Nama NIM

: INNAS RIZKY AFRIA : F1C010022

Mata Kuliah : Komunikasi Gender FEMINISME RADIKAL

Feminisme radikal lahir dari aktivitas dan analis politik mengenai hak-hak sipil dan gerakan perubahan sosial pada tahun 1950an dan 1960an, serta gerakangerakan wanita yang ramai sekitar tahun 60 dan 70an. Mahzab ini dapat dilacak melalui para pendukungnya. Lewat karya Vindication of the Rights of Women, Mary Wollstonecraft pada tahun 1797 menganjurkan kemandirian wanita dalam bidang ekonomi. Maria Stewart, salah satu feminis kulit hitamn pertama pada tahun 1830an mengusulkan penguatan relasi di antara wanita kulit hitam. Elizabeth Cuddy Stanton pada tahun 1880an menentang hak-hak seksual laki-laki terhadap wanita dan menyerang justifikasi keagamaan yang menindas wanita. (dalam Suharto, 2006). Feminis radikal juga dikembangkan dari gerakan kiri baru (new left) yang menyatakan bahwa perasaan-perasaan keterasingan dan ketidakberdayaan pada dasarnya diciptakan secara politik dan karenanya transformasi personal melalui aksiaksi radikal merupakan cara dan tujuan yang paling baik. Mazhab ini secara fundamental menolak agenda feminisme liberal mengenai kesamaan hak wanita. Berseberangan dengan feminis liberal yang menekankan kesamaan antara wanita dan laki-laki, feminis radikal menekankan pada perbedaan antara wanita dan laki-laki. Menurut Suharto, inti ajaran feminis radikal adalah sebagai berikut: a. The personal is political adalah slogan yang sering digunakan oleh feminis radikal. Maknanya bahwa pengalamanpengalaman individual wanita mengenai ketidakadilan dan kesengsaraan yang oleh para wanita dianggap sebagai masalah personal, pada hakekatnya adalah isu-isu politik yang berakar pada ketidakseimbangan kekuasaan antara wanita dan lakilaki. b. Memprotes eksploitasi wanita dan pelaksanaan peran sebagai

Pemikiran ini berkembang dan feminis radikal adalah aliran yang paling dekat ke munculnya feminis lesbian dan yang mengajukan kritik terhadap heteroseksual sebagai orientasi yang diharuskan atau disebut sebagai normal. adanya . e. Feminis radikal pada dasarnya mempunyai 3 pokok pikiran sebagai berikut: 1. c. Bahwa perempuan mengalami penindasan. Agenda tersembunyi dari sistem sosial itu adalah memeberikan kekuasaan laki-laki melebihi wanita. bahkan pemikiran lain menyatakan. bahasa. tradisi. di mana hal ini menjadi suatu pola penindasan. serta menganggap perkawinan sebagai bentuk formalisasi pendiskriminasian terhadap wanita. Lembagalembaga sosial yang paling fundamental harus diubah secara fundamental pula. moralitas seksual. melainkan sering pula dalam praktek. ibu. Menggambarkan sexisme sebagai sistem sosial yang terdiri dari hukum. dan pasangan sex laki-laki. dan yang menindas adalah lakilaki. ilmu pengetahuan. Kekuasaan laki-laki ini harus dikenali dan dimengerti. 2.istri. dan interaksi sosial sehari-hari. Para feminis radikal menolak perkawinan bukan hanya dalam teori. media massa. pembagian kerja. pendidikan. 3. Masyarakat harus diubah secara menyeluruh. perawatan anak. lembaga keagamaan. Selanjutnya pemikiran ini berpendapat bahwa wanita boleh tidak bersuami. boleh tidak mengandung dan menyusui. Bahwa perbedaan gender yang sering disebut maskulin dan feminin sepenuhnya adalah konstruksi sosial atau diciptakan oleh masyarakat. Bahwa penindasan oleh laki-laki adalah yang paling utama dari seluruh bentuk penindasan lainnya. sebenarnya tidak atas dasar perbedaan alami perempuan dan laki-laki. dan tidak boleh direduksi menjadi kekuasaan kapitalis. d. sebagaimana diterima oleh feminis liberal. ekonomi. Maka yang diperlukan adalah penghapusan peran perempuan dan laki-laki yang diciptakan oleh masyarakat di atas tadi. misalnya. menolak sistem hirarkis yang berstrata berdasarkan garis gender dan kelas.

Shulamith Firestone dalam karyanya Dialectic of Sex. semakin banyak waktu dan tenaga yang dapat digunakan untuk terlibat di dalam proses produktif masyarakat. Menurut Firestone dibutuhkan lebih dari revolusi biologis dan sosial. Seperti Millet. Salah satu dari feminis radikal libertarian yang pertama bersikeras menyatakan bahwa akar tekanan dan penindasan terhadap perempuan sudah terkubur dalam di dalam sistem seks/gender di dalam patriarki adalah Kate Millett. mengklaim bahwa dasar material ideologi seksual/politik dari submisi perempuan dan dominasi laki-laki berakar pada peran reproduksi laki-laki dan perempuan. dimana laki-laki selalu mempunyai peran yang dominan dari pada perempuan. untuk memastikan bahwa perempuan tetap pasif. Millet berpendapat dalam bukunya Sexual Politics (1970). terutama kejahatan yang muncul dari rasa memiliki. Karena itu. Ideologi patriarki. untuk menghasilkan jenis pembebasan manusia yaitu reproduksi buatan (ex utero) akan harus menggantikan reproduksi alami (in Utero). . cara bagi perempuan untuk menghancurkan kekuasaan laki-laki yang tidak layak atas perempuan adalah dengan pertama-tama menyadari bahwa perempuan tidak ditakdirkan utnuk menjadi pasif. membesar-besarkan perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan. Feminisme radikal libertarian menolak asumsi bahwa ada hubungan yang pasti antara jenis kelamin seseorang dengan gender seseorang. Menurutnya. terutama karena hubungan laki-laki dan perempuan merupakan paradigma dari semua hubungan kekuasaan. Feminisme radikal libertarian yakin bahwa semakin sedikit perempuan terlibat di dalam proses reproduksi. bahwa seks adalah politis. seperti juga laki-laki tidak ditakdirkan untuk menjadi aktif. reproduksi alamiah adalah akar dari kejahatan. yang menghasilkan rasa kebencian dan kecemburuan di antara manusia. Mereka mengklaim bahwa gender adalah terpisah dari jenis kelamin dan masyarakat patriakal menggunakan peran gender yang kaku. menurut Millett. Oleh karena itu lah slogan yang sering didengungkan dari feminisme radikal adalah “hak untuk memilih”.sekulerisme. Firestone bersikeras bahwa tidak akan ada perubahan fundamental bagi perempuan selama reproduksi alamiah tetap menjadi keharusan. Dalam feminisme radikal ada beberapa aliran lagi di antaranya feminisme radikal libertarian.

Teori ini berkembang pesat di Amerika Serikat pada kurun waktu 1960-an dan 1970-an.Aliran lain dari feminisme radikal adalah feminisme radikal kultural. bahkan tanpa perlu keberadaan laki-laki dalam kehidupan perempuan. Mary Daly menolak istilah maskulin dan feminin secara keseluruhan. yang dibentuk untuk kepentingan menjebak perempuan di dalam penjara patriarki yang dalam. 1999: 226). Keluarga dianggapnya sebagai institusi yang melegitimasi dominasi laki-laki (patriarki). Stratifikasi laki-laki yang di atas perempuan pada gilirannya mengarahkan kepada stratifikasi kelas. French mengisyaratkan bahwa sifat tradisional perempuan lebih baik daripada sifat tradisional laki-laki. Mary Daly. Dalam bukunya Beyond Power. teori ini mendapat kritikan yang tajam. Lahirnya gerakan feminisme melahirkan bermacam teori feminisme. French mengklaim. sehingga perempuan tertindas. teori ini lebih memfokuskan serangannya pada keberadaan institusi keluarga dan sistem patriarki. Elsa Gidlow mengemukakan teori bahwa menjadi lesbian adalah telah terbebas dari dominasi laki-laki. Tokoh feminis liberal tidak setuju sepenuhnya dengan teori ini. Dalam bukunya Beyond God The Father. tetapi juga dari kalangan feminis sendiri. Feminisme ini cenderung membenci laki-laki sebagai individu dan mengajak perempuan untuk mandiri. merendahkan nilai-nilai maskulin tradisional. Marilyn French berpendapat bahwa perbedaan laki-laki dan perempuan lebih kepada biologi daripada kepada sosialisasi. diantaranya teori feminisme radikal. sebagai produk kebingungan patriarki. Persamaan total antara laki-laki dan perempuan pada akhirnya akan merugikan perempuan sendiri. bahwa nilai-nilai feminim harus direintegrasikan ke dalam masyarakat laki-laki yang telah diciptakan oleh ideologi patriakal. dan juga menolak aspek yang sudah jelas-jelas “buruk” karena kesemua itu merupakan “konstruksi yang dibuat laki-laki”. Daly menyimpulkan bahwa perempuan harus menolak apa yang tampaknya merupakan aspek “baik” dari feminitas. bukan saja dari kalangan sosiolog. Karena keradikalannya. Laki-laki yang tidak terbebani oleh masalah reproduksi akan sulit diimbangi oleh perempuan yang tidak . Martha Shelley selanjutnya memperkuat bahwa perempuan lesbian perlu dijadikan model sebagai perempuan mandiri (Ratna Megawangi. baik internal maupun eksternal. Meskipun teori ini hampir sama dengan teori feminisme Marxis-sosialis.

.bisa lepas dari beban ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful