P. 1
Pendidikan Kewarganegaraan Kewiraan Nasional

Pendidikan Kewarganegaraan Kewiraan Nasional

|Views: 2,138|Likes:

More info:

Published by: Wiyadi LowprofilAjha on Nov 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/11/2013

pdf

text

original

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

(KEWIRAAN NASIONAL)
EDISI REVISI

BUTIR-BUTIR BAHAN DISKUSI
Untuk Mahasiswa Strata Satu di Lingkungan Universitas Suryakancana Cianjur

Disusun Oleh : Drs. DJUNAEDI SAJIDIMAN, MM, M.Pd.

UNIVERSITAS SURYAKANCANA CIANJUR
-2011201111
KATA PENGANTAR

Sesuai dengan tugas untuk memberikan mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (dh. Kewiraan Nasional) pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Pertanian Universitas Suryakancana Cianjur, penulis mencoba membuat ikhtisar berupa butir-butir bahan diskusi untuk memudahkan para mahasiswa strata satu berdiskusi pada waktu perkuliahan. Bahannya diambil dari berbagai buku sumber dan bahan pendukung lainnya, mengacu pada Keputusan Dirjen Dikti Depdiknas No. 38/DIKTI/Kep/2002 tentang Rambu-rambu Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi yang termasuk di dalamnya Pendidikan Kewarganegaraan. Diktat ini adalah hasil revisi dari yang penulis susun tahun 2007, isinya dikoreksi dan ditambah dengan perkembangan baru pasca Pemilu dan Pilpres tahun 2009, serta disesuaikan pula dengan buku-buku tentang pendidikan kewarganegaraan yang terbit mutakhir. Untuk pengayaan dan pendalaman materi, para mahasiswa dianjurkan untuk mempelajari lebih lanjut buku-buku yang penulis pergunakan, yang dicantumkan juga dalam daftar kepustakaan. Semoga kiranya bermanfaat.

Cianjur, Januari 2011. Penulis

i

DAFTAR ISI
Halaman KATA PENGANTAR ......................................................................................... DAFTAR ISI ....................................................................................................... BAB BAB I. PENDAHULUAN .............................................................................. II. KEWARGANEGARAAN .................................................................. i ii 1 5 20 25 44 49 61 86 97 106 113 125 132 142

BAB III. IDENTITAS NASIONAL INDONESIA .......................................... BAB IV. HAK ASASI MANUSIA ………………………………………….. BAB V. HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA ............................... BAB VI. BELA NEGARA …………………………………………………... BAB VII. DEMOKRASI ……………………………………………………... BAB VIII. WAWASAN NUSANTARA ……………………………………..... BAB BAB IX. KETAHANAN NASIONAL ………………………………………. X. POLITIK STRATEGI NASIONAL ……………………………….

BAB XI. OTONOMI DAERAH DALAM KERANGKA NKRI ....................... BAB XII. MASYARAKAT MADANI ................................................................ BAB XIII. TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK DAN BERSIH.. DAFTAR KEPUSTAKAAN ................................................................................

-djuns-

ii

Pendidikan Pancasila. dll. Kelompok MPK (Matakuliah Pengembangan Kepribadian). 2. Bahasa Indonesia. Adapun kurikulum untuk Perguruan Tinggi (PT) terdiri dari : Kurikulum Inti dan Kurikulum Instansional. Ilmu Filsafat. Olahraga. Wajib diberikan dalam kurikulum setiap program studi/kelompok program studi. pemahaman dan penghayatan. Pendidikan Agama.BAB I PENDAHULUAN Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di Perguruan Tinggi atau yang di lingkungan Universitas Suryakancana (UNSUR) Cianjur masih memakai istilah lama. yaitu Pendidikan Kewiraan. Kelompok MKK (Matakuliah Keilmuan dan Keterampilan). Pendidikan Kewarganegaraan. 3. Kurikulum inti adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang harus dicakup dalam suatu program studi yang dirumuskan dalam kurikulum yang berlaku secara nasional. Ilmu Alamiah Dasar. f. b. d. 4. e. Ilmu Budaya Dasar. serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Bertujuan pengayaan wawasan. terdiri atas tambahan dari kelompok ilmu dalam kurikulum inti yang disusun dengan memperhatikan kebutuhan lingkungan serta ciri khas perguruan tinggi yang bersangkutan. Bahasa Inggris. Kelompok bahan kajian dan mata pelajaran untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YME dan berbudi pekerti luhur. Adapun Kelompok MPK Kurikulum Instansional : a. Kelompok MBB (Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat). Kelompok MKB (Matakuliah Keahlian Berkarya). meliputi : 1. . b. 2. yang terdiri atas : Kelompok MPK Kurikulum Inti : a. dan 5. 3. berpedoman pada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 38/DIKTI/Kep/2002 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MKPK) di Perguruan Tinggi. pendalaman intensitas. Ilmu Sosial Dasar. Kelompok MPB (Matakuliah Perilaku Berkarya). c. berkepribadian mantap dan mandiri. Khusus kelompok MPK dapat dijelaskan : 1. dan g. dan c. Sedangkan kurikulum instansional adalah sejumlah bahan kajian dan pelajaran yang merupakan bagian dari kurikulum pendidikan tinggi.

DAN KOMPETENSI Visi. tujuan. b. menjadi anggota keluarga yang bahagia. teknologi dan seni yang dikuasainya dengan rasa tanggung jawab kemanusiaan. dan kompetensi Pendidikan Kewarganegaraan mengacu pada visi. c. serta berpandangan luas sebagai manusia intelektual. 2. Visi : Menjadi sumber nilai dan pedoman bagi penyelenggaraan program studi dalam mengantarkan mahasiswa mengembangkan kepribadiannya.A. yaitu : 1. misi. dan kompetensi MPK. Kompetensi : Menguasai kemampuan berpikir. Mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengambil sikap yang bertanggung jawab sesuai dengan hati nuraninya. 3. TUJUAN. 4. teknologi. . bersikap rasional dan dinamis. Mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengenali masalah hidup dan kesejahteraan. serta menjadi warga negara yang berkesadaran kebangsaan yang tinggi dan bertanggung kawab kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. VISI. misi. Mengantarkan mahasiswa mampu mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan. MISI. Misi : Membantu mahasiswa agar mampu mewujudkan nilai dasar agama dan kebudayaan serta kesadaran berbangsa dan bernegara dalam menerapkan ilmu pengetahuan. dan seni. serta cara-cara pemecahannya. tujuan. yaitu : a. Tujuan : Mempersiapkan mahasiswa agar dalam memasuki kehidupan bermasyarakat dapat mengembangkan kehidupan pribadi yang memuaskan.

. induktif. 9. Metode Proses Pembelajaran : Pembahasan secara kritis. 2. 8. 6. Demokrasi. 5. METODOLOGI PEMBELAJARAN 1. dan reflektif melalui dialog yang bersifat partisipatoris untuk meyakini kebenaran substansi dasar kajian. Wawasan Nusantara. analitis. Pendekatan : Menempatkan mahasiswa sebagai subyek pendidikan. 3. anggota keluarga. ceramah. seminar kecil. diskusi interaktif. Mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa untuk menggalang persatuan Indonesia. Hak dan Kewajiban Warga Negara. Identitas Nasional Indonesia. masyarakat.d. Pendahuluan. penugasan mandiri. Kewarganegaraan. 4. 3. Bela Negara. C. mitra dalam proses pembelajaran. 4. B. Motivasi : Menumbuhkan kesadaran bahwa proses belajar mengembangkan kepribadian merupakan kebutuhan hidup. studi kasus. dan sebagai umat. 2. DASAR SUBSTANSI KAJIAN (POKOK BAHASAN) 1. Hak Asasi Manusia. Ketahanan Nasional. dan warga negara. Bentuk Aktivitas Proses Pembelajaran : Kuliah tatap muka. 7. dan evaluasi proses belajar. deduktif.

Berkontribusi terhadap berbagai persoalan dalam kebijakan publik. Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Bersih. KOMPETENSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Berdasarkan substansi kajian tersebut di atas.10. 11. serta berpikir kritis terhadap permasalahannya. 3. Menjadi warga negara yang memiliki wawasan berbangsa dan bernegara. Berpartisipasi dalam hal : a. 13. Otonomi Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menyelesaikan konflik dalam masyarakat dilandasi sistem nilai Pancasila yang universal. 5. Politik Strategi Nasional. . b. Memiliki pengertian internasional tentang civil society (masyarakat madani). Masyarakat Madani. D. 12. 4. Upaya menghentikan budaya kekerasan dengan damai dan menghormati supremasi hukum. 2. menjadi warga negara yang kosmopolit. maka rumusan kompetensi ril yang hendak dituju oleh Pendidikan Kewarganegaraan menurut Hamdan Mansoer (2005) adalah agar manusia Indonesia : 1. Menjadi warga negara yang komit terhadap nilai-nilai hak asasi manusia dan demokrasi.

Anggota dari suatu komunitas yang membentuk negara itu sendiri. 4. Kewarganegaraan dalam Arti Yuridis dan Sosiologis : (1) Dalam arti yuridis. Istilah warga negara dalam bahasa Inggris adalah citizen yang mempunyai arti : 1. Dengan demikian kewarganegaraan (citizenship). Petunjuk dari sebuah kota. atau organisasi kekuasaan suatu bangsa. sesama penduduk. Jadi. Warga negara. Ikatan-ikatan ini lahir dari penghayatan warga negara bersangkutan.BAB II KEWARGANEGARAAN A. Dalam sistem hukum. ikatan keturunan (darah). = organisasi bangsa. (2) Dalam arti sosiologis. ditandai dengan adanya ikatan hukum antara warga negara dengan negara yang menimbulkan akibat hukum tertentu. Adapun istilah kewarganegaraan dibedakan menjadi dua. Tanda adanya ikatan hukum dimaksud misalnya ada akte kelahiran. Pengertian Warga Negara dan Kewarganegaraan : Warga Negara = Warga + Negara Warga Negara = anggota. warga negara = anggota. ikatan nasib. peserta. tetapi ikatan emosional (perasaan). surat pernyataan bukti kewarganegaraa. Bawahan atau kawula. WARGA NEGARA DAN KEWARGANEGARAAN 1. Kewarganagaraan dalam Arti Formal dan Material : (1) Dalam arti formal. tidak ditandai dengan ikatan hukum. orang se-tanah air. kartu keluarga. peserta. berarti keanggotaan yang menunjukkan hubungan atau ikatan antara negara dengan warga negara. atau warga dari suatu organisasi bangsa. (2) Dalam arti material. Sesama warga negara. 5. masalah kewarganegaraan berada pada hukum publik. menunjuk pada tempat kewarganegaraan. menunjuk pada akibat hukum dari status kewarga- . ikatan sejarah. dan ikatan tanah air. dll. kartu tanda penduduk. 3. b. yaitu : a. akte perkawinan. 2.

menunjuk pada orang-orang yang berada di bawah satu pemerintahan. Terdapat juga yang nonpenduduk. Beda antara istilah rakyat. dan warga negara : a. Warga Negara : Penduduk yang secara resmi menjadi anggota/warga suatu negara. b. Atau warga suatu negara yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku di negara bersangkutan. Dengan memiliki status sebagai warga negara. Secara skematis dapat digambarkan sebagai berikut : WARGA NEGARA (WNI) PENDUDUK ORANG YANG BERADA DI WILAYAH NEGARA ORANG ASING (WNA) BUKAN PENDUDUK . misalnya turis asing. yaitu orang-orang yang tinggal di Indonesia untuk sementara. Penduduk di Indonesia terdiri dari Warga Negara Indonesia (WNI) dan orang asing atau Warga Negara Asing (WNA). yaitu adanya hak dan kewajiban. dan tunduk pada pemerintahan itu. Penduduk : Orang-orang yang bertempat tinggal di suatu wilayah negara. Rakyat : Merupakan konsep politis. orang mempunyai hubungan dengan negara yang tercermin dalam hak dan kewajiban. menunjukkan hubungan warga yang tidak sederajat dengan negara.negaraan. c. penduduk. Pada zaman penjajahan Belanda dipakai istilah kawula. Istilah rakyat umumnya dilawankan dengan istilah penguasa/pemerintah.

(2) Asas Persamaan Derajat : Suatu perkawinan tidak menyebabkan perubahan status kewarganegaraan suami-istri. adalah segala hal ikhwal yang berhubungan dengan warga negara. . 2. Di Indonesia diberlakukan terbatas bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Aspek Perkawinan : (1) Asas Persamaan Hukum : Suami-istri adalah satu ikatan yang tidak terpecah sebagai inti dari masyarakat. Dengan demikian status kewarganegaraannya sama. a. Penentuan Warga Negara : Setiap negara berdaulat berwenang menentukan siapa-siapa yang menjadi warga negara. dan sekarang UU 12/2006). yaitu asas yang menentukan satu kewarganegaraan bagi setiap orang. b.Sementara itu pengertian kewarganegaraan menurut Undang-Undang No. Aspek Kelahiran : (1) Asas Ius Soli (Law of The Soil) : Asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan negara tempat kelahiran. Dalam menentukan kewarganegaraan dikenal dua aspek. (UU 62/1958. yaitu aspek kelahiran dan aspek perkawinan. Masing-masing memiliki hak yang sama dalam menentukan kewarganegaraannya. suami-istri bisa berbeda kewarganegeraan seperti sebelum mereka melakukan perkawinan. Jadi. (2) Asas Ius Sanguinis (Law of The Blood) : Asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan darah/ keturunan. Dalam UU 12/2006 dikenal pula : (1) Asas Kewarganegaraan Tunggal. Dan pewarganegaraan adalah tata cara bagi orang asing untuk memperoleh kewarganegaraan RI melalui permohonan. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.

adalah asas yang menentukan bahwa dalam segala hal ikhwal yang berhubungan dengan warga negara harus dilakukan secara terbuka. adalah asas yang dalam segala hal ikhwal yang berhubungan dengan warga negara harus menjamin. (5) Asas Nondiskriminatif. yang bertekad mempertahankan kedaulatannya sebagai negara kesatuan yang memiliki cita-cita dan tujuan sendiri. (2) Asas Perlindungan Maksimum. Beberapa asas khusus juga menjadi dasar dalam penyusunan undang-undang kewarganageraan di Indonesia. (4) Asas Kebenaran Substantif. ras. bipatride. dan memuliakan hak asasi manusia pada umumnya. (7) Asas Keterbukaan. adalah asas yang menentukan bahwa peraturan kewarganegaraan mengutamakan kepentingan nasional Indonesia. adalah asas yang tidak membedakan perlakuan dalam segala hal ikhwal yang berhubungan dengan warga negara atas dasar suku. dan hak warga negara pada khususnya. tetapi juga disertai substansi dan syarat-syarat permohonan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. jenis kelamin. melindungi.(2) Asas Kewarganegaraan Ganda. karena pada dasarnya tidak boleh ada apatride. (6) Asas Pengakuan dan Penghormatan Terhadap Hak Asasi Manusia. adalah asas yang menentukan bahwa setiap warga negara Indonesia mendapatkan perlakuan yang sama di dalam hukum dan pemerintahan. lebih-lebih multipatride). golongan. adalah prosedur pewarganegaraan seseorang tidak hanya bersifat administratif. yaitu asas yang menentukan kewarganegaraan ganda bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang (merupakan suatu pengecualian. dan gender. agama. . adalah asas yang menentukan bahwa pemerintah wajib memberikan perlindungan penuh kepada setiap warga negara Indonesia dalam keadaan apa pun baik di dalam maupun di luar negeri. yaitu : (1) Asas Kepentingan Nasional. (3) Asas Persamaan di Dalam Hukum dan Pemerintahan.

Jadi. Apatride. yang dapat menjadi warga negara Indonesia adalah : . Hal-hal mengenai warga negara dan penduduk diatur dengan undangundang. Warga Negara Indonesia : Ketentuan mengenai kewarganegaraan Indonesia diatur dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 BAB X Pasal 26 : a. b. Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara. (2) Syarat dan tata cara memperoleh kewarganegaraan RI. Pokok materi yang diatur dalam UU 12/2006 meliputi : (1) Siapa yang menjadi WNI. yaitu munculnya : a. (Perubahan II/2000).(8) Asas Publisitas. (5) Ketentuan pidana. b. yaitu istilah bagi orang-orang yang memiliki banyak kewarganegaraan (lebih dari dua). c. c. Multipatride. yaitu istilah bagi orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan. (4) Syarat dan tata cara memperoleh kembali kewarganegaraan RI. 3. Bipatride. Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia. (Perubahan II/2000). yaitu istilah bagi orang-orang yang memiliki dua kewarganegaraan. Perbedaan penentuan kewarganegaraan oleh setiap negara dapat menyebabkan masalah. (3) Kehilangan kewarganegaraan RI. adalah asas yang menentukan bahwa seseorang yang memperoleh atau kehilangan kewargaan RI diumumkan dalam Berita Negara RI agar masyarakat mengetahuinya.

terdiri dari : (1) Tionghoa (Cina). Sementara itu berdasarkan UU 12/2006 BAB II tentang Warga Negara Indonesia. tercantum dalam : Pasal 4 Warga Negara Indonesia adalah : a. d. (2) Timur asing bukan Cina. Orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang menjadi warga negara. c.a. b. b. berdasarkan Indische Staatsregeling 1927 Pasal 163. yaitu Warga Negara Indonesia (WNI). (2) Bukan bangsa Belanda. Sebelumnya. tetapi ayah Nya tidak mempunyai kewarganegaraan atau hukum negara asal ayahnya ti- . Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNI dan ibu WNA. sudah menjadi WNI. b. (3) Orang bangsa lain yang hukum keluarganya sama dengan golongan Eropa. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNA dan ibu WNI. e. terdiri dari : (1) Orang Indonesia asli dan keturunannya. penduduk negara Indonesia terdiri dari dua. Setiap orang yang berdasarkan peraturan perundang-undangan dan/atau berdasarkan perjanjian pemerintah RI dengan negara lain sebelum UU 12/2006 berlaku. (2) Orang lain yang menyesuaikan diri dengan orang Indonesia asli. Golongan Bumiputra. Golongan Eropa. dan orang asing (WNA). Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI. c. Golongan Timur Asing. Orang-orang bangsa Indonesia asli. Berdasarkan Pasal 26 Ayat (2). terdiri dari : (1) Bangsa Belanda. tetapi dari Eropa. penduduk Indonesia adalah : a. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan ibu WNI.

m. l. belum berusia 18 (delapan belas) tahun atau belum kawin diakui secara sah oleh ayahnya yang berkewarganegaraan asing. Pasal 6 (1) Dalam hal status kewarganegaraan RI terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf c.dak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut. dan Pasal 5 berakibat anak berkewarganegaraan ganda. j. huruf d. Anak yang dilahirkan di luar wilayah negara RI dari seorang ayah dan ibu WNI yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan. f. Anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah negara RI selama ayah dan ibunya tidak diketahui. Anak yang lahir di wilayah negara RI apabila ayah dan ibunya tidak mempunyai kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya. Pasal 5 (1) Anak WNI yang lahir di luar perkawinan yang sah. g. tetap diakui sebagai WNI. k. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI. huruf h. h. Anak dari seorang ayah atau ibu yang telah dikabulkan permohonan kewarganegaraannya. kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia sebelum mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia. i. (2) Anak WNI yang belum berusia 5 (lima) tahun diangkat secara sah sebagai anak oleh WNA berdasarkan penetapan pengadilan. Anak yang lahir di wilayah negara RI yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya. huruf i. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu WNA yang diakui oleh seorang ayah WNI sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 (delapan belas) tahun atau belum kawin. tetap diakui sebagai WNI. setelah berusia 18 (delapan belas) tahun atau . Anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 (tiga ratus) hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah dan ayahnya WNI.

1956 : . d. c. berikut ini dikemukakan beberapa definisi : a. 1954 : Civics : The study of city government and the duties of citizens. Untuk selanjutnya istilah ”civics” saja sudah berarti pendidikan kewarganegaraan. Dictionary of Educations.sudah kawin anak tersebut harus menyatakan memilih salah satu kewarganegaraanya. (2) Pernyataan untuk memilih kewarganegaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat secara tertulis dan disampaikan kepada Pejabat dengan melampirkan dokumen sebagaimana ditentukan di dalam peraturan perundangundangan. 1954 : Civics : The department of political science dealing with right of citizen of duties of citizens. A Dictionary of American. Pendidikan Kewarganegaraan : Pendidikan kewarganegaraan asalnya dari bahasa Latin ”civis” dan dalam bahasa Inggris ”civic” atau ”civics. The Advanced Leaner’s Dictionary of Current English. Untuk lebih jelas mengenai pengertian civics. dan civic education = pendidikan kewarganegaraan. sedangkan civics = ilmu kewarganegaraan. 1956 : Civics : The element of political science or that science dealing with right and duties of citizens. 4. Webster’s New Collegiate Dictionary. (3) Pernyataan untuk memilih kewarganegaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan dalam waktu paling lama 3 (tiga) tahun setelah anak berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin. b.” Civic = mengenai warga negara atau kewarganegaraan. Pasal 7 Setiap orang yang bukan WNI diperlakukan sebagai orang asing.

Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa civics menyangkut : a. diambil demokrasi politiknya. g. dll.the relations of man. studi tentang ”political behavior” (kebutuhan pokok manusia.” ”minority right.” Sementara itu menurut Nu’man Soemantri. Webster’s New Cincise Dictionary : Civics : Science of government.” konsep demokrasi dalam masyarakat. d. masalah pokok dalam konstitusi. the duties right and privilege of citizens. dengan materi : a. Input dari sistem politik : Arti pendapat umum terhadap kehidupan politik. Menurut Ahmad Sanusi. Edmonson. c. isi dan manfaat dari civics yang merupakan bagian dari ilmu politik. the individual to man in organized collections – the individual to the state. 264:1886-1887 : Civics : The science of citizenship . 1968:3-5 : Civics : The study of government and citizenship – that is. rangkaian krisis dalam ”nation building. distribusi. teori ”mayority rule.Civics : The science of right and duties of citizenship. partisipasi. b. Creshore Education. Konteks ide demokrasi : Teori demokrasi politik. Pemerintah. Konstitusi negara : Sejarah legal status. Negara. e. dll. maka fokus studinya mengenai ”kedudukan dan peranan warga negara dalam menjalankan hak dan kewajibannya sesuai dan sepanjang batas-batas ketentuan konstitusi negara yang bersangkutan. VII.” identitas. esp. Warga negara dengan hak dan kewajibannya. Merupakan cabang dari ilmu politik. tradisi rumah. integritas. as the subject of school course. c. . f. teori demokrasi dalam pemerintahan. sejauh civics dapat dipandang sebagai disiplin ilmu politik. b. penetrasi.

pengaruh rumah. organisasi dan manajemen pemerintahan. kebebasan berbicara. hubungan internasional. cara penduduk memperoleh dan kehilangan kewarganegaraan. politik luar negeri dan keselamatan nasional. dan yudikatif. bagaimana Presiden berperan sebagai legislator. dsb. Lembaga yudikatif : Sistem dan administrasi peradilan. dsb. bagaimana konstitusi memberi peranan ”policy maker” kepada Presiden. g. i. Menurut Nu’man Soemantri. dan negara. e. proses kegiatan lembaga legislatif. eksekutif. pajak untuk kepentingan umum. Partai politik dan ”pressure group” : Sistem kepartaian. Presiden sebagai Kepala Negara : Kedudukan Presiden menurut konstitusi. j. proses pengadilan. agama. Kemakmuran umum dan pertahanan negara : Tugas negara dan warga negara dalam mencapai kemerdekaan umum. Output dari sistem demokrasi politik : Hak dan kemerdekaan individu dalam konstitusi. kontrol lembaga legislatif terhadap Presiden dan birokrasi. hubungan lembaga legislatif. d. kebudayaan. Perubahan sosial dan demokrasi politik : Demokrasi politik. tantangan bagi warga negara dalam menghadapi perkembangan sain dan teknologi.status sosial. Lembaga-lembaga pengambil keputusan (decision maker) : Legislator dan kepentingan masyarakat. bagaimana mengisi dan mengefektifkan demokrasi politik. fungsi partai politik (parpol). komunikasi. kebebasan akademis. teman sepekerjaan. hak dan kedudukan seseorang dalam pengadilan. pembangunan masa sekarang. Termasuk dalam obyek ini adalah : . sahabat. k. dsb. peranan kelompok penekan. dsb. pers dan massmedia. obyek studi civics adalah warga negara dalam hubungannya dengan organisasi kemasyarakatan. etnic group. perlindungan yang sama. public relations. hak-hak memiliki barang/ kekayaan. pemerintah daerah. dsb. ekonomi. sosial. dsb.). h. sistem pemilu. f. Pemilihan umum : Maksud pemilu dalam distribusi kekuasaan.

keuangan. hukum. Usaha.” Dua buku penting yang dipakai adalah : . Potensi yang ada dalam setiap warga negara. partisipasi. c. Sain dan teknologi. nasionalisme. Etika. kesehatan. agama. Sejarah Pendidikan Kewarganegaraan : a. dsb.” Hal ini dianggap penting mengingat bangsa AS berasal dari berbagai bangsa yang datang di samping bangsa (suku) asli yang ada. e. Hak dan kewajiban. 5. e. Tipe pertumbuhan berpikir. tanggung jawab. d. UU. moral Pancasila. dalam rangka ”mengamerikakan bangsa Amerika” atau terkenal dengan nama ”theory of americanization. dll. f. Tingkah laku. d.). dsb. Kesadaran (patriotisme. Jadi. dengan manusia lain dan alam sekitarnya. pemerintahan. g. Mulai diperkenalkan di Amerika Serikat (AS) pada tahun 1790 dengan nama civics. pengertian internasional. pendidikan. pelajaran civics telah ada sejak zaman Hindia Belanda dengan nama “Burgerkunde. Dengan demikian materi civics memasukkan unsur-unsur : a. Dalam taraf ini materinya adalah ”government” serta hak dan kewajiban warga negara. kegiatan. Lingkungan fisik. Cita-cita dan aspirasi. b. b. c. Politik. f. PP. Di Indonesia.a. b. Ekonomi. tetapi hendaknya mencerminkan juga hubungan tingkah laku warga negara dalam kehidupan sehari-hari. Sosial. Perpres/ Keppres. Perda. civics tidak semata-mata mengajarkan pasal-pasal UUD.

Dari materi ke dua buku di atas. dan kesejahteraan. Groningen. . (2) Recht en Plicht (Indische Burgerschapkunde voor Iedereen) karangan J. Materinya mengenai : .J.T. tetapi ada perubahan kurikulum dengan materi kewarganegaraan di samping tata negara. Herziene en Vermeerderdruk) Semarang-Surabaya-Bandung. N.O. Walaupun ke dua buku tersebut di atas pada zaman Hindia Belanda dijadikan pegangan guru. pajak. Schrieke. . jelas terlihat bahwa pada zaman Hindia Belanda belum terdapat kesatuan pendapat tentang materi pelajaran civics.Bezit dari obyek hukum : Eigendom Eropa dan hak-hak atas tanah. perundang-undangan.Pertanian.V. kaum menengah dalam industri dan perdagangan.(1) Indische Burgerkunde karangan P. kedaulatan raja terhadap kewajibankewajiban warga negara.B.B. Tromps terbitan J. dan angkatan laut. Dalam suasana merdeka.Hukum dan pelaksanaannya. tahun 1950 di Indonesia diajarkan civics di sekolah menengah. Wolters Maatschappij N. Vortman yang diberi pengantar oleh B. .V.Hindia Belanda dan rumah tangga dunia. ekonomi. Batavia. yaitu tentang tugas dan . dan kebudayaan. . van Dorp & Co.Badan pribadi : Masyarakat di mana kita hidup (dari lahir sampai dewasa). hak-hak agraris atas tanah. kewanitaan. kesehatan masyarakat.C. pengaruh Barat. hukum.Sejarah pemerintahan Hindia Belanda. (Derde. pernikahan dan keluarga.Pendidikan. bidang sosial. Direktur Onderwijs en Eredienst (O&E). tahun 1934. c. terbitan G. alat pembayaran. Materinya mengenai : .Masyarakat pribumi. perburuhan. ketatanegaraan Hindia Belanda dengan terbentuknya Dewan Rakyat (Volksraad). ketatanegaraan. . Den Haag. tentara. . tahun 1940.

(3) Bendera dan Lambang Negara. pengajaran. (6) Keuangan negara. Pada tahun 1961 istilah kewarganegaraan diganti dengan kewargaan negara karena menitikberatkan warga sesuai dengan Pasal 26 Ayat (2) UUD 1945 yang mengandung pengertian akan hak dan kewajiban warga negara terhadap negara. (2) Indonesia Raya. dan soal-soal internasional. dan negara (good citizenship). perusahaan. d. . (8) Perekonomian termasuk koperasi. pertahanan rakyat. dan ilmu pengetahuan.C. Gusti Mayur. dkk. keluarga. masyarakat. masyarakat.T. (2) Kehidupan. perwakilan. (4) Keadaan dalam dan luar negeri. (3) Rakyat. dsb. Tetapi istilah tersebut baru secara resmi dipakai pada tahun 1967 dengan Instruksi Dirjen Pendidikan Dasar Departemen Pendidikan dan Kebudayaan No. yang tentu berbeda dengan orang asing. Buku pegangan resminya adalah ”Manusia dan Masyarakat Baru Indonesia” karang Supardo. perburuhan. Materinya adalah pidato kenegaraan Presiden Soekarno ditambah dengan : (1) Pancasila. Materinya mengenai : (1) Indonesia tanah airku. pemerintahan. (4) Warga negara dengan hak dan kewajibannya. 31 Tahun 1967. kemakmuran rakyat. dan Sumintardjo berjudul ”Inti Pengetahuan Warga Negara” dengan maksud untuk membangkitkan dan memelihara keinsyafan dan kesadaran bahwa warga negara Indonesia mempunyai tanggung jawab terhadap diri sendiri. misalnya : (1) Akhlak.kewajiban warga negara terhadap pemerintah. Simorangkir. imigrasi. kesehatan. Tahun 1955 terbit buku civics karangan J. (7) Pajak. (5) Ketatanegaraan. dan diri sendiri. pendidikan. e. agraria. kewanitaan.

(3) Ketetapan-ketetapan MPRS. Pada tahun 1966 setelah peristiwa G-30-S/PKI. f. (2) UUD 1945. sosial. Untuk mengisi kekosongan materi civics. Baru pada tahun 1972 setelah Seminar Nasional Pengajaran dan Pendidikan Civics (Civic Education) di Tawangmangu Surakarta. (4) Perserikatan Bangsa-Bangsa. kriteria.” yaitu suatu disiplin ilmu dengan obyek studi tentang peranan para warga negara dalam bidang spiritual. SLTP. mendapat ketegasan dan memberi batasan bahwa : (4) Civics diganti dengan ”Ilmu Kewargaan Negara. (7) Ilmu Bumi Indonesia. dan SLTA.(2) Sejarah pergerakan. Di perguruan tinggi terdapat mata kuliah ”Kewiraan Nasional” yang intinya berisi pendidikan pendahuluan bela negara.” yaitu suatu program pendidikan yang tujuan utamanya membina warga negara yang lebih baik menurut syarat-syarat. (5) Orde Baru. Departemen P&K mengeluarkan instruksi bahwa materi civics (kewargaan negara) adalah : (1) Pancasila. buku karangan Supardo tersebut di atas dilarang dipakai. politik. (6) Sejarah Indonesia. dan kebudayaan. sesuai dan sejauh diatur dalam UUD 1945. (3) Hak dan kewajiban warga negara. dan ukuran ketentuan-ketentuan UUD 1945. (2) Civic education diganti dengan ”Pendidikan Kewargaan Negara. g. belum ada kejelasan pengertian tentang apakah kewargaan negara atau pendidikan kewargaan negara. Pelajaran civics diberikan di tingkat SD. Bahannya diambil dari ilmu kewar- . ekonomi. hukum. Sejak zaman Hindia Belanda sampai dengan RI tahun 1972.

2 Tahun 1989 tentang Sisdiknas Pasal 39 Ayat (2) yang menyebutkan isi kurikulum setiap jenis. jalur. dan filsafat pendidikan nasional. 25/DIKTI/Kep/1985 dan disempurnakan lagi dengan Keputusan Dirjen Dikti No. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) No. 150/DIKTI/Kep/2000 mengharuskan untuk selalu mengevaluasi kesahihan isi silabus dan GBPP pendidikan kewarganegaraan beserta proses pembelajarannya. 267/DIKTI/Kep/ 2000.gaan negara termasuk kewiraan nasional. h. 38/DKITI/Kep/2002 tentang Ramburambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK). . Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi : (1) Tahun 1970an–1983 terdapat mata kuliah Kewiraan Nasional dengan inti pendidikan pendahuluan bela negara. dan Pendidikan Kewarganegaraan. dan jenjang pendidikan wajib memuat pendidikan Pancasila. ditetapkan penyempurnaan pendidikan kewarganegaraan silabus dan pada perguruan tinggi di Indonesia yang memuat GBPP-nya. Pendidikan Agama. (4) Tahun 2002. Berdasarkan hasil evaluasi dimaksud. (3) Berdasarkan UU No. pendidikan agama. (2) Tahun 1983 – 2000 dengan Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Depdikbud No. filsafat Pancasila. dan pendidikan kewarganegaraan yang di dalamnya termasuk pendidikan pendahuluan bela negara yang tercakup dalam MPK. 32/DJ/Kep/1983 yang disempurnakan dengan Keputusan Dirjen Dikti No. merupakan kelompok MPK yang wajib diberikan dalam kurikulum setiap program studi/ kelompok studi di Perguruan Tinggi. maka dengan Keputusan Dirjen Dikti No. maka dengan Keputusan Dirjen Dikti No. ditetapkan Pendidikan Pancasila. maka dengan Keputusan Dirjen Dikti No. mental Pancasila. 151/DIKTI/Kep/2000 ditetapkan Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP) Pendidikan Kewiraan.

adalah bagian dari pendidikan kewarganegaraan. namanya Pendidikan Kewiraan. . tetapi isinya tetap mengacu pada kurikulum yang ditetapkan oleh Depdiknas.Sementara itu di UNSUR Cianjur khusunya di FKIP. Materi pendidikan kewiraan yang dahulu pendidikan pendahuluan bela negara.

Hal ini menyangkut adat-istiadat. Pola perilaku yang terwujud melalui aktivitas masyarakat sehari-hari.” Adapun indikator yang dijadikan sebagai salah satu parameter budaya untuk mencari identitas nasional antara lain : 1. Identitas berasal dari bahasa Inggris “identity. Alat-alat kelengkapan yang dipergunakan untuk mencapai tujuan seperti bangunan. Pengertian identitas nasional yang dikemukakan oleh Koento Wibisono (2005) adalah ”manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan suatu bangsa (nation) dengan ciri-ciri khas. seperti Garuda Pancasilan.” yang berarti ciri. dan dengan ciri-ciri khas tadi suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain dalam kebidupannya. 3. tata kelakuan dan kebiasaan. Contohnya bangunan tempat ibadah. 2. tanda. yang membedakannya dengan yang lain.BAB III IDENTITAS NASIONAL INDONESIA A. bendera. dan peralatan lain. Lambang-lambang yang merupakan ciri dari bangsa dan secara simbolis menggambarkan tujuan dan fungsi bangsa. tanda. Identitas nasional Indonesia yang membedakannya dengan bangsa-bangsa lain salah satu di antaranya adalah adanya ideologi Pancasila sebagai dasar filsafat. bahasa. kepribadian. kelompok. atau sesuatu. atau jatidiri. atau jatidiri bangsa yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain. dan dasar negara. Jadi. teknologi. 3. PENGERTIAN 1. dan lagu kebangsaan. Identitas nasional = identitas kebangsaan. . 2. yang melekat pada seseorang. identitas nasional adalah ciri. Nasional merujuk pada konsep kebangsaan. 4. Identitas nasional lebih merujuk pada identitas bangsa dalam pengertian politik (political unity). Hal ini biasanya dinyatakan dalam bentuk peraturan perundang-undangan. pandangan hidup.

2. daerah asal (homeland). dll. dan teknologi lain seperti pesawat terbang. Sejarah : Persepsi yang sama tentang pengalaman masa lalu yang menderita akibat penjajahan menimbulkan perasaan senasib sepenanggungan dan solidaritas . Uni Soviet diikat oleh kesamaan ideologi komunisme. alat komunikasi. kesamaan sukubangsa. teknologi bercocok tanam. Dengan faktor ini masyarakat dapat membentuk bangsa-negara. bhinneka tunggal ika. Faktor-faktor yang menjadi identitas bersama suatu bangsa meliputi primordial. Nelson Mandela di Afrika Selatan. FAKTOR PEMBENTUK IDENTITAS Menurut Ramlan Surbakti (1999). Sukarno (Bung Karno) di Indonesia. sakral. tokoh. Contoh : Mahatma Ghandi di India. Tujuan yang ingin dicapai suatu bangsa yang sifatnya dinamis dan tidak tetap seperti budaya unggul. dan kelembagaan. 4. dan Dr. 4. dll. dll. prestasi dalam bidang tertentu (pertanian. Contoh : Bangsa Yahudi membentuk negara Israel. 3. proses pembentukan bangsa-negara memerlukan identitas-identitas untuk menyatukan. Contoh : Agama Katholik mampu membentuk beberapa negara di Amerika Latin. Primordial : Faktor ini meliputi ikatan kekerabatan (darah dan keluarga). Yoseph Broz Tito di Yugoslavia. sejarah. Sakral : Faktor ini dapat berupa agama atau ideologi yang dianut/diakui oleh masyarakat bersangkutan. dan adat-istiadat. kapal laut.). olah raga. 1. perkembangan ekonomi. bahasa. dapat menjadi faktor yang menyatukan bangsa-negara. B.pakaian adat. Ir. Tokoh : Kepemimpinan para tokoh yang disegani dan dihormati masyarakat (kharismatik).

Kelembagaan : Kerja dan perilaku lembaga pemerintahan dan politik yang baik. dapat membentuk organisasi besar berupa negara. bahasa. kesenian. Kebudayaan sebagai parameter identitas nasional harus yang merupakan milik bersama (bukan individu/ pribadi). teknologi. kesenian. tata kelakuan. 7. Berdasarkan parameter sosiologi. Contoh : Republik Indonesia. ras. Bhinneka Tunggal Ika : Kesediaan warga masyarakat untuk bersatu dalam perbedaan (unity in diversity) tanpa menghilangkan keterikatannya pada suku bangsa. Perkembangan Ekonomi : Perkembangan ekonomi (industrialisasi) akan melahirkan spesialisasi pekerjaan dan profesi sesuai dengan aneka kebutuhan masyarakat. suku. yang mempertemukan dan melayani warga tanpa membeda-bedakan asal-usul. yang menurut ilmu sosiologi termasuk di dalamnya adalah ilmu pengetahuan. . yaitu golongan sosial yang khusus dan bersifat askriptif (ada sejak lahir) yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. sistem kepercayaan. peralatan/perkakas. adat-istiadat. 5. dan akan semakin besar solidaritas dan persatuan dalam masyarakat. dan agama. 6. adat-istiadat.warga masyarakat. faktor-faktor pembentuk identitas nasional menurut Srijanti (2009:35) adalah : 1. sehingga melahirkan tekad dan tujuan untuk membentuk negara. semakin saling bergantung di antara jenis pekerjaan. agama. ras. dapat mempersatukan orang-orang sebagai suatu bangsa. akan tetapi trintegrasi dalam suatu negara Indonesia. 2. Contoh : Negara-negara di Amerika utara dan Eropa barat. Contoh : Indonesia. Indonesia dikenal sebagai bangsa yang terdiri dari banyak suku bangsa (lk. Semakin tinggi mutu dan variasi kebutuhan masyarakat. dll. mata pencarian. Kebudayaan. dan norma yang berbedabeda. dll. Suku bangsa. 300) dan setiap suku bangsa mempunyai adat-istiadat.

dan dikembangkan terus-menerus. Bahasa memiliki simbol yang menjadikan suatu perkataan mampu melambangkan arti apa pun. Bisa saja dalam negara hanya ada satu bangsa (homogen). adat-istiadat. dan etnik. sehingga menjadi jelas batas-batas wilayahnya di muka bumi. Identitas nasional dapat berasal dari identitas satu bangsa yang kemudian disepakati oleh bangsa-bangsa lainnya yang ada dalam negara itu. yang disatukan oleh adanya kesamaan ras. Kondisi geografis. D. Setiap anggota memiliki kesetiaan/loyalitas pada identitasnya (pada suku. agama. suku. daerah asal. dipupuk. yaitu bangsa-negara. tetapi umumnya terdiri dari banyak bangsa (heterogen). yang menunjukkan lokasi negara dalam kerangka ruang.3. Mengapa? Karena warga lebih dulu memiliki identitas kelompoknya. kerabat. tempat. Bahasa. yang merupakan kesepakatan dari banyak bangsa di dalamnya. Di sini perlu ditekankan bahwa kesetiaan pada identitas . dan bahasa). C. Karena itu negara perlu menciptakan identitas kebangsaan atau identitas nasional. Identitas ini disebut juga identitas primordial yang pada umumnya sangat kuat karena memiliki ikatan emosional dan solidaritas erat. 4. IDENTITAS KESUKUBANGSAAN Identitas kesukubangsaan (Cultural Unity) merujuk pada bangsa dalam pengertian kebudayaan atau sosiologis-antroplogis. dan waktu. Kesediaan dan kesetiaan warga bangsa/negara untuk mendukung identitas nasional perlu ditanamkan. budaya. Identitas yang dimiliki oleh sebuah cultural unity bersifat askriptif (sudah ada sejak lahir). agama. dan daerah asal (homeland). IDENTITAS KEBANGSAAN DAN IDENTITAS NASIONAL INDONESIA Identitas kebangsaan (political unity) merujuk pada bangsa dalam pengertian politik. yang merupakan kesitimewaan manusia dalam berkomunikasi dengan sesamanya. keturunan (darah). atau juga dari identitas beberapa bangsa yang ada kemudian disepakati untuk dijadikan identitas bersama sebagai identitas bangsa-negara. sehingga jangan sampai melunturkan identitas nasional. alamiah (bawaan). primer.

8. Bendera negara. dan kemudian menjadi kesepakatan bersama) untuk berjuang dengan upaya yang lebih teratur melalui organisasi-organisasi perjuangan (pergerakan) kemerdekaan mengusir penjajah sampai akhirnya Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 dan membentuk negara. yaitu Indonesia Raya. yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Proses pembentukan identitas nasional di Indonesia cukup panjang. yaitu Garuda Pancasila. 4. lambang nasional. Bentuk identitas kebangsaan bisa berupa adat-istiadat. Bentuk negara. yaitu bahasa Indonesia. Semboyan negara. 9. termasuk juga ideologi nasional. Beberapa bentuk identitas nasional Indonesia sebagai wujud konkrit dari hasil perjuangan bangsa dimaksud adalah : 1. 7. Lambang negara. . Konsepsi wawasan nusantara. Dasar falsafah dan ideologi negara. 2. kemudian memunculkan komitmen bangsa (tekad. dimulai dengan kesadaran adanya perasaan senasib sepenanggungan ”bangsa Indonesia” akibat kekejaman penjajah Belanda. yaitu sebagai cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan memiliki nilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa. dan bernegara. berbangsa. yaitu Pancasila. Lagu kebangsaan. Bahasa nasional atau bahasa persatuan. yaitu UUD 1945. 6. bahasa nasional. Beragam kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai kebudayaan nasional. 3. yaitu Sang Merah Putih. untuk mencapai tujuan nasional. 5. bendera nasional. yaitu NKRI dan bentuk pemerintahannya Republik.nasional akan mempersatukan warga bangsa itu sebagai ”satu bangsa” dalam negara. Hukum dasar negara (konstitusi). kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat. 10.

pemerin- .” dan dalam bahasa Belanda “mensen rechten.” 3. Dardji Darmodihardjo : ”Hak asasi manusia adalah hak-hak dasar atau hak-hak pokok yang dibawa manusia sejak lahir sebagai anugrah Tuhan YME.” 4. Ketetapan MPR No.” yang berarti hak-hak manusia. Di bawah ini dikemukakan pengertian HAM menurut para pakar dan berdasarkan ketentuan resmi. Mustafa Kemal Pasha (2002) : ”Hak asasi manusia ialah hak-hak dasar yang dibawa manusia sejak lahir yang melekat pada esensinya sebagaia nugrah Allah Swt. hukum. Hak-hak ini menjadi dasar daripada hak-hak dan kewajiban-kewajiban lain. XVII/MPR/1998 : ”Hak asasi manusia adalah hak sebagai anugrah Tuhan YME yang melekat pada diri manusia.” 5. berkaitan dengan harkat dan martabat manusia.BAB IV HAK ASASI MANUSIA A. universal dan abadi. bersifat kodrati. Undang-Undang No.” 2. PENGERTIAN HAK ASASI MANUSIA Hak Asasi Manusia (HAM) dalam bahasa Perancis dikenal dengan “droit de l’homme. 1.” dalam bahasa Inggris “human right. 39 Tahun 1999 : ”Hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan YME dan merupakan anugra-Nya yang wajib dihormati. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. Padmo Wahyono : ”Hak-hak asasi manusia adalah hak-hak yang memungkinkan orang hidup berdasarkan suatu harkat dan mertabat tertentu (beradab).

bahkan seluruh yang ada di jagat raya. b. B. asal-usul. Karena itu di hadapan Tuhan manusia adalah sama. demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Landasan Pengakuan HAM : a. adalah ciptaan Tuhan YME. adat-istiadat. Hak asasi manusia tidak boleh dilanggar. b. 2.” Adapun tujuan pelaksanaan hak asasi manusia adalah untuk mempertahankan hakhak warga negara dari tindakan sewenang-wenang aparat negara. dalam membebaskan bangsa Yahudi dari perbudakan (tahun 6000 sM). Ciri Pokok dan Hakikat HAM : a. Landasan langsung yang pertama : Kodrat manusia. Semua manusia sederajat. C. pandangan politik. c. Perjuangan Nabi Musa As. etnik. dan setiap orang. dan mendorong tumbuh serta berkembangnya pribadi manusia yang multi dimensional. Hak asasi manusia berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin. Hak asasi manusia tidak perlu diberikan. . Tidak seorang pun mempunyai hak membatasi atau melanggar hak orang lain. agama. Pada Masa Sejarah : a. dibeli. tanpa membedakan ras. dsb. b. Hak asasi manusia adalah bagian dari manusia secara otomatis. LANDASAN PENGAKUAN. kecuali nanti pada amalnya. Landasan kedua yang lebih mendalam : Makhluk ciptaan Tuhan YME. agama. suku. dsb. Semua manusia.tah. SEJARAH PERKEMBANGAN HAM 1. asalusul. bahasa. atau diwariskan. SERTA CIRI POKOK DAN HAKIKAT HAM : 1. ras. Hukum Hammurabi di Babylonia yang memberi jaminan keadilan bagi warga negara (tahun 2000 sM).

Perjuangan Nabi Besar Muhammad Saw. Pada saat itu di Arab terkenal dengan sebutan zaman jahiliyah (kebodohan). akibat tidak puas atas tindakan Raja John yang sewenangwenang. dan Aristoteles (384-322 sM) para filosof Yunani peletak dasar hak asasi manusia. d. cita-cita. undang-undang. dan pembentukan tentara harus seizin parlemen. (2) Warga negara tidak boleh dipaksa menerima tentara di rumahnya. Pada tahun 1628 keluar piagam ”Petition of Right” yang berisi pernyataan mengenai hak hak-hak rakyat beserta jaminannya : (1) Pajak dan pungutan istimewa harus disertai persetujuan rakyat (no taxation without refresentation). 2. d. dan kebijaksanaan. para bangsawan berhasil membuat perjanjian yang disebut ”Magna Charta” (Piagam Agung) yang membatasi kekuasaan raja. Tahun 1679 muncul “Habeas Corpus Act. b. (4) Hak warga negara untuk memeluk agama menurut kepercayaannya . (3) Pajak. Socrates (469-399 sM). (2) Alasan penahanan seseorang harus disertai bukti yang sah menurut hukum. Pada tahun 1215. (2) Kebebasan berbicara dan mengeluarkan pendapat. Mereka mengajarkan untuk mengkritik pemerintahan yang tidak berdasarkan keadilan. c. HAM di Inggris : a. Pada tahun 1689 keluar “Bill of Right” yang merupakan undang-undang yang diterima parlemen sebagai bentuk perlawanan terhadap Raja James II tentang : (1) Kebebasan dalam pemilihan anggota parlemen.” yaitu undang-undang yang mengatur tentang penahanan seseorang : (1) Seseorang yang ditahan harus segera diperiksa dalam waktu dua hari setelah penahanan. Plato (429-347 sM). (3) Tentara tidak boleh menggunakan hukum perang dalam keadaan damai. untuk membebaskan para bayi wanita dan wanita dari penindasan bangsa Quraisy (tahun 600).c.

d. Persamaan. Kebebasan berbicara dan berpendapat (Freedom of Speech and Thought).masing-masing. 6. Atlantic Charter Tahun 1941 : Piagam Atlantik ini muncul pada saat terjadi Perang Dunia II yang dipelopori oleh Franklin Delano Roosevelt (AS) yang menyebutkan ”The Four Freedom” (Empat Kebebasan) : a. c. Dasar ini dijadikan ”Declaration Independence of The United States” dan pada saat kemerdekaan 4 Juli 1776 dimasukkan dalam konstitusi AS. 3. yang tidak dapat dipisahkan daripada hakikatnya. (5) Parlemen berhak mengubah keputusan raja. dan karena itu bersifat suci. Kebebasan dari kemelaratan (Freedom of Want). dan hak milik (property). b. dan Fraternity (Kemerdekaan. 4. merasa tertindas oleh pemerintahan Inggris sebagai penjajah. Egality. dan Persaudaraan). yaitu hak-hak alam seperti hak hidup (life). Dalam revolusi Perancis ini muncul semboyan : Liberty. yang dikenal dengan ”Declaration des Droits de L’homme et Du Citoyen” (pernyataan mengenai hak-hak asasi manusia dan warga negara) yang berisi bahwa ”hak asasi manusia adalah hak-hak alamiah yang dimiliki manusia menurut kodratnya. HAM di Amerika Serikat : Rakyat AS yang umumnya datang dari Eropa sebagai emigran. Kebebasan dari rasa takut (Freedom of Fear). 5. Kebebasan beragama (Freedom of Religion). Perjuangan pene-gakkan HAM didasari pemikiran John Locke. Pengakuan HAM oleh PBB : . HAM di Perancis : Perjuangan HAM dirumuskan dalam suatu naskah pada awal revolusi Perancis tahun 1789 sebagai pernyataan tidak puas kaum borjuis dan rakyat terhadap Raja Louis XVI. hak kebebasan (liberty).” Deklarasi ini pada tahun 1791 dimasukkan dalam konstitusi Perancis.

Deklarasi HAM Dunia Ketiga : a. sosial. African Charter on Human and Peoples Right (Banjul Charter 1981) oleh negara-negara Afrika yang tergabung dalam Persatuan Afrika (OAU). (2) The International Covenant on Economic. Tahun 1966 dalam Sidang MU-PBB telah diakui ”Covenants on Hu- man Right” dalam hukum internasional dan diratifikasi oleh negara-negara anggota PBB termasuk Indonesia. Isi pokok deklarasi tersebut tertuang dalam Pasal 1 yang menyatakan : “Sekalian orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. Mereka dikaruniai akal dan budi. dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam persaudaraan. Declaration on The Right of Peoples to Peace 1984 (Deklarasi Hak Bangsa dan Perdamaian). yaitu tentang hak sipil dan hak politik. b. Cairo Declaration on Human Right in Islam 1990. b. c.a. Declaration on The Right to Development 1986 (Deklarasi Hak Atas Pembangunan). Pada tanggal 10 Desember 1948 Majelis Umum Perserikatan BangsaBangsa (MU-PBB) berhasil merumuskan naskah “Universal Declaration of Human Right” sehingga tanggal tersebut tiap tahun diperingati sebagai Hari Hak Asasi Manusia. yaitu deklarasi universal dari negara-negara yang tergabung dalam PBB. 7. Isi covenants dimaksud antara lain : (1) The International on Civil and Political Right.” Semuanya ada 30 pasal. d. and Cultural Right 1966. (4) Wina Declaration 1993. Social. oleh negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI). (3) Optional Protokol 1966. . yang berisi syarat-syarat dan nilai-nilai bagi sistem demokrasi ekonomi. dan budaya. yaitu adanya kemungkinan seorang warga negara yang mengadukan pelanggaran hak asasi manusia kepada The Human Right Committee UNO (PBB) setelah upaya pengadilan di negaranya tidak memuaskannya.

yang menimbulkan dampak negatif bagi keadilan rakyat. yang diterima oleh negara-negara di Asia. D. Kesimpulan : Berdasarkan sejarah perkembangannya. terdapat empat generasi hak asasi manusia : 1. hak beragama. 2. hak kebebasan berpikir dan berpendapat. Contohnya : Hak atas pekerjaan.e. hak sederajat dengan bangsa lain. Hak asasi manu-sia pada generasi ini lebih maju karena tidak saja mencakup struktural. yang bermula di dunia Barat (Eropa). hak atas penghasilan yang layak. Sosial. Contohnya : Hak bebas dari ancaman musuh. HAM DI INDONESIA Pengakuan atas martabat dan hak-hak yang sama sebagai manusia yang hidup di dunia telah disetujui dan diumumkan oleh Resolusi MU-PBB pada tanggal 10 Desember 1948 dalam “Universal Declaration of Human Right” (Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia). . Generasi I : Hak Sipil dan Politik. Bangkok Declaration 1993. 4. karena hanya mementingkan sekelompok elit (konglomerat) dan penguasa saja. dan Budaya. dan hak atas jaminan sosial. perumahan. tetapi juga berpijak pada terciptanya tatanan sosial yang berkeadilan. Generasi III : Hak Perdamaian dan Pembangunan. pendidikan. dan hak mendapatkan kedamaian. yang diperjuangkan oleh negara-negara Asia. hak setiap bangsa untuk merdeka. Hak berpikir dan mengeluarkan pendapat. Generasi II : Hak Ekonomi. yang diperjuangkan oleh negara-negara berkembang (Asia-Afrika). 3. Generasi IV : Declaration of The Basic Duties of Asian Peoples and Government 1983. sinya memuat 30 Pasal yang meliputi : 1. hak atas pangan. hak atas kebebasan dan keamanan. hak membentuk serikat pekerja. kesehatan. Di sini dikritik peranan negara yang sangat dominan dalam proses pemba-ngunan yang berfokus pada bidang ekonomi. hak atas kesamaan di muka pengadilan. yang diperjuangkan oleh negara-negara sosialis di Eropa timur. hak berkumpul dan berserikat. Contohnya : Hak atas hidup.

Dalam UUD 1945 sendiri sama sekali tidak ada kata-kata atau istilah HAM. yaitu dalam BAB XA Pasal 28A s/d 28J (10 Pasal dan 24 Ayat). terbit Undang-Undang No. Di Indonesia pengaturan HAM ini tercantum dalam berbagai peraturan perundangundangan termasuk undang-undang yang mengesahkan berbagai konvensi internasional mengenai HAM. Hak untuk memperoleh nama baik. Hak untuk kemerdekaan hidup. Pada Pembukaan UUD 1945 alinea keempat : Di dalamnya terdapat tuju-an nasional. Baru setelah perubahan (amandemen) yang kedua tahun 2000. 9. Hak untuk hidup. Dengan demikian walaupun dalam UUD 1945 asli (sebelum perubahan) tidak ada kata-kata atau istilah HAM. Pada Pembukaan UUD 1945 alinea pertama : ”Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa . 5. 1/MPR/2003. ” dst. 2. 7. Hak untuk mendapatkan perlindungan hukum. Hak untuk memperoleh pekerjaan. Sila .2. Jadi lebih dulu daripada deklarasi MU-PBB tanggal 10 Desember 1948. Maka berdasarkan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) No. tugas yang harus dilaksanakan. Hak menganut agama atau aliran kepercayaan. Indonesia mengakui adanya hak untuk merdeka dan bebas. 4.. 8. tetapi sebenarnya pengakuan atas HAM di Indonesia telah ada sejak ditetapkannya UUD pada tanggal 18 Agustus 1945. Kemudian karena materinya sudah termuat dalam UUD 1945 setelah perubahan tersebut. 3. 6. XVII/ MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia. Contohnya : 1. secara tegas dan cukup rinci dimuat tentang HAM. 39 Tahun 1999 dengan judul yang sama. Namun untuk memayungi seluruh peraturan perundangundangan tadi dipandang perlu dibentuk undang-undang tentang HAM tersendiri. Hak mendapatkan pendidikan dan pengajaran. Jelas. dan falsafah negara Pancasila. Hak memiliki sesuatu.. maka Tap MPR tersebut di atas dicabut dengan Tap MPR No.

48 Tahun 1993. Production. Konvensi Hak Anak (Convention on The Right of The Child). and Stockpiling of Bacteriological/ Biological and Toxic Weapon and on Their Destruction). Konvensi tentang Hak Politik Kaum Perempuan (Convention on The Political Right of Women). 6. 3. 3. dan budaya. yang diratifikasi dengan UU No. . Sebelum Tap MPR No. Tidak Manusiawi. 5. penerap-an HAM di Indonesia selain atas dasar UUD 1945 yang sangat singkat seperti disebutkan di atas. antara lain : 1. 58 Tahun 1991. yang diratifikasi dengan UU NO. Batang tubuh UUD 1945 dari Pasal 27 s/d 34 yang mencakup hak dalam bidang politik. Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman Lain yang Kejam.” berarti ada pengakuan atas hak asasi manusia seutuhnya. dan Penyimpanan Senja-ta Biologis dan Beracun. 39 Tahun 1999. 7 Tahun 1984 dan menjiwai keluarnya UU No. Hal ini berarti adanya HAM. yang diratifikasi dengan UU No. ekonomi. 36 Tahun 1990. 59 Tahun 1958. 5 Tahun 1998. 68 Tahun 1958. yang diratifikasi dengan UU No. yang diratifikasi dengan Keppres No. akan tetapi memang masih terbatas dan rumusannya amat singkat. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. XVII/MPR/1998 dan UU No. sosial. yang diratifikasi dengan Keppres No. 4. serta Pemusnahannya (Convention on The Prohibi-tation of The Development. 2. juga didasarkan beberapa macam konvensi internasional yang kemudian diratifikasi. 7. Konvensi tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (Convention on The Elimination of Discrimination Againts Women). Konvensi Internasional terhadap Anti Apartheid dalam Olahraga (Interna-tional Convention Againts Apartheid in Sports). atau Merendahkan Martabat Manusia (Torture Convention). Konvenasi Pelarangan Pengembangan. Konvensi Jenewa (Geneva Convention) 12 Agustus 1949 yang diratifikasi dengan UU No.kedua Pancasila adalah ”kemanusiaan yang adil dan beradab. Produksi.

kemauan. 9. Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekeras-an (KONTRAS). Dasar pemikiran pembentukan Undang-Undang tentang HAM (UU No. Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM). 87 Tahun 1998 (Convention No. Untuk memantapkan pelaksanaan hak asasi manusia berdasarkan aturan-aturan tersebut di atas. 39 Tahun 1999) adalah : 1. Pada dasarnya manusia dianugrahi jiwa. 83 Tahun 1998. Konvensi Internasional tentang Penghapusan Semua Bentuk Diskriminasi Rasial (Convention on The Elimination of Racial Discrimination). kemampuan.8. sehing-ga dapat . diperlukan pengakuan dan perlindungan hak asasi manusia. serta berbagai kemudahan oleh penciptanya untuk menjamin kelangsungan hidupnya. Tuhan YME adalah pencipta alam semesta dengan segala isinya. yang dira-tifikasi dengan UU No. 87 Concerning Freedom of Association and Protection on The Right to Organize). Untuk penegakkan dan perlindungan hak asasi manusia. 3. dll. Human Right Watch (HRW). bentuk struktur. UU No. Konvensi Organisasi Buruh Internasional No. Untuk melindungi. 5 Tahun 1993 yang kemudian diku-kuhkan dalam UU No. 39 Tahun 1999. telah dibentuk Pengadilan HAM berdasarkan UU No. dsb. yang diratifikasi dengan UU No. melindungi korban hak asasi manusia. menuntut keadilan. karena tanpa hal tersebut manusia akan kehilangan sifat dan martabatnya. 26 Tahun 2000. masyarakat pun dapat membentuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dengan tugas menuntut pihak-pihak yang me-langgar hak asasi manusia. dan meningkatkan martabat manu-sia. 26/2000 ini juga memberikan alternatif bahwa untuk penyelesaian pelanggaran hak asasi manusia yang berat dapat dilakukan di luar pengadilan HAM. 29 Tahun 1999. 2. Contoh LSM yang ada : Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). yaitu melalui Komisi Kebenar-an dan Rekonsilisasi yang dibentuk berdasarkan UU. Dan sebelumnya telah pula dibentuk Komisi Nasional HAM (Komnas HAM) berdasarkan Keppres No. mempertahankan.

apabila rasa sakit atau penderitaan tersebut . se-hingga menimbulkan rasa sakit atau penderitaan yang hebat. 4. ekonomi. adalah seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan. bahasa. adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan sengaja. 4. sehingga kebebasan atau hak asasi manusia bukanlah tanpa batas. Hak asasi manusia tidak boleh dilenyapkan oleh siapa pun dan dalam keadaan apa pun. atau penghapusan.mendorong manusia menjadi serigala bagi manusia lainnya (homo homini lupus). budaya. kelompok. Karena manusia merupakan mahluk sosial (zoon politicon). adalah setiap pembatasan. Setiap hak asasi manusia mengandung kewajiban untuk menghormati hak asasi manusia lain. atau bentuk diskriminasi. dan penegakkan hak asasi manusia. aparatur negara. pelaksanaan atau penggu-naan hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam kehidupan baik individual maupun kolektif dalam bidang politik. hukum. sehingga di dalam hak asasi manusia terdapat kewajib-an dasar atau kewajiban asasi manusia. perlindungan. Beberapa istilah dalam Ketentuan Umum UU No. dan aspek kehidupan lainnya. Hak asasi manusia (lihat di depan). pelecehan. dengan menghukumnya atas suatu perbuatan yang telah dilakukan atau diduga telah dilakukan oleh seseorang atau orang ketiga. atau pengucilan yang langsung atau tak langsung didasarkan pembedaan manusia atas dasar agama. dilindungi. maka hak asasi manusia yang satu dibatasi oleh hak asasi manusia yang lain. ras. baik jasmani maupun rohani pada seseorang untuk memperoleh pengakuan atau kete-rangan dari seseorang atau dari orang ketiga. sosial. dan pejabat publik lain-nya mempunyai kewajiban dan tanggung jawab menjamin terselenggara-nya penghormatan. suku. 3. Kewajiban dasar manusia. yang berakibat pengurangan. etnik. 5. 39 Tahun 1999 : 1. pengakuan. politik. penyimpangan. jenis kelamin. 2. Hak asasi manusia harus benar-benar dihormati. Diskriminasi. status ekonomi. 7. dan ditegak-kan. golongan status sosial. Penyiksaan. 6. keyakinan. dan untuk itu pemerintah. tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya hak asasi manusia.

Pelanggaran hak asasi manusia. dsb. menjual. e. Dari segi subyeknya : Hak asasi individu. dsb. Hak Perlakuan Sama (Legal Quality Right). berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku. penyuluhan. meng-halangi. . Dari segi obyek atau kepentingannya : a. Hak Asasi Pribadi (Personal Right). adalah setiap manusia yang berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun dan belum menikah. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. seperti hak untuk memiliki sesuatu. Hak Sosial dan Kebudayaan (Social and Cultural Right). Anak. dsb. Macam dan jenis HAM meliputi berbagai bidang. atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar. 5. seperti hak memilih dan dipilih dalam Pemilu. penelitian. atau sepengetahuan siapa pun dan/atau pejabat publik. dan hak asasi kolektif. hak mendirikan Parpol dan Ormas. seperti menyatakan pendapat. adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara melawan hukum. 2. 6. dan atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh undang-undang ini. c. dan tidak menda-patkan. kebebasan memeluk agama tertentu.ditimbulkan oleh. d. atas hasutan dari. membatasi. yang selanjutnya disebut Komnas HAM. 7. yaitu hak ikut dalam pemerintahan. adalah lembaga mandiri yang kedudukannya setingkat dengan lem-baga negara lainnya yang berfungsi melaksanakan pengkajian. dengan persetujuan. yaitu : 1. mengurangi. Hak Asasi Ekonomi (Property Right). dan memanfaatkannya. mengembangkan seni budaya. dan mediasi hak asasi manusia. dalam hukum dan pemerintahan. b. kebebasan bergerak. pemantauan. seperti hak untuk memilih pendidikan. termasuk anak yang masih dalam kandungan apabila hal tersebut adalah demi kepentingannya. membeli. Hak Asasi Politik (Political Right).

5. tumbuh. 6. Hak wanita (Pasal 45 s/d 51). Hak atas rasa aman (Pasal 28 s/d 35). (2) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup. Hak atas kesejahteraan (Pasal 36 s/d 42). Hak turutserta dalam pemerintahan (Pasal 43 s/d 44). 4. 8. Beberapa butir HAM yang ada dalam UU No. 10. 7. Hak untuk memperoleh keadilan (Pasal 17 s/d 18). serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.f. Hak atas kebebasan pribadi (Pasal 20 s/d 27). Hak Membangun (Developmen Right). Hak untuk berkeluarga (Pasal 10). dsb. Pasal 28B : (1) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah. dsb. Hak untuk hidup (Pasal 4). 3. Hak Asasi Manusia dalam BAB XA Pasal 28A s/d 28J UUD 1945 (Perubahan II/2000) : Pasal 28A : Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. Pasal 28C : . seperti perlakuan tata cara pera-dilan. Hak untuk mengembangkan diri (Pasal 11 s/d 16). 2. 39 Tahun 1999 : 1. penangkapan. 9. bila terjadi penggeledahan. Hak anak (Pasal 52 s/d 66). g. dan berkembang. seperti hak bagi negara untuk membangun negara tanpa campur tangan negara asing. Hak Perlindungan (Procedural Right).

memilih pekerjaan. serta berhak untuk mencari. dan menge-luarkan pendapat. menyimpan. dan kepasti-an hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum. (2) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat. seni dan budaya. (2) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlaku-an yang adil dan layak dalam hubungan kerja. mengolah. Pasal 28F : Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya.(1) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. memperoleh. me-milih pendidikan dan pengajaran. Pasal 28G : . (2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan. memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggal-kannya. Pasal 28E : (1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamnya. perlindungan. berkumpul. (4) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan. jaminan. memilih kewar-ganegaraan. bangsa dan negaranya. berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. menyatakan pikiran dan sikap. sesuai dengan hati nuraninya. (3) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. serta berhak kembali. demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia. memiliki. (3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat. dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. Pasal 28D : (1) Setiap orang berhak atas pengakuan.

(4) Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapa pun. (2) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlaku-an yang bersifat diskriminatif. dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. (3) Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban. hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani. . martabat. (2) Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain. kehormat-an. serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. (2) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persa-maan dan keadilan. hak beragama. (3) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengem-bangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat. hak untuk tidak disiksa. hak untuk tidak diperbudak. Pasal 28H : (1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin. bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.(1) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi. keluarga. Pasal 28I : (1) Hak untuk hidup. dan harta benda yang di bawah kekuasaannya.

etika. penagakan. diatur. (5) Untuk menegakkan dan melindung hak asasi manusia sesuai dengan prin-sip negara hukum yang demokratis. dan bernegra. melindungi. Pasal 28J : (1) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat. Setiap orang yang ada di wilayah negara RI wajib patuh pada peraturan perundang-undangan. pemajuan. dan ketertiban umumdalam suatu masyarakat demokratis. Dalam menjalankan hak dan kebebasannya. (2) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya. maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin. Setiap warga negara wajib ikutserta dalam upaya pembelaan negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis. 2.(4) Perlindungan. 4. 3. dan tata tertib kehidupan bermasyarakat. dan memajukannya. Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain. hukum tak tertulis. menegakkan. Kewajiban Dasar Manusia menurut UU No. dan bernegara. keamanan. terutama pemerintah. setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan oleh undang-undang dengan maksud untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertim-bangan moral. berbangsa. berbangsa. 39 Tahun 1999 : 1. . keamanan. setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud sematamata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral. dan hukum internasional menge-nai hak asasi manusia yang telah diterima oleh negara RI. Setiap hak asasi manusia seseorang menimbulkan kewajiban dasar dan tanggung jawab untuk menghormati hak asasi orang lain secara timbal balik serta menjadi tugas pemerintah untuk menghormati. dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara. dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan. moral. nilai-nilai agama.

Tidak satu ketentuan pun dalam undang-undang ini boleh diartikan bahwa pemerintah. Hak dan kebebasan yang diatur dalam undang-undang ini hanya dapat dibatasi oleh dan berdasarkan undang-undang. ekonomi. politik. golongan. 5 Tahun 1993 tanggal 7 Juni 1993 kemudian dikukuhkan dengan UU No. UUD 1945. Komnas HAM : Dibentuk dengan Keppres No. merusak. dan hukum inter-nasional tentang hak asasi manusia yang diterima oleh negara RI. 4. semata-mata untuk menjamin pengakuan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia serta kekebasan dasar orang lain. 3. menegakkan. b. 39 Tahun 1999. dan memajukan hak asasi manusia yang diatur dalam undangundang ini. pertahanan keamanan negara. Meningkatkan perlindungan dan penegakkan hak asasi manusia guna serta Deklarasi berkembangnya pribadi manusia Indonesia seutuhnya dan kemampu-annya berpartisipasi dalam berbagai bidang kehidupan. partai. dan kepentingan bangsa. Tujuannya : a. . dan bidang lain. sosial. ketertiban umum. budaya. 2. Kewajiban dan tanggung jawab pemerintah sebagaimana dimaksud meli-puti langkah implementasi yang efektif dalam bidang hukum. melindungi. Universal Hak Asasi Manusia. kesusilaan. Pemerintah wajib dan bertanggung jawab menghormati. dan Piagam PBB. Mengembangkan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan hak asasi manusia sesuai dengan Pancasila. peraturan perundang-undangan lain. atau menghapuskan hak asasi manusia atau kebebasan dasar yang diatur dalam undang-undang ini. atau pihak mana pun dibenarkan mengu-rangi.Kewajiban dan tanggung jawab Pemerintah menurut UU No. 1. Komnas HAM dan Pengadilan HAM : Untuk memantapkan pelaksanaan hak asasi manusia di Indonesia telah diben-tuk Komnas HAM dan Pengadilan HAM. 39 Tahun 1999 : 1.

tugas. tanggung jawab. maupun oleh institusi negara atau institusi lainnya terhadap hak asasi individu lain tanpa ada dasar atau alasan yuridis dan . dan/atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh undangundang. Pelanggaran dan Pengadilan HAM : Unsur penting dalam HAM adalah masalah pelanggaran dan pengadilan HAM. diangkat oleh presiden atas usul si-dang paripurna. menghalangi. dan Sekretaris Jenderal. dua orang Wakil Ketua. Masa jabatannya lima tahun dan setelah berakhir dapat diangkat kembali hanya untuk satu kali masa jabatan. b. Ketentuan mengenai sidang paripurna dan sub komisi diatur dalam peraturan tata tertib Komnas HAM. Sidang Sub Komisi. Pelanggaran HAM adalah setiap perbuatan seseorang atau kelom-pok orang termasuk aparat negara baik disengaja ataupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi. dipilih oleh DPR berdasarkan usulan Komnas HAM dan diresmikan oleh Presiden. 2. Susunan Komnas HAM terdiri dari seorang Ketua. Sekretariat Jenderal dibentuk untuk pelayanan administratif yang dibantu oleh unit kerja dalam bentuk Biro-biro. Pelanggaran HAM merupakan tindakan pelanggaran kemanusiaan baik dilakukan oleh individu. mambatasi.Anggota Komnas HAM berjumlah 35 orang. Sekretaris Jenderal dijabat oleh pegawai negeri yang bukan anggota. Adapun kegiatan-kegiatan Komnas HAM dilakukan oleh Sub Komisi. Tugasnya menetapkan peraturan tata tertib. Sidang paripurna adalah pemegang kekuasaan tertinggi dan terdiri dari seluruh anggota. atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar. program kerja. Kedudukan. kelompok. Kelengkapan Komnas HAM terdiri dari : a. dan susunan orga-nisasinya ditetapkan dengan Keppres. Sidang Paripurna. dan mekanisme kerja. ber-dasarkan mekanisme hukum yang berlaku. dan tidak didapatkan. Ketua dan Wakil Ketua dipilih dari dan oleh anggota.

pelacuran secara paksa. b. Kejahatan genosida adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan mak-sud menghancurkan/memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bang-sa. Menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang akan mengakibatkan kemusnahan secara fisik baikj seluruh atau sebagiannya.alasan rasional yang menjadi pijakannya. Memaksanakan tindakan-tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran di dalam kelompok. pemaksaan kehamilan. Pembunuhan. g. e. c. Pelanggaran HAM dikelompokkan pada dua bentuk. Permusuhan. b. Sementara itu kejahatan kemanusiaan adalah suatu perbuatan yang dila-kukan dengan serangan yang meluas dan sistematis. kelompok etnis. dan kelompok agama. Genoside dilakukan dengan cara : a. Memindahkan secara paksa anak-anak dari kelompoik tertentu ke kelompok lain. d. Pelanggaran berat meliputi kejahatan genosida dan kejahatan kemanusiaan. Membunuh anggota kelompok. yaitu pelanggaran berat dan pelanggaran ringan.\ e. Mengakibatkan poenderitaan fisik atau mental yang berat terhadap anggotaanggota kelompok. f. sedangkan pelanggaran ringan adalah selain kedua bentuk tersebut. Perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik lain secara Sewenang-wenang yang melanggar asas-asas/ketentuan pokok hukum internasional. perbudakan seksual. ras. Penyiksaan. Serangan dimaksud ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil berupa : a. pemandulan atau sterilisasi secara paksa atau bentuk-bentuk kekerasan seksual lain yang setara. . d. Pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa. Perkosaan. Perbudakan. c.

atau alasan lain yang telah diakui secara uni-versal sebagai hal yang dilarang menurut hukum internasional. Pengadilan HAM dibentuk berdasarkan UU No. j. melaksanakan rekon-siliasi dalam perspektif kepentingan bersama sebagai negara. Selain pengadilan HAM ad hoc. dibentuk juga Komisi Kebenar-an dan Rekonsiliasi (KKR). Penghilangan orang secara paksa. Kejahatan apartheid. (Contohnya di Timor Timur pasca jajak pendapat 1999) yang mengakibatkan Timtim lepas dari NKRI. ras. etnis. jenis kelamin. Komisi ini adalah lembaga ekstrayudisial yang bertugas menegakkan kebenaran untuk mengungkap penyalahgunaan ke-kuasaan dan pelanggaran HAM pada masa lampau. kebangsaan. Pengadilan atas pelanggaran HAM kategori berat seperti genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan diberlakukan asas retroaktif (pembuktian terbalik). i. agama. terjadi sebelum diundangkannya UU No. Sementara itu Pengadilan HAM ad hoc yang dibentuk atas usul DPR berdasarkan peristiwa tertentu dengan Keppres untuk memeriksa dan memutus perkara pelanggaran hak asasi manusia yang berat.h. . penindasan dan dominasi suatu kelompok ras atas kelompok ras lain untuk mempertahankan dominasi dan kekuasaan-nya. budaya. Penganiayaan terhadap suatu kelompok tertentu atau perkumpulan yang didasari persamaan paham politik. 26 Tahun 2000. Pengadil-an HAM adalah pengadilan khusus yang berada di lingkungan Peradilan Umum. bertugas dan berwenang memeriksa dan memutus perkara pelang-garan hak asasi manusia yang berat. 26 Tahun 2000.

berkumpul. B. WUJUD HUBUNGAN WARGA NEGARA DENGAN NEGARA Wujud hubungan antara warga negara dengan negara adalah berupa peranan (role). aktif. adalah kepatuhan warga negara terhadap peraturan perundangundangan yang berlaku. HAK DAN KEWAJIBAN Hak dan kewajiban WNI tercantum dalam UUD 1945 Pasal 27 s/d 34. Peranan Negatif. UU No. yaitu : 1. Peranan tidak lain adalah tugas yang dilakukan dalam kedudukan/status sebagai warga negara.27 Ayat (2)}. adalah aktivitas warga negara untuk menolak campur tangan negara dalam masalah pribadi. Peranan Positif. antara lain dalam mempengaruhi keputusan publik. 40/1999 tentang Pers. {Ps.BAB V HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA A. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.27 Ayat (3)}. adalah aktivitas warga negara untuk meminta pelayanan negara dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup. dan mengeluarkan pendapat. 9/1998 tentang Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat di Muka Umum. 3. Lebih lanjut dijabarkan dalam peraturan perundang-undangan. b. Hak berserikat. 2. c. Demikian juga peranan. 22/2007 tentang Penyelenggaraan Pe- . adalah aktivitas warga negara untuk terlibat (berpartisipasi) dalam kehidupan bernegara. Peranan Aktif. 1. Peranan Pasif. Hak membela negara. misalnya UU No. negatif. (Ps. {Ps. 4. dan positif. Status dimaksud meliputi status pasif. Hak-hak Warga Negara : a. 28). UU No.

Menhormati hak asasi orang lain (Ps. Tunduk pada pembatasan yang ditetapkan UU untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain. 3. UU No.27 Ayat (3)}.32 Ayat (1)}. 2/2002 tentang Kepolisian Negara RI. Hak kemerdekaan memeluk agama. b. Mengikuti pendidikan dasar. UU No. Hak Negara terhadap Warga Negara : a. Hak dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. (Ps. {Ps. 34/2004 tentang TNI. 20/2003 tentang Sisdiknas dan UU No. 42/2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. {Ps. DPD. d.milihan Umum. 14/2005 tentang Guru dan Dosen. 28). Membayar pajak sebagai kontrak utama antara negara dengan warga negara. Mentaati hukum dan pemerintahan. 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia. (4). dan (5)}.30 Ayat (1)}. g. b. Kewajiban Warga Negara : a.27 Ayat (1)}. Membela negara. Hak ekonomi atau hak untuk mendapatkan kesejahteraan sosial. e. dan UU No. {Ps. Hak untuk mengembangkan dan memajukan kebudayaan nasional. c.29 Ayat (1) dan (2)}. f. dan DPRD. Hak negara untuk dibela. e. 3/2002 tentang Pertahanan Negara.31 Ayat (1) dan (2)}. Dalam upaya pertahanan negara. Hak negara untuk ditaati (hukum dan pemerintahan). Dijabarkan dalam UU No. dll. . Hak mendapatkan jaminan keadilan sosial. UU No. dll. h. {Ps. Dijabarkan antara lain dalam UU No. (3). Hak untuk mendapatkan pengajaran (pendidikan). d. i. {Ps. {Ps. 10/2008 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR.33 Ayat (1). Dijabarkan dalam UU No. 2. 2/2008 tentang Parpol. f.30 Ayat (1)}. UU No. {Ps. {Ps. dll. (2). g.34).

c. g. serta kebebasan beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya itu. Menguasai cabang-cabang produksi terpenting bagi negara dan menguasai hidup orang banyak. k. . 4. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. h. i. f. n. Mengusahakan dan menyelenggarakan sistem pendidikan nasional. Menjamin hak asasi warga negara. j. Menjamin sistem hukum yang adil. dan kekayaan yang terkandung di dalamnya untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. m. Hak negara untuk menguasai bumi. Memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari APBN dan APBD. Memberi dan mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat serta memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. air. Mencerdaskan kehidupan bangsa. Memajukan kesejahteraan umum. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Membiayai pendidikan khususnya pendidikan dasar. perdamaian abadi. l. dan keadilan sosial. Menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk memeluk agama dan kepercayaannya. Menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional. e. d. o. c. Kewajiban Negara terhadap Warga Negara : a. Memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilainilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. b. Memajukan kebudayaan di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dengan memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.

Karenanya berlaku universal di seluruh dunia. 4. Tidak diberikan oleh negara. Hak-hak yang sifatnya mendasar yang melekat secara otomatis dengan keberadaannya sebagai manusia sejak lahir. Muncul karena ada ketentuan peraturan perundang-undangan dan berlaku bagi orang yang berstatus sebagai warga negara. Memelihara fakir miskin dan anak-anak telantar. 3. untuk mencari kesamaan pemikiran terhadap penyelesaian masalah yang dihadapi. C. Rasional. Karakteristik dimaksud adalah : 1. q. Dengan demikian hak warga negara untuk tiap negara akan berbeda. b. Bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan palayanan umum lainnya yang layak. . Hak Asasi Manusia : a. Bersikap kritis. yaitu : 1. b. ramah tamah. Melakukan dialog/diskusi. c. sehingga muncul suatu identitas yang mudah dikenali sebagai warga negara. yaitu pola sikap dan perilaku berdasarkan rasio atau akal pikiran yang sehat. Yang perlu dibedakan adalah antara hak warga negara dengan hak asasi manusia. tetapi justru negara harus menjamin keberadaannya. 2.p. c. misalnya perilaku sopan santun. Hak Warga Negara : a. Bersikap terbuka (transparan). KARAKTERISTIK WARGA NEGARA YANG BERTANGGUNG JAWAB Karakteristik adalah sejumlah sifat atau tabiat yang harus dimiliki oleh WNI. 2. Memiliki rasa hormat dan tanggung jawab. 5. misalnya sikap dan perilaku yang selalu mendasarkan pada fakta dan data yang valid (sah) serta argumentasi yang kuat. Hak yang ditentukan dalam konstitusi suatu negara. serta melaksanakan semua tugas dan fungsi sesuai dengan aturan/norma yang berlaku. sejauh masalahnya tidak bersifat rahasia.

Lebih-lebih hal ini bagi pejabat negara. Memiliki kemandirian. 2. 7. Menghargai martabat manusia dan kehormatan pribadi. dalam arti. ada kesamaan antara ucapan dan tindakan. yaitu sikap dan perilaku berdasarkan fakta dan data yang sah dan akurat. Adil. dan ekonomi. sebagai warga negara. antara yang dikemukakan/diucapkan dengan kenyataan. sehingga tidak muncul kritik tentang ”kebohongan publik. meliputi : 1. . Berpartisipasi dalam urusan pembangunan dan kemasyarakatan dengan pikiran dan sikap yang santun.” Adapun karakteristik WNI yang mandiri.6. Jujur. politik. 4. yaitu sikap dan perilaku menghormati persamaan derajat dan martabat kemanusiaan. 5. Mendorong berfungsinya demokrasi konstitusional yang sehat. 3. Memiliki tanggung jawab pribadi.

TNI Angkatan Laut. tugas. . Peran.” 2. Fungsi. . fungsi. Pembelaan negara dimaksud dalam implementasinya sesuai dengan kemampuan dan profesi masing-masing. dan Tugas TNI : (1) Kedudukan : . “Setiap warga negara berhak dan wajib ikutserta dalam upaya pembelaan negara.Dalam pengerahan dan penggunaan kekuatan militer. MAKNA BELA NEGARA Dalam UUD 1945 : 1. Pasal 30 Ayat (1) berbunyi. serta wewenang TNI dan POLRI : a.TNI terdiri atas TNI Angkatan Darat. Untuk lebih jelasnya di bawah ini dikemukakan tentang peran. Pasal 27 Ayat (3) berbunyi. Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) sebagai kekuatan utama.BAB VI BELA NEGARA A. Usaha pembelaan dan pertahanan keamanan negara dilaksanakan melalui Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). TNI di bawah koordinasi Departemen Pertahanan. “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikutserta dalam usaha pertahanan keamanan negara. TNI berkedudukan di bawah Presiden. Konsekuensinya setiap warga negara berhak dan wajib turutserta dalam menentukan kebijakan pembelaan negara melalui lembaga-lembaga perwakilan sesuai dengan UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kedudukan.Dalam kebijakan dan strategi pertahanan serta dukungan administrasi.” Dengan demikian usaha pembelaan dan pertahanan keamanan negara merupakan hak sekaligus kewajiban setiap warga negara Indonesia. dan TNI . yaitu : 1.

. keutuhan wilayah.Penindak terhadap setiap bentuk ancaman tersebut di atas. mengatasi gerakan separatis bersenjata.Angkatan Udara yang melaksanakan tugasnya secara matra atau gabungan di bawah pimpinan Panglima. yaitu untuk : . .Tiap-tiap angkatan mempunyai kedudukan yang sama dan sederajat. .Pemulih terhadap kondisi keamanan negara yang terganggu akibat kekacauan keamanan. . mempertahankan keutuhan wilayah NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. mengatasi aksi terorisme. (2) Peran : TNI berperan sebagai alat negara di bidang pertahanan yang dalam menjalankan tugasnya berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara. melaksanakan tugas perdamaian dunia sesuai dengan kebijakan politik luar negeri. TNI merupakan komponen utama sistem pertahanan negara.Operasi militer selain perang.Penangkal terhadap setiap bentuk ancaman militer dan ancaman bersenjata dari luar dan dari dalam negeri terhadap kedaulatan. . . serta melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. (4) Tugas : Tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara. mengamankan obyek vital nasional yang bersifat strategis.Operasi militer untuk perang. Tugas pokok ini dilakukan dengan : . (3) Fungsi : TNI sebagai alat pertahanan negara berfungsi sebagai : . . . dan keselamatan bangsa. mengatasi pemberontakan bersenjata. Dalam melaksanakan fungsi tersebut di atas. mengamankan wilayah perbatasan. . .

pengungsian. .Melaksanakan pengaturan. membantu mengamankan tamu negara setingkat kepala negara dan perwakilan pemerintah asing yang sedang berada di Indonesia. . memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta. (2) Tugas Pokok : . membantu menanggulangi akibat bencana alam.Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. .POLRI berada di bawah Presiden. mengamankan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya. Tugas Pokok. penjagaan. dan penyelundupan. Kedudukan.POLRI dipimpin oleh KAPOLRI yang dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Presiden sesuai dengan peraturan perundang-undangan. . membantu tugas pemerintahan di daerah. dan Wewenang POLRI : (1) Kedudukan : . pengayoman. . b. . Tugas. Ketentuan tersebut di atas dilaksanakan berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara. pengawalan. . membantu POLRI dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dengan undang-undang. (3) Tugas : . . dan pelayanan kepada masyarakat. .Menegakkan hukum. membantu pemerintah dalam pengamanan pelayaran dan pener- bangan terhadap pembajakan. membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue). perompakan.. .Memberikan perlindungan. . dan pemberian bantuan kemanusiaan. dan patroli terhadap kegiatan masyarakat dan pemerintah sesuai kebutuhan.

Turutserta dalam pembinaan hukum nasional.. kesadaran hukum masyarakat. . serta ketaatan warga masyarakat terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan. . dan kelancaran lalu lintas di jalan. dan lingkungan hidup dari gangguan ketertiban dan/atau bencana termasuk memberikan bantuan dan pertolongan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. tugas lain sesuai dengan peraturan perundang- .Melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap semua tindak pidana sesuai dengan hukum acara pidana dan peraturan perundang-undangan lainnya.Memelihara ketertiban dan menjamin keamanan umum. . dan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa.Melindungi keselamatan jiwa raga.Melaksanakan undangan. .Menyelenggarakan identifikasi kepolisian.Membina masyarakat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.Menyelenggarakan segala kegiatan dalam menjamin keamanan. . dan pembinaan teknis terhadap kepolisian khusus. secara umum POLRI berwenang : .Membantu menyelesaikan perselisihan warga masyarakat yang dapat mengganggu ketertiban umum. harta benda. . pengawasan.Melakukan koordinasi. . . . .Menerima laporan dan/atau pengaduan. masyarakat. penyidik pegawai negeri sipil. . (4) Wewenang : Dalam rangka penyelenggaran tugas pokok dan tugas tersebut di atas.Memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan kepentingannya dalam lingkup tugas kepolisian.Melayani kepentingan warga masyarakat untuk sementara sebelum ditangani oleh instansi dan/atau pihak yang berwenang. kedokteran kepolisian. laboratorium forensik dan psikologi kepolisian untuk kepentingan tugas kepolisian. ketertiban.

Memberikan izin operasional dan melakukan pengawasan terhadap badan usaha di bidang jasa mengamanan.Melakukan kerjasama dengan kepolisian negara lain dalam menyidik dan memberantas kejahatan internasional.Memberikan bantuan pengamanan dalam sidang dan pelaksanaan putusan pengadilan. kegiatan instansi lain. . dan senjata tajam. .Mencegah dan menaggulangi tumbuhnya penyakit masyarakat. . .Melaksanakan pemeriksaan khusus sebagai bagian dari tindakan kepolisian dalam rangka pencegahan. .Memberikan petunjuk. dan melatih aparat kepolisian khusus dan petugas pengamanan swakarsa dalam bidang teknis kepolisian. . . serta kegiatan masyarakat.Melakukan tindakan pertama di tempat kejadian.Menerima pemberitahuan tentang kegiatan politik. .Mengawasi aliran yang dapat menimbulkan perpecahan atau mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. . mendidik. . Sesuai dengan peraturan perundang-undangan lainnya. . .Mencari keterangan dan barang bukti. bahan peledak.Mengeluarkan peraturan kepolisian dalam lingkup kewenangan administratif kepolisian.Memberikan izin dan mengawasi kegiatan keramaian umum dan kegiatan masyarakat lainnya. . .Menyelenggarakan pusat informasi kriminal nasional. . .Memberikan surat izin mengemudi kendaraan bermotor. .Menyelenggarakan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor.Menerima dan menyimpan barang temuan untuk sementara waktu.Memberikan izin dan melakukan pengawasan senjata api. POLRI berwenang : . .Mengambil sidik jari dan identitas lainnya serta memotret seseorang.Mengeluarkan surat izin dan/atau surat keterangan yang diperlukan dalam rangka pelayanan masyarakat..

Memanggil orang untuk didengar dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi.Memberi petunjuk dan bantuan penyidikan kepada penyidik pegawai negeri sipil serta menerima hasil penyidikan penyidik pegawai negeri sipil untuk diserahkan kepada penuntut umum. . .Melakukan pengawasan fungsional kepolisian terhadap orang asing yang berada di wilayah Indonesia dengan koordinasi instansi terkait.Menyerahkan berkas perkara kepada penuntut umum. penahanan.Mendatangkan orang ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan pemeriksaan perkara. . dan penyitaan.Melaksanakan kewenangan lain yang termasuk dalam lingkup tugas kepolisian.Mengadakan penghentian penyidikan. ..Mengadakan tindakan lain menurut hukum yang bertanggung jawab.Melakukan pemeriksaan dan penyitaan surat. .Menyuruh berhenti orang yang dicurigai dan menanyakan serta memeriksa tanda pengenal diri. . . .Mewakili pemerintah RI dalam organisasi kepolisian internasional.Mengajukan permintaan secara langsung kepada pejabat imigrasi yang berwenang di tempat pemeriksaan imigrasi dalam keadaan mendesak atau mendadak untuk mencegah atau menagkal orang yang disangka melakukan tindak pidana. . .Melarang setiap orang meninggalkan atau memasuki tempat kejadian perkara untuk kepentingan penyidikan. . . POLRI berwenang untuk : .Membawa dan menghadapkan orang kepada penyidik dalam rangka penyidikan. Tindakan lain adalah tindakan penyelidikan dan penyidikan yang dilaksanakan jika memenuhi syarat sebagai berikut : . Di bidang proses pidana. penggeledahan. .Melakukan penangkapan. .Tidak bertentangan dengan suatu aturan hukum.

Ikut pelatihan dasar kemiliteran melalui program Rakyat Terlatih (Ratih) yang terdiri dari berbagai unsur. serta Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP). Bela Negara secara Fisik : a. Komponen pendukung adalah sumber daya nasional yang dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan dan kemampuan komponen utama dan cadangan. (3) Keamanan rakyat. 2. serta menjunjung tinggi hak asasi manusia. Rakyat sebagai kekuatan Pendukung. . . Pertahanan Sipil (Hansip) atau Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang tergabung dalam Wanra dan Kamra. kesusilaan. 1. Menjadi anggota TNI atau POLRI. kesopanan. Pelatihan dasar kemiliteran secara wajib (Wamil). yaitu : (1) Ketertiban umum.Harus patut. dan termasuk dalam lingkungan jabatannya. b. Adapun Ratih mempunyai empat fungsi. Pendidikan kewarganegaraan di sekolah-sekolah termasuk perguruan tinggi. Adapun sumber daya nasional meliputi sumber daya manusia. Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya POLRI senantiasa bertindak berdasarkan norma hukum dan mengindahkan norma agama. (2) Perlindungan masyarakat. Keikutsertaan atau peranan rakyat (warga negara) dalam bela negara diselenggarakan melalui : a. . Pengabdian sesuai dengan profesi masing-masing. Wujud bela negara mencakup pengertian bela negara secara fisik dan nonfisik. b. masuk akal. misalnya Resimen Mahasiswa (Menwa).Menghormati hak asasi manusia. Dan lebih diutamakan adalah tindakan pencegahan. (4) Perlawanan rakyat.Pertimbangan yang layak berdasarkan keadaan yang memaksa. sumber daya alam.Selaras dengan kewajiban hukum yang mengharuskan tindakan tersebut dilakukan. . dan sumber daya buatan. c.. Mitra Babinsa.

Bela Negara secara Nonfisik : Bela negara tidak selalu berarti harus memanggul senjata menghadapi musuh atau bersifat militeristik. Dalam keadaan darurat. Sementara fungsi yang keempat dilakukan dalam keadaan darurat perang. dan dalam segala situasi. c. dsb. . 2. misalnya saat terjadi bencana alam dan darurat sipil. Mereka yang telah mengikuti latihan dasar kemiliteran akan menjadi cadangan TNI. sehingga ratih merupakan unsur bantuan tempur bagi pasukan reguler TNI yang terlibat langsung di medan perang. psikolog di dinas psikologi militer. Keterlibatan warga negara dalam bela negara secara nonfisik dapat dilakukan dengan berbagai bentuk. dapat pula dipertimbangkan wajib militer (wamil) bagi warga negara yang memenuhi syarat. Para mahasiswa di perguruan tinggi biasanya menjadi Perwira Cadangan (Pacad). Jika keadaan ekonomi dan keuangan negara memungkinkan. di mana ratih membantu pemerintah daerah menangai keamanan dan ketertiban masyarakat. akuntan di biro keuangan instansi militer. pengacara di dinas hukum atau oditur militer di pengadilan militer. termasuk menghayati arti demokrasi dengan menghargai perbedaan pendapat dan tidak me-maksakan kehendak. misalnya : a. dan setelah lulus menjadi sarjana dapat ditugaskan/ditempatkan sesuai dengan profesi masing-masing dalam kehidupan militer. Meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara.Tiga fungsi pertama dilakukan pada masa damai. Berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara dengan berkarya nyata (bukan retorika). b. Menanamkan kecintaan terhadap tanah air (patriotisme) melalui pengabdian yang tulus kepada masyarakat. mereka dapat dimobilisasi dalam waktu singkat untuk tugas-tugas tempur maupun teritorial. misalnya : Dokter di rumah sakit militer. sepanjang masa.

. hanya satu istilah saja. tantangan. Ancaman mencakup hal yang sangat luas dan spektrum yang senantiasa berubah/berkembang dari waktu ke waktu. Tantangan : Suatu hal atau upaya yang bersifat atau bertujuan menggugah kemampuan. IDENTIFIKASI ANCAMAN TERHADAP BANGSA DAN NEGARA Ancaman adalah setiap usaha dan kegiatan baik dari dalam maupun luar negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan negara. Tantangan. Hambatan : Suatu hal yang bersifat melemahkan atau menghalangi tetapi tidak secara konsepsional. Peraturan perundang-undangan sebagai pelaksanaan Pasal 30 UUD 1945 yang berkaitan dengan bela negara hingga saat ini adalah : a. Menurut UU No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. sedangkan menurut UU No. dan keselamatan segenap bangsa. e. di bawah ini dikemukakan pengertian daripada ancaman. 2. keutuhan wilayah negara. Ancaman : Suatu hal atau upaya yang bersifat dan bertujuan mengubah dan merombak kebijakan negara yang dilaksanakan secara konsepsional. dan Gangguan). 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.d. UU No. Akan tetapi untuk pengetahuan. UU No. Meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap hukum/undang-undang dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. c. Pembekalan mental spiritual di kalangan masyarakat agar dapat menangkal pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan norma kehidupan bangsa dengan lebih bertaqwa terhadap Tuhan YME melalui ibadah sesuai dengan agama masing-masing. dan berasal dari dalam. 1. Ancaman inilah yang perlu diatasi melalui keikutsertaan warga negara dalam bela negara. B. b. 3. Hambatan. 3 Tahun 2002 yang menggantikannya. hambatan. ancaman mencakup ATHG (Ancaman. 20 Tahun 1982 tentang Pokok-pokok Pertahanan Kemanan Negara. dan gangguan dimaksud. UU No. yaitu ancaman.

Gangguan : Suatu hal atau upaya yang mengusik kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara RI. perusakan lingkungan. Ancaman multi dimensional dimaksud dapat bersumber dari permasalahan ideologi. Agresi. Invasi. e. AL atau AU negara kita. Unsur angkatan bersenjata negara lain yang berada di wilayah NKRI berdasarkan perjanjian. baik dengan menggunakan kapal maupun pesawat nonkomersial. politik. narkoba. . 2. imigran gelap. Blokade terhadap pelabuhan/pantai atau wilayah udara NKRI oleh angkatan bersenjata negara lain. tetapi tindakannya bertentangan dengan isi perjanjian. ekonomi. g. c. dengan penggunaan kekuatan bersenjata oleh negara lain terhadap kedaulatan negara. Terdapat dua bentuk ancaman.4. keutuhan wilayah. Pengiriman kelompok bersenjata atau tentara bayaran oleh negara lain untuk melakukan tindak kekerasan di wilayah NKRI. Pelanggaran wilayah yang dilakukan negara lain. dengan cara : a. f. baik berasal dari dalam maupun luar negeri. dan keselamatan bangsa. sosial-budaya. Bentuk ancaman militer mencakup : 1. b. Dewasa ini ancaman terhadap kedaulatan negara yang semula bersifat konvensional (fisik) berkembang menjadi multi dimensional (fisik dan nonfisik). Tindakan suatu negara yang mengizinkan penggunaan wilayahnya oleh negara lain sebagai daerah persiapan untuk melakukan agresi terhadap NKRI. dll. maupun keamanan yang terkait dengan kejahatan internasional seperti terorisme. Serangan unsur angkatan bersenjata negara lain terhadap unsur satuan TNI AD. berupa serangan oleh kekuatan militer negara lain terhadap wilayah NKRI. d. pencurian kekayaan alam. Bombardemen (pengeboman) dengan senjata terhadap wilayah NKRI. yaitu ancaman militer dan ancaman nonmiliter. perompak (bajak laut).

3. Spionase yang dilakukan negara lain untuk mencari/mendapatkan rahasia militer; 4. Sabotase untuk merusak instalasi militer atau obyek vital nasional yang membahayakan keselamatan bangsa; 5. Asksi teror bersenjata yang dilakukan oleh jaringan terorisme internasional atau yang bekerjasama dengan terorisme dalam negeri yang bereskalasi tinggi sehingga membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan bangsa; 6. Pemberontakan bersenjata di dalam negeri; 7. Perang saudara antar kelompok masyarakat bersenjata di dalam negeri, dsb. Sebenarnya dalam jangka waktu pendek ancaman dari luar negeri relatif kecil kemungkinannya mengingat upaya diplomasi negara dan peran PBB, serta opini dunia internasional yang akan mencegah atau sekurang-kurangnya membatasi negara lain untuk menggunakan kekuatan bersenjata terhadap NKRI, namun tetap kita harus selalu waspada. Ancaman yang paling mungkin adalah kejahatan yang terorganisasi yang dilakukan oleh aktor-aktor nonnegara untuk memperoleh keuntungan dengan memanipulasi kondisi dalam negeri dan keterbatasan dan kelemahan aparatur pemerintah. Bentuk ancaman nonmiliter adalah upaya menghancuran moral dan budaya bangsa melalui disinformasi, propaganda negatif, peredaran narkoba, film-film porno, senibudaya yang tidak sesuai dengan ajaran agama dan nilai-nilai Pancasila, dll. yang mempengaruhi bangsa terutama generasi muda. Berdasarakan ”Buku Putih” yang disusun oleh Departemen Pertahanan RI tahun 2003, ancaman yang dihadapi bangsa Indonesia lebih kompleks lagi. Prakiraan ancaman dimaksud antara lain : 1. Gerakan separatis yang berusaha memisahkan diri dari NKRI; 2. Aksi radikalisme yang berlatar belakang primordial etnis, ras, dan agama, serta ideologi di luar Pancasila, baik yang berdiri sendiri maupun yang memiliki keterkaitan dengan kekuatan-kekuatan di luar negeri.

3. Konflik komunal

yang kendati bersumber dari masalah sosial-ekonomi,

kemudian dapat berkembang menjadi konflik antar suku, ras/keturunan, dan agama (Sara) dalam skala yang luas. 4. Kejahatan lintas negara seperti penyelundupan barang, senjata, amunisi, dan bahan peledak, penyelundupan manusia, narkoba, pencician uang (money loundry), serta bentuk-bentuk kejahatan lainnya. 5. Kegiatan imigrasi gelap yang menjadikan Indonesia sebagai tujuan maupun bantu lancatan ke negara lain. 6. Gangguan keamanan laut seperti pembajakan/perompakan, penangkapan ikan secara ilegal, pencemaran, dan perusakan ekosistem. 7. Gangguan keamanan udara seperti pembajakan udara, pelanggaran wilayah udara RI, dan terorisme melalui transportasi udara. 8. Perusakan lingkungan seperti pembakaran hutan, perambahan/pembalakan liar hutan (illegal loging), pembuangan limbah beracun dan berbahaya, dll. 9. Bencana alam dan dampaknya terhadap keselamatan bangsa.

BAB VII DEMOKRASI

A. PENGERTIAN DEMOKRASI Secara bahasa (etimologis), demokrasi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “demos” yang berarti rakyat, dan “cratos” atau “cratein” yang berarti kekuasaan atau pemerintahan. Jadi, demokrasi adalah kekuasaan atau pemerintahan rakyat. Konsep demokrasi lahir dari Yunani kuno dalam kehidupan bernegara antara abad 4 sM s/d abad ke 6 M. Pada waktu itu yang dipraktekkan adalah demokrasi langsung (direct democracy), karena berupa negara kota (polis, city states) yang pendukungnya terbatas pada sebuah kota Athena dan daerah sekitarnya lk. 300.000 orang. Meskipun ada keterlibatan seluruh warga, tetapi masih ada pembatasan, misalnya para perempuan, anak, dan budak, tidak berhak ikutserta dalam pemerintahan. Dengan perkembangan zaman dan jumlah penduduk yang bertambah banyak, timbul juga demokrasi tidak langsung (melalui perwakilan) dengan alasan : 1. Tidak ada tempat untuk menampung seluruh warga yang jumlahnya cukup banyak. 2. Dengan jumlah warga yang banyak, sulit melaksanakan musyawarah dengan baik. 3. Mufakat bulat sulit tercapai karena sulitnya memungut suara dari warga yang hadir. 4. Masalah yang dihadapi negara semakin kompleks dan rumit, sehingga dibutuhkan orang-orang yang secara khusus mempunyai keahlian berkecimpung dalam menyelesaikan masalah tersebut. Jadi, demokrasi atas dasar penyaluran kehendak rakyat ada dua macam, yaitu demokrasi langsung dan demokrasi tidak langsung. Secara terminologis, banyak definisi demokrasi yang dikemukakan oleh para ahli dengan sudut pandang berbeda. Berikut ini adalah definisi-definisi dimaksud.

1. Harris Soche : Demokrasi adalah bentuk pemerintahan rakyat, karena itu kekuasaan pemerintahan melekat pada diri rakyat, diri orang banyak, dan merupakan hak bagi rakyat atau orang banyak untuk mengatur, mempertahankan, dan melindungi dirinya dari paksaan dan pemerkosaan orang lain atau badan yang diserahi untuk memerintah.

2. Henry B. Mayo : Sistem politik demokratis adalah sistem yang menunjukkan bahwa kebijakan umum ditentukan atas dasar mayoritas oleh wakil-wakil yang diawasi secara efektif oleh rakyat dalam pemilihan-pemilihan berkala yang didasarkan atas prinsip kesamaan politik dan diselenggarakan dalam suasana terjaminnya kebebasan politik. 3. C.F. Strong : Suatu sistem pemerintahan dalam mana mayoritas anggota dewasa dari masyarakat politik ikutserta atas dasar sistem perwakilan yang menjamin bahwa pemerintah akhirnya mempertanggungjawabkan tindakan-tindakannya kepada mayoritas itu. 4. Samuel P. Huntington : Sistem politik sebagai demokratis sejauh para pembuat keputusan kolektif yang paling kuat dalam sistem itu dipilih melalui pemilihan umum yang jujur, adil, dan berkala, dan di dalam sistem itu para calon bebas bersaing untuk memperoleh suara dan hampir semua penduduk dewasa berhak memberikan suara. 5. International Commission for Jurist : Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan di mana hak untuk membuat keputusan-keputusan politik diselenggarakan oleh warga melalui wakil-wakil yang dipilih oleh mereka dan bertanggung jawab kepada mereka melalui suatu proses pemilihan yang bebas. 6. Abraham Lincon (AS, 1863) :

yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh seseorang sebagai pemimpin tertinggi dan dijalankan untuk kepentingan pribadi sang pemimpin. KONSEP DEMOKRASI Konsep demokrasi pada masa sekarang ini tidak saja difahami sebagai bentuk pemerintahan. tetapi juga sebagai sistem politik. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh sekelompok orang dan dijalankan untuk kepentingan rakyat banyak. yaitu : 1. dan sarana penting untuk mencapai kemajuan dengan memberikan hasil maksimal dari usaha orang tanpa adanya pembatasan dari penguasa. Mekanisme semacam ini akan mencapai dua hal. dan sebagai sikap hidup. Sementara itu kedaulatan rakyat pada hakekatnya merupakan kebijakan yang dibuat atas kehendak rakyat untuk kepentingan rakyat.Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat. Pembagian bentuk pemerintahan menurut Plato (429-347). Kebebasan/persamaan (freedom/equality). oleh rakyat. 2. Sementara itu secara substantif. B. Kedaulatan rakyat (people’s sovereignity). by the people. and for the people). Monarki. dibedakan menjadi : a. dan untuk rakyat (government of the people. terjaminnya kepentingan rakyat dalam tugas-tugas pemerintahan. Demokrasi karenanya merupakan pelembagaan dari kebebasan. 1. Aristokrasi. dan kedua. prinsip utama dalam demokrasi menurut Maswadi Rauf (1997) ada dua. kecil kemungkinan terjadi penyalahgunaan kekuasaan. c. Demokrasi sebagai Bentuk Pemerintahan : Konsep ini berasal dari para filsuf Yunani. Perwujudan lain konsep kedaulatan rakyat adalah pengawasan oleh rakyat. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh seseorang (Raja) sebagai pemimpin tertinggi dan dijalankan untuk kepentingan rakyat. Kebebasan dan persamaan adalah pondasi demokrasi. . yaitu pertama. Tirani. b.

bentuk merosotnya.d. Pengangkatan/penunjukannya berdasarkan pemilihan. Republik. Oligarki. dan sistem komunis. e. dan sistem politik nondemokrasi. oligarki. Monarki. Republik Pendapat lain. Sistem politik demokrasi adalah sistem pemerintahan dalam suatu negara yang menjalankan prinsip-prinsip demokrasi. Sultan. yaitu bentuk pemerintahan yang dipimpin oleh seorang Presiden atau Perdana Menteri. Menurut S. sistem politik dibedakan menjadi dua. misalnya otoriter. rezim militer. Mayo dan S. 3. Pengangkatan/penunjukannya berdasarkan keturunan atau pewarisan. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh rakyat dan dijalankan untuk kepentingan rakyat banyak. f. monarki absolut. Sementara itu bentuk pemerintahan menurut Aristoteles : a. yaitu : a. tirani. b. Demokrasi sebagai Sistem Politik : Sistem politik cakupannya lebih luas dari sekedar bentuk pemerintahan.P. Sedangkan sistem politik nondemokrasi adalah sistem pemerintahan yang tidak menjalankan prinsip-prinsip demokrasi. tetapi yang tidak tahu apa-apa.P. Huntington (2001). okhlokrasi. Menurut Nicollo Machiavelli. atau Kaisar. diktator. yaitu bentuk pemerintahan kerajaan. Huntington. Monarki b. tidak berpendidikan. Ratu. Demokrasi. bentuk merosotnya. sehingga pemerintahan yang dijalankan tidak berhasil untuk kepentingan rakyat banyak. bentuk pemerintahan ada dua. totaliter. demokrasi bentuk merosotnya. Hal ini terlihat dari definisi demokrasi yang diberikan Henry B. demokrasi. bentuk merosotnya. . rezim satu partai. Aristokrasi c. yaitu sistem politik demokrasi. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh rakyat. Pemimpin negara umumnya bergelar Raja. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh sekelompok orang dan dijalankan untuk kelompok itu sendiri. tidak faham tentang pemerintahan. Mobokrasi/Okhlokrasi.

h. r. prinsip-prinsip sistem politik demokrasi adalah : a. eksekutif. Prinsip persetujuan. demikian juga ada negara republik yang demokratis dan ada yang diktator/otoriter. q. Adapun prinsip-prinsip sistem politik kediktatoran/otoriter adalah : . Jaminan terhadap kebebasan individu dalam batas-batas tertentu. Pemerintahan mayoritas. Pembagian kekuasaan : Legislatif. Penyelesaian secara damai bukan kompromi. Menurut Sukarna (1981). n. ada negara kerajaan yang demokratis. d. l. Pengawasan terhadap administrasi negara. atau diktator. Partai politik lebih dari satu dan mampu melaksanakan fungsinya. g. Pemerintahan berdasarkan hukum (rule of law). Manajemen yang terbuka. m. Pemerintahan dengan diskusi. Perlindungan terhadap hak asasi manusia. bisa saja bentuk pemerintahan monarki (kerajaan) dan republik pun merupakan negara demokrasi. o. k. Penempatan pejabat pemerintahan dengan merit sistem bukan spoil sistem. Dengan demikian. s. dan ada yang diktator/otoriter. bergantung pada prinsip-prinsip yang dijalankannya. f.Akan tetapi dalam kenyataannya. Konstitusi/undang-undang dasar yang demokratis. e. Mekanisme politik yang berubah antara kehidupan politik masyarakat dengan kehidupan politik pemerintah. Pers yang bebas. p. dan yudikatif berada pada badan badan yang berbeda. t. c. i. Pemerintahan konstitusional. Pemilihan umum yang bebas. Kebijakan pemerintah dibuat oleh badan perwakilan politik tanpa paksaan dari lembaga mana pun. Peradilan yang bebas dan tidak memihak. j. b. Pengakuan terhadap hak-hak minoritas.

dan kebebasan dari rasa takut. i. Tidak ada jaminan hak-hak dan kebebasan individu. n. eksekutif. g. dan yudikatif) dijalankan oleh satu lembaga saja. Tidak ada perlindungan hak asasi manusia. ada parpol yang memonopoli kekuasaan. misalnya kebebasan berbicara. Tidak ada kebebasan berbicara. Menekan dan tidak mengakui hak-hak minoritas. sosial. dan pers. Terdapat satu partai politik. yaitu : a. bahkan pelanggaran. dan politik menurut A. e. d. Badan peradilan tidak bebas. berpendapat. . dan kalaupun banyak. Unsur-unsur pendukung tegaknya demokrasi sebagai sebuah tatanan kehidupan kenegaraan. Kalaupun ada konstitusi. k. dari ICCE-UIN Jakarta. Manajemen dan kepemimpinan tertutup dan tidak bertanggung jawab. Pemerintahan tidak berdasarkan konstitusi. p. konstitusinya memberikan kekuasaan besar kepada negara/pemerintah. j. f. Supremasi kekuasaan dan ketidaksamaan di depan hukum (rule of power).a. dan bisa diintervensi oleh penguasa. ekonomi. m. o. berpendapat. Ubaedillah dan Abdul Rozak dkk. c. Prinsip dogmatisme dan banyak doktrin. tidak berdasarkan hasil musyawarah. Tidak ada pengawasan administrasi dan birokrasi. b. tetapi berdasarkan kekuasaan. beragama. sangat bergantung pada keberadaan dan peran yang dijalankan oleh unsur-unsur penopang tegaknya demokrasi. hanya untuk memperkuat keabsahan penguasa. h. Ketiga macam kekuasaan (legislatif. Pemilihan umum tidak demokratis. Negara Hukum (Rechstaats atau The Rule of Law) yang memberikan perlindungan hukum bagi warga negara melalui pelembagaan peradilan yang bebas dan tidak memihak serta penjaminan hak asasi manusia. Penyelesaian perpecahan atau perbedaan dengan cara kekerasan dan paksaan. Pembentukan pemerintahan melalui dekrit. Mekanisme kehidupan politik dan sosial tidak dapat berubah. l. pemerintahan.

Kebebasan nurani. Susunan kekuasaan negara yang dijalankan secara distributif untuk menghindari penumpukan kekuasaan dalam satu tangan atau satu wilayah. yaitu masyarakat yang ciri-cirinya terbuka. Demokrasi tidak sekedar wacana yang mengandung prinsip-prinsip demokrasi. Pengawasan rakyat. c. Dalam hal ini ada tiga aspek yang dapat dijadikan parameter sejauh mana demokrasi itu berjalan. bebas dari dominasi dan tekanan negara. yaitu : a. 4. Aliansi Kelompok Strategis yang terdiri dari partai politik. Ada norma kejujuran dan mufakat. c. akan tetapi mempunyai ukuran atau parameter sehingga suatu negara dapat dikatakan demokratis atau tidak. egaliter.b. e. Demokrasi membutuhkan usaha nyata dari setiap warga maupun penyelenggara negara untuk berperilaku mendukung pemerintahan dan sistem . Kesadaran akan adanya pluralisme. tumbuh. d. b. Sejalan dengan tujuan. c. Masyarakat Madani (Civil Society). yaitu : a. Percobaan dan salah (trial and error). dan berkembang dengan sendirinya. Musyawarah. dan adanya mekanisme yang memungkinkan kontrol dan keseimbangan (check and balance) terhadap kekuasaan yang dijalankan eksekutif dan legislatif. persamaan hak dan kewajiban. Demokrasi sebagai Sikap Hidup : Pemerintahan atau sistem politik tidak datang. Pemilihan umum sebagai proses pembentukan pemerintahan. perlu didukung oleh enam norma/ kaidah pokok yang dibutuhkan oleh tatanan masyarakat pluralis. Hingga saat ini diyakini banyak kalangan bahwa pemilu sebagai salah satu instrumen penting dalam proses pergantian pemerintahan. memiliki sambungan yang jelas. Untuk mendukung terlaksananya demokrasi. f. kelompok gerakan dan kelompok penekan (pressure group) atau kelompok-kelompok kepentingan termasuk di dalamnya pers yang bebas dan bertanggung jawab. yakni suatu relasi kuasa yang berjalan secara simetris.’ b.

5. Maksudnya berhubung ada jarak antara para pemimpin . Demokrasi Sederhana. 4. bahwa demokrasi adalah pandangan hidup yang dicerminkan dari perlunya partisipasi warga negara dalam membentuk nilai-nilai yang mengatur kehidupan bersama. 2. Demokrasi Timur atau Demokrasi Komunis. Perilaku demokrasi sebagai sikap atau pola/pandangan hidup dikemukakan pula oleh : a. bahwa demokrasi adalah pola kehidupan berkelompok yang sesuai dengan keinginan dan pandangan hidup orangorang yang berkelompok tersebut. Pada kenyataanya mereka adalah diktator. 3. yang ada di desa-desa. Padmo Wahyono (BP-7 Pusat). yang berdasarkan atas kemerdekaan perseorangan/individualisme. Demokrasi Barat atau Demokrasi Kapitalis/Liberal. Kaum komunis menganggap bahwa mereka adalah regu pelopor bagi kaum buruh seluruh dunia (proletar) yang berdasarkan kerakyatan dan menentang kapitalisme. macam-macam demokrasi adalah : 1.politik demokrasi. Mohamad Hatta). c. Kansil (2005). Rakyat harus mengatakan ”ya” apabila sudah diputuskan oleh sang pemimpin. b. dan naziisme di Jerman pada zaman Adolf Hitler. berdasarkan gotong-royong dan musyawarah untuk mencapai kesepakatan/mufakat. Soekarno) dan Demokrasi Terdidik menurut istilah Bung Hatta (Drs. MACAM-MACAM DEMOKRASI Menurut C. John Dewey. Demokrasi Terpimpin (Geleide Democratie) menurut istilah Bung Karno (Ir.T. baik oleh rakyat (masyarakat) maupun pemerintah. Tim ICCE-UIN Jakarta (2003). bahwa demokrasi sebagai way of life dalam seluk-beluk sendi kehidupan bernegara. yang dijalankan oleh satu partai saja yang mengatasnamakan seluruh rakyat. karena hanya diktator saja yang dapat bertindak sebagai wakil rakyat yang sewenang-wenang. yang umumnya dianut oleh negara-negara barat dan Amerika Serikat.S. yaitu fascisme di Italia pada zaman Mussolini. C. Demokrasi Tengah.

artinya setengah dari seluruh yang memberikan suara ditambah satu. 23-26/PUU-VIII/2011 tanggal 12 Januari 2011. CIRI-CIRI DEMOKRASI Ciri demokrasi adalah setiap keputusan selalu diambil berdasarkan kelebihan suara atau suara terbanyak. Dengan demikian kembali pada demokrasi sederhana melalui rumus ½ + 1 tersebut di atas. pasal/ayat tersebut dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945 dan karenanya tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat. D. Perjuangan merebut kemenangan bukanlah sesuatu hal antara hidup dan mati. Hak ini dalam prosenya ternyata tidak mudah karena adanya ketentuan dalam Undang-Undang No. menjadi pemenang. yaitu dalam Pasal 184 Ayat (4) yang menyatakan bahwa HPM harus disetujui oleh ¾ dari jumlah anggota DPR. Atas hasil uji materil pada pasal/ayat ini oleh Mahkamah Konstitusi dengan Putusan No. Biasanya 50 + 1. DEMOKRATISASI Demokratisasi adalah penerapan kaidah-kaidah atau prinsip-prinsip demokrasi pada setiap kegiatan politik kenegaraan. Golongan yang kecil (kalah) tetap berhak duduk dalam pemerintahan. dari pengalaman pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah. DPD dan DPRD.(kaum intelek) dengan rakyat. E.” Sebagai salah satu fenomena demokrasi di lembaga perwakilan rakyat adalah adanya Hak Menyatakan Pendapat. maka untuk melaksanakan demokrasi para pemimpin harus memimpin atau mendidik rakyat berdemokrasi. DPR. Namun kenyataan dewasa ini di Indonesia. Demokratisasi merujuk pada proses perubahan . Antara pemenang dan yang kalah harus saling menerima dan menghormati. 27 Tahun 2009 tentang MPR. yang terjadi adalah kekacauan karena umumnya orang-orang yang bersangkutan ”siap menang tetapi tidak siap kalah. Khusus untuk proses HPM di DPR kembali pada aturan yaitu diusulkan oleh 2/3 dari jumlah anggota. Sementara untuk proses pemakzulan (impeachment) Presiden di MPR harus disetujui oleh 2/3 dari paling sedikit ¾ anggota MPR yang hadir.

menuju pada sistem pemerintahan yang lebih demokratis, tujuannya adalah terbentuknya kehidupan politik yang bercirikan demokrasi. Demokratisasi berlangsung melalui beberapa tahapan, yaitu : 1. Pergantian dari penguasa nondemokrasi ke penguasa demokrasi. 2. Pembentukan lembaga-lembaga dan tertib politik demokrasi. 3. Konsolidasi demokrasi. 4. Prektek demokrasi sebagai budaya politik bernegara. Sementara itu menurut S.P. Huntington, proses demokratisasi melalui tiga tahapan, yaitu : 1. Pengakhiran rezim nondemokrasi. 2. Pengukuhan rezin demokratis. 3. Pengkonsolidasian sistem yang demokrasi. Demokratisasi juga berarti proses penegakkan nilai-nilai (kultur) demokrasi, sehingga sistem politik demokratis dapat terbentuk secara bertahap. Lain daripada itu harus ada lembaga (struktur) demokrasi, dan ciri demokrasi. 1. Nilai-nilai (Kultur) Demokrasi : Henry B. Mayo dalam Miriam Budiardjo (1990) menyebutkan delapan nilai demokrasi, yaitu : a. Menyelesaikan pertikaian-pertikaian secara damai dan sukarela; b. Menjamin terjadinya perubahan secara damai dalam suatu masyarakat yang selalu berubah; c. Pergantian penguasa dengan teratur; d. Penggunaan paksaan sesedikit mungkin; e. Pengakuan dan penghormatan terhadap keanekaragaman; f. Menegakkan keadilan; g. Memajukan ilmu pengetahuan; h. Pengakuan dan penghormatan terhadap kebebasan. Sementara itu nilai-nilai atau kultur demokrasi menurut Zamroni (2001) adalah :

a. Toleransi; b. Kebebasan mengemukakan pendapat; c. Menghormati perbedaan pendapat; d. Memahami keanekaragaman dalam masyarakat; e. Terbuka dan komunikasi; f. Menjunjung nilai dan martabat kemanusiaan; g. Percaya diri; h. Tidak bergantung pada orang lain; i. Saling menghargai; j. Mampu mengekang diri; k. Kebersamaan; l. Keseimbangan. Nilai-nilai yang terkandung dalam demokrasi tersebut di atas, menjadi sikap dan budaya demokrasi yang perlu dimiliki warga negara dalam rangka mengembangkan pemerintahan yang demokratis. Karenanya demokrasi perlu ditanamkan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. 2. Lembaga (Struktur) Demokrasi : Lembaga-lembaga demokrasi diperlukan untuk melaksanakan nilai-nilai demokrasi dan menopang sistem politik demokrasi. Menurut Miriam Budiardjo (1997), lembaga-lembaga demokrasi dimaksud adalah : a. Pemerintahan yang bertanggung jawab; b. Suatu dewan perwakilan rakyat yang mewakili golongan dan kepentingan dalam masyarakat yang dipilih melalui Pemilu yang bebas dan rahasia. Dewan ini melakukan pengawasan terhadap pemerintah; c. Suatu organisasi politik yang mencakup lebih dari satu partai politik (sistem dwi atau multi partai). Partai menyelenggarakan hubungan yang kontinyu dengan masyarakat; d. Pers dan media massa yang bebas untuk menyatakan pendapat; e. Sistem peradilan yang bebas untuk menjamin hak asasi manusia dan mempertahankan keadilan;

Dengan demikian, untuk keberhasilan demokrasi dalam suatu negara terdapat dua hal penting : a. Tumbuh dan berkembangnya nilai-nilai demokrasi yang menjadi sikap dan pola hidup masyarakat dan penyelenggara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara (kultur); b. Terbentuk dan berjalannya lembaga-lembaga demokrasi dalam sistem politik dan pemerintahan (struktur).

3. Ciri Demokrasi : Menurut Maswadi Rauf (1997), ciri-ciri demokrasi adalah : a. Berlangsung secara evolusioner, artinya perlahan, bertahap, begian demi bagian; b. Proses perubahan secara persuasif dan bukan koersif, artinya dilakukan bukan dengan paksaan, tekanan atau kekerasan, tetapi dengan musyawarah yang melibatkan seluruh warga negara; c. Proses yang tidak pernah selesai, artinya akan berlangsung terus-menerus. Hal ini karena yang benar-benar demokrasi tidak akan pernah ada, tetapi sedapat mungkin harus mendekatkan pada kriteria demokrasi.

F. DEMOKRASI DI INDONESIA 1. Demokrasi Desa : Sejak dulu desa-desa di Indonesia sudah menjalankan demokrasi, misalnya dengan pemilihan kepala desa dan adanya rembug desa. Inilah yang disebut

demokrasi asli. Demokrasi desa mempunyai lima unsur, yaitu : a. Rapat; b. Mufakat; c. Gotong-royong; d. Hak mengadakan protes bersama; e. Hak menyingkir dari kekuasaan raja absolut.

”.. demokrasi Indonesia modern harus meliputi tiga hal. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. maka disusunlah .” b. Republik. perdamaian abadi.. akan tetapi dapat dikembangkan menjadi konsep demokrasi Indonesia yang modern. Nilai-nilai yang terjabar dari nilai-nilai Pancasila sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 adalah : a.. Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. ”. Perhatikan kalimat.. demokrasi terpimpin. Negara Indonesia berdasar atas Hukum (rechtsstaat) tidak berdasar atas kekuasaan belaka (machtsstaat).” Perhatikan pula Penjelasan UUD 1945 dalam sistem pemerintahan negara.Demokrasi desa tidak dapat dijadikan pola demokrasi untuk Indonesia modern. dan sejak tahun 1966 demokrasi Pancasila. Perhatikan kalimat pada alinea keempat selanjutnya.. mencerdaskan kehidupan bangsa.. c.” d. 2. memang seharusnya yang dianut dan dilaksanakan adalah demokrasi Pancasila. Menurut Hohamad Hatta. Demokrasi di bidang ekonomi. Pemerintahan yang konstitusional. Negara berdasar atas hukum. Demokrasi di bidang politik. Perhatikan bunyi kalimat pada elinea keempat. telah dianut dan dilaksanakan demokrasi liberal. yaitu : a. dan keadilan sosial. Demokrasi di bidang sosial.. c.yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat . Perhatikan kalimat tersebut di atas pada kata Republik Indonesia. b. Demokrasi Pancasila : Semenjak negara Republik Indonesia berdiri tahun 1945. 1.. ”. Indonesia ialah negara yang berdasar atas Hukum (Rechtsstaat). Kedaulatan rakyat. ”I. Sesuai dengan UUD 1945.

. memandang perlu pencantuman hak-hak warga negara dalam undangundang dasar. Sistem perwakilan.. Hatta dan Mr. Dalam arti luas. Perbedaan yang terjadi adalah mengenai hak-hak demokrasi warga negara. menentang dimasukkannya hak-hak tersebut dalam konstitusi. Perhatikan kalimat yang sama tersebut di atas. Muh.. berarti kedaulatan rakyat yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila dalam berbagai bidang kehidupan berbangsa dan bernegara (epoleksosbudhankamag). 3. f. Prinsip musyawarah. b. Prinsip Ketuhanan. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan .. Perhatikan kalimat.” adalah juga sila keempat Pancasila. . Moh. Soekarno. Lahirnya konsep demokrasi dapat ditelusuri mulai pada sidang BPUPKI (1945) yang pada umumnya para founding father menghendaki bahwa negara Indonesia merdeka haruslah negara demokrasi. g.. Periodisasi pelaksanaan demokrasi Indonesia menurut Miriam Budiardjo (1997) adalah : . Pandangan pertama yang diwakili Mr. Perhatikan kalimat.. berarti kedaulatan rakyat yang dilaksanakan menurut hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan (sila keempat Pancasila).dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa....” UUD 1945 adalah konstitusi negara! e.. yang Demokrasi Pancasila dapat juga diartikan secara luas maupun sempit : a. Perkembangan Demokrasi di Indonesia : Perkembangan demokrasi di Indonesia mengalami pasang surut. Soepomo dan Ir.Kemerdekaan Kebangsaan itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia . Yamin. ”. sementara pandangan kedua yang diwakili Drs. Dalam arti sempat. R. ”.” yang tidak lain adalah sila pertama Pancasila.

Perkembangan sampai saat sekarang dapat juga dibagi ke dalam periodisasi sebagai berikut (Dwi Winarno. (Timtim malah setelah dilakukan referendum pada masa pemerintahan Presiden B. Sekarang ini rakyat memiliki kesempatan yang luas dan bebas untuk melaksanakan demokrasi di berbagai bidang. Pelaksanaan demokrasi masa Revolusi (1945-1950). Periode masa Demokrasi Perlementer (representative democracy). Periode masa Demokrasi Terpimpin (guided democracy). b. Kalimantan Tengah. Timor Timur. Masa Republik II. yang menonjolkan sistem presidensial. disebut Demokrasi Terpimpin. c. Pelaksaan demokrasi masa Reformasi (1999-sekarang). Aceh. Habibie akhirnya lepas dari NKRI). c. Pelaksaan demokrasi masa Transisi (1998-1999). Papua.J. Pelaksanaan demokrasi masa Orde Lama : (1) Demokrasi Liberal (1950-1959).” Pada masa ini pun banyak terjadi pertentangan terutama menyangkut reaksi masyarakat atas kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan atau tidak berpihak kepada rakyat. a. Catatan : Pada masa transisi dan reformasi banyak terjadi perbedaan pendapat dan pertentangan yang kerap menimbulkan konflik dan kerusuhan. Pelaksanaan demokrasi masa Orde Baru (1966-1998). Periode masa Pemerintahan Orde Baru (Pancasila democracy). periodisasi dimaksud adalah : a. Masa Republik I. Periode masa Revolusi Kemerdekaan. Ambon (Maluku). Poso (Sulawesi). d.a.l. e. dll. b. Harapan banyak orang akan demokrasi itu sehingga sering disebut ”eforia demokrasi. 2006) : a. Sementara itu menurut Afan Gaffar (1999). disebut Demokrasi Pancasila. . disebut Demokrasi Parlementer. d. (2) Demokrasi Terpimpin (1959-1965). c. Masa Republik III. b.

yaitu DPR dan DPD (Dewan Perwakilan Daerah) yang tergabung dalam MPR. Sedangkan DPD dipilih secara perseorangan melalui Pemilu bersamaan dengan pemilihan anggota DPR/DPRD (tidak melalui Parpol) dan merupakan wakil dari provinsi (tiap provinsi empat orang). (6) Kepentingan umum. (9) Profesionalitas. (12) Efektivitas. (2) Jujur. (8) Proporsionalitas. d. (4) Kepastian hukum. Parlemen terdiri dari dua kamar. Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Merupakan bentuk negara kesatuan dengan prinsip otonomi luas kepada daerah. (7) Keterbukaan. (10) Akuntabilitas. Bentuk pemerintahan republik dengan sistem presidensial. anggaran. (5) Tertib penyelenggara Pemilu. DPR terdiri atas para wakil rakyat yang dipilih dalam Pemilu melalui jalur Parpol. c. . DPR mempunyai kekuasaan legislasi.4. b. yang berpedoman pada asas : (1) Mandiri. Presiden dan wakil presiden dipilih secara langsung oleh rakyat untuk masa jabatan lima tahun. Terdapat juga DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota. dan mengawasi jalannya pemerintahan. Mekanisme Sistem Politik Demokrasi Indonesia : Pokok-pokok dalam sistem demokrasi politik Indonesia dapat dikemukakan sebagai berikut : a. e. Presiden tidak bertanggung jawab kepada MPR maupun DPR. Kabinet (dewan menteri) sebagai pembantu presiden diangkat dan diberhentikan oleh presiden dan bertanggung jawab kepada presiden. (3) Adil. (11) Efisiensi.

dan tahun 2009 ada 38 partai ditambah partai lokal di Aceh 6 partai. yaitu saat pergantian kepemimpinan nasional yang dimulai dengan kegiatan Pemilu untuk memilih calon anggota DPR. DPRD Provinsi. DRRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. dan UU Pemilu selalu diganti. serta pemilihan Presiden. karena ternyata tiap lima tahun UU Parpol. UU Susduk DPR. Sistem multi partai. serta Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres). PM. sedangkan untuk memilih anggota DPD dilaksanakan dengan sistem distrik berwakil banyak. dan DPRD Kabupaten/Kota dilaksanakan dengan sistem proporsional terbuka. Pemilu dilaksanakan secara efektif dan efisien berdasarkan asas langsung. Peserta Pemilu untuk memilih anggota DPR. DPRD Provinsi. g. rahasia. PT.f. Lembaga negara lainnya adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). i. serta ada Mahkamah Konstitusi (MK). bebas. masa reformasi tahun 1999 ada 48 partai. PTUN. dan Komisi Yudisial (KY). Persyaratan Parpol untuk menjadi peserta Pemilu adalah : a. padahal dalam UU sebelumnya ada ketentuan Electoral dan Parliamentary Treshold). termasuk Pengadilann HAM dan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi). dan DPRD Kabupaten/Kota adalah Parpol. DPD. masa Orba dari 10 diciutkan menjadi 3. h. DPD. Penyelenggara Pemilu adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pengawasan penyelenggaraannya dilaksanakan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). serta DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. umum. 5. Wujud Demokrasi dalam Penyelenggaraan Negara RI : Merupakan proses lima tahunan. tahun 2004 ada 24 partai. Pemilu untuk memilih anggota DPR. PA. (Pada masa Orla banyak partai. jadi 44 partai). DPD. DPRD. . Pemilu diselenggarakan untuk memilih anggota DPR. Berstatus badan hukum sesuai dengan UU tentang Parpol (Untuk Pemilu 2009 adalah UU No. dan adil. 2 Tahun 2008. Kekuasaan yudikatif dijalankan oleh Mahkamah Agung (MA) dan badanbadan peradilan yang ada di bawahnya (PN. jujur.

.......................03%) PKS . sebelumnya (Pemilu 2004) 550 orang...................b.....Suara sah .581 ................703.... CATATAN : a........ 6......................206........................000 (seribu) orang atau 1/1..32%) .............................................265.....................699. Mengajukan nama dan tanda gambar Parpol kepada KPU............ Menyertakan sekurang-kurangnya 30% (tiga puluh perseratus) keterwakilan perempuan pada kepengurusan Parpol tingkat pusat.....076 ........................... 8...............488.............................. Jumlah anggota DPRD Provinsi untuk Pemilu 2009 paling sedikit 35 (tiga puluh lima) orang dan paling banyak 100 (seratus) orang.........85%) Golkar ............785 ...... 14...... e.......533.........01%) PPP .......600..Perolehan kursi Parpol (dari 38 Parpol nasional) : Demokrat .......Daftar Pemilih Tetap ......................................45%) PDIP ......... 5.........204580 (6.................076 ..... Memiliki anggota sekurang-kurangnya 1.......Suara tidak sah .. 17... c.................. f........ Memiliki kepengurusan di 2/3 jumlah kabupaten/kota di provinsi yang bersangkutan.Tidak hadir memilih ... Jumlah kursi anggota DPR pada Pemilu 2009 ditetapkan 560 (lima ratus enam puluh) orang..........171 (20...................... 21......099........................ 104............88%) PAN .......................214 (5............................757 (14.......037............ Hasil Pemilu Legislatif 2009 : .................091 (14.....000 (satu perseribu) dari jumlah penduduk pada setiap kepengurusan Parpol sebagaimana dimaksud pada huruf b dan c yang dibuktikan dengan kepemilikan kartu tanda anggota.............................. d............. Mempunyai kantor tetap untuk kepengurusan sebagaimana pada huruf b dan c............................ 49. g............................ 15......... Memiliki kepengurusan di 2/3 (dua pertiga) jumlah provinsi. Dan jumlah anggota DPRD Kabupaten/Kota paling sedikit 20 (dua puluh) orang dan paling banyak 50 (lima puluh) orang.................... 171.955 (7............................

.....................................752 (1..53%) PNBK .....................................48%) PKNU .. (0....................34%) Pelopor . (1..................................................... (0..........................40%) PPI ................................................. 4.............................................31%) PNI Marhaen .......................................... (0........................................................................................................................ (0.............. (0.............. (0.............................................................................................................. (0..........................................................................................................................................................................61%) PPD .............................................................................................................................................................. .................................14%) PPDI ............................................................................................................. (0.. ........53%) Patriot ......................................................................45%) Kedaulatan .............................73%) PPPI ............................11%) ......................40%) Pakar Pangan ......................................................31%) PIS ......14%) PSI ........ (1.......................... (1...................... (0.. (0.......................................................................................................25%) PPIB .........................................................64%) RepublikaN ...............21%) PPRN .........30%) Partai Buruh ...............................................................146...........................................................870 (3.....................................................86%) Barnas ................................................................................................................94%) Gerindra ...............PKB ............... (0..........21%) PKPI.......................................................................................................................922................. (0.........47%) PKPB ............................................................................... (0..................19%) PPNUI ....................................406 (4................ 3.................... (0................72%) PDK ...........................................40%) PBR ................... (1..........................33%) PKDI ..... (0.........................................................864. (0..........646.............................79%) PDS .. (0............. (1....................................................................... 1. (0............... (0............................................ ...................................................................................................................42%) PMB ............................ (0.............................................................46) Hanura ... (0........... 5............77%) PBB ...........................................................................13%) Merdeka ........................... (0..........90%) PDP ........................................ (0................. ..................122 (4..........................................

....174 ..................................80%) Jusuf Kalla/Wiranto .................................................................................. 48...........Jumlah pemilih................... b......... Budiono sebagai Presiden/Wakil Presiden Republik Indonesia............................................................................................................... 148 kursi... 93 kursi.......... dan telah dilantik oleh MPR pada tanggal 20 Oktober 2009............41%) Dengan demikian untuk masa jabatan 2009-2014 terpilih pasangan Dr. PKS ............ yaitu : Demokrat .......................................Suara tidak sah ......................................... 32......................... WNI yang telah berumur 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih.................... ........................ Bertempat tinggal di wilayah NKRI............................ PPP ...........779 6....................................................................... 121........................ Susilo Bambang Yudhoyono/Prof........... PKB ..548................. Hasil Pemilu Presiden/Wakil Presiden (Pilpres) : .......427.................... 59 kursi.......... 15................ Bagi SBY............................ 15 kursi........................................... ................. Persyaratan untuk menjadi peserta Pemilu anggota DPD adalah : a.................874..............................814 (12... Peserta Pemilu untuk memilih anggota DPD adalah perseorangan...................... 39 kursi.Suara sah ...... ini adalah untuk kedua kali menjadi Presiden RI........................................................ PAN ......... 73.484 ...............Tidak hadir memilih ......... PDIP . 560 kursi..............434 .................. 42 kursi...... Jumlah .......... Bertaqwa kepada Tuhan YME...081............105 (26..................................479..... 176............ Gerindra ...79%) Susilo Bambang Yudhoyono/Budiono ..............Perolehan suara pasangan Capres/Cawapres : Megawati Soekarnoputri/Prabowo Subianto ...........................Sesuai ketentuan ambang batas (Parliamentary Threshold) 2. 26 kursi..... 108 kursi.....562 (60............... b.................... Golkar ...................................................... maka komposisi Parpol yang mempunyai wakilnya di DPR hanya 9 Parpol saja......504......5%......................................411......................................... c......... 30 kursi.............................................. Dr............................ Hanura .

pengurus pada BUMN dan/atau BUMD. m. meliputi : a. dan hak sebagai anggota DPD sesuai peraturan perundang-undangan. MAK. k. j. UUD 1945.000 (seribu) pemilih. Provinsi yang berpenduduk s/d 1. anggota POLRI. advokat/pengacara. anggota TNI. yang dinyatakan dengan surat pengunduran diri yang tidak dapat ditarik kembali. dan menulis dalam bahasa Indonesia. Bersedia untuk tidak merangkap jabatan sebagai pejabat negara lainnya. Terdaftar sebagai pemilih. Persyaratan dukungan minimal tersebut pada huruf p tersebut di atas. dan tidak melakukan pekerjaan penyedia barang dan jasa yang berhubungan dengan keuangan negara serta pekerjaan lain yang dapat menimbulkan konflik kepentingan dengan tugas.000. dan BUMD. e. atau bentuk lain yang sederajat. SMK. pengurus pada BUMN. notaris. membaca. o. Bersedia untuk tidak berpraktek sebagai akuntan publik. Berpendidikan paling rendah tamat SMA. serta badan lain yang anggarannya bersumber dari keuangan negara. Bersedia bekerja penuh waktu. Mencalonkan hanya di 1 (satu) lembaga perwakilan. serta badan lain yang anggarannya bersumber dari keuangan negara. g. Tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih. f. wewenang. . PPAT.000 (satu juta) orang harus mendapatkan dukungan dari paling sedikit 1. p. i. h. Mencalonkan hanya di 1 (satu) daerah pemilihan.d. Setia kepada Pancasila sebagai dasar negara. l. dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945. Mendapat dukungan minimal dari pemilih dari daerah pemilihan yang bersangkutan. n. MA. Cakap berbicara. Mengundurkan diri sebagai PNS. Sehat jasmani dan rohani.

dan jumlah kursi anggota DPD untuk setiap provinsi ditetapkan 4 (empat) orang. Pasangan Presiden/Wakil Presiden diusulkan oleh Parpol atau gabungan Parpol peserta Pemilu.000 (satu juta) s/d 5.000 (lima juta) orang harus mendapatkan dukungan dari paling sedikit 2.000 (lima ribu) pemilih.b. d. Jika ini terjadi. atau belum 17 tetapi sudah/pernah kawin.000 (lima juta) s/d 10. Persyaratan dukungan dibuktikan dengan daftar dukungan yang dibubuhi tanda tangan atau cap jempol dan dilengkapi fotokopi KTP setiap pendukung. Provinsi yang berpenduduk lebih dari 15.000. .000 (sepuluh juta) orang harus mendapatkan dukungan dari paling sedikit 3. WNI dimaksud harus terdaftar sebagai pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Yang berhak memilih dalam Pemilu adalah WNI yang pada hari pemungutan suara telah genap berumur 17 (tujuh belas) tahun atau lebih.000 (sepuluh juta) orang s/d 15.000.000. Seorang pendukung tidak boleh memberikan dukungan kepada lebih dari satu orang calon anggota DPD.000 (dua ribu) pemilih. maka calon tersebut dinyatakan batal. Daerah pemilihan untuk anggota DPD adalah provinsi karena akan mewakili provinsi. berarti harus gabung berapa Parpol (berkoalisi). Dukungan tersebut di atas tersebar di paling sedikit 50% (lima puluh perseratus) dari jumlah kabupaten/kota di provinsi yang bersangkutan. Provinsi yang berpenduduk lebih dari 10.000.000 (tiga ribu) pemilih. Kalau tidak.000 (lima belas juta) orang harus mendapatkan dukungan dari paling sedikit 4. c. Sementara itu prosedur pemilihan Presiden secara langsung adalah sebagai berikut : a.000.000 (empat ribu) pemilih. Provinsi yang berpenduduk lebih dari 1.000 (lima belas juta) orang harus mendapatkan dukungan dari paling sedikit 5. Provinsi yang berpenduduk lebih dari 5. Ketentuannya apabila Parpol dimaksud mendapatkan suara pada Pemilu sebesar 25%.000. e.

Menteri Luar Negeri. atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya. Apabila ketentuan di atas tidak terpenuhi. Kemudian selambatlambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah itu MPR menyelenggarakan sidang untuk memilih Presiden dan Wakil residen dari dua pasangan Capres/Cawapres yang diusulkan Parpol/Gabungan Parpol yang pasangan Capres/Cawapresnya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam Pilpres sebelumnya. Dalam hal terjadi kekosongan Wakil Presiden. berhenti. (Menlu) dan Penteri Pertahanan (Menhan) secara bersama. c. Ia melanggar hukum (berkhianat kepada bangsa dan negara. Putusan (vonis) MK disampaikan kepada DPR dan oleh DPR diusulkan kepada MPR. maka dua pasang calon suara terbanyak dipilih kembali secara langsung oleh rakyat (berarti putaran kedua). maka selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari MPR menyelenggarakan sidang untuk memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diusulkan oleh Presiden. Pemberhentian diambil dalam sidang paripurna istimewa MPR yang dihadiri ¾ dan disetujui 2/3 dari anggota yang hadir. Jika terjadi kekosongan Presiden. maka pelaksana tugas kepresidenan adalah Menteri Dalam Negeri (Mendagri). dan yang mendapat suara terbanyak dilantik oleh MPR menjadi pasangan Presiden/Wakil Presiden. Diusulkan oleh DPR melalui hak menyatakan pendapat dan terlebih dulu diajukan kepada MK untuk proses pengadilan Presiden. KKN. Jika Presiden dan Wakil Presiden kosong kedua-duanya. Pasangan yang mendapat suara 50% dan sedikitnya 20% di setiap provinsi yang tersebar di lebih setengah provinsi seluruh Indonesia. jika : a. dll. Impeachment atau pemakzulan (pemberhentian di tengah jalan/pada masa jabatan) Presiden bisa terjadi. b. melanggar UUD.b. CATATAN : . d.). misalnya karena mangkat. c. berbuat kriminal. diberhentikan. ia digantikan oleh Wakil Presiden.

syarat-syarat dasar untuk terselenggaranya pemerintahan yang demokratis di bawah ”rule of law” adalah : a. f. selain menjamin hak-hak individu. c. c. Ketentuan tersebut di atas tercantum dalam Undang-Undang No. jika disetujui oleh 2/3 dari paling sedikit ¾ jumlah anggota yang hadir. Tersedianya kebutuhan-kebutuhan dasar bagi kepentingan ketahanan hidup (survive) warga negara (sandang. Putusan pemberhentian Presiden di MPR tetap. Pemilihan umum yang bebas. Perlindungan konstitusional. 6. DPR. dan DPRD. Kebebasan untuk menyatakan pendapat.a. d. maka hak menyatakan pendapat (termasuk usul pemakzulan Presiden cukup atas usul 2/3 dari jumlah anggota DPR. pendidikan). juga harus ada cara prosedural untuk memperoleh perlindungan atas hak-hak yang dijamin. Diusulkan oleh paling sedikit ¾ dari jumlah anggota DPR. papan. 27 Tahun 2009 tentang MPR. 23-26/PUU-VIII/2011 tanggal 12 Januari 2011 dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945 dan karenanya tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat. Syarat-syarat bagi Terselenggaranya Pemerintahan Demokratis : Menurut The International Commission of Jurist (organisasi ahli hukum internasional) tahun 1965. Badan kehakiman yang bebas dan tidak memihak (independent and impartial tribunals). Pendidikan kewarganegaraan (civic educatuon). diperlukan enam kondisi sebagai berikut : a. . b. kesehatan. menurut David Beetham dan Kevin Boyle (2000) dalam Dwi Winarno (2006). Kebebasan untuk berserikat/berorganisasi dan beroposisi. e. b. Akan tetapi karena Pasal 184 Ayat (4) UU tersebut di atas oleh MK dalam uji materil dengan putusan No. pangan. DPD. Untuk mengarah ke syarat-syarat tersebut di atas. Penguatan struktur ekonomi yang berbasis keadilan sehingga memungkinkan terwujudnya prinsip kesederajatan. artinya. b.

c. Kemapanan kesatuan dan identitas nasional. . sehingga tahan terhadap pembelahan dan perbedaan sosial politik warga negara.c. terdapat lima kondisi yang dianggap dapat mendukung pembangunan demokrasi yang stabil. Terdapat organisasi masyarakat pluralis yang modern dan dinamis. Dampak dari pengaruh dan kontrol oleh negara asing dapat mendukung secara positif atau malah menghambat. f. b. Potensi konflik dalam pluralisme subkultural dipertahankan pada level yang masih dapat ditoleransi. pendidikan. terdapat budaya politik dan sistem keyakinan yang mendukung ide dan lembaga demokrasi. Pengetahuan yang luas. dan rasa tanggung jawab kolektif warga negara khususnya masyarakat pemilih. Sementara itu menurut Soerensen (2003). d. Rezim yang terbuka dan bertanggung jawab dalam menggunakan sumbersumber publik secara efisien. Di antara penduduk negeri khususnya lapisan politik aktif. e. Pengakuan yang berkelanjutan dari negara-negara demokratis terhadap praktek demokrasi. d. yaitu : a. Para pemimpin tidak menggunakan instrumen kekerasan (polisi dan tentara) untuk mempertahankan kekuasaan. kedewasaan. sikap toleransi. e.

Antara = letak antara dua unsur (benua dan samudra) serta Hindia dan Fasifik).al. dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional. Nusantara = Indonesia. yaitu cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang berwujud negara kepulauan berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Wawasan = cara pandang. Srijanti (2009:134). Wawas (bhs. 4. Nusa = pulau atau kesatuan kepulauan. dan bernegara. 3. menurut Wan Usman (dalam Sumarsono et. PENGERTIAN WAWASAN NUSANTARA 1. 2. dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa dan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat. Menurut GBHN (Garis-garis Besar Haluan Negara) 1998 : Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya. . berbangsa. Secara etimologis. Asia dan Australia. berbangsa. Secara terminologis. cara melihat.. wawasan nusantara berasal dari kata wawasan dan nusantara. menyebut Wawasan Nusantara sama dengan pengertian Geopolitik.BAB VIII WAWASAN NUSANTARA A. tinjauan. penglihatan indrawi. 2000) : Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam. Menurut Kelompok Kerja Lemhanas (Lembaga Pertahanan Nasional) 1999 : Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat. Jawa) mawas = pandangan.

1. batas teritorial laut Indonesia berubah menjadi 12 mil. dan di luar itu adalah perairan bebas. b. aspek geografis dan sosialbudaya. 4/Prp Tahun 1960 tentang Perairan Indonesia. batas teritorial adalah tiga mil. Penentuan batas wilayah negara Indonesia disesuaikan dengan asas negara kepulauan. Berdasarkan Ordonansi 1939 (Territoriale Zee en Maritime Kringen). 4/Prp Tahun 1960 dimak- . Perairan pedalaman Indonesia adalah semua perairan yang terletak pada sisi dalam garis dasar. Aspek Historis : Bangsa Indonesia menginginkan menjadi bangsa yang bersatu dengan wilayah yang utuh. karena : a. Pengaturan lalu lintas damai pelayaran yang lebih menjamin keselamatan dan keamanan negara Indonesia. serta aspek geopolitis dan kepentingan nasional.B. c. Deklarasi Juanda yang dikukuhkan dengan UU No. yang berisi : a. dengan tujuan : a. Perairan Indonesia adalah laut wilayah Indonesia beserta perairan pedalaman Indonesia. Wilayah Indonesia adalah wilayah bekas jajahan Belanda atau Hindia Belanda yang berbentuk kepulauan yang terpisah oleh laut bebas. Deklarasi Djuanda dikukuhkan dengan Undang-Undang No. Berdasarkan Deklarasi Perdana Menteri Djuanda tanggal 13 Desember 1957. LATAR BELAKANG KONSEPSI WAWASAN NUSANTARA Latar belakang atau faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya konsepsi wawasan nusantara (wasantara) adalah : Aspek historis. Perwujudan bentuk wilayah negara Indonesia yang utuh dan bulat. Laut wilayah Indonesia adalah jalur laut 12 mil. Pernah memiliki wilayah yang terpisah-pisah. Pernah mengalami kehidupan sebagai bangsa yang terjajah. yang dinyatakan sebagai pengganti Ordonansi 1939. b. c. b.

Setelah ZEE diterima oleh Konferensi Hukum Laut Internasional di Jamaika tahun 1982. b. Batas landas kontinen yang terletak di antara dua negara adalah garis tengahnya. di mana laut tidak lagi sebagai pemisah. Indonesia bercirikan negara kepulauan dengan jumlah lk.166 juta km2). 17. 2. Aspek Geografis dan Sosial-Budaya : Dari aspek geografis dan sosial budaya. b. Hak berdaulat untuk menguasasi kekayaan sumber alam di ZEE. Lebar ZEE Indonesia 200 mil diukur dari garis pangkal laut wilayah Indonesia. Kemudian tahun 1980 Indonesia mengeluarkan pengumuman tentang Zone Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia yang intinya : a. (daratan 2. Tahun 1969 Indonesia mengeluarkan deklarasi tentang batas landas kontinental. b. akan tetapi sebagai penghubung wasantara yang dibangun dari konsepsi kewilayahan. sehingga negara Indonesia diakui sebagai negara kepulauan (archipelago state). . akhirnya Konferensi PBB tanggal 30 April 1982 menerima ”The United Nation Convention on The Law of The Sea” (UNCLOS). 1 Tahun 1973 tentang Landas Kotinen Indonesia. yang intinya : a.027 juta km2 + lautan 3. Indonesia adalah negara dengan wilayah dan posisi yang unik serta bangsa yang heterogen. c. Luas wilayahnya 5.sud melahirkan konsepsi wasantara. Keunikan wilayah dan heterogenitas bangsa tersebut antara lain : a. Lautan di ZEE tetap merupakan lautan bebas untuk pelayaran internasional. kemudian dikukuhkan dengan UU No. 5 Tahun 1983.192 juta km2. Deklarasi 1969 tersebut dikukuhkan dengan UU No. 17 Tahun 1985.508 pulau. Kekayaan alam di landas kontinental adalah milik negara bersangkutan. Atau 2/3 nya lautan/perairan. Kemudian UNCLOS tersebut diratifikasi dengan UU No. Dari perjuangan panjang pada forum dunia internasional.

Aspek Geopolitis dan Kepentingan Nasional : Istilah geopolitik pertama kali dikemukakan oleh Frederich Ratzel sebagai ilmu bumi politik. d. Rudolf Kjellen misalnya berpendapat bahwa negara adalah suatu organisme yang dianggap sebagai prinsip dasar. Terletak pada garis khatulistiwa.888 juta km. Untuk mewujudkan tujuan nasional. yaitu mediterania dan sirkum fasifik. j. Untuk mencapai tujuan negara. tetapi secara negatif mudah menimbulkan perpecahan serta infiltrasi pihak luar. h. Ajaran tentang geopolitik ini dikemukakan juga oleh ahli lain walaupun dengan penekanan yang berbeda. Keunikan-keunikan tersebut di atas membuka dua peluang.110 km. yang esensinya bahwa negara sebagai satuan biologis. Posisi silang karena terletak di antara dua benua (Asia-Australia) dan dua samudra (Hindia dan Fasifik). g. Memiliki etnik yang sangat banyak. Memiliki jumlah penduduk yang sangat besar. dan gerak ke arah sentripetal (menyatu) perlu diupayakan dan dipelihara terus-menerus. ya . karenanya beriklim tropis dengan dua musim. yaitu bahwa politik suatu negara dipengaruhi oleh konstelasi wilayah geografisnya. sekarang ini lk. Jarak utara-selatan 1. Secara positif dapat dijadikan modal memperkuat bangsa menuju cita-cita. dan 95 – 141 bujur timur. hanya dimungkinkan dengan jalan memperoleh ruang yang cukup Salah satu konsepsinya.c. perlu ditanggulangi. Daerah yang subur dan habitable (dapat dihuni). Kaya akan flora dan fauna serta sumber daya alam. 235 juta jiwa. dan timur-barat 5. Berada pada derajat 6 lintang utara – 11 lintang selatan. k. e. kebijakan yang ditempuh juga dengan mempertimbangkan aspek geografi. wasantara! 3. Terletak pada pertemuan dua jalur pegunungan. Peluang ke arah gerak sentripugal (memecah). f. sehingga kebudayaannya beragam. i. suatu organisme hidup yang juga memiliki intelektual.

Fuller menyatakan yang paling menentukan adalah kekuatan di udara. menjadi satu kesatuan antara dua benua dan dua samudra. Giulio Dauhet dan John F. mengharuskan pembagian baru dari kekayaan alam di dunia. maka Indonesialah tanah air kita. orang yang pertama kali mengaitkan geopolitik dengan bangsa adalah Ir.. Indonesia yang bulat. bukan Jawa saja. Saversky. Ajarannya menyatakan. yaitu sebagai bangsa yang bersatu. yaitu kekuatan di lautan. W.. . dan menguasasi perdagangan berarti menguasasi kekayaan dunia yang pada akhirnya menguasasi dunia. yaitu konsep kekuatan di darat.. Maka manakah yang dinamakan tanah tumpah darah kita? Menurut geopolitik. itulah Tanah Air Kita!” Kesatuan antara bangsa Indonesia dengan wilayah tanah air kita itulah yang membentuk semangat dan wawasan kebangsaan. barang siapa dapat menguasai daerah jantung akan dapat menguasai pulau dunia. dan barang siapa dapat menguasai pulau dunia akhirnya dapat menguasasi dunia. tetapi segenap kepulauan yang ditunjuk oleh Allah Swt. A. Mitchel. dan mencetuskan wawasan benua. atau Borneo saja atau Selebes saja. Soekarno pada pidato di depan sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945 : ”. Dalam pada itu empat ahli lainnya. atau Ambon saja. Sir Halford Mackinder menganut konsep kekuatan. Karl Haushofer merumuskan bahwa geopolitik adalah doktrin negara yang menitikberatkan pada soal-soal strategi perbatasan. Menurut mereka kekuatan di udara mempunyai daya tangkis terhadap ancaman yang dapat diandalkan. sehingga ajarannya menyatakan barang siapa menguasai lautan akan menguasasi perdagangan. dan geopolitik adalah landasan ilmiah bagi tindakan politik dalam perjuangan kelangsungan hidup untuk mendapatkan ruang hidupnya. dan dapat melumpuhkan kekuatan lawan dengan penghancuran di kandang lawan itu sendiri agar tidak mampu lagi bergerak menyerang. atau Maluku saja. Sementara Sir Walter Raleigh dan Alfred Thyer Mahan mempunyai gagasan wawasan bahari.luas agar memungkinkan pengembangan secara bebas kemampuan dan kekuatan rakyatnya. bukan Sumatra saja. sehingga melahirkan wawasan dirgantara.. Kita cermati di antara pendapat tersebut ada yang bersifat ekspansionisme (memperluas wilayah dengan ekspansi).C. Di Indonesia.

Salah satu misi sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Dalam pengertian ini wasantara diwujudkan dengan pernyataan kepulauan nusantara sebagai kesatuan politik. atau persatuan bangsa dan kesatuan wilayah. serta adanya kesatuan wilayah yang sebelumnya bernama nusantara. dan kehendak untuk bersatu. konsepsi wasantara dibangun atas geopolitik bangsa Indonesia. perdamaian abadi dan keadilan sosial. FUNGSI. hakikat wasantara adalah kesatuan bangsa dan keutuhan wilayah Indonesia. DAN TUJUAN WASANTARA 1. KEDUDUKAN. kesatuan sosial-budaya. Lebih jelasnya. Hakikat Wawasan Nusantara : Hakikat wasantara adalah keutuhan bangsa dan kesatuan wilayah nasional. Namun tentu saja Indonesia tidak mempunyai pemikiran untuk ekspansi dengan menyerang wilayah negara lain. kesatuan ekonomi. C. jiwa untuk bersatu.Rasa kebangsaan Indonesia dibentuk oleh adanya kesatuan nasib. (4) Kesatuan hukum yang mengabdi kepada kepentingan nasional. (3) Kesatuan falsafah dan ideologi negara. Wasantara sebagai wawasan nasional dibentuk dan dijiwai oleh faham kekuasaan dan geopolitik bangsa Indonesia. Dengan kata lain wasantara adalah penerapan teori geopolitik dari bangsa Indonesia. dan kesatuan pertahanan keamanan. HAKIKAT. Bangsa Indonesia memiliki pandangan sendiri mengenai wilayah yang dikaitkan dengan politik/kekuasaan. Hal ini mencakup : a. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi. Jadi. meliputi masalah-masalah : (1) Kewilayahan nasional. tegas adalah ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. yang pelaksanaannya melalui politik luar negeri yang bebas aktif. b. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan politik. (2) Persatuan dan kesatuan bangsa dalam mencapai cita-cita nasional. meliputi masalah-masalah : .

Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial-budaya. Karena sekarang tidak ada lagi GBHN. kemudian diganti dengan Perpres No. keseimbangan. 1993. yaitu keadaan masa depan bangsa dan wilayah Indonesia yang utuh yang diinginkan. 1978. yaitu Prepres No. 1988. maka kemudian diakomodasi dalam Peraturan Presiden (Perpres). yaitu setelah amandemen UUD 1945. d. 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2004-2009. yaitu dalam Ketetapan-ketetapan (Tap) MPR mengenai GBHN (1973. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan pertahanan keamanan. (2) Mempersatukan corak ragam budaya yang ada sebagai kekayaan nasional (budaya bangsa). dianggap sebagai ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara. serta adanya keselarasan kehidupan sesuai dengan kemajuan bangsa. meliputi masalah-masalah : (1) Persamaan hak dan kewajiban bagi setiap warga negara dalam rangka membela bangsa dan negara. Konsepsi wasantara tersebut di atas dituangkan dalam peraturan perundangundangan. meliputi masalah-masalah : (1) Pemerataan. 1983. (2) Ancaman terhadap satu pulau atau daerah. 5 Tahun 2010 tentang RPJMN tahun 2009-2014. .(1) Kepemilikan bersama kekayaan efektif maupun potensial wilayah nusantara. (3) Keserasian dan keseimbangan tingkat pengembangan ekonomi di seluruh daerah tanpa meninggalkan ciri-ciri khas daerah. Kedudukan Wawasan Nusantara : Wasantara berkedudukan sebagai visi bangsa. Kedudukan wasantara sebagai konsepsi dan paradigma ketatanegaraan RI dapat dilihat pada bagan di bawah ini. c. (2) Pemerataan hasil pemanfaatan kekayaan wilayah nusantara. 2. 1998). dan persamaan dalam kemajuan masyarakat.

Tujuan Wasantara : Terwujudnya nasionalisme yang tinggi dalam segala aspek kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentingan individu. Fungsi Wasantara : Sebagai pedoman. yaitu yang asalnya hanya 2 juta km2 berdasarkan Ordonansi 1939. Fungsi. golongan. motivasi. Tujuan. serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijakan. c.PANCASILA Landasan Ideal Landasan Konstitusional Landasan Visional Landasan Konsepsional Landasan Operasional UUD 1945 WASANTARA TANNAS DOKUMEN RENBANG Pembangunan Nasional Sumber : Dwi Winarno. 3. tindakan. b. berbangsa. menjadi 5 juta km2 sebagai satu . Manfaat Wasantara : (1) Diterima dan diakuinya konsepsi wasantara di forum internasional. suku bangsa atau daerah. kelompok. yaitu asas negara kepulauan berdasarkan Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. dan perbuatan bagi penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat. 2006. keputusan. dan bernegara. Manfaat. (2) Pertambahan luas wilayah teritorial Indonesia. dan Implikasi Wawasan Nusantara : a.

(4) Menghasilkan cara pandang tentang keutuhan wilayah nusantara yang perlu dipertahankan oleh bangsa Indonesia. luas laut 3. berbangsa. UNSUR DASAR KONSEPSI WAWASAN NUSANTARA Terdapat tiga unsur dasar wasantara : Wadah (contour). NKRI memiliki .200. juga keluarnya nelayan Indonesia ke wilayah negara tetangga. perompakan.166.163 km2 (termasuk luas landas kontinental 2. dan bernegara.027. (3) Pertambahan luas wilayah sebagai ruang hidup yang memberikan potensi sumber daya alam yang besar bagi peningkatan kesejahteraan rakyat. D. Tepatnya dengan wasantara luas wilayah Indonesia menjadi : Luas daratan 2. Implikasi : Implikasi atau persoalan yang mungkin timbul : (1) Penarikan garis batas/wilayah Indonesia dengan negara lain. tiada lain adalah wadah kehidupan bermasyarakat. penolakan program transmigrasi oleh penduduk lokal. Misalnya suatu daerah tertutup bagi pendatang.” d. (5) Menjadi salah satu sarana integrasi nasional yang tercermin dalam ”Bhinneka Tunggal Ika. (3) Sentimen kedaerahan yang pada suatu saat dapat berkembang menjadi konflik yang melemahkan pembangunan berwasantara. (2) Masuknya pihak luar ke dalam wilayah yuridiksi Indonesia yang tidak terawasi. pejabat publik harus putra daerah. meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki kekayaan alam dan penduduk dengan aneka ragam budaya. misalnya kasus masuknya kapal penangkap ikan asing. luas ZEE 1.300 mil persegi. dan udara. dsb. 1.087 km2. isi (content).kesatuan wilayah.577. yaitu darat.000 km20. Sebagai Wadah (Contour). Misalnya dengan Malaysia mengenai Pulau Sipadan. Ligitan. Dengan Australia mengenai pulau-pulau kecil di sekitar Kepulauan Roti NTT. laut. dan tata laku (conduct). dan kasus Ambalat.

pengorganisasian. b. Sebagai Isi (Content). 2. semangat. menyangkut : a. ASAS DAN ARAH PANDANG WAWASAN NUSANTARA 1. tujuan yang sama. dan perilaku dari bangsa Indonesia. keterpaduan antara pembicaraan dan perbuatan. dan pengendalian/pengawasan. dan mentalitas yang baik dari bangsa Indonesia yang berlandaskan falsafah Pancasila. Realisasi aspirasi bangsa sebagai kesepakatan bersama serta pencapaian citacita dan tujuan nasional. sementara wadah dalam kehidupan bermasyarakat adalah berbagai lembaga dalam wujud infra struktur politik. Persatuan dan kesatuan dalam kebhinnekaan yang meliputi semua aspek kehidupan nasional. Isi ini pelaksanaan. Kedua macam tata laku dimaksud mencerminkan identitas jatidiri atau kepribadian bangsa Indonesia berdasarkan kekeluargaan dan kebersamaan yang memiliki rasa bangga dan cinta kepada bangsa dan tanah air. E. dipelihara. yang terdiri dari tata laku batiniah dan lahiriah. merupakan hasil interaksi antara wadah dan isi. Tata laku batiniah mencerminkan jiwa. ditaati. yaitu satunya kata dan karya. Sebagai Tata Laku (Conduct). Sedangkan tata laku lahiriah tercermin dalam tindakan. Hal ini diwujudkan dalam satu sistem manajemen yang meliputi perencanaan. sehingga menimbulkan nasionalisme yang tinggi dalam semua aspek kehidupan nasional. Asas dimaksud adalah : Kepentingan yang sama. 3. adalah aspirasi bangsa yang berkembang dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. . Asas Wawasan Nusantara : Asas wasantara adalah ketentuan atau kaidah dasar yang harus dipatuhi. dan diciptakan demi tetap taat dan setianya komponen pembentuk bangsa Indonesia (suku bangsa atau golongan) terhadap kesepakatan bersama. keadilan.organisasi kenegaraan yang merupakan wadah berbagai kegiatan kenegaraan dalam wujud supra struktur politik. perbuatan.

Ke dalam : Bertujuan menjamin perwujudan persatuan dan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional. e. f. Solidaritas : Rasa setiakawan. b. a. demokrasi. serta kerjasama dan sikap saling hormat-menghormati. sekarang menghadapi ”penjajahan” dalam bentuk alain dari negara asing. jerih payah usaha. kelompok. Dalam kehidupan internasional. dan bertindak sesuai realita serta ketentuan yang benar biarpun realita atau ketentuan itu pahit dan kurang enak didengar. b. g. golongan. mau memberi dan berkorban bagi orang lain tanpa meninggalkan ciri dan karakter budaya masing-masing. Kejujuran : Keberanian berpikir. Kepentingan yang sama : Dulu merebut kemerdekaan dari penjajah. perdamaian abadi.kejujuran. Kesetiaan terhadap kesepakatan bersama : Terhadap NKRI yang dirintis mulai tahun 1908 (Boedi Oetomo). c. Kerjasama : Adanya koordinasi dan saling pengertian yang didasarkan atas kesetaraan sehingga kerja kelompok (kecil. lingkungan hidup. adu domba dan pecah belah dengan dalih HAM. dll. dan kesetiaan terhadap ikrar atau kesepakatan bersama demi terpeliharanya persatuan dan kesatuan dalam kebhinnekaan. Ke luar : Bertujuan demi terjaminnya kepentingan nasional dalam dunia yang serba berubah. Bangsa Indonesia harus peka dan berupaya mencegah dan mengatasi sedini mungkin faktor-faktor penyebab disintegrasi bangsa. 2. solidaritas. dan 17 Agustus 1945 (Proklamasi Kemerdekaan RI). Arah Pandang Wawasan Nusantara : a. maupun kehidupan dalam negeri serta dalam melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. dan keadilan sosial. Tujuan yang sama : Tercapainya kesejahteraan dan rasa aman yang lebih baik dari keadaan sebelumnya. besar) dapat tercapai demi terciptanya sinergi yang baik. Keadilan : Kesesuaian pembagian hasil dengan andil. dan kegiatan baik orang perorangan. bangsa Indonesia harus berusaha meng- . kerjasama. berkata. maupun daerah. baik alamiah maupun sosial. 1928 (Sumpah Pemuda). d. misalnya di bidang ekonomi.

.amankan kepentingan nasionalnya dalam semua aspek kehidupan (ipoleksosbudhankamag).

melihat Tannas dari perspektif/sudut pandang terhadap konsepsinya berupa wujud dan wajah. dan gangguan. dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. Tannas sebagai Doktrin. PENGERTIAN DAN HAKIKAT 1. Sementara itu Chaidir Basri (2002). b. . dan sejahtera. baik yang datang dari luar maupun dari dalam. aman. yaitu : a. yaitu strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia untuk menentukan kebijakan. Tannas adalah suatu penggambaran atas keadaan yang seharusnya dipenuhi. berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. Sebagai Kondisi. Tannas sebagai Kondisi. ancaman. tujuan. c. serta memberi arahan tentang bagaimana merancang strategi pembangunan guna mewujudkan masa depan yang lebih baik. Pengertian : Menurut Lemhanas : “Ketahanan nasional (Tannas) adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi. kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya. Tannas sebagai Metode. hambatan. yaitu kondisi ideal yang memungkinkan suatu negara memiliki kemampuan mengembangkan kekuatan nasionalnya sehingga dapat menghadapi segala macam ancaman dan gangguan bagi kelangsungan hidup bangsa. yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kehidupan nasional untuk menjamin identitas.BAB IX KETAHANAN NASIONAL A. integritas.” Srijanti (2009:155) menyamakan pengertian ketahanan nasional dengan geostrategi.

PERKEMBANGAN KONSEP KETAHANAN NASIONAL INDONESIA Gagasan tannas bermula pada awal tahun 1960-an dari kalangan militer khususnya AD di SSKAD atau sekarang SESKOAD (Sekolah Staf Komando Angkatan Darat). meluas sampai kawasan Indocina sehingga negara-negara Laos. Pada masa itu pengaruh komunisme dari Uni Soviet dan Cina sedang menjalar. dan gangguan terhadap bangsa dan negara harus diwujudkan dalam ketahanan bangsa yang dimanifestasikan dalam bentuk tameng. Malaysia. B. Singapura dan bahkan Indonesia. Infiltrasi komunis bahkan sudah masuk di Thailand (Muangthai). . dan Kamboja menjadi negara komunis. Sebagai Doktrin. 2. yaitu dengan menggunakan pemikiran kesisteman (system thinking). Tameng dimaksud adalah sublimasi dari konsep kekuatan sebagai menifestasi pemikiran SSKAD/ SESKOAD. dan pada tahun 1968 dilanjutkan oleh Lemhanas. agar setiap orang. Hakikat : Hakikat Tannas adalah kondisi kemampuan dan kekuatan bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidup dan mengembangkan kehidupan nasional bangsa dan negara dalam mencapai tujuan nasional. dan selaras dalam kehidupan nasional. Sejarah pemberontakan G-30-S/PKI adalah bukti yang tidak dapat dibantah. adalah pendekatan dan cara dalam menjalankan suatu kegiatan khususnya pembangunan negara. Setelah berakhirnya G-30-S/PKI. sedangkan hakikat konsepsi Tannas Indonesia adalah pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang.Sebagai Metode. serasi. hambatan. yaitu dituangkan dalam peraturan perundang-undangan. masyarakat. dan penyelenggara negara menerima dan menjalankannya. Ancaman. pengembangan pemikiran Tannas semakin menguat. berupa pengaturan dan penyelenggaraan negara. tantangan. Vietnam.

Ketahanan nasional pada hakikatnya adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidup menuju kejayaan bangsa dan negara. budaya. politik. 1983.” Pada tahun 1982. yaitu : ”Ketahanan nasional sebagai kondisi dinamis yang merupakan integrasi dari kondisi setiap aspek kehidupan bangsa dan negara. ATHG dimasukkan dalam UU No. ekonomi. dan 1988. dan Gangguan (ATHG). Hambatan : Suatu hal yang bersifat melemahkan atau menghalangi tetapi tidak secara konsepsional.Dalam pemikiran Lemhanas ditemukan unsur-unsur dari tata kehidupan nasional berupa ideologi. Namun dalam GBHN 1993 ada perubahan rumusan. Pada tahun 1969 lahirlah istilah ketahanan nasional. hanya dikenal satu istilah saja. dan berasal dari dalam. sosial. Konsep Tannas untuk pertama kali masuk dalam GBHN melalui Tap MPR No. 20 Tahun 1982 tentang Pokokpokok Pertahanan Keamanan Negara. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.” Kata segala menunjukkan kesadaran akan spektrum ancaman yang lebih dari sekedar ancaman komunis dan/atau pemberontakan. Adapun pengertian ATHG dimaksud adalah : Ancaman : Suatu hal atau upaya yang bersifat dan bertujuan mengubah dan merombak kebijakan yang dilaksanakan secara konsepsional. yaitu ancaman. yang pengertiannya adalah ”setiap usaha dan kegiatan baik dari dalam . Tantangan. Gangguan : Suatu hal atau upaya yang mengusik kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara. Hambatan. Hal ini berlanjut pada GBHN tahun 1978. dan militer. Kesadaran akan spektrum ini pada tahun 1972 diperluas menjadi Ancaman. Tantangan : Suatu hal atau upaya yang bersifat atau bertujuan menggugah kemampuan. Konsepsi Tannas waktu itu dirumuskan sebagai ”Keuletan dan daya tahan suatu bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional yang ditujukan untuk menghadapi segala ancaman dan kekuatan yang membahayakan kelangsungan hidup negara dan bangsa Indonesia. tetapi dalam penggantinya yaitu UU No. IV/MPR/1973 yang rumusannya sama dengan konsep dari Lemhanas.

Skema Konsepsi Ketahanan Nasional Ulet Tangguh Kemampuan mengembangkan kekuatan nasional Ancaman Tantangan Hambatan Gangguan Langsung Tdk. Tujuan Bangsa dan Negara.” Konsepsi katahanan nasional dapat digambarkan dalam skema di bawah ini. bersatu.maupun luar negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan negara. Sumber : Dwi Winarno. Langsung Dalam Negeri Luar Negeri Unsur : Trigatra Pancagatra Integritas. Kesejahteraan : Pemerintah negara RI harus memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. . b. Umum : Bangsa Indonesia bercita-cita mewujudkan suatu bentuk masyarakat dalam wadah NKRI yang merdeka. dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 (kira-kira sama dengan Masyarakat Madani). yang mencakup aspek : a. adil. Kelangsungan. keutuhan wilayah negara. Citacita dimaksud merupakan arah dan pedoman bagi pelaksanaan pembangunan nasional dalam upaya mewujudkan tujuan nasional sebagaimana tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945. dan keselamatan segenap bangsa. KONSEP DASAR KETAHANAN NASIONAL 1. 2006. C. Identitas. Keamanan : Pemerintah negara RI harus melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. berdaulat.

serta pendekatan yang diyakini kebenarannya.Pemenuhan Kebutuhan Manusia .Tuhan Manusia . 2. pertumbuhan. Manusia budaya : Manusia memiliki naluri. Bagi bangsa Indonesia adalah Pancasila. Untuk itu manusia selalu mengadakan hubungan-hubungan dan hidup berkelompok. bermasyarakat. Ketertiban dunia : Pemerintah negara RI harus ikutserta dalam upaya melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan.c. perdamaian abadi. c. ideologi. a. bahkan bernegara. dan keadilan sosial. aspek sosial budaya. kondisi geografis. Falsafah. wawasan nasional.Rasa Keindahan Manusia . ideologi. . dan pandangan hidup bangsa : Merupakan pedoman bagi tata kehidupan masyarakat yang terbentuk dari perjalanan sejarah bangsanya.Cita-cita Agama Sosial (Masyarakat) Politik Ekonomi Seni Budaya Pertahanan Keamanan Iptek Ideologi b. Wawasan nasional : Konsepsi pandangan hidup yang tersusun berdasarkan hubungan dinamis antara cita-cita.Rasa Aman Manusia .Manusia Manusia . akal budi. ideologi. dan kelangsungan hidupnya. Hubungan-hubungan ini dikenal sebagai berikut : Manusia . falsafah. kemampuan berpikir. maupun faktor kesejarahannya.Penguasaan/Pemanfaatan Alam Manusia . Manusia selalu berjuang mempertahankan eksistensi. dan berbagai keterampilan.Kekuatan/Kekuasaan Manusia . dan pandangan hidup bangsa. Pokok-pokok Pikiran : Pokok-pokok pikiran yang melandasi Tannas dikembangkan dari analisis mengenai manusia budaya.

dan kondisi kehidupan nasional berdasarkan nilai-nilai kemandirian yang proporsional untuk meningkatkan kualitas. dan bernegara berdasarakan matriks astagatra. c. sifat. Landasan Konstitusional : UUD 1945. serta merupakan nilai-nilai intrinsik yang mendasari pencapaian kondisi Tannas. b. Landasan Operasional : Dokumen Rencana Pembangunan (RPJMN/RPJMD). c. berbangsa. Asas Komprehensif Integral (menyeluruh terpadu) : Dalam bentuk perwujudan kesatuan dan perpaduan yang seimbang. ibarat dua sisi dari satu mata uang. d. martabat. Landasan Konsepsional : Ketahanan Nasional. dan selaras dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat. Keduanya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. bertujuan menumbuhkan hakikat. Asas Kesejahteraan dan Keamanan : Kesejahteraan dan keamanan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. serasi. 3. e. Asas-asas Ketahanan Nasional : Yang dimaksud asas-asas Tannas adalah tata laku yang relatif telah tersusun dan yang dilandasi nilai-nilai budaya bangsa yang merupakan pedoman bagi pengembangan Tannas Indonesia. Asas Mawas ke Dalam dan Mawas ke Luar : (1) Ke dalam. yang meliputi : a. b. baik sebagai individu maupun anggota masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. harkat. 3. dan derajat bangsa agar memiliki kemampuan mengembangkan kehidupan nasionalnya. Landasan Ketahanan Nasional : a. Landasan Ideal : Pancasila. Landasan Visional : Wawasan Nusantara. . Pendekatan kesejahteraan dan keamanan : Merupakan kebutuhan mendasar dan esensial.d.

elemen. tenggang rasa. ulet dan tangguh. terutama terhadap kenyataan adanya saling interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional. mampu menentukan sasaran serta kebijakan dan strategi pencapaiannya. memiliki daya saing tinggi. atau faktor yang mempengaruhi kekuatan/ketahanan nasional sua- . UNSUR-UNSUR KETAHANAN NASIONAL Unsur. c. Berwibawa : Dengan kewibawaan akan mewujudkan suatu daya tangkal yang efektif. Di dunia tidak ada kepastian. Mandiri : Berdasarakan kepercayaan akan kemampuan dan kekuatan sendiri yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah. berbangsa. d. yang pasti adalah adanya perubahan. D. 5. Ciri Ketahanan Nasional : a. d. tetapi lebih pada konsultasi dan kerjasama serta saling menghargai. dan ber-negara. Asas Kekeluargaan : Mengandung nilai kearifan. dengan mengandalkan pada kemampuan yang didasarkan pada kekuatan moral dan kepribadian bangsa. gotong-royong. kebersamaan. Mengutamakan konsultasi dan kerjasama : Tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonistis. dan tidak mengandalkan kekuasaan atau kekuatan fisik semata. b. menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan strategis. Dinamis : Dapat meningkat atau menurun bergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan negara serta kondisi lingkungan strategis. dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.(2) Ke dalam. diperlukan untuk mengantisipasi. berlandaskan integritas dan kepribadian bangsa.

jumlah penduduk. unsur kekuatan nasional terdiri atas letak geografi. unsur kekuatan nasional negara terdiri atas tanah. dan penduduk. c. sumber daya alam. sumber daya. Lain-lain : Ide. Menurut Palmer & Perkins. perkembangan ekonomi. intelegensi. yaitu : a. b. yaitu : a. Mahan. dan kualitas kepemimpinan. budaya dan moral nasional. militer.tu negara terdiri dari beberapa aspek. demografi. unsur kekuatan nasional negara terbagi atas dua faktor. dan keamanan nasional. wujud bumi. Tangible factors : Penduduk. penduduk. b. 4. dsb. 3. dsb. unsur kekuatan nasional negara terbagi atas dua faktor. Morgenthou. 2. moral. dan kebijakan kepemimpinan. Intangible factors : Karakter/moral nasional. . diplomasi. Menurut Alfred T. watak nasional. Sosial : Struktur politik. kualitas diplomasi. karakter/ moral bangsa. kemampuan ekonomi. militer. Alamiah : Geografi. strategi nasional. Menurut Hans J. Menurut Cline. unsur kekuatan nasional terdiri atas senergi antara potensi demografi dengan geografi. ideologi. Faktor tetap (stable factors) : Geografi dan sumber daya alam. Faktor berubah (dynamic factors) : Industri. Para ahli mengemukakan pendapatnya mengenai unsur-unsur dimaksud. 6. dan kepemimpinan. dan sifat pemerintahan. 1. militer. Menurut Parakhas Chandra. 5. Menurut James Lee Ray. unsur kekuatan nasional negara terdiri atas tiga. teknologi. yaitu : a. kemampuan industri. luas wilayah. b.

perataan. pantai. non demokrasi). posisi geografis. dan wilayah. pertumbuhan. unsur-unsur kekuatan nasional diistilahkan dengan gatra dalam ketahanan nasional. sistem pemerintahan yang dijalankan (presidensial. adalah aspek alamiah (tangible). terdiri dari : Penduduk. (2) Faktor yang berkaitan dengan sumber daya alam : Sumber daya hewani. bentuk pemerintahan yang dipilih (kerajaan. dan kepribadian. politik. ekonomi. b. terdiri dari : Ideologi. Pemikiran ini dikembangkan oleh Lemhanas yang dikenal dengan Astagatra. republik). (3) Faktor yang berkaitan dengan ekonomi : Sistem ekonomi liberal atau sosialis. pemanfaatan sumber daya alam dengan memperhitungkan masa depan dan lingkungan hidup. Untuk Indonesia dipilih sistem ekonomi Pancasila yang bercorak kekeluargaan dan kerakyatan. Pancagatra : (1) Faktor yang berkaitan dengan ideologi : Sebagai tujuan atau cita-cita bangsa. serta susunan negara yang dibentuk (kesatuan. dan perimbangan penduduk di tiap wilayah negara. (3) Faktor yang berkaitan dengan wilayah : Bentuk wilayah negara (daratan. kepulauan). kemampuan mengeksplorasi sumber daya alam. dan sebagai sarana pemersatu. Aspek kuantitas. Model Indonesia. persebaran. a. b. Penjelasan : a. unhabitable). . Trigatra : (1) Faktor yang berkaitan dengan penduduk : Aspek kualitas. dan tambang. dan pertahanan keamanan. luas wilayah negara. nabati. sosial-budaya. (2) Faktor yang berkaitan dengan politik : Sistem politik yang dipakai (demokrasi.7. astronomis dan geologis. serta daya dukung wilayah negara (habitable. serikat). mencakup tingkat pendidikan. yang terdiri dari Trigatra dan Pancagatra. mencakup jumlah penduduk. serta kontrol atas sumber daya alam. sumber daya alam. adalah aspek sosial (intangible). parlementer). Trigatra. keterampilan. Pancagatra. etos kerja.

(4) Faktor yang berkaitan dengan sosial-budaya : Melalui dua strategi. dan rakyat sebagai kekuatan pendukung. dan kebijakan berbedabeda tetapi tetap satu (bhinneka tunggal ika). BAB X . yaitu kebijakan asimilasi (assimilation policy). (5) Faktor yang berkaitan dengan pertahanan keamanan : TNI dan POLRI sebagai kakuatan utama. Lihat : UU No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Sistem yang dikembangkan adalah sistem pertahanan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata).

dan distribusi atau alokasi sumber daya. jalan. Politik (politics) dalam bahasa Indonesia berarti kepentingan umum warga negara suatu bangsa. (distribution) atau alokasi (allocation) sumber-sumber yang ada. kekuasaan. pembagian. dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang dikehendaki. usaha. keadaan. pemeliharaan. pengambilan keputusan. Kekuasaan dan wewenang ini memainkan peran yang sangat penting dalam pembinaan kerjasama dan penyelesaian konflik yang mungkin timbul dalam proses pencapaian tujuan. Politik merupakan suatu rangkaian asas. politik menyangkut proses penentuan tujuan negara dan cara melaksanakannya. pengaturan. arah.” dengan akar kata : Polis Teia : kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri : urusan. .POLITIK STRATEGI NASIONAL A. Politik nasional adalah asas. Karena itulah politik akan membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan negara. serta kebijakan negara tentang pembinaan (perencanaan. Politik : Secara etimologis. Sementara policy (kebijakan) memberikan pertimbangan cara pelaksanaan asas. cara. jalan. Penentuan. jalan. kata “politik” berasal dari bahasa Yunani ”politeia. dan pengendalian) serta penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. haluan. kebijakan. maupun alokasi sumber-sumber yang ada dimaksud memerlukan kekuasaan (power) dan wewenang (authority). prinsip. Pelaksanaan tujuan tersebut memerlukan kebijakan- kebijakan (public policies) yang menyangkut pengaturan (regulation). pembagian. dan arah dimaksud sebaik-baiknya. pengembangan. Secara umum. dan medannya. negara. PENGERTIAN 1. Politik memberikan cara.

Keputusan yang diambil adalah menyangkut sektor publik suatu negara. Dasar pemikirannya adalah bahwa setiap warga masyarakat memiliki beberapa tujuan bersama yang ingin dicapai. Politik membicarakan bagaimana pembagian dan pengalokasian nilai-nilai tersebut secara mengikat.T. Pengambilan keputusan adalah aspek utama politik. Yang dimaksud paling baik adalah yang banyak untungnya dan sedikit resiko ruginya. dan harus dibagi secara adil.” (seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan). Pengambilan keputusan : Pemilihan satu dari beberapa kemungkinan (alternatif) yang dipandang paling baik. Kekuasaan : Kemampuan seseorang atau sekelompok orang untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok orang lain sesuai dengan keinginannya.Berikut penjelasannya : a. 2. d. sehingga karenanya perlu ada rencana/perencanaan yang mengikat yang dirumuskan dalam kebijakankebijakan oleh pihak yang berwenang. b.S. Karl von Clausewitz (1780-1841) berpendapat bahwa strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan perang. Strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. Negara : Organisasi bangsa yang mempunyai kekuasaan tertinggi dan ditaati oleh rakyatnya. Strategi : Strategi berasal dari bahasa Yunani ”strategia” yang berarti ”the art of the general. Kebijakan umum : Suatu kumpulan keputusan yang diambil oleh seseorang atau kelompok orang dalam memilih tujuan dan cara mencapai tujuan itu. Sedangkan perang itu sendiri adalah kelanjutan dari politik. c. Yang perlu diperhatikan adalah siapa pengambil keputusan dan untuk siapa dibuat. Nilai adalah sesuatu yang diinginkan dan penting. Sementara itu C. . e. Distribusi : Pembagian dan pengalokasian nilai-nilai (values) dalam masyarakat.

keyakinann atas kemampuan sendiri. Dasar : a. dan rakyat sendiri sebagai kekuatan pendukungnya. tetapi ada kekuatan ”bhinneka tunggal ika” dan ”Pancasila” sebagai pemersatu. yaitu organisasi politik (orpol) dalam bentuk partai politik (parpol). IMPLEMENTASI POLITIK STRATEGI NASIONAL Penyusunan politik strategi nasional (poltranas) didasarkan pada sistem kenegaraan berdasarkan UUD 1945.Kansil mendefinisikan strategi nasional sebagai ”seni dan ilmu mengembangkan/menggunakan kekuatan nasional (ipoleksosbudhankam) baik dalam masa damai maupun masa perang untuk mendukung pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. c. kekayaan alam. Geopolitik Indonesia yang dijiwai Pancasila dan UUD 1945. agama.” B. c. serta kesanggupan untuk menolong bangsa-bangsa yang masih terjajah. C. b. b. Ketahanan Nasional. Ekonomi : Kesuburan. Hankam : Kekuatan-kekuatan bersenjata yang lahir dari kandungan rakyat (TNI-POLRI). Lembaga-lembaga negara/pemerintah termasuk aparatnya (birokrasi) disebut ”supra struktur politik” sedangkan lembaga-lembaga yang ada dalam masyarakat yang mencakup pranata politik. Ideologi dan Politik : Persatuan dan kesatuan nasional yang menggambarkan kepribadian bangsa. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Politik Strategi Nasional : Faktor-faktor yang mempengaruhi politik strategi nasional (poltranas) adalah : a. mempersulit persatuan dan kesatuan. adatistiadat. organisasi kemasyarakatan (ormas). dan tenaga kerja yang terdapat di Indonesia merupakan potensi ekonomi yang besar sekali. dll. bahasa. Sosial-budaya : Bangsa Indonesia terdiri dari banyak suku. d. Wawasan Nusantara. media . 2. DASAR PEMIKIRAN POLITIK STRATEGI NASIONAL 1.

massa. yaitu lembaga tertinggi negara sebagai penjelmaan kedaulatan rakyat yang harus dilaksanakan oleh Presiden Mandataris MPR. dan kelompok penekan (pressure group) disebut ”infra struktur politik. Karena itu pada hakikatnya politik dan strategi nasional adalah kebijakan dalam rangka pelaksanaan pembangunan nasional untuk mencapai tujuan nasional. sekarang ini. Lihatlah bagan struktur ketatanegaraan RI di bawah ini. Bagan Struktur Ketatanegaraan RI Sebelum Perubahan UUD 1945 UUD 1945 MPR BPK DPR PRESIDEN DPA MA Bagan Struktur Ketatanegaraan RI Sesudah Perubahan UUD 1945 UUD 1945 MPR BPK DPR DPD PRESIDEN WAPRES K. Berbeda halnya pada masa Orba yang menuangkan kebijakan nasional pembangunan melalui Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang ditetapkan oleh MPR. KEHAKIMAN MK MA KY . mekanismenya telah berubah. setelah UUD 1945 mengalami empat kali perubahan (amandemen). kelompok kepentingan (interest group).” Supra dan infra struktur politik ini mestinya memiliki kekuataan seimbang dan dapat bekerjasama secara sinergis untuk membangun.

RUANG LINGKUP PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL Ruang lingkup perencanaan pembangunan nasional (Renbangnas) adalah : 1. Renbang dimaksud menghasilkan : a. Rencana Pembangunan Tahunan/Rencana Kerja Pemerintah (RKP. Rencana Pembangunan Jangka Menegah Nasional (RPJMN. misi. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Presiden/Wakil Presiden dipilih langsung oleh rakyat melalui Pemilihan Presiden (Pilpres). Presiden bukan lagi Mandataris MPR. 3. Renbangnas terdiri atas renbang yang disusun secara terpadu oleh kementerian/ lembaga dan renbang yang disusun oleh pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. MPR sekarang tidak lagi sebagai lembaga tertinggi negara. Tugas MPR tidak lagi memilih/mengangkat Presiden/Wakil Presiden. BPK.Lagislatif Eksekutif Yudikatif Dengan demikian. DPR. UU No. 2. MA. MK. dan KY. D. UU No. tetapi lembaga negara sama halnya dengan Presiden. yaitu APBN). c. Renbangnas mencakup penyelenggaraan perencanaan makro semua fungi pemerintahan yang meliputi semua bidang kehidupan secara terpadu dalam wilayah NKRI. b. 3. Adapun yang menjadi rujukan RPJMN adalah : 1. 5 tahun). 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. . 1 tahun. 2. RPJMN disusun sebagai pelaksanaan janji pada saat pencalonan dan kampanye penyampaian visi. Jadi. 20 tahun). DPD. dan program-program yang akan dilaksanakan jika terpilih menjadi Presiden/ Wakil Presiden. Sementara itu itu program-program pembangunan tidak lagi ditetapkan dalam GBHN tetapi oleh Presiden dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). dan menetapkan GBHN. Pasal 4 Ayat (1) UUD 1945.

Undang-Undang Dasar 1945. 3. dan arah bangnas. serta memuat kebijakan. misi. kewilayahan dalam bentuk kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif. 5. rancangan/kerangka ekonomi makro yang mencakup gambaran perekonomian secara menyeluruh termasuk arah kebijakan fiskal. setelah tidak ada lagi GBHN dan Rencana Pembangunan Lima Tahun (REPELITA) versi Orde Baru. maka dasar pelaksanaan pembangunan dalam rangka mewujudkan tujuan nasional sekarang adalah : 1. Undang-Undang No. . RKP merupakan penjabaran dari RPJMN. program kementerian/lembaga dan lintas kementerian/lembaga. lintas kementerian/lembaga. Renja KL (Rencana Kerja Kementerian/Lembaga) disusun dengan berpedoman pada Renstra KL dan mengacu pada prioritas bangnas dan pagu indeikatif. misi. tujuan. kebijakan umum. 2. serta kerangka ekonomi makro yang mencakup gambaran perekonomian secara menyeluruh termasuk arah kebijakan fiskal dalam rencana kerja yang berupa kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif. 6. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Undang-Undang No. memuat prioritas pembangunan. strategi. RPJPN merupakan penjabaran dari tujuan dibentuknya pemerintahan negara RI yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 dalam bentuk visi. misi. Renstra KL (Rencana Strategis Kementerian/Lembaga) memuat visi. maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. RPJMN merupakan penjabaran dari visi. dan kegiatan pembangunan. program. Jadi. kebijakan. serta program kementerian/ lembaga. yang memuat strategi bangnas. kewilayahan dan lintas kewilayahan. 7. baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah dan pemerintah daerah. dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsi kementerian/lembaga yang disusun dengan berpedoman pada RPJMN dan bersifat indikatif. program.4. 8. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Renbangnas). dan program Presiden yang penyusunannya berpedoman pada RPJPN.

serta perlindungan dan kesamaan di depan hukum. produktivitas yang lebih baik. Adil : Semua rakyat mempunyai kesempatanyang sama dalam meningkatkan taraf hidupnya dan memperoleh lapangan pekerjaan. mendapatkan pelayanan sosial. pendidikan dan kesehatan. VISI INDONESIA 2025 ”Indonesia yang maju. Mewujudkan daya saing bangsa. dan bersatu. E. 7 Tahun 2005. 5 Tahun 2010). angka harapan hidup. 3. TAHAPAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL Tahapan Renbangnas meliputi : 1. 5. mandiri. 4. dan 2009-2004 dengan Perpres No. 5. F. G. . Penetapan Rencana. Peraturan Presiden tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengan Nasional (Untuk 2004-2009 dengan Perpres No. Mewujudkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan. Evaluasi Pelaksanaan Rencana. Mandiri : Kemandirian adalah hakekat dari kemerdekaan. mengamankan dan mempertahankan negara. pertumbuhan penduduk. Mewujudkan Indonesia asri dan lestari. Mewujudkan masyarakat demokratis berlandaskan hukum. tingkat pendidikan. mengemukakan pendapat dan melaksanakan hak politiknya. derajat kesehatan. Penyusunan Rencana. 2.4. 4. Pengendalian Pelaksanaan Rencana. MISI INDONEIA 2025 1. kualitas pelayanan sosial. Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). dan adil” yaitu : Maju : Secara ekonomi-sosial. damai. yaitu hak setiap bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri dan menentukan apa yang terbaik bagi dirinya. Mewujudkan Indonesia aman. termasuk hukum yang mantap. serta memiliki sistem dan kelembagaan politik. 3. 2.

. beretika. Mewujudkan Indonesia berperan penting dalam pergaulan dunia internasional.6. Mewujudkan masyarakat bermoral. 7. dan berbudaya.

(A. sehingga dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemajuan masyarakat di daerah. Turner dan D. Ubaedillah. PENGERTIAN Istilah otonomi daerah atau desentralisasi pada hakikatnya adalah pembagian kewenangan kepada organ-organ penyelenggara negara. 2010:138). misalnya pen-delegasian kepada pejabat di bawahnya. otda dapat diartikan pelimpahan kewenangan dan tanggung jawab dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. secara sempit diartikan sebagai “mandiri” sedangkan dalam arti luas “berdaya. sedangkan otonomi menyangkut hak yang mengikuti pembagian kewenangan tersebut. tetapi belum menjelaskan isi dan keluasan kewenangan serta konsekuensi penyerahan kewenangan itu bagi badan-badan otonomi daerah. terutama dalam menghadapi tantangan . desentralisasi terkait dengan masalah pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat yang berada di ibukota negara baik melalui cara dekonsentrasi. desen-tralisasi adalah transfer/pemindahan kewenangan untuk menyelenggarakan beberapa pelayanan kepada masyarakat dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk secara mandiri atau berdaya membuat keputusan mengenai kepentingan daerahnya sendiri. 2009:177). Batasan menurut PBB tersebut di atas hanya menjelaskan proses kewenangan yang diserahkan pusat kepada daerah.” Jadi.BAB XI OTONOMI DAERAH DALAM KERANGKA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA A. maupun melalui pendelegasian kepada peme-rintah atau perwakilan di daerah. instrumen politik dan Dalam hal ini otda adalah suatu yang digunakan untuk administrasi/manajemen mengoptimalkan sumber daya lokal. Dengan demikian desentralisasi atau otonomi daerah. Hulme (dalam Srijanti. Menurut Perserikatan Bangsa-Bang-sa (PBB). Sementara itu menurut M.

Sementara itu pengertian otonomi daerah menurut Undang-Undang No. Kehidupan berbangsa dan bernegara selama ini sangat terpusat di Jakarta (Jakar-ta sentris) karena 60% perputaran uang berada di Jakarta dan hanya 40% saja di luar Jakarta.) tidak menerima perolehan dana yang patut dari pemerintah pusat. Daerah-daerah yang memiliki sumber-sumber kekayaan alam yang melimpah (seperti Aceh. Dalam hal ini pemerintah pusat berfungsi : . Alasan : a. mendorong pemberdayaan masyarakat. serta mengembangkan demokrasi. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 2. c.global. sementara itu pembangunan di beberapa daerah cenderung dijadi-kan obyek “perahan” pemerintah pusat. meningkatkan peranserta masyarakat. LATAR BELAKANG OTONOMI DAERAH 1. Adapun desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada daerah otonomi untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kesenjangan sosial antara satu daerah dengan daerah lainnya yang sangat men-colok. Sulawesi. Papua. Kalimantan. Argumentasi yang Kuat Secara Teoritis dan Empiris : a. B. dll. b. adalah hak. dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyara-kat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. menumbuhkan kreativitas. wewenang. Pembagian kekayaan tidak merata dan tidak adil. Riau. Untuk terciptanya efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan. kare-na dengan banyaknya urusan tidak mungkin seluruhnya dilaksanakan oleh pusat.

Stabilitas politik. Ekstraktif : Memobilisasi sumber daya keuangan dalam rangka membiayai aktivitas penyelenggaraan negara. Di daerahlah tempat kebebas-an dan tempat orang diajari bagaimana kebebasan digunakan dan bagaimana menik-mati kebebasan itu. integrasi sosial. serta mempertahankan kemungkinan serangan dari negara lain. b. c. politik. Keberadaan institusi lokal (eksekutuf dan legislatif lokal) merupakan wahana yang tepat bagi penggodokan calon-calon pemimpin nasional. setelah melalui karier politik mereka di daerah. Sebagai sarana pendidikan politik. . ekonomi. Pemerintah daerah akan menyediakan kesempatan bagi warga masyarakat untuk berpartisipasi dalam politik. dll. Pemerintah daerah merupakan kancah pelatihan dan pengembangan demokrasi dalam sebuah negara. .Regulatif : Menyangkut penyediaan barang dan jasa ataupun yang berhubungan dengan kompetensi dalam rangka penyediaan tersebut. keamanan dalam negeri. mempertahankan kedaulatan. Dalam konteks Indonesia. baik dalam rangka memilih atau kemungkinan untuk dipilih dalam suatu jabatan politik. Pemerintahan daerah sebagai persiapan untuk karier politik lanjutan. Dalam hal ini stabilitas politik nasional berawal dari stabilitas politik pada tingkat lokal. d. menjaga keutuhan negara dan bangsa.Universal : Memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. kesejahtteraan masyarakat.Distributif : Mengelola berbagai dimensi kehidupan seperti bidang sosial. keuangan. Sementara di negara-negara ASEAN pun terja-di pula di Filipina dan Thailand di mana minoritas muslin (Mindanao dan Pattani) berjuang untuk melepaskan diri dari ketidakadilan ekonomi yang dilakukan peme-rintahan pusat di Manila atau Bangkok. Kemungkinan mereka pun akan berkiprah di tingkat nasional. pertahanan.. pernah terjadi pergolakan daerah seperti PRRI dan PERMESTA tahun 1957-1958 karena daerah melihat kekuasaan Jakarta sangat dominan. .

prinsip-prinsip pemberian otda yang dijadikan pe-doman dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah adalah : 1. . Melalui desentralisasi pemerintahan akan tercipta kesetaraan politik antara pusat dan daerah. 4. Penyelenggaraan otda dilaksanakan dengan memperhatikan aspek demokrasi.e. TUJUAN OTONOMI DAERAH Tujuan otonomi daerah dapat dilihat dari beberapa segi : 1. D. C. Dari segi ekonomi : Agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi di daerah masing-masing. 3. Akuntabilitas publik. Kesetaraan politik. untuk menarik rakyat ikutserta dalam peme-rintahan. untuk mem-bangun masyarakat yang demokratis. Ubaedillah (2010:143). keadilan. baik dalam penentuan pimpinan daerah (Pemilukada) maupun pelaksanaan program di daerah. Dari segi politik : Untuk mencegah penumpukan kekuasaan di pusat. 2. f. Otonomi daerah pada dasarnya adalah transfer prinsipprinsi demokrasi dalam pengelolaan pemerintahan maupun budaya politik. serta melatih diri dalam menggunakan hak-hak demokrasi. Dari segi pemerintahan : Untuk mencapai pemerintahan yang efisien. serta potensi dan keanekaragaman daerah. pemerrataan. Dari segi sosial-budaya : Agar perhatian lebih fokus kepada daerah. Melalui prinsip demokrasi penyelenggaraan pemerintahan di dearh akan lebih akuntabel dan profesional karena dapat melibatkan peranserta masyarakat luas. PRINSIP-PRINSIP PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH Menurut A.

kawasan in-dustri. 8. Pelaksanaan otda uang luas dan utuh diletakkan pada daerah kabupaten dan kota. tidak hanya dari pemerintah kepada daerah. 5. yaitu : . serta sumber daya manusia dengan kewajiban melaporkan pelaksanaan dan pertanggungjawabannya kepada yang menugaskan. dan semacamnya berlaku ketentuan peraturan daerah otonom. 6. Pelaksanaan asas dekonsentrasi diletakkan pada daerah provinsi dalam kedudukan-nya sebagai wilayah administratif untuk melaksanakan kewenangan pemerintahan tertentu yang dilimpahkan kepada Gubernur sebagai wakil pemerintah. PERKEMBANGAN UNDANG-UNDANG OTONOMI DAERAH Pengaturan pelaksanaan otda di Indonesia telah mengalami beberapa kali UndangUndang Otda/Desentralisasi. Pelaksanaan otda harus lebih meningkatkan peranan dan fungsi badan legislatif daerah. Pelaksanaan asas tugas pembantuan dimungkinkan. baik fungsi legislasi. 7. tetapi juga dari pemerintah dan daerah kepada desa yang disertai dengan pembiayaan. fungsi pengawasan. E. Pelaksanaan otda harus lebih meningkatkan kemandirian daerah otonom. kawasan pertambangan. Demikian pula di kawasan-kawasan khusus yang dibina oleh pemerintah atau pihak lain seperti badan otorita. dan bertanggung jawab. 4. Pelaksanaan otda didasarkan pada otonomi luas. kawasan pelabuhan. kawasan perkotaan baru. sarana dan prasarana. 3. kawasan pariwisata. dan karenanya dalam daerah kabupaten dan koyta tidak ada lagi wilayah administratif. kawasan perkebunan. kawasan kehutanan. kawasan perumahan. nyata.2. sedangka pada daerah provinsi merupakan otonomi yang terbatas. Pelaksanaan otda harus sesuai dengan konstitusi negara sehingga tetap terjamin hubungan yang serasi antara pusat dan daereah serta antar daerah. maupun fungsi anggaran atas penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Dalam UU ini jelas diatur tentang pembagian urusan pemerintahan. Pemerintah pusat memberikan hak istimewa kepada beberapa daerah di Jawa. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1948 tentang Susunan Pemerintah Daerah yang Demokratis. peradil-an (yustisi). 3. 5. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1965 tentang Pemerintah Daerah yang menganut otonomi yang seluas-luasnya. Dalam UU ini ditetapkan daerah otonom meliputi Keresidenan. pertahanan. dan agama. dan Palembang untuk menghormati daerah tersebut guna melakukan pengaturan sendiri daerahnya mengenai hak dan asal-usul daerah.1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di Dae-rah. Urusan Pusat : Keuangan (moneter dan fiskal). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1957 tentang Pemerintahan Daerah yang berlaku menyeluruh dan bersifat seragam. kabupaten/kota besar. Juga ditetapkan tingkatan daerah otonom. Kabupaten. Dalam UU ini disebutkan ada daerah tingkat I Proivinsi dan daerah tingkat II Kabupaten/Kotamadya. Minangkabau. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah. yaitu : a. yaitu daerah otonom biasa dan daerah otonom istimewa. Akan tetapi PP pelaksanaannya tidak ada sehingga tidak dilaksanakan dan usianya hanya tiga tahun. dan Kota. keamanan. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Bali. 7. 6. luar negeri. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1945 tentang Pemerintahan Daerah. Daerah : Urusan selain tersebut di atas. Dalam UU ini ada dua jenis daerah otonom. dan desa/kota kecil. . b. 4. 2. disertai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. yaitu provinsi.

Diterbitkan juga Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Delegasi. Kiranya perlu pula dijelaskan pengertian tentang desentralisasi. 2010:182). dan swadaya masyarakat. dan manajemen kepada unit otonomi pemerintah daerah. yaitu pelimpahan pengambilan keputusan dan kewenangan manajerial untuk melakukan tugas-tugas khusus kepada suatu organisasi. terdapat empat model desentralisasi. 2. yaitu : 1. MODEL DESENTRALISASI Menurut Rondinelli (dalam Srijanti. swasta. dan atau kepada instansi vertikal di wilayah tertentu. dan tugas pembantuan berdasarkan Undang-Undang No. yaitu : . E. 4. dekonsentrasi. Devolusi. yang kemudian dikukuhkan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah Menjadi Undang-Undang. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. yang secara tidak langsung berada di bawah pengawasan pemerintah pusat. yaitu pelimpahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada Gubernur sebagai wakil pemerintah. Privatisasi. keuangan. Dekonsentralisasi. maka Pemerintah mener-bitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerin-tahan Daerah. Kemudian untuk me-nyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berkembang. yaitu transfer kewenangan untuk pengambilan keputusan. 3. yaitu tindakan pemberian kewenangan dari pemerintah kepada badan-badan sukarela.

dan yang kedua berdasarkan asas dekonsentrasi. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN Berdasarkan UU No. Yang pertama berdasarkan asas desentralisasi. 2. G. b. Urusan Pemerintah Pusat : a. Desentralisasi. Dekonsentrasi. Pertahanan. Keamanan. Tugas pembantuan. terdapat pembagian urusan pemerintahan sebagai berikut. Dengan demikian Gubernur mempunyai dua kedudukan. 32 Tahun 2004. dari pemerintah provinsi kepada kabupaten/kota dan/atau desa. adalah penugasan dari pemerintah kepada daerah dan/atau desa.1. untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu. e. yaitu sebagai kepada daerah provinsi. c. f. adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada daerah untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2. Peradilan (Yustisi). Keuangan (moneter dan fiskal nasional). 1. 3. serta dari pemerin-tah kabupaten/kota kepada desa. dan sebagai wakil pemerintah di daerah. adalah pelimpahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepa-da Gubernur sebagai wakil pemerintah dan/atau kepada instansi vertikal di wilayah tertentu. d. Politik Luar Negeri. Urusan Pemerintah Provinsi : . Agama.

usaha kecil dan menengah. Penyelenggaraan pendidikan dan alokasi sumber daya manusia potensial. Penyediaan sarana dan prasarana umum. Pelayanan bidang ketenagakerjaan lintas kabupaten/kota. Pelayanan administrasi umum pemerintahan. o. d. Urusan Pemerintah Kabupaten/Kota : a. 2. b. Pelayanan pertahanan termasuk lintas kabupaten/kota. l. c.a. Perencanaan. Penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya yang belum dapat dilaksanakan oleh p. k. Perencanaan dan pengendalian pembangunan. h. Urusan w:ajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundangundangan. e. j. Pelayanan administrasi penanaman modal termasuk lintas kabupaten/kota. kabupaten/kota. dan pengawasan tata ruang. dan pengawasan tata ruang. Fasilitas pengembangan koperasi. m. Penanganan bidang kesehatan. c. Perencanaan dan pengendalian pembangunan. pemanfaatan. termasuk lintas kabupaten/kota. f. b. i. Pelayanan kependudukan dan catatan sipil. Pengendalian lingkungan hidup. pemanfaatan. g. Perencanaan. d. q. Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. . n. Penanggulangan masalah sosial lintas kabupaten/kota. Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. Penyediaan sarana dan prasarana umum.

Pelayanan bidang ketenagakerjaan. Penanganan bidang pendidikan. walaupun diakui bahwa uang memang sesuatu yang sangat penting bahkan mutlak. Penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya. Pelayanan kependudukan dan catatan sipil. di antaranya sebagai berikut : 1. Akan tetapi dalam praktek atau implementasinya banyak menimbulkan kesalahpahaman yang muncul dari berbagai kelompok masyarakat. Pelayanan administrasi penanaman modal. m. yang sangat penting atau kata kuncinya adalah “kewenangan. undangan. f. g. untuk berotonomi daerah harus mencukupi sendiri kebutuhannya terutama di bidang keuangan. Penanggulangan masalah sosial. artinya. j. l. Urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang- H. Fasilitas pengembangan koperasi. Hal ini muncul karena ada ungkapan bahwa otonomi identik dengan automoney. i. KESALAHPAHAMAN TERHADAP OTONOMI DAERAH Otda diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan kebijakan nasional yang dapat mencegah disintegrasi bangsa. Otda pun dilakukan dalam rangka memperkuat semangat kebangsaan serta persatuan dan kesatuan di antara segenap warga bangsa Indonesia. n. o. h. usaha kecil dan menengah. Pelayanan administrasi umum pemerintahan. Otda merupakan sarana yang secara politis ditempuh dalam rangka memelihara keutuhan negara bangsa. Pengendalian lingkungan hidup. Pelayanan pertahanan. Akan tetapi uang bukan satu-satunya alat dalam menggerakkan roda pemerintahan. Tentu saja hal itu keliru dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. k.” Dengan kewenangan . Otonomi dikaitkan semata-mata dengan uang.e.

uang akan dapat dicari. Dengan otda pemerintah pusat akan melepaskan tanggung jawab untuk membantu dan membina daerah. yaitu “tak ada mandat tanpa dukungan dana” (no mandate without funding). Daerah belum siap dan belum mampu. Dengan otda maka daerah dapat melakukan apa saja. dan pemerintah daerah harus mampu menggunakannya dengan bijaksana. Hal ini sesuai dengan falsafah yang umum dikenal di berbagai negara. 3. ternyata pemberian tugas kepada pemerintah daerah belum diikuti dengan pelimpahan kewenangan dalam mencari uang dan subsidi dari pusat. Hal ini keliru sebab hakikat otda adalah pemberian kewenangan kepada daerah sehingga daerah kreatif dan inovatif dalam rangka memperkuat NKRI yang berlandaskan norma kepatutan dan kewajaran dalam sebuah tata kehidupan bernegara. 2. artinya bebas. setiap pemberian kewenangan dari pemerintah pusat kepada daerah harus disertai dana yang cukup. dan yang utama serta sangat penting diperhatikan adalah kepentingan masyarakat. Dalam hal ini daerah dapat menempuh kebijakan dalam segala hal sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku di NKRI. tepat guna dan berorientasi kapa kepentingan rakyat. misalnya tatkala terjadi bencana alam yang sangat menggang-gu roda perekonomian daerah. Maksudnya. dan hal ini tidak mengurangi makna otda dalam kerangka NKRI. Hal ini keliru sebab bersamaan dengan kebijakan otda pusat tetap harus memberi dukungan dan bantuan kepada daerah. baik dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun Dana Alokasi Umum (DAU) serta bantuan dana lainnya. 4. karena dalam kenyataan sudah lama terlibat dalam penyelenggaraan administrasi pemerintahan. 22/1999 dan UU No. 32/2004 diterapkan. . baik berupa bimbingan teknis penyelenggaraan pemerintahan maupun keuangannya. Hal ini tidak tidaklah tepat sebab sebelum UU No. Dengan demikian sebenarnya tidak ada alasan belum siap dan belum mampu.

DPD. pilar-pilar penegakan demokrasi dan masyarakat madani (civil society) seperti partai politik. termasuk juga LSM dan masyarakat dapat memainkan perannya dalam “mengawasi” jalannya pemerintah daerah secara optimal. KY. KPK. dll.5. Pendapat ini memang ada benarnya jika para penyelenggara pemerintahan dae-rah. Otda akan menciptakan raja-raja kecil di daerah dan memindahkan korupsi ke dae-rah. DPR. serta lembaga-lembaga negara seperti MPR. serta lembaga-lembada ekstra struktural seperti Komisi Ombudsman. dan masyarakat menampatkan diri dalam kerangka politik masa lalu. media massa. MK. Presiden. dunia usaha. BPK. yaitu Orde Baru yang sarat KKN dan segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan lainnya. Akan tetapi untuk menghindari praktek negatif tersebut di atas. lembaga-lembaga pemerintahan (yang berada di bawah Pre-siden) termasuk aparat penegak hukum seperti Kepolisian dan Kejaksaan. . MA.

yang mengandung makna toleransi. ekonomi. PENGERTIAN Istilah masyarakat madani (civil society) awalnya dimunculkan oleh Anwar Ibrahim. ciri masyarakat madani adalah masyarakat yang meme-gang teguh ideologi yang benar. Dawam Rahardjo (dalam A. musyawarah. Menurut Azyumardi Azra (ibid). kesamaan. serta sikap saling memahami dan menghargai. . berakhlak mulia. Masyarakat madani mem-punyai ciri-ciri yang khas. yaitu prinsip moral. keadilan. masyarakat madani lebih dari sekedar gerakan pro-demokrasi. Adapun menurut Nurcholish Madjid. dan solidaritas kemanusiaan yang bersifat nonnegara. serta secara politik. 2010:177) mendefisikan masyarakat madani sebagai proses penciptaan peradaban yang mengacu kepada nilai-nilai kebijakan bersama. makna masyarakat madani berasal dari kata civility. dan demokrasi. kesediaan pribadi-pribadi untuk menerima pelbagai macam pandangan politik dan tingkah laku sosial. Dalam masyarakat madani warga negara bekerjasama membangun ikatan sosial. mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia. Dasar utamanya adalah persatuan dan integrasi sosial yang didasarkan pada suatu pedoman hidup. budaya bersifat mandiri. dan memiliki pemerintahan sipil. yaitu kemajemukan budaya (multicultural). hubungan timbal balik (reprocity). Sementara menurut Hidayat Nurwahid. Dengan demikian ma-syarakat madani merupakan “guiding idea” dalam melaksanakan ide-ide yang men-dasari kehidupan masyarakat. karena ia juga mengacu pada pembentukan masyarakat berkualitas dan ber-tamaddun (civility). menghindarkan diri dari konflik dan permusuhan yang menyebabkan perpecah-an. Ubaedillah. dan hidup dalam suatu persaudaraan. jaringan produktif. Menurut beliau masyarakat madani merupa-kan sistem sosial yang subur berdasarkan prinsip moral yang menjamin keseimbangan antara kebebasan individu dengan kestabilan masyarakat.BAB XII MASYARAKAT MADANI A.

Civil Society. c. tidak diterjemahkan (A. d. Masyarakat Madani (Anwar Ibrahim. Dalam hal ini warga negara tidak memiliki kebebasan untuk menjalankan aktivitas kesehariannya. Burgerlishe Gesellschaft (F.S. e. LATAR BELAKANG Masyarakat madani timbul karena faktor-faktor : 1. b. Dawam Rahardjo. Dalam hal ini tidak ada keseimbangan pembagian yang proporsional terhadap hak dan kewajiban setiap warga negara dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Masyarakat Warga (Soetandyo Wignjosubroto). f. 3. c. Civitas Etat. . Societas Civilis (Cicero). B. Indonesia : a. Hikam). Masyarakat diasumsikan sebagai orang yang tidak memiliki kemampuan yang baik (=bodoh) dibandingkan dengan penguasa/pemerintah. b. Comonitas Politica. maupun kritik kepada penguasa. Adanya usaha membatasi ruang gerak masyarakat dalam kehidupan politik. Masyarakat Sipil (Mansour Fakih). Civil Society (Adam Ferguson). 2. 2.Selain istilah masyarakat madani. Masyarakat Kewargaan (Frans Magnis Suseno dan M. Keada-an ini menyulitkan masyarakat dalam mengemukakan pendapat. saran. e. Nurcholish Madjid. Azyumardi Azra). untuk maksud yang sama dikenal pula dengan istilah-istilah lain yang oleh Dawam Rahardjo dirumuskan beberapa macam : 1. Adanya penguasa politik yang cenderung mendominasi (menguasai) masyarakat dalam segala bidang sehingga masyarakat harus patuh dan taat kepada penguasa. d. Comonitas Civilis. Ryaas Rasyid). Societe Civile (Tocquiville). Koinonia Politike (Aristoteles). Hegerl). Asing : a.

toleransi menyangkut persoalan ajaran dan kewajiban melaksanakan ajaran itu. D. 2. 5. Keadilan sosial adalah hi-langnya monopoli dan pemusatan salah satu aspek kehidupan yang dilakukan oleh kelompok atau golongan tertentu. Di wilayah ini semua warga negara memiliki posisi dan hak serta kewajiban yang sama untuk melakukan transaksi sosial politik tanpa rasa takut dan terancam oleh kekuatan-kekuatan di luar civil society. Menurut Nurcholis Madjid. artinya. Toleransi bukan sekedar tuntutan sosial masyarakat majemuk belaka. tetapi adalah juga suatu pilihan untuk bersama-sama membangun dan memper-juangkan perikehidupan warga masyarakat yang sejahtera. Diakui adanya pluralisme. 3. 4. pluralitas (kemajemukan) telah menjadi suatu keniscayaan yang tidak dapat dielakkan. Demokrasi bukan sekedar kebebasan dan persaingan. KARAKTERISTIK MASYARAKAT MADANI 1. Tingginya sikap toleransi.C. Keadilan sosial. Pluralisme merupakan prasyarat masyarakat madani. pengetahuan. sehingga harus dipahami tidak hanya sebatas mengakui dan menerima kenyataan sosial yang beragam. Tegaknya prinsip demokrasi. tetapi juga harus disertai sikap yang tulus menerima perbedaan sebagai suatu yang alamiah dan rahmat Tuhan yang bermnilai positif bagi kehidupan masyarakat. politik. sehingga mau tidak mau telah menjadi kaidah yang abadi. sosial-budaya. yaitu ruang publik yang bebas sebagai sarana untuk mengemukakan pendapat warga masyarakat. yaitu sikap saling menghargai atas perbedaan pendapat dan pendirian orang lain. KELEMBAGAAN PENEGAK MASYARAKAT MADANI . yaitu adanya keseimbangan dan pembagian yang proporsional atas hak dan kewajiban setiap warga negara dalam segala aspek kehidupan : ekonomi. tetapi sudah harus menjadi bagian penting dari pelaksanaan ajaran moral agama. dan kesempatan. Wilayah publik yang bebas (free public sphere).

yaitu bahwa lembaga yang dibentuk. dikelola. yaitu bebas dari pengaruh dan intervensi lembaga lain. Karakteristik lembaga masyarakat madani hendaknya : 1. 7. Independen. dan kedewasaan berpikir. yang bertujuan memberi perlindungan bagi diri. yaitu memiliki kekuatan dan kemampuan untuk melaksanakan tugas po-kok dan fungsinya tanpa keterlibatan lembaga lain di luar lembaganya. baik yang bersifat resmi dari pemerintah maupun dari individu. dan masyarakat tanpa ada instruksi. yaitu bahwa pengelolaan dan pengendalian serta pelaksanaan lembaga dise-lenggarakan dengan kejujuran. 2. kelompok. yaitu bahwa lembaga dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya taat dan setia terhadap perundang-undangan yang berlaku. Organisasi Sosial. yaitu bahwa pengelolaan dan pengendalian lembaga dilakukan secara swadaya oleh sumber daya manusia yang ada di lembaga sendiri. 5. kelompok. baik negara/ pemerintah maupun nonpemerintah. seperti : a. lembaga-lembaga dimaksud merupakan manifestasi dari permberdayaan masyarakat yang memiliki pengetahuan. 4. 6. dan masyarakat tertentu. kesadaran. 3. dan bangsa yang tidak berdaya dari penguasaan negara/pemerintah. Idealis. yaitu bahwa pengelolaan dan pengendalian dilakukan secara terbuka.Kelembagaan (institusi) masyarakat madani adalah lembaga-lembaga yang dibentuk atas dasar motivasi dan kesadaran penuh dari diri individu. dan untuk masyarakat sendiri. Artinya. dan ditujukan bagi kesejahteraan masya-rakat. Lembaga Sosial. Mandiri. dan dikendalikan dari. Transparan. Swaorganisasi. ikhlas. disiplin. oleh. . kelompok. Disiplin. Demokratis. Bentuk kelembagaan masyarakat madani ini dapat diklasifikasikan dalam tiga macam : 1. Landasan pembentukan lembaga ini adalah idealisme perubahan (restorasi) ke arah kehidupan yang bebas (independen) dan man-diri. masyarakat.

c. dll. Nahdlatul Ulama (NU). Ikatan Keluarga Palembang. Organisasi Kepemudaan. g. seperti NU. sebenarnya masyarakat sipil telah ada dan berkembang. termasuk MUI. seperti PGRI. dll. PERSADI. demikian juga organisasi-organisasi lainnya seperti Budi Utomo. Lembaga Keagamaan. Muhammadyah. b. Lembaga yang berbentuk Paguyuban : Dibentuk dan dikembangkan oleh masyarakat untuk melakukan pengelolaan dan pe-ngendalian program-program bagi peningkatan kekerabatan/kekeluargaan. Indische Partij. Organisasi/Partai politik (Parpol). Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). d. Organisasi Pelajar/Kemahasiswaan. Kelembagaan Budha. 2. c. HTI. PWI. KAMMI. Misalnya Paguyuban Pasundan. IDI. LBH. PII. seperti KNPI. Persatuan Islam. e. PMII. Rukun Wargi Cikundul. seperti KWI. Kelembagaan Hindu. dll. Keagamaan Islam. seperti Walubi. seperti MKGR. seperti OSIS. Sifat kemandirian dan kesukarelaan para . Mereka berjuang menegakkan HAM dan perlawanan terhadap kekuasaan kolonial (Belanda.b. f. HMI. diwakili oleh beragam kiprah organisasi sosial keagamaan dan pergerakan nasional dalam perjuangan merebut kemerdekaan dari kekuasaan penjajahan. Al-Irsyad. Perhimpunan Indonesa (di Belanda). seperti Parisadha Hindu Dharma. Kosgoro. Organisasi Profesi. dll. d. Keagamaan Kristen. Jepang). seperti PGI. Kelembagaan Katholik. Persis. Organisasi kemasyarakatan. seperti : a. Lihat misalnya organisasi keagamaan seperti Syarikat Islam (SI). Jauh sebelum merdeka dan menjadi sebuah negara. BEM. E. MEMBANGUN MASYARAKAT MADANI INDONESIA Indonesia sebagai masyarakat madani adalah sebuah kenyataan. e. biasa-nya berdasarkan kedaerahan atau kesukuan. ISEI. dll. Muhammadyah. 3. dll. Ru-kum Wargi Cianjur.

lebih-lebih dengan kondisi Indonesia yang dilanda euforia demokrasi. Adanya partisipasi aktif dalam menciptakan tata pamong yang baik. 6. Terjadinya pergeseran budaya dari masyarakat yang berbudaya paternalistik ke bu-daya modern dan independen. yaitu : 1. toleransi. dan dapat mendukung kegiatan pemerintahan dan pembangunan. Adanya keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME yang melandasi moral kehi-dupan. kepedulian. kesantunan. kebiasaan. cita-cita dan hasrat bersama sebagai warga bangsa dan negara tidak mungkin lepas dari ling-kungan sejarahnya. menurut Srijanti (2009:207) terdapat enam faktor yang perlu mendapat perhatian. membutuhkan masyarakat yang mempunyai kemauan dan kemampuan hidup bersama dalam sikap saling meng-hargai. 2. Sekarang ini tatkala hidup di zaman modern di mana interaksi tidak saja berlangsung secara domestik dan regional. 3. pandangan hidup. . 5.pengurus dan anggotanya merupakan karakter khas dari sejarah masyarakat madani Indonesia. Perlu perbaikan di bidang ekonomi dalam rangka meningkatkan pendapatan masya-rakat. 4. kesetiakawanan sosial. semangat otonomi daerah. adat-istiadat. tetapi juga secara global (era global-isasi). Kebudayaan. Untuk membangun masyarakat madani di Indonesia. Tumbuhnya intelektualitas dalam rangka membangun sumber daya manusia yang memiliki komitmen dan independen. maka masyarakat madani perlu mendapat perhatian khusus. dan derasnya arus globalisasi. Indonesia membutuhkan tumbuh dan berkembangnya masya-rakat madani. Berkembangnya pluralisme dalam kehidupan yang beragam. perasaan senasib dan sepenanggungan. Pada masa reformasi ini. Pengembangan masyarakat madani Indonesia tidak dapat dipisahkan dari lingkungan dan pengalaman sejarah bangsa Indonesia seperti tersebut di atas.

. Hal ini mengingat demokrasi membutuhkan topangan kultural selain dukungan struk-tural. Integrasi nasional dan politik. 3.Sementara itu menurut A. Untuk membangun demokrasi harus lebih diu-tamakan pembangunan lembaga-lembaga politik yang demokratis. Reformasi sistem politik demokrasi. terdapat tiga strategi yang ditawar-kan untuk mewujudkan masyarakat madani di Indonesia. 2. khususnya di kalangan kelas menegah. Ubaedillah (2010:188). Pandangan ini menyatakan bahwa sistem demokrasi tidak mungkin berlangsung dalam kenyataan hidup sehari-hari dalam masyarakat yang belum memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara yang kuat. yaitu : 1. Paradigma membangun masyarakat madani dengan menekankan proses pendidikan dan penyadaran politik warga negara.

yang dikaitkan dengan tuntutan akan pengelolaan pemerintahan yang pro-fesional. mencakup proses pembuatan keputusan untuk perumusan kebijakan politik negara. kondusif. termasuk mengajak kelompok masyara-kat untuk berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi. meliputi proses pembuatan keputusan yang memfasilitasi kegiatan ekonomi di dalam negeri dan transaksi di antara penyelenggara ekonomi. sedangkan society berperan posi-tif dalam interaksi sosial. Administrative Governance. yaitu state (negara atau pemerintah).BAB XIII TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK DAN BERSIH (GOOD AND CLEAN GOVERNANCE) A. Economic Governance. . yaitu : 1. Political Governance. State berfungsi menciptakan lingkungan politik dan hukum yang mempunyai implikasi terhadap kesetaraan. PENGERTIAN Menurut United Nations Development Program (UNDP) salah satu badan PBB. gover-nance (kepemerintahan) mempunyai tiga model. ekonomi. kolusi. privat sector menciptakan pekerjaan dan pendapatan. dan politik. 2. dan kualitas hidup. dan society (masyarakat) yang saling berinteraksi. 3. sosial dan politik. dan bebas dari korupsi. Hubungan antar sektor dimaksud dapat digambarkan di bawah ini. Institusi dari governance meliputi tiga domein. serta kemiskinan. dan nepotisme. private sector (swasta atau dunia usaha). akuntabel. berupa sistem implementasi kebijakan. NEGARA SWASTA MASYARAKAT Adapun Istilah good and clean governance merupakan wacana yang mengiringi gerak-an reformasi.

dan masyarakat madani di Indonesia. Suatu gagasan dan nilai untuk mengatur pola hubungan antara pemerintah. b.Pemerintahan yang bersih dari KKN merupakan bagian penting dari pembangunan demokrasi. Pengertian kepemerintahan yang baik (good governance). transparan. efisien. dan mem-peroleh dukungan dari rakyat. demokratis. bersih. Penyelenggaraan pemerintahan yang bersih. sehingga menyatu dalam istilah good and clean governance. dan intervensi pemerintah atas kepentingankepentingan tersebut. jujur. Dadang Solihin : Kepemerintahan yang baik adalah konsepsi tentang : a. dan berwibawa. 3. yang merupakan model kepe-merintahan yang efektif. tidak saling berbenturan. dan masyarakat. maka kepemerintahan yang baik. Pinto (1994) : . HAM. Pendapat para ahli : 1. Kooiman (1994) : Kepemerintahan yang baik merupakan serangkaian proses interaksi sosial politik antara pemerintah dengan masyarakat dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Dalam hal ini semua unsur dalam pemerintahan dapat bergerak secara sinergis. dan efektif. dan bertanggung jawab. du-nia usaha/sawasta. 2. Dalam prakteknya mesti disertai bersih dan berwibawa. politik. Sejalan dengan prinsip di atas. adalah sikap di mana kekua-saan dilakukan oleh masyarakat yang diatur dalam berbagai tingkatan pemerintahan negara yang berkaitan dengan sumber-sumber sosial-budaya. berarti baik dan bersih dalam proses maupun hasil-hasilnya. dan ekonomi.

yaitu : .B. politik. 5. 4. PRINSIP-PRINSIP “GOOD AND CLEAN GOVERNANCE” Untuk merealisasikan pemerintahan yang profesional dan akuntabel.Kepemerintahan yang baik adalah praktek penyelenggaraan kekuasaan dan kewe-nangan oleh pemerintah dalam mengelola urusan pemerintahan secara umum dan pembangunan ekonomi pada khususnya. and administrative authority to a countriy’s affairs at all levels and means by which states promote social cohesion. B. and ensure the well being of their population. Kristiadi : Good governance dapat dicapai melalui pengaturan yang tepat antara fungsi pasar dengan fungsi organisasi.” (Kepemerintahan adalah pelaksanaan kewenangan/kekuasaan dalam bi-dang ekonomi. tegaknya hukum untuk semua secara sama. J. UNDP : Dalam dokumen kebijakannya yang berjudul “Governance for Sustainable Human Development” (1977) mendefinisikan kepemerintahan sebagai : “Governance is the exercise of economic. Bintoro Tjokroamidjojo : Good governance lebih dapat berjalan dalam suatu sistem politik yang demokratis. termasuk organisasi publik sehingga dicapai transaksi-transaksi dengan biaya yang paling rendah. integration. Lembaga Administrasi Negara RI (LANRI) merumuskan sembilan aspek fundamental (asas/prinsip) yang harus diperhatikan. dan dalam ekonomi di mana berjalan mekanisme pasar secara sehat. political. dengan mengacu pada UNDP. dan administratif untuk mengelola berbagai urusan negara pada setiap tingkatannya dan merupakan instrumen kebijakan negara untuk mendorong ter-ciptanya kondisi kesejahteraan integritas dan kohesitas sosial dalam masyarakat). 6. yang dalam masyarakat yang berkesadaran hukum.

yakni kebebasan berkumpul dan mengeluarkan pendapat secara konstruktif. Dalam hal ini perlu komitmen pemerintah yang mengandung unsur-unsur : a. c. Kepastian hukum (legal certainty). e. Dalam hal ini pemerintah harus memahami kebutuhan masyarakat dan proaktif. Dalam hal ini perlu perlu deregulasi birokrasi. Bentuk partisipasi dimaksud dibangun atas dasar prinsip demokrasi. g. Keamanan dan ketertiban.1. b. karena tanpa ditopang oleh aturan hukum dan penegakannya secara konsekuen. atau kedudukan. d. Untuk itu setiap unsur pemerintah harus memi-liki dua etika. yaitu tanggap terhadap persoalan-persoalan masyarakat. Independensi peradilan. Transparansi (transparency). jabatan. Dalam hal mengelola negara terdapat delapan unsur yang harus dilakukan secara transparan. 3. 4. . d. Penetapan kebijakan yang terkait dengan pencerahan kehidupan. Kesehatan. bukan menunggu mereka menyampaikan keinginan. b. yaitu bahwa pengelolaan pemerintahan yang profe-sional harus didukung oleh penegakan hukum yang berwibawa. Penetapan posisi. baik langsung maupun melalui lembaga perwakilan yang sah dan mewakili kepentingan mereka. maka partisipasi masyarakat dapat berubah menjadi tindakan yang anarkis. Penegakan hukum (rule of law). Partisipasi (partisipation). yaitu keikutsertaan warga masyarakat dalam pengambil-an keputusan. Konsisten dan nondiskriminatif. yaitu : a. Moralitas para pejabat dan aparatur pelayanan publik. Responsif. h. Pemberian penghargaan. 2. f. Supremasi hukum (supremacy of law). Kebijakan strategis untuk pencerahan kehidupan masyarakat. yakni etika individual dan etika sosial. c. Hukum yang responsif. e. yang disusun berdasarkan aspirasi masyarakat luas dan mengakomodasi berbagai kebutuhan secara adil. sehingga proses sebuah usaha efektif dan efisien. Kekayaan pejabat publik.

5. Konsensus, yaitu bahwa keputusan apa pun harus dilakukan melalui kesepakatan dalam suatu permusyawaratan. Melalui cara ini akan memuaskan semua pihak sehingga semuanya merasa terikat untuk konsekuen melaksanakannya. 6. Kesetaraan (equity), yaitu kesamaan dalam perlakuan dan pelayanan publik. Hal ini mengharuskan setiap pelaksana pemerintah bersikap dan berperilaku adil dalam hal pelayanan publik tanpa mengenal perbedaan keyakinan (agama), suku, jenis kela-min, dan kelas sosial. 7. Efektivitas dan efisiensi (berdayaguna dan berhasilguna). Kriteria efektive

diukur diukur dengan parameter produk yang dapat menjangkau sebesarbesarnya kepen-tingan masyarakat dari berbagai kelompok lapisan sosial, sedangkan efisien diukur dengan rasionalitas biaya untuk memenuhi kebutuhan semua masyarakat. 8. Akuntabilitas, yaitu pertanggunggugatan pejabat publik terhadap masyarakat yang memberinya kewenangan untuk mengurus kepentingan mereka. Dalam hal ini setiap pejabat publik dituntut mempertanggungjawabkan semua kebijakan, keputus-an, perbuatan, moral, maupun netralitas sikapnya terhadap masyarakat. Pengertian akuntabilitas meliputi : a. Keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan-keputusan strategis; b. Mekanisme evaluasi atas insentif yang diberikan kepada para pejabat publik; c. Mekanisme pertanggungjawaban kepada publik atas kinerja pemerintahan. 9. Visi strategis (strategic vision), yaitu pandangan-pandangan strategis untuk meng-hadapi masa yang akan datang (forecasting). Artinya,

kebijakan/keputusan apa pun yang akan diambil saat ini harus memperhitungkan akibatnya di masa depan (paling tidak 10- 20 tahun ke depan).

C. MANFAAT “GOOD GOVERNANCE” 1. Berkurangnya secara nyata praktek KKN di birokrasi yang antara lain ditunjukkan dengan hal-hal sebagai berikut : a. Tidak adanya manipulasi pajak; b. Tidak adanya pungutan liar; c. Tidak adanya manipulasi tanah;

d. Tidak adanya manipulasi kredit; e. Tidak adanya penggelapan uang negara; f. Tidak adanya pemalsuan dokumen; g. Tidak adanya pembayaran fiktif; h. Tidak adanya penggelembungan nilai kontrak (mark-up); i. Tidak adanya uang komisi; j. Tidak adanya penundaan pembayaran kepada rekanan; k. Tidak adanya kelebihan pembayaran; l. Tidak adanya ketekoran biaya; m. Proses pelelangan (tender) berjalan dengan baik. 2. Terciptanya sistem kelembagaan dan ketatalaksanaan pemerintahan yang bersih, efektif, efisien, transparan, profesional dan akuntabel : a. Sistem kelembagaan lebih efektif, ramping, fleksibel; b. Kualitas tata laksana dan hubungan kerja antar lembaga di pusat, dan antara pe-merintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota lebih baik; c. Sistem administrasi pendukung dan kearsipan lebih efektif dan efisien; d. Dokumen/arsip negara dapat diselamatkan, dilestarikan, dan terpelihara dengan baik; 3. Terhapusnya peraturan perundang-undangan dan tindakan yang bersifat diskriminatif terhadap warga negara, kelompok, atau golongan masyarakat : a. Kualitas pelayanan kepada masyarakat dan dunia usaha (swasta) meningkat; b. SDM, prasarana, dan fasilitas pelayanan menjadi lebih baik; c. Berkurangnya hambatan terhadap penyelenggaraan pelayanan publik; d. Prosedur dan mekanisme serta biaya yang diperlukan dalam pelayanan publik lebih baku dan jelas; e. Penerapan sistem merit dalam pelayanan; f. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pelayanan publik; g. Penanganan pengaduan masyarakat lebih intensif. 4. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan pelayanan publik : Berjalannya mekanisme dialog dan musyawarah terbuka dengan

masyara-kat dalam perumusan program dan kebijakan layanan publik.

5.

Terjaminnya konsistensi dan kepastian hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan baik di pusat maupun di daerah : a. Hukum menjadi landasan bertindak bagi aparatur pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan pelayanan publik yang baik; b. Kalangan dunia usaha/swasta merasa lebih aman dan terjamin ketika menanam-kan modal dan menjalankan usahanya karena ada aturan main (rule of the game) yang tegas, jelas, dan mudah dipahami oleh masyarakat; c. Tidak akan ada kebingungan di kalangan pemerintah daerah dalam melaksana-kan tugasnya serta berkurangnya konflik antarpemerintah daerah serta antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

D. PENERAPAN ASAS-ASAS KEPEMERINTAHAN YANG BAIK Dalam praktek penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia pasca gerakan reformasi nasional, tercermin dalam Undang-Undang No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara-an Negara yang Bersih dan Bebas KKN, dan Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 ten-tang Pemerintah Daerah yang memuat asas-asas umum pemerintahan yang mencakup : 1. Asas Kepastian Hukum, yang mengutamakan landasan peraturan perundangan, kepatutan, dan keadilan dalam setiap kebijakan penyelenggaraan negara. 2. Asas Tertib Penyelenggaraan Negara, yang mengutamakan landasan

keteraturan, keserasian, dan keseimbangan dalam pengendalian penyelenggaraan negara. 3. Asas Kepentingan Umum, yang mendahulukan kesejahteraan umum dengan cara aspiratif, akomodatif, dan selektif. 4. Asas Keterbukaan, dengan membuka diri terhadap hak-hak masyarakat untuk mem-peroleh informasi yang benar, bersikap jujur, dan tidak diskriminatif tentang penye-lenggaraan negara dengan tetap memperhatikan perlindungan atas hak asasi pribadi, golongan, dan rahasia negara. 5. Asas Proporsionalitas, yang mengutamakan keseimbangan antara hak dengan ke-wajiban penyelenggara negara.

baik untuk kepentingan pemilik. HUBUNGAN ANTARA GOVERNANCE DESENTRALISASI DENGAN GOOD 1. stake holders. GOOD CORPORATE GOVERNANCE Dalam bidang ekonomi. E. Pemerintah daerah cenderung lebih berhati-hati dan akuntabel ketika mengelola dana yang dihasilkan secara lokal. sehingga tidak memiliki keunggulan atau daya saing yang kuat di pasar internasional. Masyarakat lebih mudah mengakses informasi dan keputusan publik di tingkat lokal. 4. yang mengutamakan keahlian yang berlandaskan kode etik dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. sudah bukan rahasia umum . 3. masyarakat. Para pelaku ekonomi swasta pada umumnya menunjukkan kesalahan manajemen. karyawan. F. Asas Akuntabilitas. 2.6. Desentralisasi memungkinkan pemerintah daerah menghasilkan kebijakan yang memiliki local preference lebih tinggi. Pemberdayaan pemerintah daerah akan memacu partisipasi publik yang lebih besar dalam pengambilan keputusan. tinimbang dana yang didistribusikan dari pusat. Asas Profesionalitas. maupun pihak terkait lainnya. Demikian juga para pelaku ekonomi milik negara. di mana setiap kegiatan dan hasil kegiatan penyelenggaraan negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. bahkan kondisi internal perusahaan masuk dalam kondisi tidak sehat. 7. akibat krisis moneter yang berkepanjangan sejak tahun 1997 terutama di sektor pelaku ekonomi baik milik negara maupun swasta. menunjukkan kinerja yang rendah sehingga tidak mampu memberi kontribusi secara optimal.

Adapun korporasi pemerin-tahan (corporate governance) adalah seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara pemegang saham.bahwa sebagian besar kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) jauh dari apa yang diharapkan masyarakat. adalah suatu sistem yang berfungsi untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi (per-usahaan). yaitu hak pemegang saham. pihak kreditur. korporasi (corporate) adalah mekanisme yang dibangun agar berbagai pihak dapat memberikan kontribusi berupa modal. Dalam kaitan tumbuhnya kesadaran akan pentingnya CG. keahlian. pemerintah. Berdasarkan kondisi tersebut di atas. dapat . maka salah satu upaya dalam mencari solusinya adalah memberdayakan korporasi. pengurus/pengelola perusahaan. serta para pemegang kepentingan (stakeholders) internal dan eksternal lain-nya yang berkaitan dengan hak-hak dan kewajiban mereka atau dengan kata lain suatu sistem yang mengendalikan perusahaan. maka OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) telah mengembangkan prinsip GCG. yaitu melalui penerapan Good Corporate Governance (GCG) secara nyata bukan hanya sekedar retorika. Transparansi (Disclosure & Transparency). dengan keterbukaan informasi yang penting serta melarang pembagian untuk pihak sendiri dan per-dagangan saham oleh orang dalam. karyawan. 2. Menurut Tjager yang dikutip Sedarmayanti (2007:52). yaitu perlakuan yang sama terhadap pemegang saham terutama pemegang saham minoritas dan pemegang saham asing. Kewajaran (Fairness). yaitu : 1. kontribusinya terhadap negara untuk kepentingan rakyat masih belum me-madai padahal aset di atas Rp 900 trilyun (pada waktu itu) yang tersebar di berbagai sektor usaha potensinya cukup besar. yang harus diberi informasi benar dan tepat waktu mengenai perusahaan. dan tenaga. GCG tidak terlepas atau tidak dapat dipisahkan dengan konsep dan sistem korporasi sendiri. Sementara menurut Cadbury Committee tahun 1992 yang pertama kali memperkenalkan istilah good corporate governance. dalam arti. demi manfaat bersama. baik terhadap perusahaan milik negara maupun swasta.

yaitu peran pemegang saham harus diakui sebagaimana ditetapkan oleh hukum dan kerjasama yang aktif antara perusahaan serta pemegang kepentingan dalam menciptakan kekayaan. Pemegang saham dan pihak berkepentingan lainnya. Responsibilitas (Responsibility). dan auditor. merupakan bentuk pertanggungjawaban mana-jemen kepada perusahaan dan pemegang saham. pemegang sa-ham. 3. yaitu tanggung jawab manajemen melalui penga-wasan efektif berdasarkan keseimbangan kekuasaan antara manajer.berperanserta dalam pengambilan keputusan mengenai perubahan mendasar atas perusahaan dan memperoleh bagian keuntungan perusahaan. . Peran karyawan dan pihak yang berkepentingan lainnya. 2. 4. 5. lapangan kerja. dan perusaha-an yang sehat dari aspek keuangan. Hak pemegang saham dan perlindungannya. 4. Akuntabilitas (Acccountability). 3. Pengungkapan yang akurat dan tepat waktu serta transparan sehubungan dengan struktur dan operasi korporasi. Tanggung jawab ke dewan (dewan komisaris maupun direksi) terhadap perusahaan. yaitu : 1. dewan komisaris. Prinsip GCG ini mencakup lima bidang utama.

Dasar-dasar Ilmu Politik. Kaelan.T. 1997. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.S. dan Nelson. Mustafa.DAFTAR KEPUSTAKAAN A. 2005. Hikam. Huntington. Joan. Azyumardi. Pradnya Paramita. Basrie. 2007. Lemhanas & Ditjen Dikti Depdikbud. 1999. ------------. Menuju Masyarakat Madani. Bandung : Remaja Rosdakarya. Kevin. Demokrasi dan Civil Society. 1991. Edisi Pertama. Politik Indonesia : Transisi Menuju Demokrasi.T. Lemhanas. Budiardjo. Yogyakarta : Citra Karsa Mandiri. Wawasan Nusantara. C. Partisipasi Politik di Negara Berkembang. ----------------------. Cetakan Pertama. dan Christine S. 1994. Cetakan ke-1. Jakarta : Balai Pustaka. Gaffar. Chaidir (ed. David. 1995. Jakarta : Balai Pustaka. Afan. Jakarta : Ditjen Renumgar Dephankam. Samuel P. Kansil. BUKU : Azra. Gramedia. Jakarta : Rineka Cipta. 2002. Ketahanan Nasional. Muhammad A. Jakarta : PT. 1994. Cetakan ke-2. 1995. Kemal Pasha. Cetakan Pertama. Gramedia. Pendidikan Kewarganegaraan. Yogyakarta : Kanisius. Kewiraan untuk Mahasiswa. Achmad. Jakarta : Balai Pustaka. Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi. Yogyakarta : Paradigma.). Edisi Revisi. dan Boyle. Demokrasi di Indonesia : Demokrasi Parlementer dan Demokrasi Pancasila. 1999. (Terjemahan Sahat Simamora). Cetakan Kedua. 2000. Cetakan Pertama. Jakarta : LP3ES. Miriam. Jakarta : PT. Demokrasi dalam 80 Tanya Jawab. Jakarta : PT. 1999. Gramedia. H. Pemantapan Pembangunan melalui Pendekatan Ketahanan Nasional. Beetham. Jakarta : PT. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi. Pembangunan Nasional. 1999. ------------. . dan Zubaidi. 1995.S.

Eko Jaya. Demokrasi dan Demokratisasi. Kelas Menengah. 1993.. 2000. Demokrasi dan Demokratisasi. 2003.. 2001. Hukum Dasar Geopolitik dan Geostrategi dalam Kerangka Keutuhan NKRI. (Makalah dalam Lokakarya Islam dan Pemberdayaan Civil Society di Indonesia. Marwati Djoened dan Notosusanto. 2005. dengan Perubahanperubahannya 1999-2002. H. Bandung : CV. Bagian Ketiga. Suradinata. Jakarta : Suara Bebas. Marsono. Maswadi. 2005. Rahardjo. Jakarta : FISIP-UI. George. Lemhanas. Demokrasi versus Kediktatoran. M. kerjasama IRIS Bandung-PPIM Jakarrta-The Asia Foundation). dan Alex Dinuth (Penyunting). et. Soerensen. dan Purwanto S. dan Perubahan Sosial. Cetakan Pertama. Jakarta : PT.Madjid. Good Governance (Kepemerintahan yang Baik) dalam Rangka Otonomo Daerah. Jakarta : Ditjen Dikti Depdiknas. Sumarsono. Jakarta : LP3ES. Gramedia Pustaka Utama. Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Sebagai Dasar Nilai dan Pedoman Berkarya bagi Lulusan. Jakarta : Balai Pustaka. Geopolitik dan Konsepsi Ketahanan Nasional. Jakarta : CV. -----------------------. Mandar Maju. 1997. A. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. 2003. Bagian Pertama. Bandung : CV. Hamdan. Sukarna. Pendidikan Kewarganagaraan untuk Mahasiswa. Cetakan kedelapan. 2009. 2002. . 1981. Ermaya. Mansoer. Masyarakat Madani : Agama. Dawam. Good Governance (Kepemerintahan yang Baik) dan Good Corporate Governance (Tata Kelola Perusahaan yang Baik).K. Rahman H.N. Nugroho.al. Sedarmayanti. Bandung : Alumni. 2005. Tanpa Nama Penerbit.A. Srijanti. Poesponegoro. Cetakan Keempat. Pendidikan Kewarganegaraan. Sejarah Nasional Indonesia Jilid V. Nurcholish. Asas-asa Pluralisme dan Toleransi dalam Masyarakat Madani. Jakarta : Paradigma Cipta Tatrigama. Cetakan ke-1.I. Mandar Maju. S. Pendidikan Kewarganegaraan. Sobana. ----------------. 1999. (Terjemahan I Made Krisna). Susunan dalam Satu Naskah UUD 1945. Rauf. 2007. Cetakan Kedua. 2005. Yogyakarta : Graha Ilmu.

2007. Memahami Ilmu Politik. Zamroni. 2010. Jakarta : PT.Surbakti. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Pendidikan untuk Demokrasi. Yogyakarta : UII Press. Ramlan. B. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Bintoro. PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN : Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1976 tentang Perubahan Pasal 18 UndangUndang Nomor 62 Tahun 1958 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Tjokroamidjoyo. Suseno. 2000. Jakarta : Prenada Media. 2001. 1997. Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan : Panduan Kuliah di Perguruan Tinggi. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1996 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Bumi Aksara. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Yogyakarta : Bigraf Publishing. Cetakan Pertama. Cetakan ke-2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. A. . Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1996 tentang Perairan Indonesia. Grasindo. dan Rozak. Abdul (Tim ICCE-UIN Jakarta). Good Governance : Paradigma Baru Manajemen Pembangunan. 2006. Impeachment dalam Ketatanegaraan Indonesia. Kunthi Dyah. Jakarta : UI Press. 1999. Frans Magnis. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia. Gramedia Pustaka Utama. Dwi. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Wardani. Ubaidillah. Pendidikan Kewargaan (Civic Education). Winarno. Jakarta : PT. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. PT. Mencari Sosok Demokrasi : Sebuah Telaah Filosofis.

Dewan Perwakilan Daerah. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 Umum. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2004-2009. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2009-2014. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Dewan Perwakilan Rakyat. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat.Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. ---djuns--- . tentang Penyelenggaraan Pemilihan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->