PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

(KEWIRAAN NASIONAL)
EDISI REVISI

BUTIR-BUTIR BAHAN DISKUSI
Untuk Mahasiswa Strata Satu di Lingkungan Universitas Suryakancana Cianjur

Disusun Oleh : Drs. DJUNAEDI SAJIDIMAN, MM, M.Pd.

UNIVERSITAS SURYAKANCANA CIANJUR
-2011201111
KATA PENGANTAR

Sesuai dengan tugas untuk memberikan mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (dh. Kewiraan Nasional) pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Pertanian Universitas Suryakancana Cianjur, penulis mencoba membuat ikhtisar berupa butir-butir bahan diskusi untuk memudahkan para mahasiswa strata satu berdiskusi pada waktu perkuliahan. Bahannya diambil dari berbagai buku sumber dan bahan pendukung lainnya, mengacu pada Keputusan Dirjen Dikti Depdiknas No. 38/DIKTI/Kep/2002 tentang Rambu-rambu Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi yang termasuk di dalamnya Pendidikan Kewarganegaraan. Diktat ini adalah hasil revisi dari yang penulis susun tahun 2007, isinya dikoreksi dan ditambah dengan perkembangan baru pasca Pemilu dan Pilpres tahun 2009, serta disesuaikan pula dengan buku-buku tentang pendidikan kewarganegaraan yang terbit mutakhir. Untuk pengayaan dan pendalaman materi, para mahasiswa dianjurkan untuk mempelajari lebih lanjut buku-buku yang penulis pergunakan, yang dicantumkan juga dalam daftar kepustakaan. Semoga kiranya bermanfaat.

Cianjur, Januari 2011. Penulis

i

DAFTAR ISI
Halaman KATA PENGANTAR ......................................................................................... DAFTAR ISI ....................................................................................................... BAB BAB I. PENDAHULUAN .............................................................................. II. KEWARGANEGARAAN .................................................................. i ii 1 5 20 25 44 49 61 86 97 106 113 125 132 142

BAB III. IDENTITAS NASIONAL INDONESIA .......................................... BAB IV. HAK ASASI MANUSIA ………………………………………….. BAB V. HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA ............................... BAB VI. BELA NEGARA …………………………………………………... BAB VII. DEMOKRASI ……………………………………………………... BAB VIII. WAWASAN NUSANTARA ……………………………………..... BAB BAB IX. KETAHANAN NASIONAL ………………………………………. X. POLITIK STRATEGI NASIONAL ……………………………….

BAB XI. OTONOMI DAERAH DALAM KERANGKA NKRI ....................... BAB XII. MASYARAKAT MADANI ................................................................ BAB XIII. TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK DAN BERSIH.. DAFTAR KEPUSTAKAAN ................................................................................

-djuns-

ii

. f. dan g. pemahaman dan penghayatan. pendalaman intensitas. Adapun Kelompok MPK Kurikulum Instansional : a. meliputi : 1. yaitu Pendidikan Kewiraan. Pendidikan Pancasila. Kelompok MBB (Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat). Bertujuan pengayaan wawasan. Kurikulum inti adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang harus dicakup dalam suatu program studi yang dirumuskan dalam kurikulum yang berlaku secara nasional. Olahraga. Sedangkan kurikulum instansional adalah sejumlah bahan kajian dan pelajaran yang merupakan bagian dari kurikulum pendidikan tinggi. Ilmu Alamiah Dasar. b. dan c. dll. Pendidikan Kewarganegaraan.BAB I PENDAHULUAN Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di Perguruan Tinggi atau yang di lingkungan Universitas Suryakancana (UNSUR) Cianjur masih memakai istilah lama. Kelompok MKB (Matakuliah Keahlian Berkarya). Ilmu Budaya Dasar. Wajib diberikan dalam kurikulum setiap program studi/kelompok program studi. d. Kelompok MPB (Matakuliah Perilaku Berkarya). Ilmu Filsafat. dan 5. terdiri atas tambahan dari kelompok ilmu dalam kurikulum inti yang disusun dengan memperhatikan kebutuhan lingkungan serta ciri khas perguruan tinggi yang bersangkutan. Adapun kurikulum untuk Perguruan Tinggi (PT) terdiri dari : Kurikulum Inti dan Kurikulum Instansional. 3. Bahasa Indonesia. berkepribadian mantap dan mandiri. c. 4. Kelompok bahan kajian dan mata pelajaran untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YME dan berbudi pekerti luhur. Kelompok MPK (Matakuliah Pengembangan Kepribadian). Khusus kelompok MPK dapat dijelaskan : 1. yang terdiri atas : Kelompok MPK Kurikulum Inti : a. 3. 2. Pendidikan Agama. e. b. Ilmu Sosial Dasar. serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Bahasa Inggris. 2. Kelompok MKK (Matakuliah Keilmuan dan Keterampilan). berpedoman pada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 38/DIKTI/Kep/2002 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MKPK) di Perguruan Tinggi.

bersikap rasional dan dinamis. b. 3. tujuan. Kompetensi : Menguasai kemampuan berpikir. dan kompetensi MPK. serta menjadi warga negara yang berkesadaran kebangsaan yang tinggi dan bertanggung kawab kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. TUJUAN. Mengantarkan mahasiswa mampu mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan.A. DAN KOMPETENSI Visi. 2. yaitu : a. 4. VISI. teknologi. misi. misi. dan kompetensi Pendidikan Kewarganegaraan mengacu pada visi. tujuan. Mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengenali masalah hidup dan kesejahteraan. Mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengambil sikap yang bertanggung jawab sesuai dengan hati nuraninya. menjadi anggota keluarga yang bahagia. c. Misi : Membantu mahasiswa agar mampu mewujudkan nilai dasar agama dan kebudayaan serta kesadaran berbangsa dan bernegara dalam menerapkan ilmu pengetahuan. yaitu : 1. teknologi dan seni yang dikuasainya dengan rasa tanggung jawab kemanusiaan. . MISI. dan seni. serta berpandangan luas sebagai manusia intelektual. Tujuan : Mempersiapkan mahasiswa agar dalam memasuki kehidupan bermasyarakat dapat mengembangkan kehidupan pribadi yang memuaskan. serta cara-cara pemecahannya. Visi : Menjadi sumber nilai dan pedoman bagi penyelenggaraan program studi dalam mengantarkan mahasiswa mengembangkan kepribadiannya.

deduktif. Pendahuluan. DASAR SUBSTANSI KAJIAN (POKOK BAHASAN) 1. anggota keluarga. 6. Bentuk Aktivitas Proses Pembelajaran : Kuliah tatap muka. 9. analitis. Bela Negara. penugasan mandiri. dan sebagai umat. 3. dan reflektif melalui dialog yang bersifat partisipatoris untuk meyakini kebenaran substansi dasar kajian. dan warga negara. C. studi kasus. 7. Pendekatan : Menempatkan mahasiswa sebagai subyek pendidikan. 4. METODOLOGI PEMBELAJARAN 1. 4. seminar kecil. . Wawasan Nusantara. Motivasi : Menumbuhkan kesadaran bahwa proses belajar mengembangkan kepribadian merupakan kebutuhan hidup. Demokrasi. diskusi interaktif. 5. 2. 3. induktif. Hak Asasi Manusia. Ketahanan Nasional. 8. Mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa untuk menggalang persatuan Indonesia. dan evaluasi proses belajar.d. masyarakat. Kewarganegaraan. Metode Proses Pembelajaran : Pembahasan secara kritis. ceramah. Hak dan Kewajiban Warga Negara. 2. B. Identitas Nasional Indonesia. mitra dalam proses pembelajaran.

Otonomi Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. b. Masyarakat Madani. menjadi warga negara yang kosmopolit. Berpartisipasi dalam hal : a. maka rumusan kompetensi ril yang hendak dituju oleh Pendidikan Kewarganegaraan menurut Hamdan Mansoer (2005) adalah agar manusia Indonesia : 1. 2. Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Bersih. 5. . serta berpikir kritis terhadap permasalahannya. 13. Memiliki pengertian internasional tentang civil society (masyarakat madani). Menyelesaikan konflik dalam masyarakat dilandasi sistem nilai Pancasila yang universal. Upaya menghentikan budaya kekerasan dengan damai dan menghormati supremasi hukum. Menjadi warga negara yang memiliki wawasan berbangsa dan bernegara. 11. D. Berkontribusi terhadap berbagai persoalan dalam kebijakan publik. 3. Menjadi warga negara yang komit terhadap nilai-nilai hak asasi manusia dan demokrasi.10. Politik Strategi Nasional. KOMPETENSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Berdasarkan substansi kajian tersebut di atas. 4. 12.

= organisasi bangsa. atau warga dari suatu organisasi bangsa. yaitu : a. Petunjuk dari sebuah kota. Ikatan-ikatan ini lahir dari penghayatan warga negara bersangkutan. surat pernyataan bukti kewarganegaraa. b. 5. ditandai dengan adanya ikatan hukum antara warga negara dengan negara yang menimbulkan akibat hukum tertentu. Adapun istilah kewarganegaraan dibedakan menjadi dua. sesama penduduk. Kewarganagaraan dalam Arti Formal dan Material : (1) Dalam arti formal. Kewarganegaraan dalam Arti Yuridis dan Sosiologis : (1) Dalam arti yuridis. berarti keanggotaan yang menunjukkan hubungan atau ikatan antara negara dengan warga negara. akte perkawinan.BAB II KEWARGANEGARAAN A. Warga negara. peserta. 4. ikatan nasib. dan ikatan tanah air. 2. menunjuk pada tempat kewarganegaraan. (2) Dalam arti material. Pengertian Warga Negara dan Kewarganegaraan : Warga Negara = Warga + Negara Warga Negara = anggota. Anggota dari suatu komunitas yang membentuk negara itu sendiri. Dalam sistem hukum. Istilah warga negara dalam bahasa Inggris adalah citizen yang mempunyai arti : 1. menunjuk pada akibat hukum dari status kewarga- . ikatan keturunan (darah). Bawahan atau kawula. Tanda adanya ikatan hukum dimaksud misalnya ada akte kelahiran. tetapi ikatan emosional (perasaan). kartu tanda penduduk. warga negara = anggota. ikatan sejarah. (2) Dalam arti sosiologis. Jadi. orang se-tanah air. tidak ditandai dengan ikatan hukum. Dengan demikian kewarganegaraan (citizenship). peserta. dll. 3. Sesama warga negara. kartu keluarga. atau organisasi kekuasaan suatu bangsa. masalah kewarganegaraan berada pada hukum publik. WARGA NEGARA DAN KEWARGANEGARAAN 1.

Istilah rakyat umumnya dilawankan dengan istilah penguasa/pemerintah. yaitu orang-orang yang tinggal di Indonesia untuk sementara. menunjukkan hubungan warga yang tidak sederajat dengan negara. c. Dengan memiliki status sebagai warga negara. penduduk. Penduduk di Indonesia terdiri dari Warga Negara Indonesia (WNI) dan orang asing atau Warga Negara Asing (WNA). dan warga negara : a. Beda antara istilah rakyat. Penduduk : Orang-orang yang bertempat tinggal di suatu wilayah negara. Atau warga suatu negara yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku di negara bersangkutan. yaitu adanya hak dan kewajiban. Terdapat juga yang nonpenduduk. orang mempunyai hubungan dengan negara yang tercermin dalam hak dan kewajiban. misalnya turis asing. Secara skematis dapat digambarkan sebagai berikut : WARGA NEGARA (WNI) PENDUDUK ORANG YANG BERADA DI WILAYAH NEGARA ORANG ASING (WNA) BUKAN PENDUDUK . Rakyat : Merupakan konsep politis. b. Pada zaman penjajahan Belanda dipakai istilah kawula. Warga Negara : Penduduk yang secara resmi menjadi anggota/warga suatu negara. dan tunduk pada pemerintahan itu.negaraan. menunjuk pada orang-orang yang berada di bawah satu pemerintahan.

yaitu aspek kelahiran dan aspek perkawinan. Aspek Perkawinan : (1) Asas Persamaan Hukum : Suami-istri adalah satu ikatan yang tidak terpecah sebagai inti dari masyarakat. Dalam UU 12/2006 dikenal pula : (1) Asas Kewarganegaraan Tunggal. Dengan demikian status kewarganegaraannya sama. (2) Asas Persamaan Derajat : Suatu perkawinan tidak menyebabkan perubahan status kewarganegaraan suami-istri. yaitu asas yang menentukan satu kewarganegaraan bagi setiap orang. adalah segala hal ikhwal yang berhubungan dengan warga negara. Jadi. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. 2. dan sekarang UU 12/2006). (2) Asas Ius Sanguinis (Law of The Blood) : Asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan darah/ keturunan. Aspek Kelahiran : (1) Asas Ius Soli (Law of The Soil) : Asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan negara tempat kelahiran. Dan pewarganegaraan adalah tata cara bagi orang asing untuk memperoleh kewarganegaraan RI melalui permohonan. suami-istri bisa berbeda kewarganegeraan seperti sebelum mereka melakukan perkawinan. . b. a. Di Indonesia diberlakukan terbatas bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Masing-masing memiliki hak yang sama dalam menentukan kewarganegaraannya.Sementara itu pengertian kewarganegaraan menurut Undang-Undang No. Penentuan Warga Negara : Setiap negara berdaulat berwenang menentukan siapa-siapa yang menjadi warga negara. (UU 62/1958. Dalam menentukan kewarganegaraan dikenal dua aspek.

bipatride. melindungi. adalah asas yang menentukan bahwa pemerintah wajib memberikan perlindungan penuh kepada setiap warga negara Indonesia dalam keadaan apa pun baik di dalam maupun di luar negeri. adalah prosedur pewarganegaraan seseorang tidak hanya bersifat administratif. (3) Asas Persamaan di Dalam Hukum dan Pemerintahan. lebih-lebih multipatride). adalah asas yang menentukan bahwa peraturan kewarganegaraan mengutamakan kepentingan nasional Indonesia. (5) Asas Nondiskriminatif. (4) Asas Kebenaran Substantif. adalah asas yang tidak membedakan perlakuan dalam segala hal ikhwal yang berhubungan dengan warga negara atas dasar suku. (7) Asas Keterbukaan. dan hak warga negara pada khususnya. golongan. adalah asas yang menentukan bahwa dalam segala hal ikhwal yang berhubungan dengan warga negara harus dilakukan secara terbuka. adalah asas yang menentukan bahwa setiap warga negara Indonesia mendapatkan perlakuan yang sama di dalam hukum dan pemerintahan. dan gender. dan memuliakan hak asasi manusia pada umumnya. yang bertekad mempertahankan kedaulatannya sebagai negara kesatuan yang memiliki cita-cita dan tujuan sendiri. agama. (2) Asas Perlindungan Maksimum. yaitu asas yang menentukan kewarganegaraan ganda bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang (merupakan suatu pengecualian. yaitu : (1) Asas Kepentingan Nasional. ras.(2) Asas Kewarganegaraan Ganda. tetapi juga disertai substansi dan syarat-syarat permohonan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. . Beberapa asas khusus juga menjadi dasar dalam penyusunan undang-undang kewarganageraan di Indonesia. karena pada dasarnya tidak boleh ada apatride. jenis kelamin. (6) Asas Pengakuan dan Penghormatan Terhadap Hak Asasi Manusia. adalah asas yang dalam segala hal ikhwal yang berhubungan dengan warga negara harus menjamin.

yaitu istilah bagi orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan. yang dapat menjadi warga negara Indonesia adalah : .(8) Asas Publisitas. (4) Syarat dan tata cara memperoleh kembali kewarganegaraan RI. (Perubahan II/2000). Apatride. Pokok materi yang diatur dalam UU 12/2006 meliputi : (1) Siapa yang menjadi WNI. Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara. Bipatride. 3. c. (5) Ketentuan pidana. adalah asas yang menentukan bahwa seseorang yang memperoleh atau kehilangan kewargaan RI diumumkan dalam Berita Negara RI agar masyarakat mengetahuinya. Jadi. (2) Syarat dan tata cara memperoleh kewarganegaraan RI. (3) Kehilangan kewarganegaraan RI. b. yaitu istilah bagi orang-orang yang memiliki dua kewarganegaraan. Multipatride. Hal-hal mengenai warga negara dan penduduk diatur dengan undangundang. c. Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia. Perbedaan penentuan kewarganegaraan oleh setiap negara dapat menyebabkan masalah. Warga Negara Indonesia : Ketentuan mengenai kewarganegaraan Indonesia diatur dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 BAB X Pasal 26 : a. yaitu istilah bagi orang-orang yang memiliki banyak kewarganegaraan (lebih dari dua). b. (Perubahan II/2000). yaitu munculnya : a.

Setiap orang yang berdasarkan peraturan perundang-undangan dan/atau berdasarkan perjanjian pemerintah RI dengan negara lain sebelum UU 12/2006 berlaku. b. Sebelumnya. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNA dan ibu WNI. (3) Orang bangsa lain yang hukum keluarganya sama dengan golongan Eropa. penduduk negara Indonesia terdiri dari dua. yaitu Warga Negara Indonesia (WNI). tetapi dari Eropa. e. b. c. terdiri dari : (1) Bangsa Belanda. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNI dan ibu WNA. (2) Orang lain yang menyesuaikan diri dengan orang Indonesia asli. (2) Bukan bangsa Belanda. Berdasarkan Pasal 26 Ayat (2). d. penduduk Indonesia adalah : a. b. terdiri dari : (1) Tionghoa (Cina). terdiri dari : (1) Orang Indonesia asli dan keturunannya. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI. c. Golongan Timur Asing. (2) Timur asing bukan Cina. Golongan Eropa. tetapi ayah Nya tidak mempunyai kewarganegaraan atau hukum negara asal ayahnya ti- . Orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang menjadi warga negara. Golongan Bumiputra. Sementara itu berdasarkan UU 12/2006 BAB II tentang Warga Negara Indonesia. berdasarkan Indische Staatsregeling 1927 Pasal 163. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan ibu WNI. tercantum dalam : Pasal 4 Warga Negara Indonesia adalah : a. Orang-orang bangsa Indonesia asli.a. dan orang asing (WNA). sudah menjadi WNI.

Pasal 5 (1) Anak WNI yang lahir di luar perkawinan yang sah. j. (2) Anak WNI yang belum berusia 5 (lima) tahun diangkat secara sah sebagai anak oleh WNA berdasarkan penetapan pengadilan. kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia sebelum mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia. i. k. tetap diakui sebagai WNI. Anak yang lahir di wilayah negara RI yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI. belum berusia 18 (delapan belas) tahun atau belum kawin diakui secara sah oleh ayahnya yang berkewarganegaraan asing. huruf i. dan Pasal 5 berakibat anak berkewarganegaraan ganda. m. huruf d. Anak yang dilahirkan di luar wilayah negara RI dari seorang ayah dan ibu WNI yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan. Anak yang lahir di wilayah negara RI apabila ayah dan ibunya tidak mempunyai kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya. Pasal 6 (1) Dalam hal status kewarganegaraan RI terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf c. huruf h. Anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 (tiga ratus) hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah dan ayahnya WNI. Anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah negara RI selama ayah dan ibunya tidak diketahui. h. f. l. tetap diakui sebagai WNI. setelah berusia 18 (delapan belas) tahun atau . Anak dari seorang ayah atau ibu yang telah dikabulkan permohonan kewarganegaraannya.dak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu WNA yang diakui oleh seorang ayah WNI sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 (delapan belas) tahun atau belum kawin. g.

Untuk lebih jelas mengenai pengertian civics. d. dan civic education = pendidikan kewarganegaraan. A Dictionary of American. sedangkan civics = ilmu kewarganegaraan. b. Dictionary of Educations. (3) Pernyataan untuk memilih kewarganegaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan dalam waktu paling lama 3 (tiga) tahun setelah anak berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin.” Civic = mengenai warga negara atau kewarganegaraan. Pasal 7 Setiap orang yang bukan WNI diperlakukan sebagai orang asing. c. Pendidikan Kewarganegaraan : Pendidikan kewarganegaraan asalnya dari bahasa Latin ”civis” dan dalam bahasa Inggris ”civic” atau ”civics. berikut ini dikemukakan beberapa definisi : a. 1956 : Civics : The element of political science or that science dealing with right and duties of citizens. (2) Pernyataan untuk memilih kewarganegaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat secara tertulis dan disampaikan kepada Pejabat dengan melampirkan dokumen sebagaimana ditentukan di dalam peraturan perundangundangan. 1956 : . Webster’s New Collegiate Dictionary.sudah kawin anak tersebut harus menyatakan memilih salah satu kewarganegaraanya. The Advanced Leaner’s Dictionary of Current English. Untuk selanjutnya istilah ”civics” saja sudah berarti pendidikan kewarganegaraan. 1954 : Civics : The department of political science dealing with right of citizen of duties of citizens. 1954 : Civics : The study of city government and the duties of citizens. 4.

Webster’s New Cincise Dictionary : Civics : Science of government. Konstitusi negara : Sejarah legal status.” konsep demokrasi dalam masyarakat. Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa civics menyangkut : a.” ”minority right. b. partisipasi.Civics : The science of right and duties of citizenship. . Creshore Education. b. rangkaian krisis dalam ”nation building. c. Menurut Ahmad Sanusi. masalah pokok dalam konstitusi. the individual to man in organized collections – the individual to the state.the relations of man. g. teori demokrasi dalam pemerintahan. the duties right and privilege of citizens. maka fokus studinya mengenai ”kedudukan dan peranan warga negara dalam menjalankan hak dan kewajibannya sesuai dan sepanjang batas-batas ketentuan konstitusi negara yang bersangkutan. teori ”mayority rule. penetrasi. studi tentang ”political behavior” (kebutuhan pokok manusia. dll. dengan materi : a. Edmonson. isi dan manfaat dari civics yang merupakan bagian dari ilmu politik. 1968:3-5 : Civics : The study of government and citizenship – that is. d. as the subject of school course. sejauh civics dapat dipandang sebagai disiplin ilmu politik. Pemerintah.” identitas. VII. Warga negara dengan hak dan kewajibannya. tradisi rumah. Negara. f. distribusi. c. 264:1886-1887 : Civics : The science of citizenship . Merupakan cabang dari ilmu politik.” Sementara itu menurut Nu’man Soemantri. integritas. diambil demokrasi politiknya. e. dll. Konteks ide demokrasi : Teori demokrasi politik. esp. Input dari sistem politik : Arti pendapat umum terhadap kehidupan politik.

). agama. sistem pemilu. dan negara. kebudayaan. Kemakmuran umum dan pertahanan negara : Tugas negara dan warga negara dalam mencapai kemerdekaan umum. fungsi partai politik (parpol). kebebasan akademis. dsb. h. dsb. komunikasi. dsb. perlindungan yang sama. pers dan massmedia. Output dari sistem demokrasi politik : Hak dan kemerdekaan individu dalam konstitusi. pajak untuk kepentingan umum. hubungan lembaga legislatif. k. dsb. dsb. g. etnic group.status sosial. organisasi dan manajemen pemerintahan. d. tantangan bagi warga negara dalam menghadapi perkembangan sain dan teknologi. bagaimana Presiden berperan sebagai legislator. dsb. proses kegiatan lembaga legislatif. i. f. politik luar negeri dan keselamatan nasional. Presiden sebagai Kepala Negara : Kedudukan Presiden menurut konstitusi. cara penduduk memperoleh dan kehilangan kewarganegaraan. bagaimana mengisi dan mengefektifkan demokrasi politik. Lembaga-lembaga pengambil keputusan (decision maker) : Legislator dan kepentingan masyarakat. pengaruh rumah. Termasuk dalam obyek ini adalah : . hak-hak memiliki barang/ kekayaan. obyek studi civics adalah warga negara dalam hubungannya dengan organisasi kemasyarakatan. Perubahan sosial dan demokrasi politik : Demokrasi politik. bagaimana konstitusi memberi peranan ”policy maker” kepada Presiden. kebebasan berbicara. eksekutif. Menurut Nu’man Soemantri. public relations. Lembaga yudikatif : Sistem dan administrasi peradilan. dan yudikatif. pembangunan masa sekarang. hubungan internasional. proses pengadilan. Pemilihan umum : Maksud pemilu dalam distribusi kekuasaan. j. kontrol lembaga legislatif terhadap Presiden dan birokrasi. e. sahabat. hak dan kedudukan seseorang dalam pengadilan. peranan kelompok penekan. Partai politik dan ”pressure group” : Sistem kepartaian. teman sepekerjaan. ekonomi. sosial. pemerintah daerah.

pengertian internasional. partisipasi. pemerintahan. c.” Hal ini dianggap penting mengingat bangsa AS berasal dari berbagai bangsa yang datang di samping bangsa (suku) asli yang ada. Usaha. Kesadaran (patriotisme. d. b. Ekonomi. b. dll. kegiatan. dengan manusia lain dan alam sekitarnya. pelajaran civics telah ada sejak zaman Hindia Belanda dengan nama “Burgerkunde.). Hak dan kewajiban. moral Pancasila. g.a. Dengan demikian materi civics memasukkan unsur-unsur : a. agama. Di Indonesia. f. c. f. dsb. Tipe pertumbuhan berpikir. Etika. UU. Dalam taraf ini materinya adalah ”government” serta hak dan kewajiban warga negara. Politik. Perpres/ Keppres. hukum. tetapi hendaknya mencerminkan juga hubungan tingkah laku warga negara dalam kehidupan sehari-hari. Sain dan teknologi. Sejarah Pendidikan Kewarganegaraan : a. b. d. e. Potensi yang ada dalam setiap warga negara. dsb. Sosial. keuangan. civics tidak semata-mata mengajarkan pasal-pasal UUD. kesehatan. Perda. Mulai diperkenalkan di Amerika Serikat (AS) pada tahun 1790 dengan nama civics. Cita-cita dan aspirasi. e. Tingkah laku. nasionalisme.” Dua buku penting yang dipakai adalah : . 5. PP. tanggung jawab. dalam rangka ”mengamerikakan bangsa Amerika” atau terkenal dengan nama ”theory of americanization. Lingkungan fisik. Jadi. pendidikan.

Walaupun ke dua buku tersebut di atas pada zaman Hindia Belanda dijadikan pegangan guru. Wolters Maatschappij N. terbitan G. hak-hak agraris atas tanah. tahun 1934. dan kebudayaan. c.Hukum dan pelaksanaannya. Dalam suasana merdeka. N.Masyarakat pribumi. pajak. kaum menengah dalam industri dan perdagangan. (2) Recht en Plicht (Indische Burgerschapkunde voor Iedereen) karangan J. tahun 1940. alat pembayaran.Hindia Belanda dan rumah tangga dunia. bidang sosial. tahun 1950 di Indonesia diajarkan civics di sekolah menengah. Direktur Onderwijs en Eredienst (O&E). kewanitaan. Den Haag. van Dorp & Co. kesehatan masyarakat. Batavia. . . (Derde. Materinya mengenai : . hukum.V. kedaulatan raja terhadap kewajibankewajiban warga negara. perburuhan. tetapi ada perubahan kurikulum dengan materi kewarganegaraan di samping tata negara.Badan pribadi : Masyarakat di mana kita hidup (dari lahir sampai dewasa). Dari materi ke dua buku di atas.Sejarah pemerintahan Hindia Belanda. dan angkatan laut.B.V. . perundang-undangan.C.Bezit dari obyek hukum : Eigendom Eropa dan hak-hak atas tanah.J.Pertanian. yaitu tentang tugas dan . ketatanegaraan Hindia Belanda dengan terbentuknya Dewan Rakyat (Volksraad). ketatanegaraan. Herziene en Vermeerderdruk) Semarang-Surabaya-Bandung. . Materinya mengenai : .O. pernikahan dan keluarga.T.Pendidikan. jelas terlihat bahwa pada zaman Hindia Belanda belum terdapat kesatuan pendapat tentang materi pelajaran civics. . . tentara. Tromps terbitan J.B. dan kesejahteraan.(1) Indische Burgerkunde karangan P. Groningen. Schrieke. Vortman yang diberi pengantar oleh B. pengaruh Barat. ekonomi.

yang tentu berbeda dengan orang asing. pendidikan. kesehatan. 31 Tahun 1967. dan ilmu pengetahuan. kewanitaan.T. Pada tahun 1961 istilah kewarganegaraan diganti dengan kewargaan negara karena menitikberatkan warga sesuai dengan Pasal 26 Ayat (2) UUD 1945 yang mengandung pengertian akan hak dan kewajiban warga negara terhadap negara. . (4) Keadaan dalam dan luar negeri. d. e. (5) Ketatanegaraan. misalnya : (1) Akhlak. dsb. perwakilan. perburuhan. masyarakat. pengajaran. (2) Indonesia Raya. perusahaan. kemakmuran rakyat. Tetapi istilah tersebut baru secara resmi dipakai pada tahun 1967 dengan Instruksi Dirjen Pendidikan Dasar Departemen Pendidikan dan Kebudayaan No. masyarakat. dan Sumintardjo berjudul ”Inti Pengetahuan Warga Negara” dengan maksud untuk membangkitkan dan memelihara keinsyafan dan kesadaran bahwa warga negara Indonesia mempunyai tanggung jawab terhadap diri sendiri. Buku pegangan resminya adalah ”Manusia dan Masyarakat Baru Indonesia” karang Supardo. dan diri sendiri. pemerintahan. (6) Keuangan negara. Materinya mengenai : (1) Indonesia tanah airku. Tahun 1955 terbit buku civics karangan J. dkk. imigrasi. (3) Rakyat. (4) Warga negara dengan hak dan kewajibannya. dan negara (good citizenship). Gusti Mayur. (7) Pajak. (8) Perekonomian termasuk koperasi. keluarga. dan soal-soal internasional. (2) Kehidupan. Materinya adalah pidato kenegaraan Presiden Soekarno ditambah dengan : (1) Pancasila. Simorangkir.C. pertahanan rakyat. (3) Bendera dan Lambang Negara. agraria.kewajiban warga negara terhadap pemerintah.

dan kebudayaan. Bahannya diambil dari ilmu kewar- . (7) Ilmu Bumi Indonesia. SLTP. g. ekonomi. Di perguruan tinggi terdapat mata kuliah ”Kewiraan Nasional” yang intinya berisi pendidikan pendahuluan bela negara. (4) Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pada tahun 1966 setelah peristiwa G-30-S/PKI. belum ada kejelasan pengertian tentang apakah kewargaan negara atau pendidikan kewargaan negara. buku karangan Supardo tersebut di atas dilarang dipakai. Sejak zaman Hindia Belanda sampai dengan RI tahun 1972. politik. Untuk mengisi kekosongan materi civics. hukum. Baru pada tahun 1972 setelah Seminar Nasional Pengajaran dan Pendidikan Civics (Civic Education) di Tawangmangu Surakarta. kriteria. (2) UUD 1945. dan ukuran ketentuan-ketentuan UUD 1945.” yaitu suatu disiplin ilmu dengan obyek studi tentang peranan para warga negara dalam bidang spiritual. (6) Sejarah Indonesia. (3) Ketetapan-ketetapan MPRS. (2) Civic education diganti dengan ”Pendidikan Kewargaan Negara. (3) Hak dan kewajiban warga negara.” yaitu suatu program pendidikan yang tujuan utamanya membina warga negara yang lebih baik menurut syarat-syarat. sesuai dan sejauh diatur dalam UUD 1945. sosial. Pelajaran civics diberikan di tingkat SD.(2) Sejarah pergerakan. f. mendapat ketegasan dan memberi batasan bahwa : (4) Civics diganti dengan ”Ilmu Kewargaan Negara. Departemen P&K mengeluarkan instruksi bahwa materi civics (kewargaan negara) adalah : (1) Pancasila. dan SLTA. (5) Orde Baru.

h. pendidikan agama. Pendidikan Agama. 2 Tahun 1989 tentang Sisdiknas Pasal 39 Ayat (2) yang menyebutkan isi kurikulum setiap jenis. 267/DIKTI/Kep/ 2000.gaan negara termasuk kewiraan nasional. 151/DIKTI/Kep/2000 ditetapkan Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP) Pendidikan Kewiraan. dan Pendidikan Kewarganegaraan. dan filsafat pendidikan nasional. Berdasarkan hasil evaluasi dimaksud. Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi : (1) Tahun 1970an–1983 terdapat mata kuliah Kewiraan Nasional dengan inti pendidikan pendahuluan bela negara. (2) Tahun 1983 – 2000 dengan Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Depdikbud No. maka dengan Keputusan Dirjen Dikti No. filsafat Pancasila. 32/DJ/Kep/1983 yang disempurnakan dengan Keputusan Dirjen Dikti No. ditetapkan penyempurnaan pendidikan kewarganegaraan silabus dan pada perguruan tinggi di Indonesia yang memuat GBPP-nya. merupakan kelompok MPK yang wajib diberikan dalam kurikulum setiap program studi/ kelompok studi di Perguruan Tinggi. mental Pancasila. 150/DIKTI/Kep/2000 mengharuskan untuk selalu mengevaluasi kesahihan isi silabus dan GBPP pendidikan kewarganegaraan beserta proses pembelajarannya. ditetapkan Pendidikan Pancasila. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. maka dengan Keputusan Dirjen Dikti No. berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) No. (4) Tahun 2002. dan jenjang pendidikan wajib memuat pendidikan Pancasila. jalur. . 25/DIKTI/Kep/1985 dan disempurnakan lagi dengan Keputusan Dirjen Dikti No. maka dengan Keputusan Dirjen Dikti No. (3) Berdasarkan UU No. dan pendidikan kewarganegaraan yang di dalamnya termasuk pendidikan pendahuluan bela negara yang tercakup dalam MPK. 38/DKITI/Kep/2002 tentang Ramburambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK).

Sementara itu di UNSUR Cianjur khusunya di FKIP. namanya Pendidikan Kewiraan. tetapi isinya tetap mengacu pada kurikulum yang ditetapkan oleh Depdiknas. adalah bagian dari pendidikan kewarganegaraan. Materi pendidikan kewiraan yang dahulu pendidikan pendahuluan bela negara. .

pandangan hidup. 3. atau jatidiri bangsa yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain. PENGERTIAN 1. atau sesuatu. seperti Garuda Pancasilan. Hal ini biasanya dinyatakan dalam bentuk peraturan perundang-undangan. dan peralatan lain. Identitas nasional = identitas kebangsaan. dan dasar negara. 3.” yang berarti ciri. Lambang-lambang yang merupakan ciri dari bangsa dan secara simbolis menggambarkan tujuan dan fungsi bangsa. Pengertian identitas nasional yang dikemukakan oleh Koento Wibisono (2005) adalah ”manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan suatu bangsa (nation) dengan ciri-ciri khas. kelompok. teknologi. tanda. identitas nasional adalah ciri. dan lagu kebangsaan. Nasional merujuk pada konsep kebangsaan. bendera. Jadi. bahasa. dan dengan ciri-ciri khas tadi suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain dalam kebidupannya.” Adapun indikator yang dijadikan sebagai salah satu parameter budaya untuk mencari identitas nasional antara lain : 1. Identitas nasional lebih merujuk pada identitas bangsa dalam pengertian politik (political unity). tata kelakuan dan kebiasaan. Alat-alat kelengkapan yang dipergunakan untuk mencapai tujuan seperti bangunan. Identitas berasal dari bahasa Inggris “identity. yang membedakannya dengan yang lain. Identitas nasional Indonesia yang membedakannya dengan bangsa-bangsa lain salah satu di antaranya adalah adanya ideologi Pancasila sebagai dasar filsafat. 2. Hal ini menyangkut adat-istiadat. kepribadian.BAB III IDENTITAS NASIONAL INDONESIA A. 2. 4. atau jatidiri. tanda. Contohnya bangunan tempat ibadah. yang melekat pada seseorang. . Pola perilaku yang terwujud melalui aktivitas masyarakat sehari-hari.

Contoh : Agama Katholik mampu membentuk beberapa negara di Amerika Latin. Uni Soviet diikat oleh kesamaan ideologi komunisme. Primordial : Faktor ini meliputi ikatan kekerabatan (darah dan keluarga). FAKTOR PEMBENTUK IDENTITAS Menurut Ramlan Surbakti (1999). bhinneka tunggal ika. Contoh : Bangsa Yahudi membentuk negara Israel.). 3. 4. perkembangan ekonomi. dll. sejarah. dapat menjadi faktor yang menyatukan bangsa-negara. alat komunikasi. kesamaan sukubangsa. dan adat-istiadat. proses pembentukan bangsa-negara memerlukan identitas-identitas untuk menyatukan. Tokoh : Kepemimpinan para tokoh yang disegani dan dihormati masyarakat (kharismatik). prestasi dalam bidang tertentu (pertanian. Contoh : Mahatma Ghandi di India. kapal laut. bahasa. dan Dr. sakral. Sukarno (Bung Karno) di Indonesia. Yoseph Broz Tito di Yugoslavia. Tujuan yang ingin dicapai suatu bangsa yang sifatnya dinamis dan tidak tetap seperti budaya unggul. daerah asal (homeland). tokoh. Sejarah : Persepsi yang sama tentang pengalaman masa lalu yang menderita akibat penjajahan menimbulkan perasaan senasib sepenanggungan dan solidaritas .pakaian adat. 2. dan kelembagaan. dll. dll. olah raga. B. Dengan faktor ini masyarakat dapat membentuk bangsa-negara. teknologi bercocok tanam. Ir. Nelson Mandela di Afrika Selatan. Sakral : Faktor ini dapat berupa agama atau ideologi yang dianut/diakui oleh masyarakat bersangkutan. 4. 1. dan teknologi lain seperti pesawat terbang. Faktor-faktor yang menjadi identitas bersama suatu bangsa meliputi primordial.

Contoh : Negara-negara di Amerika utara dan Eropa barat. kesenian. 7. Perkembangan Ekonomi : Perkembangan ekonomi (industrialisasi) akan melahirkan spesialisasi pekerjaan dan profesi sesuai dengan aneka kebutuhan masyarakat. dapat membentuk organisasi besar berupa negara. yang mempertemukan dan melayani warga tanpa membeda-bedakan asal-usul. Bhinneka Tunggal Ika : Kesediaan warga masyarakat untuk bersatu dalam perbedaan (unity in diversity) tanpa menghilangkan keterikatannya pada suku bangsa. dan akan semakin besar solidaritas dan persatuan dalam masyarakat. 6. sistem kepercayaan. Kelembagaan : Kerja dan perilaku lembaga pemerintahan dan politik yang baik. kesenian. Berdasarkan parameter sosiologi. semakin saling bergantung di antara jenis pekerjaan. yang menurut ilmu sosiologi termasuk di dalamnya adalah ilmu pengetahuan. tata kelakuan. bahasa. teknologi.warga masyarakat. sehingga melahirkan tekad dan tujuan untuk membentuk negara. Indonesia dikenal sebagai bangsa yang terdiri dari banyak suku bangsa (lk. Kebudayaan sebagai parameter identitas nasional harus yang merupakan milik bersama (bukan individu/ pribadi). peralatan/perkakas. faktor-faktor pembentuk identitas nasional menurut Srijanti (2009:35) adalah : 1. ras. dan agama. yaitu golongan sosial yang khusus dan bersifat askriptif (ada sejak lahir) yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. Suku bangsa. ras. dan norma yang berbedabeda. Contoh : Republik Indonesia. dll. Kebudayaan. 5. akan tetapi trintegrasi dalam suatu negara Indonesia. suku. Contoh : Indonesia. . mata pencarian. adat-istiadat. dll. 2. agama. Semakin tinggi mutu dan variasi kebutuhan masyarakat. 300) dan setiap suku bangsa mempunyai adat-istiadat. adat-istiadat. dapat mempersatukan orang-orang sebagai suatu bangsa.

Identitas nasional dapat berasal dari identitas satu bangsa yang kemudian disepakati oleh bangsa-bangsa lainnya yang ada dalam negara itu. tetapi umumnya terdiri dari banyak bangsa (heterogen). IDENTITAS KESUKUBANGSAAN Identitas kesukubangsaan (Cultural Unity) merujuk pada bangsa dalam pengertian kebudayaan atau sosiologis-antroplogis. IDENTITAS KEBANGSAAN DAN IDENTITAS NASIONAL INDONESIA Identitas kebangsaan (political unity) merujuk pada bangsa dalam pengertian politik. D. Mengapa? Karena warga lebih dulu memiliki identitas kelompoknya. primer. Bahasa memiliki simbol yang menjadikan suatu perkataan mampu melambangkan arti apa pun. Di sini perlu ditekankan bahwa kesetiaan pada identitas . daerah asal. atau juga dari identitas beberapa bangsa yang ada kemudian disepakati untuk dijadikan identitas bersama sebagai identitas bangsa-negara. budaya. Karena itu negara perlu menciptakan identitas kebangsaan atau identitas nasional. agama.3. adat-istiadat. dan bahasa). dipupuk. Kondisi geografis. yang merupakan kesepakatan dari banyak bangsa di dalamnya. 4. yaitu bangsa-negara. yang menunjukkan lokasi negara dalam kerangka ruang. keturunan (darah). alamiah (bawaan). dan daerah asal (homeland). tempat. dan dikembangkan terus-menerus. Setiap anggota memiliki kesetiaan/loyalitas pada identitasnya (pada suku. Identitas yang dimiliki oleh sebuah cultural unity bersifat askriptif (sudah ada sejak lahir). sehingga menjadi jelas batas-batas wilayahnya di muka bumi. yang merupakan kesitimewaan manusia dalam berkomunikasi dengan sesamanya. dan waktu. suku. Kesediaan dan kesetiaan warga bangsa/negara untuk mendukung identitas nasional perlu ditanamkan. Bahasa. Bisa saja dalam negara hanya ada satu bangsa (homogen). agama. yang disatukan oleh adanya kesamaan ras. kerabat. C. dan etnik. Identitas ini disebut juga identitas primordial yang pada umumnya sangat kuat karena memiliki ikatan emosional dan solidaritas erat. sehingga jangan sampai melunturkan identitas nasional.

yaitu Indonesia Raya. Beberapa bentuk identitas nasional Indonesia sebagai wujud konkrit dari hasil perjuangan bangsa dimaksud adalah : 1. dan bernegara. yaitu Garuda Pancasila. Beragam kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai kebudayaan nasional. Bentuk identitas kebangsaan bisa berupa adat-istiadat. Proses pembentukan identitas nasional di Indonesia cukup panjang. yaitu Pancasila. termasuk juga ideologi nasional. Hukum dasar negara (konstitusi). Semboyan negara. Dasar falsafah dan ideologi negara. bendera nasional. Bentuk negara. 7. Bendera negara. bahasa nasional. yaitu NKRI dan bentuk pemerintahannya Republik. kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat. Konsepsi wawasan nusantara. Lagu kebangsaan. 4. 9. yaitu sebagai cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan memiliki nilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa. yaitu bahasa Indonesia. Lambang negara. berbangsa. 10. untuk mencapai tujuan nasional. 2. 5. 3. 8. kemudian memunculkan komitmen bangsa (tekad. 6. lambang nasional. yaitu UUD 1945. . Bahasa nasional atau bahasa persatuan.nasional akan mempersatukan warga bangsa itu sebagai ”satu bangsa” dalam negara. yaitu Bhinneka Tunggal Ika. dimulai dengan kesadaran adanya perasaan senasib sepenanggungan ”bangsa Indonesia” akibat kekejaman penjajah Belanda. dan kemudian menjadi kesepakatan bersama) untuk berjuang dengan upaya yang lebih teratur melalui organisasi-organisasi perjuangan (pergerakan) kemerdekaan mengusir penjajah sampai akhirnya Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 dan membentuk negara. yaitu Sang Merah Putih.

berkaitan dengan harkat dan martabat manusia. Mustafa Kemal Pasha (2002) : ”Hak asasi manusia ialah hak-hak dasar yang dibawa manusia sejak lahir yang melekat pada esensinya sebagaia nugrah Allah Swt. Ketetapan MPR No. 1.” 2. PENGERTIAN HAK ASASI MANUSIA Hak Asasi Manusia (HAM) dalam bahasa Perancis dikenal dengan “droit de l’homme. hukum. Hak-hak ini menjadi dasar daripada hak-hak dan kewajiban-kewajiban lain. Undang-Undang No. Di bawah ini dikemukakan pengertian HAM menurut para pakar dan berdasarkan ketentuan resmi.” 5. bersifat kodrati. pemerin- . Dardji Darmodihardjo : ”Hak asasi manusia adalah hak-hak dasar atau hak-hak pokok yang dibawa manusia sejak lahir sebagai anugrah Tuhan YME. XVII/MPR/1998 : ”Hak asasi manusia adalah hak sebagai anugrah Tuhan YME yang melekat pada diri manusia.” 3.” yang berarti hak-hak manusia. Padmo Wahyono : ”Hak-hak asasi manusia adalah hak-hak yang memungkinkan orang hidup berdasarkan suatu harkat dan mertabat tertentu (beradab).BAB IV HAK ASASI MANUSIA A. 39 Tahun 1999 : ”Hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan YME dan merupakan anugra-Nya yang wajib dihormati. universal dan abadi.” 4.” dalam bahasa Inggris “human right. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara.” dan dalam bahasa Belanda “mensen rechten.

Landasan Pengakuan HAM : a. Pada Masa Sejarah : a. adat-istiadat. Hak asasi manusia adalah bagian dari manusia secara otomatis. Hak asasi manusia berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin. Hukum Hammurabi di Babylonia yang memberi jaminan keadilan bagi warga negara (tahun 2000 sM). kecuali nanti pada amalnya. Ciri Pokok dan Hakikat HAM : a. Landasan langsung yang pertama : Kodrat manusia. c. . bahkan seluruh yang ada di jagat raya. agama. b. atau diwariskan. SEJARAH PERKEMBANGAN HAM 1. ras. Tidak seorang pun mempunyai hak membatasi atau melanggar hak orang lain. SERTA CIRI POKOK DAN HAKIKAT HAM : 1. b. dan setiap orang. demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. LANDASAN PENGAKUAN. Karena itu di hadapan Tuhan manusia adalah sama. bahasa. C. tanpa membedakan ras. adalah ciptaan Tuhan YME.” Adapun tujuan pelaksanaan hak asasi manusia adalah untuk mempertahankan hakhak warga negara dari tindakan sewenang-wenang aparat negara. dan mendorong tumbuh serta berkembangnya pribadi manusia yang multi dimensional.tah. asal-usul. dalam membebaskan bangsa Yahudi dari perbudakan (tahun 6000 sM). Perjuangan Nabi Musa As. Hak asasi manusia tidak perlu diberikan. pandangan politik. agama. Semua manusia. B. asalusul. suku. dsb. Semua manusia sederajat. Landasan kedua yang lebih mendalam : Makhluk ciptaan Tuhan YME. dsb. 2. Hak asasi manusia tidak boleh dilanggar. dibeli. etnik. b.

dan kebijaksanaan. dan Aristoteles (384-322 sM) para filosof Yunani peletak dasar hak asasi manusia. (2) Warga negara tidak boleh dipaksa menerima tentara di rumahnya.c. Perjuangan Nabi Besar Muhammad Saw. akibat tidak puas atas tindakan Raja John yang sewenangwenang. d. (4) Hak warga negara untuk memeluk agama menurut kepercayaannya . (2) Kebebasan berbicara dan mengeluarkan pendapat. HAM di Inggris : a. untuk membebaskan para bayi wanita dan wanita dari penindasan bangsa Quraisy (tahun 600). Pada tahun 1628 keluar piagam ”Petition of Right” yang berisi pernyataan mengenai hak hak-hak rakyat beserta jaminannya : (1) Pajak dan pungutan istimewa harus disertai persetujuan rakyat (no taxation without refresentation). undang-undang. 2. (3) Pajak. d. (2) Alasan penahanan seseorang harus disertai bukti yang sah menurut hukum. Pada tahun 1215. Plato (429-347 sM). Pada saat itu di Arab terkenal dengan sebutan zaman jahiliyah (kebodohan). dan pembentukan tentara harus seizin parlemen. Tahun 1679 muncul “Habeas Corpus Act. Pada tahun 1689 keluar “Bill of Right” yang merupakan undang-undang yang diterima parlemen sebagai bentuk perlawanan terhadap Raja James II tentang : (1) Kebebasan dalam pemilihan anggota parlemen.” yaitu undang-undang yang mengatur tentang penahanan seseorang : (1) Seseorang yang ditahan harus segera diperiksa dalam waktu dua hari setelah penahanan. c. cita-cita. Socrates (469-399 sM). para bangsawan berhasil membuat perjanjian yang disebut ”Magna Charta” (Piagam Agung) yang membatasi kekuasaan raja. Mereka mengajarkan untuk mengkritik pemerintahan yang tidak berdasarkan keadilan. (3) Tentara tidak boleh menggunakan hukum perang dalam keadaan damai. b.

Egality. Dalam revolusi Perancis ini muncul semboyan : Liberty.” Deklarasi ini pada tahun 1791 dimasukkan dalam konstitusi Perancis. 6. yaitu hak-hak alam seperti hak hidup (life). yang dikenal dengan ”Declaration des Droits de L’homme et Du Citoyen” (pernyataan mengenai hak-hak asasi manusia dan warga negara) yang berisi bahwa ”hak asasi manusia adalah hak-hak alamiah yang dimiliki manusia menurut kodratnya. Kebebasan dari kemelaratan (Freedom of Want). Atlantic Charter Tahun 1941 : Piagam Atlantik ini muncul pada saat terjadi Perang Dunia II yang dipelopori oleh Franklin Delano Roosevelt (AS) yang menyebutkan ”The Four Freedom” (Empat Kebebasan) : a. HAM di Amerika Serikat : Rakyat AS yang umumnya datang dari Eropa sebagai emigran. HAM di Perancis : Perjuangan HAM dirumuskan dalam suatu naskah pada awal revolusi Perancis tahun 1789 sebagai pernyataan tidak puas kaum borjuis dan rakyat terhadap Raja Louis XVI. dan karena itu bersifat suci. Kebebasan dari rasa takut (Freedom of Fear). Dasar ini dijadikan ”Declaration Independence of The United States” dan pada saat kemerdekaan 4 Juli 1776 dimasukkan dalam konstitusi AS. Persamaan. b. 3. hak kebebasan (liberty). Pengakuan HAM oleh PBB : . Kebebasan beragama (Freedom of Religion). c. yang tidak dapat dipisahkan daripada hakikatnya.masing-masing. dan Fraternity (Kemerdekaan. 5. dan hak milik (property). dan Persaudaraan). Perjuangan pene-gakkan HAM didasari pemikiran John Locke. merasa tertindas oleh pemerintahan Inggris sebagai penjajah. 4. Kebebasan berbicara dan berpendapat (Freedom of Speech and Thought). (5) Parlemen berhak mengubah keputusan raja. d.

Deklarasi HAM Dunia Ketiga : a. c. Pada tanggal 10 Desember 1948 Majelis Umum Perserikatan BangsaBangsa (MU-PBB) berhasil merumuskan naskah “Universal Declaration of Human Right” sehingga tanggal tersebut tiap tahun diperingati sebagai Hari Hak Asasi Manusia. dan budaya. (4) Wina Declaration 1993. b. Declaration on The Right of Peoples to Peace 1984 (Deklarasi Hak Bangsa dan Perdamaian). African Charter on Human and Peoples Right (Banjul Charter 1981) oleh negara-negara Afrika yang tergabung dalam Persatuan Afrika (OAU). d. yaitu tentang hak sipil dan hak politik. Declaration on The Right to Development 1986 (Deklarasi Hak Atas Pembangunan). sosial. b. Cairo Declaration on Human Right in Islam 1990. dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam persaudaraan.a. yaitu deklarasi universal dari negara-negara yang tergabung dalam PBB. yaitu adanya kemungkinan seorang warga negara yang mengadukan pelanggaran hak asasi manusia kepada The Human Right Committee UNO (PBB) setelah upaya pengadilan di negaranya tidak memuaskannya. oleh negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI). Isi covenants dimaksud antara lain : (1) The International on Civil and Political Right. and Cultural Right 1966.” Semuanya ada 30 pasal. yang berisi syarat-syarat dan nilai-nilai bagi sistem demokrasi ekonomi. (3) Optional Protokol 1966. Tahun 1966 dalam Sidang MU-PBB telah diakui ”Covenants on Hu- man Right” dalam hukum internasional dan diratifikasi oleh negara-negara anggota PBB termasuk Indonesia. Social. 7. Mereka dikaruniai akal dan budi. (2) The International Covenant on Economic. . Isi pokok deklarasi tersebut tertuang dalam Pasal 1 yang menyatakan : “Sekalian orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama.

2. perumahan. hak atas kebebasan dan keamanan. hak berkumpul dan berserikat. yang diperjuangkan oleh negara-negara Asia. dan hak mendapatkan kedamaian. HAM DI INDONESIA Pengakuan atas martabat dan hak-hak yang sama sebagai manusia yang hidup di dunia telah disetujui dan diumumkan oleh Resolusi MU-PBB pada tanggal 10 Desember 1948 dalam “Universal Declaration of Human Right” (Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia). .e. Kesimpulan : Berdasarkan sejarah perkembangannya. Contohnya : Hak atas pekerjaan. dan hak atas jaminan sosial. Sosial. Contohnya : Hak bebas dari ancaman musuh. Generasi III : Hak Perdamaian dan Pembangunan. yang diperjuangkan oleh negara-negara berkembang (Asia-Afrika). sinya memuat 30 Pasal yang meliputi : 1. Hak berpikir dan mengeluarkan pendapat. kesehatan. yang diterima oleh negara-negara di Asia. hak atas kesamaan di muka pengadilan. Generasi II : Hak Ekonomi. Di sini dikritik peranan negara yang sangat dominan dalam proses pemba-ngunan yang berfokus pada bidang ekonomi. karena hanya mementingkan sekelompok elit (konglomerat) dan penguasa saja. 4. Generasi IV : Declaration of The Basic Duties of Asian Peoples and Government 1983. dan Budaya. pendidikan. yang menimbulkan dampak negatif bagi keadilan rakyat. Generasi I : Hak Sipil dan Politik. hak membentuk serikat pekerja. terdapat empat generasi hak asasi manusia : 1. hak atas penghasilan yang layak. 3. hak beragama. yang diperjuangkan oleh negara-negara sosialis di Eropa timur. hak kebebasan berpikir dan berpendapat. yang bermula di dunia Barat (Eropa). hak sederajat dengan bangsa lain. hak setiap bangsa untuk merdeka. Hak asasi manu-sia pada generasi ini lebih maju karena tidak saja mencakup struktural. tetapi juga berpijak pada terciptanya tatanan sosial yang berkeadilan. Contohnya : Hak atas hidup. D. Bangkok Declaration 1993. hak atas pangan.

.2.. Pada Pembukaan UUD 1945 alinea keempat : Di dalamnya terdapat tuju-an nasional. 4. Hak mendapatkan pendidikan dan pengajaran. Hak untuk memperoleh nama baik. Contohnya : 1. 2. yaitu dalam BAB XA Pasal 28A s/d 28J (10 Pasal dan 24 Ayat). Baru setelah perubahan (amandemen) yang kedua tahun 2000. 5. ” dst. 39 Tahun 1999 dengan judul yang sama. 8. Hak untuk hidup. 7. Sila . Hak menganut agama atau aliran kepercayaan. dan falsafah negara Pancasila. Dalam UUD 1945 sendiri sama sekali tidak ada kata-kata atau istilah HAM. Kemudian karena materinya sudah termuat dalam UUD 1945 setelah perubahan tersebut. Hak untuk mendapatkan perlindungan hukum. 1/MPR/2003. Indonesia mengakui adanya hak untuk merdeka dan bebas. Hak untuk kemerdekaan hidup. tetapi sebenarnya pengakuan atas HAM di Indonesia telah ada sejak ditetapkannya UUD pada tanggal 18 Agustus 1945. XVII/ MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia. 9. Namun untuk memayungi seluruh peraturan perundangundangan tadi dipandang perlu dibentuk undang-undang tentang HAM tersendiri. Jelas. Di Indonesia pengaturan HAM ini tercantum dalam berbagai peraturan perundangundangan termasuk undang-undang yang mengesahkan berbagai konvensi internasional mengenai HAM. maka Tap MPR tersebut di atas dicabut dengan Tap MPR No. Dengan demikian walaupun dalam UUD 1945 asli (sebelum perubahan) tidak ada kata-kata atau istilah HAM. Hak memiliki sesuatu. 6. Maka berdasarkan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) No. secara tegas dan cukup rinci dimuat tentang HAM. Pada Pembukaan UUD 1945 alinea pertama : ”Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa . terbit Undang-Undang No. tugas yang harus dilaksanakan. 3. Jadi lebih dulu daripada deklarasi MU-PBB tanggal 10 Desember 1948. Hak untuk memperoleh pekerjaan.

Konvenasi Pelarangan Pengembangan. akan tetapi memang masih terbatas dan rumusannya amat singkat. 5 Tahun 1998. 7 Tahun 1984 dan menjiwai keluarnya UU No. 59 Tahun 1958. 7. 5. 4. Konvensi tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (Convention on The Elimination of Discrimination Againts Women). 39 Tahun 1999. yang diratifikasi dengan UU NO. Batang tubuh UUD 1945 dari Pasal 27 s/d 34 yang mencakup hak dalam bidang politik. yang diratifikasi dengan Keppres No.” berarti ada pengakuan atas hak asasi manusia seutuhnya. XVII/MPR/1998 dan UU No. yang diratifikasi dengan UU No. yang diratifikasi dengan Keppres No. yang diratifikasi dengan UU No. dan Penyimpanan Senja-ta Biologis dan Beracun. 48 Tahun 1993. Hal ini berarti adanya HAM. Production. yang diratifikasi dengan UU No. 3.kedua Pancasila adalah ”kemanusiaan yang adil dan beradab. antara lain : 1. sosial. Konvensi Hak Anak (Convention on The Right of The Child). 58 Tahun 1991. Tidak Manusiawi. Sebelum Tap MPR No. ekonomi. and Stockpiling of Bacteriological/ Biological and Toxic Weapon and on Their Destruction). . 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Produksi. Konvensi tentang Hak Politik Kaum Perempuan (Convention on The Political Right of Women). 6. Konvensi Jenewa (Geneva Convention) 12 Agustus 1949 yang diratifikasi dengan UU No. dan budaya. 2. serta Pemusnahannya (Convention on The Prohibi-tation of The Development. Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman Lain yang Kejam. penerap-an HAM di Indonesia selain atas dasar UUD 1945 yang sangat singkat seperti disebutkan di atas. 3. atau Merendahkan Martabat Manusia (Torture Convention). 36 Tahun 1990. juga didasarkan beberapa macam konvensi internasional yang kemudian diratifikasi. 68 Tahun 1958. Konvensi Internasional terhadap Anti Apartheid dalam Olahraga (Interna-tional Convention Againts Apartheid in Sports).

Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM). Contoh LSM yang ada : Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). UU No. Dan sebelumnya telah pula dibentuk Komisi Nasional HAM (Komnas HAM) berdasarkan Keppres No. sehing-ga dapat . melindungi korban hak asasi manusia. diperlukan pengakuan dan perlindungan hak asasi manusia. dan meningkatkan martabat manu-sia. Konvensi Internasional tentang Penghapusan Semua Bentuk Diskriminasi Rasial (Convention on The Elimination of Racial Discrimination). menuntut keadilan. 3. Untuk memantapkan pelaksanaan hak asasi manusia berdasarkan aturan-aturan tersebut di atas. 39 Tahun 1999) adalah : 1. 9. 26/2000 ini juga memberikan alternatif bahwa untuk penyelesaian pelanggaran hak asasi manusia yang berat dapat dilakukan di luar pengadilan HAM. Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekeras-an (KONTRAS). Dasar pemikiran pembentukan Undang-Undang tentang HAM (UU No. 5 Tahun 1993 yang kemudian diku-kuhkan dalam UU No. karena tanpa hal tersebut manusia akan kehilangan sifat dan martabatnya. yang dira-tifikasi dengan UU No. 39 Tahun 1999. Konvensi Organisasi Buruh Internasional No. yaitu melalui Komisi Kebenar-an dan Rekonsilisasi yang dibentuk berdasarkan UU. dll. Tuhan YME adalah pencipta alam semesta dengan segala isinya. masyarakat pun dapat membentuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dengan tugas menuntut pihak-pihak yang me-langgar hak asasi manusia. 29 Tahun 1999. 87 Concerning Freedom of Association and Protection on The Right to Organize). bentuk struktur. telah dibentuk Pengadilan HAM berdasarkan UU No. Human Right Watch (HRW). 2. mempertahankan. serta berbagai kemudahan oleh penciptanya untuk menjamin kelangsungan hidupnya. Pada dasarnya manusia dianugrahi jiwa. kemauan. Untuk melindungi. 83 Tahun 1998. 26 Tahun 2000. dsb. yang diratifikasi dengan UU No.8. Untuk penegakkan dan perlindungan hak asasi manusia. kemampuan. 87 Tahun 1998 (Convention No.

maka hak asasi manusia yang satu dibatasi oleh hak asasi manusia yang lain. keyakinan. adalah setiap pembatasan. baik jasmani maupun rohani pada seseorang untuk memperoleh pengakuan atau kete-rangan dari seseorang atau dari orang ketiga. 2. adalah seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan. Penyiksaan. aparatur negara. hukum. 6. atau penghapusan. dan ditegak-kan. 5. dengan menghukumnya atas suatu perbuatan yang telah dilakukan atau diduga telah dilakukan oleh seseorang atau orang ketiga. 7. tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya hak asasi manusia. Hak asasi manusia harus benar-benar dihormati. sosial. suku. bahasa. sehingga kebebasan atau hak asasi manusia bukanlah tanpa batas. Kewajiban dasar manusia. pelaksanaan atau penggu-naan hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam kehidupan baik individual maupun kolektif dalam bidang politik. pelecehan. 4.mendorong manusia menjadi serigala bagi manusia lainnya (homo homini lupus). dan aspek kehidupan lainnya. dilindungi. budaya. 39 Tahun 1999 : 1. apabila rasa sakit atau penderitaan tersebut . 3. Setiap hak asasi manusia mengandung kewajiban untuk menghormati hak asasi manusia lain. se-hingga menimbulkan rasa sakit atau penderitaan yang hebat. ekonomi. Karena manusia merupakan mahluk sosial (zoon politicon). Diskriminasi. Hak asasi manusia tidak boleh dilenyapkan oleh siapa pun dan dalam keadaan apa pun. perlindungan. jenis kelamin. atau bentuk diskriminasi. sehingga di dalam hak asasi manusia terdapat kewajib-an dasar atau kewajiban asasi manusia. dan untuk itu pemerintah. etnik. adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan sengaja. pengakuan. ras. yang berakibat pengurangan. Beberapa istilah dalam Ketentuan Umum UU No. dan penegakkan hak asasi manusia. kelompok. politik. golongan status sosial. penyimpangan. Hak asasi manusia (lihat di depan). 4. atau pengucilan yang langsung atau tak langsung didasarkan pembedaan manusia atas dasar agama. status ekonomi. dan pejabat publik lain-nya mempunyai kewajiban dan tanggung jawab menjamin terselenggara-nya penghormatan.

dengan persetujuan. dalam hukum dan pemerintahan. yaitu : 1. dan tidak menda-patkan. d. 2. Pelanggaran hak asasi manusia. . penelitian. b. dan memanfaatkannya. adalah setiap manusia yang berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun dan belum menikah. c. atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar. membatasi. yang selanjutnya disebut Komnas HAM. dan hak asasi kolektif. adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara melawan hukum. dan atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh undang-undang ini. pemantauan. Anak. Hak Perlakuan Sama (Legal Quality Right). mengembangkan seni budaya. 5. hak mendirikan Parpol dan Ormas. Hak Sosial dan Kebudayaan (Social and Cultural Right). dsb. Hak Asasi Pribadi (Personal Right). Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Macam dan jenis HAM meliputi berbagai bidang. adalah lembaga mandiri yang kedudukannya setingkat dengan lem-baga negara lainnya yang berfungsi melaksanakan pengkajian. mengurangi. atau sepengetahuan siapa pun dan/atau pejabat publik. dan mediasi hak asasi manusia. kebebasan memeluk agama tertentu. Dari segi subyeknya : Hak asasi individu. Dari segi obyek atau kepentingannya : a. termasuk anak yang masih dalam kandungan apabila hal tersebut adalah demi kepentingannya. membeli. seperti menyatakan pendapat. seperti hak untuk memiliki sesuatu. meng-halangi. menjual. dsb.ditimbulkan oleh. Hak Asasi Politik (Political Right). yaitu hak ikut dalam pemerintahan. kebebasan bergerak. dsb. seperti hak untuk memilih pendidikan. seperti hak memilih dan dipilih dalam Pemilu. penyuluhan. 7. e. berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku. atas hasutan dari. 6. Hak Asasi Ekonomi (Property Right).

3. Pasal 28B : (1) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah. 7. Hak untuk berkeluarga (Pasal 10). Hak turutserta dalam pemerintahan (Pasal 43 s/d 44). Hak Perlindungan (Procedural Right). Beberapa butir HAM yang ada dalam UU No. g. Hak untuk mengembangkan diri (Pasal 11 s/d 16). Hak atas kesejahteraan (Pasal 36 s/d 42). 4. 39 Tahun 1999 : 1. 10. 8. Hak untuk hidup (Pasal 4). Hak Asasi Manusia dalam BAB XA Pasal 28A s/d 28J UUD 1945 (Perubahan II/2000) : Pasal 28A : Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. Hak Membangun (Developmen Right). dsb. 6. seperti hak bagi negara untuk membangun negara tanpa campur tangan negara asing. penangkapan. serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. (2) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup. tumbuh. Hak wanita (Pasal 45 s/d 51). seperti perlakuan tata cara pera-dilan. dsb. Pasal 28C : . 5. Hak untuk memperoleh keadilan (Pasal 17 s/d 18). Hak atas kebebasan pribadi (Pasal 20 s/d 27). 2. dan berkembang.f. bila terjadi penggeledahan. 9. Hak atas rasa aman (Pasal 28 s/d 35). Hak anak (Pasal 52 s/d 66).

memilih kewar-ganegaraan. Pasal 28F : Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia. dan menge-luarkan pendapat. berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. memiliki.(1) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. me-milih pendidikan dan pengajaran. menyatakan pikiran dan sikap. dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggal-kannya. sesuai dengan hati nuraninya. serta berhak kembali. perlindungan. (2) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlaku-an yang adil dan layak dalam hubungan kerja. (3) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. dan kepasti-an hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum. serta berhak untuk mencari. bangsa dan negaranya. Pasal 28G : . (4) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan. berkumpul. (2) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat. memilih pekerjaan. mengolah. jaminan. Pasal 28D : (1) Setiap orang berhak atas pengakuan. (2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan. seni dan budaya. Pasal 28E : (1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamnya. (3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat. memperoleh. menyimpan.

(2) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persa-maan dan keadilan. keluarga. dan harta benda yang di bawah kekuasaannya. dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. (2) Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain. hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani.(1) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi. martabat. (3) Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban. (2) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlaku-an yang bersifat diskriminatif. hak untuk tidak diperbudak. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. kehormat-an. hak beragama. . hak untuk tidak disiksa. Pasal 28H : (1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin. Pasal 28I : (1) Hak untuk hidup. (3) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengem-bangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat. (4) Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapa pun. bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara. berbangsa. 2. diatur. dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan. dan memajukannya. pemajuan. penagakan. (5) Untuk menegakkan dan melindung hak asasi manusia sesuai dengan prin-sip negara hukum yang demokratis. Setiap warga negara wajib ikutserta dalam upaya pembelaan negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. moral. dan bernegara. dan hukum internasional menge-nai hak asasi manusia yang telah diterima oleh negara RI. Setiap hak asasi manusia seseorang menimbulkan kewajiban dasar dan tanggung jawab untuk menghormati hak asasi orang lain secara timbal balik serta menjadi tugas pemerintah untuk menghormati. setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan oleh undang-undang dengan maksud untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertim-bangan moral. etika. Setiap orang yang ada di wilayah negara RI wajib patuh pada peraturan perundang-undangan. berbangsa. melindungi. Pasal 28J : (1) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat. hukum tak tertulis. dan tata tertib kehidupan bermasyarakat. keamanan. 4. Kewajiban Dasar Manusia menurut UU No. menegakkan. Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain. setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud sematamata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral.(4) Perlindungan. Dalam menjalankan hak dan kebebasannya. (2) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya. terutama pemerintah. . keamanan. nilai-nilai agama. dan ketertiban umumdalam suatu masyarakat demokratis. 3. 39 Tahun 1999 : 1. dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis. maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin. dan bernegra.

merusak. dan bidang lain. Komnas HAM : Dibentuk dengan Keppres No. . dan hukum inter-nasional tentang hak asasi manusia yang diterima oleh negara RI. 3. Tujuannya : a. b. Komnas HAM dan Pengadilan HAM : Untuk memantapkan pelaksanaan hak asasi manusia di Indonesia telah diben-tuk Komnas HAM dan Pengadilan HAM. Kewajiban dan tanggung jawab pemerintah sebagaimana dimaksud meli-puti langkah implementasi yang efektif dalam bidang hukum. budaya. 2. atau menghapuskan hak asasi manusia atau kebebasan dasar yang diatur dalam undang-undang ini. 39 Tahun 1999. Universal Hak Asasi Manusia. Pemerintah wajib dan bertanggung jawab menghormati. pertahanan keamanan negara. 5 Tahun 1993 tanggal 7 Juni 1993 kemudian dikukuhkan dengan UU No. UUD 1945. Mengembangkan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan hak asasi manusia sesuai dengan Pancasila. peraturan perundang-undangan lain. golongan. atau pihak mana pun dibenarkan mengu-rangi. Tidak satu ketentuan pun dalam undang-undang ini boleh diartikan bahwa pemerintah. 4. Meningkatkan perlindungan dan penegakkan hak asasi manusia guna serta Deklarasi berkembangnya pribadi manusia Indonesia seutuhnya dan kemampu-annya berpartisipasi dalam berbagai bidang kehidupan. ekonomi. 1. melindungi. dan memajukan hak asasi manusia yang diatur dalam undangundang ini.Kewajiban dan tanggung jawab Pemerintah menurut UU No. 39 Tahun 1999 : 1. politik. partai. sosial. semata-mata untuk menjamin pengakuan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia serta kekebasan dasar orang lain. ketertiban umum. Hak dan kebebasan yang diatur dalam undang-undang ini hanya dapat dibatasi oleh dan berdasarkan undang-undang. kesusilaan. menegakkan. dan kepentingan bangsa. dan Piagam PBB.

Sidang paripurna adalah pemegang kekuasaan tertinggi dan terdiri dari seluruh anggota. dipilih oleh DPR berdasarkan usulan Komnas HAM dan diresmikan oleh Presiden. maupun oleh institusi negara atau institusi lainnya terhadap hak asasi individu lain tanpa ada dasar atau alasan yuridis dan . Sekretariat Jenderal dibentuk untuk pelayanan administratif yang dibantu oleh unit kerja dalam bentuk Biro-biro. Sidang Sub Komisi. b. ber-dasarkan mekanisme hukum yang berlaku. Sekretaris Jenderal dijabat oleh pegawai negeri yang bukan anggota. dua orang Wakil Ketua. diangkat oleh presiden atas usul si-dang paripurna. Pelanggaran HAM merupakan tindakan pelanggaran kemanusiaan baik dilakukan oleh individu. tanggung jawab. menghalangi. Masa jabatannya lima tahun dan setelah berakhir dapat diangkat kembali hanya untuk satu kali masa jabatan. Susunan Komnas HAM terdiri dari seorang Ketua. program kerja.Anggota Komnas HAM berjumlah 35 orang. Adapun kegiatan-kegiatan Komnas HAM dilakukan oleh Sub Komisi. Kelengkapan Komnas HAM terdiri dari : a. Ketentuan mengenai sidang paripurna dan sub komisi diatur dalam peraturan tata tertib Komnas HAM. atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar. Pelanggaran dan Pengadilan HAM : Unsur penting dalam HAM adalah masalah pelanggaran dan pengadilan HAM. dan mekanisme kerja. dan tidak didapatkan. mambatasi. dan/atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh undangundang. Ketua dan Wakil Ketua dipilih dari dan oleh anggota. Tugasnya menetapkan peraturan tata tertib. 2. kelompok. Kedudukan. Pelanggaran HAM adalah setiap perbuatan seseorang atau kelom-pok orang termasuk aparat negara baik disengaja ataupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi. Sidang Paripurna. tugas. dan Sekretaris Jenderal. dan susunan orga-nisasinya ditetapkan dengan Keppres.

\ e. Menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang akan mengakibatkan kemusnahan secara fisik baikj seluruh atau sebagiannya. b. Penyiksaan. Perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik lain secara Sewenang-wenang yang melanggar asas-asas/ketentuan pokok hukum internasional. Genoside dilakukan dengan cara : a. Kejahatan genosida adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan mak-sud menghancurkan/memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bang-sa. g. Membunuh anggota kelompok. yaitu pelanggaran berat dan pelanggaran ringan. . b. f. Mengakibatkan poenderitaan fisik atau mental yang berat terhadap anggotaanggota kelompok. Memaksanakan tindakan-tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran di dalam kelompok. perbudakan seksual. Pembunuhan. Serangan dimaksud ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil berupa : a. Perbudakan. Pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa. Sementara itu kejahatan kemanusiaan adalah suatu perbuatan yang dila-kukan dengan serangan yang meluas dan sistematis. d. Pelanggaran berat meliputi kejahatan genosida dan kejahatan kemanusiaan. dan kelompok agama. kelompok etnis. Pelanggaran HAM dikelompokkan pada dua bentuk. c. Permusuhan. ras.alasan rasional yang menjadi pijakannya. c. pelacuran secara paksa. d. sedangkan pelanggaran ringan adalah selain kedua bentuk tersebut. e. Perkosaan. pemandulan atau sterilisasi secara paksa atau bentuk-bentuk kekerasan seksual lain yang setara. pemaksaan kehamilan. Memindahkan secara paksa anak-anak dari kelompoik tertentu ke kelompok lain.

atau alasan lain yang telah diakui secara uni-versal sebagai hal yang dilarang menurut hukum internasional. terjadi sebelum diundangkannya UU No. Sementara itu Pengadilan HAM ad hoc yang dibentuk atas usul DPR berdasarkan peristiwa tertentu dengan Keppres untuk memeriksa dan memutus perkara pelanggaran hak asasi manusia yang berat. 26 Tahun 2000. . Pengadilan atas pelanggaran HAM kategori berat seperti genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan diberlakukan asas retroaktif (pembuktian terbalik). Kejahatan apartheid. budaya. Komisi ini adalah lembaga ekstrayudisial yang bertugas menegakkan kebenaran untuk mengungkap penyalahgunaan ke-kuasaan dan pelanggaran HAM pada masa lampau. kebangsaan. etnis. ras. bertugas dan berwenang memeriksa dan memutus perkara pelang-garan hak asasi manusia yang berat. Pengadil-an HAM adalah pengadilan khusus yang berada di lingkungan Peradilan Umum. 26 Tahun 2000. Selain pengadilan HAM ad hoc. Pengadilan HAM dibentuk berdasarkan UU No. jenis kelamin. penindasan dan dominasi suatu kelompok ras atas kelompok ras lain untuk mempertahankan dominasi dan kekuasaan-nya. dibentuk juga Komisi Kebenar-an dan Rekonsiliasi (KKR). agama. Penganiayaan terhadap suatu kelompok tertentu atau perkumpulan yang didasari persamaan paham politik. melaksanakan rekon-siliasi dalam perspektif kepentingan bersama sebagai negara. i. Penghilangan orang secara paksa. (Contohnya di Timor Timur pasca jajak pendapat 1999) yang mengakibatkan Timtim lepas dari NKRI.h. j.

1. 9/1998 tentang Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat di Muka Umum. B. 28). Peranan Pasif. 40/1999 tentang Pers.27 Ayat (2)}. b. 22/2007 tentang Penyelenggaraan Pe- . 4. WUJUD HUBUNGAN WARGA NEGARA DENGAN NEGARA Wujud hubungan antara warga negara dengan negara adalah berupa peranan (role). adalah aktivitas warga negara untuk terlibat (berpartisipasi) dalam kehidupan bernegara.BAB V HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA A. Peranan Negatif. berkumpul. yaitu : 1. Demikian juga peranan. Peranan Positif. UU No. dan positif. {Ps. adalah kepatuhan warga negara terhadap peraturan perundangundangan yang berlaku. UU No. Peranan tidak lain adalah tugas yang dilakukan dalam kedudukan/status sebagai warga negara.27 Ayat (3)}. Lebih lanjut dijabarkan dalam peraturan perundang-undangan. HAK DAN KEWAJIBAN Hak dan kewajiban WNI tercantum dalam UUD 1945 Pasal 27 s/d 34. misalnya UU No. 3. aktif. Hak berserikat. Status dimaksud meliputi status pasif. antara lain dalam mempengaruhi keputusan publik. Hak membela negara. adalah aktivitas warga negara untuk menolak campur tangan negara dalam masalah pribadi. {Ps. dan mengeluarkan pendapat. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Peranan Aktif. (Ps. adalah aktivitas warga negara untuk meminta pelayanan negara dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup. Hak-hak Warga Negara : a. negatif. c. 2.

Hak negara untuk dibela. f. Hak ekonomi atau hak untuk mendapatkan kesejahteraan sosial. Tunduk pada pembatasan yang ditetapkan UU untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain. {Ps. dan DPRD. (3). 2.32 Ayat (1)}. 2/2002 tentang Kepolisian Negara RI. UU No. {Ps. Dalam upaya pertahanan negara. (2). Membayar pajak sebagai kontrak utama antara negara dengan warga negara. (Ps. Hak untuk mendapatkan pengajaran (pendidikan). b. g. {Ps. 3/2002 tentang Pertahanan Negara.milihan Umum. {Ps. 34/2004 tentang TNI. dan (5)}. {Ps. dan UU No. Hak untuk mengembangkan dan memajukan kebudayaan nasional. (4). Kewajiban Warga Negara : a.27 Ayat (1)}. {Ps. Hak dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.29 Ayat (1) dan (2)}.30 Ayat (1)}. 3. f. UU No. 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia. 20/2003 tentang Sisdiknas dan UU No. g. c. e. 2/2008 tentang Parpol.31 Ayat (1) dan (2)}. {Ps. h. Hak Negara terhadap Warga Negara : a.30 Ayat (1)}. Mentaati hukum dan pemerintahan. Menhormati hak asasi orang lain (Ps.27 Ayat (3)}. e.34). dll. Dijabarkan dalam UU No. Dijabarkan dalam UU No. Hak kemerdekaan memeluk agama. UU No. 42/2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. Mengikuti pendidikan dasar. b. d. 14/2005 tentang Guru dan Dosen.33 Ayat (1). Hak mendapatkan jaminan keadilan sosial. DPD. Dijabarkan antara lain dalam UU No. 28). dll. . dll. Membela negara. Hak negara untuk ditaati (hukum dan pemerintahan). 10/2008 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR. UU No. i. d. {Ps.

Kewajiban Negara terhadap Warga Negara : a. i. j. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. h. Mencerdaskan kehidupan bangsa. 4. e. dan kekayaan yang terkandung di dalamnya untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Memajukan kesejahteraan umum. Menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional. d. Menjamin hak asasi warga negara. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Mengusahakan dan menyelenggarakan sistem pendidikan nasional. Membiayai pendidikan khususnya pendidikan dasar. Hak negara untuk menguasai bumi. Memberi dan mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat serta memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. Menjamin sistem hukum yang adil.c. c. Menguasai cabang-cabang produksi terpenting bagi negara dan menguasai hidup orang banyak. m. f. l. b. dan keadilan sosial. Memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilainilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. k. . g. n. o. air. serta kebebasan beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya itu. Menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk memeluk agama dan kepercayaannya. Memajukan kebudayaan di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dengan memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya. perdamaian abadi. Memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari APBN dan APBD.

Hak Asasi Manusia : a. Memelihara fakir miskin dan anak-anak telantar. untuk mencari kesamaan pemikiran terhadap penyelesaian masalah yang dihadapi. c. Memiliki rasa hormat dan tanggung jawab. Melakukan dialog/diskusi. yaitu pola sikap dan perilaku berdasarkan rasio atau akal pikiran yang sehat. misalnya sikap dan perilaku yang selalu mendasarkan pada fakta dan data yang valid (sah) serta argumentasi yang kuat. KARAKTERISTIK WARGA NEGARA YANG BERTANGGUNG JAWAB Karakteristik adalah sejumlah sifat atau tabiat yang harus dimiliki oleh WNI. Yang perlu dibedakan adalah antara hak warga negara dengan hak asasi manusia. 3. sehingga muncul suatu identitas yang mudah dikenali sebagai warga negara. Dengan demikian hak warga negara untuk tiap negara akan berbeda. Bersikap kritis. Bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan palayanan umum lainnya yang layak. c. yaitu : 1. Muncul karena ada ketentuan peraturan perundang-undangan dan berlaku bagi orang yang berstatus sebagai warga negara. ramah tamah. C. Hak Warga Negara : a. 5. 2. serta melaksanakan semua tugas dan fungsi sesuai dengan aturan/norma yang berlaku. q. Bersikap terbuka (transparan). b. Hak-hak yang sifatnya mendasar yang melekat secara otomatis dengan keberadaannya sebagai manusia sejak lahir. Hak yang ditentukan dalam konstitusi suatu negara. Rasional. . 4. Karenanya berlaku universal di seluruh dunia. b. 2. misalnya perilaku sopan santun. Tidak diberikan oleh negara. tetapi justru negara harus menjamin keberadaannya. sejauh masalahnya tidak bersifat rahasia.p. Karakteristik dimaksud adalah : 1.

yaitu sikap dan perilaku menghormati persamaan derajat dan martabat kemanusiaan. sebagai warga negara. Memiliki kemandirian. Mendorong berfungsinya demokrasi konstitusional yang sehat. 5. antara yang dikemukakan/diucapkan dengan kenyataan. meliputi : 1. dan ekonomi. Menghargai martabat manusia dan kehormatan pribadi. Adil. 3. sehingga tidak muncul kritik tentang ”kebohongan publik.6. 2. Memiliki tanggung jawab pribadi. yaitu sikap dan perilaku berdasarkan fakta dan data yang sah dan akurat. Berpartisipasi dalam urusan pembangunan dan kemasyarakatan dengan pikiran dan sikap yang santun. 4. dalam arti. politik. 7.” Adapun karakteristik WNI yang mandiri. Lebih-lebih hal ini bagi pejabat negara. ada kesamaan antara ucapan dan tindakan. Jujur. .

Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) sebagai kekuatan utama. Pasal 30 Ayat (1) berbunyi. TNI berkedudukan di bawah Presiden. dan Tugas TNI : (1) Kedudukan : . .BAB VI BELA NEGARA A. TNI Angkatan Laut. “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikutserta dalam usaha pertahanan keamanan negara. Fungsi. dan TNI .Dalam pengerahan dan penggunaan kekuatan militer. Kedudukan. “Setiap warga negara berhak dan wajib ikutserta dalam upaya pembelaan negara. Pasal 27 Ayat (3) berbunyi. MAKNA BELA NEGARA Dalam UUD 1945 : 1. yaitu : 1. fungsi.Dalam kebijakan dan strategi pertahanan serta dukungan administrasi. TNI di bawah koordinasi Departemen Pertahanan. Untuk lebih jelasnya di bawah ini dikemukakan tentang peran.TNI terdiri atas TNI Angkatan Darat.” 2. . Pembelaan negara dimaksud dalam implementasinya sesuai dengan kemampuan dan profesi masing-masing.” Dengan demikian usaha pembelaan dan pertahanan keamanan negara merupakan hak sekaligus kewajiban setiap warga negara Indonesia. tugas. Konsekuensinya setiap warga negara berhak dan wajib turutserta dalam menentukan kebijakan pembelaan negara melalui lembaga-lembaga perwakilan sesuai dengan UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Peran. serta wewenang TNI dan POLRI : a. Usaha pembelaan dan pertahanan keamanan negara dilaksanakan melalui Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata).

. TNI merupakan komponen utama sistem pertahanan negara. . . mengatasi aksi terorisme. dan keselamatan bangsa.Angkatan Udara yang melaksanakan tugasnya secara matra atau gabungan di bawah pimpinan Panglima. melaksanakan tugas perdamaian dunia sesuai dengan kebijakan politik luar negeri. yaitu untuk : . . (3) Fungsi : TNI sebagai alat pertahanan negara berfungsi sebagai : . mengatasi pemberontakan bersenjata.Tiap-tiap angkatan mempunyai kedudukan yang sama dan sederajat. .Pemulih terhadap kondisi keamanan negara yang terganggu akibat kekacauan keamanan. serta melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Tugas pokok ini dilakukan dengan : . . mempertahankan keutuhan wilayah NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.Penangkal terhadap setiap bentuk ancaman militer dan ancaman bersenjata dari luar dan dari dalam negeri terhadap kedaulatan.Operasi militer untuk perang. keutuhan wilayah.Operasi militer selain perang. mengatasi gerakan separatis bersenjata. mengamankan obyek vital nasional yang bersifat strategis. mengamankan wilayah perbatasan. . . (2) Peran : TNI berperan sebagai alat negara di bidang pertahanan yang dalam menjalankan tugasnya berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara. . .Penindak terhadap setiap bentuk ancaman tersebut di atas. Dalam melaksanakan fungsi tersebut di atas. (4) Tugas : Tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara.

b. membantu mengamankan tamu negara setingkat kepala negara dan perwakilan pemerintah asing yang sedang berada di Indonesia. penjagaan. dan pemberian bantuan kemanusiaan. Ketentuan tersebut di atas dilaksanakan berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara. pengayoman. . . pengungsian. mengamankan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya. . Tugas. . (2) Tugas Pokok : . (3) Tugas : . .Melaksanakan pengaturan.POLRI berada di bawah Presiden. pengawalan.. membantu pemerintah dalam pengamanan pelayaran dan pener- bangan terhadap pembajakan. membantu POLRI dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dengan undang-undang. memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta. dan pelayanan kepada masyarakat. membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue). . .Memberikan perlindungan. perompakan. dan Wewenang POLRI : (1) Kedudukan : . dan patroli terhadap kegiatan masyarakat dan pemerintah sesuai kebutuhan. . .Menegakkan hukum. dan penyelundupan.Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. membantu tugas pemerintahan di daerah. . Kedudukan. Tugas Pokok. .POLRI dipimpin oleh KAPOLRI yang dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Presiden sesuai dengan peraturan perundang-undangan. membantu menanggulangi akibat bencana alam.

Melindungi keselamatan jiwa raga. . penyidik pegawai negeri sipil. dan pembinaan teknis terhadap kepolisian khusus. kesadaran hukum masyarakat.Melayani kepentingan warga masyarakat untuk sementara sebelum ditangani oleh instansi dan/atau pihak yang berwenang. . dan lingkungan hidup dari gangguan ketertiban dan/atau bencana termasuk memberikan bantuan dan pertolongan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. laboratorium forensik dan psikologi kepolisian untuk kepentingan tugas kepolisian. . . ketertiban. pengawasan. dan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa. .Melakukan koordinasi. dan kelancaran lalu lintas di jalan. . tugas lain sesuai dengan peraturan perundang- .Membina masyarakat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. harta benda.Menyelenggarakan segala kegiatan dalam menjamin keamanan.Melaksanakan undangan. (4) Wewenang : Dalam rangka penyelenggaran tugas pokok dan tugas tersebut di atas. . .Memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan kepentingannya dalam lingkup tugas kepolisian.. . kedokteran kepolisian.Menyelenggarakan identifikasi kepolisian.Membantu menyelesaikan perselisihan warga masyarakat yang dapat mengganggu ketertiban umum.Menerima laporan dan/atau pengaduan. masyarakat.Melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap semua tindak pidana sesuai dengan hukum acara pidana dan peraturan perundang-undangan lainnya.Turutserta dalam pembinaan hukum nasional. secara umum POLRI berwenang : . . .Memelihara ketertiban dan menjamin keamanan umum. serta ketaatan warga masyarakat terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan.

Memberikan petunjuk.Menerima dan menyimpan barang temuan untuk sementara waktu. dan melatih aparat kepolisian khusus dan petugas pengamanan swakarsa dalam bidang teknis kepolisian. mendidik.Melakukan tindakan pertama di tempat kejadian.Memberikan surat izin mengemudi kendaraan bermotor.Memberikan bantuan pengamanan dalam sidang dan pelaksanaan putusan pengadilan. . Sesuai dengan peraturan perundang-undangan lainnya. .Mengambil sidik jari dan identitas lainnya serta memotret seseorang.Menyelenggarakan pusat informasi kriminal nasional. . dan senjata tajam.. . . .Memberikan izin dan melakukan pengawasan senjata api. . . .Melaksanakan pemeriksaan khusus sebagai bagian dari tindakan kepolisian dalam rangka pencegahan.Menyelenggarakan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor. .Mencari keterangan dan barang bukti.Memberikan izin operasional dan melakukan pengawasan terhadap badan usaha di bidang jasa mengamanan. POLRI berwenang : .Melakukan kerjasama dengan kepolisian negara lain dalam menyidik dan memberantas kejahatan internasional.Mengeluarkan peraturan kepolisian dalam lingkup kewenangan administratif kepolisian.Menerima pemberitahuan tentang kegiatan politik.Mengawasi aliran yang dapat menimbulkan perpecahan atau mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. . . . serta kegiatan masyarakat. . . . bahan peledak. . .Mengeluarkan surat izin dan/atau surat keterangan yang diperlukan dalam rangka pelayanan masyarakat.Memberikan izin dan mengawasi kegiatan keramaian umum dan kegiatan masyarakat lainnya. kegiatan instansi lain.Mencegah dan menaggulangi tumbuhnya penyakit masyarakat.

. .Memberi petunjuk dan bantuan penyidikan kepada penyidik pegawai negeri sipil serta menerima hasil penyidikan penyidik pegawai negeri sipil untuk diserahkan kepada penuntut umum.Menyuruh berhenti orang yang dicurigai dan menanyakan serta memeriksa tanda pengenal diri. penahanan. POLRI berwenang untuk : .Mengadakan penghentian penyidikan.Melarang setiap orang meninggalkan atau memasuki tempat kejadian perkara untuk kepentingan penyidikan. .Mengajukan permintaan secara langsung kepada pejabat imigrasi yang berwenang di tempat pemeriksaan imigrasi dalam keadaan mendesak atau mendadak untuk mencegah atau menagkal orang yang disangka melakukan tindak pidana. . .Tidak bertentangan dengan suatu aturan hukum.Mengadakan tindakan lain menurut hukum yang bertanggung jawab. . .Melaksanakan kewenangan lain yang termasuk dalam lingkup tugas kepolisian. . dan penyitaan.Mewakili pemerintah RI dalam organisasi kepolisian internasional.Melakukan pemeriksaan dan penyitaan surat.Melakukan pengawasan fungsional kepolisian terhadap orang asing yang berada di wilayah Indonesia dengan koordinasi instansi terkait.Melakukan penangkapan. penggeledahan. . .Menyerahkan berkas perkara kepada penuntut umum. .. .Mendatangkan orang ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan pemeriksaan perkara. Di bidang proses pidana.Membawa dan menghadapkan orang kepada penyidik dalam rangka penyidikan. . . Tindakan lain adalah tindakan penyelidikan dan penyidikan yang dilaksanakan jika memenuhi syarat sebagai berikut : .Memanggil orang untuk didengar dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi.

misalnya Resimen Mahasiswa (Menwa). dan sumber daya buatan. kesusilaan. yaitu : (1) Ketertiban umum.Pertimbangan yang layak berdasarkan keadaan yang memaksa. Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya POLRI senantiasa bertindak berdasarkan norma hukum dan mengindahkan norma agama. . Adapun sumber daya nasional meliputi sumber daya manusia. Bela Negara secara Fisik : a. b.Selaras dengan kewajiban hukum yang mengharuskan tindakan tersebut dilakukan.Menghormati hak asasi manusia. serta menjunjung tinggi hak asasi manusia. b. 2. Pertahanan Sipil (Hansip) atau Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang tergabung dalam Wanra dan Kamra. c. serta Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP). kesopanan. (4) Perlawanan rakyat. Adapun Ratih mempunyai empat fungsi. . Pendidikan kewarganegaraan di sekolah-sekolah termasuk perguruan tinggi. Komponen pendukung adalah sumber daya nasional yang dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan dan kemampuan komponen utama dan cadangan. Ikut pelatihan dasar kemiliteran melalui program Rakyat Terlatih (Ratih) yang terdiri dari berbagai unsur. (2) Perlindungan masyarakat. dan termasuk dalam lingkungan jabatannya. . Menjadi anggota TNI atau POLRI. Mitra Babinsa. Wujud bela negara mencakup pengertian bela negara secara fisik dan nonfisik. sumber daya alam. Pelatihan dasar kemiliteran secara wajib (Wamil). masuk akal. Dan lebih diutamakan adalah tindakan pencegahan. 1. Pengabdian sesuai dengan profesi masing-masing. . Keikutsertaan atau peranan rakyat (warga negara) dalam bela negara diselenggarakan melalui : a.Harus patut.. (3) Keamanan rakyat. Rakyat sebagai kekuatan Pendukung.

dapat pula dipertimbangkan wajib militer (wamil) bagi warga negara yang memenuhi syarat. Jika keadaan ekonomi dan keuangan negara memungkinkan. Meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. b. Dalam keadaan darurat. pengacara di dinas hukum atau oditur militer di pengadilan militer. c.Tiga fungsi pertama dilakukan pada masa damai. mereka dapat dimobilisasi dalam waktu singkat untuk tugas-tugas tempur maupun teritorial. dsb. misalnya saat terjadi bencana alam dan darurat sipil. psikolog di dinas psikologi militer. Bela Negara secara Nonfisik : Bela negara tidak selalu berarti harus memanggul senjata menghadapi musuh atau bersifat militeristik. . misalnya : Dokter di rumah sakit militer. Menanamkan kecintaan terhadap tanah air (patriotisme) melalui pengabdian yang tulus kepada masyarakat. sepanjang masa. Sementara fungsi yang keempat dilakukan dalam keadaan darurat perang. dan dalam segala situasi. di mana ratih membantu pemerintah daerah menangai keamanan dan ketertiban masyarakat. 2. akuntan di biro keuangan instansi militer. misalnya : a. Mereka yang telah mengikuti latihan dasar kemiliteran akan menjadi cadangan TNI. Berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara dengan berkarya nyata (bukan retorika). dan setelah lulus menjadi sarjana dapat ditugaskan/ditempatkan sesuai dengan profesi masing-masing dalam kehidupan militer. Keterlibatan warga negara dalam bela negara secara nonfisik dapat dilakukan dengan berbagai bentuk. Para mahasiswa di perguruan tinggi biasanya menjadi Perwira Cadangan (Pacad). termasuk menghayati arti demokrasi dengan menghargai perbedaan pendapat dan tidak me-maksakan kehendak. sehingga ratih merupakan unsur bantuan tempur bagi pasukan reguler TNI yang terlibat langsung di medan perang.

yaitu ancaman. Ancaman : Suatu hal atau upaya yang bersifat dan bertujuan mengubah dan merombak kebijakan negara yang dilaksanakan secara konsepsional. tantangan. Ancaman inilah yang perlu diatasi melalui keikutsertaan warga negara dalam bela negara. dan keselamatan segenap bangsa. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. e. Tantangan : Suatu hal atau upaya yang bersifat atau bertujuan menggugah kemampuan. Ancaman mencakup hal yang sangat luas dan spektrum yang senantiasa berubah/berkembang dari waktu ke waktu. keutuhan wilayah negara. IDENTIFIKASI ANCAMAN TERHADAP BANGSA DAN NEGARA Ancaman adalah setiap usaha dan kegiatan baik dari dalam maupun luar negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan negara. Akan tetapi untuk pengetahuan. hambatan. 3. 2. 20 Tahun 1982 tentang Pokok-pokok Pertahanan Kemanan Negara. 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. b. c. Tantangan. hanya satu istilah saja. sedangkan menurut UU No. Menurut UU No. Peraturan perundang-undangan sebagai pelaksanaan Pasal 30 UUD 1945 yang berkaitan dengan bela negara hingga saat ini adalah : a. ancaman mencakup ATHG (Ancaman. 3 Tahun 2002 yang menggantikannya. dan berasal dari dalam. dan Gangguan). Hambatan. Meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap hukum/undang-undang dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. B. dan gangguan dimaksud. Hambatan : Suatu hal yang bersifat melemahkan atau menghalangi tetapi tidak secara konsepsional.d. UU No. UU No. 1. UU No. . 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pembekalan mental spiritual di kalangan masyarakat agar dapat menangkal pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan norma kehidupan bangsa dengan lebih bertaqwa terhadap Tuhan YME melalui ibadah sesuai dengan agama masing-masing. di bawah ini dikemukakan pengertian daripada ancaman.

Dewasa ini ancaman terhadap kedaulatan negara yang semula bersifat konvensional (fisik) berkembang menjadi multi dimensional (fisik dan nonfisik). berupa serangan oleh kekuatan militer negara lain terhadap wilayah NKRI. Bentuk ancaman militer mencakup : 1. f. b. perompak (bajak laut). baik berasal dari dalam maupun luar negeri. maupun keamanan yang terkait dengan kejahatan internasional seperti terorisme. Serangan unsur angkatan bersenjata negara lain terhadap unsur satuan TNI AD. dll. dan keselamatan bangsa. yaitu ancaman militer dan ancaman nonmiliter. Agresi. perusakan lingkungan. Ancaman multi dimensional dimaksud dapat bersumber dari permasalahan ideologi. dengan cara : a. d. Gangguan : Suatu hal atau upaya yang mengusik kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara RI. 2. politik.4. pencurian kekayaan alam. sosial-budaya. ekonomi. AL atau AU negara kita. Unsur angkatan bersenjata negara lain yang berada di wilayah NKRI berdasarkan perjanjian. Terdapat dua bentuk ancaman. narkoba. baik dengan menggunakan kapal maupun pesawat nonkomersial. Invasi. c. g. Bombardemen (pengeboman) dengan senjata terhadap wilayah NKRI. tetapi tindakannya bertentangan dengan isi perjanjian. . imigran gelap. e. dengan penggunaan kekuatan bersenjata oleh negara lain terhadap kedaulatan negara. Pengiriman kelompok bersenjata atau tentara bayaran oleh negara lain untuk melakukan tindak kekerasan di wilayah NKRI. Tindakan suatu negara yang mengizinkan penggunaan wilayahnya oleh negara lain sebagai daerah persiapan untuk melakukan agresi terhadap NKRI. Blokade terhadap pelabuhan/pantai atau wilayah udara NKRI oleh angkatan bersenjata negara lain. Pelanggaran wilayah yang dilakukan negara lain. keutuhan wilayah.

3. Spionase yang dilakukan negara lain untuk mencari/mendapatkan rahasia militer; 4. Sabotase untuk merusak instalasi militer atau obyek vital nasional yang membahayakan keselamatan bangsa; 5. Asksi teror bersenjata yang dilakukan oleh jaringan terorisme internasional atau yang bekerjasama dengan terorisme dalam negeri yang bereskalasi tinggi sehingga membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan bangsa; 6. Pemberontakan bersenjata di dalam negeri; 7. Perang saudara antar kelompok masyarakat bersenjata di dalam negeri, dsb. Sebenarnya dalam jangka waktu pendek ancaman dari luar negeri relatif kecil kemungkinannya mengingat upaya diplomasi negara dan peran PBB, serta opini dunia internasional yang akan mencegah atau sekurang-kurangnya membatasi negara lain untuk menggunakan kekuatan bersenjata terhadap NKRI, namun tetap kita harus selalu waspada. Ancaman yang paling mungkin adalah kejahatan yang terorganisasi yang dilakukan oleh aktor-aktor nonnegara untuk memperoleh keuntungan dengan memanipulasi kondisi dalam negeri dan keterbatasan dan kelemahan aparatur pemerintah. Bentuk ancaman nonmiliter adalah upaya menghancuran moral dan budaya bangsa melalui disinformasi, propaganda negatif, peredaran narkoba, film-film porno, senibudaya yang tidak sesuai dengan ajaran agama dan nilai-nilai Pancasila, dll. yang mempengaruhi bangsa terutama generasi muda. Berdasarakan ”Buku Putih” yang disusun oleh Departemen Pertahanan RI tahun 2003, ancaman yang dihadapi bangsa Indonesia lebih kompleks lagi. Prakiraan ancaman dimaksud antara lain : 1. Gerakan separatis yang berusaha memisahkan diri dari NKRI; 2. Aksi radikalisme yang berlatar belakang primordial etnis, ras, dan agama, serta ideologi di luar Pancasila, baik yang berdiri sendiri maupun yang memiliki keterkaitan dengan kekuatan-kekuatan di luar negeri.

3. Konflik komunal

yang kendati bersumber dari masalah sosial-ekonomi,

kemudian dapat berkembang menjadi konflik antar suku, ras/keturunan, dan agama (Sara) dalam skala yang luas. 4. Kejahatan lintas negara seperti penyelundupan barang, senjata, amunisi, dan bahan peledak, penyelundupan manusia, narkoba, pencician uang (money loundry), serta bentuk-bentuk kejahatan lainnya. 5. Kegiatan imigrasi gelap yang menjadikan Indonesia sebagai tujuan maupun bantu lancatan ke negara lain. 6. Gangguan keamanan laut seperti pembajakan/perompakan, penangkapan ikan secara ilegal, pencemaran, dan perusakan ekosistem. 7. Gangguan keamanan udara seperti pembajakan udara, pelanggaran wilayah udara RI, dan terorisme melalui transportasi udara. 8. Perusakan lingkungan seperti pembakaran hutan, perambahan/pembalakan liar hutan (illegal loging), pembuangan limbah beracun dan berbahaya, dll. 9. Bencana alam dan dampaknya terhadap keselamatan bangsa.

BAB VII DEMOKRASI

A. PENGERTIAN DEMOKRASI Secara bahasa (etimologis), demokrasi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “demos” yang berarti rakyat, dan “cratos” atau “cratein” yang berarti kekuasaan atau pemerintahan. Jadi, demokrasi adalah kekuasaan atau pemerintahan rakyat. Konsep demokrasi lahir dari Yunani kuno dalam kehidupan bernegara antara abad 4 sM s/d abad ke 6 M. Pada waktu itu yang dipraktekkan adalah demokrasi langsung (direct democracy), karena berupa negara kota (polis, city states) yang pendukungnya terbatas pada sebuah kota Athena dan daerah sekitarnya lk. 300.000 orang. Meskipun ada keterlibatan seluruh warga, tetapi masih ada pembatasan, misalnya para perempuan, anak, dan budak, tidak berhak ikutserta dalam pemerintahan. Dengan perkembangan zaman dan jumlah penduduk yang bertambah banyak, timbul juga demokrasi tidak langsung (melalui perwakilan) dengan alasan : 1. Tidak ada tempat untuk menampung seluruh warga yang jumlahnya cukup banyak. 2. Dengan jumlah warga yang banyak, sulit melaksanakan musyawarah dengan baik. 3. Mufakat bulat sulit tercapai karena sulitnya memungut suara dari warga yang hadir. 4. Masalah yang dihadapi negara semakin kompleks dan rumit, sehingga dibutuhkan orang-orang yang secara khusus mempunyai keahlian berkecimpung dalam menyelesaikan masalah tersebut. Jadi, demokrasi atas dasar penyaluran kehendak rakyat ada dua macam, yaitu demokrasi langsung dan demokrasi tidak langsung. Secara terminologis, banyak definisi demokrasi yang dikemukakan oleh para ahli dengan sudut pandang berbeda. Berikut ini adalah definisi-definisi dimaksud.

1. Harris Soche : Demokrasi adalah bentuk pemerintahan rakyat, karena itu kekuasaan pemerintahan melekat pada diri rakyat, diri orang banyak, dan merupakan hak bagi rakyat atau orang banyak untuk mengatur, mempertahankan, dan melindungi dirinya dari paksaan dan pemerkosaan orang lain atau badan yang diserahi untuk memerintah.

2. Henry B. Mayo : Sistem politik demokratis adalah sistem yang menunjukkan bahwa kebijakan umum ditentukan atas dasar mayoritas oleh wakil-wakil yang diawasi secara efektif oleh rakyat dalam pemilihan-pemilihan berkala yang didasarkan atas prinsip kesamaan politik dan diselenggarakan dalam suasana terjaminnya kebebasan politik. 3. C.F. Strong : Suatu sistem pemerintahan dalam mana mayoritas anggota dewasa dari masyarakat politik ikutserta atas dasar sistem perwakilan yang menjamin bahwa pemerintah akhirnya mempertanggungjawabkan tindakan-tindakannya kepada mayoritas itu. 4. Samuel P. Huntington : Sistem politik sebagai demokratis sejauh para pembuat keputusan kolektif yang paling kuat dalam sistem itu dipilih melalui pemilihan umum yang jujur, adil, dan berkala, dan di dalam sistem itu para calon bebas bersaing untuk memperoleh suara dan hampir semua penduduk dewasa berhak memberikan suara. 5. International Commission for Jurist : Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan di mana hak untuk membuat keputusan-keputusan politik diselenggarakan oleh warga melalui wakil-wakil yang dipilih oleh mereka dan bertanggung jawab kepada mereka melalui suatu proses pemilihan yang bebas. 6. Abraham Lincon (AS, 1863) :

B. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh seseorang (Raja) sebagai pemimpin tertinggi dan dijalankan untuk kepentingan rakyat. Perwujudan lain konsep kedaulatan rakyat adalah pengawasan oleh rakyat. and for the people). prinsip utama dalam demokrasi menurut Maswadi Rauf (1997) ada dua. oleh rakyat. 1. terjaminnya kepentingan rakyat dalam tugas-tugas pemerintahan. 2. yaitu : 1. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh seseorang sebagai pemimpin tertinggi dan dijalankan untuk kepentingan pribadi sang pemimpin. Monarki. . Demokrasi karenanya merupakan pelembagaan dari kebebasan. dan sebagai sikap hidup. Kebebasan/persamaan (freedom/equality). yaitu pertama. Aristokrasi. Pembagian bentuk pemerintahan menurut Plato (429-347). b. Kedaulatan rakyat (people’s sovereignity).Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat. dan sarana penting untuk mencapai kemajuan dengan memberikan hasil maksimal dari usaha orang tanpa adanya pembatasan dari penguasa. dan untuk rakyat (government of the people. KONSEP DEMOKRASI Konsep demokrasi pada masa sekarang ini tidak saja difahami sebagai bentuk pemerintahan. dibedakan menjadi : a. Demokrasi sebagai Bentuk Pemerintahan : Konsep ini berasal dari para filsuf Yunani. dan kedua. Tirani. Sementara itu kedaulatan rakyat pada hakekatnya merupakan kebijakan yang dibuat atas kehendak rakyat untuk kepentingan rakyat. c. kecil kemungkinan terjadi penyalahgunaan kekuasaan. Mekanisme semacam ini akan mencapai dua hal. by the people. Sementara itu secara substantif. tetapi juga sebagai sistem politik. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh sekelompok orang dan dijalankan untuk kepentingan rakyat banyak. Kebebasan dan persamaan adalah pondasi demokrasi.

Demokrasi. bentuk merosotnya. misalnya otoriter. yaitu bentuk pemerintahan kerajaan. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh rakyat. Mobokrasi/Okhlokrasi. demokrasi. Menurut Nicollo Machiavelli. Monarki b. Oligarki. demokrasi bentuk merosotnya. Pemimpin negara umumnya bergelar Raja. bentuk merosotnya. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh sekelompok orang dan dijalankan untuk kelompok itu sendiri. Sultan. Huntington (2001). . Pengangkatan/penunjukannya berdasarkan keturunan atau pewarisan. dan sistem politik nondemokrasi. yaitu bentuk pemerintahan yang dipimpin oleh seorang Presiden atau Perdana Menteri. tirani. Huntington. sehingga pemerintahan yang dijalankan tidak berhasil untuk kepentingan rakyat banyak. Aristokrasi c. 3. b. Sedangkan sistem politik nondemokrasi adalah sistem pemerintahan yang tidak menjalankan prinsip-prinsip demokrasi. Monarki. rezim satu partai. Sementara itu bentuk pemerintahan menurut Aristoteles : a. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh rakyat dan dijalankan untuk kepentingan rakyat banyak. yaitu sistem politik demokrasi. totaliter. atau Kaisar. Ratu.P. bentuk pemerintahan ada dua. monarki absolut. Sistem politik demokrasi adalah sistem pemerintahan dalam suatu negara yang menjalankan prinsip-prinsip demokrasi. yaitu : a.P. Hal ini terlihat dari definisi demokrasi yang diberikan Henry B. dan sistem komunis. okhlokrasi. Menurut S. Republik. sistem politik dibedakan menjadi dua. diktator. tidak berpendidikan. tidak faham tentang pemerintahan. f. Pengangkatan/penunjukannya berdasarkan pemilihan. bentuk merosotnya. Mayo dan S. e.d. rezim militer. Republik Pendapat lain. tetapi yang tidak tahu apa-apa. Demokrasi sebagai Sistem Politik : Sistem politik cakupannya lebih luas dari sekedar bentuk pemerintahan. oligarki.

Kebijakan pemerintah dibuat oleh badan perwakilan politik tanpa paksaan dari lembaga mana pun. o. p. n. Konstitusi/undang-undang dasar yang demokratis. Mekanisme politik yang berubah antara kehidupan politik masyarakat dengan kehidupan politik pemerintah. eksekutif. Pengakuan terhadap hak-hak minoritas. Pemerintahan berdasarkan hukum (rule of law). l. demikian juga ada negara republik yang demokratis dan ada yang diktator/otoriter. Manajemen yang terbuka. Perlindungan terhadap hak asasi manusia. e. Penempatan pejabat pemerintahan dengan merit sistem bukan spoil sistem. Menurut Sukarna (1981). prinsip-prinsip sistem politik demokrasi adalah : a. Pembagian kekuasaan : Legislatif. Partai politik lebih dari satu dan mampu melaksanakan fungsinya. k. Pemilihan umum yang bebas. s. m. Pers yang bebas. Pemerintahan konstitusional. Peradilan yang bebas dan tidak memihak. Pemerintahan mayoritas. t. dan ada yang diktator/otoriter. d. Jaminan terhadap kebebasan individu dalam batas-batas tertentu. Penyelesaian secara damai bukan kompromi. Dengan demikian. j. Pemerintahan dengan diskusi. ada negara kerajaan yang demokratis. dan yudikatif berada pada badan badan yang berbeda. Adapun prinsip-prinsip sistem politik kediktatoran/otoriter adalah : . r. c. q. Prinsip persetujuan. Pengawasan terhadap administrasi negara. f. atau diktator. i. h. g. bisa saja bentuk pemerintahan monarki (kerajaan) dan republik pun merupakan negara demokrasi.Akan tetapi dalam kenyataannya. b. bergantung pada prinsip-prinsip yang dijalankannya.

berpendapat. bahkan pelanggaran. Pemerintahan tidak berdasarkan konstitusi. hanya untuk memperkuat keabsahan penguasa. Unsur-unsur pendukung tegaknya demokrasi sebagai sebuah tatanan kehidupan kenegaraan. . ekonomi. h. Kalaupun ada konstitusi.a. b. Prinsip dogmatisme dan banyak doktrin. dan pers. Ubaedillah dan Abdul Rozak dkk. sosial. g. Pembentukan pemerintahan melalui dekrit. Tidak ada pengawasan administrasi dan birokrasi. Supremasi kekuasaan dan ketidaksamaan di depan hukum (rule of power). dan politik menurut A. Tidak ada kebebasan berbicara. eksekutif. n. l. i. tetapi berdasarkan kekuasaan. Ketiga macam kekuasaan (legislatif. Mekanisme kehidupan politik dan sosial tidak dapat berubah. dan kebebasan dari rasa takut. Manajemen dan kepemimpinan tertutup dan tidak bertanggung jawab. beragama. j. m. konstitusinya memberikan kekuasaan besar kepada negara/pemerintah. Badan peradilan tidak bebas. dari ICCE-UIN Jakarta. Penyelesaian perpecahan atau perbedaan dengan cara kekerasan dan paksaan. dan yudikatif) dijalankan oleh satu lembaga saja. o. ada parpol yang memonopoli kekuasaan. misalnya kebebasan berbicara. d. yaitu : a. tidak berdasarkan hasil musyawarah. Negara Hukum (Rechstaats atau The Rule of Law) yang memberikan perlindungan hukum bagi warga negara melalui pelembagaan peradilan yang bebas dan tidak memihak serta penjaminan hak asasi manusia. Tidak ada perlindungan hak asasi manusia. e. sangat bergantung pada keberadaan dan peran yang dijalankan oleh unsur-unsur penopang tegaknya demokrasi. Tidak ada jaminan hak-hak dan kebebasan individu. Terdapat satu partai politik. dan bisa diintervensi oleh penguasa. Pemilihan umum tidak demokratis. c. Menekan dan tidak mengakui hak-hak minoritas. pemerintahan. berpendapat. k. dan kalaupun banyak. f. p.

Ada norma kejujuran dan mufakat. Sejalan dengan tujuan.b. yaitu masyarakat yang ciri-cirinya terbuka. Masyarakat Madani (Civil Society). Dalam hal ini ada tiga aspek yang dapat dijadikan parameter sejauh mana demokrasi itu berjalan. yaitu : a. Hingga saat ini diyakini banyak kalangan bahwa pemilu sebagai salah satu instrumen penting dalam proses pergantian pemerintahan. yakni suatu relasi kuasa yang berjalan secara simetris. b. tumbuh. d. Untuk mendukung terlaksananya demokrasi. persamaan hak dan kewajiban. Pemilihan umum sebagai proses pembentukan pemerintahan. Aliansi Kelompok Strategis yang terdiri dari partai politik.’ b. c. Musyawarah. kelompok gerakan dan kelompok penekan (pressure group) atau kelompok-kelompok kepentingan termasuk di dalamnya pers yang bebas dan bertanggung jawab. dan adanya mekanisme yang memungkinkan kontrol dan keseimbangan (check and balance) terhadap kekuasaan yang dijalankan eksekutif dan legislatif. Kebebasan nurani. akan tetapi mempunyai ukuran atau parameter sehingga suatu negara dapat dikatakan demokratis atau tidak. Pengawasan rakyat. memiliki sambungan yang jelas. perlu didukung oleh enam norma/ kaidah pokok yang dibutuhkan oleh tatanan masyarakat pluralis. dan berkembang dengan sendirinya. Percobaan dan salah (trial and error). Demokrasi tidak sekedar wacana yang mengandung prinsip-prinsip demokrasi. bebas dari dominasi dan tekanan negara. Kesadaran akan adanya pluralisme. Susunan kekuasaan negara yang dijalankan secara distributif untuk menghindari penumpukan kekuasaan dalam satu tangan atau satu wilayah. c. egaliter. e. Demokrasi membutuhkan usaha nyata dari setiap warga maupun penyelenggara negara untuk berperilaku mendukung pemerintahan dan sistem . Demokrasi sebagai Sikap Hidup : Pemerintahan atau sistem politik tidak datang. f. yaitu : a. c. 4.

5.T. Kansil (2005). Demokrasi Barat atau Demokrasi Kapitalis/Liberal. yang umumnya dianut oleh negara-negara barat dan Amerika Serikat. Tim ICCE-UIN Jakarta (2003). berdasarkan gotong-royong dan musyawarah untuk mencapai kesepakatan/mufakat. Demokrasi Terpimpin (Geleide Democratie) menurut istilah Bung Karno (Ir. Rakyat harus mengatakan ”ya” apabila sudah diputuskan oleh sang pemimpin. bahwa demokrasi adalah pandangan hidup yang dicerminkan dari perlunya partisipasi warga negara dalam membentuk nilai-nilai yang mengatur kehidupan bersama. 4. Soekarno) dan Demokrasi Terdidik menurut istilah Bung Hatta (Drs. Demokrasi Tengah. C. karena hanya diktator saja yang dapat bertindak sebagai wakil rakyat yang sewenang-wenang. Padmo Wahyono (BP-7 Pusat). Perilaku demokrasi sebagai sikap atau pola/pandangan hidup dikemukakan pula oleh : a. yang ada di desa-desa. Pada kenyataanya mereka adalah diktator. bahwa demokrasi sebagai way of life dalam seluk-beluk sendi kehidupan bernegara. yang berdasarkan atas kemerdekaan perseorangan/individualisme. b. Kaum komunis menganggap bahwa mereka adalah regu pelopor bagi kaum buruh seluruh dunia (proletar) yang berdasarkan kerakyatan dan menentang kapitalisme. yang dijalankan oleh satu partai saja yang mengatasnamakan seluruh rakyat. baik oleh rakyat (masyarakat) maupun pemerintah. Demokrasi Timur atau Demokrasi Komunis. c. dan naziisme di Jerman pada zaman Adolf Hitler. Mohamad Hatta). John Dewey. bahwa demokrasi adalah pola kehidupan berkelompok yang sesuai dengan keinginan dan pandangan hidup orangorang yang berkelompok tersebut. yaitu fascisme di Italia pada zaman Mussolini.S. macam-macam demokrasi adalah : 1. Maksudnya berhubung ada jarak antara para pemimpin . 3. MACAM-MACAM DEMOKRASI Menurut C.politik demokrasi. 2. Demokrasi Sederhana.

Perjuangan merebut kemenangan bukanlah sesuatu hal antara hidup dan mati. Antara pemenang dan yang kalah harus saling menerima dan menghormati. pasal/ayat tersebut dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945 dan karenanya tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat. 27 Tahun 2009 tentang MPR. Biasanya 50 + 1. Sementara untuk proses pemakzulan (impeachment) Presiden di MPR harus disetujui oleh 2/3 dari paling sedikit ¾ anggota MPR yang hadir. CIRI-CIRI DEMOKRASI Ciri demokrasi adalah setiap keputusan selalu diambil berdasarkan kelebihan suara atau suara terbanyak. dari pengalaman pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah. menjadi pemenang. artinya setengah dari seluruh yang memberikan suara ditambah satu. DPD dan DPRD. Demokratisasi merujuk pada proses perubahan . 23-26/PUU-VIII/2011 tanggal 12 Januari 2011. maka untuk melaksanakan demokrasi para pemimpin harus memimpin atau mendidik rakyat berdemokrasi. DEMOKRATISASI Demokratisasi adalah penerapan kaidah-kaidah atau prinsip-prinsip demokrasi pada setiap kegiatan politik kenegaraan. yang terjadi adalah kekacauan karena umumnya orang-orang yang bersangkutan ”siap menang tetapi tidak siap kalah. E. Atas hasil uji materil pada pasal/ayat ini oleh Mahkamah Konstitusi dengan Putusan No. yaitu dalam Pasal 184 Ayat (4) yang menyatakan bahwa HPM harus disetujui oleh ¾ dari jumlah anggota DPR. Hak ini dalam prosenya ternyata tidak mudah karena adanya ketentuan dalam Undang-Undang No. Golongan yang kecil (kalah) tetap berhak duduk dalam pemerintahan. Dengan demikian kembali pada demokrasi sederhana melalui rumus ½ + 1 tersebut di atas. Khusus untuk proses HPM di DPR kembali pada aturan yaitu diusulkan oleh 2/3 dari jumlah anggota. DPR.” Sebagai salah satu fenomena demokrasi di lembaga perwakilan rakyat adalah adanya Hak Menyatakan Pendapat. D. Namun kenyataan dewasa ini di Indonesia.(kaum intelek) dengan rakyat.

menuju pada sistem pemerintahan yang lebih demokratis, tujuannya adalah terbentuknya kehidupan politik yang bercirikan demokrasi. Demokratisasi berlangsung melalui beberapa tahapan, yaitu : 1. Pergantian dari penguasa nondemokrasi ke penguasa demokrasi. 2. Pembentukan lembaga-lembaga dan tertib politik demokrasi. 3. Konsolidasi demokrasi. 4. Prektek demokrasi sebagai budaya politik bernegara. Sementara itu menurut S.P. Huntington, proses demokratisasi melalui tiga tahapan, yaitu : 1. Pengakhiran rezim nondemokrasi. 2. Pengukuhan rezin demokratis. 3. Pengkonsolidasian sistem yang demokrasi. Demokratisasi juga berarti proses penegakkan nilai-nilai (kultur) demokrasi, sehingga sistem politik demokratis dapat terbentuk secara bertahap. Lain daripada itu harus ada lembaga (struktur) demokrasi, dan ciri demokrasi. 1. Nilai-nilai (Kultur) Demokrasi : Henry B. Mayo dalam Miriam Budiardjo (1990) menyebutkan delapan nilai demokrasi, yaitu : a. Menyelesaikan pertikaian-pertikaian secara damai dan sukarela; b. Menjamin terjadinya perubahan secara damai dalam suatu masyarakat yang selalu berubah; c. Pergantian penguasa dengan teratur; d. Penggunaan paksaan sesedikit mungkin; e. Pengakuan dan penghormatan terhadap keanekaragaman; f. Menegakkan keadilan; g. Memajukan ilmu pengetahuan; h. Pengakuan dan penghormatan terhadap kebebasan. Sementara itu nilai-nilai atau kultur demokrasi menurut Zamroni (2001) adalah :

a. Toleransi; b. Kebebasan mengemukakan pendapat; c. Menghormati perbedaan pendapat; d. Memahami keanekaragaman dalam masyarakat; e. Terbuka dan komunikasi; f. Menjunjung nilai dan martabat kemanusiaan; g. Percaya diri; h. Tidak bergantung pada orang lain; i. Saling menghargai; j. Mampu mengekang diri; k. Kebersamaan; l. Keseimbangan. Nilai-nilai yang terkandung dalam demokrasi tersebut di atas, menjadi sikap dan budaya demokrasi yang perlu dimiliki warga negara dalam rangka mengembangkan pemerintahan yang demokratis. Karenanya demokrasi perlu ditanamkan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. 2. Lembaga (Struktur) Demokrasi : Lembaga-lembaga demokrasi diperlukan untuk melaksanakan nilai-nilai demokrasi dan menopang sistem politik demokrasi. Menurut Miriam Budiardjo (1997), lembaga-lembaga demokrasi dimaksud adalah : a. Pemerintahan yang bertanggung jawab; b. Suatu dewan perwakilan rakyat yang mewakili golongan dan kepentingan dalam masyarakat yang dipilih melalui Pemilu yang bebas dan rahasia. Dewan ini melakukan pengawasan terhadap pemerintah; c. Suatu organisasi politik yang mencakup lebih dari satu partai politik (sistem dwi atau multi partai). Partai menyelenggarakan hubungan yang kontinyu dengan masyarakat; d. Pers dan media massa yang bebas untuk menyatakan pendapat; e. Sistem peradilan yang bebas untuk menjamin hak asasi manusia dan mempertahankan keadilan;

Dengan demikian, untuk keberhasilan demokrasi dalam suatu negara terdapat dua hal penting : a. Tumbuh dan berkembangnya nilai-nilai demokrasi yang menjadi sikap dan pola hidup masyarakat dan penyelenggara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara (kultur); b. Terbentuk dan berjalannya lembaga-lembaga demokrasi dalam sistem politik dan pemerintahan (struktur).

3. Ciri Demokrasi : Menurut Maswadi Rauf (1997), ciri-ciri demokrasi adalah : a. Berlangsung secara evolusioner, artinya perlahan, bertahap, begian demi bagian; b. Proses perubahan secara persuasif dan bukan koersif, artinya dilakukan bukan dengan paksaan, tekanan atau kekerasan, tetapi dengan musyawarah yang melibatkan seluruh warga negara; c. Proses yang tidak pernah selesai, artinya akan berlangsung terus-menerus. Hal ini karena yang benar-benar demokrasi tidak akan pernah ada, tetapi sedapat mungkin harus mendekatkan pada kriteria demokrasi.

F. DEMOKRASI DI INDONESIA 1. Demokrasi Desa : Sejak dulu desa-desa di Indonesia sudah menjalankan demokrasi, misalnya dengan pemilihan kepala desa dan adanya rembug desa. Inilah yang disebut

demokrasi asli. Demokrasi desa mempunyai lima unsur, yaitu : a. Rapat; b. Mufakat; c. Gotong-royong; d. Hak mengadakan protes bersama; e. Hak menyingkir dari kekuasaan raja absolut.

Demokrasi di bidang politik. dan keadilan sosial.” b. perdamaian abadi.. dan sejak tahun 1966 demokrasi Pancasila.. ”. Pemerintahan yang konstitusional. Perhatikan kalimat pada alinea keempat selanjutnya. Demokrasi di bidang ekonomi. Negara Indonesia berdasar atas Hukum (rechtsstaat) tidak berdasar atas kekuasaan belaka (machtsstaat). demokrasi Indonesia modern harus meliputi tiga hal. Menurut Hohamad Hatta. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. yaitu : a. 2.yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat . akan tetapi dapat dikembangkan menjadi konsep demokrasi Indonesia yang modern. c. memang seharusnya yang dianut dan dilaksanakan adalah demokrasi Pancasila. Republik.Demokrasi desa tidak dapat dijadikan pola demokrasi untuk Indonesia modern. maka disusunlah .” d. ”. Perhatikan kalimat tersebut di atas pada kata Republik Indonesia. Demokrasi Pancasila : Semenjak negara Republik Indonesia berdiri tahun 1945.. Sesuai dengan UUD 1945.. ”. Negara berdasar atas hukum.” Perhatikan pula Penjelasan UUD 1945 dalam sistem pemerintahan negara. 1.. ”I. b. Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. Demokrasi di bidang sosial. c. demokrasi terpimpin.. mencerdaskan kehidupan bangsa.. Nilai-nilai yang terjabar dari nilai-nilai Pancasila sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 adalah : a.. Perhatikan kalimat. Indonesia ialah negara yang berdasar atas Hukum (Rechtsstaat). Kedaulatan rakyat. telah dianut dan dilaksanakan demokrasi liberal. Perhatikan bunyi kalimat pada elinea keempat.

Soekarno. Perkembangan Demokrasi di Indonesia : Perkembangan demokrasi di Indonesia mengalami pasang surut.... ”. . Perhatikan kalimat yang sama tersebut di atas. Lahirnya konsep demokrasi dapat ditelusuri mulai pada sidang BPUPKI (1945) yang pada umumnya para founding father menghendaki bahwa negara Indonesia merdeka haruslah negara demokrasi. g.. Periodisasi pelaksanaan demokrasi Indonesia menurut Miriam Budiardjo (1997) adalah : . Prinsip musyawarah. f. berarti kedaulatan rakyat yang dilaksanakan menurut hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan (sila keempat Pancasila).” adalah juga sila keempat Pancasila. Sistem perwakilan. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan . Dalam arti luas. Yamin. Pandangan pertama yang diwakili Mr... ”. b. berarti kedaulatan rakyat yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila dalam berbagai bidang kehidupan berbangsa dan bernegara (epoleksosbudhankamag).Kemerdekaan Kebangsaan itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia . Hatta dan Mr. Moh. yang Demokrasi Pancasila dapat juga diartikan secara luas maupun sempit : a.. Perhatikan kalimat..dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa. Prinsip Ketuhanan. Perbedaan yang terjadi adalah mengenai hak-hak demokrasi warga negara. sementara pandangan kedua yang diwakili Drs.” UUD 1945 adalah konstitusi negara! e. Dalam arti sempat. Muh.. menentang dimasukkannya hak-hak tersebut dalam konstitusi.” yang tidak lain adalah sila pertama Pancasila. 3. Perhatikan kalimat. R. memandang perlu pencantuman hak-hak warga negara dalam undangundang dasar. Soepomo dan Ir..

Sekarang ini rakyat memiliki kesempatan yang luas dan bebas untuk melaksanakan demokrasi di berbagai bidang. Periode masa Pemerintahan Orde Baru (Pancasila democracy). e. Poso (Sulawesi). a. Periode masa Demokrasi Terpimpin (guided democracy). Habibie akhirnya lepas dari NKRI). Masa Republik I. disebut Demokrasi Pancasila. disebut Demokrasi Parlementer. Aceh. Periode masa Demokrasi Perlementer (representative democracy). c. Perkembangan sampai saat sekarang dapat juga dibagi ke dalam periodisasi sebagai berikut (Dwi Winarno. Ambon (Maluku). d. 2006) : a. c.” Pada masa ini pun banyak terjadi pertentangan terutama menyangkut reaksi masyarakat atas kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan atau tidak berpihak kepada rakyat. Sementara itu menurut Afan Gaffar (1999). Pelaksanaan demokrasi masa Orde Lama : (1) Demokrasi Liberal (1950-1959). Pelaksanaan demokrasi masa Orde Baru (1966-1998). . b. periodisasi dimaksud adalah : a. Pelaksanaan demokrasi masa Revolusi (1945-1950). Periode masa Revolusi Kemerdekaan. disebut Demokrasi Terpimpin.l. Kalimantan Tengah. d. Pelaksaan demokrasi masa Reformasi (1999-sekarang). b. Masa Republik II. yang menonjolkan sistem presidensial. c. dll.a. (2) Demokrasi Terpimpin (1959-1965). Catatan : Pada masa transisi dan reformasi banyak terjadi perbedaan pendapat dan pertentangan yang kerap menimbulkan konflik dan kerusuhan. Harapan banyak orang akan demokrasi itu sehingga sering disebut ”eforia demokrasi. Pelaksaan demokrasi masa Transisi (1998-1999). b. (Timtim malah setelah dilakukan referendum pada masa pemerintahan Presiden B.J. Timor Timur. Papua. Masa Republik III.

(2) Jujur. Merupakan bentuk negara kesatuan dengan prinsip otonomi luas kepada daerah. (6) Kepentingan umum. anggaran. . yang berpedoman pada asas : (1) Mandiri. Presiden dan wakil presiden dipilih secara langsung oleh rakyat untuk masa jabatan lima tahun. Bentuk pemerintahan republik dengan sistem presidensial. dan mengawasi jalannya pemerintahan. Parlemen terdiri dari dua kamar. (12) Efektivitas. (8) Proporsionalitas. Sedangkan DPD dipilih secara perseorangan melalui Pemilu bersamaan dengan pemilihan anggota DPR/DPRD (tidak melalui Parpol) dan merupakan wakil dari provinsi (tiap provinsi empat orang). Kabinet (dewan menteri) sebagai pembantu presiden diangkat dan diberhentikan oleh presiden dan bertanggung jawab kepada presiden. (5) Tertib penyelenggara Pemilu. (10) Akuntabilitas. DPR mempunyai kekuasaan legislasi. Mekanisme Sistem Politik Demokrasi Indonesia : Pokok-pokok dalam sistem demokrasi politik Indonesia dapat dikemukakan sebagai berikut : a. (11) Efisiensi. e. (7) Keterbukaan. d. yaitu DPR dan DPD (Dewan Perwakilan Daerah) yang tergabung dalam MPR. (4) Kepastian hukum. DPR terdiri atas para wakil rakyat yang dipilih dalam Pemilu melalui jalur Parpol. Presiden tidak bertanggung jawab kepada MPR maupun DPR.4. (3) Adil. c. Terdapat juga DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota. (9) Profesionalitas. Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. b.

Pemilu untuk memilih anggota DPR. masa reformasi tahun 1999 ada 48 partai. jujur. dan UU Pemilu selalu diganti. PM. i. DRRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Persyaratan Parpol untuk menjadi peserta Pemilu adalah : a. yaitu saat pergantian kepemimpinan nasional yang dimulai dengan kegiatan Pemilu untuk memilih calon anggota DPR. masa Orba dari 10 diciutkan menjadi 3. PTUN. dan DPRD Kabupaten/Kota dilaksanakan dengan sistem proporsional terbuka. (Pada masa Orla banyak partai. jadi 44 partai). serta ada Mahkamah Konstitusi (MK). DPD. tahun 2004 ada 24 partai. . padahal dalam UU sebelumnya ada ketentuan Electoral dan Parliamentary Treshold). umum. h. Pemilu diselenggarakan untuk memilih anggota DPR. DPRD Provinsi. dan Komisi Yudisial (KY). Penyelenggara Pemilu adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pengawasan penyelenggaraannya dilaksanakan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Pemilu dilaksanakan secara efektif dan efisien berdasarkan asas langsung. DPD. dan tahun 2009 ada 38 partai ditambah partai lokal di Aceh 6 partai. Peserta Pemilu untuk memilih anggota DPR. termasuk Pengadilann HAM dan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi). PT. dan DPRD Kabupaten/Kota adalah Parpol. DPRD. g. UU Susduk DPR. sedangkan untuk memilih anggota DPD dilaksanakan dengan sistem distrik berwakil banyak.f. Wujud Demokrasi dalam Penyelenggaraan Negara RI : Merupakan proses lima tahunan. Berstatus badan hukum sesuai dengan UU tentang Parpol (Untuk Pemilu 2009 adalah UU No. rahasia. bebas. DPRD Provinsi. 5. PA. 2 Tahun 2008. Lembaga negara lainnya adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). serta DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. DPD. serta Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres). Sistem multi partai. serta pemilihan Presiden. Kekuasaan yudikatif dijalankan oleh Mahkamah Agung (MA) dan badanbadan peradilan yang ada di bawahnya (PN. dan adil. karena ternyata tiap lima tahun UU Parpol.

.... sebelumnya (Pemilu 2004) 550 orang.. 5.....................................................................................................204580 (6..757 (14................................214 (5................................................Daftar Pemilih Tetap .....01%) PPP .88%) PAN .533........... Mengajukan nama dan tanda gambar Parpol kepada KPU...............600.............Tidak hadir memilih ....b............... Memiliki kepengurusan di 2/3 (dua pertiga) jumlah provinsi.................................. g...................... 6........... 171.......Suara sah ...091 (14................099.000 (seribu) orang atau 1/1.........45%) PDIP .......85%) Golkar . 14......076 ......Suara tidak sah ........... Hasil Pemilu Legislatif 2009 : ................................ d........ 8........... Memiliki anggota sekurang-kurangnya 1...... 21... Memiliki kepengurusan di 2/3 jumlah kabupaten/kota di provinsi yang bersangkutan..........488...703.........037..................206..265.......................................... Jumlah anggota DPRD Provinsi untuk Pemilu 2009 paling sedikit 35 (tiga puluh lima) orang dan paling banyak 100 (seratus) orang.........955 (7.............................. 17..........................581 ..... c.....................03%) PKS ......... e....... Dan jumlah anggota DPRD Kabupaten/Kota paling sedikit 20 (dua puluh) orang dan paling banyak 50 (lima puluh) orang...........................699......... Mempunyai kantor tetap untuk kepengurusan sebagaimana pada huruf b dan c.. 104........Perolehan kursi Parpol (dari 38 Parpol nasional) : Demokrat ................000 (satu perseribu) dari jumlah penduduk pada setiap kepengurusan Parpol sebagaimana dimaksud pada huruf b dan c yang dibuktikan dengan kepemilikan kartu tanda anggota..... CATATAN : a... 15...171 (20................ f. Jumlah kursi anggota DPR pada Pemilu 2009 ditetapkan 560 (lima ratus enam puluh) orang.. 49.....076 ........... Menyertakan sekurang-kurangnya 30% (tiga puluh perseratus) keterwakilan perempuan pada kepengurusan Parpol tingkat pusat.....................785 ......32%) .................

(0..........................................................48%) PKNU . (0.......................... (0....................... 4.. (0............................................................. 1.61%) PPD ............................................146.........................................14%) PPDI ......................................................................................... ...73%) PPPI ........... (0..............................21%) PKPI............................................90%) PDP .......30%) Partai Buruh .........31%) PIS ....................... (0..................... (0....... .............................................................................................................................................................406 (4................... (1...........................................................86%) Barnas ........................................................ (0..................................77%) PBB ........................122 (4..............................................................79%) PDS ........................ ...... (0............................. (0.....45%) Kedaulatan ....................47%) PKPB ................ ..........................................................................................................................................11%) .....PKB ..21%) PPRN .......... (0.................................................40%) PBR ................................................................................................................................... (0......................................................................... (0................................ (0..................................34%) Pelopor ...........................................................................................................................31%) PNI Marhaen ......................................... (1.................................. (0.........................13%) Merdeka ....................................... (0..................................................72%) PDK ......... (1....................................................53%) PNBK ....................... (1................. 3........922...............33%) PKDI ............................................... (0................... (0..........................53%) Patriot ...................40%) PPI ......... 5..752 (1...............................46) Hanura ...................................14%) PSI .........................................................................................................................................................................94%) Gerindra ................................................................................... (0...........................................................................................................................................................................646................42%) PMB ...64%) RepublikaN ................................. (0..................40%) Pakar Pangan ........................................................................................ (1..........864.........................25%) PPIB ... (0..............870 (3............................................................19%) PPNUI . (0..................................... (0..................................................................................................................

...... ini adalah untuk kedua kali menjadi Presiden RI.......................................................................................... WNI yang telah berumur 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih............484 . Budiono sebagai Presiden/Wakil Presiden Republik Indonesia............................ c............... maka komposisi Parpol yang mempunyai wakilnya di DPR hanya 9 Parpol saja......................................................................................... 26 kursi.............. Golkar ....434 ...... dan telah dilantik oleh MPR pada tanggal 20 Oktober 2009.................... PAN ... 59 kursi..........081................... 32.......Perolehan suara pasangan Capres/Cawapres : Megawati Soekarnoputri/Prabowo Subianto ................... yaitu : Demokrat ....................... Hasil Pemilu Presiden/Wakil Presiden (Pilpres) : ........... 73....... PDIP ............................ Susilo Bambang Yudhoyono/Prof............. 39 kursi. Hanura ...............................41%) Dengan demikian untuk masa jabatan 2009-2014 terpilih pasangan Dr. Jumlah ..... 93 kursi................ PKS ............................................................ Gerindra ... PKB ........... Bagi SBY...... 15 kursi......................................................................548.....479....................................79%) Susilo Bambang Yudhoyono/Budiono ...............................5%................ Dr..........Suara sah ............................. 30 kursi..............................779 6................. Peserta Pemilu untuk memilih anggota DPD adalah perseorangan.. 108 kursi.. 42 kursi.. ...................... b.......... Persyaratan untuk menjadi peserta Pemilu anggota DPD adalah : a.........174 ... 48.....874........................................ Bertaqwa kepada Tuhan YME............................................................................. 560 kursi... ..............................................80%) Jusuf Kalla/Wiranto ....................Sesuai ketentuan ambang batas (Parliamentary Threshold) 2............... PPP ............................ 148 kursi...................105 (26...........814 (12........ 176...................................Tidak hadir memilih .................411............................. 15......... b.............427.....504.................................................... Bertempat tinggal di wilayah NKRI.......................................................562 (60.Jumlah pemilih.Suara tidak sah ............. 121..........

SMK. m. i. Mengundurkan diri sebagai PNS. notaris. anggota POLRI. o. Sehat jasmani dan rohani. PPAT. j. MA.000. advokat/pengacara. Bersedia bekerja penuh waktu. membaca. MAK. meliputi : a. serta badan lain yang anggarannya bersumber dari keuangan negara. pengurus pada BUMN dan/atau BUMD. serta badan lain yang anggarannya bersumber dari keuangan negara. dan hak sebagai anggota DPD sesuai peraturan perundang-undangan. . e. Cakap berbicara. Berpendidikan paling rendah tamat SMA. Persyaratan dukungan minimal tersebut pada huruf p tersebut di atas. pengurus pada BUMN. Mendapat dukungan minimal dari pemilih dari daerah pemilihan yang bersangkutan. dan menulis dalam bahasa Indonesia. dan tidak melakukan pekerjaan penyedia barang dan jasa yang berhubungan dengan keuangan negara serta pekerjaan lain yang dapat menimbulkan konflik kepentingan dengan tugas. UUD 1945. dan BUMD. Bersedia untuk tidak berpraktek sebagai akuntan publik. g. f. Mencalonkan hanya di 1 (satu) lembaga perwakilan. yang dinyatakan dengan surat pengunduran diri yang tidak dapat ditarik kembali.d. wewenang.000 (satu juta) orang harus mendapatkan dukungan dari paling sedikit 1. anggota TNI. Tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih. dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945. p. Provinsi yang berpenduduk s/d 1. atau bentuk lain yang sederajat.000 (seribu) pemilih. Bersedia untuk tidak merangkap jabatan sebagai pejabat negara lainnya. Setia kepada Pancasila sebagai dasar negara. Terdaftar sebagai pemilih. n. Mencalonkan hanya di 1 (satu) daerah pemilihan. k. l. h.

Persyaratan dukungan dibuktikan dengan daftar dukungan yang dibubuhi tanda tangan atau cap jempol dan dilengkapi fotokopi KTP setiap pendukung. Provinsi yang berpenduduk lebih dari 1.b. atau belum 17 tetapi sudah/pernah kawin.000 (lima juta) s/d 10.000 (lima belas juta) orang harus mendapatkan dukungan dari paling sedikit 4. maka calon tersebut dinyatakan batal. Jika ini terjadi. Provinsi yang berpenduduk lebih dari 10. Provinsi yang berpenduduk lebih dari 5.000 (lima juta) orang harus mendapatkan dukungan dari paling sedikit 2.000. e. .000. Dukungan tersebut di atas tersebar di paling sedikit 50% (lima puluh perseratus) dari jumlah kabupaten/kota di provinsi yang bersangkutan.000 (tiga ribu) pemilih. Pasangan Presiden/Wakil Presiden diusulkan oleh Parpol atau gabungan Parpol peserta Pemilu.000 (sepuluh juta) orang s/d 15. Yang berhak memilih dalam Pemilu adalah WNI yang pada hari pemungutan suara telah genap berumur 17 (tujuh belas) tahun atau lebih. Provinsi yang berpenduduk lebih dari 15.000 (lima ribu) pemilih.000 (satu juta) s/d 5. c.000.000. Kalau tidak. Sementara itu prosedur pemilihan Presiden secara langsung adalah sebagai berikut : a. Daerah pemilihan untuk anggota DPD adalah provinsi karena akan mewakili provinsi. dan jumlah kursi anggota DPD untuk setiap provinsi ditetapkan 4 (empat) orang. berarti harus gabung berapa Parpol (berkoalisi). Ketentuannya apabila Parpol dimaksud mendapatkan suara pada Pemilu sebesar 25%. d. Seorang pendukung tidak boleh memberikan dukungan kepada lebih dari satu orang calon anggota DPD.000.000. WNI dimaksud harus terdaftar sebagai pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).000 (dua ribu) pemilih.000 (empat ribu) pemilih.000 (sepuluh juta) orang harus mendapatkan dukungan dari paling sedikit 3.000 (lima belas juta) orang harus mendapatkan dukungan dari paling sedikit 5.

b. Kemudian selambatlambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah itu MPR menyelenggarakan sidang untuk memilih Presiden dan Wakil residen dari dua pasangan Capres/Cawapres yang diusulkan Parpol/Gabungan Parpol yang pasangan Capres/Cawapresnya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam Pilpres sebelumnya. c. dll. Apabila ketentuan di atas tidak terpenuhi.). misalnya karena mangkat. Dalam hal terjadi kekosongan Wakil Presiden. maka pelaksana tugas kepresidenan adalah Menteri Dalam Negeri (Mendagri). (Menlu) dan Penteri Pertahanan (Menhan) secara bersama. Impeachment atau pemakzulan (pemberhentian di tengah jalan/pada masa jabatan) Presiden bisa terjadi. ia digantikan oleh Wakil Presiden. KKN. jika : a. Putusan (vonis) MK disampaikan kepada DPR dan oleh DPR diusulkan kepada MPR. Jika terjadi kekosongan Presiden. atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya. melanggar UUD. diberhentikan.b. maka selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari MPR menyelenggarakan sidang untuk memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diusulkan oleh Presiden. berbuat kriminal. d. CATATAN : . Ia melanggar hukum (berkhianat kepada bangsa dan negara. Pemberhentian diambil dalam sidang paripurna istimewa MPR yang dihadiri ¾ dan disetujui 2/3 dari anggota yang hadir. maka dua pasang calon suara terbanyak dipilih kembali secara langsung oleh rakyat (berarti putaran kedua). Pasangan yang mendapat suara 50% dan sedikitnya 20% di setiap provinsi yang tersebar di lebih setengah provinsi seluruh Indonesia. Jika Presiden dan Wakil Presiden kosong kedua-duanya. Menteri Luar Negeri. berhenti. dan yang mendapat suara terbanyak dilantik oleh MPR menjadi pasangan Presiden/Wakil Presiden. Diusulkan oleh DPR melalui hak menyatakan pendapat dan terlebih dulu diajukan kepada MK untuk proses pengadilan Presiden. c.

b. kesehatan. Ketentuan tersebut di atas tercantum dalam Undang-Undang No. Tersedianya kebutuhan-kebutuhan dasar bagi kepentingan ketahanan hidup (survive) warga negara (sandang. juga harus ada cara prosedural untuk memperoleh perlindungan atas hak-hak yang dijamin. jika disetujui oleh 2/3 dari paling sedikit ¾ jumlah anggota yang hadir. dan DPRD. Diusulkan oleh paling sedikit ¾ dari jumlah anggota DPR. c. DPD. DPR. Pendidikan kewarganegaraan (civic educatuon). 23-26/PUU-VIII/2011 tanggal 12 Januari 2011 dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945 dan karenanya tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat. Syarat-syarat bagi Terselenggaranya Pemerintahan Demokratis : Menurut The International Commission of Jurist (organisasi ahli hukum internasional) tahun 1965. Penguatan struktur ekonomi yang berbasis keadilan sehingga memungkinkan terwujudnya prinsip kesederajatan. c. pendidikan). e. f. diperlukan enam kondisi sebagai berikut : a. artinya. menurut David Beetham dan Kevin Boyle (2000) dalam Dwi Winarno (2006).a. papan. Pemilihan umum yang bebas. pangan. Akan tetapi karena Pasal 184 Ayat (4) UU tersebut di atas oleh MK dalam uji materil dengan putusan No. 27 Tahun 2009 tentang MPR. maka hak menyatakan pendapat (termasuk usul pemakzulan Presiden cukup atas usul 2/3 dari jumlah anggota DPR. Perlindungan konstitusional. Kebebasan untuk berserikat/berorganisasi dan beroposisi. 6. selain menjamin hak-hak individu. syarat-syarat dasar untuk terselenggaranya pemerintahan yang demokratis di bawah ”rule of law” adalah : a. Putusan pemberhentian Presiden di MPR tetap. Untuk mengarah ke syarat-syarat tersebut di atas. Badan kehakiman yang bebas dan tidak memihak (independent and impartial tribunals). d. b. b. . Kebebasan untuk menyatakan pendapat.

d. terdapat lima kondisi yang dianggap dapat mendukung pembangunan demokrasi yang stabil. kedewasaan. . Rezim yang terbuka dan bertanggung jawab dalam menggunakan sumbersumber publik secara efisien. sikap toleransi. Pengetahuan yang luas. Para pemimpin tidak menggunakan instrumen kekerasan (polisi dan tentara) untuk mempertahankan kekuasaan. e. c. terdapat budaya politik dan sistem keyakinan yang mendukung ide dan lembaga demokrasi. Sementara itu menurut Soerensen (2003). d. Dampak dari pengaruh dan kontrol oleh negara asing dapat mendukung secara positif atau malah menghambat. Di antara penduduk negeri khususnya lapisan politik aktif. Terdapat organisasi masyarakat pluralis yang modern dan dinamis. sehingga tahan terhadap pembelahan dan perbedaan sosial politik warga negara. Kemapanan kesatuan dan identitas nasional. pendidikan. b. dan rasa tanggung jawab kolektif warga negara khususnya masyarakat pemilih. yaitu : a. e. f. Pengakuan yang berkelanjutan dari negara-negara demokratis terhadap praktek demokrasi. Potensi konflik dalam pluralisme subkultural dipertahankan pada level yang masih dapat ditoleransi.c.

4. berbangsa. menurut Wan Usman (dalam Sumarsono et. Nusantara = Indonesia.. 2. menyebut Wawasan Nusantara sama dengan pengertian Geopolitik. dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional. tinjauan. Menurut Kelompok Kerja Lemhanas (Lembaga Pertahanan Nasional) 1999 : Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat. Menurut GBHN (Garis-garis Besar Haluan Negara) 1998 : Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya. Antara = letak antara dua unsur (benua dan samudra) serta Hindia dan Fasifik). berbangsa.al. Wawas (bhs. dan bernegara.BAB VIII WAWASAN NUSANTARA A. Jawa) mawas = pandangan. wawasan nusantara berasal dari kata wawasan dan nusantara. Asia dan Australia. penglihatan indrawi. yaitu cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang berwujud negara kepulauan berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Secara etimologis. Wawasan = cara pandang. 3. Srijanti (2009:134). Secara terminologis. cara melihat. Nusa = pulau atau kesatuan kepulauan. 2000) : Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam. PENGERTIAN WAWASAN NUSANTARA 1. dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa dan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat. .

c. Perairan pedalaman Indonesia adalah semua perairan yang terletak pada sisi dalam garis dasar. batas teritorial laut Indonesia berubah menjadi 12 mil. Berdasarkan Ordonansi 1939 (Territoriale Zee en Maritime Kringen). b. Deklarasi Juanda yang dikukuhkan dengan UU No. Berdasarkan Deklarasi Perdana Menteri Djuanda tanggal 13 Desember 1957. Pengaturan lalu lintas damai pelayaran yang lebih menjamin keselamatan dan keamanan negara Indonesia. Laut wilayah Indonesia adalah jalur laut 12 mil. 4/Prp Tahun 1960 dimak- . 4/Prp Tahun 1960 tentang Perairan Indonesia. yang berisi : a. Pernah mengalami kehidupan sebagai bangsa yang terjajah. Penentuan batas wilayah negara Indonesia disesuaikan dengan asas negara kepulauan. Aspek Historis : Bangsa Indonesia menginginkan menjadi bangsa yang bersatu dengan wilayah yang utuh. batas teritorial adalah tiga mil. b. yang dinyatakan sebagai pengganti Ordonansi 1939. c. Perwujudan bentuk wilayah negara Indonesia yang utuh dan bulat. Wilayah Indonesia adalah wilayah bekas jajahan Belanda atau Hindia Belanda yang berbentuk kepulauan yang terpisah oleh laut bebas. serta aspek geopolitis dan kepentingan nasional.B. aspek geografis dan sosialbudaya. karena : a. Deklarasi Djuanda dikukuhkan dengan Undang-Undang No. b. Perairan Indonesia adalah laut wilayah Indonesia beserta perairan pedalaman Indonesia. 1. Pernah memiliki wilayah yang terpisah-pisah. dan di luar itu adalah perairan bebas. LATAR BELAKANG KONSEPSI WAWASAN NUSANTARA Latar belakang atau faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya konsepsi wawasan nusantara (wasantara) adalah : Aspek historis. dengan tujuan : a.

b. 1 Tahun 1973 tentang Landas Kotinen Indonesia. akan tetapi sebagai penghubung wasantara yang dibangun dari konsepsi kewilayahan. Batas landas kontinen yang terletak di antara dua negara adalah garis tengahnya.166 juta km2). 2. kemudian dikukuhkan dengan UU No. Indonesia bercirikan negara kepulauan dengan jumlah lk. b. Kemudian UNCLOS tersebut diratifikasi dengan UU No. yang intinya : a. Kekayaan alam di landas kontinental adalah milik negara bersangkutan. (daratan 2. Hak berdaulat untuk menguasasi kekayaan sumber alam di ZEE. Kemudian tahun 1980 Indonesia mengeluarkan pengumuman tentang Zone Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia yang intinya : a. 17 Tahun 1985. Setelah ZEE diterima oleh Konferensi Hukum Laut Internasional di Jamaika tahun 1982.sud melahirkan konsepsi wasantara. Lebar ZEE Indonesia 200 mil diukur dari garis pangkal laut wilayah Indonesia. akhirnya Konferensi PBB tanggal 30 April 1982 menerima ”The United Nation Convention on The Law of The Sea” (UNCLOS).508 pulau.192 juta km2.027 juta km2 + lautan 3. Deklarasi 1969 tersebut dikukuhkan dengan UU No. Dari perjuangan panjang pada forum dunia internasional. sehingga negara Indonesia diakui sebagai negara kepulauan (archipelago state). 17. Tahun 1969 Indonesia mengeluarkan deklarasi tentang batas landas kontinental. c. Keunikan wilayah dan heterogenitas bangsa tersebut antara lain : a. Indonesia adalah negara dengan wilayah dan posisi yang unik serta bangsa yang heterogen. Aspek Geografis dan Sosial-Budaya : Dari aspek geografis dan sosial budaya. Lautan di ZEE tetap merupakan lautan bebas untuk pelayaran internasional. b. Luas wilayahnya 5. Atau 2/3 nya lautan/perairan. di mana laut tidak lagi sebagai pemisah. . 5 Tahun 1983.

Berada pada derajat 6 lintang utara – 11 lintang selatan. karenanya beriklim tropis dengan dua musim. kebijakan yang ditempuh juga dengan mempertimbangkan aspek geografi. h. Posisi silang karena terletak di antara dua benua (Asia-Australia) dan dua samudra (Hindia dan Fasifik). Untuk mencapai tujuan negara. Daerah yang subur dan habitable (dapat dihuni). sehingga kebudayaannya beragam. perlu ditanggulangi. suatu organisme hidup yang juga memiliki intelektual. wasantara! 3. dan timur-barat 5. Secara positif dapat dijadikan modal memperkuat bangsa menuju cita-cita. sekarang ini lk. i. g. dan 95 – 141 bujur timur. yaitu bahwa politik suatu negara dipengaruhi oleh konstelasi wilayah geografisnya. Terletak pada garis khatulistiwa.110 km. Peluang ke arah gerak sentripugal (memecah). Memiliki etnik yang sangat banyak. 235 juta jiwa. f.888 juta km. hanya dimungkinkan dengan jalan memperoleh ruang yang cukup Salah satu konsepsinya. Rudolf Kjellen misalnya berpendapat bahwa negara adalah suatu organisme yang dianggap sebagai prinsip dasar. ya . j. Jarak utara-selatan 1. Memiliki jumlah penduduk yang sangat besar. Keunikan-keunikan tersebut di atas membuka dua peluang. Ajaran tentang geopolitik ini dikemukakan juga oleh ahli lain walaupun dengan penekanan yang berbeda. d. yang esensinya bahwa negara sebagai satuan biologis. dan gerak ke arah sentripetal (menyatu) perlu diupayakan dan dipelihara terus-menerus. Kaya akan flora dan fauna serta sumber daya alam. e. Untuk mewujudkan tujuan nasional. k.c. Aspek Geopolitis dan Kepentingan Nasional : Istilah geopolitik pertama kali dikemukakan oleh Frederich Ratzel sebagai ilmu bumi politik. tetapi secara negatif mudah menimbulkan perpecahan serta infiltrasi pihak luar. Terletak pada pertemuan dua jalur pegunungan. yaitu mediterania dan sirkum fasifik.

atau Borneo saja atau Selebes saja. tetapi segenap kepulauan yang ditunjuk oleh Allah Swt. dan dapat melumpuhkan kekuatan lawan dengan penghancuran di kandang lawan itu sendiri agar tidak mampu lagi bergerak menyerang. Sementara Sir Walter Raleigh dan Alfred Thyer Mahan mempunyai gagasan wawasan bahari. Ajarannya menyatakan. A. sehingga melahirkan wawasan dirgantara. sehingga ajarannya menyatakan barang siapa menguasai lautan akan menguasasi perdagangan.luas agar memungkinkan pengembangan secara bebas kemampuan dan kekuatan rakyatnya. Karl Haushofer merumuskan bahwa geopolitik adalah doktrin negara yang menitikberatkan pada soal-soal strategi perbatasan.. Menurut mereka kekuatan di udara mempunyai daya tangkis terhadap ancaman yang dapat diandalkan. . itulah Tanah Air Kita!” Kesatuan antara bangsa Indonesia dengan wilayah tanah air kita itulah yang membentuk semangat dan wawasan kebangsaan. mengharuskan pembagian baru dari kekayaan alam di dunia. Giulio Dauhet dan John F. dan menguasasi perdagangan berarti menguasasi kekayaan dunia yang pada akhirnya menguasasi dunia. yaitu konsep kekuatan di darat. Mitchel. Di Indonesia. atau Ambon saja. atau Maluku saja. bukan Sumatra saja. barang siapa dapat menguasai daerah jantung akan dapat menguasai pulau dunia. W. Indonesia yang bulat. Soekarno pada pidato di depan sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945 : ”. Dalam pada itu empat ahli lainnya.C. dan mencetuskan wawasan benua. dan barang siapa dapat menguasai pulau dunia akhirnya dapat menguasasi dunia. menjadi satu kesatuan antara dua benua dan dua samudra. dan geopolitik adalah landasan ilmiah bagi tindakan politik dalam perjuangan kelangsungan hidup untuk mendapatkan ruang hidupnya. Saversky. Fuller menyatakan yang paling menentukan adalah kekuatan di udara.. Maka manakah yang dinamakan tanah tumpah darah kita? Menurut geopolitik.. orang yang pertama kali mengaitkan geopolitik dengan bangsa adalah Ir. yaitu sebagai bangsa yang bersatu.. maka Indonesialah tanah air kita. Sir Halford Mackinder menganut konsep kekuatan. Kita cermati di antara pendapat tersebut ada yang bersifat ekspansionisme (memperluas wilayah dengan ekspansi). yaitu kekuatan di lautan. bukan Jawa saja.

KEDUDUKAN. meliputi masalah-masalah : (1) Kewilayahan nasional. Dengan kata lain wasantara adalah penerapan teori geopolitik dari bangsa Indonesia. Wasantara sebagai wawasan nasional dibentuk dan dijiwai oleh faham kekuasaan dan geopolitik bangsa Indonesia. C. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan politik. (2) Persatuan dan kesatuan bangsa dalam mencapai cita-cita nasional. perdamaian abadi dan keadilan sosial. yang pelaksanaannya melalui politik luar negeri yang bebas aktif. Hal ini mencakup : a. serta adanya kesatuan wilayah yang sebelumnya bernama nusantara. meliputi masalah-masalah : . (4) Kesatuan hukum yang mengabdi kepada kepentingan nasional. hakikat wasantara adalah kesatuan bangsa dan keutuhan wilayah Indonesia. FUNGSI.Rasa kebangsaan Indonesia dibentuk oleh adanya kesatuan nasib. Bangsa Indonesia memiliki pandangan sendiri mengenai wilayah yang dikaitkan dengan politik/kekuasaan. tegas adalah ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. atau persatuan bangsa dan kesatuan wilayah. HAKIKAT. Hakikat Wawasan Nusantara : Hakikat wasantara adalah keutuhan bangsa dan kesatuan wilayah nasional. Lebih jelasnya. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi. b. dan kehendak untuk bersatu. (3) Kesatuan falsafah dan ideologi negara. kesatuan sosial-budaya. Jadi. jiwa untuk bersatu. Dalam pengertian ini wasantara diwujudkan dengan pernyataan kepulauan nusantara sebagai kesatuan politik. Salah satu misi sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. DAN TUJUAN WASANTARA 1. konsepsi wasantara dibangun atas geopolitik bangsa Indonesia. kesatuan ekonomi. Namun tentu saja Indonesia tidak mempunyai pemikiran untuk ekspansi dengan menyerang wilayah negara lain. dan kesatuan pertahanan keamanan.

Konsepsi wasantara tersebut di atas dituangkan dalam peraturan perundangundangan. (2) Ancaman terhadap satu pulau atau daerah. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan pertahanan keamanan. yaitu dalam Ketetapan-ketetapan (Tap) MPR mengenai GBHN (1973. maka kemudian diakomodasi dalam Peraturan Presiden (Perpres). (3) Keserasian dan keseimbangan tingkat pengembangan ekonomi di seluruh daerah tanpa meninggalkan ciri-ciri khas daerah. 1988. 5 Tahun 2010 tentang RPJMN tahun 2009-2014. 1993. 1998). meliputi masalah-masalah : (1) Persamaan hak dan kewajiban bagi setiap warga negara dalam rangka membela bangsa dan negara. (2) Pemerataan hasil pemanfaatan kekayaan wilayah nusantara. 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2004-2009. keseimbangan. dan persamaan dalam kemajuan masyarakat. (2) Mempersatukan corak ragam budaya yang ada sebagai kekayaan nasional (budaya bangsa). meliputi masalah-masalah : (1) Pemerataan. d. Kedudukan wasantara sebagai konsepsi dan paradigma ketatanegaraan RI dapat dilihat pada bagan di bawah ini. 2. . yaitu keadaan masa depan bangsa dan wilayah Indonesia yang utuh yang diinginkan. kemudian diganti dengan Perpres No. yaitu setelah amandemen UUD 1945. Karena sekarang tidak ada lagi GBHN. 1983. Kedudukan Wawasan Nusantara : Wasantara berkedudukan sebagai visi bangsa. serta adanya keselarasan kehidupan sesuai dengan kemajuan bangsa. c. yaitu Prepres No.(1) Kepemilikan bersama kekayaan efektif maupun potensial wilayah nusantara. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial-budaya. 1978. dianggap sebagai ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara.

Fungsi Wasantara : Sebagai pedoman. yaitu asas negara kepulauan berdasarkan Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. Fungsi. suku bangsa atau daerah. dan perbuatan bagi penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat. dan bernegara. menjadi 5 juta km2 sebagai satu . kelompok. b. yaitu yang asalnya hanya 2 juta km2 berdasarkan Ordonansi 1939. keputusan. 2006. golongan. (2) Pertambahan luas wilayah teritorial Indonesia.PANCASILA Landasan Ideal Landasan Konstitusional Landasan Visional Landasan Konsepsional Landasan Operasional UUD 1945 WASANTARA TANNAS DOKUMEN RENBANG Pembangunan Nasional Sumber : Dwi Winarno. berbangsa. Manfaat Wasantara : (1) Diterima dan diakuinya konsepsi wasantara di forum internasional. c. 3. Manfaat. Tujuan Wasantara : Terwujudnya nasionalisme yang tinggi dalam segala aspek kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentingan individu. motivasi. tindakan. dan Implikasi Wawasan Nusantara : a. serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijakan. Tujuan.

dan bernegara. juga keluarnya nelayan Indonesia ke wilayah negara tetangga. berbangsa. laut.” d.300 mil persegi. Misalnya dengan Malaysia mengenai Pulau Sipadan. Implikasi : Implikasi atau persoalan yang mungkin timbul : (1) Penarikan garis batas/wilayah Indonesia dengan negara lain. UNSUR DASAR KONSEPSI WAWASAN NUSANTARA Terdapat tiga unsur dasar wasantara : Wadah (contour). (3) Sentimen kedaerahan yang pada suatu saat dapat berkembang menjadi konflik yang melemahkan pembangunan berwasantara. Dengan Australia mengenai pulau-pulau kecil di sekitar Kepulauan Roti NTT. 1.027.163 km2 (termasuk luas landas kontinental 2. dsb. D. penolakan program transmigrasi oleh penduduk lokal. (5) Menjadi salah satu sarana integrasi nasional yang tercermin dalam ”Bhinneka Tunggal Ika. Ligitan. yaitu darat. meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki kekayaan alam dan penduduk dengan aneka ragam budaya. tiada lain adalah wadah kehidupan bermasyarakat. dan kasus Ambalat.000 km20. (3) Pertambahan luas wilayah sebagai ruang hidup yang memberikan potensi sumber daya alam yang besar bagi peningkatan kesejahteraan rakyat. dan udara.200. Misalnya suatu daerah tertutup bagi pendatang. isi (content). luas laut 3. pejabat publik harus putra daerah. luas ZEE 1.kesatuan wilayah. misalnya kasus masuknya kapal penangkap ikan asing.087 km2. (4) Menghasilkan cara pandang tentang keutuhan wilayah nusantara yang perlu dipertahankan oleh bangsa Indonesia. NKRI memiliki . Tepatnya dengan wasantara luas wilayah Indonesia menjadi : Luas daratan 2.166. (2) Masuknya pihak luar ke dalam wilayah yuridiksi Indonesia yang tidak terawasi. perompakan. dan tata laku (conduct).577. Sebagai Wadah (Contour).

Asas dimaksud adalah : Kepentingan yang sama. . Asas Wawasan Nusantara : Asas wasantara adalah ketentuan atau kaidah dasar yang harus dipatuhi. 2. Isi ini pelaksanaan. Sebagai Tata Laku (Conduct). 3. Realisasi aspirasi bangsa sebagai kesepakatan bersama serta pencapaian citacita dan tujuan nasional. tujuan yang sama. adalah aspirasi bangsa yang berkembang dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. ASAS DAN ARAH PANDANG WAWASAN NUSANTARA 1. dan pengendalian/pengawasan. Kedua macam tata laku dimaksud mencerminkan identitas jatidiri atau kepribadian bangsa Indonesia berdasarkan kekeluargaan dan kebersamaan yang memiliki rasa bangga dan cinta kepada bangsa dan tanah air. yang terdiri dari tata laku batiniah dan lahiriah. merupakan hasil interaksi antara wadah dan isi.organisasi kenegaraan yang merupakan wadah berbagai kegiatan kenegaraan dalam wujud supra struktur politik. Tata laku batiniah mencerminkan jiwa. perbuatan. b. dan perilaku dari bangsa Indonesia. menyangkut : a. Sebagai Isi (Content). keadilan. ditaati. pengorganisasian. sehingga menimbulkan nasionalisme yang tinggi dalam semua aspek kehidupan nasional. dan mentalitas yang baik dari bangsa Indonesia yang berlandaskan falsafah Pancasila. dan diciptakan demi tetap taat dan setianya komponen pembentuk bangsa Indonesia (suku bangsa atau golongan) terhadap kesepakatan bersama. dipelihara. Hal ini diwujudkan dalam satu sistem manajemen yang meliputi perencanaan. E. Persatuan dan kesatuan dalam kebhinnekaan yang meliputi semua aspek kehidupan nasional. sementara wadah dalam kehidupan bermasyarakat adalah berbagai lembaga dalam wujud infra struktur politik. semangat. keterpaduan antara pembicaraan dan perbuatan. yaitu satunya kata dan karya. Sedangkan tata laku lahiriah tercermin dalam tindakan.

d. solidaritas. a. kerjasama. dan bertindak sesuai realita serta ketentuan yang benar biarpun realita atau ketentuan itu pahit dan kurang enak didengar. Arah Pandang Wawasan Nusantara : a. mau memberi dan berkorban bagi orang lain tanpa meninggalkan ciri dan karakter budaya masing-masing. dan kegiatan baik orang perorangan. e. sekarang menghadapi ”penjajahan” dalam bentuk alain dari negara asing. dan kesetiaan terhadap ikrar atau kesepakatan bersama demi terpeliharanya persatuan dan kesatuan dalam kebhinnekaan. bangsa Indonesia harus berusaha meng- . berkata. c. maupun daerah. b. perdamaian abadi. Ke dalam : Bertujuan menjamin perwujudan persatuan dan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional. Kejujuran : Keberanian berpikir. Ke luar : Bertujuan demi terjaminnya kepentingan nasional dalam dunia yang serba berubah. serta kerjasama dan sikap saling hormat-menghormati. Keadilan : Kesesuaian pembagian hasil dengan andil. b. Dalam kehidupan internasional. dan 17 Agustus 1945 (Proklamasi Kemerdekaan RI). Kesetiaan terhadap kesepakatan bersama : Terhadap NKRI yang dirintis mulai tahun 1908 (Boedi Oetomo). Kerjasama : Adanya koordinasi dan saling pengertian yang didasarkan atas kesetaraan sehingga kerja kelompok (kecil. Solidaritas : Rasa setiakawan. lingkungan hidup. dll. golongan. Tujuan yang sama : Tercapainya kesejahteraan dan rasa aman yang lebih baik dari keadaan sebelumnya. demokrasi. adu domba dan pecah belah dengan dalih HAM. misalnya di bidang ekonomi. besar) dapat tercapai demi terciptanya sinergi yang baik. baik alamiah maupun sosial. 2.kejujuran. 1928 (Sumpah Pemuda). Bangsa Indonesia harus peka dan berupaya mencegah dan mengatasi sedini mungkin faktor-faktor penyebab disintegrasi bangsa. dan keadilan sosial. jerih payah usaha. g. Kepentingan yang sama : Dulu merebut kemerdekaan dari penjajah. kelompok. maupun kehidupan dalam negeri serta dalam melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. f.

amankan kepentingan nasionalnya dalam semua aspek kehidupan (ipoleksosbudhankamag). .

” Srijanti (2009:155) menyamakan pengertian ketahanan nasional dengan geostrategi. integritas.BAB IX KETAHANAN NASIONAL A. hambatan. yaitu kondisi ideal yang memungkinkan suatu negara memiliki kemampuan mengembangkan kekuatan nasionalnya sehingga dapat menghadapi segala macam ancaman dan gangguan bagi kelangsungan hidup bangsa. Tannas sebagai Metode. ancaman. kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya. dan sejahtera. yaitu strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia untuk menentukan kebijakan. Tannas sebagai Kondisi. Pengertian : Menurut Lemhanas : “Ketahanan nasional (Tannas) adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi. Sebagai Kondisi. dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. . serta memberi arahan tentang bagaimana merancang strategi pembangunan guna mewujudkan masa depan yang lebih baik. aman. b. c. Tannas adalah suatu penggambaran atas keadaan yang seharusnya dipenuhi. Tannas sebagai Doktrin. dan gangguan. yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kehidupan nasional untuk menjamin identitas. Sementara itu Chaidir Basri (2002). baik yang datang dari luar maupun dari dalam. yaitu : a. melihat Tannas dari perspektif/sudut pandang terhadap konsepsinya berupa wujud dan wajah. berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. PENGERTIAN DAN HAKIKAT 1. tujuan.

dan selaras dalam kehidupan nasional. Sebagai Doktrin. serasi. B. Infiltrasi komunis bahkan sudah masuk di Thailand (Muangthai). Vietnam. meluas sampai kawasan Indocina sehingga negara-negara Laos. yaitu dengan menggunakan pemikiran kesisteman (system thinking). PERKEMBANGAN KONSEP KETAHANAN NASIONAL INDONESIA Gagasan tannas bermula pada awal tahun 1960-an dari kalangan militer khususnya AD di SSKAD atau sekarang SESKOAD (Sekolah Staf Komando Angkatan Darat). dan gangguan terhadap bangsa dan negara harus diwujudkan dalam ketahanan bangsa yang dimanifestasikan dalam bentuk tameng. yaitu dituangkan dalam peraturan perundang-undangan. Pada masa itu pengaruh komunisme dari Uni Soviet dan Cina sedang menjalar. dan Kamboja menjadi negara komunis. agar setiap orang. sedangkan hakikat konsepsi Tannas Indonesia adalah pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang. . adalah pendekatan dan cara dalam menjalankan suatu kegiatan khususnya pembangunan negara. dan pada tahun 1968 dilanjutkan oleh Lemhanas. dan penyelenggara negara menerima dan menjalankannya. pengembangan pemikiran Tannas semakin menguat. Hakikat : Hakikat Tannas adalah kondisi kemampuan dan kekuatan bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidup dan mengembangkan kehidupan nasional bangsa dan negara dalam mencapai tujuan nasional. Sejarah pemberontakan G-30-S/PKI adalah bukti yang tidak dapat dibantah. Singapura dan bahkan Indonesia. 2. masyarakat. Malaysia.Sebagai Metode. Setelah berakhirnya G-30-S/PKI. tantangan. berupa pengaturan dan penyelenggaraan negara. hambatan. Tameng dimaksud adalah sublimasi dari konsep kekuatan sebagai menifestasi pemikiran SSKAD/ SESKOAD. Ancaman.

budaya. Gangguan : Suatu hal atau upaya yang mengusik kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara. Adapun pengertian ATHG dimaksud adalah : Ancaman : Suatu hal atau upaya yang bersifat dan bertujuan mengubah dan merombak kebijakan yang dilaksanakan secara konsepsional. tetapi dalam penggantinya yaitu UU No.” Pada tahun 1982. Namun dalam GBHN 1993 ada perubahan rumusan. Konsep Tannas untuk pertama kali masuk dalam GBHN melalui Tap MPR No. yaitu : ”Ketahanan nasional sebagai kondisi dinamis yang merupakan integrasi dari kondisi setiap aspek kehidupan bangsa dan negara.Dalam pemikiran Lemhanas ditemukan unsur-unsur dari tata kehidupan nasional berupa ideologi. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. dan militer. sosial. Hambatan : Suatu hal yang bersifat melemahkan atau menghalangi tetapi tidak secara konsepsional. 20 Tahun 1982 tentang Pokokpokok Pertahanan Keamanan Negara. Tantangan. dan 1988.” Kata segala menunjukkan kesadaran akan spektrum ancaman yang lebih dari sekedar ancaman komunis dan/atau pemberontakan. ATHG dimasukkan dalam UU No. Konsepsi Tannas waktu itu dirumuskan sebagai ”Keuletan dan daya tahan suatu bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional yang ditujukan untuk menghadapi segala ancaman dan kekuatan yang membahayakan kelangsungan hidup negara dan bangsa Indonesia. hanya dikenal satu istilah saja. 1983. Pada tahun 1969 lahirlah istilah ketahanan nasional. yang pengertiannya adalah ”setiap usaha dan kegiatan baik dari dalam . ekonomi. yaitu ancaman. Ketahanan nasional pada hakikatnya adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidup menuju kejayaan bangsa dan negara. politik. Hal ini berlanjut pada GBHN tahun 1978. Hambatan. Kesadaran akan spektrum ini pada tahun 1972 diperluas menjadi Ancaman. dan berasal dari dalam. dan Gangguan (ATHG). Tantangan : Suatu hal atau upaya yang bersifat atau bertujuan menggugah kemampuan. IV/MPR/1973 yang rumusannya sama dengan konsep dari Lemhanas.

” Konsepsi katahanan nasional dapat digambarkan dalam skema di bawah ini. . berdaulat. Skema Konsepsi Ketahanan Nasional Ulet Tangguh Kemampuan mengembangkan kekuatan nasional Ancaman Tantangan Hambatan Gangguan Langsung Tdk. dan keselamatan segenap bangsa. Citacita dimaksud merupakan arah dan pedoman bagi pelaksanaan pembangunan nasional dalam upaya mewujudkan tujuan nasional sebagaimana tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Kelangsungan. b. Identitas. Kesejahteraan : Pemerintah negara RI harus memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. adil. bersatu.maupun luar negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan negara. 2006. Umum : Bangsa Indonesia bercita-cita mewujudkan suatu bentuk masyarakat dalam wadah NKRI yang merdeka. Sumber : Dwi Winarno. yang mencakup aspek : a. Langsung Dalam Negeri Luar Negeri Unsur : Trigatra Pancagatra Integritas. Tujuan Bangsa dan Negara. keutuhan wilayah negara. dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 (kira-kira sama dengan Masyarakat Madani). C. KONSEP DASAR KETAHANAN NASIONAL 1. Keamanan : Pemerintah negara RI harus melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

serta pendekatan yang diyakini kebenarannya. Untuk itu manusia selalu mengadakan hubungan-hubungan dan hidup berkelompok.Tuhan Manusia . maupun faktor kesejarahannya.Pemenuhan Kebutuhan Manusia .Rasa Keindahan Manusia . Hubungan-hubungan ini dikenal sebagai berikut : Manusia . akal budi. ideologi. a.Kekuatan/Kekuasaan Manusia . kemampuan berpikir. dan berbagai keterampilan. bermasyarakat.Rasa Aman Manusia . falsafah.Manusia Manusia .Cita-cita Agama Sosial (Masyarakat) Politik Ekonomi Seni Budaya Pertahanan Keamanan Iptek Ideologi b. perdamaian abadi. . pertumbuhan. kondisi geografis. Ketertiban dunia : Pemerintah negara RI harus ikutserta dalam upaya melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Manusia budaya : Manusia memiliki naluri. bahkan bernegara. Pokok-pokok Pikiran : Pokok-pokok pikiran yang melandasi Tannas dikembangkan dari analisis mengenai manusia budaya. aspek sosial budaya.Penguasaan/Pemanfaatan Alam Manusia . dan pandangan hidup bangsa : Merupakan pedoman bagi tata kehidupan masyarakat yang terbentuk dari perjalanan sejarah bangsanya. c. Wawasan nasional : Konsepsi pandangan hidup yang tersusun berdasarkan hubungan dinamis antara cita-cita. wawasan nasional.c. dan kelangsungan hidupnya. ideologi. Manusia selalu berjuang mempertahankan eksistensi. Bagi bangsa Indonesia adalah Pancasila. Falsafah. 2. dan pandangan hidup bangsa. ideologi. dan keadilan sosial.

yang meliputi : a. serta merupakan nilai-nilai intrinsik yang mendasari pencapaian kondisi Tannas. . Asas-asas Ketahanan Nasional : Yang dimaksud asas-asas Tannas adalah tata laku yang relatif telah tersusun dan yang dilandasi nilai-nilai budaya bangsa yang merupakan pedoman bagi pengembangan Tannas Indonesia. 3. Keduanya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. harkat. sifat. dan bernegara berdasarakan matriks astagatra. b. Asas Kesejahteraan dan Keamanan : Kesejahteraan dan keamanan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. dan kondisi kehidupan nasional berdasarkan nilai-nilai kemandirian yang proporsional untuk meningkatkan kualitas. Asas Komprehensif Integral (menyeluruh terpadu) : Dalam bentuk perwujudan kesatuan dan perpaduan yang seimbang. Landasan Ideal : Pancasila. Landasan Visional : Wawasan Nusantara. b. dan derajat bangsa agar memiliki kemampuan mengembangkan kehidupan nasionalnya. 3. baik sebagai individu maupun anggota masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. c. Landasan Konsepsional : Ketahanan Nasional. c. bertujuan menumbuhkan hakikat. Pendekatan kesejahteraan dan keamanan : Merupakan kebutuhan mendasar dan esensial. martabat. berbangsa. Landasan Ketahanan Nasional : a. serasi. Asas Mawas ke Dalam dan Mawas ke Luar : (1) Ke dalam. Landasan Konstitusional : UUD 1945.d. ibarat dua sisi dari satu mata uang. d. dan selaras dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat. Landasan Operasional : Dokumen Rencana Pembangunan (RPJMN/RPJMD). e.

dengan mengandalkan pada kemampuan yang didasarkan pada kekuatan moral dan kepribadian bangsa. Mandiri : Berdasarakan kepercayaan akan kemampuan dan kekuatan sendiri yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah. berlandaskan integritas dan kepribadian bangsa. menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan strategis. dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. tenggang rasa. gotong-royong. Berwibawa : Dengan kewibawaan akan mewujudkan suatu daya tangkal yang efektif. Mengutamakan konsultasi dan kerjasama : Tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonistis. berbangsa. Di dunia tidak ada kepastian. D. kebersamaan. elemen. mampu menentukan sasaran serta kebijakan dan strategi pencapaiannya. atau faktor yang mempengaruhi kekuatan/ketahanan nasional sua- . dan ber-negara. b. Asas Kekeluargaan : Mengandung nilai kearifan. Ciri Ketahanan Nasional : a.(2) Ke dalam. 5. dan tidak mengandalkan kekuasaan atau kekuatan fisik semata. yang pasti adalah adanya perubahan. terutama terhadap kenyataan adanya saling interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional. tetapi lebih pada konsultasi dan kerjasama serta saling menghargai. d. c. memiliki daya saing tinggi. d. Dinamis : Dapat meningkat atau menurun bergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan negara serta kondisi lingkungan strategis. diperlukan untuk mengantisipasi. UNSUR-UNSUR KETAHANAN NASIONAL Unsur. ulet dan tangguh.

Para ahli mengemukakan pendapatnya mengenai unsur-unsur dimaksud. b. yaitu : a. Menurut Parakhas Chandra. Menurut Palmer & Perkins. demografi. unsur kekuatan nasional negara terbagi atas dua faktor. Sosial : Struktur politik. sumber daya alam. dan penduduk. unsur kekuatan nasional terdiri atas senergi antara potensi demografi dengan geografi. karakter/ moral bangsa. unsur kekuatan nasional negara terdiri atas tiga. diplomasi. watak nasional. Menurut Hans J. 2. luas wilayah. dan sifat pemerintahan. teknologi.tu negara terdiri dari beberapa aspek. wujud bumi. sumber daya. budaya dan moral nasional. c. intelegensi. ideologi. yaitu : a. dan kebijakan kepemimpinan. Faktor berubah (dynamic factors) : Industri. dsb. unsur kekuatan nasional negara terbagi atas dua faktor. militer. kemampuan ekonomi. Alamiah : Geografi. Morgenthou. dan keamanan nasional. 4. strategi nasional. militer. Lain-lain : Ide. 5. 3. kualitas diplomasi. 1. yaitu : a. moral. unsur kekuatan nasional negara terdiri atas tanah. Menurut Cline. Tangible factors : Penduduk. dsb. b. b. Intangible factors : Karakter/moral nasional. Faktor tetap (stable factors) : Geografi dan sumber daya alam. kemampuan industri. militer. unsur kekuatan nasional terdiri atas letak geografi. Menurut Alfred T. perkembangan ekonomi. dan kualitas kepemimpinan. 6. penduduk. . dan kepemimpinan. Mahan. Menurut James Lee Ray. jumlah penduduk.

(3) Faktor yang berkaitan dengan wilayah : Bentuk wilayah negara (daratan. dan sebagai sarana pemersatu. sistem pemerintahan yang dijalankan (presidensial. perataan. sosial-budaya. dan wilayah. dan kepribadian. republik). . (2) Faktor yang berkaitan dengan sumber daya alam : Sumber daya hewani. terdiri dari : Ideologi. dan pertahanan keamanan. unhabitable). (2) Faktor yang berkaitan dengan politik : Sistem politik yang dipakai (demokrasi. kemampuan mengeksplorasi sumber daya alam. serta susunan negara yang dibentuk (kesatuan. serta daya dukung wilayah negara (habitable. Model Indonesia. pemanfaatan sumber daya alam dengan memperhitungkan masa depan dan lingkungan hidup. serikat). keterampilan. bentuk pemerintahan yang dipilih (kerajaan. non demokrasi). adalah aspek alamiah (tangible). (3) Faktor yang berkaitan dengan ekonomi : Sistem ekonomi liberal atau sosialis. Pancagatra. unsur-unsur kekuatan nasional diistilahkan dengan gatra dalam ketahanan nasional. dan perimbangan penduduk di tiap wilayah negara. Trigatra. Trigatra : (1) Faktor yang berkaitan dengan penduduk : Aspek kualitas. sumber daya alam. nabati. Pemikiran ini dikembangkan oleh Lemhanas yang dikenal dengan Astagatra. parlementer). ekonomi. b. Aspek kuantitas. Penjelasan : a.7. mencakup tingkat pendidikan. Pancagatra : (1) Faktor yang berkaitan dengan ideologi : Sebagai tujuan atau cita-cita bangsa. etos kerja. yang terdiri dari Trigatra dan Pancagatra. serta kontrol atas sumber daya alam. pertumbuhan. adalah aspek sosial (intangible). terdiri dari : Penduduk. pantai. Untuk Indonesia dipilih sistem ekonomi Pancasila yang bercorak kekeluargaan dan kerakyatan. luas wilayah negara. mencakup jumlah penduduk. kepulauan). astronomis dan geologis. dan tambang. posisi geografis. a. persebaran. b. politik.

(4) Faktor yang berkaitan dengan sosial-budaya : Melalui dua strategi. dan rakyat sebagai kekuatan pendukung. BAB X . yaitu kebijakan asimilasi (assimilation policy). (5) Faktor yang berkaitan dengan pertahanan keamanan : TNI dan POLRI sebagai kakuatan utama. Lihat : UU No. Sistem yang dikembangkan adalah sistem pertahanan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata). dan kebijakan berbedabeda tetapi tetap satu (bhinneka tunggal ika). 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.

Pelaksanaan tujuan tersebut memerlukan kebijakan- kebijakan (public policies) yang menyangkut pengaturan (regulation). usaha. pemeliharaan. Politik memberikan cara. jalan. kata “politik” berasal dari bahasa Yunani ”politeia.” dengan akar kata : Polis Teia : kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri : urusan. keadaan. . haluan. Politik nasional adalah asas. dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang dikehendaki. prinsip. kebijakan. PENGERTIAN 1. pembagian. arah. politik menyangkut proses penentuan tujuan negara dan cara melaksanakannya. jalan. serta kebijakan negara tentang pembinaan (perencanaan. negara. Politik merupakan suatu rangkaian asas. pengambilan keputusan. dan pengendalian) serta penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. cara. jalan. dan arah dimaksud sebaik-baiknya. Politik (politics) dalam bahasa Indonesia berarti kepentingan umum warga negara suatu bangsa. Sementara policy (kebijakan) memberikan pertimbangan cara pelaksanaan asas. dan medannya. Kekuasaan dan wewenang ini memainkan peran yang sangat penting dalam pembinaan kerjasama dan penyelesaian konflik yang mungkin timbul dalam proses pencapaian tujuan. Secara umum. Politik : Secara etimologis.POLITIK STRATEGI NASIONAL A. maupun alokasi sumber-sumber yang ada dimaksud memerlukan kekuasaan (power) dan wewenang (authority). Karena itulah politik akan membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan negara. dan distribusi atau alokasi sumber daya. pengaturan. kekuasaan. Penentuan. (distribution) atau alokasi (allocation) sumber-sumber yang ada. pengembangan. pembagian.

Yang dimaksud paling baik adalah yang banyak untungnya dan sedikit resiko ruginya. e. Pengambilan keputusan : Pemilihan satu dari beberapa kemungkinan (alternatif) yang dipandang paling baik. Strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. 2. Strategi : Strategi berasal dari bahasa Yunani ”strategia” yang berarti ”the art of the general. Distribusi : Pembagian dan pengalokasian nilai-nilai (values) dalam masyarakat. c.T. d. b. Pengambilan keputusan adalah aspek utama politik. Negara : Organisasi bangsa yang mempunyai kekuasaan tertinggi dan ditaati oleh rakyatnya. Nilai adalah sesuatu yang diinginkan dan penting. Kekuasaan : Kemampuan seseorang atau sekelompok orang untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok orang lain sesuai dengan keinginannya. Sedangkan perang itu sendiri adalah kelanjutan dari politik.S. Politik membicarakan bagaimana pembagian dan pengalokasian nilai-nilai tersebut secara mengikat. sehingga karenanya perlu ada rencana/perencanaan yang mengikat yang dirumuskan dalam kebijakankebijakan oleh pihak yang berwenang.” (seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan). dan harus dibagi secara adil. Keputusan yang diambil adalah menyangkut sektor publik suatu negara. Kebijakan umum : Suatu kumpulan keputusan yang diambil oleh seseorang atau kelompok orang dalam memilih tujuan dan cara mencapai tujuan itu. . Sementara itu C. Yang perlu diperhatikan adalah siapa pengambil keputusan dan untuk siapa dibuat. Karl von Clausewitz (1780-1841) berpendapat bahwa strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan perang.Berikut penjelasannya : a. Dasar pemikirannya adalah bahwa setiap warga masyarakat memiliki beberapa tujuan bersama yang ingin dicapai.

dll. dan rakyat sendiri sebagai kekuatan pendukungnya. Ekonomi : Kesuburan. c. tetapi ada kekuatan ”bhinneka tunggal ika” dan ”Pancasila” sebagai pemersatu. IMPLEMENTASI POLITIK STRATEGI NASIONAL Penyusunan politik strategi nasional (poltranas) didasarkan pada sistem kenegaraan berdasarkan UUD 1945. Dasar : a. serta kesanggupan untuk menolong bangsa-bangsa yang masih terjajah.” B. kekayaan alam. b. media . Lembaga-lembaga negara/pemerintah termasuk aparatnya (birokrasi) disebut ”supra struktur politik” sedangkan lembaga-lembaga yang ada dalam masyarakat yang mencakup pranata politik. Ketahanan Nasional. mempersulit persatuan dan kesatuan. bahasa. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Politik Strategi Nasional : Faktor-faktor yang mempengaruhi politik strategi nasional (poltranas) adalah : a. DASAR PEMIKIRAN POLITIK STRATEGI NASIONAL 1. dan tenaga kerja yang terdapat di Indonesia merupakan potensi ekonomi yang besar sekali. C. Ideologi dan Politik : Persatuan dan kesatuan nasional yang menggambarkan kepribadian bangsa. agama. yaitu organisasi politik (orpol) dalam bentuk partai politik (parpol). c. adatistiadat. Geopolitik Indonesia yang dijiwai Pancasila dan UUD 1945. Sosial-budaya : Bangsa Indonesia terdiri dari banyak suku. Hankam : Kekuatan-kekuatan bersenjata yang lahir dari kandungan rakyat (TNI-POLRI). organisasi kemasyarakatan (ormas). b. 2. d. Wawasan Nusantara.Kansil mendefinisikan strategi nasional sebagai ”seni dan ilmu mengembangkan/menggunakan kekuatan nasional (ipoleksosbudhankam) baik dalam masa damai maupun masa perang untuk mendukung pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. keyakinann atas kemampuan sendiri.

setelah UUD 1945 mengalami empat kali perubahan (amandemen). kelompok kepentingan (interest group). dan kelompok penekan (pressure group) disebut ”infra struktur politik.massa. yaitu lembaga tertinggi negara sebagai penjelmaan kedaulatan rakyat yang harus dilaksanakan oleh Presiden Mandataris MPR. KEHAKIMAN MK MA KY .” Supra dan infra struktur politik ini mestinya memiliki kekuataan seimbang dan dapat bekerjasama secara sinergis untuk membangun. Karena itu pada hakikatnya politik dan strategi nasional adalah kebijakan dalam rangka pelaksanaan pembangunan nasional untuk mencapai tujuan nasional. Bagan Struktur Ketatanegaraan RI Sebelum Perubahan UUD 1945 UUD 1945 MPR BPK DPR PRESIDEN DPA MA Bagan Struktur Ketatanegaraan RI Sesudah Perubahan UUD 1945 UUD 1945 MPR BPK DPR DPD PRESIDEN WAPRES K. mekanismenya telah berubah. Berbeda halnya pada masa Orba yang menuangkan kebijakan nasional pembangunan melalui Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang ditetapkan oleh MPR. sekarang ini. Lihatlah bagan struktur ketatanegaraan RI di bawah ini.

Renbang dimaksud menghasilkan : a. Renbangnas mencakup penyelenggaraan perencanaan makro semua fungi pemerintahan yang meliputi semua bidang kehidupan secara terpadu dalam wilayah NKRI. DPD. Jadi. RUANG LINGKUP PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL Ruang lingkup perencanaan pembangunan nasional (Renbangnas) adalah : 1. Rencana Pembangunan Tahunan/Rencana Kerja Pemerintah (RKP. tetapi lembaga negara sama halnya dengan Presiden. 2. misi. Presiden bukan lagi Mandataris MPR. Pasal 4 Ayat (1) UUD 1945. 3. . b. BPK. MPR sekarang tidak lagi sebagai lembaga tertinggi negara. UU No. 3. dan program-program yang akan dilaksanakan jika terpilih menjadi Presiden/ Wakil Presiden. Adapun yang menjadi rujukan RPJMN adalah : 1. yaitu APBN). 20 tahun). Rencana Pembangunan Jangka Menegah Nasional (RPJMN. DPR. RPJMN disusun sebagai pelaksanaan janji pada saat pencalonan dan kampanye penyampaian visi. Renbangnas terdiri atas renbang yang disusun secara terpadu oleh kementerian/ lembaga dan renbang yang disusun oleh pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. 1 tahun.Lagislatif Eksekutif Yudikatif Dengan demikian. MA. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. c. Presiden/Wakil Presiden dipilih langsung oleh rakyat melalui Pemilihan Presiden (Pilpres). 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. D. 5 tahun). MK. UU No. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN. dan KY. 2. dan menetapkan GBHN. Tugas MPR tidak lagi memilih/mengangkat Presiden/Wakil Presiden. Sementara itu itu program-program pembangunan tidak lagi ditetapkan dalam GBHN tetapi oleh Presiden dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

serta memuat kebijakan. misi. RPJPN merupakan penjabaran dari tujuan dibentuknya pemerintahan negara RI yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 dalam bentuk visi. 5. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. misi. kebijakan. program kementerian/lembaga dan lintas kementerian/lembaga. RPJMN merupakan penjabaran dari visi. strategi. memuat prioritas pembangunan. 7. kewilayahan dalam bentuk kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif. maka dasar pelaksanaan pembangunan dalam rangka mewujudkan tujuan nasional sekarang adalah : 1. lintas kementerian/lembaga. dan kegiatan pembangunan. dan program Presiden yang penyusunannya berpedoman pada RPJPN. misi. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Renbangnas). serta kerangka ekonomi makro yang mencakup gambaran perekonomian secara menyeluruh termasuk arah kebijakan fiskal dalam rencana kerja yang berupa kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif. kebijakan umum.4. Renstra KL (Rencana Strategis Kementerian/Lembaga) memuat visi. Undang-Undang No. 3. baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah dan pemerintah daerah. rancangan/kerangka ekonomi makro yang mencakup gambaran perekonomian secara menyeluruh termasuk arah kebijakan fiskal. program. 8. maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. yang memuat strategi bangnas. 2. tujuan. Undang-Undang No. Renja KL (Rencana Kerja Kementerian/Lembaga) disusun dengan berpedoman pada Renstra KL dan mengacu pada prioritas bangnas dan pagu indeikatif. dan arah bangnas. setelah tidak ada lagi GBHN dan Rencana Pembangunan Lima Tahun (REPELITA) versi Orde Baru. dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsi kementerian/lembaga yang disusun dengan berpedoman pada RPJMN dan bersifat indikatif. program. RKP merupakan penjabaran dari RPJMN. 6. kewilayahan dan lintas kewilayahan. Undang-Undang Dasar 1945. serta program kementerian/ lembaga. . Jadi.

Evaluasi Pelaksanaan Rencana. produktivitas yang lebih baik. VISI INDONESIA 2025 ”Indonesia yang maju. serta perlindungan dan kesamaan di depan hukum. Mewujudkan Indonesia aman. mandiri. 7 Tahun 2005. 4. G. 5. mendapatkan pelayanan sosial. Pengendalian Pelaksanaan Rencana. damai. Peraturan Presiden tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengan Nasional (Untuk 2004-2009 dengan Perpres No. dan adil” yaitu : Maju : Secara ekonomi-sosial.4. Adil : Semua rakyat mempunyai kesempatanyang sama dalam meningkatkan taraf hidupnya dan memperoleh lapangan pekerjaan. serta memiliki sistem dan kelembagaan politik. E. Mewujudkan Indonesia asri dan lestari. mengamankan dan mempertahankan negara. TAHAPAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL Tahapan Renbangnas meliputi : 1. dan bersatu. pertumbuhan penduduk. yaitu hak setiap bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri dan menentukan apa yang terbaik bagi dirinya. Penyusunan Rencana. MISI INDONEIA 2025 1. dan 2009-2004 dengan Perpres No. Mandiri : Kemandirian adalah hakekat dari kemerdekaan. Mewujudkan masyarakat demokratis berlandaskan hukum. derajat kesehatan. 4. Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 5 Tahun 2010). mengemukakan pendapat dan melaksanakan hak politiknya. Mewujudkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan. tingkat pendidikan. 2. kualitas pelayanan sosial. 3. Penetapan Rencana. 2. angka harapan hidup. 3. F. . Mewujudkan daya saing bangsa. pendidikan dan kesehatan. termasuk hukum yang mantap. 5.

Mewujudkan Indonesia berperan penting dalam pergaulan dunia internasional. . dan berbudaya. beretika. Mewujudkan masyarakat bermoral.6. 7.

secara sempit diartikan sebagai “mandiri” sedangkan dalam arti luas “berdaya. otda dapat diartikan pelimpahan kewenangan dan tanggung jawab dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Batasan menurut PBB tersebut di atas hanya menjelaskan proses kewenangan yang diserahkan pusat kepada daerah. tetapi belum menjelaskan isi dan keluasan kewenangan serta konsekuensi penyerahan kewenangan itu bagi badan-badan otonomi daerah. PENGERTIAN Istilah otonomi daerah atau desentralisasi pada hakikatnya adalah pembagian kewenangan kepada organ-organ penyelenggara negara. Menurut Perserikatan Bangsa-Bang-sa (PBB). Hulme (dalam Srijanti. 2009:177). Sementara itu menurut M. maupun melalui pendelegasian kepada peme-rintah atau perwakilan di daerah. desentralisasi terkait dengan masalah pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat yang berada di ibukota negara baik melalui cara dekonsentrasi. Ubaedillah. Turner dan D.” Jadi. instrumen politik dan Dalam hal ini otda adalah suatu yang digunakan untuk administrasi/manajemen mengoptimalkan sumber daya lokal. sehingga dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemajuan masyarakat di daerah. Dengan demikian desentralisasi atau otonomi daerah. (A.BAB XI OTONOMI DAERAH DALAM KERANGKA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA A. misalnya pen-delegasian kepada pejabat di bawahnya. desen-tralisasi adalah transfer/pemindahan kewenangan untuk menyelenggarakan beberapa pelayanan kepada masyarakat dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk secara mandiri atau berdaya membuat keputusan mengenai kepentingan daerahnya sendiri. sedangkan otonomi menyangkut hak yang mengikuti pembagian kewenangan tersebut. terutama dalam menghadapi tantangan . 2010:138).

serta mengembangkan demokrasi. kare-na dengan banyaknya urusan tidak mungkin seluruhnya dilaksanakan oleh pusat. Untuk terciptanya efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan. B. Pembagian kekayaan tidak merata dan tidak adil. dll. b. Daerah-daerah yang memiliki sumber-sumber kekayaan alam yang melimpah (seperti Aceh. adalah hak. menumbuhkan kreativitas. Papua. Kesenjangan sosial antara satu daerah dengan daerah lainnya yang sangat men-colok. Sementara itu pengertian otonomi daerah menurut Undang-Undang No.global. wewenang. Argumentasi yang Kuat Secara Teoritis dan Empiris : a. 2.) tidak menerima perolehan dana yang patut dari pemerintah pusat. LATAR BELAKANG OTONOMI DAERAH 1. Kalimantan. Adapun desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada daerah otonomi untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Riau. mendorong pemberdayaan masyarakat. c. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyara-kat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. meningkatkan peranserta masyarakat. Kehidupan berbangsa dan bernegara selama ini sangat terpusat di Jakarta (Jakar-ta sentris) karena 60% perputaran uang berada di Jakarta dan hanya 40% saja di luar Jakarta. sementara itu pembangunan di beberapa daerah cenderung dijadi-kan obyek “perahan” pemerintah pusat. Dalam hal ini pemerintah pusat berfungsi : . Alasan : a. Sulawesi.

d. dll. b. pertahanan. Dalam konteks Indonesia. menjaga keutuhan negara dan bangsa. Sementara di negara-negara ASEAN pun terja-di pula di Filipina dan Thailand di mana minoritas muslin (Mindanao dan Pattani) berjuang untuk melepaskan diri dari ketidakadilan ekonomi yang dilakukan peme-rintahan pusat di Manila atau Bangkok.Universal : Memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. Sebagai sarana pendidikan politik. Pemerintah daerah akan menyediakan kesempatan bagi warga masyarakat untuk berpartisipasi dalam politik. .Regulatif : Menyangkut penyediaan barang dan jasa ataupun yang berhubungan dengan kompetensi dalam rangka penyediaan tersebut. politik. kesejahtteraan masyarakat. ekonomi. c. baik dalam rangka memilih atau kemungkinan untuk dipilih dalam suatu jabatan politik. integrasi sosial. Pemerintahan daerah sebagai persiapan untuk karier politik lanjutan. Pemerintah daerah merupakan kancah pelatihan dan pengembangan demokrasi dalam sebuah negara. setelah melalui karier politik mereka di daerah. pernah terjadi pergolakan daerah seperti PRRI dan PERMESTA tahun 1957-1958 karena daerah melihat kekuasaan Jakarta sangat dominan. Dalam hal ini stabilitas politik nasional berawal dari stabilitas politik pada tingkat lokal. . Keberadaan institusi lokal (eksekutuf dan legislatif lokal) merupakan wahana yang tepat bagi penggodokan calon-calon pemimpin nasional. Di daerahlah tempat kebebas-an dan tempat orang diajari bagaimana kebebasan digunakan dan bagaimana menik-mati kebebasan itu. keuangan. . Kemungkinan mereka pun akan berkiprah di tingkat nasional. keamanan dalam negeri.. mempertahankan kedaulatan.Distributif : Mengelola berbagai dimensi kehidupan seperti bidang sosial. Ekstraktif : Memobilisasi sumber daya keuangan dalam rangka membiayai aktivitas penyelenggaraan negara. serta mempertahankan kemungkinan serangan dari negara lain. Stabilitas politik.

3. Akuntabilitas publik. serta potensi dan keanekaragaman daerah. C. keadilan. Ubaedillah (2010:143). 4. Dari segi politik : Untuk mencegah penumpukan kekuasaan di pusat. Dari segi ekonomi : Agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi di daerah masing-masing. f.e. TUJUAN OTONOMI DAERAH Tujuan otonomi daerah dapat dilihat dari beberapa segi : 1. . Otonomi daerah pada dasarnya adalah transfer prinsipprinsi demokrasi dalam pengelolaan pemerintahan maupun budaya politik. baik dalam penentuan pimpinan daerah (Pemilukada) maupun pelaksanaan program di daerah. Kesetaraan politik. serta melatih diri dalam menggunakan hak-hak demokrasi. Melalui desentralisasi pemerintahan akan tercipta kesetaraan politik antara pusat dan daerah. Dari segi pemerintahan : Untuk mencapai pemerintahan yang efisien. Dari segi sosial-budaya : Agar perhatian lebih fokus kepada daerah. 2. PRINSIP-PRINSIP PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH Menurut A. untuk mem-bangun masyarakat yang demokratis. Melalui prinsip demokrasi penyelenggaraan pemerintahan di dearh akan lebih akuntabel dan profesional karena dapat melibatkan peranserta masyarakat luas. prinsip-prinsip pemberian otda yang dijadikan pe-doman dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah adalah : 1. untuk menarik rakyat ikutserta dalam peme-rintahan. pemerrataan. Penyelenggaraan otda dilaksanakan dengan memperhatikan aspek demokrasi. D.

Pelaksanaan asas dekonsentrasi diletakkan pada daerah provinsi dalam kedudukan-nya sebagai wilayah administratif untuk melaksanakan kewenangan pemerintahan tertentu yang dilimpahkan kepada Gubernur sebagai wakil pemerintah. dan semacamnya berlaku ketentuan peraturan daerah otonom. serta sumber daya manusia dengan kewajiban melaporkan pelaksanaan dan pertanggungjawabannya kepada yang menugaskan. sedangka pada daerah provinsi merupakan otonomi yang terbatas. 6. yaitu : . tidak hanya dari pemerintah kepada daerah. 8. Pelaksanaan otda uang luas dan utuh diletakkan pada daerah kabupaten dan kota. Pelaksanaan asas tugas pembantuan dimungkinkan. kawasan perkotaan baru. 3. kawasan perumahan. 5. Pelaksanaan otda harus sesuai dengan konstitusi negara sehingga tetap terjamin hubungan yang serasi antara pusat dan daereah serta antar daerah. 7. kawasan perkebunan. kawasan in-dustri. kawasan kehutanan. maupun fungsi anggaran atas penyelenggaraan pemerintahan daerah. tetapi juga dari pemerintah dan daerah kepada desa yang disertai dengan pembiayaan. Pelaksanaan otda harus lebih meningkatkan peranan dan fungsi badan legislatif daerah. PERKEMBANGAN UNDANG-UNDANG OTONOMI DAERAH Pengaturan pelaksanaan otda di Indonesia telah mengalami beberapa kali UndangUndang Otda/Desentralisasi. nyata. kawasan pariwisata. fungsi pengawasan. Pelaksanaan otda harus lebih meningkatkan kemandirian daerah otonom. Pelaksanaan otda didasarkan pada otonomi luas. 4. dan karenanya dalam daerah kabupaten dan koyta tidak ada lagi wilayah administratif. Demikian pula di kawasan-kawasan khusus yang dibina oleh pemerintah atau pihak lain seperti badan otorita. sarana dan prasarana.2. kawasan pertambangan. E. baik fungsi legislasi. dan bertanggung jawab. kawasan pelabuhan.

Daerah : Urusan selain tersebut di atas. 6. 4. 3. Dalam UU ini disebutkan ada daerah tingkat I Proivinsi dan daerah tingkat II Kabupaten/Kotamadya. Bali. yaitu : a.1. Dalam UU ini ada dua jenis daerah otonom. dan agama. yaitu daerah otonom biasa dan daerah otonom istimewa. dan desa/kota kecil. 2. Kabupaten. 5. peradil-an (yustisi). keamanan. pertahanan. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah. yaitu provinsi. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di Dae-rah. Juga ditetapkan tingkatan daerah otonom. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1945 tentang Pemerintahan Daerah. . dan Palembang untuk menghormati daerah tersebut guna melakukan pengaturan sendiri daerahnya mengenai hak dan asal-usul daerah. Minangkabau. Urusan Pusat : Keuangan (moneter dan fiskal). dan Kota. Dalam UU ini jelas diatur tentang pembagian urusan pemerintahan. disertai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Akan tetapi PP pelaksanaannya tidak ada sehingga tidak dilaksanakan dan usianya hanya tiga tahun. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1957 tentang Pemerintahan Daerah yang berlaku menyeluruh dan bersifat seragam. Pemerintah pusat memberikan hak istimewa kepada beberapa daerah di Jawa. kabupaten/kota besar. 7. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1965 tentang Pemerintah Daerah yang menganut otonomi yang seluas-luasnya. b. Dalam UU ini ditetapkan daerah otonom meliputi Keresidenan. luar negeri. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1948 tentang Susunan Pemerintah Daerah yang Demokratis.

2010:182). yaitu transfer kewenangan untuk pengambilan keputusan. yaitu : . 2. yaitu : 1. dan manajemen kepada unit otonomi pemerintah daerah. dan tugas pembantuan berdasarkan Undang-Undang No. yang kemudian dikukuhkan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah Menjadi Undang-Undang. yaitu pelimpahan pengambilan keputusan dan kewenangan manajerial untuk melakukan tugas-tugas khusus kepada suatu organisasi. dan atau kepada instansi vertikal di wilayah tertentu. 4. keuangan. yaitu tindakan pemberian kewenangan dari pemerintah kepada badan-badan sukarela. Privatisasi. yang secara tidak langsung berada di bawah pengawasan pemerintah pusat. MODEL DESENTRALISASI Menurut Rondinelli (dalam Srijanti. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. dekonsentrasi. Dekonsentralisasi. terdapat empat model desentralisasi. E. swasta. Kiranya perlu pula dijelaskan pengertian tentang desentralisasi. Delegasi. Devolusi. Kemudian untuk me-nyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berkembang.Diterbitkan juga Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. 3. yaitu pelimpahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada Gubernur sebagai wakil pemerintah. maka Pemerintah mener-bitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerin-tahan Daerah. dan swadaya masyarakat.

adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada daerah untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keuangan (moneter dan fiskal nasional). adalah penugasan dari pemerintah kepada daerah dan/atau desa. 2. Urusan Pemerintah Provinsi : . serta dari pemerin-tah kabupaten/kota kepada desa. Peradilan (Yustisi). e. c. Urusan Pemerintah Pusat : a. Dengan demikian Gubernur mempunyai dua kedudukan. 3. Agama. f. 2. b. terdapat pembagian urusan pemerintahan sebagai berikut. Tugas pembantuan. 32 Tahun 2004. Keamanan. Desentralisasi. 1. dan sebagai wakil pemerintah di daerah. Dekonsentrasi. Politik Luar Negeri. untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu. d. dan yang kedua berdasarkan asas dekonsentrasi. dari pemerintah provinsi kepada kabupaten/kota dan/atau desa. adalah pelimpahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepa-da Gubernur sebagai wakil pemerintah dan/atau kepada instansi vertikal di wilayah tertentu.1. Pertahanan. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN Berdasarkan UU No. Yang pertama berdasarkan asas desentralisasi. yaitu sebagai kepada daerah provinsi. G.

Pengendalian lingkungan hidup. b.a. dan pengawasan tata ruang. e. Penyelenggaraan pendidikan dan alokasi sumber daya manusia potensial. c. Perencanaan. termasuk lintas kabupaten/kota. i. 2. Perencanaan. Pelayanan administrasi umum pemerintahan. c. Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. Penanganan bidang kesehatan. Perencanaan dan pengendalian pembangunan. kabupaten/kota. Urusan Pemerintah Kabupaten/Kota : a. h. b. d. k. Pelayanan administrasi penanaman modal termasuk lintas kabupaten/kota. g. Penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya yang belum dapat dilaksanakan oleh p. q. Pelayanan kependudukan dan catatan sipil. pemanfaatan. n. Penanggulangan masalah sosial lintas kabupaten/kota. Urusan w:ajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundangundangan. Penyediaan sarana dan prasarana umum. f. l. pemanfaatan. Perencanaan dan pengendalian pembangunan. Pelayanan bidang ketenagakerjaan lintas kabupaten/kota. o. d. . Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. usaha kecil dan menengah. dan pengawasan tata ruang. m. Fasilitas pengembangan koperasi. Penyediaan sarana dan prasarana umum. j. Pelayanan pertahanan termasuk lintas kabupaten/kota.

Otonomi dikaitkan semata-mata dengan uang. h. Otda pun dilakukan dalam rangka memperkuat semangat kebangsaan serta persatuan dan kesatuan di antara segenap warga bangsa Indonesia. m. yang sangat penting atau kata kuncinya adalah “kewenangan. Penanganan bidang pendidikan. l. n. usaha kecil dan menengah. Pelayanan administrasi umum pemerintahan. Tentu saja hal itu keliru dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. j. Pelayanan bidang ketenagakerjaan. Pelayanan pertahanan. Pelayanan kependudukan dan catatan sipil. i. Penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya. Penanggulangan masalah sosial. f. untuk berotonomi daerah harus mencukupi sendiri kebutuhannya terutama di bidang keuangan. Pelayanan administrasi penanaman modal. undangan. Pengendalian lingkungan hidup. KESALAHPAHAMAN TERHADAP OTONOMI DAERAH Otda diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan kebijakan nasional yang dapat mencegah disintegrasi bangsa. o. Otda merupakan sarana yang secara politis ditempuh dalam rangka memelihara keutuhan negara bangsa. Akan tetapi dalam praktek atau implementasinya banyak menimbulkan kesalahpahaman yang muncul dari berbagai kelompok masyarakat. Fasilitas pengembangan koperasi.” Dengan kewenangan . k. g. Hal ini muncul karena ada ungkapan bahwa otonomi identik dengan automoney. artinya. Akan tetapi uang bukan satu-satunya alat dalam menggerakkan roda pemerintahan.e. di antaranya sebagai berikut : 1. Urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang- H. walaupun diakui bahwa uang memang sesuatu yang sangat penting bahkan mutlak.

2. ternyata pemberian tugas kepada pemerintah daerah belum diikuti dengan pelimpahan kewenangan dalam mencari uang dan subsidi dari pusat. Dengan demikian sebenarnya tidak ada alasan belum siap dan belum mampu. . Hal ini keliru sebab hakikat otda adalah pemberian kewenangan kepada daerah sehingga daerah kreatif dan inovatif dalam rangka memperkuat NKRI yang berlandaskan norma kepatutan dan kewajaran dalam sebuah tata kehidupan bernegara. 4. dan yang utama serta sangat penting diperhatikan adalah kepentingan masyarakat. 3. 32/2004 diterapkan. karena dalam kenyataan sudah lama terlibat dalam penyelenggaraan administrasi pemerintahan. artinya bebas. Maksudnya. Dengan otda pemerintah pusat akan melepaskan tanggung jawab untuk membantu dan membina daerah. baik dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun Dana Alokasi Umum (DAU) serta bantuan dana lainnya. setiap pemberian kewenangan dari pemerintah pusat kepada daerah harus disertai dana yang cukup. baik berupa bimbingan teknis penyelenggaraan pemerintahan maupun keuangannya. Hal ini keliru sebab bersamaan dengan kebijakan otda pusat tetap harus memberi dukungan dan bantuan kepada daerah. Dalam hal ini daerah dapat menempuh kebijakan dalam segala hal sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku di NKRI. yaitu “tak ada mandat tanpa dukungan dana” (no mandate without funding). 22/1999 dan UU No. Hal ini sesuai dengan falsafah yang umum dikenal di berbagai negara. misalnya tatkala terjadi bencana alam yang sangat menggang-gu roda perekonomian daerah. dan hal ini tidak mengurangi makna otda dalam kerangka NKRI. Daerah belum siap dan belum mampu.uang akan dapat dicari. Hal ini tidak tidaklah tepat sebab sebelum UU No. Dengan otda maka daerah dapat melakukan apa saja. dan pemerintah daerah harus mampu menggunakannya dengan bijaksana. tepat guna dan berorientasi kapa kepentingan rakyat.

BPK. . MA. DPR. Pendapat ini memang ada benarnya jika para penyelenggara pemerintahan dae-rah. dan masyarakat menampatkan diri dalam kerangka politik masa lalu. KPK. media massa. pilar-pilar penegakan demokrasi dan masyarakat madani (civil society) seperti partai politik. DPD.5. termasuk juga LSM dan masyarakat dapat memainkan perannya dalam “mengawasi” jalannya pemerintah daerah secara optimal. Akan tetapi untuk menghindari praktek negatif tersebut di atas. serta lembaga-lembaga negara seperti MPR. lembaga-lembaga pemerintahan (yang berada di bawah Pre-siden) termasuk aparat penegak hukum seperti Kepolisian dan Kejaksaan. yaitu Orde Baru yang sarat KKN dan segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan lainnya. KY. dll. dunia usaha. MK. serta lembaga-lembada ekstra struktural seperti Komisi Ombudsman. Presiden. Otda akan menciptakan raja-raja kecil di daerah dan memindahkan korupsi ke dae-rah.

Masyarakat madani mem-punyai ciri-ciri yang khas. dan memiliki pemerintahan sipil. Dasar utamanya adalah persatuan dan integrasi sosial yang didasarkan pada suatu pedoman hidup. ciri masyarakat madani adalah masyarakat yang meme-gang teguh ideologi yang benar. masyarakat madani lebih dari sekedar gerakan pro-demokrasi. yang mengandung makna toleransi. dan demokrasi. dan hidup dalam suatu persaudaraan. hubungan timbal balik (reprocity). karena ia juga mengacu pada pembentukan masyarakat berkualitas dan ber-tamaddun (civility). Dawam Rahardjo (dalam A. menghindarkan diri dari konflik dan permusuhan yang menyebabkan perpecah-an. makna masyarakat madani berasal dari kata civility. Adapun menurut Nurcholish Madjid. . ekonomi. kesamaan. Menurut beliau masyarakat madani merupa-kan sistem sosial yang subur berdasarkan prinsip moral yang menjamin keseimbangan antara kebebasan individu dengan kestabilan masyarakat. dan solidaritas kemanusiaan yang bersifat nonnegara. mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia. serta secara politik. berakhlak mulia. budaya bersifat mandiri.BAB XII MASYARAKAT MADANI A. serta sikap saling memahami dan menghargai. musyawarah. Sementara menurut Hidayat Nurwahid. keadilan. 2010:177) mendefisikan masyarakat madani sebagai proses penciptaan peradaban yang mengacu kepada nilai-nilai kebijakan bersama. jaringan produktif. Dalam masyarakat madani warga negara bekerjasama membangun ikatan sosial. Menurut Azyumardi Azra (ibid). yaitu prinsip moral. Ubaedillah. Dengan demikian ma-syarakat madani merupakan “guiding idea” dalam melaksanakan ide-ide yang men-dasari kehidupan masyarakat. kesediaan pribadi-pribadi untuk menerima pelbagai macam pandangan politik dan tingkah laku sosial. yaitu kemajemukan budaya (multicultural). PENGERTIAN Istilah masyarakat madani (civil society) awalnya dimunculkan oleh Anwar Ibrahim.

Masyarakat Sipil (Mansour Fakih). c. Ryaas Rasyid). Koinonia Politike (Aristoteles). Comonitas Politica. d. Civil Society. Civil Society (Adam Ferguson). e. Indonesia : a. Asing : a. Masyarakat Kewargaan (Frans Magnis Suseno dan M. Comonitas Civilis. Keada-an ini menyulitkan masyarakat dalam mengemukakan pendapat. b. b. Hikam). Masyarakat diasumsikan sebagai orang yang tidak memiliki kemampuan yang baik (=bodoh) dibandingkan dengan penguasa/pemerintah.S. Nurcholish Madjid. Adanya usaha membatasi ruang gerak masyarakat dalam kehidupan politik. LATAR BELAKANG Masyarakat madani timbul karena faktor-faktor : 1.Selain istilah masyarakat madani. 2. Hegerl). Civitas Etat. Societe Civile (Tocquiville). Societas Civilis (Cicero). Azyumardi Azra). Adanya penguasa politik yang cenderung mendominasi (menguasai) masyarakat dalam segala bidang sehingga masyarakat harus patuh dan taat kepada penguasa. c. e. maupun kritik kepada penguasa. Masyarakat Madani (Anwar Ibrahim. f. 3. Dalam hal ini warga negara tidak memiliki kebebasan untuk menjalankan aktivitas kesehariannya. untuk maksud yang sama dikenal pula dengan istilah-istilah lain yang oleh Dawam Rahardjo dirumuskan beberapa macam : 1. B. 2. Masyarakat Warga (Soetandyo Wignjosubroto). . tidak diterjemahkan (A. Dalam hal ini tidak ada keseimbangan pembagian yang proporsional terhadap hak dan kewajiban setiap warga negara dalam seluruh aspek kehidupan mereka. d. Burgerlishe Gesellschaft (F. saran. Dawam Rahardjo.

yaitu adanya keseimbangan dan pembagian yang proporsional atas hak dan kewajiban setiap warga negara dalam segala aspek kehidupan : ekonomi. sehingga mau tidak mau telah menjadi kaidah yang abadi. pluralitas (kemajemukan) telah menjadi suatu keniscayaan yang tidak dapat dielakkan. toleransi menyangkut persoalan ajaran dan kewajiban melaksanakan ajaran itu. 2. 3. D. tetapi juga harus disertai sikap yang tulus menerima perbedaan sebagai suatu yang alamiah dan rahmat Tuhan yang bermnilai positif bagi kehidupan masyarakat. Menurut Nurcholis Madjid. tetapi adalah juga suatu pilihan untuk bersama-sama membangun dan memper-juangkan perikehidupan warga masyarakat yang sejahtera. Keadilan sosial adalah hi-langnya monopoli dan pemusatan salah satu aspek kehidupan yang dilakukan oleh kelompok atau golongan tertentu. artinya. tetapi sudah harus menjadi bagian penting dari pelaksanaan ajaran moral agama.C. Toleransi bukan sekedar tuntutan sosial masyarakat majemuk belaka. Tingginya sikap toleransi. dan kesempatan. Diakui adanya pluralisme. KARAKTERISTIK MASYARAKAT MADANI 1. Tegaknya prinsip demokrasi. yaitu sikap saling menghargai atas perbedaan pendapat dan pendirian orang lain. Keadilan sosial. Wilayah publik yang bebas (free public sphere). 5. Di wilayah ini semua warga negara memiliki posisi dan hak serta kewajiban yang sama untuk melakukan transaksi sosial politik tanpa rasa takut dan terancam oleh kekuatan-kekuatan di luar civil society. pengetahuan. Demokrasi bukan sekedar kebebasan dan persaingan. sosial-budaya. Pluralisme merupakan prasyarat masyarakat madani. sehingga harus dipahami tidak hanya sebatas mengakui dan menerima kenyataan sosial yang beragam. yaitu ruang publik yang bebas sebagai sarana untuk mengemukakan pendapat warga masyarakat. 4. KELEMBAGAAN PENEGAK MASYARAKAT MADANI . politik.

kesadaran. dikelola. dan kedewasaan berpikir. masyarakat. kelompok. kelompok. dan ditujukan bagi kesejahteraan masya-rakat. Swaorganisasi. . 6. Lembaga Sosial. 7. yang bertujuan memberi perlindungan bagi diri. yaitu memiliki kekuatan dan kemampuan untuk melaksanakan tugas po-kok dan fungsinya tanpa keterlibatan lembaga lain di luar lembaganya. Landasan pembentukan lembaga ini adalah idealisme perubahan (restorasi) ke arah kehidupan yang bebas (independen) dan man-diri. Mandiri. Disiplin. seperti : a. kelompok. yaitu bahwa pengelolaan dan pengendalian dilakukan secara terbuka. dan masyarakat tanpa ada instruksi. yaitu bahwa pengelolaan dan pengendalian serta pelaksanaan lembaga dise-lenggarakan dengan kejujuran. baik yang bersifat resmi dari pemerintah maupun dari individu. dan masyarakat tertentu. Transparan. 5. yaitu bahwa lembaga dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya taat dan setia terhadap perundang-undangan yang berlaku. 2. Independen. Karakteristik lembaga masyarakat madani hendaknya : 1. Artinya.Kelembagaan (institusi) masyarakat madani adalah lembaga-lembaga yang dibentuk atas dasar motivasi dan kesadaran penuh dari diri individu. 3. dan untuk masyarakat sendiri. baik negara/ pemerintah maupun nonpemerintah. disiplin. lembaga-lembaga dimaksud merupakan manifestasi dari permberdayaan masyarakat yang memiliki pengetahuan. ikhlas. yaitu bahwa lembaga yang dibentuk. Bentuk kelembagaan masyarakat madani ini dapat diklasifikasikan dalam tiga macam : 1. Demokratis. Idealis. dan dikendalikan dari. oleh. yaitu bahwa pengelolaan dan pengendalian lembaga dilakukan secara swadaya oleh sumber daya manusia yang ada di lembaga sendiri. dan bangsa yang tidak berdaya dari penguasaan negara/pemerintah. Organisasi Sosial. yaitu bebas dari pengaruh dan intervensi lembaga lain. 4.

Ru-kum Wargi Cianjur. Mereka berjuang menegakkan HAM dan perlawanan terhadap kekuasaan kolonial (Belanda. dll. BEM. Indische Partij. dll. 3. b. HTI. MEMBANGUN MASYARAKAT MADANI INDONESIA Indonesia sebagai masyarakat madani adalah sebuah kenyataan. seperti NU. Persis. ISEI. e. Muhammadyah. Rukun Wargi Cikundul. IDI. d. Al-Irsyad. Organisasi Profesi. Organisasi/Partai politik (Parpol). KAMMI. Nahdlatul Ulama (NU). e. dll. diwakili oleh beragam kiprah organisasi sosial keagamaan dan pergerakan nasional dalam perjuangan merebut kemerdekaan dari kekuasaan penjajahan. Kelembagaan Katholik. Lembaga Keagamaan. Kosgoro. seperti PGRI. Perhimpunan Indonesa (di Belanda). seperti PGI. PMII. dll. seperti : a. PERSADI. seperti OSIS. seperti KNPI. dll. c. g. demikian juga organisasi-organisasi lainnya seperti Budi Utomo. Kelembagaan Hindu. Jauh sebelum merdeka dan menjadi sebuah negara. seperti Walubi. Kelembagaan Budha. Lembaga yang berbentuk Paguyuban : Dibentuk dan dikembangkan oleh masyarakat untuk melakukan pengelolaan dan pe-ngendalian program-program bagi peningkatan kekerabatan/kekeluargaan. Misalnya Paguyuban Pasundan. seperti KWI. PII. Organisasi kemasyarakatan.b. Ikatan Keluarga Palembang. biasa-nya berdasarkan kedaerahan atau kesukuan. dll. HMI. f. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Organisasi Kepemudaan. Organisasi Pelajar/Kemahasiswaan. sebenarnya masyarakat sipil telah ada dan berkembang. seperti MKGR. d. LBH. Keagamaan Kristen. Muhammadyah. termasuk MUI. seperti Parisadha Hindu Dharma. c. Lihat misalnya organisasi keagamaan seperti Syarikat Islam (SI). E. 2. Persatuan Islam. Sifat kemandirian dan kesukarelaan para . Jepang). PWI. Keagamaan Islam.

kepedulian. pandangan hidup. kesantunan. dan dapat mendukung kegiatan pemerintahan dan pembangunan. kebiasaan. 5. adat-istiadat. Adanya keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME yang melandasi moral kehi-dupan. 4. kesetiakawanan sosial.pengurus dan anggotanya merupakan karakter khas dari sejarah masyarakat madani Indonesia. maka masyarakat madani perlu mendapat perhatian khusus. tetapi juga secara global (era global-isasi). Tumbuhnya intelektualitas dalam rangka membangun sumber daya manusia yang memiliki komitmen dan independen. membutuhkan masyarakat yang mempunyai kemauan dan kemampuan hidup bersama dalam sikap saling meng-hargai. Kebudayaan. toleransi. Perlu perbaikan di bidang ekonomi dalam rangka meningkatkan pendapatan masya-rakat. cita-cita dan hasrat bersama sebagai warga bangsa dan negara tidak mungkin lepas dari ling-kungan sejarahnya. lebih-lebih dengan kondisi Indonesia yang dilanda euforia demokrasi. Terjadinya pergeseran budaya dari masyarakat yang berbudaya paternalistik ke bu-daya modern dan independen. menurut Srijanti (2009:207) terdapat enam faktor yang perlu mendapat perhatian. 2. Adanya partisipasi aktif dalam menciptakan tata pamong yang baik. semangat otonomi daerah. perasaan senasib dan sepenanggungan. dan derasnya arus globalisasi. Pada masa reformasi ini. Untuk membangun masyarakat madani di Indonesia. 3. Indonesia membutuhkan tumbuh dan berkembangnya masya-rakat madani. Sekarang ini tatkala hidup di zaman modern di mana interaksi tidak saja berlangsung secara domestik dan regional. 6. . Berkembangnya pluralisme dalam kehidupan yang beragam. Pengembangan masyarakat madani Indonesia tidak dapat dipisahkan dari lingkungan dan pengalaman sejarah bangsa Indonesia seperti tersebut di atas. yaitu : 1.

Pandangan ini menyatakan bahwa sistem demokrasi tidak mungkin berlangsung dalam kenyataan hidup sehari-hari dalam masyarakat yang belum memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara yang kuat. . Reformasi sistem politik demokrasi. terdapat tiga strategi yang ditawar-kan untuk mewujudkan masyarakat madani di Indonesia. Integrasi nasional dan politik. 3. Untuk membangun demokrasi harus lebih diu-tamakan pembangunan lembaga-lembaga politik yang demokratis.Sementara itu menurut A. 2. yaitu : 1. Ubaedillah (2010:188). Hal ini mengingat demokrasi membutuhkan topangan kultural selain dukungan struk-tural. khususnya di kalangan kelas menegah. Paradigma membangun masyarakat madani dengan menekankan proses pendidikan dan penyadaran politik warga negara.

Political Governance. kolusi. Institusi dari governance meliputi tiga domein. meliputi proses pembuatan keputusan yang memfasilitasi kegiatan ekonomi di dalam negeri dan transaksi di antara penyelenggara ekonomi. sosial dan politik. yaitu state (negara atau pemerintah). dan society (masyarakat) yang saling berinteraksi. mencakup proses pembuatan keputusan untuk perumusan kebijakan politik negara. dan bebas dari korupsi. privat sector menciptakan pekerjaan dan pendapatan. Administrative Governance. Economic Governance. dan nepotisme.BAB XIII TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK DAN BERSIH (GOOD AND CLEAN GOVERNANCE) A. State berfungsi menciptakan lingkungan politik dan hukum yang mempunyai implikasi terhadap kesetaraan. . ekonomi. gover-nance (kepemerintahan) mempunyai tiga model. Hubungan antar sektor dimaksud dapat digambarkan di bawah ini. yaitu : 1. berupa sistem implementasi kebijakan. dan politik. serta kemiskinan. sedangkan society berperan posi-tif dalam interaksi sosial. 2. kondusif. dan kualitas hidup. 3. termasuk mengajak kelompok masyara-kat untuk berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi. private sector (swasta atau dunia usaha). NEGARA SWASTA MASYARAKAT Adapun Istilah good and clean governance merupakan wacana yang mengiringi gerak-an reformasi. akuntabel. yang dikaitkan dengan tuntutan akan pengelolaan pemerintahan yang pro-fesional. PENGERTIAN Menurut United Nations Development Program (UNDP) salah satu badan PBB.

dan berwibawa. dan mem-peroleh dukungan dari rakyat. sehingga menyatu dalam istilah good and clean governance. Dalam prakteknya mesti disertai bersih dan berwibawa. 2. b. demokratis. berarti baik dan bersih dalam proses maupun hasil-hasilnya. transparan. dan masyarakat madani di Indonesia. Penyelenggaraan pemerintahan yang bersih. jujur. Dadang Solihin : Kepemerintahan yang baik adalah konsepsi tentang : a. maka kepemerintahan yang baik. efisien. Suatu gagasan dan nilai untuk mengatur pola hubungan antara pemerintah. HAM. dan bertanggung jawab. Pengertian kepemerintahan yang baik (good governance). dan masyarakat. dan intervensi pemerintah atas kepentingankepentingan tersebut.Pemerintahan yang bersih dari KKN merupakan bagian penting dari pembangunan demokrasi. Pinto (1994) : . du-nia usaha/sawasta. Kooiman (1994) : Kepemerintahan yang baik merupakan serangkaian proses interaksi sosial politik antara pemerintah dengan masyarakat dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat. yang merupakan model kepe-merintahan yang efektif. tidak saling berbenturan. Sejalan dengan prinsip di atas. 3. Pendapat para ahli : 1. adalah sikap di mana kekua-saan dilakukan oleh masyarakat yang diatur dalam berbagai tingkatan pemerintahan negara yang berkaitan dengan sumber-sumber sosial-budaya. bersih. politik. Dalam hal ini semua unsur dalam pemerintahan dapat bergerak secara sinergis. dan efektif. dan ekonomi.

UNDP : Dalam dokumen kebijakannya yang berjudul “Governance for Sustainable Human Development” (1977) mendefinisikan kepemerintahan sebagai : “Governance is the exercise of economic. dan dalam ekonomi di mana berjalan mekanisme pasar secara sehat.Kepemerintahan yang baik adalah praktek penyelenggaraan kekuasaan dan kewe-nangan oleh pemerintah dalam mengelola urusan pemerintahan secara umum dan pembangunan ekonomi pada khususnya. 4. integration. tegaknya hukum untuk semua secara sama.” (Kepemerintahan adalah pelaksanaan kewenangan/kekuasaan dalam bi-dang ekonomi. political. 5. J. dengan mengacu pada UNDP. and ensure the well being of their population. yang dalam masyarakat yang berkesadaran hukum. dan administratif untuk mengelola berbagai urusan negara pada setiap tingkatannya dan merupakan instrumen kebijakan negara untuk mendorong ter-ciptanya kondisi kesejahteraan integritas dan kohesitas sosial dalam masyarakat). B. and administrative authority to a countriy’s affairs at all levels and means by which states promote social cohesion. Lembaga Administrasi Negara RI (LANRI) merumuskan sembilan aspek fundamental (asas/prinsip) yang harus diperhatikan. Bintoro Tjokroamidjojo : Good governance lebih dapat berjalan dalam suatu sistem politik yang demokratis. Kristiadi : Good governance dapat dicapai melalui pengaturan yang tepat antara fungsi pasar dengan fungsi organisasi. politik. yaitu : .B. termasuk organisasi publik sehingga dicapai transaksi-transaksi dengan biaya yang paling rendah. 6. PRINSIP-PRINSIP “GOOD AND CLEAN GOVERNANCE” Untuk merealisasikan pemerintahan yang profesional dan akuntabel.

1. yaitu keikutsertaan warga masyarakat dalam pengambil-an keputusan. d. e. yakni etika individual dan etika sosial. c. Kebijakan strategis untuk pencerahan kehidupan masyarakat. Penetapan kebijakan yang terkait dengan pencerahan kehidupan. e. Dalam hal ini pemerintah harus memahami kebutuhan masyarakat dan proaktif. Kepastian hukum (legal certainty). karena tanpa ditopang oleh aturan hukum dan penegakannya secara konsekuen. 3. Konsisten dan nondiskriminatif. h. bukan menunggu mereka menyampaikan keinginan. f. Partisipasi (partisipation). yaitu : a. Penetapan posisi. Supremasi hukum (supremacy of law). baik langsung maupun melalui lembaga perwakilan yang sah dan mewakili kepentingan mereka. b. d. yaitu bahwa pengelolaan pemerintahan yang profe-sional harus didukung oleh penegakan hukum yang berwibawa. Penegakan hukum (rule of law). Independensi peradilan. Responsif. atau kedudukan. b. Bentuk partisipasi dimaksud dibangun atas dasar prinsip demokrasi. yang disusun berdasarkan aspirasi masyarakat luas dan mengakomodasi berbagai kebutuhan secara adil. Dalam hal mengelola negara terdapat delapan unsur yang harus dilakukan secara transparan. Dalam hal ini perlu perlu deregulasi birokrasi. 4. g. c. Keamanan dan ketertiban. jabatan. Kesehatan. yakni kebebasan berkumpul dan mengeluarkan pendapat secara konstruktif. Hukum yang responsif. Untuk itu setiap unsur pemerintah harus memi-liki dua etika. Pemberian penghargaan. maka partisipasi masyarakat dapat berubah menjadi tindakan yang anarkis. . Moralitas para pejabat dan aparatur pelayanan publik. yaitu tanggap terhadap persoalan-persoalan masyarakat. sehingga proses sebuah usaha efektif dan efisien. Transparansi (transparency). Dalam hal ini perlu komitmen pemerintah yang mengandung unsur-unsur : a. Kekayaan pejabat publik. 2.

5. Konsensus, yaitu bahwa keputusan apa pun harus dilakukan melalui kesepakatan dalam suatu permusyawaratan. Melalui cara ini akan memuaskan semua pihak sehingga semuanya merasa terikat untuk konsekuen melaksanakannya. 6. Kesetaraan (equity), yaitu kesamaan dalam perlakuan dan pelayanan publik. Hal ini mengharuskan setiap pelaksana pemerintah bersikap dan berperilaku adil dalam hal pelayanan publik tanpa mengenal perbedaan keyakinan (agama), suku, jenis kela-min, dan kelas sosial. 7. Efektivitas dan efisiensi (berdayaguna dan berhasilguna). Kriteria efektive

diukur diukur dengan parameter produk yang dapat menjangkau sebesarbesarnya kepen-tingan masyarakat dari berbagai kelompok lapisan sosial, sedangkan efisien diukur dengan rasionalitas biaya untuk memenuhi kebutuhan semua masyarakat. 8. Akuntabilitas, yaitu pertanggunggugatan pejabat publik terhadap masyarakat yang memberinya kewenangan untuk mengurus kepentingan mereka. Dalam hal ini setiap pejabat publik dituntut mempertanggungjawabkan semua kebijakan, keputus-an, perbuatan, moral, maupun netralitas sikapnya terhadap masyarakat. Pengertian akuntabilitas meliputi : a. Keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan-keputusan strategis; b. Mekanisme evaluasi atas insentif yang diberikan kepada para pejabat publik; c. Mekanisme pertanggungjawaban kepada publik atas kinerja pemerintahan. 9. Visi strategis (strategic vision), yaitu pandangan-pandangan strategis untuk meng-hadapi masa yang akan datang (forecasting). Artinya,

kebijakan/keputusan apa pun yang akan diambil saat ini harus memperhitungkan akibatnya di masa depan (paling tidak 10- 20 tahun ke depan).

C. MANFAAT “GOOD GOVERNANCE” 1. Berkurangnya secara nyata praktek KKN di birokrasi yang antara lain ditunjukkan dengan hal-hal sebagai berikut : a. Tidak adanya manipulasi pajak; b. Tidak adanya pungutan liar; c. Tidak adanya manipulasi tanah;

d. Tidak adanya manipulasi kredit; e. Tidak adanya penggelapan uang negara; f. Tidak adanya pemalsuan dokumen; g. Tidak adanya pembayaran fiktif; h. Tidak adanya penggelembungan nilai kontrak (mark-up); i. Tidak adanya uang komisi; j. Tidak adanya penundaan pembayaran kepada rekanan; k. Tidak adanya kelebihan pembayaran; l. Tidak adanya ketekoran biaya; m. Proses pelelangan (tender) berjalan dengan baik. 2. Terciptanya sistem kelembagaan dan ketatalaksanaan pemerintahan yang bersih, efektif, efisien, transparan, profesional dan akuntabel : a. Sistem kelembagaan lebih efektif, ramping, fleksibel; b. Kualitas tata laksana dan hubungan kerja antar lembaga di pusat, dan antara pe-merintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota lebih baik; c. Sistem administrasi pendukung dan kearsipan lebih efektif dan efisien; d. Dokumen/arsip negara dapat diselamatkan, dilestarikan, dan terpelihara dengan baik; 3. Terhapusnya peraturan perundang-undangan dan tindakan yang bersifat diskriminatif terhadap warga negara, kelompok, atau golongan masyarakat : a. Kualitas pelayanan kepada masyarakat dan dunia usaha (swasta) meningkat; b. SDM, prasarana, dan fasilitas pelayanan menjadi lebih baik; c. Berkurangnya hambatan terhadap penyelenggaraan pelayanan publik; d. Prosedur dan mekanisme serta biaya yang diperlukan dalam pelayanan publik lebih baku dan jelas; e. Penerapan sistem merit dalam pelayanan; f. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pelayanan publik; g. Penanganan pengaduan masyarakat lebih intensif. 4. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan pelayanan publik : Berjalannya mekanisme dialog dan musyawarah terbuka dengan

masyara-kat dalam perumusan program dan kebijakan layanan publik.

5.

Terjaminnya konsistensi dan kepastian hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan baik di pusat maupun di daerah : a. Hukum menjadi landasan bertindak bagi aparatur pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan pelayanan publik yang baik; b. Kalangan dunia usaha/swasta merasa lebih aman dan terjamin ketika menanam-kan modal dan menjalankan usahanya karena ada aturan main (rule of the game) yang tegas, jelas, dan mudah dipahami oleh masyarakat; c. Tidak akan ada kebingungan di kalangan pemerintah daerah dalam melaksana-kan tugasnya serta berkurangnya konflik antarpemerintah daerah serta antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

D. PENERAPAN ASAS-ASAS KEPEMERINTAHAN YANG BAIK Dalam praktek penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia pasca gerakan reformasi nasional, tercermin dalam Undang-Undang No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara-an Negara yang Bersih dan Bebas KKN, dan Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 ten-tang Pemerintah Daerah yang memuat asas-asas umum pemerintahan yang mencakup : 1. Asas Kepastian Hukum, yang mengutamakan landasan peraturan perundangan, kepatutan, dan keadilan dalam setiap kebijakan penyelenggaraan negara. 2. Asas Tertib Penyelenggaraan Negara, yang mengutamakan landasan

keteraturan, keserasian, dan keseimbangan dalam pengendalian penyelenggaraan negara. 3. Asas Kepentingan Umum, yang mendahulukan kesejahteraan umum dengan cara aspiratif, akomodatif, dan selektif. 4. Asas Keterbukaan, dengan membuka diri terhadap hak-hak masyarakat untuk mem-peroleh informasi yang benar, bersikap jujur, dan tidak diskriminatif tentang penye-lenggaraan negara dengan tetap memperhatikan perlindungan atas hak asasi pribadi, golongan, dan rahasia negara. 5. Asas Proporsionalitas, yang mengutamakan keseimbangan antara hak dengan ke-wajiban penyelenggara negara.

6. karyawan. menunjukkan kinerja yang rendah sehingga tidak mampu memberi kontribusi secara optimal. GOOD CORPORATE GOVERNANCE Dalam bidang ekonomi. sehingga tidak memiliki keunggulan atau daya saing yang kuat di pasar internasional. maupun pihak terkait lainnya. Pemerintah daerah cenderung lebih berhati-hati dan akuntabel ketika mengelola dana yang dihasilkan secara lokal. Pemberdayaan pemerintah daerah akan memacu partisipasi publik yang lebih besar dalam pengambilan keputusan. akibat krisis moneter yang berkepanjangan sejak tahun 1997 terutama di sektor pelaku ekonomi baik milik negara maupun swasta. F. Para pelaku ekonomi swasta pada umumnya menunjukkan kesalahan manajemen. sudah bukan rahasia umum . yang mengutamakan keahlian yang berlandaskan kode etik dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. di mana setiap kegiatan dan hasil kegiatan penyelenggaraan negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. stake holders. 3. baik untuk kepentingan pemilik. Masyarakat lebih mudah mengakses informasi dan keputusan publik di tingkat lokal. E. Asas Profesionalitas. bahkan kondisi internal perusahaan masuk dalam kondisi tidak sehat. masyarakat. HUBUNGAN ANTARA GOVERNANCE DESENTRALISASI DENGAN GOOD 1. tinimbang dana yang didistribusikan dari pusat. 2. 7. Desentralisasi memungkinkan pemerintah daerah menghasilkan kebijakan yang memiliki local preference lebih tinggi. Demikian juga para pelaku ekonomi milik negara. 4. Asas Akuntabilitas.

Transparansi (Disclosure & Transparency). Sementara menurut Cadbury Committee tahun 1992 yang pertama kali memperkenalkan istilah good corporate governance. Adapun korporasi pemerin-tahan (corporate governance) adalah seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara pemegang saham. baik terhadap perusahaan milik negara maupun swasta. pihak kreditur.bahwa sebagian besar kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) jauh dari apa yang diharapkan masyarakat. yaitu melalui penerapan Good Corporate Governance (GCG) secara nyata bukan hanya sekedar retorika. Berdasarkan kondisi tersebut di atas. maka OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) telah mengembangkan prinsip GCG. adalah suatu sistem yang berfungsi untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi (per-usahaan). dengan keterbukaan informasi yang penting serta melarang pembagian untuk pihak sendiri dan per-dagangan saham oleh orang dalam. pemerintah. demi manfaat bersama. dalam arti. Dalam kaitan tumbuhnya kesadaran akan pentingnya CG. kontribusinya terhadap negara untuk kepentingan rakyat masih belum me-madai padahal aset di atas Rp 900 trilyun (pada waktu itu) yang tersebar di berbagai sektor usaha potensinya cukup besar. yaitu perlakuan yang sama terhadap pemegang saham terutama pemegang saham minoritas dan pemegang saham asing. serta para pemegang kepentingan (stakeholders) internal dan eksternal lain-nya yang berkaitan dengan hak-hak dan kewajiban mereka atau dengan kata lain suatu sistem yang mengendalikan perusahaan. maka salah satu upaya dalam mencari solusinya adalah memberdayakan korporasi. korporasi (corporate) adalah mekanisme yang dibangun agar berbagai pihak dapat memberikan kontribusi berupa modal. 2. Kewajaran (Fairness). dan tenaga. Menurut Tjager yang dikutip Sedarmayanti (2007:52). GCG tidak terlepas atau tidak dapat dipisahkan dengan konsep dan sistem korporasi sendiri. yaitu hak pemegang saham. dapat . yaitu : 1. yang harus diberi informasi benar dan tepat waktu mengenai perusahaan. karyawan. keahlian. pengurus/pengelola perusahaan.

dan auditor. pemegang sa-ham. dan perusaha-an yang sehat dari aspek keuangan. Tanggung jawab ke dewan (dewan komisaris maupun direksi) terhadap perusahaan. 4. dewan komisaris. lapangan kerja. 2. 3. Prinsip GCG ini mencakup lima bidang utama. yaitu tanggung jawab manajemen melalui penga-wasan efektif berdasarkan keseimbangan kekuasaan antara manajer. yaitu : 1. yaitu peran pemegang saham harus diakui sebagaimana ditetapkan oleh hukum dan kerjasama yang aktif antara perusahaan serta pemegang kepentingan dalam menciptakan kekayaan. Pengungkapan yang akurat dan tepat waktu serta transparan sehubungan dengan struktur dan operasi korporasi.berperanserta dalam pengambilan keputusan mengenai perubahan mendasar atas perusahaan dan memperoleh bagian keuntungan perusahaan. 5. merupakan bentuk pertanggungjawaban mana-jemen kepada perusahaan dan pemegang saham. Peran karyawan dan pihak yang berkepentingan lainnya. 3. 4. Hak pemegang saham dan perlindungannya. Akuntabilitas (Acccountability). . Pemegang saham dan pihak berkepentingan lainnya. Responsibilitas (Responsibility).

Kansil. Pendidikan Kewarganegaraan. dan Christine S. Joan. Jakarta : PT. 1995. 1994. Jakarta : PT. 1995. ------------. Edisi Pertama. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi. Politik Indonesia : Transisi Menuju Demokrasi. Jakarta : Balai Pustaka. 1999. Ketahanan Nasional. Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi. 2000. 1999. 1999. Cetakan ke-1. Yogyakarta : Paradigma. Bandung : Remaja Rosdakarya. Menuju Masyarakat Madani. (Terjemahan Sahat Simamora). Jakarta : Balai Pustaka. BUKU : Azra. H. Jakarta : LP3ES. David. ----------------------. 1995. Jakarta : Rineka Cipta. Chaidir (ed. Dasar-dasar Ilmu Politik. 1991. Pemantapan Pembangunan melalui Pendekatan Ketahanan Nasional. 2005. Afan.). Kevin. Kaelan. Demokrasi dan Civil Society. Wawasan Nusantara. Jakarta : PT. 1999. Budiardjo.DAFTAR KEPUSTAKAAN A. Kewiraan untuk Mahasiswa. Partisipasi Politik di Negara Berkembang. Miriam. Cetakan Kedua. Gramedia. Pembangunan Nasional. Hikam. Beetham. Kemal Pasha. Jakarta : Balai Pustaka. 2007. Gramedia. Cetakan ke-2. Lemhanas. 1997. Yogyakarta : Kanisius.S. Azyumardi. Basrie. 2002. Mustafa. Huntington. Gaffar. Demokrasi dalam 80 Tanya Jawab. Pradnya Paramita. dan Zubaidi. Jakarta : Ditjen Renumgar Dephankam. Demokrasi di Indonesia : Demokrasi Parlementer dan Demokrasi Pancasila. dan Nelson. C. 1994. . Cetakan Pertama. Samuel P. Muhammad A.T. Achmad. dan Boyle.S. Yogyakarta : Citra Karsa Mandiri. Edisi Revisi. Cetakan Pertama. ------------. Lemhanas & Ditjen Dikti Depdikbud. Gramedia. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Cetakan Pertama.T. Jakarta : PT.

Cetakan Pertama. Maswadi. Good Governance (Kepemerintahan yang Baik) dan Good Corporate Governance (Tata Kelola Perusahaan yang Baik). Cetakan kedelapan. Marwati Djoened dan Notosusanto. Bandung : CV. 2007. kerjasama IRIS Bandung-PPIM Jakarrta-The Asia Foundation). Jakarta : Paradigma Cipta Tatrigama. Cetakan ke-1. 1993. dan Alex Dinuth (Penyunting). Sejarah Nasional Indonesia Jilid V. Pendidikan Kewarganegaraan. Kelas Menengah. Yogyakarta : Graha Ilmu. 1981. Demokrasi versus Kediktatoran. 2005. Dawam. Srijanti. Nugroho. 2001. Asas-asa Pluralisme dan Toleransi dalam Masyarakat Madani. 2003. Bandung : CV. Hukum Dasar Geopolitik dan Geostrategi dalam Kerangka Keutuhan NKRI. Pendidikan Kewarganagaraan untuk Mahasiswa. 2005. Jakarta : Ditjen Dikti Depdiknas. Sedarmayanti. Jakarta : PT. (Makalah dalam Lokakarya Islam dan Pemberdayaan Civil Society di Indonesia. -----------------------. Sumarsono. M. Jakarta : Suara Bebas. Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Sebagai Dasar Nilai dan Pedoman Berkarya bagi Lulusan. Masyarakat Madani : Agama. Mansoer. Sukarna. Demokrasi dan Demokratisasi. (Terjemahan I Made Krisna). George. Nurcholish. 2005. Susunan dalam Satu Naskah UUD 1945. Jakarta : LP3ES. Marsono.. S. H. dan Purwanto S. Gramedia Pustaka Utama. Bagian Pertama. Tanpa Nama Penerbit. Mandar Maju. Soerensen.. Bagian Ketiga. Good Governance (Kepemerintahan yang Baik) dalam Rangka Otonomo Daerah. Hamdan. Rauf. Sobana. Demokrasi dan Demokratisasi.Madjid. Lemhanas. . Cetakan Keempat. Mandar Maju. Jakarta : CV.A. 2009. 2000. Geopolitik dan Konsepsi Ketahanan Nasional. Ermaya. Jakarta : FISIP-UI.al.K. 2002. Jakarta : Balai Pustaka. dengan Perubahanperubahannya 1999-2002. 1997. 2005. A. Suradinata. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.N. Rahardjo. et. 2003.I. Bandung : Alumni. Eko Jaya. Pendidikan Kewarganegaraan. Poesponegoro. dan Perubahan Sosial. 1999. Rahman H. ----------------. Cetakan Kedua.

Jakarta : UI Press. Ramlan. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. PT. PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN : Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1976 tentang Perubahan Pasal 18 UndangUndang Nomor 62 Tahun 1958 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Frans Magnis. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1996 tentang Perairan Indonesia. Cetakan Pertama. Zamroni. Ubaidillah. Good Governance : Paradigma Baru Manajemen Pembangunan. Jakarta : PT. 2000. Kunthi Dyah. 1999. . B. Wardani. 2006. Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan : Panduan Kuliah di Perguruan Tinggi. 1997. Yogyakarta : UII Press. Abdul (Tim ICCE-UIN Jakarta). Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia. Winarno. Dwi. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pendidikan Kewargaan (Civic Education). Bintoro. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Memahami Ilmu Politik. Pendidikan untuk Demokrasi. Jakarta : Prenada Media. Bumi Aksara. 2010. Tjokroamidjoyo. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Yogyakarta : Bigraf Publishing. Gramedia Pustaka Utama. dan Rozak. Suseno. Jakarta : PT. A. Cetakan ke-2. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Impeachment dalam Ketatanegaraan Indonesia. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2001. Grasindo. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1996 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. 2007.Surbakti. Mencari Sosok Demokrasi : Sebuah Telaah Filosofis.

Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. ---djuns--- . Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 Umum. tentang Penyelenggaraan Pemilihan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2009-2014.Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2004-2009. Dewan Perwakilan Daerah. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Dewan Perwakilan Rakyat. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful