MAKALAH BOTANI EKONOMI ANALISIS EKONOMI ALPUKAT (Persea americana

)

Oleh : Nur Jannatul Fidah

(1509 100 013)

JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSYITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2011

Bunga berwarna putih. Tanaman alpukat berasal dari dataran rendah/tinggi Amerika Tengah dan diperkirakan masuk ke Indonesia pada abad ke-18. Daun dan batang Daunnya panjang (lonjong) tersusun seperti pilin. tetapi tidak serempak. SEJARAH SINGKAT Tanaman alpukat merupakan tanaman buah berupa pohon dengan nama alpuket (Jawa Barat). kemudian siang hari mulai menutup dan mekari. Setiap bunga mekar dua kali. a. SIFAT BOTANI Alpukat merupakan tanaman hutan yang tingginya mencapai 20 m. b. pookat (Lampung) dan lain-lain. jamboo pooan. KLASIFIKASI TANAMAN Klasifikasi lengkap tanaman alpukat adalah sebagai berikut: regnum Divisio Subdivisio class Ordo Familia Genus Species : plantae : spermatophyta : angiospermae : dicotyledonae : laurales : lauraceae : persea : Persea americana Mill 3. Bunga Bunga alpukat keluar pada ujung cabang atau ranting dalam tangkai panjang. jamboo pokat (Batak). boah pokat. terpusat pada ujung ranting. Tipe pagi-sore (A) mekar pertama pagi hari (anthesis). alpokat (Jawa Timur/Jawa Tengah). pohonnya berkayu dan sosoknya seperti kubah sehingga dari jauh tampak menarik. Umumnya. Kayu keras. advokat.ALPUKAT / AVOKAD ( Persea americana Mill ) 1. percabangan jarang dan arahya horizontal. Pada hari . jamboo mentega. tidak beretah. Bunganya sempurna (dalam satu bunga terdapat putik dan benang sari). 2. Secara resmi antara tahun 1920-1930 Indonesia telah mengintroduksi 20 varietas alpukat dari Amerika Tengah dan Amerika Serikat untuk memperoleh varietas-varietas unggul guna meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat. khususnya di daerah dataran tinggi.

kulit buah tebal. Buah kecil dengan berat 100-225 gram. keping biji kasar. Sementara yang matang berikutnya adalah tepung sari. berat berkisar antara 200-2.berikutnya tipe sore-pagi (B) mekar pertama pada sore hari (anthesis). mudah rusak dan kasar (berbintil-bintil). ungu hingga merah kehitaman. kulitnya tipis dan licin. warna daunnya lebih terang dibandingkan dengan kedua ras yang lain. Buah Buah alpukat bentuknya lonjong tetapi hanya berbiji satu (tunggal). Daging buah mempunyai kandungan minyak/lemak yang paling tinggi. Ras ini tahan terhadap suhu dingin.300 gram. bentuk jorong (oval). . dengan kulit biji yang melekat.300 gram. 3) Ras Hindia Barat Berasal dari dataran rendah Amerika Tengah dan Amerika Selatan yang beriklim tropis. Biji besar memenuhi rongga buah.800 m dpl. Buahnya berukuran besar dengan berat antara 4002. bertangkai pendek. kemudian menutup menjelang dan mekar lagi pada malam hari menutup dan saat mekar pertama putik matang (reseptif) lebih dahulu lagi pada sore hari. Ras ini kurang tahan terhadap suhu dingin (toleransi sampai -4.400-2. Buah masak 6-9 bulan sesudah berbunga. Varietas ini sangat peka terhadap suhu rendah. Bila sudah tua kulit buah akan berwarna abu – abu kecoklatan. dengan ketinggian di bawah 800 m dpl. tan aman alpukat terdiri dari 3 tipe keturunan/ras. dengan toleransi sampai minus 2 derajat C. Daging buah mempunyai kandungan minyak yang sedang. VARIETAS ALPUKAT Berdasarkan sifat ekologis. Dagung buah terlepas dari biji yang hanya dibatasi oleh selaput kulit biji yang tebal. yaitu:. keras. Ras ini mempunyai daun dan buahnya yang berbau adas. Daunnya tidak berbau adas.5 derajat C). kulit buah licin agak liat dan tebal. c. Warna buahada yang hijau.400 m dpl. Kandungan minyak dan daging buahnya paling rendah. Daunnya tidak berbau adas. Buah mempunyai ukuran yang cukup besar. 2) Ras Guatemala Berasal dari dataran tinggi Amerika Tengah beriklim sub tropis dengan ketinggian sekitar 800-2. Biji besar dan sering lepas di dalam rongga. Masa berbunga sampai buah bisa dipanen lebih kurang 6 bulan. Masak buah antara 9-12 bulan sesudah berbunga. 1) Ras Meksiko Berasal dari dataran tinggi Meksiko dan Equador beriklim semi tropis dengan ketinggian antara 2. 4. tangkai pendek. Bijinya relatif berukuran kecil dan menempel erat dalam rongga.

5. ketebalankulit sedang. Berbiji kecil tetapi daging buah tebal. Berbuah: alpukat ijo panjang terus-menerus.5 cm. toleran terhadap hama dan penyakit.5-18 cm (rata-rata 14 cm). Serta tahan terhadap penganngkutan dan penyimpanan. Tlekung. Rasa buah: alpukat ijo panjang enak. alpukat ijo bundar 9 cm. waldin. Selain itu pemanfaatan daging buah alpukat yang biasa dilakukan masyarakat Eropa adalah digunakan . merah bundar. tergantung pada lokasi dan kesuburan lahan. collinson. alpukat ijo bundar 6-8 m. b. leucadia. alpukat ijo bundar enak. daging buah berkualitas baik dan tidak berserat. ryan. gurih. winslowson. c. yaitu: 1) Varietas unggul Sifat-sifat unggul tersebut antara lain produksinya tinggi. Bentuk buah: alpukat ijo panjang bentuk pear (pyriform). alpukat ijo bundar 0.4 kg. Diameter buah: alpukat ijo panjang 6.3-0. alpukat ijo bundar terus-menerus. Berat buah: alpukat ijo panjang 0. Beberapa varietas alpukat yang terdapat di kebun percobaan Tlekung. Sifat-sifat kedua varietas tersebut antara lain: a. e. Bentuk daun: alpukat ijo panjang bulat panjang dengan tepi rata. agak kering. Tahan terhadap penyakit dan perubahan lingkungan. h.5 kg. yaitu alpukat ijo panjang dan ijo bundar. benik. agak lunak. Pohon pendek dengan percabangan mendatar. alpukat ijo bundar 20-60 kg/pohon/tahun (rata-rata 30 kg). alpukat ijo bundar 7. alpukat ijo bundar bulat panjang dengan tepi berombak. Malang. tergantung pada lokasi dan kesuburan lahan. puebla. Malang adalah alpukat merah panjang. d. Panjang buah: alpukat ijo panjang 11. MANFAAT Buah alpukat dapat dimanfaatkan sebagai berbagai minuman dan tepung. mexcola. i. f. buah seragam berbentuk oval dan berukuran sedang. Daya hasil tinggi dan stabil. butler. g. alpukat ijo bundar lonjong (oblong). Menteri Pertanian telah menetapkan 2 varietas alpukat unggul. serta kulit buahnya licin.3-0. queen dan edranol. Hasil: alpukat ijo panjang 40-80 kg /pohon/tahun (rata-rata 50 kg). Sampai dengan tanggal 14 Januari 1987. berbiji kecil melekat pada rongga biji.5-10 cm (rata-rata 8 cm). furete. Tinggi pohon: alpukat ijo panjang 5-8 m. dickson. gurih. ganter.Varietas-varietas alpukat di Indonesia dapat digolongkan menjadi dua. duke. Varietas yang dikehendai oleh konsumen adalah varietas yang memiliki sifat buah berbentuk lonjong. 2) Varietas lain Varietas alpukat kelompok ini merupakan plasma nutfah Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi.

Jenis tanah yang baik untuk pertumbuhan alpukat adalah jenis tanah lempung berpasir (sandy loam).6-6. 1. terutama untuk proses penyerbukan. dan Nusa Tenggara. Mengingat tanaman alpukat dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi. 2. c. Serta baik untuk konservasi lahan miring. Hawaii). 2. 4. (5. Di Indonesia. Angin diperlukan oleh tanaman alpukat. 6. Iklim. . Media Tanam 1.8-28. California. Dari tahun ke tahun Amerika mempunyai kebun alpukat yang senantiasa meningkat. sebagian Sumatera. Cuba. Ketinggian Tempat Pada umumnya tanaman alpukat dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi. Sulawesi Selatan. belum dibudidayakan dalam skala usahatani. yaitu 51500 m dpl. Bila digunakan untuk kayu bakar energy batang alpukat rendah. (sistem drainase/pembuangan air yang baik). Daerah penghasil alpukat adalah Jawa Barat. dan Afrika Selatan.3 derajat C. Australia. Batangnya baik untuk batang bangunan. Keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan alpukat berkisar antara pH sedikit asam sampai netral. Manfaat lain dari daging buah alpukat adalah untuk bahan dasar kosmetik. b.). SENTRA PENANAMAN Negara-negara penghasil alpukat dalam skala besar adalah Amerika (Florida. 3.4). Jawa Timur. tanaman alpukat dapat mentolerir suhu udara antara 15-30 derajat C atau lebih. Suhu optimal untuk pertumbuhan alpukat berkisar antara 12. SYARAT PERTUMBUHAN a. Daunnya dapat berguna untuk obat sakit pinggang. Tanaman alpukat agar tumbuh optimal memerlukan tanah gembur. 3. Curah hujan minimum untuk pertumbuhan adalah 750-1000 mm/tahun. Argentina. Namun tanaman ini akan tumbuh subur dengan hasil yang memuaskan pada ketinggian 200-1000 m dpl. tanaman alpukat masih merupakan tanaman pekarangan. batu ginjal dan rematik.sebagai bahan pangan yang diolah dalam berbagai masakan.Kebutuhan cahaya matahari untuk pertumbuhan alpukat berkisar 40-80 %. lempung liat (clay loam) dan lempung endapan (aluvial loam). 7. tidak mudah tergenang air. subur dan banyak mengandung bahan organik.

serta matanya tampak jelas.000. Sedangkan bibit hasil okulasi maupun enten lebih cepat berbuah (1-4 tahun) dan buah yang didapatkannya mempunyai sifat yang sama dengan induknya.904.701. 1.Rp.. lalu dicangkul halus 2-3 kali. 450. Pengadaan bibit lebih dari satu jenis untuk menjamin kemungkinan adanya persarian bersilang.000. 1.Rp. Sebagai cabang sambungannya digunakan ujung dahan yang masih muda dan berdiameter lebih kurang 0. 150. Pengolahan media tanam dalam budidaya alpukat adalah lahan untuk tanaman alpukat harus harus bersih dari pepohonan. dengan umur 1 tahun.Urea Tahun ke-1-4. Pengerjaan lahan sebaiknya dilakukan saat musim kering sehingga penanaman nantinya dapat dilakukan pada awal atau saat musim hujan.000.210. a) Penyambungan pucuk (enten) Pohon pokok yang digunakan untuk enten adalah tanaman yang sudah berumur 6-7 bulan/dapat juga yang sudah berumur 1 tahun.936 kg @ Rp. 14. Teknik penyemaian bibit dapat dilakukan dengan.500.500. dan yang penting jaringan pada pangkal batang belum berkayu. 1.- .500. Dari ketiga cara itu.000.Pupuk kandang 3 ton@ Rp.7 cm.. tinggi 30 cm/kurang. Sebagai mata yang akan diokulasikan diambil dari dahan yang sehat. 9.Rp.801 kg @ Rp. 2. Selanjutnya lahan dicangkul dalam atau ditraktor.10. bibit yang diperoleh dari biji kurang menguntungkan karena tanaman lama berbuah (6-8 tahun) dan ada kemungkinan buah yang dihasilkan berbeda dengan induknya. serta batubatu yang mengganggu.. Buahnya tidak jatuh hingga pecah.Tahun ke-5-10. 1)Biaya produksi Bibit okulasi: 121 batang @ Rp. PEDOMAN BUDIDAYA Bibit yang baik antara lain yang berasal dari buah yang sudah cukup tua. 1. semak belukar. tunggul-tunggul bekas tanaman. 9.-/ton Rp.000. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN Analisis usaha budidaya perkiraan analisis budidaya tanaman alpukat dengan luas lahan 1 hektar selama 10 tahun di daerah Jawa Barat. Waktu yang paling baik untuk menempel yaitu pada saat kulit batang semai mudah dilepaskan dari kayunya.8. Sampai saat ini bibit alpukat hanya dapat diperoleh secara generatif (melalui biji) dan vegetatif (penyambungan pucuk/enten dan penyambungan mata/okulasi). tanaman berasal dari biji yang berasal dari buah yang telah tua dan masak. b) Penyambungan mata (okulasi) Pembuatan bibit secara okulasi dilakukan pada pohon pangkal berumur 8-10 bulan.

2..000. 3. 9.Tahunke-7. 22 HOK @ Rp.300.000.000.000.Rp.Rp.000.000.Rp. 48 HOK @ Rp. 250. 3.500. 336.Rp.Rp.Jumlahpendapatan dalam 10 tahun Rp. 12. 400.Pemangkasan 4 HOK @ Rp. 245.Rp.097.500 kg @ Rp..Penyiangan 20 HOK/tahun @ Rp..Tahun ke-5-10.000.. 7.Panen dan pascapanen Tahun ke-4.000. 34. 1. 7. 3.Rp.000.240. 3.841.7.000.200 kg @ Rp. Tahun ke-10.Rp..Pestisida dan fungisida Rp. 42. 28..Rp.Perlindungan tanaman 4HOK/tahun @ Rp..Rp. 240.000.. 3.300 kg/ha. Tahun ke-4.000.TSP Tahun ke-1-4. 42. 11.Tahun ke-5-10. 35 HOK @ Rp....166. 700.Rp.795.600. 22. 154. 7..Rp.2..000. 7. 49.200.000. 19.800.. 1.750.500. 9.4.Tahun ke-8.000.Rp. 3. 48 HOK @ Rp.Penyiraman 15 HOK @ Rp.1.000.175.550.000.000.Penanaman 7 HOK @ RP.Pembuatan lubang tanam 15 HOK @ Rp.. 336. Produksi ini akan terus bertambah hingga mencapai ..500 kg @ Rp. 7.936 kg @ Rp. 7.Jumlah biaya produksi dalam 10 tahun Rp.Tahun ke-10.000.Tenaga kerja Pembajakan lahan dan pupuk dasar (borongan) Rp.Tahun ke-9.Rp.958.. 48HOK @ Rp. 105. 7.000. Tahun ke-6.000.700.5. Tahun ke-9.Rp. 12.317 kg @ Rp.Rp. 70.300.616 kg @ Rp.000.907. 3.2) Pendapatan 1.000.Rp.Tanaman alpukat yang berasal dari bibit okulasi atau sambung akan mulai berbuah pada umur 4 tahun dengan produksi 3.300 kg @ Rp. Tahun ke-5. 6. 126. 14.700.3.500. 336...000.750...694 kg @ Rp. 7.000.000.Rp. 336.650.. 1. 105.600.000.Pemupukan 10 HOK/tahun @ Rp.Rp. 1.400.500.000.Tahun ke-5.500. 1.500.000.000.650.100.800 kg @ Rp. 7.Rp. 1. 3.. 43. 7.750.Tahunke-6.000. 7.600.Rp. 12.Sprayer Rp.000.Peralatan Cangkul Rp.000.000.000. 64. 280.000. 7. Tahun ke-8.500.6.Rp.000. 18 HOK @ Rp.000.Rp.500 kg @ Rp. 43.Rp.3)Keuntungan dalam 10 tahun Rp.000..500. Tahun ke-7.Rp.. 48 HOK @ Rp. 3. 7. 12. 11. 7.KCl Tahun ke-1-4.000 kg @ Rp.000.400.

Tetapi sayangnya masih banyak wilayah yang merupakan sentra produksi belum tergali. nama/kode perusahaan/eksportir. namun karena permintaannya naik maka pertanaman alpukat dari tahun ke tahun mengalami kenaikan. Keuntungan baru dapat diperoleh pada panen kedua (tahun ke-5) dan akan stabil pada panen keempat (tahun ke-7). 10. hasil Indonesia dan tempat/negara tujuan. Hal ini terlihat dari banyaknya permintaan alpukat di pasaran. Di bagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang. 10. golongan ukuran. sehingga kesulitan mendapatkan buah masih tetap dirasakan oleh para pedagang.kestabilan pada tahun ke-7 (panen keempat) dengan jumlah produksi rata-rata 12. . berat bersih. PENGEMASAN Buah alpukat disajikan dalam bentuk utuh dan segar. Prospek ke depan bisnis alpukat semakin cerah sehubungan dengan semakin terbukanya peluang pasar. dikemas dalam keranjang bambu/bahan lain yang sesuai dengan/tanpa bahan penyekat. baik di pasar lokal maupun eksportir.2 Gambaran Peluang Agribisnis 4)Walaupun keuntungan bertanam alpukat di Indonesia belum begitu bisa dirasakan karena pengelolaannya tidak intensif. Namun analisis tersebut belum termasuk biaya sewa tanah. jenis mutu. Adanya perbedaan harga yang cukup besar tersebut antara lain disebabkan karena di tingkat pengecer risiko kerusakannya lebih tinggi.000 kg/ha. Isi kemasan tidak melebihi permukaan kemasan dengan berat bersih maksimum 20 kg. daerah asal. Alpukat merupakan salah satu jenis buah bergizi tinggi yang semakin banyak diminati. kemudian diikat dengan tali bambu/bahan lain. ditutup dengan anyaman bambu/bahan lain.

J. (1978).. "Taxonomy of vasculer plants". Tohir. Suminarsih.R. Hetty. "Memperbaiki lingkungan dengan bercocok tanam jambu mede dan alpukat". Vol. Direktorat Reboisasi dan Rehabilitasi. Rismunandar (1981). H. (1951). "Alpukat". G. J. Lawrence. "Fruit an fruits culture in the Dutch East Indies". live stock. Indriani. Kolff and Co: Batavia. K. Kalie. S. "Tropical crops dicotyledons".. The Mac Millan Company: New York. Sinar Baru: Bandung. I. cultural methods. Departemen pertanian: Jakarta. (1974). Mangunsudarso. Rismunandar (1981).W. (1931).M. Moehd. H. Y. Longman: London. Purseglove. The climate. Appleton and company: New York. (1968).J.The Mac Millan Company. . Baga (1997). D. Mardisiswojo.A. commercial importance and opportunities of tropics". Sunaryo. crops. (1961).DAFTAR PUSTAKA Direktorat Reboisasi dan Rehabilitasi (1978). Emi (1997). "Tropical agriculture. J. soils. "Pengantar pengetahuan dasar hortikultura". "Pedoman penanaman jenis tanaman hortikultura dan rerumputan". Ochse. "Cabe puyang warisan nenek moyang" jilid III. Kanisius: Yogyakarta.H. "Alpukat: budidaya dan pemanfaatannya".J. Karya Wreda: Jakarta. Penebar Swadaya: Jakarta. "Tropical and subtropicak agriculture". New York. G. I. Ochse. Sinar Baru: Bandung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful