PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

(KEWIRAAN NASIONAL)
EDISI REVISI

BUTIR-BUTIR BAHAN DISKUSI
Untuk Mahasiswa Strata Satu di Lingkungan Universitas Suryakancana Cianjur

Disusun Oleh : Drs. DJUNAEDI SAJIDIMAN, MM, M.Pd.

UNIVERSITAS SURYAKANCANA CIANJUR
-2011201111
KATA PENGANTAR

Sesuai dengan tugas untuk memberikan mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (dh. Kewiraan Nasional) pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Pertanian Universitas Suryakancana Cianjur, penulis mencoba membuat ikhtisar berupa butir-butir bahan diskusi untuk memudahkan para mahasiswa strata satu berdiskusi pada waktu perkuliahan. Bahannya diambil dari berbagai buku sumber dan bahan pendukung lainnya, mengacu pada Keputusan Dirjen Dikti Depdiknas No. 38/DIKTI/Kep/2002 tentang Rambu-rambu Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi yang termasuk di dalamnya Pendidikan Kewarganegaraan. Diktat ini adalah hasil revisi dari yang penulis susun tahun 2007, isinya dikoreksi dan ditambah dengan perkembangan baru pasca Pemilu dan Pilpres tahun 2009, serta disesuaikan pula dengan buku-buku tentang pendidikan kewarganegaraan yang terbit mutakhir. Untuk pengayaan dan pendalaman materi, para mahasiswa dianjurkan untuk mempelajari lebih lanjut buku-buku yang penulis pergunakan, yang dicantumkan juga dalam daftar kepustakaan. Semoga kiranya bermanfaat.

Cianjur, Januari 2011. Penulis

i

DAFTAR ISI
Halaman KATA PENGANTAR ......................................................................................... DAFTAR ISI ....................................................................................................... BAB BAB I. PENDAHULUAN .............................................................................. II. KEWARGANEGARAAN .................................................................. i ii 1 5 20 25 44 49 61 86 97 106 113 125 132 142

BAB III. IDENTITAS NASIONAL INDONESIA .......................................... BAB IV. HAK ASASI MANUSIA ………………………………………….. BAB V. HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA ............................... BAB VI. BELA NEGARA …………………………………………………... BAB VII. DEMOKRASI ……………………………………………………... BAB VIII. WAWASAN NUSANTARA ……………………………………..... BAB BAB IX. KETAHANAN NASIONAL ………………………………………. X. POLITIK STRATEGI NASIONAL ……………………………….

BAB XI. OTONOMI DAERAH DALAM KERANGKA NKRI ....................... BAB XII. MASYARAKAT MADANI ................................................................ BAB XIII. TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK DAN BERSIH.. DAFTAR KEPUSTAKAAN ................................................................................

-djuns-

ii

berkepribadian mantap dan mandiri. Pendidikan Agama. Kelompok MKK (Matakuliah Keilmuan dan Keterampilan). pendalaman intensitas. terdiri atas tambahan dari kelompok ilmu dalam kurikulum inti yang disusun dengan memperhatikan kebutuhan lingkungan serta ciri khas perguruan tinggi yang bersangkutan. Ilmu Filsafat. dan 5. Bahasa Indonesia. d. c. Kelompok MPK (Matakuliah Pengembangan Kepribadian). Ilmu Budaya Dasar. yang terdiri atas : Kelompok MPK Kurikulum Inti : a. Olahraga. Kelompok MPB (Matakuliah Perilaku Berkarya). meliputi : 1. dll. Kurikulum inti adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang harus dicakup dalam suatu program studi yang dirumuskan dalam kurikulum yang berlaku secara nasional. Adapun Kelompok MPK Kurikulum Instansional : a. 2. f. dan c. Sedangkan kurikulum instansional adalah sejumlah bahan kajian dan pelajaran yang merupakan bagian dari kurikulum pendidikan tinggi. Khusus kelompok MPK dapat dijelaskan : 1. 4. Ilmu Sosial Dasar. yaitu Pendidikan Kewiraan. Ilmu Alamiah Dasar. Adapun kurikulum untuk Perguruan Tinggi (PT) terdiri dari : Kurikulum Inti dan Kurikulum Instansional.BAB I PENDAHULUAN Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di Perguruan Tinggi atau yang di lingkungan Universitas Suryakancana (UNSUR) Cianjur masih memakai istilah lama. . berpedoman pada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 38/DIKTI/Kep/2002 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MKPK) di Perguruan Tinggi. 3. Bertujuan pengayaan wawasan. dan g. Kelompok bahan kajian dan mata pelajaran untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YME dan berbudi pekerti luhur. 2. pemahaman dan penghayatan. serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Bahasa Inggris. Pendidikan Pancasila. Pendidikan Kewarganegaraan. Kelompok MKB (Matakuliah Keahlian Berkarya). e. b. 3. Wajib diberikan dalam kurikulum setiap program studi/kelompok program studi. b. Kelompok MBB (Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat).

Mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengenali masalah hidup dan kesejahteraan. VISI. dan kompetensi Pendidikan Kewarganegaraan mengacu pada visi. tujuan. misi. Kompetensi : Menguasai kemampuan berpikir. MISI. dan kompetensi MPK. Mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengambil sikap yang bertanggung jawab sesuai dengan hati nuraninya. 3.A. DAN KOMPETENSI Visi. serta menjadi warga negara yang berkesadaran kebangsaan yang tinggi dan bertanggung kawab kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. . tujuan. yaitu : a. bersikap rasional dan dinamis. 4. serta cara-cara pemecahannya. TUJUAN. teknologi dan seni yang dikuasainya dengan rasa tanggung jawab kemanusiaan. Mengantarkan mahasiswa mampu mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan. Misi : Membantu mahasiswa agar mampu mewujudkan nilai dasar agama dan kebudayaan serta kesadaran berbangsa dan bernegara dalam menerapkan ilmu pengetahuan. serta berpandangan luas sebagai manusia intelektual. yaitu : 1. dan seni. Tujuan : Mempersiapkan mahasiswa agar dalam memasuki kehidupan bermasyarakat dapat mengembangkan kehidupan pribadi yang memuaskan. 2. Visi : Menjadi sumber nilai dan pedoman bagi penyelenggaraan program studi dalam mengantarkan mahasiswa mengembangkan kepribadiannya. menjadi anggota keluarga yang bahagia. b. teknologi. c. misi.

Ketahanan Nasional. METODOLOGI PEMBELAJARAN 1. 3. Metode Proses Pembelajaran : Pembahasan secara kritis. Kewarganegaraan. . 6. Identitas Nasional Indonesia. induktif.d. B. Demokrasi. dan sebagai umat. penugasan mandiri. seminar kecil. Motivasi : Menumbuhkan kesadaran bahwa proses belajar mengembangkan kepribadian merupakan kebutuhan hidup. DASAR SUBSTANSI KAJIAN (POKOK BAHASAN) 1. 7. studi kasus. ceramah. Pendekatan : Menempatkan mahasiswa sebagai subyek pendidikan. Mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa untuk menggalang persatuan Indonesia. 3. Wawasan Nusantara. 2. 4. C. diskusi interaktif. Pendahuluan. dan reflektif melalui dialog yang bersifat partisipatoris untuk meyakini kebenaran substansi dasar kajian. deduktif. Bela Negara. masyarakat. dan evaluasi proses belajar. Bentuk Aktivitas Proses Pembelajaran : Kuliah tatap muka. 4. Hak Asasi Manusia. 5. 8. Hak dan Kewajiban Warga Negara. anggota keluarga. 2. mitra dalam proses pembelajaran. dan warga negara. analitis. 9.

. Memiliki pengertian internasional tentang civil society (masyarakat madani). Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Bersih. 2. Berkontribusi terhadap berbagai persoalan dalam kebijakan publik. Berpartisipasi dalam hal : a. Masyarakat Madani. b. 12. 11. maka rumusan kompetensi ril yang hendak dituju oleh Pendidikan Kewarganegaraan menurut Hamdan Mansoer (2005) adalah agar manusia Indonesia : 1. Upaya menghentikan budaya kekerasan dengan damai dan menghormati supremasi hukum. 13.10. serta berpikir kritis terhadap permasalahannya. Menjadi warga negara yang komit terhadap nilai-nilai hak asasi manusia dan demokrasi. Politik Strategi Nasional. Menjadi warga negara yang memiliki wawasan berbangsa dan bernegara. Otonomi Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. 3. D. Menyelesaikan konflik dalam masyarakat dilandasi sistem nilai Pancasila yang universal. menjadi warga negara yang kosmopolit. KOMPETENSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Berdasarkan substansi kajian tersebut di atas. 5. 4.

yaitu : a. (2) Dalam arti sosiologis. (2) Dalam arti material. Kewarganagaraan dalam Arti Formal dan Material : (1) Dalam arti formal. Dengan demikian kewarganegaraan (citizenship). Adapun istilah kewarganegaraan dibedakan menjadi dua. peserta. = organisasi bangsa. Anggota dari suatu komunitas yang membentuk negara itu sendiri. dan ikatan tanah air. Petunjuk dari sebuah kota. b. atau organisasi kekuasaan suatu bangsa. Warga negara. peserta. Tanda adanya ikatan hukum dimaksud misalnya ada akte kelahiran. warga negara = anggota. orang se-tanah air. surat pernyataan bukti kewarganegaraa. atau warga dari suatu organisasi bangsa. berarti keanggotaan yang menunjukkan hubungan atau ikatan antara negara dengan warga negara. masalah kewarganegaraan berada pada hukum publik. Kewarganegaraan dalam Arti Yuridis dan Sosiologis : (1) Dalam arti yuridis. ikatan keturunan (darah). ikatan sejarah. sesama penduduk. 3. 2. dll. Pengertian Warga Negara dan Kewarganegaraan : Warga Negara = Warga + Negara Warga Negara = anggota. kartu keluarga. Jadi. akte perkawinan. Sesama warga negara. ditandai dengan adanya ikatan hukum antara warga negara dengan negara yang menimbulkan akibat hukum tertentu. Ikatan-ikatan ini lahir dari penghayatan warga negara bersangkutan. 4. menunjuk pada akibat hukum dari status kewarga- . kartu tanda penduduk. Bawahan atau kawula. tetapi ikatan emosional (perasaan).BAB II KEWARGANEGARAAN A. Istilah warga negara dalam bahasa Inggris adalah citizen yang mempunyai arti : 1. ikatan nasib. 5. Dalam sistem hukum. menunjuk pada tempat kewarganegaraan. tidak ditandai dengan ikatan hukum. WARGA NEGARA DAN KEWARGANEGARAAN 1.

yaitu adanya hak dan kewajiban. orang mempunyai hubungan dengan negara yang tercermin dalam hak dan kewajiban.negaraan. menunjukkan hubungan warga yang tidak sederajat dengan negara. Dengan memiliki status sebagai warga negara. Istilah rakyat umumnya dilawankan dengan istilah penguasa/pemerintah. Pada zaman penjajahan Belanda dipakai istilah kawula. yaitu orang-orang yang tinggal di Indonesia untuk sementara. menunjuk pada orang-orang yang berada di bawah satu pemerintahan. Atau warga suatu negara yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku di negara bersangkutan. Terdapat juga yang nonpenduduk. dan warga negara : a. Rakyat : Merupakan konsep politis. dan tunduk pada pemerintahan itu. Penduduk di Indonesia terdiri dari Warga Negara Indonesia (WNI) dan orang asing atau Warga Negara Asing (WNA). misalnya turis asing. Secara skematis dapat digambarkan sebagai berikut : WARGA NEGARA (WNI) PENDUDUK ORANG YANG BERADA DI WILAYAH NEGARA ORANG ASING (WNA) BUKAN PENDUDUK . Beda antara istilah rakyat. penduduk. c. Warga Negara : Penduduk yang secara resmi menjadi anggota/warga suatu negara. Penduduk : Orang-orang yang bertempat tinggal di suatu wilayah negara. b.

. suami-istri bisa berbeda kewarganegeraan seperti sebelum mereka melakukan perkawinan. adalah segala hal ikhwal yang berhubungan dengan warga negara. b. Aspek Perkawinan : (1) Asas Persamaan Hukum : Suami-istri adalah satu ikatan yang tidak terpecah sebagai inti dari masyarakat. (2) Asas Ius Sanguinis (Law of The Blood) : Asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan darah/ keturunan. Jadi. dan sekarang UU 12/2006). a. 2. Masing-masing memiliki hak yang sama dalam menentukan kewarganegaraannya. yaitu asas yang menentukan satu kewarganegaraan bagi setiap orang. Penentuan Warga Negara : Setiap negara berdaulat berwenang menentukan siapa-siapa yang menjadi warga negara. Dalam UU 12/2006 dikenal pula : (1) Asas Kewarganegaraan Tunggal. yaitu aspek kelahiran dan aspek perkawinan. Aspek Kelahiran : (1) Asas Ius Soli (Law of The Soil) : Asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan negara tempat kelahiran. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Dalam menentukan kewarganegaraan dikenal dua aspek. Di Indonesia diberlakukan terbatas bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Asas Persamaan Derajat : Suatu perkawinan tidak menyebabkan perubahan status kewarganegaraan suami-istri. (UU 62/1958. Dengan demikian status kewarganegaraannya sama. Dan pewarganegaraan adalah tata cara bagi orang asing untuk memperoleh kewarganegaraan RI melalui permohonan.Sementara itu pengertian kewarganegaraan menurut Undang-Undang No.

dan hak warga negara pada khususnya. ras. adalah asas yang tidak membedakan perlakuan dalam segala hal ikhwal yang berhubungan dengan warga negara atas dasar suku. tetapi juga disertai substansi dan syarat-syarat permohonan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (4) Asas Kebenaran Substantif. (6) Asas Pengakuan dan Penghormatan Terhadap Hak Asasi Manusia. yaitu : (1) Asas Kepentingan Nasional. yaitu asas yang menentukan kewarganegaraan ganda bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang (merupakan suatu pengecualian. jenis kelamin. yang bertekad mempertahankan kedaulatannya sebagai negara kesatuan yang memiliki cita-cita dan tujuan sendiri. melindungi. agama. karena pada dasarnya tidak boleh ada apatride. adalah prosedur pewarganegaraan seseorang tidak hanya bersifat administratif. . (7) Asas Keterbukaan. adalah asas yang dalam segala hal ikhwal yang berhubungan dengan warga negara harus menjamin. adalah asas yang menentukan bahwa dalam segala hal ikhwal yang berhubungan dengan warga negara harus dilakukan secara terbuka. (5) Asas Nondiskriminatif. lebih-lebih multipatride). bipatride. golongan. (2) Asas Perlindungan Maksimum. adalah asas yang menentukan bahwa peraturan kewarganegaraan mengutamakan kepentingan nasional Indonesia. Beberapa asas khusus juga menjadi dasar dalam penyusunan undang-undang kewarganageraan di Indonesia. (3) Asas Persamaan di Dalam Hukum dan Pemerintahan. dan memuliakan hak asasi manusia pada umumnya. adalah asas yang menentukan bahwa setiap warga negara Indonesia mendapatkan perlakuan yang sama di dalam hukum dan pemerintahan.(2) Asas Kewarganegaraan Ganda. adalah asas yang menentukan bahwa pemerintah wajib memberikan perlindungan penuh kepada setiap warga negara Indonesia dalam keadaan apa pun baik di dalam maupun di luar negeri. dan gender.

3. (3) Kehilangan kewarganegaraan RI. c. (4) Syarat dan tata cara memperoleh kembali kewarganegaraan RI. Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara. yaitu munculnya : a.(8) Asas Publisitas. Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia. Apatride. (5) Ketentuan pidana. Hal-hal mengenai warga negara dan penduduk diatur dengan undangundang. (Perubahan II/2000). Warga Negara Indonesia : Ketentuan mengenai kewarganegaraan Indonesia diatur dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 BAB X Pasal 26 : a. yaitu istilah bagi orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan. Perbedaan penentuan kewarganegaraan oleh setiap negara dapat menyebabkan masalah. yang dapat menjadi warga negara Indonesia adalah : . c. b. (2) Syarat dan tata cara memperoleh kewarganegaraan RI. (Perubahan II/2000). yaitu istilah bagi orang-orang yang memiliki dua kewarganegaraan. yaitu istilah bagi orang-orang yang memiliki banyak kewarganegaraan (lebih dari dua). Jadi. Multipatride. Pokok materi yang diatur dalam UU 12/2006 meliputi : (1) Siapa yang menjadi WNI. b. Bipatride. adalah asas yang menentukan bahwa seseorang yang memperoleh atau kehilangan kewargaan RI diumumkan dalam Berita Negara RI agar masyarakat mengetahuinya.

c. d. penduduk Indonesia adalah : a. (2) Bukan bangsa Belanda. Golongan Timur Asing. b. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI. (2) Timur asing bukan Cina. penduduk negara Indonesia terdiri dari dua. Orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang menjadi warga negara. Berdasarkan Pasal 26 Ayat (2). sudah menjadi WNI. tercantum dalam : Pasal 4 Warga Negara Indonesia adalah : a. dan orang asing (WNA). Golongan Eropa. (3) Orang bangsa lain yang hukum keluarganya sama dengan golongan Eropa. e. berdasarkan Indische Staatsregeling 1927 Pasal 163. b. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNI dan ibu WNA. Orang-orang bangsa Indonesia asli. yaitu Warga Negara Indonesia (WNI). terdiri dari : (1) Bangsa Belanda. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNA dan ibu WNI. Setiap orang yang berdasarkan peraturan perundang-undangan dan/atau berdasarkan perjanjian pemerintah RI dengan negara lain sebelum UU 12/2006 berlaku. c. Sebelumnya.a. tetapi dari Eropa. terdiri dari : (1) Orang Indonesia asli dan keturunannya. Sementara itu berdasarkan UU 12/2006 BAB II tentang Warga Negara Indonesia. (2) Orang lain yang menyesuaikan diri dengan orang Indonesia asli. Golongan Bumiputra. terdiri dari : (1) Tionghoa (Cina). Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan ibu WNI. tetapi ayah Nya tidak mempunyai kewarganegaraan atau hukum negara asal ayahnya ti- . b.

kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia sebelum mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia.dak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut. l. huruf d. Anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 (tiga ratus) hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah dan ayahnya WNI. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu WNA yang diakui oleh seorang ayah WNI sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 (delapan belas) tahun atau belum kawin. huruf i. g. i. tetap diakui sebagai WNI. h. f. Anak yang dilahirkan di luar wilayah negara RI dari seorang ayah dan ibu WNI yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI. dan Pasal 5 berakibat anak berkewarganegaraan ganda. j. k. Anak yang lahir di wilayah negara RI yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya. (2) Anak WNI yang belum berusia 5 (lima) tahun diangkat secara sah sebagai anak oleh WNA berdasarkan penetapan pengadilan. Pasal 5 (1) Anak WNI yang lahir di luar perkawinan yang sah. Anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah negara RI selama ayah dan ibunya tidak diketahui. m. setelah berusia 18 (delapan belas) tahun atau . tetap diakui sebagai WNI. huruf h. belum berusia 18 (delapan belas) tahun atau belum kawin diakui secara sah oleh ayahnya yang berkewarganegaraan asing. Anak yang lahir di wilayah negara RI apabila ayah dan ibunya tidak mempunyai kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya. Anak dari seorang ayah atau ibu yang telah dikabulkan permohonan kewarganegaraannya. Pasal 6 (1) Dalam hal status kewarganegaraan RI terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf c.

b. Untuk selanjutnya istilah ”civics” saja sudah berarti pendidikan kewarganegaraan. 1954 : Civics : The study of city government and the duties of citizens. Pasal 7 Setiap orang yang bukan WNI diperlakukan sebagai orang asing. Webster’s New Collegiate Dictionary. dan civic education = pendidikan kewarganegaraan. 4. The Advanced Leaner’s Dictionary of Current English. c. (3) Pernyataan untuk memilih kewarganegaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan dalam waktu paling lama 3 (tiga) tahun setelah anak berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin. d. sedangkan civics = ilmu kewarganegaraan.sudah kawin anak tersebut harus menyatakan memilih salah satu kewarganegaraanya. 1956 : Civics : The element of political science or that science dealing with right and duties of citizens. 1954 : Civics : The department of political science dealing with right of citizen of duties of citizens. Pendidikan Kewarganegaraan : Pendidikan kewarganegaraan asalnya dari bahasa Latin ”civis” dan dalam bahasa Inggris ”civic” atau ”civics. Untuk lebih jelas mengenai pengertian civics. A Dictionary of American. (2) Pernyataan untuk memilih kewarganegaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat secara tertulis dan disampaikan kepada Pejabat dengan melampirkan dokumen sebagaimana ditentukan di dalam peraturan perundangundangan. 1956 : . Dictionary of Educations.” Civic = mengenai warga negara atau kewarganegaraan. berikut ini dikemukakan beberapa definisi : a.

studi tentang ”political behavior” (kebutuhan pokok manusia.Civics : The science of right and duties of citizenship. dll. Pemerintah. Creshore Education. teori demokrasi dalam pemerintahan. isi dan manfaat dari civics yang merupakan bagian dari ilmu politik. 1968:3-5 : Civics : The study of government and citizenship – that is. as the subject of school course. g. partisipasi. Webster’s New Cincise Dictionary : Civics : Science of government. Merupakan cabang dari ilmu politik.” Sementara itu menurut Nu’man Soemantri. Warga negara dengan hak dan kewajibannya. integritas. Input dari sistem politik : Arti pendapat umum terhadap kehidupan politik. VII. distribusi. Negara. .” konsep demokrasi dalam masyarakat. masalah pokok dalam konstitusi. penetrasi. dll. dengan materi : a. sejauh civics dapat dipandang sebagai disiplin ilmu politik. 264:1886-1887 : Civics : The science of citizenship . maka fokus studinya mengenai ”kedudukan dan peranan warga negara dalam menjalankan hak dan kewajibannya sesuai dan sepanjang batas-batas ketentuan konstitusi negara yang bersangkutan. b. the individual to man in organized collections – the individual to the state. Konteks ide demokrasi : Teori demokrasi politik. tradisi rumah. e. Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa civics menyangkut : a. d. Konstitusi negara : Sejarah legal status.” identitas. c. diambil demokrasi politiknya. b. esp. rangkaian krisis dalam ”nation building. the duties right and privilege of citizens. f.the relations of man. Menurut Ahmad Sanusi.” ”minority right. Edmonson. teori ”mayority rule. c.

proses kegiatan lembaga legislatif. d. dsb. hubungan lembaga legislatif. dsb. h. sistem pemilu. organisasi dan manajemen pemerintahan. g. Kemakmuran umum dan pertahanan negara : Tugas negara dan warga negara dalam mencapai kemerdekaan umum. f. Menurut Nu’man Soemantri. e. kebebasan akademis. politik luar negeri dan keselamatan nasional. dsb. pajak untuk kepentingan umum. Termasuk dalam obyek ini adalah : . dsb. pembangunan masa sekarang. bagaimana Presiden berperan sebagai legislator. hak-hak memiliki barang/ kekayaan. pers dan massmedia. cara penduduk memperoleh dan kehilangan kewarganegaraan. kebudayaan. tantangan bagi warga negara dalam menghadapi perkembangan sain dan teknologi. dsb. Partai politik dan ”pressure group” : Sistem kepartaian. perlindungan yang sama. teman sepekerjaan. i. etnic group. pemerintah daerah. kontrol lembaga legislatif terhadap Presiden dan birokrasi. j. Perubahan sosial dan demokrasi politik : Demokrasi politik. sahabat. bagaimana konstitusi memberi peranan ”policy maker” kepada Presiden. eksekutif. dan negara. ekonomi. dsb. hak dan kedudukan seseorang dalam pengadilan. pengaruh rumah. Pemilihan umum : Maksud pemilu dalam distribusi kekuasaan. komunikasi. proses pengadilan.status sosial. Presiden sebagai Kepala Negara : Kedudukan Presiden menurut konstitusi. peranan kelompok penekan. Lembaga-lembaga pengambil keputusan (decision maker) : Legislator dan kepentingan masyarakat. fungsi partai politik (parpol). public relations. obyek studi civics adalah warga negara dalam hubungannya dengan organisasi kemasyarakatan. dan yudikatif. Output dari sistem demokrasi politik : Hak dan kemerdekaan individu dalam konstitusi. Lembaga yudikatif : Sistem dan administrasi peradilan. bagaimana mengisi dan mengefektifkan demokrasi politik. agama. hubungan internasional. sosial. kebebasan berbicara.). k.

Mulai diperkenalkan di Amerika Serikat (AS) pada tahun 1790 dengan nama civics. c. e. d. dalam rangka ”mengamerikakan bangsa Amerika” atau terkenal dengan nama ”theory of americanization. civics tidak semata-mata mengajarkan pasal-pasal UUD. kesehatan. hukum. Usaha. 5. pengertian internasional. pelajaran civics telah ada sejak zaman Hindia Belanda dengan nama “Burgerkunde. Sain dan teknologi. b. Dengan demikian materi civics memasukkan unsur-unsur : a. Perda. dll. tetapi hendaknya mencerminkan juga hubungan tingkah laku warga negara dalam kehidupan sehari-hari. b. Ekonomi. kegiatan. Etika. keuangan. d. Potensi yang ada dalam setiap warga negara.a.” Dua buku penting yang dipakai adalah : . tanggung jawab. pemerintahan. dengan manusia lain dan alam sekitarnya. Tingkah laku. Lingkungan fisik. Dalam taraf ini materinya adalah ”government” serta hak dan kewajiban warga negara. Di Indonesia. UU. pendidikan. Kesadaran (patriotisme. e. moral Pancasila. Jadi. f. g. agama. PP. f. Perpres/ Keppres. Sosial. Sejarah Pendidikan Kewarganegaraan : a.). Politik. nasionalisme. partisipasi. dsb. Hak dan kewajiban.” Hal ini dianggap penting mengingat bangsa AS berasal dari berbagai bangsa yang datang di samping bangsa (suku) asli yang ada. dsb. Cita-cita dan aspirasi. c. b. Tipe pertumbuhan berpikir.

. kesehatan masyarakat. . dan angkatan laut. Groningen. perburuhan. bidang sosial.(1) Indische Burgerkunde karangan P. Dari materi ke dua buku di atas. Materinya mengenai : .Masyarakat pribumi. . N.V. .Badan pribadi : Masyarakat di mana kita hidup (dari lahir sampai dewasa). kedaulatan raja terhadap kewajibankewajiban warga negara. yaitu tentang tugas dan .O. tahun 1934. perundang-undangan. ketatanegaraan Hindia Belanda dengan terbentuknya Dewan Rakyat (Volksraad). pernikahan dan keluarga. Wolters Maatschappij N. jelas terlihat bahwa pada zaman Hindia Belanda belum terdapat kesatuan pendapat tentang materi pelajaran civics. dan kesejahteraan. kaum menengah dalam industri dan perdagangan. ketatanegaraan.Pertanian.J. c.B. Den Haag. alat pembayaran. . tahun 1940.T. Tromps terbitan J. Walaupun ke dua buku tersebut di atas pada zaman Hindia Belanda dijadikan pegangan guru. pajak. kewanitaan. Batavia.Pendidikan. tetapi ada perubahan kurikulum dengan materi kewarganegaraan di samping tata negara. Materinya mengenai : .V. Dalam suasana merdeka. (Derde.Hukum dan pelaksanaannya. ekonomi. Vortman yang diberi pengantar oleh B.C. Direktur Onderwijs en Eredienst (O&E). terbitan G. hak-hak agraris atas tanah.Hindia Belanda dan rumah tangga dunia. van Dorp & Co.Bezit dari obyek hukum : Eigendom Eropa dan hak-hak atas tanah. Schrieke. Herziene en Vermeerderdruk) Semarang-Surabaya-Bandung. pengaruh Barat. (2) Recht en Plicht (Indische Burgerschapkunde voor Iedereen) karangan J. .Sejarah pemerintahan Hindia Belanda. hukum.B. dan kebudayaan. tentara. tahun 1950 di Indonesia diajarkan civics di sekolah menengah.

(4) Warga negara dengan hak dan kewajibannya. dsb.T. (3) Rakyat. dan negara (good citizenship). Tahun 1955 terbit buku civics karangan J. pemerintahan. dkk. (6) Keuangan negara. e. kemakmuran rakyat. Materinya mengenai : (1) Indonesia tanah airku. keluarga. kewanitaan. . dan diri sendiri.kewajiban warga negara terhadap pemerintah. imigrasi. (4) Keadaan dalam dan luar negeri. Materinya adalah pidato kenegaraan Presiden Soekarno ditambah dengan : (1) Pancasila. perburuhan. (2) Indonesia Raya. dan ilmu pengetahuan. perwakilan. (7) Pajak. (2) Kehidupan. d. 31 Tahun 1967. kesehatan. (8) Perekonomian termasuk koperasi. pendidikan. masyarakat. (5) Ketatanegaraan. Buku pegangan resminya adalah ”Manusia dan Masyarakat Baru Indonesia” karang Supardo. yang tentu berbeda dengan orang asing.C. (3) Bendera dan Lambang Negara. Tetapi istilah tersebut baru secara resmi dipakai pada tahun 1967 dengan Instruksi Dirjen Pendidikan Dasar Departemen Pendidikan dan Kebudayaan No. pengajaran. Simorangkir. misalnya : (1) Akhlak. masyarakat. perusahaan. dan Sumintardjo berjudul ”Inti Pengetahuan Warga Negara” dengan maksud untuk membangkitkan dan memelihara keinsyafan dan kesadaran bahwa warga negara Indonesia mempunyai tanggung jawab terhadap diri sendiri. pertahanan rakyat. dan soal-soal internasional. Gusti Mayur. agraria. Pada tahun 1961 istilah kewarganegaraan diganti dengan kewargaan negara karena menitikberatkan warga sesuai dengan Pasal 26 Ayat (2) UUD 1945 yang mengandung pengertian akan hak dan kewajiban warga negara terhadap negara.

belum ada kejelasan pengertian tentang apakah kewargaan negara atau pendidikan kewargaan negara.” yaitu suatu program pendidikan yang tujuan utamanya membina warga negara yang lebih baik menurut syarat-syarat. ekonomi.” yaitu suatu disiplin ilmu dengan obyek studi tentang peranan para warga negara dalam bidang spiritual. mendapat ketegasan dan memberi batasan bahwa : (4) Civics diganti dengan ”Ilmu Kewargaan Negara. g. (4) Perserikatan Bangsa-Bangsa. Untuk mengisi kekosongan materi civics. dan SLTA. (7) Ilmu Bumi Indonesia. sesuai dan sejauh diatur dalam UUD 1945. sosial. (6) Sejarah Indonesia. (3) Hak dan kewajiban warga negara. dan ukuran ketentuan-ketentuan UUD 1945. Baru pada tahun 1972 setelah Seminar Nasional Pengajaran dan Pendidikan Civics (Civic Education) di Tawangmangu Surakarta. Pelajaran civics diberikan di tingkat SD. (2) UUD 1945. Di perguruan tinggi terdapat mata kuliah ”Kewiraan Nasional” yang intinya berisi pendidikan pendahuluan bela negara. SLTP. dan kebudayaan. buku karangan Supardo tersebut di atas dilarang dipakai. Sejak zaman Hindia Belanda sampai dengan RI tahun 1972. f. Departemen P&K mengeluarkan instruksi bahwa materi civics (kewargaan negara) adalah : (1) Pancasila. (2) Civic education diganti dengan ”Pendidikan Kewargaan Negara. Pada tahun 1966 setelah peristiwa G-30-S/PKI. (3) Ketetapan-ketetapan MPRS. kriteria. politik.(2) Sejarah pergerakan. (5) Orde Baru. Bahannya diambil dari ilmu kewar- . hukum.

filsafat Pancasila. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. maka dengan Keputusan Dirjen Dikti No. merupakan kelompok MPK yang wajib diberikan dalam kurikulum setiap program studi/ kelompok studi di Perguruan Tinggi. (2) Tahun 1983 – 2000 dengan Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Depdikbud No. ditetapkan Pendidikan Pancasila. dan Pendidikan Kewarganegaraan. 2 Tahun 1989 tentang Sisdiknas Pasal 39 Ayat (2) yang menyebutkan isi kurikulum setiap jenis. (4) Tahun 2002. berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) No. 38/DKITI/Kep/2002 tentang Ramburambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK). maka dengan Keputusan Dirjen Dikti No. Berdasarkan hasil evaluasi dimaksud. Pendidikan Agama. 267/DIKTI/Kep/ 2000.gaan negara termasuk kewiraan nasional. ditetapkan penyempurnaan pendidikan kewarganegaraan silabus dan pada perguruan tinggi di Indonesia yang memuat GBPP-nya. h. jalur. dan filsafat pendidikan nasional. 25/DIKTI/Kep/1985 dan disempurnakan lagi dengan Keputusan Dirjen Dikti No. maka dengan Keputusan Dirjen Dikti No. 151/DIKTI/Kep/2000 ditetapkan Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP) Pendidikan Kewiraan. 150/DIKTI/Kep/2000 mengharuskan untuk selalu mengevaluasi kesahihan isi silabus dan GBPP pendidikan kewarganegaraan beserta proses pembelajarannya. Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi : (1) Tahun 1970an–1983 terdapat mata kuliah Kewiraan Nasional dengan inti pendidikan pendahuluan bela negara. dan pendidikan kewarganegaraan yang di dalamnya termasuk pendidikan pendahuluan bela negara yang tercakup dalam MPK. (3) Berdasarkan UU No. pendidikan agama. mental Pancasila. . 32/DJ/Kep/1983 yang disempurnakan dengan Keputusan Dirjen Dikti No. dan jenjang pendidikan wajib memuat pendidikan Pancasila.

. namanya Pendidikan Kewiraan. adalah bagian dari pendidikan kewarganegaraan.Sementara itu di UNSUR Cianjur khusunya di FKIP. tetapi isinya tetap mengacu pada kurikulum yang ditetapkan oleh Depdiknas. Materi pendidikan kewiraan yang dahulu pendidikan pendahuluan bela negara.

BAB III IDENTITAS NASIONAL INDONESIA A. yang melekat pada seseorang.” yang berarti ciri. Pola perilaku yang terwujud melalui aktivitas masyarakat sehari-hari. 4. atau sesuatu. 3. tata kelakuan dan kebiasaan. Pengertian identitas nasional yang dikemukakan oleh Koento Wibisono (2005) adalah ”manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan suatu bangsa (nation) dengan ciri-ciri khas. Jadi. Identitas nasional = identitas kebangsaan. dan dengan ciri-ciri khas tadi suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain dalam kebidupannya. identitas nasional adalah ciri. Hal ini biasanya dinyatakan dalam bentuk peraturan perundang-undangan. Nasional merujuk pada konsep kebangsaan. teknologi. bahasa. PENGERTIAN 1. dan peralatan lain. kelompok. Hal ini menyangkut adat-istiadat. 3. 2. Contohnya bangunan tempat ibadah. atau jatidiri bangsa yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain. kepribadian. tanda. Identitas nasional Indonesia yang membedakannya dengan bangsa-bangsa lain salah satu di antaranya adalah adanya ideologi Pancasila sebagai dasar filsafat. Identitas berasal dari bahasa Inggris “identity. 2. dan dasar negara. Lambang-lambang yang merupakan ciri dari bangsa dan secara simbolis menggambarkan tujuan dan fungsi bangsa. pandangan hidup. atau jatidiri. tanda. bendera.” Adapun indikator yang dijadikan sebagai salah satu parameter budaya untuk mencari identitas nasional antara lain : 1. yang membedakannya dengan yang lain. Alat-alat kelengkapan yang dipergunakan untuk mencapai tujuan seperti bangunan. dan lagu kebangsaan. . seperti Garuda Pancasilan. Identitas nasional lebih merujuk pada identitas bangsa dalam pengertian politik (political unity).

Contoh : Mahatma Ghandi di India. sakral. Ir.). perkembangan ekonomi. 4. bahasa. kapal laut. dan teknologi lain seperti pesawat terbang. Tokoh : Kepemimpinan para tokoh yang disegani dan dihormati masyarakat (kharismatik). Sejarah : Persepsi yang sama tentang pengalaman masa lalu yang menderita akibat penjajahan menimbulkan perasaan senasib sepenanggungan dan solidaritas . 3. bhinneka tunggal ika. Faktor-faktor yang menjadi identitas bersama suatu bangsa meliputi primordial. B. teknologi bercocok tanam. Contoh : Bangsa Yahudi membentuk negara Israel. alat komunikasi. prestasi dalam bidang tertentu (pertanian. 2. Contoh : Agama Katholik mampu membentuk beberapa negara di Amerika Latin. Nelson Mandela di Afrika Selatan. Sukarno (Bung Karno) di Indonesia. proses pembentukan bangsa-negara memerlukan identitas-identitas untuk menyatukan. kesamaan sukubangsa. sejarah. Primordial : Faktor ini meliputi ikatan kekerabatan (darah dan keluarga). olah raga. dll. daerah asal (homeland). Dengan faktor ini masyarakat dapat membentuk bangsa-negara. Uni Soviet diikat oleh kesamaan ideologi komunisme.pakaian adat. dan adat-istiadat. dan Dr. 4. dapat menjadi faktor yang menyatukan bangsa-negara. Tujuan yang ingin dicapai suatu bangsa yang sifatnya dinamis dan tidak tetap seperti budaya unggul. FAKTOR PEMBENTUK IDENTITAS Menurut Ramlan Surbakti (1999). Yoseph Broz Tito di Yugoslavia. 1. dll. dll. tokoh. dan kelembagaan. Sakral : Faktor ini dapat berupa agama atau ideologi yang dianut/diakui oleh masyarakat bersangkutan.

warga masyarakat. yang mempertemukan dan melayani warga tanpa membeda-bedakan asal-usul. 5. 300) dan setiap suku bangsa mempunyai adat-istiadat. akan tetapi trintegrasi dalam suatu negara Indonesia. sistem kepercayaan. kesenian. dan agama. dapat membentuk organisasi besar berupa negara. Contoh : Republik Indonesia. dan norma yang berbedabeda. kesenian. ras. teknologi. Bhinneka Tunggal Ika : Kesediaan warga masyarakat untuk bersatu dalam perbedaan (unity in diversity) tanpa menghilangkan keterikatannya pada suku bangsa. adat-istiadat. 7. Perkembangan Ekonomi : Perkembangan ekonomi (industrialisasi) akan melahirkan spesialisasi pekerjaan dan profesi sesuai dengan aneka kebutuhan masyarakat. Suku bangsa. Contoh : Indonesia. tata kelakuan. Kelembagaan : Kerja dan perilaku lembaga pemerintahan dan politik yang baik. Semakin tinggi mutu dan variasi kebutuhan masyarakat. yaitu golongan sosial yang khusus dan bersifat askriptif (ada sejak lahir) yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. 2. semakin saling bergantung di antara jenis pekerjaan. Contoh : Negara-negara di Amerika utara dan Eropa barat. ras. 6. dan akan semakin besar solidaritas dan persatuan dalam masyarakat. Indonesia dikenal sebagai bangsa yang terdiri dari banyak suku bangsa (lk. dapat mempersatukan orang-orang sebagai suatu bangsa. dll. yang menurut ilmu sosiologi termasuk di dalamnya adalah ilmu pengetahuan. . mata pencarian. bahasa. Kebudayaan. agama. Kebudayaan sebagai parameter identitas nasional harus yang merupakan milik bersama (bukan individu/ pribadi). sehingga melahirkan tekad dan tujuan untuk membentuk negara. Berdasarkan parameter sosiologi. peralatan/perkakas. adat-istiadat. dll. suku. faktor-faktor pembentuk identitas nasional menurut Srijanti (2009:35) adalah : 1.

Kesediaan dan kesetiaan warga bangsa/negara untuk mendukung identitas nasional perlu ditanamkan. dipupuk. yaitu bangsa-negara. Bahasa memiliki simbol yang menjadikan suatu perkataan mampu melambangkan arti apa pun. C. 4. Di sini perlu ditekankan bahwa kesetiaan pada identitas . Bahasa. sehingga jangan sampai melunturkan identitas nasional. tetapi umumnya terdiri dari banyak bangsa (heterogen). adat-istiadat. Setiap anggota memiliki kesetiaan/loyalitas pada identitasnya (pada suku. IDENTITAS KESUKUBANGSAAN Identitas kesukubangsaan (Cultural Unity) merujuk pada bangsa dalam pengertian kebudayaan atau sosiologis-antroplogis. budaya. Identitas yang dimiliki oleh sebuah cultural unity bersifat askriptif (sudah ada sejak lahir). yang merupakan kesitimewaan manusia dalam berkomunikasi dengan sesamanya. Identitas nasional dapat berasal dari identitas satu bangsa yang kemudian disepakati oleh bangsa-bangsa lainnya yang ada dalam negara itu. daerah asal. Karena itu negara perlu menciptakan identitas kebangsaan atau identitas nasional. atau juga dari identitas beberapa bangsa yang ada kemudian disepakati untuk dijadikan identitas bersama sebagai identitas bangsa-negara. Mengapa? Karena warga lebih dulu memiliki identitas kelompoknya. keturunan (darah). tempat. D. Bisa saja dalam negara hanya ada satu bangsa (homogen). dan daerah asal (homeland). yang menunjukkan lokasi negara dalam kerangka ruang. IDENTITAS KEBANGSAAN DAN IDENTITAS NASIONAL INDONESIA Identitas kebangsaan (political unity) merujuk pada bangsa dalam pengertian politik. suku. agama. dan bahasa). kerabat. Identitas ini disebut juga identitas primordial yang pada umumnya sangat kuat karena memiliki ikatan emosional dan solidaritas erat. primer. yang merupakan kesepakatan dari banyak bangsa di dalamnya. dan dikembangkan terus-menerus. sehingga menjadi jelas batas-batas wilayahnya di muka bumi. yang disatukan oleh adanya kesamaan ras. dan etnik. Kondisi geografis. agama.3. alamiah (bawaan). dan waktu.

Beberapa bentuk identitas nasional Indonesia sebagai wujud konkrit dari hasil perjuangan bangsa dimaksud adalah : 1. 3. bendera nasional. kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat. Bentuk identitas kebangsaan bisa berupa adat-istiadat. 5. yaitu Garuda Pancasila. yaitu NKRI dan bentuk pemerintahannya Republik. termasuk juga ideologi nasional. bahasa nasional. dan bernegara. Bendera negara. 8. Bentuk negara. yaitu Bhinneka Tunggal Ika. 6. . 10. berbangsa. yaitu UUD 1945. untuk mencapai tujuan nasional. kemudian memunculkan komitmen bangsa (tekad. yaitu Indonesia Raya. 2. Lagu kebangsaan. 9. Hukum dasar negara (konstitusi). 4. Bahasa nasional atau bahasa persatuan. Dasar falsafah dan ideologi negara. dimulai dengan kesadaran adanya perasaan senasib sepenanggungan ”bangsa Indonesia” akibat kekejaman penjajah Belanda. 7. yaitu sebagai cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan memiliki nilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa. yaitu Pancasila. lambang nasional. yaitu Sang Merah Putih.nasional akan mempersatukan warga bangsa itu sebagai ”satu bangsa” dalam negara. Konsepsi wawasan nusantara. Proses pembentukan identitas nasional di Indonesia cukup panjang. Beragam kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai kebudayaan nasional. Semboyan negara. dan kemudian menjadi kesepakatan bersama) untuk berjuang dengan upaya yang lebih teratur melalui organisasi-organisasi perjuangan (pergerakan) kemerdekaan mengusir penjajah sampai akhirnya Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 dan membentuk negara. Lambang negara. yaitu bahasa Indonesia.

PENGERTIAN HAK ASASI MANUSIA Hak Asasi Manusia (HAM) dalam bahasa Perancis dikenal dengan “droit de l’homme. universal dan abadi.” 5. hukum. berkaitan dengan harkat dan martabat manusia. 1. Undang-Undang No.” 4.” yang berarti hak-hak manusia. Padmo Wahyono : ”Hak-hak asasi manusia adalah hak-hak yang memungkinkan orang hidup berdasarkan suatu harkat dan mertabat tertentu (beradab). pemerin- . 39 Tahun 1999 : ”Hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan YME dan merupakan anugra-Nya yang wajib dihormati. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara.” 2.” 3.” dan dalam bahasa Belanda “mensen rechten. bersifat kodrati. Dardji Darmodihardjo : ”Hak asasi manusia adalah hak-hak dasar atau hak-hak pokok yang dibawa manusia sejak lahir sebagai anugrah Tuhan YME.” dalam bahasa Inggris “human right. Di bawah ini dikemukakan pengertian HAM menurut para pakar dan berdasarkan ketentuan resmi. Hak-hak ini menjadi dasar daripada hak-hak dan kewajiban-kewajiban lain. Mustafa Kemal Pasha (2002) : ”Hak asasi manusia ialah hak-hak dasar yang dibawa manusia sejak lahir yang melekat pada esensinya sebagaia nugrah Allah Swt. XVII/MPR/1998 : ”Hak asasi manusia adalah hak sebagai anugrah Tuhan YME yang melekat pada diri manusia.BAB IV HAK ASASI MANUSIA A. Ketetapan MPR No.

agama. Semua manusia. Hak asasi manusia tidak perlu diberikan. Hukum Hammurabi di Babylonia yang memberi jaminan keadilan bagi warga negara (tahun 2000 sM). asalusul. atau diwariskan. agama. SERTA CIRI POKOK DAN HAKIKAT HAM : 1. Landasan kedua yang lebih mendalam : Makhluk ciptaan Tuhan YME. Landasan Pengakuan HAM : a. Hak asasi manusia tidak boleh dilanggar. Landasan langsung yang pertama : Kodrat manusia. dalam membebaskan bangsa Yahudi dari perbudakan (tahun 6000 sM). Tidak seorang pun mempunyai hak membatasi atau melanggar hak orang lain. b. etnik. dibeli. Karena itu di hadapan Tuhan manusia adalah sama. LANDASAN PENGAKUAN. adalah ciptaan Tuhan YME. Semua manusia sederajat. . kecuali nanti pada amalnya. dsb. pandangan politik. ras. bahasa. adat-istiadat. dan setiap orang. B. Pada Masa Sejarah : a. asal-usul. dan mendorong tumbuh serta berkembangnya pribadi manusia yang multi dimensional. demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. b.tah. Hak asasi manusia berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin.” Adapun tujuan pelaksanaan hak asasi manusia adalah untuk mempertahankan hakhak warga negara dari tindakan sewenang-wenang aparat negara. Hak asasi manusia adalah bagian dari manusia secara otomatis. bahkan seluruh yang ada di jagat raya. Perjuangan Nabi Musa As. suku. tanpa membedakan ras. C. dsb. SEJARAH PERKEMBANGAN HAM 1. c. b. Ciri Pokok dan Hakikat HAM : a. 2.

Mereka mengajarkan untuk mengkritik pemerintahan yang tidak berdasarkan keadilan. untuk membebaskan para bayi wanita dan wanita dari penindasan bangsa Quraisy (tahun 600). Pada saat itu di Arab terkenal dengan sebutan zaman jahiliyah (kebodohan). dan kebijaksanaan. (4) Hak warga negara untuk memeluk agama menurut kepercayaannya . akibat tidak puas atas tindakan Raja John yang sewenangwenang. Plato (429-347 sM). para bangsawan berhasil membuat perjanjian yang disebut ”Magna Charta” (Piagam Agung) yang membatasi kekuasaan raja. d. HAM di Inggris : a. dan pembentukan tentara harus seizin parlemen. (3) Pajak. 2. dan Aristoteles (384-322 sM) para filosof Yunani peletak dasar hak asasi manusia. c. Pada tahun 1215.” yaitu undang-undang yang mengatur tentang penahanan seseorang : (1) Seseorang yang ditahan harus segera diperiksa dalam waktu dua hari setelah penahanan. (2) Warga negara tidak boleh dipaksa menerima tentara di rumahnya. Tahun 1679 muncul “Habeas Corpus Act. (3) Tentara tidak boleh menggunakan hukum perang dalam keadaan damai. (2) Kebebasan berbicara dan mengeluarkan pendapat. d.c. Pada tahun 1628 keluar piagam ”Petition of Right” yang berisi pernyataan mengenai hak hak-hak rakyat beserta jaminannya : (1) Pajak dan pungutan istimewa harus disertai persetujuan rakyat (no taxation without refresentation). b. Pada tahun 1689 keluar “Bill of Right” yang merupakan undang-undang yang diterima parlemen sebagai bentuk perlawanan terhadap Raja James II tentang : (1) Kebebasan dalam pemilihan anggota parlemen. (2) Alasan penahanan seseorang harus disertai bukti yang sah menurut hukum. Socrates (469-399 sM). Perjuangan Nabi Besar Muhammad Saw. cita-cita. undang-undang.

Atlantic Charter Tahun 1941 : Piagam Atlantik ini muncul pada saat terjadi Perang Dunia II yang dipelopori oleh Franklin Delano Roosevelt (AS) yang menyebutkan ”The Four Freedom” (Empat Kebebasan) : a. HAM di Perancis : Perjuangan HAM dirumuskan dalam suatu naskah pada awal revolusi Perancis tahun 1789 sebagai pernyataan tidak puas kaum borjuis dan rakyat terhadap Raja Louis XVI. dan Fraternity (Kemerdekaan. Pengakuan HAM oleh PBB : . Dasar ini dijadikan ”Declaration Independence of The United States” dan pada saat kemerdekaan 4 Juli 1776 dimasukkan dalam konstitusi AS. Dalam revolusi Perancis ini muncul semboyan : Liberty. HAM di Amerika Serikat : Rakyat AS yang umumnya datang dari Eropa sebagai emigran. dan karena itu bersifat suci. d. yang dikenal dengan ”Declaration des Droits de L’homme et Du Citoyen” (pernyataan mengenai hak-hak asasi manusia dan warga negara) yang berisi bahwa ”hak asasi manusia adalah hak-hak alamiah yang dimiliki manusia menurut kodratnya. Kebebasan dari rasa takut (Freedom of Fear). 3. yaitu hak-hak alam seperti hak hidup (life). Persamaan. 4. Kebebasan beragama (Freedom of Religion). b.masing-masing. Kebebasan berbicara dan berpendapat (Freedom of Speech and Thought). hak kebebasan (liberty). Perjuangan pene-gakkan HAM didasari pemikiran John Locke. yang tidak dapat dipisahkan daripada hakikatnya. Egality. (5) Parlemen berhak mengubah keputusan raja. 5. dan hak milik (property). merasa tertindas oleh pemerintahan Inggris sebagai penjajah. Kebebasan dari kemelaratan (Freedom of Want). dan Persaudaraan). 6. c.” Deklarasi ini pada tahun 1791 dimasukkan dalam konstitusi Perancis.

Cairo Declaration on Human Right in Islam 1990. sosial. Isi pokok deklarasi tersebut tertuang dalam Pasal 1 yang menyatakan : “Sekalian orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam persaudaraan. Declaration on The Right to Development 1986 (Deklarasi Hak Atas Pembangunan). b. Pada tanggal 10 Desember 1948 Majelis Umum Perserikatan BangsaBangsa (MU-PBB) berhasil merumuskan naskah “Universal Declaration of Human Right” sehingga tanggal tersebut tiap tahun diperingati sebagai Hari Hak Asasi Manusia. (2) The International Covenant on Economic. Deklarasi HAM Dunia Ketiga : a. Social. yaitu tentang hak sipil dan hak politik.” Semuanya ada 30 pasal. (3) Optional Protokol 1966.a. oleh negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI). b. (4) Wina Declaration 1993. Declaration on The Right of Peoples to Peace 1984 (Deklarasi Hak Bangsa dan Perdamaian). yang berisi syarat-syarat dan nilai-nilai bagi sistem demokrasi ekonomi. d. yaitu adanya kemungkinan seorang warga negara yang mengadukan pelanggaran hak asasi manusia kepada The Human Right Committee UNO (PBB) setelah upaya pengadilan di negaranya tidak memuaskannya. yaitu deklarasi universal dari negara-negara yang tergabung dalam PBB. African Charter on Human and Peoples Right (Banjul Charter 1981) oleh negara-negara Afrika yang tergabung dalam Persatuan Afrika (OAU). . c. Mereka dikaruniai akal dan budi. and Cultural Right 1966. Tahun 1966 dalam Sidang MU-PBB telah diakui ”Covenants on Hu- man Right” dalam hukum internasional dan diratifikasi oleh negara-negara anggota PBB termasuk Indonesia. dan budaya. Isi covenants dimaksud antara lain : (1) The International on Civil and Political Right. 7.

dan hak atas jaminan sosial. Generasi III : Hak Perdamaian dan Pembangunan. yang bermula di dunia Barat (Eropa). perumahan. yang diperjuangkan oleh negara-negara sosialis di Eropa timur. yang diperjuangkan oleh negara-negara Asia. yang menimbulkan dampak negatif bagi keadilan rakyat. dan hak mendapatkan kedamaian. hak beragama. hak membentuk serikat pekerja. Kesimpulan : Berdasarkan sejarah perkembangannya. 2. Bangkok Declaration 1993. Hak berpikir dan mengeluarkan pendapat. 3. terdapat empat generasi hak asasi manusia : 1. yang diterima oleh negara-negara di Asia. HAM DI INDONESIA Pengakuan atas martabat dan hak-hak yang sama sebagai manusia yang hidup di dunia telah disetujui dan diumumkan oleh Resolusi MU-PBB pada tanggal 10 Desember 1948 dalam “Universal Declaration of Human Right” (Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia). . hak atas penghasilan yang layak. hak setiap bangsa untuk merdeka. Di sini dikritik peranan negara yang sangat dominan dalam proses pemba-ngunan yang berfokus pada bidang ekonomi. Sosial. Generasi I : Hak Sipil dan Politik. hak atas kesamaan di muka pengadilan. hak berkumpul dan berserikat. Contohnya : Hak bebas dari ancaman musuh. sinya memuat 30 Pasal yang meliputi : 1. 4. Generasi IV : Declaration of The Basic Duties of Asian Peoples and Government 1983. dan Budaya. tetapi juga berpijak pada terciptanya tatanan sosial yang berkeadilan. D. hak kebebasan berpikir dan berpendapat. hak sederajat dengan bangsa lain.e. hak atas kebebasan dan keamanan. Contohnya : Hak atas hidup. pendidikan. Contohnya : Hak atas pekerjaan. Generasi II : Hak Ekonomi. Hak asasi manu-sia pada generasi ini lebih maju karena tidak saja mencakup struktural. kesehatan. karena hanya mementingkan sekelompok elit (konglomerat) dan penguasa saja. hak atas pangan. yang diperjuangkan oleh negara-negara berkembang (Asia-Afrika).

Pada Pembukaan UUD 1945 alinea keempat : Di dalamnya terdapat tuju-an nasional. Baru setelah perubahan (amandemen) yang kedua tahun 2000.. 8. Maka berdasarkan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) No. secara tegas dan cukup rinci dimuat tentang HAM. Sila . Hak untuk mendapatkan perlindungan hukum. Hak untuk memperoleh nama baik. XVII/ MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia. maka Tap MPR tersebut di atas dicabut dengan Tap MPR No. Namun untuk memayungi seluruh peraturan perundangundangan tadi dipandang perlu dibentuk undang-undang tentang HAM tersendiri. ” dst. Hak untuk hidup. 9. yaitu dalam BAB XA Pasal 28A s/d 28J (10 Pasal dan 24 Ayat). Jadi lebih dulu daripada deklarasi MU-PBB tanggal 10 Desember 1948.. 6. Jelas. Hak mendapatkan pendidikan dan pengajaran. Hak untuk memperoleh pekerjaan. Indonesia mengakui adanya hak untuk merdeka dan bebas. 5. 4. 2. Di Indonesia pengaturan HAM ini tercantum dalam berbagai peraturan perundangundangan termasuk undang-undang yang mengesahkan berbagai konvensi internasional mengenai HAM. tugas yang harus dilaksanakan. Hak menganut agama atau aliran kepercayaan. terbit Undang-Undang No. Kemudian karena materinya sudah termuat dalam UUD 1945 setelah perubahan tersebut. Hak memiliki sesuatu. Contohnya : 1. 1/MPR/2003. Dalam UUD 1945 sendiri sama sekali tidak ada kata-kata atau istilah HAM. 39 Tahun 1999 dengan judul yang sama. Dengan demikian walaupun dalam UUD 1945 asli (sebelum perubahan) tidak ada kata-kata atau istilah HAM.2. 7. 3. Hak untuk kemerdekaan hidup. Pada Pembukaan UUD 1945 alinea pertama : ”Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa . tetapi sebenarnya pengakuan atas HAM di Indonesia telah ada sejak ditetapkannya UUD pada tanggal 18 Agustus 1945. dan falsafah negara Pancasila.

Hal ini berarti adanya HAM. dan budaya. Tidak Manusiawi. yang diratifikasi dengan UU No. juga didasarkan beberapa macam konvensi internasional yang kemudian diratifikasi. serta Pemusnahannya (Convention on The Prohibi-tation of The Development. 59 Tahun 1958. Konvensi Internasional terhadap Anti Apartheid dalam Olahraga (Interna-tional Convention Againts Apartheid in Sports). 2. 3. Konvenasi Pelarangan Pengembangan. sosial. 7 Tahun 1984 dan menjiwai keluarnya UU No. Sebelum Tap MPR No. yang diratifikasi dengan Keppres No. . Produksi. yang diratifikasi dengan UU No.” berarti ada pengakuan atas hak asasi manusia seutuhnya. 5 Tahun 1998. 4. Batang tubuh UUD 1945 dari Pasal 27 s/d 34 yang mencakup hak dalam bidang politik. penerap-an HAM di Indonesia selain atas dasar UUD 1945 yang sangat singkat seperti disebutkan di atas. yang diratifikasi dengan UU NO. 39 Tahun 1999. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. yang diratifikasi dengan Keppres No. atau Merendahkan Martabat Manusia (Torture Convention). 48 Tahun 1993. Konvensi tentang Hak Politik Kaum Perempuan (Convention on The Political Right of Women). 36 Tahun 1990.kedua Pancasila adalah ”kemanusiaan yang adil dan beradab. XVII/MPR/1998 dan UU No. Konvensi Jenewa (Geneva Convention) 12 Agustus 1949 yang diratifikasi dengan UU No. and Stockpiling of Bacteriological/ Biological and Toxic Weapon and on Their Destruction). 7. yang diratifikasi dengan UU No. Production. dan Penyimpanan Senja-ta Biologis dan Beracun. antara lain : 1. akan tetapi memang masih terbatas dan rumusannya amat singkat. 58 Tahun 1991. 68 Tahun 1958. Konvensi tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (Convention on The Elimination of Discrimination Againts Women). 6. 5. Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman Lain yang Kejam. 3. ekonomi. Konvensi Hak Anak (Convention on The Right of The Child).

Pada dasarnya manusia dianugrahi jiwa. 83 Tahun 1998. kemauan. 39 Tahun 1999) adalah : 1. 26/2000 ini juga memberikan alternatif bahwa untuk penyelesaian pelanggaran hak asasi manusia yang berat dapat dilakukan di luar pengadilan HAM. dll. 87 Tahun 1998 (Convention No. Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM). 29 Tahun 1999. kemampuan. 87 Concerning Freedom of Association and Protection on The Right to Organize). 5 Tahun 1993 yang kemudian diku-kuhkan dalam UU No. bentuk struktur.8. Untuk penegakkan dan perlindungan hak asasi manusia. yaitu melalui Komisi Kebenar-an dan Rekonsilisasi yang dibentuk berdasarkan UU. yang diratifikasi dengan UU No. telah dibentuk Pengadilan HAM berdasarkan UU No. Contoh LSM yang ada : Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). 39 Tahun 1999. menuntut keadilan. serta berbagai kemudahan oleh penciptanya untuk menjamin kelangsungan hidupnya. diperlukan pengakuan dan perlindungan hak asasi manusia. melindungi korban hak asasi manusia. Untuk melindungi. dsb. 26 Tahun 2000. 9. Untuk memantapkan pelaksanaan hak asasi manusia berdasarkan aturan-aturan tersebut di atas. Human Right Watch (HRW). dan meningkatkan martabat manu-sia. Dan sebelumnya telah pula dibentuk Komisi Nasional HAM (Komnas HAM) berdasarkan Keppres No. UU No. Konvensi Internasional tentang Penghapusan Semua Bentuk Diskriminasi Rasial (Convention on The Elimination of Racial Discrimination). karena tanpa hal tersebut manusia akan kehilangan sifat dan martabatnya. Dasar pemikiran pembentukan Undang-Undang tentang HAM (UU No. masyarakat pun dapat membentuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dengan tugas menuntut pihak-pihak yang me-langgar hak asasi manusia. mempertahankan. Tuhan YME adalah pencipta alam semesta dengan segala isinya. 2. yang dira-tifikasi dengan UU No. Konvensi Organisasi Buruh Internasional No. sehing-ga dapat . Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekeras-an (KONTRAS). 3.

kelompok.mendorong manusia menjadi serigala bagi manusia lainnya (homo homini lupus). Karena manusia merupakan mahluk sosial (zoon politicon). suku. apabila rasa sakit atau penderitaan tersebut . yang berakibat pengurangan. aparatur negara. ekonomi. dan ditegak-kan. jenis kelamin. tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya hak asasi manusia. dan aspek kehidupan lainnya. se-hingga menimbulkan rasa sakit atau penderitaan yang hebat. 3. atau pengucilan yang langsung atau tak langsung didasarkan pembedaan manusia atas dasar agama. Kewajiban dasar manusia. Beberapa istilah dalam Ketentuan Umum UU No. Hak asasi manusia (lihat di depan). 7. 4. Hak asasi manusia tidak boleh dilenyapkan oleh siapa pun dan dalam keadaan apa pun. perlindungan. hukum. Diskriminasi. sehingga kebebasan atau hak asasi manusia bukanlah tanpa batas. golongan status sosial. dilindungi. 39 Tahun 1999 : 1. 6. Setiap hak asasi manusia mengandung kewajiban untuk menghormati hak asasi manusia lain. Penyiksaan. dengan menghukumnya atas suatu perbuatan yang telah dilakukan atau diduga telah dilakukan oleh seseorang atau orang ketiga. adalah seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan. status ekonomi. pelaksanaan atau penggu-naan hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam kehidupan baik individual maupun kolektif dalam bidang politik. adalah setiap pembatasan. budaya. 2. pelecehan. Hak asasi manusia harus benar-benar dihormati. etnik. ras. dan untuk itu pemerintah. bahasa. 4. sosial. pengakuan. adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan sengaja. atau bentuk diskriminasi. penyimpangan. dan penegakkan hak asasi manusia. dan pejabat publik lain-nya mempunyai kewajiban dan tanggung jawab menjamin terselenggara-nya penghormatan. baik jasmani maupun rohani pada seseorang untuk memperoleh pengakuan atau kete-rangan dari seseorang atau dari orang ketiga. keyakinan. politik. 5. atau penghapusan. maka hak asasi manusia yang satu dibatasi oleh hak asasi manusia yang lain. sehingga di dalam hak asasi manusia terdapat kewajib-an dasar atau kewajiban asasi manusia.

termasuk anak yang masih dalam kandungan apabila hal tersebut adalah demi kepentingannya. yaitu hak ikut dalam pemerintahan. 2. seperti hak untuk memilih pendidikan. seperti hak untuk memiliki sesuatu. Dari segi subyeknya : Hak asasi individu. dalam hukum dan pemerintahan. atas hasutan dari. Hak Asasi Ekonomi (Property Right). berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku. dsb. 5. Hak Sosial dan Kebudayaan (Social and Cultural Right). Hak Asasi Politik (Political Right). penyuluhan. 7. Dari segi obyek atau kepentingannya : a. kebebasan memeluk agama tertentu. Hak Perlakuan Sama (Legal Quality Right). yaitu : 1. hak mendirikan Parpol dan Ormas. Macam dan jenis HAM meliputi berbagai bidang. seperti hak memilih dan dipilih dalam Pemilu. Hak Asasi Pribadi (Personal Right). dengan persetujuan.ditimbulkan oleh. dsb. dan atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh undang-undang ini. mengembangkan seni budaya. dan mediasi hak asasi manusia. dan hak asasi kolektif. kebebasan bergerak. dan memanfaatkannya. e. membeli. adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara melawan hukum. meng-halangi. yang selanjutnya disebut Komnas HAM. Pelanggaran hak asasi manusia. pemantauan. adalah lembaga mandiri yang kedudukannya setingkat dengan lem-baga negara lainnya yang berfungsi melaksanakan pengkajian. mengurangi. atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar. . dsb. 6. Anak. seperti menyatakan pendapat. c. b. penelitian. membatasi. atau sepengetahuan siapa pun dan/atau pejabat publik. dan tidak menda-patkan. menjual. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. d. adalah setiap manusia yang berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun dan belum menikah.

8. dan berkembang. 7. 39 Tahun 1999 : 1. Hak Asasi Manusia dalam BAB XA Pasal 28A s/d 28J UUD 1945 (Perubahan II/2000) : Pasal 28A : Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. tumbuh. Hak untuk mengembangkan diri (Pasal 11 s/d 16). Hak turutserta dalam pemerintahan (Pasal 43 s/d 44). Hak untuk memperoleh keadilan (Pasal 17 s/d 18). Hak wanita (Pasal 45 s/d 51). bila terjadi penggeledahan. serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. (2) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup. dsb. penangkapan. Hak untuk berkeluarga (Pasal 10). dsb. Pasal 28C : . Hak atas kesejahteraan (Pasal 36 s/d 42). 10. seperti hak bagi negara untuk membangun negara tanpa campur tangan negara asing.f. 4. seperti perlakuan tata cara pera-dilan. Hak Membangun (Developmen Right). Pasal 28B : (1) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah. g. Beberapa butir HAM yang ada dalam UU No. Hak untuk hidup (Pasal 4). 6. 9. Hak anak (Pasal 52 s/d 66). Hak atas kebebasan pribadi (Pasal 20 s/d 27). 3. Hak atas rasa aman (Pasal 28 s/d 35). 5. Hak Perlindungan (Procedural Right). 2.

(1) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. memiliki. (4) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan. menyatakan pikiran dan sikap. bangsa dan negaranya. seni dan budaya. (2) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat. memilih kewar-ganegaraan. serta berhak kembali. memilih pekerjaan. dan menge-luarkan pendapat. Pasal 28F : Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. me-milih pendidikan dan pengajaran. Pasal 28D : (1) Setiap orang berhak atas pengakuan. dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. (3) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. (2) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlaku-an yang adil dan layak dalam hubungan kerja. serta berhak untuk mencari. mengolah. menyimpan. berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. berkumpul. memperoleh. (3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat. Pasal 28E : (1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamnya. sesuai dengan hati nuraninya. perlindungan. (2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan. Pasal 28G : . dan kepasti-an hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum. memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggal-kannya. jaminan. demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.

(2) Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain. hak beragama. hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani. (3) Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban. keluarga. martabat. (2) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlaku-an yang bersifat diskriminatif. bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. kehormat-an. hak untuk tidak disiksa. dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. Pasal 28H : (1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin. (3) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengem-bangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat. . dan harta benda yang di bawah kekuasaannya.(1) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi. (2) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persa-maan dan keadilan. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. Pasal 28I : (1) Hak untuk hidup. hak untuk tidak diperbudak. (4) Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapa pun.

berbangsa. dan memajukannya. 4. 3. maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin. hukum tak tertulis. Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain. Kewajiban Dasar Manusia menurut UU No. melindungi. keamanan. (2) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya. Setiap hak asasi manusia seseorang menimbulkan kewajiban dasar dan tanggung jawab untuk menghormati hak asasi orang lain secara timbal balik serta menjadi tugas pemerintah untuk menghormati. penagakan. pemajuan. dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara. Dalam menjalankan hak dan kebebasannya. dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan. dan tata tertib kehidupan bermasyarakat. dan hukum internasional menge-nai hak asasi manusia yang telah diterima oleh negara RI. berbangsa. dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis. menegakkan. Pasal 28J : (1) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat. diatur. . nilai-nilai agama. Setiap warga negara wajib ikutserta dalam upaya pembelaan negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 39 Tahun 1999 : 1. dan bernegara. setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan oleh undang-undang dengan maksud untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertim-bangan moral. keamanan. (5) Untuk menegakkan dan melindung hak asasi manusia sesuai dengan prin-sip negara hukum yang demokratis. moral. dan ketertiban umumdalam suatu masyarakat demokratis. 2. etika. dan bernegra. terutama pemerintah. Setiap orang yang ada di wilayah negara RI wajib patuh pada peraturan perundang-undangan.(4) Perlindungan. setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud sematamata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral.

Meningkatkan perlindungan dan penegakkan hak asasi manusia guna serta Deklarasi berkembangnya pribadi manusia Indonesia seutuhnya dan kemampu-annya berpartisipasi dalam berbagai bidang kehidupan. b. 3. semata-mata untuk menjamin pengakuan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia serta kekebasan dasar orang lain. atau menghapuskan hak asasi manusia atau kebebasan dasar yang diatur dalam undang-undang ini. melindungi. dan kepentingan bangsa.Kewajiban dan tanggung jawab Pemerintah menurut UU No. ketertiban umum. Pemerintah wajib dan bertanggung jawab menghormati. 39 Tahun 1999. Mengembangkan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan hak asasi manusia sesuai dengan Pancasila. golongan. 1. budaya. ekonomi. dan memajukan hak asasi manusia yang diatur dalam undangundang ini. politik. menegakkan. 5 Tahun 1993 tanggal 7 Juni 1993 kemudian dikukuhkan dengan UU No. sosial. Hak dan kebebasan yang diatur dalam undang-undang ini hanya dapat dibatasi oleh dan berdasarkan undang-undang. atau pihak mana pun dibenarkan mengu-rangi. 39 Tahun 1999 : 1. Universal Hak Asasi Manusia. dan Piagam PBB. dan hukum inter-nasional tentang hak asasi manusia yang diterima oleh negara RI. peraturan perundang-undangan lain. 2. dan bidang lain. Komnas HAM : Dibentuk dengan Keppres No. Tujuannya : a. merusak. Tidak satu ketentuan pun dalam undang-undang ini boleh diartikan bahwa pemerintah. pertahanan keamanan negara. partai. kesusilaan. Kewajiban dan tanggung jawab pemerintah sebagaimana dimaksud meli-puti langkah implementasi yang efektif dalam bidang hukum. UUD 1945. Komnas HAM dan Pengadilan HAM : Untuk memantapkan pelaksanaan hak asasi manusia di Indonesia telah diben-tuk Komnas HAM dan Pengadilan HAM. 4. .

Sidang Paripurna. diangkat oleh presiden atas usul si-dang paripurna. dan Sekretaris Jenderal. tanggung jawab. Pelanggaran dan Pengadilan HAM : Unsur penting dalam HAM adalah masalah pelanggaran dan pengadilan HAM. atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar. Sidang Sub Komisi. dan susunan orga-nisasinya ditetapkan dengan Keppres. menghalangi. dan mekanisme kerja. Ketentuan mengenai sidang paripurna dan sub komisi diatur dalam peraturan tata tertib Komnas HAM. 2. tugas. maupun oleh institusi negara atau institusi lainnya terhadap hak asasi individu lain tanpa ada dasar atau alasan yuridis dan . Sekretariat Jenderal dibentuk untuk pelayanan administratif yang dibantu oleh unit kerja dalam bentuk Biro-biro. Pelanggaran HAM adalah setiap perbuatan seseorang atau kelom-pok orang termasuk aparat negara baik disengaja ataupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi. Tugasnya menetapkan peraturan tata tertib. program kerja. kelompok.Anggota Komnas HAM berjumlah 35 orang. dipilih oleh DPR berdasarkan usulan Komnas HAM dan diresmikan oleh Presiden. b. Kelengkapan Komnas HAM terdiri dari : a. Kedudukan. Susunan Komnas HAM terdiri dari seorang Ketua. Masa jabatannya lima tahun dan setelah berakhir dapat diangkat kembali hanya untuk satu kali masa jabatan. Ketua dan Wakil Ketua dipilih dari dan oleh anggota. dan tidak didapatkan. ber-dasarkan mekanisme hukum yang berlaku. dan/atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh undangundang. Pelanggaran HAM merupakan tindakan pelanggaran kemanusiaan baik dilakukan oleh individu. Adapun kegiatan-kegiatan Komnas HAM dilakukan oleh Sub Komisi. Sidang paripurna adalah pemegang kekuasaan tertinggi dan terdiri dari seluruh anggota. Sekretaris Jenderal dijabat oleh pegawai negeri yang bukan anggota. dua orang Wakil Ketua. mambatasi.

Sementara itu kejahatan kemanusiaan adalah suatu perbuatan yang dila-kukan dengan serangan yang meluas dan sistematis. Pelanggaran berat meliputi kejahatan genosida dan kejahatan kemanusiaan. Menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang akan mengakibatkan kemusnahan secara fisik baikj seluruh atau sebagiannya. Kejahatan genosida adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan mak-sud menghancurkan/memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bang-sa. pemaksaan kehamilan. Serangan dimaksud ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil berupa : a. sedangkan pelanggaran ringan adalah selain kedua bentuk tersebut. Membunuh anggota kelompok. kelompok etnis. b. g. Penyiksaan. d. Genoside dilakukan dengan cara : a. Pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa. dan kelompok agama. c. Pembunuhan. Pelanggaran HAM dikelompokkan pada dua bentuk. Memindahkan secara paksa anak-anak dari kelompoik tertentu ke kelompok lain. perbudakan seksual. d.\ e. Mengakibatkan poenderitaan fisik atau mental yang berat terhadap anggotaanggota kelompok. Perkosaan. e.alasan rasional yang menjadi pijakannya. Perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik lain secara Sewenang-wenang yang melanggar asas-asas/ketentuan pokok hukum internasional. Memaksanakan tindakan-tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran di dalam kelompok. c. yaitu pelanggaran berat dan pelanggaran ringan. pemandulan atau sterilisasi secara paksa atau bentuk-bentuk kekerasan seksual lain yang setara. Permusuhan. ras. b. pelacuran secara paksa. Perbudakan. . f.

penindasan dan dominasi suatu kelompok ras atas kelompok ras lain untuk mempertahankan dominasi dan kekuasaan-nya.h. kebangsaan. jenis kelamin. atau alasan lain yang telah diakui secara uni-versal sebagai hal yang dilarang menurut hukum internasional. Pengadil-an HAM adalah pengadilan khusus yang berada di lingkungan Peradilan Umum. Kejahatan apartheid. Selain pengadilan HAM ad hoc. Sementara itu Pengadilan HAM ad hoc yang dibentuk atas usul DPR berdasarkan peristiwa tertentu dengan Keppres untuk memeriksa dan memutus perkara pelanggaran hak asasi manusia yang berat. i. bertugas dan berwenang memeriksa dan memutus perkara pelang-garan hak asasi manusia yang berat. Penganiayaan terhadap suatu kelompok tertentu atau perkumpulan yang didasari persamaan paham politik. melaksanakan rekon-siliasi dalam perspektif kepentingan bersama sebagai negara. terjadi sebelum diundangkannya UU No. etnis. agama. Pengadilan HAM dibentuk berdasarkan UU No. (Contohnya di Timor Timur pasca jajak pendapat 1999) yang mengakibatkan Timtim lepas dari NKRI. dibentuk juga Komisi Kebenar-an dan Rekonsiliasi (KKR). 26 Tahun 2000. 26 Tahun 2000. budaya. Pengadilan atas pelanggaran HAM kategori berat seperti genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan diberlakukan asas retroaktif (pembuktian terbalik). Penghilangan orang secara paksa. Komisi ini adalah lembaga ekstrayudisial yang bertugas menegakkan kebenaran untuk mengungkap penyalahgunaan ke-kuasaan dan pelanggaran HAM pada masa lampau. . j. ras.

WUJUD HUBUNGAN WARGA NEGARA DENGAN NEGARA Wujud hubungan antara warga negara dengan negara adalah berupa peranan (role). {Ps. Peranan tidak lain adalah tugas yang dilakukan dalam kedudukan/status sebagai warga negara. adalah kepatuhan warga negara terhadap peraturan perundangundangan yang berlaku. 40/1999 tentang Pers.27 Ayat (3)}. Peranan Positif. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. B. misalnya UU No. adalah aktivitas warga negara untuk meminta pelayanan negara dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup. Hak berserikat. antara lain dalam mempengaruhi keputusan publik. Hak membela negara. dan mengeluarkan pendapat. 4. berkumpul. Lebih lanjut dijabarkan dalam peraturan perundang-undangan.27 Ayat (2)}. yaitu : 1. UU No. adalah aktivitas warga negara untuk menolak campur tangan negara dalam masalah pribadi.BAB V HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA A. Peranan Negatif. adalah aktivitas warga negara untuk terlibat (berpartisipasi) dalam kehidupan bernegara. negatif. b. Peranan Pasif. 1. Status dimaksud meliputi status pasif. {Ps. Demikian juga peranan. Hak-hak Warga Negara : a. 3. 2. 22/2007 tentang Penyelenggaraan Pe- . HAK DAN KEWAJIBAN Hak dan kewajiban WNI tercantum dalam UUD 1945 Pasal 27 s/d 34. 9/1998 tentang Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat di Muka Umum. dan positif. UU No. c. aktif. 28). (Ps. Peranan Aktif.

Hak negara untuk dibela. Hak mendapatkan jaminan keadilan sosial. Membela negara. 3. Hak ekonomi atau hak untuk mendapatkan kesejahteraan sosial. i. Hak kemerdekaan memeluk agama. e. . dan DPRD. {Ps. Dijabarkan dalam UU No. UU No. {Ps. b. (4). f. Tunduk pada pembatasan yang ditetapkan UU untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain. g. UU No. 10/2008 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR.33 Ayat (1). {Ps. Mengikuti pendidikan dasar. {Ps.27 Ayat (1)}. 2. Menhormati hak asasi orang lain (Ps. g. (3). Dijabarkan antara lain dalam UU No. Hak untuk mengembangkan dan memajukan kebudayaan nasional.31 Ayat (1) dan (2)}. b. DPD. 42/2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. UU No. (Ps. 3/2002 tentang Pertahanan Negara. Kewajiban Warga Negara : a. dll.29 Ayat (1) dan (2)}.30 Ayat (1)}. 28). d. Hak dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Dalam upaya pertahanan negara. dll. Mentaati hukum dan pemerintahan.34). dll. Hak Negara terhadap Warga Negara : a. Membayar pajak sebagai kontrak utama antara negara dengan warga negara. Hak untuk mendapatkan pengajaran (pendidikan). 2/2002 tentang Kepolisian Negara RI. dan UU No. f.30 Ayat (1)}. 34/2004 tentang TNI. {Ps.32 Ayat (1)}. h. 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia. 20/2003 tentang Sisdiknas dan UU No. Hak negara untuk ditaati (hukum dan pemerintahan). {Ps. d. UU No.27 Ayat (3)}. {Ps. dan (5)}.milihan Umum. 2/2008 tentang Parpol. (2). e. Dijabarkan dalam UU No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen. c. {Ps.

d. f. dan keadilan sosial. . i. Menjamin hak asasi warga negara. l. Kewajiban Negara terhadap Warga Negara : a. b. serta kebebasan beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya itu. Memajukan kebudayaan di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dengan memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya. h. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Mengusahakan dan menyelenggarakan sistem pendidikan nasional. Mencerdaskan kehidupan bangsa. Menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk memeluk agama dan kepercayaannya. perdamaian abadi. m. n. j. c. Memberi dan mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat serta memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. Memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari APBN dan APBD. Hak negara untuk menguasai bumi. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. o. Memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilainilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Menjamin sistem hukum yang adil. Menguasai cabang-cabang produksi terpenting bagi negara dan menguasai hidup orang banyak. 4. Menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional. k. dan kekayaan yang terkandung di dalamnya untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Memajukan kesejahteraan umum. air. e.c. Membiayai pendidikan khususnya pendidikan dasar. g.

sehingga muncul suatu identitas yang mudah dikenali sebagai warga negara. C. b. c. sejauh masalahnya tidak bersifat rahasia. Dengan demikian hak warga negara untuk tiap negara akan berbeda. Tidak diberikan oleh negara. tetapi justru negara harus menjamin keberadaannya. 5. . untuk mencari kesamaan pemikiran terhadap penyelesaian masalah yang dihadapi. Memiliki rasa hormat dan tanggung jawab. misalnya sikap dan perilaku yang selalu mendasarkan pada fakta dan data yang valid (sah) serta argumentasi yang kuat. Hak Warga Negara : a. Rasional. Memelihara fakir miskin dan anak-anak telantar. 2. yaitu : 1. Hak-hak yang sifatnya mendasar yang melekat secara otomatis dengan keberadaannya sebagai manusia sejak lahir. KARAKTERISTIK WARGA NEGARA YANG BERTANGGUNG JAWAB Karakteristik adalah sejumlah sifat atau tabiat yang harus dimiliki oleh WNI. 3. Melakukan dialog/diskusi. Bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan palayanan umum lainnya yang layak. Hak yang ditentukan dalam konstitusi suatu negara. b. Yang perlu dibedakan adalah antara hak warga negara dengan hak asasi manusia. ramah tamah. yaitu pola sikap dan perilaku berdasarkan rasio atau akal pikiran yang sehat. Bersikap kritis. Karenanya berlaku universal di seluruh dunia. Muncul karena ada ketentuan peraturan perundang-undangan dan berlaku bagi orang yang berstatus sebagai warga negara. Bersikap terbuka (transparan). Karakteristik dimaksud adalah : 1. Hak Asasi Manusia : a. q. 2. misalnya perilaku sopan santun. serta melaksanakan semua tugas dan fungsi sesuai dengan aturan/norma yang berlaku. c.p. 4.

yaitu sikap dan perilaku berdasarkan fakta dan data yang sah dan akurat. 4. meliputi : 1. politik. Adil. 3.” Adapun karakteristik WNI yang mandiri. sehingga tidak muncul kritik tentang ”kebohongan publik. Memiliki tanggung jawab pribadi. antara yang dikemukakan/diucapkan dengan kenyataan. 2. Mendorong berfungsinya demokrasi konstitusional yang sehat.6. Jujur. . yaitu sikap dan perilaku menghormati persamaan derajat dan martabat kemanusiaan. ada kesamaan antara ucapan dan tindakan. Menghargai martabat manusia dan kehormatan pribadi. Lebih-lebih hal ini bagi pejabat negara. Berpartisipasi dalam urusan pembangunan dan kemasyarakatan dengan pikiran dan sikap yang santun. sebagai warga negara. dan ekonomi. 5. 7. dalam arti. Memiliki kemandirian.

TNI berkedudukan di bawah Presiden. Peran. “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikutserta dalam usaha pertahanan keamanan negara.TNI terdiri atas TNI Angkatan Darat. “Setiap warga negara berhak dan wajib ikutserta dalam upaya pembelaan negara. dan TNI .Dalam kebijakan dan strategi pertahanan serta dukungan administrasi. Konsekuensinya setiap warga negara berhak dan wajib turutserta dalam menentukan kebijakan pembelaan negara melalui lembaga-lembaga perwakilan sesuai dengan UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.” 2. MAKNA BELA NEGARA Dalam UUD 1945 : 1. TNI di bawah koordinasi Departemen Pertahanan. serta wewenang TNI dan POLRI : a. Untuk lebih jelasnya di bawah ini dikemukakan tentang peran. Pasal 30 Ayat (1) berbunyi.BAB VI BELA NEGARA A. Usaha pembelaan dan pertahanan keamanan negara dilaksanakan melalui Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). yaitu : 1. tugas. Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) sebagai kekuatan utama. dan Tugas TNI : (1) Kedudukan : . . Pasal 27 Ayat (3) berbunyi. Kedudukan. Fungsi. TNI Angkatan Laut. . fungsi.” Dengan demikian usaha pembelaan dan pertahanan keamanan negara merupakan hak sekaligus kewajiban setiap warga negara Indonesia. Pembelaan negara dimaksud dalam implementasinya sesuai dengan kemampuan dan profesi masing-masing.Dalam pengerahan dan penggunaan kekuatan militer.

. Tugas pokok ini dilakukan dengan : . mengatasi pemberontakan bersenjata. . Dalam melaksanakan fungsi tersebut di atas. mengamankan wilayah perbatasan. TNI merupakan komponen utama sistem pertahanan negara.Operasi militer untuk perang.Penindak terhadap setiap bentuk ancaman tersebut di atas. mengamankan obyek vital nasional yang bersifat strategis. . mempertahankan keutuhan wilayah NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.Tiap-tiap angkatan mempunyai kedudukan yang sama dan sederajat. (2) Peran : TNI berperan sebagai alat negara di bidang pertahanan yang dalam menjalankan tugasnya berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara.Pemulih terhadap kondisi keamanan negara yang terganggu akibat kekacauan keamanan. mengatasi aksi terorisme. yaitu untuk : . . dan keselamatan bangsa. . (3) Fungsi : TNI sebagai alat pertahanan negara berfungsi sebagai : . (4) Tugas : Tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara. .Angkatan Udara yang melaksanakan tugasnya secara matra atau gabungan di bawah pimpinan Panglima. keutuhan wilayah. .Penangkal terhadap setiap bentuk ancaman militer dan ancaman bersenjata dari luar dan dari dalam negeri terhadap kedaulatan. mengatasi gerakan separatis bersenjata. serta melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. . . .Operasi militer selain perang. melaksanakan tugas perdamaian dunia sesuai dengan kebijakan politik luar negeri.

(2) Tugas Pokok : . . membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue). . penjagaan.POLRI dipimpin oleh KAPOLRI yang dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Presiden sesuai dengan peraturan perundang-undangan. . pengawalan. . membantu menanggulangi akibat bencana alam. dan Wewenang POLRI : (1) Kedudukan : . membantu mengamankan tamu negara setingkat kepala negara dan perwakilan pemerintah asing yang sedang berada di Indonesia. pengayoman. .POLRI berada di bawah Presiden. pengungsian. perompakan. dan penyelundupan. membantu pemerintah dalam pengamanan pelayaran dan pener- bangan terhadap pembajakan. .Memberikan perlindungan. membantu POLRI dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dengan undang-undang. dan pemberian bantuan kemanusiaan. (3) Tugas : . membantu tugas pemerintahan di daerah. memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta.Menegakkan hukum. dan pelayanan kepada masyarakat. Ketentuan tersebut di atas dilaksanakan berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara. . .Melaksanakan pengaturan. b. .Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. Tugas.. dan patroli terhadap kegiatan masyarakat dan pemerintah sesuai kebutuhan. Tugas Pokok. Kedudukan. . mengamankan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya. .

. secara umum POLRI berwenang : . kedokteran kepolisian.Melakukan koordinasi.Memelihara ketertiban dan menjamin keamanan umum. tugas lain sesuai dengan peraturan perundang- .Melayani kepentingan warga masyarakat untuk sementara sebelum ditangani oleh instansi dan/atau pihak yang berwenang. . . laboratorium forensik dan psikologi kepolisian untuk kepentingan tugas kepolisian.Menyelenggarakan identifikasi kepolisian.Memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan kepentingannya dalam lingkup tugas kepolisian.Melindungi keselamatan jiwa raga. .Turutserta dalam pembinaan hukum nasional.Membantu menyelesaikan perselisihan warga masyarakat yang dapat mengganggu ketertiban umum. . dan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa.Menerima laporan dan/atau pengaduan. . serta ketaatan warga masyarakat terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan. dan lingkungan hidup dari gangguan ketertiban dan/atau bencana termasuk memberikan bantuan dan pertolongan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia.Melaksanakan undangan. kesadaran hukum masyarakat. dan pembinaan teknis terhadap kepolisian khusus.Menyelenggarakan segala kegiatan dalam menjamin keamanan. ketertiban. harta benda. . (4) Wewenang : Dalam rangka penyelenggaran tugas pokok dan tugas tersebut di atas. penyidik pegawai negeri sipil. dan kelancaran lalu lintas di jalan.Melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap semua tindak pidana sesuai dengan hukum acara pidana dan peraturan perundang-undangan lainnya. pengawasan.. masyarakat. . .Membina masyarakat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. . .

.Mencari keterangan dan barang bukti. .Mengambil sidik jari dan identitas lainnya serta memotret seseorang. . .Menyelenggarakan pusat informasi kriminal nasional. bahan peledak.Menerima pemberitahuan tentang kegiatan politik.Melakukan tindakan pertama di tempat kejadian.. .Melaksanakan pemeriksaan khusus sebagai bagian dari tindakan kepolisian dalam rangka pencegahan.Mengeluarkan peraturan kepolisian dalam lingkup kewenangan administratif kepolisian. .Mengeluarkan surat izin dan/atau surat keterangan yang diperlukan dalam rangka pelayanan masyarakat. . dan senjata tajam.Memberikan izin dan melakukan pengawasan senjata api. . .Melakukan kerjasama dengan kepolisian negara lain dalam menyidik dan memberantas kejahatan internasional. . . POLRI berwenang : .Mencegah dan menaggulangi tumbuhnya penyakit masyarakat. .Menerima dan menyimpan barang temuan untuk sementara waktu.Memberikan surat izin mengemudi kendaraan bermotor. dan melatih aparat kepolisian khusus dan petugas pengamanan swakarsa dalam bidang teknis kepolisian. mendidik. serta kegiatan masyarakat. .Memberikan izin dan mengawasi kegiatan keramaian umum dan kegiatan masyarakat lainnya. . . .Memberikan petunjuk.Menyelenggarakan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan lainnya. .Memberikan izin operasional dan melakukan pengawasan terhadap badan usaha di bidang jasa mengamanan.Mengawasi aliran yang dapat menimbulkan perpecahan atau mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.Memberikan bantuan pengamanan dalam sidang dan pelaksanaan putusan pengadilan. . kegiatan instansi lain.

Menyerahkan berkas perkara kepada penuntut umum. . .Melaksanakan kewenangan lain yang termasuk dalam lingkup tugas kepolisian.Memanggil orang untuk didengar dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi. . . . .Mengajukan permintaan secara langsung kepada pejabat imigrasi yang berwenang di tempat pemeriksaan imigrasi dalam keadaan mendesak atau mendadak untuk mencegah atau menagkal orang yang disangka melakukan tindak pidana. .Menyuruh berhenti orang yang dicurigai dan menanyakan serta memeriksa tanda pengenal diri.Mengadakan penghentian penyidikan.Mendatangkan orang ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan pemeriksaan perkara.Melakukan pengawasan fungsional kepolisian terhadap orang asing yang berada di wilayah Indonesia dengan koordinasi instansi terkait.Tidak bertentangan dengan suatu aturan hukum. . penggeledahan.Mewakili pemerintah RI dalam organisasi kepolisian internasional. .Melarang setiap orang meninggalkan atau memasuki tempat kejadian perkara untuk kepentingan penyidikan.Melakukan penangkapan. . POLRI berwenang untuk : .Mengadakan tindakan lain menurut hukum yang bertanggung jawab. dan penyitaan.Memberi petunjuk dan bantuan penyidikan kepada penyidik pegawai negeri sipil serta menerima hasil penyidikan penyidik pegawai negeri sipil untuk diserahkan kepada penuntut umum.. . penahanan. . . Tindakan lain adalah tindakan penyelidikan dan penyidikan yang dilaksanakan jika memenuhi syarat sebagai berikut : .Melakukan pemeriksaan dan penyitaan surat. Di bidang proses pidana.Membawa dan menghadapkan orang kepada penyidik dalam rangka penyidikan. .

. Menjadi anggota TNI atau POLRI. serta Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP).Selaras dengan kewajiban hukum yang mengharuskan tindakan tersebut dilakukan. masuk akal. 2. (4) Perlawanan rakyat. kesusilaan. Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya POLRI senantiasa bertindak berdasarkan norma hukum dan mengindahkan norma agama. . yaitu : (1) Ketertiban umum. . Komponen pendukung adalah sumber daya nasional yang dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan dan kemampuan komponen utama dan cadangan. serta menjunjung tinggi hak asasi manusia. Pendidikan kewarganegaraan di sekolah-sekolah termasuk perguruan tinggi. kesopanan. b. 1. Adapun sumber daya nasional meliputi sumber daya manusia. Pelatihan dasar kemiliteran secara wajib (Wamil). Rakyat sebagai kekuatan Pendukung.. (2) Perlindungan masyarakat.Harus patut. Pertahanan Sipil (Hansip) atau Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang tergabung dalam Wanra dan Kamra. Bela Negara secara Fisik : a. (3) Keamanan rakyat. misalnya Resimen Mahasiswa (Menwa). Mitra Babinsa.Pertimbangan yang layak berdasarkan keadaan yang memaksa. Pengabdian sesuai dengan profesi masing-masing. Adapun Ratih mempunyai empat fungsi. Wujud bela negara mencakup pengertian bela negara secara fisik dan nonfisik. Dan lebih diutamakan adalah tindakan pencegahan. Ikut pelatihan dasar kemiliteran melalui program Rakyat Terlatih (Ratih) yang terdiri dari berbagai unsur. c.Menghormati hak asasi manusia. dan sumber daya buatan. dan termasuk dalam lingkungan jabatannya. Keikutsertaan atau peranan rakyat (warga negara) dalam bela negara diselenggarakan melalui : a. b. sumber daya alam. .

termasuk menghayati arti demokrasi dengan menghargai perbedaan pendapat dan tidak me-maksakan kehendak. Meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. misalnya : Dokter di rumah sakit militer. . Berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara dengan berkarya nyata (bukan retorika). c. Sementara fungsi yang keempat dilakukan dalam keadaan darurat perang. Mereka yang telah mengikuti latihan dasar kemiliteran akan menjadi cadangan TNI. Keterlibatan warga negara dalam bela negara secara nonfisik dapat dilakukan dengan berbagai bentuk. dapat pula dipertimbangkan wajib militer (wamil) bagi warga negara yang memenuhi syarat. dsb. mereka dapat dimobilisasi dalam waktu singkat untuk tugas-tugas tempur maupun teritorial. Dalam keadaan darurat. Bela Negara secara Nonfisik : Bela negara tidak selalu berarti harus memanggul senjata menghadapi musuh atau bersifat militeristik. pengacara di dinas hukum atau oditur militer di pengadilan militer. sehingga ratih merupakan unsur bantuan tempur bagi pasukan reguler TNI yang terlibat langsung di medan perang. misalnya saat terjadi bencana alam dan darurat sipil. Menanamkan kecintaan terhadap tanah air (patriotisme) melalui pengabdian yang tulus kepada masyarakat.Tiga fungsi pertama dilakukan pada masa damai. akuntan di biro keuangan instansi militer. dan dalam segala situasi. dan setelah lulus menjadi sarjana dapat ditugaskan/ditempatkan sesuai dengan profesi masing-masing dalam kehidupan militer. Para mahasiswa di perguruan tinggi biasanya menjadi Perwira Cadangan (Pacad). Jika keadaan ekonomi dan keuangan negara memungkinkan. misalnya : a. psikolog di dinas psikologi militer. b. 2. sepanjang masa. di mana ratih membantu pemerintah daerah menangai keamanan dan ketertiban masyarakat.

Meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap hukum/undang-undang dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. IDENTIFIKASI ANCAMAN TERHADAP BANGSA DAN NEGARA Ancaman adalah setiap usaha dan kegiatan baik dari dalam maupun luar negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan negara. dan keselamatan segenap bangsa. 20 Tahun 1982 tentang Pokok-pokok Pertahanan Kemanan Negara. hanya satu istilah saja. Ancaman mencakup hal yang sangat luas dan spektrum yang senantiasa berubah/berkembang dari waktu ke waktu. dan Gangguan). Menurut UU No. Ancaman : Suatu hal atau upaya yang bersifat dan bertujuan mengubah dan merombak kebijakan negara yang dilaksanakan secara konsepsional. Akan tetapi untuk pengetahuan. UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. UU No. B. UU No. 3. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. c. b. di bawah ini dikemukakan pengertian daripada ancaman. 3 Tahun 2002 yang menggantikannya. Tantangan : Suatu hal atau upaya yang bersifat atau bertujuan menggugah kemampuan. keutuhan wilayah negara. tantangan. ancaman mencakup ATHG (Ancaman. Hambatan. dan berasal dari dalam. dan gangguan dimaksud. Ancaman inilah yang perlu diatasi melalui keikutsertaan warga negara dalam bela negara. Hambatan : Suatu hal yang bersifat melemahkan atau menghalangi tetapi tidak secara konsepsional. sedangkan menurut UU No. 1. e. Tantangan. Peraturan perundang-undangan sebagai pelaksanaan Pasal 30 UUD 1945 yang berkaitan dengan bela negara hingga saat ini adalah : a.d. yaitu ancaman. 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. Pembekalan mental spiritual di kalangan masyarakat agar dapat menangkal pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan norma kehidupan bangsa dengan lebih bertaqwa terhadap Tuhan YME melalui ibadah sesuai dengan agama masing-masing. . hambatan. 2.

narkoba. pencurian kekayaan alam. Blokade terhadap pelabuhan/pantai atau wilayah udara NKRI oleh angkatan bersenjata negara lain. Pengiriman kelompok bersenjata atau tentara bayaran oleh negara lain untuk melakukan tindak kekerasan di wilayah NKRI. berupa serangan oleh kekuatan militer negara lain terhadap wilayah NKRI. Unsur angkatan bersenjata negara lain yang berada di wilayah NKRI berdasarkan perjanjian. .4. dengan penggunaan kekuatan bersenjata oleh negara lain terhadap kedaulatan negara. Pelanggaran wilayah yang dilakukan negara lain. sosial-budaya. tetapi tindakannya bertentangan dengan isi perjanjian. 2. Dewasa ini ancaman terhadap kedaulatan negara yang semula bersifat konvensional (fisik) berkembang menjadi multi dimensional (fisik dan nonfisik). Terdapat dua bentuk ancaman. Agresi. Bentuk ancaman militer mencakup : 1. e. Bombardemen (pengeboman) dengan senjata terhadap wilayah NKRI. keutuhan wilayah. dll. AL atau AU negara kita. ekonomi. Gangguan : Suatu hal atau upaya yang mengusik kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara RI. perusakan lingkungan. Invasi. baik berasal dari dalam maupun luar negeri. dan keselamatan bangsa. Serangan unsur angkatan bersenjata negara lain terhadap unsur satuan TNI AD. b. c. dengan cara : a. perompak (bajak laut). baik dengan menggunakan kapal maupun pesawat nonkomersial. yaitu ancaman militer dan ancaman nonmiliter. imigran gelap. Tindakan suatu negara yang mengizinkan penggunaan wilayahnya oleh negara lain sebagai daerah persiapan untuk melakukan agresi terhadap NKRI. f. Ancaman multi dimensional dimaksud dapat bersumber dari permasalahan ideologi. politik. maupun keamanan yang terkait dengan kejahatan internasional seperti terorisme. d. g.

3. Spionase yang dilakukan negara lain untuk mencari/mendapatkan rahasia militer; 4. Sabotase untuk merusak instalasi militer atau obyek vital nasional yang membahayakan keselamatan bangsa; 5. Asksi teror bersenjata yang dilakukan oleh jaringan terorisme internasional atau yang bekerjasama dengan terorisme dalam negeri yang bereskalasi tinggi sehingga membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan bangsa; 6. Pemberontakan bersenjata di dalam negeri; 7. Perang saudara antar kelompok masyarakat bersenjata di dalam negeri, dsb. Sebenarnya dalam jangka waktu pendek ancaman dari luar negeri relatif kecil kemungkinannya mengingat upaya diplomasi negara dan peran PBB, serta opini dunia internasional yang akan mencegah atau sekurang-kurangnya membatasi negara lain untuk menggunakan kekuatan bersenjata terhadap NKRI, namun tetap kita harus selalu waspada. Ancaman yang paling mungkin adalah kejahatan yang terorganisasi yang dilakukan oleh aktor-aktor nonnegara untuk memperoleh keuntungan dengan memanipulasi kondisi dalam negeri dan keterbatasan dan kelemahan aparatur pemerintah. Bentuk ancaman nonmiliter adalah upaya menghancuran moral dan budaya bangsa melalui disinformasi, propaganda negatif, peredaran narkoba, film-film porno, senibudaya yang tidak sesuai dengan ajaran agama dan nilai-nilai Pancasila, dll. yang mempengaruhi bangsa terutama generasi muda. Berdasarakan ”Buku Putih” yang disusun oleh Departemen Pertahanan RI tahun 2003, ancaman yang dihadapi bangsa Indonesia lebih kompleks lagi. Prakiraan ancaman dimaksud antara lain : 1. Gerakan separatis yang berusaha memisahkan diri dari NKRI; 2. Aksi radikalisme yang berlatar belakang primordial etnis, ras, dan agama, serta ideologi di luar Pancasila, baik yang berdiri sendiri maupun yang memiliki keterkaitan dengan kekuatan-kekuatan di luar negeri.

3. Konflik komunal

yang kendati bersumber dari masalah sosial-ekonomi,

kemudian dapat berkembang menjadi konflik antar suku, ras/keturunan, dan agama (Sara) dalam skala yang luas. 4. Kejahatan lintas negara seperti penyelundupan barang, senjata, amunisi, dan bahan peledak, penyelundupan manusia, narkoba, pencician uang (money loundry), serta bentuk-bentuk kejahatan lainnya. 5. Kegiatan imigrasi gelap yang menjadikan Indonesia sebagai tujuan maupun bantu lancatan ke negara lain. 6. Gangguan keamanan laut seperti pembajakan/perompakan, penangkapan ikan secara ilegal, pencemaran, dan perusakan ekosistem. 7. Gangguan keamanan udara seperti pembajakan udara, pelanggaran wilayah udara RI, dan terorisme melalui transportasi udara. 8. Perusakan lingkungan seperti pembakaran hutan, perambahan/pembalakan liar hutan (illegal loging), pembuangan limbah beracun dan berbahaya, dll. 9. Bencana alam dan dampaknya terhadap keselamatan bangsa.

BAB VII DEMOKRASI

A. PENGERTIAN DEMOKRASI Secara bahasa (etimologis), demokrasi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “demos” yang berarti rakyat, dan “cratos” atau “cratein” yang berarti kekuasaan atau pemerintahan. Jadi, demokrasi adalah kekuasaan atau pemerintahan rakyat. Konsep demokrasi lahir dari Yunani kuno dalam kehidupan bernegara antara abad 4 sM s/d abad ke 6 M. Pada waktu itu yang dipraktekkan adalah demokrasi langsung (direct democracy), karena berupa negara kota (polis, city states) yang pendukungnya terbatas pada sebuah kota Athena dan daerah sekitarnya lk. 300.000 orang. Meskipun ada keterlibatan seluruh warga, tetapi masih ada pembatasan, misalnya para perempuan, anak, dan budak, tidak berhak ikutserta dalam pemerintahan. Dengan perkembangan zaman dan jumlah penduduk yang bertambah banyak, timbul juga demokrasi tidak langsung (melalui perwakilan) dengan alasan : 1. Tidak ada tempat untuk menampung seluruh warga yang jumlahnya cukup banyak. 2. Dengan jumlah warga yang banyak, sulit melaksanakan musyawarah dengan baik. 3. Mufakat bulat sulit tercapai karena sulitnya memungut suara dari warga yang hadir. 4. Masalah yang dihadapi negara semakin kompleks dan rumit, sehingga dibutuhkan orang-orang yang secara khusus mempunyai keahlian berkecimpung dalam menyelesaikan masalah tersebut. Jadi, demokrasi atas dasar penyaluran kehendak rakyat ada dua macam, yaitu demokrasi langsung dan demokrasi tidak langsung. Secara terminologis, banyak definisi demokrasi yang dikemukakan oleh para ahli dengan sudut pandang berbeda. Berikut ini adalah definisi-definisi dimaksud.

1. Harris Soche : Demokrasi adalah bentuk pemerintahan rakyat, karena itu kekuasaan pemerintahan melekat pada diri rakyat, diri orang banyak, dan merupakan hak bagi rakyat atau orang banyak untuk mengatur, mempertahankan, dan melindungi dirinya dari paksaan dan pemerkosaan orang lain atau badan yang diserahi untuk memerintah.

2. Henry B. Mayo : Sistem politik demokratis adalah sistem yang menunjukkan bahwa kebijakan umum ditentukan atas dasar mayoritas oleh wakil-wakil yang diawasi secara efektif oleh rakyat dalam pemilihan-pemilihan berkala yang didasarkan atas prinsip kesamaan politik dan diselenggarakan dalam suasana terjaminnya kebebasan politik. 3. C.F. Strong : Suatu sistem pemerintahan dalam mana mayoritas anggota dewasa dari masyarakat politik ikutserta atas dasar sistem perwakilan yang menjamin bahwa pemerintah akhirnya mempertanggungjawabkan tindakan-tindakannya kepada mayoritas itu. 4. Samuel P. Huntington : Sistem politik sebagai demokratis sejauh para pembuat keputusan kolektif yang paling kuat dalam sistem itu dipilih melalui pemilihan umum yang jujur, adil, dan berkala, dan di dalam sistem itu para calon bebas bersaing untuk memperoleh suara dan hampir semua penduduk dewasa berhak memberikan suara. 5. International Commission for Jurist : Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan di mana hak untuk membuat keputusan-keputusan politik diselenggarakan oleh warga melalui wakil-wakil yang dipilih oleh mereka dan bertanggung jawab kepada mereka melalui suatu proses pemilihan yang bebas. 6. Abraham Lincon (AS, 1863) :

yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh seseorang sebagai pemimpin tertinggi dan dijalankan untuk kepentingan pribadi sang pemimpin. terjaminnya kepentingan rakyat dalam tugas-tugas pemerintahan. . KONSEP DEMOKRASI Konsep demokrasi pada masa sekarang ini tidak saja difahami sebagai bentuk pemerintahan. 2. oleh rakyat. Sementara itu kedaulatan rakyat pada hakekatnya merupakan kebijakan yang dibuat atas kehendak rakyat untuk kepentingan rakyat. dan sarana penting untuk mencapai kemajuan dengan memberikan hasil maksimal dari usaha orang tanpa adanya pembatasan dari penguasa. dibedakan menjadi : a. c. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh seseorang (Raja) sebagai pemimpin tertinggi dan dijalankan untuk kepentingan rakyat. by the people. yaitu : 1. 1. Pembagian bentuk pemerintahan menurut Plato (429-347). Sementara itu secara substantif. b. dan untuk rakyat (government of the people. dan kedua. and for the people). Kebebasan/persamaan (freedom/equality). kecil kemungkinan terjadi penyalahgunaan kekuasaan. Kebebasan dan persamaan adalah pondasi demokrasi. Demokrasi sebagai Bentuk Pemerintahan : Konsep ini berasal dari para filsuf Yunani. yaitu pertama. Perwujudan lain konsep kedaulatan rakyat adalah pengawasan oleh rakyat. Aristokrasi. dan sebagai sikap hidup. Mekanisme semacam ini akan mencapai dua hal. prinsip utama dalam demokrasi menurut Maswadi Rauf (1997) ada dua. tetapi juga sebagai sistem politik. Tirani.Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat. B. Demokrasi karenanya merupakan pelembagaan dari kebebasan. Monarki. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh sekelompok orang dan dijalankan untuk kepentingan rakyat banyak. Kedaulatan rakyat (people’s sovereignity).

Huntington (2001). rezim militer.d. yaitu sistem politik demokrasi. diktator. Menurut Nicollo Machiavelli. Pengangkatan/penunjukannya berdasarkan pemilihan. Sedangkan sistem politik nondemokrasi adalah sistem pemerintahan yang tidak menjalankan prinsip-prinsip demokrasi. 3. Sultan. b. misalnya otoriter. bentuk merosotnya. Aristokrasi c. tidak faham tentang pemerintahan. Republik. Monarki. Huntington. yaitu : a. Pengangkatan/penunjukannya berdasarkan keturunan atau pewarisan. monarki absolut. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh rakyat. e. okhlokrasi. Monarki b. sistem politik dibedakan menjadi dua. bentuk pemerintahan ada dua. dan sistem komunis. rezim satu partai. Mayo dan S. Demokrasi. bentuk merosotnya.P. yaitu bentuk pemerintahan kerajaan. tirani. tidak berpendidikan. demokrasi bentuk merosotnya. dan sistem politik nondemokrasi. oligarki. atau Kaisar. Oligarki. Demokrasi sebagai Sistem Politik : Sistem politik cakupannya lebih luas dari sekedar bentuk pemerintahan. Hal ini terlihat dari definisi demokrasi yang diberikan Henry B. f.P. tetapi yang tidak tahu apa-apa. sehingga pemerintahan yang dijalankan tidak berhasil untuk kepentingan rakyat banyak. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh rakyat dan dijalankan untuk kepentingan rakyat banyak. Republik Pendapat lain. totaliter. Pemimpin negara umumnya bergelar Raja. Sistem politik demokrasi adalah sistem pemerintahan dalam suatu negara yang menjalankan prinsip-prinsip demokrasi. bentuk merosotnya. Ratu. demokrasi. Sementara itu bentuk pemerintahan menurut Aristoteles : a. Mobokrasi/Okhlokrasi. yaitu bentuk pemerintahan yang dipimpin oleh seorang Presiden atau Perdana Menteri. Menurut S. . yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh sekelompok orang dan dijalankan untuk kelompok itu sendiri.

Manajemen yang terbuka. o. atau diktator. Perlindungan terhadap hak asasi manusia. b. Pemilihan umum yang bebas. k. l. eksekutif. p. demikian juga ada negara republik yang demokratis dan ada yang diktator/otoriter. bergantung pada prinsip-prinsip yang dijalankannya. Pemerintahan berdasarkan hukum (rule of law). Konstitusi/undang-undang dasar yang demokratis. f. d. Pemerintahan dengan diskusi. r. Pemerintahan mayoritas. Prinsip persetujuan. Penempatan pejabat pemerintahan dengan merit sistem bukan spoil sistem. m. c. Jaminan terhadap kebebasan individu dalam batas-batas tertentu.Akan tetapi dalam kenyataannya. Peradilan yang bebas dan tidak memihak. dan ada yang diktator/otoriter. h. dan yudikatif berada pada badan badan yang berbeda. Menurut Sukarna (1981). i. t. g. n. Pengakuan terhadap hak-hak minoritas. q. Pengawasan terhadap administrasi negara. s. prinsip-prinsip sistem politik demokrasi adalah : a. ada negara kerajaan yang demokratis. Penyelesaian secara damai bukan kompromi. Pembagian kekuasaan : Legislatif. e. Adapun prinsip-prinsip sistem politik kediktatoran/otoriter adalah : . j. Pemerintahan konstitusional. Mekanisme politik yang berubah antara kehidupan politik masyarakat dengan kehidupan politik pemerintah. Partai politik lebih dari satu dan mampu melaksanakan fungsinya. Pers yang bebas. Kebijakan pemerintah dibuat oleh badan perwakilan politik tanpa paksaan dari lembaga mana pun. bisa saja bentuk pemerintahan monarki (kerajaan) dan republik pun merupakan negara demokrasi. Dengan demikian.

m. h. berpendapat. Tidak ada kebebasan berbicara. dan bisa diintervensi oleh penguasa. dan yudikatif) dijalankan oleh satu lembaga saja. tidak berdasarkan hasil musyawarah. . Negara Hukum (Rechstaats atau The Rule of Law) yang memberikan perlindungan hukum bagi warga negara melalui pelembagaan peradilan yang bebas dan tidak memihak serta penjaminan hak asasi manusia. Tidak ada jaminan hak-hak dan kebebasan individu. tetapi berdasarkan kekuasaan. o. dan kebebasan dari rasa takut. ekonomi. d. Menekan dan tidak mengakui hak-hak minoritas. ada parpol yang memonopoli kekuasaan. dan politik menurut A. beragama. sangat bergantung pada keberadaan dan peran yang dijalankan oleh unsur-unsur penopang tegaknya demokrasi. j. Terdapat satu partai politik. f. Ubaedillah dan Abdul Rozak dkk. Tidak ada perlindungan hak asasi manusia. Prinsip dogmatisme dan banyak doktrin. i. b. Badan peradilan tidak bebas. berpendapat. hanya untuk memperkuat keabsahan penguasa. c. Tidak ada pengawasan administrasi dan birokrasi. e. Mekanisme kehidupan politik dan sosial tidak dapat berubah. Pembentukan pemerintahan melalui dekrit. bahkan pelanggaran. Pemerintahan tidak berdasarkan konstitusi. n. Supremasi kekuasaan dan ketidaksamaan di depan hukum (rule of power). dari ICCE-UIN Jakarta.a. sosial. Ketiga macam kekuasaan (legislatif. Unsur-unsur pendukung tegaknya demokrasi sebagai sebuah tatanan kehidupan kenegaraan. misalnya kebebasan berbicara. pemerintahan. yaitu : a. Pemilihan umum tidak demokratis. dan kalaupun banyak. k. Penyelesaian perpecahan atau perbedaan dengan cara kekerasan dan paksaan. dan pers. eksekutif. l. g. Kalaupun ada konstitusi. konstitusinya memberikan kekuasaan besar kepada negara/pemerintah. Manajemen dan kepemimpinan tertutup dan tidak bertanggung jawab. p.

bebas dari dominasi dan tekanan negara. Demokrasi membutuhkan usaha nyata dari setiap warga maupun penyelenggara negara untuk berperilaku mendukung pemerintahan dan sistem . yaitu : a. Hingga saat ini diyakini banyak kalangan bahwa pemilu sebagai salah satu instrumen penting dalam proses pergantian pemerintahan. d. dan berkembang dengan sendirinya. yaitu : a. Susunan kekuasaan negara yang dijalankan secara distributif untuk menghindari penumpukan kekuasaan dalam satu tangan atau satu wilayah. yaitu masyarakat yang ciri-cirinya terbuka. Aliansi Kelompok Strategis yang terdiri dari partai politik. egaliter. dan adanya mekanisme yang memungkinkan kontrol dan keseimbangan (check and balance) terhadap kekuasaan yang dijalankan eksekutif dan legislatif. tumbuh. c. c. akan tetapi mempunyai ukuran atau parameter sehingga suatu negara dapat dikatakan demokratis atau tidak. Pengawasan rakyat. Untuk mendukung terlaksananya demokrasi. Kesadaran akan adanya pluralisme. Demokrasi sebagai Sikap Hidup : Pemerintahan atau sistem politik tidak datang. e. Pemilihan umum sebagai proses pembentukan pemerintahan. persamaan hak dan kewajiban. kelompok gerakan dan kelompok penekan (pressure group) atau kelompok-kelompok kepentingan termasuk di dalamnya pers yang bebas dan bertanggung jawab. Sejalan dengan tujuan. b. Kebebasan nurani. Musyawarah. c. f.b. Ada norma kejujuran dan mufakat. perlu didukung oleh enam norma/ kaidah pokok yang dibutuhkan oleh tatanan masyarakat pluralis. Percobaan dan salah (trial and error). Demokrasi tidak sekedar wacana yang mengandung prinsip-prinsip demokrasi. 4. memiliki sambungan yang jelas. yakni suatu relasi kuasa yang berjalan secara simetris. Masyarakat Madani (Civil Society).’ b. Dalam hal ini ada tiga aspek yang dapat dijadikan parameter sejauh mana demokrasi itu berjalan.

5. Demokrasi Tengah. Perilaku demokrasi sebagai sikap atau pola/pandangan hidup dikemukakan pula oleh : a. Rakyat harus mengatakan ”ya” apabila sudah diputuskan oleh sang pemimpin. Padmo Wahyono (BP-7 Pusat). yang berdasarkan atas kemerdekaan perseorangan/individualisme. dan naziisme di Jerman pada zaman Adolf Hitler. 2. bahwa demokrasi adalah pandangan hidup yang dicerminkan dari perlunya partisipasi warga negara dalam membentuk nilai-nilai yang mengatur kehidupan bersama.politik demokrasi. yang umumnya dianut oleh negara-negara barat dan Amerika Serikat. baik oleh rakyat (masyarakat) maupun pemerintah. Demokrasi Timur atau Demokrasi Komunis. MACAM-MACAM DEMOKRASI Menurut C. Kansil (2005). b. 4. C. yaitu fascisme di Italia pada zaman Mussolini.S. Demokrasi Sederhana. Demokrasi Barat atau Demokrasi Kapitalis/Liberal. Pada kenyataanya mereka adalah diktator. John Dewey. Kaum komunis menganggap bahwa mereka adalah regu pelopor bagi kaum buruh seluruh dunia (proletar) yang berdasarkan kerakyatan dan menentang kapitalisme. yang ada di desa-desa. macam-macam demokrasi adalah : 1. yang dijalankan oleh satu partai saja yang mengatasnamakan seluruh rakyat. bahwa demokrasi sebagai way of life dalam seluk-beluk sendi kehidupan bernegara. Demokrasi Terpimpin (Geleide Democratie) menurut istilah Bung Karno (Ir. Mohamad Hatta). c. 3. bahwa demokrasi adalah pola kehidupan berkelompok yang sesuai dengan keinginan dan pandangan hidup orangorang yang berkelompok tersebut. Tim ICCE-UIN Jakarta (2003). berdasarkan gotong-royong dan musyawarah untuk mencapai kesepakatan/mufakat. Soekarno) dan Demokrasi Terdidik menurut istilah Bung Hatta (Drs.T. Maksudnya berhubung ada jarak antara para pemimpin . karena hanya diktator saja yang dapat bertindak sebagai wakil rakyat yang sewenang-wenang.

27 Tahun 2009 tentang MPR. menjadi pemenang. pasal/ayat tersebut dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945 dan karenanya tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat. Namun kenyataan dewasa ini di Indonesia. DEMOKRATISASI Demokratisasi adalah penerapan kaidah-kaidah atau prinsip-prinsip demokrasi pada setiap kegiatan politik kenegaraan. Perjuangan merebut kemenangan bukanlah sesuatu hal antara hidup dan mati. Sementara untuk proses pemakzulan (impeachment) Presiden di MPR harus disetujui oleh 2/3 dari paling sedikit ¾ anggota MPR yang hadir.(kaum intelek) dengan rakyat. Hak ini dalam prosenya ternyata tidak mudah karena adanya ketentuan dalam Undang-Undang No.” Sebagai salah satu fenomena demokrasi di lembaga perwakilan rakyat adalah adanya Hak Menyatakan Pendapat. E. artinya setengah dari seluruh yang memberikan suara ditambah satu. dari pengalaman pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah. Golongan yang kecil (kalah) tetap berhak duduk dalam pemerintahan. yaitu dalam Pasal 184 Ayat (4) yang menyatakan bahwa HPM harus disetujui oleh ¾ dari jumlah anggota DPR. DPR. Dengan demikian kembali pada demokrasi sederhana melalui rumus ½ + 1 tersebut di atas. Antara pemenang dan yang kalah harus saling menerima dan menghormati. maka untuk melaksanakan demokrasi para pemimpin harus memimpin atau mendidik rakyat berdemokrasi. yang terjadi adalah kekacauan karena umumnya orang-orang yang bersangkutan ”siap menang tetapi tidak siap kalah. CIRI-CIRI DEMOKRASI Ciri demokrasi adalah setiap keputusan selalu diambil berdasarkan kelebihan suara atau suara terbanyak. DPD dan DPRD. D. Biasanya 50 + 1. Demokratisasi merujuk pada proses perubahan . Khusus untuk proses HPM di DPR kembali pada aturan yaitu diusulkan oleh 2/3 dari jumlah anggota. 23-26/PUU-VIII/2011 tanggal 12 Januari 2011. Atas hasil uji materil pada pasal/ayat ini oleh Mahkamah Konstitusi dengan Putusan No.

menuju pada sistem pemerintahan yang lebih demokratis, tujuannya adalah terbentuknya kehidupan politik yang bercirikan demokrasi. Demokratisasi berlangsung melalui beberapa tahapan, yaitu : 1. Pergantian dari penguasa nondemokrasi ke penguasa demokrasi. 2. Pembentukan lembaga-lembaga dan tertib politik demokrasi. 3. Konsolidasi demokrasi. 4. Prektek demokrasi sebagai budaya politik bernegara. Sementara itu menurut S.P. Huntington, proses demokratisasi melalui tiga tahapan, yaitu : 1. Pengakhiran rezim nondemokrasi. 2. Pengukuhan rezin demokratis. 3. Pengkonsolidasian sistem yang demokrasi. Demokratisasi juga berarti proses penegakkan nilai-nilai (kultur) demokrasi, sehingga sistem politik demokratis dapat terbentuk secara bertahap. Lain daripada itu harus ada lembaga (struktur) demokrasi, dan ciri demokrasi. 1. Nilai-nilai (Kultur) Demokrasi : Henry B. Mayo dalam Miriam Budiardjo (1990) menyebutkan delapan nilai demokrasi, yaitu : a. Menyelesaikan pertikaian-pertikaian secara damai dan sukarela; b. Menjamin terjadinya perubahan secara damai dalam suatu masyarakat yang selalu berubah; c. Pergantian penguasa dengan teratur; d. Penggunaan paksaan sesedikit mungkin; e. Pengakuan dan penghormatan terhadap keanekaragaman; f. Menegakkan keadilan; g. Memajukan ilmu pengetahuan; h. Pengakuan dan penghormatan terhadap kebebasan. Sementara itu nilai-nilai atau kultur demokrasi menurut Zamroni (2001) adalah :

a. Toleransi; b. Kebebasan mengemukakan pendapat; c. Menghormati perbedaan pendapat; d. Memahami keanekaragaman dalam masyarakat; e. Terbuka dan komunikasi; f. Menjunjung nilai dan martabat kemanusiaan; g. Percaya diri; h. Tidak bergantung pada orang lain; i. Saling menghargai; j. Mampu mengekang diri; k. Kebersamaan; l. Keseimbangan. Nilai-nilai yang terkandung dalam demokrasi tersebut di atas, menjadi sikap dan budaya demokrasi yang perlu dimiliki warga negara dalam rangka mengembangkan pemerintahan yang demokratis. Karenanya demokrasi perlu ditanamkan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. 2. Lembaga (Struktur) Demokrasi : Lembaga-lembaga demokrasi diperlukan untuk melaksanakan nilai-nilai demokrasi dan menopang sistem politik demokrasi. Menurut Miriam Budiardjo (1997), lembaga-lembaga demokrasi dimaksud adalah : a. Pemerintahan yang bertanggung jawab; b. Suatu dewan perwakilan rakyat yang mewakili golongan dan kepentingan dalam masyarakat yang dipilih melalui Pemilu yang bebas dan rahasia. Dewan ini melakukan pengawasan terhadap pemerintah; c. Suatu organisasi politik yang mencakup lebih dari satu partai politik (sistem dwi atau multi partai). Partai menyelenggarakan hubungan yang kontinyu dengan masyarakat; d. Pers dan media massa yang bebas untuk menyatakan pendapat; e. Sistem peradilan yang bebas untuk menjamin hak asasi manusia dan mempertahankan keadilan;

Dengan demikian, untuk keberhasilan demokrasi dalam suatu negara terdapat dua hal penting : a. Tumbuh dan berkembangnya nilai-nilai demokrasi yang menjadi sikap dan pola hidup masyarakat dan penyelenggara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara (kultur); b. Terbentuk dan berjalannya lembaga-lembaga demokrasi dalam sistem politik dan pemerintahan (struktur).

3. Ciri Demokrasi : Menurut Maswadi Rauf (1997), ciri-ciri demokrasi adalah : a. Berlangsung secara evolusioner, artinya perlahan, bertahap, begian demi bagian; b. Proses perubahan secara persuasif dan bukan koersif, artinya dilakukan bukan dengan paksaan, tekanan atau kekerasan, tetapi dengan musyawarah yang melibatkan seluruh warga negara; c. Proses yang tidak pernah selesai, artinya akan berlangsung terus-menerus. Hal ini karena yang benar-benar demokrasi tidak akan pernah ada, tetapi sedapat mungkin harus mendekatkan pada kriteria demokrasi.

F. DEMOKRASI DI INDONESIA 1. Demokrasi Desa : Sejak dulu desa-desa di Indonesia sudah menjalankan demokrasi, misalnya dengan pemilihan kepala desa dan adanya rembug desa. Inilah yang disebut

demokrasi asli. Demokrasi desa mempunyai lima unsur, yaitu : a. Rapat; b. Mufakat; c. Gotong-royong; d. Hak mengadakan protes bersama; e. Hak menyingkir dari kekuasaan raja absolut.

c... Negara Indonesia berdasar atas Hukum (rechtsstaat) tidak berdasar atas kekuasaan belaka (machtsstaat). telah dianut dan dilaksanakan demokrasi liberal. maka disusunlah .. akan tetapi dapat dikembangkan menjadi konsep demokrasi Indonesia yang modern.” Perhatikan pula Penjelasan UUD 1945 dalam sistem pemerintahan negara. Demokrasi di bidang politik. memang seharusnya yang dianut dan dilaksanakan adalah demokrasi Pancasila. Indonesia ialah negara yang berdasar atas Hukum (Rechtsstaat). dan keadilan sosial. Perhatikan kalimat tersebut di atas pada kata Republik Indonesia. ”. Perhatikan kalimat pada alinea keempat selanjutnya. Menurut Hohamad Hatta. Perhatikan bunyi kalimat pada elinea keempat. Demokrasi di bidang sosial.Demokrasi desa tidak dapat dijadikan pola demokrasi untuk Indonesia modern... mencerdaskan kehidupan bangsa. dan sejak tahun 1966 demokrasi Pancasila. Perhatikan kalimat. Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. ”. ”I. Pemerintahan yang konstitusional..” d. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. b. yaitu : a.” b. 2. Kedaulatan rakyat.yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat . Demokrasi Pancasila : Semenjak negara Republik Indonesia berdiri tahun 1945. c. Republik. Demokrasi di bidang ekonomi.. demokrasi terpimpin. perdamaian abadi. Negara berdasar atas hukum. ”. Sesuai dengan UUD 1945. 1. Nilai-nilai yang terjabar dari nilai-nilai Pancasila sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 adalah : a.. demokrasi Indonesia modern harus meliputi tiga hal.

Lahirnya konsep demokrasi dapat ditelusuri mulai pada sidang BPUPKI (1945) yang pada umumnya para founding father menghendaki bahwa negara Indonesia merdeka haruslah negara demokrasi. berarti kedaulatan rakyat yang dilaksanakan menurut hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan (sila keempat Pancasila). memandang perlu pencantuman hak-hak warga negara dalam undangundang dasar. Yamin. Soepomo dan Ir. Dalam arti sempat. R.. Prinsip Ketuhanan..” yang tidak lain adalah sila pertama Pancasila. Moh. menentang dimasukkannya hak-hak tersebut dalam konstitusi. . Perhatikan kalimat. Perkembangan Demokrasi di Indonesia : Perkembangan demokrasi di Indonesia mengalami pasang surut. Perhatikan kalimat.. Periodisasi pelaksanaan demokrasi Indonesia menurut Miriam Budiardjo (1997) adalah : . berarti kedaulatan rakyat yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila dalam berbagai bidang kehidupan berbangsa dan bernegara (epoleksosbudhankamag). Prinsip musyawarah.Kemerdekaan Kebangsaan itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia . Pandangan pertama yang diwakili Mr. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan .. yang Demokrasi Pancasila dapat juga diartikan secara luas maupun sempit : a. 3.” UUD 1945 adalah konstitusi negara! e. Perhatikan kalimat yang sama tersebut di atas.dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa.” adalah juga sila keempat Pancasila.. Dalam arti luas.. Hatta dan Mr. b. g. ”. Perbedaan yang terjadi adalah mengenai hak-hak demokrasi warga negara.. Soekarno. Muh. Sistem perwakilan... sementara pandangan kedua yang diwakili Drs. f.. ”.

e. Sekarang ini rakyat memiliki kesempatan yang luas dan bebas untuk melaksanakan demokrasi di berbagai bidang. d. disebut Demokrasi Pancasila. disebut Demokrasi Terpimpin. Habibie akhirnya lepas dari NKRI). c. Pelaksaan demokrasi masa Transisi (1998-1999).a. (2) Demokrasi Terpimpin (1959-1965). Ambon (Maluku). Aceh. (Timtim malah setelah dilakukan referendum pada masa pemerintahan Presiden B. Catatan : Pada masa transisi dan reformasi banyak terjadi perbedaan pendapat dan pertentangan yang kerap menimbulkan konflik dan kerusuhan. disebut Demokrasi Parlementer. a. Periode masa Demokrasi Perlementer (representative democracy). Periode masa Pemerintahan Orde Baru (Pancasila democracy). Periode masa Revolusi Kemerdekaan. yang menonjolkan sistem presidensial. 2006) : a.” Pada masa ini pun banyak terjadi pertentangan terutama menyangkut reaksi masyarakat atas kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan atau tidak berpihak kepada rakyat. d. Masa Republik I. c. Timor Timur. . b. Masa Republik II. b. Masa Republik III. b. Perkembangan sampai saat sekarang dapat juga dibagi ke dalam periodisasi sebagai berikut (Dwi Winarno. Pelaksanaan demokrasi masa Orde Baru (1966-1998). c. Pelaksanaan demokrasi masa Orde Lama : (1) Demokrasi Liberal (1950-1959). Kalimantan Tengah. periodisasi dimaksud adalah : a. Pelaksanaan demokrasi masa Revolusi (1945-1950). Harapan banyak orang akan demokrasi itu sehingga sering disebut ”eforia demokrasi. Sementara itu menurut Afan Gaffar (1999). dll.l. Poso (Sulawesi). Periode masa Demokrasi Terpimpin (guided democracy). Pelaksaan demokrasi masa Reformasi (1999-sekarang).J. Papua.

(2) Jujur. . b. c. Mekanisme Sistem Politik Demokrasi Indonesia : Pokok-pokok dalam sistem demokrasi politik Indonesia dapat dikemukakan sebagai berikut : a. Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. anggaran. Bentuk pemerintahan republik dengan sistem presidensial. Presiden tidak bertanggung jawab kepada MPR maupun DPR. d. Terdapat juga DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota. Merupakan bentuk negara kesatuan dengan prinsip otonomi luas kepada daerah. Sedangkan DPD dipilih secara perseorangan melalui Pemilu bersamaan dengan pemilihan anggota DPR/DPRD (tidak melalui Parpol) dan merupakan wakil dari provinsi (tiap provinsi empat orang). (11) Efisiensi.4. (4) Kepastian hukum. (3) Adil. (9) Profesionalitas. (12) Efektivitas. yang berpedoman pada asas : (1) Mandiri. (6) Kepentingan umum. dan mengawasi jalannya pemerintahan. (8) Proporsionalitas. e. Parlemen terdiri dari dua kamar. (7) Keterbukaan. (10) Akuntabilitas. (5) Tertib penyelenggara Pemilu. DPR mempunyai kekuasaan legislasi. yaitu DPR dan DPD (Dewan Perwakilan Daerah) yang tergabung dalam MPR. Kabinet (dewan menteri) sebagai pembantu presiden diangkat dan diberhentikan oleh presiden dan bertanggung jawab kepada presiden. Presiden dan wakil presiden dipilih secara langsung oleh rakyat untuk masa jabatan lima tahun. DPR terdiri atas para wakil rakyat yang dipilih dalam Pemilu melalui jalur Parpol.

serta pemilihan Presiden. tahun 2004 ada 24 partai. dan DPRD Kabupaten/Kota adalah Parpol. jadi 44 partai).f. UU Susduk DPR. DPD. 5. . dan UU Pemilu selalu diganti. masa Orba dari 10 diciutkan menjadi 3. termasuk Pengadilann HAM dan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi). Peserta Pemilu untuk memilih anggota DPR. Pemilu dilaksanakan secara efektif dan efisien berdasarkan asas langsung. yaitu saat pergantian kepemimpinan nasional yang dimulai dengan kegiatan Pemilu untuk memilih calon anggota DPR. h. rahasia. DPRD Provinsi. umum. karena ternyata tiap lima tahun UU Parpol. (Pada masa Orla banyak partai. PTUN. Lembaga negara lainnya adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). dan adil. i. DPD. DRRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. sedangkan untuk memilih anggota DPD dilaksanakan dengan sistem distrik berwakil banyak. bebas. DPD. PA. g. Wujud Demokrasi dalam Penyelenggaraan Negara RI : Merupakan proses lima tahunan. DPRD Provinsi. dan DPRD Kabupaten/Kota dilaksanakan dengan sistem proporsional terbuka. masa reformasi tahun 1999 ada 48 partai. PM. 2 Tahun 2008. serta ada Mahkamah Konstitusi (MK). Berstatus badan hukum sesuai dengan UU tentang Parpol (Untuk Pemilu 2009 adalah UU No. jujur. Kekuasaan yudikatif dijalankan oleh Mahkamah Agung (MA) dan badanbadan peradilan yang ada di bawahnya (PN. serta Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres). serta DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Pemilu diselenggarakan untuk memilih anggota DPR. Pemilu untuk memilih anggota DPR. DPRD. PT. Penyelenggara Pemilu adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pengawasan penyelenggaraannya dilaksanakan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). padahal dalam UU sebelumnya ada ketentuan Electoral dan Parliamentary Treshold). Persyaratan Parpol untuk menjadi peserta Pemilu adalah : a. dan tahun 2009 ada 38 partai ditambah partai lokal di Aceh 6 partai. dan Komisi Yudisial (KY). Sistem multi partai.

...................488................000 (satu perseribu) dari jumlah penduduk pada setiap kepengurusan Parpol sebagaimana dimaksud pada huruf b dan c yang dibuktikan dengan kepemilikan kartu tanda anggota.... 104................... Hasil Pemilu Legislatif 2009 : ..757 (14.........................Suara tidak sah ..........88%) PAN ....................... Jumlah kursi anggota DPR pada Pemilu 2009 ditetapkan 560 (lima ratus enam puluh) orang.................. Menyertakan sekurang-kurangnya 30% (tiga puluh perseratus) keterwakilan perempuan pada kepengurusan Parpol tingkat pusat....... Memiliki anggota sekurang-kurangnya 1..........600....32%) ........... Memiliki kepengurusan di 2/3 jumlah kabupaten/kota di provinsi yang bersangkutan..955 (7............. 17.................171 (20...........Perolehan kursi Parpol (dari 38 Parpol nasional) : Demokrat .. 171............ 5.......................................... 21.......785 ........................ d.............. sebelumnya (Pemilu 2004) 550 orang......................................................................265. 8... CATATAN : a........ 6......... 49..037.076 ....85%) Golkar .076 .091 (14.. g. f.. Mengajukan nama dan tanda gambar Parpol kepada KPU.......000 (seribu) orang atau 1/1.......... Jumlah anggota DPRD Provinsi untuk Pemilu 2009 paling sedikit 35 (tiga puluh lima) orang dan paling banyak 100 (seratus) orang........ c.................................699..........Suara sah ..............01%) PPP ................ 14...............099..................03%) PKS .204580 (6..........................................................581 .....206........Daftar Pemilih Tetap ....b...........................Tidak hadir memilih ........ Memiliki kepengurusan di 2/3 (dua pertiga) jumlah provinsi........533............................... e....214 (5...... Mempunyai kantor tetap untuk kepengurusan sebagaimana pada huruf b dan c.......... 15..........................................45%) PDIP ......................703. Dan jumlah anggota DPRD Kabupaten/Kota paling sedikit 20 (dua puluh) orang dan paling banyak 50 (lima puluh) orang........

........................122 (4..........................31%) PNI Marhaen ........73%) PPPI ...............................................922................................................................................... (0......25%) PPIB ....... (0........................................................................................................................................................64%) RepublikaN ......................................................................................................61%) PPD ......................................................................................................................................................................864.............. ........ (1......19%) PPNUI ............... (0.......................................................14%) PSI .....................................40%) PPI .. (0......11%) .................................45%) Kedaulatan ................................................................................. 5....................30%) Partai Buruh ............................................ (0.............................PKB .......... (1........................................................53%) Patriot ... (0......................................................................................................................................646.................................... (0....34%) Pelopor .......................................... (0...............................................21%) PPRN ....... (0.................................... .79%) PDS ................. (0.......................... (0..................... ........77%) PBB ...................... (0........................................................................................................... (0.....................870 (3............. (0........................72%) PDK ...... (0........................................................................ (1...........................................................................14%) PPDI ............................................................................40%) PBR .....94%) Gerindra ..........................33%) PKDI ...............86%) Barnas ............................................................21%) PKPI................................................................................................................................53%) PNBK ...... ........................................................................ 4..........................46) Hanura ........................................ (1............. (0................... (0............................146.................................................47%) PKPB ............................... (0...................................................... (0...........40%) Pakar Pangan ................................................... 3................................................................................................................................ (0................. (0.................................................................90%) PDP .....................406 (4... 1............................31%) PIS ............................42%) PMB .................................................................. (0...............13%) Merdeka ................ (0................752 (1..... (1...................................48%) PKNU ...........................................

...........548........ Bertaqwa kepada Tuhan YME.................411........ ........................... 30 kursi.............41%) Dengan demikian untuk masa jabatan 2009-2014 terpilih pasangan Dr.... maka komposisi Parpol yang mempunyai wakilnya di DPR hanya 9 Parpol saja................................................. 48... b......................... yaitu : Demokrat . WNI yang telah berumur 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih..... Golkar ........427....................80%) Jusuf Kalla/Wiranto ...................Perolehan suara pasangan Capres/Cawapres : Megawati Soekarnoputri/Prabowo Subianto ..........174 .............. 15..........779 6..........................................081.... Dr.....................................................Tidak hadir memilih ............................................. 93 kursi......... b........... 121...................434 ............................. 39 kursi........... 148 kursi.............................. 108 kursi. Gerindra ................................484 ....................Suara sah .......................................................79%) Susilo Bambang Yudhoyono/Budiono ........ Bertempat tinggal di wilayah NKRI................................. PAN ................................562 (60....... 26 kursi.......Jumlah pemilih......... PPP ..... 73........... Bagi SBY................... dan telah dilantik oleh MPR pada tanggal 20 Oktober 2009.................... Susilo Bambang Yudhoyono/Prof........................ 176...... Hasil Pemilu Presiden/Wakil Presiden (Pilpres) : ........ Jumlah ................................................... Peserta Pemilu untuk memilih anggota DPD adalah perseorangan...................... c........................................................................................ Persyaratan untuk menjadi peserta Pemilu anggota DPD adalah : a......................................................814 (12.........Sesuai ketentuan ambang batas (Parliamentary Threshold) 2............................ ..5%....... ini adalah untuk kedua kali menjadi Presiden RI............ 59 kursi.....105 (26........................................................479..... 15 kursi....................................... PDIP . Hanura .................... 32.................................................504... 42 kursi....874. 560 kursi................. PKB .......Suara tidak sah ....................... PKS ............ Budiono sebagai Presiden/Wakil Presiden Republik Indonesia................................................

dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945. p. notaris. Sehat jasmani dan rohani. i. k. dan BUMD. wewenang. Tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih. atau bentuk lain yang sederajat. dan hak sebagai anggota DPD sesuai peraturan perundang-undangan.d.000 (satu juta) orang harus mendapatkan dukungan dari paling sedikit 1. serta badan lain yang anggarannya bersumber dari keuangan negara. g. Bersedia untuk tidak merangkap jabatan sebagai pejabat negara lainnya. Mencalonkan hanya di 1 (satu) daerah pemilihan. l. m. dan menulis dalam bahasa Indonesia. Provinsi yang berpenduduk s/d 1. PPAT. Setia kepada Pancasila sebagai dasar negara. n. MAK. f. j. Cakap berbicara. pengurus pada BUMN. dan tidak melakukan pekerjaan penyedia barang dan jasa yang berhubungan dengan keuangan negara serta pekerjaan lain yang dapat menimbulkan konflik kepentingan dengan tugas. yang dinyatakan dengan surat pengunduran diri yang tidak dapat ditarik kembali. Mengundurkan diri sebagai PNS.000. Bersedia bekerja penuh waktu. anggota POLRI. pengurus pada BUMN dan/atau BUMD. meliputi : a. Mendapat dukungan minimal dari pemilih dari daerah pemilihan yang bersangkutan. advokat/pengacara. o. Bersedia untuk tidak berpraktek sebagai akuntan publik. h.000 (seribu) pemilih. Terdaftar sebagai pemilih. membaca. serta badan lain yang anggarannya bersumber dari keuangan negara. anggota TNI. Mencalonkan hanya di 1 (satu) lembaga perwakilan. UUD 1945. SMK. Persyaratan dukungan minimal tersebut pada huruf p tersebut di atas. MA. e. Berpendidikan paling rendah tamat SMA. .

000 (lima juta) orang harus mendapatkan dukungan dari paling sedikit 2.000.000 (sepuluh juta) orang harus mendapatkan dukungan dari paling sedikit 3.000. c. maka calon tersebut dinyatakan batal. WNI dimaksud harus terdaftar sebagai pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).000.000 (empat ribu) pemilih. Provinsi yang berpenduduk lebih dari 1. Kalau tidak.000. atau belum 17 tetapi sudah/pernah kawin.000.000 (satu juta) s/d 5.000 (lima ribu) pemilih. Sementara itu prosedur pemilihan Presiden secara langsung adalah sebagai berikut : a.b.000 (lima belas juta) orang harus mendapatkan dukungan dari paling sedikit 4.000 (lima belas juta) orang harus mendapatkan dukungan dari paling sedikit 5. Seorang pendukung tidak boleh memberikan dukungan kepada lebih dari satu orang calon anggota DPD. Dukungan tersebut di atas tersebar di paling sedikit 50% (lima puluh perseratus) dari jumlah kabupaten/kota di provinsi yang bersangkutan. Ketentuannya apabila Parpol dimaksud mendapatkan suara pada Pemilu sebesar 25%. e. Persyaratan dukungan dibuktikan dengan daftar dukungan yang dibubuhi tanda tangan atau cap jempol dan dilengkapi fotokopi KTP setiap pendukung.000 (lima juta) s/d 10. berarti harus gabung berapa Parpol (berkoalisi). Pasangan Presiden/Wakil Presiden diusulkan oleh Parpol atau gabungan Parpol peserta Pemilu.000. Jika ini terjadi. . d.000 (tiga ribu) pemilih. Daerah pemilihan untuk anggota DPD adalah provinsi karena akan mewakili provinsi. Provinsi yang berpenduduk lebih dari 10. dan jumlah kursi anggota DPD untuk setiap provinsi ditetapkan 4 (empat) orang. Provinsi yang berpenduduk lebih dari 5. Yang berhak memilih dalam Pemilu adalah WNI yang pada hari pemungutan suara telah genap berumur 17 (tujuh belas) tahun atau lebih. Provinsi yang berpenduduk lebih dari 15.000 (sepuluh juta) orang s/d 15.000 (dua ribu) pemilih.

Dalam hal terjadi kekosongan Wakil Presiden. Kemudian selambatlambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah itu MPR menyelenggarakan sidang untuk memilih Presiden dan Wakil residen dari dua pasangan Capres/Cawapres yang diusulkan Parpol/Gabungan Parpol yang pasangan Capres/Cawapresnya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam Pilpres sebelumnya. maka dua pasang calon suara terbanyak dipilih kembali secara langsung oleh rakyat (berarti putaran kedua). Putusan (vonis) MK disampaikan kepada DPR dan oleh DPR diusulkan kepada MPR. Jika terjadi kekosongan Presiden. b. c. berhenti. Menteri Luar Negeri. CATATAN : . atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya. c. melanggar UUD. misalnya karena mangkat. berbuat kriminal. Jika Presiden dan Wakil Presiden kosong kedua-duanya.). ia digantikan oleh Wakil Presiden. d. maka selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari MPR menyelenggarakan sidang untuk memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diusulkan oleh Presiden. Pemberhentian diambil dalam sidang paripurna istimewa MPR yang dihadiri ¾ dan disetujui 2/3 dari anggota yang hadir. Pasangan yang mendapat suara 50% dan sedikitnya 20% di setiap provinsi yang tersebar di lebih setengah provinsi seluruh Indonesia. Diusulkan oleh DPR melalui hak menyatakan pendapat dan terlebih dulu diajukan kepada MK untuk proses pengadilan Presiden. jika : a. Apabila ketentuan di atas tidak terpenuhi. Ia melanggar hukum (berkhianat kepada bangsa dan negara. KKN. dll. diberhentikan. maka pelaksana tugas kepresidenan adalah Menteri Dalam Negeri (Mendagri).b. (Menlu) dan Penteri Pertahanan (Menhan) secara bersama. Impeachment atau pemakzulan (pemberhentian di tengah jalan/pada masa jabatan) Presiden bisa terjadi. dan yang mendapat suara terbanyak dilantik oleh MPR menjadi pasangan Presiden/Wakil Presiden.

pendidikan). jika disetujui oleh 2/3 dari paling sedikit ¾ jumlah anggota yang hadir. 23-26/PUU-VIII/2011 tanggal 12 Januari 2011 dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945 dan karenanya tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat. 6. Pemilihan umum yang bebas. DPR. artinya. b. Syarat-syarat bagi Terselenggaranya Pemerintahan Demokratis : Menurut The International Commission of Jurist (organisasi ahli hukum internasional) tahun 1965. b. papan. Tersedianya kebutuhan-kebutuhan dasar bagi kepentingan ketahanan hidup (survive) warga negara (sandang. menurut David Beetham dan Kevin Boyle (2000) dalam Dwi Winarno (2006). c. Putusan pemberhentian Presiden di MPR tetap. Untuk mengarah ke syarat-syarat tersebut di atas. pangan. e. Perlindungan konstitusional. Diusulkan oleh paling sedikit ¾ dari jumlah anggota DPR. Badan kehakiman yang bebas dan tidak memihak (independent and impartial tribunals). Pendidikan kewarganegaraan (civic educatuon). syarat-syarat dasar untuk terselenggaranya pemerintahan yang demokratis di bawah ”rule of law” adalah : a. f. Penguatan struktur ekonomi yang berbasis keadilan sehingga memungkinkan terwujudnya prinsip kesederajatan.a. juga harus ada cara prosedural untuk memperoleh perlindungan atas hak-hak yang dijamin. diperlukan enam kondisi sebagai berikut : a. b. . maka hak menyatakan pendapat (termasuk usul pemakzulan Presiden cukup atas usul 2/3 dari jumlah anggota DPR. 27 Tahun 2009 tentang MPR. dan DPRD. Kebebasan untuk berserikat/berorganisasi dan beroposisi. selain menjamin hak-hak individu. Ketentuan tersebut di atas tercantum dalam Undang-Undang No. c. DPD. kesehatan. d. Kebebasan untuk menyatakan pendapat. Akan tetapi karena Pasal 184 Ayat (4) UU tersebut di atas oleh MK dalam uji materil dengan putusan No.

dan rasa tanggung jawab kolektif warga negara khususnya masyarakat pemilih. . d. Para pemimpin tidak menggunakan instrumen kekerasan (polisi dan tentara) untuk mempertahankan kekuasaan. pendidikan. b. terdapat budaya politik dan sistem keyakinan yang mendukung ide dan lembaga demokrasi. Di antara penduduk negeri khususnya lapisan politik aktif. Kemapanan kesatuan dan identitas nasional. terdapat lima kondisi yang dianggap dapat mendukung pembangunan demokrasi yang stabil. Sementara itu menurut Soerensen (2003).c. e. Pengakuan yang berkelanjutan dari negara-negara demokratis terhadap praktek demokrasi. f. Dampak dari pengaruh dan kontrol oleh negara asing dapat mendukung secara positif atau malah menghambat. Terdapat organisasi masyarakat pluralis yang modern dan dinamis. c. Pengetahuan yang luas. sikap toleransi. e. d. sehingga tahan terhadap pembelahan dan perbedaan sosial politik warga negara. Rezim yang terbuka dan bertanggung jawab dalam menggunakan sumbersumber publik secara efisien. yaitu : a. kedewasaan. Potensi konflik dalam pluralisme subkultural dipertahankan pada level yang masih dapat ditoleransi.

Srijanti (2009:134). dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa dan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat. Nusantara = Indonesia. berbangsa. Menurut Kelompok Kerja Lemhanas (Lembaga Pertahanan Nasional) 1999 : Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat. Jawa) mawas = pandangan. tinjauan. Nusa = pulau atau kesatuan kepulauan. . Wawas (bhs. menyebut Wawasan Nusantara sama dengan pengertian Geopolitik. 2000) : Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam. Secara etimologis.al. Asia dan Australia.. 4. 3. berbangsa. Wawasan = cara pandang. menurut Wan Usman (dalam Sumarsono et.BAB VIII WAWASAN NUSANTARA A. Secara terminologis. dan bernegara. yaitu cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang berwujud negara kepulauan berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Antara = letak antara dua unsur (benua dan samudra) serta Hindia dan Fasifik). cara melihat. 2. PENGERTIAN WAWASAN NUSANTARA 1. Menurut GBHN (Garis-garis Besar Haluan Negara) 1998 : Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya. dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional. penglihatan indrawi. wawasan nusantara berasal dari kata wawasan dan nusantara.

Deklarasi Djuanda dikukuhkan dengan Undang-Undang No. 4/Prp Tahun 1960 dimak- . karena : a.B. c. b. batas teritorial adalah tiga mil. Laut wilayah Indonesia adalah jalur laut 12 mil. yang berisi : a. b. aspek geografis dan sosialbudaya. Penentuan batas wilayah negara Indonesia disesuaikan dengan asas negara kepulauan. Deklarasi Juanda yang dikukuhkan dengan UU No. Perwujudan bentuk wilayah negara Indonesia yang utuh dan bulat. Pengaturan lalu lintas damai pelayaran yang lebih menjamin keselamatan dan keamanan negara Indonesia. Berdasarkan Ordonansi 1939 (Territoriale Zee en Maritime Kringen). dan di luar itu adalah perairan bebas. 4/Prp Tahun 1960 tentang Perairan Indonesia. Pernah mengalami kehidupan sebagai bangsa yang terjajah. Aspek Historis : Bangsa Indonesia menginginkan menjadi bangsa yang bersatu dengan wilayah yang utuh. yang dinyatakan sebagai pengganti Ordonansi 1939. dengan tujuan : a. b. Perairan pedalaman Indonesia adalah semua perairan yang terletak pada sisi dalam garis dasar. Berdasarkan Deklarasi Perdana Menteri Djuanda tanggal 13 Desember 1957. Perairan Indonesia adalah laut wilayah Indonesia beserta perairan pedalaman Indonesia. Wilayah Indonesia adalah wilayah bekas jajahan Belanda atau Hindia Belanda yang berbentuk kepulauan yang terpisah oleh laut bebas. c. serta aspek geopolitis dan kepentingan nasional. Pernah memiliki wilayah yang terpisah-pisah. 1. LATAR BELAKANG KONSEPSI WAWASAN NUSANTARA Latar belakang atau faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya konsepsi wawasan nusantara (wasantara) adalah : Aspek historis. batas teritorial laut Indonesia berubah menjadi 12 mil.

kemudian dikukuhkan dengan UU No. 17 Tahun 1985. Tahun 1969 Indonesia mengeluarkan deklarasi tentang batas landas kontinental. b.027 juta km2 + lautan 3. Kemudian tahun 1980 Indonesia mengeluarkan pengumuman tentang Zone Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia yang intinya : a. 1 Tahun 1973 tentang Landas Kotinen Indonesia. Setelah ZEE diterima oleh Konferensi Hukum Laut Internasional di Jamaika tahun 1982. yang intinya : a. di mana laut tidak lagi sebagai pemisah. b. Dari perjuangan panjang pada forum dunia internasional. Indonesia adalah negara dengan wilayah dan posisi yang unik serta bangsa yang heterogen.508 pulau. Keunikan wilayah dan heterogenitas bangsa tersebut antara lain : a. Kemudian UNCLOS tersebut diratifikasi dengan UU No. b.192 juta km2. sehingga negara Indonesia diakui sebagai negara kepulauan (archipelago state).sud melahirkan konsepsi wasantara.166 juta km2). c. Aspek Geografis dan Sosial-Budaya : Dari aspek geografis dan sosial budaya. Lebar ZEE Indonesia 200 mil diukur dari garis pangkal laut wilayah Indonesia. Kekayaan alam di landas kontinental adalah milik negara bersangkutan. akhirnya Konferensi PBB tanggal 30 April 1982 menerima ”The United Nation Convention on The Law of The Sea” (UNCLOS). Hak berdaulat untuk menguasasi kekayaan sumber alam di ZEE. Lautan di ZEE tetap merupakan lautan bebas untuk pelayaran internasional. 17. Batas landas kontinen yang terletak di antara dua negara adalah garis tengahnya. 2. Deklarasi 1969 tersebut dikukuhkan dengan UU No. Indonesia bercirikan negara kepulauan dengan jumlah lk. . Luas wilayahnya 5. akan tetapi sebagai penghubung wasantara yang dibangun dari konsepsi kewilayahan. Atau 2/3 nya lautan/perairan. 5 Tahun 1983. (daratan 2.

Berada pada derajat 6 lintang utara – 11 lintang selatan. Peluang ke arah gerak sentripugal (memecah). suatu organisme hidup yang juga memiliki intelektual. dan 95 – 141 bujur timur. Kaya akan flora dan fauna serta sumber daya alam.888 juta km. Memiliki etnik yang sangat banyak. Daerah yang subur dan habitable (dapat dihuni). ya . kebijakan yang ditempuh juga dengan mempertimbangkan aspek geografi. sehingga kebudayaannya beragam. yang esensinya bahwa negara sebagai satuan biologis. Untuk mencapai tujuan negara. Keunikan-keunikan tersebut di atas membuka dua peluang. 235 juta jiwa. Untuk mewujudkan tujuan nasional. h. wasantara! 3. dan gerak ke arah sentripetal (menyatu) perlu diupayakan dan dipelihara terus-menerus. Posisi silang karena terletak di antara dua benua (Asia-Australia) dan dua samudra (Hindia dan Fasifik). yaitu bahwa politik suatu negara dipengaruhi oleh konstelasi wilayah geografisnya. Terletak pada garis khatulistiwa. e. Rudolf Kjellen misalnya berpendapat bahwa negara adalah suatu organisme yang dianggap sebagai prinsip dasar. Aspek Geopolitis dan Kepentingan Nasional : Istilah geopolitik pertama kali dikemukakan oleh Frederich Ratzel sebagai ilmu bumi politik. yaitu mediterania dan sirkum fasifik. Ajaran tentang geopolitik ini dikemukakan juga oleh ahli lain walaupun dengan penekanan yang berbeda. j. g. Secara positif dapat dijadikan modal memperkuat bangsa menuju cita-cita. Terletak pada pertemuan dua jalur pegunungan. Memiliki jumlah penduduk yang sangat besar. dan timur-barat 5. hanya dimungkinkan dengan jalan memperoleh ruang yang cukup Salah satu konsepsinya. karenanya beriklim tropis dengan dua musim. d. tetapi secara negatif mudah menimbulkan perpecahan serta infiltrasi pihak luar. i.c. perlu ditanggulangi.110 km. sekarang ini lk. k. f. Jarak utara-selatan 1.

orang yang pertama kali mengaitkan geopolitik dengan bangsa adalah Ir. bukan Jawa saja. tetapi segenap kepulauan yang ditunjuk oleh Allah Swt. sehingga melahirkan wawasan dirgantara.luas agar memungkinkan pengembangan secara bebas kemampuan dan kekuatan rakyatnya. itulah Tanah Air Kita!” Kesatuan antara bangsa Indonesia dengan wilayah tanah air kita itulah yang membentuk semangat dan wawasan kebangsaan. Maka manakah yang dinamakan tanah tumpah darah kita? Menurut geopolitik. sehingga ajarannya menyatakan barang siapa menguasai lautan akan menguasasi perdagangan. Dalam pada itu empat ahli lainnya. bukan Sumatra saja. Saversky... . dan mencetuskan wawasan benua. atau Maluku saja.. Sir Halford Mackinder menganut konsep kekuatan. atau Ambon saja. Sementara Sir Walter Raleigh dan Alfred Thyer Mahan mempunyai gagasan wawasan bahari. Fuller menyatakan yang paling menentukan adalah kekuatan di udara. atau Borneo saja atau Selebes saja. barang siapa dapat menguasai daerah jantung akan dapat menguasai pulau dunia. Menurut mereka kekuatan di udara mempunyai daya tangkis terhadap ancaman yang dapat diandalkan. yaitu sebagai bangsa yang bersatu. maka Indonesialah tanah air kita. yaitu konsep kekuatan di darat. dan dapat melumpuhkan kekuatan lawan dengan penghancuran di kandang lawan itu sendiri agar tidak mampu lagi bergerak menyerang. A. Karl Haushofer merumuskan bahwa geopolitik adalah doktrin negara yang menitikberatkan pada soal-soal strategi perbatasan. Ajarannya menyatakan. dan menguasasi perdagangan berarti menguasasi kekayaan dunia yang pada akhirnya menguasasi dunia. Giulio Dauhet dan John F. menjadi satu kesatuan antara dua benua dan dua samudra. Mitchel. yaitu kekuatan di lautan.. Kita cermati di antara pendapat tersebut ada yang bersifat ekspansionisme (memperluas wilayah dengan ekspansi). mengharuskan pembagian baru dari kekayaan alam di dunia. Di Indonesia. W. dan barang siapa dapat menguasai pulau dunia akhirnya dapat menguasasi dunia. Soekarno pada pidato di depan sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945 : ”. Indonesia yang bulat.C. dan geopolitik adalah landasan ilmiah bagi tindakan politik dalam perjuangan kelangsungan hidup untuk mendapatkan ruang hidupnya.

Hakikat Wawasan Nusantara : Hakikat wasantara adalah keutuhan bangsa dan kesatuan wilayah nasional. serta adanya kesatuan wilayah yang sebelumnya bernama nusantara. konsepsi wasantara dibangun atas geopolitik bangsa Indonesia. (3) Kesatuan falsafah dan ideologi negara. Dengan kata lain wasantara adalah penerapan teori geopolitik dari bangsa Indonesia. Salah satu misi sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. DAN TUJUAN WASANTARA 1. (2) Persatuan dan kesatuan bangsa dalam mencapai cita-cita nasional. meliputi masalah-masalah : . FUNGSI. yang pelaksanaannya melalui politik luar negeri yang bebas aktif. tegas adalah ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. jiwa untuk bersatu. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan politik. kesatuan ekonomi. b. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi. kesatuan sosial-budaya. Dalam pengertian ini wasantara diwujudkan dengan pernyataan kepulauan nusantara sebagai kesatuan politik. perdamaian abadi dan keadilan sosial. meliputi masalah-masalah : (1) Kewilayahan nasional. Jadi. Namun tentu saja Indonesia tidak mempunyai pemikiran untuk ekspansi dengan menyerang wilayah negara lain. (4) Kesatuan hukum yang mengabdi kepada kepentingan nasional. HAKIKAT. dan kehendak untuk bersatu. Lebih jelasnya. atau persatuan bangsa dan kesatuan wilayah. KEDUDUKAN. Wasantara sebagai wawasan nasional dibentuk dan dijiwai oleh faham kekuasaan dan geopolitik bangsa Indonesia.Rasa kebangsaan Indonesia dibentuk oleh adanya kesatuan nasib. Hal ini mencakup : a. dan kesatuan pertahanan keamanan. Bangsa Indonesia memiliki pandangan sendiri mengenai wilayah yang dikaitkan dengan politik/kekuasaan. hakikat wasantara adalah kesatuan bangsa dan keutuhan wilayah Indonesia. C.

7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2004-2009. d. (2) Mempersatukan corak ragam budaya yang ada sebagai kekayaan nasional (budaya bangsa). Kedudukan wasantara sebagai konsepsi dan paradigma ketatanegaraan RI dapat dilihat pada bagan di bawah ini. (3) Keserasian dan keseimbangan tingkat pengembangan ekonomi di seluruh daerah tanpa meninggalkan ciri-ciri khas daerah. . kemudian diganti dengan Perpres No. 1998). 1983. keseimbangan. c. yaitu setelah amandemen UUD 1945. dan persamaan dalam kemajuan masyarakat. 1978. maka kemudian diakomodasi dalam Peraturan Presiden (Perpres). 2. yaitu keadaan masa depan bangsa dan wilayah Indonesia yang utuh yang diinginkan. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan pertahanan keamanan. meliputi masalah-masalah : (1) Persamaan hak dan kewajiban bagi setiap warga negara dalam rangka membela bangsa dan negara. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial-budaya. (2) Pemerataan hasil pemanfaatan kekayaan wilayah nusantara. yaitu Prepres No. meliputi masalah-masalah : (1) Pemerataan.(1) Kepemilikan bersama kekayaan efektif maupun potensial wilayah nusantara. 1993. (2) Ancaman terhadap satu pulau atau daerah. yaitu dalam Ketetapan-ketetapan (Tap) MPR mengenai GBHN (1973. dianggap sebagai ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara. serta adanya keselarasan kehidupan sesuai dengan kemajuan bangsa. Konsepsi wasantara tersebut di atas dituangkan dalam peraturan perundangundangan. 5 Tahun 2010 tentang RPJMN tahun 2009-2014. Karena sekarang tidak ada lagi GBHN. 1988. Kedudukan Wawasan Nusantara : Wasantara berkedudukan sebagai visi bangsa.

serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijakan. (2) Pertambahan luas wilayah teritorial Indonesia. Fungsi Wasantara : Sebagai pedoman. suku bangsa atau daerah. dan bernegara. Fungsi. Manfaat. menjadi 5 juta km2 sebagai satu . Tujuan. 2006. keputusan. motivasi. Manfaat Wasantara : (1) Diterima dan diakuinya konsepsi wasantara di forum internasional. c. yaitu asas negara kepulauan berdasarkan Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. yaitu yang asalnya hanya 2 juta km2 berdasarkan Ordonansi 1939.PANCASILA Landasan Ideal Landasan Konstitusional Landasan Visional Landasan Konsepsional Landasan Operasional UUD 1945 WASANTARA TANNAS DOKUMEN RENBANG Pembangunan Nasional Sumber : Dwi Winarno. tindakan. 3. berbangsa. Tujuan Wasantara : Terwujudnya nasionalisme yang tinggi dalam segala aspek kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentingan individu. dan perbuatan bagi penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat. dan Implikasi Wawasan Nusantara : a. kelompok. golongan. b.

luas ZEE 1. Misalnya dengan Malaysia mengenai Pulau Sipadan. (3) Pertambahan luas wilayah sebagai ruang hidup yang memberikan potensi sumber daya alam yang besar bagi peningkatan kesejahteraan rakyat.163 km2 (termasuk luas landas kontinental 2. luas laut 3. 1. laut. isi (content). (5) Menjadi salah satu sarana integrasi nasional yang tercermin dalam ”Bhinneka Tunggal Ika. (4) Menghasilkan cara pandang tentang keutuhan wilayah nusantara yang perlu dipertahankan oleh bangsa Indonesia. pejabat publik harus putra daerah. tiada lain adalah wadah kehidupan bermasyarakat. penolakan program transmigrasi oleh penduduk lokal. Tepatnya dengan wasantara luas wilayah Indonesia menjadi : Luas daratan 2. Sebagai Wadah (Contour). juga keluarnya nelayan Indonesia ke wilayah negara tetangga. (3) Sentimen kedaerahan yang pada suatu saat dapat berkembang menjadi konflik yang melemahkan pembangunan berwasantara. yaitu darat. dan bernegara. dsb.300 mil persegi.” d.577. dan udara. misalnya kasus masuknya kapal penangkap ikan asing. berbangsa. (2) Masuknya pihak luar ke dalam wilayah yuridiksi Indonesia yang tidak terawasi. dan tata laku (conduct).087 km2.kesatuan wilayah. D. Misalnya suatu daerah tertutup bagi pendatang.166.000 km20. UNSUR DASAR KONSEPSI WAWASAN NUSANTARA Terdapat tiga unsur dasar wasantara : Wadah (contour). perompakan. Dengan Australia mengenai pulau-pulau kecil di sekitar Kepulauan Roti NTT. Implikasi : Implikasi atau persoalan yang mungkin timbul : (1) Penarikan garis batas/wilayah Indonesia dengan negara lain.200. NKRI memiliki . Ligitan.027. meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki kekayaan alam dan penduduk dengan aneka ragam budaya. dan kasus Ambalat.

Sedangkan tata laku lahiriah tercermin dalam tindakan. Hal ini diwujudkan dalam satu sistem manajemen yang meliputi perencanaan. keadilan. E. yang terdiri dari tata laku batiniah dan lahiriah. Sebagai Isi (Content). ditaati. Tata laku batiniah mencerminkan jiwa. menyangkut : a. Asas dimaksud adalah : Kepentingan yang sama. pengorganisasian. tujuan yang sama. dan mentalitas yang baik dari bangsa Indonesia yang berlandaskan falsafah Pancasila. adalah aspirasi bangsa yang berkembang dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. 2. ASAS DAN ARAH PANDANG WAWASAN NUSANTARA 1. Realisasi aspirasi bangsa sebagai kesepakatan bersama serta pencapaian citacita dan tujuan nasional. keterpaduan antara pembicaraan dan perbuatan. dan pengendalian/pengawasan. b. Persatuan dan kesatuan dalam kebhinnekaan yang meliputi semua aspek kehidupan nasional. dan diciptakan demi tetap taat dan setianya komponen pembentuk bangsa Indonesia (suku bangsa atau golongan) terhadap kesepakatan bersama. . merupakan hasil interaksi antara wadah dan isi. dipelihara. sehingga menimbulkan nasionalisme yang tinggi dalam semua aspek kehidupan nasional.organisasi kenegaraan yang merupakan wadah berbagai kegiatan kenegaraan dalam wujud supra struktur politik. 3. Sebagai Tata Laku (Conduct). Isi ini pelaksanaan. yaitu satunya kata dan karya. Kedua macam tata laku dimaksud mencerminkan identitas jatidiri atau kepribadian bangsa Indonesia berdasarkan kekeluargaan dan kebersamaan yang memiliki rasa bangga dan cinta kepada bangsa dan tanah air. perbuatan. Asas Wawasan Nusantara : Asas wasantara adalah ketentuan atau kaidah dasar yang harus dipatuhi. semangat. sementara wadah dalam kehidupan bermasyarakat adalah berbagai lembaga dalam wujud infra struktur politik. dan perilaku dari bangsa Indonesia.

Ke luar : Bertujuan demi terjaminnya kepentingan nasional dalam dunia yang serba berubah. Arah Pandang Wawasan Nusantara : a. dan bertindak sesuai realita serta ketentuan yang benar biarpun realita atau ketentuan itu pahit dan kurang enak didengar. a. dan keadilan sosial. g. Ke dalam : Bertujuan menjamin perwujudan persatuan dan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional. b. b. mau memberi dan berkorban bagi orang lain tanpa meninggalkan ciri dan karakter budaya masing-masing. Dalam kehidupan internasional. Kepentingan yang sama : Dulu merebut kemerdekaan dari penjajah. bangsa Indonesia harus berusaha meng- . solidaritas. perdamaian abadi. dan kesetiaan terhadap ikrar atau kesepakatan bersama demi terpeliharanya persatuan dan kesatuan dalam kebhinnekaan. baik alamiah maupun sosial. serta kerjasama dan sikap saling hormat-menghormati. c. 1928 (Sumpah Pemuda). berkata. e. maupun daerah. lingkungan hidup. jerih payah usaha. kerjasama. besar) dapat tercapai demi terciptanya sinergi yang baik. dan 17 Agustus 1945 (Proklamasi Kemerdekaan RI). demokrasi. Tujuan yang sama : Tercapainya kesejahteraan dan rasa aman yang lebih baik dari keadaan sebelumnya. kelompok. Keadilan : Kesesuaian pembagian hasil dengan andil. maupun kehidupan dalam negeri serta dalam melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. dll. 2.kejujuran. Kesetiaan terhadap kesepakatan bersama : Terhadap NKRI yang dirintis mulai tahun 1908 (Boedi Oetomo). golongan. Bangsa Indonesia harus peka dan berupaya mencegah dan mengatasi sedini mungkin faktor-faktor penyebab disintegrasi bangsa. f. misalnya di bidang ekonomi. dan kegiatan baik orang perorangan. Solidaritas : Rasa setiakawan. Kerjasama : Adanya koordinasi dan saling pengertian yang didasarkan atas kesetaraan sehingga kerja kelompok (kecil. d. adu domba dan pecah belah dengan dalih HAM. sekarang menghadapi ”penjajahan” dalam bentuk alain dari negara asing. Kejujuran : Keberanian berpikir.

.amankan kepentingan nasionalnya dalam semua aspek kehidupan (ipoleksosbudhankamag).

yaitu kondisi ideal yang memungkinkan suatu negara memiliki kemampuan mengembangkan kekuatan nasionalnya sehingga dapat menghadapi segala macam ancaman dan gangguan bagi kelangsungan hidup bangsa. aman. melihat Tannas dari perspektif/sudut pandang terhadap konsepsinya berupa wujud dan wajah. . Tannas adalah suatu penggambaran atas keadaan yang seharusnya dipenuhi. yaitu : a. hambatan. tujuan. ancaman. yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kehidupan nasional untuk menjamin identitas. Tannas sebagai Doktrin. dan gangguan. Sebagai Kondisi.BAB IX KETAHANAN NASIONAL A. yaitu strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia untuk menentukan kebijakan. Tannas sebagai Metode. integritas. kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya. Sementara itu Chaidir Basri (2002). dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. c.” Srijanti (2009:155) menyamakan pengertian ketahanan nasional dengan geostrategi. serta memberi arahan tentang bagaimana merancang strategi pembangunan guna mewujudkan masa depan yang lebih baik. PENGERTIAN DAN HAKIKAT 1. Tannas sebagai Kondisi. berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. b. baik yang datang dari luar maupun dari dalam. dan sejahtera. Pengertian : Menurut Lemhanas : “Ketahanan nasional (Tannas) adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi.

Infiltrasi komunis bahkan sudah masuk di Thailand (Muangthai). pengembangan pemikiran Tannas semakin menguat. B. serasi. hambatan. Sebagai Doktrin. dan penyelenggara negara menerima dan menjalankannya. meluas sampai kawasan Indocina sehingga negara-negara Laos. dan selaras dalam kehidupan nasional. Tameng dimaksud adalah sublimasi dari konsep kekuatan sebagai menifestasi pemikiran SSKAD/ SESKOAD. Pada masa itu pengaruh komunisme dari Uni Soviet dan Cina sedang menjalar. . sedangkan hakikat konsepsi Tannas Indonesia adalah pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang.Sebagai Metode. yaitu dituangkan dalam peraturan perundang-undangan. Setelah berakhirnya G-30-S/PKI. 2. Malaysia. Vietnam. Hakikat : Hakikat Tannas adalah kondisi kemampuan dan kekuatan bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidup dan mengembangkan kehidupan nasional bangsa dan negara dalam mencapai tujuan nasional. dan gangguan terhadap bangsa dan negara harus diwujudkan dalam ketahanan bangsa yang dimanifestasikan dalam bentuk tameng. Sejarah pemberontakan G-30-S/PKI adalah bukti yang tidak dapat dibantah. adalah pendekatan dan cara dalam menjalankan suatu kegiatan khususnya pembangunan negara. Singapura dan bahkan Indonesia. masyarakat. yaitu dengan menggunakan pemikiran kesisteman (system thinking). Ancaman. PERKEMBANGAN KONSEP KETAHANAN NASIONAL INDONESIA Gagasan tannas bermula pada awal tahun 1960-an dari kalangan militer khususnya AD di SSKAD atau sekarang SESKOAD (Sekolah Staf Komando Angkatan Darat). dan pada tahun 1968 dilanjutkan oleh Lemhanas. agar setiap orang. tantangan. berupa pengaturan dan penyelenggaraan negara. dan Kamboja menjadi negara komunis.

20 Tahun 1982 tentang Pokokpokok Pertahanan Keamanan Negara. dan berasal dari dalam. Gangguan : Suatu hal atau upaya yang mengusik kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara. Adapun pengertian ATHG dimaksud adalah : Ancaman : Suatu hal atau upaya yang bersifat dan bertujuan mengubah dan merombak kebijakan yang dilaksanakan secara konsepsional. politik. Tantangan. sosial. yaitu : ”Ketahanan nasional sebagai kondisi dinamis yang merupakan integrasi dari kondisi setiap aspek kehidupan bangsa dan negara. Konsep Tannas untuk pertama kali masuk dalam GBHN melalui Tap MPR No. Hambatan. Konsepsi Tannas waktu itu dirumuskan sebagai ”Keuletan dan daya tahan suatu bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional yang ditujukan untuk menghadapi segala ancaman dan kekuatan yang membahayakan kelangsungan hidup negara dan bangsa Indonesia. dan Gangguan (ATHG).” Pada tahun 1982. Kesadaran akan spektrum ini pada tahun 1972 diperluas menjadi Ancaman. 1983. Ketahanan nasional pada hakikatnya adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidup menuju kejayaan bangsa dan negara.” Kata segala menunjukkan kesadaran akan spektrum ancaman yang lebih dari sekedar ancaman komunis dan/atau pemberontakan. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Hambatan : Suatu hal yang bersifat melemahkan atau menghalangi tetapi tidak secara konsepsional. budaya. tetapi dalam penggantinya yaitu UU No. dan militer. yang pengertiannya adalah ”setiap usaha dan kegiatan baik dari dalam . ATHG dimasukkan dalam UU No. hanya dikenal satu istilah saja. yaitu ancaman. dan 1988. Tantangan : Suatu hal atau upaya yang bersifat atau bertujuan menggugah kemampuan. Hal ini berlanjut pada GBHN tahun 1978. ekonomi. Namun dalam GBHN 1993 ada perubahan rumusan.Dalam pemikiran Lemhanas ditemukan unsur-unsur dari tata kehidupan nasional berupa ideologi. IV/MPR/1973 yang rumusannya sama dengan konsep dari Lemhanas. Pada tahun 1969 lahirlah istilah ketahanan nasional.

keutuhan wilayah negara. Umum : Bangsa Indonesia bercita-cita mewujudkan suatu bentuk masyarakat dalam wadah NKRI yang merdeka. . b. berdaulat. KONSEP DASAR KETAHANAN NASIONAL 1. C. Kelangsungan. adil. dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 (kira-kira sama dengan Masyarakat Madani). dan keselamatan segenap bangsa. Sumber : Dwi Winarno. 2006. Langsung Dalam Negeri Luar Negeri Unsur : Trigatra Pancagatra Integritas. Identitas. yang mencakup aspek : a. Keamanan : Pemerintah negara RI harus melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Tujuan Bangsa dan Negara. bersatu. Skema Konsepsi Ketahanan Nasional Ulet Tangguh Kemampuan mengembangkan kekuatan nasional Ancaman Tantangan Hambatan Gangguan Langsung Tdk.maupun luar negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan negara.” Konsepsi katahanan nasional dapat digambarkan dalam skema di bawah ini. Citacita dimaksud merupakan arah dan pedoman bagi pelaksanaan pembangunan nasional dalam upaya mewujudkan tujuan nasional sebagaimana tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Kesejahteraan : Pemerintah negara RI harus memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

dan berbagai keterampilan.Rasa Aman Manusia . .Cita-cita Agama Sosial (Masyarakat) Politik Ekonomi Seni Budaya Pertahanan Keamanan Iptek Ideologi b. Falsafah. aspek sosial budaya. ideologi.Manusia Manusia . Wawasan nasional : Konsepsi pandangan hidup yang tersusun berdasarkan hubungan dinamis antara cita-cita. pertumbuhan. perdamaian abadi. ideologi. Bagi bangsa Indonesia adalah Pancasila. 2. dan keadilan sosial. Manusia budaya : Manusia memiliki naluri. dan kelangsungan hidupnya. bermasyarakat. dan pandangan hidup bangsa. ideologi.Penguasaan/Pemanfaatan Alam Manusia . maupun faktor kesejarahannya. falsafah. kemampuan berpikir. Hubungan-hubungan ini dikenal sebagai berikut : Manusia .c. c. bahkan bernegara. a. wawasan nasional.Kekuatan/Kekuasaan Manusia .Rasa Keindahan Manusia . Manusia selalu berjuang mempertahankan eksistensi. serta pendekatan yang diyakini kebenarannya. Pokok-pokok Pikiran : Pokok-pokok pikiran yang melandasi Tannas dikembangkan dari analisis mengenai manusia budaya. dan pandangan hidup bangsa : Merupakan pedoman bagi tata kehidupan masyarakat yang terbentuk dari perjalanan sejarah bangsanya. kondisi geografis.Pemenuhan Kebutuhan Manusia . Untuk itu manusia selalu mengadakan hubungan-hubungan dan hidup berkelompok. akal budi. Ketertiban dunia : Pemerintah negara RI harus ikutserta dalam upaya melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan.Tuhan Manusia .

Asas Komprehensif Integral (menyeluruh terpadu) : Dalam bentuk perwujudan kesatuan dan perpaduan yang seimbang. sifat. baik sebagai individu maupun anggota masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 3. b. Landasan Konstitusional : UUD 1945. Asas Kesejahteraan dan Keamanan : Kesejahteraan dan keamanan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. b.d. Pendekatan kesejahteraan dan keamanan : Merupakan kebutuhan mendasar dan esensial. Asas-asas Ketahanan Nasional : Yang dimaksud asas-asas Tannas adalah tata laku yang relatif telah tersusun dan yang dilandasi nilai-nilai budaya bangsa yang merupakan pedoman bagi pengembangan Tannas Indonesia. martabat. bertujuan menumbuhkan hakikat. d. 3. dan selaras dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat. berbangsa. yang meliputi : a. dan bernegara berdasarakan matriks astagatra. Landasan Operasional : Dokumen Rencana Pembangunan (RPJMN/RPJMD). c. Landasan Visional : Wawasan Nusantara. ibarat dua sisi dari satu mata uang. serta merupakan nilai-nilai intrinsik yang mendasari pencapaian kondisi Tannas. Landasan Ketahanan Nasional : a. e. Asas Mawas ke Dalam dan Mawas ke Luar : (1) Ke dalam. dan kondisi kehidupan nasional berdasarkan nilai-nilai kemandirian yang proporsional untuk meningkatkan kualitas. Landasan Konsepsional : Ketahanan Nasional. Landasan Ideal : Pancasila. harkat. c. Keduanya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. dan derajat bangsa agar memiliki kemampuan mengembangkan kehidupan nasionalnya. . serasi.

c. Asas Kekeluargaan : Mengandung nilai kearifan. b. menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan strategis. elemen. Mandiri : Berdasarakan kepercayaan akan kemampuan dan kekuatan sendiri yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah. d. Dinamis : Dapat meningkat atau menurun bergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan negara serta kondisi lingkungan strategis. berbangsa. berlandaskan integritas dan kepribadian bangsa. dengan mengandalkan pada kemampuan yang didasarkan pada kekuatan moral dan kepribadian bangsa. Mengutamakan konsultasi dan kerjasama : Tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonistis. d. Di dunia tidak ada kepastian. Berwibawa : Dengan kewibawaan akan mewujudkan suatu daya tangkal yang efektif. atau faktor yang mempengaruhi kekuatan/ketahanan nasional sua- . dan ber-negara. tetapi lebih pada konsultasi dan kerjasama serta saling menghargai. dan tidak mengandalkan kekuasaan atau kekuatan fisik semata. yang pasti adalah adanya perubahan. ulet dan tangguh. diperlukan untuk mengantisipasi. Ciri Ketahanan Nasional : a. 5. memiliki daya saing tinggi. tenggang rasa. dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. D. UNSUR-UNSUR KETAHANAN NASIONAL Unsur. terutama terhadap kenyataan adanya saling interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional. gotong-royong. mampu menentukan sasaran serta kebijakan dan strategi pencapaiannya. kebersamaan.(2) Ke dalam.

teknologi. Menurut James Lee Ray. penduduk. watak nasional. moral. unsur kekuatan nasional negara terbagi atas dua faktor. Intangible factors : Karakter/moral nasional. dan kualitas kepemimpinan. unsur kekuatan nasional negara terdiri atas tiga. kemampuan industri. dan keamanan nasional. dan kebijakan kepemimpinan. luas wilayah. unsur kekuatan nasional terdiri atas senergi antara potensi demografi dengan geografi. unsur kekuatan nasional negara terdiri atas tanah. Menurut Alfred T. demografi. 2. Mahan. 5. strategi nasional. 3. unsur kekuatan nasional negara terbagi atas dua faktor. 6. diplomasi. b. yaitu : a. dsb. jumlah penduduk. b. b. wujud bumi. budaya dan moral nasional. militer. unsur kekuatan nasional terdiri atas letak geografi. militer. militer. perkembangan ekonomi. intelegensi. dsb. kemampuan ekonomi. sumber daya alam. c. . dan penduduk. Faktor tetap (stable factors) : Geografi dan sumber daya alam. kualitas diplomasi. yaitu : a. Menurut Parakhas Chandra. Menurut Palmer & Perkins. Lain-lain : Ide. Tangible factors : Penduduk. 1. 4. dan kepemimpinan. yaitu : a. Alamiah : Geografi. Faktor berubah (dynamic factors) : Industri. sumber daya. Menurut Hans J. Sosial : Struktur politik.tu negara terdiri dari beberapa aspek. dan sifat pemerintahan. ideologi. Morgenthou. Menurut Cline. Para ahli mengemukakan pendapatnya mengenai unsur-unsur dimaksud. karakter/ moral bangsa.

Aspek kuantitas. kepulauan). perataan. dan sebagai sarana pemersatu. etos kerja. parlementer). b. politik. yang terdiri dari Trigatra dan Pancagatra. serta kontrol atas sumber daya alam. serta daya dukung wilayah negara (habitable. b. dan perimbangan penduduk di tiap wilayah negara. pertumbuhan. sosial-budaya. sumber daya alam. Trigatra : (1) Faktor yang berkaitan dengan penduduk : Aspek kualitas. a. adalah aspek alamiah (tangible). Model Indonesia. pemanfaatan sumber daya alam dengan memperhitungkan masa depan dan lingkungan hidup. unhabitable). mencakup tingkat pendidikan. serta susunan negara yang dibentuk (kesatuan.7. (3) Faktor yang berkaitan dengan ekonomi : Sistem ekonomi liberal atau sosialis. mencakup jumlah penduduk. terdiri dari : Penduduk. persebaran. sistem pemerintahan yang dijalankan (presidensial. keterampilan. unsur-unsur kekuatan nasional diistilahkan dengan gatra dalam ketahanan nasional. (3) Faktor yang berkaitan dengan wilayah : Bentuk wilayah negara (daratan. terdiri dari : Ideologi. adalah aspek sosial (intangible). (2) Faktor yang berkaitan dengan sumber daya alam : Sumber daya hewani. Pemikiran ini dikembangkan oleh Lemhanas yang dikenal dengan Astagatra. serikat). luas wilayah negara. Pancagatra : (1) Faktor yang berkaitan dengan ideologi : Sebagai tujuan atau cita-cita bangsa. posisi geografis. dan pertahanan keamanan. kemampuan mengeksplorasi sumber daya alam. non demokrasi). pantai. astronomis dan geologis. dan wilayah. ekonomi. Penjelasan : a. Trigatra. republik). (2) Faktor yang berkaitan dengan politik : Sistem politik yang dipakai (demokrasi. bentuk pemerintahan yang dipilih (kerajaan. Pancagatra. dan kepribadian. Untuk Indonesia dipilih sistem ekonomi Pancasila yang bercorak kekeluargaan dan kerakyatan. . nabati. dan tambang.

Lihat : UU No. BAB X . dan rakyat sebagai kekuatan pendukung.(4) Faktor yang berkaitan dengan sosial-budaya : Melalui dua strategi. dan kebijakan berbedabeda tetapi tetap satu (bhinneka tunggal ika). (5) Faktor yang berkaitan dengan pertahanan keamanan : TNI dan POLRI sebagai kakuatan utama. yaitu kebijakan asimilasi (assimilation policy). Sistem yang dikembangkan adalah sistem pertahanan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata). 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.

politik menyangkut proses penentuan tujuan negara dan cara melaksanakannya. pembagian. jalan. serta kebijakan negara tentang pembinaan (perencanaan. Sementara policy (kebijakan) memberikan pertimbangan cara pelaksanaan asas. Politik (politics) dalam bahasa Indonesia berarti kepentingan umum warga negara suatu bangsa. dan distribusi atau alokasi sumber daya. Politik nasional adalah asas. PENGERTIAN 1. pemeliharaan. (distribution) atau alokasi (allocation) sumber-sumber yang ada. dan pengendalian) serta penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang dikehendaki. kebijakan. dan arah dimaksud sebaik-baiknya. Politik memberikan cara. kekuasaan. Politik merupakan suatu rangkaian asas. Penentuan. dan medannya. pembagian. Politik : Secara etimologis. cara. negara. Karena itulah politik akan membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan negara. Secara umum. pengembangan.” dengan akar kata : Polis Teia : kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri : urusan. jalan. prinsip. pengambilan keputusan. maupun alokasi sumber-sumber yang ada dimaksud memerlukan kekuasaan (power) dan wewenang (authority). arah. . Kekuasaan dan wewenang ini memainkan peran yang sangat penting dalam pembinaan kerjasama dan penyelesaian konflik yang mungkin timbul dalam proses pencapaian tujuan. Pelaksanaan tujuan tersebut memerlukan kebijakan- kebijakan (public policies) yang menyangkut pengaturan (regulation). haluan. pengaturan. jalan. keadaan. usaha. kata “politik” berasal dari bahasa Yunani ”politeia.POLITIK STRATEGI NASIONAL A.

d. Kekuasaan : Kemampuan seseorang atau sekelompok orang untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok orang lain sesuai dengan keinginannya. e. Yang perlu diperhatikan adalah siapa pengambil keputusan dan untuk siapa dibuat. Kebijakan umum : Suatu kumpulan keputusan yang diambil oleh seseorang atau kelompok orang dalam memilih tujuan dan cara mencapai tujuan itu. dan harus dibagi secara adil. Politik membicarakan bagaimana pembagian dan pengalokasian nilai-nilai tersebut secara mengikat. sehingga karenanya perlu ada rencana/perencanaan yang mengikat yang dirumuskan dalam kebijakankebijakan oleh pihak yang berwenang. Pengambilan keputusan : Pemilihan satu dari beberapa kemungkinan (alternatif) yang dipandang paling baik. Negara : Organisasi bangsa yang mempunyai kekuasaan tertinggi dan ditaati oleh rakyatnya. Keputusan yang diambil adalah menyangkut sektor publik suatu negara.S.” (seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan). . Strategi : Strategi berasal dari bahasa Yunani ”strategia” yang berarti ”the art of the general. b. Yang dimaksud paling baik adalah yang banyak untungnya dan sedikit resiko ruginya. Pengambilan keputusan adalah aspek utama politik. Distribusi : Pembagian dan pengalokasian nilai-nilai (values) dalam masyarakat. 2. Nilai adalah sesuatu yang diinginkan dan penting. c. Sementara itu C. Dasar pemikirannya adalah bahwa setiap warga masyarakat memiliki beberapa tujuan bersama yang ingin dicapai.T. Sedangkan perang itu sendiri adalah kelanjutan dari politik.Berikut penjelasannya : a. Strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. Karl von Clausewitz (1780-1841) berpendapat bahwa strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan perang.

IMPLEMENTASI POLITIK STRATEGI NASIONAL Penyusunan politik strategi nasional (poltranas) didasarkan pada sistem kenegaraan berdasarkan UUD 1945. Hankam : Kekuatan-kekuatan bersenjata yang lahir dari kandungan rakyat (TNI-POLRI). Lembaga-lembaga negara/pemerintah termasuk aparatnya (birokrasi) disebut ”supra struktur politik” sedangkan lembaga-lembaga yang ada dalam masyarakat yang mencakup pranata politik. DASAR PEMIKIRAN POLITIK STRATEGI NASIONAL 1. adatistiadat. agama. tetapi ada kekuatan ”bhinneka tunggal ika” dan ”Pancasila” sebagai pemersatu. organisasi kemasyarakatan (ormas). kekayaan alam. C. d. dll. Ideologi dan Politik : Persatuan dan kesatuan nasional yang menggambarkan kepribadian bangsa. media .” B. c. bahasa. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Politik Strategi Nasional : Faktor-faktor yang mempengaruhi politik strategi nasional (poltranas) adalah : a. dan rakyat sendiri sebagai kekuatan pendukungnya. Sosial-budaya : Bangsa Indonesia terdiri dari banyak suku. Dasar : a. Ekonomi : Kesuburan. Ketahanan Nasional. Wawasan Nusantara. serta kesanggupan untuk menolong bangsa-bangsa yang masih terjajah. c. 2. yaitu organisasi politik (orpol) dalam bentuk partai politik (parpol). dan tenaga kerja yang terdapat di Indonesia merupakan potensi ekonomi yang besar sekali. keyakinann atas kemampuan sendiri. b. b.Kansil mendefinisikan strategi nasional sebagai ”seni dan ilmu mengembangkan/menggunakan kekuatan nasional (ipoleksosbudhankam) baik dalam masa damai maupun masa perang untuk mendukung pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Geopolitik Indonesia yang dijiwai Pancasila dan UUD 1945. mempersulit persatuan dan kesatuan.

” Supra dan infra struktur politik ini mestinya memiliki kekuataan seimbang dan dapat bekerjasama secara sinergis untuk membangun. Berbeda halnya pada masa Orba yang menuangkan kebijakan nasional pembangunan melalui Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang ditetapkan oleh MPR. KEHAKIMAN MK MA KY . Bagan Struktur Ketatanegaraan RI Sebelum Perubahan UUD 1945 UUD 1945 MPR BPK DPR PRESIDEN DPA MA Bagan Struktur Ketatanegaraan RI Sesudah Perubahan UUD 1945 UUD 1945 MPR BPK DPR DPD PRESIDEN WAPRES K. dan kelompok penekan (pressure group) disebut ”infra struktur politik. yaitu lembaga tertinggi negara sebagai penjelmaan kedaulatan rakyat yang harus dilaksanakan oleh Presiden Mandataris MPR.massa. Karena itu pada hakikatnya politik dan strategi nasional adalah kebijakan dalam rangka pelaksanaan pembangunan nasional untuk mencapai tujuan nasional. kelompok kepentingan (interest group). Lihatlah bagan struktur ketatanegaraan RI di bawah ini. mekanismenya telah berubah. sekarang ini. setelah UUD 1945 mengalami empat kali perubahan (amandemen).

Tugas MPR tidak lagi memilih/mengangkat Presiden/Wakil Presiden. Renbangnas mencakup penyelenggaraan perencanaan makro semua fungi pemerintahan yang meliputi semua bidang kehidupan secara terpadu dalam wilayah NKRI. UU No. D. . 3. Rencana Pembangunan Tahunan/Rencana Kerja Pemerintah (RKP. dan KY. Presiden bukan lagi Mandataris MPR. 2. 20 tahun). Pasal 4 Ayat (1) UUD 1945. Adapun yang menjadi rujukan RPJMN adalah : 1. 3. dan program-program yang akan dilaksanakan jika terpilih menjadi Presiden/ Wakil Presiden. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. DPD. MA. BPK. 5 tahun). DPR. MK. misi. Sementara itu itu program-program pembangunan tidak lagi ditetapkan dalam GBHN tetapi oleh Presiden dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Jadi.Lagislatif Eksekutif Yudikatif Dengan demikian. dan menetapkan GBHN. yaitu APBN). Renbangnas terdiri atas renbang yang disusun secara terpadu oleh kementerian/ lembaga dan renbang yang disusun oleh pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. 1 tahun. c. Presiden/Wakil Presiden dipilih langsung oleh rakyat melalui Pemilihan Presiden (Pilpres). RUANG LINGKUP PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL Ruang lingkup perencanaan pembangunan nasional (Renbangnas) adalah : 1. tetapi lembaga negara sama halnya dengan Presiden. 2. UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Rencana Pembangunan Jangka Menegah Nasional (RPJMN. Renbang dimaksud menghasilkan : a. MPR sekarang tidak lagi sebagai lembaga tertinggi negara. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN. b. RPJMN disusun sebagai pelaksanaan janji pada saat pencalonan dan kampanye penyampaian visi.

program. dan kegiatan pembangunan. dan arah bangnas. 6. dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsi kementerian/lembaga yang disusun dengan berpedoman pada RPJMN dan bersifat indikatif. misi. . setelah tidak ada lagi GBHN dan Rencana Pembangunan Lima Tahun (REPELITA) versi Orde Baru. 3. serta kerangka ekonomi makro yang mencakup gambaran perekonomian secara menyeluruh termasuk arah kebijakan fiskal dalam rencana kerja yang berupa kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif. lintas kementerian/lembaga. RPJMN merupakan penjabaran dari visi. baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah dan pemerintah daerah. serta memuat kebijakan. program kementerian/lembaga dan lintas kementerian/lembaga. Renja KL (Rencana Kerja Kementerian/Lembaga) disusun dengan berpedoman pada Renstra KL dan mengacu pada prioritas bangnas dan pagu indeikatif. memuat prioritas pembangunan. 7. Jadi. Undang-Undang No. maka dasar pelaksanaan pembangunan dalam rangka mewujudkan tujuan nasional sekarang adalah : 1. maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. program. strategi. dan program Presiden yang penyusunannya berpedoman pada RPJPN. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. RPJPN merupakan penjabaran dari tujuan dibentuknya pemerintahan negara RI yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 dalam bentuk visi. kewilayahan dalam bentuk kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif. 8. serta program kementerian/ lembaga. Renstra KL (Rencana Strategis Kementerian/Lembaga) memuat visi. kewilayahan dan lintas kewilayahan. kebijakan. kebijakan umum. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Renbangnas). yang memuat strategi bangnas. tujuan. 5. 2. RKP merupakan penjabaran dari RPJMN. misi. Undang-Undang No. Undang-Undang Dasar 1945. misi. rancangan/kerangka ekonomi makro yang mencakup gambaran perekonomian secara menyeluruh termasuk arah kebijakan fiskal.4.

TAHAPAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL Tahapan Renbangnas meliputi : 1. dan 2009-2004 dengan Perpres No. 7 Tahun 2005. Penetapan Rencana.4. Mandiri : Kemandirian adalah hakekat dari kemerdekaan. mengamankan dan mempertahankan negara. Mewujudkan daya saing bangsa. yaitu hak setiap bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri dan menentukan apa yang terbaik bagi dirinya. 5. pendidikan dan kesehatan. mandiri. termasuk hukum yang mantap. damai. Evaluasi Pelaksanaan Rencana. F. Mewujudkan Indonesia aman. Mewujudkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan. 3. G. tingkat pendidikan. E. 5 Tahun 2010). mendapatkan pelayanan sosial. dan bersatu. 4. VISI INDONESIA 2025 ”Indonesia yang maju. Penyusunan Rencana. mengemukakan pendapat dan melaksanakan hak politiknya. . serta memiliki sistem dan kelembagaan politik. produktivitas yang lebih baik. 4. Adil : Semua rakyat mempunyai kesempatanyang sama dalam meningkatkan taraf hidupnya dan memperoleh lapangan pekerjaan. 2. 5. Mewujudkan Indonesia asri dan lestari. 3. 2. kualitas pelayanan sosial. serta perlindungan dan kesamaan di depan hukum. angka harapan hidup. dan adil” yaitu : Maju : Secara ekonomi-sosial. Mewujudkan masyarakat demokratis berlandaskan hukum. Pengendalian Pelaksanaan Rencana. Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). MISI INDONEIA 2025 1. pertumbuhan penduduk. Peraturan Presiden tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengan Nasional (Untuk 2004-2009 dengan Perpres No. derajat kesehatan.

6. beretika. 7. Mewujudkan masyarakat bermoral. Mewujudkan Indonesia berperan penting dalam pergaulan dunia internasional. dan berbudaya. .

maupun melalui pendelegasian kepada peme-rintah atau perwakilan di daerah. Hulme (dalam Srijanti. 2009:177). Ubaedillah. desentralisasi terkait dengan masalah pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat yang berada di ibukota negara baik melalui cara dekonsentrasi. Batasan menurut PBB tersebut di atas hanya menjelaskan proses kewenangan yang diserahkan pusat kepada daerah. sedangkan otonomi menyangkut hak yang mengikuti pembagian kewenangan tersebut. Turner dan D.BAB XI OTONOMI DAERAH DALAM KERANGKA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA A. tetapi belum menjelaskan isi dan keluasan kewenangan serta konsekuensi penyerahan kewenangan itu bagi badan-badan otonomi daerah. PENGERTIAN Istilah otonomi daerah atau desentralisasi pada hakikatnya adalah pembagian kewenangan kepada organ-organ penyelenggara negara. Dengan demikian desentralisasi atau otonomi daerah. terutama dalam menghadapi tantangan .” Jadi. sehingga dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemajuan masyarakat di daerah. Sementara itu menurut M. misalnya pen-delegasian kepada pejabat di bawahnya. 2010:138). Menurut Perserikatan Bangsa-Bang-sa (PBB). desen-tralisasi adalah transfer/pemindahan kewenangan untuk menyelenggarakan beberapa pelayanan kepada masyarakat dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk secara mandiri atau berdaya membuat keputusan mengenai kepentingan daerahnya sendiri. (A. otda dapat diartikan pelimpahan kewenangan dan tanggung jawab dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. secara sempit diartikan sebagai “mandiri” sedangkan dalam arti luas “berdaya. instrumen politik dan Dalam hal ini otda adalah suatu yang digunakan untuk administrasi/manajemen mengoptimalkan sumber daya lokal.

dll. Alasan : a. sementara itu pembangunan di beberapa daerah cenderung dijadi-kan obyek “perahan” pemerintah pusat. meningkatkan peranserta masyarakat. B. Sulawesi. Sementara itu pengertian otonomi daerah menurut Undang-Undang No. c. adalah hak. dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyara-kat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kesenjangan sosial antara satu daerah dengan daerah lainnya yang sangat men-colok. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. LATAR BELAKANG OTONOMI DAERAH 1. Papua. Daerah-daerah yang memiliki sumber-sumber kekayaan alam yang melimpah (seperti Aceh. Argumentasi yang Kuat Secara Teoritis dan Empiris : a. b. Untuk terciptanya efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan. 2. Dalam hal ini pemerintah pusat berfungsi : . mendorong pemberdayaan masyarakat.global. kare-na dengan banyaknya urusan tidak mungkin seluruhnya dilaksanakan oleh pusat.) tidak menerima perolehan dana yang patut dari pemerintah pusat. wewenang. Pembagian kekayaan tidak merata dan tidak adil. serta mengembangkan demokrasi. Riau. Adapun desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada daerah otonomi untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kalimantan. menumbuhkan kreativitas. Kehidupan berbangsa dan bernegara selama ini sangat terpusat di Jakarta (Jakar-ta sentris) karena 60% perputaran uang berada di Jakarta dan hanya 40% saja di luar Jakarta.

Regulatif : Menyangkut penyediaan barang dan jasa ataupun yang berhubungan dengan kompetensi dalam rangka penyediaan tersebut. . Dalam hal ini stabilitas politik nasional berawal dari stabilitas politik pada tingkat lokal. b. serta mempertahankan kemungkinan serangan dari negara lain.Universal : Memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. c. politik. ekonomi. kesejahtteraan masyarakat. Dalam konteks Indonesia. baik dalam rangka memilih atau kemungkinan untuk dipilih dalam suatu jabatan politik. Pemerintah daerah merupakan kancah pelatihan dan pengembangan demokrasi dalam sebuah negara.. d. dll. Keberadaan institusi lokal (eksekutuf dan legislatif lokal) merupakan wahana yang tepat bagi penggodokan calon-calon pemimpin nasional. pernah terjadi pergolakan daerah seperti PRRI dan PERMESTA tahun 1957-1958 karena daerah melihat kekuasaan Jakarta sangat dominan. Sementara di negara-negara ASEAN pun terja-di pula di Filipina dan Thailand di mana minoritas muslin (Mindanao dan Pattani) berjuang untuk melepaskan diri dari ketidakadilan ekonomi yang dilakukan peme-rintahan pusat di Manila atau Bangkok. Kemungkinan mereka pun akan berkiprah di tingkat nasional. keamanan dalam negeri. Ekstraktif : Memobilisasi sumber daya keuangan dalam rangka membiayai aktivitas penyelenggaraan negara. Sebagai sarana pendidikan politik. keuangan. pertahanan. integrasi sosial. . mempertahankan kedaulatan. Stabilitas politik. Di daerahlah tempat kebebas-an dan tempat orang diajari bagaimana kebebasan digunakan dan bagaimana menik-mati kebebasan itu.Distributif : Mengelola berbagai dimensi kehidupan seperti bidang sosial. Pemerintah daerah akan menyediakan kesempatan bagi warga masyarakat untuk berpartisipasi dalam politik. setelah melalui karier politik mereka di daerah. menjaga keutuhan negara dan bangsa. . Pemerintahan daerah sebagai persiapan untuk karier politik lanjutan.

serta potensi dan keanekaragaman daerah. D. 2. Dari segi ekonomi : Agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi di daerah masing-masing. Kesetaraan politik. pemerrataan. untuk menarik rakyat ikutserta dalam peme-rintahan. Ubaedillah (2010:143). 3. Dari segi sosial-budaya : Agar perhatian lebih fokus kepada daerah. prinsip-prinsip pemberian otda yang dijadikan pe-doman dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah adalah : 1. untuk mem-bangun masyarakat yang demokratis. . C. Dari segi pemerintahan : Untuk mencapai pemerintahan yang efisien. PRINSIP-PRINSIP PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH Menurut A. Akuntabilitas publik. TUJUAN OTONOMI DAERAH Tujuan otonomi daerah dapat dilihat dari beberapa segi : 1.e. serta melatih diri dalam menggunakan hak-hak demokrasi. keadilan. Dari segi politik : Untuk mencegah penumpukan kekuasaan di pusat. Otonomi daerah pada dasarnya adalah transfer prinsipprinsi demokrasi dalam pengelolaan pemerintahan maupun budaya politik. baik dalam penentuan pimpinan daerah (Pemilukada) maupun pelaksanaan program di daerah. 4. Penyelenggaraan otda dilaksanakan dengan memperhatikan aspek demokrasi. Melalui desentralisasi pemerintahan akan tercipta kesetaraan politik antara pusat dan daerah. Melalui prinsip demokrasi penyelenggaraan pemerintahan di dearh akan lebih akuntabel dan profesional karena dapat melibatkan peranserta masyarakat luas. f.

tetapi juga dari pemerintah dan daerah kepada desa yang disertai dengan pembiayaan. dan karenanya dalam daerah kabupaten dan koyta tidak ada lagi wilayah administratif. Pelaksanaan asas dekonsentrasi diletakkan pada daerah provinsi dalam kedudukan-nya sebagai wilayah administratif untuk melaksanakan kewenangan pemerintahan tertentu yang dilimpahkan kepada Gubernur sebagai wakil pemerintah. tidak hanya dari pemerintah kepada daerah. Pelaksanaan asas tugas pembantuan dimungkinkan. sarana dan prasarana. kawasan perkebunan. Pelaksanaan otda didasarkan pada otonomi luas. Pelaksanaan otda uang luas dan utuh diletakkan pada daerah kabupaten dan kota. 5. kawasan kehutanan. dan bertanggung jawab. kawasan pariwisata. nyata. kawasan pelabuhan. Pelaksanaan otda harus sesuai dengan konstitusi negara sehingga tetap terjamin hubungan yang serasi antara pusat dan daereah serta antar daerah. Pelaksanaan otda harus lebih meningkatkan peranan dan fungsi badan legislatif daerah. fungsi pengawasan. kawasan pertambangan. Demikian pula di kawasan-kawasan khusus yang dibina oleh pemerintah atau pihak lain seperti badan otorita. 4.2. kawasan in-dustri. sedangka pada daerah provinsi merupakan otonomi yang terbatas. Pelaksanaan otda harus lebih meningkatkan kemandirian daerah otonom. baik fungsi legislasi. 6. kawasan perumahan. maupun fungsi anggaran atas penyelenggaraan pemerintahan daerah. serta sumber daya manusia dengan kewajiban melaporkan pelaksanaan dan pertanggungjawabannya kepada yang menugaskan. 8. E. yaitu : . PERKEMBANGAN UNDANG-UNDANG OTONOMI DAERAH Pengaturan pelaksanaan otda di Indonesia telah mengalami beberapa kali UndangUndang Otda/Desentralisasi. kawasan perkotaan baru. 7. dan semacamnya berlaku ketentuan peraturan daerah otonom. 3.

Juga ditetapkan tingkatan daerah otonom. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1957 tentang Pemerintahan Daerah yang berlaku menyeluruh dan bersifat seragam. dan desa/kota kecil. kabupaten/kota besar. dan Kota. 5. Minangkabau. luar negeri. Dalam UU ini disebutkan ada daerah tingkat I Proivinsi dan daerah tingkat II Kabupaten/Kotamadya. Dalam UU ini jelas diatur tentang pembagian urusan pemerintahan. Dalam UU ini ada dua jenis daerah otonom.1. 3. yaitu : a. Akan tetapi PP pelaksanaannya tidak ada sehingga tidak dilaksanakan dan usianya hanya tiga tahun. 6. pertahanan. yaitu daerah otonom biasa dan daerah otonom istimewa. Daerah : Urusan selain tersebut di atas. Bali. yaitu provinsi. dan Palembang untuk menghormati daerah tersebut guna melakukan pengaturan sendiri daerahnya mengenai hak dan asal-usul daerah. Urusan Pusat : Keuangan (moneter dan fiskal). 4. b. 2. Dalam UU ini ditetapkan daerah otonom meliputi Keresidenan. dan agama. peradil-an (yustisi). Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1945 tentang Pemerintahan Daerah. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di Dae-rah. Pemerintah pusat memberikan hak istimewa kepada beberapa daerah di Jawa. Kabupaten. keamanan. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1965 tentang Pemerintah Daerah yang menganut otonomi yang seluas-luasnya. disertai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. 7. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1948 tentang Susunan Pemerintah Daerah yang Demokratis. .

maka Pemerintah mener-bitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerin-tahan Daerah. dan manajemen kepada unit otonomi pemerintah daerah. dekonsentrasi. yang secara tidak langsung berada di bawah pengawasan pemerintah pusat. 2010:182). yaitu : . yaitu transfer kewenangan untuk pengambilan keputusan. keuangan.Diterbitkan juga Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. terdapat empat model desentralisasi. Dekonsentralisasi. yaitu pelimpahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada Gubernur sebagai wakil pemerintah. Devolusi. yang kemudian dikukuhkan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah Menjadi Undang-Undang. dan swadaya masyarakat. dan tugas pembantuan berdasarkan Undang-Undang No. 4. dan atau kepada instansi vertikal di wilayah tertentu. yaitu : 1. MODEL DESENTRALISASI Menurut Rondinelli (dalam Srijanti. Privatisasi. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Kemudian untuk me-nyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berkembang. 2. E. Delegasi. yaitu pelimpahan pengambilan keputusan dan kewenangan manajerial untuk melakukan tugas-tugas khusus kepada suatu organisasi. Kiranya perlu pula dijelaskan pengertian tentang desentralisasi. yaitu tindakan pemberian kewenangan dari pemerintah kepada badan-badan sukarela. 3. swasta.

Urusan Pemerintah Pusat : a. Pertahanan. 2. d. Desentralisasi. 1. Keuangan (moneter dan fiskal nasional). Politik Luar Negeri.1. 2. dan sebagai wakil pemerintah di daerah. e. untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu. 3. dan yang kedua berdasarkan asas dekonsentrasi. f. adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada daerah untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Peradilan (Yustisi). PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN Berdasarkan UU No. yaitu sebagai kepada daerah provinsi. Tugas pembantuan. Agama. G. terdapat pembagian urusan pemerintahan sebagai berikut. adalah pelimpahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepa-da Gubernur sebagai wakil pemerintah dan/atau kepada instansi vertikal di wilayah tertentu. 32 Tahun 2004. Dekonsentrasi. Dengan demikian Gubernur mempunyai dua kedudukan. Keamanan. dari pemerintah provinsi kepada kabupaten/kota dan/atau desa. serta dari pemerin-tah kabupaten/kota kepada desa. adalah penugasan dari pemerintah kepada daerah dan/atau desa. b. c. Yang pertama berdasarkan asas desentralisasi. Urusan Pemerintah Provinsi : .

b. Penyediaan sarana dan prasarana umum. dan pengawasan tata ruang. Perencanaan dan pengendalian pembangunan. j. d. Penyediaan sarana dan prasarana umum. Perencanaan. Penyelenggaraan pendidikan dan alokasi sumber daya manusia potensial. Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. 2. c. Penanganan bidang kesehatan. pemanfaatan. o. usaha kecil dan menengah. l. kabupaten/kota. pemanfaatan. Perencanaan dan pengendalian pembangunan. m. Pengendalian lingkungan hidup. Penanggulangan masalah sosial lintas kabupaten/kota. q. Pelayanan administrasi penanaman modal termasuk lintas kabupaten/kota. b. i. g.a. k. Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. c. termasuk lintas kabupaten/kota. n. Pelayanan kependudukan dan catatan sipil. e. h. Fasilitas pengembangan koperasi. d. . dan pengawasan tata ruang. Pelayanan administrasi umum pemerintahan. f. Urusan Pemerintah Kabupaten/Kota : a. Urusan w:ajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundangundangan. Penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya yang belum dapat dilaksanakan oleh p. Pelayanan bidang ketenagakerjaan lintas kabupaten/kota. Pelayanan pertahanan termasuk lintas kabupaten/kota. Perencanaan.

Hal ini muncul karena ada ungkapan bahwa otonomi identik dengan automoney. j. k. Akan tetapi uang bukan satu-satunya alat dalam menggerakkan roda pemerintahan. Pelayanan administrasi penanaman modal. g. Urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang- H. artinya. Pelayanan bidang ketenagakerjaan. Tentu saja hal itu keliru dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Fasilitas pengembangan koperasi. Otonomi dikaitkan semata-mata dengan uang. Penanganan bidang pendidikan. KESALAHPAHAMAN TERHADAP OTONOMI DAERAH Otda diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan kebijakan nasional yang dapat mencegah disintegrasi bangsa. Pelayanan pertahanan. n. i. Pengendalian lingkungan hidup. walaupun diakui bahwa uang memang sesuatu yang sangat penting bahkan mutlak. Pelayanan administrasi umum pemerintahan. Otda pun dilakukan dalam rangka memperkuat semangat kebangsaan serta persatuan dan kesatuan di antara segenap warga bangsa Indonesia. Pelayanan kependudukan dan catatan sipil. Otda merupakan sarana yang secara politis ditempuh dalam rangka memelihara keutuhan negara bangsa. Penanggulangan masalah sosial. h. o. Akan tetapi dalam praktek atau implementasinya banyak menimbulkan kesalahpahaman yang muncul dari berbagai kelompok masyarakat. di antaranya sebagai berikut : 1. m. l. undangan. f. usaha kecil dan menengah. Penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya. untuk berotonomi daerah harus mencukupi sendiri kebutuhannya terutama di bidang keuangan. yang sangat penting atau kata kuncinya adalah “kewenangan.e.” Dengan kewenangan .

baik berupa bimbingan teknis penyelenggaraan pemerintahan maupun keuangannya. Daerah belum siap dan belum mampu. 2. Hal ini tidak tidaklah tepat sebab sebelum UU No. Dengan otda maka daerah dapat melakukan apa saja. Hal ini keliru sebab bersamaan dengan kebijakan otda pusat tetap harus memberi dukungan dan bantuan kepada daerah. . 32/2004 diterapkan. Hal ini sesuai dengan falsafah yang umum dikenal di berbagai negara. dan hal ini tidak mengurangi makna otda dalam kerangka NKRI. 4. baik dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun Dana Alokasi Umum (DAU) serta bantuan dana lainnya. Maksudnya. setiap pemberian kewenangan dari pemerintah pusat kepada daerah harus disertai dana yang cukup. dan pemerintah daerah harus mampu menggunakannya dengan bijaksana. Hal ini keliru sebab hakikat otda adalah pemberian kewenangan kepada daerah sehingga daerah kreatif dan inovatif dalam rangka memperkuat NKRI yang berlandaskan norma kepatutan dan kewajaran dalam sebuah tata kehidupan bernegara. karena dalam kenyataan sudah lama terlibat dalam penyelenggaraan administrasi pemerintahan. Dengan demikian sebenarnya tidak ada alasan belum siap dan belum mampu. 22/1999 dan UU No. Dengan otda pemerintah pusat akan melepaskan tanggung jawab untuk membantu dan membina daerah. 3. tepat guna dan berorientasi kapa kepentingan rakyat. artinya bebas. dan yang utama serta sangat penting diperhatikan adalah kepentingan masyarakat. Dalam hal ini daerah dapat menempuh kebijakan dalam segala hal sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku di NKRI. ternyata pemberian tugas kepada pemerintah daerah belum diikuti dengan pelimpahan kewenangan dalam mencari uang dan subsidi dari pusat. misalnya tatkala terjadi bencana alam yang sangat menggang-gu roda perekonomian daerah. yaitu “tak ada mandat tanpa dukungan dana” (no mandate without funding).uang akan dapat dicari.

dunia usaha.5. termasuk juga LSM dan masyarakat dapat memainkan perannya dalam “mengawasi” jalannya pemerintah daerah secara optimal. Otda akan menciptakan raja-raja kecil di daerah dan memindahkan korupsi ke dae-rah. Presiden. serta lembaga-lembaga negara seperti MPR. KY. . dan masyarakat menampatkan diri dalam kerangka politik masa lalu. DPD. KPK. serta lembaga-lembada ekstra struktural seperti Komisi Ombudsman. Akan tetapi untuk menghindari praktek negatif tersebut di atas. BPK. lembaga-lembaga pemerintahan (yang berada di bawah Pre-siden) termasuk aparat penegak hukum seperti Kepolisian dan Kejaksaan. media massa. MA. pilar-pilar penegakan demokrasi dan masyarakat madani (civil society) seperti partai politik. Pendapat ini memang ada benarnya jika para penyelenggara pemerintahan dae-rah. yaitu Orde Baru yang sarat KKN dan segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan lainnya. MK. dll. DPR.

kesamaan. PENGERTIAN Istilah masyarakat madani (civil society) awalnya dimunculkan oleh Anwar Ibrahim. Dalam masyarakat madani warga negara bekerjasama membangun ikatan sosial. Sementara menurut Hidayat Nurwahid. serta sikap saling memahami dan menghargai. menghindarkan diri dari konflik dan permusuhan yang menyebabkan perpecah-an. hubungan timbal balik (reprocity). dan memiliki pemerintahan sipil. keadilan. Dengan demikian ma-syarakat madani merupakan “guiding idea” dalam melaksanakan ide-ide yang men-dasari kehidupan masyarakat. 2010:177) mendefisikan masyarakat madani sebagai proses penciptaan peradaban yang mengacu kepada nilai-nilai kebijakan bersama. Menurut beliau masyarakat madani merupa-kan sistem sosial yang subur berdasarkan prinsip moral yang menjamin keseimbangan antara kebebasan individu dengan kestabilan masyarakat. yang mengandung makna toleransi. dan hidup dalam suatu persaudaraan. serta secara politik. karena ia juga mengacu pada pembentukan masyarakat berkualitas dan ber-tamaddun (civility). mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia. . Masyarakat madani mem-punyai ciri-ciri yang khas. Menurut Azyumardi Azra (ibid). ciri masyarakat madani adalah masyarakat yang meme-gang teguh ideologi yang benar. makna masyarakat madani berasal dari kata civility. Ubaedillah.BAB XII MASYARAKAT MADANI A. ekonomi. dan demokrasi. yaitu kemajemukan budaya (multicultural). Adapun menurut Nurcholish Madjid. Dasar utamanya adalah persatuan dan integrasi sosial yang didasarkan pada suatu pedoman hidup. budaya bersifat mandiri. dan solidaritas kemanusiaan yang bersifat nonnegara. kesediaan pribadi-pribadi untuk menerima pelbagai macam pandangan politik dan tingkah laku sosial. musyawarah. jaringan produktif. berakhlak mulia. masyarakat madani lebih dari sekedar gerakan pro-demokrasi. yaitu prinsip moral. Dawam Rahardjo (dalam A.

saran. Nurcholish Madjid. Adanya usaha membatasi ruang gerak masyarakat dalam kehidupan politik. Masyarakat Madani (Anwar Ibrahim. Masyarakat Warga (Soetandyo Wignjosubroto). Civitas Etat. d. Dawam Rahardjo. Comonitas Civilis. Hikam). LATAR BELAKANG Masyarakat madani timbul karena faktor-faktor : 1. Adanya penguasa politik yang cenderung mendominasi (menguasai) masyarakat dalam segala bidang sehingga masyarakat harus patuh dan taat kepada penguasa. e. Masyarakat Kewargaan (Frans Magnis Suseno dan M. 2. Hegerl). Societas Civilis (Cicero). Societe Civile (Tocquiville). c. B. tidak diterjemahkan (A. Indonesia : a. maupun kritik kepada penguasa. Civil Society. 3. f. Civil Society (Adam Ferguson).S. b. untuk maksud yang sama dikenal pula dengan istilah-istilah lain yang oleh Dawam Rahardjo dirumuskan beberapa macam : 1. e. d. Comonitas Politica. Keada-an ini menyulitkan masyarakat dalam mengemukakan pendapat. Masyarakat diasumsikan sebagai orang yang tidak memiliki kemampuan yang baik (=bodoh) dibandingkan dengan penguasa/pemerintah. Azyumardi Azra). Koinonia Politike (Aristoteles). b. 2. Masyarakat Sipil (Mansour Fakih). c. Dalam hal ini warga negara tidak memiliki kebebasan untuk menjalankan aktivitas kesehariannya. Dalam hal ini tidak ada keseimbangan pembagian yang proporsional terhadap hak dan kewajiban setiap warga negara dalam seluruh aspek kehidupan mereka. . Burgerlishe Gesellschaft (F.Selain istilah masyarakat madani. Asing : a. Ryaas Rasyid).

dan kesempatan. politik. 2. tetapi sudah harus menjadi bagian penting dari pelaksanaan ajaran moral agama. tetapi adalah juga suatu pilihan untuk bersama-sama membangun dan memper-juangkan perikehidupan warga masyarakat yang sejahtera. Menurut Nurcholis Madjid. sosial-budaya. Pluralisme merupakan prasyarat masyarakat madani. yaitu sikap saling menghargai atas perbedaan pendapat dan pendirian orang lain. Tingginya sikap toleransi. 5. toleransi menyangkut persoalan ajaran dan kewajiban melaksanakan ajaran itu. artinya. Keadilan sosial. Wilayah publik yang bebas (free public sphere).C. Di wilayah ini semua warga negara memiliki posisi dan hak serta kewajiban yang sama untuk melakukan transaksi sosial politik tanpa rasa takut dan terancam oleh kekuatan-kekuatan di luar civil society. KELEMBAGAAN PENEGAK MASYARAKAT MADANI . yaitu ruang publik yang bebas sebagai sarana untuk mengemukakan pendapat warga masyarakat. Diakui adanya pluralisme. 3. 4. Tegaknya prinsip demokrasi. Keadilan sosial adalah hi-langnya monopoli dan pemusatan salah satu aspek kehidupan yang dilakukan oleh kelompok atau golongan tertentu. sehingga harus dipahami tidak hanya sebatas mengakui dan menerima kenyataan sosial yang beragam. D. KARAKTERISTIK MASYARAKAT MADANI 1. Toleransi bukan sekedar tuntutan sosial masyarakat majemuk belaka. yaitu adanya keseimbangan dan pembagian yang proporsional atas hak dan kewajiban setiap warga negara dalam segala aspek kehidupan : ekonomi. pengetahuan. tetapi juga harus disertai sikap yang tulus menerima perbedaan sebagai suatu yang alamiah dan rahmat Tuhan yang bermnilai positif bagi kehidupan masyarakat. pluralitas (kemajemukan) telah menjadi suatu keniscayaan yang tidak dapat dielakkan. Demokrasi bukan sekedar kebebasan dan persaingan. sehingga mau tidak mau telah menjadi kaidah yang abadi.

dan kedewasaan berpikir. 3. dan ditujukan bagi kesejahteraan masya-rakat. Disiplin. disiplin. kelompok. yaitu bahwa pengelolaan dan pengendalian serta pelaksanaan lembaga dise-lenggarakan dengan kejujuran. yang bertujuan memberi perlindungan bagi diri. dan dikendalikan dari. yaitu bebas dari pengaruh dan intervensi lembaga lain. 5. yaitu bahwa lembaga dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya taat dan setia terhadap perundang-undangan yang berlaku. Demokratis. yaitu bahwa pengelolaan dan pengendalian lembaga dilakukan secara swadaya oleh sumber daya manusia yang ada di lembaga sendiri. kelompok. dan masyarakat tertentu. 7. . 6. masyarakat. seperti : a. Mandiri. Artinya. yaitu bahwa lembaga yang dibentuk. baik yang bersifat resmi dari pemerintah maupun dari individu. kelompok.Kelembagaan (institusi) masyarakat madani adalah lembaga-lembaga yang dibentuk atas dasar motivasi dan kesadaran penuh dari diri individu. Independen. 4. baik negara/ pemerintah maupun nonpemerintah. Idealis. Lembaga Sosial. 2. kesadaran. dan masyarakat tanpa ada instruksi. dan untuk masyarakat sendiri. dan bangsa yang tidak berdaya dari penguasaan negara/pemerintah. oleh. Karakteristik lembaga masyarakat madani hendaknya : 1. Swaorganisasi. yaitu memiliki kekuatan dan kemampuan untuk melaksanakan tugas po-kok dan fungsinya tanpa keterlibatan lembaga lain di luar lembaganya. Bentuk kelembagaan masyarakat madani ini dapat diklasifikasikan dalam tiga macam : 1. dikelola. Landasan pembentukan lembaga ini adalah idealisme perubahan (restorasi) ke arah kehidupan yang bebas (independen) dan man-diri. Organisasi Sosial. lembaga-lembaga dimaksud merupakan manifestasi dari permberdayaan masyarakat yang memiliki pengetahuan. yaitu bahwa pengelolaan dan pengendalian dilakukan secara terbuka. Transparan. ikhlas.

b. seperti PGRI. BEM. Kelembagaan Budha. seperti MKGR. 3. Keagamaan Kristen. dll. f. Mereka berjuang menegakkan HAM dan perlawanan terhadap kekuasaan kolonial (Belanda. Nahdlatul Ulama (NU). Lembaga Keagamaan. e. Sifat kemandirian dan kesukarelaan para . biasa-nya berdasarkan kedaerahan atau kesukuan. termasuk MUI. demikian juga organisasi-organisasi lainnya seperti Budi Utomo. seperti : a. d. PII. seperti NU. IDI. HMI. Keagamaan Islam. Kosgoro. Muhammadyah. seperti KNPI. dll. E. Organisasi Kepemudaan. seperti KWI. PWI. PMII. Jauh sebelum merdeka dan menjadi sebuah negara. Organisasi Profesi. dll. dll. seperti OSIS. Rukun Wargi Cikundul. b. Misalnya Paguyuban Pasundan. LBH. Kelembagaan Hindu. Kelembagaan Katholik. dll. Lembaga yang berbentuk Paguyuban : Dibentuk dan dikembangkan oleh masyarakat untuk melakukan pengelolaan dan pe-ngendalian program-program bagi peningkatan kekerabatan/kekeluargaan. c. HTI. Ru-kum Wargi Cianjur. sebenarnya masyarakat sipil telah ada dan berkembang. seperti Parisadha Hindu Dharma. diwakili oleh beragam kiprah organisasi sosial keagamaan dan pergerakan nasional dalam perjuangan merebut kemerdekaan dari kekuasaan penjajahan. Ikatan Keluarga Palembang. Persatuan Islam. 2. Indische Partij. Organisasi kemasyarakatan. Perhimpunan Indonesa (di Belanda). Jepang). dll. seperti PGI. d. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). g. Organisasi/Partai politik (Parpol). c. Persis. KAMMI. Organisasi Pelajar/Kemahasiswaan. PERSADI. Muhammadyah. Lihat misalnya organisasi keagamaan seperti Syarikat Islam (SI). seperti Walubi. ISEI. e. Al-Irsyad. MEMBANGUN MASYARAKAT MADANI INDONESIA Indonesia sebagai masyarakat madani adalah sebuah kenyataan.

2. Berkembangnya pluralisme dalam kehidupan yang beragam. kesantunan. kebiasaan. Untuk membangun masyarakat madani di Indonesia. kesetiakawanan sosial. Pengembangan masyarakat madani Indonesia tidak dapat dipisahkan dari lingkungan dan pengalaman sejarah bangsa Indonesia seperti tersebut di atas. cita-cita dan hasrat bersama sebagai warga bangsa dan negara tidak mungkin lepas dari ling-kungan sejarahnya. perasaan senasib dan sepenanggungan. toleransi. dan derasnya arus globalisasi. membutuhkan masyarakat yang mempunyai kemauan dan kemampuan hidup bersama dalam sikap saling meng-hargai. Adanya partisipasi aktif dalam menciptakan tata pamong yang baik. 5. Adanya keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME yang melandasi moral kehi-dupan. lebih-lebih dengan kondisi Indonesia yang dilanda euforia demokrasi. maka masyarakat madani perlu mendapat perhatian khusus. pandangan hidup. menurut Srijanti (2009:207) terdapat enam faktor yang perlu mendapat perhatian. . Perlu perbaikan di bidang ekonomi dalam rangka meningkatkan pendapatan masya-rakat. 3. Pada masa reformasi ini. dan dapat mendukung kegiatan pemerintahan dan pembangunan. kepedulian. Tumbuhnya intelektualitas dalam rangka membangun sumber daya manusia yang memiliki komitmen dan independen. semangat otonomi daerah. Kebudayaan. Sekarang ini tatkala hidup di zaman modern di mana interaksi tidak saja berlangsung secara domestik dan regional. adat-istiadat. Terjadinya pergeseran budaya dari masyarakat yang berbudaya paternalistik ke bu-daya modern dan independen.pengurus dan anggotanya merupakan karakter khas dari sejarah masyarakat madani Indonesia. 4. yaitu : 1. Indonesia membutuhkan tumbuh dan berkembangnya masya-rakat madani. tetapi juga secara global (era global-isasi). 6.

Sementara itu menurut A. Ubaedillah (2010:188). yaitu : 1. Reformasi sistem politik demokrasi. . Integrasi nasional dan politik. Pandangan ini menyatakan bahwa sistem demokrasi tidak mungkin berlangsung dalam kenyataan hidup sehari-hari dalam masyarakat yang belum memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara yang kuat. khususnya di kalangan kelas menegah. Paradigma membangun masyarakat madani dengan menekankan proses pendidikan dan penyadaran politik warga negara. 3. terdapat tiga strategi yang ditawar-kan untuk mewujudkan masyarakat madani di Indonesia. Untuk membangun demokrasi harus lebih diu-tamakan pembangunan lembaga-lembaga politik yang demokratis. Hal ini mengingat demokrasi membutuhkan topangan kultural selain dukungan struk-tural. 2.

serta kemiskinan. yang dikaitkan dengan tuntutan akan pengelolaan pemerintahan yang pro-fesional. Economic Governance. meliputi proses pembuatan keputusan yang memfasilitasi kegiatan ekonomi di dalam negeri dan transaksi di antara penyelenggara ekonomi. 3. sedangkan society berperan posi-tif dalam interaksi sosial. mencakup proses pembuatan keputusan untuk perumusan kebijakan politik negara. akuntabel. Hubungan antar sektor dimaksud dapat digambarkan di bawah ini. gover-nance (kepemerintahan) mempunyai tiga model. PENGERTIAN Menurut United Nations Development Program (UNDP) salah satu badan PBB. State berfungsi menciptakan lingkungan politik dan hukum yang mempunyai implikasi terhadap kesetaraan. sosial dan politik. berupa sistem implementasi kebijakan.BAB XIII TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK DAN BERSIH (GOOD AND CLEAN GOVERNANCE) A. kolusi. dan politik. dan nepotisme. termasuk mengajak kelompok masyara-kat untuk berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi. dan bebas dari korupsi. . NEGARA SWASTA MASYARAKAT Adapun Istilah good and clean governance merupakan wacana yang mengiringi gerak-an reformasi. dan kualitas hidup. yaitu state (negara atau pemerintah). Political Governance. privat sector menciptakan pekerjaan dan pendapatan. 2. kondusif. Administrative Governance. private sector (swasta atau dunia usaha). dan society (masyarakat) yang saling berinteraksi. ekonomi. Institusi dari governance meliputi tiga domein. yaitu : 1.

bersih. jujur.Pemerintahan yang bersih dari KKN merupakan bagian penting dari pembangunan demokrasi. Pendapat para ahli : 1. Suatu gagasan dan nilai untuk mengatur pola hubungan antara pemerintah. Sejalan dengan prinsip di atas. dan efektif. b. Pengertian kepemerintahan yang baik (good governance). Dalam hal ini semua unsur dalam pemerintahan dapat bergerak secara sinergis. transparan. dan berwibawa. Pinto (1994) : . Dadang Solihin : Kepemerintahan yang baik adalah konsepsi tentang : a. dan masyarakat madani di Indonesia. maka kepemerintahan yang baik. du-nia usaha/sawasta. sehingga menyatu dalam istilah good and clean governance. 3. Dalam prakteknya mesti disertai bersih dan berwibawa. efisien. berarti baik dan bersih dalam proses maupun hasil-hasilnya. tidak saling berbenturan. HAM. dan bertanggung jawab. dan intervensi pemerintah atas kepentingankepentingan tersebut. yang merupakan model kepe-merintahan yang efektif. politik. Penyelenggaraan pemerintahan yang bersih. dan masyarakat. dan mem-peroleh dukungan dari rakyat. 2. dan ekonomi. adalah sikap di mana kekua-saan dilakukan oleh masyarakat yang diatur dalam berbagai tingkatan pemerintahan negara yang berkaitan dengan sumber-sumber sosial-budaya. demokratis. Kooiman (1994) : Kepemerintahan yang baik merupakan serangkaian proses interaksi sosial politik antara pemerintah dengan masyarakat dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.

PRINSIP-PRINSIP “GOOD AND CLEAN GOVERNANCE” Untuk merealisasikan pemerintahan yang profesional dan akuntabel.” (Kepemerintahan adalah pelaksanaan kewenangan/kekuasaan dalam bi-dang ekonomi. yang dalam masyarakat yang berkesadaran hukum. J. integration. and ensure the well being of their population. Lembaga Administrasi Negara RI (LANRI) merumuskan sembilan aspek fundamental (asas/prinsip) yang harus diperhatikan. yaitu : . political. 5. UNDP : Dalam dokumen kebijakannya yang berjudul “Governance for Sustainable Human Development” (1977) mendefinisikan kepemerintahan sebagai : “Governance is the exercise of economic. tegaknya hukum untuk semua secara sama. Kristiadi : Good governance dapat dicapai melalui pengaturan yang tepat antara fungsi pasar dengan fungsi organisasi.B. 4. 6. B. termasuk organisasi publik sehingga dicapai transaksi-transaksi dengan biaya yang paling rendah. dan administratif untuk mengelola berbagai urusan negara pada setiap tingkatannya dan merupakan instrumen kebijakan negara untuk mendorong ter-ciptanya kondisi kesejahteraan integritas dan kohesitas sosial dalam masyarakat). politik. dan dalam ekonomi di mana berjalan mekanisme pasar secara sehat.Kepemerintahan yang baik adalah praktek penyelenggaraan kekuasaan dan kewe-nangan oleh pemerintah dalam mengelola urusan pemerintahan secara umum dan pembangunan ekonomi pada khususnya. dengan mengacu pada UNDP. and administrative authority to a countriy’s affairs at all levels and means by which states promote social cohesion. Bintoro Tjokroamidjojo : Good governance lebih dapat berjalan dalam suatu sistem politik yang demokratis.

f. Dalam hal ini perlu perlu deregulasi birokrasi. maka partisipasi masyarakat dapat berubah menjadi tindakan yang anarkis. Pemberian penghargaan. Dalam hal mengelola negara terdapat delapan unsur yang harus dilakukan secara transparan. c. Independensi peradilan. yang disusun berdasarkan aspirasi masyarakat luas dan mengakomodasi berbagai kebutuhan secara adil. Penegakan hukum (rule of law). Dalam hal ini perlu komitmen pemerintah yang mengandung unsur-unsur : a. Konsisten dan nondiskriminatif. yakni kebebasan berkumpul dan mengeluarkan pendapat secara konstruktif. Kesehatan. Kebijakan strategis untuk pencerahan kehidupan masyarakat. yaitu keikutsertaan warga masyarakat dalam pengambil-an keputusan. 2. jabatan. Hukum yang responsif. Penetapan posisi. Moralitas para pejabat dan aparatur pelayanan publik. g. baik langsung maupun melalui lembaga perwakilan yang sah dan mewakili kepentingan mereka. 3. Responsif. 4. karena tanpa ditopang oleh aturan hukum dan penegakannya secara konsekuen. h. d. . Transparansi (transparency). e. sehingga proses sebuah usaha efektif dan efisien. Kekayaan pejabat publik. e.1. b. Keamanan dan ketertiban. yaitu tanggap terhadap persoalan-persoalan masyarakat. Partisipasi (partisipation). yaitu : a. Bentuk partisipasi dimaksud dibangun atas dasar prinsip demokrasi. b. Untuk itu setiap unsur pemerintah harus memi-liki dua etika. Dalam hal ini pemerintah harus memahami kebutuhan masyarakat dan proaktif. bukan menunggu mereka menyampaikan keinginan. c. d. Supremasi hukum (supremacy of law). yaitu bahwa pengelolaan pemerintahan yang profe-sional harus didukung oleh penegakan hukum yang berwibawa. Kepastian hukum (legal certainty). atau kedudukan. yakni etika individual dan etika sosial. Penetapan kebijakan yang terkait dengan pencerahan kehidupan.

5. Konsensus, yaitu bahwa keputusan apa pun harus dilakukan melalui kesepakatan dalam suatu permusyawaratan. Melalui cara ini akan memuaskan semua pihak sehingga semuanya merasa terikat untuk konsekuen melaksanakannya. 6. Kesetaraan (equity), yaitu kesamaan dalam perlakuan dan pelayanan publik. Hal ini mengharuskan setiap pelaksana pemerintah bersikap dan berperilaku adil dalam hal pelayanan publik tanpa mengenal perbedaan keyakinan (agama), suku, jenis kela-min, dan kelas sosial. 7. Efektivitas dan efisiensi (berdayaguna dan berhasilguna). Kriteria efektive

diukur diukur dengan parameter produk yang dapat menjangkau sebesarbesarnya kepen-tingan masyarakat dari berbagai kelompok lapisan sosial, sedangkan efisien diukur dengan rasionalitas biaya untuk memenuhi kebutuhan semua masyarakat. 8. Akuntabilitas, yaitu pertanggunggugatan pejabat publik terhadap masyarakat yang memberinya kewenangan untuk mengurus kepentingan mereka. Dalam hal ini setiap pejabat publik dituntut mempertanggungjawabkan semua kebijakan, keputus-an, perbuatan, moral, maupun netralitas sikapnya terhadap masyarakat. Pengertian akuntabilitas meliputi : a. Keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan-keputusan strategis; b. Mekanisme evaluasi atas insentif yang diberikan kepada para pejabat publik; c. Mekanisme pertanggungjawaban kepada publik atas kinerja pemerintahan. 9. Visi strategis (strategic vision), yaitu pandangan-pandangan strategis untuk meng-hadapi masa yang akan datang (forecasting). Artinya,

kebijakan/keputusan apa pun yang akan diambil saat ini harus memperhitungkan akibatnya di masa depan (paling tidak 10- 20 tahun ke depan).

C. MANFAAT “GOOD GOVERNANCE” 1. Berkurangnya secara nyata praktek KKN di birokrasi yang antara lain ditunjukkan dengan hal-hal sebagai berikut : a. Tidak adanya manipulasi pajak; b. Tidak adanya pungutan liar; c. Tidak adanya manipulasi tanah;

d. Tidak adanya manipulasi kredit; e. Tidak adanya penggelapan uang negara; f. Tidak adanya pemalsuan dokumen; g. Tidak adanya pembayaran fiktif; h. Tidak adanya penggelembungan nilai kontrak (mark-up); i. Tidak adanya uang komisi; j. Tidak adanya penundaan pembayaran kepada rekanan; k. Tidak adanya kelebihan pembayaran; l. Tidak adanya ketekoran biaya; m. Proses pelelangan (tender) berjalan dengan baik. 2. Terciptanya sistem kelembagaan dan ketatalaksanaan pemerintahan yang bersih, efektif, efisien, transparan, profesional dan akuntabel : a. Sistem kelembagaan lebih efektif, ramping, fleksibel; b. Kualitas tata laksana dan hubungan kerja antar lembaga di pusat, dan antara pe-merintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota lebih baik; c. Sistem administrasi pendukung dan kearsipan lebih efektif dan efisien; d. Dokumen/arsip negara dapat diselamatkan, dilestarikan, dan terpelihara dengan baik; 3. Terhapusnya peraturan perundang-undangan dan tindakan yang bersifat diskriminatif terhadap warga negara, kelompok, atau golongan masyarakat : a. Kualitas pelayanan kepada masyarakat dan dunia usaha (swasta) meningkat; b. SDM, prasarana, dan fasilitas pelayanan menjadi lebih baik; c. Berkurangnya hambatan terhadap penyelenggaraan pelayanan publik; d. Prosedur dan mekanisme serta biaya yang diperlukan dalam pelayanan publik lebih baku dan jelas; e. Penerapan sistem merit dalam pelayanan; f. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pelayanan publik; g. Penanganan pengaduan masyarakat lebih intensif. 4. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan pelayanan publik : Berjalannya mekanisme dialog dan musyawarah terbuka dengan

masyara-kat dalam perumusan program dan kebijakan layanan publik.

5.

Terjaminnya konsistensi dan kepastian hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan baik di pusat maupun di daerah : a. Hukum menjadi landasan bertindak bagi aparatur pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan pelayanan publik yang baik; b. Kalangan dunia usaha/swasta merasa lebih aman dan terjamin ketika menanam-kan modal dan menjalankan usahanya karena ada aturan main (rule of the game) yang tegas, jelas, dan mudah dipahami oleh masyarakat; c. Tidak akan ada kebingungan di kalangan pemerintah daerah dalam melaksana-kan tugasnya serta berkurangnya konflik antarpemerintah daerah serta antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

D. PENERAPAN ASAS-ASAS KEPEMERINTAHAN YANG BAIK Dalam praktek penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia pasca gerakan reformasi nasional, tercermin dalam Undang-Undang No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara-an Negara yang Bersih dan Bebas KKN, dan Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 ten-tang Pemerintah Daerah yang memuat asas-asas umum pemerintahan yang mencakup : 1. Asas Kepastian Hukum, yang mengutamakan landasan peraturan perundangan, kepatutan, dan keadilan dalam setiap kebijakan penyelenggaraan negara. 2. Asas Tertib Penyelenggaraan Negara, yang mengutamakan landasan

keteraturan, keserasian, dan keseimbangan dalam pengendalian penyelenggaraan negara. 3. Asas Kepentingan Umum, yang mendahulukan kesejahteraan umum dengan cara aspiratif, akomodatif, dan selektif. 4. Asas Keterbukaan, dengan membuka diri terhadap hak-hak masyarakat untuk mem-peroleh informasi yang benar, bersikap jujur, dan tidak diskriminatif tentang penye-lenggaraan negara dengan tetap memperhatikan perlindungan atas hak asasi pribadi, golongan, dan rahasia negara. 5. Asas Proporsionalitas, yang mengutamakan keseimbangan antara hak dengan ke-wajiban penyelenggara negara.

Demikian juga para pelaku ekonomi milik negara. HUBUNGAN ANTARA GOVERNANCE DESENTRALISASI DENGAN GOOD 1. yang mengutamakan keahlian yang berlandaskan kode etik dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Asas Akuntabilitas. Pemberdayaan pemerintah daerah akan memacu partisipasi publik yang lebih besar dalam pengambilan keputusan. Asas Profesionalitas. masyarakat. karyawan. di mana setiap kegiatan dan hasil kegiatan penyelenggaraan negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. stake holders. baik untuk kepentingan pemilik. Para pelaku ekonomi swasta pada umumnya menunjukkan kesalahan manajemen. 3. akibat krisis moneter yang berkepanjangan sejak tahun 1997 terutama di sektor pelaku ekonomi baik milik negara maupun swasta. F. E. menunjukkan kinerja yang rendah sehingga tidak mampu memberi kontribusi secara optimal. Pemerintah daerah cenderung lebih berhati-hati dan akuntabel ketika mengelola dana yang dihasilkan secara lokal. Desentralisasi memungkinkan pemerintah daerah menghasilkan kebijakan yang memiliki local preference lebih tinggi. 2. bahkan kondisi internal perusahaan masuk dalam kondisi tidak sehat. 7.6. sehingga tidak memiliki keunggulan atau daya saing yang kuat di pasar internasional. maupun pihak terkait lainnya. tinimbang dana yang didistribusikan dari pusat. GOOD CORPORATE GOVERNANCE Dalam bidang ekonomi. sudah bukan rahasia umum . 4. Masyarakat lebih mudah mengakses informasi dan keputusan publik di tingkat lokal.

dapat . korporasi (corporate) adalah mekanisme yang dibangun agar berbagai pihak dapat memberikan kontribusi berupa modal.bahwa sebagian besar kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) jauh dari apa yang diharapkan masyarakat. serta para pemegang kepentingan (stakeholders) internal dan eksternal lain-nya yang berkaitan dengan hak-hak dan kewajiban mereka atau dengan kata lain suatu sistem yang mengendalikan perusahaan. pengurus/pengelola perusahaan. dengan keterbukaan informasi yang penting serta melarang pembagian untuk pihak sendiri dan per-dagangan saham oleh orang dalam. kontribusinya terhadap negara untuk kepentingan rakyat masih belum me-madai padahal aset di atas Rp 900 trilyun (pada waktu itu) yang tersebar di berbagai sektor usaha potensinya cukup besar. baik terhadap perusahaan milik negara maupun swasta. yaitu melalui penerapan Good Corporate Governance (GCG) secara nyata bukan hanya sekedar retorika. demi manfaat bersama. Menurut Tjager yang dikutip Sedarmayanti (2007:52). GCG tidak terlepas atau tidak dapat dipisahkan dengan konsep dan sistem korporasi sendiri. Sementara menurut Cadbury Committee tahun 1992 yang pertama kali memperkenalkan istilah good corporate governance. Kewajaran (Fairness). yaitu perlakuan yang sama terhadap pemegang saham terutama pemegang saham minoritas dan pemegang saham asing. adalah suatu sistem yang berfungsi untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi (per-usahaan). dan tenaga. maka OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) telah mengembangkan prinsip GCG. yang harus diberi informasi benar dan tepat waktu mengenai perusahaan. Berdasarkan kondisi tersebut di atas. pihak kreditur. maka salah satu upaya dalam mencari solusinya adalah memberdayakan korporasi. 2. Transparansi (Disclosure & Transparency). Dalam kaitan tumbuhnya kesadaran akan pentingnya CG. yaitu hak pemegang saham. dalam arti. Adapun korporasi pemerin-tahan (corporate governance) adalah seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara pemegang saham. yaitu : 1. keahlian. karyawan. pemerintah.

merupakan bentuk pertanggungjawaban mana-jemen kepada perusahaan dan pemegang saham. dan perusaha-an yang sehat dari aspek keuangan. 3. . Akuntabilitas (Acccountability). Tanggung jawab ke dewan (dewan komisaris maupun direksi) terhadap perusahaan. Responsibilitas (Responsibility). 2. 3. Hak pemegang saham dan perlindungannya. Pemegang saham dan pihak berkepentingan lainnya. Peran karyawan dan pihak yang berkepentingan lainnya. 5. 4. Prinsip GCG ini mencakup lima bidang utama.berperanserta dalam pengambilan keputusan mengenai perubahan mendasar atas perusahaan dan memperoleh bagian keuntungan perusahaan. yaitu peran pemegang saham harus diakui sebagaimana ditetapkan oleh hukum dan kerjasama yang aktif antara perusahaan serta pemegang kepentingan dalam menciptakan kekayaan. 4. Pengungkapan yang akurat dan tepat waktu serta transparan sehubungan dengan struktur dan operasi korporasi. dewan komisaris. dan auditor. yaitu : 1. yaitu tanggung jawab manajemen melalui penga-wasan efektif berdasarkan keseimbangan kekuasaan antara manajer. lapangan kerja. pemegang sa-ham.

Lemhanas & Ditjen Dikti Depdikbud. 1999. Wawasan Nusantara. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi. Cetakan ke-2. ------------.T. dan Nelson. Budiardjo. Yogyakarta : Kanisius. Gramedia.S. 1995. Edisi Pertama. Chaidir (ed. Jakarta : Balai Pustaka. H. Yogyakarta : Paradigma. 1999. Cetakan ke-1. Cetakan Pertama. dan Zubaidi. Politik Indonesia : Transisi Menuju Demokrasi. Samuel P. Achmad. (Terjemahan Sahat Simamora). Huntington. Demokrasi dan Civil Society. BUKU : Azra. Muhammad A. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.T. Dasar-dasar Ilmu Politik. Jakarta : PT. ----------------------. Kewiraan untuk Mahasiswa. Cetakan Pertama. Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi. Kansil. Kevin. Azyumardi. Jakarta : PT. Afan. Partisipasi Politik di Negara Berkembang. Yogyakarta : Citra Karsa Mandiri. 1994. Lemhanas. Hikam. Cetakan Pertama. 1997. Edisi Revisi. David. Cetakan Kedua. Joan. . 1991. Gramedia. Jakarta : LP3ES. ------------. Jakarta : Rineka Cipta. 1999. 1995. Basrie. Jakarta : PT. Gramedia. Kemal Pasha. 2005. 1995. Miriam.DAFTAR KEPUSTAKAAN A. Pradnya Paramita. Jakarta : PT. Beetham. Jakarta : Balai Pustaka. Demokrasi di Indonesia : Demokrasi Parlementer dan Demokrasi Pancasila.S. Jakarta : Ditjen Renumgar Dephankam. Pemantapan Pembangunan melalui Pendekatan Ketahanan Nasional. Jakarta : Balai Pustaka. 2000. 1999. Pendidikan Kewarganegaraan. 1994. Kaelan. Pembangunan Nasional. dan Christine S. dan Boyle. Menuju Masyarakat Madani.). C. Bandung : Remaja Rosdakarya. Mustafa. Demokrasi dalam 80 Tanya Jawab. Ketahanan Nasional. 2002. Gaffar. 2007.

Sobana. Cetakan ke-1. M. Jakarta : Balai Pustaka. kerjasama IRIS Bandung-PPIM Jakarrta-The Asia Foundation). Bagian Pertama. Yogyakarta : Graha Ilmu. Mandar Maju. Nugroho. Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Sebagai Dasar Nilai dan Pedoman Berkarya bagi Lulusan. Pendidikan Kewarganagaraan untuk Mahasiswa. 2005. dan Purwanto S.A. Sukarna. Geopolitik dan Konsepsi Ketahanan Nasional. Asas-asa Pluralisme dan Toleransi dalam Masyarakat Madani. dengan Perubahanperubahannya 1999-2002. 2005. Demokrasi versus Kediktatoran. Tanpa Nama Penerbit. Jakarta : PT. 1999. Good Governance (Kepemerintahan yang Baik) dan Good Corporate Governance (Tata Kelola Perusahaan yang Baik). Maswadi. . 1981. George. Sumarsono. Demokrasi dan Demokratisasi.. (Makalah dalam Lokakarya Islam dan Pemberdayaan Civil Society di Indonesia. 2009. Marsono. S. Cetakan Kedua. Hamdan. Marwati Djoened dan Notosusanto. Srijanti. Gramedia Pustaka Utama. et.I. Jakarta : Suara Bebas. Sejarah Nasional Indonesia Jilid V. Rahman H. Pendidikan Kewarganegaraan. 2001. Bandung : CV. Good Governance (Kepemerintahan yang Baik) dalam Rangka Otonomo Daerah. H. dan Alex Dinuth (Penyunting). 2005. 2000. Ermaya. Lemhanas. Demokrasi dan Demokratisasi. Jakarta : Ditjen Dikti Depdiknas. Jakarta : LP3ES. 2007. 1993. Bagian Ketiga. -----------------------. Kelas Menengah. Bandung : CV. Sedarmayanti. A. 2003. Cetakan Pertama. Rahardjo. Pendidikan Kewarganegaraan. Eko Jaya. Jakarta : FISIP-UI.N. ----------------. 2002.K. Masyarakat Madani : Agama. Nurcholish. (Terjemahan I Made Krisna).al. Jakarta : CV.. Rauf. Cetakan Keempat. Hukum Dasar Geopolitik dan Geostrategi dalam Kerangka Keutuhan NKRI. Mandar Maju. dan Perubahan Sosial. Soerensen. 1997.Madjid. Mansoer. Suradinata. Bandung : Alumni. Susunan dalam Satu Naskah UUD 1945. Dawam. Cetakan kedelapan. 2005. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Poesponegoro. 2003. Jakarta : Paradigma Cipta Tatrigama.

Surbakti. B. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Zamroni. Pendidikan Kewargaan (Civic Education). Jakarta : UI Press. Mencari Sosok Demokrasi : Sebuah Telaah Filosofis. 2007. Good Governance : Paradigma Baru Manajemen Pembangunan. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kunthi Dyah. Jakarta : PT. 1997. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Ubaidillah. PT. Yogyakarta : UII Press. Suseno. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. . 2000. Abdul (Tim ICCE-UIN Jakarta). Yogyakarta : Bigraf Publishing. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1996 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Tjokroamidjoyo. Cetakan Pertama. Winarno. Impeachment dalam Ketatanegaraan Indonesia. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. A. 1999. 2001. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Bumi Aksara. Frans Magnis. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1996 tentang Perairan Indonesia. Jakarta : PT. Cetakan ke-2. Gramedia Pustaka Utama. 2006. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia. Dwi. PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN : Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1976 tentang Perubahan Pasal 18 UndangUndang Nomor 62 Tahun 1958 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Wardani. 2010. Bintoro. Ramlan. Memahami Ilmu Politik. Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan : Panduan Kuliah di Perguruan Tinggi. dan Rozak. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Jakarta : Prenada Media. Grasindo. Pendidikan untuk Demokrasi.

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Dewan Perwakilan Daerah. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat.Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2009-2014. Dewan Perwakilan Rakyat. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. tentang Penyelenggaraan Pemilihan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik. ---djuns--- . Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2004-2009. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 Umum.