PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

(KEWIRAAN NASIONAL)
EDISI REVISI

BUTIR-BUTIR BAHAN DISKUSI
Untuk Mahasiswa Strata Satu di Lingkungan Universitas Suryakancana Cianjur

Disusun Oleh : Drs. DJUNAEDI SAJIDIMAN, MM, M.Pd.

UNIVERSITAS SURYAKANCANA CIANJUR
-2011201111
KATA PENGANTAR

Sesuai dengan tugas untuk memberikan mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (dh. Kewiraan Nasional) pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Pertanian Universitas Suryakancana Cianjur, penulis mencoba membuat ikhtisar berupa butir-butir bahan diskusi untuk memudahkan para mahasiswa strata satu berdiskusi pada waktu perkuliahan. Bahannya diambil dari berbagai buku sumber dan bahan pendukung lainnya, mengacu pada Keputusan Dirjen Dikti Depdiknas No. 38/DIKTI/Kep/2002 tentang Rambu-rambu Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi yang termasuk di dalamnya Pendidikan Kewarganegaraan. Diktat ini adalah hasil revisi dari yang penulis susun tahun 2007, isinya dikoreksi dan ditambah dengan perkembangan baru pasca Pemilu dan Pilpres tahun 2009, serta disesuaikan pula dengan buku-buku tentang pendidikan kewarganegaraan yang terbit mutakhir. Untuk pengayaan dan pendalaman materi, para mahasiswa dianjurkan untuk mempelajari lebih lanjut buku-buku yang penulis pergunakan, yang dicantumkan juga dalam daftar kepustakaan. Semoga kiranya bermanfaat.

Cianjur, Januari 2011. Penulis

i

DAFTAR ISI
Halaman KATA PENGANTAR ......................................................................................... DAFTAR ISI ....................................................................................................... BAB BAB I. PENDAHULUAN .............................................................................. II. KEWARGANEGARAAN .................................................................. i ii 1 5 20 25 44 49 61 86 97 106 113 125 132 142

BAB III. IDENTITAS NASIONAL INDONESIA .......................................... BAB IV. HAK ASASI MANUSIA ………………………………………….. BAB V. HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA ............................... BAB VI. BELA NEGARA …………………………………………………... BAB VII. DEMOKRASI ……………………………………………………... BAB VIII. WAWASAN NUSANTARA ……………………………………..... BAB BAB IX. KETAHANAN NASIONAL ………………………………………. X. POLITIK STRATEGI NASIONAL ……………………………….

BAB XI. OTONOMI DAERAH DALAM KERANGKA NKRI ....................... BAB XII. MASYARAKAT MADANI ................................................................ BAB XIII. TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK DAN BERSIH.. DAFTAR KEPUSTAKAAN ................................................................................

-djuns-

ii

Ilmu Budaya Dasar. yang terdiri atas : Kelompok MPK Kurikulum Inti : a. Adapun Kelompok MPK Kurikulum Instansional : a.BAB I PENDAHULUAN Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di Perguruan Tinggi atau yang di lingkungan Universitas Suryakancana (UNSUR) Cianjur masih memakai istilah lama. c. e. . 3. Kelompok MPK (Matakuliah Pengembangan Kepribadian). Kelompok bahan kajian dan mata pelajaran untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YME dan berbudi pekerti luhur. Kelompok MBB (Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat). Bertujuan pengayaan wawasan. Kelompok MKB (Matakuliah Keahlian Berkarya). Wajib diberikan dalam kurikulum setiap program studi/kelompok program studi. Bahasa Indonesia. 4. 2. b. meliputi : 1. Adapun kurikulum untuk Perguruan Tinggi (PT) terdiri dari : Kurikulum Inti dan Kurikulum Instansional. Ilmu Filsafat. dan c. Bahasa Inggris. Pendidikan Kewarganegaraan. terdiri atas tambahan dari kelompok ilmu dalam kurikulum inti yang disusun dengan memperhatikan kebutuhan lingkungan serta ciri khas perguruan tinggi yang bersangkutan. Kurikulum inti adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang harus dicakup dalam suatu program studi yang dirumuskan dalam kurikulum yang berlaku secara nasional. berkepribadian mantap dan mandiri. dan 5. serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. pendalaman intensitas. 2. Pendidikan Agama. dll. Ilmu Sosial Dasar. Kelompok MPB (Matakuliah Perilaku Berkarya). dan g. Olahraga. Sedangkan kurikulum instansional adalah sejumlah bahan kajian dan pelajaran yang merupakan bagian dari kurikulum pendidikan tinggi. pemahaman dan penghayatan. berpedoman pada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 38/DIKTI/Kep/2002 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MKPK) di Perguruan Tinggi. d. b. yaitu Pendidikan Kewiraan. 3. Khusus kelompok MPK dapat dijelaskan : 1. Pendidikan Pancasila. f. Ilmu Alamiah Dasar. Kelompok MKK (Matakuliah Keilmuan dan Keterampilan).

yaitu : a. teknologi. DAN KOMPETENSI Visi. dan kompetensi MPK. 4. 3. serta cara-cara pemecahannya. Mengantarkan mahasiswa mampu mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan. tujuan. Mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengambil sikap yang bertanggung jawab sesuai dengan hati nuraninya. TUJUAN. Tujuan : Mempersiapkan mahasiswa agar dalam memasuki kehidupan bermasyarakat dapat mengembangkan kehidupan pribadi yang memuaskan. . b. serta berpandangan luas sebagai manusia intelektual. menjadi anggota keluarga yang bahagia. MISI.A. misi. teknologi dan seni yang dikuasainya dengan rasa tanggung jawab kemanusiaan. Misi : Membantu mahasiswa agar mampu mewujudkan nilai dasar agama dan kebudayaan serta kesadaran berbangsa dan bernegara dalam menerapkan ilmu pengetahuan. yaitu : 1. tujuan. serta menjadi warga negara yang berkesadaran kebangsaan yang tinggi dan bertanggung kawab kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Kompetensi : Menguasai kemampuan berpikir. dan kompetensi Pendidikan Kewarganegaraan mengacu pada visi. c. 2. VISI. Mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengenali masalah hidup dan kesejahteraan. bersikap rasional dan dinamis. dan seni. Visi : Menjadi sumber nilai dan pedoman bagi penyelenggaraan program studi dalam mengantarkan mahasiswa mengembangkan kepribadiannya. misi.

seminar kecil. Hak dan Kewajiban Warga Negara. dan warga negara. C. Mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa untuk menggalang persatuan Indonesia. Pendahuluan. Bentuk Aktivitas Proses Pembelajaran : Kuliah tatap muka. Pendekatan : Menempatkan mahasiswa sebagai subyek pendidikan. 4. deduktif. 4. Ketahanan Nasional. dan sebagai umat. Identitas Nasional Indonesia. penugasan mandiri. mitra dalam proses pembelajaran. 9. DASAR SUBSTANSI KAJIAN (POKOK BAHASAN) 1. induktif. 8. 7. 3. masyarakat.d. Wawasan Nusantara. 2. studi kasus. ceramah. dan reflektif melalui dialog yang bersifat partisipatoris untuk meyakini kebenaran substansi dasar kajian. Motivasi : Menumbuhkan kesadaran bahwa proses belajar mengembangkan kepribadian merupakan kebutuhan hidup. Kewarganegaraan. Metode Proses Pembelajaran : Pembahasan secara kritis. 3. anggota keluarga. METODOLOGI PEMBELAJARAN 1. Bela Negara. dan evaluasi proses belajar. B. Hak Asasi Manusia. diskusi interaktif. 2. 6. . 5. analitis. Demokrasi.

Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Bersih. 2. Berkontribusi terhadap berbagai persoalan dalam kebijakan publik. 13. Otonomi Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. serta berpikir kritis terhadap permasalahannya. Berpartisipasi dalam hal : a. Upaya menghentikan budaya kekerasan dengan damai dan menghormati supremasi hukum. 11. 5. Menyelesaikan konflik dalam masyarakat dilandasi sistem nilai Pancasila yang universal. Politik Strategi Nasional. menjadi warga negara yang kosmopolit. 4. 3. Masyarakat Madani. Memiliki pengertian internasional tentang civil society (masyarakat madani).10. Menjadi warga negara yang memiliki wawasan berbangsa dan bernegara. . KOMPETENSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Berdasarkan substansi kajian tersebut di atas. Menjadi warga negara yang komit terhadap nilai-nilai hak asasi manusia dan demokrasi. b. maka rumusan kompetensi ril yang hendak dituju oleh Pendidikan Kewarganegaraan menurut Hamdan Mansoer (2005) adalah agar manusia Indonesia : 1. D. 12.

2. berarti keanggotaan yang menunjukkan hubungan atau ikatan antara negara dengan warga negara. ikatan nasib. Anggota dari suatu komunitas yang membentuk negara itu sendiri. menunjuk pada tempat kewarganegaraan. peserta. Kewarganegaraan dalam Arti Yuridis dan Sosiologis : (1) Dalam arti yuridis. ikatan keturunan (darah). surat pernyataan bukti kewarganegaraa. = organisasi bangsa. menunjuk pada akibat hukum dari status kewarga- . Sesama warga negara. WARGA NEGARA DAN KEWARGANEGARAAN 1. atau organisasi kekuasaan suatu bangsa. Dengan demikian kewarganegaraan (citizenship). 3. Kewarganagaraan dalam Arti Formal dan Material : (1) Dalam arti formal. sesama penduduk.BAB II KEWARGANEGARAAN A. ikatan sejarah. masalah kewarganegaraan berada pada hukum publik. Tanda adanya ikatan hukum dimaksud misalnya ada akte kelahiran. dan ikatan tanah air. akte perkawinan. Adapun istilah kewarganegaraan dibedakan menjadi dua. yaitu : a. tetapi ikatan emosional (perasaan). Dalam sistem hukum. Bawahan atau kawula. Petunjuk dari sebuah kota. tidak ditandai dengan ikatan hukum. 4. 5. (2) Dalam arti sosiologis. Warga negara. Istilah warga negara dalam bahasa Inggris adalah citizen yang mempunyai arti : 1. Ikatan-ikatan ini lahir dari penghayatan warga negara bersangkutan. Pengertian Warga Negara dan Kewarganegaraan : Warga Negara = Warga + Negara Warga Negara = anggota. b. dll. kartu tanda penduduk. kartu keluarga. ditandai dengan adanya ikatan hukum antara warga negara dengan negara yang menimbulkan akibat hukum tertentu. warga negara = anggota. (2) Dalam arti material. atau warga dari suatu organisasi bangsa. peserta. orang se-tanah air. Jadi.

Rakyat : Merupakan konsep politis. Pada zaman penjajahan Belanda dipakai istilah kawula. yaitu orang-orang yang tinggal di Indonesia untuk sementara. Terdapat juga yang nonpenduduk. Penduduk di Indonesia terdiri dari Warga Negara Indonesia (WNI) dan orang asing atau Warga Negara Asing (WNA). Secara skematis dapat digambarkan sebagai berikut : WARGA NEGARA (WNI) PENDUDUK ORANG YANG BERADA DI WILAYAH NEGARA ORANG ASING (WNA) BUKAN PENDUDUK . c. Warga Negara : Penduduk yang secara resmi menjadi anggota/warga suatu negara. menunjukkan hubungan warga yang tidak sederajat dengan negara. yaitu adanya hak dan kewajiban. Beda antara istilah rakyat. Penduduk : Orang-orang yang bertempat tinggal di suatu wilayah negara. dan warga negara : a. dan tunduk pada pemerintahan itu. Istilah rakyat umumnya dilawankan dengan istilah penguasa/pemerintah. b. Dengan memiliki status sebagai warga negara. misalnya turis asing. menunjuk pada orang-orang yang berada di bawah satu pemerintahan. orang mempunyai hubungan dengan negara yang tercermin dalam hak dan kewajiban. Atau warga suatu negara yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku di negara bersangkutan. penduduk.negaraan.

Dalam menentukan kewarganegaraan dikenal dua aspek. yaitu aspek kelahiran dan aspek perkawinan. Aspek Kelahiran : (1) Asas Ius Soli (Law of The Soil) : Asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan negara tempat kelahiran. Dan pewarganegaraan adalah tata cara bagi orang asing untuk memperoleh kewarganegaraan RI melalui permohonan. 2. Masing-masing memiliki hak yang sama dalam menentukan kewarganegaraannya. (UU 62/1958. Aspek Perkawinan : (1) Asas Persamaan Hukum : Suami-istri adalah satu ikatan yang tidak terpecah sebagai inti dari masyarakat.Sementara itu pengertian kewarganegaraan menurut Undang-Undang No. adalah segala hal ikhwal yang berhubungan dengan warga negara. . Dalam UU 12/2006 dikenal pula : (1) Asas Kewarganegaraan Tunggal. b. (2) Asas Persamaan Derajat : Suatu perkawinan tidak menyebabkan perubahan status kewarganegaraan suami-istri. suami-istri bisa berbeda kewarganegeraan seperti sebelum mereka melakukan perkawinan. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Di Indonesia diberlakukan terbatas bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dengan demikian status kewarganegaraannya sama. dan sekarang UU 12/2006). yaitu asas yang menentukan satu kewarganegaraan bagi setiap orang. Jadi. a. (2) Asas Ius Sanguinis (Law of The Blood) : Asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan darah/ keturunan. Penentuan Warga Negara : Setiap negara berdaulat berwenang menentukan siapa-siapa yang menjadi warga negara.

adalah prosedur pewarganegaraan seseorang tidak hanya bersifat administratif. adalah asas yang menentukan bahwa dalam segala hal ikhwal yang berhubungan dengan warga negara harus dilakukan secara terbuka. adalah asas yang tidak membedakan perlakuan dalam segala hal ikhwal yang berhubungan dengan warga negara atas dasar suku. (5) Asas Nondiskriminatif. bipatride. (2) Asas Perlindungan Maksimum. ras. adalah asas yang menentukan bahwa peraturan kewarganegaraan mengutamakan kepentingan nasional Indonesia. yaitu : (1) Asas Kepentingan Nasional. dan memuliakan hak asasi manusia pada umumnya. (3) Asas Persamaan di Dalam Hukum dan Pemerintahan. lebih-lebih multipatride). . melindungi. dan hak warga negara pada khususnya. golongan.(2) Asas Kewarganegaraan Ganda. dan gender. agama. jenis kelamin. Beberapa asas khusus juga menjadi dasar dalam penyusunan undang-undang kewarganageraan di Indonesia. yaitu asas yang menentukan kewarganegaraan ganda bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang (merupakan suatu pengecualian. adalah asas yang menentukan bahwa setiap warga negara Indonesia mendapatkan perlakuan yang sama di dalam hukum dan pemerintahan. (7) Asas Keterbukaan. adalah asas yang dalam segala hal ikhwal yang berhubungan dengan warga negara harus menjamin. (6) Asas Pengakuan dan Penghormatan Terhadap Hak Asasi Manusia. karena pada dasarnya tidak boleh ada apatride. tetapi juga disertai substansi dan syarat-syarat permohonan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. yang bertekad mempertahankan kedaulatannya sebagai negara kesatuan yang memiliki cita-cita dan tujuan sendiri. (4) Asas Kebenaran Substantif. adalah asas yang menentukan bahwa pemerintah wajib memberikan perlindungan penuh kepada setiap warga negara Indonesia dalam keadaan apa pun baik di dalam maupun di luar negeri.

adalah asas yang menentukan bahwa seseorang yang memperoleh atau kehilangan kewargaan RI diumumkan dalam Berita Negara RI agar masyarakat mengetahuinya.(8) Asas Publisitas. (5) Ketentuan pidana. Jadi. yaitu istilah bagi orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan. (2) Syarat dan tata cara memperoleh kewarganegaraan RI. c. (Perubahan II/2000). Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia. c. b. Hal-hal mengenai warga negara dan penduduk diatur dengan undangundang. Bipatride. yaitu munculnya : a. Apatride. b. Perbedaan penentuan kewarganegaraan oleh setiap negara dapat menyebabkan masalah. (4) Syarat dan tata cara memperoleh kembali kewarganegaraan RI. yaitu istilah bagi orang-orang yang memiliki dua kewarganegaraan. (Perubahan II/2000). Warga Negara Indonesia : Ketentuan mengenai kewarganegaraan Indonesia diatur dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 BAB X Pasal 26 : a. 3. yang dapat menjadi warga negara Indonesia adalah : . Pokok materi yang diatur dalam UU 12/2006 meliputi : (1) Siapa yang menjadi WNI. (3) Kehilangan kewarganegaraan RI. Multipatride. yaitu istilah bagi orang-orang yang memiliki banyak kewarganegaraan (lebih dari dua). Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara.

sudah menjadi WNI. d. tetapi ayah Nya tidak mempunyai kewarganegaraan atau hukum negara asal ayahnya ti- . terdiri dari : (1) Tionghoa (Cina). berdasarkan Indische Staatsregeling 1927 Pasal 163. b. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI. dan orang asing (WNA). tetapi dari Eropa. (2) Timur asing bukan Cina. Orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang menjadi warga negara. terdiri dari : (1) Bangsa Belanda. Golongan Timur Asing. Setiap orang yang berdasarkan peraturan perundang-undangan dan/atau berdasarkan perjanjian pemerintah RI dengan negara lain sebelum UU 12/2006 berlaku. Golongan Eropa. e. (2) Bukan bangsa Belanda. yaitu Warga Negara Indonesia (WNI). penduduk negara Indonesia terdiri dari dua. terdiri dari : (1) Orang Indonesia asli dan keturunannya. Sementara itu berdasarkan UU 12/2006 BAB II tentang Warga Negara Indonesia. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNA dan ibu WNI. (3) Orang bangsa lain yang hukum keluarganya sama dengan golongan Eropa. penduduk Indonesia adalah : a. c. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan ibu WNI. b. Golongan Bumiputra. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNI dan ibu WNA. (2) Orang lain yang menyesuaikan diri dengan orang Indonesia asli. Sebelumnya. Orang-orang bangsa Indonesia asli. b.a. tercantum dalam : Pasal 4 Warga Negara Indonesia adalah : a. c. Berdasarkan Pasal 26 Ayat (2).

m. Anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah negara RI selama ayah dan ibunya tidak diketahui. Anak dari seorang ayah atau ibu yang telah dikabulkan permohonan kewarganegaraannya. tetap diakui sebagai WNI. huruf h. Anak yang lahir di wilayah negara RI apabila ayah dan ibunya tidak mempunyai kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI. g. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu WNA yang diakui oleh seorang ayah WNI sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 (delapan belas) tahun atau belum kawin. h. huruf d. j. Anak yang dilahirkan di luar wilayah negara RI dari seorang ayah dan ibu WNI yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan. f. Pasal 6 (1) Dalam hal status kewarganegaraan RI terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf c. Pasal 5 (1) Anak WNI yang lahir di luar perkawinan yang sah. i. dan Pasal 5 berakibat anak berkewarganegaraan ganda. Anak yang lahir di wilayah negara RI yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya. huruf i. setelah berusia 18 (delapan belas) tahun atau . l. kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia sebelum mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia. (2) Anak WNI yang belum berusia 5 (lima) tahun diangkat secara sah sebagai anak oleh WNA berdasarkan penetapan pengadilan. Anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 (tiga ratus) hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah dan ayahnya WNI. tetap diakui sebagai WNI. belum berusia 18 (delapan belas) tahun atau belum kawin diakui secara sah oleh ayahnya yang berkewarganegaraan asing.dak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut. k.

The Advanced Leaner’s Dictionary of Current English. 1954 : Civics : The department of political science dealing with right of citizen of duties of citizens. berikut ini dikemukakan beberapa definisi : a. (3) Pernyataan untuk memilih kewarganegaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan dalam waktu paling lama 3 (tiga) tahun setelah anak berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin. d. 1956 : . dan civic education = pendidikan kewarganegaraan.” Civic = mengenai warga negara atau kewarganegaraan. Pasal 7 Setiap orang yang bukan WNI diperlakukan sebagai orang asing. Untuk selanjutnya istilah ”civics” saja sudah berarti pendidikan kewarganegaraan. (2) Pernyataan untuk memilih kewarganegaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat secara tertulis dan disampaikan kepada Pejabat dengan melampirkan dokumen sebagaimana ditentukan di dalam peraturan perundangundangan. 4.sudah kawin anak tersebut harus menyatakan memilih salah satu kewarganegaraanya. 1956 : Civics : The element of political science or that science dealing with right and duties of citizens. Dictionary of Educations. Untuk lebih jelas mengenai pengertian civics. c. A Dictionary of American. b. Pendidikan Kewarganegaraan : Pendidikan kewarganegaraan asalnya dari bahasa Latin ”civis” dan dalam bahasa Inggris ”civic” atau ”civics. sedangkan civics = ilmu kewarganegaraan. Webster’s New Collegiate Dictionary. 1954 : Civics : The study of city government and the duties of citizens.

c. maka fokus studinya mengenai ”kedudukan dan peranan warga negara dalam menjalankan hak dan kewajibannya sesuai dan sepanjang batas-batas ketentuan konstitusi negara yang bersangkutan. teori demokrasi dalam pemerintahan. isi dan manfaat dari civics yang merupakan bagian dari ilmu politik. distribusi. the duties right and privilege of citizens. studi tentang ”political behavior” (kebutuhan pokok manusia. diambil demokrasi politiknya. . 264:1886-1887 : Civics : The science of citizenship . b. c. f. g. sejauh civics dapat dipandang sebagai disiplin ilmu politik. Creshore Education. integritas. masalah pokok dalam konstitusi. dll.” Sementara itu menurut Nu’man Soemantri. esp. Konteks ide demokrasi : Teori demokrasi politik.” konsep demokrasi dalam masyarakat. Webster’s New Cincise Dictionary : Civics : Science of government. Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa civics menyangkut : a. d. Konstitusi negara : Sejarah legal status. e.” identitas. Edmonson. teori ”mayority rule. dll. Pemerintah. penetrasi. dengan materi : a. Menurut Ahmad Sanusi.the relations of man. rangkaian krisis dalam ”nation building. Input dari sistem politik : Arti pendapat umum terhadap kehidupan politik. VII. the individual to man in organized collections – the individual to the state. partisipasi. Negara. 1968:3-5 : Civics : The study of government and citizenship – that is.Civics : The science of right and duties of citizenship. as the subject of school course. b. Warga negara dengan hak dan kewajibannya. Merupakan cabang dari ilmu politik.” ”minority right. tradisi rumah.

Menurut Nu’man Soemantri. d. pengaruh rumah. teman sepekerjaan. hubungan lembaga legislatif. Lembaga yudikatif : Sistem dan administrasi peradilan. cara penduduk memperoleh dan kehilangan kewarganegaraan. hak-hak memiliki barang/ kekayaan. j. dan negara. g. Kemakmuran umum dan pertahanan negara : Tugas negara dan warga negara dalam mencapai kemerdekaan umum. sistem pemilu. politik luar negeri dan keselamatan nasional. Pemilihan umum : Maksud pemilu dalam distribusi kekuasaan. hubungan internasional. Lembaga-lembaga pengambil keputusan (decision maker) : Legislator dan kepentingan masyarakat. agama. f. dan yudikatif. perlindungan yang sama. etnic group. sosial. Output dari sistem demokrasi politik : Hak dan kemerdekaan individu dalam konstitusi. Perubahan sosial dan demokrasi politik : Demokrasi politik. obyek studi civics adalah warga negara dalam hubungannya dengan organisasi kemasyarakatan. proses kegiatan lembaga legislatif. kebebasan akademis. eksekutif. sahabat. h. pajak untuk kepentingan umum. bagaimana konstitusi memberi peranan ”policy maker” kepada Presiden. dsb.status sosial. bagaimana Presiden berperan sebagai legislator. k. i. pemerintah daerah. fungsi partai politik (parpol). kontrol lembaga legislatif terhadap Presiden dan birokrasi. tantangan bagi warga negara dalam menghadapi perkembangan sain dan teknologi. dsb. kebudayaan. ekonomi. dsb.). organisasi dan manajemen pemerintahan. pembangunan masa sekarang. kebebasan berbicara. e. pers dan massmedia. peranan kelompok penekan. komunikasi. Presiden sebagai Kepala Negara : Kedudukan Presiden menurut konstitusi. dsb. dsb. Termasuk dalam obyek ini adalah : . bagaimana mengisi dan mengefektifkan demokrasi politik. Partai politik dan ”pressure group” : Sistem kepartaian. public relations. proses pengadilan. dsb. hak dan kedudukan seseorang dalam pengadilan.

nasionalisme. Cita-cita dan aspirasi. Tingkah laku. PP. tetapi hendaknya mencerminkan juga hubungan tingkah laku warga negara dalam kehidupan sehari-hari. Jadi. pelajaran civics telah ada sejak zaman Hindia Belanda dengan nama “Burgerkunde. d. pendidikan. dll. b. b. Politik. kegiatan. Perpres/ Keppres.). Lingkungan fisik. e. Hak dan kewajiban. dengan manusia lain dan alam sekitarnya. g. dalam rangka ”mengamerikakan bangsa Amerika” atau terkenal dengan nama ”theory of americanization. hukum. dsb. Kesadaran (patriotisme. c. tanggung jawab. Mulai diperkenalkan di Amerika Serikat (AS) pada tahun 1790 dengan nama civics. agama. civics tidak semata-mata mengajarkan pasal-pasal UUD. b. Perda. Usaha. 5. partisipasi. c. Tipe pertumbuhan berpikir. Sejarah Pendidikan Kewarganegaraan : a. Etika. Sain dan teknologi. f. Di Indonesia. moral Pancasila. Potensi yang ada dalam setiap warga negara. Sosial. Dengan demikian materi civics memasukkan unsur-unsur : a. pengertian internasional.” Dua buku penting yang dipakai adalah : . e. kesehatan. Dalam taraf ini materinya adalah ”government” serta hak dan kewajiban warga negara. dsb. Ekonomi. UU. keuangan. f. pemerintahan.a. d.” Hal ini dianggap penting mengingat bangsa AS berasal dari berbagai bangsa yang datang di samping bangsa (suku) asli yang ada.

(1) Indische Burgerkunde karangan P. dan angkatan laut.Bezit dari obyek hukum : Eigendom Eropa dan hak-hak atas tanah. .Sejarah pemerintahan Hindia Belanda. pajak. kesehatan masyarakat. c. Wolters Maatschappij N.B. Direktur Onderwijs en Eredienst (O&E). . terbitan G. bidang sosial. dan kebudayaan. tahun 1950 di Indonesia diajarkan civics di sekolah menengah. N. Dari materi ke dua buku di atas. Den Haag.J. tetapi ada perubahan kurikulum dengan materi kewarganegaraan di samping tata negara. . dan kesejahteraan.Pendidikan. ketatanegaraan Hindia Belanda dengan terbentuknya Dewan Rakyat (Volksraad).T. ketatanegaraan. kedaulatan raja terhadap kewajibankewajiban warga negara.V.Masyarakat pribumi.C. yaitu tentang tugas dan . . Materinya mengenai : . (2) Recht en Plicht (Indische Burgerschapkunde voor Iedereen) karangan J. jelas terlihat bahwa pada zaman Hindia Belanda belum terdapat kesatuan pendapat tentang materi pelajaran civics. tahun 1934. pernikahan dan keluarga.O. Walaupun ke dua buku tersebut di atas pada zaman Hindia Belanda dijadikan pegangan guru. Batavia.V. . hak-hak agraris atas tanah. ekonomi. perundang-undangan. kewanitaan.Badan pribadi : Masyarakat di mana kita hidup (dari lahir sampai dewasa). alat pembayaran. Dalam suasana merdeka. Herziene en Vermeerderdruk) Semarang-Surabaya-Bandung. perburuhan. Groningen. tahun 1940. (Derde. Materinya mengenai : . hukum. kaum menengah dalam industri dan perdagangan. tentara. . Schrieke.Hindia Belanda dan rumah tangga dunia. van Dorp & Co. Tromps terbitan J. pengaruh Barat.Pertanian. Vortman yang diberi pengantar oleh B.Hukum dan pelaksanaannya.B.

C. (3) Rakyat. Materinya adalah pidato kenegaraan Presiden Soekarno ditambah dengan : (1) Pancasila. Tetapi istilah tersebut baru secara resmi dipakai pada tahun 1967 dengan Instruksi Dirjen Pendidikan Dasar Departemen Pendidikan dan Kebudayaan No. imigrasi. pertahanan rakyat. dan Sumintardjo berjudul ”Inti Pengetahuan Warga Negara” dengan maksud untuk membangkitkan dan memelihara keinsyafan dan kesadaran bahwa warga negara Indonesia mempunyai tanggung jawab terhadap diri sendiri.kewajiban warga negara terhadap pemerintah. kesehatan. (4) Keadaan dalam dan luar negeri. dkk. Buku pegangan resminya adalah ”Manusia dan Masyarakat Baru Indonesia” karang Supardo. e.T. keluarga. (5) Ketatanegaraan. masyarakat. perwakilan. (2) Kehidupan. 31 Tahun 1967. dan negara (good citizenship). pendidikan. (6) Keuangan negara. yang tentu berbeda dengan orang asing. perburuhan. Gusti Mayur. Simorangkir. . masyarakat. kewanitaan. pengajaran. dan soal-soal internasional. dan ilmu pengetahuan. Pada tahun 1961 istilah kewarganegaraan diganti dengan kewargaan negara karena menitikberatkan warga sesuai dengan Pasal 26 Ayat (2) UUD 1945 yang mengandung pengertian akan hak dan kewajiban warga negara terhadap negara. perusahaan. Tahun 1955 terbit buku civics karangan J. (2) Indonesia Raya. (3) Bendera dan Lambang Negara. kemakmuran rakyat. (4) Warga negara dengan hak dan kewajibannya. dan diri sendiri. dsb. agraria. (7) Pajak. (8) Perekonomian termasuk koperasi. d. pemerintahan. Materinya mengenai : (1) Indonesia tanah airku. misalnya : (1) Akhlak.

dan ukuran ketentuan-ketentuan UUD 1945. g. sesuai dan sejauh diatur dalam UUD 1945. (6) Sejarah Indonesia.” yaitu suatu program pendidikan yang tujuan utamanya membina warga negara yang lebih baik menurut syarat-syarat. dan kebudayaan. Untuk mengisi kekosongan materi civics. Pelajaran civics diberikan di tingkat SD. politik.(2) Sejarah pergerakan. Bahannya diambil dari ilmu kewar- . Di perguruan tinggi terdapat mata kuliah ”Kewiraan Nasional” yang intinya berisi pendidikan pendahuluan bela negara. Pada tahun 1966 setelah peristiwa G-30-S/PKI. f. kriteria. sosial. (7) Ilmu Bumi Indonesia. (2) Civic education diganti dengan ”Pendidikan Kewargaan Negara. (4) Perserikatan Bangsa-Bangsa. SLTP. (3) Ketetapan-ketetapan MPRS. mendapat ketegasan dan memberi batasan bahwa : (4) Civics diganti dengan ”Ilmu Kewargaan Negara. (5) Orde Baru. ekonomi. Departemen P&K mengeluarkan instruksi bahwa materi civics (kewargaan negara) adalah : (1) Pancasila.” yaitu suatu disiplin ilmu dengan obyek studi tentang peranan para warga negara dalam bidang spiritual. dan SLTA. buku karangan Supardo tersebut di atas dilarang dipakai. Baru pada tahun 1972 setelah Seminar Nasional Pengajaran dan Pendidikan Civics (Civic Education) di Tawangmangu Surakarta. (2) UUD 1945. belum ada kejelasan pengertian tentang apakah kewargaan negara atau pendidikan kewargaan negara. (3) Hak dan kewajiban warga negara. Sejak zaman Hindia Belanda sampai dengan RI tahun 1972. hukum.

Berdasarkan hasil evaluasi dimaksud. 151/DIKTI/Kep/2000 ditetapkan Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP) Pendidikan Kewiraan. dan pendidikan kewarganegaraan yang di dalamnya termasuk pendidikan pendahuluan bela negara yang tercakup dalam MPK. (3) Berdasarkan UU No. dan filsafat pendidikan nasional. filsafat Pancasila. (4) Tahun 2002. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. merupakan kelompok MPK yang wajib diberikan dalam kurikulum setiap program studi/ kelompok studi di Perguruan Tinggi. ditetapkan Pendidikan Pancasila.gaan negara termasuk kewiraan nasional. 32/DJ/Kep/1983 yang disempurnakan dengan Keputusan Dirjen Dikti No. jalur. 38/DKITI/Kep/2002 tentang Ramburambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK). maka dengan Keputusan Dirjen Dikti No. 25/DIKTI/Kep/1985 dan disempurnakan lagi dengan Keputusan Dirjen Dikti No. 267/DIKTI/Kep/ 2000. h. pendidikan agama. dan Pendidikan Kewarganegaraan. mental Pancasila. . 150/DIKTI/Kep/2000 mengharuskan untuk selalu mengevaluasi kesahihan isi silabus dan GBPP pendidikan kewarganegaraan beserta proses pembelajarannya. 2 Tahun 1989 tentang Sisdiknas Pasal 39 Ayat (2) yang menyebutkan isi kurikulum setiap jenis. berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) No. maka dengan Keputusan Dirjen Dikti No. maka dengan Keputusan Dirjen Dikti No. Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi : (1) Tahun 1970an–1983 terdapat mata kuliah Kewiraan Nasional dengan inti pendidikan pendahuluan bela negara. (2) Tahun 1983 – 2000 dengan Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Depdikbud No. dan jenjang pendidikan wajib memuat pendidikan Pancasila. ditetapkan penyempurnaan pendidikan kewarganegaraan silabus dan pada perguruan tinggi di Indonesia yang memuat GBPP-nya. Pendidikan Agama.

. tetapi isinya tetap mengacu pada kurikulum yang ditetapkan oleh Depdiknas. adalah bagian dari pendidikan kewarganegaraan. namanya Pendidikan Kewiraan.Sementara itu di UNSUR Cianjur khusunya di FKIP. Materi pendidikan kewiraan yang dahulu pendidikan pendahuluan bela negara.

teknologi. Alat-alat kelengkapan yang dipergunakan untuk mencapai tujuan seperti bangunan. Hal ini biasanya dinyatakan dalam bentuk peraturan perundang-undangan. PENGERTIAN 1. atau sesuatu. Nasional merujuk pada konsep kebangsaan. Lambang-lambang yang merupakan ciri dari bangsa dan secara simbolis menggambarkan tujuan dan fungsi bangsa. tanda. 2. Identitas nasional = identitas kebangsaan. 3. Jadi. bendera. . tanda. yang melekat pada seseorang. Identitas nasional lebih merujuk pada identitas bangsa dalam pengertian politik (political unity). dan dasar negara. Contohnya bangunan tempat ibadah. Hal ini menyangkut adat-istiadat.” yang berarti ciri. Pengertian identitas nasional yang dikemukakan oleh Koento Wibisono (2005) adalah ”manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan suatu bangsa (nation) dengan ciri-ciri khas. kepribadian. tata kelakuan dan kebiasaan. kelompok. dan peralatan lain. identitas nasional adalah ciri. 4. Identitas nasional Indonesia yang membedakannya dengan bangsa-bangsa lain salah satu di antaranya adalah adanya ideologi Pancasila sebagai dasar filsafat. pandangan hidup. 2. Pola perilaku yang terwujud melalui aktivitas masyarakat sehari-hari. bahasa. atau jatidiri. atau jatidiri bangsa yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain.” Adapun indikator yang dijadikan sebagai salah satu parameter budaya untuk mencari identitas nasional antara lain : 1. seperti Garuda Pancasilan. yang membedakannya dengan yang lain. Identitas berasal dari bahasa Inggris “identity.BAB III IDENTITAS NASIONAL INDONESIA A. 3. dan dengan ciri-ciri khas tadi suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain dalam kebidupannya. dan lagu kebangsaan.

).pakaian adat. FAKTOR PEMBENTUK IDENTITAS Menurut Ramlan Surbakti (1999). Contoh : Bangsa Yahudi membentuk negara Israel. alat komunikasi. Ir. dan adat-istiadat. daerah asal (homeland). 4. teknologi bercocok tanam. Nelson Mandela di Afrika Selatan. Primordial : Faktor ini meliputi ikatan kekerabatan (darah dan keluarga). sakral. sejarah. olah raga. prestasi dalam bidang tertentu (pertanian. Contoh : Agama Katholik mampu membentuk beberapa negara di Amerika Latin. Sejarah : Persepsi yang sama tentang pengalaman masa lalu yang menderita akibat penjajahan menimbulkan perasaan senasib sepenanggungan dan solidaritas . Tujuan yang ingin dicapai suatu bangsa yang sifatnya dinamis dan tidak tetap seperti budaya unggul. kesamaan sukubangsa. B. 3. Tokoh : Kepemimpinan para tokoh yang disegani dan dihormati masyarakat (kharismatik). dll. dan Dr. Faktor-faktor yang menjadi identitas bersama suatu bangsa meliputi primordial. tokoh. 1. 2. proses pembentukan bangsa-negara memerlukan identitas-identitas untuk menyatukan. Dengan faktor ini masyarakat dapat membentuk bangsa-negara. kapal laut. dapat menjadi faktor yang menyatukan bangsa-negara. bhinneka tunggal ika. Yoseph Broz Tito di Yugoslavia. bahasa. dan kelembagaan. dll. Uni Soviet diikat oleh kesamaan ideologi komunisme. perkembangan ekonomi. Contoh : Mahatma Ghandi di India. Sakral : Faktor ini dapat berupa agama atau ideologi yang dianut/diakui oleh masyarakat bersangkutan. Sukarno (Bung Karno) di Indonesia. dan teknologi lain seperti pesawat terbang. dll. 4.

sistem kepercayaan. mata pencarian. peralatan/perkakas. Bhinneka Tunggal Ika : Kesediaan warga masyarakat untuk bersatu dalam perbedaan (unity in diversity) tanpa menghilangkan keterikatannya pada suku bangsa. adat-istiadat. agama. yaitu golongan sosial yang khusus dan bersifat askriptif (ada sejak lahir) yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin.warga masyarakat. adat-istiadat. bahasa. tata kelakuan. faktor-faktor pembentuk identitas nasional menurut Srijanti (2009:35) adalah : 1. Semakin tinggi mutu dan variasi kebutuhan masyarakat. Perkembangan Ekonomi : Perkembangan ekonomi (industrialisasi) akan melahirkan spesialisasi pekerjaan dan profesi sesuai dengan aneka kebutuhan masyarakat. semakin saling bergantung di antara jenis pekerjaan. dll. Kebudayaan. Kebudayaan sebagai parameter identitas nasional harus yang merupakan milik bersama (bukan individu/ pribadi). Kelembagaan : Kerja dan perilaku lembaga pemerintahan dan politik yang baik. Berdasarkan parameter sosiologi. dan norma yang berbedabeda. ras. suku. ras. . akan tetapi trintegrasi dalam suatu negara Indonesia. yang mempertemukan dan melayani warga tanpa membeda-bedakan asal-usul. Contoh : Indonesia. dll. yang menurut ilmu sosiologi termasuk di dalamnya adalah ilmu pengetahuan. Suku bangsa. 300) dan setiap suku bangsa mempunyai adat-istiadat. Contoh : Republik Indonesia. teknologi. Indonesia dikenal sebagai bangsa yang terdiri dari banyak suku bangsa (lk. dapat mempersatukan orang-orang sebagai suatu bangsa. 6. kesenian. dan akan semakin besar solidaritas dan persatuan dalam masyarakat. 5. 2. Contoh : Negara-negara di Amerika utara dan Eropa barat. dan agama. 7. dapat membentuk organisasi besar berupa negara. kesenian. sehingga melahirkan tekad dan tujuan untuk membentuk negara.

adat-istiadat. yang merupakan kesitimewaan manusia dalam berkomunikasi dengan sesamanya. dipupuk. Bisa saja dalam negara hanya ada satu bangsa (homogen). kerabat. daerah asal. dan etnik. tetapi umumnya terdiri dari banyak bangsa (heterogen). dan daerah asal (homeland). D. Bahasa memiliki simbol yang menjadikan suatu perkataan mampu melambangkan arti apa pun. yang menunjukkan lokasi negara dalam kerangka ruang. keturunan (darah). primer. Mengapa? Karena warga lebih dulu memiliki identitas kelompoknya. Karena itu negara perlu menciptakan identitas kebangsaan atau identitas nasional. agama. IDENTITAS KEBANGSAAN DAN IDENTITAS NASIONAL INDONESIA Identitas kebangsaan (political unity) merujuk pada bangsa dalam pengertian politik. Identitas yang dimiliki oleh sebuah cultural unity bersifat askriptif (sudah ada sejak lahir). sehingga jangan sampai melunturkan identitas nasional. alamiah (bawaan). 4. dan dikembangkan terus-menerus. Identitas nasional dapat berasal dari identitas satu bangsa yang kemudian disepakati oleh bangsa-bangsa lainnya yang ada dalam negara itu. Kondisi geografis. suku. IDENTITAS KESUKUBANGSAAN Identitas kesukubangsaan (Cultural Unity) merujuk pada bangsa dalam pengertian kebudayaan atau sosiologis-antroplogis. dan bahasa). Identitas ini disebut juga identitas primordial yang pada umumnya sangat kuat karena memiliki ikatan emosional dan solidaritas erat. Setiap anggota memiliki kesetiaan/loyalitas pada identitasnya (pada suku. Di sini perlu ditekankan bahwa kesetiaan pada identitas . yang merupakan kesepakatan dari banyak bangsa di dalamnya. tempat. sehingga menjadi jelas batas-batas wilayahnya di muka bumi. atau juga dari identitas beberapa bangsa yang ada kemudian disepakati untuk dijadikan identitas bersama sebagai identitas bangsa-negara. yang disatukan oleh adanya kesamaan ras. C. Bahasa. agama. dan waktu. budaya.3. Kesediaan dan kesetiaan warga bangsa/negara untuk mendukung identitas nasional perlu ditanamkan. yaitu bangsa-negara.

3.nasional akan mempersatukan warga bangsa itu sebagai ”satu bangsa” dalam negara. Lagu kebangsaan. Hukum dasar negara (konstitusi). termasuk juga ideologi nasional. 7. yaitu UUD 1945. 10. 5. kemudian memunculkan komitmen bangsa (tekad. . yaitu Indonesia Raya. Konsepsi wawasan nusantara. Bahasa nasional atau bahasa persatuan. Beragam kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai kebudayaan nasional. dan bernegara. Proses pembentukan identitas nasional di Indonesia cukup panjang. 2. Lambang negara. dan kemudian menjadi kesepakatan bersama) untuk berjuang dengan upaya yang lebih teratur melalui organisasi-organisasi perjuangan (pergerakan) kemerdekaan mengusir penjajah sampai akhirnya Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 dan membentuk negara. yaitu Pancasila. 6. berbangsa. dimulai dengan kesadaran adanya perasaan senasib sepenanggungan ”bangsa Indonesia” akibat kekejaman penjajah Belanda. yaitu NKRI dan bentuk pemerintahannya Republik. 9. Dasar falsafah dan ideologi negara. Beberapa bentuk identitas nasional Indonesia sebagai wujud konkrit dari hasil perjuangan bangsa dimaksud adalah : 1. bendera nasional. yaitu Sang Merah Putih. bahasa nasional. yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Bentuk identitas kebangsaan bisa berupa adat-istiadat. Semboyan negara. kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat. yaitu sebagai cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan memiliki nilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa. 4. Bentuk negara. yaitu bahasa Indonesia. 8. untuk mencapai tujuan nasional. Bendera negara. lambang nasional. yaitu Garuda Pancasila.

Ketetapan MPR No. 1. Mustafa Kemal Pasha (2002) : ”Hak asasi manusia ialah hak-hak dasar yang dibawa manusia sejak lahir yang melekat pada esensinya sebagaia nugrah Allah Swt. berkaitan dengan harkat dan martabat manusia. PENGERTIAN HAK ASASI MANUSIA Hak Asasi Manusia (HAM) dalam bahasa Perancis dikenal dengan “droit de l’homme.BAB IV HAK ASASI MANUSIA A.” dan dalam bahasa Belanda “mensen rechten. 39 Tahun 1999 : ”Hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan YME dan merupakan anugra-Nya yang wajib dihormati. Di bawah ini dikemukakan pengertian HAM menurut para pakar dan berdasarkan ketentuan resmi. Hak-hak ini menjadi dasar daripada hak-hak dan kewajiban-kewajiban lain.” 2. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. universal dan abadi. Dardji Darmodihardjo : ”Hak asasi manusia adalah hak-hak dasar atau hak-hak pokok yang dibawa manusia sejak lahir sebagai anugrah Tuhan YME. Padmo Wahyono : ”Hak-hak asasi manusia adalah hak-hak yang memungkinkan orang hidup berdasarkan suatu harkat dan mertabat tertentu (beradab). hukum. bersifat kodrati.” 3. Undang-Undang No.” 4. XVII/MPR/1998 : ”Hak asasi manusia adalah hak sebagai anugrah Tuhan YME yang melekat pada diri manusia.” 5. pemerin- .” yang berarti hak-hak manusia.” dalam bahasa Inggris “human right.

demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. atau diwariskan. agama. Hak asasi manusia tidak boleh dilanggar. adat-istiadat. LANDASAN PENGAKUAN. 2. Hukum Hammurabi di Babylonia yang memberi jaminan keadilan bagi warga negara (tahun 2000 sM). dsb. b. kecuali nanti pada amalnya. c.” Adapun tujuan pelaksanaan hak asasi manusia adalah untuk mempertahankan hakhak warga negara dari tindakan sewenang-wenang aparat negara. Perjuangan Nabi Musa As. Hak asasi manusia adalah bagian dari manusia secara otomatis. Landasan kedua yang lebih mendalam : Makhluk ciptaan Tuhan YME. dan mendorong tumbuh serta berkembangnya pribadi manusia yang multi dimensional. b. Semua manusia. Landasan Pengakuan HAM : a. Hak asasi manusia berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin. dsb. pandangan politik. etnik. agama. B. Karena itu di hadapan Tuhan manusia adalah sama. dalam membebaskan bangsa Yahudi dari perbudakan (tahun 6000 sM). Hak asasi manusia tidak perlu diberikan. Ciri Pokok dan Hakikat HAM : a. dibeli. tanpa membedakan ras. Tidak seorang pun mempunyai hak membatasi atau melanggar hak orang lain. suku. Pada Masa Sejarah : a. SEJARAH PERKEMBANGAN HAM 1. asal-usul. . bahkan seluruh yang ada di jagat raya. asalusul. SERTA CIRI POKOK DAN HAKIKAT HAM : 1. dan setiap orang. C. Landasan langsung yang pertama : Kodrat manusia. ras. b. adalah ciptaan Tuhan YME.tah. Semua manusia sederajat. bahasa.

(3) Tentara tidak boleh menggunakan hukum perang dalam keadaan damai. para bangsawan berhasil membuat perjanjian yang disebut ”Magna Charta” (Piagam Agung) yang membatasi kekuasaan raja. Plato (429-347 sM). dan kebijaksanaan. (3) Pajak. Pada tahun 1689 keluar “Bill of Right” yang merupakan undang-undang yang diterima parlemen sebagai bentuk perlawanan terhadap Raja James II tentang : (1) Kebebasan dalam pemilihan anggota parlemen. cita-cita. HAM di Inggris : a. (2) Warga negara tidak boleh dipaksa menerima tentara di rumahnya.” yaitu undang-undang yang mengatur tentang penahanan seseorang : (1) Seseorang yang ditahan harus segera diperiksa dalam waktu dua hari setelah penahanan. dan Aristoteles (384-322 sM) para filosof Yunani peletak dasar hak asasi manusia. untuk membebaskan para bayi wanita dan wanita dari penindasan bangsa Quraisy (tahun 600). Perjuangan Nabi Besar Muhammad Saw. Pada tahun 1215. akibat tidak puas atas tindakan Raja John yang sewenangwenang. Pada tahun 1628 keluar piagam ”Petition of Right” yang berisi pernyataan mengenai hak hak-hak rakyat beserta jaminannya : (1) Pajak dan pungutan istimewa harus disertai persetujuan rakyat (no taxation without refresentation). dan pembentukan tentara harus seizin parlemen. d. (2) Alasan penahanan seseorang harus disertai bukti yang sah menurut hukum. b. d. Pada saat itu di Arab terkenal dengan sebutan zaman jahiliyah (kebodohan). Tahun 1679 muncul “Habeas Corpus Act.c. c. Mereka mengajarkan untuk mengkritik pemerintahan yang tidak berdasarkan keadilan. 2. (4) Hak warga negara untuk memeluk agama menurut kepercayaannya . (2) Kebebasan berbicara dan mengeluarkan pendapat. undang-undang. Socrates (469-399 sM).

4. c. Atlantic Charter Tahun 1941 : Piagam Atlantik ini muncul pada saat terjadi Perang Dunia II yang dipelopori oleh Franklin Delano Roosevelt (AS) yang menyebutkan ”The Four Freedom” (Empat Kebebasan) : a. yang tidak dapat dipisahkan daripada hakikatnya. d. b. 3. 5. hak kebebasan (liberty). Kebebasan dari rasa takut (Freedom of Fear). dan hak milik (property). HAM di Perancis : Perjuangan HAM dirumuskan dalam suatu naskah pada awal revolusi Perancis tahun 1789 sebagai pernyataan tidak puas kaum borjuis dan rakyat terhadap Raja Louis XVI. (5) Parlemen berhak mengubah keputusan raja. yaitu hak-hak alam seperti hak hidup (life). Kebebasan dari kemelaratan (Freedom of Want).masing-masing. Kebebasan berbicara dan berpendapat (Freedom of Speech and Thought). Egality. Dalam revolusi Perancis ini muncul semboyan : Liberty. Pengakuan HAM oleh PBB : . dan karena itu bersifat suci. Perjuangan pene-gakkan HAM didasari pemikiran John Locke. Dasar ini dijadikan ”Declaration Independence of The United States” dan pada saat kemerdekaan 4 Juli 1776 dimasukkan dalam konstitusi AS.” Deklarasi ini pada tahun 1791 dimasukkan dalam konstitusi Perancis. HAM di Amerika Serikat : Rakyat AS yang umumnya datang dari Eropa sebagai emigran. Persamaan. yang dikenal dengan ”Declaration des Droits de L’homme et Du Citoyen” (pernyataan mengenai hak-hak asasi manusia dan warga negara) yang berisi bahwa ”hak asasi manusia adalah hak-hak alamiah yang dimiliki manusia menurut kodratnya. merasa tertindas oleh pemerintahan Inggris sebagai penjajah. Kebebasan beragama (Freedom of Religion). dan Fraternity (Kemerdekaan. 6. dan Persaudaraan).

Social. Isi covenants dimaksud antara lain : (1) The International on Civil and Political Right. dan budaya. b. Tahun 1966 dalam Sidang MU-PBB telah diakui ”Covenants on Hu- man Right” dalam hukum internasional dan diratifikasi oleh negara-negara anggota PBB termasuk Indonesia. dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam persaudaraan. . c. (2) The International Covenant on Economic.” Semuanya ada 30 pasal.a. Declaration on The Right of Peoples to Peace 1984 (Deklarasi Hak Bangsa dan Perdamaian). African Charter on Human and Peoples Right (Banjul Charter 1981) oleh negara-negara Afrika yang tergabung dalam Persatuan Afrika (OAU). d. 7. b. Isi pokok deklarasi tersebut tertuang dalam Pasal 1 yang menyatakan : “Sekalian orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. yaitu adanya kemungkinan seorang warga negara yang mengadukan pelanggaran hak asasi manusia kepada The Human Right Committee UNO (PBB) setelah upaya pengadilan di negaranya tidak memuaskannya. Cairo Declaration on Human Right in Islam 1990. yang berisi syarat-syarat dan nilai-nilai bagi sistem demokrasi ekonomi. Pada tanggal 10 Desember 1948 Majelis Umum Perserikatan BangsaBangsa (MU-PBB) berhasil merumuskan naskah “Universal Declaration of Human Right” sehingga tanggal tersebut tiap tahun diperingati sebagai Hari Hak Asasi Manusia. sosial. Mereka dikaruniai akal dan budi. oleh negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI). (3) Optional Protokol 1966. yaitu tentang hak sipil dan hak politik. (4) Wina Declaration 1993. yaitu deklarasi universal dari negara-negara yang tergabung dalam PBB. Deklarasi HAM Dunia Ketiga : a. and Cultural Right 1966. Declaration on The Right to Development 1986 (Deklarasi Hak Atas Pembangunan).

4. Generasi IV : Declaration of The Basic Duties of Asian Peoples and Government 1983. yang bermula di dunia Barat (Eropa). sinya memuat 30 Pasal yang meliputi : 1. karena hanya mementingkan sekelompok elit (konglomerat) dan penguasa saja. Generasi III : Hak Perdamaian dan Pembangunan. hak beragama. tetapi juga berpijak pada terciptanya tatanan sosial yang berkeadilan. 2. . pendidikan. Sosial. Bangkok Declaration 1993. Generasi I : Hak Sipil dan Politik. Contohnya : Hak atas hidup. hak atas kebebasan dan keamanan. perumahan. Generasi II : Hak Ekonomi. hak kebebasan berpikir dan berpendapat. hak atas kesamaan di muka pengadilan. yang menimbulkan dampak negatif bagi keadilan rakyat. HAM DI INDONESIA Pengakuan atas martabat dan hak-hak yang sama sebagai manusia yang hidup di dunia telah disetujui dan diumumkan oleh Resolusi MU-PBB pada tanggal 10 Desember 1948 dalam “Universal Declaration of Human Right” (Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia). hak atas penghasilan yang layak. D. hak setiap bangsa untuk merdeka. hak sederajat dengan bangsa lain. kesehatan. yang diterima oleh negara-negara di Asia.e. Hak berpikir dan mengeluarkan pendapat. yang diperjuangkan oleh negara-negara berkembang (Asia-Afrika). Hak asasi manu-sia pada generasi ini lebih maju karena tidak saja mencakup struktural. dan Budaya. Kesimpulan : Berdasarkan sejarah perkembangannya. Di sini dikritik peranan negara yang sangat dominan dalam proses pemba-ngunan yang berfokus pada bidang ekonomi. Contohnya : Hak atas pekerjaan. dan hak mendapatkan kedamaian. yang diperjuangkan oleh negara-negara sosialis di Eropa timur. terdapat empat generasi hak asasi manusia : 1. Contohnya : Hak bebas dari ancaman musuh. hak berkumpul dan berserikat. dan hak atas jaminan sosial. yang diperjuangkan oleh negara-negara Asia. hak atas pangan. 3. hak membentuk serikat pekerja.

yaitu dalam BAB XA Pasal 28A s/d 28J (10 Pasal dan 24 Ayat). Di Indonesia pengaturan HAM ini tercantum dalam berbagai peraturan perundangundangan termasuk undang-undang yang mengesahkan berbagai konvensi internasional mengenai HAM. tugas yang harus dilaksanakan. Hak untuk memperoleh pekerjaan. Hak memiliki sesuatu. 1/MPR/2003. Indonesia mengakui adanya hak untuk merdeka dan bebas. Pada Pembukaan UUD 1945 alinea keempat : Di dalamnya terdapat tuju-an nasional. Hak menganut agama atau aliran kepercayaan. Hak untuk kemerdekaan hidup. Hak mendapatkan pendidikan dan pengajaran. Pada Pembukaan UUD 1945 alinea pertama : ”Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa . Hak untuk mendapatkan perlindungan hukum. Hak untuk memperoleh nama baik. Baru setelah perubahan (amandemen) yang kedua tahun 2000. Namun untuk memayungi seluruh peraturan perundangundangan tadi dipandang perlu dibentuk undang-undang tentang HAM tersendiri. 39 Tahun 1999 dengan judul yang sama. Jadi lebih dulu daripada deklarasi MU-PBB tanggal 10 Desember 1948. Hak untuk hidup. 7.. 4. ” dst. Contohnya : 1. maka Tap MPR tersebut di atas dicabut dengan Tap MPR No. 8. 3.. Jelas. Maka berdasarkan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) No. XVII/ MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia. Dengan demikian walaupun dalam UUD 1945 asli (sebelum perubahan) tidak ada kata-kata atau istilah HAM. secara tegas dan cukup rinci dimuat tentang HAM. 5. 9. Kemudian karena materinya sudah termuat dalam UUD 1945 setelah perubahan tersebut. 2. Sila . Dalam UUD 1945 sendiri sama sekali tidak ada kata-kata atau istilah HAM. 6. tetapi sebenarnya pengakuan atas HAM di Indonesia telah ada sejak ditetapkannya UUD pada tanggal 18 Agustus 1945. dan falsafah negara Pancasila.2. terbit Undang-Undang No.

XVII/MPR/1998 dan UU No. 3. yang diratifikasi dengan UU No. . Konvenasi Pelarangan Pengembangan. sosial. yang diratifikasi dengan UU NO. atau Merendahkan Martabat Manusia (Torture Convention). dan budaya. Produksi. 5. Konvensi Hak Anak (Convention on The Right of The Child). 5 Tahun 1998. yang diratifikasi dengan UU No. Konvensi Jenewa (Geneva Convention) 12 Agustus 1949 yang diratifikasi dengan UU No. 58 Tahun 1991. penerap-an HAM di Indonesia selain atas dasar UUD 1945 yang sangat singkat seperti disebutkan di atas. 3. Production. 2.kedua Pancasila adalah ”kemanusiaan yang adil dan beradab. yang diratifikasi dengan UU No. 68 Tahun 1958. Konvensi tentang Hak Politik Kaum Perempuan (Convention on The Political Right of Women). 7 Tahun 1984 dan menjiwai keluarnya UU No. yang diratifikasi dengan Keppres No. 4. Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman Lain yang Kejam. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. dan Penyimpanan Senja-ta Biologis dan Beracun. 59 Tahun 1958. and Stockpiling of Bacteriological/ Biological and Toxic Weapon and on Their Destruction). 7. Hal ini berarti adanya HAM. juga didasarkan beberapa macam konvensi internasional yang kemudian diratifikasi. 36 Tahun 1990. akan tetapi memang masih terbatas dan rumusannya amat singkat. yang diratifikasi dengan Keppres No. 48 Tahun 1993. 39 Tahun 1999. Batang tubuh UUD 1945 dari Pasal 27 s/d 34 yang mencakup hak dalam bidang politik. antara lain : 1. Sebelum Tap MPR No.” berarti ada pengakuan atas hak asasi manusia seutuhnya. Konvensi Internasional terhadap Anti Apartheid dalam Olahraga (Interna-tional Convention Againts Apartheid in Sports). Tidak Manusiawi. 6. Konvensi tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (Convention on The Elimination of Discrimination Againts Women). ekonomi. serta Pemusnahannya (Convention on The Prohibi-tation of The Development.

Dan sebelumnya telah pula dibentuk Komisi Nasional HAM (Komnas HAM) berdasarkan Keppres No. Pada dasarnya manusia dianugrahi jiwa. 2. 39 Tahun 1999.8. dll. masyarakat pun dapat membentuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dengan tugas menuntut pihak-pihak yang me-langgar hak asasi manusia. dan meningkatkan martabat manu-sia. karena tanpa hal tersebut manusia akan kehilangan sifat dan martabatnya. 87 Tahun 1998 (Convention No. Dasar pemikiran pembentukan Undang-Undang tentang HAM (UU No. serta berbagai kemudahan oleh penciptanya untuk menjamin kelangsungan hidupnya. Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM). mempertahankan. kemauan. yang diratifikasi dengan UU No. telah dibentuk Pengadilan HAM berdasarkan UU No. 5 Tahun 1993 yang kemudian diku-kuhkan dalam UU No. diperlukan pengakuan dan perlindungan hak asasi manusia. bentuk struktur. 26/2000 ini juga memberikan alternatif bahwa untuk penyelesaian pelanggaran hak asasi manusia yang berat dapat dilakukan di luar pengadilan HAM. Human Right Watch (HRW). 83 Tahun 1998. Untuk penegakkan dan perlindungan hak asasi manusia. dsb. 87 Concerning Freedom of Association and Protection on The Right to Organize). Konvensi Organisasi Buruh Internasional No. kemampuan. menuntut keadilan. Untuk memantapkan pelaksanaan hak asasi manusia berdasarkan aturan-aturan tersebut di atas. Konvensi Internasional tentang Penghapusan Semua Bentuk Diskriminasi Rasial (Convention on The Elimination of Racial Discrimination). 39 Tahun 1999) adalah : 1. 29 Tahun 1999. Contoh LSM yang ada : Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). 26 Tahun 2000. 9. Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekeras-an (KONTRAS). melindungi korban hak asasi manusia. yaitu melalui Komisi Kebenar-an dan Rekonsilisasi yang dibentuk berdasarkan UU. Untuk melindungi. Tuhan YME adalah pencipta alam semesta dengan segala isinya. 3. sehing-ga dapat . UU No. yang dira-tifikasi dengan UU No.

atau penghapusan. Penyiksaan. 6. Setiap hak asasi manusia mengandung kewajiban untuk menghormati hak asasi manusia lain. dan untuk itu pemerintah. Hak asasi manusia harus benar-benar dihormati. 2. atau bentuk diskriminasi. suku. Diskriminasi. pengakuan. yang berakibat pengurangan. atau pengucilan yang langsung atau tak langsung didasarkan pembedaan manusia atas dasar agama. kelompok. sehingga di dalam hak asasi manusia terdapat kewajib-an dasar atau kewajiban asasi manusia. Beberapa istilah dalam Ketentuan Umum UU No. 5. sosial. 3. budaya. dan aspek kehidupan lainnya. bahasa. dan penegakkan hak asasi manusia. 4. aparatur negara.mendorong manusia menjadi serigala bagi manusia lainnya (homo homini lupus). maka hak asasi manusia yang satu dibatasi oleh hak asasi manusia yang lain. perlindungan. 4. adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan sengaja. pelecehan. adalah setiap pembatasan. dilindungi. sehingga kebebasan atau hak asasi manusia bukanlah tanpa batas. keyakinan. status ekonomi. dan ditegak-kan. Hak asasi manusia (lihat di depan). hukum. golongan status sosial. pelaksanaan atau penggu-naan hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam kehidupan baik individual maupun kolektif dalam bidang politik. politik. dengan menghukumnya atas suatu perbuatan yang telah dilakukan atau diduga telah dilakukan oleh seseorang atau orang ketiga. se-hingga menimbulkan rasa sakit atau penderitaan yang hebat. ekonomi. Karena manusia merupakan mahluk sosial (zoon politicon). jenis kelamin. Hak asasi manusia tidak boleh dilenyapkan oleh siapa pun dan dalam keadaan apa pun. ras. adalah seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan. penyimpangan. apabila rasa sakit atau penderitaan tersebut . tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya hak asasi manusia. etnik. dan pejabat publik lain-nya mempunyai kewajiban dan tanggung jawab menjamin terselenggara-nya penghormatan. Kewajiban dasar manusia. 39 Tahun 1999 : 1. baik jasmani maupun rohani pada seseorang untuk memperoleh pengakuan atau kete-rangan dari seseorang atau dari orang ketiga. 7.

menjual. penelitian. seperti hak untuk memiliki sesuatu. termasuk anak yang masih dalam kandungan apabila hal tersebut adalah demi kepentingannya. dengan persetujuan. d. membeli. c. penyuluhan. b. seperti hak untuk memilih pendidikan. yang selanjutnya disebut Komnas HAM. 7. meng-halangi. adalah setiap manusia yang berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun dan belum menikah. 6. berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku. dsb. dsb. mengembangkan seni budaya. Hak Perlakuan Sama (Legal Quality Right). dan hak asasi kolektif. dan mediasi hak asasi manusia. Macam dan jenis HAM meliputi berbagai bidang. Hak Sosial dan Kebudayaan (Social and Cultural Right). Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Dari segi subyeknya : Hak asasi individu. atas hasutan dari. Anak. dan atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh undang-undang ini. adalah lembaga mandiri yang kedudukannya setingkat dengan lem-baga negara lainnya yang berfungsi melaksanakan pengkajian.ditimbulkan oleh. atau sepengetahuan siapa pun dan/atau pejabat publik. dan tidak menda-patkan. dan memanfaatkannya. yaitu : 1. Hak Asasi Pribadi (Personal Right). mengurangi. Hak Asasi Ekonomi (Property Right). Hak Asasi Politik (Political Right). kebebasan memeluk agama tertentu. seperti menyatakan pendapat. . Pelanggaran hak asasi manusia. dsb. yaitu hak ikut dalam pemerintahan. atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar. 2. seperti hak memilih dan dipilih dalam Pemilu. 5. hak mendirikan Parpol dan Ormas. pemantauan. Dari segi obyek atau kepentingannya : a. adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara melawan hukum. membatasi. e. kebebasan bergerak. dalam hukum dan pemerintahan.

5. 2. seperti perlakuan tata cara pera-dilan. Pasal 28B : (1) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah. 8. Hak wanita (Pasal 45 s/d 51).f. Hak Asasi Manusia dalam BAB XA Pasal 28A s/d 28J UUD 1945 (Perubahan II/2000) : Pasal 28A : Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. dsb. Hak Perlindungan (Procedural Right). 10. 7. Hak untuk berkeluarga (Pasal 10). Hak Membangun (Developmen Right). 4. Hak atas rasa aman (Pasal 28 s/d 35). Pasal 28C : . dan berkembang. Hak atas kesejahteraan (Pasal 36 s/d 42). dsb. g. 9. (2) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup. Hak untuk memperoleh keadilan (Pasal 17 s/d 18). Hak turutserta dalam pemerintahan (Pasal 43 s/d 44). bila terjadi penggeledahan. Beberapa butir HAM yang ada dalam UU No. Hak anak (Pasal 52 s/d 66). 3. 6. Hak untuk mengembangkan diri (Pasal 11 s/d 16). 39 Tahun 1999 : 1. seperti hak bagi negara untuk membangun negara tanpa campur tangan negara asing. tumbuh. Hak untuk hidup (Pasal 4). Hak atas kebebasan pribadi (Pasal 20 s/d 27). penangkapan.

serta berhak kembali. dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. dan kepasti-an hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum. bangsa dan negaranya. (3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat. berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. berkumpul. mengolah. sesuai dengan hati nuraninya. demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia. memperoleh. (2) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlaku-an yang adil dan layak dalam hubungan kerja.(1) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. (2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan. (4) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan. seni dan budaya. dan menge-luarkan pendapat. perlindungan. (3) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. Pasal 28E : (1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamnya. jaminan. serta berhak untuk mencari. menyimpan. memilih kewar-ganegaraan. memiliki. memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggal-kannya. Pasal 28G : . me-milih pendidikan dan pengajaran. Pasal 28F : Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. memilih pekerjaan. menyatakan pikiran dan sikap. (2) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat. Pasal 28D : (1) Setiap orang berhak atas pengakuan.

bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. hak beragama. (2) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persa-maan dan keadilan.(1) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. martabat. (3) Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban. hak untuk tidak diperbudak. hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani. (2) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlaku-an yang bersifat diskriminatif. (2) Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain. Pasal 28I : (1) Hak untuk hidup. kehormat-an. keluarga. . (4) Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapa pun. hak untuk tidak disiksa. dan harta benda yang di bawah kekuasaannya. Pasal 28H : (1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin. (3) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengem-bangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat. serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.

keamanan.(4) Perlindungan. dan tata tertib kehidupan bermasyarakat. terutama pemerintah. penagakan. keamanan. Dalam menjalankan hak dan kebebasannya. berbangsa. (2) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya. 39 Tahun 1999 : 1. Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain. dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan. diatur. setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud sematamata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral. pemajuan. berbangsa. 3. 2. (5) Untuk menegakkan dan melindung hak asasi manusia sesuai dengan prin-sip negara hukum yang demokratis. dan ketertiban umumdalam suatu masyarakat demokratis. dan bernegara. Kewajiban Dasar Manusia menurut UU No. dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara. dan bernegra. menegakkan. setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan oleh undang-undang dengan maksud untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertim-bangan moral. Setiap warga negara wajib ikutserta dalam upaya pembelaan negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. dan hukum internasional menge-nai hak asasi manusia yang telah diterima oleh negara RI. dan memajukannya. hukum tak tertulis. 4. moral. melindungi. nilai-nilai agama. maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin. . Pasal 28J : (1) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat. dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis. Setiap orang yang ada di wilayah negara RI wajib patuh pada peraturan perundang-undangan. Setiap hak asasi manusia seseorang menimbulkan kewajiban dasar dan tanggung jawab untuk menghormati hak asasi orang lain secara timbal balik serta menjadi tugas pemerintah untuk menghormati. etika.

Tujuannya : a. kesusilaan. Mengembangkan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan hak asasi manusia sesuai dengan Pancasila. atau menghapuskan hak asasi manusia atau kebebasan dasar yang diatur dalam undang-undang ini. dan bidang lain. 1. b. dan kepentingan bangsa. 39 Tahun 1999. merusak. pertahanan keamanan negara. Meningkatkan perlindungan dan penegakkan hak asasi manusia guna serta Deklarasi berkembangnya pribadi manusia Indonesia seutuhnya dan kemampu-annya berpartisipasi dalam berbagai bidang kehidupan. 39 Tahun 1999 : 1. 2. UUD 1945. Komnas HAM dan Pengadilan HAM : Untuk memantapkan pelaksanaan hak asasi manusia di Indonesia telah diben-tuk Komnas HAM dan Pengadilan HAM. atau pihak mana pun dibenarkan mengu-rangi. peraturan perundang-undangan lain. Pemerintah wajib dan bertanggung jawab menghormati. Komnas HAM : Dibentuk dengan Keppres No. 3. ketertiban umum. . 4. menegakkan. golongan. semata-mata untuk menjamin pengakuan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia serta kekebasan dasar orang lain. partai. dan Piagam PBB. dan hukum inter-nasional tentang hak asasi manusia yang diterima oleh negara RI. ekonomi. Tidak satu ketentuan pun dalam undang-undang ini boleh diartikan bahwa pemerintah. Kewajiban dan tanggung jawab pemerintah sebagaimana dimaksud meli-puti langkah implementasi yang efektif dalam bidang hukum.Kewajiban dan tanggung jawab Pemerintah menurut UU No. sosial. Hak dan kebebasan yang diatur dalam undang-undang ini hanya dapat dibatasi oleh dan berdasarkan undang-undang. budaya. 5 Tahun 1993 tanggal 7 Juni 1993 kemudian dikukuhkan dengan UU No. melindungi. Universal Hak Asasi Manusia. dan memajukan hak asasi manusia yang diatur dalam undangundang ini. politik.

dan mekanisme kerja. maupun oleh institusi negara atau institusi lainnya terhadap hak asasi individu lain tanpa ada dasar atau alasan yuridis dan . tanggung jawab. dan susunan orga-nisasinya ditetapkan dengan Keppres. mambatasi. Sidang Sub Komisi. kelompok. 2. tugas. Sekretariat Jenderal dibentuk untuk pelayanan administratif yang dibantu oleh unit kerja dalam bentuk Biro-biro.Anggota Komnas HAM berjumlah 35 orang. dan tidak didapatkan. menghalangi. program kerja. Adapun kegiatan-kegiatan Komnas HAM dilakukan oleh Sub Komisi. ber-dasarkan mekanisme hukum yang berlaku. diangkat oleh presiden atas usul si-dang paripurna. Ketentuan mengenai sidang paripurna dan sub komisi diatur dalam peraturan tata tertib Komnas HAM. Tugasnya menetapkan peraturan tata tertib. Susunan Komnas HAM terdiri dari seorang Ketua. b. Sidang Paripurna. Pelanggaran HAM merupakan tindakan pelanggaran kemanusiaan baik dilakukan oleh individu. atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar. Pelanggaran HAM adalah setiap perbuatan seseorang atau kelom-pok orang termasuk aparat negara baik disengaja ataupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi. Sekretaris Jenderal dijabat oleh pegawai negeri yang bukan anggota. Kelengkapan Komnas HAM terdiri dari : a. dua orang Wakil Ketua. dipilih oleh DPR berdasarkan usulan Komnas HAM dan diresmikan oleh Presiden. Pelanggaran dan Pengadilan HAM : Unsur penting dalam HAM adalah masalah pelanggaran dan pengadilan HAM. Sidang paripurna adalah pemegang kekuasaan tertinggi dan terdiri dari seluruh anggota. dan Sekretaris Jenderal. Masa jabatannya lima tahun dan setelah berakhir dapat diangkat kembali hanya untuk satu kali masa jabatan. Ketua dan Wakil Ketua dipilih dari dan oleh anggota. Kedudukan. dan/atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh undangundang.

Penyiksaan. Perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik lain secara Sewenang-wenang yang melanggar asas-asas/ketentuan pokok hukum internasional. perbudakan seksual. Perbudakan. c. pelacuran secara paksa. Pelanggaran HAM dikelompokkan pada dua bentuk.\ e. d. kelompok etnis. dan kelompok agama. Perkosaan. g. Genoside dilakukan dengan cara : a. Mengakibatkan poenderitaan fisik atau mental yang berat terhadap anggotaanggota kelompok. Sementara itu kejahatan kemanusiaan adalah suatu perbuatan yang dila-kukan dengan serangan yang meluas dan sistematis. Memindahkan secara paksa anak-anak dari kelompoik tertentu ke kelompok lain. Permusuhan. ras. Membunuh anggota kelompok. b. Pelanggaran berat meliputi kejahatan genosida dan kejahatan kemanusiaan. sedangkan pelanggaran ringan adalah selain kedua bentuk tersebut. pemandulan atau sterilisasi secara paksa atau bentuk-bentuk kekerasan seksual lain yang setara. e.alasan rasional yang menjadi pijakannya. pemaksaan kehamilan. yaitu pelanggaran berat dan pelanggaran ringan. c. Pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa. Serangan dimaksud ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil berupa : a. Menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang akan mengakibatkan kemusnahan secara fisik baikj seluruh atau sebagiannya. Pembunuhan. b. d. Kejahatan genosida adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan mak-sud menghancurkan/memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bang-sa. f. Memaksanakan tindakan-tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran di dalam kelompok. .

melaksanakan rekon-siliasi dalam perspektif kepentingan bersama sebagai negara. dibentuk juga Komisi Kebenar-an dan Rekonsiliasi (KKR). 26 Tahun 2000. agama. jenis kelamin. Pengadil-an HAM adalah pengadilan khusus yang berada di lingkungan Peradilan Umum. Kejahatan apartheid. Sementara itu Pengadilan HAM ad hoc yang dibentuk atas usul DPR berdasarkan peristiwa tertentu dengan Keppres untuk memeriksa dan memutus perkara pelanggaran hak asasi manusia yang berat. Pengadilan atas pelanggaran HAM kategori berat seperti genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan diberlakukan asas retroaktif (pembuktian terbalik). penindasan dan dominasi suatu kelompok ras atas kelompok ras lain untuk mempertahankan dominasi dan kekuasaan-nya. kebangsaan. Pengadilan HAM dibentuk berdasarkan UU No. Penghilangan orang secara paksa. ras. Penganiayaan terhadap suatu kelompok tertentu atau perkumpulan yang didasari persamaan paham politik. atau alasan lain yang telah diakui secara uni-versal sebagai hal yang dilarang menurut hukum internasional. Selain pengadilan HAM ad hoc. Komisi ini adalah lembaga ekstrayudisial yang bertugas menegakkan kebenaran untuk mengungkap penyalahgunaan ke-kuasaan dan pelanggaran HAM pada masa lampau.h. terjadi sebelum diundangkannya UU No. i. 26 Tahun 2000. budaya. j. (Contohnya di Timor Timur pasca jajak pendapat 1999) yang mengakibatkan Timtim lepas dari NKRI. . bertugas dan berwenang memeriksa dan memutus perkara pelang-garan hak asasi manusia yang berat. etnis.

1.27 Ayat (2)}. (Ps. Demikian juga peranan. Peranan tidak lain adalah tugas yang dilakukan dalam kedudukan/status sebagai warga negara.BAB V HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA A. Lebih lanjut dijabarkan dalam peraturan perundang-undangan. aktif. 22/2007 tentang Penyelenggaraan Pe- . Peranan Pasif. yaitu : 1. adalah kepatuhan warga negara terhadap peraturan perundangundangan yang berlaku. UU No. HAK DAN KEWAJIBAN Hak dan kewajiban WNI tercantum dalam UUD 1945 Pasal 27 s/d 34. B. dan mengeluarkan pendapat. berkumpul. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. 2. c. Peranan Negatif. Hak membela negara. WUJUD HUBUNGAN WARGA NEGARA DENGAN NEGARA Wujud hubungan antara warga negara dengan negara adalah berupa peranan (role). 40/1999 tentang Pers. 3. 9/1998 tentang Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat di Muka Umum. negatif. Hak berserikat.27 Ayat (3)}. adalah aktivitas warga negara untuk meminta pelayanan negara dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup. misalnya UU No. adalah aktivitas warga negara untuk terlibat (berpartisipasi) dalam kehidupan bernegara. 4. Peranan Positif. {Ps. UU No. Status dimaksud meliputi status pasif. antara lain dalam mempengaruhi keputusan publik. Peranan Aktif. b. Hak-hak Warga Negara : a. adalah aktivitas warga negara untuk menolak campur tangan negara dalam masalah pribadi. 28). dan positif. {Ps.

27 Ayat (1)}. f. g.27 Ayat (3)}. (Ps. 2/2008 tentang Parpol.31 Ayat (1) dan (2)}.33 Ayat (1). 42/2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. {Ps. dan DPRD. . {Ps. UU No.30 Ayat (1)}.32 Ayat (1)}. Hak untuk mengembangkan dan memajukan kebudayaan nasional. dll. Membayar pajak sebagai kontrak utama antara negara dengan warga negara. (3). e. 2. Hak negara untuk dibela. 28). Tunduk pada pembatasan yang ditetapkan UU untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain. UU No. Hak ekonomi atau hak untuk mendapatkan kesejahteraan sosial. Hak untuk mendapatkan pengajaran (pendidikan). dll. Hak mendapatkan jaminan keadilan sosial. dan UU No. Hak kemerdekaan memeluk agama. {Ps. Dijabarkan dalam UU No. Hak negara untuk ditaati (hukum dan pemerintahan). Mengikuti pendidikan dasar. Dalam upaya pertahanan negara.milihan Umum. Dijabarkan dalam UU No. b. {Ps.29 Ayat (1) dan (2)}. 14/2005 tentang Guru dan Dosen. g. {Ps. 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia. Menhormati hak asasi orang lain (Ps. {Ps. 3. e.30 Ayat (1)}. Kewajiban Warga Negara : a. 10/2008 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR. 20/2003 tentang Sisdiknas dan UU No. d. (2). d.34). 3/2002 tentang Pertahanan Negara. Dijabarkan antara lain dalam UU No. UU No. dan (5)}. b. 2/2002 tentang Kepolisian Negara RI. Hak dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. {Ps. c. Membela negara. (4). UU No. {Ps. dll. DPD. Hak Negara terhadap Warga Negara : a. i. h. 34/2004 tentang TNI. f. Mentaati hukum dan pemerintahan.

f. Mencerdaskan kehidupan bangsa. h.c. Menjamin hak asasi warga negara. Memajukan kesejahteraan umum. serta kebebasan beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya itu. Memberi dan mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat serta memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. k. Hak negara untuk menguasai bumi. perdamaian abadi. Menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk memeluk agama dan kepercayaannya. 4. dan keadilan sosial. Memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari APBN dan APBD. o. j. e. b. m. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Memajukan kebudayaan di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dengan memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Membiayai pendidikan khususnya pendidikan dasar. n. air. i. . g. Menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional. l. Menjamin sistem hukum yang adil. Menguasai cabang-cabang produksi terpenting bagi negara dan menguasai hidup orang banyak. d. Memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilainilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Mengusahakan dan menyelenggarakan sistem pendidikan nasional. Kewajiban Negara terhadap Warga Negara : a. dan kekayaan yang terkandung di dalamnya untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. c.

Karenanya berlaku universal di seluruh dunia. C. untuk mencari kesamaan pemikiran terhadap penyelesaian masalah yang dihadapi. . serta melaksanakan semua tugas dan fungsi sesuai dengan aturan/norma yang berlaku. Karakteristik dimaksud adalah : 1. Tidak diberikan oleh negara. yaitu : 1. yaitu pola sikap dan perilaku berdasarkan rasio atau akal pikiran yang sehat. Bersikap terbuka (transparan). ramah tamah. Hak Asasi Manusia : a. 3. Muncul karena ada ketentuan peraturan perundang-undangan dan berlaku bagi orang yang berstatus sebagai warga negara. 2. 4. b. Bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan palayanan umum lainnya yang layak. 2. Hak Warga Negara : a. c.p. Dengan demikian hak warga negara untuk tiap negara akan berbeda. Hak-hak yang sifatnya mendasar yang melekat secara otomatis dengan keberadaannya sebagai manusia sejak lahir. q. KARAKTERISTIK WARGA NEGARA YANG BERTANGGUNG JAWAB Karakteristik adalah sejumlah sifat atau tabiat yang harus dimiliki oleh WNI. 5. sehingga muncul suatu identitas yang mudah dikenali sebagai warga negara. b. misalnya sikap dan perilaku yang selalu mendasarkan pada fakta dan data yang valid (sah) serta argumentasi yang kuat. Hak yang ditentukan dalam konstitusi suatu negara. tetapi justru negara harus menjamin keberadaannya. Memiliki rasa hormat dan tanggung jawab. Bersikap kritis. c. Melakukan dialog/diskusi. sejauh masalahnya tidak bersifat rahasia. Rasional. Memelihara fakir miskin dan anak-anak telantar. misalnya perilaku sopan santun. Yang perlu dibedakan adalah antara hak warga negara dengan hak asasi manusia.

” Adapun karakteristik WNI yang mandiri. Berpartisipasi dalam urusan pembangunan dan kemasyarakatan dengan pikiran dan sikap yang santun. meliputi : 1. 7. politik. ada kesamaan antara ucapan dan tindakan. Menghargai martabat manusia dan kehormatan pribadi. 5. . 4. Lebih-lebih hal ini bagi pejabat negara. sebagai warga negara. Mendorong berfungsinya demokrasi konstitusional yang sehat. 2. antara yang dikemukakan/diucapkan dengan kenyataan. dalam arti. dan ekonomi. sehingga tidak muncul kritik tentang ”kebohongan publik. Memiliki tanggung jawab pribadi. yaitu sikap dan perilaku menghormati persamaan derajat dan martabat kemanusiaan. Adil.6. Jujur. yaitu sikap dan perilaku berdasarkan fakta dan data yang sah dan akurat. 3. Memiliki kemandirian.

MAKNA BELA NEGARA Dalam UUD 1945 : 1. Pasal 27 Ayat (3) berbunyi. serta wewenang TNI dan POLRI : a. Peran. “Setiap warga negara berhak dan wajib ikutserta dalam upaya pembelaan negara. tugas. yaitu : 1. . TNI Angkatan Laut. Konsekuensinya setiap warga negara berhak dan wajib turutserta dalam menentukan kebijakan pembelaan negara melalui lembaga-lembaga perwakilan sesuai dengan UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.TNI terdiri atas TNI Angkatan Darat.” Dengan demikian usaha pembelaan dan pertahanan keamanan negara merupakan hak sekaligus kewajiban setiap warga negara Indonesia. Untuk lebih jelasnya di bawah ini dikemukakan tentang peran. Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) sebagai kekuatan utama. fungsi. Pasal 30 Ayat (1) berbunyi.Dalam pengerahan dan penggunaan kekuatan militer. Kedudukan. dan TNI . Pembelaan negara dimaksud dalam implementasinya sesuai dengan kemampuan dan profesi masing-masing. Fungsi. dan Tugas TNI : (1) Kedudukan : .BAB VI BELA NEGARA A. “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikutserta dalam usaha pertahanan keamanan negara. TNI di bawah koordinasi Departemen Pertahanan.Dalam kebijakan dan strategi pertahanan serta dukungan administrasi. .” 2. Usaha pembelaan dan pertahanan keamanan negara dilaksanakan melalui Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). TNI berkedudukan di bawah Presiden.

. . mengatasi gerakan separatis bersenjata. mengatasi aksi terorisme.Penangkal terhadap setiap bentuk ancaman militer dan ancaman bersenjata dari luar dan dari dalam negeri terhadap kedaulatan. . . mempertahankan keutuhan wilayah NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. mengamankan wilayah perbatasan.Penindak terhadap setiap bentuk ancaman tersebut di atas. .Angkatan Udara yang melaksanakan tugasnya secara matra atau gabungan di bawah pimpinan Panglima. . TNI merupakan komponen utama sistem pertahanan negara. keutuhan wilayah. (4) Tugas : Tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara.Operasi militer selain perang.Operasi militer untuk perang. . Tugas pokok ini dilakukan dengan : . (3) Fungsi : TNI sebagai alat pertahanan negara berfungsi sebagai : . yaitu untuk : . dan keselamatan bangsa. Dalam melaksanakan fungsi tersebut di atas. . serta melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. mengatasi pemberontakan bersenjata.Pemulih terhadap kondisi keamanan negara yang terganggu akibat kekacauan keamanan. mengamankan obyek vital nasional yang bersifat strategis. . (2) Peran : TNI berperan sebagai alat negara di bidang pertahanan yang dalam menjalankan tugasnya berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara. . melaksanakan tugas perdamaian dunia sesuai dengan kebijakan politik luar negeri.Tiap-tiap angkatan mempunyai kedudukan yang sama dan sederajat.

dan pelayanan kepada masyarakat.Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. . Kedudukan. . dan penyelundupan. membantu POLRI dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dengan undang-undang. pengayoman. . membantu tugas pemerintahan di daerah.POLRI dipimpin oleh KAPOLRI yang dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Presiden sesuai dengan peraturan perundang-undangan. dan pemberian bantuan kemanusiaan. membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue). memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta. dan patroli terhadap kegiatan masyarakat dan pemerintah sesuai kebutuhan. dan Wewenang POLRI : (1) Kedudukan : . . Ketentuan tersebut di atas dilaksanakan berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara.POLRI berada di bawah Presiden. . b. penjagaan. (3) Tugas : . . membantu pemerintah dalam pengamanan pelayaran dan pener- bangan terhadap pembajakan. membantu mengamankan tamu negara setingkat kepala negara dan perwakilan pemerintah asing yang sedang berada di Indonesia. pengungsian. perompakan. (2) Tugas Pokok : . Tugas. pengawalan. . membantu menanggulangi akibat bencana alam.Melaksanakan pengaturan. . .Memberikan perlindungan. ..Menegakkan hukum. . mengamankan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya. Tugas Pokok.

dan kelancaran lalu lintas di jalan. . dan lingkungan hidup dari gangguan ketertiban dan/atau bencana termasuk memberikan bantuan dan pertolongan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia.Menyelenggarakan segala kegiatan dalam menjamin keamanan.Menerima laporan dan/atau pengaduan.Melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap semua tindak pidana sesuai dengan hukum acara pidana dan peraturan perundang-undangan lainnya. . dan pembinaan teknis terhadap kepolisian khusus. . dan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa.Memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan kepentingannya dalam lingkup tugas kepolisian. . penyidik pegawai negeri sipil. .. ketertiban. . tugas lain sesuai dengan peraturan perundang- . pengawasan.Membina masyarakat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. laboratorium forensik dan psikologi kepolisian untuk kepentingan tugas kepolisian.Melaksanakan undangan. . . .Melakukan koordinasi.Memelihara ketertiban dan menjamin keamanan umum.Melayani kepentingan warga masyarakat untuk sementara sebelum ditangani oleh instansi dan/atau pihak yang berwenang. masyarakat.Turutserta dalam pembinaan hukum nasional.Melindungi keselamatan jiwa raga.Membantu menyelesaikan perselisihan warga masyarakat yang dapat mengganggu ketertiban umum. harta benda. (4) Wewenang : Dalam rangka penyelenggaran tugas pokok dan tugas tersebut di atas. .Menyelenggarakan identifikasi kepolisian. secara umum POLRI berwenang : . serta ketaatan warga masyarakat terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan. . kedokteran kepolisian. kesadaran hukum masyarakat.

dan senjata tajam.Mengeluarkan surat izin dan/atau surat keterangan yang diperlukan dalam rangka pelayanan masyarakat. POLRI berwenang : .Mencegah dan menaggulangi tumbuhnya penyakit masyarakat. .Mencari keterangan dan barang bukti.Memberikan izin dan melakukan pengawasan senjata api. .Memberikan izin operasional dan melakukan pengawasan terhadap badan usaha di bidang jasa mengamanan. .Mengeluarkan peraturan kepolisian dalam lingkup kewenangan administratif kepolisian.Memberikan petunjuk. . . .Menyelenggarakan pusat informasi kriminal nasional. .Melakukan tindakan pertama di tempat kejadian. . serta kegiatan masyarakat. kegiatan instansi lain. .Menerima pemberitahuan tentang kegiatan politik.Menerima dan menyimpan barang temuan untuk sementara waktu. .. bahan peledak. mendidik. . .Menyelenggarakan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor. dan melatih aparat kepolisian khusus dan petugas pengamanan swakarsa dalam bidang teknis kepolisian. .Mengambil sidik jari dan identitas lainnya serta memotret seseorang. . .Memberikan bantuan pengamanan dalam sidang dan pelaksanaan putusan pengadilan. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan lainnya.Memberikan izin dan mengawasi kegiatan keramaian umum dan kegiatan masyarakat lainnya.Mengawasi aliran yang dapat menimbulkan perpecahan atau mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.Melakukan kerjasama dengan kepolisian negara lain dalam menyidik dan memberantas kejahatan internasional.Melaksanakan pemeriksaan khusus sebagai bagian dari tindakan kepolisian dalam rangka pencegahan. . .Memberikan surat izin mengemudi kendaraan bermotor. .

Mengadakan penghentian penyidikan. .Menyerahkan berkas perkara kepada penuntut umum.Membawa dan menghadapkan orang kepada penyidik dalam rangka penyidikan.Melaksanakan kewenangan lain yang termasuk dalam lingkup tugas kepolisian. . .Mendatangkan orang ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan pemeriksaan perkara.Melakukan pemeriksaan dan penyitaan surat. Di bidang proses pidana. dan penyitaan.Mengadakan tindakan lain menurut hukum yang bertanggung jawab. . POLRI berwenang untuk : .. . .Melarang setiap orang meninggalkan atau memasuki tempat kejadian perkara untuk kepentingan penyidikan. . Tindakan lain adalah tindakan penyelidikan dan penyidikan yang dilaksanakan jika memenuhi syarat sebagai berikut : . .Melakukan penangkapan. .Mewakili pemerintah RI dalam organisasi kepolisian internasional.Menyuruh berhenti orang yang dicurigai dan menanyakan serta memeriksa tanda pengenal diri. . .Melakukan pengawasan fungsional kepolisian terhadap orang asing yang berada di wilayah Indonesia dengan koordinasi instansi terkait. .Tidak bertentangan dengan suatu aturan hukum.Memanggil orang untuk didengar dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi. penahanan.Mengajukan permintaan secara langsung kepada pejabat imigrasi yang berwenang di tempat pemeriksaan imigrasi dalam keadaan mendesak atau mendadak untuk mencegah atau menagkal orang yang disangka melakukan tindak pidana. .Memberi petunjuk dan bantuan penyidikan kepada penyidik pegawai negeri sipil serta menerima hasil penyidikan penyidik pegawai negeri sipil untuk diserahkan kepada penuntut umum. . penggeledahan.

kesusilaan. dan termasuk dalam lingkungan jabatannya. c. Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya POLRI senantiasa bertindak berdasarkan norma hukum dan mengindahkan norma agama. Keikutsertaan atau peranan rakyat (warga negara) dalam bela negara diselenggarakan melalui : a. Adapun sumber daya nasional meliputi sumber daya manusia. Pengabdian sesuai dengan profesi masing-masing. (4) Perlawanan rakyat. Dan lebih diutamakan adalah tindakan pencegahan. . kesopanan. . Pertahanan Sipil (Hansip) atau Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang tergabung dalam Wanra dan Kamra. yaitu : (1) Ketertiban umum.Menghormati hak asasi manusia. masuk akal. Pelatihan dasar kemiliteran secara wajib (Wamil). Komponen pendukung adalah sumber daya nasional yang dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan dan kemampuan komponen utama dan cadangan. misalnya Resimen Mahasiswa (Menwa).Pertimbangan yang layak berdasarkan keadaan yang memaksa. sumber daya alam. serta Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP). . Menjadi anggota TNI atau POLRI. Adapun Ratih mempunyai empat fungsi.. 1. serta menjunjung tinggi hak asasi manusia. (2) Perlindungan masyarakat. Wujud bela negara mencakup pengertian bela negara secara fisik dan nonfisik. Bela Negara secara Fisik : a. 2. . (3) Keamanan rakyat. Mitra Babinsa. Rakyat sebagai kekuatan Pendukung.Selaras dengan kewajiban hukum yang mengharuskan tindakan tersebut dilakukan. Ikut pelatihan dasar kemiliteran melalui program Rakyat Terlatih (Ratih) yang terdiri dari berbagai unsur. b. b.Harus patut. dan sumber daya buatan. Pendidikan kewarganegaraan di sekolah-sekolah termasuk perguruan tinggi.

. dsb. Dalam keadaan darurat. Jika keadaan ekonomi dan keuangan negara memungkinkan. Sementara fungsi yang keempat dilakukan dalam keadaan darurat perang.Tiga fungsi pertama dilakukan pada masa damai. c. sehingga ratih merupakan unsur bantuan tempur bagi pasukan reguler TNI yang terlibat langsung di medan perang. dan dalam segala situasi. mereka dapat dimobilisasi dalam waktu singkat untuk tugas-tugas tempur maupun teritorial. di mana ratih membantu pemerintah daerah menangai keamanan dan ketertiban masyarakat. Bela Negara secara Nonfisik : Bela negara tidak selalu berarti harus memanggul senjata menghadapi musuh atau bersifat militeristik. dapat pula dipertimbangkan wajib militer (wamil) bagi warga negara yang memenuhi syarat. termasuk menghayati arti demokrasi dengan menghargai perbedaan pendapat dan tidak me-maksakan kehendak. pengacara di dinas hukum atau oditur militer di pengadilan militer. b. Meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara dengan berkarya nyata (bukan retorika). Mereka yang telah mengikuti latihan dasar kemiliteran akan menjadi cadangan TNI. Para mahasiswa di perguruan tinggi biasanya menjadi Perwira Cadangan (Pacad). akuntan di biro keuangan instansi militer. Menanamkan kecintaan terhadap tanah air (patriotisme) melalui pengabdian yang tulus kepada masyarakat. misalnya : a. misalnya : Dokter di rumah sakit militer. misalnya saat terjadi bencana alam dan darurat sipil. Keterlibatan warga negara dalam bela negara secara nonfisik dapat dilakukan dengan berbagai bentuk. sepanjang masa. dan setelah lulus menjadi sarjana dapat ditugaskan/ditempatkan sesuai dengan profesi masing-masing dalam kehidupan militer. 2. psikolog di dinas psikologi militer.

UU No. IDENTIFIKASI ANCAMAN TERHADAP BANGSA DAN NEGARA Ancaman adalah setiap usaha dan kegiatan baik dari dalam maupun luar negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan negara. hambatan. Tantangan : Suatu hal atau upaya yang bersifat atau bertujuan menggugah kemampuan. 1. b. e. dan gangguan dimaksud. sedangkan menurut UU No. keutuhan wilayah negara. 20 Tahun 1982 tentang Pokok-pokok Pertahanan Kemanan Negara. dan Gangguan). UU No. hanya satu istilah saja. Hambatan. Akan tetapi untuk pengetahuan. Peraturan perundang-undangan sebagai pelaksanaan Pasal 30 UUD 1945 yang berkaitan dengan bela negara hingga saat ini adalah : a. 2. yaitu ancaman. . tantangan.d. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Menurut UU No. Ancaman : Suatu hal atau upaya yang bersifat dan bertujuan mengubah dan merombak kebijakan negara yang dilaksanakan secara konsepsional. Ancaman mencakup hal yang sangat luas dan spektrum yang senantiasa berubah/berkembang dari waktu ke waktu. c. Hambatan : Suatu hal yang bersifat melemahkan atau menghalangi tetapi tidak secara konsepsional. B. dan berasal dari dalam. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Tantangan. 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. ancaman mencakup ATHG (Ancaman. Meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap hukum/undang-undang dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Ancaman inilah yang perlu diatasi melalui keikutsertaan warga negara dalam bela negara. di bawah ini dikemukakan pengertian daripada ancaman. dan keselamatan segenap bangsa. Pembekalan mental spiritual di kalangan masyarakat agar dapat menangkal pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan norma kehidupan bangsa dengan lebih bertaqwa terhadap Tuhan YME melalui ibadah sesuai dengan agama masing-masing. UU No. 3. 3 Tahun 2002 yang menggantikannya.

perompak (bajak laut). AL atau AU negara kita. e. dengan cara : a. keutuhan wilayah. ekonomi. Invasi. Tindakan suatu negara yang mengizinkan penggunaan wilayahnya oleh negara lain sebagai daerah persiapan untuk melakukan agresi terhadap NKRI. d. baik dengan menggunakan kapal maupun pesawat nonkomersial. tetapi tindakannya bertentangan dengan isi perjanjian. baik berasal dari dalam maupun luar negeri. Bombardemen (pengeboman) dengan senjata terhadap wilayah NKRI. Dewasa ini ancaman terhadap kedaulatan negara yang semula bersifat konvensional (fisik) berkembang menjadi multi dimensional (fisik dan nonfisik). dengan penggunaan kekuatan bersenjata oleh negara lain terhadap kedaulatan negara. Bentuk ancaman militer mencakup : 1. perusakan lingkungan. maupun keamanan yang terkait dengan kejahatan internasional seperti terorisme. politik. Agresi. dll. sosial-budaya. Unsur angkatan bersenjata negara lain yang berada di wilayah NKRI berdasarkan perjanjian. dan keselamatan bangsa. c.4. imigran gelap. b. 2. Ancaman multi dimensional dimaksud dapat bersumber dari permasalahan ideologi. Terdapat dua bentuk ancaman. . berupa serangan oleh kekuatan militer negara lain terhadap wilayah NKRI. Serangan unsur angkatan bersenjata negara lain terhadap unsur satuan TNI AD. Gangguan : Suatu hal atau upaya yang mengusik kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara RI. yaitu ancaman militer dan ancaman nonmiliter. narkoba. Pelanggaran wilayah yang dilakukan negara lain. pencurian kekayaan alam. g. Pengiriman kelompok bersenjata atau tentara bayaran oleh negara lain untuk melakukan tindak kekerasan di wilayah NKRI. Blokade terhadap pelabuhan/pantai atau wilayah udara NKRI oleh angkatan bersenjata negara lain. f.

3. Spionase yang dilakukan negara lain untuk mencari/mendapatkan rahasia militer; 4. Sabotase untuk merusak instalasi militer atau obyek vital nasional yang membahayakan keselamatan bangsa; 5. Asksi teror bersenjata yang dilakukan oleh jaringan terorisme internasional atau yang bekerjasama dengan terorisme dalam negeri yang bereskalasi tinggi sehingga membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan bangsa; 6. Pemberontakan bersenjata di dalam negeri; 7. Perang saudara antar kelompok masyarakat bersenjata di dalam negeri, dsb. Sebenarnya dalam jangka waktu pendek ancaman dari luar negeri relatif kecil kemungkinannya mengingat upaya diplomasi negara dan peran PBB, serta opini dunia internasional yang akan mencegah atau sekurang-kurangnya membatasi negara lain untuk menggunakan kekuatan bersenjata terhadap NKRI, namun tetap kita harus selalu waspada. Ancaman yang paling mungkin adalah kejahatan yang terorganisasi yang dilakukan oleh aktor-aktor nonnegara untuk memperoleh keuntungan dengan memanipulasi kondisi dalam negeri dan keterbatasan dan kelemahan aparatur pemerintah. Bentuk ancaman nonmiliter adalah upaya menghancuran moral dan budaya bangsa melalui disinformasi, propaganda negatif, peredaran narkoba, film-film porno, senibudaya yang tidak sesuai dengan ajaran agama dan nilai-nilai Pancasila, dll. yang mempengaruhi bangsa terutama generasi muda. Berdasarakan ”Buku Putih” yang disusun oleh Departemen Pertahanan RI tahun 2003, ancaman yang dihadapi bangsa Indonesia lebih kompleks lagi. Prakiraan ancaman dimaksud antara lain : 1. Gerakan separatis yang berusaha memisahkan diri dari NKRI; 2. Aksi radikalisme yang berlatar belakang primordial etnis, ras, dan agama, serta ideologi di luar Pancasila, baik yang berdiri sendiri maupun yang memiliki keterkaitan dengan kekuatan-kekuatan di luar negeri.

3. Konflik komunal

yang kendati bersumber dari masalah sosial-ekonomi,

kemudian dapat berkembang menjadi konflik antar suku, ras/keturunan, dan agama (Sara) dalam skala yang luas. 4. Kejahatan lintas negara seperti penyelundupan barang, senjata, amunisi, dan bahan peledak, penyelundupan manusia, narkoba, pencician uang (money loundry), serta bentuk-bentuk kejahatan lainnya. 5. Kegiatan imigrasi gelap yang menjadikan Indonesia sebagai tujuan maupun bantu lancatan ke negara lain. 6. Gangguan keamanan laut seperti pembajakan/perompakan, penangkapan ikan secara ilegal, pencemaran, dan perusakan ekosistem. 7. Gangguan keamanan udara seperti pembajakan udara, pelanggaran wilayah udara RI, dan terorisme melalui transportasi udara. 8. Perusakan lingkungan seperti pembakaran hutan, perambahan/pembalakan liar hutan (illegal loging), pembuangan limbah beracun dan berbahaya, dll. 9. Bencana alam dan dampaknya terhadap keselamatan bangsa.

BAB VII DEMOKRASI

A. PENGERTIAN DEMOKRASI Secara bahasa (etimologis), demokrasi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “demos” yang berarti rakyat, dan “cratos” atau “cratein” yang berarti kekuasaan atau pemerintahan. Jadi, demokrasi adalah kekuasaan atau pemerintahan rakyat. Konsep demokrasi lahir dari Yunani kuno dalam kehidupan bernegara antara abad 4 sM s/d abad ke 6 M. Pada waktu itu yang dipraktekkan adalah demokrasi langsung (direct democracy), karena berupa negara kota (polis, city states) yang pendukungnya terbatas pada sebuah kota Athena dan daerah sekitarnya lk. 300.000 orang. Meskipun ada keterlibatan seluruh warga, tetapi masih ada pembatasan, misalnya para perempuan, anak, dan budak, tidak berhak ikutserta dalam pemerintahan. Dengan perkembangan zaman dan jumlah penduduk yang bertambah banyak, timbul juga demokrasi tidak langsung (melalui perwakilan) dengan alasan : 1. Tidak ada tempat untuk menampung seluruh warga yang jumlahnya cukup banyak. 2. Dengan jumlah warga yang banyak, sulit melaksanakan musyawarah dengan baik. 3. Mufakat bulat sulit tercapai karena sulitnya memungut suara dari warga yang hadir. 4. Masalah yang dihadapi negara semakin kompleks dan rumit, sehingga dibutuhkan orang-orang yang secara khusus mempunyai keahlian berkecimpung dalam menyelesaikan masalah tersebut. Jadi, demokrasi atas dasar penyaluran kehendak rakyat ada dua macam, yaitu demokrasi langsung dan demokrasi tidak langsung. Secara terminologis, banyak definisi demokrasi yang dikemukakan oleh para ahli dengan sudut pandang berbeda. Berikut ini adalah definisi-definisi dimaksud.

1. Harris Soche : Demokrasi adalah bentuk pemerintahan rakyat, karena itu kekuasaan pemerintahan melekat pada diri rakyat, diri orang banyak, dan merupakan hak bagi rakyat atau orang banyak untuk mengatur, mempertahankan, dan melindungi dirinya dari paksaan dan pemerkosaan orang lain atau badan yang diserahi untuk memerintah.

2. Henry B. Mayo : Sistem politik demokratis adalah sistem yang menunjukkan bahwa kebijakan umum ditentukan atas dasar mayoritas oleh wakil-wakil yang diawasi secara efektif oleh rakyat dalam pemilihan-pemilihan berkala yang didasarkan atas prinsip kesamaan politik dan diselenggarakan dalam suasana terjaminnya kebebasan politik. 3. C.F. Strong : Suatu sistem pemerintahan dalam mana mayoritas anggota dewasa dari masyarakat politik ikutserta atas dasar sistem perwakilan yang menjamin bahwa pemerintah akhirnya mempertanggungjawabkan tindakan-tindakannya kepada mayoritas itu. 4. Samuel P. Huntington : Sistem politik sebagai demokratis sejauh para pembuat keputusan kolektif yang paling kuat dalam sistem itu dipilih melalui pemilihan umum yang jujur, adil, dan berkala, dan di dalam sistem itu para calon bebas bersaing untuk memperoleh suara dan hampir semua penduduk dewasa berhak memberikan suara. 5. International Commission for Jurist : Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan di mana hak untuk membuat keputusan-keputusan politik diselenggarakan oleh warga melalui wakil-wakil yang dipilih oleh mereka dan bertanggung jawab kepada mereka melalui suatu proses pemilihan yang bebas. 6. Abraham Lincon (AS, 1863) :

tetapi juga sebagai sistem politik. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh sekelompok orang dan dijalankan untuk kepentingan rakyat banyak. dan sebagai sikap hidup. oleh rakyat.Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat. dan kedua. Sementara itu kedaulatan rakyat pada hakekatnya merupakan kebijakan yang dibuat atas kehendak rakyat untuk kepentingan rakyat. 2. yaitu pertama. terjaminnya kepentingan rakyat dalam tugas-tugas pemerintahan. Demokrasi sebagai Bentuk Pemerintahan : Konsep ini berasal dari para filsuf Yunani. Sementara itu secara substantif. c. kecil kemungkinan terjadi penyalahgunaan kekuasaan. by the people. KONSEP DEMOKRASI Konsep demokrasi pada masa sekarang ini tidak saja difahami sebagai bentuk pemerintahan. b. prinsip utama dalam demokrasi menurut Maswadi Rauf (1997) ada dua. Perwujudan lain konsep kedaulatan rakyat adalah pengawasan oleh rakyat. 1. . Kebebasan dan persamaan adalah pondasi demokrasi. Mekanisme semacam ini akan mencapai dua hal. dan untuk rakyat (government of the people. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh seseorang (Raja) sebagai pemimpin tertinggi dan dijalankan untuk kepentingan rakyat. dibedakan menjadi : a. Aristokrasi. Kebebasan/persamaan (freedom/equality). and for the people). Demokrasi karenanya merupakan pelembagaan dari kebebasan. dan sarana penting untuk mencapai kemajuan dengan memberikan hasil maksimal dari usaha orang tanpa adanya pembatasan dari penguasa. Pembagian bentuk pemerintahan menurut Plato (429-347). yaitu : 1. B. Kedaulatan rakyat (people’s sovereignity). Tirani. Monarki. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh seseorang sebagai pemimpin tertinggi dan dijalankan untuk kepentingan pribadi sang pemimpin.

Sistem politik demokrasi adalah sistem pemerintahan dalam suatu negara yang menjalankan prinsip-prinsip demokrasi.P. diktator. 3. Demokrasi sebagai Sistem Politik : Sistem politik cakupannya lebih luas dari sekedar bentuk pemerintahan. yaitu bentuk pemerintahan yang dipimpin oleh seorang Presiden atau Perdana Menteri. oligarki. tidak berpendidikan. bentuk merosotnya. tetapi yang tidak tahu apa-apa. Pemimpin negara umumnya bergelar Raja. bentuk merosotnya. Demokrasi. f. atau Kaisar. yaitu sistem politik demokrasi. Mobokrasi/Okhlokrasi. Sultan. Oligarki. Republik Pendapat lain. tidak faham tentang pemerintahan. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh rakyat dan dijalankan untuk kepentingan rakyat banyak. sehingga pemerintahan yang dijalankan tidak berhasil untuk kepentingan rakyat banyak. e. Sedangkan sistem politik nondemokrasi adalah sistem pemerintahan yang tidak menjalankan prinsip-prinsip demokrasi. rezim satu partai. Menurut Nicollo Machiavelli. bentuk pemerintahan ada dua. monarki absolut. Huntington (2001). Pengangkatan/penunjukannya berdasarkan pemilihan. Monarki b. dan sistem politik nondemokrasi. yaitu : a. tirani. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh sekelompok orang dan dijalankan untuk kelompok itu sendiri. Huntington. Monarki. Pengangkatan/penunjukannya berdasarkan keturunan atau pewarisan. totaliter. bentuk merosotnya. Mayo dan S. Aristokrasi c. Republik. Ratu. dan sistem komunis. rezim militer.d. Hal ini terlihat dari definisi demokrasi yang diberikan Henry B. . Menurut S. sistem politik dibedakan menjadi dua. yaitu bentuk pemerintahan kerajaan. Sementara itu bentuk pemerintahan menurut Aristoteles : a.P. demokrasi bentuk merosotnya. misalnya otoriter. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh rakyat. b. demokrasi. okhlokrasi.

prinsip-prinsip sistem politik demokrasi adalah : a. i. dan yudikatif berada pada badan badan yang berbeda. Perlindungan terhadap hak asasi manusia. atau diktator. Pemerintahan berdasarkan hukum (rule of law). n. g. m. Dengan demikian. b. s. dan ada yang diktator/otoriter. Penyelesaian secara damai bukan kompromi. Penempatan pejabat pemerintahan dengan merit sistem bukan spoil sistem. p. Manajemen yang terbuka. Mekanisme politik yang berubah antara kehidupan politik masyarakat dengan kehidupan politik pemerintah. Pemerintahan mayoritas. Pembagian kekuasaan : Legislatif.Akan tetapi dalam kenyataannya. Konstitusi/undang-undang dasar yang demokratis. d. Pengawasan terhadap administrasi negara. Partai politik lebih dari satu dan mampu melaksanakan fungsinya. Kebijakan pemerintah dibuat oleh badan perwakilan politik tanpa paksaan dari lembaga mana pun. ada negara kerajaan yang demokratis. bisa saja bentuk pemerintahan monarki (kerajaan) dan republik pun merupakan negara demokrasi. l. c. q. Pemerintahan dengan diskusi. f. Menurut Sukarna (1981). h. Peradilan yang bebas dan tidak memihak. eksekutif. bergantung pada prinsip-prinsip yang dijalankannya. Pemerintahan konstitusional. Pengakuan terhadap hak-hak minoritas. Pers yang bebas. Adapun prinsip-prinsip sistem politik kediktatoran/otoriter adalah : . t. e. r. k. demikian juga ada negara republik yang demokratis dan ada yang diktator/otoriter. j. Jaminan terhadap kebebasan individu dalam batas-batas tertentu. Prinsip persetujuan. o. Pemilihan umum yang bebas.

dan kalaupun banyak. dan yudikatif) dijalankan oleh satu lembaga saja. dari ICCE-UIN Jakarta. i. p. g. Mekanisme kehidupan politik dan sosial tidak dapat berubah. sangat bergantung pada keberadaan dan peran yang dijalankan oleh unsur-unsur penopang tegaknya demokrasi. berpendapat. e. beragama. konstitusinya memberikan kekuasaan besar kepada negara/pemerintah. Pemilihan umum tidak demokratis. Manajemen dan kepemimpinan tertutup dan tidak bertanggung jawab. sosial. dan politik menurut A. dan kebebasan dari rasa takut. Menekan dan tidak mengakui hak-hak minoritas. pemerintahan. f. Unsur-unsur pendukung tegaknya demokrasi sebagai sebuah tatanan kehidupan kenegaraan. Terdapat satu partai politik. misalnya kebebasan berbicara. Prinsip dogmatisme dan banyak doktrin. o. Ketiga macam kekuasaan (legislatif. tetapi berdasarkan kekuasaan. d. eksekutif. dan bisa diintervensi oleh penguasa. Tidak ada pengawasan administrasi dan birokrasi. Supremasi kekuasaan dan ketidaksamaan di depan hukum (rule of power). j. l. berpendapat. ekonomi.a. Tidak ada jaminan hak-hak dan kebebasan individu. Badan peradilan tidak bebas. k. Ubaedillah dan Abdul Rozak dkk. Pemerintahan tidak berdasarkan konstitusi. Tidak ada perlindungan hak asasi manusia. b. . Tidak ada kebebasan berbicara. bahkan pelanggaran. Penyelesaian perpecahan atau perbedaan dengan cara kekerasan dan paksaan. h. n. ada parpol yang memonopoli kekuasaan. m. tidak berdasarkan hasil musyawarah. Negara Hukum (Rechstaats atau The Rule of Law) yang memberikan perlindungan hukum bagi warga negara melalui pelembagaan peradilan yang bebas dan tidak memihak serta penjaminan hak asasi manusia. hanya untuk memperkuat keabsahan penguasa. c. Kalaupun ada konstitusi. Pembentukan pemerintahan melalui dekrit. yaitu : a. dan pers.

bebas dari dominasi dan tekanan negara. yakni suatu relasi kuasa yang berjalan secara simetris. persamaan hak dan kewajiban. e. Masyarakat Madani (Civil Society). Aliansi Kelompok Strategis yang terdiri dari partai politik. akan tetapi mempunyai ukuran atau parameter sehingga suatu negara dapat dikatakan demokratis atau tidak. Kesadaran akan adanya pluralisme. Pengawasan rakyat. c. egaliter. Pemilihan umum sebagai proses pembentukan pemerintahan. kelompok gerakan dan kelompok penekan (pressure group) atau kelompok-kelompok kepentingan termasuk di dalamnya pers yang bebas dan bertanggung jawab. Musyawarah. dan berkembang dengan sendirinya. tumbuh. Demokrasi membutuhkan usaha nyata dari setiap warga maupun penyelenggara negara untuk berperilaku mendukung pemerintahan dan sistem .’ b. Demokrasi sebagai Sikap Hidup : Pemerintahan atau sistem politik tidak datang. Kebebasan nurani. perlu didukung oleh enam norma/ kaidah pokok yang dibutuhkan oleh tatanan masyarakat pluralis. Sejalan dengan tujuan.b. Demokrasi tidak sekedar wacana yang mengandung prinsip-prinsip demokrasi. yaitu : a. b. Susunan kekuasaan negara yang dijalankan secara distributif untuk menghindari penumpukan kekuasaan dalam satu tangan atau satu wilayah. d. dan adanya mekanisme yang memungkinkan kontrol dan keseimbangan (check and balance) terhadap kekuasaan yang dijalankan eksekutif dan legislatif. c. Percobaan dan salah (trial and error). yaitu : a. yaitu masyarakat yang ciri-cirinya terbuka. 4. Untuk mendukung terlaksananya demokrasi. memiliki sambungan yang jelas. f. Hingga saat ini diyakini banyak kalangan bahwa pemilu sebagai salah satu instrumen penting dalam proses pergantian pemerintahan. Dalam hal ini ada tiga aspek yang dapat dijadikan parameter sejauh mana demokrasi itu berjalan. c. Ada norma kejujuran dan mufakat.

MACAM-MACAM DEMOKRASI Menurut C. macam-macam demokrasi adalah : 1. yang berdasarkan atas kemerdekaan perseorangan/individualisme. baik oleh rakyat (masyarakat) maupun pemerintah. John Dewey. Demokrasi Terpimpin (Geleide Democratie) menurut istilah Bung Karno (Ir. dan naziisme di Jerman pada zaman Adolf Hitler. yang umumnya dianut oleh negara-negara barat dan Amerika Serikat. karena hanya diktator saja yang dapat bertindak sebagai wakil rakyat yang sewenang-wenang. 4. Tim ICCE-UIN Jakarta (2003). Perilaku demokrasi sebagai sikap atau pola/pandangan hidup dikemukakan pula oleh : a. Demokrasi Timur atau Demokrasi Komunis. Pada kenyataanya mereka adalah diktator. Maksudnya berhubung ada jarak antara para pemimpin . 2. bahwa demokrasi adalah pola kehidupan berkelompok yang sesuai dengan keinginan dan pandangan hidup orangorang yang berkelompok tersebut. Padmo Wahyono (BP-7 Pusat). berdasarkan gotong-royong dan musyawarah untuk mencapai kesepakatan/mufakat. C.T. b. 3. 5. Rakyat harus mengatakan ”ya” apabila sudah diputuskan oleh sang pemimpin. Kaum komunis menganggap bahwa mereka adalah regu pelopor bagi kaum buruh seluruh dunia (proletar) yang berdasarkan kerakyatan dan menentang kapitalisme.S. yang dijalankan oleh satu partai saja yang mengatasnamakan seluruh rakyat. Mohamad Hatta).politik demokrasi. Demokrasi Sederhana. Kansil (2005). yang ada di desa-desa. bahwa demokrasi sebagai way of life dalam seluk-beluk sendi kehidupan bernegara. bahwa demokrasi adalah pandangan hidup yang dicerminkan dari perlunya partisipasi warga negara dalam membentuk nilai-nilai yang mengatur kehidupan bersama. c. yaitu fascisme di Italia pada zaman Mussolini. Soekarno) dan Demokrasi Terdidik menurut istilah Bung Hatta (Drs. Demokrasi Tengah. Demokrasi Barat atau Demokrasi Kapitalis/Liberal.

Perjuangan merebut kemenangan bukanlah sesuatu hal antara hidup dan mati. Khusus untuk proses HPM di DPR kembali pada aturan yaitu diusulkan oleh 2/3 dari jumlah anggota. Demokratisasi merujuk pada proses perubahan . Golongan yang kecil (kalah) tetap berhak duduk dalam pemerintahan. D. Antara pemenang dan yang kalah harus saling menerima dan menghormati. maka untuk melaksanakan demokrasi para pemimpin harus memimpin atau mendidik rakyat berdemokrasi. dari pengalaman pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah. Atas hasil uji materil pada pasal/ayat ini oleh Mahkamah Konstitusi dengan Putusan No. 27 Tahun 2009 tentang MPR. pasal/ayat tersebut dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945 dan karenanya tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat. E.(kaum intelek) dengan rakyat. yang terjadi adalah kekacauan karena umumnya orang-orang yang bersangkutan ”siap menang tetapi tidak siap kalah. yaitu dalam Pasal 184 Ayat (4) yang menyatakan bahwa HPM harus disetujui oleh ¾ dari jumlah anggota DPR.” Sebagai salah satu fenomena demokrasi di lembaga perwakilan rakyat adalah adanya Hak Menyatakan Pendapat. Sementara untuk proses pemakzulan (impeachment) Presiden di MPR harus disetujui oleh 2/3 dari paling sedikit ¾ anggota MPR yang hadir. menjadi pemenang. Dengan demikian kembali pada demokrasi sederhana melalui rumus ½ + 1 tersebut di atas. DPD dan DPRD. CIRI-CIRI DEMOKRASI Ciri demokrasi adalah setiap keputusan selalu diambil berdasarkan kelebihan suara atau suara terbanyak. Hak ini dalam prosenya ternyata tidak mudah karena adanya ketentuan dalam Undang-Undang No. DPR. DEMOKRATISASI Demokratisasi adalah penerapan kaidah-kaidah atau prinsip-prinsip demokrasi pada setiap kegiatan politik kenegaraan. artinya setengah dari seluruh yang memberikan suara ditambah satu. 23-26/PUU-VIII/2011 tanggal 12 Januari 2011. Namun kenyataan dewasa ini di Indonesia. Biasanya 50 + 1.

menuju pada sistem pemerintahan yang lebih demokratis, tujuannya adalah terbentuknya kehidupan politik yang bercirikan demokrasi. Demokratisasi berlangsung melalui beberapa tahapan, yaitu : 1. Pergantian dari penguasa nondemokrasi ke penguasa demokrasi. 2. Pembentukan lembaga-lembaga dan tertib politik demokrasi. 3. Konsolidasi demokrasi. 4. Prektek demokrasi sebagai budaya politik bernegara. Sementara itu menurut S.P. Huntington, proses demokratisasi melalui tiga tahapan, yaitu : 1. Pengakhiran rezim nondemokrasi. 2. Pengukuhan rezin demokratis. 3. Pengkonsolidasian sistem yang demokrasi. Demokratisasi juga berarti proses penegakkan nilai-nilai (kultur) demokrasi, sehingga sistem politik demokratis dapat terbentuk secara bertahap. Lain daripada itu harus ada lembaga (struktur) demokrasi, dan ciri demokrasi. 1. Nilai-nilai (Kultur) Demokrasi : Henry B. Mayo dalam Miriam Budiardjo (1990) menyebutkan delapan nilai demokrasi, yaitu : a. Menyelesaikan pertikaian-pertikaian secara damai dan sukarela; b. Menjamin terjadinya perubahan secara damai dalam suatu masyarakat yang selalu berubah; c. Pergantian penguasa dengan teratur; d. Penggunaan paksaan sesedikit mungkin; e. Pengakuan dan penghormatan terhadap keanekaragaman; f. Menegakkan keadilan; g. Memajukan ilmu pengetahuan; h. Pengakuan dan penghormatan terhadap kebebasan. Sementara itu nilai-nilai atau kultur demokrasi menurut Zamroni (2001) adalah :

a. Toleransi; b. Kebebasan mengemukakan pendapat; c. Menghormati perbedaan pendapat; d. Memahami keanekaragaman dalam masyarakat; e. Terbuka dan komunikasi; f. Menjunjung nilai dan martabat kemanusiaan; g. Percaya diri; h. Tidak bergantung pada orang lain; i. Saling menghargai; j. Mampu mengekang diri; k. Kebersamaan; l. Keseimbangan. Nilai-nilai yang terkandung dalam demokrasi tersebut di atas, menjadi sikap dan budaya demokrasi yang perlu dimiliki warga negara dalam rangka mengembangkan pemerintahan yang demokratis. Karenanya demokrasi perlu ditanamkan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. 2. Lembaga (Struktur) Demokrasi : Lembaga-lembaga demokrasi diperlukan untuk melaksanakan nilai-nilai demokrasi dan menopang sistem politik demokrasi. Menurut Miriam Budiardjo (1997), lembaga-lembaga demokrasi dimaksud adalah : a. Pemerintahan yang bertanggung jawab; b. Suatu dewan perwakilan rakyat yang mewakili golongan dan kepentingan dalam masyarakat yang dipilih melalui Pemilu yang bebas dan rahasia. Dewan ini melakukan pengawasan terhadap pemerintah; c. Suatu organisasi politik yang mencakup lebih dari satu partai politik (sistem dwi atau multi partai). Partai menyelenggarakan hubungan yang kontinyu dengan masyarakat; d. Pers dan media massa yang bebas untuk menyatakan pendapat; e. Sistem peradilan yang bebas untuk menjamin hak asasi manusia dan mempertahankan keadilan;

Dengan demikian, untuk keberhasilan demokrasi dalam suatu negara terdapat dua hal penting : a. Tumbuh dan berkembangnya nilai-nilai demokrasi yang menjadi sikap dan pola hidup masyarakat dan penyelenggara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara (kultur); b. Terbentuk dan berjalannya lembaga-lembaga demokrasi dalam sistem politik dan pemerintahan (struktur).

3. Ciri Demokrasi : Menurut Maswadi Rauf (1997), ciri-ciri demokrasi adalah : a. Berlangsung secara evolusioner, artinya perlahan, bertahap, begian demi bagian; b. Proses perubahan secara persuasif dan bukan koersif, artinya dilakukan bukan dengan paksaan, tekanan atau kekerasan, tetapi dengan musyawarah yang melibatkan seluruh warga negara; c. Proses yang tidak pernah selesai, artinya akan berlangsung terus-menerus. Hal ini karena yang benar-benar demokrasi tidak akan pernah ada, tetapi sedapat mungkin harus mendekatkan pada kriteria demokrasi.

F. DEMOKRASI DI INDONESIA 1. Demokrasi Desa : Sejak dulu desa-desa di Indonesia sudah menjalankan demokrasi, misalnya dengan pemilihan kepala desa dan adanya rembug desa. Inilah yang disebut

demokrasi asli. Demokrasi desa mempunyai lima unsur, yaitu : a. Rapat; b. Mufakat; c. Gotong-royong; d. Hak mengadakan protes bersama; e. Hak menyingkir dari kekuasaan raja absolut.

. Sesuai dengan UUD 1945.. Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. Perhatikan bunyi kalimat pada elinea keempat. ”..” d. Perhatikan kalimat tersebut di atas pada kata Republik Indonesia. b. Nilai-nilai yang terjabar dari nilai-nilai Pancasila sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 adalah : a. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan.. yaitu : a. 2. demokrasi terpimpin. Demokrasi Pancasila : Semenjak negara Republik Indonesia berdiri tahun 1945. perdamaian abadi. Menurut Hohamad Hatta. Negara berdasar atas hukum. ”. memang seharusnya yang dianut dan dilaksanakan adalah demokrasi Pancasila. demokrasi Indonesia modern harus meliputi tiga hal. Perhatikan kalimat.yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat . Demokrasi di bidang ekonomi.” b. dan sejak tahun 1966 demokrasi Pancasila. ”I. akan tetapi dapat dikembangkan menjadi konsep demokrasi Indonesia yang modern.. Demokrasi di bidang politik. Indonesia ialah negara yang berdasar atas Hukum (Rechtsstaat).. Demokrasi di bidang sosial. mencerdaskan kehidupan bangsa. maka disusunlah . c. 1. Republik.. Perhatikan kalimat pada alinea keempat selanjutnya.. ”. telah dianut dan dilaksanakan demokrasi liberal.Demokrasi desa tidak dapat dijadikan pola demokrasi untuk Indonesia modern.” Perhatikan pula Penjelasan UUD 1945 dalam sistem pemerintahan negara. Negara Indonesia berdasar atas Hukum (rechtsstaat) tidak berdasar atas kekuasaan belaka (machtsstaat). Kedaulatan rakyat. dan keadilan sosial. Pemerintahan yang konstitusional. c.

.. Periodisasi pelaksanaan demokrasi Indonesia menurut Miriam Budiardjo (1997) adalah : . Dalam arti sempat. ”. Sistem perwakilan. Hatta dan Mr. Muh. Perkembangan Demokrasi di Indonesia : Perkembangan demokrasi di Indonesia mengalami pasang surut.. memandang perlu pencantuman hak-hak warga negara dalam undangundang dasar. Soepomo dan Ir.dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa.” adalah juga sila keempat Pancasila. Perhatikan kalimat. ”. Perbedaan yang terjadi adalah mengenai hak-hak demokrasi warga negara. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan . Moh. Yamin.. .... b. f.. berarti kedaulatan rakyat yang dilaksanakan menurut hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan (sila keempat Pancasila). menentang dimasukkannya hak-hak tersebut dalam konstitusi. Pandangan pertama yang diwakili Mr.” yang tidak lain adalah sila pertama Pancasila. Perhatikan kalimat. sementara pandangan kedua yang diwakili Drs. R. g. 3. Perhatikan kalimat yang sama tersebut di atas. yang Demokrasi Pancasila dapat juga diartikan secara luas maupun sempit : a.” UUD 1945 adalah konstitusi negara! e. Lahirnya konsep demokrasi dapat ditelusuri mulai pada sidang BPUPKI (1945) yang pada umumnya para founding father menghendaki bahwa negara Indonesia merdeka haruslah negara demokrasi..Kemerdekaan Kebangsaan itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia . Prinsip Ketuhanan.. Dalam arti luas. Prinsip musyawarah. berarti kedaulatan rakyat yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila dalam berbagai bidang kehidupan berbangsa dan bernegara (epoleksosbudhankamag). Soekarno.

Sementara itu menurut Afan Gaffar (1999). b. Pelaksaan demokrasi masa Transisi (1998-1999).” Pada masa ini pun banyak terjadi pertentangan terutama menyangkut reaksi masyarakat atas kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan atau tidak berpihak kepada rakyat. b. c. Masa Republik I. Kalimantan Tengah. Periode masa Pemerintahan Orde Baru (Pancasila democracy). d. Pelaksanaan demokrasi masa Revolusi (1945-1950). . Timor Timur. d. Pelaksaan demokrasi masa Reformasi (1999-sekarang). e. Harapan banyak orang akan demokrasi itu sehingga sering disebut ”eforia demokrasi. Periode masa Revolusi Kemerdekaan. Masa Republik III. a. c. Pelaksanaan demokrasi masa Orde Lama : (1) Demokrasi Liberal (1950-1959). 2006) : a. Aceh. c. Habibie akhirnya lepas dari NKRI). Ambon (Maluku). dll.a. yang menonjolkan sistem presidensial. disebut Demokrasi Terpimpin. Sekarang ini rakyat memiliki kesempatan yang luas dan bebas untuk melaksanakan demokrasi di berbagai bidang. disebut Demokrasi Parlementer. periodisasi dimaksud adalah : a. Periode masa Demokrasi Perlementer (representative democracy). Poso (Sulawesi).l. disebut Demokrasi Pancasila. Periode masa Demokrasi Terpimpin (guided democracy). Perkembangan sampai saat sekarang dapat juga dibagi ke dalam periodisasi sebagai berikut (Dwi Winarno. Catatan : Pada masa transisi dan reformasi banyak terjadi perbedaan pendapat dan pertentangan yang kerap menimbulkan konflik dan kerusuhan. Papua. Masa Republik II.J. (2) Demokrasi Terpimpin (1959-1965). b. (Timtim malah setelah dilakukan referendum pada masa pemerintahan Presiden B. Pelaksanaan demokrasi masa Orde Baru (1966-1998).

Kabinet (dewan menteri) sebagai pembantu presiden diangkat dan diberhentikan oleh presiden dan bertanggung jawab kepada presiden. (4) Kepastian hukum. (7) Keterbukaan. Presiden dan wakil presiden dipilih secara langsung oleh rakyat untuk masa jabatan lima tahun. (2) Jujur. yang berpedoman pada asas : (1) Mandiri. DPR terdiri atas para wakil rakyat yang dipilih dalam Pemilu melalui jalur Parpol. dan mengawasi jalannya pemerintahan. d. Terdapat juga DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota. (3) Adil. Presiden tidak bertanggung jawab kepada MPR maupun DPR. Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. yaitu DPR dan DPD (Dewan Perwakilan Daerah) yang tergabung dalam MPR. Mekanisme Sistem Politik Demokrasi Indonesia : Pokok-pokok dalam sistem demokrasi politik Indonesia dapat dikemukakan sebagai berikut : a.4. (10) Akuntabilitas. (8) Proporsionalitas. . (5) Tertib penyelenggara Pemilu. b. e. Merupakan bentuk negara kesatuan dengan prinsip otonomi luas kepada daerah. anggaran. c. (11) Efisiensi. (9) Profesionalitas. Bentuk pemerintahan republik dengan sistem presidensial. DPR mempunyai kekuasaan legislasi. (12) Efektivitas. Parlemen terdiri dari dua kamar. Sedangkan DPD dipilih secara perseorangan melalui Pemilu bersamaan dengan pemilihan anggota DPR/DPRD (tidak melalui Parpol) dan merupakan wakil dari provinsi (tiap provinsi empat orang). (6) Kepentingan umum.

Pemilu diselenggarakan untuk memilih anggota DPR. dan adil. PTUN. masa Orba dari 10 diciutkan menjadi 3. serta ada Mahkamah Konstitusi (MK). UU Susduk DPR. termasuk Pengadilann HAM dan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi). yaitu saat pergantian kepemimpinan nasional yang dimulai dengan kegiatan Pemilu untuk memilih calon anggota DPR. jujur. Lembaga negara lainnya adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). 5. DPRD Provinsi. . DPD. PM. dan DPRD Kabupaten/Kota dilaksanakan dengan sistem proporsional terbuka. 2 Tahun 2008. umum. karena ternyata tiap lima tahun UU Parpol. Peserta Pemilu untuk memilih anggota DPR. DPRD. Kekuasaan yudikatif dijalankan oleh Mahkamah Agung (MA) dan badanbadan peradilan yang ada di bawahnya (PN. Sistem multi partai. DPRD Provinsi. padahal dalam UU sebelumnya ada ketentuan Electoral dan Parliamentary Treshold). (Pada masa Orla banyak partai. tahun 2004 ada 24 partai. serta pemilihan Presiden. dan tahun 2009 ada 38 partai ditambah partai lokal di Aceh 6 partai. DPD. dan DPRD Kabupaten/Kota adalah Parpol. masa reformasi tahun 1999 ada 48 partai. i. h. Berstatus badan hukum sesuai dengan UU tentang Parpol (Untuk Pemilu 2009 adalah UU No. dan UU Pemilu selalu diganti. PT. Pemilu untuk memilih anggota DPR. Penyelenggara Pemilu adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pengawasan penyelenggaraannya dilaksanakan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). serta Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres). Pemilu dilaksanakan secara efektif dan efisien berdasarkan asas langsung. dan Komisi Yudisial (KY). DRRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. serta DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. jadi 44 partai). rahasia. PA. bebas.f. Persyaratan Parpol untuk menjadi peserta Pemilu adalah : a. g. sedangkan untuk memilih anggota DPD dilaksanakan dengan sistem distrik berwakil banyak. DPD. Wujud Demokrasi dalam Penyelenggaraan Negara RI : Merupakan proses lima tahunan.

...204580 (6.........01%) PPP . Memiliki kepengurusan di 2/3 jumlah kabupaten/kota di provinsi yang bersangkutan........03%) PKS ..... 14.........45%) PDIP ..........Suara sah ........................................699...................88%) PAN ............ f... Jumlah kursi anggota DPR pada Pemilu 2009 ditetapkan 560 (lima ratus enam puluh) orang.......... 171.......... Dan jumlah anggota DPRD Kabupaten/Kota paling sedikit 20 (dua puluh) orang dan paling banyak 50 (lima puluh) orang.076 ....................... Memiliki kepengurusan di 2/3 (dua pertiga) jumlah provinsi.............................32%) ....214 (5. 6..............Suara tidak sah .......000 (satu perseribu) dari jumlah penduduk pada setiap kepengurusan Parpol sebagaimana dimaksud pada huruf b dan c yang dibuktikan dengan kepemilikan kartu tanda anggota....... g.........b........85%) Golkar ...............000 (seribu) orang atau 1/1.............600...Daftar Pemilih Tetap ....091 (14.................... c..... 17.......785 . 5. sebelumnya (Pemilu 2004) 550 orang..... 49.................... d........................703..... Menyertakan sekurang-kurangnya 30% (tiga puluh perseratus) keterwakilan perempuan pada kepengurusan Parpol tingkat pusat................488................757 (14... Memiliki anggota sekurang-kurangnya 1....... 8...............................................206......................................... Mengajukan nama dan tanda gambar Parpol kepada KPU.............................Tidak hadir memilih ..171 (20...955 (7.............................................533......................... 21......... e. Jumlah anggota DPRD Provinsi untuk Pemilu 2009 paling sedikit 35 (tiga puluh lima) orang dan paling banyak 100 (seratus) orang..076 ....... CATATAN : a....................................... 15..........581 ............037............265..... Hasil Pemilu Legislatif 2009 : ...........099............................ 104..... Mempunyai kantor tetap untuk kepengurusan sebagaimana pada huruf b dan c................Perolehan kursi Parpol (dari 38 Parpol nasional) : Demokrat ...................................

....... (0....................... 3...............................................................................................122 (4........................................................ (1...... (0.............53%) Patriot ............................ (0................................................53%) PNBK .................. ........................40%) PPI ............ 1....42%) PMB ...................... (1...........................................................................................................................................................................752 (1.................................14%) PSI ...........30%) Partai Buruh ...........................13%) Merdeka ...................25%) PPIB ............................................................................................................... (0.. (0............................. (0...............11%) .............. 5................................ (0............................................................................................864....870 (3....... (1................ (0............................................................. (0.............21%) PKPI....................................21%) PPRN .........19%) PPNUI ....48%) PKNU ............................................. 4................................... (0..........................................................................................47%) PKPB ...............................................146.......................................... (0.... (1..................................... ..................................................................................................................................................46) Hanura ............................................................................40%) Pakar Pangan ........ (0..........................................................14%) PPDI ............................................................................................................ ........................................33%) PKDI ...............................64%) RepublikaN ............................. (0. (1....................................................... (0......................... (0..86%) Barnas ............90%) PDP ...........................45%) Kedaulatan ...73%) PPPI .................................................................................40%) PBR .....................................31%) PNI Marhaen ................................................................................................... (0........... (0..922.................................................79%) PDS ...PKB ......................77%) PBB ..31%) PIS ....... ...........406 (4..646.....................................................................................34%) Pelopor ................... (0.......... (0.........................................................................................................61%) PPD ...................... (0............................................................................ (0.........................................................................................................................................94%) Gerindra ................................ (0....................................................................... (0............................................72%) PDK .............................................

... WNI yang telah berumur 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih...... b........................................................................ 93 kursi............................................. Hasil Pemilu Presiden/Wakil Presiden (Pilpres) : .... 15 kursi.......... PKS ............. 121... maka komposisi Parpol yang mempunyai wakilnya di DPR hanya 9 Parpol saja...................... PPP ................Tidak hadir memilih ... 59 kursi........ .................. c... 560 kursi.Sesuai ketentuan ambang batas (Parliamentary Threshold) 2.................. Susilo Bambang Yudhoyono/Prof........081..........779 6.............80%) Jusuf Kalla/Wiranto ...................................... Jumlah ...................................................................... 73........... 148 kursi......................Suara sah ............................. 176... PKB ................................... Hanura ... ini adalah untuk kedua kali menjadi Presiden RI.................................................... Bertempat tinggal di wilayah NKRI........... 108 kursi...........................814 (12............................. 30 kursi..........548........................ PAN .................Jumlah pemilih...................504.............................484 .................................. Golkar ...411..................... 32.........Suara tidak sah ..... Bertaqwa kepada Tuhan YME.................... PDIP ......... 26 kursi....105 (26. 15.......................434 ....................... 48....................874.......5%................. Persyaratan untuk menjadi peserta Pemilu anggota DPD adalah : a........41%) Dengan demikian untuk masa jabatan 2009-2014 terpilih pasangan Dr.............................................................479... Dr.............. Gerindra .................................... Peserta Pemilu untuk memilih anggota DPD adalah perseorangan........................................Perolehan suara pasangan Capres/Cawapres : Megawati Soekarnoputri/Prabowo Subianto ............................. b...........427.............................................................................................................. dan telah dilantik oleh MPR pada tanggal 20 Oktober 2009...................... 42 kursi... Bagi SBY......................................79%) Susilo Bambang Yudhoyono/Budiono ................... Budiono sebagai Presiden/Wakil Presiden Republik Indonesia...........174 .......562 (60......................... 39 kursi............. ............. yaitu : Demokrat .

p. wewenang. Mendapat dukungan minimal dari pemilih dari daerah pemilihan yang bersangkutan. Setia kepada Pancasila sebagai dasar negara. f. l. pengurus pada BUMN. dan hak sebagai anggota DPD sesuai peraturan perundang-undangan. j. Tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih. UUD 1945. PPAT. dan menulis dalam bahasa Indonesia.000 (satu juta) orang harus mendapatkan dukungan dari paling sedikit 1. Mengundurkan diri sebagai PNS. notaris. SMK. Bersedia bekerja penuh waktu. Cakap berbicara. Terdaftar sebagai pemilih. Bersedia untuk tidak merangkap jabatan sebagai pejabat negara lainnya. . Mencalonkan hanya di 1 (satu) lembaga perwakilan. pengurus pada BUMN dan/atau BUMD. advokat/pengacara. Sehat jasmani dan rohani.000. Bersedia untuk tidak berpraktek sebagai akuntan publik. yang dinyatakan dengan surat pengunduran diri yang tidak dapat ditarik kembali. Mencalonkan hanya di 1 (satu) daerah pemilihan. Berpendidikan paling rendah tamat SMA. i. dan tidak melakukan pekerjaan penyedia barang dan jasa yang berhubungan dengan keuangan negara serta pekerjaan lain yang dapat menimbulkan konflik kepentingan dengan tugas. atau bentuk lain yang sederajat. k. n. membaca. Persyaratan dukungan minimal tersebut pada huruf p tersebut di atas. MAK. serta badan lain yang anggarannya bersumber dari keuangan negara. o. g.d. m. anggota TNI. meliputi : a. Provinsi yang berpenduduk s/d 1. MA. serta badan lain yang anggarannya bersumber dari keuangan negara. e. anggota POLRI. h. dan BUMD. dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945.000 (seribu) pemilih.

000 (sepuluh juta) orang harus mendapatkan dukungan dari paling sedikit 3. Provinsi yang berpenduduk lebih dari 1. e. Provinsi yang berpenduduk lebih dari 5.000.000 (lima belas juta) orang harus mendapatkan dukungan dari paling sedikit 5. Daerah pemilihan untuk anggota DPD adalah provinsi karena akan mewakili provinsi. d. atau belum 17 tetapi sudah/pernah kawin.000.000 (empat ribu) pemilih.000. Jika ini terjadi. WNI dimaksud harus terdaftar sebagai pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Dukungan tersebut di atas tersebar di paling sedikit 50% (lima puluh perseratus) dari jumlah kabupaten/kota di provinsi yang bersangkutan.000 (dua ribu) pemilih. Pasangan Presiden/Wakil Presiden diusulkan oleh Parpol atau gabungan Parpol peserta Pemilu. Ketentuannya apabila Parpol dimaksud mendapatkan suara pada Pemilu sebesar 25%.000 (lima juta) orang harus mendapatkan dukungan dari paling sedikit 2.000. Yang berhak memilih dalam Pemilu adalah WNI yang pada hari pemungutan suara telah genap berumur 17 (tujuh belas) tahun atau lebih. Provinsi yang berpenduduk lebih dari 15. Kalau tidak.b.000 (satu juta) s/d 5.000 (tiga ribu) pemilih. berarti harus gabung berapa Parpol (berkoalisi).000 (lima ribu) pemilih.000. maka calon tersebut dinyatakan batal. Seorang pendukung tidak boleh memberikan dukungan kepada lebih dari satu orang calon anggota DPD. Sementara itu prosedur pemilihan Presiden secara langsung adalah sebagai berikut : a.000.000 (lima juta) s/d 10. Persyaratan dukungan dibuktikan dengan daftar dukungan yang dibubuhi tanda tangan atau cap jempol dan dilengkapi fotokopi KTP setiap pendukung.000 (lima belas juta) orang harus mendapatkan dukungan dari paling sedikit 4. c.000 (sepuluh juta) orang s/d 15. Provinsi yang berpenduduk lebih dari 10. . dan jumlah kursi anggota DPD untuk setiap provinsi ditetapkan 4 (empat) orang.

Menteri Luar Negeri. Jika Presiden dan Wakil Presiden kosong kedua-duanya. Jika terjadi kekosongan Presiden. Ia melanggar hukum (berkhianat kepada bangsa dan negara. Dalam hal terjadi kekosongan Wakil Presiden. (Menlu) dan Penteri Pertahanan (Menhan) secara bersama. maka dua pasang calon suara terbanyak dipilih kembali secara langsung oleh rakyat (berarti putaran kedua). berhenti. Kemudian selambatlambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah itu MPR menyelenggarakan sidang untuk memilih Presiden dan Wakil residen dari dua pasangan Capres/Cawapres yang diusulkan Parpol/Gabungan Parpol yang pasangan Capres/Cawapresnya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam Pilpres sebelumnya. d. ia digantikan oleh Wakil Presiden. jika : a. atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya. b. maka selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari MPR menyelenggarakan sidang untuk memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diusulkan oleh Presiden. Impeachment atau pemakzulan (pemberhentian di tengah jalan/pada masa jabatan) Presiden bisa terjadi.b. melanggar UUD. KKN. diberhentikan. Diusulkan oleh DPR melalui hak menyatakan pendapat dan terlebih dulu diajukan kepada MK untuk proses pengadilan Presiden. maka pelaksana tugas kepresidenan adalah Menteri Dalam Negeri (Mendagri). misalnya karena mangkat. Putusan (vonis) MK disampaikan kepada DPR dan oleh DPR diusulkan kepada MPR. dll. c.). Apabila ketentuan di atas tidak terpenuhi. berbuat kriminal. Pemberhentian diambil dalam sidang paripurna istimewa MPR yang dihadiri ¾ dan disetujui 2/3 dari anggota yang hadir. CATATAN : . dan yang mendapat suara terbanyak dilantik oleh MPR menjadi pasangan Presiden/Wakil Presiden. Pasangan yang mendapat suara 50% dan sedikitnya 20% di setiap provinsi yang tersebar di lebih setengah provinsi seluruh Indonesia. c.

Penguatan struktur ekonomi yang berbasis keadilan sehingga memungkinkan terwujudnya prinsip kesederajatan. Kebebasan untuk menyatakan pendapat. Ketentuan tersebut di atas tercantum dalam Undang-Undang No. diperlukan enam kondisi sebagai berikut : a. Tersedianya kebutuhan-kebutuhan dasar bagi kepentingan ketahanan hidup (survive) warga negara (sandang. syarat-syarat dasar untuk terselenggaranya pemerintahan yang demokratis di bawah ”rule of law” adalah : a. c. 6. d. juga harus ada cara prosedural untuk memperoleh perlindungan atas hak-hak yang dijamin. Untuk mengarah ke syarat-syarat tersebut di atas. b. Pemilihan umum yang bebas. dan DPRD. Perlindungan konstitusional. selain menjamin hak-hak individu.a. b. . maka hak menyatakan pendapat (termasuk usul pemakzulan Presiden cukup atas usul 2/3 dari jumlah anggota DPR. Putusan pemberhentian Presiden di MPR tetap. Kebebasan untuk berserikat/berorganisasi dan beroposisi. pangan. DPD. Pendidikan kewarganegaraan (civic educatuon). c. menurut David Beetham dan Kevin Boyle (2000) dalam Dwi Winarno (2006). artinya. Diusulkan oleh paling sedikit ¾ dari jumlah anggota DPR. papan. pendidikan). DPR. b. jika disetujui oleh 2/3 dari paling sedikit ¾ jumlah anggota yang hadir. e. 27 Tahun 2009 tentang MPR. kesehatan. Badan kehakiman yang bebas dan tidak memihak (independent and impartial tribunals). Syarat-syarat bagi Terselenggaranya Pemerintahan Demokratis : Menurut The International Commission of Jurist (organisasi ahli hukum internasional) tahun 1965. Akan tetapi karena Pasal 184 Ayat (4) UU tersebut di atas oleh MK dalam uji materil dengan putusan No. f. 23-26/PUU-VIII/2011 tanggal 12 Januari 2011 dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945 dan karenanya tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat.

Pengetahuan yang luas. pendidikan. Pengakuan yang berkelanjutan dari negara-negara demokratis terhadap praktek demokrasi. f.c. e. sikap toleransi. yaitu : a. Kemapanan kesatuan dan identitas nasional. Dampak dari pengaruh dan kontrol oleh negara asing dapat mendukung secara positif atau malah menghambat. Rezim yang terbuka dan bertanggung jawab dalam menggunakan sumbersumber publik secara efisien. Terdapat organisasi masyarakat pluralis yang modern dan dinamis. Para pemimpin tidak menggunakan instrumen kekerasan (polisi dan tentara) untuk mempertahankan kekuasaan. Potensi konflik dalam pluralisme subkultural dipertahankan pada level yang masih dapat ditoleransi. e. kedewasaan. Sementara itu menurut Soerensen (2003). d. dan rasa tanggung jawab kolektif warga negara khususnya masyarakat pemilih. . b. c. d. sehingga tahan terhadap pembelahan dan perbedaan sosial politik warga negara. terdapat budaya politik dan sistem keyakinan yang mendukung ide dan lembaga demokrasi. Di antara penduduk negeri khususnya lapisan politik aktif. terdapat lima kondisi yang dianggap dapat mendukung pembangunan demokrasi yang stabil.

Secara etimologis.al. Nusa = pulau atau kesatuan kepulauan. Srijanti (2009:134). Asia dan Australia. penglihatan indrawi. 2.BAB VIII WAWASAN NUSANTARA A. Wawas (bhs. Menurut GBHN (Garis-garis Besar Haluan Negara) 1998 : Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya. Antara = letak antara dua unsur (benua dan samudra) serta Hindia dan Fasifik). Jawa) mawas = pandangan. Secara terminologis. Menurut Kelompok Kerja Lemhanas (Lembaga Pertahanan Nasional) 1999 : Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat.. dan bernegara. wawasan nusantara berasal dari kata wawasan dan nusantara. 4. Wawasan = cara pandang. tinjauan. Nusantara = Indonesia. menyebut Wawasan Nusantara sama dengan pengertian Geopolitik. 2000) : Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam. . dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa dan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat. PENGERTIAN WAWASAN NUSANTARA 1. cara melihat. dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional. menurut Wan Usman (dalam Sumarsono et. berbangsa. yaitu cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang berwujud negara kepulauan berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. 3. berbangsa.

c. b. Wilayah Indonesia adalah wilayah bekas jajahan Belanda atau Hindia Belanda yang berbentuk kepulauan yang terpisah oleh laut bebas. Laut wilayah Indonesia adalah jalur laut 12 mil. Perairan Indonesia adalah laut wilayah Indonesia beserta perairan pedalaman Indonesia. LATAR BELAKANG KONSEPSI WAWASAN NUSANTARA Latar belakang atau faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya konsepsi wawasan nusantara (wasantara) adalah : Aspek historis. Deklarasi Djuanda dikukuhkan dengan Undang-Undang No. Berdasarkan Ordonansi 1939 (Territoriale Zee en Maritime Kringen). Pernah memiliki wilayah yang terpisah-pisah. 4/Prp Tahun 1960 dimak- . Berdasarkan Deklarasi Perdana Menteri Djuanda tanggal 13 Desember 1957. dan di luar itu adalah perairan bebas. Aspek Historis : Bangsa Indonesia menginginkan menjadi bangsa yang bersatu dengan wilayah yang utuh. yang dinyatakan sebagai pengganti Ordonansi 1939. Perairan pedalaman Indonesia adalah semua perairan yang terletak pada sisi dalam garis dasar. batas teritorial adalah tiga mil. Perwujudan bentuk wilayah negara Indonesia yang utuh dan bulat. 4/Prp Tahun 1960 tentang Perairan Indonesia. b. batas teritorial laut Indonesia berubah menjadi 12 mil. Penentuan batas wilayah negara Indonesia disesuaikan dengan asas negara kepulauan. Deklarasi Juanda yang dikukuhkan dengan UU No. Pernah mengalami kehidupan sebagai bangsa yang terjajah. aspek geografis dan sosialbudaya. b. Pengaturan lalu lintas damai pelayaran yang lebih menjamin keselamatan dan keamanan negara Indonesia.B. dengan tujuan : a. karena : a. 1. yang berisi : a. c. serta aspek geopolitis dan kepentingan nasional.

Atau 2/3 nya lautan/perairan. Kemudian tahun 1980 Indonesia mengeluarkan pengumuman tentang Zone Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia yang intinya : a. sehingga negara Indonesia diakui sebagai negara kepulauan (archipelago state). b. Batas landas kontinen yang terletak di antara dua negara adalah garis tengahnya. 1 Tahun 1973 tentang Landas Kotinen Indonesia. di mana laut tidak lagi sebagai pemisah. Hak berdaulat untuk menguasasi kekayaan sumber alam di ZEE. c.166 juta km2). Indonesia bercirikan negara kepulauan dengan jumlah lk. 17. akhirnya Konferensi PBB tanggal 30 April 1982 menerima ”The United Nation Convention on The Law of The Sea” (UNCLOS). Aspek Geografis dan Sosial-Budaya : Dari aspek geografis dan sosial budaya. b. (daratan 2.508 pulau. Tahun 1969 Indonesia mengeluarkan deklarasi tentang batas landas kontinental. Kekayaan alam di landas kontinental adalah milik negara bersangkutan. . Lautan di ZEE tetap merupakan lautan bebas untuk pelayaran internasional. Dari perjuangan panjang pada forum dunia internasional. Deklarasi 1969 tersebut dikukuhkan dengan UU No.192 juta km2. b. Indonesia adalah negara dengan wilayah dan posisi yang unik serta bangsa yang heterogen.sud melahirkan konsepsi wasantara. yang intinya : a. Keunikan wilayah dan heterogenitas bangsa tersebut antara lain : a. Kemudian UNCLOS tersebut diratifikasi dengan UU No. Lebar ZEE Indonesia 200 mil diukur dari garis pangkal laut wilayah Indonesia. akan tetapi sebagai penghubung wasantara yang dibangun dari konsepsi kewilayahan.027 juta km2 + lautan 3. 2. Setelah ZEE diterima oleh Konferensi Hukum Laut Internasional di Jamaika tahun 1982. 17 Tahun 1985. Luas wilayahnya 5. kemudian dikukuhkan dengan UU No. 5 Tahun 1983.

Jarak utara-selatan 1. Berada pada derajat 6 lintang utara – 11 lintang selatan. ya . e. yang esensinya bahwa negara sebagai satuan biologis. Peluang ke arah gerak sentripugal (memecah). Terletak pada pertemuan dua jalur pegunungan. Terletak pada garis khatulistiwa.888 juta km. f. karenanya beriklim tropis dengan dua musim. hanya dimungkinkan dengan jalan memperoleh ruang yang cukup Salah satu konsepsinya. Aspek Geopolitis dan Kepentingan Nasional : Istilah geopolitik pertama kali dikemukakan oleh Frederich Ratzel sebagai ilmu bumi politik. g. k. suatu organisme hidup yang juga memiliki intelektual. yaitu mediterania dan sirkum fasifik. 235 juta jiwa. sekarang ini lk. Ajaran tentang geopolitik ini dikemukakan juga oleh ahli lain walaupun dengan penekanan yang berbeda. j.c.110 km. Kaya akan flora dan fauna serta sumber daya alam. Untuk mencapai tujuan negara. Keunikan-keunikan tersebut di atas membuka dua peluang. Memiliki etnik yang sangat banyak. kebijakan yang ditempuh juga dengan mempertimbangkan aspek geografi. Rudolf Kjellen misalnya berpendapat bahwa negara adalah suatu organisme yang dianggap sebagai prinsip dasar. Daerah yang subur dan habitable (dapat dihuni). tetapi secara negatif mudah menimbulkan perpecahan serta infiltrasi pihak luar. perlu ditanggulangi. dan gerak ke arah sentripetal (menyatu) perlu diupayakan dan dipelihara terus-menerus. wasantara! 3. Secara positif dapat dijadikan modal memperkuat bangsa menuju cita-cita. dan 95 – 141 bujur timur. i. d. h. Untuk mewujudkan tujuan nasional. Memiliki jumlah penduduk yang sangat besar. yaitu bahwa politik suatu negara dipengaruhi oleh konstelasi wilayah geografisnya. dan timur-barat 5. sehingga kebudayaannya beragam. Posisi silang karena terletak di antara dua benua (Asia-Australia) dan dua samudra (Hindia dan Fasifik).

itulah Tanah Air Kita!” Kesatuan antara bangsa Indonesia dengan wilayah tanah air kita itulah yang membentuk semangat dan wawasan kebangsaan. dan menguasasi perdagangan berarti menguasasi kekayaan dunia yang pada akhirnya menguasasi dunia... yaitu sebagai bangsa yang bersatu.. A. Sir Halford Mackinder menganut konsep kekuatan. dan mencetuskan wawasan benua. Mitchel. Ajarannya menyatakan. dan geopolitik adalah landasan ilmiah bagi tindakan politik dalam perjuangan kelangsungan hidup untuk mendapatkan ruang hidupnya. orang yang pertama kali mengaitkan geopolitik dengan bangsa adalah Ir. yaitu konsep kekuatan di darat. W. Fuller menyatakan yang paling menentukan adalah kekuatan di udara. Giulio Dauhet dan John F. atau Borneo saja atau Selebes saja. Sementara Sir Walter Raleigh dan Alfred Thyer Mahan mempunyai gagasan wawasan bahari. atau Ambon saja.luas agar memungkinkan pengembangan secara bebas kemampuan dan kekuatan rakyatnya. barang siapa dapat menguasai daerah jantung akan dapat menguasai pulau dunia. sehingga melahirkan wawasan dirgantara. dan dapat melumpuhkan kekuatan lawan dengan penghancuran di kandang lawan itu sendiri agar tidak mampu lagi bergerak menyerang. bukan Jawa saja.C. Menurut mereka kekuatan di udara mempunyai daya tangkis terhadap ancaman yang dapat diandalkan. Saversky. . Indonesia yang bulat. Maka manakah yang dinamakan tanah tumpah darah kita? Menurut geopolitik. Di Indonesia. Karl Haushofer merumuskan bahwa geopolitik adalah doktrin negara yang menitikberatkan pada soal-soal strategi perbatasan. maka Indonesialah tanah air kita. menjadi satu kesatuan antara dua benua dan dua samudra. mengharuskan pembagian baru dari kekayaan alam di dunia. atau Maluku saja.. Dalam pada itu empat ahli lainnya. sehingga ajarannya menyatakan barang siapa menguasai lautan akan menguasasi perdagangan. tetapi segenap kepulauan yang ditunjuk oleh Allah Swt. bukan Sumatra saja. yaitu kekuatan di lautan. Kita cermati di antara pendapat tersebut ada yang bersifat ekspansionisme (memperluas wilayah dengan ekspansi). Soekarno pada pidato di depan sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945 : ”. dan barang siapa dapat menguasai pulau dunia akhirnya dapat menguasasi dunia.

HAKIKAT. FUNGSI. jiwa untuk bersatu. Namun tentu saja Indonesia tidak mempunyai pemikiran untuk ekspansi dengan menyerang wilayah negara lain. dan kesatuan pertahanan keamanan. (3) Kesatuan falsafah dan ideologi negara. Jadi. DAN TUJUAN WASANTARA 1.Rasa kebangsaan Indonesia dibentuk oleh adanya kesatuan nasib. konsepsi wasantara dibangun atas geopolitik bangsa Indonesia. kesatuan sosial-budaya. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan politik. meliputi masalah-masalah : (1) Kewilayahan nasional. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi. (4) Kesatuan hukum yang mengabdi kepada kepentingan nasional. serta adanya kesatuan wilayah yang sebelumnya bernama nusantara. tegas adalah ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. KEDUDUKAN. dan kehendak untuk bersatu. (2) Persatuan dan kesatuan bangsa dalam mencapai cita-cita nasional. Wasantara sebagai wawasan nasional dibentuk dan dijiwai oleh faham kekuasaan dan geopolitik bangsa Indonesia. hakikat wasantara adalah kesatuan bangsa dan keutuhan wilayah Indonesia. kesatuan ekonomi. yang pelaksanaannya melalui politik luar negeri yang bebas aktif. meliputi masalah-masalah : . Dalam pengertian ini wasantara diwujudkan dengan pernyataan kepulauan nusantara sebagai kesatuan politik. Dengan kata lain wasantara adalah penerapan teori geopolitik dari bangsa Indonesia. Lebih jelasnya. Bangsa Indonesia memiliki pandangan sendiri mengenai wilayah yang dikaitkan dengan politik/kekuasaan. b. Salah satu misi sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Hakikat Wawasan Nusantara : Hakikat wasantara adalah keutuhan bangsa dan kesatuan wilayah nasional. atau persatuan bangsa dan kesatuan wilayah. Hal ini mencakup : a. perdamaian abadi dan keadilan sosial. C.

Kedudukan Wawasan Nusantara : Wasantara berkedudukan sebagai visi bangsa. Konsepsi wasantara tersebut di atas dituangkan dalam peraturan perundangundangan. meliputi masalah-masalah : (1) Pemerataan. yaitu setelah amandemen UUD 1945. 1978. 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2004-2009. 5 Tahun 2010 tentang RPJMN tahun 2009-2014. serta adanya keselarasan kehidupan sesuai dengan kemajuan bangsa. Karena sekarang tidak ada lagi GBHN. 1988. 1983. kemudian diganti dengan Perpres No. yaitu Prepres No. keseimbangan. yaitu keadaan masa depan bangsa dan wilayah Indonesia yang utuh yang diinginkan. 1998). . (2) Pemerataan hasil pemanfaatan kekayaan wilayah nusantara. 2. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial-budaya. 1993. dan persamaan dalam kemajuan masyarakat. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan pertahanan keamanan. (2) Mempersatukan corak ragam budaya yang ada sebagai kekayaan nasional (budaya bangsa). d.(1) Kepemilikan bersama kekayaan efektif maupun potensial wilayah nusantara. meliputi masalah-masalah : (1) Persamaan hak dan kewajiban bagi setiap warga negara dalam rangka membela bangsa dan negara. maka kemudian diakomodasi dalam Peraturan Presiden (Perpres). (2) Ancaman terhadap satu pulau atau daerah. yaitu dalam Ketetapan-ketetapan (Tap) MPR mengenai GBHN (1973. dianggap sebagai ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara. Kedudukan wasantara sebagai konsepsi dan paradigma ketatanegaraan RI dapat dilihat pada bagan di bawah ini. (3) Keserasian dan keseimbangan tingkat pengembangan ekonomi di seluruh daerah tanpa meninggalkan ciri-ciri khas daerah. c.

yaitu asas negara kepulauan berdasarkan Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. (2) Pertambahan luas wilayah teritorial Indonesia. kelompok. Fungsi.PANCASILA Landasan Ideal Landasan Konstitusional Landasan Visional Landasan Konsepsional Landasan Operasional UUD 1945 WASANTARA TANNAS DOKUMEN RENBANG Pembangunan Nasional Sumber : Dwi Winarno. motivasi. suku bangsa atau daerah. tindakan. golongan. dan perbuatan bagi penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat. dan Implikasi Wawasan Nusantara : a. 3. Manfaat. menjadi 5 juta km2 sebagai satu . 2006. Tujuan. Fungsi Wasantara : Sebagai pedoman. serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijakan. b. keputusan. c. dan bernegara. yaitu yang asalnya hanya 2 juta km2 berdasarkan Ordonansi 1939. berbangsa. Tujuan Wasantara : Terwujudnya nasionalisme yang tinggi dalam segala aspek kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentingan individu. Manfaat Wasantara : (1) Diterima dan diakuinya konsepsi wasantara di forum internasional.

D. luas ZEE 1. (3) Sentimen kedaerahan yang pada suatu saat dapat berkembang menjadi konflik yang melemahkan pembangunan berwasantara. luas laut 3.300 mil persegi. Misalnya dengan Malaysia mengenai Pulau Sipadan. perompakan.087 km2. Implikasi : Implikasi atau persoalan yang mungkin timbul : (1) Penarikan garis batas/wilayah Indonesia dengan negara lain. tiada lain adalah wadah kehidupan bermasyarakat. (3) Pertambahan luas wilayah sebagai ruang hidup yang memberikan potensi sumber daya alam yang besar bagi peningkatan kesejahteraan rakyat. Dengan Australia mengenai pulau-pulau kecil di sekitar Kepulauan Roti NTT.577. UNSUR DASAR KONSEPSI WAWASAN NUSANTARA Terdapat tiga unsur dasar wasantara : Wadah (contour). yaitu darat. meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki kekayaan alam dan penduduk dengan aneka ragam budaya. dan bernegara.027. 1.kesatuan wilayah. isi (content).200. Tepatnya dengan wasantara luas wilayah Indonesia menjadi : Luas daratan 2. (2) Masuknya pihak luar ke dalam wilayah yuridiksi Indonesia yang tidak terawasi. dan kasus Ambalat. NKRI memiliki . Ligitan.166. (5) Menjadi salah satu sarana integrasi nasional yang tercermin dalam ”Bhinneka Tunggal Ika. misalnya kasus masuknya kapal penangkap ikan asing. dan tata laku (conduct). Misalnya suatu daerah tertutup bagi pendatang. laut.163 km2 (termasuk luas landas kontinental 2. dsb. Sebagai Wadah (Contour). juga keluarnya nelayan Indonesia ke wilayah negara tetangga. penolakan program transmigrasi oleh penduduk lokal.” d. dan udara.000 km20. pejabat publik harus putra daerah. (4) Menghasilkan cara pandang tentang keutuhan wilayah nusantara yang perlu dipertahankan oleh bangsa Indonesia. berbangsa.

keterpaduan antara pembicaraan dan perbuatan. 2. Sebagai Isi (Content). Tata laku batiniah mencerminkan jiwa. Realisasi aspirasi bangsa sebagai kesepakatan bersama serta pencapaian citacita dan tujuan nasional. keadilan. yang terdiri dari tata laku batiniah dan lahiriah. dan diciptakan demi tetap taat dan setianya komponen pembentuk bangsa Indonesia (suku bangsa atau golongan) terhadap kesepakatan bersama. sehingga menimbulkan nasionalisme yang tinggi dalam semua aspek kehidupan nasional. Kedua macam tata laku dimaksud mencerminkan identitas jatidiri atau kepribadian bangsa Indonesia berdasarkan kekeluargaan dan kebersamaan yang memiliki rasa bangga dan cinta kepada bangsa dan tanah air. E. adalah aspirasi bangsa yang berkembang dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. dan pengendalian/pengawasan. ASAS DAN ARAH PANDANG WAWASAN NUSANTARA 1. tujuan yang sama. Asas Wawasan Nusantara : Asas wasantara adalah ketentuan atau kaidah dasar yang harus dipatuhi. ditaati. perbuatan. Sedangkan tata laku lahiriah tercermin dalam tindakan. Isi ini pelaksanaan.organisasi kenegaraan yang merupakan wadah berbagai kegiatan kenegaraan dalam wujud supra struktur politik. Asas dimaksud adalah : Kepentingan yang sama. 3. merupakan hasil interaksi antara wadah dan isi. . Hal ini diwujudkan dalam satu sistem manajemen yang meliputi perencanaan. menyangkut : a. Persatuan dan kesatuan dalam kebhinnekaan yang meliputi semua aspek kehidupan nasional. sementara wadah dalam kehidupan bermasyarakat adalah berbagai lembaga dalam wujud infra struktur politik. semangat. dan mentalitas yang baik dari bangsa Indonesia yang berlandaskan falsafah Pancasila. Sebagai Tata Laku (Conduct). yaitu satunya kata dan karya. dipelihara. pengorganisasian. dan perilaku dari bangsa Indonesia. b.

Bangsa Indonesia harus peka dan berupaya mencegah dan mengatasi sedini mungkin faktor-faktor penyebab disintegrasi bangsa. dll. jerih payah usaha. perdamaian abadi. dan 17 Agustus 1945 (Proklamasi Kemerdekaan RI). Solidaritas : Rasa setiakawan. Dalam kehidupan internasional. Kerjasama : Adanya koordinasi dan saling pengertian yang didasarkan atas kesetaraan sehingga kerja kelompok (kecil. b. berkata. adu domba dan pecah belah dengan dalih HAM. mau memberi dan berkorban bagi orang lain tanpa meninggalkan ciri dan karakter budaya masing-masing. a. dan kesetiaan terhadap ikrar atau kesepakatan bersama demi terpeliharanya persatuan dan kesatuan dalam kebhinnekaan. Ke dalam : Bertujuan menjamin perwujudan persatuan dan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional. g. d. lingkungan hidup. Keadilan : Kesesuaian pembagian hasil dengan andil. Kesetiaan terhadap kesepakatan bersama : Terhadap NKRI yang dirintis mulai tahun 1908 (Boedi Oetomo). 1928 (Sumpah Pemuda). kerjasama. e. golongan. 2. misalnya di bidang ekonomi. c. Kejujuran : Keberanian berpikir. Arah Pandang Wawasan Nusantara : a. kelompok. Kepentingan yang sama : Dulu merebut kemerdekaan dari penjajah. Ke luar : Bertujuan demi terjaminnya kepentingan nasional dalam dunia yang serba berubah. f. demokrasi.kejujuran. sekarang menghadapi ”penjajahan” dalam bentuk alain dari negara asing. maupun daerah. baik alamiah maupun sosial. serta kerjasama dan sikap saling hormat-menghormati. dan kegiatan baik orang perorangan. dan keadilan sosial. solidaritas. bangsa Indonesia harus berusaha meng- . besar) dapat tercapai demi terciptanya sinergi yang baik. b. maupun kehidupan dalam negeri serta dalam melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. Tujuan yang sama : Tercapainya kesejahteraan dan rasa aman yang lebih baik dari keadaan sebelumnya. dan bertindak sesuai realita serta ketentuan yang benar biarpun realita atau ketentuan itu pahit dan kurang enak didengar.

.amankan kepentingan nasionalnya dalam semua aspek kehidupan (ipoleksosbudhankamag).

baik yang datang dari luar maupun dari dalam. dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. Pengertian : Menurut Lemhanas : “Ketahanan nasional (Tannas) adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi. Sebagai Kondisi.BAB IX KETAHANAN NASIONAL A. melihat Tannas dari perspektif/sudut pandang terhadap konsepsinya berupa wujud dan wajah. serta memberi arahan tentang bagaimana merancang strategi pembangunan guna mewujudkan masa depan yang lebih baik. dan sejahtera. aman. kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya. Tannas sebagai Metode. dan gangguan. yaitu : a. berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. Tannas sebagai Doktrin. yaitu kondisi ideal yang memungkinkan suatu negara memiliki kemampuan mengembangkan kekuatan nasionalnya sehingga dapat menghadapi segala macam ancaman dan gangguan bagi kelangsungan hidup bangsa. yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kehidupan nasional untuk menjamin identitas. hambatan. Tannas adalah suatu penggambaran atas keadaan yang seharusnya dipenuhi. PENGERTIAN DAN HAKIKAT 1. integritas. Tannas sebagai Kondisi. yaitu strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia untuk menentukan kebijakan. b.” Srijanti (2009:155) menyamakan pengertian ketahanan nasional dengan geostrategi. ancaman. . tujuan. c. Sementara itu Chaidir Basri (2002).

Ancaman. sedangkan hakikat konsepsi Tannas Indonesia adalah pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang. yaitu dituangkan dalam peraturan perundang-undangan. Malaysia. Pada masa itu pengaruh komunisme dari Uni Soviet dan Cina sedang menjalar. tantangan. berupa pengaturan dan penyelenggaraan negara. dan selaras dalam kehidupan nasional. dan pada tahun 1968 dilanjutkan oleh Lemhanas. dan penyelenggara negara menerima dan menjalankannya. Tameng dimaksud adalah sublimasi dari konsep kekuatan sebagai menifestasi pemikiran SSKAD/ SESKOAD. B. Setelah berakhirnya G-30-S/PKI. Infiltrasi komunis bahkan sudah masuk di Thailand (Muangthai). meluas sampai kawasan Indocina sehingga negara-negara Laos. agar setiap orang. adalah pendekatan dan cara dalam menjalankan suatu kegiatan khususnya pembangunan negara. Singapura dan bahkan Indonesia. Sebagai Doktrin. pengembangan pemikiran Tannas semakin menguat. Hakikat : Hakikat Tannas adalah kondisi kemampuan dan kekuatan bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidup dan mengembangkan kehidupan nasional bangsa dan negara dalam mencapai tujuan nasional. Sejarah pemberontakan G-30-S/PKI adalah bukti yang tidak dapat dibantah. Vietnam.Sebagai Metode. . dan Kamboja menjadi negara komunis. hambatan. serasi. PERKEMBANGAN KONSEP KETAHANAN NASIONAL INDONESIA Gagasan tannas bermula pada awal tahun 1960-an dari kalangan militer khususnya AD di SSKAD atau sekarang SESKOAD (Sekolah Staf Komando Angkatan Darat). 2. masyarakat. yaitu dengan menggunakan pemikiran kesisteman (system thinking). dan gangguan terhadap bangsa dan negara harus diwujudkan dalam ketahanan bangsa yang dimanifestasikan dalam bentuk tameng.

ekonomi. Hambatan : Suatu hal yang bersifat melemahkan atau menghalangi tetapi tidak secara konsepsional. Konsepsi Tannas waktu itu dirumuskan sebagai ”Keuletan dan daya tahan suatu bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional yang ditujukan untuk menghadapi segala ancaman dan kekuatan yang membahayakan kelangsungan hidup negara dan bangsa Indonesia. ATHG dimasukkan dalam UU No.” Kata segala menunjukkan kesadaran akan spektrum ancaman yang lebih dari sekedar ancaman komunis dan/atau pemberontakan. Tantangan : Suatu hal atau upaya yang bersifat atau bertujuan menggugah kemampuan. budaya. yaitu : ”Ketahanan nasional sebagai kondisi dinamis yang merupakan integrasi dari kondisi setiap aspek kehidupan bangsa dan negara. tetapi dalam penggantinya yaitu UU No. 20 Tahun 1982 tentang Pokokpokok Pertahanan Keamanan Negara. Kesadaran akan spektrum ini pada tahun 1972 diperluas menjadi Ancaman.” Pada tahun 1982. Konsep Tannas untuk pertama kali masuk dalam GBHN melalui Tap MPR No. Hambatan. yang pengertiannya adalah ”setiap usaha dan kegiatan baik dari dalam . politik. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Namun dalam GBHN 1993 ada perubahan rumusan. Tantangan. Hal ini berlanjut pada GBHN tahun 1978. Pada tahun 1969 lahirlah istilah ketahanan nasional. dan Gangguan (ATHG). yaitu ancaman. 1983. Gangguan : Suatu hal atau upaya yang mengusik kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara. Adapun pengertian ATHG dimaksud adalah : Ancaman : Suatu hal atau upaya yang bersifat dan bertujuan mengubah dan merombak kebijakan yang dilaksanakan secara konsepsional. sosial. Ketahanan nasional pada hakikatnya adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidup menuju kejayaan bangsa dan negara. dan berasal dari dalam. dan militer.Dalam pemikiran Lemhanas ditemukan unsur-unsur dari tata kehidupan nasional berupa ideologi. IV/MPR/1973 yang rumusannya sama dengan konsep dari Lemhanas. hanya dikenal satu istilah saja. dan 1988.

dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 (kira-kira sama dengan Masyarakat Madani). 2006. . C. b. yang mencakup aspek : a. Kelangsungan. Keamanan : Pemerintah negara RI harus melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Umum : Bangsa Indonesia bercita-cita mewujudkan suatu bentuk masyarakat dalam wadah NKRI yang merdeka. berdaulat. Tujuan Bangsa dan Negara. Skema Konsepsi Ketahanan Nasional Ulet Tangguh Kemampuan mengembangkan kekuatan nasional Ancaman Tantangan Hambatan Gangguan Langsung Tdk. adil. Langsung Dalam Negeri Luar Negeri Unsur : Trigatra Pancagatra Integritas. Sumber : Dwi Winarno. Kesejahteraan : Pemerintah negara RI harus memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.” Konsepsi katahanan nasional dapat digambarkan dalam skema di bawah ini. Citacita dimaksud merupakan arah dan pedoman bagi pelaksanaan pembangunan nasional dalam upaya mewujudkan tujuan nasional sebagaimana tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945.maupun luar negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan negara. dan keselamatan segenap bangsa. keutuhan wilayah negara. KONSEP DASAR KETAHANAN NASIONAL 1. bersatu. Identitas.

Rasa Keindahan Manusia . pertumbuhan. serta pendekatan yang diyakini kebenarannya. falsafah. dan pandangan hidup bangsa : Merupakan pedoman bagi tata kehidupan masyarakat yang terbentuk dari perjalanan sejarah bangsanya. Ketertiban dunia : Pemerintah negara RI harus ikutserta dalam upaya melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. kemampuan berpikir. Falsafah.Kekuatan/Kekuasaan Manusia . dan pandangan hidup bangsa. Pokok-pokok Pikiran : Pokok-pokok pikiran yang melandasi Tannas dikembangkan dari analisis mengenai manusia budaya. bermasyarakat. c.Rasa Aman Manusia .Pemenuhan Kebutuhan Manusia . Manusia selalu berjuang mempertahankan eksistensi. dan kelangsungan hidupnya.c. aspek sosial budaya. Wawasan nasional : Konsepsi pandangan hidup yang tersusun berdasarkan hubungan dinamis antara cita-cita. kondisi geografis.Manusia Manusia . ideologi.Penguasaan/Pemanfaatan Alam Manusia . ideologi. perdamaian abadi. 2. dan berbagai keterampilan. Hubungan-hubungan ini dikenal sebagai berikut : Manusia . akal budi. Untuk itu manusia selalu mengadakan hubungan-hubungan dan hidup berkelompok. . ideologi. dan keadilan sosial.Cita-cita Agama Sosial (Masyarakat) Politik Ekonomi Seni Budaya Pertahanan Keamanan Iptek Ideologi b. bahkan bernegara. Bagi bangsa Indonesia adalah Pancasila. wawasan nasional. a. Manusia budaya : Manusia memiliki naluri. maupun faktor kesejarahannya.Tuhan Manusia .

Keduanya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. d. . c. Landasan Konstitusional : UUD 1945. Asas-asas Ketahanan Nasional : Yang dimaksud asas-asas Tannas adalah tata laku yang relatif telah tersusun dan yang dilandasi nilai-nilai budaya bangsa yang merupakan pedoman bagi pengembangan Tannas Indonesia. Landasan Operasional : Dokumen Rencana Pembangunan (RPJMN/RPJMD). Landasan Ketahanan Nasional : a. b. martabat. bertujuan menumbuhkan hakikat. sifat. ibarat dua sisi dari satu mata uang. c. Landasan Visional : Wawasan Nusantara. Pendekatan kesejahteraan dan keamanan : Merupakan kebutuhan mendasar dan esensial. dan derajat bangsa agar memiliki kemampuan mengembangkan kehidupan nasionalnya.d. dan kondisi kehidupan nasional berdasarkan nilai-nilai kemandirian yang proporsional untuk meningkatkan kualitas. 3. b. baik sebagai individu maupun anggota masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 3. Landasan Konsepsional : Ketahanan Nasional. yang meliputi : a. serta merupakan nilai-nilai intrinsik yang mendasari pencapaian kondisi Tannas. dan bernegara berdasarakan matriks astagatra. berbangsa. dan selaras dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat. e. Asas Kesejahteraan dan Keamanan : Kesejahteraan dan keamanan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Landasan Ideal : Pancasila. serasi. Asas Komprehensif Integral (menyeluruh terpadu) : Dalam bentuk perwujudan kesatuan dan perpaduan yang seimbang. harkat. Asas Mawas ke Dalam dan Mawas ke Luar : (1) Ke dalam.

dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. diperlukan untuk mengantisipasi. Berwibawa : Dengan kewibawaan akan mewujudkan suatu daya tangkal yang efektif. Mengutamakan konsultasi dan kerjasama : Tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonistis. dan ber-negara. menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan strategis. dan tidak mengandalkan kekuasaan atau kekuatan fisik semata. d. Di dunia tidak ada kepastian. b. berlandaskan integritas dan kepribadian bangsa. d. 5. berbangsa. Asas Kekeluargaan : Mengandung nilai kearifan. terutama terhadap kenyataan adanya saling interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional. atau faktor yang mempengaruhi kekuatan/ketahanan nasional sua- . UNSUR-UNSUR KETAHANAN NASIONAL Unsur. kebersamaan. tetapi lebih pada konsultasi dan kerjasama serta saling menghargai. gotong-royong. elemen. D. memiliki daya saing tinggi. dengan mengandalkan pada kemampuan yang didasarkan pada kekuatan moral dan kepribadian bangsa. c.(2) Ke dalam. ulet dan tangguh. mampu menentukan sasaran serta kebijakan dan strategi pencapaiannya. Dinamis : Dapat meningkat atau menurun bergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan negara serta kondisi lingkungan strategis. Ciri Ketahanan Nasional : a. yang pasti adalah adanya perubahan. Mandiri : Berdasarakan kepercayaan akan kemampuan dan kekuatan sendiri yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah. tenggang rasa.

demografi. b. strategi nasional. militer. Faktor tetap (stable factors) : Geografi dan sumber daya alam. c. kemampuan industri. Menurut Cline. dan kualitas kepemimpinan. yaitu : a. perkembangan ekonomi. Para ahli mengemukakan pendapatnya mengenai unsur-unsur dimaksud. b. militer. unsur kekuatan nasional negara terbagi atas dua faktor. Menurut Palmer & Perkins. dsb. sumber daya. militer. Faktor berubah (dynamic factors) : Industri. Lain-lain : Ide. karakter/ moral bangsa. 4. Sosial : Struktur politik. penduduk. Mahan. Menurut Hans J. dan sifat pemerintahan. wujud bumi. Menurut James Lee Ray. Tangible factors : Penduduk. 3. dan kebijakan kepemimpinan. ideologi. 6. Alamiah : Geografi. dan keamanan nasional. Menurut Parakhas Chandra. unsur kekuatan nasional terdiri atas senergi antara potensi demografi dengan geografi. dan kepemimpinan. 5. Intangible factors : Karakter/moral nasional. dan penduduk. jumlah penduduk. unsur kekuatan nasional negara terbagi atas dua faktor. yaitu : a. budaya dan moral nasional. unsur kekuatan nasional negara terdiri atas tiga. Menurut Alfred T. luas wilayah. 2. unsur kekuatan nasional negara terdiri atas tanah. intelegensi.tu negara terdiri dari beberapa aspek. kualitas diplomasi. . sumber daya alam. teknologi. moral. kemampuan ekonomi. Morgenthou. 1. yaitu : a. b. diplomasi. watak nasional. dsb. unsur kekuatan nasional terdiri atas letak geografi.

keterampilan. Penjelasan : a. (2) Faktor yang berkaitan dengan sumber daya alam : Sumber daya hewani. Trigatra : (1) Faktor yang berkaitan dengan penduduk : Aspek kualitas. perataan. unhabitable). yang terdiri dari Trigatra dan Pancagatra. astronomis dan geologis. ekonomi. . kemampuan mengeksplorasi sumber daya alam. politik. terdiri dari : Ideologi. non demokrasi). b. Model Indonesia. parlementer). serta daya dukung wilayah negara (habitable. Pemikiran ini dikembangkan oleh Lemhanas yang dikenal dengan Astagatra. luas wilayah negara. sumber daya alam. (3) Faktor yang berkaitan dengan wilayah : Bentuk wilayah negara (daratan. serikat). serta kontrol atas sumber daya alam. Pancagatra : (1) Faktor yang berkaitan dengan ideologi : Sebagai tujuan atau cita-cita bangsa. mencakup tingkat pendidikan. dan wilayah. republik). dan pertahanan keamanan. Trigatra. adalah aspek sosial (intangible). serta susunan negara yang dibentuk (kesatuan. bentuk pemerintahan yang dipilih (kerajaan. mencakup jumlah penduduk. adalah aspek alamiah (tangible). kepulauan). sosial-budaya. etos kerja. (2) Faktor yang berkaitan dengan politik : Sistem politik yang dipakai (demokrasi. nabati. dan kepribadian. Untuk Indonesia dipilih sistem ekonomi Pancasila yang bercorak kekeluargaan dan kerakyatan. pantai. dan tambang. a. (3) Faktor yang berkaitan dengan ekonomi : Sistem ekonomi liberal atau sosialis. b.7. unsur-unsur kekuatan nasional diistilahkan dengan gatra dalam ketahanan nasional. Pancagatra. terdiri dari : Penduduk. dan perimbangan penduduk di tiap wilayah negara. pemanfaatan sumber daya alam dengan memperhitungkan masa depan dan lingkungan hidup. posisi geografis. sistem pemerintahan yang dijalankan (presidensial. pertumbuhan. Aspek kuantitas. persebaran. dan sebagai sarana pemersatu.

dan kebijakan berbedabeda tetapi tetap satu (bhinneka tunggal ika). 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. dan rakyat sebagai kekuatan pendukung. Lihat : UU No. (5) Faktor yang berkaitan dengan pertahanan keamanan : TNI dan POLRI sebagai kakuatan utama.(4) Faktor yang berkaitan dengan sosial-budaya : Melalui dua strategi. Sistem yang dikembangkan adalah sistem pertahanan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata). BAB X . yaitu kebijakan asimilasi (assimilation policy).

pembagian. prinsip. dan medannya. serta kebijakan negara tentang pembinaan (perencanaan. politik menyangkut proses penentuan tujuan negara dan cara melaksanakannya. jalan.POLITIK STRATEGI NASIONAL A.” dengan akar kata : Polis Teia : kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri : urusan. arah. cara. PENGERTIAN 1. Pelaksanaan tujuan tersebut memerlukan kebijakan- kebijakan (public policies) yang menyangkut pengaturan (regulation). pengambilan keputusan. Politik (politics) dalam bahasa Indonesia berarti kepentingan umum warga negara suatu bangsa. . dan arah dimaksud sebaik-baiknya. (distribution) atau alokasi (allocation) sumber-sumber yang ada. jalan. pemeliharaan. keadaan. Politik merupakan suatu rangkaian asas. dan pengendalian) serta penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. kebijakan. Kekuasaan dan wewenang ini memainkan peran yang sangat penting dalam pembinaan kerjasama dan penyelesaian konflik yang mungkin timbul dalam proses pencapaian tujuan. jalan. dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang dikehendaki. pengaturan. kekuasaan. Secara umum. maupun alokasi sumber-sumber yang ada dimaksud memerlukan kekuasaan (power) dan wewenang (authority). negara. Penentuan. kata “politik” berasal dari bahasa Yunani ”politeia. Karena itulah politik akan membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan negara. Sementara policy (kebijakan) memberikan pertimbangan cara pelaksanaan asas. Politik : Secara etimologis. dan distribusi atau alokasi sumber daya. Politik memberikan cara. haluan. Politik nasional adalah asas. usaha. pembagian. pengembangan.

Keputusan yang diambil adalah menyangkut sektor publik suatu negara. Nilai adalah sesuatu yang diinginkan dan penting. Sementara itu C. Politik membicarakan bagaimana pembagian dan pengalokasian nilai-nilai tersebut secara mengikat. . Negara : Organisasi bangsa yang mempunyai kekuasaan tertinggi dan ditaati oleh rakyatnya. c. e. Yang perlu diperhatikan adalah siapa pengambil keputusan dan untuk siapa dibuat. Strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. Karl von Clausewitz (1780-1841) berpendapat bahwa strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan perang. Kebijakan umum : Suatu kumpulan keputusan yang diambil oleh seseorang atau kelompok orang dalam memilih tujuan dan cara mencapai tujuan itu. dan harus dibagi secara adil. Yang dimaksud paling baik adalah yang banyak untungnya dan sedikit resiko ruginya.Berikut penjelasannya : a. sehingga karenanya perlu ada rencana/perencanaan yang mengikat yang dirumuskan dalam kebijakankebijakan oleh pihak yang berwenang. Pengambilan keputusan : Pemilihan satu dari beberapa kemungkinan (alternatif) yang dipandang paling baik. Strategi : Strategi berasal dari bahasa Yunani ”strategia” yang berarti ”the art of the general. Pengambilan keputusan adalah aspek utama politik. Distribusi : Pembagian dan pengalokasian nilai-nilai (values) dalam masyarakat.” (seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan). Sedangkan perang itu sendiri adalah kelanjutan dari politik. 2.S. Kekuasaan : Kemampuan seseorang atau sekelompok orang untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok orang lain sesuai dengan keinginannya. Dasar pemikirannya adalah bahwa setiap warga masyarakat memiliki beberapa tujuan bersama yang ingin dicapai.T. d. b.

kekayaan alam. tetapi ada kekuatan ”bhinneka tunggal ika” dan ”Pancasila” sebagai pemersatu. Ketahanan Nasional. d. yaitu organisasi politik (orpol) dalam bentuk partai politik (parpol). Hankam : Kekuatan-kekuatan bersenjata yang lahir dari kandungan rakyat (TNI-POLRI). 2. IMPLEMENTASI POLITIK STRATEGI NASIONAL Penyusunan politik strategi nasional (poltranas) didasarkan pada sistem kenegaraan berdasarkan UUD 1945. c. serta kesanggupan untuk menolong bangsa-bangsa yang masih terjajah. Sosial-budaya : Bangsa Indonesia terdiri dari banyak suku. mempersulit persatuan dan kesatuan. media . dan rakyat sendiri sebagai kekuatan pendukungnya.Kansil mendefinisikan strategi nasional sebagai ”seni dan ilmu mengembangkan/menggunakan kekuatan nasional (ipoleksosbudhankam) baik dalam masa damai maupun masa perang untuk mendukung pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. c. keyakinann atas kemampuan sendiri. bahasa. Ekonomi : Kesuburan. Ideologi dan Politik : Persatuan dan kesatuan nasional yang menggambarkan kepribadian bangsa. b. Dasar : a. DASAR PEMIKIRAN POLITIK STRATEGI NASIONAL 1. b. agama.” B. dan tenaga kerja yang terdapat di Indonesia merupakan potensi ekonomi yang besar sekali. Wawasan Nusantara. C. adatistiadat. Geopolitik Indonesia yang dijiwai Pancasila dan UUD 1945. Lembaga-lembaga negara/pemerintah termasuk aparatnya (birokrasi) disebut ”supra struktur politik” sedangkan lembaga-lembaga yang ada dalam masyarakat yang mencakup pranata politik. dll. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Politik Strategi Nasional : Faktor-faktor yang mempengaruhi politik strategi nasional (poltranas) adalah : a. organisasi kemasyarakatan (ormas).

Lihatlah bagan struktur ketatanegaraan RI di bawah ini. setelah UUD 1945 mengalami empat kali perubahan (amandemen). sekarang ini. yaitu lembaga tertinggi negara sebagai penjelmaan kedaulatan rakyat yang harus dilaksanakan oleh Presiden Mandataris MPR. KEHAKIMAN MK MA KY . kelompok kepentingan (interest group). Bagan Struktur Ketatanegaraan RI Sebelum Perubahan UUD 1945 UUD 1945 MPR BPK DPR PRESIDEN DPA MA Bagan Struktur Ketatanegaraan RI Sesudah Perubahan UUD 1945 UUD 1945 MPR BPK DPR DPD PRESIDEN WAPRES K. Karena itu pada hakikatnya politik dan strategi nasional adalah kebijakan dalam rangka pelaksanaan pembangunan nasional untuk mencapai tujuan nasional. mekanismenya telah berubah. Berbeda halnya pada masa Orba yang menuangkan kebijakan nasional pembangunan melalui Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang ditetapkan oleh MPR. dan kelompok penekan (pressure group) disebut ”infra struktur politik.massa.” Supra dan infra struktur politik ini mestinya memiliki kekuataan seimbang dan dapat bekerjasama secara sinergis untuk membangun.

1 tahun. Adapun yang menjadi rujukan RPJMN adalah : 1. Renbangnas mencakup penyelenggaraan perencanaan makro semua fungi pemerintahan yang meliputi semua bidang kehidupan secara terpadu dalam wilayah NKRI. tetapi lembaga negara sama halnya dengan Presiden. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. misi. dan program-program yang akan dilaksanakan jika terpilih menjadi Presiden/ Wakil Presiden. Jadi. dan menetapkan GBHN. 2. 3. MA. b. 20 tahun). 5 tahun). yaitu APBN). Renbang dimaksud menghasilkan : a. 3. c. Pasal 4 Ayat (1) UUD 1945. Presiden/Wakil Presiden dipilih langsung oleh rakyat melalui Pemilihan Presiden (Pilpres). Rencana Pembangunan Jangka Menegah Nasional (RPJMN. dan KY. . DPD.Lagislatif Eksekutif Yudikatif Dengan demikian. MPR sekarang tidak lagi sebagai lembaga tertinggi negara. MK. Tugas MPR tidak lagi memilih/mengangkat Presiden/Wakil Presiden. DPR. RUANG LINGKUP PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL Ruang lingkup perencanaan pembangunan nasional (Renbangnas) adalah : 1. UU No. 2. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN. Renbangnas terdiri atas renbang yang disusun secara terpadu oleh kementerian/ lembaga dan renbang yang disusun oleh pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. Sementara itu itu program-program pembangunan tidak lagi ditetapkan dalam GBHN tetapi oleh Presiden dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). BPK. Presiden bukan lagi Mandataris MPR. UU No. Rencana Pembangunan Tahunan/Rencana Kerja Pemerintah (RKP. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. RPJMN disusun sebagai pelaksanaan janji pada saat pencalonan dan kampanye penyampaian visi. D.

Renstra KL (Rencana Strategis Kementerian/Lembaga) memuat visi. Undang-Undang Dasar 1945. dan kegiatan pembangunan. kewilayahan dan lintas kewilayahan. 8. 3. baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah dan pemerintah daerah. dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsi kementerian/lembaga yang disusun dengan berpedoman pada RPJMN dan bersifat indikatif. RPJPN merupakan penjabaran dari tujuan dibentuknya pemerintahan negara RI yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 dalam bentuk visi. Undang-Undang No. serta program kementerian/ lembaga. Jadi. maka dasar pelaksanaan pembangunan dalam rangka mewujudkan tujuan nasional sekarang adalah : 1. program. misi. serta kerangka ekonomi makro yang mencakup gambaran perekonomian secara menyeluruh termasuk arah kebijakan fiskal dalam rencana kerja yang berupa kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif. strategi. tujuan. 7. 2. setelah tidak ada lagi GBHN dan Rencana Pembangunan Lima Tahun (REPELITA) versi Orde Baru. program. serta memuat kebijakan. yang memuat strategi bangnas. program kementerian/lembaga dan lintas kementerian/lembaga.4. kebijakan. 5. . kewilayahan dalam bentuk kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif. misi. kebijakan umum. Undang-Undang No. maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. rancangan/kerangka ekonomi makro yang mencakup gambaran perekonomian secara menyeluruh termasuk arah kebijakan fiskal. 6. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. memuat prioritas pembangunan. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Renbangnas). Renja KL (Rencana Kerja Kementerian/Lembaga) disusun dengan berpedoman pada Renstra KL dan mengacu pada prioritas bangnas dan pagu indeikatif. misi. RKP merupakan penjabaran dari RPJMN. dan program Presiden yang penyusunannya berpedoman pada RPJPN. lintas kementerian/lembaga. dan arah bangnas. RPJMN merupakan penjabaran dari visi.

pendidikan dan kesehatan. Mewujudkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan. 5. kualitas pelayanan sosial. Peraturan Presiden tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengan Nasional (Untuk 2004-2009 dengan Perpres No. 7 Tahun 2005. 2. 3. serta perlindungan dan kesamaan di depan hukum. Penetapan Rencana. pertumbuhan penduduk. 4. damai. Adil : Semua rakyat mempunyai kesempatanyang sama dalam meningkatkan taraf hidupnya dan memperoleh lapangan pekerjaan. . VISI INDONESIA 2025 ”Indonesia yang maju. Penyusunan Rencana. dan 2009-2004 dengan Perpres No. 5 Tahun 2010). Mewujudkan daya saing bangsa. E. tingkat pendidikan. dan adil” yaitu : Maju : Secara ekonomi-sosial. yaitu hak setiap bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri dan menentukan apa yang terbaik bagi dirinya. F. termasuk hukum yang mantap. mengamankan dan mempertahankan negara. Evaluasi Pelaksanaan Rencana. 2. G. angka harapan hidup. derajat kesehatan. serta memiliki sistem dan kelembagaan politik. produktivitas yang lebih baik. Mandiri : Kemandirian adalah hakekat dari kemerdekaan. Pengendalian Pelaksanaan Rencana. Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). mandiri. Mewujudkan Indonesia aman. Mewujudkan Indonesia asri dan lestari. mendapatkan pelayanan sosial.4. TAHAPAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL Tahapan Renbangnas meliputi : 1. MISI INDONEIA 2025 1. 5. dan bersatu. 4. 3. Mewujudkan masyarakat demokratis berlandaskan hukum. mengemukakan pendapat dan melaksanakan hak politiknya.

7. dan berbudaya. Mewujudkan Indonesia berperan penting dalam pergaulan dunia internasional.6. . beretika. Mewujudkan masyarakat bermoral.

Ubaedillah. Batasan menurut PBB tersebut di atas hanya menjelaskan proses kewenangan yang diserahkan pusat kepada daerah.BAB XI OTONOMI DAERAH DALAM KERANGKA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA A. misalnya pen-delegasian kepada pejabat di bawahnya. secara sempit diartikan sebagai “mandiri” sedangkan dalam arti luas “berdaya. (A.” Jadi. maupun melalui pendelegasian kepada peme-rintah atau perwakilan di daerah. desen-tralisasi adalah transfer/pemindahan kewenangan untuk menyelenggarakan beberapa pelayanan kepada masyarakat dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk secara mandiri atau berdaya membuat keputusan mengenai kepentingan daerahnya sendiri. Hulme (dalam Srijanti. instrumen politik dan Dalam hal ini otda adalah suatu yang digunakan untuk administrasi/manajemen mengoptimalkan sumber daya lokal. tetapi belum menjelaskan isi dan keluasan kewenangan serta konsekuensi penyerahan kewenangan itu bagi badan-badan otonomi daerah. Sementara itu menurut M. 2009:177). terutama dalam menghadapi tantangan . otda dapat diartikan pelimpahan kewenangan dan tanggung jawab dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. sedangkan otonomi menyangkut hak yang mengikuti pembagian kewenangan tersebut. desentralisasi terkait dengan masalah pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat yang berada di ibukota negara baik melalui cara dekonsentrasi. PENGERTIAN Istilah otonomi daerah atau desentralisasi pada hakikatnya adalah pembagian kewenangan kepada organ-organ penyelenggara negara. 2010:138). Menurut Perserikatan Bangsa-Bang-sa (PBB). Dengan demikian desentralisasi atau otonomi daerah. Turner dan D. sehingga dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemajuan masyarakat di daerah.

LATAR BELAKANG OTONOMI DAERAH 1. menumbuhkan kreativitas. dll. Pembagian kekayaan tidak merata dan tidak adil. b. meningkatkan peranserta masyarakat. B. Dalam hal ini pemerintah pusat berfungsi : . Alasan : a. Adapun desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada daerah otonomi untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Daerah-daerah yang memiliki sumber-sumber kekayaan alam yang melimpah (seperti Aceh. Sulawesi.) tidak menerima perolehan dana yang patut dari pemerintah pusat. Riau. Argumentasi yang Kuat Secara Teoritis dan Empiris : a. sementara itu pembangunan di beberapa daerah cenderung dijadi-kan obyek “perahan” pemerintah pusat. kare-na dengan banyaknya urusan tidak mungkin seluruhnya dilaksanakan oleh pusat. mendorong pemberdayaan masyarakat. wewenang. Sementara itu pengertian otonomi daerah menurut Undang-Undang No. dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyara-kat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.global. adalah hak. Kesenjangan sosial antara satu daerah dengan daerah lainnya yang sangat men-colok. 2. Kehidupan berbangsa dan bernegara selama ini sangat terpusat di Jakarta (Jakar-ta sentris) karena 60% perputaran uang berada di Jakarta dan hanya 40% saja di luar Jakarta. serta mengembangkan demokrasi. c. Papua. Kalimantan. Untuk terciptanya efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

kesejahtteraan masyarakat. Ekstraktif : Memobilisasi sumber daya keuangan dalam rangka membiayai aktivitas penyelenggaraan negara. ekonomi. integrasi sosial. . b. Dalam konteks Indonesia. baik dalam rangka memilih atau kemungkinan untuk dipilih dalam suatu jabatan politik. Sebagai sarana pendidikan politik. Dalam hal ini stabilitas politik nasional berawal dari stabilitas politik pada tingkat lokal. pertahanan. keamanan dalam negeri..Regulatif : Menyangkut penyediaan barang dan jasa ataupun yang berhubungan dengan kompetensi dalam rangka penyediaan tersebut. Pemerintah daerah akan menyediakan kesempatan bagi warga masyarakat untuk berpartisipasi dalam politik. setelah melalui karier politik mereka di daerah. Keberadaan institusi lokal (eksekutuf dan legislatif lokal) merupakan wahana yang tepat bagi penggodokan calon-calon pemimpin nasional. c. pernah terjadi pergolakan daerah seperti PRRI dan PERMESTA tahun 1957-1958 karena daerah melihat kekuasaan Jakarta sangat dominan. keuangan. dll. politik. Kemungkinan mereka pun akan berkiprah di tingkat nasional. Di daerahlah tempat kebebas-an dan tempat orang diajari bagaimana kebebasan digunakan dan bagaimana menik-mati kebebasan itu. Pemerintah daerah merupakan kancah pelatihan dan pengembangan demokrasi dalam sebuah negara. menjaga keutuhan negara dan bangsa. d. .Distributif : Mengelola berbagai dimensi kehidupan seperti bidang sosial.Universal : Memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. Pemerintahan daerah sebagai persiapan untuk karier politik lanjutan. Sementara di negara-negara ASEAN pun terja-di pula di Filipina dan Thailand di mana minoritas muslin (Mindanao dan Pattani) berjuang untuk melepaskan diri dari ketidakadilan ekonomi yang dilakukan peme-rintahan pusat di Manila atau Bangkok. Stabilitas politik. serta mempertahankan kemungkinan serangan dari negara lain. . mempertahankan kedaulatan.

D. Akuntabilitas publik. Dari segi ekonomi : Agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi di daerah masing-masing. serta melatih diri dalam menggunakan hak-hak demokrasi. Otonomi daerah pada dasarnya adalah transfer prinsipprinsi demokrasi dalam pengelolaan pemerintahan maupun budaya politik. keadilan. untuk menarik rakyat ikutserta dalam peme-rintahan. 4. f. . Dari segi sosial-budaya : Agar perhatian lebih fokus kepada daerah. Penyelenggaraan otda dilaksanakan dengan memperhatikan aspek demokrasi. 3. serta potensi dan keanekaragaman daerah. 2. baik dalam penentuan pimpinan daerah (Pemilukada) maupun pelaksanaan program di daerah. TUJUAN OTONOMI DAERAH Tujuan otonomi daerah dapat dilihat dari beberapa segi : 1. C. pemerrataan. Melalui desentralisasi pemerintahan akan tercipta kesetaraan politik antara pusat dan daerah. Ubaedillah (2010:143). prinsip-prinsip pemberian otda yang dijadikan pe-doman dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah adalah : 1. PRINSIP-PRINSIP PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH Menurut A. Melalui prinsip demokrasi penyelenggaraan pemerintahan di dearh akan lebih akuntabel dan profesional karena dapat melibatkan peranserta masyarakat luas. Dari segi politik : Untuk mencegah penumpukan kekuasaan di pusat. untuk mem-bangun masyarakat yang demokratis. Kesetaraan politik.e. Dari segi pemerintahan : Untuk mencapai pemerintahan yang efisien.

PERKEMBANGAN UNDANG-UNDANG OTONOMI DAERAH Pengaturan pelaksanaan otda di Indonesia telah mengalami beberapa kali UndangUndang Otda/Desentralisasi. tetapi juga dari pemerintah dan daerah kepada desa yang disertai dengan pembiayaan. 6. E. dan semacamnya berlaku ketentuan peraturan daerah otonom. Pelaksanaan asas dekonsentrasi diletakkan pada daerah provinsi dalam kedudukan-nya sebagai wilayah administratif untuk melaksanakan kewenangan pemerintahan tertentu yang dilimpahkan kepada Gubernur sebagai wakil pemerintah. kawasan pariwisata. kawasan pertambangan.2. Pelaksanaan otda harus lebih meningkatkan kemandirian daerah otonom. Pelaksanaan otda uang luas dan utuh diletakkan pada daerah kabupaten dan kota. Demikian pula di kawasan-kawasan khusus yang dibina oleh pemerintah atau pihak lain seperti badan otorita. yaitu : . kawasan perkotaan baru. maupun fungsi anggaran atas penyelenggaraan pemerintahan daerah. 4. tidak hanya dari pemerintah kepada daerah. Pelaksanaan otda didasarkan pada otonomi luas. serta sumber daya manusia dengan kewajiban melaporkan pelaksanaan dan pertanggungjawabannya kepada yang menugaskan. 3. sedangka pada daerah provinsi merupakan otonomi yang terbatas. fungsi pengawasan. kawasan in-dustri. 8. dan bertanggung jawab. baik fungsi legislasi. kawasan perkebunan. kawasan perumahan. sarana dan prasarana. Pelaksanaan otda harus lebih meningkatkan peranan dan fungsi badan legislatif daerah. Pelaksanaan otda harus sesuai dengan konstitusi negara sehingga tetap terjamin hubungan yang serasi antara pusat dan daereah serta antar daerah. 7. nyata. kawasan pelabuhan. kawasan kehutanan. dan karenanya dalam daerah kabupaten dan koyta tidak ada lagi wilayah administratif. 5. Pelaksanaan asas tugas pembantuan dimungkinkan.

dan desa/kota kecil. 2. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah. . Pemerintah pusat memberikan hak istimewa kepada beberapa daerah di Jawa. 4. peradil-an (yustisi). b. Dalam UU ini ditetapkan daerah otonom meliputi Keresidenan. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1965 tentang Pemerintah Daerah yang menganut otonomi yang seluas-luasnya. luar negeri. dan Palembang untuk menghormati daerah tersebut guna melakukan pengaturan sendiri daerahnya mengenai hak dan asal-usul daerah. yaitu daerah otonom biasa dan daerah otonom istimewa. pertahanan. kabupaten/kota besar. 5. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1945 tentang Pemerintahan Daerah. Daerah : Urusan selain tersebut di atas. Akan tetapi PP pelaksanaannya tidak ada sehingga tidak dilaksanakan dan usianya hanya tiga tahun. yaitu provinsi. Urusan Pusat : Keuangan (moneter dan fiskal). Dalam UU ini disebutkan ada daerah tingkat I Proivinsi dan daerah tingkat II Kabupaten/Kotamadya. Dalam UU ini jelas diatur tentang pembagian urusan pemerintahan.1. Juga ditetapkan tingkatan daerah otonom. dan agama. dan Kota. Kabupaten. 6. Dalam UU ini ada dua jenis daerah otonom. disertai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. 3. Minangkabau. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1948 tentang Susunan Pemerintah Daerah yang Demokratis. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1957 tentang Pemerintahan Daerah yang berlaku menyeluruh dan bersifat seragam. Bali. keamanan. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di Dae-rah. 7. yaitu : a.

E.Diterbitkan juga Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. dan manajemen kepada unit otonomi pemerintah daerah. Devolusi. terdapat empat model desentralisasi. yaitu transfer kewenangan untuk pengambilan keputusan. yang secara tidak langsung berada di bawah pengawasan pemerintah pusat. yaitu : 1. Kemudian untuk me-nyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berkembang. Kiranya perlu pula dijelaskan pengertian tentang desentralisasi. MODEL DESENTRALISASI Menurut Rondinelli (dalam Srijanti. yaitu pelimpahan pengambilan keputusan dan kewenangan manajerial untuk melakukan tugas-tugas khusus kepada suatu organisasi. dan swadaya masyarakat. yaitu pelimpahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada Gubernur sebagai wakil pemerintah. 3. dan tugas pembantuan berdasarkan Undang-Undang No. maka Pemerintah mener-bitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerin-tahan Daerah. Delegasi. 4. dekonsentrasi. Privatisasi. keuangan. yaitu tindakan pemberian kewenangan dari pemerintah kepada badan-badan sukarela. yang kemudian dikukuhkan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah Menjadi Undang-Undang. swasta. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. 2010:182). Dekonsentralisasi. dan atau kepada instansi vertikal di wilayah tertentu. yaitu : . 2.

Dekonsentrasi. untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu. yaitu sebagai kepada daerah provinsi. c. adalah penugasan dari pemerintah kepada daerah dan/atau desa. Desentralisasi. d. serta dari pemerin-tah kabupaten/kota kepada desa. b. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN Berdasarkan UU No. Yang pertama berdasarkan asas desentralisasi. Agama. Tugas pembantuan. Pertahanan. 3. f. 2. Peradilan (Yustisi). Urusan Pemerintah Provinsi : . Politik Luar Negeri. 32 Tahun 2004. G. dan yang kedua berdasarkan asas dekonsentrasi. e. Keamanan. Keuangan (moneter dan fiskal nasional). dan sebagai wakil pemerintah di daerah. terdapat pembagian urusan pemerintahan sebagai berikut. dari pemerintah provinsi kepada kabupaten/kota dan/atau desa. 1. adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada daerah untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2. Dengan demikian Gubernur mempunyai dua kedudukan.1. Urusan Pemerintah Pusat : a. adalah pelimpahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepa-da Gubernur sebagai wakil pemerintah dan/atau kepada instansi vertikal di wilayah tertentu.

o. usaha kecil dan menengah. Pelayanan administrasi penanaman modal termasuk lintas kabupaten/kota. f. dan pengawasan tata ruang. Urusan w:ajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundangundangan. b. Penyediaan sarana dan prasarana umum. e.a. Pelayanan administrasi umum pemerintahan. b. Pelayanan bidang ketenagakerjaan lintas kabupaten/kota. q. termasuk lintas kabupaten/kota. pemanfaatan. Penyediaan sarana dan prasarana umum. 2. k. Penyelenggaraan pendidikan dan alokasi sumber daya manusia potensial. l. dan pengawasan tata ruang. Penanganan bidang kesehatan. c. d. Perencanaan dan pengendalian pembangunan. Urusan Pemerintah Kabupaten/Kota : a. pemanfaatan. n. Pengendalian lingkungan hidup. h. j. Fasilitas pengembangan koperasi. Pelayanan pertahanan termasuk lintas kabupaten/kota. d. Perencanaan dan pengendalian pembangunan. kabupaten/kota. Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. Penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya yang belum dapat dilaksanakan oleh p. g. Perencanaan. . m. c. Penanggulangan masalah sosial lintas kabupaten/kota. i. Perencanaan. Pelayanan kependudukan dan catatan sipil.

Penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya. Pelayanan administrasi penanaman modal. Penanganan bidang pendidikan.” Dengan kewenangan . Pelayanan administrasi umum pemerintahan. di antaranya sebagai berikut : 1. Pelayanan pertahanan. artinya. Fasilitas pengembangan koperasi. m. Pengendalian lingkungan hidup. i. f. Pelayanan kependudukan dan catatan sipil.e. Pelayanan bidang ketenagakerjaan. h. j. Otonomi dikaitkan semata-mata dengan uang. n. Hal ini muncul karena ada ungkapan bahwa otonomi identik dengan automoney. Akan tetapi dalam praktek atau implementasinya banyak menimbulkan kesalahpahaman yang muncul dari berbagai kelompok masyarakat. KESALAHPAHAMAN TERHADAP OTONOMI DAERAH Otda diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan kebijakan nasional yang dapat mencegah disintegrasi bangsa. Urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang- H. Otda merupakan sarana yang secara politis ditempuh dalam rangka memelihara keutuhan negara bangsa. walaupun diakui bahwa uang memang sesuatu yang sangat penting bahkan mutlak. Akan tetapi uang bukan satu-satunya alat dalam menggerakkan roda pemerintahan. undangan. g. Otda pun dilakukan dalam rangka memperkuat semangat kebangsaan serta persatuan dan kesatuan di antara segenap warga bangsa Indonesia. l. o. untuk berotonomi daerah harus mencukupi sendiri kebutuhannya terutama di bidang keuangan. usaha kecil dan menengah. Penanggulangan masalah sosial. Tentu saja hal itu keliru dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. yang sangat penting atau kata kuncinya adalah “kewenangan. k.

Dengan demikian sebenarnya tidak ada alasan belum siap dan belum mampu. dan yang utama serta sangat penting diperhatikan adalah kepentingan masyarakat. 4. tepat guna dan berorientasi kapa kepentingan rakyat. Daerah belum siap dan belum mampu. 2. ternyata pemberian tugas kepada pemerintah daerah belum diikuti dengan pelimpahan kewenangan dalam mencari uang dan subsidi dari pusat. karena dalam kenyataan sudah lama terlibat dalam penyelenggaraan administrasi pemerintahan. yaitu “tak ada mandat tanpa dukungan dana” (no mandate without funding).uang akan dapat dicari. Hal ini keliru sebab hakikat otda adalah pemberian kewenangan kepada daerah sehingga daerah kreatif dan inovatif dalam rangka memperkuat NKRI yang berlandaskan norma kepatutan dan kewajaran dalam sebuah tata kehidupan bernegara. . Dengan otda maka daerah dapat melakukan apa saja. baik berupa bimbingan teknis penyelenggaraan pemerintahan maupun keuangannya. 3. 22/1999 dan UU No. baik dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun Dana Alokasi Umum (DAU) serta bantuan dana lainnya. setiap pemberian kewenangan dari pemerintah pusat kepada daerah harus disertai dana yang cukup. Hal ini tidak tidaklah tepat sebab sebelum UU No. 32/2004 diterapkan. artinya bebas. dan hal ini tidak mengurangi makna otda dalam kerangka NKRI. Hal ini keliru sebab bersamaan dengan kebijakan otda pusat tetap harus memberi dukungan dan bantuan kepada daerah. Dalam hal ini daerah dapat menempuh kebijakan dalam segala hal sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku di NKRI. dan pemerintah daerah harus mampu menggunakannya dengan bijaksana. misalnya tatkala terjadi bencana alam yang sangat menggang-gu roda perekonomian daerah. Dengan otda pemerintah pusat akan melepaskan tanggung jawab untuk membantu dan membina daerah. Maksudnya. Hal ini sesuai dengan falsafah yang umum dikenal di berbagai negara.

Presiden. . dunia usaha. dll. DPD. MA. lembaga-lembaga pemerintahan (yang berada di bawah Pre-siden) termasuk aparat penegak hukum seperti Kepolisian dan Kejaksaan. Pendapat ini memang ada benarnya jika para penyelenggara pemerintahan dae-rah. KY. DPR. KPK. pilar-pilar penegakan demokrasi dan masyarakat madani (civil society) seperti partai politik. MK. termasuk juga LSM dan masyarakat dapat memainkan perannya dalam “mengawasi” jalannya pemerintah daerah secara optimal. BPK. Akan tetapi untuk menghindari praktek negatif tersebut di atas. serta lembaga-lembaga negara seperti MPR. serta lembaga-lembada ekstra struktural seperti Komisi Ombudsman. media massa. Otda akan menciptakan raja-raja kecil di daerah dan memindahkan korupsi ke dae-rah. dan masyarakat menampatkan diri dalam kerangka politik masa lalu.5. yaitu Orde Baru yang sarat KKN dan segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan lainnya.

karena ia juga mengacu pada pembentukan masyarakat berkualitas dan ber-tamaddun (civility). menghindarkan diri dari konflik dan permusuhan yang menyebabkan perpecah-an. masyarakat madani lebih dari sekedar gerakan pro-demokrasi. PENGERTIAN Istilah masyarakat madani (civil society) awalnya dimunculkan oleh Anwar Ibrahim. yang mengandung makna toleransi. dan hidup dalam suatu persaudaraan. ciri masyarakat madani adalah masyarakat yang meme-gang teguh ideologi yang benar. kesamaan. ekonomi. hubungan timbal balik (reprocity). serta secara politik. yaitu kemajemukan budaya (multicultural). dan demokrasi. kesediaan pribadi-pribadi untuk menerima pelbagai macam pandangan politik dan tingkah laku sosial. budaya bersifat mandiri. berakhlak mulia. dan memiliki pemerintahan sipil. Masyarakat madani mem-punyai ciri-ciri yang khas. Ubaedillah. jaringan produktif. 2010:177) mendefisikan masyarakat madani sebagai proses penciptaan peradaban yang mengacu kepada nilai-nilai kebijakan bersama. dan solidaritas kemanusiaan yang bersifat nonnegara. Dengan demikian ma-syarakat madani merupakan “guiding idea” dalam melaksanakan ide-ide yang men-dasari kehidupan masyarakat. Adapun menurut Nurcholish Madjid. Menurut Azyumardi Azra (ibid). Dalam masyarakat madani warga negara bekerjasama membangun ikatan sosial. Dasar utamanya adalah persatuan dan integrasi sosial yang didasarkan pada suatu pedoman hidup. makna masyarakat madani berasal dari kata civility. Menurut beliau masyarakat madani merupa-kan sistem sosial yang subur berdasarkan prinsip moral yang menjamin keseimbangan antara kebebasan individu dengan kestabilan masyarakat. mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia. yaitu prinsip moral.BAB XII MASYARAKAT MADANI A. musyawarah. Dawam Rahardjo (dalam A. . keadilan. Sementara menurut Hidayat Nurwahid. serta sikap saling memahami dan menghargai.

Keada-an ini menyulitkan masyarakat dalam mengemukakan pendapat. Ryaas Rasyid). Burgerlishe Gesellschaft (F. Dalam hal ini warga negara tidak memiliki kebebasan untuk menjalankan aktivitas kesehariannya. Civil Society. c. Hikam). tidak diterjemahkan (A. Masyarakat diasumsikan sebagai orang yang tidak memiliki kemampuan yang baik (=bodoh) dibandingkan dengan penguasa/pemerintah. d. B. . f.Selain istilah masyarakat madani. Dalam hal ini tidak ada keseimbangan pembagian yang proporsional terhadap hak dan kewajiban setiap warga negara dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Civil Society (Adam Ferguson).S. b. Comonitas Civilis. b. Comonitas Politica. 2. 3. maupun kritik kepada penguasa. Masyarakat Madani (Anwar Ibrahim. d. untuk maksud yang sama dikenal pula dengan istilah-istilah lain yang oleh Dawam Rahardjo dirumuskan beberapa macam : 1. Masyarakat Kewargaan (Frans Magnis Suseno dan M. Civitas Etat. Indonesia : a. Adanya usaha membatasi ruang gerak masyarakat dalam kehidupan politik. Societe Civile (Tocquiville). Azyumardi Azra). Hegerl). c. saran. e. Asing : a. Dawam Rahardjo. Nurcholish Madjid. 2. e. LATAR BELAKANG Masyarakat madani timbul karena faktor-faktor : 1. Koinonia Politike (Aristoteles). Adanya penguasa politik yang cenderung mendominasi (menguasai) masyarakat dalam segala bidang sehingga masyarakat harus patuh dan taat kepada penguasa. Societas Civilis (Cicero). Masyarakat Warga (Soetandyo Wignjosubroto). Masyarakat Sipil (Mansour Fakih).

sehingga harus dipahami tidak hanya sebatas mengakui dan menerima kenyataan sosial yang beragam. pluralitas (kemajemukan) telah menjadi suatu keniscayaan yang tidak dapat dielakkan. tetapi juga harus disertai sikap yang tulus menerima perbedaan sebagai suatu yang alamiah dan rahmat Tuhan yang bermnilai positif bagi kehidupan masyarakat. D. Tegaknya prinsip demokrasi. 5. sehingga mau tidak mau telah menjadi kaidah yang abadi. politik. artinya. 3. Demokrasi bukan sekedar kebebasan dan persaingan. yaitu sikap saling menghargai atas perbedaan pendapat dan pendirian orang lain. Keadilan sosial. 2. dan kesempatan. toleransi menyangkut persoalan ajaran dan kewajiban melaksanakan ajaran itu. 4. Menurut Nurcholis Madjid. KELEMBAGAAN PENEGAK MASYARAKAT MADANI . Pluralisme merupakan prasyarat masyarakat madani. Wilayah publik yang bebas (free public sphere). Tingginya sikap toleransi. pengetahuan. yaitu adanya keseimbangan dan pembagian yang proporsional atas hak dan kewajiban setiap warga negara dalam segala aspek kehidupan : ekonomi. Keadilan sosial adalah hi-langnya monopoli dan pemusatan salah satu aspek kehidupan yang dilakukan oleh kelompok atau golongan tertentu. tetapi sudah harus menjadi bagian penting dari pelaksanaan ajaran moral agama. Diakui adanya pluralisme. KARAKTERISTIK MASYARAKAT MADANI 1. Toleransi bukan sekedar tuntutan sosial masyarakat majemuk belaka.C. sosial-budaya. yaitu ruang publik yang bebas sebagai sarana untuk mengemukakan pendapat warga masyarakat. tetapi adalah juga suatu pilihan untuk bersama-sama membangun dan memper-juangkan perikehidupan warga masyarakat yang sejahtera. Di wilayah ini semua warga negara memiliki posisi dan hak serta kewajiban yang sama untuk melakukan transaksi sosial politik tanpa rasa takut dan terancam oleh kekuatan-kekuatan di luar civil society.

dan dikendalikan dari. 3. yaitu bebas dari pengaruh dan intervensi lembaga lain. yaitu bahwa pengelolaan dan pengendalian dilakukan secara terbuka. dan ditujukan bagi kesejahteraan masya-rakat. yaitu bahwa pengelolaan dan pengendalian lembaga dilakukan secara swadaya oleh sumber daya manusia yang ada di lembaga sendiri. yaitu bahwa lembaga yang dibentuk. . Independen. kesadaran. Artinya. Transparan. 6. seperti : a. Organisasi Sosial. 4. baik negara/ pemerintah maupun nonpemerintah. Disiplin.Kelembagaan (institusi) masyarakat madani adalah lembaga-lembaga yang dibentuk atas dasar motivasi dan kesadaran penuh dari diri individu. Landasan pembentukan lembaga ini adalah idealisme perubahan (restorasi) ke arah kehidupan yang bebas (independen) dan man-diri. 7. yaitu bahwa lembaga dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya taat dan setia terhadap perundang-undangan yang berlaku. dan bangsa yang tidak berdaya dari penguasaan negara/pemerintah. dan masyarakat tanpa ada instruksi. baik yang bersifat resmi dari pemerintah maupun dari individu. dikelola. masyarakat. kelompok. dan kedewasaan berpikir. disiplin. dan untuk masyarakat sendiri. dan masyarakat tertentu. Demokratis. lembaga-lembaga dimaksud merupakan manifestasi dari permberdayaan masyarakat yang memiliki pengetahuan. yaitu memiliki kekuatan dan kemampuan untuk melaksanakan tugas po-kok dan fungsinya tanpa keterlibatan lembaga lain di luar lembaganya. Mandiri. 5. ikhlas. oleh. yang bertujuan memberi perlindungan bagi diri. yaitu bahwa pengelolaan dan pengendalian serta pelaksanaan lembaga dise-lenggarakan dengan kejujuran. Lembaga Sosial. Bentuk kelembagaan masyarakat madani ini dapat diklasifikasikan dalam tiga macam : 1. 2. kelompok. Idealis. kelompok. Karakteristik lembaga masyarakat madani hendaknya : 1. Swaorganisasi.

dll. PII. Organisasi Kepemudaan. Persis. Keagamaan Islam. Lembaga yang berbentuk Paguyuban : Dibentuk dan dikembangkan oleh masyarakat untuk melakukan pengelolaan dan pe-ngendalian program-program bagi peningkatan kekerabatan/kekeluargaan. g. BEM. PERSADI. diwakili oleh beragam kiprah organisasi sosial keagamaan dan pergerakan nasional dalam perjuangan merebut kemerdekaan dari kekuasaan penjajahan. demikian juga organisasi-organisasi lainnya seperti Budi Utomo. dll. PWI. ISEI. seperti MKGR. PMII. HMI. Ikatan Keluarga Palembang. Persatuan Islam. Sifat kemandirian dan kesukarelaan para . Kelembagaan Hindu. 2. Al-Irsyad. e. Rukun Wargi Cikundul. Perhimpunan Indonesa (di Belanda). seperti OSIS. Lembaga Keagamaan. c. Keagamaan Kristen. IDI. Jauh sebelum merdeka dan menjadi sebuah negara. E. dll. KAMMI. Lihat misalnya organisasi keagamaan seperti Syarikat Islam (SI). seperti KWI. Ru-kum Wargi Cianjur. seperti : a. seperti KNPI. d. f. Indische Partij. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Kelembagaan Katholik. Kelembagaan Budha. MEMBANGUN MASYARAKAT MADANI INDONESIA Indonesia sebagai masyarakat madani adalah sebuah kenyataan. dll. Nahdlatul Ulama (NU). Organisasi Pelajar/Kemahasiswaan. Organisasi Profesi. Misalnya Paguyuban Pasundan. seperti NU. dll. sebenarnya masyarakat sipil telah ada dan berkembang. Jepang). Organisasi/Partai politik (Parpol). biasa-nya berdasarkan kedaerahan atau kesukuan. Muhammadyah. Mereka berjuang menegakkan HAM dan perlawanan terhadap kekuasaan kolonial (Belanda. seperti Walubi. termasuk MUI. Organisasi kemasyarakatan. d. seperti PGI. seperti PGRI. Muhammadyah. 3. dll. seperti Parisadha Hindu Dharma. b. Kosgoro. e. c. LBH. HTI.b.

2. lebih-lebih dengan kondisi Indonesia yang dilanda euforia demokrasi. Sekarang ini tatkala hidup di zaman modern di mana interaksi tidak saja berlangsung secara domestik dan regional. Pengembangan masyarakat madani Indonesia tidak dapat dipisahkan dari lingkungan dan pengalaman sejarah bangsa Indonesia seperti tersebut di atas. kesetiakawanan sosial. 6. . dan dapat mendukung kegiatan pemerintahan dan pembangunan. 3. membutuhkan masyarakat yang mempunyai kemauan dan kemampuan hidup bersama dalam sikap saling meng-hargai. Terjadinya pergeseran budaya dari masyarakat yang berbudaya paternalistik ke bu-daya modern dan independen. kesantunan.pengurus dan anggotanya merupakan karakter khas dari sejarah masyarakat madani Indonesia. 5. Adanya keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME yang melandasi moral kehi-dupan. Perlu perbaikan di bidang ekonomi dalam rangka meningkatkan pendapatan masya-rakat. pandangan hidup. Kebudayaan. perasaan senasib dan sepenanggungan. adat-istiadat. toleransi. cita-cita dan hasrat bersama sebagai warga bangsa dan negara tidak mungkin lepas dari ling-kungan sejarahnya. yaitu : 1. Indonesia membutuhkan tumbuh dan berkembangnya masya-rakat madani. tetapi juga secara global (era global-isasi). Tumbuhnya intelektualitas dalam rangka membangun sumber daya manusia yang memiliki komitmen dan independen. Adanya partisipasi aktif dalam menciptakan tata pamong yang baik. Untuk membangun masyarakat madani di Indonesia. Berkembangnya pluralisme dalam kehidupan yang beragam. kepedulian. dan derasnya arus globalisasi. semangat otonomi daerah. kebiasaan. Pada masa reformasi ini. 4. menurut Srijanti (2009:207) terdapat enam faktor yang perlu mendapat perhatian. maka masyarakat madani perlu mendapat perhatian khusus.

.Sementara itu menurut A. Reformasi sistem politik demokrasi. yaitu : 1. terdapat tiga strategi yang ditawar-kan untuk mewujudkan masyarakat madani di Indonesia. Ubaedillah (2010:188). Pandangan ini menyatakan bahwa sistem demokrasi tidak mungkin berlangsung dalam kenyataan hidup sehari-hari dalam masyarakat yang belum memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara yang kuat. Untuk membangun demokrasi harus lebih diu-tamakan pembangunan lembaga-lembaga politik yang demokratis. 3. Integrasi nasional dan politik. 2. Hal ini mengingat demokrasi membutuhkan topangan kultural selain dukungan struk-tural. Paradigma membangun masyarakat madani dengan menekankan proses pendidikan dan penyadaran politik warga negara. khususnya di kalangan kelas menegah.

sedangkan society berperan posi-tif dalam interaksi sosial. 2. Hubungan antar sektor dimaksud dapat digambarkan di bawah ini. kolusi. yaitu : 1. Institusi dari governance meliputi tiga domein. dan politik. dan nepotisme. gover-nance (kepemerintahan) mempunyai tiga model. private sector (swasta atau dunia usaha). . berupa sistem implementasi kebijakan. 3. Political Governance. Economic Governance. meliputi proses pembuatan keputusan yang memfasilitasi kegiatan ekonomi di dalam negeri dan transaksi di antara penyelenggara ekonomi. serta kemiskinan. dan bebas dari korupsi. dan kualitas hidup. sosial dan politik. PENGERTIAN Menurut United Nations Development Program (UNDP) salah satu badan PBB. ekonomi. dan society (masyarakat) yang saling berinteraksi. yang dikaitkan dengan tuntutan akan pengelolaan pemerintahan yang pro-fesional. State berfungsi menciptakan lingkungan politik dan hukum yang mempunyai implikasi terhadap kesetaraan. yaitu state (negara atau pemerintah).BAB XIII TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK DAN BERSIH (GOOD AND CLEAN GOVERNANCE) A. akuntabel. NEGARA SWASTA MASYARAKAT Adapun Istilah good and clean governance merupakan wacana yang mengiringi gerak-an reformasi. Administrative Governance. termasuk mengajak kelompok masyara-kat untuk berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi. kondusif. mencakup proses pembuatan keputusan untuk perumusan kebijakan politik negara. privat sector menciptakan pekerjaan dan pendapatan.

sehingga menyatu dalam istilah good and clean governance. adalah sikap di mana kekua-saan dilakukan oleh masyarakat yang diatur dalam berbagai tingkatan pemerintahan negara yang berkaitan dengan sumber-sumber sosial-budaya. politik. berarti baik dan bersih dalam proses maupun hasil-hasilnya. jujur. dan mem-peroleh dukungan dari rakyat. b. dan masyarakat madani di Indonesia. Pengertian kepemerintahan yang baik (good governance). Pendapat para ahli : 1. demokratis. Dalam hal ini semua unsur dalam pemerintahan dapat bergerak secara sinergis. Penyelenggaraan pemerintahan yang bersih. Suatu gagasan dan nilai untuk mengatur pola hubungan antara pemerintah. Kooiman (1994) : Kepemerintahan yang baik merupakan serangkaian proses interaksi sosial politik antara pemerintah dengan masyarakat dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Pinto (1994) : . dan intervensi pemerintah atas kepentingankepentingan tersebut. efisien. Dadang Solihin : Kepemerintahan yang baik adalah konsepsi tentang : a. yang merupakan model kepe-merintahan yang efektif. maka kepemerintahan yang baik. Sejalan dengan prinsip di atas. HAM. 3. transparan. dan efektif. bersih. du-nia usaha/sawasta. dan berwibawa. tidak saling berbenturan. Dalam prakteknya mesti disertai bersih dan berwibawa. 2. dan ekonomi. dan bertanggung jawab. dan masyarakat.Pemerintahan yang bersih dari KKN merupakan bagian penting dari pembangunan demokrasi.

dan administratif untuk mengelola berbagai urusan negara pada setiap tingkatannya dan merupakan instrumen kebijakan negara untuk mendorong ter-ciptanya kondisi kesejahteraan integritas dan kohesitas sosial dalam masyarakat). politik. yaitu : . 4.Kepemerintahan yang baik adalah praktek penyelenggaraan kekuasaan dan kewe-nangan oleh pemerintah dalam mengelola urusan pemerintahan secara umum dan pembangunan ekonomi pada khususnya. dan dalam ekonomi di mana berjalan mekanisme pasar secara sehat. dengan mengacu pada UNDP. Kristiadi : Good governance dapat dicapai melalui pengaturan yang tepat antara fungsi pasar dengan fungsi organisasi. J. and administrative authority to a countriy’s affairs at all levels and means by which states promote social cohesion. 6. UNDP : Dalam dokumen kebijakannya yang berjudul “Governance for Sustainable Human Development” (1977) mendefinisikan kepemerintahan sebagai : “Governance is the exercise of economic.B. PRINSIP-PRINSIP “GOOD AND CLEAN GOVERNANCE” Untuk merealisasikan pemerintahan yang profesional dan akuntabel. Lembaga Administrasi Negara RI (LANRI) merumuskan sembilan aspek fundamental (asas/prinsip) yang harus diperhatikan. Bintoro Tjokroamidjojo : Good governance lebih dapat berjalan dalam suatu sistem politik yang demokratis. B. and ensure the well being of their population. tegaknya hukum untuk semua secara sama. yang dalam masyarakat yang berkesadaran hukum.” (Kepemerintahan adalah pelaksanaan kewenangan/kekuasaan dalam bi-dang ekonomi. 5. integration. termasuk organisasi publik sehingga dicapai transaksi-transaksi dengan biaya yang paling rendah. political.

c. h. Kesehatan. b. baik langsung maupun melalui lembaga perwakilan yang sah dan mewakili kepentingan mereka. 3. Penetapan kebijakan yang terkait dengan pencerahan kehidupan. g. 2. sehingga proses sebuah usaha efektif dan efisien. atau kedudukan. Supremasi hukum (supremacy of law). Dalam hal ini pemerintah harus memahami kebutuhan masyarakat dan proaktif. Moralitas para pejabat dan aparatur pelayanan publik. Pemberian penghargaan. Partisipasi (partisipation).1. karena tanpa ditopang oleh aturan hukum dan penegakannya secara konsekuen. yakni kebebasan berkumpul dan mengeluarkan pendapat secara konstruktif. Penetapan posisi. 4. Konsisten dan nondiskriminatif. e. yaitu bahwa pengelolaan pemerintahan yang profe-sional harus didukung oleh penegakan hukum yang berwibawa. d. bukan menunggu mereka menyampaikan keinginan. Kepastian hukum (legal certainty). Kebijakan strategis untuk pencerahan kehidupan masyarakat. . Untuk itu setiap unsur pemerintah harus memi-liki dua etika. Penegakan hukum (rule of law). yakni etika individual dan etika sosial. yang disusun berdasarkan aspirasi masyarakat luas dan mengakomodasi berbagai kebutuhan secara adil. b. yaitu keikutsertaan warga masyarakat dalam pengambil-an keputusan. e. d. Dalam hal ini perlu perlu deregulasi birokrasi. Hukum yang responsif. maka partisipasi masyarakat dapat berubah menjadi tindakan yang anarkis. Transparansi (transparency). Kekayaan pejabat publik. Keamanan dan ketertiban. Dalam hal mengelola negara terdapat delapan unsur yang harus dilakukan secara transparan. Dalam hal ini perlu komitmen pemerintah yang mengandung unsur-unsur : a. Independensi peradilan. c. yaitu tanggap terhadap persoalan-persoalan masyarakat. f. Responsif. yaitu : a. Bentuk partisipasi dimaksud dibangun atas dasar prinsip demokrasi. jabatan.

5. Konsensus, yaitu bahwa keputusan apa pun harus dilakukan melalui kesepakatan dalam suatu permusyawaratan. Melalui cara ini akan memuaskan semua pihak sehingga semuanya merasa terikat untuk konsekuen melaksanakannya. 6. Kesetaraan (equity), yaitu kesamaan dalam perlakuan dan pelayanan publik. Hal ini mengharuskan setiap pelaksana pemerintah bersikap dan berperilaku adil dalam hal pelayanan publik tanpa mengenal perbedaan keyakinan (agama), suku, jenis kela-min, dan kelas sosial. 7. Efektivitas dan efisiensi (berdayaguna dan berhasilguna). Kriteria efektive

diukur diukur dengan parameter produk yang dapat menjangkau sebesarbesarnya kepen-tingan masyarakat dari berbagai kelompok lapisan sosial, sedangkan efisien diukur dengan rasionalitas biaya untuk memenuhi kebutuhan semua masyarakat. 8. Akuntabilitas, yaitu pertanggunggugatan pejabat publik terhadap masyarakat yang memberinya kewenangan untuk mengurus kepentingan mereka. Dalam hal ini setiap pejabat publik dituntut mempertanggungjawabkan semua kebijakan, keputus-an, perbuatan, moral, maupun netralitas sikapnya terhadap masyarakat. Pengertian akuntabilitas meliputi : a. Keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan-keputusan strategis; b. Mekanisme evaluasi atas insentif yang diberikan kepada para pejabat publik; c. Mekanisme pertanggungjawaban kepada publik atas kinerja pemerintahan. 9. Visi strategis (strategic vision), yaitu pandangan-pandangan strategis untuk meng-hadapi masa yang akan datang (forecasting). Artinya,

kebijakan/keputusan apa pun yang akan diambil saat ini harus memperhitungkan akibatnya di masa depan (paling tidak 10- 20 tahun ke depan).

C. MANFAAT “GOOD GOVERNANCE” 1. Berkurangnya secara nyata praktek KKN di birokrasi yang antara lain ditunjukkan dengan hal-hal sebagai berikut : a. Tidak adanya manipulasi pajak; b. Tidak adanya pungutan liar; c. Tidak adanya manipulasi tanah;

d. Tidak adanya manipulasi kredit; e. Tidak adanya penggelapan uang negara; f. Tidak adanya pemalsuan dokumen; g. Tidak adanya pembayaran fiktif; h. Tidak adanya penggelembungan nilai kontrak (mark-up); i. Tidak adanya uang komisi; j. Tidak adanya penundaan pembayaran kepada rekanan; k. Tidak adanya kelebihan pembayaran; l. Tidak adanya ketekoran biaya; m. Proses pelelangan (tender) berjalan dengan baik. 2. Terciptanya sistem kelembagaan dan ketatalaksanaan pemerintahan yang bersih, efektif, efisien, transparan, profesional dan akuntabel : a. Sistem kelembagaan lebih efektif, ramping, fleksibel; b. Kualitas tata laksana dan hubungan kerja antar lembaga di pusat, dan antara pe-merintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota lebih baik; c. Sistem administrasi pendukung dan kearsipan lebih efektif dan efisien; d. Dokumen/arsip negara dapat diselamatkan, dilestarikan, dan terpelihara dengan baik; 3. Terhapusnya peraturan perundang-undangan dan tindakan yang bersifat diskriminatif terhadap warga negara, kelompok, atau golongan masyarakat : a. Kualitas pelayanan kepada masyarakat dan dunia usaha (swasta) meningkat; b. SDM, prasarana, dan fasilitas pelayanan menjadi lebih baik; c. Berkurangnya hambatan terhadap penyelenggaraan pelayanan publik; d. Prosedur dan mekanisme serta biaya yang diperlukan dalam pelayanan publik lebih baku dan jelas; e. Penerapan sistem merit dalam pelayanan; f. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pelayanan publik; g. Penanganan pengaduan masyarakat lebih intensif. 4. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan pelayanan publik : Berjalannya mekanisme dialog dan musyawarah terbuka dengan

masyara-kat dalam perumusan program dan kebijakan layanan publik.

5.

Terjaminnya konsistensi dan kepastian hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan baik di pusat maupun di daerah : a. Hukum menjadi landasan bertindak bagi aparatur pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan pelayanan publik yang baik; b. Kalangan dunia usaha/swasta merasa lebih aman dan terjamin ketika menanam-kan modal dan menjalankan usahanya karena ada aturan main (rule of the game) yang tegas, jelas, dan mudah dipahami oleh masyarakat; c. Tidak akan ada kebingungan di kalangan pemerintah daerah dalam melaksana-kan tugasnya serta berkurangnya konflik antarpemerintah daerah serta antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

D. PENERAPAN ASAS-ASAS KEPEMERINTAHAN YANG BAIK Dalam praktek penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia pasca gerakan reformasi nasional, tercermin dalam Undang-Undang No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara-an Negara yang Bersih dan Bebas KKN, dan Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 ten-tang Pemerintah Daerah yang memuat asas-asas umum pemerintahan yang mencakup : 1. Asas Kepastian Hukum, yang mengutamakan landasan peraturan perundangan, kepatutan, dan keadilan dalam setiap kebijakan penyelenggaraan negara. 2. Asas Tertib Penyelenggaraan Negara, yang mengutamakan landasan

keteraturan, keserasian, dan keseimbangan dalam pengendalian penyelenggaraan negara. 3. Asas Kepentingan Umum, yang mendahulukan kesejahteraan umum dengan cara aspiratif, akomodatif, dan selektif. 4. Asas Keterbukaan, dengan membuka diri terhadap hak-hak masyarakat untuk mem-peroleh informasi yang benar, bersikap jujur, dan tidak diskriminatif tentang penye-lenggaraan negara dengan tetap memperhatikan perlindungan atas hak asasi pribadi, golongan, dan rahasia negara. 5. Asas Proporsionalitas, yang mengutamakan keseimbangan antara hak dengan ke-wajiban penyelenggara negara.

sudah bukan rahasia umum . Masyarakat lebih mudah mengakses informasi dan keputusan publik di tingkat lokal. Para pelaku ekonomi swasta pada umumnya menunjukkan kesalahan manajemen. 2. karyawan. menunjukkan kinerja yang rendah sehingga tidak mampu memberi kontribusi secara optimal. Pemberdayaan pemerintah daerah akan memacu partisipasi publik yang lebih besar dalam pengambilan keputusan. GOOD CORPORATE GOVERNANCE Dalam bidang ekonomi. Asas Akuntabilitas. HUBUNGAN ANTARA GOVERNANCE DESENTRALISASI DENGAN GOOD 1. di mana setiap kegiatan dan hasil kegiatan penyelenggaraan negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3.6. 7. bahkan kondisi internal perusahaan masuk dalam kondisi tidak sehat. Demikian juga para pelaku ekonomi milik negara. stake holders. 4. sehingga tidak memiliki keunggulan atau daya saing yang kuat di pasar internasional. tinimbang dana yang didistribusikan dari pusat. Desentralisasi memungkinkan pemerintah daerah menghasilkan kebijakan yang memiliki local preference lebih tinggi. maupun pihak terkait lainnya. Asas Profesionalitas. yang mengutamakan keahlian yang berlandaskan kode etik dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. masyarakat. F. akibat krisis moneter yang berkepanjangan sejak tahun 1997 terutama di sektor pelaku ekonomi baik milik negara maupun swasta. Pemerintah daerah cenderung lebih berhati-hati dan akuntabel ketika mengelola dana yang dihasilkan secara lokal. E. baik untuk kepentingan pemilik.

dalam arti. demi manfaat bersama. adalah suatu sistem yang berfungsi untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi (per-usahaan). yaitu melalui penerapan Good Corporate Governance (GCG) secara nyata bukan hanya sekedar retorika. 2. dengan keterbukaan informasi yang penting serta melarang pembagian untuk pihak sendiri dan per-dagangan saham oleh orang dalam. maka OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) telah mengembangkan prinsip GCG. serta para pemegang kepentingan (stakeholders) internal dan eksternal lain-nya yang berkaitan dengan hak-hak dan kewajiban mereka atau dengan kata lain suatu sistem yang mengendalikan perusahaan. yaitu : 1. Berdasarkan kondisi tersebut di atas. yang harus diberi informasi benar dan tepat waktu mengenai perusahaan. dan tenaga. yaitu hak pemegang saham. dapat . karyawan. Kewajaran (Fairness).bahwa sebagian besar kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) jauh dari apa yang diharapkan masyarakat. yaitu perlakuan yang sama terhadap pemegang saham terutama pemegang saham minoritas dan pemegang saham asing. maka salah satu upaya dalam mencari solusinya adalah memberdayakan korporasi. pemerintah. keahlian. Sementara menurut Cadbury Committee tahun 1992 yang pertama kali memperkenalkan istilah good corporate governance. Transparansi (Disclosure & Transparency). Menurut Tjager yang dikutip Sedarmayanti (2007:52). Dalam kaitan tumbuhnya kesadaran akan pentingnya CG. korporasi (corporate) adalah mekanisme yang dibangun agar berbagai pihak dapat memberikan kontribusi berupa modal. kontribusinya terhadap negara untuk kepentingan rakyat masih belum me-madai padahal aset di atas Rp 900 trilyun (pada waktu itu) yang tersebar di berbagai sektor usaha potensinya cukup besar. baik terhadap perusahaan milik negara maupun swasta. GCG tidak terlepas atau tidak dapat dipisahkan dengan konsep dan sistem korporasi sendiri. pengurus/pengelola perusahaan. pihak kreditur. Adapun korporasi pemerin-tahan (corporate governance) adalah seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara pemegang saham.

4. dewan komisaris. Responsibilitas (Responsibility). Pengungkapan yang akurat dan tepat waktu serta transparan sehubungan dengan struktur dan operasi korporasi. 2. dan perusaha-an yang sehat dari aspek keuangan. merupakan bentuk pertanggungjawaban mana-jemen kepada perusahaan dan pemegang saham. . 3. 4. Prinsip GCG ini mencakup lima bidang utama. yaitu tanggung jawab manajemen melalui penga-wasan efektif berdasarkan keseimbangan kekuasaan antara manajer. 5. Peran karyawan dan pihak yang berkepentingan lainnya. dan auditor. Akuntabilitas (Acccountability). 3. lapangan kerja. yaitu : 1. yaitu peran pemegang saham harus diakui sebagaimana ditetapkan oleh hukum dan kerjasama yang aktif antara perusahaan serta pemegang kepentingan dalam menciptakan kekayaan. pemegang sa-ham. Tanggung jawab ke dewan (dewan komisaris maupun direksi) terhadap perusahaan. Pemegang saham dan pihak berkepentingan lainnya. Hak pemegang saham dan perlindungannya.berperanserta dalam pengambilan keputusan mengenai perubahan mendasar atas perusahaan dan memperoleh bagian keuntungan perusahaan.

dan Christine S. David. Ketahanan Nasional.T. Wawasan Nusantara.S. Demokrasi dan Civil Society. Demokrasi di Indonesia : Demokrasi Parlementer dan Demokrasi Pancasila. Hikam. Lemhanas & Ditjen Dikti Depdikbud. Beetham. dan Nelson. BUKU : Azra. Bandung : Remaja Rosdakarya.DAFTAR KEPUSTAKAAN A. ------------. (Terjemahan Sahat Simamora). Cetakan Pertama. Jakarta : Balai Pustaka. 2007.S. 2002. 1999. Jakarta : Balai Pustaka. 1999. Jakarta : Ditjen Renumgar Dephankam. Gramedia. Cetakan Kedua. C. Yogyakarta : Kanisius. Demokrasi dalam 80 Tanya Jawab. Miriam. Samuel P. Cetakan ke-1. Jakarta : PT. Politik Indonesia : Transisi Menuju Demokrasi. Cetakan Pertama. 1991. 1999. Kaelan. dan Boyle. dan Zubaidi. Kevin. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi. ------------. 1994. Huntington. Pembangunan Nasional.T. Muhammad A. Jakarta : Rineka Cipta. Menuju Masyarakat Madani. Kewiraan untuk Mahasiswa. Yogyakarta : Citra Karsa Mandiri. 1995. Edisi Revisi. 2005. Pemantapan Pembangunan melalui Pendekatan Ketahanan Nasional. 1995. Budiardjo. Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi. 1995. Lemhanas. Gaffar. 1997. Pradnya Paramita. Jakarta : LP3ES. 1994. Jakarta : PT. Gramedia. Pendidikan Kewarganegaraan. Kansil. Jakarta : PT. Cetakan Pertama.). Azyumardi. Achmad. ----------------------. Dasar-dasar Ilmu Politik. Mustafa. H. Chaidir (ed. Joan. Jakarta : PT. 1999. Cetakan ke-2. Partisipasi Politik di Negara Berkembang. Yogyakarta : Paradigma. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Kemal Pasha. 2000. Gramedia. Afan. Edisi Pertama. Basrie. Jakarta : Balai Pustaka. .

Demokrasi dan Demokratisasi. 2002.. Cetakan ke-1.. Sobana. Yogyakarta : Graha Ilmu. 2005. 1981. Cetakan Keempat. Bagian Ketiga. Mandar Maju. Nugroho. Rahman H. Geopolitik dan Konsepsi Ketahanan Nasional. Poesponegoro. 2003. Jakarta : PT. Masyarakat Madani : Agama. Jakarta : Ditjen Dikti Depdiknas.al. 1999. Rahardjo. H. George. dan Purwanto S. dan Alex Dinuth (Penyunting). Maswadi. et. Ermaya. Bandung : CV. Bandung : CV.I. Cetakan Kedua. Soerensen. Tanpa Nama Penerbit. dengan Perubahanperubahannya 1999-2002. Srijanti. Suradinata. Marsono.N. Mansoer. Demokrasi versus Kediktatoran. 2005. Rauf. 1997. Nurcholish. 2001. Good Governance (Kepemerintahan yang Baik) dalam Rangka Otonomo Daerah. Mandar Maju. S. Kelas Menengah. Sukarna. Eko Jaya. Demokrasi dan Demokratisasi. Susunan dalam Satu Naskah UUD 1945. . (Makalah dalam Lokakarya Islam dan Pemberdayaan Civil Society di Indonesia. Sedarmayanti. Hukum Dasar Geopolitik dan Geostrategi dalam Kerangka Keutuhan NKRI. 2005. 1993. Cetakan Pertama. (Terjemahan I Made Krisna). Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Sebagai Dasar Nilai dan Pedoman Berkarya bagi Lulusan. ----------------.A. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Jakarta : LP3ES. Pendidikan Kewarganegaraan. 2007. kerjasama IRIS Bandung-PPIM Jakarrta-The Asia Foundation). Jakarta : Paradigma Cipta Tatrigama. Bandung : Alumni.K. M. Jakarta : Balai Pustaka. Bagian Pertama. Marwati Djoened dan Notosusanto. Gramedia Pustaka Utama. Sumarsono. -----------------------. Pendidikan Kewarganagaraan untuk Mahasiswa. Sejarah Nasional Indonesia Jilid V. Asas-asa Pluralisme dan Toleransi dalam Masyarakat Madani. Pendidikan Kewarganegaraan. 2000.Madjid. Lemhanas. 2009. Dawam. 2003. 2005. Cetakan kedelapan. Good Governance (Kepemerintahan yang Baik) dan Good Corporate Governance (Tata Kelola Perusahaan yang Baik). Hamdan. Jakarta : Suara Bebas. Jakarta : CV. Jakarta : FISIP-UI. A. dan Perubahan Sosial.

Ramlan. Jakarta : Prenada Media. 1997. Grasindo. Impeachment dalam Ketatanegaraan Indonesia. Memahami Ilmu Politik. Ubaidillah. Good Governance : Paradigma Baru Manajemen Pembangunan. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. A. Yogyakarta : UII Press. PT. Pendidikan Kewargaan (Civic Education). Kunthi Dyah. Winarno. Jakarta : PT. Abdul (Tim ICCE-UIN Jakarta). B. Frans Magnis. Mencari Sosok Demokrasi : Sebuah Telaah Filosofis. Suseno. 2001. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia. 2010. 2006. Tjokroamidjoyo.Surbakti. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Cetakan ke-2. Bintoro. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Gramedia Pustaka Utama. 2000. dan Rozak. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. 1999. Dwi. Yogyakarta : Bigraf Publishing. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1996 tentang Perairan Indonesia. Pendidikan untuk Demokrasi. Bumi Aksara. Wardani. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1996 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. 2007. Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan : Panduan Kuliah di Perguruan Tinggi. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Jakarta : UI Press. PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN : Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1976 tentang Perubahan Pasal 18 UndangUndang Nomor 62 Tahun 1958 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Jakarta : PT. . Zamroni. Cetakan Pertama.

---djuns--- . tentang Penyelenggaraan Pemilihan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2004-2009. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat. Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. Dewan Perwakilan Rakyat. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2009-2014. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 Umum. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Dewan Perwakilan Daerah. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful