pada dasarnya adalah transfer prinsipprinsi demokrasi dalam pengelolaan pemerintahan maupun budaya politik.

kawasan perumahan. Pelaksanaan asas dekonsentrasi diletakkan pada daerah provinsi dalam kedudukan-nya sebagai wilayah administratif untuk melaksanakan kewenangan pemerintahan tertentu yang dilimpahkan kepada Gubernur sebagai wakil pemerintah. Demikian pula di kawasan-kawasan khusus yang dibina oleh pemerintah atau pihak lain seperti badan otorita. PERKEMBANGAN UNDANG-UNDANG OTONOMI DAERAH Pengaturan pelaksanaan otda di Indonesia telah mengalami beberapa kali UndangUndang Otda/Desentralisasi. kawasan kehutanan. baik fungsi legislasi. Pelaksanaan otda didasarkan pada otonomi luas. kawasan perkebunan. E. kawasan pariwisata. Pelaksanaan asas tugas pembantuan dimungkinkan. dan bertanggung jawab. tetapi juga dari pemerintah dan daerah kepada desa yang disertai dengan pembiayaan. yaitu : . sarana dan prasarana. kawasan in-dustri. kawasan pelabuhan. Pelaksanaan otda harus lebih meningkatkan kemandirian daerah otonom. 7. 6. Pelaksanaan otda harus lebih meningkatkan peranan dan fungsi badan legislatif daerah. fungsi pengawasan. tidak hanya dari pemerintah kepada daerah. nyata. 3. sedangka pada daerah provinsi merupakan otonomi yang terbatas. dan karenanya dalam daerah kabupaten dan koyta tidak ada lagi wilayah administratif. maupun fungsi anggaran atas penyelenggaraan pemerintahan daerah. serta sumber daya manusia dengan kewajiban melaporkan pelaksanaan dan pertanggungjawabannya kepada yang menugaskan. kawasan pertambangan. 5. Pelaksanaan otda uang luas dan utuh diletakkan pada daerah kabupaten dan kota. kawasan perkotaan baru. dan semacamnya berlaku ketentuan peraturan daerah otonom. Pelaksanaan otda harus sesuai dengan konstitusi negara sehingga tetap terjamin hubungan yang serasi antara pusat dan daereah serta antar daerah.2. 8. 4.

dan desa/kota kecil. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1948 tentang Susunan Pemerintah Daerah yang Demokratis. 4. 3. 7. dan Kota. 6. Akan tetapi PP pelaksanaannya tidak ada sehingga tidak dilaksanakan dan usianya hanya tiga tahun. yaitu provinsi.1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. kabupaten/kota besar. Dalam UU ini ada dua jenis daerah otonom. Dalam UU ini ditetapkan daerah otonom meliputi Keresidenan. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1945 tentang Pemerintahan Daerah. Dalam UU ini disebutkan ada daerah tingkat I Proivinsi dan daerah tingkat II Kabupaten/Kotamadya. Dalam UU ini jelas diatur tentang pembagian urusan pemerintahan. Urusan Pusat : Keuangan (moneter dan fiskal). Pemerintah pusat memberikan hak istimewa kepada beberapa daerah di Jawa. Daerah : Urusan selain tersebut di atas. b. keamanan. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah. dan agama. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1965 tentang Pemerintah Daerah yang menganut otonomi yang seluas-luasnya. dan Palembang untuk menghormati daerah tersebut guna melakukan pengaturan sendiri daerahnya mengenai hak dan asal-usul daerah. disertai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. pertahanan. . 2. luar negeri. yaitu daerah otonom biasa dan daerah otonom istimewa. Kabupaten. yaitu : a. Minangkabau. Bali. 5. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1957 tentang Pemerintahan Daerah yang berlaku menyeluruh dan bersifat seragam. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di Dae-rah. Juga ditetapkan tingkatan daerah otonom. peradil-an (yustisi).

swasta. dekonsentrasi. dan atau kepada instansi vertikal di wilayah tertentu. 2. 3. yaitu : . 2010:182). dan swadaya masyarakat. yaitu pelimpahan pengambilan keputusan dan kewenangan manajerial untuk melakukan tugas-tugas khusus kepada suatu organisasi. terdapat empat model desentralisasi. Delegasi. yaitu pelimpahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada Gubernur sebagai wakil pemerintah. maka Pemerintah mener-bitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerin-tahan Daerah. yang secara tidak langsung berada di bawah pengawasan pemerintah pusat. yang kemudian dikukuhkan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah Menjadi Undang-Undang. dan tugas pembantuan berdasarkan Undang-Undang No.Diterbitkan juga Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. yaitu : 1. dan manajemen kepada unit otonomi pemerintah daerah. yaitu transfer kewenangan untuk pengambilan keputusan. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Dekonsentralisasi. MODEL DESENTRALISASI Menurut Rondinelli (dalam Srijanti. yaitu tindakan pemberian kewenangan dari pemerintah kepada badan-badan sukarela. E. keuangan. Kiranya perlu pula dijelaskan pengertian tentang desentralisasi. Privatisasi. Kemudian untuk me-nyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berkembang. Devolusi. 4.

Pertahanan. yaitu sebagai kepada daerah provinsi. untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu. Peradilan (Yustisi). dari pemerintah provinsi kepada kabupaten/kota dan/atau desa. 2. adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada daerah untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Politik Luar Negeri. f. Dekonsentrasi. serta dari pemerin-tah kabupaten/kota kepada desa. Urusan Pemerintah Pusat : a. Dengan demikian Gubernur mempunyai dua kedudukan. b.1. adalah penugasan dari pemerintah kepada daerah dan/atau desa. 32 Tahun 2004. e. Desentralisasi. Agama. 3. dan sebagai wakil pemerintah di daerah. 1. Keuangan (moneter dan fiskal nasional). adalah pelimpahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepa-da Gubernur sebagai wakil pemerintah dan/atau kepada instansi vertikal di wilayah tertentu. dan yang kedua berdasarkan asas dekonsentrasi. c. d. G. 2. terdapat pembagian urusan pemerintahan sebagai berikut. Yang pertama berdasarkan asas desentralisasi. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN Berdasarkan UU No. Tugas pembantuan. Urusan Pemerintah Provinsi : . Keamanan.

Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. c. Penyediaan sarana dan prasarana umum. Penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya yang belum dapat dilaksanakan oleh p. f. g. m. e. dan pengawasan tata ruang. b. . Pelayanan administrasi umum pemerintahan. Pelayanan kependudukan dan catatan sipil. d. b. pemanfaatan. Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. l. k. Penanggulangan masalah sosial lintas kabupaten/kota. Perencanaan dan pengendalian pembangunan.a. pemanfaatan. h. j. Perencanaan dan pengendalian pembangunan. Pelayanan bidang ketenagakerjaan lintas kabupaten/kota. termasuk lintas kabupaten/kota. dan pengawasan tata ruang. o. Penyediaan sarana dan prasarana umum. Penyelenggaraan pendidikan dan alokasi sumber daya manusia potensial. Perencanaan. Pelayanan pertahanan termasuk lintas kabupaten/kota. Pelayanan administrasi penanaman modal termasuk lintas kabupaten/kota. Urusan w:ajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundangundangan. usaha kecil dan menengah. Pengendalian lingkungan hidup. kabupaten/kota. c. Urusan Pemerintah Kabupaten/Kota : a. 2. i. d. q. Perencanaan. n. Penanganan bidang kesehatan. Fasilitas pengembangan koperasi.

Pelayanan bidang ketenagakerjaan. k. Otonomi dikaitkan semata-mata dengan uang. i. Penanganan bidang pendidikan.e. Akan tetapi uang bukan satu-satunya alat dalam menggerakkan roda pemerintahan. Akan tetapi dalam praktek atau implementasinya banyak menimbulkan kesalahpahaman yang muncul dari berbagai kelompok masyarakat. Pelayanan pertahanan. g. Otda merupakan sarana yang secara politis ditempuh dalam rangka memelihara keutuhan negara bangsa. Hal ini muncul karena ada ungkapan bahwa otonomi identik dengan automoney. m.” Dengan kewenangan . Pelayanan administrasi umum pemerintahan. Tentu saja hal itu keliru dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. walaupun diakui bahwa uang memang sesuatu yang sangat penting bahkan mutlak. KESALAHPAHAMAN TERHADAP OTONOMI DAERAH Otda diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan kebijakan nasional yang dapat mencegah disintegrasi bangsa. untuk berotonomi daerah harus mencukupi sendiri kebutuhannya terutama di bidang keuangan. l. h. Pelayanan administrasi penanaman modal. Urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang- H. Pengendalian lingkungan hidup. Otda pun dilakukan dalam rangka memperkuat semangat kebangsaan serta persatuan dan kesatuan di antara segenap warga bangsa Indonesia. Penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya. n. o. yang sangat penting atau kata kuncinya adalah “kewenangan. Pelayanan kependudukan dan catatan sipil. di antaranya sebagai berikut : 1. f. Fasilitas pengembangan koperasi. undangan. Penanggulangan masalah sosial. j. usaha kecil dan menengah. artinya.

Hal ini keliru sebab bersamaan dengan kebijakan otda pusat tetap harus memberi dukungan dan bantuan kepada daerah. Hal ini tidak tidaklah tepat sebab sebelum UU No. 2. Maksudnya. baik berupa bimbingan teknis penyelenggaraan pemerintahan maupun keuangannya. Dalam hal ini daerah dapat menempuh kebijakan dalam segala hal sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku di NKRI. Dengan demikian sebenarnya tidak ada alasan belum siap dan belum mampu. 4. .uang akan dapat dicari. karena dalam kenyataan sudah lama terlibat dalam penyelenggaraan administrasi pemerintahan. Daerah belum siap dan belum mampu. Hal ini keliru sebab hakikat otda adalah pemberian kewenangan kepada daerah sehingga daerah kreatif dan inovatif dalam rangka memperkuat NKRI yang berlandaskan norma kepatutan dan kewajaran dalam sebuah tata kehidupan bernegara. misalnya tatkala terjadi bencana alam yang sangat menggang-gu roda perekonomian daerah. setiap pemberian kewenangan dari pemerintah pusat kepada daerah harus disertai dana yang cukup. dan hal ini tidak mengurangi makna otda dalam kerangka NKRI. artinya bebas. Dengan otda maka daerah dapat melakukan apa saja. 3. 22/1999 dan UU No. tepat guna dan berorientasi kapa kepentingan rakyat. ternyata pemberian tugas kepada pemerintah daerah belum diikuti dengan pelimpahan kewenangan dalam mencari uang dan subsidi dari pusat. dan yang utama serta sangat penting diperhatikan adalah kepentingan masyarakat. 32/2004 diterapkan. baik dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun Dana Alokasi Umum (DAU) serta bantuan dana lainnya. Hal ini sesuai dengan falsafah yang umum dikenal di berbagai negara. dan pemerintah daerah harus mampu menggunakannya dengan bijaksana. Dengan otda pemerintah pusat akan melepaskan tanggung jawab untuk membantu dan membina daerah. yaitu “tak ada mandat tanpa dukungan dana” (no mandate without funding).

KY. DPD. termasuk juga LSM dan masyarakat dapat memainkan perannya dalam “mengawasi” jalannya pemerintah daerah secara optimal. MK. dll. KPK. media massa. yaitu Orde Baru yang sarat KKN dan segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan lainnya.5. serta lembaga-lembaga negara seperti MPR. MA. Pendapat ini memang ada benarnya jika para penyelenggara pemerintahan dae-rah. Presiden. BPK. Akan tetapi untuk menghindari praktek negatif tersebut di atas. DPR. dan masyarakat menampatkan diri dalam kerangka politik masa lalu. lembaga-lembaga pemerintahan (yang berada di bawah Pre-siden) termasuk aparat penegak hukum seperti Kepolisian dan Kejaksaan. Otda akan menciptakan raja-raja kecil di daerah dan memindahkan korupsi ke dae-rah. . dunia usaha. pilar-pilar penegakan demokrasi dan masyarakat madani (civil society) seperti partai politik. serta lembaga-lembada ekstra struktural seperti Komisi Ombudsman.

mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia. makna masyarakat madani berasal dari kata civility. ekonomi. budaya bersifat mandiri. dan memiliki pemerintahan sipil. hubungan timbal balik (reprocity). Menurut Azyumardi Azra (ibid). kesamaan. Adapun menurut Nurcholish Madjid. dan demokrasi. ciri masyarakat madani adalah masyarakat yang meme-gang teguh ideologi yang benar. yaitu prinsip moral. PENGERTIAN Istilah masyarakat madani (civil society) awalnya dimunculkan oleh Anwar Ibrahim. kesediaan pribadi-pribadi untuk menerima pelbagai macam pandangan politik dan tingkah laku sosial.BAB XII MASYARAKAT MADANI A. . Dasar utamanya adalah persatuan dan integrasi sosial yang didasarkan pada suatu pedoman hidup. masyarakat madani lebih dari sekedar gerakan pro-demokrasi. berakhlak mulia. yaitu kemajemukan budaya (multicultural). keadilan. yang mengandung makna toleransi. Dalam masyarakat madani warga negara bekerjasama membangun ikatan sosial. dan solidaritas kemanusiaan yang bersifat nonnegara. Menurut beliau masyarakat madani merupa-kan sistem sosial yang subur berdasarkan prinsip moral yang menjamin keseimbangan antara kebebasan individu dengan kestabilan masyarakat. Dawam Rahardjo (dalam A. dan hidup dalam suatu persaudaraan. Ubaedillah. Sementara menurut Hidayat Nurwahid. musyawarah. Masyarakat madani mem-punyai ciri-ciri yang khas. karena ia juga mengacu pada pembentukan masyarakat berkualitas dan ber-tamaddun (civility). serta sikap saling memahami dan menghargai. jaringan produktif. menghindarkan diri dari konflik dan permusuhan yang menyebabkan perpecah-an. serta secara politik. 2010:177) mendefisikan masyarakat madani sebagai proses penciptaan peradaban yang mengacu kepada nilai-nilai kebijakan bersama. Dengan demikian ma-syarakat madani merupakan “guiding idea” dalam melaksanakan ide-ide yang men-dasari kehidupan masyarakat.

Hegerl). e. B. Dalam hal ini warga negara tidak memiliki kebebasan untuk menjalankan aktivitas kesehariannya. Civitas Etat.Selain istilah masyarakat madani. b. Adanya penguasa politik yang cenderung mendominasi (menguasai) masyarakat dalam segala bidang sehingga masyarakat harus patuh dan taat kepada penguasa. Indonesia : a. Societas Civilis (Cicero). Asing : a. Adanya usaha membatasi ruang gerak masyarakat dalam kehidupan politik. e. . Keada-an ini menyulitkan masyarakat dalam mengemukakan pendapat. Civil Society. Nurcholish Madjid. 3. LATAR BELAKANG Masyarakat madani timbul karena faktor-faktor : 1. saran. Ryaas Rasyid). b. c. 2. Hikam). tidak diterjemahkan (A. Koinonia Politike (Aristoteles). d. f. d. Masyarakat Kewargaan (Frans Magnis Suseno dan M. Comonitas Politica. Azyumardi Azra). Comonitas Civilis. Masyarakat Warga (Soetandyo Wignjosubroto). Dalam hal ini tidak ada keseimbangan pembagian yang proporsional terhadap hak dan kewajiban setiap warga negara dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Civil Society (Adam Ferguson). 2. Masyarakat Madani (Anwar Ibrahim. maupun kritik kepada penguasa.S. Dawam Rahardjo. Societe Civile (Tocquiville). Masyarakat diasumsikan sebagai orang yang tidak memiliki kemampuan yang baik (=bodoh) dibandingkan dengan penguasa/pemerintah. c. Masyarakat Sipil (Mansour Fakih). Burgerlishe Gesellschaft (F. untuk maksud yang sama dikenal pula dengan istilah-istilah lain yang oleh Dawam Rahardjo dirumuskan beberapa macam : 1.

yaitu sikap saling menghargai atas perbedaan pendapat dan pendirian orang lain. yaitu ruang publik yang bebas sebagai sarana untuk mengemukakan pendapat warga masyarakat.C. KELEMBAGAAN PENEGAK MASYARAKAT MADANI . Tingginya sikap toleransi. Menurut Nurcholis Madjid. D. tetapi juga harus disertai sikap yang tulus menerima perbedaan sebagai suatu yang alamiah dan rahmat Tuhan yang bermnilai positif bagi kehidupan masyarakat. tetapi sudah harus menjadi bagian penting dari pelaksanaan ajaran moral agama. 4. Diakui adanya pluralisme. dan kesempatan. sehingga mau tidak mau telah menjadi kaidah yang abadi. sehingga harus dipahami tidak hanya sebatas mengakui dan menerima kenyataan sosial yang beragam. politik. Pluralisme merupakan prasyarat masyarakat madani. Keadilan sosial. tetapi adalah juga suatu pilihan untuk bersama-sama membangun dan memper-juangkan perikehidupan warga masyarakat yang sejahtera. sosial-budaya. Demokrasi bukan sekedar kebebasan dan persaingan. artinya. pengetahuan. Tegaknya prinsip demokrasi. pluralitas (kemajemukan) telah menjadi suatu keniscayaan yang tidak dapat dielakkan. Di wilayah ini semua warga negara memiliki posisi dan hak serta kewajiban yang sama untuk melakukan transaksi sosial politik tanpa rasa takut dan terancam oleh kekuatan-kekuatan di luar civil society. 2. 3. Wilayah publik yang bebas (free public sphere). KARAKTERISTIK MASYARAKAT MADANI 1. 5. Keadilan sosial adalah hi-langnya monopoli dan pemusatan salah satu aspek kehidupan yang dilakukan oleh kelompok atau golongan tertentu. Toleransi bukan sekedar tuntutan sosial masyarakat majemuk belaka. yaitu adanya keseimbangan dan pembagian yang proporsional atas hak dan kewajiban setiap warga negara dalam segala aspek kehidupan : ekonomi. toleransi menyangkut persoalan ajaran dan kewajiban melaksanakan ajaran itu.

Bentuk kelembagaan masyarakat madani ini dapat diklasifikasikan dalam tiga macam : 1. dan masyarakat tertentu. kelompok. yaitu bahwa lembaga dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya taat dan setia terhadap perundang-undangan yang berlaku. Organisasi Sosial. Landasan pembentukan lembaga ini adalah idealisme perubahan (restorasi) ke arah kehidupan yang bebas (independen) dan man-diri. dan kedewasaan berpikir. disiplin. Karakteristik lembaga masyarakat madani hendaknya : 1. . baik yang bersifat resmi dari pemerintah maupun dari individu. lembaga-lembaga dimaksud merupakan manifestasi dari permberdayaan masyarakat yang memiliki pengetahuan. dan masyarakat tanpa ada instruksi. masyarakat.Kelembagaan (institusi) masyarakat madani adalah lembaga-lembaga yang dibentuk atas dasar motivasi dan kesadaran penuh dari diri individu. dikelola. yaitu bahwa pengelolaan dan pengendalian dilakukan secara terbuka. 7. yaitu bahwa pengelolaan dan pengendalian serta pelaksanaan lembaga dise-lenggarakan dengan kejujuran. yaitu bebas dari pengaruh dan intervensi lembaga lain. Disiplin. Independen. yaitu memiliki kekuatan dan kemampuan untuk melaksanakan tugas po-kok dan fungsinya tanpa keterlibatan lembaga lain di luar lembaganya. kelompok. yaitu bahwa pengelolaan dan pengendalian lembaga dilakukan secara swadaya oleh sumber daya manusia yang ada di lembaga sendiri. 2. Artinya. Lembaga Sosial. Idealis. Swaorganisasi. Transparan. seperti : a. 5. kesadaran. dan dikendalikan dari. 3. Mandiri. yaitu bahwa lembaga yang dibentuk. 6. oleh. dan untuk masyarakat sendiri. dan ditujukan bagi kesejahteraan masya-rakat. yang bertujuan memberi perlindungan bagi diri. ikhlas. dan bangsa yang tidak berdaya dari penguasaan negara/pemerintah. baik negara/ pemerintah maupun nonpemerintah. Demokratis. 4. kelompok.

d. Jauh sebelum merdeka dan menjadi sebuah negara. dll. seperti PGRI. seperti KWI. demikian juga organisasi-organisasi lainnya seperti Budi Utomo. seperti MKGR. c. ISEI. Kelembagaan Budha. Sifat kemandirian dan kesukarelaan para . Organisasi kemasyarakatan. Persatuan Islam. sebenarnya masyarakat sipil telah ada dan berkembang. MEMBANGUN MASYARAKAT MADANI INDONESIA Indonesia sebagai masyarakat madani adalah sebuah kenyataan. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). e. dll. biasa-nya berdasarkan kedaerahan atau kesukuan. Mereka berjuang menegakkan HAM dan perlawanan terhadap kekuasaan kolonial (Belanda. Organisasi/Partai politik (Parpol). Organisasi Profesi. Lembaga yang berbentuk Paguyuban : Dibentuk dan dikembangkan oleh masyarakat untuk melakukan pengelolaan dan pe-ngendalian program-program bagi peningkatan kekerabatan/kekeluargaan. PMII. termasuk MUI. HMI. seperti Parisadha Hindu Dharma. seperti PGI. KAMMI. HTI. Muhammadyah. IDI. Nahdlatul Ulama (NU). Kelembagaan Hindu. LBH. Rukun Wargi Cikundul.b. Persis. PERSADI. seperti Walubi. e. seperti OSIS. d. Lihat misalnya organisasi keagamaan seperti Syarikat Islam (SI). dll. E. Ikatan Keluarga Palembang. Misalnya Paguyuban Pasundan. c. seperti KNPI. f. Kelembagaan Katholik. g. dll. seperti NU. dll. Keagamaan Kristen. Lembaga Keagamaan. b. BEM. Jepang). PWI. Ru-kum Wargi Cianjur. Organisasi Kepemudaan. Organisasi Pelajar/Kemahasiswaan. 2. PII. Keagamaan Islam. dll. 3. Perhimpunan Indonesa (di Belanda). diwakili oleh beragam kiprah organisasi sosial keagamaan dan pergerakan nasional dalam perjuangan merebut kemerdekaan dari kekuasaan penjajahan. seperti : a. Al-Irsyad. Kosgoro. Muhammadyah. Indische Partij.

6. 5. kebiasaan. dan dapat mendukung kegiatan pemerintahan dan pembangunan. yaitu : 1. Indonesia membutuhkan tumbuh dan berkembangnya masya-rakat madani. 3. perasaan senasib dan sepenanggungan. kesetiakawanan sosial.pengurus dan anggotanya merupakan karakter khas dari sejarah masyarakat madani Indonesia. Terjadinya pergeseran budaya dari masyarakat yang berbudaya paternalistik ke bu-daya modern dan independen. pandangan hidup. Adanya keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME yang melandasi moral kehi-dupan. adat-istiadat. cita-cita dan hasrat bersama sebagai warga bangsa dan negara tidak mungkin lepas dari ling-kungan sejarahnya. dan derasnya arus globalisasi. kepedulian. menurut Srijanti (2009:207) terdapat enam faktor yang perlu mendapat perhatian. kesantunan. maka masyarakat madani perlu mendapat perhatian khusus. Adanya partisipasi aktif dalam menciptakan tata pamong yang baik. Berkembangnya pluralisme dalam kehidupan yang beragam. Tumbuhnya intelektualitas dalam rangka membangun sumber daya manusia yang memiliki komitmen dan independen. lebih-lebih dengan kondisi Indonesia yang dilanda euforia demokrasi. Kebudayaan. Sekarang ini tatkala hidup di zaman modern di mana interaksi tidak saja berlangsung secara domestik dan regional. 4. tetapi juga secara global (era global-isasi). semangat otonomi daerah. Pada masa reformasi ini. membutuhkan masyarakat yang mempunyai kemauan dan kemampuan hidup bersama dalam sikap saling meng-hargai. Untuk membangun masyarakat madani di Indonesia. Pengembangan masyarakat madani Indonesia tidak dapat dipisahkan dari lingkungan dan pengalaman sejarah bangsa Indonesia seperti tersebut di atas. . toleransi. Perlu perbaikan di bidang ekonomi dalam rangka meningkatkan pendapatan masya-rakat. 2.

Pandangan ini menyatakan bahwa sistem demokrasi tidak mungkin berlangsung dalam kenyataan hidup sehari-hari dalam masyarakat yang belum memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara yang kuat. Reformasi sistem politik demokrasi. Untuk membangun demokrasi harus lebih diu-tamakan pembangunan lembaga-lembaga politik yang demokratis. Paradigma membangun masyarakat madani dengan menekankan proses pendidikan dan penyadaran politik warga negara. Ubaedillah (2010:188). 2. Integrasi nasional dan politik.Sementara itu menurut A. terdapat tiga strategi yang ditawar-kan untuk mewujudkan masyarakat madani di Indonesia. yaitu : 1. khususnya di kalangan kelas menegah. Hal ini mengingat demokrasi membutuhkan topangan kultural selain dukungan struk-tural. . 3.

ekonomi. akuntabel. yaitu : 1. Political Governance. dan politik. Administrative Governance. sedangkan society berperan posi-tif dalam interaksi sosial. 3. serta kemiskinan. termasuk mengajak kelompok masyara-kat untuk berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi. Economic Governance. kolusi. Hubungan antar sektor dimaksud dapat digambarkan di bawah ini. dan bebas dari korupsi. gover-nance (kepemerintahan) mempunyai tiga model. privat sector menciptakan pekerjaan dan pendapatan. 2. sosial dan politik. State berfungsi menciptakan lingkungan politik dan hukum yang mempunyai implikasi terhadap kesetaraan. PENGERTIAN Menurut United Nations Development Program (UNDP) salah satu badan PBB. yaitu state (negara atau pemerintah). NEGARA SWASTA MASYARAKAT Adapun Istilah good and clean governance merupakan wacana yang mengiringi gerak-an reformasi. kondusif. dan kualitas hidup. dan society (masyarakat) yang saling berinteraksi. meliputi proses pembuatan keputusan yang memfasilitasi kegiatan ekonomi di dalam negeri dan transaksi di antara penyelenggara ekonomi. berupa sistem implementasi kebijakan.BAB XIII TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK DAN BERSIH (GOOD AND CLEAN GOVERNANCE) A. . mencakup proses pembuatan keputusan untuk perumusan kebijakan politik negara. private sector (swasta atau dunia usaha). dan nepotisme. yang dikaitkan dengan tuntutan akan pengelolaan pemerintahan yang pro-fesional. Institusi dari governance meliputi tiga domein.

Dadang Solihin : Kepemerintahan yang baik adalah konsepsi tentang : a. maka kepemerintahan yang baik. dan mem-peroleh dukungan dari rakyat. dan bertanggung jawab. berarti baik dan bersih dalam proses maupun hasil-hasilnya. du-nia usaha/sawasta. jujur. tidak saling berbenturan. dan masyarakat. Suatu gagasan dan nilai untuk mengatur pola hubungan antara pemerintah. 3.Pemerintahan yang bersih dari KKN merupakan bagian penting dari pembangunan demokrasi. Pengertian kepemerintahan yang baik (good governance). HAM. Dalam hal ini semua unsur dalam pemerintahan dapat bergerak secara sinergis. Pinto (1994) : . adalah sikap di mana kekua-saan dilakukan oleh masyarakat yang diatur dalam berbagai tingkatan pemerintahan negara yang berkaitan dengan sumber-sumber sosial-budaya. yang merupakan model kepe-merintahan yang efektif. demokratis. Kooiman (1994) : Kepemerintahan yang baik merupakan serangkaian proses interaksi sosial politik antara pemerintah dengan masyarakat dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat. politik. dan ekonomi. dan intervensi pemerintah atas kepentingankepentingan tersebut. Dalam prakteknya mesti disertai bersih dan berwibawa. dan efektif. dan masyarakat madani di Indonesia. transparan. 2. Penyelenggaraan pemerintahan yang bersih. bersih. sehingga menyatu dalam istilah good and clean governance. dan berwibawa. Sejalan dengan prinsip di atas. efisien. b. Pendapat para ahli : 1.

dan administratif untuk mengelola berbagai urusan negara pada setiap tingkatannya dan merupakan instrumen kebijakan negara untuk mendorong ter-ciptanya kondisi kesejahteraan integritas dan kohesitas sosial dalam masyarakat). Kristiadi : Good governance dapat dicapai melalui pengaturan yang tepat antara fungsi pasar dengan fungsi organisasi. and administrative authority to a countriy’s affairs at all levels and means by which states promote social cohesion.B. 6. tegaknya hukum untuk semua secara sama. dan dalam ekonomi di mana berjalan mekanisme pasar secara sehat. Lembaga Administrasi Negara RI (LANRI) merumuskan sembilan aspek fundamental (asas/prinsip) yang harus diperhatikan. J. B. political.Kepemerintahan yang baik adalah praktek penyelenggaraan kekuasaan dan kewe-nangan oleh pemerintah dalam mengelola urusan pemerintahan secara umum dan pembangunan ekonomi pada khususnya.” (Kepemerintahan adalah pelaksanaan kewenangan/kekuasaan dalam bi-dang ekonomi. politik. UNDP : Dalam dokumen kebijakannya yang berjudul “Governance for Sustainable Human Development” (1977) mendefinisikan kepemerintahan sebagai : “Governance is the exercise of economic. PRINSIP-PRINSIP “GOOD AND CLEAN GOVERNANCE” Untuk merealisasikan pemerintahan yang profesional dan akuntabel. Bintoro Tjokroamidjojo : Good governance lebih dapat berjalan dalam suatu sistem politik yang demokratis. yaitu : . 4. integration. yang dalam masyarakat yang berkesadaran hukum. 5. dengan mengacu pada UNDP. and ensure the well being of their population. termasuk organisasi publik sehingga dicapai transaksi-transaksi dengan biaya yang paling rendah.

jabatan. karena tanpa ditopang oleh aturan hukum dan penegakannya secara konsekuen. Pemberian penghargaan. Kesehatan. Kebijakan strategis untuk pencerahan kehidupan masyarakat. Responsif. Penetapan kebijakan yang terkait dengan pencerahan kehidupan. e. Kepastian hukum (legal certainty). . baik langsung maupun melalui lembaga perwakilan yang sah dan mewakili kepentingan mereka. maka partisipasi masyarakat dapat berubah menjadi tindakan yang anarkis. Dalam hal ini perlu komitmen pemerintah yang mengandung unsur-unsur : a. yakni etika individual dan etika sosial. sehingga proses sebuah usaha efektif dan efisien. atau kedudukan. e. c. Bentuk partisipasi dimaksud dibangun atas dasar prinsip demokrasi. Konsisten dan nondiskriminatif. Untuk itu setiap unsur pemerintah harus memi-liki dua etika. bukan menunggu mereka menyampaikan keinginan. c. h. yakni kebebasan berkumpul dan mengeluarkan pendapat secara konstruktif. Dalam hal mengelola negara terdapat delapan unsur yang harus dilakukan secara transparan. yaitu bahwa pengelolaan pemerintahan yang profe-sional harus didukung oleh penegakan hukum yang berwibawa. Kekayaan pejabat publik. d. yaitu keikutsertaan warga masyarakat dalam pengambil-an keputusan. Supremasi hukum (supremacy of law). Dalam hal ini pemerintah harus memahami kebutuhan masyarakat dan proaktif. yaitu tanggap terhadap persoalan-persoalan masyarakat. 3. 2. b.1. Dalam hal ini perlu perlu deregulasi birokrasi. yang disusun berdasarkan aspirasi masyarakat luas dan mengakomodasi berbagai kebutuhan secara adil. Penegakan hukum (rule of law). Keamanan dan ketertiban. Partisipasi (partisipation). 4. Hukum yang responsif. b. Transparansi (transparency). f. Moralitas para pejabat dan aparatur pelayanan publik. g. d. yaitu : a. Independensi peradilan. Penetapan posisi.

5. Konsensus, yaitu bahwa keputusan apa pun harus dilakukan melalui kesepakatan dalam suatu permusyawaratan. Melalui cara ini akan memuaskan semua pihak sehingga semuanya merasa terikat untuk konsekuen melaksanakannya. 6. Kesetaraan (equity), yaitu kesamaan dalam perlakuan dan pelayanan publik. Hal ini mengharuskan setiap pelaksana pemerintah bersikap dan berperilaku adil dalam hal pelayanan publik tanpa mengenal perbedaan keyakinan (agama), suku, jenis kela-min, dan kelas sosial. 7. Efektivitas dan efisiensi (berdayaguna dan berhasilguna). Kriteria efektive

diukur diukur dengan parameter produk yang dapat menjangkau sebesarbesarnya kepen-tingan masyarakat dari berbagai kelompok lapisan sosial, sedangkan efisien diukur dengan rasionalitas biaya untuk memenuhi kebutuhan semua masyarakat. 8. Akuntabilitas, yaitu pertanggunggugatan pejabat publik terhadap masyarakat yang memberinya kewenangan untuk mengurus kepentingan mereka. Dalam hal ini setiap pejabat publik dituntut mempertanggungjawabkan semua kebijakan, keputus-an, perbuatan, moral, maupun netralitas sikapnya terhadap masyarakat. Pengertian akuntabilitas meliputi : a. Keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan-keputusan strategis; b. Mekanisme evaluasi atas insentif yang diberikan kepada para pejabat publik; c. Mekanisme pertanggungjawaban kepada publik atas kinerja pemerintahan. 9. Visi strategis (strategic vision), yaitu pandangan-pandangan strategis untuk meng-hadapi masa yang akan datang (forecasting). Artinya,

kebijakan/keputusan apa pun yang akan diambil saat ini harus memperhitungkan akibatnya di masa depan (paling tidak 10- 20 tahun ke depan).

C. MANFAAT “GOOD GOVERNANCE” 1. Berkurangnya secara nyata praktek KKN di birokrasi yang antara lain ditunjukkan dengan hal-hal sebagai berikut : a. Tidak adanya manipulasi pajak; b. Tidak adanya pungutan liar; c. Tidak adanya manipulasi tanah;

d. Tidak adanya manipulasi kredit; e. Tidak adanya penggelapan uang negara; f. Tidak adanya pemalsuan dokumen; g. Tidak adanya pembayaran fiktif; h. Tidak adanya penggelembungan nilai kontrak (mark-up); i. Tidak adanya uang komisi; j. Tidak adanya penundaan pembayaran kepada rekanan; k. Tidak adanya kelebihan pembayaran; l. Tidak adanya ketekoran biaya; m. Proses pelelangan (tender) berjalan dengan baik. 2. Terciptanya sistem kelembagaan dan ketatalaksanaan pemerintahan yang bersih, efektif, efisien, transparan, profesional dan akuntabel : a. Sistem kelembagaan lebih efektif, ramping, fleksibel; b. Kualitas tata laksana dan hubungan kerja antar lembaga di pusat, dan antara pe-merintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota lebih baik; c. Sistem administrasi pendukung dan kearsipan lebih efektif dan efisien; d. Dokumen/arsip negara dapat diselamatkan, dilestarikan, dan terpelihara dengan baik; 3. Terhapusnya peraturan perundang-undangan dan tindakan yang bersifat diskriminatif terhadap warga negara, kelompok, atau golongan masyarakat : a. Kualitas pelayanan kepada masyarakat dan dunia usaha (swasta) meningkat; b. SDM, prasarana, dan fasilitas pelayanan menjadi lebih baik; c. Berkurangnya hambatan terhadap penyelenggaraan pelayanan publik; d. Prosedur dan mekanisme serta biaya yang diperlukan dalam pelayanan publik lebih baku dan jelas; e. Penerapan sistem merit dalam pelayanan; f. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pelayanan publik; g. Penanganan pengaduan masyarakat lebih intensif. 4. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan pelayanan publik : Berjalannya mekanisme dialog dan musyawarah terbuka dengan

masyara-kat dalam perumusan program dan kebijakan layanan publik.

5.

Terjaminnya konsistensi dan kepastian hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan baik di pusat maupun di daerah : a. Hukum menjadi landasan bertindak bagi aparatur pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan pelayanan publik yang baik; b. Kalangan dunia usaha/swasta merasa lebih aman dan terjamin ketika menanam-kan modal dan menjalankan usahanya karena ada aturan main (rule of the game) yang tegas, jelas, dan mudah dipahami oleh masyarakat; c. Tidak akan ada kebingungan di kalangan pemerintah daerah dalam melaksana-kan tugasnya serta berkurangnya konflik antarpemerintah daerah serta antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

D. PENERAPAN ASAS-ASAS KEPEMERINTAHAN YANG BAIK Dalam praktek penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia pasca gerakan reformasi nasional, tercermin dalam Undang-Undang No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara-an Negara yang Bersih dan Bebas KKN, dan Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 ten-tang Pemerintah Daerah yang memuat asas-asas umum pemerintahan yang mencakup : 1. Asas Kepastian Hukum, yang mengutamakan landasan peraturan perundangan, kepatutan, dan keadilan dalam setiap kebijakan penyelenggaraan negara. 2. Asas Tertib Penyelenggaraan Negara, yang mengutamakan landasan

keteraturan, keserasian, dan keseimbangan dalam pengendalian penyelenggaraan negara. 3. Asas Kepentingan Umum, yang mendahulukan kesejahteraan umum dengan cara aspiratif, akomodatif, dan selektif. 4. Asas Keterbukaan, dengan membuka diri terhadap hak-hak masyarakat untuk mem-peroleh informasi yang benar, bersikap jujur, dan tidak diskriminatif tentang penye-lenggaraan negara dengan tetap memperhatikan perlindungan atas hak asasi pribadi, golongan, dan rahasia negara. 5. Asas Proporsionalitas, yang mengutamakan keseimbangan antara hak dengan ke-wajiban penyelenggara negara.

Masyarakat lebih mudah mengakses informasi dan keputusan publik di tingkat lokal. yang mengutamakan keahlian yang berlandaskan kode etik dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Asas Akuntabilitas. Pemerintah daerah cenderung lebih berhati-hati dan akuntabel ketika mengelola dana yang dihasilkan secara lokal. 4. Asas Profesionalitas. Para pelaku ekonomi swasta pada umumnya menunjukkan kesalahan manajemen. stake holders. karyawan. tinimbang dana yang didistribusikan dari pusat. akibat krisis moneter yang berkepanjangan sejak tahun 1997 terutama di sektor pelaku ekonomi baik milik negara maupun swasta. 3. Demikian juga para pelaku ekonomi milik negara. E. HUBUNGAN ANTARA GOVERNANCE DESENTRALISASI DENGAN GOOD 1. Desentralisasi memungkinkan pemerintah daerah menghasilkan kebijakan yang memiliki local preference lebih tinggi. sehingga tidak memiliki keunggulan atau daya saing yang kuat di pasar internasional. maupun pihak terkait lainnya. masyarakat. sudah bukan rahasia umum . 2. GOOD CORPORATE GOVERNANCE Dalam bidang ekonomi. F. Pemberdayaan pemerintah daerah akan memacu partisipasi publik yang lebih besar dalam pengambilan keputusan. baik untuk kepentingan pemilik.6. 7. bahkan kondisi internal perusahaan masuk dalam kondisi tidak sehat. menunjukkan kinerja yang rendah sehingga tidak mampu memberi kontribusi secara optimal. di mana setiap kegiatan dan hasil kegiatan penyelenggaraan negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Transparansi (Disclosure & Transparency). Menurut Tjager yang dikutip Sedarmayanti (2007:52). serta para pemegang kepentingan (stakeholders) internal dan eksternal lain-nya yang berkaitan dengan hak-hak dan kewajiban mereka atau dengan kata lain suatu sistem yang mengendalikan perusahaan. kontribusinya terhadap negara untuk kepentingan rakyat masih belum me-madai padahal aset di atas Rp 900 trilyun (pada waktu itu) yang tersebar di berbagai sektor usaha potensinya cukup besar. maka salah satu upaya dalam mencari solusinya adalah memberdayakan korporasi. dengan keterbukaan informasi yang penting serta melarang pembagian untuk pihak sendiri dan per-dagangan saham oleh orang dalam. yaitu hak pemegang saham. Berdasarkan kondisi tersebut di atas. Dalam kaitan tumbuhnya kesadaran akan pentingnya CG. dalam arti. GCG tidak terlepas atau tidak dapat dipisahkan dengan konsep dan sistem korporasi sendiri. yaitu perlakuan yang sama terhadap pemegang saham terutama pemegang saham minoritas dan pemegang saham asing.bahwa sebagian besar kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) jauh dari apa yang diharapkan masyarakat. pihak kreditur. Adapun korporasi pemerin-tahan (corporate governance) adalah seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara pemegang saham. yaitu melalui penerapan Good Corporate Governance (GCG) secara nyata bukan hanya sekedar retorika. maka OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) telah mengembangkan prinsip GCG. pengurus/pengelola perusahaan. 2. baik terhadap perusahaan milik negara maupun swasta. adalah suatu sistem yang berfungsi untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi (per-usahaan). karyawan. yaitu : 1. Kewajaran (Fairness). korporasi (corporate) adalah mekanisme yang dibangun agar berbagai pihak dapat memberikan kontribusi berupa modal. pemerintah. yang harus diberi informasi benar dan tepat waktu mengenai perusahaan. keahlian. demi manfaat bersama. Sementara menurut Cadbury Committee tahun 1992 yang pertama kali memperkenalkan istilah good corporate governance. dan tenaga. dapat .

Responsibilitas (Responsibility). dewan komisaris. lapangan kerja. Tanggung jawab ke dewan (dewan komisaris maupun direksi) terhadap perusahaan. 4. Pemegang saham dan pihak berkepentingan lainnya. 4. dan auditor. yaitu tanggung jawab manajemen melalui penga-wasan efektif berdasarkan keseimbangan kekuasaan antara manajer. Pengungkapan yang akurat dan tepat waktu serta transparan sehubungan dengan struktur dan operasi korporasi. 3. Prinsip GCG ini mencakup lima bidang utama.berperanserta dalam pengambilan keputusan mengenai perubahan mendasar atas perusahaan dan memperoleh bagian keuntungan perusahaan. merupakan bentuk pertanggungjawaban mana-jemen kepada perusahaan dan pemegang saham. yaitu peran pemegang saham harus diakui sebagaimana ditetapkan oleh hukum dan kerjasama yang aktif antara perusahaan serta pemegang kepentingan dalam menciptakan kekayaan. dan perusaha-an yang sehat dari aspek keuangan. . Hak pemegang saham dan perlindungannya. 3. Peran karyawan dan pihak yang berkepentingan lainnya. 5. Akuntabilitas (Acccountability). pemegang sa-ham. 2. yaitu : 1.

Jakarta : Balai Pustaka. 2002. Menuju Masyarakat Madani. Jakarta : Rineka Cipta. 1994. . Pemantapan Pembangunan melalui Pendekatan Ketahanan Nasional. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta : Ditjen Renumgar Dephankam. Demokrasi dalam 80 Tanya Jawab. Cetakan Pertama. Gaffar. Dasar-dasar Ilmu Politik. Hikam. Gramedia. 1994. Edisi Pertama. Kansil. ------------. Achmad. David. Pradnya Paramita. Yogyakarta : Kanisius.S. dan Nelson. Gramedia. 1995. 1999. Jakarta : Balai Pustaka. Jakarta : PT. 1995. BUKU : Azra. Mustafa. Wawasan Nusantara. ----------------------. Bandung : Remaja Rosdakarya. Jakarta : PT. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Chaidir (ed. Miriam. dan Zubaidi. Yogyakarta : Paradigma. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi. 1997. Partisipasi Politik di Negara Berkembang. Jakarta : LP3ES. Demokrasi dan Civil Society. Azyumardi. Cetakan ke-1. Gramedia. Cetakan Kedua. (Terjemahan Sahat Simamora). Ketahanan Nasional.DAFTAR KEPUSTAKAAN A. 1991. Cetakan ke-2.). Lemhanas. Afan.T. 1999. Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi. Beetham. Kemal Pasha.T. C. Jakarta : Balai Pustaka. Samuel P. Kevin. Jakarta : PT. Basrie. Demokrasi di Indonesia : Demokrasi Parlementer dan Demokrasi Pancasila. 1999. 2007. Edisi Revisi. dan Christine S. Kaelan. Huntington. Lemhanas & Ditjen Dikti Depdikbud. Politik Indonesia : Transisi Menuju Demokrasi. Jakarta : PT. 2005. ------------. 1995. Yogyakarta : Citra Karsa Mandiri. Joan. 2000. Kewiraan untuk Mahasiswa. Cetakan Pertama. dan Boyle. Cetakan Pertama. 1999. H.S. Muhammad A. Budiardjo. Pembangunan Nasional.

Good Governance (Kepemerintahan yang Baik) dan Good Corporate Governance (Tata Kelola Perusahaan yang Baik). kerjasama IRIS Bandung-PPIM Jakarrta-The Asia Foundation). Jakarta : Balai Pustaka. Bandung : CV. Mansoer. 2005. Sejarah Nasional Indonesia Jilid V. Rahardjo. Poesponegoro. Cetakan ke-1. Cetakan Kedua. Bagian Pertama. Demokrasi versus Kediktatoran. 2003. 1999. A. Bagian Ketiga. 2003. -----------------------. Nurcholish. H.K. 2000. Jakarta : PT. Sobana. Dawam. Cetakan Pertama. dengan Perubahanperubahannya 1999-2002. Bandung : CV. Jakarta : CV. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Eko Jaya. Jakarta : LP3ES. ----------------. Jakarta : Suara Bebas. Sukarna. 2001. Mandar Maju.N. Hamdan. Demokrasi dan Demokratisasi. Nugroho. M. .. Tanpa Nama Penerbit. Suradinata. Soerensen. Cetakan Keempat. (Terjemahan I Made Krisna).Madjid. Jakarta : Ditjen Dikti Depdiknas. Pendidikan Kewarganagaraan untuk Mahasiswa.. Rahman H. Asas-asa Pluralisme dan Toleransi dalam Masyarakat Madani.I.al. dan Purwanto S. Ermaya. S. dan Alex Dinuth (Penyunting). dan Perubahan Sosial. Geopolitik dan Konsepsi Ketahanan Nasional. 2002. 1993. 2005. (Makalah dalam Lokakarya Islam dan Pemberdayaan Civil Society di Indonesia. 2007. Masyarakat Madani : Agama. Hukum Dasar Geopolitik dan Geostrategi dalam Kerangka Keutuhan NKRI. Marsono. Pendidikan Kewarganegaraan. 2009. Lemhanas. Sumarsono. 2005. Kelas Menengah.A. George. Demokrasi dan Demokratisasi. Sedarmayanti. Maswadi. Marwati Djoened dan Notosusanto. Pendidikan Kewarganegaraan. Yogyakarta : Graha Ilmu. Good Governance (Kepemerintahan yang Baik) dalam Rangka Otonomo Daerah. Jakarta : Paradigma Cipta Tatrigama. Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Sebagai Dasar Nilai dan Pedoman Berkarya bagi Lulusan. Cetakan kedelapan. Srijanti. 1981. 1997. Susunan dalam Satu Naskah UUD 1945. Rauf. 2005. Gramedia Pustaka Utama. et. Bandung : Alumni. Jakarta : FISIP-UI. Mandar Maju.

Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1996 tentang Perairan Indonesia. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Bumi Aksara. dan Rozak. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. 2001. Dwi. 1997. . Jakarta : Prenada Media. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1996 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. 2000. Impeachment dalam Ketatanegaraan Indonesia. Grasindo. Ramlan.Surbakti. Ubaidillah. Pendidikan Kewargaan (Civic Education). Winarno. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. B. Cetakan Pertama. Memahami Ilmu Politik. Wardani. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta : PT. 2010. Bintoro. Suseno. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Good Governance : Paradigma Baru Manajemen Pembangunan. Jakarta : UI Press. PT. Yogyakarta : UII Press. 2007. Frans Magnis. Pendidikan untuk Demokrasi. Zamroni. Jakarta : PT. 2006. Mencari Sosok Demokrasi : Sebuah Telaah Filosofis. Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan : Panduan Kuliah di Perguruan Tinggi. Tjokroamidjoyo. 1999. PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN : Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1976 tentang Perubahan Pasal 18 UndangUndang Nomor 62 Tahun 1958 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Yogyakarta : Bigraf Publishing. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Kunthi Dyah. A. Cetakan ke-2. Abdul (Tim ICCE-UIN Jakarta).

Dewan Perwakilan Daerah. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2004-2009. Dewan Perwakilan Rakyat. ---djuns--- . Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 Umum. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat.Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. tentang Penyelenggaraan Pemilihan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2009-2014. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful