P. 1
Perhitungan Biaya Variabel

Perhitungan Biaya Variabel

|Views: 657|Likes:
Published by Arthur Rino

More info:

Published by: Arthur Rino on Nov 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/18/2015

pdf

text

original

Perhitungan Biaya Variabel

a. Gambaran Umum Perhitungan Biaya Variabel dan Perhitungan Biaya Penyerapan Dalam dua bab terakhir, kita belajar bahwa laba rugi kontribusi dan analisis biaya-volumelaba merupakan alat Bantu yang berguna. Kedua alat bantu ini menekankan pada perilaku biaya dan mengharuskan manajer secara hati-hati membedakan biaya variabel dan biaya tetap. Perhitungan biaya penyerapan, yang telah didiskusikan dalam Bab 2 dan bab 3, membebankan biaya variabel dan biaya tetap ke produk—menggabungkan dengan suatu cara yang menyulitkan manajer untuk membedakannya. Sebaliknya, perhitungan biaya variabel berfokus pada perilaku biaya—secara jelas membedakan biaya tetap dan biaya variabel. Salah satu keunggulan perhitungan biaya variabel adalah keharmonisannya dengan pendekatan kontribusi dan konsep biaya-volume-laba yang didiskusikan pada bab sebelumnya.

Perhitungan Biaya Penyerapan Di Bab 3, kita belajar bahwa perhitungan biaya penyerapan (absorption costing) memperlakukan semua biaya produksi sebagai biaya produk, tanpa membedakan apakah biaya itu varibel atau tetap. Dengan demikian biaya produk per unit terdiri atas langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead variabel dan tetap. Jadi, perhitungan penyerapan mengalokasikan sebagian dari overhead pabrik tetap ke dalam tiap unit produk, bersama dengan biaya overhead variabel. Karena perhitungan biaya penyerapan melibatkan semua biaya produksi, metode ini sering disebut sebagai metode biaya penuh (full cost). Perhitungan Biaya Variabel Dengan menggunakan perhitungan biaya variabel (variable costing), hanya biaya produksi yang berubah-ubah sesuai dengan output yang diperlukan sebagai biaya produk.termasuk didalamnya adalah biaya langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik variabel. Biaya overhead pabrik tetap tidak diperlakukan sebagai biaya produk dalam metode ini. Sebaliknya, biaya overhead diperlakukan sebagai biaya periodic, seperti beban administrasi dan penjualan, beban tersebut dibebankan secara utuh ke dalam pendapatan setiap periodenya. Konsekuensinya, biaya per unit produk dalam persediaan atau dalam harga pokok penjualan dalam metode perhitungan biaya variabel tidak mengandung elemen biaya

perhatikan Boley Company. beban penjualan dan administrasi variabel dan tetap selalu diperlakukan sebagai biaya periodik dan dikurangi dari pendapatan yang diperoleh.overhead tetap. Biaya variabel per unit: Bahan baku langsung…………………………………. Beban penjualan dan administrasi variabel…………. Beban ini tidak pernah diperlakukan sebagai biayaproduk dalam perhiyungan kedua metode perhitungan biaya. Beban penjualan dan administrasi tetap……………… $30. Klasifikasi biaya—Perhitungan Biaya Penyerapan vs Variabel Untuk melengkapi ringkasan perbandingan dari variabel dan perhitungan biaya penyerapan.. Perhitungan biaya variabel sering disebut sebagai perhitungan biaya langsung (direct costing) atau perhitungan biaya marginal (marginal costing). Tenaga kerja langsung ………………………………. perusahaan kecil yang memproduksi satu produk dan memiliki struktur biaya seperti berikut: Jumlah yang diproduksi setiap tahun…………………. Hitunglah biaya produk per unit dengan perhitungan biaya penyerapan. kita perlu membahas secara singkat bagaimana memperlakukan beban administrasi dan penjualan.000 $10. Biaya tetap per tahun: Overhead pabrik tetap………………………………….000 $3 $2 $4 $1 6000 Diminta: 1. Overhead pabrik variabel………………………………. . baik dengan pendekatan variabel ataupun perhitungan biaya penyerapan. Perhitungan Biaya per Unit Untuk mengilustrasikan perhitungan biaya per unit denagan menggunakan perhitungan biaya penyerapan dan variabel. Jadi.

jika perusahaan menjual satu . Hitunglah biaya produk per unit dengan perhitungan biaya variabel. Jadi.. Dengan menggunakan metode perhitungan biaya variabel. Sama seperti di atas. $2 4 1 $7 (overhead pabrik tetap $30. jika perusahaan menjual satu unit produk dan menggunakan perhitungan biaya penyerapan. dimasukkan dalam perhitungan biaya produk per unit. Overhead pabrik tetap ($30. Total biaya produksi variabel………………………………….2. Overhead pabrik variabel………………………………………. $12 ($7 biaya variabel dan $5 biaya tetap) akan dikurangi dalam laporan laba rugi sebagai harga pokok penjualan.000/6.000 akan diperhitungkan secara total sebagai beban periodic bersama dengan beban dan administrasi akan mengurangi pendapatan. variabel dan tetap. Perhitungan biaya variabel Bahan baku langsung…………………………………………… Tenaga kerja langsung…………………………………………. unit yang tidak terjual akan dihitung sebagai persediaan dalam neraca dengan biaya $12 per unit. Jadi. perhatikan bahwa hanya biaya produksi variabel yang dimasukkan dalam biaya produk.) Dengan menggunakan metode perhitungan biaya penyerapan perhatikan bahwa semua biaya produksi. Biaya produk per unit……………………………………………. Solusi Perhitungan biaya penyerapan Bahan baku langsung………………………………………… Tenaga kerja langsung ………………………………………… Overhead pabrik variabel……………………………………….000 unit produk)… 5 $12 $2 4 1 7 Biaya produk per unit………………………………………….

000 uniit) 5 $2 4 1 - Biaya variabel $2 4 1 . Tetap per unit………………………………… $3 $10. Unit dalam persediaan akhir………………….. dalam menyiapkan laporan-laporan ini kita menggunakan data Boley Company yang diberikan sebelumnya.000 1. Unit yang terjual……………………………….000/6. b. bersama dengan informasi tentang perusahaan yang diberikan di bawah ini: Unit dalam persediaan awal………………… Unit yang diproduksi………………………….000 5.unit produk dan menggunakan perhitungan biaya variabel.000 $20 6.000 0 Perhitungan Penyerapan Biaya per unit: Bahan baku langsung………………………………… Tenaga kerja langsung………………………………. Overhead pabrik tetap ($30.. $7 akan dikurangi sebagai harga pokok penjualan dan unit tidak terjual akan dimasukkan dalam akun persediaan dalam neraca dengan biaya hanya $7 per unit. Overhead pabrik variabel……………………………. Beban penjualan dan administrasi: Variabel per unit…………………………….. Harga jual per unit ……………………………. Perbandingan Laporan Laba Rugi Dengan Perhitungan Biaya Penyerapan dan Variabel. Laporan laba rugi dengan menggunakan pendekatan perhitungan biaya penyerapan dan biaya variabel ditunjukkan dalam Tampilan 7-2.

2. tersisa 1. Selama periode berjalan Boley Company memproduksi 6. Persediaan akhir dalam metode perhitungan biaya variabel lebih rendah $5. diharapkan unit ini akan diambil dari persediaan dan dijual. dibutuhkan waktu untuk .000 dibanding perhitungan biaya penyerapan. Dengan metode perhitungan biaya variabel. atau total $5. setiap unit yang diproduksi dibebani biaya overhead pabrik tetap $5 (lihat perhitungan biaya per unit diatas).Biaya produk per unit………………………………… $12 $7 Beberapa hal yang dapat diambil dari laporan keuangan : 1.000 diperlakukan sebagai beban periode berjalan (lihat bagian bawah laporan laba rugi perhitungan biaya variabel).000 unit. dimana .000 unit tetapi hanya menjual 5.000 unit dalam persediaan akhir. Proses yang terjadi dapat dijelaskan dengan data Boley Company. seluruh biaya overhead tetap $ 30. Dengan metode perhitungan biaya penyerapan. Biaya Overhead pabrik tetap untuk periode berjalan ini ditangguhkan ke periode berikutnya. Dengan metode perhitungan biaya penyerapan.000 unit. sehingga metode ini tidak cocok untuk perhitungan biaya-volume – laba yang penting untuk perencanaan dan pengendalian yang baik. hanya biaya produksi variabel yang dibebankan ke unit produk dan dengan demikian dimasukkan dalam persediaan. 4. Alasannya adalah dalam perhitungan biaya variabel. Penangguhan $5. Laporan laba rugi perhitungan biaya penyerapan tidak membedakan antara biaya tetap dan variabel. Penagguhan biaya ini dikenal sebagai overhead tetap pabrik ditangguhkan ke persediaan (fixed manufacturing overhead cost deferred in inventory). Jadi setiap 1000 unit yang masuk ke dalam persediaan pada akhir periode memiliki biaya overhead pabrik tetap $5 di dalamnya. 3. Untuk menghasilkan data untuk analisis biaya-volume-laba. Biaya-biaya ini akan ditangguhkan ke periode berikutnya dan akan dimasukkan dalam akun persediaan dalam neraca. jika persediaan meningkat maka beberapa biaya produksi tetap dalam periode berjalan tidak tampak dalam laporan laba rugi sebagai bagian dari harga pokok penjualan.000 dalam biaya overhead pabrik .000 untuk 1.

mengerjakan ulang dan mengklasifikasi biaya dalam laporan perhitungan biaya penyerapan. Pada dasarnya perbedaan antara metode perhitungan biaya penyerapan dan perhitungan biaya variabel terletak pada waktu(timing). karena dengan perhitungan ini overhead pabrik tetap ditangguhkan ke dalam persediaan sering dengan naiknya persediaan. ** Laba operasi lebih rendah dengan menggunakan perhitungan biaya penyerapan. Data perhitungan biaya variabel pada tampilan 7-2 dapat digunakan segera dalam perhitungan biaya-volume-laba. Pendekatan perhitungan biaya variabel untuk menentukan biaya produksi per unit sesuai dengan pendekatan kontribusi karena kedua konsep tersebut mengklasifikasi biaya berdasarkan perilakunya. Perbandingan Efek Laba – Perhitungan Biaya Penyerapan dan Variabel Hubungan antara Produksi dan Penjualan untuk Periode yang bersangkutan Produksi = Penjualan Persediaan tidak berubah Akibat pada perusahaan Hubungan antara laba bersih operasional. Rekonsiliasi Perhitungan Biaya variabel dan Perhitungan Biaya Penyerapan. karena dengan perhitungan ini overhead pabrik tetap dilepaskan dari persediaan yang sering dengan turunnya persediaan. .Perhitungan Biaya penyerapan dan Perhitungan biaya variabel Laba bersih operasional perhitungan biaya penyerapan = laba bersih operasional Produksi > Penjualan Persediaan meningkat perhitungan biaya variabel Laba bersih operasional perhitungan biaya penyerapan > laba bersih operasional Produksi < Penjualan Persediaan menurun perhitungan biaya variabel Laba bersih operasional perhitungan biaya penyerapan > laba bersih operasional perhitungan biaya variabel *Laba operasi lebih tinggi dengan menggunakan perhitungan biaya penyerapan. 5.

. dalam contoh teoritis ini. walaupun produksi melebihi penjualan untuk satu tahun dan kurang dari penjualan untuk tahun berikutnya.000) 60. Perhatikan dalam Tampilan 7-6 bahwa laba bersih operasional adalah sama untuk tiga tahun dengan perhitungan biaya variabel. Sean kemudian menyajikan contoh teoretis dalam tampilan 7-6.000 Tahun 2 0 Tahun 3 120. produksi adalah konstan dan penjualan berfluktuasi selama tiga tahun. penjualan adalah konstan dan produksi berfluktuasi (kebalikan dari tampilan 7-3).000 x 6 per unit) Dikurangi biaya overhead pabrik tetap yang dikeluarkan dari persediaan dengan metode perhitungan biaya penyerapan (5. Dalam contoh Emerald Isle Knitters dibagian sebelumnya.000 x 6. Ringkasnya. Perhitungan biaya penyerapan Tahun 1 60. Tujuan tampilkan 7-6 adalah untuk mengilustrasikan kepada Mary O”Meara tentang pengaruh perubahan produksi terhadap laba bersih operasional dengan kedua metode. Karena penjualan berfluktuasi.000 30 (30.000 C.Perhitungan biaya variabel Ditambah biaya overhead pabrik tetap yang ditangguhkan dalam persediaan dengan perhitungan biaya penyerapan (5. perubahan dalam produksi tidak memiliki pengaruh terhadap laba bersih operasional ketika metode perhitungan biaya variabel digunakan. Laba bersih operasional tidak dipengaruhi oleh perubahan dalam produksi dengan perhitungan biaya variabel. Perhitungan Biaya Variabel. dan yang ditunjukkan oleh Sean Maclafferty dalam tampilan 7-3 memungkinkan kita melihat pengaruh perubahan penjualan terhadap laba bersih operasional dengan metode perhitungan biaya penyerapan dan variabel.000 90. Pengaruh Perubahan Produksi terhadap Laba Bersih Operasional.000 per unit) Laba bersih operasional.000 30. Untuk menyelidiki lebih jauh perbedaan antara perhitungan biaya variabel dan penyerapan.

operasi yang lebih efisien. Memilih Metode Perhitungan Biaya Dampak terhadap Manajer Seperti Mary O’Meara. penentang pehitungan biaya penyerapan berpendapat bahwa perubahan biaya overhead pabrik tetap antar periode dapat membingungkan dan menyesatkan atau bahkan mengakibatkan pengambilan keputusan yang salah. Laba bersih operasional dipengaruhi oleh perubahan dalam produksi dengan perhitungan biaya penyerapan. jadi margin kontribusi dan laba bersih operasional juga tetap konstan. jika persediaan meningkat. Penjualan konstan selama tiga tahun tersebut. Laporan konsisten dengan apa yang diharapkan manajer berdasarkan kondisi yang dihadapi. Untuk menghindari kesalahan dalam penggunaan perhitungan biaya penyerapan. Angka ini terlihat tidak konsisten. sebagai respons dari peningkatan produksi di tahun tersebut. Dengan perhitungan biaya penyerapan. Apakah itu hasil dari harga jual yang lebih rendah. Perhatikan bahwa pada dasarnya laba bersih operasional meningkat dan menurun antara kedua tahun ini walaupun jumlah unit yang terjual sama untuk masing-masing tahun.. Bagaimana mungkin laba meningkat di satu tahun dan menurun di tahun berikutnya. walaupun jumlah penjualan sama dengan tahun-tahun yang lalu. d. Kemudian ditahun 3. membingungkan serta menghilangkan kepercayaan atau laporan keuangan. Seperti terlihat dalam tampilan 7-6. pembaca laporan keuangan harus tanggap terhadap perubahan tingkat persediaan. laba bersih operasional menurun tajam. atau karena factor lain? Manajer tidak mampu menjelaskan. berlawanan . Lihat kembali data pada tampilan 7-6 manajer mungkin bertanya –tanya mengapa dengan perhitungan biaya penyerapan laba bersih operasional meningkat tajam di tahun 2 sementara penjualan sama dengan tahun sebelumnya. jadi laporan tersebut membuahkan kepercayaan bukan kebingungan.Perhitungan Biaya Penyerapan. laba bersih operasional dengan perhitungan biaya penyerapan meningkat di tahun 2. Sebaliknya. biaya overhead pabrik tetap . Alasan yang menjelaskan pengaruh ini dapat ditelusuri lewat biaya overhead pabrik tetap yang berubah dari satu periode ke periode lainnya dalam metode perhitungan biaya penerapan sebagai akibat dari perubahan dalam persediaan. hanya dengan melihat laporan laba rugi perhitungan biaya penyerapan. laporan laba rugi perhitungan biaya variabel dalam Tampilan 7-6 cukup jelas dan mudah dimengerti.

Banyak perusahaan menggunakan pendekatan perhitungan biaya perempuan karena pendekatan tersebut focus terhadap perhitungan biaya penuh (full costing) unit produksi.000 12 per unit Titik impas per unit = ---------------------------------------.000 90.ditangguhkan pada persediaan dan laba bersih operasional meningkat. Mari kita hitung titik impas untuk perusahaan Emerald Isle Knitters.000 unit .. Analisis Biaya-Volume-Laba dan Perhitungan Biaya Penyerapan.= ---------------------= 20.000 ========= Total biaya tetap Margin kontrubusi per unit 240. Perhitungan biaya penyerapan banyak digunakan dalam laporan internal dan eksternal.000 240. kita kembali ke tampilan 7-3. Untuk menentukan titik impas. Kelemahan dari metode ini adalah ketidakmampuannya menghubungkan dengan analisis biaya-volume-laba. Jika persediaan menurun. Jadi bila perhitungan biaya penyerapan digunakan fluktuasi dalam laba bersih operasional dapat disebabkan oleh perubahan persediaan bukan karena perubahan dalam penjualan. kita membagi total biaya tetap dengan margin kontribusi per unit : Harga jual per unit Biaya variabel per unit (produksi dan penjualan) Margin kontribusi per unit 20 8 12 ========= Biaya overhead pabrik tetap Biaya administrasi dan penjualan tetap Total Biaya tetap 150. laba bersih opersional akan dikeluarkan dari persediaan dan laba bersih operasional akan tertekan. Untuk menggambarkannya.

Dengan pendekatan kontribusi dan menyususn laba rugi dengan perhitungan biaya variabel . perusahaan hanya mencapai titik impas pada tahun 2 dan memperlihatkan laba bersih nol. Laporan Eksternal dan pajak Penghasilan. Sering dianggap bahwa perhitungan biaya penyerapan digunakan untuk laporan eksternal di Amerika Serikat. Karena biaya produk dinyatakan per unit .Perusahaan menggunakan perhitungan biaya variabel untuk pelaporan eksternal menghadapi resiko bahwa auditornya mungkin akan menyatakan laporan tersebut . Perhatikan dalam tampilan 7-3 bahwa pada tahun 2 perusahaan menjual sebanyak 20. Kesalahan persepsi bahwa biaya produksi per unit dengan perhitungan biaya penyerapan dapat mengakibatkan munculnya masalah menajerial. dalam Tampilan 7-3. Masalah ini akan didiskusikan secara mendalam dalam bab lain.000 unit . Jawabannya terletak pada fakta bahwa biaya overhead tetap sebesar 30. Sebagai contoh . Perhitungan biaya penyerapan juga menyulitkan analisis biaya-volume-laba. laporan laba rugi menunjukkan laba meskipun sesungguhnya perusahaan hanya mencapai titik impas. Pembuatan Keputusan Masalah pokok perhitungan biaya penyerapan adalah bahwa biaya overhead pabrik tetap tampak seperti berubah terhadap unit yang terjual padahal sesungguhnya tidak. biayanya adalah sebesar 13. manajer dapat salah mengerti bahwa setiap penambahan unit produksi . termasuk keputusan penentuan harga dan keputusan untuk menghentikan produksi produk tertentu yang sesungguhnya menguntungkan. sedangkan dengan perhitungan biaya variabel hanya 7.Titik impasnya adalah 20. Mengapa hal ini terjadi? Bagaimana perhitungan biaya penyerapan dapat menghasilkan laba bersih positif padahal perusahaan sesungguhnya hanya mencapai titik impas.000 ditangguhkan dalam persediaan pada tahun 2 dan oleh karenanya biaya tersebut tidak dikurangkan dari pendapatan.000 pada tahun 2. tepat pada titik impasnya.000 unit. Dengan menggunakan perhitungan penyerapan. perusahaan masih mendapatkan laba bersih 30. yang mengasumsikan penggunaan perhitungan biaya variabel. Dengan menangguhkan biaya overhead pabrik tetap dalam persediaan. biaya produksi per unit dengan perhitungan biaya penyerapan sebesar 13.

2. Keuntungan perhitungan biaya variabel dapat diringkas sebagai berikut : 1. 3. Manajer selalu mengasumsikan bahwa biaya poduksi per unit adalah biaya variabel. Keunggulan Perhitungan Biaya Variabel dan Pendekatan Kontribusi . Dengan menggunakan perhitungan biaya variabel. Data perhitungan biaya varianbel memudahkan estimasi tingkat profitabilitas produk konsumen. biaya . Seperti yang sudah dinyatakan sebelumnya . dampak biaya tetap terhadap laba lebih ditekankan dalam perhitungan biaya variabel dan pendekatan kontribusi. dan segmen bisnis yang lain. Dengan perhitungan biaya penyerapan profitabilitas tampak samara-samar karena alokasi biaya tetap yang acak. 6.Dengan menggunakan perhitungan biaya variabel. bauran penjualan. Masalah ini akan didiskusikan dalam bab lain.laba akan searah dengan penjualan apabila menggunakan perhitungan biaya variabel.tidak disusun sesuai dengan prinsip akuntansi secara umum (gegerally accepted accounting principle—GAAP). meskipun perhitungan biaya penyerapan digunakan untuk tujuan pelaporan eksternal. 5. Data-data tersebut tidak tersedia apabila laporan laba rugi disusun dengan pendekatan konvensional. Dengan menggunakan perhitungan biaya penyerapan. laba periodik tidak dipengaruhi oleh tingkat persediaan. Hal ini akan menjadi masalah dalam pendekatan perhitungan biaya penyerapan karena biaya produksi per unit adalah kombinasi biaya variabel dan biaya tetap . Data yang akan digunakan untuk melakukan analisis biaya-volume-laba dapat diambil langsung dari laporan laba rugi yang disusun dengan format kontribusi . . Perhitungan biaya variabel berkaitan dengan metode pengendalian biaya seperti biaya standard an anggaran fleksibel yang akan didiskusikan dalam bab lain. perhitungan biaya variabel dan laporan laba rugi dengan format kontribusi adalah pendekatan alternative untuk tujuan pelaporan internal. biaya produksi per unit tidak mengandung biaya tetap. 4. Dengan asumsi hal-hal lain tetap (harga jual . dan sebagainya) . Jumlah total biaya tetap dinyatakan secara eksplisit dalam laporan laba rugi. biaya tetap digabung dengan biaya variabel dan dialokasikan ke harga pokok penjualan dan persediaan.

yang diperkenalkan pada BAb 1. Karena pemutusan hubungan kerja dapat merusak moral karyawan. pebaikan yang berkelanjutan tersebut mustahil terlaksana. Hal ini akan sangat penting untuk perusahaan yang mengalami masalah aliran kas. Teori kendala (Theory of Constraint-TOC) . ada dua alas an lain mengapa biaya tenaga kerja langsung diperlakukan sebagai biaya tetap. tenaga kerja langsung tidak mesti sebagai kendala. Tanpa komitmen dan tanggapan positif dari karyawan. Jika tenaga kerja langsung bukan sebagai kendala. kendalanya adalah kebijakan (seperti desain konpensasi yang tidak baik untuk tenaga penjualan) yang menghambat perusahaan untuk menggunkan sumber daya secara efektif. berfokus untuk mengelola kendala-kendala yang ada dalam perusahaan sebagai kunci untuk meningkatkan laba. Kedua. Bila perusahaan menggunakan metode JIT. masalah ini berkurang. Kita juga telah belajar bahwa laba bersih dengan menggunakan perhitungan biaya penyerapan dapat berubah-ubah dan kadang-kadang berlawanan dengan pergerakan penjualan. Di dalam teori kendala tenaga kerja langsung tidak dimasukkan sebagai biaya produk. Pertama. Dalam kasus yang paling sederhana. Dampak Metode Persediaan JIT. teori kendala menekankan pada perbaikan yang terus menerus untiuk mempertahankan kemampuan kompetitif. tidak ada alas an untuk menaikkannya. laba bersih berdasarkan perhitungan biaya variabel labih dekat dengan aliran kas bersih dibandingkan dengan laba bersih berdasarkan perhitungan biaya penyerapan. perhitungan biaya variabel dan perhitungan biaya penyerapan akan menghasilkan perhitungan laba bersih yang berbeda apabila jumlah unit yang diproduksi tidak sama dengan jumlah unit yang terjual atau dengan kata lain bila ada perusahaan jumlah unit persediaan . Merekrut lebih banyak tenaga kerja akan meningkatkan biaya tanpa adanya peningkatan keluaran yang dapat dijual baik dalam bentuk barang maupun jasa. Dalam perusahaan yang menerapkan teori kenda. Perhitungan Biaya variabel dan Teori Kendala. yang terjadi kendala adalah mesin. Berubah-ubahnya laba bersih dengan perhitungan biaya penyerapan dan perbedaan laba bersih di antara kedua . Seperti yang dibahas dalam bab ini. manajer yang menggunakan teori kendala enggan memberhentikan karyawan.la. Dalamm kasus yang lebih komplek .7.

Tetapi jika digunakan metode JIT.metode tersebut disebabkan oleh perubahan unit persediaan. . Dengaqn JIT . barang diproduksi karena adanya pesanan dari pelanggan dan tujuannya adalah menghilangkan persediaan barang jadi dan mengurangi poersediaan barang dalam proses . Jika persediaan kecil. Tentu saja. Dalam kasus tersebut. laba bersih dengan metode perhitungan biaya penyerapan akan searah dengan pergerakan penjualan. biaya produksi per unit akan berbeda antara perhitungan biaya variabel dan perhitungan biaya penyerapan seperti yang telah dibahas dimuka. perubahan persediaan juga akan kecil dan kedua metode tersebut akan menunjukkan perhitungan laba bersih yang sama. perbedaan yang besar tidak akan terjadi lagi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->