P. 1
Siapakah Manusia Pertama Kali

Siapakah Manusia Pertama Kali

|Views: 81|Likes:
Published by Teguh Bobo Wibowo
Sering kali muncul pertanyaan dalam diri kita, bahkan sampai dengan mengikutsertakan disiplin ilmu untuk memandang "siapa manusia pertama kali di dunia?". Ada yang mengatakan Nabi Adam AS merupakan cikal bakal kehidupan manusia, namun juga ada yang menganggap manusia purba-lah yang diciptakan Tuhan pertama kalinya.
Sering kali muncul pertanyaan dalam diri kita, bahkan sampai dengan mengikutsertakan disiplin ilmu untuk memandang "siapa manusia pertama kali di dunia?". Ada yang mengatakan Nabi Adam AS merupakan cikal bakal kehidupan manusia, namun juga ada yang menganggap manusia purba-lah yang diciptakan Tuhan pertama kalinya.

More info:

Published by: Teguh Bobo Wibowo on Nov 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/05/2012

pdf

text

original

Adam NO! Pithecanthropus YES!

Sebelum kita menginjak tentang manusia pertama, tentunya terlebih dahulu kita harus memahami tentang makna dari “Manusia”. Dalam hal ini menurut hemat saya, kata “Manusia” mempunyai dua macam yaitu: Manusia Beruh dan Manusia Tak Beruh. Adapun maksud dari Manusia Beruh yaitu manusia yang mempunyai akal pikiran untuk berfikir, mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Sedangkan Manusia Tak Beruh yaitu manusia yang tidak mempunyai akal pikiran. Tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Dia hanya menggunakan nafsunya. Saling memangsa dan hanya bisa mempertahankan diri dengan seleksi alam yang keras, tanpa ada sebuah peran sosial jelas. Jadi dari pengertian dua kata tadi, yang dimaksud dengan Manusia Beruh adalah manusia yang hidup sekarang pada zaman kita ini ( atau bisa disebut manusia modern/sempurna), sedangkan Manusia Tak Beruh adalah manusia zaman dahulu/ purba. Yang sering dinamakan manusia purba/ kuno, atau manusia kera. Setelah itu dalam hal asal mula manusia kita perlu perhatikan QS. Al Mukmin : 12-14

“Dan sungguh Kami telah menciptakan manusia berasal dari saripati tanah. Kemudian Kami menjadikannya air mani pada tempat yang kokoh dan terpelihara. Kemudian Kami menjadikannya air mani itu segumpal darah , lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, lalu segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang. Maka Kami liputi tulang belulang itu dengan daging, kemudian Kami menjadikannya satu bentuk yang lain. Maha Suci Allah, sebaik-baik Pencipta.”
Dari firman Allah di atas menunjukkan bahwa manusia diciptakan dari saripati tanah, dan kemudian saripati tanah tersebut dirubahNya menjadi sperma terlebih dahulu dalam tubuh manusia. Secara rasional yang sangat sederhana, dapat diterima oleh masyarakat luas. Bahwa manusia makan dari senyawa-senyawa yang berasal dari tanah, entah itu didapatkan secara langsung ataupun didapatkan dari perantara (hewan dan tumbuhan), dan saripati tanah itu diubah menjadi sperma dalam tubuh manusia. Kemudian sel sperma akan bertemu dengan sel telur saat pembuahan. Kemudian dari ayat tersebut pula, ada kata yang sudah jelas tetapi banyak sekali yang salah dalam penafsirannya. Yaitu kata “menciptakan”, kita harus dapat menbedakan kata “menciptakan” dan “membentuk”. Sering kali orang salah mengartikan dua kata tersebut,

perbedaan dua kata tersebut sangant jelas. Kata “menciptakan” berarti membuat sesuatu dari barang yang belum jadi menjadi barang yang telah jadi, atau terjadi dari yang tidak ada menjadi ada. Sedangkan “membentuk” berarti membuat sesuatu dari barang yang ada menjadi barang yang lain (sesuatu yang terjadi dari bahan yang sudah ada sebelumnya. Ditambah lagi dengan QS. Al Baqarah : 20

“Dan ingatlah ketika Tuhanmu berkata kepada malaikat : sesungguhya Aku akan menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Malaikat berkata : mengapa Engkau hendak menjadikan di muka bumi itu orang yang akan membuat kerusakan dan pertumbahan darah. Padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji dan mensucikan Engkau. Tuhan mengatakan : sesungguhnya Aku lebih tahu segala sesuatu yang kamu tidak mengetahuinya.”
Pada ayat di atas sudah dijelaskan kalau Allah akan membuat makhluk di muka bumi, dan malaikat membatahnya karena malaikat menganggap makhluk tersebut akan menhancurkan bumi. Dari mana malaikat tahu kalau makhluk yang akan dibuat oleh Allah akan menghancurkan bumi, kalau sebelumnya malaikat sudah pernah mengetahui perilaku dari makhluk tersebut. Sudah jelas kalau sebelumnya ada kehidupan makhluk yang sama sebelum Adam dilahirkan. (sudah ada makhluk lain sebelum Adam, dan pada esensinya makhluk tersebut sama dengan Adam) Dan kita juga perlu perhatikan ilmu-ilmu yang lain, seperti: Astronomi, Geologi, Paleontologi, Antropologi, Biologi, Botani, Fisika, Kimia, serta Genetika. Contoh saja yang paling sederhana dipahami adalah ilmu Paleontologi. Dalam ilmu yang mempelajari tentang fosil-fosil dari zaman purbakala ini, dijelaskan bahwa setiap fosil yang ditemukan pasti dapat ditentukan umurnya tergantung dari keadaan fosil itu sendiri di mana ditemukan. Ilmuwan percaya bahwa pada daerah-daerah teretntu di lapisan tanah di bumi terdapat beribu-ribu bahkan berjuta-juta fosil telah membatu dan bersenyawa dengan tanah selama jutaan tahun, sehingga sulit untuk diidentifikasi. Seorang ahli anatomi Perancis, George Cuvier (17691832) mengadakan studi perbandingan antara fosil-fosil dengan makhluk hidup yang masih ada, dia menyatakan bahwa pada masa tertentu telah diciptakan makhluk hidup yang berbeda dari zaman ke zaman. Para ahli Paleontologi dan Biologi telah mampu mengidentifikasi ciriciri perbedaan antara manusia dan monyet, antara lain:

 Volume otak (neurocranium) manusia lebih besar dari monyet  Adanya lekukan kulit pada bibir atas manusia  Deretan gigi geraham dan gigi taring yang berbeda, gigi taring monyet lebih menonjol dari manusia  Tungkai tulang paha dan pinggul manusia lebih tegak dari monyet  Sidik jari yang berbeda  Susunan tulang belakang dan tulang kaki yang berbeda  Mereduksinya jumlah bulu rambut pada kulit manusia Dari pemahaman di atas, para ahli yakin bahwa fosil yang ditemukan selama ini kebanyakan adalah fosil manusia. Jadi jelas bahwa sebelum Adam, ada kehidupan. Karena sesuai penemuan fosil-fosil yang telah ditemukan ± 3 juta tahun yang lalu. Sudah jelah bahwa semua ilmu pengetahuan mengemukakan bahwa bumi telah Jadi, dari paparan di atas sudah jelas bahwa pandangan masyarakat kalau manusia pertama adalah Adam adalah SALAH BESAR. Kalau manusia sempurna pertama, memang Adam. tetapi manusia pertama kali yang hidup di dunia adalah Manusia Purba/ Manusia Kera, atau yang sering disebut oleh masyarakat luas Pithecanthropus Erectus. 2. Artikel Keterpurukan Al-Qur’an Memang untuk mempelajari ajaran agama secara rasional, kita jangan takut jika akan dikatakan sebagai orang murtad. Tetapi pembahasan-pembahaannya juga ada batasanbatasan tertentu. Dalam artikel yang telah ditulis oleh seorang mantan muslim tersebut, menurut belum dilandasi dengan sebuah keyakinan kepada Allah terlebih dahulu. Karena ketika kita mau mencoba kerasionalan agama, kita perlu dibekali dengan keimanan trelebih dahulu. Menurut saya artikel yang telah dibuatnya merupakan pendapat yang keliru, walaupun kita tidak menyampingkan kebebasan dalam berfikir dan berpendapat. Sesuai dengan filsafat Descrates yang mengemukakan “Saya berfikir, maka saya ada” Pada artikel tersebut disebutkan tentang penciptaan alam semesta. Sebenarnya Allah menciptakan alam semesta dengan berangsur-angsur, oleh karena itu Dia menciptakan dalam kurun waktu yang agak lama. Tidak langsung semua jadi secara sekaligus. Walaupun Dia dapat menciptakan sesuatu dengan sekejap. Kemudian tentang makhluk ciptaan Allah. Allah menciptakan makhluk-makhluk bertujuan untuk beribadah kepadaNya. Jadi semua makhluk yang telah diciptakanNya harus bertasbih

kepadaNya. Memang kalau kita lihat bahwa air, batu, matahari dan awan merupakan benda mati. Tetapi sebenarnya mereka juga bertasbih (bergerak) kepada Allah, mereka juga hidup. Sama halnya dengan binatang- binatang dan tumbuhan-tumbuhan yang kelihatannya tidak bisa berbicara, tetapi sebneranya mereka juga bisa berbicara. Namun kita tidak memahami cara bertasbih mereka, hanya Allah yang memahami bertasbihnya mereka. Allah tidak akan membeda-bedakan makhluk ciptaanNya. Hanya dengan amalan-amalan (ibadah) merekalah Allah akan membalas dengan adil/ setimpal. Jadi seperti halnya manusia, binatang juga akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang telah dilakukannya. Ketika dia berbuat banyak kesalahan, maka Allah akan memberikan hukuman yang lebih banyak daripada yang lain. Maha Suci Allah dengan segala KehendakNya. Allah menciptakan segala sesuatu pasti ada tujuan yang mulia, serta tidak hanya menciptakan tanpa manfaat yang jelas.

“….dunia kita ini mengandung makna. Sebab jika tidak demikian, maka tugas filsuf (pemikir) yang sebenarnya menjadi tidak berarti” Wilbur M. Urban
Semoga kita diberikan pencerahan untuk memperjuangkan ajaran-ajaran agama kita

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->